RANAH PENILAIAN KOGNITIF, AFEKTIF, DAN PSIKOMOTORIK

PENDAHULUAN Penilaian adalah upaya atau tindakan untuk mengetahui sejauh mana tujuan yang telah ditetapkan itu tercapai atau tidak. Dengan kata lain, penilaian berfungsi sebagai alat untuk mengtahui keberhasilan proses dan hasil belajar siswa. Dalam sistem pendidikan nasional rumusan tujuan pendidikan, baik tujuan kurikuler maupun tujuan instruksional, menggunakan klasifikasi hasil belajar dari Benyamin Bloom yang secara garis besar membaginya menjadi tiga ranah, yakni ranah kognitif, ranah afektif, dan ranah psikomotorik. Salah satu prinsip dasar yang harus senantiasa diperhatikan dan dipegangi dalam rangka evaluasi hasil belajar adalah prinsip kebulatan, dengan prinsip evaluator dalam melaksanakan evaluasi hasil belajar dituntut untuk mengevaluasi secara menyeluruh terhadap peserta didik, baik dari segi pemahamannya terhadap materi atau bahan pelajaran yang telah diberikan (aspek kognitif), maupun dari segi penghayatan (aspek afektif), dan pengamalannya (aspek psikomotor). Ketiga aspek atau ranah kejiwaan itu erat sekali dan bahkan tidak mungkin dapat dilepaskan dari kegiatan atau proses evaluasi hasil belajar. Benjamin S. Bloom dan kawan-kawannya itu berpendapat bahwa pengelompokkan tujuan pendidikan itu harus senantiasa mengacu kepada tiga jenis domain (daerah binaan atau ranah) yang melekat pada diri peserta didik, yaitu: a) b) c) Ranah proses berfikir (cognitive domain) Ranah nilai atau sikap (affective domain) Ranah keterampilan (psychomotor domain)

Dalam konteks evaluasi hasil belajar, maka ketiga domain atau ranah itulah yang harus dijadikan sasaran dalam setiap kegiatan evaluasi hasil belajar. Sasaran kegiatan evaluasi hasil belajar adalah: 1) Apakah peserta didik sudah dapat memahami semua bahan atau materi pelajaran yang telah diberikan

pada mereka? 2) Apakah peserta didik sudah dapat menghayatinya?

3)

Apakah materi pelajaran yang telah diberikan itu sudah dapat diamalkan secara kongkret dalam praktek

atau dalam kehidupannya sehari-hari? Ketiga ranah tersebut menjadi obyek penilaian hasil belajar. Diantara ketiga ranah itu, ranah kognitiflah yang paling banyak dinilai oleh para guru disekolah karena berkaitan dengan kemampuan para siswa dalam menguasai isi bahan pengajaran. 2.1.2 Ciri-ciri Ranah Penilaian Kognitif Aspek kognitif berhubungan dengan kemampuan berfikir termasuk di dalamnya kemampuan memahami, menghafal, mengaplikasi, menganalisis, mensistesis dan kemampuan mengevaluasi. Menurut Taksonomi Bloom (Sax 1980), kemampuan kognitif adalah kemampuan berfikir secara hirarki yang terdiri dari pengetahuan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis dan evaluasi. Pada tingkat pengetahuan, peserta didik menjawab pertanyaan berdasarkan hafalan saja. Pada tingkat pemahaman peserta didik dituntut juntuk menyatakan masalah dengan kata-katanya sendiri, memberi contoh suatu konsep atau prinsip. Pada tingkat aplikasi, peserta didik dituntut untuk menerapkan prinsip dan konsep dalam situasi yang baru. Pada tingkat analisis, peserta didik diminta untuk untuk menguraikan informasi ke dalam beberapa bagian, menemukan asumsi, membedakan fakta dan pendapat serta menemukan hubungan sebab akibat. Pada tingkat sintesis, peserta didik dituntut untuk menghasilkan suatu cerita, komposisi, hipotesis atau teorinya sendiri dan mensintesiskan pengetahuannya. Pada tingkat evaluasi, peserta didik mengevaluasi informasi seperti bukti, sejarah, editorial, teori-teori yang termasuk di dalamnya judgement terhadap hasil analisis untuk membuat kebijakan. Tujuan aspek kognitif berorientasi pada kemampuan berfikir yang mencakup kemampuan intelektual yang lebih sederhana, yaitu mengingat, sampai pada kemampuan memecahkan masalah yang menuntut siswa untuk menghubungkan dan menggabungkan beberapa ide, gagasan, metode atau prosedur yang dipelajari untuk memecahkan masalah tersebut. Dengan demikian aspek kognitif adalah sub-taksonomi yang mengungkapkan tentang kegiatan mental yang sering berawal dari tingkat pengetahuan sampai ke tingkat yang paling tinggi yaitu evaluasi. Aspek kognitif terdiri atas enam tingkatan dengan aspek belajar yang berbeda-beda. Keenam tingkat tersebut yaitu: 1. 2. Tingkat pengetahuan (knowledge), pada tahap ini menuntut siswa untuk mampu mengingat (recall) berbagai informasi yang telah diterima sebelumnya, misalnya fakta, rumus, terminologi strategi problem solving dan lain sebagianya. Tingkat pemahaman (comprehension), pada tahap ini kategori pemahaman dihubungkan dengan kemampuan untuk menjelaskan pengetahuan, informasi yang telah diketahui dengan kata-kata sendiri. Pada tahap ini peserta didik diharapkan menerjemahkan atau menyebutkan kembali yang telah didengar dengan kata-kata sendiri.

nama. Tabel Kaitan antara kegiatan pembelajaran dengan domain tingkatan aspek kognitif No 1 Tingkatan Pengetahuan Deskripsi Arti: Pengetahuan terhadap fakta. Tingkat analisis (analysis).dll. Sedangkan tingkat analisis. prosedur. antar konsep. definisi. Dalam tingkat ini peserta didik diharapkan menunjukkan hubungan di antara berbagai gagasan dengan cara membandingkan gagasan tersebut dengan standar. Apabila melihat kenyataan yang ada dalam sistem pendidikan yang diselenggarakan. penerapan merupakan kemampuan untuk menggunakan atau menerapkan informasi yang telah dipelajari kedalam situasi yang baru. dan antar data hubungan sebab akibat penarikan kesimpulan Contoh kegiatan belajar: ¨ Mengungkapakan gagasan dan pendapat dengan kata- kata sendiri ¨ ¨ ¨ ¨ Membedakan atau membandingkan Mengintepretasi data Mendriskripsikan dengan kata-kata sendiri Menjelaskan gagasan pokok . pada umumnya baru menerapkan beberapa aspek kognitif tingkat rendah. tahun.3. Tingkat evaluasi (evaluation). 4. konsep. pemahaman dan sedikit penerapan. metode. asumsi. serta memecahlcan berbagai masalah yang timbuldalam kehidupan sehari-hari. prinsip atau prosedur yang telah dipelajari. sintesis dan evaluasi jarang sekali diterapkan. 6. 5. Apabila semua tingkat kognitif diterapkan secara merata dan terus-menerus maka hasil pendidikan akan lebih baik. dan memeriksa setiap komponen tersebut untuk melihat ada atau tidaknya kontradiksi. daftar. konsep. teori. seperti pengetahuan. Tingkat penerapan (application). Tingkat sintesis (synthesis). Contoh kegiatan belajar: y y y y y 2 Pemahaman Mengemukakan arti Menentukan lokasi Mendriskripsikan sesuatu Menceritakan apa yang terjadi Menguraikan apa yang terjadi Arti:pengertian terhadap hubungan antar-faktor. sintesis merupakan kemampuan seseorang dalam mengaitkan dan menyatukan berbagai elemen dan unsur pengetahuan yang ada sehingga terbentuk pola baru yang lebih menyeluruh. memisahkan dan membedakan komponen-komponen atau elemen suatu fakta. analisis merupakan kemampuan mengidentifikasi. peristiwa. pendapat. evaluasi merupakan level tertinggi yang mengharapkan peserta didik mampu membuat penilaian dan keputusan tentang nilai suatu gagasan. hipotesa atau kesimpulan. produk atau benda dengan menggunakan kriteria tertentu.

6 Evaluasi Arti: mempertimbangkan dan menilai benar-salah. penyelesaian. atau gagasan dan menunjukkan hubungan antar bagian tersebut Contoh kegiatan belajar: y y y y y 5 Sintesis Mengidentifikasi faktor penyebab Merumuskan masalah Mengajukan pertanyaan untuk mencari informasi Membuat grafik Mengkaji ulang Artinya: menggabungkan berbagai informasi menjadi satu kesimpulan/konsepatau meramu/merangkai berbagai gagasan menjadi suatu hal yang baru Contoh kegiatan belajar: v Membuat desain v Menemukan solusi masalah v Menciptakan produksi baru. baik-buruk.dst. bermanfaat-tidak bermanfaat Contoh kegiatan belajar: Mempertahankan pendapat Membahas suatu kasus Memilih solusi yang lebih baik .¨ Menceritakan kembali dengan kata-kata sendiri 3 Aplikasi Arti: Menggunakan pengetahuan untuk memecahkan masalah atau menerapkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari Contoh kegiatan: y y y y y 4 Analisis Menghitung kebutuhan Melakukan percobaan Membuat peta Membuat model Merancang strategi Artinya: menentukan bagian-bagian dari suatu masalah.

Ditandai dengan kemampuan menilai.1. urutan. seperti pengetahuan. menemukan. (4) uraian non obyektif atau uraian bebas. menginterprestasikan. pemahaman dan sedikit penerapan. Analisis (C4). Sedangkan tingkat analisis. memindahkan. 2. menafsirkan.dst. mengembangkan. simbol pada situasi baru/nyata. . c. 1. menggunakan. Sintesis (C5). menafsirkan. Kemampuan berpikir untuk memadukan konsep-konsep secara logis sehingga menjadi suatu pola yang baru. mengorganisasikan. persoalan dan pemecahannya dengan menggunakan tolak ukur tertentu sebagai patokan. menghubungkan. mempertimbangkan dan menentukan. mengkategorikan. mengubah struktur. Ditandai dengan kemampuan menerjemahkan.3 Contoh Pengukuran Ranah Penilaian Kognitif Apabila melihat kenyataan yang ada dalam sistem pendidikan yang diselenggarakan. mengalokasikan. menyimpulkan. (6) menjodohkan. Ingatan (C1) yaitu kemampuan seseorang untuk mengingat. Apabila semua tingkat kognitif diterapkan secara merata dan terus-menerus maka hasil pendidikan akan lebih baik. menerapkan. istilah. menganalisis. memilih. metode. membedakan. Kemampuan berpikir untuk dapat memberikan pertimbangan terhadap sustu situasi. Ditandai dengan kemampuan menghubungkan. definisi. menentukan. Penerapan (C3). mengklasifikasikan. Cakupan yang diukur dalam ranah Kognitif adalah: a. 1. sintesis dan evaluasi jarang sekali diterapkan. menghasilkan. fakta.Menulis laporan. e. prinsip. memperkirakan. Ditandai dengan kemampuan membandingkan. mengkhususkan. (2) pilihan ganda. 1. yaitu kemampuan berpikir untuk menjaring & menerapkan dengan tepat tentang teori. Ditandai dengan kemampuan menyebutkan simbol. Pengukuran hasil belajar ranah kognitif dilakukan dengan tes tertulis. Bentuk tes kognitif diantaranya. metoda. Pemahaman (C2) yaitu kemampuan seseorang untuk memahami tentang sesuatu hal. (3) uraian obyektif. (5) jawaban atau isian singkat. Kemampuan berfikir secara logis dalam meninjau suatu fakta/ objek menjadi lebih rinci. Ditandai dengan kemampuan mensintesiskan. Evaluasi (C6). (7) portopolio dan (8) performans. aturan. (1) tes atau pertanyaan lisan di kelas. menyusun. pada umumnya baru menerapkan beberapa aspek kognitif tingkat rendah. sistem nilai.

ajaran-ajaran Islam tentang kedisiplinan. penghargaan atau rasa hormatnya terhadap guru pendidikan agama Islam dan sebagainya. dan Contoh Pengukuran Ranah Penilaian Afektif 2. motivasinya yang tinggi untuk tahu lebih banyak mengenai pelajaran agama Islam yang di terimanya. Ranah afektif menjadi lebih rinci lagi ke dalam lima jenjang. sehingga apabila kegiatan itu tidak dikerjakan. Contah hasil belajar afektif jenjang receiving . situasi. Ranah afektif mencakup watak perilaku seperti perasaan. Jenjang ini lebih tinggi daripada jenjang receiving.1 Pengertian Ranah Penilaian Afektif Ranah afektif adalah ranah yang berkaitan dengan sikap dan nilai. Ciri-ciri hasil belajar afektif akan tampak pada peserta didik dalam berbagai tingkah laku. Dalam kaitan dalam proses belajar mengajar. sifat malas dan tidak di siplin harus disingkirkan jauh-jauh. Menilai atau menghargai artinya mem-berikan nilai atau memberikan penghargaan terhadap suatu kegiatan atau obyek. sikap. Jadi kemampuan menanggapi adalah kemampuan yang dimiliki oleh seseorang untuk mengikut sertakan dirinya secara aktif dalam fenomena tertentu dan membuat reaksi terhadapnya salah satu cara. untuk dapat melukis jaring-jaring kubus setidaknya diperlukan pengetahuan (kognitif) tentang bentuk-bentuk jaring kubus dan cara-cara melukis garis-garis tegak lurus. emosi. Seperti: perhatiannnya terhadap mata pelajaran pendidikan agama Islam. misalnya: peserta didik bahwa disiplin wajib di tegakkan. Beberapa pakar mengatakan bahwa sikap seseorang dapat diramalkan perubahannya bila seseorang telah memiliki kekuasaan kognitif tingkat tinggi. Valuing (menilai=menghargai). Responding (= menanggapi) mengandung arti adanya partisipasi aktif .2 Pengertian Ranah Penilaian Afektif. Valuing adalah merupakan tingkat afektif yang lebih tinggi lagi daripada receiving dan responding. Namun. mengontrol dan menyeleksi gejala-gejala atau rangsangan yang datang dari luar. dan nilai. dirasakan akan membawa kerugian atau penyesalan.Contohnya siswa dibina kompetensinya menyangkut kemampuan melukis jaring-jaring kubus. kedisiplinannya dalam mengikuti mata pelajaran agama disekolah. Pada jenjang ini peserta didik dibina agar mereka bersedia menerima nilai atau nilai-nilai yang di ajarkan kepada mereka. 2. dan mereka mau menggabungkan diri kedalam nilai itu atau meng-identifikasikan diri dengan nilai itu. Receiving atau attenting juga sering di beri pengertian sebagai kemauan untuk memperhatikan suatu kegiatan atau suatu objek. minat. peserta didik disini tidak . Termasuk dalam jenjang ini misalnya adalah: kesadaran dan keinginan untuk menerima stimulus. adalah kepekaan seseorang dalam menerima rangsangan (stimulus) dari luar yang datang kepada dirinya dalam bentuk masalah. gejala dan lain-lain.2. Contoh hasil belajar ranah afektif responding adalah peserta didik tumbuh hasratnya untuk mempelajarinya lebih jauh atau menggeli lebih dalam lagi. Ciri-ciri. yaitu: (1) receiving (2) responding (3) valuing (4) organization(5) characterization by evalue or calue complex Receiving atau attending (= menerima atua memperhatikan).

Mengorganisasi. dan Karakteristik suatu nilai.hanya mau menerima nilai yang diajarkan tetapi mereka telah berkemampuan untuk menilai konsep atau fenomena. yang mempengaruhi pola kepribadian dan tingkah lakunya. pemantapan dan perioritas nilai yang telah dimilikinya. . yakni keterpaduan semua sistem nilai yang telah dimiliki oleh seseorang. Skala yang digunakan untuk mengukur ranah afektif seseorang terhadap kegiatan suatu objek diantaranya skala sikap. Ia telah memiliki phyloshopphy of life yang mapan. yakni mendukung (positif). Dengan demikian nilai tersebut telah stabil dalam peserta didik. Characterization by evalue or calue complex (=karakterisasi dengan suatu nilai atau komplek nilai).J Nitko (1983) dapat di gambarkan sebagai berikut: Ranah afektif tidak dapat diukur seperti halnya ranah kognitif.. termasuk didalamnya hubungan satu nilai denagan nilai lain. Ini adalah merupakan tingkat efektif tertinggi. baik kedisiplinan sekolah. yaitu baik atau buruk. Jadi pada jenjang ini peserta didik telah memiliki sistem nilai yang telah mengontrol tingkah lakunya untuk suatu waktu yang lama. Hasilnya berupa kategori sikap. Merespon. Contoh nilai efektif jenjang organization adalah peserta didik mendukung penegakan disiplin nasional yang telah dicanangkan oleh bapak presiden Soeharto pada peringatan hari kemerdekaan nasional tahun 1995. baik disekolah. karena dalam ranah afektif kemampuan yang diukur adalah: Menerima (memperhatikan). dan netral. Nilai itu mulai di camkan (internalized) dalam dirinya. menurut A. konsisten dan dapat diramalkan. dirumah maupun ditengah-tengan kehidupan masyarakat. Secara skematik kelima jenjang afektif sebagaimana telah di kemukakan dalam pembicaraan diatas. Mengatur atau mengorganisasikan merupakan pengembangan dari nilai kedalam satu sistem organisasi. karena sikap batin peserta didik telah benar-benar bijaksana. maka ini berarti bahwa peserta didik telah menjalani proses penilaian. yakni kognisi. menolak (negatif). artinya memper-temukan perbedaan nilai sehingga terbentuk nilai baru yang universal. Ada tiga komponen sikap. Contoh hasil belajar efektif jenjang valuing adalah tumbuhnya kemampuan yang kuat pada diri peseta didik untuk berlaku disiplin. Menghargai. Nilai itu telah tertanam secara konsisten pada sistemnya dan telah mempengaruhi emosinya. Sikap pada hakikatnya adalah kecenderungan berperilaku pada seseorang. sehingga membentu karakteristik pola hidup tingkah lakunya menetap. yang membawa pada perbaikan umum. Disini proses internalisasi nilai telah menempati tempat tertinggi dalal suatu hirarki nilai. Contoh hasil belajar afektif pada jenjang ini adalah siswa telah memiliki kebulatan sikap wujudnya peserta didik menjadikan perintah Allah SWT yang tertera di AlQuran menyangkut disiplinan. Bila suatu ajaran yang telah mampu mereka nilai dan mampu untuk mengatakan itu adalah baik . dirumah maupun di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Organization (=mengatur atau mengorganisasikan).

pernyataan-pernyataan yang diajukan. dan konasi. yakni pernyataan positif dan pernyataan negatif. setuju.afeksi. pernyataan yang diajukan dibagi ke dalam dua kategori. situasi sosial. arah. 1981:4). Kadangkadang target ini diketahui oleh seseorang namun kadang-kadang tidak diketahui. Arah perasaan berkaitan dengan orientasi positif atau negatif dari perasaan yang menunjukkan apakah perasaan itu baik atau buruk. Sebagian orang kemungkinan memiliki perasaan yang lebih kuat dibanding yang lain. aktivitas. dan target. atau ide sebagai arah dari perasaan. Bila kecemasan merupakan karakteristik afektif yang ditinjau. Peserta didik mungkin bereaksi terhadap sekolah. perilaku melibatkan perasaan dan emosi seseorang. 1. Seringkali peserta didik merasa cemas bila menghadapi tes di kelas. perilaku harus tipikal perilaku seseorang.2 Ciri-ciri Ranah Penilaian Afektif Pemikiran atau perilaku harus memiliki dua kriteria untuk diklasifikasikan sebagai ranah afektif (Andersen. sikap selalu bermakna bila dihadapkan kepada objek tertentu. Tiap unsur ini bisa merupakan target dari kecemasan. matematika. yaitu sikap. Oleh sebab itu. Salah satu skala sikap yang sering digunakan adalah skala Likert. 2. maka karakteristik afektif berada dalam suatu skala yang kontinum. Bila intensitas dan arah perasaan ditinjau bersama-sama. apakah pernyataan itu didukung atau ditolaknya. konsep diri.2. atau pembelajaran. tidak setuju. nilai. minat. Sikap dapat dibentuk melalui cara mengamati dan menirukan sesuatu yang positif. sedang kecemasan dimaknai negatif. Skala sikap dinyatakan dalam bentuk pernyataan untuk dinilai oleh responden. Dalam skala Likert. Pertama. baik pernyataan positif maupun negatif. Oleh sebab itu. Beberapa perasaan lebih kuat dari yang lain. sangat tidak setuju. Ada 5 tipe karakteristik afektif yang penting berdasarkan tujuannya. sedangkan konasi berkenaan dengan kecenderungan berbuat terhadap objek tersebut. Kriteria lain yang termasuk ranah afektif adalah intensitas. Kedua. dinilai oleh subjek dengan sangat setuju. Target mengacu pada objek. misalnya cinta lebih kuat dari senang atau suka. dan moral. melalui rentangan nilai tertentu. Kognisi berkenaan dengan pengetahuan seseorang tentang objek yang dihadapinya. Intensitas menyatakan derajat atau kekuatan dari perasaan. Peserta didik tersebut cenderung sadar bahwa target kecemasannya adalah tes. ada beberapa kemungkinan target. kemudian melalui . Afeksi berkenaan dengan perasaan dalam menanggapi objek tersebut. tidak punya pendapat. Misalnya senang pada pelajaran dimaknai positif. Sikap Sikap merupakan suatu kencendrungan untuk bertindak secara suka atau tidak suka terhadap suatu objek.

1999). Konsep Diri Menurut Smith. y y y 1. dan konsistensi terhadap sesuatu. dan sebagainya. tujuan yang ingin dicapai. Penilaian sikap adalah penilaian yang dilakukan untuk mengetahui sikap peserta didik terhadap mata pelajaran. kondisi pembelajaran. Mengelompokkan didik yang memiliki peserta minat sama. mengetahui bakat dan minat peserta didik yang sebenarnya. minat atau keinginan adalah kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu. Untuk itu pendidik harus membuat rencana pembelajaran termasuk pengalaman belajar peserta didik yang membuat sikap peserta didik terhadap mata pelajaran menjadi lebih positif. pendidik. Secara umum minat termasuk karakteristik afektif yang memiliki intensitas tinggi. konsep. Sikap peserta didik terhadap objek misalnya sikap terhadap sekolah atau terhadap mata pelajaran. Target konsep . Sikap peserta didik ini penting untuk ditingkatkan (Popham. dan intensitas konsep diri pada dasarnya seperti ranah afektif yang lain. Minat Menurut Getzel (1966). keteguhan. minat adalah suatu disposisi yang terorganisir melalui pengalaman yang mendorong seseorang untuk memperoleh objek khusus. Perubahan sikap dapat diamati dalam proses pembelajaran. arah. Menurut Fishbein dan Ajzen (1975) sikap adalah suatu predisposisi yang dipelajari untuk merespon secara positif atau negatif terhadap suatu objek. aktivitas. mengetahui tingkat minat peserta didik terhadap pelajaran yang diberikan pendidik. Perubahan ini merupakan salah satu indikator keberhasilan pendidik dalam melaksanakan proses pembelajaran. dan keterampilan untuk tujuan perhatian atau pencapaian. konsep diri adalah evaluasi yang dilakukan individu terhadap kemampuan dan kelemahan yang dimiliki.penguatan serta menerima informasi verbal. Sikap peserta didik terhadap mata pelajaran. harus lebih positif setelah peserta didik mengikuti pembelajaran bahasa Inggris dibanding sebelum mengikuti pembelajaran. atau orang. Target. meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Sedangkan menurut kamus besar bahasa Indonesia (1990: 583). pemahaman. situasi. acuan dalam menilai kemampuan peserta didik secara keseluruhan dan memilih metode yang tepat dalam penyampaian materi. pertimbangan penjurusan dan pelayanan individual peserta didik. 1. bahan pertimbangan menentukan program sekolah. Penilaian minat dapat digunakan untuk: y y y y mengetahui minat peserta didik sehingga mudah untuk pengarahan dalam pembelajaran. misalnya bahasa Inggris. menggambarkan keadaan langsung di lapangan/kelas. Hal penting pada minat adalah intensitasnya. f.

o Mempermudah pendidik untuk melaksanakan remedial. Selanjutnya dijelaskan bahwa manusia belajar menilai suatu objek. Oleh karenanya satuan pendidikan harus membantu peserta didik menemukan dan menguatkan nilai yang bermakna dan signifikan bagi peserta didik untuk memperoleh kebahagiaan personal dan memberi konstribusi positif terhadap masyarakat. Moral . dan intensitasnya bisa dinyatakan dalam suatu daerah kontinum. o Peserta didik dapat mengetahui ketuntasan belajarnya. dapat dipilih alternatif karir yang tepat bagi peserta didik. o Melatih kejujuran dan kemandirian peserta didik. Kelebihan dari penilaian diri adalah sebagai berikut: y y y Pendidik mampu mengenal kelebihan dan kekurangan peserta didik. o Dapat digunakan untuk acuan menyusun bahan ajar dan mengetahui standar input peserta didik. target nilai dapat juga berupa sesuatu seperti sikap dan perilaku. Selain itu informasi konsep diri penting bagi sekolah untuk memberikan motivasi belajar peserta didik dengan tepat.diri biasanya orang tetapi bisa juga institusi seperti sekolah. aktivitas. o Peserta didik belajar terbuka dengan orang lain. tindakan. Definisi lain tentang nilai disampaikan oleh Tyler (1973:7). o Pendidik memperoleh masukan objektif tentang daya serap peserta didik. Nilai 1. atau perilaku yang dianggap baik dan yang dianggap buruk. o Peserta didik dapat berkomunikasi dengan temannya. hasilnya dapat untuk instropeksi pembelajaran yang dilakukan. o Peserta didik dapat mengukur kemampuan untuk mengikuti pembelajaran. aktivitas. sikap. Nilai menurut Rokeach (1968) merupakan suatu keyakinan tentang perbuatan. Penilaian konsep diri dapat dilakukan dengan penilaian diri. yaitu mulai dari rendah sampai tinggi. o Peserta didik dapat mencari materi sendiri. Konsep diri ini penting untuk menentukan jenjang karir peserta didik. Target nilai cenderung menjadi ide. yaitu nilai adalah suatu objek. Peserta didik mampu merefleksikan kompetensi yang sudah dicapai. 1. atau ide yang dinyatakan oleh individu dalam mengarahkan minat. dan kepuasan. yaitu dengan mengetahui kekuatan dan kelemahan diri sendiri. o Peserta didik mengetahui bagian yang harus diperbaiki. dan ide sehingga objek ini menjadi pengatur penting minat. Pernyataan yang dibuat sesuai dengan keinginan penanya. o Peserta didik lebih aktif dan berpartisipasi dalam proses pembelajaran. o Peserta didik memahami kemampuan dirinya. Arah konsep diri bisa positif atau negatif. Selanjutnya dijelaskan bahwa sikap mengacu pada suatu organisasi sejumlah keyakinan sekitar objek spesifik atau situasi. o Memberikan motivasi diri dalam hal penilaian kegiatan peserta didik. sikap. o Peserta didik mampu menilai dirinya. dan kepuasan. Selanjutnya intensitas nilai dapat dikatakan tinggi atau rendah tergantung pada situasi dan nilai yang diacu. Arah nilai dapat positif dan dapat negatif. sedangkan nilai mengacu pada keyakinan.

Ranah afektif lain yang penting adalah: y y y y Kejujuran: peserta didik harus belajar menghargai kejujuran dalam berinteraksi dengan orang lain. nilai. Tabel Kaitan antara kegiatan pembelajaran dengan domain tingkatan aspek Afektif Tingkat Penerimaan (Receiving) Contoh kegiatan pembelajaran Arti : Kepekaan (keinginan menerima/memperhatikan) terhadap fenomena/stimult menunjukkan perhatian terkontrol dan terseleksi Contoh kegiatan belajar : -sering mendengarkan musik . puas meresponsi (mendengar) .senang menyanyikan lagu Responsi (Responding) Arti : menunjukkan perhatian aktif melakukan sesuatu dengan/tentang fenomena setuju. Moral berkaitan dengan perasaan salah atau benar terhadap kebahagiaan orang lain atau perasaan terhadap tindakan yang dilakukan diri sendiri. Moral juga sering dikaitkan dengan keyakinan agama seseorang. Integritas: peserta didik harus mengikatkan diri pada kode nilai.senang mengerjakan soal matematik .senang membaca puisi . misalnya moral dan artistik.Piaget dan Kohlberg banyak membahas tentang per-kembangan moral anak. yaitu keyakinan akan perbuatan yang berdosa dan berpahala. Ia hanya mempelajari prinsip moral seseorang melalui penafsiran respon verbal terhadap dilema hipotetikal atau dugaan. ingin. bukan pada bagaimana sesungguhnya seseorang bertindak. atau melukai orang lain baik fisik maupun psikis. membohongi orang lain.ingin menonton sesuatu . Namun Kohlberg mengabaikan masalah hubungan antara judgement moral dan tindakan moral. Kebebasan: peserta didik harus yakin bahwa negara yang demokratis memberi kebebasan yang bertanggung jawab secara maksimal kepada semua orang. Misalnya menipu orang lain. Adil: peserta didik harus berpendapat bahwa semua orang mendapat perlakuan yang sama dalam memperoleh pendidikan. dan keyakinan seseorang. Jadi moral berkaitan dengan prinsip.

termotivasi berperilaku sesuai dengan nilai-nilai yang pasti y y y y y y y mengapresiasi seni menghargai peran menunjukkan perhatian menunjukkan alasan mengoleksi kaset lagu. organisasi suatu sistem nilai Contoh kegiatan belajar : y rajin. novel. lebih menyukai.Contoh kegiatan belajar : ü ü ü ü ü ü ü ü ü ü Acuan Nilai ( Valuing) Tingkatan : menerima. tepat waktu . dan menunjukkan komitmen terhadap suatu nilai Contoh Kegiatan Belajar : mentaati aturan mengerjakan tugas mengungkapkan perasaan menanggapi pendapat meminta maaf atas kesalahan mendamaikan orang yang bertengkar menunjukkan empati menulis puisi melakukan renungan melakukan introspeksi Arti : Menunjukkan konsistensi perilaku yang mengandung nilai. atau barang antik menunjukkan simpati kepada korban pelanggaran HAM menjelaskan alasan senang membaca novel Organisasi Arti : mengorganisasi nilai-nilai yang relevan ke dalam suatu sistem menentukan saling hubungan antar nilai memantapkan suatu nilai yang dominan dan diterima di mana-mana memantapkan suatu nilaimyang dominan dan diterima di mana-mana Tingkatan : konseptualisasi suatu nilai.

memahami hubungan abstrak. kesadaran. Secara teknis penilaian ranah afektif dilakukan melalui dua hal yaitu: a) laporan diri oleh siswa yang biasanya dilakukan dengan pengisian angket anonim. gejala. karena dalam ranah afektif kemampuan yang diukur adalah: 1. meliputi kepekaan terhadap kondisi. . komitmen terhadap nilai Mengorganisasi. 4. meliputi menerima suatu nilai.teman 2. kerelaan. mematuhi peraturan Menghargai. Skala yang sering digunakan dalam instrumen (alat) penilaian afektif adalah Skala Thurstone. 3. merasa puas dalam merespon. mengutamakan suatu nilai. Menerima (memperhatikan).2. mengarahkan perhatian Merespon. mengorganisasi sistem suatu nilai Karakteristik suatu nilai. Skala Likert.3 Contoh Pengukuran Ranah Penilaian Afektif Kompetensi siswa dalam ranah afektif yang perlu dinilai utamanya menyangkut sikap dan minat siswa dalam belajar. b) pengamatan sistematis oleh guru terhadap afektif siswa dan perlu lembar pengamatan. Ranah afektif tidak dapat diukur seperti halnya ranah kognitif. meliputi falsafah hidup dan sistem nilai yang dianutnya. meliputi merespon secara diam-diam. Contohnya mengamati tingkah laku siswa selama mengikuti proses belajar mengajar berlangsung.y y y y y y y berdisiplin diri mandiri dalam bekerja secara independen objektif dalam memecahkan masalah mempertahankan pola hidup sehat menilai masih pada fasilitas umum dan mengajukan saran perbaikan menyarankan pemecahan masalah HAM menilai kebiasaan konsumsi mendiskusikan cara-cara menyelesaikan konflik antar. Contoh Skala Thurstone: Minat terhadap pelajaran sejarah 7 Saya senang balajar sejarah 6 5 4 3 2 1 Pelajaran sejarah bermanfaat Pelajaran sejarah membosankan Dst . 2. meliputi mengkonseptualisasikan nilai. dan Skala Beda Semantik. bersedia merespon.

. Pelajaran sejarah bermanfaat Pelajaran sejarah sulit SS S TS STS 1.3. Sekolah saya menyenangkan Keterangan: SS : Sangat setuju S : Setuju TS : Tidak setuju STS : Sangat tidak setuju Contoh Lembar Penilaian Diri Siswa Minat Membaca Nama Pembelajar:_____________________________ No 1 Deskripsi Saya lebih suka membaca dibandingkan dengan melakukan hal-hal lain Banyak yang dapat saya ambil hikmah dari buku yang saya baca Ya/Tidak 2 3 Saya lebih banyak membaca untuk waktu luang saya 4 Dst . Tidak semua harus belajar sejarah 1.1 Pengertian Ranah Penilaian Psikomotor . 1.Contoh Skala Likert: Minat terhadap pelajaran sejarah 1. Ciri-ciri. dan Contoh Pengukuran Ranah Penilaian Psikomotorik 2.3 Pengertian Ranah Penilaian Psikomotorik. 2.

memukul. seperti disiplin dalam belajar. (4) peserta didik menganjurkan kepada teman-teman sekolah atau adik-adiknya. dan (8) peserta didik mengamalkan dengan konsekuen kedisiplinan dalam belajar. seperti menaati rambu-rambu lalu lintas. Hasil belajar psikomotor ini sebenarnya merupakan kelanjutan dari hasil belajar kognitif (memahami sesuatu) dan dan hasil belajar afektif (yang baru tampak dalam bentuk kecenderungan-kecenderungan berperilaku). dan sebagainya. disiplin dalam mennjalannkan ibadah shalat. ibadah puasa. baik di sekolah. di siplin dalam menjaga kebersihan rumah. menulis. melompat dan lain sebagainya. misalnya. misalnya lari. dengan suka rela mau antri waktu membeli karcis. para ulama dan lain-lain. (6) peserta didik dapat memberikan contoh kedisiplinan di rumah. tertib dalam mengenakan seragam sekolah. (5) peserta didik dapat memberikan contoh-contoh kedisiplinan di sekolah. Tabel Kaitan antara kegiatan pembelajaran dengan domain tingkatan aspek Psikomotorik Tingkat Deskripsi . pekarangan. dan lain-lain. (1) peserta didik bertanya kepada guru pendidikan agama Islam tentang contoh-contoh kedisiplinan yang telah ditunjukkan oleh Rosulullah SAW. Ranah psikomotor adalah ranah yang berhubungan aktivitas fisik. agar berlaku disiplin baik di sekolah. (3) peserta didik dapat memberikan penejelasan kepada teman-teman sekelasnya di sekolah. Hasil belajar ranah psikomotor dikemukakan oleh Simpson (1956) yang menyatakan bahwa hasil belajar psikomotor ini tampak dalam bentuk keterampilan (skill) dan kemampuan bertindak individu. melukis. tertib dan tenag dalam mengikuti pelajaran. (7) peserta didik dapat memberikan contoh kedisiplinan di tengahtengah kehidupan masyarakat. dan sebagainya. dan lain-lain.3. melompat. 2. atau kepada adik-adiknya di rumah atau kepada anggota masyarakat lainnya. memukul. kedisiplinan dalam menaati peraturan lalu lintas. para sahabat. (2) peseta didik mencari dan membaca buku-buku. surat kabar dan lain-lain yang membahas tentang kedisiplinan. seperti datang ke sekolah sebelum pelajaran di mulai. tidak kebut-kebutan. Ranah psikomotor adalah ranah yang berhubungan dengan aktivitas fisik. saluran air. menari. Hasi belajar kognitif dan hasil belajar afektif akan menjadi hasil belajar psikomotor apabila peserta didik telah menunjukkan perilaku atau perbuatan tertentu sesuai dengan makna yang terkandung dalam ranah kognitif dan ranah afektif dengan materi kedisiplinan menurut agama Islam sebagaimana telah dikemukakan pada pembiraan terdahulu. dan lain-lain. tentang kedisiplinan diterapkan.2 Ciri-ciri Ranah Penilaian Psikomotor Ranah psikomotor berhubungan dengan hasil belajar yang pencapaiannya melalui keterampilan manipulasi yang melibatkan otot dan kekuatan fisik. di rumah maupun di tengahtengah kehidupan masyarakat. majalah-majalah atau brosur-brosur. kedisiplinan dalam beribadah. di siplin dalam mengikuti tata tertib yang telah ditentukan oleh sekolah. di rumah maupun di tengah-tengah kehidupan masyarakat.Ranah psikomotor merupakan ranah yang berkaitan dengan keterampilan (skill) tau kemampuan bertindak setelah seseorang menerima pengalaman belajar tertentu. maka wujud nyata dari hasil psikomotor yang merupakan kelanjutan dari hasil belajar kognitif afektif itu adalah.

memanjat. menggambar. memeluk.menunduk. respons terhadap stimulus tanpa sadar. III. menarik. menggunting. Gerakan Persepsi ( Perceptual obilities) Arti : Gerakan sudah lebih meningkat karena dibantu kemampuan perseptual Contoh kegiatan belajar: ¨ menangkap bola. Misalnya:melompat. blok atau mainan. menggambar dengan krayon. meloncat-loncat. berputar mengitari. berputar · contoh gerakan berpindah: merangkak. · Contoh gerakan manipulasi: menyusun balok/blok. maju perlahan-lahan. · Keterampilan gerak tangan dan jari-jari: memainkan bola.menggerakkan leher dan kepala. berlari. mendrible bola ¨ melompat dari satu petak ke petak lain dengan 1 kali sambil menjaga keseimbangan ¨ memilih satu objek kecil dari sekelompok objek yang ukurannya bervariasi ¨ membaca melihat terbangnya bola pingpong .menampilkan ekspresi yang berbeda . juru parkir .memotong dahan bunga . muluncur.berjalan. membungkuk.mengupas mangga dengan pisau . memegang dan melepas objek.meniru gerakan polisi lalulintas.meniru gerakan daun berbagai tumbuhan yang diterpa angin II Gerakan dasar (basic Arti: gerakan ini muncul tanpa latihan tapi dapat Diperhalus melalui fundamental praktik gerakan ini terpola dan dapat ditebak movements) Contoh kegiatan belajar: y y y y · contoh gerakan tak berpindah: bergoyang. menggenggam. merentang. mendorong. memegang Contoh kegiatan belajar: .I. Gerakan Refleks Arti: gerakan refleks adalah basis semua perilaku bergerak. berjalan.

gerakan terampil (Skilled movements) Arti: dapat mengontrol berbagai tingkat gerak terampil. kaki dan perut menari melakukan senam melakukan gerakan pesenam. pemain biola. cekatan melakukan gerakan yang sulit dan rumit (kompleks) Contoh kegiatan belajar: y y y melakukan gerakan terampil berbagai cabang olahraga menari. pingpong ¨ membedakan bunyi beragam alat musik ¨ membedakan suara berbagai binatang ¨ mengulangi ritme lagu yang pernah didengar ¨ membedakan berbagai tekstur dengan meraba IV. Gerakan Kemampuan fisik (Psycal abilities) Arti: gerak lebih efisien.¨ melihat gerakan pendulun menggambar simbol geometri ¨ menulis alfabet ¨ mengulangi pola gerak tarian ¨ memukul bola tenis. berkembang melalui kematangan dan belajar Contoh kegiatan belajar: menggerakkan otot/sekelompok otot selama waktu tertentu berlari jauh mengangkat beban menarik-mendorong melakukan push-up kegiatan memperkuat lengan. tangkas. berdansa membuat kerajinan tangan . pemain bola V.

Ryan (1980) menjelaskan bahwa hasil belajar keterampilan dapat diukur melalui (1) pengamatan langsung dan penilaian tingkah laku peserta didik selama proses pembelajaran praktik berlangsung.y y y y y y y menggergaji mengetik bermain piano memanah skating melakukan gerak akrobatik melakukan koprol yang sulit VI. Sementara itu Leighbody (1968) berpendapat bahwa penilaian hasil belajar psikomotor mencakup: (1) kemampuan menggunakan alat dan sikap kerja.3 Contoh Pengukuran Ranah Penilaian Psikomotor Ada beberapa ahli yang menjelaskan cara menilai hasil belajar psikomotor. (3) kecepatan mengerjakan tugas. yaitu dengan jalan memberikan tes kepada peserta didik untuk mengukur pengetahuan. Gerakan indah dan Arti: mengkomunikasikan perasaan melalui gerakan kreatif gerak estetik: gerakan-gerakan terampil yang efisien dan (Non-discursive indah communicatio) gerakan kreatif: gerakan-gerakan pada tingkat tertinggi untuk mengkomunikasikan peran Contoh kegiatan belajar: v baletr v v v melakukan senam tingkat tinggi bermain drama (acting) keterampilan olahraga tingkat tinggi kerja seni yang bermutu (membuat patung. (4) kemampuan membaca gambar dan atau simbol. menari 2. keterampilan. (2) sesudah mengikuti pembelajaran. Dari penjelasan di atas dapat dirangkum bahwa dalam penilaian hasil belajar psikomotor atau keterampilan harus mencakup persiapan. Penilaian dapat dilakukan pada saat proses berlangsung yaitu . proses. (5) keserasian bentuk dengan yang diharapkan dan atau ukuran yang telah ditentukan.3. dan sikap. (3) beberapa waktu sesudah pembelajaran selesai dan kelak dalam lingkungan kerjanya. dan produk. (2) kemampuan menganalisis suatu pekerjaan dan menyusun urut-urutan pengerjaan. melukis.

sehingga peserta didik dapat dinilai tentang penguasaan keterampilan dengan bantuan peralatan tiruan atau berperaga seolah-olah menggunakan suatu alat yang sebenarnya. kegiatan diskusi peserta didik. dipakai untuk memperagakan penampilan peserta didik. Psikomotorik yang diukur dapat menggunakan alat ukur berupa skala penilaian terentang dari sangat baik. Pengamat terlebih dahulu harus menetapkan kisi-kisi tingkah laku apa yang hendak diobservasinya. Dalam kegiatan-kegiatan praktik itu juga ada ranah kognitif dan . Dengan kata lain. Misalnya tingkah laku peserta didik ketika praktik. baik. dan tes unjuk kerja. Dengan kata lain. partisipasi peserta didik dalam simulasi. Observasi sebagai alat penilaian banyak digunakan untuk mengukur tingkah laku individu ataupun proses terjadinya suatu kegiatan yang dapat diamati. tes identifikasi. Lembar observasi dapat menggunakan daftar cek (check-list) ataupun skala penilaian (rating scale). dan tidak baik. dan penggunaan alins ketika belajar. Penilaian psikomotorik dapat dilakukan dengan menggunakan observasi atau pengamatan. Tes tersebut dapat berupa tes paper and pencil. baik dalam situasi yang sebenarnya maupun dalam situasi buatan. bisa pula dalam bentuk memberi tanda cek ( ) pada kolom jawaban hasil observasi. lalu dibuat pedoman agar memudahkan dalam pengisian observasi. 1) Tes simulasi jika tidak ada alat yang sesungguhnya yang dapat Kegiatan psikomotorik yang dilakukan melalui tes ini. atau sesudah proses berlangsung dengan cara mengetes peserta didik. observasi dapat mengukur atau menilai hasil dan proses belajar atau psikomotorik. Misalnya dalam melakukan praktik pengaturan lalu lintas lalu lintas di lapangan yang sebenarnya Tes simulasi dan tes unjuk kerja. kurang. 2) Tes unjuk kerja (work sample) Kegiatan psikomotorik yang dilakukan melalui tes ini. dilakukan dengan sesungguhnya dan tujuannya untuk mengetahui apakah peserta didik sudah menguasai/terampil menggunakan alat tersebut. kegiatan belajar yang banyak berhubungan dengan ranah psikomotor adalah praktik di aula/lapangan dan praktikum di laboratorium. Observasi dilakukan pada saat proses kegiatan itu berlangsung. Tes untuk mengukur ranah psikomotorik adalah tes untuk mengukur penampilan atau kinerja (performance) yang telah dikuasai oleh peserta didik.pada waktu peserta didik melakukan praktik. Pengisian hasil observasi dalam pedoman yang dibuat sebenarnya bisa diisi secara bebas dalam bentuk uraian mengenai tingkah laku yang tampak untuk diobservasi. tes simulasi. semuanya dapat diperoleh dengan observasi langsung ketika peserta didik melakukan kegiatan pembelajaran. kurang.

. bangun ruang. Dalam ranah psikomotorik yang diukur meliputi (1) gerak refleks. diskriminasi auditoris. diskriminasi visual. (2) gerak dasar fundamen. keterampilan perseptual yang terkoordinasi. siswa dibina kompetensinya menyangkut kemampuan melukis jaring-jaring kubus. Pengukuran hasil belajar ranah psikomotor menggunakan tes unjuk kerja atau lembar tugas. Lembar observasi Beri Tanda ( ) Nama Siswa Damar Mengerjakan Tugas (OnTask) Tidak Mengerjakan Tugas Catatan Guru (Off-Task) Ayu Dst . Kemampuan dalam melukis jaring-jaring kubus secara psikomotor dapat dilihat dari gerak tangan siswa dalam menggunakan peralatan (jangka dan penggaris) saat melukis. Tabel Instrumen (alat) Asesmen Kinerja (unjuk kerja) Berpidato dengan numerical Rating Scale Nama : Kelas : Petunjuk: Berilah skor untuk setiap aspek kinerja yang sesuai dengan ketentuan berikut: (4) bila aspek tersebut dilakukan dengan benar dan cepat (3) bila aspek tersebut dilakaukan dengan benar tapi lama . gerakan interprestatif. garis. menggambar bentukbentuk geometri (bangun datar. Secara teknis penilaian ranah psikomotor dapat dilakukan dengan pengamatan (perlu lembar pengamatan) dan tes perbuatan. Contohnya kemampuan psikomotor yang dibina dalam belajar matematika misalnya berkaitan dengan kemampuan mengukur (dengan satuan tertentu. (3) keterampilan perseptual. namun hanya sedikit bila dibandingkan dengan ranah psikomotor. diskriminasi kinestetik. (4) keterampilan fisik. baik satuan baku maupun tidak baku).afektifnya. .. diskriminasi taktis. sudut. (5) gerakan terampil. Contoh lainnya.dll) atau tanpa alat. (6) komunikasi non diskusi (tanpa bahasa-melalui gerakan) meliputi: gerakan ekspresif.

. Mengubah ekspresi wjah sesuai dengan pernyataan 3.(2) bila aspek tersebut dilakukan selesai tetapi salah (1) bila dilakukan tapi tidak selesai ( 0 = tidak ada usaha) No 1. Tidak mengulang-ulang pernyataan 5. Berbicara dengan kata-kata yang jelas 4. Berbicara cukup keras untuk didengar penonton PENUTUP 1) Ranah kognitif adalah ranah yang mencakup kegiatan mental (otak). Aspek yang dinilai Berdiri tegak menghadap penonton Skor 4 3 2 1 2.

Analisis (C4). (3) beberapa waktu sesudah pembelajaran selesai dan kelak dalam lingkungan kerjanya. Arah perasaan berkaitan dengan orientasi positif atau negatif dari perasaan yang menunjukkan apakah perasaan itu baik atau buruk. Mengorganisasi. menghafal. Pertama. 6) Ranah kogniti berhubungan erat dengan kemampuan berfikir. 3) Ranah psikomotor merupakan ranah yang berkaitan dengan keterampilan (skill) tau kemampuan bertindak setelah seseorang menerima pengalaman belajar tertentu. dan Evaluasi (C6). dan nilai. minat. Sintesis (C5). arah. aktivitas. Target mengacu pada objek. dan target. 4) Aspek kognitif berhubungan dengan kemampuan berfikir termasuk di dalamnya kemampuan memahami. yaitu dengan jalan memberikan tes kepada peserta didik untuk mengukur pengetahuan. diskriminasi visual. (3) keterampilan perseptual. diskriminasi auditoris. Ranah afektif mencakup watak perilaku seperti perasaan. Beberapa perasaan lebih kuat dari yang lain. maka karakteristik afektif berada dalam suatu skala yang kontinum. melukis. Kriteria lain yang termasuk ranah afektif adalah intensitas. termasuk di dalamnya kemampuan menghafal. Ranah psikomotor adalah ranah yang berhubungan dengan aktivitas fisik. karena dalam ranah afektif kemampuan yang diukur adalah: Menerima (memperhatikan). Ranah afektif menjadi lebih rinci lagi ke dalam lima jenjang. 1981:4). Misalnya senang pada pelajaran dimaknai positif. (2) gerak dasar fundamen. . diskriminasi kinestetik. (2) sesudah mengikuti pembelajaran. Pemahaman (C2). mensintesis dan kemampuan mengevaluasi 7) Cakupan yang diukur dalam ranah Kognitif adalah: Ingatan (C1). Merespon. menari. menganalisis. Hasil belajar ranah psikomotor dikemukakan oleh Simpson (1956) yang menyatakan bahwa hasil belajar psikomotor ini tampak dalam bentuk keterampilan (skill) dan kemampuan bertindak individu. Bila intensitas dan arah perasaan ditinjau bersama-sama. dan sebagainya. Kedua. perilaku harus tipikal perilaku seseorang. Dalam ranah psikomotorik yang diukur meliputi (1) gerak refleks. keterampilan. atau ide sebagai arah dari perasaan. sikap. rnemahami. dan sikap. sedang kecemasan dimaknai negatif. emosi. 8) Ranah afektif tidak dapat diukur seperti halnya ranah kognitif. memukul. misalnya lari. Intensitas menyatakan derajat atau kekuatan dari perasaan. Menghargai. Penerapan (C3). Sebagian orang kemungkinan memiliki perasaan yang lebih kuat dibanding yang lain. 9) Hasil belajar keterampilan (psikomotor) dapat diukur melalui: (1) pengamatan langsung dan penilaian tingkah laku peserta didik selama proses pembelajaran praktik berlangsung.2) Ranah afektif adalah ranah yang berkaitan dengan sikap dan nilai. mengaplikasi. diskriminasi taktis. mengaplikasi. perilaku melibatkan perasaan dan emosi seseorang. misalnya cinta lebih kuat dari senang atau suka. menganalisis. yaitu: (1) receiving (2)responding (3) valuing (4) organization (5) characterization by evalue or calue complex. mensistesis dan kemampuan mengevaluasi 5) Ciri ranah penilaian afektif yaitu pemikiran atau perilaku harus memiliki dua kriteria untuk diklasifikasikan sebagai ranah afektif (Andersen. melompat.

Penilaian Ranah Psikomotorik Siswa . Nana. 2008.info/. 2004. Pengantar Evaluasi Pendidikan.com/2008/08/15/pengertian-fungsi-dan-mekanismepenetapan-kriteria-ketuntasan-minimal-kkm/. (Online) http://smak.RajaGrafindo Persada. dan Psikomotor . Diakses Tanggal 10 Oktober 2009 Sudjana.blogspot. . 2009. (Online)http://akhmadsudrajat. Penilaian Pembelajaran Matematika Berbasis Kompetensi. Diakses Tanggal 10 Oktober 2009 Anonymous.wordpress. 2009. (Online)http://hadirukiyah. Penilaian Hasil Proses Belajar. Diakses Tanggal 10 Oktober 2009 Anonymous.blogspot. (6) komunikasi non diskusi (tanpa bahasa-melalui gerakan) meliputi: gerakan ekspresif. 2009. (5) gerakan terampil. gerakan interprestatif DAFTAR PUSTAKA Anonymous. Pengukuran Ranah Kognitif. 1989.wordpress.keterampilan perseptual yang terkoordinasi. Yogyakarta: Departemen Pendidikan Nasional Sudjono.com/2009/09/17/pengembangan-perangkatpenilaian-psikomotor/.yski. 2009.(Online)http://nurmanspd. Afektif. Aspek Penilaian dalam KTSP Bag 1 (Aspek Kognitif) .com/2009/04/penilaian-ranah-psikomotorik-siswa. Sistem Penilaian .html.html.wordpress. Anas.com/feed/. Pengembnagan Perangkat Penilaian Psikomotor dan Prosedur Penilaian . Jakarta: PT.com/2009/08/pengukuran-ranah-kognitif-afektif-dan. Remaja Rosdakarya Offset Sri Wardani. 2009. (Online)http://delapanratus. Pengembangan Perangkat Penilaian Afektif . Diakses Tanggal 10 Oktober 2009 Anonymous. 2009. Diakses Tanggal 10 Oktober 2009 Anonymous. Diakses Tanggal 10 Oktober 2009 Anonymous. (Online)http://massofa. (4) keterampilan fisik. Bandung: PT.