Sistem Pembiayaan Pendidikan

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN JAKARTA Sistem pembiayaan pendidikan merupakan proses dimana pendapatan dan sumber daya tersedia digunakan untuk memformulasikan dan mengoperasionalkan sekolah. Sistem pembiayaan pendidikan sangat bervariasi tergantung dari kondisi masing-masing negara seperti kondisi geografis, tingkat pendidikan, kondisi politik pendidikan, hukum pendidikan, ekonomi pendidikan, program pembiayaan pemerintah dan administrasi sekolah. Sementara itu terdapat beberapa faktor yang perlu diperhatikan untuk mengetahui sesuai tidaknya sistem dengan kondisi negara. Untuk mengetahui apakah sistem tersebut memuaskan, dapat dilakukan dengan cara: i) menghitung berbagai proporsi dari kelompok usia, jenis kelamin, tingkat buta huruf; ii) distribusi alokasi sumber daya pendidikan secara efisien dan adil sebagai kewajiban pemerintah pusat mensubsidi sektor pendidikan dibandingkan dengan sektor lainnya.

Setiap keputusan dalam masalah pembiayaan sekolah akan mempengaruhi bagaimana sumber daya diperoleh dan dialokasikan. Oleh karena itu perlu dilihat siapa yang akan dididik dan seberapa banyak jasa pendidikan dapat disediakan, bagaimana mereka akan dididik, siapa yang akan membayar biaya pendidikan. Demikian pula sistem pemerintahan seperti apa yang paling sesuai untuk mendukung sistem pembiayaan pendidikan. Tanggungjawab pemerintah dalam pembiayaan pendidikan termasuk untuk pendidikan kejuruan dan bantuan terhadap murid. Hal itu perlu dilihat dari faktor kebutuhan dan ketersediaan pendidikan, tanggungjawab orang tua dalam menyekolahkan vs social benefit secara luas, pengaruh faktor politik dan ekonomi terhadap sektor pendidikan. Menurut Levin (1987) pembiayaan sekolah adalah proses dimana pendapatan dan sumber daya tersedia digunakan untuk memformulasikan dan mengoperasionalkan sekolah di berbagai wilayah geografis dan tingkat pendidikan yang berbeda-beda. Pembiayaan sekolah ini berkaitan dengan bidang politik pendidikan dan program pembiayaan pemerintah serta administrasi sekolah. Beberapa istilah yang sering digunakan dalam pembiayaan sekolah, yakni school revenues, school expenditures, capital dan current cost. Dalam pembiayaan sekolah tidak ada pendekatan tunggal dan yang paling baik untuk pembiayaan semua sekolah karena kondisi tiap sekolah berbeda. Setiap kebijakan dalam pembiayaan sekolah akan mempengaruhi bagaimana sumber daya diperoleh dan dialokasikan. Dengan mengkaji berbagai peraturan dan kebijakan yang berbeda-beda di sektor pendidikan, kita bisa melihat konsekuensinya terhadap pembiayaan pendidikan, yakni: y Keputusan tentang siapa yang akan dididik dan seberapa banyak jasa pendidikan dapat disediakan y Keputusan tentang bagaimana mereka akan dididik y Keputusan tentang siapa yang akan membayar biaya pendidikan y Keputusan tentang sistem pemerintahan seperti apa yang paling sesuai untuk mendukung pembiayaan sekolah

Untuk menjawab pertanyaan tersebut di atas, ada dua hal pokok yang harus dapat dijawab, yakni: i) bagaimana sumber daya akan diperoleh, ii) bagaimana sumber daya akan dialokasikan pada berbagai jenis dan jenjang pendidikan/tipe sekolah/kondisi daerah yang berbeda. Terdapat dua kriteria untuk menganalisis setiap hal tersebut, yakni, i) efisiensi yang terkait dengan keberadaan sumber daya yang dapat memaksimalkan kesejahteraan masyarakat dan ii) keadilan yang terkait dengan benefits dan costs yang seimbang. Menurut J. Wiseman (1987) terdapat tiga aspek yang perlu dikaji dalam melihat apakah pemerintahan perlu terlibat dalam masalah pembiayaan pendidikan: y Kebutuhan dan ketersediaan pendidikan terkait dengan sektor pendidikan dapat dianggap sebagai salah satu alat perdagangan dan kebutuhan akan investasi dalam sumberdaya manusia/human capital y Pembiayaan pendidikan terkait dengan hak orang tua dan murid untuk memilih menyekolahkan anaknya ke pendidikan yang akan berdampak pada social benefit secara keseluruhan y Pengaruh faktor politik dan ekonomi terhadap sektor pendidikan Dalam hal pendidikan kejuruan dan industri, M. Woodhall (1987) menjelaskan bahwa di masa lalu pembiayaan pendidikan jenis ini ditanggung oleh perusahaan. Perusahaan memberi subsidi kepada para pekerjanya sendiri. Sekarang peran pemerintah semakin besar dalam pembiayaan ini. Hal itu disebabkan adanya kepentingan ekonomi. Artinya kebijakan ketenagakerjaan, diharapkan dapat meningkatkan kepentingan untuk membagi biaya dan manfaat dari pendidikan ini dengan adil. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pendidikan kejuruan ini adalah: Peran pemerintah dalam membiayai jenis pendidikan ini Perbedaan antara jenis training yang umum dan spesifik Pilihan antara training yang on dan off the job Keseimbangan antara pembiayaan dari pemerintah dan sektor swasta di pendidikan ini Pentingnya praktek kerja sebagai kelanjutan dari jenis pendidikan ini Pembayaran kompensasi selama mengikuti pendidikan ini Sumber daya yang dialokasikan untuk jenis pendidikan ini

y y y y y y y

TUGAS DAN FUNGSI SUPERVISI PENDIDIKAN
I. PENDAHULUAN Pendidikan pada hakekatnya adalah sebuah transformasi yang mengubah input menjadi output. Untuk menjadi output, dalam transformasi tersebut diperlukan suatu proses yang berlangsung secara benar, terjaga serta sesuai dengan apa yang telah ditetapkan. Pada pendidikan, untuk menjamin terjadinya proses yang benar tersebut, diperlukan pengawasan (supervisi). Supervisi ini dilakukan dalam rangka menjamin kualitas (quality assurance) agar sesuai dengan tujuan pendidikan. Pada makalah ini akan dibahas tentang tugas dan fungsi supervisi pendidikan. II. PEMBAHASAN A. Tugas Supervisi Pendidikan. Seorang supervisior dapat dilihat dari tugas yang dikerjakannya. Seorang pemimpin pendidikan yang berfungsi sebagai supervisor tampak jelas perannya. Sesuai dengan pengertian hakiki supervisi, maka supervisi berperan atau bertugas memberi support (supporting), membantu (assisting) dan mengikutsertakan (sharing). Selain itu, seorang supervisior bertugas sebagai: - Koordinator. - Konsultan. - Pemimpin Kelompok. - Evaluator . Tugas lain bagi seorang supervisi atau pengawas akademik, yakni mencakup hal-hal berikut: 1. Mengupayakan agar guru lebih bersungguh-sungguh dan bekerja lebih keras serta bersemangat dalam mengajar. 2. Mengupayakan agar sistem pengajaran ditata sedemikian rupa sehingga berlaku prinsip belajar tuntas, yaitu guru harus berupaya agar murid benar-benar menguasai apa yang telah diajarkan dan tidak begitu saja melanjutkan pengajaran ke tingkat yang lebih tinggi jika murid Belum tuntas penguasaannya. 3. Memberikan tekanan (pressure) terhadap guru untuk mencapai tujuan pengajarannya, dengan disertai bantuan (support) yang memadai bagi keberhasilan tugasnya. 4. Membuat kesepakatan dengan guru maupun dengan sekolah mengenai jenis dan tingkatan dari target output yang harus mereka capai sehubungan dengan keberhasilan pengajaran. 5. Secara berkala melakukan pemantauan dan penilaian (assessment) terhdap keberhasilan (efektifitas) mengajar guru, khususnya dalam kaitannya dengan kesepakatan yang dibuat pada butir (4) di atas. 6. Membuat persiapan dan perencanaan kerja dalam rangka pelaksanaan butir-butir di atas, menyusun dokumentasi dan laporan bagi setiap kegiatan, serta mengembangkan sistem pengelolaan data hasil pengawasan. 7. Melakukan koordinasi serta membuat kesepakatan-kesepakatan yang diperlukan dengan kepala sekolah, khususnya dalam hal yang berkenaan dengan pemantauan dan pengendalian

efektifitas pengajaran serta hal yang berkenaan dengan akreditas sekolah yang bersangkutan. B. Fungsi Supervisi. Secara umum fungsi supervisi adalah perbaikan pengajaran. Berikut ini berbagai pendapat para tentang fungsi supervisi, di antaranya adalah: ‡ Ayer, Fred E, menganggap fungsi supervisi untuk memelihara program pengajaran yang ada sebaik-baiknya sehingga ada perbaikan. ‡ Franseth Jane, menyatakan bahwa fungsi supervisi memberi bantuan terhadap program pendidikan melalui bermacam-macam cara sehingga kualitas kehidupan akan diperbaiki. ‡ W.H. Burton dan Leo J. Bruckner menjelaskan bahwa fungsi utama dari supervisi modern ialah menilai dan memperbaiki faktor-faktor yang mempengaruhi hal belajar. ‡ Kimball Wiles, mengatakan bahwa fungsi supervisi ialah memperbaiki situasi belajar anakanak. Usaha perbaikan merupakan proses yang kontinyu sesuai dengan perubahan masyarakat. Masyarakat selalu mengalami perubahan. Perubahan masyarakat membawa pula konsekuensi dalam bidang pendidikan dan pengajaran. Suatu penemuan baru mengakibatkan timbulnya dimensi-dimensi dan persepektif baru dalam bidang ilmu penegetahuan. Makin jauh pembahasan tentang supervisi makin nampak bahwa kunci supervisi bukan hanya membicarakan perbaikan itu sendiri, melainkan supervisi yang diberikan kepada guru-guru, menurut T.H. Briggs juga merupakan alat untuk mengkoordinasi, menstimulasi dan mengarahkan pertumbuhan guru-guru. Dalam suatu analisa fungsi supervisi yang diberikan oleh swearingen, terdapat 8 fungsi supervisi, yakni: 1. Mengkoordinasi Semua Usaha Sekolah. Koordinasi yang baik diperlukan terhadap semua usaha sekolah untuk mengikuti perkembangan sekolah yang makin bertambah luas dan usaha-usaha sekolah yang makin menyebar, diantaranya: - Usaha tiap guru. - Usaha-usaha sekolah. - Usaha-usaha pertumbuhan jabatan. 2. Memperlengkapi Kepemimpinan Sekolah. Yakni, melatih dan memperlengkapi guru-guru agar mereka memiliki ketrampilan dan kepemimpinan dalam kepemimpinan sekolah. 3. Memperluas Pengalaman. Yakni, memberi pengalaman-pengalaman baru kepada anggota-anggota staff sekolah, sehingga selalu anggota staff makin hari makin bertambah pengalaman dalam hal mengajarnya. 4. Menstimulasi Usaha-Usaha yang Kreatif. Yakni, kemampuan untuk menstimulir segala daya kreasi baik bagi anak-anak, orang yang dipimpinnya dan bagi dirinya sendiri. 5. Memberikan Fasilitas dan Penilaian yang Kontinyu.

Penilaian terhadap setiap usaha dan program sekolah misalnya, memiliki bahan-bahan pengajaran, buku-buku pengajaran, perpustakaan, cara mengajar, kemajuan muridmuridnya harus bersifat menyeluruh dan kontinyu. 6. Menganalisa Situasi Belajar Situasi belajar merupakan situasi dimana semua faktor yang memberi kemungkinan bagi guru dalam memberi pengalaman belajar kepada murid untuk mencapai tujuan pendidikan. 7. Memberi Pengetahuan dan Ketrampilan pada Setiap Anggota Staf. Supervisi berfungsi memberi stimulus dan membantu guru memperkembangkan pengetahuan dan ketrampilan dalam belajar. agar mereka

8. Mengintegrasikan Tujuan dan Pembentukan Kemampuan. Fungsi supervisi di sini adalah membantu setiap individu, maupun kelompok agar sadar akan nilai-nilai yang akan dicapai itu, memungkinkan penyadaran akan kemampuan diri sendiri. Fungís supervior (pengawas) oleh karenanya menjadi penting, sebagaimana tertuang dalam Kepmen PAN Nomor 118/1996 yang menyebutkan bahwa pengawas diberikan tanggung jawab dan wewenag penuh untuk melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan pendidikan, penilaian dan pembinaan teknis serta administratif pada satuan pendidikan. III. KESIMPULAN Dari uraian yang telah disampaikan, dapat disimpulkan bahwa seorang supervisor dapat dilihat dari tugas yang dikerjakannya, suatu tugas yang dilaksanakannya memberi status dan fungsi pada seseorang. Dalam fungsinya nampak perananya dan dari peranannya terdapat tugas-tugas yang harus dilaksnakan oleh seorang supervisor pendidikan seperti yang telah diuraikan sebelumnya. IV. DAFTAR PUSTAKA A, Hasan, Yusuf, dkk., Pedoman Pengawasan, Jakarta: CV Mekar Jaya, 2002. A, Sahertian, Piet, Drs, Prinsip dan Teknik Supervisi Pendidikan, Usaha Nasioanal, Surabaya: 1981. Tim Penyusun Ditjen Baga Islam, Pedoman Pelaksanaan Supervisi Pendidikan Agama, Depag RI Ditjen Baga Islam, Jakarta, 2003.

MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH <!--[if !supportLists]-->A. <!--[endif]-->Dasar dan Tujuan Manajemen Berbasis Sekolah. Manajemen Berbasis sekolah merupakan suatu manajemen sekolah yang disebut juga dengan otonomi sekolah (school autonomy) atau site-based management (Beck & Murphy, 1996). Sejalan dengan belakunya otonomi daerah dalam dunia pendidikan, MBS atau schoolbased management (SBM) menuntut terjadinya perubahan dalam manajemen sekolah. Karena itu, pengelolaan suatu sekolah diserahkan kepada sekolah tersebut, atau sekolah diberikan kewenangan besar untuk mengelola sekolahnya sendiri dengan menggunakan Manajemen Berbasis Sekolah ini. Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) yaitu model pengelolaan yang memberikan otonomi atau kemandirian kepada sekolah atau madrasah dan mendorong pengambilan keputusan partisipatif yang melibatkan secara langsung semua warga sekolah atau madrasah sesuai dengan standar pelayanan mutu yang ditetapkan oleh pemerintah pusat, Provinsi, Kabupaten dan Kota.<!--[if !supportFootnotes]-->[1]<!--[endif]--> Pada prinsipnya MBS bertujuan untuk memberdayakan sekolah dalam menetapkan berbagai kebijakan internal sekolah yang mengarah pada peningkatan mutu dan kinerja sekolah secara keseluruhan.<!--[if !supportFootnotes]-->[2]<!--[endif]--> MBS merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mencapai keunggulan masyarakat bangsa dalam penguasaan ilmu dan teknologi, yang dinyatakan dalam GBHN. MBS, yang ditandai dengan otonomi sekolah dan pelibatan masyarakat merupakan respon pemerintah terhadap gejala-gejala yang muncul di masyarakat, bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, mutu, dan pemerataan pendidikan. peningkatan efisiensi, antara lain, diperoleh melalui keleluasaan mengelola sumber daya partisipasi masyarakat dan penyederhanaan birokrasi. Sementara peningkatan mutu dapat diperoleh, antara lain, melalui partisipasi orang tua terhadap sekolah, fleksibilitas pengelolaan sekolah dan kelas, peningkatan profesionalisme guru dan kepala sekolah. peningkatn pemerataan antara lain diperoleh melalui peningkatan partisipasi masyarakat yang memungkinkan pemerintah lebih berkonsentrasi pada kelompok tertentu.

<!--[if !supportFootnotes]-->[3 B. <!--[endif]-->Dapat lebih mengaktifkan atau meningkatkan kepedulian masyarakat untuk ikut bertanggung jawab terhadap kinerja dan keberhasilan sekolah atau madrasah. <!--[endif]-->Meningkatkan tanggung jawab sekolah atau madrasah kepada orang tua. tanggung jawab pengambilan keputusan tertentu seperti anggaran. <!--[endif]-->Meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif sekolah atau madrasah dalam mengelola dan membedayakan sumber daya yang tersedia. Fokus pada mutu 2. pemerintah tentang mutu sekolah atau madrasah. provinsi. Tujuan Manajemen Berbasis Sekolah yakni: <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Meningkatkan kompetensi yang sehat antar madrasah dan sekolah lain untuk pencapaian mutu pendidikan yang diharapkan. Dengan pemberlakuan MBS diharapakan setidaknya dapat diperoleh beberapa keuntungan antara lain. dan kurikulum lebih banyak diletakkan pada tingkat sekolah daripada di tingkat pusat. atau bahkan juga kabupaten/ kota. yaitu: <!--[if !supportLists]-->1. <!--[if !supportLists]-->2. personel. <!--[endif]-->Dapat mengembangkan tugas pengelolaan sekolah atau madrasah tersebut menjadi tanggung jawab sekolah dan masyarakat. <!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Mendorong kreativitas kepala sekolah untuk mengelola sekolahnya menjadi lebih baik. <!--[endif]-->Meningkatkan kepedulian warga sekolah atau madrasah dan masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan melalui pengambilan keputusan bersama. <!--[if !supportLists]-->4. <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->PRINSIP-PRINSIP MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH Prinsip utama pelaksanaan MBS ada 5 (lima) hal yaitu: 1. <!--[if !supportLists]-->3.Dalam MBS. Bottom-up planning and decision making .

Pemberdayaan masyarakat <!--[if !supportLists]-->5. sekolah harus memiliki sistem pengembangan sumber daya manusia (SDM) lewat berbagai pelatihan atau workshop guna membekali guru dengan berbagai kemampuan yang berkaitan dengan proses belajar mengajar. khususnya guru dan orangtua siswa. <!--[endif]-->Menjalin kerjasama dengan organisasi di luar sekolah. sistem informasi. <!--[endif]-->Peningkatan mutu secara berkelanjutan Dalam mengimplementasikan MBS terdapat 4 (empat) prinsip yang harus difahami yaitu: 1. dan 4. <!--[endif]-->Melibatkan semua fihak. Untuk itu. terutama guru dan orangtua siswa. Pemberian kekuasaan secara utuh sebagaimana dalam teori MBS tidak mungkin dilaksanakan dalam seketika. sistem penghargaan. melainkan ada proses transisi dari manajemen yang dikontrol pusat ke MBS. Kekuasaan Kepala sekolah memiliki kekuasaan yang lebih besar untuk mengambil keputusan berkaitan dengan kebijakan pengelolaan sekolah dibandingkan dengan sistem pendidikan sebelumnya. Kekuasaan ini dimaksudkan untuk memungkinkan sekolah berjalan dengan efektif dan efisien. Kekuasaan yang lebih besar yang dimiliki oleh kepala sekolah dalam pengambilan keputusan perlu dilaksanakan dengan demokratis antara lain dengan: <!--[if !supportLists]-->1. kekuasaan. Kekuasaan yang dimiliki kepala sekolah akan efektif apabila mendapat dukungan partisipasi dari berbagai pihak.3. 2. <!--[if !supportLists]-->2. Pengetahuan Kepala sekolah dan seluruh warga sekolah harus menjadi seseorang yang berusaha secara terus menerus menambah pengetahuan dan keterampilan dalam rangka meningkatkan mutu sekolah. 3. <!--[endif]-->Membentuk tim-tim kecil di level sekolah yang diberi kewenangan untuk mengambil keputusan yang relevan dengan tugasnya <!--[if !supportLists]-->3. pengetahuan. . Seberapa besar kekuasaan sekolah tergantung seberapa jauh MBS dapat diimplementasikan. Manajemen yang transparan 4.

profesional dan akuntabel. sampai dengan proses Dengan kata lain program-program yang dilaksanakan menganut prinsip-prinsip demokratis. baliknya.dll) Sistem Informasi Sekolah yang melakukan MBS perlu memiliki informasi yang jelas berkaitan dengan program sekolah. Sistem Penghargaan Sekolah yang melaksanakan MBS perlu menyusun sistem penghargaan untuk memberikan penghargaan kepada warga sekolah yang berprestasi. dan umpan pelaksanaan. Informasi ini diperlukan agar semua warga sekolah serta masyarakat sekitar bisa dengan mudah memperoleh gambaran kondisi sekolah. evaluasi. Disamping itu ketersediaan informasi sekolah akan memudahkan pelaksanaan monitoring. yaitu guru. <!--[endif]-->Memahami dan dapat melaksanakan berbagai aspek yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan quality assurance. dan akuntabilitas sekolah. Dengan informasi tersebut warga sekolah dapat mengambil peran dan partisipasi. <!--[if !supportLists]-->2. komite sekolah dan tokoh masyarakat setempat dilibatkan . SWOT. guru. Melalui pelaksanaan program ini para pengelola pendidikan di sekolah termasuk kepala sekolah. Sistem penghargaan ini diperlukan untuk mendorong karier warga sekolah. <!--[endif]-->Pengetahuan untuk meningkatkan kinerja sekolah. <!--[endif]-->PROSES PENERAPAN MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH Banyak manfaat yang telah dapat dirasakan baik oleh pemerintah daerah maupun pihak sekolah yang secara langsung menjadi sasaran pelaksanaan. bencmarking. Hal ini karena dalam melaksanakan program-program berbasis sekolah ini diterapkan mulai prinsip-prinsip dari proses pelaporan manajemen (MBS). quality control. karyawan dan siswa. self assessment. transparan. Infornasi yang amat penting untuk dimiliki sekolah antara lain yang berkaitan dengan: kemampuan guru dan Prestasi siswa.Pengetahuan yang penting harus dimiliki oleh seluruh staf adalah: <!--[if !supportLists]-->1. <!--[if !supportLists]-->C. perencanaan. school review.

Adapun proses penerapan MBS dapat ditempuh antara lain dengan langkah-langkah sbb : <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Memberdayakan komite sekolah/majelis madrasah dalam peningkatan mutu pembelajaran di sekolah <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Unsur pemerintah Kab/Kota dalam hal ini instansi yang terkait antara lain Dinas Pendidikan. Badan Perencanaan Kab/Kota. Dewan Pendidikan Kab/Kota terutama membantu dalam mengkoordinasikan dan membuat jaringan kerja (akses) ke dalam siklus kegiatan pemerintahan dan pembangunan pada umumnya dalam bidang pendidikan. Departemen Agama (yang menangani pendidikan MI. unsur komite sekolah pada pelaksanaan peningkatan mutu pembelajaran <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Melakukan supervisi dan monitoring yang sistematis dan konsisten terhadap agar pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan di sekolah yang diketahui berbagai kendala masalah dihadapi. MTs dan MA). kepala sekolah.secara aktif dalam setiap tahapan kegiatan. baik tenaga pengajar (guru). Disinilah proses pembelajaran itu berlangsung dan semua pihak saling memberikan kekuatan untuk memberikan yang terbaik bagi kemajuan sekolah. pejabat-pejabat di tingkat kecamatan. unsur komite sekolah tentang Manajemen Berbasis Sekolah. petugas bimbingan dan penyuluhan (BP) maupun staf kantor. <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Memberdayakan tenaga kependidikan. <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Mengadakan pelatihan dan pendampingan sistematis bagi para kepala sekolah. guru. serta segera dapat diberikan solusi/pemecahan masalah yang diperlukan. pembelajaran yang bermutu dan peran serta masyarakat. <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Mengelola kegiatan yang bersifat bantuan langsung bagi setiap sekolah untuk .

ekonomi dan apresiasi masyarakat terhadap pendidikan Faktor eksternala yang akan turut menentukan keberhasilan MBS adalah kondisi tingkat pendidikan orangtua siswa dan masyarakat.<!--[if !supportFootnotes]-->[4]<!-[endif]--> Kesimpulan . guru. <!--[endif]-->profesionalisme Faktor ini sangat strategis dalam upaya menentukan mutu dan kinerja sekolah atau madrasah. Faktor Pendukung Keberhasilan Manajemen Berbasis Sekolah <!--[if !supportLists]-->1. akan sulit dicapai program MBS yang bermutu tinggi serta prestasi siswa. Tanpa profesionalisme kepala sekolah atau madrasah. <!--[endif]-->Kepemimpinan dan manajemen sekolah yang baik MBS aan berhasi jika ditopang oleh kemampuan professional kepala sekolah atau madrasah dalam memimpin dan mengelola sekolah atau madrasah secara efektif dan efisien. <!--[endif]-->Dukungan pemerintah Faktor ini sangat membantu efektifitas implementasi MBS terutama bagi sekolah atau madrasah yang kemampuan orangtua/ masyarakatnya relative belum siap memberikan kontribusi terhadap penyelenggaraan pendidikan. <!--[endif]-->Kondisi social. kemampuan dalam membiayai pendidikan. <!--[if !supportLists]-->4. untuk sifatnya menangani sekaligus melakukan dukungan dan pengawasan terhadap Tim bentukan sebagai pelaksana kegiatan tersebut. serta tingkat apresiasi dalam mendorong anak untuk terus belajar. serta mampu menciptakan iklim organisasi yang kondusif untuk proses belajar mengajar.peningkatan sarana yang dan mutu pembelajaran. dan pengawas. <!--[if !supportLists]-->2. Rehabilitasi/Pembangunan dengan membentuk dan Tim prasarana khusus Pendidikan. alokasi dana pemerintah dan pemberian kewenangan dalam pengelolaan sekolah atau madrasah menjadi penentu keberhasilan. <!--[if !supportLists]-->3.

dapat mengajak semua pihak untuk memajukan dan meningkatkan pelaksanaan pendidikan. Peningkatan Pemerataan Pendidikan. Dengan adanya MBS diharapkan akan memberi peluang dan kesempatan kepada kepala sekolah.Manajemen berbasis sekolah pada intinya adalah memberikan kewenangan terhadap sekolah untuk melakukan pengelolaan dan perbaikan kualitassecara terus menerus. Dengan adanya MBS maka ada beberapa keuntugan dalam pendidikan yaitu. Dapat juga dikatakan bahwa manajemen berbasis sekolah pada hakikatnya adalah penyerasian sumber daya yang dilakukan secara mandiri oleh sekolah dengan melibatkan semua kelompok kepentingan (stakeholder) yang terkait dengan sekolah secara langsung dalam proses pengambilan keputusan untuk memenuhi kebutuhan peningkatan mutu sekolah atau untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. sumber daya yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal. PT Remaja Rusda karya. guru dan siswa untuk melakukan inovasi pendidikan. . pembinaan peserta didik dapat dilakukan secara efektif. Daftar Pustaka Departemen Agama Direktorat Jenderal Kelembagaan Agama Islam Direktorat Madrasah Dengan Pendidikan Agama Di Sekolah Umum. Sekolah diberi hak otonom untuk menentukan nasibnya sendiri. 2002. Dengan demikian peran pemerintah pusat akan berkurang. Satuan Biaya Pendidikan Dasar dan Menengah. Paling tidak ada tiga tujuan dilaksanakannya MBS Peningkatan Efesiensi. orang tua dan guru. kebijakan dan kewenangan sekolah mengarah langsung kepada siswa. Bandung 2004. Peningkatan Mutu. Tujuan MBS adalah untuk mewujudkan kemerdekaan pemerintah daerah dalam mengelola pendidikan. Dedi Supriadi. Manajemen Berbasis Sekolah Strategi Peningkatan Mutu Pendidikan Pada Madrasah.

maka keberadaan Kepala Sekolah sebagai seorang pimpinan menjadi sangat strategis perannya dalam rangka pengelolaan sekolah sesuai dengan tuntutan perubahan tersebut. pembinaan dan pengembangan (development) bagi anggota organisasi. serta wewenang yang berat dalam rangka mengelola sekolah. guru di kelas. quality. sehingga secara bertahap kualitas dan produktivitas kegiatan belajar mengajar yang dilakukan staf kepala sekolah. pemberdayaan. kualitas/mutu. baru ditentukan sistem pendidikan. ethics. Pelaksanaan pendidikan selama ini yang banyak diwarnai dengan pendekatan sarwa negara (state driven) di masa yang akan dating harus berorientasi pada aspirasi masyarakat (putting customers first). dan dari pengenalan ini pendidikan memahami apa aspirasi dan kebutuhannya (need assessment). Kepala Sekolah hendaknya melakukan obeservasi yang terus menerus tentang kondisi-kondisi dan sikap-sikap di kelas. Kepala Sekolah sebagai pimpinan dalam menjalankan fungsinya perlu efektif dan efesien. selama proses aktivitas organisasi sekolah tersebut dilakukan. Perubahan organisasi tradisional memasuki organisasi baru ditandai dengan perubahan dari ³command and control´ ke berbagai visi. kewirausahawanan dan perubahan organisasi) tidak cocok bila menggunakan organisasi tradisional tersebut. Pendidikan harus mengenali siapa pelanggan. Sehubungan dengan situasi tersebut. globalisasi. Dalam kerangka ini. maka visi pendidikan hendaknya diarahkan untuk menyesuaikan terhadap perubahan paradigma tersebut. tanggungjawab sosial. Maksudnya untuk memberikan bantuan pemecahan atas kesulitan-kesulitan yang dialami guru dan pegawai serta melakukan perbaikan-perbaikan baik langsung maupun tidak langsung mengenai kekurangan-kekurangannya. entrepreneurship and organizational learning (keanekaragaman. globalization. dan persyaratan pengajarnya (Hamzah B. Pada tataran organisasi. Keberhasilan sekolah yang dipimpinnya sangat ditentukan oleh kepemimpinannya. di ruangan guru. Setelah mengetahui asprirasi dan kebutuhan mereka. Dalam hal ini. dan pegawai tata usaha akan menjadi semakin baik secara berkelanjutan. . Kepala Sekolah memiliki tugas dan tanggung jawab. etika. Uno. leading and controlling atau dapat disebut pendekatan manajemen fungsional dikenal berhasil membantu pekerjaan para manajer di era tahun 1960 dan 1970. Supervisi merupakan peran yang strategis bagi Kepala Sekolah dalam melakukan fungsi manajemen dalam pengawasan (controlling). dan tim kerja (Primiana. membimbing dan mengawasi seluruh kegiatan pendidikan dan kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan guru yang ditujang oleh pegawai di sekolah.Organisasi tradisonal dengan kerangka kerja planning. organizing. Kepala Sekolah selaku supevisor pendidikan memiliki fungsi mengarahkan. kinerja wali kelas. social responsibility. macam kurikulumnya. di ruang tata usaha dan pada pertemuan-pertemuan staf pengajar. 2001 : 51). Tuntutan masyaratkan sebagai pelanggan menjadi fokus utama dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi kebutuhan pendidikan masyarakat. sekaligus juga merupakan dorongan permasalahan di bidang pendidikan. 2007 : 5). maka manajemen berbasis sekolah merupakan acuan yang didasarkan pada Standar Pelayanan Pendidikan (SPP). Namun. di era organisasi saat ini dan di masa mendatang yang menekankan topik-topik baru seperti diversity. maka Kepala Sekolah dituntut untuk dapat menjalankan supervisi sebagai salah satu peran strategisnya dalam melakukan pengelolaan sekolah.

supervisi lebih ditekankan pada pembinaan dan peningkatan kemampuan dan kinerja tenaga kependidikan di sekolah dalam melaksanakan tugas. pengajaran dan pelatihan peserta didik juga dapat berkembang. tampak bahwa fungsi pokok Kepala Sekolah dalam kedudukan sebagai supervisor adalah membantu guru-guru dalam memecahkan masalah-masalah pendidikan dan pengajaran serta membantu mengembangkan kemampuan profesionalnya. Melalui perbaikan dan pengembangan kinerja mereka diharapkan usaha pembimbingan. maka diperlukan strategi dalam pelaksanaan supervisi tersebut. dengan kata lain bahwa keberhasilan dalam melaksanakan supervisi sangat ditentukan oleh keterampilan-keterampilan supervisor. dan 4. 2. Job satisfaction/kepuasan kerja. Supervisi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari seluruh proses administrasi pendidikan yang ditujukan terutama untuk mengembangkan efektivitas kinerja personalia sekolah yang berhubungan dengan tugas-tugas utama pendidikan. 1988 dalam Mulyasa. Oleh karena itu. Increased confidence/meningkatnya kepercayaan (Siagian. Bagaimana Strategi Supervisi Setiap kegiatan organisasi sekolah haruslah dilakukan pengawasan oleh kepala sekolah.Efektif berarti dampak positif yang dihasilkan dari melaksanakan supervisi. diperlukan pemahaman yang lebih luas tentang supervisi. bukan karena atasan namun lebih kepada bagaimana bawahan mau melaksanakan kegiatan/aktivitas pekerjaanya sesuai prosedurprosedur atau aturan. Melalui perbaikan dan pengembangan kinerja profesional yang menangani para peserta didik. Bertitik tolak dari penjelasan di atas. kreativitas. Job performance/kinerja pekerjaan. agar kinerja sekolah yang dikelolanya dapat lebih meningkat. Hal tersebut penting karena tanpa pengawasan maka seluruh kegiatan program sekolah tidak akan berhasil secara baik. 3. Supervisi bukan mencari-cari kesalahan akan tetapi dalam melakukan supervise Kepala Sekolah harus menitik beratkan perhatiannya pada segala langkah yang telah diputuskan bersama. dan kinerja bawaha (Mulyasa. serta secara langsung dapat meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar (Pidarta. 2004 : 44). Oleh karena itu. Fungsi supervisor diatas. Commitment/komitmen. Dari pengertian ini. yang ditunjukkan dengan peningkatan kemampuan dalam organisasi. efektifitas penggunaan metode dan teknik mengajar serta produktivitas pendayagunaan sarana prasarana belajar. Namun demikian. Dengan demikian. maka pentingnya melakukan supervisi oleh kepala sekolah perlu dilaksanakan secara efektif. maka supervisi perlu dilakukan secara efektif. agar pelaksanaan supervisi dapat mengembangkan kebersamaan seluruh anggota organisasi dalam upaya meningkatkan kinerja sekolah. Dalam kaitannya dengan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). mencakup pembinaan dan pengawasan efisiensi pelaksanaan tugas. dalam pelaksanaannya kepala sekolah dituntut untuk memiliki kemampuan dan keterampilan dalam melaksanakan supervisi. Supevisi berasal dari kata ³super´ dan ³visi´ yang mengandung arti melihat dan meninjau dari atas atau menilik dan menilai dari atas yang dilakukan oleh atasan terhadap aktivitas. 2003 : 155). sehingga guru dapat tumbuh dan bertambah cakap dalam menerapkan metode dan teknik mengajar guna meningkatkan kualitas hasil belajar siswa. 2003 : 154). serta tanggung jawabnya sebagai bawahan. Peran dari Kepala Sekolah dalam hal ini menjadi sangatlah penting. Strategi yang diterapkan dalam rangka pelaksanaan supervisi yaitu : . supervisi bersifat memberikan bimbingan dan memberikan bantuan kepada guru maupun staf sekolah lainnya dalam mengatasi kesulitan. apabila terdapat penyimpangan-penyimpangan tidak dapat diketahui secara dini dan detail. Dalam hal ini. Untuk dapat menghasilkan supervisi yang berkualitas. Hal ini diukur dengan : 1.

dan evaluasi (cheq) atau umpan balik (feed back) 3. Dengan melaksanakan supervisi secara efektif. maka akan meningkatkan kinerja sekolah. Supervisi efektif masih perlu dikembangkan untuk mencari strategi dan metode yang lebih baik agar pelaksanaannya mencapai tujuan secara efesien. Supervisi efektif sangat penting.plan (merencanakan)²-> (rencanakembali) do (melaksanakan)²²±>cheq (umpan balik)²±>plan Kesimpulan/Rekomendasi: Berdasarkan penjelasan tersebut. Dimulai dengan langkah perencanaan (plan). Untuk memberikan hasil yang optimal. Supervisi merupakan kegiatan penting yang dilakukan oleh Kepala Sekolah. sebagai berikut : a. antara lain : adanya tugas kedinasan Kepala Sekolah yang mendesak dan urgen padahal program/schedul supervisi sudah dibuat. Rekomendasi Bertitik tolak dari penjelasan pembahahasan dan kesimpulan yang telah sebutkan. masih terdapat kendala. B. A DV E R TI S E ME NT . pelaksanaan (do). Pelaksanaan supervisi secara efektif. untuk mengetahui sejauhmana keberhasilan aktivitas organisasi/sekolah telah dilaksanakan 2. maka beberapa hal dapat direkomendasikan sebagai saran. maka supervisi perlu dilakukan secara efektif. maka beberapa hal penting dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. oleh karena itu sekolah-sekolah perlu mengembangkannya di tingkat MKS b. yang pada gilirannya dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat (loyalitas orang tua kepada sekolah) 4.

Dalam penyelenggaraan pendidikan. Dalam makalah kelompok ini. agar dana-dana yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang tercapainya tujuan pendidikan. apa lagi dalm kondisi krisis pada sekarang ini.PENDAHULUAN Keuangan dan pembiayaan merupakan salah satu sumber daya yang secara langsung menunjang efektifitas dan efisiensi pengelolaan pendidikan. baik itu disadari maupun yang tidak disadari. yang menuntut kemampuan sekolah untuk merencanakan. yang memberikan kewenangan kepada sekolah untuk mencari dan memanfaatkan berbagai sumber dana sesuai dengan kebutuhan masing-masing sekolah karena pada umumnya dunia pendidikan selalu dihadapkan pada masalah keterbatasan dana. melaksanakan dan mengevaluasi serta mempertanggungjawabkan pengelolaan dana secara transparan kepada masyarakat dan pemerintah. Hal tersebut lebih terasa lagi dalam implementasi MBS. kami juga memaparkan sistem manajemen keuangan dalam suatu Negara dan pondok pesantren. keuangan dan pembiayaan merupakan potensi yang sangat menentukan dan merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam kajian manajemen pendidikan. PEMBAHASAN . terutama dalam rangka MBS (Manajemen Berbasis Sekolah). dan didalam makalah ini kami mengambil beberapa literatur dari buku-buku yang menurut kami dapat sesuai dengan pembahasan kami. Komponen keuangan dan pembiayaan ini perlu dikelola sebaik-baiknya. Kami membuat makalah ini dikarenakan adanya tugas dosen selaku pembimbing mata kuliah administrasi & supervisi pendidikan dan sudah menjadi suatu kewajiban bagi kami selaku mahasiswa untuk menyelesaikannya. Dengan kata lain setiap kegiatan yang dilakukan sekolah memerlukan biaya. Komponen keuangan dan pembiayaan pada suatu sekolah merupakan komponen produksi yang menentukan terlaksananya kegiatan belajarmengajar di sekolah bersama dengan komponen-komponen yang lain. yang sayang juga jika dilewatkan. Hal ini penting.

sampai pengawasan dan pertanggungjawaban sesuai dengan ketentuan yang berlaku agar semua dana sekolah benar-benar dimanfaatkan secara efektif. penyimpanan dan pengeluaran uang atau surat-surat berharga lainnya yang dapat dinilai dengan uang serta diwajibkan membuat perhitungan dan pertanggungjawaban. Dalam pelaksanaannya manajemen keuangan ini menagnut azas pemisahan tugas antara fungsi otorisator.Sumber keuangan dan pembiayaan pada suatu sekolah secara garis besar dapat dikelompokkan atas tiga sumber. biaya pembelian atau pengembangan tanah. tidak ada kebocorankebocoran. pembangunan gedung. yaitu (1) pemerintah. serta biaya atau pengeluaran lain unutk barang-barang yang tidak habis pakai. serta biaya operasional. Adapun bendaharawan adalah pejabat yang berwenang melakukan penerimaan. serta bebas dari penyakit korupsi. Biaya rutin adalah biaya yang harus dikeluarkan dari tahun ke tahun. efisien. Sementara biaya pembangunan. (2) orang tua atau peserta didik. biaya pemeliharaan gedung. fasilitas dan alat-alat pengajaran (barang-barang habis pakai). manajemen komponen keuangan harus dilaksanakan dengan baik dan teliti mulai dari tahap penyusunan anggaran. .masyarakat dan orang tua. Adapun dimensi pengeluaran meliputin biaya rutin dan biaya pembangunan. (3) pembelajaran. Komponen utama manajemen keuangan meliputi. kolusi dan nepotisme. Berkaitan dengan peneriman keuangan dari orang tua dan masyarakat ditegaskan dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional1989 bahwa karena keterbatasan kemampuan pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan dana pendidikan. baik pemerintah pusat. (3) masyarakat. dan (5) prosedur pemeriksaan. penggunaan. perbaikan atau rehab gedung. tanggung jawab atas pemenuhan dana pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah. penambahan furnitur. seperti gaji pegawai (guru dan non guru). yang bersifat umum atau khusus dan diperuntukkan bagi kepentingan pendidikan. (4) prosedur investasi. pergudangan dan prosedur pendistribusian. Otorisator adalah pejabat yang diberi wewenang untuk mengambil tindakan yang mengakibatkan penerimaan dan pengeluaran anggaran. (1) prosedur anggaran. (2) prosedur akuntansi keuangan. ordonator dan bendaharawan. misalnya. baik mengikat maupun tidak mengikat. Dalam implementasi MBS. daerah maupun kedua-duanya. Ordonator adalah pejabat yang berwenang melakukan pengujian dan memerintahkan pembayaran atas segala tindakan yang dilakukan berdasarkan otorisasi yang telah ditetapkan.

1 <!--[endif]-->MANAJEMEN KEUANGAN SEKOLAH Setiap unit kerja selalu berhubungan dengan masalah keuangan. sebagi manajer. Yang dimaksud penyelenggaraan sekolah ialah: <!--[if !supportLists]-->. dan dilimpahi fungsi ordonator untuk memerintahkan pembayaran.<!--[endif]-->Menteri dalam negeri (No. Bendaharawan. disamping mempunyai fungsi-fungsi bendaharawan. Di bawah ini kami kemukakan beberapa instrumen (format-format) yang mencerminkan adanya kegiatan manajemen keuangan sekolah tersebut. kesejahteraan personel.0257/K/1974) <!--[if !supportLists]-->. uang kesejahteraan personel dan gaji serta keuangan yang berhubungan langsung dengan penyelenggaraan sekolah seperti perbaikan sarana dan sebagainya. Kep. 1606/MK/II/1974) tertanggal: 20 Nopember 1974 SPP dimaksudkan untuk membantu pembinaan pendidikan seperti yang ditunjukkan pada pasal 12 keputusan tersebut yakni membantu penyelengaraan sekolah. Persoalan yang menyangkut keuangan sekolah pada garis besarnya berkisar pada: uang Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP).Kepala sekolah dalam hal ini. tidak dibenarkan melaksanakan fungsi bendaharawan karena berkewajiban melakukan pengawasan kedalam.<!--[endif]-->Menteri P&K (No. juga dilimpahi fungsi ordonator untuk menguji hak atas pembayaran. <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Manajemen Pembayaran SPP Dasar hukum penyusutan SPP adalah keputusan bersama tiga menteri yaitu: <!--[if !supportLists]-->.<!--[endif]-->Pengadaan alat atau bahan pelajaran .221 Tahun 1974) <!--[if !supportLists]--><!--[endif]-->Menteri keuangan (No. Namun.<!--[endif]-->Pengadaan alat atau bahan manajemen <!--[if !supportLists]-->. berfungsi sebagai otorisator. <!--[if !supportLists]-->A. perbaikan sarana dan kegiatan supervisi. demikian pula sekolah.

Dalam hubungan ini misalnya kegiatan arisan di sekolah koperasi antar guru dan lain-lain . <!--[endif]-->Lager gaji (daftar permintaan gaji) <!--[if !supportLists]-->b. pembangunan lokal baru. dan sebagainya <!--[if !supportLists]-->D. Bantuan ini dapat berbentuk uang tetapi mungkin pula dalam bentuk lain seperti usaha perbaikan sekolah. untuk pertanggungjawaban uang tersebut diperlukan beberapa format sebagi berikut: <!--[if !supportLists]-->a. <!--[endif]-->Lain-lain Sudah menjadi hal yang umum bahwa guru atau karyawan serin mempunyai sangkut paut tersendiri dalam hal keuangan terutama gaji. rapor dan STTB <!--[if !supportLists]-->. kartu pribadi. evaluasi belajar. <!--[endif]-->Manajemen keuangan yang berasal dari Negara (pemerintah) Yang dimaksud keuangan dari Negara ialah meliputi pembayaran gaji pegawai atau guru dan belanja barang.<!--[endif]-->Pengadaan perpustakaan sekolah <!--[if !supportLists]-->.<!--[endif]-->Penyelenggaraan ulangan. <!--[if !supportLists]-->B.<!--[endif]-->Prakarya dan pelajaran praktek Selanjutnya pada pasal 18 dinyatakan bahwa kedudukan kepala sekolah dalam pengelolaan SPP adalah bendaharawan khusus yang bertanggungjawab dalam penerimaan. <!--[endif]-->Buku catatan SPMU (Surat Perintah Mengambil Uang) <!--[if !supportLists]-->C.<!--[if !supportLists]-->. <!--[endif]-->Manajemen keuangan yang berasal dari BP3 Badan Pembantu Penyelenggaraan Pendidikan (BP3) bertugas memberikan bantuannya dalam penyelenggaraan sekolah. penyetoran dan penggunaan dana yang telah ditentukan terutama dan penyelenggaraan sekolah.

sebab pesantren merupakan lembaga swadana yang tidak memerlukan pertanggung jawaban keuangan yang terlalu pelik kepada penyandang dananya. Pengelolaan keuangan pesantren yang baik ini sebenarnya juga merupakan bagian dari upaya melindungi personil pengelola pesantren (kyai. dalam suatu lembaga termasuk pesantren pengelolaan keuangan sering menimbulkan permasalahan yang serius bila pengelolaanya kurang baik. Di pasantren pengelolaan keuangan sebenarnya tidak begitu rumit. Namun demikian karena banyak juga dana yang bersumber dari masyarakat untuk mendanai kegiatan di Pesantren. <!--[endif]-->Rasional Salah satu bagian terpenting dalam manajemen pesantren adalah pengelolaan keuangan. disinilah perlunya pengelolaan keuangan dengan baik dan transparan dibudayakan dilingkungan pesantren. walaupun jumlahnya relatif kecil hal itu perlu ada laporan atau penjelasan sederhana sesuai dengan prinsip-prinsip pengelolaan keuangan public kepada masyarakat agar kredibilitas pesantren dimata masyarakat cukup tinggi. walaupun disadari bahwa pembiayaan pesantren justru lebih banyak bersumber dari kekayaan individu sebab sumber-sumber lain penopang pesantren kurang memadai. <!--[if !supportLists]-->B. usaha pembinaan kesejahteraan pegawai kiranya perlu diperhatikan data tersebut.2 <!--[endif]-->MANAJEMEN KEUANGAN PONDOK PESANTREN <!--[if !supportLists]-->A. <!--[if !supportLists]-->2. Ustadz/ Ustadzah atau pengelola lainnya) terhadap pandangan yang kurang baik dari luar pesantren. termasuk orang tua santri. Namun dalam rangka pengelolaan manajemen yang baik seyogyanya didalam pemilahan antara harta kekayaan pesantren dengan individu. Selama ini banyak pesantren yang tidak memisahkan antara harta kekayaan pesantren dengan individu.Oleh karenanya kepala sekolah sebagai pemimpin lembaga wajib mengetahui dengan jelas berapa gaji bersih yang diterima oleh anak buahnya. agar kekurangan dan kelebihan pesantren dapat diketahui secara transparan oleh pihakpihak lain. <!--[endif]-->Pengertian .

dari sumber manapun. <!--[endif]-->terbuka dan transparan.Dalam arti sempit. <!--[if !supportLists]-->3. efisien dan sesuai dengan kebutuhan teknis yang disyaratkan <!--[if !supportLists]-->2. pengelolaan keuangan dapat diartikan sebagai tata pembukuan. program/ kegiatan. dalam pengertian dari dan untuk apa keuangan lembaga tersebut perlu dicatat dan dipertanggung jawabkan serta disertai bukti penggunaannya. dalam sekolah. pesantren dan dalam masyarakat. <!--[endif]-->sedapat mungkin menggunakan kemampuan/ hasil produksi dalam negeri sejauh hal ini dimungkinkan <!--[if !supportLists]-->D. tetapi dari sumber dan dari ketiga komponen diatas. Dalam arti luas diartikan sebagai pengurusan dan pertanggung jawaban. <!--[endif]-->Prinsip-prinsip Pengelolaan Keuangan Pendidikan Pondok Pesantren Penggunaan anggaran dan keuangan. <!--[endif]-->terarah dan terkendali sesuai dengan rencana. dari penyandang dana. baik individual maupun lembaga. <!--[endif]-->Rencana Anggaran Pendapatan Dan Belanja Pondok Pesantren (RAPBPP) Implementasi prinsip-prinsip keuangan diatas pada pendidikan. <!--[endif]-->Hemat. <!--[if !supportLists]-->C. maka untuk sumber dana sekolah. baik pemerintah pusat maupun daerah. tidak mewah. apakah itu dari pemerintah ataupun dari masyarakat perlu didasarkan prinsip-prinsip umum pengelolaan keuangan sebagai berikut: <!--[if !supportLists]-->1. pesantren itu tidak hanya diperoleh dari anggaran dan fasilitas dari pemerintah atau penyandang dana tetap saja. khususnya dilingkungan pondok pesantren dan keserasian antara pendidikan dalam keluarga. <!--[if !supportLists]-->4. Untuk itu dipesantren sebenarnya juga perlu dibentuk organisasi orang tua santri yang implementasinya dilakukan denan membentuk komite atau majelis .

<!--[endif]-->Langkah-langkah Penyusunan RAPBPP Suatu hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan RAPBPP adalah harus menerapkan prinsip anggaran berimbang.dari hasil usaha <!--[if !supportLists]-->b. Komite atau majelis tersebut beranggotakan wakil wali santri. <!--[endif]-->Pengertian RAPBPP Anggaran adalah rencana yang diformulasikan dalam bentuk rupiah dalam jangka waktu atau periode tertentu.sumbangan dari pemerintah. pengendalian dan evaluasi kegiatan yang dilakukan pondok pesantren.pesantren. wakil pemerintah dan wakil ilmuwan/ ulama diluar pesantren dan dapat juga memasukkan kalangan dunia usaha dan industri. artinya rencana pendapatan dan . <!--[endif]-->Rencana penggunaan keuangan dalam satu tahun yang bersangkutan. termasuk didalamnya keuangan bersumber dari: a). Maka seorang penanggung jawab program kegiatan dipesantren harus mencatat anggaran serta melaporkan realisasinya sehingga dapat dibandingkan selisih antara anggaran dengan pelaksanaan serta melakukan tindak lanjut untuk perbaikan. <!--[endif]-->Rencana sumber atau target penerimaan/ pendapatan dalam satu tahun yang bersangkutan.kontribusi santri. b). tokoh masyarakat. Anggaran memiliki peran penting didalam perencanaan. pengelola. d). c). serta alokasi sumber-sumber kepada setiap bagian kegiatan. yaitu: <!--[if !supportLists]-->a.sumbangan dari individu atau organisasi. <!--[if !supportLists]-->2. Ada dua bagian pokok anggaran yang harus diperhatikan dalam penyusunan RAPBPP. Selanjutnya pihak pesantren bersama komite atau majelis pesantren pada setiap awal tahun anggaran perlu bersama-sama merumuskan RAPBPP sebagai acuan bagi pengelola pesantren dalam melaksanakan manajemen keuangan yang baik: <!--[if !supportLists]-->1. semua penggunaan keuangan pesantren dalam satu tahun anggaran perlu direncanakan dengan baik agar kehidupan pesantren dapat berjalan dengan baik.

Pada setiap anggaran yang disusun perlu dijelaskan apakah rencana anggaran yang akan dilaksanakan merupakan hal baru atau kelanjutan atas kegiatan yang telah dilaksanakan dalam periode sebelumnya dengan menyebut sumber dana sebelumnya.pengeluaran harus berimbang diupayakan tidak terjadi anggaran pendapatan minus. paling tidak harus memuat 6 hal atau informasi sebagai berikut: . dalam rangka untuk mempermudah pertanggung jawaban keuangan. Maka penyusunannya hendaknya mengikuti langkah-langkah sebagai berikut: <!--[if !supportLists]-->a) <!--[endif]-->Menginventarisasi rencana yang akan dilaksanakan <!--[if !supportLists]-->b) <!--[endif]-->Menyusun rencana berdasarkan skala prioritas pelaksanaannya <!--[if !supportLists]-->c) <!--[endif]-->Menentukan program kerja dan rincian program <!--[if !supportLists]-->d) <!--[endif]-->Menetapkan kebutuhan untuk pelaksanaan rincian program <!--[if !supportLists]-->e) <!--[endif]-->Menghitung dana yang dibutuhkan <!--[if !supportLists]-->f) <!--[endif]-->Menentukan sumber dana untuk membiayai rencana Rencana tersebut setelah dibahas dengan pengurus dan komite atau majelis pesantren. maka sentralisasi pengelolaan keuangan perlu difokuskan pada bendaharawan pesantren. Dengan anggaran berimbang tersebut maka kehidupan pesantren akan menjadi solid dan benar-benar kokoh dalam hal keuangan. maka selanjutnya ditetapkan sebagai anggaran pendapatan dan belanja pondok pesantren (APBPP). Dalam setiap anggaran yang disusun untuk kegiatan-kegiatan dilingkungan pondok pesantren.

program kerja. <!--[endif]-->Pelaksanaan kegiatan yang tidak sesuai dengan yang telah diprogramkan <!--[if !supportLists]-->d. rencana kegiatan. <!--[endif]-->Realisasi APBPP Dalam pelaksanaan kegiatan. bisa kurang atau lebih dari jumlah yang telah dianggarkan. <!--[endif]-->Adanya perubahan harga yang tidak terantisipasi <!--[if !supportLists]-->e. masingmasing sumber dana yang mendukung pembiayaan program. <!--[endif]-->Adanya efisiensi atau inefisiensi pengeluaran <!--[if !supportLists]-->b. <!--[endif]-->Penyusunan anggaran yang kurang tepat . penanggung jawab. jumlah yang realisasikan bisa terjadi tidak sama dengan rencana anggarannya. volume kebutuhan <!--[if !supportLists]-->d) <!--[endif]-->Data kebutuhan harga satuan. <!--[endif]-->Terjadinya penghematan atau pemborosan <!--[if !supportLists]-->c. <!--[if !supportLists]-->b) <!--[endif]-->Uraian kegiatan program. program. <!--[if !supportLists]-->3. rencana baru atau lanjutan. jumlah biaya yang dibutuhkan untuk seluruh volume kebutuhan <!--[if !supportLists]-->e) <!--[endif]-->Jumlah anggaran: jumlah anggaran untuk masing-masing rincian program. Ini dapat terjadi karena beberapa sebab: <!--[if !supportLists]-->a. uraian rencana kegiatan. dan total anggaran untuk seluruh rencana kegiatan <!--[if !supportLists]-->f) <!--[endif]-->Sumber dana: total sumber dana.<!--[if !supportLists]-->a) <!--[endif]-->Informasi rencana kegiatan: sasaran. rincian program <!--[if !supportLists]-->c) <!--[endif]-->Informasi kebutuhan: barang/ jasa yang dibutuhkan.

<!--[endif]-->buku tabungan . <!--[endif]-->kwitansi atau bukti-bukti pembelian atau bukti penerimaan dan bukti pengeluaran lain <!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]-->buku persekot uang muka <!--[if !supportLists]-->3. ada juga beberapa buku lain yang penting bagi bendaharawan pondok pesantren yaitu: <!--[if !supportLists]-->1. bendara harus membuat laporan keuangan kepada komite/ majelis pesantren untuk dicocokkan dengan RAPBPP <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Pada setiap akhir tahun anggaran. Namun demikian prinsip transparansi dan kejujuran dalam pertanggung jawaban tersebut harus tetap dijunjung tinggi.<!--[if !supportLists]-->E. yang perlu diperhatikan oleh bendaharawan adalah: <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Pertanggung jawaban Keuangan Pondok Pesantren Semua pengeluaran keuangan pondok pesantren dari sumber manapun harus dipertanggung jawabkan. Dalam kaitan dengan pengelolaan keuangan tersebut. <!--[endif]-->daftar gaji/ honorarium <!--[if !supportLists]-->5. <!--[endif]-->neraca keuangan juga harus ditunjukkan untuk diperiksa oleh tim pertanggung jawaban keuangan dari komite pondok pesantren selain buku neraca keuangan yang erat hubungannya dengan pengelolaan keuangan. <!--[endif]-->daftar potongan-potongan <!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]-->Buku kas umum <!--[if !supportLists]-->2. hal tersebut merupakan bentuk transparansi dalam pengelolaan keuangan. <!--[endif]-->laporan keuangan tersebut harus dilampiri bukti-bukti pengeluaran yang ada <!--[if !supportLists]-->3.

Ia mengawasi gaji dan semua alat-alat material yang harus dipergunakan dalam pekerjaan administrator lainnya. Semua unsur administrasi keuangan erat terjalin. Administrator keuangan memiliki kekuasaan yang sangat besar. Disini kami sedikit mencoba mempelajari administrasi keuangan sebagai bagian dari administrasi Negara. pinjaman Negara dan ketatalaksanaan hutang Negara. memudahkan dilakukan pengawasan terhadap penggunaan anggaran yang ditetapkan. serta tidak menimbulkan kecurigaan atau fitnah. juga keuangan tersangkut secara universal didalam administrasi seperti zat asam didalam udara. Ia dapat mengetahui berapa harga setiap barang. apakah organisasi berdaya guna. agar manajemen keuangan dipondok pesantren dapat berjalan dengan baik. apakah pegawai-pegawai melakukan pekerjaan mereka sebagaimana mestinya. Sebuah daripadanya merupakan bidang keuangan Negara yang luas meliputi fungsi-fungsi seperti perhitungan dan pemungutan pajak. Pembukuan adalah dasar anggaran belanja. transparan. pemeliharaan dana-dana.3 <!--[endif]-->MANAJEMEN KEUANGAN NEGARA Sebagaimana halnya dengan organisasi dan kepegawaian.<!--[if !supportLists]-->6. <!--[if !supportLists]-->2. pembukuan. <!--[endif]-->buku iuran/ kontribusi santri (SPP/ infaq) <!--[if !supportLists]-->7. <!--[endif]-->buku catatan lain-lain yang tidak termasuk diatas. seperti catatan pengeluaran insidentil Buku-buku tersebut perlu diadakan. Tetapi sekalipun dipandang dari lingkungannya yang lebih sempit melalui pandangan administrator sebagaimana telah dilakukan disini tersangkutlah masalah kebijaksanaan. pemeriksaan pembukuan dan pembelian. menentukan tersedianya dana penyertaan alasan (accompany procurement) dan menimbang tindakan hukum apabila dilakukan pemeriksaan . Pokok soal ini adalah bagian dari bidang yang lebih luas disebut keuangan Negara. Oleh karena itu mempersatukan fungsi keuangan dengan adaministrasi umum tujuan pokok kepemimpinan tetapi tidak selalu mudah untuk dicapai. Terdapat dua buah aspek pada persoalan administrasi keuangan. Administrasi keuangan berurusan dengan penyusunan anggaran belanja.

menyimpan pembukuan yang cukup dan memiliki daftar barang secara terperinci berikut perkiraan harganya. Dipihak lain pemeriksaan pembukuan bukanlah alat ketatalaksanaan kecuali secara tidak langsung dapat dipergunakan untuk memeriksa hasil-hasil. harus dibangun atas dasar akrual (accrual basis) dan haruslah diperlengkap dengan pembukuan biaya sebagai alat pengawas ketatalaksanaan di dalam mengukur hasil pekerjaan. . mengusahakan penyimpanan yang memuaskan dan fasilitas pengangkutan dan juga hendaknya cepat dan tidak kaku. Seterusnya lagi suatu badan pemeriksaan yang wajar tidak merasa puas semata-mata dengan persoalan-persoalan legalitet dan kejujuran. Pondok pesantren juga masih memerlukan hak sumber daya keuangan demi terlaksananya suatu proses pendidikan dalam manajemennya sehingga memerlukan pertanggung jawaban yang dapat diketahui oleh semua kalangan mulai dari personil pondok pesantren sendiri maupun dari pihak luar pondok pesantren sehingga dapat diketahui pertanggung jawaban masalah keuangan yang transparan.pembukuan. ia juga menunjukkan bagaimana daya guna dan prosedur administrative dapat diperbaiki. untuk itu dalam lembaga pendidikan dalam hal ini adalah sekolah mengambil inisiatif dari pendanaan melalui SPP dan juga BP3 yang dapat membantu terlaksananya kegiatan dalam lembaga/ sekolah tersebut. Administrasi pembelian haruslah atas dasar cukup luas untuk mengambil keuntungan dari potongan (reduksi) dan harga-harga borongan. PENUTUP Dalam suatu organisasi maupun lembaga sekolah diperlukan sumber daya dalam hal ini adalah faktor keuangan yang menjadi faktor penting dalam menunjang efektifitas dan efisiensi pengelolaan pendidikan. Oleh karena itu pemeriksaan pembukuan haruslah menjadi tanggung jawab badan luar yang lepas dan pada pemerintah ia harus memberikan laporan kepada badan perundang-undangan. Sebagai syarat utama kedaya gunaan suatu fungsi ketatalaksanaan harus seragam diseluruh pemerintah. Pembelian atau usaha memperoleh (procurement) adalah bagian yang luas dari fungsi persediaan dan juga menimbulkan masalah kebijaksanaan yang penting.

2007. Manajemen Pendidikan Di Sekolah. 2004. Jakarta. Rineka Cipta. meliputi: pajak. Yogyakarta. Suryobroto. Dimock. Remaja Rosda Karya. Sulthon. laksBang PRESSindo. dari situlah dapat diketahui suatu anggaran belanja Negara. Jakarta. ME. pinjaman Negara serta tatalaksana hutang Negara. 2006. Manajemen Pondok Pesantren Dalam Perspektif Global. 1992. Manajemen Berbasis Sekolah. M. Dimock. M. Rineka Cipta . <!--[if !supportLists]--> DAFTAR PUSTAKA Mulyasa.Negara dalam hal ini juga memerlukan proses manajemen keuangan yang dapat ditinjau dari berbagai aspek. Bandung. Khusnuridlo. Administrasi Negara. GO. dana-dana pemerintahan.

PENDAHULUAN Dalam dunia pendidikan di Indonesia.Dan kata ministrare sam artinya dengan kata to serve atau to conduct yang berarti´melayani.terus mengalami perkembangan sesuai dengan perkembangan pendidikan negara masing-masing.(Purwanto:1:2007) Setelah kita mengetahui realita yang terjadi seperti yang sudah tersebut di atas.Oleh karena itu.memelihara dan mengarahkan´.maka diperlukan sebuah penjelasa secara rinci dan mendetail tentang administrasi pendidikan agar para pendidik dapat memahami betapa perlu dan pentingnya administrasi pendidikan itu.Dalam bahasa inggris to administer berarti pula´mengatur. Oleh karena itu para pendidiki terlebih dahulu harus mengetahui dasar-dasar dari administrasi pendidikan.administrasi pendidikan mulai berkembang dengan pesat sejak pertengahan pertama abad ke-20. Di negara-negara yang sudah maju. Pengertian Administrasi pendidikan Administrasi dalam pengertian secara harfiah. administrasi pendidikan itu sendiri sebagai ilmu.tidak mengherankan jika para pendidik sendiri banyak yang belum dapat memahami betapa perlu dan pentingnya administrasi pendidikan dalam penyelenggaraan dan pengembangan pendidikan pada umumnya.kata ad mempunyai arti yang sama dengan kata to dalam bahasa inggris yang berarti ³ke´atau´kepada´.terutama sejak berakhirnya perang dunia kedua.membantu dan mengarahkan´. Khususnya di negara kita.kata ³administrasi´berasl dari bahasa latin yang terdiri atas kata ad dan ministrare. Maka dimakalah ini kami akan menjelaskan tentang dasar-dasar administrasi pendidikan. PEMBAHASAN DASAR-DASAR ADMINISTRASI PENDIDIKAN 1.bidang studi administrasi pendidikan boleh dikatakan masih baru. Disamping itu.adcministrasi pendidikan baru diperkenalkan melalui beberapa IKIP sejak tahun 1960-an.Indonesia.dan baru dimasukkan sebagai mata pelajaran decan mata ujian di SGA/SPG sejak tahun ajaran 1965/1966. .

Proses pengelolaan itu dilakukan agar tujuannya dapat dicapai secara efektif dan efisien. Rangkaian kegiatan itu marupakan suatu proses/pengelolaan dari suatu kegiatan yang kompleks.(Tsauri:2:2007) . makna administrasi dapat di urai paling tidak menjadi lima pengertian pokok. istilah administrasi juga dapat diartikan sebagai berikut : ³Administrasi adalah suatu kegiatan atau rangkaian kegiatan yang berupa proses pengelolaan usaha kerjasama sekelompok manusia yang tergabung dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan bersam yang telah ditetapkan sebelumnya agar efektif dan efisien´. Administrasi pendidikan dalam pengertian secara luas adalah segenap proses pengerahan dan pengintegrasian segala sesuatu baik personel. Dalam batasan tersebut di atas.Jadi kata´administrasi´ secara harfiah dapat di artikan sebagai suatu kegiatan atau usaha untuk membantu.didalam proses administrasi pendidikan segenap usaha orang-orang yang terlibat didalam proses pencapaian tujuan pendidikan itu diintegrasikan.mengarahkan atau mengatur semua kegiatan didalam mencapai suatu tujuan.dan semua materi yang di perlukan dan yang telah ada dimanfaatkan secara efisien. Prose situ dilakukan bersama oleh sekelompok manusia yang tergabung dalam suatu organisasi 4.(Purwanto:1:2007) Administrasi dalam pengertian yang sempit yaitu kegiatan ketatausahaan yang intinya adalah kegiatan ruti catat-mencatat.spiritual maupun material yang bersangkut paut dengan pencapaian tujuan pendidikan. Jadi. Proses itu dilakukan dalam rangka mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya 5.malayani. oleh sebab itu bersifat dinamis 3.mendokumentasika kegiatan.menyelenggarakan surat-menyurat dengan segala aspeknya serta mempersiapkan laporan.diorganisasi dan dikoordinasi secara efektif. yaitu : 1. Dalam pengertian yang luas ini. Administrasi merupakan kegiatan atau kegiatan manusia 2.

komunikasi.yaitu faktor tujuan dan faktor sarana. Langkah-langkah dalam perencanaan meliputi hal-hal sebagai berikut : <!--[if !supportLists]-->1.pelaksanaan suatu kegiatan akan mengalami kesulitan dan bahkan kegagalan dalam mencapai tujuan yang diinginkan. baik sarana personel maupun material. supervise kepegawaian dan pembiayaan dan evaluasi. <!--[endif]-->Merumuskan bagimana masalah-masalah itu akan dipecahkan dan bagaimana pekerjaan-pekerjaan itu akan diselesaikan . Fungsi Administrasi Pendidikan Agar kegiatan dalam komponen administrasi pendidikan dapat berjalan dengan baik dan mencapai tujuan. Tanpa perencanaan. Semua fungsi tersebut satu sama lain bertalian sangat erat. Perencanaan (Planning) Perencanaan merupakan salh satu syarat mutlak bagi setiap kegiatan administrasi. Untuk menadapat gambaran yang lebih jelas tentang fungsi-fungsitersebut di bawah ini akan diuraikan secara lebih rinci.kegiatan tersebut harus dikelola melalui suatu tahapan proses yang merupakan daur (siklus). a. <!--[endif]-->Menentukan dan merumuskan tujuan yang hendak dicapai <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Menentukan tahap-tahap dan rangkaian tindakan <!--[if !supportLists]-->5. Di dalam setiap perencanaan ada dua faktor yang harus diperhatikan.2. pengorganisasian. koordinasi. Adapun proses administrasi pendidikan itu meliputi fungsifungsi perencanaan. Perencanaan merupakan kegiatan yang harus dilakukan pada permulaan dan selama kegiatan administrasi itu berlangsung. <!--[endif]-->Meneliti masalah-masalah atau pekerjaanpekerjaan yang akan dilakukan <!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Mengumpulkan daa dan informasi-informasi yang diperlukan <!--[if !supportLists]-->4.

. menurut urgensinya masing-masing <!--[if !supportLists]-->6. biaya dan waktu. <!--[endif]-->terfdapat perimbangan antara bermacamacam bidang yang akan digarap dalam perencanaan itu. <!--[endif]-->bersifat sederhana. biaya dan waktu serta kemungkinan penggunaan sumber-sumber daya dan dana yang tersedia sebaik-baiknya <!--[if !supportLists]-->7. <!--[endif]-->diusahakan agar sedapat mengkin tidak terjadi adanya duplikasi pelaksanaan Merencanakan berarti pula memikirkan tentang penghematan tenaga. perencanaan sebagai suatu fungus administrasi pendidikan dapat disimpulkan sebagai berikut : ³perencanaan(planning) adalah aktivitas memikirkan dan memilih rangkaian tindakan-tindakan yang tertuju pada tercapainya maksu-maksud dan tujuan pedndidikan´. Jadi. <!--[endif]-->terinci. juga membatasi kesalahan-kesalahan yangmungkin terjadi dan menghindari adanya duplikasi-duplikasiatau tugas-tugas/pekerjaan rangkap yang dapat menghambat jalannyapenyelesaian. memuat segala uraian serta klarifikasi kegiatan dan rangkaian tindakan sehingga mudah di pedomani dan dijalankan <!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]-->diusahakan adanya penghematan tenaga. <!--[endif]-->memiliki fleksibilitas sehingga mudah disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi dan situasi sewaktu-waktu <!--[if !supportLists]-->5. realistis dan praktis <!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->perencanaan harus didasarkan atas tujuan yang jelas <!--[if !supportLists]-->2.Syarat-syarat perencanaan Dalam menyusun perencanaan syarat-syarat berikut perlu diperhatikan : <!--[if !supportLists]-->1.

Dengan demikian .b. pengetahuan dan kepribadian masing-masing prang yang dikperlukan dalam menjalankan tugas-tigas tersebut. wewenang dan tanggung jawab secara terinci menurut bidang-bidang dan bagian-bagian. Pengorganisasian sebagai fungsi administrasi pendidikan menjadi tugas utama bagi para pemimpin pendidikan termasuk kepala sekolah. c. Pengkoordinasian (Coordinating) Adanya bermacam-macam tugas/pekerjaan yang dilakukan oleh banyak orang. Pengorganisasian (Organizing) Pengorganisasian merupakan aktivitas menyusun dan membentuk hubunganhubungan kerja antara orang-orang sehingga terwujud suatu kesatuan usaha dalam mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan. Di dalam pengorganisasian terdapatadanya pembagian tugas-tugas. memerlukan adanya koordinasi dari seorang pemimpin.bakat. minat. Kita mengetahui bahwa dalam kegiatan sekolah sehari-sehari terdapat bermacam-macam jenis pekerjaan yang memerlukan kecakapandan keterampilan dan tanggung jawab yang berbeda-beda. Adanya koordinasi yang baik . Dlam hal inilah terletak bagaimana kecakapan kepala sekolah mengorganisasi guru-guru dan pegawai sekolah lainnya dalam menjalankan tugasnya sehari-hari sehingga tercipta adanya hubungan kerja sama yang harmonis dan lancar.pengorganisasian sebagai salah satu fungsi administrasi pendidikan dapat disimpulkan sebagai berikut : ³pengorganisasian adalah aktivitas-aktivitas menyusun dan membentuk hubunganhubungan sehingga terwujudlah kesatuan usaha dealam mencapai maksud-maksud dan tujuan-tujuan pendidikan´. Keragaman tugas dan pekerjaan semacam itu tidak mungkin dilakukan dan dipikul sendiri oleh seoran pemimpin. sehingga dari situ dapat terciptalah adanya hubungan-hubungan kerjasama yang harfmonis dan lancar menuju pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Yang perlu diperhatikan dalam pengorganisasian antara lain ialah bahwa pembagian tugas. wewenang dan tanggung jawab hendaknya disesuaikan dengan penglaman.

Dalam komunikasi bebas. Usayha pengkoordinasian dapat dilakukan melalui berbagai cara. Dengan adanya koordinasi yang baik. Demikian pula komunikasi yang dilakukan secara informal dan secara formal mendatangkan hasil yang berbeda pengaruh dan kejelasannya.seperti:(a)melaksanakan penjelasan singkat (briefing). Komunikasi Dalam melaksanakan suatu program pendidikan. teknikkteknik dan tujuan-tujuan kedalam hubungan yang harmonis dan produktif dalam mencapai suatu tujuan´. Menurut sifatnya. Pengkoordinasian diartikan sebagai usaha untuk menyatu padukan kegiatan dari berbagai individu agar kegiatan mereka berjalan selarfas dengan anggota dalam usaha mencapai tujuan.dan (d) memberikan balikan tentang hasil sutu kegiatan. sedangkan dalam komunikasi terbatas.(Soetjipto:137:2004) Dengan demikian. komunikasi ada dua macam yaitu komunikasi bebas dan komunikasi terbatas.(b)mengadakan rapat kerja. gagasan-gagasan dan maksud-maksud secara lisan atau tertulis. d.dapat menghindarkan kemungkinan terjadinya persaingan yang tidak sehat dan atau kesimpangsiuran dalam tindakan.koordinasi sebagai salah satu fungsi administrasi pendidikan dapat disimpulkan sebagi berikut : ³koordinasi adalah aktivitas membawa orang-orang. material. aktivitas menyebarkan dan menyampaikan gagasan-gagasan dan maksud-maksud ke seluruh struktur organisasi sanat penting. setiap anggota dapat berkomunikasi dengan setiap anggota yang lain. setiap anggota hanya dapat berhubungan dengan beberapa anggota tertentu saja.(c) memberikan unjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis. pikiran-pkiran. Proses menyampaikan atau komunikasi ini meliputi lebih dari pada sekedar menyalurkan pikiran-pikiran. . semua bagian dcan personel dapat bekerja sama menuju ke satu arah tujuan yang telah ditetapkan. Komunikasi secara lisan pada umumnya lebih mendatangkan hasil dan pengertian yang jelas dari pada secara tertulis.

Sebenarnya fungsi kepegawaian ini sudah dijalankan sejak penyusunan perencanaan dan pengorganisasian. supervisi sebagai salah satu fungsi administrasi pendidikan dapat disimpulkan sebagai berikut : ³supervise sebagai fungsi administrasi pendidikan berarti aktivitas-aktivitas untuk menentukan komdisi-kondisi/syarat-syarat yang esensial yang akan menjamin tercapainya tujuan-tujuan pendidikan´. menempatkan dan membimbing personel. f. memenuhi/mengusahakan syarat-syarat yang diperlukan itu. fungsi supervisi yang terpentig adalah : 1. dalam kepegawaian yang menjadi titik penekanan ialah personal itu sendiri. e. menentukan kondisi-kondisi/syarat-syarat apakah yang diperlukan 2. memilih. Agak berbeda dangan fungsi-fungsi administrasi yang telah dibicarakan. Di dalam pengorganisasian telah dipikirkan dan . Pengawasan bertanggung jawab tentang keefektifan program itu. Kepegawaian (Staffing) Sama halnya dengan fungsi-fungsi administrasi pendidikan yang telah diuraikan terdahulu kepegawaian merupakan fungsi yang tidak kalah pentingnya. supervise haruslah meneliti ada atau tidaknya kondisi-kondisi yang akan memungkinkan tercapainya tujuan-tujuan pendidikan. Oleh karena itu. Dengan demikian . Jadi.Dengan demikian. organisasi sebagai salah satu fungsi administrasi pendidikan dapat disimpulkan sebagai berikut : ³komunikasi dalam setiap bentuknya adalah suatu proses yang hendak mempengaruhi sikap dan perbuatan orang-orang dalam struktur organisasi´. Aktivitas yang dilakukan di dalam kepegawaian antara lain : menentukan. Supervisi Setiap pelaksanaan program pendidikan memerlukan adanya pengawasan atau supervise.

Penilaian (Evaluating) Evaluasi sebagai fungsi administrasi pendidikan adalah aktivitas untuk meneliti dan mengetahui sampai di mana pelaksanaan yang dilakukan di dalam proses keseluruhan organisasi mencapai hasil sesuai denhan rencana atau program yang telah . semua memerlukan adanya biaya. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam fungsi pembiayaan. perencanaan tentang berapa biaya yang diperlukan 2. Setiap kebutuhan organisasi. bagaimana pengawasannya. tanpa biaya yang mencukupi tidak mungklin terjamin kelancaran jalannya suatu organisasi. dari mana dan bagaimana biaya itu dapat diperoleh/diusahakan 3. Dalam hal ini prinsip the right man in the right place selalu di perhatikan. g. itulah sebabnya masalah pembiayaan ini harus sudah mulai dipikirkan sejak pembuatan planning sampai dengan pelaksanaannya. Pembiayaan Biaya/pambiayaan merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam sebuah organisasi karena biaya ini sangat menentukan bagi kelancaran jalannya sebuah organisasi. baik personel maupun material. bagaimana penggunaanya 4..dll. h. bagaimana pembukuan dan pertangung jawabannya 6. siapa yang akan melaksanakannya 5. antara lain : 1.diusahakan agar untuk personel-personel yang menduduki jabatan-jabatan tertentu di dalam struktur organisasi itu dipilih dan di angkat orang-orang yang memiliki kecakapan dan kesanggupan yang sesuai dengan jabatan yang di pegangnya.

(Soetjipto:138:2004) Perlu ditekankan disini bahwa fungsi-fungsi pokok yang telah dibicarakan di atas satu sama lain sangat erat hubungannya. 3. pekejaan tersebut berhasil <!--[if !supportLists]-->2. Dengan mengetahui kasalahan-kasalahan atau kekurangan-kekurangan serta kemacetan-kemacetan yang diperoleh dari tindakan evaluasi itu. Tujuan Administrasi Pendidikan Tujuan adminitstrasi pada umumnya adalah agar semua kegiatan mandukung tercapainya tujuan pendidikan atau dengan kata lain administrasi yang digunakan dalam dunia pendidikan diusahakan untuk mencapai tujuan pendidikan. efektifitas produksi efesiensi kemampuan menyesuaikan diri (adaptivenes) kepuasan kerja . 3. memerlukan adanya evaluasi. Sergiovanni dan carver (1975) (dalam burhanuddin:2005) menyebutkan empat tujuan administrasi yaitu: 1.di tetapkan dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan. selanjutnya dapat di usahakan bagaimana cara-cara memperbaikinya. <!--[endif]-->Memajukan kesanggupan para personel dalam mengembangkan organisasi. <!--[endif]-->Menjamin cara bekerja yang efektif dan efisien <!--[if !supportLists]-->3. Setiap kegiatan.(Purwanto:15-22:2007) Secara lebih rinci maksud penilaian (evaluasi) adalah : <!--[if !supportLists]-->1. 4. dan kesemuanya merupakan suatu proses keseluruhan yang tidak terpisahkan satu sama lain dan merupakan rangkaian kegiatan yang kontinyu. baik yang dilakukan oleh unsure pimpinan maupun oleh bawahan. 2. <!--[endif]-->Memperoleh fakta-fakta tentang kesukarankesukaran dan untuk menghindari situasi yang dapat merusak <!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]-->Memperoleh dasar bagi pertimbangan apakah pada akhir suatu periode kerja .

Ruang Lingkup (Bidang Garapan) Administrasi Pendidikan Administrasi pendidikan mempunyai ruang lingkup/bidang garapan yang sangat luas. Administrasi tata laksana sekolah Hal ini meliputi : <!--[if !supportLists]-->1. sehingga lulusan tersebut dapat melanjutkan ketingkat berikutnya dan dapat menyesuaikan dirinya dengan lingkunganya yang barudan selanjutnya lulusan ini akan mencari kerja pada perusahaan yang memberikan kepuasan kerja kepada mereka. <!--[endif]-->Keuangan dan pembukuannya b. yaitu menggunakan kepuan dana. <!--[endif]-->Pengangkatan dan penempatan tenaga guru . dan tenaga seminimal mungkin. <!--[endif]-->Masalah perlengkapan dan perbekalan <!--[if !supportLists]-->5.tetapi memberikan hasil sebaik mungkin. Dalam pencapaian tujuan tersebut harus dilakukan usaha seefisien mungkin. <!--[endif]-->Masalah kepegawaian dan kesejahteraan personel sekolah <!--[if !supportLists]-->4.keempat tujuan tersebut digunakan sebagai kriteria untuk menentukan keberhasilan dalam penyelenggaraan sekolah. yaitu menghasilkan lulusan yang sesuai dengan tuntutan kurikulum. Sebagai contoh: sekolah mempinyai fungsi untuk mencapai efektivitas produksi. 4. Secara lebih rinci ruang lingkup adcministrasi pendidikan dapat diuraikan sebagai berikut : a. Administrasi personel guru dan pegawai sekolah hal ini meliputi : <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Organisasi dan struktur pegawai tata usaha <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Otorosasi dan anggaran belanja keuangan sekolah <!--[if !supportLists]-->3.

<!--[endif]-->Organisasi personel guru-guru <!--[if !supportLists]-->3. dan menggunakan metode-metode baru dalam mengajar dan belajar yang lebih baik <!--[if !supportLists]-->3. e. <!--[if !supportLists]-->2. Administrasi peserta didik Hal ini meliputi : <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Organisasi dan perkumpulan peserta didik <!--[if !supportLists]-->2. Pelaksanaan dan pembinaan kurikulum . <!--[endif]-->Bimbingan dan penyuluhan bagi peserta didik (guidance and counseling) d. <!--[endif]-->Usaha membangkitkan dan merangsang semangat guru-guru dan pegawai tata usaha dalam menjalankan tugasnya masingmasing sebaik-baiknya. <!--[endif]-->Masalah kepegawaian dan kesejahteraan guru <!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]-->Mengusahakan cara-cara menilai hasil-hasil pendidikan dan pengajaran. Supervisi pengajaran Hal ini meliputi : <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Inservice training dan up-grading guru-guru c. <!--[endif]-->Rencana orientasi bagi tenaga guru yang baru <!--[if !supportLists]-->5. <!--[endif]-->Masalah kesehatan dan kesejahteraan peserta didik <!--[if !supportLists]-->3.<!--[if !supportLists]-->2. mencari. <!--[endif]-->Penilaian dan pengukuran kemajuan peserta didik <!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]-->Usaha mengembangkan.

<!--[endif]-->Cara-cara penggunaan gedung sekolah dan fasilitas-fasilitas lainyang efektif dan produktif. asrama. gudang. Kurikulum meripakan pedoman bagi para guru dalam menjalankan tugasnya. Hubungan sekolah dengan masyarakat . lapangan olah raga. <!--[endif]-->kurikulum bukanlah merupakan sesuatu yang harus didikuti dan diturut begitu saja dengan mutlak tanpa perubahan dan penyimpangan sedikitpun. serta pemeliharaannya secara kontinyu. <!--[if !supportLists]-->5. <!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]-->Alat-alat perlengkapan sekolah dan alat-alat pelajaran yang dibutuhkan g. <!--[endif]-->Cara memilih letak dan menentukan luas tanah yang dibutuhkan <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Mengusahakan.dan sebagainya. merencanakan dan menggunakan biaya pendirian gedung sekolah <!--[if !supportLists]-->3. kantor. f. Pendirian dan perencanaan bangunan sekolah Hal in meliputi : <!--[if !supportLists]-->1.Hal ini meliputi : <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->menyusun dan melaksanakan organisasi kurikulum beserta materi-materi. disesuaikan dengan pembaharuan pendidikan dan pengajaran serta kebutuhan mesyarakat dan lingkungan sekolah <!--[if !supportLists]-->3. sumber-sumber dan metode-metode pelaksanaanya. <!--[endif]-->Menentukan jumlah dan luas ruanganruangan kelas. <!--[endif]-->Mempedomani dan merealisasikan apa yang tercantum di dalam kurikulum sekolah yang bersangkutan dalam usaha mencapai dasar-dasar dan tujuan pendidikan dan pengajaran <!--[if !supportLists]-->2.

seperti pembagian tugas mengajar pada guru-guru. Dari apa yang telah diuraikan di atas. 2. sosiologis dan produktif yang dapat mendatangkan keuntungan dan perbaikan serta kemajuan bagi kedua belah pihak. Adanya non manusia seperti peralatan dan perlengkapan yang diperlukan dan yang harus ditata 5. Administrasi material.(Purwanto:2007) Ada sebuah prinsip-prinsip administrasi yang menyinggung organisasi.(Tsauri:13-16:2007) 5. Adanya tiugas/fungsi yang harus dilaksanakn maksudnya ada sebuah kerjasama dari sekelompok orang 3. hubungan sekolah dengan instansi-instansi dan jawsatan-jawatan lain dan hubungan sekolah dengan masyarfakat pada umumnya. Adanya tujuan yang hendak di capai bersama dari kerjasama tersebut. penyusunan silabus. para bawahan hanya mempunyai seorang atasan langsung dari padanya menerima perintah atau bimbingan dan kepada siapa ia harus mempertanggung jawabkan hasil pekerjaannya.mencakup didalamnya administrasi personel guru dan pegawai sekolah. Hendaknya semua hubungan itu merupakan hubungan kerjasama yang bersifat pedagogis. Koordinasi tentang wewenang dan tanggung jawab. diantara prinsip-prinsip tersebut adalah : Memiliki tujuan yang jelas Tiap anggota dapat memahami dan menerima tujuan tersebut Adanya kesatuan arah sehingga dapat menimbulkan kesatuan tindakan dan pikiran Adanya kesatuan perintah (Unity of command). ruang lingkup yang tercakup di dalam administrasi pendidikan dapat dikelompokkan sebagai berikut : 1. 2. Administrasi personel.yaitu kegiatan administrasi yang menyangkut bidang-bidang materi/benda-benda seperti :ketatausahaan sekolah.Hal ini mencakup hubungan sekolah dengan sekolah-sekolah lain. . dan lainlain. pelaksanaan kurikulum. administrasi keuangan. Adanya sumber daya manusia (SDM) atau sekelompokmanusia (sedikitnya dua orang) untuk ditata 2.dan sebagainya. 5. pembinaan kurikulum. Adanya penataan/pengaturan dari kerjasama tersebut 4. Prinsip-prinsip Administrasi Pendidikan Prinsip merupakan sesuatu yang di buat sebagai pegangan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.yang mencakup didalamnya penyusunan kurikulum. Administrasi kurikulum. dan juga administrasi peserta didik. 3.Diantara prinsip-prinsip administrasi pendidikan antara lain : 1. 4. 3. maksudnya ada keseimbangan antara wewenang dan tanggung jawab masing-masing anggota 1.

keahlian dan bakat masing-masing. <!--[endif]-->supervisi yang tertuju pada tercapainya maksu-maksud dan tujuan . <!--[if !supportLists]-->5. <!--[if !supportLists]-->2.(Tsauri:22:2007) PENUTUP Administrasi pendidikan adalah suatu kegiatan kerja sama atau proses pengintegrasian segala sesuatu baik personal maupun material yang tergabung dalam orgaisasi pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan sebelumnya agar efektif dan efisien. pikiran-pkiran. teknikkteknik dan tujuan-tujuan kedalam hubungan yang harmonis dan produktif dalam mencapai suatu tujuan´ <!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]-->pengkoordinasian (coordination) koordinasi adalah aktivitas membawa orang-orang. diantara fungsi administrasi pendidikan adalah: <!--[if !supportLists]-->1. <!--[if !supportLists]-->3. Adanya pembagian tugas atau pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan. sehingga dapat menimbulkan kerjasama yang harfmonis dan kooperatif. <!--[endif]-->komunikasi komunikasi dalam setiap bentuknya adalah suatu proses yang hendak mempengaruhi sikap dan perbuatan orang-orang dalam struktur organisasi´. <!--[endif]-->pengorganisasian (organizing) ³pengorganisasian adalah aktivitas-aktivitas menyusun dan membentuk hubunganhubungan sehingga terwujudlah kesatuan usaha dealam mencapai maksud-maksud dan tujuan-tujuan pendidikan´.6. Administrasi pendidikan juga memiliki sebuah fungsi. <!--[endif]-->perencanaan (planning) ³perencanaan(planning) adalah aktivitas memikirkan dan memilih rangkaian tindakan-tindakan pedndidikan´. material.

e. Adapun tujuan dari administrasi pendidikan adalah: 1. c. <!--[if !supportLists]-->8. <!--[if !supportLists]-->6. menempatkan dan membimbing personel. administrasi tata laksana sekolah administrasi personel guru dan pegawai sekolah administrasi peserta didik supervisi pengajaran pelaksanaan dan pembinaan kurikulum pendirian dan perencanaan bangunan sekolah . <!--[endif]-->pembiayaan (budgeting) Biaya/pambiayaan merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam sebuah organisasi karena biaya ini sangat menentukan bagi kelancaran jalannya sebuah organisasi. tanpa biaya yang mencukupi tidak mungklin terjamin kelancaran jalannya suatu organisasi. 4. f. memilih. b. Aktivitas yang dilakukan di dalam kepegawaian antara lain : menentukan. <!--[endif]-->penilaian (evaluating) Evaluasi sebagai fungsi administrasi pendidikan adalah aktivitas untuk meneliti dan mengetahui sampai di mana pelaksanaan yang dilakukan di dalam proses keseluruhan organisasi mencapai hasil sesuai denhan rencana atau program yang telah di tetapkan dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan. efektifitas produksi efesiensi kemampuan menyesuaikan diri (adaptivenes) kepuasan kerja administrasi pendidikan juga memiliki sebuah ruang lingkup (bidang garapan) didalam pengelolaannya. 2.³supervise sebagai fungsi administrasi pendidikan berarti aktivitas-aktivitas untuk menentukan komdisi-kondisi/syarat-syarat yang esensial yang akan menjamin tercapainya tujuan-tujuan pendidikan´. 3. <!--[endif]-->kepegawaian (staffing) dalam kepegawaian yang menjadi titik penekanan ialah personal itu sendiri. <!--[if !supportLists]-->7. d. Diantara administrasi pendidikan adalah: a.

Adanya SDM (sumber daya manusia/personal) yang harus ditata 4.2007.Administrasi pendidikan dan supervisi pendidikan.Jakarta:PT Rineka Cipta Tsauri.Ngalim.Yusak. Adanya tujuan yang hendak dicapai bersama dari kerjasama tersebut DAFTAR PUSTAKA Burhanuddin. Adanya kerja sama sekelompok orang 2. yang menuntut kemampuan sekolah untuk . Hal tersebut lebih terasa lagi dalam implementasi MBS.2007.Profesi keguruan. Diantara prinsip-prinsip administrasi pendidikan adalah: 1.Sofyan. Adanya penataan dan pengaturan dari kerja sana tsb 3.Administrasi pendidikan. hubungan sekolah dan masyarakat didalam administrasi pendidikan terdapat pulasebuah prinsip-prinsip yang dapat menunjang kegiatan administrasi dan mencapai tujuan administrasi pendidikan karena prinsip ini merupakan sesuatu yang dijadikan sebagai pengayaan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.Bandung:Pustaka setia Purwanto.Administrasi dan supervisi pendidikan. Adanya peralatan dan perlengkapan (non manusia ) yang harus ditata 5.Jember:Center for society studies 1 Komentar MANAJEMEN KEUANGAN DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN DAN NEGARA 15 f 2008 pada 1:50 pm (Administrasi dan Supervisi) Tags: Pendidikan PENDAHULUAN Keuangan dan pembiayaan merupakan salah satu sumber daya yang secara langsung menunjang efektifitas dan efisiensi pengelolaan pendidikan.Bandung:PT Remaja Rosda Karyta Soetjipto dan Kosasi.g.Raflis.2004.2005.

melaksanakan dan mengevaluasi serta mempertanggungjawabkan pengelolaan dana secara transparan kepada masyarakat dan pemerintah. Berkaitan dengan peneriman keuangan dari orang tua dan masyarakat ditegaskan dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional1989 bahwa karena keterbatasan . baik pemerintah pusat. daerah maupun kedua-duanya. Kami membuat makalah ini dikarenakan adanya tugas dosen selaku pembimbing mata kuliah administrasi & supervisi pendidikan dan sudah menjadi suatu kewajiban bagi kami selaku mahasiswa untuk menyelesaikannya. dan didalam makalah ini kami mengambil beberapa literatur dari buku-buku yang menurut kami dapat sesuai dengan pembahasan kami. agar dana-dana yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang tercapainya tujuan pendidikan. Dengan kata lain setiap kegiatan yang dilakukan sekolah memerlukan biaya. yang memberikan kewenangan kepada sekolah untuk mencari dan memanfaatkan berbagai sumber dana sesuai dengan kebutuhan masing-masing sekolah karena pada umumnya dunia pendidikan selalu dihadapkan pada masalah keterbatasan dana. yang bersifat umum atau khusus dan diperuntukkan bagi kepentingan pendidikan. kami juga memaparkan sistem manajemen keuangan dalam suatu Negara dan pondok pesantren. (2) orang tua atau peserta didik. terutama dalam rangka MBS (Manajemen Berbasis Sekolah). apa lagi dalm kondisi krisis pada sekarang ini. Hal ini penting. yang sayang juga jika dilewatkan. PEMBAHASAN Sumber keuangan dan pembiayaan pada suatu sekolah secara garis besar dapat dikelompokkan atas tiga sumber. yaitu (1) pemerintah. (3) masyarakat.merencanakan. keuangan dan pembiayaan merupakan potensi yang sangat menentukan dan merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam kajian manajemen pendidikan. Komponen keuangan dan pembiayaan pada suatu sekolah merupakan komponen produksi yang menentukan terlaksananya kegiatan belajarmengajar di sekolah bersama dengan komponen-komponen yang lain. Komponen keuangan dan pembiayaan ini perlu dikelola sebaik-baiknya. Dalam penyelenggaraan pendidikan. Dalam makalah kelompok ini. baik itu disadari maupun yang tidak disadari. baik mengikat maupun tidak mengikat.

efisien. pergudangan dan prosedur pendistribusian. tanggung jawab atas pemenuhan dana pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah. disamping mempunyai fungsi-fungsi bendaharawan. sampai pengawasan dan pertanggungjawaban sesuai dengan ketentuan yang berlaku agar semua dana sekolah benar-benar dimanfaatkan secara efektif. Komponen utama manajemen keuangan meliputi. sebagi manajer.masyarakat dan orang tua. penambahan furnitur. tidak ada kebocorankebocoran. serta biaya operasional. biaya pemeliharaan gedung. Namun. manajemen komponen keuangan harus dilaksanakan dengan baik dan teliti mulai dari tahap penyusunan anggaran. (1) prosedur anggaran. perbaikan atau rehab gedung. serta bebas dari penyakit korupsi. berfungsi sebagai otorisator. Sementara biaya pembangunan. Adapun dimensi pengeluaran meliputin biaya rutin dan biaya pembangunan. tidak dibenarkan melaksanakan fungsi bendaharawan karena berkewajiban melakukan pengawasan kedalam. serta biaya atau pengeluaran lain unutk barang-barang yang tidak habis pakai. fasilitas dan alat-alat pengajaran (barang-barang habis pakai). Otorisator adalah pejabat yang diberi wewenang untuk mengambil tindakan yang mengakibatkan penerimaan dan pengeluaran anggaran. dan (5) prosedur pemeriksaan. juga dilimpahi fungsi ordonator untuk menguji hak atas pembayaran. Dalam pelaksanaannya manajemen keuangan ini menagnut azas pemisahan tugas antara fungsi otorisator. biaya pembelian atau pengembangan tanah. kolusi dan nepotisme. (4) prosedur investasi. Biaya rutin adalah biaya yang harus dikeluarkan dari tahun ke tahun. penggunaan. seperti gaji pegawai (guru dan non guru).kemampuan pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan dana pendidikan. dan dilimpahi fungsi ordonator untuk memerintahkan pembayaran. (2) prosedur akuntansi keuangan. <!--[if !supportLists]-->2. Bendaharawan. penyimpanan dan pengeluaran uang atau surat-surat berharga lainnya yang dapat dinilai dengan uang serta diwajibkan membuat perhitungan dan pertanggungjawaban. (3) pembelajaran. misalnya. Adapun bendaharawan adalah pejabat yang berwenang melakukan penerimaan. Ordonator adalah pejabat yang berwenang melakukan pengujian dan memerintahkan pembayaran atas segala tindakan yang dilakukan berdasarkan otorisasi yang telah ditetapkan. pembangunan gedung. Kepala sekolah dalam hal ini. Dalam implementasi MBS. ordonator dan bendaharawan.1 <!--[endif]-->MANAJEMEN KEUANGAN SEKOLAH .

0257/K/1974) <!--[if !supportLists]-->. <!--[endif]-->Manajemen Pembayaran SPP Dasar hukum penyusutan SPP adalah keputusan bersama tiga menteri yaitu: <!--[if !supportLists]-->. evaluasi belajar. 1606/MK/II/1974) tertanggal: 20 Nopember 1974 SPP dimaksudkan untuk membantu pembinaan pendidikan seperti yang ditunjukkan pada pasal 12 keputusan tersebut yakni membantu penyelengaraan sekolah. Yang dimaksud penyelenggaraan sekolah ialah: <!--[if !supportLists]-->. uang kesejahteraan personel dan gaji serta keuangan yang berhubungan langsung dengan penyelenggaraan sekolah seperti perbaikan sarana dan sebagainya. perbaikan sarana dan kegiatan supervisi. <!--[if !supportLists]-->A.<!--[endif]-->Pengadaan alat atau bahan manajemen <!--[if !supportLists]-->.<!--[endif]-->Pengadaan alat atau bahan pelajaran <!--[if !supportLists]-->. Persoalan yang menyangkut keuangan sekolah pada garis besarnya berkisar pada: uang Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP). demikian pula sekolah.<!--[endif]-->Menteri dalam negeri (No.<!--[endif]-->Menteri P&K (No. Di bawah ini kami kemukakan beberapa instrumen (format-format) yang mencerminkan adanya kegiatan manajemen keuangan sekolah tersebut. kartu pribadi.<!--[endif]-->Prakarya dan pelajaran praktek . rapor dan STTB <!--[if !supportLists]-->. kesejahteraan personel.221 Tahun 1974) <!--[if !supportLists]--><!--[endif]-->Menteri keuangan (No.Setiap unit kerja selalu berhubungan dengan masalah keuangan.<!--[endif]-->Penyelenggaraan ulangan.<!--[endif]-->Pengadaan perpustakaan sekolah <!--[if !supportLists]-->. Kep.

Bantuan ini dapat berbentuk uang tetapi mungkin pula dalam bentuk lain seperti usaha perbaikan sekolah. untuk pertanggungjawaban uang tersebut diperlukan beberapa format sebagi berikut: <!--[if !supportLists]-->a. dan sebagainya <!--[if !supportLists]-->D.Selanjutnya pada pasal 18 dinyatakan bahwa kedudukan kepala sekolah dalam pengelolaan SPP adalah bendaharawan khusus yang bertanggungjawab dalam penerimaan. pembangunan lokal baru. <!--[endif]-->Buku catatan SPMU (Surat Perintah Mengambil Uang) <!--[if !supportLists]-->C. usaha pembinaan kesejahteraan pegawai kiranya perlu diperhatikan data tersebut. <!--[if !supportLists]-->B. <!--[endif]-->Lain-lain Sudah menjadi hal yang umum bahwa guru atau karyawan serin mempunyai sangkut paut tersendiri dalam hal keuangan terutama gaji. <!--[endif]-->Manajemen keuangan yang berasal dari Negara (pemerintah) Yang dimaksud keuangan dari Negara ialah meliputi pembayaran gaji pegawai atau guru dan belanja barang. <!--[endif]-->Lager gaji (daftar permintaan gaji) <!--[if !supportLists]-->b. <!--[endif]-->Manajemen keuangan yang berasal dari BP3 Badan Pembantu Penyelenggaraan Pendidikan (BP3) bertugas memberikan bantuannya dalam penyelenggaraan sekolah.2 <!--[endif]-->MANAJEMEN KEUANGAN PONDOK PESANTREN . <!--[if !supportLists]-->2. penyetoran dan penggunaan dana yang telah ditentukan terutama dan penyelenggaraan sekolah. Dalam hubungan ini misalnya kegiatan arisan di sekolah koperasi antar guru dan lain-lain Oleh karenanya kepala sekolah sebagai pemimpin lembaga wajib mengetahui dengan jelas berapa gaji bersih yang diterima oleh anak buahnya.

Namun demikian karena banyak juga dana yang bersumber dari masyarakat untuk mendanai kegiatan di Pesantren. baik individual maupun lembaga. dalam suatu lembaga termasuk pesantren pengelolaan keuangan sering menimbulkan permasalahan yang serius bila pengelolaanya kurang baik. agar kekurangan dan kelebihan pesantren dapat diketahui secara transparan oleh pihakpihak lain. sebab pesantren merupakan lembaga swadana yang tidak memerlukan pertanggung jawaban keuangan yang terlalu pelik kepada penyandang dananya. disinilah perlunya pengelolaan keuangan dengan baik dan transparan dibudayakan dilingkungan pesantren. <!--[if !supportLists]-->C. <!--[endif]-->Pengertian Dalam arti sempit. Dalam arti luas diartikan sebagai pengurusan dan pertanggung jawaban. Namun dalam rangka pengelolaan manajemen yang baik seyogyanya didalam pemilahan antara harta kekayaan pesantren dengan individu. walaupun disadari bahwa pembiayaan pesantren justru lebih banyak bersumber dari kekayaan individu sebab sumber-sumber lain penopang pesantren kurang memadai. <!--[endif]-->Prinsip-prinsip Pengelolaan Keuangan Pendidikan Pondok Pesantren . termasuk orang tua santri. Di pasantren pengelolaan keuangan sebenarnya tidak begitu rumit. <!--[endif]-->Rasional Salah satu bagian terpenting dalam manajemen pesantren adalah pengelolaan keuangan. Selama ini banyak pesantren yang tidak memisahkan antara harta kekayaan pesantren dengan individu. dari penyandang dana.<!--[if !supportLists]-->A. pengelolaan keuangan dapat diartikan sebagai tata pembukuan. Ustadz/ Ustadzah atau pengelola lainnya) terhadap pandangan yang kurang baik dari luar pesantren. Pengelolaan keuangan pesantren yang baik ini sebenarnya juga merupakan bagian dari upaya melindungi personil pengelola pesantren (kyai. baik pemerintah pusat maupun daerah. <!--[if !supportLists]-->B. walaupun jumlahnya relatif kecil hal itu perlu ada laporan atau penjelasan sederhana sesuai dengan prinsip-prinsip pengelolaan keuangan public kepada masyarakat agar kredibilitas pesantren dimata masyarakat cukup tinggi.

maka untuk sumber dana sekolah. dalam pengertian dari dan untuk apa keuangan lembaga tersebut perlu dicatat dan dipertanggung jawabkan serta disertai bukti penggunaannya. wakil pemerintah dan wakil ilmuwan/ ulama diluar pesantren dan dapat juga memasukkan kalangan dunia usaha dan industri. dalam sekolah. tokoh masyarakat. Untuk itu dipesantren sebenarnya juga perlu dibentuk organisasi orang tua santri yang implementasinya dilakukan denan membentuk komite atau majelis pesantren. program/ kegiatan. dari sumber manapun. <!--[if !supportLists]-->3. tetapi dari sumber dan dari ketiga komponen diatas. pesantren itu tidak hanya diperoleh dari anggaran dan fasilitas dari pemerintah atau penyandang dana tetap saja. <!--[endif]-->Rencana Anggaran Pendapatan Dan Belanja Pondok Pesantren (RAPBPP) Implementasi prinsip-prinsip keuangan diatas pada pendidikan. khususnya dilingkungan pondok pesantren dan keserasian antara pendidikan dalam keluarga. pesantren dan dalam masyarakat. Selanjutnya pihak pesantren bersama komite atau majelis pesantren pada setiap awal tahun anggaran perlu bersama-sama merumuskan RAPBPP sebagai acuan bagi pengelola pesantren dalam melaksanakan manajemen keuangan yang baik: . efisien dan sesuai dengan kebutuhan teknis yang disyaratkan <!--[if !supportLists]-->2. apakah itu dari pemerintah ataupun dari masyarakat perlu didasarkan prinsip-prinsip umum pengelolaan keuangan sebagai berikut: <!--[if !supportLists]-->1. <!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]-->sedapat mungkin menggunakan kemampuan/ hasil produksi dalam negeri sejauh hal ini dimungkinkan <!--[if !supportLists]-->D. <!--[endif]-->terarah dan terkendali sesuai dengan rencana. <!--[endif]-->terbuka dan transparan. tidak mewah. <!--[endif]-->Hemat. pengelola.Penggunaan anggaran dan keuangan. Komite atau majelis tersebut beranggotakan wakil wali santri.

Dengan anggaran berimbang tersebut maka kehidupan pesantren akan menjadi solid dan benar-benar kokoh dalam hal keuangan. pengendalian dan evaluasi kegiatan yang dilakukan pondok pesantren. serta alokasi sumber-sumber kepada setiap bagian kegiatan. artinya rencana pendapatan dan pengeluaran harus berimbang diupayakan tidak terjadi anggaran pendapatan minus. Maka seorang penanggung jawab program kegiatan dipesantren harus mencatat anggaran serta melaporkan realisasinya sehingga dapat dibandingkan selisih antara anggaran dengan pelaksanaan serta melakukan tindak lanjut untuk perbaikan. Anggaran memiliki peran penting didalam perencanaan. <!--[endif]-->Langkah-langkah Penyusunan RAPBPP Suatu hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan RAPBPP adalah harus menerapkan prinsip anggaran berimbang.dari hasil usaha <!--[if !supportLists]-->b. d). c). <!--[endif]-->Rencana sumber atau target penerimaan/ pendapatan dalam satu tahun yang bersangkutan. b).kontribusi santri.sumbangan dari pemerintah. Ada dua bagian pokok anggaran yang harus diperhatikan dalam penyusunan RAPBPP.sumbangan dari individu atau organisasi. <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Pengertian RAPBPP Anggaran adalah rencana yang diformulasikan dalam bentuk rupiah dalam jangka waktu atau periode tertentu.<!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Rencana penggunaan keuangan dalam satu tahun yang bersangkutan. yaitu: <!--[if !supportLists]-->a. dalam rangka untuk mempermudah pertanggung jawaban keuangan. maka sentralisasi pengelolaan keuangan perlu difokuskan pada bendaharawan pesantren. semua penggunaan keuangan pesantren dalam satu tahun anggaran perlu direncanakan dengan baik agar kehidupan pesantren dapat berjalan dengan baik. Maka penyusunannya hendaknya mengikuti langkah-langkah sebagai berikut: . termasuk didalamnya keuangan bersumber dari: a).

<!--[if !supportLists]-->a) <!--[endif]-->Menginventarisasi rencana yang akan dilaksanakan <!--[if !supportLists]-->b) <!--[endif]-->Menyusun rencana berdasarkan skala prioritas pelaksanaannya <!--[if !supportLists]-->c) <!--[endif]-->Menentukan program kerja dan rincian program <!--[if !supportLists]-->d) <!--[endif]-->Menetapkan kebutuhan untuk pelaksanaan rincian program <!--[if !supportLists]-->e) <!--[endif]-->Menghitung dana yang dibutuhkan <!--[if !supportLists]-->f) <!--[endif]-->Menentukan sumber dana untuk membiayai rencana Rencana tersebut setelah dibahas dengan pengurus dan komite atau majelis pesantren. rincian program <!--[if !supportLists]-->c) <!--[endif]-->Informasi kebutuhan: barang/ jasa yang dibutuhkan. maka selanjutnya ditetapkan sebagai anggaran pendapatan dan belanja pondok pesantren (APBPP). paling tidak harus memuat 6 hal atau informasi sebagai berikut: <!--[if !supportLists]-->a) <!--[endif]-->Informasi rencana kegiatan: sasaran. rencana baru atau lanjutan. uraian rencana kegiatan. program kerja. Dalam setiap anggaran yang disusun untuk kegiatan-kegiatan dilingkungan pondok pesantren. penanggung jawab. <!--[if !supportLists]-->b) <!--[endif]-->Uraian kegiatan program. Pada setiap anggaran yang disusun perlu dijelaskan apakah rencana anggaran yang akan dilaksanakan merupakan hal baru atau kelanjutan atas kegiatan yang telah dilaksanakan dalam periode sebelumnya dengan menyebut sumber dana sebelumnya. volume kebutuhan .

yang perlu diperhatikan oleh bendaharawan adalah: . dan total anggaran untuk seluruh rencana kegiatan <!--[if !supportLists]-->f) <!--[endif]-->Sumber dana: total sumber dana. <!--[if !supportLists]-->3. rencana kegiatan. bisa kurang atau lebih dari jumlah yang telah dianggarkan. <!--[endif]-->Adanya efisiensi atau inefisiensi pengeluaran <!--[if !supportLists]-->b.<!--[if !supportLists]-->d) <!--[endif]-->Data kebutuhan harga satuan. <!--[endif]-->Terjadinya penghematan atau pemborosan <!--[if !supportLists]-->c. hal tersebut merupakan bentuk transparansi dalam pengelolaan keuangan. <!--[endif]-->Pertanggung jawaban Keuangan Pondok Pesantren Semua pengeluaran keuangan pondok pesantren dari sumber manapun harus dipertanggung jawabkan. Dalam kaitan dengan pengelolaan keuangan tersebut. <!--[endif]-->Pelaksanaan kegiatan yang tidak sesuai dengan yang telah diprogramkan <!--[if !supportLists]-->d. jumlah yang realisasikan bisa terjadi tidak sama dengan rencana anggarannya. <!--[endif]-->Realisasi APBPP Dalam pelaksanaan kegiatan. <!--[endif]-->Adanya perubahan harga yang tidak terantisipasi <!--[if !supportLists]-->e. masingmasing sumber dana yang mendukung pembiayaan program. Namun demikian prinsip transparansi dan kejujuran dalam pertanggung jawaban tersebut harus tetap dijunjung tinggi. <!--[endif]-->Penyusunan anggaran yang kurang tepat <!--[if !supportLists]-->E. jumlah biaya yang dibutuhkan untuk seluruh volume kebutuhan <!--[if !supportLists]-->e) <!--[endif]-->Jumlah anggaran: jumlah anggaran untuk masing-masing rincian program. program. Ini dapat terjadi karena beberapa sebab: <!--[if !supportLists]-->a.

seperti catatan pengeluaran insidentil Buku-buku tersebut perlu diadakan. transparan. <!--[endif]-->Pada setiap akhir tahun anggaran.<!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Buku kas umum <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->kwitansi atau bukti-bukti pembelian atau bukti penerimaan dan bukti pengeluaran lain <!--[if !supportLists]-->4. serta tidak menimbulkan kecurigaan atau fitnah. memudahkan dilakukan pengawasan terhadap penggunaan anggaran yang ditetapkan. <!--[endif]-->buku persekot uang muka <!--[if !supportLists]-->3. ada juga beberapa buku lain yang penting bagi bendaharawan pondok pesantren yaitu: <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->buku iuran/ kontribusi santri (SPP/ infaq) <!--[if !supportLists]-->7. bendara harus membuat laporan keuangan kepada komite/ majelis pesantren untuk dicocokkan dengan RAPBPP <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->buku tabungan <!--[if !supportLists]-->6. <!--[endif]-->buku catatan lain-lain yang tidak termasuk diatas. <!--[endif]-->daftar potongan-potongan <!--[if !supportLists]-->4. . <!--[endif]-->laporan keuangan tersebut harus dilampiri bukti-bukti pengeluaran yang ada <!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->daftar gaji/ honorarium <!--[if !supportLists]-->5. <!--[endif]-->neraca keuangan juga harus ditunjukkan untuk diperiksa oleh tim pertanggung jawaban keuangan dari komite pondok pesantren selain buku neraca keuangan yang erat hubungannya dengan pengelolaan keuangan. agar manajemen keuangan dipondok pesantren dapat berjalan dengan baik.

apakah organisasi berdaya guna. pinjaman Negara dan ketatalaksanaan hutang Negara. Disini kami sedikit mencoba mempelajari administrasi keuangan sebagai bagian dari administrasi Negara. Tetapi sekalipun dipandang dari lingkungannya yang lebih sempit melalui pandangan administrator sebagaimana telah dilakukan disini tersangkutlah masalah kebijaksanaan. Ia dapat mengetahui berapa harga setiap barang. pemeliharaan dana-dana. Oleh karena itu mempersatukan fungsi keuangan dengan adaministrasi umum tujuan pokok kepemimpinan tetapi tidak selalu mudah untuk dicapai. pemeriksaan pembukuan dan pembelian.<!--[if !supportLists]-->2. Ia mengawasi gaji dan semua alat-alat material yang harus dipergunakan dalam pekerjaan administrator lainnya. Sebuah daripadanya merupakan bidang keuangan Negara yang luas meliputi fungsi-fungsi seperti perhitungan dan pemungutan pajak. menentukan tersedianya dana penyertaan alasan (accompany procurement) dan menimbang tindakan hukum apabila dilakukan pemeriksaan pembukuan. Pokok soal ini adalah bagian dari bidang yang lebih luas disebut keuangan Negara. Terdapat dua buah aspek pada persoalan administrasi keuangan. Administrator keuangan memiliki kekuasaan yang sangat besar. Pembukuan adalah dasar anggaran belanja. Semua unsur administrasi keuangan erat terjalin. Sebagai syarat utama kedaya gunaan suatu fungsi ketatalaksanaan harus seragam diseluruh pemerintah. Administrasi keuangan berurusan dengan penyusunan anggaran belanja. Oleh karena itu pemeriksaan pembukuan haruslah menjadi tanggung jawab badan luar yang lepas dan pada pemerintah ia harus memberikan laporan kepada badan perundang-undangan. apakah pegawai-pegawai melakukan pekerjaan mereka sebagaimana mestinya. juga keuangan tersangkut secara universal didalam administrasi seperti zat asam didalam udara. Dipihak lain pemeriksaan pembukuan bukanlah alat ketatalaksanaan kecuali secara tidak langsung dapat dipergunakan untuk memeriksa hasil-hasil. pembukuan.3 <!--[endif]-->MANAJEMEN KEUANGAN NEGARA Sebagaimana halnya dengan organisasi dan kepegawaian. harus dibangun atas dasar akrual (accrual basis) dan haruslah diperlengkap dengan pembukuan biaya sebagai alat pengawas ketatalaksanaan di dalam mengukur hasil pekerjaan. Seterusnya lagi suatu badan pemeriksaan yang wajar tidak merasa puas semata-mata dengan persoalan-persoalan .

Administrasi pembelian haruslah atas dasar cukup luas untuk mengambil keuntungan dari potongan (reduksi) dan harga-harga borongan. mengusahakan penyimpanan yang memuaskan dan fasilitas pengangkutan dan juga hendaknya cepat dan tidak kaku. Remaja Rosda Karya. <!--[if !supportLists]--> DAFTAR PUSTAKA Mulyasa. Manajemen Berbasis Sekolah. dana-dana pemerintahan. Pondok pesantren juga masih memerlukan hak sumber daya keuangan demi terlaksananya suatu proses pendidikan dalam manajemennya sehingga memerlukan pertanggung jawaban yang dapat diketahui oleh semua kalangan mulai dari personil pondok pesantren sendiri maupun dari pihak luar pondok pesantren sehingga dapat diketahui pertanggung jawaban masalah keuangan yang transparan. untuk itu dalam lembaga pendidikan dalam hal ini adalah sekolah mengambil inisiatif dari pendanaan melalui SPP dan juga BP3 yang dapat membantu terlaksananya kegiatan dalam lembaga/ sekolah tersebut. menyimpan pembukuan yang cukup dan memiliki daftar barang secara terperinci berikut perkiraan harganya. dari situlah dapat diketahui suatu anggaran belanja Negara. pinjaman Negara serta tatalaksana hutang Negara. meliputi: pajak. Negara dalam hal ini juga memerlukan proses manajemen keuangan yang dapat ditinjau dari berbagai aspek. Bandung. Pembelian atau usaha memperoleh (procurement) adalah bagian yang luas dari fungsi persediaan dan juga menimbulkan masalah kebijaksanaan yang penting. PENUTUP Dalam suatu organisasi maupun lembaga sekolah diperlukan sumber daya dalam hal ini adalah faktor keuangan yang menjadi faktor penting dalam menunjang efektifitas dan efisiensi pengelolaan pendidikan. ia juga menunjukkan bagaimana daya guna dan prosedur administrative dapat diperbaiki.legalitet dan kejujuran. . 2007.

Manajemen Pendidikan Di Sekolah.Dimock. Jakarta.Pd. laksBang PRESSindo. Manajemen Pondok Pesantren Dalam Perspektif Global. Fajar Ahwa. Rineka Cipta. M. M. ME. Tinggalkan sebuah Komentar DASAR-DASAR ADMINISTRASI PENDIDIKAN 13 f 2008 pada 8:17 am (Administrasi dan Supervisi) Tags: Pendidikan MAKALAH DASAR-DASAR ADMINISTRASI PENDIDIKAN Untuk memenuhi tugas mata kuliah Administrasi dan Supervisi Pendidikan yang dibina oleh Bapak Dra. Administrasi Negara. Dimock. GO. Rineka Cipta. Khusnuridlo. 2004. Suryobroto.M. 1992.A.I <!--[if gte vml 1]> <![endif]--><!--[if !vml]--> <!--[endif]--> Oleh : Kelompok 1 A. Yogyakarta. 2006. Jakarta.Wahidil Qomali (084 061 398) Adi Wijaya (084 061 399) Zaidatur Rofi¶ah (084 061 429) Zulfa Faurina (084 061 430) . Sulthon.D.

Indonesia.bidang studi administrasi pendidikan boleh dikatakan masih baru.adcministrasi pendidikan baru diperkenalkan melalui beberapa IKIP sejak tahun 1960-an. Di negara-negara yang sudah maju.maka diperlukan sebuah penjelasa secara rinci dan mendetail tentang administrasi pendidikan agar para pendidik dapat memahami betapa perlu dan pentingnya administrasi pendidikan itu. administrasi pendidikan itu sendiri sebagai ilmu.terus mengalami perkembangan sesuai dengan perkembangan pendidikan negara masing-masing. Pengertian Administrasi pendidikan Administrasi dalam pengertian secara harfiah. PEMBAHASAN DASAR-DASAR ADMINISTRASI PENDIDIKAN 1. Disamping itu.administrasi pendidikan mulai berkembang dengan pesat sejak pertengahan pertama abad ke-20.(Purwanto:1:2007) Setelah kita mengetahui realita yang terjadi seperti yang sudah tersebut di atas.SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI JEMBER JURUSAN TARBIYAH / PROGRAM STUDI PAI JUNI 2008 PENDAHULUAN Dalam dunia pendidikan di Indonesia.kata ad mempunyai arti yang sama dengan kata to dalam bahasa inggris yang berarti ³ke´atau´kepada´.terutama sejak berakhirnya perang dunia kedua.dan baru dimasukkan sebagai mata pelajaran decan mata ujian di SGA/SPG sejak tahun ajaran 1965/1966. Maka dimakalah ini kami akan menjelaskan tentang dasar-dasar administrasi pendidikan.Dan kata ministrare sam artinya dengan kata to serve atau to conduct yang berarti´melayani.tidak mengherankan jika para pendidik sendiri banyak yang belum dapat memahami betapa perlu dan pentingnya administrasi pendidikan dalam penyelenggaraan dan pengembangan pendidikan pada umumnya.kata ³administrasi´berasl dari bahasa latin yang terdiri atas kata ad dan ministrare.membantu dan . Oleh karena itu para pendidiki terlebih dahulu harus mengetahui dasar-dasar dari administrasi pendidikan. Khususnya di negara kita.Oleh karena itu.

diorganisasi dan dikoordinasi secara efektif. Administrasi merupakan kegiatan atau kegiatan manusia 2. oleh sebab itu bersifat dinamis 3. istilah administrasi juga dapat diartikan sebagai berikut : ³Administrasi adalah suatu kegiatan atau rangkaian kegiatan yang berupa proses pengelolaan usaha kerjasama sekelompok manusia yang tergabung dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan bersam yang telah ditetapkan sebelumnya agar efektif dan efisien´. Dalam pengertian yang luas ini. makna administrasi dapat di urai paling tidak menjadi lima pengertian pokok.spiritual maupun material yang bersangkut paut dengan pencapaian tujuan pendidikan.dan semua materi yang di perlukan dan yang telah ada dimanfaatkan secara efisien.(Purwanto:1:2007) Administrasi dalam pengertian yang sempit yaitu kegiatan ketatausahaan yang intinya adalah kegiatan ruti catat-mencatat. Jadi kata´administrasi´ secara harfiah dapat di artikan sebagai suatu kegiatan atau usaha untuk membantu.mengarahkan´.menyelenggarakan surat-menyurat dengan segala aspeknya serta mempersiapkan laporan.didalam proses administrasi pendidikan segenap usaha orang-orang yang terlibat didalam proses pencapaian tujuan pendidikan itu diintegrasikan. yaitu : 1.memelihara dan mengarahkan´.mendokumentasika kegiatan. Rangkaian kegiatan itu marupakan suatu proses/pengelolaan dari suatu kegiatan yang kompleks. Dalam batasan tersebut di atas. Administrasi pendidikan dalam pengertian secara luas adalah segenap proses pengerahan dan pengintegrasian segala sesuatu baik personel.Dalam bahasa inggris to administer berarti pula´mengatur.mengarahkan atau mengatur semua kegiatan didalam mencapai suatu tujuan.malayani. Jadi. Prose situ dilakukan bersama oleh sekelompok manusia yang tergabung dalam suatu organisasi .

Perencanaan merupakan kegiatan yang harus dilakukan pada permulaan dan selama kegiatan administrasi itu berlangsung. baik sarana personel maupun material. Perencanaan (Planning) Perencanaan merupakan salh satu syarat mutlak bagi setiap kegiatan administrasi. Di dalam setiap perencanaan ada dua faktor yang harus diperhatikan. Langkah-langkah dalam perencanaan meliputi hal-hal sebagai berikut : <!--[if !supportLists]-->1. Fungsi Administrasi Pendidikan Agar kegiatan dalam komponen administrasi pendidikan dapat berjalan dengan baik dan mencapai tujuan. Tanpa perencanaan. Proses itu dilakukan dalam rangka mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya 5. <!--[endif]-->Mengumpulkan daa dan informasi-informasi yang diperlukan <!--[if !supportLists]-->4.(Tsauri:2:2007) 2.pelaksanaan suatu kegiatan akan mengalami kesulitan dan bahkan kegagalan dalam mencapai tujuan yang diinginkan. komunikasi. pengorganisasian. supervise kepegawaian dan pembiayaan dan evaluasi. Adapun proses administrasi pendidikan itu meliputi fungsifungsi perencanaan. Proses pengelolaan itu dilakukan agar tujuannya dapat dicapai secara efektif dan efisien. Untuk menadapat gambaran yang lebih jelas tentang fungsi-fungsitersebut di bawah ini akan diuraikan secara lebih rinci.4. <!--[endif]-->Meneliti masalah-masalah atau pekerjaanpekerjaan yang akan dilakukan <!--[if !supportLists]-->3.kegiatan tersebut harus dikelola melalui suatu tahapan proses yang merupakan daur (siklus).yaitu faktor tujuan dan faktor sarana. Semua fungsi tersebut satu sama lain bertalian sangat erat. <!--[endif]-->Menentukan dan merumuskan tujuan yang hendak dicapai <!--[if !supportLists]-->2. koordinasi. <!--[endif]-->Menentukan tahap-tahap dan rangkaian tindakan . a.

<!--[endif]-->diusahakan adanya penghematan tenaga. perencanaan sebagai suatu fungus administrasi pendidikan dapat disimpulkan sebagai berikut : . <!--[endif]-->diusahakan agar sedapat mengkin tidak terjadi adanya duplikasi pelaksanaan Merencanakan berarti pula memikirkan tentang penghematan tenaga. <!--[endif]-->perencanaan harus didasarkan atas tujuan yang jelas <!--[if !supportLists]-->2. Jadi. <!--[endif]-->bersifat sederhana. realistis dan praktis <!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->terinci. memuat segala uraian serta klarifikasi kegiatan dan rangkaian tindakan sehingga mudah di pedomani dan dijalankan <!--[if !supportLists]-->4.<!--[if !supportLists]-->5. juga membatasi kesalahan-kesalahan yangmungkin terjadi dan menghindari adanya duplikasi-duplikasiatau tugas-tugas/pekerjaan rangkap yang dapat menghambat jalannyapenyelesaian. biaya dan waktu. biaya dan waktu serta kemungkinan penggunaan sumber-sumber daya dan dana yang tersedia sebaik-baiknya <!--[if !supportLists]-->7. menurut urgensinya masing-masing <!--[if !supportLists]-->6. <!--[endif]-->memiliki fleksibilitas sehingga mudah disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi dan situasi sewaktu-waktu <!--[if !supportLists]-->5. <!--[endif]-->Merumuskan bagimana masalah-masalah itu akan dipecahkan dan bagaimana pekerjaan-pekerjaan itu akan diselesaikan Syarat-syarat perencanaan Dalam menyusun perencanaan syarat-syarat berikut perlu diperhatikan : <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->terfdapat perimbangan antara bermacamacam bidang yang akan digarap dalam perencanaan itu.

Yang perlu diperhatikan dalam pengorganisasian antara lain ialah bahwa pembagian tugas. wewenang dan tanggung jawab secara terinci menurut bidang-bidang dan bagian-bagian.bakat. . Di dalam pengorganisasian terdapatadanya pembagian tugas-tugas. Keragaman tugas dan pekerjaan semacam itu tidak mungkin dilakukan dan dipikul sendiri oleh seoran pemimpin.pengorganisasian sebagai salah satu fungsi administrasi pendidikan dapat disimpulkan sebagai berikut : ³pengorganisasian adalah aktivitas-aktivitas menyusun dan membentuk hubunganhubungan sehingga terwujudlah kesatuan usaha dealam mencapai maksud-maksud dan tujuan-tujuan pendidikan´. sehingga dari situ dapat terciptalah adanya hubungan-hubungan kerjasama yang harfmonis dan lancar menuju pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Kita mengetahui bahwa dalam kegiatan sekolah sehari-sehari terdapat bermacam-macam jenis pekerjaan yang memerlukan kecakapandan keterampilan dan tanggung jawab yang berbeda-beda.³perencanaan(planning) adalah aktivitas memikirkan dan memilih rangkaian tindakan-tindakan yang tertuju pada tercapainya maksu-maksud dan tujuan pedndidikan´. Dlam hal inilah terletak bagaimana kecakapan kepala sekolah mengorganisasi guru-guru dan pegawai sekolah lainnya dalam menjalankan tugasnya sehari-hari sehingga tercipta adanya hubungan kerja sama yang harmonis dan lancar. minat. b. Pengorganisasian sebagai fungsi administrasi pendidikan menjadi tugas utama bagi para pemimpin pendidikan termasuk kepala sekolah. Pengorganisasian (Organizing) Pengorganisasian merupakan aktivitas menyusun dan membentuk hubunganhubungan kerja antara orang-orang sehingga terwujud suatu kesatuan usaha dalam mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan. wewenang dan tanggung jawab hendaknya disesuaikan dengan penglaman. Dengan demikian . pengetahuan dan kepribadian masing-masing prang yang dikperlukan dalam menjalankan tugas-tigas tersebut.

teknikkteknik dan tujuan-tujuan kedalam hubungan yang harmonis dan produktif dalam mencapai suatu tujuan´.(c) memberikan unjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis. Usayha pengkoordinasian dapat dilakukan melalui berbagai cara. Dengan adanya koordinasi yang baik. .dan (d) memberikan balikan tentang hasil sutu kegiatan. material. d. Adanya koordinasi yang baik dapat menghindarkan kemungkinan terjadinya persaingan yang tidak sehat dan atau kesimpangsiuran dalam tindakan. pikiran-pkiran. memerlukan adanya koordinasi dari seorang pemimpin.seperti:(a)melaksanakan penjelasan singkat (briefing). Komunikasi Dalam melaksanakan suatu program pendidikan. Pengkoordinasian diartikan sebagai usaha untuk menyatu padukan kegiatan dari berbagai individu agar kegiatan mereka berjalan selarfas dengan anggota dalam usaha mencapai tujuan. aktivitas menyebarkan dan menyampaikan gagasan-gagasan dan maksud-maksud ke seluruh struktur organisasi sanat penting.(b)mengadakan rapat kerja. semua bagian dcan personel dapat bekerja sama menuju ke satu arah tujuan yang telah ditetapkan.(Soetjipto:137:2004) Dengan demikian. gagasan-gagasan dan maksud-maksud secara lisan atau tertulis. Proses menyampaikan atau komunikasi ini meliputi lebih dari pada sekedar menyalurkan pikiran-pikiran. Demikian pula komunikasi yang dilakukan secara informal dan secara formal mendatangkan hasil yang berbeda pengaruh dan kejelasannya.c.koordinasi sebagai salah satu fungsi administrasi pendidikan dapat disimpulkan sebagi berikut : ³koordinasi adalah aktivitas membawa orang-orang. Pengkoordinasian (Coordinating) Adanya bermacam-macam tugas/pekerjaan yang dilakukan oleh banyak orang. Komunikasi secara lisan pada umumnya lebih mendatangkan hasil dan pengertian yang jelas dari pada secara tertulis.

fungsi supervisi yang terpentig adalah : 1. f. Aktivitas yang . Pengawasan bertanggung jawab tentang keefektifan program itu. Dengan demikian . Oleh karena itu. Agak berbeda dangan fungsi-fungsi administrasi yang telah dibicarakan. Kepegawaian (Staffing) Sama halnya dengan fungsi-fungsi administrasi pendidikan yang telah diuraikan terdahulu kepegawaian merupakan fungsi yang tidak kalah pentingnya. setiap anggota hanya dapat berhubungan dengan beberapa anggota tertentu saja. Dengan demikian. sedangkan dalam komunikasi terbatas. Supervisi Setiap pelaksanaan program pendidikan memerlukan adanya pengawasan atau supervise. supervise haruslah meneliti ada atau tidaknya kondisi-kondisi yang akan memungkinkan tercapainya tujuan-tujuan pendidikan. organisasi sebagai salah satu fungsi administrasi pendidikan dapat disimpulkan sebagai berikut : ³komunikasi dalam setiap bentuknya adalah suatu proses yang hendak mempengaruhi sikap dan perbuatan orang-orang dalam struktur organisasi´. Jadi. e. memenuhi/mengusahakan syarat-syarat yang diperlukan itu. komunikasi ada dua macam yaitu komunikasi bebas dan komunikasi terbatas. Dalam komunikasi bebas. supervisi sebagai salah satu fungsi administrasi pendidikan dapat disimpulkan sebagai berikut : ³supervise sebagai fungsi administrasi pendidikan berarti aktivitas-aktivitas untuk menentukan komdisi-kondisi/syarat-syarat yang esensial yang akan menjamin tercapainya tujuan-tujuan pendidikan´. setiap anggota dapat berkomunikasi dengan setiap anggota yang lain. dalam kepegawaian yang menjadi titik penekanan ialah personal itu sendiri.Menurut sifatnya. menentukan kondisi-kondisi/syarat-syarat apakah yang diperlukan 2.

dll. h. tanpa biaya yang mencukupi tidak mungklin terjamin kelancaran jalannya suatu organisasi. bagaimana pengawasannya. antara lain : 1. dari mana dan bagaimana biaya itu dapat diperoleh/diusahakan 3. Pembiayaan Biaya/pambiayaan merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam sebuah organisasi karena biaya ini sangat menentukan bagi kelancaran jalannya sebuah organisasi. memilih. bagaimana pembukuan dan pertangung jawabannya 6. Sebenarnya fungsi kepegawaian ini sudah dijalankan sejak penyusunan perencanaan dan pengorganisasian. Di dalam pengorganisasian telah dipikirkan dan diusahakan agar untuk personel-personel yang menduduki jabatan-jabatan tertentu di dalam struktur organisasi itu dipilih dan di angkat orang-orang yang memiliki kecakapan dan kesanggupan yang sesuai dengan jabatan yang di pegangnya. Dalam hal ini prinsip the right man in the right place selalu di perhatikan. Setiap kebutuhan organisasi. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam fungsi pembiayaan. semua memerlukan adanya biaya.dilakukan di dalam kepegawaian antara lain : menentukan. menempatkan dan membimbing personel. g. siapa yang akan melaksanakannya 5. itulah sebabnya masalah pembiayaan ini harus sudah mulai dipikirkan sejak pembuatan planning sampai dengan pelaksanaannya. baik personel maupun material.. perencanaan tentang berapa biaya yang diperlukan 2. Penilaian (Evaluating) . bagaimana penggunaanya 4.

(Soetjipto:138:2004) Perlu ditekankan disini bahwa fungsi-fungsi pokok yang telah dibicarakan di atas satu sama lain sangat erat hubungannya. Setiap kegiatan. Tujuan Administrasi Pendidikan Tujuan adminitstrasi pada umumnya adalah agar semua kegiatan mandukung tercapainya tujuan pendidikan atau dengan kata lain administrasi yang digunakan dalam dunia pendidikan diusahakan untuk mencapai tujuan pendidikan.(Purwanto:15-22:2007) Secara lebih rinci maksud penilaian (evaluasi) adalah : <!--[if !supportLists]-->1. Sergiovanni dan carver (1975) (dalam burhanuddin:2005) menyebutkan empat tujuan administrasi yaitu: . pekejaan tersebut berhasil <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Menjamin cara bekerja yang efektif dan efisien <!--[if !supportLists]-->3. baik yang dilakukan oleh unsure pimpinan maupun oleh bawahan.Evaluasi sebagai fungsi administrasi pendidikan adalah aktivitas untuk meneliti dan mengetahui sampai di mana pelaksanaan yang dilakukan di dalam proses keseluruhan organisasi mencapai hasil sesuai denhan rencana atau program yang telah di tetapkan dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan. 3. memerlukan adanya evaluasi. <!--[endif]-->Memajukan kesanggupan para personel dalam mengembangkan organisasi. Dengan mengetahui kasalahan-kasalahan atau kekurangan-kekurangan serta kemacetan-kemacetan yang diperoleh dari tindakan evaluasi itu. selanjutnya dapat di usahakan bagaimana cara-cara memperbaikinya. <!--[endif]-->Memperoleh fakta-fakta tentang kesukarankesukaran dan untuk menghindari situasi yang dapat merusak <!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]-->Memperoleh dasar bagi pertimbangan apakah pada akhir suatu periode kerja . dan kesemuanya merupakan suatu proses keseluruhan yang tidak terpisahkan satu sama lain dan merupakan rangkaian kegiatan yang kontinyu.

1. yaitu menghasilkan lulusan yang sesuai dengan tuntutan kurikulum. Secara lebih rinci ruang lingkup adcministrasi pendidikan dapat diuraikan sebagai berikut : a. Dalam pencapaian tujuan tersebut harus dilakukan usaha seefisien mungkin. Sebagai contoh: sekolah mempinyai fungsi untuk mencapai efektivitas produksi. yaitu menggunakan kepuan dana. 4.tetapi memberikan hasil sebaik mungkin. dan tenaga seminimal mungkin. 3. <!--[endif]-->Keuangan dan pembukuannya b. 2. <!--[endif]-->Otorosasi dan anggaran belanja keuangan sekolah <!--[if !supportLists]-->3. 4. Administrasi tata laksana sekolah Hal ini meliputi : <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Masalah perlengkapan dan perbekalan <!--[if !supportLists]-->5. Ruang Lingkup (Bidang Garapan) Administrasi Pendidikan Administrasi pendidikan mempunyai ruang lingkup/bidang garapan yang sangat luas. <!--[endif]-->Organisasi dan struktur pegawai tata usaha <!--[if !supportLists]-->2. efektifitas produksi efesiensi kemampuan menyesuaikan diri (adaptivenes) kepuasan kerja keempat tujuan tersebut digunakan sebagai kriteria untuk menentukan keberhasilan dalam penyelenggaraan sekolah. <!--[endif]-->Masalah kepegawaian dan kesejahteraan personel sekolah <!--[if !supportLists]-->4. sehingga lulusan tersebut dapat melanjutkan ketingkat berikutnya dan dapat menyesuaikan dirinya dengan lingkunganya yang barudan selanjutnya lulusan ini akan mencari kerja pada perusahaan yang memberikan kepuasan kerja kepada mereka. Administrasi personel guru dan pegawai sekolah .

hal ini meliputi : <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Usaha membangkitkan dan merangsang semangat guru-guru dan pegawai tata usaha dalam menjalankan tugasnya masingmasing sebaik-baiknya. <!--[endif]-->Inservice training dan up-grading guru-guru c. <!--[endif]-->Organisasi dan perkumpulan peserta didik <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Rencana orientasi bagi tenaga guru yang baru <!--[if !supportLists]-->5. <!--[endif]-->Bimbingan dan penyuluhan bagi peserta didik (guidance and counseling) d. Administrasi peserta didik Hal ini meliputi : <!--[if !supportLists]-->1. <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Organisasi personel guru-guru <!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Masalah kepegawaian dan kesejahteraan guru <!--[if !supportLists]-->4. mencari. <!--[endif]-->Pengangkatan dan penempatan tenaga guru <!--[if !supportLists]-->2. dan menggunakan metode-metode baru dalam mengajar dan belajar yang lebih baik . <!--[endif]-->Usaha mengembangkan. Supervisi pengajaran Hal ini meliputi : <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Penilaian dan pengukuran kemajuan peserta didik <!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]-->Masalah kesehatan dan kesejahteraan peserta didik <!--[if !supportLists]-->3.

<!--[if !supportLists]-->3. <!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]-->Cara memilih letak dan menentukan luas tanah yang dibutuhkan <!--[if !supportLists]-->2. disesuaikan dengan pembaharuan pendidikan dan pengajaran serta kebutuhan mesyarakat dan lingkungan sekolah <!--[if !supportLists]-->3. gudang. <!--[endif]-->Cara-cara penggunaan gedung sekolah dan fasilitas-fasilitas lainyang efektif dan produktif. kantor. . <!--[endif]-->Mengusahakan cara-cara menilai hasil-hasil pendidikan dan pengajaran. <!--[endif]-->Mempedomani dan merealisasikan apa yang tercantum di dalam kurikulum sekolah yang bersangkutan dalam usaha mencapai dasar-dasar dan tujuan pendidikan dan pengajaran <!--[if !supportLists]-->2. sumber-sumber dan metode-metode pelaksanaanya. e. <!--[endif]-->Menentukan jumlah dan luas ruanganruangan kelas. serta pemeliharaannya secara kontinyu. lapangan olah raga. Pelaksanaan dan pembinaan kurikulum Hal ini meliputi : <!--[if !supportLists]-->1. Pendirian dan perencanaan bangunan sekolah Hal in meliputi : <!--[if !supportLists]-->1. merencanakan dan menggunakan biaya pendirian gedung sekolah <!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->menyusun dan melaksanakan organisasi kurikulum beserta materi-materi. Kurikulum meripakan pedoman bagi para guru dalam menjalankan tugasnya. <!--[endif]-->Mengusahakan. <!--[endif]-->kurikulum bukanlah merupakan sesuatu yang harus didikuti dan diturut begitu saja dengan mutlak tanpa perubahan dan penyimpangan sedikitpun.dan sebagainya. asrama. f.

Hendaknya semua hubungan itu merupakan hubungan kerjasama yang bersifat pedagogis. Adanya non manusia seperti peralatan dan perlengkapan yang diperlukan dan yang harus ditata 5. penyusunan silabus.mencakup didalamnya administrasi personel guru dan pegawai sekolah.(Purwanto:2007) Ada sebuah prinsip-prinsip administrasi yang menyinggung organisasi. hubungan sekolah dengan instansi-instansi dan jawsatan-jawatan lain dan hubungan sekolah dengan masyarfakat pada umumnya. Memiliki tujuan yang jelas . Adanya sumber daya manusia (SDM) atau sekelompokmanusia (sedikitnya dua orang) untuk ditata 2. dan lainlain. seperti pembagian tugas mengajar pada guru-guru. Administrasi kurikulum. Administrasi personel.yang mencakup didalamnya penyusunan kurikulum.(Tsauri:13-16:2007) 5. 2. Adanya tujuan yang hendak di capai bersama dari kerjasama tersebut.yaitu kegiatan administrasi yang menyangkut bidang-bidang materi/benda-benda seperti :ketatausahaan sekolah. Administrasi material. Dari apa yang telah diuraikan di atas. sosiologis dan produktif yang dapat mendatangkan keuntungan dan perbaikan serta kemajuan bagi kedua belah pihak. Adanya tiugas/fungsi yang harus dilaksanakn maksudnya ada sebuah kerjasama dari sekelompok orang 3. 3.dan sebagainya. ruang lingkup yang tercakup di dalam administrasi pendidikan dapat dikelompokkan sebagai berikut : 1. dan juga administrasi peserta didik. Prinsip-prinsip Administrasi Pendidikan Prinsip merupakan sesuatu yang di buat sebagai pegangan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. pelaksanaan kurikulum.<!--[if !supportLists]-->5. pembinaan kurikulum. administrasi keuangan.Diantara prinsip-prinsip administrasi pendidikan antara lain : 1. Adanya penataan/pengaturan dari kerjasama tersebut 4. diantara prinsip-prinsip tersebut adalah : 1. <!--[endif]-->Alat-alat perlengkapan sekolah dan alat-alat pelajaran yang dibutuhkan g. Hubungan sekolah dengan masyarakat Hal ini mencakup hubungan sekolah dengan sekolah-sekolah lain.

sehingga dapat menimbulkan kerjasama yang harfmonis dan kooperatif. keahlian dan bakat masing-masing.(Tsauri:22:2007) PENUTUP Administrasi pendidikan adalah suatu kegiatan kerja sama atau proses pengintegrasian segala sesuatu baik personal maupun material yang tergabung dalam orgaisasi pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan sebelumnya agar efektif dan efisien. 5. maksudnya ada keseimbangan antara wewenang dan tanggung jawab masing-masing anggota 6. diantara fungsi administrasi pendidikan adalah: <!--[if !supportLists]-->1. Koordinasi tentang wewenang dan tanggung jawab. <!--[if !supportLists]-->3. Adanya kesatuan perintah (Unity of command). <!--[endif]-->perencanaan (planning) ³perencanaan(planning) adalah aktivitas memikirkan dan memilih rangkaian tindakan-tindakan pedndidikan´. <!--[endif]-->pengorganisasian (organizing) ³pengorganisasian adalah aktivitas-aktivitas menyusun dan membentuk hubunganhubungan sehingga terwujudlah kesatuan usaha dealam mencapai maksud-maksud dan tujuan-tujuan pendidikan´.2. Administrasi pendidikan juga memiliki sebuah fungsi. <!--[endif]-->pengkoordinasian (coordination) koordinasi adalah aktivitas membawa orang-orang. pikiran-pkiran. <!--[endif]-->komunikasi yang tertuju pada tercapainya maksu-maksud dan tujuan . Adanya pembagian tugas atau pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan. teknikkteknik dan tujuan-tujuan kedalam hubungan yang harmonis dan produktif dalam mencapai suatu tujuan´ <!--[if !supportLists]-->4. Adanya kesatuan arah sehingga dapat menimbulkan kesatuan tindakan dan pikiran 4. <!--[if !supportLists]-->2. para bawahan hanya mempunyai seorang atasan langsung dari padanya menerima perintah atau bimbingan dan kepada siapa ia harus mempertanggung jawabkan hasil pekerjaannya. material. Tiap anggota dapat memahami dan menerima tujuan tersebut 3.

memilih. Aktivitas yang dilakukan di dalam kepegawaian antara lain : menentukan. 3. <!--[endif]-->pembiayaan (budgeting) Biaya/pambiayaan merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam sebuah organisasi karena biaya ini sangat menentukan bagi kelancaran jalannya sebuah organisasi. <!--[if !supportLists]-->8. 2. <!--[if !supportLists]-->5. tanpa biaya yang mencukupi tidak mungklin terjamin kelancaran jalannya suatu organisasi. <!--[endif]-->kepegawaian (staffing) dalam kepegawaian yang menjadi titik penekanan ialah personal itu sendiri. <!--[if !supportLists]-->7. <!--[if !supportLists]-->6. efektifitas produksi efesiensi kemampuan menyesuaikan diri (adaptivenes) kepuasan kerja administrasi pendidikan juga memiliki sebuah ruang lingkup (bidang garapan) didalam pengelolaannya. menempatkan dan membimbing personel. Adapun tujuan dari administrasi pendidikan adalah: 1. 4.komunikasi dalam setiap bentuknya adalah suatu proses yang hendak mempengaruhi sikap dan perbuatan orang-orang dalam struktur organisasi´. <!--[endif]-->penilaian (evaluating) Evaluasi sebagai fungsi administrasi pendidikan adalah aktivitas untuk meneliti dan mengetahui sampai di mana pelaksanaan yang dilakukan di dalam proses keseluruhan organisasi mencapai hasil sesuai denhan rencana atau program yang telah di tetapkan dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan. <!--[endif]-->supervisi ³supervise sebagai fungsi administrasi pendidikan berarti aktivitas-aktivitas untuk menentukan komdisi-kondisi/syarat-syarat yang esensial yang akan menjamin tercapainya tujuan-tujuan pendidikan´. Diantara administrasi pendidikan adalah: .

e.Sofyan. c. Adanya penataan dan pengaturan dari kerja sana tsb 3.Jakarta:PT Rineka Cipta Tsauri. Adanya peralatan dan perlengkapan (non manusia ) yang harus ditata 5. f. Diantara prinsip-prinsip administrasi pendidikan adalah: 1. b.2004.Administrasi dan supervisi pendidikan.Profesi keguruan.Jember:Center for society studies Tinggalkan sebuah Komentar ADMINISTRASI SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN 12 f 2008 pada 8:12 am (Administrasi dan Supervisi) Tags: Pendidikan PENDAHULUAN .Raflis.Ngalim. administrasi tata laksana sekolah administrasi personel guru dan pegawai sekolah administrasi peserta didik supervisi pengajaran pelaksanaan dan pembinaan kurikulum pendirian dan perencanaan bangunan sekolah hubungan sekolah dan masyarakat didalam administrasi pendidikan terdapat pulasebuah prinsip-prinsip yang dapat menunjang kegiatan administrasi dan mencapai tujuan administrasi pendidikan karena prinsip ini merupakan sesuatu yang dijadikan sebagai pengayaan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.2007. Adanya kerja sama sekelompok orang 2.a.2005.2007. g.Bandung:PT Remaja Rosda Karyta Soetjipto dan Kosasi.Bandung:Pustaka setia Purwanto.Yusak. Adanya SDM (sumber daya manusia/personal) yang harus ditata 4.Administrasi pendidikan dan supervisi pendidikan. Adanya tujuan yang hendak dicapai bersama dari kerjasama tersebut DAFTAR PUSTAKA Burhanuddin.Administrasi pendidikan. d.

2. Lingkungan pendidikan akan bersifat positif atau negatif itu tergantung pada pemeliharaan administrasi sarana dan prasarana itu sendiri.2.4 <!--[endif]-->Bagaimanakah pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan? <!--[if !supportLists]-->1. maka dari itu kami menyusun makalah ini.3 <!--[endif]-->Bagaimanakah hubungan antara sarana dan prasarana dengan program pengajaran? <!--[if !supportLists]-->1.2.<!--[if !supportLists]-->1. Terbatasnya pengetahuan dari personal tata usaha sekolah akan administrasi sarana dan prasarana pendidikan.2 <!--[endif]-->Apa saja komponen sarana dan prasarana pendidikan? <!--[if !supportLists]-->1.2 <!--[endif]-->Rumusan Masalah <!--[if !supportLists]-->1. untuk meningkatkan daya kerja yang efektif dan efisien serta mampu menghargai etika kerja sesama personal pendidikan.6 <!--[endif]-->Apakah tujuan administrasi sarana dan prasarana? <!--[if !supportLists]-->1. sebagai seorang personal pendidikan kita dituntut untuk menguasi dan memahami administrasi sarana dan prasarana. serta kurangnya minat dari mereka untuk mengetahui dan memahaminya dengan sungguh sungguh.2. sehingga akan tercipta keserasian.2. <!--[if !supportLists]-->1.1 <!--[endif]-->Bagaimanakah macam-macam sarana dan prasarana? <!--[if !supportLists]-->1.2.5 <!--[endif]-->Bagaimanakah fungsi administrasi sarana dan prasarana? <!--[if !supportLists]-->1.1 <!--[endif]-->Latar Belakang Administrasi sarana dan prasarana pendidikan merupakan hal yang sangat menunjang atas tercapainya suatu tujuan dari pendidikan. kenyamanan yang dapat menimbulkan kebanggaan dan rasa memiliki baik dari warga sekolah maupun warga masyarakat sekitarnya.3 <!--[endif]-->Tujuan .

lapangan olahraga.3. sarana pendididkan terdiri dari 3 kelompok besar yaitu : <!--[if !supportLists]-->a. Perpustakaan.5 <!--[endif]-->Mengetahui fungsi administrasi sarana dan prasarana <!--[if !supportLists]-->1. Menurut keputusan menteri P dan K No 079/ 1975.<!--[if !supportLists]-->1. misalnya: lokasi/tempat.3 <!--[endif]-->Mengetahui hubungan antara sarana dan prasarana dengan program pengajaran <!--[if !supportLists]-->1.4 <!--[endif]-->Mengetahui pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan <!--[if !supportLists]-->1. Dengan demikian dapat di tarik suatau kesimpulan bahwa Administrasi sarana dan prasarana pendidikan itu adalah semua komponen yang sacara langsung maupun tidak langsung menunjang jalannya proses pendidikan untuk mencapai tujuan dalam pendidikan itu sendiri.1 <!--[endif]-->Mengetahui macam-macam sarana dan prasarana <!--[if !supportLists]-->1. uang dsb.3.3.3.3.6 <!--[endif]-->Mengetahui tujuan administrasi sarana dan prasarana pendidikan PEMBAHASAN ADMINISTRASI SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN Secara Etimologis (bahasa) prasarana berarti alat tidak langsung untuk mencapai tujuan dalam pendidikan. <!--[endif]-->Bangunan dan perabot sekolah .2 <!--[endif]-->Mengetahui komponen sarana dan prasarana pendidikan <!--[if !supportLists]-->1. Ruang. Laboratorium dsb. Sedangkan sarana berarti alat langsung untuk mencapai tujuan pendidikan. bangunan sekolah.3. misalnya. Buku.

<!--[endif]-->Berdasarkan konsepsi lama dan modern Menurut konsepsi lama administrasi sarana dan prasarana itu di artikan sebagai sebuah system yang mengatur ketertiban peralatan yang ada di sekolah . Terdapat beberapa pemahaman mengenai administrasi sarana dan prasarana di antaranya adalah : <!--[if !supportLists]-->a.<!--[if !supportFootnotes]-->[1]<!--[endif]--> Secara micro (sempit) kepala sekolahlah yang bertanggung jawab atas pengadaan sarana dan prasarana pendidikan yang di perlukan di sebuah sekolah. <!--[endif]-->Media pendidikan yang dapat di kelompokkan menjadi audiovisual yang menggunakan alat penampil dan media yang tidak menggunaakan alat penampil. <!--[if !supportLists]-->c. <!--[endif]-->Alat pelajaran yang terdiri dari pembukuan . Seperangkat kegiatan dalam mempertahankan ketertiban penggunaan sarana dan prasarana di sekolah melalui penggunaan di siplin (pendekatan otoriter ) 2. Menurut konsepsi modern administrasi sarana dan prasarana itu adalah suatu proses seleksi dalam penggunaan sarana dan prasarana yang ada di sekolah. <!--[endif]-->Berdasarkan pandangan pendekatan operasional tertentu 1. Guru menurut konsepsi lama bertugas untuk mengatur ketertiban penggunaan sarana sekolah. Seperangkat kegiatan untuk memaksimalkan penggunaan sarana dan prasarana sekolah dalam proses pembelajaran (pendekatan permisif) . Sedangkan administrasi sarana dan prasarana itu sendiri mempunyai peranan yang sangat penting bagi terlaksananya proses pembelajaran di sekolaah serta menunjang tercapainya tujuan pendidikan di sebuah sekolah baik tujuan secara khusus maupun tujuan secara umum. Seperangkat kegiatan untuk mempertahankan ketertiban sarana dan prasarana sekolah dengan melalui pendekatan intimidasi 3.<!--[if !supportLists]-->b. <!--[if !supportLists]-->b. menurut konsepsi modern guru bertugas sebagai administrator dan bertanggung jawab kepada kepala sekolah. alat-alat peraga dan laboratorium.

<!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Ruang kelas: tempat siswa dan guru melaksanakan proses kegiatan belajar mengajar. Pengertian lain dari administrasi sarana dan prasarana adalah suatu usaha yang di arahkan untuk mewujudkan suasana belajar mengajar yang efektif dan menyenangkan serta dapat memotivasi siswa untuk belajar dengan baik sesuai dengan kemampuan dan kelengkapan sarana yang ada.<!--[if !supportFootnotes]-->[2]<!--[endif]--> 2. <!--[endif]-->Ruang laboratorium ( tempat praktek) : tempat siswa mengembangkan pengetahuan sikap dan keterampilan serta tempat meneliti dengan menggunakan media yang ada untuk memecahkan suatu masalah atau konsep pengetahuan .1 MACAM ± MACAM SARANA DAN PRASARANA Adapun macam-macam sarana dan prasarana yang di perlukan di sekolah demi kelancaran dan keberhasilan kegiatan proses pendidikan sekolah adalah : <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Ruang kesenian: adalah tempat berlangsungnya kegiatan-kegiatan seni . <!--[if !supportLists]-->4. Seperangkat kegiatan untuk mengefektifkan penggunaan sarana dan prasarana sekolah sesuai dengan program pembelajaran (pendekatan intruksional) 5. Dengan demikian adminitrasi sarana dan prasarana itu merupakan usaha untuk mengupayakan sarana dan alat peraga yang di butuhkan pada proses pembelajaran demi lancarnya dan tercapainya tujuan pendidikan . <!--[if !supportLists]-->2.4. <!--[endif]-->Ruang perpustakaan: tempat koleksi berbagai jenis bacaan bagi siswa dan dari sinilah siswa dapat menambah pengetahuan. <!--[if !supportLists]-->5. Seperangkat kegiatan untuk mempertahankan keutuhan dan keamanan dari sarana dan prasarana yang ada di sekolah. <!--[endif]-->Ruang keterampilan adalah tempat siswa melaksanakan latihan mengenai keterampilan tertentu. Seperangkat kegiatan untuk mengembangkan sarana dan prasarana sekolah 6.

diantaranya adalah sebagai berikut : <!--[if !supportLists]-->a. <!--[endif]-->Kepala sekolah tidak terlalu menyibukkan diri secara langsung dengan urusan pelaksanaan administrasi sarana dan prasarana pengajaran. <!--[endif]-->Fasilitas olah raga: tempat berlangsungnya latihan-latihan olahraga. <!--[endif]-->Sarana dan prasarana sekolah di siapkan yang prima sehingga tidak mudah di rusak <!--[if !supportLists]-->3. Adapun masalah yang sering timbul dalam pemeliharaan sarana dan prasarana di sekolah adalah pengrusakan yang di lakukan oleh siswa ±siswa di sekolah itu sendiri. Namun ada beberapa upaya yang bisa di lakukan dalam menangani masalah tersebut diantaranya adalah : <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Senantiasa di tinjau dari segi pelayanan untuk turut memperlancar pelaksanaan program pengajaran. <!--[endif]-->Melakukan sistem pencatatan yang tepat sehingga mudah di kerjakan. <!--[if !supportLists]-->c. <!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]-->Memupuk rasa tanggung jawab kepada siswa untuk menjaga dan memelihara keutuhan dari sarana dan prasarana sekolah yang ada. <!--[if !supportLists]--><!--[endif]-->Pemeliharaan sarana dan prasarana Untuk menyempurnakan pelaksanaan administrasi sarana dan prasarana para ahli menyarankan beberapa pedoman pelaksanaan administrasinya. <!--[endif]-->Membina siswa untuk disiplin dengan cara yang efektif dan di terima oleh semua siswa . . <!--[endif]-->Membangkitkan rasa memiliki sekolah pada siswa ±siswi <!--[if !supportLists]-->2. <!--[if !supportLists]-->b.<!--[if !supportLists]-->6.

2 KOMPONEN-KOMPONEN ADMINISTRASI SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN <!--[if !supportLists]-->2.<!--[if !supportFootnotes]-->[3]<!--[endif]--> 2. <!--[endif]-->Mengadakan inspeksi secara periodik dan teliti terhadap sarana dan prasarana. oleh karena itu para petugas yang berhubungan dengan sarana dan prasarana sekolah bertanggung jawab langsung kepada kepala sekolah Adapun kebijaksanaan yang di perlukan dalam memelihara dan mengelola sarana dan prasarana sekolah adalah : <!--[if !supportLists]-->1. <!--[if !supportLists]--><!--[endif]-->Prinsip dan tata tertib. <!--[endif]-->Mengawasi pembaharuan dan perbaikan sarana dan prasarana <!--[if !supportLists]-->5. <!--[endif]-->Memimpin kerja sama dengan staf yang membantu petugas. <!--[if !supportLists]-->3. Setiap sekolah memiliki prinsip-prinsip dan tata tertib mengenai penggunaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah. <!--[endif]-->Membina hubungan kerja sama yang baik dengan petugas <!--[if !supportLists]-->2. hal itu bertujuan untuk mempermudah administrator dalam mengawasi dan mengatur sarana dan prasarana yang ada di sekolah tersebut.Koordinasi dalam mengelola dan memelihara sarana dan prasarana sekolah agar tetap prima adalah tugas utama dari administrator .1 <!--[endif]-->LAHAN Lahan yang di perlukan untuk mendirikan sekolah harus di sertai dengan tanda bukti kepemilikan yang sah dan lengkap (sertifikat). <!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]-->Memberikan pelatihan pada petugas untuk peningkatan kerjanya. adapun jenis lahan tersebut harus memenuhi beberapa kriteria antara lain : .2.

Ruang administrasi terdiri dari : a. Ruang guru 4. <!--[if !supportLists]-->c. <!--[endif]-->Ruang penunjang . <!--[endif]-->Lahan kegiatan praktek adalah lahan yang di gunakan untuk pelaksanaan kegiatan praktek <!--[if !supportLists]-->d. Ruang perpustakaaan 2. Ruang kesenian 3. 1. Ruang kepala sekolah 3. <!--[endif]-->Lahan terbuka adalah lahan yang belum ada bangunan diatasnya. <!--[endif]-->Ruang administrasi Ruang Administrasi berfungsi untuk melaksanakan berbagai kegiatan kantor. 1. Lokasi sekolah harus berada di wilayah pemukiman yang sesuai dengan cakupan wilayah sehingga mudah di jangkau dan aman dari gangguan bencana alam dan lingkungan yang kurang baik. Ruang tata usaha 2. Ruang keteraampilan <!--[if !supportLists]-->b. <!--[endif]-->Lahan terbangun adalah lahan yang diatasnya berisi bangunan . <!--[endif]-->Ruang pendidikan Ruang pendidikan berfungsi untuk menampung proses kegiatan belajar mengajar teori dan praktek antara lain : a. <!--[if !supportLists]-->b. Ruang Olah raga 6. Ruang Laaboraatorium 5. Ruang teori sejumlah rombel 4.2 <!--[endif]-->RUANG Secara umum jenis ruang di tinjau dari fungsinya dapat di kelompokkan dalam <!--[if !supportLists]-->a.2. <!--[if !supportLists]-->2.<!--[if !supportLists]-->a. Gudang <!--[if !supportLists]-->c. <!--[endif]-->Lahan pengembangan adalah lahan yang di butuhkan untuk pengembangan bangunan dan kegiatan praktek.

2. Ruang WC/ kamar mandi Ruang BP <!--[if !supportLists]-->2. <!--[if !supportLists]-->b. 3. perabot OSIS dsb. jenis perabot ini hanya tidak baku / terstandart secara internasional. Ruang Ibadah 5. <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Perabot administrasi Perabot administrasi adalah perabot yang di gunakan untuk mendukung kegiatan kantor.Ruang penunjang berfungsi untuk menunjang kegiatan yang mendukung proses kegiatan belajar mengajar antara lain : a. <!--[if !supportLists]-->c. 1. sehingga dengan demikian proses pembelajaran tersebut akan berjalan dengan optimal. Ruang UKS Ruang OSIS 7. <!--[endif]-->Perabot pendidikan Perabot pendidikan adalah semua jenis mebel yang di gunakan untuk proses kegiatan belajar mengajar. bentuk dan ukurannya mengacu pada kegiatan itu sendiri. 4.2. Adapun Jenis. Jenis perabot sekolah di kelompokkan menjadi 3 macam : <!--[if !supportLists]-->a. fungsi administrasi. seperti perabot perpustakaan. <!--[endif]-->Perabot penunjang Perabot penunjang adalah perabot yang di gunakan / di butuhkan dalam ruang penunjang. Ruang serbaguna Ruang koperasi sekolah 6.3 <!--[endif]-->PERABOT Secara umum perabot sekolah mendukung 3 fungsi yaitu : fungsi pendidikan.4 <!--[endif]-->ALAT DAN MEDIA PENDIDIKAN Setiap mata pelajaran sekurang ± kurangnya memiliki satu jenis alat peraga praktek yang sesuai dengan keperluan pendidikan dan pembelajaran. . 2. fungsi penunjang. perabot UKS.

<!--[if !supportLists]-->2.2.5 <!--[endif]-->BUKU ATAU BAHAN AJAR Bahan ajar adalah sekumpulan bahan pelajaran yang di gunakan dalam kegiatan proses belajar mengajar. Bahan ajar ini terdiri dari <!--[if !supportLists]-->a. <!--[endif]-->BUKU PEGANGAN Buku pegangan di gunakan oleh guru dan peserta didik sebagai acuan dalam pembelajaran yang bersifat Normatif, adaptif dan produktif. <!--[if !supportLists]-->b. <!--[endif]-->BUKU PELENGKAP Buku ini di gunakan oleh guru untuk memperluas dan memperdalam penguasaan materi <!--[if !supportLists]-->c. <!--[endif]--> BUKU SUMBER Buku ini dapat di gunakan oleh guru dan peserta didik untuk memperoleh kejelasan informasi mengenai suatu bidang ilmu / keterampilan. <!--[if !supportLists]-->d. <!--[endif]-->BUKU BACAAN Buku ini dapat di gunakan oleh guru dan peserta didik sebagai bahan bacaan tambahan (non fiksi) untuk memperluas pengetahuan dan wawasan serta sebagai bahan bacaan (fiksi ) yang bersifat relatif.<!--[if !supportFootnotes]->[4]<!--[endif]--> <!--[if !supportLists]-->2.3 <!--[endif]-->HUBUNGAN ANTARA SARANA DAN

PRASARANA DENGAN PROGRAM PENGAJARAN Jenis peralatan dan perlengkapan yang di sediakan di sekolah dan cara-cara pengadministrasiannya mempunyai pengaruh besar terhadap proses belajar mengajar. Persediaan yang kurang dan tidak memadai akan menghambat proses belajar mengajar , demikian pula administrasinya yang jelek akan mengurangi kegunaan alatalat dan perlengkapan tersebut, sekalipun peralatan dan perlengkapan pengajaran itu keadaannya istimewa. Namun yang lebih penting dari itu semua adalah penyediaan

sarana di sekolah di sesuaikan dengan kebutuhan anak didik serta kegunaan hasilnya di masa mendatang. <!--[if !supportLists]-->2.4 <!--[endif]-->PEMELIHARAAN SARANA DAN

PRASARANA PENDIDIKAN Pemeliharaan merupakan kegiatan penjagaan atau pencegahan dari kerusakan suatu barang, sehingga barang tersebut selalu dalam kondisi baik dan siap pakai. Pemeliharaan dilakukan secara continue terhadap semua barang-barang inventaris kadang-kadang dianggap sebagai suatu hal yang sepele, padahal pemeliharaan ini merupakan suatu tahap kerja yang tidak kalah pentingnya engan tahaptahap yang lain dalam administrasi sarana dan prasarana. Sarana dan prasarana yang sudah dibeli dengan harga mahal apabila tidak dipelihara maka tidak dapat dipergunakan. Pemeliharaan dimulai dari pemakai barang, yaitu dengan berhati-hati dalam menggunakannya. Pemeliharaan yang bersifat khusus harus dilakukan oleh petugas professional yang mempunyai keahlian sesuai dengan jenis barang yang dimaksud. Pelaksanaan barang inventaris meliputi: <!--[if !supportLists]-->a. <!--[endif]-->Perawatan <!--[if !supportLists]-->b. <!--[endif]-->Pencegahan kerusakan <!--[if !supportLists]-->c. <!--[endif]-->Penggantian ringan Pemeliharaan berbeda dengan rehabilitasi, rehabilitasi adalah perbaikan berskala besar dan dilakukan pada waktu tertentu saja.<!--[if !supportFootnotes]-->[5]<!-[endif]--> <!--[if !supportLists]-->2.5 <!--[endif]-->FUNGSI ADMINISTRASI SARANA DAN PRASARANA Selain memberi makna penting bagi terciptanya dan terpeliharanya kondisi sekolah yang optimal administrasi sarana dan prasarana sekolah berfungsi sebagai:

<!--[if !supportLists]-->a. <!--[endif]-->Memberi dan melengkapi fasilitas untuk segala kebutuhan yang di perlukan dalam proses belajar mengajar. <!--[if !supportLists]-->b. <!--[endif]-->Memelihara agar tugas-tugas murid yang di berikan oleh guru dapat terlaksana dengan lancar dan optimal. Fungsi administrasi yang di pandang perlu dilaksanakan secara khusus oleh kepala sekolah adalah : <!--[if !supportLists]-->2.5.1 <!--[endif]-->Perencanaan Perencanaan dapat di pandang sebagai suatu proses penentuan dan penyusunan rencana dan program-program kegiatan yang akan di lakukan pada masa yang akan datangsecara terpadu dan sistematis berdasarkan landasan ,prinsip-prinsip dasardan data atau informasi yang terkait serta menggunakan sumber-sumber daya lainnya dalam rangka mencapai tujuan yang telah di tetapkan sebelumnya. Rencana tersebut hendaknya memiliki sifat-sifat sbb <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Harus jelas Kejelasan ini harus terlihat pada tujuan dan sasaran yang hendak di capai, jenis dan bentuk, tindakan (kegiatan) yang akan di laksanakan, siapa pelaksananya, prosedur, metode dan teknis pelaksananya, bahan dan peralatan yang di perlukan serta waktu dan tempat pelaksanaan <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Harus realistis Hal ini mengandung arti bahwa ; <!--[if !supportLists]-->a. <!--[endif]-->rumusan, tujuan serta target harus mengandung harapan yang memungkinkan dapat di capai baik yang menyangkut aspek kuantitatif maupun kualitatifnya. Untuk itu harapan tersebut harus di susun berdasarkan kondisi dan kemampuan yang di miliki oleh sumberdaya yang ada.

<!--[endif]-->rencana harus memiliki tata urut yang teratur dan di susun berdasarkan skala prioritas. <!--[endif]-->Rencana harus terpadu <!--[if !supportLists]-->a. <!--[endif]-->prosedur. Pengorganisasian ini meliputi langkahlangkah antara lain : <!--[if !supportLists]-->a. <!--[endif]-->Mengidentifikasi tujuan-tujuan dan sasaran yang telah di tetapkan sebelumnya. metode dan teknis pelaksanaan harus relevan dengan tujuan yangnhendak di capai serta harus memungkinkan kegiatan yang telah di pilih dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien. <!--[if !supportLists]-->b. <!--[endif]-->Sumberdaya manusia yang akan melaksanakan kegiatan tersebut harus memiliki kemampuan dan motivasi serta aspek pribadi lainnya yang memungkinkan terlaksananya tugas dan kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya . . <!--[if !supportLists]-->d. <!--[if !supportLists]-->c. <!--[if !supportLists]-->2.<!--[if !supportLists]-->b. berinteraksi dan bergerak bersama secara sinkron kearah tercapainya tujuan dan target yang telah di tetapkan sebelumnya.2 <!--[endif]-->Pengorganisasian Pengorganisasian adalah suatu proses yang menyangkut perumusan dan rincian pekerjaan dan tugas serta kegiatan yang berdasarkan struktur organisasi formal kepada orang-orang yang memiliki kesanggupan dan kemampuan melaksanakan nya sebagai prasyarat bagi terciptanya kerjasama yang harmonis dan optimal ke arah tercapainya tujuan secara efektif dan efisien.5.. <!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->jenis dan bentuk kegiatan harus relevan dengan tujuan dan target yang hendak di capai. <!--[endif]-->rencana harus memperlihatkan unsurunsurnya baik yang bersifat insani maupun non insani sebagai komponenkomponen yang bergantung satu sama sama lain.

5 <!--[endif]-->Pengkoordinasian Fungsi ini menyangkut upaya kepala sekolah untuk menyelaraskan gerak langkah dan memelihara prinsip taat asas (konsisten) pada setiap dan seluruh guru dalam melaksanakan seluruh tugas dan kegiatannya agar dapat tujuan dan sasaran yang telah di rencanakan .5. <!--[if !supportLists]-->2.5. <!--[if !supportLists]-->2.5. kesulitan atau kegagalan dalam melaksanakan tugas. Fungsi ini berlaku sepanjang proses pelaksanaan kegiatan. petunjuk.<!--[if !supportLists]-->b. serta hubungan kerja dengan pihak yangn terkait. Di samping itu penyelarasan dan ketaatan pada sas diupayakan agar fungsi yang satu gengan yang lainnya dapat mercapai dan memenuhi target yang di tetapkan sebelumnya. <!--[endif]-->Memberikan informasi yang jelas kepada guru tentang tugas kegiatan yang harus di laksanakan. .3 <!--[endif]-->Menggerakkan Fungsi ini menyangkut upaya kepala sekolah untuk memberikan pengaruhpengaruh yang dapat menyebabkan guru tergerak untuk melaksanakan tugas dan kegiatannya secara bersama-bersama dalam rangka mencapai tujuan secara efektif dan efisien. <!--[endif]-->Mengkaji kembali pekerjaan yang telah di rencanakan dan merincinya menjadi sejumlah tugasdan menjabarkan menjadi sejumlah kegiatan. <!--[if !supportLists]-->c. <!--[if !supportLists]-->2.4 <!--[endif]-->Memberikan arahan Fungsi ini menyangkut upaya kepala sekolah untuk memberikan informasi. serta bimbingan kepada guru yang di pimpinnya agar terhindar dari penyimpangan. mengenai waktu dan tempatnya.Hal ini di lakukan oleh kepala sekolah melalui pembinaan kerja sama antar guru. <!--[endif]-->Menentukan personil yang memiliki kesanggupan dan kemampuan untuk melaksanakan tugas dan kegiatan tersebut. <!--[if !supportLists]-->d. dan antar guru dengan pihak-pihak luar yang terkait.

<!--[if !supportLists]-->e. <!--[endif]-->Pengendalian yang bersifat perbaikan. <!--[if !supportLists]-->d. <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Mengamati seluruh aspek dan unsur persiapan dan pelaksanaan program-program kegiatan yang telah di rencanakan <!--[if !supportLists]-->b.dengan demikian kepala sekolah dan guru-guru perlu mencari atau menciptakan cara-cara kerja atau hal-hal yang baru yang lebih sesuai dengan kebutuhan.5.6 <!--[endif]-->Pengendalian Fungsi ini mencakup upaya kepala sekolah untuk: <!--[if !supportLists]-->a. <!--[endif]-->Menilai seberapa jauh kegiatan-kegiatan yang ada dapat mencapai sasaran-sasaran dan tujuan. <!--[if !supportLists]-->c. Dengan demikian dalam melaksanakan fungsi ini kepala sekolah dapat menggunakan sekurang-kurangnya 3 pendekatan yaitu : <!--[if !supportLists]-->a.7 <!--[endif]-->Inovasi Fungsi ini menyangkut upaya kepala sekolah untuk menciptakan kondisikondisi yang memungkinkan diri para guru untuk melakukan tindakantindakan atau usaha-usaha yang bersifat kreatif inovatif.<!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Pengendalian langsung <!--[if !supportLists]-->c. <!--[endif]-->Mengidentifikasi permasalahan yang timbul dalam pelaksanaan kegiatan beserta faktor-faktor penyebabnya. Sekurangkurangnya mereka di harapkan mampu dan mau memodifikasi hal-hal atau cara-cara yang lebih baik atau lebih efektif dan . <!--[endif]-->Mengujicobakan atau menerapkan cara pemecahan masalah yang telah dipilih guna menghilagkan atau mengurangi kesenjangan antara harapan dan kenyataan. <!--[endif]-->Mencari dan menyarankan atau menentukan cara-cara pemecahan masalah-masalah tersebut.5. <!--[endif]-->Pengendalian yang bersifat pencegahan <!--[if !supportLists]-->b.

<!--[if !supportLists]-->b. yang terlibat langsung dalam pendidkan tersebut. Mengingat sekolah itu merupakan subsistem pendidikan nasional maka tujuan dari administrasi sarana dan prasarana itu bersumber dari tujuan pendidikan nasional itu sendiri . baik tujuan khusus maupun tujuan secara umum. Administrasi sarana dan prasarana semakin lama di rasakan semakin rumit karena pendidikan juga menyangkut masyarakat atau orang tua murid.6 <!--[endif]-->TUJUAN ADMINISTRASI SARANA DAN PRASARANA Adapun yang menjadi tujuan dari administrasi saran dan prasarana adalah tidak lain agar semua kegiatan tersebut mendukung tercapainya tujuan pendidikan. <!--[endif]-->Jika mampu menemukan atau menciptakan sesuatu hal atau cara baru. agar pembaharuan pendidikan dapat muncul dari warga sekolah . Adapun tujuan dari administrasi sarana dan prasarana itu adalah : <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Harus di sadari bahwa sesuatu yang baru belum tentu lebih baik dari yang lama. <!--[endif]-->mewujudkan situasi dan kondisi sekolah yang baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar . Dalam melakukan fungsi ini kepala sekolah perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut: <!--[if !supportLists]-->a. <!--[if !supportLists]-->2.yang . ia tidak perlu memandang rendah yang lama <!--[if !supportLists]-->c. Oleh karena itu apabila administrasi sarana dan prasarana berjalan dengan baik maka semakin yakin pula bahwa tujuan pendidikan akan tercapai dengan baik.hal ini juga akan menumbuhkan sikap dan daya kreatif warga sekolah itu sendiri. <!--[endif]-->Perlu di konsultasikan kepada pihak-pihak yang berwenang.efisien. sedangkan subsistem administrasi sarana dan prasarana dalam sekolah bertujuan untuk menunjang tercapainya tujuan pendidikan sekolah tersebut.

1 Kesimpulan Kesimpulan dari makalah ini adalah : <!--[if !supportLists]-->3.1. <!--[if !supportLists]-->2.sifat individunya. <!--[endif]-->Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi dalam pembelajaran <!--[if !supportLists]-->3. dan intelektual siswa dalam proses pembelajaran <!--[if !supportLists]-->4.1 <!--[endif]-->Administrasi sarana dan prasarana adalah suatu usaha yang di arahkan untuk mewujudkan suasana belajar mengajar yang efektif dan menyenangkan serta dapat memotivasi siswa untuk belajar dengan baik sesuai dengan kemampuan dan kelengkapan sarana yang ada. budaya serta sifat.1. PENUTUP 3.1.2 <!--[endif]-->Adapun masalah yang sering timbul dalam pemeliharaan sarana dan prasarana di sekolah adalah pengrusakan yang di lakukan oleh siswa ±siswa di sekolah itu sendiri. emosional. <!--[endif]-->Menyediakan dan mengatur fasilitas serta perabot belajar yang mendukung dan memungkinkan siswa belajar sesuai dengan lingkungan sosial.memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan kemampuan semaksimal mungkin.1. 3.4 <!--[endif]-->Tujuan dari administrasi sarana dan prasarana itu bersumber dari tujuan pendidikan nasional.2 Saran . <!--[if !supportLists]-->3. ekonomi. <!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Membina dan membimbing siswa sesuai dengan latar belakang sosial.3 <!--[endif]-->Adapun yang menjadi tujuan dari administrasi saran dan prasarana adalah agar semua kegiatan administrasi sarana dan prasarana mendukung tercapainya tujuan pendidikan <!--[if !supportLists]-->3.

Oteng.<!--[if !supportLists]-->3. Pustaka Setia. Administrasi Pendidikan. !985 Burhanuddin.Diknas.Id <!--[if !supportFootnotes]-->[3]<!--[endif]--> Sutisno. <!--[if !supportFootnotes]-->[2]<!--[endif]--> Http://Media. DAFTAR PUSTAKA Soetjipto. Yusak. Aministrasi Pendidikan. Bandung. Soetjipto. Sutisna. Administrasi Pendidikan. <!--[if !supportFootnotes]-->[5]<!--[endif]--> Prof. Profesi Keguruan. Bandung. Tinggalkan sebuah Komentar . Bab III.2 <!--[endif]-->Sebagai seorang personal administrasi pendidikan berusahalah untuk belajar dan belajar lagi lebih giat dalam memahami dan mendalami administrasi sarana dan prasarana demi terwujudnya tujuan dari pendidikan nasional <!--[if !supportLists]-->3.Go. 2005 <!--[if !supportFootnotes]--> <!--[endif]--> <!--[if !supportFootnotes]-->[1]<!--[endif]--> Yusak Burhanudin.Id Oteng.Go. Jakarta.Diknas. Hlm 77. Profesi Keguruan. Rineka Cipta. Hlm 172. Administrasi Pendidikan. Hlm 53. Hlm 33. Penerbit Angkasa. Bab II.3 <!--[endif]-->Agar kita tidak ketinggalan maka kita harus aktif mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan yang semakin lama semakin berkembang seiring dengan perkembangan zaman supaya tidak gaptek ( gagap teknologi ) . Bab VII. <!--[if !supportFootnotes]-->[4]<!--[endif]--> Ibid«. 2004 Http://Media. Prof.2.2.

interaksi dengan lingkungan yang mendukung. fungsi-fungsi khusus. <!--[if !supportLists]-->d. Sekolah sebagai suatu organisasi di dalamnya terhimpun kelompok-kelompok manusia yang masing-masing baik secara perorangan maupun kelompok saling melakukan hubungan kerja sama untuk mencapai tujuan.PENGELOLAAN SUMBER DAYA MANUSIA DI SEKOLAH 11 f 2008 pada 10:01 am (Administrasi dan Supervisi) Tags: Pendidikan PENDAHULUAN Birokrasi sebagai salah satu sistem dalam pemerintahan. di dalamnya ditandai dengan berbagai indikasi. birokrasi adalah salah satu bentuk ideal organisasi. seperti kedudukan yang bersifat hierarki. tangung jawab dan pembagian kerja (a hierarchy of authority ). <!--[endif]-->Dalam organisasi hubungan kerja sama yang ada di dalamnya bersifat struktural atau merupakan hubungan hierarki yang di dalamnya berisi wewenang. <!--[if !supportLists]-->e. Ciri-ciri organisasi sebagai birokrasi menurut Max Weber adalah sebagai berikut : <!--[if !supportLists]-->a. <!--[endif]-->Di dalam organisasi terdapat sistem komunikasi dan sistem insentif. tugas-tugas. Menurut Max Weber (Wahjosumidjo. Kelompok-kelompok manusia yang dimaksud . <!--[endif]-->Dalam organisasi terdapat aturan yang mengatur proses interaksi diantara orang-orang yang melakukan kerja sama . <!--[if !supportLists]-->b. seorang pakar sosiologi Jerman. hubungan otoritas. 2007 : 62). <!--[endif]-->Dalam interaksi mencapai tujuan ada pembagian tugas. di mana titik sentral dari teori Weber ini diletakkan pada pola-pola interaksi yang legitimatif (legitimate interaction patterns) di antara para anggota organisasi dalam mencapai tujuan dan terlibat dalam kegiatan. <!--[endif]-->Dalam organisasi terdapat proses interaksi antar sekelompok manusia dalam mencapai tujuan. peraturan dan undang-undang yang mengatur pengelolaan. <!--[if !supportLists]-->c.

personel di sekolah meliputi unsur guru yang disebut tenaga edukatif dan unsnur karyawan yang disebut tenaga administratif. Job description ini merupakan manifestasi dari pemberdayaan sumber daya manusia (personal). pustakawan. laboran. sehingga masing-masing kelompok dan orang-orang dengan jelas melakukan tugas apa. Guru sebagai tenaga pendidik. (Burhanuddin. dan bagaimana melakukan tugas tersebut. ( Suryosubroto. Seringkali juga untuk mengasumsikan seorang pegawai menggunakan istilah staf. Demikian juga di dalam kehidupan sekolah. dan kelompok sumber daya manusia yang bertugas sebaai tenaga administrasi yang khusus dalam hal keuangan. PENDAHULUAN 1. guru-guru. tenaga administrasi / staf. 2005 : 65). mengajar dan atau melatih para peserta didik menuju ke arah perubahan . Pembagian tugas ini diadakan untuk mendukung agar proses interaksi antar manusia dapat berjalan dengan baik. 2004 : 86 ). pengelolaan personal ini difokuskan pada pengelolaan staf / karyawan non guru. Pada setiap organisasi di dalamnya selalu ada pembagian tugas. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia staf berarti sekelompok orang yang bekerja sama membantu seorang ketua dalam mengelola sesuatu. Pegawai pada suatu sekolah ialah mereka yang tergabung dalam suatu sekolah untuk melaksanakan tugas dalam rangka mencapai tujuan pendidikan. peserta didik. Karena itu . Staf yang dimaksud dalam bahasan kita adalah sekelompok sumber daya manusia yang bertugas membantu kepala sekolah dalam mencapai tujuan sekolah yang terdiri dari para guru. pembagian tugas ini dilaksanakan dengan tegas oleh kepala sekolah. perlengkapan dan sebagainya. Dalam pembahasan ini. dan kelompok orang tua siswa. kepegawaian. Tinjauan Awal Tentang Personalia Kepegawaian disebut juga personalia dan pegawainya disebut juga personel atau karyawan. ialah sekelompok sumber daya manusia yang ditugasi untuk membimbing. kapan. Pada prinsipnya yang dimaksud personel ialah orang-orang yang melaksanakan sesuatu tugas untuk mencapai tujuan.adalah sumber daya manusia yang terdiri dari : Kepala Sekolah.

Karena masing-masing sumber daya manusia mempunyai peranan yang strategis. pembinaan terhadap personal yang ada menjadi tanggung jawab kepala sekolah sebagai pimpinan tertinggi di suatu sekolah. menentukan kebijaksanaan. mempekerjakan orang. dan sebagainya. namun tetap dalam kondisi yang menyenangkan. . dan memotivasi personil guna mencapai tujuan. mengembangkan. 2. perlengkapan dan sebagainya. seperti mendefinisikan tujuan. Masalah ±masalah itu mencakup beberapa aspek.yang lebih baik. seperti para guru yang professional. Pengelolaan atau manajemen tenaga kependidikan bertujuan untuk memberdayagunakan tenaga kependidikan secara efektif dan efisien untuk mencapai hasil yang optimal. Pustakawan adalah orang yang bergerak di bidang perpustakaan. Banyak masalah yang tidak terpisahkan dari kehidupan sekolah sebagai suatu organisasi. Keberhasilan sekolah sangat ditentukan oleh keberhasilan pimpinannya mengelola tenaga kependidikan yang tersedia di sekolah. Oleh sebab itu. mengembangkan program. mengadakan fasilitas. mencapai hasil dan mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan yang terpisah-pisah. Tenaga administrasi atau administrator adalah pengurus. fungsi personalia yang harus dilaksanakan pimpinan adalah menarik. ahli perpustakaan. penata usaha di bidang-bidang tertentu seperti keuangan. Sehubungan dengan itu. Begitu juga dengan keberhasilan suatu sekolah. kelompok orang-orang yang tidak terlibat dalam tugas mengajar. laboran. Secara umum kita akui bahwa keberhasilan usaha seseorang mempunyai hubungan yang erat dengan kualitas manusia yang melakukan usaha atau tugas tersebut. Semua kegiatan tersebut memerlukan keterlibatan orang-orang dengan latar belakang kemampuan yang berbeda-beda . menggaji. Laboran adalah orang (ahli kimia dan sebagainya) yang bekerja di laboratorium. seperti pustakawan. Menejemen Personalia di Sekolah Keberadaan sumber daya manusia merupakan bagian integral dalam kehidupan suatu sekolah. kepegawaian. Kualitas sumber daya manusia yang nampak melalui kompetensi yang dimilikinya merupakan hal esensial untuk menjadi manusia professional. Konsekwensinya setiap kepala sekolah harus memahami benar mengenai lingkup atau dimensi-dimensi kepegawaian.

lembaga ataupun organisasi.Oleh sebab itu. Untuk mengelola sumber daya manusia agar memiliki kecakapan. keinginan atau harapan. pengadaan pegawai dapat didatangkan secara intern atau dari dalam organisasi saja. b. motivasi serta keahlian yang dimiliki sesuai dengan kebutuhan atau jenis pekerjaan / kedudukan yang diberikan pada mereka. Rekruitmen merupakan proses identifikasi calon-calon staf yang secara potensial akan diterima. Tujuan pokok penempatan adalah mencari kepastian secara maksimal . pada suatu organisasi. Seleksi itu biasanya dilakukan dengan serangkaian ujian baik secar lisan. Dalam rangka memenuhi kebutuhan pegawai pada suatu sekolah. motivasi serta kecakapan / keahlian memang betul-betul telah memiliki persyaratan untuk melaksanakan pekerjaan / jabatan khusus yang akan ditugaskan. maka diperlukan adanya rencana kepegawaian. Namun adakalanya. sehingga tercapai efektivitas sekolah yang pada ujungnya menghasilkan perubahan yang diharapkan pada anak didik. kepala sekolah sebagai seorang pemimpin harus mampu mengolah dan memanfaatkan segala sumber daya manuasi yang ada. motivasi dan kreativitas secara maksimal. Penempatan Bila rekruitmen pegawai telah mendapatkan calon ± calon pegawai yang sesuai dengan kualifikasi pegawai yang ditetapkan. kebutuhan atau harapan. Identifikasi dibedakan menjadi rekruitmen dan seleksi. Sedang seleksi merupakan proses pemilihan calon-calon yang tingkat kualitasnya seperti kepribadian. maka pimpinan menentukan kemungkinan penempatannya. Namun sebelumnya harus dilakukan analisis pekerjaan ( job analysis ) dan analisis jabatan untuk memperoleh diskripsi tentang tugas ± tugas dan pekerjaan yang harus dilaksanakan. maupun praktek. Identifikasi staf atau pegawai merupakan pengenalan terhadap kualitas yang dimiliki oleh para calon staf baik dari sisi derajat kepribadian. maka hendaknya melalui tahapan ± tahapan sebagai berikut : a. Identifikasi staf / pegawai Tahapan ini erat kaitannya dengan rencana pengadaan pegawai. apakah melalui promosi atau mutasi.

Penyesuaian diri Tujuan utama penyesuaian adalah untuk membantu seorang pegawai baru memahami dan beradaptasi pada harapan. Di mana fungsi pembinaan dan pengembangan pegawai merupakan pengelolaan personil yang mutlak perlu. jalur. dan juga kepribadian pegawai. prestasi individu dan peran sertanya dalam kegiatan sekolah.<!--[endif]-->Kerajinan <!--[if !supportLists]-->. yaitu : <!--[if !supportLists]-->. tetapi juga bagi pegawai itu sendiri. 2007 : 42 ± 45 ). peran.<!--[endif]-->Rasa tanggung jawab terhadap tugas . kelebihan. menjaga dan meningkatkan kinerja pegawai. dan pengembangan karir. Evaluasi Untuk mengetahui sejauh mana tingkat kemampuan dan keberhasilan pegawai seorang pimpinan perlu mengadakan evaluasi terhadap kinerja pegawainya. seperti kemampuan.<!--[endif]-->Kepatuhan disiplin kerja <!--[if !supportLists]-->. Bagi para pegawai. kekurangan dan potensi yang pada gilirannya bermanfaat untuk menentukan tujuan. Penampilan yang dimaksud di sini mencakup. c. penilaian berguna sebagai umpan balik berbagai hal.<!--[endif]-->Kemampuan kerja <!--[if !supportLists]-->. Tahapan ini berkaitan erat dengan pembinaan dan pengembangan staf atau pegawai.tentang kesesuaian antara jabatan / tugas yang harus diisi dengan kemampuan dan keahlian individu serta karakteristik pribadi para individu. untuk memperbaiki. ada beberapa hal yang penting untuk dinilai dalam daftar penilian pegawai. Kegiatan ini dapat dilakukan dengan cara on the job training dan in service training. dan mengembangkan rasa ikut memiliki dan mengenali sekolah dan masyarakat. Evaluasi mencakup penilian terhadap tingkat penampilan dari masing-masing personel / staf dalam mencapai hasil yang diharapkan. d. Kegiatan pembinaan dan pengembangan ini tidak hanya menyangkut aspek kemampuan. tetapi juga menyangkut karier pegawai. ( Mulyasa. Menurut Ismed Syarif. Penilaian ini tidak hanya penting bagi sekolah. rencana.

Pemberian kompensasi selain dalam bentuk gaji. 2004 : 90 ± 91 ).<!--[endif]-->Kepemimpinan <!--[if !supportLists]-->. Perbaikan Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan. yang dapat dinilai dengan uang dan mempunyai kecenderungan diberikan secara tetap. e.<!--[endif]-->Pekerjaan pada umumnya ( Suryosubroto. Masalah kompensasi merupakan salah satu bentuk tantangan yang harus dihadapi manajemen. kendaraan.<!--[endif]-->Hubungan kerja sama <!--[if !supportLists]-->. akan tetapi sudah dikaitkan dengan harkat dan martabat manusia. karena imbalan oleh para pegawai tidak lagi dipandang semata-mata sebagai alat pemuas kebutuhan materialnya. 2007: 380 ). fasilitas perumahan.<!--[endif]-->Prakarsa (inisiatif) <!--[if !supportLists]-->. maka perlu adanya perbaikan untuk meningkatkan professionalisme dan memperbaiki kelemahan dan kekurangan pegawai yang telah diidentifikasi.<!--[endif]-->Kelakuan di dalam dan di luar dinas <!--[if !supportLists]-->. Kompensasi adalah balas jasa yang diberikan organisasi kepada pegawai. Pemberhentian pegawai . dapat juga berupa tunjangan.<!--[if !supportLists]-->. f. Hal ini mengacu pada arti daripada pendidikan dan latihan yang merupakan suatu program belajar yang direncanakan untuk menghasilkan anggota staf demi memperbaiki penampilan seseorang yang telah mendapatkan tugas menduduki jabatan ( Wahjosumidjo. Perbaikan itu bisa berupa pendidikan dan latihan yang merupakan suatu bentuk program pengembangan sumber daya manusia ( personal development ). Kompensasi pegawai. g. dan lain-lain.

<!--[endif]-->Memungkinkan sekolah mengatasi ketidakpastian atau kelemahan (infirmity). motivasi dan kreativitas secara maksimal untuk : <!--[if !supportLists]-->a. <!--[endif]-->Mempengaruhi orang-orang biasa. <!--[if !supportLists]-->. .bagi yang berstatus pns.<!--[endif]-->Pemberhentian atas permohonan sendiri. Sebab-sebab pemberhentian pegawai ini dapat dikelompokkan kedalam tiga jenis yaitu : <!--[if !supportLists]-->. dan lain-lain. <!--[if !supportLists]-->d.<!--[endif]-->Pemberhentian oleh sebab-sebab lain. <!--[endif]-->Menciptakan kondisi dan suasana kondusif untuk meningkatkan pertumbuhan sikap kepeloporan / sukarela dan efektifitas individu secara maksimal. <!--[endif]-->Menyesuaikan progam pendidikan secara terusmenerus terhadap kebutuhan hidup individu dan kebutuhan kompetisi di dalam masyarakat yang dinamis.Pemberhentian pegawai merupakan fungsi personalia yang menyebabkan terlepasnya pihak organisasi dan personil dari hak dan kewajiban sebagai lembaga tempat bekerja dan sebagai pegawai. <!--[if !supportLists]-->e. hilang. <!--[endif]-->Menggunakan kepemimpinan yang membentuk organisasi kemanusiaan didalam cara yang sesuai antara kepentingan individu dengan kepentingan sekolah. . habis masa cuti tetapi tidak melaporkan. <!--[if !supportLists]-->b. <!--[if !supportLists]-->c. seperti meninggal dunia. <!--[if !supportLists]-->.<!--[endif]-->Pemberhentian oleh dinas atau pemerintah. Peranan Kepala Sekolah dalam Pengelolaan Personel Seorang kepala sekolah harus mampu mengerakkan sumber daya manusia yang memiliki kecakapan. sehingga mampu tampil dalam bentuk yang luar biasa.3. Untuk selanjutnya mungkin masing-masing pihak terikat dalam perjanjian dan ketentuan sebagai bekas pegawai.

<!--[if !supportLists]-->h. <!--[endif]-->Kedudukan yang tidak aman. <!--[endif]-->Pemberian kompensasi yang tidak seimbang.( Wahjosumidjo. 2007 ). yang menurut William B. <!--[if !supportLists]-->c. <!--[if !supportLists]-->k. <!--[endif]-->Pergantian yang berlebih-lebihan.ketidakadilan pemberian tugas dan kesempatan promosi. <!--[if !supportLists]-->f. <!--[endif]-->Kelambatan dan ketidakhadiran. <!--[if !supportLists]-->b. yang pada akhirnya akan tercipta keserasian antara tujuan organisasi dan usaha-usaha individu. <!--[if !supportLists]-->l. <!--[endif]-->Pemberian penghargaan yang tidak efektif. <!--[endif]-->Supervisi yang tidak tepat. <!--[if !supportLists]-->e. <!--[endif]-->Kesenjangan komunikasi. <!--[if !supportLists]-->g. <!--[endif]-->Keusangan personil. <!--[if !supportLists]-->i. <!--[endif]-->Ketidaklenturan karir. Peranan sumber daya manusia terkait erat dengan keberhasilan sebuah organisasi. <!--[endif]-->Ketiadaan ( lack ) otoritas. Strategi kepegawaian yang mengacu kepada lima hal diatas memerlukan konsentrasi kepemimpinan dalam arti kesungguhan dalam mencapai tujuan organisasi yaitu memelihara para anggotanya. dan . Castetter ( dalam Wahjosumidjo. Dan yang penting juga untuk diketahui bahwa di dalam organisasi seperti sekolah akan selalu terjadi problem kemanusiaan. <!--[endif]-->Rekruitmen dan usaha seleksi yangh tidak produktif. <!--[endif]-->Ketidakpuasan jabatan. <!--[if !supportLists]-->d. 2007 ) adalah sebagai berikut : <!--[if !supportLists]-->a. berinisiatif dan berkreativitas dalam melaksanakan tugas-tugasnya sehingga terjadi hubungan proses administrasi. <!--[if !supportLists]-->j.

<!--[endif]-->Sumber daya manusia merupakan suatu komponen penting dari keseluruhan perencanaan organisasi. yaitu : <!--[if !supportLists]-->a. Jelas sekali dari paparan di atas betapa peranan sumber daya manusia sangat dominan dalam menentukan berhasil tidaknya suatu organisasi sekolah. <!--[endif]-->Dalam meningkatkan efektivitas dan efesiensi sekolah. <!--[if !supportLists]-->c. <!--[if !supportLists]-->f. Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan dan dilaksanakan oleh kepala sekolah agar dapat mencapai efektivitas sekolah. sehingga kepemimpinan kepala sekolah yang mempunyai arti vital dalam proses pendidikan harus mampu mengolah dan memanfaatkan segala sumber daya manusia yang ada sehingga tercapai efektivitas sekolah yang diharapkan akan membawa perubahan pada peserta didik. seorang kepala sekolah harus mampu menegakkan hubungan yang serasi antara tujuan sekolah dengan perilaku sumber daya manusia yang ada. <!--[endif]-->Akibat negative yang tumbuh sehingga klien sekolah seringkali bersekutu dengan tawar menawar bersama ( bargaining ) di dalam sector masyarakat umum. <!--[endif]-->Dalam rangka pengelolaan. <!--[endif]-->Mampu mengkoordinasikan dan mempersatukan usaha seluruh sumber daya manusia kea rah pencapaian tujuan.<!--[if !supportLists]-->m. fungsi sumber daya manusia harus ditumbuhkan sebagai satu kesatuan utama. . <!--[if !supportLists]-->d. Staf memegang peranan penting dalam kehidupan persekolahan. <!--[if !supportLists]-->e. <!--[endif]-->Perilaku sumber daya manusia kea rah pencapaian tujuan dapat dipengaruhi secara positif apabila kepala sekolah mampu melakukan pendekatan secara manusiawai. <!--[endif]-->Sekolah harus secara terus menerus menyesuaikan dengan kondisi internal dan eksternal yang mutakhir. sehingga sudah seharusnya seorang kepala sekolah betul-betul memahami pengelolaan sumber daya manusia mulai dari proses rekrutmen sampai pemberhentian. <!--[if !supportLists]-->b.

Pengelolaan sumber daya manusia harus dilakukan secara professional untuk mencapai hasil yang diharapkan.Oleh karena itu seorang kepala sekolah memiliki tanggung jawab pembinaan sumber daya manusia yang harus diarahkan pada : <!--[if !supportLists]-->a. menghindarkan diri dari sikap dan perbuatan yang bersifat memaksa dan bertindak keras . <!--[if !supportLists]-->c. membujuk ( induce ). berusaha agar para guru. <!--[endif]-->Pencapaian tujuan sekolah. <!--[endif]-->Bantuan terhadap individu untuk memperoleh kedudukan dan standart penampilan kerja kelompok. mampu melakukan perbuatan yang melahirkan kesadaran dan rasa tanggung jawab dengan cara : a. staf dan siswa memacu dan berdiri di depan untuk memberikan inspirasi dalam mencapai tujuan. 2. Demikianlah uraian singkat mengenai pengelolaan sumber daya manusia di sekolah yang dalam hal ini menuntut peran dari kepala sekolah sebagai pimpinan tertinggi di sebuah sekolah. Begitu berat tugas seorang kepala sekolah . <!--[if !supportLists]-->d. 2. staf dan siswa percaya bahwa apa yang diperbuat adalah benar. <!--[endif]-->Pengembangan karier anggota secara maksimal. mendorong timbulnya kemauan yang kuat serta penuh semangat dan percaya diri para guru. staf dan siswa seorang kepala sekolah perlu memperhatikan hal ± hal sebagai berikut : 1. <!--[if !supportLists]-->b. <!--[endif]-->Rekonsiliasi antara tujuan individu-individu dengan tujuan organisasi. memberikan bimbingan dan tuntunan terhadap para guru. berusaha meyakinkan apa yan dilakukan oleh para guru. sehingga untuk mencapai hasil yang diharapkan dari organisasi yang dipimpinnya dia harus memiliki kemampuan : 1. meyakinkan. KESIMPULAN . Untuk dapat berhasil menggerakkan para guru . staf dan siswa adalah benar selama berpegang pada aturan yang berlaku. b. staf dan siswa dalam melaksanakan tugas masing ± masing. mengingat sekolah bukan hanya sebagai agen pembelajaran tapi juga agen perubahan.

evaluasi. kompensasi pegawai sampai pemberhentian pegawai. Baik dari latar belakang social. Maka. Masing ± masing individu itu saling bekerja sama satu dengan yang lain untuk mencapai tujuan yang sama dari organisasi yang menaunginya. Pengelolaan personalia ini dimulai sejak tahap rencana pengadaan pegawai. Pemimpin organisasi yang dalam hal ini diperankan oleh kepala sekolah harus mampu mengelola organisasi dengan baik lebih ± lebih pada aspek pengelolaan personalia sebagai sumber daya manusia yang menjadi motor penggerak suatu organisasi. motivasi. pendidikan bahkan sebagai individu yang memiliki kepribadian yang juga berbeda satu sama lain. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan profil pegawai yang benar ± benar memiliki kualifikasi dari segi keahlian.Sekolah sebagai sebuah organisasi melibatkan begitu banyak individu yang memiliki kecenderungan yang berbeda satu sama lain. dan kreatifitas yang maksimal. penempatan. Dibutuhkan konsentrasi kepemimpinan dalam arti kesungguhan dalam mencapai tujuan organisasi dengan cara : memelihara para anggotanya. perbaikan. Demikianlah kesimpulan akhir dari pengelolaan personel pada suatu organisasi yang dalam hal ini terfokus pada organisasi sekolah . kecakapan. pada akhirnya orang yang paling menentukan keberhasilan suatu sekolah adalah kepala sekolah. Pengelolaan personalia ini dimanifestasikan pada job description yang jelas untuk menghindari terjadinya job overlapping. penyesuaian diri. berinisiatif dan berkreatifitas dalam menjalankan tugas ± tugasnya sehingga terjadi hubungan proses administrative dan akan saling mengaitkan proses administrasi yang pada akhirnya akan tercipta keserasian antara tujuan organisasi dan usaha ± usaha individu. Bukan hal mudah bagi seorang pemimpin organisasi untuk membangun kerja sama yang harmonis dalam organisasi yang menjadi tanggung jawabnya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful