TEKNIK MENULIS BERITA Menulis adalah pekerjaan seni.

Pelukis terkenal Sudjojono pernah ditanya seseorang, "Bagaimana Anda melukis?" Sudjojono malah balik bertanya, "Apakah saudara punya buku panduan naik sepeda?" Begitulah. Menulis berita pun tak jauh beda dengan pekerjaan melukis. Namun, karena berita menyajikan fakta-fakta, ada kaidah-kaidah tertentu yang tak boleh ditinggalkan seorang wartawan. Ada begitu banyak buku panduan dan teknik menulis berita yang sudah diterbitkan yang ditulis wartawan senior, meski pokok-pokoknya mengacu pada satu hal. Jika pun makalah ini ditulis, hanya sedikit pokok-pokok yang bisa dijelaskan, karena menulis berita tidak mungkin diuraikan secara sistematis. Berbeda dengan majalah yang sifat beritanya lebih analisis, berita keras tidak boleh beropini. Sehingga tulisan hanya menyajikan fakta-fakta. Dan waktu juga menjadi perhatian lainnya. Berita majalah berbentuk feature berita sehingga sifanya tidak tergantung waktu. Sedangkan koran yang terbit harian sifat beritanya pun terbatas oleh waktu. Esok harinya, sudah ada berita baru sebagai perkembangan berita sebelumnya. Apalagi media dotcom yang melaporkan perkembangan dari jam ke jam bahkan dari menit ke menit. Di sini hanya akan dibatasi menulis berita keras. Judul 1. Judul berita sebisa mungkin dibuat dengan kalimat pendek, tapi bisa menggambarkan isi berita secara keseluruhan. Pemberian judul ini menjadi penentu apakah pembaca akan tertarik membaca berita yang ditulis atau tidak. 2. Menggunakan kalimat aktif agar daya dorongnya lebih kuat. Seorang penulis novel terkenal, Stephen King, pernah mencemooh penulis yang menggunakan kalimat aktif. "Kalimat pasif itu aman," kata King. Mungkin benar, tapi memberi judul berita bukan soal aman atau tidak aman. Judul aktif akan lebih menggugah. Bandingkan misalnya judul "Suami Istri Ditabrak Truk di Jalan Tol" dengan "Truk Tronton Tabrak Suami Istri di Jalan Tol". Judul kedua, rasanya, lebih hidup dan kuat. Namun pemberian judul aktif tidak baku. Ada judul berita yang lebih kuat dengan kalimat pasif. Biasanya si subyek berita termasuk orang terkenal. Misalnya judul "Syahril Sabirin Divonis 3 Tahun Penjara." 3. Persoalan judul menjadi menarik seiring munculnya media berita internet. Memberi judul untuk koran yang waktunya sehari tidak akan memancing pembaca jika mengikuti peristiwa yang terjadi, karena peristiwa itu sudah basi dan ditulis habis di media dotcom. Memberi judul untuk koran sebaiknya memikirkan dampak ke depan. Misalnya, judul "Syahril Sabirin Divonis 3 Tahun Penjara." Bagi koran yang terbit esok pagi, misalnya, judul ini basi karena media dotcom dan radio (juga) televisi, sudah memberitakannya begitu vonis dijatuhkan. Untuk mengetahui dampak ke depan setelah vonis dijatuhkan,

wartawan yang meliput harus kerja lebih keras. Misalnya dengan bertanya ke sumber-sumber dan Syahril sendiri soal dampak dari vonis itu.

Pembaca, tentu saja ingin tahu perkembangan berikutnya pada pagi hari setelah mendengar berita tersebut dari radio, televisi dan membaca internet malam sebelumnya. Namun, soal judul untuk koran dan media dotcom dengan cara seperti ini masih menjadi perdebatan. Karena judul "Syahril Sabirin Divonis..." masih kuat ketika ditulis esok harinya. Ini hanya soal kelengkapan saja. Jika dotcom dan media elektronik hanya membuat breaking news-nya saja, koran—karena mempunyai waktu tenggat lebih lama—bisa melengkapi dampakdampak tersebut di tulisannya, meski memakai judul yang sama. Lead 1. Selain judul, lead bisa menjadi penentu seorang pembaca akan melanjutkan bacaannya atau tidak. Sehingga beberapa buku panduan menulis berita menyebut lebih dari 10 lead yang bisa dipakai dalam sebuah berita. Namun, hal yang tak boleh dilupakan dalam menulis lead adalah unsur 5W + 1H (Apa/What, Di mana/Where, Kapan/When, Mengapa/Why, Siapa/Who dan Bagaimana/How) . Pembaca yang sibuk, tentu tidak akan lama-lama membaca berita. Pembaca akan segera tahu apa berita yang ditulis wartawan hanya dengan membaca lead. Tentu saja, jika pembaca masih tertarik dengan berita itu, ia akan melanjutkan bacaannya sampai akhir. Dan tugas wartawan terus memancing pembaca agar membaca berita sampai tuntas. 2. Lead terkait dengan peg atau biasa disebut pelatuk berita. Seorang reporter ketika ditugaskan meliput peristiwa harus sudah tahu "pelatuk" apa yang akan dibuat sebelum menulis berita. Pelatuk berbeda dengan sudut berita. Ada satu contoh. Misalkan seorang reporter ditugaskan meliput banjir yang merendam ratusan rumah dan warga mengungsi. Yang disebut sudut berita adalah peristiwa banjir itu sendiri, sedangkan peg adalah warga yang mengungsi. Mana yang menarik dijadikan lead? Anda bisa memilih sendiri. Membuat lead soal mengungsi mungkin lebih menarik dibanding banjir itu sendiri. Karena ini menyangkut manusia yang secara langsung akan berhubungan dengan pembaca. Berita lebih menyentuh jika mengambil lead ini. Manusia, secara lahiriah, senang menggunjingkan manusia lain. Badan Berita 1. Penentuan lead ini juga membantu reporter menginventarisasi bahanbahan berita. Sehingga penulisan berita menjadi terarah dan tidak keluar dari lead. Inilah yang disebut badan berita. Ada hukum lain selain soal unsur pada poin 1 tadi, yakni piramida terbalik. Semakin ke bawah, detail-detail berita semakin tidak penting. Sehingga ini akan membantu editor memotong berita jika space tidak cukup tanpa kehilangan pentingnya berita itu sendiri.

2. Untuk lebih mudahnya, susun berita yang berawal dari lead itu secara kronologis. Sehingga pembaca bisa mengikuti seolah-olah berita itu suatu cerita. Teknik ini juga akan membantu reporter memberikan premis penghubung antar paragraf. Hal ini penting, karena berita yang melompat-lompat, selain mengurangi kejelasan, juga mengurangi kenyamanan membaca. 3. Cek dan ricek bahan yang sudah didapat. Dalam berita, akurasi menjadi hal yang sangat penting. Jangan sungkan untuk menanyakan langsung ke nara sumber soal namanya, umur, pendidikan dan lain-lain. Bila perlu kita tulis di secarik kertas lalu sodorkan ke hadapannya apakah benar seperti yang ditulis atau tidak. Akurasi juga menyangkut fakta-fakta. Kuncinya selalu cek-ricek-triple cek.

Bahasa 1. Bahasa menjadi elemen yang penting dalam berita. Bayangkan bahwa pembaca itu berasal dari beragam strata. Bahasa yang digunakan untuk berita hendaknya bahasa percakapan. Hilangkan kata bersayap, berkabut bahkan klise. Jika narasumber memberikan keterangan dengan kalimat-kalimat klise, seorang reporter yang baik akan menerjemahkan perkataan narasumber itu dengan kalimat-kalimat sederhana. Tentu saja kita tidak mengerti jargon-jargon yang seperti, "Disiplin Mencerminkan Kepribadian Bangsa" yang ditulis besar-besar pada spanduk. Siapa yang peduli bangsa? Berita yang bagus adalah berita yang dekat dengan pembaca. 2. Menulis lead yang bicara. Untuk mengujinya, bacalah lead atau berita tersebut keras-keras. Jika sebelum titik, nafas sudah habis, berarti berita yang dibuat tidak bicara, melelahkan dan tidak enak dibaca. Ada buku panduan yang menyebut satu paragraf dalam sebuah berita paling panjang dua-tiga kalimat yang memuat 20-30 kata. Untuk menyiasatinya cobalah menulis sambil diucapkan. 3. Berita yang bagus adalah berita yang seolah-olah bisa didengar. Prinsipnya sederhana, makin sederhana makin baik. Seringkali reporter terpancing menuliskan berita dengan peristiwa sebelumnya jika berita itu terus berlanjut, sehingga kalimat jadi panjang. Untuk menghindarinya, jangan memulai tulisan dengan anak kalimat atau keterangan. Agar jelas, segera tampilkan nilai beritanya. 4. Menghidari kata sifat. Menulis berita dengan kata sifat cenderung menggurui pembaca. Pakailah kata kerja. Menulis berita adalah menyusun faktafakta. Kata "memilukan", misalnya, tidak lagi menggugah pembaca dibanding menampilkan fakta-fakta dengan kata kerja dan contoh-contoh. Tangis perempuan itu memilukan hati, misalnya. Pembaca tidak tahu seperti apa tangis yang memilukan hati itu. Menuliskan fakta-fakta yang dilakukan si perempuan saat menangis lebih bisa menggambarkan bagaimana perempuan itu menangis.

Dalam menulis berita seorang reporter harus menganggap pembaca belum tahu peristiwa itu.personal.'' kata Ernest Hemingway. mukanya memerah dan lain-lain. memiliki sudut pandang yang unik dan cerdas. "Don't Tell. Ekstrak 1. setiap karya jurnalistik yang bagus memiliki setidaknya tujuh unsur. Mereka dikangeni karena berjiwa -. But Show!" 5. Menuliskan ekstrak peristiwa sebelumnya dalam berita dengan perkembangan terbaru menjadi penting. Tapi juga jangan menganggap enteng pembaca. tangkas dengan kejutan. Menuliskan angka-angka. suaranya melengking. lebih baik ditulis "lebih dari Rp 904 juta atau lebih dari Rp 900 juta".bukan kecanggihan retorika atau pernik-pernik bahasa. serta penuh vitalitas. Untuk bisa menulis prosa yang efektif.500. simple dan elok. TUJUH ELEMEN Apapun subyeknya. meski peristiwanya terus berlanjut dan sudah berlangsung lama. ''Prosa adalah arsitektur. Kasus korupsi seringkali melibatkan angka desimal. rambutnya acak-acakan. bukan bahasa. yang merupakan batu bata penyusun sebuah tulisan yang efektif. penulis pertama-tama harus mengumpulkan kepingan informasi serta detil konkret yang spesifik dan akurat -. Jumlah Rp 904. Tulisan yang baik tak ubahnya seperti tarian burung camar di sebuah teluk: ekonomis dalam gerak. Tulisan yang baik adalah hasil ramuan ketrampilan (reporter) menggali bahan penting di lapangan dan kemampuan (redaktur) menuliskannya secara hidup.Misalnya.775. SEPERTI TARIAN BURUNG CAMAR Tulisan yang hidup adalah senjata penting untuk menaklukkan minat pembaca di tengah persaingan antar media komunikasi yang kian ketat. Jangan pernah menganggap pembaca sudah tahu berita yang ditulis. sehingga timbul kesan menggurui. Informasi Adalah informasi. Pembaca kadang tidak memerlukan detail angkaangka. Signifikansi . bukan dekorasi interior.

Konteks Tulisan yang efektif mampu meletakkan informasi pada perspektif yang tepat sehingga pembaca tahu dari mana kisah berawal dan kemana mengalir. Penulis yang lebih lihai menggelombangkan konteks ke seluruh cerita. kesehatan. ''Less is more. terbatasi secara tegas dan sangat fokus. Bentuk Tulisan yang efektif memiliki sebuah bentuk yang mengandung dan --sekaligus -.Tulisan yang baik memiliki dampak pada pembaca.trend sosial.bring her on and let her scream. tragedi kemanusiaan -dengan memperkenalkan pembaca kepada orang-orang yang menciptakan gagasan dan menggerakkan peristiwa. kemakmuran maupun kesadaran mereka akan nilai-nilai. Umumnya berbentuk narasi. seberapa jauh dampaknya dan seberapa tipikal. penemuan ilmiah. Jurnalisme menyajikan gagasan dan peristiwa -. Wajah Manusia suka membaca tulisan tentang manusia lainnya.'' kata Mark Twain. Dia memberikan informasi yang ingin dan penting diketahui pembaca. ''Don't write about Man. Penulis yang tak terlalu piawai menyajikan konteks dalam sebuah kapsul besar secara sekaligus.'' lagi-lagi kata Hemingway.mengungkapkan cerita. krisis internasional. perkembangan ekonomi. seorang humoris Amerika. Tulisan akan efektif jika penulisnya mampu mengambil jarak dan membiarkan pembacanya bertemu. sedang dan akan terjadi. bukan pertempuran. berkenalan serta mendengar sendiri gagasan/informasi/perasaan dari manusia-manusia di dalamnya. Atau dengan menghadirkan orang-orang yang terpengaruh oleh gagasan dan peristiwa itu. ''Don't say the old lady screamed -. Umumnya tulisan yang baik hanya mengatakan satu hal. Memperbincangkan sebuah person. opini hukum. Mereka mengisahkan seorang serdadu atau seorang korban. sebuah kehidupan.'' kata Elwyn Brooks White. Serta meletakkan informasi itu dalam sebuah perspektif yang berdimensi: mengisahkan apa yang telah. Fokus Tulisan yang sukses biasanya justru pendek. Dan sebuah . write about a man. bukan sebuah kelompok sosio-ekonomi. jurnalis dan novelis pengarang The Adventure of Tom Sawyer. sehingga sulit dicerna. Dia mengingatkan pembaca pada sesuatu yang mengancam kehidupan mereka.

* Gagal mengorganisasikan tulisan secara baik -. Dengan kata lain: menggurui pembaca.narasi bakal sukses jika memiliki semua informasi yang dibutuhkan pembacanya dan jika ceritanya bisa diungkapkan dalam pola kronologis aksi-reaksi.seringkali karena gagal meyakinkan bahwa kita memahami informasi yang kita tulis.organisasi kalimat maupun keseluruhan cerita. Secara ringkas. hal-hal yang umum. Tak ada informasi spesifik yang dibutuhkan pembaca. tulisan yang baik mengandung informasi menarik dan berjiwa. Penulis harus kreatif untuk menyusun sebuah bentuk yang memungkinkan pembacanya memiliki kesan komplet yang memuaskan. TULISAN YANG MEMBLE : TUJUH KEGAGALAN * Gagal menekankan segala yang penting -. Suara Kita tak boleh lupa. atau keengganan untuk membiarkan fakta-fakta yang ada mengalirkan cerita sendiri tanpa restu dari persepsi penulis tentang arah cerita yang benar. berbentuk dan bersuara. Kita hanya mencoba menyalurkan sesuatu kepada mereka yang telah membeli koran kita. Dan penulis yang baik mampu menghadirkan warna suara yang konsisten ke seluruh cerita. * Gagal menghadirkan fakta-fakta yang mendukung. bahkan dalam abad komunikasi massa seperti sekarang kegiatan membaca tetap saja bersifat pribadi: seorang penulis bertutur kepada seorang pembaca. Banyak tulisan akan lebih baik -. * Semua kegagalan itu bermuara pada kegagalan untuk mengkaitkan diri dengan pembaca. salah membubuhkan tanda baca dan salah menuliskan ejaan. sebuah dosa yang biasanya merupakan akibat ketidakpercayaan kepada pembaca. * Gagal menulis secara balans. tapi menganekaragamkan volume dan ritme untuk memberi tekanan pada makna. elitis. Serta berjiwa.jika kita ingat bahwa kita tidak sedang menulis sebuah novel besar. Menarik karena penting. Terlalu banyak klise. perasaan bahwa segala yang ada dalam tulisan mengalir ke arah konklusi yang tak terhindarkan. terfokus dan berdimensi. karena berwajah. Tulisan akan mudah diingat jika mampu menciptakan ilusi bahwa seorang penulis tengah bertutur kepada pembacanya. Majalah/koran yang baik tak ubahnya seperti pendongeng yang memukau. * Gagal mempraktekkan tata bahasa secara baik.dan banyak tulisan yang dianggap sulit akan menjadi lebih mudah -. * Gagal memerangi kejemuan pembaca. Mengapa feature? Secara kasar karya jurnalistik bisa dibagi menjadi tiga: .

* Feature -. straight/spot news seringkali tak terlalu memuaskan.berisi materi penting yang harus segera dilaporkan kepada publik (sering pula disebut breaking news) * News Feature -. Apakah feature? Inilah batasan klasik mengenai feature: ''Cerita feature adalah artikel yang kreatif. Kita memerlukan news feature -.reporter bisa mencari feature dalam pikirannya. Kita memerlukan berita yang lebih dari itu untuk bisa bersaing. kita perlu terlebih dulu memahami apa unsurunsur dan as-pek mendasar dari feature. Kesalahan umum pada reporter baru adalah kecenderungan untuk menonjolkan diri sendiri lewat penulisan de-ngan gaya ''aku''. atau bahkan be-berapa jam di televisi. Dalam persaingan media yang kian ketat tak hanya antar media cetak melainkan juga an-tara media cetak dengan televisi. hanya memakai teknik ini bila tidak ada pilihan lain.'' Kreatifitas Berbeda dari penulisan berita biasa. kemudian setelah mengadakan penelitian terhadap gagasannya itu. penulisan feature memungkinkan reporter ''men-ciptakan'' sebuah cerita. namun melupakan background.* Stright/spot News -.karangan fiktif dan khayalan tidak boleh -. ia menulis. keadaan atau aspek kehidupan. sehingga memungkinkan reporter me-masukkan emosi dan pikirannya sendiri. yang dididik dalam re-porting obyektif.perkawinan antara spot news dan feature. hasilnya enak dibaca. Meskipun banyak reporter. Karena tradisi ini relatif baru. umumnya dengan memberikan unsur human/manusiawi di balik peristiwa yang hangat terjadi atau de-ngan memberikan latarbelakang (konteks dan perspektif) melalui interpretasi. reporter-reporter muda harus awas terhadap cara seperti itu. Tapi. yang terutama dimaksudkan untuk membuat senang dan memberi in-formasi kepada pembaca tentang suatu kejadian.memanfaatkan materi penting pada spot news. Spot news cenderung hanya berumur sehari untuk kemudian dibuang. Kebanyakan wartawan kawakan memakai . Subyektifitas Beberapa feature ditulis dalam bentuk ''aku''. kadang-kadang subyektif. Spot news juga cenderung menekankan sekadar unsur elementer dalam berita.bertujuan untuk menghibur melalui penggunaan materi yang menarik ta-pi tidak selalu penting. Meskipun masih diikat etika bahwa tulisan harus akurat -.

tapi bila berada di tangan penulis yang baik. fe-ature bisa menjadi alat yang ampuh. Wartawan harian. jangan sebut-sebut Anda dalam tulisan Anda. Dengan patokan seperti ini dalam benaknya. Wartawan radio dan TV bisa mengudarakan cerita besar hanya dalam beberapa menit setelah mereka tahu. Seorang reporter bisa menulis ''cerita berwarna-warni'' untuk menangkap perasaan dan suasana dari sebuah peristiwa.pedoman begini: ''Kalau An-da bukan tokoh utama. Unsur berita yang semuanya penting luluh dalam waktu 24 jam. bisa mengalahkan saingannya. Reporter suratkabar mengakui bahwa mereka tidak akan bisa ''mengalahkan'' wartawan radio dan televisi untuk lebih dulu sampai ke masyarakat. bahwa baru beberapa jam setelah kejadian. Menghibur Dalam 20 tahun terakhir ini. sasaran utama adalah bagaimana menghibur pembaca dan memberikan kepadanya hal-hal yang baru dan segar. bisa memberikan informasi kepada masyarakat mengenai situasi atau aspek kehidupan yang mungkin diabaikan dalam penulisan berita biasa di koran. Aspek informatif mengenai penulisan feature bisa juga dalam bentuk-bentuk lain. Ada ba-nyak feature yang enteng-enteng saja. reporter selalu mencari feature. pem-bacanya baru bisa tahu sesuatu kejadian -setelah koran diantar. Feature bisa menggelitik hati sanubari manusia untuk menciptakan perubahan konstruktif. Berita mudah sekali ''pu-nah''. apalagi majalah. dengan cerita eksklusif. feature menjadi alat penting bagi suratkabar untuk bersaing dengan media elektronika. terhadap be-rita-berita yang paling hangat. Cerita feature biasanya eksklusif. koran kemarin hanya baik untuk bungkus kacang. Feature ini diset dan disimpan di ruang . Awet Menurut seorang wartawan kawakan. Misalnya tentang sebuah Museum atau Kebun Binatang yang terancam tutup. tapi feature bisa disimpan berhari. skandal. radio dan TV. bencana dan pertentangan yang selalu menghiasi kolom-kolom berita. yang kurang nilai beritanya. berminggu.'' Informatif Feature. sehingga tidak ada ke-mungkinan dikalahkan oleh radio dan TV atau koran lain. Feature memberikan variasi terhadap berita-berita rutin seperti pembunuhan. Dalam setiap kasus. Koran-koran kecil sering membuat simpanan ''naskah berlebih'' -. atau berulan-bulan. Tapi ia juga bisa membuat versi yang lebih mendalam (in-depth) menge-nai cerita yang didengar pembacanya dari radio.kebanyakan feature. Se-mentara itu wartawan koran sadar. feature bisa mem-buat pembaca tertawa tertahan.

Diperlukan waktu juga untuk meng-amati tabiat. ke-luarga. Feature kepribadian (Profil) . Sebuah feature yang mendalam memerlukan waktu cukup. ''Piramida terbalik'' (susunan tulisan yang meletakkan informasi-informasi pokok di bagian atas. sehingga ia bisa punya waktu cukup untuk mengadakan riset secara cer-mat dan menulisnya kembali sampai mempunyai mutu yang tertinggi. Karena penakanan itu.tata muka. Teknik penulisan Jika dalam penulisan berita yang diutamakan ialah pengaturan fakta-fakta. berbeda dengan berita. Terutama bila urutan pe-ristiwa sudah dengan sendirinya membentuk cerita yang baik. Jenis-jenis Feature 1. disamping tetap tidak meninggalkan unsur infor-matifnya). Tekanan deadline jarang. reaksi terhadap keadaan tertentu perwira itu.fakta-fakta yang mungkin merangsang emosi (menghibur. ka-rena ia tahu bahwa teknik-teknik itu sangat efektif untuk berkomunikasi. Profil seorang kepala polisi mungkin baru bisa diperoleh setelah wawancara dengan kawankawan sekerjanya. memunculkan empati. tulisan feature sering disebut kisah human interest atau kisah yang berwarna (colourful). Penulis feature pada ha-kikatnya adalah seorang yang berkisah. Dalam kacamata reporter. Penulis feature untuk sebagian besar tetap menggunakan penulisan jurnalistik dasar. musuh-musuhnya dan kepala polisi itu sendiri. Tapi bila ada aturan yang mengurangi kelincahannya untuk mengisahkan suatu cerita. tulisan feature memberikan penekanan yang lebih besar pada fakta-fakta yang penting -. Memang itulah kunci perbedaan antara berita ''keras'' (spot news) dan feature. ia me-narik pembaca agar masuk ke dalam cerita itu dengan membantunya mengidentifikasikan diri dengan tokoh utama. karena editor tahu bahwa nilai cerita itu tidak akan musnah dimakan waktu. ia segera me-nerobos aturan itu. Singkat kata. maka dalam penulisan feature kita dapat memakai teknik ''mengisahkan sebuah cerita''. dan informasi yang tidak begitu penting di bagian bawah -hingga mudah untuk dibuang bila tulisan itu perlu diperpendek) sering ditinggalkan. Penulis melukis gambar dengan kata-kata: ia menghidupkan imajinasi pembaca. feature seperti itu mempunyai keuntungan lain.

fasilitas hiburan dan medis. Fature petualangan Feature petualangan melukiskan pengalaman-pengalaman istimewa dan mencengangkan -. Tapi. mendaki gunung. pola perumahan. Profil yang komplit sebaiknya disertai kutipan-kutipan si subyek yang bisa meng-gambarkan dengan pas karakternya. mengunjungi rumah mereka dan mewawancara teman-teman. . Agar efektif. Informasi sumber-sumber itu penting untuk memberikan balans dalam penggambaran si tokoh. makanan. Setiap kota atau sekolah memiliki peristiwa menarik dalam sejarahnya.mungkin pengalaman seseorang yang selamat dari sebuah kecelakaan pesawat ter-bang. fi-losof. pengalaman ikut dalam peperangan. Untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan. profil seperti ini harus lebih dari sekadar daftar pencapaian dan tanggal-tang-gal penting dari kehidupan si individu. seperti proklamasi kemerdekaan. Seorang penulis feature yang bagus akan mengkaji lebih tentang peristiwaperistiwa itu. 2. Feature sejarah Feature sejarah memperingati tanggal-tanggal dari peristiwa penting. Banyak sumber yang diwawancara mungkin secara terbuka berani mengejutkan Anda de-ngan mengungkap rahasia pribadi atau anekdot tentang si subyek. kerabat dan kawan bisnis mereka. mungkin dengan dokumen historis atau dengan mewawancara orang-orang yang terlibat dalam peristiwa-peristiwa bersejarah. Misalnya. 3. melalui berbagai liku-liku. Jika musibah gunung api terjadi. pionir. industri. berlayar keliling dunia. kemudian mencapai karir yang istimewa dan sukses atau menjadi terkenal karena kepribadian mereka yang penuh warna. koran sering memuat peristiwa serupa di masa lalu. perubahan dalam komposisi rasial. Kisah feature sejarah juga bisa terikat pada peristiwa-peristiawa mutakhir yang mem-bangkitkan minat dalam topik mereka. Feature sejarah juga sering melukiskan landmark (monumen/gedung) terkenal. penulis feature tentang pribadi seperti ini seringkali harus mengamati subyek mereka ketika bekerja. Profil harus bisa mengungkap karakter manusia itu. pemboman Hiroshima atau pembunuhan jenderal-jenderal revolusi. Profil yang baik juga semestinya bisa memberikan kesan kepada pembacanya bahwa mereka telah bertemu dan berbicara dengan sang tokoh. agama dan kemakmuran. tentang seseorang yang secara dra-matik. Koran juga sering menerbitkan feature peringatan 100 tahun lahir atau meninggalnya seorang tokoh.Profil mengungkap manusia yang menarik. banyak sumber lebih suka meminta agar identitasnya dirahasiakan.

Misalnya. Natal. feature interpretatif mungkin mengkaji identitas. 4. Reporter yang belum berpengalaman akan cenderung menceramahi atau mendikte pembaca -. misalnya. tentang Ha-ri Raya. aktifitas. . bertanam di kebun. penulis feature sering menggunakan saksi hidup untuk merekontruksikan peristiwa itu sendiri. reporter harus menemukan angle atau sudut pandang yang segar. Atau yang mengungkap lebih jauh tipikal pe-rampok bank. 6. dan musim kemarau. Feature musiman Reporter seringkali ditugasi untuk menulis feature tentang musim dan liburan. termasuk peluang perampok bisa ditangkap dan dihukum. mereparasi mobil atau mem-pererat tali perkawinan. Kisah seperti itu sangat sulit ditulis. trend atau gagasan tertentu. Feature kiat (how-to-do-it feature) Feature ini berkisah kepada pembacanya bagaimana melakukan sesuatu hal: bagaimana membeli rumah.memberikan opini mereka sendiri -. Setelah perampokan bank. feature interpretatif bisa saja menyajikan tentang latihan yang diberikan bank kepada pegawai untuk menangkal perampokan. setelah kisah berita meng-gambarkan aksi terorisme. Contoh yang bisa dipakai adalah bagaimana seorang penulis menyamar menjadi Sin-terklas di Hari Natal untuk merekam respon atau tingkah laku anakanak di seputar hara raya itu. kutipan dan deskripsi sangat penting.bukannya mewawancara sum-ber ahli dan memberikan advis detil dan faktual. taktik dan tujuan terotisme.Dalam feature jenis ini. karena agar tetap menarik. Setelah bencana. Kisah seperti ini seringkali lebih pendek ketimbang jenis feature lain dan lebih sulit dalam penulisannya. Feature Interpretatif Feature dari jenis ini mencoba memberikan deskripsi dan penjelasan lebih detil terhadap topik-topik yang telah diberitakan. Banyak penulis feature jenis ini memulai tulisannya dengan aksi -. Feature interpretatif bisa menyajikan sebuah or-ganisasi. 5. Berita memberikan gagasan bagi ribuan feature semacam ini. menemukan pekerjaan.momen yang paling menarik dan paling dramatis.

menjadi tugas seorang penulis pula untuk mencairkan. Kuncinya: baca laporan dan amati sesuatu sejelas-jelasnya kemudian ceritakan kembali secara sederhana. gunakan gaya bahasa naratif -gaya seorang pen-dongeng yang piawai -. Dan pilihlah satu angle: 1. Ingat Hemingway? ''Less is more!'' Tulisan yang ringkas memberi kesan tangkas dan penuh vitalitas. Statemen yang abstrak adalah racun maut bagi seorang penulis. Tepat Sasaran Tulislah ringkas menuju pengertian yang dimaksud. Tanpa kata mubazir da-lam kalimatnya dan tanpa kalimat mubazir dalam alenianya.MEMBERI RUH PADA BERITA Tugas seorang penulis adalah membuat sesuatu informasi yang dikumpulkan dan dila-porkan menjadi jelas bagi pembaca. Organisasi Mulailah sebuah tulisan secara kuat. mengemas. Berperang melawan kekaburan dan segala sesuatu yang mendua. Meluruskan apa saja yang berliku-liku. Menggergaji yang bergerigi. Dengan cermat memilih angle cerita sehingga penulis dengan mudah bisa mengelola bahan yang diperlukan untuk mengutarakan cerita itu. Tulisan yang jelas dimulai dari pembuatan kalimat yang sederhana. (Lihat ba-gian lain tentang lead). Ketidakmampuan menekankan kejelasan adalah ke-gagalan seorang penulis. Jika mungkin. ringkas dan tepat makna. ELEMEN KEJELASAN Singkat Tulisan yang jelas umumnya bukan tulisan yang panjang lebar. Dan karena informasi dan gagasan seringkali beku dan tanpa jiwa. Selesai . dan menyajikan informasi itu menjadi sajian penuh vitalitas (vogorous) serta elok (graceful) sehingga mampu menggaet dan me-melihara minat pembaca untuk menyerap seluruh informasi yang disampaikan. melainkan justru ringkas dan terfokus. Langsung.sebagai pendekatan dasar. 2. Tulisan yang ringkas tak ubahnya seperti lukisan yang tegas (tanpa garis yang tak perlu) atau mesin yang efektif (tanpa suku cadang yang tak berfungsi). Pilih kata/kalimat yang spesifik untuk mewakili pengertian yang mengena (tanpa memberi peluang pada banyak interpretasi). untuk memikat pembaca memasukinya. Pegang teguhlah angle cerita itu dengan menghapuskan bagian yang tidak berhubungan langsung dengan angle-nya atau pun tidak membantu mencapai sasaran.

Spesifik Bagian-bagian yang rumit pecahlah dalam serpihan yang mudah dicerna. Begitu pula dengan tulisan. membaui dan mengalami. bagaimana suasana di balik panggung pertunjukan? Indera Kita harus berupaya untuk menyentuh indera pembaca. Dengan memberikan pengkhususan. Jika kita bisa menampilkan sebuah wajah pada kisah rumit yang jarang diikuti pembaca. gambarkan melalui ungkapan yang mudah dipahami pembaca. dan juga -.membuat mereka mendengar. Pembaca suka membaca tentang manusia lainnya. Gunakan con-toh : seorang untuk mewakili kelompoknya. Paralel Jika Anda menulis sebuah topik yang padat. Anekdot. meraba. tapi kematian satu orang adalah tragedi. Cobalah untuk selalu menjaga konsistensi te-ma dalam keseluruhan cerita. Misalnya: seperti apa lokasi tempat terjadinya pembunuhan itu. tanpa membiarkan kejanggalan dan ending yang melambai.'' kata Joseph Stalin). Dan seperti dibuka dengan kuat. tutup juga cerita dengan tegas. Mereka kurang berminat pada isu dan gagasan ketimbang pada pribadi-pribadi.000 orang adalah statistik. mereka akan terpikat membacanya dan mem-peroleh informasi. Kita bisa membuat tulisan lebih hidup jika kita bisa menyusupkan sense of place yang kuat. Irama Tulisan yang monoton bisa dibantu dengan perubahan irama di dalam teks. rencana keuangan perusahaan dapat digambarkan melalui rencana anggaran keluarga. merasakan.menuliskan sebuah paragraf. ku-tipan. (''Kematian 10. Tempat Pembaca menyukai sense of place. sebuah dialog pendek atau sebuah deskripsi dapat mengubah . APA ITU RUH CERITA? Manusia Setiap fotografer tahu bahwa gambar yang tidak menyertakan unsur kehidupan seperti manusia hanya akan berakhir nasibnya di keranjang sampah.dalam kontek yang tepat -. dan buatlah transisi serta keterkaitan antar alenia secara mulus. pikirkan apa yang pembaca ingin ketahui pada alinea berikutnya. Strategi militer misalnya dapat diterangkan melalui formasi per-tandingan olahraga. sering-kali juga menghadirkan suasana dramatis dan hidup. Membuat mereka melihat cerita dalam detil visual yang kuat.

Warna bukan hanya sekedar kata sifat tetapi merupakan to-talitas dari sebuah pemandangan. Panjang-pendek Makin pendek cerita makin baik. Anekdot umumnya menggunakan seluruh teknik dasar penulisan fiksi . Anekdot sering dipandang sebagai ''permata'' dalam cerita. Warna meliputi: citarasa.''cerita dalam cerita''. Dalam menggambarkan warna. suasana -. dalam warna dan detil. sedekat mungkin. Tapi hati-hati dengan humor yang tak bercita-rasa.irama di aman pem-baca bisa terikat sepanjang cerita dan membuat tulisan itu lebih hidup. Penulis tidak dapat menyajikan pemandangan dengan mudah. Dan buatlah mereka menanti tulisan Anda esok harinya. Berilah pembaca sebuah senyuman. Penulis yang piawai akan me-naburkan permata itu di seluruh bagian cerita. detil pakaian.na-rasi. karakterisasi. perasaan. Siapa yang mengatakannya? Seberapa dekat keterlibatannya dengan sesuatu peristiwa dan masalah? Apakah kata-katanya patut didengar? Kutipan juga memberikan vitalitas karena membiarkan pembaca mendengar suara lain selain penuturan si penulis. Humor Humor adalah bentuk ekspresi yang paling personal. rupa.untuk mengajak pembaca melihat cerita secara on the spot. sehingga mereka ha-rus berusaha keras untuk melukis dalam pikiran pembaca. Kutipan Kutipan dalam tulisan berita memberikan otoritas. Bahagia? Penuh emosi dan ketegangan? Sering hal semacam ini memberikan ketajaman perasaan terhadap cerita ketimbang bagian lain yang Anda tulis. bukan mengonggokkannya di satu tempat. Alenia dan kalimat harus bervariasi dalam panjang. dan mereka akan menjadi sahabat Anda sepanjang hari. su-ara. bau. Warna dan Mood Kamera televisi dapat menampilkan pemandangan yang sesungguhnya. berarti Anda juga menceritakan tentang suasana (mood). Kisah akan lebih hidup jika awalnya berdekatan dengan akhir (klimaks). Dan tentu saja sesuatu yang dapat dilihat: gerakan usapan. Letakkan kalimat dan alenia pendek pada titik kejelasan terpekat atau tekanan terbesar. Anekdot Anekdot adalah sebuah kepingan kisah singkat antara satu hingga lima alenia -. dialog. sentuhan dan rasa. .

Cobalah untuk melihat inflasi misalnya. cukup punya hubungan yang jelas. Pe-riksa setiap potong informasi. Identifikasi Sebuah tulisan akan lebih hidup jika pembaca merasa dilibatkan dalam cerita dan mem-buat mereka mengerti mengapa sebuah masalah bermanfaat untuk mereka ketahui. Dalam meliput sebuah sidang pengadilan. untuk mengetahui apakah itu cukup relevan. dari sudut pandang seorang ibu rumah tangga yang sehari-hari harus mengatur anggaran keluarga. penulis harus mempersoalkan setiap bagian materi yang dipakai. Tulisan yang buruk bisa dihidupkan dengan mengaktifkan kata kerja pasif. misalnya. Sudut Pandang Kita bisa membuat sebuah cerita biasa menjadi hidup dengan mengubah sudut pandang. Bertutur Tulisan yang hidup memiliki irama dan nada berbincang yang baik. bisa menjadi wa-hana yang efektif untuk menghidupkan cerita.Dialog Perangkat ini jarang digunakan dalam koran atau majalah berita.cara kebanyakan fiksi ditulis. menyederhanakan kata kerja kom-pleks. dengan pokok persoalan. BOKS 1: JANGAN PUNYA BELAS KASIHAN Untuk menghindari berpanjang lebar. Kita harus senantiasa merasa gagal ketika menggunakan adverb atau kata sifat. Bila tidak . sebelum dan sesudah tulisan dikerjakan. Tapi. Memiliki suara.'' kata pu-jangga Prancis Voltaire. Kata kerja Kata kerja adalah mesin yang mendorong berjalannya sebuah cerita. Lihat pada laporan yang dibuat reporter maupun bahan yang Anda kumpulkan sendiri. kita bisa menghidupkan cerita dengan membiarkan pembaca mendengarkan para partisipan ber-bicara satu sama lain. ketika tak bisa menemukan kata kerja yang benar atau kata benda yang benar. pembaca paling mudah mengidentifikasikan diri jika cerita ditulis dalam bentuk orang ketiga -. Se-cara insidental. dan memperkuat kata kerja lembek. atau mendiskusikan permainan dengan para atlet olahraga tertentu. Kita bi-sa menghidupkan cerita yang membosankan dengan menulis sesuatu seperti kita sedang membicarakan sesuatu kepada seorang pembaca -dengan bahasa dan ungkapan ke-seharian yang kita pakai untuk berbicara. ''Kata sifat adalah musuh bebuyutan kata benda.

buang! Setelah Anda menulis. BOKS 3: MEMILIH DAN MENULIS KUTIPAN Kutipan adalah cara yang paling indah untuk menyajikan cerita dalam kerangka yang ma-nusiawi. apakah ia menambahkan sesuatu yang berharga dalam usaha Anda bercerita? Bila tidak. BOKS 2: TULISAN DESKRIPTIF VS TELEVISI Dalam beberapa hal. * Berusaha memberikan gambaran sekilas tentang pribadi pembicara. gaya. Kamera TV bisa menangkap gambaran yang baik pada feature yang menampilkan wajah orang. bila menyangkut ''barang''. Gambaran yang ditangkap ka-mera hanya dangkal dan satu dimensi. katakanlah 1/2 jam. singkirkan atau coret saja. kehadiran kamera TV akan mengurangi suasana yang wajar dan realistis. televisi menang terhadap media cetak karena ia bisa meng-gambarkan bentuk fisik orang atau sesuatu barang dengan jelas di layar kaca. Atau. penulis feature bisa memberikan gambaran tentang tabiat. erase saja karena hal itu hanya akan mengurangi efektifitas penulisan Anda. penulis bisa menampilkan mood (suasana). Pirsawan bisa menangkap dan menilai tokoh di TV. yang bisa me-nunjukkan tokoh dalam cerita. dengan penulisan deskriptif.relevan atau tidak membantu Anda mencapai sasaran pokok. sehingga reporter TV jarang bisa memperoleh gambaran yang mendalam. dalam beberapa hal. tapi penulis yang trampil bisa membuat feature lebih menarik dan memberikan gambaran sesungguhnya tentang tokoh masyarakat pada saat ia tidak disorot lampu TV. Apakah masih ada hubungan yang jelas dengan fokus cerita? Kalaupun relevan. Penulis feature tidak hanya memberikan pembacanya gambaran satu dimensi. Kelemahan TV adalah bahwa ia sangat terikat waktu yang sangat berharga. Dan kutipan hanya akan bagus jika: * Menggambarkan aktivitas secara lebih lebih hidup atau lebih tepat daripada yang bisa digambarkan dengan cara lain. perhatikan setiap blok materi yang Anda pakai. Yakni. Dan kalaupun waktu cukup tersedia untuk film dokumenter. misalnya gambaran setelah ada musibah atau massa yang bersuka-ria. penulis yang baik bisa mengubah kelemahan media cetak ini menjadi kemenangan. Yang lebih penting. tapi ke-seluruhan personalitas dan juga citra seseorang tokoh. * Menjawab pertanyaan yang mungkin diajukan oleh pembaca. sedangkan pembaca koran harus mempunyai gambaran dari kata-kata yang tercetak (atau lewat potret kalau ada). yang menye-babkan kita memperoleh pandangan ke dalam watak dan personalitas tokohnya. dan menekankan karakteristik orang. . sehingga nanti tidak akan mengganggu. Jangan punya belas kasihan: bila materi tidak relevan. yaitu bercerita secara efektif. le-wat pengamatan yang terlatih baik. Tapi.

yakni bagian kecil yang sangat bagus.'' kata Abdul Gafur. pakailah bentuk kutipan tidak langsung. selalu mengganggu kami dengan keluhan kecil-kecil. ringkas dan jelas? Bila jawab-annya tidak. Bila demikian halnya. yang selalu mengganggu kami dengan keluhan kecil-kecil. sebu-ah kutipan yang bagus memerlukan tempat panjang. baiklah kita memakai bentuk kutipan tidak langsung untuk menuliskan sebagian besar ucapan si subyek. meskipun sebelumnya kami tidak pernah menunggak pembayaran.'' kata Ketua RT itu. Dalam bagian atas sudah kita bicara perlunya alinea pendek. bau yang tidak enak dari pabrik. Kadang-kadang kutipan yang bagus bisa lemah karena ditulis terlalu panjang: ''Karena sikap warga yang tidak kooperatif. Apakah cerita yang mengawalinya cenderung untuk under-quote? Bila jawaban-nya ya.'' kata Ketua RT itu. seperti gong-gongan anjing. seorang penulis yang baik akan membagi kutipan itu menjadi beberapa alinea. Apakah kutipan langsung itu akan memperkuat efek. Anda harus memakai kalimat tidak langsung. pakailah kutipan langsung. Kadang-kadang pilihannya malah lebih sulit. atau menambah kesan sebagai pendapat dari orang yang memang layak di-kutip? Bila jawabannya ya. memperjelas siapa yang bi-cara. Bila penulis memutuskan memakai kutipan itu supaya efektif. Nah. Uang kami habis tiga minggu kemudian. Pak Ketua RT itu terlalu berkepanjangan. Ini bisa dilakukan dengan tidak . pakailah kalimat kutipan langsung. radio stereo yang berisik.. sehingga kami tidak bisa membayar sewa. ''Kesulitan kami muncul setelah saya dipecat. Apakah kutipan itu kata-katanya tidak berantakan.. dan baru kita pakai tanda kutipan langsung pada bagian yang menarik perhatian itu: Walikota mengutuk Komisi Pelayanan Masyarakat yang cara kerjanya ''tolol dan brengsek'' dalam menjalankan petunjuk-petunjuk DPRD. Tapi kadangkadang. Kami tinggal di bawah jembatan. Untuk menentukan apakah Anda akan mengutip langsung atau t idak. 2. saya mengundurkan diri. anak-anak yang ribut.* Untuk memberikan citarasa kesegaran dan kredibilitas pada sebuah cerita. Bila over-quote. ia harus memotongnya menjadi paling tidak dua alinea. 3. inilah pedomannya: 1. Pemilik rumah meng-usir kami. kucing hilang. semacam gelandangan. perkelahian pribadi. saya mengundurkan diri. Yakni bila hanya sedikit bagian kutipan yang dapat diangkat. sehingga wartawan bisa memilih begini: ''Karena sikap warga yang tidak kooperatif.

bahwa ia selalu membayar sebelumnya. kami tinggal di bawah jembatan.'' kata Gafur. mengatakan bahwa Gafur dipecat setelah terbukti menggelapkan uang pupuk. Menurut Cecep. Kedua: ''Saya mencoba ke Kantor Jawatan Sosial. Cecep Suganda. ''Maka. sehingga kami tidak bisa membayar sewa. Gafur membantah tuduhan itu. ''Uang kami habis tiga minggu kemudian. Gafur belum membayar 4 bulan. Pemilik rumah mengusir kami. sehingga kami tidak bisa membayar sewa.menutup kutipan pada akhir satu aliena dan menambahkan tanda kutip pada awal alinea berikutnya: ''Kesulitan kami muncul setelah saya dipecat. termasuk di sebuah toko. selama 2 minggu terakhir ini. Sri Sukatni seorang petugas di Kantor Jawatan Sosial. Dalam hal-hal lain. penulis mencampur kutipan langsung dan kutipan tidak langsung: Pertama: Mudjono. tetapi mereka mengatakan saya tidak berhak dapat bantuan karena saya menolak tawaran pekerjaan di luar kota. kepala bagian di tempat Abdul Gafur bekerja di Koperasi Pertanian Meguwo. Pemilik rumah mengusir kami.'' Anda perhatikan bahwa penyebutan nama hanya sekali pada awal alinea karena kutipan masih berlanjut. bila ada kutipan baru. karena tidak punya uang untuk ongkos bis. 2 km jauhnya dari jembatan tempat tinggalnya kini. Ketiga: . ''Uang kami habis tiga minggu kemudian. Saya tidak ada pilihan lain. Yang empunya rumah tempat Gafur tinggal. Saya tidak ada pilihan lain karena saya tidak punya uang untuk ongkos bis. ''Saya mencoba kemudian untuk pergi ke Kantor Jawatan Sosial. semacam gelandangan.'' kata Abdul Gafur. meskipun sebelumnya kami tidak pernah menunggak pembayaran.'' Untuk meneruskan cerita itu setelah pengecekan secukupnya. mengatakan bahwa Gafur menolak tiga tawaran pekerjaan. meskipun sebelumnya kami tidak pernah menunggak pembayaran.'' kata Abdul Gafur. nama yang dikutip harus disebutkan lagi: ''Kesulitan kami muncul setelah saya dipecat. tapi mereka mengatakan saya tidak berhak dapat bantuan karena saya menolak tawaran pekerjaan di luar kota. membantah kata-kata Gafur.

Sedikit orang yang menggunakan kata-kata secara ringkas dalam percakapan. penulis hanya sekadar menyusun kutipan. selama dalam dua minggu terakhir ini. Sebagai penulis. dia merusak ker-jasama yang telah terbentuk. Dengan over-quoting. BOKS 4: AKURASI. kemalasan.''Maka. OVER ATAU UNDER QUOTE? Dalam menulis kutipan. Pe-nulis tak ada artinya tanpa pembaca. Kebanyakan penulis muda cenderung terlalu banyak mengutip (over-quote) atau terlalu sedikit mengutip (under-quote). Banyak penulis baru yang tidak yakin akan kemampuannya mengambil kutipan. Unverquoting juga merusak. tinggal dalam sebuah rumah yang punya 4 kamar. KUNCI KREDIBILITAS Informasi yang penting adalah informasi yang akurat dan jelas. Tanggung jawab yang terbesar terletak pada penulis. dan pembaca masuk dalam sebuah cerita dengan harapan besar bisa memahami semuanya. Nyi Fatimah. membaca kembali dengan hati-hati dan mengeceknya kembali setelah kita menulis adalah benteng terbaik terhadap ketidak-akuratan. Kelurahan Karangkobar. kami tinggal di bawah jembatan. Ketidak-akuratan biasanya disebabkan karena kecerobohan. penulis hanya meng-ganti gaya monoton dirinya dengan gaya monoton seorang lain. ibu Gafur. Para tetangga mengatakan bahwa Gafur dan isterinya menyusup ke rumah ibunya segera setelah matahari tenggelam dan tinggal di sana sampai matahari terbit. Cara ini juga menghilangkan tujuan baik pengutipan. . semacam gelandangan. wartawan harus mampu menyampaikan pesan itu dengan lebih jelas dan ringkas dengan cara membuat menjadi kalimat kutipan tak langsung. Di kampung Jambe. Pengecekan ulang sebelum kita menulis. namun bisa bekerjasama. penipuan atau ketidakpedulian reporter dalam menuliskan hasil reportasenya. sehingga ia selalu membuat kutipan tidak langsung. Cara pengutipan seperti ini sering tidak bisa diterima. Jika penulis mengkhianati harapan pembaca dengan membuat sejumlah kesalahan atau kekurang-tepatan. seraya kadang-kadang menysipkan kata penyambung. banyak problem teknis yang dihadapi.'' kata Gafur. Dalam over-quoting. Penulis dan pembaca mempunyai keperluan yang berbeda. Over-quoting juga menghancurkan salah satu tujuan baik dalam pengutipan: mengha-puskan kejemuan karena gaya yang sama.

dari sumber atau dari buku statistik. Jangan pernah mengira-kira. Ketika menulis tentang tempat. lihatlah kembali peta. berapa prosentase kenaikan atau penurunan dari tahun-tahun sebelumnya. . misalnya. Angka Ceklah dua kali semua angka dan jumlah. Jangan menebak Penulis harus memegang betul apa saja yang diketahui dan apa saja yang dimengerti. misalnya buku apa siapa atau ensiklopedi.MENGUJI AKURASI Berikut ini adalah elemen-elemen utama dalam mencermati sebuah fakta atau detil. Pada saat kita menulis tentang tanggal. angka yang ada sebaiknya disertai ekuivalennya yang mudah diserap pembaca. kg bukan pound. Angka tentang omset penjualan misalnya. Cantumkan nama lengkap ketika pertama kali Anda menyebutnya dalam laporan. Angka juga seringkali lebih bermakna jika disertai penjelasan yang menyentuh pembaca: * Seberapa jauh melampaui standar pencemaran udara? * Seberapa mahal dibanding APBN Indonesia tahun ini atau dibanding harga mobil Kijang yang rata-rata dimiliki pembaca? * Seberapa luas dibanding lapangan sepakbola? Dengan kata lain. cek kembali hal itu atau tinggalkan sama sekali. Nama. Jangan percaya ha-nya pada leaflet atau selebaran atau omongan teman Anda. Sebuah angka seringkali tak memiliki makna. tak punya makna jika tak disertai omset penjualan tahun lalu. kecuali diletakkan pada konteks yang mudah dipahami pembaca. rupiah bukan dolar. Jika kita tidak benar-benar memahami. Ukuran-ukuran juga sebaiknya dikonversikan ke ukuran yang lazim dipakai pembaca: km bukan mil. Usahakan untuk meminta sumber berita mengeja sendiri nama sekaligus gelar dan nama panggilannya. sebutkan dari mana angka itu dikutip -. lihatlah kalender lebih dahulu. Catatan penting tentang nama sumber: sebagian besar nama orang Indonesia terdiri atas dua kata (kecuali Soeharto misalnya). Lihat di buku rujukan yang terpercaya. Tanggal dan Tempat Tak ada orang yang suka namanya ditulis secara salah. meter bukan kaki. Jika Anda tak menghitung sendiri.

sementara hasilnya sangat rendah. Cerita Bohong Sangat jarang penerbitan yang tidak memasukkan hal ini ke dalam beritanya. Salah satu sifat dasar jurnalisme menghendaki kemampuan komunikasi cepat dalam ruangan serta waktu yang relatif terbatas. Rekayasa Manipulasi. Jika sebuah cerita atau kenyataan seolah-olah sangat aneh atau menakjubkan untuk dipercaya. milikilah sebuah buku pintar. Terburu-buru Kata-kata yang sering digunakan sebagai permintaan maaf atas beberapa kesalahan adalah: ''Saya tidak punya waktu untuk mengeceknya kembali''. hukum. dan kemudian ceklah kembali informasi yang kita peroleh melalui pakar yang dapat dipercaya pada bidang tersebut. Letakkan pada tempat yang mudah dijangkau.Jika mungkin. sehingga tak enggan kita untuk mengecek sesuatu fakta. Kesalahan Teknis Perhatian yang istimewa sangat dibutuhkan pada tulisan khusus seperti ilmu penge-tahuan. kedokteran. tabel konversi. distorsi. BAHASA JURNALISTIK INDONESIA Bahasa jurnalistik sewajarnya didasarkan atas kesadaran terbatasnya ruangan dan waktu. teknik. Sediakan waktu untuk me-nelitinya. kebencian. perubahan konteks. Meski pers . kalender dan peta kecil. Semua itu sangat tinggi ongkosnya. gosip. Kutipan Apakah sesuatu kutipan benar-benar seperti yang dikatakan oleh sumber? Apakah catatan kita benar dan kita berani mempertahankan sampai di meja pengadilan? Jika tidak. infopedi. pemaparan yang salah. sindiran. Alasan yang tidak bisa diterima. Keragu-raguan adalah perlindungan yang terbaik. keuangan dan sejenisnya. sebaiknya dijelaskan dengan kata-kata kita sendiri saja. jangan percaya hal itu sebelum ada pembuktiannya. kabar angin dan melebih-lebihkan.

........... menjadi "Keadaan lebih baik sebelum perang". tapi ... sejak sebelum tahun 1928 (tahun Sumpah Pemuda).sehingga ......akhli ...... agar.....tidak .... Ejaan yang salahkaprah justru bisa diperbaiki dengan menghemat huruf... Misalnya: ..... Unsur kata : 1. 2.tammat ..... Ini bisa dilakukan di dua lapisan : yaitu unsur kata.... Asas hemat dan jelas ini penting buat setiap reporter.walaupun . supaya ... meski ...meskipun ........agar supaya . dan lebih penting lagi buat editor... bila ...... tapi masih terasa perlu sekarang kita menuju suatu bahasa jurnalistik Indonesia yang lebih efisien.. tamat .... walau ....... progresif ... Misalnya: .... Beberapa kata Indonesia sebenarnya bisa dihemat tanpa mengorbankan tatabahasa dan jelasnya arti..... yang diharapkan bisa diterima para (calon) wartawan dalam usaha kita ke arah efisien penulisan....... HEMAT Penghematan diarahkan ke penghematan ruangan dan waktu..........nasional yang menggunakan bahasa Indonesia sudah cukup lama usianya. dan unsur kalimat... lebih baik mati berputih tulang".akan tetapi ..... 3.... efektif ... Di bawah ini diutarakan beberapa fasal... kuatir .. Tapi mungkin masih janggal mengatakan: ''Dari hidup berputih mata....... Misalnya: "Keadaan lebih baik dari pada zaman sebelum perang".. Dengan efisien saya maksudkan lebih hemat dan lebih jelas. sah .........sjah .........khawatir ........ hingga ..apabila .......progressive ...... tak (kecuali diujung kalimat atau berdiri sendiri).......effektif .. ahli .. Kata daripada atau dari pada juga sering bisa disingkat jadi dari..

Baik kita lihat.. 4. dia di rumah atau tidak'')."Apa yang dinyatakan Wijoyo Nitisastro sudah jelas". kita tak akan terus bersimpang-siur seperti selama ini. tentang: roch atau roh? zaman atau jaman? Textil atau tekstil? Kesusasteraan atau kesusastraan? Tehnik atau teknik? Dirumah atau di rumah? Mudah-mudahan dengan diputuskannya suatu peraturan ejaan standard."Apakah Indonesia akan terus tergantung pada bantuan luar negeri"? (Bisa disingkat: ''Akan terus tergantungkah Indonesia.. Beberapa kata mempunyai sinonim yang lebih pendek... Banyak contoh pembikinan kalimat dengan pemborosan kata.''). ia pegang peranan penting dalam pertumbuhan bahasa. dan berdebat.. (Bisa disingkat: ''Merupakan kenyataan. Dalam soal memilih sinonim yang telah pendek memang perlu ada kelonggaran.kemudian = lalu . pemungutan kata dari bahasa lain dan sebagainya.. bahwa .'')...Catatan : Kesulitan pokok kita di waktu yang lalu ialah belum adanya ejaan standard bahasa Indonesia...")..sekarang = kini Catatan : Dua kata yang bersamaan arti belum tentu bersamaan efek.... Sebagai dasar. 2..... Pemakaian apakah atau apa (mungkin pengaruh bahasa daerah) yang sebenarnya bisa ditiadakan: . (Bisa disingkat: "Yang dinyatakan Wijoyo Nitisastro. 1. bahwa percaturan politik internasional berubah-ubah setiap zaman''.terkejut = kaget . di awal kalimat: . . misalnya buat penciptaan kata baru.. sebab bahasa bukan hanya soal perasaan. .sangat = amat .makin = kian .... Unsur Kalimat Lebih efektif dari penghematan kata ialah penghematan melalui struktur kalimat. Pemakaian kata yang sebenarnya tak perlu... (Bisa disingkat: ''Baik kita lihat.... apa(kah) dia di rumah atau tidak''. .demikian = begitu ... Kita masih bingung. Misalnya: ."Adalah merupakan kenyataan. dengan mempertimbangkan rasa bahasa. Ejaan merupakan unsur dasar bahasa tertulis.

. .. Catatan : Dalam struktur kalimat lama. 5. (Bisa disingkat: "GINSI dan Pemerintah bersetuju memperbaruhi... meski lebih baik dihindari.."Kini Clay sedang sibuk mempersiapkan diri". misalnya dalam kalimat: ''Pikir itu pelita hati''... (Bisa disingkat: ''Dalam hal ini pengertian Pemerintah diperlukan''."). Pembubuhan bahwa sering bisa ditiadakan: . kata untuk demi kejelasan dipertahankan. bisa mengacaukan bila disalin: ''Pria itu pengemudi yang lebih baik dari wanita''."Pd.").. Pembubuhan akan.... 7. . (Bisa disingkat: ''Presiden besok meninjau pabrik.. . Juga daripada. kalau ada keterangan waktu : .3. Gubernur Ali Sadikin membantah desas-desus yang mengatakan bahwa ia akan diganti")."Uni Soviet cenderung untuk mengakui hak-hak India". Misalnya kalau kita harus menterjemahkan ''Man is a better driver than woman''.. Kita bisa memakainya. Pemakaian dari sebagai terjemahan of (Inggris) dalam hubungan milik yang sebenarnya bisa ditiadakan.''Sintaksis adalah bagian daripada Tatabahasa''.''Kera adalah binatang pemamah biak''. Catatan : Dalam kalimat: ''Mereka setuju untuk tidak setuju''. Pemakaian adalah sebagai terjemahan is atau are (Inggris) tak selamanya perlu: . tapi kata itu ditambahkan. (Bisa disingkat: "Uni Soviet cenderung mengakui.. (Bisa disingkat: "Kini Clay mempersiapkan diri"). Pemakaian untuk sebagai terjemahan to (Inggris) yang sebenarnya bisa ditiadakan: .. 6.... adalah ditiadakan.."Presiden besok akan meninjau pabrik ban Good year". (Bisa disingkat: ''Sintaksis adalah bagian Tatabahasa'').."Dalam hal ini pengertian dari Pemerintah diperlukan''.."GINSI dan Pemerintah bersetuju untuk memperbaruhi prosedur barangbarang modal".'').'').'' (Bisa disingkat: "Tadi dikatakan..... (Bisa disingkat ''Kera binatang pemamah biak'')."Pendirian semacam itu mudah untuk dipahami". . 4.. .. (Bisa disingkat: "Pendirian semacam itu mudah dipahami").. .."Tadi telah dikatakan . telah... . sedang sebagai penunjuk waktu sebenarnya bisa dihapuskan..

"Indonesia harus menjadi tetangga yang baik dari Australia''. hingga kalimatnya cukup berbunyi: ''Dirjen Pariwisata dikutip mengatakan.."Tidak diragukan lagi bahwa ialah orangnya yang tepat".... masih meragukan nilainya buat bahasa jurnalistik Indonesia.. (Bisa dirumuskan: ''Ditandaskannya sekali lagi.'' tak menunjukkan Dirjen Pariwisata secara pasti mengatakan hal yang dimaksud.Ditandaskannya sekali lagi bahwa DPP kini sedang memikirkan langkahlangkah untuk mengadakan peremajaan dalam tubuh partai''. + an) yang berasal dari kata kerja atau kata sifat. pemakaian sebagai biasa menimbulkan ekses."Kami adalah pewaris yang sah dari kebudayaan dunia''. meski tak selamanya. Bukankah masih terasa kesan bahwa si reporter tak mengutipnya dari tangan pertama? Lagipula.."Tanggul kali Citanduy kemarin mengalami kebobolan".''.. (Bisa dirumuskan: ''Tanggul kali Citanduy kemarin bobol"). 9. 10.. . (Bisa dirumuskan: ''PN Sandang rugi Rp 3 juta"). Catatan : Sebagai ganti bahwa ditaruhkan koma. Memang..."PN Sandang menderita kerugian Rp 3 juta".''Ia telah tiga kali melakukan penipuan terhadap saya'' (Bisa disingkat: ''Ia telah tiga kali menipu saya"). Kalimat ''Dirjen Pariwisata dikutip sebagai mengatakan... Yang. (Bisa disingkat: "Tak diragukan lagi... menambah beban kalimat dengan kata yang sebenarnya tak perlu: . 8. Pembentukan kata benda (ke + . dalam kalimat yang memakai rangkaian kata-kata itu (bahasa Inggrisnya ''quoted as saying'') tersimpul sikap berhati-hati memelihat kepastian berita. bila perlu. sebagai penghubung kata benda dengan kata sifat. + an atau pe + .. seperti sering terjadi dalam setiap mode baru. .. . DPP sedang memikirkan langkah-langkah meremajakan tubuh partai''). ialah orangnya yang tepat"). . kadang-kadang juga bisa ditiadakan dalam konteks kalimat tertentu: . sang Dirjen Pariwisata sendiri.... Contoh: Ali Sadikin menjelaskan tetang pelaksanaan membangun proyek miniatur Indonesia itu sebagai berkata: "Itu akan dilakukan .. Penggunaan kata sebagai dalam konteks "dikutip sebagai mengatakan" yang belakangan ini sering muncul (terjemahan dan pengaruh bahasa jurnalistik Inggris & Amerika)... (Bisa disingkat: ''Indonesia harus menjadi tetangga baik Australia'')... di situ si reporter memberi kesan ia mengutipnya bukan dari tangan pertama. atau pembuka (:).... Tapi perlu diperhitungkan mungkin kata sebagai bisa dihilangkan saja. kadang.

C.. halaman 1). kurang kaku.dalam tiga tahap" Harian Kami. dalam Tatabahasa Indonesia (G. 1953 hal. 11. halaman III: "Pihak Kejaksaan Tinggi Sulut di Menado dewasa ini sedang menggarap 9 buah perkara tindak pidana korupsi. Saya ambilkan 3 contoh ekses penggunaan dimana dari 3 koran: Kompas. kawan atau teman. halaman II: "Selanjutnya dinyatakan bahwa keadaan ekonomi dan moneter dunia dewasa ini masih belum menentu. 6 Desember 1971. kalau tak hati-hati. Misal lain: "Negeri dimana ia dibesarkan". Dalam ketiga contoh kecerobohan pemakaian dimana itu tampak: kata tersebut tak menerangkan tempat. melainkan hanya berfungsi sebagai penyambung satu kalimat dengan kalimat lain. Dimana sebagai kataganti penanya yang berfungsi sebagai kataganti relatif muncul dalam bahasa Indonesia akibat pengaruh bahasa Barat. "orang kawannya berjanji tadi" (bukan: orang dengan siapa ia berjanji tadi). selainnya masih dalam pengusutan. Bandung. Kata sebagai dalam berita itu samasekali tak tepat. Dari kedua misal itu terasa bahasa Indonesia semula lebih luwes. Kolff & Co. Dr. dalam bahasa Indonesia semula sebenarnya cukup berbunyi: "Rumah yang saya diami". Meski begitu tak berarti kita harus mencampakkan kata dimana sama sekali dari pembentukan kalimat bahasa Indonesia. Sinar Harapan. juga bisa tak tepat dan boros. Ia juga menolak pemakaian pada siapa. 7 Desember 1971. Sekali lagi perlu ditegaskan: penggunaan dimana. kalau tak hati-hati. Mees. halaman I: "Penyakit itu dianggap berasal (dan disebarkan) oleh serdadu-serdadu Amerika (GI) dimana konsentrasi besar mereka ada di Vietnam". selain boros. Sebetulnya masing-masing bisa dirumuskan dengan lebih hemat: . dalam bahasa Indonesia semula berbunyi: "Negeri tempat ia dibesarkan". Misalnya: "orang tempat dia berutang" (bukan: pada siapa ia berutang). Penggunaan dimana. dimana ke-9 buah perkara tsb. dengan siapa. 24 November 1971. sebagian sudah dalam tahap penuntutan. 290-294) menolak pemakaian dimana. dengan mempergunakan kata tempat. 4 Desember 1971. yang berasal dari "The house where I live in". A. bisa tak tepat dan boros. baik untuk perluasan produksi ekonomi dan peningkatan ekspor". dimana secara tidak langsung telah dapat mempengaruhi usaha-usaha pemerintah di dalam menjaga kestabilan. untuk diganti dengan susunan kalimat Indonesia yang "tidak meniru jalan bahasa Belanda". Bagaimana kemungkinannya untuk bahasa jurnalistik? Misalnya: ''Rumah dimana saya diam''.'' Abadi.

selain bisa menghilangkan dimana.. ."Bukan kebetulan jika Gubernur menganggap proyek itu bermanfaat bagi daerahnya. juga menghasilkan kalimat-kalimat pendek. Kalimat itu dijadikan dua. kata yang berfungsi menyambung satu kalimat dengan kalimat lain sesudahnya juga bisa ditiadakan. Kata tapi.. Tak perlu diuraikan lebih lanjut. Kemudian ia juga menguraikan perlunya perbaikan gizi pemain" (Kata kemudian diawal kalimat kedua bisa ditiadakan. sebagian sudah dalam tahap penuntutan. Kalimat kedua ditambahi Hal ini atau cukup Ini diawalnya. Kata "9 buah" bisa dihilangkan "buah"-nya sebab kecuali dalam konteks tertentu."Pelatih PSSI Witarsa mengakui kekurangan-kekurangan di bidang logistik anak-anak asuhnya. Perhatikan: Kalimat dijadikan dua.. . Dalam beberapa kasus. 7 sisir pisang) kadang-kadang bisa ditiadakan dalam bahasa Indonesia mutahir."Penyakit itu dianggap berasal (dan disebarkan) serdadu-serdadu Amerika (GI). yang konsentrasi besarnya ada di Vietnam''.. 2. Misalnya: . "Dewasa ini sedang" cukup jelas dengan "dewasa ini". proyek itu bisa menampung 2500 tenaga kerja setengah terdidik''. bahwa dalam hal hubungan kausal dan kronologi saja kata yang berfungsi menyambung dua kalimat yang berurutan bisa ditiadakan. hubungan kronologis antara kedua kalimat secara implisit cukup jelas). dst". "Selanjutnya dinyatakan bahwa keadaan ekonomi dan moneter dewasa ini masih belum menentu. Perhatikan : 1. Hal ini (atau lebih singkat: Ini) secara tidak langsung telah dapat . (Kata sebab diawal kalimat kedua bisa ditiadakan: hubungan kausal antara kedua kalimat secara implisit sudah jelas). walau atau meski yang mengesankan ada yang mengesankan adanya perlawanan tak bisa ditiadakan. 3.. 12..... Sebab 5 tahun mendatang. Ke-9 perkata tsb. selainnya (sisanya) masih dalam pengusutan''. "Pihak Kejaksaan Tinggi Sulut di Menado dewasa ini sedang menggarap 9 perkara tindak pidana korupsi. kata penunjuk-jenis (dua butir telor. asal hubungan antara kedua kalimat itu secara implisit cukup jelas (logis) untuk menjamin kontinyuitas. 5 ekor kambing.

Menulis secara jelas membutuhkan dua prasyarat: 1. Diah.JELAS Setelah dikemukakan 16 pasal yang merupakan pedoman dasar penghematan dalam menulis. buah pemikiran) hingga tulisannya cuma mengambang. Sebelum kita menulis. bukan juga pura-pura paham atau belum yakin benar akan pengetahuannya sendiri. tulisan kedua macam orang itu tak bisa dipakai. tapi belum tentu semua tau sebagian besar mereka tahu apa dan siapanya W. melainkan oleh suatu publik yang cukup bervariasi dalam tingkat informasi. Ada orang yang sebetulnya kurang bahan (baik hasil pengamatan. Renda atau B. berwawancara dan membaca sumber yang akurat. hingga tak bisa membatasi dirinya: menulis terlalu panjang. pegangan penting buat penulis jurnalistik yang jelas ialah: buatlah tulisan yang tidak membingungkan orang yang yang belum tahu. Pembaca harian atau majalah kita sebagian besar mungkin mahasiswa. Sebab penulisan jurnalistik harus disertai informasi faktuil atau detail pengalaman dalam mengamati. Menghadapi soal ini. M. di bawah ini pedoman dasar kejelasan dalam menulis. Juga harus dituangkan dalam waktu dan ruangan yang tersedia. Si penulis harus punya kesadaran tentang pembaca. Terutama dalam penulisan jurnalistik. Lebih penting lagi ialah kesadaran tentang pembaca. kita harus punya bayangan (sedikit-sedikitnya perkiraan) tentang pembaca kita: sampai berapa tinggi tingkat informasinya? Bisakah tulisan saya ini mereka pahami? Satu hal yang penting sekali diingat: tulisan kita tak hanya akan dibaca seorang atau sekelompok pembaca tertentu saja. wawancara. . 2. S. Si penulis harus memahami betul soal yang mau ditulisnya. Ada orang yang terlalu banyak bahan. hasil bacaan. Memahami betul soal-soal yang mau ditulisnya berarti juga bisa menguasai bahan penulisan dalam suatu sistematik.

programoriented. Karena bukan tempatnya di sini untuk berbicara mengenai komposisi. backhand drive. slow motion. dll. ada dua lapisan yang perlu mendapatkan perhatian: yaitu unsur kata dan unsur kalimat Unsur kata : 1. karena pengertian-pengertian itu tak berasal dari perbendaharaan kultural kita. Tapi sementara itu diakui: perkembangan bahasa tak berdiri sendiri. melainkan ditopang perkembangan sektor kebudayaan lain. pembagian tulisan secara sistematik dalam alinea-alinea. Sebelum terlambat. c. midnight show. floor-price.. tapi dibiarkan begitu saja. technical know-how. longplay. mengingat timbulnya jarak bahasa yang kian melebar. Maka sulitlah kita mencari terjemahan lunar module feasibility study. pant-suit. Kata-kata itu sebenarnya bisa diterjemahkan. ikhtiar mencari salinan Indonesia yang tepat dan enak (misalnya bell-bottom dengan "cutbrai") tetap perlu. Meet the Press. b. kalimat-kalimat tidak melayang kesanakemari. bumbu-bumbu cerita tidak berhamburan menyimpang dari hal-hal yang perlu dan relevan. reshuffle. 2. buffet dinner. doublebreast. Walau begitu. Sebuah tulisan yang jelas juga harus memperhitungkan syarat-syarat teknis komposisi: a. enterpeneur. the best photo of the year. ejaan yang tidak terlampau menyimpang dari yang lazim dipergunakan atau ejaan standard. Berhemat dengan kata-kata asing. Apalagi jika diingat rakyat kebanyakan memahami bahasa Inggris sepatah pun tidak. steambath. hingga sistematika tidak kalang-kabut. Menuju kejelasan bahasa. boom. tanda baca yang tertib. bisa diperhitungkan sebentar lagi pembaca koran Indonesia akan terasing dari informasi. crash program.tapi tak membosankan orang yang sudah tahu. drive-in. floating mass. approach. single. smash. Sementara diketahui bahwa tingkat pelajaran bahasa Inggris sedang merosot. Ini bisa dicapai dengan praktek yang sungguh-sungguh dan terus-menerus. two China policy. ikhtiar menterjemahkan kata-kata asing yang relatif mudah diterjemahkan harus segera dimulai. tapi agaknya sejak 15 tahun terakhir. aftershave lotion. Menghindari sejauh mungkin akronim. seeded dan apa lagi. pers berbahasa Indonesia bertambah- . project officer. Misalnya: income per capita. Setiap bahasa mempunyai akronim. City Hall. upgrading. cukup kiranya ditekankan perlunya disiplin berpikir dan menuangkan pikiran dalam menulis. Dewasa ini begitu derasnya arus istilahistilah asing dalam pers kita.

yang kata-katanya jarang bersukukata tunggal dan yang rata-rata dituliskan dengan banyak huruf. Akronim mempunyai manfaat: menyingkat ucapan dan penulisan dengan cara yang mudah diingat. perlu diingat : ada yang membuat akronim untuk alasan praktis dalam dinas (misalnya yang dilakukan kalangan ketentaraan). Misalnya akronim "Gepeng" jika terus-menerus dipakai bisa menyebabkan kita lupa makna "gerakan" dan "penghematan" yang terkandung dalam maksud semula. Tapi ada pula yang membuat akronim untuk menciptakan efek propaganda dalam permusuhan politik (misalnya "Manikebu" untuk "Manifes Kebudayaan". ''Bappenas''. kecenderungan membentuk akronim memang lumrah. ''Daswati''. "Nekolim" untuk "neo-kolonialisme". Saya hanya ingin mengingatkan: akronim akhirnya bisa mengaburkan pengertian kata-kata yang diakronimkan. "sas-sus" untuk "desas-desus". atau di pojok koran: ''keruk nasi'' untuk ''kerukunan nasional''). dan itulah sebabnya akronim sering dihubungkan dengan bahasa pemerintahan totaliter dan sangat penting dalam bahasa Indonesia. misalnya "Jagung" untuk "Jaksa Agung". asas kejelasan juga lebih efektif jika dilakukan dalam struktur kalimat. Kita makin lama makin alpa buat apa merenungkan kembali makna semula sebelum kata-kata itu diakronimkan. ''Humas'' memang lebih ringkas dari ''Pertahanan & Keamanan'' ''Badan Perencanaan Pembangunan Nasional''. begitu pula akronim ''ASU''.tambah gemar mempergunakan akronim. dari sikap objektif. hingga baik yang mempergunakan ataupun yang membaca dan yang mendengarnya bisa terlupa akan isi semula suatu akronim. ''Daerah Swantantra Tingkat'' dan ''Hubungan Masyarakat''. Di samping itu. Tapi seperti halnya dalam asas penghematan. "Cinkom" untuk "Cina Komunis". Sikap analitis dan kritis kita bisa hilang terhadap kata berbentuk akronim itu. Tapi kiranya akan teramat membingungkan kalau kita seenaknya saja membikin akronim sendiri dan terlalu sering. "ASU" untuk "Ali Surachman"). Saya tak bermaksud memberikan batas yang tegas akronim mana saja yang bisa dipakai dalam bahasa pemberitaan atau tulisan dan mana yang tidak. Juga akronim bahasa pojok sebaiknya dihindarkan dari bahasa pemberitaan. mengejek dan mencoba lucu (misalnya di kalangan remaja sehari-hari: ''ortu'' untuk ''orangtua''. Dalam bahasa Indonesia. ''Hankam''. "Gepeng" untuk "Gerakan Penghematan". Satu-satunya untuk itu ialah "dihindarkannya kalimat-kalimat majemuk yang paling panjang anak . ada yang membuat akronim untuk bergurau. Bahasa jurnalistik. seharusnya menghindarkan akronim jenis terakhir itu. hingga sampai hal-hal yang kurang perlu.

Dari rumah yang satu ke rumah yang lain. Contoh: Pedoman. yakni sambutan masyarakat setempat. opor ayam disantap bersama oleh mereka. surau-surau ramai pula ketupat-ketupat.'' Perhatikan : Penulis kehilangan subjek semula kalimatnya sendiri.kalimatnya". "yang mendapat sambutan hangat ialah sambutan masyarakat setempat. Ketua Dewan Mahasiswa IAIN Djakarta) maka pada tanggal 28 November jbl. daging semur.'' Kalimat itu terdiri dari 60 kata lebih. tapi juga si penulis sendiri. Pada dasarnya setiap kalimat yang amat panjang. opor ayam ikut berlebaran. pembaca bisa kehilangan jejak persoalan. 22 November 1971. jika kalimat majemuk itu kemudian bercucu kalimat.Perwakilan Ciputat) dengan Hamdi Ajusa mewakili DM IAIN dengan maksud untuk mengadakan 'clearing' terhadap berita itu. Mengingat dekat sebelum itu ada kalimat ketupatketupat tersebut saling mengunjungi dan kalimat surau-surau ramai pula . 4 Desember 1971. di Kampus IAIN tersebut telah diadakan pertemuan antara pihak Staf JPMII (Jajasan Pembangunan Madrasah Islam & Ihsan ." Perhatikan: Siapa yang dimaksud dengan kata ganti mereka dalam kalimat itu? Si penulis nampaknya lupa bahwa ia sebelumnya tak pernah menyebut "orang-orang kampung". Apalagi bila dalam satu kalimat terlalu banyak data yang dijejalkan." Sinar Harapan. Bila lebih panjang dari itu. 4 Desember 1971. Sebagai pembaca. Pada pembacaan pertama. halaman VII: "Di kampung-kampung kelihatan lebaran lebih bersemarak. halaman 1: ''Sehubungan dengan berita 'Harian Kami' tanggal 25 November 1971 hari Kamis berjudul: 'Tanah Kompleks IAIN Ciputat dijadikan Objek Manipulasi' (berdasarkan keterangan pers dari Hamdi Ajusa. ketupat-ketupat tersebut saling mengunjungi dan di langgar-langgar. saya kehilangan jejak perkara yang disajikan di hadapan saya. Lebih ruwet lagi soalnya jika bukan saja pembaca yang kehilangan jejak dengan dipergunakannya kalimat-kalimat panjang. Akibatnya kalimat itu berarti. lebih dari 15-20 kata. terlebih-lebih lagi. saya memerlukan dua kali membacanya untuk memahami yang ingin dinyatakan sang wartawan. halaman IV: ''Selama tour tersebut sambutan masyarakat setempat di mana mereka mengadakan pertunjukan mendapat sambutan hangat. apalagi dalam bahasa jurnalistik. Ini artinya suatu komunikasi cepat tak tercapai. Contoh: Harian Kami. bisa mengaburkan hal yang lebih pokok. ketupat beserta sayur dan sedikit daging semur. Itulah sebabnya penulisan lead (awal) berita sebaiknya dibatasi hingga 13 kata.

ketupat-ketupat. . opor ayam disantap bersama oleh ketupat-ketupat. kalimat panjang itu bisa berarti aneh dan lucu: "daging semur.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful