Sistem Pembiayaan Pendidikan

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN JAKARTA Sistem pembiayaan pendidikan merupakan proses dimana pendapatan dan sumber daya tersedia digunakan untuk memformulasikan dan mengoperasionalkan sekolah. Sistem pembiayaan pendidikan sangat bervariasi tergantung dari kondisi masing-masing negara seperti kondisi geografis, tingkat pendidikan, kondisi politik pendidikan, hukum pendidikan, ekonomi pendidikan, program pembiayaan pemerintah dan administrasi sekolah. Sementara itu terdapat beberapa faktor yang perlu diperhatikan untuk mengetahui sesuai tidaknya sistem dengan kondisi negara. Untuk mengetahui apakah sistem tersebut memuaskan, dapat dilakukan dengan cara: i) menghitung berbagai proporsi dari kelompok usia, jenis kelamin, tingkat buta huruf; ii) distribusi alokasi sumber daya pendidikan secara efisien dan adil sebagai kewajiban pemerintah pusat mensubsidi sektor pendidikan dibandingkan dengan sektor lainnya.

Setiap keputusan dalam masalah pembiayaan sekolah akan mempengaruhi bagaimana sumber daya diperoleh dan dialokasikan. Oleh karena itu perlu dilihat siapa yang akan dididik dan seberapa banyak jasa pendidikan dapat disediakan, bagaimana mereka akan dididik, siapa yang akan membayar biaya pendidikan. Demikian pula sistem pemerintahan seperti apa yang paling sesuai untuk mendukung sistem pembiayaan pendidikan. Tanggungjawab pemerintah dalam pembiayaan pendidikan termasuk untuk pendidikan kejuruan dan bantuan terhadap murid. Hal itu perlu dilihat dari faktor kebutuhan dan ketersediaan pendidikan, tanggungjawab orang tua dalam menyekolahkan vs social benefit secara luas, pengaruh faktor politik dan ekonomi terhadap sektor pendidikan. Menurut Levin (1987) pembiayaan sekolah adalah proses dimana pendapatan dan sumber daya tersedia digunakan untuk memformulasikan dan mengoperasionalkan sekolah di berbagai wilayah geografis dan tingkat pendidikan yang berbeda-beda. Pembiayaan sekolah ini berkaitan dengan bidang politik pendidikan dan program pembiayaan pemerintah serta administrasi sekolah. Beberapa istilah yang sering digunakan dalam pembiayaan sekolah, yakni school revenues, school expenditures, capital dan current cost. Dalam pembiayaan sekolah tidak ada pendekatan tunggal dan yang paling baik untuk pembiayaan semua sekolah karena kondisi tiap sekolah berbeda. Setiap kebijakan dalam pembiayaan sekolah akan mempengaruhi bagaimana sumber daya diperoleh dan dialokasikan. Dengan mengkaji berbagai peraturan dan kebijakan yang berbeda-beda di sektor pendidikan, kita bisa melihat konsekuensinya terhadap pembiayaan pendidikan, yakni: y Keputusan tentang siapa yang akan dididik dan seberapa banyak jasa pendidikan dapat disediakan y Keputusan tentang bagaimana mereka akan dididik y Keputusan tentang siapa yang akan membayar biaya pendidikan y Keputusan tentang sistem pemerintahan seperti apa yang paling sesuai untuk mendukung pembiayaan sekolah

Untuk menjawab pertanyaan tersebut di atas, ada dua hal pokok yang harus dapat dijawab, yakni: i) bagaimana sumber daya akan diperoleh, ii) bagaimana sumber daya akan dialokasikan pada berbagai jenis dan jenjang pendidikan/tipe sekolah/kondisi daerah yang berbeda. Terdapat dua kriteria untuk menganalisis setiap hal tersebut, yakni, i) efisiensi yang terkait dengan keberadaan sumber daya yang dapat memaksimalkan kesejahteraan masyarakat dan ii) keadilan yang terkait dengan benefits dan costs yang seimbang. Menurut J. Wiseman (1987) terdapat tiga aspek yang perlu dikaji dalam melihat apakah pemerintahan perlu terlibat dalam masalah pembiayaan pendidikan: y Kebutuhan dan ketersediaan pendidikan terkait dengan sektor pendidikan dapat dianggap sebagai salah satu alat perdagangan dan kebutuhan akan investasi dalam sumberdaya manusia/human capital y Pembiayaan pendidikan terkait dengan hak orang tua dan murid untuk memilih menyekolahkan anaknya ke pendidikan yang akan berdampak pada social benefit secara keseluruhan y Pengaruh faktor politik dan ekonomi terhadap sektor pendidikan Dalam hal pendidikan kejuruan dan industri, M. Woodhall (1987) menjelaskan bahwa di masa lalu pembiayaan pendidikan jenis ini ditanggung oleh perusahaan. Perusahaan memberi subsidi kepada para pekerjanya sendiri. Sekarang peran pemerintah semakin besar dalam pembiayaan ini. Hal itu disebabkan adanya kepentingan ekonomi. Artinya kebijakan ketenagakerjaan, diharapkan dapat meningkatkan kepentingan untuk membagi biaya dan manfaat dari pendidikan ini dengan adil. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pendidikan kejuruan ini adalah: Peran pemerintah dalam membiayai jenis pendidikan ini Perbedaan antara jenis training yang umum dan spesifik Pilihan antara training yang on dan off the job Keseimbangan antara pembiayaan dari pemerintah dan sektor swasta di pendidikan ini Pentingnya praktek kerja sebagai kelanjutan dari jenis pendidikan ini Pembayaran kompensasi selama mengikuti pendidikan ini Sumber daya yang dialokasikan untuk jenis pendidikan ini

y y y y y y y

TUGAS DAN FUNGSI SUPERVISI PENDIDIKAN
I. PENDAHULUAN Pendidikan pada hakekatnya adalah sebuah transformasi yang mengubah input menjadi output. Untuk menjadi output, dalam transformasi tersebut diperlukan suatu proses yang berlangsung secara benar, terjaga serta sesuai dengan apa yang telah ditetapkan. Pada pendidikan, untuk menjamin terjadinya proses yang benar tersebut, diperlukan pengawasan (supervisi). Supervisi ini dilakukan dalam rangka menjamin kualitas (quality assurance) agar sesuai dengan tujuan pendidikan. Pada makalah ini akan dibahas tentang tugas dan fungsi supervisi pendidikan. II. PEMBAHASAN A. Tugas Supervisi Pendidikan. Seorang supervisior dapat dilihat dari tugas yang dikerjakannya. Seorang pemimpin pendidikan yang berfungsi sebagai supervisor tampak jelas perannya. Sesuai dengan pengertian hakiki supervisi, maka supervisi berperan atau bertugas memberi support (supporting), membantu (assisting) dan mengikutsertakan (sharing). Selain itu, seorang supervisior bertugas sebagai: - Koordinator. - Konsultan. - Pemimpin Kelompok. - Evaluator . Tugas lain bagi seorang supervisi atau pengawas akademik, yakni mencakup hal-hal berikut: 1. Mengupayakan agar guru lebih bersungguh-sungguh dan bekerja lebih keras serta bersemangat dalam mengajar. 2. Mengupayakan agar sistem pengajaran ditata sedemikian rupa sehingga berlaku prinsip belajar tuntas, yaitu guru harus berupaya agar murid benar-benar menguasai apa yang telah diajarkan dan tidak begitu saja melanjutkan pengajaran ke tingkat yang lebih tinggi jika murid Belum tuntas penguasaannya. 3. Memberikan tekanan (pressure) terhadap guru untuk mencapai tujuan pengajarannya, dengan disertai bantuan (support) yang memadai bagi keberhasilan tugasnya. 4. Membuat kesepakatan dengan guru maupun dengan sekolah mengenai jenis dan tingkatan dari target output yang harus mereka capai sehubungan dengan keberhasilan pengajaran. 5. Secara berkala melakukan pemantauan dan penilaian (assessment) terhdap keberhasilan (efektifitas) mengajar guru, khususnya dalam kaitannya dengan kesepakatan yang dibuat pada butir (4) di atas. 6. Membuat persiapan dan perencanaan kerja dalam rangka pelaksanaan butir-butir di atas, menyusun dokumentasi dan laporan bagi setiap kegiatan, serta mengembangkan sistem pengelolaan data hasil pengawasan. 7. Melakukan koordinasi serta membuat kesepakatan-kesepakatan yang diperlukan dengan kepala sekolah, khususnya dalam hal yang berkenaan dengan pemantauan dan pengendalian

efektifitas pengajaran serta hal yang berkenaan dengan akreditas sekolah yang bersangkutan. B. Fungsi Supervisi. Secara umum fungsi supervisi adalah perbaikan pengajaran. Berikut ini berbagai pendapat para tentang fungsi supervisi, di antaranya adalah: ‡ Ayer, Fred E, menganggap fungsi supervisi untuk memelihara program pengajaran yang ada sebaik-baiknya sehingga ada perbaikan. ‡ Franseth Jane, menyatakan bahwa fungsi supervisi memberi bantuan terhadap program pendidikan melalui bermacam-macam cara sehingga kualitas kehidupan akan diperbaiki. ‡ W.H. Burton dan Leo J. Bruckner menjelaskan bahwa fungsi utama dari supervisi modern ialah menilai dan memperbaiki faktor-faktor yang mempengaruhi hal belajar. ‡ Kimball Wiles, mengatakan bahwa fungsi supervisi ialah memperbaiki situasi belajar anakanak. Usaha perbaikan merupakan proses yang kontinyu sesuai dengan perubahan masyarakat. Masyarakat selalu mengalami perubahan. Perubahan masyarakat membawa pula konsekuensi dalam bidang pendidikan dan pengajaran. Suatu penemuan baru mengakibatkan timbulnya dimensi-dimensi dan persepektif baru dalam bidang ilmu penegetahuan. Makin jauh pembahasan tentang supervisi makin nampak bahwa kunci supervisi bukan hanya membicarakan perbaikan itu sendiri, melainkan supervisi yang diberikan kepada guru-guru, menurut T.H. Briggs juga merupakan alat untuk mengkoordinasi, menstimulasi dan mengarahkan pertumbuhan guru-guru. Dalam suatu analisa fungsi supervisi yang diberikan oleh swearingen, terdapat 8 fungsi supervisi, yakni: 1. Mengkoordinasi Semua Usaha Sekolah. Koordinasi yang baik diperlukan terhadap semua usaha sekolah untuk mengikuti perkembangan sekolah yang makin bertambah luas dan usaha-usaha sekolah yang makin menyebar, diantaranya: - Usaha tiap guru. - Usaha-usaha sekolah. - Usaha-usaha pertumbuhan jabatan. 2. Memperlengkapi Kepemimpinan Sekolah. Yakni, melatih dan memperlengkapi guru-guru agar mereka memiliki ketrampilan dan kepemimpinan dalam kepemimpinan sekolah. 3. Memperluas Pengalaman. Yakni, memberi pengalaman-pengalaman baru kepada anggota-anggota staff sekolah, sehingga selalu anggota staff makin hari makin bertambah pengalaman dalam hal mengajarnya. 4. Menstimulasi Usaha-Usaha yang Kreatif. Yakni, kemampuan untuk menstimulir segala daya kreasi baik bagi anak-anak, orang yang dipimpinnya dan bagi dirinya sendiri. 5. Memberikan Fasilitas dan Penilaian yang Kontinyu.

Penilaian terhadap setiap usaha dan program sekolah misalnya, memiliki bahan-bahan pengajaran, buku-buku pengajaran, perpustakaan, cara mengajar, kemajuan muridmuridnya harus bersifat menyeluruh dan kontinyu. 6. Menganalisa Situasi Belajar Situasi belajar merupakan situasi dimana semua faktor yang memberi kemungkinan bagi guru dalam memberi pengalaman belajar kepada murid untuk mencapai tujuan pendidikan. 7. Memberi Pengetahuan dan Ketrampilan pada Setiap Anggota Staf. Supervisi berfungsi memberi stimulus dan membantu guru memperkembangkan pengetahuan dan ketrampilan dalam belajar. agar mereka

8. Mengintegrasikan Tujuan dan Pembentukan Kemampuan. Fungsi supervisi di sini adalah membantu setiap individu, maupun kelompok agar sadar akan nilai-nilai yang akan dicapai itu, memungkinkan penyadaran akan kemampuan diri sendiri. Fungís supervior (pengawas) oleh karenanya menjadi penting, sebagaimana tertuang dalam Kepmen PAN Nomor 118/1996 yang menyebutkan bahwa pengawas diberikan tanggung jawab dan wewenag penuh untuk melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan pendidikan, penilaian dan pembinaan teknis serta administratif pada satuan pendidikan. III. KESIMPULAN Dari uraian yang telah disampaikan, dapat disimpulkan bahwa seorang supervisor dapat dilihat dari tugas yang dikerjakannya, suatu tugas yang dilaksanakannya memberi status dan fungsi pada seseorang. Dalam fungsinya nampak perananya dan dari peranannya terdapat tugas-tugas yang harus dilaksnakan oleh seorang supervisor pendidikan seperti yang telah diuraikan sebelumnya. IV. DAFTAR PUSTAKA A, Hasan, Yusuf, dkk., Pedoman Pengawasan, Jakarta: CV Mekar Jaya, 2002. A, Sahertian, Piet, Drs, Prinsip dan Teknik Supervisi Pendidikan, Usaha Nasioanal, Surabaya: 1981. Tim Penyusun Ditjen Baga Islam, Pedoman Pelaksanaan Supervisi Pendidikan Agama, Depag RI Ditjen Baga Islam, Jakarta, 2003.

MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH <!--[if !supportLists]-->A. <!--[endif]-->Dasar dan Tujuan Manajemen Berbasis Sekolah. Manajemen Berbasis sekolah merupakan suatu manajemen sekolah yang disebut juga dengan otonomi sekolah (school autonomy) atau site-based management (Beck & Murphy, 1996). Sejalan dengan belakunya otonomi daerah dalam dunia pendidikan, MBS atau schoolbased management (SBM) menuntut terjadinya perubahan dalam manajemen sekolah. Karena itu, pengelolaan suatu sekolah diserahkan kepada sekolah tersebut, atau sekolah diberikan kewenangan besar untuk mengelola sekolahnya sendiri dengan menggunakan Manajemen Berbasis Sekolah ini. Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) yaitu model pengelolaan yang memberikan otonomi atau kemandirian kepada sekolah atau madrasah dan mendorong pengambilan keputusan partisipatif yang melibatkan secara langsung semua warga sekolah atau madrasah sesuai dengan standar pelayanan mutu yang ditetapkan oleh pemerintah pusat, Provinsi, Kabupaten dan Kota.<!--[if !supportFootnotes]-->[1]<!--[endif]--> Pada prinsipnya MBS bertujuan untuk memberdayakan sekolah dalam menetapkan berbagai kebijakan internal sekolah yang mengarah pada peningkatan mutu dan kinerja sekolah secara keseluruhan.<!--[if !supportFootnotes]-->[2]<!--[endif]--> MBS merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mencapai keunggulan masyarakat bangsa dalam penguasaan ilmu dan teknologi, yang dinyatakan dalam GBHN. MBS, yang ditandai dengan otonomi sekolah dan pelibatan masyarakat merupakan respon pemerintah terhadap gejala-gejala yang muncul di masyarakat, bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, mutu, dan pemerataan pendidikan. peningkatan efisiensi, antara lain, diperoleh melalui keleluasaan mengelola sumber daya partisipasi masyarakat dan penyederhanaan birokrasi. Sementara peningkatan mutu dapat diperoleh, antara lain, melalui partisipasi orang tua terhadap sekolah, fleksibilitas pengelolaan sekolah dan kelas, peningkatan profesionalisme guru dan kepala sekolah. peningkatn pemerataan antara lain diperoleh melalui peningkatan partisipasi masyarakat yang memungkinkan pemerintah lebih berkonsentrasi pada kelompok tertentu.

<!--[endif]-->Meningkatkan tanggung jawab sekolah atau madrasah kepada orang tua. pemerintah tentang mutu sekolah atau madrasah. <!--[if !supportLists]-->2. Bottom-up planning and decision making . Dengan pemberlakuan MBS diharapakan setidaknya dapat diperoleh beberapa keuntungan antara lain. <!--[endif]-->Dapat lebih mengaktifkan atau meningkatkan kepedulian masyarakat untuk ikut bertanggung jawab terhadap kinerja dan keberhasilan sekolah atau madrasah. yaitu: <!--[if !supportLists]-->1.Dalam MBS. Tujuan Manajemen Berbasis Sekolah yakni: <!--[if !supportLists]-->1. tanggung jawab pengambilan keputusan tertentu seperti anggaran. <!--[endif]-->Mendorong kreativitas kepala sekolah untuk mengelola sekolahnya menjadi lebih baik. <!--[endif]-->Meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif sekolah atau madrasah dalam mengelola dan membedayakan sumber daya yang tersedia. <!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]-->Meningkatkan kepedulian warga sekolah atau madrasah dan masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan melalui pengambilan keputusan bersama. provinsi.<!--[if !supportFootnotes]-->[3 B. <!--[endif]-->Dapat mengembangkan tugas pengelolaan sekolah atau madrasah tersebut menjadi tanggung jawab sekolah dan masyarakat. <!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->PRINSIP-PRINSIP MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH Prinsip utama pelaksanaan MBS ada 5 (lima) hal yaitu: 1. <!--[if !supportLists]-->2. Fokus pada mutu 2. <!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Meningkatkan kompetensi yang sehat antar madrasah dan sekolah lain untuk pencapaian mutu pendidikan yang diharapkan. dan kurikulum lebih banyak diletakkan pada tingkat sekolah daripada di tingkat pusat. personel. atau bahkan juga kabupaten/ kota.

Untuk itu. <!--[endif]-->Peningkatan mutu secara berkelanjutan Dalam mengimplementasikan MBS terdapat 4 (empat) prinsip yang harus difahami yaitu: 1. Pengetahuan Kepala sekolah dan seluruh warga sekolah harus menjadi seseorang yang berusaha secara terus menerus menambah pengetahuan dan keterampilan dalam rangka meningkatkan mutu sekolah. Kekuasaan yang dimiliki kepala sekolah akan efektif apabila mendapat dukungan partisipasi dari berbagai pihak. <!--[endif]-->Menjalin kerjasama dengan organisasi di luar sekolah. <!--[endif]-->Membentuk tim-tim kecil di level sekolah yang diberi kewenangan untuk mengambil keputusan yang relevan dengan tugasnya <!--[if !supportLists]-->3. terutama guru dan orangtua siswa. khususnya guru dan orangtua siswa. sekolah harus memiliki sistem pengembangan sumber daya manusia (SDM) lewat berbagai pelatihan atau workshop guna membekali guru dengan berbagai kemampuan yang berkaitan dengan proses belajar mengajar. <!--[if !supportLists]-->2.3. Kekuasaan ini dimaksudkan untuk memungkinkan sekolah berjalan dengan efektif dan efisien. Pemberian kekuasaan secara utuh sebagaimana dalam teori MBS tidak mungkin dilaksanakan dalam seketika. Kekuasaan Kepala sekolah memiliki kekuasaan yang lebih besar untuk mengambil keputusan berkaitan dengan kebijakan pengelolaan sekolah dibandingkan dengan sistem pendidikan sebelumnya. Manajemen yang transparan 4. <!--[endif]-->Melibatkan semua fihak. . Pemberdayaan masyarakat <!--[if !supportLists]-->5. sistem penghargaan. Kekuasaan yang lebih besar yang dimiliki oleh kepala sekolah dalam pengambilan keputusan perlu dilaksanakan dengan demokratis antara lain dengan: <!--[if !supportLists]-->1. melainkan ada proses transisi dari manajemen yang dikontrol pusat ke MBS. dan 4. pengetahuan. sistem informasi. 2. Seberapa besar kekuasaan sekolah tergantung seberapa jauh MBS dapat diimplementasikan. kekuasaan. 3.

yaitu guru. Sistem penghargaan ini diperlukan untuk mendorong karier warga sekolah. dan akuntabilitas sekolah. <!--[if !supportLists]-->C. <!--[endif]-->PROSES PENERAPAN MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH Banyak manfaat yang telah dapat dirasakan baik oleh pemerintah daerah maupun pihak sekolah yang secara langsung menjadi sasaran pelaksanaan. quality control. transparan.dll) Sistem Informasi Sekolah yang melakukan MBS perlu memiliki informasi yang jelas berkaitan dengan program sekolah. baliknya. school review. Infornasi yang amat penting untuk dimiliki sekolah antara lain yang berkaitan dengan: kemampuan guru dan Prestasi siswa. evaluasi. SWOT. self assessment. Hal ini karena dalam melaksanakan program-program berbasis sekolah ini diterapkan mulai prinsip-prinsip dari proses pelaporan manajemen (MBS). <!--[endif]-->Pengetahuan untuk meningkatkan kinerja sekolah. Dengan informasi tersebut warga sekolah dapat mengambil peran dan partisipasi. perencanaan. profesional dan akuntabel. guru.Pengetahuan yang penting harus dimiliki oleh seluruh staf adalah: <!--[if !supportLists]-->1. sampai dengan proses Dengan kata lain program-program yang dilaksanakan menganut prinsip-prinsip demokratis. Disamping itu ketersediaan informasi sekolah akan memudahkan pelaksanaan monitoring. <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Memahami dan dapat melaksanakan berbagai aspek yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan quality assurance. komite sekolah dan tokoh masyarakat setempat dilibatkan . Informasi ini diperlukan agar semua warga sekolah serta masyarakat sekitar bisa dengan mudah memperoleh gambaran kondisi sekolah. karyawan dan siswa. bencmarking. Melalui pelaksanaan program ini para pengelola pendidikan di sekolah termasuk kepala sekolah. Sistem Penghargaan Sekolah yang melaksanakan MBS perlu menyusun sistem penghargaan untuk memberikan penghargaan kepada warga sekolah yang berprestasi. dan umpan pelaksanaan.

Departemen Agama (yang menangani pendidikan MI. guru.secara aktif dalam setiap tahapan kegiatan. MTs dan MA). pembelajaran yang bermutu dan peran serta masyarakat. petugas bimbingan dan penyuluhan (BP) maupun staf kantor. baik tenaga pengajar (guru). Disinilah proses pembelajaran itu berlangsung dan semua pihak saling memberikan kekuatan untuk memberikan yang terbaik bagi kemajuan sekolah. <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Memberdayakan tenaga kependidikan. serta segera dapat diberikan solusi/pemecahan masalah yang diperlukan. unsur komite sekolah pada pelaksanaan peningkatan mutu pembelajaran <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Melakukan supervisi dan monitoring yang sistematis dan konsisten terhadap agar pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan di sekolah yang diketahui berbagai kendala masalah dihadapi. unsur komite sekolah tentang Manajemen Berbasis Sekolah. Badan Perencanaan Kab/Kota. <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Mengadakan pelatihan dan pendampingan sistematis bagi para kepala sekolah. kepala sekolah. Dewan Pendidikan Kab/Kota terutama membantu dalam mengkoordinasikan dan membuat jaringan kerja (akses) ke dalam siklus kegiatan pemerintahan dan pembangunan pada umumnya dalam bidang pendidikan. <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Mengelola kegiatan yang bersifat bantuan langsung bagi setiap sekolah untuk . pejabat-pejabat di tingkat kecamatan. Adapun proses penerapan MBS dapat ditempuh antara lain dengan langkah-langkah sbb : <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Memberdayakan komite sekolah/majelis madrasah dalam peningkatan mutu pembelajaran di sekolah <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Unsur pemerintah Kab/Kota dalam hal ini instansi yang terkait antara lain Dinas Pendidikan.

ekonomi dan apresiasi masyarakat terhadap pendidikan Faktor eksternala yang akan turut menentukan keberhasilan MBS adalah kondisi tingkat pendidikan orangtua siswa dan masyarakat. Rehabilitasi/Pembangunan dengan membentuk dan Tim prasarana khusus Pendidikan. alokasi dana pemerintah dan pemberian kewenangan dalam pengelolaan sekolah atau madrasah menjadi penentu keberhasilan. <!--[endif]-->Kepemimpinan dan manajemen sekolah yang baik MBS aan berhasi jika ditopang oleh kemampuan professional kepala sekolah atau madrasah dalam memimpin dan mengelola sekolah atau madrasah secara efektif dan efisien. untuk sifatnya menangani sekaligus melakukan dukungan dan pengawasan terhadap Tim bentukan sebagai pelaksana kegiatan tersebut. <!--[endif]-->Kondisi social. dan pengawas. <!--[if !supportLists]-->3. kemampuan dalam membiayai pendidikan. serta tingkat apresiasi dalam mendorong anak untuk terus belajar. guru. serta mampu menciptakan iklim organisasi yang kondusif untuk proses belajar mengajar.peningkatan sarana yang dan mutu pembelajaran. <!--[endif]-->Dukungan pemerintah Faktor ini sangat membantu efektifitas implementasi MBS terutama bagi sekolah atau madrasah yang kemampuan orangtua/ masyarakatnya relative belum siap memberikan kontribusi terhadap penyelenggaraan pendidikan. akan sulit dicapai program MBS yang bermutu tinggi serta prestasi siswa.<!--[if !supportFootnotes]-->[4]<!-[endif]--> Kesimpulan . <!--[if !supportLists]-->4. Tanpa profesionalisme kepala sekolah atau madrasah. Faktor Pendukung Keberhasilan Manajemen Berbasis Sekolah <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->profesionalisme Faktor ini sangat strategis dalam upaya menentukan mutu dan kinerja sekolah atau madrasah. <!--[if !supportLists]-->2.

. sumber daya yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal. Paling tidak ada tiga tujuan dilaksanakannya MBS Peningkatan Efesiensi. guru dan siswa untuk melakukan inovasi pendidikan. Satuan Biaya Pendidikan Dasar dan Menengah. pembinaan peserta didik dapat dilakukan secara efektif. Dedi Supriadi. Dengan adanya MBS diharapkan akan memberi peluang dan kesempatan kepada kepala sekolah. PT Remaja Rusda karya.Manajemen berbasis sekolah pada intinya adalah memberikan kewenangan terhadap sekolah untuk melakukan pengelolaan dan perbaikan kualitassecara terus menerus. Bandung 2004. Tujuan MBS adalah untuk mewujudkan kemerdekaan pemerintah daerah dalam mengelola pendidikan. orang tua dan guru. Peningkatan Mutu. Dengan demikian peran pemerintah pusat akan berkurang. kebijakan dan kewenangan sekolah mengarah langsung kepada siswa. Manajemen Berbasis Sekolah Strategi Peningkatan Mutu Pendidikan Pada Madrasah. Dengan adanya MBS maka ada beberapa keuntugan dalam pendidikan yaitu. dapat mengajak semua pihak untuk memajukan dan meningkatkan pelaksanaan pendidikan. Peningkatan Pemerataan Pendidikan. Daftar Pustaka Departemen Agama Direktorat Jenderal Kelembagaan Agama Islam Direktorat Madrasah Dengan Pendidikan Agama Di Sekolah Umum. Sekolah diberi hak otonom untuk menentukan nasibnya sendiri. Dapat juga dikatakan bahwa manajemen berbasis sekolah pada hakikatnya adalah penyerasian sumber daya yang dilakukan secara mandiri oleh sekolah dengan melibatkan semua kelompok kepentingan (stakeholder) yang terkait dengan sekolah secara langsung dalam proses pengambilan keputusan untuk memenuhi kebutuhan peningkatan mutu sekolah atau untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. 2002.

dan persyaratan pengajarnya (Hamzah B. kualitas/mutu. quality. di era organisasi saat ini dan di masa mendatang yang menekankan topik-topik baru seperti diversity. etika. Keberhasilan sekolah yang dipimpinnya sangat ditentukan oleh kepemimpinannya. macam kurikulumnya. Pelaksanaan pendidikan selama ini yang banyak diwarnai dengan pendekatan sarwa negara (state driven) di masa yang akan dating harus berorientasi pada aspirasi masyarakat (putting customers first). 2007 : 5). maka visi pendidikan hendaknya diarahkan untuk menyesuaikan terhadap perubahan paradigma tersebut. maka keberadaan Kepala Sekolah sebagai seorang pimpinan menjadi sangat strategis perannya dalam rangka pengelolaan sekolah sesuai dengan tuntutan perubahan tersebut. pemberdayaan. Supervisi merupakan peran yang strategis bagi Kepala Sekolah dalam melakukan fungsi manajemen dalam pengawasan (controlling). di ruang tata usaha dan pada pertemuan-pertemuan staf pengajar. Setelah mengetahui asprirasi dan kebutuhan mereka. ethics. selama proses aktivitas organisasi sekolah tersebut dilakukan. . Kepala Sekolah sebagai pimpinan dalam menjalankan fungsinya perlu efektif dan efesien. tanggungjawab sosial. dan dari pengenalan ini pendidikan memahami apa aspirasi dan kebutuhannya (need assessment). Pada tataran organisasi. Tuntutan masyaratkan sebagai pelanggan menjadi fokus utama dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi kebutuhan pendidikan masyarakat. Dalam hal ini. dan tim kerja (Primiana. entrepreneurship and organizational learning (keanekaragaman. kinerja wali kelas. Uno. Maksudnya untuk memberikan bantuan pemecahan atas kesulitan-kesulitan yang dialami guru dan pegawai serta melakukan perbaikan-perbaikan baik langsung maupun tidak langsung mengenai kekurangan-kekurangannya. Pendidikan harus mengenali siapa pelanggan. membimbing dan mengawasi seluruh kegiatan pendidikan dan kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan guru yang ditujang oleh pegawai di sekolah. Kepala Sekolah selaku supevisor pendidikan memiliki fungsi mengarahkan. sehingga secara bertahap kualitas dan produktivitas kegiatan belajar mengajar yang dilakukan staf kepala sekolah. dan pegawai tata usaha akan menjadi semakin baik secara berkelanjutan. Sehubungan dengan situasi tersebut. baru ditentukan sistem pendidikan. globalisasi. guru di kelas. Perubahan organisasi tradisional memasuki organisasi baru ditandai dengan perubahan dari ³command and control´ ke berbagai visi. Kepala Sekolah memiliki tugas dan tanggung jawab. di ruangan guru. kewirausahawanan dan perubahan organisasi) tidak cocok bila menggunakan organisasi tradisional tersebut. leading and controlling atau dapat disebut pendekatan manajemen fungsional dikenal berhasil membantu pekerjaan para manajer di era tahun 1960 dan 1970. serta wewenang yang berat dalam rangka mengelola sekolah. organizing. Kepala Sekolah hendaknya melakukan obeservasi yang terus menerus tentang kondisi-kondisi dan sikap-sikap di kelas. sekaligus juga merupakan dorongan permasalahan di bidang pendidikan. Namun. social responsibility.Organisasi tradisonal dengan kerangka kerja planning. maka manajemen berbasis sekolah merupakan acuan yang didasarkan pada Standar Pelayanan Pendidikan (SPP). pembinaan dan pengembangan (development) bagi anggota organisasi. Dalam kerangka ini. maka Kepala Sekolah dituntut untuk dapat menjalankan supervisi sebagai salah satu peran strategisnya dalam melakukan pengelolaan sekolah. 2001 : 51). globalization.

Melalui perbaikan dan pengembangan kinerja profesional yang menangani para peserta didik. 2003 : 155). Supevisi berasal dari kata ³super´ dan ³visi´ yang mengandung arti melihat dan meninjau dari atas atau menilik dan menilai dari atas yang dilakukan oleh atasan terhadap aktivitas. dalam pelaksanaannya kepala sekolah dituntut untuk memiliki kemampuan dan keterampilan dalam melaksanakan supervisi. Peran dari Kepala Sekolah dalam hal ini menjadi sangatlah penting. Increased confidence/meningkatnya kepercayaan (Siagian. serta tanggung jawabnya sebagai bawahan. Hal tersebut penting karena tanpa pengawasan maka seluruh kegiatan program sekolah tidak akan berhasil secara baik. serta secara langsung dapat meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar (Pidarta. mencakup pembinaan dan pengawasan efisiensi pelaksanaan tugas. Commitment/komitmen. Dari pengertian ini. Job performance/kinerja pekerjaan. agar kinerja sekolah yang dikelolanya dapat lebih meningkat. efektifitas penggunaan metode dan teknik mengajar serta produktivitas pendayagunaan sarana prasarana belajar. diperlukan pemahaman yang lebih luas tentang supervisi. pengajaran dan pelatihan peserta didik juga dapat berkembang. dan kinerja bawaha (Mulyasa. maka diperlukan strategi dalam pelaksanaan supervisi tersebut. supervisi bersifat memberikan bimbingan dan memberikan bantuan kepada guru maupun staf sekolah lainnya dalam mengatasi kesulitan. Job satisfaction/kepuasan kerja. Dalam kaitannya dengan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). 1988 dalam Mulyasa. Supervisi bukan mencari-cari kesalahan akan tetapi dalam melakukan supervise Kepala Sekolah harus menitik beratkan perhatiannya pada segala langkah yang telah diputuskan bersama. maka supervisi perlu dilakukan secara efektif. kreativitas. bukan karena atasan namun lebih kepada bagaimana bawahan mau melaksanakan kegiatan/aktivitas pekerjaanya sesuai prosedurprosedur atau aturan. yang ditunjukkan dengan peningkatan kemampuan dalam organisasi. Oleh karena itu. supervisi lebih ditekankan pada pembinaan dan peningkatan kemampuan dan kinerja tenaga kependidikan di sekolah dalam melaksanakan tugas. Untuk dapat menghasilkan supervisi yang berkualitas. Fungsi supervisor diatas. Dalam hal ini. agar pelaksanaan supervisi dapat mengembangkan kebersamaan seluruh anggota organisasi dalam upaya meningkatkan kinerja sekolah. dengan kata lain bahwa keberhasilan dalam melaksanakan supervisi sangat ditentukan oleh keterampilan-keterampilan supervisor. Oleh karena itu. Strategi yang diterapkan dalam rangka pelaksanaan supervisi yaitu : . Melalui perbaikan dan pengembangan kinerja mereka diharapkan usaha pembimbingan. Namun demikian.Efektif berarti dampak positif yang dihasilkan dari melaksanakan supervisi. dan 4. 2003 : 154). 2. Dengan demikian. Bagaimana Strategi Supervisi Setiap kegiatan organisasi sekolah haruslah dilakukan pengawasan oleh kepala sekolah. Hal ini diukur dengan : 1. Bertitik tolak dari penjelasan di atas. Supervisi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari seluruh proses administrasi pendidikan yang ditujukan terutama untuk mengembangkan efektivitas kinerja personalia sekolah yang berhubungan dengan tugas-tugas utama pendidikan. 3. apabila terdapat penyimpangan-penyimpangan tidak dapat diketahui secara dini dan detail. maka pentingnya melakukan supervisi oleh kepala sekolah perlu dilaksanakan secara efektif. sehingga guru dapat tumbuh dan bertambah cakap dalam menerapkan metode dan teknik mengajar guna meningkatkan kualitas hasil belajar siswa. 2004 : 44). tampak bahwa fungsi pokok Kepala Sekolah dalam kedudukan sebagai supervisor adalah membantu guru-guru dalam memecahkan masalah-masalah pendidikan dan pengajaran serta membantu mengembangkan kemampuan profesionalnya.

A DV E R TI S E ME NT .plan (merencanakan)²-> (rencanakembali) do (melaksanakan)²²±>cheq (umpan balik)²±>plan Kesimpulan/Rekomendasi: Berdasarkan penjelasan tersebut. Dengan melaksanakan supervisi secara efektif. oleh karena itu sekolah-sekolah perlu mengembangkannya di tingkat MKS b. B. Dimulai dengan langkah perencanaan (plan). maka akan meningkatkan kinerja sekolah. Supervisi efektif masih perlu dikembangkan untuk mencari strategi dan metode yang lebih baik agar pelaksanaannya mencapai tujuan secara efesien. Supervisi efektif sangat penting. yang pada gilirannya dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat (loyalitas orang tua kepada sekolah) 4. pelaksanaan (do). maka beberapa hal penting dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. maka supervisi perlu dilakukan secara efektif. masih terdapat kendala. Untuk memberikan hasil yang optimal. maka beberapa hal dapat direkomendasikan sebagai saran. dan evaluasi (cheq) atau umpan balik (feed back) 3. Pelaksanaan supervisi secara efektif. antara lain : adanya tugas kedinasan Kepala Sekolah yang mendesak dan urgen padahal program/schedul supervisi sudah dibuat. untuk mengetahui sejauhmana keberhasilan aktivitas organisasi/sekolah telah dilaksanakan 2. Rekomendasi Bertitik tolak dari penjelasan pembahahasan dan kesimpulan yang telah sebutkan. Supervisi merupakan kegiatan penting yang dilakukan oleh Kepala Sekolah. sebagai berikut : a.

Dalam makalah kelompok ini. Hal ini penting. Komponen keuangan dan pembiayaan ini perlu dikelola sebaik-baiknya. Dalam penyelenggaraan pendidikan. terutama dalam rangka MBS (Manajemen Berbasis Sekolah). yang memberikan kewenangan kepada sekolah untuk mencari dan memanfaatkan berbagai sumber dana sesuai dengan kebutuhan masing-masing sekolah karena pada umumnya dunia pendidikan selalu dihadapkan pada masalah keterbatasan dana. Hal tersebut lebih terasa lagi dalam implementasi MBS. yang menuntut kemampuan sekolah untuk merencanakan. keuangan dan pembiayaan merupakan potensi yang sangat menentukan dan merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam kajian manajemen pendidikan. melaksanakan dan mengevaluasi serta mempertanggungjawabkan pengelolaan dana secara transparan kepada masyarakat dan pemerintah. Dengan kata lain setiap kegiatan yang dilakukan sekolah memerlukan biaya. baik itu disadari maupun yang tidak disadari. Komponen keuangan dan pembiayaan pada suatu sekolah merupakan komponen produksi yang menentukan terlaksananya kegiatan belajarmengajar di sekolah bersama dengan komponen-komponen yang lain. agar dana-dana yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang tercapainya tujuan pendidikan. dan didalam makalah ini kami mengambil beberapa literatur dari buku-buku yang menurut kami dapat sesuai dengan pembahasan kami.PENDAHULUAN Keuangan dan pembiayaan merupakan salah satu sumber daya yang secara langsung menunjang efektifitas dan efisiensi pengelolaan pendidikan. apa lagi dalm kondisi krisis pada sekarang ini. kami juga memaparkan sistem manajemen keuangan dalam suatu Negara dan pondok pesantren. yang sayang juga jika dilewatkan. PEMBAHASAN . Kami membuat makalah ini dikarenakan adanya tugas dosen selaku pembimbing mata kuliah administrasi & supervisi pendidikan dan sudah menjadi suatu kewajiban bagi kami selaku mahasiswa untuk menyelesaikannya.

Dalam implementasi MBS. Biaya rutin adalah biaya yang harus dikeluarkan dari tahun ke tahun. baik pemerintah pusat. penggunaan. dan (5) prosedur pemeriksaan. tidak ada kebocorankebocoran. Ordonator adalah pejabat yang berwenang melakukan pengujian dan memerintahkan pembayaran atas segala tindakan yang dilakukan berdasarkan otorisasi yang telah ditetapkan. Sementara biaya pembangunan. Adapun dimensi pengeluaran meliputin biaya rutin dan biaya pembangunan. Otorisator adalah pejabat yang diberi wewenang untuk mengambil tindakan yang mengakibatkan penerimaan dan pengeluaran anggaran. Berkaitan dengan peneriman keuangan dari orang tua dan masyarakat ditegaskan dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional1989 bahwa karena keterbatasan kemampuan pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan dana pendidikan. manajemen komponen keuangan harus dilaksanakan dengan baik dan teliti mulai dari tahap penyusunan anggaran. Adapun bendaharawan adalah pejabat yang berwenang melakukan penerimaan. penyimpanan dan pengeluaran uang atau surat-surat berharga lainnya yang dapat dinilai dengan uang serta diwajibkan membuat perhitungan dan pertanggungjawaban. ordonator dan bendaharawan. pergudangan dan prosedur pendistribusian. fasilitas dan alat-alat pengajaran (barang-barang habis pakai).Sumber keuangan dan pembiayaan pada suatu sekolah secara garis besar dapat dikelompokkan atas tiga sumber. (2) orang tua atau peserta didik. serta bebas dari penyakit korupsi. (2) prosedur akuntansi keuangan. baik mengikat maupun tidak mengikat. daerah maupun kedua-duanya. biaya pemeliharaan gedung. yang bersifat umum atau khusus dan diperuntukkan bagi kepentingan pendidikan. pembangunan gedung. Dalam pelaksanaannya manajemen keuangan ini menagnut azas pemisahan tugas antara fungsi otorisator. (1) prosedur anggaran. misalnya. . biaya pembelian atau pengembangan tanah. seperti gaji pegawai (guru dan non guru). serta biaya atau pengeluaran lain unutk barang-barang yang tidak habis pakai. penambahan furnitur. Komponen utama manajemen keuangan meliputi. tanggung jawab atas pemenuhan dana pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah. perbaikan atau rehab gedung. (4) prosedur investasi. (3) masyarakat. kolusi dan nepotisme. yaitu (1) pemerintah. (3) pembelajaran. efisien. serta biaya operasional.masyarakat dan orang tua. sampai pengawasan dan pertanggungjawaban sesuai dengan ketentuan yang berlaku agar semua dana sekolah benar-benar dimanfaatkan secara efektif.

<!--[if !supportLists]-->2. uang kesejahteraan personel dan gaji serta keuangan yang berhubungan langsung dengan penyelenggaraan sekolah seperti perbaikan sarana dan sebagainya.<!--[endif]-->Pengadaan alat atau bahan manajemen <!--[if !supportLists]-->. <!--[endif]-->Manajemen Pembayaran SPP Dasar hukum penyusutan SPP adalah keputusan bersama tiga menteri yaitu: <!--[if !supportLists]-->. berfungsi sebagai otorisator. <!--[if !supportLists]-->A. demikian pula sekolah.Kepala sekolah dalam hal ini.1 <!--[endif]-->MANAJEMEN KEUANGAN SEKOLAH Setiap unit kerja selalu berhubungan dengan masalah keuangan. Bendaharawan. juga dilimpahi fungsi ordonator untuk menguji hak atas pembayaran. 1606/MK/II/1974) tertanggal: 20 Nopember 1974 SPP dimaksudkan untuk membantu pembinaan pendidikan seperti yang ditunjukkan pada pasal 12 keputusan tersebut yakni membantu penyelengaraan sekolah. disamping mempunyai fungsi-fungsi bendaharawan. kesejahteraan personel.<!--[endif]-->Menteri dalam negeri (No.<!--[endif]-->Pengadaan alat atau bahan pelajaran . Kep. Persoalan yang menyangkut keuangan sekolah pada garis besarnya berkisar pada: uang Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP).221 Tahun 1974) <!--[if !supportLists]--><!--[endif]-->Menteri keuangan (No. dan dilimpahi fungsi ordonator untuk memerintahkan pembayaran. Di bawah ini kami kemukakan beberapa instrumen (format-format) yang mencerminkan adanya kegiatan manajemen keuangan sekolah tersebut. Yang dimaksud penyelenggaraan sekolah ialah: <!--[if !supportLists]-->. sebagi manajer.<!--[endif]-->Menteri P&K (No. tidak dibenarkan melaksanakan fungsi bendaharawan karena berkewajiban melakukan pengawasan kedalam.0257/K/1974) <!--[if !supportLists]-->. Namun. perbaikan sarana dan kegiatan supervisi.

<!--[endif]-->Buku catatan SPMU (Surat Perintah Mengambil Uang) <!--[if !supportLists]-->C.<!--[if !supportLists]-->.<!--[endif]-->Pengadaan perpustakaan sekolah <!--[if !supportLists]-->. <!--[endif]-->Lain-lain Sudah menjadi hal yang umum bahwa guru atau karyawan serin mempunyai sangkut paut tersendiri dalam hal keuangan terutama gaji. pembangunan lokal baru. evaluasi belajar. kartu pribadi. <!--[endif]-->Lager gaji (daftar permintaan gaji) <!--[if !supportLists]-->b. untuk pertanggungjawaban uang tersebut diperlukan beberapa format sebagi berikut: <!--[if !supportLists]-->a. <!--[if !supportLists]-->B.<!--[endif]-->Prakarya dan pelajaran praktek Selanjutnya pada pasal 18 dinyatakan bahwa kedudukan kepala sekolah dalam pengelolaan SPP adalah bendaharawan khusus yang bertanggungjawab dalam penerimaan. <!--[endif]-->Manajemen keuangan yang berasal dari Negara (pemerintah) Yang dimaksud keuangan dari Negara ialah meliputi pembayaran gaji pegawai atau guru dan belanja barang. Bantuan ini dapat berbentuk uang tetapi mungkin pula dalam bentuk lain seperti usaha perbaikan sekolah. penyetoran dan penggunaan dana yang telah ditentukan terutama dan penyelenggaraan sekolah. <!--[endif]-->Manajemen keuangan yang berasal dari BP3 Badan Pembantu Penyelenggaraan Pendidikan (BP3) bertugas memberikan bantuannya dalam penyelenggaraan sekolah. Dalam hubungan ini misalnya kegiatan arisan di sekolah koperasi antar guru dan lain-lain .<!--[endif]-->Penyelenggaraan ulangan. dan sebagainya <!--[if !supportLists]-->D. rapor dan STTB <!--[if !supportLists]-->.

Namun dalam rangka pengelolaan manajemen yang baik seyogyanya didalam pemilahan antara harta kekayaan pesantren dengan individu. termasuk orang tua santri. usaha pembinaan kesejahteraan pegawai kiranya perlu diperhatikan data tersebut.Oleh karenanya kepala sekolah sebagai pemimpin lembaga wajib mengetahui dengan jelas berapa gaji bersih yang diterima oleh anak buahnya. sebab pesantren merupakan lembaga swadana yang tidak memerlukan pertanggung jawaban keuangan yang terlalu pelik kepada penyandang dananya. Ustadz/ Ustadzah atau pengelola lainnya) terhadap pandangan yang kurang baik dari luar pesantren.2 <!--[endif]-->MANAJEMEN KEUANGAN PONDOK PESANTREN <!--[if !supportLists]-->A. agar kekurangan dan kelebihan pesantren dapat diketahui secara transparan oleh pihakpihak lain. Selama ini banyak pesantren yang tidak memisahkan antara harta kekayaan pesantren dengan individu. <!--[endif]-->Rasional Salah satu bagian terpenting dalam manajemen pesantren adalah pengelolaan keuangan. dalam suatu lembaga termasuk pesantren pengelolaan keuangan sering menimbulkan permasalahan yang serius bila pengelolaanya kurang baik. Di pasantren pengelolaan keuangan sebenarnya tidak begitu rumit. disinilah perlunya pengelolaan keuangan dengan baik dan transparan dibudayakan dilingkungan pesantren. <!--[if !supportLists]-->B. walaupun jumlahnya relatif kecil hal itu perlu ada laporan atau penjelasan sederhana sesuai dengan prinsip-prinsip pengelolaan keuangan public kepada masyarakat agar kredibilitas pesantren dimata masyarakat cukup tinggi. <!--[endif]-->Pengertian . <!--[if !supportLists]-->2. Namun demikian karena banyak juga dana yang bersumber dari masyarakat untuk mendanai kegiatan di Pesantren. Pengelolaan keuangan pesantren yang baik ini sebenarnya juga merupakan bagian dari upaya melindungi personil pengelola pesantren (kyai. walaupun disadari bahwa pembiayaan pesantren justru lebih banyak bersumber dari kekayaan individu sebab sumber-sumber lain penopang pesantren kurang memadai.

<!--[endif]-->terbuka dan transparan. dari sumber manapun. <!--[if !supportLists]-->4. pesantren dan dalam masyarakat. maka untuk sumber dana sekolah. dalam pengertian dari dan untuk apa keuangan lembaga tersebut perlu dicatat dan dipertanggung jawabkan serta disertai bukti penggunaannya. dari penyandang dana. baik pemerintah pusat maupun daerah. tidak mewah. Dalam arti luas diartikan sebagai pengurusan dan pertanggung jawaban.Dalam arti sempit. <!--[endif]-->terarah dan terkendali sesuai dengan rencana. pengelolaan keuangan dapat diartikan sebagai tata pembukuan. apakah itu dari pemerintah ataupun dari masyarakat perlu didasarkan prinsip-prinsip umum pengelolaan keuangan sebagai berikut: <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->sedapat mungkin menggunakan kemampuan/ hasil produksi dalam negeri sejauh hal ini dimungkinkan <!--[if !supportLists]-->D. <!--[endif]-->Hemat. pesantren itu tidak hanya diperoleh dari anggaran dan fasilitas dari pemerintah atau penyandang dana tetap saja. <!--[endif]-->Prinsip-prinsip Pengelolaan Keuangan Pendidikan Pondok Pesantren Penggunaan anggaran dan keuangan. <!--[endif]-->Rencana Anggaran Pendapatan Dan Belanja Pondok Pesantren (RAPBPP) Implementasi prinsip-prinsip keuangan diatas pada pendidikan. <!--[if !supportLists]-->C. program/ kegiatan. tetapi dari sumber dan dari ketiga komponen diatas. efisien dan sesuai dengan kebutuhan teknis yang disyaratkan <!--[if !supportLists]-->2. dalam sekolah. <!--[if !supportLists]-->3. baik individual maupun lembaga. khususnya dilingkungan pondok pesantren dan keserasian antara pendidikan dalam keluarga. Untuk itu dipesantren sebenarnya juga perlu dibentuk organisasi orang tua santri yang implementasinya dilakukan denan membentuk komite atau majelis .

serta alokasi sumber-sumber kepada setiap bagian kegiatan.dari hasil usaha <!--[if !supportLists]-->b. artinya rencana pendapatan dan .sumbangan dari pemerintah. tokoh masyarakat.pesantren. <!--[endif]-->Rencana penggunaan keuangan dalam satu tahun yang bersangkutan.kontribusi santri. semua penggunaan keuangan pesantren dalam satu tahun anggaran perlu direncanakan dengan baik agar kehidupan pesantren dapat berjalan dengan baik. <!--[endif]-->Langkah-langkah Penyusunan RAPBPP Suatu hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan RAPBPP adalah harus menerapkan prinsip anggaran berimbang. b). Komite atau majelis tersebut beranggotakan wakil wali santri. Selanjutnya pihak pesantren bersama komite atau majelis pesantren pada setiap awal tahun anggaran perlu bersama-sama merumuskan RAPBPP sebagai acuan bagi pengelola pesantren dalam melaksanakan manajemen keuangan yang baik: <!--[if !supportLists]-->1. pengendalian dan evaluasi kegiatan yang dilakukan pondok pesantren. wakil pemerintah dan wakil ilmuwan/ ulama diluar pesantren dan dapat juga memasukkan kalangan dunia usaha dan industri. Maka seorang penanggung jawab program kegiatan dipesantren harus mencatat anggaran serta melaporkan realisasinya sehingga dapat dibandingkan selisih antara anggaran dengan pelaksanaan serta melakukan tindak lanjut untuk perbaikan. <!--[if !supportLists]-->2. d). termasuk didalamnya keuangan bersumber dari: a). yaitu: <!--[if !supportLists]-->a. pengelola. <!--[endif]-->Pengertian RAPBPP Anggaran adalah rencana yang diformulasikan dalam bentuk rupiah dalam jangka waktu atau periode tertentu. c). Ada dua bagian pokok anggaran yang harus diperhatikan dalam penyusunan RAPBPP. <!--[endif]-->Rencana sumber atau target penerimaan/ pendapatan dalam satu tahun yang bersangkutan. Anggaran memiliki peran penting didalam perencanaan.sumbangan dari individu atau organisasi.

Pada setiap anggaran yang disusun perlu dijelaskan apakah rencana anggaran yang akan dilaksanakan merupakan hal baru atau kelanjutan atas kegiatan yang telah dilaksanakan dalam periode sebelumnya dengan menyebut sumber dana sebelumnya. Maka penyusunannya hendaknya mengikuti langkah-langkah sebagai berikut: <!--[if !supportLists]-->a) <!--[endif]-->Menginventarisasi rencana yang akan dilaksanakan <!--[if !supportLists]-->b) <!--[endif]-->Menyusun rencana berdasarkan skala prioritas pelaksanaannya <!--[if !supportLists]-->c) <!--[endif]-->Menentukan program kerja dan rincian program <!--[if !supportLists]-->d) <!--[endif]-->Menetapkan kebutuhan untuk pelaksanaan rincian program <!--[if !supportLists]-->e) <!--[endif]-->Menghitung dana yang dibutuhkan <!--[if !supportLists]-->f) <!--[endif]-->Menentukan sumber dana untuk membiayai rencana Rencana tersebut setelah dibahas dengan pengurus dan komite atau majelis pesantren. maka sentralisasi pengelolaan keuangan perlu difokuskan pada bendaharawan pesantren. Dalam setiap anggaran yang disusun untuk kegiatan-kegiatan dilingkungan pondok pesantren. paling tidak harus memuat 6 hal atau informasi sebagai berikut: .pengeluaran harus berimbang diupayakan tidak terjadi anggaran pendapatan minus. dalam rangka untuk mempermudah pertanggung jawaban keuangan. Dengan anggaran berimbang tersebut maka kehidupan pesantren akan menjadi solid dan benar-benar kokoh dalam hal keuangan. maka selanjutnya ditetapkan sebagai anggaran pendapatan dan belanja pondok pesantren (APBPP).

<!--[endif]-->Adanya efisiensi atau inefisiensi pengeluaran <!--[if !supportLists]-->b. bisa kurang atau lebih dari jumlah yang telah dianggarkan. <!--[endif]-->Realisasi APBPP Dalam pelaksanaan kegiatan. jumlah yang realisasikan bisa terjadi tidak sama dengan rencana anggarannya. jumlah biaya yang dibutuhkan untuk seluruh volume kebutuhan <!--[if !supportLists]-->e) <!--[endif]-->Jumlah anggaran: jumlah anggaran untuk masing-masing rincian program. program. Ini dapat terjadi karena beberapa sebab: <!--[if !supportLists]-->a. program kerja. uraian rencana kegiatan. <!--[endif]-->Pelaksanaan kegiatan yang tidak sesuai dengan yang telah diprogramkan <!--[if !supportLists]-->d. penanggung jawab. masingmasing sumber dana yang mendukung pembiayaan program. rencana baru atau lanjutan. <!--[if !supportLists]-->3.<!--[if !supportLists]-->a) <!--[endif]-->Informasi rencana kegiatan: sasaran. rincian program <!--[if !supportLists]-->c) <!--[endif]-->Informasi kebutuhan: barang/ jasa yang dibutuhkan. volume kebutuhan <!--[if !supportLists]-->d) <!--[endif]-->Data kebutuhan harga satuan. rencana kegiatan. <!--[endif]-->Penyusunan anggaran yang kurang tepat . dan total anggaran untuk seluruh rencana kegiatan <!--[if !supportLists]-->f) <!--[endif]-->Sumber dana: total sumber dana. <!--[endif]-->Adanya perubahan harga yang tidak terantisipasi <!--[if !supportLists]-->e. <!--[if !supportLists]-->b) <!--[endif]-->Uraian kegiatan program. <!--[endif]-->Terjadinya penghematan atau pemborosan <!--[if !supportLists]-->c.

<!--[endif]-->buku tabungan . Namun demikian prinsip transparansi dan kejujuran dalam pertanggung jawaban tersebut harus tetap dijunjung tinggi. <!--[endif]-->kwitansi atau bukti-bukti pembelian atau bukti penerimaan dan bukti pengeluaran lain <!--[if !supportLists]-->4. ada juga beberapa buku lain yang penting bagi bendaharawan pondok pesantren yaitu: <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Buku kas umum <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Pada setiap akhir tahun anggaran. <!--[endif]-->daftar potongan-potongan <!--[if !supportLists]-->4.<!--[if !supportLists]-->E. bendara harus membuat laporan keuangan kepada komite/ majelis pesantren untuk dicocokkan dengan RAPBPP <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->neraca keuangan juga harus ditunjukkan untuk diperiksa oleh tim pertanggung jawaban keuangan dari komite pondok pesantren selain buku neraca keuangan yang erat hubungannya dengan pengelolaan keuangan. <!--[endif]-->buku persekot uang muka <!--[if !supportLists]-->3. hal tersebut merupakan bentuk transparansi dalam pengelolaan keuangan. <!--[endif]-->daftar gaji/ honorarium <!--[if !supportLists]-->5. <!--[endif]-->laporan keuangan tersebut harus dilampiri bukti-bukti pengeluaran yang ada <!--[if !supportLists]-->3. yang perlu diperhatikan oleh bendaharawan adalah: <!--[if !supportLists]-->1. Dalam kaitan dengan pengelolaan keuangan tersebut. <!--[endif]-->Pertanggung jawaban Keuangan Pondok Pesantren Semua pengeluaran keuangan pondok pesantren dari sumber manapun harus dipertanggung jawabkan.

agar manajemen keuangan dipondok pesantren dapat berjalan dengan baik. Administrator keuangan memiliki kekuasaan yang sangat besar. serta tidak menimbulkan kecurigaan atau fitnah. transparan. memudahkan dilakukan pengawasan terhadap penggunaan anggaran yang ditetapkan. seperti catatan pengeluaran insidentil Buku-buku tersebut perlu diadakan. Ia mengawasi gaji dan semua alat-alat material yang harus dipergunakan dalam pekerjaan administrator lainnya.<!--[if !supportLists]-->6. Oleh karena itu mempersatukan fungsi keuangan dengan adaministrasi umum tujuan pokok kepemimpinan tetapi tidak selalu mudah untuk dicapai. Semua unsur administrasi keuangan erat terjalin. Pokok soal ini adalah bagian dari bidang yang lebih luas disebut keuangan Negara. <!--[if !supportLists]-->2. Terdapat dua buah aspek pada persoalan administrasi keuangan. Administrasi keuangan berurusan dengan penyusunan anggaran belanja.3 <!--[endif]-->MANAJEMEN KEUANGAN NEGARA Sebagaimana halnya dengan organisasi dan kepegawaian. juga keuangan tersangkut secara universal didalam administrasi seperti zat asam didalam udara. pinjaman Negara dan ketatalaksanaan hutang Negara. <!--[endif]-->buku iuran/ kontribusi santri (SPP/ infaq) <!--[if !supportLists]-->7. pemeliharaan dana-dana. Sebuah daripadanya merupakan bidang keuangan Negara yang luas meliputi fungsi-fungsi seperti perhitungan dan pemungutan pajak. menentukan tersedianya dana penyertaan alasan (accompany procurement) dan menimbang tindakan hukum apabila dilakukan pemeriksaan . apakah organisasi berdaya guna. Disini kami sedikit mencoba mempelajari administrasi keuangan sebagai bagian dari administrasi Negara. Ia dapat mengetahui berapa harga setiap barang. pemeriksaan pembukuan dan pembelian. Pembukuan adalah dasar anggaran belanja. apakah pegawai-pegawai melakukan pekerjaan mereka sebagaimana mestinya. Tetapi sekalipun dipandang dari lingkungannya yang lebih sempit melalui pandangan administrator sebagaimana telah dilakukan disini tersangkutlah masalah kebijaksanaan. <!--[endif]-->buku catatan lain-lain yang tidak termasuk diatas. pembukuan.

Pembelian atau usaha memperoleh (procurement) adalah bagian yang luas dari fungsi persediaan dan juga menimbulkan masalah kebijaksanaan yang penting. harus dibangun atas dasar akrual (accrual basis) dan haruslah diperlengkap dengan pembukuan biaya sebagai alat pengawas ketatalaksanaan di dalam mengukur hasil pekerjaan. . ia juga menunjukkan bagaimana daya guna dan prosedur administrative dapat diperbaiki. Administrasi pembelian haruslah atas dasar cukup luas untuk mengambil keuntungan dari potongan (reduksi) dan harga-harga borongan.pembukuan. mengusahakan penyimpanan yang memuaskan dan fasilitas pengangkutan dan juga hendaknya cepat dan tidak kaku. Dipihak lain pemeriksaan pembukuan bukanlah alat ketatalaksanaan kecuali secara tidak langsung dapat dipergunakan untuk memeriksa hasil-hasil. menyimpan pembukuan yang cukup dan memiliki daftar barang secara terperinci berikut perkiraan harganya. PENUTUP Dalam suatu organisasi maupun lembaga sekolah diperlukan sumber daya dalam hal ini adalah faktor keuangan yang menjadi faktor penting dalam menunjang efektifitas dan efisiensi pengelolaan pendidikan. Sebagai syarat utama kedaya gunaan suatu fungsi ketatalaksanaan harus seragam diseluruh pemerintah. Pondok pesantren juga masih memerlukan hak sumber daya keuangan demi terlaksananya suatu proses pendidikan dalam manajemennya sehingga memerlukan pertanggung jawaban yang dapat diketahui oleh semua kalangan mulai dari personil pondok pesantren sendiri maupun dari pihak luar pondok pesantren sehingga dapat diketahui pertanggung jawaban masalah keuangan yang transparan. Seterusnya lagi suatu badan pemeriksaan yang wajar tidak merasa puas semata-mata dengan persoalan-persoalan legalitet dan kejujuran. untuk itu dalam lembaga pendidikan dalam hal ini adalah sekolah mengambil inisiatif dari pendanaan melalui SPP dan juga BP3 yang dapat membantu terlaksananya kegiatan dalam lembaga/ sekolah tersebut. Oleh karena itu pemeriksaan pembukuan haruslah menjadi tanggung jawab badan luar yang lepas dan pada pemerintah ia harus memberikan laporan kepada badan perundang-undangan.

ME. M. Jakarta. Manajemen Pondok Pesantren Dalam Perspektif Global. Dimock. Bandung. 2007. Sulthon. Suryobroto. M. GO. pinjaman Negara serta tatalaksana hutang Negara. Dimock. 1992. 2006. laksBang PRESSindo. Manajemen Berbasis Sekolah. meliputi: pajak. Rineka Cipta. Remaja Rosda Karya. <!--[if !supportLists]--> DAFTAR PUSTAKA Mulyasa.Negara dalam hal ini juga memerlukan proses manajemen keuangan yang dapat ditinjau dari berbagai aspek. dari situlah dapat diketahui suatu anggaran belanja Negara. Manajemen Pendidikan Di Sekolah. 2004. Yogyakarta. dana-dana pemerintahan. Khusnuridlo. Administrasi Negara. Jakarta. Rineka Cipta .

membantu dan mengarahkan´.bidang studi administrasi pendidikan boleh dikatakan masih baru. PEMBAHASAN DASAR-DASAR ADMINISTRASI PENDIDIKAN 1.terus mengalami perkembangan sesuai dengan perkembangan pendidikan negara masing-masing.Dalam bahasa inggris to administer berarti pula´mengatur.dan baru dimasukkan sebagai mata pelajaran decan mata ujian di SGA/SPG sejak tahun ajaran 1965/1966. administrasi pendidikan itu sendiri sebagai ilmu.memelihara dan mengarahkan´.kata ³administrasi´berasl dari bahasa latin yang terdiri atas kata ad dan ministrare.kata ad mempunyai arti yang sama dengan kata to dalam bahasa inggris yang berarti ³ke´atau´kepada´.adcministrasi pendidikan baru diperkenalkan melalui beberapa IKIP sejak tahun 1960-an. Disamping itu.maka diperlukan sebuah penjelasa secara rinci dan mendetail tentang administrasi pendidikan agar para pendidik dapat memahami betapa perlu dan pentingnya administrasi pendidikan itu.Oleh karena itu.(Purwanto:1:2007) Setelah kita mengetahui realita yang terjadi seperti yang sudah tersebut di atas.Indonesia. Khususnya di negara kita. Pengertian Administrasi pendidikan Administrasi dalam pengertian secara harfiah.PENDAHULUAN Dalam dunia pendidikan di Indonesia. Di negara-negara yang sudah maju.Dan kata ministrare sam artinya dengan kata to serve atau to conduct yang berarti´melayani. Oleh karena itu para pendidiki terlebih dahulu harus mengetahui dasar-dasar dari administrasi pendidikan.terutama sejak berakhirnya perang dunia kedua. . Maka dimakalah ini kami akan menjelaskan tentang dasar-dasar administrasi pendidikan.tidak mengherankan jika para pendidik sendiri banyak yang belum dapat memahami betapa perlu dan pentingnya administrasi pendidikan dalam penyelenggaraan dan pengembangan pendidikan pada umumnya.administrasi pendidikan mulai berkembang dengan pesat sejak pertengahan pertama abad ke-20.

makna administrasi dapat di urai paling tidak menjadi lima pengertian pokok. Jadi.spiritual maupun material yang bersangkut paut dengan pencapaian tujuan pendidikan. Dalam batasan tersebut di atas. Dalam pengertian yang luas ini.malayani. Rangkaian kegiatan itu marupakan suatu proses/pengelolaan dari suatu kegiatan yang kompleks. Proses itu dilakukan dalam rangka mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya 5. oleh sebab itu bersifat dinamis 3.menyelenggarakan surat-menyurat dengan segala aspeknya serta mempersiapkan laporan. Prose situ dilakukan bersama oleh sekelompok manusia yang tergabung dalam suatu organisasi 4.didalam proses administrasi pendidikan segenap usaha orang-orang yang terlibat didalam proses pencapaian tujuan pendidikan itu diintegrasikan. istilah administrasi juga dapat diartikan sebagai berikut : ³Administrasi adalah suatu kegiatan atau rangkaian kegiatan yang berupa proses pengelolaan usaha kerjasama sekelompok manusia yang tergabung dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan bersam yang telah ditetapkan sebelumnya agar efektif dan efisien´. yaitu : 1.(Tsauri:2:2007) .Jadi kata´administrasi´ secara harfiah dapat di artikan sebagai suatu kegiatan atau usaha untuk membantu.diorganisasi dan dikoordinasi secara efektif. Administrasi merupakan kegiatan atau kegiatan manusia 2. Administrasi pendidikan dalam pengertian secara luas adalah segenap proses pengerahan dan pengintegrasian segala sesuatu baik personel.dan semua materi yang di perlukan dan yang telah ada dimanfaatkan secara efisien.mengarahkan atau mengatur semua kegiatan didalam mencapai suatu tujuan.mendokumentasika kegiatan.(Purwanto:1:2007) Administrasi dalam pengertian yang sempit yaitu kegiatan ketatausahaan yang intinya adalah kegiatan ruti catat-mencatat. Proses pengelolaan itu dilakukan agar tujuannya dapat dicapai secara efektif dan efisien.

kegiatan tersebut harus dikelola melalui suatu tahapan proses yang merupakan daur (siklus). Fungsi Administrasi Pendidikan Agar kegiatan dalam komponen administrasi pendidikan dapat berjalan dengan baik dan mencapai tujuan.pelaksanaan suatu kegiatan akan mengalami kesulitan dan bahkan kegagalan dalam mencapai tujuan yang diinginkan. supervise kepegawaian dan pembiayaan dan evaluasi. <!--[endif]-->Menentukan dan merumuskan tujuan yang hendak dicapai <!--[if !supportLists]-->2. baik sarana personel maupun material. <!--[endif]-->Merumuskan bagimana masalah-masalah itu akan dipecahkan dan bagaimana pekerjaan-pekerjaan itu akan diselesaikan .2. Perencanaan (Planning) Perencanaan merupakan salh satu syarat mutlak bagi setiap kegiatan administrasi. Perencanaan merupakan kegiatan yang harus dilakukan pada permulaan dan selama kegiatan administrasi itu berlangsung. <!--[endif]-->Meneliti masalah-masalah atau pekerjaanpekerjaan yang akan dilakukan <!--[if !supportLists]-->3. Adapun proses administrasi pendidikan itu meliputi fungsifungsi perencanaan. <!--[endif]-->Menentukan tahap-tahap dan rangkaian tindakan <!--[if !supportLists]-->5. Semua fungsi tersebut satu sama lain bertalian sangat erat. Di dalam setiap perencanaan ada dua faktor yang harus diperhatikan.yaitu faktor tujuan dan faktor sarana. <!--[endif]-->Mengumpulkan daa dan informasi-informasi yang diperlukan <!--[if !supportLists]-->4. a. koordinasi. Untuk menadapat gambaran yang lebih jelas tentang fungsi-fungsitersebut di bawah ini akan diuraikan secara lebih rinci. pengorganisasian. Langkah-langkah dalam perencanaan meliputi hal-hal sebagai berikut : <!--[if !supportLists]-->1. Tanpa perencanaan. komunikasi.

<!--[endif]-->perencanaan harus didasarkan atas tujuan yang jelas <!--[if !supportLists]-->2. juga membatasi kesalahan-kesalahan yangmungkin terjadi dan menghindari adanya duplikasi-duplikasiatau tugas-tugas/pekerjaan rangkap yang dapat menghambat jalannyapenyelesaian.Syarat-syarat perencanaan Dalam menyusun perencanaan syarat-syarat berikut perlu diperhatikan : <!--[if !supportLists]-->1. biaya dan waktu serta kemungkinan penggunaan sumber-sumber daya dan dana yang tersedia sebaik-baiknya <!--[if !supportLists]-->7. biaya dan waktu. perencanaan sebagai suatu fungus administrasi pendidikan dapat disimpulkan sebagai berikut : ³perencanaan(planning) adalah aktivitas memikirkan dan memilih rangkaian tindakan-tindakan yang tertuju pada tercapainya maksu-maksud dan tujuan pedndidikan´. memuat segala uraian serta klarifikasi kegiatan dan rangkaian tindakan sehingga mudah di pedomani dan dijalankan <!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]-->terfdapat perimbangan antara bermacamacam bidang yang akan digarap dalam perencanaan itu. menurut urgensinya masing-masing <!--[if !supportLists]-->6. realistis dan praktis <!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->terinci. . Jadi. <!--[endif]-->diusahakan adanya penghematan tenaga. <!--[endif]-->memiliki fleksibilitas sehingga mudah disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi dan situasi sewaktu-waktu <!--[if !supportLists]-->5. <!--[endif]-->bersifat sederhana. <!--[endif]-->diusahakan agar sedapat mengkin tidak terjadi adanya duplikasi pelaksanaan Merencanakan berarti pula memikirkan tentang penghematan tenaga.

Pengorganisasian sebagai fungsi administrasi pendidikan menjadi tugas utama bagi para pemimpin pendidikan termasuk kepala sekolah. c. wewenang dan tanggung jawab secara terinci menurut bidang-bidang dan bagian-bagian. Pengkoordinasian (Coordinating) Adanya bermacam-macam tugas/pekerjaan yang dilakukan oleh banyak orang. Dengan demikian . Adanya koordinasi yang baik .bakat. minat. Yang perlu diperhatikan dalam pengorganisasian antara lain ialah bahwa pembagian tugas.pengorganisasian sebagai salah satu fungsi administrasi pendidikan dapat disimpulkan sebagai berikut : ³pengorganisasian adalah aktivitas-aktivitas menyusun dan membentuk hubunganhubungan sehingga terwujudlah kesatuan usaha dealam mencapai maksud-maksud dan tujuan-tujuan pendidikan´. sehingga dari situ dapat terciptalah adanya hubungan-hubungan kerjasama yang harfmonis dan lancar menuju pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Di dalam pengorganisasian terdapatadanya pembagian tugas-tugas. memerlukan adanya koordinasi dari seorang pemimpin.b. wewenang dan tanggung jawab hendaknya disesuaikan dengan penglaman. Kita mengetahui bahwa dalam kegiatan sekolah sehari-sehari terdapat bermacam-macam jenis pekerjaan yang memerlukan kecakapandan keterampilan dan tanggung jawab yang berbeda-beda. Keragaman tugas dan pekerjaan semacam itu tidak mungkin dilakukan dan dipikul sendiri oleh seoran pemimpin. Pengorganisasian (Organizing) Pengorganisasian merupakan aktivitas menyusun dan membentuk hubunganhubungan kerja antara orang-orang sehingga terwujud suatu kesatuan usaha dalam mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan. Dlam hal inilah terletak bagaimana kecakapan kepala sekolah mengorganisasi guru-guru dan pegawai sekolah lainnya dalam menjalankan tugasnya sehari-hari sehingga tercipta adanya hubungan kerja sama yang harmonis dan lancar. pengetahuan dan kepribadian masing-masing prang yang dikperlukan dalam menjalankan tugas-tigas tersebut.

pikiran-pkiran.seperti:(a)melaksanakan penjelasan singkat (briefing). sedangkan dalam komunikasi terbatas. Usayha pengkoordinasian dapat dilakukan melalui berbagai cara. Komunikasi Dalam melaksanakan suatu program pendidikan. teknikkteknik dan tujuan-tujuan kedalam hubungan yang harmonis dan produktif dalam mencapai suatu tujuan´.dapat menghindarkan kemungkinan terjadinya persaingan yang tidak sehat dan atau kesimpangsiuran dalam tindakan. d. setiap anggota hanya dapat berhubungan dengan beberapa anggota tertentu saja. Pengkoordinasian diartikan sebagai usaha untuk menyatu padukan kegiatan dari berbagai individu agar kegiatan mereka berjalan selarfas dengan anggota dalam usaha mencapai tujuan. Menurut sifatnya. Proses menyampaikan atau komunikasi ini meliputi lebih dari pada sekedar menyalurkan pikiran-pikiran. Komunikasi secara lisan pada umumnya lebih mendatangkan hasil dan pengertian yang jelas dari pada secara tertulis. Dengan adanya koordinasi yang baik.(c) memberikan unjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis. semua bagian dcan personel dapat bekerja sama menuju ke satu arah tujuan yang telah ditetapkan. Demikian pula komunikasi yang dilakukan secara informal dan secara formal mendatangkan hasil yang berbeda pengaruh dan kejelasannya. .(b)mengadakan rapat kerja.koordinasi sebagai salah satu fungsi administrasi pendidikan dapat disimpulkan sebagi berikut : ³koordinasi adalah aktivitas membawa orang-orang. aktivitas menyebarkan dan menyampaikan gagasan-gagasan dan maksud-maksud ke seluruh struktur organisasi sanat penting. Dalam komunikasi bebas. setiap anggota dapat berkomunikasi dengan setiap anggota yang lain. komunikasi ada dua macam yaitu komunikasi bebas dan komunikasi terbatas.(Soetjipto:137:2004) Dengan demikian.dan (d) memberikan balikan tentang hasil sutu kegiatan. material. gagasan-gagasan dan maksud-maksud secara lisan atau tertulis.

Aktivitas yang dilakukan di dalam kepegawaian antara lain : menentukan. Di dalam pengorganisasian telah dipikirkan dan . memenuhi/mengusahakan syarat-syarat yang diperlukan itu. Pengawasan bertanggung jawab tentang keefektifan program itu. Jadi. memilih. fungsi supervisi yang terpentig adalah : 1. Kepegawaian (Staffing) Sama halnya dengan fungsi-fungsi administrasi pendidikan yang telah diuraikan terdahulu kepegawaian merupakan fungsi yang tidak kalah pentingnya. Oleh karena itu. menempatkan dan membimbing personel. supervisi sebagai salah satu fungsi administrasi pendidikan dapat disimpulkan sebagai berikut : ³supervise sebagai fungsi administrasi pendidikan berarti aktivitas-aktivitas untuk menentukan komdisi-kondisi/syarat-syarat yang esensial yang akan menjamin tercapainya tujuan-tujuan pendidikan´. Dengan demikian . f. Supervisi Setiap pelaksanaan program pendidikan memerlukan adanya pengawasan atau supervise. organisasi sebagai salah satu fungsi administrasi pendidikan dapat disimpulkan sebagai berikut : ³komunikasi dalam setiap bentuknya adalah suatu proses yang hendak mempengaruhi sikap dan perbuatan orang-orang dalam struktur organisasi´.Dengan demikian. Agak berbeda dangan fungsi-fungsi administrasi yang telah dibicarakan. Sebenarnya fungsi kepegawaian ini sudah dijalankan sejak penyusunan perencanaan dan pengorganisasian. dalam kepegawaian yang menjadi titik penekanan ialah personal itu sendiri. supervise haruslah meneliti ada atau tidaknya kondisi-kondisi yang akan memungkinkan tercapainya tujuan-tujuan pendidikan. menentukan kondisi-kondisi/syarat-syarat apakah yang diperlukan 2. e.

semua memerlukan adanya biaya. Setiap kebutuhan organisasi. h. bagaimana pengawasannya. siapa yang akan melaksanakannya 5. perencanaan tentang berapa biaya yang diperlukan 2. bagaimana penggunaanya 4.dll. Penilaian (Evaluating) Evaluasi sebagai fungsi administrasi pendidikan adalah aktivitas untuk meneliti dan mengetahui sampai di mana pelaksanaan yang dilakukan di dalam proses keseluruhan organisasi mencapai hasil sesuai denhan rencana atau program yang telah . itulah sebabnya masalah pembiayaan ini harus sudah mulai dipikirkan sejak pembuatan planning sampai dengan pelaksanaannya. baik personel maupun material. dari mana dan bagaimana biaya itu dapat diperoleh/diusahakan 3. bagaimana pembukuan dan pertangung jawabannya 6. tanpa biaya yang mencukupi tidak mungklin terjamin kelancaran jalannya suatu organisasi. Pembiayaan Biaya/pambiayaan merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam sebuah organisasi karena biaya ini sangat menentukan bagi kelancaran jalannya sebuah organisasi. antara lain : 1. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam fungsi pembiayaan. g..diusahakan agar untuk personel-personel yang menduduki jabatan-jabatan tertentu di dalam struktur organisasi itu dipilih dan di angkat orang-orang yang memiliki kecakapan dan kesanggupan yang sesuai dengan jabatan yang di pegangnya. Dalam hal ini prinsip the right man in the right place selalu di perhatikan.

(Soetjipto:138:2004) Perlu ditekankan disini bahwa fungsi-fungsi pokok yang telah dibicarakan di atas satu sama lain sangat erat hubungannya. dan kesemuanya merupakan suatu proses keseluruhan yang tidak terpisahkan satu sama lain dan merupakan rangkaian kegiatan yang kontinyu. 3. memerlukan adanya evaluasi. Dengan mengetahui kasalahan-kasalahan atau kekurangan-kekurangan serta kemacetan-kemacetan yang diperoleh dari tindakan evaluasi itu. Setiap kegiatan. 2.di tetapkan dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan. <!--[endif]-->Memperoleh fakta-fakta tentang kesukarankesukaran dan untuk menghindari situasi yang dapat merusak <!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]-->Menjamin cara bekerja yang efektif dan efisien <!--[if !supportLists]-->3.(Purwanto:15-22:2007) Secara lebih rinci maksud penilaian (evaluasi) adalah : <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Memajukan kesanggupan para personel dalam mengembangkan organisasi. 3. efektifitas produksi efesiensi kemampuan menyesuaikan diri (adaptivenes) kepuasan kerja . 4. Sergiovanni dan carver (1975) (dalam burhanuddin:2005) menyebutkan empat tujuan administrasi yaitu: 1. <!--[endif]-->Memperoleh dasar bagi pertimbangan apakah pada akhir suatu periode kerja . Tujuan Administrasi Pendidikan Tujuan adminitstrasi pada umumnya adalah agar semua kegiatan mandukung tercapainya tujuan pendidikan atau dengan kata lain administrasi yang digunakan dalam dunia pendidikan diusahakan untuk mencapai tujuan pendidikan. selanjutnya dapat di usahakan bagaimana cara-cara memperbaikinya. baik yang dilakukan oleh unsure pimpinan maupun oleh bawahan. pekejaan tersebut berhasil <!--[if !supportLists]-->2.

<!--[endif]-->Masalah kepegawaian dan kesejahteraan personel sekolah <!--[if !supportLists]-->4. Administrasi tata laksana sekolah Hal ini meliputi : <!--[if !supportLists]-->1. Dalam pencapaian tujuan tersebut harus dilakukan usaha seefisien mungkin. <!--[endif]-->Otorosasi dan anggaran belanja keuangan sekolah <!--[if !supportLists]-->3. dan tenaga seminimal mungkin. Sebagai contoh: sekolah mempinyai fungsi untuk mencapai efektivitas produksi.tetapi memberikan hasil sebaik mungkin. Administrasi personel guru dan pegawai sekolah hal ini meliputi : <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Keuangan dan pembukuannya b. sehingga lulusan tersebut dapat melanjutkan ketingkat berikutnya dan dapat menyesuaikan dirinya dengan lingkunganya yang barudan selanjutnya lulusan ini akan mencari kerja pada perusahaan yang memberikan kepuasan kerja kepada mereka. <!--[endif]-->Masalah perlengkapan dan perbekalan <!--[if !supportLists]-->5. Secara lebih rinci ruang lingkup adcministrasi pendidikan dapat diuraikan sebagai berikut : a.keempat tujuan tersebut digunakan sebagai kriteria untuk menentukan keberhasilan dalam penyelenggaraan sekolah. Ruang Lingkup (Bidang Garapan) Administrasi Pendidikan Administrasi pendidikan mempunyai ruang lingkup/bidang garapan yang sangat luas. <!--[endif]-->Organisasi dan struktur pegawai tata usaha <!--[if !supportLists]-->2. yaitu menghasilkan lulusan yang sesuai dengan tuntutan kurikulum. 4. <!--[endif]-->Pengangkatan dan penempatan tenaga guru . yaitu menggunakan kepuan dana.

<!--[endif]-->Organisasi personel guru-guru <!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Organisasi dan perkumpulan peserta didik <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Masalah kepegawaian dan kesejahteraan guru <!--[if !supportLists]-->4.<!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Masalah kesehatan dan kesejahteraan peserta didik <!--[if !supportLists]-->3. Administrasi peserta didik Hal ini meliputi : <!--[if !supportLists]-->1. Pelaksanaan dan pembinaan kurikulum . <!--[endif]-->Penilaian dan pengukuran kemajuan peserta didik <!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]-->Rencana orientasi bagi tenaga guru yang baru <!--[if !supportLists]-->5. e. Supervisi pengajaran Hal ini meliputi : <!--[if !supportLists]-->1. dan menggunakan metode-metode baru dalam mengajar dan belajar yang lebih baik <!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Usaha membangkitkan dan merangsang semangat guru-guru dan pegawai tata usaha dalam menjalankan tugasnya masingmasing sebaik-baiknya. <!--[endif]-->Mengusahakan cara-cara menilai hasil-hasil pendidikan dan pengajaran. <!--[endif]-->Usaha mengembangkan. <!--[endif]-->Bimbingan dan penyuluhan bagi peserta didik (guidance and counseling) d. mencari. <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Inservice training dan up-grading guru-guru c.

<!--[if !supportLists]-->5. asrama. Hubungan sekolah dengan masyarakat . <!--[endif]-->Mengusahakan. <!--[endif]-->Cara-cara penggunaan gedung sekolah dan fasilitas-fasilitas lainyang efektif dan produktif. disesuaikan dengan pembaharuan pendidikan dan pengajaran serta kebutuhan mesyarakat dan lingkungan sekolah <!--[if !supportLists]-->3. Kurikulum meripakan pedoman bagi para guru dalam menjalankan tugasnya. <!--[endif]-->Menentukan jumlah dan luas ruanganruangan kelas. <!--[endif]-->menyusun dan melaksanakan organisasi kurikulum beserta materi-materi. lapangan olah raga.Hal ini meliputi : <!--[if !supportLists]-->1. f.dan sebagainya. sumber-sumber dan metode-metode pelaksanaanya. <!--[endif]-->Mempedomani dan merealisasikan apa yang tercantum di dalam kurikulum sekolah yang bersangkutan dalam usaha mencapai dasar-dasar dan tujuan pendidikan dan pengajaran <!--[if !supportLists]-->2. <!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]-->kurikulum bukanlah merupakan sesuatu yang harus didikuti dan diturut begitu saja dengan mutlak tanpa perubahan dan penyimpangan sedikitpun. serta pemeliharaannya secara kontinyu. <!--[endif]-->Alat-alat perlengkapan sekolah dan alat-alat pelajaran yang dibutuhkan g. gudang. Pendirian dan perencanaan bangunan sekolah Hal in meliputi : <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Cara memilih letak dan menentukan luas tanah yang dibutuhkan <!--[if !supportLists]-->2. merencanakan dan menggunakan biaya pendirian gedung sekolah <!--[if !supportLists]-->3. kantor.

Adanya tiugas/fungsi yang harus dilaksanakn maksudnya ada sebuah kerjasama dari sekelompok orang 3. Adanya non manusia seperti peralatan dan perlengkapan yang diperlukan dan yang harus ditata 5. pelaksanaan kurikulum. Prinsip-prinsip Administrasi Pendidikan Prinsip merupakan sesuatu yang di buat sebagai pegangan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.mencakup didalamnya administrasi personel guru dan pegawai sekolah.Hal ini mencakup hubungan sekolah dengan sekolah-sekolah lain. Adanya sumber daya manusia (SDM) atau sekelompokmanusia (sedikitnya dua orang) untuk ditata 2. Dari apa yang telah diuraikan di atas. Koordinasi tentang wewenang dan tanggung jawab. penyusunan silabus. ruang lingkup yang tercakup di dalam administrasi pendidikan dapat dikelompokkan sebagai berikut : 1. dan juga administrasi peserta didik. pembinaan kurikulum. Administrasi personel.(Tsauri:13-16:2007) 5. 2. diantara prinsip-prinsip tersebut adalah : Memiliki tujuan yang jelas Tiap anggota dapat memahami dan menerima tujuan tersebut Adanya kesatuan arah sehingga dapat menimbulkan kesatuan tindakan dan pikiran Adanya kesatuan perintah (Unity of command). 2. Administrasi material.Diantara prinsip-prinsip administrasi pendidikan antara lain : 1. 5.yang mencakup didalamnya penyusunan kurikulum. dan lainlain. Administrasi kurikulum. seperti pembagian tugas mengajar pada guru-guru. para bawahan hanya mempunyai seorang atasan langsung dari padanya menerima perintah atau bimbingan dan kepada siapa ia harus mempertanggung jawabkan hasil pekerjaannya. 3. . sosiologis dan produktif yang dapat mendatangkan keuntungan dan perbaikan serta kemajuan bagi kedua belah pihak. Adanya tujuan yang hendak di capai bersama dari kerjasama tersebut. 3.(Purwanto:2007) Ada sebuah prinsip-prinsip administrasi yang menyinggung organisasi. hubungan sekolah dengan instansi-instansi dan jawsatan-jawatan lain dan hubungan sekolah dengan masyarfakat pada umumnya. Adanya penataan/pengaturan dari kerjasama tersebut 4. Hendaknya semua hubungan itu merupakan hubungan kerjasama yang bersifat pedagogis. 4.yaitu kegiatan administrasi yang menyangkut bidang-bidang materi/benda-benda seperti :ketatausahaan sekolah.dan sebagainya. maksudnya ada keseimbangan antara wewenang dan tanggung jawab masing-masing anggota 1. administrasi keuangan.

<!--[endif]-->pengkoordinasian (coordination) koordinasi adalah aktivitas membawa orang-orang. <!--[endif]-->komunikasi komunikasi dalam setiap bentuknya adalah suatu proses yang hendak mempengaruhi sikap dan perbuatan orang-orang dalam struktur organisasi´. Administrasi pendidikan juga memiliki sebuah fungsi. pikiran-pkiran.6. <!--[if !supportLists]-->5. <!--[endif]-->perencanaan (planning) ³perencanaan(planning) adalah aktivitas memikirkan dan memilih rangkaian tindakan-tindakan pedndidikan´. teknikkteknik dan tujuan-tujuan kedalam hubungan yang harmonis dan produktif dalam mencapai suatu tujuan´ <!--[if !supportLists]-->4. material. <!--[if !supportLists]-->2. keahlian dan bakat masing-masing. <!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->supervisi yang tertuju pada tercapainya maksu-maksud dan tujuan .(Tsauri:22:2007) PENUTUP Administrasi pendidikan adalah suatu kegiatan kerja sama atau proses pengintegrasian segala sesuatu baik personal maupun material yang tergabung dalam orgaisasi pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan sebelumnya agar efektif dan efisien. Adanya pembagian tugas atau pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan. sehingga dapat menimbulkan kerjasama yang harfmonis dan kooperatif. <!--[endif]-->pengorganisasian (organizing) ³pengorganisasian adalah aktivitas-aktivitas menyusun dan membentuk hubunganhubungan sehingga terwujudlah kesatuan usaha dealam mencapai maksud-maksud dan tujuan-tujuan pendidikan´. diantara fungsi administrasi pendidikan adalah: <!--[if !supportLists]-->1.

<!--[endif]-->pembiayaan (budgeting) Biaya/pambiayaan merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam sebuah organisasi karena biaya ini sangat menentukan bagi kelancaran jalannya sebuah organisasi. tanpa biaya yang mencukupi tidak mungklin terjamin kelancaran jalannya suatu organisasi. Adapun tujuan dari administrasi pendidikan adalah: 1. f. administrasi tata laksana sekolah administrasi personel guru dan pegawai sekolah administrasi peserta didik supervisi pengajaran pelaksanaan dan pembinaan kurikulum pendirian dan perencanaan bangunan sekolah . memilih. efektifitas produksi efesiensi kemampuan menyesuaikan diri (adaptivenes) kepuasan kerja administrasi pendidikan juga memiliki sebuah ruang lingkup (bidang garapan) didalam pengelolaannya.³supervise sebagai fungsi administrasi pendidikan berarti aktivitas-aktivitas untuk menentukan komdisi-kondisi/syarat-syarat yang esensial yang akan menjamin tercapainya tujuan-tujuan pendidikan´. 4. menempatkan dan membimbing personel. <!--[if !supportLists]-->7. <!--[endif]-->penilaian (evaluating) Evaluasi sebagai fungsi administrasi pendidikan adalah aktivitas untuk meneliti dan mengetahui sampai di mana pelaksanaan yang dilakukan di dalam proses keseluruhan organisasi mencapai hasil sesuai denhan rencana atau program yang telah di tetapkan dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan. d. <!--[endif]-->kepegawaian (staffing) dalam kepegawaian yang menjadi titik penekanan ialah personal itu sendiri. 3. Aktivitas yang dilakukan di dalam kepegawaian antara lain : menentukan. Diantara administrasi pendidikan adalah: a. 2. e. <!--[if !supportLists]-->8. <!--[if !supportLists]-->6. b. c.

2007.Ngalim. Hal tersebut lebih terasa lagi dalam implementasi MBS.2007.2005.Profesi keguruan. Adanya SDM (sumber daya manusia/personal) yang harus ditata 4.g.Bandung:Pustaka setia Purwanto.Administrasi pendidikan.2004.Sofyan.Administrasi dan supervisi pendidikan. Adanya tujuan yang hendak dicapai bersama dari kerjasama tersebut DAFTAR PUSTAKA Burhanuddin. Adanya penataan dan pengaturan dari kerja sana tsb 3. Diantara prinsip-prinsip administrasi pendidikan adalah: 1.Administrasi pendidikan dan supervisi pendidikan. yang menuntut kemampuan sekolah untuk . Adanya peralatan dan perlengkapan (non manusia ) yang harus ditata 5. Adanya kerja sama sekelompok orang 2.Raflis.Jakarta:PT Rineka Cipta Tsauri.Yusak.Bandung:PT Remaja Rosda Karyta Soetjipto dan Kosasi.Jember:Center for society studies 1 Komentar MANAJEMEN KEUANGAN DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN DAN NEGARA 15 f 2008 pada 1:50 pm (Administrasi dan Supervisi) Tags: Pendidikan PENDAHULUAN Keuangan dan pembiayaan merupakan salah satu sumber daya yang secara langsung menunjang efektifitas dan efisiensi pengelolaan pendidikan. hubungan sekolah dan masyarakat didalam administrasi pendidikan terdapat pulasebuah prinsip-prinsip yang dapat menunjang kegiatan administrasi dan mencapai tujuan administrasi pendidikan karena prinsip ini merupakan sesuatu yang dijadikan sebagai pengayaan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Berkaitan dengan peneriman keuangan dari orang tua dan masyarakat ditegaskan dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional1989 bahwa karena keterbatasan . apa lagi dalm kondisi krisis pada sekarang ini. yang sayang juga jika dilewatkan. Komponen keuangan dan pembiayaan pada suatu sekolah merupakan komponen produksi yang menentukan terlaksananya kegiatan belajarmengajar di sekolah bersama dengan komponen-komponen yang lain. (3) masyarakat. keuangan dan pembiayaan merupakan potensi yang sangat menentukan dan merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam kajian manajemen pendidikan. Komponen keuangan dan pembiayaan ini perlu dikelola sebaik-baiknya. Dalam penyelenggaraan pendidikan. daerah maupun kedua-duanya. terutama dalam rangka MBS (Manajemen Berbasis Sekolah). yaitu (1) pemerintah. melaksanakan dan mengevaluasi serta mempertanggungjawabkan pengelolaan dana secara transparan kepada masyarakat dan pemerintah. kami juga memaparkan sistem manajemen keuangan dalam suatu Negara dan pondok pesantren.merencanakan. baik itu disadari maupun yang tidak disadari. Kami membuat makalah ini dikarenakan adanya tugas dosen selaku pembimbing mata kuliah administrasi & supervisi pendidikan dan sudah menjadi suatu kewajiban bagi kami selaku mahasiswa untuk menyelesaikannya. dan didalam makalah ini kami mengambil beberapa literatur dari buku-buku yang menurut kami dapat sesuai dengan pembahasan kami. agar dana-dana yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang tercapainya tujuan pendidikan. Hal ini penting. PEMBAHASAN Sumber keuangan dan pembiayaan pada suatu sekolah secara garis besar dapat dikelompokkan atas tiga sumber. Dengan kata lain setiap kegiatan yang dilakukan sekolah memerlukan biaya. baik pemerintah pusat. yang bersifat umum atau khusus dan diperuntukkan bagi kepentingan pendidikan. yang memberikan kewenangan kepada sekolah untuk mencari dan memanfaatkan berbagai sumber dana sesuai dengan kebutuhan masing-masing sekolah karena pada umumnya dunia pendidikan selalu dihadapkan pada masalah keterbatasan dana. baik mengikat maupun tidak mengikat. (2) orang tua atau peserta didik. Dalam makalah kelompok ini.

(3) pembelajaran. Komponen utama manajemen keuangan meliputi. serta biaya operasional. tidak dibenarkan melaksanakan fungsi bendaharawan karena berkewajiban melakukan pengawasan kedalam. Sementara biaya pembangunan. sebagi manajer. Dalam pelaksanaannya manajemen keuangan ini menagnut azas pemisahan tugas antara fungsi otorisator. pergudangan dan prosedur pendistribusian. <!--[if !supportLists]-->2. (1) prosedur anggaran. serta biaya atau pengeluaran lain unutk barang-barang yang tidak habis pakai. disamping mempunyai fungsi-fungsi bendaharawan. Biaya rutin adalah biaya yang harus dikeluarkan dari tahun ke tahun. Ordonator adalah pejabat yang berwenang melakukan pengujian dan memerintahkan pembayaran atas segala tindakan yang dilakukan berdasarkan otorisasi yang telah ditetapkan. berfungsi sebagai otorisator. Kepala sekolah dalam hal ini. kolusi dan nepotisme.1 <!--[endif]-->MANAJEMEN KEUANGAN SEKOLAH .masyarakat dan orang tua. tidak ada kebocorankebocoran. tanggung jawab atas pemenuhan dana pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah. Bendaharawan. biaya pemeliharaan gedung. Adapun bendaharawan adalah pejabat yang berwenang melakukan penerimaan. Otorisator adalah pejabat yang diberi wewenang untuk mengambil tindakan yang mengakibatkan penerimaan dan pengeluaran anggaran. sampai pengawasan dan pertanggungjawaban sesuai dengan ketentuan yang berlaku agar semua dana sekolah benar-benar dimanfaatkan secara efektif. penambahan furnitur. (2) prosedur akuntansi keuangan. perbaikan atau rehab gedung. manajemen komponen keuangan harus dilaksanakan dengan baik dan teliti mulai dari tahap penyusunan anggaran. misalnya. dan (5) prosedur pemeriksaan. Dalam implementasi MBS. seperti gaji pegawai (guru dan non guru). Adapun dimensi pengeluaran meliputin biaya rutin dan biaya pembangunan. biaya pembelian atau pengembangan tanah. dan dilimpahi fungsi ordonator untuk memerintahkan pembayaran. pembangunan gedung. (4) prosedur investasi. penyimpanan dan pengeluaran uang atau surat-surat berharga lainnya yang dapat dinilai dengan uang serta diwajibkan membuat perhitungan dan pertanggungjawaban. penggunaan. ordonator dan bendaharawan. juga dilimpahi fungsi ordonator untuk menguji hak atas pembayaran. Namun. efisien. fasilitas dan alat-alat pengajaran (barang-barang habis pakai).kemampuan pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan dana pendidikan. serta bebas dari penyakit korupsi.

<!--[endif]-->Pengadaan perpustakaan sekolah <!--[if !supportLists]-->.<!--[endif]-->Penyelenggaraan ulangan.<!--[endif]-->Menteri dalam negeri (No. uang kesejahteraan personel dan gaji serta keuangan yang berhubungan langsung dengan penyelenggaraan sekolah seperti perbaikan sarana dan sebagainya. 1606/MK/II/1974) tertanggal: 20 Nopember 1974 SPP dimaksudkan untuk membantu pembinaan pendidikan seperti yang ditunjukkan pada pasal 12 keputusan tersebut yakni membantu penyelengaraan sekolah.<!--[endif]-->Menteri P&K (No. perbaikan sarana dan kegiatan supervisi.Setiap unit kerja selalu berhubungan dengan masalah keuangan. Yang dimaksud penyelenggaraan sekolah ialah: <!--[if !supportLists]-->.221 Tahun 1974) <!--[if !supportLists]--><!--[endif]-->Menteri keuangan (No. Kep. demikian pula sekolah. evaluasi belajar. <!--[if !supportLists]-->A.0257/K/1974) <!--[if !supportLists]-->.<!--[endif]-->Pengadaan alat atau bahan pelajaran <!--[if !supportLists]-->. Di bawah ini kami kemukakan beberapa instrumen (format-format) yang mencerminkan adanya kegiatan manajemen keuangan sekolah tersebut. kesejahteraan personel. Persoalan yang menyangkut keuangan sekolah pada garis besarnya berkisar pada: uang Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP). <!--[endif]-->Manajemen Pembayaran SPP Dasar hukum penyusutan SPP adalah keputusan bersama tiga menteri yaitu: <!--[if !supportLists]-->. kartu pribadi. rapor dan STTB <!--[if !supportLists]-->.<!--[endif]-->Pengadaan alat atau bahan manajemen <!--[if !supportLists]-->.<!--[endif]-->Prakarya dan pelajaran praktek .

<!--[endif]-->Lain-lain Sudah menjadi hal yang umum bahwa guru atau karyawan serin mempunyai sangkut paut tersendiri dalam hal keuangan terutama gaji. <!--[if !supportLists]-->2.2 <!--[endif]-->MANAJEMEN KEUANGAN PONDOK PESANTREN . Dalam hubungan ini misalnya kegiatan arisan di sekolah koperasi antar guru dan lain-lain Oleh karenanya kepala sekolah sebagai pemimpin lembaga wajib mengetahui dengan jelas berapa gaji bersih yang diterima oleh anak buahnya. Bantuan ini dapat berbentuk uang tetapi mungkin pula dalam bentuk lain seperti usaha perbaikan sekolah. dan sebagainya <!--[if !supportLists]-->D. <!--[endif]-->Manajemen keuangan yang berasal dari BP3 Badan Pembantu Penyelenggaraan Pendidikan (BP3) bertugas memberikan bantuannya dalam penyelenggaraan sekolah. usaha pembinaan kesejahteraan pegawai kiranya perlu diperhatikan data tersebut. <!--[endif]-->Manajemen keuangan yang berasal dari Negara (pemerintah) Yang dimaksud keuangan dari Negara ialah meliputi pembayaran gaji pegawai atau guru dan belanja barang. untuk pertanggungjawaban uang tersebut diperlukan beberapa format sebagi berikut: <!--[if !supportLists]-->a. <!--[if !supportLists]-->B.Selanjutnya pada pasal 18 dinyatakan bahwa kedudukan kepala sekolah dalam pengelolaan SPP adalah bendaharawan khusus yang bertanggungjawab dalam penerimaan. pembangunan lokal baru. <!--[endif]-->Buku catatan SPMU (Surat Perintah Mengambil Uang) <!--[if !supportLists]-->C. <!--[endif]-->Lager gaji (daftar permintaan gaji) <!--[if !supportLists]-->b. penyetoran dan penggunaan dana yang telah ditentukan terutama dan penyelenggaraan sekolah.

walaupun jumlahnya relatif kecil hal itu perlu ada laporan atau penjelasan sederhana sesuai dengan prinsip-prinsip pengelolaan keuangan public kepada masyarakat agar kredibilitas pesantren dimata masyarakat cukup tinggi.<!--[if !supportLists]-->A. dari penyandang dana. termasuk orang tua santri. agar kekurangan dan kelebihan pesantren dapat diketahui secara transparan oleh pihakpihak lain. Namun demikian karena banyak juga dana yang bersumber dari masyarakat untuk mendanai kegiatan di Pesantren. Dalam arti luas diartikan sebagai pengurusan dan pertanggung jawaban. baik individual maupun lembaga. Di pasantren pengelolaan keuangan sebenarnya tidak begitu rumit. baik pemerintah pusat maupun daerah. <!--[endif]-->Pengertian Dalam arti sempit. <!--[if !supportLists]-->B. Selama ini banyak pesantren yang tidak memisahkan antara harta kekayaan pesantren dengan individu. dalam suatu lembaga termasuk pesantren pengelolaan keuangan sering menimbulkan permasalahan yang serius bila pengelolaanya kurang baik. Pengelolaan keuangan pesantren yang baik ini sebenarnya juga merupakan bagian dari upaya melindungi personil pengelola pesantren (kyai. <!--[endif]-->Prinsip-prinsip Pengelolaan Keuangan Pendidikan Pondok Pesantren . disinilah perlunya pengelolaan keuangan dengan baik dan transparan dibudayakan dilingkungan pesantren. Namun dalam rangka pengelolaan manajemen yang baik seyogyanya didalam pemilahan antara harta kekayaan pesantren dengan individu. walaupun disadari bahwa pembiayaan pesantren justru lebih banyak bersumber dari kekayaan individu sebab sumber-sumber lain penopang pesantren kurang memadai. <!--[if !supportLists]-->C. pengelolaan keuangan dapat diartikan sebagai tata pembukuan. <!--[endif]-->Rasional Salah satu bagian terpenting dalam manajemen pesantren adalah pengelolaan keuangan. sebab pesantren merupakan lembaga swadana yang tidak memerlukan pertanggung jawaban keuangan yang terlalu pelik kepada penyandang dananya. Ustadz/ Ustadzah atau pengelola lainnya) terhadap pandangan yang kurang baik dari luar pesantren.

<!--[if !supportLists]-->3. tetapi dari sumber dan dari ketiga komponen diatas. Komite atau majelis tersebut beranggotakan wakil wali santri. dalam pengertian dari dan untuk apa keuangan lembaga tersebut perlu dicatat dan dipertanggung jawabkan serta disertai bukti penggunaannya. maka untuk sumber dana sekolah. wakil pemerintah dan wakil ilmuwan/ ulama diluar pesantren dan dapat juga memasukkan kalangan dunia usaha dan industri. <!--[endif]-->Rencana Anggaran Pendapatan Dan Belanja Pondok Pesantren (RAPBPP) Implementasi prinsip-prinsip keuangan diatas pada pendidikan. dalam sekolah. <!--[if !supportLists]-->4. tokoh masyarakat. khususnya dilingkungan pondok pesantren dan keserasian antara pendidikan dalam keluarga. Untuk itu dipesantren sebenarnya juga perlu dibentuk organisasi orang tua santri yang implementasinya dilakukan denan membentuk komite atau majelis pesantren. pengelola.Penggunaan anggaran dan keuangan. <!--[endif]-->sedapat mungkin menggunakan kemampuan/ hasil produksi dalam negeri sejauh hal ini dimungkinkan <!--[if !supportLists]-->D. tidak mewah. <!--[endif]-->terarah dan terkendali sesuai dengan rencana. program/ kegiatan. dari sumber manapun. apakah itu dari pemerintah ataupun dari masyarakat perlu didasarkan prinsip-prinsip umum pengelolaan keuangan sebagai berikut: <!--[if !supportLists]-->1. pesantren itu tidak hanya diperoleh dari anggaran dan fasilitas dari pemerintah atau penyandang dana tetap saja. efisien dan sesuai dengan kebutuhan teknis yang disyaratkan <!--[if !supportLists]-->2. pesantren dan dalam masyarakat. Selanjutnya pihak pesantren bersama komite atau majelis pesantren pada setiap awal tahun anggaran perlu bersama-sama merumuskan RAPBPP sebagai acuan bagi pengelola pesantren dalam melaksanakan manajemen keuangan yang baik: . <!--[endif]-->terbuka dan transparan. <!--[endif]-->Hemat.

<!--[if !supportLists]-->2. yaitu: <!--[if !supportLists]-->a.kontribusi santri. <!--[endif]-->Rencana sumber atau target penerimaan/ pendapatan dalam satu tahun yang bersangkutan. semua penggunaan keuangan pesantren dalam satu tahun anggaran perlu direncanakan dengan baik agar kehidupan pesantren dapat berjalan dengan baik. pengendalian dan evaluasi kegiatan yang dilakukan pondok pesantren. artinya rencana pendapatan dan pengeluaran harus berimbang diupayakan tidak terjadi anggaran pendapatan minus. dalam rangka untuk mempermudah pertanggung jawaban keuangan.sumbangan dari individu atau organisasi. <!--[endif]-->Rencana penggunaan keuangan dalam satu tahun yang bersangkutan. Dengan anggaran berimbang tersebut maka kehidupan pesantren akan menjadi solid dan benar-benar kokoh dalam hal keuangan. serta alokasi sumber-sumber kepada setiap bagian kegiatan.dari hasil usaha <!--[if !supportLists]-->b. Maka seorang penanggung jawab program kegiatan dipesantren harus mencatat anggaran serta melaporkan realisasinya sehingga dapat dibandingkan selisih antara anggaran dengan pelaksanaan serta melakukan tindak lanjut untuk perbaikan. Ada dua bagian pokok anggaran yang harus diperhatikan dalam penyusunan RAPBPP. b). Maka penyusunannya hendaknya mengikuti langkah-langkah sebagai berikut: . <!--[endif]-->Pengertian RAPBPP Anggaran adalah rencana yang diformulasikan dalam bentuk rupiah dalam jangka waktu atau periode tertentu. maka sentralisasi pengelolaan keuangan perlu difokuskan pada bendaharawan pesantren. c). d). termasuk didalamnya keuangan bersumber dari: a). Anggaran memiliki peran penting didalam perencanaan.<!--[if !supportLists]-->1.sumbangan dari pemerintah. <!--[endif]-->Langkah-langkah Penyusunan RAPBPP Suatu hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan RAPBPP adalah harus menerapkan prinsip anggaran berimbang.

volume kebutuhan . paling tidak harus memuat 6 hal atau informasi sebagai berikut: <!--[if !supportLists]-->a) <!--[endif]-->Informasi rencana kegiatan: sasaran. <!--[if !supportLists]-->b) <!--[endif]-->Uraian kegiatan program. maka selanjutnya ditetapkan sebagai anggaran pendapatan dan belanja pondok pesantren (APBPP). rencana baru atau lanjutan. program kerja. Dalam setiap anggaran yang disusun untuk kegiatan-kegiatan dilingkungan pondok pesantren. Pada setiap anggaran yang disusun perlu dijelaskan apakah rencana anggaran yang akan dilaksanakan merupakan hal baru atau kelanjutan atas kegiatan yang telah dilaksanakan dalam periode sebelumnya dengan menyebut sumber dana sebelumnya. rincian program <!--[if !supportLists]-->c) <!--[endif]-->Informasi kebutuhan: barang/ jasa yang dibutuhkan.<!--[if !supportLists]-->a) <!--[endif]-->Menginventarisasi rencana yang akan dilaksanakan <!--[if !supportLists]-->b) <!--[endif]-->Menyusun rencana berdasarkan skala prioritas pelaksanaannya <!--[if !supportLists]-->c) <!--[endif]-->Menentukan program kerja dan rincian program <!--[if !supportLists]-->d) <!--[endif]-->Menetapkan kebutuhan untuk pelaksanaan rincian program <!--[if !supportLists]-->e) <!--[endif]-->Menghitung dana yang dibutuhkan <!--[if !supportLists]-->f) <!--[endif]-->Menentukan sumber dana untuk membiayai rencana Rencana tersebut setelah dibahas dengan pengurus dan komite atau majelis pesantren. uraian rencana kegiatan. penanggung jawab.

<!--[endif]-->Terjadinya penghematan atau pemborosan <!--[if !supportLists]-->c. <!--[endif]-->Adanya efisiensi atau inefisiensi pengeluaran <!--[if !supportLists]-->b. rencana kegiatan. <!--[endif]-->Penyusunan anggaran yang kurang tepat <!--[if !supportLists]-->E. <!--[if !supportLists]-->3. Ini dapat terjadi karena beberapa sebab: <!--[if !supportLists]-->a. <!--[endif]-->Pertanggung jawaban Keuangan Pondok Pesantren Semua pengeluaran keuangan pondok pesantren dari sumber manapun harus dipertanggung jawabkan. dan total anggaran untuk seluruh rencana kegiatan <!--[if !supportLists]-->f) <!--[endif]-->Sumber dana: total sumber dana. hal tersebut merupakan bentuk transparansi dalam pengelolaan keuangan. yang perlu diperhatikan oleh bendaharawan adalah: . <!--[endif]-->Realisasi APBPP Dalam pelaksanaan kegiatan. jumlah yang realisasikan bisa terjadi tidak sama dengan rencana anggarannya. <!--[endif]-->Pelaksanaan kegiatan yang tidak sesuai dengan yang telah diprogramkan <!--[if !supportLists]-->d.<!--[if !supportLists]-->d) <!--[endif]-->Data kebutuhan harga satuan. Namun demikian prinsip transparansi dan kejujuran dalam pertanggung jawaban tersebut harus tetap dijunjung tinggi. program. bisa kurang atau lebih dari jumlah yang telah dianggarkan. Dalam kaitan dengan pengelolaan keuangan tersebut. jumlah biaya yang dibutuhkan untuk seluruh volume kebutuhan <!--[if !supportLists]-->e) <!--[endif]-->Jumlah anggaran: jumlah anggaran untuk masing-masing rincian program. <!--[endif]-->Adanya perubahan harga yang tidak terantisipasi <!--[if !supportLists]-->e. masingmasing sumber dana yang mendukung pembiayaan program.

<!--[endif]-->daftar gaji/ honorarium <!--[if !supportLists]-->5. <!--[endif]-->buku iuran/ kontribusi santri (SPP/ infaq) <!--[if !supportLists]-->7. .<!--[if !supportLists]-->1. serta tidak menimbulkan kecurigaan atau fitnah. <!--[endif]-->kwitansi atau bukti-bukti pembelian atau bukti penerimaan dan bukti pengeluaran lain <!--[if !supportLists]-->4. agar manajemen keuangan dipondok pesantren dapat berjalan dengan baik. <!--[endif]-->neraca keuangan juga harus ditunjukkan untuk diperiksa oleh tim pertanggung jawaban keuangan dari komite pondok pesantren selain buku neraca keuangan yang erat hubungannya dengan pengelolaan keuangan. <!--[endif]-->Pada setiap akhir tahun anggaran. memudahkan dilakukan pengawasan terhadap penggunaan anggaran yang ditetapkan. transparan. <!--[endif]-->buku tabungan <!--[if !supportLists]-->6. <!--[endif]-->laporan keuangan tersebut harus dilampiri bukti-bukti pengeluaran yang ada <!--[if !supportLists]-->3. bendara harus membuat laporan keuangan kepada komite/ majelis pesantren untuk dicocokkan dengan RAPBPP <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->buku catatan lain-lain yang tidak termasuk diatas. seperti catatan pengeluaran insidentil Buku-buku tersebut perlu diadakan. <!--[endif]-->daftar potongan-potongan <!--[if !supportLists]-->4. ada juga beberapa buku lain yang penting bagi bendaharawan pondok pesantren yaitu: <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->buku persekot uang muka <!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Buku kas umum <!--[if !supportLists]-->2.

pembukuan. Disini kami sedikit mencoba mempelajari administrasi keuangan sebagai bagian dari administrasi Negara. Administrator keuangan memiliki kekuasaan yang sangat besar. Seterusnya lagi suatu badan pemeriksaan yang wajar tidak merasa puas semata-mata dengan persoalan-persoalan . Dipihak lain pemeriksaan pembukuan bukanlah alat ketatalaksanaan kecuali secara tidak langsung dapat dipergunakan untuk memeriksa hasil-hasil. Pokok soal ini adalah bagian dari bidang yang lebih luas disebut keuangan Negara. juga keuangan tersangkut secara universal didalam administrasi seperti zat asam didalam udara. Terdapat dua buah aspek pada persoalan administrasi keuangan. pemeliharaan dana-dana. apakah organisasi berdaya guna. harus dibangun atas dasar akrual (accrual basis) dan haruslah diperlengkap dengan pembukuan biaya sebagai alat pengawas ketatalaksanaan di dalam mengukur hasil pekerjaan. Ia dapat mengetahui berapa harga setiap barang. pemeriksaan pembukuan dan pembelian.3 <!--[endif]-->MANAJEMEN KEUANGAN NEGARA Sebagaimana halnya dengan organisasi dan kepegawaian. apakah pegawai-pegawai melakukan pekerjaan mereka sebagaimana mestinya. Semua unsur administrasi keuangan erat terjalin. pinjaman Negara dan ketatalaksanaan hutang Negara. Tetapi sekalipun dipandang dari lingkungannya yang lebih sempit melalui pandangan administrator sebagaimana telah dilakukan disini tersangkutlah masalah kebijaksanaan.<!--[if !supportLists]-->2. Administrasi keuangan berurusan dengan penyusunan anggaran belanja. Ia mengawasi gaji dan semua alat-alat material yang harus dipergunakan dalam pekerjaan administrator lainnya. Pembukuan adalah dasar anggaran belanja. Oleh karena itu pemeriksaan pembukuan haruslah menjadi tanggung jawab badan luar yang lepas dan pada pemerintah ia harus memberikan laporan kepada badan perundang-undangan. Oleh karena itu mempersatukan fungsi keuangan dengan adaministrasi umum tujuan pokok kepemimpinan tetapi tidak selalu mudah untuk dicapai. menentukan tersedianya dana penyertaan alasan (accompany procurement) dan menimbang tindakan hukum apabila dilakukan pemeriksaan pembukuan. Sebuah daripadanya merupakan bidang keuangan Negara yang luas meliputi fungsi-fungsi seperti perhitungan dan pemungutan pajak. Sebagai syarat utama kedaya gunaan suatu fungsi ketatalaksanaan harus seragam diseluruh pemerintah.

Bandung. untuk itu dalam lembaga pendidikan dalam hal ini adalah sekolah mengambil inisiatif dari pendanaan melalui SPP dan juga BP3 yang dapat membantu terlaksananya kegiatan dalam lembaga/ sekolah tersebut. Remaja Rosda Karya. menyimpan pembukuan yang cukup dan memiliki daftar barang secara terperinci berikut perkiraan harganya. pinjaman Negara serta tatalaksana hutang Negara. Manajemen Berbasis Sekolah. meliputi: pajak. Administrasi pembelian haruslah atas dasar cukup luas untuk mengambil keuntungan dari potongan (reduksi) dan harga-harga borongan. ia juga menunjukkan bagaimana daya guna dan prosedur administrative dapat diperbaiki. dari situlah dapat diketahui suatu anggaran belanja Negara. dana-dana pemerintahan. Pondok pesantren juga masih memerlukan hak sumber daya keuangan demi terlaksananya suatu proses pendidikan dalam manajemennya sehingga memerlukan pertanggung jawaban yang dapat diketahui oleh semua kalangan mulai dari personil pondok pesantren sendiri maupun dari pihak luar pondok pesantren sehingga dapat diketahui pertanggung jawaban masalah keuangan yang transparan. 2007. Negara dalam hal ini juga memerlukan proses manajemen keuangan yang dapat ditinjau dari berbagai aspek. . PENUTUP Dalam suatu organisasi maupun lembaga sekolah diperlukan sumber daya dalam hal ini adalah faktor keuangan yang menjadi faktor penting dalam menunjang efektifitas dan efisiensi pengelolaan pendidikan. Pembelian atau usaha memperoleh (procurement) adalah bagian yang luas dari fungsi persediaan dan juga menimbulkan masalah kebijaksanaan yang penting.legalitet dan kejujuran. <!--[if !supportLists]--> DAFTAR PUSTAKA Mulyasa. mengusahakan penyimpanan yang memuaskan dan fasilitas pengangkutan dan juga hendaknya cepat dan tidak kaku.

2006. Suryobroto.D. M.Wahidil Qomali (084 061 398) Adi Wijaya (084 061 399) Zaidatur Rofi¶ah (084 061 429) Zulfa Faurina (084 061 430) . Khusnuridlo. Yogyakarta. GO. 2004. M. 1992.I <!--[if gte vml 1]> <![endif]--><!--[if !vml]--> <!--[endif]--> Oleh : Kelompok 1 A. Tinggalkan sebuah Komentar DASAR-DASAR ADMINISTRASI PENDIDIKAN 13 f 2008 pada 8:17 am (Administrasi dan Supervisi) Tags: Pendidikan MAKALAH DASAR-DASAR ADMINISTRASI PENDIDIKAN Untuk memenuhi tugas mata kuliah Administrasi dan Supervisi Pendidikan yang dibina oleh Bapak Dra. ME. laksBang PRESSindo. Jakarta. Rineka Cipta.M. Manajemen Pondok Pesantren Dalam Perspektif Global. Manajemen Pendidikan Di Sekolah. Sulthon. Fajar Ahwa. Administrasi Negara. Jakarta. Dimock.A.Pd.Dimock. Rineka Cipta.

Oleh karena itu para pendidiki terlebih dahulu harus mengetahui dasar-dasar dari administrasi pendidikan.membantu dan . Khususnya di negara kita.Indonesia.terus mengalami perkembangan sesuai dengan perkembangan pendidikan negara masing-masing.kata ³administrasi´berasl dari bahasa latin yang terdiri atas kata ad dan ministrare. Disamping itu.Oleh karena itu.Dan kata ministrare sam artinya dengan kata to serve atau to conduct yang berarti´melayani.administrasi pendidikan mulai berkembang dengan pesat sejak pertengahan pertama abad ke-20.maka diperlukan sebuah penjelasa secara rinci dan mendetail tentang administrasi pendidikan agar para pendidik dapat memahami betapa perlu dan pentingnya administrasi pendidikan itu.bidang studi administrasi pendidikan boleh dikatakan masih baru.dan baru dimasukkan sebagai mata pelajaran decan mata ujian di SGA/SPG sejak tahun ajaran 1965/1966. administrasi pendidikan itu sendiri sebagai ilmu.adcministrasi pendidikan baru diperkenalkan melalui beberapa IKIP sejak tahun 1960-an.(Purwanto:1:2007) Setelah kita mengetahui realita yang terjadi seperti yang sudah tersebut di atas. Maka dimakalah ini kami akan menjelaskan tentang dasar-dasar administrasi pendidikan.tidak mengherankan jika para pendidik sendiri banyak yang belum dapat memahami betapa perlu dan pentingnya administrasi pendidikan dalam penyelenggaraan dan pengembangan pendidikan pada umumnya. Di negara-negara yang sudah maju.terutama sejak berakhirnya perang dunia kedua.SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI JEMBER JURUSAN TARBIYAH / PROGRAM STUDI PAI JUNI 2008 PENDAHULUAN Dalam dunia pendidikan di Indonesia.kata ad mempunyai arti yang sama dengan kata to dalam bahasa inggris yang berarti ³ke´atau´kepada´. Pengertian Administrasi pendidikan Administrasi dalam pengertian secara harfiah. PEMBAHASAN DASAR-DASAR ADMINISTRASI PENDIDIKAN 1.

yaitu : 1. Prose situ dilakukan bersama oleh sekelompok manusia yang tergabung dalam suatu organisasi .malayani. Administrasi pendidikan dalam pengertian secara luas adalah segenap proses pengerahan dan pengintegrasian segala sesuatu baik personel. Administrasi merupakan kegiatan atau kegiatan manusia 2.diorganisasi dan dikoordinasi secara efektif. istilah administrasi juga dapat diartikan sebagai berikut : ³Administrasi adalah suatu kegiatan atau rangkaian kegiatan yang berupa proses pengelolaan usaha kerjasama sekelompok manusia yang tergabung dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan bersam yang telah ditetapkan sebelumnya agar efektif dan efisien´.(Purwanto:1:2007) Administrasi dalam pengertian yang sempit yaitu kegiatan ketatausahaan yang intinya adalah kegiatan ruti catat-mencatat.mengarahkan atau mengatur semua kegiatan didalam mencapai suatu tujuan. Jadi kata´administrasi´ secara harfiah dapat di artikan sebagai suatu kegiatan atau usaha untuk membantu. Dalam pengertian yang luas ini.mengarahkan´.memelihara dan mengarahkan´. makna administrasi dapat di urai paling tidak menjadi lima pengertian pokok. Jadi. Dalam batasan tersebut di atas.menyelenggarakan surat-menyurat dengan segala aspeknya serta mempersiapkan laporan.mendokumentasika kegiatan.dan semua materi yang di perlukan dan yang telah ada dimanfaatkan secara efisien.spiritual maupun material yang bersangkut paut dengan pencapaian tujuan pendidikan.Dalam bahasa inggris to administer berarti pula´mengatur. oleh sebab itu bersifat dinamis 3. Rangkaian kegiatan itu marupakan suatu proses/pengelolaan dari suatu kegiatan yang kompleks.didalam proses administrasi pendidikan segenap usaha orang-orang yang terlibat didalam proses pencapaian tujuan pendidikan itu diintegrasikan.

pengorganisasian. Perencanaan (Planning) Perencanaan merupakan salh satu syarat mutlak bagi setiap kegiatan administrasi.(Tsauri:2:2007) 2.yaitu faktor tujuan dan faktor sarana. Proses itu dilakukan dalam rangka mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya 5. <!--[endif]-->Meneliti masalah-masalah atau pekerjaanpekerjaan yang akan dilakukan <!--[if !supportLists]-->3. baik sarana personel maupun material. Semua fungsi tersebut satu sama lain bertalian sangat erat. Langkah-langkah dalam perencanaan meliputi hal-hal sebagai berikut : <!--[if !supportLists]-->1. Di dalam setiap perencanaan ada dua faktor yang harus diperhatikan. Perencanaan merupakan kegiatan yang harus dilakukan pada permulaan dan selama kegiatan administrasi itu berlangsung. komunikasi. Adapun proses administrasi pendidikan itu meliputi fungsifungsi perencanaan. Fungsi Administrasi Pendidikan Agar kegiatan dalam komponen administrasi pendidikan dapat berjalan dengan baik dan mencapai tujuan. Tanpa perencanaan. <!--[endif]-->Mengumpulkan daa dan informasi-informasi yang diperlukan <!--[if !supportLists]-->4. a. <!--[endif]-->Menentukan tahap-tahap dan rangkaian tindakan . koordinasi. Untuk menadapat gambaran yang lebih jelas tentang fungsi-fungsitersebut di bawah ini akan diuraikan secara lebih rinci. Proses pengelolaan itu dilakukan agar tujuannya dapat dicapai secara efektif dan efisien. supervise kepegawaian dan pembiayaan dan evaluasi.pelaksanaan suatu kegiatan akan mengalami kesulitan dan bahkan kegagalan dalam mencapai tujuan yang diinginkan.4. <!--[endif]-->Menentukan dan merumuskan tujuan yang hendak dicapai <!--[if !supportLists]-->2.kegiatan tersebut harus dikelola melalui suatu tahapan proses yang merupakan daur (siklus).

<!--[endif]-->bersifat sederhana. <!--[endif]-->memiliki fleksibilitas sehingga mudah disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi dan situasi sewaktu-waktu <!--[if !supportLists]-->5. perencanaan sebagai suatu fungus administrasi pendidikan dapat disimpulkan sebagai berikut : . <!--[endif]-->terinci. realistis dan praktis <!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Merumuskan bagimana masalah-masalah itu akan dipecahkan dan bagaimana pekerjaan-pekerjaan itu akan diselesaikan Syarat-syarat perencanaan Dalam menyusun perencanaan syarat-syarat berikut perlu diperhatikan : <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->diusahakan agar sedapat mengkin tidak terjadi adanya duplikasi pelaksanaan Merencanakan berarti pula memikirkan tentang penghematan tenaga. memuat segala uraian serta klarifikasi kegiatan dan rangkaian tindakan sehingga mudah di pedomani dan dijalankan <!--[if !supportLists]-->4.<!--[if !supportLists]-->5. Jadi. biaya dan waktu. <!--[endif]-->diusahakan adanya penghematan tenaga. juga membatasi kesalahan-kesalahan yangmungkin terjadi dan menghindari adanya duplikasi-duplikasiatau tugas-tugas/pekerjaan rangkap yang dapat menghambat jalannyapenyelesaian. biaya dan waktu serta kemungkinan penggunaan sumber-sumber daya dan dana yang tersedia sebaik-baiknya <!--[if !supportLists]-->7. <!--[endif]-->perencanaan harus didasarkan atas tujuan yang jelas <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->terfdapat perimbangan antara bermacamacam bidang yang akan digarap dalam perencanaan itu. menurut urgensinya masing-masing <!--[if !supportLists]-->6.

sehingga dari situ dapat terciptalah adanya hubungan-hubungan kerjasama yang harfmonis dan lancar menuju pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Di dalam pengorganisasian terdapatadanya pembagian tugas-tugas. Keragaman tugas dan pekerjaan semacam itu tidak mungkin dilakukan dan dipikul sendiri oleh seoran pemimpin. minat. b.bakat. Dlam hal inilah terletak bagaimana kecakapan kepala sekolah mengorganisasi guru-guru dan pegawai sekolah lainnya dalam menjalankan tugasnya sehari-hari sehingga tercipta adanya hubungan kerja sama yang harmonis dan lancar. Yang perlu diperhatikan dalam pengorganisasian antara lain ialah bahwa pembagian tugas. Pengorganisasian sebagai fungsi administrasi pendidikan menjadi tugas utama bagi para pemimpin pendidikan termasuk kepala sekolah.³perencanaan(planning) adalah aktivitas memikirkan dan memilih rangkaian tindakan-tindakan yang tertuju pada tercapainya maksu-maksud dan tujuan pedndidikan´. pengetahuan dan kepribadian masing-masing prang yang dikperlukan dalam menjalankan tugas-tigas tersebut. . wewenang dan tanggung jawab secara terinci menurut bidang-bidang dan bagian-bagian. wewenang dan tanggung jawab hendaknya disesuaikan dengan penglaman. Kita mengetahui bahwa dalam kegiatan sekolah sehari-sehari terdapat bermacam-macam jenis pekerjaan yang memerlukan kecakapandan keterampilan dan tanggung jawab yang berbeda-beda. Dengan demikian .pengorganisasian sebagai salah satu fungsi administrasi pendidikan dapat disimpulkan sebagai berikut : ³pengorganisasian adalah aktivitas-aktivitas menyusun dan membentuk hubunganhubungan sehingga terwujudlah kesatuan usaha dealam mencapai maksud-maksud dan tujuan-tujuan pendidikan´. Pengorganisasian (Organizing) Pengorganisasian merupakan aktivitas menyusun dan membentuk hubunganhubungan kerja antara orang-orang sehingga terwujud suatu kesatuan usaha dalam mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan.

c. Demikian pula komunikasi yang dilakukan secara informal dan secara formal mendatangkan hasil yang berbeda pengaruh dan kejelasannya.(b)mengadakan rapat kerja. Proses menyampaikan atau komunikasi ini meliputi lebih dari pada sekedar menyalurkan pikiran-pikiran. memerlukan adanya koordinasi dari seorang pemimpin.seperti:(a)melaksanakan penjelasan singkat (briefing). Usayha pengkoordinasian dapat dilakukan melalui berbagai cara. teknikkteknik dan tujuan-tujuan kedalam hubungan yang harmonis dan produktif dalam mencapai suatu tujuan´. Dengan adanya koordinasi yang baik. pikiran-pkiran.dan (d) memberikan balikan tentang hasil sutu kegiatan.koordinasi sebagai salah satu fungsi administrasi pendidikan dapat disimpulkan sebagi berikut : ³koordinasi adalah aktivitas membawa orang-orang. . d. Pengkoordinasian (Coordinating) Adanya bermacam-macam tugas/pekerjaan yang dilakukan oleh banyak orang. gagasan-gagasan dan maksud-maksud secara lisan atau tertulis. material. aktivitas menyebarkan dan menyampaikan gagasan-gagasan dan maksud-maksud ke seluruh struktur organisasi sanat penting.(c) memberikan unjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis. Komunikasi Dalam melaksanakan suatu program pendidikan. Adanya koordinasi yang baik dapat menghindarkan kemungkinan terjadinya persaingan yang tidak sehat dan atau kesimpangsiuran dalam tindakan.(Soetjipto:137:2004) Dengan demikian. Komunikasi secara lisan pada umumnya lebih mendatangkan hasil dan pengertian yang jelas dari pada secara tertulis. Pengkoordinasian diartikan sebagai usaha untuk menyatu padukan kegiatan dari berbagai individu agar kegiatan mereka berjalan selarfas dengan anggota dalam usaha mencapai tujuan. semua bagian dcan personel dapat bekerja sama menuju ke satu arah tujuan yang telah ditetapkan.

Supervisi Setiap pelaksanaan program pendidikan memerlukan adanya pengawasan atau supervise. setiap anggota hanya dapat berhubungan dengan beberapa anggota tertentu saja. f. komunikasi ada dua macam yaitu komunikasi bebas dan komunikasi terbatas. Dengan demikian . memenuhi/mengusahakan syarat-syarat yang diperlukan itu. dalam kepegawaian yang menjadi titik penekanan ialah personal itu sendiri. supervisi sebagai salah satu fungsi administrasi pendidikan dapat disimpulkan sebagai berikut : ³supervise sebagai fungsi administrasi pendidikan berarti aktivitas-aktivitas untuk menentukan komdisi-kondisi/syarat-syarat yang esensial yang akan menjamin tercapainya tujuan-tujuan pendidikan´. Kepegawaian (Staffing) Sama halnya dengan fungsi-fungsi administrasi pendidikan yang telah diuraikan terdahulu kepegawaian merupakan fungsi yang tidak kalah pentingnya. Dengan demikian. Agak berbeda dangan fungsi-fungsi administrasi yang telah dibicarakan. Pengawasan bertanggung jawab tentang keefektifan program itu. e. fungsi supervisi yang terpentig adalah : 1. supervise haruslah meneliti ada atau tidaknya kondisi-kondisi yang akan memungkinkan tercapainya tujuan-tujuan pendidikan. Jadi. Oleh karena itu. organisasi sebagai salah satu fungsi administrasi pendidikan dapat disimpulkan sebagai berikut : ³komunikasi dalam setiap bentuknya adalah suatu proses yang hendak mempengaruhi sikap dan perbuatan orang-orang dalam struktur organisasi´. setiap anggota dapat berkomunikasi dengan setiap anggota yang lain. menentukan kondisi-kondisi/syarat-syarat apakah yang diperlukan 2.Menurut sifatnya. Aktivitas yang . Dalam komunikasi bebas. sedangkan dalam komunikasi terbatas.

dilakukan di dalam kepegawaian antara lain : menentukan. Di dalam pengorganisasian telah dipikirkan dan diusahakan agar untuk personel-personel yang menduduki jabatan-jabatan tertentu di dalam struktur organisasi itu dipilih dan di angkat orang-orang yang memiliki kecakapan dan kesanggupan yang sesuai dengan jabatan yang di pegangnya. Setiap kebutuhan organisasi. dari mana dan bagaimana biaya itu dapat diperoleh/diusahakan 3. Penilaian (Evaluating) .dll. menempatkan dan membimbing personel. tanpa biaya yang mencukupi tidak mungklin terjamin kelancaran jalannya suatu organisasi. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam fungsi pembiayaan. semua memerlukan adanya biaya. baik personel maupun material. h. perencanaan tentang berapa biaya yang diperlukan 2. Dalam hal ini prinsip the right man in the right place selalu di perhatikan. g. bagaimana penggunaanya 4. itulah sebabnya masalah pembiayaan ini harus sudah mulai dipikirkan sejak pembuatan planning sampai dengan pelaksanaannya.. siapa yang akan melaksanakannya 5. Pembiayaan Biaya/pambiayaan merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam sebuah organisasi karena biaya ini sangat menentukan bagi kelancaran jalannya sebuah organisasi. memilih. Sebenarnya fungsi kepegawaian ini sudah dijalankan sejak penyusunan perencanaan dan pengorganisasian. antara lain : 1. bagaimana pengawasannya. bagaimana pembukuan dan pertangung jawabannya 6.

dan kesemuanya merupakan suatu proses keseluruhan yang tidak terpisahkan satu sama lain dan merupakan rangkaian kegiatan yang kontinyu. Setiap kegiatan. selanjutnya dapat di usahakan bagaimana cara-cara memperbaikinya. 3. baik yang dilakukan oleh unsure pimpinan maupun oleh bawahan. memerlukan adanya evaluasi. Tujuan Administrasi Pendidikan Tujuan adminitstrasi pada umumnya adalah agar semua kegiatan mandukung tercapainya tujuan pendidikan atau dengan kata lain administrasi yang digunakan dalam dunia pendidikan diusahakan untuk mencapai tujuan pendidikan. Dengan mengetahui kasalahan-kasalahan atau kekurangan-kekurangan serta kemacetan-kemacetan yang diperoleh dari tindakan evaluasi itu. <!--[endif]-->Memajukan kesanggupan para personel dalam mengembangkan organisasi.(Soetjipto:138:2004) Perlu ditekankan disini bahwa fungsi-fungsi pokok yang telah dibicarakan di atas satu sama lain sangat erat hubungannya.(Purwanto:15-22:2007) Secara lebih rinci maksud penilaian (evaluasi) adalah : <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Menjamin cara bekerja yang efektif dan efisien <!--[if !supportLists]-->3. Sergiovanni dan carver (1975) (dalam burhanuddin:2005) menyebutkan empat tujuan administrasi yaitu: . pekejaan tersebut berhasil <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Memperoleh dasar bagi pertimbangan apakah pada akhir suatu periode kerja .Evaluasi sebagai fungsi administrasi pendidikan adalah aktivitas untuk meneliti dan mengetahui sampai di mana pelaksanaan yang dilakukan di dalam proses keseluruhan organisasi mencapai hasil sesuai denhan rencana atau program yang telah di tetapkan dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan. <!--[endif]-->Memperoleh fakta-fakta tentang kesukarankesukaran dan untuk menghindari situasi yang dapat merusak <!--[if !supportLists]-->4.

Dalam pencapaian tujuan tersebut harus dilakukan usaha seefisien mungkin. Administrasi tata laksana sekolah Hal ini meliputi : <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Masalah kepegawaian dan kesejahteraan personel sekolah <!--[if !supportLists]-->4. sehingga lulusan tersebut dapat melanjutkan ketingkat berikutnya dan dapat menyesuaikan dirinya dengan lingkunganya yang barudan selanjutnya lulusan ini akan mencari kerja pada perusahaan yang memberikan kepuasan kerja kepada mereka. yaitu menggunakan kepuan dana. efektifitas produksi efesiensi kemampuan menyesuaikan diri (adaptivenes) kepuasan kerja keempat tujuan tersebut digunakan sebagai kriteria untuk menentukan keberhasilan dalam penyelenggaraan sekolah. <!--[endif]-->Masalah perlengkapan dan perbekalan <!--[if !supportLists]-->5. Sebagai contoh: sekolah mempinyai fungsi untuk mencapai efektivitas produksi. <!--[endif]-->Organisasi dan struktur pegawai tata usaha <!--[if !supportLists]-->2. 3. <!--[endif]-->Keuangan dan pembukuannya b. Ruang Lingkup (Bidang Garapan) Administrasi Pendidikan Administrasi pendidikan mempunyai ruang lingkup/bidang garapan yang sangat luas. Administrasi personel guru dan pegawai sekolah . 4. <!--[endif]-->Otorosasi dan anggaran belanja keuangan sekolah <!--[if !supportLists]-->3.tetapi memberikan hasil sebaik mungkin. 2. Secara lebih rinci ruang lingkup adcministrasi pendidikan dapat diuraikan sebagai berikut : a. 4. yaitu menghasilkan lulusan yang sesuai dengan tuntutan kurikulum.1. dan tenaga seminimal mungkin.

Supervisi pengajaran Hal ini meliputi : <!--[if !supportLists]-->1. mencari. <!--[endif]-->Usaha membangkitkan dan merangsang semangat guru-guru dan pegawai tata usaha dalam menjalankan tugasnya masingmasing sebaik-baiknya. <!--[endif]-->Pengangkatan dan penempatan tenaga guru <!--[if !supportLists]-->2.hal ini meliputi : <!--[if !supportLists]-->1. <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Penilaian dan pengukuran kemajuan peserta didik <!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]-->Organisasi personel guru-guru <!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Organisasi dan perkumpulan peserta didik <!--[if !supportLists]-->2. Administrasi peserta didik Hal ini meliputi : <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Usaha mengembangkan. <!--[endif]-->Bimbingan dan penyuluhan bagi peserta didik (guidance and counseling) d. dan menggunakan metode-metode baru dalam mengajar dan belajar yang lebih baik . <!--[endif]-->Rencana orientasi bagi tenaga guru yang baru <!--[if !supportLists]-->5. <!--[endif]-->Masalah kepegawaian dan kesejahteraan guru <!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]-->Masalah kesehatan dan kesejahteraan peserta didik <!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Inservice training dan up-grading guru-guru c.

<!--[endif]-->Menentukan jumlah dan luas ruanganruangan kelas. <!--[endif]-->Cara memilih letak dan menentukan luas tanah yang dibutuhkan <!--[if !supportLists]-->2. <!--[if !supportLists]-->4. kantor. <!--[endif]-->Mengusahakan. sumber-sumber dan metode-metode pelaksanaanya. asrama. serta pemeliharaannya secara kontinyu. <!--[endif]-->Mengusahakan cara-cara menilai hasil-hasil pendidikan dan pengajaran. gudang. merencanakan dan menggunakan biaya pendirian gedung sekolah <!--[if !supportLists]-->3. . Pendirian dan perencanaan bangunan sekolah Hal in meliputi : <!--[if !supportLists]-->1. Kurikulum meripakan pedoman bagi para guru dalam menjalankan tugasnya. <!--[endif]-->kurikulum bukanlah merupakan sesuatu yang harus didikuti dan diturut begitu saja dengan mutlak tanpa perubahan dan penyimpangan sedikitpun.<!--[if !supportLists]-->3. f. <!--[endif]-->Mempedomani dan merealisasikan apa yang tercantum di dalam kurikulum sekolah yang bersangkutan dalam usaha mencapai dasar-dasar dan tujuan pendidikan dan pengajaran <!--[if !supportLists]-->2. e. disesuaikan dengan pembaharuan pendidikan dan pengajaran serta kebutuhan mesyarakat dan lingkungan sekolah <!--[if !supportLists]-->3. Pelaksanaan dan pembinaan kurikulum Hal ini meliputi : <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->menyusun dan melaksanakan organisasi kurikulum beserta materi-materi.dan sebagainya. <!--[endif]-->Cara-cara penggunaan gedung sekolah dan fasilitas-fasilitas lainyang efektif dan produktif. lapangan olah raga.

dan lainlain. hubungan sekolah dengan instansi-instansi dan jawsatan-jawatan lain dan hubungan sekolah dengan masyarfakat pada umumnya. Hubungan sekolah dengan masyarakat Hal ini mencakup hubungan sekolah dengan sekolah-sekolah lain. Administrasi material. Hendaknya semua hubungan itu merupakan hubungan kerjasama yang bersifat pedagogis. 2. diantara prinsip-prinsip tersebut adalah : 1. ruang lingkup yang tercakup di dalam administrasi pendidikan dapat dikelompokkan sebagai berikut : 1. <!--[endif]-->Alat-alat perlengkapan sekolah dan alat-alat pelajaran yang dibutuhkan g.Diantara prinsip-prinsip administrasi pendidikan antara lain : 1. Dari apa yang telah diuraikan di atas.(Purwanto:2007) Ada sebuah prinsip-prinsip administrasi yang menyinggung organisasi.mencakup didalamnya administrasi personel guru dan pegawai sekolah. penyusunan silabus.<!--[if !supportLists]-->5.yang mencakup didalamnya penyusunan kurikulum. pembinaan kurikulum. Adanya non manusia seperti peralatan dan perlengkapan yang diperlukan dan yang harus ditata 5. dan juga administrasi peserta didik. seperti pembagian tugas mengajar pada guru-guru. Prinsip-prinsip Administrasi Pendidikan Prinsip merupakan sesuatu yang di buat sebagai pegangan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Administrasi kurikulum. Adanya tiugas/fungsi yang harus dilaksanakn maksudnya ada sebuah kerjasama dari sekelompok orang 3. Adanya tujuan yang hendak di capai bersama dari kerjasama tersebut. pelaksanaan kurikulum.dan sebagainya. administrasi keuangan.(Tsauri:13-16:2007) 5. Memiliki tujuan yang jelas . Adanya penataan/pengaturan dari kerjasama tersebut 4. Administrasi personel. 3. sosiologis dan produktif yang dapat mendatangkan keuntungan dan perbaikan serta kemajuan bagi kedua belah pihak.yaitu kegiatan administrasi yang menyangkut bidang-bidang materi/benda-benda seperti :ketatausahaan sekolah. Adanya sumber daya manusia (SDM) atau sekelompokmanusia (sedikitnya dua orang) untuk ditata 2.

Administrasi pendidikan juga memiliki sebuah fungsi. <!--[if !supportLists]-->3. para bawahan hanya mempunyai seorang atasan langsung dari padanya menerima perintah atau bimbingan dan kepada siapa ia harus mempertanggung jawabkan hasil pekerjaannya.(Tsauri:22:2007) PENUTUP Administrasi pendidikan adalah suatu kegiatan kerja sama atau proses pengintegrasian segala sesuatu baik personal maupun material yang tergabung dalam orgaisasi pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan sebelumnya agar efektif dan efisien. teknikkteknik dan tujuan-tujuan kedalam hubungan yang harmonis dan produktif dalam mencapai suatu tujuan´ <!--[if !supportLists]-->4. 5. Adanya kesatuan perintah (Unity of command). <!--[endif]-->pengorganisasian (organizing) ³pengorganisasian adalah aktivitas-aktivitas menyusun dan membentuk hubunganhubungan sehingga terwujudlah kesatuan usaha dealam mencapai maksud-maksud dan tujuan-tujuan pendidikan´. material.2. <!--[endif]-->perencanaan (planning) ³perencanaan(planning) adalah aktivitas memikirkan dan memilih rangkaian tindakan-tindakan pedndidikan´. <!--[if !supportLists]-->2. Koordinasi tentang wewenang dan tanggung jawab. keahlian dan bakat masing-masing. diantara fungsi administrasi pendidikan adalah: <!--[if !supportLists]-->1. Tiap anggota dapat memahami dan menerima tujuan tersebut 3. pikiran-pkiran. <!--[endif]-->pengkoordinasian (coordination) koordinasi adalah aktivitas membawa orang-orang. Adanya pembagian tugas atau pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan. sehingga dapat menimbulkan kerjasama yang harfmonis dan kooperatif. <!--[endif]-->komunikasi yang tertuju pada tercapainya maksu-maksud dan tujuan . maksudnya ada keseimbangan antara wewenang dan tanggung jawab masing-masing anggota 6. Adanya kesatuan arah sehingga dapat menimbulkan kesatuan tindakan dan pikiran 4.

<!--[if !supportLists]-->5. 2. Aktivitas yang dilakukan di dalam kepegawaian antara lain : menentukan. menempatkan dan membimbing personel. <!--[if !supportLists]-->7. efektifitas produksi efesiensi kemampuan menyesuaikan diri (adaptivenes) kepuasan kerja administrasi pendidikan juga memiliki sebuah ruang lingkup (bidang garapan) didalam pengelolaannya. Diantara administrasi pendidikan adalah: . <!--[endif]-->penilaian (evaluating) Evaluasi sebagai fungsi administrasi pendidikan adalah aktivitas untuk meneliti dan mengetahui sampai di mana pelaksanaan yang dilakukan di dalam proses keseluruhan organisasi mencapai hasil sesuai denhan rencana atau program yang telah di tetapkan dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan. tanpa biaya yang mencukupi tidak mungklin terjamin kelancaran jalannya suatu organisasi. <!--[if !supportLists]-->8. 3. memilih. 4. <!--[endif]-->supervisi ³supervise sebagai fungsi administrasi pendidikan berarti aktivitas-aktivitas untuk menentukan komdisi-kondisi/syarat-syarat yang esensial yang akan menjamin tercapainya tujuan-tujuan pendidikan´. <!--[endif]-->pembiayaan (budgeting) Biaya/pambiayaan merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam sebuah organisasi karena biaya ini sangat menentukan bagi kelancaran jalannya sebuah organisasi. <!--[if !supportLists]-->6.komunikasi dalam setiap bentuknya adalah suatu proses yang hendak mempengaruhi sikap dan perbuatan orang-orang dalam struktur organisasi´. <!--[endif]-->kepegawaian (staffing) dalam kepegawaian yang menjadi titik penekanan ialah personal itu sendiri. Adapun tujuan dari administrasi pendidikan adalah: 1.

Adanya peralatan dan perlengkapan (non manusia ) yang harus ditata 5.Jakarta:PT Rineka Cipta Tsauri.2005.a.Ngalim. f. b. administrasi tata laksana sekolah administrasi personel guru dan pegawai sekolah administrasi peserta didik supervisi pengajaran pelaksanaan dan pembinaan kurikulum pendirian dan perencanaan bangunan sekolah hubungan sekolah dan masyarakat didalam administrasi pendidikan terdapat pulasebuah prinsip-prinsip yang dapat menunjang kegiatan administrasi dan mencapai tujuan administrasi pendidikan karena prinsip ini merupakan sesuatu yang dijadikan sebagai pengayaan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Adanya penataan dan pengaturan dari kerja sana tsb 3.Administrasi pendidikan.Administrasi dan supervisi pendidikan.Yusak. c.Bandung:Pustaka setia Purwanto.Profesi keguruan. Adanya SDM (sumber daya manusia/personal) yang harus ditata 4.Sofyan.Bandung:PT Remaja Rosda Karyta Soetjipto dan Kosasi.Administrasi pendidikan dan supervisi pendidikan.Jember:Center for society studies Tinggalkan sebuah Komentar ADMINISTRASI SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN 12 f 2008 pada 8:12 am (Administrasi dan Supervisi) Tags: Pendidikan PENDAHULUAN . Adanya kerja sama sekelompok orang 2. d. e.2007. g.2007. Adanya tujuan yang hendak dicapai bersama dari kerjasama tersebut DAFTAR PUSTAKA Burhanuddin. Diantara prinsip-prinsip administrasi pendidikan adalah: 1.2004.Raflis.

2. untuk meningkatkan daya kerja yang efektif dan efisien serta mampu menghargai etika kerja sesama personal pendidikan.5 <!--[endif]-->Bagaimanakah fungsi administrasi sarana dan prasarana? <!--[if !supportLists]-->1.2. Lingkungan pendidikan akan bersifat positif atau negatif itu tergantung pada pemeliharaan administrasi sarana dan prasarana itu sendiri.4 <!--[endif]-->Bagaimanakah pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan? <!--[if !supportLists]-->1.2. sehingga akan tercipta keserasian. maka dari itu kami menyusun makalah ini.2.<!--[if !supportLists]-->1. serta kurangnya minat dari mereka untuk mengetahui dan memahaminya dengan sungguh sungguh.1 <!--[endif]-->Bagaimanakah macam-macam sarana dan prasarana? <!--[if !supportLists]-->1.1 <!--[endif]-->Latar Belakang Administrasi sarana dan prasarana pendidikan merupakan hal yang sangat menunjang atas tercapainya suatu tujuan dari pendidikan.2 <!--[endif]-->Apa saja komponen sarana dan prasarana pendidikan? <!--[if !supportLists]-->1.3 <!--[endif]-->Bagaimanakah hubungan antara sarana dan prasarana dengan program pengajaran? <!--[if !supportLists]-->1. kenyamanan yang dapat menimbulkan kebanggaan dan rasa memiliki baik dari warga sekolah maupun warga masyarakat sekitarnya.2. sebagai seorang personal pendidikan kita dituntut untuk menguasi dan memahami administrasi sarana dan prasarana. Terbatasnya pengetahuan dari personal tata usaha sekolah akan administrasi sarana dan prasarana pendidikan.6 <!--[endif]-->Apakah tujuan administrasi sarana dan prasarana? <!--[if !supportLists]-->1.2.2 <!--[endif]-->Rumusan Masalah <!--[if !supportLists]-->1.3 <!--[endif]-->Tujuan . <!--[if !supportLists]-->1.

3. Laboratorium dsb.3 <!--[endif]-->Mengetahui hubungan antara sarana dan prasarana dengan program pengajaran <!--[if !supportLists]-->1.5 <!--[endif]-->Mengetahui fungsi administrasi sarana dan prasarana <!--[if !supportLists]-->1. misalnya: lokasi/tempat. <!--[endif]-->Bangunan dan perabot sekolah . Buku. Sedangkan sarana berarti alat langsung untuk mencapai tujuan pendidikan.1 <!--[endif]-->Mengetahui macam-macam sarana dan prasarana <!--[if !supportLists]-->1.3. uang dsb. Menurut keputusan menteri P dan K No 079/ 1975. misalnya. Ruang. sarana pendididkan terdiri dari 3 kelompok besar yaitu : <!--[if !supportLists]-->a.6 <!--[endif]-->Mengetahui tujuan administrasi sarana dan prasarana pendidikan PEMBAHASAN ADMINISTRASI SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN Secara Etimologis (bahasa) prasarana berarti alat tidak langsung untuk mencapai tujuan dalam pendidikan.3. Perpustakaan.3.<!--[if !supportLists]-->1.3. bangunan sekolah.4 <!--[endif]-->Mengetahui pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan <!--[if !supportLists]-->1.3. lapangan olahraga.2 <!--[endif]-->Mengetahui komponen sarana dan prasarana pendidikan <!--[if !supportLists]-->1. Dengan demikian dapat di tarik suatau kesimpulan bahwa Administrasi sarana dan prasarana pendidikan itu adalah semua komponen yang sacara langsung maupun tidak langsung menunjang jalannya proses pendidikan untuk mencapai tujuan dalam pendidikan itu sendiri.

Sedangkan administrasi sarana dan prasarana itu sendiri mempunyai peranan yang sangat penting bagi terlaksananya proses pembelajaran di sekolaah serta menunjang tercapainya tujuan pendidikan di sebuah sekolah baik tujuan secara khusus maupun tujuan secara umum. Menurut konsepsi modern administrasi sarana dan prasarana itu adalah suatu proses seleksi dalam penggunaan sarana dan prasarana yang ada di sekolah. Seperangkat kegiatan untuk mempertahankan ketertiban sarana dan prasarana sekolah dengan melalui pendekatan intimidasi 3. Guru menurut konsepsi lama bertugas untuk mengatur ketertiban penggunaan sarana sekolah. Seperangkat kegiatan dalam mempertahankan ketertiban penggunaan sarana dan prasarana di sekolah melalui penggunaan di siplin (pendekatan otoriter ) 2. <!--[endif]-->Alat pelajaran yang terdiri dari pembukuan .<!--[if !supportLists]-->b. menurut konsepsi modern guru bertugas sebagai administrator dan bertanggung jawab kepada kepala sekolah. alat-alat peraga dan laboratorium. <!--[endif]-->Berdasarkan konsepsi lama dan modern Menurut konsepsi lama administrasi sarana dan prasarana itu di artikan sebagai sebuah system yang mengatur ketertiban peralatan yang ada di sekolah . <!--[if !supportLists]-->c.<!--[if !supportFootnotes]-->[1]<!--[endif]--> Secara micro (sempit) kepala sekolahlah yang bertanggung jawab atas pengadaan sarana dan prasarana pendidikan yang di perlukan di sebuah sekolah. <!--[endif]-->Media pendidikan yang dapat di kelompokkan menjadi audiovisual yang menggunakan alat penampil dan media yang tidak menggunaakan alat penampil. <!--[endif]-->Berdasarkan pandangan pendekatan operasional tertentu 1. Seperangkat kegiatan untuk memaksimalkan penggunaan sarana dan prasarana sekolah dalam proses pembelajaran (pendekatan permisif) . <!--[if !supportLists]-->b. Terdapat beberapa pemahaman mengenai administrasi sarana dan prasarana di antaranya adalah : <!--[if !supportLists]-->a.

<!--[if !supportFootnotes]-->[2]<!--[endif]--> 2. <!--[endif]-->Ruang keterampilan adalah tempat siswa melaksanakan latihan mengenai keterampilan tertentu. <!--[if !supportLists]-->5. <!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Ruang perpustakaan: tempat koleksi berbagai jenis bacaan bagi siswa dan dari sinilah siswa dapat menambah pengetahuan.4. Seperangkat kegiatan untuk mengembangkan sarana dan prasarana sekolah 6. Pengertian lain dari administrasi sarana dan prasarana adalah suatu usaha yang di arahkan untuk mewujudkan suasana belajar mengajar yang efektif dan menyenangkan serta dapat memotivasi siswa untuk belajar dengan baik sesuai dengan kemampuan dan kelengkapan sarana yang ada. Dengan demikian adminitrasi sarana dan prasarana itu merupakan usaha untuk mengupayakan sarana dan alat peraga yang di butuhkan pada proses pembelajaran demi lancarnya dan tercapainya tujuan pendidikan . Seperangkat kegiatan untuk mengefektifkan penggunaan sarana dan prasarana sekolah sesuai dengan program pembelajaran (pendekatan intruksional) 5. <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Ruang laboratorium ( tempat praktek) : tempat siswa mengembangkan pengetahuan sikap dan keterampilan serta tempat meneliti dengan menggunakan media yang ada untuk memecahkan suatu masalah atau konsep pengetahuan . <!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]-->Ruang kesenian: adalah tempat berlangsungnya kegiatan-kegiatan seni . Seperangkat kegiatan untuk mempertahankan keutuhan dan keamanan dari sarana dan prasarana yang ada di sekolah. <!--[endif]-->Ruang kelas: tempat siswa dan guru melaksanakan proses kegiatan belajar mengajar.1 MACAM ± MACAM SARANA DAN PRASARANA Adapun macam-macam sarana dan prasarana yang di perlukan di sekolah demi kelancaran dan keberhasilan kegiatan proses pendidikan sekolah adalah : <!--[if !supportLists]-->1.

<!--[if !supportLists]--><!--[endif]-->Pemeliharaan sarana dan prasarana Untuk menyempurnakan pelaksanaan administrasi sarana dan prasarana para ahli menyarankan beberapa pedoman pelaksanaan administrasinya. <!--[endif]-->Membangkitkan rasa memiliki sekolah pada siswa ±siswi <!--[if !supportLists]-->2. Namun ada beberapa upaya yang bisa di lakukan dalam menangani masalah tersebut diantaranya adalah : <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Sarana dan prasarana sekolah di siapkan yang prima sehingga tidak mudah di rusak <!--[if !supportLists]-->3. <!--[if !supportLists]-->b. <!--[if !supportLists]-->c. <!--[endif]-->Memupuk rasa tanggung jawab kepada siswa untuk menjaga dan memelihara keutuhan dari sarana dan prasarana sekolah yang ada. <!--[if !supportLists]-->4. Adapun masalah yang sering timbul dalam pemeliharaan sarana dan prasarana di sekolah adalah pengrusakan yang di lakukan oleh siswa ±siswa di sekolah itu sendiri.<!--[if !supportLists]-->6. <!--[endif]-->Melakukan sistem pencatatan yang tepat sehingga mudah di kerjakan. <!--[endif]-->Senantiasa di tinjau dari segi pelayanan untuk turut memperlancar pelaksanaan program pengajaran. diantaranya adalah sebagai berikut : <!--[if !supportLists]-->a. <!--[endif]-->Fasilitas olah raga: tempat berlangsungnya latihan-latihan olahraga. <!--[endif]-->Kepala sekolah tidak terlalu menyibukkan diri secara langsung dengan urusan pelaksanaan administrasi sarana dan prasarana pengajaran. <!--[endif]-->Membina siswa untuk disiplin dengan cara yang efektif dan di terima oleh semua siswa . .

2 KOMPONEN-KOMPONEN ADMINISTRASI SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN <!--[if !supportLists]-->2. hal itu bertujuan untuk mempermudah administrator dalam mengawasi dan mengatur sarana dan prasarana yang ada di sekolah tersebut. <!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]-->Mengadakan inspeksi secara periodik dan teliti terhadap sarana dan prasarana. oleh karena itu para petugas yang berhubungan dengan sarana dan prasarana sekolah bertanggung jawab langsung kepada kepala sekolah Adapun kebijaksanaan yang di perlukan dalam memelihara dan mengelola sarana dan prasarana sekolah adalah : <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Membina hubungan kerja sama yang baik dengan petugas <!--[if !supportLists]-->2.Koordinasi dalam mengelola dan memelihara sarana dan prasarana sekolah agar tetap prima adalah tugas utama dari administrator .2. <!--[endif]-->Memimpin kerja sama dengan staf yang membantu petugas.1 <!--[endif]-->LAHAN Lahan yang di perlukan untuk mendirikan sekolah harus di sertai dengan tanda bukti kepemilikan yang sah dan lengkap (sertifikat). adapun jenis lahan tersebut harus memenuhi beberapa kriteria antara lain : . <!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Mengawasi pembaharuan dan perbaikan sarana dan prasarana <!--[if !supportLists]-->5. Setiap sekolah memiliki prinsip-prinsip dan tata tertib mengenai penggunaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah.<!--[if !supportFootnotes]-->[3]<!--[endif]--> 2. <!--[endif]-->Memberikan pelatihan pada petugas untuk peningkatan kerjanya. <!--[if !supportLists]--><!--[endif]-->Prinsip dan tata tertib.

Ruang teori sejumlah rombel 4.2 <!--[endif]-->RUANG Secara umum jenis ruang di tinjau dari fungsinya dapat di kelompokkan dalam <!--[if !supportLists]-->a. Ruang guru 4. 1. <!--[endif]-->Lahan terbangun adalah lahan yang diatasnya berisi bangunan . Ruang keteraampilan <!--[if !supportLists]-->b. <!--[endif]-->Ruang administrasi Ruang Administrasi berfungsi untuk melaksanakan berbagai kegiatan kantor. Ruang Olah raga 6. Ruang kesenian 3. <!--[endif]-->Lahan kegiatan praktek adalah lahan yang di gunakan untuk pelaksanaan kegiatan praktek <!--[if !supportLists]-->d. <!--[endif]-->Lahan pengembangan adalah lahan yang di butuhkan untuk pengembangan bangunan dan kegiatan praktek. Ruang administrasi terdiri dari : a.<!--[if !supportLists]-->a. 1. <!--[if !supportLists]-->c. Ruang Laaboraatorium 5. <!--[endif]-->Lahan terbuka adalah lahan yang belum ada bangunan diatasnya. Lokasi sekolah harus berada di wilayah pemukiman yang sesuai dengan cakupan wilayah sehingga mudah di jangkau dan aman dari gangguan bencana alam dan lingkungan yang kurang baik. Ruang kepala sekolah 3. Ruang tata usaha 2. <!--[if !supportLists]-->2.2. Ruang perpustakaaan 2. <!--[endif]-->Ruang pendidikan Ruang pendidikan berfungsi untuk menampung proses kegiatan belajar mengajar teori dan praktek antara lain : a. Gudang <!--[if !supportLists]-->c. <!--[endif]-->Ruang penunjang . <!--[if !supportLists]-->b.

<!--[if !supportLists]-->2. bentuk dan ukurannya mengacu pada kegiatan itu sendiri. <!--[endif]-->Perabot penunjang Perabot penunjang adalah perabot yang di gunakan / di butuhkan dalam ruang penunjang. Ruang Ibadah 5. seperti perabot perpustakaan. 4.3 <!--[endif]-->PERABOT Secara umum perabot sekolah mendukung 3 fungsi yaitu : fungsi pendidikan. jenis perabot ini hanya tidak baku / terstandart secara internasional. Ruang UKS Ruang OSIS 7.Ruang penunjang berfungsi untuk menunjang kegiatan yang mendukung proses kegiatan belajar mengajar antara lain : a.4 <!--[endif]-->ALAT DAN MEDIA PENDIDIKAN Setiap mata pelajaran sekurang ± kurangnya memiliki satu jenis alat peraga praktek yang sesuai dengan keperluan pendidikan dan pembelajaran. Adapun Jenis. Jenis perabot sekolah di kelompokkan menjadi 3 macam : <!--[if !supportLists]-->a. Ruang WC/ kamar mandi Ruang BP <!--[if !supportLists]-->2. <!--[if !supportLists]-->c.2. <!--[endif]-->Perabot pendidikan Perabot pendidikan adalah semua jenis mebel yang di gunakan untuk proses kegiatan belajar mengajar.2. 3. 2. 1. <!--[endif]-->Perabot administrasi Perabot administrasi adalah perabot yang di gunakan untuk mendukung kegiatan kantor. perabot OSIS dsb. fungsi penunjang. Ruang serbaguna Ruang koperasi sekolah 6. sehingga dengan demikian proses pembelajaran tersebut akan berjalan dengan optimal. fungsi administrasi. perabot UKS. . <!--[if !supportLists]-->b.

<!--[if !supportLists]-->2.2.5 <!--[endif]-->BUKU ATAU BAHAN AJAR Bahan ajar adalah sekumpulan bahan pelajaran yang di gunakan dalam kegiatan proses belajar mengajar. Bahan ajar ini terdiri dari <!--[if !supportLists]-->a. <!--[endif]-->BUKU PEGANGAN Buku pegangan di gunakan oleh guru dan peserta didik sebagai acuan dalam pembelajaran yang bersifat Normatif, adaptif dan produktif. <!--[if !supportLists]-->b. <!--[endif]-->BUKU PELENGKAP Buku ini di gunakan oleh guru untuk memperluas dan memperdalam penguasaan materi <!--[if !supportLists]-->c. <!--[endif]--> BUKU SUMBER Buku ini dapat di gunakan oleh guru dan peserta didik untuk memperoleh kejelasan informasi mengenai suatu bidang ilmu / keterampilan. <!--[if !supportLists]-->d. <!--[endif]-->BUKU BACAAN Buku ini dapat di gunakan oleh guru dan peserta didik sebagai bahan bacaan tambahan (non fiksi) untuk memperluas pengetahuan dan wawasan serta sebagai bahan bacaan (fiksi ) yang bersifat relatif.<!--[if !supportFootnotes]->[4]<!--[endif]--> <!--[if !supportLists]-->2.3 <!--[endif]-->HUBUNGAN ANTARA SARANA DAN

PRASARANA DENGAN PROGRAM PENGAJARAN Jenis peralatan dan perlengkapan yang di sediakan di sekolah dan cara-cara pengadministrasiannya mempunyai pengaruh besar terhadap proses belajar mengajar. Persediaan yang kurang dan tidak memadai akan menghambat proses belajar mengajar , demikian pula administrasinya yang jelek akan mengurangi kegunaan alatalat dan perlengkapan tersebut, sekalipun peralatan dan perlengkapan pengajaran itu keadaannya istimewa. Namun yang lebih penting dari itu semua adalah penyediaan

sarana di sekolah di sesuaikan dengan kebutuhan anak didik serta kegunaan hasilnya di masa mendatang. <!--[if !supportLists]-->2.4 <!--[endif]-->PEMELIHARAAN SARANA DAN

PRASARANA PENDIDIKAN Pemeliharaan merupakan kegiatan penjagaan atau pencegahan dari kerusakan suatu barang, sehingga barang tersebut selalu dalam kondisi baik dan siap pakai. Pemeliharaan dilakukan secara continue terhadap semua barang-barang inventaris kadang-kadang dianggap sebagai suatu hal yang sepele, padahal pemeliharaan ini merupakan suatu tahap kerja yang tidak kalah pentingnya engan tahaptahap yang lain dalam administrasi sarana dan prasarana. Sarana dan prasarana yang sudah dibeli dengan harga mahal apabila tidak dipelihara maka tidak dapat dipergunakan. Pemeliharaan dimulai dari pemakai barang, yaitu dengan berhati-hati dalam menggunakannya. Pemeliharaan yang bersifat khusus harus dilakukan oleh petugas professional yang mempunyai keahlian sesuai dengan jenis barang yang dimaksud. Pelaksanaan barang inventaris meliputi: <!--[if !supportLists]-->a. <!--[endif]-->Perawatan <!--[if !supportLists]-->b. <!--[endif]-->Pencegahan kerusakan <!--[if !supportLists]-->c. <!--[endif]-->Penggantian ringan Pemeliharaan berbeda dengan rehabilitasi, rehabilitasi adalah perbaikan berskala besar dan dilakukan pada waktu tertentu saja.<!--[if !supportFootnotes]-->[5]<!-[endif]--> <!--[if !supportLists]-->2.5 <!--[endif]-->FUNGSI ADMINISTRASI SARANA DAN PRASARANA Selain memberi makna penting bagi terciptanya dan terpeliharanya kondisi sekolah yang optimal administrasi sarana dan prasarana sekolah berfungsi sebagai:

<!--[if !supportLists]-->a. <!--[endif]-->Memberi dan melengkapi fasilitas untuk segala kebutuhan yang di perlukan dalam proses belajar mengajar. <!--[if !supportLists]-->b. <!--[endif]-->Memelihara agar tugas-tugas murid yang di berikan oleh guru dapat terlaksana dengan lancar dan optimal. Fungsi administrasi yang di pandang perlu dilaksanakan secara khusus oleh kepala sekolah adalah : <!--[if !supportLists]-->2.5.1 <!--[endif]-->Perencanaan Perencanaan dapat di pandang sebagai suatu proses penentuan dan penyusunan rencana dan program-program kegiatan yang akan di lakukan pada masa yang akan datangsecara terpadu dan sistematis berdasarkan landasan ,prinsip-prinsip dasardan data atau informasi yang terkait serta menggunakan sumber-sumber daya lainnya dalam rangka mencapai tujuan yang telah di tetapkan sebelumnya. Rencana tersebut hendaknya memiliki sifat-sifat sbb <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Harus jelas Kejelasan ini harus terlihat pada tujuan dan sasaran yang hendak di capai, jenis dan bentuk, tindakan (kegiatan) yang akan di laksanakan, siapa pelaksananya, prosedur, metode dan teknis pelaksananya, bahan dan peralatan yang di perlukan serta waktu dan tempat pelaksanaan <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Harus realistis Hal ini mengandung arti bahwa ; <!--[if !supportLists]-->a. <!--[endif]-->rumusan, tujuan serta target harus mengandung harapan yang memungkinkan dapat di capai baik yang menyangkut aspek kuantitatif maupun kualitatifnya. Untuk itu harapan tersebut harus di susun berdasarkan kondisi dan kemampuan yang di miliki oleh sumberdaya yang ada.

<!--[endif]-->prosedur. <!--[if !supportLists]-->2. berinteraksi dan bergerak bersama secara sinkron kearah tercapainya tujuan dan target yang telah di tetapkan sebelumnya. <!--[endif]-->rencana harus memiliki tata urut yang teratur dan di susun berdasarkan skala prioritas. metode dan teknis pelaksanaan harus relevan dengan tujuan yangnhendak di capai serta harus memungkinkan kegiatan yang telah di pilih dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien. <!--[endif]-->Sumberdaya manusia yang akan melaksanakan kegiatan tersebut harus memiliki kemampuan dan motivasi serta aspek pribadi lainnya yang memungkinkan terlaksananya tugas dan kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya . <!--[if !supportLists]-->c. <!--[endif]-->jenis dan bentuk kegiatan harus relevan dengan tujuan dan target yang hendak di capai.. <!--[endif]-->Rencana harus terpadu <!--[if !supportLists]-->a. <!--[if !supportLists]-->b. Pengorganisasian ini meliputi langkahlangkah antara lain : <!--[if !supportLists]-->a. <!--[endif]-->rencana harus memperlihatkan unsurunsurnya baik yang bersifat insani maupun non insani sebagai komponenkomponen yang bergantung satu sama sama lain. <!--[if !supportLists]-->d. <!--[endif]-->Mengidentifikasi tujuan-tujuan dan sasaran yang telah di tetapkan sebelumnya.5.2 <!--[endif]-->Pengorganisasian Pengorganisasian adalah suatu proses yang menyangkut perumusan dan rincian pekerjaan dan tugas serta kegiatan yang berdasarkan struktur organisasi formal kepada orang-orang yang memiliki kesanggupan dan kemampuan melaksanakan nya sebagai prasyarat bagi terciptanya kerjasama yang harmonis dan optimal ke arah tercapainya tujuan secara efektif dan efisien. <!--[if !supportLists]-->3.<!--[if !supportLists]-->b. .

<!--[endif]-->Menentukan personil yang memiliki kesanggupan dan kemampuan untuk melaksanakan tugas dan kegiatan tersebut.<!--[if !supportLists]-->b. <!--[endif]-->Mengkaji kembali pekerjaan yang telah di rencanakan dan merincinya menjadi sejumlah tugasdan menjabarkan menjadi sejumlah kegiatan.Hal ini di lakukan oleh kepala sekolah melalui pembinaan kerja sama antar guru. Fungsi ini berlaku sepanjang proses pelaksanaan kegiatan. <!--[if !supportLists]-->2. petunjuk. Di samping itu penyelarasan dan ketaatan pada sas diupayakan agar fungsi yang satu gengan yang lainnya dapat mercapai dan memenuhi target yang di tetapkan sebelumnya. <!--[if !supportLists]-->d.5.5.5.5 <!--[endif]-->Pengkoordinasian Fungsi ini menyangkut upaya kepala sekolah untuk menyelaraskan gerak langkah dan memelihara prinsip taat asas (konsisten) pada setiap dan seluruh guru dalam melaksanakan seluruh tugas dan kegiatannya agar dapat tujuan dan sasaran yang telah di rencanakan . serta bimbingan kepada guru yang di pimpinnya agar terhindar dari penyimpangan. mengenai waktu dan tempatnya. kesulitan atau kegagalan dalam melaksanakan tugas. <!--[if !supportLists]-->2.3 <!--[endif]-->Menggerakkan Fungsi ini menyangkut upaya kepala sekolah untuk memberikan pengaruhpengaruh yang dapat menyebabkan guru tergerak untuk melaksanakan tugas dan kegiatannya secara bersama-bersama dalam rangka mencapai tujuan secara efektif dan efisien. <!--[if !supportLists]-->c. dan antar guru dengan pihak-pihak luar yang terkait. <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Memberikan informasi yang jelas kepada guru tentang tugas kegiatan yang harus di laksanakan. . serta hubungan kerja dengan pihak yangn terkait.4 <!--[endif]-->Memberikan arahan Fungsi ini menyangkut upaya kepala sekolah untuk memberikan informasi.

<!--[endif]-->Menilai seberapa jauh kegiatan-kegiatan yang ada dapat mencapai sasaran-sasaran dan tujuan.5.5. <!--[if !supportLists]-->d. <!--[endif]-->Pengendalian yang bersifat pencegahan <!--[if !supportLists]-->b.<!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Mengujicobakan atau menerapkan cara pemecahan masalah yang telah dipilih guna menghilagkan atau mengurangi kesenjangan antara harapan dan kenyataan. <!--[if !supportLists]-->c. <!--[if !supportLists]-->e. <!--[endif]-->Mengidentifikasi permasalahan yang timbul dalam pelaksanaan kegiatan beserta faktor-faktor penyebabnya. <!--[endif]-->Pengendalian langsung <!--[if !supportLists]-->c. <!--[if !supportLists]-->2. Dengan demikian dalam melaksanakan fungsi ini kepala sekolah dapat menggunakan sekurang-kurangnya 3 pendekatan yaitu : <!--[if !supportLists]-->a.7 <!--[endif]-->Inovasi Fungsi ini menyangkut upaya kepala sekolah untuk menciptakan kondisikondisi yang memungkinkan diri para guru untuk melakukan tindakantindakan atau usaha-usaha yang bersifat kreatif inovatif.dengan demikian kepala sekolah dan guru-guru perlu mencari atau menciptakan cara-cara kerja atau hal-hal yang baru yang lebih sesuai dengan kebutuhan. Sekurangkurangnya mereka di harapkan mampu dan mau memodifikasi hal-hal atau cara-cara yang lebih baik atau lebih efektif dan . <!--[endif]-->Pengendalian yang bersifat perbaikan.6 <!--[endif]-->Pengendalian Fungsi ini mencakup upaya kepala sekolah untuk: <!--[if !supportLists]-->a. <!--[endif]-->Mengamati seluruh aspek dan unsur persiapan dan pelaksanaan program-program kegiatan yang telah di rencanakan <!--[if !supportLists]-->b. <!--[endif]-->Mencari dan menyarankan atau menentukan cara-cara pemecahan masalah-masalah tersebut.

<!--[endif]-->Harus di sadari bahwa sesuatu yang baru belum tentu lebih baik dari yang lama. agar pembaharuan pendidikan dapat muncul dari warga sekolah . <!--[endif]-->Jika mampu menemukan atau menciptakan sesuatu hal atau cara baru. Adapun tujuan dari administrasi sarana dan prasarana itu adalah : <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->mewujudkan situasi dan kondisi sekolah yang baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar .6 <!--[endif]-->TUJUAN ADMINISTRASI SARANA DAN PRASARANA Adapun yang menjadi tujuan dari administrasi saran dan prasarana adalah tidak lain agar semua kegiatan tersebut mendukung tercapainya tujuan pendidikan. baik tujuan khusus maupun tujuan secara umum. <!--[endif]-->Perlu di konsultasikan kepada pihak-pihak yang berwenang. yang terlibat langsung dalam pendidkan tersebut. Oleh karena itu apabila administrasi sarana dan prasarana berjalan dengan baik maka semakin yakin pula bahwa tujuan pendidikan akan tercapai dengan baik. ia tidak perlu memandang rendah yang lama <!--[if !supportLists]-->c.efisien. Dalam melakukan fungsi ini kepala sekolah perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut: <!--[if !supportLists]-->a. Administrasi sarana dan prasarana semakin lama di rasakan semakin rumit karena pendidikan juga menyangkut masyarakat atau orang tua murid.yang . Mengingat sekolah itu merupakan subsistem pendidikan nasional maka tujuan dari administrasi sarana dan prasarana itu bersumber dari tujuan pendidikan nasional itu sendiri .hal ini juga akan menumbuhkan sikap dan daya kreatif warga sekolah itu sendiri. sedangkan subsistem administrasi sarana dan prasarana dalam sekolah bertujuan untuk menunjang tercapainya tujuan pendidikan sekolah tersebut. <!--[if !supportLists]-->2. <!--[if !supportLists]-->b.

budaya serta sifat. <!--[if !supportLists]-->3. <!--[if !supportLists]-->3.4 <!--[endif]-->Tujuan dari administrasi sarana dan prasarana itu bersumber dari tujuan pendidikan nasional. PENUTUP 3.1 Kesimpulan Kesimpulan dari makalah ini adalah : <!--[if !supportLists]-->3.1.2 Saran .1. emosional.1 <!--[endif]-->Administrasi sarana dan prasarana adalah suatu usaha yang di arahkan untuk mewujudkan suasana belajar mengajar yang efektif dan menyenangkan serta dapat memotivasi siswa untuk belajar dengan baik sesuai dengan kemampuan dan kelengkapan sarana yang ada.1. dan intelektual siswa dalam proses pembelajaran <!--[if !supportLists]-->4. <!--[if !supportLists]-->2.2 <!--[endif]-->Adapun masalah yang sering timbul dalam pemeliharaan sarana dan prasarana di sekolah adalah pengrusakan yang di lakukan oleh siswa ±siswa di sekolah itu sendiri. <!--[endif]-->Menyediakan dan mengatur fasilitas serta perabot belajar yang mendukung dan memungkinkan siswa belajar sesuai dengan lingkungan sosial. 3. <!--[endif]-->Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi dalam pembelajaran <!--[if !supportLists]-->3.memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan kemampuan semaksimal mungkin.3 <!--[endif]-->Adapun yang menjadi tujuan dari administrasi saran dan prasarana adalah agar semua kegiatan administrasi sarana dan prasarana mendukung tercapainya tujuan pendidikan <!--[if !supportLists]-->3.1. ekonomi.sifat individunya. <!--[endif]-->Membina dan membimbing siswa sesuai dengan latar belakang sosial.

Hlm 77. Penerbit Angkasa. Soetjipto.Id Oteng. Bab VII. <!--[if !supportFootnotes]-->[2]<!--[endif]--> Http://Media. Tinggalkan sebuah Komentar . <!--[if !supportFootnotes]-->[4]<!--[endif]--> Ibid«.2. Rineka Cipta. Aministrasi Pendidikan. Hlm 172. DAFTAR PUSTAKA Soetjipto.3 <!--[endif]-->Agar kita tidak ketinggalan maka kita harus aktif mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan yang semakin lama semakin berkembang seiring dengan perkembangan zaman supaya tidak gaptek ( gagap teknologi ) . Bab II. Yusak.Id <!--[if !supportFootnotes]-->[3]<!--[endif]--> Sutisno.2 <!--[endif]-->Sebagai seorang personal administrasi pendidikan berusahalah untuk belajar dan belajar lagi lebih giat dalam memahami dan mendalami administrasi sarana dan prasarana demi terwujudnya tujuan dari pendidikan nasional <!--[if !supportLists]-->3. Bandung. Bab III. Sutisna. Prof. Administrasi Pendidikan. <!--[if !supportFootnotes]-->[5]<!--[endif]--> Prof. Oteng. Profesi Keguruan. 2005 <!--[if !supportFootnotes]--> <!--[endif]--> <!--[if !supportFootnotes]-->[1]<!--[endif]--> Yusak Burhanudin.Go. Hlm 53. 2004 Http://Media.Diknas.<!--[if !supportLists]-->3. Administrasi Pendidikan. Hlm 33. Profesi Keguruan.Diknas.2. !985 Burhanuddin.Go. Pustaka Setia. Bandung. Administrasi Pendidikan. Jakarta.

Menurut Max Weber (Wahjosumidjo. hubungan otoritas. Ciri-ciri organisasi sebagai birokrasi menurut Max Weber adalah sebagai berikut : <!--[if !supportLists]-->a. <!--[endif]-->Dalam organisasi terdapat proses interaksi antar sekelompok manusia dalam mencapai tujuan. peraturan dan undang-undang yang mengatur pengelolaan. Sekolah sebagai suatu organisasi di dalamnya terhimpun kelompok-kelompok manusia yang masing-masing baik secara perorangan maupun kelompok saling melakukan hubungan kerja sama untuk mencapai tujuan. tangung jawab dan pembagian kerja (a hierarchy of authority ). <!--[if !supportLists]-->e.PENGELOLAAN SUMBER DAYA MANUSIA DI SEKOLAH 11 f 2008 pada 10:01 am (Administrasi dan Supervisi) Tags: Pendidikan PENDAHULUAN Birokrasi sebagai salah satu sistem dalam pemerintahan. seorang pakar sosiologi Jerman. interaksi dengan lingkungan yang mendukung. <!--[if !supportLists]-->b. tugas-tugas. birokrasi adalah salah satu bentuk ideal organisasi. <!--[if !supportLists]-->c. Kelompok-kelompok manusia yang dimaksud . <!--[endif]-->Dalam organisasi hubungan kerja sama yang ada di dalamnya bersifat struktural atau merupakan hubungan hierarki yang di dalamnya berisi wewenang. seperti kedudukan yang bersifat hierarki. <!--[endif]-->Dalam organisasi terdapat aturan yang mengatur proses interaksi diantara orang-orang yang melakukan kerja sama . 2007 : 62). di dalamnya ditandai dengan berbagai indikasi. di mana titik sentral dari teori Weber ini diletakkan pada pola-pola interaksi yang legitimatif (legitimate interaction patterns) di antara para anggota organisasi dalam mencapai tujuan dan terlibat dalam kegiatan. <!--[endif]-->Dalam interaksi mencapai tujuan ada pembagian tugas. <!--[endif]-->Di dalam organisasi terdapat sistem komunikasi dan sistem insentif. fungsi-fungsi khusus. <!--[if !supportLists]-->d.

Job description ini merupakan manifestasi dari pemberdayaan sumber daya manusia (personal). Pembagian tugas ini diadakan untuk mendukung agar proses interaksi antar manusia dapat berjalan dengan baik. PENDAHULUAN 1. perlengkapan dan sebagainya. mengajar dan atau melatih para peserta didik menuju ke arah perubahan . Seringkali juga untuk mengasumsikan seorang pegawai menggunakan istilah staf. Pegawai pada suatu sekolah ialah mereka yang tergabung dalam suatu sekolah untuk melaksanakan tugas dalam rangka mencapai tujuan pendidikan. ialah sekelompok sumber daya manusia yang ditugasi untuk membimbing.adalah sumber daya manusia yang terdiri dari : Kepala Sekolah. Tinjauan Awal Tentang Personalia Kepegawaian disebut juga personalia dan pegawainya disebut juga personel atau karyawan. Demikian juga di dalam kehidupan sekolah. dan kelompok orang tua siswa. 2005 : 65). personel di sekolah meliputi unsur guru yang disebut tenaga edukatif dan unsnur karyawan yang disebut tenaga administratif. Staf yang dimaksud dalam bahasan kita adalah sekelompok sumber daya manusia yang bertugas membantu kepala sekolah dalam mencapai tujuan sekolah yang terdiri dari para guru. dan bagaimana melakukan tugas tersebut. peserta didik. pembagian tugas ini dilaksanakan dengan tegas oleh kepala sekolah. dan kelompok sumber daya manusia yang bertugas sebaai tenaga administrasi yang khusus dalam hal keuangan. pengelolaan personal ini difokuskan pada pengelolaan staf / karyawan non guru. tenaga administrasi / staf. (Burhanuddin. pustakawan. guru-guru. Guru sebagai tenaga pendidik. 2004 : 86 ). Dalam pembahasan ini. Pada prinsipnya yang dimaksud personel ialah orang-orang yang melaksanakan sesuatu tugas untuk mencapai tujuan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia staf berarti sekelompok orang yang bekerja sama membantu seorang ketua dalam mengelola sesuatu. laboran. Karena itu . kepegawaian. Pada setiap organisasi di dalamnya selalu ada pembagian tugas. ( Suryosubroto. sehingga masing-masing kelompok dan orang-orang dengan jelas melakukan tugas apa. kapan.

yang lebih baik. 2. menentukan kebijaksanaan. mempekerjakan orang. menggaji. namun tetap dalam kondisi yang menyenangkan. laboran. fungsi personalia yang harus dilaksanakan pimpinan adalah menarik. mengembangkan program. Laboran adalah orang (ahli kimia dan sebagainya) yang bekerja di laboratorium. Konsekwensinya setiap kepala sekolah harus memahami benar mengenai lingkup atau dimensi-dimensi kepegawaian. Tenaga administrasi atau administrator adalah pengurus. . Masalah ±masalah itu mencakup beberapa aspek. mencapai hasil dan mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan yang terpisah-pisah. Pengelolaan atau manajemen tenaga kependidikan bertujuan untuk memberdayagunakan tenaga kependidikan secara efektif dan efisien untuk mencapai hasil yang optimal. Secara umum kita akui bahwa keberhasilan usaha seseorang mempunyai hubungan yang erat dengan kualitas manusia yang melakukan usaha atau tugas tersebut. seperti mendefinisikan tujuan. Menejemen Personalia di Sekolah Keberadaan sumber daya manusia merupakan bagian integral dalam kehidupan suatu sekolah. penata usaha di bidang-bidang tertentu seperti keuangan. mengembangkan. dan sebagainya. Semua kegiatan tersebut memerlukan keterlibatan orang-orang dengan latar belakang kemampuan yang berbeda-beda . Pustakawan adalah orang yang bergerak di bidang perpustakaan. mengadakan fasilitas. kelompok orang-orang yang tidak terlibat dalam tugas mengajar. Kualitas sumber daya manusia yang nampak melalui kompetensi yang dimilikinya merupakan hal esensial untuk menjadi manusia professional. Keberhasilan sekolah sangat ditentukan oleh keberhasilan pimpinannya mengelola tenaga kependidikan yang tersedia di sekolah. Oleh sebab itu. Banyak masalah yang tidak terpisahkan dari kehidupan sekolah sebagai suatu organisasi. seperti para guru yang professional. dan memotivasi personil guna mencapai tujuan. seperti pustakawan. kepegawaian. Sehubungan dengan itu. Karena masing-masing sumber daya manusia mempunyai peranan yang strategis. ahli perpustakaan. pembinaan terhadap personal yang ada menjadi tanggung jawab kepala sekolah sebagai pimpinan tertinggi di suatu sekolah. Begitu juga dengan keberhasilan suatu sekolah. perlengkapan dan sebagainya.

lembaga ataupun organisasi. maka diperlukan adanya rencana kepegawaian. motivasi serta kecakapan / keahlian memang betul-betul telah memiliki persyaratan untuk melaksanakan pekerjaan / jabatan khusus yang akan ditugaskan. maupun praktek. motivasi dan kreativitas secara maksimal. Identifikasi dibedakan menjadi rekruitmen dan seleksi. pengadaan pegawai dapat didatangkan secara intern atau dari dalam organisasi saja. keinginan atau harapan. kepala sekolah sebagai seorang pemimpin harus mampu mengolah dan memanfaatkan segala sumber daya manuasi yang ada. Dalam rangka memenuhi kebutuhan pegawai pada suatu sekolah. Identifikasi staf / pegawai Tahapan ini erat kaitannya dengan rencana pengadaan pegawai. Rekruitmen merupakan proses identifikasi calon-calon staf yang secara potensial akan diterima. sehingga tercapai efektivitas sekolah yang pada ujungnya menghasilkan perubahan yang diharapkan pada anak didik. Sedang seleksi merupakan proses pemilihan calon-calon yang tingkat kualitasnya seperti kepribadian. motivasi serta keahlian yang dimiliki sesuai dengan kebutuhan atau jenis pekerjaan / kedudukan yang diberikan pada mereka. pada suatu organisasi. b. Untuk mengelola sumber daya manusia agar memiliki kecakapan. Seleksi itu biasanya dilakukan dengan serangkaian ujian baik secar lisan. apakah melalui promosi atau mutasi. Namun adakalanya. Identifikasi staf atau pegawai merupakan pengenalan terhadap kualitas yang dimiliki oleh para calon staf baik dari sisi derajat kepribadian. maka hendaknya melalui tahapan ± tahapan sebagai berikut : a.Oleh sebab itu. kebutuhan atau harapan. Namun sebelumnya harus dilakukan analisis pekerjaan ( job analysis ) dan analisis jabatan untuk memperoleh diskripsi tentang tugas ± tugas dan pekerjaan yang harus dilaksanakan. Tujuan pokok penempatan adalah mencari kepastian secara maksimal . maka pimpinan menentukan kemungkinan penempatannya. Penempatan Bila rekruitmen pegawai telah mendapatkan calon ± calon pegawai yang sesuai dengan kualifikasi pegawai yang ditetapkan.

peran. jalur. dan pengembangan karir. dan mengembangkan rasa ikut memiliki dan mengenali sekolah dan masyarakat. dan juga kepribadian pegawai. 2007 : 42 ± 45 ). kelebihan. Kegiatan ini dapat dilakukan dengan cara on the job training dan in service training. Evaluasi Untuk mengetahui sejauh mana tingkat kemampuan dan keberhasilan pegawai seorang pimpinan perlu mengadakan evaluasi terhadap kinerja pegawainya. d. Tahapan ini berkaitan erat dengan pembinaan dan pengembangan staf atau pegawai.<!--[endif]-->Rasa tanggung jawab terhadap tugas . Penyesuaian diri Tujuan utama penyesuaian adalah untuk membantu seorang pegawai baru memahami dan beradaptasi pada harapan. ada beberapa hal yang penting untuk dinilai dalam daftar penilian pegawai. penilaian berguna sebagai umpan balik berbagai hal. seperti kemampuan.<!--[endif]-->Kerajinan <!--[if !supportLists]-->. ( Mulyasa. yaitu : <!--[if !supportLists]-->. prestasi individu dan peran sertanya dalam kegiatan sekolah. Penilaian ini tidak hanya penting bagi sekolah. c. Evaluasi mencakup penilian terhadap tingkat penampilan dari masing-masing personel / staf dalam mencapai hasil yang diharapkan. kekurangan dan potensi yang pada gilirannya bermanfaat untuk menentukan tujuan.<!--[endif]-->Kepatuhan disiplin kerja <!--[if !supportLists]-->. Bagi para pegawai. Penampilan yang dimaksud di sini mencakup.<!--[endif]-->Kemampuan kerja <!--[if !supportLists]-->. menjaga dan meningkatkan kinerja pegawai. Menurut Ismed Syarif. Di mana fungsi pembinaan dan pengembangan pegawai merupakan pengelolaan personil yang mutlak perlu. rencana.tentang kesesuaian antara jabatan / tugas yang harus diisi dengan kemampuan dan keahlian individu serta karakteristik pribadi para individu. tetapi juga bagi pegawai itu sendiri. Kegiatan pembinaan dan pengembangan ini tidak hanya menyangkut aspek kemampuan. untuk memperbaiki. tetapi juga menyangkut karier pegawai.

Pemberhentian pegawai . maka perlu adanya perbaikan untuk meningkatkan professionalisme dan memperbaiki kelemahan dan kekurangan pegawai yang telah diidentifikasi. Perbaikan Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan. akan tetapi sudah dikaitkan dengan harkat dan martabat manusia. yang dapat dinilai dengan uang dan mempunyai kecenderungan diberikan secara tetap. dapat juga berupa tunjangan.<!--[endif]-->Kepemimpinan <!--[if !supportLists]-->. f. Masalah kompensasi merupakan salah satu bentuk tantangan yang harus dihadapi manajemen. kendaraan. Kompensasi pegawai. karena imbalan oleh para pegawai tidak lagi dipandang semata-mata sebagai alat pemuas kebutuhan materialnya.<!--[endif]-->Prakarsa (inisiatif) <!--[if !supportLists]-->. Perbaikan itu bisa berupa pendidikan dan latihan yang merupakan suatu bentuk program pengembangan sumber daya manusia ( personal development ).<!--[endif]-->Pekerjaan pada umumnya ( Suryosubroto. fasilitas perumahan. dan lain-lain. Hal ini mengacu pada arti daripada pendidikan dan latihan yang merupakan suatu program belajar yang direncanakan untuk menghasilkan anggota staf demi memperbaiki penampilan seseorang yang telah mendapatkan tugas menduduki jabatan ( Wahjosumidjo. g.<!--[if !supportLists]-->. 2004 : 90 ± 91 ). Pemberian kompensasi selain dalam bentuk gaji.<!--[endif]-->Hubungan kerja sama <!--[if !supportLists]-->. 2007: 380 ). e. Kompensasi adalah balas jasa yang diberikan organisasi kepada pegawai.<!--[endif]-->Kelakuan di dalam dan di luar dinas <!--[if !supportLists]-->.

<!--[if !supportLists]-->c.bagi yang berstatus pns.<!--[endif]-->Pemberhentian oleh sebab-sebab lain. <!--[endif]-->Menggunakan kepemimpinan yang membentuk organisasi kemanusiaan didalam cara yang sesuai antara kepentingan individu dengan kepentingan sekolah. <!--[endif]-->Memungkinkan sekolah mengatasi ketidakpastian atau kelemahan (infirmity). .<!--[endif]-->Pemberhentian atas permohonan sendiri.Pemberhentian pegawai merupakan fungsi personalia yang menyebabkan terlepasnya pihak organisasi dan personil dari hak dan kewajiban sebagai lembaga tempat bekerja dan sebagai pegawai. dan lain-lain. sehingga mampu tampil dalam bentuk yang luar biasa. motivasi dan kreativitas secara maksimal untuk : <!--[if !supportLists]-->a. <!--[endif]-->Menyesuaikan progam pendidikan secara terusmenerus terhadap kebutuhan hidup individu dan kebutuhan kompetisi di dalam masyarakat yang dinamis. seperti meninggal dunia. hilang. . Sebab-sebab pemberhentian pegawai ini dapat dikelompokkan kedalam tiga jenis yaitu : <!--[if !supportLists]-->. <!--[if !supportLists]-->e. <!--[if !supportLists]-->d. <!--[if !supportLists]-->. <!--[endif]-->Mempengaruhi orang-orang biasa. <!--[endif]-->Menciptakan kondisi dan suasana kondusif untuk meningkatkan pertumbuhan sikap kepeloporan / sukarela dan efektifitas individu secara maksimal. Peranan Kepala Sekolah dalam Pengelolaan Personel Seorang kepala sekolah harus mampu mengerakkan sumber daya manusia yang memiliki kecakapan. habis masa cuti tetapi tidak melaporkan.3. Untuk selanjutnya mungkin masing-masing pihak terikat dalam perjanjian dan ketentuan sebagai bekas pegawai. <!--[if !supportLists]-->.<!--[endif]-->Pemberhentian oleh dinas atau pemerintah. <!--[if !supportLists]-->b.

<!--[endif]-->Kelambatan dan ketidakhadiran. Castetter ( dalam Wahjosumidjo. 2007 ) adalah sebagai berikut : <!--[if !supportLists]-->a. <!--[endif]-->Ketidaklenturan karir. yang menurut William B. yang pada akhirnya akan tercipta keserasian antara tujuan organisasi dan usaha-usaha individu. <!--[endif]-->Pemberian penghargaan yang tidak efektif. Dan yang penting juga untuk diketahui bahwa di dalam organisasi seperti sekolah akan selalu terjadi problem kemanusiaan. <!--[endif]-->Pergantian yang berlebih-lebihan. <!--[if !supportLists]-->i.( Wahjosumidjo. Peranan sumber daya manusia terkait erat dengan keberhasilan sebuah organisasi. <!--[endif]-->Rekruitmen dan usaha seleksi yangh tidak produktif. <!--[if !supportLists]-->k. <!--[endif]-->Keusangan personil. <!--[endif]-->Pemberian kompensasi yang tidak seimbang. 2007 ). <!--[if !supportLists]-->d. <!--[if !supportLists]-->c. <!--[endif]-->Kedudukan yang tidak aman. <!--[if !supportLists]-->g. <!--[endif]-->Ketidakpuasan jabatan.ketidakadilan pemberian tugas dan kesempatan promosi. <!--[if !supportLists]-->j. dan . <!--[endif]-->Supervisi yang tidak tepat. <!--[endif]-->Kesenjangan komunikasi. <!--[if !supportLists]-->f. <!--[if !supportLists]-->h. Strategi kepegawaian yang mengacu kepada lima hal diatas memerlukan konsentrasi kepemimpinan dalam arti kesungguhan dalam mencapai tujuan organisasi yaitu memelihara para anggotanya. <!--[endif]-->Ketiadaan ( lack ) otoritas. berinisiatif dan berkreativitas dalam melaksanakan tugas-tugasnya sehingga terjadi hubungan proses administrasi. <!--[if !supportLists]-->b. <!--[if !supportLists]-->e. <!--[if !supportLists]-->l.

<!--[if !supportLists]-->m. Staf memegang peranan penting dalam kehidupan persekolahan. . <!--[endif]-->Perilaku sumber daya manusia kea rah pencapaian tujuan dapat dipengaruhi secara positif apabila kepala sekolah mampu melakukan pendekatan secara manusiawai. <!--[endif]-->Sumber daya manusia merupakan suatu komponen penting dari keseluruhan perencanaan organisasi. <!--[if !supportLists]-->f. Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan dan dilaksanakan oleh kepala sekolah agar dapat mencapai efektivitas sekolah. yaitu : <!--[if !supportLists]-->a. <!--[endif]-->Akibat negative yang tumbuh sehingga klien sekolah seringkali bersekutu dengan tawar menawar bersama ( bargaining ) di dalam sector masyarakat umum. seorang kepala sekolah harus mampu menegakkan hubungan yang serasi antara tujuan sekolah dengan perilaku sumber daya manusia yang ada. <!--[if !supportLists]-->b. sehingga sudah seharusnya seorang kepala sekolah betul-betul memahami pengelolaan sumber daya manusia mulai dari proses rekrutmen sampai pemberhentian. <!--[if !supportLists]-->c. <!--[endif]-->Mampu mengkoordinasikan dan mempersatukan usaha seluruh sumber daya manusia kea rah pencapaian tujuan. sehingga kepemimpinan kepala sekolah yang mempunyai arti vital dalam proses pendidikan harus mampu mengolah dan memanfaatkan segala sumber daya manusia yang ada sehingga tercapai efektivitas sekolah yang diharapkan akan membawa perubahan pada peserta didik. Jelas sekali dari paparan di atas betapa peranan sumber daya manusia sangat dominan dalam menentukan berhasil tidaknya suatu organisasi sekolah. <!--[endif]-->Sekolah harus secara terus menerus menyesuaikan dengan kondisi internal dan eksternal yang mutakhir. <!--[endif]-->Dalam meningkatkan efektivitas dan efesiensi sekolah. fungsi sumber daya manusia harus ditumbuhkan sebagai satu kesatuan utama. <!--[if !supportLists]-->e. <!--[if !supportLists]-->d. <!--[endif]-->Dalam rangka pengelolaan.

memberikan bimbingan dan tuntunan terhadap para guru.Oleh karena itu seorang kepala sekolah memiliki tanggung jawab pembinaan sumber daya manusia yang harus diarahkan pada : <!--[if !supportLists]-->a. <!--[if !supportLists]-->d. staf dan siswa percaya bahwa apa yang diperbuat adalah benar. KESIMPULAN . b. 2. <!--[endif]-->Pengembangan karier anggota secara maksimal. mengingat sekolah bukan hanya sebagai agen pembelajaran tapi juga agen perubahan. sehingga untuk mencapai hasil yang diharapkan dari organisasi yang dipimpinnya dia harus memiliki kemampuan : 1. Demikianlah uraian singkat mengenai pengelolaan sumber daya manusia di sekolah yang dalam hal ini menuntut peran dari kepala sekolah sebagai pimpinan tertinggi di sebuah sekolah. berusaha agar para guru. staf dan siswa seorang kepala sekolah perlu memperhatikan hal ± hal sebagai berikut : 1. staf dan siswa memacu dan berdiri di depan untuk memberikan inspirasi dalam mencapai tujuan. staf dan siswa adalah benar selama berpegang pada aturan yang berlaku. menghindarkan diri dari sikap dan perbuatan yang bersifat memaksa dan bertindak keras . mampu melakukan perbuatan yang melahirkan kesadaran dan rasa tanggung jawab dengan cara : a. Begitu berat tugas seorang kepala sekolah . mendorong timbulnya kemauan yang kuat serta penuh semangat dan percaya diri para guru. <!--[endif]-->Bantuan terhadap individu untuk memperoleh kedudukan dan standart penampilan kerja kelompok. membujuk ( induce ). 2. Untuk dapat berhasil menggerakkan para guru . <!--[if !supportLists]-->c. berusaha meyakinkan apa yan dilakukan oleh para guru. meyakinkan. <!--[endif]-->Pencapaian tujuan sekolah. <!--[if !supportLists]-->b. <!--[endif]-->Rekonsiliasi antara tujuan individu-individu dengan tujuan organisasi. staf dan siswa dalam melaksanakan tugas masing ± masing. Pengelolaan sumber daya manusia harus dilakukan secara professional untuk mencapai hasil yang diharapkan.

Pemimpin organisasi yang dalam hal ini diperankan oleh kepala sekolah harus mampu mengelola organisasi dengan baik lebih ± lebih pada aspek pengelolaan personalia sebagai sumber daya manusia yang menjadi motor penggerak suatu organisasi. Bukan hal mudah bagi seorang pemimpin organisasi untuk membangun kerja sama yang harmonis dalam organisasi yang menjadi tanggung jawabnya. Demikianlah kesimpulan akhir dari pengelolaan personel pada suatu organisasi yang dalam hal ini terfokus pada organisasi sekolah . kompensasi pegawai sampai pemberhentian pegawai. evaluasi. Dibutuhkan konsentrasi kepemimpinan dalam arti kesungguhan dalam mencapai tujuan organisasi dengan cara : memelihara para anggotanya.Sekolah sebagai sebuah organisasi melibatkan begitu banyak individu yang memiliki kecenderungan yang berbeda satu sama lain. Baik dari latar belakang social. pendidikan bahkan sebagai individu yang memiliki kepribadian yang juga berbeda satu sama lain. dan kreatifitas yang maksimal. kecakapan. pada akhirnya orang yang paling menentukan keberhasilan suatu sekolah adalah kepala sekolah. perbaikan. penyesuaian diri. penempatan. Pengelolaan personalia ini dimulai sejak tahap rencana pengadaan pegawai. berinisiatif dan berkreatifitas dalam menjalankan tugas ± tugasnya sehingga terjadi hubungan proses administrative dan akan saling mengaitkan proses administrasi yang pada akhirnya akan tercipta keserasian antara tujuan organisasi dan usaha ± usaha individu. Pengelolaan personalia ini dimanifestasikan pada job description yang jelas untuk menghindari terjadinya job overlapping. motivasi. Maka. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan profil pegawai yang benar ± benar memiliki kualifikasi dari segi keahlian. Masing ± masing individu itu saling bekerja sama satu dengan yang lain untuk mencapai tujuan yang sama dari organisasi yang menaunginya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful