VERSI LUAR VERSI adalah prosedur untuk melakukan perubahan presentasi janin melalui manipulasi fisik dari satu

kutub ke kutub lain yang lebih menguntungkan bagi berlangsungnya proses persalinan pervaginam dengan baik. Klasifikasi: 1. Berdasarkan arah pemutaran 1. Versi Sepalik : merubah bagian terendah janin menjadi presentasi kepala 2. Versi Podalik : merubah bagian terendah janin menjadi presentasi bokong 2. Berdasarkan cara pemutaran 1. Versi luar (external version) 2. Versi internal ( internal version) 3. Versi Bipolar ( Braxton Hicks version) VERSI LUAR Versi luar pada 2 dekade terakhir ini menjadi populer kembali seiring dengan adanya penggunaan yang luas dari alat ultrasonografi, peralatan elektronik untuk pengamatan kesehatan janin (electronic fetal monitoring) dan obat-obat tokolitik yang efektif. American College Of Obstetrics and Gynecology (2001), memberikan rekomendasi usaha untuk mengurangi kejadian presentasi sungsang dengan tindakan versi luar bilamana memungkinkan. Keberhasilan tindakan versi luar berkisar antara 35-85% atau rata-rata 60%. (American College of Obstericians and Gynecologist 2000) Chan dkk (2004) dan Vezina dkk (2004) : keberhasilan tindakan versi luar tidak selalu diikuti dengan penurunan angka kejadian sectio caesar. Distosia, kelainan presentasi kepala, gawat janin sering terjadi pasca keberhasilan versi luar dan hal ini pada akhirnya memerlukan tindakan sectio caesar.

Indikasi : 1. Penempatan dahi. usaha memutar janin dikhawatirkan akan menyebabkan plasenta lepas dari insersionya sehingga akan menambah perdarahan. . Janin dapat lahir pervaginam atau diperkenankan untuk lahir pervaginam ( tak ada kontraindikasi ) 2. Pada primigravida : usia kehamilan 34 36 minggu. 6. Pada multigravida : usia kehamilan lebih dari 38 minggu. Letak kepala dengan talipusat atau tangan terkemuka. 3. 2. Letak bokong. Letak lintang. Bagian terendah janin masih dapat dikeluarkan dari pintu atas panggul (belum engage) 3. 2. 5. Kontra indikasi : 1.Batasan : proses pemutaran kutub tubuh janin dimana proses manipulasi seluruhnya dilakukan diluar cavum uteri. 4. Dinding perut ibu cukup tipis dan lentur sehingga bagian-bagian tubuh janin dapat dikenali (terutama kepala) dan dapat dirasakan dari luar dengan baik 4. Selaput ketuban utuh. 2. o Pada plasenta praevia atau plasenta letak rendah. Pada ibu yang belum inpartu : 1. Pada parturien yang sudah inpartu : dilatasi servik kurang dari 4 cm dengan selaput ketuban yang masih utuh. Hipertensi. Perdarahan antepartum. Syarat : 1.

Insufisiensi plasenta atau gawat janin. Kaki janin dalam keadaan ekstensi ( frank breech ) Tehnik : 1. Cacat uterus. Faktor yang mempengaruhi terjadinya kegagalan tindakan versi luar: 1. Kontraksi uterus yang sangat sering terjadi.o Pada penderita hipertensi pada umumnya sudah terjadi perubahan pembuluh arteriole plasenta sehingga manipulasi eksternal dapat semakin merusak pembuluh darah tersebut sehingga terjadi solusio plasenta. Kehamilan kembar. Primitua. 2. 3. Faktor yang menentukan keberhasilan tindakan versi luar : 1. 3. 4. 5. Hidramnion. Versi Luar harus dilakukan di rumah sakit dengan fasilitas tindakan SC emergensi dan dilakukan atas persetujuan penderita setelah mendapatkan informasi yang memadai dari dokter. 3. lakukan pemeriksaan ultrasonografi untuk: . o Jaringan parut akibat sectio caesar atau miomektomi pada mioma intramural merupakan locus minoris resistancea yang mudah mengalami ruptura uteri. Sebelum melakukan tindakan VL. Bagian terendah janin sudah engage . 6. 2. 4. nilai sosial anak yang tinggi atau riwayat infertilitas 6. Talipusat pendek. Paritas. 5. 2. Jumlah air ketuban. Presentasi janin. Bagian janin sulit diidentifikasi (terutama kepala).

(berikan terbutaline 0. Perut ibu diberi bedak (talcum) atau jelly. Pasien diminta untuk mengosongkan kandung kemih. 3.y y y y y Memastikan jenis presentasi. 4. Ibu berbaring telentang atau posisi Trendelenburg ringan dengan posisi tungkai dalam keadaan fleksi pada sendi paha dan lutut. Penolong berdiri disamping kanan dan menghadap kearah kaki ibu. (ada tidaknya lilitan talipusat). 2. . 4. Dengan kedua telapak tangan diatas simfisis menghadap kebagian kepala ibu. Tahap eksenterasi : membawa bagian terendah ke fossa iliaca o Setelah diluar panggul. Kelainan kongenital. 2.25 mg subcutan sebagai tokolitik). bokong anak dibawa keluar dari panggul. 3. Pasang intravenous line sambil dilakukan pengambilan darah darah untuk pemeriksaan darah lengkap (persiapan bilamana harus segera dilakukan tindakan sectio caesar). 6. 5. Tahapan versi luar : 1. 7. Lokasi plasenta. Sebelum melakukan tindakan VL. harus dilakukan pemeriksaan kardiotokografi (non-stress test) untuk memantau keadaan janin. penolong menghadap kearah muka ibu. Jumlah cairan amnion. Tahap mobilisasi : mengeluarkan bagian terendah janin dari panggul 1. Tahap rotasi : memutar janin ke kutub yang dikehendaki 0. Pada waktu akan melakukan rotasi. bokong ditempatkan pada salah satu dari fossa iliaca agar radius putaran tidak terlalu jauh.

Kriteria Versi Luar dianggap gagal: 1. Terasa hambatan yang kuat saat melakukan rotasi. Tahap fiksasi : mempertahankan presentasi janin agar tidak kembali presentasi semula (pemasangan gurita) Catatan : Versi Luar pada letak lintang dilakukan hanya melalui 2 tahap yaitu tahap rotasi dan tahap fiksasi. Terjadi gawat janin atau hasil NST memperlihatkan adanya gangguan terhadap kondisi janin. 2.1. 4. dilakukan pemeriksaan NST ulang (baik pada tindakan VL yang berhasil maupun gagal) . Ibu mengeluh nyeri saat dilakukan pemutaran. Bagian janin tidak dapat diidentifikasi dengan baik oleh karena sering terjadi kontraksi uterus saat dilakukan palpasi. bila kondisi janin baik maka dilanjutkan dengan tahap fiksasi. Catatan : Pemutaran dilakukan kearah dimana tahanannya paling rendah (kearah perut janin) atau presentasi yang paling dekat (bila VL dilakukan pada presentasi lintang atau oblique) Bila pemutaran kearah perut janin gagal maka dapat diusahakan pemutaran pada arah sebaliknya. Setelah tahap rotasi. Satu tangan memegang bokong (bagian terendah) dan tangan lain memegang kepala . 3. . 4. dengan gerakan bersamaan dilakukan rotasi sehingga janin berada presentasi yang dikehendaki.

Penggunaan tokolitik 2. other malpresentations. Obstet Gynecol 104:155. eds. 2004 4. Hemorrhagia fetomaternal 5. and umbilical cord complications. Mc GrawHill Companies 2005 2. Emboli air ketuban 4. Tang JL et al: Intrapartum caesarean delivery after succesful external cephalic version: A meta-analysis. 9th ed. 381 395.. Penggunaan analgesia epidural Komplikasi Versi Luar : 1. Philadelphia: Lippincott Williams and Wilkins. Practice Bulletin No 13. (2003). . Ruptura uteri 3. Cunningham FG (editorial) : Breech Presentation and Delivery in William Obstetrics 22nd ed p 409. Persalinan Preterm 7. February 2000 3. pp. Solusio plasenta 2.Masalah kontroversial dalam tindakan versi luar : 1. Cruikshank DP : Breech. American College of Obstetricians and Gynecologists : External Cephalic version. Danforth's Obstetrics and Gynecology.. Isoimunisasi 6.441. Gawat janin dan IUFD Sumber Bacaan : 1. Chan LY. In JR Scott et al..

2004 . Vezina Y et al : Caesarean delivery after successful external cephalic version of breech presentation at term: A comparative study. Am J Obstet Gynecol 190:763.5.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful