Sistem Pembiayaan Pendidikan

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN JAKARTA Sistem pembiayaan pendidikan merupakan proses dimana pendapatan dan sumber daya tersedia digunakan untuk memformulasikan dan mengoperasionalkan sekolah. Sistem pembiayaan pendidikan sangat bervariasi tergantung dari kondisi masing-masing negara seperti kondisi geografis, tingkat pendidikan, kondisi politik pendidikan, hukum pendidikan, ekonomi pendidikan, program pembiayaan pemerintah dan administrasi sekolah. Sementara itu terdapat beberapa faktor yang perlu diperhatikan untuk mengetahui sesuai tidaknya sistem dengan kondisi negara. Untuk mengetahui apakah sistem tersebut memuaskan, dapat dilakukan dengan cara: i) menghitung berbagai proporsi dari kelompok usia, jenis kelamin, tingkat buta huruf; ii) distribusi alokasi sumber daya pendidikan secara efisien dan adil sebagai kewajiban pemerintah pusat mensubsidi sektor pendidikan dibandingkan dengan sektor lainnya.

Setiap keputusan dalam masalah pembiayaan sekolah akan mempengaruhi bagaimana sumber daya diperoleh dan dialokasikan. Oleh karena itu perlu dilihat siapa yang akan dididik dan seberapa banyak jasa pendidikan dapat disediakan, bagaimana mereka akan dididik, siapa yang akan membayar biaya pendidikan. Demikian pula sistem pemerintahan seperti apa yang paling sesuai untuk mendukung sistem pembiayaan pendidikan. Tanggungjawab pemerintah dalam pembiayaan pendidikan termasuk untuk pendidikan kejuruan dan bantuan terhadap murid. Hal itu perlu dilihat dari faktor kebutuhan dan ketersediaan pendidikan, tanggungjawab orang tua dalam menyekolahkan vs social benefit secara luas, pengaruh faktor politik dan ekonomi terhadap sektor pendidikan. Menurut Levin (1987) pembiayaan sekolah adalah proses dimana pendapatan dan sumber daya tersedia digunakan untuk memformulasikan dan mengoperasionalkan sekolah di berbagai wilayah geografis dan tingkat pendidikan yang berbeda-beda. Pembiayaan sekolah ini berkaitan dengan bidang politik pendidikan dan program pembiayaan pemerintah serta administrasi sekolah. Beberapa istilah yang sering digunakan dalam pembiayaan sekolah, yakni school revenues, school expenditures, capital dan current cost. Dalam pembiayaan sekolah tidak ada pendekatan tunggal dan yang paling baik untuk pembiayaan semua sekolah karena kondisi tiap sekolah berbeda. Setiap kebijakan dalam pembiayaan sekolah akan mempengaruhi bagaimana sumber daya diperoleh dan dialokasikan. Dengan mengkaji berbagai peraturan dan kebijakan yang berbeda-beda di sektor pendidikan, kita bisa melihat konsekuensinya terhadap pembiayaan pendidikan, yakni: y Keputusan tentang siapa yang akan dididik dan seberapa banyak jasa pendidikan dapat disediakan y Keputusan tentang bagaimana mereka akan dididik y Keputusan tentang siapa yang akan membayar biaya pendidikan y Keputusan tentang sistem pemerintahan seperti apa yang paling sesuai untuk mendukung pembiayaan sekolah

Untuk menjawab pertanyaan tersebut di atas, ada dua hal pokok yang harus dapat dijawab, yakni: i) bagaimana sumber daya akan diperoleh, ii) bagaimana sumber daya akan dialokasikan pada berbagai jenis dan jenjang pendidikan/tipe sekolah/kondisi daerah yang berbeda. Terdapat dua kriteria untuk menganalisis setiap hal tersebut, yakni, i) efisiensi yang terkait dengan keberadaan sumber daya yang dapat memaksimalkan kesejahteraan masyarakat dan ii) keadilan yang terkait dengan benefits dan costs yang seimbang. Menurut J. Wiseman (1987) terdapat tiga aspek yang perlu dikaji dalam melihat apakah pemerintahan perlu terlibat dalam masalah pembiayaan pendidikan: y Kebutuhan dan ketersediaan pendidikan terkait dengan sektor pendidikan dapat dianggap sebagai salah satu alat perdagangan dan kebutuhan akan investasi dalam sumberdaya manusia/human capital y Pembiayaan pendidikan terkait dengan hak orang tua dan murid untuk memilih menyekolahkan anaknya ke pendidikan yang akan berdampak pada social benefit secara keseluruhan y Pengaruh faktor politik dan ekonomi terhadap sektor pendidikan Dalam hal pendidikan kejuruan dan industri, M. Woodhall (1987) menjelaskan bahwa di masa lalu pembiayaan pendidikan jenis ini ditanggung oleh perusahaan. Perusahaan memberi subsidi kepada para pekerjanya sendiri. Sekarang peran pemerintah semakin besar dalam pembiayaan ini. Hal itu disebabkan adanya kepentingan ekonomi. Artinya kebijakan ketenagakerjaan, diharapkan dapat meningkatkan kepentingan untuk membagi biaya dan manfaat dari pendidikan ini dengan adil. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pendidikan kejuruan ini adalah: Peran pemerintah dalam membiayai jenis pendidikan ini Perbedaan antara jenis training yang umum dan spesifik Pilihan antara training yang on dan off the job Keseimbangan antara pembiayaan dari pemerintah dan sektor swasta di pendidikan ini Pentingnya praktek kerja sebagai kelanjutan dari jenis pendidikan ini Pembayaran kompensasi selama mengikuti pendidikan ini Sumber daya yang dialokasikan untuk jenis pendidikan ini

y y y y y y y

TUGAS DAN FUNGSI SUPERVISI PENDIDIKAN
I. PENDAHULUAN Pendidikan pada hakekatnya adalah sebuah transformasi yang mengubah input menjadi output. Untuk menjadi output, dalam transformasi tersebut diperlukan suatu proses yang berlangsung secara benar, terjaga serta sesuai dengan apa yang telah ditetapkan. Pada pendidikan, untuk menjamin terjadinya proses yang benar tersebut, diperlukan pengawasan (supervisi). Supervisi ini dilakukan dalam rangka menjamin kualitas (quality assurance) agar sesuai dengan tujuan pendidikan. Pada makalah ini akan dibahas tentang tugas dan fungsi supervisi pendidikan. II. PEMBAHASAN A. Tugas Supervisi Pendidikan. Seorang supervisior dapat dilihat dari tugas yang dikerjakannya. Seorang pemimpin pendidikan yang berfungsi sebagai supervisor tampak jelas perannya. Sesuai dengan pengertian hakiki supervisi, maka supervisi berperan atau bertugas memberi support (supporting), membantu (assisting) dan mengikutsertakan (sharing). Selain itu, seorang supervisior bertugas sebagai: - Koordinator. - Konsultan. - Pemimpin Kelompok. - Evaluator . Tugas lain bagi seorang supervisi atau pengawas akademik, yakni mencakup hal-hal berikut: 1. Mengupayakan agar guru lebih bersungguh-sungguh dan bekerja lebih keras serta bersemangat dalam mengajar. 2. Mengupayakan agar sistem pengajaran ditata sedemikian rupa sehingga berlaku prinsip belajar tuntas, yaitu guru harus berupaya agar murid benar-benar menguasai apa yang telah diajarkan dan tidak begitu saja melanjutkan pengajaran ke tingkat yang lebih tinggi jika murid Belum tuntas penguasaannya. 3. Memberikan tekanan (pressure) terhadap guru untuk mencapai tujuan pengajarannya, dengan disertai bantuan (support) yang memadai bagi keberhasilan tugasnya. 4. Membuat kesepakatan dengan guru maupun dengan sekolah mengenai jenis dan tingkatan dari target output yang harus mereka capai sehubungan dengan keberhasilan pengajaran. 5. Secara berkala melakukan pemantauan dan penilaian (assessment) terhdap keberhasilan (efektifitas) mengajar guru, khususnya dalam kaitannya dengan kesepakatan yang dibuat pada butir (4) di atas. 6. Membuat persiapan dan perencanaan kerja dalam rangka pelaksanaan butir-butir di atas, menyusun dokumentasi dan laporan bagi setiap kegiatan, serta mengembangkan sistem pengelolaan data hasil pengawasan. 7. Melakukan koordinasi serta membuat kesepakatan-kesepakatan yang diperlukan dengan kepala sekolah, khususnya dalam hal yang berkenaan dengan pemantauan dan pengendalian

efektifitas pengajaran serta hal yang berkenaan dengan akreditas sekolah yang bersangkutan. B. Fungsi Supervisi. Secara umum fungsi supervisi adalah perbaikan pengajaran. Berikut ini berbagai pendapat para tentang fungsi supervisi, di antaranya adalah: ‡ Ayer, Fred E, menganggap fungsi supervisi untuk memelihara program pengajaran yang ada sebaik-baiknya sehingga ada perbaikan. ‡ Franseth Jane, menyatakan bahwa fungsi supervisi memberi bantuan terhadap program pendidikan melalui bermacam-macam cara sehingga kualitas kehidupan akan diperbaiki. ‡ W.H. Burton dan Leo J. Bruckner menjelaskan bahwa fungsi utama dari supervisi modern ialah menilai dan memperbaiki faktor-faktor yang mempengaruhi hal belajar. ‡ Kimball Wiles, mengatakan bahwa fungsi supervisi ialah memperbaiki situasi belajar anakanak. Usaha perbaikan merupakan proses yang kontinyu sesuai dengan perubahan masyarakat. Masyarakat selalu mengalami perubahan. Perubahan masyarakat membawa pula konsekuensi dalam bidang pendidikan dan pengajaran. Suatu penemuan baru mengakibatkan timbulnya dimensi-dimensi dan persepektif baru dalam bidang ilmu penegetahuan. Makin jauh pembahasan tentang supervisi makin nampak bahwa kunci supervisi bukan hanya membicarakan perbaikan itu sendiri, melainkan supervisi yang diberikan kepada guru-guru, menurut T.H. Briggs juga merupakan alat untuk mengkoordinasi, menstimulasi dan mengarahkan pertumbuhan guru-guru. Dalam suatu analisa fungsi supervisi yang diberikan oleh swearingen, terdapat 8 fungsi supervisi, yakni: 1. Mengkoordinasi Semua Usaha Sekolah. Koordinasi yang baik diperlukan terhadap semua usaha sekolah untuk mengikuti perkembangan sekolah yang makin bertambah luas dan usaha-usaha sekolah yang makin menyebar, diantaranya: - Usaha tiap guru. - Usaha-usaha sekolah. - Usaha-usaha pertumbuhan jabatan. 2. Memperlengkapi Kepemimpinan Sekolah. Yakni, melatih dan memperlengkapi guru-guru agar mereka memiliki ketrampilan dan kepemimpinan dalam kepemimpinan sekolah. 3. Memperluas Pengalaman. Yakni, memberi pengalaman-pengalaman baru kepada anggota-anggota staff sekolah, sehingga selalu anggota staff makin hari makin bertambah pengalaman dalam hal mengajarnya. 4. Menstimulasi Usaha-Usaha yang Kreatif. Yakni, kemampuan untuk menstimulir segala daya kreasi baik bagi anak-anak, orang yang dipimpinnya dan bagi dirinya sendiri. 5. Memberikan Fasilitas dan Penilaian yang Kontinyu.

Penilaian terhadap setiap usaha dan program sekolah misalnya, memiliki bahan-bahan pengajaran, buku-buku pengajaran, perpustakaan, cara mengajar, kemajuan muridmuridnya harus bersifat menyeluruh dan kontinyu. 6. Menganalisa Situasi Belajar Situasi belajar merupakan situasi dimana semua faktor yang memberi kemungkinan bagi guru dalam memberi pengalaman belajar kepada murid untuk mencapai tujuan pendidikan. 7. Memberi Pengetahuan dan Ketrampilan pada Setiap Anggota Staf. Supervisi berfungsi memberi stimulus dan membantu guru memperkembangkan pengetahuan dan ketrampilan dalam belajar. agar mereka

8. Mengintegrasikan Tujuan dan Pembentukan Kemampuan. Fungsi supervisi di sini adalah membantu setiap individu, maupun kelompok agar sadar akan nilai-nilai yang akan dicapai itu, memungkinkan penyadaran akan kemampuan diri sendiri. Fungís supervior (pengawas) oleh karenanya menjadi penting, sebagaimana tertuang dalam Kepmen PAN Nomor 118/1996 yang menyebutkan bahwa pengawas diberikan tanggung jawab dan wewenag penuh untuk melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan pendidikan, penilaian dan pembinaan teknis serta administratif pada satuan pendidikan. III. KESIMPULAN Dari uraian yang telah disampaikan, dapat disimpulkan bahwa seorang supervisor dapat dilihat dari tugas yang dikerjakannya, suatu tugas yang dilaksanakannya memberi status dan fungsi pada seseorang. Dalam fungsinya nampak perananya dan dari peranannya terdapat tugas-tugas yang harus dilaksnakan oleh seorang supervisor pendidikan seperti yang telah diuraikan sebelumnya. IV. DAFTAR PUSTAKA A, Hasan, Yusuf, dkk., Pedoman Pengawasan, Jakarta: CV Mekar Jaya, 2002. A, Sahertian, Piet, Drs, Prinsip dan Teknik Supervisi Pendidikan, Usaha Nasioanal, Surabaya: 1981. Tim Penyusun Ditjen Baga Islam, Pedoman Pelaksanaan Supervisi Pendidikan Agama, Depag RI Ditjen Baga Islam, Jakarta, 2003.

MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH <!--[if !supportLists]-->A. <!--[endif]-->Dasar dan Tujuan Manajemen Berbasis Sekolah. Manajemen Berbasis sekolah merupakan suatu manajemen sekolah yang disebut juga dengan otonomi sekolah (school autonomy) atau site-based management (Beck & Murphy, 1996). Sejalan dengan belakunya otonomi daerah dalam dunia pendidikan, MBS atau schoolbased management (SBM) menuntut terjadinya perubahan dalam manajemen sekolah. Karena itu, pengelolaan suatu sekolah diserahkan kepada sekolah tersebut, atau sekolah diberikan kewenangan besar untuk mengelola sekolahnya sendiri dengan menggunakan Manajemen Berbasis Sekolah ini. Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) yaitu model pengelolaan yang memberikan otonomi atau kemandirian kepada sekolah atau madrasah dan mendorong pengambilan keputusan partisipatif yang melibatkan secara langsung semua warga sekolah atau madrasah sesuai dengan standar pelayanan mutu yang ditetapkan oleh pemerintah pusat, Provinsi, Kabupaten dan Kota.<!--[if !supportFootnotes]-->[1]<!--[endif]--> Pada prinsipnya MBS bertujuan untuk memberdayakan sekolah dalam menetapkan berbagai kebijakan internal sekolah yang mengarah pada peningkatan mutu dan kinerja sekolah secara keseluruhan.<!--[if !supportFootnotes]-->[2]<!--[endif]--> MBS merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mencapai keunggulan masyarakat bangsa dalam penguasaan ilmu dan teknologi, yang dinyatakan dalam GBHN. MBS, yang ditandai dengan otonomi sekolah dan pelibatan masyarakat merupakan respon pemerintah terhadap gejala-gejala yang muncul di masyarakat, bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, mutu, dan pemerataan pendidikan. peningkatan efisiensi, antara lain, diperoleh melalui keleluasaan mengelola sumber daya partisipasi masyarakat dan penyederhanaan birokrasi. Sementara peningkatan mutu dapat diperoleh, antara lain, melalui partisipasi orang tua terhadap sekolah, fleksibilitas pengelolaan sekolah dan kelas, peningkatan profesionalisme guru dan kepala sekolah. peningkatn pemerataan antara lain diperoleh melalui peningkatan partisipasi masyarakat yang memungkinkan pemerintah lebih berkonsentrasi pada kelompok tertentu.

<!--[if !supportLists]-->2. atau bahkan juga kabupaten/ kota. <!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Meningkatkan kompetensi yang sehat antar madrasah dan sekolah lain untuk pencapaian mutu pendidikan yang diharapkan. tanggung jawab pengambilan keputusan tertentu seperti anggaran. <!--[endif]-->PRINSIP-PRINSIP MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH Prinsip utama pelaksanaan MBS ada 5 (lima) hal yaitu: 1. <!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Dapat mengembangkan tugas pengelolaan sekolah atau madrasah tersebut menjadi tanggung jawab sekolah dan masyarakat. Tujuan Manajemen Berbasis Sekolah yakni: <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif sekolah atau madrasah dalam mengelola dan membedayakan sumber daya yang tersedia. <!--[endif]-->Meningkatkan kepedulian warga sekolah atau madrasah dan masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan melalui pengambilan keputusan bersama. Bottom-up planning and decision making .Dalam MBS. <!--[endif]-->Meningkatkan tanggung jawab sekolah atau madrasah kepada orang tua. pemerintah tentang mutu sekolah atau madrasah. dan kurikulum lebih banyak diletakkan pada tingkat sekolah daripada di tingkat pusat. <!--[endif]-->Dapat lebih mengaktifkan atau meningkatkan kepedulian masyarakat untuk ikut bertanggung jawab terhadap kinerja dan keberhasilan sekolah atau madrasah. provinsi. personel.<!--[if !supportFootnotes]-->[3 B. yaitu: <!--[if !supportLists]-->1. <!--[if !supportLists]-->2. Fokus pada mutu 2. <!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]-->Mendorong kreativitas kepala sekolah untuk mengelola sekolahnya menjadi lebih baik. Dengan pemberlakuan MBS diharapakan setidaknya dapat diperoleh beberapa keuntungan antara lain.

<!--[endif]-->Melibatkan semua fihak. Pemberian kekuasaan secara utuh sebagaimana dalam teori MBS tidak mungkin dilaksanakan dalam seketika. Pemberdayaan masyarakat <!--[if !supportLists]-->5. dan 4. . <!--[if !supportLists]-->2. khususnya guru dan orangtua siswa. Kekuasaan ini dimaksudkan untuk memungkinkan sekolah berjalan dengan efektif dan efisien. <!--[endif]-->Peningkatan mutu secara berkelanjutan Dalam mengimplementasikan MBS terdapat 4 (empat) prinsip yang harus difahami yaitu: 1. Pengetahuan Kepala sekolah dan seluruh warga sekolah harus menjadi seseorang yang berusaha secara terus menerus menambah pengetahuan dan keterampilan dalam rangka meningkatkan mutu sekolah. melainkan ada proses transisi dari manajemen yang dikontrol pusat ke MBS. Kekuasaan yang dimiliki kepala sekolah akan efektif apabila mendapat dukungan partisipasi dari berbagai pihak. sistem informasi. Seberapa besar kekuasaan sekolah tergantung seberapa jauh MBS dapat diimplementasikan. <!--[endif]-->Menjalin kerjasama dengan organisasi di luar sekolah.3. terutama guru dan orangtua siswa. 2. pengetahuan. sekolah harus memiliki sistem pengembangan sumber daya manusia (SDM) lewat berbagai pelatihan atau workshop guna membekali guru dengan berbagai kemampuan yang berkaitan dengan proses belajar mengajar. Manajemen yang transparan 4. Kekuasaan Kepala sekolah memiliki kekuasaan yang lebih besar untuk mengambil keputusan berkaitan dengan kebijakan pengelolaan sekolah dibandingkan dengan sistem pendidikan sebelumnya. sistem penghargaan. <!--[endif]-->Membentuk tim-tim kecil di level sekolah yang diberi kewenangan untuk mengambil keputusan yang relevan dengan tugasnya <!--[if !supportLists]-->3. kekuasaan. Kekuasaan yang lebih besar yang dimiliki oleh kepala sekolah dalam pengambilan keputusan perlu dilaksanakan dengan demokratis antara lain dengan: <!--[if !supportLists]-->1. 3. Untuk itu.

Dengan informasi tersebut warga sekolah dapat mengambil peran dan partisipasi.Pengetahuan yang penting harus dimiliki oleh seluruh staf adalah: <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Memahami dan dapat melaksanakan berbagai aspek yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan quality assurance. Sistem Penghargaan Sekolah yang melaksanakan MBS perlu menyusun sistem penghargaan untuk memberikan penghargaan kepada warga sekolah yang berprestasi. <!--[if !supportLists]-->2. komite sekolah dan tokoh masyarakat setempat dilibatkan . <!--[if !supportLists]-->C. bencmarking. guru. self assessment. perencanaan. dan umpan pelaksanaan. quality control. yaitu guru. dan akuntabilitas sekolah. profesional dan akuntabel.dll) Sistem Informasi Sekolah yang melakukan MBS perlu memiliki informasi yang jelas berkaitan dengan program sekolah. Infornasi yang amat penting untuk dimiliki sekolah antara lain yang berkaitan dengan: kemampuan guru dan Prestasi siswa. karyawan dan siswa. <!--[endif]-->PROSES PENERAPAN MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH Banyak manfaat yang telah dapat dirasakan baik oleh pemerintah daerah maupun pihak sekolah yang secara langsung menjadi sasaran pelaksanaan. school review. Hal ini karena dalam melaksanakan program-program berbasis sekolah ini diterapkan mulai prinsip-prinsip dari proses pelaporan manajemen (MBS). Sistem penghargaan ini diperlukan untuk mendorong karier warga sekolah. Melalui pelaksanaan program ini para pengelola pendidikan di sekolah termasuk kepala sekolah. SWOT. transparan. baliknya. evaluasi. <!--[endif]-->Pengetahuan untuk meningkatkan kinerja sekolah. Informasi ini diperlukan agar semua warga sekolah serta masyarakat sekitar bisa dengan mudah memperoleh gambaran kondisi sekolah. sampai dengan proses Dengan kata lain program-program yang dilaksanakan menganut prinsip-prinsip demokratis. Disamping itu ketersediaan informasi sekolah akan memudahkan pelaksanaan monitoring.

kepala sekolah. pembelajaran yang bermutu dan peran serta masyarakat. pejabat-pejabat di tingkat kecamatan. <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Memberdayakan tenaga kependidikan. unsur komite sekolah tentang Manajemen Berbasis Sekolah. <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Mengelola kegiatan yang bersifat bantuan langsung bagi setiap sekolah untuk . Disinilah proses pembelajaran itu berlangsung dan semua pihak saling memberikan kekuatan untuk memberikan yang terbaik bagi kemajuan sekolah. unsur komite sekolah pada pelaksanaan peningkatan mutu pembelajaran <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Melakukan supervisi dan monitoring yang sistematis dan konsisten terhadap agar pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan di sekolah yang diketahui berbagai kendala masalah dihadapi. Dewan Pendidikan Kab/Kota terutama membantu dalam mengkoordinasikan dan membuat jaringan kerja (akses) ke dalam siklus kegiatan pemerintahan dan pembangunan pada umumnya dalam bidang pendidikan. <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Mengadakan pelatihan dan pendampingan sistematis bagi para kepala sekolah. baik tenaga pengajar (guru). guru. serta segera dapat diberikan solusi/pemecahan masalah yang diperlukan. petugas bimbingan dan penyuluhan (BP) maupun staf kantor. Badan Perencanaan Kab/Kota.secara aktif dalam setiap tahapan kegiatan. Departemen Agama (yang menangani pendidikan MI. MTs dan MA). Adapun proses penerapan MBS dapat ditempuh antara lain dengan langkah-langkah sbb : <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Memberdayakan komite sekolah/majelis madrasah dalam peningkatan mutu pembelajaran di sekolah <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Unsur pemerintah Kab/Kota dalam hal ini instansi yang terkait antara lain Dinas Pendidikan.

<!--[endif]-->profesionalisme Faktor ini sangat strategis dalam upaya menentukan mutu dan kinerja sekolah atau madrasah. Faktor Pendukung Keberhasilan Manajemen Berbasis Sekolah <!--[if !supportLists]-->1. dan pengawas. <!--[endif]-->Kepemimpinan dan manajemen sekolah yang baik MBS aan berhasi jika ditopang oleh kemampuan professional kepala sekolah atau madrasah dalam memimpin dan mengelola sekolah atau madrasah secara efektif dan efisien. serta mampu menciptakan iklim organisasi yang kondusif untuk proses belajar mengajar. <!--[if !supportLists]-->3. <!--[if !supportLists]-->4. guru. Rehabilitasi/Pembangunan dengan membentuk dan Tim prasarana khusus Pendidikan. kemampuan dalam membiayai pendidikan. <!--[endif]-->Dukungan pemerintah Faktor ini sangat membantu efektifitas implementasi MBS terutama bagi sekolah atau madrasah yang kemampuan orangtua/ masyarakatnya relative belum siap memberikan kontribusi terhadap penyelenggaraan pendidikan. serta tingkat apresiasi dalam mendorong anak untuk terus belajar. ekonomi dan apresiasi masyarakat terhadap pendidikan Faktor eksternala yang akan turut menentukan keberhasilan MBS adalah kondisi tingkat pendidikan orangtua siswa dan masyarakat. untuk sifatnya menangani sekaligus melakukan dukungan dan pengawasan terhadap Tim bentukan sebagai pelaksana kegiatan tersebut. Tanpa profesionalisme kepala sekolah atau madrasah. akan sulit dicapai program MBS yang bermutu tinggi serta prestasi siswa. <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Kondisi social.<!--[if !supportFootnotes]-->[4]<!-[endif]--> Kesimpulan . alokasi dana pemerintah dan pemberian kewenangan dalam pengelolaan sekolah atau madrasah menjadi penentu keberhasilan.peningkatan sarana yang dan mutu pembelajaran.

. dapat mengajak semua pihak untuk memajukan dan meningkatkan pelaksanaan pendidikan. orang tua dan guru. Paling tidak ada tiga tujuan dilaksanakannya MBS Peningkatan Efesiensi.Manajemen berbasis sekolah pada intinya adalah memberikan kewenangan terhadap sekolah untuk melakukan pengelolaan dan perbaikan kualitassecara terus menerus. Dengan adanya MBS maka ada beberapa keuntugan dalam pendidikan yaitu. Dengan adanya MBS diharapkan akan memberi peluang dan kesempatan kepada kepala sekolah. Tujuan MBS adalah untuk mewujudkan kemerdekaan pemerintah daerah dalam mengelola pendidikan. 2002. Manajemen Berbasis Sekolah Strategi Peningkatan Mutu Pendidikan Pada Madrasah. PT Remaja Rusda karya. Sekolah diberi hak otonom untuk menentukan nasibnya sendiri. Daftar Pustaka Departemen Agama Direktorat Jenderal Kelembagaan Agama Islam Direktorat Madrasah Dengan Pendidikan Agama Di Sekolah Umum. guru dan siswa untuk melakukan inovasi pendidikan. sumber daya yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal. Peningkatan Pemerataan Pendidikan. Dengan demikian peran pemerintah pusat akan berkurang. Bandung 2004. Peningkatan Mutu. Satuan Biaya Pendidikan Dasar dan Menengah. kebijakan dan kewenangan sekolah mengarah langsung kepada siswa. Dedi Supriadi. pembinaan peserta didik dapat dilakukan secara efektif. Dapat juga dikatakan bahwa manajemen berbasis sekolah pada hakikatnya adalah penyerasian sumber daya yang dilakukan secara mandiri oleh sekolah dengan melibatkan semua kelompok kepentingan (stakeholder) yang terkait dengan sekolah secara langsung dalam proses pengambilan keputusan untuk memenuhi kebutuhan peningkatan mutu sekolah atau untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.

globalisasi. Kepala Sekolah hendaknya melakukan obeservasi yang terus menerus tentang kondisi-kondisi dan sikap-sikap di kelas. 2001 : 51). di era organisasi saat ini dan di masa mendatang yang menekankan topik-topik baru seperti diversity. etika. kualitas/mutu. leading and controlling atau dapat disebut pendekatan manajemen fungsional dikenal berhasil membantu pekerjaan para manajer di era tahun 1960 dan 1970. pembinaan dan pengembangan (development) bagi anggota organisasi. organizing. Tuntutan masyaratkan sebagai pelanggan menjadi fokus utama dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi kebutuhan pendidikan masyarakat. maka Kepala Sekolah dituntut untuk dapat menjalankan supervisi sebagai salah satu peran strategisnya dalam melakukan pengelolaan sekolah. Dalam kerangka ini. dan dari pengenalan ini pendidikan memahami apa aspirasi dan kebutuhannya (need assessment). selama proses aktivitas organisasi sekolah tersebut dilakukan. social responsibility. Supervisi merupakan peran yang strategis bagi Kepala Sekolah dalam melakukan fungsi manajemen dalam pengawasan (controlling). Pada tataran organisasi. macam kurikulumnya. Namun. maka visi pendidikan hendaknya diarahkan untuk menyesuaikan terhadap perubahan paradigma tersebut. dan persyaratan pengajarnya (Hamzah B. globalization. Dalam hal ini. baru ditentukan sistem pendidikan. Kepala Sekolah sebagai pimpinan dalam menjalankan fungsinya perlu efektif dan efesien. tanggungjawab sosial. dan tim kerja (Primiana. Maksudnya untuk memberikan bantuan pemecahan atas kesulitan-kesulitan yang dialami guru dan pegawai serta melakukan perbaikan-perbaikan baik langsung maupun tidak langsung mengenai kekurangan-kekurangannya. di ruang tata usaha dan pada pertemuan-pertemuan staf pengajar. . dan pegawai tata usaha akan menjadi semakin baik secara berkelanjutan.Organisasi tradisonal dengan kerangka kerja planning. Pendidikan harus mengenali siapa pelanggan. quality. sehingga secara bertahap kualitas dan produktivitas kegiatan belajar mengajar yang dilakukan staf kepala sekolah. ethics. Sehubungan dengan situasi tersebut. kewirausahawanan dan perubahan organisasi) tidak cocok bila menggunakan organisasi tradisional tersebut. sekaligus juga merupakan dorongan permasalahan di bidang pendidikan. maka keberadaan Kepala Sekolah sebagai seorang pimpinan menjadi sangat strategis perannya dalam rangka pengelolaan sekolah sesuai dengan tuntutan perubahan tersebut. 2007 : 5). Perubahan organisasi tradisional memasuki organisasi baru ditandai dengan perubahan dari ³command and control´ ke berbagai visi. entrepreneurship and organizational learning (keanekaragaman. pemberdayaan. Keberhasilan sekolah yang dipimpinnya sangat ditentukan oleh kepemimpinannya. guru di kelas. kinerja wali kelas. serta wewenang yang berat dalam rangka mengelola sekolah. maka manajemen berbasis sekolah merupakan acuan yang didasarkan pada Standar Pelayanan Pendidikan (SPP). Uno. Pelaksanaan pendidikan selama ini yang banyak diwarnai dengan pendekatan sarwa negara (state driven) di masa yang akan dating harus berorientasi pada aspirasi masyarakat (putting customers first). Kepala Sekolah selaku supevisor pendidikan memiliki fungsi mengarahkan. Kepala Sekolah memiliki tugas dan tanggung jawab. membimbing dan mengawasi seluruh kegiatan pendidikan dan kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan guru yang ditujang oleh pegawai di sekolah. di ruangan guru. Setelah mengetahui asprirasi dan kebutuhan mereka.

Commitment/komitmen. Job satisfaction/kepuasan kerja. Oleh karena itu. tampak bahwa fungsi pokok Kepala Sekolah dalam kedudukan sebagai supervisor adalah membantu guru-guru dalam memecahkan masalah-masalah pendidikan dan pengajaran serta membantu mengembangkan kemampuan profesionalnya. Supevisi berasal dari kata ³super´ dan ³visi´ yang mengandung arti melihat dan meninjau dari atas atau menilik dan menilai dari atas yang dilakukan oleh atasan terhadap aktivitas. dan kinerja bawaha (Mulyasa. 2003 : 155). Dengan demikian. Dalam kaitannya dengan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). diperlukan pemahaman yang lebih luas tentang supervisi. mencakup pembinaan dan pengawasan efisiensi pelaksanaan tugas. kreativitas. dengan kata lain bahwa keberhasilan dalam melaksanakan supervisi sangat ditentukan oleh keterampilan-keterampilan supervisor. supervisi lebih ditekankan pada pembinaan dan peningkatan kemampuan dan kinerja tenaga kependidikan di sekolah dalam melaksanakan tugas. efektifitas penggunaan metode dan teknik mengajar serta produktivitas pendayagunaan sarana prasarana belajar. agar pelaksanaan supervisi dapat mengembangkan kebersamaan seluruh anggota organisasi dalam upaya meningkatkan kinerja sekolah. 2004 : 44). Untuk dapat menghasilkan supervisi yang berkualitas. maka pentingnya melakukan supervisi oleh kepala sekolah perlu dilaksanakan secara efektif. pengajaran dan pelatihan peserta didik juga dapat berkembang. supervisi bersifat memberikan bimbingan dan memberikan bantuan kepada guru maupun staf sekolah lainnya dalam mengatasi kesulitan. maka supervisi perlu dilakukan secara efektif. Peran dari Kepala Sekolah dalam hal ini menjadi sangatlah penting. maka diperlukan strategi dalam pelaksanaan supervisi tersebut. Hal ini diukur dengan : 1. 3. agar kinerja sekolah yang dikelolanya dapat lebih meningkat. Hal tersebut penting karena tanpa pengawasan maka seluruh kegiatan program sekolah tidak akan berhasil secara baik. Fungsi supervisor diatas. bukan karena atasan namun lebih kepada bagaimana bawahan mau melaksanakan kegiatan/aktivitas pekerjaanya sesuai prosedurprosedur atau aturan. Dalam hal ini. serta tanggung jawabnya sebagai bawahan. 2. Melalui perbaikan dan pengembangan kinerja profesional yang menangani para peserta didik. Namun demikian. Increased confidence/meningkatnya kepercayaan (Siagian.Efektif berarti dampak positif yang dihasilkan dari melaksanakan supervisi. Oleh karena itu. Supervisi bukan mencari-cari kesalahan akan tetapi dalam melakukan supervise Kepala Sekolah harus menitik beratkan perhatiannya pada segala langkah yang telah diputuskan bersama. 2003 : 154). yang ditunjukkan dengan peningkatan kemampuan dalam organisasi. Strategi yang diterapkan dalam rangka pelaksanaan supervisi yaitu : . Bagaimana Strategi Supervisi Setiap kegiatan organisasi sekolah haruslah dilakukan pengawasan oleh kepala sekolah. Job performance/kinerja pekerjaan. Bertitik tolak dari penjelasan di atas. apabila terdapat penyimpangan-penyimpangan tidak dapat diketahui secara dini dan detail. dalam pelaksanaannya kepala sekolah dituntut untuk memiliki kemampuan dan keterampilan dalam melaksanakan supervisi. Supervisi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari seluruh proses administrasi pendidikan yang ditujukan terutama untuk mengembangkan efektivitas kinerja personalia sekolah yang berhubungan dengan tugas-tugas utama pendidikan. Melalui perbaikan dan pengembangan kinerja mereka diharapkan usaha pembimbingan. 1988 dalam Mulyasa. Dari pengertian ini. sehingga guru dapat tumbuh dan bertambah cakap dalam menerapkan metode dan teknik mengajar guna meningkatkan kualitas hasil belajar siswa. serta secara langsung dapat meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar (Pidarta. dan 4.

masih terdapat kendala. Supervisi efektif masih perlu dikembangkan untuk mencari strategi dan metode yang lebih baik agar pelaksanaannya mencapai tujuan secara efesien. maka supervisi perlu dilakukan secara efektif. A DV E R TI S E ME NT . oleh karena itu sekolah-sekolah perlu mengembangkannya di tingkat MKS b. Supervisi merupakan kegiatan penting yang dilakukan oleh Kepala Sekolah. Dengan melaksanakan supervisi secara efektif. maka beberapa hal penting dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. yang pada gilirannya dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat (loyalitas orang tua kepada sekolah) 4. Untuk memberikan hasil yang optimal. maka akan meningkatkan kinerja sekolah. Rekomendasi Bertitik tolak dari penjelasan pembahahasan dan kesimpulan yang telah sebutkan. untuk mengetahui sejauhmana keberhasilan aktivitas organisasi/sekolah telah dilaksanakan 2. Dimulai dengan langkah perencanaan (plan). maka beberapa hal dapat direkomendasikan sebagai saran. dan evaluasi (cheq) atau umpan balik (feed back) 3. antara lain : adanya tugas kedinasan Kepala Sekolah yang mendesak dan urgen padahal program/schedul supervisi sudah dibuat. sebagai berikut : a.plan (merencanakan)²-> (rencanakembali) do (melaksanakan)²²±>cheq (umpan balik)²±>plan Kesimpulan/Rekomendasi: Berdasarkan penjelasan tersebut. Pelaksanaan supervisi secara efektif. B. pelaksanaan (do). Supervisi efektif sangat penting.

terutama dalam rangka MBS (Manajemen Berbasis Sekolah). agar dana-dana yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang tercapainya tujuan pendidikan.PENDAHULUAN Keuangan dan pembiayaan merupakan salah satu sumber daya yang secara langsung menunjang efektifitas dan efisiensi pengelolaan pendidikan. Kami membuat makalah ini dikarenakan adanya tugas dosen selaku pembimbing mata kuliah administrasi & supervisi pendidikan dan sudah menjadi suatu kewajiban bagi kami selaku mahasiswa untuk menyelesaikannya. Dalam penyelenggaraan pendidikan. Komponen keuangan dan pembiayaan pada suatu sekolah merupakan komponen produksi yang menentukan terlaksananya kegiatan belajarmengajar di sekolah bersama dengan komponen-komponen yang lain. kami juga memaparkan sistem manajemen keuangan dalam suatu Negara dan pondok pesantren. yang memberikan kewenangan kepada sekolah untuk mencari dan memanfaatkan berbagai sumber dana sesuai dengan kebutuhan masing-masing sekolah karena pada umumnya dunia pendidikan selalu dihadapkan pada masalah keterbatasan dana. Komponen keuangan dan pembiayaan ini perlu dikelola sebaik-baiknya. melaksanakan dan mengevaluasi serta mempertanggungjawabkan pengelolaan dana secara transparan kepada masyarakat dan pemerintah. Hal tersebut lebih terasa lagi dalam implementasi MBS. Hal ini penting. yang menuntut kemampuan sekolah untuk merencanakan. dan didalam makalah ini kami mengambil beberapa literatur dari buku-buku yang menurut kami dapat sesuai dengan pembahasan kami. baik itu disadari maupun yang tidak disadari. PEMBAHASAN . yang sayang juga jika dilewatkan. Dalam makalah kelompok ini. keuangan dan pembiayaan merupakan potensi yang sangat menentukan dan merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam kajian manajemen pendidikan. apa lagi dalm kondisi krisis pada sekarang ini. Dengan kata lain setiap kegiatan yang dilakukan sekolah memerlukan biaya.

pergudangan dan prosedur pendistribusian. yang bersifat umum atau khusus dan diperuntukkan bagi kepentingan pendidikan. manajemen komponen keuangan harus dilaksanakan dengan baik dan teliti mulai dari tahap penyusunan anggaran. tidak ada kebocorankebocoran. kolusi dan nepotisme. penggunaan. (2) prosedur akuntansi keuangan. (3) masyarakat. (1) prosedur anggaran. Adapun dimensi pengeluaran meliputin biaya rutin dan biaya pembangunan. Sementara biaya pembangunan. serta biaya atau pengeluaran lain unutk barang-barang yang tidak habis pakai. efisien. daerah maupun kedua-duanya. baik mengikat maupun tidak mengikat. Dalam implementasi MBS. biaya pemeliharaan gedung. (4) prosedur investasi. (2) orang tua atau peserta didik. misalnya. Komponen utama manajemen keuangan meliputi. Otorisator adalah pejabat yang diberi wewenang untuk mengambil tindakan yang mengakibatkan penerimaan dan pengeluaran anggaran. tanggung jawab atas pemenuhan dana pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah. penyimpanan dan pengeluaran uang atau surat-surat berharga lainnya yang dapat dinilai dengan uang serta diwajibkan membuat perhitungan dan pertanggungjawaban.Sumber keuangan dan pembiayaan pada suatu sekolah secara garis besar dapat dikelompokkan atas tiga sumber. Berkaitan dengan peneriman keuangan dari orang tua dan masyarakat ditegaskan dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional1989 bahwa karena keterbatasan kemampuan pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan dana pendidikan. biaya pembelian atau pengembangan tanah. seperti gaji pegawai (guru dan non guru). Biaya rutin adalah biaya yang harus dikeluarkan dari tahun ke tahun. (3) pembelajaran. penambahan furnitur. yaitu (1) pemerintah. pembangunan gedung. fasilitas dan alat-alat pengajaran (barang-barang habis pakai). serta bebas dari penyakit korupsi. ordonator dan bendaharawan. sampai pengawasan dan pertanggungjawaban sesuai dengan ketentuan yang berlaku agar semua dana sekolah benar-benar dimanfaatkan secara efektif.masyarakat dan orang tua. Dalam pelaksanaannya manajemen keuangan ini menagnut azas pemisahan tugas antara fungsi otorisator. dan (5) prosedur pemeriksaan. baik pemerintah pusat. Ordonator adalah pejabat yang berwenang melakukan pengujian dan memerintahkan pembayaran atas segala tindakan yang dilakukan berdasarkan otorisasi yang telah ditetapkan. serta biaya operasional. perbaikan atau rehab gedung. . Adapun bendaharawan adalah pejabat yang berwenang melakukan penerimaan.

Kep. Di bawah ini kami kemukakan beberapa instrumen (format-format) yang mencerminkan adanya kegiatan manajemen keuangan sekolah tersebut. Namun. Yang dimaksud penyelenggaraan sekolah ialah: <!--[if !supportLists]-->.221 Tahun 1974) <!--[if !supportLists]--><!--[endif]-->Menteri keuangan (No. kesejahteraan personel. disamping mempunyai fungsi-fungsi bendaharawan. perbaikan sarana dan kegiatan supervisi.<!--[endif]-->Pengadaan alat atau bahan pelajaran .1 <!--[endif]-->MANAJEMEN KEUANGAN SEKOLAH Setiap unit kerja selalu berhubungan dengan masalah keuangan. dan dilimpahi fungsi ordonator untuk memerintahkan pembayaran. sebagi manajer. Bendaharawan. <!--[if !supportLists]-->2. juga dilimpahi fungsi ordonator untuk menguji hak atas pembayaran. Persoalan yang menyangkut keuangan sekolah pada garis besarnya berkisar pada: uang Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP). berfungsi sebagai otorisator. 1606/MK/II/1974) tertanggal: 20 Nopember 1974 SPP dimaksudkan untuk membantu pembinaan pendidikan seperti yang ditunjukkan pada pasal 12 keputusan tersebut yakni membantu penyelengaraan sekolah.Kepala sekolah dalam hal ini.<!--[endif]-->Menteri P&K (No. tidak dibenarkan melaksanakan fungsi bendaharawan karena berkewajiban melakukan pengawasan kedalam.<!--[endif]-->Pengadaan alat atau bahan manajemen <!--[if !supportLists]-->.<!--[endif]-->Menteri dalam negeri (No.0257/K/1974) <!--[if !supportLists]-->. uang kesejahteraan personel dan gaji serta keuangan yang berhubungan langsung dengan penyelenggaraan sekolah seperti perbaikan sarana dan sebagainya. <!--[endif]-->Manajemen Pembayaran SPP Dasar hukum penyusutan SPP adalah keputusan bersama tiga menteri yaitu: <!--[if !supportLists]-->. demikian pula sekolah. <!--[if !supportLists]-->A.

<!--[endif]-->Penyelenggaraan ulangan.<!--[if !supportLists]-->. dan sebagainya <!--[if !supportLists]-->D. Bantuan ini dapat berbentuk uang tetapi mungkin pula dalam bentuk lain seperti usaha perbaikan sekolah. pembangunan lokal baru.<!--[endif]-->Prakarya dan pelajaran praktek Selanjutnya pada pasal 18 dinyatakan bahwa kedudukan kepala sekolah dalam pengelolaan SPP adalah bendaharawan khusus yang bertanggungjawab dalam penerimaan. evaluasi belajar. <!--[if !supportLists]-->B. <!--[endif]-->Lager gaji (daftar permintaan gaji) <!--[if !supportLists]-->b. kartu pribadi. <!--[endif]-->Lain-lain Sudah menjadi hal yang umum bahwa guru atau karyawan serin mempunyai sangkut paut tersendiri dalam hal keuangan terutama gaji. <!--[endif]-->Manajemen keuangan yang berasal dari Negara (pemerintah) Yang dimaksud keuangan dari Negara ialah meliputi pembayaran gaji pegawai atau guru dan belanja barang. <!--[endif]-->Manajemen keuangan yang berasal dari BP3 Badan Pembantu Penyelenggaraan Pendidikan (BP3) bertugas memberikan bantuannya dalam penyelenggaraan sekolah. rapor dan STTB <!--[if !supportLists]-->. Dalam hubungan ini misalnya kegiatan arisan di sekolah koperasi antar guru dan lain-lain . untuk pertanggungjawaban uang tersebut diperlukan beberapa format sebagi berikut: <!--[if !supportLists]-->a.<!--[endif]-->Pengadaan perpustakaan sekolah <!--[if !supportLists]-->. <!--[endif]-->Buku catatan SPMU (Surat Perintah Mengambil Uang) <!--[if !supportLists]-->C. penyetoran dan penggunaan dana yang telah ditentukan terutama dan penyelenggaraan sekolah.

Oleh karenanya kepala sekolah sebagai pemimpin lembaga wajib mengetahui dengan jelas berapa gaji bersih yang diterima oleh anak buahnya. sebab pesantren merupakan lembaga swadana yang tidak memerlukan pertanggung jawaban keuangan yang terlalu pelik kepada penyandang dananya.2 <!--[endif]-->MANAJEMEN KEUANGAN PONDOK PESANTREN <!--[if !supportLists]-->A. <!--[endif]-->Pengertian . Namun dalam rangka pengelolaan manajemen yang baik seyogyanya didalam pemilahan antara harta kekayaan pesantren dengan individu. walaupun disadari bahwa pembiayaan pesantren justru lebih banyak bersumber dari kekayaan individu sebab sumber-sumber lain penopang pesantren kurang memadai. Namun demikian karena banyak juga dana yang bersumber dari masyarakat untuk mendanai kegiatan di Pesantren. walaupun jumlahnya relatif kecil hal itu perlu ada laporan atau penjelasan sederhana sesuai dengan prinsip-prinsip pengelolaan keuangan public kepada masyarakat agar kredibilitas pesantren dimata masyarakat cukup tinggi. Ustadz/ Ustadzah atau pengelola lainnya) terhadap pandangan yang kurang baik dari luar pesantren. disinilah perlunya pengelolaan keuangan dengan baik dan transparan dibudayakan dilingkungan pesantren. termasuk orang tua santri. Di pasantren pengelolaan keuangan sebenarnya tidak begitu rumit. Pengelolaan keuangan pesantren yang baik ini sebenarnya juga merupakan bagian dari upaya melindungi personil pengelola pesantren (kyai. <!--[endif]-->Rasional Salah satu bagian terpenting dalam manajemen pesantren adalah pengelolaan keuangan. usaha pembinaan kesejahteraan pegawai kiranya perlu diperhatikan data tersebut. <!--[if !supportLists]-->2. agar kekurangan dan kelebihan pesantren dapat diketahui secara transparan oleh pihakpihak lain. dalam suatu lembaga termasuk pesantren pengelolaan keuangan sering menimbulkan permasalahan yang serius bila pengelolaanya kurang baik. <!--[if !supportLists]-->B. Selama ini banyak pesantren yang tidak memisahkan antara harta kekayaan pesantren dengan individu.

dari sumber manapun. khususnya dilingkungan pondok pesantren dan keserasian antara pendidikan dalam keluarga. tetapi dari sumber dan dari ketiga komponen diatas. efisien dan sesuai dengan kebutuhan teknis yang disyaratkan <!--[if !supportLists]-->2. apakah itu dari pemerintah ataupun dari masyarakat perlu didasarkan prinsip-prinsip umum pengelolaan keuangan sebagai berikut: <!--[if !supportLists]-->1. Untuk itu dipesantren sebenarnya juga perlu dibentuk organisasi orang tua santri yang implementasinya dilakukan denan membentuk komite atau majelis . <!--[endif]-->terbuka dan transparan.Dalam arti sempit. <!--[endif]-->sedapat mungkin menggunakan kemampuan/ hasil produksi dalam negeri sejauh hal ini dimungkinkan <!--[if !supportLists]-->D. <!--[endif]-->terarah dan terkendali sesuai dengan rencana. <!--[if !supportLists]-->C. maka untuk sumber dana sekolah. <!--[endif]-->Hemat. program/ kegiatan. <!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Rencana Anggaran Pendapatan Dan Belanja Pondok Pesantren (RAPBPP) Implementasi prinsip-prinsip keuangan diatas pada pendidikan. tidak mewah. Dalam arti luas diartikan sebagai pengurusan dan pertanggung jawaban. <!--[endif]-->Prinsip-prinsip Pengelolaan Keuangan Pendidikan Pondok Pesantren Penggunaan anggaran dan keuangan. pengelolaan keuangan dapat diartikan sebagai tata pembukuan. dari penyandang dana. dalam pengertian dari dan untuk apa keuangan lembaga tersebut perlu dicatat dan dipertanggung jawabkan serta disertai bukti penggunaannya. baik individual maupun lembaga. <!--[if !supportLists]-->4. baik pemerintah pusat maupun daerah. pesantren itu tidak hanya diperoleh dari anggaran dan fasilitas dari pemerintah atau penyandang dana tetap saja. pesantren dan dalam masyarakat. dalam sekolah.

Ada dua bagian pokok anggaran yang harus diperhatikan dalam penyusunan RAPBPP. b). d). <!--[endif]-->Pengertian RAPBPP Anggaran adalah rencana yang diformulasikan dalam bentuk rupiah dalam jangka waktu atau periode tertentu. Selanjutnya pihak pesantren bersama komite atau majelis pesantren pada setiap awal tahun anggaran perlu bersama-sama merumuskan RAPBPP sebagai acuan bagi pengelola pesantren dalam melaksanakan manajemen keuangan yang baik: <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Rencana penggunaan keuangan dalam satu tahun yang bersangkutan. tokoh masyarakat. semua penggunaan keuangan pesantren dalam satu tahun anggaran perlu direncanakan dengan baik agar kehidupan pesantren dapat berjalan dengan baik. <!--[endif]-->Langkah-langkah Penyusunan RAPBPP Suatu hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan RAPBPP adalah harus menerapkan prinsip anggaran berimbang. <!--[endif]-->Rencana sumber atau target penerimaan/ pendapatan dalam satu tahun yang bersangkutan. pengendalian dan evaluasi kegiatan yang dilakukan pondok pesantren.sumbangan dari pemerintah. Anggaran memiliki peran penting didalam perencanaan. termasuk didalamnya keuangan bersumber dari: a). c). yaitu: <!--[if !supportLists]-->a.dari hasil usaha <!--[if !supportLists]-->b. serta alokasi sumber-sumber kepada setiap bagian kegiatan.sumbangan dari individu atau organisasi. Maka seorang penanggung jawab program kegiatan dipesantren harus mencatat anggaran serta melaporkan realisasinya sehingga dapat dibandingkan selisih antara anggaran dengan pelaksanaan serta melakukan tindak lanjut untuk perbaikan. wakil pemerintah dan wakil ilmuwan/ ulama diluar pesantren dan dapat juga memasukkan kalangan dunia usaha dan industri.pesantren. artinya rencana pendapatan dan . <!--[if !supportLists]-->2. Komite atau majelis tersebut beranggotakan wakil wali santri.kontribusi santri. pengelola.

pengeluaran harus berimbang diupayakan tidak terjadi anggaran pendapatan minus. Maka penyusunannya hendaknya mengikuti langkah-langkah sebagai berikut: <!--[if !supportLists]-->a) <!--[endif]-->Menginventarisasi rencana yang akan dilaksanakan <!--[if !supportLists]-->b) <!--[endif]-->Menyusun rencana berdasarkan skala prioritas pelaksanaannya <!--[if !supportLists]-->c) <!--[endif]-->Menentukan program kerja dan rincian program <!--[if !supportLists]-->d) <!--[endif]-->Menetapkan kebutuhan untuk pelaksanaan rincian program <!--[if !supportLists]-->e) <!--[endif]-->Menghitung dana yang dibutuhkan <!--[if !supportLists]-->f) <!--[endif]-->Menentukan sumber dana untuk membiayai rencana Rencana tersebut setelah dibahas dengan pengurus dan komite atau majelis pesantren. Dalam setiap anggaran yang disusun untuk kegiatan-kegiatan dilingkungan pondok pesantren. Pada setiap anggaran yang disusun perlu dijelaskan apakah rencana anggaran yang akan dilaksanakan merupakan hal baru atau kelanjutan atas kegiatan yang telah dilaksanakan dalam periode sebelumnya dengan menyebut sumber dana sebelumnya. Dengan anggaran berimbang tersebut maka kehidupan pesantren akan menjadi solid dan benar-benar kokoh dalam hal keuangan. maka selanjutnya ditetapkan sebagai anggaran pendapatan dan belanja pondok pesantren (APBPP). paling tidak harus memuat 6 hal atau informasi sebagai berikut: . dalam rangka untuk mempermudah pertanggung jawaban keuangan. maka sentralisasi pengelolaan keuangan perlu difokuskan pada bendaharawan pesantren.

bisa kurang atau lebih dari jumlah yang telah dianggarkan. penanggung jawab.<!--[if !supportLists]-->a) <!--[endif]-->Informasi rencana kegiatan: sasaran. rencana kegiatan. rincian program <!--[if !supportLists]-->c) <!--[endif]-->Informasi kebutuhan: barang/ jasa yang dibutuhkan. dan total anggaran untuk seluruh rencana kegiatan <!--[if !supportLists]-->f) <!--[endif]-->Sumber dana: total sumber dana. <!--[if !supportLists]-->b) <!--[endif]-->Uraian kegiatan program. jumlah yang realisasikan bisa terjadi tidak sama dengan rencana anggarannya. volume kebutuhan <!--[if !supportLists]-->d) <!--[endif]-->Data kebutuhan harga satuan. rencana baru atau lanjutan. uraian rencana kegiatan. <!--[endif]-->Pelaksanaan kegiatan yang tidak sesuai dengan yang telah diprogramkan <!--[if !supportLists]-->d. <!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Terjadinya penghematan atau pemborosan <!--[if !supportLists]-->c. program kerja. masingmasing sumber dana yang mendukung pembiayaan program. program. Ini dapat terjadi karena beberapa sebab: <!--[if !supportLists]-->a. <!--[endif]-->Penyusunan anggaran yang kurang tepat . <!--[endif]-->Adanya perubahan harga yang tidak terantisipasi <!--[if !supportLists]-->e. <!--[endif]-->Realisasi APBPP Dalam pelaksanaan kegiatan. jumlah biaya yang dibutuhkan untuk seluruh volume kebutuhan <!--[if !supportLists]-->e) <!--[endif]-->Jumlah anggaran: jumlah anggaran untuk masing-masing rincian program. <!--[endif]-->Adanya efisiensi atau inefisiensi pengeluaran <!--[if !supportLists]-->b.

<!--[endif]-->neraca keuangan juga harus ditunjukkan untuk diperiksa oleh tim pertanggung jawaban keuangan dari komite pondok pesantren selain buku neraca keuangan yang erat hubungannya dengan pengelolaan keuangan. <!--[endif]-->Buku kas umum <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->daftar gaji/ honorarium <!--[if !supportLists]-->5. Namun demikian prinsip transparansi dan kejujuran dalam pertanggung jawaban tersebut harus tetap dijunjung tinggi. <!--[endif]-->Pada setiap akhir tahun anggaran. yang perlu diperhatikan oleh bendaharawan adalah: <!--[if !supportLists]-->1. bendara harus membuat laporan keuangan kepada komite/ majelis pesantren untuk dicocokkan dengan RAPBPP <!--[if !supportLists]-->2. hal tersebut merupakan bentuk transparansi dalam pengelolaan keuangan. Dalam kaitan dengan pengelolaan keuangan tersebut. ada juga beberapa buku lain yang penting bagi bendaharawan pondok pesantren yaitu: <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->buku tabungan . <!--[endif]-->daftar potongan-potongan <!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]-->Pertanggung jawaban Keuangan Pondok Pesantren Semua pengeluaran keuangan pondok pesantren dari sumber manapun harus dipertanggung jawabkan. <!--[endif]-->buku persekot uang muka <!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->laporan keuangan tersebut harus dilampiri bukti-bukti pengeluaran yang ada <!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->kwitansi atau bukti-bukti pembelian atau bukti penerimaan dan bukti pengeluaran lain <!--[if !supportLists]-->4.<!--[if !supportLists]-->E.

apakah pegawai-pegawai melakukan pekerjaan mereka sebagaimana mestinya. menentukan tersedianya dana penyertaan alasan (accompany procurement) dan menimbang tindakan hukum apabila dilakukan pemeriksaan .3 <!--[endif]-->MANAJEMEN KEUANGAN NEGARA Sebagaimana halnya dengan organisasi dan kepegawaian. pembukuan. Oleh karena itu mempersatukan fungsi keuangan dengan adaministrasi umum tujuan pokok kepemimpinan tetapi tidak selalu mudah untuk dicapai. <!--[endif]-->buku iuran/ kontribusi santri (SPP/ infaq) <!--[if !supportLists]-->7. serta tidak menimbulkan kecurigaan atau fitnah. <!--[if !supportLists]-->2. Ia dapat mengetahui berapa harga setiap barang. <!--[endif]-->buku catatan lain-lain yang tidak termasuk diatas. juga keuangan tersangkut secara universal didalam administrasi seperti zat asam didalam udara. Pembukuan adalah dasar anggaran belanja. memudahkan dilakukan pengawasan terhadap penggunaan anggaran yang ditetapkan. Sebuah daripadanya merupakan bidang keuangan Negara yang luas meliputi fungsi-fungsi seperti perhitungan dan pemungutan pajak. Tetapi sekalipun dipandang dari lingkungannya yang lebih sempit melalui pandangan administrator sebagaimana telah dilakukan disini tersangkutlah masalah kebijaksanaan. seperti catatan pengeluaran insidentil Buku-buku tersebut perlu diadakan. Administrator keuangan memiliki kekuasaan yang sangat besar. agar manajemen keuangan dipondok pesantren dapat berjalan dengan baik. Ia mengawasi gaji dan semua alat-alat material yang harus dipergunakan dalam pekerjaan administrator lainnya. Administrasi keuangan berurusan dengan penyusunan anggaran belanja. Disini kami sedikit mencoba mempelajari administrasi keuangan sebagai bagian dari administrasi Negara. apakah organisasi berdaya guna. transparan. pemeriksaan pembukuan dan pembelian. Terdapat dua buah aspek pada persoalan administrasi keuangan.<!--[if !supportLists]-->6. pemeliharaan dana-dana. Semua unsur administrasi keuangan erat terjalin. Pokok soal ini adalah bagian dari bidang yang lebih luas disebut keuangan Negara. pinjaman Negara dan ketatalaksanaan hutang Negara.

Dipihak lain pemeriksaan pembukuan bukanlah alat ketatalaksanaan kecuali secara tidak langsung dapat dipergunakan untuk memeriksa hasil-hasil. menyimpan pembukuan yang cukup dan memiliki daftar barang secara terperinci berikut perkiraan harganya. Pembelian atau usaha memperoleh (procurement) adalah bagian yang luas dari fungsi persediaan dan juga menimbulkan masalah kebijaksanaan yang penting. harus dibangun atas dasar akrual (accrual basis) dan haruslah diperlengkap dengan pembukuan biaya sebagai alat pengawas ketatalaksanaan di dalam mengukur hasil pekerjaan. Administrasi pembelian haruslah atas dasar cukup luas untuk mengambil keuntungan dari potongan (reduksi) dan harga-harga borongan. . PENUTUP Dalam suatu organisasi maupun lembaga sekolah diperlukan sumber daya dalam hal ini adalah faktor keuangan yang menjadi faktor penting dalam menunjang efektifitas dan efisiensi pengelolaan pendidikan. Pondok pesantren juga masih memerlukan hak sumber daya keuangan demi terlaksananya suatu proses pendidikan dalam manajemennya sehingga memerlukan pertanggung jawaban yang dapat diketahui oleh semua kalangan mulai dari personil pondok pesantren sendiri maupun dari pihak luar pondok pesantren sehingga dapat diketahui pertanggung jawaban masalah keuangan yang transparan. ia juga menunjukkan bagaimana daya guna dan prosedur administrative dapat diperbaiki. Sebagai syarat utama kedaya gunaan suatu fungsi ketatalaksanaan harus seragam diseluruh pemerintah.pembukuan. untuk itu dalam lembaga pendidikan dalam hal ini adalah sekolah mengambil inisiatif dari pendanaan melalui SPP dan juga BP3 yang dapat membantu terlaksananya kegiatan dalam lembaga/ sekolah tersebut. mengusahakan penyimpanan yang memuaskan dan fasilitas pengangkutan dan juga hendaknya cepat dan tidak kaku. Seterusnya lagi suatu badan pemeriksaan yang wajar tidak merasa puas semata-mata dengan persoalan-persoalan legalitet dan kejujuran. Oleh karena itu pemeriksaan pembukuan haruslah menjadi tanggung jawab badan luar yang lepas dan pada pemerintah ia harus memberikan laporan kepada badan perundang-undangan.

Jakarta. GO. Yogyakarta. Remaja Rosda Karya. 2007. <!--[if !supportLists]--> DAFTAR PUSTAKA Mulyasa. Rineka Cipta. Bandung. Suryobroto. dari situlah dapat diketahui suatu anggaran belanja Negara. ME. Dimock. 2004. Jakarta. M. Dimock. pinjaman Negara serta tatalaksana hutang Negara. Khusnuridlo. Manajemen Pondok Pesantren Dalam Perspektif Global. 2006. Rineka Cipta . Sulthon. 1992. Administrasi Negara. Manajemen Pendidikan Di Sekolah. dana-dana pemerintahan. Manajemen Berbasis Sekolah. M. meliputi: pajak.Negara dalam hal ini juga memerlukan proses manajemen keuangan yang dapat ditinjau dari berbagai aspek. laksBang PRESSindo.

dan baru dimasukkan sebagai mata pelajaran decan mata ujian di SGA/SPG sejak tahun ajaran 1965/1966. Khususnya di negara kita. Di negara-negara yang sudah maju.administrasi pendidikan mulai berkembang dengan pesat sejak pertengahan pertama abad ke-20. .kata ad mempunyai arti yang sama dengan kata to dalam bahasa inggris yang berarti ³ke´atau´kepada´. Maka dimakalah ini kami akan menjelaskan tentang dasar-dasar administrasi pendidikan.memelihara dan mengarahkan´.terutama sejak berakhirnya perang dunia kedua.Oleh karena itu. administrasi pendidikan itu sendiri sebagai ilmu. PEMBAHASAN DASAR-DASAR ADMINISTRASI PENDIDIKAN 1. Pengertian Administrasi pendidikan Administrasi dalam pengertian secara harfiah. Oleh karena itu para pendidiki terlebih dahulu harus mengetahui dasar-dasar dari administrasi pendidikan.Dan kata ministrare sam artinya dengan kata to serve atau to conduct yang berarti´melayani.maka diperlukan sebuah penjelasa secara rinci dan mendetail tentang administrasi pendidikan agar para pendidik dapat memahami betapa perlu dan pentingnya administrasi pendidikan itu.kata ³administrasi´berasl dari bahasa latin yang terdiri atas kata ad dan ministrare.adcministrasi pendidikan baru diperkenalkan melalui beberapa IKIP sejak tahun 1960-an.(Purwanto:1:2007) Setelah kita mengetahui realita yang terjadi seperti yang sudah tersebut di atas. Disamping itu.membantu dan mengarahkan´.Indonesia.tidak mengherankan jika para pendidik sendiri banyak yang belum dapat memahami betapa perlu dan pentingnya administrasi pendidikan dalam penyelenggaraan dan pengembangan pendidikan pada umumnya.PENDAHULUAN Dalam dunia pendidikan di Indonesia.Dalam bahasa inggris to administer berarti pula´mengatur.bidang studi administrasi pendidikan boleh dikatakan masih baru.terus mengalami perkembangan sesuai dengan perkembangan pendidikan negara masing-masing.

diorganisasi dan dikoordinasi secara efektif. Dalam pengertian yang luas ini. Proses pengelolaan itu dilakukan agar tujuannya dapat dicapai secara efektif dan efisien. Prose situ dilakukan bersama oleh sekelompok manusia yang tergabung dalam suatu organisasi 4.(Tsauri:2:2007) .dan semua materi yang di perlukan dan yang telah ada dimanfaatkan secara efisien. Administrasi pendidikan dalam pengertian secara luas adalah segenap proses pengerahan dan pengintegrasian segala sesuatu baik personel. Dalam batasan tersebut di atas.malayani. Rangkaian kegiatan itu marupakan suatu proses/pengelolaan dari suatu kegiatan yang kompleks. yaitu : 1. Jadi.spiritual maupun material yang bersangkut paut dengan pencapaian tujuan pendidikan.menyelenggarakan surat-menyurat dengan segala aspeknya serta mempersiapkan laporan. oleh sebab itu bersifat dinamis 3.Jadi kata´administrasi´ secara harfiah dapat di artikan sebagai suatu kegiatan atau usaha untuk membantu.(Purwanto:1:2007) Administrasi dalam pengertian yang sempit yaitu kegiatan ketatausahaan yang intinya adalah kegiatan ruti catat-mencatat.didalam proses administrasi pendidikan segenap usaha orang-orang yang terlibat didalam proses pencapaian tujuan pendidikan itu diintegrasikan. istilah administrasi juga dapat diartikan sebagai berikut : ³Administrasi adalah suatu kegiatan atau rangkaian kegiatan yang berupa proses pengelolaan usaha kerjasama sekelompok manusia yang tergabung dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan bersam yang telah ditetapkan sebelumnya agar efektif dan efisien´.mengarahkan atau mengatur semua kegiatan didalam mencapai suatu tujuan. Administrasi merupakan kegiatan atau kegiatan manusia 2.mendokumentasika kegiatan. makna administrasi dapat di urai paling tidak menjadi lima pengertian pokok. Proses itu dilakukan dalam rangka mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya 5.

Perencanaan (Planning) Perencanaan merupakan salh satu syarat mutlak bagi setiap kegiatan administrasi. supervise kepegawaian dan pembiayaan dan evaluasi. Perencanaan merupakan kegiatan yang harus dilakukan pada permulaan dan selama kegiatan administrasi itu berlangsung.2. <!--[endif]-->Menentukan dan merumuskan tujuan yang hendak dicapai <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Meneliti masalah-masalah atau pekerjaanpekerjaan yang akan dilakukan <!--[if !supportLists]-->3. Di dalam setiap perencanaan ada dua faktor yang harus diperhatikan. Langkah-langkah dalam perencanaan meliputi hal-hal sebagai berikut : <!--[if !supportLists]-->1. koordinasi. pengorganisasian. Untuk menadapat gambaran yang lebih jelas tentang fungsi-fungsitersebut di bawah ini akan diuraikan secara lebih rinci. Adapun proses administrasi pendidikan itu meliputi fungsifungsi perencanaan. Fungsi Administrasi Pendidikan Agar kegiatan dalam komponen administrasi pendidikan dapat berjalan dengan baik dan mencapai tujuan. <!--[endif]-->Merumuskan bagimana masalah-masalah itu akan dipecahkan dan bagaimana pekerjaan-pekerjaan itu akan diselesaikan . Tanpa perencanaan. <!--[endif]-->Mengumpulkan daa dan informasi-informasi yang diperlukan <!--[if !supportLists]-->4. baik sarana personel maupun material. komunikasi.pelaksanaan suatu kegiatan akan mengalami kesulitan dan bahkan kegagalan dalam mencapai tujuan yang diinginkan. a. Semua fungsi tersebut satu sama lain bertalian sangat erat. <!--[endif]-->Menentukan tahap-tahap dan rangkaian tindakan <!--[if !supportLists]-->5.kegiatan tersebut harus dikelola melalui suatu tahapan proses yang merupakan daur (siklus).yaitu faktor tujuan dan faktor sarana.

<!--[endif]-->perencanaan harus didasarkan atas tujuan yang jelas <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->memiliki fleksibilitas sehingga mudah disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi dan situasi sewaktu-waktu <!--[if !supportLists]-->5. biaya dan waktu serta kemungkinan penggunaan sumber-sumber daya dan dana yang tersedia sebaik-baiknya <!--[if !supportLists]-->7. menurut urgensinya masing-masing <!--[if !supportLists]-->6. realistis dan praktis <!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->diusahakan agar sedapat mengkin tidak terjadi adanya duplikasi pelaksanaan Merencanakan berarti pula memikirkan tentang penghematan tenaga. <!--[endif]-->terfdapat perimbangan antara bermacamacam bidang yang akan digarap dalam perencanaan itu. juga membatasi kesalahan-kesalahan yangmungkin terjadi dan menghindari adanya duplikasi-duplikasiatau tugas-tugas/pekerjaan rangkap yang dapat menghambat jalannyapenyelesaian. biaya dan waktu. memuat segala uraian serta klarifikasi kegiatan dan rangkaian tindakan sehingga mudah di pedomani dan dijalankan <!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]-->terinci. Jadi. perencanaan sebagai suatu fungus administrasi pendidikan dapat disimpulkan sebagai berikut : ³perencanaan(planning) adalah aktivitas memikirkan dan memilih rangkaian tindakan-tindakan yang tertuju pada tercapainya maksu-maksud dan tujuan pedndidikan´. <!--[endif]-->bersifat sederhana. <!--[endif]-->diusahakan adanya penghematan tenaga. .Syarat-syarat perencanaan Dalam menyusun perencanaan syarat-syarat berikut perlu diperhatikan : <!--[if !supportLists]-->1.

Kita mengetahui bahwa dalam kegiatan sekolah sehari-sehari terdapat bermacam-macam jenis pekerjaan yang memerlukan kecakapandan keterampilan dan tanggung jawab yang berbeda-beda. Pengorganisasian sebagai fungsi administrasi pendidikan menjadi tugas utama bagi para pemimpin pendidikan termasuk kepala sekolah. Pengorganisasian (Organizing) Pengorganisasian merupakan aktivitas menyusun dan membentuk hubunganhubungan kerja antara orang-orang sehingga terwujud suatu kesatuan usaha dalam mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan. Di dalam pengorganisasian terdapatadanya pembagian tugas-tugas. c. Dlam hal inilah terletak bagaimana kecakapan kepala sekolah mengorganisasi guru-guru dan pegawai sekolah lainnya dalam menjalankan tugasnya sehari-hari sehingga tercipta adanya hubungan kerja sama yang harmonis dan lancar. Dengan demikian . sehingga dari situ dapat terciptalah adanya hubungan-hubungan kerjasama yang harfmonis dan lancar menuju pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. wewenang dan tanggung jawab hendaknya disesuaikan dengan penglaman.pengorganisasian sebagai salah satu fungsi administrasi pendidikan dapat disimpulkan sebagai berikut : ³pengorganisasian adalah aktivitas-aktivitas menyusun dan membentuk hubunganhubungan sehingga terwujudlah kesatuan usaha dealam mencapai maksud-maksud dan tujuan-tujuan pendidikan´. Yang perlu diperhatikan dalam pengorganisasian antara lain ialah bahwa pembagian tugas.b. Keragaman tugas dan pekerjaan semacam itu tidak mungkin dilakukan dan dipikul sendiri oleh seoran pemimpin. Pengkoordinasian (Coordinating) Adanya bermacam-macam tugas/pekerjaan yang dilakukan oleh banyak orang. memerlukan adanya koordinasi dari seorang pemimpin. Adanya koordinasi yang baik .bakat. wewenang dan tanggung jawab secara terinci menurut bidang-bidang dan bagian-bagian. minat. pengetahuan dan kepribadian masing-masing prang yang dikperlukan dalam menjalankan tugas-tigas tersebut.

Komunikasi Dalam melaksanakan suatu program pendidikan. Demikian pula komunikasi yang dilakukan secara informal dan secara formal mendatangkan hasil yang berbeda pengaruh dan kejelasannya. semua bagian dcan personel dapat bekerja sama menuju ke satu arah tujuan yang telah ditetapkan. Menurut sifatnya. Dengan adanya koordinasi yang baik.(c) memberikan unjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis.(Soetjipto:137:2004) Dengan demikian. d. Usayha pengkoordinasian dapat dilakukan melalui berbagai cara. teknikkteknik dan tujuan-tujuan kedalam hubungan yang harmonis dan produktif dalam mencapai suatu tujuan´.dan (d) memberikan balikan tentang hasil sutu kegiatan. aktivitas menyebarkan dan menyampaikan gagasan-gagasan dan maksud-maksud ke seluruh struktur organisasi sanat penting. pikiran-pkiran. sedangkan dalam komunikasi terbatas.koordinasi sebagai salah satu fungsi administrasi pendidikan dapat disimpulkan sebagi berikut : ³koordinasi adalah aktivitas membawa orang-orang. komunikasi ada dua macam yaitu komunikasi bebas dan komunikasi terbatas. material. .seperti:(a)melaksanakan penjelasan singkat (briefing). Komunikasi secara lisan pada umumnya lebih mendatangkan hasil dan pengertian yang jelas dari pada secara tertulis. Dalam komunikasi bebas. setiap anggota hanya dapat berhubungan dengan beberapa anggota tertentu saja. Pengkoordinasian diartikan sebagai usaha untuk menyatu padukan kegiatan dari berbagai individu agar kegiatan mereka berjalan selarfas dengan anggota dalam usaha mencapai tujuan. setiap anggota dapat berkomunikasi dengan setiap anggota yang lain.dapat menghindarkan kemungkinan terjadinya persaingan yang tidak sehat dan atau kesimpangsiuran dalam tindakan.(b)mengadakan rapat kerja. gagasan-gagasan dan maksud-maksud secara lisan atau tertulis. Proses menyampaikan atau komunikasi ini meliputi lebih dari pada sekedar menyalurkan pikiran-pikiran.

supervise haruslah meneliti ada atau tidaknya kondisi-kondisi yang akan memungkinkan tercapainya tujuan-tujuan pendidikan. Kepegawaian (Staffing) Sama halnya dengan fungsi-fungsi administrasi pendidikan yang telah diuraikan terdahulu kepegawaian merupakan fungsi yang tidak kalah pentingnya. Sebenarnya fungsi kepegawaian ini sudah dijalankan sejak penyusunan perencanaan dan pengorganisasian. menentukan kondisi-kondisi/syarat-syarat apakah yang diperlukan 2. Di dalam pengorganisasian telah dipikirkan dan . Jadi. memilih. Pengawasan bertanggung jawab tentang keefektifan program itu. Dengan demikian . dalam kepegawaian yang menjadi titik penekanan ialah personal itu sendiri. f. fungsi supervisi yang terpentig adalah : 1. e. menempatkan dan membimbing personel. Supervisi Setiap pelaksanaan program pendidikan memerlukan adanya pengawasan atau supervise. Agak berbeda dangan fungsi-fungsi administrasi yang telah dibicarakan. supervisi sebagai salah satu fungsi administrasi pendidikan dapat disimpulkan sebagai berikut : ³supervise sebagai fungsi administrasi pendidikan berarti aktivitas-aktivitas untuk menentukan komdisi-kondisi/syarat-syarat yang esensial yang akan menjamin tercapainya tujuan-tujuan pendidikan´. memenuhi/mengusahakan syarat-syarat yang diperlukan itu. organisasi sebagai salah satu fungsi administrasi pendidikan dapat disimpulkan sebagai berikut : ³komunikasi dalam setiap bentuknya adalah suatu proses yang hendak mempengaruhi sikap dan perbuatan orang-orang dalam struktur organisasi´. Oleh karena itu. Aktivitas yang dilakukan di dalam kepegawaian antara lain : menentukan.Dengan demikian.

g. Penilaian (Evaluating) Evaluasi sebagai fungsi administrasi pendidikan adalah aktivitas untuk meneliti dan mengetahui sampai di mana pelaksanaan yang dilakukan di dalam proses keseluruhan organisasi mencapai hasil sesuai denhan rencana atau program yang telah .diusahakan agar untuk personel-personel yang menduduki jabatan-jabatan tertentu di dalam struktur organisasi itu dipilih dan di angkat orang-orang yang memiliki kecakapan dan kesanggupan yang sesuai dengan jabatan yang di pegangnya. dari mana dan bagaimana biaya itu dapat diperoleh/diusahakan 3. tanpa biaya yang mencukupi tidak mungklin terjamin kelancaran jalannya suatu organisasi. bagaimana pengawasannya. siapa yang akan melaksanakannya 5. bagaimana penggunaanya 4. Dalam hal ini prinsip the right man in the right place selalu di perhatikan. Setiap kebutuhan organisasi. bagaimana pembukuan dan pertangung jawabannya 6. itulah sebabnya masalah pembiayaan ini harus sudah mulai dipikirkan sejak pembuatan planning sampai dengan pelaksanaannya. Pembiayaan Biaya/pambiayaan merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam sebuah organisasi karena biaya ini sangat menentukan bagi kelancaran jalannya sebuah organisasi. perencanaan tentang berapa biaya yang diperlukan 2. baik personel maupun material.. antara lain : 1.dll. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam fungsi pembiayaan. semua memerlukan adanya biaya. h.

Dengan mengetahui kasalahan-kasalahan atau kekurangan-kekurangan serta kemacetan-kemacetan yang diperoleh dari tindakan evaluasi itu. memerlukan adanya evaluasi. <!--[endif]-->Menjamin cara bekerja yang efektif dan efisien <!--[if !supportLists]-->3.(Purwanto:15-22:2007) Secara lebih rinci maksud penilaian (evaluasi) adalah : <!--[if !supportLists]-->1. 3. Setiap kegiatan. <!--[endif]-->Memajukan kesanggupan para personel dalam mengembangkan organisasi. <!--[endif]-->Memperoleh dasar bagi pertimbangan apakah pada akhir suatu periode kerja . 3. baik yang dilakukan oleh unsure pimpinan maupun oleh bawahan. 4. Sergiovanni dan carver (1975) (dalam burhanuddin:2005) menyebutkan empat tujuan administrasi yaitu: 1. 2. efektifitas produksi efesiensi kemampuan menyesuaikan diri (adaptivenes) kepuasan kerja . Tujuan Administrasi Pendidikan Tujuan adminitstrasi pada umumnya adalah agar semua kegiatan mandukung tercapainya tujuan pendidikan atau dengan kata lain administrasi yang digunakan dalam dunia pendidikan diusahakan untuk mencapai tujuan pendidikan. pekejaan tersebut berhasil <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Memperoleh fakta-fakta tentang kesukarankesukaran dan untuk menghindari situasi yang dapat merusak <!--[if !supportLists]-->4.(Soetjipto:138:2004) Perlu ditekankan disini bahwa fungsi-fungsi pokok yang telah dibicarakan di atas satu sama lain sangat erat hubungannya. selanjutnya dapat di usahakan bagaimana cara-cara memperbaikinya. dan kesemuanya merupakan suatu proses keseluruhan yang tidak terpisahkan satu sama lain dan merupakan rangkaian kegiatan yang kontinyu.di tetapkan dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan.

<!--[endif]-->Masalah kepegawaian dan kesejahteraan personel sekolah <!--[if !supportLists]-->4. yaitu menghasilkan lulusan yang sesuai dengan tuntutan kurikulum. Administrasi tata laksana sekolah Hal ini meliputi : <!--[if !supportLists]-->1. Sebagai contoh: sekolah mempinyai fungsi untuk mencapai efektivitas produksi. yaitu menggunakan kepuan dana. Administrasi personel guru dan pegawai sekolah hal ini meliputi : <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Otorosasi dan anggaran belanja keuangan sekolah <!--[if !supportLists]-->3.keempat tujuan tersebut digunakan sebagai kriteria untuk menentukan keberhasilan dalam penyelenggaraan sekolah. dan tenaga seminimal mungkin. 4. Ruang Lingkup (Bidang Garapan) Administrasi Pendidikan Administrasi pendidikan mempunyai ruang lingkup/bidang garapan yang sangat luas.tetapi memberikan hasil sebaik mungkin. sehingga lulusan tersebut dapat melanjutkan ketingkat berikutnya dan dapat menyesuaikan dirinya dengan lingkunganya yang barudan selanjutnya lulusan ini akan mencari kerja pada perusahaan yang memberikan kepuasan kerja kepada mereka. <!--[endif]-->Keuangan dan pembukuannya b. Dalam pencapaian tujuan tersebut harus dilakukan usaha seefisien mungkin. <!--[endif]-->Pengangkatan dan penempatan tenaga guru . <!--[endif]-->Masalah perlengkapan dan perbekalan <!--[if !supportLists]-->5. <!--[endif]-->Organisasi dan struktur pegawai tata usaha <!--[if !supportLists]-->2. Secara lebih rinci ruang lingkup adcministrasi pendidikan dapat diuraikan sebagai berikut : a.

mencari. dan menggunakan metode-metode baru dalam mengajar dan belajar yang lebih baik <!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Usaha mengembangkan. <!--[endif]-->Penilaian dan pengukuran kemajuan peserta didik <!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]-->Masalah kesehatan dan kesejahteraan peserta didik <!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Organisasi dan perkumpulan peserta didik <!--[if !supportLists]-->2. <!--[if !supportLists]-->2. e. <!--[endif]-->Mengusahakan cara-cara menilai hasil-hasil pendidikan dan pengajaran. <!--[endif]-->Bimbingan dan penyuluhan bagi peserta didik (guidance and counseling) d. <!--[endif]-->Organisasi personel guru-guru <!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Usaha membangkitkan dan merangsang semangat guru-guru dan pegawai tata usaha dalam menjalankan tugasnya masingmasing sebaik-baiknya.<!--[if !supportLists]-->2. Pelaksanaan dan pembinaan kurikulum . <!--[endif]-->Masalah kepegawaian dan kesejahteraan guru <!--[if !supportLists]-->4. Administrasi peserta didik Hal ini meliputi : <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Rencana orientasi bagi tenaga guru yang baru <!--[if !supportLists]-->5. <!--[endif]-->Inservice training dan up-grading guru-guru c. Supervisi pengajaran Hal ini meliputi : <!--[if !supportLists]-->1.

f.Hal ini meliputi : <!--[if !supportLists]-->1. <!--[if !supportLists]-->5. Hubungan sekolah dengan masyarakat . sumber-sumber dan metode-metode pelaksanaanya. gudang. <!--[endif]-->Mempedomani dan merealisasikan apa yang tercantum di dalam kurikulum sekolah yang bersangkutan dalam usaha mencapai dasar-dasar dan tujuan pendidikan dan pengajaran <!--[if !supportLists]-->2. kantor. serta pemeliharaannya secara kontinyu. lapangan olah raga. disesuaikan dengan pembaharuan pendidikan dan pengajaran serta kebutuhan mesyarakat dan lingkungan sekolah <!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Cara-cara penggunaan gedung sekolah dan fasilitas-fasilitas lainyang efektif dan produktif. asrama. Pendirian dan perencanaan bangunan sekolah Hal in meliputi : <!--[if !supportLists]-->1. merencanakan dan menggunakan biaya pendirian gedung sekolah <!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Alat-alat perlengkapan sekolah dan alat-alat pelajaran yang dibutuhkan g. <!--[endif]-->Mengusahakan. <!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]-->Cara memilih letak dan menentukan luas tanah yang dibutuhkan <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Menentukan jumlah dan luas ruanganruangan kelas. <!--[endif]-->kurikulum bukanlah merupakan sesuatu yang harus didikuti dan diturut begitu saja dengan mutlak tanpa perubahan dan penyimpangan sedikitpun.dan sebagainya. <!--[endif]-->menyusun dan melaksanakan organisasi kurikulum beserta materi-materi. Kurikulum meripakan pedoman bagi para guru dalam menjalankan tugasnya.

seperti pembagian tugas mengajar pada guru-guru. Adanya tujuan yang hendak di capai bersama dari kerjasama tersebut. Adanya tiugas/fungsi yang harus dilaksanakn maksudnya ada sebuah kerjasama dari sekelompok orang 3. Administrasi material.yang mencakup didalamnya penyusunan kurikulum. Administrasi personel. hubungan sekolah dengan instansi-instansi dan jawsatan-jawatan lain dan hubungan sekolah dengan masyarfakat pada umumnya. ruang lingkup yang tercakup di dalam administrasi pendidikan dapat dikelompokkan sebagai berikut : 1. pembinaan kurikulum. diantara prinsip-prinsip tersebut adalah : Memiliki tujuan yang jelas Tiap anggota dapat memahami dan menerima tujuan tersebut Adanya kesatuan arah sehingga dapat menimbulkan kesatuan tindakan dan pikiran Adanya kesatuan perintah (Unity of command). para bawahan hanya mempunyai seorang atasan langsung dari padanya menerima perintah atau bimbingan dan kepada siapa ia harus mempertanggung jawabkan hasil pekerjaannya.yaitu kegiatan administrasi yang menyangkut bidang-bidang materi/benda-benda seperti :ketatausahaan sekolah. Dari apa yang telah diuraikan di atas. 5.(Purwanto:2007) Ada sebuah prinsip-prinsip administrasi yang menyinggung organisasi. administrasi keuangan. 4. 3.Hal ini mencakup hubungan sekolah dengan sekolah-sekolah lain. Koordinasi tentang wewenang dan tanggung jawab. Prinsip-prinsip Administrasi Pendidikan Prinsip merupakan sesuatu yang di buat sebagai pegangan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Adanya sumber daya manusia (SDM) atau sekelompokmanusia (sedikitnya dua orang) untuk ditata 2. 2. maksudnya ada keseimbangan antara wewenang dan tanggung jawab masing-masing anggota 1. Administrasi kurikulum.dan sebagainya.mencakup didalamnya administrasi personel guru dan pegawai sekolah.(Tsauri:13-16:2007) 5. 2.Diantara prinsip-prinsip administrasi pendidikan antara lain : 1. penyusunan silabus. Hendaknya semua hubungan itu merupakan hubungan kerjasama yang bersifat pedagogis. Adanya penataan/pengaturan dari kerjasama tersebut 4. . Adanya non manusia seperti peralatan dan perlengkapan yang diperlukan dan yang harus ditata 5. dan lainlain. pelaksanaan kurikulum. dan juga administrasi peserta didik. 3. sosiologis dan produktif yang dapat mendatangkan keuntungan dan perbaikan serta kemajuan bagi kedua belah pihak.

material.(Tsauri:22:2007) PENUTUP Administrasi pendidikan adalah suatu kegiatan kerja sama atau proses pengintegrasian segala sesuatu baik personal maupun material yang tergabung dalam orgaisasi pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan sebelumnya agar efektif dan efisien. sehingga dapat menimbulkan kerjasama yang harfmonis dan kooperatif. <!--[endif]-->supervisi yang tertuju pada tercapainya maksu-maksud dan tujuan . diantara fungsi administrasi pendidikan adalah: <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->perencanaan (planning) ³perencanaan(planning) adalah aktivitas memikirkan dan memilih rangkaian tindakan-tindakan pedndidikan´. Administrasi pendidikan juga memiliki sebuah fungsi. Adanya pembagian tugas atau pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan. pikiran-pkiran. keahlian dan bakat masing-masing. <!--[if !supportLists]-->2. <!--[if !supportLists]-->5. <!--[endif]-->pengorganisasian (organizing) ³pengorganisasian adalah aktivitas-aktivitas menyusun dan membentuk hubunganhubungan sehingga terwujudlah kesatuan usaha dealam mencapai maksud-maksud dan tujuan-tujuan pendidikan´. <!--[endif]-->pengkoordinasian (coordination) koordinasi adalah aktivitas membawa orang-orang. <!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->komunikasi komunikasi dalam setiap bentuknya adalah suatu proses yang hendak mempengaruhi sikap dan perbuatan orang-orang dalam struktur organisasi´.6. teknikkteknik dan tujuan-tujuan kedalam hubungan yang harmonis dan produktif dalam mencapai suatu tujuan´ <!--[if !supportLists]-->4.

d. 3. <!--[endif]-->kepegawaian (staffing) dalam kepegawaian yang menjadi titik penekanan ialah personal itu sendiri. menempatkan dan membimbing personel. f. tanpa biaya yang mencukupi tidak mungklin terjamin kelancaran jalannya suatu organisasi.³supervise sebagai fungsi administrasi pendidikan berarti aktivitas-aktivitas untuk menentukan komdisi-kondisi/syarat-syarat yang esensial yang akan menjamin tercapainya tujuan-tujuan pendidikan´. <!--[endif]-->penilaian (evaluating) Evaluasi sebagai fungsi administrasi pendidikan adalah aktivitas untuk meneliti dan mengetahui sampai di mana pelaksanaan yang dilakukan di dalam proses keseluruhan organisasi mencapai hasil sesuai denhan rencana atau program yang telah di tetapkan dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan. Adapun tujuan dari administrasi pendidikan adalah: 1. c. Diantara administrasi pendidikan adalah: a. b. e. <!--[if !supportLists]-->7. memilih. <!--[endif]-->pembiayaan (budgeting) Biaya/pambiayaan merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam sebuah organisasi karena biaya ini sangat menentukan bagi kelancaran jalannya sebuah organisasi. 4. 2. <!--[if !supportLists]-->8. Aktivitas yang dilakukan di dalam kepegawaian antara lain : menentukan. <!--[if !supportLists]-->6. efektifitas produksi efesiensi kemampuan menyesuaikan diri (adaptivenes) kepuasan kerja administrasi pendidikan juga memiliki sebuah ruang lingkup (bidang garapan) didalam pengelolaannya. administrasi tata laksana sekolah administrasi personel guru dan pegawai sekolah administrasi peserta didik supervisi pengajaran pelaksanaan dan pembinaan kurikulum pendirian dan perencanaan bangunan sekolah .

2005.Ngalim.Administrasi pendidikan.Bandung:PT Remaja Rosda Karyta Soetjipto dan Kosasi. Adanya peralatan dan perlengkapan (non manusia ) yang harus ditata 5. Adanya tujuan yang hendak dicapai bersama dari kerjasama tersebut DAFTAR PUSTAKA Burhanuddin. Diantara prinsip-prinsip administrasi pendidikan adalah: 1. yang menuntut kemampuan sekolah untuk . Adanya kerja sama sekelompok orang 2.2007.Administrasi dan supervisi pendidikan. Adanya penataan dan pengaturan dari kerja sana tsb 3.Jember:Center for society studies 1 Komentar MANAJEMEN KEUANGAN DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN DAN NEGARA 15 f 2008 pada 1:50 pm (Administrasi dan Supervisi) Tags: Pendidikan PENDAHULUAN Keuangan dan pembiayaan merupakan salah satu sumber daya yang secara langsung menunjang efektifitas dan efisiensi pengelolaan pendidikan.2004.2007.Administrasi pendidikan dan supervisi pendidikan.Raflis. Adanya SDM (sumber daya manusia/personal) yang harus ditata 4.Yusak. hubungan sekolah dan masyarakat didalam administrasi pendidikan terdapat pulasebuah prinsip-prinsip yang dapat menunjang kegiatan administrasi dan mencapai tujuan administrasi pendidikan karena prinsip ini merupakan sesuatu yang dijadikan sebagai pengayaan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.Sofyan. Hal tersebut lebih terasa lagi dalam implementasi MBS.g.Profesi keguruan.Bandung:Pustaka setia Purwanto.Jakarta:PT Rineka Cipta Tsauri.

yang memberikan kewenangan kepada sekolah untuk mencari dan memanfaatkan berbagai sumber dana sesuai dengan kebutuhan masing-masing sekolah karena pada umumnya dunia pendidikan selalu dihadapkan pada masalah keterbatasan dana. Kami membuat makalah ini dikarenakan adanya tugas dosen selaku pembimbing mata kuliah administrasi & supervisi pendidikan dan sudah menjadi suatu kewajiban bagi kami selaku mahasiswa untuk menyelesaikannya. agar dana-dana yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang tercapainya tujuan pendidikan. Dengan kata lain setiap kegiatan yang dilakukan sekolah memerlukan biaya. baik pemerintah pusat. apa lagi dalm kondisi krisis pada sekarang ini. PEMBAHASAN Sumber keuangan dan pembiayaan pada suatu sekolah secara garis besar dapat dikelompokkan atas tiga sumber.merencanakan. terutama dalam rangka MBS (Manajemen Berbasis Sekolah). kami juga memaparkan sistem manajemen keuangan dalam suatu Negara dan pondok pesantren. daerah maupun kedua-duanya. dan didalam makalah ini kami mengambil beberapa literatur dari buku-buku yang menurut kami dapat sesuai dengan pembahasan kami. Komponen keuangan dan pembiayaan pada suatu sekolah merupakan komponen produksi yang menentukan terlaksananya kegiatan belajarmengajar di sekolah bersama dengan komponen-komponen yang lain. yang bersifat umum atau khusus dan diperuntukkan bagi kepentingan pendidikan. keuangan dan pembiayaan merupakan potensi yang sangat menentukan dan merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam kajian manajemen pendidikan. baik itu disadari maupun yang tidak disadari. Dalam penyelenggaraan pendidikan. yaitu (1) pemerintah. yang sayang juga jika dilewatkan. Komponen keuangan dan pembiayaan ini perlu dikelola sebaik-baiknya. Berkaitan dengan peneriman keuangan dari orang tua dan masyarakat ditegaskan dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional1989 bahwa karena keterbatasan . (2) orang tua atau peserta didik. Dalam makalah kelompok ini. Hal ini penting. (3) masyarakat. baik mengikat maupun tidak mengikat. melaksanakan dan mengevaluasi serta mempertanggungjawabkan pengelolaan dana secara transparan kepada masyarakat dan pemerintah.

penambahan furnitur. penyimpanan dan pengeluaran uang atau surat-surat berharga lainnya yang dapat dinilai dengan uang serta diwajibkan membuat perhitungan dan pertanggungjawaban. misalnya. penggunaan. serta biaya operasional. Sementara biaya pembangunan.masyarakat dan orang tua. Kepala sekolah dalam hal ini. disamping mempunyai fungsi-fungsi bendaharawan. Adapun dimensi pengeluaran meliputin biaya rutin dan biaya pembangunan. serta bebas dari penyakit korupsi. (4) prosedur investasi. manajemen komponen keuangan harus dilaksanakan dengan baik dan teliti mulai dari tahap penyusunan anggaran. sampai pengawasan dan pertanggungjawaban sesuai dengan ketentuan yang berlaku agar semua dana sekolah benar-benar dimanfaatkan secara efektif. ordonator dan bendaharawan. Adapun bendaharawan adalah pejabat yang berwenang melakukan penerimaan. berfungsi sebagai otorisator. juga dilimpahi fungsi ordonator untuk menguji hak atas pembayaran. (3) pembelajaran.1 <!--[endif]-->MANAJEMEN KEUANGAN SEKOLAH . kolusi dan nepotisme. Otorisator adalah pejabat yang diberi wewenang untuk mengambil tindakan yang mengakibatkan penerimaan dan pengeluaran anggaran. biaya pemeliharaan gedung. tidak dibenarkan melaksanakan fungsi bendaharawan karena berkewajiban melakukan pengawasan kedalam. tanggung jawab atas pemenuhan dana pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah. fasilitas dan alat-alat pengajaran (barang-barang habis pakai). sebagi manajer. Dalam implementasi MBS. pembangunan gedung. efisien. Dalam pelaksanaannya manajemen keuangan ini menagnut azas pemisahan tugas antara fungsi otorisator. pergudangan dan prosedur pendistribusian. Komponen utama manajemen keuangan meliputi. tidak ada kebocorankebocoran. Ordonator adalah pejabat yang berwenang melakukan pengujian dan memerintahkan pembayaran atas segala tindakan yang dilakukan berdasarkan otorisasi yang telah ditetapkan. <!--[if !supportLists]-->2. dan (5) prosedur pemeriksaan. dan dilimpahi fungsi ordonator untuk memerintahkan pembayaran. Bendaharawan. (2) prosedur akuntansi keuangan.kemampuan pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan dana pendidikan. Namun. perbaikan atau rehab gedung. seperti gaji pegawai (guru dan non guru). Biaya rutin adalah biaya yang harus dikeluarkan dari tahun ke tahun. (1) prosedur anggaran. biaya pembelian atau pengembangan tanah. serta biaya atau pengeluaran lain unutk barang-barang yang tidak habis pakai.

Yang dimaksud penyelenggaraan sekolah ialah: <!--[if !supportLists]-->.221 Tahun 1974) <!--[if !supportLists]--><!--[endif]-->Menteri keuangan (No. 1606/MK/II/1974) tertanggal: 20 Nopember 1974 SPP dimaksudkan untuk membantu pembinaan pendidikan seperti yang ditunjukkan pada pasal 12 keputusan tersebut yakni membantu penyelengaraan sekolah. Kep. kartu pribadi.<!--[endif]-->Menteri dalam negeri (No.0257/K/1974) <!--[if !supportLists]-->. Di bawah ini kami kemukakan beberapa instrumen (format-format) yang mencerminkan adanya kegiatan manajemen keuangan sekolah tersebut.<!--[endif]-->Menteri P&K (No. <!--[if !supportLists]-->A. kesejahteraan personel.<!--[endif]-->Pengadaan alat atau bahan pelajaran <!--[if !supportLists]-->.<!--[endif]-->Penyelenggaraan ulangan. evaluasi belajar.<!--[endif]-->Pengadaan perpustakaan sekolah <!--[if !supportLists]-->.Setiap unit kerja selalu berhubungan dengan masalah keuangan. <!--[endif]-->Manajemen Pembayaran SPP Dasar hukum penyusutan SPP adalah keputusan bersama tiga menteri yaitu: <!--[if !supportLists]-->.<!--[endif]-->Prakarya dan pelajaran praktek . rapor dan STTB <!--[if !supportLists]-->.<!--[endif]-->Pengadaan alat atau bahan manajemen <!--[if !supportLists]-->. demikian pula sekolah. Persoalan yang menyangkut keuangan sekolah pada garis besarnya berkisar pada: uang Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP). uang kesejahteraan personel dan gaji serta keuangan yang berhubungan langsung dengan penyelenggaraan sekolah seperti perbaikan sarana dan sebagainya. perbaikan sarana dan kegiatan supervisi.

dan sebagainya <!--[if !supportLists]-->D. <!--[endif]-->Buku catatan SPMU (Surat Perintah Mengambil Uang) <!--[if !supportLists]-->C. untuk pertanggungjawaban uang tersebut diperlukan beberapa format sebagi berikut: <!--[if !supportLists]-->a. <!--[endif]-->Lager gaji (daftar permintaan gaji) <!--[if !supportLists]-->b. <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Manajemen keuangan yang berasal dari Negara (pemerintah) Yang dimaksud keuangan dari Negara ialah meliputi pembayaran gaji pegawai atau guru dan belanja barang. Bantuan ini dapat berbentuk uang tetapi mungkin pula dalam bentuk lain seperti usaha perbaikan sekolah. <!--[if !supportLists]-->B.2 <!--[endif]-->MANAJEMEN KEUANGAN PONDOK PESANTREN . penyetoran dan penggunaan dana yang telah ditentukan terutama dan penyelenggaraan sekolah. Dalam hubungan ini misalnya kegiatan arisan di sekolah koperasi antar guru dan lain-lain Oleh karenanya kepala sekolah sebagai pemimpin lembaga wajib mengetahui dengan jelas berapa gaji bersih yang diterima oleh anak buahnya. usaha pembinaan kesejahteraan pegawai kiranya perlu diperhatikan data tersebut. <!--[endif]-->Lain-lain Sudah menjadi hal yang umum bahwa guru atau karyawan serin mempunyai sangkut paut tersendiri dalam hal keuangan terutama gaji.Selanjutnya pada pasal 18 dinyatakan bahwa kedudukan kepala sekolah dalam pengelolaan SPP adalah bendaharawan khusus yang bertanggungjawab dalam penerimaan. <!--[endif]-->Manajemen keuangan yang berasal dari BP3 Badan Pembantu Penyelenggaraan Pendidikan (BP3) bertugas memberikan bantuannya dalam penyelenggaraan sekolah. pembangunan lokal baru.

agar kekurangan dan kelebihan pesantren dapat diketahui secara transparan oleh pihakpihak lain.<!--[if !supportLists]-->A. <!--[if !supportLists]-->C. dalam suatu lembaga termasuk pesantren pengelolaan keuangan sering menimbulkan permasalahan yang serius bila pengelolaanya kurang baik. Selama ini banyak pesantren yang tidak memisahkan antara harta kekayaan pesantren dengan individu. Namun demikian karena banyak juga dana yang bersumber dari masyarakat untuk mendanai kegiatan di Pesantren. disinilah perlunya pengelolaan keuangan dengan baik dan transparan dibudayakan dilingkungan pesantren. dari penyandang dana. Di pasantren pengelolaan keuangan sebenarnya tidak begitu rumit. baik pemerintah pusat maupun daerah. <!--[if !supportLists]-->B. pengelolaan keuangan dapat diartikan sebagai tata pembukuan. <!--[endif]-->Prinsip-prinsip Pengelolaan Keuangan Pendidikan Pondok Pesantren . termasuk orang tua santri. Ustadz/ Ustadzah atau pengelola lainnya) terhadap pandangan yang kurang baik dari luar pesantren. Dalam arti luas diartikan sebagai pengurusan dan pertanggung jawaban. Namun dalam rangka pengelolaan manajemen yang baik seyogyanya didalam pemilahan antara harta kekayaan pesantren dengan individu. Pengelolaan keuangan pesantren yang baik ini sebenarnya juga merupakan bagian dari upaya melindungi personil pengelola pesantren (kyai. baik individual maupun lembaga. walaupun disadari bahwa pembiayaan pesantren justru lebih banyak bersumber dari kekayaan individu sebab sumber-sumber lain penopang pesantren kurang memadai. walaupun jumlahnya relatif kecil hal itu perlu ada laporan atau penjelasan sederhana sesuai dengan prinsip-prinsip pengelolaan keuangan public kepada masyarakat agar kredibilitas pesantren dimata masyarakat cukup tinggi. <!--[endif]-->Rasional Salah satu bagian terpenting dalam manajemen pesantren adalah pengelolaan keuangan. <!--[endif]-->Pengertian Dalam arti sempit. sebab pesantren merupakan lembaga swadana yang tidak memerlukan pertanggung jawaban keuangan yang terlalu pelik kepada penyandang dananya.

tidak mewah.Penggunaan anggaran dan keuangan. Komite atau majelis tersebut beranggotakan wakil wali santri. maka untuk sumber dana sekolah. <!--[if !supportLists]-->3. program/ kegiatan. <!--[if !supportLists]-->4. pesantren itu tidak hanya diperoleh dari anggaran dan fasilitas dari pemerintah atau penyandang dana tetap saja. <!--[endif]-->terarah dan terkendali sesuai dengan rencana. dari sumber manapun. tetapi dari sumber dan dari ketiga komponen diatas. efisien dan sesuai dengan kebutuhan teknis yang disyaratkan <!--[if !supportLists]-->2. Selanjutnya pihak pesantren bersama komite atau majelis pesantren pada setiap awal tahun anggaran perlu bersama-sama merumuskan RAPBPP sebagai acuan bagi pengelola pesantren dalam melaksanakan manajemen keuangan yang baik: . apakah itu dari pemerintah ataupun dari masyarakat perlu didasarkan prinsip-prinsip umum pengelolaan keuangan sebagai berikut: <!--[if !supportLists]-->1. Untuk itu dipesantren sebenarnya juga perlu dibentuk organisasi orang tua santri yang implementasinya dilakukan denan membentuk komite atau majelis pesantren. <!--[endif]-->terbuka dan transparan. dalam sekolah. pengelola. khususnya dilingkungan pondok pesantren dan keserasian antara pendidikan dalam keluarga. dalam pengertian dari dan untuk apa keuangan lembaga tersebut perlu dicatat dan dipertanggung jawabkan serta disertai bukti penggunaannya. <!--[endif]-->Hemat. pesantren dan dalam masyarakat. wakil pemerintah dan wakil ilmuwan/ ulama diluar pesantren dan dapat juga memasukkan kalangan dunia usaha dan industri. <!--[endif]-->Rencana Anggaran Pendapatan Dan Belanja Pondok Pesantren (RAPBPP) Implementasi prinsip-prinsip keuangan diatas pada pendidikan. <!--[endif]-->sedapat mungkin menggunakan kemampuan/ hasil produksi dalam negeri sejauh hal ini dimungkinkan <!--[if !supportLists]-->D. tokoh masyarakat.

Anggaran memiliki peran penting didalam perencanaan.sumbangan dari pemerintah. semua penggunaan keuangan pesantren dalam satu tahun anggaran perlu direncanakan dengan baik agar kehidupan pesantren dapat berjalan dengan baik. <!--[endif]-->Rencana penggunaan keuangan dalam satu tahun yang bersangkutan. Maka seorang penanggung jawab program kegiatan dipesantren harus mencatat anggaran serta melaporkan realisasinya sehingga dapat dibandingkan selisih antara anggaran dengan pelaksanaan serta melakukan tindak lanjut untuk perbaikan. Maka penyusunannya hendaknya mengikuti langkah-langkah sebagai berikut: . Ada dua bagian pokok anggaran yang harus diperhatikan dalam penyusunan RAPBPP.dari hasil usaha <!--[if !supportLists]-->b. <!--[endif]-->Rencana sumber atau target penerimaan/ pendapatan dalam satu tahun yang bersangkutan.sumbangan dari individu atau organisasi. yaitu: <!--[if !supportLists]-->a.kontribusi santri. maka sentralisasi pengelolaan keuangan perlu difokuskan pada bendaharawan pesantren. <!--[if !supportLists]-->2. pengendalian dan evaluasi kegiatan yang dilakukan pondok pesantren. termasuk didalamnya keuangan bersumber dari: a). artinya rencana pendapatan dan pengeluaran harus berimbang diupayakan tidak terjadi anggaran pendapatan minus. c). d). dalam rangka untuk mempermudah pertanggung jawaban keuangan. Dengan anggaran berimbang tersebut maka kehidupan pesantren akan menjadi solid dan benar-benar kokoh dalam hal keuangan. <!--[endif]-->Pengertian RAPBPP Anggaran adalah rencana yang diformulasikan dalam bentuk rupiah dalam jangka waktu atau periode tertentu. serta alokasi sumber-sumber kepada setiap bagian kegiatan.<!--[if !supportLists]-->1. b). <!--[endif]-->Langkah-langkah Penyusunan RAPBPP Suatu hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan RAPBPP adalah harus menerapkan prinsip anggaran berimbang.

Dalam setiap anggaran yang disusun untuk kegiatan-kegiatan dilingkungan pondok pesantren. penanggung jawab. <!--[if !supportLists]-->b) <!--[endif]-->Uraian kegiatan program. rencana baru atau lanjutan. paling tidak harus memuat 6 hal atau informasi sebagai berikut: <!--[if !supportLists]-->a) <!--[endif]-->Informasi rencana kegiatan: sasaran. rincian program <!--[if !supportLists]-->c) <!--[endif]-->Informasi kebutuhan: barang/ jasa yang dibutuhkan. volume kebutuhan . Pada setiap anggaran yang disusun perlu dijelaskan apakah rencana anggaran yang akan dilaksanakan merupakan hal baru atau kelanjutan atas kegiatan yang telah dilaksanakan dalam periode sebelumnya dengan menyebut sumber dana sebelumnya. maka selanjutnya ditetapkan sebagai anggaran pendapatan dan belanja pondok pesantren (APBPP). program kerja. uraian rencana kegiatan.<!--[if !supportLists]-->a) <!--[endif]-->Menginventarisasi rencana yang akan dilaksanakan <!--[if !supportLists]-->b) <!--[endif]-->Menyusun rencana berdasarkan skala prioritas pelaksanaannya <!--[if !supportLists]-->c) <!--[endif]-->Menentukan program kerja dan rincian program <!--[if !supportLists]-->d) <!--[endif]-->Menetapkan kebutuhan untuk pelaksanaan rincian program <!--[if !supportLists]-->e) <!--[endif]-->Menghitung dana yang dibutuhkan <!--[if !supportLists]-->f) <!--[endif]-->Menentukan sumber dana untuk membiayai rencana Rencana tersebut setelah dibahas dengan pengurus dan komite atau majelis pesantren.

<!--[endif]-->Realisasi APBPP Dalam pelaksanaan kegiatan.<!--[if !supportLists]-->d) <!--[endif]-->Data kebutuhan harga satuan. <!--[endif]-->Pelaksanaan kegiatan yang tidak sesuai dengan yang telah diprogramkan <!--[if !supportLists]-->d. rencana kegiatan. Dalam kaitan dengan pengelolaan keuangan tersebut. program. <!--[endif]-->Penyusunan anggaran yang kurang tepat <!--[if !supportLists]-->E. <!--[endif]-->Terjadinya penghematan atau pemborosan <!--[if !supportLists]-->c. dan total anggaran untuk seluruh rencana kegiatan <!--[if !supportLists]-->f) <!--[endif]-->Sumber dana: total sumber dana. bisa kurang atau lebih dari jumlah yang telah dianggarkan. hal tersebut merupakan bentuk transparansi dalam pengelolaan keuangan. yang perlu diperhatikan oleh bendaharawan adalah: . Namun demikian prinsip transparansi dan kejujuran dalam pertanggung jawaban tersebut harus tetap dijunjung tinggi. masingmasing sumber dana yang mendukung pembiayaan program. <!--[endif]-->Adanya efisiensi atau inefisiensi pengeluaran <!--[if !supportLists]-->b. <!--[endif]-->Pertanggung jawaban Keuangan Pondok Pesantren Semua pengeluaran keuangan pondok pesantren dari sumber manapun harus dipertanggung jawabkan. <!--[if !supportLists]-->3. jumlah biaya yang dibutuhkan untuk seluruh volume kebutuhan <!--[if !supportLists]-->e) <!--[endif]-->Jumlah anggaran: jumlah anggaran untuk masing-masing rincian program. Ini dapat terjadi karena beberapa sebab: <!--[if !supportLists]-->a. <!--[endif]-->Adanya perubahan harga yang tidak terantisipasi <!--[if !supportLists]-->e. jumlah yang realisasikan bisa terjadi tidak sama dengan rencana anggarannya.

bendara harus membuat laporan keuangan kepada komite/ majelis pesantren untuk dicocokkan dengan RAPBPP <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->daftar gaji/ honorarium <!--[if !supportLists]-->5. agar manajemen keuangan dipondok pesantren dapat berjalan dengan baik. <!--[endif]-->kwitansi atau bukti-bukti pembelian atau bukti penerimaan dan bukti pengeluaran lain <!--[if !supportLists]-->4. seperti catatan pengeluaran insidentil Buku-buku tersebut perlu diadakan. serta tidak menimbulkan kecurigaan atau fitnah. <!--[endif]-->daftar potongan-potongan <!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]-->neraca keuangan juga harus ditunjukkan untuk diperiksa oleh tim pertanggung jawaban keuangan dari komite pondok pesantren selain buku neraca keuangan yang erat hubungannya dengan pengelolaan keuangan.<!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Buku kas umum <!--[if !supportLists]-->2. ada juga beberapa buku lain yang penting bagi bendaharawan pondok pesantren yaitu: <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->buku catatan lain-lain yang tidak termasuk diatas. <!--[endif]-->buku persekot uang muka <!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Pada setiap akhir tahun anggaran. <!--[endif]-->laporan keuangan tersebut harus dilampiri bukti-bukti pengeluaran yang ada <!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->buku iuran/ kontribusi santri (SPP/ infaq) <!--[if !supportLists]-->7. <!--[endif]-->buku tabungan <!--[if !supportLists]-->6. transparan. . memudahkan dilakukan pengawasan terhadap penggunaan anggaran yang ditetapkan.

<!--[if !supportLists]-->2. Oleh karena itu mempersatukan fungsi keuangan dengan adaministrasi umum tujuan pokok kepemimpinan tetapi tidak selalu mudah untuk dicapai. Administrasi keuangan berurusan dengan penyusunan anggaran belanja. Sebuah daripadanya merupakan bidang keuangan Negara yang luas meliputi fungsi-fungsi seperti perhitungan dan pemungutan pajak. pembukuan. pemeriksaan pembukuan dan pembelian. menentukan tersedianya dana penyertaan alasan (accompany procurement) dan menimbang tindakan hukum apabila dilakukan pemeriksaan pembukuan. Terdapat dua buah aspek pada persoalan administrasi keuangan. harus dibangun atas dasar akrual (accrual basis) dan haruslah diperlengkap dengan pembukuan biaya sebagai alat pengawas ketatalaksanaan di dalam mengukur hasil pekerjaan. apakah pegawai-pegawai melakukan pekerjaan mereka sebagaimana mestinya. Ia dapat mengetahui berapa harga setiap barang. apakah organisasi berdaya guna. juga keuangan tersangkut secara universal didalam administrasi seperti zat asam didalam udara. Semua unsur administrasi keuangan erat terjalin. Disini kami sedikit mencoba mempelajari administrasi keuangan sebagai bagian dari administrasi Negara. Administrator keuangan memiliki kekuasaan yang sangat besar. Ia mengawasi gaji dan semua alat-alat material yang harus dipergunakan dalam pekerjaan administrator lainnya. Sebagai syarat utama kedaya gunaan suatu fungsi ketatalaksanaan harus seragam diseluruh pemerintah. Pokok soal ini adalah bagian dari bidang yang lebih luas disebut keuangan Negara. Seterusnya lagi suatu badan pemeriksaan yang wajar tidak merasa puas semata-mata dengan persoalan-persoalan . Dipihak lain pemeriksaan pembukuan bukanlah alat ketatalaksanaan kecuali secara tidak langsung dapat dipergunakan untuk memeriksa hasil-hasil.3 <!--[endif]-->MANAJEMEN KEUANGAN NEGARA Sebagaimana halnya dengan organisasi dan kepegawaian. pinjaman Negara dan ketatalaksanaan hutang Negara. Oleh karena itu pemeriksaan pembukuan haruslah menjadi tanggung jawab badan luar yang lepas dan pada pemerintah ia harus memberikan laporan kepada badan perundang-undangan. Tetapi sekalipun dipandang dari lingkungannya yang lebih sempit melalui pandangan administrator sebagaimana telah dilakukan disini tersangkutlah masalah kebijaksanaan. Pembukuan adalah dasar anggaran belanja. pemeliharaan dana-dana.

Negara dalam hal ini juga memerlukan proses manajemen keuangan yang dapat ditinjau dari berbagai aspek. menyimpan pembukuan yang cukup dan memiliki daftar barang secara terperinci berikut perkiraan harganya. Pondok pesantren juga masih memerlukan hak sumber daya keuangan demi terlaksananya suatu proses pendidikan dalam manajemennya sehingga memerlukan pertanggung jawaban yang dapat diketahui oleh semua kalangan mulai dari personil pondok pesantren sendiri maupun dari pihak luar pondok pesantren sehingga dapat diketahui pertanggung jawaban masalah keuangan yang transparan. . Remaja Rosda Karya. Pembelian atau usaha memperoleh (procurement) adalah bagian yang luas dari fungsi persediaan dan juga menimbulkan masalah kebijaksanaan yang penting. Manajemen Berbasis Sekolah. meliputi: pajak. <!--[if !supportLists]--> DAFTAR PUSTAKA Mulyasa. Administrasi pembelian haruslah atas dasar cukup luas untuk mengambil keuntungan dari potongan (reduksi) dan harga-harga borongan. ia juga menunjukkan bagaimana daya guna dan prosedur administrative dapat diperbaiki. untuk itu dalam lembaga pendidikan dalam hal ini adalah sekolah mengambil inisiatif dari pendanaan melalui SPP dan juga BP3 yang dapat membantu terlaksananya kegiatan dalam lembaga/ sekolah tersebut. mengusahakan penyimpanan yang memuaskan dan fasilitas pengangkutan dan juga hendaknya cepat dan tidak kaku. Bandung. pinjaman Negara serta tatalaksana hutang Negara. dari situlah dapat diketahui suatu anggaran belanja Negara. dana-dana pemerintahan.legalitet dan kejujuran. PENUTUP Dalam suatu organisasi maupun lembaga sekolah diperlukan sumber daya dalam hal ini adalah faktor keuangan yang menjadi faktor penting dalam menunjang efektifitas dan efisiensi pengelolaan pendidikan. 2007.

A. Manajemen Pondok Pesantren Dalam Perspektif Global. ME.D. Fajar Ahwa. Manajemen Pendidikan Di Sekolah. Suryobroto. Sulthon. Khusnuridlo. Jakarta. M. Tinggalkan sebuah Komentar DASAR-DASAR ADMINISTRASI PENDIDIKAN 13 f 2008 pada 8:17 am (Administrasi dan Supervisi) Tags: Pendidikan MAKALAH DASAR-DASAR ADMINISTRASI PENDIDIKAN Untuk memenuhi tugas mata kuliah Administrasi dan Supervisi Pendidikan yang dibina oleh Bapak Dra. Yogyakarta. 2006. GO. M. Rineka Cipta.Pd. Administrasi Negara.I <!--[if gte vml 1]> <![endif]--><!--[if !vml]--> <!--[endif]--> Oleh : Kelompok 1 A. Rineka Cipta. laksBang PRESSindo.Dimock. Dimock.Wahidil Qomali (084 061 398) Adi Wijaya (084 061 399) Zaidatur Rofi¶ah (084 061 429) Zulfa Faurina (084 061 430) . 2004.M. 1992. Jakarta.

dan baru dimasukkan sebagai mata pelajaran decan mata ujian di SGA/SPG sejak tahun ajaran 1965/1966. Di negara-negara yang sudah maju.maka diperlukan sebuah penjelasa secara rinci dan mendetail tentang administrasi pendidikan agar para pendidik dapat memahami betapa perlu dan pentingnya administrasi pendidikan itu.Dan kata ministrare sam artinya dengan kata to serve atau to conduct yang berarti´melayani.(Purwanto:1:2007) Setelah kita mengetahui realita yang terjadi seperti yang sudah tersebut di atas. Pengertian Administrasi pendidikan Administrasi dalam pengertian secara harfiah.terus mengalami perkembangan sesuai dengan perkembangan pendidikan negara masing-masing. PEMBAHASAN DASAR-DASAR ADMINISTRASI PENDIDIKAN 1.SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI JEMBER JURUSAN TARBIYAH / PROGRAM STUDI PAI JUNI 2008 PENDAHULUAN Dalam dunia pendidikan di Indonesia.membantu dan . Maka dimakalah ini kami akan menjelaskan tentang dasar-dasar administrasi pendidikan. administrasi pendidikan itu sendiri sebagai ilmu. Disamping itu.administrasi pendidikan mulai berkembang dengan pesat sejak pertengahan pertama abad ke-20.Oleh karena itu.tidak mengherankan jika para pendidik sendiri banyak yang belum dapat memahami betapa perlu dan pentingnya administrasi pendidikan dalam penyelenggaraan dan pengembangan pendidikan pada umumnya.bidang studi administrasi pendidikan boleh dikatakan masih baru.kata ad mempunyai arti yang sama dengan kata to dalam bahasa inggris yang berarti ³ke´atau´kepada´.Indonesia.adcministrasi pendidikan baru diperkenalkan melalui beberapa IKIP sejak tahun 1960-an. Oleh karena itu para pendidiki terlebih dahulu harus mengetahui dasar-dasar dari administrasi pendidikan.terutama sejak berakhirnya perang dunia kedua. Khususnya di negara kita.kata ³administrasi´berasl dari bahasa latin yang terdiri atas kata ad dan ministrare.

mendokumentasika kegiatan. istilah administrasi juga dapat diartikan sebagai berikut : ³Administrasi adalah suatu kegiatan atau rangkaian kegiatan yang berupa proses pengelolaan usaha kerjasama sekelompok manusia yang tergabung dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan bersam yang telah ditetapkan sebelumnya agar efektif dan efisien´. Prose situ dilakukan bersama oleh sekelompok manusia yang tergabung dalam suatu organisasi . Jadi. makna administrasi dapat di urai paling tidak menjadi lima pengertian pokok.diorganisasi dan dikoordinasi secara efektif.dan semua materi yang di perlukan dan yang telah ada dimanfaatkan secara efisien. Dalam pengertian yang luas ini.mengarahkan´. Dalam batasan tersebut di atas.(Purwanto:1:2007) Administrasi dalam pengertian yang sempit yaitu kegiatan ketatausahaan yang intinya adalah kegiatan ruti catat-mencatat. Rangkaian kegiatan itu marupakan suatu proses/pengelolaan dari suatu kegiatan yang kompleks. Administrasi merupakan kegiatan atau kegiatan manusia 2.spiritual maupun material yang bersangkut paut dengan pencapaian tujuan pendidikan.mengarahkan atau mengatur semua kegiatan didalam mencapai suatu tujuan.didalam proses administrasi pendidikan segenap usaha orang-orang yang terlibat didalam proses pencapaian tujuan pendidikan itu diintegrasikan. yaitu : 1.Dalam bahasa inggris to administer berarti pula´mengatur.menyelenggarakan surat-menyurat dengan segala aspeknya serta mempersiapkan laporan. oleh sebab itu bersifat dinamis 3.memelihara dan mengarahkan´. Administrasi pendidikan dalam pengertian secara luas adalah segenap proses pengerahan dan pengintegrasian segala sesuatu baik personel.malayani. Jadi kata´administrasi´ secara harfiah dapat di artikan sebagai suatu kegiatan atau usaha untuk membantu.

Proses itu dilakukan dalam rangka mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya 5. Semua fungsi tersebut satu sama lain bertalian sangat erat. komunikasi. Perencanaan (Planning) Perencanaan merupakan salh satu syarat mutlak bagi setiap kegiatan administrasi. koordinasi. <!--[endif]-->Menentukan dan merumuskan tujuan yang hendak dicapai <!--[if !supportLists]-->2.pelaksanaan suatu kegiatan akan mengalami kesulitan dan bahkan kegagalan dalam mencapai tujuan yang diinginkan. pengorganisasian. a. Adapun proses administrasi pendidikan itu meliputi fungsifungsi perencanaan. Untuk menadapat gambaran yang lebih jelas tentang fungsi-fungsitersebut di bawah ini akan diuraikan secara lebih rinci. Perencanaan merupakan kegiatan yang harus dilakukan pada permulaan dan selama kegiatan administrasi itu berlangsung. Langkah-langkah dalam perencanaan meliputi hal-hal sebagai berikut : <!--[if !supportLists]-->1.yaitu faktor tujuan dan faktor sarana. <!--[endif]-->Menentukan tahap-tahap dan rangkaian tindakan . Di dalam setiap perencanaan ada dua faktor yang harus diperhatikan. Fungsi Administrasi Pendidikan Agar kegiatan dalam komponen administrasi pendidikan dapat berjalan dengan baik dan mencapai tujuan. <!--[endif]-->Meneliti masalah-masalah atau pekerjaanpekerjaan yang akan dilakukan <!--[if !supportLists]-->3. Proses pengelolaan itu dilakukan agar tujuannya dapat dicapai secara efektif dan efisien.kegiatan tersebut harus dikelola melalui suatu tahapan proses yang merupakan daur (siklus). <!--[endif]-->Mengumpulkan daa dan informasi-informasi yang diperlukan <!--[if !supportLists]-->4. baik sarana personel maupun material. Tanpa perencanaan. supervise kepegawaian dan pembiayaan dan evaluasi.4.(Tsauri:2:2007) 2.

<!--[endif]-->memiliki fleksibilitas sehingga mudah disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi dan situasi sewaktu-waktu <!--[if !supportLists]-->5. Jadi. <!--[endif]-->diusahakan adanya penghematan tenaga. juga membatasi kesalahan-kesalahan yangmungkin terjadi dan menghindari adanya duplikasi-duplikasiatau tugas-tugas/pekerjaan rangkap yang dapat menghambat jalannyapenyelesaian. <!--[endif]-->perencanaan harus didasarkan atas tujuan yang jelas <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->bersifat sederhana. memuat segala uraian serta klarifikasi kegiatan dan rangkaian tindakan sehingga mudah di pedomani dan dijalankan <!--[if !supportLists]-->4. menurut urgensinya masing-masing <!--[if !supportLists]-->6. realistis dan praktis <!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Merumuskan bagimana masalah-masalah itu akan dipecahkan dan bagaimana pekerjaan-pekerjaan itu akan diselesaikan Syarat-syarat perencanaan Dalam menyusun perencanaan syarat-syarat berikut perlu diperhatikan : <!--[if !supportLists]-->1. perencanaan sebagai suatu fungus administrasi pendidikan dapat disimpulkan sebagai berikut : . <!--[endif]-->terfdapat perimbangan antara bermacamacam bidang yang akan digarap dalam perencanaan itu. <!--[endif]-->diusahakan agar sedapat mengkin tidak terjadi adanya duplikasi pelaksanaan Merencanakan berarti pula memikirkan tentang penghematan tenaga. biaya dan waktu serta kemungkinan penggunaan sumber-sumber daya dan dana yang tersedia sebaik-baiknya <!--[if !supportLists]-->7.<!--[if !supportLists]-->5. <!--[endif]-->terinci. biaya dan waktu.

Keragaman tugas dan pekerjaan semacam itu tidak mungkin dilakukan dan dipikul sendiri oleh seoran pemimpin. Dengan demikian . .bakat. b. Yang perlu diperhatikan dalam pengorganisasian antara lain ialah bahwa pembagian tugas. wewenang dan tanggung jawab hendaknya disesuaikan dengan penglaman. Dlam hal inilah terletak bagaimana kecakapan kepala sekolah mengorganisasi guru-guru dan pegawai sekolah lainnya dalam menjalankan tugasnya sehari-hari sehingga tercipta adanya hubungan kerja sama yang harmonis dan lancar.pengorganisasian sebagai salah satu fungsi administrasi pendidikan dapat disimpulkan sebagai berikut : ³pengorganisasian adalah aktivitas-aktivitas menyusun dan membentuk hubunganhubungan sehingga terwujudlah kesatuan usaha dealam mencapai maksud-maksud dan tujuan-tujuan pendidikan´. wewenang dan tanggung jawab secara terinci menurut bidang-bidang dan bagian-bagian. Di dalam pengorganisasian terdapatadanya pembagian tugas-tugas.³perencanaan(planning) adalah aktivitas memikirkan dan memilih rangkaian tindakan-tindakan yang tertuju pada tercapainya maksu-maksud dan tujuan pedndidikan´. Pengorganisasian sebagai fungsi administrasi pendidikan menjadi tugas utama bagi para pemimpin pendidikan termasuk kepala sekolah. pengetahuan dan kepribadian masing-masing prang yang dikperlukan dalam menjalankan tugas-tigas tersebut. minat. sehingga dari situ dapat terciptalah adanya hubungan-hubungan kerjasama yang harfmonis dan lancar menuju pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Pengorganisasian (Organizing) Pengorganisasian merupakan aktivitas menyusun dan membentuk hubunganhubungan kerja antara orang-orang sehingga terwujud suatu kesatuan usaha dalam mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan. Kita mengetahui bahwa dalam kegiatan sekolah sehari-sehari terdapat bermacam-macam jenis pekerjaan yang memerlukan kecakapandan keterampilan dan tanggung jawab yang berbeda-beda.

Komunikasi Dalam melaksanakan suatu program pendidikan. material. Proses menyampaikan atau komunikasi ini meliputi lebih dari pada sekedar menyalurkan pikiran-pikiran. Dengan adanya koordinasi yang baik. semua bagian dcan personel dapat bekerja sama menuju ke satu arah tujuan yang telah ditetapkan. . Pengkoordinasian (Coordinating) Adanya bermacam-macam tugas/pekerjaan yang dilakukan oleh banyak orang.(b)mengadakan rapat kerja. gagasan-gagasan dan maksud-maksud secara lisan atau tertulis. pikiran-pkiran. Pengkoordinasian diartikan sebagai usaha untuk menyatu padukan kegiatan dari berbagai individu agar kegiatan mereka berjalan selarfas dengan anggota dalam usaha mencapai tujuan.(c) memberikan unjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis. d. memerlukan adanya koordinasi dari seorang pemimpin. Usayha pengkoordinasian dapat dilakukan melalui berbagai cara. aktivitas menyebarkan dan menyampaikan gagasan-gagasan dan maksud-maksud ke seluruh struktur organisasi sanat penting.koordinasi sebagai salah satu fungsi administrasi pendidikan dapat disimpulkan sebagi berikut : ³koordinasi adalah aktivitas membawa orang-orang.dan (d) memberikan balikan tentang hasil sutu kegiatan. Demikian pula komunikasi yang dilakukan secara informal dan secara formal mendatangkan hasil yang berbeda pengaruh dan kejelasannya. Komunikasi secara lisan pada umumnya lebih mendatangkan hasil dan pengertian yang jelas dari pada secara tertulis.(Soetjipto:137:2004) Dengan demikian. Adanya koordinasi yang baik dapat menghindarkan kemungkinan terjadinya persaingan yang tidak sehat dan atau kesimpangsiuran dalam tindakan.c.seperti:(a)melaksanakan penjelasan singkat (briefing). teknikkteknik dan tujuan-tujuan kedalam hubungan yang harmonis dan produktif dalam mencapai suatu tujuan´.

setiap anggota hanya dapat berhubungan dengan beberapa anggota tertentu saja. Pengawasan bertanggung jawab tentang keefektifan program itu. Kepegawaian (Staffing) Sama halnya dengan fungsi-fungsi administrasi pendidikan yang telah diuraikan terdahulu kepegawaian merupakan fungsi yang tidak kalah pentingnya. Jadi. sedangkan dalam komunikasi terbatas. fungsi supervisi yang terpentig adalah : 1. Oleh karena itu.Menurut sifatnya. Dalam komunikasi bebas. Supervisi Setiap pelaksanaan program pendidikan memerlukan adanya pengawasan atau supervise. komunikasi ada dua macam yaitu komunikasi bebas dan komunikasi terbatas. Dengan demikian. organisasi sebagai salah satu fungsi administrasi pendidikan dapat disimpulkan sebagai berikut : ³komunikasi dalam setiap bentuknya adalah suatu proses yang hendak mempengaruhi sikap dan perbuatan orang-orang dalam struktur organisasi´. e. supervise haruslah meneliti ada atau tidaknya kondisi-kondisi yang akan memungkinkan tercapainya tujuan-tujuan pendidikan. Dengan demikian . memenuhi/mengusahakan syarat-syarat yang diperlukan itu. dalam kepegawaian yang menjadi titik penekanan ialah personal itu sendiri. Aktivitas yang . Agak berbeda dangan fungsi-fungsi administrasi yang telah dibicarakan. menentukan kondisi-kondisi/syarat-syarat apakah yang diperlukan 2. supervisi sebagai salah satu fungsi administrasi pendidikan dapat disimpulkan sebagai berikut : ³supervise sebagai fungsi administrasi pendidikan berarti aktivitas-aktivitas untuk menentukan komdisi-kondisi/syarat-syarat yang esensial yang akan menjamin tercapainya tujuan-tujuan pendidikan´. f. setiap anggota dapat berkomunikasi dengan setiap anggota yang lain.

dari mana dan bagaimana biaya itu dapat diperoleh/diusahakan 3. Pembiayaan Biaya/pambiayaan merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam sebuah organisasi karena biaya ini sangat menentukan bagi kelancaran jalannya sebuah organisasi. menempatkan dan membimbing personel. Setiap kebutuhan organisasi. Penilaian (Evaluating) . h. bagaimana pengawasannya. bagaimana pembukuan dan pertangung jawabannya 6. Sebenarnya fungsi kepegawaian ini sudah dijalankan sejak penyusunan perencanaan dan pengorganisasian. bagaimana penggunaanya 4. itulah sebabnya masalah pembiayaan ini harus sudah mulai dipikirkan sejak pembuatan planning sampai dengan pelaksanaannya. siapa yang akan melaksanakannya 5. baik personel maupun material. tanpa biaya yang mencukupi tidak mungklin terjamin kelancaran jalannya suatu organisasi. perencanaan tentang berapa biaya yang diperlukan 2. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam fungsi pembiayaan..dll. semua memerlukan adanya biaya. g. memilih.dilakukan di dalam kepegawaian antara lain : menentukan. antara lain : 1. Dalam hal ini prinsip the right man in the right place selalu di perhatikan. Di dalam pengorganisasian telah dipikirkan dan diusahakan agar untuk personel-personel yang menduduki jabatan-jabatan tertentu di dalam struktur organisasi itu dipilih dan di angkat orang-orang yang memiliki kecakapan dan kesanggupan yang sesuai dengan jabatan yang di pegangnya.

Setiap kegiatan. dan kesemuanya merupakan suatu proses keseluruhan yang tidak terpisahkan satu sama lain dan merupakan rangkaian kegiatan yang kontinyu.(Purwanto:15-22:2007) Secara lebih rinci maksud penilaian (evaluasi) adalah : <!--[if !supportLists]-->1. memerlukan adanya evaluasi. Tujuan Administrasi Pendidikan Tujuan adminitstrasi pada umumnya adalah agar semua kegiatan mandukung tercapainya tujuan pendidikan atau dengan kata lain administrasi yang digunakan dalam dunia pendidikan diusahakan untuk mencapai tujuan pendidikan.(Soetjipto:138:2004) Perlu ditekankan disini bahwa fungsi-fungsi pokok yang telah dibicarakan di atas satu sama lain sangat erat hubungannya. pekejaan tersebut berhasil <!--[if !supportLists]-->2. 3.Evaluasi sebagai fungsi administrasi pendidikan adalah aktivitas untuk meneliti dan mengetahui sampai di mana pelaksanaan yang dilakukan di dalam proses keseluruhan organisasi mencapai hasil sesuai denhan rencana atau program yang telah di tetapkan dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan. <!--[endif]-->Memajukan kesanggupan para personel dalam mengembangkan organisasi. <!--[endif]-->Memperoleh dasar bagi pertimbangan apakah pada akhir suatu periode kerja . <!--[endif]-->Memperoleh fakta-fakta tentang kesukarankesukaran dan untuk menghindari situasi yang dapat merusak <!--[if !supportLists]-->4. Dengan mengetahui kasalahan-kasalahan atau kekurangan-kekurangan serta kemacetan-kemacetan yang diperoleh dari tindakan evaluasi itu. <!--[endif]-->Menjamin cara bekerja yang efektif dan efisien <!--[if !supportLists]-->3. Sergiovanni dan carver (1975) (dalam burhanuddin:2005) menyebutkan empat tujuan administrasi yaitu: . baik yang dilakukan oleh unsure pimpinan maupun oleh bawahan. selanjutnya dapat di usahakan bagaimana cara-cara memperbaikinya.

<!--[endif]-->Masalah kepegawaian dan kesejahteraan personel sekolah <!--[if !supportLists]-->4.1. yaitu menghasilkan lulusan yang sesuai dengan tuntutan kurikulum. Secara lebih rinci ruang lingkup adcministrasi pendidikan dapat diuraikan sebagai berikut : a. Dalam pencapaian tujuan tersebut harus dilakukan usaha seefisien mungkin. <!--[endif]-->Otorosasi dan anggaran belanja keuangan sekolah <!--[if !supportLists]-->3. 3. Administrasi personel guru dan pegawai sekolah . efektifitas produksi efesiensi kemampuan menyesuaikan diri (adaptivenes) kepuasan kerja keempat tujuan tersebut digunakan sebagai kriteria untuk menentukan keberhasilan dalam penyelenggaraan sekolah. yaitu menggunakan kepuan dana. 2. sehingga lulusan tersebut dapat melanjutkan ketingkat berikutnya dan dapat menyesuaikan dirinya dengan lingkunganya yang barudan selanjutnya lulusan ini akan mencari kerja pada perusahaan yang memberikan kepuasan kerja kepada mereka. <!--[endif]-->Masalah perlengkapan dan perbekalan <!--[if !supportLists]-->5. Ruang Lingkup (Bidang Garapan) Administrasi Pendidikan Administrasi pendidikan mempunyai ruang lingkup/bidang garapan yang sangat luas. Administrasi tata laksana sekolah Hal ini meliputi : <!--[if !supportLists]-->1. dan tenaga seminimal mungkin. 4. <!--[endif]-->Keuangan dan pembukuannya b. Sebagai contoh: sekolah mempinyai fungsi untuk mencapai efektivitas produksi. 4. <!--[endif]-->Organisasi dan struktur pegawai tata usaha <!--[if !supportLists]-->2.tetapi memberikan hasil sebaik mungkin.

Administrasi peserta didik Hal ini meliputi : <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Inservice training dan up-grading guru-guru c. <!--[endif]-->Bimbingan dan penyuluhan bagi peserta didik (guidance and counseling) d. <!--[endif]-->Penilaian dan pengukuran kemajuan peserta didik <!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]-->Usaha membangkitkan dan merangsang semangat guru-guru dan pegawai tata usaha dalam menjalankan tugasnya masingmasing sebaik-baiknya. <!--[endif]-->Organisasi dan perkumpulan peserta didik <!--[if !supportLists]-->2. Supervisi pengajaran Hal ini meliputi : <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Masalah kepegawaian dan kesejahteraan guru <!--[if !supportLists]-->4. <!--[if !supportLists]-->2. mencari. <!--[endif]-->Organisasi personel guru-guru <!--[if !supportLists]-->3.hal ini meliputi : <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Usaha mengembangkan. <!--[endif]-->Masalah kesehatan dan kesejahteraan peserta didik <!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Rencana orientasi bagi tenaga guru yang baru <!--[if !supportLists]-->5. <!--[endif]-->Pengangkatan dan penempatan tenaga guru <!--[if !supportLists]-->2. dan menggunakan metode-metode baru dalam mengajar dan belajar yang lebih baik .

<!--[if !supportLists]-->3. disesuaikan dengan pembaharuan pendidikan dan pengajaran serta kebutuhan mesyarakat dan lingkungan sekolah <!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Cara memilih letak dan menentukan luas tanah yang dibutuhkan <!--[if !supportLists]-->2. serta pemeliharaannya secara kontinyu. <!--[endif]-->Mempedomani dan merealisasikan apa yang tercantum di dalam kurikulum sekolah yang bersangkutan dalam usaha mencapai dasar-dasar dan tujuan pendidikan dan pengajaran <!--[if !supportLists]-->2. merencanakan dan menggunakan biaya pendirian gedung sekolah <!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->kurikulum bukanlah merupakan sesuatu yang harus didikuti dan diturut begitu saja dengan mutlak tanpa perubahan dan penyimpangan sedikitpun. Pendirian dan perencanaan bangunan sekolah Hal in meliputi : <!--[if !supportLists]-->1. <!--[if !supportLists]-->4. e. <!--[endif]-->Mengusahakan cara-cara menilai hasil-hasil pendidikan dan pengajaran.dan sebagainya. . Pelaksanaan dan pembinaan kurikulum Hal ini meliputi : <!--[if !supportLists]-->1. Kurikulum meripakan pedoman bagi para guru dalam menjalankan tugasnya. <!--[endif]-->menyusun dan melaksanakan organisasi kurikulum beserta materi-materi. kantor. sumber-sumber dan metode-metode pelaksanaanya. <!--[endif]-->Cara-cara penggunaan gedung sekolah dan fasilitas-fasilitas lainyang efektif dan produktif. <!--[endif]-->Mengusahakan. f. gudang. lapangan olah raga. <!--[endif]-->Menentukan jumlah dan luas ruanganruangan kelas. asrama.

<!--[endif]-->Alat-alat perlengkapan sekolah dan alat-alat pelajaran yang dibutuhkan g.(Tsauri:13-16:2007) 5. dan lainlain. Adanya sumber daya manusia (SDM) atau sekelompokmanusia (sedikitnya dua orang) untuk ditata 2. Administrasi kurikulum. Hubungan sekolah dengan masyarakat Hal ini mencakup hubungan sekolah dengan sekolah-sekolah lain. 3.yaitu kegiatan administrasi yang menyangkut bidang-bidang materi/benda-benda seperti :ketatausahaan sekolah. sosiologis dan produktif yang dapat mendatangkan keuntungan dan perbaikan serta kemajuan bagi kedua belah pihak. Hendaknya semua hubungan itu merupakan hubungan kerjasama yang bersifat pedagogis.<!--[if !supportLists]-->5. administrasi keuangan. Adanya penataan/pengaturan dari kerjasama tersebut 4. Adanya tujuan yang hendak di capai bersama dari kerjasama tersebut.Diantara prinsip-prinsip administrasi pendidikan antara lain : 1. Administrasi personel.(Purwanto:2007) Ada sebuah prinsip-prinsip administrasi yang menyinggung organisasi. Dari apa yang telah diuraikan di atas. Adanya non manusia seperti peralatan dan perlengkapan yang diperlukan dan yang harus ditata 5. 2. Memiliki tujuan yang jelas . pembinaan kurikulum. Administrasi material. diantara prinsip-prinsip tersebut adalah : 1.dan sebagainya. dan juga administrasi peserta didik. Prinsip-prinsip Administrasi Pendidikan Prinsip merupakan sesuatu yang di buat sebagai pegangan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.yang mencakup didalamnya penyusunan kurikulum. pelaksanaan kurikulum.mencakup didalamnya administrasi personel guru dan pegawai sekolah. hubungan sekolah dengan instansi-instansi dan jawsatan-jawatan lain dan hubungan sekolah dengan masyarfakat pada umumnya. penyusunan silabus. Adanya tiugas/fungsi yang harus dilaksanakn maksudnya ada sebuah kerjasama dari sekelompok orang 3. ruang lingkup yang tercakup di dalam administrasi pendidikan dapat dikelompokkan sebagai berikut : 1. seperti pembagian tugas mengajar pada guru-guru.

<!--[endif]-->komunikasi yang tertuju pada tercapainya maksu-maksud dan tujuan . keahlian dan bakat masing-masing. Adanya kesatuan arah sehingga dapat menimbulkan kesatuan tindakan dan pikiran 4. <!--[if !supportLists]-->2. Tiap anggota dapat memahami dan menerima tujuan tersebut 3. Koordinasi tentang wewenang dan tanggung jawab. <!--[endif]-->perencanaan (planning) ³perencanaan(planning) adalah aktivitas memikirkan dan memilih rangkaian tindakan-tindakan pedndidikan´. 5. para bawahan hanya mempunyai seorang atasan langsung dari padanya menerima perintah atau bimbingan dan kepada siapa ia harus mempertanggung jawabkan hasil pekerjaannya. diantara fungsi administrasi pendidikan adalah: <!--[if !supportLists]-->1. Administrasi pendidikan juga memiliki sebuah fungsi. <!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->pengkoordinasian (coordination) koordinasi adalah aktivitas membawa orang-orang. Adanya kesatuan perintah (Unity of command). teknikkteknik dan tujuan-tujuan kedalam hubungan yang harmonis dan produktif dalam mencapai suatu tujuan´ <!--[if !supportLists]-->4.2. maksudnya ada keseimbangan antara wewenang dan tanggung jawab masing-masing anggota 6. sehingga dapat menimbulkan kerjasama yang harfmonis dan kooperatif. <!--[endif]-->pengorganisasian (organizing) ³pengorganisasian adalah aktivitas-aktivitas menyusun dan membentuk hubunganhubungan sehingga terwujudlah kesatuan usaha dealam mencapai maksud-maksud dan tujuan-tujuan pendidikan´. Adanya pembagian tugas atau pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan. pikiran-pkiran. material.(Tsauri:22:2007) PENUTUP Administrasi pendidikan adalah suatu kegiatan kerja sama atau proses pengintegrasian segala sesuatu baik personal maupun material yang tergabung dalam orgaisasi pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan sebelumnya agar efektif dan efisien.

<!--[if !supportLists]-->5. <!--[if !supportLists]-->8. 2. 4. 3. <!--[if !supportLists]-->6. <!--[endif]-->pembiayaan (budgeting) Biaya/pambiayaan merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam sebuah organisasi karena biaya ini sangat menentukan bagi kelancaran jalannya sebuah organisasi. memilih. <!--[endif]-->supervisi ³supervise sebagai fungsi administrasi pendidikan berarti aktivitas-aktivitas untuk menentukan komdisi-kondisi/syarat-syarat yang esensial yang akan menjamin tercapainya tujuan-tujuan pendidikan´. <!--[if !supportLists]-->7. Diantara administrasi pendidikan adalah: . tanpa biaya yang mencukupi tidak mungklin terjamin kelancaran jalannya suatu organisasi.komunikasi dalam setiap bentuknya adalah suatu proses yang hendak mempengaruhi sikap dan perbuatan orang-orang dalam struktur organisasi´. <!--[endif]-->penilaian (evaluating) Evaluasi sebagai fungsi administrasi pendidikan adalah aktivitas untuk meneliti dan mengetahui sampai di mana pelaksanaan yang dilakukan di dalam proses keseluruhan organisasi mencapai hasil sesuai denhan rencana atau program yang telah di tetapkan dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan. Aktivitas yang dilakukan di dalam kepegawaian antara lain : menentukan. menempatkan dan membimbing personel. Adapun tujuan dari administrasi pendidikan adalah: 1. <!--[endif]-->kepegawaian (staffing) dalam kepegawaian yang menjadi titik penekanan ialah personal itu sendiri. efektifitas produksi efesiensi kemampuan menyesuaikan diri (adaptivenes) kepuasan kerja administrasi pendidikan juga memiliki sebuah ruang lingkup (bidang garapan) didalam pengelolaannya.

Adanya kerja sama sekelompok orang 2.a.2004.2007. e. Adanya SDM (sumber daya manusia/personal) yang harus ditata 4. Adanya tujuan yang hendak dicapai bersama dari kerjasama tersebut DAFTAR PUSTAKA Burhanuddin.Bandung:Pustaka setia Purwanto.Profesi keguruan.Administrasi dan supervisi pendidikan.Administrasi pendidikan dan supervisi pendidikan. Adanya penataan dan pengaturan dari kerja sana tsb 3. d.Jember:Center for society studies Tinggalkan sebuah Komentar ADMINISTRASI SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN 12 f 2008 pada 8:12 am (Administrasi dan Supervisi) Tags: Pendidikan PENDAHULUAN . f.Sofyan. g.Ngalim. c. b.2007.2005. Adanya peralatan dan perlengkapan (non manusia ) yang harus ditata 5.Jakarta:PT Rineka Cipta Tsauri.Administrasi pendidikan.Bandung:PT Remaja Rosda Karyta Soetjipto dan Kosasi.Raflis. Diantara prinsip-prinsip administrasi pendidikan adalah: 1. administrasi tata laksana sekolah administrasi personel guru dan pegawai sekolah administrasi peserta didik supervisi pengajaran pelaksanaan dan pembinaan kurikulum pendirian dan perencanaan bangunan sekolah hubungan sekolah dan masyarakat didalam administrasi pendidikan terdapat pulasebuah prinsip-prinsip yang dapat menunjang kegiatan administrasi dan mencapai tujuan administrasi pendidikan karena prinsip ini merupakan sesuatu yang dijadikan sebagai pengayaan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.Yusak.

Lingkungan pendidikan akan bersifat positif atau negatif itu tergantung pada pemeliharaan administrasi sarana dan prasarana itu sendiri.2 <!--[endif]-->Apa saja komponen sarana dan prasarana pendidikan? <!--[if !supportLists]-->1. Terbatasnya pengetahuan dari personal tata usaha sekolah akan administrasi sarana dan prasarana pendidikan. sebagai seorang personal pendidikan kita dituntut untuk menguasi dan memahami administrasi sarana dan prasarana.1 <!--[endif]-->Bagaimanakah macam-macam sarana dan prasarana? <!--[if !supportLists]-->1. sehingga akan tercipta keserasian.2 <!--[endif]-->Rumusan Masalah <!--[if !supportLists]-->1.2.2.2.3 <!--[endif]-->Tujuan .2.2.<!--[if !supportLists]-->1.2. serta kurangnya minat dari mereka untuk mengetahui dan memahaminya dengan sungguh sungguh.3 <!--[endif]-->Bagaimanakah hubungan antara sarana dan prasarana dengan program pengajaran? <!--[if !supportLists]-->1.4 <!--[endif]-->Bagaimanakah pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan? <!--[if !supportLists]-->1. kenyamanan yang dapat menimbulkan kebanggaan dan rasa memiliki baik dari warga sekolah maupun warga masyarakat sekitarnya. maka dari itu kami menyusun makalah ini.1 <!--[endif]-->Latar Belakang Administrasi sarana dan prasarana pendidikan merupakan hal yang sangat menunjang atas tercapainya suatu tujuan dari pendidikan. untuk meningkatkan daya kerja yang efektif dan efisien serta mampu menghargai etika kerja sesama personal pendidikan.5 <!--[endif]-->Bagaimanakah fungsi administrasi sarana dan prasarana? <!--[if !supportLists]-->1. <!--[if !supportLists]-->1.6 <!--[endif]-->Apakah tujuan administrasi sarana dan prasarana? <!--[if !supportLists]-->1.

Laboratorium dsb.5 <!--[endif]-->Mengetahui fungsi administrasi sarana dan prasarana <!--[if !supportLists]-->1. Perpustakaan.1 <!--[endif]-->Mengetahui macam-macam sarana dan prasarana <!--[if !supportLists]-->1. bangunan sekolah.4 <!--[endif]-->Mengetahui pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan <!--[if !supportLists]-->1.3. misalnya. Buku.3. Ruang.<!--[if !supportLists]-->1.3. lapangan olahraga.3.3. Menurut keputusan menteri P dan K No 079/ 1975.2 <!--[endif]-->Mengetahui komponen sarana dan prasarana pendidikan <!--[if !supportLists]-->1. Sedangkan sarana berarti alat langsung untuk mencapai tujuan pendidikan. Dengan demikian dapat di tarik suatau kesimpulan bahwa Administrasi sarana dan prasarana pendidikan itu adalah semua komponen yang sacara langsung maupun tidak langsung menunjang jalannya proses pendidikan untuk mencapai tujuan dalam pendidikan itu sendiri.3 <!--[endif]-->Mengetahui hubungan antara sarana dan prasarana dengan program pengajaran <!--[if !supportLists]-->1. sarana pendididkan terdiri dari 3 kelompok besar yaitu : <!--[if !supportLists]-->a. misalnya: lokasi/tempat.3. <!--[endif]-->Bangunan dan perabot sekolah .6 <!--[endif]-->Mengetahui tujuan administrasi sarana dan prasarana pendidikan PEMBAHASAN ADMINISTRASI SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN Secara Etimologis (bahasa) prasarana berarti alat tidak langsung untuk mencapai tujuan dalam pendidikan. uang dsb.

<!--[endif]-->Berdasarkan konsepsi lama dan modern Menurut konsepsi lama administrasi sarana dan prasarana itu di artikan sebagai sebuah system yang mengatur ketertiban peralatan yang ada di sekolah .<!--[if !supportLists]-->b. Guru menurut konsepsi lama bertugas untuk mengatur ketertiban penggunaan sarana sekolah. Terdapat beberapa pemahaman mengenai administrasi sarana dan prasarana di antaranya adalah : <!--[if !supportLists]-->a. <!--[endif]-->Alat pelajaran yang terdiri dari pembukuan .<!--[if !supportFootnotes]-->[1]<!--[endif]--> Secara micro (sempit) kepala sekolahlah yang bertanggung jawab atas pengadaan sarana dan prasarana pendidikan yang di perlukan di sebuah sekolah. <!--[endif]-->Media pendidikan yang dapat di kelompokkan menjadi audiovisual yang menggunakan alat penampil dan media yang tidak menggunaakan alat penampil. Seperangkat kegiatan untuk mempertahankan ketertiban sarana dan prasarana sekolah dengan melalui pendekatan intimidasi 3. menurut konsepsi modern guru bertugas sebagai administrator dan bertanggung jawab kepada kepala sekolah. Menurut konsepsi modern administrasi sarana dan prasarana itu adalah suatu proses seleksi dalam penggunaan sarana dan prasarana yang ada di sekolah. Seperangkat kegiatan dalam mempertahankan ketertiban penggunaan sarana dan prasarana di sekolah melalui penggunaan di siplin (pendekatan otoriter ) 2. <!--[endif]-->Berdasarkan pandangan pendekatan operasional tertentu 1. Sedangkan administrasi sarana dan prasarana itu sendiri mempunyai peranan yang sangat penting bagi terlaksananya proses pembelajaran di sekolaah serta menunjang tercapainya tujuan pendidikan di sebuah sekolah baik tujuan secara khusus maupun tujuan secara umum. <!--[if !supportLists]-->c. <!--[if !supportLists]-->b. alat-alat peraga dan laboratorium. Seperangkat kegiatan untuk memaksimalkan penggunaan sarana dan prasarana sekolah dalam proses pembelajaran (pendekatan permisif) .

Seperangkat kegiatan untuk mengembangkan sarana dan prasarana sekolah 6. Seperangkat kegiatan untuk mengefektifkan penggunaan sarana dan prasarana sekolah sesuai dengan program pembelajaran (pendekatan intruksional) 5. Dengan demikian adminitrasi sarana dan prasarana itu merupakan usaha untuk mengupayakan sarana dan alat peraga yang di butuhkan pada proses pembelajaran demi lancarnya dan tercapainya tujuan pendidikan . <!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Ruang kelas: tempat siswa dan guru melaksanakan proses kegiatan belajar mengajar. <!--[if !supportLists]-->2. Pengertian lain dari administrasi sarana dan prasarana adalah suatu usaha yang di arahkan untuk mewujudkan suasana belajar mengajar yang efektif dan menyenangkan serta dapat memotivasi siswa untuk belajar dengan baik sesuai dengan kemampuan dan kelengkapan sarana yang ada. <!--[if !supportLists]-->5. <!--[endif]-->Ruang laboratorium ( tempat praktek) : tempat siswa mengembangkan pengetahuan sikap dan keterampilan serta tempat meneliti dengan menggunakan media yang ada untuk memecahkan suatu masalah atau konsep pengetahuan . <!--[endif]-->Ruang keterampilan adalah tempat siswa melaksanakan latihan mengenai keterampilan tertentu. <!--[endif]-->Ruang perpustakaan: tempat koleksi berbagai jenis bacaan bagi siswa dan dari sinilah siswa dapat menambah pengetahuan.<!--[if !supportFootnotes]-->[2]<!--[endif]--> 2.4. <!--[if !supportLists]-->4. Seperangkat kegiatan untuk mempertahankan keutuhan dan keamanan dari sarana dan prasarana yang ada di sekolah.1 MACAM ± MACAM SARANA DAN PRASARANA Adapun macam-macam sarana dan prasarana yang di perlukan di sekolah demi kelancaran dan keberhasilan kegiatan proses pendidikan sekolah adalah : <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Ruang kesenian: adalah tempat berlangsungnya kegiatan-kegiatan seni .

Namun ada beberapa upaya yang bisa di lakukan dalam menangani masalah tersebut diantaranya adalah : <!--[if !supportLists]-->1. <!--[if !supportLists]-->c. <!--[if !supportLists]-->b. <!--[endif]-->Sarana dan prasarana sekolah di siapkan yang prima sehingga tidak mudah di rusak <!--[if !supportLists]-->3. <!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]-->Melakukan sistem pencatatan yang tepat sehingga mudah di kerjakan. <!--[endif]-->Memupuk rasa tanggung jawab kepada siswa untuk menjaga dan memelihara keutuhan dari sarana dan prasarana sekolah yang ada. <!--[endif]-->Kepala sekolah tidak terlalu menyibukkan diri secara langsung dengan urusan pelaksanaan administrasi sarana dan prasarana pengajaran. <!--[endif]-->Membina siswa untuk disiplin dengan cara yang efektif dan di terima oleh semua siswa . . <!--[endif]-->Membangkitkan rasa memiliki sekolah pada siswa ±siswi <!--[if !supportLists]-->2. <!--[if !supportLists]--><!--[endif]-->Pemeliharaan sarana dan prasarana Untuk menyempurnakan pelaksanaan administrasi sarana dan prasarana para ahli menyarankan beberapa pedoman pelaksanaan administrasinya.<!--[if !supportLists]-->6. <!--[endif]-->Fasilitas olah raga: tempat berlangsungnya latihan-latihan olahraga. diantaranya adalah sebagai berikut : <!--[if !supportLists]-->a. Adapun masalah yang sering timbul dalam pemeliharaan sarana dan prasarana di sekolah adalah pengrusakan yang di lakukan oleh siswa ±siswa di sekolah itu sendiri. <!--[endif]-->Senantiasa di tinjau dari segi pelayanan untuk turut memperlancar pelaksanaan program pengajaran.

Setiap sekolah memiliki prinsip-prinsip dan tata tertib mengenai penggunaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah. <!--[endif]-->Memimpin kerja sama dengan staf yang membantu petugas. adapun jenis lahan tersebut harus memenuhi beberapa kriteria antara lain : . <!--[endif]-->Mengadakan inspeksi secara periodik dan teliti terhadap sarana dan prasarana.1 <!--[endif]-->LAHAN Lahan yang di perlukan untuk mendirikan sekolah harus di sertai dengan tanda bukti kepemilikan yang sah dan lengkap (sertifikat). <!--[endif]-->Membina hubungan kerja sama yang baik dengan petugas <!--[if !supportLists]-->2. oleh karena itu para petugas yang berhubungan dengan sarana dan prasarana sekolah bertanggung jawab langsung kepada kepala sekolah Adapun kebijaksanaan yang di perlukan dalam memelihara dan mengelola sarana dan prasarana sekolah adalah : <!--[if !supportLists]-->1.2 KOMPONEN-KOMPONEN ADMINISTRASI SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN <!--[if !supportLists]-->2. hal itu bertujuan untuk mempermudah administrator dalam mengawasi dan mengatur sarana dan prasarana yang ada di sekolah tersebut. <!--[endif]-->Mengawasi pembaharuan dan perbaikan sarana dan prasarana <!--[if !supportLists]-->5. <!--[if !supportLists]--><!--[endif]-->Prinsip dan tata tertib. <!--[if !supportLists]-->4. <!--[if !supportLists]-->3.2.<!--[if !supportFootnotes]-->[3]<!--[endif]--> 2.Koordinasi dalam mengelola dan memelihara sarana dan prasarana sekolah agar tetap prima adalah tugas utama dari administrator . <!--[endif]-->Memberikan pelatihan pada petugas untuk peningkatan kerjanya.

Ruang keteraampilan <!--[if !supportLists]-->b. Ruang guru 4. Ruang administrasi terdiri dari : a. <!--[endif]-->Lahan terbuka adalah lahan yang belum ada bangunan diatasnya. Ruang Olah raga 6. <!--[if !supportLists]-->2. <!--[if !supportLists]-->b. Gudang <!--[if !supportLists]-->c. <!--[endif]-->Ruang pendidikan Ruang pendidikan berfungsi untuk menampung proses kegiatan belajar mengajar teori dan praktek antara lain : a.2. 1. Ruang tata usaha 2. <!--[if !supportLists]-->c. Ruang teori sejumlah rombel 4.2 <!--[endif]-->RUANG Secara umum jenis ruang di tinjau dari fungsinya dapat di kelompokkan dalam <!--[if !supportLists]-->a. Ruang kepala sekolah 3. Ruang perpustakaaan 2. Ruang Laaboraatorium 5. <!--[endif]-->Ruang administrasi Ruang Administrasi berfungsi untuk melaksanakan berbagai kegiatan kantor.<!--[if !supportLists]-->a. 1. <!--[endif]-->Lahan terbangun adalah lahan yang diatasnya berisi bangunan . Ruang kesenian 3. <!--[endif]-->Ruang penunjang . Lokasi sekolah harus berada di wilayah pemukiman yang sesuai dengan cakupan wilayah sehingga mudah di jangkau dan aman dari gangguan bencana alam dan lingkungan yang kurang baik. <!--[endif]-->Lahan kegiatan praktek adalah lahan yang di gunakan untuk pelaksanaan kegiatan praktek <!--[if !supportLists]-->d. <!--[endif]-->Lahan pengembangan adalah lahan yang di butuhkan untuk pengembangan bangunan dan kegiatan praktek.

2. <!--[if !supportLists]-->c. fungsi administrasi. 2. 4. <!--[endif]-->Perabot penunjang Perabot penunjang adalah perabot yang di gunakan / di butuhkan dalam ruang penunjang. seperti perabot perpustakaan. Adapun Jenis. .2. bentuk dan ukurannya mengacu pada kegiatan itu sendiri. Jenis perabot sekolah di kelompokkan menjadi 3 macam : <!--[if !supportLists]-->a. sehingga dengan demikian proses pembelajaran tersebut akan berjalan dengan optimal. <!--[endif]-->Perabot administrasi Perabot administrasi adalah perabot yang di gunakan untuk mendukung kegiatan kantor. Ruang WC/ kamar mandi Ruang BP <!--[if !supportLists]-->2.Ruang penunjang berfungsi untuk menunjang kegiatan yang mendukung proses kegiatan belajar mengajar antara lain : a. Ruang serbaguna Ruang koperasi sekolah 6. perabot UKS. Ruang UKS Ruang OSIS 7. <!--[endif]-->Perabot pendidikan Perabot pendidikan adalah semua jenis mebel yang di gunakan untuk proses kegiatan belajar mengajar.3 <!--[endif]-->PERABOT Secara umum perabot sekolah mendukung 3 fungsi yaitu : fungsi pendidikan. Ruang Ibadah 5. perabot OSIS dsb. 3. jenis perabot ini hanya tidak baku / terstandart secara internasional. <!--[if !supportLists]-->2. 1.4 <!--[endif]-->ALAT DAN MEDIA PENDIDIKAN Setiap mata pelajaran sekurang ± kurangnya memiliki satu jenis alat peraga praktek yang sesuai dengan keperluan pendidikan dan pembelajaran. fungsi penunjang. <!--[if !supportLists]-->b.

<!--[if !supportLists]-->2.2.5 <!--[endif]-->BUKU ATAU BAHAN AJAR Bahan ajar adalah sekumpulan bahan pelajaran yang di gunakan dalam kegiatan proses belajar mengajar. Bahan ajar ini terdiri dari <!--[if !supportLists]-->a. <!--[endif]-->BUKU PEGANGAN Buku pegangan di gunakan oleh guru dan peserta didik sebagai acuan dalam pembelajaran yang bersifat Normatif, adaptif dan produktif. <!--[if !supportLists]-->b. <!--[endif]-->BUKU PELENGKAP Buku ini di gunakan oleh guru untuk memperluas dan memperdalam penguasaan materi <!--[if !supportLists]-->c. <!--[endif]--> BUKU SUMBER Buku ini dapat di gunakan oleh guru dan peserta didik untuk memperoleh kejelasan informasi mengenai suatu bidang ilmu / keterampilan. <!--[if !supportLists]-->d. <!--[endif]-->BUKU BACAAN Buku ini dapat di gunakan oleh guru dan peserta didik sebagai bahan bacaan tambahan (non fiksi) untuk memperluas pengetahuan dan wawasan serta sebagai bahan bacaan (fiksi ) yang bersifat relatif.<!--[if !supportFootnotes]->[4]<!--[endif]--> <!--[if !supportLists]-->2.3 <!--[endif]-->HUBUNGAN ANTARA SARANA DAN

PRASARANA DENGAN PROGRAM PENGAJARAN Jenis peralatan dan perlengkapan yang di sediakan di sekolah dan cara-cara pengadministrasiannya mempunyai pengaruh besar terhadap proses belajar mengajar. Persediaan yang kurang dan tidak memadai akan menghambat proses belajar mengajar , demikian pula administrasinya yang jelek akan mengurangi kegunaan alatalat dan perlengkapan tersebut, sekalipun peralatan dan perlengkapan pengajaran itu keadaannya istimewa. Namun yang lebih penting dari itu semua adalah penyediaan

sarana di sekolah di sesuaikan dengan kebutuhan anak didik serta kegunaan hasilnya di masa mendatang. <!--[if !supportLists]-->2.4 <!--[endif]-->PEMELIHARAAN SARANA DAN

PRASARANA PENDIDIKAN Pemeliharaan merupakan kegiatan penjagaan atau pencegahan dari kerusakan suatu barang, sehingga barang tersebut selalu dalam kondisi baik dan siap pakai. Pemeliharaan dilakukan secara continue terhadap semua barang-barang inventaris kadang-kadang dianggap sebagai suatu hal yang sepele, padahal pemeliharaan ini merupakan suatu tahap kerja yang tidak kalah pentingnya engan tahaptahap yang lain dalam administrasi sarana dan prasarana. Sarana dan prasarana yang sudah dibeli dengan harga mahal apabila tidak dipelihara maka tidak dapat dipergunakan. Pemeliharaan dimulai dari pemakai barang, yaitu dengan berhati-hati dalam menggunakannya. Pemeliharaan yang bersifat khusus harus dilakukan oleh petugas professional yang mempunyai keahlian sesuai dengan jenis barang yang dimaksud. Pelaksanaan barang inventaris meliputi: <!--[if !supportLists]-->a. <!--[endif]-->Perawatan <!--[if !supportLists]-->b. <!--[endif]-->Pencegahan kerusakan <!--[if !supportLists]-->c. <!--[endif]-->Penggantian ringan Pemeliharaan berbeda dengan rehabilitasi, rehabilitasi adalah perbaikan berskala besar dan dilakukan pada waktu tertentu saja.<!--[if !supportFootnotes]-->[5]<!-[endif]--> <!--[if !supportLists]-->2.5 <!--[endif]-->FUNGSI ADMINISTRASI SARANA DAN PRASARANA Selain memberi makna penting bagi terciptanya dan terpeliharanya kondisi sekolah yang optimal administrasi sarana dan prasarana sekolah berfungsi sebagai:

<!--[if !supportLists]-->a. <!--[endif]-->Memberi dan melengkapi fasilitas untuk segala kebutuhan yang di perlukan dalam proses belajar mengajar. <!--[if !supportLists]-->b. <!--[endif]-->Memelihara agar tugas-tugas murid yang di berikan oleh guru dapat terlaksana dengan lancar dan optimal. Fungsi administrasi yang di pandang perlu dilaksanakan secara khusus oleh kepala sekolah adalah : <!--[if !supportLists]-->2.5.1 <!--[endif]-->Perencanaan Perencanaan dapat di pandang sebagai suatu proses penentuan dan penyusunan rencana dan program-program kegiatan yang akan di lakukan pada masa yang akan datangsecara terpadu dan sistematis berdasarkan landasan ,prinsip-prinsip dasardan data atau informasi yang terkait serta menggunakan sumber-sumber daya lainnya dalam rangka mencapai tujuan yang telah di tetapkan sebelumnya. Rencana tersebut hendaknya memiliki sifat-sifat sbb <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Harus jelas Kejelasan ini harus terlihat pada tujuan dan sasaran yang hendak di capai, jenis dan bentuk, tindakan (kegiatan) yang akan di laksanakan, siapa pelaksananya, prosedur, metode dan teknis pelaksananya, bahan dan peralatan yang di perlukan serta waktu dan tempat pelaksanaan <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Harus realistis Hal ini mengandung arti bahwa ; <!--[if !supportLists]-->a. <!--[endif]-->rumusan, tujuan serta target harus mengandung harapan yang memungkinkan dapat di capai baik yang menyangkut aspek kuantitatif maupun kualitatifnya. Untuk itu harapan tersebut harus di susun berdasarkan kondisi dan kemampuan yang di miliki oleh sumberdaya yang ada.

<!--[endif]-->rencana harus memperlihatkan unsurunsurnya baik yang bersifat insani maupun non insani sebagai komponenkomponen yang bergantung satu sama sama lain. <!--[endif]-->rencana harus memiliki tata urut yang teratur dan di susun berdasarkan skala prioritas. <!--[if !supportLists]-->b. <!--[endif]-->prosedur. <!--[endif]-->Sumberdaya manusia yang akan melaksanakan kegiatan tersebut harus memiliki kemampuan dan motivasi serta aspek pribadi lainnya yang memungkinkan terlaksananya tugas dan kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya .2 <!--[endif]-->Pengorganisasian Pengorganisasian adalah suatu proses yang menyangkut perumusan dan rincian pekerjaan dan tugas serta kegiatan yang berdasarkan struktur organisasi formal kepada orang-orang yang memiliki kesanggupan dan kemampuan melaksanakan nya sebagai prasyarat bagi terciptanya kerjasama yang harmonis dan optimal ke arah tercapainya tujuan secara efektif dan efisien. Pengorganisasian ini meliputi langkahlangkah antara lain : <!--[if !supportLists]-->a. <!--[if !supportLists]-->2.<!--[if !supportLists]-->b. <!--[if !supportLists]-->c. ..5. <!--[endif]-->Mengidentifikasi tujuan-tujuan dan sasaran yang telah di tetapkan sebelumnya. metode dan teknis pelaksanaan harus relevan dengan tujuan yangnhendak di capai serta harus memungkinkan kegiatan yang telah di pilih dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien. <!--[endif]-->Rencana harus terpadu <!--[if !supportLists]-->a. <!--[endif]-->jenis dan bentuk kegiatan harus relevan dengan tujuan dan target yang hendak di capai. <!--[if !supportLists]-->d. berinteraksi dan bergerak bersama secara sinkron kearah tercapainya tujuan dan target yang telah di tetapkan sebelumnya. <!--[if !supportLists]-->3.

Hal ini di lakukan oleh kepala sekolah melalui pembinaan kerja sama antar guru. <!--[if !supportLists]-->2.5 <!--[endif]-->Pengkoordinasian Fungsi ini menyangkut upaya kepala sekolah untuk menyelaraskan gerak langkah dan memelihara prinsip taat asas (konsisten) pada setiap dan seluruh guru dalam melaksanakan seluruh tugas dan kegiatannya agar dapat tujuan dan sasaran yang telah di rencanakan .5. <!--[if !supportLists]-->c. <!--[if !supportLists]-->d. dan antar guru dengan pihak-pihak luar yang terkait. petunjuk.4 <!--[endif]-->Memberikan arahan Fungsi ini menyangkut upaya kepala sekolah untuk memberikan informasi.5. <!--[endif]-->Menentukan personil yang memiliki kesanggupan dan kemampuan untuk melaksanakan tugas dan kegiatan tersebut. Fungsi ini berlaku sepanjang proses pelaksanaan kegiatan. <!--[endif]-->Mengkaji kembali pekerjaan yang telah di rencanakan dan merincinya menjadi sejumlah tugasdan menjabarkan menjadi sejumlah kegiatan.3 <!--[endif]-->Menggerakkan Fungsi ini menyangkut upaya kepala sekolah untuk memberikan pengaruhpengaruh yang dapat menyebabkan guru tergerak untuk melaksanakan tugas dan kegiatannya secara bersama-bersama dalam rangka mencapai tujuan secara efektif dan efisien. <!--[if !supportLists]-->2. serta hubungan kerja dengan pihak yangn terkait. Di samping itu penyelarasan dan ketaatan pada sas diupayakan agar fungsi yang satu gengan yang lainnya dapat mercapai dan memenuhi target yang di tetapkan sebelumnya. kesulitan atau kegagalan dalam melaksanakan tugas. serta bimbingan kepada guru yang di pimpinnya agar terhindar dari penyimpangan. <!--[if !supportLists]-->2.<!--[if !supportLists]-->b.5. . mengenai waktu dan tempatnya. <!--[endif]-->Memberikan informasi yang jelas kepada guru tentang tugas kegiatan yang harus di laksanakan.

<!--[endif]-->Mengidentifikasi permasalahan yang timbul dalam pelaksanaan kegiatan beserta faktor-faktor penyebabnya. <!--[endif]-->Mengujicobakan atau menerapkan cara pemecahan masalah yang telah dipilih guna menghilagkan atau mengurangi kesenjangan antara harapan dan kenyataan.5.7 <!--[endif]-->Inovasi Fungsi ini menyangkut upaya kepala sekolah untuk menciptakan kondisikondisi yang memungkinkan diri para guru untuk melakukan tindakantindakan atau usaha-usaha yang bersifat kreatif inovatif. <!--[endif]-->Pengendalian yang bersifat perbaikan. <!--[endif]-->Pengendalian yang bersifat pencegahan <!--[if !supportLists]-->b. <!--[endif]-->Mencari dan menyarankan atau menentukan cara-cara pemecahan masalah-masalah tersebut. <!--[endif]-->Menilai seberapa jauh kegiatan-kegiatan yang ada dapat mencapai sasaran-sasaran dan tujuan. <!--[endif]-->Mengamati seluruh aspek dan unsur persiapan dan pelaksanaan program-program kegiatan yang telah di rencanakan <!--[if !supportLists]-->b. <!--[if !supportLists]-->d. Dengan demikian dalam melaksanakan fungsi ini kepala sekolah dapat menggunakan sekurang-kurangnya 3 pendekatan yaitu : <!--[if !supportLists]-->a. <!--[if !supportLists]-->2.<!--[if !supportLists]-->2.6 <!--[endif]-->Pengendalian Fungsi ini mencakup upaya kepala sekolah untuk: <!--[if !supportLists]-->a. <!--[if !supportLists]-->e.dengan demikian kepala sekolah dan guru-guru perlu mencari atau menciptakan cara-cara kerja atau hal-hal yang baru yang lebih sesuai dengan kebutuhan. Sekurangkurangnya mereka di harapkan mampu dan mau memodifikasi hal-hal atau cara-cara yang lebih baik atau lebih efektif dan . <!--[if !supportLists]-->c.5. <!--[endif]-->Pengendalian langsung <!--[if !supportLists]-->c.

<!--[endif]-->mewujudkan situasi dan kondisi sekolah yang baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar . <!--[endif]-->Harus di sadari bahwa sesuatu yang baru belum tentu lebih baik dari yang lama.hal ini juga akan menumbuhkan sikap dan daya kreatif warga sekolah itu sendiri. <!--[endif]-->Perlu di konsultasikan kepada pihak-pihak yang berwenang. yang terlibat langsung dalam pendidkan tersebut.yang . <!--[if !supportLists]-->2. Administrasi sarana dan prasarana semakin lama di rasakan semakin rumit karena pendidikan juga menyangkut masyarakat atau orang tua murid.efisien. Oleh karena itu apabila administrasi sarana dan prasarana berjalan dengan baik maka semakin yakin pula bahwa tujuan pendidikan akan tercapai dengan baik. sedangkan subsistem administrasi sarana dan prasarana dalam sekolah bertujuan untuk menunjang tercapainya tujuan pendidikan sekolah tersebut. <!--[endif]-->Jika mampu menemukan atau menciptakan sesuatu hal atau cara baru. Dalam melakukan fungsi ini kepala sekolah perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut: <!--[if !supportLists]-->a. Adapun tujuan dari administrasi sarana dan prasarana itu adalah : <!--[if !supportLists]-->1. ia tidak perlu memandang rendah yang lama <!--[if !supportLists]-->c. agar pembaharuan pendidikan dapat muncul dari warga sekolah . Mengingat sekolah itu merupakan subsistem pendidikan nasional maka tujuan dari administrasi sarana dan prasarana itu bersumber dari tujuan pendidikan nasional itu sendiri . <!--[if !supportLists]-->b.6 <!--[endif]-->TUJUAN ADMINISTRASI SARANA DAN PRASARANA Adapun yang menjadi tujuan dari administrasi saran dan prasarana adalah tidak lain agar semua kegiatan tersebut mendukung tercapainya tujuan pendidikan. baik tujuan khusus maupun tujuan secara umum.

1.4 <!--[endif]-->Tujuan dari administrasi sarana dan prasarana itu bersumber dari tujuan pendidikan nasional.sifat individunya. <!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Membina dan membimbing siswa sesuai dengan latar belakang sosial.2 Saran .1.1 Kesimpulan Kesimpulan dari makalah ini adalah : <!--[if !supportLists]-->3. 3. emosional. <!--[endif]-->Menyediakan dan mengatur fasilitas serta perabot belajar yang mendukung dan memungkinkan siswa belajar sesuai dengan lingkungan sosial. <!--[if !supportLists]-->3.memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan kemampuan semaksimal mungkin. ekonomi. PENUTUP 3. <!--[endif]-->Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi dalam pembelajaran <!--[if !supportLists]-->3.2 <!--[endif]-->Adapun masalah yang sering timbul dalam pemeliharaan sarana dan prasarana di sekolah adalah pengrusakan yang di lakukan oleh siswa ±siswa di sekolah itu sendiri. <!--[if !supportLists]-->2.1 <!--[endif]-->Administrasi sarana dan prasarana adalah suatu usaha yang di arahkan untuk mewujudkan suasana belajar mengajar yang efektif dan menyenangkan serta dapat memotivasi siswa untuk belajar dengan baik sesuai dengan kemampuan dan kelengkapan sarana yang ada.1. budaya serta sifat.1.3 <!--[endif]-->Adapun yang menjadi tujuan dari administrasi saran dan prasarana adalah agar semua kegiatan administrasi sarana dan prasarana mendukung tercapainya tujuan pendidikan <!--[if !supportLists]-->3. dan intelektual siswa dalam proses pembelajaran <!--[if !supportLists]-->4.

!985 Burhanuddin.Id <!--[if !supportFootnotes]-->[3]<!--[endif]--> Sutisno.Diknas. Rineka Cipta. <!--[if !supportFootnotes]-->[5]<!--[endif]--> Prof.Diknas. Sutisna. Hlm 33.Go. 2004 Http://Media. Tinggalkan sebuah Komentar . Soetjipto. Hlm 77. Jakarta. Prof. Hlm 53. Oteng. Hlm 172. Yusak. 2005 <!--[if !supportFootnotes]--> <!--[endif]--> <!--[if !supportFootnotes]-->[1]<!--[endif]--> Yusak Burhanudin.2 <!--[endif]-->Sebagai seorang personal administrasi pendidikan berusahalah untuk belajar dan belajar lagi lebih giat dalam memahami dan mendalami administrasi sarana dan prasarana demi terwujudnya tujuan dari pendidikan nasional <!--[if !supportLists]-->3.2. Bab III. Profesi Keguruan. DAFTAR PUSTAKA Soetjipto. Bandung. <!--[if !supportFootnotes]-->[4]<!--[endif]--> Ibid«. Administrasi Pendidikan. Profesi Keguruan. Bab II.<!--[if !supportLists]-->3. Bandung. Administrasi Pendidikan. Aministrasi Pendidikan. Bab VII.2.Go.3 <!--[endif]-->Agar kita tidak ketinggalan maka kita harus aktif mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan yang semakin lama semakin berkembang seiring dengan perkembangan zaman supaya tidak gaptek ( gagap teknologi ) . <!--[if !supportFootnotes]-->[2]<!--[endif]--> Http://Media. Administrasi Pendidikan. Penerbit Angkasa. Pustaka Setia.Id Oteng.

fungsi-fungsi khusus. tangung jawab dan pembagian kerja (a hierarchy of authority ). <!--[endif]-->Di dalam organisasi terdapat sistem komunikasi dan sistem insentif. di dalamnya ditandai dengan berbagai indikasi. seorang pakar sosiologi Jerman. peraturan dan undang-undang yang mengatur pengelolaan. <!--[endif]-->Dalam organisasi hubungan kerja sama yang ada di dalamnya bersifat struktural atau merupakan hubungan hierarki yang di dalamnya berisi wewenang. di mana titik sentral dari teori Weber ini diletakkan pada pola-pola interaksi yang legitimatif (legitimate interaction patterns) di antara para anggota organisasi dalam mencapai tujuan dan terlibat dalam kegiatan. <!--[if !supportLists]-->d. Kelompok-kelompok manusia yang dimaksud . seperti kedudukan yang bersifat hierarki. <!--[endif]-->Dalam organisasi terdapat proses interaksi antar sekelompok manusia dalam mencapai tujuan. birokrasi adalah salah satu bentuk ideal organisasi. <!--[endif]-->Dalam organisasi terdapat aturan yang mengatur proses interaksi diantara orang-orang yang melakukan kerja sama . <!--[if !supportLists]-->e. 2007 : 62).PENGELOLAAN SUMBER DAYA MANUSIA DI SEKOLAH 11 f 2008 pada 10:01 am (Administrasi dan Supervisi) Tags: Pendidikan PENDAHULUAN Birokrasi sebagai salah satu sistem dalam pemerintahan. tugas-tugas. hubungan otoritas. Sekolah sebagai suatu organisasi di dalamnya terhimpun kelompok-kelompok manusia yang masing-masing baik secara perorangan maupun kelompok saling melakukan hubungan kerja sama untuk mencapai tujuan. <!--[if !supportLists]-->b. interaksi dengan lingkungan yang mendukung. <!--[if !supportLists]-->c. <!--[endif]-->Dalam interaksi mencapai tujuan ada pembagian tugas. Ciri-ciri organisasi sebagai birokrasi menurut Max Weber adalah sebagai berikut : <!--[if !supportLists]-->a. Menurut Max Weber (Wahjosumidjo.

Pada setiap organisasi di dalamnya selalu ada pembagian tugas. pembagian tugas ini dilaksanakan dengan tegas oleh kepala sekolah. 2004 : 86 ). ( Suryosubroto. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia staf berarti sekelompok orang yang bekerja sama membantu seorang ketua dalam mengelola sesuatu. kapan. dan kelompok orang tua siswa. sehingga masing-masing kelompok dan orang-orang dengan jelas melakukan tugas apa. personel di sekolah meliputi unsur guru yang disebut tenaga edukatif dan unsnur karyawan yang disebut tenaga administratif. guru-guru. laboran. Dalam pembahasan ini. Seringkali juga untuk mengasumsikan seorang pegawai menggunakan istilah staf. tenaga administrasi / staf. Guru sebagai tenaga pendidik. Tinjauan Awal Tentang Personalia Kepegawaian disebut juga personalia dan pegawainya disebut juga personel atau karyawan. Pada prinsipnya yang dimaksud personel ialah orang-orang yang melaksanakan sesuatu tugas untuk mencapai tujuan. Pegawai pada suatu sekolah ialah mereka yang tergabung dalam suatu sekolah untuk melaksanakan tugas dalam rangka mencapai tujuan pendidikan. 2005 : 65). (Burhanuddin. Demikian juga di dalam kehidupan sekolah. Pembagian tugas ini diadakan untuk mendukung agar proses interaksi antar manusia dapat berjalan dengan baik. pengelolaan personal ini difokuskan pada pengelolaan staf / karyawan non guru.adalah sumber daya manusia yang terdiri dari : Kepala Sekolah. dan bagaimana melakukan tugas tersebut. Karena itu . Job description ini merupakan manifestasi dari pemberdayaan sumber daya manusia (personal). pustakawan. peserta didik. PENDAHULUAN 1. ialah sekelompok sumber daya manusia yang ditugasi untuk membimbing. Staf yang dimaksud dalam bahasan kita adalah sekelompok sumber daya manusia yang bertugas membantu kepala sekolah dalam mencapai tujuan sekolah yang terdiri dari para guru. mengajar dan atau melatih para peserta didik menuju ke arah perubahan . perlengkapan dan sebagainya. dan kelompok sumber daya manusia yang bertugas sebaai tenaga administrasi yang khusus dalam hal keuangan. kepegawaian.

Semua kegiatan tersebut memerlukan keterlibatan orang-orang dengan latar belakang kemampuan yang berbeda-beda . pembinaan terhadap personal yang ada menjadi tanggung jawab kepala sekolah sebagai pimpinan tertinggi di suatu sekolah. Menejemen Personalia di Sekolah Keberadaan sumber daya manusia merupakan bagian integral dalam kehidupan suatu sekolah. . laboran. kepegawaian. seperti para guru yang professional. Karena masing-masing sumber daya manusia mempunyai peranan yang strategis. mempekerjakan orang. mengembangkan program. Banyak masalah yang tidak terpisahkan dari kehidupan sekolah sebagai suatu organisasi. 2. ahli perpustakaan. mengadakan fasilitas. Kualitas sumber daya manusia yang nampak melalui kompetensi yang dimilikinya merupakan hal esensial untuk menjadi manusia professional. Pustakawan adalah orang yang bergerak di bidang perpustakaan. dan sebagainya. Laboran adalah orang (ahli kimia dan sebagainya) yang bekerja di laboratorium. Oleh sebab itu. Begitu juga dengan keberhasilan suatu sekolah. seperti mendefinisikan tujuan. Konsekwensinya setiap kepala sekolah harus memahami benar mengenai lingkup atau dimensi-dimensi kepegawaian. perlengkapan dan sebagainya. menentukan kebijaksanaan. Masalah ±masalah itu mencakup beberapa aspek. seperti pustakawan. Pengelolaan atau manajemen tenaga kependidikan bertujuan untuk memberdayagunakan tenaga kependidikan secara efektif dan efisien untuk mencapai hasil yang optimal. mengembangkan. fungsi personalia yang harus dilaksanakan pimpinan adalah menarik. kelompok orang-orang yang tidak terlibat dalam tugas mengajar. mencapai hasil dan mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan yang terpisah-pisah.yang lebih baik. penata usaha di bidang-bidang tertentu seperti keuangan. namun tetap dalam kondisi yang menyenangkan. Sehubungan dengan itu. Keberhasilan sekolah sangat ditentukan oleh keberhasilan pimpinannya mengelola tenaga kependidikan yang tersedia di sekolah. Tenaga administrasi atau administrator adalah pengurus. dan memotivasi personil guna mencapai tujuan. menggaji. Secara umum kita akui bahwa keberhasilan usaha seseorang mempunyai hubungan yang erat dengan kualitas manusia yang melakukan usaha atau tugas tersebut.

Namun adakalanya. kepala sekolah sebagai seorang pemimpin harus mampu mengolah dan memanfaatkan segala sumber daya manuasi yang ada. Seleksi itu biasanya dilakukan dengan serangkaian ujian baik secar lisan. maupun praktek. maka hendaknya melalui tahapan ± tahapan sebagai berikut : a. Untuk mengelola sumber daya manusia agar memiliki kecakapan. Identifikasi staf / pegawai Tahapan ini erat kaitannya dengan rencana pengadaan pegawai. lembaga ataupun organisasi. Identifikasi staf atau pegawai merupakan pengenalan terhadap kualitas yang dimiliki oleh para calon staf baik dari sisi derajat kepribadian. motivasi serta keahlian yang dimiliki sesuai dengan kebutuhan atau jenis pekerjaan / kedudukan yang diberikan pada mereka. Tujuan pokok penempatan adalah mencari kepastian secara maksimal . sehingga tercapai efektivitas sekolah yang pada ujungnya menghasilkan perubahan yang diharapkan pada anak didik. keinginan atau harapan. maka pimpinan menentukan kemungkinan penempatannya. Namun sebelumnya harus dilakukan analisis pekerjaan ( job analysis ) dan analisis jabatan untuk memperoleh diskripsi tentang tugas ± tugas dan pekerjaan yang harus dilaksanakan. maka diperlukan adanya rencana kepegawaian. motivasi serta kecakapan / keahlian memang betul-betul telah memiliki persyaratan untuk melaksanakan pekerjaan / jabatan khusus yang akan ditugaskan. b. pengadaan pegawai dapat didatangkan secara intern atau dari dalam organisasi saja. Sedang seleksi merupakan proses pemilihan calon-calon yang tingkat kualitasnya seperti kepribadian. apakah melalui promosi atau mutasi. kebutuhan atau harapan. Penempatan Bila rekruitmen pegawai telah mendapatkan calon ± calon pegawai yang sesuai dengan kualifikasi pegawai yang ditetapkan. Dalam rangka memenuhi kebutuhan pegawai pada suatu sekolah. motivasi dan kreativitas secara maksimal. Identifikasi dibedakan menjadi rekruitmen dan seleksi.Oleh sebab itu. Rekruitmen merupakan proses identifikasi calon-calon staf yang secara potensial akan diterima. pada suatu organisasi.

Evaluasi Untuk mengetahui sejauh mana tingkat kemampuan dan keberhasilan pegawai seorang pimpinan perlu mengadakan evaluasi terhadap kinerja pegawainya. dan pengembangan karir. yaitu : <!--[if !supportLists]-->. jalur. penilaian berguna sebagai umpan balik berbagai hal. kelebihan. Bagi para pegawai. prestasi individu dan peran sertanya dalam kegiatan sekolah. rencana. seperti kemampuan. kekurangan dan potensi yang pada gilirannya bermanfaat untuk menentukan tujuan. Tahapan ini berkaitan erat dengan pembinaan dan pengembangan staf atau pegawai. Evaluasi mencakup penilian terhadap tingkat penampilan dari masing-masing personel / staf dalam mencapai hasil yang diharapkan. 2007 : 42 ± 45 ).<!--[endif]-->Kemampuan kerja <!--[if !supportLists]-->. d. untuk memperbaiki. ( Mulyasa. Kegiatan pembinaan dan pengembangan ini tidak hanya menyangkut aspek kemampuan. Penampilan yang dimaksud di sini mencakup. Di mana fungsi pembinaan dan pengembangan pegawai merupakan pengelolaan personil yang mutlak perlu. c.<!--[endif]-->Rasa tanggung jawab terhadap tugas . Kegiatan ini dapat dilakukan dengan cara on the job training dan in service training.<!--[endif]-->Kerajinan <!--[if !supportLists]-->. peran. tetapi juga bagi pegawai itu sendiri. Penyesuaian diri Tujuan utama penyesuaian adalah untuk membantu seorang pegawai baru memahami dan beradaptasi pada harapan.<!--[endif]-->Kepatuhan disiplin kerja <!--[if !supportLists]-->. tetapi juga menyangkut karier pegawai. Menurut Ismed Syarif. ada beberapa hal yang penting untuk dinilai dalam daftar penilian pegawai.tentang kesesuaian antara jabatan / tugas yang harus diisi dengan kemampuan dan keahlian individu serta karakteristik pribadi para individu. dan juga kepribadian pegawai. menjaga dan meningkatkan kinerja pegawai. Penilaian ini tidak hanya penting bagi sekolah. dan mengembangkan rasa ikut memiliki dan mengenali sekolah dan masyarakat.

Pemberhentian pegawai .<!--[if !supportLists]-->. fasilitas perumahan.<!--[endif]-->Kepemimpinan <!--[if !supportLists]-->. Kompensasi adalah balas jasa yang diberikan organisasi kepada pegawai.<!--[endif]-->Pekerjaan pada umumnya ( Suryosubroto. akan tetapi sudah dikaitkan dengan harkat dan martabat manusia. Pemberian kompensasi selain dalam bentuk gaji.<!--[endif]-->Kelakuan di dalam dan di luar dinas <!--[if !supportLists]-->.<!--[endif]-->Hubungan kerja sama <!--[if !supportLists]-->. dan lain-lain. Kompensasi pegawai. yang dapat dinilai dengan uang dan mempunyai kecenderungan diberikan secara tetap. Masalah kompensasi merupakan salah satu bentuk tantangan yang harus dihadapi manajemen. maka perlu adanya perbaikan untuk meningkatkan professionalisme dan memperbaiki kelemahan dan kekurangan pegawai yang telah diidentifikasi. 2004 : 90 ± 91 ). Perbaikan Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan. dapat juga berupa tunjangan. karena imbalan oleh para pegawai tidak lagi dipandang semata-mata sebagai alat pemuas kebutuhan materialnya. 2007: 380 ). e. kendaraan. Hal ini mengacu pada arti daripada pendidikan dan latihan yang merupakan suatu program belajar yang direncanakan untuk menghasilkan anggota staf demi memperbaiki penampilan seseorang yang telah mendapatkan tugas menduduki jabatan ( Wahjosumidjo. f. g.<!--[endif]-->Prakarsa (inisiatif) <!--[if !supportLists]-->. Perbaikan itu bisa berupa pendidikan dan latihan yang merupakan suatu bentuk program pengembangan sumber daya manusia ( personal development ).

seperti meninggal dunia. motivasi dan kreativitas secara maksimal untuk : <!--[if !supportLists]-->a. Sebab-sebab pemberhentian pegawai ini dapat dikelompokkan kedalam tiga jenis yaitu : <!--[if !supportLists]-->. Peranan Kepala Sekolah dalam Pengelolaan Personel Seorang kepala sekolah harus mampu mengerakkan sumber daya manusia yang memiliki kecakapan. hilang. <!--[endif]-->Menyesuaikan progam pendidikan secara terusmenerus terhadap kebutuhan hidup individu dan kebutuhan kompetisi di dalam masyarakat yang dinamis. . <!--[if !supportLists]-->. sehingga mampu tampil dalam bentuk yang luar biasa. .3. habis masa cuti tetapi tidak melaporkan.<!--[endif]-->Pemberhentian atas permohonan sendiri. <!--[endif]-->Menggunakan kepemimpinan yang membentuk organisasi kemanusiaan didalam cara yang sesuai antara kepentingan individu dengan kepentingan sekolah. <!--[if !supportLists]-->b. <!--[if !supportLists]-->d. Untuk selanjutnya mungkin masing-masing pihak terikat dalam perjanjian dan ketentuan sebagai bekas pegawai. <!--[if !supportLists]-->c. <!--[endif]-->Memungkinkan sekolah mengatasi ketidakpastian atau kelemahan (infirmity). dan lain-lain. <!--[endif]-->Mempengaruhi orang-orang biasa. <!--[endif]-->Menciptakan kondisi dan suasana kondusif untuk meningkatkan pertumbuhan sikap kepeloporan / sukarela dan efektifitas individu secara maksimal. <!--[if !supportLists]-->. <!--[if !supportLists]-->e.<!--[endif]-->Pemberhentian oleh sebab-sebab lain.bagi yang berstatus pns.<!--[endif]-->Pemberhentian oleh dinas atau pemerintah.Pemberhentian pegawai merupakan fungsi personalia yang menyebabkan terlepasnya pihak organisasi dan personil dari hak dan kewajiban sebagai lembaga tempat bekerja dan sebagai pegawai.

<!--[if !supportLists]-->c. <!--[endif]-->Rekruitmen dan usaha seleksi yangh tidak produktif. dan . 2007 ). <!--[endif]-->Kedudukan yang tidak aman. yang pada akhirnya akan tercipta keserasian antara tujuan organisasi dan usaha-usaha individu. <!--[endif]-->Ketidakpuasan jabatan. <!--[endif]-->Kesenjangan komunikasi. yang menurut William B. <!--[endif]-->Pemberian penghargaan yang tidak efektif. <!--[endif]-->Ketiadaan ( lack ) otoritas. <!--[endif]-->Kelambatan dan ketidakhadiran.( Wahjosumidjo. <!--[endif]-->Pemberian kompensasi yang tidak seimbang. <!--[endif]-->Ketidaklenturan karir.ketidakadilan pemberian tugas dan kesempatan promosi. <!--[if !supportLists]-->i. <!--[if !supportLists]-->e. <!--[if !supportLists]-->h. Castetter ( dalam Wahjosumidjo. <!--[if !supportLists]-->d. <!--[if !supportLists]-->g. Strategi kepegawaian yang mengacu kepada lima hal diatas memerlukan konsentrasi kepemimpinan dalam arti kesungguhan dalam mencapai tujuan organisasi yaitu memelihara para anggotanya. berinisiatif dan berkreativitas dalam melaksanakan tugas-tugasnya sehingga terjadi hubungan proses administrasi. <!--[if !supportLists]-->l. Dan yang penting juga untuk diketahui bahwa di dalam organisasi seperti sekolah akan selalu terjadi problem kemanusiaan. <!--[endif]-->Supervisi yang tidak tepat. <!--[if !supportLists]-->f. <!--[if !supportLists]-->j. <!--[if !supportLists]-->b. <!--[endif]-->Pergantian yang berlebih-lebihan. <!--[endif]-->Keusangan personil. <!--[if !supportLists]-->k. 2007 ) adalah sebagai berikut : <!--[if !supportLists]-->a. Peranan sumber daya manusia terkait erat dengan keberhasilan sebuah organisasi.

<!--[endif]-->Sumber daya manusia merupakan suatu komponen penting dari keseluruhan perencanaan organisasi. sehingga sudah seharusnya seorang kepala sekolah betul-betul memahami pengelolaan sumber daya manusia mulai dari proses rekrutmen sampai pemberhentian. <!--[if !supportLists]-->d. Staf memegang peranan penting dalam kehidupan persekolahan. fungsi sumber daya manusia harus ditumbuhkan sebagai satu kesatuan utama. <!--[endif]-->Dalam rangka pengelolaan. <!--[endif]-->Akibat negative yang tumbuh sehingga klien sekolah seringkali bersekutu dengan tawar menawar bersama ( bargaining ) di dalam sector masyarakat umum. Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan dan dilaksanakan oleh kepala sekolah agar dapat mencapai efektivitas sekolah. Jelas sekali dari paparan di atas betapa peranan sumber daya manusia sangat dominan dalam menentukan berhasil tidaknya suatu organisasi sekolah. <!--[if !supportLists]-->e. sehingga kepemimpinan kepala sekolah yang mempunyai arti vital dalam proses pendidikan harus mampu mengolah dan memanfaatkan segala sumber daya manusia yang ada sehingga tercapai efektivitas sekolah yang diharapkan akan membawa perubahan pada peserta didik.<!--[if !supportLists]-->m. <!--[if !supportLists]-->c. <!--[endif]-->Mampu mengkoordinasikan dan mempersatukan usaha seluruh sumber daya manusia kea rah pencapaian tujuan. yaitu : <!--[if !supportLists]-->a. seorang kepala sekolah harus mampu menegakkan hubungan yang serasi antara tujuan sekolah dengan perilaku sumber daya manusia yang ada. <!--[endif]-->Sekolah harus secara terus menerus menyesuaikan dengan kondisi internal dan eksternal yang mutakhir. <!--[endif]-->Perilaku sumber daya manusia kea rah pencapaian tujuan dapat dipengaruhi secara positif apabila kepala sekolah mampu melakukan pendekatan secara manusiawai. <!--[if !supportLists]-->b. <!--[endif]-->Dalam meningkatkan efektivitas dan efesiensi sekolah. <!--[if !supportLists]-->f. .

membujuk ( induce ). Untuk dapat berhasil menggerakkan para guru . mendorong timbulnya kemauan yang kuat serta penuh semangat dan percaya diri para guru. staf dan siswa dalam melaksanakan tugas masing ± masing. berusaha agar para guru. mampu melakukan perbuatan yang melahirkan kesadaran dan rasa tanggung jawab dengan cara : a. menghindarkan diri dari sikap dan perbuatan yang bersifat memaksa dan bertindak keras . Begitu berat tugas seorang kepala sekolah . 2. staf dan siswa seorang kepala sekolah perlu memperhatikan hal ± hal sebagai berikut : 1. memberikan bimbingan dan tuntunan terhadap para guru. <!--[if !supportLists]-->d. berusaha meyakinkan apa yan dilakukan oleh para guru. b. <!--[if !supportLists]-->c. <!--[endif]-->Bantuan terhadap individu untuk memperoleh kedudukan dan standart penampilan kerja kelompok. <!--[endif]-->Pencapaian tujuan sekolah. staf dan siswa memacu dan berdiri di depan untuk memberikan inspirasi dalam mencapai tujuan. <!--[endif]-->Rekonsiliasi antara tujuan individu-individu dengan tujuan organisasi. <!--[if !supportLists]-->b. Demikianlah uraian singkat mengenai pengelolaan sumber daya manusia di sekolah yang dalam hal ini menuntut peran dari kepala sekolah sebagai pimpinan tertinggi di sebuah sekolah. 2. meyakinkan. <!--[endif]-->Pengembangan karier anggota secara maksimal.Oleh karena itu seorang kepala sekolah memiliki tanggung jawab pembinaan sumber daya manusia yang harus diarahkan pada : <!--[if !supportLists]-->a. KESIMPULAN . sehingga untuk mencapai hasil yang diharapkan dari organisasi yang dipimpinnya dia harus memiliki kemampuan : 1. staf dan siswa percaya bahwa apa yang diperbuat adalah benar. staf dan siswa adalah benar selama berpegang pada aturan yang berlaku. Pengelolaan sumber daya manusia harus dilakukan secara professional untuk mencapai hasil yang diharapkan. mengingat sekolah bukan hanya sebagai agen pembelajaran tapi juga agen perubahan.

perbaikan. Maka. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan profil pegawai yang benar ± benar memiliki kualifikasi dari segi keahlian. evaluasi. berinisiatif dan berkreatifitas dalam menjalankan tugas ± tugasnya sehingga terjadi hubungan proses administrative dan akan saling mengaitkan proses administrasi yang pada akhirnya akan tercipta keserasian antara tujuan organisasi dan usaha ± usaha individu. Pengelolaan personalia ini dimanifestasikan pada job description yang jelas untuk menghindari terjadinya job overlapping. penyesuaian diri. Dibutuhkan konsentrasi kepemimpinan dalam arti kesungguhan dalam mencapai tujuan organisasi dengan cara : memelihara para anggotanya. pada akhirnya orang yang paling menentukan keberhasilan suatu sekolah adalah kepala sekolah. dan kreatifitas yang maksimal. Pengelolaan personalia ini dimulai sejak tahap rencana pengadaan pegawai. Masing ± masing individu itu saling bekerja sama satu dengan yang lain untuk mencapai tujuan yang sama dari organisasi yang menaunginya. kecakapan. kompensasi pegawai sampai pemberhentian pegawai. Pemimpin organisasi yang dalam hal ini diperankan oleh kepala sekolah harus mampu mengelola organisasi dengan baik lebih ± lebih pada aspek pengelolaan personalia sebagai sumber daya manusia yang menjadi motor penggerak suatu organisasi. pendidikan bahkan sebagai individu yang memiliki kepribadian yang juga berbeda satu sama lain. Bukan hal mudah bagi seorang pemimpin organisasi untuk membangun kerja sama yang harmonis dalam organisasi yang menjadi tanggung jawabnya.Sekolah sebagai sebuah organisasi melibatkan begitu banyak individu yang memiliki kecenderungan yang berbeda satu sama lain. penempatan. motivasi. Demikianlah kesimpulan akhir dari pengelolaan personel pada suatu organisasi yang dalam hal ini terfokus pada organisasi sekolah . Baik dari latar belakang social.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful