Topologi Jaringan

Topologi jaringan biasanya didefinisikan sebagai desain jaringan dan komputer yang akan dibangun. Topologi jaringan terbagi menjadi physical design dan logical design. Physical design mengacu pada desain fisik dari jaringan termasuk perangkat, kabel, lokasi dan instalasi jaringan. Sedangkan logical design adalah jumlah data yang akan diteruskan dalam jaringan sesuai dengan desain fisiknya. Terdapat beberapa jenis topologi jaringan yang dibangun dalam suatu jaringan komputer, yaitu bus topology, ring topology, mesh topology, star topology, dan tree topology. Topologi jaringan merupakan esensi dari jaringan komputer, jaringan yang efisien hanya bisa dibangun berdasarkan pengetahuan dan pemahaman yang baik mengenai topologi. Topologi jaringan yang besar dapat memiliki ratusan bahkan ribuan node. Bisa dibayangkan ketika seorang administrator jaringan ingin melakukan dokumentasi dari nodenode yang terhubung didalamnya, ia akan membutuhkan usaha yang sangat besar. Administrator tersebut harus melakukan koneksi terhadap setiap node yang terhubung satu persatu, dan bahkan tidak jarang ia harus menghabiskan banyak waktu untuk berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain. Tidak hanya itu, administrator itu juga harus melakukan identifikasi terhadap router, bridge, switch, hub dan semua perangkat lain yang terhubung didalamnya. Kondisi lain yang mungkin muncul adalah pada saat terjadi perubahan pada topologi dari jaringan. Topologi jaringan adalah hubungan fisik antara setiap anggota (links, node, dsb) dari sebuah jaringan komputer. Setiap node (dapat berupa modem, hub, bridge, ataupun sebuah komputer) dalam sebuah jaringan komputer biasanya memiliki satu atau lebih koneksi (links) dengan node lainnya. Pemetaan dari hubungan antara setiap node dalam jaringan komputer inilah yang menghasilkan sebuah topologi jaringan. Topologi jaringan sendiri terbagi atas 2 jenis, physical topology dan logical topologi. 1. Physical Topology Topologi fisik (physical topology) merupakan pemetaan dari setiap node dan koneksinya terhadap node lain berdasarkan desain fisik dari jaringan komputer. Hal ini mencakup perangkat, kabel, lokasi dan instalasi jaringan. Berdasarkan karakteristiknya physical topology dapat diklasifikasikan menjadi :  Point to point topology  Topologi bus (Bus topology)  Topologi cincin (Ring topology)  Topologi bintang (Star topology)

 Topologi Acak (Mesh topology)  Topologi Pohon (Tree topology)  Topologi Linier (Linier Topology) 1. Kedua ujung kabel dilengkapi terminator untuk mencegah pesan yang dikirimkan dipancarkan berulang kali. Point to point topology terbagi menjadi 2 jenis : a) Permanent. Koneksi dinamis ini memungkinkan node memutuskan koneksi apabila tidak dibutuhkan lagi hubungan antara kedua node tersebut ( teknologi telepon saat ini ). Setiap node yang ada pada jaringan akan dikoneksikan menggunakan sebuah konektor pada kabel tersebut dan setiap sinyal/pesan akan dikirimkan melalui kabel tersebut. merupakan koneksi point to point yang menerapkan teknologi penukaran sirkuit (circuit switching) sehingga koneksi antara setiap node menjadi dinamis.1 Point to point Topology Merupakan topologi yang paling sederhana karena hanya menghubungkan dua node berbeda.2 Topologi Bus (Bus Topology) Topologi bus menggunakan sebuah kabel untuk menghubungkan keseluruhan jaringan. maka node akan mengabaikan dan tidak memproses pesan tersebut. Sebuah node yang ingin melakukan komunikasi dengan node lainnya pada jaringan akan mengirimkan pesan secara broadcast melalui kabel yang kemudian akan diterima oleh semua node yang ada pada jaringan tersebut. makan pesan akan diproses oleh node tersebut. . Jika IP address dan Mac address dari tujuan pengiriman pesan sama dengan node. merupakan koneksi point to point dimana dua buah node terkoneksi secara permanen. 1. b) Switched. Tetapi jika tidak cocok.

 Cukup mudah apabila ingin dilakukan perluasan pada topologi.  Bukan merupakan solusi untuk digunakan pada jaringan komputer skala besar.  Sangat sulit untuk melakukan pemeriksaan apabila terdapat salah satu node yang rusak.  Biaya yang diperlukan untuk melakukan penyusunan kabel dengan topologi ini relative murah.Keuntungan dari topologi bus adalah sebagai berikut :  Topologi yang sederhana  Kabel yang digunakan untuk menghubungkan setiap node berjumlah sedikit. Sedangkan kelemahan-kelemahan dari topologi ini yaitu:  Traffic (lalu lintas) jaringan yang padat akan sangat memperlambat bus. .  Keseluruhan jaringan akan mati (shut down) apabila terdapat kerusakan pada kabel.

yaitu bus liner dan bus terdistribusi.Dalam pengembangannya telah terdapat 2 jenis topologi bus.  Tingkat keamanan termasuk tinggi.  Apabila terdapa node yang mengalami kerusakan dalam jaringan maka node tersebut tidak akan membuat mati keseluruhan jaringan bintang ( hanya node tersebut yang mati). Keuntungan dari pemakaian topologi bintang adalah :  Mudah untuk mengubah dan menambah node baru ke dalam jaringan yang menggunakan topologi bintang tanpa mengganggu aktivitas jaringan yang sedang berlangsung.3 Topologi Bintang (Star Topology) Pada topologi bintang setiap node terkoneksi ke sebuah titik pusat koneksi yang biasanya disebut dengan hub (dapat berupa hub. Semua lalu lintas yang dikirimkan ke jaringan akan melewati hub tersebut dan sekaligus akan menjadi penguat dari pesan agar dapat dikirimkan ke node lain. . dengan hub yang dapat mengakomodasi tipe kabel yang berbeda-beda. 1. topologi star memungkinkan setiap node pada jaringan untuk memiliki koneksi point to point ke hub pusat. switch atau router). Berbeda dengan topologi bus.  Tahan terhadap lalu lintas jaringan yang sibuk.  Dapat menggunakan lebih dari 1 jenis kabel di dalam jaringan yang sama.

 Jumlah terminal terbatas. . Jika terjadi kegagalan pada hub pusat. Keuntungan dari pemakaian topologi cincin adalah :  Data mengalir satu arah sehingga collision dapat dihindarkan.  Aliran pesan dapat mengalir lebih cepat karena setiap node dapat melayani pesan dari kiri ataupun kanan. maka seluruh jaringan akan gagal untuk beroperasi. Pesan dilewatkan melalui setiap node yang terkoneksi pada cincin membentuk gerakan searah jarum jam ataupun berlawan arah dengan jarum jam. 1.  Membutuhkan lebih banyak kabel karena semua kabel di jaringan harus ditarik ke satu titik pusat.Kelemahan dari topologi bintang adalah :  Memiliki satu kelemahan utama yang terletak pada hub.4 Topologi Cincin (Ring Topology) Pada Topologi cincin setiap node terhubungkan dengan dua tetangga untuk komunikasi dalam bentuk cincin (loop tertutup).  Lalulintas data yang padat dapat menyebabkan jaringan bekerja lebih lambat. tergantung dari jumlah port yang bisa ditampung oleh hub. Topologi ring biasanya memanfaatkan skema token yang hanya mengizinkan satu node untuk mengirimkan pesan pada satu waktu. Setiap node yang berada pada topologi cincin memiliki alamat khusus yang akan digunakan untuk proses identifikasi.

topologi acak dibagi menjadi dua bagian : a) Fully Connected Topologi acak dimana setiap node pada jaringan terkoneksi dengan semua node yang ada pada jaringan secara point to point.  Sulit untuk melakukan konfigurasi ulang. Waktu yang digunakan untuk mengakses data lebih optimal. maka akan mempengaruhi kinerja keseluruhan jaringan.  Sangat sederhana dalam penerapannya. .5 Topologi Acak (Mesh Topology) Topologi acak menggunakan konsep rute yang berbeda dari topologi lainnya. Berdasarkan jumlah node yang dapat dilaluinya. Topologi ini juga digunakan pada Wide Area Network (WAN) yang kita kenal sebagai internet.  Menambah atau mengurangi komputer akan mengacaukan kinerja jaringan. Pesan yang dikirimkan pada topologi ini bisa melewati beberapa jalur yang mungkin dari sumber sampai tujuan. Kelemahan dari pemakaian topologi cincin adalah :  Apabila ada satu node dalam cincin yang gagal berfungsi. 1. Ini memungkinkan semua pesan dapat ditransmisikan secara simultan dari satu node ke node lainnya.

 Sulit untuk melakukan konfigurasi ulang dan instalasi node baru pada saat jumlah node yang terkoneksi berjumlah banyak. Topologi jaringan ini disebut juga sebagai topologi jaringan bertingkat. pesan biasanya ditransmisikan melalui rute terpendek yang ada.6 Topologi Pohon (Tree Topology) Topologi pohon menggabungkan beberapa topologi bintang kedalam sebuah bus. Untuk hirarki yang lebih rendah digambarkan pada lokasi yang rendah dan semakin keatas . dan digunakan rute alternatif bila terjadi kegagalan dalam rute terpendek tersebut. untuk melakukan pencarian terhadap node yang mengalami Kelemahan dari topologi ini adalah :  Membutuhkan biaya yang relatif besar.b) Partially Connected Topologi acak dimana beberapa node terkoneksi ke lebih dari satu node pada jaringan dengan koneksi point-to-point. Dalam bentuk sederhana. Hal ini memungkinkan pengurangan redundansi yang ditimbulkan oleh topologi acak yang bersifat fully connected. hanya hub yang dikoneksikan secara langsung ke pohon bus dan setiap hub berfungsi sebagai akar dari kumpulan node. Pada penerapannya. Topologi ini biasanya digunakan untuk interkoneksi antar sentral denganhirarki yang berbeda.  Relatif mudah kegagalan. 1. Keuntungan dari penggunaan topologi acak adalah :  Mudah dalam menangani kegagalan-kegagalan yang mungkin terjadi dalam jaringan (fault tolerance yang tinggi). Dalam hal ini node tersebut dapat juga berupa hub ataupun perangkat-perangkat lainnya.

1. layout ini termasuk layout umum. Installasi dari topologi linier bus ini sangat sederhana dan murah tetapi maksimal terdiri dari 5-7 Komputer. maka seluruh jaringan akan gagal berfungsi. Satu kabel utama menghubungkan tiap titik koneksi (komputer) yang dihubungkan dengan konektor yang disebut dengan T Connector dan pada ujungnya harus diakhiri dengan sebuah terminator. Konektor yang digunakan bertipe BNC (British Naval Connector).  Didukung oleh beberapa vendor perangkat lunak dan perangkat keras.mempunyai hirarki semakin tinggi.7 Topologi Linier Jaringan komputer dengan topologi linier biasa disebut dengan topologi linier bus.  Jika terjadi kegagalan pada bus. Topologi jaringan jenis ini cocok digunakan pada sistem jaringan komputer Keuntungan dari topologi pohon adalah:  Mendukung pengembangan lebih lanjut dari jaringan dari pada topologi bus (terbatas pada jumlah perangkat dikarenakan traffic yang mungkin muncul) dan topologi bintang (terbatas pada jumlah port pada hub). . kabel yang digunakan adalah RG 58 (Kabel Coaxial Thinnet).  Lebih susah diterapkan dan dikonfigurasi dari topologi lainnya. Kelemahan dari topologi pohon adalah :  Panjang keseluruhan dari setiap bagian tergantung dari jenis kabel yang digunakan. sebenarnya BNC adalah nama konektor bukan nama kabelnya.

 Kerugian. BNC T konektor —> Untuk menghubungkan kabel ke komputer. 3. Token Ring. kepadatan lalu lintas tinggi. keamanan data kurang terjamin. Masih banyak arsitektur lainnya. Ethernet. layout kabel sederhana. tidak butuh kendali pusat. Logical Topology Logical topology merupakan cara sebuah sinyal/pesan berlaku pada media di jaringan. BNC Barrel konektor —> Untuk menyambung 2 kabel BNC. dan penambahan maupun pengurangan terminal dapat dilakukan tanpa mengganggu operasi yang berjalan. sebagiannya ditinggalkan tetapi ada juga yang tetap terus dikembangkan. Dari sekian banyak . Pesan dalam hal ini akan melewati jaringan dari satu node ke node lain tanpa memperhatikan kondisi fisik dari node.Tipe konektornya terdiri dari: 1. BNC Kabel konektor —> Untuk menghubungkan kabel ke T konektor. kecepatan akan menurun bila jumlah pemakai bertambah. hemat kabel. Logical topology memiliki klasifikasi yang tidak jauh berbeda dengan klasifikasi pada physical topology. Keuntungan dan kerugian dari jaringan komputer dengan topologi linier bus adalah :  Keuntungan. dan diperlukan Repeater untuk jarak jauh. BNC Terminator —> Untuk menandai akhir dari topologi bus. mudah dikembangkan. FDDI dan sebagainya. 4. 2. Beberapa bentuk arsitektur dan topologi logik yang telah ada diantaranya adalah ArcNET. 2. deteksi dan isolasi kesalahan sangat kecil.

1 ArcNET umum dikenal dan banyak digunakan adalah Sepertinya arsitektur tipe ini sudah sangat jarang digunakan dan tidak begitu populer. 2.5Mbps. sebuah token bebas mengalir dalam jaringan. Sementara. maka paket data yang akan dikirimkan ditempelkan pada token. tetapi tidak cocok untuk lingkungan jaringan yang membutuhkan kecepatan transfer data yang tinggi. di setiap ujung rangkaian kabel (2 komputer yang paling ujung dari jaringan) harus dipasang terminator untuk menutup jaringan. Jaringan dengan topologi ini sangat simpel dan murah. yang paling arsitektur/topologi Ethernet. Kecepatan transfer data arsitektur ini adalah 16Mbps dengan media transmisi kabel UTP ataupun STP dan topologi fisik yang digunakan umumnya adalah STAR yang memerlukan HUB. Token passing digunakan dalam arsitektur ini untuk menghindari collision. Pada topologi BUS. Kecepatan transfer arsitektur ini sekitar 2. Perusahaan IBM selanjutnya membeli hak cipta dari Token Ring dan memakai akses Token Ring dalam produk IBM pada tahun 1984 dan di standarisasi dengan IEEE 802. jika satu node ingin mengirimkan paket data. Data dalam jaringan dikirim .arsitektur tersebut. ArcNET biasanya menggunakan topologi fisik BUS atau STAR dengan media transmisi kabel Coaxial RG62. standar 100VG-AnyLAN dapat mendukung baik format Ethernet maupun Token Ring pada kecepatan 100 Mbps.5. Sedangkan pada topologi STAR diperlukan HUB atau Concentrator untuk menghubungkan komputer yang 1 dengan yang lainnya. node lain tidak dapat mengirimkan data. Ada tiga tipe pengembangan dari Token Ring dasar: Token Ring Full Duplex. pada waktu token berisi data. Token Ring Full Duplex menggunakan bandwidth dua arah pada jaringan komputer. Dikembangkan oleh DataPoint.2 Token Ring Token Ring adalah sebuah cara akses jaringan berbasis teknologi ring yang pada awalnya dikembangkan dan diusulkan oleh Olaf Soderblum pada tahun 1969. sehingga kurang diminati oleh arsitek jaringan komputer. 2. switched Token Ring. dan 100VG-AnyLAN. Pada jaringan Token Ring. Switched Token Ring menggunakan switch yang mentransmisikan data di antara segmen LAN (tidak dalam devais LAN tunggal). Prinsip kerjanya menggunakan token passing scheme dan broadcast dimana dalam jaringan komputer tersebut ada token yang mengalir dan dapat ditempeli dengan data yang akan dikirim ke komputer tujuan.

Sebuah ring FDDI memiliki kecepatan 100 Mbps. Pola transmisi ini tetap berlaku meskipun topologi menggunakan STAR. 2. FDDI terdiri dari dua Token Ring .oleh masing-masing komputer yang kemudian berjalan melingkar ke komputer-komputer yang lain untuk kemudian data tersebut akan diambil oleh komputer yang dituju atau yang membutuhkan.3 FDDI FDDI ( Fiber Distributed-Data Interface ) adalah standar komunikasi data menggunakan fiber optic pada LAN dengan panjang sampai 200 km. .4 Ethernet Ethernet merupakan jenis skenario perkabelan dan pemrosesan sinyal untuk data jaringan komputer yang dikembangkan oleh Robert Metcalfe dan David Boggs di Xerox Palo Alto Research Center (PARC) pada tahun 1972 . Arsitektur Ethernet bisa dikatakan sebagai bentuk jaringan yang paling banyak digunakan. 2. yang satu ring -nya berfungsi sebagai ring backup jika seandainya ada ring dari dua ring tersebut yang putus atau mengalami kegagalan dalam bekerja. Kecepatan transfer data cukup tinggi 10Mbps. Protokol FDDI berbasis pada protokol Token Ring. Hal ini dimungkinkan karena jaringan ini cukup sederhana dan mudah diinstalasi. 100Mbps dan terus berkembang hingga 1Gbps.

Bilamana suatu node mengirimkan paket melewati jaringan. jika menggunakan RG8 disebut Thick Ethernet atau 10Base5. maka akan terjadi collision. Untuk mengatasinya. yakni sebagai berikut: o o o o Ethernet II (yang digunakan untuk TCP/IP) Ethernet 802. Fast Ethernet ini yang paling banyak digunakan.2 (juga dikenal sebagai Ethernet 802.Arsitektur Ethernet ini dapat dibangun dengan media Coaxial RG58 atau RG8 dan juga kabel UTP dan HUB.2 without Subnetwork Access Protocol. lakukan konfigurasi terhadap protokol yang digunakan via sistem operasi. Cara kerja arsitektur ini memakai metoda CSMA/CD (Carrier Sence Multiple Acces/collision detection). dan dibuat sebagai kompatibilitas dengan sistem Macintosh yang menjalankan TCP/IP) Sayangnya. Sedangkan yang menggunakan UTP disebut juga 10BaseT atau Fast Ethernet. Jika ternyata ada paket data lain. dan digunakan untuk konektivitas dengan Novell NetWare 3. setiap format frame Ethernet di atas tidak saling cocok/kompatibel satu dengan lainnya. sehingga menyulitkan instalasi jaringan yang bersifat heterogen.3 dalam sistem jaringan Novell.3/802.2 with SNAP. kemudian node dan jaringannya.11 atau yang sebelumnya) Ethernet 802. dan digunakan untuk berkomunikasi dengan Novell NetWare versi 3. maka node akan mengirimkan paket data. maka node tersebut akan mengecek terlebih dahulu apakah jaringan sedang mengirimkan paket data atau tidak.3 (atau dikenal sebagai Raw 802.12 dan selanjutnya) Ethernet SNAP (juga dikenal sebagai Ethernet 802. pada saat node akan mengirimkan data. jika jaringan sedang kosong. Jaringan Ethernet yang menggunakan kabel Coaxial RG58 disebut Thin Ethernet atau 10Base2. Bila hal ini terjadi maka jaringan dan node akan berhenti mengirimkan paket data. Ethernet menggunakan beberapa metode untuk melakukan enkapsulasi paket data menjadi Ethernet frame. .3/802.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful