P. 1
Sistem Pembiayaan Pendidikan

Sistem Pembiayaan Pendidikan

|Views: 203|Likes:
Published by Defa Ra

More info:

Published by: Defa Ra on Feb 11, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/18/2015

pdf

text

original

Sistem Pembiayaan Pendidikan

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN JAKARTA Sistem pembiayaan pendidikan merupakan proses dimana pendapatan dan sumber daya tersedia digunakan untuk memformulasikan dan mengoperasionalkan sekolah. Sistem pembiayaan pendidikan sangat bervariasi tergantung dari kondisi masing-masing negara seperti kondisi geografis, tingkat pendidikan, kondisi politik pendidikan, hukum pendidikan, ekonomi pendidikan, program pembiayaan pemerintah dan administrasi sekolah. Sementara itu terdapat beberapa faktor yang perlu diperhatikan untuk mengetahui sesuai tidaknya sistem dengan kondisi negara. Untuk mengetahui apakah sistem tersebut memuaskan, dapat dilakukan dengan cara: i) menghitung berbagai proporsi dari kelompok usia, jenis kelamin, tingkat buta huruf; ii) distribusi alokasi sumber daya pendidikan secara efisien dan adil sebagai kewajiban pemerintah pusat mensubsidi sektor pendidikan dibandingkan dengan sektor lainnya.

Setiap keputusan dalam masalah pembiayaan sekolah akan mempengaruhi bagaimana sumber daya diperoleh dan dialokasikan. Oleh karena itu perlu dilihat siapa yang akan dididik dan seberapa banyak jasa pendidikan dapat disediakan, bagaimana mereka akan dididik, siapa yang akan membayar biaya pendidikan. Demikian pula sistem pemerintahan seperti apa yang paling sesuai untuk mendukung sistem pembiayaan pendidikan. Tanggungjawab pemerintah dalam pembiayaan pendidikan termasuk untuk pendidikan kejuruan dan bantuan terhadap murid. Hal itu perlu dilihat dari faktor kebutuhan dan ketersediaan pendidikan, tanggungjawab orang tua dalam menyekolahkan vs social benefit secara luas, pengaruh faktor politik dan ekonomi terhadap sektor pendidikan. Menurut Levin (1987) pembiayaan sekolah adalah proses dimana pendapatan dan sumber daya tersedia digunakan untuk memformulasikan dan mengoperasionalkan sekolah di berbagai wilayah geografis dan tingkat pendidikan yang berbeda-beda. Pembiayaan sekolah ini berkaitan dengan bidang politik pendidikan dan program pembiayaan pemerintah serta administrasi sekolah. Beberapa istilah yang sering digunakan dalam pembiayaan sekolah, yakni school revenues, school expenditures, capital dan current cost. Dalam pembiayaan sekolah tidak ada pendekatan tunggal dan yang paling baik untuk pembiayaan semua sekolah karena kondisi tiap sekolah berbeda. Setiap kebijakan dalam pembiayaan sekolah akan mempengaruhi bagaimana sumber daya diperoleh dan dialokasikan. Dengan mengkaji berbagai peraturan dan kebijakan yang berbeda-beda di sektor pendidikan, kita bisa melihat konsekuensinya terhadap pembiayaan pendidikan, yakni: y Keputusan tentang siapa yang akan dididik dan seberapa banyak jasa pendidikan dapat disediakan y Keputusan tentang bagaimana mereka akan dididik y Keputusan tentang siapa yang akan membayar biaya pendidikan y Keputusan tentang sistem pemerintahan seperti apa yang paling sesuai untuk mendukung pembiayaan sekolah

Untuk menjawab pertanyaan tersebut di atas, ada dua hal pokok yang harus dapat dijawab, yakni: i) bagaimana sumber daya akan diperoleh, ii) bagaimana sumber daya akan dialokasikan pada berbagai jenis dan jenjang pendidikan/tipe sekolah/kondisi daerah yang berbeda. Terdapat dua kriteria untuk menganalisis setiap hal tersebut, yakni, i) efisiensi yang terkait dengan keberadaan sumber daya yang dapat memaksimalkan kesejahteraan masyarakat dan ii) keadilan yang terkait dengan benefits dan costs yang seimbang. Menurut J. Wiseman (1987) terdapat tiga aspek yang perlu dikaji dalam melihat apakah pemerintahan perlu terlibat dalam masalah pembiayaan pendidikan: y Kebutuhan dan ketersediaan pendidikan terkait dengan sektor pendidikan dapat dianggap sebagai salah satu alat perdagangan dan kebutuhan akan investasi dalam sumberdaya manusia/human capital y Pembiayaan pendidikan terkait dengan hak orang tua dan murid untuk memilih menyekolahkan anaknya ke pendidikan yang akan berdampak pada social benefit secara keseluruhan y Pengaruh faktor politik dan ekonomi terhadap sektor pendidikan Dalam hal pendidikan kejuruan dan industri, M. Woodhall (1987) menjelaskan bahwa di masa lalu pembiayaan pendidikan jenis ini ditanggung oleh perusahaan. Perusahaan memberi subsidi kepada para pekerjanya sendiri. Sekarang peran pemerintah semakin besar dalam pembiayaan ini. Hal itu disebabkan adanya kepentingan ekonomi. Artinya kebijakan ketenagakerjaan, diharapkan dapat meningkatkan kepentingan untuk membagi biaya dan manfaat dari pendidikan ini dengan adil. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pendidikan kejuruan ini adalah: Peran pemerintah dalam membiayai jenis pendidikan ini Perbedaan antara jenis training yang umum dan spesifik Pilihan antara training yang on dan off the job Keseimbangan antara pembiayaan dari pemerintah dan sektor swasta di pendidikan ini Pentingnya praktek kerja sebagai kelanjutan dari jenis pendidikan ini Pembayaran kompensasi selama mengikuti pendidikan ini Sumber daya yang dialokasikan untuk jenis pendidikan ini

y y y y y y y

TUGAS DAN FUNGSI SUPERVISI PENDIDIKAN
I. PENDAHULUAN Pendidikan pada hakekatnya adalah sebuah transformasi yang mengubah input menjadi output. Untuk menjadi output, dalam transformasi tersebut diperlukan suatu proses yang berlangsung secara benar, terjaga serta sesuai dengan apa yang telah ditetapkan. Pada pendidikan, untuk menjamin terjadinya proses yang benar tersebut, diperlukan pengawasan (supervisi). Supervisi ini dilakukan dalam rangka menjamin kualitas (quality assurance) agar sesuai dengan tujuan pendidikan. Pada makalah ini akan dibahas tentang tugas dan fungsi supervisi pendidikan. II. PEMBAHASAN A. Tugas Supervisi Pendidikan. Seorang supervisior dapat dilihat dari tugas yang dikerjakannya. Seorang pemimpin pendidikan yang berfungsi sebagai supervisor tampak jelas perannya. Sesuai dengan pengertian hakiki supervisi, maka supervisi berperan atau bertugas memberi support (supporting), membantu (assisting) dan mengikutsertakan (sharing). Selain itu, seorang supervisior bertugas sebagai: - Koordinator. - Konsultan. - Pemimpin Kelompok. - Evaluator . Tugas lain bagi seorang supervisi atau pengawas akademik, yakni mencakup hal-hal berikut: 1. Mengupayakan agar guru lebih bersungguh-sungguh dan bekerja lebih keras serta bersemangat dalam mengajar. 2. Mengupayakan agar sistem pengajaran ditata sedemikian rupa sehingga berlaku prinsip belajar tuntas, yaitu guru harus berupaya agar murid benar-benar menguasai apa yang telah diajarkan dan tidak begitu saja melanjutkan pengajaran ke tingkat yang lebih tinggi jika murid Belum tuntas penguasaannya. 3. Memberikan tekanan (pressure) terhadap guru untuk mencapai tujuan pengajarannya, dengan disertai bantuan (support) yang memadai bagi keberhasilan tugasnya. 4. Membuat kesepakatan dengan guru maupun dengan sekolah mengenai jenis dan tingkatan dari target output yang harus mereka capai sehubungan dengan keberhasilan pengajaran. 5. Secara berkala melakukan pemantauan dan penilaian (assessment) terhdap keberhasilan (efektifitas) mengajar guru, khususnya dalam kaitannya dengan kesepakatan yang dibuat pada butir (4) di atas. 6. Membuat persiapan dan perencanaan kerja dalam rangka pelaksanaan butir-butir di atas, menyusun dokumentasi dan laporan bagi setiap kegiatan, serta mengembangkan sistem pengelolaan data hasil pengawasan. 7. Melakukan koordinasi serta membuat kesepakatan-kesepakatan yang diperlukan dengan kepala sekolah, khususnya dalam hal yang berkenaan dengan pemantauan dan pengendalian

efektifitas pengajaran serta hal yang berkenaan dengan akreditas sekolah yang bersangkutan. B. Fungsi Supervisi. Secara umum fungsi supervisi adalah perbaikan pengajaran. Berikut ini berbagai pendapat para tentang fungsi supervisi, di antaranya adalah: ‡ Ayer, Fred E, menganggap fungsi supervisi untuk memelihara program pengajaran yang ada sebaik-baiknya sehingga ada perbaikan. ‡ Franseth Jane, menyatakan bahwa fungsi supervisi memberi bantuan terhadap program pendidikan melalui bermacam-macam cara sehingga kualitas kehidupan akan diperbaiki. ‡ W.H. Burton dan Leo J. Bruckner menjelaskan bahwa fungsi utama dari supervisi modern ialah menilai dan memperbaiki faktor-faktor yang mempengaruhi hal belajar. ‡ Kimball Wiles, mengatakan bahwa fungsi supervisi ialah memperbaiki situasi belajar anakanak. Usaha perbaikan merupakan proses yang kontinyu sesuai dengan perubahan masyarakat. Masyarakat selalu mengalami perubahan. Perubahan masyarakat membawa pula konsekuensi dalam bidang pendidikan dan pengajaran. Suatu penemuan baru mengakibatkan timbulnya dimensi-dimensi dan persepektif baru dalam bidang ilmu penegetahuan. Makin jauh pembahasan tentang supervisi makin nampak bahwa kunci supervisi bukan hanya membicarakan perbaikan itu sendiri, melainkan supervisi yang diberikan kepada guru-guru, menurut T.H. Briggs juga merupakan alat untuk mengkoordinasi, menstimulasi dan mengarahkan pertumbuhan guru-guru. Dalam suatu analisa fungsi supervisi yang diberikan oleh swearingen, terdapat 8 fungsi supervisi, yakni: 1. Mengkoordinasi Semua Usaha Sekolah. Koordinasi yang baik diperlukan terhadap semua usaha sekolah untuk mengikuti perkembangan sekolah yang makin bertambah luas dan usaha-usaha sekolah yang makin menyebar, diantaranya: - Usaha tiap guru. - Usaha-usaha sekolah. - Usaha-usaha pertumbuhan jabatan. 2. Memperlengkapi Kepemimpinan Sekolah. Yakni, melatih dan memperlengkapi guru-guru agar mereka memiliki ketrampilan dan kepemimpinan dalam kepemimpinan sekolah. 3. Memperluas Pengalaman. Yakni, memberi pengalaman-pengalaman baru kepada anggota-anggota staff sekolah, sehingga selalu anggota staff makin hari makin bertambah pengalaman dalam hal mengajarnya. 4. Menstimulasi Usaha-Usaha yang Kreatif. Yakni, kemampuan untuk menstimulir segala daya kreasi baik bagi anak-anak, orang yang dipimpinnya dan bagi dirinya sendiri. 5. Memberikan Fasilitas dan Penilaian yang Kontinyu.

Penilaian terhadap setiap usaha dan program sekolah misalnya, memiliki bahan-bahan pengajaran, buku-buku pengajaran, perpustakaan, cara mengajar, kemajuan muridmuridnya harus bersifat menyeluruh dan kontinyu. 6. Menganalisa Situasi Belajar Situasi belajar merupakan situasi dimana semua faktor yang memberi kemungkinan bagi guru dalam memberi pengalaman belajar kepada murid untuk mencapai tujuan pendidikan. 7. Memberi Pengetahuan dan Ketrampilan pada Setiap Anggota Staf. Supervisi berfungsi memberi stimulus dan membantu guru memperkembangkan pengetahuan dan ketrampilan dalam belajar. agar mereka

8. Mengintegrasikan Tujuan dan Pembentukan Kemampuan. Fungsi supervisi di sini adalah membantu setiap individu, maupun kelompok agar sadar akan nilai-nilai yang akan dicapai itu, memungkinkan penyadaran akan kemampuan diri sendiri. Fungís supervior (pengawas) oleh karenanya menjadi penting, sebagaimana tertuang dalam Kepmen PAN Nomor 118/1996 yang menyebutkan bahwa pengawas diberikan tanggung jawab dan wewenag penuh untuk melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan pendidikan, penilaian dan pembinaan teknis serta administratif pada satuan pendidikan. III. KESIMPULAN Dari uraian yang telah disampaikan, dapat disimpulkan bahwa seorang supervisor dapat dilihat dari tugas yang dikerjakannya, suatu tugas yang dilaksanakannya memberi status dan fungsi pada seseorang. Dalam fungsinya nampak perananya dan dari peranannya terdapat tugas-tugas yang harus dilaksnakan oleh seorang supervisor pendidikan seperti yang telah diuraikan sebelumnya. IV. DAFTAR PUSTAKA A, Hasan, Yusuf, dkk., Pedoman Pengawasan, Jakarta: CV Mekar Jaya, 2002. A, Sahertian, Piet, Drs, Prinsip dan Teknik Supervisi Pendidikan, Usaha Nasioanal, Surabaya: 1981. Tim Penyusun Ditjen Baga Islam, Pedoman Pelaksanaan Supervisi Pendidikan Agama, Depag RI Ditjen Baga Islam, Jakarta, 2003.

MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH <!--[if !supportLists]-->A. <!--[endif]-->Dasar dan Tujuan Manajemen Berbasis Sekolah. Manajemen Berbasis sekolah merupakan suatu manajemen sekolah yang disebut juga dengan otonomi sekolah (school autonomy) atau site-based management (Beck & Murphy, 1996). Sejalan dengan belakunya otonomi daerah dalam dunia pendidikan, MBS atau schoolbased management (SBM) menuntut terjadinya perubahan dalam manajemen sekolah. Karena itu, pengelolaan suatu sekolah diserahkan kepada sekolah tersebut, atau sekolah diberikan kewenangan besar untuk mengelola sekolahnya sendiri dengan menggunakan Manajemen Berbasis Sekolah ini. Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) yaitu model pengelolaan yang memberikan otonomi atau kemandirian kepada sekolah atau madrasah dan mendorong pengambilan keputusan partisipatif yang melibatkan secara langsung semua warga sekolah atau madrasah sesuai dengan standar pelayanan mutu yang ditetapkan oleh pemerintah pusat, Provinsi, Kabupaten dan Kota.<!--[if !supportFootnotes]-->[1]<!--[endif]--> Pada prinsipnya MBS bertujuan untuk memberdayakan sekolah dalam menetapkan berbagai kebijakan internal sekolah yang mengarah pada peningkatan mutu dan kinerja sekolah secara keseluruhan.<!--[if !supportFootnotes]-->[2]<!--[endif]--> MBS merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mencapai keunggulan masyarakat bangsa dalam penguasaan ilmu dan teknologi, yang dinyatakan dalam GBHN. MBS, yang ditandai dengan otonomi sekolah dan pelibatan masyarakat merupakan respon pemerintah terhadap gejala-gejala yang muncul di masyarakat, bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, mutu, dan pemerataan pendidikan. peningkatan efisiensi, antara lain, diperoleh melalui keleluasaan mengelola sumber daya partisipasi masyarakat dan penyederhanaan birokrasi. Sementara peningkatan mutu dapat diperoleh, antara lain, melalui partisipasi orang tua terhadap sekolah, fleksibilitas pengelolaan sekolah dan kelas, peningkatan profesionalisme guru dan kepala sekolah. peningkatn pemerataan antara lain diperoleh melalui peningkatan partisipasi masyarakat yang memungkinkan pemerintah lebih berkonsentrasi pada kelompok tertentu.

Dalam MBS. Tujuan Manajemen Berbasis Sekolah yakni: <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Dapat lebih mengaktifkan atau meningkatkan kepedulian masyarakat untuk ikut bertanggung jawab terhadap kinerja dan keberhasilan sekolah atau madrasah. atau bahkan juga kabupaten/ kota. provinsi. <!--[endif]-->Meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif sekolah atau madrasah dalam mengelola dan membedayakan sumber daya yang tersedia. <!--[if !supportLists]-->3. personel. dan kurikulum lebih banyak diletakkan pada tingkat sekolah daripada di tingkat pusat. Fokus pada mutu 2.<!--[if !supportFootnotes]-->[3 B. <!--[endif]-->Mendorong kreativitas kepala sekolah untuk mengelola sekolahnya menjadi lebih baik. <!--[endif]-->Meningkatkan kompetensi yang sehat antar madrasah dan sekolah lain untuk pencapaian mutu pendidikan yang diharapkan. tanggung jawab pengambilan keputusan tertentu seperti anggaran. <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Dapat mengembangkan tugas pengelolaan sekolah atau madrasah tersebut menjadi tanggung jawab sekolah dan masyarakat. Dengan pemberlakuan MBS diharapakan setidaknya dapat diperoleh beberapa keuntungan antara lain. <!--[endif]-->PRINSIP-PRINSIP MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH Prinsip utama pelaksanaan MBS ada 5 (lima) hal yaitu: 1. <!--[if !supportLists]-->3. <!--[if !supportLists]-->2. pemerintah tentang mutu sekolah atau madrasah. yaitu: <!--[if !supportLists]-->1. <!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]-->Meningkatkan kepedulian warga sekolah atau madrasah dan masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan melalui pengambilan keputusan bersama. Bottom-up planning and decision making . <!--[endif]-->Meningkatkan tanggung jawab sekolah atau madrasah kepada orang tua.

3. 3. pengetahuan. terutama guru dan orangtua siswa. <!--[endif]-->Peningkatan mutu secara berkelanjutan Dalam mengimplementasikan MBS terdapat 4 (empat) prinsip yang harus difahami yaitu: 1. Pengetahuan Kepala sekolah dan seluruh warga sekolah harus menjadi seseorang yang berusaha secara terus menerus menambah pengetahuan dan keterampilan dalam rangka meningkatkan mutu sekolah. Seberapa besar kekuasaan sekolah tergantung seberapa jauh MBS dapat diimplementasikan. Pemberdayaan masyarakat <!--[if !supportLists]-->5. Untuk itu. sistem penghargaan. . Pemberian kekuasaan secara utuh sebagaimana dalam teori MBS tidak mungkin dilaksanakan dalam seketika. Kekuasaan ini dimaksudkan untuk memungkinkan sekolah berjalan dengan efektif dan efisien. <!--[endif]-->Membentuk tim-tim kecil di level sekolah yang diberi kewenangan untuk mengambil keputusan yang relevan dengan tugasnya <!--[if !supportLists]-->3. melainkan ada proses transisi dari manajemen yang dikontrol pusat ke MBS. <!--[endif]-->Melibatkan semua fihak. sistem informasi. Kekuasaan yang lebih besar yang dimiliki oleh kepala sekolah dalam pengambilan keputusan perlu dilaksanakan dengan demokratis antara lain dengan: <!--[if !supportLists]-->1. khususnya guru dan orangtua siswa. 2. <!--[endif]-->Menjalin kerjasama dengan organisasi di luar sekolah. Manajemen yang transparan 4. <!--[if !supportLists]-->2. dan 4. Kekuasaan yang dimiliki kepala sekolah akan efektif apabila mendapat dukungan partisipasi dari berbagai pihak. Kekuasaan Kepala sekolah memiliki kekuasaan yang lebih besar untuk mengambil keputusan berkaitan dengan kebijakan pengelolaan sekolah dibandingkan dengan sistem pendidikan sebelumnya. sekolah harus memiliki sistem pengembangan sumber daya manusia (SDM) lewat berbagai pelatihan atau workshop guna membekali guru dengan berbagai kemampuan yang berkaitan dengan proses belajar mengajar. kekuasaan.

yaitu guru. <!--[endif]-->PROSES PENERAPAN MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH Banyak manfaat yang telah dapat dirasakan baik oleh pemerintah daerah maupun pihak sekolah yang secara langsung menjadi sasaran pelaksanaan. guru. Melalui pelaksanaan program ini para pengelola pendidikan di sekolah termasuk kepala sekolah. <!--[if !supportLists]-->2.dll) Sistem Informasi Sekolah yang melakukan MBS perlu memiliki informasi yang jelas berkaitan dengan program sekolah. <!--[endif]-->Memahami dan dapat melaksanakan berbagai aspek yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan quality assurance. Infornasi yang amat penting untuk dimiliki sekolah antara lain yang berkaitan dengan: kemampuan guru dan Prestasi siswa. quality control. komite sekolah dan tokoh masyarakat setempat dilibatkan . baliknya. dan umpan pelaksanaan. Sistem penghargaan ini diperlukan untuk mendorong karier warga sekolah. transparan. <!--[endif]-->Pengetahuan untuk meningkatkan kinerja sekolah. sampai dengan proses Dengan kata lain program-program yang dilaksanakan menganut prinsip-prinsip demokratis. Informasi ini diperlukan agar semua warga sekolah serta masyarakat sekitar bisa dengan mudah memperoleh gambaran kondisi sekolah. evaluasi. dan akuntabilitas sekolah. school review. profesional dan akuntabel. Dengan informasi tersebut warga sekolah dapat mengambil peran dan partisipasi. bencmarking. Disamping itu ketersediaan informasi sekolah akan memudahkan pelaksanaan monitoring. self assessment. Hal ini karena dalam melaksanakan program-program berbasis sekolah ini diterapkan mulai prinsip-prinsip dari proses pelaporan manajemen (MBS). SWOT. Sistem Penghargaan Sekolah yang melaksanakan MBS perlu menyusun sistem penghargaan untuk memberikan penghargaan kepada warga sekolah yang berprestasi. perencanaan.Pengetahuan yang penting harus dimiliki oleh seluruh staf adalah: <!--[if !supportLists]-->1. <!--[if !supportLists]-->C. karyawan dan siswa.

secara aktif dalam setiap tahapan kegiatan. unsur komite sekolah tentang Manajemen Berbasis Sekolah. unsur komite sekolah pada pelaksanaan peningkatan mutu pembelajaran <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Melakukan supervisi dan monitoring yang sistematis dan konsisten terhadap agar pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan di sekolah yang diketahui berbagai kendala masalah dihadapi. <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Memberdayakan tenaga kependidikan. Badan Perencanaan Kab/Kota. kepala sekolah. Adapun proses penerapan MBS dapat ditempuh antara lain dengan langkah-langkah sbb : <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Memberdayakan komite sekolah/majelis madrasah dalam peningkatan mutu pembelajaran di sekolah <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Unsur pemerintah Kab/Kota dalam hal ini instansi yang terkait antara lain Dinas Pendidikan. baik tenaga pengajar (guru). pembelajaran yang bermutu dan peran serta masyarakat. pejabat-pejabat di tingkat kecamatan. Dewan Pendidikan Kab/Kota terutama membantu dalam mengkoordinasikan dan membuat jaringan kerja (akses) ke dalam siklus kegiatan pemerintahan dan pembangunan pada umumnya dalam bidang pendidikan. guru. serta segera dapat diberikan solusi/pemecahan masalah yang diperlukan. Disinilah proses pembelajaran itu berlangsung dan semua pihak saling memberikan kekuatan untuk memberikan yang terbaik bagi kemajuan sekolah. Departemen Agama (yang menangani pendidikan MI. <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Mengadakan pelatihan dan pendampingan sistematis bagi para kepala sekolah. <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Mengelola kegiatan yang bersifat bantuan langsung bagi setiap sekolah untuk . MTs dan MA). petugas bimbingan dan penyuluhan (BP) maupun staf kantor.

serta tingkat apresiasi dalam mendorong anak untuk terus belajar. Tanpa profesionalisme kepala sekolah atau madrasah. serta mampu menciptakan iklim organisasi yang kondusif untuk proses belajar mengajar. alokasi dana pemerintah dan pemberian kewenangan dalam pengelolaan sekolah atau madrasah menjadi penentu keberhasilan. dan pengawas. <!--[if !supportLists]-->4.<!--[if !supportFootnotes]-->[4]<!-[endif]--> Kesimpulan . Rehabilitasi/Pembangunan dengan membentuk dan Tim prasarana khusus Pendidikan. guru. <!--[if !supportLists]-->3. untuk sifatnya menangani sekaligus melakukan dukungan dan pengawasan terhadap Tim bentukan sebagai pelaksana kegiatan tersebut. akan sulit dicapai program MBS yang bermutu tinggi serta prestasi siswa. <!--[endif]-->Kondisi social. <!--[endif]-->Dukungan pemerintah Faktor ini sangat membantu efektifitas implementasi MBS terutama bagi sekolah atau madrasah yang kemampuan orangtua/ masyarakatnya relative belum siap memberikan kontribusi terhadap penyelenggaraan pendidikan.peningkatan sarana yang dan mutu pembelajaran. <!--[endif]-->Kepemimpinan dan manajemen sekolah yang baik MBS aan berhasi jika ditopang oleh kemampuan professional kepala sekolah atau madrasah dalam memimpin dan mengelola sekolah atau madrasah secara efektif dan efisien. ekonomi dan apresiasi masyarakat terhadap pendidikan Faktor eksternala yang akan turut menentukan keberhasilan MBS adalah kondisi tingkat pendidikan orangtua siswa dan masyarakat. kemampuan dalam membiayai pendidikan. Faktor Pendukung Keberhasilan Manajemen Berbasis Sekolah <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->profesionalisme Faktor ini sangat strategis dalam upaya menentukan mutu dan kinerja sekolah atau madrasah. <!--[if !supportLists]-->2.

Peningkatan Pemerataan Pendidikan. Dengan demikian peran pemerintah pusat akan berkurang. Satuan Biaya Pendidikan Dasar dan Menengah. sumber daya yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal. Dengan adanya MBS diharapkan akan memberi peluang dan kesempatan kepada kepala sekolah. Daftar Pustaka Departemen Agama Direktorat Jenderal Kelembagaan Agama Islam Direktorat Madrasah Dengan Pendidikan Agama Di Sekolah Umum. Dapat juga dikatakan bahwa manajemen berbasis sekolah pada hakikatnya adalah penyerasian sumber daya yang dilakukan secara mandiri oleh sekolah dengan melibatkan semua kelompok kepentingan (stakeholder) yang terkait dengan sekolah secara langsung dalam proses pengambilan keputusan untuk memenuhi kebutuhan peningkatan mutu sekolah atau untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. PT Remaja Rusda karya. guru dan siswa untuk melakukan inovasi pendidikan. Tujuan MBS adalah untuk mewujudkan kemerdekaan pemerintah daerah dalam mengelola pendidikan. orang tua dan guru. Paling tidak ada tiga tujuan dilaksanakannya MBS Peningkatan Efesiensi.Manajemen berbasis sekolah pada intinya adalah memberikan kewenangan terhadap sekolah untuk melakukan pengelolaan dan perbaikan kualitassecara terus menerus. Bandung 2004. Manajemen Berbasis Sekolah Strategi Peningkatan Mutu Pendidikan Pada Madrasah. Sekolah diberi hak otonom untuk menentukan nasibnya sendiri. pembinaan peserta didik dapat dilakukan secara efektif. Dengan adanya MBS maka ada beberapa keuntugan dalam pendidikan yaitu. dapat mengajak semua pihak untuk memajukan dan meningkatkan pelaksanaan pendidikan. kebijakan dan kewenangan sekolah mengarah langsung kepada siswa. Dedi Supriadi. 2002. . Peningkatan Mutu.

serta wewenang yang berat dalam rangka mengelola sekolah. macam kurikulumnya. di era organisasi saat ini dan di masa mendatang yang menekankan topik-topik baru seperti diversity. Kepala Sekolah hendaknya melakukan obeservasi yang terus menerus tentang kondisi-kondisi dan sikap-sikap di kelas. . dan tim kerja (Primiana. globalisasi. etika. globalization. Setelah mengetahui asprirasi dan kebutuhan mereka. Tuntutan masyaratkan sebagai pelanggan menjadi fokus utama dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi kebutuhan pendidikan masyarakat. maka Kepala Sekolah dituntut untuk dapat menjalankan supervisi sebagai salah satu peran strategisnya dalam melakukan pengelolaan sekolah. Perubahan organisasi tradisional memasuki organisasi baru ditandai dengan perubahan dari ³command and control´ ke berbagai visi. membimbing dan mengawasi seluruh kegiatan pendidikan dan kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan guru yang ditujang oleh pegawai di sekolah. Sehubungan dengan situasi tersebut. di ruangan guru. quality. sehingga secara bertahap kualitas dan produktivitas kegiatan belajar mengajar yang dilakukan staf kepala sekolah. kewirausahawanan dan perubahan organisasi) tidak cocok bila menggunakan organisasi tradisional tersebut. Keberhasilan sekolah yang dipimpinnya sangat ditentukan oleh kepemimpinannya. social responsibility. di ruang tata usaha dan pada pertemuan-pertemuan staf pengajar. Pelaksanaan pendidikan selama ini yang banyak diwarnai dengan pendekatan sarwa negara (state driven) di masa yang akan dating harus berorientasi pada aspirasi masyarakat (putting customers first). Supervisi merupakan peran yang strategis bagi Kepala Sekolah dalam melakukan fungsi manajemen dalam pengawasan (controlling). Pendidikan harus mengenali siapa pelanggan.Organisasi tradisonal dengan kerangka kerja planning. Pada tataran organisasi. 2001 : 51). Namun. pemberdayaan. kinerja wali kelas. dan dari pengenalan ini pendidikan memahami apa aspirasi dan kebutuhannya (need assessment). 2007 : 5). dan persyaratan pengajarnya (Hamzah B. Kepala Sekolah sebagai pimpinan dalam menjalankan fungsinya perlu efektif dan efesien. maka manajemen berbasis sekolah merupakan acuan yang didasarkan pada Standar Pelayanan Pendidikan (SPP). maka keberadaan Kepala Sekolah sebagai seorang pimpinan menjadi sangat strategis perannya dalam rangka pengelolaan sekolah sesuai dengan tuntutan perubahan tersebut. tanggungjawab sosial. Dalam hal ini. sekaligus juga merupakan dorongan permasalahan di bidang pendidikan. guru di kelas. Maksudnya untuk memberikan bantuan pemecahan atas kesulitan-kesulitan yang dialami guru dan pegawai serta melakukan perbaikan-perbaikan baik langsung maupun tidak langsung mengenai kekurangan-kekurangannya. organizing. dan pegawai tata usaha akan menjadi semakin baik secara berkelanjutan. baru ditentukan sistem pendidikan. leading and controlling atau dapat disebut pendekatan manajemen fungsional dikenal berhasil membantu pekerjaan para manajer di era tahun 1960 dan 1970. entrepreneurship and organizational learning (keanekaragaman. pembinaan dan pengembangan (development) bagi anggota organisasi. Kepala Sekolah selaku supevisor pendidikan memiliki fungsi mengarahkan. Dalam kerangka ini. kualitas/mutu. Kepala Sekolah memiliki tugas dan tanggung jawab. ethics. Uno. maka visi pendidikan hendaknya diarahkan untuk menyesuaikan terhadap perubahan paradigma tersebut. selama proses aktivitas organisasi sekolah tersebut dilakukan.

1988 dalam Mulyasa. 2003 : 155).Efektif berarti dampak positif yang dihasilkan dari melaksanakan supervisi. dengan kata lain bahwa keberhasilan dalam melaksanakan supervisi sangat ditentukan oleh keterampilan-keterampilan supervisor. diperlukan pemahaman yang lebih luas tentang supervisi. serta secara langsung dapat meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar (Pidarta. 2004 : 44). apabila terdapat penyimpangan-penyimpangan tidak dapat diketahui secara dini dan detail. 3. bukan karena atasan namun lebih kepada bagaimana bawahan mau melaksanakan kegiatan/aktivitas pekerjaanya sesuai prosedurprosedur atau aturan. Increased confidence/meningkatnya kepercayaan (Siagian. Untuk dapat menghasilkan supervisi yang berkualitas. mencakup pembinaan dan pengawasan efisiensi pelaksanaan tugas. dalam pelaksanaannya kepala sekolah dituntut untuk memiliki kemampuan dan keterampilan dalam melaksanakan supervisi. Dalam hal ini. Hal tersebut penting karena tanpa pengawasan maka seluruh kegiatan program sekolah tidak akan berhasil secara baik. Bertitik tolak dari penjelasan di atas. Hal ini diukur dengan : 1. efektifitas penggunaan metode dan teknik mengajar serta produktivitas pendayagunaan sarana prasarana belajar. Dari pengertian ini. yang ditunjukkan dengan peningkatan kemampuan dalam organisasi. tampak bahwa fungsi pokok Kepala Sekolah dalam kedudukan sebagai supervisor adalah membantu guru-guru dalam memecahkan masalah-masalah pendidikan dan pengajaran serta membantu mengembangkan kemampuan profesionalnya. maka supervisi perlu dilakukan secara efektif. agar kinerja sekolah yang dikelolanya dapat lebih meningkat. pengajaran dan pelatihan peserta didik juga dapat berkembang. dan kinerja bawaha (Mulyasa. Fungsi supervisor diatas. Commitment/komitmen. serta tanggung jawabnya sebagai bawahan. maka pentingnya melakukan supervisi oleh kepala sekolah perlu dilaksanakan secara efektif. Dengan demikian. Melalui perbaikan dan pengembangan kinerja profesional yang menangani para peserta didik. Supervisi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari seluruh proses administrasi pendidikan yang ditujukan terutama untuk mengembangkan efektivitas kinerja personalia sekolah yang berhubungan dengan tugas-tugas utama pendidikan. Dalam kaitannya dengan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). 2003 : 154). Namun demikian. Oleh karena itu. supervisi lebih ditekankan pada pembinaan dan peningkatan kemampuan dan kinerja tenaga kependidikan di sekolah dalam melaksanakan tugas. sehingga guru dapat tumbuh dan bertambah cakap dalam menerapkan metode dan teknik mengajar guna meningkatkan kualitas hasil belajar siswa. Peran dari Kepala Sekolah dalam hal ini menjadi sangatlah penting. Melalui perbaikan dan pengembangan kinerja mereka diharapkan usaha pembimbingan. Supervisi bukan mencari-cari kesalahan akan tetapi dalam melakukan supervise Kepala Sekolah harus menitik beratkan perhatiannya pada segala langkah yang telah diputuskan bersama. Job performance/kinerja pekerjaan. Oleh karena itu. Supevisi berasal dari kata ³super´ dan ³visi´ yang mengandung arti melihat dan meninjau dari atas atau menilik dan menilai dari atas yang dilakukan oleh atasan terhadap aktivitas. Bagaimana Strategi Supervisi Setiap kegiatan organisasi sekolah haruslah dilakukan pengawasan oleh kepala sekolah. kreativitas. Job satisfaction/kepuasan kerja. 2. dan 4. supervisi bersifat memberikan bimbingan dan memberikan bantuan kepada guru maupun staf sekolah lainnya dalam mengatasi kesulitan. agar pelaksanaan supervisi dapat mengembangkan kebersamaan seluruh anggota organisasi dalam upaya meningkatkan kinerja sekolah. Strategi yang diterapkan dalam rangka pelaksanaan supervisi yaitu : . maka diperlukan strategi dalam pelaksanaan supervisi tersebut.

masih terdapat kendala. Dimulai dengan langkah perencanaan (plan). untuk mengetahui sejauhmana keberhasilan aktivitas organisasi/sekolah telah dilaksanakan 2. Supervisi merupakan kegiatan penting yang dilakukan oleh Kepala Sekolah. Rekomendasi Bertitik tolak dari penjelasan pembahahasan dan kesimpulan yang telah sebutkan.plan (merencanakan)²-> (rencanakembali) do (melaksanakan)²²±>cheq (umpan balik)²±>plan Kesimpulan/Rekomendasi: Berdasarkan penjelasan tersebut. antara lain : adanya tugas kedinasan Kepala Sekolah yang mendesak dan urgen padahal program/schedul supervisi sudah dibuat. Pelaksanaan supervisi secara efektif. pelaksanaan (do). A DV E R TI S E ME NT . Untuk memberikan hasil yang optimal. maka akan meningkatkan kinerja sekolah. oleh karena itu sekolah-sekolah perlu mengembangkannya di tingkat MKS b. yang pada gilirannya dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat (loyalitas orang tua kepada sekolah) 4. Supervisi efektif sangat penting. maka beberapa hal penting dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. B. Supervisi efektif masih perlu dikembangkan untuk mencari strategi dan metode yang lebih baik agar pelaksanaannya mencapai tujuan secara efesien. Dengan melaksanakan supervisi secara efektif. maka beberapa hal dapat direkomendasikan sebagai saran. maka supervisi perlu dilakukan secara efektif. dan evaluasi (cheq) atau umpan balik (feed back) 3. sebagai berikut : a.

PENDAHULUAN Keuangan dan pembiayaan merupakan salah satu sumber daya yang secara langsung menunjang efektifitas dan efisiensi pengelolaan pendidikan. yang menuntut kemampuan sekolah untuk merencanakan. Hal tersebut lebih terasa lagi dalam implementasi MBS. melaksanakan dan mengevaluasi serta mempertanggungjawabkan pengelolaan dana secara transparan kepada masyarakat dan pemerintah. Komponen keuangan dan pembiayaan pada suatu sekolah merupakan komponen produksi yang menentukan terlaksananya kegiatan belajarmengajar di sekolah bersama dengan komponen-komponen yang lain. Hal ini penting. keuangan dan pembiayaan merupakan potensi yang sangat menentukan dan merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam kajian manajemen pendidikan. Dengan kata lain setiap kegiatan yang dilakukan sekolah memerlukan biaya. Dalam penyelenggaraan pendidikan. terutama dalam rangka MBS (Manajemen Berbasis Sekolah). Kami membuat makalah ini dikarenakan adanya tugas dosen selaku pembimbing mata kuliah administrasi & supervisi pendidikan dan sudah menjadi suatu kewajiban bagi kami selaku mahasiswa untuk menyelesaikannya. PEMBAHASAN . kami juga memaparkan sistem manajemen keuangan dalam suatu Negara dan pondok pesantren. yang sayang juga jika dilewatkan. Komponen keuangan dan pembiayaan ini perlu dikelola sebaik-baiknya. yang memberikan kewenangan kepada sekolah untuk mencari dan memanfaatkan berbagai sumber dana sesuai dengan kebutuhan masing-masing sekolah karena pada umumnya dunia pendidikan selalu dihadapkan pada masalah keterbatasan dana. apa lagi dalm kondisi krisis pada sekarang ini. Dalam makalah kelompok ini. baik itu disadari maupun yang tidak disadari. dan didalam makalah ini kami mengambil beberapa literatur dari buku-buku yang menurut kami dapat sesuai dengan pembahasan kami. agar dana-dana yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang tercapainya tujuan pendidikan.

penambahan furnitur. Komponen utama manajemen keuangan meliputi.Sumber keuangan dan pembiayaan pada suatu sekolah secara garis besar dapat dikelompokkan atas tiga sumber. (1) prosedur anggaran. penyimpanan dan pengeluaran uang atau surat-surat berharga lainnya yang dapat dinilai dengan uang serta diwajibkan membuat perhitungan dan pertanggungjawaban. Berkaitan dengan peneriman keuangan dari orang tua dan masyarakat ditegaskan dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional1989 bahwa karena keterbatasan kemampuan pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan dana pendidikan. dan (5) prosedur pemeriksaan. . kolusi dan nepotisme. pergudangan dan prosedur pendistribusian. ordonator dan bendaharawan. baik mengikat maupun tidak mengikat. tidak ada kebocorankebocoran. Otorisator adalah pejabat yang diberi wewenang untuk mengambil tindakan yang mengakibatkan penerimaan dan pengeluaran anggaran. serta biaya operasional. (4) prosedur investasi. tanggung jawab atas pemenuhan dana pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah. sampai pengawasan dan pertanggungjawaban sesuai dengan ketentuan yang berlaku agar semua dana sekolah benar-benar dimanfaatkan secara efektif. biaya pemeliharaan gedung. baik pemerintah pusat. serta biaya atau pengeluaran lain unutk barang-barang yang tidak habis pakai. (2) orang tua atau peserta didik. pembangunan gedung.masyarakat dan orang tua. Sementara biaya pembangunan. daerah maupun kedua-duanya. yang bersifat umum atau khusus dan diperuntukkan bagi kepentingan pendidikan. (3) pembelajaran. (3) masyarakat. penggunaan. (2) prosedur akuntansi keuangan. Ordonator adalah pejabat yang berwenang melakukan pengujian dan memerintahkan pembayaran atas segala tindakan yang dilakukan berdasarkan otorisasi yang telah ditetapkan. efisien. misalnya. Adapun dimensi pengeluaran meliputin biaya rutin dan biaya pembangunan. fasilitas dan alat-alat pengajaran (barang-barang habis pakai). Dalam implementasi MBS. perbaikan atau rehab gedung. Biaya rutin adalah biaya yang harus dikeluarkan dari tahun ke tahun. Dalam pelaksanaannya manajemen keuangan ini menagnut azas pemisahan tugas antara fungsi otorisator. yaitu (1) pemerintah. serta bebas dari penyakit korupsi. seperti gaji pegawai (guru dan non guru). Adapun bendaharawan adalah pejabat yang berwenang melakukan penerimaan. biaya pembelian atau pengembangan tanah. manajemen komponen keuangan harus dilaksanakan dengan baik dan teliti mulai dari tahap penyusunan anggaran.

Kep. uang kesejahteraan personel dan gaji serta keuangan yang berhubungan langsung dengan penyelenggaraan sekolah seperti perbaikan sarana dan sebagainya. berfungsi sebagai otorisator.<!--[endif]-->Pengadaan alat atau bahan pelajaran .Kepala sekolah dalam hal ini.1 <!--[endif]-->MANAJEMEN KEUANGAN SEKOLAH Setiap unit kerja selalu berhubungan dengan masalah keuangan. sebagi manajer. kesejahteraan personel. Di bawah ini kami kemukakan beberapa instrumen (format-format) yang mencerminkan adanya kegiatan manajemen keuangan sekolah tersebut. Yang dimaksud penyelenggaraan sekolah ialah: <!--[if !supportLists]-->. juga dilimpahi fungsi ordonator untuk menguji hak atas pembayaran.<!--[endif]-->Menteri P&K (No. Namun.221 Tahun 1974) <!--[if !supportLists]--><!--[endif]-->Menteri keuangan (No. perbaikan sarana dan kegiatan supervisi.<!--[endif]-->Menteri dalam negeri (No. Persoalan yang menyangkut keuangan sekolah pada garis besarnya berkisar pada: uang Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP). disamping mempunyai fungsi-fungsi bendaharawan. <!--[if !supportLists]-->2. 1606/MK/II/1974) tertanggal: 20 Nopember 1974 SPP dimaksudkan untuk membantu pembinaan pendidikan seperti yang ditunjukkan pada pasal 12 keputusan tersebut yakni membantu penyelengaraan sekolah. <!--[if !supportLists]-->A.<!--[endif]-->Pengadaan alat atau bahan manajemen <!--[if !supportLists]-->. Bendaharawan.0257/K/1974) <!--[if !supportLists]-->. dan dilimpahi fungsi ordonator untuk memerintahkan pembayaran. <!--[endif]-->Manajemen Pembayaran SPP Dasar hukum penyusutan SPP adalah keputusan bersama tiga menteri yaitu: <!--[if !supportLists]-->. tidak dibenarkan melaksanakan fungsi bendaharawan karena berkewajiban melakukan pengawasan kedalam. demikian pula sekolah.

rapor dan STTB <!--[if !supportLists]-->. evaluasi belajar.<!--[endif]-->Pengadaan perpustakaan sekolah <!--[if !supportLists]-->.<!--[endif]-->Prakarya dan pelajaran praktek Selanjutnya pada pasal 18 dinyatakan bahwa kedudukan kepala sekolah dalam pengelolaan SPP adalah bendaharawan khusus yang bertanggungjawab dalam penerimaan. Bantuan ini dapat berbentuk uang tetapi mungkin pula dalam bentuk lain seperti usaha perbaikan sekolah. <!--[endif]-->Manajemen keuangan yang berasal dari Negara (pemerintah) Yang dimaksud keuangan dari Negara ialah meliputi pembayaran gaji pegawai atau guru dan belanja barang. Dalam hubungan ini misalnya kegiatan arisan di sekolah koperasi antar guru dan lain-lain . <!--[endif]-->Lain-lain Sudah menjadi hal yang umum bahwa guru atau karyawan serin mempunyai sangkut paut tersendiri dalam hal keuangan terutama gaji. pembangunan lokal baru. kartu pribadi. untuk pertanggungjawaban uang tersebut diperlukan beberapa format sebagi berikut: <!--[if !supportLists]-->a. <!--[endif]-->Lager gaji (daftar permintaan gaji) <!--[if !supportLists]-->b. penyetoran dan penggunaan dana yang telah ditentukan terutama dan penyelenggaraan sekolah. <!--[if !supportLists]-->B.<!--[endif]-->Penyelenggaraan ulangan. dan sebagainya <!--[if !supportLists]-->D. <!--[endif]-->Manajemen keuangan yang berasal dari BP3 Badan Pembantu Penyelenggaraan Pendidikan (BP3) bertugas memberikan bantuannya dalam penyelenggaraan sekolah.<!--[if !supportLists]-->. <!--[endif]-->Buku catatan SPMU (Surat Perintah Mengambil Uang) <!--[if !supportLists]-->C.

Namun demikian karena banyak juga dana yang bersumber dari masyarakat untuk mendanai kegiatan di Pesantren. <!--[if !supportLists]-->B. disinilah perlunya pengelolaan keuangan dengan baik dan transparan dibudayakan dilingkungan pesantren.Oleh karenanya kepala sekolah sebagai pemimpin lembaga wajib mengetahui dengan jelas berapa gaji bersih yang diterima oleh anak buahnya. Selama ini banyak pesantren yang tidak memisahkan antara harta kekayaan pesantren dengan individu. agar kekurangan dan kelebihan pesantren dapat diketahui secara transparan oleh pihakpihak lain. walaupun disadari bahwa pembiayaan pesantren justru lebih banyak bersumber dari kekayaan individu sebab sumber-sumber lain penopang pesantren kurang memadai. <!--[if !supportLists]-->2. termasuk orang tua santri. <!--[endif]-->Pengertian . <!--[endif]-->Rasional Salah satu bagian terpenting dalam manajemen pesantren adalah pengelolaan keuangan. walaupun jumlahnya relatif kecil hal itu perlu ada laporan atau penjelasan sederhana sesuai dengan prinsip-prinsip pengelolaan keuangan public kepada masyarakat agar kredibilitas pesantren dimata masyarakat cukup tinggi. Namun dalam rangka pengelolaan manajemen yang baik seyogyanya didalam pemilahan antara harta kekayaan pesantren dengan individu. dalam suatu lembaga termasuk pesantren pengelolaan keuangan sering menimbulkan permasalahan yang serius bila pengelolaanya kurang baik. Pengelolaan keuangan pesantren yang baik ini sebenarnya juga merupakan bagian dari upaya melindungi personil pengelola pesantren (kyai. Ustadz/ Ustadzah atau pengelola lainnya) terhadap pandangan yang kurang baik dari luar pesantren. usaha pembinaan kesejahteraan pegawai kiranya perlu diperhatikan data tersebut.2 <!--[endif]-->MANAJEMEN KEUANGAN PONDOK PESANTREN <!--[if !supportLists]-->A. Di pasantren pengelolaan keuangan sebenarnya tidak begitu rumit. sebab pesantren merupakan lembaga swadana yang tidak memerlukan pertanggung jawaban keuangan yang terlalu pelik kepada penyandang dananya.

<!--[if !supportLists]-->3. pesantren dan dalam masyarakat. apakah itu dari pemerintah ataupun dari masyarakat perlu didasarkan prinsip-prinsip umum pengelolaan keuangan sebagai berikut: <!--[if !supportLists]-->1. tetapi dari sumber dan dari ketiga komponen diatas. dari penyandang dana. efisien dan sesuai dengan kebutuhan teknis yang disyaratkan <!--[if !supportLists]-->2. dari sumber manapun. <!--[if !supportLists]-->4. dalam pengertian dari dan untuk apa keuangan lembaga tersebut perlu dicatat dan dipertanggung jawabkan serta disertai bukti penggunaannya. tidak mewah. Dalam arti luas diartikan sebagai pengurusan dan pertanggung jawaban. maka untuk sumber dana sekolah. dalam sekolah. baik pemerintah pusat maupun daerah. <!--[endif]-->terbuka dan transparan. <!--[endif]-->Rencana Anggaran Pendapatan Dan Belanja Pondok Pesantren (RAPBPP) Implementasi prinsip-prinsip keuangan diatas pada pendidikan. khususnya dilingkungan pondok pesantren dan keserasian antara pendidikan dalam keluarga.Dalam arti sempit. <!--[endif]-->Hemat. pesantren itu tidak hanya diperoleh dari anggaran dan fasilitas dari pemerintah atau penyandang dana tetap saja. pengelolaan keuangan dapat diartikan sebagai tata pembukuan. <!--[if !supportLists]-->C. <!--[endif]-->sedapat mungkin menggunakan kemampuan/ hasil produksi dalam negeri sejauh hal ini dimungkinkan <!--[if !supportLists]-->D. <!--[endif]-->terarah dan terkendali sesuai dengan rencana. <!--[endif]-->Prinsip-prinsip Pengelolaan Keuangan Pendidikan Pondok Pesantren Penggunaan anggaran dan keuangan. baik individual maupun lembaga. Untuk itu dipesantren sebenarnya juga perlu dibentuk organisasi orang tua santri yang implementasinya dilakukan denan membentuk komite atau majelis . program/ kegiatan.

b). Maka seorang penanggung jawab program kegiatan dipesantren harus mencatat anggaran serta melaporkan realisasinya sehingga dapat dibandingkan selisih antara anggaran dengan pelaksanaan serta melakukan tindak lanjut untuk perbaikan.dari hasil usaha <!--[if !supportLists]-->b. <!--[endif]-->Rencana sumber atau target penerimaan/ pendapatan dalam satu tahun yang bersangkutan. artinya rencana pendapatan dan . pengendalian dan evaluasi kegiatan yang dilakukan pondok pesantren. wakil pemerintah dan wakil ilmuwan/ ulama diluar pesantren dan dapat juga memasukkan kalangan dunia usaha dan industri. serta alokasi sumber-sumber kepada setiap bagian kegiatan. <!--[endif]-->Langkah-langkah Penyusunan RAPBPP Suatu hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan RAPBPP adalah harus menerapkan prinsip anggaran berimbang. <!--[if !supportLists]-->2. Selanjutnya pihak pesantren bersama komite atau majelis pesantren pada setiap awal tahun anggaran perlu bersama-sama merumuskan RAPBPP sebagai acuan bagi pengelola pesantren dalam melaksanakan manajemen keuangan yang baik: <!--[if !supportLists]-->1.sumbangan dari individu atau organisasi.pesantren. d).sumbangan dari pemerintah. <!--[endif]-->Pengertian RAPBPP Anggaran adalah rencana yang diformulasikan dalam bentuk rupiah dalam jangka waktu atau periode tertentu. termasuk didalamnya keuangan bersumber dari: a). Ada dua bagian pokok anggaran yang harus diperhatikan dalam penyusunan RAPBPP. Anggaran memiliki peran penting didalam perencanaan. semua penggunaan keuangan pesantren dalam satu tahun anggaran perlu direncanakan dengan baik agar kehidupan pesantren dapat berjalan dengan baik. <!--[endif]-->Rencana penggunaan keuangan dalam satu tahun yang bersangkutan. tokoh masyarakat. yaitu: <!--[if !supportLists]-->a. pengelola.kontribusi santri. Komite atau majelis tersebut beranggotakan wakil wali santri. c).

Dalam setiap anggaran yang disusun untuk kegiatan-kegiatan dilingkungan pondok pesantren.pengeluaran harus berimbang diupayakan tidak terjadi anggaran pendapatan minus. maka sentralisasi pengelolaan keuangan perlu difokuskan pada bendaharawan pesantren. Dengan anggaran berimbang tersebut maka kehidupan pesantren akan menjadi solid dan benar-benar kokoh dalam hal keuangan. dalam rangka untuk mempermudah pertanggung jawaban keuangan. Pada setiap anggaran yang disusun perlu dijelaskan apakah rencana anggaran yang akan dilaksanakan merupakan hal baru atau kelanjutan atas kegiatan yang telah dilaksanakan dalam periode sebelumnya dengan menyebut sumber dana sebelumnya. paling tidak harus memuat 6 hal atau informasi sebagai berikut: . maka selanjutnya ditetapkan sebagai anggaran pendapatan dan belanja pondok pesantren (APBPP). Maka penyusunannya hendaknya mengikuti langkah-langkah sebagai berikut: <!--[if !supportLists]-->a) <!--[endif]-->Menginventarisasi rencana yang akan dilaksanakan <!--[if !supportLists]-->b) <!--[endif]-->Menyusun rencana berdasarkan skala prioritas pelaksanaannya <!--[if !supportLists]-->c) <!--[endif]-->Menentukan program kerja dan rincian program <!--[if !supportLists]-->d) <!--[endif]-->Menetapkan kebutuhan untuk pelaksanaan rincian program <!--[if !supportLists]-->e) <!--[endif]-->Menghitung dana yang dibutuhkan <!--[if !supportLists]-->f) <!--[endif]-->Menentukan sumber dana untuk membiayai rencana Rencana tersebut setelah dibahas dengan pengurus dan komite atau majelis pesantren.

jumlah biaya yang dibutuhkan untuk seluruh volume kebutuhan <!--[if !supportLists]-->e) <!--[endif]-->Jumlah anggaran: jumlah anggaran untuk masing-masing rincian program. Ini dapat terjadi karena beberapa sebab: <!--[if !supportLists]-->a. <!--[endif]-->Terjadinya penghematan atau pemborosan <!--[if !supportLists]-->c. <!--[endif]-->Pelaksanaan kegiatan yang tidak sesuai dengan yang telah diprogramkan <!--[if !supportLists]-->d. <!--[if !supportLists]-->b) <!--[endif]-->Uraian kegiatan program. rencana baru atau lanjutan. <!--[endif]-->Realisasi APBPP Dalam pelaksanaan kegiatan. rincian program <!--[if !supportLists]-->c) <!--[endif]-->Informasi kebutuhan: barang/ jasa yang dibutuhkan. program kerja. <!--[endif]-->Adanya efisiensi atau inefisiensi pengeluaran <!--[if !supportLists]-->b. <!--[endif]-->Adanya perubahan harga yang tidak terantisipasi <!--[if !supportLists]-->e. jumlah yang realisasikan bisa terjadi tidak sama dengan rencana anggarannya. volume kebutuhan <!--[if !supportLists]-->d) <!--[endif]-->Data kebutuhan harga satuan. <!--[endif]-->Penyusunan anggaran yang kurang tepat . masingmasing sumber dana yang mendukung pembiayaan program. dan total anggaran untuk seluruh rencana kegiatan <!--[if !supportLists]-->f) <!--[endif]-->Sumber dana: total sumber dana.<!--[if !supportLists]-->a) <!--[endif]-->Informasi rencana kegiatan: sasaran. uraian rencana kegiatan. program. rencana kegiatan. penanggung jawab. bisa kurang atau lebih dari jumlah yang telah dianggarkan. <!--[if !supportLists]-->3.

<!--[endif]-->Pada setiap akhir tahun anggaran. <!--[endif]-->daftar gaji/ honorarium <!--[if !supportLists]-->5. bendara harus membuat laporan keuangan kepada komite/ majelis pesantren untuk dicocokkan dengan RAPBPP <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->buku persekot uang muka <!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->neraca keuangan juga harus ditunjukkan untuk diperiksa oleh tim pertanggung jawaban keuangan dari komite pondok pesantren selain buku neraca keuangan yang erat hubungannya dengan pengelolaan keuangan. Namun demikian prinsip transparansi dan kejujuran dalam pertanggung jawaban tersebut harus tetap dijunjung tinggi. <!--[endif]-->Buku kas umum <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Pertanggung jawaban Keuangan Pondok Pesantren Semua pengeluaran keuangan pondok pesantren dari sumber manapun harus dipertanggung jawabkan. <!--[endif]-->buku tabungan . Dalam kaitan dengan pengelolaan keuangan tersebut. <!--[endif]-->kwitansi atau bukti-bukti pembelian atau bukti penerimaan dan bukti pengeluaran lain <!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]-->daftar potongan-potongan <!--[if !supportLists]-->4. hal tersebut merupakan bentuk transparansi dalam pengelolaan keuangan.<!--[if !supportLists]-->E. ada juga beberapa buku lain yang penting bagi bendaharawan pondok pesantren yaitu: <!--[if !supportLists]-->1. yang perlu diperhatikan oleh bendaharawan adalah: <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->laporan keuangan tersebut harus dilampiri bukti-bukti pengeluaran yang ada <!--[if !supportLists]-->3.

juga keuangan tersangkut secara universal didalam administrasi seperti zat asam didalam udara. seperti catatan pengeluaran insidentil Buku-buku tersebut perlu diadakan. <!--[if !supportLists]-->2. Pembukuan adalah dasar anggaran belanja. <!--[endif]-->buku iuran/ kontribusi santri (SPP/ infaq) <!--[if !supportLists]-->7. agar manajemen keuangan dipondok pesantren dapat berjalan dengan baik. Ia mengawasi gaji dan semua alat-alat material yang harus dipergunakan dalam pekerjaan administrator lainnya. pemeriksaan pembukuan dan pembelian. apakah pegawai-pegawai melakukan pekerjaan mereka sebagaimana mestinya.<!--[if !supportLists]-->6. Terdapat dua buah aspek pada persoalan administrasi keuangan. serta tidak menimbulkan kecurigaan atau fitnah. pemeliharaan dana-dana. apakah organisasi berdaya guna. Disini kami sedikit mencoba mempelajari administrasi keuangan sebagai bagian dari administrasi Negara. Administrator keuangan memiliki kekuasaan yang sangat besar. Sebuah daripadanya merupakan bidang keuangan Negara yang luas meliputi fungsi-fungsi seperti perhitungan dan pemungutan pajak.3 <!--[endif]-->MANAJEMEN KEUANGAN NEGARA Sebagaimana halnya dengan organisasi dan kepegawaian. Tetapi sekalipun dipandang dari lingkungannya yang lebih sempit melalui pandangan administrator sebagaimana telah dilakukan disini tersangkutlah masalah kebijaksanaan. memudahkan dilakukan pengawasan terhadap penggunaan anggaran yang ditetapkan. Ia dapat mengetahui berapa harga setiap barang. pembukuan. transparan. Administrasi keuangan berurusan dengan penyusunan anggaran belanja. Oleh karena itu mempersatukan fungsi keuangan dengan adaministrasi umum tujuan pokok kepemimpinan tetapi tidak selalu mudah untuk dicapai. <!--[endif]-->buku catatan lain-lain yang tidak termasuk diatas. pinjaman Negara dan ketatalaksanaan hutang Negara. Semua unsur administrasi keuangan erat terjalin. menentukan tersedianya dana penyertaan alasan (accompany procurement) dan menimbang tindakan hukum apabila dilakukan pemeriksaan . Pokok soal ini adalah bagian dari bidang yang lebih luas disebut keuangan Negara.

Pembelian atau usaha memperoleh (procurement) adalah bagian yang luas dari fungsi persediaan dan juga menimbulkan masalah kebijaksanaan yang penting. mengusahakan penyimpanan yang memuaskan dan fasilitas pengangkutan dan juga hendaknya cepat dan tidak kaku. harus dibangun atas dasar akrual (accrual basis) dan haruslah diperlengkap dengan pembukuan biaya sebagai alat pengawas ketatalaksanaan di dalam mengukur hasil pekerjaan.pembukuan. untuk itu dalam lembaga pendidikan dalam hal ini adalah sekolah mengambil inisiatif dari pendanaan melalui SPP dan juga BP3 yang dapat membantu terlaksananya kegiatan dalam lembaga/ sekolah tersebut. menyimpan pembukuan yang cukup dan memiliki daftar barang secara terperinci berikut perkiraan harganya. . PENUTUP Dalam suatu organisasi maupun lembaga sekolah diperlukan sumber daya dalam hal ini adalah faktor keuangan yang menjadi faktor penting dalam menunjang efektifitas dan efisiensi pengelolaan pendidikan. Sebagai syarat utama kedaya gunaan suatu fungsi ketatalaksanaan harus seragam diseluruh pemerintah. ia juga menunjukkan bagaimana daya guna dan prosedur administrative dapat diperbaiki. Seterusnya lagi suatu badan pemeriksaan yang wajar tidak merasa puas semata-mata dengan persoalan-persoalan legalitet dan kejujuran. Dipihak lain pemeriksaan pembukuan bukanlah alat ketatalaksanaan kecuali secara tidak langsung dapat dipergunakan untuk memeriksa hasil-hasil. Oleh karena itu pemeriksaan pembukuan haruslah menjadi tanggung jawab badan luar yang lepas dan pada pemerintah ia harus memberikan laporan kepada badan perundang-undangan. Administrasi pembelian haruslah atas dasar cukup luas untuk mengambil keuntungan dari potongan (reduksi) dan harga-harga borongan. Pondok pesantren juga masih memerlukan hak sumber daya keuangan demi terlaksananya suatu proses pendidikan dalam manajemennya sehingga memerlukan pertanggung jawaban yang dapat diketahui oleh semua kalangan mulai dari personil pondok pesantren sendiri maupun dari pihak luar pondok pesantren sehingga dapat diketahui pertanggung jawaban masalah keuangan yang transparan.

1992. Remaja Rosda Karya. Administrasi Negara. meliputi: pajak. dana-dana pemerintahan. Sulthon. 2004. Yogyakarta. Rineka Cipta. Dimock. Manajemen Berbasis Sekolah. dari situlah dapat diketahui suatu anggaran belanja Negara. Dimock. ME. M. pinjaman Negara serta tatalaksana hutang Negara. Khusnuridlo. Bandung. <!--[if !supportLists]--> DAFTAR PUSTAKA Mulyasa. Manajemen Pondok Pesantren Dalam Perspektif Global.Negara dalam hal ini juga memerlukan proses manajemen keuangan yang dapat ditinjau dari berbagai aspek. Manajemen Pendidikan Di Sekolah. Suryobroto. Jakarta. Jakarta. 2006. M. Rineka Cipta . GO. laksBang PRESSindo. 2007.

PEMBAHASAN DASAR-DASAR ADMINISTRASI PENDIDIKAN 1. Oleh karena itu para pendidiki terlebih dahulu harus mengetahui dasar-dasar dari administrasi pendidikan.tidak mengherankan jika para pendidik sendiri banyak yang belum dapat memahami betapa perlu dan pentingnya administrasi pendidikan dalam penyelenggaraan dan pengembangan pendidikan pada umumnya.administrasi pendidikan mulai berkembang dengan pesat sejak pertengahan pertama abad ke-20.(Purwanto:1:2007) Setelah kita mengetahui realita yang terjadi seperti yang sudah tersebut di atas. Di negara-negara yang sudah maju.kata ³administrasi´berasl dari bahasa latin yang terdiri atas kata ad dan ministrare. Disamping itu.PENDAHULUAN Dalam dunia pendidikan di Indonesia.Dalam bahasa inggris to administer berarti pula´mengatur.terutama sejak berakhirnya perang dunia kedua.bidang studi administrasi pendidikan boleh dikatakan masih baru. Khususnya di negara kita.dan baru dimasukkan sebagai mata pelajaran decan mata ujian di SGA/SPG sejak tahun ajaran 1965/1966.memelihara dan mengarahkan´.maka diperlukan sebuah penjelasa secara rinci dan mendetail tentang administrasi pendidikan agar para pendidik dapat memahami betapa perlu dan pentingnya administrasi pendidikan itu.adcministrasi pendidikan baru diperkenalkan melalui beberapa IKIP sejak tahun 1960-an. Pengertian Administrasi pendidikan Administrasi dalam pengertian secara harfiah.membantu dan mengarahkan´.terus mengalami perkembangan sesuai dengan perkembangan pendidikan negara masing-masing. administrasi pendidikan itu sendiri sebagai ilmu. . Maka dimakalah ini kami akan menjelaskan tentang dasar-dasar administrasi pendidikan.kata ad mempunyai arti yang sama dengan kata to dalam bahasa inggris yang berarti ³ke´atau´kepada´.Dan kata ministrare sam artinya dengan kata to serve atau to conduct yang berarti´melayani.Oleh karena itu.Indonesia.

makna administrasi dapat di urai paling tidak menjadi lima pengertian pokok. Jadi. yaitu : 1.(Tsauri:2:2007) .Jadi kata´administrasi´ secara harfiah dapat di artikan sebagai suatu kegiatan atau usaha untuk membantu.mendokumentasika kegiatan.(Purwanto:1:2007) Administrasi dalam pengertian yang sempit yaitu kegiatan ketatausahaan yang intinya adalah kegiatan ruti catat-mencatat. Dalam batasan tersebut di atas. Proses pengelolaan itu dilakukan agar tujuannya dapat dicapai secara efektif dan efisien. Prose situ dilakukan bersama oleh sekelompok manusia yang tergabung dalam suatu organisasi 4.spiritual maupun material yang bersangkut paut dengan pencapaian tujuan pendidikan.malayani. oleh sebab itu bersifat dinamis 3. Dalam pengertian yang luas ini. Administrasi merupakan kegiatan atau kegiatan manusia 2. Rangkaian kegiatan itu marupakan suatu proses/pengelolaan dari suatu kegiatan yang kompleks.menyelenggarakan surat-menyurat dengan segala aspeknya serta mempersiapkan laporan.mengarahkan atau mengatur semua kegiatan didalam mencapai suatu tujuan.diorganisasi dan dikoordinasi secara efektif. Proses itu dilakukan dalam rangka mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya 5.didalam proses administrasi pendidikan segenap usaha orang-orang yang terlibat didalam proses pencapaian tujuan pendidikan itu diintegrasikan.dan semua materi yang di perlukan dan yang telah ada dimanfaatkan secara efisien. Administrasi pendidikan dalam pengertian secara luas adalah segenap proses pengerahan dan pengintegrasian segala sesuatu baik personel. istilah administrasi juga dapat diartikan sebagai berikut : ³Administrasi adalah suatu kegiatan atau rangkaian kegiatan yang berupa proses pengelolaan usaha kerjasama sekelompok manusia yang tergabung dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan bersam yang telah ditetapkan sebelumnya agar efektif dan efisien´.

<!--[endif]-->Menentukan tahap-tahap dan rangkaian tindakan <!--[if !supportLists]-->5. Perencanaan (Planning) Perencanaan merupakan salh satu syarat mutlak bagi setiap kegiatan administrasi.kegiatan tersebut harus dikelola melalui suatu tahapan proses yang merupakan daur (siklus). Tanpa perencanaan.pelaksanaan suatu kegiatan akan mengalami kesulitan dan bahkan kegagalan dalam mencapai tujuan yang diinginkan. supervise kepegawaian dan pembiayaan dan evaluasi. Semua fungsi tersebut satu sama lain bertalian sangat erat. Fungsi Administrasi Pendidikan Agar kegiatan dalam komponen administrasi pendidikan dapat berjalan dengan baik dan mencapai tujuan. Perencanaan merupakan kegiatan yang harus dilakukan pada permulaan dan selama kegiatan administrasi itu berlangsung. pengorganisasian. a. Adapun proses administrasi pendidikan itu meliputi fungsifungsi perencanaan.2. Di dalam setiap perencanaan ada dua faktor yang harus diperhatikan. koordinasi. baik sarana personel maupun material. Untuk menadapat gambaran yang lebih jelas tentang fungsi-fungsitersebut di bawah ini akan diuraikan secara lebih rinci. <!--[endif]-->Mengumpulkan daa dan informasi-informasi yang diperlukan <!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]-->Menentukan dan merumuskan tujuan yang hendak dicapai <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Meneliti masalah-masalah atau pekerjaanpekerjaan yang akan dilakukan <!--[if !supportLists]-->3. komunikasi. Langkah-langkah dalam perencanaan meliputi hal-hal sebagai berikut : <!--[if !supportLists]-->1.yaitu faktor tujuan dan faktor sarana. <!--[endif]-->Merumuskan bagimana masalah-masalah itu akan dipecahkan dan bagaimana pekerjaan-pekerjaan itu akan diselesaikan .

Jadi. realistis dan praktis <!--[if !supportLists]-->3. . <!--[endif]-->memiliki fleksibilitas sehingga mudah disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi dan situasi sewaktu-waktu <!--[if !supportLists]-->5. <!--[endif]-->perencanaan harus didasarkan atas tujuan yang jelas <!--[if !supportLists]-->2. menurut urgensinya masing-masing <!--[if !supportLists]-->6. <!--[endif]-->bersifat sederhana. memuat segala uraian serta klarifikasi kegiatan dan rangkaian tindakan sehingga mudah di pedomani dan dijalankan <!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]-->diusahakan adanya penghematan tenaga. perencanaan sebagai suatu fungus administrasi pendidikan dapat disimpulkan sebagai berikut : ³perencanaan(planning) adalah aktivitas memikirkan dan memilih rangkaian tindakan-tindakan yang tertuju pada tercapainya maksu-maksud dan tujuan pedndidikan´. biaya dan waktu.Syarat-syarat perencanaan Dalam menyusun perencanaan syarat-syarat berikut perlu diperhatikan : <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->diusahakan agar sedapat mengkin tidak terjadi adanya duplikasi pelaksanaan Merencanakan berarti pula memikirkan tentang penghematan tenaga. <!--[endif]-->terinci. juga membatasi kesalahan-kesalahan yangmungkin terjadi dan menghindari adanya duplikasi-duplikasiatau tugas-tugas/pekerjaan rangkap yang dapat menghambat jalannyapenyelesaian. <!--[endif]-->terfdapat perimbangan antara bermacamacam bidang yang akan digarap dalam perencanaan itu. biaya dan waktu serta kemungkinan penggunaan sumber-sumber daya dan dana yang tersedia sebaik-baiknya <!--[if !supportLists]-->7.

memerlukan adanya koordinasi dari seorang pemimpin. Kita mengetahui bahwa dalam kegiatan sekolah sehari-sehari terdapat bermacam-macam jenis pekerjaan yang memerlukan kecakapandan keterampilan dan tanggung jawab yang berbeda-beda. pengetahuan dan kepribadian masing-masing prang yang dikperlukan dalam menjalankan tugas-tigas tersebut. c. Adanya koordinasi yang baik . wewenang dan tanggung jawab hendaknya disesuaikan dengan penglaman.pengorganisasian sebagai salah satu fungsi administrasi pendidikan dapat disimpulkan sebagai berikut : ³pengorganisasian adalah aktivitas-aktivitas menyusun dan membentuk hubunganhubungan sehingga terwujudlah kesatuan usaha dealam mencapai maksud-maksud dan tujuan-tujuan pendidikan´. wewenang dan tanggung jawab secara terinci menurut bidang-bidang dan bagian-bagian. minat.bakat. Di dalam pengorganisasian terdapatadanya pembagian tugas-tugas. Keragaman tugas dan pekerjaan semacam itu tidak mungkin dilakukan dan dipikul sendiri oleh seoran pemimpin. Yang perlu diperhatikan dalam pengorganisasian antara lain ialah bahwa pembagian tugas. Pengkoordinasian (Coordinating) Adanya bermacam-macam tugas/pekerjaan yang dilakukan oleh banyak orang. Pengorganisasian (Organizing) Pengorganisasian merupakan aktivitas menyusun dan membentuk hubunganhubungan kerja antara orang-orang sehingga terwujud suatu kesatuan usaha dalam mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan. sehingga dari situ dapat terciptalah adanya hubungan-hubungan kerjasama yang harfmonis dan lancar menuju pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Pengorganisasian sebagai fungsi administrasi pendidikan menjadi tugas utama bagi para pemimpin pendidikan termasuk kepala sekolah. Dlam hal inilah terletak bagaimana kecakapan kepala sekolah mengorganisasi guru-guru dan pegawai sekolah lainnya dalam menjalankan tugasnya sehari-hari sehingga tercipta adanya hubungan kerja sama yang harmonis dan lancar. Dengan demikian .b.

gagasan-gagasan dan maksud-maksud secara lisan atau tertulis. Demikian pula komunikasi yang dilakukan secara informal dan secara formal mendatangkan hasil yang berbeda pengaruh dan kejelasannya.(c) memberikan unjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis.dapat menghindarkan kemungkinan terjadinya persaingan yang tidak sehat dan atau kesimpangsiuran dalam tindakan. teknikkteknik dan tujuan-tujuan kedalam hubungan yang harmonis dan produktif dalam mencapai suatu tujuan´. Dalam komunikasi bebas. Dengan adanya koordinasi yang baik.dan (d) memberikan balikan tentang hasil sutu kegiatan. aktivitas menyebarkan dan menyampaikan gagasan-gagasan dan maksud-maksud ke seluruh struktur organisasi sanat penting.koordinasi sebagai salah satu fungsi administrasi pendidikan dapat disimpulkan sebagi berikut : ³koordinasi adalah aktivitas membawa orang-orang. Usayha pengkoordinasian dapat dilakukan melalui berbagai cara. material. Komunikasi secara lisan pada umumnya lebih mendatangkan hasil dan pengertian yang jelas dari pada secara tertulis. d. setiap anggota dapat berkomunikasi dengan setiap anggota yang lain. pikiran-pkiran. semua bagian dcan personel dapat bekerja sama menuju ke satu arah tujuan yang telah ditetapkan. Komunikasi Dalam melaksanakan suatu program pendidikan. Menurut sifatnya. Proses menyampaikan atau komunikasi ini meliputi lebih dari pada sekedar menyalurkan pikiran-pikiran. komunikasi ada dua macam yaitu komunikasi bebas dan komunikasi terbatas. setiap anggota hanya dapat berhubungan dengan beberapa anggota tertentu saja. Pengkoordinasian diartikan sebagai usaha untuk menyatu padukan kegiatan dari berbagai individu agar kegiatan mereka berjalan selarfas dengan anggota dalam usaha mencapai tujuan.seperti:(a)melaksanakan penjelasan singkat (briefing).(b)mengadakan rapat kerja. . sedangkan dalam komunikasi terbatas.(Soetjipto:137:2004) Dengan demikian.

memilih. e. fungsi supervisi yang terpentig adalah : 1.Dengan demikian. f. menempatkan dan membimbing personel. menentukan kondisi-kondisi/syarat-syarat apakah yang diperlukan 2. Pengawasan bertanggung jawab tentang keefektifan program itu. memenuhi/mengusahakan syarat-syarat yang diperlukan itu. dalam kepegawaian yang menjadi titik penekanan ialah personal itu sendiri. supervisi sebagai salah satu fungsi administrasi pendidikan dapat disimpulkan sebagai berikut : ³supervise sebagai fungsi administrasi pendidikan berarti aktivitas-aktivitas untuk menentukan komdisi-kondisi/syarat-syarat yang esensial yang akan menjamin tercapainya tujuan-tujuan pendidikan´. Jadi. supervise haruslah meneliti ada atau tidaknya kondisi-kondisi yang akan memungkinkan tercapainya tujuan-tujuan pendidikan. organisasi sebagai salah satu fungsi administrasi pendidikan dapat disimpulkan sebagai berikut : ³komunikasi dalam setiap bentuknya adalah suatu proses yang hendak mempengaruhi sikap dan perbuatan orang-orang dalam struktur organisasi´. Kepegawaian (Staffing) Sama halnya dengan fungsi-fungsi administrasi pendidikan yang telah diuraikan terdahulu kepegawaian merupakan fungsi yang tidak kalah pentingnya. Dengan demikian . Supervisi Setiap pelaksanaan program pendidikan memerlukan adanya pengawasan atau supervise. Oleh karena itu. Di dalam pengorganisasian telah dipikirkan dan . Aktivitas yang dilakukan di dalam kepegawaian antara lain : menentukan. Agak berbeda dangan fungsi-fungsi administrasi yang telah dibicarakan. Sebenarnya fungsi kepegawaian ini sudah dijalankan sejak penyusunan perencanaan dan pengorganisasian.

dari mana dan bagaimana biaya itu dapat diperoleh/diusahakan 3. Pembiayaan Biaya/pambiayaan merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam sebuah organisasi karena biaya ini sangat menentukan bagi kelancaran jalannya sebuah organisasi.diusahakan agar untuk personel-personel yang menduduki jabatan-jabatan tertentu di dalam struktur organisasi itu dipilih dan di angkat orang-orang yang memiliki kecakapan dan kesanggupan yang sesuai dengan jabatan yang di pegangnya. antara lain : 1. semua memerlukan adanya biaya. Dalam hal ini prinsip the right man in the right place selalu di perhatikan. bagaimana pembukuan dan pertangung jawabannya 6. h. itulah sebabnya masalah pembiayaan ini harus sudah mulai dipikirkan sejak pembuatan planning sampai dengan pelaksanaannya. perencanaan tentang berapa biaya yang diperlukan 2. Penilaian (Evaluating) Evaluasi sebagai fungsi administrasi pendidikan adalah aktivitas untuk meneliti dan mengetahui sampai di mana pelaksanaan yang dilakukan di dalam proses keseluruhan organisasi mencapai hasil sesuai denhan rencana atau program yang telah . bagaimana pengawasannya.dll. Setiap kebutuhan organisasi. g. baik personel maupun material. tanpa biaya yang mencukupi tidak mungklin terjamin kelancaran jalannya suatu organisasi.. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam fungsi pembiayaan. bagaimana penggunaanya 4. siapa yang akan melaksanakannya 5.

Tujuan Administrasi Pendidikan Tujuan adminitstrasi pada umumnya adalah agar semua kegiatan mandukung tercapainya tujuan pendidikan atau dengan kata lain administrasi yang digunakan dalam dunia pendidikan diusahakan untuk mencapai tujuan pendidikan. <!--[endif]-->Memperoleh dasar bagi pertimbangan apakah pada akhir suatu periode kerja . 2. selanjutnya dapat di usahakan bagaimana cara-cara memperbaikinya. dan kesemuanya merupakan suatu proses keseluruhan yang tidak terpisahkan satu sama lain dan merupakan rangkaian kegiatan yang kontinyu. <!--[endif]-->Memajukan kesanggupan para personel dalam mengembangkan organisasi. Sergiovanni dan carver (1975) (dalam burhanuddin:2005) menyebutkan empat tujuan administrasi yaitu: 1. 3. <!--[endif]-->Memperoleh fakta-fakta tentang kesukarankesukaran dan untuk menghindari situasi yang dapat merusak <!--[if !supportLists]-->4. pekejaan tersebut berhasil <!--[if !supportLists]-->2. efektifitas produksi efesiensi kemampuan menyesuaikan diri (adaptivenes) kepuasan kerja . baik yang dilakukan oleh unsure pimpinan maupun oleh bawahan. <!--[endif]-->Menjamin cara bekerja yang efektif dan efisien <!--[if !supportLists]-->3.di tetapkan dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan. 3. Setiap kegiatan.(Purwanto:15-22:2007) Secara lebih rinci maksud penilaian (evaluasi) adalah : <!--[if !supportLists]-->1. 4. Dengan mengetahui kasalahan-kasalahan atau kekurangan-kekurangan serta kemacetan-kemacetan yang diperoleh dari tindakan evaluasi itu. memerlukan adanya evaluasi.(Soetjipto:138:2004) Perlu ditekankan disini bahwa fungsi-fungsi pokok yang telah dibicarakan di atas satu sama lain sangat erat hubungannya.

keempat tujuan tersebut digunakan sebagai kriteria untuk menentukan keberhasilan dalam penyelenggaraan sekolah. Secara lebih rinci ruang lingkup adcministrasi pendidikan dapat diuraikan sebagai berikut : a. Dalam pencapaian tujuan tersebut harus dilakukan usaha seefisien mungkin. Ruang Lingkup (Bidang Garapan) Administrasi Pendidikan Administrasi pendidikan mempunyai ruang lingkup/bidang garapan yang sangat luas. <!--[endif]-->Masalah perlengkapan dan perbekalan <!--[if !supportLists]-->5. <!--[endif]-->Organisasi dan struktur pegawai tata usaha <!--[if !supportLists]-->2. yaitu menghasilkan lulusan yang sesuai dengan tuntutan kurikulum.tetapi memberikan hasil sebaik mungkin. Sebagai contoh: sekolah mempinyai fungsi untuk mencapai efektivitas produksi. yaitu menggunakan kepuan dana. <!--[endif]-->Otorosasi dan anggaran belanja keuangan sekolah <!--[if !supportLists]-->3. dan tenaga seminimal mungkin. Administrasi tata laksana sekolah Hal ini meliputi : <!--[if !supportLists]-->1. Administrasi personel guru dan pegawai sekolah hal ini meliputi : <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Pengangkatan dan penempatan tenaga guru . 4. <!--[endif]-->Keuangan dan pembukuannya b. <!--[endif]-->Masalah kepegawaian dan kesejahteraan personel sekolah <!--[if !supportLists]-->4. sehingga lulusan tersebut dapat melanjutkan ketingkat berikutnya dan dapat menyesuaikan dirinya dengan lingkunganya yang barudan selanjutnya lulusan ini akan mencari kerja pada perusahaan yang memberikan kepuasan kerja kepada mereka.

Pelaksanaan dan pembinaan kurikulum . <!--[endif]-->Rencana orientasi bagi tenaga guru yang baru <!--[if !supportLists]-->5. e. <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Bimbingan dan penyuluhan bagi peserta didik (guidance and counseling) d. <!--[endif]-->Penilaian dan pengukuran kemajuan peserta didik <!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]-->Inservice training dan up-grading guru-guru c. Supervisi pengajaran Hal ini meliputi : <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Mengusahakan cara-cara menilai hasil-hasil pendidikan dan pengajaran.<!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Usaha membangkitkan dan merangsang semangat guru-guru dan pegawai tata usaha dalam menjalankan tugasnya masingmasing sebaik-baiknya. <!--[endif]-->Masalah kesehatan dan kesejahteraan peserta didik <!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Organisasi dan perkumpulan peserta didik <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Usaha mengembangkan. Administrasi peserta didik Hal ini meliputi : <!--[if !supportLists]-->1. dan menggunakan metode-metode baru dalam mengajar dan belajar yang lebih baik <!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Organisasi personel guru-guru <!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Masalah kepegawaian dan kesejahteraan guru <!--[if !supportLists]-->4. mencari.

serta pemeliharaannya secara kontinyu. <!--[if !supportLists]-->5. <!--[endif]-->Alat-alat perlengkapan sekolah dan alat-alat pelajaran yang dibutuhkan g. sumber-sumber dan metode-metode pelaksanaanya. merencanakan dan menggunakan biaya pendirian gedung sekolah <!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->kurikulum bukanlah merupakan sesuatu yang harus didikuti dan diturut begitu saja dengan mutlak tanpa perubahan dan penyimpangan sedikitpun. gudang. <!--[endif]-->menyusun dan melaksanakan organisasi kurikulum beserta materi-materi. <!--[endif]-->Mempedomani dan merealisasikan apa yang tercantum di dalam kurikulum sekolah yang bersangkutan dalam usaha mencapai dasar-dasar dan tujuan pendidikan dan pengajaran <!--[if !supportLists]-->2. Kurikulum meripakan pedoman bagi para guru dalam menjalankan tugasnya. disesuaikan dengan pembaharuan pendidikan dan pengajaran serta kebutuhan mesyarakat dan lingkungan sekolah <!--[if !supportLists]-->3. Hubungan sekolah dengan masyarakat . asrama. Pendirian dan perencanaan bangunan sekolah Hal in meliputi : <!--[if !supportLists]-->1. f.dan sebagainya. <!--[endif]-->Mengusahakan. <!--[endif]-->Cara memilih letak dan menentukan luas tanah yang dibutuhkan <!--[if !supportLists]-->2.Hal ini meliputi : <!--[if !supportLists]-->1. kantor. <!--[endif]-->Menentukan jumlah dan luas ruanganruangan kelas. <!--[endif]-->Cara-cara penggunaan gedung sekolah dan fasilitas-fasilitas lainyang efektif dan produktif. <!--[if !supportLists]-->4. lapangan olah raga.

ruang lingkup yang tercakup di dalam administrasi pendidikan dapat dikelompokkan sebagai berikut : 1. Prinsip-prinsip Administrasi Pendidikan Prinsip merupakan sesuatu yang di buat sebagai pegangan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. sosiologis dan produktif yang dapat mendatangkan keuntungan dan perbaikan serta kemajuan bagi kedua belah pihak. 5. pelaksanaan kurikulum.yang mencakup didalamnya penyusunan kurikulum. . Administrasi kurikulum. Hendaknya semua hubungan itu merupakan hubungan kerjasama yang bersifat pedagogis. 3. Koordinasi tentang wewenang dan tanggung jawab. Adanya tujuan yang hendak di capai bersama dari kerjasama tersebut.Diantara prinsip-prinsip administrasi pendidikan antara lain : 1.dan sebagainya. para bawahan hanya mempunyai seorang atasan langsung dari padanya menerima perintah atau bimbingan dan kepada siapa ia harus mempertanggung jawabkan hasil pekerjaannya. diantara prinsip-prinsip tersebut adalah : Memiliki tujuan yang jelas Tiap anggota dapat memahami dan menerima tujuan tersebut Adanya kesatuan arah sehingga dapat menimbulkan kesatuan tindakan dan pikiran Adanya kesatuan perintah (Unity of command). dan lainlain. 2. Adanya tiugas/fungsi yang harus dilaksanakn maksudnya ada sebuah kerjasama dari sekelompok orang 3. Adanya sumber daya manusia (SDM) atau sekelompokmanusia (sedikitnya dua orang) untuk ditata 2. seperti pembagian tugas mengajar pada guru-guru. 2. dan juga administrasi peserta didik. 4. administrasi keuangan.mencakup didalamnya administrasi personel guru dan pegawai sekolah. pembinaan kurikulum.(Tsauri:13-16:2007) 5.Hal ini mencakup hubungan sekolah dengan sekolah-sekolah lain. hubungan sekolah dengan instansi-instansi dan jawsatan-jawatan lain dan hubungan sekolah dengan masyarfakat pada umumnya. 3. Adanya non manusia seperti peralatan dan perlengkapan yang diperlukan dan yang harus ditata 5.(Purwanto:2007) Ada sebuah prinsip-prinsip administrasi yang menyinggung organisasi. Administrasi personel.yaitu kegiatan administrasi yang menyangkut bidang-bidang materi/benda-benda seperti :ketatausahaan sekolah. Dari apa yang telah diuraikan di atas. Adanya penataan/pengaturan dari kerjasama tersebut 4. maksudnya ada keseimbangan antara wewenang dan tanggung jawab masing-masing anggota 1. penyusunan silabus. Administrasi material.

keahlian dan bakat masing-masing.(Tsauri:22:2007) PENUTUP Administrasi pendidikan adalah suatu kegiatan kerja sama atau proses pengintegrasian segala sesuatu baik personal maupun material yang tergabung dalam orgaisasi pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan sebelumnya agar efektif dan efisien. <!--[endif]-->supervisi yang tertuju pada tercapainya maksu-maksud dan tujuan . <!--[endif]-->pengorganisasian (organizing) ³pengorganisasian adalah aktivitas-aktivitas menyusun dan membentuk hubunganhubungan sehingga terwujudlah kesatuan usaha dealam mencapai maksud-maksud dan tujuan-tujuan pendidikan´. Adanya pembagian tugas atau pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan. <!--[endif]-->pengkoordinasian (coordination) koordinasi adalah aktivitas membawa orang-orang. diantara fungsi administrasi pendidikan adalah: <!--[if !supportLists]-->1. <!--[if !supportLists]-->3. <!--[if !supportLists]-->2. sehingga dapat menimbulkan kerjasama yang harfmonis dan kooperatif.6. Administrasi pendidikan juga memiliki sebuah fungsi. teknikkteknik dan tujuan-tujuan kedalam hubungan yang harmonis dan produktif dalam mencapai suatu tujuan´ <!--[if !supportLists]-->4. pikiran-pkiran. <!--[endif]-->perencanaan (planning) ³perencanaan(planning) adalah aktivitas memikirkan dan memilih rangkaian tindakan-tindakan pedndidikan´. <!--[endif]-->komunikasi komunikasi dalam setiap bentuknya adalah suatu proses yang hendak mempengaruhi sikap dan perbuatan orang-orang dalam struktur organisasi´. material. <!--[if !supportLists]-->5.

d. <!--[endif]-->penilaian (evaluating) Evaluasi sebagai fungsi administrasi pendidikan adalah aktivitas untuk meneliti dan mengetahui sampai di mana pelaksanaan yang dilakukan di dalam proses keseluruhan organisasi mencapai hasil sesuai denhan rencana atau program yang telah di tetapkan dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan. c.³supervise sebagai fungsi administrasi pendidikan berarti aktivitas-aktivitas untuk menentukan komdisi-kondisi/syarat-syarat yang esensial yang akan menjamin tercapainya tujuan-tujuan pendidikan´. Adapun tujuan dari administrasi pendidikan adalah: 1. f. <!--[endif]-->kepegawaian (staffing) dalam kepegawaian yang menjadi titik penekanan ialah personal itu sendiri. administrasi tata laksana sekolah administrasi personel guru dan pegawai sekolah administrasi peserta didik supervisi pengajaran pelaksanaan dan pembinaan kurikulum pendirian dan perencanaan bangunan sekolah . <!--[if !supportLists]-->8. 3. b. Diantara administrasi pendidikan adalah: a. 4. memilih. <!--[if !supportLists]-->6. e. 2. menempatkan dan membimbing personel. <!--[endif]-->pembiayaan (budgeting) Biaya/pambiayaan merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam sebuah organisasi karena biaya ini sangat menentukan bagi kelancaran jalannya sebuah organisasi. <!--[if !supportLists]-->7. efektifitas produksi efesiensi kemampuan menyesuaikan diri (adaptivenes) kepuasan kerja administrasi pendidikan juga memiliki sebuah ruang lingkup (bidang garapan) didalam pengelolaannya. Aktivitas yang dilakukan di dalam kepegawaian antara lain : menentukan. tanpa biaya yang mencukupi tidak mungklin terjamin kelancaran jalannya suatu organisasi.

Raflis.Bandung:Pustaka setia Purwanto.2005.Administrasi pendidikan dan supervisi pendidikan.g.2007. Hal tersebut lebih terasa lagi dalam implementasi MBS.2007. Diantara prinsip-prinsip administrasi pendidikan adalah: 1.Ngalim.Jember:Center for society studies 1 Komentar MANAJEMEN KEUANGAN DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN DAN NEGARA 15 f 2008 pada 1:50 pm (Administrasi dan Supervisi) Tags: Pendidikan PENDAHULUAN Keuangan dan pembiayaan merupakan salah satu sumber daya yang secara langsung menunjang efektifitas dan efisiensi pengelolaan pendidikan. yang menuntut kemampuan sekolah untuk .Bandung:PT Remaja Rosda Karyta Soetjipto dan Kosasi.2004. Adanya SDM (sumber daya manusia/personal) yang harus ditata 4. hubungan sekolah dan masyarakat didalam administrasi pendidikan terdapat pulasebuah prinsip-prinsip yang dapat menunjang kegiatan administrasi dan mencapai tujuan administrasi pendidikan karena prinsip ini merupakan sesuatu yang dijadikan sebagai pengayaan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.Administrasi pendidikan.Sofyan.Profesi keguruan. Adanya kerja sama sekelompok orang 2.Administrasi dan supervisi pendidikan.Yusak. Adanya peralatan dan perlengkapan (non manusia ) yang harus ditata 5.Jakarta:PT Rineka Cipta Tsauri. Adanya tujuan yang hendak dicapai bersama dari kerjasama tersebut DAFTAR PUSTAKA Burhanuddin. Adanya penataan dan pengaturan dari kerja sana tsb 3.

apa lagi dalm kondisi krisis pada sekarang ini. daerah maupun kedua-duanya. terutama dalam rangka MBS (Manajemen Berbasis Sekolah). Berkaitan dengan peneriman keuangan dari orang tua dan masyarakat ditegaskan dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional1989 bahwa karena keterbatasan . baik pemerintah pusat. yang memberikan kewenangan kepada sekolah untuk mencari dan memanfaatkan berbagai sumber dana sesuai dengan kebutuhan masing-masing sekolah karena pada umumnya dunia pendidikan selalu dihadapkan pada masalah keterbatasan dana. yang sayang juga jika dilewatkan. baik itu disadari maupun yang tidak disadari.merencanakan. dan didalam makalah ini kami mengambil beberapa literatur dari buku-buku yang menurut kami dapat sesuai dengan pembahasan kami. yang bersifat umum atau khusus dan diperuntukkan bagi kepentingan pendidikan. Dalam makalah kelompok ini. baik mengikat maupun tidak mengikat. Dengan kata lain setiap kegiatan yang dilakukan sekolah memerlukan biaya. melaksanakan dan mengevaluasi serta mempertanggungjawabkan pengelolaan dana secara transparan kepada masyarakat dan pemerintah. Hal ini penting. Komponen keuangan dan pembiayaan ini perlu dikelola sebaik-baiknya. (2) orang tua atau peserta didik. Komponen keuangan dan pembiayaan pada suatu sekolah merupakan komponen produksi yang menentukan terlaksananya kegiatan belajarmengajar di sekolah bersama dengan komponen-komponen yang lain. agar dana-dana yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang tercapainya tujuan pendidikan. (3) masyarakat. keuangan dan pembiayaan merupakan potensi yang sangat menentukan dan merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam kajian manajemen pendidikan. Kami membuat makalah ini dikarenakan adanya tugas dosen selaku pembimbing mata kuliah administrasi & supervisi pendidikan dan sudah menjadi suatu kewajiban bagi kami selaku mahasiswa untuk menyelesaikannya. yaitu (1) pemerintah. kami juga memaparkan sistem manajemen keuangan dalam suatu Negara dan pondok pesantren. Dalam penyelenggaraan pendidikan. PEMBAHASAN Sumber keuangan dan pembiayaan pada suatu sekolah secara garis besar dapat dikelompokkan atas tiga sumber.

juga dilimpahi fungsi ordonator untuk menguji hak atas pembayaran. manajemen komponen keuangan harus dilaksanakan dengan baik dan teliti mulai dari tahap penyusunan anggaran. sampai pengawasan dan pertanggungjawaban sesuai dengan ketentuan yang berlaku agar semua dana sekolah benar-benar dimanfaatkan secara efektif. Komponen utama manajemen keuangan meliputi. <!--[if !supportLists]-->2. penggunaan. Kepala sekolah dalam hal ini. seperti gaji pegawai (guru dan non guru). Dalam implementasi MBS. (3) pembelajaran. tidak dibenarkan melaksanakan fungsi bendaharawan karena berkewajiban melakukan pengawasan kedalam.masyarakat dan orang tua. (4) prosedur investasi.kemampuan pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan dana pendidikan. dan dilimpahi fungsi ordonator untuk memerintahkan pembayaran. serta biaya operasional. biaya pembelian atau pengembangan tanah. misalnya. Adapun bendaharawan adalah pejabat yang berwenang melakukan penerimaan. Dalam pelaksanaannya manajemen keuangan ini menagnut azas pemisahan tugas antara fungsi otorisator. penambahan furnitur. efisien. Namun. berfungsi sebagai otorisator. Biaya rutin adalah biaya yang harus dikeluarkan dari tahun ke tahun.1 <!--[endif]-->MANAJEMEN KEUANGAN SEKOLAH . Adapun dimensi pengeluaran meliputin biaya rutin dan biaya pembangunan. serta biaya atau pengeluaran lain unutk barang-barang yang tidak habis pakai. pembangunan gedung. perbaikan atau rehab gedung. kolusi dan nepotisme. serta bebas dari penyakit korupsi. tanggung jawab atas pemenuhan dana pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah. penyimpanan dan pengeluaran uang atau surat-surat berharga lainnya yang dapat dinilai dengan uang serta diwajibkan membuat perhitungan dan pertanggungjawaban. tidak ada kebocorankebocoran. fasilitas dan alat-alat pengajaran (barang-barang habis pakai). Bendaharawan. Sementara biaya pembangunan. biaya pemeliharaan gedung. (1) prosedur anggaran. Ordonator adalah pejabat yang berwenang melakukan pengujian dan memerintahkan pembayaran atas segala tindakan yang dilakukan berdasarkan otorisasi yang telah ditetapkan. pergudangan dan prosedur pendistribusian. Otorisator adalah pejabat yang diberi wewenang untuk mengambil tindakan yang mengakibatkan penerimaan dan pengeluaran anggaran. sebagi manajer. dan (5) prosedur pemeriksaan. (2) prosedur akuntansi keuangan. ordonator dan bendaharawan. disamping mempunyai fungsi-fungsi bendaharawan.

kesejahteraan personel. 1606/MK/II/1974) tertanggal: 20 Nopember 1974 SPP dimaksudkan untuk membantu pembinaan pendidikan seperti yang ditunjukkan pada pasal 12 keputusan tersebut yakni membantu penyelengaraan sekolah.<!--[endif]-->Pengadaan alat atau bahan pelajaran <!--[if !supportLists]-->. demikian pula sekolah.<!--[endif]-->Menteri P&K (No. <!--[endif]-->Manajemen Pembayaran SPP Dasar hukum penyusutan SPP adalah keputusan bersama tiga menteri yaitu: <!--[if !supportLists]-->. Persoalan yang menyangkut keuangan sekolah pada garis besarnya berkisar pada: uang Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP).221 Tahun 1974) <!--[if !supportLists]--><!--[endif]-->Menteri keuangan (No. kartu pribadi. uang kesejahteraan personel dan gaji serta keuangan yang berhubungan langsung dengan penyelenggaraan sekolah seperti perbaikan sarana dan sebagainya. perbaikan sarana dan kegiatan supervisi. Yang dimaksud penyelenggaraan sekolah ialah: <!--[if !supportLists]-->. <!--[if !supportLists]-->A.<!--[endif]-->Penyelenggaraan ulangan.<!--[endif]-->Prakarya dan pelajaran praktek .<!--[endif]-->Pengadaan perpustakaan sekolah <!--[if !supportLists]-->. Di bawah ini kami kemukakan beberapa instrumen (format-format) yang mencerminkan adanya kegiatan manajemen keuangan sekolah tersebut. Kep.<!--[endif]-->Pengadaan alat atau bahan manajemen <!--[if !supportLists]-->.0257/K/1974) <!--[if !supportLists]-->.Setiap unit kerja selalu berhubungan dengan masalah keuangan. evaluasi belajar.<!--[endif]-->Menteri dalam negeri (No. rapor dan STTB <!--[if !supportLists]-->.

pembangunan lokal baru. Dalam hubungan ini misalnya kegiatan arisan di sekolah koperasi antar guru dan lain-lain Oleh karenanya kepala sekolah sebagai pemimpin lembaga wajib mengetahui dengan jelas berapa gaji bersih yang diterima oleh anak buahnya. penyetoran dan penggunaan dana yang telah ditentukan terutama dan penyelenggaraan sekolah.2 <!--[endif]-->MANAJEMEN KEUANGAN PONDOK PESANTREN . dan sebagainya <!--[if !supportLists]-->D. <!--[endif]-->Lager gaji (daftar permintaan gaji) <!--[if !supportLists]-->b. <!--[if !supportLists]-->B. <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Manajemen keuangan yang berasal dari BP3 Badan Pembantu Penyelenggaraan Pendidikan (BP3) bertugas memberikan bantuannya dalam penyelenggaraan sekolah. <!--[endif]-->Lain-lain Sudah menjadi hal yang umum bahwa guru atau karyawan serin mempunyai sangkut paut tersendiri dalam hal keuangan terutama gaji. Bantuan ini dapat berbentuk uang tetapi mungkin pula dalam bentuk lain seperti usaha perbaikan sekolah. <!--[endif]-->Buku catatan SPMU (Surat Perintah Mengambil Uang) <!--[if !supportLists]-->C. <!--[endif]-->Manajemen keuangan yang berasal dari Negara (pemerintah) Yang dimaksud keuangan dari Negara ialah meliputi pembayaran gaji pegawai atau guru dan belanja barang.Selanjutnya pada pasal 18 dinyatakan bahwa kedudukan kepala sekolah dalam pengelolaan SPP adalah bendaharawan khusus yang bertanggungjawab dalam penerimaan. untuk pertanggungjawaban uang tersebut diperlukan beberapa format sebagi berikut: <!--[if !supportLists]-->a. usaha pembinaan kesejahteraan pegawai kiranya perlu diperhatikan data tersebut.

baik individual maupun lembaga. termasuk orang tua santri.<!--[if !supportLists]-->A. disinilah perlunya pengelolaan keuangan dengan baik dan transparan dibudayakan dilingkungan pesantren. Di pasantren pengelolaan keuangan sebenarnya tidak begitu rumit. walaupun jumlahnya relatif kecil hal itu perlu ada laporan atau penjelasan sederhana sesuai dengan prinsip-prinsip pengelolaan keuangan public kepada masyarakat agar kredibilitas pesantren dimata masyarakat cukup tinggi. <!--[endif]-->Prinsip-prinsip Pengelolaan Keuangan Pendidikan Pondok Pesantren . baik pemerintah pusat maupun daerah. pengelolaan keuangan dapat diartikan sebagai tata pembukuan. dalam suatu lembaga termasuk pesantren pengelolaan keuangan sering menimbulkan permasalahan yang serius bila pengelolaanya kurang baik. Dalam arti luas diartikan sebagai pengurusan dan pertanggung jawaban. Namun demikian karena banyak juga dana yang bersumber dari masyarakat untuk mendanai kegiatan di Pesantren. <!--[endif]-->Rasional Salah satu bagian terpenting dalam manajemen pesantren adalah pengelolaan keuangan. dari penyandang dana. Ustadz/ Ustadzah atau pengelola lainnya) terhadap pandangan yang kurang baik dari luar pesantren. sebab pesantren merupakan lembaga swadana yang tidak memerlukan pertanggung jawaban keuangan yang terlalu pelik kepada penyandang dananya. <!--[if !supportLists]-->B. Namun dalam rangka pengelolaan manajemen yang baik seyogyanya didalam pemilahan antara harta kekayaan pesantren dengan individu. <!--[endif]-->Pengertian Dalam arti sempit. Pengelolaan keuangan pesantren yang baik ini sebenarnya juga merupakan bagian dari upaya melindungi personil pengelola pesantren (kyai. <!--[if !supportLists]-->C. agar kekurangan dan kelebihan pesantren dapat diketahui secara transparan oleh pihakpihak lain. walaupun disadari bahwa pembiayaan pesantren justru lebih banyak bersumber dari kekayaan individu sebab sumber-sumber lain penopang pesantren kurang memadai. Selama ini banyak pesantren yang tidak memisahkan antara harta kekayaan pesantren dengan individu.

<!--[endif]-->terbuka dan transparan. dalam sekolah.Penggunaan anggaran dan keuangan. tetapi dari sumber dan dari ketiga komponen diatas. khususnya dilingkungan pondok pesantren dan keserasian antara pendidikan dalam keluarga. <!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]-->terarah dan terkendali sesuai dengan rencana. Selanjutnya pihak pesantren bersama komite atau majelis pesantren pada setiap awal tahun anggaran perlu bersama-sama merumuskan RAPBPP sebagai acuan bagi pengelola pesantren dalam melaksanakan manajemen keuangan yang baik: . Komite atau majelis tersebut beranggotakan wakil wali santri. pengelola. efisien dan sesuai dengan kebutuhan teknis yang disyaratkan <!--[if !supportLists]-->2. pesantren dan dalam masyarakat. Untuk itu dipesantren sebenarnya juga perlu dibentuk organisasi orang tua santri yang implementasinya dilakukan denan membentuk komite atau majelis pesantren. dari sumber manapun. maka untuk sumber dana sekolah. tidak mewah. pesantren itu tidak hanya diperoleh dari anggaran dan fasilitas dari pemerintah atau penyandang dana tetap saja. dalam pengertian dari dan untuk apa keuangan lembaga tersebut perlu dicatat dan dipertanggung jawabkan serta disertai bukti penggunaannya. wakil pemerintah dan wakil ilmuwan/ ulama diluar pesantren dan dapat juga memasukkan kalangan dunia usaha dan industri. <!--[endif]-->Rencana Anggaran Pendapatan Dan Belanja Pondok Pesantren (RAPBPP) Implementasi prinsip-prinsip keuangan diatas pada pendidikan. <!--[endif]-->Hemat. apakah itu dari pemerintah ataupun dari masyarakat perlu didasarkan prinsip-prinsip umum pengelolaan keuangan sebagai berikut: <!--[if !supportLists]-->1. <!--[if !supportLists]-->3. program/ kegiatan. <!--[endif]-->sedapat mungkin menggunakan kemampuan/ hasil produksi dalam negeri sejauh hal ini dimungkinkan <!--[if !supportLists]-->D. tokoh masyarakat.

c). <!--[if !supportLists]-->2. maka sentralisasi pengelolaan keuangan perlu difokuskan pada bendaharawan pesantren. serta alokasi sumber-sumber kepada setiap bagian kegiatan. dalam rangka untuk mempermudah pertanggung jawaban keuangan. Maka penyusunannya hendaknya mengikuti langkah-langkah sebagai berikut: . Ada dua bagian pokok anggaran yang harus diperhatikan dalam penyusunan RAPBPP. Dengan anggaran berimbang tersebut maka kehidupan pesantren akan menjadi solid dan benar-benar kokoh dalam hal keuangan.<!--[if !supportLists]-->1. d). pengendalian dan evaluasi kegiatan yang dilakukan pondok pesantren.kontribusi santri. <!--[endif]-->Rencana sumber atau target penerimaan/ pendapatan dalam satu tahun yang bersangkutan. semua penggunaan keuangan pesantren dalam satu tahun anggaran perlu direncanakan dengan baik agar kehidupan pesantren dapat berjalan dengan baik. artinya rencana pendapatan dan pengeluaran harus berimbang diupayakan tidak terjadi anggaran pendapatan minus. <!--[endif]-->Langkah-langkah Penyusunan RAPBPP Suatu hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan RAPBPP adalah harus menerapkan prinsip anggaran berimbang. yaitu: <!--[if !supportLists]-->a. <!--[endif]-->Rencana penggunaan keuangan dalam satu tahun yang bersangkutan. b). termasuk didalamnya keuangan bersumber dari: a). <!--[endif]-->Pengertian RAPBPP Anggaran adalah rencana yang diformulasikan dalam bentuk rupiah dalam jangka waktu atau periode tertentu. Maka seorang penanggung jawab program kegiatan dipesantren harus mencatat anggaran serta melaporkan realisasinya sehingga dapat dibandingkan selisih antara anggaran dengan pelaksanaan serta melakukan tindak lanjut untuk perbaikan.dari hasil usaha <!--[if !supportLists]-->b. Anggaran memiliki peran penting didalam perencanaan.sumbangan dari pemerintah.sumbangan dari individu atau organisasi.

Dalam setiap anggaran yang disusun untuk kegiatan-kegiatan dilingkungan pondok pesantren. Pada setiap anggaran yang disusun perlu dijelaskan apakah rencana anggaran yang akan dilaksanakan merupakan hal baru atau kelanjutan atas kegiatan yang telah dilaksanakan dalam periode sebelumnya dengan menyebut sumber dana sebelumnya. uraian rencana kegiatan. <!--[if !supportLists]-->b) <!--[endif]-->Uraian kegiatan program. penanggung jawab.<!--[if !supportLists]-->a) <!--[endif]-->Menginventarisasi rencana yang akan dilaksanakan <!--[if !supportLists]-->b) <!--[endif]-->Menyusun rencana berdasarkan skala prioritas pelaksanaannya <!--[if !supportLists]-->c) <!--[endif]-->Menentukan program kerja dan rincian program <!--[if !supportLists]-->d) <!--[endif]-->Menetapkan kebutuhan untuk pelaksanaan rincian program <!--[if !supportLists]-->e) <!--[endif]-->Menghitung dana yang dibutuhkan <!--[if !supportLists]-->f) <!--[endif]-->Menentukan sumber dana untuk membiayai rencana Rencana tersebut setelah dibahas dengan pengurus dan komite atau majelis pesantren. maka selanjutnya ditetapkan sebagai anggaran pendapatan dan belanja pondok pesantren (APBPP). rincian program <!--[if !supportLists]-->c) <!--[endif]-->Informasi kebutuhan: barang/ jasa yang dibutuhkan. volume kebutuhan . program kerja. paling tidak harus memuat 6 hal atau informasi sebagai berikut: <!--[if !supportLists]-->a) <!--[endif]-->Informasi rencana kegiatan: sasaran. rencana baru atau lanjutan.

Ini dapat terjadi karena beberapa sebab: <!--[if !supportLists]-->a. Dalam kaitan dengan pengelolaan keuangan tersebut. dan total anggaran untuk seluruh rencana kegiatan <!--[if !supportLists]-->f) <!--[endif]-->Sumber dana: total sumber dana. <!--[endif]-->Adanya efisiensi atau inefisiensi pengeluaran <!--[if !supportLists]-->b. <!--[endif]-->Pertanggung jawaban Keuangan Pondok Pesantren Semua pengeluaran keuangan pondok pesantren dari sumber manapun harus dipertanggung jawabkan. <!--[endif]-->Terjadinya penghematan atau pemborosan <!--[if !supportLists]-->c. <!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Realisasi APBPP Dalam pelaksanaan kegiatan. <!--[endif]-->Penyusunan anggaran yang kurang tepat <!--[if !supportLists]-->E. yang perlu diperhatikan oleh bendaharawan adalah: . Namun demikian prinsip transparansi dan kejujuran dalam pertanggung jawaban tersebut harus tetap dijunjung tinggi. bisa kurang atau lebih dari jumlah yang telah dianggarkan. <!--[endif]-->Pelaksanaan kegiatan yang tidak sesuai dengan yang telah diprogramkan <!--[if !supportLists]-->d. jumlah biaya yang dibutuhkan untuk seluruh volume kebutuhan <!--[if !supportLists]-->e) <!--[endif]-->Jumlah anggaran: jumlah anggaran untuk masing-masing rincian program. rencana kegiatan. program. jumlah yang realisasikan bisa terjadi tidak sama dengan rencana anggarannya. <!--[endif]-->Adanya perubahan harga yang tidak terantisipasi <!--[if !supportLists]-->e. hal tersebut merupakan bentuk transparansi dalam pengelolaan keuangan.<!--[if !supportLists]-->d) <!--[endif]-->Data kebutuhan harga satuan. masingmasing sumber dana yang mendukung pembiayaan program.

<!--[endif]-->daftar gaji/ honorarium <!--[if !supportLists]-->5. <!--[endif]-->Pada setiap akhir tahun anggaran. <!--[endif]-->daftar potongan-potongan <!--[if !supportLists]-->4. . bendara harus membuat laporan keuangan kepada komite/ majelis pesantren untuk dicocokkan dengan RAPBPP <!--[if !supportLists]-->2. agar manajemen keuangan dipondok pesantren dapat berjalan dengan baik. serta tidak menimbulkan kecurigaan atau fitnah. <!--[endif]-->Buku kas umum <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->kwitansi atau bukti-bukti pembelian atau bukti penerimaan dan bukti pengeluaran lain <!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]-->buku tabungan <!--[if !supportLists]-->6. <!--[endif]-->buku catatan lain-lain yang tidak termasuk diatas.<!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->neraca keuangan juga harus ditunjukkan untuk diperiksa oleh tim pertanggung jawaban keuangan dari komite pondok pesantren selain buku neraca keuangan yang erat hubungannya dengan pengelolaan keuangan. <!--[endif]-->buku persekot uang muka <!--[if !supportLists]-->3. transparan. seperti catatan pengeluaran insidentil Buku-buku tersebut perlu diadakan. <!--[endif]-->laporan keuangan tersebut harus dilampiri bukti-bukti pengeluaran yang ada <!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->buku iuran/ kontribusi santri (SPP/ infaq) <!--[if !supportLists]-->7. ada juga beberapa buku lain yang penting bagi bendaharawan pondok pesantren yaitu: <!--[if !supportLists]-->1. memudahkan dilakukan pengawasan terhadap penggunaan anggaran yang ditetapkan.

Ia mengawasi gaji dan semua alat-alat material yang harus dipergunakan dalam pekerjaan administrator lainnya. Administrator keuangan memiliki kekuasaan yang sangat besar. Pembukuan adalah dasar anggaran belanja. Dipihak lain pemeriksaan pembukuan bukanlah alat ketatalaksanaan kecuali secara tidak langsung dapat dipergunakan untuk memeriksa hasil-hasil. apakah organisasi berdaya guna. Administrasi keuangan berurusan dengan penyusunan anggaran belanja. pemeliharaan dana-dana. pemeriksaan pembukuan dan pembelian. harus dibangun atas dasar akrual (accrual basis) dan haruslah diperlengkap dengan pembukuan biaya sebagai alat pengawas ketatalaksanaan di dalam mengukur hasil pekerjaan. juga keuangan tersangkut secara universal didalam administrasi seperti zat asam didalam udara. Pokok soal ini adalah bagian dari bidang yang lebih luas disebut keuangan Negara. Ia dapat mengetahui berapa harga setiap barang. pinjaman Negara dan ketatalaksanaan hutang Negara. Seterusnya lagi suatu badan pemeriksaan yang wajar tidak merasa puas semata-mata dengan persoalan-persoalan .3 <!--[endif]-->MANAJEMEN KEUANGAN NEGARA Sebagaimana halnya dengan organisasi dan kepegawaian. Terdapat dua buah aspek pada persoalan administrasi keuangan. pembukuan. Oleh karena itu mempersatukan fungsi keuangan dengan adaministrasi umum tujuan pokok kepemimpinan tetapi tidak selalu mudah untuk dicapai. Semua unsur administrasi keuangan erat terjalin. Oleh karena itu pemeriksaan pembukuan haruslah menjadi tanggung jawab badan luar yang lepas dan pada pemerintah ia harus memberikan laporan kepada badan perundang-undangan. apakah pegawai-pegawai melakukan pekerjaan mereka sebagaimana mestinya. Sebuah daripadanya merupakan bidang keuangan Negara yang luas meliputi fungsi-fungsi seperti perhitungan dan pemungutan pajak. Sebagai syarat utama kedaya gunaan suatu fungsi ketatalaksanaan harus seragam diseluruh pemerintah. menentukan tersedianya dana penyertaan alasan (accompany procurement) dan menimbang tindakan hukum apabila dilakukan pemeriksaan pembukuan.<!--[if !supportLists]-->2. Tetapi sekalipun dipandang dari lingkungannya yang lebih sempit melalui pandangan administrator sebagaimana telah dilakukan disini tersangkutlah masalah kebijaksanaan. Disini kami sedikit mencoba mempelajari administrasi keuangan sebagai bagian dari administrasi Negara.

pinjaman Negara serta tatalaksana hutang Negara. Pembelian atau usaha memperoleh (procurement) adalah bagian yang luas dari fungsi persediaan dan juga menimbulkan masalah kebijaksanaan yang penting. dari situlah dapat diketahui suatu anggaran belanja Negara. . untuk itu dalam lembaga pendidikan dalam hal ini adalah sekolah mengambil inisiatif dari pendanaan melalui SPP dan juga BP3 yang dapat membantu terlaksananya kegiatan dalam lembaga/ sekolah tersebut.legalitet dan kejujuran. Remaja Rosda Karya. Manajemen Berbasis Sekolah. Pondok pesantren juga masih memerlukan hak sumber daya keuangan demi terlaksananya suatu proses pendidikan dalam manajemennya sehingga memerlukan pertanggung jawaban yang dapat diketahui oleh semua kalangan mulai dari personil pondok pesantren sendiri maupun dari pihak luar pondok pesantren sehingga dapat diketahui pertanggung jawaban masalah keuangan yang transparan. menyimpan pembukuan yang cukup dan memiliki daftar barang secara terperinci berikut perkiraan harganya. Bandung. ia juga menunjukkan bagaimana daya guna dan prosedur administrative dapat diperbaiki. meliputi: pajak. mengusahakan penyimpanan yang memuaskan dan fasilitas pengangkutan dan juga hendaknya cepat dan tidak kaku. 2007. Administrasi pembelian haruslah atas dasar cukup luas untuk mengambil keuntungan dari potongan (reduksi) dan harga-harga borongan. dana-dana pemerintahan. <!--[if !supportLists]--> DAFTAR PUSTAKA Mulyasa. Negara dalam hal ini juga memerlukan proses manajemen keuangan yang dapat ditinjau dari berbagai aspek. PENUTUP Dalam suatu organisasi maupun lembaga sekolah diperlukan sumber daya dalam hal ini adalah faktor keuangan yang menjadi faktor penting dalam menunjang efektifitas dan efisiensi pengelolaan pendidikan.

Dimock. Tinggalkan sebuah Komentar DASAR-DASAR ADMINISTRASI PENDIDIKAN 13 f 2008 pada 8:17 am (Administrasi dan Supervisi) Tags: Pendidikan MAKALAH DASAR-DASAR ADMINISTRASI PENDIDIKAN Untuk memenuhi tugas mata kuliah Administrasi dan Supervisi Pendidikan yang dibina oleh Bapak Dra. Administrasi Negara.A.Dimock. Fajar Ahwa. Suryobroto. 2004.Wahidil Qomali (084 061 398) Adi Wijaya (084 061 399) Zaidatur Rofi¶ah (084 061 429) Zulfa Faurina (084 061 430) . laksBang PRESSindo. Yogyakarta. GO.M. Jakarta.I <!--[if gte vml 1]> <![endif]--><!--[if !vml]--> <!--[endif]--> Oleh : Kelompok 1 A. ME. Sulthon. 1992. Rineka Cipta. Rineka Cipta. M. Khusnuridlo. Jakarta. Manajemen Pondok Pesantren Dalam Perspektif Global. 2006. M.Pd. Manajemen Pendidikan Di Sekolah.D.

Oleh karena itu para pendidiki terlebih dahulu harus mengetahui dasar-dasar dari administrasi pendidikan.terus mengalami perkembangan sesuai dengan perkembangan pendidikan negara masing-masing. Pengertian Administrasi pendidikan Administrasi dalam pengertian secara harfiah.Oleh karena itu.administrasi pendidikan mulai berkembang dengan pesat sejak pertengahan pertama abad ke-20.maka diperlukan sebuah penjelasa secara rinci dan mendetail tentang administrasi pendidikan agar para pendidik dapat memahami betapa perlu dan pentingnya administrasi pendidikan itu. administrasi pendidikan itu sendiri sebagai ilmu.tidak mengherankan jika para pendidik sendiri banyak yang belum dapat memahami betapa perlu dan pentingnya administrasi pendidikan dalam penyelenggaraan dan pengembangan pendidikan pada umumnya. Maka dimakalah ini kami akan menjelaskan tentang dasar-dasar administrasi pendidikan.SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI JEMBER JURUSAN TARBIYAH / PROGRAM STUDI PAI JUNI 2008 PENDAHULUAN Dalam dunia pendidikan di Indonesia.bidang studi administrasi pendidikan boleh dikatakan masih baru.kata ad mempunyai arti yang sama dengan kata to dalam bahasa inggris yang berarti ³ke´atau´kepada´. PEMBAHASAN DASAR-DASAR ADMINISTRASI PENDIDIKAN 1.adcministrasi pendidikan baru diperkenalkan melalui beberapa IKIP sejak tahun 1960-an. Di negara-negara yang sudah maju. Khususnya di negara kita.membantu dan .Indonesia.terutama sejak berakhirnya perang dunia kedua.(Purwanto:1:2007) Setelah kita mengetahui realita yang terjadi seperti yang sudah tersebut di atas.kata ³administrasi´berasl dari bahasa latin yang terdiri atas kata ad dan ministrare.Dan kata ministrare sam artinya dengan kata to serve atau to conduct yang berarti´melayani. Disamping itu.dan baru dimasukkan sebagai mata pelajaran decan mata ujian di SGA/SPG sejak tahun ajaran 1965/1966.

Dalam bahasa inggris to administer berarti pula´mengatur.malayani. istilah administrasi juga dapat diartikan sebagai berikut : ³Administrasi adalah suatu kegiatan atau rangkaian kegiatan yang berupa proses pengelolaan usaha kerjasama sekelompok manusia yang tergabung dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan bersam yang telah ditetapkan sebelumnya agar efektif dan efisien´. yaitu : 1.menyelenggarakan surat-menyurat dengan segala aspeknya serta mempersiapkan laporan. makna administrasi dapat di urai paling tidak menjadi lima pengertian pokok. Rangkaian kegiatan itu marupakan suatu proses/pengelolaan dari suatu kegiatan yang kompleks. Jadi kata´administrasi´ secara harfiah dapat di artikan sebagai suatu kegiatan atau usaha untuk membantu.spiritual maupun material yang bersangkut paut dengan pencapaian tujuan pendidikan.dan semua materi yang di perlukan dan yang telah ada dimanfaatkan secara efisien.(Purwanto:1:2007) Administrasi dalam pengertian yang sempit yaitu kegiatan ketatausahaan yang intinya adalah kegiatan ruti catat-mencatat.mengarahkan´.didalam proses administrasi pendidikan segenap usaha orang-orang yang terlibat didalam proses pencapaian tujuan pendidikan itu diintegrasikan. Dalam pengertian yang luas ini.mendokumentasika kegiatan. Administrasi merupakan kegiatan atau kegiatan manusia 2. oleh sebab itu bersifat dinamis 3. Administrasi pendidikan dalam pengertian secara luas adalah segenap proses pengerahan dan pengintegrasian segala sesuatu baik personel. Dalam batasan tersebut di atas. Prose situ dilakukan bersama oleh sekelompok manusia yang tergabung dalam suatu organisasi .diorganisasi dan dikoordinasi secara efektif.mengarahkan atau mengatur semua kegiatan didalam mencapai suatu tujuan.memelihara dan mengarahkan´. Jadi.

pengorganisasian. <!--[endif]-->Mengumpulkan daa dan informasi-informasi yang diperlukan <!--[if !supportLists]-->4.(Tsauri:2:2007) 2. Fungsi Administrasi Pendidikan Agar kegiatan dalam komponen administrasi pendidikan dapat berjalan dengan baik dan mencapai tujuan. <!--[endif]-->Menentukan dan merumuskan tujuan yang hendak dicapai <!--[if !supportLists]-->2. Untuk menadapat gambaran yang lebih jelas tentang fungsi-fungsitersebut di bawah ini akan diuraikan secara lebih rinci.4. Perencanaan (Planning) Perencanaan merupakan salh satu syarat mutlak bagi setiap kegiatan administrasi. komunikasi. baik sarana personel maupun material. a. Semua fungsi tersebut satu sama lain bertalian sangat erat. Di dalam setiap perencanaan ada dua faktor yang harus diperhatikan. Proses itu dilakukan dalam rangka mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya 5. <!--[endif]-->Meneliti masalah-masalah atau pekerjaanpekerjaan yang akan dilakukan <!--[if !supportLists]-->3. Adapun proses administrasi pendidikan itu meliputi fungsifungsi perencanaan. koordinasi. Proses pengelolaan itu dilakukan agar tujuannya dapat dicapai secara efektif dan efisien.kegiatan tersebut harus dikelola melalui suatu tahapan proses yang merupakan daur (siklus). <!--[endif]-->Menentukan tahap-tahap dan rangkaian tindakan .pelaksanaan suatu kegiatan akan mengalami kesulitan dan bahkan kegagalan dalam mencapai tujuan yang diinginkan. supervise kepegawaian dan pembiayaan dan evaluasi. Langkah-langkah dalam perencanaan meliputi hal-hal sebagai berikut : <!--[if !supportLists]-->1. Perencanaan merupakan kegiatan yang harus dilakukan pada permulaan dan selama kegiatan administrasi itu berlangsung. Tanpa perencanaan.yaitu faktor tujuan dan faktor sarana.

juga membatasi kesalahan-kesalahan yangmungkin terjadi dan menghindari adanya duplikasi-duplikasiatau tugas-tugas/pekerjaan rangkap yang dapat menghambat jalannyapenyelesaian. memuat segala uraian serta klarifikasi kegiatan dan rangkaian tindakan sehingga mudah di pedomani dan dijalankan <!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]-->memiliki fleksibilitas sehingga mudah disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi dan situasi sewaktu-waktu <!--[if !supportLists]-->5. realistis dan praktis <!--[if !supportLists]-->3. Jadi. <!--[endif]-->terinci. menurut urgensinya masing-masing <!--[if !supportLists]-->6. <!--[endif]-->diusahakan agar sedapat mengkin tidak terjadi adanya duplikasi pelaksanaan Merencanakan berarti pula memikirkan tentang penghematan tenaga. biaya dan waktu. <!--[endif]-->terfdapat perimbangan antara bermacamacam bidang yang akan digarap dalam perencanaan itu. perencanaan sebagai suatu fungus administrasi pendidikan dapat disimpulkan sebagai berikut : . <!--[endif]-->perencanaan harus didasarkan atas tujuan yang jelas <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->diusahakan adanya penghematan tenaga. biaya dan waktu serta kemungkinan penggunaan sumber-sumber daya dan dana yang tersedia sebaik-baiknya <!--[if !supportLists]-->7. <!--[endif]-->bersifat sederhana.<!--[if !supportLists]-->5. <!--[endif]-->Merumuskan bagimana masalah-masalah itu akan dipecahkan dan bagaimana pekerjaan-pekerjaan itu akan diselesaikan Syarat-syarat perencanaan Dalam menyusun perencanaan syarat-syarat berikut perlu diperhatikan : <!--[if !supportLists]-->1.

Yang perlu diperhatikan dalam pengorganisasian antara lain ialah bahwa pembagian tugas. Kita mengetahui bahwa dalam kegiatan sekolah sehari-sehari terdapat bermacam-macam jenis pekerjaan yang memerlukan kecakapandan keterampilan dan tanggung jawab yang berbeda-beda. wewenang dan tanggung jawab hendaknya disesuaikan dengan penglaman. . wewenang dan tanggung jawab secara terinci menurut bidang-bidang dan bagian-bagian. Dlam hal inilah terletak bagaimana kecakapan kepala sekolah mengorganisasi guru-guru dan pegawai sekolah lainnya dalam menjalankan tugasnya sehari-hari sehingga tercipta adanya hubungan kerja sama yang harmonis dan lancar.pengorganisasian sebagai salah satu fungsi administrasi pendidikan dapat disimpulkan sebagai berikut : ³pengorganisasian adalah aktivitas-aktivitas menyusun dan membentuk hubunganhubungan sehingga terwujudlah kesatuan usaha dealam mencapai maksud-maksud dan tujuan-tujuan pendidikan´. Pengorganisasian sebagai fungsi administrasi pendidikan menjadi tugas utama bagi para pemimpin pendidikan termasuk kepala sekolah. Keragaman tugas dan pekerjaan semacam itu tidak mungkin dilakukan dan dipikul sendiri oleh seoran pemimpin. Dengan demikian .³perencanaan(planning) adalah aktivitas memikirkan dan memilih rangkaian tindakan-tindakan yang tertuju pada tercapainya maksu-maksud dan tujuan pedndidikan´. b. Pengorganisasian (Organizing) Pengorganisasian merupakan aktivitas menyusun dan membentuk hubunganhubungan kerja antara orang-orang sehingga terwujud suatu kesatuan usaha dalam mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan. Di dalam pengorganisasian terdapatadanya pembagian tugas-tugas. pengetahuan dan kepribadian masing-masing prang yang dikperlukan dalam menjalankan tugas-tigas tersebut. minat.bakat. sehingga dari situ dapat terciptalah adanya hubungan-hubungan kerjasama yang harfmonis dan lancar menuju pencapaian tujuan yang telah ditetapkan.

seperti:(a)melaksanakan penjelasan singkat (briefing). Dengan adanya koordinasi yang baik.koordinasi sebagai salah satu fungsi administrasi pendidikan dapat disimpulkan sebagi berikut : ³koordinasi adalah aktivitas membawa orang-orang. material. Demikian pula komunikasi yang dilakukan secara informal dan secara formal mendatangkan hasil yang berbeda pengaruh dan kejelasannya. Proses menyampaikan atau komunikasi ini meliputi lebih dari pada sekedar menyalurkan pikiran-pikiran. Komunikasi Dalam melaksanakan suatu program pendidikan. Usayha pengkoordinasian dapat dilakukan melalui berbagai cara.(c) memberikan unjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis. pikiran-pkiran. Komunikasi secara lisan pada umumnya lebih mendatangkan hasil dan pengertian yang jelas dari pada secara tertulis. .(b)mengadakan rapat kerja. memerlukan adanya koordinasi dari seorang pemimpin. Adanya koordinasi yang baik dapat menghindarkan kemungkinan terjadinya persaingan yang tidak sehat dan atau kesimpangsiuran dalam tindakan. d. Pengkoordinasian (Coordinating) Adanya bermacam-macam tugas/pekerjaan yang dilakukan oleh banyak orang. gagasan-gagasan dan maksud-maksud secara lisan atau tertulis. Pengkoordinasian diartikan sebagai usaha untuk menyatu padukan kegiatan dari berbagai individu agar kegiatan mereka berjalan selarfas dengan anggota dalam usaha mencapai tujuan.c.(Soetjipto:137:2004) Dengan demikian. semua bagian dcan personel dapat bekerja sama menuju ke satu arah tujuan yang telah ditetapkan. aktivitas menyebarkan dan menyampaikan gagasan-gagasan dan maksud-maksud ke seluruh struktur organisasi sanat penting. teknikkteknik dan tujuan-tujuan kedalam hubungan yang harmonis dan produktif dalam mencapai suatu tujuan´.dan (d) memberikan balikan tentang hasil sutu kegiatan.

Kepegawaian (Staffing) Sama halnya dengan fungsi-fungsi administrasi pendidikan yang telah diuraikan terdahulu kepegawaian merupakan fungsi yang tidak kalah pentingnya. memenuhi/mengusahakan syarat-syarat yang diperlukan itu. Aktivitas yang . Jadi. menentukan kondisi-kondisi/syarat-syarat apakah yang diperlukan 2. setiap anggota hanya dapat berhubungan dengan beberapa anggota tertentu saja. dalam kepegawaian yang menjadi titik penekanan ialah personal itu sendiri. komunikasi ada dua macam yaitu komunikasi bebas dan komunikasi terbatas. fungsi supervisi yang terpentig adalah : 1. Agak berbeda dangan fungsi-fungsi administrasi yang telah dibicarakan. Oleh karena itu. sedangkan dalam komunikasi terbatas. setiap anggota dapat berkomunikasi dengan setiap anggota yang lain. Dalam komunikasi bebas.Menurut sifatnya. Supervisi Setiap pelaksanaan program pendidikan memerlukan adanya pengawasan atau supervise. f. Pengawasan bertanggung jawab tentang keefektifan program itu. Dengan demikian . Dengan demikian. supervise haruslah meneliti ada atau tidaknya kondisi-kondisi yang akan memungkinkan tercapainya tujuan-tujuan pendidikan. supervisi sebagai salah satu fungsi administrasi pendidikan dapat disimpulkan sebagai berikut : ³supervise sebagai fungsi administrasi pendidikan berarti aktivitas-aktivitas untuk menentukan komdisi-kondisi/syarat-syarat yang esensial yang akan menjamin tercapainya tujuan-tujuan pendidikan´. e. organisasi sebagai salah satu fungsi administrasi pendidikan dapat disimpulkan sebagai berikut : ³komunikasi dalam setiap bentuknya adalah suatu proses yang hendak mempengaruhi sikap dan perbuatan orang-orang dalam struktur organisasi´.

siapa yang akan melaksanakannya 5. h. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam fungsi pembiayaan. memilih.dilakukan di dalam kepegawaian antara lain : menentukan. itulah sebabnya masalah pembiayaan ini harus sudah mulai dipikirkan sejak pembuatan planning sampai dengan pelaksanaannya. Dalam hal ini prinsip the right man in the right place selalu di perhatikan. bagaimana penggunaanya 4. Sebenarnya fungsi kepegawaian ini sudah dijalankan sejak penyusunan perencanaan dan pengorganisasian. perencanaan tentang berapa biaya yang diperlukan 2. Di dalam pengorganisasian telah dipikirkan dan diusahakan agar untuk personel-personel yang menduduki jabatan-jabatan tertentu di dalam struktur organisasi itu dipilih dan di angkat orang-orang yang memiliki kecakapan dan kesanggupan yang sesuai dengan jabatan yang di pegangnya. bagaimana pengawasannya. dari mana dan bagaimana biaya itu dapat diperoleh/diusahakan 3..dll. g. Pembiayaan Biaya/pambiayaan merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam sebuah organisasi karena biaya ini sangat menentukan bagi kelancaran jalannya sebuah organisasi. menempatkan dan membimbing personel. tanpa biaya yang mencukupi tidak mungklin terjamin kelancaran jalannya suatu organisasi. bagaimana pembukuan dan pertangung jawabannya 6. antara lain : 1. semua memerlukan adanya biaya. Setiap kebutuhan organisasi. baik personel maupun material. Penilaian (Evaluating) .

Tujuan Administrasi Pendidikan Tujuan adminitstrasi pada umumnya adalah agar semua kegiatan mandukung tercapainya tujuan pendidikan atau dengan kata lain administrasi yang digunakan dalam dunia pendidikan diusahakan untuk mencapai tujuan pendidikan. <!--[endif]-->Memperoleh fakta-fakta tentang kesukarankesukaran dan untuk menghindari situasi yang dapat merusak <!--[if !supportLists]-->4.Evaluasi sebagai fungsi administrasi pendidikan adalah aktivitas untuk meneliti dan mengetahui sampai di mana pelaksanaan yang dilakukan di dalam proses keseluruhan organisasi mencapai hasil sesuai denhan rencana atau program yang telah di tetapkan dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan. Setiap kegiatan. <!--[endif]-->Menjamin cara bekerja yang efektif dan efisien <!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Memajukan kesanggupan para personel dalam mengembangkan organisasi. baik yang dilakukan oleh unsure pimpinan maupun oleh bawahan. Sergiovanni dan carver (1975) (dalam burhanuddin:2005) menyebutkan empat tujuan administrasi yaitu: . pekejaan tersebut berhasil <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Memperoleh dasar bagi pertimbangan apakah pada akhir suatu periode kerja . 3. dan kesemuanya merupakan suatu proses keseluruhan yang tidak terpisahkan satu sama lain dan merupakan rangkaian kegiatan yang kontinyu. memerlukan adanya evaluasi.(Soetjipto:138:2004) Perlu ditekankan disini bahwa fungsi-fungsi pokok yang telah dibicarakan di atas satu sama lain sangat erat hubungannya.(Purwanto:15-22:2007) Secara lebih rinci maksud penilaian (evaluasi) adalah : <!--[if !supportLists]-->1. selanjutnya dapat di usahakan bagaimana cara-cara memperbaikinya. Dengan mengetahui kasalahan-kasalahan atau kekurangan-kekurangan serta kemacetan-kemacetan yang diperoleh dari tindakan evaluasi itu.

Sebagai contoh: sekolah mempinyai fungsi untuk mencapai efektivitas produksi. Secara lebih rinci ruang lingkup adcministrasi pendidikan dapat diuraikan sebagai berikut : a. Administrasi tata laksana sekolah Hal ini meliputi : <!--[if !supportLists]-->1. Ruang Lingkup (Bidang Garapan) Administrasi Pendidikan Administrasi pendidikan mempunyai ruang lingkup/bidang garapan yang sangat luas. <!--[endif]-->Organisasi dan struktur pegawai tata usaha <!--[if !supportLists]-->2. yaitu menggunakan kepuan dana. <!--[endif]-->Otorosasi dan anggaran belanja keuangan sekolah <!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Masalah kepegawaian dan kesejahteraan personel sekolah <!--[if !supportLists]-->4. 4. Dalam pencapaian tujuan tersebut harus dilakukan usaha seefisien mungkin. efektifitas produksi efesiensi kemampuan menyesuaikan diri (adaptivenes) kepuasan kerja keempat tujuan tersebut digunakan sebagai kriteria untuk menentukan keberhasilan dalam penyelenggaraan sekolah.tetapi memberikan hasil sebaik mungkin. yaitu menghasilkan lulusan yang sesuai dengan tuntutan kurikulum.1. Administrasi personel guru dan pegawai sekolah . sehingga lulusan tersebut dapat melanjutkan ketingkat berikutnya dan dapat menyesuaikan dirinya dengan lingkunganya yang barudan selanjutnya lulusan ini akan mencari kerja pada perusahaan yang memberikan kepuasan kerja kepada mereka. <!--[endif]-->Keuangan dan pembukuannya b. 4. dan tenaga seminimal mungkin. 2. <!--[endif]-->Masalah perlengkapan dan perbekalan <!--[if !supportLists]-->5. 3.

<!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Bimbingan dan penyuluhan bagi peserta didik (guidance and counseling) d. <!--[endif]-->Usaha membangkitkan dan merangsang semangat guru-guru dan pegawai tata usaha dalam menjalankan tugasnya masingmasing sebaik-baiknya. <!--[endif]-->Organisasi dan perkumpulan peserta didik <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Pengangkatan dan penempatan tenaga guru <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Inservice training dan up-grading guru-guru c. <!--[endif]-->Organisasi personel guru-guru <!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Masalah kepegawaian dan kesejahteraan guru <!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]-->Masalah kesehatan dan kesejahteraan peserta didik <!--[if !supportLists]-->3. dan menggunakan metode-metode baru dalam mengajar dan belajar yang lebih baik . mencari. <!--[endif]-->Usaha mengembangkan.hal ini meliputi : <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Penilaian dan pengukuran kemajuan peserta didik <!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]-->Rencana orientasi bagi tenaga guru yang baru <!--[if !supportLists]-->5. Administrasi peserta didik Hal ini meliputi : <!--[if !supportLists]-->1. Supervisi pengajaran Hal ini meliputi : <!--[if !supportLists]-->1.

lapangan olah raga. Pendirian dan perencanaan bangunan sekolah Hal in meliputi : <!--[if !supportLists]-->1.dan sebagainya. <!--[endif]-->Mempedomani dan merealisasikan apa yang tercantum di dalam kurikulum sekolah yang bersangkutan dalam usaha mencapai dasar-dasar dan tujuan pendidikan dan pengajaran <!--[if !supportLists]-->2. gudang. Kurikulum meripakan pedoman bagi para guru dalam menjalankan tugasnya. <!--[endif]-->kurikulum bukanlah merupakan sesuatu yang harus didikuti dan diturut begitu saja dengan mutlak tanpa perubahan dan penyimpangan sedikitpun. Pelaksanaan dan pembinaan kurikulum Hal ini meliputi : <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Cara-cara penggunaan gedung sekolah dan fasilitas-fasilitas lainyang efektif dan produktif. <!--[endif]-->menyusun dan melaksanakan organisasi kurikulum beserta materi-materi. serta pemeliharaannya secara kontinyu. <!--[endif]-->Mengusahakan. disesuaikan dengan pembaharuan pendidikan dan pengajaran serta kebutuhan mesyarakat dan lingkungan sekolah <!--[if !supportLists]-->3. merencanakan dan menggunakan biaya pendirian gedung sekolah <!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Menentukan jumlah dan luas ruanganruangan kelas. <!--[endif]-->Cara memilih letak dan menentukan luas tanah yang dibutuhkan <!--[if !supportLists]-->2. . sumber-sumber dan metode-metode pelaksanaanya. kantor. e. <!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]-->Mengusahakan cara-cara menilai hasil-hasil pendidikan dan pengajaran. f. asrama.<!--[if !supportLists]-->3.

3. pembinaan kurikulum.dan sebagainya. dan lainlain. Adanya tiugas/fungsi yang harus dilaksanakn maksudnya ada sebuah kerjasama dari sekelompok orang 3. Memiliki tujuan yang jelas . <!--[endif]-->Alat-alat perlengkapan sekolah dan alat-alat pelajaran yang dibutuhkan g. Prinsip-prinsip Administrasi Pendidikan Prinsip merupakan sesuatu yang di buat sebagai pegangan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dari apa yang telah diuraikan di atas. dan juga administrasi peserta didik.(Purwanto:2007) Ada sebuah prinsip-prinsip administrasi yang menyinggung organisasi. Adanya tujuan yang hendak di capai bersama dari kerjasama tersebut. Administrasi personel.Diantara prinsip-prinsip administrasi pendidikan antara lain : 1. Hendaknya semua hubungan itu merupakan hubungan kerjasama yang bersifat pedagogis.mencakup didalamnya administrasi personel guru dan pegawai sekolah. ruang lingkup yang tercakup di dalam administrasi pendidikan dapat dikelompokkan sebagai berikut : 1.yaitu kegiatan administrasi yang menyangkut bidang-bidang materi/benda-benda seperti :ketatausahaan sekolah. Adanya non manusia seperti peralatan dan perlengkapan yang diperlukan dan yang harus ditata 5. pelaksanaan kurikulum. hubungan sekolah dengan instansi-instansi dan jawsatan-jawatan lain dan hubungan sekolah dengan masyarfakat pada umumnya. Administrasi material.<!--[if !supportLists]-->5. Adanya sumber daya manusia (SDM) atau sekelompokmanusia (sedikitnya dua orang) untuk ditata 2. administrasi keuangan.yang mencakup didalamnya penyusunan kurikulum. 2.(Tsauri:13-16:2007) 5. diantara prinsip-prinsip tersebut adalah : 1. Administrasi kurikulum. Hubungan sekolah dengan masyarakat Hal ini mencakup hubungan sekolah dengan sekolah-sekolah lain. sosiologis dan produktif yang dapat mendatangkan keuntungan dan perbaikan serta kemajuan bagi kedua belah pihak. penyusunan silabus. Adanya penataan/pengaturan dari kerjasama tersebut 4. seperti pembagian tugas mengajar pada guru-guru.

<!--[endif]-->perencanaan (planning) ³perencanaan(planning) adalah aktivitas memikirkan dan memilih rangkaian tindakan-tindakan pedndidikan´. Adanya pembagian tugas atau pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan. 5. keahlian dan bakat masing-masing. sehingga dapat menimbulkan kerjasama yang harfmonis dan kooperatif. Tiap anggota dapat memahami dan menerima tujuan tersebut 3. <!--[if !supportLists]-->2. maksudnya ada keseimbangan antara wewenang dan tanggung jawab masing-masing anggota 6.(Tsauri:22:2007) PENUTUP Administrasi pendidikan adalah suatu kegiatan kerja sama atau proses pengintegrasian segala sesuatu baik personal maupun material yang tergabung dalam orgaisasi pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan sebelumnya agar efektif dan efisien. Administrasi pendidikan juga memiliki sebuah fungsi. diantara fungsi administrasi pendidikan adalah: <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->komunikasi yang tertuju pada tercapainya maksu-maksud dan tujuan . Adanya kesatuan perintah (Unity of command). material. teknikkteknik dan tujuan-tujuan kedalam hubungan yang harmonis dan produktif dalam mencapai suatu tujuan´ <!--[if !supportLists]-->4. Koordinasi tentang wewenang dan tanggung jawab. para bawahan hanya mempunyai seorang atasan langsung dari padanya menerima perintah atau bimbingan dan kepada siapa ia harus mempertanggung jawabkan hasil pekerjaannya. <!--[endif]-->pengkoordinasian (coordination) koordinasi adalah aktivitas membawa orang-orang. Adanya kesatuan arah sehingga dapat menimbulkan kesatuan tindakan dan pikiran 4. <!--[if !supportLists]-->3.2. <!--[endif]-->pengorganisasian (organizing) ³pengorganisasian adalah aktivitas-aktivitas menyusun dan membentuk hubunganhubungan sehingga terwujudlah kesatuan usaha dealam mencapai maksud-maksud dan tujuan-tujuan pendidikan´. pikiran-pkiran.

<!--[endif]-->penilaian (evaluating) Evaluasi sebagai fungsi administrasi pendidikan adalah aktivitas untuk meneliti dan mengetahui sampai di mana pelaksanaan yang dilakukan di dalam proses keseluruhan organisasi mencapai hasil sesuai denhan rencana atau program yang telah di tetapkan dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan.komunikasi dalam setiap bentuknya adalah suatu proses yang hendak mempengaruhi sikap dan perbuatan orang-orang dalam struktur organisasi´. 3. memilih. 4. 2. Aktivitas yang dilakukan di dalam kepegawaian antara lain : menentukan. <!--[endif]-->supervisi ³supervise sebagai fungsi administrasi pendidikan berarti aktivitas-aktivitas untuk menentukan komdisi-kondisi/syarat-syarat yang esensial yang akan menjamin tercapainya tujuan-tujuan pendidikan´. <!--[if !supportLists]-->7. tanpa biaya yang mencukupi tidak mungklin terjamin kelancaran jalannya suatu organisasi. <!--[if !supportLists]-->6. Diantara administrasi pendidikan adalah: . <!--[if !supportLists]-->5. menempatkan dan membimbing personel. Adapun tujuan dari administrasi pendidikan adalah: 1. efektifitas produksi efesiensi kemampuan menyesuaikan diri (adaptivenes) kepuasan kerja administrasi pendidikan juga memiliki sebuah ruang lingkup (bidang garapan) didalam pengelolaannya. <!--[if !supportLists]-->8. <!--[endif]-->pembiayaan (budgeting) Biaya/pambiayaan merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam sebuah organisasi karena biaya ini sangat menentukan bagi kelancaran jalannya sebuah organisasi. <!--[endif]-->kepegawaian (staffing) dalam kepegawaian yang menjadi titik penekanan ialah personal itu sendiri.

d.Ngalim.2005.2007. b. Adanya kerja sama sekelompok orang 2.Administrasi dan supervisi pendidikan. Adanya tujuan yang hendak dicapai bersama dari kerjasama tersebut DAFTAR PUSTAKA Burhanuddin.Raflis. f.Profesi keguruan. Adanya peralatan dan perlengkapan (non manusia ) yang harus ditata 5. g. c.Yusak.Sofyan. e.Bandung:PT Remaja Rosda Karyta Soetjipto dan Kosasi.2004.2007.Administrasi pendidikan.Jakarta:PT Rineka Cipta Tsauri.Administrasi pendidikan dan supervisi pendidikan. Adanya penataan dan pengaturan dari kerja sana tsb 3. Adanya SDM (sumber daya manusia/personal) yang harus ditata 4. administrasi tata laksana sekolah administrasi personel guru dan pegawai sekolah administrasi peserta didik supervisi pengajaran pelaksanaan dan pembinaan kurikulum pendirian dan perencanaan bangunan sekolah hubungan sekolah dan masyarakat didalam administrasi pendidikan terdapat pulasebuah prinsip-prinsip yang dapat menunjang kegiatan administrasi dan mencapai tujuan administrasi pendidikan karena prinsip ini merupakan sesuatu yang dijadikan sebagai pengayaan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.Bandung:Pustaka setia Purwanto. Diantara prinsip-prinsip administrasi pendidikan adalah: 1.a.Jember:Center for society studies Tinggalkan sebuah Komentar ADMINISTRASI SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN 12 f 2008 pada 8:12 am (Administrasi dan Supervisi) Tags: Pendidikan PENDAHULUAN .

1 <!--[endif]-->Latar Belakang Administrasi sarana dan prasarana pendidikan merupakan hal yang sangat menunjang atas tercapainya suatu tujuan dari pendidikan.3 <!--[endif]-->Tujuan .<!--[if !supportLists]-->1. Terbatasnya pengetahuan dari personal tata usaha sekolah akan administrasi sarana dan prasarana pendidikan. kenyamanan yang dapat menimbulkan kebanggaan dan rasa memiliki baik dari warga sekolah maupun warga masyarakat sekitarnya. <!--[if !supportLists]-->1.2.3 <!--[endif]-->Bagaimanakah hubungan antara sarana dan prasarana dengan program pengajaran? <!--[if !supportLists]-->1.4 <!--[endif]-->Bagaimanakah pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan? <!--[if !supportLists]-->1. maka dari itu kami menyusun makalah ini.1 <!--[endif]-->Bagaimanakah macam-macam sarana dan prasarana? <!--[if !supportLists]-->1.2.5 <!--[endif]-->Bagaimanakah fungsi administrasi sarana dan prasarana? <!--[if !supportLists]-->1.2.2.2 <!--[endif]-->Rumusan Masalah <!--[if !supportLists]-->1. sehingga akan tercipta keserasian. Lingkungan pendidikan akan bersifat positif atau negatif itu tergantung pada pemeliharaan administrasi sarana dan prasarana itu sendiri. serta kurangnya minat dari mereka untuk mengetahui dan memahaminya dengan sungguh sungguh.2. sebagai seorang personal pendidikan kita dituntut untuk menguasi dan memahami administrasi sarana dan prasarana.2 <!--[endif]-->Apa saja komponen sarana dan prasarana pendidikan? <!--[if !supportLists]-->1.6 <!--[endif]-->Apakah tujuan administrasi sarana dan prasarana? <!--[if !supportLists]-->1. untuk meningkatkan daya kerja yang efektif dan efisien serta mampu menghargai etika kerja sesama personal pendidikan.2.

2 <!--[endif]-->Mengetahui komponen sarana dan prasarana pendidikan <!--[if !supportLists]-->1. Perpustakaan. Sedangkan sarana berarti alat langsung untuk mencapai tujuan pendidikan.3. uang dsb. lapangan olahraga. misalnya: lokasi/tempat. Ruang. Dengan demikian dapat di tarik suatau kesimpulan bahwa Administrasi sarana dan prasarana pendidikan itu adalah semua komponen yang sacara langsung maupun tidak langsung menunjang jalannya proses pendidikan untuk mencapai tujuan dalam pendidikan itu sendiri. Menurut keputusan menteri P dan K No 079/ 1975.5 <!--[endif]-->Mengetahui fungsi administrasi sarana dan prasarana <!--[if !supportLists]-->1.<!--[if !supportLists]-->1. misalnya.3. <!--[endif]-->Bangunan dan perabot sekolah .3 <!--[endif]-->Mengetahui hubungan antara sarana dan prasarana dengan program pengajaran <!--[if !supportLists]-->1. sarana pendididkan terdiri dari 3 kelompok besar yaitu : <!--[if !supportLists]-->a. Laboratorium dsb.6 <!--[endif]-->Mengetahui tujuan administrasi sarana dan prasarana pendidikan PEMBAHASAN ADMINISTRASI SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN Secara Etimologis (bahasa) prasarana berarti alat tidak langsung untuk mencapai tujuan dalam pendidikan.3.3.4 <!--[endif]-->Mengetahui pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan <!--[if !supportLists]-->1. Buku.3. bangunan sekolah.1 <!--[endif]-->Mengetahui macam-macam sarana dan prasarana <!--[if !supportLists]-->1.3.

menurut konsepsi modern guru bertugas sebagai administrator dan bertanggung jawab kepada kepala sekolah. <!--[endif]-->Berdasarkan pandangan pendekatan operasional tertentu 1. alat-alat peraga dan laboratorium. Menurut konsepsi modern administrasi sarana dan prasarana itu adalah suatu proses seleksi dalam penggunaan sarana dan prasarana yang ada di sekolah. Seperangkat kegiatan untuk mempertahankan ketertiban sarana dan prasarana sekolah dengan melalui pendekatan intimidasi 3. Guru menurut konsepsi lama bertugas untuk mengatur ketertiban penggunaan sarana sekolah. <!--[endif]-->Alat pelajaran yang terdiri dari pembukuan .<!--[if !supportLists]-->b. Seperangkat kegiatan dalam mempertahankan ketertiban penggunaan sarana dan prasarana di sekolah melalui penggunaan di siplin (pendekatan otoriter ) 2. Seperangkat kegiatan untuk memaksimalkan penggunaan sarana dan prasarana sekolah dalam proses pembelajaran (pendekatan permisif) . Sedangkan administrasi sarana dan prasarana itu sendiri mempunyai peranan yang sangat penting bagi terlaksananya proses pembelajaran di sekolaah serta menunjang tercapainya tujuan pendidikan di sebuah sekolah baik tujuan secara khusus maupun tujuan secara umum. Terdapat beberapa pemahaman mengenai administrasi sarana dan prasarana di antaranya adalah : <!--[if !supportLists]-->a. <!--[if !supportLists]-->b. <!--[endif]-->Media pendidikan yang dapat di kelompokkan menjadi audiovisual yang menggunakan alat penampil dan media yang tidak menggunaakan alat penampil. <!--[if !supportLists]-->c. <!--[endif]-->Berdasarkan konsepsi lama dan modern Menurut konsepsi lama administrasi sarana dan prasarana itu di artikan sebagai sebuah system yang mengatur ketertiban peralatan yang ada di sekolah .<!--[if !supportFootnotes]-->[1]<!--[endif]--> Secara micro (sempit) kepala sekolahlah yang bertanggung jawab atas pengadaan sarana dan prasarana pendidikan yang di perlukan di sebuah sekolah.

<!--[if !supportLists]-->3. <!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]-->Ruang kelas: tempat siswa dan guru melaksanakan proses kegiatan belajar mengajar.1 MACAM ± MACAM SARANA DAN PRASARANA Adapun macam-macam sarana dan prasarana yang di perlukan di sekolah demi kelancaran dan keberhasilan kegiatan proses pendidikan sekolah adalah : <!--[if !supportLists]-->1.4. Seperangkat kegiatan untuk mempertahankan keutuhan dan keamanan dari sarana dan prasarana yang ada di sekolah. Pengertian lain dari administrasi sarana dan prasarana adalah suatu usaha yang di arahkan untuk mewujudkan suasana belajar mengajar yang efektif dan menyenangkan serta dapat memotivasi siswa untuk belajar dengan baik sesuai dengan kemampuan dan kelengkapan sarana yang ada. Dengan demikian adminitrasi sarana dan prasarana itu merupakan usaha untuk mengupayakan sarana dan alat peraga yang di butuhkan pada proses pembelajaran demi lancarnya dan tercapainya tujuan pendidikan .<!--[if !supportFootnotes]-->[2]<!--[endif]--> 2. <!--[endif]-->Ruang keterampilan adalah tempat siswa melaksanakan latihan mengenai keterampilan tertentu. <!--[if !supportLists]-->2. Seperangkat kegiatan untuk mengembangkan sarana dan prasarana sekolah 6. Seperangkat kegiatan untuk mengefektifkan penggunaan sarana dan prasarana sekolah sesuai dengan program pembelajaran (pendekatan intruksional) 5. <!--[endif]-->Ruang perpustakaan: tempat koleksi berbagai jenis bacaan bagi siswa dan dari sinilah siswa dapat menambah pengetahuan. <!--[endif]-->Ruang kesenian: adalah tempat berlangsungnya kegiatan-kegiatan seni . <!--[if !supportLists]-->5. <!--[endif]-->Ruang laboratorium ( tempat praktek) : tempat siswa mengembangkan pengetahuan sikap dan keterampilan serta tempat meneliti dengan menggunakan media yang ada untuk memecahkan suatu masalah atau konsep pengetahuan .

Adapun masalah yang sering timbul dalam pemeliharaan sarana dan prasarana di sekolah adalah pengrusakan yang di lakukan oleh siswa ±siswa di sekolah itu sendiri.<!--[if !supportLists]-->6. <!--[endif]-->Fasilitas olah raga: tempat berlangsungnya latihan-latihan olahraga. <!--[if !supportLists]-->b. . Namun ada beberapa upaya yang bisa di lakukan dalam menangani masalah tersebut diantaranya adalah : <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Kepala sekolah tidak terlalu menyibukkan diri secara langsung dengan urusan pelaksanaan administrasi sarana dan prasarana pengajaran. <!--[endif]-->Membangkitkan rasa memiliki sekolah pada siswa ±siswi <!--[if !supportLists]-->2. <!--[if !supportLists]--><!--[endif]-->Pemeliharaan sarana dan prasarana Untuk menyempurnakan pelaksanaan administrasi sarana dan prasarana para ahli menyarankan beberapa pedoman pelaksanaan administrasinya. <!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]-->Melakukan sistem pencatatan yang tepat sehingga mudah di kerjakan. <!--[endif]-->Memupuk rasa tanggung jawab kepada siswa untuk menjaga dan memelihara keutuhan dari sarana dan prasarana sekolah yang ada. diantaranya adalah sebagai berikut : <!--[if !supportLists]-->a. <!--[endif]-->Membina siswa untuk disiplin dengan cara yang efektif dan di terima oleh semua siswa . <!--[endif]-->Senantiasa di tinjau dari segi pelayanan untuk turut memperlancar pelaksanaan program pengajaran. <!--[endif]-->Sarana dan prasarana sekolah di siapkan yang prima sehingga tidak mudah di rusak <!--[if !supportLists]-->3. <!--[if !supportLists]-->c.

<!--[if !supportFootnotes]-->[3]<!--[endif]--> 2. <!--[endif]-->Membina hubungan kerja sama yang baik dengan petugas <!--[if !supportLists]-->2. <!--[if !supportLists]-->3. Setiap sekolah memiliki prinsip-prinsip dan tata tertib mengenai penggunaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah.Koordinasi dalam mengelola dan memelihara sarana dan prasarana sekolah agar tetap prima adalah tugas utama dari administrator . hal itu bertujuan untuk mempermudah administrator dalam mengawasi dan mengatur sarana dan prasarana yang ada di sekolah tersebut. <!--[if !supportLists]-->4. <!--[if !supportLists]--><!--[endif]-->Prinsip dan tata tertib.2 KOMPONEN-KOMPONEN ADMINISTRASI SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN <!--[if !supportLists]-->2. oleh karena itu para petugas yang berhubungan dengan sarana dan prasarana sekolah bertanggung jawab langsung kepada kepala sekolah Adapun kebijaksanaan yang di perlukan dalam memelihara dan mengelola sarana dan prasarana sekolah adalah : <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Memimpin kerja sama dengan staf yang membantu petugas.2. <!--[endif]-->Mengadakan inspeksi secara periodik dan teliti terhadap sarana dan prasarana.1 <!--[endif]-->LAHAN Lahan yang di perlukan untuk mendirikan sekolah harus di sertai dengan tanda bukti kepemilikan yang sah dan lengkap (sertifikat). adapun jenis lahan tersebut harus memenuhi beberapa kriteria antara lain : . <!--[endif]-->Memberikan pelatihan pada petugas untuk peningkatan kerjanya. <!--[endif]-->Mengawasi pembaharuan dan perbaikan sarana dan prasarana <!--[if !supportLists]-->5.

Ruang perpustakaaan 2. <!--[endif]-->Lahan terbuka adalah lahan yang belum ada bangunan diatasnya. Ruang Laaboraatorium 5. <!--[if !supportLists]-->c. <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Ruang pendidikan Ruang pendidikan berfungsi untuk menampung proses kegiatan belajar mengajar teori dan praktek antara lain : a. 1. <!--[endif]-->Lahan terbangun adalah lahan yang diatasnya berisi bangunan . Ruang Olah raga 6. Gudang <!--[if !supportLists]-->c. Ruang kepala sekolah 3. Ruang administrasi terdiri dari : a.2. 1. <!--[endif]-->Ruang penunjang . Ruang kesenian 3. Ruang teori sejumlah rombel 4. <!--[endif]-->Lahan kegiatan praktek adalah lahan yang di gunakan untuk pelaksanaan kegiatan praktek <!--[if !supportLists]-->d. <!--[if !supportLists]-->b. <!--[endif]-->Lahan pengembangan adalah lahan yang di butuhkan untuk pengembangan bangunan dan kegiatan praktek. Ruang keteraampilan <!--[if !supportLists]-->b.2 <!--[endif]-->RUANG Secara umum jenis ruang di tinjau dari fungsinya dapat di kelompokkan dalam <!--[if !supportLists]-->a. Ruang tata usaha 2.<!--[if !supportLists]-->a. Lokasi sekolah harus berada di wilayah pemukiman yang sesuai dengan cakupan wilayah sehingga mudah di jangkau dan aman dari gangguan bencana alam dan lingkungan yang kurang baik. <!--[endif]-->Ruang administrasi Ruang Administrasi berfungsi untuk melaksanakan berbagai kegiatan kantor. Ruang guru 4.

2. Jenis perabot sekolah di kelompokkan menjadi 3 macam : <!--[if !supportLists]-->a. Ruang Ibadah 5. fungsi administrasi.4 <!--[endif]-->ALAT DAN MEDIA PENDIDIKAN Setiap mata pelajaran sekurang ± kurangnya memiliki satu jenis alat peraga praktek yang sesuai dengan keperluan pendidikan dan pembelajaran. <!--[if !supportLists]-->c. bentuk dan ukurannya mengacu pada kegiatan itu sendiri. jenis perabot ini hanya tidak baku / terstandart secara internasional. 1. <!--[if !supportLists]-->b. Ruang WC/ kamar mandi Ruang BP <!--[if !supportLists]-->2. .2.Ruang penunjang berfungsi untuk menunjang kegiatan yang mendukung proses kegiatan belajar mengajar antara lain : a. Ruang UKS Ruang OSIS 7. <!--[if !supportLists]-->2. seperti perabot perpustakaan. <!--[endif]-->Perabot administrasi Perabot administrasi adalah perabot yang di gunakan untuk mendukung kegiatan kantor.3 <!--[endif]-->PERABOT Secara umum perabot sekolah mendukung 3 fungsi yaitu : fungsi pendidikan. sehingga dengan demikian proses pembelajaran tersebut akan berjalan dengan optimal. 3. <!--[endif]-->Perabot penunjang Perabot penunjang adalah perabot yang di gunakan / di butuhkan dalam ruang penunjang. Adapun Jenis. Ruang serbaguna Ruang koperasi sekolah 6. 4. 2. fungsi penunjang. perabot OSIS dsb. <!--[endif]-->Perabot pendidikan Perabot pendidikan adalah semua jenis mebel yang di gunakan untuk proses kegiatan belajar mengajar. perabot UKS.

<!--[if !supportLists]-->2.2.5 <!--[endif]-->BUKU ATAU BAHAN AJAR Bahan ajar adalah sekumpulan bahan pelajaran yang di gunakan dalam kegiatan proses belajar mengajar. Bahan ajar ini terdiri dari <!--[if !supportLists]-->a. <!--[endif]-->BUKU PEGANGAN Buku pegangan di gunakan oleh guru dan peserta didik sebagai acuan dalam pembelajaran yang bersifat Normatif, adaptif dan produktif. <!--[if !supportLists]-->b. <!--[endif]-->BUKU PELENGKAP Buku ini di gunakan oleh guru untuk memperluas dan memperdalam penguasaan materi <!--[if !supportLists]-->c. <!--[endif]--> BUKU SUMBER Buku ini dapat di gunakan oleh guru dan peserta didik untuk memperoleh kejelasan informasi mengenai suatu bidang ilmu / keterampilan. <!--[if !supportLists]-->d. <!--[endif]-->BUKU BACAAN Buku ini dapat di gunakan oleh guru dan peserta didik sebagai bahan bacaan tambahan (non fiksi) untuk memperluas pengetahuan dan wawasan serta sebagai bahan bacaan (fiksi ) yang bersifat relatif.<!--[if !supportFootnotes]->[4]<!--[endif]--> <!--[if !supportLists]-->2.3 <!--[endif]-->HUBUNGAN ANTARA SARANA DAN

PRASARANA DENGAN PROGRAM PENGAJARAN Jenis peralatan dan perlengkapan yang di sediakan di sekolah dan cara-cara pengadministrasiannya mempunyai pengaruh besar terhadap proses belajar mengajar. Persediaan yang kurang dan tidak memadai akan menghambat proses belajar mengajar , demikian pula administrasinya yang jelek akan mengurangi kegunaan alatalat dan perlengkapan tersebut, sekalipun peralatan dan perlengkapan pengajaran itu keadaannya istimewa. Namun yang lebih penting dari itu semua adalah penyediaan

sarana di sekolah di sesuaikan dengan kebutuhan anak didik serta kegunaan hasilnya di masa mendatang. <!--[if !supportLists]-->2.4 <!--[endif]-->PEMELIHARAAN SARANA DAN

PRASARANA PENDIDIKAN Pemeliharaan merupakan kegiatan penjagaan atau pencegahan dari kerusakan suatu barang, sehingga barang tersebut selalu dalam kondisi baik dan siap pakai. Pemeliharaan dilakukan secara continue terhadap semua barang-barang inventaris kadang-kadang dianggap sebagai suatu hal yang sepele, padahal pemeliharaan ini merupakan suatu tahap kerja yang tidak kalah pentingnya engan tahaptahap yang lain dalam administrasi sarana dan prasarana. Sarana dan prasarana yang sudah dibeli dengan harga mahal apabila tidak dipelihara maka tidak dapat dipergunakan. Pemeliharaan dimulai dari pemakai barang, yaitu dengan berhati-hati dalam menggunakannya. Pemeliharaan yang bersifat khusus harus dilakukan oleh petugas professional yang mempunyai keahlian sesuai dengan jenis barang yang dimaksud. Pelaksanaan barang inventaris meliputi: <!--[if !supportLists]-->a. <!--[endif]-->Perawatan <!--[if !supportLists]-->b. <!--[endif]-->Pencegahan kerusakan <!--[if !supportLists]-->c. <!--[endif]-->Penggantian ringan Pemeliharaan berbeda dengan rehabilitasi, rehabilitasi adalah perbaikan berskala besar dan dilakukan pada waktu tertentu saja.<!--[if !supportFootnotes]-->[5]<!-[endif]--> <!--[if !supportLists]-->2.5 <!--[endif]-->FUNGSI ADMINISTRASI SARANA DAN PRASARANA Selain memberi makna penting bagi terciptanya dan terpeliharanya kondisi sekolah yang optimal administrasi sarana dan prasarana sekolah berfungsi sebagai:

<!--[if !supportLists]-->a. <!--[endif]-->Memberi dan melengkapi fasilitas untuk segala kebutuhan yang di perlukan dalam proses belajar mengajar. <!--[if !supportLists]-->b. <!--[endif]-->Memelihara agar tugas-tugas murid yang di berikan oleh guru dapat terlaksana dengan lancar dan optimal. Fungsi administrasi yang di pandang perlu dilaksanakan secara khusus oleh kepala sekolah adalah : <!--[if !supportLists]-->2.5.1 <!--[endif]-->Perencanaan Perencanaan dapat di pandang sebagai suatu proses penentuan dan penyusunan rencana dan program-program kegiatan yang akan di lakukan pada masa yang akan datangsecara terpadu dan sistematis berdasarkan landasan ,prinsip-prinsip dasardan data atau informasi yang terkait serta menggunakan sumber-sumber daya lainnya dalam rangka mencapai tujuan yang telah di tetapkan sebelumnya. Rencana tersebut hendaknya memiliki sifat-sifat sbb <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Harus jelas Kejelasan ini harus terlihat pada tujuan dan sasaran yang hendak di capai, jenis dan bentuk, tindakan (kegiatan) yang akan di laksanakan, siapa pelaksananya, prosedur, metode dan teknis pelaksananya, bahan dan peralatan yang di perlukan serta waktu dan tempat pelaksanaan <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Harus realistis Hal ini mengandung arti bahwa ; <!--[if !supportLists]-->a. <!--[endif]-->rumusan, tujuan serta target harus mengandung harapan yang memungkinkan dapat di capai baik yang menyangkut aspek kuantitatif maupun kualitatifnya. Untuk itu harapan tersebut harus di susun berdasarkan kondisi dan kemampuan yang di miliki oleh sumberdaya yang ada.

<!--[endif]-->Mengidentifikasi tujuan-tujuan dan sasaran yang telah di tetapkan sebelumnya. <!--[endif]-->prosedur. <!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Rencana harus terpadu <!--[if !supportLists]-->a..2 <!--[endif]-->Pengorganisasian Pengorganisasian adalah suatu proses yang menyangkut perumusan dan rincian pekerjaan dan tugas serta kegiatan yang berdasarkan struktur organisasi formal kepada orang-orang yang memiliki kesanggupan dan kemampuan melaksanakan nya sebagai prasyarat bagi terciptanya kerjasama yang harmonis dan optimal ke arah tercapainya tujuan secara efektif dan efisien. <!--[endif]-->rencana harus memiliki tata urut yang teratur dan di susun berdasarkan skala prioritas. <!--[endif]-->rencana harus memperlihatkan unsurunsurnya baik yang bersifat insani maupun non insani sebagai komponenkomponen yang bergantung satu sama sama lain. metode dan teknis pelaksanaan harus relevan dengan tujuan yangnhendak di capai serta harus memungkinkan kegiatan yang telah di pilih dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien. <!--[endif]-->Sumberdaya manusia yang akan melaksanakan kegiatan tersebut harus memiliki kemampuan dan motivasi serta aspek pribadi lainnya yang memungkinkan terlaksananya tugas dan kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya . <!--[if !supportLists]-->b.<!--[if !supportLists]-->b. Pengorganisasian ini meliputi langkahlangkah antara lain : <!--[if !supportLists]-->a. <!--[endif]-->jenis dan bentuk kegiatan harus relevan dengan tujuan dan target yang hendak di capai. <!--[if !supportLists]-->2. <!--[if !supportLists]-->d. <!--[if !supportLists]-->c.5. . berinteraksi dan bergerak bersama secara sinkron kearah tercapainya tujuan dan target yang telah di tetapkan sebelumnya.

<!--[endif]-->Menentukan personil yang memiliki kesanggupan dan kemampuan untuk melaksanakan tugas dan kegiatan tersebut. kesulitan atau kegagalan dalam melaksanakan tugas. <!--[if !supportLists]-->c.5.5. <!--[if !supportLists]-->d. . <!--[if !supportLists]-->2. <!--[if !supportLists]-->2.3 <!--[endif]-->Menggerakkan Fungsi ini menyangkut upaya kepala sekolah untuk memberikan pengaruhpengaruh yang dapat menyebabkan guru tergerak untuk melaksanakan tugas dan kegiatannya secara bersama-bersama dalam rangka mencapai tujuan secara efektif dan efisien.<!--[if !supportLists]-->b. serta hubungan kerja dengan pihak yangn terkait.Hal ini di lakukan oleh kepala sekolah melalui pembinaan kerja sama antar guru. <!--[if !supportLists]-->2. dan antar guru dengan pihak-pihak luar yang terkait. <!--[endif]-->Memberikan informasi yang jelas kepada guru tentang tugas kegiatan yang harus di laksanakan. mengenai waktu dan tempatnya.5.4 <!--[endif]-->Memberikan arahan Fungsi ini menyangkut upaya kepala sekolah untuk memberikan informasi. petunjuk. Fungsi ini berlaku sepanjang proses pelaksanaan kegiatan.5 <!--[endif]-->Pengkoordinasian Fungsi ini menyangkut upaya kepala sekolah untuk menyelaraskan gerak langkah dan memelihara prinsip taat asas (konsisten) pada setiap dan seluruh guru dalam melaksanakan seluruh tugas dan kegiatannya agar dapat tujuan dan sasaran yang telah di rencanakan . Di samping itu penyelarasan dan ketaatan pada sas diupayakan agar fungsi yang satu gengan yang lainnya dapat mercapai dan memenuhi target yang di tetapkan sebelumnya. serta bimbingan kepada guru yang di pimpinnya agar terhindar dari penyimpangan. <!--[endif]-->Mengkaji kembali pekerjaan yang telah di rencanakan dan merincinya menjadi sejumlah tugasdan menjabarkan menjadi sejumlah kegiatan.

<!--[endif]-->Mengujicobakan atau menerapkan cara pemecahan masalah yang telah dipilih guna menghilagkan atau mengurangi kesenjangan antara harapan dan kenyataan. Sekurangkurangnya mereka di harapkan mampu dan mau memodifikasi hal-hal atau cara-cara yang lebih baik atau lebih efektif dan . <!--[if !supportLists]-->2. <!--[if !supportLists]-->d.<!--[if !supportLists]-->2.6 <!--[endif]-->Pengendalian Fungsi ini mencakup upaya kepala sekolah untuk: <!--[if !supportLists]-->a. <!--[endif]-->Pengendalian yang bersifat perbaikan. <!--[endif]-->Mengidentifikasi permasalahan yang timbul dalam pelaksanaan kegiatan beserta faktor-faktor penyebabnya. <!--[endif]-->Menilai seberapa jauh kegiatan-kegiatan yang ada dapat mencapai sasaran-sasaran dan tujuan.5. Dengan demikian dalam melaksanakan fungsi ini kepala sekolah dapat menggunakan sekurang-kurangnya 3 pendekatan yaitu : <!--[if !supportLists]-->a.7 <!--[endif]-->Inovasi Fungsi ini menyangkut upaya kepala sekolah untuk menciptakan kondisikondisi yang memungkinkan diri para guru untuk melakukan tindakantindakan atau usaha-usaha yang bersifat kreatif inovatif. <!--[endif]-->Pengendalian langsung <!--[if !supportLists]-->c. <!--[endif]-->Mencari dan menyarankan atau menentukan cara-cara pemecahan masalah-masalah tersebut.5. <!--[endif]-->Mengamati seluruh aspek dan unsur persiapan dan pelaksanaan program-program kegiatan yang telah di rencanakan <!--[if !supportLists]-->b. <!--[if !supportLists]-->c. <!--[if !supportLists]-->e. <!--[endif]-->Pengendalian yang bersifat pencegahan <!--[if !supportLists]-->b.dengan demikian kepala sekolah dan guru-guru perlu mencari atau menciptakan cara-cara kerja atau hal-hal yang baru yang lebih sesuai dengan kebutuhan.

hal ini juga akan menumbuhkan sikap dan daya kreatif warga sekolah itu sendiri.6 <!--[endif]-->TUJUAN ADMINISTRASI SARANA DAN PRASARANA Adapun yang menjadi tujuan dari administrasi saran dan prasarana adalah tidak lain agar semua kegiatan tersebut mendukung tercapainya tujuan pendidikan. <!--[endif]-->Jika mampu menemukan atau menciptakan sesuatu hal atau cara baru. ia tidak perlu memandang rendah yang lama <!--[if !supportLists]-->c. Mengingat sekolah itu merupakan subsistem pendidikan nasional maka tujuan dari administrasi sarana dan prasarana itu bersumber dari tujuan pendidikan nasional itu sendiri . baik tujuan khusus maupun tujuan secara umum. agar pembaharuan pendidikan dapat muncul dari warga sekolah . <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Harus di sadari bahwa sesuatu yang baru belum tentu lebih baik dari yang lama. yang terlibat langsung dalam pendidkan tersebut. <!--[endif]-->mewujudkan situasi dan kondisi sekolah yang baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar . <!--[if !supportLists]-->b.yang . Oleh karena itu apabila administrasi sarana dan prasarana berjalan dengan baik maka semakin yakin pula bahwa tujuan pendidikan akan tercapai dengan baik.efisien. sedangkan subsistem administrasi sarana dan prasarana dalam sekolah bertujuan untuk menunjang tercapainya tujuan pendidikan sekolah tersebut. Adapun tujuan dari administrasi sarana dan prasarana itu adalah : <!--[if !supportLists]-->1. Dalam melakukan fungsi ini kepala sekolah perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut: <!--[if !supportLists]-->a. Administrasi sarana dan prasarana semakin lama di rasakan semakin rumit karena pendidikan juga menyangkut masyarakat atau orang tua murid. <!--[endif]-->Perlu di konsultasikan kepada pihak-pihak yang berwenang.

sifat individunya.1. ekonomi. budaya serta sifat. 3. <!--[if !supportLists]-->2.3 <!--[endif]-->Adapun yang menjadi tujuan dari administrasi saran dan prasarana adalah agar semua kegiatan administrasi sarana dan prasarana mendukung tercapainya tujuan pendidikan <!--[if !supportLists]-->3.2 Saran .1. PENUTUP 3. <!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Menyediakan dan mengatur fasilitas serta perabot belajar yang mendukung dan memungkinkan siswa belajar sesuai dengan lingkungan sosial.1 Kesimpulan Kesimpulan dari makalah ini adalah : <!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi dalam pembelajaran <!--[if !supportLists]-->3. dan intelektual siswa dalam proses pembelajaran <!--[if !supportLists]-->4.memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan kemampuan semaksimal mungkin.2 <!--[endif]-->Adapun masalah yang sering timbul dalam pemeliharaan sarana dan prasarana di sekolah adalah pengrusakan yang di lakukan oleh siswa ±siswa di sekolah itu sendiri.4 <!--[endif]-->Tujuan dari administrasi sarana dan prasarana itu bersumber dari tujuan pendidikan nasional. <!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Membina dan membimbing siswa sesuai dengan latar belakang sosial.1 <!--[endif]-->Administrasi sarana dan prasarana adalah suatu usaha yang di arahkan untuk mewujudkan suasana belajar mengajar yang efektif dan menyenangkan serta dapat memotivasi siswa untuk belajar dengan baik sesuai dengan kemampuan dan kelengkapan sarana yang ada. emosional.1.1.

Bab II. Yusak. Bandung. Administrasi Pendidikan. 2005 <!--[if !supportFootnotes]--> <!--[endif]--> <!--[if !supportFootnotes]-->[1]<!--[endif]--> Yusak Burhanudin.Diknas. Bandung. Prof. <!--[if !supportFootnotes]-->[2]<!--[endif]--> Http://Media.3 <!--[endif]-->Agar kita tidak ketinggalan maka kita harus aktif mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan yang semakin lama semakin berkembang seiring dengan perkembangan zaman supaya tidak gaptek ( gagap teknologi ) .Id <!--[if !supportFootnotes]-->[3]<!--[endif]--> Sutisno.<!--[if !supportLists]-->3. Hlm 172. Profesi Keguruan. !985 Burhanuddin. Profesi Keguruan. Jakarta. Sutisna. Administrasi Pendidikan.Go. Hlm 33.2. Bab VII. Soetjipto. DAFTAR PUSTAKA Soetjipto.2. <!--[if !supportFootnotes]-->[4]<!--[endif]--> Ibid«.Diknas. Pustaka Setia. Hlm 77. Bab III. Aministrasi Pendidikan. <!--[if !supportFootnotes]-->[5]<!--[endif]--> Prof. Penerbit Angkasa. Hlm 53. Rineka Cipta. Administrasi Pendidikan. Tinggalkan sebuah Komentar .Go.Id Oteng. 2004 Http://Media.2 <!--[endif]-->Sebagai seorang personal administrasi pendidikan berusahalah untuk belajar dan belajar lagi lebih giat dalam memahami dan mendalami administrasi sarana dan prasarana demi terwujudnya tujuan dari pendidikan nasional <!--[if !supportLists]-->3. Oteng.

di mana titik sentral dari teori Weber ini diletakkan pada pola-pola interaksi yang legitimatif (legitimate interaction patterns) di antara para anggota organisasi dalam mencapai tujuan dan terlibat dalam kegiatan. Ciri-ciri organisasi sebagai birokrasi menurut Max Weber adalah sebagai berikut : <!--[if !supportLists]-->a. <!--[endif]-->Dalam organisasi terdapat aturan yang mengatur proses interaksi diantara orang-orang yang melakukan kerja sama . <!--[endif]-->Dalam organisasi hubungan kerja sama yang ada di dalamnya bersifat struktural atau merupakan hubungan hierarki yang di dalamnya berisi wewenang. tangung jawab dan pembagian kerja (a hierarchy of authority ). <!--[if !supportLists]-->b. Sekolah sebagai suatu organisasi di dalamnya terhimpun kelompok-kelompok manusia yang masing-masing baik secara perorangan maupun kelompok saling melakukan hubungan kerja sama untuk mencapai tujuan. tugas-tugas. seperti kedudukan yang bersifat hierarki. Menurut Max Weber (Wahjosumidjo. peraturan dan undang-undang yang mengatur pengelolaan. fungsi-fungsi khusus. hubungan otoritas. <!--[if !supportLists]-->e. <!--[endif]-->Di dalam organisasi terdapat sistem komunikasi dan sistem insentif. <!--[endif]-->Dalam organisasi terdapat proses interaksi antar sekelompok manusia dalam mencapai tujuan. di dalamnya ditandai dengan berbagai indikasi.PENGELOLAAN SUMBER DAYA MANUSIA DI SEKOLAH 11 f 2008 pada 10:01 am (Administrasi dan Supervisi) Tags: Pendidikan PENDAHULUAN Birokrasi sebagai salah satu sistem dalam pemerintahan. interaksi dengan lingkungan yang mendukung. <!--[if !supportLists]-->c. birokrasi adalah salah satu bentuk ideal organisasi. 2007 : 62). <!--[if !supportLists]-->d. <!--[endif]-->Dalam interaksi mencapai tujuan ada pembagian tugas. Kelompok-kelompok manusia yang dimaksud . seorang pakar sosiologi Jerman.

(Burhanuddin. PENDAHULUAN 1. kapan. pengelolaan personal ini difokuskan pada pengelolaan staf / karyawan non guru. pustakawan. Tinjauan Awal Tentang Personalia Kepegawaian disebut juga personalia dan pegawainya disebut juga personel atau karyawan. perlengkapan dan sebagainya. pembagian tugas ini dilaksanakan dengan tegas oleh kepala sekolah. Karena itu . personel di sekolah meliputi unsur guru yang disebut tenaga edukatif dan unsnur karyawan yang disebut tenaga administratif. 2004 : 86 ). Job description ini merupakan manifestasi dari pemberdayaan sumber daya manusia (personal). Pada prinsipnya yang dimaksud personel ialah orang-orang yang melaksanakan sesuatu tugas untuk mencapai tujuan. Staf yang dimaksud dalam bahasan kita adalah sekelompok sumber daya manusia yang bertugas membantu kepala sekolah dalam mencapai tujuan sekolah yang terdiri dari para guru. Guru sebagai tenaga pendidik. Seringkali juga untuk mengasumsikan seorang pegawai menggunakan istilah staf. Pembagian tugas ini diadakan untuk mendukung agar proses interaksi antar manusia dapat berjalan dengan baik. Dalam pembahasan ini.adalah sumber daya manusia yang terdiri dari : Kepala Sekolah. guru-guru. mengajar dan atau melatih para peserta didik menuju ke arah perubahan . sehingga masing-masing kelompok dan orang-orang dengan jelas melakukan tugas apa. Pada setiap organisasi di dalamnya selalu ada pembagian tugas. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia staf berarti sekelompok orang yang bekerja sama membantu seorang ketua dalam mengelola sesuatu. 2005 : 65). tenaga administrasi / staf. kepegawaian. Pegawai pada suatu sekolah ialah mereka yang tergabung dalam suatu sekolah untuk melaksanakan tugas dalam rangka mencapai tujuan pendidikan. ( Suryosubroto. dan kelompok orang tua siswa. Demikian juga di dalam kehidupan sekolah. ialah sekelompok sumber daya manusia yang ditugasi untuk membimbing. peserta didik. dan kelompok sumber daya manusia yang bertugas sebaai tenaga administrasi yang khusus dalam hal keuangan. laboran. dan bagaimana melakukan tugas tersebut.

Sehubungan dengan itu. seperti mendefinisikan tujuan. Masalah ±masalah itu mencakup beberapa aspek. ahli perpustakaan. 2. laboran. kelompok orang-orang yang tidak terlibat dalam tugas mengajar. kepegawaian. dan memotivasi personil guna mencapai tujuan. Laboran adalah orang (ahli kimia dan sebagainya) yang bekerja di laboratorium. Menejemen Personalia di Sekolah Keberadaan sumber daya manusia merupakan bagian integral dalam kehidupan suatu sekolah. Secara umum kita akui bahwa keberhasilan usaha seseorang mempunyai hubungan yang erat dengan kualitas manusia yang melakukan usaha atau tugas tersebut. seperti para guru yang professional. perlengkapan dan sebagainya. Konsekwensinya setiap kepala sekolah harus memahami benar mengenai lingkup atau dimensi-dimensi kepegawaian. namun tetap dalam kondisi yang menyenangkan. pembinaan terhadap personal yang ada menjadi tanggung jawab kepala sekolah sebagai pimpinan tertinggi di suatu sekolah. Kualitas sumber daya manusia yang nampak melalui kompetensi yang dimilikinya merupakan hal esensial untuk menjadi manusia professional. Karena masing-masing sumber daya manusia mempunyai peranan yang strategis. fungsi personalia yang harus dilaksanakan pimpinan adalah menarik. Keberhasilan sekolah sangat ditentukan oleh keberhasilan pimpinannya mengelola tenaga kependidikan yang tersedia di sekolah. mencapai hasil dan mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan yang terpisah-pisah. mengembangkan program. Banyak masalah yang tidak terpisahkan dari kehidupan sekolah sebagai suatu organisasi. menentukan kebijaksanaan. Semua kegiatan tersebut memerlukan keterlibatan orang-orang dengan latar belakang kemampuan yang berbeda-beda . penata usaha di bidang-bidang tertentu seperti keuangan. mengembangkan. mengadakan fasilitas. Pustakawan adalah orang yang bergerak di bidang perpustakaan. dan sebagainya. menggaji. mempekerjakan orang. seperti pustakawan. . Tenaga administrasi atau administrator adalah pengurus. Pengelolaan atau manajemen tenaga kependidikan bertujuan untuk memberdayagunakan tenaga kependidikan secara efektif dan efisien untuk mencapai hasil yang optimal. Begitu juga dengan keberhasilan suatu sekolah.yang lebih baik. Oleh sebab itu.

lembaga ataupun organisasi. apakah melalui promosi atau mutasi. kepala sekolah sebagai seorang pemimpin harus mampu mengolah dan memanfaatkan segala sumber daya manuasi yang ada. pengadaan pegawai dapat didatangkan secara intern atau dari dalam organisasi saja. pada suatu organisasi. kebutuhan atau harapan. Sedang seleksi merupakan proses pemilihan calon-calon yang tingkat kualitasnya seperti kepribadian. Identifikasi staf / pegawai Tahapan ini erat kaitannya dengan rencana pengadaan pegawai. Dalam rangka memenuhi kebutuhan pegawai pada suatu sekolah. motivasi serta kecakapan / keahlian memang betul-betul telah memiliki persyaratan untuk melaksanakan pekerjaan / jabatan khusus yang akan ditugaskan. Identifikasi dibedakan menjadi rekruitmen dan seleksi. keinginan atau harapan. maka hendaknya melalui tahapan ± tahapan sebagai berikut : a. Seleksi itu biasanya dilakukan dengan serangkaian ujian baik secar lisan. maka pimpinan menentukan kemungkinan penempatannya. motivasi serta keahlian yang dimiliki sesuai dengan kebutuhan atau jenis pekerjaan / kedudukan yang diberikan pada mereka. Rekruitmen merupakan proses identifikasi calon-calon staf yang secara potensial akan diterima. Identifikasi staf atau pegawai merupakan pengenalan terhadap kualitas yang dimiliki oleh para calon staf baik dari sisi derajat kepribadian. Tujuan pokok penempatan adalah mencari kepastian secara maksimal . maupun praktek. b. sehingga tercapai efektivitas sekolah yang pada ujungnya menghasilkan perubahan yang diharapkan pada anak didik. motivasi dan kreativitas secara maksimal. Namun sebelumnya harus dilakukan analisis pekerjaan ( job analysis ) dan analisis jabatan untuk memperoleh diskripsi tentang tugas ± tugas dan pekerjaan yang harus dilaksanakan.Oleh sebab itu. Untuk mengelola sumber daya manusia agar memiliki kecakapan. Penempatan Bila rekruitmen pegawai telah mendapatkan calon ± calon pegawai yang sesuai dengan kualifikasi pegawai yang ditetapkan. Namun adakalanya. maka diperlukan adanya rencana kepegawaian.

Bagi para pegawai.<!--[endif]-->Kemampuan kerja <!--[if !supportLists]-->. dan juga kepribadian pegawai.<!--[endif]-->Rasa tanggung jawab terhadap tugas . c. rencana. kekurangan dan potensi yang pada gilirannya bermanfaat untuk menentukan tujuan. Penampilan yang dimaksud di sini mencakup. Penyesuaian diri Tujuan utama penyesuaian adalah untuk membantu seorang pegawai baru memahami dan beradaptasi pada harapan. Menurut Ismed Syarif. Di mana fungsi pembinaan dan pengembangan pegawai merupakan pengelolaan personil yang mutlak perlu. menjaga dan meningkatkan kinerja pegawai. Penilaian ini tidak hanya penting bagi sekolah. Tahapan ini berkaitan erat dengan pembinaan dan pengembangan staf atau pegawai. tetapi juga bagi pegawai itu sendiri.<!--[endif]-->Kepatuhan disiplin kerja <!--[if !supportLists]-->. yaitu : <!--[if !supportLists]-->. dan mengembangkan rasa ikut memiliki dan mengenali sekolah dan masyarakat. untuk memperbaiki. ada beberapa hal yang penting untuk dinilai dalam daftar penilian pegawai. Evaluasi Untuk mengetahui sejauh mana tingkat kemampuan dan keberhasilan pegawai seorang pimpinan perlu mengadakan evaluasi terhadap kinerja pegawainya. peran. tetapi juga menyangkut karier pegawai.<!--[endif]-->Kerajinan <!--[if !supportLists]-->. jalur. Kegiatan pembinaan dan pengembangan ini tidak hanya menyangkut aspek kemampuan. penilaian berguna sebagai umpan balik berbagai hal. seperti kemampuan.tentang kesesuaian antara jabatan / tugas yang harus diisi dengan kemampuan dan keahlian individu serta karakteristik pribadi para individu. d. prestasi individu dan peran sertanya dalam kegiatan sekolah. dan pengembangan karir. Evaluasi mencakup penilian terhadap tingkat penampilan dari masing-masing personel / staf dalam mencapai hasil yang diharapkan. ( Mulyasa. Kegiatan ini dapat dilakukan dengan cara on the job training dan in service training. 2007 : 42 ± 45 ). kelebihan.

Perbaikan itu bisa berupa pendidikan dan latihan yang merupakan suatu bentuk program pengembangan sumber daya manusia ( personal development ). Perbaikan Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan. 2004 : 90 ± 91 ). karena imbalan oleh para pegawai tidak lagi dipandang semata-mata sebagai alat pemuas kebutuhan materialnya.<!--[endif]-->Prakarsa (inisiatif) <!--[if !supportLists]-->. kendaraan.<!--[endif]-->Kepemimpinan <!--[if !supportLists]-->. dan lain-lain.<!--[endif]-->Hubungan kerja sama <!--[if !supportLists]-->. g. Kompensasi adalah balas jasa yang diberikan organisasi kepada pegawai. fasilitas perumahan. maka perlu adanya perbaikan untuk meningkatkan professionalisme dan memperbaiki kelemahan dan kekurangan pegawai yang telah diidentifikasi.<!--[if !supportLists]-->.<!--[endif]-->Kelakuan di dalam dan di luar dinas <!--[if !supportLists]-->. Pemberhentian pegawai . f. Kompensasi pegawai. yang dapat dinilai dengan uang dan mempunyai kecenderungan diberikan secara tetap. Hal ini mengacu pada arti daripada pendidikan dan latihan yang merupakan suatu program belajar yang direncanakan untuk menghasilkan anggota staf demi memperbaiki penampilan seseorang yang telah mendapatkan tugas menduduki jabatan ( Wahjosumidjo. Masalah kompensasi merupakan salah satu bentuk tantangan yang harus dihadapi manajemen. e. akan tetapi sudah dikaitkan dengan harkat dan martabat manusia. dapat juga berupa tunjangan.<!--[endif]-->Pekerjaan pada umumnya ( Suryosubroto. Pemberian kompensasi selain dalam bentuk gaji. 2007: 380 ).

Sebab-sebab pemberhentian pegawai ini dapat dikelompokkan kedalam tiga jenis yaitu : <!--[if !supportLists]-->. dan lain-lain. <!--[endif]-->Menggunakan kepemimpinan yang membentuk organisasi kemanusiaan didalam cara yang sesuai antara kepentingan individu dengan kepentingan sekolah. motivasi dan kreativitas secara maksimal untuk : <!--[if !supportLists]-->a. <!--[if !supportLists]-->c. <!--[endif]-->Menciptakan kondisi dan suasana kondusif untuk meningkatkan pertumbuhan sikap kepeloporan / sukarela dan efektifitas individu secara maksimal. seperti meninggal dunia. <!--[if !supportLists]-->b.<!--[endif]-->Pemberhentian atas permohonan sendiri.3. <!--[if !supportLists]-->d. <!--[if !supportLists]-->e.Pemberhentian pegawai merupakan fungsi personalia yang menyebabkan terlepasnya pihak organisasi dan personil dari hak dan kewajiban sebagai lembaga tempat bekerja dan sebagai pegawai. sehingga mampu tampil dalam bentuk yang luar biasa. Peranan Kepala Sekolah dalam Pengelolaan Personel Seorang kepala sekolah harus mampu mengerakkan sumber daya manusia yang memiliki kecakapan. <!--[endif]-->Mempengaruhi orang-orang biasa.<!--[endif]-->Pemberhentian oleh sebab-sebab lain. . <!--[if !supportLists]-->. Untuk selanjutnya mungkin masing-masing pihak terikat dalam perjanjian dan ketentuan sebagai bekas pegawai.<!--[endif]-->Pemberhentian oleh dinas atau pemerintah. hilang. <!--[endif]-->Menyesuaikan progam pendidikan secara terusmenerus terhadap kebutuhan hidup individu dan kebutuhan kompetisi di dalam masyarakat yang dinamis. <!--[if !supportLists]-->. <!--[endif]-->Memungkinkan sekolah mengatasi ketidakpastian atau kelemahan (infirmity).bagi yang berstatus pns. habis masa cuti tetapi tidak melaporkan. .

Strategi kepegawaian yang mengacu kepada lima hal diatas memerlukan konsentrasi kepemimpinan dalam arti kesungguhan dalam mencapai tujuan organisasi yaitu memelihara para anggotanya. Peranan sumber daya manusia terkait erat dengan keberhasilan sebuah organisasi. <!--[endif]-->Ketidakpuasan jabatan. <!--[if !supportLists]-->c. berinisiatif dan berkreativitas dalam melaksanakan tugas-tugasnya sehingga terjadi hubungan proses administrasi. yang pada akhirnya akan tercipta keserasian antara tujuan organisasi dan usaha-usaha individu. <!--[if !supportLists]-->g. <!--[if !supportLists]-->e. <!--[endif]-->Pemberian penghargaan yang tidak efektif. <!--[endif]-->Kedudukan yang tidak aman. <!--[endif]-->Kesenjangan komunikasi. <!--[endif]-->Kelambatan dan ketidakhadiran. <!--[if !supportLists]-->j.( Wahjosumidjo. 2007 ) adalah sebagai berikut : <!--[if !supportLists]-->a. <!--[if !supportLists]-->h. Dan yang penting juga untuk diketahui bahwa di dalam organisasi seperti sekolah akan selalu terjadi problem kemanusiaan. <!--[if !supportLists]-->d. dan .ketidakadilan pemberian tugas dan kesempatan promosi. <!--[endif]-->Rekruitmen dan usaha seleksi yangh tidak produktif. yang menurut William B. <!--[if !supportLists]-->l. <!--[if !supportLists]-->f. <!--[if !supportLists]-->b. <!--[endif]-->Keusangan personil. <!--[endif]-->Pemberian kompensasi yang tidak seimbang. <!--[endif]-->Pergantian yang berlebih-lebihan. <!--[if !supportLists]-->i. 2007 ). Castetter ( dalam Wahjosumidjo. <!--[endif]-->Supervisi yang tidak tepat. <!--[endif]-->Ketiadaan ( lack ) otoritas. <!--[endif]-->Ketidaklenturan karir. <!--[if !supportLists]-->k.

<!--[if !supportLists]-->e. <!--[endif]-->Mampu mengkoordinasikan dan mempersatukan usaha seluruh sumber daya manusia kea rah pencapaian tujuan. <!--[endif]-->Perilaku sumber daya manusia kea rah pencapaian tujuan dapat dipengaruhi secara positif apabila kepala sekolah mampu melakukan pendekatan secara manusiawai. Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan dan dilaksanakan oleh kepala sekolah agar dapat mencapai efektivitas sekolah. seorang kepala sekolah harus mampu menegakkan hubungan yang serasi antara tujuan sekolah dengan perilaku sumber daya manusia yang ada. <!--[endif]-->Sekolah harus secara terus menerus menyesuaikan dengan kondisi internal dan eksternal yang mutakhir. <!--[if !supportLists]-->d. Jelas sekali dari paparan di atas betapa peranan sumber daya manusia sangat dominan dalam menentukan berhasil tidaknya suatu organisasi sekolah. sehingga sudah seharusnya seorang kepala sekolah betul-betul memahami pengelolaan sumber daya manusia mulai dari proses rekrutmen sampai pemberhentian. <!--[if !supportLists]-->b. <!--[endif]-->Sumber daya manusia merupakan suatu komponen penting dari keseluruhan perencanaan organisasi.<!--[if !supportLists]-->m. . yaitu : <!--[if !supportLists]-->a. <!--[endif]-->Dalam meningkatkan efektivitas dan efesiensi sekolah. fungsi sumber daya manusia harus ditumbuhkan sebagai satu kesatuan utama. <!--[endif]-->Akibat negative yang tumbuh sehingga klien sekolah seringkali bersekutu dengan tawar menawar bersama ( bargaining ) di dalam sector masyarakat umum. sehingga kepemimpinan kepala sekolah yang mempunyai arti vital dalam proses pendidikan harus mampu mengolah dan memanfaatkan segala sumber daya manusia yang ada sehingga tercapai efektivitas sekolah yang diharapkan akan membawa perubahan pada peserta didik. Staf memegang peranan penting dalam kehidupan persekolahan. <!--[endif]-->Dalam rangka pengelolaan. <!--[if !supportLists]-->f. <!--[if !supportLists]-->c.

<!--[endif]-->Pengembangan karier anggota secara maksimal. sehingga untuk mencapai hasil yang diharapkan dari organisasi yang dipimpinnya dia harus memiliki kemampuan : 1. staf dan siswa memacu dan berdiri di depan untuk memberikan inspirasi dalam mencapai tujuan. staf dan siswa percaya bahwa apa yang diperbuat adalah benar. memberikan bimbingan dan tuntunan terhadap para guru. <!--[endif]-->Pencapaian tujuan sekolah. KESIMPULAN . 2. staf dan siswa seorang kepala sekolah perlu memperhatikan hal ± hal sebagai berikut : 1.Oleh karena itu seorang kepala sekolah memiliki tanggung jawab pembinaan sumber daya manusia yang harus diarahkan pada : <!--[if !supportLists]-->a. <!--[if !supportLists]-->c. <!--[if !supportLists]-->d. staf dan siswa dalam melaksanakan tugas masing ± masing. Untuk dapat berhasil menggerakkan para guru . <!--[endif]-->Rekonsiliasi antara tujuan individu-individu dengan tujuan organisasi. staf dan siswa adalah benar selama berpegang pada aturan yang berlaku. Begitu berat tugas seorang kepala sekolah . Pengelolaan sumber daya manusia harus dilakukan secara professional untuk mencapai hasil yang diharapkan. meyakinkan. <!--[if !supportLists]-->b. Demikianlah uraian singkat mengenai pengelolaan sumber daya manusia di sekolah yang dalam hal ini menuntut peran dari kepala sekolah sebagai pimpinan tertinggi di sebuah sekolah. membujuk ( induce ). <!--[endif]-->Bantuan terhadap individu untuk memperoleh kedudukan dan standart penampilan kerja kelompok. berusaha agar para guru. mendorong timbulnya kemauan yang kuat serta penuh semangat dan percaya diri para guru. mengingat sekolah bukan hanya sebagai agen pembelajaran tapi juga agen perubahan. berusaha meyakinkan apa yan dilakukan oleh para guru. b. menghindarkan diri dari sikap dan perbuatan yang bersifat memaksa dan bertindak keras . 2. mampu melakukan perbuatan yang melahirkan kesadaran dan rasa tanggung jawab dengan cara : a.

berinisiatif dan berkreatifitas dalam menjalankan tugas ± tugasnya sehingga terjadi hubungan proses administrative dan akan saling mengaitkan proses administrasi yang pada akhirnya akan tercipta keserasian antara tujuan organisasi dan usaha ± usaha individu. Maka.Sekolah sebagai sebuah organisasi melibatkan begitu banyak individu yang memiliki kecenderungan yang berbeda satu sama lain. Pengelolaan personalia ini dimulai sejak tahap rencana pengadaan pegawai. perbaikan. evaluasi. penempatan. penyesuaian diri. Masing ± masing individu itu saling bekerja sama satu dengan yang lain untuk mencapai tujuan yang sama dari organisasi yang menaunginya. pada akhirnya orang yang paling menentukan keberhasilan suatu sekolah adalah kepala sekolah. Pemimpin organisasi yang dalam hal ini diperankan oleh kepala sekolah harus mampu mengelola organisasi dengan baik lebih ± lebih pada aspek pengelolaan personalia sebagai sumber daya manusia yang menjadi motor penggerak suatu organisasi. Dibutuhkan konsentrasi kepemimpinan dalam arti kesungguhan dalam mencapai tujuan organisasi dengan cara : memelihara para anggotanya. kecakapan. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan profil pegawai yang benar ± benar memiliki kualifikasi dari segi keahlian. Bukan hal mudah bagi seorang pemimpin organisasi untuk membangun kerja sama yang harmonis dalam organisasi yang menjadi tanggung jawabnya. Pengelolaan personalia ini dimanifestasikan pada job description yang jelas untuk menghindari terjadinya job overlapping. Demikianlah kesimpulan akhir dari pengelolaan personel pada suatu organisasi yang dalam hal ini terfokus pada organisasi sekolah . Baik dari latar belakang social. pendidikan bahkan sebagai individu yang memiliki kepribadian yang juga berbeda satu sama lain. dan kreatifitas yang maksimal. motivasi. kompensasi pegawai sampai pemberhentian pegawai.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->