Pemahaman terhadap keIslaman selama ini dipahami sebagai dogma yang baku dan menjadi suatu norma yang

tidak dapat dikritik, dan dijadikan sebagai pedoman mutlak yang tidak saja mengatur tingkah laku manusia, melainkan sebagai pedoman untuk menilai dogmatika yang dimiliki orang lain, meskipun demikian dogmatika tersebut tidak dapat dilepaskan dari segi sejarah pembentukan dogma itu sendiri. Kecenderungan salah penafsiran terhadap norma mengakibatkan truth claim, dimana klaim mengasumsikan bahwa tidak ada kebenaran dan keselamatan manusia kecuali dalam agamanya. Dogmatika yang dipahami secara fanatik tersebut disosialisasikan sejak dini dan dilaksanakan dalam kehidupan manusia. Sehingga norma dan tingkah laku umat beragama terkotak, di satu sisi ia menekankan ketertundukan dengan mematikan potensi berfikir, tetapi di sisi yang lain terjadi pemberhalaan sedemikian rupa yang menyebabkan doktrin tersebut menjadi pembatas kesatuan antar manusia. Sehingga agama yang sebenarnya pada esensinya sebagai bentuk ekspresi religiousitas, dimana makna cinta kemanusiaan menjadi inti dari agama, berubah menjadi sumber konflik atas nama Tuhan. Di sinilah, maka pemikiran Amin Abdullah menjadi relevan, karena berusaha merumuskan kembali penafsiran ulang agar sesuai dengan tujuan dari jiwa agama itu sendiri, dan di sisi yang lain mampu menjawab tuntutan zaman, dimana yang dibutuhkan adalah kemerdekaan berfikir, kreativitas dan inovasi yang terus menerus dan menghindarkan keterkungkungan berfikir. Keterkungkungan berfikir itu salah satu sebabnya adalah paradigma deduktif, dimana meyakini kebenaran tunggal, tidak berubah, dan dijadikan pedoman mutlak manusia dalam menjalankan kehidupan dan untuk menilai realitas yang ada dengan "hukum baku" tersebut. Dalam melakukan penelitian terhadap Amin Abdullah tersebut, digunakan model penelitian pustaka. Dimana peneliti mencoba meneliti pemikiran Amin Abdullah dari bahan dari perpustakaan, atau informasi yang kami kumpulkan didasarkan atas studi kepustakaan yang meliputi buku dan literatur pemikiran Islam yang ditulis oleh Amin Abdullah. Dalam metode tersebut, peneliti menggunakan deskripsi dan analisa terhadap pemikiran Amin Abdullah. Dalam penelitian tersebut, peneliti menemukan bentuk pemikiran Amin Abdullah tentang pendekatan historisitas dan normativitas. Sisi historisitas merupakan bentuk sejarah bagaimana dogmatika itu muncul, sedangkan normativitas adalah aturan baku itu sendiri, yang mana tidak dapat dilepaskan dari pemikiran tentangnya. Dimana penafsiran tentang dogmatika tersebut, tidak hanya ditentukan oleh teks tunggal, melainkan juga kepentingan, kondisi, maupun prejudice yang mendasari penafsiran juga muncul dalam pemikiran keIslaman, yang kini telah dibakukan dan dijadikan pedoman mutlak. II. RUMUSAN MASALAH A. Pengertiatan Normativitas

[1] Pada aspek normativitas. historis. Pengartian Normativitas Kata normatif berasal dari bahasa Inggris norm yang berarti norma ajaran. periode pertengahan dan periode modern. studi Islam agaknya masih banyak terbebeni oleh misi keagamaan yang bersifat memihak sehingga kadar muatan analisis. pemerintahan. dan mengapa peristiwa tersebut terjadi Dari pengertian demikian kita dapat mengatakan bahwa yang dimaksud dengan sejarah Islam adalah peristiwa atau kejadian yang sungguh-sungguh terjadi yang sluruhnya berkaitan dengan ajaran Islam diantara cakupannya itu ada yang berkaitan dengan sejarah proses pertumbuhan. kebudayaan. Keterkaitan Normativitas dan Historisitas dalam Studi KeIslaman. b. III. PEMBAHASAN A. metodologis. perkembangan dan penyebarannya. kritis. Pengertian Historisitas C. kapan. politik. arsitektur. ekonomi dan lain sebagainya.J. B. ketentuan tentang masalah yang baik dan buruk yang boleh dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan. dimana. tokoh-tokoh yang melakukan pengembangan dan penyebaran agama Islam tersebut. empiris terutama dalam menelaah teks-teks atau naskah keagamaan produk sejarah terdahulu kurang begitu ditonjolkan. peperangan. Pengelompokan Islam Normatif dan Islam Historis D. W.seperti dalam bidang pengetauan agama dan umum. Periode klasik (650-1250 M) dibagi lagi menjadi masa kemajuan Islam I (650-100 M) dan masa disintegrasi (1000-1250 M)[3] . Sedangkan dalam pengartian yang lebih komprehensif suatu peristiwa sejarah perlu juga di lihat siapa yang melakukan peristiwa tersebut. acuan.S. Historisitas a. Pengertaia Historisitas Dalam kamus umum bahasa Indonesia. Ruanglingkup sejarah Islam Dari segi periodesasinya dibagi menjadi peride klasik. kecuali dalam lingkungan peneliti tertentu yang masih sangat terbatas. Poerwadaminta mengatakan sejarah adalah kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau atau peristiwa penting yang benar-benar terjadi.B. pendidikan. sejarah kemajuan dan kemunduran yang di capai umat Islam dalam berbagai bidang.[2] Definisi tersebut terlihat menekankan kepada materi peristiwanya tanpa mengaitka dengan aspek lainnya.

sebab ketentuan yang terdapat di dalam al-Qur¶an dan al-Sunnah itu tidak semua terinci. Secara rasional ijtihad dibenarkan. Selama kurang lebih tujuh ratus tahun. Dapat pula disebut hasil ijtihad terhadap teks asli Islam. paradaban Islam merupakan peradaban yang paling produktif di bandingkan dengan baradaban manapun di wilayah sains dan sains Islam berada pada garda depan dalam berbagai kegiatan.[4] Sebagai wahyu. mulai dari kedokteran. Istilah yang hamper sama dengan islam Normatif dan Islam Historis adalah Islam sebagai wahyu dan Islam sebagai produk sejarah. mulai dari masa nabi Muhammad SAW sampai sekarang. Kedua. wilayah teks asli Islam (the original text of Islam). masa kemunduran I dan masa III kerajaan besar. yaitu Al-qur¶an dan sunnah nabi Muhammad yang otentik. Untuk kebahagiaan kehidupan dunia dan akhirat.seperti tafsir dan fikih. Pengelompokkan Islam normatif dan Islam historis menurut Nasr Hamid Abu Zaid mengelompokkan menjadi tiga wilayah (domain).[5] Pertama. Di samping permasalahan kehidupan selalu berkembang . Islam didefinisikan sebagaimana ditulis sebelumnya di atas. Maka penyebutan Islam normati dan islam Historis adalah salahsatu dari penyebutan level tersebut. yang keadaannya sudah tentu merupakan salahsatu pencapaian besar dalam peradaban Islam. Islam pada level mana. yakni: Artinya: Wahyu ilahi yang diwahyukan kepada nabi Muhammad SAW. sejak abad kedua hingga kesembilan masehi. Sains Islam dikembangkan oleh kaum muslimin sejak abad Islam kedua. fisika dan sebagainya yang di bangun atas arahan nilai-nilai Islami. Sedangkan Islam Historis atau Islam sebagai produk sejarah adalah Islam yang dipahami dan islam yang dipraktekkan kaum muslim di seluruh penjuru dunia.Selanjutnya periode pertengahan yang berlangsung dari tahun 1250-1800 M dibagi menjadi dua masa. Pengelompokkan Islam Normatif dan Islam Historis Ketika melakukan studi atau penelitian Islam.Mas III kerajaan besar berlangsung Sejak 1500-1800 M. perlu lebih dahulu ada kejelasan islam mana yang diteliti. bahkan sebagian masih bersifat global yang membutuhkan penjabaran lebih lanjut. masa kemunduran I sejak 1250-1500 M. C. pemikiran Islam merupakan ragam menafsirkan terhadap teks asli Islam (Al-qur¶an dan sunnah nabi Muhammad SAW). astronomi. matematika.

Islam sebagai wahyu. Pada dataran ini. Karena itulah diperbolehkan berijtihad. Islam identik dengan atau teks yang ada dalam al-Qur¶an dan sunnah nabi Pada masa pewahyuannya memakan waktu kurang lebih Pada teks ini Islam adalah nash yang menurut hemat penulis. Contohnya lainnya praktek duduk miring ketika tahiyat akhir bagi muslim Indonesia.[6] Dalam kelompok ini dapat di temukan empat pokok cabang : (1) hukum/fikih. kepercayaan. (2) fatwa. Tingkatan ketiga manifestasi atau pratek berdasarkan pada nilai-nilai dasar tersebut yang berbeda antara satu negara dengan negara lain. Tingkatan kedua adalah penafsiran terhadap nilai dasar tersebut. meski masih harus tetap bersandar kepada kedua sumber utamanya dan sejauh dapat memenuhi persyaratan. sementara muslim di tempat/ negara lain tidak melakukannya.(3) filsafat. agar nilai-nilai dasar tersebut dapat dilaksanakan/dipraktekkan. (4) tasawuf. Nash prinsip atau normatif-universal. adalah nilai pokok/dasar/asas.(2) teologi. Sementara Abdullah Saeed menyebut tiga tingkatan pula. Hasil ijtihad dalam bidang hukum muncul dalam bentuk : (1) fikih. nash prinsip atau normatif-universal. . teks. ideal dan institusi-institusi. praktek yang dilakukan kaum muslim. dan 2. sedangkan secara tegas permasalahan yang timbul itu belum/tidak disinggung. sebagaimana telah ditulis sebelumnya. yang muncul dalam bentuk Undang-Undang dan komplikasi.[7] Contohnya : praktek sholat muslim di Pakistan yang tidak meletakkan tangan di dada. sesuai dengan pendapat sejumlah ilmuwan(ulama) dapat dikelompokkan menjadi dua. yakni : 1. 23 tahun.terus. Perbedaan tejadi karena perbedaan penafsiran dan perbedaan konteks dan budaya. (3) yurisprudensi (kumpulan putusan hakim). tetapi dengan formulasi yang berbeda sebagai berikut : Tingkatan pertama. merupakan prinsip-prinsip yang dalam aplikasinya sebagian telah diformatkan dalam bentuk nash praktis di masa pewahyuan ketika nabi masih hidup. (4) kodikfikkasi/unifikasi. bahkan antara satu wilayah dengan wilayah lain. Pada level didefinisikan nash wahyu Muhammad. Nash praktis-temporal Nash kelompok pertama. Ketiga. Praktek ini muncul dalam berbagai macam dan bentuk sesuai dengan latar belakang sosial (konteks).

konteks sosial. baik al-Qur¶an maupun sunnah nabi Muhammad SAW. baik itu ilmu alam. konteks tempat dan konteks lain-lain. sebab persoalan selalu berkembang dan berjalan maju. Keterkaitan normativitas dan historisitas dalam studi keIslaman. Hal ini harus kita lakukan. Dua cabang ilmu pengetahuan ini jarang didiskusikan dan tidak pernah dimasukan dalam tradisi ilmu keIslaman yang ada. Untuk menjelaskan posisi syari¶at pada level praktek perlu dianalogkan dengan posisi nash. . hasil karya manusia. kenyataannya ilmu pengetahuan tidak tumbuh dalam kevakuman. Padahal keduanya merupakan prasyarat dan wacana awal yang harus dimengerti bagi para ilmuan muslim yang ingin terhindar dari tuduhan pembela tipe studi Islam yang hanya bersifat pengulang-ngulangan.[8] Sementara dengan menggunakan teori Islam pada level teori dan Islam pada level praktek dapat dijelaskan demikian. sebagian ilmuwan menyebutnya nash konstektual. Anomali-anomali dan pemikiran-pemikiran yang tidak. humaniora. Kira-kira demikianlah posisi Islam yang kita formatkan sekarang untuk merespon persoalan yang kita hadapi kini dan di sini. penerapan filsafat ilmu pada diskusi akademik ilmu-ilmu keIslaman harus dilakukan. karna filsafat ilmu saling berkaitan dengan sosiologi ilmu pengetahuan. Pemikiran ini muncul dari adanya kesadaran bahwa teori-teori ilmu pengetahuan hanyalah merupakan produk.Adapun nash praktis-temporal. dapat berubah sesuai dengan perubahan konteks. bahwa nash diwahyukan pada nabi Muhammad. konteks zaman. Sementara fiqh sebagai hasil pemahaman terhadap the original text mempunyai sifat nisbi/relatif/zanni. adalah nash yang turun (diwahyukan) untuk menjawab secara langsung (respon) terhadap persoalan-persoalan yang dihadapi masyarakat muslim Arab ketika pewahyuan. disakralkan dan dogmatik. Pada kelompok ini pula Islam dapat menjadi fenomena sosial atau Islam aplikatif atau Islam praktis. setiap ilmu. Teori-teori yang sudah ada terlebih dahulu tidak dapat dijadikan garansi kebenaran. sementara format yang kita rumuskan sekarang adalah format yang dilandaskan pada nash tersebut. syari¶ah sebagai the original text mempunyai karakter mutlak dan absolut. tidak berubah-ubah. statis. akan tetapi selalu dipengaruhi dan tidak dapat terlepas dari pengaruh cita rasa sejarah social dan politik. Dapat disebutkan bahwa pada prinsipnya nash tersebut merupakan respon terhadap masalah yang dihadapi masyarakat arab di masa pewahyuan. D. harus diformulasikan dan dibangun di atas teori-teori yang berdasarkan pada kerangka metodologi yang jelas[9]. Dalam pengertian ini. sementara wahyu sudah berhenti dengan meninggalnya nabi Muhammad SAW. Dari perspektif filsafat ilmu. Perbedaan antara nash dan format yang kita rumuskan adalah. Dengan penjelasan di atas tadi dapat ditegaskan. agama atau ilmu-ilmu keIslaman. social.

Tidak ada satu pendekatan maupun disiplin yang dapat berdiri sendiri. hanya dapat dibangun secara sistematik dengan menggunakan model gerakan tiga pendekatan secara sirkuler. Bangunan baru ilmu-ilmu keIslaman. patut disayangkan bila sarjana-sarjana muslim dan non muslim yang hendak mengembangkan wacana mereka dalam ilmuilmu keIslaman secara psikologi merasa terintimidasi dengan problem reduksionisme dan non reduksionisme.historis. scope dan metodologi ilmu-ilmu keIslaman karena persoalan itu. setelah diperkenalkan dan dihubungkan dengan wacana filsafat ilmu dan sosiologi ilmu penegetahuan. berinterkomunikasi satu dengan lainnya. acuan. ada beban psikologis dan institusional yang terlibat dalam memperbesar dan memperluas domain.Ketika pada akhirnya menghadapi masalah-masalah historisitas pengetahuan. Tentang apa dan bagaimana pendekatan tersebut sudah banyak ditulis oleh para ahlinya. KESIMPULAN a.J. b. Sejak awal mula Fazlur Rahman sendiri telah menempatkan Islam normative dalam kerangka kerjanya atau sebagai hard core dalam kerangka kerja Lakatos. dimana masing-masing dimensi dapat berinteraksi. W. Kata normatif berasal dari bahasa Inggris norm yang berarti norma ajaran. dan sosiologis-antropologis pada saat yang sama. periode pertengahan dan periode modern. Hard core atau Islam normative sama dengan apa yang telah ditetapkan sebagai objek studi agama yang tepat dengan menggunakan pendekatan fenomenologis. Poerwadaminta mengatakan sejarah adalah kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau atau peristiwa penting yang benar-benar terjadi. Dengan demikian. c. yakni pendekatan yang berunsur linguistic. ilmu-ilmu keIslaman yang kritis. Gerakan dinamis ini pada esensinya adalah hermeneutic. yang harus dilindungi dengan sifat-sifatnya yang mendorong pada penemuan-penemuan dan penyelidikan-penyelidikan baru (positive heuristic). ketentuan tentang masalah yang baik dan buruk yang boleh dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan. Dalam hal-hal tertentu. Dalam kamus umum bahasa Indonesia. sebagaimana yang dinyatakan oleh Fazlur Rahman dan Mohammed Arkoun beserta kolega-kolega mereka yang memiliki keprihatinan yang sama. teologis-filosofis. Masing-masing pendekatan berinteraksi dan dihubungkan dengan yang lainnya. IV.S. lebih lanjut harus mempertimbangkan penggunaan sebuah pendekatan dengan tiga dimensi untuk melihat fenomena agama Islam. Ruang lingkup sejarah Islam dilihat dari segi periodesasinya dibagi menjadi peride klasik. .

Oleh karena itu. yaitu Al-qur¶an dan sunnah nabi Muhammad yang otentik. pemikiran Islam merupakan ragam menafsirkan terhadap teks asli Islam (Al-qur¶an dan sunnah nabi Muhammad SAW). jakarta: Gramedia. Harun. Abdullah. e. Semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca. Pengelompokkan Islam normatif dan Islam historis menurut Nasr Hamid Abu Zaid mengelompokkan menjadi tiga wilayah yaitu: Pertama.d. Amin. Yogyakarta: Pustaka Belajar. Atho. Mudzar . . praktek yang dilakukan kaum muslim.1979. Keterkaitan normativitas dan historisitas dalam studi keIslaman. Ketiga. John. PENUTUP Demikian makalah ini kami buat. Kedua. Jilid I. Qodri.kritik dan saran yang konstruktif senantiasa kami harapkan demi perbaikan makalah selanjutnya. dimana masing-masing dimensi dapat berinteraksi. 1998. Yogyakarta : Gama Media Offset.VII. 1979. dan Sdiliy. wilayah teks asli Islam (the original text of Islam). Kamus Inggris Indonesia. Cet. Jakarta: UI Press. Nasution. 2010. 2002. hanya dapat dibangun secara sistematik dengan menggunakan model gerakan tiga pendekatan secara sirkuler. berinterkomunikasi satu dengan lainnya. Yogyakarta: pustaka Pelajar. Islam di Tinjau dari Berbagai Aspeknya. Hasan. DAFTAR PUSTAKA Azizi. Pendekatan Studi Islam dalam teori dan praktek. V. Echols. dalam pembuatan makalah ini tentunya masih jauh dari kesempurnaan. Islam Studies di Pergurut sudah ditiuan Tinggi. Elektisisme Hukum Nasional : Kompetensi antara Hukum Islam dan Hukum Umum.

cet.(jakarta: Gramedia. by W. [2] W. hlm. hlm 586. Kamus Inggris Indonesia . Abu. VII. XII. R. Amin Abdullah. 2006). 1979). Balai Pustaka. M. 1997. Jilid I (Jakarta: UI Press. 2006.cet. 1991. Elektisisme Hukum Nasional : Kompetensi antara Hukum Islam dan Hukum Umum (Yogyakarta : Gama Media Offset. R. Islam and Europe in Past and Present. 1997). Pengantar Studi Islam. [3] Harunasution. Bima Sejati. [6] Amin Syukur. Van Vliet-leigh (eds. 1991). Kamus Umum Bahasa Indonesia. Hugenkoltz and K. John M. Hlm. hlm. The Textuality of The Koran.15. Jakarta . Ke-5 ( Semarang : CV. cet. ³the textuality of the koran´. (Yogyakarta: pustaka Pelajar. 2009. Khoiruddin.Nasution.S Poerwadaminta. Ke-5. cet. 1979).J. Syukur. by W.). [8] Qodri Azizi. . Pendekatan Studi Islam dalam teori dan praktek. cet. Zaid. Echols dan Hasan sadiliy. 1998). Islam Studies di Pergurut sudah ditiuan Tinggi (Yogyakarta: Pustaka Belajar). [7] Nasr Abu Zaid. [9]Prof. M. Bima Sejati.887. Dr. Atho Mudzar. Nasr. cet. Pengantar Studi Islam. Balai Pustaka. Ke 1 (Yogyakarta : ACADEMIA + TAZZAFA. 2009). 2010. Semarang : CV. Van Vliet-leigh (eds. Hlm. 2002). Pengantar Studi Islam. Pengantar Studi Islam. XII hlm. (Wassenaar : NIAS. Hlm. Islam and Europe in Past and present. hlm 56-75 [4] H.Islam di tinjau dari berbagai aspeknya. Amin. (Jakarta . 34.43. Yogyakarta : ACADEMIA + TAZZAFA. Wassenaar : NIAS. Kamus Umum Bahasa Indonesia.19-22 [5] Lihat khoiruddin Nasution. Cet.). Ke 1. 56-57. Poerwadaminta. Hugenkoltz and K.

PLURALISME Suatu Faham / Ajaran yang berpendapat bahwa nilai kebenaran dalam berbagai hal ( agama. 6. INKLUSIFISME Suatu faham / ajaran yang berpendapat bahwa Kebenaran adalah apa yang disampaikan oleh doktrin agamanya. golongan. TIPOLOGI KEAGAMAAN MASYARAKAT Pluralisme Ekslusivisme Inklusivisme Universalisme Formalisme 7. bila menolak untuk dikonversi. terpaksa harus menggunakan cara-cara kekerasan. EKSKLUSIVISME Suatu Faham / Doktrin yang mengajarkan bahwa Kebenaran itu hanya milik salah satu Agama. Selain itu adalah Salah Karena Ajaran kelompok/golongan/Agama lain salah . maka harus dikonversi / diubah agar sesuai dengan pendapatnya. KISI±KISI MATERI KULIAH Agama dan Keagamaan Tipologi Keagamaan Pentingnya Studi Islam Pendekatan Studi Islam Arah Paradigma Baru Studi Agama Model Penelitian Agama Aliran-aliran Pemikiran Dalam Islam I slam dan Tantangan Modernitas Sumber Ajaran Islam Islam di Dunia Kontemporer 3. hukum dll) adalah banyak / bervariatif dan tidak bersifat tunggal Semua Agama menawarkan kebenaran oleh sebab itu memeluk agama apa saja adalah benar. filsafat. kelompok dan aliran tertentu. METODOLOGI STUDI ISLAM Fakultas Agama Islam Universitas Islam Malang April 2008 Khoirul Asfiyak 2. sedang kebenaran dalam agama lain adalah untuk di hormati y y y y y y y . Perbedaaan Agama dan Keagamaan Agama Keagamaan Kebenaran Absolut Bersifat Ilahiyah Berada diluar Nalar Bersifat Ruhani Konsep Doktrin/Ritual Single Interpretasi Teks Kebenaran Relatif Bersifat Basyariyah Bersifat Humanis Bersifat Lahiriyah Tataran Praktis/Phraxis Multi Interpretasi Konteks 4. tidak ada agama yang paling mutlak benar. Agama manapun pasti mengantarkan orang pada Keselamatan 5.STUDI ISLAM ABAD 20 Metodologi studiislam2010 ² Presentation Transcript 1. dengan tidak menutup kemungkinan doktrin agama lain juga membawa kebenaran Kebenaran dalam agama sendiri harus diyakini sepenuh hati.

Pendekatan Studi Agama dll Filosofis Fenomenologis Teologis Sosiologis Antropologis Psikologis Ekonomis 15.Pre Deterministik Asy¶ariyah : Aliran Modernisme Khawarij : Aliran Scriptualis ± Ekstrim Dst. b. penampakan lahiriyah. Konstruksi Teori Penelitian Agama Teori Antropolgi Sosiologi T. ALIRAN TASHAWWUF Nadhariy : Aliran Teoritik Amaliy : Aliran Praxhis / Pragmatisme VARIAN: Ma¶rifah Mahabbah Haqiqah Wihdatul Wujud Dll. ISLAM DAN TANTANGAN MODERNITAS Gerakan Islam bercirikan Sosial ± Politik Gerakan Bersifat Reaksioner 28. Agama hanya dipandang sebagai suatu i dentitas belaka . Model Penelitian Agama a. Agama Sebagai Produk Interaksi Sosial Tuhan Lingkungan Community Individu Interaksi / Pola Hubungan Nilai Opini Adat Idea Mazhab 21. ALIRAN PEMIKIRAN DALAM ISLAM PERTEMUAN KE . Agama Sebagai Fenomena Sosial Dinamika Sosial Dinamika Waktu Dinamika Fungsi AGAMA 12. I n d i v i d u c.kid Dasar Nilai Obyek Penelitian Absoluth Iman Ontologi &amp. tidak ada kesadaran spiritual / pemahaman atas kedalaman makna dari doktrin sebuah doktrin agama Agama adalah symbol / lambang. Nilai filosofis yang terkandung dalam Ajaran Agama adalah core ( inti ) dari obyektifitas Agama ************* Mulai dari diri sendiri. Islam dan Tantangan Zaman 3 SM 1 M 6 M 10 M 16 M 20 M Sej. mulai dari sekarang **************** 9. Aksi Materi Aksi Akal Aksi Sikap Sains. Perjalanan Umat Nasrani Sains dan Teknologi y y y y y y y y y y y y y y y y y y y y y . Agama sebagai Doktrin Teks Normatif/Wahyu Agama Bayan/Tafsir/Ta&apos. Agama Sebagai Produk Budaya Unsur Pembentuk Budaya Unsur Pengaruh Budaya Budaya / Kebudayaan Teknologi / Informasi / Opini Norma / Nilai / Etika / Adat 20. Musyrik Filsafat Hellenisme Merchandise.Tafsir Budaya Simbolik Teori Pertukaran Sikap Teori Sikap Teori Fungsional Teori Perubahan Sosial AGAMA 18. 27.Arkeologi Filsafat / Kebudayaan Sosiologi / Sejarah Relativitas Agama Relativitas Agama 17. UNIVERSALISME Sebuah faham atau ajaran yang menganggap bhw kebenaran agama itu bersifat menyeluruh/berlaku bagi semua orang ( sama antara yg satu dengan yang lain ) sekalipun berbeda dalam bentuk dan cara ibadahnya.!!! 10. Epistemologi / Aqal Spekulatif Bukan Obyek Penelitian 19.jangan terpengaruh oleh orang lain «. ALIRAN FIQH / USHUL FIQH Hanafiyah : Aliran Rasionalisme Malikiyah : Aliran Tradisonalisme Syafi¶iyyah : Aliran Modernisme Hanbaliyah : Aliran Tradisionalisme Syiah : Aliran Modernisme (Akhbariyah/Ushuliyah) Dhahiriyah : Aliran Scriptualis Revivalisme 25. Ajaran Formalisme mereduksi nilai-nilai kesucian dan keilahiyan doktrin ajaran sebuah agama Belajar menjadi diri sendiri«. b. Militerisme. Penelitian ( Studi ) Agama Absolut Aksi/Praktik Doktrin/Credo Nisbi AGAMA Nilai Kebenaran 16.wil/Ta&apos. Islam dan Tantangan Zaman Masa Pertumbuhan Masa Keemasan Masa Kemunduran Yahudi. Realitas Pluralisme Dalam Masyarakat Ketegangan Solusi Holistik .Pre Determinitik Jabariyah : Aliran Fatalisme . Kafir. Antropologi.y 8. Missionaris Arab Jahiliyah Perkembangan Sains Kolonisasi 29. Pentingnya Studi Islam a. Perjalanan Umat Islam Sej. FORMALISME Suatu faham/ajaran yang menganggap bahwa agama hanyalah kegiatan ritual belaka. pencirian identitas. brand/merk dan bukannya dianggap sebagai sesuatu yang bersifat Bathiniyah Esoteris/Ruhani/filosofis . ALIRAN KALAM Mu¶tazilah : Aliran Rasionalisme Islam Qadariyah : Aliran Pra Rasionalisme Syi¶ah : Aliran Syu¶ubiyah M urjiah : Aliran Fatalisme .6 23. Perkembangan Budaya Faktor Internal Faktor Eksternal Agama Budaya Iptek 14. ALIRAN FILSAFAT Rawaqiyah : Aliran Rasionalisme Masyaiyyah : Aliran Paripatetik ( Empirisme ) Isyroqiyyah : Aliran Illuminisme ( Criticisme ) 26. Arah Paradigma Baru Keagamaan Kontemporer Formalisme Essensi Eksklusivisme Eksistensi Inklusivisme Substansialisme 11. Metodologi Studi Islam 22. 24. c.Kritis Interpretasi Doktrin Historis Normatif Multidisipliner Interdisipliner Pluralisme Agama Keagamaan 13.

IP yg baru diserap bila sejalan c.Dasar anak Nakal. Tsubut dan Dalalah Tsubut : Proses periwayatan dan penetapan sebuah dalil untuk menguji apakah ia otentik / valid / tidak Dalalah : Makna yang dikehendaki / dimaksud oleh sebuah dalil Qath¶iy : Kejelasan / Kepastian sebuah dalil sehingga tidak memerlukan penafsiran lain Zhanniy : Ketidakjelasan / Ketidakpastian sebuah dalil sehingga memerlukan penafsiran 32. Wassalam. y y . Abduh = Modernisme Purifikasi seluruh ajaran Islam dari pengaruh tahayyul.. HAM dan Politik Pembaharuan Pendidikan penting. Merindukan kembali ke masa lalu dan menisbahkan diri kepada warisan lama ( Konservatif ) c. Mutlaq . Islam suci. Al Hadist Bayan Ta¶kid Bayan Tafsir Bayan Tasyri¶ Kualitas Shahih Hasan Dlaif 34. Muqayyad Khafi. Isyarah an Nash. Mufassar Ibarah an Nash. IP tidak dicapai dengan sistem Induksi akan tetapi lewat metode deduksi Hiasilah dirimu dengan ilmu pengetahuan 38. Pendidikan . FUNDAMENTALISME Ciri-ciri : Stagnan. TRADISIONALISME Muslim tradisional ialah mereka yang memegangi &amp. Ekonomi. Mujmal. Kemapanan Mazhab &amp. IP bukan unsur dinamik dalam pemikiran akan tetapi ia merupakan unsur yang beku ± diam b. Seruan agar ummat kembali kepada Islam Ideal. melawan dan membangkang apa yang menjadi kesepakatan umum y y y y y y y y 39.. Musykil . REVIVALISME Keprihatinan thd Degenerasi sosial-moral dan berusaha untuk merubahnya b. menolak menyesuaikan diri. Seruan Pembaharuan lewat pengembangan dan pengorganisasian kekuatan bersenjata umat Islam ( Gerakan Wahabisme.quot. IP yang ada tidak bisa direvisi. Berusaha Ijtihad c. Muslim tradisional adalah mereka yang memandang tasauf atau tarekat sebagai dimensi batin atau jantung pewahyuan Islam. kekakuan yang menolak seluruh pertumbuhan dan seluruh perkembangan b.. Gagasan M. Khash. Syah Waliyullah Dahlawi &amp. mengisolasi diri. karena: a. mereka yang menghormati para wali dan ulama yang dianugerahi Tuhan dengan karamah. sehingga mampu memahami hikmah abadi Muslim tradisional adalah mereka yang menerima hadis bukan hanya sebagai sumber hukum tapi juga sebagai panduan dan pemberi inspirasi etik tanpa terlalu mempersoalkan apakah sebuah hadis itu sahih atau daif (lemah) 43..tradisi&amp. Dalalah an Nash dan Iqtidha¶ an Nash 33. Qiyas Far¶un Hukum Asal µ illat µ Ashal Ijma¶ Ijma¶ Sharih Ijma¶ Sukutiy 35. baik yang terdapat dalam AlQuran dan hadis maupun yang dikembangkan para ulama dan sufi sepanjang sejarah.y y 30. Khurafat dan Bid¶ah Pembaharuan dan Perubahan terhadap sistem Perguruan Tinggi Islam Perumusan kembali ajaran Islam dengan pemikiran Modern ( Rasionalisasi ) Pembelaan Islam terhadap pengaruh Eropa dan serangan Non Muslim 42.. dengan cara menghentikan Tahayyul. Islam di Dunia Kontemporer Revivalisme Modernisme Fundamentalisme Tradisionalisme 36. NEO MODERNISME Berusaha menghadapi semua situasi baru dan yakin bisa menghadapi semua tantangan Gerakan bersifat Kerakyatan ( Populis ) lebih menitik beratkan kepada persoalan riel yg dihadapi ummat Gagasangagasan pemikiran bersifat personal dan tidak terkonsentrasi dalam suatu gerakan yang bersifat organisasi Komunal Berusaha memadukan kebenaran suci al qur¶an dengan penemuan mutakhir di bidang Sains dan Ilmu Pengetahuan y y 41.. Sanusiyah) 37. Bersikap Intoleransi. dan kebekuan mazhab .quot. Al Qur¶an Tsubut Dalalah Qath¶iy Qath¶iy Zhanniy µ Am .. MODERNISME KLASIK ( Abad 19 ± 20 M ) Penekanan pada fungsi akal dengan cara mencari titik temu ( Kalimatun Sawa ) dengan teks-teks Wahyu Pembaharuan pada bidang Sosial. Sampai Jumpa Lagi di Lain Kesempatan Uuh. Seruan agar pemikiran Predeterministik dihapuskan dalam arus pemikiran ummat Islam d. NEO REVIVALIS Menggagas nilai-nilai demokratis dalam kehidupan berbangsa dan beragama Memodernisasi sistem pendidikan Islam dengan keyakinan Nilai lama sudah tidak relevan lagi Upaya membedakan diri / mencitrakan diri sebagai Gerakan Non Barat ( Islamisasi Sains dan Pengetahuan ) 40. SUMBER AJARAN ISLAM Al Qur¶an : Tsubut dan Dalalah Al Hadis : Fungsi Hadis thd al Qur¶an Ijma : Macam ± Macam Ijma Qiyas : Rukun-rukun Qiyas 31.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful