Pengaruh Kelembaban Udara terhadap Pertumbuhan Kecambah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tumbuh dan berkembang merupakan salah satu ciri makhluk hidup . Pertumbuhan dan perkembangan berjalan seiring . Pertumbuhan adalah proses pertambahan volume yang irreversible ( tidak dapat dibalik ) karena adanya pembelahan mitosis dan pembesaran sel . Pertumbuhan dapat diukur secara kuantitatif . Perkembangan adalah terspesialisasinya sel sel menuju ke struktur dan fungsi tertentu . Perkembangan tidak dapat dinyatakan dengan ukuran , tetapi dinyatakan dengan perubahan bentuk dan tingkat kedewasaan . Pertumbuhan pada kecambah tergantung pada kelembaban udaranya . Perkecambahan adalah peristiwa tumbuhnya embrio di dalam biji menjadi tanaman baru. Biji akan berkecambah jika berada dalam lingkungan yang sesuai. Proses perkecambahan ini memerlukan suhu yang cocok, banyaknya air yang memadai, persediaan oksigen yang cukup, kelembapan, dan cahaya. Struktur biji yang berbeda antara tumbuhan monokotil dan dikotil akan menghasilkan struktur kecambah yang berbeda pula. Pengaruh kelembaban udara berbeda beda pada setiap tumbuhan . Tanah dan udara yang lembap berpengaruh baik bagi pertumbuhan kecambah . Kondisi lembap menyebabkan banyak air yang diserap kecambah dan lebih sedikit diuapkan . Kondisi tersebut mendukung aktifitas pemanjangan sel-sel dan kecepatan pertumbuhan pada kecambah . 1.2 Rumusan Masalah a. Bagaimana kelembaban udara mempengaruhi kecepatan pertumbuhan kecambah? b. Faktor-faktor apakah yang menyebabkan perbedaan kelembaban udara dapat mempengaruhi cepat lambatnya pertumbuhan kecambah?

1.3 Tujuan Penelitian a. Mengidentifikasi perbedaan kelembaban udara terhadap pertumbuhan kecambah b. Mengetahui bagaimana kelembaban udara dapat mempengaruhi kecepatan pertumbuhan kecambah c. Mengetahui faktor-faktor apakah yang menyebabkan perbedaan kelembaban udara dapat mempengaruhi kecepatan pertumbuhan kecambah 1.4 Manfaat Penelitian a. Menambah pengetahuan bagi siswa tentang pertumbuhan kecambah . b. Memberikan kontribusi bagi masyarakat c. Menerapkan penggunaan hygrometer pada pertumbuhan kecambah 1.5 Ruang Lingkup Karya tulis ini membahas ³Pengaruh Perbedaan Kelembaban Udara terhadap Pertumbuhan Kecambah´. Sasaran permasalahan yang diangkat yaitu berlandaskan pada ruang lingkup kecambah pada gelas 1 , gelas 2 , dan gelas 3 . 1.6 Metodologi Penelitian Dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan, maka metode yang dilakukan dalam

Tanah gembur secukupnya c. Label nama f. Letakkan gelas 1 di atas mangkuk yang berisikan air. 2 buah kardus e.7. 15 biji kecambah b.2 Bahan a.kegiatan ini adalah melakukan penelitian secara langsung dan diskusi tentang berbagai hal yang berkaitan dengan pertumbuhan kecambah . b. Gunting i. Metode observasi Cara pengumpulan data dengan cara melakukan penelitian langsung pada pertumbuhan kecambah . Letakkan masing-masing 5 biji kecambah pada tiap gelas f. Lubangi bagian dasar aqua dengan peniti lalu potong bagian atasnya c.Dalam pembuatan karya ilmiah. lalu letakkan pada kardus yang sudah dilubangi k.7. Tuangkan tanah ke dalam 3 gelas aqua secukupnya d. 1 buah mangkuk kecil c. Gelas Ukur 1. Metode Kepustakaan Cara pengumpulan dat dengan menggunakan buku ±buku pedoman dan bahan ± bahan dari internet yang digunakan sebagai dasar penulisan karya ilmiah. Isolasi h. Buatlah 15 buah bendera dengan nomor 1-5 menggunakan label dan lidi e. Penitih g. 1.1 Alat a. Lubangi salah satu kardus di bagian atas dengan cutter sedangkan kardus yang lainnya dibiarkan tertutup j.7 Alat dan Bahan Penelitian 1. Taruhlah masing-masing 1 hygrometer di dekat gelas yang telah ditanami kecambah n.8 Rancangan Penelitian a. Hygrometer k. Air masing-masing 10cc 1. Siram tiap gelas aqua yang telah ditanami kecambah dengan air 10cc h. penulis berpedoman pada metode berikut: a. 3 gelas bekas aqua b. Beri tanda pada setiap gelas dengan menggunakan label bertuliskan nomor 1-3 i. Letakkan bendera di dekat tiap biji kecambah g. Cutter j. 15 batang lidi @ 6 cm d. Siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan b. Sedangkan gelas 3 diletakkan di tempat terbuka m. Kecambah siap diamati BAB II LANDASAN TEORI . Letakkan gelas 2 di dalam kardus yang tertutup rapat l.

plumula. Daerah pemanjangan terletak setelah daerah pembelahan.2 Perkecambahan Perkecambahan adalah peristiwa tumbuhnya embrio di dalam biji menjadi tanaman baru. Sel-sel meristem dapat juga berdiferensiasi menjadi sel-sel yang memiliki struktur dan fungsi yang khusus. kelembapan. b. selama kedua periode tersebut. 2. hipokotil. air masuk ke dalam embrio dan membasahi protein dan koloid lain. Pemanjangan sel radikula. akar primer. Pertumbuhan kecambah selanjutnya adalah pertumbuhan primer. Tumbuhan akan membentuk akar. Daerah pertumbuhan pada ujung batang dan ujung akar dapat dibedakan menjadi 3 daerah. dan kotiledon (daun lembaga). banyaknya air yang memadai. Pada tumbuhan monokotil. Daerah diferensiasi. 2. perkecambahan dapat dibedakan menjadi dua. dan daun pertama. Pada daerah ini. 2.Kecambah dibagi menjadi 3 bagian utama. batang. Daerah yang sel-selnya berdiferensiasi menjadi sel-sel yang memiliki struktur dan fungsi khusus. kotiledon terdapat di permukaan tanah karena terdorong oleh pertumbuhan hipokotil yang memanjang ke atas. diikuti munculnya radikula dari kulit biji.5 Pertumbuhan Sekunder Di antara xilem dan floem terdapat kambium yang selselnya aktif membelah. kotiledon tetap berada di bawah tanah.3 Fisiologi Perkecambahan Untuk memulai kehidupannya. epikotil. dan cahaya. sel-sel mengalami pembesaran dan pemanjangan. b. c. Pembentukan atau pengaktifan enzim yang menyebabkan peningkatan aktivitas metabolik. Struktur biji yang berbeda antara tumbuhan monokotil dan dikotil akan menghasilkan struktur kecambah yang berbeda pula. dan daun pertama. struktur kecambah meliputi radikula. radikula (akar embrio). Sel-sel meristem di daerah ini akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan struktur akar pertama. tidak memerlukan sinar matahari dan dapat dilakukan pada musim apapun.Proses pertumbuhan kecambah dapat dilakukan sepanjang tahun. sedangkan plumula keluar dari permukaan tanah disebabkan pertumbuhan epikotil yang memanjang ke arah atas . Daerah pembelahan terdapat pada ujung akar. b. pada kecambah tumbuhan dikotil terdiriatas akar primer. Hidrasi atau imbibisi. hipokotil. Berdasarkan letak kotiledonnya. Perkecambahan biji dimulai dengan imbibisi dan diakhiri ketika radikula memanjang atau muncul melewati kulit.2. yaitu : a. 2. kotiledon. Perkecambahan biji dapat dibagi menjadi 4 tahap. d. c.1 Definisi Kecambah Kecambah adalah tumbuhan (sporofit) muda yang baru saja berkembang dari tahap embrionik di dalam biji. yaitu epigeal dan hipogeal. yaitu: a. Sedangkan. koleoptil. persediaan oksigen yang cukup. Proses ini disebut pertumbuhan primer. Pada perkecambahan hipogeal. tumbuhan mengalami pertumbuhan dan perkembangan lebih lanjut. a. dan daun. Proses perkecambahan ini memerlukan suhu yang cocok. Ujung batang dan ujung akar akan tumbuh memanjang karena adanya aktivitas sel-sel meristematis. biji harus berkecambah menjadi tanaman baru. Pada tumbuhan . Pada perkecambahan epigeal. Biji akan berkecambah jika berada dalam lingkungan yang sesuai.4 Pertumbuhan Primer Setelah proses perkecambahan.

Respon tersebut tergantung pada spesies. fungsinya diambil alih oleh jaringan pembuluh sekunder yang dihasilkan oleh kambium yang aktif membelah. dan ke arah dalam membentuk xilem sekunder sehingga batang tumbuhan bertambah besar. pemberian auksin pada bunga . bagian tumbuhan. gas etilen.6 Faktor. pucuk. suhu. Mari cermati.dikotil. seperti pertumbuhan akar. a. yaitu faktor lingkungan berupa cahaya. dan asam absisat (ABA). Semua jaringan yang ada di sebelah dalam kambium disebut kayu. asam fenil asetat (PAA) yang ditemui pada banyak jenis tumbuhan. sedangkan di sebelah luar kambium disebut kulit atau papagan. dan asam indolbutirat (IBA) yang ditemukan pada daun jagung dan berbagai jenis tumbuhan dikotil. Dengan demikian. Terdapat lima hormon tumbuhan yang dikenal. dan pembungaan. Untuk lebih memahami. jaringan xilem dan floem primer terdapat pada batang dan akar yang hidup selama periode yang relatif pendek. interaksi antar hormon. 1. Pembentukan xilem dan floem sekunder pada batang terjadi karena aktivitas kambium yang dipengaruhi oleh musim. batang. giberelin. tumbuhan mengandung tiga senyawa lain yang dianggap sebagai hormon auksin. hormon merupakan senyawa organik tumbuhan yang mampu menimbulkan respon fisiologi pada tumbuhan. Pembengkokan koleoptil yang terjadi akibat terpacunya pemanjangan sel pada sisi yang ditempeli potongan agar yang mengandung auksin. mari cermati uraian berikut ini. Auksin berperan dalam berbagai macam kegiatan tumbuhan di antaranya adalah: 1) Perkembangan buah Pada waktu biji matang berkembang. aktivitas kambium ini akan meningkat. Hormon mempengaruhi respon pada bagian tumbuhan. Perbedaan aktivitas kambium akan menghasilkan jejak pada batang yang disebut lingkaran tahun. 2. fase perkembangan. Selain IAA. Aktivitas kambiumyang membentuk xilem dan floem sekunder ini disebut pertumbuhan sekunder. biji mengeluarkan auksin ke bagian-bagian bunga sehingga merangsang pembentukan buah. Hormon Hormon tumbuhan adalah suatu senyawa organik yang disintesis di salah satu bagian tumbuhan dan dipindahkan ke bagian yang lain. Faktor luar tumbuhan yang sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Sedangkan. Jika kondisi lingkungan kurang menguntungkan.Faktor yang Memengaruhi Pertumbuhan Kecambah Pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan sangat dipengaruhi oleh faktor dalam dan faktor luar tumbuhan. Auksin Istilah auksin pertama kali digunakan oleh Frits Went yang menemukan bahwa suatu senyawa menyebabkan pembengkokan koleoptil ke arah cahaya. pada konsentrasi yang sangat rendah mampu menimbulkan respon fisiologis. yaitu auksin. konsentrasi hormon. Auksin yang ditemukan Went kini diketahui sebagai asam indol asetat (IAA). Pertumbuhan kambium ke arah luar membentuk floem sekunder. yaitu 4kloro indolasetat (4 kloro IAA) yang ditemukan pada biji muda jenis kacang-kacangan. Kemudian. maka aktivitas kambium menjadi rendah sehingga xilem dan floem sekunder yang dihasilkan sedikit. oksigen dan kelembapan. Hal ini yang menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan. pada musim hujan. Namun sebaliknya. dan berbagai faktor lingkungan. Gen berfungsi mengatur sintesis enzim untuk mengendalikan proses kimia dalam sel. Faktor dalam adalah semua faktor yang terdapat dalam tubuh tumbuhan antara lain faktor genetik yang terdapat di dalam gen dan hormon. sitokinin.

GA5. yaitu etepon (asam 2-kloroetifosfonat). Menghilangkan sifat kerdil secara genetik pada tumbuhan. menebalkan batang. b. Gas etilen Buah-buahan terutama yang sudah tua melepaskan gas yang disebut etilen. etilen juga memacu perkecambahan biji. dan menghambat pemanjangan batang kecambah. Giberelin memiliki beberapa peranan. Setelah itu ditemukan senyawa sitokinin yang lain dalam endosperma cair jagung. 3. 3. e. Sitokinin mempunyai beberapa fungsi. Tetapi. Hal ini disebut partenokarpi. Asam absisat (ABA) . GA19. Giberelin Giberelin pertama kali ditemukan di Jepang pada 1930 dari kajian terhadap tanaman padi yang sakit. Sitokinin sintetik lainnya adalah BAP (6-benzilaminopurin) dan 2-ip. Perkecambahan biji dan mobilisasi cadangan makanan dari endosperm untuk pertumbuhan embrio. antara lain: 1. yaitu zeatin. Para ilmuwan Jepang mengisolasi zat dari biakan jamur tersebut. Bentuk-bentuk giberelin diantaranya adalah GA3. menurunkan dominansi apikal dan inisiasi akar. Dominansi apikal merupakan akibat dari transpor auksin ke bawah yang dibuat di dalam meristem apikal. Perkembangan bunga dan buah. Memacu pembelahan sel dalam jaringan meristematik. selapis sel khusus terbentuk di pangkal tangkai daun dan buah sehingga daun dan buah gugur. 4) Pembentukan akar adventif Auksin merangsang pembentukan akar liar yang tumbuh dari batang atau daun pada banyak spesies. Menunda penuaan daun. Zat ini dinamakan giberelin. 3) Absisi Daun muda dan buah muda membentuk auksin. antara lain: 1. c. Etilen sintetik ini sering di gunakan para pedagang untuk mempercepat pemasakan buah. 2) Dominansi apikal Dominansi apikal adalah pertumbuhan ujung pucuk suatu tumbuhan yang menghambat perkembangan kuncup lateral di batang sebelah bawah. Sitokinin Kinetin merupakan sitokinin sintetik yang pertama ditemukan oleh Carlos Miller pada ikan kering. Merangsang diferensiasi sel-sel yang dihasilkan dalam meristem. Giberelin diproduksi oleh jamur dan tumbuhan tinggi. 5. Selain itu. 5. 4. dan menghambat pemanjangan batang kecambah. GA1. Giberelin disintesis di hampir semua bagian tanaman. etilen menunda pembungaan. GA20. GA4. Mendorong pertumbuhan tunas samping dan perluasan daun. mendorong gugurnya daun. 2. agar keduanya tetap kuat menempel pada batang. Memacu perpanjangan secara abnormal batang utuh. terdapat etilen sintetik. seperti biji. Selain etilen yang dihasilkan oleh tumbuhan. daun muda. Padi yang terserang jamur Gibberella fujikuroi tersebut tumbuh terlalu tinggi.yang tidak diserbuki akan merangsang perkembangan buah tanpa biji. dan GA38. 4. Merangsang pembelahan dan pemanjangan sel. Merangsang pembentukan pucuk dan mampu memecah d. GA37. dan akar. Selain memacu pematangan. Etilen disintesis oleh tumbuhan dan menyebabkan proses pemasakan yang lebih cepat. bila pembentukan auksin berkurang. 2.

dan asam nukleat. Nutrisi diambil tumbuhan dari dalam tanah dan udara. suhu. kelembapan. unsur-unsur dapat dikelompokkan menjadi dua. Efek cahaya meningkatkan kerja enzim untuk memproduksi zat metabolik untuk pembentukan klorofil. Sedangkan. pada kecambah yang tumbuh . Kekurangan magnesium dan kalsium menyebabkan tanaman mengalami klorosis (daun berwarna pucat). hidroponik adalah metode penanaman dengan menggunakan airkaya nutrisi sebagai media tanam. Asam absisat mempunyai peran fisiologis diantaranya adalah: 1. intensitas cahaya mempengaruhi laju fotosintesis saat berlangsung reaksi terang. kurangnya unsur nitrogen dan fosfor pada tanaman menyebabkan tanaman menjadi kerdil. Hormon ini dibentuk pada daundaun dewasa. 2. yaitu zat-zat organik (C. Ca2+. Untuk lebih memahami. H. Cu. buah dan dormansi tunas. Perkembangan struktur tumbuhan juga dipengaruhi oleh cahaya (fotomorfogenesis). air. Contohnya: C. 2. Mengatur penutupan dan pembukaan stomata terutama pada saat cekaman air. Kultur jaringan membudidayakan suatu jaringan tanaman menjadi tanaman kecil yang mempunyai sifat seperti induknya. S. Cahaya Kualitas. Contohnya: Cl. Cahaya mempengaruhi pembentukan klorofil. Sedangkan. Contoh aplikasinya adalah kultur jaringan dan hidroponik. Kecambah yang tumbuh di tempat gelap akan mengalami etiolasi atau kecambah tampak pucat dan lemah karena produksi klorofil terhambat oleh kurangnya cahaya. Fe. intensitas. Nutrisi dan Air Pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan membutuhkan nutrisi. Pertumbuhan tanaman akan terganggu jika salah satu unsur yang dibutuhkan tidak terpenuhi.1 Nutrisi tumbuhan berikut ini. unsur mikro adalah unsur-unsur yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit. Unsur-unsur yang dibutuhkan oleh tumbuhan dikelompokkan menjadi dua. pada proses fotosintesis. dan lain-lain). Efek fotomorfogenesis ini dapat dengan mudah diketahui dengan cara membandingkan kecambah yang tumbuh di tempat terang dengan kecambah dari tempat gelap. Mempercepat absisi bagian tumbuhan yang menua. b. mempertahankan suhu tubuh tumbuhan. antara satu dengan yang lain. dan Mo. 3. O. fototropisme. Menginduksi pengangkutan fotosintesis ke biji yang sedang berkembang dan mendorong sintesis protein simpanan. yaitu unsur makro dan unsur mikro. Unsur yang dibutuhkan tumbuhan dalam jumlah besar disebut unsur makro. Media tanam kultur jaringan berupa larutan atau padatan yang kaya nutrisi untuk tumbuh tanaman. dan N) dan garam anorganik (Fe2+. Air dibutuhkan tanaman untuk fotosintesis. antara lain: cahaya. fotosintesis.Asam absisat (ABA) merupakan penghambat (inhibitor) dalam kegiatan tumbuhan. seperti daun. Nutrisi ini harus tersedia dalam jumlah cukup dan seimbang. dan gaya gravitasi. H. Mn. P. Sedangkan. dan fotoperiodisme. Misalnya. B. Jadi cahaya secara tidak langsung mengendalikan pertumbuhan dan perkembangan tanaman. a. transportasi. N. Zn. dan lamanya radiasi yang mengenai tumbuhan mempunyai pengaruh yang besar terhadap berbagai proses fisiologi tumbuhan. dan medium reaksi enzimatis. Pemenuhan kebutuhan unsur tumbuhan diperoleh melalui penyerapan oleh akar dari tanah bersamaan dengan penyerapan air. mari cermati Tabel 1. Berdasarkan jumlah kebutuhan tumbuhan. tekanan turgor sel. Sedangkan. K. O. Faktor Lingkungan Faktor-faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. mineral. Kultur jaringan ini dapat menghasilkan tanaman baru dalam jumlah banyak dalam waktu yang relatif singkat. karena hasil fotosintesis berupa karbohidrat digunakan untuk pembentukan organ-organ tumbuhan. Penemuan zat-zat yang dibutuhkan oleh tumbuhan untuk pertumbuhan dan perkembangan menyebabkan manusia mengembangkan suatu cara penanaman tumbuhan dengan memberikan nutrisi yang tepat bagi tumbuhan.

selada. contohnya kembang sepatu. tumbuhan yang tidak responsif terhadap panjang hari untuk pembungaannya. bit gula. tumbuhan dapat dibedakan menjadi empat macam. 2) Fotoperiodisme Interval penyinaran sehari-hari terhadap tumbuhan mempengaruhi proses pembungaan. karena hormon auksin yang berguna untuk pemanjangan sel berpindah dari sisi tersinari ke sisi terlindung. Sedangkan. Respon tumbuhan yang diatur oleh panjangnya hari ini disebut fotoperiodisme. dalam hal ini lembar datar daun selalu hampir tegak lurus terhadap matahari sepanjang hari. padi. Tumbuhan hari pendek contohnya krisan. di daerah yang memiliki empat musim dapat mencapai 16 ± 20 jam. dan aktivitas tumbuhan. kerja enzim dipengaruhi oleh suhu. jagung. pada rentang suhu optimum. transpirasi akan meningkat. tumbuhan yang berbunga jika terkena penyinaran kira-kira 12 jam sehari. Meningkatnya penyerapan nutrien oleh akar akan meningkatkan pertumbuhan tanaman. Hal ini memacu akar untuk menyerap lebih banyak air dan mineral dari dalam tanah. Tumbuhan yang berbunga bersamaan ini sangat menguntungkan. Suhu udara Pertumbuhan dipengaruhi oleh kerja enzim dalam tumbuhan. laju tumbuhnya paling tinggi. Kelembapan Laju transpirasi dipengaruhi oleh kelembapan udara. Oksigen Oksigen mempengaruhi pertumbuhan tumbuhan. dan kapas. tumbuhan tidak tumbuh atau bahkan mati. rentang suhu optimum. kedelai.di tempat terang. d. b. anggrek. Sehingga. dan suhu maksimum. Hal ini terjadi. Tumbuhan hari panjang. tumbuhan yang berbunga jika terkena penyinaran kurang dari 12 jam sehari. antara lain untuk pemecahan kulit biji dalam perkecambahan. Tumbuhan hari panjang. Fototropisme ini terjadi pada famili Malvaceae. tetapi batang menjadi lebih pendek karena aktifitas hormon pertumbuhan auksin terhambat oleh adanya cahaya. Lama siang hari di daerah tropis kira-kira 12 jam. Banyak jenis tumbuhan mampu melacak matahari. koleoptil membelok ke arah datangnya cahaya. Sedangkan. karena memberi kesempatan terjadinya penyerbukan silang. Berdasarkan panjang hari. Tumbuhan hari netral contohnya mentimun. dan bunga matahari. 1) Fototropisme Percobaan N Cholodny dan Frits went menerangkan bahwa pada ujung koleoptil tanaman. d. pertumbuhan tumbuhan sangat dipengaruhi oleh suhu. Tumbuhan hari netral. Dalam respirasi pada tumbuhan. dan di atas suhu maksimum. pemanjangan sel yang lebih cepat terjadi di sisi yang teduh daripada sisi yang terkena cahaya. Tumbuhan hari sedang. Jika kelembapan udara rendah. yaitu: a. Fotoperiodisme menjelaskan mengapa pada spesies tertentu biasanya berbunga serempak. terjadi penggunaan oksigen untuk menghasilkan energi. tumbuhan yang berbunga jika terkena penyinaran lebih dari 12 jam (14 ± 16 jam) sehari. Fotoperiodisme dipengaruhi oleh fitokrom (pigmen penyerap cahaya). c. wortel liar. Energi ini digunakan. Di bawah suhu minimum ini tumbuhan tidak dapat tumbuh. c. Setiap spesies atau varietas mempunyai suhu minimum. Tumbuhan hari sedang contohnya kacang dan tebu. Kejadian tersebut dinamakan diafototropisme. BAB 3 . Dengan demikian. daun lebih berwarna hijau. e. Tumbuhan hari pendek. dan tembakau.

1 cm .GELAS 1 GELAS 2 GELAS 3 0 ± 1 0.3 cm 1.2 Tabel Kecepatan Tumbuh Kecambah SELISIH HARI KE. GELAS 1 .Panjang maksimum 34.1 cm 34.5cm 11. GELAS 2 .7 cm 5 31.6 cm 2.7cm 0.2 cm 16.5 cm .2 cm 24 cm 6 36. kami menganalisis bahwa : a.7 cm 3.1.2 Pembahasan Berdasarkan hasil penelitian kami . dengan meletakkan gelas 1 pada kardus tanpa lubang .8 cm 0 2 3.4 Grafik Kecepatan Tumbuh Kecambah 3.9cm 14.ANALISIS 3.6 4.Pertumbuhan paling cepat .7 cm 1.Pertumbuhan paling lambat .3 cm 3.8 cm 0 1 ± 2 2.1 Tabel Laju Pertumbuhan Kecambah HARI GELAS 1 GELAS 2 GELAS 3 1 0.Pertumbuhan sedikit lebih lambat dari gelas 1 .2 cm 4 ± 5 13.3 cm 1.Kelembaban 88 % .Panjang maksimum 25.1.5 cm 4 18.8cm 15.Kelembaban 92 % .Daun berwarna hijau segar .4 cm 4.2 cm 18. gelas 2 pada kardus berlubang dengan alas mangkok berisi air dan gelas 3 pada luar kardus dengan intensitas cahaya yang cukup .1 Tabel Pengamatan 3.Panjang maksimum 36.3 cm 5 .7 cm 30.7 cm 3. GELAS 3 .Kelembaban 78 % .9 cm 7.5 cm 25.Daun berwarna kuning c.Daun berwarna kuning pucat b.5 cm 2 ± 4 14.7 cm .1.7 cm 0.

Gelas 1 diletakkan di dalam kardus rapat tanpa lubang Gelas 2 diletakkan di dalam kardus rapat berlubang dengan mangkok air di bawahnya .

Kondisi tersebut mendukung aktivitas pemanjangan sel sel .2. pucat.3 Kadar air yang diperlukam . Kelembaban udara di gelas 1 mencapai nilai paling tinggi yaitu 92 % karena berada pada kondisi lingkungan yang rapat sehingga udara di sekitar menjadi lembab serta hanya sedikit air yang diuapkan . batang kukuh. Kelembaban udara memengaruhi pemanjangan sel pada kecambah . kelembaban mencapai nilai 88 % . dan batang tidak kukuh. daun tidak berkembang.2. Sel lebih cepat mencapai ukuran maksimum sehingga ukuran kecambah semakin besar . Kondisi gelas 2 berada pada kardus rapat dengan lubang kecil diatasnya . Sebaliknya.1 Kelembaban Udara Kelembaban udara adalah banyaknya kadar uap air yang berada di udara . pertumbuhan tanaman mengalami etiolasi yang ditandai dengan pertumbuhan yang abnormal (lebih panjang). Seperti yang sudah pernah disebutkan . Selain itu . Sedangkan pada Gelas 2 . Berbeda dengan kecambah di gelas 3 . Pertumbuhan kecambah pada gelas ini tergolong sedikit lebih lambat dibandingkan pada Gelas 1 . faktor eksternal lainnya yang berkaitan satu sama lain yaitu : 3. pertumbuhannya tergolong paling lambat.2 Intensitas cahaya Cahaya mutlak diperlukan dalam proses fotosintesis. Pengaruh cahaya secara langsung dapat diamati dengan membandingkan tanaman yang tumbuh dalam keadaan gelap dan terang.2. Walau begitu pertumbuhannya tergolong cukup cepat karena gelas tersebut diletakkan di dalam mangkok berisi air sehingga tanah dapat menyerap lebih banyak air. Pada keadaan gelap ( gelas 1 dan 2 ).Gelas 3 diletakkan di ruangan terbuka 3. maka pertumbuhan semakin cepat . Ruangan yang terbuka memungkinkan banyak oksigen yang berdifusi sehingga air yang diserap oleh tanah semakin sedikit sehingga udara kurang lembab . Lubang tersebut memungkinkan terjadinya difusi udara sehingga menyebabkan udara di sekitar kurang lembab . daun berkembang sempurna dan berwarna hijau. semakin lembab udara . 3. dalam keadaan terang ( gelas 1 ) tumbuhan lebih pendek. Selain kelembaban . laju pertumbuhan paling cepat berada pada gelas 1 . Hal tersebut terlihat pada pertumbuhan kecambah di Gelas 1 dan Gelas 2 yang lebih cepat dibandingkan kecambah di gelas 3 . Cahaya secara langsung berpengaruh terhadap pertumbuhan setiap tanaman. Kondisi yang lembab menyebabkan banyak air yang diserap kecambah dan lebih sedikit yang diuapkan .

5 Cara kerja Higrometer 1. a0 ± b0 5. amati kenaikan air raksanya . semakin banyak air yang diserap oleh tanah sehingga suhu udara menurun dan lingkungan menjadi lembab . samakan nilainya pada roll yang berada di tengah higrometer lalu samakan posisinya dengan suhu WET . Suhu rendah menyebabkan sedikit air yang diuapkan begitu pula sebaliknya .2.4 Suhu Kecambah membutuhkan suhu tertentu untuk tumbuh dan berkembang biak dengan baik . Letakkan higrometer di sebelah tanaman yang akan diukur kelembabannya . misalnya b0 4. Lingkungan yang lembab dengan konsentrasi air cukup dan suhu yang rendah mempercepat pertumbuhan kecambah namun apabila diletakkan di ruangan yang gelap tanpa intensitas cahaya mengakibatkan kecambah mengalami etiolasi . Pada bagian kanan yang bertuliskan DRY . . 3.2.1 Kesimpulan a. Suhu sangat erat kaitannya dengan kelembaban udara . Setelah mendapat selisihnya. Lalu pada bagian kiri yang bertuliskan WET . Suhu yang tinggi menandakan bahwa udara di sekitar kurang lembab sedangkan suhu rendah menandakan udara di sekitar ruangan lembab . 2. BAB IV PENUTUP 1. Selain itu kadar air yang sesuai porsinya dapat membantu cepat lambatnya perkecambahan biji . 3. misalnya c0 .Air sangat di butuhkan dalam berfotosintesis . Semakin besar kadar air yang diberikan . Kurangkan suhu yang didapat dari suhu dry dan suhu wet . Banyak sedikitnya air mempengaruhi kelembaban udara di sekitar lingkungan kecambah . misalnya a0 3. Pengukuran suhu ini menjadi dasar kerja pada higrometer . amati kenaikan air raksanya .

volume air . . kritik dan saran sangat saya harapkan.b. media dan kelembaban udara . Ditulis oleh Ria Kusuma Dewi Semoga bermanfaat. Lingkungan yang terlalu lembab tidak baik bagi pertumbuhan kecambah karena pertumbuhan yang baik membutuhkan keseimbangan dari intensitas cahaya . suhu .mohon maaf apabila ada kekurangan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful