B.

Tahap-Tahap Perjanjian Internasional
Perundingan (Negotiatio) Perundingan merupakan perjanjian tahap pertama di antara pihak atau Negara tentang objek tertentu sebelumnya belum pernah diadakan perjanjian. Karena itu, perlu dilakukan penjajakan terlebih dahulu atau pembicaraan pendahuluan oleh setiap pihak yang berkepentingan

perubahan. dapat berbentuk belateral maupun multilateral . Academi of Sciences of USSR perjanjian internasional adalah suatu persetujuan yang dinyatakan secara formal antara dua atau lebih negara-negara mengenai pemantapan. atau pembatasan daripada hak-hak dan kewajiban mereka secara timbal balik. Pengertian perjanjian internasional a. b. Michel Virally Sebuah perjanjian adalah perjanjian internasional bila melibatkan dua atau lebih negara atau subjek internasional dan diatur oleh hukum inernasional. . G. Schwarzenbergerz perjanjian internasional adalah perjanjian yang diadakan antara subyek-subyek hukum internasional yang menimbulkan kewajiban2 yang mengikat dalam hukum internasional. c.1.

Agreement tidak diratifikasi karena sifatnya tidak resmi trakta dan konvensi. 5. yang mengatur masalah-masalah tambahan seperti penafsiran klausual-klausual tertentu. Protocol yaitu persetujuan tidak resmi dan pada umumnya tidak dibuat oleh kepala Negara. Perikatan (Arrangement).2. Perjanjian ini mancakup bidang politik dan bidang ekonomi. Konvensi (Convention). yaitu perjanjian paling formal yang merupakan persetujuan dua negara atau lebih. Persetujuan ini harus dilegalisi oleh wakil-wakil yang berkuasa penuh (full powers). yaitu istilah yang digunakan untuk transaksitransaksi yang sifatnya sementara. 4. yaitu perjanjian yang lebih bersifat teknis atau administrative. Perikatan tidak seresmi traktat dan konvensi. Persetujuan (Agreement). yaitu persetujuan formal yang bersifat multilateral dan tidak berurusan dengan kebijaksanaan tingkat tinggi (high policy). Istilah-istilah perjanjian internasional 1. Traktat (treaty). 2. . 3.

ditinjau dari segi jumlah pesertanya.3. yaitu Perjanjian Internasional yang jumlah peserta atau pihak-pihak yang terikat di dalamnya terdiri atas dua subjek hukum internasional saja (negara dan / atau organisasi internasional. Perjanjian Internasional ditinjau dari jumlah pesertanya Secara garis besar. serta melahirkan kaidahkaidah hukum yang berlaku hanyalah bagi kedua pihak yang bersangkutan. artinya kedua pihak harus tunduk secara penuh atau secara keseluruhan terhadap semua isi atau pasal dari perjanjian tersebut atau sama sekali tidak mau tunduk sehingga perjanjian tersebut tidak akan pernah mengikat dan berlaku sebagai hukum positif. yaitu: 1. Perjanjian Internasional dibagi lagi ke dalam: a. Kaidah hukum yang lahir dari perjanjian bilateral bersifat khusus dan bercorak perjanjian tertutup (closed treaty). dsb). . Perjanjian Internasional Bilateral. MACAM-MACAM PERJANJIAN INTERNASIONAL Ditinjau dari berbagai segi. Perjanjian Internasional dapat digolongkan ke dalam 4 (empat) segi.

memiliki corak terbuka. bergantung pada corak perjanjian multilateral itu sendiri.b. perjanjian multilateral sesungguhnya sama dengan perjanjian bilateral. Sifat kaidah hukum yang dilahirkan perjanjian multilateral bisa bersifat khusus dan ada pula yang bersifat umum. Perjanjian Internasional Multilateral. Corak perjanjian multilateral yang bersifat khusus adalah tertutup. yang membedakan hanya dari segi jumlah pesertanya semata. . mengatur hal-hal yang berkenaan dengan masalah yang khusus menyangkut kepentingan pihak-pihak yang mengadakan atau yang terikat dalam perjanjian tersebut. Maka dari segi sifatnya yang khusus tersebut. yaitu Perjanjian Internasional yang peserta atau pihakpihak yang terikat di dalam perjanjian itu lebih dari dua subjek hukum internasional. Sedangkan perjanjian multilateral yang bersifat umum.

Perumusan itu nantinya merupakan hasil kata sepakat antara pihak yang akhirnya berupa naskah perjanjian. . Kedua tahap tersebut meliputi tahap perundingan (negotiation) dan tahap penandatanganan (signature).3. Perjanjian Internasional ditinjau dari prosedur atau tahap pembentukannya Dari segi prosedur atau tahap pembentukanya Perjanjian Internasional dibagi ke dalam dua kelompok yaitu: a. Pada tahap perundingan wakil-wakil para pihak bertemu dalam suatu forum atau tempat yang secara khusus membahas dan merumuskan pokok-pokok masalah yang dirundingkan itu. Perjanjian Internasional yang melalui dua tahap. Perjanjian melalui dua tahap ini hanyalah sesuai untuk masalah-masalah yang menuntut pelaksanaannya sesegera mungkin diselesaikan.

Pada Perjanjian Internasional yang melalui tiga tahap. sama dengan proses Perjanjian Internasionl yang melalui dua tahap. Pada perjanjian ini penandatangan itu bukanlah merupakan pengikatan diri negara penandatangan pada perjanjian. Perjanjian Internsional yang melalui tiga tahap.b. melainkan hanya berarti bahwa wakil-wakil para pihak yang bersangkutan telah berhasil mencapai kata sepakat mengenai masalah yang dibahas dalam perundingan yang telah dituangkan dalam bentuk naskah perjanjian. . namun pada tahap ketiga ada proses pengesahan (ratification).

sebab dalam beberapa Perjanjian Internasional hal ini ditentukan secara tegas. dalam hal Perjanjian Internasional tersebut tidak secara tegas dan eksplisit menetapkan batas waktu berlakunya. maksud dan tujuan perjanjian itu. dibutuhkan pemahaman yang mendalam akan sifat. jika objek yang diperjanjikan itu sudah terlaksana atau terwujud sebagaimana mestinya. maka perjanjian tersebut berakhir dengan sendirinya. . secara mudah dapat diketahui pada naskah perjanjian itu sendiri. Namun demikian. karena hakikatnya perjanjian itu dimaksudkan untuk berlaku dalam jangka waktu tertentu atau terbatas. Perjanjian Internasional ditinjau dari jangka waktu berlakunya Pembedaan atas Perjanjian Internasional berdasarkan atas jangka waktu berlakunya.4. Misalnya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful