P. 1
Pengertian Hubungan Industrial

Pengertian Hubungan Industrial

|Views: 841|Likes:
Published by Papach Ridha

More info:

Published by: Papach Ridha on Feb 11, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/08/2013

pdf

text

original

Pengertian Hubungan Industrial

Hubungan industrial adalah hubungan antara semua pihak yang tersangkut atau berkepentingan atas proses produksi atau pelayanan jasa di suatu perusahaan. Pihak yang paling berkepentingan atas keberhasilan perusahaan dan berhubungan langsung seharihari adalah pengusaha atau manajemen dan pekerja. Disamping itu masyarakat juga mempunyai kepentingan, baik sebagai pemasok faktor produksi yaitu barang dan jasa kebutuhan perusahaan, maupun sebagai masyarakat konsumen atau pengguna hasil-hasil perusahaan tersebut. Pemerintah juga mempunyai kepentingan langsung dan tidak langsung atas pertumbuhan perusahaan, antara lain sebagai sumber penerimaan pajak. Jadi hubungan industrial adalah hubungan antara semua pihak yang berkepentingan tersebut. Dalam pengertian sempit, hubungan industrial diartikan sebagai hubungan antara manajemen dan pekerja atau Management-Employees Relationship. Prinsip Hubungan Industrial Prinsip hubungan industrial didasarkan pada persamaan kepentingan semua unsur atas keberhasilan dan kelangsungan perusahaan. Dengan demikian, hubungan industrial mengandung prinsip-prinsip berikut ini: 1. Pengusaha dan pekerja, demikian Pemerintah dan masyarakat pada umumnya, samasama mempunyai kepentingan atas keberhasilan dan kelangsungan perusahaan. 2. Perusahaan merupakan sumber penghasilan bagi banyak orang. 3. Pengusaha dan pekerja mempunyai hubungan fungsional dan masing-masing mempunyai fungsi yang berbeda dalam pembagian kerja atau pembagian tugas. 4. Pengusaha dan pekerja merupakan anggota keluarga perusahaan. 5. Tujuan pembinaan hubungan industrial adalah menciptakan ketenangan berusahan dan ketentraman bekerja supaya dengan demikian dapat meningkatkan produktivitas perusahaan. 6. Peningkatan produktivitas perusahaan harus dapat meningkatkan kesejahteraan bersama, yaitu kesejahteraan pengusaha dan kesejahteraan pekerja. Perundingan Kerja Bersama (PKB) Perjanjian Kerja Bersama atau disingkat PKB merupakan pijakan karyawan dalam menorehkan prestasi yang pada gilirannya akan berujung kepada kinerja korporat dan kesejahteraan karyawan. Jadi, PKB memang penting bagi perusahaan manapun. Hubungan kerja senantiasa terjadi di masyarakat, baik secara formal maupun informal, dan semakin intensif didalam masyarakat modern. Di dalam hubungan kerja memiliki potensi timbulnya perbedaan pendapat atau bahkan konflik. Untuk mencegah timbulnya akibat yang lebih buruk, maka perlu adanya pengaturan di dalam hubungan kerja ini

dan serikat pekerja. 2. Pengertian Collective Bargaining 1. Perundingan Kolektif adalah suatu proses dimana para wakil dua kelompok (pihak karyawan yang diwakili oleh serikat pekerja dan pihak manajemen) bertemu dan merundingkan perjanjian yang mengatur hubungan kedua pihak diwaktu yang akan datang. Perundingan Kolektif adalah proses yang melibatkan kegiatan negosiasi. Perundingan pembuatan PKB berikutnya dapat dimulai paling cepat 3 (tiga) bulan sebelum berakhirnya PKB yang sedang berlaku. dimana sarana yang lain adalah serikat karyawan. Dalam hal perundingan tidak mencapai kesepakatan. administrasi. peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan. dan interpretasi atas suatu perjanjian tertulis antara manajemen dengan serikat pekerja untuk suatu periode waktu tertentu. Tujuan perundingan kolektif adalah untuk menyusun suatu perjanjian kerja. Perjanjian kerja ( labour agreement) menguraikan berbagai hak. persyaratan kerja diatur dalam bentuk perjanjian kerja yang sifatnya perorangan.PKB dibuat dengan melalui perundingan antara managemen dan serikat karyawan. Perjanjian kerja Bersama ini dibuat atas persetujuan pemberi kerja dan Karyawan yang bersifat individual. dan tanggung jawab manajemen. dengan partisipasi ini juga merupakan cara untuk bersama-sama memperkirakan dan menetapkan nasib perusahaan untuk masa depan. Pengaturan persyaratan kerja yang bersifat kolektif dapat dalam bentuk Peraturan Perusahaan (PP) atau Perjanjian Kerja Bersama (PKB). Hal ini juga tertuang dalam Pasal 1 UU No. lembaga kerjasama tripartit. dalam hal ini diwakili oleh Managemen Perusahaan dan Karyawan yang dalam hal ini diwakili oleh Serikat Karyawan.Menurut ketentuan. Lebih dari itu. lembaga kerjasama bipartit. organisasi pengusaha. peraturan perusahaan. Kesemua itu untuk menjamin adanya kepastian dan perlindungan di dalam hubungan kerja. drafting (persiapan berkas). maka PKB yang sedang berlaku tetap berlaku untuk paling lama 1 (satu) tahun. Sehingga dengan demikian proses pembuatan PKB tidak memakan waktu lama dan berlarut-larut sampai terjadi kebuntuan (dead lock) yang mengakibatkan tidak adanya kepastian hukum.dalam bentuk PKB.Perjanjian Kerja Bersama atau PKB sebelumnya dikenal juga dengan istilah KKB (Kesepakatan Kerja Bersama) / CLA (Collective Labour Agreement) adalah merupakan perjanjian yang berisikan sekumpulan syarat-syarat kerja.13 tahun 2003 Point 21. kewajiban. Dalam prakteknya. . hak dan kewajiban para pihak yang merupakan hasil perundingan antara Pengusaha. serta tercatat pada instansi yang bertanggung jawab dibidang ketenagakerjaan. PKB juga merupakan suatu instrumen yang digunakan untuk untuk menjalankan hubungan industrial. karyawan secara individu. lembaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial.Masa berlakunya PKB paling lama 2 (dua) tahun dan dapat diperpanjang masa berlakunya paling lama 1 (satu) tahun. Menurut Byars & Rue. Menurut Hani Handoko. sehingga dapat tercipta ketenangan kerja dan berusaha.

b. Tahap administrasi a. Menjaga atau mengamankan asetnya. PERUSAHAAN SEBAGAI KEPENTINGAN BERSAMA Setiap usaha. d. bahan baku dan bahan setengah jadi. masyarakat pemasok bahan dan masyarakat konsumen. Meningkatkan penghasilannya. A. persediaan suku cadang dan lain-lain. pekerja. melakukan negosiasi dengan serikat pekerja b. memonitor lingkungan kerja b. . hubungan industrial diartikan sebagai hubungan antara manajemen dan pekerja atau Management-Employees Relationship. selalu menyangkut kepentingan banyak orang yaitu pengusaha atau pemilik. c. Pemerintah juga mempunyai kepentingan langsung dan tidak langsung atas pertumbuhan perusahaan. baik sebagai pemasok faktor produksi yaitu barang dan jasa kebutuhan perusahaan. melakukan penyesuaian sesuai hasil perundingan (misalnya tentang tingkat upah) d. memberi penerangan melalui pelatihan c. mesin. membentuk tim perunding d. Jadi hubungan industrial adalah hubungan antara semua pihak yang berkepentingan tersebut. Dalam pengertian sempit. Pihak yang paling berkepentingan atas keberhasilan perusahaan dan berhubungan langsung sehari-hari adalah pengusaha atau manajemen dan pekerja. Tahap persiapan: a. Tahap perundingan: a. Mengembangkan modal atau asetnya supaya memberi nilai tambah yang tinggi. Pengusaha atau investor merubah modal menjadi bentuk aset seperti gedung. 1. e.Proses perundingan kolektif: 1. serta Pemerintah. menyusun rencana perundingan c. mencapai persetujuan (disetujui oleh ke-2 pihak) 3. Upaya tersebut dilakukan dalam bentuk dan untuk: a. memperoleh persetujuan manajemen puncak 2. kecil atau besar. Disamping itu masyarakat juga mempunyai kepentingan. mengadministrasikan hasil perjanjian kerja b. mengawasi pelaksanaan perjanjian (oleh manajemen dan serikat kerja) KONSEP DASAR HUBUNGAN INDUSTRIAL Hubungan industrial adalah hubungan antara semua pihak yang tersangkut atau berkepentingan atas proses produksi atau pelayanan jasa di suatu perusahaan. . Aset tersebut akan mempunyai nilai tinggi bila semuanya dioperasikan dalam proses produksi yang sehat. Kepentingan pengusaha dalam perusahaan Setiap pengusaha atau pemilik mempunyai kepentingan langsung dan sebab itu selalu berupaya untuk meningkatkan keberhasilan dan menjamin kelangsungan perusahaannya. antara lain sebagai sumber penerimaan pajak. Bukti aktualisasi diri sebagai pengusaha yang berhasil. Dapat meningkatkan kesejahteraan pekerja dan keluarganya. maupun sebagai masyarakat konsumen atau pengguna hasil-hasil perusahaan tersebut.

Setiap orang mengembangkan kariernya di tempat dia bekerja. Sarana melatih diri. d. b.Bagi investor selalu terbuka beberapa alternatif bisnis. Pendapatan nasional adalah akumulasi nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh perusahaan. Lapangan dan kesempatan kerja merupakan kebutuhan masyarakat. Di tempat kerja setiap orang selalu berupaya meniti kariernya secara bertahap mulai dari pangkat dan jabatan yang rendah hingga pangkat dan jabatan yang tinggi. masing-masing mempunyai prospek dan risiko yang berbeda-beda. Tingkat pengangguran yang tinggi akan dapat menimbulkan keresahan sosial dan mengganggu pertumbuhan ekonomi. perusahaan merupakan sumber penghasilan bagi banyak orang. Semakin banyak pengusaha yang mengembangkan perusahaan atau membuka usaha baru. Sebab itu pemerintah selalu berkepentinggan untuk mendorong pertumbuhan dunia usaha supaya dapat menciptakan kesempatan kerja baru bagi angkatan kerja yang bertambah setiap tahun. perusahaan merupakan sumber pertumbuhan ekonomi. semakin banyak pekerja yang memperoleh penghasilan. Pengusaha bersedia menginvestasikan modalnya pada usaha dengan risiko yang lebih tinggi. kecil atau besar. pendapatan nasional akan meningkat dan kesejahteraan masyarakat akan meningkat pula. Kepentingan Pemerintah Bagi pemerintah. Sumber utama penghasilan adalah pekerjaan walaupun ada beberapa orang (yang jumlahnya sangat kecil) yang dapat hidup dari deviden atau warisan orang tuanya. Risiko bisnis yang terkecil adalah memasukkan dana di bank deposito. mempunyai peranan dan makna yang sangat penting. Pertumbuhan ekonomi membuka peluang untuk perluasan . memperkaya pengalaman kerja serta meningkatkan keahlian dan keterampilan kerja. Dengan demikian. Sumber penghasilan. perusahaan merupakan sumber kesempatan kerja. Dengan kata lain. Kedua. Semakin banyak perusahan yang berhasil meningkatkan produktivitas. Pertama. Itu sebabnya setiap orang pada umumnya mengharapkan pekerjaan tetap yang dapat memberikan penghasilan tetap dan cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya secara wajar. Tempat mengembangkan karier. bila usaha tersebut juga memberikan atau menjamin prospek yang lebih cerah. karena bagipekerja perusahaan mempunyai makna dan arti penting yaitu sebagai: a. semakin banyak pekerja yang memperoleh peningkatan penghasilan. Kepentingan Pekerja Demikian juga para pekerja selalu mempunyai kepentingan atas perusahaan dan oleh sebab itu harus berupaya dan bekerja keras untuk keberhasilan dan kelangsungan perusahaan. dapat kehilangan momentum pengembangan kariernya. e. di sektor formal atau sektor informal. Kredibilitas suatu perusahaan dapat juga diukur dari kemampuannya memperkecil tingkat pengangguran. Sumber kesempatan kerja. Oleh sebab itu. Ketiga. Setiap orang pada dasarnya mendambakan penghasilan tetap. Orang yang berpindah kerja.dapat dipahami bila setiap pengusaha selalu mengharapkan tingkat keuntungan atau rendemen bisnis yang lebih tinggi dari tingkat bunga deposito. kemakmuran bangsa serta ketahanan nasional. c. setiap pekerjaan perlu menekuni pekerjaan di satu perusahaan untuk tetap memelihara posisidi depan atau senioritas dalam jalur karier yang ada. setiap usaha yang dilakukan oleh masyarakat. Tempat mengaktualisasikan keberhasilan. 3. 2.

pemerintah berkepentingan dan mengharapkan semua perusahaan dapat menjamin penyediaan dan arus barang. Semakin besar sisa hasil usaha atau keuntungan perusahaan semakin besar potensi membayar pajak perusahaan. keuntungan perusahaan dan pendapatan karyawannya merupakan sumber utama pendapatan negara melalui sistem pajak. c.kesempatan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dalam globalisasi ekonomi. perjanjian merupakan bentuk dari perikatan dimana 2 (dua) pihak mengikatkan diri untuk berbuat. Keempat. pemerintah berkepentingan untuk mendorong perluasan dan pertumbuhan dunia usaha. baik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat konsumen maupun sebagai masukan barang setengah jadi untuk perusahaan lain. Semakin besar penghasilan kerja. semakin besar pula penghasilan pekerja. Kelima. Dalam berbagai teori ilmu hokum perikatan. Pertumbuhan ekonomi akan memperkuat stabilitas masyarakat dan stabilitas politik. Pertumbuhan ekonomi membuka peluang untuk perluasan kesempatan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. atau untuk tidak berbuat sesuatu yang dituangkan dalam suatu perjanjian baik secara lisan maupun secara tertulis. Apalagi bila hasil-hasil perusahaan diekspor. Hasil-hasil perusahaan yang digunkan di dalam negeri akan mengurangi jumlah impor serta menghemat penggunaan devisa. Pasal 1 angka 14 UUTK mendefenisikan perjanjian kerja sebagai perjanjian antara pekerja/buruh dengan pengusaha atau pemberi kerja yang memuat syarat-syarat kerja. hak. memberikan sesuatu. Adanya subjek atau pelaku yakni pekerja/buruh dan pengusaha/pemberi kerja yang masing-masing membawa kepentingan. maka dapat dijelaskan beberapa unsur penting perjanjian kerja sebagai berikut: a. devisa akan bertambah. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (UUTK) pada prinsipnya telah memberikan defenisi normative mengenai perjanjian kerja. Adanya perbuatan hokum/peristiwa hokum berupa perjanjian b. Keenam. semakin besar pula potensi membayar pajak penghasilan Pengertian Perjanjian Kerja Undang-undang No. hak dan kewajiban para pihak Peristiwa hokum perjanjian merupakan tindakan yang dilakukan oleh pekerja/buruh dan pengusaha/pemberi kerja untuk saling mengikatkan diri dalam suatu hubungan yang bersifat normative atau saling mengikat. Atas pengertian tersebut. Memuat syarat-syarat kerja. dan kewajiban para pihak. Pertumbuhan ekonomi mengurangi ketergantungan politik dan ekonomi pada negara lain. Konsekuensi dari tidak terpenuhinya hak dan kewajiban tersebut dapat . perusahaan merupakan sumber devisa. Sebab itu. Perjanjian selalu menimbulkan hak dan kewajiban bagi para pelaku yang terlibat di dalamnya. devisa merupakan sutu kebutuhan negara yang sangat penting.

berupa batal atau kebatalan terhadap perjanjian tersebut dan bahkan memungkinkan menimbulkan konsekuensi penggantian kerugian atas segala bentuk kerugian yang timbul akibat tidak terpenuhinya prestasi yang diperjanjikan. Para pihak disyaratkan harus memenuhi syarat untuk dapat bertindak sebagai pelaku dalam perjanjian. adanya hubungan kerja yang jelas. mental. Pelaku atau merupakan syarat subjektif untuk pemenuhan keabsahan suatu perjanjian. Lebih lanjut mengenai apa yang dimaksudkan dengan “cakap” tidak dijelaskan secara detail dalam UUTK. izin tertulis dari orang tua atau wali. f. dan menerima upah sesuai dengan ketentuan yang berlaku . waktu kerja maksimum 3 (tiga) jam. e. social dari anak tersebut. Hal ini ditegaskan dalam Pasal 50 UUTK yang menyatakan bahwa hubungan kerja terjadi karena adanya perjanjian kerja antara pengusaha dan pekerja/buruh. Sebagai contoh ketentuan UUTK Pasal 68 dan 69 yang substansinya berbicara mengenai larangan terhadap pengusaha untuk mempekerjakan anak kecuali bagi anak yang berumur antara 13 (tiga belas) sampai dengan 15 (lima belas) tahun dan itupun terbatas pada pekerjaan ringan sepanjang tidak mengganggu perkembangan dan kesehatan fisik. d. Dalam UUTK hubungan kerja baru dapat timbul setelah pekerja/buruh dan pengusaha/pemberi kerja mengikatkan diri dalam suatu perjanjian kerja. Karena secara prinsip pelakulah yang berinisiatif. Tanpa pelaku. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk mempekerjakan anak dimaksud yakni: a. keselamatan dan kesehatan kerja. bertindak dan bertanggungjawab atas dimulainya keterikatan sampai pada berakhirnya keterikatan. Demikianlah UUTK menentukan para pihak yang terlibat dalam perjanjian kerja. maka tentunya tidak akan ada perjanjian yang terjadi. Berdasarkan ketentuan Pasal 52 UUTK maka kemampuan dan kecakapan melakukan perbuatan hokum menjadi syarat dan dasar dibuatnya perjanjian kerja. pelaku dibatasi pada pekerja/buruh dan pengusaha/pemberi kerja. Dalam konteks ketenagakerjaan. g. akan tetapi pada beberapa pasal tertentu terdapat pengaturan yang sangat terkait dengan subjektifitas pelaku perjanjian kerja terkait. dilakukan pada siang hari dan tidak mengganggu waktu sekolah. b. perjanjian kerja antara pengusaha dengan orang tua atau wali. c. Dalam perjanjian kerja. pelaku berkedudukan sebagai pewujud perjanjian kerja. Dengan demikian tidak ada keterkaitan apapun yang menyangkut pekerjaan antara pekerja/buruh dan pengusaha tertentu apabila sebelumnya tidak ada perjanjian yang mengikat keduanya.

maka cukup dengan pernyataan yang secara bersama disetujui oleh kedua belah pihak dan sebaiknya disaksikan oleh sekurang-kurangnya dua orang saksi. dan Pekerjaan yang diperjanjikan tidak bertentangan dengan ketertiban umum. Berdasarkan ketentuan Pasal 51 angka 1 UUTK maka bentuk tertulis maupun lisan dari suatu perjanjian kerja dimungkinkan untuk dilakukan oleh para pihak yang menjadi pelaku. Pasal 1322 Kitab Undang-undang Hukum Perdata (KUHPerdata) membatasi pengertian cakap sebagai berikut: a. Kemampuan atau kecakapan melakukan perbuatan hukum . b. dan peraturan perundangundangan yang berlaku Kesepakatan diartikan sebagai bentuk persetujuan para pihak atas apa yang diperjanjikan dan hal-hal yang termuat dalam perjanjian.Dari uraian contoh penegasan yang tercantum dalam Pasal 68 – 69 tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa anak selalu dianggap belum cakap untuk bertindak sebagai pihak dalam suatu perjanjian. Pemenuhan unsure-unsur tersebut dapat sangat berpengaruh secara normative terhadap keabsahan suatu perjanjian kerja yang dibuat antara pekerja/buruh dan pengusaha Bentuk dan Syarat Sahnya Perjanjian Kerja Pada prinsipnya perjanjian kerja dapat dibuat secara tertulis maupun lisan. orang-orang yang belum dewasa menurut undang-undang. Pasal 53 mensyaratkan beberapa hal untuk absahnya suatu perjanjian kerja sebagai berikut: a. Namun apabila dibuat secara lisan. kesusilaan. d. Sebab suatu perjanjian belum dapat . maka tentunya dinyatakan dalam draft kontrak tersebut. Adanya pekerjaan yang diperjanjikan . Apabila perjanjian itu dibuat dalam bentuk tertulis seperti kontrak. perempuan-perempuan yang telah kawin dalam hal-hal yang ditentukan undang-undang dilarang untuk membuat persetujuan tertentu Hal-hal yang diuraikan diatas merupakan kemutlakan atas suatu perjanjian kerja. c. Sepakat (konsensualitas) dalam teori hokum perjanjian merupakan azas yang sangat penting existensinya. b. Kesepakatan kedua belah pihak . Perjanjian Kerja pada prinsipnya dapat dibuat secara lisan dan tertulis dengan syarat terpenuhinya syarat-syarat keabsahan perjanjian kerja sebagaimana dicantumkan dalam UUTK. Meskipun demikian terdapat batasan-batasan yang harus terpenuhi dalam pembuatan perjanjian kerja baik lisan maupun tertulis tersebut. mereka yang ditaruh di bawah pengampuan (pengawasan) c.

memiliki izin tertulis dari orang tua atau wali. dilakukan pada siang hari dan tidak mengganggu waktu sekolah. keselamatan dan kesehatan kerja. d. b. Terkait dengan kecakapan dalam melakuan perjanjian atau perikatan. Untuk mempekerjakan anak sebagaimana dimaksud pengusaha diwajibkan untuk memenuhi persyaratan sebagai berikut: a. dikenal istilah schuld dan haftung. c. Selain itu cakap dijabarkan dalam ketentuan KUHPerdata Pasal 1322 sebagaimana dijelaskan pada uraian awal. Sebagai 2 (dua) unsur pembentuk kecakapan seseorang. Dalam UUTK anak didefenisikan sebagai setiap orang yang berumur dibawah 18 (delapan belas) tahun (Pasal 1 angka 26). dan g. f. Namun terdapat pengecualian untuk anak yang berumur antara 13 (tiga belas) sampai 15 (lima belas) tahun dalam hal melakukan pekerjaan ringan sepanjang tidak mengganggu perkembangan dan kesehatan fisik. Syarat kedua yakni kemampuan atau kecakapan melakukan perbuatan hokum memberikan batasan terhadap orang-orang yang belum dapat mengemban tanggungjawab. adanya hubungan kerja yang jelas. . waktu kerja maksimum 3 (tiga) jam.dikatakan utuh sebagai suatu perjanjian apabila tidak disepakati oleh pihak lainnya. menerima upah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Lebih lanjut ditegaskan larangan untuk mempekerjakan anak ditegaskan dalam Pasal 68 UUTK. mental dan sosial dari anak tersebut (Pasal 69 ayat 1). e. Kecakapan seseorang dalam melakukan perbuatan hukum sangat dilatarbelakangi oleh kemampuan pemenuhan hak dan kewajiban yang disepakati. Dengan kata lain subjektifitas perjanjian tersebut belum terpenuhi seutuhnya dan tentunya belum dapat diimplementasikan dan belum berkekuatan hokum. perjanjian kerja antara pengusaha dilakukan dengan orang tua atau wali. Oleh karena itu perjanjian tersebut belum dapat dianggap sebagai suatu peristiwa hokum yang secara otomatis belum menimbulkan hak dan kewajiban antara satu pihak dengan pihak lainnya. Sebagai contoh adalah anak-anak atau orang yang belum dewasa dan masih dalam pengawasan atau pengampuan. schuld dikenal sebagai tanggung jawab hukum atas pelaksanaan suatu prestasi oleh pihak yang berkewajiban sedangkan haftung didefenisikan sebagai tanggung jawab atas penuntutan prestasi oleh pihak yang berhak.

Nama. Selanjutnya mengenai keharusan adanya objek yang diperjanjikan. disisi lain undang-undang keperdataan pada umumnya memang telah menentukan anak sebagai subjek yang tidak cakap dalam melakukan berbagai perbuatan hukum termasuk dalam hukum ketenagakerjaan. f. Selain dari faktor umur yang mewakili berbagai prediksi atas ketidakmampuannya. c. Nama. Tanda tangan para pihak dalam perjanjian kerja. tentunya tidak akan dipersoalkan oleh hukum. UUTK memberikan batasanbatasan tertentu mengenai pelaksanaan bentuk-bentuk perjanjian kerja sebagai bentuk perlindungan hokum terhadap para pihak dalam perjanjian. Secara logis kita dapat menyimpulkan bahwa tidak mungkin akan ada kesepakatan apabila tidak ada hal yang disepakati. Demikianlah 4 (empat) syarat keabsahan perjanjian kerja yang juga dikenal dalam hukum perjanjian dan perikatan pada umumnya. . umur. e. b. Besarnya upah dan cara pembayarannya .Anak sebagai subjek tentunya memiliki berbagai keterbatasan dalam bertindak. maka akan dipersoalkan oleh hukum setiap saat. dan i. yang menjadi substansi kesepakatan adalah pekerjaan dan berbagai hal yang terkait dengannya. Legalitas atau keabsahan hal yang diperjanjikan sangat terkait dengan eksistensi perjanjian tersebut. Memulai dan jangka waktu berlakunya perjanjian kerja . Dalam ketentuan tersebut sekurang-kurangnya dapat memberikan interpretasi terhadap setiap orang mengenai objek perjanjian yang dibicarakan. Tempat pekerjaan . dan jenis perusahaan . Syarat terakhir sahnya suatu perjanjian menurut UUTK adalah menyangkut legalitas dari substansi yang diperjanjikan. jenis kelamin. Syarat-syarat kerja yang memuat hak dan kewajiban pengusaha dan pekerja/buruh . Jabatan atau jenis pekerjaan . Perjanjian yang substansinya legal. Dalam perjanjian kerja. dan alamat pekerja/buruh . Namun bila substansinya ilegal. Pasal 54 UUTK mensyaratkan pemenuhan hal-hal sebagai berikut untuk terpenuhinya keabsahan suatu perjanjian kerja: a. alamat perusahaan. h. Sebagaimana dijelaskan sebelumnya bahwa perjanjian kerja dapat buat dalam bentuk tertulis dan lisan. d. Apabila substansi tersebut tidak dikemukakan maka tentunya tidak dapat dikatakan sebagai perjanjian kerja. g. Tempat dan tanggal perjanjian kerja dibuat.

Pasal 59 UUTK membatasi hal-hal tertentu yang dapat diberlakukan dengan PKWT sebagai berikut: a. 100 Tahun 2004 tentang Ketentuan Pelaksanaan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu. Pekerjaan yang berhubungan dengan produk baru. kegiatan baru. Pembaharuan sebagaimana dimaksud dilakukan setelah melebihi masa tenggang waktu 30 (tiga puluh) hari setelah berakhirnya perjanjian kerja. maka dimungkinkan untuk dilakukan pembaharuan PKWT. Pengaturan lebih lanjut mengenai PKWT dijabarkan lebih lanjut dalam Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. Pekerjaan yang bersifat musiman. Selama tenggang waktu 30 (tiga puluh) hari tidak ada hubungan kerja antara pekerja/buruh dan pengusaha. Dalam hal pekerjaan tertentu yang . b. pengusaha diwajibkan untuk mencantumkan syarat formil perjanjian kerja tertulis (Pasal 54 UUTK) dan batasan/indikator selesainya pekerjaan yang diperjanjikan. Jenis perjanjian kerja ini dapat diperpanjang dan apabila pekerjaan yang diperjanjikan tidak dapat terselesaikan dalam waktu yang telah disepakati. atau produk tambahan yang masih dalam percobaan atau penjajakan. 100 Tahun 2004 tentang Ketentuan Pelaksanaan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu membatasi jenis pekerjaan dimaksud yang didasarkan atas selesainya pekerjaan tertentu yang lamanya tidak melebihi masa 3 (tiga) tahun dengan pengecualian tertentu.Berdasarkan waktu berlakunya perjanjian. atau d. Dalam jenis perjanjian kerja jenis ini. Pekerjaan yang sekali selesai atau yang sementara sifatnya . UUTK mengenal perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT) dan perjanjian kerja waktu tidak tertentu (PKWTT). Sebagai contoh adalah proyek pekerjaan tertentu yang masa penyelesaiannya dibatasi oleh waktu tertentu dan tidak melebihi 3 (tiga) tahun. Pekerjaan yang diperkirakan penyelesaiannya dalam waktu yang tidak terlalu lama dan paling lama 3 (tiga) tahun . UUTK maupun Kepmenakertrans memberikan batasan tertentu terhadap pelaksanaan bentuk perjanjian kerja ini. Secara garis besarnya terdapat beberapa jenis PKWT yang dapat diuraikan sebagai berikut: Pekerjaan yang sekali selesai atau yang sementara sifatnya Pasal 3 Kepmenakertrans No. 100 Tahun 2004 tentang Ketentuan Pelaksanaan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu. Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) adalah bentuk perjanjian kerja antara pekerja/buruh dengan pengusaha untuk mengadakan hubungan kerja dalam waktu tertentu atau untuk pekerja tertentu. c. PKWT dan PKWTT diatur dalam Pasal 56 UUTK dan secara terperinci pelaksanaannya diatur dalam Kepmenakertrans No.

Dalam perjanjian kerja ini pengusaha diwajibkan untuk membuat perjanjian tertulis harian lepas dengan para pekerja/buruh dengan sekurangkurangnya memuat hal-hal sebagai berikut: a. nama/alamat perusahaan atau pemberi kerja. Sebagaimana jenis PKWT pertama. Pengusaha diwajibkan untuk membuat daftar nama-nama pekerja/buruh yang melakukan pekerjaan tambahan. b. PKWT untuk pekerjaan yang bersifat musiman Jenis pekerjaan ini sangat tergantung pada musim dan atau cuaca. c. kegiatan baru dan atau produk tambahan yang masih dalam percobaan atau penjajakan. besarnya upah dan/atau imbalan lainnya. Perjanjian kerja harian lepas Jenis perjanjian kerja ini dapat diterapkan untuk pekerjaanpekerjaan tertentu yang berubah-ubah dalam hal waktu dan volume pekerjaan serta upah didasarkan pada kehadiran. maka pengusaha diwajibkan membuat daftar yang kemudian disampaikan kepada instansi yang bertanggungjawab dibidang ketenagakerjaan . d. Pekerjaan-pekerjaan yang harus dilakukan untuk memenuhi pesanan atau target tertentu dapat dilakukan dengan PKWT sebagai pekerjaan musiman. Jenis PKWT ini hanya dapat dilakukan untuk jangka waktu paling lama 2 (dua) tahun dengan kemungkinan dapat diperpanjang untuk 1 (satu) kali selama 1 (satu) tahun. nama/alamat pekerja/buruh. Dalam hal pekerja/buruh bekerja 21 (dua puluh satu) hari atau lebih selama 3 (tiga) bulan berturut-turut atau lebih maka perjanjian kerja harian lepas berubah menjadi PKWTT. PKWT untuk pekerjaan yang berhubungan dengan produk baru Untuk jenis PKWT ini disyaratkan penerapannya pada pekerjaan yang berhubungan dengan produk baru.diperjanjikan dalam PKWT dapat diselesaikan lebih cepat dari yang diperjanjikan maka PKWT tersebut putus demi hukum pada saat selesainya pekerjaan. Jenis PKWT ini tidak dapat diperbaharui. PKWT yang dilakukan untuk pekerjaan sebagaimana dimaksud hanya dapat dilakukan untuk satu jenis pekerjaan pada musim tertentu. PKWT yang dilakukan untuk pekerjaan dimaksud hanya diberlakukan untuk pekerja/buruh yang melakukan pekerjaan tambahan. jenis pekerjaan yang dilakukan. Perjanjian kerja jenis ini mensyaratkan waktu bekerja yang kurang dari 21 (dua puluh satu) hari dalam sebulan.

Perjanjian Bilateral Kerja sama bilateral merupakan kerja sama antar dua negara. geografis. Komisi ini mengembangkan kebijakan bersama untuk masalah pembangunan khususnya pada bidang ekonomi. Kerja sama ekonomi ini adalah forum kerja sama ekonomi terbuka. Kerja sama ini pertama kali dicetuskan oleh mantan Perdana Menteri Australia.Bentuk-bentuk perjanjian internasional dapat digolongkan sebagai berikut: 1. Contoh surat perjanjian krja sama Surat Perjanjian Kerjasama Yang bertanda tangan dibawah ini: . Contoh-contoh bentuk kerja sama semacam ini. Perjanjian Regional Kerja sama regional merupakan kerja sama antara negara-negara sewilayah atau sekawasan. Misalnya. di Afrika dan Timur Tengah dengan 10 negara. teknik. informal. Kerja sama bilateral bertujuan untuk membina hubungan yang telah ada serta menjalin hubungan kerja sama perdagangan dengan negara mitra. Bob Hawke. Kerja sama secara regional biasanya lebih pada hubungan dengan lokasi negara serta berdasarkan alasan historis. Pemerintah Indonesia sendiri telah mentandatangani perjanjian perdagangan dan ekonomi di Kawasan Asia Pasifik dengan 14 negara. di Eropa Barat dengan 12 negara dan di Amerika Latin dengan 7 negara. Asia Timur dan Amerika Latin. sumber daya alam dan pemasaran. Tujuannya tidak lain adalah untuk menciptakan perdagangan bebas antara negara di suatu kawasan tertentu. tidak mengikat. Bentuk kerja sama regional sudah dijajaki oleh PBB melalui pembentukan komisi regional yang dimulai dari Eropa. 2. b. Pembentukan kerja sama ini ditandai dengan Deklarasi Bangkok tanggal 8 Agustus 1967. kerja sama ekonomi yang terjalin antara Indonesia dengan Singapura atau Amerika dengan Arab Saudi. ASEAN (Association of South East Asia Nations) atau Perbara (Perhimpunan BangsaBangsa Asia Tenggara) dibentuk pada tanggal 8 Agustus 1967. antara lain: a. di Eropa Timur dengan 9 negar. dan tetap berjalan searah dengan aturan WTO (World Trade Organization) serta berbagai perjanjian internasional. APEC (Asia Pacific Economic Cooperation) atau kerja sama ekonomi kawasan Asia Pasifik.

abc.. dan sekaligus ditunjuk sebagai penanggung jawab atas jalannya optik. Jakarta Pusat 10440 Selanjutnya disebut pihak PERTAMA Nama : Kastam..5004.Murtadho III A 73 Paseban . pengurusan ke GAPOPIN dan IROPIN serta pengurusan ke SIPO Pasal 3 ......180472.. Pasal 2 Pihak kedua dibantu pihak Pertama berkewajiban untuk melengkapi segala persyaratan administrasi perijinan meliputi ijazah...Jakarta Pusat 10440 Selanjutnya disebut pihak KEDUA Kedua belah pihak sepakat untuk melakukan ikatan kerjasama dengan kondisi tidak ada paksaan dari pihak manapun dan dalam keadaan sadar sebagaimana termuat dalam pasal demi pasal di bawah ini: Pasal 1 Pihak Pertama memberi kuasa penuh kepada pihak Kedua untuk menjalankan usaha optik yang beralamat di ....... RO No.KTP : 09.Nama : Pengusaha No.... Dengan tugas pokok sebagai berikut: • • • • • • Menyiapkan dan memperhatikan perijinan optik Menjalankan operasional optik dari jam buka sampai jam tutup optik Merencanakan dan mengatur tenaga kerja dan jadwal kerja karyawan optik Menjalankan POAC (dari plaining sampai controlling) terhadap barang-barang yang dijual Menjalankan marketing strategy atau promosi yang efektif Memberi laporan perkembangan optik secara harian atau mingguan.KTP : 0123456789123545 Alamat : Jl...0325 Alamat : Jl. jika diperlukan..

.................. % dari laba bersih tersebut........ Pasal 4 Pihak Kedua disamping punya wewenang dan tangggung jawab sebagaimana tersebut di pasal 1......... Pasal 7 Sebagai pengelola penuh....... maka pihak kedua akan menerima bonus atas laba atau keuntungan bersih yang dihitung/dibukukan tiap akhir tahun atau atas kesepakatan bersama dengan jumlah . wajib menjalankan tugas: • • • • • • Refraksi Konsultan dalam pemilihan produk optik baik terhadap pengusaha maupun konsumen Penyetelan Edging Pengambil keputusan jika dan masalah dengan konsumen ( pada item pasal 4 ini....... namun jika masih diperlukan dalam hal legalitas atau sebagai konsultan lepas maka kompensasi akan ditentukan secara ................ baiknya dibicarakan dahulu dengan kedua belah pihak) Pasal 5 Pihak Pertama akan memberikan kompensasi kepada Pihak Kedua atas ijazah yang dipakai dalam pengurusan SIPO secara berkala termasuk dalam perpanjangannya jika ada kesepakatan.. (...... salah satu melakukan wanprestasi maka segera dilakukan pembicaraan dan jika menemui jalan buntu maka akan ditentukan sebagai berikut: • Jika Pihak Pertama yang melakukan wanprestasi: o Pihak kedua bisa langsung berhenti bekerja dan tidak bertanggung jawab lagi atas optik tersebut....... rupiah) Pasal 6 Pihak Kedua akan menerima Gaji bulanan yang akan diterima selambat-lambatnya pada akhir bulan berjalan sebesar Rp.Pihak Kedua wajib mempunyai Surat Ijin Refraksionis Optisien (SIRO) yang masih berlaku dan Surat Ijin Kerja (SIK) di Optik sebagaimana pasal 1........ (...... Pasal 8 Jika dalam perjalanan kerjasama ini.. setelah semuanya sepakat.......... untuk 5 tahun tahap pertama sebesar Rp ... rupiah)....

. . dan memilih wilayah hukum.......(sebutkan tempat yang dinginkan) Demikian surat Perjanjian Kerjasama ini dibuat........ RO) Saksi-saksi 1. atau pihak pertama mengurus penggantian penanggung jawab yang baru.... .... o Pihak pertama akan membayar semua kompensasi yang mungkin masih ada Pasal 9 Jika dalam perkembangan keadaan sehingga pada pasal 8 tidak dicapai sepakat apapun..... ....... maka kedua belah pihak sepakat untuk membawa masalah ini ke jalur hukum..... Jakarta... 22 Juni 2009 Pihak I Pihak II (Pengusaha) (Kastam...• terpisah atau pihak pertama menunjuk pihak ketiga sebagai penanggung jawab bayangan. 2.... karena Ijazah yang dipakai masih milik pihak kedua o Pihak pertama akan membayar seluruh kompensasi dan segala sesuatunya Jika Pihak Kedua yang melakukan wanprestasi: o Pihak kedua bisa diberhentikan dari optik tersebut dan ijazahnya masih dipakai sebagai penanggung jawab sampai masanya selesai.. sekali lagi dengan sebenar-benarnya dan dengan iktikat baik untuk melaksanakannya dalam keadaan sadar dan tanpa ada unsur paksaan dari pihak manapun.....................

. dapat disimpulkan bahwa Perundingan Kerja Bersama dan Hubungnan Industrial adalah suatu sarana untuk menampung seluruh aspirasi para karyawan terhadap keputusan perusahaan. baik PKB maupun Hubungan Industrial sangatlah penting bagi perusahaan manapun. Jadi. Selain itu juga PKB merupakan pijakan karyawan dalam menorehkan prestasi yang pada gilirannya akan berujung kepada kinerja korporat dan kesejahteraan karyawan. bertujuan untuk menciptakan hubungan yang baik antara karyawan dengan menejer.Kesimpulan Berdasarkan pembahasan di atas.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->