P. 1
Petunjuk Praktik Televisi Warna _job Sheet

Petunjuk Praktik Televisi Warna _job Sheet

|Views: 5,402|Likes:
Published by Mardanus Melayu

More info:

Published by: Mardanus Melayu on Feb 11, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/22/2015

pdf

text

original

Sections

TUJUAN

Setelah melakukan percobaan ini, diharapkan siswa dapat :
1. Menjelaskna fungsi dan prinsip kerja rangkaian horisontal.
2. Menjelaskan akibat yang ditimbulkan oleh kerusakan rangkaian horisontal.
3. Melacak dan menemukan kerusakan pada rangkaian horisontal.

PENDAHULUAN

Sebagaimana diketahui bahwa pada pesawat tekevisi selalu dibutuhkan suatu rangkaian sweep
untuk pembentukan raster pada tabung gambar (CRT). Rangkaian sweep yang dimaksud
adalah rangkaian defleksi vertikal dan rangkaian defleksi horisontal. Pada percobaan terdahulu
kita telah membahas rangkaian defleksi vertikal dan selanjutnya pembahasan kita kali ini
adalah rangkaian defleksi horisontal, dimana rangkaian ini menghasilkan gelombang gigi
gergaji untuk diteruskan ke coil defleksi horisontal yang kemudian oleh coil defleksi tersebut
menimbulkan medan magnit untuk mendefleksi elektron beam pada scanning horisontal yaitu
menarik elektron ke kanan dan ke kiri dengan frekuensi 15.625 Hz (sistem PAL).

Dari fungsinya, maka rangkaian defleksi horisontal sangat menentukan ukuran gambar dan
raster secara horisontal serta akibat yang ditimbulkan bila rangkaian ini mengalami kerusakan
diantaranya adalah :
- Pada layar hanya muncul cahaya berbentuk satu garis vertikal (tidak ada defleksi

horisontal).
- Gambar koyak.
- Tidak ada raster dan suara (hal ini dapat terjadi mengingat FBT digerakkan oleh sinyal dari
horisontal output).

Pada dasarnya karena rangkaian Horizontal ini dikontrol oleh IC UOC 601 dan terhubung
dengan rangkaian proteksi, maka kerusakan rangkaian horizontal akan menyebabkan raster
hilang, suara tidak ada, seolah-olah pesawat mati, tapi lampu indikator masih tetap menyala
berkedip merah dan hijau.
Pada gambar 16-1 berikut memperlihatkan aliran sinyal defleksi horisontal.
Gambar 5.1 memperlihatkan aliran sinyal rangkaian defleksi di dalam IC 601 Sinyal Video
yang masuk dipisah rangkaian sync separator horizontal dan vertikal untuk membentuk sinyal
sinkronisasi. Sinyal sinkronisasi vertikal keluar dari pin 22 IC 601 dan diumpankan ke pin IC
401.
IC 401 terdiri dari rangkaian vertical drive, vertical output dan pump up. Rangkaian ini akan
menghasilkan arus berbentuk gelombang gigi gergaji yang akan diumpankan ke coil defleksi
vertikal untuk scanning vertical.
Sinyal sinkronisasi horizontal yang berasal dari pin 33 IC 601 diumpankan ke Q501 melalui
rangkaian Horizontal Drive. Dan drive transformer menghasilkan arus untuk mengendalikan
transistor horizontal output Q551, yang kemudian melalui rangkaian horizontal output,
dihasilkan arus berbentuk gelombang gigi gergaji yang diumpankan ke coil defleksi horizontal
untuk scanning horizontal.

Petunjuk Praktik Television /Job Sheet

Mardanus, S.Pd

Color Television Trainer

102

Gambar 16-1 Aliran Sinyal Defleksi dalam IC UOC 601

Bagian-bagian Rangkaian Defleksi dalam IC 601 adalah :
1. H-V sync separation

Memisahkan seinyal sinkronisasi vertical dan horizontal dari sinyal video yang masuk.
2. Horizontal oscillator, oscillator referensi.
Sebagai pembangkit oscilator horizontal. Dalam aplikasinya tidak membutuhkan
komponen luar, karena sudah terintegrasi. Oscilasinya terdiri dari sebuah VCO yang
running pada frekuensi 16.000 * Fh = 16.000 * 15,625 KHz = 25 MHz.
Untuk kestabilan frekuensi free running digunakan kristal oscillator 12 MHz sebagai
frekuensi referensi.
3. PHI-1 Detector.

Mensinkronkan horizontal oscillator dengan sinyal video yang masuk. Rangakaian ini
membandingkan output H-sync separation dengan horizontal oscillator.

4. PHI-2 Detector.

Mengoreksi atau mengatur posisi horizontal (horizontal center) sehingga didapatkan
gambar yang stabil pada layar. Hal ini penting, karena variasi arus beam pada Fluback.
PHI-2 Detector membandingkan sinyal Horizontal oscillator dengan pulsa input dari
flyback pada pin 34. Pulsa flyback ini berhubungan dengan defleksi horizontal. Pada saat
tegangan pada pin PHI-2 ini naik sampai 6 Volt atau lebih, H-output tidak berfungsi. Dan
H-output berfungsi lagi lewat prosedur slow start jika tegangannya turun dibawah 6 Volt.

5. H-output (pin 33).

Merupakan driver untuk defleksi horizontal, dengan keluaran open collector. Pada saat
kondisi operasi normal, duty cycle pulsanya adalah 45% (28,8 us) Off (H-out = tinggi) dan
55% (35,2 us) On (H-out = rendah).
6. Vertical Devider.

Petunjuk Praktik Television /Job Sheet

Mardanus, S.Pd

Color Television Trainer

103

Sistem devidernya menggunakan sebuah counter yang mengirimkan waktu untuk sinyal
vertical ramp dalam Geometry Processor. Cloknya di dapat dari Horizontal oscillator.
Vertikal devider ini mensinkronkan pulsa sinkron vertical dari sinkron vertical separator.
7. Vertical sawtooth generator.
Fungsinya mengirimkan sinyal referensi untuk vertical dan horizontal geometri processor.
Kemudian vertikal geometri processor menerima sinyal referensi ini dan diolah untuk
kemudian diumpankan ke IC 451 Vertical drive melalui pin 21.

HORIZONTAL OUTPUT

1. Untuk menggerakkan rangkaian output horizontal ON OFF dengan cepat, rangkaian
horizontal drive harus menghasilkan arus base (drive current) yang cukup dan diumpankan
ke rangkaian horizontal output (Q551) seperti yang diperlihatkan pada gambar 16-2.
2. Fungsi dari rangkaian Horizontal ada dua :
a. Menghasilkan arus defleksi yang cukup untuk DY untuk scanning electric beam dalam
arah horizontal.
b. Membangkitkan tegangan tinggi melalui gulungan sekunder flyback, dan tegangan ini
diumpankan ke eletroda anoda CRT dan elektroda focus.

Aliran Sinyal

1. Horizontal drive dari pin 33 IC 601 diumpankan ke transistor horizontal drive Q501.
2. Rangkaian Collector Q501 terhubung ke transformer untuk kopling AC dan sebagai
penyesuaian impedansi terhadap horizontal output transistor Q551. Untuk melindungi
rangkaian dari tegangan kejut yang mungkin dihasilkan oleh transformer FBT dipasang
rangkaian filter R504 dan C502 pada collector dan emitter Q501. Q551 adalah transistor
horizontal output yang digunakan untuk mendrive flyback transformer (T501) dan coil
defleksi horizontal.
3. Kereksi-S diperoleh melalui C563 yang timbul pada bagian atas dan bawah dari bentuk
scanning. Linierty diperoleh melalui L501 dan R560 sementara rangkaian modulator
dibentuk oleh D556, D557, C559, C564, C560 dab C567.
4. Dari rangkaian sekunder flyback transformer T501 terdapat beberapa macam tegangan
yang digunakan untuk tegangan Focus, Heater CRT, Screen dll.

Gambar 166-2 a. Rangkaian Horizontal Output

Petunjuk Praktik Television /Job Sheet

Mardanus, S.Pd

Color Television Trainer

104

Gambar 16-2 b. Sinyal Rangkaian Horizontal Output

Operasi Horizontal Output :

1. Masukkan base Tr tidak akan bekerja sampai melebihi level tertentu.
2. Pulsa polaritas positif diumpankan ke basis, dan Tr akan on pada tegangan basis telah
melebihi tegangan tertentu. Lalu arus colector 1 meningkat dan arus akan mengalir ke coil
defleksi. (t1→t2).
3. Tr akan off, bila tegangan basis turun pada nilai tertentu. Arus colector menjadi nol. Tetapi
arus dari coil tetap mengalir mengisi capasitor resonansi C, secara bertahap akan mengecil
sampai nol. (t2→t3).
4. Kemudian, mulai pengosongan kapasitor resonansi mulai melalui jalan 3 melewati coil
defleksi. Arah arus menuju coil defleksi berlawanan arah dengan arus semula. (t3→t4).
5. Setelah coil defleksi mulai kembali mengisi capacitor dengan karakteristik terbalik hanya
pada rangkaian resonansi LC.
6. Apabila dioda damper dipasang, tegangan antara terminal coil defleksi akan memberikan
bias maju pada diode, arus coil defleksi tidak mengalir ke kapacitor resonansi, dan arus
damper melalui diode. Sebagai hasilnya, peristiwa resonansi telah di redam.

7. Pada saat arus 4 dioda mencapai nol, pulsa polaritas positif kembali diumpankan pada
basis Tr, kembali pada kondisi 1.
8. Selanjutnya, operasi akan berulang dari step 2 ke step 5, dan arus gelombang gergaji
secara teratur akan mengalir ke coil defleksi.
9. Sebagai tambahan, pada saat Tr off, pulsa positif flyback yang besar dibangkitkan dan ini
sebagai tegangan catu daya.
10. Transformer flyback memanfaatkan pulsa ini untuk menghasilkan tegangan snode CRT,
tegangan focus, dan tegangan screen.

BUKU BACAAN

1. Petunjuk Penggunaan Televisi Warna TC-14Z88JA/TC-1488AFB, Panasonic.
2. Service Manual chassis G-7A, Colour Television, Panasonic.
3. Pemeliharaan dan Perbaikan Pesawat Penerima Televisi, A. Aristo, PPPGT, Bandung,

1988.

4. Troubleshooting and Repairing Solid-state TVs, Homer L. Davidson, 1986.
5. PAL Receiver Servicing, D.J. Seal, Thorn Radio Valves and Tube Limited, England.
6. Colour Television Theory, Hutson, McGraw-Hill, London.
7. Lampiran Buku ini.

Petunjuk Praktik Television /Job Sheet

Mardanus, S.Pd

Color Television Trainer

105

PERALATAN

Utama : 1 Bh Pesawat Latih

Televisi Warna.

1 Bh Remote Control.
Pendukung : 1 Bh Oscilloscope.
1 Bh PAL Color Pattern
Generator.
1 Bh Multimeter.
1 Set Tool-Set.
Kabel Penghubung (kabel
RF).

LANGKAH KERJA

1. Baca skema rangkaian dan identifikasi rangkaian horizontal beserta bagian-bagiannya.
2. Pelajari alur pelacakan kerusakan berikut.

Gambar 16-3 Alur pelacakan kerusakan rangkaian horizontal

3. Sistem PAL color pattern generator untuk memproduksi gambar cross hatch dan
hubungkan ke pesawat televisi.
4. Aktifkan pesawat televisi dan tala untuk menerima sinyal dari pattern generator.

Petunjuk Praktik Television /Job Sheet

Mardanus, S.Pd

Color Television Trainer

106

5. Baca petunjuk penggunaan fault simulator pada lampiran buku ini, lalu buatlah kerusakan
pada blok HORIZONTAL.
6. Amati apa yang terjadi pada pesawat televisi ? jelaskan.
7. Lakukan pelacakan kerusakan dan temukan serta catat bagian yang rusak tersebut.
8. Normalkan kembali pesawat televisi.
9. Buatlah kerusakan pada D.Y HORIZONTAL.
10. Amati apa yang terjadi pada pesawat televisi ? jelaskan.
11. Lalukan pelacakan kerusakan dan temukan serta catat bagian yang rusak tersebut.
12. Normalkan kembali pesawat televisi.
13. Buatlah kerusakan pada blok FBT.
14. Amati apa yang terjadi pada pesawat televisi ? jelaskan.
15. Lalukan pelacakan kerusakan dan temukan serta catat bagian yang rusak tersebut.
16. Matikan semua peralatan dan kembalikan.
17. Buatlah laporan tentang percobaan ini.

EVALUASI

1. Jelaskan prinsip kerja dari rangkaian horizontal pesawat televisi ini serta sebutkan bagian-
bagiannya ?
2. Apakah yang terjadi pada pesawat televisi saat simulasi kerusakan pada blok horizontal ?
3. Bagian manakah yang rusak pada simulasi blok horizontal ?
4. Apakah yang terjadi pada pesawat televisi saat simulasi kerusakan pada D.Y Horizontal ?
5. Bagian manakah yang rusak pada simulasi FBT ?

Petunjuk Praktik Television /Job Sheet

Mardanus, S.Pd

Color Television Trainer

107

PERCOBAAN 17

MELACAK KERUSAKAN PADA FUNGSI TOMBOL MANUAL DAN REMOTE

TUJUAN

Setelah melakukan percobaan ini, diharapkan siswa dapat :
1. Menjelaskan fungsi dan prinsip kerja Infra Red Remote Control dan Manual Operation

Button.

2. Menjelaskan akibat yang ditimbulkan oleh kerusakan rangkaian Infra Red Remote Control
dan Manual Operation Button.
3. Melacak dan menemukan kerusakan pada Infra Red Remote Control dan Manual
Operation Button.

PENDAHULUAN
Pesawat televisi yang banyak beredar di pasaran sekarang memiliki kelebihan dibandingkan
pesawat jaman dulu. Satu diantaranya adalah pesawat televisi dapat dikontrol dari jarak jauh
(relative) sehingga pemirsa tidak perlu lagi berjingkat dari kursi untuk merubah volume atau
berganti channel. Lebih jauh dari pada itu unit Remote yang ada sekarang juga berfungsi
untuk melakukan penyetelan-penyetelan yang bersifat “sericing” oleh para teknisi. Dalam
kaitan ini jelas adanya keterkaitan antara tombol pengontrol, baik secara remote atau manual
dengan suatu unit pemroses yang bersifat digital yang kita kenal dengan unit micro processor.

Gambar 17-1

Pesawat TV yang digunakan ini memiliki microprocessor IC 601 dengan tipe TDA938216.
Tipe IC ini memiliki kapasitas memori untuk data program sebesar 64 Kbyte. Biasanya unit
microprocessor ini sering dinamakan sebagai UOC (Ultimate One Chip). UOC tipe diatas
adalah CMOS IC dan berisikan pembangkit karakter yang dapat menampilkan 16 macam
warna pada layar TV bersamaan dengan gambar. Memori pada IC ini adalah jenis PROM
(Programable Read Only Memory), sehingga IC ini hanya dapat diisi program 1 (satu) kali
saja tanpa bisa dihapus atau diperbaiki.

Keunggulan dari IC UOC

1. Memiliki ragkaian video IF internal dengan berbagai standar, sehingga rangakaian IF ini
tidak perlu diatur lagi.
2. Hanya memerlukan satu kristal sebagai pembangkit sinyal frekuensi untuk berbagai
macam fungsi, antara lain : sinyal clock microprocessor, decoder warna dan fungsi
lainnya.

INFRA RED
REMOTE
CONTROL

EEPROM

MANUAL
OPERATION
BUTTON

MICRO
PROCESSOR
UNIT
( µP )

Petunjuk Praktik Television /Job Sheet

Mardanus, S.Pd

Color Television Trainer

108

3. Osilator horizontal internal yang tidak perlu lagi diatur.
4. Daya yang kecil untuk menjalankan rangkaian penggerak horizontal.
5. Base-band delay sudah tersedia di dalam IC.
6. Rangkaian Crominance Trap sudah tersedia di dalam IC.
7. PAL/NTSC atau multi standard colour decoder dengan sistem pencarian otomatis.
8. Mempunyai mode IDLE dan Power Down. Menonaktifkan rangkaian yang tidak terpakai.
9. Beberapa selector fungsi sudah termuat di dalam IC, seperti TV/AV dan Tuner Band

Selector.

10. Memakai sistem IIC (Inter Integrated Circuit) bus terdiri dari dua buah jalur, yaitu jalur
data (SDA) dan jalur Clock (SCL).

Struktur jaringan IIC yang dikendalikan Microprocessor (IC 601)

MPU IC 601 mengendalikan jalur IIC bus yang mana dapat mengendalikan fungsi dari
perangkat yang terhubung dalam jalur IIC ini. IIC bus mempunyai standar format pulsa untuk
dapat mengendalikan perangkat yang kompatibel dengan IIC bus.

Perangkat yang terhubung denganjalur IIC dan dikendalikan oleh IC 601 antara lain :
1. Tuner. Pada chassis-chassis sebelumbnya, proses tuning pada tuner dikendalikan dengan
memberikan level tegangan tertentu, tetapi pada chassis G7 dan G7A(Pesawat TV ini
menggunakan chassis G7A) proses tuning pada tuner dikendalikan melalui jalur IIC.
2. Memori/EEPROM (Electric Erasable and Programable Read Only Memeory) ICI 103
(24C08) adalah memori dengan akses serial berkapasitas 8 Kbit.
3. SPD (Sound Processor Device) / Zweiton, Nicam Stereo Decoder dan Sound TV/AV.
Berikut gambar hubungan jelur IIC :

Gambar 17-2 Hubungan jalur IIC BUS

Tuner

Pada Pesawat TV model lama, tuner bekerja secara analog. Oscilator pada tuner sekarang
dikendalikan dengan metode VCO (Voltage Control Oscillator). Tuner pada pesawat ini
proses pemilihan band, dan frekuensi oscillator pada tuner dikendalikan melalui jalur IIC.
Tetapi antara TV lama dan TV sekarang ini masih ada kesamaan tuner, yaitu pengendalian
AGC masih tetap dilakukan dengan tegangan.

IC Memori

Memori EPROM ICI103 merupakan media penyimpanan data yang dapat diisi, dihapus dan
diisi ulang hanya pada alamat tertentu atau seluruhnya.
Selanjutnya, karena memori IC ini adalah tipe Nonvolatile, sehingga data tersimpan secara
permanent walaupun ICI103 catu dayanya diputus (dilepas dari PCB).

Petunjuk Praktik Television /Job Sheet

Mardanus, S.Pd

Color Television Trainer

109

ICI103 menyimpan dan mengirimkan data dari dan ke IC601 melalui IIC bus. Kapan ICI103
mengirimkan atau menyimpan data, dikendalikan oleh IC601.
Berkut fungsi dari tiap pin ICI103.

Pin No.

Nama Pin

Fungsi

1

A0

Selektor pemilih alamat IIC

2

A1

Selektor pemilih alamat IIC

3

A2

Selektor pemilih alamat IIC

4

VSS

Ground

5

SDA

Jalur keluar atau masuk data (serial)

6

SCL

Jalur Clock

7

WP

Proteksi dari proses pengisian (saat WP = “1”)

8

VDD

+5V catu daya

Fungsi IC Memori

Saat TV dimatikan baik standby maupun mati total, kondisi pengaturan terakhir harus
disimpan, sehingga saat TN kembali dihidupkan pengguna tidak perlu lagi mengatur ulang.
Data yang tetap disimpan saat TV dimatikan, antara lain :
1. Posisi channel.
2. Informasi tentang AFC, Skip, Colour System dan SIF.
3. Posisi terakhir dari masing-masing mode Switching.
4. Data Volume.
5. Mode TV/AV.
6. Recall ON/OFF.
7. Power dan Setting Auto Off Timer, WAKE UP TIMER.
8. Setting Service Mode.
9. COLOUR, NTSC TINT, BRIGHT, CONTRAST, dan SHARPNESS DAC data dan
masing-masing data sub-DAC, BASS, TREBLE, BALANCE, RGB-CUT OFF, AVL,
VHB, LOUDNESS, RGB-DRIVE, dll.
10. PICTURE MENU.
11. SOUND MENU.
12. CHANNEL COLOUR SET untuk masing-masing channel.

Sound Processor Device

Pada chassis sistim mono, tidak menggunakan Sound Processor karena proses pengolahan atau
pengaturan nada tidak ada. Yang ada hanyalah pengaturan tegangan volume DC yang
langsung dikendalikan oleh IC601 dengan teknik Pulse Width Modulation (PWM).

Pada model AV Stereo Sound Processor berfungsi mengolah sinyal suara sekaligus
memberikan efek sesuai pengaturan pengguna TV seperti Bass, Treble, Balance, Surround dan
lainnya. Pengaturan ini dikendalikan IC601 melalui jalur IIC. Pemilihan sinyal masukan yang
akan diolah (dari TV atau AV) terjadi dalam IC ini. Pada model RF stereo, proses yang terjadi
sama pada AV Stereo tetapi pada RF Stereo, Sound Processor sekaligus berfungsi untuk
mengolah sinyal audio miltiplek stereo, sehingga akan di dapat keluaran stereo saat menerima
siaran stereo dengan semua standar aplikasi stereo yang ada (Analog & Digital Stereo).

Proses umum komunikasi jalur IIC

Secara garis besar proses komunikasi pada jalur IIC saat TV pertama kali menyala,
microprocessor akan membaca

Fungsi Pin UOC IC 601

data terakhir yang disimpan pada memori ICI103. Kemudian dengan data tersebut
microprocessor akan mengendalikan Tuner agar menerima saluran sesuai saluran terakhir saat
TV dimatikan, kemudian mengendalikan Sound Processor, mengatur settingan volume, bass,
treble dan lainnya.Setelah itu proses komunikasi IIC berhenti dan timbul lagi saat ada

Petunjuk Praktik Television /Job Sheet

Mardanus, S.Pd

Color Television Trainer

110

perubahan data seperti perubahan volume, bass, treble, pindah progrma dan lainnya. Perlu
diingat karena IC601 juga berfungsi sebagai pengolah sinyal TV, jadi pada saat itu juga
berlangsung proses pengolahan sinyal TV, termasuk proses pembacaan sinyal remote control
dan 6 tombol (six key) pengaturan.

Pin No.

Nama

Fungsi

1

ST/ON

Sinyal power ON/OFF untuk rangkaian catu daya
H : ON
L : OFF (standby)

2

SCL

Terminal Output sinyal clock IIC

3

SDA

Terminal input dan output sinyal data IIC

4

VOL

G7 : Keluaran tegangan control volume
G7A : Tidak dipergunakan (open)

5

MUTE

Terminal untuk memberikan sinyal control mute ke
rangkaian input amplifier

6

KEYSCAN

Masukan untuk mendeteksi 6 tombol pengaturan
0,506V

: Channel Up

0,842V

: Channel Down

1,174V

: Volume Up

1,516V

: Volume Down

1,852V

: TV/AV

2,196V

: Menu

3,200V

: Tidak ada tombol yang ditekan

7

TONE

G7 : Tidak dihubungkan
G7A : Dihubungkan dengan ground

8

TV/AV (YUV)

Terminal pengendali nyala LED indicator

9

GND

Terminal catu daya nol

10

AV/TV

Mengaktifkan saklar pilihan AV out dari TV atau
AV in

11

4,5/OTHER

Mengaktifkan saklar system 4,5 MHz

12

GND

Terminal catu daya nol

Pin No.

Nama

Fungsi

13

SEC PLL

Decoupling PLL SECAM

14

SV

Terminal masukan tegangan 8V

15

DECDIG

Decoupling digital supply untuk processor

16

PHI 1

Filter fasa 1

17

PHI 2

Filter fasa 2

18

GND

Terminal catu daya nol

19

DECDIG

Decoupling bandgap

20

AVL/EW

AVL Decoupling

21

V-

Terminal keluaran sinyal vertical (fasa bergeser
180”)

22

V+

Terminal keluaran sinya; vertical (fasa normal)

23

IF

Terminal masukan sinyal IF

24

IF

Terminal masukan sinyal IF

25

I REF

Referensi arus masukan

26

VSCAP

Capasitor gelombang gigi gergaji vertical

27

AGC

Terminal keluaran untuk mengendalikan gain dari
Tuner

28

DEFM

RF Stereo

: SIF input 1
Mono & AV Stereo : Deamphasis audio

29

DEC/SIF IN

RF Stereo

: SIF input 2

Mono & AV Stereo :

Decoupling

Sound

Petunjuk Praktik Television /Job Sheet

Mardanus, S.Pd

Color Television Trainer

111

Pin No.

Nama

Fungsi

Demodulator

30

GND

Terminal catu daya nol

31

SIF

Mono & AV Stereo : Tidak dipergunakan
RF Stereo

: AGC Sound IF

32

AVL/RFE0/SNDIF Mono & AV Stereo : Tidak dipergunakan
RF Stereo

: Referensi keluaran subcarrier RF

33

H-OUT

Terminal keluaran sinyal sinkronisasi pembelok
horizontal

34

AGC/PLL
FBI/SCO

Input FBI dari Output Horizontal

35

EXT/QSS OUT

G7 : External input audio
RF Stereo

: Keluaran QSS intercarrier
AV Stereo : Tidak dipergunakan

36

EHT PROTECT

Terminal masukan pendeteksi tegangan EHT
berlebih

37

IF PLL

Phase Lock Loop Filter IF

38

IFVO

Keluaran video composit TV

39

8V

Terminal masukan tegangan 8V

40

Video IBT

Masukan video composit

41

GND

Terminal catu daya nol

42

CVBS ext/Y syne Video input eksternal (AV in)

43

C-IN

Tidak dipergunakan

44

AUDIO OUT

Terminal keluaran sinyal suara

45

F-BLANK

Tidak dipergunakan

46

-(R-Y)

Tidak dipergunakan

47

Y

Tidak dipergunakan

48

-(B-Y)

Tidak dipergunakan

49

BCL

Pembatas arus berkas (Beam Current Limiter)

50

BLACK
CURRENT

Masukan Black Current

51

R-OUT

Terminal keluaran sinyal warna merah

52

G-OUT

Terminal keluaran sinyal warna hijau

53

B-OUT

Terminal keluaran sinyal warna biru

Pin No.

Nama

Fungsi

54

3.3V(A)

Terminal masukan tegangan 3.3V

55

VPE

Terminal catu pemrograman (tidak dipergunakan)

56

VDD

Terminal masukan tegangan 3.3V

57

GND

Terminal catu daya nol

58

X-TAL

Terminal hubungan X-tal Oscillator Clock
Microprocessor

59

X-TAL

Terminal hubungan X-tal Oscillator Clock
Microprocessor

60

RESET

Terminal reset (tidak digunakan)

61

3.3V

Terminal masukan tegangan 3.3V

62

BLK

Tidak dipergunakan

63

VS

Vertical Center

64

REM-IN

Terminal masukan data pembacaan (remote) infra
merah

Petunjuk Praktik Television /Job Sheet

Mardanus, S.Pd

Color Television Trainer

112

BUKU BACAAN

1. Petunjuk Penggunaan Televisi Warna TC-14Z88JA/TC-1488AFB, Panasonic.
2. Service Manual chassis G-7A, Colour Television, Panasonic.
3. Pemeliharaan dan Perbaikan Pesawat Penerima Televisi, A. Aristo, PPPGT, Bandung,

1988.

4. Troubleshooting and Repairing Solid-state TVs, Homer L. Davidson, 1986.
5. PAL Receiver Servicing, D.J. Seal, Thorn Radio Valves and Tube Limited, England.
6. Colour Television Theory, Hutson, McGraw-Hill, London.
7. Lampiran Buku ini.

PERALATAN

Utama : 1 Bh Pesawat Latih

Televisi Warna.

1 Bh Remote Control.
Pendukung : 1 Bh Oscilloscope.
1 Bh PAL Color Pattern
Generator.
1 Bh Multimeter.
1 Set Tool-Set.
Kabel Penghubung (kabel
RF).

LANGKAH KERJA

1. Baca skema rangkaian dan identifikasi rangkaian receiver infra red serta rangkaian tombol
manual beserta baiagn-bagiannya.
2. Pelajari alur pelacakan kerusakan berikut :

Gambar 17-3 a Alur Pelacakan kerusakan pada Manual Operation Button

Petunjuk Praktik Television /Job Sheet

Mardanus, S.Pd

Color Television Trainer

113

Gambar 17-3 b : Alur Pelacakan kerusakan pada Manual Operation Button
dan Infra Red Remote Control

3. Set PAL color pattern generator untuk memproduksi gambar cross hatch dan hubungkan
ke pesawat televisi.
4. Aktifkan pesawat televisi dan tala untuk menerima sinyal dari pattern generator.
5. Baca petunjuk penggunaan fault simulator pada lampiran buku ini, lalu buatlah kerusakan
pada blok MANUALOPERATION BUTTON.
6. Amatilah apa yang terjadi pada pesawat televisi ? jelaskan.
7. Lakukan pelacakan kerusakan dan temukan serta catat bagian yang rusak tersebut.
8. Normalkan kembali pesawat televisi.
9. Buatlah kerusakan pada blok INFRA RED REMOTE CONTROL.
10. Amati apa yang terjadi pada pesawat televisi ? jelaskan.
11. Lakukanlah pelacakan kerusakan dan temukan serta catat bagian yang rusak tersebut.
12. Normalkan kembali pesawat televisi.
13. Matikan semua peralatan dan kembalikan.
14. Buatlah laporan tentang percobaan ini.

EVALUASI

1. Jelaskan apa kaitannya antara sistem pengotrolan secara remote maupun manual dengan
sistem microprocessor.
2. Apakah yang terjadi pada pesawat televisi saat simulasi kerusakan pada blok Manual
Operation Button dan Infra Red Remote Control ?
3. Bagian manakah yang rusak pada masing-masing bloknya ?
4. Apakah fungsi IC601 kitannya dengan Pengaturan tombol secara manual dan secara

remote ?
5. Perangkat apa yang terhubung dengan jalur IIC bus.
6. Gambarkan hubungan jalur IIC bus tersebut dan jelaskan prinsip kerjanya.

Ya

Tida
k

Tida
k

Petunjuk Praktik Television /Job Sheet

Mardanus, S.Pd

Color Television Trainer

114

PERCOBAAN 18

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->