BAYI TABUNG 1.

Pengertian Bayi Tabung Bayi tabung adalah upaya jalan pintas untuk mempertemukan sel sperma dan sel telur diluar tubuh (in vitro fertilization). Setelah terjadi konsepsi hasil tersebut dimasukkan kembali ke dalam rahim ibu atau embrio transfer sehingga dapat tumbuh menjadi janin sebagaimana layaknya kehamilan biasa. Status bayi tabung ada 3 macam : 1. Inseminasi buatan dengan sperma suami. 2. Inseminasi buatan dengan sperma donor. 3. Inseminasi bautan dengan model titipan. Beberapa Negara memperbolehkan donor sperma bukan suami, dan diakui secara legal. Kerahasiaan identitas donor yang bukan suami senantiasa dijaga, untuk menghindarkan masalah dikemudian hari. Ketika hubungan suami isteri yang dilakukan secara konvensional tidak mampu mengantarkan sperma sampai ke sel indung telur dalam rahim, proses bayi tabung bisa menjadi alternatif bagi pasangan suami isteri (pasutri) untuk mendapatkan keturunan. Di Indonesia sendiri proses bayi tabung memang jarang dilakukan. Biayanya yang sangat mahal menyebabkan pasutri yang susah memiliki keturunan enggan memilih proses bayi tabung sebagai alternatif solusi. Selain itu, pro kontra keabsahan cara bayi tabung±bagi pasturi agar mendapatkan keturunan²jika dinilai dari kaca mata agama, juga menjadi bahan pertimbangan utama bagi sebagian besar masyarakat. Tidak mengherankan jika akhirnya mereka cenderung menghindari program ini. Namun bagi Anda yang telah memutuskan proses bayi tabung sebagai alternatif solusi untuk mendapatkan keturunan, ada baiknya Anda mempertimbangkan hal-hal berikut ini: (1) Memiliki keyakinan yang kuat agar proses pembuatan bayi tabung bisa berhasil; (2) Menjaga kesehatan tubuh secara optimal sebelum penyuntikan sperma dilakukan. Hal ini bertujuan untuk mengontrol hormon tubuh agar sesuai yang diharapkan dan berlangsung selama kurang lebih tiga minggu; (3) Persiapan menghadapi proses pengeluaran sel telur dari rahim serta proses seleksi untuk mendapatkan sel telur yang terbaik; (4) Persiapan menjalani proses injeksi sel telur ke dalam rahim setelah sel telur tersebut dibuahi secara In Vitro Fertilization (IVF); (5) Setelah proses injeksi selesai dilakukan, pihak isteri harus kembali bersiap mendapatkan suntikan hormon untuk penguatan sel telur selama 17 hari. Baru setelah itu bisa dideteksi apakah kehamilan bisa terjadi ataukah sebaliknya. Adapun proses pembuatan bayi tabung berlangsung dalam tiga tahap. Tahap pertama, tahap Persiapan Petik Ovum (Per-Uvu) yang meliputi fase down regulation dan terapi stimulasi. Fase down regulation merupakan suatu proses untuk menciptakan suatu keadaan seperti menopouse agar indung telur siap menerima terapi stimulasi. Tahapan ini berlangsung antara dua minggu hingga satu bulan. Setelah fase down regulation selesai lalu dilanjutkan dengan terapi stimulasi. Tujuan dari terapi ini untuk merangsang pertumbuhan folikel pada indung telur. Dengan demikian jumlahnya semakin banyak sehingga pada akhirnya bisa didapatkan sel telur yang telah matang ketika tiba pada operasi petik ovum. Tahap kedua, tahap operasi petik ovum/Ovum Pick-Up (OPU). Tahap ini bisa dilakukan ketika sudah terdapat tiga folikel atau lebih yang berdiameter 18 mm pada pagi hari dan

Agar emrio dalam rahim dapat bertahan & berkembang dengan baik maka saya harus mengalami suntikan hormon setiap hari selama 17 hari. Pasal 16 ayat 1 Kehamilan diluar cara alami dapat dilaksanakan sebagai upaya terakhir untuk membantu suami istri mendapatkan keturunan. 23 Tahun 1992. 2. Kali ini prosesnya mudah. 7. Tujuan dari terapi tersebut untuk mempersiapkan rahim agar bisa menerima implantasi embrio sehingga embrio bisa berkembang normal. 6. 1. Pengeluaran telur melalui proses operasi kecil. 5. Tahapan proses pembuahan sel telur dengan sperma menjadi embrio. 2. . telur diambil sebanyak-banyaknya. Setelah dua hari pembuahan. Dasar hukum pelaksanaan bayi tabung di Indonesia Dasar hukum pelaksanaan bayi tabung di Indonesia adalah Undang-Undang Kesehatan No. Setelah menanti selama bertahun-tahun & menjalani berbagai macam pengobatan baik medis maupun alternatif akhirnya kami mengambil keputusan untuk proses bayi tabung. Oleh karena itu bagi pasutri yang telah memilih cara bayi tabung untuk mendapatkan keturunan. hal ini juga atas anjuran dokter. Fase transfer embrio merupakan proses memasukkan dua atau maksimum tiga embrio yang sudah terseleksi ke dalam rahim. Setelah itu barulah didapatkan kepastian hamil atau tidak. Berikut ini adalah tahap-tahap proses bayi tabung di salah satu rumah sakit di Singapore yang telah saya jalani. embrio yang terbaik dipilih dan dimasukkan kedalam rahim. tahap post OPU. sejak awal memang dituntut mempersiapkan diri dengan baik agar mampu menjalani seluruh prosedur yang telah ditetapkan sehingga bisa mendapatkan hasil yang optimal. 1. Tahap pematangan telur melalui injeksi obat hormon satu hari sebelum sel telur yang matang dikeluarkan. Selain itu kadar E2 juga harus mencapai 200pg/ml/folikel matang. Perkembangan hormon yang terkontrol dimulai sesaat setelah mendapatkan mens.pertumbuhan folikelnya seragam. 4. yaitu transfer embrio dan terapi obat penunjang kehamilan. 3. Untuk memulai proses bayi tabung dibutuhkan tekad yang kuat mengingat prosesnya yang tidak mudah. tepatnya pada hari ke dua lewat suntikan yang diberikan setiap hari selama kurang lebih tiga minggu« ya betul 3 minggu! sampai mencapai ukuran telur yang diharapkan. Setelah proses ini selesai lalu dilanjutkan dengan terapi obat penunjang kehamilan. Tahap ini meliputi dua fase. dilakukan oleh embriologist di rumah sakit. Proses bayi tabung memang tidak bisa dilakukan secara instan. Persiapan mental diwajibkan bagi pasangan lewat konseling yang diberikan oleh pekerja sosial yang disediakan oleh rumah sakit. hanya memerlukan wantu sekitar 10 menit. Intinya kita disuruh bersiap untuk menghadapi keadaan kalau proses bayi tabung berhasil maupun tidak berhasil. Tahap ketiga.

Anak diluar nikah hanya mempunyai hubungan hukum dengan ibu dan keluarga ibu. Pelaksanaan upaya kehamilan diluar cara alami harus dilakukan sesuai norma hukum. 2) itu. dan norma kesopanan. Ketentuan mengenai persyaratan penyelenggaraan kehamilan diluar cara alami sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 dan ayat 2 ditetapkan dengan peraturan pemerintah. Sedangkan anak yang lahir dari sewa rahim. sebab hak ini termasuk ikhtiar berdasarkan kaidah-kaidah agama. Status anak yang dilahirkan tidak dalam ikatan perkawinan adalah anak diluar nikah. Sarana kesehatan tertentu adalah sarana kesehatan yang memiliki tenaga dan peralatan yang telah memenuhi persyaratan untuk penyelenggaraan upaya kehamilan diluar cara alami dan ditunjuk oleh pemerintah. norma agama. terdapat 2 keadaan sebagai berikut : 1. Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia memutuskan : 1. 2. Bayi Tabung Menurut Hukum Islam Fatwa Majelis Ulama Indonesia tentang bayi tabung/inseminasi buatan.2. pasangan suami istri tersebut dapat melakukan kehamilan diluar cara alami sebagai upaya terakhir melalui ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran. ditanamkan dalam rahim istri darimana ovum berasal. 3. Peralihan status anak dengan adopsi. 1. Sarana kesehatan tertentu adalah sarana kesehatan yang memiliki tenaga dan peralatan yang telah memenuhi persyaratan untuk penyelenggaraan upaya kehamilan diluar cara alami dan ditunjuk oleh pemerintah. Ovum dari pemesan. dan norma kesopanan. 1. Ovum pemesan. Dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan untuk 3) Pada sarana kesehatan tertentu. Bayi tabung dengan sperma dan ovum dari pasangan suami isteri yang sah hukumnya mubah (boleh). Pelaksanaan upaya kehamilan diluar cara alami harus dilakukan sesuai dengan norma hokum. norma kesusilaan. sperma suami. norma kesusilaan. Penjelasan dari Pasal 16 tersebut jika secara medis dapat dibuktikan bahwa pasangan suami istri yang sah benar-benar tidak dapat memperoleh keturunan secara alami. Setelah anak dilahirkan maka anak adalah anak sah si ibu dan suaminya. Apabila sperma dari pemesan disebut Surrogate Mother. Apabila dokter melakukan inseminasi buatan dengan donor bukan suami adalah tindak pidana kejahatan yang diancam dengan hukuman penjara atau denda. Upaya kehamilan diluar cara alami sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 hanya dapat dilakukan oleh pasangan suami istri yang sah dengan ketentuan : 1) Hasil pembuahan sperma dan ovum dari suami istri yang bersangkuta. sperma dari pemesan. .

2. 4. sebab hal ini akan menimbulkan masalah yang rumit dalam kaitannya dengan masalah warisan (khususnya antara anak yang dilahirkan dengan ibu yang mempunyai ovum dan ibu yang mengandung kemudian melahirkannya. . dan berdasarkan kaidah Sadd az-zari¶ah. dan sebaliknya). karena itu statusnya sama dengan hubungan kelamin antar lawan jenis di luar pernikahan yang sah (zina). Bayi tabung dari pasangan suami-isteri dengan titipan rahim isteri yang lain (misalnya dari isteri kedua dititipkan pada isteri pertama) hukumnya haram berdasarkan kaidah Sadd az-zari¶ah. yaitu untuk menghindarkan terjadinya perbuatan zina. Bayi tabung dari sperma yang dibekukan dari suami yang telah meninggal dunia hukumnya haram berdasarkan kaidah Sadd a z-zari¶ah. 3. sebab hal ini akan menimbulkan masalah yang pelik. Bayi tabung yang sperma dan ovumnya diambil dari selain pasangan suami isteri yang sah hukumnya haram. baik dalam kaitannya dengan penentuan nasab maupun dalam kaitannya dengan hal kewarisan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful