Kelebihan KTSP Setiap kurikulum yang diberlakukan di Indonesia memiliki kelebihan-kelebihan masingmasing bergantung kepada situasi dan

kondisi saat di mana kurikulum tersebut diberlakukan. Menurut hemat penulis KTSP yang direncanakan dapat diberlakukan secara menyeluruh di semua sekolah-sekolah di Indonesia pada tahun 2009 itu juga memiliki beberapa kelebihan jika dibanding dengan kurikulum sebelumnya, terutama kurikulum 2004 atau KBK. Kelebihan-kelebihan KTSP Antara lain: 1.Mendorong terwujudnya otonomi sekolah dalam penyelenggaraan pendidikan. Tidak dapat dipungkiri bahwa salah satu bentuk kegagalan pelaksanaan kurikulum di masa lalu adalah adanya penyeragaman kurikulum di seluruh Indonesia, tidak melihat kepada situasi riil di lapangan, dan kurang menghargai potensi keunggulan lokal. Dengan adanya penyeragaman ini, sekolah di kota sama dengan sekolah di daerah pinggiran maupun di daerah pedesaan. Penyeragaman kurikulum ini juga berimplikasi pada beberapa kenyataan bahwa sekolah di daerah pertanian sama dengan sekolah yang daerah pesisir pantai, sekolah di daerah industri sama dengan di wilayah pariwisata. Oleh karenanya, kurikulum tersebut menjadi kurang operasional, sehingga tidak memberikan kompetensi yang cukup bagi peserta didik untuk mengembangkan diri dan keunggulankhas yang ada di daerahnya. Sebagai implikasi dari penyeragaman ini akibatnya para lulusan tidak memiliki daya kompetitif di dunia kerja dan berimplikasi pula terhadap meningkatnya angka pengangguran. Untuk itulah kehadiran KTSP diharapkan dapat memberikan jawaban yang konkrit terhadap mutu dunia pendidikan di Indonesia. Dengan semangat otonomi itu, sekolah bersama dengan komite sekolah dapat secara bersama-sama merumuskan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan, situasi, dan kondisi lingkungan sekolah. Sebagai sesuatu yang baru, sekolah mungkin mengalami kesulitan dalam penyusunan KTSP. Oleh karena itu, jika diperlukan, sekolah dapat berkonsultasi baik secara vertikal maupun secara horizontal. Secara vertikal, sekolah dapat berkonsultasi dengan Dinas Pendidikan Daerah Kabupaten atau Kota, Dinas Pendidikan Provinsi, Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi, dan Departemen Pendidikan Nasional. Sedangkan secara horizontal, sekolah dapat bermitra dengan stakeholder pendidikan dalam merumuskan KTSP. Misalnya, dunia industri, kerajinan, pariwisata, petani, nelayan, organisasi profesi, dan sebagainya agar kurikulum yang dibuat oleh sekolah benar-benar mampu menjawab kebutuhan di daerah di mana sekolah tersebut berada. 2. Mendorong para guru, kepala sekolah, dan pihak manajemen sekolah untuk semakin meningkatkan kreativitasnya dalam penyelenggaraan program-program pendidikan. Dengan berpijak pada panduan kurikulum tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah yang dibuat oleh BNSP, sekolah diberi keleluasaan untuk merancang, mengembangkan, dan mengimplementasikan kurikulum sekolah sesuai dengan situasi, kondisi, dan potensi keunggulan lokal yang bisa dimunculkan oleh sekolah. Sekolah bisa mengembangkan standar yang lebih tinggi dari standar isi dan standar kompetensi lulusan. Sebagaimana diketahui, prinsip pengembangan KTSP adalah (1) Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya; (2) Beragam dan terpadu; (3) Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni; (4) Relevan dengan kebutuhan kehidupan; (5) Menyeluruh dan berkesinambungan; (6) Belajar sepanjang hayat; (7) Dan seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah. Berdasarkan prinsip-prinsip ini, KTSP sangat relevan dengan konsep desentralisasi pendidikan sejalan dengan pelaksanaan otonomi daerah dan konsep manajemen berbasis sekolah (MBS) yang mencakup otonomi sekolah di dalamnya. Pemerintah daerah dapat lebih leluasa berimprovisasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Di samping itu, sekolah bersama komite sekolah diberi otonomi menyusun kurikulum sendiri sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Jika biasanya satu jam pelajaran untuk siswa SD. tetapi lebih dari itu menjadikan mata pelajaran tersebut sebagai sebuah ketrampilan. Sekolah-sekolah tersebut tidak hanya menjadikan materi bahasa Inggris dan kepariwisataan sebagai mata pelajaran saja. 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL). Sesuai dengan kebijakan Departemen Pendidikan Nasional yang tertuang dalam Peraturan Mendiknas No. mereka membutuhkan waktu bermain yang cukup untuk mengembangkan kepribadiannya. Di samping itu yang harus digarisbawahi adalah bahwa yang akan dikeluarkan oleh BNSP tersebut bukanlah kurikulum tetapi tepatnya Pedoman Penyusunan Kurikulum 2006. Alasan diadakannya pengurangan jam pelajaran ini karena menurut pakar-pakar pendidikan anak bahwa jam pelajaran di sekolah-sekolah selama ini terlalu banyak. Suasana formal yang diciptakan sekolah. tentu akan memberikan dampak tersendiri pada psikologis anak. Apalagi kegiatan belajar mengajar masih banyak yang terpaku pada kegiatan tatap muka di kelas. Meskipun terdapat pengurangan jam pelajaran dan bahan ajar. Di samping jam pelajaran akan dikurangi antara 100-200 jam per tahun. Persoalan ini lebih dirasakan untuk siswa SD dan SMP. tetapi guru dan sekolah diberi keleluasaan untuk mengembangkannya sendiri sesuai dengan kondisi murid dan daerahnya. Dalam usia yang masih anak-anak. Sehingga suasana yang tercipta pun menjadi terkesan sangat formal. Jam pelajaran yang biasa diterapkan kepada siswa sebelunya berkisar antara 1. dan biasanya yang berubah adalah metode pengajaran dan buku pelajaran semata.dan dalam seminggu tersebut meliputi 36-38 jam pelajaran. karena selama bertahun-tahun beban belajar siswa tidak mengalami perubahan. karena guru diberi kebebasan untuk mengembangkan kompetensi siswanya sesuai dengan lingkungan dan kultur daerahnya. SMP dan SMA adalah 45 menit.KTSP sangat memungkinkan bagi setiap sekolah untuk menitikberatkan dan mengembangkan mata pelajaran tertentu yang akseptabel bagi kebutuhan siswa. Banyak pakar yang . maka rekomendasi BNSP ini mengusulkan pengurangan untuk SD menjadi 35 menit setiap jm pelajaran. KTSP juga tidak mengatur secara rinci kegiatan belajar mengajar (KBM) di kelas. yakni tetap 45 menit setiap jam pelajaran. bahan ajar yang dianggap memberatkan siswa pun akan dikurangi. Akibat lebih jauh lagi adalah mempengaruhi perkembangan jiwa anak. Sehingga kelak jika peserta didik di lingkungan ini telah menyelesaikan studinya bila mereka tidak berkeinginan untuk melanjutkan studinya ke jenjang perguruan tinggi mereka dapat langsung bekerja menerapkan ilmu dan ketrampilan yang telah diperoleh di bangku sekolah. ditambah lagi standar jam pelajaran yang relatif lama. Total 1. Dampak yang mungkin tidak terlalu disadari adalah siswa terlalu terbebani dengan jam pelajaran tersebut. untuk SMP menjadi 40 menit.KTSP akan mengurangi beban belajar siswa yang sangat padat dan memberatkan kurang lebih20%. KTSP ini sesungguhnya lebih mudah. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) itu memungkinkan sekolah menitikberatkan pada mata pelajaran tertentu yang dianggap paling dibutuhkan siswanya.000-1. dan untuk SMA tidak berubah.000 jam pelajaran dalam satu tahun ini dengan asumsi setahun terdapat 36-40 minggu efektif kegiatan belajar mengajar. Dengan diberlakukannya KTSP itu nantinya akan dapat mengurangi beban belajar sebanyak 20% karena KTSP tersebut lebih sederhana. sekolah yang berada dalam kawasan pariwisata dapat lebih memfokuskan pada mata pelajaran bahasa Inggris atau mata pelajaran di bidang kepariwisataan lainnya. sekolah diwajibkan menyusun kurikulumnya sendiri. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi (SI) dan Peraturan Mendiknas No.200 jam pelajaran dalam setahun. KTSP tetap memberikan tekanan pada pengembangan kompetensi siswa. 4. Pengurangan jam belajar siswa tersebut merupakan rekomendasi dari BNSP.3. Sebagai contoh misalnya. Rekomendasi ini dapat dikatakan cukup unik.

Misalnya tetap memberikan materi Bahasa Indonesia.KTSP memberikan peluang yang lebih luas kepada sekolah-sekolah plus untuk mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan Pola kurikulum baru (KTSP) akan memberi angin segar pada sekolah-sekolah yang menyebut dirinya nasional plus. Meski demikian. atau menghilangkan titik kejenuhan siswa terhadap mata pelajaran dalam sehari akibat terlalu lama berkutat dengan pelajaran itu. Sekolah-sekolah swasta yang kini marak bermunculan itu sejak beberapa tahun terakhir telah mengembangkan variasi atas kurikulum yang ditetapkan pemerintah. Caranya dengan mematuhi batas minimal. sebelumnya sejak awal berdiri pada 1990 telah menggunakan kombinasi kurikulum Indonesia dengan Amerika Serikat (AS). Sehingga ketika pemerintah kemudian justru mewajibkan adanya pengayaan dari masing-masing sekolah. Kendati mendapat lisensi dari AS. Sebagai contoh. sekolah-sekolah plus itu jelas akan menyambut gembira. Kehadiran KTSP ini bisa jadi merupakan kabar baik bagi sekolah-sekolah plus. Sekolah High Scope Indonesia. sehingga muatan iptek pun dibesarkan. Melainkan memotong sedikit. Sekarang semua bentuk improvisasi dibebaskan asal tidak keluar panduan yang telah ditetapkan dalam KTSP. namun pihaknya tetap mematuhi kurikulum pemerintah.menilai sekolah selama ini telah merampas hak anak untuk mengembangkan kepribadian secara alami. perngurangan itu tidak dilakukan secara ekstrim dengan memangkas sekian jam frekwensi siswa berhubungan dengan mata pelajaran di kelas. Tetapi yang patut disayangkan adalah SDM yang tersedia belum siap. . namun menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar utama. Ketika diberlakukan Kurikulum 1994 banyak sekolah yang terlalu bersemangat ingin meningkatkan kompetensi iptek siswa. Dapat dikatakan bahwa perberlakuan KTSP ini sebagai upaya perbaikan secara kontinuitif. sehingga hasilnya hanya sekitar 30% siswa yang mampu menerapkan kurikulum tersebut. Sebagian sekolah-sekolah plus tersebut ada yang khawatir ditegur karena memakai bilingual atau memakai istilah kurikulum yang bermacam-macam seperti yang ada sekarang. namun secara optimal memberikan penekanan pada aspekaspek tertentu yang tidak diatur oleh kurikulum. Inilah yang menjadi dasar pemikiran bahwa jam pelajaran untuk siswa perlu dikurangi. Sebagai contoh. kurikulum 1994 dapat dinilai sebagai kurikulum yang berat dalam penerapannya. 5.

1952. Kurikulum Tahun 1947 (Rentjana Pelajaran 1947) Awalnya pada tahun 1947. Sebab. 2. budi pekerti. sehingga hanya meneruskan yang pernah digunakan sebelumnya. kurikulum saat itu diberi nama Rentjana Pelajaran 1947. . Kurikulum 1964 (Rentjana Pendidikan 1964) Usai tahun 1952. menjelang tahun 1964. Kurikulum 1968 (Rencana Pendidikan 1968) Kurikulum 1968 merupakan pembaharuan dari Kurikulum 1964. pemerintah kembali menyempurnakan sistem kurikulum di Indonesia. 2004 dan 2006. 1. kuat. Kurikulum 1975 Kurikulum 1975 sebagai pengganti kurikulum 1968 menggunakan pendekatanpendekatan di antaranya sebagai berikut. 3. yaitu Pancasila dan UUD 1945. 1968. 1. Kali ini diberi nama Rentjana Pendidikan 1964. Isi pendidikan diarahkan pada kegiatan mempertinggi kecerdasan dan keterampilan. Yang paling menonjol dan sekaligus ciri dari kurikulum 1952 ini bahwa setiap rencana pelajaran harus memperhatikan isi pelajaran yang dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari. 4. 1964. sosial budaya. pengetahuan dasar. dan keyakinan beragama. Kurikulum 1952 (Rentjana Pelajaran 1947) Setelah Rentjana Pelajaran 1947. yaitu pada tahun 1947. Karena suasana kehidupan berbangsa saat itu masih dalam semangat juang merebut kemerdekaan maka pendidikan sebagai development conformism lebih menekankan pada pembentukan karakter manusia Indonesia yang merdeka dan berdaulat dan sejajar dengan bangsa lain di muka bumi ini. moral. Perubahan tersebut merupakan konsekuensi logis dari terjadinya perubahan sistem politik. kurikulum pendidikan nasional telah mengalami perubahan. 1975. yaitu dilakukannya perubahan struktur kurikulum pendidikan dari Pancawardhana menjadi pembinaan jiwa pancasila. 1994. 2004). Rentjana Pelajaran 1947 boleh dikatakan sebagai pengganti sistem pendidikan kolonial Belanda. kurikulum pendidikan di Indonesia masih dipengaruhi sistem pendidikan kolonial Belanda dan Jepang. yaitu pengembangan moral. perbedaanya pada penekanan pokok dari tujuan pendidikan serta pendekatan dalam merealisasikannya. serta mengembangkan fisik yang sehat dan kuat. emosional/artistik. 1984. Semua kurikulum nasional dirancang berdasarkan landasan yang sama. mempertinggi kecerdasan dan keterampilan jasmani. Pokok-pokok pikiran kurikulum 1964 yang menjadi ciri dari kurikulum ini adalah bahwa pemerintah mempunyai keinginan agar rakyat mendapat pengetahuan akademik untuk pembekalan pada jenjang SD. Kurikulum 1968 merupakan perwujudan dari perubahan orientasi pada pelaksanaan UUD 1945 secara murni dan konsekuen. dan sehat jasmani. kecerdasan. ekonomi. Dari segi tujuan pendidikan. pada tahun 1952 kurikulum di Indonesia mengalami penyempurnaan. sehingga pembelajaran dipusatkan pada program Pancawardhana (Hamalik. dan jasmani. keprigelan. dan kecakapan khusus. 5. kurikulum sebagai seperangkat rencana pendidikan perlu dikembangkan secara dinamis sesuai dengan tuntutan dan perubahan yang terjadi di masyarakat.Dalam perjalanan sejarah sejak tahun 1945. Berorientasi pada tujuan. Kurikulum 1968 bertujuan bahwa pendidikan ditekankan pada upaya untuk membentuk manusia Pancasila sejati. Kurikulum ini sudah mengarah pada suatu sistem pendidikan nasional. Pada tahun 1952 ini diberi nama Rentjana Pelajaran Terurai 1952. Pada saat itu. dan iptek dalam masyarakat berbangsa dan bernegara.

baik secara mental. Karena itulah pada tahun 1984 pemerintah menetapkan pergantian kurikulum 1975 oleh kurikulum 1984. Menekankan kepada efisiensi dan efektivitas dalam hal daya dan waktu. Pendekatan Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA) 3. sehingga diharapkan akan terdapat keserasian antara pengajaran yang menekankan pada pemahaman konsep dan pengajaran yang menekankan keterampilan menyelesaikan soal dan pemecahan masalah. 5. semakin tinggi tingkat kelas semakin banyak materi pelajaran yang di bebankan pada peserta didik. Pembagian tahapan pelajaran di sekolah dengan sistem catur wulan.2. Dalam pengajaran suatu mata pelajaran hendaknya disesuaikan dengan kekhasan konsep/pokok bahasan dan perkembangan berpikir siswa. 2. Dalam mengaktifkan siswa guru dapat memberikan bentuk soal yang mengarah kepada jawaban konvergen. Pembelajaran di sekolah lebih menekankan materi pelajaran yang cukup padat (berorientasi kepada materi pelajaran/isi). dan sosial. 6. Menanamkan pengertian terlebih dahulu sebelum diberikan latihan. Kurikulum 1984 (Kurikulum CBSA) Ciri-Ciri umum dari Kurikulum CBSA adalah: 1. Konsep-konsep yang dipelajari siswa harus didasarkan kepada pengertian. Pendekatan pembelajaran adalah berpusat pada anak didik. Dalam pelaksanaan kegiatan. Menganut pendekatan sistem instruksional yang dikenal dengan Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI). 3. dapat diukur dan dirumuskan dalam bentuk tingkah laku siswa. . 5. Pelaksanaan Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa (PSPB) 4. Untuk menunjang pengertian alat peraga sebagai media digunakan untuk membantu siswa memahami konsep yang dipelajarinya. yaitu yang memberlakukan satu sistem kurikulum untuk semua siswa di seluruh Indonesia. dimungkinkan lebih dari satu jawaban) dan penyelidikan. Sistem yang senantiasa mengarah kepada tercapainya tujuan yang spesifik. 6. 3. fisik. Dipengaruhi psikologi tingkah laku dengan menekankan kepada stimulus respon (rangsang-jawab) dan latihan (drill). Kurikulum 1994 bersifat populis. baru kemudian diberikan latihan setelah mengerti. Kurikulum 1994 Ciri-Ciri Umum Kurikulum 1994: 1. 7. 4. Bahkan sidang umum MPR 1983 yang produknya tertuang dalam GBHN 1983 menyiratakan keputusan politik yang menghendaki perubahan kurikulum dari kurikulum 1975 ke kurikulum 1984. Menganut pendekatan integrative dalam arti bahwa setiap pelajaran memiliki arti dan peranan yang menunjang kepada tercapainya tujuan-tujuan yang lebih integratif. Kurikulum 1975 hingga menjelang tahun 1983 dianggap sudah tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan masyarakat dan tuntutan ilmu pengetahuan dan teknologi. 6. divergen (terbuka. Kurikulum ini bersifat kurikulum inti sehingga daerah yang khusus dapat mengembangkan pengajaran sendiri disesuaikan dengan lingkungan dan kebutuhan masyarakat sekitar. Materi pelajaran menggunakan pendekatan spiral. 5. 4. guru hendaknya memilih dan menggunakan strategi yang melibatkan siswa aktif dalam belajar. Berorientasi pada tujuan instruksional 2.

Bersifa populis yaitu yang memberlakukan satu sistem kurikulum untuk semua siswa di seluruh Indonesia. 8. fisik. guru hendaknya memilih dan menggunakan strategi yang melibatkan siswa aktif dalam belajar. yaitu PP No. Pengajaran dari hal yang konkrit ke ha yang abstrak. dan sosial. Selama dilaksanakannya kurikulum 1994 muncul beberapa permasalahan. Akan tetapi. 7. baik secara mental. dari hal yang mudah ke hal yang sulit dan dari hal yang sederhana ke hal yang kompleks. 1. divergen (terbuka. tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukatif. Dalam mengaktifkan siswa guru dapat memberikan bentuk soal yang mengarah kepada jawaban konvergen. pemberlakuan (baca: penamaan) Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) lebih kepada mengimplementasikan regulasi yang ada.6. Materi pelajaran dianggap terlalu sukar karena kurang relevan dengan tingkat perkembangan berpikir siswa. yaitu: 0. 10. Kurikulum 2006 (KTSP Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) Secara substansial. dan penyelidikan. 3. Berorientasi pada hasil belajar (learning outcomes) dan keberagaman. Berorientasi pada hasil belajar (learning outcomes) dan keberagaman. Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi. Sumber belajar bukan hanya guru. di antaranya sebagai berikut: Kurikulum 2004 (Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK)) Kurikulum Berbasis Kompetensi memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 0. Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi. dan kurang bermakna karena kurang terkait dengan aplikasi kehidupan sehari-hari. Sumber belajar bukan hanya guru. tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukatif. 1. 4. terutama sebagai akibat dari kecenderungan kepada pendekatan penguasaan materi (content oriented). 19/2005. 9. Beban belajar siswa terlalu berat karena banyaknya mata pelajaran dan banyaknya materi/ substansi setiap mata pelajaran. o . 2. 2. dimungkinkan lebih dari satu jawaban). Pengulangan-pengulangan materi yang dianggap sulit perlu dilakukan untuk pemantapan pemahaman. 3. Kurikulum ini bersifat kurikulum inti sehingga daerah yang khusus dapat mengembangkan pengajaran sendiri disesuaikan dengan lingkungan dan kebutuhan masyarakat sekitar. Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi. Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi. Menekankan pd ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun klasikal. 4. Dalam pelaksanaan kegiatan. Menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun klasikal. esensi isi dan arah pengembangan pembelajaran tetap masih bercirikan tercapainya paket-paket kompetensi (dan bukan pada tuntas tidaknya sebuah subject matter).

5. Hal ini tidak sesuai dengan perkembangan sebelum-sebelumnya. Nasution (dalam Jumari (2007) menyebutkan bahwa perubahan kurikulum mengikuti dua prosedur. beban belajar. bahwa sekolah diberi kewenangan penuh menyusun rencana pendidikannya dengan mengacu pada standar-standar yang telah ditetapkan. kita tidak bisa membuktikan baik tidaknya sebuah kerikulum. grass roots approach. Awalya hanya mengikuti atau meneruskan kurikulum yang ada kemudian dikembangkan lagi dengan lebih menfokuskan pelajaran dengan kehidupan sehari-hari. hingga pengembangan silabusnya Pergantian/penyempurnaan kurikulum adalah suatu keniscayaan yang harus diberlakukan untuk mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta perilaku dan metode pngajaran yang setiap saat terus berkembang. atas inisiatif para administrator. 4. 2. Terdapat perbedaan mendasar dibandingkan dengan kurikulum berbasis kompetensi sebelumnya (versi 2002 dan 2004). (2) kepentingan politis semata. hal ini sangat jelas terekam dalam perubahan kurikulum 2004 (KBK) menjadi kurklum 2006 (KTSP). biokologi. Keadaan lingkungan (interpersonal. visi ± misi. Untuk menyikapi pergantian kurikulum maka yang harus disiapkan adalah: Kesiapan dari guru itu sendiri (apapun kurikulumya apabila guru memahami akan esensi dari kurikulum maka tidak akan terjadi permasalahan). kesiapan pemerintah dan kesiapan stake holder pendidikan. dari bawah ke atas. from the bottom up. Kurikulum 2006 yang digunakan pada saat ini merupakan kurikulum yang memberikan otonomi kepada sekolah untuk menyelenggarakan pendidikan yang . Kurikulum yang terbaru adalah kurikulum 2006 KTSP yang merupakan perkembangan dari kurikulum 2004 KBK. kesiapan sekolah. Yang kedua. dari atas ke bawah. kultural. hal ini dapat kita lihat awal perubahan kurikulum dari rentJana pelajaran 1947 menjadi renjtana pelajaran terurai 1952. mulai dari tujuan. Hal senada juga diungkapkan oleh Bagus (2008). sehingga dapat lebih menimbulkan kearifan dalam proses belajar-mengajar. menyebutkan bahwa lahirnya kurikulum 1968 hanya bersifat politis saja. Hal senada juga diungkapkan oleh Hamalik (2003: 19) menyebutkan bahwa dalam perubahan kurikulum dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya: 1. Sosial budaya yang berlaku dalam kehidupan masyarakat 3. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sesuai dengan sistem nilai dan kemanusiaan serta budaya bangsa. struktur dan muatan kurikulum. yaitu Administrative approach dan grass roots approach. S. Secara matematis masa aktif kurikulum 2004 sebelum diubah menjadi kurikulum 2006 hanya bertahan selama 2 tahun. kalender pendidikan. geokologi). Semoga tulisan ini dapat sedikit memberikan pencerahan tentang kurikulum di Indonesia. Menurut. yaitu suatu perubahan atau pembaharuan yang direncanakan oleh pihak atasan untuk kemudian diturunkan kepada instansi-instansi bawahan sampai kepada guru-guru. yaitu mengganti Rencana pendidikan 1964 yang dicitrakan sebagai produk Orde Lama. jadi from the top down. Kebutuhan pembangunan POLISOSBUDHANKAM 5. Dalam kurun waktu yang singkat ini. Tujuan filsafat pendidikan nasional yang dijadikan yang dijadikan sebagai dasar untuk merumuskan tujuan institusional yang pada gilirannya menjadi landasan merumuskan tujuan kurikulum suatu satuan pendidikan. Administrative approach. yakni dari pihak guru atau sekolah secara individual dengan harapan agar meluas ke sekolah-sekolah lain. yaitu yang dimulai dari akar. Jika diamati perubahan kurikulum dari tahun 1947 hingga 2006 yang menjadi faktor atas perubahan itu diantaranya: (1) menyesuaikan dengan perkembangan jaman.

Kelebihan-kelebihan KTSP ini antara lain: . pengalaman menerapkan KBK.A. Fasli juga berpendapat bahwa pemberlakuan Kurikulum 2006 tergantung analisis Mendiknas. Sehingga seorang guru disini menurut Okvina (2009) benar-benar digerakkan menjadi manusia yang professional yang menuntuk kereatifitasan seorang guru. Artinya. kurikulum ini hanya akan diterapkan di kelas 1 di semua jenjang. 2007 09:53:11 Clicks: 601 Nama & E-mail (Penulis): Imam Hanafie Mh. pemberlakukan KTSP tidak akan melalui uji publik maupun uji coba.com Saya Guru di SMP Al-Jawahir Samarinda Plus Minus Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Tanggal: 28 Februari 2007 Kelebihan KTSP KTSP yang hendak diberlakukan Depertemen Pendidikan Nasional melalui Badan Standar Nasional Pendidikan (BNSP) sesungguhnya dimaksudkan untuk mempertegas pelaksanaan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). karena kurikulum ini telah diujicobakan melalui KBK yang diterapkan ke beberapa sekolah yang menjadi pilot project. (2) kurangnya sarana dan prasarana yang dimillki oleh sekolah. March 11. dan rasio murid. Menurut hemat penulis KTSP yang direncanakan dapat diberlakukan secara menyeluruh di semua sekolah-sekolah di Indonesia pada tahun 2009 itu juga memiliki beberapa kelebihan jika dibanding dengan kurikulum sebelumnya. hanya sekolah yang siap. MA mahaniv@yahoo. Kekurangannya tidak lain adalah (1) kurangnya sumber manusia yang potensial dalam menjabarkan KTSP dengan kata lin masih rendahnya kualitas seorang guru. karena dalam KTSP seorang guru dituntut untuk lebihh kreatif dalam menjalankan pendidikan.puncaknya tugas itu akan diemban oleh masing masing pengampu mata pelajaran yaitu guru. yang menerapkan kurikulum baru ini. kurikulum baru yang ini tetap memberikan tekanan pada pengembangan kompetensi siswa. Kurikulum yang kita pakai sekarang ini masih banyak kekurangan di samping kelebihan yang ada. Plus Minus Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Kurikulum / Curriculum Sunday. Setiap kurikulum yang diberlakukan di Indonesia memiliki kelebihan-kelebihan masing-masing bergantung kepada situasi dan kondisi saat di mana kurikulum tersebut diberlakukan. Selain itu. Namun. Menurut Fasli Jalal. semua sekolah telah menerapkan kurikulum ini. Pengalaman menerapkan KBK dapat menjadi bekal suatu sekolah untuk menerapkan kurikulum baru ini dan diharapkan tahun 2009. Kesiapan sekolah ini ditandai dengan ketersediaan sarana dan prasarana. terutama kurikulum 2004 atau KBK.

mengembangkan. kerajinan.1. Penyeragaman kurikulum ini juga berimplikasi pada beberapa kenyataan bahwa sekolah di daerah pertanian sama dengan sekolah yang daerah pesisir pantai. (5) Menyeluruh dan berkesinambungan. dan kurang menghargai potensi keunggulan lokal. Dengan adanya penyeragaman ini. kurikulum tersebut menjadi kurang operasional. KTSP sangat relevan dengan konsep desentralisasi pendidikan sejalan dengan pelaksanaan otonomi daerah dan konsep manajemen berbasis sekolah (MBS) yang mencakup otonomi sekolah di dalamnya. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi (SI) dan Peraturan . (6) Belajar sepanjang hayat. dan seni. pariwisata. Pemerintah daerah dapat lebih leluasa berimprovisasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan. dan kondisi lingkungan sekolah. perkembangan. jika diperlukan. Secara vertikal. (7) Dan seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah. Dengan semangat otonomi itu. sekolah dapat berkonsultasi baik secara vertikal maupun secara horizontal. Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi. Oleh karenanya. petani. nelayan. (3) Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. dan sebagainya agar kurikulum yang dibuat oleh sekolah benar-benar mampu menjawab kebutuhan di daerah di mana sekolah tersebut berada. Mendorong terwujudnya otonomi sekolah dalam penyelenggaraan pendidikan. Sedangkan secara horizontal. kebutuhan. Dengan berpijak pada panduan kurikulum tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah yang dibuat oleh BNSP. tidak melihat kepada situasi riil di lapangan. Mendorong para guru. dan potensi keunggulan lokal yang bisa dimunculkan oleh sekolah. teknologi. situasi. sekolah diberi keleluasaan untuk merancang. Sebagaimana diketahui. Misalnya. sekolah di daerah industri sama dengan di wilayah pariwisata. Tidak dapat dipungkiri bahwa salah satu bentuk kegagalan pelaksanaan kurikulum di masa lalu adalah adanya penyeragaman kurikulum di seluruh Indonesia. Sesuai dengan kebijakan Departemen Pendidikan Nasional yang tertuang dalam Peraturan Mendiknas No. sehingga tidak memberikan kompetensi yang cukup bagi peserta didik untuk mengembangkan diri dan keunggulankhas yang ada di daerahnya. dan Departemen Pendidikan Nasional. 3. sekolah dapat bermitra dengan stakeholder pendidikan dalam merumuskan KTSP. dunia industri. Oleh karena itu. (2) Beragam dan terpadu. prinsip pengembangan KTSP adalah (1) Berpusat pada potensi. kepala sekolah. Dinas Pendidikan Provinsi. (4) Relevan dengan kebutuhan kehidupan. dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya. dan pihak manajemen sekolah untuk semakin meningkatkan kreativitasnya dalam penyelenggaraan program-program pendidikan. 2. kondisi. KTSP sangat memungkinkan bagi setiap sekolah untuk menitikberatkan dan mengembangkan mata pelajaran tertentu yang akseptabel bagi kebutuhan siswa. sekolah bersama komite sekolah diberi otonomi menyusun kurikulum sendiri sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Sebagai implikasi dari penyeragaman ini akibatnya para lulusan tidak memiliki daya kompetitif di dunia kerja dan berimplikasi pula terhadap meningkatnya angka pengangguran. sekolah di kota sama dengan sekolah di daerah pinggiran maupun di daerah pedesaan. Di samping itu. sekolah dapat berkonsultasi dengan Dinas Pendidikan Daerah Kabupaten atau Kota. Sebagai sesuatu yang baru. dan mengimplementasikan kurikulum sekolah sesuai dengan situasi. Sekolah bisa mengembangkan standar yang lebih tinggi dari standar isi dan standar kompetensi lulusan. Untuk itulah kehadiran KTSP diharapkan dapat memberikan jawaban yang konkrit terhadap mutu dunia pendidikan di Indonesia. Berdasarkan prinsip-prinsip ini. sekolah mungkin mengalami kesulitan dalam penyusunan KTSP. organisasi profesi. sekolah bersama dengan komite sekolah dapat secara bersama-sama merumuskan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan.

Di samping itu yang harus digarisbawahi adalah bahwa yang akan dikeluarkan oleh BNSP tersebut bukanlah kurikulum tetapi tepatnya Pedoman Penyusunan Kurikulum 2006. Pengurangan jam belajar siswa tersebut merupakan rekomendasi dari BNSP. untuk SMP menjadi 40 menit. karena guru diberi kebebasan untuk mengembangkan kompetensi siswanya sesuai dengan lingkungan dan kultur daerahnya. Sehingga kelak jika peserta didik di lingkungan ini telah menyelesaikan studinya bila mereka tidak berkeinginan untuk melanjutkan studinya ke jenjang perguruan tinggi mereka dapat langsung bekerja menerapkan ilmu dan ketrampilan yang telah diperoleh di bangku sekolah.Mendiknas No. 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL). Di samping jam pelajaran akan dikurangi antara 100-200 jam per tahun. tetapi guru dan sekolah diberi keleluasaan untuk mengembangkannya sendiri sesuai dengan kondisi murid dan daerahnya. Inilah yang menjadi dasar pemikiran bahwa jam pelajaran untuk siswa perlu dikurangi. KTSP akan mengurangi beban belajar siswa yang sangat padat dan memberatkan kurang lebih 20%. Dampak yang mungkin tidak terlalu disadari adalah siswa terlalu terbebani dengan jam pelajaran tersebut. Suasana formal yang diciptakan sekolah.200 jam pelajaran dalam setahun. tetapi lebih dari itu menjadikan mata pelajaran tersebut sebagai sebuah ketrampilan. sekolah diwajibkan menyusun kurikulumnya sendiri. Jam pelajaran yang biasa diterapkan kepada siswa sebelunya berkisar antara 1. Sebagai contoh misalnya. Total 1. KTSP tetap memberikan tekanan pada pengembangan kompetensi siswa. Dengan diberlakukannya KTSP itu nantinya akan dapat mengurangi beban belajar sebanyak 20% karena KTSP tersebut lebih sederhana. sekolah yang berada dalam kawasan pariwisata dapat lebih memfokuskan pada mata pelajaran bahasa Inggris atau mata pelajaran di bidang kepariwisataan lainnya. Banyak pakar yang menilai sekolah selama ini telah merampas hak anak untuk mengembangkan kepribadian secara alami. Dalam usia yang masih anakanak. Rekomendasi ini dapat dikatakan cukup unik. Persoalan ini lebih dirasakan untuk siswa SD dan SMP. mereka membutuhkan waktu bermain yang cukup untuk mengembangkan kepribadiannya. . ditambah lagi standar jam pelajaran yang relatif lama.000 jam pelajaran dalam satu tahun ini dengan asumsi setahun terdapat 36-40 minggu efektif kegiatan belajar mengajar. bahan ajar yang dianggap memberatkan siswa pun akan dikurangi.000-1. Akibat lebih jauh lagi adalah mempengaruhi perkembangan jiwa anak. SMP dan SMA adalah 45 menit. Meskipun terdapat pengurangan jam pelajaran dan bahan ajar. Sehingga suasana yang tercipta pun menjadi terkesan sangat formal. Sekolah-sekolah tersebut tidak hanya menjadikan materi bahasa Inggris dan kepariwisataan sebagai mata pelajaran saja. Apalagi kegiatan belajar mengajar masih banyak yang terpaku pada kegiatan tatap muka di kelas. yakni tetap 45 menit setiap jam pelajaran. KTSP ini sesungguhnya lebih mudah. maka rekomendasi BNSP ini mengusulkan pengurangan untuk SD menjadi 35 menit setiap jm pelajaran. Jika biasanya satu jam pelajaran untuk siswa SD. 4. KTSP juga tidak mengatur secara rinci kegiatan belajar mengajar (KBM) di kelas. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) itu memungkinkan sekolah menitikberatkan pada mata pelajaran tertentu yang dianggap paling dibutuhkan siswanya. tentu akan memberikan dampak tersendiri pada psikologis anak.dan dalam seminggu tersebut meliputi 36-38 jam pelajaran. karena selama bertahun-tahun beban belajar siswa tidak mengalami perubahan. dan untuk SMA tidak berubah. dan biasanya yang berubah adalah metode pengajaran dan buku pelajaran semata. Alasan diadakannya pengurangan jam pelajaran ini karena menurut pakar-pakar pendidikan anak bahwa jam pelajaran di sekolah-sekolah selama ini terlalu banyak.

sebelumnya sejak awal berdiri pada 1990 telah menggunakan kombinasi kurikulum Indonesia dengan Amerika Serikat (AS). namun secara optimal memberikan penekanan pada aspek-aspek tertentu yang tidak diatur oleh kurikulum. Sementara kondisi di lapangan menunjukkan masih banyak satuan pendidikan yang minim alat peraga. Sekarang semua bentuk improvisasi dibebaskan asal tidak keluar panduan yang telah ditetapkan dalam KTSP. KTSP memberikan peluang yang lebih luas kepada sekolah-sekolah plus untuk mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan. Sekolah High Scope Indonesia. Kurangnya SDM yang diharapkan mampu menjabarkan KTSP pada kebanyakan satuan pendidikan yang ada. Sebagai konsekuansi logis dari penerapan KTSP ini setidak-tidaknya menurut penulis terdapat beberapa kelemahankelamahan dalam KTSP maupun penerapannya. Sebagai contoh. Kelemahan KTSP Setiap kurikulum yang diberlakukan di Indonesia di samping memiliki kelebihankelebihan juga memiliki kelemahan-kelamahannya. sekolah-sekolah plus itu jelas akan menyambut gembira. Melainkan memotong sedikit. Kendati mendapat lisensi dari AS. 5. sehingga muatan iptek pun dibesarkan. Kehadiran KTSP ini bisa jadi merupakan kabar baik bagi sekolah-sekolah plus. namun pihaknya tetap mematuhi kurikulum pemerintah. Sekolah-sekolah swasta yang kini marak bermunculan itu sejak beberapa tahun terakhir telah mengembangkan variasi atas kurikulum yang ditetapkan pemerintah. perngurangan itu tidak dilakukan secara ekstrim dengan memangkas sekian jam frekwensi siswa berhubungan dengan mata pelajaran di kelas. Dapat dikatakan bahwa perberlakuan KTSP ini sebagai upaya perbaikan secara kontinuitif. juga disebabkan pola kurikulum lama yang terlanjur mengekang kreativitas guru. Selain disebabkan oleh rendahnya kualifikasi. sehingga hasilnya hanya sekitar 30% siswa yang mampu menerapkan kurikulum tersebut. Misalnya tetap memberikan materi Bahasa Indonesia. Ketika diberlakukan Kurikulum 1994 banyak sekolah yang terlalu bersemangat ingin meningkatkan kompetensi iptek siswa. Pola penerapan KTSP atau kurikulum 2006 terbentur pada masih minimnya kualitas guru dan sekolah. Pola kurikulum baru (KTSP) akan memberi angin segar pada sekolah-sekolah yang menyebut dirinya nasional plus. Sebagian sekolah-sekolah plus tersebut ada yang khawatir ditegur karena memakai bilingual atau memakai istilah kurikulum yang bermacam-macam seperti yang ada sekarang. laboratorium serta fasilitas penunjang yang menjadi syarat utama pemberlakuan . Caranya dengan mematuhi batas minimal. 2.Meski demikian. namun menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar utama. baik di atas kertas maupun di depan kelas. Sehingga ketika pemerintah kemudian justru mewajibkan adanya pengayaan dari masing-masing sekolah. Sebagian besar guru belum bisa diharapkan memberikan kontribusi pemikiran dan ide-ide kreatif untuk menjabarkan panduan kurikulum itu (KTSP). di antaranya adalah sebagai berikut: 1. kurikulum 1994 dapat dinilai sebagai kurikulum yang berat dalam penerapannya. Ketersediaan sarana dan prasarana yang lengkap dan representatif merupakan salah satu syarat yang paling urgen bagi pelaksanaan KTSP. Sebagai contoh. Tetapi yang patut disayangkan adalah SDM yang tersedia belum siap. atau menghilangkan titik kejenuhan siswa terhadap mata pelajaran dalam sehari akibat terlalu lama berkutat dengan pelajaran itu. Kurangnya ketersediaan sarana dan prasarana pendukung sebagai kelengkapan dari pelaksanaan KTSP.

4. . Penerapan KTSP yang merekomendasikan pengurangan jam pelajaran akan berdampak berkurang pendapatan para guru. pelajaran Sosiologi untuk kelas 1 SMA atau kelas 10 mendapat dua jam pelajaran di KTSP maupun kurikulum sebelumnya. Jika KTSP telah benar-benar diberlakukan. Pada satu sisi. Sedangkan tantangan yang dihadapai agar tetap ³hidup´ memasuki milenium ketiga adalah perlunya diupayakan : 1. maka pemberlakuan KTSP secara nasional yang targetnya hendak dicapai paling lambat tahun 2009 tidak memungkinkan untuk dapat dicapai. penyusunannya maupun prakteknya di lapangan.KTSP. guru terancam tidak memperoleh tunjangan profesi dan fungsional. Jika tahapan sosialisasi tidak dapat tercapai secara menyeluruh. Pendidikan yang tanggap terhadap situasi persaingan dan kerjasama global. Saya Imam Hanafie Mh. Pendidikan yang menyadari sekaligus mengupayakan pentingnya pendidikan nilai. Sedangkan di kelas 2 SMA atau kelas 11 IPS. Hal ini berdampak pada berkurangnya jumlah jam mengajar para guru. Penerapan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) akan menambah persoalan di dunia pendidikan. MA setuju jika bahan yang dikirim dapat dipasang dan digunakan di Homepage Pendidikan Network dan saya menjamin bahwa bahan ini hasil karya saya sendiri dan sah (tidak ada copyright). Hal yang sama terjadi di kelas 3 IPS. A. Sebagai contoh. Jepang. Taiwan. 2. pelajaran Sosiologi diajarkan untuk empat jam pelajaran tapi pada KTSP menjadi tiga jam pelajaran. Untuk memperoleh tunjangan profesi dan fungsional semua guru harus mengajar 24 jam. betapa dunia pendidikan di Indonesia saat ini dirundung masalah yang besar. Pada kurikulum lama. Sosiologi diajarkan selama lima jam pelajaran di kurikulum lama. Namun di KTSP Sosiologi hanya mendapat jatah tiga jam pelajaran. 3. China dan Malaysia ataupun negara-negara lain yang sudah mengalami kemajuan yang sangat pesat pada bidang pendidikan. KTSP juga mengancam pendapatan para guru. Singapora. para guru sulit memenuhi ketentuan 24 jam mengajar agar bisa memperoleh tunjangan. maka pemberlakuan KTSP hanya akan menambah daftar makin carut marutnya pendidikan di Indonesia. Akibatnya. Jika tidak. 3. Beberapa faktor kelemahan di atas harus menjadi perhatian bagi pemerintah agar pemberlakuan KTSP tidak hanya akan menambah daftar persoalan-persoalan yang dihadapi dalam dunia pendidikan kita. Sementara itu masih banyak guru yang belum mengetahui tentang ketentuan baru kurikulum ini. Pendidikan yang membentuk pribadi yang mampu belajar seumur hidup. jika jamnya dikurangi maka tidak akan bisa memperoleh tunjangan. Pendahuluan Pendidikan di negara kita ini sangatlah memprihatinkan jika dibandingkan dengan negaranegara lain seperti Korea Selatan. India.A. Masih rendahnya kuantitas guru yang diharapkan mampu memahami dan menguasai KTSP dapat disebabkan karena pelaksanaan sosialisasi masih belum terlaksana secara menyeluruh. Masih banyak guru yang belum memahami KTSP secara komprehensif baik konsepnya. Sebagaimana diketahui rekomendasi BSNP terkait pemberlakuan KTSP tersebut berimplikasi pada pengurangan jumlah jam mengajar. Selain menghadapi ketidaksiapan sekolah berganti kurikulum. sedangkan pada sisi lain tantangan memasuki milenium ketiga tidak bisa dianggap main-main.

Tetapi bila tidak. Gambaran dan ciri kurikulum yang pernah digunakan di indonesia Dunia pendidikan di Indonesia sudah berkali-kali melakukan perubahan kurikulum hal ini dilakukan dalam rangka menyempurnakan system pendidikan di Indonesia yang dinilai sangat buruk dikawasan asia. Perjalanan kurikulum pendidikan di Indonesia meliputi: a. 1984.1968. Penerbitan UU No. Pengertian kurikulum Kurikulum merupakan segala aktivitas yang dilakukan sekolah dalam rangka mempengaruhi anak dalam belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran. sifat kurikulum Separated Subject Curriculum (1946-1947). walaupun batas demokrasi antar mata pelajaran masih terlihat jelas. sehingga kita akan mengetahui kelemahan ataupun kelebihan dari masing-masing kurikulum tersebut. Dengan kondisi pemerintah sekarang yang masih harus menanggung beban krisis yang begitu berat. jumlah mata pelajaran : Sekolah Rakyat (SR) ± 16 bidang studi. tentu out put pendidikan akan mampu mewujudkan harapan. yang dilakukan secara korelasional (correlated subject curriculum). Berikut ini ciri-ciri Kurikulum 1947 : 1. rasanya tidaklah tepat apabila kita menunggu kebijakan dari pemerintah pusat untuk membenahi kondisi pendidikan kita. Berdasarkan uaraian diatas alangkah berdosanya kalau kita sebagai generasi bangsa tidak ikut bertanggung jawab atas sistem pendidikan di negara kita tercinta ini.Mantan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Abdul Malik Fajar mengakui kebenaran penilaian bahwa sistem pendidikan di Indonesia sangatlah buruk di kawasan Asia. . Kurikulum 1947 Kurikulum yang pertama kali diberlakukan di sekolah Indonesia pada awal kemerdekaan ialah kurikulum 1947 yang dimaksudkan untuk melayani kepentingan bangsa Indonesia. 4 tahun 1950 merumuskan pula tujuan kurikulum menurut jenjang pendidikan. Dalam pembahasan nanti kita akan melihat gambaran dan karakteristik dari masing-masing kurikulum tersebut. Bila kurikulumnya di desain dengan sistematis dan komprehensif serta integral dengan segala kebutuhan pengembangan dan pembelajaran anak didik. SMP-17 bidang studi dan SMA jurusan B-19 bidang studi b. Kurikulum 1968 Kurikulum 1968 ditandai dengan pendekatan peng-organisasian materi pelajaran dengan pengelompokan suatu pelajaran yang berbeda. yaitu mata pelajaran yang satu dikorelasikan dengan mata pelajaran yang lain. 1994. Muatan materi masing-masing mata pelajaran masih bersifat teoritis dan belum terikat erat dengan keadaan nyata dalam lingkungan sekitar. B. Disamping pengertian diatas ada juga yang mengartikan kurikulum sebagai seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman untuk menggunakan aktivitas belajar mengajar. menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar di sekolah. Di samping itu kita akan melihat kurikulum pendidikan di Indonesia yang sudah beberapa tahun ini mengalami reformasi kurikulum yaitu dari kurikulum tahun 1947. kegagalan demi kegagalan akan terus menghantui dunia pendidikan. 2. 3. Sehingga semua pihak yang bertanggung jawab atas kondisi dan sistem pendidikan yang ada di negara kita hendaknya ikut memikirkan bagaimana caranya agar pendidikan di Indonesia dapat mengalami kemajuan seperti negaranegara lain. Sekolah mengharuskan menyempurnakan kurikulum 1947 agar lebih disesuaikan dengan kebutuhan dan kepentingan bangsa Indonesia.1975. 2004 dan KTSP 2006 hingga sekarang. Pembahasan 1. Pengorganisasian mata pelajaran secara korelasional itu berangsur-angsur mengarah kepada pendekatan pelajaran yang sudah terpisah-pisah berdasarkan disiplin ilmu pada sekolah-sekolah yang lebih tinggi. 2.

dan disederhanakan menjadi dua jurusan. yaitu Sastra Sosial Budaya dan Ilmu Pasti Pengetahuan Alam (PASPAL). Materi disajikan berdasarkan tingkat kesiapan atau kematangan siswa. Semakin tinggi kelas dan jenjang sekolah. sifat kurikulum correlated subject. Dalam proses pembelajaran. 4. 4. semiabstrak. intelektual. Kurikulum 1984 Kurikulum 1984 pada hakikatnya merupakan penyempurnaan dari kurikulum 1975. dapat diukur dan dirumuskan dalam bentuk tingkah laku siswa. sedangkan pada setiap pokok bahasan diberikan tujuan instruksional umum yang dijabarkan lebih lanjut dalam berbagai satuan bahasan yang memiliki tujuan instruksional khusus. Spiral adalah pendekatan yang digunakan dalam pengemasan bahan ajar berdasarkan kedalaman dan keluasan materi pelajaran. baik dalam ranah kognitif. Berorientasi pada tujuan 2. c. perlu senantiasa dinilai dan dikembangkan secara terus menerus sesuai dengan kondisi dan perkembangan masyarakat. penjurusan di SMA dilakukan di kelas II. Melalui PPSI ini dibuat satuan pelajaran yang berupa rencana pelajaran setiap satuan bahasan. Menanamkan pengertian terlebih dahulu sebelum diberikan latihan. SMA jurusan A-18 bidang studi. Ciri-ciri kurikulum 1975: 1. setelah mata pelajaran atau pokok bahasan tertentu disajikan oleh guru. dan abstrak dengan menggunakan pendekatan induktif dari contoh-contoh ke kesimpulan. Pendekatan pengajarannya berpusat pada anak didik melalui cara belajar siswa aktif (CBSA). Konsep-konsep yang dipelajari siswa harus didasarkan kepada pengertian. d. 5. 2. Sistem yang senantiasa mengarah kepada tercapainya tujuan yang spesifik. Menganut pendekatan integrative dalam arti bahwa setiap pelajaran memiliki arti dan peranan yang menunjang kepada tercapainya tujuan-tujuan yang lebih integratif. 3. guru harus berusaha agar tujuan instruksional khusus dapat dicapai oleh peserta didik. semakin dalam dan luas materi pelajaran yang diberikan. maupun psikomotor. Menekankan kepada efisiensi dan efektivitas dalam hal daya dan waktu. 2. Kurikulum 1984 memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 1. dan emosional dengan harapan siswa memperoleh pengalaman belajar secara maksimal. 5. Dari yang mudah . jumlah mata pelajaran SD-10 bidang studi. pada setiap bidang studi dicantumkan tujuan kurikulum.Berikut ciri-ciri kurikulum 1968 : 1. afektif. Menganut pendekatan sistem instruksional yang dikenal dengan Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI). semikonkret. SMP-18 bidang studi (Bahasa Indonesia dibedakan atas Bahasa Indonesia I dan II). Pemberian materi pelajaran berdasarkan tingkat kematangan mental siswa dan penyajian pada jenjang sekolah dasar harus melalui pendekatan konkret. baru kemudian diberikan latihan setelah mengerti. mental. Materi pelajaran dikemas dengan nenggunakan pendekatan spiral. Kurikulum 1975 Di dalam kurikulum 1975. Metode penyampaian satun bahasa ini disebut prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI). CBSA adalah pendekatan pengajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk aktif terlibat secara fisik. Berorientasi kepada tujuan instruksional. Untuk menunjang pengertian alat peraga sebagai media digunakan untuk membantu siswa memahami konsep yang dipelajarinya. 3. Dipengaruhi psikologi tingkah laku dengan menekankan kepada stimulus respon (rangsang-jawab) dan latihan (drill). 3. Asumsi yang mendasari penyempurnaan kurikulum 1975 ini adalah bahwa kurikulum merupakan wadah atau tempat proses belajar mengajar berlangsung yang secara dinamis..

Kurikulum Berbasis Kompetensi Harapan masyarakat terhadap kurikulum pendidikan di Indonesia. maka diharapkan kurikulum 1994 telah mampu menjembatani semua kesenjangan yang terdapat dalam dunia pendidikan di sekolah. kompetensi sosial. penetapan target kurikulum 1994 dinilai dan dikecam berbagai pihak antara lain sebagai dosa teramat besar dari departemen pendidikan dan kebudayaan yang mengakibatkan kemerosotan kualitas pendidikan secara berkesinambungan tanpa henti . Akibatnya adalah siswa enggan belajar lama di sekolah. Jika sejak awal siswa dicemaskan dengan mata pelajaran yang menjadi momok di sekolah. Namun. Nama SMP dan SLTP kejuruan diganti menjadi SLTP (Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama). Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang hanya berlaku sampai tahun 2006 di sekolahsekolah pada dasarnya adalah merupakan gagasan dari Kurikulum Berbasis Kemampuan Dasar (KBKD) yang memfokuskan pada wujud pertumbuhan dan perkembangan potensi .dan SMA diganti SMU (Sekolah Menengah Umum) 7. Pembelajaran di sekolah lebih menekankan materi pelajaran yang cukup padat (berorientasi kepada materi pelajaran/isi) 4. fisik. karena apabila murid diberikan kebebasan mengajukan pendapat. g. Adapun ciri-ciri kurikulum 1994 adalah sebagai berikut : 1. harapan itu sepertinya tidak terwujud sebagaimana diperlihatkan oleh sedemikian banyak dan gencarnya keluhan pengelola pendidikan mengenai berbagai kelemahan dan kekurangan kurikulum 1994. baik bagi siswa maupun bagi guru. maka mereka akan menjadi bosan dan kegiatan belajar mengajar menjadi menyebalkan. Pembagian tahapan pelajaran di sekolah dengan sistem caturwulan 3. 5. Kurikulum yang padat juga melanggengkan konsep pengajaran satu arah. 2. sehingga sangat membebani siswa yang berpengaruh pada merosotnya semangat belajar siswa. Dalam pelaksanaan kegiatan. maka diperlukan banyak waktu. dan kompetensi kepribadian. 6. IPS. dari guru murid. Selain itu. Kurikulum 1994 bersifat populis. baik secara mental. yang menuntut banyak waktu untuk menyampaikan pandangan dalam rangka pengelolaan pendidikan. bahwa adanya target kurikulum telah menjadi salah satu factor pemicu untuk penggantian kurikulum baru. sehingga target kurikulum sulit untuk tercapai. dan sosial 6. Kurikulum 1994 yang padat dengan beban yang telah menghambat diberlakukannya paradigma baru pendidikan dari siswa kepada guru. dan Bahasa. 8.menuju ke sukar dan dari sederhana menuju ke kompleks. Penjurusan di SMU dilakukan di kelas II. Sifat kurikulum objective based curriculum. yaitu jurusan IPA. pada hakikatnya adalah adanya komunikasi dua arah yang memungkinkan kegiatan belajar mengajar menjadi interaktif dan menyenangkan. Keterampilan proses adalah pendekatan belajar mengajar yang memberi tekanan kepada proses pembentukkan keterampilan memperoleh pengetahuan dan mengkomunikasikan perolehannya. h. Harapanharapan inilah yang seharusnya diakomodasi di dalam penyusunan kurikulum. Pendekatan keterampilan proses diupayakan dilakukan secara efektif dan efesien dalam mencapai tujuan pelajaran. Kurikulum 1994 Dengan mendasarkan kepada seluruh proses penyusunan kurikulum pada ketentuanketentuan yuridis dan akademis di atas. SMK memperkenalkan program pendidikan sistem ganda (PSG) Aspek yang dikedepankan dalam kurikulum 1994 ialah terlalu padat. f) penjurusan dibagi atas tiga jurusan. Belajar menyenangkan itulah sebenarnya konsep pendidikan yang dapat membawa peserta didik (siswa) untuk menguasai kompetensi akademik. guru menggunakan strategi yang melibatkan siswa aktif dalam belajar. sehingga mutu pendidikan pun semakin terpuruk. yaitu yang memberlakukan satu sistem kurikulum untuk semua siswa di seluruh Indonesia. Menggunakan pendekatan keterampilan proses.

2) pengelolaan kurikulum berbasis sekolah. 5. dan pengembangan sistem informasi kurikulum. hasil belajar dan indikator dari TK (Taman Kanak-kanak) dan Raudhatul Athfal (RA) sampai dengan kelas XII (kelas III SMA). Keberhasilan kurikulum lebih banyak ditentukan oleh kualitas dan kompetensi guru. Kurikulum Berbasis Kompetensi memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 1. sasaran dan pelaksanaan penilaian berkelanjutan yang lebih akurat dan konsisten sebagai akuntabilitas publik melalui identifikasi kompetensi atau hasil belajar yang telah dicapai. Kegiatan belajar mengajar memuat gagasan pokok tentang pembelajaran dan pengajaran untuk mencapai kompetensi yang ditetapkan. diperlukan kreativitas guru untuk mengisi senjata itu dan membidiknya dengan cermat dan tepat mengenai sasaran. Pola ini dilengkapi pula dengan gagasan pembentukan jaringan kurikulum (curriculum council). termasuk dalam melibatkan Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah untuk pelaksanaan kurikulum secara bermutu i. penilaian. Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi. 3. Sumber belajar bukan hanya guru. serta mengutamakan proses pembelajaran dengan pendekatan kontekstual (contextual teaching and learning atau CTL) Dalam pelaksanaan kurikulum yang memegang peranan penting adalah guru.peserta didik. Yang membedakannya adalah cara guru mengajar di depan kelas. Inti dari KBK adalah terletak pada empat aspek utama. 4. Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi. KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) Kurikulum 2006 atau yang dikenal dengan nama Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan . maka prinsip pembelajaran adalah berpusat pada siswa dan menggunakan pendekatan menyeluruh dan kemitraan. dan 4) evaluasi dengan penilaian berbasis kelas. serta peta kemajuan belajar siswa dan pelaporan. menetapkan tahap dan administrasi KBK. di seluruh dunia pada dasarnya sama. Berhubung kurikulum 2004 yang memfokuskan aspek kompetensi siswa. memberdayakan semua sumber daya dan dana sekolah. Penilaian berbasis kelas memuat prinsip. terutama untuk mata pelajaran dasar. 3) kegiatan belajar mengajar. menata ulang KBK penempatan guru pada kelas secara optimal. Oleh karenanya. pembinaan professional tenaga kependidikan. KBK merupakan perangkat rencana dan pengaturan tentang kompetensi dan hasil belajar yang harus dicapai oleh siswa. Menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun klasikal. yaitu : 1) kurikulum dan hasil belajar. J. Drost (2002) menegaskan bahwa materi kurikulum. Guru diibaratkan manusia dibalik senjata kosong yang tidak berpeluru. Kurikulum dan hasil belajar memuat perencanaan pengembangan kompetensi peserta didik yang perlu dicapai secara keseluruhan sejak lahir sampai usia 18 tahun. tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukatif. serta gagasan-gagasan pedagogis dan andragogis yang mengelola pembelajaran agar tidak mekanistik. Peran dan tanggung jawab dalam pengelolaan kurikulum berbasis sekolah diberikan kepada sekolah. Dinas Pendidikan Kabupaten / Kota. pengembangan perangkat kurikulum. tidak berlebihan apabila dalam diskusi mengenai ³Potret Pendidikan di Indonesia dan Peran Guru Swasta´. Dinas Pendidikan Provinsi dan Tingkat Pusat. Pengelolaan kurikulum berbasis sekolah memuat berbagai pola pemberdayaan tenaga kependidikan dan sumber daya lain untuk meningkatkan mutu hasil belajar. antara lain silabus. Berorientasi pada hasil belajar (learning outcomes) dan keberagaman. kegiatan belajar mengajar. Oleh karena itu. Peran dan tanggung jawab sekolah untuk meningkatkan komunikasi dengan berbagai pihak untuk mensosialisasikan konsep KBK. Kurikulum dan hasil belajar ini memuat kompetensi. 2. pernyataan yang jelas tentang standar yang harus dan telah dicapai. dan pemberdayaan sumber daya pendidikan dalam pengembangan kurikulum sekolah.

KTSP diberlakukan mulai tahun ajaran 2006/2007 yang menggantikan kurikulum 2004 (KBK). Seimbang antara kepentingan nasional dan daerah. 4. 4. dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya. KTSP terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan. Persoalan baru itulah yang dirasakan oleh guru menjadi beban berat. dan silabus. Dengan dasar Permendiknas Nomor 22. 5. Salah satu perbedaan KTSP dibandingkan dengan kurikulum yang pernah berlaku sebelumnya di Indonesia adalah terletak pada sistem pengembangannya. 2.(KTSP) merupakan kurikulum operasional pendidikan yang disusun dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan yang berlaku dewasa ini di Indonesia. Tanggap terhadap perkembangan Iptek . Berorientasi pada hasil belajar (learning out comes) dan keberagaman. Belum lagi soal kerepotan dan kerumitan nilai dalam proses evaluasi belajarnya. Belajar sepanjang hayat 7. maka kurikulum 2006 diberlakukan untuk menyempurnakan kurikulum sebelumnya yang baru berusia dua tahun. pemberlakuan kurikulum 2006 merupakan implementasi regulasi yang telah dikeluarkan yaitu PP no 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan. Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi. Yang tampak jelas berubah adalah penentuan mata pelajaran masing-masing bidang studi dengan penjabaran aspek-aspeknya. Relevan dengan kebutuhan masa kini dan masa datang. esensi isi dan arah pengembangan pembelajaran tetap masih bercirikan tercapainya paket-paket kompetensi (Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar) dan bukan pada tuntas tidaknya sebuah subject matter. Kurikulum ini lahir seiring dengan pemberlakuan Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem pendidikan Nasional serta Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Dalam pelaksanaannya kurikulum terbaru tersebut mengalami berbagai kendala. kebutuhan. kurikulum 2006 memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 1. Disamping masalah itu juga ada masalah lain dari kurikulum ini yaitu karena jam pelajaran . Sebab tidak banyak perubahan berarti yang dilakukan. Beragam dan terpadu. Sumber belajar bukan hanya guru. sedangkan KTSP merupakan kurikulum operasional yang dikembangkan oleh satuan pendidikan dengan memperhatikan karakteristik dan perbedaan daerah (desentralistik). perkembangan. Dengan demikian. 2. 5. Sebagai kurikulum operasional di tingkat satuan pendidikan. struktur dan muatan kurikulum. Secara substantive. Akan tetapi. Menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa. baik secara individual. Terutama persoalan minimnya sosialisasi dan kesiapan sarana dan prasarana pendukung pendidikan dan terutama sekali kesiapan guru dan sekolah untuk menyusun dan mengembangkan kurikulum sendiri. 3. Namun oleh Depdiknas persoalan itu diantisipasi dengan diluncurkannya panduan KTSP yang disusun oleh BSNP. KTSP memiliki peluang untuk dikembangkan oleh satuan pendidikan dengan berpedoman pada prinsip-prinsip: 1. 3. Kenyataannya sampai saat ini kurikulum 2006 itu terkesan masih dijalankan dengan setengah hati karena berbagai kebijakan dan landasan yuridisnya belum dipenuhi secara konsekuen oleh pemerintah. Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi. maupun klasikal. Pada hakikatnya KTSP merupakan kelanjutan dari kurikulum 2004. kalender pendidikan. Menyeluruh dan berkesinambungan 6. Pengembangan kurikulum sebelum KTSP dilakukan secara terpusat (sentralistik). tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsure edukatif. 23 dan 24 tentang Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) serta peraturan pelaksanaannya. Berpusat pada potensi.

Hal ini juga harus diperhatikan demi kesejahteraan guru dan demi kelancaran proses pengajaran. sebelum ada pengkajian dan riset yang mendalam.wina.Dr. struktur dan muatan kurikulum.Pd.com/«/16/bagaimanakah-perjalanan-kurikulum-nasional-padapendidikan-dasar-dan-menengah/ ± 108k) sanjaya. Begitu mudah berubah. Dampak berikutnya.html http://ridwanudin.Jakarta: ciputat press.com/perbandingan-kurikulum/ indriatisukorini. melainkan kita harus memusatkan perhatian yang serius pada pembenahan infrastruktur persekolahan yang banyak mengalami kerusakan. misi dan orientasi pendidikan yang berlandaskan pada pendidikan untuk semua rakyat Indonesia tanpa terkecuali.M. (3) sumber belajar yang tersedia.Jakarta:kencana prenada media group. menunjukkan praktek pendidikan tidak pernah lepas dari metode uji coba kebijaksanaan di bidang pendidikan. Syafruddin. Perbedaan mendasar yang terdapat dalam kurikulum 2006 dibandingkan kurikulum sebelumnya adalah kurikulum 2006 bersifat desentralistik artinya sekolah diberi kewenangan secara penuh untuk menyusun rencana pendidikan dengan mengacu pada standar yang telah ditetapkan (SI dan SKL) mulai dari tujuan.H. visi dan misi.wordpress. sebenarnya secara kultural. sekolah yang telah runtuh dimakan usia.dikurangi maka para guru honorer akan berkurang penghasilannya. Semoga hal ini tidak terjadi dan menjadi mimpi buruk bagi bangsa kita. seperti gedung-gedung. Kalau tidak segera pendidikan di tanah air dijadikan prioritas utama pembangunan. Saatnyalah pemerintah menjadikan pilar pendidikan sebagai prioritas utama pembangunan nasional bangsa ke depan.com/2009/03/16/indryktp08-6/ rbaryans.wordpress. Selain itu perhatian serius juga harus dipusatkan pada peningkatan kesejahteraan tenaga guru dan dosen. D. harus segera diperbaiki kembali dengan memfokuskan perhatian pada isi. dan (4) kekhasan daerah. telah menyebabkan sekor pendidikan di tanah air belum mampu mengatasi ketertinggalan bangsa ini dalam mengikuti kompetisi regional dan global. visi. C. hingga pengembangan silabusnya.com/2009/07/kelebihan-dan-kelemahan-ktsp. M. Ke depan yang perlu dilakukan bukan mengkutak-katik kurikulum yang sudah ada. orang tua dan masyarakat dapat berperan dan terlibat secara aktif sebagai mitra sekolah dalam mengembangkan program pendidikannya. kalender pendidikan. Catatan sejarah tentang pelapukan terhadap praktik pendidikan dan kurikulumnya. kewenangan dan kebebasan sekolah tersebut dalam penyelenggaraan program pendidikannya tetap harus disesuaikan dengan (1) Kondisi lingkungan sekolah.2002 .Pd.wordpress. banyak kebijakan yang dilakukan sebagai kebijakan yang bersifat instant dan tidak didasari atas pertimbangan pedagogis edukatif.Pembelajaran dalam implementasi kurikulum berbasis kompetensi. Sekarang saja kita jauh tertinggal dengan Negara-negara sesama anggota ASEAN lainnya. Dalam pelaksanaannya. Daftar pustaka http://isfana-tadzkirah.Dr. pemberian akses kesempatan belajar yang seluas-luasnya bagi anak-anak didik sebagai garda terdepan bangsa dalam memajukan pendidikan nasional. Saya khawatir sepuluh tahun yang akan dating bangsa kita akan menjadi bangsa buruh atau kuli di negerinya sendiri. beban belajar. Namun. (2) kemampuan peserta didik.blogspot. bangsa ini sudah menggali liang lahatnya sendiri. Kurikulum pendidikan yang seharusnya tidak gampang diubah. Kesimpulan Perjalanan pendidikan dan kurikulumnya sepanjang sejarah bangsa Indonesia merdeka. guru professional dan implementasi kurikulum.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful