P. 1
Paradigma Ekonomi Islam

Paradigma Ekonomi Islam

|Views: 35|Likes:

More info:

Published by: Fenfen Fenda Florena on Feb 09, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/09/2012

pdf

text

original

PARADIGMA EKONOMI ISLAM Written by Redaksi Friday, 09 September 2005

Oleh: M. Shiddiq al-Jawi

Pengertian Ekonomi Islam Ekonomi Islam dapat didefinisikan sebagai sebuah studi tentang pengelolaan harta benda menurut perpektif Islam (tadbîr syuâ un al-mâl min wijhah nazhar al-islam) (An-Nabhani, 1990).

Secara epistemologis, ekonomi Islam dibagi menjadi dua disiplin ilmu; Pertama, ekonomi Islam normatif, yaitu studi tentang hukum-hukum syariah Islam yang berkaitan dengan urusan harta benda (al-mâl). Cakupannya adalah: (1) kepemilikan (al-milkiyah), (2) pemanfaatan kepemilikan (tasharruf fi al-milkiyah), dan (3) distribusi kekayaan kepada masyarakat (tauziâ al-tsarwah baina al-nas). Bagian ini merupakan pemikiran yang terikat nilai (value-bond) atau valuational, karena diperoleh dari sumber nilai Islam yaitu Al-Qur`an dan As-Sunnah, melalui metode deduksi (istinbath) hukum syariah dari sumber hukum Islam yaitu al-Qurâ an dan as-Sunnah. Ekonomi Islam normatif ini oleh Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani (1990) disebut sistem ekonomi Islam (an-nizham al-iqtishadi fi al-Islâm). Kedua, ekonomi Islam positif, yaitu studi tentang konsep-konsep Islam yang berkaitan dengan urusan harta benda, khususnya yang berkaitan dengan produksi barang dan jasa. Cakupannya adalah segala macam cara (uslub) dan sarana (wasilah) yang digunakan dalam proses produksi barang dan jasa. Bagian ini merupakan pemikiran universal, karena diperoleh dari pengalaman dan fakta empiris, melalui metode induksi (istiqraâ ) terhadap fakta-fakta empiris parsial dan generalisasinya menjadi suatu kaidah atau konsep umum (Husaini, 2002). Bagian ini tidak harus mempunyai dasar konsep dari al-Qurâ an dan as-Sunnah, tapi cukup disyaratkan tidak boleh bertentangan dengan al-Qurâ an dan as-Sunnah. Ekonomi Islam positif ini oleh Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani (1990) disebut ilmu ekonomi Islam (al-â ilmu al-iqtishadi fi alislam).

Paradigma Sistem Ekonomi Islam

Paradigma merupakan istilah yang dipopulerkan Thomas Khun dalam karyanya The Structure of Scientific Revolution (Chicago: The Univesity of Chicago Prerss, 1970). Paradigma di sini diartikan Khun sebagai kerangka referensi atau pandangan dunia yang menjadi dasar keyakinan atau pijakan suatu

Pemikir lain seperti Patton (1975) mendefinisikan pengertian paradigma hampir sama dengan Khun. a way of breaking down of the complexity of the real world. paradigma khusus (cabang). dan (3) distribusi kekayaan kepada masyarakat (tauziâ al-tsarwah baina al-nas). Paradigma khusus ini terdiri dari tiga asas (pilar). Kedua. yang secara khusus menjadi landasan bangunan sistem ekonomi Islam. 2000). yaitu: Pertama. adalah wajib terikat dengan syariah Islam) (Ibnu Khalil. namun juga sebagai Aqidah Siyasiyah (aqidah politis). yaitu di satu sisi pandangan Gereja dan para raja Eropa bahwa semua aspek kehidupan .*1) Paham sekularisme lahir sebagai jalan tengah di antara dua kutub ekstrem. yaitu sekularisme (pemisahan agama dari kehidupan). dan sebagainya. an-Nahl [16]: 89) (Zallum.â [suatu pandangan dunia. Paradigma sistem ekonomi Islam tersebut bertentangan secara kontras dengan paradigma sistem ekonomi kapitalisme saat ini. yaitu sebagai â a world view. 2001). seperti sistem ekonomi Islam. 2001). yaitu sejumlah kaidah umum dan mendasar dalam Syariah Islam yang lahir dari Aqidah Islam. paradigma sistem ekonomi Islam ada 2 (dua). Dengan pengertian itu. sebab segala aktivitas manusia (termasuk juga kegiatan ekonomi) wajib terikat atau tunduk kepada syariah Islam. Aqidah Islamiyah sebagai paradigma umum ekonomi Islam menerangkan bahwa Islam adalah agama dan sekaligus ideologi sempurna yang mengatur segala asek kehidupan tanpa kecuali. tiga asas tersebut tidak boleh tidak harus terikat dengan syariah Islam.teori. al-Mââ idah [5]: 3. yaitu sekularisme. yakni aqidah yang menjadi landasan aktivitas-aktivitas spiritual murni seperti ibadah. Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani (2001) menggunakan istilah lain yang maknanya hampir sama dengan paradigma. yakni aqidah yang menjadi landasan untuk mengelola segala aspek kehidupan manusia tanpa kecuali termasuk ekonomi. Al-Ashlu fi al-afâ âl al-taqayyudu bi al-hukm al-syarâ i (Prinsip dasar mengenai perbuatan manusia. Qs. melalui mekanisme syariah. sistem pendidikan Islam. Aqidah Islamiyah di sini dipahami bukan sekedar sebagai Aqidah Ruhiyah (aqidah spiritual). sistem politik Islam. Sesuai kaidah syariah. termasuk aspek ekonomi (lihat Qs. yaitu al-qaâ idah fikriyah. yaitu Aqidah Islamiyah yang menjadi landasan pemikiran (al-qaâ idah fikriyah) bagi segala pemikiran Islam. Dalam sistem ekonomi Islam. (2) pemanfaatan kepemilikan (tasharruf fi al-milkiyah) sesuai syariah. Paradigma Islam ini berbeda dengan paradigma sistem ekonomi kapitalisme. a general perspective. suatu cara pandang umum. yaitu: (1) kepemilikan (al-milkiyah) sesuai syariah. atau suatu cara untuk menguraikan kompleksitas dunia nyata] (Fakih. yang berarti pemikiran dasar yang menjadi landasan bagi pemikiran-pemikiran lainnya. paradigma umum.

tidak lagi diatur oleh agama (An-Nabhani. 2001). Tapi jika Allah tidak mengizinkan (yaitu mengharamkan sesuatu) berarti barang itu tidak boleh dimiliki. misalnya babi. maka barang itu sah untuk dimiliki. Montesquieu) yang menolak eksistensi Gereja. kebebasan berperilaku (al-hurriyah al-syahshiyah). karena Tuhan hanya boleh berperan di bidang spiritual (gereja).harus ditundukkan di bawah dominasi Gereja. kapitalisme tidak membuat batasan tatacaranya (kaifiyahnya) dan tidak ada pula batasan jumlahnya (kamiyah-nya). lalu siapa yang membuat peraturan kehidupan? Jawabnya adalah: manusia itu sendiri. 2001). 1990). Agama hanya ada di gereja. Jadi. kebebasan beragama (hurriyah al-aqidah). Sekularisme ini pula yang mendasari paradigma cabang kapitalisme lainnya. lahir sistem ekonomi kapitalisme. Berdasarkan sekularisme yang menafikan peran agama dalam ekonomi. dan kebebasan kepemilikan (hurriyah al-tamalluk). bukan Tuhan. yaitu telah dilarang kepemilikannya bagi manusia muslim (An-Nabhani. Jika Allah mengizinkan. maka dalam masalah kepemilikan. sementara dalam kehidupan publik seperti aktivitas ekonomi. Dalam masalah pemanfaatan kepemilikan. minuman keras. karena agama sudah disingkirkan dari arena kehidupan. Semuanya dianggap lepas atau tidak boleh disangkutpautkan dengan agama. Jika suatu barang mempunyai potensi dapat memuaskan kebutuhan manusia. Maka seseorang boleh memiliki harta dalam jumlah berapa saja dan diperoleh dengan cara apa saja. Sebab pada dasarnya sistem ekonomi kapitalisme adalah cermin dari paham kekebasan (freedom/liberalism) di bidang pemanfaatan hak milik. walaupun haram menurut agama. Di sisi lain ada pandangan para filosof dan pemikir (seperti Voltaire. yang memandang bahwa asal usul kepemilikan adalah adanya izin dari Allah SWT (idzn Asy-Syâriâ ) kepada manusia untuk memanfaatkan suatu benda. Ini berbeda dengan ekonomi Islam. bahwa paradigma sistem ekonomi kapitalisme adalah sekularisme (An-Nabhani. berarti boleh dimiliki. yaitu sejauh mana ia dapat memuaskan kebutuhan manusia. dan distribusi kekayaan (barang dan jasa) kepada masyarakat. maka manusia harus diberi kebebasan (freedom/al-hurriyat) yaitu. Walhasil tak heran di Barat dibolehkan seorang bekerja dalam usaha perjudian dan pelacuran. Lalu agar manusia bebas merekayasa kehidupan tanpa kekangan Tuhan. kapitalisme memandang bahwa asal usul adanya kepemilikan suatu barang adalah terletak pada nilai manfaat (utility) yang melekat pada barang itu. politik. kebebasan berpendapat (hurriyah al-ra`yi). namun hanya membatasi perannya dalam mengatur kehidupan. dan sosial. Maka babi dan minuman keras tidak boleh diperdagangkan karena keduanya telah diharamkan Allah. . Selanjutnya. pemanfaatan kepemilikan. sekularisme sebagai jalan tengah pada akhirnya tidak menolak keberadaan agama. Dari tinjauan historis dan ideologis ini jelas pula. dan narkoba. Bertitik tolak dari kebebasan kepemilikan inilah. yaitu paradigma yang berkaitan dengan kepemilikan.

misalnya dalam penentuan harga. Sedang mekanisme non-ekonomi. zakat. Negara tidak banyak campur tangan dalam urusan ekonomi. barang tambang. yaitu mekanisme yang terdiri dari sekumpulan hukum syariah yang menjamin pemenuhan barang dan jasa bagi setiap individu rakyat. baik pemanfaatan yang berupa kegiatan pembelanjaan (infaqul mâl). dan perdagangan. Sedikit orang kaya telah menguasai sebagian besar kekayaan.Sedangkan ekonomi Islam. listrik. tetapi melalui aktivitas non-produktif. seperti nafkah. yaitu untuk mengatasi distribusi kekayaan yang tidak berjalan sempurna jika hanya mengandalkan mekanisme ekonomi semata. (2) memberikan kesempatan berlangsungnya pengembangan harta (tanmiyah mal) melalui kegiatan investasi. Mekanisme non-ekonomi dimaksudkan untuk melengkapi mekanisme ekonomi. shadaqah. baik dalam skala nasional maupun internasional.*2) Dalam ekonomi Islam. shadakah. ijarah. Mekanisme ekonomi adalah mekanisme melalui aktivitas ekonomi yang bersifat produktif. menetapkan adanya batasan tatacara (kaifiyah-nya). adalah mekanisme yang berlangsung tidak melalui aktivitas ekonomi yang produktif. minyak. zakat. air dan sebagainya demi kesejahteraan rakyat. Metode distribusi ini terbukti gagal. distribusi kekayaan terwujud melalui mekanisme syariah. industri. kapitalisme menyerahkannya kepada mekanisme pasar. sepanjang diperoleh dan dimanfaatkan sesuai syariah Islam. misalnya ketentuan syariah yang: (1) membolehkan manusia bekerja di sektor pertanian. Harga berfungsi secara informasional. syirkah. Karena itulah peran negara dalam distribusi kekayaan sangat terbatas. seperti dengan syirkah inan. upah. dan lain-lain) atau warisan. 1990). dan (3) memberikan kepada rakyat hak pemanfaatan barang-barang (SDA) milik umum (al-milkiyah al-amah) yang dikelola negara seperti hasil hutan. sementara sebagian besar manusia hanya menikmati sisa-sisa kekayaan yang sangat sedikit. dan sebagainya. Seorang muslim boleh memiliki harta berapa saja. Dalam masalah distribusi kekayaan. Misalnya dengan jalan pemberian (hibah. mudharabah. Maka dalam masyarakat Islam tidak akan diizinkan bisnis perjudian dan pelacuran. tapi tidak membatasi jumlahnya (kamiyah-nya). berupa berbagai kegiatan pengembangan harta (tanmiyatul mal) dalam akad-akad muamalah dan sebab-sebab kepemilikan (asbab at-tamalluk) (An-Nabhani. dan sebagainya. Mekanisme syariah ini terdiri dari mekanisme ekonomi dan mekanisme non-ekonomi. dan sebagainya. baik yang disebabkan adanya sebab alamiah seperti . karena telah diharamkan oleh syariah. dan hibah. Kesenjangan kaya miskin sedemikian lebar. Mekanisme ini. yaitu memberi informasi kepada konsumen mengenai siapa yang mampu memperoleh atau tidak memperoleh suatu barang atau jasa. Tatacara itu berupa hukum-hukum syariah yang berkaitan dengan cara pemanfaatan (tasharruf) harta. seperti jual beli. yaitu melalui mekanisme harga keseimbangan yang terbentuk akibat interaksi penawaran (supply) dan permintaan (demand). shinaâ ah (industri). maupun berupa pengembangan harta (tanmiyatul mal).

(4) larangan judi. misalnya (1) larangan menimbun harta benda (uang. riba.bencana alam dan cacat fisik. yang ujung-ujungnya menyebabkan penumpukan harta hanya di tangan orang kaya atau pejabat. Marilah kita renungkan firman Allah SWT: â Kalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan berrtakwa. al-Aâ râf [7]: 96). dan memperkecil jurang perbedaan antara yang kaya dan yang miskin. emas. sedekah. Mekanisme non-ekonomi ada yang bersifat positif (ijabiyah) yaitu berupa perintah atau anjuran syariah. diharapkan umat Islam terdorong untuk menerapkannya dan sekaligus mengetahui perbedaan ekonomi Islam dengan ekonomi kapitalisme yang tengah diterapkan. Mekanisme non-ekonomi bertujuan agar di tengah masyarakat segera terwujud keseimbangan (altawazun) ekonomi. niscaya akan Kami limpahkan bagi mereka barakah dari langit dan bumi. tapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu. pemberian suap dan hadiah kepada para penguasa. dan (4) pembagian harta waris kepada ahli waris. Sudah saatnya sistem ekonomi kapitalisme yang hanya menimbulkan penderitaan itu kita hancurkan dan kita gantikan dengan ekonomi Islam yang insyaAllah akan membawa barakah bagi kita semua. Dengan memahaminya.â (Qs. hibah dan hadiah dari orang yang mampu kepada yang memerlukan. (3) pemberian infaq. dan perak) walaupun telah dikeluarkan zakatnya. (3) larangan kegiatan monopoli serta berbagai penipuan yang dapat mendistorsi pasar. maupun sebab non-alamiah. Mekanisme ini dilaksanakan secara bersama dan sinergis antara individu dan negara. misalnya penyimpangan mekanisme ekonomi (seperti penimbunan). seperti: (1) pemberian harta negara kepada warga negara yang dinilai memerlukan. dan lain-lain. (2) larangan peredaran kekayaan di satu pihak atau daerah tertentu. wakaf. korupsi. maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya itu. (2) pemberian harta zakat yang dibayarkan oleh muzakki kepada para mustahik. Ada pula yang mekanisme yang bersifat negatif (salbiyah) yaitu berupa larangan atau cegahan syariah. [ ] . Penutup Demikianlah uraian sekilas paradigma sistem ekonomi Islam.

Bogor : Pustaka Thariqul Izzah. Pada tahun 1985 juga. Strahm. An-Nabhani. yang bercirikan adanya kepemilikan individu atas sarana produksi dan distribusi dan pemanfaatan sarana produksi dan distribusi itu untuk memperoleh laba dalam situasi pasar yang kompetitif (Milton H. 70 % pupuk. An-Nizham Al-Iqtishadi fi Al-Islam. hlm. Nizham Al-Islam. Pada tahun 1985 misalnya. Yogyakarta : Pustaka Pelajar. Rudolf H. Jerman. Daftar Pustaka Fakih. 81 % penggunaan energi. Sesat Pikir Teori Pembangunan dan Globalisasi.. 2001. dan Menyebarluaskannya. Contemporary Macro Economics. 2002. Waqar Ahmed. Menerapkan. Ibnu Khalil. pendapatan nasional (GNP) Indonesia besarnya adalah 960 dolar AS per orang setahunnya. Perancis. Taqiy Al-Din. Beirut : Dar Al-Ummah. 2001. Islamic Sciences. 2. 1990. 1977). Kapitalisme adalah sistem ekonomi yang berasal dab tumbuh di Barat pasca abad pertengahan (mulai abad ke-15). Jakarta : CIDES.Catatan Kaki: 1. Last Updated ( Sunday. S. 2000. Husaini. 1999. Strahm. Atha`. ----------. 1999. 8-9). New Delhi : Goodwork Book. Spencer. Sedangkan selebihnya (hampir 200 juta rakyat) kebagian 20 % saja dari seluruh porsi ekonomi nasional (Republika. Kemiskinan Dunia Ketiga. Beirut : Darul Ummah. New York : Worth Publishers. sejumlah 80 % daripadanya merupakan nilai aktivitas ekonomi dari 300 grup konglomerat saja. Tanpa Tempat Penerbit : Mansyurat Hizb Al-Tahrir. Jakarta : CIDES Zallum. Inggris. 18 December 2005 ) . Mansour. dan Jepang) yang penduduknya hanya 26 % penduduk dunia. dan 87 % persenjataan dunia (Rudolf H. 28 Agustus 2000). Abdul Qadim. Kemiskinan Dunia Ketiga. menguasai lebih dari 78 % produksi barang dan jasa. negara-negara industri yang kaya (seperti AS. Taisir Al-Wushul Ila Al-Ushul. Demokrasi Sistem Kufur : Haram Mengambil. 2001.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->