Sistem Pembiayaan Pendidikan

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN JAKARTA Sistem pembiayaan pendidikan merupakan proses dimana pendapatan dan sumber daya tersedia digunakan untuk memformulasikan dan mengoperasionalkan sekolah. Sistem pembiayaan pendidikan sangat bervariasi tergantung dari kondisi masing-masing negara seperti kondisi geografis, tingkat pendidikan, kondisi politik pendidikan, hukum pendidikan, ekonomi pendidikan, program pembiayaan pemerintah dan administrasi sekolah. Sementara itu terdapat beberapa faktor yang perlu diperhatikan untuk mengetahui sesuai tidaknya sistem dengan kondisi negara. Untuk mengetahui apakah sistem tersebut memuaskan, dapat dilakukan dengan cara: i) menghitung berbagai proporsi dari kelompok usia, jenis kelamin, tingkat buta huruf; ii) distribusi alokasi sumber daya pendidikan secara efisien dan adil sebagai kewajiban pemerintah pusat mensubsidi sektor pendidikan dibandingkan dengan sektor lainnya.

Setiap keputusan dalam masalah pembiayaan sekolah akan mempengaruhi bagaimana sumber daya diperoleh dan dialokasikan. Oleh karena itu perlu dilihat siapa yang akan dididik dan seberapa banyak jasa pendidikan dapat disediakan, bagaimana mereka akan dididik, siapa yang akan membayar biaya pendidikan. Demikian pula sistem pemerintahan seperti apa yang paling sesuai untuk mendukung sistem pembiayaan pendidikan. Tanggungjawab pemerintah dalam pembiayaan pendidikan termasuk untuk pendidikan kejuruan dan bantuan terhadap murid. Hal itu perlu dilihat dari faktor kebutuhan dan ketersediaan pendidikan, tanggungjawab orang tua dalam menyekolahkan vs social benefit secara luas, pengaruh faktor politik dan ekonomi terhadap sektor pendidikan. Menurut Levin (1987) pembiayaan sekolah adalah proses dimana pendapatan dan sumber daya tersedia digunakan untuk memformulasikan dan mengoperasionalkan sekolah di berbagai wilayah geografis dan tingkat pendidikan yang berbeda-beda. Pembiayaan sekolah ini berkaitan dengan bidang politik pendidikan dan program pembiayaan pemerintah serta administrasi sekolah. Beberapa istilah yang sering digunakan dalam pembiayaan sekolah, yakni school revenues, school expenditures, capital dan current cost. Dalam pembiayaan sekolah tidak ada pendekatan tunggal dan yang paling baik untuk pembiayaan semua sekolah karena kondisi tiap sekolah berbeda. Setiap kebijakan dalam pembiayaan sekolah akan mempengaruhi bagaimana sumber daya diperoleh dan dialokasikan. Dengan mengkaji berbagai peraturan dan kebijakan yang berbeda-beda di sektor pendidikan, kita bisa melihat konsekuensinya terhadap pembiayaan pendidikan, yakni: y Keputusan tentang siapa yang akan dididik dan seberapa banyak jasa pendidikan dapat disediakan y Keputusan tentang bagaimana mereka akan dididik y Keputusan tentang siapa yang akan membayar biaya pendidikan y Keputusan tentang sistem pemerintahan seperti apa yang paling sesuai untuk mendukung pembiayaan sekolah

Untuk menjawab pertanyaan tersebut di atas, ada dua hal pokok yang harus dapat dijawab, yakni: i) bagaimana sumber daya akan diperoleh, ii) bagaimana sumber daya akan dialokasikan pada berbagai jenis dan jenjang pendidikan/tipe sekolah/kondisi daerah yang berbeda. Terdapat dua kriteria untuk menganalisis setiap hal tersebut, yakni, i) efisiensi yang terkait dengan keberadaan sumber daya yang dapat memaksimalkan kesejahteraan masyarakat dan ii) keadilan yang terkait dengan benefits dan costs yang seimbang. Menurut J. Wiseman (1987) terdapat tiga aspek yang perlu dikaji dalam melihat apakah pemerintahan perlu terlibat dalam masalah pembiayaan pendidikan: y Kebutuhan dan ketersediaan pendidikan terkait dengan sektor pendidikan dapat dianggap sebagai salah satu alat perdagangan dan kebutuhan akan investasi dalam sumberdaya manusia/human capital y Pembiayaan pendidikan terkait dengan hak orang tua dan murid untuk memilih menyekolahkan anaknya ke pendidikan yang akan berdampak pada social benefit secara keseluruhan y Pengaruh faktor politik dan ekonomi terhadap sektor pendidikan Dalam hal pendidikan kejuruan dan industri, M. Woodhall (1987) menjelaskan bahwa di masa lalu pembiayaan pendidikan jenis ini ditanggung oleh perusahaan. Perusahaan memberi subsidi kepada para pekerjanya sendiri. Sekarang peran pemerintah semakin besar dalam pembiayaan ini. Hal itu disebabkan adanya kepentingan ekonomi. Artinya kebijakan ketenagakerjaan, diharapkan dapat meningkatkan kepentingan untuk membagi biaya dan manfaat dari pendidikan ini dengan adil. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pendidikan kejuruan ini adalah: Peran pemerintah dalam membiayai jenis pendidikan ini Perbedaan antara jenis training yang umum dan spesifik Pilihan antara training yang on dan off the job Keseimbangan antara pembiayaan dari pemerintah dan sektor swasta di pendidikan ini Pentingnya praktek kerja sebagai kelanjutan dari jenis pendidikan ini Pembayaran kompensasi selama mengikuti pendidikan ini Sumber daya yang dialokasikan untuk jenis pendidikan ini

y y y y y y y

TUGAS DAN FUNGSI SUPERVISI PENDIDIKAN
I. PENDAHULUAN Pendidikan pada hakekatnya adalah sebuah transformasi yang mengubah input menjadi output. Untuk menjadi output, dalam transformasi tersebut diperlukan suatu proses yang berlangsung secara benar, terjaga serta sesuai dengan apa yang telah ditetapkan. Pada pendidikan, untuk menjamin terjadinya proses yang benar tersebut, diperlukan pengawasan (supervisi). Supervisi ini dilakukan dalam rangka menjamin kualitas (quality assurance) agar sesuai dengan tujuan pendidikan. Pada makalah ini akan dibahas tentang tugas dan fungsi supervisi pendidikan. II. PEMBAHASAN A. Tugas Supervisi Pendidikan. Seorang supervisior dapat dilihat dari tugas yang dikerjakannya. Seorang pemimpin pendidikan yang berfungsi sebagai supervisor tampak jelas perannya. Sesuai dengan pengertian hakiki supervisi, maka supervisi berperan atau bertugas memberi support (supporting), membantu (assisting) dan mengikutsertakan (sharing). Selain itu, seorang supervisior bertugas sebagai: - Koordinator. - Konsultan. - Pemimpin Kelompok. - Evaluator . Tugas lain bagi seorang supervisi atau pengawas akademik, yakni mencakup hal-hal berikut: 1. Mengupayakan agar guru lebih bersungguh-sungguh dan bekerja lebih keras serta bersemangat dalam mengajar. 2. Mengupayakan agar sistem pengajaran ditata sedemikian rupa sehingga berlaku prinsip belajar tuntas, yaitu guru harus berupaya agar murid benar-benar menguasai apa yang telah diajarkan dan tidak begitu saja melanjutkan pengajaran ke tingkat yang lebih tinggi jika murid Belum tuntas penguasaannya. 3. Memberikan tekanan (pressure) terhadap guru untuk mencapai tujuan pengajarannya, dengan disertai bantuan (support) yang memadai bagi keberhasilan tugasnya. 4. Membuat kesepakatan dengan guru maupun dengan sekolah mengenai jenis dan tingkatan dari target output yang harus mereka capai sehubungan dengan keberhasilan pengajaran. 5. Secara berkala melakukan pemantauan dan penilaian (assessment) terhdap keberhasilan (efektifitas) mengajar guru, khususnya dalam kaitannya dengan kesepakatan yang dibuat pada butir (4) di atas. 6. Membuat persiapan dan perencanaan kerja dalam rangka pelaksanaan butir-butir di atas, menyusun dokumentasi dan laporan bagi setiap kegiatan, serta mengembangkan sistem pengelolaan data hasil pengawasan. 7. Melakukan koordinasi serta membuat kesepakatan-kesepakatan yang diperlukan dengan kepala sekolah, khususnya dalam hal yang berkenaan dengan pemantauan dan pengendalian

efektifitas pengajaran serta hal yang berkenaan dengan akreditas sekolah yang bersangkutan. B. Fungsi Supervisi. Secara umum fungsi supervisi adalah perbaikan pengajaran. Berikut ini berbagai pendapat para tentang fungsi supervisi, di antaranya adalah: ‡ Ayer, Fred E, menganggap fungsi supervisi untuk memelihara program pengajaran yang ada sebaik-baiknya sehingga ada perbaikan. ‡ Franseth Jane, menyatakan bahwa fungsi supervisi memberi bantuan terhadap program pendidikan melalui bermacam-macam cara sehingga kualitas kehidupan akan diperbaiki. ‡ W.H. Burton dan Leo J. Bruckner menjelaskan bahwa fungsi utama dari supervisi modern ialah menilai dan memperbaiki faktor-faktor yang mempengaruhi hal belajar. ‡ Kimball Wiles, mengatakan bahwa fungsi supervisi ialah memperbaiki situasi belajar anakanak. Usaha perbaikan merupakan proses yang kontinyu sesuai dengan perubahan masyarakat. Masyarakat selalu mengalami perubahan. Perubahan masyarakat membawa pula konsekuensi dalam bidang pendidikan dan pengajaran. Suatu penemuan baru mengakibatkan timbulnya dimensi-dimensi dan persepektif baru dalam bidang ilmu penegetahuan. Makin jauh pembahasan tentang supervisi makin nampak bahwa kunci supervisi bukan hanya membicarakan perbaikan itu sendiri, melainkan supervisi yang diberikan kepada guru-guru, menurut T.H. Briggs juga merupakan alat untuk mengkoordinasi, menstimulasi dan mengarahkan pertumbuhan guru-guru. Dalam suatu analisa fungsi supervisi yang diberikan oleh swearingen, terdapat 8 fungsi supervisi, yakni: 1. Mengkoordinasi Semua Usaha Sekolah. Koordinasi yang baik diperlukan terhadap semua usaha sekolah untuk mengikuti perkembangan sekolah yang makin bertambah luas dan usaha-usaha sekolah yang makin menyebar, diantaranya: - Usaha tiap guru. - Usaha-usaha sekolah. - Usaha-usaha pertumbuhan jabatan. 2. Memperlengkapi Kepemimpinan Sekolah. Yakni, melatih dan memperlengkapi guru-guru agar mereka memiliki ketrampilan dan kepemimpinan dalam kepemimpinan sekolah. 3. Memperluas Pengalaman. Yakni, memberi pengalaman-pengalaman baru kepada anggota-anggota staff sekolah, sehingga selalu anggota staff makin hari makin bertambah pengalaman dalam hal mengajarnya. 4. Menstimulasi Usaha-Usaha yang Kreatif. Yakni, kemampuan untuk menstimulir segala daya kreasi baik bagi anak-anak, orang yang dipimpinnya dan bagi dirinya sendiri. 5. Memberikan Fasilitas dan Penilaian yang Kontinyu.

Penilaian terhadap setiap usaha dan program sekolah misalnya, memiliki bahan-bahan pengajaran, buku-buku pengajaran, perpustakaan, cara mengajar, kemajuan muridmuridnya harus bersifat menyeluruh dan kontinyu. 6. Menganalisa Situasi Belajar Situasi belajar merupakan situasi dimana semua faktor yang memberi kemungkinan bagi guru dalam memberi pengalaman belajar kepada murid untuk mencapai tujuan pendidikan. 7. Memberi Pengetahuan dan Ketrampilan pada Setiap Anggota Staf. Supervisi berfungsi memberi stimulus dan membantu guru memperkembangkan pengetahuan dan ketrampilan dalam belajar. agar mereka

8. Mengintegrasikan Tujuan dan Pembentukan Kemampuan. Fungsi supervisi di sini adalah membantu setiap individu, maupun kelompok agar sadar akan nilai-nilai yang akan dicapai itu, memungkinkan penyadaran akan kemampuan diri sendiri. Fungís supervior (pengawas) oleh karenanya menjadi penting, sebagaimana tertuang dalam Kepmen PAN Nomor 118/1996 yang menyebutkan bahwa pengawas diberikan tanggung jawab dan wewenag penuh untuk melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan pendidikan, penilaian dan pembinaan teknis serta administratif pada satuan pendidikan. III. KESIMPULAN Dari uraian yang telah disampaikan, dapat disimpulkan bahwa seorang supervisor dapat dilihat dari tugas yang dikerjakannya, suatu tugas yang dilaksanakannya memberi status dan fungsi pada seseorang. Dalam fungsinya nampak perananya dan dari peranannya terdapat tugas-tugas yang harus dilaksnakan oleh seorang supervisor pendidikan seperti yang telah diuraikan sebelumnya. IV. DAFTAR PUSTAKA A, Hasan, Yusuf, dkk., Pedoman Pengawasan, Jakarta: CV Mekar Jaya, 2002. A, Sahertian, Piet, Drs, Prinsip dan Teknik Supervisi Pendidikan, Usaha Nasioanal, Surabaya: 1981. Tim Penyusun Ditjen Baga Islam, Pedoman Pelaksanaan Supervisi Pendidikan Agama, Depag RI Ditjen Baga Islam, Jakarta, 2003.

MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH <!--[if !supportLists]-->A. <!--[endif]-->Dasar dan Tujuan Manajemen Berbasis Sekolah. Manajemen Berbasis sekolah merupakan suatu manajemen sekolah yang disebut juga dengan otonomi sekolah (school autonomy) atau site-based management (Beck & Murphy, 1996). Sejalan dengan belakunya otonomi daerah dalam dunia pendidikan, MBS atau schoolbased management (SBM) menuntut terjadinya perubahan dalam manajemen sekolah. Karena itu, pengelolaan suatu sekolah diserahkan kepada sekolah tersebut, atau sekolah diberikan kewenangan besar untuk mengelola sekolahnya sendiri dengan menggunakan Manajemen Berbasis Sekolah ini. Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) yaitu model pengelolaan yang memberikan otonomi atau kemandirian kepada sekolah atau madrasah dan mendorong pengambilan keputusan partisipatif yang melibatkan secara langsung semua warga sekolah atau madrasah sesuai dengan standar pelayanan mutu yang ditetapkan oleh pemerintah pusat, Provinsi, Kabupaten dan Kota.<!--[if !supportFootnotes]-->[1]<!--[endif]--> Pada prinsipnya MBS bertujuan untuk memberdayakan sekolah dalam menetapkan berbagai kebijakan internal sekolah yang mengarah pada peningkatan mutu dan kinerja sekolah secara keseluruhan.<!--[if !supportFootnotes]-->[2]<!--[endif]--> MBS merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mencapai keunggulan masyarakat bangsa dalam penguasaan ilmu dan teknologi, yang dinyatakan dalam GBHN. MBS, yang ditandai dengan otonomi sekolah dan pelibatan masyarakat merupakan respon pemerintah terhadap gejala-gejala yang muncul di masyarakat, bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, mutu, dan pemerataan pendidikan. peningkatan efisiensi, antara lain, diperoleh melalui keleluasaan mengelola sumber daya partisipasi masyarakat dan penyederhanaan birokrasi. Sementara peningkatan mutu dapat diperoleh, antara lain, melalui partisipasi orang tua terhadap sekolah, fleksibilitas pengelolaan sekolah dan kelas, peningkatan profesionalisme guru dan kepala sekolah. peningkatn pemerataan antara lain diperoleh melalui peningkatan partisipasi masyarakat yang memungkinkan pemerintah lebih berkonsentrasi pada kelompok tertentu.

<!--[endif]-->PRINSIP-PRINSIP MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH Prinsip utama pelaksanaan MBS ada 5 (lima) hal yaitu: 1. provinsi. <!--[endif]-->Meningkatkan tanggung jawab sekolah atau madrasah kepada orang tua. Fokus pada mutu 2. <!--[if !supportLists]-->2. Tujuan Manajemen Berbasis Sekolah yakni: <!--[if !supportLists]-->1. <!--[if !supportLists]-->4. tanggung jawab pengambilan keputusan tertentu seperti anggaran. <!--[endif]-->Meningkatkan kompetensi yang sehat antar madrasah dan sekolah lain untuk pencapaian mutu pendidikan yang diharapkan.Dalam MBS. dan kurikulum lebih banyak diletakkan pada tingkat sekolah daripada di tingkat pusat. pemerintah tentang mutu sekolah atau madrasah. <!--[endif]-->Meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif sekolah atau madrasah dalam mengelola dan membedayakan sumber daya yang tersedia. atau bahkan juga kabupaten/ kota. <!--[if !supportLists]-->2.<!--[if !supportFootnotes]-->[3 B. <!--[endif]-->Mendorong kreativitas kepala sekolah untuk mengelola sekolahnya menjadi lebih baik. <!--[endif]-->Dapat lebih mengaktifkan atau meningkatkan kepedulian masyarakat untuk ikut bertanggung jawab terhadap kinerja dan keberhasilan sekolah atau madrasah. <!--[if !supportLists]-->3. Bottom-up planning and decision making . yaitu: <!--[if !supportLists]-->1. personel. <!--[endif]-->Meningkatkan kepedulian warga sekolah atau madrasah dan masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan melalui pengambilan keputusan bersama. <!--[endif]-->Dapat mengembangkan tugas pengelolaan sekolah atau madrasah tersebut menjadi tanggung jawab sekolah dan masyarakat. Dengan pemberlakuan MBS diharapakan setidaknya dapat diperoleh beberapa keuntungan antara lain. <!--[if !supportLists]-->3.

Pengetahuan Kepala sekolah dan seluruh warga sekolah harus menjadi seseorang yang berusaha secara terus menerus menambah pengetahuan dan keterampilan dalam rangka meningkatkan mutu sekolah. melainkan ada proses transisi dari manajemen yang dikontrol pusat ke MBS. kekuasaan. sistem informasi. <!--[endif]-->Menjalin kerjasama dengan organisasi di luar sekolah. Pemberian kekuasaan secara utuh sebagaimana dalam teori MBS tidak mungkin dilaksanakan dalam seketika. Seberapa besar kekuasaan sekolah tergantung seberapa jauh MBS dapat diimplementasikan. 3. pengetahuan. terutama guru dan orangtua siswa. Manajemen yang transparan 4. <!--[endif]-->Melibatkan semua fihak. sistem penghargaan. <!--[endif]-->Peningkatan mutu secara berkelanjutan Dalam mengimplementasikan MBS terdapat 4 (empat) prinsip yang harus difahami yaitu: 1. <!--[endif]-->Membentuk tim-tim kecil di level sekolah yang diberi kewenangan untuk mengambil keputusan yang relevan dengan tugasnya <!--[if !supportLists]-->3. Kekuasaan Kepala sekolah memiliki kekuasaan yang lebih besar untuk mengambil keputusan berkaitan dengan kebijakan pengelolaan sekolah dibandingkan dengan sistem pendidikan sebelumnya. khususnya guru dan orangtua siswa.3. Untuk itu. sekolah harus memiliki sistem pengembangan sumber daya manusia (SDM) lewat berbagai pelatihan atau workshop guna membekali guru dengan berbagai kemampuan yang berkaitan dengan proses belajar mengajar. Kekuasaan yang dimiliki kepala sekolah akan efektif apabila mendapat dukungan partisipasi dari berbagai pihak. Pemberdayaan masyarakat <!--[if !supportLists]-->5. . <!--[if !supportLists]-->2. Kekuasaan yang lebih besar yang dimiliki oleh kepala sekolah dalam pengambilan keputusan perlu dilaksanakan dengan demokratis antara lain dengan: <!--[if !supportLists]-->1. dan 4. Kekuasaan ini dimaksudkan untuk memungkinkan sekolah berjalan dengan efektif dan efisien. 2.

<!--[endif]-->Memahami dan dapat melaksanakan berbagai aspek yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan quality assurance. guru. quality control. dan akuntabilitas sekolah. profesional dan akuntabel. Melalui pelaksanaan program ini para pengelola pendidikan di sekolah termasuk kepala sekolah. Infornasi yang amat penting untuk dimiliki sekolah antara lain yang berkaitan dengan: kemampuan guru dan Prestasi siswa. evaluasi.Pengetahuan yang penting harus dimiliki oleh seluruh staf adalah: <!--[if !supportLists]-->1. Informasi ini diperlukan agar semua warga sekolah serta masyarakat sekitar bisa dengan mudah memperoleh gambaran kondisi sekolah. Disamping itu ketersediaan informasi sekolah akan memudahkan pelaksanaan monitoring. perencanaan. bencmarking. komite sekolah dan tokoh masyarakat setempat dilibatkan . school review. <!--[endif]-->Pengetahuan untuk meningkatkan kinerja sekolah. <!--[if !supportLists]-->2. sampai dengan proses Dengan kata lain program-program yang dilaksanakan menganut prinsip-prinsip demokratis. Dengan informasi tersebut warga sekolah dapat mengambil peran dan partisipasi. <!--[endif]-->PROSES PENERAPAN MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH Banyak manfaat yang telah dapat dirasakan baik oleh pemerintah daerah maupun pihak sekolah yang secara langsung menjadi sasaran pelaksanaan. yaitu guru. SWOT. dan umpan pelaksanaan.dll) Sistem Informasi Sekolah yang melakukan MBS perlu memiliki informasi yang jelas berkaitan dengan program sekolah. Sistem Penghargaan Sekolah yang melaksanakan MBS perlu menyusun sistem penghargaan untuk memberikan penghargaan kepada warga sekolah yang berprestasi. transparan. <!--[if !supportLists]-->C. baliknya. karyawan dan siswa. Sistem penghargaan ini diperlukan untuk mendorong karier warga sekolah. Hal ini karena dalam melaksanakan program-program berbasis sekolah ini diterapkan mulai prinsip-prinsip dari proses pelaporan manajemen (MBS). self assessment.

unsur komite sekolah pada pelaksanaan peningkatan mutu pembelajaran <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Melakukan supervisi dan monitoring yang sistematis dan konsisten terhadap agar pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan di sekolah yang diketahui berbagai kendala masalah dihadapi. unsur komite sekolah tentang Manajemen Berbasis Sekolah. <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Mengadakan pelatihan dan pendampingan sistematis bagi para kepala sekolah.secara aktif dalam setiap tahapan kegiatan. kepala sekolah. Departemen Agama (yang menangani pendidikan MI. pejabat-pejabat di tingkat kecamatan. Dewan Pendidikan Kab/Kota terutama membantu dalam mengkoordinasikan dan membuat jaringan kerja (akses) ke dalam siklus kegiatan pemerintahan dan pembangunan pada umumnya dalam bidang pendidikan. baik tenaga pengajar (guru). pembelajaran yang bermutu dan peran serta masyarakat. Disinilah proses pembelajaran itu berlangsung dan semua pihak saling memberikan kekuatan untuk memberikan yang terbaik bagi kemajuan sekolah. guru. Badan Perencanaan Kab/Kota. <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Memberdayakan tenaga kependidikan. Adapun proses penerapan MBS dapat ditempuh antara lain dengan langkah-langkah sbb : <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Memberdayakan komite sekolah/majelis madrasah dalam peningkatan mutu pembelajaran di sekolah <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Unsur pemerintah Kab/Kota dalam hal ini instansi yang terkait antara lain Dinas Pendidikan. petugas bimbingan dan penyuluhan (BP) maupun staf kantor. <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Mengelola kegiatan yang bersifat bantuan langsung bagi setiap sekolah untuk . serta segera dapat diberikan solusi/pemecahan masalah yang diperlukan. MTs dan MA).

<!--[if !supportLists]-->4. serta mampu menciptakan iklim organisasi yang kondusif untuk proses belajar mengajar. alokasi dana pemerintah dan pemberian kewenangan dalam pengelolaan sekolah atau madrasah menjadi penentu keberhasilan. akan sulit dicapai program MBS yang bermutu tinggi serta prestasi siswa. Tanpa profesionalisme kepala sekolah atau madrasah. <!--[endif]-->profesionalisme Faktor ini sangat strategis dalam upaya menentukan mutu dan kinerja sekolah atau madrasah. kemampuan dalam membiayai pendidikan. untuk sifatnya menangani sekaligus melakukan dukungan dan pengawasan terhadap Tim bentukan sebagai pelaksana kegiatan tersebut. <!--[endif]-->Kepemimpinan dan manajemen sekolah yang baik MBS aan berhasi jika ditopang oleh kemampuan professional kepala sekolah atau madrasah dalam memimpin dan mengelola sekolah atau madrasah secara efektif dan efisien. <!--[endif]-->Dukungan pemerintah Faktor ini sangat membantu efektifitas implementasi MBS terutama bagi sekolah atau madrasah yang kemampuan orangtua/ masyarakatnya relative belum siap memberikan kontribusi terhadap penyelenggaraan pendidikan. <!--[endif]-->Kondisi social. dan pengawas. <!--[if !supportLists]-->3. <!--[if !supportLists]-->2. guru. Rehabilitasi/Pembangunan dengan membentuk dan Tim prasarana khusus Pendidikan.peningkatan sarana yang dan mutu pembelajaran. serta tingkat apresiasi dalam mendorong anak untuk terus belajar. ekonomi dan apresiasi masyarakat terhadap pendidikan Faktor eksternala yang akan turut menentukan keberhasilan MBS adalah kondisi tingkat pendidikan orangtua siswa dan masyarakat.<!--[if !supportFootnotes]-->[4]<!-[endif]--> Kesimpulan . Faktor Pendukung Keberhasilan Manajemen Berbasis Sekolah <!--[if !supportLists]-->1.

Sekolah diberi hak otonom untuk menentukan nasibnya sendiri. Paling tidak ada tiga tujuan dilaksanakannya MBS Peningkatan Efesiensi. Satuan Biaya Pendidikan Dasar dan Menengah. PT Remaja Rusda karya. Dengan adanya MBS diharapkan akan memberi peluang dan kesempatan kepada kepala sekolah.Manajemen berbasis sekolah pada intinya adalah memberikan kewenangan terhadap sekolah untuk melakukan pengelolaan dan perbaikan kualitassecara terus menerus. 2002. sumber daya yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal. guru dan siswa untuk melakukan inovasi pendidikan. Manajemen Berbasis Sekolah Strategi Peningkatan Mutu Pendidikan Pada Madrasah. Tujuan MBS adalah untuk mewujudkan kemerdekaan pemerintah daerah dalam mengelola pendidikan. Daftar Pustaka Departemen Agama Direktorat Jenderal Kelembagaan Agama Islam Direktorat Madrasah Dengan Pendidikan Agama Di Sekolah Umum. Dedi Supriadi. Dengan adanya MBS maka ada beberapa keuntugan dalam pendidikan yaitu. Dapat juga dikatakan bahwa manajemen berbasis sekolah pada hakikatnya adalah penyerasian sumber daya yang dilakukan secara mandiri oleh sekolah dengan melibatkan semua kelompok kepentingan (stakeholder) yang terkait dengan sekolah secara langsung dalam proses pengambilan keputusan untuk memenuhi kebutuhan peningkatan mutu sekolah atau untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. orang tua dan guru. Peningkatan Pemerataan Pendidikan. . Dengan demikian peran pemerintah pusat akan berkurang. Bandung 2004. pembinaan peserta didik dapat dilakukan secara efektif. Peningkatan Mutu. kebijakan dan kewenangan sekolah mengarah langsung kepada siswa. dapat mengajak semua pihak untuk memajukan dan meningkatkan pelaksanaan pendidikan.

. di ruang tata usaha dan pada pertemuan-pertemuan staf pengajar. Perubahan organisasi tradisional memasuki organisasi baru ditandai dengan perubahan dari ³command and control´ ke berbagai visi. Supervisi merupakan peran yang strategis bagi Kepala Sekolah dalam melakukan fungsi manajemen dalam pengawasan (controlling). organizing. dan tim kerja (Primiana. pembinaan dan pengembangan (development) bagi anggota organisasi. Sehubungan dengan situasi tersebut. Pelaksanaan pendidikan selama ini yang banyak diwarnai dengan pendekatan sarwa negara (state driven) di masa yang akan dating harus berorientasi pada aspirasi masyarakat (putting customers first). leading and controlling atau dapat disebut pendekatan manajemen fungsional dikenal berhasil membantu pekerjaan para manajer di era tahun 1960 dan 1970. Kepala Sekolah memiliki tugas dan tanggung jawab. Uno. quality. social responsibility. Pada tataran organisasi. pemberdayaan. kinerja wali kelas. globalization. sehingga secara bertahap kualitas dan produktivitas kegiatan belajar mengajar yang dilakukan staf kepala sekolah. Kepala Sekolah selaku supevisor pendidikan memiliki fungsi mengarahkan. maka keberadaan Kepala Sekolah sebagai seorang pimpinan menjadi sangat strategis perannya dalam rangka pengelolaan sekolah sesuai dengan tuntutan perubahan tersebut. dan persyaratan pengajarnya (Hamzah B. globalisasi. maka manajemen berbasis sekolah merupakan acuan yang didasarkan pada Standar Pelayanan Pendidikan (SPP).Organisasi tradisonal dengan kerangka kerja planning. etika. entrepreneurship and organizational learning (keanekaragaman. Dalam hal ini. membimbing dan mengawasi seluruh kegiatan pendidikan dan kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan guru yang ditujang oleh pegawai di sekolah. guru di kelas. kewirausahawanan dan perubahan organisasi) tidak cocok bila menggunakan organisasi tradisional tersebut. Kepala Sekolah hendaknya melakukan obeservasi yang terus menerus tentang kondisi-kondisi dan sikap-sikap di kelas. ethics. serta wewenang yang berat dalam rangka mengelola sekolah. 2001 : 51). Namun. 2007 : 5). Setelah mengetahui asprirasi dan kebutuhan mereka. macam kurikulumnya. Pendidikan harus mengenali siapa pelanggan. dan pegawai tata usaha akan menjadi semakin baik secara berkelanjutan. kualitas/mutu. dan dari pengenalan ini pendidikan memahami apa aspirasi dan kebutuhannya (need assessment). tanggungjawab sosial. di era organisasi saat ini dan di masa mendatang yang menekankan topik-topik baru seperti diversity. di ruangan guru. sekaligus juga merupakan dorongan permasalahan di bidang pendidikan. Dalam kerangka ini. maka visi pendidikan hendaknya diarahkan untuk menyesuaikan terhadap perubahan paradigma tersebut. baru ditentukan sistem pendidikan. Maksudnya untuk memberikan bantuan pemecahan atas kesulitan-kesulitan yang dialami guru dan pegawai serta melakukan perbaikan-perbaikan baik langsung maupun tidak langsung mengenai kekurangan-kekurangannya. maka Kepala Sekolah dituntut untuk dapat menjalankan supervisi sebagai salah satu peran strategisnya dalam melakukan pengelolaan sekolah. selama proses aktivitas organisasi sekolah tersebut dilakukan. Kepala Sekolah sebagai pimpinan dalam menjalankan fungsinya perlu efektif dan efesien. Tuntutan masyaratkan sebagai pelanggan menjadi fokus utama dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi kebutuhan pendidikan masyarakat. Keberhasilan sekolah yang dipimpinnya sangat ditentukan oleh kepemimpinannya.

mencakup pembinaan dan pengawasan efisiensi pelaksanaan tugas. Supervisi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari seluruh proses administrasi pendidikan yang ditujukan terutama untuk mengembangkan efektivitas kinerja personalia sekolah yang berhubungan dengan tugas-tugas utama pendidikan. Job satisfaction/kepuasan kerja. tampak bahwa fungsi pokok Kepala Sekolah dalam kedudukan sebagai supervisor adalah membantu guru-guru dalam memecahkan masalah-masalah pendidikan dan pengajaran serta membantu mengembangkan kemampuan profesionalnya. Dalam kaitannya dengan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). apabila terdapat penyimpangan-penyimpangan tidak dapat diketahui secara dini dan detail. 2003 : 154). Increased confidence/meningkatnya kepercayaan (Siagian. pengajaran dan pelatihan peserta didik juga dapat berkembang. Untuk dapat menghasilkan supervisi yang berkualitas. Peran dari Kepala Sekolah dalam hal ini menjadi sangatlah penting. Supervisi bukan mencari-cari kesalahan akan tetapi dalam melakukan supervise Kepala Sekolah harus menitik beratkan perhatiannya pada segala langkah yang telah diputuskan bersama. 3. Strategi yang diterapkan dalam rangka pelaksanaan supervisi yaitu : . Bertitik tolak dari penjelasan di atas. dalam pelaksanaannya kepala sekolah dituntut untuk memiliki kemampuan dan keterampilan dalam melaksanakan supervisi. Hal ini diukur dengan : 1. 2003 : 155). Job performance/kinerja pekerjaan. supervisi bersifat memberikan bimbingan dan memberikan bantuan kepada guru maupun staf sekolah lainnya dalam mengatasi kesulitan. 2004 : 44). Dengan demikian. supervisi lebih ditekankan pada pembinaan dan peningkatan kemampuan dan kinerja tenaga kependidikan di sekolah dalam melaksanakan tugas. kreativitas. Melalui perbaikan dan pengembangan kinerja profesional yang menangani para peserta didik.Efektif berarti dampak positif yang dihasilkan dari melaksanakan supervisi. maka supervisi perlu dilakukan secara efektif. Bagaimana Strategi Supervisi Setiap kegiatan organisasi sekolah haruslah dilakukan pengawasan oleh kepala sekolah. dan kinerja bawaha (Mulyasa. Dalam hal ini. bukan karena atasan namun lebih kepada bagaimana bawahan mau melaksanakan kegiatan/aktivitas pekerjaanya sesuai prosedurprosedur atau aturan. Commitment/komitmen. efektifitas penggunaan metode dan teknik mengajar serta produktivitas pendayagunaan sarana prasarana belajar. Namun demikian. serta tanggung jawabnya sebagai bawahan. 2. Oleh karena itu. Fungsi supervisor diatas. Dari pengertian ini. Supevisi berasal dari kata ³super´ dan ³visi´ yang mengandung arti melihat dan meninjau dari atas atau menilik dan menilai dari atas yang dilakukan oleh atasan terhadap aktivitas. Melalui perbaikan dan pengembangan kinerja mereka diharapkan usaha pembimbingan. dengan kata lain bahwa keberhasilan dalam melaksanakan supervisi sangat ditentukan oleh keterampilan-keterampilan supervisor. yang ditunjukkan dengan peningkatan kemampuan dalam organisasi. agar pelaksanaan supervisi dapat mengembangkan kebersamaan seluruh anggota organisasi dalam upaya meningkatkan kinerja sekolah. maka pentingnya melakukan supervisi oleh kepala sekolah perlu dilaksanakan secara efektif. 1988 dalam Mulyasa. Hal tersebut penting karena tanpa pengawasan maka seluruh kegiatan program sekolah tidak akan berhasil secara baik. dan 4. Oleh karena itu. serta secara langsung dapat meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar (Pidarta. agar kinerja sekolah yang dikelolanya dapat lebih meningkat. maka diperlukan strategi dalam pelaksanaan supervisi tersebut. sehingga guru dapat tumbuh dan bertambah cakap dalam menerapkan metode dan teknik mengajar guna meningkatkan kualitas hasil belajar siswa. diperlukan pemahaman yang lebih luas tentang supervisi.

Supervisi efektif sangat penting. maka akan meningkatkan kinerja sekolah. sebagai berikut : a. Dimulai dengan langkah perencanaan (plan). Supervisi efektif masih perlu dikembangkan untuk mencari strategi dan metode yang lebih baik agar pelaksanaannya mencapai tujuan secara efesien. Untuk memberikan hasil yang optimal. maka beberapa hal penting dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. antara lain : adanya tugas kedinasan Kepala Sekolah yang mendesak dan urgen padahal program/schedul supervisi sudah dibuat. pelaksanaan (do). Rekomendasi Bertitik tolak dari penjelasan pembahahasan dan kesimpulan yang telah sebutkan. Supervisi merupakan kegiatan penting yang dilakukan oleh Kepala Sekolah. dan evaluasi (cheq) atau umpan balik (feed back) 3.plan (merencanakan)²-> (rencanakembali) do (melaksanakan)²²±>cheq (umpan balik)²±>plan Kesimpulan/Rekomendasi: Berdasarkan penjelasan tersebut. A DV E R TI S E ME NT . untuk mengetahui sejauhmana keberhasilan aktivitas organisasi/sekolah telah dilaksanakan 2. Pelaksanaan supervisi secara efektif. Dengan melaksanakan supervisi secara efektif. maka supervisi perlu dilakukan secara efektif. B. masih terdapat kendala. oleh karena itu sekolah-sekolah perlu mengembangkannya di tingkat MKS b. yang pada gilirannya dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat (loyalitas orang tua kepada sekolah) 4. maka beberapa hal dapat direkomendasikan sebagai saran.

keuangan dan pembiayaan merupakan potensi yang sangat menentukan dan merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam kajian manajemen pendidikan. yang menuntut kemampuan sekolah untuk merencanakan. terutama dalam rangka MBS (Manajemen Berbasis Sekolah). Dalam makalah kelompok ini. Komponen keuangan dan pembiayaan pada suatu sekolah merupakan komponen produksi yang menentukan terlaksananya kegiatan belajarmengajar di sekolah bersama dengan komponen-komponen yang lain. melaksanakan dan mengevaluasi serta mempertanggungjawabkan pengelolaan dana secara transparan kepada masyarakat dan pemerintah. Hal ini penting. kami juga memaparkan sistem manajemen keuangan dalam suatu Negara dan pondok pesantren. PEMBAHASAN . dan didalam makalah ini kami mengambil beberapa literatur dari buku-buku yang menurut kami dapat sesuai dengan pembahasan kami. yang sayang juga jika dilewatkan. Dengan kata lain setiap kegiatan yang dilakukan sekolah memerlukan biaya.PENDAHULUAN Keuangan dan pembiayaan merupakan salah satu sumber daya yang secara langsung menunjang efektifitas dan efisiensi pengelolaan pendidikan. Komponen keuangan dan pembiayaan ini perlu dikelola sebaik-baiknya. baik itu disadari maupun yang tidak disadari. yang memberikan kewenangan kepada sekolah untuk mencari dan memanfaatkan berbagai sumber dana sesuai dengan kebutuhan masing-masing sekolah karena pada umumnya dunia pendidikan selalu dihadapkan pada masalah keterbatasan dana. agar dana-dana yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang tercapainya tujuan pendidikan. Hal tersebut lebih terasa lagi dalam implementasi MBS. Dalam penyelenggaraan pendidikan. apa lagi dalm kondisi krisis pada sekarang ini. Kami membuat makalah ini dikarenakan adanya tugas dosen selaku pembimbing mata kuliah administrasi & supervisi pendidikan dan sudah menjadi suatu kewajiban bagi kami selaku mahasiswa untuk menyelesaikannya.

tidak ada kebocorankebocoran. Ordonator adalah pejabat yang berwenang melakukan pengujian dan memerintahkan pembayaran atas segala tindakan yang dilakukan berdasarkan otorisasi yang telah ditetapkan. biaya pembelian atau pengembangan tanah. pembangunan gedung.masyarakat dan orang tua. Berkaitan dengan peneriman keuangan dari orang tua dan masyarakat ditegaskan dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional1989 bahwa karena keterbatasan kemampuan pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan dana pendidikan.Sumber keuangan dan pembiayaan pada suatu sekolah secara garis besar dapat dikelompokkan atas tiga sumber. (2) prosedur akuntansi keuangan. Sementara biaya pembangunan. daerah maupun kedua-duanya. Biaya rutin adalah biaya yang harus dikeluarkan dari tahun ke tahun. Dalam pelaksanaannya manajemen keuangan ini menagnut azas pemisahan tugas antara fungsi otorisator. perbaikan atau rehab gedung. (2) orang tua atau peserta didik. pergudangan dan prosedur pendistribusian. tanggung jawab atas pemenuhan dana pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah. baik mengikat maupun tidak mengikat. fasilitas dan alat-alat pengajaran (barang-barang habis pakai). penyimpanan dan pengeluaran uang atau surat-surat berharga lainnya yang dapat dinilai dengan uang serta diwajibkan membuat perhitungan dan pertanggungjawaban. yang bersifat umum atau khusus dan diperuntukkan bagi kepentingan pendidikan. efisien. Dalam implementasi MBS. (1) prosedur anggaran. baik pemerintah pusat. (4) prosedur investasi. serta biaya operasional. penambahan furnitur. penggunaan. biaya pemeliharaan gedung. Otorisator adalah pejabat yang diberi wewenang untuk mengambil tindakan yang mengakibatkan penerimaan dan pengeluaran anggaran. (3) masyarakat. manajemen komponen keuangan harus dilaksanakan dengan baik dan teliti mulai dari tahap penyusunan anggaran. Adapun bendaharawan adalah pejabat yang berwenang melakukan penerimaan. dan (5) prosedur pemeriksaan. kolusi dan nepotisme. yaitu (1) pemerintah. Adapun dimensi pengeluaran meliputin biaya rutin dan biaya pembangunan. sampai pengawasan dan pertanggungjawaban sesuai dengan ketentuan yang berlaku agar semua dana sekolah benar-benar dimanfaatkan secara efektif. ordonator dan bendaharawan. Komponen utama manajemen keuangan meliputi. . serta biaya atau pengeluaran lain unutk barang-barang yang tidak habis pakai. misalnya. (3) pembelajaran. serta bebas dari penyakit korupsi. seperti gaji pegawai (guru dan non guru).

Yang dimaksud penyelenggaraan sekolah ialah: <!--[if !supportLists]-->. disamping mempunyai fungsi-fungsi bendaharawan. Di bawah ini kami kemukakan beberapa instrumen (format-format) yang mencerminkan adanya kegiatan manajemen keuangan sekolah tersebut. perbaikan sarana dan kegiatan supervisi. <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Manajemen Pembayaran SPP Dasar hukum penyusutan SPP adalah keputusan bersama tiga menteri yaitu: <!--[if !supportLists]-->. Bendaharawan.<!--[endif]-->Pengadaan alat atau bahan manajemen <!--[if !supportLists]-->.0257/K/1974) <!--[if !supportLists]-->.<!--[endif]-->Menteri dalam negeri (No. uang kesejahteraan personel dan gaji serta keuangan yang berhubungan langsung dengan penyelenggaraan sekolah seperti perbaikan sarana dan sebagainya.Kepala sekolah dalam hal ini. Namun. sebagi manajer. kesejahteraan personel. Kep. tidak dibenarkan melaksanakan fungsi bendaharawan karena berkewajiban melakukan pengawasan kedalam. Persoalan yang menyangkut keuangan sekolah pada garis besarnya berkisar pada: uang Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP).<!--[endif]-->Pengadaan alat atau bahan pelajaran . dan dilimpahi fungsi ordonator untuk memerintahkan pembayaran. <!--[if !supportLists]-->A. berfungsi sebagai otorisator. juga dilimpahi fungsi ordonator untuk menguji hak atas pembayaran.<!--[endif]-->Menteri P&K (No.221 Tahun 1974) <!--[if !supportLists]--><!--[endif]-->Menteri keuangan (No.1 <!--[endif]-->MANAJEMEN KEUANGAN SEKOLAH Setiap unit kerja selalu berhubungan dengan masalah keuangan. 1606/MK/II/1974) tertanggal: 20 Nopember 1974 SPP dimaksudkan untuk membantu pembinaan pendidikan seperti yang ditunjukkan pada pasal 12 keputusan tersebut yakni membantu penyelengaraan sekolah. demikian pula sekolah.

dan sebagainya <!--[if !supportLists]-->D. pembangunan lokal baru. kartu pribadi.<!--[if !supportLists]-->. Dalam hubungan ini misalnya kegiatan arisan di sekolah koperasi antar guru dan lain-lain . <!--[endif]-->Manajemen keuangan yang berasal dari BP3 Badan Pembantu Penyelenggaraan Pendidikan (BP3) bertugas memberikan bantuannya dalam penyelenggaraan sekolah. <!--[if !supportLists]-->B. <!--[endif]-->Manajemen keuangan yang berasal dari Negara (pemerintah) Yang dimaksud keuangan dari Negara ialah meliputi pembayaran gaji pegawai atau guru dan belanja barang. penyetoran dan penggunaan dana yang telah ditentukan terutama dan penyelenggaraan sekolah. <!--[endif]-->Lager gaji (daftar permintaan gaji) <!--[if !supportLists]-->b. untuk pertanggungjawaban uang tersebut diperlukan beberapa format sebagi berikut: <!--[if !supportLists]-->a. Bantuan ini dapat berbentuk uang tetapi mungkin pula dalam bentuk lain seperti usaha perbaikan sekolah.<!--[endif]-->Prakarya dan pelajaran praktek Selanjutnya pada pasal 18 dinyatakan bahwa kedudukan kepala sekolah dalam pengelolaan SPP adalah bendaharawan khusus yang bertanggungjawab dalam penerimaan.<!--[endif]-->Pengadaan perpustakaan sekolah <!--[if !supportLists]-->. <!--[endif]-->Lain-lain Sudah menjadi hal yang umum bahwa guru atau karyawan serin mempunyai sangkut paut tersendiri dalam hal keuangan terutama gaji. <!--[endif]-->Buku catatan SPMU (Surat Perintah Mengambil Uang) <!--[if !supportLists]-->C. evaluasi belajar.<!--[endif]-->Penyelenggaraan ulangan. rapor dan STTB <!--[if !supportLists]-->.

agar kekurangan dan kelebihan pesantren dapat diketahui secara transparan oleh pihakpihak lain. Ustadz/ Ustadzah atau pengelola lainnya) terhadap pandangan yang kurang baik dari luar pesantren. Namun dalam rangka pengelolaan manajemen yang baik seyogyanya didalam pemilahan antara harta kekayaan pesantren dengan individu. walaupun disadari bahwa pembiayaan pesantren justru lebih banyak bersumber dari kekayaan individu sebab sumber-sumber lain penopang pesantren kurang memadai. disinilah perlunya pengelolaan keuangan dengan baik dan transparan dibudayakan dilingkungan pesantren. Di pasantren pengelolaan keuangan sebenarnya tidak begitu rumit. Namun demikian karena banyak juga dana yang bersumber dari masyarakat untuk mendanai kegiatan di Pesantren. walaupun jumlahnya relatif kecil hal itu perlu ada laporan atau penjelasan sederhana sesuai dengan prinsip-prinsip pengelolaan keuangan public kepada masyarakat agar kredibilitas pesantren dimata masyarakat cukup tinggi. dalam suatu lembaga termasuk pesantren pengelolaan keuangan sering menimbulkan permasalahan yang serius bila pengelolaanya kurang baik.Oleh karenanya kepala sekolah sebagai pemimpin lembaga wajib mengetahui dengan jelas berapa gaji bersih yang diterima oleh anak buahnya. usaha pembinaan kesejahteraan pegawai kiranya perlu diperhatikan data tersebut. Selama ini banyak pesantren yang tidak memisahkan antara harta kekayaan pesantren dengan individu. <!--[endif]-->Pengertian . termasuk orang tua santri. <!--[endif]-->Rasional Salah satu bagian terpenting dalam manajemen pesantren adalah pengelolaan keuangan. sebab pesantren merupakan lembaga swadana yang tidak memerlukan pertanggung jawaban keuangan yang terlalu pelik kepada penyandang dananya.2 <!--[endif]-->MANAJEMEN KEUANGAN PONDOK PESANTREN <!--[if !supportLists]-->A. <!--[if !supportLists]-->2. <!--[if !supportLists]-->B. Pengelolaan keuangan pesantren yang baik ini sebenarnya juga merupakan bagian dari upaya melindungi personil pengelola pesantren (kyai.

khususnya dilingkungan pondok pesantren dan keserasian antara pendidikan dalam keluarga. <!--[endif]-->Hemat. tidak mewah. tetapi dari sumber dan dari ketiga komponen diatas. Dalam arti luas diartikan sebagai pengurusan dan pertanggung jawaban. <!--[endif]-->terarah dan terkendali sesuai dengan rencana. dalam sekolah. <!--[endif]-->terbuka dan transparan. maka untuk sumber dana sekolah. baik individual maupun lembaga. Untuk itu dipesantren sebenarnya juga perlu dibentuk organisasi orang tua santri yang implementasinya dilakukan denan membentuk komite atau majelis .Dalam arti sempit. dari sumber manapun. <!--[if !supportLists]-->3. dalam pengertian dari dan untuk apa keuangan lembaga tersebut perlu dicatat dan dipertanggung jawabkan serta disertai bukti penggunaannya. <!--[endif]-->Rencana Anggaran Pendapatan Dan Belanja Pondok Pesantren (RAPBPP) Implementasi prinsip-prinsip keuangan diatas pada pendidikan. pesantren itu tidak hanya diperoleh dari anggaran dan fasilitas dari pemerintah atau penyandang dana tetap saja. dari penyandang dana. pengelolaan keuangan dapat diartikan sebagai tata pembukuan. apakah itu dari pemerintah ataupun dari masyarakat perlu didasarkan prinsip-prinsip umum pengelolaan keuangan sebagai berikut: <!--[if !supportLists]-->1. <!--[if !supportLists]-->C. <!--[if !supportLists]-->4. efisien dan sesuai dengan kebutuhan teknis yang disyaratkan <!--[if !supportLists]-->2. pesantren dan dalam masyarakat. <!--[endif]-->Prinsip-prinsip Pengelolaan Keuangan Pendidikan Pondok Pesantren Penggunaan anggaran dan keuangan. program/ kegiatan. <!--[endif]-->sedapat mungkin menggunakan kemampuan/ hasil produksi dalam negeri sejauh hal ini dimungkinkan <!--[if !supportLists]-->D. baik pemerintah pusat maupun daerah.

semua penggunaan keuangan pesantren dalam satu tahun anggaran perlu direncanakan dengan baik agar kehidupan pesantren dapat berjalan dengan baik. yaitu: <!--[if !supportLists]-->a. Maka seorang penanggung jawab program kegiatan dipesantren harus mencatat anggaran serta melaporkan realisasinya sehingga dapat dibandingkan selisih antara anggaran dengan pelaksanaan serta melakukan tindak lanjut untuk perbaikan. pengendalian dan evaluasi kegiatan yang dilakukan pondok pesantren. d). <!--[endif]-->Langkah-langkah Penyusunan RAPBPP Suatu hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan RAPBPP adalah harus menerapkan prinsip anggaran berimbang.sumbangan dari pemerintah.pesantren.dari hasil usaha <!--[if !supportLists]-->b. artinya rencana pendapatan dan . <!--[endif]-->Rencana penggunaan keuangan dalam satu tahun yang bersangkutan. Selanjutnya pihak pesantren bersama komite atau majelis pesantren pada setiap awal tahun anggaran perlu bersama-sama merumuskan RAPBPP sebagai acuan bagi pengelola pesantren dalam melaksanakan manajemen keuangan yang baik: <!--[if !supportLists]-->1. c). Anggaran memiliki peran penting didalam perencanaan. pengelola.sumbangan dari individu atau organisasi.kontribusi santri. wakil pemerintah dan wakil ilmuwan/ ulama diluar pesantren dan dapat juga memasukkan kalangan dunia usaha dan industri. Ada dua bagian pokok anggaran yang harus diperhatikan dalam penyusunan RAPBPP. tokoh masyarakat. <!--[endif]-->Pengertian RAPBPP Anggaran adalah rencana yang diformulasikan dalam bentuk rupiah dalam jangka waktu atau periode tertentu. termasuk didalamnya keuangan bersumber dari: a). <!--[endif]-->Rencana sumber atau target penerimaan/ pendapatan dalam satu tahun yang bersangkutan. serta alokasi sumber-sumber kepada setiap bagian kegiatan. b). Komite atau majelis tersebut beranggotakan wakil wali santri. <!--[if !supportLists]-->2.

Pada setiap anggaran yang disusun perlu dijelaskan apakah rencana anggaran yang akan dilaksanakan merupakan hal baru atau kelanjutan atas kegiatan yang telah dilaksanakan dalam periode sebelumnya dengan menyebut sumber dana sebelumnya. Dalam setiap anggaran yang disusun untuk kegiatan-kegiatan dilingkungan pondok pesantren. maka sentralisasi pengelolaan keuangan perlu difokuskan pada bendaharawan pesantren. paling tidak harus memuat 6 hal atau informasi sebagai berikut: . Maka penyusunannya hendaknya mengikuti langkah-langkah sebagai berikut: <!--[if !supportLists]-->a) <!--[endif]-->Menginventarisasi rencana yang akan dilaksanakan <!--[if !supportLists]-->b) <!--[endif]-->Menyusun rencana berdasarkan skala prioritas pelaksanaannya <!--[if !supportLists]-->c) <!--[endif]-->Menentukan program kerja dan rincian program <!--[if !supportLists]-->d) <!--[endif]-->Menetapkan kebutuhan untuk pelaksanaan rincian program <!--[if !supportLists]-->e) <!--[endif]-->Menghitung dana yang dibutuhkan <!--[if !supportLists]-->f) <!--[endif]-->Menentukan sumber dana untuk membiayai rencana Rencana tersebut setelah dibahas dengan pengurus dan komite atau majelis pesantren. maka selanjutnya ditetapkan sebagai anggaran pendapatan dan belanja pondok pesantren (APBPP). Dengan anggaran berimbang tersebut maka kehidupan pesantren akan menjadi solid dan benar-benar kokoh dalam hal keuangan. dalam rangka untuk mempermudah pertanggung jawaban keuangan.pengeluaran harus berimbang diupayakan tidak terjadi anggaran pendapatan minus.

dan total anggaran untuk seluruh rencana kegiatan <!--[if !supportLists]-->f) <!--[endif]-->Sumber dana: total sumber dana. rincian program <!--[if !supportLists]-->c) <!--[endif]-->Informasi kebutuhan: barang/ jasa yang dibutuhkan. <!--[endif]-->Penyusunan anggaran yang kurang tepat . <!--[endif]-->Adanya perubahan harga yang tidak terantisipasi <!--[if !supportLists]-->e. rencana kegiatan. Ini dapat terjadi karena beberapa sebab: <!--[if !supportLists]-->a. program kerja. <!--[endif]-->Adanya efisiensi atau inefisiensi pengeluaran <!--[if !supportLists]-->b. program. bisa kurang atau lebih dari jumlah yang telah dianggarkan. penanggung jawab. uraian rencana kegiatan. volume kebutuhan <!--[if !supportLists]-->d) <!--[endif]-->Data kebutuhan harga satuan. <!--[endif]-->Terjadinya penghematan atau pemborosan <!--[if !supportLists]-->c.<!--[if !supportLists]-->a) <!--[endif]-->Informasi rencana kegiatan: sasaran. rencana baru atau lanjutan. masingmasing sumber dana yang mendukung pembiayaan program. jumlah biaya yang dibutuhkan untuk seluruh volume kebutuhan <!--[if !supportLists]-->e) <!--[endif]-->Jumlah anggaran: jumlah anggaran untuk masing-masing rincian program. <!--[if !supportLists]-->b) <!--[endif]-->Uraian kegiatan program. <!--[endif]-->Pelaksanaan kegiatan yang tidak sesuai dengan yang telah diprogramkan <!--[if !supportLists]-->d. jumlah yang realisasikan bisa terjadi tidak sama dengan rencana anggarannya. <!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Realisasi APBPP Dalam pelaksanaan kegiatan.

<!--[endif]-->Pertanggung jawaban Keuangan Pondok Pesantren Semua pengeluaran keuangan pondok pesantren dari sumber manapun harus dipertanggung jawabkan. Namun demikian prinsip transparansi dan kejujuran dalam pertanggung jawaban tersebut harus tetap dijunjung tinggi. ada juga beberapa buku lain yang penting bagi bendaharawan pondok pesantren yaitu: <!--[if !supportLists]-->1.<!--[if !supportLists]-->E. <!--[endif]-->buku tabungan . <!--[endif]-->daftar potongan-potongan <!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]-->neraca keuangan juga harus ditunjukkan untuk diperiksa oleh tim pertanggung jawaban keuangan dari komite pondok pesantren selain buku neraca keuangan yang erat hubungannya dengan pengelolaan keuangan. <!--[endif]-->kwitansi atau bukti-bukti pembelian atau bukti penerimaan dan bukti pengeluaran lain <!--[if !supportLists]-->4. bendara harus membuat laporan keuangan kepada komite/ majelis pesantren untuk dicocokkan dengan RAPBPP <!--[if !supportLists]-->2. hal tersebut merupakan bentuk transparansi dalam pengelolaan keuangan. yang perlu diperhatikan oleh bendaharawan adalah: <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->laporan keuangan tersebut harus dilampiri bukti-bukti pengeluaran yang ada <!--[if !supportLists]-->3. Dalam kaitan dengan pengelolaan keuangan tersebut. <!--[endif]-->Pada setiap akhir tahun anggaran. <!--[endif]-->Buku kas umum <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->daftar gaji/ honorarium <!--[if !supportLists]-->5. <!--[endif]-->buku persekot uang muka <!--[if !supportLists]-->3.

seperti catatan pengeluaran insidentil Buku-buku tersebut perlu diadakan. memudahkan dilakukan pengawasan terhadap penggunaan anggaran yang ditetapkan. juga keuangan tersangkut secara universal didalam administrasi seperti zat asam didalam udara. <!--[endif]-->buku catatan lain-lain yang tidak termasuk diatas. Sebuah daripadanya merupakan bidang keuangan Negara yang luas meliputi fungsi-fungsi seperti perhitungan dan pemungutan pajak. serta tidak menimbulkan kecurigaan atau fitnah. agar manajemen keuangan dipondok pesantren dapat berjalan dengan baik. pemeriksaan pembukuan dan pembelian. Pembukuan adalah dasar anggaran belanja. Administrator keuangan memiliki kekuasaan yang sangat besar. pembukuan. menentukan tersedianya dana penyertaan alasan (accompany procurement) dan menimbang tindakan hukum apabila dilakukan pemeriksaan . pemeliharaan dana-dana. Ia dapat mengetahui berapa harga setiap barang. Disini kami sedikit mencoba mempelajari administrasi keuangan sebagai bagian dari administrasi Negara. Ia mengawasi gaji dan semua alat-alat material yang harus dipergunakan dalam pekerjaan administrator lainnya. Administrasi keuangan berurusan dengan penyusunan anggaran belanja. <!--[if !supportLists]-->2. Tetapi sekalipun dipandang dari lingkungannya yang lebih sempit melalui pandangan administrator sebagaimana telah dilakukan disini tersangkutlah masalah kebijaksanaan.<!--[if !supportLists]-->6. Semua unsur administrasi keuangan erat terjalin. <!--[endif]-->buku iuran/ kontribusi santri (SPP/ infaq) <!--[if !supportLists]-->7. apakah organisasi berdaya guna. Pokok soal ini adalah bagian dari bidang yang lebih luas disebut keuangan Negara. Oleh karena itu mempersatukan fungsi keuangan dengan adaministrasi umum tujuan pokok kepemimpinan tetapi tidak selalu mudah untuk dicapai. transparan. apakah pegawai-pegawai melakukan pekerjaan mereka sebagaimana mestinya. pinjaman Negara dan ketatalaksanaan hutang Negara.3 <!--[endif]-->MANAJEMEN KEUANGAN NEGARA Sebagaimana halnya dengan organisasi dan kepegawaian. Terdapat dua buah aspek pada persoalan administrasi keuangan.

Dipihak lain pemeriksaan pembukuan bukanlah alat ketatalaksanaan kecuali secara tidak langsung dapat dipergunakan untuk memeriksa hasil-hasil. ia juga menunjukkan bagaimana daya guna dan prosedur administrative dapat diperbaiki. Sebagai syarat utama kedaya gunaan suatu fungsi ketatalaksanaan harus seragam diseluruh pemerintah. harus dibangun atas dasar akrual (accrual basis) dan haruslah diperlengkap dengan pembukuan biaya sebagai alat pengawas ketatalaksanaan di dalam mengukur hasil pekerjaan.pembukuan. . PENUTUP Dalam suatu organisasi maupun lembaga sekolah diperlukan sumber daya dalam hal ini adalah faktor keuangan yang menjadi faktor penting dalam menunjang efektifitas dan efisiensi pengelolaan pendidikan. Seterusnya lagi suatu badan pemeriksaan yang wajar tidak merasa puas semata-mata dengan persoalan-persoalan legalitet dan kejujuran. mengusahakan penyimpanan yang memuaskan dan fasilitas pengangkutan dan juga hendaknya cepat dan tidak kaku. Pondok pesantren juga masih memerlukan hak sumber daya keuangan demi terlaksananya suatu proses pendidikan dalam manajemennya sehingga memerlukan pertanggung jawaban yang dapat diketahui oleh semua kalangan mulai dari personil pondok pesantren sendiri maupun dari pihak luar pondok pesantren sehingga dapat diketahui pertanggung jawaban masalah keuangan yang transparan. untuk itu dalam lembaga pendidikan dalam hal ini adalah sekolah mengambil inisiatif dari pendanaan melalui SPP dan juga BP3 yang dapat membantu terlaksananya kegiatan dalam lembaga/ sekolah tersebut. Pembelian atau usaha memperoleh (procurement) adalah bagian yang luas dari fungsi persediaan dan juga menimbulkan masalah kebijaksanaan yang penting. Oleh karena itu pemeriksaan pembukuan haruslah menjadi tanggung jawab badan luar yang lepas dan pada pemerintah ia harus memberikan laporan kepada badan perundang-undangan. menyimpan pembukuan yang cukup dan memiliki daftar barang secara terperinci berikut perkiraan harganya. Administrasi pembelian haruslah atas dasar cukup luas untuk mengambil keuntungan dari potongan (reduksi) dan harga-harga borongan.

2007. 2006. M. meliputi: pajak. Manajemen Berbasis Sekolah. Manajemen Pendidikan Di Sekolah. Sulthon. Yogyakarta. dana-dana pemerintahan. ME. Suryobroto. M. Rineka Cipta. dari situlah dapat diketahui suatu anggaran belanja Negara. pinjaman Negara serta tatalaksana hutang Negara.Negara dalam hal ini juga memerlukan proses manajemen keuangan yang dapat ditinjau dari berbagai aspek. Bandung. Remaja Rosda Karya. Dimock. <!--[if !supportLists]--> DAFTAR PUSTAKA Mulyasa. Rineka Cipta . GO. Administrasi Negara. Khusnuridlo. 1992. 2004. laksBang PRESSindo. Dimock. Manajemen Pondok Pesantren Dalam Perspektif Global. Jakarta. Jakarta.

tidak mengherankan jika para pendidik sendiri banyak yang belum dapat memahami betapa perlu dan pentingnya administrasi pendidikan dalam penyelenggaraan dan pengembangan pendidikan pada umumnya.Oleh karena itu.memelihara dan mengarahkan´.terus mengalami perkembangan sesuai dengan perkembangan pendidikan negara masing-masing. Maka dimakalah ini kami akan menjelaskan tentang dasar-dasar administrasi pendidikan. .Indonesia.administrasi pendidikan mulai berkembang dengan pesat sejak pertengahan pertama abad ke-20.Dalam bahasa inggris to administer berarti pula´mengatur. administrasi pendidikan itu sendiri sebagai ilmu.kata ad mempunyai arti yang sama dengan kata to dalam bahasa inggris yang berarti ³ke´atau´kepada´.bidang studi administrasi pendidikan boleh dikatakan masih baru. Di negara-negara yang sudah maju. Khususnya di negara kita.membantu dan mengarahkan´.kata ³administrasi´berasl dari bahasa latin yang terdiri atas kata ad dan ministrare.terutama sejak berakhirnya perang dunia kedua.dan baru dimasukkan sebagai mata pelajaran decan mata ujian di SGA/SPG sejak tahun ajaran 1965/1966.PENDAHULUAN Dalam dunia pendidikan di Indonesia.Dan kata ministrare sam artinya dengan kata to serve atau to conduct yang berarti´melayani. Oleh karena itu para pendidiki terlebih dahulu harus mengetahui dasar-dasar dari administrasi pendidikan. Pengertian Administrasi pendidikan Administrasi dalam pengertian secara harfiah.adcministrasi pendidikan baru diperkenalkan melalui beberapa IKIP sejak tahun 1960-an. PEMBAHASAN DASAR-DASAR ADMINISTRASI PENDIDIKAN 1. Disamping itu.maka diperlukan sebuah penjelasa secara rinci dan mendetail tentang administrasi pendidikan agar para pendidik dapat memahami betapa perlu dan pentingnya administrasi pendidikan itu.(Purwanto:1:2007) Setelah kita mengetahui realita yang terjadi seperti yang sudah tersebut di atas.

didalam proses administrasi pendidikan segenap usaha orang-orang yang terlibat didalam proses pencapaian tujuan pendidikan itu diintegrasikan.diorganisasi dan dikoordinasi secara efektif.mendokumentasika kegiatan. makna administrasi dapat di urai paling tidak menjadi lima pengertian pokok. Jadi.malayani. Proses pengelolaan itu dilakukan agar tujuannya dapat dicapai secara efektif dan efisien.menyelenggarakan surat-menyurat dengan segala aspeknya serta mempersiapkan laporan.Jadi kata´administrasi´ secara harfiah dapat di artikan sebagai suatu kegiatan atau usaha untuk membantu. Administrasi merupakan kegiatan atau kegiatan manusia 2. oleh sebab itu bersifat dinamis 3.mengarahkan atau mengatur semua kegiatan didalam mencapai suatu tujuan.dan semua materi yang di perlukan dan yang telah ada dimanfaatkan secara efisien.(Tsauri:2:2007) . Dalam pengertian yang luas ini. Proses itu dilakukan dalam rangka mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya 5.spiritual maupun material yang bersangkut paut dengan pencapaian tujuan pendidikan. Dalam batasan tersebut di atas. Prose situ dilakukan bersama oleh sekelompok manusia yang tergabung dalam suatu organisasi 4. Rangkaian kegiatan itu marupakan suatu proses/pengelolaan dari suatu kegiatan yang kompleks. istilah administrasi juga dapat diartikan sebagai berikut : ³Administrasi adalah suatu kegiatan atau rangkaian kegiatan yang berupa proses pengelolaan usaha kerjasama sekelompok manusia yang tergabung dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan bersam yang telah ditetapkan sebelumnya agar efektif dan efisien´. yaitu : 1.(Purwanto:1:2007) Administrasi dalam pengertian yang sempit yaitu kegiatan ketatausahaan yang intinya adalah kegiatan ruti catat-mencatat. Administrasi pendidikan dalam pengertian secara luas adalah segenap proses pengerahan dan pengintegrasian segala sesuatu baik personel.

Fungsi Administrasi Pendidikan Agar kegiatan dalam komponen administrasi pendidikan dapat berjalan dengan baik dan mencapai tujuan.pelaksanaan suatu kegiatan akan mengalami kesulitan dan bahkan kegagalan dalam mencapai tujuan yang diinginkan. Perencanaan (Planning) Perencanaan merupakan salh satu syarat mutlak bagi setiap kegiatan administrasi. Perencanaan merupakan kegiatan yang harus dilakukan pada permulaan dan selama kegiatan administrasi itu berlangsung. Semua fungsi tersebut satu sama lain bertalian sangat erat. komunikasi. baik sarana personel maupun material. <!--[endif]-->Mengumpulkan daa dan informasi-informasi yang diperlukan <!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]-->Menentukan tahap-tahap dan rangkaian tindakan <!--[if !supportLists]-->5. <!--[endif]-->Merumuskan bagimana masalah-masalah itu akan dipecahkan dan bagaimana pekerjaan-pekerjaan itu akan diselesaikan .kegiatan tersebut harus dikelola melalui suatu tahapan proses yang merupakan daur (siklus). Adapun proses administrasi pendidikan itu meliputi fungsifungsi perencanaan.yaitu faktor tujuan dan faktor sarana. supervise kepegawaian dan pembiayaan dan evaluasi. koordinasi. <!--[endif]-->Menentukan dan merumuskan tujuan yang hendak dicapai <!--[if !supportLists]-->2. Tanpa perencanaan. Di dalam setiap perencanaan ada dua faktor yang harus diperhatikan. <!--[endif]-->Meneliti masalah-masalah atau pekerjaanpekerjaan yang akan dilakukan <!--[if !supportLists]-->3. a. Langkah-langkah dalam perencanaan meliputi hal-hal sebagai berikut : <!--[if !supportLists]-->1. Untuk menadapat gambaran yang lebih jelas tentang fungsi-fungsitersebut di bawah ini akan diuraikan secara lebih rinci.2. pengorganisasian.

<!--[endif]-->terinci. juga membatasi kesalahan-kesalahan yangmungkin terjadi dan menghindari adanya duplikasi-duplikasiatau tugas-tugas/pekerjaan rangkap yang dapat menghambat jalannyapenyelesaian. memuat segala uraian serta klarifikasi kegiatan dan rangkaian tindakan sehingga mudah di pedomani dan dijalankan <!--[if !supportLists]-->4. perencanaan sebagai suatu fungus administrasi pendidikan dapat disimpulkan sebagai berikut : ³perencanaan(planning) adalah aktivitas memikirkan dan memilih rangkaian tindakan-tindakan yang tertuju pada tercapainya maksu-maksud dan tujuan pedndidikan´. Jadi. <!--[endif]-->terfdapat perimbangan antara bermacamacam bidang yang akan digarap dalam perencanaan itu. biaya dan waktu serta kemungkinan penggunaan sumber-sumber daya dan dana yang tersedia sebaik-baiknya <!--[if !supportLists]-->7. realistis dan praktis <!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->diusahakan agar sedapat mengkin tidak terjadi adanya duplikasi pelaksanaan Merencanakan berarti pula memikirkan tentang penghematan tenaga. biaya dan waktu. <!--[endif]-->bersifat sederhana.Syarat-syarat perencanaan Dalam menyusun perencanaan syarat-syarat berikut perlu diperhatikan : <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->diusahakan adanya penghematan tenaga. menurut urgensinya masing-masing <!--[if !supportLists]-->6. <!--[endif]-->memiliki fleksibilitas sehingga mudah disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi dan situasi sewaktu-waktu <!--[if !supportLists]-->5. . <!--[endif]-->perencanaan harus didasarkan atas tujuan yang jelas <!--[if !supportLists]-->2.

minat. memerlukan adanya koordinasi dari seorang pemimpin. c. Kita mengetahui bahwa dalam kegiatan sekolah sehari-sehari terdapat bermacam-macam jenis pekerjaan yang memerlukan kecakapandan keterampilan dan tanggung jawab yang berbeda-beda. sehingga dari situ dapat terciptalah adanya hubungan-hubungan kerjasama yang harfmonis dan lancar menuju pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Pengkoordinasian (Coordinating) Adanya bermacam-macam tugas/pekerjaan yang dilakukan oleh banyak orang.pengorganisasian sebagai salah satu fungsi administrasi pendidikan dapat disimpulkan sebagai berikut : ³pengorganisasian adalah aktivitas-aktivitas menyusun dan membentuk hubunganhubungan sehingga terwujudlah kesatuan usaha dealam mencapai maksud-maksud dan tujuan-tujuan pendidikan´. Dengan demikian . Dlam hal inilah terletak bagaimana kecakapan kepala sekolah mengorganisasi guru-guru dan pegawai sekolah lainnya dalam menjalankan tugasnya sehari-hari sehingga tercipta adanya hubungan kerja sama yang harmonis dan lancar.bakat. Keragaman tugas dan pekerjaan semacam itu tidak mungkin dilakukan dan dipikul sendiri oleh seoran pemimpin. wewenang dan tanggung jawab hendaknya disesuaikan dengan penglaman. Yang perlu diperhatikan dalam pengorganisasian antara lain ialah bahwa pembagian tugas.b. pengetahuan dan kepribadian masing-masing prang yang dikperlukan dalam menjalankan tugas-tigas tersebut. wewenang dan tanggung jawab secara terinci menurut bidang-bidang dan bagian-bagian. Di dalam pengorganisasian terdapatadanya pembagian tugas-tugas. Pengorganisasian (Organizing) Pengorganisasian merupakan aktivitas menyusun dan membentuk hubunganhubungan kerja antara orang-orang sehingga terwujud suatu kesatuan usaha dalam mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan. Pengorganisasian sebagai fungsi administrasi pendidikan menjadi tugas utama bagi para pemimpin pendidikan termasuk kepala sekolah. Adanya koordinasi yang baik .

Komunikasi secara lisan pada umumnya lebih mendatangkan hasil dan pengertian yang jelas dari pada secara tertulis. Usayha pengkoordinasian dapat dilakukan melalui berbagai cara. aktivitas menyebarkan dan menyampaikan gagasan-gagasan dan maksud-maksud ke seluruh struktur organisasi sanat penting.(b)mengadakan rapat kerja.dan (d) memberikan balikan tentang hasil sutu kegiatan.koordinasi sebagai salah satu fungsi administrasi pendidikan dapat disimpulkan sebagi berikut : ³koordinasi adalah aktivitas membawa orang-orang. Pengkoordinasian diartikan sebagai usaha untuk menyatu padukan kegiatan dari berbagai individu agar kegiatan mereka berjalan selarfas dengan anggota dalam usaha mencapai tujuan. Dalam komunikasi bebas.dapat menghindarkan kemungkinan terjadinya persaingan yang tidak sehat dan atau kesimpangsiuran dalam tindakan. d. gagasan-gagasan dan maksud-maksud secara lisan atau tertulis.seperti:(a)melaksanakan penjelasan singkat (briefing). komunikasi ada dua macam yaitu komunikasi bebas dan komunikasi terbatas.(Soetjipto:137:2004) Dengan demikian. Demikian pula komunikasi yang dilakukan secara informal dan secara formal mendatangkan hasil yang berbeda pengaruh dan kejelasannya. teknikkteknik dan tujuan-tujuan kedalam hubungan yang harmonis dan produktif dalam mencapai suatu tujuan´. Komunikasi Dalam melaksanakan suatu program pendidikan. Dengan adanya koordinasi yang baik. Menurut sifatnya. material.(c) memberikan unjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis. Proses menyampaikan atau komunikasi ini meliputi lebih dari pada sekedar menyalurkan pikiran-pikiran. setiap anggota hanya dapat berhubungan dengan beberapa anggota tertentu saja. semua bagian dcan personel dapat bekerja sama menuju ke satu arah tujuan yang telah ditetapkan. . sedangkan dalam komunikasi terbatas. setiap anggota dapat berkomunikasi dengan setiap anggota yang lain. pikiran-pkiran.

Di dalam pengorganisasian telah dipikirkan dan . f. e. Pengawasan bertanggung jawab tentang keefektifan program itu.Dengan demikian. Kepegawaian (Staffing) Sama halnya dengan fungsi-fungsi administrasi pendidikan yang telah diuraikan terdahulu kepegawaian merupakan fungsi yang tidak kalah pentingnya. Supervisi Setiap pelaksanaan program pendidikan memerlukan adanya pengawasan atau supervise. menempatkan dan membimbing personel. supervisi sebagai salah satu fungsi administrasi pendidikan dapat disimpulkan sebagai berikut : ³supervise sebagai fungsi administrasi pendidikan berarti aktivitas-aktivitas untuk menentukan komdisi-kondisi/syarat-syarat yang esensial yang akan menjamin tercapainya tujuan-tujuan pendidikan´. fungsi supervisi yang terpentig adalah : 1. Aktivitas yang dilakukan di dalam kepegawaian antara lain : menentukan. Dengan demikian . supervise haruslah meneliti ada atau tidaknya kondisi-kondisi yang akan memungkinkan tercapainya tujuan-tujuan pendidikan. dalam kepegawaian yang menjadi titik penekanan ialah personal itu sendiri. memenuhi/mengusahakan syarat-syarat yang diperlukan itu. Agak berbeda dangan fungsi-fungsi administrasi yang telah dibicarakan. Oleh karena itu. Jadi. Sebenarnya fungsi kepegawaian ini sudah dijalankan sejak penyusunan perencanaan dan pengorganisasian. memilih. organisasi sebagai salah satu fungsi administrasi pendidikan dapat disimpulkan sebagai berikut : ³komunikasi dalam setiap bentuknya adalah suatu proses yang hendak mempengaruhi sikap dan perbuatan orang-orang dalam struktur organisasi´. menentukan kondisi-kondisi/syarat-syarat apakah yang diperlukan 2.

g. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam fungsi pembiayaan. h. dari mana dan bagaimana biaya itu dapat diperoleh/diusahakan 3. itulah sebabnya masalah pembiayaan ini harus sudah mulai dipikirkan sejak pembuatan planning sampai dengan pelaksanaannya. perencanaan tentang berapa biaya yang diperlukan 2. semua memerlukan adanya biaya.dll. Dalam hal ini prinsip the right man in the right place selalu di perhatikan.diusahakan agar untuk personel-personel yang menduduki jabatan-jabatan tertentu di dalam struktur organisasi itu dipilih dan di angkat orang-orang yang memiliki kecakapan dan kesanggupan yang sesuai dengan jabatan yang di pegangnya.. Penilaian (Evaluating) Evaluasi sebagai fungsi administrasi pendidikan adalah aktivitas untuk meneliti dan mengetahui sampai di mana pelaksanaan yang dilakukan di dalam proses keseluruhan organisasi mencapai hasil sesuai denhan rencana atau program yang telah . bagaimana pengawasannya. bagaimana penggunaanya 4. baik personel maupun material. bagaimana pembukuan dan pertangung jawabannya 6. tanpa biaya yang mencukupi tidak mungklin terjamin kelancaran jalannya suatu organisasi. siapa yang akan melaksanakannya 5. antara lain : 1. Pembiayaan Biaya/pambiayaan merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam sebuah organisasi karena biaya ini sangat menentukan bagi kelancaran jalannya sebuah organisasi. Setiap kebutuhan organisasi.

Dengan mengetahui kasalahan-kasalahan atau kekurangan-kekurangan serta kemacetan-kemacetan yang diperoleh dari tindakan evaluasi itu. Sergiovanni dan carver (1975) (dalam burhanuddin:2005) menyebutkan empat tujuan administrasi yaitu: 1. <!--[endif]-->Memajukan kesanggupan para personel dalam mengembangkan organisasi. <!--[endif]-->Menjamin cara bekerja yang efektif dan efisien <!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Memperoleh dasar bagi pertimbangan apakah pada akhir suatu periode kerja . 3. Setiap kegiatan. efektifitas produksi efesiensi kemampuan menyesuaikan diri (adaptivenes) kepuasan kerja . selanjutnya dapat di usahakan bagaimana cara-cara memperbaikinya. pekejaan tersebut berhasil <!--[if !supportLists]-->2.(Purwanto:15-22:2007) Secara lebih rinci maksud penilaian (evaluasi) adalah : <!--[if !supportLists]-->1.(Soetjipto:138:2004) Perlu ditekankan disini bahwa fungsi-fungsi pokok yang telah dibicarakan di atas satu sama lain sangat erat hubungannya.di tetapkan dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan. <!--[endif]-->Memperoleh fakta-fakta tentang kesukarankesukaran dan untuk menghindari situasi yang dapat merusak <!--[if !supportLists]-->4. dan kesemuanya merupakan suatu proses keseluruhan yang tidak terpisahkan satu sama lain dan merupakan rangkaian kegiatan yang kontinyu. memerlukan adanya evaluasi. 4. 3. Tujuan Administrasi Pendidikan Tujuan adminitstrasi pada umumnya adalah agar semua kegiatan mandukung tercapainya tujuan pendidikan atau dengan kata lain administrasi yang digunakan dalam dunia pendidikan diusahakan untuk mencapai tujuan pendidikan. 2. baik yang dilakukan oleh unsure pimpinan maupun oleh bawahan.

yaitu menghasilkan lulusan yang sesuai dengan tuntutan kurikulum. Administrasi personel guru dan pegawai sekolah hal ini meliputi : <!--[if !supportLists]-->1. Sebagai contoh: sekolah mempinyai fungsi untuk mencapai efektivitas produksi. sehingga lulusan tersebut dapat melanjutkan ketingkat berikutnya dan dapat menyesuaikan dirinya dengan lingkunganya yang barudan selanjutnya lulusan ini akan mencari kerja pada perusahaan yang memberikan kepuasan kerja kepada mereka. <!--[endif]-->Organisasi dan struktur pegawai tata usaha <!--[if !supportLists]-->2. 4. <!--[endif]-->Masalah perlengkapan dan perbekalan <!--[if !supportLists]-->5. Dalam pencapaian tujuan tersebut harus dilakukan usaha seefisien mungkin. yaitu menggunakan kepuan dana.tetapi memberikan hasil sebaik mungkin. Secara lebih rinci ruang lingkup adcministrasi pendidikan dapat diuraikan sebagai berikut : a. <!--[endif]-->Keuangan dan pembukuannya b. dan tenaga seminimal mungkin. Administrasi tata laksana sekolah Hal ini meliputi : <!--[if !supportLists]-->1.keempat tujuan tersebut digunakan sebagai kriteria untuk menentukan keberhasilan dalam penyelenggaraan sekolah. <!--[endif]-->Masalah kepegawaian dan kesejahteraan personel sekolah <!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]-->Otorosasi dan anggaran belanja keuangan sekolah <!--[if !supportLists]-->3. Ruang Lingkup (Bidang Garapan) Administrasi Pendidikan Administrasi pendidikan mempunyai ruang lingkup/bidang garapan yang sangat luas. <!--[endif]-->Pengangkatan dan penempatan tenaga guru .

<!--[endif]-->Mengusahakan cara-cara menilai hasil-hasil pendidikan dan pengajaran. <!--[endif]-->Penilaian dan pengukuran kemajuan peserta didik <!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]-->Usaha membangkitkan dan merangsang semangat guru-guru dan pegawai tata usaha dalam menjalankan tugasnya masingmasing sebaik-baiknya. <!--[endif]-->Masalah kepegawaian dan kesejahteraan guru <!--[if !supportLists]-->4. dan menggunakan metode-metode baru dalam mengajar dan belajar yang lebih baik <!--[if !supportLists]-->3. mencari. Supervisi pengajaran Hal ini meliputi : <!--[if !supportLists]-->1.<!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Masalah kesehatan dan kesejahteraan peserta didik <!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Bimbingan dan penyuluhan bagi peserta didik (guidance and counseling) d. <!--[endif]-->Rencana orientasi bagi tenaga guru yang baru <!--[if !supportLists]-->5. <!--[endif]-->Organisasi dan perkumpulan peserta didik <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Organisasi personel guru-guru <!--[if !supportLists]-->3. e. Pelaksanaan dan pembinaan kurikulum . <!--[if !supportLists]-->2. Administrasi peserta didik Hal ini meliputi : <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Inservice training dan up-grading guru-guru c. <!--[endif]-->Usaha mengembangkan.

<!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]-->Mengusahakan.Hal ini meliputi : <!--[if !supportLists]-->1. kantor. <!--[endif]-->Cara memilih letak dan menentukan luas tanah yang dibutuhkan <!--[if !supportLists]-->2. f. serta pemeliharaannya secara kontinyu. gudang. <!--[endif]-->Cara-cara penggunaan gedung sekolah dan fasilitas-fasilitas lainyang efektif dan produktif. <!--[endif]-->menyusun dan melaksanakan organisasi kurikulum beserta materi-materi. <!--[endif]-->Mempedomani dan merealisasikan apa yang tercantum di dalam kurikulum sekolah yang bersangkutan dalam usaha mencapai dasar-dasar dan tujuan pendidikan dan pengajaran <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Menentukan jumlah dan luas ruanganruangan kelas. Kurikulum meripakan pedoman bagi para guru dalam menjalankan tugasnya. <!--[if !supportLists]-->5. lapangan olah raga. Pendirian dan perencanaan bangunan sekolah Hal in meliputi : <!--[if !supportLists]-->1. asrama. sumber-sumber dan metode-metode pelaksanaanya. Hubungan sekolah dengan masyarakat . <!--[endif]-->Alat-alat perlengkapan sekolah dan alat-alat pelajaran yang dibutuhkan g.dan sebagainya. <!--[endif]-->kurikulum bukanlah merupakan sesuatu yang harus didikuti dan diturut begitu saja dengan mutlak tanpa perubahan dan penyimpangan sedikitpun. disesuaikan dengan pembaharuan pendidikan dan pengajaran serta kebutuhan mesyarakat dan lingkungan sekolah <!--[if !supportLists]-->3. merencanakan dan menggunakan biaya pendirian gedung sekolah <!--[if !supportLists]-->3.

Prinsip-prinsip Administrasi Pendidikan Prinsip merupakan sesuatu yang di buat sebagai pegangan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Administrasi kurikulum.yaitu kegiatan administrasi yang menyangkut bidang-bidang materi/benda-benda seperti :ketatausahaan sekolah. dan juga administrasi peserta didik. .(Tsauri:13-16:2007) 5. pelaksanaan kurikulum.Diantara prinsip-prinsip administrasi pendidikan antara lain : 1. 2. administrasi keuangan. 5. dan lainlain. Administrasi material. penyusunan silabus. Koordinasi tentang wewenang dan tanggung jawab.(Purwanto:2007) Ada sebuah prinsip-prinsip administrasi yang menyinggung organisasi. sosiologis dan produktif yang dapat mendatangkan keuntungan dan perbaikan serta kemajuan bagi kedua belah pihak. pembinaan kurikulum.mencakup didalamnya administrasi personel guru dan pegawai sekolah. 3. Hendaknya semua hubungan itu merupakan hubungan kerjasama yang bersifat pedagogis. para bawahan hanya mempunyai seorang atasan langsung dari padanya menerima perintah atau bimbingan dan kepada siapa ia harus mempertanggung jawabkan hasil pekerjaannya. 4.dan sebagainya. 3. seperti pembagian tugas mengajar pada guru-guru. maksudnya ada keseimbangan antara wewenang dan tanggung jawab masing-masing anggota 1.yang mencakup didalamnya penyusunan kurikulum. Adanya sumber daya manusia (SDM) atau sekelompokmanusia (sedikitnya dua orang) untuk ditata 2. Dari apa yang telah diuraikan di atas. ruang lingkup yang tercakup di dalam administrasi pendidikan dapat dikelompokkan sebagai berikut : 1. Adanya tujuan yang hendak di capai bersama dari kerjasama tersebut.Hal ini mencakup hubungan sekolah dengan sekolah-sekolah lain. diantara prinsip-prinsip tersebut adalah : Memiliki tujuan yang jelas Tiap anggota dapat memahami dan menerima tujuan tersebut Adanya kesatuan arah sehingga dapat menimbulkan kesatuan tindakan dan pikiran Adanya kesatuan perintah (Unity of command). Adanya tiugas/fungsi yang harus dilaksanakn maksudnya ada sebuah kerjasama dari sekelompok orang 3. Adanya penataan/pengaturan dari kerjasama tersebut 4. 2. hubungan sekolah dengan instansi-instansi dan jawsatan-jawatan lain dan hubungan sekolah dengan masyarfakat pada umumnya. Adanya non manusia seperti peralatan dan perlengkapan yang diperlukan dan yang harus ditata 5. Administrasi personel.

keahlian dan bakat masing-masing. Administrasi pendidikan juga memiliki sebuah fungsi. sehingga dapat menimbulkan kerjasama yang harfmonis dan kooperatif. <!--[endif]-->pengorganisasian (organizing) ³pengorganisasian adalah aktivitas-aktivitas menyusun dan membentuk hubunganhubungan sehingga terwujudlah kesatuan usaha dealam mencapai maksud-maksud dan tujuan-tujuan pendidikan´. diantara fungsi administrasi pendidikan adalah: <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->komunikasi komunikasi dalam setiap bentuknya adalah suatu proses yang hendak mempengaruhi sikap dan perbuatan orang-orang dalam struktur organisasi´. <!--[endif]-->perencanaan (planning) ³perencanaan(planning) adalah aktivitas memikirkan dan memilih rangkaian tindakan-tindakan pedndidikan´. <!--[if !supportLists]-->3.(Tsauri:22:2007) PENUTUP Administrasi pendidikan adalah suatu kegiatan kerja sama atau proses pengintegrasian segala sesuatu baik personal maupun material yang tergabung dalam orgaisasi pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan sebelumnya agar efektif dan efisien. material. teknikkteknik dan tujuan-tujuan kedalam hubungan yang harmonis dan produktif dalam mencapai suatu tujuan´ <!--[if !supportLists]-->4. pikiran-pkiran. Adanya pembagian tugas atau pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan.6. <!--[if !supportLists]-->5. <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->pengkoordinasian (coordination) koordinasi adalah aktivitas membawa orang-orang. <!--[endif]-->supervisi yang tertuju pada tercapainya maksu-maksud dan tujuan .

tanpa biaya yang mencukupi tidak mungklin terjamin kelancaran jalannya suatu organisasi. efektifitas produksi efesiensi kemampuan menyesuaikan diri (adaptivenes) kepuasan kerja administrasi pendidikan juga memiliki sebuah ruang lingkup (bidang garapan) didalam pengelolaannya. memilih. d. administrasi tata laksana sekolah administrasi personel guru dan pegawai sekolah administrasi peserta didik supervisi pengajaran pelaksanaan dan pembinaan kurikulum pendirian dan perencanaan bangunan sekolah . 4. Adapun tujuan dari administrasi pendidikan adalah: 1. <!--[if !supportLists]-->7. e. b.³supervise sebagai fungsi administrasi pendidikan berarti aktivitas-aktivitas untuk menentukan komdisi-kondisi/syarat-syarat yang esensial yang akan menjamin tercapainya tujuan-tujuan pendidikan´. menempatkan dan membimbing personel. <!--[if !supportLists]-->6. <!--[endif]-->penilaian (evaluating) Evaluasi sebagai fungsi administrasi pendidikan adalah aktivitas untuk meneliti dan mengetahui sampai di mana pelaksanaan yang dilakukan di dalam proses keseluruhan organisasi mencapai hasil sesuai denhan rencana atau program yang telah di tetapkan dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan. f. <!--[endif]-->pembiayaan (budgeting) Biaya/pambiayaan merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam sebuah organisasi karena biaya ini sangat menentukan bagi kelancaran jalannya sebuah organisasi. 2. c. 3. Diantara administrasi pendidikan adalah: a. <!--[if !supportLists]-->8. Aktivitas yang dilakukan di dalam kepegawaian antara lain : menentukan. <!--[endif]-->kepegawaian (staffing) dalam kepegawaian yang menjadi titik penekanan ialah personal itu sendiri.

2007.Bandung:PT Remaja Rosda Karyta Soetjipto dan Kosasi. Adanya penataan dan pengaturan dari kerja sana tsb 3.2005. hubungan sekolah dan masyarakat didalam administrasi pendidikan terdapat pulasebuah prinsip-prinsip yang dapat menunjang kegiatan administrasi dan mencapai tujuan administrasi pendidikan karena prinsip ini merupakan sesuatu yang dijadikan sebagai pengayaan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.Profesi keguruan. Adanya SDM (sumber daya manusia/personal) yang harus ditata 4.Administrasi pendidikan dan supervisi pendidikan.Administrasi pendidikan.Bandung:Pustaka setia Purwanto.2004.Administrasi dan supervisi pendidikan.2007.Sofyan. Diantara prinsip-prinsip administrasi pendidikan adalah: 1. Hal tersebut lebih terasa lagi dalam implementasi MBS. yang menuntut kemampuan sekolah untuk . Adanya kerja sama sekelompok orang 2.Raflis. Adanya peralatan dan perlengkapan (non manusia ) yang harus ditata 5.Jakarta:PT Rineka Cipta Tsauri. Adanya tujuan yang hendak dicapai bersama dari kerjasama tersebut DAFTAR PUSTAKA Burhanuddin.Jember:Center for society studies 1 Komentar MANAJEMEN KEUANGAN DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN DAN NEGARA 15 f 2008 pada 1:50 pm (Administrasi dan Supervisi) Tags: Pendidikan PENDAHULUAN Keuangan dan pembiayaan merupakan salah satu sumber daya yang secara langsung menunjang efektifitas dan efisiensi pengelolaan pendidikan.Ngalim.Yusak.g.

baik mengikat maupun tidak mengikat. dan didalam makalah ini kami mengambil beberapa literatur dari buku-buku yang menurut kami dapat sesuai dengan pembahasan kami. yang memberikan kewenangan kepada sekolah untuk mencari dan memanfaatkan berbagai sumber dana sesuai dengan kebutuhan masing-masing sekolah karena pada umumnya dunia pendidikan selalu dihadapkan pada masalah keterbatasan dana. Kami membuat makalah ini dikarenakan adanya tugas dosen selaku pembimbing mata kuliah administrasi & supervisi pendidikan dan sudah menjadi suatu kewajiban bagi kami selaku mahasiswa untuk menyelesaikannya. keuangan dan pembiayaan merupakan potensi yang sangat menentukan dan merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam kajian manajemen pendidikan. Berkaitan dengan peneriman keuangan dari orang tua dan masyarakat ditegaskan dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional1989 bahwa karena keterbatasan . terutama dalam rangka MBS (Manajemen Berbasis Sekolah). Dalam penyelenggaraan pendidikan. melaksanakan dan mengevaluasi serta mempertanggungjawabkan pengelolaan dana secara transparan kepada masyarakat dan pemerintah. Dalam makalah kelompok ini. yaitu (1) pemerintah. Hal ini penting. daerah maupun kedua-duanya. baik pemerintah pusat. (2) orang tua atau peserta didik. Komponen keuangan dan pembiayaan pada suatu sekolah merupakan komponen produksi yang menentukan terlaksananya kegiatan belajarmengajar di sekolah bersama dengan komponen-komponen yang lain. yang sayang juga jika dilewatkan. (3) masyarakat. yang bersifat umum atau khusus dan diperuntukkan bagi kepentingan pendidikan. Dengan kata lain setiap kegiatan yang dilakukan sekolah memerlukan biaya. Komponen keuangan dan pembiayaan ini perlu dikelola sebaik-baiknya. agar dana-dana yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang tercapainya tujuan pendidikan. PEMBAHASAN Sumber keuangan dan pembiayaan pada suatu sekolah secara garis besar dapat dikelompokkan atas tiga sumber. kami juga memaparkan sistem manajemen keuangan dalam suatu Negara dan pondok pesantren. baik itu disadari maupun yang tidak disadari.merencanakan. apa lagi dalm kondisi krisis pada sekarang ini.

biaya pembelian atau pengembangan tanah. Dalam pelaksanaannya manajemen keuangan ini menagnut azas pemisahan tugas antara fungsi otorisator. perbaikan atau rehab gedung. seperti gaji pegawai (guru dan non guru). disamping mempunyai fungsi-fungsi bendaharawan. Kepala sekolah dalam hal ini. penyimpanan dan pengeluaran uang atau surat-surat berharga lainnya yang dapat dinilai dengan uang serta diwajibkan membuat perhitungan dan pertanggungjawaban. sebagi manajer. Biaya rutin adalah biaya yang harus dikeluarkan dari tahun ke tahun. penambahan furnitur. dan dilimpahi fungsi ordonator untuk memerintahkan pembayaran. serta biaya operasional. (3) pembelajaran.masyarakat dan orang tua. efisien. Otorisator adalah pejabat yang diberi wewenang untuk mengambil tindakan yang mengakibatkan penerimaan dan pengeluaran anggaran. berfungsi sebagai otorisator. Adapun bendaharawan adalah pejabat yang berwenang melakukan penerimaan. (2) prosedur akuntansi keuangan. tidak dibenarkan melaksanakan fungsi bendaharawan karena berkewajiban melakukan pengawasan kedalam.kemampuan pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan dana pendidikan. Komponen utama manajemen keuangan meliputi. kolusi dan nepotisme. ordonator dan bendaharawan. Dalam implementasi MBS. biaya pemeliharaan gedung. Ordonator adalah pejabat yang berwenang melakukan pengujian dan memerintahkan pembayaran atas segala tindakan yang dilakukan berdasarkan otorisasi yang telah ditetapkan. penggunaan. manajemen komponen keuangan harus dilaksanakan dengan baik dan teliti mulai dari tahap penyusunan anggaran. tanggung jawab atas pemenuhan dana pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah. Bendaharawan. sampai pengawasan dan pertanggungjawaban sesuai dengan ketentuan yang berlaku agar semua dana sekolah benar-benar dimanfaatkan secara efektif. (4) prosedur investasi. tidak ada kebocorankebocoran. serta bebas dari penyakit korupsi. juga dilimpahi fungsi ordonator untuk menguji hak atas pembayaran. fasilitas dan alat-alat pengajaran (barang-barang habis pakai). Adapun dimensi pengeluaran meliputin biaya rutin dan biaya pembangunan. serta biaya atau pengeluaran lain unutk barang-barang yang tidak habis pakai. Namun. misalnya. dan (5) prosedur pemeriksaan. <!--[if !supportLists]-->2. Sementara biaya pembangunan. (1) prosedur anggaran. pembangunan gedung. pergudangan dan prosedur pendistribusian.1 <!--[endif]-->MANAJEMEN KEUANGAN SEKOLAH .

0257/K/1974) <!--[if !supportLists]-->. 1606/MK/II/1974) tertanggal: 20 Nopember 1974 SPP dimaksudkan untuk membantu pembinaan pendidikan seperti yang ditunjukkan pada pasal 12 keputusan tersebut yakni membantu penyelengaraan sekolah. Yang dimaksud penyelenggaraan sekolah ialah: <!--[if !supportLists]-->. Kep. evaluasi belajar. kartu pribadi. <!--[endif]-->Manajemen Pembayaran SPP Dasar hukum penyusutan SPP adalah keputusan bersama tiga menteri yaitu: <!--[if !supportLists]-->.<!--[endif]-->Menteri dalam negeri (No.<!--[endif]-->Pengadaan alat atau bahan pelajaran <!--[if !supportLists]-->.<!--[endif]-->Penyelenggaraan ulangan. perbaikan sarana dan kegiatan supervisi. kesejahteraan personel.<!--[endif]-->Pengadaan perpustakaan sekolah <!--[if !supportLists]-->.<!--[endif]-->Pengadaan alat atau bahan manajemen <!--[if !supportLists]-->. demikian pula sekolah.<!--[endif]-->Prakarya dan pelajaran praktek .Setiap unit kerja selalu berhubungan dengan masalah keuangan. rapor dan STTB <!--[if !supportLists]-->. <!--[if !supportLists]-->A. Persoalan yang menyangkut keuangan sekolah pada garis besarnya berkisar pada: uang Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP).221 Tahun 1974) <!--[if !supportLists]--><!--[endif]-->Menteri keuangan (No. uang kesejahteraan personel dan gaji serta keuangan yang berhubungan langsung dengan penyelenggaraan sekolah seperti perbaikan sarana dan sebagainya.<!--[endif]-->Menteri P&K (No. Di bawah ini kami kemukakan beberapa instrumen (format-format) yang mencerminkan adanya kegiatan manajemen keuangan sekolah tersebut.

<!--[endif]-->Manajemen keuangan yang berasal dari Negara (pemerintah) Yang dimaksud keuangan dari Negara ialah meliputi pembayaran gaji pegawai atau guru dan belanja barang. Bantuan ini dapat berbentuk uang tetapi mungkin pula dalam bentuk lain seperti usaha perbaikan sekolah.Selanjutnya pada pasal 18 dinyatakan bahwa kedudukan kepala sekolah dalam pengelolaan SPP adalah bendaharawan khusus yang bertanggungjawab dalam penerimaan. usaha pembinaan kesejahteraan pegawai kiranya perlu diperhatikan data tersebut. dan sebagainya <!--[if !supportLists]-->D. <!--[if !supportLists]-->B.2 <!--[endif]-->MANAJEMEN KEUANGAN PONDOK PESANTREN . <!--[endif]-->Lager gaji (daftar permintaan gaji) <!--[if !supportLists]-->b. <!--[endif]-->Lain-lain Sudah menjadi hal yang umum bahwa guru atau karyawan serin mempunyai sangkut paut tersendiri dalam hal keuangan terutama gaji. <!--[if !supportLists]-->2. Dalam hubungan ini misalnya kegiatan arisan di sekolah koperasi antar guru dan lain-lain Oleh karenanya kepala sekolah sebagai pemimpin lembaga wajib mengetahui dengan jelas berapa gaji bersih yang diterima oleh anak buahnya. untuk pertanggungjawaban uang tersebut diperlukan beberapa format sebagi berikut: <!--[if !supportLists]-->a. pembangunan lokal baru. penyetoran dan penggunaan dana yang telah ditentukan terutama dan penyelenggaraan sekolah. <!--[endif]-->Buku catatan SPMU (Surat Perintah Mengambil Uang) <!--[if !supportLists]-->C. <!--[endif]-->Manajemen keuangan yang berasal dari BP3 Badan Pembantu Penyelenggaraan Pendidikan (BP3) bertugas memberikan bantuannya dalam penyelenggaraan sekolah.

Namun dalam rangka pengelolaan manajemen yang baik seyogyanya didalam pemilahan antara harta kekayaan pesantren dengan individu. dalam suatu lembaga termasuk pesantren pengelolaan keuangan sering menimbulkan permasalahan yang serius bila pengelolaanya kurang baik. disinilah perlunya pengelolaan keuangan dengan baik dan transparan dibudayakan dilingkungan pesantren. Selama ini banyak pesantren yang tidak memisahkan antara harta kekayaan pesantren dengan individu. Dalam arti luas diartikan sebagai pengurusan dan pertanggung jawaban. agar kekurangan dan kelebihan pesantren dapat diketahui secara transparan oleh pihakpihak lain. sebab pesantren merupakan lembaga swadana yang tidak memerlukan pertanggung jawaban keuangan yang terlalu pelik kepada penyandang dananya. baik pemerintah pusat maupun daerah. <!--[endif]-->Pengertian Dalam arti sempit. walaupun jumlahnya relatif kecil hal itu perlu ada laporan atau penjelasan sederhana sesuai dengan prinsip-prinsip pengelolaan keuangan public kepada masyarakat agar kredibilitas pesantren dimata masyarakat cukup tinggi. <!--[if !supportLists]-->B. dari penyandang dana. Namun demikian karena banyak juga dana yang bersumber dari masyarakat untuk mendanai kegiatan di Pesantren. Ustadz/ Ustadzah atau pengelola lainnya) terhadap pandangan yang kurang baik dari luar pesantren. <!--[if !supportLists]-->C. termasuk orang tua santri. walaupun disadari bahwa pembiayaan pesantren justru lebih banyak bersumber dari kekayaan individu sebab sumber-sumber lain penopang pesantren kurang memadai. <!--[endif]-->Rasional Salah satu bagian terpenting dalam manajemen pesantren adalah pengelolaan keuangan. <!--[endif]-->Prinsip-prinsip Pengelolaan Keuangan Pendidikan Pondok Pesantren . baik individual maupun lembaga. Pengelolaan keuangan pesantren yang baik ini sebenarnya juga merupakan bagian dari upaya melindungi personil pengelola pesantren (kyai.<!--[if !supportLists]-->A. Di pasantren pengelolaan keuangan sebenarnya tidak begitu rumit. pengelolaan keuangan dapat diartikan sebagai tata pembukuan.

apakah itu dari pemerintah ataupun dari masyarakat perlu didasarkan prinsip-prinsip umum pengelolaan keuangan sebagai berikut: <!--[if !supportLists]-->1. dalam pengertian dari dan untuk apa keuangan lembaga tersebut perlu dicatat dan dipertanggung jawabkan serta disertai bukti penggunaannya. wakil pemerintah dan wakil ilmuwan/ ulama diluar pesantren dan dapat juga memasukkan kalangan dunia usaha dan industri. <!--[endif]-->Hemat. Komite atau majelis tersebut beranggotakan wakil wali santri. <!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]-->Rencana Anggaran Pendapatan Dan Belanja Pondok Pesantren (RAPBPP) Implementasi prinsip-prinsip keuangan diatas pada pendidikan. pesantren itu tidak hanya diperoleh dari anggaran dan fasilitas dari pemerintah atau penyandang dana tetap saja. khususnya dilingkungan pondok pesantren dan keserasian antara pendidikan dalam keluarga. <!--[if !supportLists]-->3. tetapi dari sumber dan dari ketiga komponen diatas. <!--[endif]-->terarah dan terkendali sesuai dengan rencana. tidak mewah. <!--[endif]-->sedapat mungkin menggunakan kemampuan/ hasil produksi dalam negeri sejauh hal ini dimungkinkan <!--[if !supportLists]-->D. program/ kegiatan. Untuk itu dipesantren sebenarnya juga perlu dibentuk organisasi orang tua santri yang implementasinya dilakukan denan membentuk komite atau majelis pesantren.Penggunaan anggaran dan keuangan. efisien dan sesuai dengan kebutuhan teknis yang disyaratkan <!--[if !supportLists]-->2. pengelola. maka untuk sumber dana sekolah. pesantren dan dalam masyarakat. tokoh masyarakat. dalam sekolah. Selanjutnya pihak pesantren bersama komite atau majelis pesantren pada setiap awal tahun anggaran perlu bersama-sama merumuskan RAPBPP sebagai acuan bagi pengelola pesantren dalam melaksanakan manajemen keuangan yang baik: . dari sumber manapun. <!--[endif]-->terbuka dan transparan.

<!--[endif]-->Rencana penggunaan keuangan dalam satu tahun yang bersangkutan. b). Ada dua bagian pokok anggaran yang harus diperhatikan dalam penyusunan RAPBPP. termasuk didalamnya keuangan bersumber dari: a). semua penggunaan keuangan pesantren dalam satu tahun anggaran perlu direncanakan dengan baik agar kehidupan pesantren dapat berjalan dengan baik. pengendalian dan evaluasi kegiatan yang dilakukan pondok pesantren. c). d). <!--[endif]-->Langkah-langkah Penyusunan RAPBPP Suatu hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan RAPBPP adalah harus menerapkan prinsip anggaran berimbang. dalam rangka untuk mempermudah pertanggung jawaban keuangan. serta alokasi sumber-sumber kepada setiap bagian kegiatan.sumbangan dari individu atau organisasi. Maka seorang penanggung jawab program kegiatan dipesantren harus mencatat anggaran serta melaporkan realisasinya sehingga dapat dibandingkan selisih antara anggaran dengan pelaksanaan serta melakukan tindak lanjut untuk perbaikan. Anggaran memiliki peran penting didalam perencanaan.<!--[if !supportLists]-->1.dari hasil usaha <!--[if !supportLists]-->b. <!--[endif]-->Pengertian RAPBPP Anggaran adalah rencana yang diformulasikan dalam bentuk rupiah dalam jangka waktu atau periode tertentu. yaitu: <!--[if !supportLists]-->a. maka sentralisasi pengelolaan keuangan perlu difokuskan pada bendaharawan pesantren. <!--[endif]-->Rencana sumber atau target penerimaan/ pendapatan dalam satu tahun yang bersangkutan.kontribusi santri.sumbangan dari pemerintah. artinya rencana pendapatan dan pengeluaran harus berimbang diupayakan tidak terjadi anggaran pendapatan minus. <!--[if !supportLists]-->2. Dengan anggaran berimbang tersebut maka kehidupan pesantren akan menjadi solid dan benar-benar kokoh dalam hal keuangan. Maka penyusunannya hendaknya mengikuti langkah-langkah sebagai berikut: .

<!--[if !supportLists]-->b) <!--[endif]-->Uraian kegiatan program.<!--[if !supportLists]-->a) <!--[endif]-->Menginventarisasi rencana yang akan dilaksanakan <!--[if !supportLists]-->b) <!--[endif]-->Menyusun rencana berdasarkan skala prioritas pelaksanaannya <!--[if !supportLists]-->c) <!--[endif]-->Menentukan program kerja dan rincian program <!--[if !supportLists]-->d) <!--[endif]-->Menetapkan kebutuhan untuk pelaksanaan rincian program <!--[if !supportLists]-->e) <!--[endif]-->Menghitung dana yang dibutuhkan <!--[if !supportLists]-->f) <!--[endif]-->Menentukan sumber dana untuk membiayai rencana Rencana tersebut setelah dibahas dengan pengurus dan komite atau majelis pesantren. penanggung jawab. program kerja. Pada setiap anggaran yang disusun perlu dijelaskan apakah rencana anggaran yang akan dilaksanakan merupakan hal baru atau kelanjutan atas kegiatan yang telah dilaksanakan dalam periode sebelumnya dengan menyebut sumber dana sebelumnya. volume kebutuhan . paling tidak harus memuat 6 hal atau informasi sebagai berikut: <!--[if !supportLists]-->a) <!--[endif]-->Informasi rencana kegiatan: sasaran. rincian program <!--[if !supportLists]-->c) <!--[endif]-->Informasi kebutuhan: barang/ jasa yang dibutuhkan. rencana baru atau lanjutan. uraian rencana kegiatan. maka selanjutnya ditetapkan sebagai anggaran pendapatan dan belanja pondok pesantren (APBPP). Dalam setiap anggaran yang disusun untuk kegiatan-kegiatan dilingkungan pondok pesantren.

<!--[endif]-->Terjadinya penghematan atau pemborosan <!--[if !supportLists]-->c. <!--[endif]-->Pelaksanaan kegiatan yang tidak sesuai dengan yang telah diprogramkan <!--[if !supportLists]-->d. yang perlu diperhatikan oleh bendaharawan adalah: . <!--[endif]-->Realisasi APBPP Dalam pelaksanaan kegiatan. Ini dapat terjadi karena beberapa sebab: <!--[if !supportLists]-->a. <!--[endif]-->Adanya efisiensi atau inefisiensi pengeluaran <!--[if !supportLists]-->b.<!--[if !supportLists]-->d) <!--[endif]-->Data kebutuhan harga satuan. dan total anggaran untuk seluruh rencana kegiatan <!--[if !supportLists]-->f) <!--[endif]-->Sumber dana: total sumber dana. <!--[endif]-->Adanya perubahan harga yang tidak terantisipasi <!--[if !supportLists]-->e. <!--[if !supportLists]-->3. Dalam kaitan dengan pengelolaan keuangan tersebut. hal tersebut merupakan bentuk transparansi dalam pengelolaan keuangan. jumlah yang realisasikan bisa terjadi tidak sama dengan rencana anggarannya. rencana kegiatan. Namun demikian prinsip transparansi dan kejujuran dalam pertanggung jawaban tersebut harus tetap dijunjung tinggi. <!--[endif]-->Pertanggung jawaban Keuangan Pondok Pesantren Semua pengeluaran keuangan pondok pesantren dari sumber manapun harus dipertanggung jawabkan. bisa kurang atau lebih dari jumlah yang telah dianggarkan. jumlah biaya yang dibutuhkan untuk seluruh volume kebutuhan <!--[if !supportLists]-->e) <!--[endif]-->Jumlah anggaran: jumlah anggaran untuk masing-masing rincian program. program. masingmasing sumber dana yang mendukung pembiayaan program. <!--[endif]-->Penyusunan anggaran yang kurang tepat <!--[if !supportLists]-->E.

<!--[endif]-->Pada setiap akhir tahun anggaran. <!--[endif]-->Buku kas umum <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->kwitansi atau bukti-bukti pembelian atau bukti penerimaan dan bukti pengeluaran lain <!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]-->daftar potongan-potongan <!--[if !supportLists]-->4. transparan. . <!--[endif]-->neraca keuangan juga harus ditunjukkan untuk diperiksa oleh tim pertanggung jawaban keuangan dari komite pondok pesantren selain buku neraca keuangan yang erat hubungannya dengan pengelolaan keuangan. serta tidak menimbulkan kecurigaan atau fitnah. <!--[endif]-->buku iuran/ kontribusi santri (SPP/ infaq) <!--[if !supportLists]-->7.<!--[if !supportLists]-->1. agar manajemen keuangan dipondok pesantren dapat berjalan dengan baik. bendara harus membuat laporan keuangan kepada komite/ majelis pesantren untuk dicocokkan dengan RAPBPP <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->buku persekot uang muka <!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->buku tabungan <!--[if !supportLists]-->6. <!--[endif]-->buku catatan lain-lain yang tidak termasuk diatas. seperti catatan pengeluaran insidentil Buku-buku tersebut perlu diadakan. memudahkan dilakukan pengawasan terhadap penggunaan anggaran yang ditetapkan. <!--[endif]-->laporan keuangan tersebut harus dilampiri bukti-bukti pengeluaran yang ada <!--[if !supportLists]-->3. ada juga beberapa buku lain yang penting bagi bendaharawan pondok pesantren yaitu: <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->daftar gaji/ honorarium <!--[if !supportLists]-->5.

menentukan tersedianya dana penyertaan alasan (accompany procurement) dan menimbang tindakan hukum apabila dilakukan pemeriksaan pembukuan. pemeliharaan dana-dana. apakah pegawai-pegawai melakukan pekerjaan mereka sebagaimana mestinya. Terdapat dua buah aspek pada persoalan administrasi keuangan. Semua unsur administrasi keuangan erat terjalin. pembukuan. harus dibangun atas dasar akrual (accrual basis) dan haruslah diperlengkap dengan pembukuan biaya sebagai alat pengawas ketatalaksanaan di dalam mengukur hasil pekerjaan. Sebagai syarat utama kedaya gunaan suatu fungsi ketatalaksanaan harus seragam diseluruh pemerintah. Sebuah daripadanya merupakan bidang keuangan Negara yang luas meliputi fungsi-fungsi seperti perhitungan dan pemungutan pajak. pinjaman Negara dan ketatalaksanaan hutang Negara. Pembukuan adalah dasar anggaran belanja. juga keuangan tersangkut secara universal didalam administrasi seperti zat asam didalam udara. Disini kami sedikit mencoba mempelajari administrasi keuangan sebagai bagian dari administrasi Negara. Pokok soal ini adalah bagian dari bidang yang lebih luas disebut keuangan Negara. Oleh karena itu pemeriksaan pembukuan haruslah menjadi tanggung jawab badan luar yang lepas dan pada pemerintah ia harus memberikan laporan kepada badan perundang-undangan. apakah organisasi berdaya guna.<!--[if !supportLists]-->2. pemeriksaan pembukuan dan pembelian. Oleh karena itu mempersatukan fungsi keuangan dengan adaministrasi umum tujuan pokok kepemimpinan tetapi tidak selalu mudah untuk dicapai. Ia dapat mengetahui berapa harga setiap barang.3 <!--[endif]-->MANAJEMEN KEUANGAN NEGARA Sebagaimana halnya dengan organisasi dan kepegawaian. Administrasi keuangan berurusan dengan penyusunan anggaran belanja. Tetapi sekalipun dipandang dari lingkungannya yang lebih sempit melalui pandangan administrator sebagaimana telah dilakukan disini tersangkutlah masalah kebijaksanaan. Seterusnya lagi suatu badan pemeriksaan yang wajar tidak merasa puas semata-mata dengan persoalan-persoalan . Dipihak lain pemeriksaan pembukuan bukanlah alat ketatalaksanaan kecuali secara tidak langsung dapat dipergunakan untuk memeriksa hasil-hasil. Ia mengawasi gaji dan semua alat-alat material yang harus dipergunakan dalam pekerjaan administrator lainnya. Administrator keuangan memiliki kekuasaan yang sangat besar.

<!--[if !supportLists]--> DAFTAR PUSTAKA Mulyasa. mengusahakan penyimpanan yang memuaskan dan fasilitas pengangkutan dan juga hendaknya cepat dan tidak kaku. 2007. dana-dana pemerintahan. pinjaman Negara serta tatalaksana hutang Negara. meliputi: pajak. Negara dalam hal ini juga memerlukan proses manajemen keuangan yang dapat ditinjau dari berbagai aspek. Manajemen Berbasis Sekolah. dari situlah dapat diketahui suatu anggaran belanja Negara. Administrasi pembelian haruslah atas dasar cukup luas untuk mengambil keuntungan dari potongan (reduksi) dan harga-harga borongan. untuk itu dalam lembaga pendidikan dalam hal ini adalah sekolah mengambil inisiatif dari pendanaan melalui SPP dan juga BP3 yang dapat membantu terlaksananya kegiatan dalam lembaga/ sekolah tersebut.legalitet dan kejujuran. . ia juga menunjukkan bagaimana daya guna dan prosedur administrative dapat diperbaiki. Bandung. PENUTUP Dalam suatu organisasi maupun lembaga sekolah diperlukan sumber daya dalam hal ini adalah faktor keuangan yang menjadi faktor penting dalam menunjang efektifitas dan efisiensi pengelolaan pendidikan. menyimpan pembukuan yang cukup dan memiliki daftar barang secara terperinci berikut perkiraan harganya. Pembelian atau usaha memperoleh (procurement) adalah bagian yang luas dari fungsi persediaan dan juga menimbulkan masalah kebijaksanaan yang penting. Pondok pesantren juga masih memerlukan hak sumber daya keuangan demi terlaksananya suatu proses pendidikan dalam manajemennya sehingga memerlukan pertanggung jawaban yang dapat diketahui oleh semua kalangan mulai dari personil pondok pesantren sendiri maupun dari pihak luar pondok pesantren sehingga dapat diketahui pertanggung jawaban masalah keuangan yang transparan. Remaja Rosda Karya.

M. laksBang PRESSindo. GO. Yogyakarta. M. Jakarta. ME. 1992. Suryobroto. Administrasi Negara. Jakarta.D.A. Khusnuridlo. 2004. Sulthon.Dimock. Rineka Cipta. Rineka Cipta.Wahidil Qomali (084 061 398) Adi Wijaya (084 061 399) Zaidatur Rofi¶ah (084 061 429) Zulfa Faurina (084 061 430) . Tinggalkan sebuah Komentar DASAR-DASAR ADMINISTRASI PENDIDIKAN 13 f 2008 pada 8:17 am (Administrasi dan Supervisi) Tags: Pendidikan MAKALAH DASAR-DASAR ADMINISTRASI PENDIDIKAN Untuk memenuhi tugas mata kuliah Administrasi dan Supervisi Pendidikan yang dibina oleh Bapak Dra. Manajemen Pondok Pesantren Dalam Perspektif Global. M.I <!--[if gte vml 1]> <![endif]--><!--[if !vml]--> <!--[endif]--> Oleh : Kelompok 1 A. Manajemen Pendidikan Di Sekolah. Fajar Ahwa.Pd. 2006. Dimock.

Di negara-negara yang sudah maju.SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI JEMBER JURUSAN TARBIYAH / PROGRAM STUDI PAI JUNI 2008 PENDAHULUAN Dalam dunia pendidikan di Indonesia.Dan kata ministrare sam artinya dengan kata to serve atau to conduct yang berarti´melayani.Oleh karena itu.adcministrasi pendidikan baru diperkenalkan melalui beberapa IKIP sejak tahun 1960-an.dan baru dimasukkan sebagai mata pelajaran decan mata ujian di SGA/SPG sejak tahun ajaran 1965/1966. Khususnya di negara kita.terutama sejak berakhirnya perang dunia kedua.administrasi pendidikan mulai berkembang dengan pesat sejak pertengahan pertama abad ke-20.kata ad mempunyai arti yang sama dengan kata to dalam bahasa inggris yang berarti ³ke´atau´kepada´. Pengertian Administrasi pendidikan Administrasi dalam pengertian secara harfiah. PEMBAHASAN DASAR-DASAR ADMINISTRASI PENDIDIKAN 1.kata ³administrasi´berasl dari bahasa latin yang terdiri atas kata ad dan ministrare. administrasi pendidikan itu sendiri sebagai ilmu. Maka dimakalah ini kami akan menjelaskan tentang dasar-dasar administrasi pendidikan.maka diperlukan sebuah penjelasa secara rinci dan mendetail tentang administrasi pendidikan agar para pendidik dapat memahami betapa perlu dan pentingnya administrasi pendidikan itu. Disamping itu.bidang studi administrasi pendidikan boleh dikatakan masih baru.tidak mengherankan jika para pendidik sendiri banyak yang belum dapat memahami betapa perlu dan pentingnya administrasi pendidikan dalam penyelenggaraan dan pengembangan pendidikan pada umumnya.terus mengalami perkembangan sesuai dengan perkembangan pendidikan negara masing-masing.(Purwanto:1:2007) Setelah kita mengetahui realita yang terjadi seperti yang sudah tersebut di atas.membantu dan . Oleh karena itu para pendidiki terlebih dahulu harus mengetahui dasar-dasar dari administrasi pendidikan.Indonesia.

mengarahkan atau mengatur semua kegiatan didalam mencapai suatu tujuan.dan semua materi yang di perlukan dan yang telah ada dimanfaatkan secara efisien. oleh sebab itu bersifat dinamis 3. yaitu : 1. Administrasi pendidikan dalam pengertian secara luas adalah segenap proses pengerahan dan pengintegrasian segala sesuatu baik personel. makna administrasi dapat di urai paling tidak menjadi lima pengertian pokok.diorganisasi dan dikoordinasi secara efektif. Dalam pengertian yang luas ini. Jadi.mengarahkan´.Dalam bahasa inggris to administer berarti pula´mengatur.memelihara dan mengarahkan´.mendokumentasika kegiatan. Administrasi merupakan kegiatan atau kegiatan manusia 2.(Purwanto:1:2007) Administrasi dalam pengertian yang sempit yaitu kegiatan ketatausahaan yang intinya adalah kegiatan ruti catat-mencatat. istilah administrasi juga dapat diartikan sebagai berikut : ³Administrasi adalah suatu kegiatan atau rangkaian kegiatan yang berupa proses pengelolaan usaha kerjasama sekelompok manusia yang tergabung dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan bersam yang telah ditetapkan sebelumnya agar efektif dan efisien´. Jadi kata´administrasi´ secara harfiah dapat di artikan sebagai suatu kegiatan atau usaha untuk membantu. Rangkaian kegiatan itu marupakan suatu proses/pengelolaan dari suatu kegiatan yang kompleks. Dalam batasan tersebut di atas. Prose situ dilakukan bersama oleh sekelompok manusia yang tergabung dalam suatu organisasi .didalam proses administrasi pendidikan segenap usaha orang-orang yang terlibat didalam proses pencapaian tujuan pendidikan itu diintegrasikan.spiritual maupun material yang bersangkut paut dengan pencapaian tujuan pendidikan.malayani.menyelenggarakan surat-menyurat dengan segala aspeknya serta mempersiapkan laporan.

Untuk menadapat gambaran yang lebih jelas tentang fungsi-fungsitersebut di bawah ini akan diuraikan secara lebih rinci.4. <!--[endif]-->Meneliti masalah-masalah atau pekerjaanpekerjaan yang akan dilakukan <!--[if !supportLists]-->3. Proses pengelolaan itu dilakukan agar tujuannya dapat dicapai secara efektif dan efisien. Langkah-langkah dalam perencanaan meliputi hal-hal sebagai berikut : <!--[if !supportLists]-->1. Adapun proses administrasi pendidikan itu meliputi fungsifungsi perencanaan. Tanpa perencanaan. a.pelaksanaan suatu kegiatan akan mengalami kesulitan dan bahkan kegagalan dalam mencapai tujuan yang diinginkan. <!--[endif]-->Mengumpulkan daa dan informasi-informasi yang diperlukan <!--[if !supportLists]-->4. koordinasi. Perencanaan (Planning) Perencanaan merupakan salh satu syarat mutlak bagi setiap kegiatan administrasi. pengorganisasian. Perencanaan merupakan kegiatan yang harus dilakukan pada permulaan dan selama kegiatan administrasi itu berlangsung. supervise kepegawaian dan pembiayaan dan evaluasi.kegiatan tersebut harus dikelola melalui suatu tahapan proses yang merupakan daur (siklus). <!--[endif]-->Menentukan dan merumuskan tujuan yang hendak dicapai <!--[if !supportLists]-->2. Proses itu dilakukan dalam rangka mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya 5. Fungsi Administrasi Pendidikan Agar kegiatan dalam komponen administrasi pendidikan dapat berjalan dengan baik dan mencapai tujuan. komunikasi. Di dalam setiap perencanaan ada dua faktor yang harus diperhatikan.yaitu faktor tujuan dan faktor sarana.(Tsauri:2:2007) 2. baik sarana personel maupun material. <!--[endif]-->Menentukan tahap-tahap dan rangkaian tindakan . Semua fungsi tersebut satu sama lain bertalian sangat erat.

realistis dan praktis <!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->diusahakan agar sedapat mengkin tidak terjadi adanya duplikasi pelaksanaan Merencanakan berarti pula memikirkan tentang penghematan tenaga.<!--[if !supportLists]-->5. <!--[endif]-->terinci. biaya dan waktu. memuat segala uraian serta klarifikasi kegiatan dan rangkaian tindakan sehingga mudah di pedomani dan dijalankan <!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]-->bersifat sederhana. juga membatasi kesalahan-kesalahan yangmungkin terjadi dan menghindari adanya duplikasi-duplikasiatau tugas-tugas/pekerjaan rangkap yang dapat menghambat jalannyapenyelesaian. <!--[endif]-->perencanaan harus didasarkan atas tujuan yang jelas <!--[if !supportLists]-->2. perencanaan sebagai suatu fungus administrasi pendidikan dapat disimpulkan sebagai berikut : . <!--[endif]-->memiliki fleksibilitas sehingga mudah disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi dan situasi sewaktu-waktu <!--[if !supportLists]-->5. biaya dan waktu serta kemungkinan penggunaan sumber-sumber daya dan dana yang tersedia sebaik-baiknya <!--[if !supportLists]-->7. <!--[endif]-->diusahakan adanya penghematan tenaga. menurut urgensinya masing-masing <!--[if !supportLists]-->6. Jadi. <!--[endif]-->terfdapat perimbangan antara bermacamacam bidang yang akan digarap dalam perencanaan itu. <!--[endif]-->Merumuskan bagimana masalah-masalah itu akan dipecahkan dan bagaimana pekerjaan-pekerjaan itu akan diselesaikan Syarat-syarat perencanaan Dalam menyusun perencanaan syarat-syarat berikut perlu diperhatikan : <!--[if !supportLists]-->1.

pengetahuan dan kepribadian masing-masing prang yang dikperlukan dalam menjalankan tugas-tigas tersebut. Kita mengetahui bahwa dalam kegiatan sekolah sehari-sehari terdapat bermacam-macam jenis pekerjaan yang memerlukan kecakapandan keterampilan dan tanggung jawab yang berbeda-beda. b.pengorganisasian sebagai salah satu fungsi administrasi pendidikan dapat disimpulkan sebagai berikut : ³pengorganisasian adalah aktivitas-aktivitas menyusun dan membentuk hubunganhubungan sehingga terwujudlah kesatuan usaha dealam mencapai maksud-maksud dan tujuan-tujuan pendidikan´. Pengorganisasian (Organizing) Pengorganisasian merupakan aktivitas menyusun dan membentuk hubunganhubungan kerja antara orang-orang sehingga terwujud suatu kesatuan usaha dalam mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan. wewenang dan tanggung jawab secara terinci menurut bidang-bidang dan bagian-bagian.³perencanaan(planning) adalah aktivitas memikirkan dan memilih rangkaian tindakan-tindakan yang tertuju pada tercapainya maksu-maksud dan tujuan pedndidikan´. Yang perlu diperhatikan dalam pengorganisasian antara lain ialah bahwa pembagian tugas. Dlam hal inilah terletak bagaimana kecakapan kepala sekolah mengorganisasi guru-guru dan pegawai sekolah lainnya dalam menjalankan tugasnya sehari-hari sehingga tercipta adanya hubungan kerja sama yang harmonis dan lancar. Di dalam pengorganisasian terdapatadanya pembagian tugas-tugas.bakat. Dengan demikian . Keragaman tugas dan pekerjaan semacam itu tidak mungkin dilakukan dan dipikul sendiri oleh seoran pemimpin. sehingga dari situ dapat terciptalah adanya hubungan-hubungan kerjasama yang harfmonis dan lancar menuju pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. . Pengorganisasian sebagai fungsi administrasi pendidikan menjadi tugas utama bagi para pemimpin pendidikan termasuk kepala sekolah. wewenang dan tanggung jawab hendaknya disesuaikan dengan penglaman. minat.

Komunikasi Dalam melaksanakan suatu program pendidikan. Proses menyampaikan atau komunikasi ini meliputi lebih dari pada sekedar menyalurkan pikiran-pikiran. Pengkoordinasian (Coordinating) Adanya bermacam-macam tugas/pekerjaan yang dilakukan oleh banyak orang. pikiran-pkiran.(c) memberikan unjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis. aktivitas menyebarkan dan menyampaikan gagasan-gagasan dan maksud-maksud ke seluruh struktur organisasi sanat penting. Dengan adanya koordinasi yang baik. . Pengkoordinasian diartikan sebagai usaha untuk menyatu padukan kegiatan dari berbagai individu agar kegiatan mereka berjalan selarfas dengan anggota dalam usaha mencapai tujuan. Komunikasi secara lisan pada umumnya lebih mendatangkan hasil dan pengertian yang jelas dari pada secara tertulis. Usayha pengkoordinasian dapat dilakukan melalui berbagai cara.seperti:(a)melaksanakan penjelasan singkat (briefing). gagasan-gagasan dan maksud-maksud secara lisan atau tertulis. semua bagian dcan personel dapat bekerja sama menuju ke satu arah tujuan yang telah ditetapkan. material.c. memerlukan adanya koordinasi dari seorang pemimpin.(b)mengadakan rapat kerja. Adanya koordinasi yang baik dapat menghindarkan kemungkinan terjadinya persaingan yang tidak sehat dan atau kesimpangsiuran dalam tindakan. d. Demikian pula komunikasi yang dilakukan secara informal dan secara formal mendatangkan hasil yang berbeda pengaruh dan kejelasannya.(Soetjipto:137:2004) Dengan demikian.dan (d) memberikan balikan tentang hasil sutu kegiatan.koordinasi sebagai salah satu fungsi administrasi pendidikan dapat disimpulkan sebagi berikut : ³koordinasi adalah aktivitas membawa orang-orang. teknikkteknik dan tujuan-tujuan kedalam hubungan yang harmonis dan produktif dalam mencapai suatu tujuan´.

Dengan demikian. supervisi sebagai salah satu fungsi administrasi pendidikan dapat disimpulkan sebagai berikut : ³supervise sebagai fungsi administrasi pendidikan berarti aktivitas-aktivitas untuk menentukan komdisi-kondisi/syarat-syarat yang esensial yang akan menjamin tercapainya tujuan-tujuan pendidikan´. Dengan demikian .Menurut sifatnya. menentukan kondisi-kondisi/syarat-syarat apakah yang diperlukan 2. supervise haruslah meneliti ada atau tidaknya kondisi-kondisi yang akan memungkinkan tercapainya tujuan-tujuan pendidikan. dalam kepegawaian yang menjadi titik penekanan ialah personal itu sendiri. Dalam komunikasi bebas. setiap anggota dapat berkomunikasi dengan setiap anggota yang lain. Kepegawaian (Staffing) Sama halnya dengan fungsi-fungsi administrasi pendidikan yang telah diuraikan terdahulu kepegawaian merupakan fungsi yang tidak kalah pentingnya. organisasi sebagai salah satu fungsi administrasi pendidikan dapat disimpulkan sebagai berikut : ³komunikasi dalam setiap bentuknya adalah suatu proses yang hendak mempengaruhi sikap dan perbuatan orang-orang dalam struktur organisasi´. memenuhi/mengusahakan syarat-syarat yang diperlukan itu. e. Jadi. fungsi supervisi yang terpentig adalah : 1. komunikasi ada dua macam yaitu komunikasi bebas dan komunikasi terbatas. f. sedangkan dalam komunikasi terbatas. setiap anggota hanya dapat berhubungan dengan beberapa anggota tertentu saja. Agak berbeda dangan fungsi-fungsi administrasi yang telah dibicarakan. Supervisi Setiap pelaksanaan program pendidikan memerlukan adanya pengawasan atau supervise. Oleh karena itu. Pengawasan bertanggung jawab tentang keefektifan program itu. Aktivitas yang .

baik personel maupun material. bagaimana pengawasannya.. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam fungsi pembiayaan. g. bagaimana pembukuan dan pertangung jawabannya 6. itulah sebabnya masalah pembiayaan ini harus sudah mulai dipikirkan sejak pembuatan planning sampai dengan pelaksanaannya. semua memerlukan adanya biaya. Dalam hal ini prinsip the right man in the right place selalu di perhatikan. h. siapa yang akan melaksanakannya 5. Di dalam pengorganisasian telah dipikirkan dan diusahakan agar untuk personel-personel yang menduduki jabatan-jabatan tertentu di dalam struktur organisasi itu dipilih dan di angkat orang-orang yang memiliki kecakapan dan kesanggupan yang sesuai dengan jabatan yang di pegangnya. tanpa biaya yang mencukupi tidak mungklin terjamin kelancaran jalannya suatu organisasi. bagaimana penggunaanya 4.dilakukan di dalam kepegawaian antara lain : menentukan. Pembiayaan Biaya/pambiayaan merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam sebuah organisasi karena biaya ini sangat menentukan bagi kelancaran jalannya sebuah organisasi.dll. menempatkan dan membimbing personel. antara lain : 1. Penilaian (Evaluating) . Setiap kebutuhan organisasi. perencanaan tentang berapa biaya yang diperlukan 2. memilih. Sebenarnya fungsi kepegawaian ini sudah dijalankan sejak penyusunan perencanaan dan pengorganisasian. dari mana dan bagaimana biaya itu dapat diperoleh/diusahakan 3.

<!--[endif]-->Menjamin cara bekerja yang efektif dan efisien <!--[if !supportLists]-->3. Sergiovanni dan carver (1975) (dalam burhanuddin:2005) menyebutkan empat tujuan administrasi yaitu: . <!--[endif]-->Memperoleh fakta-fakta tentang kesukarankesukaran dan untuk menghindari situasi yang dapat merusak <!--[if !supportLists]-->4. pekejaan tersebut berhasil <!--[if !supportLists]-->2. 3.(Purwanto:15-22:2007) Secara lebih rinci maksud penilaian (evaluasi) adalah : <!--[if !supportLists]-->1. baik yang dilakukan oleh unsure pimpinan maupun oleh bawahan. selanjutnya dapat di usahakan bagaimana cara-cara memperbaikinya. <!--[endif]-->Memperoleh dasar bagi pertimbangan apakah pada akhir suatu periode kerja . Dengan mengetahui kasalahan-kasalahan atau kekurangan-kekurangan serta kemacetan-kemacetan yang diperoleh dari tindakan evaluasi itu. Setiap kegiatan. dan kesemuanya merupakan suatu proses keseluruhan yang tidak terpisahkan satu sama lain dan merupakan rangkaian kegiatan yang kontinyu.(Soetjipto:138:2004) Perlu ditekankan disini bahwa fungsi-fungsi pokok yang telah dibicarakan di atas satu sama lain sangat erat hubungannya. <!--[endif]-->Memajukan kesanggupan para personel dalam mengembangkan organisasi. memerlukan adanya evaluasi. Tujuan Administrasi Pendidikan Tujuan adminitstrasi pada umumnya adalah agar semua kegiatan mandukung tercapainya tujuan pendidikan atau dengan kata lain administrasi yang digunakan dalam dunia pendidikan diusahakan untuk mencapai tujuan pendidikan.Evaluasi sebagai fungsi administrasi pendidikan adalah aktivitas untuk meneliti dan mengetahui sampai di mana pelaksanaan yang dilakukan di dalam proses keseluruhan organisasi mencapai hasil sesuai denhan rencana atau program yang telah di tetapkan dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan.

4. <!--[endif]-->Masalah kepegawaian dan kesejahteraan personel sekolah <!--[if !supportLists]-->4. efektifitas produksi efesiensi kemampuan menyesuaikan diri (adaptivenes) kepuasan kerja keempat tujuan tersebut digunakan sebagai kriteria untuk menentukan keberhasilan dalam penyelenggaraan sekolah. sehingga lulusan tersebut dapat melanjutkan ketingkat berikutnya dan dapat menyesuaikan dirinya dengan lingkunganya yang barudan selanjutnya lulusan ini akan mencari kerja pada perusahaan yang memberikan kepuasan kerja kepada mereka. <!--[endif]-->Otorosasi dan anggaran belanja keuangan sekolah <!--[if !supportLists]-->3.1. Sebagai contoh: sekolah mempinyai fungsi untuk mencapai efektivitas produksi. 2. dan tenaga seminimal mungkin. Administrasi tata laksana sekolah Hal ini meliputi : <!--[if !supportLists]-->1. yaitu menggunakan kepuan dana. Secara lebih rinci ruang lingkup adcministrasi pendidikan dapat diuraikan sebagai berikut : a. 3. <!--[endif]-->Keuangan dan pembukuannya b. Administrasi personel guru dan pegawai sekolah .tetapi memberikan hasil sebaik mungkin. yaitu menghasilkan lulusan yang sesuai dengan tuntutan kurikulum. <!--[endif]-->Masalah perlengkapan dan perbekalan <!--[if !supportLists]-->5. Ruang Lingkup (Bidang Garapan) Administrasi Pendidikan Administrasi pendidikan mempunyai ruang lingkup/bidang garapan yang sangat luas. Dalam pencapaian tujuan tersebut harus dilakukan usaha seefisien mungkin. 4. <!--[endif]-->Organisasi dan struktur pegawai tata usaha <!--[if !supportLists]-->2.

<!--[endif]-->Masalah kesehatan dan kesejahteraan peserta didik <!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Penilaian dan pengukuran kemajuan peserta didik <!--[if !supportLists]-->4. dan menggunakan metode-metode baru dalam mengajar dan belajar yang lebih baik . <!--[endif]-->Organisasi personel guru-guru <!--[if !supportLists]-->3. mencari. <!--[endif]-->Pengangkatan dan penempatan tenaga guru <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Inservice training dan up-grading guru-guru c. <!--[endif]-->Masalah kepegawaian dan kesejahteraan guru <!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]-->Rencana orientasi bagi tenaga guru yang baru <!--[if !supportLists]-->5. <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Organisasi dan perkumpulan peserta didik <!--[if !supportLists]-->2. Administrasi peserta didik Hal ini meliputi : <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Bimbingan dan penyuluhan bagi peserta didik (guidance and counseling) d. Supervisi pengajaran Hal ini meliputi : <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Usaha mengembangkan.hal ini meliputi : <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Usaha membangkitkan dan merangsang semangat guru-guru dan pegawai tata usaha dalam menjalankan tugasnya masingmasing sebaik-baiknya.

<!--[endif]-->Cara-cara penggunaan gedung sekolah dan fasilitas-fasilitas lainyang efektif dan produktif. Pendirian dan perencanaan bangunan sekolah Hal in meliputi : <!--[if !supportLists]-->1. sumber-sumber dan metode-metode pelaksanaanya. <!--[endif]-->Menentukan jumlah dan luas ruanganruangan kelas. asrama. <!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]-->menyusun dan melaksanakan organisasi kurikulum beserta materi-materi. Pelaksanaan dan pembinaan kurikulum Hal ini meliputi : <!--[if !supportLists]-->1. . lapangan olah raga. merencanakan dan menggunakan biaya pendirian gedung sekolah <!--[if !supportLists]-->3. e.dan sebagainya.<!--[if !supportLists]-->3. kantor. f. <!--[endif]-->Cara memilih letak dan menentukan luas tanah yang dibutuhkan <!--[if !supportLists]-->2. gudang. disesuaikan dengan pembaharuan pendidikan dan pengajaran serta kebutuhan mesyarakat dan lingkungan sekolah <!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Mempedomani dan merealisasikan apa yang tercantum di dalam kurikulum sekolah yang bersangkutan dalam usaha mencapai dasar-dasar dan tujuan pendidikan dan pengajaran <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Mengusahakan cara-cara menilai hasil-hasil pendidikan dan pengajaran. <!--[endif]-->Mengusahakan. <!--[endif]-->kurikulum bukanlah merupakan sesuatu yang harus didikuti dan diturut begitu saja dengan mutlak tanpa perubahan dan penyimpangan sedikitpun. serta pemeliharaannya secara kontinyu. Kurikulum meripakan pedoman bagi para guru dalam menjalankan tugasnya.

Adanya non manusia seperti peralatan dan perlengkapan yang diperlukan dan yang harus ditata 5. diantara prinsip-prinsip tersebut adalah : 1. seperti pembagian tugas mengajar pada guru-guru. pelaksanaan kurikulum.yaitu kegiatan administrasi yang menyangkut bidang-bidang materi/benda-benda seperti :ketatausahaan sekolah. penyusunan silabus.Diantara prinsip-prinsip administrasi pendidikan antara lain : 1. Adanya sumber daya manusia (SDM) atau sekelompokmanusia (sedikitnya dua orang) untuk ditata 2. sosiologis dan produktif yang dapat mendatangkan keuntungan dan perbaikan serta kemajuan bagi kedua belah pihak. Prinsip-prinsip Administrasi Pendidikan Prinsip merupakan sesuatu yang di buat sebagai pegangan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. dan lainlain. pembinaan kurikulum. Administrasi material. hubungan sekolah dengan instansi-instansi dan jawsatan-jawatan lain dan hubungan sekolah dengan masyarfakat pada umumnya. Administrasi personel. dan juga administrasi peserta didik.<!--[if !supportLists]-->5.(Purwanto:2007) Ada sebuah prinsip-prinsip administrasi yang menyinggung organisasi. Adanya penataan/pengaturan dari kerjasama tersebut 4.mencakup didalamnya administrasi personel guru dan pegawai sekolah.dan sebagainya.(Tsauri:13-16:2007) 5. Adanya tiugas/fungsi yang harus dilaksanakn maksudnya ada sebuah kerjasama dari sekelompok orang 3. Administrasi kurikulum. Memiliki tujuan yang jelas . administrasi keuangan.yang mencakup didalamnya penyusunan kurikulum. Adanya tujuan yang hendak di capai bersama dari kerjasama tersebut. Hubungan sekolah dengan masyarakat Hal ini mencakup hubungan sekolah dengan sekolah-sekolah lain. Hendaknya semua hubungan itu merupakan hubungan kerjasama yang bersifat pedagogis. Dari apa yang telah diuraikan di atas. 3. <!--[endif]-->Alat-alat perlengkapan sekolah dan alat-alat pelajaran yang dibutuhkan g. ruang lingkup yang tercakup di dalam administrasi pendidikan dapat dikelompokkan sebagai berikut : 1. 2.

maksudnya ada keseimbangan antara wewenang dan tanggung jawab masing-masing anggota 6.(Tsauri:22:2007) PENUTUP Administrasi pendidikan adalah suatu kegiatan kerja sama atau proses pengintegrasian segala sesuatu baik personal maupun material yang tergabung dalam orgaisasi pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan sebelumnya agar efektif dan efisien. <!--[endif]-->pengkoordinasian (coordination) koordinasi adalah aktivitas membawa orang-orang. para bawahan hanya mempunyai seorang atasan langsung dari padanya menerima perintah atau bimbingan dan kepada siapa ia harus mempertanggung jawabkan hasil pekerjaannya. <!--[if !supportLists]-->3. Administrasi pendidikan juga memiliki sebuah fungsi. Adanya kesatuan perintah (Unity of command). pikiran-pkiran.2. diantara fungsi administrasi pendidikan adalah: <!--[if !supportLists]-->1. keahlian dan bakat masing-masing. Tiap anggota dapat memahami dan menerima tujuan tersebut 3. sehingga dapat menimbulkan kerjasama yang harfmonis dan kooperatif. <!--[endif]-->perencanaan (planning) ³perencanaan(planning) adalah aktivitas memikirkan dan memilih rangkaian tindakan-tindakan pedndidikan´. teknikkteknik dan tujuan-tujuan kedalam hubungan yang harmonis dan produktif dalam mencapai suatu tujuan´ <!--[if !supportLists]-->4. 5. Koordinasi tentang wewenang dan tanggung jawab. Adanya kesatuan arah sehingga dapat menimbulkan kesatuan tindakan dan pikiran 4. Adanya pembagian tugas atau pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan. <!--[endif]-->pengorganisasian (organizing) ³pengorganisasian adalah aktivitas-aktivitas menyusun dan membentuk hubunganhubungan sehingga terwujudlah kesatuan usaha dealam mencapai maksud-maksud dan tujuan-tujuan pendidikan´. <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->komunikasi yang tertuju pada tercapainya maksu-maksud dan tujuan . material.

tanpa biaya yang mencukupi tidak mungklin terjamin kelancaran jalannya suatu organisasi. <!--[endif]-->penilaian (evaluating) Evaluasi sebagai fungsi administrasi pendidikan adalah aktivitas untuk meneliti dan mengetahui sampai di mana pelaksanaan yang dilakukan di dalam proses keseluruhan organisasi mencapai hasil sesuai denhan rencana atau program yang telah di tetapkan dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan.komunikasi dalam setiap bentuknya adalah suatu proses yang hendak mempengaruhi sikap dan perbuatan orang-orang dalam struktur organisasi´. <!--[if !supportLists]-->7. <!--[endif]-->kepegawaian (staffing) dalam kepegawaian yang menjadi titik penekanan ialah personal itu sendiri. 2. menempatkan dan membimbing personel. <!--[endif]-->pembiayaan (budgeting) Biaya/pambiayaan merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam sebuah organisasi karena biaya ini sangat menentukan bagi kelancaran jalannya sebuah organisasi. Adapun tujuan dari administrasi pendidikan adalah: 1. <!--[endif]-->supervisi ³supervise sebagai fungsi administrasi pendidikan berarti aktivitas-aktivitas untuk menentukan komdisi-kondisi/syarat-syarat yang esensial yang akan menjamin tercapainya tujuan-tujuan pendidikan´. Diantara administrasi pendidikan adalah: . <!--[if !supportLists]-->8. efektifitas produksi efesiensi kemampuan menyesuaikan diri (adaptivenes) kepuasan kerja administrasi pendidikan juga memiliki sebuah ruang lingkup (bidang garapan) didalam pengelolaannya. <!--[if !supportLists]-->6. 3. Aktivitas yang dilakukan di dalam kepegawaian antara lain : menentukan. <!--[if !supportLists]-->5. memilih. 4.

Adanya kerja sama sekelompok orang 2.Raflis. f.Administrasi pendidikan dan supervisi pendidikan. Adanya tujuan yang hendak dicapai bersama dari kerjasama tersebut DAFTAR PUSTAKA Burhanuddin.Administrasi pendidikan.Sofyan.Ngalim.2007. Diantara prinsip-prinsip administrasi pendidikan adalah: 1.Administrasi dan supervisi pendidikan. e.Jakarta:PT Rineka Cipta Tsauri. c.Jember:Center for society studies Tinggalkan sebuah Komentar ADMINISTRASI SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN 12 f 2008 pada 8:12 am (Administrasi dan Supervisi) Tags: Pendidikan PENDAHULUAN .2004. administrasi tata laksana sekolah administrasi personel guru dan pegawai sekolah administrasi peserta didik supervisi pengajaran pelaksanaan dan pembinaan kurikulum pendirian dan perencanaan bangunan sekolah hubungan sekolah dan masyarakat didalam administrasi pendidikan terdapat pulasebuah prinsip-prinsip yang dapat menunjang kegiatan administrasi dan mencapai tujuan administrasi pendidikan karena prinsip ini merupakan sesuatu yang dijadikan sebagai pengayaan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. d.Bandung:PT Remaja Rosda Karyta Soetjipto dan Kosasi.Profesi keguruan.2007.Yusak. Adanya peralatan dan perlengkapan (non manusia ) yang harus ditata 5.Bandung:Pustaka setia Purwanto. b. g. Adanya penataan dan pengaturan dari kerja sana tsb 3.2005.a. Adanya SDM (sumber daya manusia/personal) yang harus ditata 4.

2. kenyamanan yang dapat menimbulkan kebanggaan dan rasa memiliki baik dari warga sekolah maupun warga masyarakat sekitarnya. sehingga akan tercipta keserasian.5 <!--[endif]-->Bagaimanakah fungsi administrasi sarana dan prasarana? <!--[if !supportLists]-->1.1 <!--[endif]-->Latar Belakang Administrasi sarana dan prasarana pendidikan merupakan hal yang sangat menunjang atas tercapainya suatu tujuan dari pendidikan.2 <!--[endif]-->Rumusan Masalah <!--[if !supportLists]-->1.6 <!--[endif]-->Apakah tujuan administrasi sarana dan prasarana? <!--[if !supportLists]-->1. serta kurangnya minat dari mereka untuk mengetahui dan memahaminya dengan sungguh sungguh.3 <!--[endif]-->Tujuan . sebagai seorang personal pendidikan kita dituntut untuk menguasi dan memahami administrasi sarana dan prasarana. untuk meningkatkan daya kerja yang efektif dan efisien serta mampu menghargai etika kerja sesama personal pendidikan.<!--[if !supportLists]-->1. <!--[if !supportLists]-->1.2.3 <!--[endif]-->Bagaimanakah hubungan antara sarana dan prasarana dengan program pengajaran? <!--[if !supportLists]-->1.4 <!--[endif]-->Bagaimanakah pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan? <!--[if !supportLists]-->1.2.2 <!--[endif]-->Apa saja komponen sarana dan prasarana pendidikan? <!--[if !supportLists]-->1.2.2. Lingkungan pendidikan akan bersifat positif atau negatif itu tergantung pada pemeliharaan administrasi sarana dan prasarana itu sendiri.1 <!--[endif]-->Bagaimanakah macam-macam sarana dan prasarana? <!--[if !supportLists]-->1. Terbatasnya pengetahuan dari personal tata usaha sekolah akan administrasi sarana dan prasarana pendidikan. maka dari itu kami menyusun makalah ini.2.

misalnya.3.3. Laboratorium dsb. bangunan sekolah. sarana pendididkan terdiri dari 3 kelompok besar yaitu : <!--[if !supportLists]-->a. Buku.3. misalnya: lokasi/tempat.6 <!--[endif]-->Mengetahui tujuan administrasi sarana dan prasarana pendidikan PEMBAHASAN ADMINISTRASI SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN Secara Etimologis (bahasa) prasarana berarti alat tidak langsung untuk mencapai tujuan dalam pendidikan.<!--[if !supportLists]-->1.2 <!--[endif]-->Mengetahui komponen sarana dan prasarana pendidikan <!--[if !supportLists]-->1.3 <!--[endif]-->Mengetahui hubungan antara sarana dan prasarana dengan program pengajaran <!--[if !supportLists]-->1. Menurut keputusan menteri P dan K No 079/ 1975.3.5 <!--[endif]-->Mengetahui fungsi administrasi sarana dan prasarana <!--[if !supportLists]-->1. Dengan demikian dapat di tarik suatau kesimpulan bahwa Administrasi sarana dan prasarana pendidikan itu adalah semua komponen yang sacara langsung maupun tidak langsung menunjang jalannya proses pendidikan untuk mencapai tujuan dalam pendidikan itu sendiri.4 <!--[endif]-->Mengetahui pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan <!--[if !supportLists]-->1.1 <!--[endif]-->Mengetahui macam-macam sarana dan prasarana <!--[if !supportLists]-->1. lapangan olahraga.3. uang dsb. <!--[endif]-->Bangunan dan perabot sekolah . Ruang.3. Perpustakaan. Sedangkan sarana berarti alat langsung untuk mencapai tujuan pendidikan.

<!--[endif]-->Alat pelajaran yang terdiri dari pembukuan .<!--[if !supportLists]-->b. menurut konsepsi modern guru bertugas sebagai administrator dan bertanggung jawab kepada kepala sekolah. Guru menurut konsepsi lama bertugas untuk mengatur ketertiban penggunaan sarana sekolah. Sedangkan administrasi sarana dan prasarana itu sendiri mempunyai peranan yang sangat penting bagi terlaksananya proses pembelajaran di sekolaah serta menunjang tercapainya tujuan pendidikan di sebuah sekolah baik tujuan secara khusus maupun tujuan secara umum. Menurut konsepsi modern administrasi sarana dan prasarana itu adalah suatu proses seleksi dalam penggunaan sarana dan prasarana yang ada di sekolah. Seperangkat kegiatan dalam mempertahankan ketertiban penggunaan sarana dan prasarana di sekolah melalui penggunaan di siplin (pendekatan otoriter ) 2. Seperangkat kegiatan untuk mempertahankan ketertiban sarana dan prasarana sekolah dengan melalui pendekatan intimidasi 3. <!--[if !supportLists]-->b. Seperangkat kegiatan untuk memaksimalkan penggunaan sarana dan prasarana sekolah dalam proses pembelajaran (pendekatan permisif) . alat-alat peraga dan laboratorium. Terdapat beberapa pemahaman mengenai administrasi sarana dan prasarana di antaranya adalah : <!--[if !supportLists]-->a. <!--[endif]-->Media pendidikan yang dapat di kelompokkan menjadi audiovisual yang menggunakan alat penampil dan media yang tidak menggunaakan alat penampil. <!--[endif]-->Berdasarkan konsepsi lama dan modern Menurut konsepsi lama administrasi sarana dan prasarana itu di artikan sebagai sebuah system yang mengatur ketertiban peralatan yang ada di sekolah . <!--[endif]-->Berdasarkan pandangan pendekatan operasional tertentu 1.<!--[if !supportFootnotes]-->[1]<!--[endif]--> Secara micro (sempit) kepala sekolahlah yang bertanggung jawab atas pengadaan sarana dan prasarana pendidikan yang di perlukan di sebuah sekolah. <!--[if !supportLists]-->c.

Dengan demikian adminitrasi sarana dan prasarana itu merupakan usaha untuk mengupayakan sarana dan alat peraga yang di butuhkan pada proses pembelajaran demi lancarnya dan tercapainya tujuan pendidikan . <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Ruang laboratorium ( tempat praktek) : tempat siswa mengembangkan pengetahuan sikap dan keterampilan serta tempat meneliti dengan menggunakan media yang ada untuk memecahkan suatu masalah atau konsep pengetahuan . Seperangkat kegiatan untuk mengembangkan sarana dan prasarana sekolah 6. <!--[endif]-->Ruang kesenian: adalah tempat berlangsungnya kegiatan-kegiatan seni .1 MACAM ± MACAM SARANA DAN PRASARANA Adapun macam-macam sarana dan prasarana yang di perlukan di sekolah demi kelancaran dan keberhasilan kegiatan proses pendidikan sekolah adalah : <!--[if !supportLists]-->1. Seperangkat kegiatan untuk mengefektifkan penggunaan sarana dan prasarana sekolah sesuai dengan program pembelajaran (pendekatan intruksional) 5. <!--[endif]-->Ruang perpustakaan: tempat koleksi berbagai jenis bacaan bagi siswa dan dari sinilah siswa dapat menambah pengetahuan. <!--[endif]-->Ruang kelas: tempat siswa dan guru melaksanakan proses kegiatan belajar mengajar. <!--[endif]-->Ruang keterampilan adalah tempat siswa melaksanakan latihan mengenai keterampilan tertentu. <!--[if !supportLists]-->4. <!--[if !supportLists]-->5.<!--[if !supportFootnotes]-->[2]<!--[endif]--> 2. <!--[if !supportLists]-->3. Seperangkat kegiatan untuk mempertahankan keutuhan dan keamanan dari sarana dan prasarana yang ada di sekolah.4. Pengertian lain dari administrasi sarana dan prasarana adalah suatu usaha yang di arahkan untuk mewujudkan suasana belajar mengajar yang efektif dan menyenangkan serta dapat memotivasi siswa untuk belajar dengan baik sesuai dengan kemampuan dan kelengkapan sarana yang ada.

<!--[if !supportLists]-->6. diantaranya adalah sebagai berikut : <!--[if !supportLists]-->a. <!--[endif]-->Fasilitas olah raga: tempat berlangsungnya latihan-latihan olahraga. Adapun masalah yang sering timbul dalam pemeliharaan sarana dan prasarana di sekolah adalah pengrusakan yang di lakukan oleh siswa ±siswa di sekolah itu sendiri. <!--[endif]-->Melakukan sistem pencatatan yang tepat sehingga mudah di kerjakan. <!--[endif]-->Memupuk rasa tanggung jawab kepada siswa untuk menjaga dan memelihara keutuhan dari sarana dan prasarana sekolah yang ada. <!--[endif]-->Sarana dan prasarana sekolah di siapkan yang prima sehingga tidak mudah di rusak <!--[if !supportLists]-->3. <!--[if !supportLists]-->b. <!--[if !supportLists]-->c. . <!--[if !supportLists]--><!--[endif]-->Pemeliharaan sarana dan prasarana Untuk menyempurnakan pelaksanaan administrasi sarana dan prasarana para ahli menyarankan beberapa pedoman pelaksanaan administrasinya. <!--[if !supportLists]-->4. Namun ada beberapa upaya yang bisa di lakukan dalam menangani masalah tersebut diantaranya adalah : <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Kepala sekolah tidak terlalu menyibukkan diri secara langsung dengan urusan pelaksanaan administrasi sarana dan prasarana pengajaran. <!--[endif]-->Senantiasa di tinjau dari segi pelayanan untuk turut memperlancar pelaksanaan program pengajaran. <!--[endif]-->Membangkitkan rasa memiliki sekolah pada siswa ±siswi <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Membina siswa untuk disiplin dengan cara yang efektif dan di terima oleh semua siswa .

1 <!--[endif]-->LAHAN Lahan yang di perlukan untuk mendirikan sekolah harus di sertai dengan tanda bukti kepemilikan yang sah dan lengkap (sertifikat). adapun jenis lahan tersebut harus memenuhi beberapa kriteria antara lain : . <!--[if !supportLists]--><!--[endif]-->Prinsip dan tata tertib.<!--[if !supportFootnotes]-->[3]<!--[endif]--> 2. <!--[endif]-->Memberikan pelatihan pada petugas untuk peningkatan kerjanya. <!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Membina hubungan kerja sama yang baik dengan petugas <!--[if !supportLists]-->2. Setiap sekolah memiliki prinsip-prinsip dan tata tertib mengenai penggunaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah. hal itu bertujuan untuk mempermudah administrator dalam mengawasi dan mengatur sarana dan prasarana yang ada di sekolah tersebut.2. <!--[endif]-->Mengawasi pembaharuan dan perbaikan sarana dan prasarana <!--[if !supportLists]-->5.2 KOMPONEN-KOMPONEN ADMINISTRASI SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN <!--[if !supportLists]-->2. oleh karena itu para petugas yang berhubungan dengan sarana dan prasarana sekolah bertanggung jawab langsung kepada kepala sekolah Adapun kebijaksanaan yang di perlukan dalam memelihara dan mengelola sarana dan prasarana sekolah adalah : <!--[if !supportLists]-->1. <!--[if !supportLists]-->4.Koordinasi dalam mengelola dan memelihara sarana dan prasarana sekolah agar tetap prima adalah tugas utama dari administrator . <!--[endif]-->Memimpin kerja sama dengan staf yang membantu petugas. <!--[endif]-->Mengadakan inspeksi secara periodik dan teliti terhadap sarana dan prasarana.

1. Ruang Laaboraatorium 5. Ruang administrasi terdiri dari : a. <!--[endif]-->Ruang penunjang . Ruang keteraampilan <!--[if !supportLists]-->b. <!--[if !supportLists]-->2. Ruang kepala sekolah 3. Ruang tata usaha 2. <!--[if !supportLists]-->c. Lokasi sekolah harus berada di wilayah pemukiman yang sesuai dengan cakupan wilayah sehingga mudah di jangkau dan aman dari gangguan bencana alam dan lingkungan yang kurang baik. <!--[if !supportLists]-->b. Ruang kesenian 3.<!--[if !supportLists]-->a. <!--[endif]-->Ruang administrasi Ruang Administrasi berfungsi untuk melaksanakan berbagai kegiatan kantor. <!--[endif]-->Lahan pengembangan adalah lahan yang di butuhkan untuk pengembangan bangunan dan kegiatan praktek. Ruang guru 4. Ruang teori sejumlah rombel 4. Ruang Olah raga 6.2 <!--[endif]-->RUANG Secara umum jenis ruang di tinjau dari fungsinya dapat di kelompokkan dalam <!--[if !supportLists]-->a. <!--[endif]-->Lahan terbangun adalah lahan yang diatasnya berisi bangunan . 1. <!--[endif]-->Lahan terbuka adalah lahan yang belum ada bangunan diatasnya. <!--[endif]-->Ruang pendidikan Ruang pendidikan berfungsi untuk menampung proses kegiatan belajar mengajar teori dan praktek antara lain : a. Ruang perpustakaaan 2. <!--[endif]-->Lahan kegiatan praktek adalah lahan yang di gunakan untuk pelaksanaan kegiatan praktek <!--[if !supportLists]-->d.2. Gudang <!--[if !supportLists]-->c.

sehingga dengan demikian proses pembelajaran tersebut akan berjalan dengan optimal. . <!--[endif]-->Perabot penunjang Perabot penunjang adalah perabot yang di gunakan / di butuhkan dalam ruang penunjang. Ruang Ibadah 5.3 <!--[endif]-->PERABOT Secara umum perabot sekolah mendukung 3 fungsi yaitu : fungsi pendidikan. <!--[if !supportLists]-->b. <!--[endif]-->Perabot administrasi Perabot administrasi adalah perabot yang di gunakan untuk mendukung kegiatan kantor. Adapun Jenis. <!--[endif]-->Perabot pendidikan Perabot pendidikan adalah semua jenis mebel yang di gunakan untuk proses kegiatan belajar mengajar. 4. fungsi penunjang. 3. 1. Ruang serbaguna Ruang koperasi sekolah 6. 2. seperti perabot perpustakaan. <!--[if !supportLists]-->2.4 <!--[endif]-->ALAT DAN MEDIA PENDIDIKAN Setiap mata pelajaran sekurang ± kurangnya memiliki satu jenis alat peraga praktek yang sesuai dengan keperluan pendidikan dan pembelajaran. jenis perabot ini hanya tidak baku / terstandart secara internasional.Ruang penunjang berfungsi untuk menunjang kegiatan yang mendukung proses kegiatan belajar mengajar antara lain : a. Ruang UKS Ruang OSIS 7. Jenis perabot sekolah di kelompokkan menjadi 3 macam : <!--[if !supportLists]-->a. Ruang WC/ kamar mandi Ruang BP <!--[if !supportLists]-->2. perabot UKS.2. fungsi administrasi. perabot OSIS dsb. <!--[if !supportLists]-->c. bentuk dan ukurannya mengacu pada kegiatan itu sendiri.2.

<!--[if !supportLists]-->2.2.5 <!--[endif]-->BUKU ATAU BAHAN AJAR Bahan ajar adalah sekumpulan bahan pelajaran yang di gunakan dalam kegiatan proses belajar mengajar. Bahan ajar ini terdiri dari <!--[if !supportLists]-->a. <!--[endif]-->BUKU PEGANGAN Buku pegangan di gunakan oleh guru dan peserta didik sebagai acuan dalam pembelajaran yang bersifat Normatif, adaptif dan produktif. <!--[if !supportLists]-->b. <!--[endif]-->BUKU PELENGKAP Buku ini di gunakan oleh guru untuk memperluas dan memperdalam penguasaan materi <!--[if !supportLists]-->c. <!--[endif]--> BUKU SUMBER Buku ini dapat di gunakan oleh guru dan peserta didik untuk memperoleh kejelasan informasi mengenai suatu bidang ilmu / keterampilan. <!--[if !supportLists]-->d. <!--[endif]-->BUKU BACAAN Buku ini dapat di gunakan oleh guru dan peserta didik sebagai bahan bacaan tambahan (non fiksi) untuk memperluas pengetahuan dan wawasan serta sebagai bahan bacaan (fiksi ) yang bersifat relatif.<!--[if !supportFootnotes]->[4]<!--[endif]--> <!--[if !supportLists]-->2.3 <!--[endif]-->HUBUNGAN ANTARA SARANA DAN

PRASARANA DENGAN PROGRAM PENGAJARAN Jenis peralatan dan perlengkapan yang di sediakan di sekolah dan cara-cara pengadministrasiannya mempunyai pengaruh besar terhadap proses belajar mengajar. Persediaan yang kurang dan tidak memadai akan menghambat proses belajar mengajar , demikian pula administrasinya yang jelek akan mengurangi kegunaan alatalat dan perlengkapan tersebut, sekalipun peralatan dan perlengkapan pengajaran itu keadaannya istimewa. Namun yang lebih penting dari itu semua adalah penyediaan

sarana di sekolah di sesuaikan dengan kebutuhan anak didik serta kegunaan hasilnya di masa mendatang. <!--[if !supportLists]-->2.4 <!--[endif]-->PEMELIHARAAN SARANA DAN

PRASARANA PENDIDIKAN Pemeliharaan merupakan kegiatan penjagaan atau pencegahan dari kerusakan suatu barang, sehingga barang tersebut selalu dalam kondisi baik dan siap pakai. Pemeliharaan dilakukan secara continue terhadap semua barang-barang inventaris kadang-kadang dianggap sebagai suatu hal yang sepele, padahal pemeliharaan ini merupakan suatu tahap kerja yang tidak kalah pentingnya engan tahaptahap yang lain dalam administrasi sarana dan prasarana. Sarana dan prasarana yang sudah dibeli dengan harga mahal apabila tidak dipelihara maka tidak dapat dipergunakan. Pemeliharaan dimulai dari pemakai barang, yaitu dengan berhati-hati dalam menggunakannya. Pemeliharaan yang bersifat khusus harus dilakukan oleh petugas professional yang mempunyai keahlian sesuai dengan jenis barang yang dimaksud. Pelaksanaan barang inventaris meliputi: <!--[if !supportLists]-->a. <!--[endif]-->Perawatan <!--[if !supportLists]-->b. <!--[endif]-->Pencegahan kerusakan <!--[if !supportLists]-->c. <!--[endif]-->Penggantian ringan Pemeliharaan berbeda dengan rehabilitasi, rehabilitasi adalah perbaikan berskala besar dan dilakukan pada waktu tertentu saja.<!--[if !supportFootnotes]-->[5]<!-[endif]--> <!--[if !supportLists]-->2.5 <!--[endif]-->FUNGSI ADMINISTRASI SARANA DAN PRASARANA Selain memberi makna penting bagi terciptanya dan terpeliharanya kondisi sekolah yang optimal administrasi sarana dan prasarana sekolah berfungsi sebagai:

<!--[if !supportLists]-->a. <!--[endif]-->Memberi dan melengkapi fasilitas untuk segala kebutuhan yang di perlukan dalam proses belajar mengajar. <!--[if !supportLists]-->b. <!--[endif]-->Memelihara agar tugas-tugas murid yang di berikan oleh guru dapat terlaksana dengan lancar dan optimal. Fungsi administrasi yang di pandang perlu dilaksanakan secara khusus oleh kepala sekolah adalah : <!--[if !supportLists]-->2.5.1 <!--[endif]-->Perencanaan Perencanaan dapat di pandang sebagai suatu proses penentuan dan penyusunan rencana dan program-program kegiatan yang akan di lakukan pada masa yang akan datangsecara terpadu dan sistematis berdasarkan landasan ,prinsip-prinsip dasardan data atau informasi yang terkait serta menggunakan sumber-sumber daya lainnya dalam rangka mencapai tujuan yang telah di tetapkan sebelumnya. Rencana tersebut hendaknya memiliki sifat-sifat sbb <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Harus jelas Kejelasan ini harus terlihat pada tujuan dan sasaran yang hendak di capai, jenis dan bentuk, tindakan (kegiatan) yang akan di laksanakan, siapa pelaksananya, prosedur, metode dan teknis pelaksananya, bahan dan peralatan yang di perlukan serta waktu dan tempat pelaksanaan <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Harus realistis Hal ini mengandung arti bahwa ; <!--[if !supportLists]-->a. <!--[endif]-->rumusan, tujuan serta target harus mengandung harapan yang memungkinkan dapat di capai baik yang menyangkut aspek kuantitatif maupun kualitatifnya. Untuk itu harapan tersebut harus di susun berdasarkan kondisi dan kemampuan yang di miliki oleh sumberdaya yang ada.

5. <!--[endif]-->jenis dan bentuk kegiatan harus relevan dengan tujuan dan target yang hendak di capai.. <!--[if !supportLists]-->b. <!--[endif]-->rencana harus memiliki tata urut yang teratur dan di susun berdasarkan skala prioritas. Pengorganisasian ini meliputi langkahlangkah antara lain : <!--[if !supportLists]-->a. <!--[endif]-->rencana harus memperlihatkan unsurunsurnya baik yang bersifat insani maupun non insani sebagai komponenkomponen yang bergantung satu sama sama lain.<!--[if !supportLists]-->b. <!--[endif]-->Rencana harus terpadu <!--[if !supportLists]-->a. <!--[if !supportLists]-->2. <!--[if !supportLists]-->3.2 <!--[endif]-->Pengorganisasian Pengorganisasian adalah suatu proses yang menyangkut perumusan dan rincian pekerjaan dan tugas serta kegiatan yang berdasarkan struktur organisasi formal kepada orang-orang yang memiliki kesanggupan dan kemampuan melaksanakan nya sebagai prasyarat bagi terciptanya kerjasama yang harmonis dan optimal ke arah tercapainya tujuan secara efektif dan efisien. berinteraksi dan bergerak bersama secara sinkron kearah tercapainya tujuan dan target yang telah di tetapkan sebelumnya. <!--[endif]-->Mengidentifikasi tujuan-tujuan dan sasaran yang telah di tetapkan sebelumnya. . metode dan teknis pelaksanaan harus relevan dengan tujuan yangnhendak di capai serta harus memungkinkan kegiatan yang telah di pilih dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien. <!--[if !supportLists]-->c. <!--[endif]-->prosedur. <!--[endif]-->Sumberdaya manusia yang akan melaksanakan kegiatan tersebut harus memiliki kemampuan dan motivasi serta aspek pribadi lainnya yang memungkinkan terlaksananya tugas dan kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya . <!--[if !supportLists]-->d.

5 <!--[endif]-->Pengkoordinasian Fungsi ini menyangkut upaya kepala sekolah untuk menyelaraskan gerak langkah dan memelihara prinsip taat asas (konsisten) pada setiap dan seluruh guru dalam melaksanakan seluruh tugas dan kegiatannya agar dapat tujuan dan sasaran yang telah di rencanakan .4 <!--[endif]-->Memberikan arahan Fungsi ini menyangkut upaya kepala sekolah untuk memberikan informasi.Hal ini di lakukan oleh kepala sekolah melalui pembinaan kerja sama antar guru. . dan antar guru dengan pihak-pihak luar yang terkait.5. <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Menentukan personil yang memiliki kesanggupan dan kemampuan untuk melaksanakan tugas dan kegiatan tersebut.3 <!--[endif]-->Menggerakkan Fungsi ini menyangkut upaya kepala sekolah untuk memberikan pengaruhpengaruh yang dapat menyebabkan guru tergerak untuk melaksanakan tugas dan kegiatannya secara bersama-bersama dalam rangka mencapai tujuan secara efektif dan efisien.<!--[if !supportLists]-->b. mengenai waktu dan tempatnya. <!--[if !supportLists]-->d. Fungsi ini berlaku sepanjang proses pelaksanaan kegiatan. petunjuk. <!--[if !supportLists]-->2. kesulitan atau kegagalan dalam melaksanakan tugas. Di samping itu penyelarasan dan ketaatan pada sas diupayakan agar fungsi yang satu gengan yang lainnya dapat mercapai dan memenuhi target yang di tetapkan sebelumnya. <!--[endif]-->Mengkaji kembali pekerjaan yang telah di rencanakan dan merincinya menjadi sejumlah tugasdan menjabarkan menjadi sejumlah kegiatan. <!--[endif]-->Memberikan informasi yang jelas kepada guru tentang tugas kegiatan yang harus di laksanakan. <!--[if !supportLists]-->c. serta bimbingan kepada guru yang di pimpinnya agar terhindar dari penyimpangan. serta hubungan kerja dengan pihak yangn terkait. <!--[if !supportLists]-->2.5.5.

Dengan demikian dalam melaksanakan fungsi ini kepala sekolah dapat menggunakan sekurang-kurangnya 3 pendekatan yaitu : <!--[if !supportLists]-->a.5. <!--[if !supportLists]-->e.6 <!--[endif]-->Pengendalian Fungsi ini mencakup upaya kepala sekolah untuk: <!--[if !supportLists]-->a.5. <!--[endif]-->Mengujicobakan atau menerapkan cara pemecahan masalah yang telah dipilih guna menghilagkan atau mengurangi kesenjangan antara harapan dan kenyataan. <!--[endif]-->Pengendalian yang bersifat perbaikan. <!--[endif]-->Mengidentifikasi permasalahan yang timbul dalam pelaksanaan kegiatan beserta faktor-faktor penyebabnya. <!--[endif]-->Pengendalian yang bersifat pencegahan <!--[if !supportLists]-->b. <!--[if !supportLists]-->c. <!--[endif]-->Pengendalian langsung <!--[if !supportLists]-->c. Sekurangkurangnya mereka di harapkan mampu dan mau memodifikasi hal-hal atau cara-cara yang lebih baik atau lebih efektif dan . <!--[endif]-->Mengamati seluruh aspek dan unsur persiapan dan pelaksanaan program-program kegiatan yang telah di rencanakan <!--[if !supportLists]-->b. <!--[endif]-->Mencari dan menyarankan atau menentukan cara-cara pemecahan masalah-masalah tersebut. <!--[if !supportLists]-->d.dengan demikian kepala sekolah dan guru-guru perlu mencari atau menciptakan cara-cara kerja atau hal-hal yang baru yang lebih sesuai dengan kebutuhan. <!--[if !supportLists]-->2.<!--[if !supportLists]-->2.7 <!--[endif]-->Inovasi Fungsi ini menyangkut upaya kepala sekolah untuk menciptakan kondisikondisi yang memungkinkan diri para guru untuk melakukan tindakantindakan atau usaha-usaha yang bersifat kreatif inovatif. <!--[endif]-->Menilai seberapa jauh kegiatan-kegiatan yang ada dapat mencapai sasaran-sasaran dan tujuan.

<!--[endif]-->mewujudkan situasi dan kondisi sekolah yang baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar . Dalam melakukan fungsi ini kepala sekolah perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut: <!--[if !supportLists]-->a. sedangkan subsistem administrasi sarana dan prasarana dalam sekolah bertujuan untuk menunjang tercapainya tujuan pendidikan sekolah tersebut.hal ini juga akan menumbuhkan sikap dan daya kreatif warga sekolah itu sendiri. yang terlibat langsung dalam pendidkan tersebut. agar pembaharuan pendidikan dapat muncul dari warga sekolah .efisien. <!--[if !supportLists]-->b. Mengingat sekolah itu merupakan subsistem pendidikan nasional maka tujuan dari administrasi sarana dan prasarana itu bersumber dari tujuan pendidikan nasional itu sendiri . <!--[endif]-->Jika mampu menemukan atau menciptakan sesuatu hal atau cara baru. Administrasi sarana dan prasarana semakin lama di rasakan semakin rumit karena pendidikan juga menyangkut masyarakat atau orang tua murid. Adapun tujuan dari administrasi sarana dan prasarana itu adalah : <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Harus di sadari bahwa sesuatu yang baru belum tentu lebih baik dari yang lama. baik tujuan khusus maupun tujuan secara umum. <!--[if !supportLists]-->2.yang .6 <!--[endif]-->TUJUAN ADMINISTRASI SARANA DAN PRASARANA Adapun yang menjadi tujuan dari administrasi saran dan prasarana adalah tidak lain agar semua kegiatan tersebut mendukung tercapainya tujuan pendidikan. ia tidak perlu memandang rendah yang lama <!--[if !supportLists]-->c. <!--[endif]-->Perlu di konsultasikan kepada pihak-pihak yang berwenang. Oleh karena itu apabila administrasi sarana dan prasarana berjalan dengan baik maka semakin yakin pula bahwa tujuan pendidikan akan tercapai dengan baik.

<!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi dalam pembelajaran <!--[if !supportLists]-->3.1.sifat individunya. dan intelektual siswa dalam proses pembelajaran <!--[if !supportLists]-->4.1 <!--[endif]-->Administrasi sarana dan prasarana adalah suatu usaha yang di arahkan untuk mewujudkan suasana belajar mengajar yang efektif dan menyenangkan serta dapat memotivasi siswa untuk belajar dengan baik sesuai dengan kemampuan dan kelengkapan sarana yang ada. PENUTUP 3.1 Kesimpulan Kesimpulan dari makalah ini adalah : <!--[if !supportLists]-->3. budaya serta sifat.1. emosional.memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan kemampuan semaksimal mungkin.2 Saran .1. <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Menyediakan dan mengatur fasilitas serta perabot belajar yang mendukung dan memungkinkan siswa belajar sesuai dengan lingkungan sosial. <!--[if !supportLists]-->3. 3.2 <!--[endif]-->Adapun masalah yang sering timbul dalam pemeliharaan sarana dan prasarana di sekolah adalah pengrusakan yang di lakukan oleh siswa ±siswa di sekolah itu sendiri. ekonomi. <!--[endif]-->Membina dan membimbing siswa sesuai dengan latar belakang sosial.3 <!--[endif]-->Adapun yang menjadi tujuan dari administrasi saran dan prasarana adalah agar semua kegiatan administrasi sarana dan prasarana mendukung tercapainya tujuan pendidikan <!--[if !supportLists]-->3.4 <!--[endif]-->Tujuan dari administrasi sarana dan prasarana itu bersumber dari tujuan pendidikan nasional.1.

<!--[if !supportFootnotes]-->[2]<!--[endif]--> Http://Media. Profesi Keguruan.Go. Hlm 33. Hlm 53. Sutisna. Soetjipto. Penerbit Angkasa. Rineka Cipta. Administrasi Pendidikan. !985 Burhanuddin. Tinggalkan sebuah Komentar . DAFTAR PUSTAKA Soetjipto. Administrasi Pendidikan. Bandung.3 <!--[endif]-->Agar kita tidak ketinggalan maka kita harus aktif mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan yang semakin lama semakin berkembang seiring dengan perkembangan zaman supaya tidak gaptek ( gagap teknologi ) . 2005 <!--[if !supportFootnotes]--> <!--[endif]--> <!--[if !supportFootnotes]-->[1]<!--[endif]--> Yusak Burhanudin. Bab II. Profesi Keguruan.2.Diknas.Id Oteng. Prof.2. Aministrasi Pendidikan. Bandung.Id <!--[if !supportFootnotes]-->[3]<!--[endif]--> Sutisno.Diknas. Yusak. Hlm 77.2 <!--[endif]-->Sebagai seorang personal administrasi pendidikan berusahalah untuk belajar dan belajar lagi lebih giat dalam memahami dan mendalami administrasi sarana dan prasarana demi terwujudnya tujuan dari pendidikan nasional <!--[if !supportLists]-->3.Go. Oteng. Pustaka Setia.<!--[if !supportLists]-->3. Jakarta. Bab III. <!--[if !supportFootnotes]-->[4]<!--[endif]--> Ibid«. Administrasi Pendidikan. 2004 Http://Media. Hlm 172. Bab VII. <!--[if !supportFootnotes]-->[5]<!--[endif]--> Prof.

<!--[if !supportLists]-->d. fungsi-fungsi khusus. Ciri-ciri organisasi sebagai birokrasi menurut Max Weber adalah sebagai berikut : <!--[if !supportLists]-->a. <!--[endif]-->Dalam organisasi hubungan kerja sama yang ada di dalamnya bersifat struktural atau merupakan hubungan hierarki yang di dalamnya berisi wewenang. seorang pakar sosiologi Jerman. interaksi dengan lingkungan yang mendukung.PENGELOLAAN SUMBER DAYA MANUSIA DI SEKOLAH 11 f 2008 pada 10:01 am (Administrasi dan Supervisi) Tags: Pendidikan PENDAHULUAN Birokrasi sebagai salah satu sistem dalam pemerintahan. tugas-tugas. <!--[endif]-->Dalam organisasi terdapat proses interaksi antar sekelompok manusia dalam mencapai tujuan. tangung jawab dan pembagian kerja (a hierarchy of authority ). seperti kedudukan yang bersifat hierarki. <!--[if !supportLists]-->e. di dalamnya ditandai dengan berbagai indikasi. hubungan otoritas. Kelompok-kelompok manusia yang dimaksud . <!--[endif]-->Dalam organisasi terdapat aturan yang mengatur proses interaksi diantara orang-orang yang melakukan kerja sama . <!--[if !supportLists]-->c. peraturan dan undang-undang yang mengatur pengelolaan. Sekolah sebagai suatu organisasi di dalamnya terhimpun kelompok-kelompok manusia yang masing-masing baik secara perorangan maupun kelompok saling melakukan hubungan kerja sama untuk mencapai tujuan. <!--[endif]-->Dalam interaksi mencapai tujuan ada pembagian tugas. <!--[if !supportLists]-->b. Menurut Max Weber (Wahjosumidjo. birokrasi adalah salah satu bentuk ideal organisasi. 2007 : 62). di mana titik sentral dari teori Weber ini diletakkan pada pola-pola interaksi yang legitimatif (legitimate interaction patterns) di antara para anggota organisasi dalam mencapai tujuan dan terlibat dalam kegiatan. <!--[endif]-->Di dalam organisasi terdapat sistem komunikasi dan sistem insentif.

Pembagian tugas ini diadakan untuk mendukung agar proses interaksi antar manusia dapat berjalan dengan baik. ialah sekelompok sumber daya manusia yang ditugasi untuk membimbing. pembagian tugas ini dilaksanakan dengan tegas oleh kepala sekolah. Dalam pembahasan ini. Tinjauan Awal Tentang Personalia Kepegawaian disebut juga personalia dan pegawainya disebut juga personel atau karyawan. 2005 : 65). Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia staf berarti sekelompok orang yang bekerja sama membantu seorang ketua dalam mengelola sesuatu. Pada prinsipnya yang dimaksud personel ialah orang-orang yang melaksanakan sesuatu tugas untuk mencapai tujuan. dan kelompok orang tua siswa. Job description ini merupakan manifestasi dari pemberdayaan sumber daya manusia (personal). Seringkali juga untuk mengasumsikan seorang pegawai menggunakan istilah staf. kapan. Guru sebagai tenaga pendidik. ( Suryosubroto. perlengkapan dan sebagainya. PENDAHULUAN 1. pustakawan. kepegawaian.adalah sumber daya manusia yang terdiri dari : Kepala Sekolah. peserta didik. Pegawai pada suatu sekolah ialah mereka yang tergabung dalam suatu sekolah untuk melaksanakan tugas dalam rangka mencapai tujuan pendidikan. Staf yang dimaksud dalam bahasan kita adalah sekelompok sumber daya manusia yang bertugas membantu kepala sekolah dalam mencapai tujuan sekolah yang terdiri dari para guru. sehingga masing-masing kelompok dan orang-orang dengan jelas melakukan tugas apa. Demikian juga di dalam kehidupan sekolah. pengelolaan personal ini difokuskan pada pengelolaan staf / karyawan non guru. laboran. tenaga administrasi / staf. (Burhanuddin. guru-guru. personel di sekolah meliputi unsur guru yang disebut tenaga edukatif dan unsnur karyawan yang disebut tenaga administratif. dan bagaimana melakukan tugas tersebut. mengajar dan atau melatih para peserta didik menuju ke arah perubahan . 2004 : 86 ). dan kelompok sumber daya manusia yang bertugas sebaai tenaga administrasi yang khusus dalam hal keuangan. Karena itu . Pada setiap organisasi di dalamnya selalu ada pembagian tugas.

ahli perpustakaan. Karena masing-masing sumber daya manusia mempunyai peranan yang strategis. mengadakan fasilitas. Pustakawan adalah orang yang bergerak di bidang perpustakaan. Pengelolaan atau manajemen tenaga kependidikan bertujuan untuk memberdayagunakan tenaga kependidikan secara efektif dan efisien untuk mencapai hasil yang optimal. Menejemen Personalia di Sekolah Keberadaan sumber daya manusia merupakan bagian integral dalam kehidupan suatu sekolah. Sehubungan dengan itu. mempekerjakan orang. namun tetap dalam kondisi yang menyenangkan. mengembangkan. laboran. dan sebagainya. kepegawaian. Oleh sebab itu. Secara umum kita akui bahwa keberhasilan usaha seseorang mempunyai hubungan yang erat dengan kualitas manusia yang melakukan usaha atau tugas tersebut. menentukan kebijaksanaan. Kualitas sumber daya manusia yang nampak melalui kompetensi yang dimilikinya merupakan hal esensial untuk menjadi manusia professional. dan memotivasi personil guna mencapai tujuan. Masalah ±masalah itu mencakup beberapa aspek. Tenaga administrasi atau administrator adalah pengurus. Keberhasilan sekolah sangat ditentukan oleh keberhasilan pimpinannya mengelola tenaga kependidikan yang tersedia di sekolah. pembinaan terhadap personal yang ada menjadi tanggung jawab kepala sekolah sebagai pimpinan tertinggi di suatu sekolah. Semua kegiatan tersebut memerlukan keterlibatan orang-orang dengan latar belakang kemampuan yang berbeda-beda . seperti pustakawan. penata usaha di bidang-bidang tertentu seperti keuangan. menggaji. seperti para guru yang professional. mencapai hasil dan mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan yang terpisah-pisah. Laboran adalah orang (ahli kimia dan sebagainya) yang bekerja di laboratorium. Begitu juga dengan keberhasilan suatu sekolah. fungsi personalia yang harus dilaksanakan pimpinan adalah menarik. 2. seperti mendefinisikan tujuan. perlengkapan dan sebagainya. .yang lebih baik. Banyak masalah yang tidak terpisahkan dari kehidupan sekolah sebagai suatu organisasi. Konsekwensinya setiap kepala sekolah harus memahami benar mengenai lingkup atau dimensi-dimensi kepegawaian. mengembangkan program. kelompok orang-orang yang tidak terlibat dalam tugas mengajar.

kebutuhan atau harapan. Namun adakalanya. apakah melalui promosi atau mutasi. Dalam rangka memenuhi kebutuhan pegawai pada suatu sekolah. maupun praktek. Rekruitmen merupakan proses identifikasi calon-calon staf yang secara potensial akan diterima. maka pimpinan menentukan kemungkinan penempatannya. maka diperlukan adanya rencana kepegawaian. motivasi serta keahlian yang dimiliki sesuai dengan kebutuhan atau jenis pekerjaan / kedudukan yang diberikan pada mereka. Identifikasi dibedakan menjadi rekruitmen dan seleksi. Sedang seleksi merupakan proses pemilihan calon-calon yang tingkat kualitasnya seperti kepribadian. Untuk mengelola sumber daya manusia agar memiliki kecakapan. maka hendaknya melalui tahapan ± tahapan sebagai berikut : a. Penempatan Bila rekruitmen pegawai telah mendapatkan calon ± calon pegawai yang sesuai dengan kualifikasi pegawai yang ditetapkan. Identifikasi staf / pegawai Tahapan ini erat kaitannya dengan rencana pengadaan pegawai. motivasi serta kecakapan / keahlian memang betul-betul telah memiliki persyaratan untuk melaksanakan pekerjaan / jabatan khusus yang akan ditugaskan. lembaga ataupun organisasi. pada suatu organisasi. sehingga tercapai efektivitas sekolah yang pada ujungnya menghasilkan perubahan yang diharapkan pada anak didik. Seleksi itu biasanya dilakukan dengan serangkaian ujian baik secar lisan. pengadaan pegawai dapat didatangkan secara intern atau dari dalam organisasi saja. kepala sekolah sebagai seorang pemimpin harus mampu mengolah dan memanfaatkan segala sumber daya manuasi yang ada.Oleh sebab itu. b. motivasi dan kreativitas secara maksimal. Tujuan pokok penempatan adalah mencari kepastian secara maksimal . keinginan atau harapan. Identifikasi staf atau pegawai merupakan pengenalan terhadap kualitas yang dimiliki oleh para calon staf baik dari sisi derajat kepribadian. Namun sebelumnya harus dilakukan analisis pekerjaan ( job analysis ) dan analisis jabatan untuk memperoleh diskripsi tentang tugas ± tugas dan pekerjaan yang harus dilaksanakan.

Menurut Ismed Syarif. prestasi individu dan peran sertanya dalam kegiatan sekolah. Bagi para pegawai. jalur.<!--[endif]-->Kemampuan kerja <!--[if !supportLists]-->. kelebihan. d. Evaluasi Untuk mengetahui sejauh mana tingkat kemampuan dan keberhasilan pegawai seorang pimpinan perlu mengadakan evaluasi terhadap kinerja pegawainya. Tahapan ini berkaitan erat dengan pembinaan dan pengembangan staf atau pegawai. 2007 : 42 ± 45 ).<!--[endif]-->Kerajinan <!--[if !supportLists]-->. kekurangan dan potensi yang pada gilirannya bermanfaat untuk menentukan tujuan. dan pengembangan karir. yaitu : <!--[if !supportLists]-->. Penyesuaian diri Tujuan utama penyesuaian adalah untuk membantu seorang pegawai baru memahami dan beradaptasi pada harapan. penilaian berguna sebagai umpan balik berbagai hal. Penilaian ini tidak hanya penting bagi sekolah.tentang kesesuaian antara jabatan / tugas yang harus diisi dengan kemampuan dan keahlian individu serta karakteristik pribadi para individu. seperti kemampuan. tetapi juga bagi pegawai itu sendiri. Penampilan yang dimaksud di sini mencakup. peran. ada beberapa hal yang penting untuk dinilai dalam daftar penilian pegawai. untuk memperbaiki. Kegiatan ini dapat dilakukan dengan cara on the job training dan in service training. dan mengembangkan rasa ikut memiliki dan mengenali sekolah dan masyarakat. ( Mulyasa. menjaga dan meningkatkan kinerja pegawai. rencana. tetapi juga menyangkut karier pegawai.<!--[endif]-->Rasa tanggung jawab terhadap tugas .<!--[endif]-->Kepatuhan disiplin kerja <!--[if !supportLists]-->. dan juga kepribadian pegawai. c. Evaluasi mencakup penilian terhadap tingkat penampilan dari masing-masing personel / staf dalam mencapai hasil yang diharapkan. Kegiatan pembinaan dan pengembangan ini tidak hanya menyangkut aspek kemampuan. Di mana fungsi pembinaan dan pengembangan pegawai merupakan pengelolaan personil yang mutlak perlu.

Kompensasi adalah balas jasa yang diberikan organisasi kepada pegawai. Pemberhentian pegawai . fasilitas perumahan. yang dapat dinilai dengan uang dan mempunyai kecenderungan diberikan secara tetap. Masalah kompensasi merupakan salah satu bentuk tantangan yang harus dihadapi manajemen. maka perlu adanya perbaikan untuk meningkatkan professionalisme dan memperbaiki kelemahan dan kekurangan pegawai yang telah diidentifikasi. 2004 : 90 ± 91 ). akan tetapi sudah dikaitkan dengan harkat dan martabat manusia.<!--[endif]-->Kelakuan di dalam dan di luar dinas <!--[if !supportLists]-->. dapat juga berupa tunjangan. Kompensasi pegawai.<!--[endif]-->Pekerjaan pada umumnya ( Suryosubroto. e. 2007: 380 ). Pemberian kompensasi selain dalam bentuk gaji.<!--[endif]-->Hubungan kerja sama <!--[if !supportLists]-->. dan lain-lain. kendaraan.<!--[if !supportLists]-->. Hal ini mengacu pada arti daripada pendidikan dan latihan yang merupakan suatu program belajar yang direncanakan untuk menghasilkan anggota staf demi memperbaiki penampilan seseorang yang telah mendapatkan tugas menduduki jabatan ( Wahjosumidjo. Perbaikan itu bisa berupa pendidikan dan latihan yang merupakan suatu bentuk program pengembangan sumber daya manusia ( personal development ). Perbaikan Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan. f. g. karena imbalan oleh para pegawai tidak lagi dipandang semata-mata sebagai alat pemuas kebutuhan materialnya.<!--[endif]-->Kepemimpinan <!--[if !supportLists]-->.<!--[endif]-->Prakarsa (inisiatif) <!--[if !supportLists]-->.

<!--[if !supportLists]-->. sehingga mampu tampil dalam bentuk yang luar biasa. <!--[endif]-->Mempengaruhi orang-orang biasa.<!--[endif]-->Pemberhentian oleh sebab-sebab lain. <!--[if !supportLists]-->b. hilang. <!--[if !supportLists]-->e. <!--[if !supportLists]-->.3. . <!--[endif]-->Menciptakan kondisi dan suasana kondusif untuk meningkatkan pertumbuhan sikap kepeloporan / sukarela dan efektifitas individu secara maksimal.<!--[endif]-->Pemberhentian oleh dinas atau pemerintah. seperti meninggal dunia.Pemberhentian pegawai merupakan fungsi personalia yang menyebabkan terlepasnya pihak organisasi dan personil dari hak dan kewajiban sebagai lembaga tempat bekerja dan sebagai pegawai. Peranan Kepala Sekolah dalam Pengelolaan Personel Seorang kepala sekolah harus mampu mengerakkan sumber daya manusia yang memiliki kecakapan.bagi yang berstatus pns. <!--[endif]-->Menggunakan kepemimpinan yang membentuk organisasi kemanusiaan didalam cara yang sesuai antara kepentingan individu dengan kepentingan sekolah.<!--[endif]-->Pemberhentian atas permohonan sendiri. <!--[if !supportLists]-->d. . habis masa cuti tetapi tidak melaporkan. <!--[if !supportLists]-->c. <!--[endif]-->Menyesuaikan progam pendidikan secara terusmenerus terhadap kebutuhan hidup individu dan kebutuhan kompetisi di dalam masyarakat yang dinamis. <!--[endif]-->Memungkinkan sekolah mengatasi ketidakpastian atau kelemahan (infirmity). Sebab-sebab pemberhentian pegawai ini dapat dikelompokkan kedalam tiga jenis yaitu : <!--[if !supportLists]-->. dan lain-lain. Untuk selanjutnya mungkin masing-masing pihak terikat dalam perjanjian dan ketentuan sebagai bekas pegawai. motivasi dan kreativitas secara maksimal untuk : <!--[if !supportLists]-->a.

<!--[if !supportLists]-->l. yang pada akhirnya akan tercipta keserasian antara tujuan organisasi dan usaha-usaha individu. <!--[endif]-->Pergantian yang berlebih-lebihan. <!--[endif]-->Supervisi yang tidak tepat. <!--[endif]-->Kesenjangan komunikasi. Dan yang penting juga untuk diketahui bahwa di dalam organisasi seperti sekolah akan selalu terjadi problem kemanusiaan. Peranan sumber daya manusia terkait erat dengan keberhasilan sebuah organisasi. <!--[endif]-->Keusangan personil. <!--[endif]-->Rekruitmen dan usaha seleksi yangh tidak produktif. <!--[if !supportLists]-->i. <!--[if !supportLists]-->j. <!--[if !supportLists]-->h. <!--[if !supportLists]-->d. <!--[endif]-->Ketiadaan ( lack ) otoritas. dan . <!--[endif]-->Ketidaklenturan karir. 2007 ) adalah sebagai berikut : <!--[if !supportLists]-->a. <!--[endif]-->Kedudukan yang tidak aman. <!--[endif]-->Kelambatan dan ketidakhadiran. <!--[if !supportLists]-->g. Castetter ( dalam Wahjosumidjo.( Wahjosumidjo. yang menurut William B. <!--[if !supportLists]-->b. <!--[endif]-->Ketidakpuasan jabatan. <!--[if !supportLists]-->e. <!--[if !supportLists]-->k. <!--[endif]-->Pemberian kompensasi yang tidak seimbang. 2007 ).ketidakadilan pemberian tugas dan kesempatan promosi. <!--[if !supportLists]-->c. <!--[if !supportLists]-->f. <!--[endif]-->Pemberian penghargaan yang tidak efektif. berinisiatif dan berkreativitas dalam melaksanakan tugas-tugasnya sehingga terjadi hubungan proses administrasi. Strategi kepegawaian yang mengacu kepada lima hal diatas memerlukan konsentrasi kepemimpinan dalam arti kesungguhan dalam mencapai tujuan organisasi yaitu memelihara para anggotanya.

<!--[endif]-->Sumber daya manusia merupakan suatu komponen penting dari keseluruhan perencanaan organisasi. <!--[if !supportLists]-->d. <!--[if !supportLists]-->e. <!--[endif]-->Dalam meningkatkan efektivitas dan efesiensi sekolah. Staf memegang peranan penting dalam kehidupan persekolahan. sehingga sudah seharusnya seorang kepala sekolah betul-betul memahami pengelolaan sumber daya manusia mulai dari proses rekrutmen sampai pemberhentian. fungsi sumber daya manusia harus ditumbuhkan sebagai satu kesatuan utama. Jelas sekali dari paparan di atas betapa peranan sumber daya manusia sangat dominan dalam menentukan berhasil tidaknya suatu organisasi sekolah. <!--[endif]-->Mampu mengkoordinasikan dan mempersatukan usaha seluruh sumber daya manusia kea rah pencapaian tujuan. <!--[if !supportLists]-->b. <!--[if !supportLists]-->f. sehingga kepemimpinan kepala sekolah yang mempunyai arti vital dalam proses pendidikan harus mampu mengolah dan memanfaatkan segala sumber daya manusia yang ada sehingga tercapai efektivitas sekolah yang diharapkan akan membawa perubahan pada peserta didik. <!--[endif]-->Dalam rangka pengelolaan. <!--[endif]-->Akibat negative yang tumbuh sehingga klien sekolah seringkali bersekutu dengan tawar menawar bersama ( bargaining ) di dalam sector masyarakat umum. . Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan dan dilaksanakan oleh kepala sekolah agar dapat mencapai efektivitas sekolah. <!--[if !supportLists]-->c. seorang kepala sekolah harus mampu menegakkan hubungan yang serasi antara tujuan sekolah dengan perilaku sumber daya manusia yang ada.<!--[if !supportLists]-->m. yaitu : <!--[if !supportLists]-->a. <!--[endif]-->Sekolah harus secara terus menerus menyesuaikan dengan kondisi internal dan eksternal yang mutakhir. <!--[endif]-->Perilaku sumber daya manusia kea rah pencapaian tujuan dapat dipengaruhi secara positif apabila kepala sekolah mampu melakukan pendekatan secara manusiawai.

2. memberikan bimbingan dan tuntunan terhadap para guru. berusaha agar para guru. <!--[if !supportLists]-->b. <!--[endif]-->Pencapaian tujuan sekolah. <!--[endif]-->Rekonsiliasi antara tujuan individu-individu dengan tujuan organisasi. staf dan siswa adalah benar selama berpegang pada aturan yang berlaku. Untuk dapat berhasil menggerakkan para guru . KESIMPULAN . b. membujuk ( induce ). Demikianlah uraian singkat mengenai pengelolaan sumber daya manusia di sekolah yang dalam hal ini menuntut peran dari kepala sekolah sebagai pimpinan tertinggi di sebuah sekolah. staf dan siswa dalam melaksanakan tugas masing ± masing. <!--[if !supportLists]-->c. <!--[endif]-->Pengembangan karier anggota secara maksimal. staf dan siswa seorang kepala sekolah perlu memperhatikan hal ± hal sebagai berikut : 1. mendorong timbulnya kemauan yang kuat serta penuh semangat dan percaya diri para guru. sehingga untuk mencapai hasil yang diharapkan dari organisasi yang dipimpinnya dia harus memiliki kemampuan : 1.Oleh karena itu seorang kepala sekolah memiliki tanggung jawab pembinaan sumber daya manusia yang harus diarahkan pada : <!--[if !supportLists]-->a. staf dan siswa percaya bahwa apa yang diperbuat adalah benar. berusaha meyakinkan apa yan dilakukan oleh para guru. mampu melakukan perbuatan yang melahirkan kesadaran dan rasa tanggung jawab dengan cara : a. Pengelolaan sumber daya manusia harus dilakukan secara professional untuk mencapai hasil yang diharapkan. 2. meyakinkan. mengingat sekolah bukan hanya sebagai agen pembelajaran tapi juga agen perubahan. staf dan siswa memacu dan berdiri di depan untuk memberikan inspirasi dalam mencapai tujuan. <!--[endif]-->Bantuan terhadap individu untuk memperoleh kedudukan dan standart penampilan kerja kelompok. Begitu berat tugas seorang kepala sekolah . menghindarkan diri dari sikap dan perbuatan yang bersifat memaksa dan bertindak keras . <!--[if !supportLists]-->d.

Pengelolaan personalia ini dimulai sejak tahap rencana pengadaan pegawai.Sekolah sebagai sebuah organisasi melibatkan begitu banyak individu yang memiliki kecenderungan yang berbeda satu sama lain. Baik dari latar belakang social. Maka. berinisiatif dan berkreatifitas dalam menjalankan tugas ± tugasnya sehingga terjadi hubungan proses administrative dan akan saling mengaitkan proses administrasi yang pada akhirnya akan tercipta keserasian antara tujuan organisasi dan usaha ± usaha individu. evaluasi. Dibutuhkan konsentrasi kepemimpinan dalam arti kesungguhan dalam mencapai tujuan organisasi dengan cara : memelihara para anggotanya. kompensasi pegawai sampai pemberhentian pegawai. kecakapan. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan profil pegawai yang benar ± benar memiliki kualifikasi dari segi keahlian. Masing ± masing individu itu saling bekerja sama satu dengan yang lain untuk mencapai tujuan yang sama dari organisasi yang menaunginya. Bukan hal mudah bagi seorang pemimpin organisasi untuk membangun kerja sama yang harmonis dalam organisasi yang menjadi tanggung jawabnya. penyesuaian diri. pendidikan bahkan sebagai individu yang memiliki kepribadian yang juga berbeda satu sama lain. pada akhirnya orang yang paling menentukan keberhasilan suatu sekolah adalah kepala sekolah. Demikianlah kesimpulan akhir dari pengelolaan personel pada suatu organisasi yang dalam hal ini terfokus pada organisasi sekolah . Pengelolaan personalia ini dimanifestasikan pada job description yang jelas untuk menghindari terjadinya job overlapping. penempatan. perbaikan. Pemimpin organisasi yang dalam hal ini diperankan oleh kepala sekolah harus mampu mengelola organisasi dengan baik lebih ± lebih pada aspek pengelolaan personalia sebagai sumber daya manusia yang menjadi motor penggerak suatu organisasi. dan kreatifitas yang maksimal. motivasi.