P. 1
Sejarah Dan Perjuangan Nabi Muhammad Saw Di

Sejarah Dan Perjuangan Nabi Muhammad Saw Di

|Views: 287|Likes:

More info:

Published by: Fakhih Achmad Pembela Kebenaran on Feb 10, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/01/2014

pdf

text

original

“ ”

MISI DAN PERJUANGAN NABI MUHAMMAD SAW DI K

NAMA

: AHMAD FAKHIHAN ASSHOLLIH

Beliau mempunyai kewajiban untuk membina umat yang telah berada dalam kesesatan untuk menuju jalan yang lurus. Jauh sebelum kerasulan Nabi Muhammad SAW. sampai dewasa Nabi Muhammad sudah dikenal oleh masayarakat Makkah sebagai orang yang mempunyai kepribadian baik. Dakwah Nabi Muhammad SAW dimulai dari wilayah Makkah di jazirah Arab. bahkan akhlaknya juga rusak. Dakwah Nabi Muhammad untuk Menyempurnakan Akhlak Manusia Setelah Nabi Miuhammad SAW menerima wahyu. Kedua Rasul ini telahberhasil membina bangsa Arab dan masyarakat makkah menjadi orang yang beriman dan henya menyembah kepada Allah SWT. Nabi Muhammad SAW sebagai rasul tidak henti-hentinya berusaha memperbaiki akhlak masyarakat yang sudah rusak tersebut.s. Namun dengan berjalanya waktu. berbeda dengan kebanyakan orang saat itu. Untuk memperbaiki akhlak. remaja.KELAS NO : VII CHE : 02/9053 SMP N 4 WATES TAHUN AJARAN 2010/2011 MISI DAN PERJUANGAN NABI MUHAMMAD SAW DI KOTA MAKKAH A.s. maka Allah SWT telah mengutus rasul yang memang semenjak kecil dikenal oleh masyarakat sebagai orang yang sangat mulia akhlaknya. walaupun pada akhirnya ajaran beliau adalah untuk seluruh umat manusia. maka secara resmi beliau telah diangkat menjadi Rasul oleh Allah SWT. Penampilannya pun sederhana. dan . sebenarnya Allah SWT juga telah mengutus nabi Ibrahim a. Mereka tidak hanya mengalami kerusakan dalam hal aqidah. bersahaja. Bahkan kedua Rasul tersebut juga diperintah Allah SWT untuk membangun Ka’bah di Makkah. dan Nabi Ismail a. keimanan masyarakat Makkah menjadi luntur dan berubah menjadi kemusyrikan dengan menyembah patung dan berhala. Sejak masih kecil.

Tapi ia juga mempunyai tujuan pasti. Bila ada yang mengajaknya bicara ia mendengarkan dan memperhatikannya tanpa menoleh kepada orang lain. Dengan dihormati orang Muhammad tidak menjadi tinggi hati. berkemauan baik dan menghargai orang lain. Sifatnya yang jujur tersebut juga sangat berbeda dengan kebanyakan orang Makkah yang suka berbohong. dan sulit dipercaya. dewa Ka’bah yang suci itu akan menurunkan bencana kepada mereka. Bila ia marah tidak pernah sampai tampak kemarahannya. hanya antara kedua keningnya tampak sedikit berkeringat.berwibawa. dan ia lebih banyak mendengarkan. Raut mukanya menunjukkan pikirannya yang cerdas. Ia Bijaksana. Sebelum itupun masyarakat suku Quraisy memang sudah memikirkannya. membual. Pandangan matanya menunjukkan keteduhan dan kewibawaan. Pada waktu itu masyarakat sedang sibuk karena bencana banjir besar yang turun dari gunung kemudian menimpa dan meretakkan dinding-dinding Ka’bah yang memang sudah rapuh. tegas dan tak pernah ragu-ragu dalam tujuannya. Sifat-sifat demikian ini berpadu dalam dirinya dan meninggalkan pengaruh yang dalam sekali pada orang-orang yang bergaul dengan dia. Ia juga dikenal sebagai orang yang jujur dalam setiap perkataan maupun perbuatan. Hanya saja masyarakat suku Quraisy merasa takut kalau bangunannya diperkuat. sekaligus akan timbul rasa hormat. Dengan sifatnya yang demikian itu tidak heran bila Khadijah. dan jernih. Bagi orang yang melihatnya tiba-tiba. murah hati dan mudah bergaul. Setiap bertemu orang Muhammad selalu tersenyum. dan tidak pula mengherankan bila Muhammad diberi keleluasaan mengurus hartanya. Khadijah juga membiarkannya menggunakan waktu untuk berpikir dan menuangkan hasil pemikirannya. pintunya ditinggikan dan diberi atap. dan marah-marah ketika merasa tidak dihormati. Muhammad bergaul baik dengan masyarakat sekitar. Muhammad mendapat kurnia Tuhan dalam perkawinannya dengan Khadijah. ia berkata seperlunya. Ka’bah yang tidak beratap itu menjadi sasaran pencuri mengambil barang-barang berharga di dalamnya. Semua itu tidak mengurangi pergaulannya dengan penduduk Makkah baik yang kaya maupun yang miskin. Bahkan setelah menikah dengan Khadijah ia lebih dihormati di tengah-tengah masyarakat. Bila bicara selalu bersungguhsungguh. Akhirnya Muhammad dan Khadijah menikah menjadi sepasang suami istri yang sangat setia dan memiliki anak-anak yang shalih. namun ia menjadi semakin rendah hati. Mereka mensyukuri karunia Tuhan yang diberikan kepadanya serta anak dan keturunan yang baik. membuatorang patuh kepadanya. Muhammad menjalin hubungan baik kepada penduduk Makkah. majikannya menaruh simpati kepadanya. dan bagi orang yang terbiasa bergaul dengannya akan timbul rasa cinta kepadanya. melangkah sigap dan pasti. Pada saat-saat tertentu juga bercanda dan terkadang tertawa sampai terlihat gerahamnya. tajam. tapi sungguhpun begitu ia sesekali membuat humor dan bersenda-gurau. Ia juga berpartisipasi dalam kegiatan sosial dalam kehidupan masyarakat hari-hari. Sepanjang zaman Jahiliyyah keadaan mereka diliputi oleh berbagai macam legenda yang mengancam bagi siapapun yang berani mengadakan sesuatu perubahan terhadap Ka’bah. Semua itu terbawa oleh kodratnya yang selalu lapang dada. . Seluruh penduduk Makkah memandangnya dengan rasa segan dan hormat. mereka berada dalam kedudukan yang tinggi dan harta yang cukup. berkemauan kuat. Perilakunya yang demikian sangat berbeda dengan kebanyakan orang Makkah yang menjadi sombong dan congkak ketika dihormati. Ketika ia berjalan badannya agak condong kedepan. Dalam kehidupan hari-hari. Muhammad juga bukan termasuk orang yang suka mengobral perkataan. hal ini disebabkan ia menahan rasa amarah dan tidak mau menampakkannya keluar. Dengan demikian perbuatan itu dianggap tidak umum.

Karena itu lalu diberi nama La’aqatud Dam. Iapun mendengarkan dan sudah melihat di mata mereka betapa berkobarnya api permusuhan itu. Kapal itu kemudian dibelinya. siapa yang seharusnya mendapat kehormatan meletakkan batu itu pada tempatnya semula. maka berangkatlah al-Walid bin alMughira dengan beberapa orang dari Quraisy ke Jeddah menemui Baqum. Juga di . Bertepatan dengan kejadian itu. Dengan demikian perselisihan itu berakhir dan bencana dapat dihindarkan. Untuk itu mereka mengangkat sumpah bersama. Demikian memuncaknya perselisihan itu sehingga hampir saja timbul perang saudara. Tetapi setelah sampai pagi hari tak terjadi apa-apa. Sebelum bertindak melakukan perombakan itu mereka masih ragu-ragu dan khawatir akan mendapat bencana.’ Abu Umayyah bin al-Mughira dari Bani Makhzum. Ia berpikir sebentar. kapal milik seorang pedagang Romawi bernama Baqum yang datang dari Mesir terhempas di laut dan pecah. Keluarga Abdud Dar membawa sebuah baki berisi darah. Pada waktu itu di Makkah ada seorang Kopti yang mempunyai keahlian sebagai tukang kayu. Di dalam Ka’bah itu mereka membuat enam batang tiang dalam dua deretan dan di sudut barat sebelah dalam dipasang sebuah tangga naik sampai ke teras di atas lalu meletakkan Hubal di dalam Ka’bah. Setelah melihat keadaan serupa itu ia berkata kepada mereka: "Serahkanlah putusan kamu ini di tangan orang yang pertama sekali memasuki pintu Shafa ini. kami dapat menerima keputusannya." Mereka bersama-sama membawa kain tersebut ke tempat batu itu akan diletakkan. Kemudian al-Walid bin al-Mughira tampil ke depan dengan merasa sedikit takut. Lalu Muhammad mengeluarkan batu itu dari kain dan meletakkannya di tempatnya. Muhammad pun ikut dalam kerja bakti itu. Persetujuan tercapai bahwa diapun akan bekerja dengan mendapat bantuan Baqum. mereka berseru: "Ini al-Amin (orang yang terpercaya) . kemudian katanya. Baqum menyetujui permintaan itu. Sebenarnya Baqum adalah seorang ahli bangunan yang mengetahui masalah perdagangan. sehingga mereka dapat menyuruh atau melarang orang masuk.Tetapi sesudah mengalami bencana banjir tindakan demikian itu adalah suatu keharusan. Setelah berdoa kepada dewa-dewanya. lalu katanya: "Kemarikan sehelai kain. Sudut-sudut Ka’bah oleh suku Quraisy dibagi empat bagian tiap kabilah mendapat satu sudut yang harus dirombak dan dibangun kembali. Keluarga Abdud Dar dan keluarga ‘Adi bersepakat takkan membiarkan kabilah yang manapun campur tangan dalam kehormatan yang besar ini. Sesudah bangunan itu setinggi orang berdiri dan tiba saatnya meletakkan Hajar Aswad yang disucikan di tempatnya semula di sudut timur. Orang-orang menunggu apa yang akan dilakukan Tuhan terhadap al-Walid. yakni ‘jilatan darah. Sesudah suku Quraisy mengetahui hal ini. dan ditinggikan dari tanah sedemikian rupa. Tangan mereka dimasukkan ke dalam baki itu guna memperkuat sumpah mereka. "Hendaknya setiap ketua kabilah memegang ujung kain ini. adalah orang yang tertua di antara mereka. ia mulai merombak bagian sudut selatan. walaupun masih diliputi rasa takut dan ragu-ragu." katanya. mereka pun beramai-ramai merombaknya dan memindahkan batubatu yang ada. Setelah kain dibawakan dihamparkannya dan diambilnya batu itu lalu diletakkannya dengan tangannya sendiri." Tatkala mereka melihat Muhammad adalah orang pertama memasuki tempat itu. Quraisy menyelesaikan bangunan Ka’bah sampai setinggi delapanbelas hasta (± 11 meter)." Lalu mereka menceritakan peristiwa itu kepada Muhammad. Ia dihormati dan dipatuhi. kemudian diajaknya berunding supaya sama-sama datang ke Makkah guna membantu mereka membangun Ka’bah kembali. maka timbullah perselisihan di kalangan Quraisy.

Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat atompun akan dilihatNya pula. Ia tekun dalam merenung dan beribadah. Malaikatpun pergi. Kebenaran itu ialah Allah Pemelihara semesta alam. Kebenaran itu ialah Allah. jauh dari kebenaran. waktu itu Muhammad berusia 40 tahun beliau menerima wahyu yang pertama. Bacalah. 99:7-8) Dan bahwa surga itu benar adanya dan neraka juga benar adanya. Tatkala ia sedang bertahanuth. dan keputusannya mengambil batu dan diletakkan di atas kain lalu mengambilnya dari kain dan diletakkan di tempatnya dalam Ka’bah. tidak menciptakan dan tidak pula mendatangkan rejeki. ketika itulah datang malaikat membawa sehelai lembaran seraya berkata kepadanya: "Bacalah!" Dengan terkejut Muhammad menjawab: "Saya tak dapat membaca". Pada tahun 611 M. "Barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat atompun akan dilihatNya. Ia merenung untuk mencari jawaban mengenai perilaku masyarakat dalam masalah-masalah hidup. Berhala-berhala yang tidak berguna." (Qur’an. tak dapat memberi perlindungan kepada siapapun yang ditimpa bahaya tidak selayaknya dipuja dan disembah. sehingga dia mempunyai kewajiban untuk menyampaikan ajaran Allah SWT kepada .tempat itu diletakkan barang-barang berharga lainnya. menunjukkan betapa tingginya kedudukannya dimata penduduk Makkah. lupa segala yang ada dalam hidup ini. Sepanjang bulan Ramadan tiap tahun Muhammad pergi ke sana dan berdiam di tempat itu. yang sebelum dibangun dan diberi beratap menjadi sasaran pencurian. Hubal.Keyakinan mereka terhadap keberadaan Tuhan telah rusak karena tunduk kepada khayal berhala-berhala serta kepercayaan-kepercayaan semacamnya. dan semua patung-patung dan berhala-berhala yang terpancang di dalam dan di sekitar Ka’bah. Ketika itulah ia percaya bahwa masyarakatnya telah tersesat. Khalik seluruh alam. betapa besarnya penghargaan mereka kepadanya sebagai orang yang berjiwa besar. tak ada tuhan selain Dia." Seterusnya malaikat itu berkata: "Bacalah! Dengan nama Tuhanmu Yang menciptakan. – sejauh dua farsakh sebelah utara Makkah – terletak sebuah gua yang sangat kondusif untuk tempat menyendiri (berkhalwat). tempat tinggal dan kediaman yang paling durhaka. atau akan mendatangkan suatu kebaikan bagi Makkah. Di puncak Gunung Hira. Ia mencari Kebenaran tentang keberadaan Tuhan dan merenungkan keboborokan perilaku sehari-hari masyarakat Arab saat itu. Kejadian ini berlangsung saat Muhammad berusia 35 tahun. bukanlah suatu kebenaran. lupa makan. Dialah Maha Rahman dan Maha Rahim. Ia merasa seolah malaikat itu mencekiknya. Mereka yang menyembah tuhan selain Allah mereka itulah menghuni neraka. Kebenaran itu ialah bahwa manusia dinilai berdasarkan perbuatannya. Yang mengajarkan dengan Pena. bukanlah sesuatu yang dapat dibenarkan menurut rasio dan nurani yang jernih. Mengajarkan kepada manusia apa yang belum diketahuinya …" Lalu ia mengucapkan bacaan itu. Demikian kuatnya ia merenung mencari hakikat kebenaran itu. Dan Tuhanmu Maha Pemurah. sehingga lupa ia akan dirinya. kemudian dilepaskan lagi seraya katanya lagi: "Bacalah!" Masih dalam ketakutan akan dicekik lagi Muhammad menjawab: "Apa yang akan saya baca. setelah kata-kata itu terpateri dalam kalbunya. Apa yang disajikan sebagai kurban-kurban untuk tuhan-tuhan mereka itu. Menciptakan manusia dari segumpal darah. menjauhkan diri dari segala kesibukan hidup dan keributan manusia. Sebab. tak pernah menciptakan seekor lalat sekalipun. Setelah menerima wahyu yang pertama itu maka Muhammad menjadi seorang utusan (rasul). Lata dan ‘Uzza. segala yang dilihatnya dalam kehidupan manusia sekitarnya.

Artinya : “Barangsiapa yang menghendaki kemuliaan. maka akan menjadi masyarakat yang damai. Semakin banyak harta dan memiliki banyak budak. Dengan demikian sesungguhnya Nabi Muhammad ditus oleh Allah SWT sebagai rahmat bagi seluruh alam. maka mereka merasa menjadi mulia. juga mengajarkan agar penyelesaian masalah tidak boleh dilakukan dnegan cara kekerasan. sebaliknya anak harus menghormati dan berbakti kepada orang tuanya walaupun mereka sudah sangat tua. Namun semua itu dilakukan beliau dengan penuh kesabaran dan dengan cara memberi teladan. aman.umat manusia. Betapa beratnya tugas Nabi Muhammad SAW untuk membina manusia agar berakhlak mulia ketika kondisi akhlaknya sudah buruk. Orang yang kuat harus mengasihi yang lemah. Hal ini tercermin dalam tindakan Nabi Muhammad ketika mendamaikan masyarakat Makkah saat akan meletakkan Hajar Aswad pada tempatnya. Nabi Muhammad bersabda : Artinya : “Diriwayatkan dari Abi Hurairah. Padahal ketika itu masayarakat Arab sangat menonjolkan keturunan dan sukunya. Orang tua harus menyayangi anaknya baik anak itu laki-laki maupun perempuan. Nabi Muhammad mengajarkan agar manusia bekerja keras untuk dapat memenuhi kebutuhannya. Mereka juga sangat membanggakan harta dan kedudukan. Setelah menjadi rasul. tenteram dan sejahtera. seperti seteguk air saat mereka merasakan dahaga yang sudah sangat lama. Nabi Muhammad saw. (QS Fathir : 10) Nabi Muhammad mengajarkan bahwa kemuliaan manusia tidak diukur dari harta. perkataan. namun harus dilakukan dengan cara-cara yang damai dan beradab. damai. mereka semena-mena terhadap orang-orang miskin apalagi terhadap budak-budak mereka. kekuatan. menghargai. dan mengasihi. Setelah menjadi rasul. Ketika antar anggota masyarakat dapat memahami hak dan kewajibannya. namun mereka tidak mampu berbuat apa-apa. suku. Padahal perilaku masyarakat Quraisy saat itu seringkali menyengsarakan orang lain. baik berupa sikap. sejahtera dan mengalami kemajuan yang pesat. B. Terbukti. Nabi Muhammad Sebagai Rahmat bagi Alam Semesta Bagi orang-orang yang merasakan bahwa kehidupan para pembesar dan bangsawan Makkah yang sudah sesat dan keterlaluan. maupun pangkat dan jabatannya dalam masyarakat. keindahan tubuh. maka sifat-sifat mulia yang dimilikinya tdak hanya dimilikinya sendiri. maupun perbuatannya dalam kehidupan sehari-hari. Nabi Muhammad SAW memberikan ajaran yang sangat mulia bahwa sebaik-baik manusia adalah yang memberi manfaat dan dapat bermanfaat bagi orang lain. namun ketika menjadi kaya maka dia harus mengasihi yang miskin dengan cara menyisihkan sebagian hartanya untuk mereka. saling menghormati. Rasulullah bersabda : “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak)” (HR Ahmad). maka bagi Allah-lah kemuliaan itu semuanya. namun dia harus mengajarkan dan memberi teladan kepada umat manusia untuk berakhlak yang mulia. Kepada-Nyalah naik perkataan-perkataan yang baik dan amal yang saleh dinaikkan-Nya”. saat ini keadaan Masyarakat Makkah dan Madinah menjadi masyarakat yang sangat beradab. mengajarkan tentang persamaan derajat manusia. . Nabi Muhammad saw. keturunan. maka kehadiran Nabi Muhammad saw. Mereka sering berselisih. Namun kemuliaan manusia terletak pada ketaatannya kepada Allah SWT dan kemuliaan akhlaknya. Semua itu diawali dengan ketakwaan mereka kepada Allah dan senantiasa berpegang teguh kepada ajaran Nabi Muhammad saw. bertengkar bahkan berperang agar sukunya menjadi yang paling terhormat diantara yang lain..

Dari uraian sejarah di atas dapat diambil pelajaran yang sangat berharga dari cara cara dakwah Rasulullah yang harus diteladani oleh umat islam. bahkan pernah merencanakan akan melakukan pembunuhan terhadap Nabi Muhammad. Bahkan semakin terangterangan dan meluas ke wilayah lain. dan selebihnya selama 10 tahun Nabi Muhammad berada di Madinah. Abu Bakar. . Jadi. Uqbah bin Abi Muatih. Hal yang sama juga dilakukan kepada orang-orang Quraisy sendiri. antara lain adalah : 1. seorang pemuda yang cukup cerdas dan dihormati. Arqam bin Abil Arqam. waktu itu Nabi selamat dari rencana pembunuhan tersebut. Nabi Muhammad berdakwah dengan keeladanan. dengan susah payah dalam berdakwah karena mendapat tantangan dari Kaum Quraisy. sikap. disamping dakwah dengan lisan. namun nilai-nilai yang dibawanya adalah nilai-nilai universal yang dapat meningkatkan martabat umat manusia sehingga berbeda dengan binatang. Kemudian bisa hijrah ke Madinah. Menghadapi sikap Rasulullah tersebut orang-orang Quraisy bertambah marah. Abu Bakar. atau bagi bangsa Arab saja. Di antara sahabat yang menyusul masuk Islam antara lain Usman bin Affan. Thalhah bin Ubaidillah. istri nabi. antara lain Abu Lahab (Abdul Uzza). Aswad bin Abdi Jaghuts. Kurang lebih tiga tahun ada 39 orang yang menyatakan iman dan Islam. tantangan yang dihadapi oleh Rasulullah dan para sahabat begitu besar. yakni orang-orang yang pertama kali masuk Islam. agar tidak mengikuti seruan Nabi Muhammad. Zubair bin Awwam. Itupun dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Dakwah secara terang-terangan yang dilakukan Nabi Muhammad saw. Di antara kerabat dekat yang masuk Islam waktu itu antara lain Khadijah. Meskipun Nabi Muhammad saw. Karena orang-orang tersebut cukup dihormati di kalangan orang-orang Quraisy. Dengan masuk Islamnya orang-orang tersebut membawa pengaruh besar pada dakwah nabi sampai masa berikutnya. dan penganiayaan secara fisik. Rasulullah tetap tabah dan sabar. semuanya dari kerabat dekat dan sahabat-sahabat yang lain.” (Qَ Al Anbiya : 107} S C. Ali bin Abi Tholib. Atas pertolongan Allah SWT. hasutan. seorang dermawan yang kaya raya. Abdurrahman bin Auf. Fatimah binti Khatab serta suaminya (Said bin Zaid). Umar ibnu Khatab (sebelum masuk Islam). Sebelum beliau menyampaikan sesuatu. dakwah Nabi Muhammad di Makkah dimulai dari sanak keluarga dan kerabat dekat. Abu Jahal. Zaid bin Haritsah. ancaman. tetapi makin hari makin didengar orang sehingga makin banyak pengikutnya. Meneladani Dakwah Nabi Muhammad SAW dan Para Sahabat di Makkah Pada mulanya. melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam. Ketika berdakwah di Makkah. Dakwah Nabi Muhammad di Makah dilakukan kurang lebih selama 13 tahun. Rencana tersebut dilakukan menjelang Nabi Muhammad akan hijrah ke Madinah. Upaya tersebut membuahkan hasil yang cukup menggembirakan. Reaksi keras yang dilakukan oleh para tokoh Quraisy tersebut antara lain berupa ejekan. Hakam bin Abil Ash. maka beliau terlebih dahulu melaksanakanya. Khadijah. di rumah salah seorang sahabat yang bernama Al Arqom bin Abil Arqom Al Makhzumi. Ali bin Abi Thalib. mendapat reaksi cukup keras dari para pemuka dan tokoh Quraisy. dan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari. orang yang cukup terpandang dan kaya raya. Abu Sufyan bin Harb (sebelum masuk Islam). Namun. hinaan. Mereka termasuk “Assabiqunal Awwalun”. Ummu Jamil (istri Abu Lahab).Nabi tidak hanya diutus untuk penduduk Makkah saja. Saad bin Abi Waqash. Artinya : “Dan tiadalah Kami mengutus kamu. dakwah pun tetap dijalankan. dakwah juga dilakukan dengan perbuatan.

Rasulullah saw. Rasulullah saw hanya menyampaikan ajaran dari Allah SWT. dan solidaritas umat Islam yang sangat kuat. dengan demikian terjalin persatuan. tidak pernah memaksakan kehendak. SILSILAH NABI MUHAMMAD SAW . 4. Disampaikan dengan penuh kehati-hatian. Mengikuti atau tidak hal itu menjadi hak pribadi masing-masing. 3. Cara seperti ini menimbulkan rasa simpati yang luar biasa. Dalam berdakwah Rasulullah saw. Dengan kata lain. sabar. dalam berdakwah Rasulullah saw tidak pernah menggunakan cara-cara kekerasan. dan memberikan pemahaman secara rasional dan dengan hati yang jernih. hal ini tercermin dalam sebutan para pengikutnya yakni dengan sebutan ‘sahabat’. Rasulullah saw. memposisikan para pengikutnya sebagai sahabat. kesatuan. karena di dalam Islam nyata-nyata diterapkan kesetaraan. selalu bersama para sahabat-sahabatnya baik dalam keadaan suka maupun duka. dan menggunakan bahasa yang halus dan lemah lembut serta dengan bahasa yang mudah dipahami.2.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->