P. 1
Doktrin Akhir Zaman - Materi Training Guru November 2011

Doktrin Akhir Zaman - Materi Training Guru November 2011

|Views: 484|Likes:
Published by Otniol Seba

More info:

Published by: Otniol Seba on Feb 10, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/03/2014

pdf

text

original

Sistematik Teologi VI: Doktrin Akhir Zaman Training Guru, Sabtu, 19 November 2011

Doktrin Akhir Zaman
I. Konsep Doktrin Akhir Zaman (Eskatologi) Konsep pengajaran tentang Akhir Zaman merupakan suatu pengajaran umum yang dapat dilihat di dalam konteks agama-agama dan kepercayaan yang ada. Semua agama dan kepercayaan, termasuk juga kekristenan mengakui dan mengajarkan tentang akhir zaman, namun di dalam cara dan pendekatan yang berbeda. Kekristenan secara khusus mengajarkan bahwa Akhir Zaman memang harus terjadi dan dialami oleh setiap manusia, sebagaimana yang tercatat di dalam Alkitab. Alkitab memaparkan dengan jelas mengenai konsep Akhir Zaman dan hal-hal yang berkaitan dengan itu. Lebih lanjut sejarah kekristenan mencatat, pengajaran tentang Akhir Zaman terus-menerus diajarkan sampai hari ini. Istilah ”Eskatologi” merupakan suatu istilah yang terdapat di dalam Alkitab. Secara khusus istilah ini berasal dari bahasa Yunani yang menggunakan beberapa kata eσχατος/eσχάτη/eσχατον (=eschatos/eschate/eschaton) yang dapat diartikan sebagai suatu studi yang berkaitan dengan hal-hal/peristiwa-peristiwa akhir yang memang akan terjadi di dalam sejarah. Konsep Akhir Zaman tidak pernah secara langsung diajarkan di dalam PL, karena hal itu lebih bersifat nubuatan. Hal-hal yang dikaitkan dengan ”Eskatologis” nampak di dalam teks PL yang ditulis di dalam bahasa Yunani (= Septuaginta, LXX) menggunakan istilah ”eschatais hmerais” (= eschatais hemerais) seperti dalam Yesaya 2:2 dan ”eschaton emeron” (= eschaton hemeron) seperti dalam Mikha 4:1. Namun hal ini menjadi berbeda di dalam PB, di mana pengajaran berkaitan dengan peristiwa terakhir tidak hanya bersifat nubuatan tetapi mengantisipasi akan datangnya peristiwa tersebut, sebagai contoh pengajaran Rasul Petrus di dalam 1 Petrus 1:20 yang berkaitan dengan waktu terakhir eschatou ton chronon (= eschatou ton chronon), dan pengajaran Rasul Yohanes tentang waktu yang terakhir eschate o[[ra (= eschate hora). Istilah Eskatologi ini pertama kali digunakan pada tahun 1550, di wilayah sekitar Inggris. Kamus Oxford mengartikan istilah ”Eskatologi” dengan menghubungkan 4 peristiwa penting yang berkaitan dengan hal-hal berikut ini, yaitu: kematian, penghakiman, surga dan neraka. Sedangkan kekristenan menghubungkan konsep ”Eskatologi” dengan kedatangan Kristus kedua kali dan pemerintahan Kristus di bumi yang memang akan terjadi di dalam sejarah dunia ini. II. Hal-Hal Penting di dalam Eskatologis

Hal-hal penting di dalam Eskatologis menunjuk kepada sejumlah peristiwa yang terjadi berkaitan dengan kedatangan Kristus yang kedua kali dan akhir dari dunia ini. Halhal yang dibahas di dalam bagian ini adalah: Kematian, Neraka, Kedatangan Kristus kembali, Kebangkitan Orang Mati, Penghakiman Terakhir, Penggenapan Kerajaan Allah, Keadaan Terahir dari orang-orang durhaka dan orang-orang saleh. 1. Kematian Kematian merupakan bagian dari kehidupan manusia, karena kejatuhan manusia pertama di dalam dosa (Kejadian 3). Hal ini menyebabkan bahwa seluruh manusia berada di bawah kutuk dan hukum dosa (Roma 3:9, 23 bandingkan 1
Ev. Otniol Seba, S.Th -- Copyright © 2011

Sistematik Teologi VI: Doktrin Akhir Zaman Training Guru, Sabtu, 19 November 2011 Galatia 3:10). Akibat dari dosa tersebut manusia mengalami kematian jasmani (Kejadian 3:19) dan setelah itu manusia akan mengalami penghakiman dari Allah (Ibrani 9:27). 2. Neraka Alkitab baik PL dan PB mengajarkan tentang neraka. Perjanjian Lama mengguna-kan istilah ”Sheol” dan Perjanjian Baru menggunakan ”Hades” di dalam penggunaan kedua istilah ini menunjuk kepada tempat di mana siksaan kekal akan berlangsung terhadap orang-orang durhaka. Istilah-istilah lain yang digunakan juga di dalam Alkitab secara khusus PB adalah ”Gehenna” (Matius 23:15, 33; 25:41, 46), ”Tartaroo” (2 Petrus 2:4), dan ”Abyss” (Lukas 8:31; Wahyu 9:1, 2, 11). 3. Kedatangan Kristus Kedua kali Sejarah kekristenan di dalam tradisi para rasuli memegang teguh keyakinan bahwa Tuhan Yesus akan datang kembali pada masa yang akan datang untuk menghakimi dunia ini dan memerintah bersama orang-orang percaya. Dasar dari keyakinan ini adalah pada apa yang dituliskan di dalam Alkitab. Alkitab, secara khusus Perjanjian Baru memaparkan kedatatang Kristus untuk yang kedua kali (Matius13, 14, 25; Markus 13; Lukas 21; sebagian besar tulisan Rasul Paulus di dalam 1 & 2 Tesalonika serta kitab Wahyu). 4. Kebangkitan orang mati Kebangkitan orang mati merupakan suatu peristiwa yang akan terjadi pada kedatangan Kristus untuk kedua kalinya. Di dalam Perjanjian lama bayangan kebangkitan orang mati nampak di dalam sejumlah peristiwa, baik melalui ungkapan-ungkapan umat pilihan Allah (Mazmur 17:15; 49:15; 73:24-25), melalui nubuatan para nabi (Yesaya 26:19), bahkan juga melalui penglihatan dari nabi Allah (Daniel 12:1-2). Di dalam Perjanjian Baru, ajaran kebangkitan orang mati diajarkan oleh Yesus sendiri (Matius 22:29 bandingkan dengan Markus 12:24-27; Lukas 20:3438; Yohanes 5:28-29; 6:39-40, 44, 54; 11:25-26). Juga melalui tulisan para rasul, khususnya Rasul Paulus (1 Korintus 15; 1 Tesalonika 4:16; 2 Timotius 2:18) dan penglihatan tentang kebangkitan orang mati sebagaimana digambarkan di dalam Wahyu 20:4-5. 5. Penghakiman Terakhir Penghakiman terakhir juga merupakan bagian dari peristiwa yang akan terjadi pada kedatangan Yesus Kristus untuk kedua kalinya. Alkitab mengajarkan hal ini dengan jelas sekali, baik melalui pengajaran dan perkataan Tuhan Yesus sendiri (Matius 11:24; 16:27; 25:14-30; Lukas 19:11-27) maupun di dalam pengajaran para rasul-Nya (Roma 14:10 bandingkan dengan 2 Korintus 5:10; 1 Korintus 3:12-15; 4:5; Ibrani 9:27; Wahyu 20:10-15) dan orang Kristen memegang teguh akan keyakinan tersebut. Alkitab memberikan indikasi bahwa ada 2 kelompok orang yang akan menghadapi penghakiman dari Allah. 2
Ev. Otniol Seba, S.Th -- Copyright © 2011

Sistematik Teologi VI: Doktrin Akhir Zaman Training Guru, Sabtu, 19 November 2011 (1) Malaikat yang jatuh ke dalam dosa, yaitu Setan [dan juga para pengikutnya] (Matius 8:29; 1 Korintus 6:3; 2 Petrus 2:4 dan Yudas 6). (2) Setiap manusia akan berdiri di depan pengadilan Allah, (Pengkhotbah 12:14, Mazmur 50:4-6; Matius 12:36, 37; 25:32; Roma 14:10; 2 Korintus 5:10; Wahyu 20:12). 6. Penggenapan Kerajaan Allah Kedatangan Kristus kedua kalinya ke dalam dunia sekaligus menggenapi apa yang diajarkan di dalam Kitab Wahyu bahwa Yesus Kristus akan mendirikan kerajaan-Nya di bumi dan memerintah bersama dengan orang percaya (Wahyu 20:4-6). Secara khusus Wahyu 20:6 menuliskan hal ini demikian: Berbahagia dan kuduslah ia, yang mendapat bagian dalam kebangkitan pertama itu. Kematian yang kedua tidak berkuasa lagi atas mereka, tetapi mereka akan menjadi imamimam Allah dan Kristus, dan mereka akan memerintah sebagai raja bersamasama dengan Dia, seribu tahun lamanya. Semua orang percaya dari segala zaman mengamini akan Firman Tuhan ini. 7. Keadaan Orang-orang saleh dan orang-orang durhaka Alkitab juga memberikan gambaran mengenai kehidupan akhir dari orangorang saleh dan orang-orang durhaka. Hal ini juga menjadi keyakinan sekaligus pengharapan bahwa setiap orang Kristen yang saleh untuk berusaha hidup benar sebagaimana yang dituntut oleh Tuhan. (1) Keadaan orang-orang saleh digambarkan oleh Alkitab bahwa mereka menjadi ciptaan yang baru dan menempati langit dan bumi yang baru (2 Petrus 3:13 dan Wahyu 21:1); Selanjutnya mereka akan hidup dan mewarisi tempat yang kekal sebagaimana yang dijanjikan oleh Tuhan Yesus (Yohanes 14:1) dan penglihatan Rasul Yohanes, sebagaimana yang diunyatakan Tuhan kepadanya bahwa orang benar akan mewarisi bumi yang baru (Wahyu 21:1-3 bandingkan dengan Matius 5:5). (2) Keadaan orang-orang durhaka digambarkan oleh Alkitab bahwa mereka akan menempati tempat penyiksaan kekal dan eksistensi keberadaan mereka akan tetap selamanya di tempat tersebut (Matius 24:5; 25:30, 46; Lukas 16:19-31). Mereka akan mengalami ketidakhadiran Allah sama sekali, kesengsaraan dalam hidup yang tiada berakhir; kesakitan dan penderitaan yang dialami baik secara tubuh maupun jiwa; kesedihan, tangisan penderitaan dan kertakan gigi (Matius 8:12; 13:50; Markus 9:43, 44, 47, 48; Lukas 16:23, 28; Wahyu 4:10; 21:8). III. Persoalan 1: Status Antara Status Antara merupakan suatu pertanyaan dan pergumulan teologis di dalam gereja sampai hari ini. Hal ini ditunjukkan dengan pertanyaan: Apakah setelah manusia mati [khususnya pada masa lalu dan masa sekarang] langsung dihakimi oleh Allah? Ataukah Allah menunda penghakimannya [menunggu untuk menghakimi semua manusia] sampai pada kedatangan Yesus Kristus kedua kali? Pergumulan teologis ini disebut dengan ”Status Antara.” Setidaknya ada 3 pendapat berbeda mengenai hal ini: 3
Ev. Otniol Seba, S.Th -- Copyright © 2011

Sistematik Teologi VI: Doktrin Akhir Zaman Training Guru, Sabtu, 19 November 2011 1. Pendapat yang menyatakan bahwa tidak ada tempat yang disebut dengan ”Status antara”. Yang terjadi, setelah orang percaya meninggal {pada masa yang lalu dan pada masa yang sekarang] mereka akan langsung menghadapi penghakiman dari Allah. Bagi yang percaya akan menempati Firdaus (seringkali kata Firdaus menunjuk kepada surga) dan mereka yang tidak percaya akan mengalami neraka. Dasar Alkitab yang menunjukkan bahwa orang percaya akan menempati surga adalah Lukas 23:43; 2 Korintus 5:11; 12:3,4; Ibrani 12:23. 2. Pendapat yang menyatakan bahwa di dalam Alkitab menekankan mengenai ”Sheol-Hades”. Alkitab secara khususs Perjanjian lama seringkali menggunakan istilah Sheol yang menunjuk kepada tempat di mana masih ada pengharapan bagi orang-orang saleh untuk bebas dari neraka. [disebut sebagai ”tempat penantian”]. Sheol terbagi di dalam 2 bagian: (a) Firdaus – yang berisi orang-orang Yahudi yang melaksanakan Hukum Taurat; sedangkan (b) Gehena – tempat tinggalnya orangorang kafir; Pada waktu kedatangan Kristus kedua kali, orang-orang baik yang ada di Firdaus dan Gehena akan diadili dan dihakimi. Dasar dari pandangan ini adalah Bilangan 16:30; Mazmur 49:15, 16; 88:3; 89:48; Pengkhotbah 9:10; Yesaya 5:14; Hosea 13:14; Matius 11:23; 2 Korintus 12:2, 4; Wahyu 19:11. 3. Pendapat yang menunjukkan bahwa orang percaya yang meninggal namun belum benar-benar suci akan mengalami ”Penyucian.” Pendapat lain yang menyatakan bahwa setelah orang percaya meninggal, mereka yang benar-benar suci dapat masuk ke dalam surga dan melihat wajah Tuhan (Matius 25:46; Filipi 1:23), sedangkan mereka yang masih belum bersih/sempurna – yang masih membawa dosa-dosa mereka dan belum mengalami hukuman berkenaan dengan dosa temporal mereka – mereka akan mengalami proses penyucian – sebelum mereka memasuki surga. Dasar utama dari ajaran ini adalah 2 Maccabe 12:42-45. Ayat-Ayat lain yang juga dianggap mendukung akan ajaran ini adalah Yesaya 4:4; Mikha 7:8; Zakharia 9:11; Maleakhi 3:2,3; Matius 12:32; 1 Korintus 3:13-15; 15:29. IV. Persoalan 2: Kerajaan Seribu Tahun (Millenium) Persoalan kerajaan seribu tahun merupakan suatu persoalan khusus yang berkaitan dengan kedatangan Kristus yang kedua kali. Sedikitnya ada 4 pandangan yang berkaitan dengan hal ini: 1. Amillenialisme Istilah “amilenial” secara harafiah berarti “tidak ada milenium”. Bukan berarti bahwa Amillenialisme tidak percaya adanya Kerajaan Seribu Tahun. Namun Amillenialisme lebih menafsirkan Kerajaan Seribu Tahun sebagai suatu figuratif. Amillenialisme adalah suatu pandangan yang percaya bahwa Kerajaan Seribu Tahun merupakan pemerintahan Kristus yang terjadi melalui kehadiran gereja di dunia ini. 4
Ev. Otniol Seba, S.Th -- Copyright © 2011

Sistematik Teologi VI: Doktrin Akhir Zaman Training Guru, Sabtu, 19 November 2011 Menjelang kedatangan Kristus kedua kalinya, akan terjadi beberapa peristiwa sebagaimana Alkitab tuliskan: a. Pemberitaan Injil terus menerus diberitakan kepada bangsa-bangsa (Matius 24:14, 28:18-20, Roma 10:9-17) di dalam sepanjang sejarah gereja-Nya. b. Sebagian umat Israel sebagai umat pilihan akan mengalami pertobatan, juga termasuk bangsa-bangsa lain. c. Konflik yang terus berlangsung antara kerajaan Allah dan kerajaan setan memunculkan penganiayaan, kemurtadan, dan munculnya seorang pribadi Antikristus sesaat sebelum kedatangan yang kedua. d. Perang, gempa bumi, dan kelaparan sebagai petunjuk-petunjuk penghakiman Allah terus terjadi sampai pada kedatangan Kristus yang kedua kali. Pada waktu Kristus datang kembali, maka akan terjadi hal-hal berikut ini: a. Kebangkitan orang mati, meliputi baik orang-orang percaya maupun yang tidak. b. Setelah kebangkitan, akan terjadi pengubahan dan pemuliaan orangorang percaya yang masih hidup pada saat kedatangan kembali Kristus (1 Korintus 15:51-52). c. Pengangkatan umat Allah dan pertemuan dengan Kristus (1 Tesalonika 4:17). d. Penghakiman Kristus terhadap orang-orang durhaka, setan dan para pengikut-Nya. Orang-orang percaya akan menikmati langit dan bumi baru di mana Kristus memerintah atas mereka. 2. Postmillenialisme Posmillenilisme adalah pandangan yang percaya bahwa kedatangan Kristus yang kedua kali terjadi setelah masa Kerajaan Seribu Tahun. Pada dasarnya Postmillenialisme memiliki kemiripan dan kesamaan dengan pandangan Amillenialisme, khususnya mengenai peristiwa-peristiwa menjelang kedatangan Kristus yang kedua kali. Bagi penganut Postmillenialisme konsep Kerajaan Seribu Tahun harus dipahami di dalam arti yang figuratif dan bukan harafiah, walaupun ada di antara sebagian kecil penganut Postmillenialisme percaya Kerajaan Seribu Tahun secara harafiah. Keyakinan Postmillenialisme terhadap hari-hari menjelang kedatangan Kristus adalah: a. Injil pertobatan terus diberitakan sehingga semua manusia akan bertobat melalui pemberitaan Injil. b. Kekuatan Setan akan dipatahkan oleh kuasa Kristus melalui kehadiran gereja-Nya. c. Etika Kristen menjadi standar dari kehidupan manusia yang hidup di dalam dunia ini. d. Dunia menuju semakin baik, di mana penindasan, peperangan, kelaparan, diskriminasi, poligami dan segala bentuk kejahatan lain berangsur-angsur semakin berkurang dan bahkan hilang dari bumi ini. 5
Ev. Otniol Seba, S.Th -- Copyright © 2011

Sistematik Teologi VI: Doktrin Akhir Zaman Training Guru, Sabtu, 19 November 2011 e. Pada waktu kedatangan Kristus kembali, kebangkitan orang mati dan penghakiman umum akan terjadi dan setelah itu tiba masa keemasan bagi orang percaya yang hidup di dalam langit dan bumi baru 3. Premillenialisme Historis Secara harafiah, Premilenial berarti “sebelum milenium”. Premilenialisme adalah suatu pandangan yang percaya bahwa Kerajaan Seribu Tahun akan berlangsung pada saat Kristus datang untuk kedua kalinya. Kristus akan memerintah di bumi selama 1000 tahun sebelum masa kesempurnaan tiba dengan langit dan bumi yang baru. Beberapa peristiwa akan terjadi mendahului kedatangan Kristus yang kedua kalinya, yaitu: a. Penginjilan kepada bangsa-bangsa semakin intens dilakukan. b. Terjadinya masa kesusahan yang besar, murtad atau pemberontakan hebat yang melanda dunia ini. c. Munculnya satu pribadi anti-Kristus yang akan berkuasa, disertai dengan penindasan terhadap orang-orang percaya yang setia kepada Kristus. Dalam masa ini gereja akan mengalami kesusahan yang besar Ketika Kristus Datang kembali ke dalam dunia ini, maka beberapa peristiwa berikut ini akan terjadi: a. Orang-orang percaya yang telah mati akan dibangkitkan, sementara orang-orang percaya yang masih hidup akan diubahkan dan dimuliakan b. Baik mereka yang dibangkitkan maupun mereka yang diubahkan ini akan diangkat bersama-sama untuk bertemu dengan Tuhan di awan-awan c. Setelah mereka berjumpa dengan Kristus orang-orang percaya ini akan mendampingi Kristus turun ke bumi. Kristus akan mengalahkandan membinasakan si anti-Kristus dan pemerintahannya di dalam dunia akan diakhiri. d. Sejumlah besar orang Yahudi akan bertobat, dan menjadi percaya kepada Kristus sebagai Mesias. Mereka ini juga akan diselamatkan e. Setelah itu barulah Kristus menegakkan kerajaan-Nya di bumi selama seribu tahun secara fisik bersama orang-orang percaya yang terdiri dari orang Yahudi dan bangsa-bangsa lain f. Bangsa-bangsa lain yang tidak percaya kepada Kristus akan tunduk di bawah pemerintahan-Nya. Kejahatan mereka sangat dibatasi pada jaman ini (disebut minimum crisis) dan kebenaran akan menguasai seluruh bumi seperti belum pernah terjadi sebelumnya g. Menjelang akhir milenium itu si Iblis Tua yang selama ini diikat dalam pemerintahan Kristus akan dilepas lagi. Kemudian si Iblis Tua akan kembali menyesatkan bangsa-bangsa h. Pada akhir milenium akan terjadi kebangkitan orang-orang fasik dari kematian. Kemudian diikuti dengan penghakiman atas orang-orang percaya maupun orang-orang yang tidak percaya. Mereka yang namanya tertulis dalam kitab kehidupan akan masuk ke dalam kehidupan kekal, sedangkan bagi mereka yang tidak akan dilempar ke dalam lautan api 6
Ev. Otniol Seba, S.Th -- Copyright © 2011

Sistematik Teologi VI: Doktrin Akhir Zaman Training Guru, Sabtu, 19 November 2011 4. Premillenianisme Dispensational Pemillenialisme Dispensational memiliki dasar pandangan yang sama sebagaimana yang diyakini oleh Premillenialisme Historis. Namun perbedaannya pada pemisahan mutlak antara Israel dan Gereja. Sementara Premillenialisme Historis memandang Gereja adalah Israel rohani. Menurut Premillenialisme Dispensational, kedatangan Kristus yang pertama ke dalam dunia bermaksud untuk menawarkan kerajaan sorga kepada orang-orang Yahudi sejaman-Nya, dimana kerajaan ini akan berupa pemerintahan Israel atas bumi sebagaimana dinubuatkan dalam Perjanjian Lama. Mereka harus bertobat dari dosa dan beriman kepada Yesus sebagai Mesias. Namun sayang saat itu orang-orang Yahudi menolak kerajaan tersebut sehingga berdirinya kerajaan Kristus saat itu tertunda sampai kedatangan Kristus yang kedua kalinya kelak, sebagai awal dari masa seribu tahun. Oleh karena penolakan yang berakibat penundaan tersebut Kristus menggantinya dengan gereja. Premillenialisme Dispensational percaya bahwa kedatangan Kristus kedua kalinya ke dalam dunia akan terjadi di dalam 2 tahap: Tahap pertama adalah saat Kristus masih berada di awan-awan dan belum sepenuhnya berada di bumi. Pada tahap ini akan terjadi beberapa hal berikut ini: a. Terjadi pengangkatan (rapture) yang dapat terjadi setiap saat b. Terjadi kebangkitan bagi orang-orang percaya dari Perjanjian Lama serta orang-orang percaya yang masih hidup baik orang-orang Yahudi maupun bangsa lain. c. Mereka akan diubahkan, dimuliakan diangkat ke awan-awan untuk bertemu dengan Tuhan Yesus d. Bersama-sama dengan Kristus, seluruh orang orang percaya dalam gereja akan naik ke sorga untuk merayakan perjamuan kawin Anak Domba selama tujuh tahun lamanya e. Selama gereja berada di sorga, segenap peristiwa di bumi tetap berlangsung, dimana kesusahan besar terjadi bagi orang-orang yang tertinggal dan orang-orang Yahudi, sehingga sisa-sisa Israel akan berbalik kepada Yesus dan mengakui Kristus sebagai Mesias f. Sisa dari orang Israel itu mengabarkan Injil dan membawa banyak orang kepada pertobatan g. Sementara raja-raja fasik di bumi bersatu dan menyerang umat Allah dalam perang Harmagedon Tahap kedua adalah pada akhir masa tujuh tahun tersebut Kristus akan turun kembali dalam kemuliaan, beserta dengan gereja-Nya. Pada waktu itu akan terjadi peristiwa berikut: a. Terjadinya perang Harmagedon, di mana Kristus akan mengalahkan musuh-musuh-Nya dan memenangi perang ini. b. Semua bangsa Israel dikumpulkan di tanah Palestina c. iblis diikat dan dilempar ke jurang maut dan dimeteraikan selama seribu tahun harafiah lamanya d. Bangsa-bangsa yang menolak Kristus akan dihakimi sedang yang percaya kepada-Nya akan masuk ke dalam pemerintahan seribu tahun itu dan menikmati semua berkatnya 7
Ev. Otniol Seba, S.Th -- Copyright © 2011

Sistematik Teologi VI: Doktrin Akhir Zaman Training Guru, Sabtu, 19 November 2011 e. Setelah semuanya itu barulah dimulai kerajaan seribu tahun, di mana Kristus sendiri akan memmerintah di dalam kerajaan-Nya. Kristus duduk di atas takhta-Nya di Yerusalem dan memerintah atas sebuah kerajaan secara nyata.

Sumber-Sumber Bacaan Lebih Lanjut: 1. Anthony A. Hoekema, The Bible and The Future. (Michigan: Wm.B. Eerdmans Publishing Company, 1994). 2. Charles Ryrie., The Basis of The Premillennial Faith. (New Jersey: Loizeux, 1953), pp. 1726. 3. Charles L. Feinberg., Millenialism: The Two Major Views. (Chicago: Moody Press, 1980). 4. Dannis E. Johnson., Triumph of The Lamb: A Commentary On Revelation. (New Jersey: P & R Publishing, 2001), pp. 279-294. 5. James Montgomory Boice., Foundations of The Christian Faith: A Comprehensive & Readable Theology. Revised In One Volume. (Illinois: InterVarsity Press, 2000), pp. 703720. 6. Jay E. Adams., The Time Is At Hand. (Philadelphia: Presbyterian & Reformed Publishing, 1970), pp. 7-11. 7. John J. Davis., Christ’s Victorious Kingdom: Postmillennialism Reconsidered. (Michigan: Baker Books, 1986). 8. J. Oliver Bushwell, Jr., Systematic Theology of The Christian Religion, 2 vol. (Michigan: Zondervan Publishing, 1962), pp. 2:285-538. 9. John F. Walvoord., Israel, The Nations, and Church in Prophecy. (Michigan: Zondervan Publishing, 1988). 10. Louis Berkhof., Theologi Sistematika 6: Doktrin Akhir Zaman. (Jakarta: Lembaga Reformed Injili Indonesia, 1977). 11. Oswald T. Allis., Propechy and The Church. (Philadelphia: Presbyterian and Reformed, 1945) 12. Paul Enns., The Moody Handbook of Theology. (Chicago: Moody Press, 1989), pp. 371-400 13. Robert G. Clouse, The Meaning of The Millenium: Four views. (Illinois: InterVarsity Press, 1977) 14. Robert L. Reymond., A New Systematic Theology of The Christian Faith. Second Edition: Revised and Updated. (Nashville: Thomas Nelson Publishers, 1998), pp. 979-1104 15. Wayne Grudem., Bible Doctrine: Essential Teachings of The Christian Faith, (edited) by: Jeff Purswell, (Michigan: Zondervan Publishing House, 1999), pp. 427-478

8
Ev. Otniol Seba, S.Th -- Copyright © 2011

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->