Taksonomi Marzano

I.

Ranah Pengetahuan Menurut Marzano
Di kutip dari situs ss.com/2010/10/17/taksonomi-marzano/ Robert Marzano, seorang peneliti pendidikan terkemuka, telah mengusulkan apa yang disebutnya ³Sebuah Taksonomi Baru dari Tujuan Pendidikan. Dikembangkan untuk menjawab keterbatasan dari taksonomi Bloom yang telah digunakan secara luas serta situasi terkini, model kecakapan berpikir yang dikembangkan Marzano memadukan berbagai faktor yang berjangkauan luas, yang mempengaruhi bagaimana siswa berpikir, dan menghadirkan teori yang berbasis riset untuk membantu para guru memperbaiki kecakapan berpikir para siswanya.

Taksonomi baru yang dikembangkan Marzano dibuat dari tiga sistem dan Domain Pengetahuan, yang kesemuanya penting untuk berpikir dan belajar. Ketiga sistem tersebut adalah: 1. Sistem-Diri (Self-System) memutuskan apakah melanjutkan kebiasaan aktivitas baru. 2. Sistem Metakognitif mengatur berbagai tujuan dan menjaga tingkat pencapaian tujuan-tujuan tersebut 3. Sistem Kognitif. Sistem Kognitif memproses seluruh informasi yang dibutuhkan, dan domain Pengetahuan menyediakan isinya. yang dijalankan saat ini atau masuk dalam

Secara umum Marzano membagi Tiga Sistem dan Pengetahuan Domain:

a. Sistem Diri y y y Keyakinan tentang Pentingnya Pengetahuan. Keyakinan tentang Keefektifan Emosi yang berhubungan dengan Pengetahuan b. SistemMetakognif y y Penetuan Berbagai Tujuan Belajar Pemantauan dari Eksekusi Pengetahuan

y y Pemantauan Kejelasan Pemantauan Ketepatan c. spesifikasi Pemanfaatan Pengetahuan : pengambilan keputusan. Berbagai faktor yang berkontribusi untuk motivasi adalah: kepentingan. analisis kesalahan. generalisasi. Sistem Kognitif y y y y Penarikan Kembali : mengingat kembali eksekusi Pemahaman : sintesa keterwakilan Analisis : kecocokan pengklasifikasian. satu dari berbagai tanggapannya adalah untuk menentukan bagaiman pentingnya tugas tersebut untuknya. Berbagai situasi ini terjadi karena akar dari seluruh pelajaran adalah Sistem Diri Sendiri. 1) Kepentingan Saat seorang siswa berhadapan dengan sebuah tugas pelajaran. memberikan siswa petunjuk dalam berbagai strategi kognitif. meskipun dengan berbagai kecakapan metakognitif. Albert Bandura (1994). keyakinan dan perasaan yang menentukan motivasi seseorang untuk menyelesaikan tugas. keefektifan dan emosi. Apakah ini sesuatu yang ingin ia pelajari atau sesuatu yang ia yakini ia butuhkan untuk pelajari? Akankah pelajaran membantunya menyelesaikan tujuan yang telah ditentukan di awal. sebagaimana dijelaskan oleh seorang pembuat teori pelajaran sosial. SISTEM DIRI Sebagaimana diketahui oleh para guru. tidak selalu cukup untuk memastikan bahwa mereka akan belajar. Para guru juga sering terkejut mendapati bahwa seorang siswa telah menyelesaikan sebuah tugas yang menurut mereka terlalu jauh atau terlalu sulit. mengacu pada keyakinan banyak orang mengenai kemampuan . Sistem ini meliputi berbagai sikap. pertanyaan percobaan. penyelidikan Sementara pengetahuan domain sebagai penjelasan dari ketiga sistem diatas di bagi atas tiga bagian sebagai berikut: y y y Informasi Beragam Prosedur Mental Beragam Prosedur Fisik A. pemecahan masalah. 2) Keefektifan Keefektifan.

Secara sederhana metakognisi diartikan sebagai kesadaran seseorang tentang proses berpikirnya pada saat melakukan tugas tertentu dan kemudian menggunakan kesadaran tersebut untuk mengontrol apa yang dilakukan. Sebagai contoh. Marzano. Kontrol diri atau self-control memegang peranan yang sangat penting dalam metakognisi. . Siswa dengan tingkat kefektifan yang tinggi mengahadapi berbagai tugas yang menantang. Cara yang paling kuat adalah melalui berbagai pengalaman sukses. Pengalaman harus apakah terlalu sulit atau terlalu mudah. Tiga faktor utama yang merupakan bagian dari kontrol diri tersebut adalah komitmen. dengan keyakinan bahwa mereka memiliki berbagai sumber untuk sukses. fokus pada pengerjaan tugas dan mengatasi berbagai tantangan. Ia kemudian memantau berbagai proses dan membuat perubahan sebagaimana yang dibutuhkan. B. Mengulang kesalahan melemahkan keefektifan diri sendiri. pembentukan prinsip. seorang siswa dengan emosi negatif yang membaca berbagai materi teknis dapat memutuskan untuk membaca buku teks kimianya saat terjaga. SISTEM METAKOGNITIF Sistem Metakognitif adalah ³pengendalian misi´ dari proses berpikir dan mengatur semua sistem lainnya. dkk. dalam tugas-tugas ini. dan perhatian.mereka menyelesaikan sebuah tugas dengan sukses. penyusunan. lebih daripada sesaat sebelum tidur. Pelajar yang efektif menggunakan kecakapan metakognitifnya untuk membantu mereka berdamai dengan berbagai tanggapan emosional dan mengambil keuntungan dari berbagai tanggapan positif. Bandura menjelaskan beberapa cara dimana para siswa dapat mengembangkan berbagai perasaan keefektifan diri sendiri. pengambilan keputusan. penelitian. tetapi suskses yang berlebihan pada berbagai tugas sederhana menggagalkan rasa dari fleksibilitas yang dibutuhkan untuk tetap fokus pada berbagai tugas yang sulit. pemecahan masalah. Sistem ini menentukan berbagai tujuan dan membuat berbagai keputusan tentang informasi apa yang dibutuhkan dan proses kognitif apa yang sangat sesuai dengan tujuan. Para siswa menjadi terlibat secara dalam. dan berwacana secara oral. pemahaman. sikap. (1988) mengajukan delapan komponen utama dari proses berpikir yakni pembentukan konsep. 3) Emosi Meskipun para siswa tidak dapat mengendalikan emosinya yang berhubungan dengan pengalaman belajar. perasaan ini memiliki dampak besar pada motivasi.

C. jadi informasi yang masuk tentang sebuah topik akan bervariasi terhadap situasi dan siswa. Proses ini memberi banyak orang akses informasi dan prosedur dalam ingatan mereka dan membantunya memanipulasi dan menggunakan pengetahuan ini. urutan. sebagai contoh. siswa tersebutmenetapkan berbagai tujuan mengenai apa saja yang akan dimiliki oleh halaman web nya dan seperti apa nanti tampilannya. Pemahaman menuntut identifikasi apa yang penting untuk diingat dan menempatkan informasi ke dalam berbagai kategori yang sesuai. membutuhkan penarikan pengetahuan.Contoh: Seorang siswa sekolah menengah yang berkontribusi kepada museum virtual tentang berbagai batu yang berbeda. dan penggunaan pengetahuan. 1) Penarikan Kembali Pengetahuan Seperti komponen pengetahuan dari Taksonomi Bloom. SISTEM KOGNITIF Proses mental dalam Sistem Kognitif dilaksanakan dari domain pengetahuan. Oleh karena itu. Marzano memecah Kognitif Sistem ke dalam empat komponen: penarikan pengetahuan. atau proses tepat saat mereka ada. Penarikan Pengetahuan melibatkan pemanggilan kembali informasi dari ingatan tetap. ia memantau seberapa baik mereka bekerja. membutuhkan identifikasi dari komponen-komponen paling penting dari sebuah konsep dan penghilangan semua hal yang tidak signifikan. Tentu saja. siswa lebih banyak memanggil berbagai fakta. Pertama-tama. Pada tingkat pemahaman ini. sintesis. merubah atau memodifikasi bagaimana ia bekerja dalam rangka menyelesaikan tugas dengan sukses. Pemahaman. analisis. Kemudia ia memilih strategi-strategi apa yang akan ia gunakan unutk mencari tahu apa yang ia butuh ketahui dalam rangka membuat halaman web. analisis membutuhkan pemahaman. pemahaman. Setelah ia menerapkan strategi tersebut. Setiap proses terbentuk dari seluruh proses sebelumnya. Contoh: Siswa yang belajar tentang ekspedisi Lewis dan Clark seharusnya sulit untuk mengingat rute yang diambil para penjelajah tetapi tidak sulit untuk mengingat berapa banyak senjata yang mereka bawa. dan seterusnya. kecakapan awal dari pemahaman. 2) Pemahaman Pada merupakan tingkat yang lebih tnggi. . apa yang penting untuk dipertimbangkan dari berbagai konsep tergantung pada konteks yang dipelajari.

Dalam sebuah pertanyaan percobaan. sebuah proses kognitif melibatkan pengujian berbagai pilihan untuk menentukan latihan yang paling sesuai untuk tindakan. juga memberikan tujuan dari mewakili pengetahuan. pembicaraan . para pelajar dapat menggunakan apa yang mereka pelajari untuk menghasilkan berbagai wawasan baru dan menemukan berbagai cara menggunakan apa yang telah mereka pelajari dalam berbagai situasi baru.Pemecahan Masalah terjadi saat sebuah rintangan ditemui dalam pencapaian sebuah tujuan. Alat Bantu Melihat Alasan yang membantu siswa membuat peta system. membuat berbagai percobaan. Ia datang dari penelitian dan berbagai opini orang lain melalui tulisan. Sub-kecakapan untuk proses ini adalah memuat identifikasi dan analisis masalah.Melalui perwakilan. dan pekerjaan lain. 4) Penggunaan Pengetahuan Tingkat akhir dari proses kognitif membahas penggunaan pengetahuan. Pengambilan keputusan. informasi diatur dalam berbagai kategori yang membuatnya lebih efisien untuk dicari dan digunakan. Dengan terlibat dalam proses-proses ini. seperti peta dan tabel. mendorong proses kognitif ini. Pertanyaan percobaan melibatkan pembangunan berbagai hipotesis tentang fenomena fisik atau psikologis. para pelajar mengamati dan mencatat langsung data tentang fenomena. Tidak seperti pertanyaan percobaan yang memiliki berbagai aturan tertentu untuk bukti berdasar pada analisis statistik. Dalam investigasi. pengklasifikasian. dan Alat Bantu Menunjukkan Bukti. Grafik Organiser. Alat bantu berpikir interaktif seperti misalnya Alat Bantu Ranking Visual yang mengijinkan siswa untuk membandingkan pengujian mereka dengan yang lain. dan menganalisa hasil. atau Menggunakan Pengetahuan. . yang mendukung pembuatan argument yang baik. investigasi membutuhkan berbagai argument yang logis. 3) Analisis Lebih kompleks dibanding pemahaman sederhana. Proses menggunakan pengetahuan adalah berbagai komponen penting dari berpikir untuk pelajaran berbasis proyek berhubung mereka memasukkkan berbagai proses yang digunakan oleh banyak orang saat mereka ingin menyelesaikan sebuah tugas tertentu. lima proses kognitif dalam Analisis adalah penyesuaian. Investigasi mirip dengan pertanyaan percobaan tetapi melibatkan berbagai kejadian masa lalu. analisis kesalahan. informasi tidak didapat langsung. Marzano menyebut berbagai proses ini sebagai Penggunaan Pengetahuan. masa sekarang dan masa depan. dan Spesifikasi.

Para siswa diasumsikan membutuhkan sejumlah besar pengetahuan sebelum mereka dapat berpikir secara serius tentang sebuah mata pelajaran. seperti menulis sebuah kertas kerja yang penuh istilah sampai kepada tugas-tugas yang lebih sederhana seperti taktik. penyederhanaan. tetapi begitu seseorang mengetahui bahwa hewan itu tergolong seekor anjing. terdiri atas sekumpulan kegiatan yang tidak perlu dilakukan dalam keteraturan yang khusus. yang sebagian besar dengan cepat terlupakan setelah ujian akhir. dan rincian. sistem-sistem yang lain hanya bekerja sedikit sekali dan tidak akan dapat merekayasa proses belajar dengan sukses.PENGETAHUAN DOMAIN Secara tradisional. Algoritma. prosedur mental dan prosedur fisik. dan berbagai prosedur terkait adalah ³bagaimana caranya´. seperti kamus istilah dan fakta-fakta. Marzano mengidentifikasikan tiga kategori dari pengetahuan: informasi. seperti yang mencakup aturan permodalan. Misalnya. sebagaimana divisi penghitung yang panjang. Sayangnya. fokus dari sebagian besar pengajaran adalah komponen pengetahuan. Contoh lain melakukan pembuktian dan membentuk sisi-sisi dari sebuah segitiga siku-siku . sebagaimana membaca peta. Pengetahuan adalah bahan bakar yang memberi tenaga pada proses berpikir. seperti prinsip-prinsip. Tanpa adanya kecukupan informasi tentang mata pelajaran. Sebuah mobil bertenaga tinggi dengan semua fitur teknologi terakhir tetaplah membutuhkan bahan bakar untuk menjadikannya berfungsi. dan juga aturan-aturan tunggal. Taktik. maka dia setidaknya akan mengetahui sedikit tentang akbash tersebut. Berbagai prinsip dan penyederhanaan tersebut penting karena hal-hal tersebutlah yang memungkinkan kita untuk dapat menyimpan lebih banyak informasi dengan usaha yang lebih sedikit dengan menempatkan beragam konsep ke dalam berbagai kategori. Pengetahuan adalah sebuah faktor penting dalam berpikir. bayangkanlah informasi adalah sebagai ³apa´ dari pengetahuan. Prosedur Mental Berbagai prosedur mental dapat mencakup mulai dari beragam proses yang rumit. algoritma. 2). menjadikan para siswa bermental ³filling cabinet´ yang penuh dengan beragam fakta. Secara sederhana. hanya berlaku secara khusus untuk beberapa instansi khusus pula. seseorang dapat saja tidak pernah mendengar tentang seekor akbash. mengikuti sebuah aturan kaku yang tidak berubah oleh situasi. 1). Aturan-aturan tunggal. pengajaran jarang didorong untuk dapat lebih daripada sekedar penumpukan pengetahuan. dalam ruang kelas tradisional. Informasi Informasi terdiri dari pengorganisasian beragam gagasan.

keterampilan. kecekatan. Kemampuan fisik yang dibutuhkan untuk membaca buku. dan variabel ? 2. Siapakah yang mengembangkan Matematika Aljabar? 2. Siswa di tuntut untuk lebih memahami dan membedakan antara satu konsep dengan konsep yang lain . Di sisi lain.3). Apakah itu itu KPK dan FPB ? Soal di atas tergolong pada tingkatan ini karena siswa hanya di minta untuk mengingat kembali pengetahuan yang telah ada sebelumnya. Prosedur Fisik Tingkatan prosedur fisik dalam proses belajar bervariasi tergantung mata pelajaran. Metode mengajar yang diterapkan oleh guru pada saat Proses Belajar Mengajar sangat mempengaruhi kemampuan siswa untuk menjawab soal-soal yang diberikan guru. pendidikan jasmani dan kejuruan membutuhkan beragam proses fisik yang luas dan canggih. Sebagai contoh. ketangkasan. seperti bermain tenis atau membuat seperangkat mebel. Metode mengajar dengan ceramah misalnya membuat siswa tidak . koefisien. Berikanlah salah satu contoh bentuk aljabar suku yang sejenis dan suku yang tidak sejenis dan jelaskanlah perbedaan antara keduanya! Siswa di tuntut untuk lebih memahami dan membedakan antara satu konsep dengan konsep yang lain. Contoh Soal Matematika Yang Sesuai Dengan Tingkatan Kognitif Taksonomi Marzano Tentang Aljabar SMP Kelas VII a) Penarikan Kembali Pengetahuan Contoh Soal: 1. Banyak pula ragam kegiatan yang dapat para siswa nikmati di waktu senggangnya seperti berolahraga atau memainkan permainan elektronik membutuhkan prosedur fisik yang lebih halus. dan juga kelincahan serta kecepatan bergerak. Contoh lain mebuat segitiga dengan sebuah kompas dan penggaris um yang dibutuhkan untuk membalikkan halaman buku. II. keseimbangan. tidak membutuhkan waktu yang lama dan soal-soal tidak terlalu sulit pemecahannya. Berbagai faktor yang berkontribusi untuk proses-proses fisik yang efektif termasuk di dalamnya adalah kekuatan. Jelaskanlah perbedaan antara konstanta. b) Pemahaman Contoh Soal: 1. tidak lebih dari gerakan mata kiri ke mata kanan dan koordinasi minim.

ia dapat dengan mudah menyelesaikan masalah tersebut apabila memahami materi pelajaran tersebut. siswa lebih kreatif.belajar lebih mandiri.Nyatakanlah b dalam x dan sederhanakanlah ! . d) Penggunaan Pengetahuan Contoh Soal: 1. dapat mengungkapkan pikirannya secara bebas.nyatakan p dalam x dengan bentuk paling sederhana . Panjang sebuah papan adalah (3x + 4) cm papan itu dipotong (x adalah p cm .Jika x=3 hitunglah b! 2) cm dan sisanya Siswa dapat mengaplikasikan rumus-rumus yang ada dengan permasalahan atau soal yang diberikan guru dan ia juga dapat menyelesaikan permasalahan yang ada di . Tentukanlah : . Tentukanlah hasil pengkuadratan berikut: (-4p + 3q)2 = (3x 1/3y)2 = Siswa diminta untuk menganalisis soal tersebut sebelum menjawabnya.kreatif da informasi-informasi yang diberikan guru pada saat PBM berlansung mereka mudah lupa bahkan mereka sulit untuk memahaminya. Sehingga siswa lebih tertarik untuk belajar dan informasi-informasi dalam belajar tersebut lebih lama untuk diingat. Sebuah truk memuat x ton beras dan (2x 2 ) ton kacang sehingga memuat seluruhnya b ton. c) Analisis Contoh Soal: 1. masalah yang ada dapat diselesaikan secara bersama.berapa panjang sisa papan bila x = 5 cm ? 2.melatih berpikir secara kritis. Tentukanlah hasil pembagian dari: 48p 5g8r6 : (-6p 2q3r3) : 4pq2r2 = 2. Metode lain yang tepat misalnya diskusi kelompok.

Sebagian besar acuan standard kurikulum diorganisir di seputar konsep-konsep yang biasanya dinamai dengan satu atau dua kata. Tingkat Intelektual y Pemahaman Suatu Komunikasi y Konseptualisasi y Aplikasi y Lebih Dari Aplikasi b. Perbedaan Taksonomi Marzano Dengan Taksonomi Bloom dan Cangelosi Secara umum Marzano membagi urutan taksonomi pada ranah kognitif sebagai berikut y Penarikan Kembali : mengingat kembali eksekusi y y y Pemahaman : sintesa keterwakilan Analisis : kecocokan pengklasifikasian. pertanyaan percobaan. a. misalnya mencari luas dan keliling sebuah kebun yang berbentuk segi tiga. Taksonomi Marzano merupakan pengembangan dari Taksonomi Bloom. generalisasi. Tingkat Pengetahuan y Pengetahuan Sederhana y Pengetahuan Proses 2.lingkungan sekitarnya. penyelidikan Bloom membagi urutan taksonomi pada ranah kognitif sebagai berikut: y y y y y y Remembering ( mengingat ) Understanding ( memahami ) Applying ( mengaplikasikan ) Analyzing ( menganalisis ) Evaluating ( mengevaluasi ) Creating (menghasilkan ) Sedangkan Cangelosi membagi urutan taksonomi pada ranah kognitif sebagai berikut: 1. analisis kesalahan. spesifikasi Pemanfaatan Pengetahuan : pengambilan keputusan. pemecahan masalah. . III.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful