P. 1
Jurnal Vol_ 1 - Taufik

Jurnal Vol_ 1 - Taufik

|Views: 20|Likes:
Published by CahMbeling

More info:

Published by: CahMbeling on Feb 11, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/11/2012

pdf

text

original

KEUANGAN

KAJIAN CAPITAL MARKET DAN LEVERAGE TERHADAP VARIASI HARGA SAHAM DI BURSA EFEK JAKARTA

Oleh : TauJik Stal Pengajar Program Studi MM Unsri

ABSTRACT This research attempt to observe whether Financial performance of the firms at The Jakarta Stock Exchange still has strong influence to thier shares prices movement at the time of economy crisis in Indonesia year 1997/1998. Financial performance variabels which have direct relationship to share, Divident per share, Price Earning, Debt to Equity and Return in Equity and they are as part of capital market and leverage variabels of the firm. Analysis shows that from the five independent variabels of financial performanc'e which are tested individually, only divident per share influence shares price movement. When they are tested simultaneously, all of them influence shares prices movement significantly but this this shares prices movement only 30% is effected by these independent variables while the others caused by non fundamental factors of the firms.

Key words: Capital market & leverage variable, share price, non fundamental factor

Penurunan harga saham-saham tersebut seolah-olah tidak lagi mengindahkan baik atau buruknya kinerja keuangan perusahaan tersebut. Return on equity dan debt to equity yang merupakan bagian dari beberapa variabel Capital Market dan leverage perusahaan. Didalam melakukan penilaian saham. PENDAHULUAN Return atas saham adalah hal yang menyebabkan mengapa investor menginvestasikan dana pada saham di pasar modal. Suatu kenyataan bahwa pemegang saham sangat memperhatikan pendapatan per lembar saham perusahaan karena dapat membantu memperkirakim atau meramalkan arus deviden dimasa mendatang. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa perubahan atau variasi harga saham pada waktu tertentu memberikan indikasi terjadinya perubahan kinerja keuangan perusahaan. pendapatan merupakan penentu dari harga saham. Pada sa at yang bersamaan harga saham perusahaan di Bursa Efek Jakarta mengalami penurunan yang cukup tajam. Kadang-kadang suatu penurunan yang drastis dari harga saham suatu perusahaan diakibatkan pendapatan perusahaan tersebut. Harga saham sangat dipengaruhi oleh perubahan pendapatan (Victor Neiderhoffer dan Patrick J. June. P. Berdasarkan latar belakang diatas timbul suatu permasalahan : apakah kinerja keuangan perusahaan di Bursa Efek Jakarta tidak lagi mempengaruhi harga saham perusahaan tersebut saat Indonesia mengalami krisis ekonomi. . ditekankan pada tujuan memaksimumkan kesejahteraan para pemegang saham atau nilai sekarang dari saham perusahaan.I. Kinerja keuangan yang mempunyai hubungan langsung terhadap perubahan harga saham adalah Earning pershare. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 50 be::t:bah palmg besar selama 50 tahun (1966-1970) disebabkan oleh kenaikkan Earning per share perusahaan tersebut dan pada saat yang bersamaan saham-saham yang mengalami penurunan harga juga 50 jenis saham disebabkan oleh penurunan Earning Per Share perusahaan tersebut. 65-71). Mei. 1972. Pada prinsipnya mereka membeli saham adalah untuk mendapatkan dividen serta menjual saham tersebut pada harga yang lebih tinggi. Dividen pershare. Pengamatan sederhana dari pasar surat berharga dapat menegaskan bawa . Pendapatan dan deviden dapat memberikan sumbangan terhadap nilai saham suatu perusahaan di pasar sekuritis. Selain kinerja keuangan perusahaan ada faktor yang tidak dapat di kontrol oleh manajemen perusahaan (uncontrolable factor) yang secara tidak langsung dapat mempengaruhi pergerakan harga saham perusahaan. TINJAUAN PUSTAKA Manajemen perusahaan secara keseluruhan. Regann. II. Suatu penelitian yang lebih khusus tentang hubugan antara pendapatan dengan harga saham dilakukan oleh Neitherhaffer dan Regan. Financial Analysist Journal. Price earning. para investor selalu memperhatikan kinerja keuangan perusahaan yang merupakan faktor yang dapat dikontrol oleh pihak manajemen perusahaan (controlablefactors) yang dapat berpengaruh langsung terhadap harga saham perusahaan tersebut. Maka masuk akal bila mengharapkan deviden tumbuh dengan tingkat 10% per tahun. Seandainya pendapatan diharapkan tumbuh pada tingkat 10% per tahun. Pada tahun 1997 kondisi makro perekonomian Indonesia memburuk dan puncaknya terjadi pada tahun 1998 dimana pertumbuhan ekonomi menurun cukup tajam serta nilaitukar Rupiah terhadap Donar Amerika terdepresiasi mencapai enam ratus persen.

HIPOTESA Ho : HI = 0 tidak ada hubungan antara harga saham terhadap kinerja keuangan Ho : HI 0 ada hubungan an tara harga saham terhadap kinerja keuangan IV. pengaruh deviden dalam menentukan harga saham sangat jelas. Disamping itu penelitian ini akan memberikan tambahan pengetahuan kepada para investor dalam melakukan investasi pada saham dimasa yang akan datang. Sebaliknya harga saham perusahaan yang mengumumkan kenaikan tingkat dividen mengalami kenaikan. tetapi secara bersarna-sarna memberikan penje1asan bahwa perusahaan yang rnernbayar dividen diartikan sebagai isyarat bahwa perusahaan tersebut mernpunyai prospek yang cerah dimasa yang akan datang dan pasar memberikan reaksi yang kuat dan langsung terhadap pengumurnan kenaikan dividen. maka dapat mengakibatkan kewajiban perusahaan meningkat yang pada akhirnya dapat mernberikan sentimen negatif terhadap harga saharn perusahaan tersebut. Harga saham turun pada tanggal sebelum pengumuman atau pada tanggal pengumuman dividen yang menyatakan penurunan tingkat dividen. Analisa struktur modal ini lebih melihat pada bagaimana perusahaan mendanai asset-assetnya atau lebih menjelaskan bagian dari setiap modal yang dijadikan untuk keseluruhan hutang. TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh kinerja keuangan perusahaan di Bursa Efek Jakarta terhadap pergerakan harga saham Indonesia mengalamai krisis ekonomi. pergerakan harga saham juga dipengaruhi oleh perubahan tingkat dividen. Bhatta Charya (1979). III. rnenerangkan bahwa kebijakan yang terbaik adalah tidak rnembayar deviden sarna sekali dan pemegang saham lebih baik menjual saham mereka beberapa buah dan membayar pajak keuntungan modal yang lebih rendah. 1978). termasuk pernberian isyarat (Ross. Faktor lain yangjuga berpengaruh terhadap harga saham adalah kebijakan struktur modal perusahaan dalam hal ini debt to equity. Jika komposisi hutang lebih tinggi dari equity perusahaan. Hakansson (1982). Penelinan yang dilakukan oleh Aharrony dan Swary menyatakan bahwa adanya hubungan yang posistif antara pengumuman tentang penurunan dividen terhadap harga saham. dan pajak (Masulis dan Trueman (1983). Hasil penelitian tersebut mendukung dugaan bahwa harga saham dipengaruhi oleh perubahan tingkat dividen. biaya agen Rozeff(1981). Rozeff (1981) memperlihatkan tentang perusahaan yang tetap membayar dividen menurut pola pembayaran yang lebih teratur dan rnerata. . Namun demikian tidak satupun dari teori sangat rnemuaskan. Banyak studi yang memperlihatkan pengaruh perubahan dividen terhadap harga saham. Teori kebijakan dividen optimum. Sementara itu ban yak peneliti lain yang membicarakan tentang kebijakan dividen (Divident Policy). Berdasarkan sudut pandang teroritis. Kebijakan deviden tetap merupakan suatu teka-teki.Selain dari pendapatan. Model kebijakan deviden yang pertama oleh MIller dan Modigliani (1961) dan Brennan (1970).

. Devident per share. Tehnik analisis yang digunakan adalah dengan cara melakukan tahap-tahap sebagai berikut : 1. a. price earning. Return on Equity dan Debt to Equity tahun 1997 dab 1998.3 …. Menentukan kelayakan garis dan persamaan regresi Untuk menguji apakah persamaan regresi berganda yang digunakan dalam penehtian ini bisa dipakai untuk meramalkan harga saham. 3. divident per share dan debt equtiy.N = Harga saham penutupan akhir tahun perusahaan ke-1 pada tahun ke-n = Earning per share perusahaan ke-l pada tahun ke-n = Divident per share perusahaan ke-l pada tahun ke-n = Price earning perusahaan ke-l pada tahun ke-n = Debt to equtiy perusahaan ke-l pada tahun ke-n = Return on equity perusahaan ke-l pada tahun ke-n = F aktor pengganggu perubahan harga saham perushaan ke-l pada tahun ke-n 2.2. Menguji Koefisien Berganda Pengujian koefisien regresi ini bertujuan untuk melihat signifikansi hubungan an tara harga saham terhadap ke lima variabel independen tersebut baik secara individual maupun bersama. Penentuan sampel dilaksanakan berdasarkan metode sampling acak sederhana (simple random sample) dengan maksud agar setiap anggota dari populasi mendapatkan kesempatan yang sam untuk dijadikan sampeJ.T = 1. Data yang digunakan adalah harga saham penutupan akhir dan variabel kinerja keuangan perusahaan berupa Earning per share. . Jumlah populasi perusahaan di Bursa Efek Jakarta hingga penelitian ini dilakukan sebanyak 227 perusahaan dan sebanyak 30 perusahaan yang dijadikan sampel dalam penelitian ini. earningper share. Price Earning. Pemilihan terhadap perusahaan tersebut dikarenakan ban yak harga saham perusahaan tersebut mengalami penurunan yang sang at tajam saat Indonesia mengalami krisis ekonomi. Penelitian ini membatasi pada analisa pengaruh kinerja keuangan terhadap variasi harga sahamnya saat Indonesia mengalami krisis ekonomi. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan pada perusahaan di Bursa Efek Jakarta. maka akan menganalisis fungsi grafik yang terdapat pada output regresi.3 ….V.2. Menguji variabel bebas secara individual Pengujian dilakukan dengan t-test . Persamaan regresi berganda yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah : yin = I n Yln Xin X2in X3in X4in X5in Ein α1X1in + α2X2in + α3X3in + α4X4in + α5X5in + ein = 1. Meregres harga saham terhadap variabel kinerja keuangan Untuk menentukan hubungan antara harga saham terhadap kinerja keuangan perusahaan maka digunakan tehnik regresi berganda (Multiple Regressin Technic) karena mengingat hanya ada satu variabel tidak bebas (Independent Variabel) yaitu (Dependent variabel) yaitu return on equity.Membuat hipotesa Ho : H1 = 0 tidak ada hubungan antara harga saham terhadap kinerja keuangan.

Hasil pengujian regresi terhadap kedua variabel tersebut adalah : Y = 1495.58 sedangkan koefisien X2 (Deviden per Share) sebesar 23.69 kali dan 21. maka Ho ditolak Jika t-hitung < t-tabel.94%. Jika terjadinya multikohnieritas. 4.Menentukan t tabel dengan tingkat signifikan 5% dan t-tabel .06.58 yang berarti bahwa setaip kenaikan Earning per Share sebesar satu Rupiah akan meningkatkan harga saham sebesar Rp.Membandingkan t tabel dengan t-hitung.54. .48. Koefisien X1 (Earning per Share) sebesar 0.94X5 Hasil regresi diatas menunjukkan bahwa harga saham akan bernilai sebesar Rp. VI. Tidak demikian halnya dengan Xs (Return on Equity) yang menghasilkan koefisien yang negatif yaitu sebesar -48.26 atau kenaikan setiap satu kaIi· pada Price Earning Ratio dan satu kali Debt Equity Ratio akan meningkatkan harga saham masing-masing sebesar 4. devident per share. ada yang bemilai positif ada yang negatif. Karena itu dapat disimpulkan bahwa model persamaan regresi berganda tersebut layak digunakan untuk memprediksi harga saham. Uji Multikolinieritas Pengujian untuk melihat apakah variabel kinerja keuangan perusahaan saling berkolerasi satu asma lainnya.60X3 + 21. HASIL PENELITIAN 1. Jika korelasi antar variabel > 0. terjadinya multikolinieritas Jika kolerasi antar variabel < 0. Arah hubungan Kinerja keuangan terhadap harga saham.58X1 + 23.54X2 + 4. mkaa variabel yang berkolinier tidak memberikan informasi tambahan apa-apa terhadap harga saham. 0. debt Equity dan Return on Equtiy).54 yang berarti bahwa kenaikan dividen per share sebesar satu Rupiah akan meningkatkan harga saham sebesar 23. Menguji variabel bebas secara bersama Pengujian dilakukan dengan F-test . Keadaan ini berlaku juga terhadap X3 (PriceEarning Ratio) dan X4 (Debt Equtiy Ratio) dimana masing-masing bemilai 4. Kelayakan Garis dan persamaan regresi Berdasarkan analisa terhadap hasil kelima grafik residual terlihat tidak adanya pembentukan suatu pola tertentu dari masing-masing residual. Price Earning. 1495.26X4 .Membuat hipotesis Ho : H1 =H2 = H2 = 0 tidak ada hubungan antara harga saham dengan rasio keuangan perusahaan.60 dan 21.06 tidak terjadinya multikolinieritas. Ho : paling tidak satu dari H1 -:/= 0 tidak ada hubungan antara harga saham terhadap rasio keuangan perusahaan. Angka residual tersebut merata.94. maka Ho diterima b.24 + O. 2. . Hal ini berarti bahwa setiap kenaikan satu persen Return on Equtiy akan menurunkan harga saham sebesar 48.Ho : H1 ≠ 0 ada hubungan antara harga saham terhadap kinerja keuangan.24 tanpa adanya pengaruh dari varibel bebas (Earningper share. Jika t-hitung > t-tabel.26 kali.

Dengan kata lain bahwa setiap variabel bebas yang dijadikan dalam penelitian ini memberikan informasi tambahan terhadap variabel tidak bebas dalam hal ini harga saham secara bersama-sama. Hal ini membuktikan bahwa ditolak atau variabel Earning per share. Korelasi antara Return on Equity dengan Price Earning Ratio adalah 0. Debt Equity dan Return on Equity secara bersama-sama mempengaruhi besamya harga saham. Uji signifikansi hubungan kinerja keuangan terhadap harga saham Hubungan antara variabel Earning per Share. Korelasi antara Price Earning Ratio dengan Earning per share adalah -0. Debt Equity dan Return on Equity masingmasing sebesar 1. Hal terse but ditunjukkan oleh angka multiple regression sebesar 0.1376 f.6. Debt Equity dan Return on Equity secara bersama-sama mempengaruhi besamya harga saham. Selain itu nilai probabilitas (p-value) sebesar 6.05. Menguji variabel kinerja keuangan secara bersama-sama Dengan Uji signifikansi 5%. dengan demikian Dividen per Share mempunyai pengaruh terhadap harga saham secara signifikan. Ini berarti bahwa variabel Earning per share. Sedangkan Dividen per Share mempunyai t-hitung sebesar 5.05. Korelasi antara Divident per share dengan Earning per share adalah 0. Keadaan ini menggambarkan bahwa keempat variabel tersebut tidak mempengaruhi secara nyata pada naik turunnya harga saham. Price Earning.3353) dan F tabel (2.02894 h.161 ° Hasil multikolinieritas masing-masing korelasi antar variabel diabwah 0.5700 i . 4.3888). Sementara itu Earning per share. Karena tingkat korelasi antar variabel tersebut kurang dari 0. Korelasi antara Return on Equity dengan Divident per share adalah -0. a. Korelasi antara Price Earning Ratio dengan Divident per share adalah 0.0356 d. .31 x 10.05692 g. hal ini memberikan arti bhwa tidak teIjadinya multikolinieritas antar variabel bebas. Dengan demikian ditolak dan diterima.0. b. Berdasarkan nilai probabilitas tersebut dapat disimpulkan bahwa hanya Divident per share memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap pergerakan harga saham saat itu sedangkan ke empat variabel kinerja keuangan lainnya tidak secara nyata mempengaruhi pergerakan harga saham.9859 yang lebih besar dari t-tabel.62x atau lebih kecil dari 0.03361 e. Price Earning.6 yang lebih kecil dari 0.6.4554 j. Kore1asi an tara Debt Equity Ratio dengan Earning per share adalah -0.6.1949. Disini terlihat bahwa nilai t-hitung ke empat variabel tersebut lebih kecil dari t-tabelnya. maka didapatkan nilai F-hitung sebesar (8.2458 dan 0. Hubungan antar variabel kinerja keuangan Hasil uji multikolinieritas terhadap variabel bebas dalam penelitian ini menghasilkan korelasi antar variabel bebas masing-masing : a.05. Price Earning.91187 sedangkan nilai t-tabel sebesar 2.1747 b.0042. Sementara itu nilai probabilitas (pvalue) daridividen per share sebesar 2. Korelasi an tara Return on Equity dengan Debt Equity Ratio adalah 0.66 yang lebih tinggi dari standar angka regresi yang sering dipakai dala penelitian ilmiah yaitu sebesar 0. Korelasi an tara Debt Equity Ratio dengan Price Earning Ratio adalah -0. Korelasi an tara Debt Equity Ratio dengan Divident per share adalah -0.0582 c.0. Debt to equity dan Return on Equity tersebut terhadap harga perlembar saham cukup erat.3. Menguji variabel kinerja keuangan secara individual Hasil pengujian dengan uji signifikansi 5% menunjukkan bahwa nilai t-hitung dari Earning per share. Debt Equity dan Return on Equity mempuyai nilai probabilitas (P-value) lbih besar dari 0. Namun untuk mendapatkan gambaran yang lebihjelas tentang signifikansi hubungan kedua variabel tersebut maka dilakukan pengujian secara individual dan bersamasama.1101. Korelasi antara Retur on Equity dengan Earning per share adalah 0. Price Earning. Dividen per Share. Price Earning.

Lebih jauh bisa dikatakan bahwa saat itu telahteIjadi dimana faktor fundamental tidak begitu dominan dalam mempengaruhi pergerakan harga saham bahkan lebih besar faktor atau perilaku diterminan yang lain diluar kineIja perusahaan. oleh karena itu dianggap perlu untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang faktor yang tidak dapat dikontrol perusahaan (uncontrolablefactors) . 1999.• REFERENSI Bodie. Return on Equity dan Debt to Equity tidak memberikan pengaruh terhadap harga saham dikarenakan t-hitung ke empat variabel kineIja keuangan tersebut lebih kecil dari t-tabelnya. Boston. kebijakan pemerintah. Jika pengujian dilakukan secara bersama-sama. :Principle of Corporate Finance". Irwin. Debt Equity dan Return on Equity hanya sebesar 31 %. Markus J. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan terhadap investor tentang seberapa besar faktor fundamental perusahaan berpengaruh terhadap variasi harga saham pada perusahaan di Bursa Efek Jakarta saat Indonesia mengalami krisis ekonomi.. Breakly. Keadaan ini menunjukkan bahwa pada periode tertentu pergerakan harga saham pada umumnya mencerminkan kineIja keuangan perusahaan tetapi keadaan tersebut tidak selalu beIjalan sesuai dengan yang diharapkan. namun demikian variasi harga saham tersebut hanya 31 % dijelaskan oleh variabel kineIja keuangan perusahaan tersebut sedangkan sisanya sebesar 69% lebih dijelaskan oleh faktor non fundamental perusahaan. Richard D. McGraw-Hill Inc. Sementara sisanya 69% variasi harga saham dijelaskan oleh determinan diluar kinerja keuangan perusahaan. Inc.5. Penelitian ini menganalisis pada faktor fundamental perusahaan yang merupakan faktor yang dapat dikontrol (Controlabel factors). KESIMPULAN Hasil pengujian secara individual terhadap variabel kineIja keuangan perusahaan yang digunakan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa hanya dividen per share mempunyai pengaruh cukup kuat terhadap variasi harga saham yang dicerminkan oleh thitung dividen per share lebih besar dari t-tabelnya. kelima variabel kineIja keuangan tersebut memberikan pengaruh terhadap harga saham. Kondisi mi menunjukkan bahwa pengaruhi Earningper share.. Price Earning. Kondisi ekonomi makro. Zvi. nilai kurs selama krisis moneter yang terjadi di Indonesia sejak tahun 1997 dan 1998 adalah sebagian variabel diterminan diluar kineIja keuangan perusahaan yang bisa memicu pergerakan harga saham. suasana politik. Kane and Alan. . Steward C. VI. Dengan perkataan lain bahwa adakalanya perubahan harga saham pada peri ode tertentu tidak begitu mencerminkan faktor fundamental perusahaan termasuk kineIja keuangan. Sedangkan Earningper share. Alex. sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan bagi para investor dalam melakukan investasi pada saham dimasa yang akan datang. Diterminan diluar variabel kinerja keuangan Nilai Adjusted R Square yang dihasilkan sebesar 31 %. "Investment". Hal tersebut terlihat pada nilai R-Adjusted Square sebesar 31 %. Price Earning.1999. Richard A: Myers.

1996. "Corporate Finance". The Jakarta Stock Exchange. 1999. . J. Y ogyakarta. Stephen. 1999. "Management Finance". Jain. Ross.. Fourth Edition. 1995. T ata McGraw-Hilllnc.Fabozzi. 1999. Nineth Edition. Khan. Research and Development Division. Frank. McGrawHill Company Inc. Fred. Randolph. A: Wasterfie1d. 2000. Penerbit UPP AMP YffiP.. 1998. The Dryden Press. Copeland Thomas. "Pengantar Pengetahuan Pasar Modal". 1. New Jersey. "Financial Management". Edisi Kedua. Prentice-Hall Inc. Weston. Third Edition. New Delhi. E. "Investment Management". Sunariyah. Indonesia Capital Market Directory.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->