Nur Hidayat Departemen Teknologi Industri Pertanian Institut Pertanian Bogor BAB IV PEMBAHASAN A.

Penimbangan Proses penimbangan TBS pada pabrik kelapa sawit dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu penimbangan yang dilakukan langsung ketika truk masuk pabrik atau bisa dengan penimbangan langsung ketika TBS telah dimuat ke dalam keranjang rebusan (lori). Menurut Mangoensoekarjo dan Haryono (2000), kedua cara penimbangan TBS tersebut sama-sama dapat diketahui secara langsung hasilnya, hanya saja bedanya untuk cara penimbangan pertama berat kosong truk juga harus diketahui saat itu juga saat proses penimbangan TBS, sedangkan untuk penimbangan cara kedua berat kosong lori cukup diketahui secara berkala saja, yang umumnya setahun sekali. Pabrik kelapa sawit Rama Rama menggunakan cara penimbangan pertama yaitu ketika truk TBS masuk ke pabrik, hal ini dikarenakan selain menerima TBS dari kebun inti, PKS Rama Rama juga menerima TBS dari kebun plasma (kebun masyarakat mitra PKS) yang sistem pembelian dan pembayarannya dilakukan berdasar hasil pengukuran bobot ketika TBS tiba di pabrik. Apabila TBS ditimbang di atas lori maka TBS akan tercampur dan akan sulit melakukan penghitungan TBS milik mitra yang masuk ke dalam pabrik. B. Sortasi (Grading) Sortasi TBS dengan pemeriksaan fisik buah bertujuan untuk mengetahui kualitas dan kuantitas buah yang diolah, yang juga berkorelasi terhadap kualitas dan kuantitas CPO yang dihasilkan. Selain itu juga sebagai informasi umpan balik kepada kebun (inti dan plasma) sehingga dapat memperbaiki kualitas buah yang dikirim ke pabrik. Sortasi TBS di PKS Rama Rama dilakukan pada semen area loading ramp (lantai grading) yang terdapat pada line A dan line B.

Nur Hidayat Departemen Teknologi Industri Pertanian Institut Pertanian Bogor

Gambar 13. Sortasi TBS Sortasi TBS dibedakan berdasarkan asal TBS yaitu dari kebun inti dan kebun plasma. Sistem grading TBS inti adalah dilakukan secara sampling, dengan TBS yang disortasi minimal 10% dari total tonase TBS yang dikirim dengan pengambilan sampel secara acak. Aktual grading TBS inti yang dilakukan adalah dengan mengambil sampel satu truk TBS dari masing-masing divisi kebun inti. Adapun sortasi TBS plasma dilakukan secara sortasi total (100% janjang), artinya adalah semua TBS yang masuk disortasi satu-persatu ketika diturunkan dari truk.

33

apabila ditekan pada ujung berondolan lembek 7 Tangkai Panjang Merupakan Janjangan yang memiliki panjang tangkai lebih dari 2.Nur Hidayat Departemen Teknologi Industri Pertanian Institut Pertanian Bogor Tabel 3. Penggolongan kriteria TBS inti No 1 Kriteria Grading Buah Mentah Ciri-ciri Merupakan Janjangan yang hanya memiliki brondolan kurang sama dengan 3 berondol per janjang 2 Buah Kurang Matang Merupakan Janjangan yang memilki berondolan lebih dari 3 berondol per janjang dan kurang dari standar minimum 3 Buah Matang Merupakan Janjangan yang mempunyai jumlah brondolan lepas sebanyak 2 kali berat janjangnya sampai 50 % berondolan lepas dari total berondolan per janjang 4 Buah Terlalu Matang Merupakan Janjangan yang memiliki 50% berondolan lepas dari total berondolan perjanjang 5 Janjangan Kosong Merupakan Janjangan yang memiliki beberapa brondolan tersebar (25 %) sampai total brondolan lepas habis 6 Buah Keras Merupakan Janjangan yang memiliki beberapa brondolan yang tidak mau lepas berwarna hitam dan pecah-pecah.5 cm diukur dari pangkal tangkai 34 .

distribusi dan penimbunan. maupun kimiawi. benturan antara bahan dan wadah atau alat selama perjalanan dan distribusi. batu dan potongan tangkai yang ikut terbawa bersama TBS didalam truk TBS TBS yang masuk ke pabrik tentunya tidak terlepas dari kerusakan baik fisik.Nur Hidayat Departemen Teknologi Industri Pertanian Institut Pertanian Bogor Tabel 4.5 cm diukur dari pangkal tangkai 5 TBS Janjang Kosong Merupakan Janjangan dimana beberapa brondolan tersebar (25 %) sampai total brondolan lepas habis 6 TBS Kecil Merupakan Janjangan yang memiliki ukuran berat < 6 Kg per janjang 7 Sampah Pasir. 35 . Sebagian besar kerusakan fisik yang terjadi pada TBS disebabkan karena penanganan bahan yang kasar ketika pemanenan. Kerusakan fisik yang disebabkan oleh pengaruh luar yang lain adalah serangan serangga pada biji-bijian (Syarif dan Hariyadi. Penggolongan kriteria TBS plasma No 1 Kriteria Grading Buah Mentah Ciri-ciri Merupakan Janjangan yang brondolan lepasnya kurang dari 10 brondol per janjang 2 Buah Peraman Merupakan janjangan yang memiliki 3 kriteria: -Warna Brondolan Hitam -Warna Mesocarp kuning pucat -Tangkai kisut 3 Buah Matang Merupakan Janjangan yang memilki brondolan lepas minimal 10 brondol per janjang 4 TBS Tangkai Panjang Merupakan Janjangan yang memiliki panjang tangkai lebih dari 2. 1992). calix (kelopak). seperti tekanan fisik (dropping atau jatuhan. shunting atau gesekan) dan juga adanya vibrasi atau getaran. biologis. Kerusakan fisik disebabkan karena faktor-faktor mekanis.

Nur Hidayat Departemen Teknologi Industri Pertanian Institut Pertanian Bogor Menurut Mangunsoekarjo dan Susanto (2002) dalam upaya menjaga kebersihan tandan yang diangkut dapat menggunakan jala plastik untuk alas atau pelapis tempat penimbunan. C. Beberapa dampak penimbunan TBS yang melebihi kapasitas penampungan dan akibat terlalu lamanya penimbunan di loading ramp. Namun. Oleh karena itu menginapnya TBS akan menyebabkan penurunan mutu bahan baku karena cenderung mengandung ALB yang tinggi (Mangoensoekarjo dan Haryono. tidak dilakukan pemberian alas pada tempat penimbunan dan TBS diangkut menuju pabrik dengan cara ditumpuk-tumpuk di dalam truk. yang termasuk juga semen area loading ramp (lantai grading). Umumnya loading ramp pabrik kelapa sawit memiliki sisi kemiringan 25-30 derajat dan dipasang platform atau besi ”T” yang berjarak 10 mm guna menyaring sampah/kotoran yang terikut saat pengangkutan TBS. dalam praktek di lapangan. Proses ini dalam TBS terjadi sejak mulai berlangsungnya proses ”kematian”. Namun. Untuk menghindari hal tersebut. TBS harus segera diolah. sekaligus menjadi pembungkus kemasan panen pada waktu pengangkutan. Penimbunan TBS pada lantai grading diusahakan berlangsung dalam waktu sesingkat mungkin. TBS akan rusak. yaitu saat TBS mulai membrondol atau saat tandan dipotong dan terlepas hubungannya dengan pohon. Penimbunan dan Pemuatan TBS hasil sortasi ditimbun sementara di loading ramp. Menurut Tim penulis PS (1998) TBS yang tidak segera diolah. terkadang ketika TBS yang masuk pabrik melimpah. maksimal delapan jam setelah dipanen. maka kandungan ALB-nya semakin meningkat. aktualnya loading ramp pada PKS Rama Rama memiliki sisi kemiringan 45o dan tanpa terpasang platform penyaring sampah yang terikut. sehingga pada saat TBS didorong masuk ke bidang luncur dengan menggunakan alat berat seperti Wheel Loader banyak brondolan yang tergilas roda dan akan 36 . sehingga pada proses pengolahan terdapat banyak sampah yang juga ikut terolah. kebalikan dari pembentukan minyak adalah penguraian atau hidrolisis lemak menjadi gliserol dan asam lemak bebas. 2000). penimbunan dapat berlangsung lebih lama khusunya pada saat panen raya. Namun.

akan menyebabkan semakin bertambah beratnya beban Elektromotor dan Hidraulik Pump saat membuka atau menutup pintu loading ramp. Pada proses pemuatan TBS yang dilakukan dengan menumpahkan melalui bays menyebabkan adanya sebagian brondolan yang tercecer ke lantai. melunakkan brondolan untuk memudahkan pelepasan/pemisahan daging buah dari Nut di digester. Namun. Selain itu akibat penumpukan buah yang melebihi kapasitas maksimum loading ramp. Perebusan Teknologi perebusan yang digunakan di PKS Rama Rama adalah dengan steam memakai ketel uap. memudahkan pemipilan brondolan. me-non-aktifkan enzymenzym lipase yang dapat menyebabkan kenaikan FFA (Free Fatty Acid). D. Bentuk TBS yang besar akan meyebabkan kemacetan aliran TBS lebih mudah terjadi dan lebih sulit diatasi. Adanya penyumbatan aliran TBS ketika pemuatan dapat diatasi secara manual menggunakan galah besi. Pemuatan TBS ke dalam lori berkapasitas 3. atau bisa dilakukan pada pagi hari sebelum proses produksi dimulai.Nur Hidayat Departemen Teknologi Industri Pertanian Institut Pertanian Bogor menjadi memar. yaitu dengan memindahkan TBS yang membuat aliran menjadi macet. Sampai saat ini belum dilakukan cara pemuatan yang dapat meminimasi tercecernya brondolan. Beberapa teknik lain yang dapat digunakan adalah penuangan TBS melalui wadah penampung menyerupai corong besar dengan ujung bawah berbentuk kerucut atau menyempit. teknik tersebut sepertinya lebih cocok untuk bahan yang berbentuk cair atau butiran kecil.75 Ton dilakukan melalui pintu-pintu (bays) yang digerakkan dengan bantuan Elektromotor dan Hidraulik Pump. memudahkan proses 37 . Pembersihan brondolan yang tercecer tersebut dilakukan secara berkala menunggu hingga jumlah brondolan yang tercecer sudah banyak. Tujuan dilakukannya perebusan TBS dengan steam antara lain adalah untuk mengurangi kadar air TBS. Operator akan mengumpulkan TBS dan sesekali memasukan TBS yang tercecer ke dalam lori berikutnya. Dengan sendirinya penimbunan TBS yang terlalu lama akan mudah sekali terjadi perlukaan pada buah yang akibatnya dapat mempercepat laju kenaikan asam lemak bebas (FFA).

pH. suhu .Press) dan mempercepat proses pemurnian minyak (St. Pada perebusan terjadi pengeringan pendahuluan dari biji serta inti mulai lekang dari biji. Menurut Hartoyo dan Abdi (1993). Suhu yang tinggi dalam ketel perebusan tersebut menyebabkan enzim terdenaturasi sehingga menjadi tidak aktif. tersedianya oksigen.Klarifikasi). sehingga uap dapat merembes masuk hingga ke dalam lori dan menjangkau TBS yang berada pada dasar lori dan proses perebusan dapat berlangsung secara optimal. Pembuangan kondensat dilakukan melalui pipa pada bagian dasar ketel. serta untuk mengurangi kadar air (Dehidrasi) biji sawit (Nut) sampai < 20%. 1992). untuk meningkatkan efisiensi pemecahan Nut di Nut Cracking. Standar hasil rebusan pada PKS Rama Rama adalah didapatkan 88% tandan rebus. selama proses perebusan kadar air dalam TBS akan berkurang karena proses penguapan.Nur Hidayat Departemen Teknologi Industri Pertanian Institut Pertanian Bogor pemisahan molekul-molekul miyak dari daging buah (St. Adanya kondensat juga akan dapat mempengaruhi volume bejana rebusan sehingga pasokan uap tidak dapat dilakukan sesuai kebutuhan untuk jangka waktu tertentu. (Syarif dan Hariyadi. Sebagaimana diketahui bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas enzim diantaranya adalah kadar air. lama penyimpanan. Perubahan tersebut memberikan efek positif. udara merupakan penghantar panas yang buruk karena dapat menghambat transfer panas dari uap ke tandan-tandan TBS dan juga akan berpengaruh kepada pembacaan manometer rebusan. Proses inaktivasi enzim dapat terjadi karena suhu uap yang mencapai 143 oC. dengan rincian 66% brondolan dan 22% janjangan kosong. Oleh karena itu perlu dilakukan pembuangan udara dan uap air kondensat yang terperangkap dalam ketel rebusan. 38 . dengan berkurangnya air susunan daging TBS (pericarp) berubah. Menurut Pahan (2006). yaitu mempermudah pengambilan minyak selama proses pengempaan dan mempermudah pemisahan minyak dari zat non lemak. Pemanasan yang terjadi pada perebusan TBS terjadi secara konveksi dan konduksi. Karena kerja enzim dimulai ketika TBS mulai lepas dari pohon maka TBS yang dipanen harus secepatnya disterilisasi agar peningkatan ALB tidak semakin tinggi. Uap yang digunakan dapat masuk ke dalam lori melalui lubang-lubang yang ada pada bagian bawah lori.

Suhu pemanasan tidak dapat diatur. 39 . suhu perebusan dapat lebih mudah dikendalikan. proses perpindahan panas dengan metode sangrai berlangsung secara konduksi dan menghendaki adanya kontak langsung antara media pemanas dengan bahan. Disamping itu. Sedangkan pada proses sterilisasi dengan perebusan. inaktivasi enzim. Penyangraian merupakan proses pemasakan menggunakan panas kering dengan suhu sekitar 100 oC. sehingga memungkinkan panas yang dihasilkan oleh media pemanas melebihi batas toleransi bahan yang disangrai sehingga memungkinkan bahan yang disangrai menjadi rusak dan gosong. Sifat minyak CPO yang sangat sensitif terhadap panas menjadikan sterilisasi dengan udara kering dapat merusak komponen minyak.Nur Hidayat Departemen Teknologi Industri Pertanian Institut Pertanian Bogor Selain menggunakan uap. Selama proses pemasakan terjadi dekstruksi tosin. Jumlah TBS yang mencapai lebih dari 20 Ton untuk satu kali proses sterilisasi akan menyulitkan dalam hal peralatan yang akan digunakan untuk proses sangrai. Suhu udara pada proses pengeringan tidak hanya berpengaruh pada waktu pengeringan tapi juga berpengaruh pada kualitas hasil pengeringan. yaitu dengan mengatur debit uap yang masuk ke dalam ketel. Sehingga umumnya pabrik kelapa sawit menggunakan teknik uap untuk sterilisasi. selain metode sterilisasi dengan uap terdapat juga metode sangrai sebagai perlakuan pendahuluan sebelum proses ekstraksi bahan-bahan yang mengandung minyak. maka dapat disimpulkan bahwa teknik sterilisasi dengan uap merupakan yang paling cocok dilakukan untuk perlakuan pendahuluan sebelum ekstraksi minyak sawit. Dengan membandingkan beberapa teknik sterilisasi yang dapat dilakukan. proses pematangan TBS juga dapat dilakukan dengan memanaskan udara ruang ketel (pemanggangan) yang pada prinsipnya sama dengan teknik pengeringan. begitupun dengan PKS Rama Rama yang juga menggunakan teknik uap dengan sistem tiga puncak (triple peak). Proses ini ternyata lebih cocok untuk bahan yang berupa biji-bijian kering. Menurut Marliyati (1992). Dari pengalaman diketahui bahwa sistem perebusan triple peak ini menghasilkan TBS rebus dengan kualitas lebih baik dibandingkan sistem perebusan single peak dan double peak. Sterilisasi dengan udara panas tidak mampu menyebabkan selulosa terhidrolisis sehingga buah belum dapat dengan mudah lepas dari cangkangnya. dan penurunan nilai gizi.

yang setiap tahapannya berlangsung secara otomatis dengan bantuan program Automatic St. termasuk menguras udara 2 menit. 12 menit pemasukan uap kedua kali sampai tekanan 2. kecepatan putaran dinding silinder harus sedemikian rupa sehingga semua tandan berulang kali terangkat setinggi mungkin pada dinding silinder untuk kemudian jatuh.Nur Hidayat Departemen Teknologi Industri Pertanian Institut Pertanian Bogor Menurut Pahan (2006). 43 menit tekanan uap ditahan pada 2. Proses perontokan yang dilakukan dapat berlangsung lebih mudah karena TBS sudah direbus sebelumnya. Hal ini pun yang diterapkan pada proses perebusan di PKS Rama Rama.3 kh/cm2. 13 menit pemasukan uap ketiga kali sampai tekanan 2.8 kg/cm2. Pemipilan/Perontokan Proses perontokan dimaksudkan untuk melepaskan brondolan yang akan diekstrak minyaknya dari janjangannya. Dengan demikian perebusan dengan sistem triple peak membutuhkan waktu standar 90 menit. Dengan demikian akan diperoleh efek pemipilan yang dikehendaki.d) dimana : N = rpm Threshing D = diameter drum d = diameter TBS 40=konstanta 40 . 2 menit pembuangan uap pertama sampai tekanan menjadi 0. 5 menit pembuangan akhir uap sampai tekanan menjadi 0. tata cara yang harus dilakukan untuk mendapatkan hasil perebusan yang normal adalah: • • • • • • • 13 menit pemasukan uap pertama dari 0-2. E. 2 menit pembuangan uap kedua kali sampai tekanan menjadi 0. Control.8 kg/cm2. TBS yang sudah lemah dan mudah lepas dari tandan dapat rontok karena TBS mengalami gaya sentrifugal terbanting-banting dalam striper drum yang berputar.d) / 2 N = --------------------------------(D . Menurut Pahan (2006). Proses perontokan buah dari tandan dilakukan dengan bantuan mesin thresher.5 kg/cm2. Pabrik kelapa sawit Sinar Mas grup menentukan kecepatan putar drum thresher dengan rumus sebagai berikut : 40 x (D .

Nur Hidayat Departemen Teknologi Industri Pertanian Institut Pertanian Bogor Keberhasilan perontokan yang dilakukan sangat ditentukan oleh proses perebusan sebelumnya. Berikut adalah material ballance proses perontokan dengan thresher pada PKS Rama Rama. Namun hal ini pun dapat diminimalkan dengan adanya dua kali tahap perontokan yang dilakukan. Brondolan yang masih terikut pada janjangan setelah perontokan pertama dapat kembali dirontokan pada second thresher.60 % 41 .Oil loss pada fruit in empty bunch 0.05 % To sample 0. Hal ini terjadi karena keadaan TBS yang mentah atau perebusan yang terlalu sebentar. Proses perebusan yang kurang sempurna dapat meyebabkan TBS sulit dirontokan sehingga akan terjadi kehilangan minyak karena TBS ikut terbuang bersama tandan kosong. Secara umum parameter keberhasilan proses cook fruit bunch pada stasiun ini sesuai target manajemen Sinar Mas adalah sebagai berikut : To FFB . Neraca Massa Proses Rebusan Proses perontokan TBS oleh mesin thresher harus berjalan secara kontinyu untuk menjaga keseimbangan dalam keseluruhan proses pengolahan. Gambar 14.

cara perebusan pada perebusan yang baik. baik mengenai cara kerja maupun efisiensi peralatan pengolahan. Dari data tersebut. Tandan yang belum cukup terpipil direbus ulang. F. serta manajemen pergerakan lori-lori teratur dan baik. • Dalam jangka waktu tertentu.Kernel loss pada fruit in empty bunch . Dengan mengambil contoh tandan yang keluar dari pemipil. 2006).00 % 0. Hal ini berhubungan dengan efisiensi/ekstraksi PKS. Hal ini dipakai dalam menghitung berkurangnya kapasitas PKS karena pekerjaan ulangan (rework).Nur Hidayat Departemen Teknologi Industri Pertanian Institut Pertanian Bogor .02 % 5. Untuk dapat mengetahui apakah proses perebusan dan pemipilan telah terlaksana dengan baik maka tandan yang keluar dari pemipil harus diteliti dan dianalisis (Pahan. dapat diketahui kerugian minyak dalam buah yang tidak terpipil.00 % Keberhasilan proses cook fruit bunch pada stasiun ini sangat didukung oleh beberapa faktor. Hal ini sangat penting untuk mengadakan perbaikan pada proses pengolahan. • Brondolan yang masih terdapat dalam tandan kosong dianalisis secara teratur untuk mengetahui kerugian yang timbul. dapat diteliti hal-hal sebagai berikut : • Banyaknya tandan kosong yang harus direbus ulang dalam satu hari. disamping kerugian minyak dalam tandan kosong.30 % 0.USB (Un-Strip Bunch) 0. antara lain adalah kualitas TBS yang masuk ke PKS.60 % 5. Data tersebut ditambah data kerugian pada tahap pengolahan yang lain akan memberikan gambaran ekstraksi dari proses pengolahan secara keseluruhan.00 % 4. Pelumatan dan Pengempaan 42 . tandan kosong harus diambil untuk dianalisis minyak yang terserap oleh tandan kosong tersebut.Oil loss pada empty bunch stalk . Hal ini berhubungan dengan ekstraksi yang dihasilkan PKS.

Tujuan dari pelumatan adalah untuk menghancurkan brondolan/buah sehingga daging buah lepas dari biji dan menghancurkan sel-sel yang mengandung minyak.2000). Proses pemisahan minyak terjadi akibat putaran screw mendesak bubur buah. Pengisian steam pada digester menggunakan teknik injeksi langsung. Brondolan diaduk-aduk dengan bilah-bilah yang berputar pada poros tanki digester sehingga terjadi gesekan antara buah dengan bilah pengaduk. dan untuk menjaga agar panas steam tidak keluar melalui dinding-dinding tangki digester maka tangki digester dilengkapi dengan insulator untuk mencegah kehilangan panas. Dengan demikian. sesama buah dan dengan dinding tanki. dimana dindingnya berlubang-lubang di seluruh permukaannya. Oleh karena itu proses pelumatan sangat penting karena akan memudahkan ekstraksi minyak pada proses selanjutnya. Brondolan yang telah mengalami pelumatan dan keluar melalui bagian bawah digester sudah berupa ”bubur” dan diteruskan ke alat pengempaan yang berada persis di bagian bawah digester. Screw dan sliding cone ini berada di dalam sebuah selubung baja yang disebut press cage. minyak dari bubur buah yang terdesak ini akan 43 . Menurut Hartoyo dan Abdi (1993).Nur Hidayat Departemen Teknologi Industri Pertanian Institut Pertanian Bogor Brondolan hasil pemipilan pada thresher selanjutnya diangkut menuju digester menggunakan fruit elevator untuk dicacah/dilumatkan. temperatur massa dalam digester harus dipertahankan minimal 90 oC agar pemecahan sel-sel minyak dapat sempurna. Umumnya alat pengempaan yang digunakan pada pabrik kelapa sawit berupa screw press untuk memisahkan minyak dari daging buah (Pahan. stasiun ini juga membutuhkan steam dari boiler unutk pemanas. Digester merupakan alat pencacahan/pelumatan yang merupakan sebuah tangki vertikal yang dilengkapi dengan lengan-lengan pencacah di bagian dalamnya. sedangkan dari arah berlawanan tertahan oleh sliding cone. Suhu dijaga agar tetap tinggi 90-95 oC untuk menghindari efek pelumasan dari minyak (Mangoensoekarjo dan Haryono . agar minyak dapat diperas sebanyak-banyaknya pada pengempaan berikutnya. Untuk menjaga agar suhu di dalam digester tetap 80-90 oC. 2006). Proses pelumatan akan berlangsung relatif lebih mudah karena brondolan sudah melunak setelah melalui perebusan.

Menurut Goldman (1949) bahan dicampur dengan pelarut dan kemudian diekstraksi. Ekstraksi dengan pelarut. biasanya digunakan untuk mengekstrak minyak dari biji-bijian. Pengempaan dengan menggunakan screw press merupakan teknik yang lebih efisien dibandingkan teknik lainnya. Total rangkaian digester dan screw press yang terpasang pada PKS Rama Rama sebanyak 6 unit dengan 44 . teknik ekstraksi dengan hidrolik press tidak dapat dilakukan secara kontinyu serta membutuhkan perlakuaan pendahuluan dengan mengupas serabut dari ini kelapa sawit agar tidak tercampur. Apabila diterapkan untuk mengkestrak minyak kelapa sawit. Perlakuan tersebut tentu sulit dilakukan karena jumlah buah yang begitu banyak. 1992). Kemudian filtrat dan pelarut dipisahkan dengan cara penyulingan. ekstraksi dengan sentrifugasi 2. ada beberapa cara dan alat yang digunakan dalam proses ekstraksi minyak. Ekstraksi dengan metode sentrifugasi dan hidrolis sulit untuk dilakukan secara kontinyu. Disamping itu. larutan ekstraksi kemudian dipisahkan melalui penyaringan sehingga didapatkan residu dan filtrat. Metode ini membutuhkan pelarut dalam jumlah yang sangat banyak dan sisa pelarut akan menjadi limbah dan memperbanyak jumlah limbah yang dihasilkan pabrik. ekstraksi dengan screw press 3. ekstraksi dengan tekanan hidrolis Proses ekstraksi dengan empat teknik tersebut masing-masing disesuaikan dengan bahan yang akan diekstraksi. Sehingga PKS Rama Rama pun menggunakan screw press untuk mengekstrak minyak dari bubur buah. ekstraksi dengan bahan pelarut 4. Menurut Tim Penulis PS (1992).Nur Hidayat Departemen Teknologi Industri Pertanian Institut Pertanian Bogor keluar melalui lubang-lubang press cage. karena dapat dilakukan secara kontinyu. yaitu seperti berikut: 1. teknik hidrolik ini akan menyebabkan biji ikut tertekan dan pecah sehingga minyak kelapa sawit bercampur dengan minyak inti sawit. bahan ditekan secara otomatis dengan tekanan hidrolik (Tim Penulis PS. Pengolahan dalam jumlah massa yang besar membutuhkan alat sentrifuse dan bejana yang besar. Ekstraksi dengan tekanan hidrolik berlangsung dalam sebuah peti pemeras. sedangkan ampasnya keluar melalui celah antara sliding cone dan press cage.

• Metode pemusingan (centrifuge) yaitu pemisahan dengan cara memusingkan minyak kasar sehingga bagian yang lebih berat akan terlempar lebih jauh akibat adanya gaya sentrifugal. metode pemusingan. masing-masing 2 unit pada line A dan line B sedangkan yang lain stand by. Viskositas minyak diturunkan untuk pengendapan yang maksimal. air 30 35%. Tujuan dari proses pemurnian ini adalah untuk mendapatkan minyak dengan kualitas sebaik mungkin dan dapat dipasarkan dengan harga yang layak. Pemurnian (Klarifikasi) Minyak kasar (crude oil) hasil ekstraksi dari pengempaan masih mengandung kotoran yang terikut. Pada saat pengolahan hanya 4 unit yang beroperasi. dengan penambahan air yang baik menurut manajemen Sinar Mas adalah 1:1. dan padatan 30 . 45 . baik berupa padatan (solid) yang termasuk ke dalam lumpur (sludge) maupun air. Adapun komposisi minyak kasar yang dihasilkan adalah minyak 40 .Nur Hidayat Departemen Teknologi Industri Pertanian Institut Pertanian Bogor kapasitas masing-masing 15 Ton/jam. • Metode pengendapan (settling) yaitu pemisahan minyak dan air karena terjadi pengendapan bagian yang lebih berat. yaitu metode pengendapan.35%. karena Menurut Mangoensoekarjo dan Haryono (2000) makin tinggi viskositas cairan makin besar gaya gesekan yang timbul.50% minyak dalam DCO (35% . G. sehingga total brondolan yang dapat diolah per jam sebanyak 60 Ton. Proses klarifikasi diawali dari pengendapan pasir pada sand trap tank. dan metode pemisahan biologis. • Metode pemisahan biologis yaitu pemecahan molekul-molekul minyak sebagai akibat dari proses fermentasi. sesuai dengan kapasitas pabrik. Penurunan viskositas dilakukan dengan cara penambahan air panas ke dalam minyak kasar saat proses ekstraksi serta saat minyak ditampung dalam oil gutter. Minyak berada di bagian atas karena berat jenisnya lebih kecil.39%). Menurut Pahan (2006). ada tiga metode yang dapat dilakukan untuk pemurnian minyak kasar di PKS.

Minyak yang keluar dari overflow sand trap tank selanjutnya diteruskan menuju vibrating screen untuk perlakuan pemisahan lanjutan. pemisahan minyak dan sludge sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu temperatur dan kekentalan (viskositas). Makin tinggi temperatur makin cepat terjadi pemisahan minyak. Asam lemak yang derajat ketidakjenuhannya semakin tinggi mempunyai titik cair yang semakin rendah (Ketaren. Teknik pemisahan yang dilakukan di PKS Rama Rama adalah secara kontinyu dengan menampung minyak kasar pada CST (continuous settling tank). dimana sel-sel yang lebih halus (minyak kasar) akan menembus lubang saringan dan diteruskan pada crude oil tank. Titik didih dari asamasam lemak akan semakin meningkat dengan bertambah panjangnya rantai karbon asam lemak tersebut.Nur Hidayat Departemen Teknologi Industri Pertanian Institut Pertanian Bogor Menurut Hartoyo dan Abdi (1993). dan makin besar viskositas maka akan makin sulit pemisahan minyak dan slugde. serabut (fibre) yang berukuran besar serta pasir yang terikut bersama crude oil karena tidak mengendap di sand trap tank. Hal ini dilakukan untuk mencegah agar minyak tidak membeku dan memadat sehingga minyak tetap dalam fase cair dan aliran minyak tidak akan terhambat. sedangkan sel-sel yang kasar (NOS) akan tertahan pada deck tersebut dan dialirkan dengan getaran ke arah luar deck menuju ke sludge waste conveyor yang akan mengirim kembali ke fruit elevator. Fungsi vibrating screen ini adalah untuk memisahkan Non Oil Solid (NOS) yang terdiri dari sampah. maka akan sulit memutus ikatan kimia serta titik cair minyak kelapa sawit cukup tinggi dan akan memadat pada suhu kamar. Hampir setiap tangki pengolahan pada pabrik kelapa sawit dipertahankan suhunya antara 90-95ºC dengan cara injeksi steam. Menurut Ketaren (1986). Karena panjangnya rantai karbon pada minyak kelapa sawit. Titik cair minyak kelapa sawit sebelum dimurnikan sebesar 21-24 ºC dan setelah dimurnikan sebesar 26-29 ºC. 1986). Proses pemisahan tersebut dilakukan berdasar perbedaan berat jenis minyak dan padatan. Vibrating screen yang terpasang di stasiun kalrifikasi PKS Rama Rama merupakan tipe single deck dengan ukuran 40 mesh. berat jenis minyak kelapa sawit pada suhu 15oC 46 . Prinsip kerja vibrating screen ini adalah dengan memanfaatkan perbedaan ukuran.

07%. Akibat pengkabutan tersebut butir-butir air akan memisah dengan butiran minyak.859-0.15% kemudian akan turun ke dasar tangki yang sudah dilengkapi dengan floating valve untuk selanjutnya dikirim ke storage tank.Nur Hidayat Departemen Teknologi Industri Pertanian Institut Pertanian Bogor sebesar 0. Oleh karena kondisi minyak yang dikabutkan dalam kondisi panas. termasuk terhadap sludge yang keluar pada masing-masing alat dan mesin pemisah. kemudian disalurkan menuju oil tank. perlu dilakukan pengutipan yang optimal pada stasiun pemurnian. Untuk mendapatkan rendemen minyak yang tinggi. Dari oil purifier minyak akan diteruskan menuju vacuum drier untuk dilakukan lanjutan penurunan kadar air. Minyak dengan kadar air 0. sedangkan uap air yang terikat akan diisap keluar. Tekanan yang digunakan pada vacuum drier adalah -76 cmHg dengan temperatur berkisar 80 oC.4% dan kotoran hanya 0. Cara kerja vacuum drier adalah diawali dari masuknya minyak yang dipompakan dari oil purifier. artinya lebih kecil dibandingkan air dan sludge sehingga lapisan minyak akan berada pada bagian atas CST. yaitu minyak kasar dan minyak yang lebih murni. Berdasarkan efektifitasnya mesin decanter merupakan mesin yang memberikan hasil yang paling efektif 47 . Minyak yang berada pada bagian atas CST secara alami akan terbagi menjadi dua lapisan. Kendala yang dihadapi adalah teknik ini belum sepenuhnya dapat mengendapkan padatan dalam minyak kasar sehingga minyak hasil pengutipan masih harus dimurnikan kembali. Minyak yang masuk ke dalam oil purifier memiliki kadar air rata-rata 0. Secara umum teknik ini merupakan teknik yang efektif untuk melakukan pemisahan minyak kasar yang berada pada fase cair. maka butirbuttir air akan mudah menjadi uap air yang akhirnya akan mudah dihisap oleh kondisi vacum. decanter. Proses pengutipan di dalam CST membutuhkan waktu tunggu hingga terdapat lapisan minyak yang lebih murni pada permukaan minyak kasar. Proses pemurnian yang dilakukan dalam oil purifier akan dapat menurunkan kadar air minyak menjadi 0. Di dalam vacuum drier terdapat nozle yang berfungsi untuk mengkabutkan minyak. yaitu sludge separator.6% dan kotoran 0.02%.870 kg/L. dan LSC (low speed centrifuse). Ada tiga mesin yang dapat digunakan untuk melakukan pengutipan minyak dari sludge. Minyak yang lebih murni akan dikutip menggunakan alat skimmer. yaitu dengan oil purifier.

Penggunaan decanter tersebut juga dapat meminimalisir pemakaian energi listrik. kadar air. Kegiatan sounding tersebut juga termasuk mengambil sampel CPO untuk dianalisis kualitasnya. yaitu dengan adanya pengurangan pemakaian mesin. H. bagian dalam tangki dipasang steam coil untuk menjaga agar temperatur tetap pada kisaran 45 – 55 oC. PKS Rama Rama merupakan salah satu pabrik yang menggunakan decanter dalam pengutipan minyak pada sludge. Penyimpanan Minyak CPO hasil produksi pada pabrik kelapa sawit selanjutnya ditimbun sementara pada storage tank (tanki timbun) sebelum dilaksanakan pengiriman. Angka-angka hasil pengukuran tersebut kemudian dihitung dengan rumus dan tabel konversi sebagai panduan perusahaan. dan kotoran. Selama penyimpanan CPO dapat mengalami kenaikan ALB. Untuk menjaga agar minyak tidak membeku selama penyimpanan. terlebih apabila minyak disimpan dalam jangka waktu yang lama. Adapun PKS Rama Rama memiliki 2 unit storage tank CPO dengan kapasitas 2000 Ton dan 1 unit storage tank PKO 2000 Ton. Oleh karena itu manajemen PKS Rama Rama selalu menargetkan sebisa mungkin untuk meminimalkan jumlah CPO dalam storage tank. Hampir setiap hari minyak didistribusikan menggunakan truk tangki. yaitu sludge separator dan dicoba tanpa pemakaian CST.5000 Ton. utamanya adalah untuk mengetahui kadar ALB. yaitu dengan mengukur ketinggian CPO dan mengukur suhu CPO di dalam storage tank. dengan melakukan pengiriman CPO ke bulking di Dumai sesering mungkin.Nur Hidayat Departemen Teknologi Industri Pertanian Institut Pertanian Bogor dibanding sludge separator dan LSC. Umumnya setiap PKS menggunakan storage tank dengan kapasitas yang bervariasi antara 300 . Kegiatan pengukuran produksi harian ini dinamakan sounding. Pengisian minyak ke dalam tangki dilakukan tanpa menggunakan pengukur volume dan hanya dengan mengukur bobot minyak yang diangkut oleh tangki. Mobil tangki akan mengangkut minyak sesuai dengan permintaan pengiriman yang ditentukan dalam mekanisme delivery 48 . Pengukuran hasil produksi CPO harian PKS dilakukan setiap pagi sebelum dimulainya produksi hari berikutnya.

Analisis dilakukan terhadap setiap stasiun kerja pada pengolahan. terutama kadar ALB CPO.Nur Hidayat Departemen Teknologi Industri Pertanian Institut Pertanian Bogor order. Ramajaya Pramukti – Rama Rama Mill/KCP dapat dilihat pada Tabel 5. I. Laboratorium PKS Rama Rama selain melakukan kontrol terhadap produksi CPO juga melakukan pengendalian terhadap proses pengolahan inti sawit (kernel) menjadi Palm Kernel Oil (PKO). karena kadar air yang tinggi akan meyebabkan reaksi hidrolisis selama penyimpanan dan mengakibatkan peningkatan ALB berlangsung cepat. 49 . Manajemen Sinar Mas menargetkan kadar ALB CPO yang diproduksi hanya 3% dan dengan kadar air hanya 0. Angka-angka tersebut cukup diatas kualitas rata-rata CPO yang beredar di pasaran. Target kualitas CPO dan PKO yang diproduksi oleh PT. Kadar air minyak produksi diusahakan sekecil mungkin pada proses klarifikasi dengan menggunakan mesin oil purifier dan sludge separator. mulai dari penerimaan bahan baku TBS sampai produk berupa CPO yang dihasilkan. setelah mendapat informasi dari Dumai bahwa pengapalan CPO sudah dibuka. Laboratorium Laboratorium merupakan pusat kontrol terhadap proses dan kualitas produk selama dan setelah proses produksi berlangsung. Cara yang dilakukan untuk menurunkan ALB CPO adalah hanya dengan melakukan pencampuran CPO dengan kadar ALB rendah sehingga diperoleh minyak dengan kadar ALB tertentu yang memenuhi syarat untuk masuk pasar.15%. manajemen hanya mencampurkan CPO kualitas baik dan kurang baik. Untuk menjaga kualitas CPO yang masih disimpan. Kadar ALB yang tinggi akan berpengaruh pada harga minyak karena kandungan ALB yang tinggi menunjukkan bahwa mutu minyak kurang bagus.

00 1.000 15.000 13.320 To ODM Target 0.40 2.000 Efisiensi Sterilizer.000 1.00 0.800 500 Target 7.015 2.60 1.420 1. Standar Kontrol Proses Produksi CPO & PKO Kehilangan Minyak % OER Brondolan di JJK Empty Bunch Stalks Nut From Press Cake Fibre From Press Cake Final Efluent Total Sludge Kehilangan Kernel % KER Fruit In Empty Bunch Fibre Cyclone LTDS Claybath Total Produksi CPO Kualitas CPO % FFA % Moisture % Dirt % Dobi Beta Carotine Produksi PKO Kualitas PKO % Moisture % Dirt % Broken Kernel To FFB Target 5.00 To FFB Target 22.580 0.000 17.210 To Sample Target 0.00 %USB setelah SSBC % O/TBS Di JJK sebelum SSBC Pengamatan Visual Terhadap Kolam Limbah Condensate Inspection Target Visualy Oily NO J.020 0.050 0.000 6.000 0.600 4.400 0.110 0.600 Target 3.000 0.000 0.150 0.020 0. Power Plant (Boiler & Engine Room) 50 .Nur Hidayat Departemen Teknologi Industri Pertanian Institut Pertanian Bogor Tabel 5.000 8.060 0. Threshing dan SSBC Target %USB sebelum SSBC 5.300 0.050 0.

Dari masing-masing turbin dapat dihasilkan daya listrik sebesar 900 KW. Jika kurang 51 . sehingga bisa menimbulkan adanya energi mekanis dan terakhir dapat memproduksi listrik untuk memenuhi kebutuhan pabrik. dengan dua beroperasi dan satu stand by. Pengolahan Air (Water Treatment) Air merupakan kebutuhan vital bagi sebuah PKS karena hampir semua proses pengolahan yang dilakukan memerlukan air. Prinsip pembentukan energi listrik pada power plant adalah diawali dari energi panas hasil pembakaran pada boiler menghasilkan energi potensial yang kemudian menghasilkan energi kinetik pada turbin. K. sehingga dengan beroperasinya dua turbin akan dapat menghasilkan 1800 KW yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik PKS sebesar 1050 KW dan listrik KCP sebesar 750 KW. o C untuk Gambar 15.Nur Hidayat Departemen Teknologi Industri Pertanian Institut Pertanian Bogor Ketel uap (boiler) merupakan suatu bejana yang digunakan sebagai tempat untuk memproduksi uap (steam) sebagai hasil pemanasan air pada temperatur tertentu untuk kemudian digunakan di luar bejana tersebut. Terdapat tiga turbin yang ada pada PKS Rama Rama. Tekanan yang dihasilkan di dalam boiler PKS Rama Rama dapat mencapai 30 bar dengan panas antara 1300-1500 menghasilkan steam karena pemanasan air dalam boiler tipe pipa air. Air yang digunakan harus memenuhi syarat-syarat tertentu. Stasiun Boiler Steam yang dihasilkan oleh boiler selanjutnya digunakan untuk proses produksi yang memerlukan steam serta untuk pengoperasian turbin untuk menghasilkan listrik pabrik pada engine room. Bahan bakar yang digunakan untuk pengoperasian boiler ini adalah serabut dan cangkang hasil samping produksi CPO. seperti kesadahan dan kadar silika.

Pengolahan air yang dilakukan di PKS Rama Rama dibagi menjadi pengolahan air eksternal (external treatment) dan pengolahan air internal (internal treatment). Terakhir adalah multifloc yang diinjeksikan di bagian paling bawah sebelum masuk clarifier tank berakibat mudah terbentuknya flok-flok di dalam tangki penjernihan yang akan bersatu membentuk flok yang lebih besar dan akan mengendap. 52 . 2006). Pengolahan air eksternal dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan pengolahan TBS di pabrik dan kebutuhan air bersih di perumahan karyawan. Penambahan bahan kimia mula-mula alum pada pipa keluar raw water. Sedangkan flok yang lebih kecil akan terbawa bersama air ke dalam bak pengendapan. soda di pertengahan pipa antara raw water tank dengan clarifier tank. padatan halus (kekeruhan dan warna) dan juga koloid. Umumnya air yang diperoleh dari sumbernya seperti air hujan. Air dari waduk kemudian dipompakan ke tangki pengendapan/penjernihan (clarifier tank). air sumur bor. Pengolahan air pada PKS Rama Rama diawali dari penampungan air sungai pada sebuah waduk. Sedangkan pengolahan air internal bertujuan untuk menghasilkan air guna memenuhi kebutuhan konsumsi ketel uap/boiler. Penjernihan dilakukan dengan penambahan bahan kimia yaitu tawas/alum (Al2SO4). Tangki penjernihan berbentuk silinder di bagian bawah membentuk kerucut. Hal ini dibedakan karena boiler memerlukan bahan baku air dengan perlakuan khusus karena air yang masuk akan berpengaruh dalam proses pembentukan uap dan perawatan terhadap boiler itu sendiri.Nur Hidayat Departemen Teknologi Industri Pertanian Institut Pertanian Bogor memenuhi syarat. air harus diolah sebelum digunakan (Pahan. air sungai. soda ash (Na2CO3) dan multifloc. dan lain-lain belum memenuhi persyaratan teknis untuk keperluan PKS dan persyaratan higienis untuk keperluan air minum. Di dalam tangki tersebut dilakukan proses penjernihan berupa penghilangan padatan tersuspensi.

Saringan pasir yang telah kotor oleh flok-flok bahan lain akan menghambat proses penyaringan dan perlu dibersihkan. yaitu demineralisasi atau softener untuk menghilangkan unsurunsur perusak tersebut. tangki air umpan (feed tank) dan deaerator. klorida. silika. Air hasil penyaringan pada sand filter selanjutnya dipompakan menuju menara air (water tower). Susunan sand filter dari lapisan atas ke bawah adalah pasir kuarsa. dan lain – lain) menyebabkan erosi pada sudut-sudut turbin. Silika menyebabkan terbentuknya kerak-kerak pada pipa-pipa boiler yang menurunkan kemampuan perpindahan panas pipa-pipa boiler sehingga efisiensi boiler menurun. Penggunaan bahan kimia air internal dimaksudkan untuk mencapai standar kualitas air boiler.Nur Hidayat Departemen Teknologi Industri Pertanian Institut Pertanian Bogor Gambar 16. total dissolved solid (TDS). kesadahan (hardness). dan pospat. Alat atau bagian yang ditempuh dalam pengolahan air internal adalah tangki softener. selanjutnya dibuang melalui pipa pembuangan. Proses pembersihan dilakukan setiap pagi dengan memompakan air bertekanan melalui pipa keluar bagian bawah sehingga flok-flok akan lepas meninggalkan pori-pori pasir dan keluar melalui pipa masuk di bagian atas tangki. hidrat alkalinity dan phenol alkalinity. tangki vacuum degasifer. Scalrid 44 digunakan untuk mengatur klorida. pospat. untuk kebutuhan boiler diperlukan air yang bebas dari kandungan mineral atau mendekati murni (kadar silika dan hardness rendah). silika. Unit Pengolahan Air Air yang telah dikirim ke bak pengendapan (treated water tank) akan mendapat perlakuan pengendapan lebih lanjut dan kemudian dialirkan menuju saringan pasir (sand filter) untuk dilakukan penyaringan zat tersuspensi. Parameter kualitas dari air boiler mencakup pH. Sedangkan scalrid 45 untuk mengatur TDS dan 53 . Menurut Pahan (2006). alkalinitas. Pengolahan air sand filter berfungsi untuk mengendapkan koloidal yang terbentuk dari flok yang terlalu kecil atau untuk menghilangkan kotoran-kotoran yang masih terikut serta partikel-partikel yang tidak diinginkan dari proses pengendapan. Unsur-unsur kesadahan (seperti Mg. diperlukan proses pelunakan air. sulphite dan iron. Ca. Dengan demikian. Scalrid 33 merupakan bahan kimia yang dipakai untuk mengatur kondisi pH.

dan limbah cair dari proses lain 5%. Tabel 6.18 18950 60886 4. Manajemen perlu melakukan penanganan yang tepat dalam mengatasi polusi udara yang keluar dari pabrik. Parameter Limbah Cair PKS Rama Rama Kandungan Unsur Hara PH BOD (mg/ltr) COD (mg/ltr) TS (%) N-Total (mg/ltr) P (mg/ltr) Influent dari PKS (Raw Effluent Effluent) 4. Bahan kimia lainnya. Limbah pengolahan sawit yang dirasa cukup merugikan lingkungan adalah berupa polusi udara. sebelum adanya teguran dari pihak lain.21 759 7703 1.07 616 92 54 . Stasiun Klarifikasi 38%.65 943 139 menuju LA (Digested Effluent) 7. Komposisi limbah cair PKS antara lain berasal dari kondensat perebusan 17 %. Bisa dikatakan PKS Rama Rama tidak menghasilkan limbah atau sangat minimal dalam pengolahannya. Janjangan kosong misalnya bisa dimanfaatkan menjadi mulsa yaitu sebagai pupuk padat pada kebun. namun suatu hari nanti dimungkinkan akan adanya protes dari masyarakat karena semakin tingginya kesadaran masyarakat akan kelestarian lingkungan. L. Ketiga bahan kimia tersebut dicampur dengan perbandingan tertentu dengan memperhatikan analisa kondisi air boiler sebelumnya. Hal ini dapat dilihat dari pemanfaatan kembali hasil samping produksi CPO pada PKS.Nur Hidayat Departemen Teknologi Industri Pertanian Institut Pertanian Bogor hardness. Walaupun saat ini belum ada komplain masyarakat terkait polusi udara tersebut. Untuk mengatasi pencemaran. air limbah pabrik harus diproses terlebih dahulu sebelum digunakan pada land application untuk pupuk cair kebun sawit. Asap yang keluar dari boiler harus dilakukan penanganan agar tidak merusak lingkungan. Adapun standar kualitas limbah cair pabrik kelapa sawit Sinar Mas dapat dilihat pada Tabel 6. scalrid 66 digunakan untuk mengatur sulphite dan iron. Pengolahan Limbah Limbah terbanyak dari pabrik kelapa sawit adalah limbah cair yang merupakan faktor penyebab pencemaran pada media penerima. begitupun limbah cair juga dimanfaatkan sebagai pupuk cair setelah mengalami perlakuan pada kolam limbah.

41 1.82 3.15 68 1014 1645 330 165 0.34 21.78 0.0 1162 55 .0 1162 1.34 21.15 68 1014 3.Nur Hidayat Departemen Teknologi Industri Pertanian Institut Pertanian Bogor K (mg/ltr) Mg (mg/ltr) Ca (mg/ltr) Zn (mg/ltr) Cu (mg/ltr) Mn (mg/ltr) Fe (mg/ltr) Cl (mg/ltr) Mn (mg/ltr) Fe (mg/ltr) Cl (mg/ltr) 1990 380 235 1.8 0.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful