PENJAHITAN LUKA

OLEH : AGUNG SANTOSO, S.Kep, Ners Jahitan digunakan untuk hemostasis atau untuk menghubungkan struktur anatomi yang terpotong (Sabiston,1995). Menurut Sodera dan Saleh (1991), jahitan merupakan hasil penggunaan bahan berupa benang untuk mengikat atau ligasi pembuluh darah dan menghubungkan antara dua tepi luka. Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa penjahitan merupakan tindakan menghubungkan jaringan yang terputus atau terpotong untuk mencegah pendarahan dengan menggunakan benang. INDIKASI Setiap luka dimana untuk penyembuhannya perlu mendekatkan tepi luka. LUKA Definisi Luka adalah semua kerusakan kontinnuitas jaringan akibat trauma mekanis. Trauma tajam menyebabkan : a. luka iris : vulnus scissum/incicivum b. luka tusuk : vulnus ictum c. luka gigitan : vulnus morsum Trauma tumpul menyebabkan : a. luka terbuka : vulnus apertum b. luka tertutup : vulnus occlusum ( excoriasi dan hematom ) Luka tembakan menyebabkan : vulnus sclopetorum. Klasiflkasi luka berdasar ada tidaknya kuman : a. luka steril : luka dibuat waktu operasi b. luka kontaminasi : luka mengandung kuman tapi kurang dari 8 jam (golden period). c. luka infeksi luka yang mengandung kuman dan telah berkembangbiak dan telah timbul gejala lokal maupun gejala umum.(rubor, dolor, calor, tumor, fungsio lesa). Prinsip Umum Penjahitan luka Menurut Brown (1995), prinsip±prinsip umum yang harus dilaksanakan dalam penjahitan luka laserasi adalah sebagai berikut : 1. Penyembuhan akan terjadi lebih cepat bila tepi-tepi kulit dirapatkan satu sama lain dengan hati-hati. 2. Tegangan dari tepi±tepi kulit harus seminimal mungkin atau kalau mungkin tidak ada sama sekali. Ini dapat dicapai dengan memotong atau merapikan kulit secara hati±hati sebelum dijahit. 3. Tepi kulit harus ditarik dengan ringan, ini dilakukan dengn memakai traksi ringan pada tepi±tepi kulit dan lebih rentan lagi pada lapisan dermal daripada kulit yang dijahit. 4. Setiap ruang mati harus ditutup, baik dengan jahitan subcutaneus yang dapat diserap atau dengan mengikutsertakan lapisan ini pada waktu mmenjahit kulit. 5. Jahitan halus tetapi banyak yang dijahit pada jarak yang sama lebih disukai daripada jahitan yang lebih besar dan berjauhan. 6. Setiap jahitan dibiarkan pada tempatnya hanya selama diperlukan. Oleh karena itu jahitan pada wajah harus dilepas secepat mungkin (48 jam±5 hari), sedangkan jahitan pada dinding abdomen dan kaki harus dibiarkan selama 10 hari atau lebih.

3. tidak diserap oleh tubuh. Ukuran yang sering digunakan adalah nomor 2 nol 3 nol. dan Polydioxanone ( merk dagang PDS II ). yaitu 2-3 minggu. penyerapan berlangsung dalam waktu 7± 10 hari dan warnanya putih kekuningan. 2. Yang dimaksud dengan jerat adalah pengikatan satu kali. Berguna untuk menjahit kulit. sedang simpul adalah pengikatan dengan dua jerat atau lebih. Pada penggunaan disebelah luar. menjahit subcutis dan dapat pula digunakan untuk bergerak dan luas lukanya kecil.benang yang dibuat dari bahan sintetis. Dapat dibedakan menjadi : 1. Plain Cat Gut : dibuat dari bahan kolagen sapi atau domba. Semua luka harus ditutup sebersih mungkin. Pemakaian forsep dan trauma jaringan diusahakan seminimal mungkin. Jahitan Kontinyu yaitu jahitan dengan sejumlah penjahitan dari seluruh luka dengan menggunakan satu benang yang sama dan disimpulkan pada akhir jahitan serta dipotong setelah dibuat simpul. 3. Seide (Silk/Sutra): Bersifat tidak licin seperti sutera biasa karena sudah dikombinasi dengan perekat. diserap secara lengkap dalam waktu 90-120 hari. 8. Jahitan Simpul/Kerat/Knot. Polyglycapron ( merk dagang Monocryl atau Monosyn). Berguna untuk penjahitan luka yang dianggap belum merapat dalam waktu 10 hari dan bila mobilitas harus segera dilakukan. JENIS-JENIS BENANG Benang yang dapat diserap (Absorbable Suture ) a. Benang ini harus dilakukan penyimpulan 3 kali karena dalam tubuh akan mengembang. penjahitan merupakan suatu cara menjahit untuk mendekatkan atau menghubungkan dua tepi luka. Benang ini hanya memiliki daya serap pengikat selama 7-19 hari dan akan diabsorbsi secara sempurna dalam waktu 70 hari. 2. Berguna untuk mengikat sumber pendarahan kecil. namum dilapisi dengan garam Chromium untuk memperpanjang waktu absorbsinya sampai 90 hari. Bila penyimpulan dilakukan hanya 2 kali akan terbuka kembali. Chromic Catgut: Bersifat dapat diserap oleh tubuh. mengikat pembuluh arteri besar. . Plain Catgut: Bersifat dapat diserap tubuh.7. Jahitan Primer (primary Suture Line) adalah jahitan yang digunakan untuk mempertahankan kedudukan tepi luka yang saling dihubungkan selama proses penyembuhan sehingga dapat sembuh secara primer. Chromic Cat Gut dibuat dari bahan yang sama dengan plain cat gut . Benang jenis ini memiliki daya pengikat lebih lama . Chromic Catgut biasanya menyebabkan reaksi inflamasi yang lebih besar dibandingkan dengan plain catgut. Alami ( Natural) 1). 1 nol dan nomor 1. Digunakan untuk memperkuat dan mempertahankan jahitan luka sehingga jahitan tidak terlepas atau mengendor. Buatan ( Synthetic ) Adalah benang. penyerapannya lebih lama yaitu sampai 20 hari. Jenis±jenis benang yang digunakan dalam penjahitan 1. subcutis dan organ. Digunakan untuk menjahit peritonium kulit. 2). Menurut Sodera dan Saleh (1991). seperti Polyglactin ( merk dagang Vicryl atau Safil). maka benang harus dibuka kembali. yaitu merupakan tehnik ikatan yang mengakhiri suatu jahitan. b.

luka yang telah terkontaminasi. Abses: Infeksi hebat yang telah menghasilkan produk pus/nanah. PENGENALAN ALAT DAN BAHAN PENJAHITAN Alat dan bahan yang diperlukan pada penjahitan luka : Alat (Instrumen) a. 2. Needleholders f. Tissue forceps ( pinset ) terdiri dari dua bentuk yaitu tissue forceps bergigi ujungnya (surgical forceps) dan tanpa gigi di ujungnya yaitu atraumatic tissue forceps dan dressing forceps. 3. Sponge forceps (Cotton-swab forceps) h. 6. Nekrosis: Jahitan yang terlalu tegang dapat menyebabkan avaskularisasi sehingga menyebabkan kematian jaringan. Sinus: Bila luka infeksi sembuh dengan meninggalkan saluran sinus. bentuk segitiga dan bentuk bulat g. Scalpel handles dan scalpel blades c. Dissecting scissors ( Metzen baum ) d. Suture needles ( jarum ) dari bentuk 2/3 circle. yang terkandung di dalam serabut sutera hasil produksi ulat sutera. Hemostatic forceps ujung tak bergigi ( Pean) dan ujung bergigi (Kocher) i. dan adanya benda asing yang masih tertinggal. Hematoma: Terjadi pada pasien dengan pembuluh darah arteri terpotong dan tidak dilakukan ligasi/pengikatan sehingga perdarahan terus berlangsung dan menyebabkan bengkak. Retractors. Infeksi: Infeksi dapat terjadi karena tehnik penjahitan yang tidak steril. Overlapping: Terjadi sebagai akibat tidak dilakukan adaptasi luka sehingga luka menjadi tumpang tindih dan luka mengalami penyembuhan yang lambat dan apabila sembuh maka hasilnya akan buruk. 5. Polyester ( merk dagang Mersilene) dan Poly propylene ( merk dagang Prolene ). 9. Vi circle . Towel clamps Bahan . 4. Alamiah ( Natural) Dalam kelompok ini adalah benang silk ( sutera ) yang dibuat dari protein organik bernama fibroin. b. Komplikasi menjahit luka 1. Suture scissors e. Perdarahan: Terapi antikoagulan atau pada pasien dengan hipertensi. 7. double ended j. Buatan ( Synthetic ) Dalam kelompok ini terdapat benang dari bahan dasar nylon ( merk dagang Ethilon atau Dermalon ). biasanya ada jahitan multifilament yaitu benang pada dasar sinus yang bertindak sebagai benda asing. Dehisensi: Adalah luka yang membuka sebelum waktunya disebabkan karena jahitan yang terlalu kuat atau penggunaan bahan benang yang buruk. 8. Dead space (ruang/rongga mati): Yaitu adanya rongga pada luka yang terjadi karena penjahitan yang tidak lapis demi lapis. b.Benang yang tak dapat diserap ( nonabsorbable suture ) a.

f. Kasa steril. d. e. Anestesi lokal lidocain 2%. tissue forceps scalpel handles . Cairan Na Cl 0. Cairan desifektan : Povidon-iodidine 10 % (Bethadine ) c.a. Benang (jenis dan indikasi dijelaskan kemudian ) b.9% dan perhydrol 5 % untuk mencuci luka. Sarung tangan.

dissecting scissors .

suture scissors needle holder suture needles sponge forceps .

hemostatic forceps .

Jarum dipegang di daerah separuh bagian belakang . benang dilingkarkan pada ujung pemegang jarum. Pinset lazim dipegang dengan tangan kiri. b. . Instrument tertentu seperti pemegang jarum. di antara ibujari serta jari kedua dan ketiga. sementara jari kedua dan ketiga dipakai untuk memperkuat pegangan tangan.Retractors towel clamps CARA MEMEGANG ALAT a. gunting dan pemegang kasa: yaitu ibu jari dan jari keempat sebagai pemegang utama. Untuk membuat simpul benang setelah jarum ditembuskan pada jaringan.

Secara kimia : yaitu dengan bahan yang bersifat bakterisid .c. b. Secara fisik yaitu dengan : 1) Panas kering ( oven udara panas ) Selama 20 menit pada 200° C Selama 30 menit pada 180° C Selama 90 menit pada 160° C . Sarung tangan dipakai menurut teknik tanpa singgung. cara memegang alat PERSIAPAN ALAT Sterilisasi dan cara sterilisasi Sterilisasi adalah tindakan untuk membuat suatu alat-alat atau bahan dalam keadaan steril. seperti formalin. savlon. alkohol. Sterilisasi dapat dilakukan dengan cara : a.

subcutis. Cara ini hanya dianjurkan bila cara lain tidak tersedia. d. fascia yang mati dibuang dengan menggunakan pisau dan gunting. c. yaitu di dalam air mendidih selama 30 menit. Tempat tusukan jarum sebaiknya sekitar 1-3 cm dari tepi lukia. Jaringan kulit. PERSIAPAN PENJAHITAN ( KULIT) a. Luka dicuci ulang dengan perhydrol dan dibilas dengan NacCl.2). Jarak antara dua jahitan sebaiknya kurang lebih sama dengan tusukan jarum dari tepi luika. h. Dibuat simpul benang dengan memegang jarum dan benang diikat. B. ditempelkan suatu indikator ( yang akan berubah warna ) setelah instrument tersebut menjadi steril. maka kain pembungkus dibuka menurut´ teknik tanpa singgung. Ukuran kulit yang yang diambil dari kedua tepi luka harus sama besarnya. f. g. Daerah operasi dipersempit dengan duk steril. Indikasi: pada semua luka Kontra indikasi : tidak ada Teknik penjahitan Dilakukan sebagai berikut: a. e. TEKNIK PENJAHITAN KULIT Prinsip yang harus diperhatikan : a. Kulit dan luka didesinfeksi dengan cairan Bethadine 10%. b. Uap bertekanan ( autoclave): selama 15 menit pada 120° C dan tekanan 2 atmosfer 3). i. masuk subcutan terus kekulit sisi lainnya. e. Untuk mempertahankan agar instrument yang dibungkus tetap dalam keadaan steril. Cara memegang kulit pada tepi luka dengan surgical forceps harus dilakukan secara halus dengan mencegah trauma lebih lanjut pada jaringan tersebut. d. Pengepakan Sebelum dilakukan sterilisasi secara fisik.Khusus´ daerah wajah 2-3mm. Perlu diingat lebar dan kedalam jaringan kulit dan subcutan diusahakan agar tepi luka yang dijahit dapat mendekat dengan posisi membuka kearah luar ( everted) c. Dilakukan anestesi local dengan injeksi infiltrasi kulit sekitar luka. Jarum ditusukkan pada kulit sisi pertama dengan sudut sekitar 90 derajat. c. sehingga bagian yang terbuka hanya bagian kulit dan luka yang akan dijahit. Rambut sekitar tepi luka dicukur sampai bersih. d. Penjahitan dilakukan dari ujung luka keujung luka yang lain. semua instrument harus dibungkus dengan dua lapis kain secara rapat yang diikutkan dalam proses sterilisasi. b. Panas basah. dimulai dari bagian tengah kemudian menjauh dengan gerakan melingkar. Kulit dijahit benang yang tak dapat diserap yaitu silk atau nylon. Indikasi : Luka pada persendian Luka pada daerah yang tegangannya besar Kontra indikasi : tidak ada . Pada bagian luar pembungkus. Tepi luka diusahakan dalam keadaan terbuka keluar ( evferted ) setelah penjahitan. Jaringan subcutan dijahit dengan benang yang dapat diserap yaitu plain catgut atau poiiglactin secara simple interrupted suture. Luka dibersihkan dengan cairan perhydrol dan dibilas dengan cairan NaCl. b. SIMPLE INTERUPTED SUTURE A.

misalnya kulit yang tipis. Tusukkan jarum pada kulit sekitar 1-2 cm dari ujung luka keluar di daerah dermis kulit salah satu dari tepi luka. 3. melintasi luka dan kulit sisi lainnya. 2. kemudian keluar pada kulit tepi yang jauh. menyeberangi luka dan dikeluarkan kembali pada tepi dekat kulit sisi yang pertama. Pada teknik ini benang ditempatkan bersembunyi di bawah jaringan dermis sehingga yang terlihat hanya bagian kedua ujung benang yang terletak di dekat kedua ujung luka yang dilakukan sebagai berikut. 1.Teknik penjahitan ini dilakukan untuk mendapatkan eversi tepi luka dimana tepinya cenderung mengalami inverse. JAHITAN PENGUNCI (FESTON) Indikasi : Untuk menutup peritoneum Mendekati variasi kontinyu (lihat gambar) . sisi yang kedua. SUBCUTICULER CONTINUOS SUTURE Indikasi : Luka pada daerah yang memerlukan kosmetik Kontra indikasi : jaringan luka dengan tegangan besar. Dibuat simpul dan benang diikat. Benang kemudian dilewatkan pada jaringan dermis kulit sisi yang lain. secara bergantian terus menerus sampai pada ujung luka yang lain. Jarum ditusukkan jauh dari kulit sisi luka. Jarum kemudian ditusukkan kembali pada tepi kulit sisi kedua secara tipis. untuk kemudian dikeluarkan pada kulit 1-2 cm dari ujung luka yang lain. 3. Teknik ini dilakukan sebagai berikut: 1. Dengan demikian maka benang berjalan menyusuri kulit pada kedua sisi secara parallel disepanjang luka tersebut. 2.

jenis jahitan .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful