Besaran Vektor Vektor adalah jenis besaran yang mempunyai nilai dan arah.

Besaran yang termasuk besaran vektor antara lain perpindahan, gaya, kecepatan, percepatan, dan lain-lain. Sebuah vektor digambarkan sebagai sebuah ruas garis berarah yang mempunyai titik tangkap (titik pangkal) sebagai tempat permulaan vektor itu bekerja. Panjang garis menunjukkan nilai vektor dan arah panah menunjukkan arah vektor itu bekerja. Garis yang melalui vektor tersebut dinamakan garis kerja. Penulisan sebuah simbol besaran vektor dengan menggunakan huruf tegak dicetak tebal, misalnya vektor AB ditulis AB. Selain itu, dapat pula dinyatakan dengan huruf miring dengan tanda panah di atasnya, misalnya vektor AB ditulis . Besar (nilai) sebuah vektor dinyatakan dengan huruf miring AB. Selain itu dapat pula dituliskan dalam garis mutlak, yaitu dua garis tegak sejajar, pada kedua sisi notasi vektor, misalnya, besarnya vektor AB = AB = |AB|. 1. Menggambarkan Vektor dalam Bidang Datar (dalam Dua Sumbu) Pada bidang datar, vektor mempunyai dua komponen yaitu pada sumbu x dan sumbu y. Sebuah vektor dapat saja mempunyai satu komponen bila vektor tersebut berada pada salah satu sumbu x atau y. Komponen vektor adalah vektor-vektor yang bekerja pada saat yang bersamaan sehingga menghasilkan satu vektor dengan arah tertentu (resultan). Oleh karena vektor tergantung pada besar dan arah, maka vektor tersebut dapat dipindahkan titik tangkapnya asal besar dan arahnya tetap. Penulisan matematis A dapat ditulis dalam komponen-komponennya: A = Ax + Ay; A merupakan jumlah dari komponen-komponennya. v Cara lain untuk menuliskan vektor, yaitu: ektor pada bidang datar xoy dengan α adalah arah vektor terhadap sumbu x Di mana: Ax dan Ay menunjukkan besar (harga) vektor pada masing-masing komponen sumbu x dan sumbu y, sedangkan i dan j adalah vektor satuan pada masing-masing komponen sumbu x dan sumbu y. Vektor satuan adalah vektor yang besar/harganya satu satuan; vektor ruang yang telah diuraikan ke sumbu x(i), sumbu y(j), dan sumbu z(k). Dikatakan vektor satuan karena besar vektor = |i| = |j| = |k| = 1. Misalnya, vektor A mempunyai komponen sumbu x(Ax), pada sumbu y(Ay), dan sumbu z(Az ), maka vektor A dapat ditulis dalam lambang vektor:

atau sebaliknya. b. Gambar disamping menunjukkan penjumlahan dua vektor A dan B. maka A + B = R adalah diagonal jajaran genjang. maka jumlah vektor dapat dilukiskan dengan menggunakan metode tertentu. Dengan kata lain untuk €œmenjumlahkan dua buah vektor€ adalah €œmencari resultan€. Cara ini disebut dengan metode jajaran genjang. Untuk vektor-vektor yang membentuk sudut α . buat jajaran genjang dengan A dan B sebagai sisi-sisinya. Jumlah vektor segaris maka resultan (jumlah) vektor dituliskan: R = A + B Pada kasus penjumlahan vektor yang lain. sehingga dihasilkan: . terdapat dua vektor yang tidak segaris yang mempunyai titik pangkal sama tetapi dengan arah yang berbeda. dapat diketahui besar dan arah resultan kedua vektor tersebut. titik tangkap A dan B dibuat berimpit dengan memindahkan titik tangkap A ke titik tangkap B. c. Penjumlahan Vektor Penjumlahan dua buah vektor ialah mencari sebuah vektor yang komponen-komponennya adalah jumlah dari kedua komponenkomponen vektor pembentuknya. seperti yang ditunjukkan gambar disamping kanan. sehingga membentuk sudut tertentu. Dengan menggunakan persamaan. Untuk vektor-vektor segaris. a. Penjumlahan Vektor Menggunakan cara Jajar Genjang Cara melukiskan jumlah dua buah vektor dengan metode jajaran genjang sebagai berikut: a.Panjang vektor A adalah: 2. tarik diagonal dari titik tangkap sekutu. misalnya vektor A dan B dalam posisi segaris dengan arah yang sama seperti tampak pada gambar disamping. Persamaan diperoleh dengan menerapkan aturan cosinus pada segitiga OPR.

Misalnya sudut θ merupakan sudut yang dibentuk R dan A. Arah R dapat ditentukan oleh sudut antara R dan A atau R dan B. PR = OQ = B. Resultan vektor tersebut diperoleh dengan menghubungkan titik pangkal vektor pertama dengan ujung vektor kedua. kita perlu menentukan arah dan resultan vektor tersebut. Sebuah vektor mempunyai besar dan arah. maka dengan menggunakan aturan sinus pada segitiga OPR akan diperoleh: Dengan menggunakan persamaan tersebut. Dua buah vektor A dan B. Jadi setelah mengetahui besarnya. akan mempunyai resultan yang persamaannya dituliskan: R = A + B Resultan dua vektor akan diperoleh dengan menempatkan pangkal vektor yang kedua pada ujung vektor pertama. OR = R. Penjumlahan Vektor Menggunakan cara Segitiga Metode segitiga merupakan cara lain untuk menjumlahkan dua vektor. α adalah sudut terkecil yang dibentuk oleh A dan B. selain metode jajaran genjang. yang pergerakannya ditunjukkan gambar (a) disamping kanan. .Diketahui bahwa OP = A. jika α lancip. sehingga: R adalah diagonal panjang jajaran genjang. maka besar sudut θ dapat diketahui. a. Sementara itu.

A + B = B + A Hasil yang diperoleh ternyata tidak berubah. Jadi. Selanjutnya. Misalnya. resultannya dijumlahkan dengan vektor ke-3 dan seterusnya. dan C seperti ditunjukkan pada gambar disamping. penjumlahan tiga buah vektor A. Pertamatama jumlahkan vektor A dan B yang akan menghasilkan vektor V. pergerakan dimulai dengan vektor B dilanjutkan engan A. c) besar dan arah vektor R dicari dengan aturan cosinus dan sinus. maka penjumlahan vektor dilakukan dengan menggunakan metode poligon (segi banyak). B. dapat disimpulkan bahwa penjumlahan vektor bersifat komutatif. b) hubungkan titik tangkap vektor pertama ke ujung vektor kedua yang menunjukkan resultan kedua vektor tersebut. sehingga diperoleh persamaan: R = B + A Sehingga. vektor V tersebut dijumlahkan dengan vektor C ehingga dihasilkan resultan R: R = (A + B) + C = V + C Dapat dilakukan juga dengan cara lain yaitu dengan menjumlahkan vektor B dan C untuk menghasilkan W. Tahapan-tahapan penjumlahan vektor dengan metode segitiga adalah sebagai berikut: a) pindahkan titik tangkap salah satu vektor ke ujung berikutnya. . yang kemudian dijumlahkan dengan vektor A. Jika penjumlahan lebih dari dua buah vektor. maka dijumlahkan dulu dua buah vektor. sehingga diperoleh resultan R. yaitu: R = A + ( B + C) = A + W Jika banyak vektor.Pada Gambar (b) disamping kiri.

22(a). Komponen ini merupakan nilai efektif dalam suatu arah yang diberikan. arah vektor ditentukan dengan persamaan: BESARAN VEKTOR (penjumlahan vektor dengan metode segitiga) Metode segitiga merupakan cara lain untuk menjumlahkan dua vektor. akan mempunyai resultan yang persamaannya dituliskan: R=A+B Resultan dua vektor akan diperoleh dengan menempatkan pangkal vektor yang kedua pada ujung vektor pertama. Untuk keperluan penghitungan tertentu. tetapi berlawanan arah. jika dikurangkan maka: A B = A + (-B). vektor A dan B. kadang-kadang sebuah vektor yang terletak dalam bidang koordinat sumbu x dan sumbu y harus diuraikan menjadi komponen-komponen yang saling tegak lurus (sumbu x dan sumbu y). yang pergerakannya ditunjukkan Gambar 1. pergerakan dimulai dengan vektor B dilanjutkan dengan A. Misalnya. 4.3. Pengurangan Vektor Pengurangan vektor pada prinsipnya sama dengan penjumlahan. maka komponen vektornya adalah: Besar (nilai) vektor A dapat diketahui dari persamaan: Sementara itu. Dua buah vektor A dan B. Cara menguraikan vektor seperti ini disebut analisis. Pada Gambar 1. Misalnya. tetapi dalam hal ini salah satu vektor mempunyai arah yang berlawanan.22(b). (-B) adalah vektor yang sama dengan B. Penguraian vektor secara analisis. Resultan vektor tersebut diperoleh dengan menghubungkan titik pangkal vektor pertama dengan ujung vektor kedua. selain metode jajaran genjang. Di mana. sehingga diperoleh persamaan: R=B+A . vektor A membentuk sudut α terhadap sumbu x positif.

dapat disimpulkan bahwa penjumlahan vektor bersifat komutatif. b) hubungkan titik tangkap vektor pertama ke ujung vektor kedua yang menunjukkan resultan kedua vektor tersebut.23. dan C yang ditunjukkan pada Gambar 1. Cara ini disebut dengan metode jajaran genjang. Untuk vektor-vektor segaris. sehingga membentuk sudut tertentu. maka dijumlahkan dulu dua buah vektor. Dengan kata lain untuk “menjumlahkan dua buah vektor” adalah “mencari resultan”. Tahapan-tahapan penjumlahan vektor dengan metode segitiga adalah sebagai berikut: a) pindahkan titik tangkap salah satu vektor ke ujung berikutnya. misalnya vektor A dan B dalam posisi segaris dengan arah yang sama seperti tampak pada Gambar 1. Selanjutnya. yang dituliskan: R = A + (B + C) = A + W Jika banyak vektor. . maka resultan (jumlah) vektor dituliskan: Pada kasus penjumlahan vektor yang lain. seperti yang ditunjukkan Gambar 1. Misalnya. c) besar dan arah dicari dengan aturan cosinus dan sinus. B. BESARAN VEKTOR (penjumlahan vektor metode jajar genjang) Penjumlahan dua buah vektor ialah mencari sebuah vektor yang komponen-komponennya adalah jumlah dari kedua komponen-komponen vektor pembentuknya. Untuk vektor-vektor yang membentuk sudut α . maka penjumlahan vektor dilakukan dengan menggunakan metode poligon (segi banyak). vektor V tersebut dijumlahkan dengan vektor C sehingga dihasilkan resultan R. Pertama-tama kita jumlahkan vektor A dan B yang akan menghasilkan vektor V. maka jumlah vektor dapat dilukiskan dengan menggunakan metode tertentu.Jadi.20(b) terdapat dua vektor yang tidak segaris yang mempunyai titik pangkal sama tetapi dengan arah yang berbeda.20(a). A+B=B+A Hasil yang diperoleh ternyata tidak berubah. Jadi. penjumlahan tiga buah vektor A. Jika penjumlahan lebih dari dua buah vektor. resultannya dijumlahkan dengan vektor ke-3 dan seterusnya.

OR = R. c. Jadi setelah mengetahui besarnya. buat jajaran genjang dengan A dan B sebagai sisi-sisinya. titik tangkap A dan B dibuat berimpit dengan memindahkan titik tangkap A ke titik tangkap B. Dengan menggunakan persamaan tertentu.21 menunjukkan penjumlahan dua vektor A dan B. maka A + B = R adalah diagonal jajaran genjang. atau sebaliknya: b. α adalah sudut terkecil yang dibentuk oleh A dan B. kita perlu menentukan arah dan resultan vektor tersebut. maka besar sudut dapat diketahui. . Sementara itu. Misalnya sudut merupakan sudut yang dibentuk R dan A. maka dengan menggunakan aturan sinus pada segitiga OPR akan diperoleh: sehingga: Dengan menggunakan persamaan tersebut.Cara melukiskan jumlah dua buah vektor dengan metode jajaran genjang sebagai berikut: a. jika α lancip. dapat diketahui besar dan arah resultan kedua vektor tersebut. tarik diagonal dari titik tangkap sekutu. sehingga: R adalah diagonal panjang jajaran genjang. Sebuah vektor mempunyai besar dan arah. Persamaan tersebut diperoleh dengan menerapkan aturan cosinus pada segitiga OPR. Gambar 1. Arah R dapat ditentukan oleh sudut antara R dan A atau R dan B. PR = OQ = B. sehingga dihasilkan: Diketahui bahwa OP = A.

dengan menggambar vektor resultan (F1 + F2). Bingung ? silahkan baca terus biar paham. tanda minus hanya menunjukkan bahwa arah -F2 berlawanan dengan F2. dengan pangkalnya berhimpitan dengan ujung vektor pertama. gambar vektor -F2. Berimpit itu artinya menempel. Bagaimana menggambar selisih vektor F1 dan F2 ? Pertama. . vektor -F2 besarnya sama dengan F2. Cara menggambar jumlah dua buah vektor adalah dengan metode segitiga. Berapa selisih kedua vektor tersebut ? misalnya F3 adalah selisih vektor F1 dan F2. gambar tanda panah vektor resultan F3. di mana pangkal vektor F3 berimpit dengan pangkal vektor F1 dan ujung vektor F3 berimpit dengan ujung vektor -F2. Proses ini ditunjukkan pada gambar di bawah ini. kedua. sebuah vektor F1 dan vektor F2 nilainya seperti tampak pada diagram di bawah. Ke arah mana benda itu akan pindah ? tentu saja benda tersebut tidak berpindah searah F1 atau F2. Ketiga. gambar terlebih dahulu tanda panah yang melambangkan vektor F1. selesai. (Lihat dan bandingkan gambar di bawah dan di atas). gambar vektor F1 berupa tanda panah. atau apalah terserah kamu. maka benda tersebut berpindah searah dengan F1 + F2. ketiga. F1.selisih dua buah vektor dengan metode segitiga Misalkan dua orang anak mendorong sebuah benda dengan vektor gaya masing-masing sebesar F1 dan F2. F2. Selesai…. Operasi ini disebut jumlah vektor. Cara menggambar selisih vektor pada dasarnya sama dengan menggambar penjumlahan dua vektor. kedua. Pertama. dalam kasus seperti itu. hanya arahnya berlawanan. jumlahkan kedua vektor. seperti ditunjukkan diagram di bawah. Hal ini menunjukkan bahwa selisih antara vektor F1 dan F2 sama saja dengan penjumlahan vektor F1 dan vektor -F2. dari pangkal vektor F1 menuju ujung vektor F2. Sebagai contoh. maka dapat kita tulis F3 = F1 – F2 atau F3 = F1 + (-F2). gambar vektor kedua.

kan dah besar. untuk menggambar vektor resultan/hasil penjumlahan lebih dari 2 vektor. Sebelumnya. karena suka jalan-jalan maka kamu dihukum pacarmu (aneh ya…) untuk menggambar vektor perpindahanmu tadi. sambil lihat gambar. bacanya pelan2 biar ngerti. Guampang to ? mission complete… lanjut. Gimana. Ketiga. vektor C. baca. dah siap belum ? sekarang tarik napas panjang…. Selain menggambar penjumlahan vektor dengan metode/cara segitiga dan poligon. selesai… Kalo masih bingung. next mission…. maka kamu pindah lagi sejauh 2 meter. gambar vektor A. gambar vektor D sebagai vektor resultan/hasil. maka kamu tidak bisa menggunakan metode/cara segitiga. vektor B. Karena hobimu jalan-jalan. kedua. Bagaimana jika kamu disuruh menggambar resultan atau jumlah vektor yang lebih dari 3 ? Misalnya kamu berpindah sejauh 4 meter. kita belajar menggambar 2 vektor dengan cara segitiga. vektor A (lihat gambar di bawah). caranya seperti menggambar vektor B. terakhir. kita juga bisa menggunakan metode jajaran genjong. lalu kamu berpindah lagi sejauh 3 meter. eh genjang. Kenapa? Cari tahu sendiri ya. Menggambar Penjumlahan lebih dari 2 Vektor dengan metode Poligon Poligon itu artinya segi banyak/banyak segi. lanjut. gambar vektor B. Caranya. gambar vektor C di ujung vektor B. Kalau metode segitiga khusus untuk dua . dimana pangkal vektor D nempel dengan pangkal vektor A dan ujung vektor B nempel dengan ujung vektor C.Gampang to ? masih ga mudeng ? ulangi dari awal. Kamu harus menggunakan metode poligon/segi banyak. pertama. di mana pangkal vektor B berimpit/nempel dengan ujung vektor A (lihat gambar di bawah). Loncat ke bawah….. Menggambar Penjumlahan 2 atau Lebih vektor dengan metode Jajaran Genjang. Kalau sudah paham.

keempat. hehe…). Ke arah mana benda itu akan pindah ? untuk menggambar penjumlahan dua vektor. Kedua. ketiga. lakukan sesuai langkah2 di bawah ini. Pertama. seperti ditunjukkan diagram di bawah. gambar vektor F2. di mana pangkal vektor F3 nempel dengan pangkal vektor F1 dan F2. gambar vektor F1 menggunakan tandah panah (lihat gambar di bawah). di mana pangkalnya berhimpit dengan pangkal vektor A dan B. di mana pangkalnya berimpit/nempel dengan pangkal/buntut vektor A. Karena hobimu jalan-jalan. gambar vektor A menggunakan tandah panah (lihat gambar di bawah). di mana pangkal/buntut berimpit/nempel dengan pangkal/buntut vektor F1. Kedua. Bagaimanakah ? Untuk menggambar penjumlahan lebih dari 2 vektor. sedangkan ujung vektor F3 nempel dengan titik temu garis putus-putus dari kedua ujung vektor F1 dan vektor F2 (sambil lihat gambar. maka kamu pindah lagi sejauh 2 meter seperti vektor C. pake aja dua tanganmu sekalian.B dan C menuju titik temu garis putus-putus yang sudah kamu buat . gambar vektor C. karena suka jalan-jalan maka kamu dihukum pacarmu (aneh ya…) untuk menggambar vektor perpindahanmu. gambar vektor resultan. lalu kamu berpindah lagi sejauh 3 meter seperti vektor B. Bagaimana menggambar penjumlahan dua vektor atau lebih menggunakan cara jajaran genjang ? Menggambar penjumlahan 2 vektor menggunakan metode jajaran genjong. Menggambar penjumlahan lebih dari 2 vektor menggunakan metode jajaran genjong.vektor dan metode poligon khusus untuk lebih dari dua vektor. Vektor D (buat garis satu2. maka metode jajaran genjang untuk menggambar penjumlahan dua vektor atau lebih. Misalnya kamu berpindah sejauh 4 meter seperti vektor A (lihat gambar di bawah). Kelima. buat garis putus-putus tegak lurus dari ujung vektor A dan B sampai kedua garis putus-putus tersebut bertemu. gambar vektor B. tarik garis dari pangkal vektor A. F3 (F1 + F2). kalo kamu kidal+. Pertama. Misalkan dua orang anak mendorong sebuah benda dengan vektor Gaya masing-masing sebesar F1 dan F2. lihat petunjuk berikut ini. tapi kali ini dengan metode jajaran genjong. ketiga. biar tidak bingung).

dapat digunakan tiga metode. Diagonal jajar genjang merupakan resultan atau hasil penggabungan vektor F1 dan vektor F2 . Nah.tadi (jangan lupa lihat gambar ya). Vektor Resultan (R). buat lagi garis putus2 tegak lurus dari titik temu vektor A dan B dan dari ujung vektor C sampai kedua garis putus2 tersebut bertemu. B dan C menuju titik temu garis putus2 yang baru saja kamu buat. metode segitiga dan metode poligon. Hasil penjumlahan ataupun hasil pengurangan dari dua vektor atau lebih disebut resultan vektor. Buatlah jajar genjang dengan sisi-sisi vektor F1 dan F2 3. yang bekerja pada suatu bidang. Metode Jajar Genjang 1. antara lain metode jajar genjang. Garis terakhir tersebut adalah vektor resultannya…. sekarang tarik garis lurus dari pangkal vektor A. Keenam. Untuk mencari resultan beberapa vektor. Lukislah vektor F1 dan F2 dengan titik tangkap berimpit di titik O 2.

Sudut α menunjukkan arah resultan kedua vektor terhadap vektor F1 Metode Segitiga 1. Oleh karena itu harus digunakan metode segibanyak (poligon). Sudut α menunjukkan arah resultan kedua vektor terhadap arah vektor F1 Metode Poligon Jika ada tiga vektor atau lebih.4. anda tidak mungkin menjumlahkan vektor-vektor tersebut dengan metode jajar genjang atau metode segitiga. Lukislah vektor F2 dengan titik tangkap di ujung vektor F1 3. Lukislah vektor F1 dengan titik tangkap di titik O 2. Untuk lebih jelasnya. perhatikanlah gambar berikut Pada gambar di samping terdapat tiga buah vektor yang akan dicari resultannya. Adapun resultan ketiga vektor tersebut seperti tampak pada gambar berikut .

Oleh karena itu. Berikut adalah simulasi terkait dengan penjumlahan dan pengurangan vektor. Lukislah vektor F2 dengan titik tangkap di ujung vektor F1 3. tekanlah tombol yang sudah tersedia. Lukis garis penghubung antara titik tangkap O dan ujung vektor F3. Lukislah vektor F1 dengan titik tangkap di O 2.Berikut adalah tahap-tahap dalam menentukan resultan vektor mengguanakan metode poligon 1. Lukislah vektor F3 dengan titik tangkap di ujung vektor F2 4. . F2. tiga metode dalam penjumlahan vektor yang telah dipelajari sebelumnya juga berlaku untuk selisih vektor. Hubungkan titik tangkap di O dengan ujung vektor F3. dan F3 Menggambar Pengurangan Vektor Selisih antara dua buah vektor F1 dan F2 (ditulis R = F1-F2) sama saja dengan menentukan jumlah antara vektor F1 dan vektor -F2 atau R = F1 + (-F2). mula=mula lukislah vektor F1. kemudian lukis juga vektor -F2 yang didapat dengan caramembalikkan arah F2 sehinggga -F2 berlawanan arah dengan vektor F2. Untuk melukiskan R = F1-F2. Garis penghubung ini merupakan resultan vektor F1. Untuk melihat simulasi.

3. Dengan menggunakan perbandingan skala dan besar sudut yang tepat. yaitu timbulnya kesalahan sistematis. Dengan menggunakan rumus cosinus. Metode Grafis Menentikan resultan vektor secara grafis dapat dilakukan dengan metode jajar genjang. Misalnya untuk vektor gaya yang besarnya 10 N dilukiskan dengan panjang 1 cm. metode segitiga. 1. atau metode poligon. untuk mendapatkan resultan dua buah vektor secara akurat.Resultan Vektor Untuk menentukan besar resultan vektor. yaitu dengan menggunakan rumus cosinus. OA = F1. Vektor resultan dapat dilukiskan dengan metode jajar genjang. sehingga untuk vektor gaya 20 N harus dilukis dengan panjang 2 cm. pengukuran panjang resultan vektor dapat dilakukan dengan menggunakan mistar. dapat digunakan metode grafis dan metode analisis seperti berikut. dan metode poligon. Aturan menentukan besar dan arah resultan vektor dengan metode grafis. dapat digunakan persamaan sebagai berikut. sedangkan besar sudut dapat dihitung menggunakan busur derjat. digunakan metode analisis. Untuk menghindari kesalahan tersebut. misalnya dalam segitiga OAC akan diperoleh Oleh karena OC = R. maka persamaan tersebut akan menjadi . Sudut vektor bernilai positif diukur berlawanan arah putaran jarum jam dan bernilai negatif diukur searah putaran jarum jam 2. 4. Adapun sudut arah vektor dapat diukur dengan busur derajat. Panjang vektor dilukiskan menggunakan skala panjang yang sesuai. terdapat beberapa kelemahan. dan AC = F2. Arah acuan vektor ditentukan berdasarkan arah sumbu x positif. Panjang resultan vektor diukur dengan mistar dan arah vektor resultan terhadap sumbu x positif Dalam menghitung jumlah dua vektor mengguanakan metode grafis. Secara matematis. metode segitiga.

Menentukan Arah Resultan Vektor Untuk menentukan arah resultan vektor. terhadap salah satu vektor penyusunnya. Hal ini disebabkan karena hasil kali titik dari dua buah vektor menghasilkan bilangan skalar . Hasil perkalian titik dari dua buah vektor A dan B misalnya kita sebut C dapat dinyatakan dengan suatu persamaan berikut Berikut adalah simulasi perkalian titik dua buah vektor . Perhatikanlah gambar Perkalian Vektor Perkalian Titik (Dot Product) Perkalian titik dua buah vektor merupakan perkalian skalar dari dua vektor tersebut. dapat digunakan persamaan sisnus.

Vektor C yang dihasilkan ini selalu tegak lurus dengan bidang yang dibentuk oleh vektor A dan vektor B C=AXB Adapun arah vektor C akan mengikuti aturan putaran skrup. seperti tampak pada gambar berikut .Perkalian Silang (Cross Product) Perkalian silang dari dua buah vektor akan menghasilkan sebuah vektor baru. Hasil perkalian silang vektor A dan vektor B (dibaca A cross B) menghasilkan vektor C. sehingga perkalian silang dua buah vektor juga disebut dengan perkalian vektor.

Berikut adalah simulasi perkalian silang dua buah vektor .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful