BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.

1 Definisi Preeklampsi Menurut William, preeklampsi adalah sindrom spesifik pada kehamilan yang dapat mempengaruhi keseluruhan sistem organ.1 Sedangkan menurut Netter, preeklampsi adalah sindrom spesifik pada kehamilan (terjadi pada usia kehamilan 20 minggu) dengan penurunan perfusi organ, vasospasme dan aktivasi endotel dikarakteristikan dengan hipertensi, proteinuria dan gejala lainnya.2 Preeklampsi didefinisikan timbulnya hipertensi, disertai proteinuria dan edema akibat kehamilan setelah umur kehamilan 20 minggu atau segera setelah persalinan.10 2.2 Etiologi Preeklampsi Sampai dengan saat ini etiologi pasti dari preeklampsi/eklampsi masih belum diketahui. Ada beberapa teori mencoba menjelaskan perkiraan etiologi dari kelainan tersebut di atas, sehingga kelainan ini sering dikenal sebagai the diseases of theory.1,2,4,5,7,9,11, Adapun teori-teori tersebut antara lain:1,5,12 1). Invasi tropoblast abnormal Pada implantasi normal arteri uterine spiral mengalami remodeling yang intensif selama diinvasi oleh tropoblas endovascular. Pada preeklampsi terjadi invasi tropoblas yang inkomplet.

4

2). Peran Prostasiklin dan Tromboksan Pada PE-E didapatkan kerusakan pada endotel vaskuler, sehingga terjadi penurunan produksi prostasiklin (PGI 2) yang pada kehamilan normal meningkat, aktivasi penggumpalan dan fibrinolisis, yang kemudian akan diganti trombin dan plasmin. Trombin akan mengkonsumsi antitrombin III, sehingga terjadi deposit fibrin. Aktivasi trombosit menyebabkan pelepasan tromboksan (TXA2) dan serotonin, sehingga terjadi vasospasme dan kerusakan endotel. 3). Peran Faktor Imunologis Preeklampsi sering terjadi pada kehamilan pertama dan tidak timbul lagi pada kehamilan berikutnya. Hal ini dapat diterangkan bahwa pada kehamilan pertama pembentukan blocking antibodies terhadap antigen placenta tidak sempurna, yang semakin sempurna pada kehamilan berikutnya. 4). Peran Faktor Genetik/Familial Beberapa bukti yang menunjukkan peran faktor genetik pada kejadian PE-E antara lain: a. Preeklampsi hanya terjadi pada manusia. b. Terdapatnya kecendrungan meningkatnya frekwensi PE-E pada anak-anak dari ibu yang menderita PE-E. c. Kecenderungan meningkatnya frekwensi PE-E pada anak dan cucu ibu hamil dengan riwayat PE-E dan bukan pada ipar mereka.

5

Kariadi tahun 1993 didapatkan angka kejadian preeklampsi 2. hipertensi dalam kehamilan merupakan penyebab kematian maternal kedua. perbedaan dalam penentuan diagnosis.7%). jumlah primigravida. preeklampsi dan eklampsi masih merupakan penyebab utama kematian maternal (52. Di rumah sakit Kariadi Semarang preeklampsi dan eklampsi merupakan penyebab utama kematian maternal (40%) diikuti infeksi (26. Dari penelitian di RSUP dr. Di Amerika Serikat. keadaan sosial ekonomi.5 Sebagai salah satu penyebab utama morbiditas serta mortalitas maternal dan 45% kematian perinatal baik secara langsung maupun tidak langsung. dan 15% dari kematian ibu hamil yang disebabkan oleh preeklampsi. Pada tahun 1999-2000. dan laim-lain.9%) diikuti perdarahan (26. Peran Renin-Angiotensin-Aldosteron System (RAAS) 2. 6 .3 Epidemiologi Preeklampsi Preeklampsi merupakan salah satu penyebab morbiditas dan mortalitas pada ibu dan bayi yang utama ditemukan di seluruh dunia termasuk di negara yang sudah berkembang maupun yang sedang berkembang.4%). Indonesia merupakan negara berkembang dengan penduduk masih banyak yang berada dibawah garis kemiskinan.5%) infeksi (14.45% dan eklampsi 0. Hal ini dikarenakan banyaknya faktor yang mempengaruhinya seperti.6%) dan perdarahan (24.91%. Indonesia mempunyai angka kejadian preeklampsi sekitar 7 ± 10% dari seluruh kehamilan. Angka untuk terjadinya preeklampsi sekitar 7 ± 10% dari seluruh kehamilan dan masingmasing negara mempunyai angka yang berlainan.5).

usia lebih dari 35 tahun (2-3 kali lipat) atau usia kurang dari 18 tahun. Kehamilan ganda.7 a). Sejarah atau riwayat pernah menderita preeklampsi dan eklampsi pada kehamilan terdahulu.4 Faktor Risiko Preeklampsi Faktor risiko terjadinya preeklampsi adalah adanya riwayat preeklampsi sebelumnya.2. Insidensi preeklampsi pada nullipara mencapai 3-10 %. e). Riwayat penderita hipertensi dan penyakit ginjal.3. mmoa hidatidaosa dan antiphospolipid antibodies. multigravida. sosial ekonomi serta pengaruh musim. dan tombofilia. dan kehamilan yang langsung terjadi setelah perkawinan.9 Faktor risiko pada preeklampsi ini antara lain:1. b).2. Nullipara. nullipara. Faktor predisposisi lainnya adalah lingkungan. Insidensi ini bervariasi tetapi lebih kecil dibandingkan dengan nullipara Insidensi preeklampsi dipengaruhi oleh ras dan etnis. BMI > 32. mola hidatidosa. Multipara dengan umur lebih dari 35 tahun. f). bahkan dipredisposisi oleh genetis. hydrops fetalis. riwayat preeklampsi dan eklampsi pada keluarga. 7 . IUFD. c). ras afrika-amerika.7. infeksi saluran kemih. primigravida. terutama usia ” 20 tahun. Riwayat penderita preklampsi dan eklampsi dalam keluarga d). diabetes mellitus.1.

Pada primigravida frekuensi Preeklampsi/eklampsi meningkat dibandingkan pada multigravida terutama pada primigravida muda yang disebabkan oleh berbagai faktor. kehamilan disertai infeksi.13 Pada primigavida atau ibu yang pertama kali hamil sering mengalami stress dalam mengalami persalinan sehingga dapat terjadi hipertensi dalam kehamilan atau yang biasa disebut Preeklampsi/eklampsi. yang kemudian menyebabkan peningkatan kotisol. Stress emosi yang terjadi pada primigravida menyebabkan peningkatan pelepasan corticotropic-releasing hormone (CRH) oleh hipothalamus. Pada primigravida atau ibu yang pertama kali hamil sering mengalami stress dalam menghadapi persalinan. Pengawasan pada ibu hamil dengan usia di bawah 18 tahun perlu diperhatikan karena sering terjadi anemia. terutama primigravida muda. Efek kortisol adalah mempersiapkan tubuh untuk berespons terhadap semua stressor 8 .13 Pada primigravida frekuensi Preeklampsi/eklampsi lebih tinggi biladibandingkan dengan multigravida. persalinan dengan berat badan lahir rendah.2. penyulit proses persalinan yang diakhiri dengan tindakan operasi.5 Faktor Risiko Primigravida Primigravida adalah seorang wanita yang hamil untuk pertama kali. hipertensi menuju Preeklampsi/eklampsi. Primigravida juga merupakan salah satu faktor risiko penyebab terjadinya Preeklampsi/eklampsi. Wanita yang pertama kali hamil sedangkan umurnya dibawah 20 tahun disebut pimigravida muda.

Mal Adaptasi Imun Terjadinya mal adaptasi imun dapat menyebabkan dangkalnya invasi sel trofoblas pada arteri spiralis.7 1. Iskemia Plasenta Peningkatan deportasi sel trofoblas yang akan menyebabkan kegagalan invasi ke arteri spiralis dan akan menyebabkan iskemia pada plasenta 2. Genetic Inprenting Terjadinya preeklampsi dan eklampsi mungkin didasarkan pada gen rersesif tunggal atau gen dominan dengan penetrasi yang tidak sempurna. Penetrasi mungkin tregantung pad genotip janin.13 Preeklampsi biasanya terjadi pada usia ibu yang ekstrim (<18 tahun dan > 35 tahun). termasuk respons yang ditujukan untuk meningkatkan curah jantung dan mempertahankan tekanan darah. enzim proteolitik dan radikal bebas.6 Patofisiologi Preeklampsi Pada saat ini. ada empat hipotesis yang mendasari patogenesis dari preeklampsi. yaitu sebagai berikut:1. 3.13 2. yang makin sempurna pada kehamilan berikutnya. 9 .dengan meningkatkan respons simpatis. Preeklampsi/eklampsi lebih sering terjadi pada usia muda dan nulipara diduga karena adanya suatu mekanisme imunologi disamping endokrin dan genetik dan pada kehamilan pertama pembentukan blocking antibodies terhadap antigen plasenta belum sempurna. Dan terjadinya disfungsi endotel dipicu oleh pembentukan sitokin.

Pada wanita hamil dengan kadar albumin yang rendah. Perbandingan very low density lipoprotein (VLDL) dan toxicity preventing activity (TxPa) Sebagai kompensasi untuk peningkatan energi selama kehamilan.4. tetapi kadang saling berkaitan dengan titik temunya padfa invasi trofoblas dan terjadinya iskemia plasenta. 10 . Dalam perjalanannnya keempat faktor di atas tidak berdiri sendiri. asam lemak nonesterifikasi akan dimobilisasi. pengangkatan kelebihan asam lemak nonesterifikasi dari jaringan lemak ke dalam hepar akan menurunkan aktivitas antitoksik albumin sampai pada tittik di VLDL tersekpresikan.

Pada Preeklampsi/eklampsi terjadi vasokonsentrasi sehingga menimbulkan gangguan metabolisme endorgan dan secara umum terjadi perubahan patologianatomi (nekrosis. edema dan perdarahan organ vital akan menambah beratnya manifestasi klinis dari masing-masing organ vital.1 Perbedaan arteri spiralis antara normal dengan preeklampsi1 Meskipun penyebab preeklampsi masih tidak diketahui. Sebelumnya diketahui adanya akibat dari vasospasme. disfungsi endotel dan iskemia. derajat keparahannya tergantung faktor medis atau obstetri.Gambar 2. Perubahan patologi-anatomi akibat nekrosis. edema).13 Preeklampsi/eklampsi dapat mengganggu banyak sistem organ.13 11 . Gangguan organ pada preeklampsi/eklampsi meliputi:1. tetapi bukti adanya manifestasi penyakit pada awal-awal kehamilan dengan perubahan patofisiologi yang meningkat selama gestasi dan sangat cepat muncul sebagai gejala klinis. perdarahan.

Pada Preeklampsi 12 . Pada keadaan yang lanjut dapat terjadi oliguria sampai anuria. sehingga mudah terjadi partus prematurus. Perubahan pada plasenta dan uterus Menurunnya aliran darah ke plasenta dapat mengakibatkan solutio plasenta. sehingga filtrasi glomerulus berkurang. Pada hipertensi yang terjadi lebih pendek bisa menimbulkan gawat janin sampai kematian janin.1). Perubahan pada retina Tampak edema retina. Spamus arteri retina yang nyata menunjukkan adanya Preeklampsi berat. Kenaikan tonus uterus dan kepekaan tanpa perangsangan sering didapatkan pada Preeklampsi/eklampsi. 3). Penurunan filtrasi akibat spasme arteriolus ginjal menyebabkan filtrasi natrium menurun yang menyebabkan retensi garam dan juga terjadi retensi air. Retinopatia arteriosklerotika pada Preeklampsi akan terlihat bilamana didasari penyakit hipertensi yang menahun. Pada hipertensi yang lama akan terjadi gangguan pertumbuhan janin. dikarenakan kurang oksigenasi. Jarang terjadi perdarahan atau eksudat atau spasme. Pada kehamilan normal penyerapan meningkat sesuai dengan kenaikan filtrasi glomerulus. Filtrasi glomerulus pada Preeklampsi dapat menurun sampai 50% dari normal sehingga menyebabkan diuresis turun. Kelainan ginjal berhubungan dengan terjadinya proteinuria dan retensi garam serta air. 2). spasme setempat atau menyeluruh pada satu atau beberapa arteri. Perubahan pada ginjal Perubahan ini disebabkan oleh karena aliran darah ke dalam ginjal menurun.

Dengan perbaikan keadaan. Biasanya retina akan melekat kembali dalam dua hari sampai dua bulan setelah persalinan. Keadaan ini disebabkan oleh perubahan aliran darah didalam pusat penglihatan di kortex cerebri atau dalam retina.pelepasan retina oleh karena edema intraokuler merupakan indikasi untuk pengakhiran kehamilan segera. 4). Gangguan penglihatan secara tetap jarang ditemui. Aliran darah di berbagai aliran tubuh mengurang dan berakibat hipoksia. Metabolisme air dan elektrolit Hemokonsentrasi yang menyertai preeklampsi dan eklampsi tidak diketahui sebabnya. Perubahan pada otak Komplikasi disebabkan Resistensi pembuluh darah dalam otak pada hipertensi dalam kehamilan lebih meninggi. Perubahan pada paru-paru Edema paru-paru merupakan sebab utama biasanya kematian penderita oleh Preeklampsi/eklampsi. Terjadi pergeseran cairan dari ruang intravaskuler ke ruang interstisiel. diikuti oleh kenaikan hematokrit. diplopia dan ambliopia pada preeklampsi merupakan gejala yang menjurus akan terjadinya eklampsi. vikositas darah meningkat. waktu peredaran darah tepi lebih lama. terutama pada Preeklampsi 6). hemokonsentrasi berkurang sehingga turunnya hematokrit. protein serum meningkat dan bertambahnya edema menyebabkan volume darah berkurang. 5). 13 . Skotoma. dekompensatio cordis.

dapat disertai koma. 3. Hipertensi gestasional Pada kehamilan dijumpai tekanan darah •140/90 mmHg. tanpa disertai proteinuria dan biasanya tekanan darah akan kembali normal sebelum 12 minggu pasca persalinan. Preeklampsi Apabila dijumpai tekanan darah •140/90 mmHg setelah kehamilan 20 minggu disertaoidengan proteinuria • 300 mg/24 jam atau pemeriksaan dengan dipstick • +1. 5..7 Diagnosis Preeklampsi Hipertensi didiagnosis secara empiris ketika tekanan darah sistolik 140 mmHg atau 90 mmHg.2. ditemukan tekanan darah • 140/90 mmHg dan tidak menghilang setelah 12 minggu pasca persalinan. Eklampsi Ditemukan kejang-kejang pada penderita preeklampsi. Hipertensi dalam kehamilan menurut Report on The National high Blood Pressure Education Program Working Group on High Blood Pressure in Pregnancy diklasifikasi sebagai berikut:1. Hipertensi kronik Dari sebelum hamil. Hipertensi kronik dengan super imposed preeklampsi 14 . 4.13 1. atau sebelum kehamilan 20 minggu. 2.11.

3 gr/l dalam air kencing 24 jam atau pemeriksaan kualitatif yang menunjukan +1 atau +2 atau kadar protein >1 gr/l dalam urin yang dikeluarkan dengan kateter atau urin porsi tengah. Pada Preeklampsi ringan tidak ditemukan gejala-gejala subyektif. dan akhirnya proteinuria. Peningkatan kadar enzim hati/ ikterus 15 . pembengkakan kaki. hipertensi. yaitu penambahan berat badan yang berlebihan. edem terlihats ebagai peningkatan berat badan. jari tangan dan muka. Penambahan berat badan yang berlebihan bila terjadi kenaikan 1 kg perminggu beberapa kali. edem. muncul proteinuria • 300 mg/24 jam setelah kehamilan 20 minggu.8 Gejala Klinis Preeklampsi Biasanya tanda-tanda Preeklampsi timbul dalam urutan: pertambahan berat badan yang berlebihan. hipertensi dan proteinuria. Pada Preeklampsi berat gejala-gejalanya adalah:1. Tekanan darah sistolik • 160 mmHg b). diambil minimal 2 kali dengan jarak waktu 6 jam. Proteinuria bila terdapat protein sebanyak 0. diikuti edema. Tekanan diastolik pada trimester keduayang lebih dari 85 mmHg patut dicurigai sebagai bakat preeklampsi. Diagnosis preeklampsi ditegakkan berdasarkan adanya dua dari tiga gejala.2. Tekanan darah diastolik • 110 mmHg c).13 a).Pada wanita hamil dengan hipertensi kronis. dapat disertai gejala dan tanda preeklampsi lainnya.16 2. Tekanan darah >140/90 mmHg atau tekanan sistolik >30 mmHg atau tekanan diastolik >15 mmHg yang diukur setelah pasien beristirahat selama 30 menit.

7. Nyeri epigastrium h). Preeklampsi ringan 16 . Koma Gambar 2.2 Gambaran gejala pada preeklampsi.2 2. Perdarahan retina j). Oligouria < 400 ml/24 jam f). Trombosit < 100.13 1). berat dan impending eklampsi.000/mm³ e).9 Klasifikasi Preeklampsi.d). Edema pulmonum k). Pembagian preeklampsi sendiri dibagi dalam golongan ringan. Proteinuria > 3 g/liter g). Skotoma dan gangguan visus lain atau nyeri frontal yang berat i).

Microangiopathic hemolytic anemia. sianosis f). Tekanan darah sistolik antara 140-160 mmHg dan tekanan darah diastolik 90-110 mmHg b). Tidak disertai gangguan fungsi organ 2). Preeklampsi berat Dikatakan preeklampsi berat bila : a). Gangguan fungsi hati dengan hiperbilirubinemia e). Edema pulmonum. Proteinuria (> 5 g/L/24 jam) atau positif 3 atau 4 pada pemeriksaan kuantitatif Bisa disertai dengan : a). Gangguan perkembangan intrauterine g). Oliguria (urine ” 400 mL/24jam) b). yaitu suatu keadaan bila pre-eklampsia berat disertai dengan gejala-gejala: y y Nyeri kepala hebat Gangguan visual 17 . trombositopenia Impending eklampsi dapat diartikan sebagai eklampsi yang akan datang. Proteinuria minimal (< 2g/L/24 jam) c). Nyeri abdomen pada kuadran kanan atas atau daerah epigastrium d). gangguan penglihatan c).Dikatakan preeklampsi ringan bila : a). Keluhan serebral. Tekanan darah sistolik > 160 mmHg atau tekanan darah diastolik > 110 mmHg b).

beratnya penyakit. kualitas penanganan dan adanya penyakit penyerta lainnya. 2.y y y Muntah-muntah Nyeri epigastrium Tekanan darah naik secara progresif. sebaliknya preeklampsi berat yang ditemukan pada kehamilan < 34 minggu akan 18 . tetapi dalam pelaksanaannya kita harus mempertimbangkan keadaan ibu dan janinnya. proses perjalanan penyakit dan seberapa jauh keterlibatan organ.7 Konsep pengobatannya harus dapat mematahkan mata rantai iskemia regio uteoplasenter sehingga gejala hipertensi dalam kehamilan dapat diturunkan.13 Tujuan dasar penatalaksanaan untuk setiap kehamilan dengan penyulit preeklampsi adalah:13 1). Preeklampsi ringan yang ditemukan pada kehamioan > 36 minggu biasanya tidak bermasalah dan prognosisnya baik. Pemulihan sempurna kesehatan ibu Morbiditas dan mortalitas penderita preeklampsi sangat ditentukan umur kehamilan saat ditemukan.10 Tatalaksana Preeklampsi Pada dasarnya penanganan penderita preeklampsi dan eklampsi yang definitive adalah segera melahirkan bayi dan seluruh hasil konsepsi. Lahirnya bayi yang kemudian dapat berkembang 3). antara lain umur kehamilan. Terminasi kehamilan dengan trauma sekecil mungkin bagi ibu dan janinnya 2).

Kortikosteroid : dexamethasone atau betamethasone untuk pematangan paru. Disamping itu. kehamilan harus diakhiri tanpa memandang umur kehamilan. obat-obat yang dapat diberi untuk memperbaiki keadaan ibu dan janinnya adalah: 1). Jika perjalanan penyakitnya memburuk dan dijumpai tanda-tanda impending eklampsi. kita sedapat mungkin harus berusaha mempertahankan kehamilan sampai aterm.meningkatkan morbiditas dan mortalitas ibu. apalagi jika dijumpai penyakit penyerta lainnya.7 Pada kehamilan preterm ” 34 minggu yang akan dilakukan terminasi pemberian kortikosteroid seperti dexamethasone atau betamethasone untuk pematangan paru harus dilakukan. Magnesium sulfat 2). pemeriksaan terhadap kesejahteraan janin harus dilakukan secara ketat. tergantung dari keadaan janinnnya apakah persalinan dapat dilakukan pervaginam atau perabdomminal.14. Tatalaksana preeklampsi tergantung dari pembagiannya:7.7 Pada dasarnya pada pengelolaan preeklampsi berat. biophysical profile janin harus dievaluasi 2 x minggu. Antihipertensi 3). Tatalaksana pada preeklampsi ringan 19 .15 A. Pada kehamilan aterm persalinana adalah yang terbaik dibandingkan dengan seksio sesarea. Biometri janin. Pada penderita preeklampsi berat. bila keadaan janin memburuk terminasi kehamilan harus segera dilakukan.

Rawat jalan y y Banyak istirahat (baring/tidur miring) Makan cukup protein. Hb. Penderita baru dirawat y Setelah 2 minggu pengobatan rawat jalan tidak menunjukkan adanya perbaikan gejala-gejala preeklampsi y Kenaikan berat badan ibu • 1 kg perminggu selama 2 kali berturut-turut y Timbulnya salah satu atau lebih tanda-tanda preeklampsi berat. 20 . Ht. atau Roborantia (vitamin dan mineral) Pemeriksaan laboratorium . rendah lemak dan garam y Sedatif ringan : fenobarbital 3 x 30 mg/per oral diazepam 3 x2 mg y y 7 hari 7 hari. Evaluasi y Untuk ibu Pemeriksaan fisik yang diperlukan .1). trombosit Assam urat rendah Urine lengkap Fungsi hati dan ginjal y y Tidak boleh diberikan diuretikum dan antihipertensi Periksa ulang 1 x 1 minggu 2). 3). rendah karbohidrat.

tetapi belum mencapai normotensif.   Pitting edema pagi hari bangun tidur BB tiap pagi hari bangun tidur Tentukan indeks gestosis tiap 12 jam pada pagi dan sore hari. jantung dan lain-lain). Penderita preeklampsi ringan yang tekanan darahnya turun selama perawatan persalinan. KTG dan amnioskopi Fetal maturity : USG.   TD tiap 6 jam (kecuali tidur) Urine tiap 3 jam dan dijumlahkan dalam 24 jam (tidak usah kateter menetap) Pemeriksaan laboratorium Konsultasi dengan bagian lain (bagian mata. y Untuk plasenta secara teoritis diperlukan pemeriksaan hormon plasenta. lactogrn dan estriol y Untuk janin Fetal well being : USG. amniosentesis y Persalinan Penderita preeklampsi ringan yang mencapai normotensif selama perawatan persalinan yang ditunggu sampai 40 minggu. terminasi kehamilan dilakukan pada 37 minggu 21 . Lewat TP lakukan induksi partus.

Cara persalinan   Spontan Bila perlu memperpendek kala II (vakum dan forceps) B. Tatalaksana pada preeklampsi berat Tatalaksana pada preeklampsi berat terbagi atas: y Perawatan aktif Indikasi. bila didapatkan satu atau lebih keadaan ini : Ibu    Kehamilan > 37 minggu Adanya tanda impending eklampsi Perawatan konsevatif gagal o 6 jam setelah pengobatan medicinal terjadi kenaikan TD o 24 jam setelah pengobatan medicinal gejala tidak berubah Janin   Adanya tanda-tanda gawat janin Adanya pertumbuhan janin terhambat dalam rahim Laboratorik  y Adanya sindrom HELLP Pengobatan medisinal Segera MRS Tirah baring miring ke sisi kiri 22 .

5/kgbb/jam)  Dihentikan bila : o Adanya tanda-tanda intoksikasi o Setelah 24 jam paska persalinan o 6 jam paska persalinan normotensif. tanpa tanda-tanda distress pernafasan o Produksi urin > 100 ml dalam 4 jam sebelumnya (0. 8 g SM (20 ml 40%) : 4 g bokong kanan & 4 g bokong kiri   Dosis ulangan.Infus D5% : RL 2 : 1 (100 ± 125 ml/jam) Antasida Diet : cukup protein. tiap 4 jam : 4 g SM (10 cc 40%) im Syarat-syarat pemberian sulfas magnesikus : o Tersedia kalsium glukonas 1 g ± 10 ml 10% iv pelan (3 menit) o Refleks patella (+) kuat o Pernafasan > 16 x/menit. y Mencegah komplikasi Diuretika diberikan atas indikasi :   Edema paru Payah jantung kongestif 23 . lemak dan garam Obat-obatan antikejang : sulfas megnesikus / SM / MgSO4  Dosis awal. rendah karbohidrat.

  Edema anasarka Kelainan fungsi ginjal (bila faktor sudah diatasi). diastolik > 100 mmHg Kardiotonika atas indikasi Adanya tanda-tanda menjurus payah jantung. < 2 jam sebelum janin lahir y Pengobatan obstetrik Cara pengakhiran kehamilan/persalinan Belum inpartu  Induksi persalinan o Amniotomi o Drip oksitoksin dengan syarat skor bishop  SC bila : 50 ± 75 mg 24 . yang dipakai furosemid (lasix 40 mg im) Antihipertensi diberikan atas indikasi: Tekanan darah sistolik > 180 mmHg. diberikan cedilanid digitalisasi cepat sebaiknya kerja sama dengan penyakit jantung. Lain-lain  Antipiretika atas indikasi suhu rektal > 38.50 C xylomidon 2 ml dan atau kompres dingin atau alkohol   Antibiotika kalau ada indikasi Analgetika atas indikasi kesakitan/gelisah petidin.

o Syarat drip oksitoksin tidak terpenuhi o 12 jam sejak drip oksitoksin belum masuk fase aktif Inpartu  Kala I : o Fase laten tunggu 6 jam fase laten SC o Fase aktif (amniotomi. drip oksitoksin)  Kala II : Tindakan dipercepat sesuai dengan syarat terpenuhi y Perawatan konservatif Indikasi perawatan konservatif    Kehamilan < 37 minggu Keadaan janin baik Tak ada impending eklampsi yang Pengobatan medisinal  Diberikan 20 g SM 40% sebagai dosis awal.o atau luminal 3 x 30 ± 60 mg p.o 25 . dilanjutkan 10 g setiap 4 jam   Bila ada perbaikan atau tetap diteruskan 24 jam Apabila setelah 24 jam ada tanda-tanda perbaikan maka pengobatan diteruskan sebagai berikut : o Diberikan tablet diazepam 3 x 5 mg p.

6 2. Meskipun demikian janin dari ibu Preeklampsi sebaiknya dikeluarkan saat hipertensi ibu terkontrol dengan baik. Baru-baru ini antioksidan dosis tinggi. 17 Pemeriksaaan antenatal care yang teratur dan teliti dapat menemukan tanda-tanda Preeklampsi dan dalam hal ini harus dilakukan penanganan yang semestinya. Pemberian aspirin dosis rendah (75 mg) telah dievaluasi secara luas sebagai obat mencegah Preeklampsi. juga telah sukses digunakan dalam mengurangi Preeklampsi lebih dari 50%. pengaturan aktifitas dan penambahan berat badan dan antenatal care dan post natal care yang optimal merupakan tindakan yang dapat mencegah terjadinya Preeklampsi.o Obat-obatan antihipertensi oral diberikan apabila tekanan darah masih 160/110 mmHg atau lebih o Obat-obatan diuretika hanya diberikan atas indikasi 2. Diet tinggi protein dan rendah lemak.11 Pencegahan Preeklampsi Pencegahan preeklampsi sepertinya tidak mungkin karena karena faktor penyebabnya belum diketahui sampai sekarang. karbohidrat dan garam serta penambahan berat badan yang tidak berlebihan perlu dianjurkan. vitamin C 1000 mg dan vitamin E 400 IU.12 Komplikasi Preeklampsi Nyeri epigastrium menunjukkan telah terjadinya kerusakan pada liver dalam bentuk kemungkinan: 26 .

1).a). Oleh karena itu dianjurkan untuk pemeriksaan kadar fibrinogen secara berkala. Perdarahan periportal sistem dan infark liver c). Hipofibrinogenemia Biasanya terjadi pada Preeklampsi berat. Edema dan perdarahan menimbulkan nekrosis d). Usaha utama ialah melahirkan bayi hidup dari ibu yang menderita Preeklampsi dan eklampsi. Perdarahan subkapsular b). Dapat terjadi herniasi batang otak yang menekan pusat vital medulla Komplikasi terberat adalah kematian ibu dan janin. 3). Solusio plasenta Komplikasi ini terjadi pada ibu yang menderita hipertensi akutdan lebih sering terjadi pada Preeklampsi. Edema dan perdarahan pada batang otak dan retina e). Peningkatan pengeluaran enzim liver Tekanan darah dapat meningkat sehingga menimbulkan kegagalan dari kemampuan sistem otonom aliran darah sistem saraf pusat(ke otak) dan menimbulkan berbagai bentuk kelainan patologis sebagai berikut a). Edema parenkim liver d). Edema otak karena permeabilitas kapiler bertambah b). Hemolisis 27 . Komplikasi dibawah ini yang biasa terjadi pada Preeklampsi berat dan eklampsi. Iskemia yang menimbulkan infark serebal c). 2).

Penderita dengan Preeklampsi berat kadang-kadang menunjukkan gejala klinik hemolisis yang dikenal dengan ikterus. 4). Nekrosis hati Nekrosis periportal hati pada Preeklampsi/eklampsi merupakan akibat vasospasme arteriole umum. Hal ini merupakan tanda gawat akan terjadi apopleksia serebri. Perdarahan otak Komplikasi ini merupakan penyebab utama kematian maternal penderita eklampsi. Edema paru-paru Paru-paru menunjukkan berbagai tingkat edema dan perubahan karena bronkopneumonia sebagai akibat aspirasi. tetapi ternyata juga dapat ditemukan pada penyakit lain. 6). 28 . 5). Kelainan ini diduga khas untuk eklampsi. Perdarahan kadang-kadang terjadi pada retina. Belum diketahui dengan pasti apakah ini merupakan kerusakkan sel hati atau destruksi sel darah merah. Nekrosis periportal hati yang sering ditemukan pada autopsi penderita eklampsi dapat menerangkan ikterus tersebut. Kadang-kadang ditemukan abses paru-paru. dapat terjadi. 7). Kelainan mata Kehilangan penglihatan untuk sementara. yang berlangsung sampai seminggu.

SGOT]. terutama penentuan enzim-enzimnya. 2. Resiko meninkat 50% pada wanita yang mengalami Preeklampsi pada usia kehamilan muda (sebelum minggu ke-27). Kelainan ginjal Kelainan ini berupa endoteliosis glomerulus yaitu pembengkakan sitoplasma sel endotelial tubulus ginjal tanpa kelainan struktur yang lainnya. 9). 10). 8). elevated liver enzymes dan low platelet Merupakan sindrom kumpulan gejala klinis berupa gangguan fungsi hati. nyeri epigastrium]). gejala subjektif [cepat lelah.16 aspirasi dan DIC (disseminated intravascular 29 . Sindroma HELLP yaitu haemolysis.13 Prognosis Preeklampsi Pada umumnya baik dengan penatalaksanaan yang tepat.Kerusakan sel-sel hati dapat diketahui dengan pemeriksaan faal hati. hepatoseluler (peningkatan enzim hati [SGPT. Komplikasi lain Lidah tergigit. Wanita yang mengalami Preeklampsi selama kehamilannya mempunyai resiko yang tinggi untuk serangan ulangan pada kehamilan berikutnya. trauma dan fraktur karena jatuh akibat kejangkejang pneumonia cogulation). muntah. mual. Kelainan lain yang dapat timbul ialah anuria sampai gagal ginjal.

Definisi ini tidak mencakup pengangkatan janin dari cavum abdomen dalam kasus ruptur uteri atau kehamilan abdominal. Indikasi Sectio Cesaria dapat dibagi menjadi indikasi ibu dan indikasi janin. atau sectio cesaria adalah suatu histerotomia untuk melahirkan janin dari dalam rahim. Indikasi ibu 1. Panggul sempit 30 . yaitu setelah dilakukan Sectio Cesaria dikerjakan histerectomi dengan indikasi atonia uteri. Placenta Previa 2.2. Sectio Cesaria klasik atau corporal dengan insisi memanjang pada corpus uteri b).14 Jenis ± jenis operasi sectio cesaria. Sectio Cesaria Transperitonealis a). Histerectomi Sectio Cesaria.14 1. A. Sectio Cesaria Ekstraperitonealis yaitu tanpa membuka peritoneum parietalis dengan begitu tidak membuka cavum abdomen 3. dan mioma uteri.14 Sectio Sesarea Sectio Cesaria adalah suatu cara melahirkan janin dengan membuat sayatan pada dinding uterus melalui dinding depan perut atau vagina. Sectio Cesaria ismika atau profunda atau Low Cervical dengan insisi pada segmen bawah rahim 2. placenta akreta.

Disproporsi Sefalo Pelvis (CPD) 4. Infeksi puerpural (nifas) 2. 31 . Partus tidak maju 7. Preeklampsi dan hipertensi B. Luka kandung kemih. Ruptur uteri yang memanjang 5. disebabkan karena banyak pembuluh darah yang terputus dan terbuka maupun karena atonia uteri 3. Perdarahan. Malpresentasi janin ( letal lintang. Gawat janin Komplikasi sectio sesarea adalah sebagai berikut: 1. presentasi rangkap bila reposisi tak berhasil. terjadi bila reperitonealisasi terlalu tinggi 4.3. Indikasi Janin 12 : 1. Distosia Cervix 8. gemeli) 2. Kemungkinan ruptur uteri spontan pada kehamilan mendatang. Partus lama 6. presentasi dahi dan muka bila reposisi dan cara ± cara lain tidak berhasil. letal bokong.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful