Pentingnya Ketahanan Nasional dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara.

Ketahanan Nasional merupakan kemampuan suatu bangsa dan negara untuk mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa guna dapat mencapai kesejahteraan bangsa dan melanjutkan pembangunan yang berkesinambungan. Ketahanan Nasional sangat dipengaruhi oleh Ketahanan dan Kestabilan dalam bidang: • Politik • Ekonomi • Sosial Budaya • Pertahanan Keamanan Nasional Ketahanan dan Kestabilan Politik: Iklim Politik yang mendukung terciptanya kestabilan politik sangat diperlukan dalam mencapai terwujudnya ketahanan nasional. Untuk itu diperlukan dukungan yang kuat dalam bentuk: • pemerintahan yang bersih (clean and good governance), dengan tingkat legitimasi dan kredibilitas yang tinggi. • terselenggaranya system yang transparan dan iklim demokrasi yang sehat. Ketahanan dan Kestabilan Ekonomi: • Diperlukan dukungan dalam bentuk sistem perekonomian yang kuat dan bertumpu pada ketahanan dan kemampuan bangsa sendiri, baik dalam hal sumber daya alam maupun sumber daya manusia yang berkualitas (resource based) sehingga tidak mudah goyah oleh gejolak yang bersifat internal maupun eksternal. • Kekuatan dan kestabilan sistem perekonomian dapat terbentuk dengan adanya sistem dan pelaksanaan yang baik dalam sektor moneter maupun riil dalam bentuk kebijakan moneter maupun kebijakan fiskal yang membangun. Ketahanan dan Kestabilan Sosial Budaya: Faktor-faktor yang mempengaruhi: - Nilai-nilai yang ditanamkan dan diyakini oleh masyarakat maupun system sosial – budaya yang diciptakan oleh pemerintah. - Tingkat pendidikan masyarakat, untuk terciptanya tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan faktor yang sangat penting agar masyarakat tidak rentan, memiliki daya tahan dalam menghadapi setiap gejolak serta memiliki kemampuan untuk berusaha dan bertumpu di atas kekuatan lokal dan keunggulannya sendiri. Kestabilan Pertahanan dan Keamanan Nasional (HanKamNas): • System Pertahanan dan Keamanan Nasional yang kuat dan dijalankan dengan benar, dengan keberpihakan pada kepentingan seluruh rakyat sangat penting untuk memberikan jaminan rasa aman, khususnya untuk menjalankan kegiatan perekonomian atau usaha bagi seluruh masyarakat sebagaimana telah dicanangkan dari awal berdirinya republik tercinta ini (khususnya tercantum dalam UUD ’45). • Pada akhirnya jaminan rasa aman ini akan menjamin kelancaran roda perekonomian guna mewujudkan kesejahteraan bangsa. Permasalahan yang Dihadapi dan Dampaknya pada Ketahanan Nasional Akar Permasalahan Penyebab Timbulnya Krisis dan Rentannya Ketahanan Nasional Krisis yang telah berkepanjangan di Indonesia terjadi sebagai akibat dari kombinasi dan akumulasi gejolak eksternal yang berdampak penularan (contagion effect) pada segala struktur maupun tatanan system dalam negeri. Berawal dari gejolak pasar uang yang sangat hebat berakibat pada krisis yang sangat mendalam di berbagai sektor.

Pada dasarnya krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia merupakan akibat dari: • besarnya keinginan untuk menguasai pasar global tanpa dukungan infrastruktur teknologi serta sistem manajemen (pengelolaan sumber daya) yang kuat. • cepatnya proses integrasi dunia usaha / perekonomian Indonesia ke dalam perekonomian global, tanpa pembangunan fondasi yang kokoh • lemahnya dukungan instrumen kelembagaan yang efisien serta tertata baik • kurangnya penguasaan di bidang infrastruktur teknologi industri yang tepat guna, yang mengandalkan keunggulan lokal. • lemahnya akses pada jalur informasi global. • lemahnya struktur pendanaan pada dunia usaha. • lemahnya sistem pendidikan yang belum membuat masyarakat memiliki kemampuan dan kemandirian. • lemahnya struktur industri, sehingga masih sangat tergantung pada negara lain, baik dalam hal impor bahan dasar, penguasaan teknologi maupun proses produksi. • lemahnya daya saing, karena kurangnya penguasaan yang dapat menciptakan produk unggulan. • lemahnya akses pasar global. • kurang optimalnya pemanfaatan sumber daya, (sumber daya manusia maupun sumber daya alam). • lemahnya tata pelaksanaan dan lembaga hukum. Dampak Krisis Pada Ketahanan Nasional • depresiasi Rupiah sebagai akibat dari gejolak pasar uang yang bersifat eksternal telah menciptakan suatu kondisi stagflasi dan instabilitas pada perekonomian Indonesia. • depresiasi nilai tukar rupiah yang sangat tajam berdampak pada turunnya tingkat kepercayaan pada mata uang rupiah. • penerapan tingkat suku bunga tinggi yang diharapkan dapat mengembalikan stabilitas nilai mata uang rupiah telah membuat turunnya kinerja dan bahkan tingkat likuiditas perbankan nasional sebagai akibat dari lemahnya sistem perbankan. • hal ini membuat “matinya” pergerakan sektor riil sebagai akibat dari menurunnya kegiatan dunia usaha serta investasi secara drastis. • krisis pada sektor riil telah menciptakan kepanikan pada tatanan masyarakat secara keseluruhan yang belum ditunjang oleh taraf pendidikan yang memadai, serta penguasaan akan akses jalur informasi membuat terciptanya krisis sosial. • krisis sosial telah mengakibatkan meningkatnya kriminalitas dan kerusuhan sosial. • dampak dari krisis sosial ini pada akhirnya juga telah mengakibatkan krisis kepercayaan pada pemerintahan yang ada. • krisis kepercayaan menimbulkan gejala disintegrasi di berbagai wilayah. • berbagai kerusuhan sebagai akibat dari krisis sosial telah membuat turunnya tingkat kepercayaan dari para investor, khususnya investor asing yang mengakibatkan larinya modal usaha secara besar-besaran dari dalam negeri. • meningkatnya kriminalitas yang tidak didukung oleh sistem pertahanan dan keamanan yang baik membuat masyarakat tidak merasa mendapat jaminan rasa aman untuk melakukan produktivitas mereka sehingga memperparah kondisi sektor riil.

Puncak krisis pada tahun 1998 maupun dampak krisis global sejak tahun 2008 telah mengakibatkan: - Tingginya tingkat inflasi - Tingkat pertumbuhan pendapatan nasional yang bergerak ke bilangan negatif - Defisit transaksi berjalan - Tingkat pengangguran meningkat tajam - Meningkatnya angka putus sekolah. - Meningkatnya masalah kesehatan serta menurunnya harapan hidup masyarakat. Belajar dari Krisis Belajar dari krisis yang berkepanjangan telah semakin membuktikan bahwa Ketahanan Nasional yang kuat sangat diperlukan untuk menjamin kelangsungan kesejahteraan dan pembangunan suatu bangsa dan negara. Beberapa faktor yang perlu ditingkatkan untuk memulihkan Ketahanan Nasional: • Pengembangan sumber daya yang dimiliki dalam negeri (resource based), baik sumber daya manusia maupun sumber daya alam dengan memberi perhatian jauh lebih besar pada sistem pelatihan maupun pengembangan (R&D). • Sistem pendidikan yang siap pakai dan memiliki keterkaitan dengan sektor industri yang dibutuhkan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, termasuk pengembangan sistem pendidikan yang akrab teknologi informasi dari tingkat pendidikan terendah, serta kemudahan akses pendidikan tinggi hingga ke jenjang pendidikan tinggi yang akan meningkatkan daya saing sumber daya manusia. • Penguasaan teknologi industri yang tepat guna dalam mendukung resource based industry. • Penguasaan teknologi informasi dan akses ke jalur informasi. • Struktur industri yang kuat dan menyeluruh dari hulu ke hilir, sehingga mampu mengurangi tingkat ketergantungan pada luar negeri. • Kesediaan lapangan kerja yang juga bertumpu pada sumber daya yang dimiliki (resource based). • Pelayanan Kesehatan yang baik bagi seluruh rakyat, merupakan kunci bagi berjalannya roda perekonomian maupun pembangunan nasional. • Sistem Pertahanan dan Keamanan yang berpihak pada kepentingan masyarakat banyak, yang dapat memberikan jaminan rasa aman bagi masyarakat dalam menjalankan roda perekonomian. • Sistem Pemerintahan yang efisien dan kredibel dalam menjalankan fungsinya. • Sistem perekonomian yang transparan dengan memanfaatkan jalur akses ke pasar global maupun ke seluruh sumber daya yang diperlukan secara lebih efisien (multi source). • Sistem sosial politik yang transparan dan bersih melalui pelaksanaan sistem demokrasi. • Alur Pengeluaran Pemerintah dalam bentuk subsidi yang transparan pada sektor-sektor yang tepat guna. • Peran perusahaan-perusahaan swasta yang lebih besar dalam peningkatan perekonomian Indonesia. • Sistem pendanaan dunia usaha yang tidak bertumpu pada pemilikan modal satu pihak ataupun hutang luar negeri, namun dengan memanfaatkan akses pendanaan dalam bentuk aliansi atau penyertaan modal yang akan mengurangi risiko serta kerentanaan bidang usaha terhadap gejolak. • Sistem pendistribusian dan akses pasar internasional yang lebih baik.

• Meningkatkan nilai investasi suatu negara di pasar internasional. Teknologi Utama penunjang industri dalam negeri yang perlu dikembangkan: • Teknologi telekomunikasi . • Meningkatkan keunggulan daya saing produk dan jasa yang ditawarkan di pasar global. • Membangun struktur industri nasional yang kuat. • Teknologi pengolahan hasil hutan. seperti bio-teknologi yang ramah lingkungan. berwawasan luas dan dinamis. bertumpu pada sumber daya yang dimiliki (resource based). • Memberikan nilai tambah yang tinggi (high added value) bagi setiap produk dan jasa yang dihasilkan. • Membuka peluang bagi sistem pendanaan dunia usaha yang lebih efisien serta beresiko rendah (low risk). Aspek yang perlu diperhatikan dalam pemilihan bidang penguasaan IPTEK: • Menunjang industri yang realistis. • Membangun sistem perekonomian yang efisien tanpa adanya ekonomi biaya tinggi. . Arti Penting Teknologi Telekomunikasi – Informasi: • Penunjang sistem pendidikan yang sesuai bagi negara kesatuan Indonesia yang berbentuk kepulauan. • Meningkatkan kualitas dan nilai sumber daya manusia di pasar tenaga kerja. • Penunjang terlaksananya sistem informasi yang transparan dalam segala aspek bernegara. • Meningkatkan kesejahteraan rakyat dan memperkuat daya tahan bangsa. melalui pemanfaatan teknologi informasi dan telekomunikasi (ICT). • Membuka kesempatan akses ke pasar global bagi komoditas unggulan Indonesia secara lebih efektif dan efisien. • Meningkatkan nilai usaha di masa mendatang (future value) pada pasar saham. • Mengurangi tingkat ketergantungan pada negara lain dengan menciptakan tingkat persamaan keberdayaan yang lebih seimbang (balance equality). • Teknologi penunjang industri yang bertumpu pada sumber daya yang dimiliki yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan rakyat. untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri serta meningkatkan daya saing dan daya jual di pasar internasional. • Mempengaruhi nilai-nilai sosial budaya masyarakat ke arah tatanan masyarakat yang lebih modern. Teknologi Industri yang perlu mendapat prioritas untuk dikembangkan: • Teknologi pertanian dan peternakan yang modern dan handal. • Teknologi pengolahan minyak bumi dan gas alam.informasi.Peran IPTEK Dalam Membangun Ketahanan Nasional Penguasaan suatu bangsa akan ilmu pengetahuan dan teknologi mutlak diperlukan karena dapat: • Merupakan aset penting dalam pengembangan sektor perekonomian. • Menjadikan informasi lebih bernilai guna bagi masyarakat. • Memperbesar peluang implementasi sistem multi resource bagi dunia usaha / industri untuk menghilangkan dampak ekonomi biaya tinggi. • Membangun akses pasar global yang efisien bagi setiap produk dan jasa dalam negeri.

•Ditandai dengan: . seperti industri telekomunikasi . • Dorongan pemerintah untuk merangsang sektor swasta lebih mengembangkan sistem pelatihan. • Sistem pelaksanaan dan pengawasan yang transparan dalam segala sektor untuk menjamin kestabilan kondisi dan kehidupan berbangsa dan bernegara. • Kebijakan dan subsidi di bidang pendidikan yang akrab dengan teknologi informasi guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia. • Peran sektor swasta dalam mengembangkan bidang R&D serta memberikan masukan bagi kebijakan pemerintah. bertumpu pada sumber daya yang dimiliki serta memberi nilai tambah yang tinggi (high added value). termasuk iklim usaha yang kondusif. • Sistem / suasana yang kondusif bagi berkembangnya industri yang berdasarkan pada penguasaan teknologi. • Memanfaatkan era globalisasi sebagai momentum yang tepat untuk segera bangkit dari krisis dengan memanfaatkan akses ke pasar internasional. • Mengurangi tingkat ekonomi biaya tinggi dalam proses produksi. . fiskal maupun kebijakan sektor riil. Upaya Bangkit dari Krisis Tidak mudah untuk memulihkan kondisi bangsa dan negara dari krisis yang berkepanjangan. • Program pembudayaan sarana media informasi maupun pemanfaatan teknologi telekomunikasi untuk lebih memberdayakan masyarakat.• Memberi keunggulan daya saing bagi setiap produk dan jasa yang dihasilkan. Bangkitnya Perekonomian dan Ketahanan Nasional • Tingkat kepercayaan masyarakat pada mata uang rupiah serta pada pemerintahan mulai pulih. Era Globalisasi dapat mempercepat upaya bangkit dari krisis karena: • Terbukanya peluang pasar yang sangat besar bagi setiap produk dan jasa dalam negeri yang memiliki keunggulan daya saing dan nilai tambah yang tinggi. Beberapa upaya yang diperlukan untuk dapat segera bangkit dari Krisis: • Skala prioritas pada sektor-sektor maupun industri-industri tertentu yang tepat guna. • Kebijakan-kebijakan yang menunjang tingkat pertumbuhan perekomonian serta menjamin berlangsungnya laju pembangunan dan pertumbuhan nasional.informasi. • Terbukanya peluang yang lebih besar untuk sistem pendanaan maupun akses ke sumber daya (multi resource) yang lebih efisien serta berisiko rendah. • Dukungan pemerintah pada pemberdayaan sektor perdagangan internasional yang efisien. Faktor penunjang implementasi IPTEK dalam membangun ketahanan nasional: • Kebijakan pemerintah yang mendukung di segala sektor.menurunnya tingkat laju inflasi . penelitian dan pengembangan (R&D). • Ramah lingkungan. • Terbukanya akses ke pasar global melalui pengusaan teknologi telekomunikasi – informasi yang berkembang pesat. seperti dalam bentuk pemberian intensif atau keringanan pajak bagi sektor swasta yang menanamkan investasi yang cukup besar di bidang R&D. baik dalam bentuk kebijakan moneter.menurunnya tingkat suku bunga yang membangkitkan kembali gairah kegiatan perekonomian.

• Sektor Kesehatan. • Menciptakan iklim berusaha yang kondusif dan sistem persaingan yang sehat dalam dunia industri strategis untuk meningkatkan daya saing di pasar internasional. guna menghindari defisit transaksi berjalan • Membuka lapangan kerja untuk mengurangi larinya tenaga kerja terampil dan berkualitas di Indonesia ke luar negeri. • Meningkatkan kemampuan manajemen para pelaku usaha dalam menjalankan dunia usaha.. kesehatan dan penelitian maupun pengembangan infrastruktur yang berdampak langsung bagi pengingkatan kesejahteraan rakyat.tingkat pertumbuhan yang beranjak Langkah Strategis Untuk Menjamin Ketahanan Nasional Sektor-sektor yang perlu mendapat prioritas dan perhatian utama: • Sektor pendidikan yang akrab dengan teknologi informasi.25 % dari GNP) di bandingkan dengan negara-negara . Langkah-langkah Strategis Bisnis dalam upaya menjaga dan menjamin ketahanan nasional: • Menjaga kestabilan moneter. • Meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam bidang penguasaan IPTEK. fiskal maupun sektor riil yang menunjang pulihnya perekonomian bangsa. • Sektor Industri penunjang kesejahteraan rakyat yang bertumpu pada sumber daya yang dimiliki (resource based industry) serta penguasaan teknologi tinggi. guna memperkuat industri nasional. • Mengembangkan jaringan infrastuktur yang baik untuk menunjang pengembangan resourced based industry.nilai mata uang rupiah yang berangsur relatif stabil . • Menjalankan kebijakan-kebijakan yang tepat baik dalam sektor moneter.produksi. Langkah-langkah strategis guna mengurangi tingkat ketergantungan perekonomian Indonesia pada luar negeri: • mengembangkan resourced based industry yang memiliki keunggulan teknologi serta meningkatkan daya saing komoditas ekspor untuk mengurangi tingkat ketergantungan pada komponen impor. beralih dari teknologi perakitan ke teknologi manufaktur . • Mengembangkan kebijakan yang mendukung maupun jaringan telekomunikasi informasi untuk memperluas dan mempermudah akses pasar global bagi peningkatan daya saing Indonesia. Saat ini Indonesia termasuk negara yang sangat sedikit membelanjakan pendapatannya di bidang pengembangan dan penelitian (hanya 0. khususnya bagi para investor asing. • Meningkatkan kebijakan yang mendukung pengembangan bidang pelatihan. • Memfokuskan pengeluaran pemerintah (subsidi) pada sektor-sektor yang tepat guna. • Membudayakan etika bisnis serta membenahi perangkat hukum dalam menjamin kepastian berusaha di Indonesia. Hal ini dapat ditunjang dengan pemberian subsidi pada sektorsektor yang tepat guna seperti sektor pendidikan. • Meningkatkan kemampuan dalam bidang penguasaan IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) yang dapat menunjang pengembangan resourced based industry. Tingginya tingkat harapan hidup sangat diperlukan untuk menunjang produktivitas dan tingkat kemampuan masyarakat dalam menjalankan roda perekonomian bangsa. khususnya pada pengembangan dan penguasaan teknologi yang tepat guna yang dapat mendukung resource based industry. penelitian dan pengembangan (R&D). • Sektor Kesejahteraan Rakyat.

melalui pemanfaatan teknologi informasi dan telekomunikasi (ICT) dengan harga yang terjangkau. Share • • • ○ ○ ○ ○ Laporkan Tanggapi Beri Nilai TANGGAL KOMENTAR BERDASARKAN : • 24 April 2009 06:22:41 0 dulu th 70 an mata kuliah Kewiraan yang salah satu topicnya adalah Ketahanan Nasional saya rasa bagus terus menerus diajarkan dlm membentuk character bangsa ini sebelum terjun ke politik praktis Suka Balas | • 24 April 2009 09:13:41 0 Benar Oom Jay.ASEAN maupun ASIA lainnya. karena memang tidak ada lagi penghayatan dan pembentukan karakter manusia Indonesia seutuhnya. seperti Malaysia (0. • Menyediakan sarana-sarana informasi yang terjangkau bagi masyarakat luas. • Mengatur kebijakan dan peraturan yang mendukung pengembangan industri telekomunikasi – informasi serta perdagangan internasional yang efisien. entah itu krisis sense of belonging dari para pemangku jabatan dan wakil rakyat. bagi semua lapisan. Korea (1.5 %) dan Jepang (3. ”penggadaian aset” negara dan pengabaian kepentingan rakyat. • Mengurangi tingkat ketergantungan pada hutang luar negeri dengan melakukan sistem pendanaan yang tidak bertumpu pada kepemilikan satu pihak dan yang beresiko rendah. • Membuka akses penguasaan sumber daya produksi maupun pasar global yang efisien. .2 %). tanpa kecuali.70 % dari GNP). Sepertinya krisis yg melanda saat ini termasuk krisis berupa degradasi moral yg menjadi pangkal dari segala krisis lainnya. khususnya masyarakat bisnis. • Membudayakan penggunaan sistem informasi untuk meningkatkan efisiensi sektor perdagangan di masyarakat.

-MoraSuka Balas | Tulis Tanggapan Anda Top of Form Submit Bottom of Form Top of Form SEARCH Bottom of Form . Very welcome kalau ada yg ingin didiskusikan lebih lanjut. tapi juga krisis di berbagai aspek lainnya). Suka Balas | • 6 July 2009 17:14:56 0 aq lagi bikin bahan diskusi yang ngulas pemanfaatan SDA untuk menjaga ketahanan nasional aq sangat terbantu dengan artikel ini THx Suka Balas | • 6 July 2009 18:23:27 0 Senang bisa membantu Mbak Nuning. saya rasa lebih berat dari krisis di tahun 98 (dalam arti tidak hanya ditinjau dari segi krisis ekonomi. Dan krisis yg terjadi saat ini. hingga di tahun 2000 saya rampungkan tulisan ini. CU. keutuhan dan kemajuan Indonesia.Manusia2 Indonesia yg benar2 menyadari dirinya sebagai bagian dari negeri ini juga. sehingga selalu berpikir. Inipula yg sudah saya rasakan bertahun2 yg lalu. bertindak dan berjuang untuk kepentingan.

ONLINE BLOGSHOP Internet & Social Media 2011 in Numbers Mentrasfer Energi Lewat Tulisan Peranan Kritik Dalam Membangun Karakter di Media Sosial Bandung FENOMENA MEDIA SOSIAL Media sosial sudah menjadi media utama. khususnya bagi mereka yang berasal dari Generasi Internet kelahiran • • • Media Sosial itu Energinya Luar Biasa Media Sosial dan Pengembangan Karir Dunia Internet Memang Maya. Tetapi … • Pimpinan PT Sidomuncul Itu Ternyata Hanya Seorang Penipu? Bang Borneo | 4 jam yang lalu • Aksi Calon Pemain Timnas di Lapangan Mini Choirul Huda | 6 jam yang lalu • Umbaran “Brutal” Abraham Samad Armand | 9 jam yang lalu • Aku Winwin Faizah. Seorang Korban Dunia Maya! winwin faizah | 13 jam yang lalu • • Selasaikan Kisruh PSSI dengan Konsultasi AFC dan FIFA Syamsuardi Dedi | 13 jam yang lalu BERITA ADMIN .

Peneliti Puslitbang Strahan Balitbang Dephan Perbatasan negara merupakan manifestasi utama kedaulatan wilayah suatu negara. pemanfaatan sumber daya alam. Sianturi. Wilayah perbatasan mempunyai nilai strategis dalam mendukung keberhasilan pembangunan nasional. Perbatasan suatu negara mempunyai peranan penting dalam penentuan batas wilayah kedaulatan. menjaga keamanan dan keutuhan wilayah.000 Rupiah Tidak Bisa Menabung Investasi … Indonesia.. Penentuan perbatasan negara dalam banyak hal ditentukan oleh proses historis. SP. politik. Dalam konstitusi suatu negara sering dicantumkan pula penentuan batas wilayah. hukum nasional dan internasional. Kompasiana Dan Panggung Sandiwara INSPIRATIF BERMANFAAT MENARIK      Inilah 5 PNS dengan Nilai Kekayaan Fantastis Tradisi Tahunan Di Pulau Faroe: Pembantaian Ratusan Paus Wisata Air Terjun Terindah di Indonesia Rincian Acara KOMPASIANIVAL 2011 Pemenang Miss Universe dari Tahun 1952-2011 'Terlengkap' About Kompasiana | Terms & Conditions | Tutorial | FAQ | Contact Us | Kompasiana Toolbar © 2008 – 2011 STRATEGI PENGEMBANGAN PERBATASAN WILAYAH KEDAULATAN NKRI oleh : Eddy MT. Pembangunan wilayah perbatasan pada hakekatnya merupakan bagian integral dari pembangunan nasional. SSi dan Nafsiah. hal tersebut ditunjukkan oleh karakteristik kegiatan antara lain : .• • • • LETTER TO ADMIN »Ngariung di Kompasiana Blogshop … »Rincian Acara KOMPASIANIVAL 2011 »Pemenang “Semarak Ultah Alfamart Shop & … INDEX • • • • • TERAKTUAL Langkanya Kue Rangi Betawi Blogger Malaysia Kritik Program Pamer Prilaku Asusila … Wuuiih.Enaknya Makan Laksa Bersama Mertua !! Siapa Bilang 100.

b. Kondisi umum daerah perbatasan dapat dilihat dari aspek Pancagatra yaitu : • Aspek Ideologi. Kondisi Daerah Perbatasan Saat Ini Pada umumnya daerah pebatasan belum mendapat perhatian secara proporsional. berbangsa dan bernegara dari rakyat Indonesia. Oleh karena itu perlu adanya suatu metoda pembinaan ideologi Pancasila yang terusmenerus. . Mempunyai keterkaitan yang saling mempengaruhi dengan kegiatan yang dilaksanakan di wilayah lainnya yang berbatasan dengan wilayah maupun antar negara. • Aspek Ekonomi. 2001) . perubahan batas-batas wilayah. sosial budaya dan pertahanan keamanan (Sabarno. Keamanan wilayah perbatasan mulai menjadi concern setiap pemerintah yang wilayah negaranya berbatasan langsung dengan negara lain. baik skala regional maupun nasional. yang mengancam kehidupan bermasyarakat. Kurangnya akses pemerintah baik pusat maupun daerah ke kawasan perbatasan dapat menyebabkan masuknya pemahaman ideologi lain seperti paham komunis dan liberal kapitalis. d. pada hakekatnya merupakan bagian dari upaya perwujudan ruang wilayah nusantara sebagai satu kesatuan geografi. Kesadaran akan adanya persepsi wilayah perbatasan antar negara telah mendorong para birokrat dan perumus kebijakan untuk mengembangkan suatu kajian tentang penataan wilayah perbatasan yang dilengkapi dengan perumusan sistem keamanannya. Merupakan faktor pendorong bagi peningkatan kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat sekitarnya.a. Hal ini menjadi isu strategis karena penataan kawasan perbatasan terkait dengan proses nation state building terhadap kemunculan potensi konflik internal di suatu negara dan bahkan pula dengan negara lainnya (neighbourhood countries). Kondisi tersebut berpotensi untuk mengundang ke-rawanan di bidang politik. penyelundupan barang dan jasa serta kejahatan trans nasional (transnational crimes). Penanganan perbatasan negara. maka hal inipun selain dapat menimbulkan kerawanan di bidang politik juga dapat menurunkan harkat dan martabat bangsa. ekonomi. Hal ini telah menyebabkan terjadinya berbagai permasalahan seperti. terutama apabila kehidupan ekonomi masyarakat daerah perbatasan mempunyai ketergantungan kepada perekonomian negara tetangga. karena meskipun orientasi masyarakat masih terbatas pada bidang ekonomi dan sosial. Kehidupan sosial ekonomi di daerah perbatasan umumnya dipengaruhi oleh kegiatan di negara tetangga. • Aspek Politik. Situasi politik yang terjadi di negara tetangga seperti Malaysia (Serawak & Sabah) dan Philipina Selatan akan turut mempengaruhi situasi keamanan daerah perbatasan. Daerah perbatasan merupakan daerah tertinggal (terbelakang) disebabkan antara lain : 1) Lokasinya yang relatif terisolir (terpencil) dengan tingkat aksesibilitas yang rendah. karena tidak seiramanya antara kata dan perbuatan dari penyelenggara negara. Mempunyai dampak pentingbagi kedaulatan negara. Mempunyai dampak terhadap kondisi pertahanan dan keamanan. Pada saat ini penghayatan dan peng-amalan Pancasila sebagai ideologi negara dan falsafah hidup bangsa tidak disosialisasikan dengan gencar seperti dulu lagi. Kondisi ini terbukti dari kurangnya sarana prasarana pengamanan daerah perbatasan dan aparat keamanan di perbatasan. c. Ketahanan wilayah perbatasan perlu mendapatkan perhatian secara sungguh-sungguh karena kondisi tersebut akan mendukung ketahanan nasional dalam kerangka NKRI. tetapi tidak bersifat indoktrinasi dan yang paling penting adanya keteladanan dari para pemimpin bangsa. politik.

Lebih memprihatinkan lagi keadaan masyarakat sekitar daerah perbatasan negara. dan dapat merusak ketahanan nasional. dapat mempercepat masuk dan berkembangnya budaya asing ke dalam kehidupan masyarakat Indonesia. sementara mereka tidak tahu dimana batas-batas fisik negaranya ? Kenyataan di lapangan ditemukan banyak kebijakan yang tidak saling mendukung dan/atau kurang sinkron satu sama lain. sehingga menyebabkan rentang kendali pemerintah. terutama daerah yang sulit dijangkau. Seluruh bentuk kegiatan atau aktifitas yang ada di daerah perbatasan apabila tidak dikelola dengan baik akan mempunyai dampak terhadap kondisi pertahanan dan keamanan. dikarenakan intensitas hubungan lebih besar dan kehidupan ekonominya sangat tergantung dengan negara tetangga. Misalnya. Dalam hal ini. . seperti lepas dari perhatian dimana penanganan masalah daerah batas negara menjadi domain pemerintah pusat saja. sehingga perlu adanya kerjasama yang terpadu antara instansi terkait dalam penanganannya. • Aspek Sosial Budaya. serta seringkali terjadi tarik-menarik kepentingan antara berbagai pihak baik secara horizontal. Permasalahan Yang Dihadapi Penanganan perbatasan selama ini memang belum dapat dilakukan secara optimal dan kurang terpadu. pengawasan dan pembinaan teritorial sulit dilaksanakan dengan mantap dan efisien. • Aspek Pertahanan dan Keamanan. belum terkoordinasinya pengembangan kawasan perbatasan antar negara dengan kerjasama ekonomi sub regional. Akibat globalisasi dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu pesat. Maka tidak jarang daerah perbatasan sebagai pintu masuk atau tempat transit pelaku kejahatan dan teroris. serta dengan rencana pengembangan Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (KAPET) Sanggau di Kalimantan Barat dan KAPET SASAMBA di Kalimantan Timur yang secara konseptual dan operasional perlu diarahkan dan dirancang untuk menumbuhkan daya saing. penyelundupan dan kriminal lainnya termasuk terorisme. Koordinasi dalam pengelolaan kawasan perbatasan. Pengaruh budaya asing tersebut banyak yang tidak sesuai dengan kebudayaan kita. baik instansi terkait di tingkat pusat maupun antar instansi pusat dengan pemerintah daerah. 4) Langkanya informasi tentang pemerintah dan pembangunan masyarakat di daerah perbatasan (blank spot). seperti yang ditemui pada wilayah perbatasan antara Malaysia Timur dengan Kalimantan dengan KK Sosek Malindo dan BIMP-EAGAnya. di tingkat regional maupun internasional baik secara langsung dan tidak langsung. sebagaimana hendaknya melibatkan banyak instansi (Departemen/LPND). 3) Rendahnya tingkat kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat daerah perbatasan (jumlah penduduk miskin dan desa tertinggal). Masyarakat daerah perbatasan cenderung lebih cepat terpengaruh oleh budaya asing. sektoral maupun vertikal. pemerintah daerahpun menyampaikan keluhannya. karena merasa tidak pernah diajak serta masyarakatnya tidak mendapat perhatian.2) Rendahnya tingkat pendidikan dan kesehatan masyarakat. Kesenjangan sosial ekonomi masyarakat daerah perbatasan dengan masyarakat negara tetangga mempengaruhi watak dan pola hidup masyarakat setempat dan berdampak negatif bagi pengamanan daerah perbatasan dan rasa nasionalisme. kompabilitas dan komplementaritas dengan wilayah mitranya yang ada di negara tetangga. teknologi informasi dan komunikasi terutama internet. karena mempercepat dekulturisasi yang bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Daerah perbatasan rawan akan persembunyian kelompok GPK. memelihara infrastruktur di daerah perbatasan. Merekapun bertanya siapa yang bertanggung jawab dalam membina masyarakat di perbatasan ? Siapa yang harus menyediakan. Daerah perbatasan merupakan wilayah pembinaan yang luas dengan pola penyebaran penduduk yang tidak merata. masalah koordinasi yang kurang mantap dan terpadu menjadi sangat perlu untuk ditelaah lebih lanjut.

seluas 1. Selain di Kabupaten Bengkayang. c) Terkait dengan beberapa upaya yang telah disepakati di dalam pengembangan kawasan perbatasan antar negara. diperlukan pertimbangan terhadap upaya percepatan pengembangan kawasan perbatasan tersebut melalui penanganan yang bersifat lintas sektor dan lintas pendanaan. Taman ini merupakan habitat lebih dari 70 spesies mamalia. kerusakan patok-patok batas juga terjadi di wilayah Kabupaten Sintang dan Kapuas Hulu. 3766/Kpts-II/1999 tanggal 27 Mei 1999. 315 spesies unggas dan ratusan spesies lainnya. Depertemen Kehutanan pernah menaksir setiap bulannya sekitar 80.000 m3 kayu ilegal dari Kalimantan Timur dan sekitar 150. namun tugas yang dipikul Perhutani meliputi menata kembali wilayah perbatasan dalam rangka pelestarian sumber daya alam.Selain isu koordinasi dalam pengembangan kawasan perbatasan. komitmen dan kebijakan Pemerintah untuk memberikan prioritas yang lebih tinggi dalam pembangunan wilayah perbatasan telah mengalami reorientasi yaitu dari orientasi keamanan (security approach) menjadi orientasi kesejahteraan/pembangunan (prosperity/development approach). 21 Juni 2001). Tugas ini bersifat lintas sektoral dan lintas wilayah sehingga diperlukan dasar hukum yang lebih tinggi.000-100.35 juta hektare. perlindungan dan pengamanan wilayah perbatasan dan pengelolaan hutan dengan sistem tebang pilih . Isu pengembangan daerah perbatasan lainnya secara umum diilustrasikan sebagai berikut : 1) Kaburnya garis perbatasan wilayah negara akibat rusaknya patok-patok di perbatasan Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur menyebabkan sekitar 200 hektare hutan wilayah Republik Indonesia berpindah masuk menjadi wilayah Malaysia (Media Indonesia. yang sebenarnya sangat relevan untuk dikembangkan secara integrative dan komplementatif dengan KK Sosek Malindo. khususnya di Kalimantan dengan KK Sosek Malindonya. kabupaten Bengkayang. 3) Kepastian hukum bagi suatu instansi dalam operasionalisasi pembangunan di wilayah perbatasan sangat diperlukan agar peran dan fungsi instansi tersebut dapat lebih efektif. 2) Pengelolaan sumber daya alam belum terkoordinasi antar pelaku sehingga memungkinkan eksploitasi sumber daya alam yang kurang baik untuk pengembangan daerah dan masyarakat. 4) Pengelolaan kawasan lindung lintas negara belum terintegrasi dalam program kerja sama bilateral antara kedua negara. Contohnya. . Perum Perhutani yang ditugasi Pemerintah untuk mengelola HPH eks PT. Ancaman hilangnya sebagian wilayah RI di perbatasan Kalimantan Barat dengan Malaysia Timur akibat rusaknya patok batas negara setidaknya kini menjadi 21 patok yang terdapat di Kecamatan Seluas. kasus illegal lodging yang juga terkait dengan kerusakan patok-patok batas yang dilakukan untuk meraih keuntungan dalam penjualan kayu. walaupun berbeda namun diharapkan dapat saling menunjang dengan pendekatan pembangunan. 23 Juni 2001). b) Penanganan KK Sosek Malindo selama ini ternyata tidak tercipta suatu keterkaitan (interface) dengan program pengembangan kawasan dan kerjasama ekonomi regional seperti BIMP-EAGA. memerlukan perhatian. di sebelah Utara Kalimantan Timur. Misalnya. masing-masing berjumlah tiga dan lima patok (Media Indonesia.000 m3 kayu ilegal dari Kalimantan barat masuk ke Malaysia (Kompas. misalnya keberadaan Taman Nasional Kayan Mentarang yang terletak di Kabupaten Malinau dan Nunukan. Dengan adanya reorientasi ini diharapkan penanganan pembangunan kawasan perbatasan di Kalimantan dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa hal berikut : a) Pendekatan keamanan yang diterapkan Mabes TNI di dalam penanganan KK Sosek Malindo. Yamaker di perbatasan Kalimantan-Malaysia baru didasari oleh SK Menhut No. 20 Mei 2001). sepanjang perbatasan dengan Sabah Malaysia.

misalnya di Kalimantan Barat dengan Serawak/Sabah hanya ada 2 pos lintas batas legal dari 16 pos lintas batas yang ada. g) Mental dan professional aparat (stake holders di pusat dan daerah serta aparat keamanan di pos perbatasan). kewenangan maupun program. Hal ini didukung oleh semakin meningkatnya hubungan masyarakat perbatasan baik dari sudut sosial budaya maupun ekonomi. akses keluar (ke Malaysia) lebih mudah dibandingkan ke ibukota kecamatan/kabupaten di wilayah Kalimantan. d) Pengelolahan perbatasan belum optimal. administrasi dan fiskal yang membatasi gerak lalu lintas barang dan orang. 6) Kemiskinan akibat keterisolasian kawasan menjadi pemicu tingginya keinginan masyarakat setempat menjadi pelintas batas ke Malaysia berlatar belakang untuk memperbaiki perekonomian masyarakat mengingat tingkat perekonomian Malaysia lebih berkembang. Berdasarkan isu strategis dalam pengelolaan daerah perbatasan negara selama ini. tenaga kerja dan lain-lain. Dalam era reformasi dan dengan kondisi kritis yang masih berkepenjangan. regional maupun nasional. ekonomi. 8) Tidak tercipta keterkaitan antar kluster social ekonomi baik kluster penduduk setempat maupun kluster binaan pengelolaan sumber daya alam di kawasan. c) Beberapa pelanggaran hukum di wilayah perbatasan seperti penyelundupan kayu/illegal lodging. 7) Kesenjangan sarana dan prasarana wilayah antar kedua wilayah negara pemicu orientasi perekonomian masyarakat. baik keterkaitan ke dalam maupun dengan kluster pertumbuhan di negara tetangga. Konsep saling keterkaitan dan ketergantungan dalam masyarakat internasional berpengaruh dalam bidang-bidang ideologi. dapat dikemukakan beberapa permasalahan yang menonjol di daerah perbatasan sebagai berikut : a) Belum adanya kepastian secara lengkap garis batas laut maupun darat. dimana terjadi banyak pelintas batas baik dari dan ke Indonesia maupun Malaysia. e) Eksploitasi sumber daya alam secara ilegal. b) Kondisi masyarakat di wilayah perbatasan masih tertinggal. baik sumber daya manusia. sosial budaya dan pertahanan keamananan. terutama hasil hutan dan kekayaan laut. Dalam era globalisasi. f) Munculnya pos-pos lintas batas secara ilegal yang memperbesar terjadinya out migration. penanganan masalah perbatasan belum dapat dilakukan secara optimal. baik sumber daya alam darat maupun laut. Ancaman di bidang hankam dan politis ini perlu diperhatikan mengingat kurangnya pos lintas batas legal yang disepakati oleh kedua belah pihak. maupun pelanggaran dan eksploitasi sumber daya alam yang lintas batas negara. mereka membuka semua hambatan fisik. meliputi kelembagaan. seperti di Kalimantan. Perkembangan Lingkungan Strategis Masalah perbatasan tidak terlepas dari perkembangan lingkungan strategis baik internasional. dunia makin terorganisasi dan makin tergantung satu sama lain serta saling membutuhkan. 9) Adanya masalah atau gangguan hubungan bilateral antar negara yang berbatasan akibat adanya peristiwa-peristiwa baik yang terkait dengan aspek ke-amanan dan politis. ekonomi maupun komunitasnya. “economic asset” secara ilegal. Perkembangan kerjasama ASEAN diharapkan akan dapat menciptakan keterbukaan dan saling pengertian sehingga dapat dihindarkan terjadinya konflik perbatasan. Berbagai negara sambil tetap mempertahankan identitas serta batas-batas teritorial negaranya.5) Kawasan perbatasan mempunyai posisi strategis yang berdampak terhadap hankam dan politis mengingat fungsinya sebagai outlet terdepan Indonesia. politik. .

keanggotaan se-ring berganti-ganti. Sedangkan kelemahannya tidak operasional. Oleh sebab itu dalam penyusunan peraturan perundang-undangan harus selalu memperhatikan dan berdasarkan tiga hal tersebut di atas. Konsepsi peng-elolaan perbatasan negara merupakan “titik temu” dari tiga hal penting yang harus saling bersinergi. Pada saat ini. 2) Join Border Committee RI-PNG (JBC) diketuai oleh Menteri Dalam Negeri. sehingga kurang terjadi adanya kesinambungan kegiatan. Pembentukan Kelembagaan Khusus menangani Masalah Perbatasan. ke-amanan. Penataan batas negara dalam upaya memperkokoh keutuhan integritas NKRI. yaitu: 1) Politik Pemerintahan Indonesia untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dalam wadah NKRI. perdamaian abadi dan keadilan sosial. Dewan dibantu oleh sekretariat Dewan. baik antar negara maupun antar daerah. 3) Join Border Committee RI-UNTAET (Timtim) diketuai oleh Dirjen Pemerintah Umum Departemen Dalam Negeri. karena didukung oleh instansi terkait. kesehatan. Penyusunan Program Secara Komprehensif dan Integral. Persoalan pengelolaan perbatasan negara sangat kompleks dan urgensinya terhadap integritas negara kesatuan RI. hasil kebijakannya bersifat operasional dan personil terdiri dari sumber daya manusia yang sesuai dengan bidang kerjanya. 3) Politik luar negeri yang bebas-aktif dalam rangka mewujudkan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. Dalam menjaga kedaulatan Negara dan keamanan. Untuk lebih mewujudkan keamanan negara RI Khususnya di wilayah perbatasan dengan negara tetangga perlu diciptakan sabuk pengaman yang berfungsi sebagai sarana kontrol dimulai dari titik koordinat ke arah tertentu sepanjang perbatasan. 2) Pelaksanaan otonomi daerah yang bertujuan untuk memajukan kesejahteraan umum. 4) Join Commisison Meeting RI – Malaysia (JCM) diketuai oleh Departemen Luar Negeri yang sifatnya kerjasama bilateral. Penataan batas seperti yang telah diuraikan di atas berupa batas fisik baik batas alamiah ataupun buatan. Dengan kejelasan batas-batas tersebut akan memperjelas kedaulatan fisik wilayah negara RI. Mewujudkan sabuk pengaman (koridor). sehingga kebijakan yang ditetapkan kurang didukung oleh sektor terkait. Pengelolaan perbatasan antar negara masih bersifat sementara (ad-hoc) dengan leading sektor dari berbagai instansi terkait. Dalam penanganan masalah perbatasan agar dapat berjalan secara optimal perlu dibentuk lembaga yang dapat berbentuk : Forum/setingkatDewan dengan keanggotaan terdiri dari pimpinan Institusi terkait. terutama masyarakat di daerah-daerah. .Strategi Pengembangan Daerah Perbatasan Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. Bentuk ini mempunyai kelebihan bersifat otonom. Badan (LPND) yang mandiri terlepas dari institusi lain dan langsung di bawah presiden. dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Bentuk ini mempunyai kelebihan dan penyelesaian masalah lebih terpadu dan hasilnya lebih maksimal. Sedangkan kelemahannya dapat terjadi pengambil-alihan sektor. konservasi sumber daya alam. lalu lintas barang/perdagangan. seperti masalah kependudukan.sehingga perlu perhatian penuh pemerintah terhadap penanganan hal-hal yang terkait dengan masalah perbatasan. Penyusunan program secara integral dan komprahensif dalam hal ini melibatkan sektor-sektor yang terkait dalam masalah penanganan perbatasan. lembaga-lembaga yang menangani masalah perbatasan antar negara tetangga adalah: 1) General Border Committee RI-PNG diketuai oleh Panglima TNI.

Sedangkan bentuk usaha percepatan pertumbuhan perekonomian perbatasan yang berbasis kerakyatan antara lain: Penguatan kapasitas kelembagaan masyarakat adat/kelompok-kelompok swadaya masyarakt yang sudak ada.Malaysia.Pembangunan Ekonomi dan Percepatan Pertumbuhan Perekonomian Perbatasan Berbasis Kerakyatan.7 juta Km lautan 5. Sumber kekayaan alam di perbatasan perlu mendapatkan pe-ngamanan/perhatian serius yang meliputi : 1) Potensi pertambangan umum/migas 2) Potensi kehutanan 3) Potensi kehutanan/perkebunan 4) Potensi perikanan KETAHANAN NASIONAL BAB-I PENDAHULUAN 1. panjang pantai 80. Palau.8 juta Km. Sistem Keamanan Perbatasan Sistem keamanan perbatasan dapat dijelaskan sebagai berikut : a. pendam-pingan dan penguatan peran serta perempuan dalam kegiatan perekonomian atau sosial. berbatasan dengan 3 negara (Malaysia. luas wilayah termasuk ZEE 7. letak geografi Indonesia sangat strategis. Menghidupkan peran lembaga keungan mikro dalam peningkatan pertumbuhan perekonomian. Di wilayah darat. Faktor-faktor yang berpengaruh dalam penataan sistem ke-amanan perbatasan Indonesia dengan negara tetangga antara lain adalah Geografi. Identifikasi potensi dan pengembangan sektor-sektor unggulan di daerah perbatasan. berbatasan dengan 10 negara (India. Umum .Thailand. Singapura. Kualitas sumber daya manusia ataupun tingkat kesejahteraan yang rendah akan mengakibatkan kerawanan terutama dalam hal yang menyangkut masalah sosial dan pada gilirannya dapat mengganggu stabilitas nasional secara keseluruhan. Oleh sebab itu perlu adanya peningkatan taraf hidup masyarakat di daerah perbatasan. Philipina. Pemberdayaan.Timor Lorosae).PNG dan Timor Lorosae).791 Km. Australia. Pengembangan wawasan kebangsaan masyarakat di kawasan perbatasan. karena berada di jalur perdagangan internasional. Sumber daya manusia merupakan salah satu faktor penting dalam peningkatan ketahanan di daerah perbatasan. Jumlah pulau 17. ietnam. Hal-hal penting yang berkaitan dengan letak geografi antara lain : Di wilayah laut. b. Perbandingan luas wilayah darat dan laut adalah 1 : 3. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam usaha pertumbuhan perekonomian perbatasan yang berbasis kerakyatan antara lain: 1) Potensi sumber daya alam setempat 2) Kelompok swadaya masyarakat. PNG.508.

Adapun kekuatan. tujuan dan cita-cita nasional. Dalam usaha mencapai kepentingan. kemampuan. ancaman. yaitu untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum. kemampuan. b. sejarah dan kondisi sosial budaya untuk mengejawantahkan segala dorongan dan rangsangan didalam usaha pencapaian aspirasi bangsa dan kepentingan serta tujuan-tujuan nasional. pada hakekatnya merupakan produk perjuangan generasi sebelumnya yang dicapainya secara bertahap. ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. Oleh karena itu untuk menghadapi hal tersebut bangsa Indonesia harus mempunyai kekuatan. Tingkat kemajuan suatu bangsa dalam mewujudkan citacitanya.keuletan dan daya tahan tersebut dinamakan Ketahanan Nasional. daya tahan dan keuletan yang handal yang berpedoman pada Wawasan Nusantara.a. bangsa Indonesia dihadapkan pada tantangan. Cita-cita yang dicetuskan dalam rangka pembentukan negara kesatuan Republik Indonesia itu dirumuskan dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. d. Proklamasi kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945 telah mengantar bangsa Indonesia kealam kemerdekaan dengan membentuk negara kesatuan Republik Indonesia yang berlandaskan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945. Wawasan Nusantara adalah pandangan hidup bangsa Indonesia dalam memanfaatkan konstelasi geografi Indonesia. Bangsa Indonesia dalam penyelenggaraan kehidupan negara yang dijiwai oleh cita-cita nasional telah terjadi interaksi yang dinamis tentang diri dan lingkungannya. hambatan dan gangguan yang harus ditanggulangi. wawasan nasional atau pandangan hidup yang disebutnya Wawasan Nusantara. . memiliki cara pandang. berlanjut dan berkesinambungan dengan pola yang sesuai situasi dan kondisi pada zamannya. c. perdamaian abadi dan keadilan sosial berdasarkan Pancasila.

yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional. 2. f. Pendahuluan. b. Penutup. Ketahanan Nasional Indonesia merupakan kondisi dinamik bangsa Indonesia yang berisi keuletan dan ketangguhan. Sebagai bahan ajaran bagi para Perwira Siswa Pendidikan Reguler Seskoad dalam mengikuti pendidikan. Tujuan. Konsepsi hubungan antar Gatra. Maksud dan Tujuan 1. 3. hambatan serta gangguan baik yang datang dari luar mapun dari dalam. Agar para Perwira Siswa memahami faktor-faktor statis dan dinamis dalam Tahnas serta mampu menganalisis dan menerapkan dalam pelaksanaan tugas. c. BAB-II KONSEP DASAR KETAHANAN NASIONAL INDONESIA 4.delapan gatra.2. yang disusun dengan tata urut sebagai berikut: a. Konsepsi Dasar Tannas Indonesia. h. Evaluasi. Ketahanan Nasional dan Pembangunan Nasional. Pengertian. hubungan antar gatra dan kaitannya dengan pembangunan nasional. d. Ruang Lingkup dan Tata Urut. g. e. ancaman. Konsepsi Gatra demi Gatra. yang langsung mapun tidak langsung . didalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan. Pembahasan pelajaran ini meliputi uraian tentang konsepsi dasar Tahnas. Maksud. Pola Umum Operasional Tannas Indonesia.

a. ketahanan nasional adalah kondisi kehidupan nasional yang harus diwujudkan. Suatu kondisi kehidupan yang dibina secara dini terus menerus dan sinergik. dengan pendekatan kesejahteraan dan keamanan. Kesejahteraan dapat digambarkan sebagai kemampuan bangsa dalam menumbuhkan dan mengembangkan nilai-nilai nasionalnya. mulai dari pribadi. 6. keluarga. Sedangkan keamanan adalah kemampuan bangsa melindungi nilai-nilai nasionalnya terhadap ancaman dari luar maupun dari dalam. lingkungan. untuk dapat menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara dalam mencapai tujuan nasional. Dengan kata lain. konsepsi Tahnas Indonesia merupakan pedoman (sarana) untuk meningkatkan (metoda) keuletan dan ketangguhan bangsa yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional. daerah dan nasional. demi sebesar-besar kemakmuran yang adil dan merata. Konsepsi Tahnas Indonesia adalah konsepsi pengembangan kekuatan nasional melalui pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan yang seimbang. Dalam pengertian tersebut. Proses berkelanjutan untuk mewujudkan kondisi tersebut dilakukan berdasarkan pemikiran geostrategi berupa suatu konsepsi yang dirancang dan dirumuskan dengan memperhatikan kondisi bangsa dan konstelasi geografi Indonesia. kelangsungan hidup bangsa dan negara Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 45 serta perjuangan mengejar tujuan perjuangan nasional Indonesia. Konsepsi Tahnas. UUD 1945 dan Wawasan Nusantara. bermodalkan keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional. serasi dan selaras dalam seluruh aspek kehidupan secara utuh dan menyeluruh dan terpadu berlandaskan Pancasila. rohaniah dan jasmaniah. .membahayakan integritas. indentitas. Hakekat Ketahanan Nasional Indonesia adalah keuletan dan ketangguhan bangsa yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional. Konsepsi tersebut dinamakan konsepsi ketahanan nasional Indonesia. Hakekat Tahnas dan Konsepsi Tahnas Indonesia. 5.

berbangsa dan bernegara. serasi dan selaras dari seluruh aspek kehidupan bermasyarakat. Tanpa kesejahteraan dan keamanan sistem kehidupan nasional tidak akan dapat berlangsung. sehingga dengan demikian kesejahteraan dan keamanan merupakan nilai intrinsik yang ada pada sistem kehidupan nasional itu sendiri. berbangsa dan bernegara. berdampingan pada kondisi apapun. Dengan demikian kesejahteraan dan keamanan merupakan asas dalam system kehidupan nasional. UUD 1945 dan Wawasan Nusantara yang terdiri dari : a. Asas Komprehensif Integral atau menyeluruh Terpadu. Sistem kehidupan nasional mencakup segenap aspek kehidupan bangsa secara utuh menyeluruh dan terpadu dalam bentuk perwujudan persatuan dan perpaduan yang seimbang. Baik kesejahteraan maupun keamanan harus selalu ada. Dalam realisasinya kondisi kesejahteraan dan keamanan dapat dicapai dengan menitikberatkan pada kesejahteraan. serasi dan selaras dalam seluruh aspek kehidupan nasional. Asas-asas Ketahanan Nasional Indonesia.b. 7. Asas Ketahanan Nasional Indonesia adalah tata laku yang didasari nilai-nilai yang tersusun berlandaskan Pancasila. b. Asas Kesejahteraan dan Keamanan. Dalam kehidupan nasional tingkat kesejahteraan dan keamanan nasional yang dicapai merupakan tolok ukur ketahanan nasional. baik sebagai perorangan maupun kelompok dalam kehidupan bermasyarakat. tetapi tidak berarti mengabaikan keamanan. Kesejahteraan dan keamanan dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan dan merupakan kebutuhan manusia yang mendasar serta esensial. Sebaliknya memberikan prioritas pada keamanan tidak boleh mengabaikan kesejahteraan. Dengan demikian ketahanan nasional mencakup ketahanan segenap aspek . Hakekat konsepsi ketahanan nasional Indonesia adalah pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan secara seimbang.

menyeluruh dan terpadu (komprehensif integral). Dalam asas ini diakui adanya perbedaan dan perbedaan tersebut harus dikembangkan secara serasi dalam hubungan kemitraan. Makin tinggi tingkat kewibawaan makin besar daya tangkal tersebut. memberikan dampak keluar yang memiliki unsur daya saing. kearifan. c. Dinamis. dalam memelihara hubungan internasional. Manunggal. Sikap mawas kedalam. yaitu tingkatan Ketahanan Nasional suatu negara tidak tetap melainkan dapat meningkat dan menurun tergantung pada situasi dan kondisi bangsa dan . d. c. 8. karena Ketahanan Nasional bertujuan mewujudkan hakekat dan sifat nasionalnya sendiri dengan kemandirian. yaitu Ketahanan Nasional. kebersamaan. kesetaraan. tenggang rasa dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat. Asas Kekeluargaan. Hal ini tidak berarti bahwa ketahanan nasional menganut isolasi atau nasionalisme sempit. Sifat.kehidupan bangsa secara utuh. sebagai hasil pandangan yang bersifat manunggal tersebut mewujudkan kewibawaan nasional yang akan diperhitungkan oleh pihak lain sehingga merupakan daya tangkal (deterrent). Mawas Kedalam. Kewibawaan. Ketahanan Nasional (Tahnas) Indonesia sebagai Kondisi Dinamik Bangsa Indonesia memiliki sifat-sifat : a. serta dijaga agar tidak berkembang menjadi konflik yang bersifat antagonistik yang saling menghancurkan. Asas kekeluargaan mengandung keadilan. yaitu memilki sifat integratif yang diartikan terwujud kesatuan dan perpaduan yang seimbang. serasi dan selaras seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. berbangsa dan bernegara. b. gotong royong. yaitu Ketahanan Nasional terutama diarahkan kepada diri bangsa dan negara itu sendiri.

Pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan yang hendak dicapai untuk mewujudkan Tahnas Indonesia dapat digambarkan sebagai kemampuan Bangsa dan Negara Indonesia untuk menumbuhkan dan mengembangkan nilai-nilai Pancasila . Setiap aspek kehidupan nasional (Gatra) harus dilihat sebagai sumber kekuatan nasional. Pengaturan dan penyelenggaraan aspek-aspek kehidupan nasional menggunakan pendekatan kesejahteraan dan keamanan. bangsa dan negara Indonesia. Pada dasarnya Konsepsi Tahnas (Indonesia) memberikan umpan balik pada Pola Operatif pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan didalam kehidupan nasional. hakekat tantangan dan ancaman.negara itu sendiri. diperlukan apresiasi yang tepat. Ini sesuai dengan pengertian bahwa segala sesuatu didunia ini senantiasa berubah dan bahwa perubahan itu sendiri berubah. yaitu : a. serta berorientasi pada tujuan nasional. Konsepsi adu kekuasaan dan adu kekuatan bertumpu pada kekuatan fisik. Karena itu. 9. d. Pengaturan dan penyelenggaraan aspek-aspek kehidupan nasional (Gatra) dilaksanakan secara utuh menyeluruh (komprehensif-integral). Kebijaksanaan Umum. c. Menitik Beratkan Konsultasi dan Saling Menghargai Ketahanan Nasional tidak mendahulukan sikap adu kekuasaan dan adu kekuatan. seperti kekuatan moral yang ada pada suatu bangsa. e. Pengaturan dan penyelenggaraan aspek-aspek kehidupan dilaksanakan berdasarkan kondisi riil. b. sedangkan Ketahanan Nasional tidak mengutamakan kekuatan fisik tetapi memanfaatkan daya dan kekuatan lain. Konsepsi Tahnas Indonesia yang berpedoman pada Wawasan Nusantara pada hakekatnya merupakan konsepsi pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan didalam kehidupan nasional.

Negara Indonesia sebagai wadah bangsa Indonesia dengan batas-batas nasionalnya. Dari data tentang letak geografi Indonesia dapat memberikan gambaran tentang bentuk kedalam dan bentuk keluar. Sedang pengaturan dan penyelenggaraan keamanan yang mewujudkan Tannas Indonesia dapat digambarkan sebagai kemampuan untuk melindungi nilai-nilai itu terhadap ancaman dari dalam maupun dari luar. Apa yang saudara ketahui tentang sifat mawas kedalam dari Tannas Indonesia sebagai kondisi dinamik bangsa ? 4. 1. Evaluasi. Jelaskan apa yang dimaksud tentang sifat menitik beratkan konsultansi dan saling menghargai ? e. wujud dan tata susunan dan bentuk keluar dapat diketahui situasi dan kondisi lingkungan serta hubungan timbal balik antara negara dan lingkungannya. Gatra Geografi. Bentuk kedalam menampakkan corak. Jelaskan bagaimana pola operatif pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan didalam kehidupan nasional kita ? BAB III KONSEPSI GATRA DEMI GATRA 11. . Apa yang saudara ketahui tentang konsepsi Ketahanan Nasional Indonesia ? b. Apa yang dimaksud dari asas kesejahteraan dan keamanan ? c. 10.dan UUD 45. memberikan ciri bagi bangsa Indonesia.

Geografi sebagai Faktor Statis 1) Topografi. 4) Posisi Silang. 3) Posisi Perbatasan. Malaysia. Indonesia menempati dan memiliki posisi silang bukannya dalam arti geografi. Negara Republik Indonesia merupakan Negara Kesatuan yang berbentuk kepulauan. maka iklim Indonesia panas dan lembab. sosial dan ekonomi. Australia dan Timor Leste sedangkan disebelah utara berbatasan dengan wilayah India (Nikobar).3 Juta km2 Wilayah daratan Republik Indonesia sekarang adalah 1. Luas seluruh wilayah Republik Indonesia. Singapura. Tumbuh-tumbuhan dan hutan– hutan hidup subur. budaya dan juga terhadap pertahanan dan keamanan.a. 5. Namun posisi yang semacam ini memiliki kerawanannya. sosial. politik. ideologi dan politik.919. IV Tahun 1973 ialah + 7. Philipina dan Vietnam. Karena letaknya didaerah tropis. Posisi yang demikian ini memberikan kepada Indonesia kedudukan dan peranan yang penting sekali dalam persoalan-persoalan dalam negeri maupun luar negeri. Disebelah Timur Wilayah Indonesia berbatasan dengan wilayah Papua Nugini.534 buah pulau.4 juta km2. Indonesia terletak diantara 95 o dan 141o Bujur Timur serta antara 6 o Lintang Utara dan 11 o Lintang Selatan : Indonesia berada di daerah tropik. . Perbandingan luas wilayah daratan dan wilayah lautan ialah 1 : 3. komunikasi. Iklim. Luas wilayah perairan meliputi + 5. Iklim tersebut berpengaruh terhadap perikehidupan ekonomi. 2) Posisi Astronomis. terdiri dari + 17. demografi dan militer. lalulintas. tetapi juga dalam arti transportasi.170 km2 . karena “terbuka” kesegala pejuru dan dapat di “dekati” dari segenap penjuru pulau. berdasar TAP MPR No.

Geografi sebagai Faktor Dinamis 1) Etnologi. Tata hidup sosial budaya Bangsa Indonesia berlandaskan kepribadian nasional yang melalui proses seleksi menerima unsur-unsur sosial budaya dari luar. karet dan lain-lain. Indonesia mempunyai potensi sumber-sumber alam yang kaya terutama bahan-bahan vital dan strategis seperti minyak bumi. budaya namun sifat persatuan dan kesatuan seperti dalam motto “Bhineka Tunggal Ika” tetap tercermin. watak dan perangai bangsa Indonesia yang reseptif terhadap macam-macam faham. bahasa. aliran. Perlawanan yang terus menerus terhadap penjajahan lokal oleh bangsa Portugis. 3) Sejarah. Bangsa Indonesia merupakan hasil daripada perpaduan budaya antara penduduk asli dengan bangsa-bangsa pendatang dari Asia dan Eropa melalui proses sejarah yang berabad-abad lamanya. Inggris dan penjajahan seluruh wilayah Indonesia oleh bangsa Belanda dan Jepang. yang menjadi satu keselarasan baru yang serasi tanpa menghilangkan ciri-ciri aslinya. 4) Mental Psikologi. Betapapun perbedaan adat istiadat. Ia tidak apriori menolak barang baru. 2) Sosial Budaya. timah. Di Indonesia unsur-unsur agama dan budaya (HinduBudha-Islam-Khatolik-Protestan dan aliran kepercayaan lainnya) dapat hidup rukun berdampingan secara harmonis. Unsur-unsur diatas membentuk sifat. b. telah membuktikan betapa besar semangat perjuangan bangsa Indonesia terhadap setiap dominasi asing. Sejarah bangsa Indonesia sejak abad ke 16 merupakan rangkaian perjuangan melawan penjajahan dan penindasan. toleran dan mempunyai rasa kekeluargaan dan persaudaraan. bauksit. .6) Sumber-sumber Kekayaan Alam. kepercayaan dan pengetahuan.

nikel. Hal ini memberi kemungkinan kepada Indonesia untuk memainkan peranan sebagai pengawas dan pengatur lalu-lintas tersebut sesuai dengan kepentingan nasionalnya. emas. gangguan dan tantangan dari luar dan dalam lalu-lintas internasional melintasi laut dan udara. udara dan daratan dari hambatan.5) Ideologi. batubara. 8) Komunikasi. ancaman. Politik dalam negeri dan politik luar negeri Indonesia berlandaskan falsafah Pancasila. bauksit. 9) Demografi. Ia menjiwai setiap bentuk tata laku dan perilaku bangsa Indonesia. pegangan hidup. laut maupun jaring-jaring telekomunikasi radio dan sarana perhubungan dalam dan luar negeri menyangkut kepentingan strategi dan taktik. UUD 1945 untuk mencapai tujuan nasional bangsa Indonesia. Perhubungan darat. Pemindahan penduduk dalam rangka transmigrasi maupun pemindahan pasukan beserta logistiknya sangat memerlukan sarana tersebut. 7) Ekonomi. biji besi. Pancasila tetap dapat memancarkan hikmah dan keramatnya. 6) Politik. Pancasila merupakan dasar falsafah Negara dan bangsa Indonesia dan sekaligus merupakan alat pemersatu. tembaga dan lain-lainnya merupakan sumber kekayaan bangsa Indonesia. Sumber-sumber alam seperti minyak bumi. pandangan hidup. Penyebaran penduduk yang tidak merata dan pertumbuhan penduduk Indonesia cukup tinggi merupakan suatu kerawanan. Sejak dijadikan dasar negara pada tanggal 18 Agustus 1945 hingga sekarang. tujuan hidup dan cara hidup Bangsa Indonesia. anti kolonialisme dan anti imperialisme dalam segala bentuk dan manifestasinya dari manapun datangnya. Diperlukan sarana yang kuat untuk melindungi lalu lintas laut. Indonesia menjalankan politik luar negeri yang bebas aktif. Samudera Indonesia. timah. Namun demikian . perak.

menggunakan dan mengusahakan atas seluruh kekayaan alamnya. bahwa warga negara Republik Indonesia tidak boleh mengusahakan serta memanfaatkan kekayaan alam yang ada. Kekayaan alam Indonesia adalah segala sumber dan potensi alam diatas permukaan serta didalam bumi dan laut yang berada diwilayah kekuasaan/juridiksi Negara Republik Indonesia. sehingga pemanfaatannya memerlukan berbagai pertimbangan. Batas-batas landas kontinen Indonesia yang telah disetujui antara negara tetangga. TAP MPR NO. 12. yaitu jalur diluar laut wilayah Indonesia sebagaimana ditetapkan berdasarkan UU No 4 Prp. . c. yang menyatakan bahwa setiap negara memiliki dan berhak menjalankan kedaulatan secara penuh. b. Sumber-sumber kekayaan alam sebagai karunia Tuhan adalah untuk memberi kehidupan kepada mahluknya dan kekayaan wilayah Nusantara baik potensial maupun efektif adalah modal dan milik bersama bangsa untuk memenuhui keperluan hidup sehari-hari bangsa Indonesia. meliputi hak memiliki. Konsep penguasaan oleh negara tersebut tidak berarti.bila dapat dikelola dengan baik merupakan suatu potensi bagi bangsa Indonesia. Hal ini sesuai dengan “Charter of Economic Rights and Duties Of States” PBB. yang berdasar pada: a. Pasal 33 ayat (3) UUD-45 beserta penjelasannya menetapkan. Tujuan pengelolaan kekayaan alam adalah untuk memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya dari segenap potensi sumber alam yang tersedia untuk meningkatkan kesejahteraan dan keamanan Bangsa dan Rakyat Indonesia berlandaskan Wawasan Nusantara. Zone Ekonomi Ekslusif Indonesia 200 mil laut diukur dari garis-garis pangkal laut. Faktor-faktor yang Mempengaruhi 1) Lokasi sumber kekayaan alam tidak merata diseluruh Nusantara dan tidak ada kaitannya dengan distribusi penduduk Indonesia. Gatra Kekayaan Alam. bahwa bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Tahun 1960 tentang perairan Indonesia. a. IV Tahun 1973.

Kebijaksanaan dan Strategi 1. Dalam keadaan kemampuan nasional masih terbatas maka dapat dilakukan kerjasama dengan perusahaan asing. sosial dan lingkungan. tenaga angin dan tenaga surya. . pengetahuan dan teknologi serta tenaga yang terampil. ekonomi. b. 3) Pengembangan kekayaan alam sebagai sumber energi harus menghemat pemakaian sumber minyak dan gas bumi. tenaga air. 4) Melindungi serta mengolah sumber kekayaan alam dengan cara tepat. sehingga pemanfaatannya memerlukan pertimbangan secara teknis.2) Sifat kekayaan alam saling bergantung dan mempengaruhi. 3) Untuk dapat memanfaatkan kekayaan alam secara optimal diperlukan modal. dan menggantikannya dengan sumbersumber non minyak. dengan syarat yang paling menguntungkan bagi kepentingan nasional. dilakukan dengan cara-cara yang tidak merusak tata lingkungan hidup manusia dengan memperhitungkan kebutuhan generasi yang akan datang. tenaga nuklir serta energi non konvensional seperti biogas. seperti batu bara. serta mendapatkan harga yang sebaik mungkin. tenaga panas bumi. Pengelolaan dan pemanfaatan kekayaan Indonesia pada dasarnya adalah oleh dan untuk Bangsa Indonesia. biomas. 2) Dalam hubungan pemanfaatan kekayaan alam sebagai komoditi ekspor harus didasarkan pada prinsip peningkatan kesempatan kerja dengan mengolah bahan mentah menjadi barang setengah jadi dan barang jadi. terarah dan bijaksana serta memetingkan manfaat untuk rakyat banyak daripada segolongan kecil masyarakat atau pribadi.

kelestarian kekayaan alam dan penggarapan secara tersinkronisasi dan terintegrasi oleh berbagai pihak guna pencapaian hasil yang maksimal. maka perlu : a) Melakukan inventarisasi tentang jumlah. Membangun kemampuan nasional untuk tersedianya : Pembentukan dana yang cukup. Gatra Penduduk. kesejahteraan dan keamanan. . e) Membina kesadaran nasional untuk pemanfaatan. serta aparat negara yang berkesadaran nasional.5) Untuk dapat mengolah serta memanfaatkan sumber kekayaan alam berdasar asas maksimal. perimbangan dan persebaran. tenaga kerja terlatih. “Penduduk” diartikan sebagai : manusia ( orang seorang maupun kelompok) yang mendiami atau bertempat tinggal disuatu tempat wilayah. komposisi. c) Membuat perencanaan jangka panjang dengan cara pendekatan yang komprehensif integral serta dituangkan kedalam bentuk program pelaksanaan yang serasi. karakteristik dan komposisi serta faktor penyebab perubahannya. ekonomi. Penduduk dari suatu daerah propinsi atau negara Indonesia dapat dilihat dari struktur. b) Menyusun kebijaksanaan dan peraturan tentang penggunaan yang efisien dan memberikan kemanfaatan. 4. ilmu pengetahuan serta teknologi yang tepat guna. lestari dan daya saing. mutu jenis dan penyebaran kekayaan alam untuk mengetahui potensi riil yang dapat dimanfaatkan. maupun keamanan dan ketahanan nasional sebagai akibat dari perubahan jumlah. politik. 13. Analisa kependudukan berkaitan dengan masalah sosial.

Faktor-faktor yang mempengaruhi 1) Jumlah dan komposisi penduduk setiap saat dapat berubah disebabkan karena fertilitas. 2) Jumlah dan komposisi penduduk dipengaruhui oleh bekerjanya variable demografis. c) Bila fertilitas tinggi sedangkan mortalitas menurun dengan cepat dan atau rendah. dan migrasi. 3) Masalah Kependudukan di Indonesia dewasa ini pada dasarnya dapat digolongkan menjadi dua hal. Variable fertilitas dan mortalitas sangat dipengaruhi oleh kemajuan ilmu pengetahuan yang telah berhasil menemukan berbagai obat untuk pemberantasan penyakit telah menyebabkan turunnya tingkat mortalitas. Tiap variable juga dipengaruh oleh faktor-faktor lain. d) Bila fertilitas rendah sedangkan mortalitas tinggi. maka jumlah dan komposisi penduduk juga akan mengalami perubahan besar (namun hal ini jarang terjadi). maka jumlah dan komposisi penduduk akan sangat lamban perubahannya. mortalitas. maka jumlah dan komposisi penduduk akan mengalami perubahan yang pesat.a. Pengaruh fertilitas dan mortalitas terdapat perubahan jumlah dan komposisi penduduk dapat bersifat sebagai berikut : a) Tingkat fertilitas dan mortalitas sama-sama tinggi. b) Bila tingkat fertilitas dan mortalitas sama-sama rendah. maka jumlah dan komposisi penduduk juga tidak banyak mengalami perubahan. yaitu : .

.a) Laju pertambahan penduduk Indonesia yang pesat terjadi sejak awal abad ke 20 yang lalu. Kebijaksanaan dan Strategi. politik dan keamanan tidak segera diratakan keseluruh pelosok Nusantara niscaya sebagian besar arus migrasi akan tetap menuju ke Jawa. Bilamana tingkat kemajuan sosial. b. Kebijaksanaan. b) Persebaran penduduk di Indonesia yang sudah sejak dahulu kala memang tidak berimbang. Masalah Kependudukan yang dihadapi Indonesia sejak awal abad ke 20 yang lalu bila dihubungkan dengan aspek Ketahanan Nasional dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Laju pertambahan penduduk dapat mempunyai arti positif bila dikaitkan dengan tersedianya tenaga kerja dan juga tersedianya angkatan kerja dan hal ini berarti memperkuat Ketahanan Nasional. Penciptaan dan perluasan lapangan kerja yang dapat memenuhi dan mencukupi kebutuhan hidup para pekerja dan keluarganya. politik dan keamanan. Peningkatan pelayanan kesehatan dan perbaikan gizi bagi seluruh penduduk serta program Keluaraga Berencana merupakan suatu bentuk pelaksanaan kebijaksanaan pemerintah dibidang kesehatan. Peningkatan usaha transmigrasi yang terpadu dengan usaha pengembangan pusat pertumbuhan. ekonomi. pusat pelayanan dan pembangunan wilayah secara keseluruhan. Laju pertambahan penduduk yang lebih pesat dari pertumbuhan ekonomi akan membawa konsekwensi sosial ekonomis. Pembalikan arus migrasi ke luar Jawa hanya terjadi bilamana pemerataan hasil pembangunan keseluruh pelosok Nusantara dapat terlaksana. 1. Hal ini disebabkan menurunnya tingkat fertilitas. maka tiap tahun peduduk yang termasuk golongan umur sekolah dan golongan pencari kerja juga terus meningkat.

Pengaturan laju pertumbuhan penduduk yang dirumuskan dalam kebijaksanaan kependudukan yang menyeluruh dan terpadu. baik sebagai perseorangan maupun sebagai anggota masyarakat. Kelima nilai ini merupakan kesatuan yang bulat dan utuh karena masing-masing nilai tidak dapat dipahami dan diberi arti secara terpisah dari keseluruhan nilai lainnya. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Pembangunan kesejahteraan dan keamanan harus diimbangi dengan pengaturan pertumbuhan serta persebaran jumlah penduduk secara serasi. Nilai Ketuhanan yang maha Esa memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada semua pemeluk dan penganut kepercayaan terhadap Tuhan yang Maha Esa untuk berkembang dengan . Dalam ideologi juga terkandung konsep dasar tentang kehidupan yang dicita-citakan oleh suatu bangsa. Gatra Ideologi. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. ancaman. a. 14. Nilai Ketuhanan Yang Maha Esa tidak identik dengan agama tetapi berkaitan dengannya. Kemanusian yang adil dan beradab. Ketahanan Nasional Indonesia dibidang ideologi adalah kondisi dinamik bangsa Indonesia yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan. yang langsung maupun tidak langsung membahayakan kelangsungan hidup ideologi bangsa dan negara Republik Indonesia. Persatuan Indonesia. Ideologi adalah suatu sistem nilai yang merupakan kebulatan ajaran yang memberikan motivasi. Keampuhan suatu ideologi bergantung kepada rangkaian nilai yang dikandungnya yang dapat memenuhi serta menjamin segala aspirasi hidup dan kehidupan manusia. hambatan serta gangguan yang datang dari luar maupun dari dalam. Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara Indonesia memiliki 5 (lima) unsur yaitu sila-sila sebagaimana dirumuskan dalam pembukaan Undang-undang dasar 1945. yaitu : Ketuhanan Yang Maha Esa. Ketahanan dibidang Ideologi.2) Strategi.

hormat-menghormati. Dalam nilai ini tersimpul sikap adil. Sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia. Memiliki ideologi Pancasila yang sempurna dan cocok belum menjamin Ketahanan Nasional bangsa Indonesia dibidang ideologi. persamaan kewajiban dan hak. kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara diatas kepentingan pribadi atau golongan. keberanian membela kebenaran dan keadilan. cinta-mencintai. Untuk mencapai Ketahanan Nasional dibidang ini diperlukan penghayatan dan pengamalan Pancasila secara murni dan konsekwen.Nilai ini mengutamakan kepentingan negara dan bangsa. baik obyektif maupun subyektif. Sebagai jiwa dan kepribadian Bangsa Indonesia. Persatuan nasional merupakan unsur utama bagi bangsa yang ingin maju. Demokrasi tanpa pimpinan dapat menjelma menjadi anarki dan pimpinan tanpa demokrasi dapat mengarah kediktaktoran dan totalister. Dalam nilai Kemanuasiaan yang adil dan beradab tersimpul nilai persamaan derajat. Karena itu perlu diciptakan keseimbangan antara kepemimpinan dan kerakyatan. tetapi juga merupakan dasar negara Republik Indonesia yang merupakan sumber dari segala sumber hukum yang berlaku di Indonesia. rukun dan damai. Nilai Keadilan Sosial menjamin kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat secara menyeluruh dan merata. Nilai Persatuan Indonesia dalam masyarakat Indonesia yang pluralistik ini merupakan faktor pengikat yang menjamin persatuan nasional. Nilai ini berfungsi sebagai kekuatan mental-spiritual didalam Ketahanan Nasional. . musyawarah menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai kebenaran dan keadilan. Pancasila tidak hanya merupakan ideologi bangsa dan negara Indonesia. Nilai kerakyatan dijelmakan oleh persatuan nasional yang riil dan wajar dimana kedaulatan berada ditangan rakyat (demokrasi).subur. menghormati hak orang lain dan sikap kegotong-royongan. Pancasila dapat mempersatukan masyarakat Indonesia yang majemuk. Nilai ini menempatkan persatuan dan kesatuan. toleransi dan nilai gotong royong. Pancasila memberikan corak dan ciri khas kepada Bangsa Indonesia.

pandangan hidup serta agama dan kepercayaan yang berbeda-beda. b. Khusus yang menyangkut hubungan antar agama dan ideologi. nilai-nilai yang terkandung didalamnya tidak perlu dipertentangkan karena satu sama lain bisa memperkuat. Agama mengatur sikap dan tingkah laku umatnya dalam kehidupan dunia dan akhirat. sedangkan ideologi dalam hal ini Pancasila mengatur sikap dan tingkah laku setiap Warga negara Indonesia dalam hidup bernegara dan bermasyarakat. baik sebagai pribadi. Masing-masing mempunyai fungsi dan wilayah cakupan yang tidak perlu berbenturan.Pelaksanaan obyektif yaitu bagaimana pelaksanaan nilainilai dalam ideologi itu dalam Undang-Undang Dasar dan segala peraturan perudang-undangan dibawahnya serta segala kegiatan penyelenggaraan Negara. Masing-masing mempunyai nilai-nilai yang dijadikan falsafah dan pandangan hidupnya sebagai umat beragama dan penganut kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa di samping Pancasila. Secara sosiologi bangsa Indonesia merupakan bangsa yang majemuk yang terdiri dari berbagai suku bangsa dengan adat istiadat. Tetapi dipihak lain hal ini dapat merupakan titiktitik rawan yang bisa menimbulkan sparatisme. Disamping itu ada juga penganut kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Katolik Roma. Konsep Bhineka Tunggal Ika dan Wawasan Nusantara harus terus dikembangkan dan ditanamkan dalam masyarakat yang mjemuk ini sebagai upaya untuk . sedangkan pelaksanaan subyektif adalah bagaimana nilai-nilai tersebut dilaksanakan oleh pribadi masing-masing dalam kehidupan sehari-hari. bangsa. Perbedaan nilai-nilai ini sudah barang tentu dapat memperkaya dan memperkuat kepribadian dan kebudayaan bangsa. Dari segi agama ada yang menganut agama Islam. Faktor-faktor yang Mempengaruhi 1. Kemajemukan masyarakat Indonesia. sukuisme dan daerahisme dan perpecahan bangsa. Kristen Protestan. Hindu dan Budha. anggota masyarakat dan warga negara.

ekonomi. Pembangunan yang berhasil akan memantapkan Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara. Perkembangan dunia yang sangat cepat dan mendasar dipelbagai bidang dalam mencari tata hubungan baru dilapangan politik. Pengamalan nilai-nilai ini untuk masyarakat Indonesia ditentukan oleh suri tauladan para pemimpin yang menjadi penuntun masyarakat. Dengan Pancasila gerak dan laju Pembangunan Indonesia harus dapat memberikan kehidupan yang lebih baik seperti yang dicita-citakan bersama. akan terbuka kemungkinan bangsa Indonesia akan berpaling dari Pancasila dan . formal maupun informal. maupun pertahanan dan keamanan telah menimbulkan persaingan antara kekuatan-kekuatan besar dunia dalam berbuat pengaruh. Disamping itu perlu dikembangkan sikap yang wajar dari anggota masyarakat itu sendiri dan pemerintah terhadap ideologi. 3) Kepemimpinan. Kalau tidak.selalu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. bahwa mereka saling membutuhkan dan saling bergantung kepada yang lain. Moral dan landasan pelaksanaan pembangunan nasional adalah Pancasila. 4) Pembangunan Nasional. Peranan kepemimpinan. 2) Perkembangan Dunia. hal ini sudah barang tentu akan berpengaruh negatif terhadap Ketahanan Nasional Bangsa Indonesia dibidang Ideologi. antara lain melalui penyusupan ideologi biarpun bangsa-bangsa di dunia makin menyadari. Penonjolan sikap dan tingkah laku seorang pemimpin dan kerabat keluarganya yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila akan memberi pengaruh yang sangat besar kepada masyarakat lingkungannya. Kalau tujuan pembangunan nasional tidak tercapai atau tidak berhasil mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur yang merata material dan spiritual. dalam menghayati dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila menduduki tempat yang sangat strategis dan menentukan dalam masyarakat Indonesia.

2.mencoba membangun masa depannya dengan diilhami ideologi lain. Untuk memperkuat Ketahanan nasional bangsa indsonesia dibidang idiologi perlu ditempuh strategi berikut : 1) Pengembangan Wawasan Nusantara. Pembangunan nasional juga harus menunjukkan keseimbangan antara pembangunan materil fisik dengan pembangunan mental spiritual untuk menghindari tumbuhnya materialisme dan sekularisme. Disamping melalui pendidikan moral pancasila nilai–nilai pancasila dapat ditanamkan pada diri anak didik dengan cara mengintegrasikannya kedalam mata pelajaran lain seperti sejarah Bangsa Indonesia. Kebijaksanaan dan Strategi. Kondisi geografi Indonesia mengharuskan dan mewajibkan suatu strategi pembangunan yang merata diseluruh wilayah Indonesia untuk memupuk rasa persatuan dan kesatuan dan untuk menghindarkan rasa keterpencilan yang dapat dengan mudah menumbuhkan keterasingan dan rasa tidak puas yang akan menghidupkan sparatisme. 3) Pendidikan untuk memperkuat pancasila. . bahwa Pancasila sebagai landasan idiil bangsa dan negara Indonesia dan UUD 1945 sebagai landasan struktural bangsa dan negara Indonesia harus dipertahankan dan bahkan dilestarikan. Bagi masyarakat Indonesia yang majemuk wawasan yang memandang kepulauan Indonesia sebagai satu kesatuan politik. Pembangunan yang merata dan seimbang. Untuk mencapai Ketahanan Nasional dibidang idiologi secara nyata diperlukan pengahayatan dan pengamalan nilai-nilai Pancasila secara murni dan konsekwen. ekonomi. Secara formal ketahanan nasional di bidang idiologi bagi bangsa dan negara Indonesia tidak merupakan masalah. sosial budaya dan pertahanan keamanan perlu dikembangkan. Sudah merupakan kesepakatan nasional. c. Kepramukaan. seperti liberalisme atau komunisme.

1) Politik dalam negeri. Kedaulatan rakyat dipegang oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat. Kondisi-kondisi serta situasi kehidupan politik dan kenegaraan yang memungkinkan terlaksananya proses pembaharuan kehidupan politik dengan sisitim politik yang benarbenar demokrartis. Majelis ini menetapkan Undang-Undang Dasar dan Garis-Garis Besar Haluan Negara. Pemerintahan berdasarkan atas sistem konstitusi (Hukum dasar). dinamis efektif dan efesien yang dapat memperkuat kehidupan konstitusional. Ketahanan di bidang politik. hambatan serta gangguan baik yang datang dari luar maupun dari dalam yang langsung maupun tidak langsung membahayakan kelangsungan kehidupan politik bangsa dan negara Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Gatra politik a. Majelis inilah yang memegang kekuasaan negara yang tertinggi.pendidikan moral pancasila juga perlu diberikan kepada masyarakat secara non formal dan informal. Presiden tunduk dan bertanggung jawab kepada Majelis. tidak bersifat absolutisme (kekuasaan yang tidak terbatas). Tannas dibidang politik Indonesia diartikan sebagai kondisi dinamik bangsa Indonesia berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional. ancaman. Indonesia ialah negara yang berdasarkan atas hukum dan tidak berdasarkan atas kekuasaan belaka. sebagai penjelmaan seluruh rakyat Indonesia. Politik dalam negeri adalah kehidupan politik dan kenegaraan berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. didalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan. Ia adalah “mandataris” dari . yang disebut Demokrasi Pancasila. 15. a) Sistem pemerintahan. dan mengangkat Presiden dan Wakil Presiden. sedang Presiden menjalankan haluan negara menurut Garis-Garis Besar yang telah ditetapkan.

Dewan ini tidak bisa dibubarkan oleh Presiden. Meskipun Kepala Negara tidak bertanggung jawab kepada Dewan Perwakilan Rakyat. Untuk menetapkan politik pemerintah dan koordinasi dalam pemerintahan negara. Meskipun kedudukan Menteri Negara bergantung Presiden. Kecuali itu Anggota-anggota Dewan Perwakilan Rakyat semuanya merangkap menjadi anggota Majelis Permusyawaratan rakyat.Majelis. III/MPR/1978. Presiden tidak bertanggung jawab kepada DPR. Oleh karena itu. maka Majelis itu dapat diundang untuk persidangan istimewa agar supaya minta pertanggung jawaban kepada Presiden. akan tetapi mereka bukan pegawai tinggi biasa oleh karena itu MenteriMenterilah yang terutama menjalankan kekuasaan pemerintah dalam praktek. pasal 7). Presiden harus mendapat persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat untuk membentuk Undang-Undang dan menetapkan anggaran pendapatan dan belanja negara. . artinya kekuasaannya tidak terbatas. para Menteri bekerja bersama satu sama lain seerat-eratnya dibawah pimpinan Presiden. (Tata cara permintaan pertanggung jawaban ini telah diatur TAP MPR NO. Menteri negara tidak bertanggung jawab pada Dewan Perwakilan Rakyat. Dewan Perwakilan Rakyat dapat senantiasa mengawasi tindakan-tindakan Presiden dan jika Dewan menganggap bahwa presiden sungguh melanggar haluan negara yang telah ditetapkan oleh Undang-Undang Dasar atau oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat. Sebagai pemimpin Departemen. Presiden ialah penyelenggara pemerintahan negara yang tertinggi dibawah Majelis dengan kekuasaan dan tanggung jawab ditangannya. Ia harus memperhatikan sunguh-sungguh suara Dewan Perwakilan Rakyat. ia bukan diktator. Kedudukan Dewan Perwakilan rakyat adalah kuat. Menteri negara diangkat dan diberhentikan oleh Presiden. Menteri mengetahui seluk beluk lingkungan pekerjaannya.

yakni Pancasila dan UUD-45. c) Cara pengambilan putusan. Namun demikian.2. . Dengan demikian dapat dicegah kediktatoran mayoritas yang hanya mengandalkan banyaknya suara. Didalam negara demokrasi. Walaupun landasan idiil konstitusionalnya tetap. melainkan hanya menyangkut sesuatu kebijaksanaan pada sesuatu saat. tetapi hal itu tidak terletak kepada sistem/pemeritahan negaranya. sehingga segala sesuatu diperlukan adanya alasan obyektif yang dapat dimengerti dan dapat diterima oleh pihak lain. perlu dipertahankan pola yang dipandang sesuai dengan kehidupan politik Bangsa Indonesia. Pola kehidupan politik. perlu ada pengaturan dan penyelesaian. penyimpangan-penyimpangan telah terjadi seakan-akan merupakan uji coba (trial and error) dari sistem pemerintahan yang disusun menurut kepentingan politik berbagai golongan. Hanya dalam hal-hal tertentu yang sangat terpaksa dan telah diusahakan dengan segala usaha tidak memperoleh mufakat. Dari pengalaman tersebut maka sistem politik/pemeritahan negara dalam UUD-45 merupakan pola yang perlu dipertahankan. demikian pula dapat dicegah adanya kediktatoran minoritas yang mengandalkan pernyataan tidak menyetujui sesuatu masalah. perbedaan pendapat merupakan sesuatu yang biasa. Untuk terwujudnya ketahanan dibidang politik dalam negeri. dapat dilakukan pemungutan suara. Meskipun pada saat-saat tertentu masih terdapat sesuatu yang rawan dalam bidang politik dalam negeri RI. sehingga perbedaan pendapat itu akan menemukan intisari dari permasalahan dengan sebaik-baiknya. untuk tetap terwujudnya ketahanan politik Dalam Negeri. Didalam masyarakat pada dasarnya perlu dikemukakan adanya alasan mufakat.

Suatu sistem politik tidak mungkin bersifat statis beku. Didalam menghadapi aspirasi yang hidup didalam masyarakat itu harus tetap dalam ruang lingkup Pancasila dan UUD-45. sehingga berkembang tetap pada arahnya. Penyesuaian tersebut harus benar-benar dilakukan atas dasar musyawarah untuk mufakat secara jujur. melainkan senantiasa berubah dan bergerak serta harus memiliki kemampuan mengadaptasi yang besar. Pencapaian tujuan tersebut harus dilandasi oleh Pancasila. Sistem politik merupakan suatu sub sistem dari seluruh sistem sosial dan harus mampu mengintegrasikan sistem sosial itu sendiri. Kemampuan mengadaptasi itu terletak pada seni kepemimpinan dari Kepala Negara dan pembantupembantunya. Dalam hal ini maka Pancasila harus berperan politik dalam negeri dapat diukur dengan kemampuan melaksanakan sistem politik serta struktur politik dari UUD-45. landasan konstitusional UUD-45 dan landasan operasional Garis-garis Besar Haluan Negara.d) Penyesuaian. dan tidak hanya didasarkan atas kacamata legalitas belaka. Tujuan Negara RI seperti tertera dalam alinea ke-4 UUD-45 merupakan sesuatu yang ditentukan dan disepakati oleh Bangsa Indonesia. sebagai bagian integral dari kehidupan kenegaraan. keresahan. Ancaman. Politik Luar Negeri adalah salah satu sarana pencapaian kepentingan nasional dalam pergaulan antar bangsa. hambatan. f) Integrasi. 2) Politik Luar Negeri. ketegangan. perpecahan. desintegrasi dan sebagainya. serta dinamika dari Bangsa Indonesia yang diwakili oleh wakil-wakilnya dalam DPR/MPR. e) Pencapaian tujuan. tantangan dan gangguan terhadap sistem sosial dapat berupa rasa tidak puas. termasuk cara yang ditempuh untuk mencapainya. Politik Luar Negeri Indonesia .

tetapi berperan serta atas dasar cita-cita bangsa yang tercermin dalam Pancasila dan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Ketahanan Nasional dibidang politik luar negeri Indonesia adalah kondisi dinamik Bangsa Indonesia yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional didalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan. Dijiwai oleh falsafah negara Pancasila sebagai tuntutan etika dan moral.berlandaskan pada Pembukaan UUD-45 yakni melaksanakan ketertiban dunia yang berlandaskan kemerdekaan. a) Sebagai komponen strategi nasional. Dengan demikian politik luar negeri merupakan komponen strategi nasional. Aktif : Dalam pengertian tidak pasif. dan keadilan sosial dan anti penjajahan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Politik luar negeri merupakan proyeksi kepentingan nasional dalam kehidupan antar bangsa. politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif diabdikan kepada kepentingan nasional terutama untuk pembangunan nasional. hambatan serta gangguan yang datang dari luar maupun dalam. perdamaian abadi. Politik Luar Negeri yang bebas dan aktif berarti : Bebas : Dalam pengertian bahwa Indonesia tidak memihak pada kekuatan-kekuatan yang pada dasarnya tidak sesuai dengan kepribadian bangsa. b) Garis Politik Luar Negeri. yang langsung maupun tidak langsung membahayakan politik luar negeri Indonesia. b. peranan Indonesia dalam percaturan Internasional tidak reaktif dan tidak menjadi obyek percaturan Internasional. Faktor-faktor yang Mempengaruhi 1) Faktor yang mempengaruhi politik dalam negeri : . ancaman.

Sebaliknya apabila azas luber itu tidak terjamin maka keresahan akan timbul dan keadaan Tannas dapat menurun. Perlu diperhatikan bahwa apabila perbedaan suara itu terlalu banyak ialah lebih dari 2/3 suara dimiliki oleh satu golongan. dan berakibat meningkatkan Tannas. umum. namun nomor urut pemilihan tergantung dari jumlah pilihan rakyat. c) Imbangan suara dalam lembaga-lembaga perwakilan rakyat. d) Pemilihan pembantu-pembantu presiden. jujur dan adil akan memuaskan semua pihak yang melakukan pemilihan. Kepemimpinan nasional harus diterima oleh semua pihak. Pemilihan pembantu-pembantu presiden akan dapat berpengaruh bagi pelaksanaan tugas Presiden sebagai mandataris MPR. Pelaksanaan Pemilu. namun lebih disempurnakan sehingga anggota DPR tidak tergantung dengan Parpol (tidak takut di Recall). Apabila menggunakan sistem Distrik (Dati II) akan banyak suara yang hilang dan merugikan partai gurem namun jumlah partai harus dibatasi. maka pemerintah akan labil dan akan menurunkan Tahnas. Bila imbangan suara di DPR/MPR dari fraksi-fraksi yang mendukung pemerintah hanya mempunyai perbedaan yang sangat kecil dengan fraksi-fraksi yang menentangnya. tetapi juga bidang–bidang lain dalam penyelenggaran pemerintahan negara. Sebaliknya apabila perbedaan suara itu cukup banyak. akan melemahkan fungsi kontrol yang juga dapat menurunkan Tannas. maka keadaan pemerintah akan menjadi lebih stabil dan akan meningkatkan Tahnas. . tidak hanya dalam bidang legislatif. 2. bebas.1. Pemilu yang langsung. Sistem Pemilu sebaiknya menggunakan perpaduan antara sistem Proporsional & Sistem Distrik. Seyogyanya diperhatikan agar semua kekuatan-kekuatan sosial politik dapat berparsitipasi dan merasa ikut bertanggung jawab.

Apabila warganegara Indonesia keturunan asing bersikap eksklusif dan mementingkan dirinya sendiri-sendiri. maka pengelompokan etnis akan timbul. maka kepercayaan rakyat kepada pemerintah akan naik. Apabila fungsi penegakan hukum dapat berjalan baik. (4) Kesempatan mengeluarkan pendapat secara bebas. Sebaliknya apabila keresahan itu dapat penyaluran secara tepat keara yang positif. akan menaikan Tannas. f) Pengawasan Keuangan dan Penegakan Hukum. (5) Pergantian generasi dengan perencanaan yang kurang mantap. Keresahan masyarakat.4. (2) Kesempatan memperoleh pekerjaan yang layak. terutama keresahan dikalangan generasi muda. yang tidak dapat diatasi oleh pemerintah akan dapat menurunkan Tannas. g) Pembauran Bangsa. yang akhirnya dapat menjurus ke pertentangan antar kelompok . (3) Kesempatan mengikuti pendidikan yang seluas-luasnya. Semuanya itu berpengaruh akan naik turunnya Tannas. sebaliknya kalau fungsi pengawasan keuangan masih lemah maka akibatnya kebocoran terjadi dimana-mana. dan kepercayaan rakyat kepada pemerintah akan menurun. maka kepercayaan rakyat kepada alat-alat penegak hukum akan meningkat dan sebaliknya.keresahankeresahan yang mudah timbul dalam negara yang sedang membangun antara lain adalah : (1) Perbedaan yang menyolok antara si kaya dan si miskin. Keresahan masyarakat. Apabila fungsi pengawasan keuangan telah dapat berjalan ketat.

Posisi yang demikian ini memberikan kedudukan dan peranan yang penting sekali kepada Indonesia dalam persoalan-persoalan dalam negeri dan luar negeri. Bila asas pemerataan ini tidak tercapai. baik pada tempat desa. 2) Faktor yang mempengaruhi politik Luar Negeri : a) Faktor-faktor statis. Sebaliknya kalau pembauran dapat diwujudkan maka kita terhindar dari adanya rasialisme dan Tannas kita akan naik. keadaan itu akan melemahkan Tannas.Faktor-faktor riil yang harus diperhitungkan adalah : (1) Letak geografi Indonesia. h) Wadah penyalur pendapat masyarakat. Partisipasi masyarakat dalam politik hanya dapat tumbuh apabila aspirasinya dapat disalurkan melalui kelembagaan Penyalur Pendapat Masyarakat. Posisi silang Indonesia dapat memberikan keuntungan bagi pertumbuhan bangsa dalam arti kontak-kontak yang luas dengan bangsabangsa lain dapat dipetik manfaatnya. Dilain pihak karena kepentingan nasional bangsa- .etnis. maka akan timbul ketimpangan sosial yang dapat menjurus kepada keresahan-keresahan yang dapat menurunkan Ketahanan Nasional. media massa maupun kelembagaan lain. Namun posisi yang semacam ini memiliki kerawanan karena “terbuka” kesegala penjuru dan dapat di “dekati” dari segenap penjuru pulau. Politik luar negeri pada hakekatnya merupakan sebagian dari kebijaksanaan nasional dari sistem politik suatu bangsa. Usaha dari hasil pembangunan harus dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia. j) Pemerataan hasil-hasil pembangunan.

Disamping itu kewaspadaan perlu dipelihara karena kepentingan-kepentingan itu beraneka ragam dan kadang-kadang bertentangan. namun kemampuan dan keterampilan merupakan faktor penentu pula dalam produktifvitas bangsa. (2) Kemampuan Penduduk. Kecuali letak geografis yang sangat strategis Indonesia memiliki kekayaan alam. Indonesia merupakan negara ke-5 terbesar dalam jumlah penduduk di dunia dan merupakan negara yang terbesar penduduknya dibelahan bumi bagian selatan ini. Kekayaan alam Indonesia secara potensial tidak dapat dipisahkan dari permasalahan energi yang dihadapi oleh dunia. Telah terbukti bahwa energi sewaktu-waktu dipakai sebagai senjata dengan tujuan politik tertentu. Permasalahan energi akan terus merupakan faktor yang berpengaruh dalam percaturan politik Internasional.bangsa sangat heterogen maka perlu kemampuan yang tinggi dalam menyerap hal-hal yang menguntungkan dan menolak unsur-unsur yang merugikan. seperti . b) Faktor-faktor Dinamik. dan yang akan selalu berusaha menarik Indonesia. Besarnya penduduk merupakan faktor yang positif dalam pengadaan tenaga kerja. (3) Kekayaan alam. Garis besar percaturan internasional dewasa ini adalah sebagai berikut : (1) Perjuangan negara-negara berkembang untuk mempersempit perbedaan kemajuan dan kesejahteraan antara negara maju dengan negara berkembang dilakukan melalui forum internasional. yang amat diperlukan dalam abad teknologi dewasa ini.

Misalnya dengan penggunaan energi dan pangan. pada akhir-akhir ini nampak adanya gejala-gejala friksi diantara negara berkembang sendiri yang disebabkan oleh perbedaan kepentingan nyata. Disamping itu kegiatan-kegiatan teror. pembajakan. (4) Meningkatnya arti dan faktor-faktor non militer sebagai senjata politik. (6) Disamping keadaan yang tidak menentu diatas. yang penyelesaiannya menjadi rumit karena kepentingan negara-negara besar terlihat didalamnya. yang dapat meningkat menjadi pertentangan terbuka . (3) Kerawanan dan pertentangan regional yang bersumber lokal. Dilain pihak peningkatan masalah hutang dan memburuknya nilai tukar perdagangan internasional juga tetap mewarnai keadaan perekonomian negara berkembang. Perkembangan ekonomi internasional masih ditandai oleh akibat berbagai krisis dimasa lalu. penculikan dan lain-lain tetap akan merupakan kekuatan yang akan digunakan untuk mencapai tujuan-tujuan politik sesuatu negara. pengangguran dan inflasi tetap mewarnai keadaan ekonomi negara-negara maju.UNCTAD. Resesi. 5. Dialog Utara-Selatan. Gerakan Non Aligned dan Konperensi Islam merupakan forum dimana Indonesia ikut aktif. kenaikan jumlah penduduk yang cukup tinggi sangat menentukan keberhasilan pembangunan dan kemajuan ekonomi negara-negara berkembang. (2) Rendahnya tingkat kesehatan masyarakat rakyat dan pendapatan nasional perkapita.

sehingga dapat terjamin kelancaran usaha mencapai tujuan nasional. stabil. (2) Pendidikan politik rakyat sehingga tumbuh kesadaran sebagai yang tercantum dalam sikap mental dan pola tingkah laku politik berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. b) Strategi. a) Kebijaksanaan.yang sangat membahayakan solidaritas dan melemahkan posisi. demokrasi dan tegaknya hukum. Kebijaksanaan dan Strategi 1) Politik Dalam Negeri. (1) Pemantapan kehidupan konstitusional. sering menyebarkan berita yang tidak obyektif dan karenanya tidak menguntungkan negara berkembang. dinamis. (3) Penyelenggaraan Pemilihan Umum dengan asas langsung. . c. efektif dan efisien agar mampu memperkuat kehidupan konstitusional. (7) Media komunikasi massa dunia saat ini masih dikuasai negara maju. Pemantapan kondisi-kondisi serta situasi untuk memungkinkan terlaksanannya proses pembauran kehidupan politik dengan sistem politik yang demokratis. Pemantapan kesadaran kehidupan politik dan kenegaraan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 bagi setiap warga negara. bebas dan rahasia. umum.

(4) Komunikasi sosial timbal balik antar masyarakat dengan lembaga perwakilan rakyat maupun dengan pemerintah. (5) Peningkatan peranan organisasi profesi/ fungsional masyarakat. a) Kebijaksanaan. gerakan non blok dan kelompok G-7. Nusantara sebagai wilayah merupakan konsep nasional yang harus diperjuangkan dan dipertahankan. 2. Perlu digalang persatuan antara negara-negara berkembang dalam mempercepat terwujudnya tata ekonomi dunia baru. Dialog Utara-Selatan hingga saat ini belum menunjukkan hasil yang diharapkan. . Perjuangan bangsa Indonesia untuk mendapat pengakuan terdapat konsep nusantara telah dilakukan dengan jalan bilateral maupun multilateral. Wawasan Nusantara merupakan inti dari kehidupan nasional baik politik dalam negeri maupun luar negeri. Tata ekonomi baru dan gerakan non blok. di forum internasional maupun regional. (6) Penyempurnaan wadah penyalur pendapat masyarakat pedesaan. Meneruskan usaha-usaha yang telah dilancarkan oleh Indonesia baik secara vertikal maupun horisontal. (7) Penyiapan kader-kader pimpinan nasional 2) Politik Luar Negeri. (1) Wawasan Nusantara.

Walaupun ASEAN adalah organisasi regional bidang ekonomi dan sosial budaya. karena ASEAN bukan organisasi supra nasional. (4) Memperkokoh kesetiakawanan. (2) Meningkatkan kerjasama antar bangsa untuk menggalang perdamaian dan ketertiban dunia demi kesejahteraan umat manusia berdasarkan kemerdekaan dan keadilan sosial. . Peningkatan saling pengertian dan kebersamaan pandangan terhadap masalah Internasional dan penyerasian antara kepentingankepentingan nasional negara-negara anggota baik kedalam maupun keluar. persatuan dan kerjasama ekonomi diantara negara-negara yang sedang membangun lainnya untuk mempercepat terwujudnya Tata Ekonomi Dunia Baru. memperkuat rasa kohesi antara negara-negara anggota. karena unsur ini. Hal ini diperlukan. Pelaksanaan politik luar negeri yang bebas aktif diabdikan kepada kepentingan nasional. namun unsur politik tidak dapat ditinggalkan oleh organisasi ini. Meningkatkan posisi ASEAN sebagai organisasi regional yang tangguh dan perlu diperhitungkan dalam percaturan internasional. (3) Meningkatkan peranan Indonesia di fora internasional dalam rangka membina dan meningkatkan persahabatan dan kerjasama antar bangsa-bangsa demi perdamaian dan ketertiban dunia. terutama untuk kepentingan pembangunan disegala bidang. b) Strategi 1.(3) Kerjasama regional.

Gatra Ekonomi. Tujuan pembangunan ekonomi nasional yang murni ialah : perombakan struktur ekonomi lama yang bersifat kolonial menuju kepada struktur perkembangan nasional. Meneruskan usaha-usaha pemantapan stabilitas dan kerjasama di wilayah Asia Tenggara dan Pasifik Barat Daya khususnya dalam lingkungan ASEAN dalam rangka mempertinggi tingkat Ketahanan Nasional untuk mencapai Ketahanan Nasional. Dengan demikian pencapaian Pendapatan Nasional Total ataupun Pendapatan Nasional rata-rata perkapita yang tinggi suatu bangsa tidak dengan sendirinya berarti dicapainya tingkat Ketahanan Nasional yang tinggi.5. Aspek yang ketiga dalam bidang ekonomi adalah Tannas akan semakin relatif tinggi bilamana semakin terjaminnya pencukupan dan tersedianya barang/jasa yang penting sesuai kebutuhan golongan masyarakat . Kekuatan atau kelemahan Ketahanan Nasional bidang ekonomi dapat dinilai pada struktur distribusi dari pendapatan masing-masing yang diterima oleh berbagai golongan masyarakat dan partisipasinya dalam memproduksi pendapatan nasional. Pertumbuhan ekonomi itu dianggap benar. yakni unsur-unsur nasional dan golongan rakyat banyak harus mendapat pembagian serta peranan yang adil dan seimbang. Proses perombakan itu tidak boleh menghambat kehidupan ekonomi dan seyogyanya tetap diikuti dengan kenaikan pendapatan nasional. Semakin adanya keseimbangan yang dirasakan adil. 16. Kedua adalah pembangunan ekonomi nasional. Konsep ekonomi dalam Ketahanan Nasional Indonesia menyangkut aspek Ekonomi Kemasyarakatan dengan pengertian ekonomi kemasyarakatan menyangkut masyarakat sebagai kesatuan dan keseluruhan struktur dan komposisi perekonomian nasional. dalam distribusi dan partisipasi oleh masyarakat dapat diartikan Tannas bidang ekonomi semakin baik. (6) Untuk menampilkan citra negara berkembang secara wajar dan obyektif perlu digalang persatuan dan kerjasama badanbadan media komunikasi massa di negaranegara berkembang terutama dalam menyusun tata komunikasi dunia baru. bila hasil pertumbuhan itu memperbaiki perimbangan dan tidak memperbesar ketimpangan dalam struktur.

2) 40% jumlah penduduk berpendapatan menengah. semakin terjaminnya keseluruhan faktor produksi. dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan. dalam teknologi. hambatan dan gangguan terhadap kelangsungan ekonomi suatu bangsa pada hakekatnya ditujukan kepada faktor produksi dan pengolahannya. Inti permasalahan Tannas bidang ekonomi terletak pada potensi dan kondisi dinamikanya untuk mempertahankan kontinuitas kehidupan ekonomi Indonesia. a.yang memerlukan. Ketahanan dibidang Ekonomi. pasaran dan sebagainya. 3) 20% jumlah penduduk berpendapatan tinggi. baik yang datang dari luar maupun dari dalam yang langsung maupun tidak langsung membahayakan kelangsungan kehidupan ekonomi bangsa dan negara Indonesia berdasarkan Pancasila dan UndangUndang Dasar 1945. faktor dinamika eksteren dan faktor dinamika intern. baik didalam negeri maupun dalam hubungannya dengan luar negeri. Struktur penggolongan masyarakat Indonesia berdasarkan prosentase yang diterima dari Pendapatan Nasional masih mencolok dan timpang yakni 1) 40% jumlah penduduk berpendapatan rendah. . ancaman. Struktur perekonomian bisa tercermin dalam berbagai bentuk. berarti semakin kuat Tannas bidang ekonomi. hambatan serta gangguan. Ketahanan dibidang ekonomi Indonesia adalah kondisi dinamik bangsa Indonesia yang berisi kekuatan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan keuletan nasional. ancaman. Untuk mengetahui Tannas bidang ekonomi sangat relevan untuk diteliti sampai dimana pendapatan Nasional Indonesia secara keseluruhan ataupun persektor masih bergantung kepada unsur asing. Dari segi produksi dapat dikatakan. bahan baku. Faktor-faktor yang Mempengaruhi. b. komposisi ekspor-impor. modal manajemen. yaitu mengenai struktur ekonomi. Tantangan. Karena itu pembinaan ekonomi pada dasarnya merupakan penentuan kebijaksanaan ekonomi dan pembinaan faktor produksi serta pengolahannya didalam produksi dan distribusi barang serta jasa. seperti komposisi pendapatan nasional.

mengingat perang besar pada dasarnya disebabkan oleh perebutan energi minyak atau kekayaan alam lainnya. penguasaan dan penggarapan tanah. Hal ini bertalian erat dengan riset dan pendidikan serta teknologi yang perlu dipersiapkan. Kelangkaan sebagai akibat pertambahan penduduk paling jelas kelihatan dipulau Jawa. Kebutuhan untuk perluasan kawasan industri. Keadaan yang demikian sering pula menyebabkan tanah menjadi “idle” atau . pemukiman dan prasarana perhubungan. telah mendorong nilai harga tanah terus naik. 2) Masalah Pertanahan. Madura dan Bali. yang merupakan basis bagi keseluruhan strategi pembangunan. merupakan penyebab krisis pertanahan. bahwa Indonesia mempunyai kekayaan alam secara potensial yang besar dan beraneka ragam. Keadaan alam dan kurang kesuburan tanah. Inventarisasi data dan eksplorasi mengenai kekayaan alam sangat diperlukan. Dari segi strategi Hankam. kekayaan nasional ini harus diamankan dari unsur-unsur asing. kekuatan ikatan serta batas-batas hukum adat. Ditinjau dari sudut sosial ekonomi dan sosial politik masalah pertanahan di Indonesia dapat menjadi sumber pokok keresahan agraris. pertambahan penduduk yang sangat cepat. Sebagai pernyataan yang dapat dibenarkan. Akumulasi dan pemusatan pemilikan serta penguasaan tanah ditangan sekelompok kecil orang tertentu cenderung menimbulkan “tanah guntay” yang berarti letak tanah berada diluar kecamatan tempat tinggal pemilik/penguasaan tanah.1) Bumi dan sumber alam. pemekaran lingkungan-lingkungan perkotaan. kecenderungan kenaikan investasi pada tanah dari kelebihan daya beli. kekurangan prasarana. Akumulasi dan pemusatan pemilikan serta penguasaan atas tanah ditangan segolongan/seseorang tertentu yang melewati batas maksimal yang dibenarkan oleh undang-undang jelas merugikan pihak lain. Hal ini disebabkan oleh kurang terasanya keadilan sosial dalam aspek-aspek pemilikan.

3. yaitu 324 ribu ton dalam tahun 1970 dan 1. Sebaliknya tingkat kenaikan konsumsi energi pertahun di Indonesia belum memadai dibanding dengan negara-negara ASEAN. Pertimbangan hubungan antara pemilik/penguasa tanah dan penggarap tanah. maka impor menjadi peka sekali. Masalah pangan. pupuk dan lain sebagainya. Walaupun ada kenaikan produksi. Masalah energi. Pertumbuhan penduduk yang tepat dan tidak diimbangi dengan perluasan kesempatan kerja menimbulkan pengangguran kelihatan dan tidak kelihatan. Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan Undang-Undang bagi Hasil (UUBH) yang berlaku sejak 1960 beserta segenap perangkat peraturanperaturan hukum lainnya memberikan landasan untuk menanggulangi berbagai masalah pertanahan. 5) Masalah tenaga kerja. sedangkan anggota-anggota masyarakat yang lain berteriak kekurangan tanah. khususnya yang menyangkut pembagian hasil dan penerima balas jasa merupakan masalah pokok yang mengandung akibat yang luas dan berantai dibidang sosial ekonomi dan sosial politik. Karena yang diperjual belikan itu 4% saja dari produksi dunia. Kenaikan konsumsi minyak bumi dalam negeri cukup cepat dalam dasawarsa yang lalu. Usaha meningkatkan produksi pangan kini mengutamakan suply bibit unggul.kurang bermanfaat. Konsumsi energi perkapita di Indonesia masih berada pada tingkat yang paling rendah diantara negara-negara ASEAN. Kenaikan produksi pangan Indonesia terendah diantara negara-negara ASEAN sedangkan konsumsi naik terus. Penanggulangan pengangguran di pedesaan dengan jalan pemindahan . Kita membeli 20-30% dari sisa produksi pangan dunia yang dijual belikan. Dengan berlangsungnya usaha pembangunan kebutuhan akan energi cenderung meningkat di segala bidang. tetapi bahan pangan harus di impor lebih banyak. Swasembada pangan merupakan sasaran yang sangat vital.8 juta ton dalam tahun 1978. 4. walaupun masih harus dilengkapi dengan serangkaian peraturan pelaksanaan lain.

7) Masalah Kemiskinan. Meskipun jarang terlihat adanya pengangguran terbuka di daerah pedesaan. Berbagai data yang tersedia menunjukkan bahwa dewasa ini antara 40-45% dari seluruh penduduk Indonesia hidup dibawah garis kemiskinan. Peningkatan jumlah penduduk yang laju dan pengangguran yang makin bertambah dapat menimbulkan kegoncangan sosial. Sempitnya pemilikan tanah untuk sebagian besar petani di Jawa serta kurangnya kesempatan kerja di . akan tetapi sebagian besar tenaga kerja di daerah pedesaan tidak dapat bekerja penuh dan banyak pula diantaranya yang termasuk dalam katagori setengah menganggur.Disamping kurangnya kesempatan kerja. Masalah kurangnya kesempatan kerja menyebabkan banyak tenaga kerja di daerah pedesaan tidak terserap secara penuh. Keadaan setengah menganggur. gaji yang lebih rendah dari yang seharusnya diterima.Untuk jangka panjang diperlukan kebijaksanaan penduduk yang mengatur keluarga berencana dan distribusi penduduk secara ekonomi geografi. serta mismatch merupakan ciri dari sebagian besar keadaan tenaga kerja Indonesia dewasa ini. sebagian besar tenaga kerja yang tersedia tidak memiliki ketrampilan yang dibutuhkan untuk menopang pekerjaan yang dibebankan kepadanya.penduduk ke daerah lain yang masih mempunyai potensi tanah dan alam atau dengan industrialisasi tetap memerlukan waktu dan biaya besar. Gejala lain yang timbul sehubungan dengan kurangnya kesempatan kerja dan atau tidak dimilikinya ketrampilan tertentu sering menimbulkan terjadinya mismatch yang berarti bahwa pekerjaan yang ia lakukan tidak sesuai dengan ketrampilan yang dimiliki. Keadaan yang demikian sering memaksa para pekerja menerima upah yang jauh lebih rendah dari yang seharusnya mereka terima. Keadaan ketenagakerjaan serta kesempatan kerja yang tidak memadai ditambah pula dengan tingkat pendapatan yang rendah erat hubungannya dengan masalah kemiskinan di Indonesia. 6) Masalah kesempatan kerja.

kesempatan kerja. Untuk mengatasi kekurangan tersebut diusahakan penanaman modal luar negeri yang berupa bantuan atau pinjaman pemerintah maupun swasta yang harus diarahkan untuk meningkatkan kapasitas produksi didalam negeri. tetapi juga memperoleh teknologi baru. Pendapatan ekspor biasanya habis untuk pembiayaan impor. Keadaan kemiskinan baik di daerah pedesaan maupun di daerah perkotaan seringkali merupakan penyebab timbulnya keresahan di kalangan masyarakat yang dapat berakibat lemahnya ketahanan nasional.luar lapangan pertanian juga merupakan faktor penyebab rendahnya tingkat pendapatan penduduk didaerah perdesaan serta timbulnya kemiskinan. Untuk jangka panjang harus ditempuh strategi pembangunan yang bertujuan : pendidikan keterampilan/kejuruan secara massal. Umumnya terdapat kekurangan modal untuk pembangunan dan kemampuan masih terbatas. 9) Industrialisasi untuk memperluas kesempatan kerja. maka negara berkembang perlu mengambil kebijaksanaan pembangunan industri yang taraf permulaan masih bersifat padat karya atau memilih teknologi madya. Kemampuan reinvestasi modal perusahaan masih kurang. Dengan demikian dapat dijamin kemampuan pembayaran kembali dan mengurangi ketergantungan negara kepada bantuan modal asing. disamping lapangan pekerjaan yang masih terbatas merupakan faktor penyebab timbulnya kemiskinan di daerah perkotaan. Kebijaksanaan yang ditempuh untuk memperoleh modal : . ketrampilan kerja.Karena penggunaan teknologi mutakhir tidak dapat menciptakan lapangan kerja secara luas. Peningkatan kapasitas produksi tidak hanya bertujuan peningkatan volume. Peningkatan produksi barang dan jasa untuk keperluan konsumsi didalam negeri dan untuk ekspor barang setengah jadi atau barang jadi. kepemimpian perusahaan. Rendahnya tingkat pendapatan serta tidak dimilikinya ketrampilan tertentu. 8) Faktor modal. berencana dan terarah.

c. Istilah sosial budaya menunjuk kepada dua segi utama daripada kehidupan bersama manusia. pasar uang dan pasar modal serta Emisi Saham untuk masyarakat. karena itu adanya persediaan devisa yang cukup harus tetap dijaga. 17. Pembangunan Indonesia dalam tahap dewasa ini masih harus bergantung kepada impor modal peralatan mesinmesin dan bahan baku disamping teknologi dari luar negeri. Terciptanya landasan yang kuat bagi bangsa Indonesia untuk tumbuh dan berkembang atas kedaulatan sendiri menuju masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila. yaitu : segi kemasyarakatan dimana manusia demi kelangsungan hidupnya harus mengadakan kerja sama dengan sesama manusia dan segi kebudayaan yang merupakan keseluruhan cara hidup.1. Sektor Pengerahan Dana. Pembangunan bidang ekonomi ditujukan untuk mencapai keseimbangan antara bidang pertanian dan industri serta terpenuhinya kebutuhan pokok rakyat. Harus dihindari free fight liberalism. Secara struktural neraca pembayaran Indonesia masih lemah dihadapkan dengan kebutuhan devisa yang semakin meningkat. 2) Strategi. etatism dan monopoli. yang manivestasinya nampak dalam tingkah laku dan hasil . Pembangunan ekonomi harus didasarkan pada demokrasi ekonomi dimana masyarakat harus memegang peranan aktif dalam kegiatan pembangunan ekonomi. Kebijaksanaan dan Strategi 1) Kebijaksanaan. b) Sektor Investasi. melalui kelembagaan seperti deposito berjangka Tabanas dan Taska. ialah dengan Undang-Undang Penanaman Modal Dalam Negeri dan UndangUndang Penanaman Modal Asing. Gatra Sosial Budaya. Sasaran yang harus dicapai secara bertahap adalah mengembangkan struktur ekonomi yang seimbang antara pertanian dan industri.

Ketahanan dibidang Sosial Budaya. sehingga setiap warga masyarakat dapat merealisasikan pribadi dan segenap potensi manusiawinya yang dilandasi nilai-nilai Pancasila. semangat dan jiwa yang secara khas merupakan ciri pada elemen-elemen sosial budaya bangsa dan Negara Republik Indonesia. politik. 1) Kebudayaan Nasional. dan tingkah laku bagi bangsa dan negara Indonesia akan memberikan landasan. Untuk lebih memudahkan proses pelembagaan ini diperlukan penjabaran nilai-nilai dasar Pancasila sebagai pedoman yang dapat dipergunakan sebagai penuntunan dan pegangan hidup bagi sikap . Ketahanan dibidang sosial budaya Indonesia diartikan sebagai kondisi dinamik bangsa Indonesia yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional didalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan. Sosial budaya dalam arti luas mencakup segala aspek kehidupan. Esensi pengaturan dan penyelenggaraan kehidupan sosial budaya bangsa Indonesia dengan demikian adalah pengembangan kondisi budaya. ekonomi dan pertahanan keamanan. Sedang dalam arti sempit sosial budaya. Kehidupan sosial budaya bangsa dan negara Indonesia adalah kehidupan yang menyangkut aspek kemasyarakatan dan kebudayaan yang dijiwai oleh falsafah dasar Pancasila. a. Nilai-nilai dasar yang terkandung dalam Pancasila itu dijabarkan dan dijadikan ukuran dan tuntutan sikap. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila adalah nilai-nilai kebudayaan yang digali dari nilai-nilai luhur yang ada dalam pandangan hidup bangsa Indonesia. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila yang akan diwujudkan sebagai ukuran tuntutan sikap. hambatan serta gangguan baik yang datang dari luar maupun dari dalam yang langsung maupun tidak langsung membahayakan kelangsungan kehidupan sosial budaya bangsa dan negara Republik Indonesia yang berdasar Pancasila dan UUD 1945. perilaku dan gaya hidup bangsa Indonesia dalam segala aspek kehidupan. ancaman.tingkah laku yang terlembagakan. sering ditempatkan disamping ideologi.

Karena inti kebudayaan adalah kemanusiaan. dan konsepsi Bhineka Tunggal Ika. dengan tetap berpijak pada kepribadian bangsa.dan tingkah laku setiap manusia dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Karena itu. yang terdiri dari berbagai suku bangsa yang tersebar diatas berbagai pulau dengan bahasa. Sikap. ia membuka diri terhadap kebudayaan asing sepanjang dapat mengembangkan dan memperkaya kebudayaan bangsa sendiri. Identitas nasional atau kepribadian nasional adalah ekspresi dinamis tentang tujuan dan tekad hidup bangsa ia merupakan resultante dari sejarah nasional dan tujuan nasional yang berintikan falsafah dan ideologi Pancasila. Masyarakat Indonesia yang majemuk. Keluar. maka usaha pembangunan kebudayaan nasional harus memudahkan proses mempertinggi derajat dan martabat Bangsa Indonesia. maupun dalam tingkah laku lahiriah. manusia dan masyarakat Indonesia memiliki sifat-sifat kepribadian sebagai berikut : . adatistiadat. Menurut orientasi Pancasila. Integrasi nasional harus lahir dari tujuan nasional yang berlandaskan pada falsafah Pancasila dan keaneka ragaman sosial sesuai dengan konsepsi Bhineka Tunggal Ika. ia memandang corak ragam nilai-nilai kebudayaan yang telah berkembang sepanjang sejarah. 2) Integrasi Nasional. 3) Identitas Nasional. nilai-nilai kebudayaan nasional harus berkembang sejalan dengan proses pertumbuhan dan kemajuan. Kebudayaan bangsa Indonesia pada hakekatnya adalah satu dan senantiasa berorientasi kepada dan demi persatuan sesuai dengan pernyataan Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. sedang kedalam. agama dan kepercayaan yang berbeda-beda pulau adalah merupakan satu kesatuan yang bulat dan utuh. Pancasila adalah titik tolak dan tujuan integrasi nasional. perilaku dan gaya hidup bangsa Indonesia merupakan ungkapan kepribadian nasional yang diekspresikan dalam bentuk sistem nilai-nilai yang dianutnya.

dalam arti religiusitas sebagai kesadaran serta manifestasinya hubungan manusia Indonesia dengan dasar hidup yang mutlak dan transedental. dengan sesamanya (masyarakat) dan dengan lingkungan alam sekitarnya. d) Bersifat kerakyatan. dalam arti sebagai semangat dan kesadaran akan sikap dan tanggung jawab dalam kehidupan mandiri manusia Indonesia dalam tingkah lakunya yang menghendaki keselarasan hubungan dengan Tuhannya. dalam arti yang menjunjung asas musyawarah dengan semangat dan kesadaran yang selalu mendahulukan kepentingan umum. dalam arti semangat dan kesadaran akan sikap dan tanggung jawab dalam kehidupan kebersamaan yang nampak dalam sikap hidup yang ramah tamah. Agama dan perikehidupan beragama di Indonesia sangat mempengaruhi Tannas dibidang sosial budaya. b.a) Religius. gotong royong pengayoman dan musyawarah. memberikan keseimbangan antara kepentingan individu dan masyarakat antara kepentingan keduniaan dan keakhiratan. suku dan golongan. persatuan dan kesatuan bangsa diatas kepentingan individu. Nilai pertama dan yang merupakan nilai tertinggi dari ideologi dan falsafah bangsa dan negara adalah nilai Ketuhanan Yang Maha Esa. laut dan udara. menghendaki keserasian hidup dalam masyarakat dan keserasian hubungan antar bangsa-bangsa. antara perikehidupan darat. c) Hidup serba selaras. Tuhan Yang Maha Esa menurunkan agama memang untuk . b) Bersifat kekeluargaan. Faktor-faktor yang Mempengaruhi 1) Agama. antara kepentingan jiwa dan raga. antara kepentingan individu dan masyarakat.

Nilai. c. anggapan dan tingkah laku. Kebijaksanaan dan Strategi . Pendidikan secara sadar dan tertib berfungsi merubah sikap. Pendidikan disatu pihak mengembangkan tingkah laku dalam wujud nyata nilai-nilai falsafah/ideologi Pancasila dan dilain pihak ia mengembangkan nilai-nilai lain yang menunjang. baik positif maupun negatif terhadap Tannas Indonesia dibidang sosial budaya. Pendidikan juga merubah serta meniadakan nilai-nilai sosial budaya yang kurang/tidak menunjang peningkatan Tannas dibidang sosial budaya. Sejalan dengan itu pengembangan dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi akan sangat mempunyai pengaruh.perbaikan dan kemajuan. Apabila setiap umat beragama benar-benar menjalankan kemurnian ajaran agamanya. dari latar belakng kehidupan bangsa dan negara serta suku-suku bangsa. dimana setiap umat beragama diakui sepenuhnya akan haknya untuk memeluk agamanya dan menjalankan ibadahnya menurut agama dan kepercayaan itu. Hal ini bergantung kepada pangkal tolak tradisi pada ukuran dari pengejawantahan nilai-nilai luhur dalam falsafah dan ideologi Pancasila dan UUD 1945. Ilmu pengetahuan dan teknologi. 3) Pendidikan. dengan segala bentuk adat istiadat. maka masyarakat dan negara yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 akan bertambah kuat. yang diwariskan dari generasi ke generasi. 2) Tradisi. norma dan lembaga-lembaga sosial yang terkandung didalamnya akan sangat mempengaruhi Tannas Indoensia dibidang sosial budaya. tingkah laku dan nilai sosial budaya kearah yang dikehendaki. Tradisi diartikan sebagai keseluruhan kepercayaan. Dalam masyarakat Pancasila peranan agama jelas sangat besar. bahasa dan kebudayaan masing-masing.

Bidang agama. 2) Tujuan. Terwujudnya kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan sosial budaya yang berdasarkan falsafah dan ideologi Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.1) Kebijaksanaan. 1. adalah : 1. maka sasaran strategi pembangunan nasional dibidang sosial budaya. Untuk mencapai tujuan tersebut diatas. baik dalam kadar sikap mental. 3) Sasaran. Meningkatkan usaha-usaha penghayatan dan pemahaman bahwa perikehidupan beragama adalah selaras dengan penghayatan dan pengamalan Pancasila. 2. Pengaturan dan penyelenggaraan kehidupan sosial budaya akan ikut berperan aktif memperkuat Tannas Indonesia apabila kemampuan nasional dalam sosial budaya dibangun dan ditempatkan sebagai kekuatan untuk menunjang Tannas. Meningkatkan terus usaha-usaha pembinaan kerukunan hidup umat beragama dalam rangka . kondisi fisik dan kecerdasan yang lebih sesuai dengan peranannya. 4) Strategi. Terbinanya mutu manusia dan bangsa Indonesia sebagai sumber dan kekuatan dasar kehidupan sosial budaya bangsa. yang dapat menjamin kelangsungan hidup sosial budaya bangsa dan negara yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. bahwa ajaran-ajaran dan hukum-hukum agama memberikan dasar moralitas dan rintisan jalan kemajuan disamping fungsinya menuntun manusia untuk dunia akhirat. baik sebagai subyek maupun obyek pembangunan. Politik dan strategi dasar pembangunan kehidupan sosial budaya harus diarahkan untuk menumbuhkan dan mengembangkan kemampuan nasional dibidang sosial budaya. Terwujud suatu tingkat Tannas Indonesia dibidang sosial budaya yang lebih kuat dan tangguh.

3. (1) Membina suatu sistem pendidikan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.usaha memperkokoh persatuan dan stabilitas nasional yang sehat dan dinamis. yang lebih mampu memenuhi kebutuhan pembangunan dan mengakomodasi tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. . Meningkatkan usaha-usaha pembinaan kebudayaan nasional sebagai pengejawantahan manusia Indonesia atas dasar norma-norma Pancasila. Pembinaan bahasa daerah. Meningkatkan pembinaan bahasa Indonesia secara baik dan benar untuk memperkokoh kesatuan budaya bangsa. Bidang kebudayaan 1. Meningkatkan usaha-usaha pelayanan dalam rangka pengamanan dan penambahan sarana-sarana yang diperlukan bagi kehidupan keagamaan. Meningkatkan pembinaan disiplin nasional yang lebih nyata dalam rangka usaha lebih memperkokoh persatuan nasional. dan sikap mental yang lebih sesuai dengan proses pembangunan dan pembaharuan. (2) Meningkatkan usaha-usaha pendidikan dalam rangka usaha meningkatkan mutu manusia Indonesia dengan kadar sikap mental. kesenian dan adat istiadat daerah yang dilakukan dalam rangka pengembangan bahasa Indonesia dan untuk mempertebal perbendaharaan bahasa Indonesia sebagai satu sarana identitas nasional. 2. tradisi. 3. b) Bidang Pendidikan. kondisi fisik dan kecerdasan yang lebih sesuai dengan kebutuhan pembangunan.

ancaman. didalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan. f) Bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. terutama ditujukan pada 3 determina penduduk. Meningkatkan usahausaha pelayanan sosial seperti peningkatan pelayanan kesehatan dan pemberantasan penyakit. peningkatan perbaikan gizi. kemampuan penguasaan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai unsur integral Tannas. Usaha-usaha tersebut.d) Bidang Kependudukan. Pertahanan dan Keamanan dilaksanakan dengan menyusun. Ketahanan dibidang Hankamneg. peningkatan usaha-usaha bantuan dan jaminan sosial dalam rangka perwujudan sekuritas sosial dan peningkatan kesejahteraan sosial umumnya. mortalitas dan migrasi. Pertahanan dan keamanan negara Indonesia adalah daya upaya rakyat semesta Indonesia dengan TNI dan Polri sebagai intinya dan merupakan salah satu fungsi utama pemerintah dan negara Republik Indonesia didalam rangka menegakkan Ketahanan Nasional dengan tujuan mencapai keamanan bangsa dan negara. Meningkatkan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang diarahkan kepada kemampuan sendiri. Ketahanan dibidang Hankamneg adalah kondisi dinamik bangsa Indonesia yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional. . yaitu : fertilitas. dan untuk menempatkannya sebagai sumber dan kekuatan Tannas secara kualitatif maupun kuantitatif. a. 18. Gatra Pertahanan dan Keamanan Negara. mengerahkan dan menggerakan seluruh potensi nasional termasuk kekuatan masyarakat diseluruh bidang kehidupan nasional secara teritegrasikan dan terkoordinasikan. serta keamanan perjuangannya. e) Bidang pelayanan sosial. Meningkatkan usahausaha mengatasi masalah kependudukan dengan segala implikasinya demi kelestarian kehidupan manusia dan bangsa secara manusiawi disatu pihak.

sehingga dipaksa untuk mengambil tindakan perlawanan demi tegaknya eksistensi negara . Tannas bidang Hankamneg adalah suatu konsepsi didalam pengaturan dan penyelenggaraan pertahanan dan keamanan nasional didalam kehidupan nasional. politik. Falsafah. tantangan. 1) Tujuan Tannas bidang Hankamneg. hambatan dan gangguan (ATHG) dengan tujuan untuk melindungi bangsa dan tumpah darah Indonesia. agama dan militer disusun dan dikerahkan secara terpimpin. Bangsa Indonesia hanya berperang apabila ternyata tidak terdapat jalan lain untuk menyelesaikan pertikaian. terkoordinasi dan teritengrasi.hambatan serta gangguan yang dating dari luar maupun dari dalam. sehingga didapat kemampuan yang maksimal untuk mengatasi ancaman. pandangan dan faham bangsa Indonesia. Hakekat ketahanan dibidang Hankamneg adalah perjuangan rakyat semesta dalam mana seluruh potensi dan kekuatan ideologi. 2) Ciri-ciri. Bangsa Indonesia menentang penjajahan dalam segala penampilannya dan memihak keadilan dan kebenaran. essensi dan ciri-ciri. sosial budaya. Bangsa Indonesia cinta damai dan ingin bersahabat dengan segala bangsa didunia serta tidak menghendaki terjadinya sengketa bersenjata ataupun perang. Oleh karena itu politik pertahanan dan keamanan Indonesia adalah defensif aktif dan preventif aktif. bangsa Indonesia yang berisi petunjuk tentang bagaimana mengatur dan menyelenggarakan perjuangan rakyat semesta. Falsafah dan pandangan tentang pertahanan keamanan Indonesia tercermin dalam pembukaan UUD 1945 dan batang tubuh UUD 1945. yang langsung maupun tidak langsung membahayakan pertahanan dan keamanan bangsa dan negara Indonesia berdasarkan Pancasila dan UndangUndang Dasar 1945. baik dibidang nasional maupun internasional. substansi. mengamankan dan menyelematkan perjuangan bangsa Indonesia sesuai dengan kepentingan dan tujuan nasional yang terumuskan dalam UUD 1945. ekonomi.

4) Wawasan Nusantara. gangguan dan serangan dari manapun juga datangnya.kesatuan Indonesia. Bangsa Indonesia cinta damai karena memahami sepenuhnya. tantangan. Apabila tekad ini harus berwujud perang. maka perwujudan sampai kemenangan akhir tercapai dengan segala daya dan upaya yang sebelumnya telah dipersiapkan. Oleh karena itu. maka ini dilakukan semata-mata karena bangsa Indonesia lebih cinta akan kemerdekaannya. bahwa penggunaan kekerasan dalam memecahkan masalah sengketa akan selalu menimbulkan malapetaka bagi umat manusia. Karena itu bangsa Indonesia dalam penyelesaian pertikaian baik nasional maupun internasional mengutamakan cara-cara damai. Walaupun cinta damai akan tetapi bangsa Indonesia bertekad bulat dan bersikap teguh untuk mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatannya terhadap segala bentuk ancaman. Bagi bangsa Indonesia perang adalah jalan yang terakhir yang terpaksa harus ditempuh untuk mempertahankan ideologi Pancasila. bagi bangsa Indonesia perang adalah perang atas dasar Ideologi dan berdasarkan keadilan dan kebenaran. 3) Faham bangsa Indonesia tentang damai dan perang. Wawasan Nusantara melandasi upaya peningkatan Ketahanan Nasional dan juga ketahanan dibidang Hankam. ialah Wawasan Nusantara. kemerdekaan dan kedaulatan Negara Republik Indonesia serta keutuhan bangsa. Integrasi Hankamneg yang merupakan asas dan pedoman perwujudan sistem pertahanan dan keamanan dengan . hambatan. 5) Doktrin Pertahanan dan Keamanan Nasional. Wawasan Nusantara yang dianut didalam pertahanan dan keamanan adalah Wawasan Nusantara. Doktrin perjuangan bangsa Indonesia dibidang Hankamneg adalah doktrin yang berlandaskan Pancasila dan landasan konstitusional UUD 1945 serta doktrin-doktrin nasional lainnya. Bila bangsa Indonesia terpaksa berperang.

politik. dituntut juga sikap mental dan pengorganisasian yang baik. Sistem Hanta diproses melalui upaya memasyarakatkan dan mengikutsertakan seluruh rakyat dalam upaya bela negara dalam masyarakat bangsa Indonesia. ekonomi.bidang-bidang masalah keamanan dalam negeri. Sistem Hanta merupakan perpaduan serasi antara Sistem Senjata Teknologi (Sistek) dan Sistem Senjata Sosial (Sissos) bersifat semesta (cq Kewilayahan) dan menyangkut segenap bidang kehidupan bangsa. Pelaksanaan Hanneg Indonesia didasarkan atas Sistem Hanneg yang berintikan TNI sebagai komponen utama didukung oleh komponen cadang dan komponen pendukung serta potensi-potensi lainnya seperti potensi ideologi. Untuk dapat mempertahankan negara sesuai dengan sifat geografi Indonesia yang berupa Nusantara diperlukan kekuatan Hankamneg yang bermutu. dan sosial budaya. nasionalisme. diwujudkan dalam moral yang tinggi karena keyakinan akan kebenaran motivasi perjuangan (ideologi/politik). memiliki kemampuan strategis yang memadai sebagai faktor penangkal dengan kemampuannya untuk menguasai dan melindungi setiap titik. masalah pemantapan wilayah dan masalah partisipasi TNI dan Polri diluar bidang Hankam dirumuskan tersendiri. 6) Sistem Pertahanan Semesta. setiap jengkal tanah dan wilayah perairan di setiap penjuru tanah air. dan sebagainya. Manusia merupakan factor yang sangat menentukan. Geografi. Faktor-faktor yang Mempengaruhi. Sistek dan Sissos dikembangkan secara prinsipal dan konsepsional dirumuskan dan disusun atas dasar sumber falsafah hidup bangsa. mahir dalam melaksanakan operasi-operasi gabungan. geografi. b. Selain berfisik sehat dan terlatih. Faktor-faktor yang mempengaruhi upaya peningkatan Ketahanan Nasional bidang Hankamneg antara lain: 1. . pengalaman perjuangan dan kondisi serta situasi negara dan bangsa Indonesia.

adanya tekanan tekanan internasional yang dalam kelanjutannya dapat berwujud dan berakibat timbulnya konflik-konflik bersenjata. Kenyataan yang ada menunjukkan bahwa pada hakekatnya pertentangan-pertentangan internasional merupakan refleksi dari kepentingankepentingan nasional masing-masing negara. penelitian dan pengembangan. sedang kebutuhan manusia terus meningkat. Adanya penduduk yang mampu berperan positif dalam pertahanan semesta sangat menentukan karena Ketahanan Hankamneg khususnya merupakan usaha integral rakyat. 3) Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Perlu diambil langkah yang konkrit untuk mengurangi lebarnya jurang ketinggalan tersebut. seolah- .patriotisme. dan kepercayaan diri. Integrasi TNI dan kemanunggalan TNI dengan rakyat merupakan suatu keharusan karena perang bersifat semesta. Dalam upaya dibidang Hankamneg diusahakan peningkatan kemampuan nasional dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. 2. Kondisi Internasional. Kondisi internasional menunjukkan tidak adanya pola-pola perimbangan kekuatan yang tidak lagi didasarkan atas sistem bipolar atau neobipolar. akan tetapi lebih merupakan perimbangan kekuatan yang bersifat polisentris dengan kepentingan-kepentingan nasional bangsa-bangsa yang bersangkutan berupa regionalisme dan koeksistensi yang sangat menonjol. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat cepat di negara-negara maju mengakibatkan ketinggalan dan ketergantungan Indonesia dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. rasa solidaritas. Pemerataan penyebaran dalam kepadatan penduduk tidak seimbang. Sumber daya makin lama semakin langka. karena prestasi dan sejarah. sehingga banyak terdapat daerahdaerah strategis yang relatif terlalu jarang dan terlalu padat penduduknya. berdaya pemusnahan massal. jiwa kerja sama dan kebanggaan kesatuan. 4) Keterbatasan sumber daya dan ketidakpastian masa depan.

hambatan. Dengan demikian diharapkan agar ketidakpastian dapat ditekan serendah-rendahnya dengan perjuangan. Politik dan Strategi Dasar Hankamneg. Kebijaksanaan dan Strategi 1. c.olah tidak ada batasnya. tujuan-tujuan dan cita-cita perjuangannya yang diwujudkan melalui rangkaian rencana dan pelaksanaan pembangunan nasional. bersih dan berwibawa dan dinamis. menyelematkan perjuangan bangsa Indonesia guna mencapai segala kepentingan. perhitungan dan kesiagaan untuk menghadapi setiap kemungkinan. tantangan dan gangguan. 5) Kepemimpinan dan pengelolaan (Manajemen). untuk menjamin tetap tegaknya dan terlindunginya Negara Kesatuan RI berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dari segala ancaman. . Selanjutnya harus selalu merumuskan jalan dan tindakan apa yang perlu dipilih untuk menghadapi setiap perubahan. hakekat tantangan dan Wawasan Nusantara. maka dirumuskan politik dan strategi dasar Hankamneg yang bertujuan pertama. termasuk kemampuan implementasi perlu ditingkatkan sesuai dengan kepribadian Indonesia. baik dari dalam maupun dari luar negara dan kedua mengamankan. terlebih-lebih pada masamasa darurat dimana kepemimpinan diperlukan untuk dapat menjamin kelangsungan kehidupan nasional yang merdeka dan berdaulat. Karena tidak adanya kepastian masa depan. Demikian pula kemampuan manajemen pada semua eselon. Anggaran pertahanan yang sangat terbatas lebih-lebih memerlukan tingkat manajemen yang tinggi. Berdasarkan landasan politik dan strategi. Berhasil atau gagalnya usaha bangsa Indonesia dibidang Hankamneg akan sangat dipengaruhi oleh adanya kepemimpinan yang kuat. Oleh karena itu selalu ada penyesuaian antara kebutuhan dengan sumber daya yang ada. maka upaya Hankamneg harus senantiasa diarahkan untuk memperhitungkan apa yang bakal terjadi di masa depan.

mencegah serta mengatasi gangguan dan ancaman yang mungkin timbul terhadap keamanan. . Bebas dan aktif dalam mengusahakan adanya kerjasama internasional dalam rangka perjuangan untuk menghapuskan imperialisme dalam segala bentuk manifestasinya. perdamaian dan kestabilan regional di Asia Tenggara dengan didasari Ketahanan Nasional yang sepadan dan mendorong terwjudnya Ketahanan Regional. b) Strategi Dasar Hankamneg. Strategi Dasar Pertahanan da Keamanan Negara dapat dirumuskan sebagai berikut : (1) Membina Ketahanan Nasional disegala kehidupan dan penghidupan bangsa Indonesia dengan antara lain mewujudkan stabilitas dan melaksanakan pembinan dan pembangunan wilayah nasional. (2) Preventif aktif : diwujudkan dengan membangun kekuatan Hankamneg yang merupakan kemampuan untuk menangkal. (3) Bebas dan aktif dalam menyelenggarakan kerjasama regional/internasional guna menciptakan kerukunan. ketentraman dan ketertiban didalam negara. Defensif aktif: diwujudkan dengan membangun kekuatan Hankamneg yang merupakan kemampuan untuk menangkal dan menanggulangi ancaman-ancaman dalam segala bentuk dan manifestasinya dari manapun datangnya. Politik Pertahanan dan Keamanan Negara dapat dirumuskan sebagai berikut : 1.a) Politik Hankamneg.

sepadan dengan tugas yang dihadapkan dalam rangka perwujudan Sishanta dan memanfaatkan kemajuan ilmu dan teknologi yang mutakhir yang sedapat mungkin ditunjang oleh industri nasional. d. kewaspadaan. (5) Memelihara integritas dan kemanunggalan antara komponenkomponen TNI serta kemanunggal-an TNI dan rakyat. khususnya industri Hankam untuk mencari kemungkinan pembuatan loncatan-loncatan kedepan dalam pembangunan. kemampuan dan kesiagaan warga negara. sesuai dengan fungsi yang diemban oleh TNI. (3) Membangun kemampuan Pertahanan Semesta dengan meningkatkan kesadaran tanggung jawab. tujuan-tujuan dan sasaran nasional. masyarakat dan bangsa. Atas dasar itu pola dasar pelaksanaan Hankamneg dapat disimpulkan sebagai berikut : . (6) Penyusunan kekuatan Hankamneg yang mampu ikut mewujudkan perdamaian dan keamanan regional di Asia Tenggara khususnya dan dunia pada umumnya. UUD 1945 dan Wawasan Nusantara. (4) Membangun TNI yang tangguh. Pola Dasar Pelaksanaan Hankamneg 1) Bangsa Indonesia melaksanakan Hankamneg atas dasar falsafah Pancasila.(2) Melindungi jalannya pembangunan nasional guna menjamin tercapainya kepentingan nasional. efektif dan efisien dengan kekuatan cadangan yang segera dapat dikembangkan.

Sapta Marga. lintas sektor dan lintas departemen dan selalu memperhitungkan faktor-faktor kondisi. baik yang statis maupun dinamis. 3. Diluar TNI dengan usaha penyadaran. b) Kesatuan dibidang Hankamneg sesuai perumusan dalam Wawasan Nusantara yang perwujudannya adalah : Sishanta. keberanian Prajurit dan kehebatan persenjataan dan perlengkapan itu tidak akan mencapai dampak yang diinginkan sesuai dengan kepentingan dan tujuan nasional yang semula diharapkan. yang ketiga-tiganya merupakan bagian yang dapat dibedakan tetapi sulit untuk dipisahkan. dalam peningkatan ketahanan secara lahiriah .a) Semua warganegara berhak dan wajib turut serta dalam pertahanan negara. kemenangan gemilang dalam pertempuran. Dibidang sumber daya manusia yang terdiri atas TNI dan segenap warganegara Indonesia : secara batiniah. Pembangunan Kekuatan dan Penggunaan Kekuatan. dibina dengan pola tingkah laku Pancasila. Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional yang dilaksanakan pada lembagalembaga tertinggi secara seksama dengan memanfaatkan keahlian yang ada dengan pendekatan multidisipliner. sehingga dapat dikatakan. dibekali. 4) Pembangunan/Pembinaan Sumber Daya Hanneg. Demikian arti pentingnya strategi atau perumusan strategi. Perumusan politik Strategi Hankamneg dilaksanakan kepada kepentingan Tujuan Nasional. pembinaan dan pendidikan sebagaimana tersebut diatas. maka kepandaian para panglima. Pola pelaksanannya meliputi pembinaan sumber daya manusia. Sumpah Prajurit dan perangkat peraturan disamping kepemimpinan dan manajemen yang baik. sarana. bahwa apabila kebijaksanaan dibidang strategi salah. wadah atau ruang juang dan sistemnya. 2) Penyelenggaraan upaya dibidang Hankamneg selalu dapat dipolakan sesuai pola pemikiran perumusan Strategi : Pembinaan.

strategi militer. Bagaimana kebijaksanaan dan strategi dari gatra penduduk. Evaluasi a. Antar Trigatra dan Pancagatra serta antar gatra itu sendiri terdapat hubungan timbal balik yang sangat erat. BAB IV KONSEPSI HUBUNGAN ANTAR GATRA 20. 19. Jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi terhadap gatra Hankamneg. Dibidang ruang juang ditingkatkan dengan system pembinaan territorial. 4. Jelaskan apa yang dimaksud dengan indentitas Nasional. b. Sifat . Jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi terhadap gatra kekayaan alam. pola pelaksanaan-nya adalah dengan Sishanta dengan segala aspek kaitan dan ruang lingkupnya yang terus ditingkatkan dengan penggarapan dibidang pengkajian dan pembinaan sistem. 5. kecerdasan dan keterampilan. doktrin.ditingkatkan kualitas jasmani. c. Umum. kemahiran. 5) Dibidang penggunaan kekuatan Hanneg. Apa yang saudara ketahui tentang mental psikologi dari faktor dinamis. taktik teknik dan administrasinya serta latihan-latihan dan uji coba yang senantiasa dilakukan. Dibidang prasarana dan bidang Hanneg dilaksanakan dengan modernisasi manajemen pembangunan Hankam yang didukung oleh industri nasional lainnya dan pengadaan melalui usaha penelitian dan pengembangan.

Sebaliknya. bernilai penentu didalam memelihara kelangsungan hidup bangsa dan .Ketahanan Nasional Indonesia bukan merupakan suatu penjumlahan ketahanan segenap gatranya.hubungan tersebut saling terkait. Bentuk topografis. penyebaran dan tingkat kenaikan jumlahnya serta mutunya akan berpengaruh pada pemanfaatan kekayaan alam. menentukan tingkat pemanfaatan serta kelestarian kekayaan alam tersebut. Geografi Indonesia sebagai faktor statis maupun dinamis mempengaruhi gatra-gatra lainnya. Kelemahan disalah satu bidang dapat mengakibatkan kelemahan dibidang lain dan mempengaruhi kondisi keseluruhan. letak astronomis. wawasan dan sikap hidup dan perikehidupan penduduk Indonesia. Hubungan antar Gatra dalam Pancagatra. dimana terdapat saling hubungan erat antara gatra didalam keseluruhan kehidupan nasional. Hubungan antar Gatra dalam Trigatra. 22. letak geografis serta jenis. mutu dan penyebaran kekayaan alam yang dapat dimanfaatkan penduduk akan memberikan tata dan perikehidupan serta pola budaya penduduknya. Penyebaran penduduk erat hubungannya dengan usaha transmigrasi dan pusat-pusat pertumbuhan. Kekayaan alam baru mempunyai manfaat nyata jika telah diolah oleh penduduk yang memiliki kemampuan dan teknologi untuk itu. Mata pencaharian penduduk dipengaruhi oleh keadaan geografi sekelilingnya serta kekayaan alam yang dikandungnya. Geografis sebagai factor statis juga memberikan kemudahan dan hambatan dan nilai tambah bagi pendayagunaan serta kelestarian sumber alam. komposisi. Tingkat pengetahuan dan teknologi penduduk serta tingkat kebutuhan untuk pemenuhan hidup.Ketahanan Nasional Indonesia hakekatnya bergantung kepada kemampuan bangsa/negara Indonesia didalam mempergunakan aspek alamiahnya sebagai dasar penyelenggaraan kehidupan nasional disegala bidang. saling mengisi dan saling bergantung sehingga : Ketahanan Nasional Indonesia adalah suatu pengertian keseluruhan. 21. Ideologi sebagai falsafah hidup bangsa dan landasan idiil negara. utuh. melainkan ditentukan oleh struktur konfigurasi aspeknya secara struktur fungsional. iklim dan posisi silang memberikan pengaruh pada pandangan hidup. Penduduk Indonesia dalam dimensi jumlah.

Ketahanan di gatra lain merupakan “deterrent factor” terhadap maksud tersebut. tanpa budaya dan kepribadian memungkinkan timbul ketegangan sosial yang dapat berkembang menjadi revolusi sosial yang jelas membahayakan Ketahanan Nasional. Ketahanan ekonomi berhubungan erat dengan ketahanan dibidang ideologi politik. tingkat kemakmuran ekonomi. Ketahanan nasional hakekatnya bergantung kepada kemampuan bangsa/negara didalam mempergunakan aspek . 23. baik fisik materi maupun mental kejiwaan. Keadaan sosial yang serasi. Sebaliknya keadaan ekonomi stabil dan maju menjangkau stabilitas dan peningkatan dibidang lain. Kemegahan sosial budaya suatu bangsa biasanya mencerminkan tingkat kesejahteraan nasionalnya.Karena saling berkaitan. Sebaliknya dapat dikatakan bahwa tanpa pertahanan keamanan nasional yang memadai Tannas kita akan menjadi lemah.pencapaian tujuan nasionalnya. hambatan dan gangguan yang akan merubah atau meniadakan ideologi nasional itu. Tingkah laku politik seseorang dipengaruhi oleh bermacam hal yang satu dengan lainnya saling berkaitan. Karena itu mutlak perlu untuk diamankan terhadap tiap ancaman. ekonomi dan sosial budaya memperkokoh pertahanan keamanan nasional. sosial budaya dan pertahanan keamanan yang berfungsi sebagai penunjang. berbudaya dan berkepribadian hanya dapat berkembang didalam suasana aman dan damai. Keadaan sosial yang timpang dengan segala kontradiksi. ketaatan beragama. politik. Hubungan antar Trigatra dengan Pancagatra a. maju dan berkembang dibidang ideologi. keakraban sosial dan rasa keamanannya. Ia dipengaruhi oleh tingkat kecerdasan dan kesadaran berpolitik. maka perubahan disalah satu aspek akan mempunyai pengaruh terhadap aspek lain. Ketahanan pertahanan keamanan memerlukan juga penunjang gatra lain. Keadaan stabil. stabil dinamis. Situasi politik yang kacau yang memungkinkan terjadinya pertikaian dan pemberontakan merupakan suatu kerawanan yang membahayakan Tannas. sebaliknya keadaan politik stabil dan dinamis memungkinkan pembangunan disegala bidang dan memberikan rasa aman serta memperkokoh Tannas.

Masing-masing gatra saling terkait secara integrative. Ketahanan Nasional adalah suatu pengertian holistik dimana terdapat saling hubungan erat antara gatra didalam keseluruhan kehidupan nasional. d. Hubungan antar gatra. Ketahanan nasional bukan merupakan suatu penjumlahan ketahanan segenap gatranya. c. 24. saling mengisi dan saling bergantung dalam menciptakan Ketahanan Nasional. 25. maka usaha untuk peningkatan Ketahanan Nasional Indonesia melalui usaha pembangunan nasional secara berencana harus menjamin adanya pertumbuhan yang seimbang dan konfigurasi dari delapan aspek (gatra) dalam kehidupan nasional.alamiahnya sebagai dasar penyelenggaraan kehidupan nasional disegala bidang. apabila tidak diikuti oleh aspek-aspek yang lain. Jelaskan hubungan antar Trigatra dengan Pancagtra ? . Karena Ketahanan Nasional Indonesia merupakan pengertian keutuhan hubungan antar gatra dalam kehidupan nasional. Jelaskan hubungan antar gatra dalam Pancagatra ? 3. Evaluasi 1. Kemajuan dalam salah satu aspek sebagai akibat pembangunan akan memberikan pengaruh yang negatif. b. Jelaskan hubungan antar gatra dalam Trigatra ? 2. Kelemahan disalah satu bidang dapat mengakibatkan kelemahan bidang lain dan mempengaruhi kondisi keseluruhan. melainkan ditentukan oleh struktur atau konfigurasi aspek-aspek secara structural fungsional (resultante).

Andaikata diperlukan bantuan maka hal tersebut bersifat komplementer. Banyak negara terutama negara berkembang terpaksa membangun didalam ketimpangan Ketahanan Nasionalnya dan berasas mencapai suatu pertumbuhan yang seimbang melalui pertumbuhan yang timpang.BAB V POLA UMUM OPERASIONAL TANNAS INDONESIA 26. Ketahanan Nasional Indonesia dikembangkan berdasar suatu sikap mental percaya pada diri sendiri. sehingga memungkinkan suatu pertumbuhan yang seimbang. Dasar Pengembangan Tahnas. Sikap mental demikian harus secara sadar di kikis habis dan sebagai gantinya harus ditumbuhkan suatu sikap mental yang berkepercayaan pada diri sendiri yang patriotik dan nasionalistis. Karena negara Indonesia merupakan bekas daerah jajahan. Oleh Karena itu diperlukan apresiasi tepat tentang kekuatan dan kelemahan kondisi Ketahanan Nasionalnya. Politik dan strategi nasional yang bijaksana akan memperhatikan dan berpijak pada kondisi dan situasi Ketahanan Nasional Indonesia yang riil. Perwujudan dan peningkatan Ketahanan Nasional Indonesia yang berlandaskan Pancasila dan Wawasan Nusantara. maka masih terdapat kelompok masyarakat yang bermental kolonial dan memiliki rasa ketergantungan kepada bekas penjajahnya. tanpa menjerumuskan diri kedalam fanatisme dan nasionalisme yang sempit. Bangsa Indonesia yang merdeka dan berdaulat. Bangsa Indonesia beruntung mempunyai kekuatan dan kemampuan yang sama didalam semua bidang kehidupan nasionalnya. Segi kuat hendaknya dijadikan pancangan kaki dan dimanfaatkan seoptimal mungkin dengan memberikan kesempatan kepada segi yang lemah untuk diperbaiki dan diperkuat. Perwujudan dan Peningkatan Tahnas. 27. sehingga lambat laun dapat diperoleh suatu kekuatan nasional yang serasi dan seimbang. bahwa ia dapat mengurus dan mengatur rumah tangganya sendiri dengan baik dan tidak bergantung kepada bantuan dari luar. sesuai dengan kemampuan dan keterbatasan yang ada. . harus percaya dan yakin. dilaksanakan secara realistik dan pragmatis.

30. untuk disatu pihak. Dan untuk tetap memungkinkan berjalannya pembangunan nasional yang selalu harus menuju ketujuan yang ingin dicapai dan agar dapat secara efektif dielakkan tantangantantangan. Jadi antara pembangunan nasional dan Ketahanan Nasional terdapat hubungan timbal balik dimana Pembangunan Nasional sebagai input (masukan) dan Ketahanan Nasional sebagai output (luaran) dari upaya bangsa dan negara untuk menjamin eksistensi dan kelangsungan hidupnya. Bagaimana sikap mental bangsa Indonesia dalam mengembangkan dan meningkatkan Ketahanan Nasional ? BAB VI KETAHANAN NASIONAL DAN PEMBANGUNAN NASIONAL INDONESIA 29. Evaluasi 1. Berhasilnya Pembangunan Nasional akan meningkatkan Ketahanan Nasional.28. baik dari luar maupun dari dalam. Hubungan Ketahanan Nasional dengan Pembangunan Nasional. serta perjuangan mengejar cita-cita/tujuan nasionalnya. Konsepsi Ketahanan Nasional dalam rangka Pembangunan Nasional. Apa yang dijadikan hal utama dalam perwujudan dan peningkatan Ketahanan Nasional ? 2. ancaman. Selanjutnya Ketahanan Nasional yang tangguh akan lebih mendorong lagi pembangunan nasional. perlu dipupuk terus menerus Ketahanan Nasional yang meliputi segala aspek kehidupan bangsa dan negara. serta dilain pihak usaha untuk mencapai . hambatan dan gangguan yang timbul. dalam usaha mencapai tingkat keamanan untuk dapat menjamin eksistensi dan kelangsungan hidup. Setiap usaha pembangunan yang serba multi sektoral yang menyentuh seluruh aspek kehidupan nasional akan selalu dapat diarahkan dan selalu berada dalam pola integral komprehensif.

Pembangunan Nasional dalam Rangka Konsepsi Ketahanan Nasional. ulet dan tangguh dengan . Pembangunan Nasional dalam rangka konsepsi Ketahanan Nasional pada hakekatnya merupakan pengaturan dan penyelenggaraan hubungan interaksi dan interdepensi yang seimbang dan serasi antara gatra menuju sasaran yang diinginkan yaitu perubahan fisik. Pembangunan yang menjamin keseimbangan dan keserasian keamanan dan kesejahteraan materiil dan spiritual demi kelangsungan hidup dan menuju kejayaan bangsa dan negara Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Pembangunan yang didasarkan pada sikap mental percaya pada diri sendiri. yang menjamin keseimbangan dan konfigurasi dari delapan aspek (Astagatra) kehidupan nasional. 4. serta selalu berorientasi pada pencapaian sasaran tertentu dalam kurun waktu tertentu pula sebagai bagian dari usaha pencapaian tujuan nasional seperti yang terdapat pada pembukaan UUD 1945. 31. hakekat tantangan dan ancaman yang dihadapi. sikap mental (pembaharuan) dan cara berpikir (modernisasi) yang menjamin adanya rasa keamanan dan rasa kesejahteraan secara adil dan merata bagi seluruh rakyat berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. kebijaksanaan dan strateginya bersifat utuh menyeluruh/manunggal. 3.tingkat kesejahteraan menuju kejayaan bangsa dan negaranya berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.Pembangunan Nasional dalam rangka konsepsi Ketahanan Nasional adalah : a. Pembangunan yang pola dasarnya. 2. Jadi pembangunan nasional dapat menjadi sarana meningkatkan Ketahanan Nasional manakala pembangunan nasional berjalan sesuai dengan arah pedoman yang digariskan pola dasar itu. Pembangunan yang perencanaannya disusun berdasarkan apresiasi yang tepat tentang kondisi riil bangsa dan negara.

berbangsa dan bernegara yang semakin meningkat. ooo000ooo POLSTRAHANKAMNAS .mendahulukan sifat-sifat kerakyatan. Demikian bahan ajaran Tannas ini disusun dengan harapan dapat dijadikan landasan dalam memandang masa depan serta dapat ditangkap nilai-nilai berharga guna pelaksanaan kehidupan bermasyarakat. religius dan kekeluargaan dalam satu kesatuan/integrasi nasional. 32. Evaluasi 1. Jelaskan yang saudara ketahui tentang pembangunan nasional dalam rangka konsepsi Ketahanan Nasional ? BAB VIII PENUTUP 33. Bagaimana kaitannya antara Ketahanan Nasional dengan pembangunan nasional Indonesia ? 2.

PEMBANGUNAN DAN PENGGUNAAN KEKUATAN HANKAMNAS A.Meliputi pertahanan (luar). tidak represif .Ideologi Negara . STRATEGI HANKAMNAS D.A. tidak ofensif Keamanan : Preventif Aktif.Kedaulatan dan Kemerdekaan .Membina kekuatan hankam yang menyatu dengan rakyat .Hasil Bangsa Nasional 4. Tujuan Hankamnas Menjaga tetap tegaknya keberadaan bangsa – negara Tugas Pokok Hankamnas Membina ketahanan hankam dalam rangka tanas. dengan mengamankan: .Membina kesadaran membela negara .Kepentingan Nasional . Fungsi Hankamnas . PENGANTAR B. POLITIK HANKAMNAS C.Fungsi pemerintahan negara . Dasar Politik Hankamnas Pertahanan : Defensif Aktif.Mewujudkan wilayah negara sebagai satu kesatuan hankam 5. dan Keamanan (dalam) .Melibatkan militer dan rakyat 2. PENGANTAR Arti Hankamnas .

Politik Hankamnas 1. Pengertian Pernyataan cita-cita bangsa negara tentang pembinaan secara total dari potensi hankam untuk mencapai tujuan hankam dalam rangka Tunas 2.Keterlibatan rakyat (Siskamnas) . bukan Hankam) Menciptakan Tanreg (Ketahanan Regional) 4. baik dari luar maupun dari dalam negeri B.sama (samenvallen) dengan politik nasional . Kebijakan Hankamnas Mencegah perang melalui upaya politik Mengembangkan penangkalan melalui siskamnas Mengembangkan kerjasama regional secara fungsional (Kamhan. Perumusan Politik Hankamnas .Jangkauan jauh ke depan : perlu perkiraan intelejen & asumsi-asumsi . Prinsip Penuntun .6.Waktu harus jatuh .Politik bebas aktif .Persatuan-Kesatuan (Wanus) . Hakikat Hankamnas Keterlibatan rakyat (Perlawanan Rakyat Semesta) dalam menghadapi & mengatasi segala macam dan bentuk ancaman.Jaminan terhadap ketidakpastian .Perdamaian dunia 3.Bersandar pada kemampuan sendiri .Perumusan konkrit berdasarkan kenyataan nyata Perumusan konkrit berdasarkan kemampuan nyata .

membangun Ancaman Langsung : menakuti dengan peringatan lisan / gerakan yang dibarengi tindakan preventif POLITIK DAN STRATEGI NASIONAL Desember 1. 11:26 pm Filed under: esensial . Pengembangan. Penggunaan Hankamnas Pola dasar (diarahkan ke dalam negeri) dengan : Persuasi (Edukasi) : kerjasama. 2007. Pedoman Pembuatan Renstra Hankam Prinsip ekonomi dan prioritas Mencukupi kebutuhan sendiri Dislokasi kekuatan Berdasar peraturan perundangan Penelitian. dan Teknologi Militer masuk barak. serta meniadakan kerawanan yang ada. dan siap sewaktu-waktu dibutuhkan untuk keamanan Manajeman hankam Pemanfaatan peluang D. 3.C. Pembangunan dan Penggunaan Hankamnas Pembangunan Hankamnas : Menciptakan Daya tangkal (Kekuatan yang memberi keyakinan pada pihak yang mempunyai maksud tidak baik dan melakukan agresi dengan cara apapun. tidak dapat mencapai maksud dan tujuan-nya). Srategi Hankamnas Arti Langkah-langkah pembangunan & penggunaan kekuatan dan sarana hankamnas dalam rangka pelaksanaan Politik hankamnas Tujuan Mewujudkan daya tangkal terhadap gangguan keamanan dalam negeri dan ancaman luar negeri dengan membangun kekuatan hankam.

keadaan. pertahanan dan keamanan. sedangkan TAN dan TLP merupakan tatanan dalam (inner setting) dari sistem keamanan nasional. pendekatan ruang dilakukan karena strategi akan berhasil bila didukung oleh lingkungan sosial budaya dimana strategi dan manajemen tersebut di operasionalkan. Sedangkan politik dalam arti policy adalah penggunaan pertimbangan tertentu yang dapat menjamin terlaksananya usaha untuk mewujudkan keinginan atau citacita yang dikehendaki. Untuk penyelenggaraan TPKB diperlukan proses arus masuk yang dimulai dari TKM lewat TPN. mampu membuat desain yang tepat. Dalam ketatanegaraan Indonesia. unsur-unsur uatama sistem keamanan nasional adalah sebagai berikut : Negara sebagai organisasi kekuasaan yang mempunyai hak dan peranan terhadap pemilikan. kelompok penekan. 3. parpol. dan pelayanan yang diperlukan dalam rangka mewujudkan cita-cita bangsa Bangsa Indonesia sebagai pemilik negara berperan untuk menentukan sistem nilai dan arah/ kebijaksanaan negara yang digunakan sebagai landasan dan pedoman bagi penyelenggaraan fungsi-fungsi negara Pemerintah sebagai unsur manajer atau penguasa berperan dalam penyelenggaraan fungsi-fungsi pemerintahan umum dan pembangunan ke arah cita-cita bangsa dan kelangsungan serta pertumbuhan negara Masyarakat sebagai unsur penunjang dan pemakai berperan sebagai kontributor. dan konsumen bagi berbagai hasil kegiatan penyelenggaraan fungsi pemerintahan Dilihat secara strukutural. Secara proses. TKM dan TPN merupakan tatanan luar (outer setting). unsur-unsur utama sistem keamanan nasional tersusun atas empat tatanan yaitu : tata kehidupan masyarakat (TKM). Juga dilakukan Perkiraan Strategi yaitu suatu analisis terhadap berbagai kemungkinan perkembangan keadaan dan lingkungan. penerima. sistem keamanan nasional berpusat pada suatu rangkaian tata pengambilan keputusan berwenang (TPKB) yang terjadi pada tatanan dalam (TAN dan TLP). Politik (etimologis) adalah segala sesuatu yag berkaitan dengan urusan yang menyangkut kepentingan dari sekelompok masyarakat (negara). Untuk melaksanakan tujuan itu diperlukan kebijakan-kebijakan umum (public policies) yang menyangkut pengaturan dan pembagian atau alokasi dari sumber-sumber yang ada. pengambilan keputusan (decisionmaking) mengenai seleksi antara beberapa alternatif dan penyusunan skala prioritas dari tujuan-tujuan yang telah ditentukan. Indonesia menuangkan politik nasionalnya dalam bentuk GBHN karena GBHN yang merupakan kepanjangan dari Garis-garis Besar Haluan Negara adalah haluan negara tentang penyelenggaraan negara dalam garis-garis besar sebagai pernyataan kehendak rakyat secara menyeluruh dan terpadu di tetapkan oleh MPR untuk lima tahun guna mewujudkan kesejahteraan rakyat yang berkeadilan. cara atau alat yag akan digunakan untuk mencapai tujuan. umumnya dilakukan Telaah Strategi atau suatu kajian terhadap pelaksanaan strategi yang akan dilaksanakan dengan selalu memperhatikan berbagai kecenderungan. Politik dalam arti politics adalah rangkaian asas/prinsip. dan menggunakan teknologi masa depan Terpadu komprehensif integral. Itulah alasan mengapa kita harus mampu mendahului dan mengestimasi permasalahan yang akan timbul. Dapat disimpulkan bahwa politik adalah bermacam-macam kegiatan yang menyangkut proses penentuan tujuan-tujuan dari sistem negara dan upaya-upaya dalam mewujudkan tujuan itu. pengembangan sasaran alternatif. Wawasan strategi harus mengacu pada tiga hal penting. cara bertindak yang ditempuh. serta batas waktu berlakunya penilaian terhadap pelaksanaan strategi. dan tata laksana pemerintahan (TLP). pengaturan. Gran strategy dilaksanakan melalui bidang ilmu politik. analisis kemampuanh yang dimiliki dan pengaruhnya. Agar perencanaan pelaksanaan politik dan strategi dapat berjalan dengan baik maka harus dirumuskan dan dilakukan pemikiran-pemikiran strategis yang akan digunakan. sosial budaya. di antaranya adalah : Melihat jauh ke depan. strategi dijadikan kajian dari konsep yang mencakup permasalahan yang memerlukan pemecahan secara utuh menyeluruh. Secara umum politik mempunyai dua arti. sedangkan pendekatan waktu sangat fluktuatif terhadap perubahan dan ketidakpastian kondisi yang berkembang sehingga strategi tersebut dapat bersifat temporer dan kontemporer 5. yaitu poplituik dalam arti kepentingan umum (politics) dan politik dalam arti kebijakan (policy). tata politik nasional (TPN).54 Votes . pencapaian kondisi yang lebih baik di masa mendatang. Dalam perkembangannya istilah strategi condong ke militer sehingga ada tiga pengertian strategi : Strategi militer yang sering disebut sebagai strategi murni yaitu penggunaan kekauatan militer untuk tujuan perang militer Strategi besar (grand strategy) yaitu suatu strategi yang mencakup strategi militer dan strategi nonmiliter sebagai usaha dalam pencapaian tujuan perang Strategi nasional yaitu strategi yang mencakup strategi besar dan di orientasikan pada upaya optimlaisasi pelaksanaan pembangunan dan kesejahteraan bangsa 2. baik lintas sektor maupun lintas disiplin Memperhatikan dimensi ruang dan waktu. organisasi kepentingan. jalan. 4. tata administrasi negara (TAN). Pemikiran strategis adalah kegiatan yang dilakukan dalam rangka mengantisipasi perkembangan keadaan lingkungan yang dapat mempengaruhi bahkan mengganggu pelaksanaan strategi nasional. dan pers. Aspirasi dari TKM yang berintikan kepentingan rakyat dapat berasal dari rakyat (individu/ormas). Rangkaian kegiatan dalam TPKB menghasilkan berbagai keputusan yang tehimpun dalam proses arus keluar berupa berbagai kebijakan yang .

telah memberikan dua bentuk otonomi kepada dua daerah. Program kabinet dapat dipandang sebagai dokumen resmi yang memuat politik nasional yang digariskan oleh presiden. maka kewenangan pemerintah pusat dibatasi. 7. maka pengaturan pembiayaan daerah dilakukan berdasarkan asas penyelenggaraan pemerintahan. 8. Kebijakan perimbangan keuangan antara pusat dan daerah dilakukan dengan mengikuti pembagian kewenangan atau money follows function. Jika politik nasional ditetapkan oleh Presiden/Mandataris MPR. Dalam melaksanakan tugasnya Presiden dibantu oleh lembaga-lembaga tinggi negara lainnya serta dewandewan yang merupakan badan koordinatif. Pembiayaan penyelenggaraan pemerintahan berdasarkan asas desentralisasi dilakukan atas beban APBD. Sebagai konsekuensinya. Dewan Pertahanan Keamanan Nasional. pembiayaan penyelenggaraan pemerintahan dalam rangka tugas pembantuan dilakukan atas beban anggaran tingkat pemerintahan yang menugaskan. Tujuan dan Sasaran Tujuan : • ○ 1. maka strategi nasional dilaksanakan oleh para menteri dan pimpinan lembaga pemerintah nondepartemen sesuai dengan bidangnya atas petunjuk presiden. Terwujudnya suatu pertahanan nasional yang menitikberatkan pada pendayagunaan rakyat sebagai unsur utama pertahanan dengan koordinasi yang sinergis antara seluruh . Lahirnya UU Nomor 22 Tahun 1999 sebagai salah satu wujud politik dan strategi nasional. sosial budaya. Sesuai dengan kebijakan politik nasional. Dalam konteks ini maka untuk tercapainya suatu strategi pertahanan idaman maka juga diperlukan peranti yang tepat guna melakukan proses pembinaan rakyat sebagai unsur utama strategi nasional pertahanan.dituangkan ke dalam berbagai bentuk peraturan perundngan sesuai dengan sifat permasalahan dan klasifikasi kebijakan serta instansi atau pejabat yang mengeluarkan. Selanjutnya proses penyusunan politik dan strategi nasional ditingkat ini dilakukan setelah presiden menerima GBHN. Di tingkat infrastruktur. 6. Hal ini berarti bahwa hubungan keuangan antara pusat dan daerah perlu diberikan pengaturan sedemikian rupa sehingga kebutuhan pengeluaran yang akan menjadi tanggung jawab daerah dapat dibiayai dari sumber-sumber penerimaan yang ada. Lahirnya UU Nomor 22 Tahun 1999 secara legal formal menggantikan dua UU sebelumnya. seperti Dewan Stabilitas Ekonomi. yaitu otonomi luas kepada daerah kabupaten/kota. penyusunan politik dan strategi nasional merupakan sasaran yang hendak dicapai oleh rakyat Indonesia dalam rangka pelaksanaan strategi nasional yang meliputi bidang hukum. Mekanisme penyususunan politik dan strategi nasional di tingkat suprastruktur politik diatur oleh Presiden/ Mandatris MPR. Sesuai dengan UU Nomor 25 Tahun 1999 bahwa perimbangan keuangan pusat dan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi fiskal mengandung pengertian bahwa kepada daerah diberikan kewenangan untuk memanfaatkan sumber keuangan sendiri dan didukung dengan perimbangan keuangan antara pusat dan daerah. politik. Strategi Pertahanan Dan Keamanan Strategi pertahanan yang dibahas disini akan bertolak dari hal hal yang berkaitan dengan pemanfaatan maksimal dari seluruh sumber daya yang dimiliki oleh negara RI dalam mengantisipasi segala ancaman yang membahayakan entitas nasional bangsa Indonesia. dan pertahanan keamanan. yaitu UU Nomor 5 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Pemerintahan Di Daerah dan UU Nomor 5 tahun 1979 tentang Pemerintahan Desa. Peranan masyarakat dalam turut mengontrol jalannya politik dan strategi nasional yang telah ditetapkan oleh MPR maupun yang dilaksanakan oleh Presiden/Mandataris sangat besar. pembiayaan penyelenggaraan pemerintahan dalam rangka pelaksanaan asas dekonsentrasi dilakukan atas beban APBN. Sejalan dengan kebijakan tersebut.dll. maka penyelenggaraan negara harus mengambil langkah-langkah untuk melakukan pembinaan terhadap semua lapisan masyarakat dengan mencantumkan apa yang menjadi keinginan rakyat Indonesia sebagai sasaran sektoralnya. Konsep utama strategi pertahanan adalah melakukan pembinaan dari rakyat sebagai unsur utama dari entitas bangsa tersebut. selanjutnya di salurkan ke TPN dan TKM. dan otonomi terbatas kepada daerah provinsi. kemudian menyusun program kabinet dan memilih para menteri yang akan melaksanakan program kabinet tersebut.

3. 2. 2. Yang ke-dua adalah unsur pertahanan teritorial (territorial defence entity) yang personilnya adalah rakyat yang berdinas secara periodik dan bersifat wajib dengan pembiayaan di serahkan pada pemerintah daerah. maka sistematis pertahanan RI harus disusun dalam urutan sebagai berikut. Hal ini bisa dicapai dengan penyuluhan lewat media-media pekabaran dan penerangan langsung lewat siaran radio. 1. Sasaran : • ○ 1. Badan intelijen ini harus dipisahkan secara organisasi dari unsur-unsur pertahanan di atas akan tetapi harus diberikan mekanisme yang sedemikian sehingga bisa menjalankan tugasnya sebagai unsur pengadaan data pengedali operasi secara terintegrasi dalam sistim nasional pertahanan. laut dan udara. Mengajak rakyat untuk ikut giat dalam formasi pertahanan itu sendiri dalam arti yang sebenarnya. 2. Yang pertama adalah unsur pertahanan inti (central core-defence entity) yang berupa tentara profesional dan digaji pemerintah pusat dengan segala sarana dan prasarana pendukungnya. Badan intelijen ini akan berfungsi untuk pendukung pengadaan data yang akurat guna pelaksanaan operasi operasi pertahanan baik yang akan dilakukan oleh unsur pertahanan inti maupun teritorial atau gabungan keduanya. Kedua unsur pertahanan ini harus di koordinir dalam suatu format komando gabungan yang diatur secara sinergi antara pemerintah pusat dengan daerah.unsur pertahanan dan unsur intelijen serta didukung oleh kemandirian seluruh sistim sarana. dikoordinir oleh pimpinan yang profesional dengan data intelijen yang akurat dan komprehensif dan didukung oleh peralatan yang cukup memadai yang di produksi di dalam negeri sejalan dengan makin maju dan mandirinya industri pertahanan dalam negeri. Sesuai dengan penjelasan di atas bahwa pembinaan dan pendayagunaan rakyat adalah unsur utama dalam pertahanan RI. Terciptanya suasana yang kondusif di wilayah regional untuk terwujudnya tujuan tersebut. prasarana dan fasilitas mau pun kemampuan pertahanan. Di sini diusulkan untuk dibentuk dua jenis unsur pertahanan. pendidikan pentingnya kesadaran bela negara mulai dari SD hingga PTN. asal dan tujuannya dari ancaman-ancaman tersebut harus dibina dan ditanamkan pada seluruh rakyat. . Adanya suatu bentuk kerjasama regional dalam bidang ekonomi maupun sosial dan kebudayaan yang mengarah pada konvergensi positif di bidang pertahanan nasional RI. Konsep Strategi Pertahanan RI Dalam uraian ini dibahas konsep pertahanan nasional RI. yakni matra darat sedangkan unsur pertahanan inti akan memiliki tiga matra yakni darat. Terbentuknya unsur pertahanan nasional yang diawaki oleh rakyat yang telah sadar akan nilai-nilai bela negara. Pada era informasi saat ini pengadaan badan intelijen yang berkemampuan seperti di atas sudah merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditawar lagi. TV. Pembentukan dan pengorganisasian badan intelijen yang memadai dan ber redundansi tinggi. unsur pertahanan teritorial sesuai dengan namanya hanya akan mencakup satu matra. Penumbuhan kesadaran rakyat dalam konteks pertahanan nasional. Hakekat ancaman keberadaan bangsa dan potensi-potensi ancaman tersebut khususnya bentuk. Ada pun secara kematraan.

Untuk pelaksanaan tugas tersebut dibutuhkan armada kapal perang dari kategori fregat dan perusak didukung oleh sejumlah besar kapal selam pantai dan kapal penyerang cepat. Postur Pertahanan RI. Khususnya perlengkapan militer yang harus di usahakan untuk di buat sendiri di dalam negeri. Di sini konsep penghancuran kekuatan musuh akan dipusatkan pada konteks pertahanan pantai dalam artian empasisnya tetap pada proyeksi kekuatan yang terbatas. maka bisa juga seluruh proses dilakukan sejajar. Armada Pengangkut akan berkekuatan gugus kapal pengangkut pasukan berbagai jenis yang berfungsi mengangkut pasukan dan peralatan tempur ke titi-titik konflik. radio taraf regu dan kompi. Dalam konteks ini harus dibuat urutan peringkat. antikapal dan antikapal selam. Mulai dari yang sederhana seperti seragam dinas sampai alat-alat berat. Dalam melaksanakan tugas tersebut kekuatan udara akan memberikan dukungan penuh pada kekuatan laut.4. yang dapat mencegah konflik yang bisa berakibat negatif pada sistim nasional pertahanan RI. Jika keuangan memungkinkan. Dalam keadaan perang kekuatan laut kita sedapat mungkin memiliki kemampuan untuk menahan serbuan musuh di laut dan jika perlu harus sanggup menumpas kekuatan musuh sebelum mendarat ke pantai pantai RI. Meningkatkan persahabatan dengan negara negara tetangga. Kekuatan laut juga harus dilengkapi dengan sejumlah kapal pengangkut pasukan dalam jumlah yang memadai untuk mendukung kelancaran operasi amfibi. senjata serbu. swasta dan universitas untuk alih teknologi pembuatan perangkat militer tersebut. Peringkat pertama adalah kebutuhan pembentukan unit infanteri (contoh: seragam dinas. antipesawat. Kemandirian kemampuan sarana dan prasarana pertahanan. industri dan kebudayaan. khususnya di wilayah regional (ASEAN) dalam konteks ekonomi. Pencapaian tujuan ini bisa dilakukan dengan mulai membeli lisensi pembuatan perangkat militer dilanjutkan dengan kegiatan penelitian dan pengembangan dengan melibatkan kerjasama unsurunsur pemerintah. . pengadaan jeep dan truk). perdagangan. Gugus kapal antikapal selam dan kemampuan bombardemen pantai dan Gugus Bawah Air. Armada Pengawal bertugas mengawal gugus kapal pengangkut pasukan dan gugus ini berkekuatan Gugus kapal-kapal penyerang cepat yang harus dilengkapi dengan peluru peluru kendali. Pengadaan latihan bersama juga bisa dilakukan dengan intensif. Kekuatan Laut Fungsi utama kekuatan laut pada masa damai adalah mengamankan wilayah samudra serta menciptakan suasana keamanan yang kondusif untuk kegiatan ekonomi. Postur kekuatan laut akan terdiri dari: • ○ ○ ○ Armada Penghancur yang terdiri dari : Gugus (eskader) kapal antipesawat. Dengan semikian akan tercapai suatu sikap saling mengerti. Selanjutnya bisa diteruskan ke pembuatan perangkat militer yang lain. 5. Gugus kapal antikapal permukaan.

kekuatan laut tidak akan dilengkapi dengan pesawat jenis lain. Armada penghancur dan pengawal pada masa damai bisa bertugas untuk berpatroli mengamankan perairan nasional. Kekuatan udara juga berfungsi sebagai sarana angkutan gerak cepat ke titik-titik konflik di seluruh wilayah nasional.○ Dan formasi terakhir adalah Armada Pendukung yang terdiri dari Gugus kapal penyapu ranjau. Kecuali helikopter yang mendukung operasi maritim secara taktis dan berpangkalan di atas kapal kapal perang utama maupun pendukung. kapal rumah sakit dan kapal tanker. Juga untuk pengamanan pelabuhan dan fasilitas AL bisa diambil alih oleh pasukan darat teritorial di provinsi provinsi pantai. kekuatan udara akan berfungsi untuk menghancurkan musuh di laut dalam rangka membantu kekuatan laut. Kekuatan laut masih bisa memiliki formasi kecil kekuatan ‘darat’ berupa sejumlah unit infanteri ringan dengan kapasitas terbatas yang bisa dibawa ikut berlayar dan Polisi Militer Angkatan Laut. Setiap Gugus (eskader) akan berkekuatan minimum 3 Skadron maksimum 5 Skadron. Demikian juga untuk tugas tugas militer yang bersifat ‘darat’. berkoordinasi dengan kekuatan laut. Seluruh kemampuan serang udara maritim yang lebih besar kapasitasnya dari kemampuan helikopter tersebut akan diambil alih oleh kekuatan udara. Pada masa perang. Akan tetapi pasukan darat AL atau Korps Marinir yang besar dan berkemampuan ofensif tidak lagi diperlukan. penyebar ranjau. Adapun kompartemen kekuatan udara meliputi: Komando Udara Taktis . Dengan demikian Markas Besar Angkatan Laut hanya akan terbatas pada penanganan kapal-kapal perang dan operasi laut. masing-masing Skadron berkekuatan 4 – 6 kapal dengan fungsi yang sama. Jadi di sini fungsi kekuatan udara sangat taktis dan tidak dimaksudkan untuk memiliki potensi proyeksi kekuatan yang besar. Unsur ‘pasukan darat’ untuk fungsi ofensif ini dengan seluruh matra perlengkapannya akan diambil alih oleh kekuatan darat inti yang mana pasukan pasukan nya sudah dilatih dengan kualifikasi amfibi. Kekuatan Udara Pada masa damai kekuatan udara akan berfungsi utama untuk mengamankan wilayah udara serta ikut memonitor wilayah lautan. penyigi hidrografi.

Komando ini berkekuatan Wing Sergap, Wing Pemburu dan Wing Penyerang. Seluruhnya terbatas pada fungsi operasi udara taktis. Wing Sergap akan berfungsi sebagai unsur patroli udara dan penanganan unsur asing yang memasuki wilayah dirgantara nasional tanpa ijin. Wing Pemburu akan berfungsi untuk menghadapi pesawat lawan dalam keadaan perang udara. Wing Penyerang akan berfungsi untuk mendukung operasi darat dan menghancurkan garis belakang lawan dalam suasana perang. Komando Udara Maritim Kekekuatan ini terdiri dari Wing Patroli Maritim dan Wing Serang Maritim. Wing Patroli Maritim berkoordinasi dengan kekuatan laut akan memonitor seluruh wilayah perairan nasional. Adapun Wing Serang Maritim akan berfungsi untuk menghancurkan sasaran di permukaan mau pun bawah laut yang tentunya dalam menjalankan tugasnya berkoordinasi penuh dengan kekuatan laut. Komando Udara Pengangkut Komando ini berfungsi untuk mengangkut pasukan darat inti ke lokasi lokasi konflik dengan mebawa seluruh peralatannya. Dalam kasus bencana alam juga bisa dimobilisir untuk mebantu pasukan darat teritorial. Jajaran terbesar dalam kekuatan udara adalah Wing, sesuai dengan doktrin kita yang bersifat taktis. Setiap Wing akan berkekuatan minimum 3 Skadron Terbang dengan didampingi 1 Skadron Teknik atau kekuatan maksimum 5 Skadron Terbang dengan 1 Skadron Teknik. Setiap Komando Udara akan berkekuatan antara 3 sampai 4 Wing. Beberapa Skadron di jajaran Wing Penyerang (yang bertugas mendukung operasi darat) juga harus di lengkapi dengan helikopter tempur juga Wing Angkut harus memiliki helikopter angkut yang memadai. Demikian juga beberapa Skadron di jajaran Komando Udara Maritim harus diperlengkapi dengan helikopter antikapal selam dan helikopter antikapal dalam jumlah yang cukup. Unsur pertahanan udara pasif seperti jaringan radar (radar network) dengan peluru kendali mau pun meriam antipesawat seluruhnya ada di bawah komando kekuatan darat. Pengamanan dan Pengendalian pangkalan udara akan diambil alih oleh kekuatan darat teritorial yang di wilayah wewenangnya ada pangkalan

udara militer. Untuk tugas ini maka kekuatan darat tersebut akan dibekali dengan kualifikasi yang diperlukan. Demikian juga tugas ofensif ‘darat’ dari kekuatan udara untuk fungsi fungsi yang khas operasi udara akan dilakukan oleh pasukan darat inti yang telah memiliki kualifikasi lintas udara, terjun payung, SAR Tempur, Pengendalian Tempur dan kualifikasi lain yang diperlukan. Dengan demikian unit pasukan ‘darat’ kekuatan udara bisa dihilangkan. Kekuatan ‘darat’ kekuatan udara hanya terbatas pada Polisi Militer Angkatan Udara. Markas Besar Angkatan Udara, nantinya hanya terbatas pada pengurusan seluruh aktivitas operasi/operasi militer di udara dengan menggunakan matra udara murni pesawat terbang.

Badan Intelijen Pertahanan Badan Intelijen Pertahanan bertugas untuk mengumpulkan data yang akan menjadi tumpuan segala bentuk pelaksanaan operasi militer dalam berbagai skala guna kepentingan pertahanan nasional. Karena formasi dari kekuatan laut, darat dan udara yang sifatnya sangat taktis dan berpotensi proyeksi kekuatan yang relatif rendah serta sangat menggantungkan pada kodisi dan situasi lingkungan sekitar wilayah regional yang kondusif untuk keperluan pertahanan itu sendiri maka posisi Badan Intelijen ini akan menjadi sangat vital. Dalam melaksanakan tugasnya Badan Intelijen ini harus bersifat independen dan untuk kelancaran tugas koordinasi yang kontinyu dan sinergis. Dukungan penuh dari unsur unsur kompartemen negara lainnya -departemen lain misalnya- mutlak diperlukan. Badan Intelijen ini akan menempatkan agen-agennya baik di dalam dan di luar negeri untuk mendeteksi segala denyut perubahan suhu politik ekonomi maupun sosial baik di dalam dan di luar negeri yang akan berpengaruh pada situasi kondusif pada pertahanan nasional RI. Jadi badan ini harus mengumpulkan data yang lengkap tidak saja kegiatan kemiliteran tetapi juga naik dan turunnya saham, kondisi politik negara tetangga dan tingkat kriminalitas negara tetangga. Yang mana semuanya harus bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan situasi kondusif bagi pertahanan nasional RI. Sesuai dengan tugasnya yang terbatas pada pengisian pangkalan data maka Badan Intelijen ini lebih pada penyediaan sarana data tersebut secara lengkap. Adapun pengolahan data tersebut menjadi informasi akan diserahkan pada institusi masing-masing yang membutuhkannya.

Badan Intelijen ini harus sanggup mengoperasikan segala bentuk teknologi informasi yang canggih dan didukung oleh sumber daya manusia yang berkualifikasi dalam pelaksanaan tugas tersebut. Harus juga diperjuangkan bahwa Badan ini akan mampu memiliki semua perangkat keras mau pun lunaknya yang diproduksi di dalam negeri.

Jaringan Pertahanan Nasional (National Defence Network) Jaringan ini merupakan suatu kumpulan seluruh unsur bangsa yang digabungkan dalam suatu format pangkalan data yang untuk keperluan pertahanan nasional. Termasuk dalam jaringan ini adalah jaringan pertahanan udara yang akan mengatur, menyeimbangkan dan mensinergikan tugas dan fungsi pesawat tempur, radar-radar pengawas wilayah udara berikut peluru kendali dan meriammeriam antipesawat serta kapal-kapal perang yang dilengkapi dengan rudal antipesawat. Lalu juga jaringan pertahanan maritim yang akan mengatur, menyeimbangkan dan mensinergikan tugas dan fungsi kapal-kapal perang, kapal selam, kapal pendukung, pesawat patroli dan penyerang maritim serta markasmarkas pasukan darat yang berkualifikasi amfibi. Jaringan ini juga berisikan data lengkap tentang kondisi dan situasi dari unsur pertahanan teritorial sekaligus berfungsi mengatur, menyeimbangkan dan mensinergikannya dengan tugas dan fungsi dari unsur pertahanan inti dari ketiga matra. Data data intelijen dari Badan Intelijen Pertahanan juga akan dimasukkan di sini berikut data data kemampuan industri militer maupun penunjang militer dalam negeri. Seluruhnya dalam format yang harus selalu bisa digapai oleh pihak yang berwewenang setiap saat dibutuhkan dan senantiasa dilakukan proses pemutakhiran yang teratur. Jaringan pertahanan nasional bisa juga disambungkan dengan jaringan sejenis dari negara negara sahabat dalam limgkup regional untuk lebih meningkatan kapasitas informasinya dalam rangka meningkatkan kemampuannya dalam mendukung pertahanan nasional negara RI.
POLITIK DAN STRATEGI NASIONAL 1. A. DEFINISI POLITIK

Bicara mengenai politik . Apa yang dimaksud dengan politik? politik adalah proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan, khususnya dalam negara.

sistem politik. politik dalam arti politics mempunyai makna kepentingan umum warga negara suatu bangsa. Tetapi selanjutnya karena konstitusi diuraikan dalam berbagai undang-undang dan lain peraturan perundangundangan. prinsip. pembagian. arah. yang akar katanya adalah polis. proses politik. dan tidak kalah pentingnya adalah mengenai seluk beluk partai politik. turut kritis mengikuti jalannya pemerintahan dengan berbagai kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan pemerintah tentunya dengan menjadi warga yang baik terlebih dahulu dengan menjalankan kewajiban-kewajiban dan berhak memilih wakil rakyat yang mereka percaya tentunya untuk kebaikan bersama. Politik secara umum menyangkut proses penentuan tujuan negara dan cara melaksanakannya. pengambilan keputusan. legitimasi. Teori politik merupakan kajian mengenai konsep penentuan tujuan politik. Karl von Clausewitz (1780-1831) berpendapat bahwa strategi adalah pengetahuan tentang penggunaan pertempuran untuk memenangkan peperangan. partisipasi politik. maka sering pemerintah yang mempunyai kewenangan untuk membuat undang-undang bersama parlemen (di Indonesia Dewan Perwakilan Rakyat) maka dalam beberapa situasi pelanggaran hukum bisa merupakan pelanggaran terhadap peraturan di bawah konstitusi sehingga untuk menetapkan apakah suatu undang-undang tidak bertentangan dengan konstitusi dibentuklah Mahkamah Konstitusi. Partisipasi kita sebagai warga adalah ikut memperhatikan jalannya pemerintahan. merujuk pada semua langkah politik yang sesuai dengan aturan hukum yang berlaku di suatu negara. Dalam bahasa Indonesia. jalan. Politik merupakan rangkaian asas. Karena Undang-Undang Dasar adalah hukum tertinggi dalam suatu negara maka suatu tindakan konstitusional adalah semua langkah yang sesuai hukum . 4.Politik adalah seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan secara konstitusional dan nonkonstitusional. cara dan alat yang digunakan untuk mencapai tujuan tertentu yang kita kehendaki. sedangkan policy memberikan pertimbangan cara pelaksanaan asas. jalan. bagaimana mencapai tujuan tersebut serta segala konsekuensinya. jalan. Politics memberikan asas. Dalam konteks memahami politik perlu dipahami beberapa kunci. berarti urusan. Pelaksanaan tujuan itu memerlukan kebijakan-kebijakan umum (public policies) yang menyangkut pengaturan. antara lain: Kekuasaan politik. dan medannya. berarti kesatuan masyarakat yang berdiri sendiri. perilaku politik. a) b) c) d) e) Negara Kekuasaaan Pengambilan Keputusan Kebijakan Umum Distribusi Pengertian Strategi Strategi berasal dari bahasa Yunani strategia yang diartikan sebagai “the art of the general” atau seni seorang panglima yang biasanya digunakan dalam peperangan. kebijakan (policy). Politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama (teori klasik Aristoteles). dan arah tersebut sebaik-baiknya. politik membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan negara. keadaaan. Dengan demikian. atau alokasi sumber-sumber yang ada. Sedangkan . yaitu negara dan teia. kekuasaan. Politics dan policy mempunyai hubungan yang erat dan timbal balik. DEFINISI STRATEGI NASIONAL Kata “Politik” secara etimologis berasal dari bahasa Yunani Politeia. dan distribusi atau alokasi sumber daya.

MA.1 Semakin kritis dan terbukanya masyarakat terhadap ide baru. DPR. UUD 1945. maupun bidang Hankam akan selalu berkembang karena: a) b) c) Semakin tinggina kesadaran bermasyarakat. Penyusunan Politik dan Strategi Nasional Politik dan strategi nasional yang telah berlangsung selama ini disusun berdasarkan sistem kenegaraaan menurut UUD 1945. Pandangan masyarakat terhadap kehidupan politik. tetapi telah meluas ke segala bidang kehidupan. Suprastruktur dan infrastruktur politik harus dapat bekerja sama dan memiliki kekuatan yang seimbang. ekonomi. BPK. haluan. dan bernegara. Politik dan Strategi NasionalPolitik nasional diartikan sebagai kebijakan umum dan pengambilan kebijakan untuk mencapai suatu cita-cita dan tujuan nasional. organisasi kemasyarakatan. keadaan serta jalan. DPA. Sedangkan proses penyusunan politik dan strategi nasional di tingkat suprastruktur politk dilakukan setelah presiden menerima GBHN. berbangsa. Wawasan Nusantara. yang dilaksanakan oleh presiden sesungguhnya merupakan politik dan strategi nasional yang bersifat pelaksanaan. baik yang berada di bawah kekuasaan negara di pusat maupun di daerah. strategi adalah cara untuk mendapat-kan kemenangan atau pencapaian tujuan. strategi tidak hanya menjadi monopoli para jendral atau bidang militer. Strategi nasional dilaksanakan oleh para menteri dan pimpinan lembaga pemerintah non departemen berdasarkan petunjuk presiden.Semakin terbukanya akal dan pikiran untuk memperjuangkan haknya. Untuk lebih memberikan pengertian arti politik disampaikan beberapa arti politik dari segi kepentingan pengunaan yaitu. kelompok kepentingan (interest group). e) 4. Presiden. a. cara dan alat yang akan digunakan untuk mencapai tujuan tertentu atau suatu . Dasar Pemikiran Penyusunan Politik dan Strategi NasionalPenyusunan politik dan strategi nasional perlu memahami pokok-pokok pikiran yang terkandung dalam sistem manajemen nasional yang berlandaskan ideologi Pancasila. Dalam pengertian umum.perang itu sendiri merupakan kelanjutan dari politik. sosial budaya. Dengan demikian. Dalam arti kepentingan umum (politics) Politik dalam arti kepentingan umum atau segala usaha untuk kepentingan umum. Sedangkan badan-badan yang ada dalam masyarakat disebut sebagai “infrastruktur politik”. Sedangkan strategi nasional adalah cara melaksanakan politik nasional dalam mencapai sasaran dan tujuan yang ditetapkan oleh politik nasional. media massa. yang mencakup pranata politik yang ada dalam masyarakat. seperti partai politik. dan Ketahanan Nasional. Lebaga-lembaga tersebut adalah MPR. b. dan kelompok penekan (pressure group). Mekanisme penyusunan politik dan strategi nasional di itngkat suprastruktur politik diatur oleh presiden/mandataris MPR. Dengan demikian definisi politik nasional adalah asas. lazim disebut politik yang artinya adalah suatu rangkaian asas atau prinsip. kata politik mempunyai arti yang berbeda-beda. d) Semakin meningkatnya kemampuan untuk mengatasi persoalan seiring dengan semakin tingginya tingkat pendidikan yang ditunjang oleh kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Semakin meningkatnya kemampuan untuk menentukan pilihan dalam pemenuhan kebutuhan hidup. usaha serta kebijaksanaan negara tentang pembinaan (perencanaan. sejak tahun 1985 telah berkembang pendapat yang mengatakan bahwa jajaran pemerintah dan lembaga-lembaga yang tersebut dalam UUD 1945 merupakan “suprastruktur politik”. dan pengendalian) serta penggunaan kekuatan nasional untuk mencapai tujuan nasional. Politik Dalam Segi Pertahanan Dari segi kepentingan pengunaan. pengembangan. pemeliharaan.

2 Strategi Strategi berasal dari bahasa Yunani (strategia) yang diartikan sebagai “the art of the general” atau seni seorang panglima yang biasanya digunakan dalam peperangan. Dengan demikian. tetapi telah meluas ke segala bidang kehidupan. Strategi pada dasarnya merupakan seni dan ilmu menggunakan dan mengembangkan kekuatan (ideology. Sedangakan perang itu sendiri merupakan kelanjutan dari politik. strategi adalah cara untuk mendapatkan kemenangan atau pencapaian tujuan. adalah suatu kumpulan keputusan yang diambil oleh seseorang atau kelompok politik dalam memilih tujuan dan cara mencapai tujuan itu. strategi tidak hanya menjadi monopoli para jenderal atau bidang militer. Negara. Nilai adalah sesuatu yang diinginkan dan penting. nilai harus dibagi secara adil. menjamin terlaksananya suatu usaha. Kebijakan umum. Karl von Clausewitx (1780-1831) berpendapat bahwa strategi adalah pengetahuan tentang penggunaan pertempuran untuk memenangkan peperangan. b. c. Kekuasaan. dan hankam) untuk mencapai tujuan yang ditetapkan sebelumnya. e. 4. Dalam pengertian umum. Dalam arti kebijaksanaan. adalah pembagian dan pengalokasian nilai-nilai (values) dalam masyarakat. cara dan alat yang akan kita gunakan untuk mencapai keadaan yang kita inginkan. pencapaian cita-cita atau keinginan. adalah pengambilan keputusan melalui sarana umum. proses pertimbangan. . 3. ekonomi. Politik nasional adalah suatu kebijakan umum dan pengambilan kebijakan untuk mencapai suatu cita-cita dan tujuan nasional. d. Jadi politik adalah tindakan dari suatu kelompok individu mengenai suatu masalah dari masyarakat atau negara.keadaan yang kita kehendaki disertai dengan jalan. Pengambilan keputusan politik. politik membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan: a. Dalam abad modern sekarang ini penggunaan kata strategi tidak lagi berbatas pada konsep atau seni seorang panglima dalam peperangan. termasuk dalam ilmu ekonomi maupun bidang olahraga. keputusan yang diambil menyangkut sektor publik dari suatu negara. politik. Dalam artian kebijaksanaan (policy) Politik adalah penggunaan pertimbangan-pertimbangan tertentu yang dianggap lebih menjamin terlaksananya suatu usaha. Dengan demikian. adalah kemampuan seseorang atau kelompok untuk mempengaruhi tingkah laku orang atau kelompok lain sesuai dengan keinginannya. adalah suatu organisasi dalam suatu wilayah yang memiliki kekuasaan tertinggi yang ditaati oleh rakyatnya. titik beratnya adalah adanya: 1. 2. tetapi sudah digunakan secara luas. b. cita/cita keinginan atau keadaan yang kita kehendaki. Strategi nasional adalah cara melaksanakan politik nasional dalam mencapai sasaran dan tujuan yang ditetapkan oleh politik nasional. social budaya. Distribusi.

dan pengendalian) serta penggunaan kekuatan nasional untuk mencapai tujuan nasional. Sedangkan proses penyusunan politik dan strategi nasional di tingkat suprastruktur politik dilakukan setelah presiden menerima GBHN. Sesuai dengan kebijakan politik nasional. seperti Dewan Stabilitas Ekonomi Nasional. Dewan Otonomi Daerah. presiden menyusun program cabinet dan memilih menteri-menteri yang akan melaksanakan program tersebut. jangka menengah. penyelenggara negara harus mengambil langkah-langkah pembinaan terhadap semua lapisan masyarakat dengan mencantumkan sasaran sektoralnya. Dengan demikian definisi politik nasional adalah asas. Suprastruktur dan infrastruktur politik harus dapat bekerja sama dan memiliki kekuatan yang seimbang.5 Penyusunan Politik dan Strategi Nasional Politik dan strategi nasional yang telah berlangsung selama ini disusun berdasarkan system kenegaraan menurut UUD 1945. karena di dalamnya terkandung dasar Negara. cita-cita nasional. organisasi kemasyarakatan.3 Politik dan Strategi Nasional Politik nasional diartikan sebagai kebijakan umum dan pengambilan kebijakan untuk mencapai suatu cita-cita dan tujuan nasional. misalnya strategi jangka pendek.4 Dasar Pemikiran Penyusun Politik dan Strategi Nasional Penyusun politik dan strategi nasional perlu memahami pokok-pokok pikiran yang terkandung dalam sistem manajemen nasional yang berlandaskan ideologi Pancasila. Program kabinet dapat dipandang sebagai dokumen resmi yang memuat politik nasional yang digariskan oleh presiden. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). social budaya. dan kelompok penekan (pressure group). media massa. usaha serta kebijaksanaan negara tentang pembinaan (perencanaan. Mekanisme penyusunan politik dan strategi nasional di tingkat suprastruktur politik diatur oleh presiden atau mandataris MPR. yang mencakup piñata politik yang ada dalam masyarakat. Dewan Pertimbangan Agung (DPA). . berbangsa dan bernegara. pemeliharaan. maupun bidang Hankam akan selalu berkembang karena: 1. Strategi nasional disusun untuk pelaksanaan politik nasional. Pandangan masyarakat terhadap kehidupan politik. haluan. Dewan Penerbangan dan Antariksa Nasional RI. Lembaga-lembaga tersebut adalah Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). 4. masyarakat ikut berpartisipasi dalam kehidupan politik nasional. dan jangka panjang. Semakin tingginya kesadaran bermasyarakat. Dalam melaksanakan tugas ini. Dewan Pertahanan Keamanan Nasional. Sedangkan badan-badan yang ada dalam masyarakat disebut sebagai “infrastruktur politik”.4. Dewan Tenaga Atom. seperti partai politik. Landasan pemikiran dalam sistem manajemen nasional ini sangat penting sebagai kerangka acuan dalam penyusunan politik dan strategi nasional. Melalui pranata-pranata politik. dan konsep strategis bangsa Indonesia. presiden dibantu oleh berbagai lembaga tinggi negara lainnya serta dewan-dewan yang merupakan badan koordinasi. Di dalamnya sudah tercantum program-program yang lebih konkret yang disebut sasaran nasional. 4. Dewan Maritim. Badan Pemerintah Keuangan (BPK). UUD 1945. Jadi strategi nasional adalah cara melaksanakan politik nasional dalam mencapai sasaran dan tujuan yang ditetapkan oleh politik nasional. Yang dilaksanakan oleh presiden sesungguhnya merupakan politik dan strategi nasional yang bersifat pelaksanaan. kelompok kepentingan (interest group). pengembangan. Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional. Presiden. dan Dewan Stabilitas Politik dan Keamanan. Selanjutnya. Proses politik dan strategi nasional pada infrastruktur politik merupakan sasaran yang akan dicapai oleh rakyat Indonesia. Dalam era reformasi saat ini masyarakat memiliki peran yang sangat besar dalam mengontrol jalannya politik dan strategi nasional yang telah ditetapkan oleh MPR maupun yang dilaksanakan oleh presiden. Sejak tahun 1985 telah berkembang pendapat yang mengatakan bahwa jajaran pemerintah dan lembaga-lembaga yang tersebut dalam UUD 1945 merupakan “suprastruktur politik”. dan MA. ekonomi.

a. serta integritas wilayah negera Republik Indonesia. perwujudan cita-cita kemerdekaan dan pencapaian tannas yang menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara. 6.. untuk menentang setiap usaha atau gejala yang membahayakan atau melawan musuh yang mengancam kelangsungan hidup bangsa Indonesia tanpa mengenal menyerah. yang bersama-sama kekuatan sosial lainnya dapat melaksanakan kegiatankegiatan yang menunjang usaha peningkatan stabilitas nasional. pertahanan keamanan harus dibangun pertama-tama untuk mewujudkan daya tangkal. yang sanggup menghadapi situasi yang bisa timbul di masa depan dan menjalankan berbagai tugas lainnya yang bisa dibebankan kepadanya termasuk pelaksanaan hak serta kedaulatan negara atas seluruh wilayahnya. Pak Dosen selalu memberikan banyak materi. Polri yang cukup dan mampu menjalankan ketertiban masyarakat.. PEMBANGUNAN DAN PENGGUNAAN KEKUATAN Tujuan pembangunan Hankamnas berpangkal pada strategi Hankamnas. ABRI sebagai kekuatan sosial ABRI yang mampu merupakan penjelmaan jiwa dan semangat pengabdian ABRI sebagai kekuatan sosial. ABRI sebagai kekuatan Hankam Angkatan perang atau ABRI dengan kekuatan siap yang kecil dan cadangan yang cukup. Kemampuan intelijen strategik ..jadi gini deh. Semakin terbukanya akal dan pikiran untuk memperjuangkan haknya. spontan. 8. Semakin meningkatnya kemampuan untuk menentukan pilihan dalam pemenuhan kebutuhan hidup. Sasaran Kemampuan Hankamnas Sasaran kemampuan Hankamnas adalah sebagai berikut. 1. yaitu kekuatan yang memberikan keyakinan kepada setiap pihak yang mempunyai maksud memusuhi bangsa Indonesia dan merencanakan melakukan agresi dengan cara apa pun juga. dan yang sekaligus melaksanakan hak serta kedaulatan negara atas wilayahnya berdasarkan Wasantara. Seperti yang telah diuraikan pada bab sebelumnya. Semakin kritis dan terbukanya masyarakat terhadap ide baru. 9. 4. tidak dapat mencapai tujuan atau maksudnya. nilai-nilai nasional lainya. Daya tangkal ini kemudian harus dibulatkan dengan membangun kekuatan-kekuatan nyata maupun potensial yang secara integrative mewujudkan kemampuan-kemampuan yang sanggup melaksanakan tugas umum yang terkandung dalam strategi pertahanan keamanan. 2.. yang terwujud oleh masa rakyat yang militant.. Modul ini sambungan dari modul yang ada di bawah ini ya.2. 3. b. Sasaran Kekuatan Kekuatan rakyat di bidang pertahanan keamanan yang merata di seluruh wilayah negara dan nyata dapat dirasakan.. didasari ketahanan ideologi Pancasila dan rasa cinta terhadap tanah air. Semakin meningkatnya kemampuan untuk mengatasi persoalan seiring dengan semakin tingginya tingkat pendidikan yang ditunjang oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. 10. a.. E. menyelenggarakan penyelamatan. 5. Daya tangkal demikian terutama harus bersandar pada kekuatan rakyat Indonesia seluruhnya harus memiliki ketahanan ideologi dan mental yang tangguh untuk menolak serta melawan setiap usaha atau gejala atau musuh dari dalam maupun dari luar negeri yang membahayakan kelangsungan hidup bangsa Indonesia ideologi Pancasila.Politik serta Strategi Pertahanan Keamanan 7.

a. Kemampuan penyerbuan lintas udara o. Kemampuan lawan subversi d. Program ini dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan pemindahan-pemindahan strategik. Kemampuan penertiban masyarakat r. Kemampuan peperangan darat j. Kemampuan pemindahan strategi q. Kemampuan peperangan wilayah 3. 2) Program kepolisian pusat. Kemampuan peperangan hukum t. Subsektor kekuatan keamanan. 5) Program angkutan terpusat. 2) Program bala pertahanan terpusat. Kemampuan peperangan amfibi n. Subsektor bakti ABRI. Setiap subsector terdiri dari program-program dengan sasaran-sasaran programnya sebagai yang diutarakan berikut ini. Program ini melaksanakan pembinaan kemampuan kepolisian daerah. dan TNI-AU yang menitikberatkan pada peningkatan kemampuan masing-masing secara nasional. Program ini untuk membina kepolisian pusat. Subsektor kekuatan pertahanan. Kemampuan pengintaian dan perondaan lepas pantai h. Kemampuan peperangan lawan gerilya p. Program ini dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan intelijen strategi dan komunikasi strategi. Kemampuan pertahanan udara l. Program ini menangani pembinaan kekuatan cadangan dengan titik berat pada pembentukan satuan tempur. Kemampuan pengamatan laut g. Kemampuan pembinaan wilayah c.b. . yaitu: a. Kemampuan lawan teror f. 1) Program bala pertahanan wilayah. angkutan. meliputi program-program berikut ini. 3) Program angkutan terpusat. Kemampuan lawan berusuhan massal e. Kemampuan penyelamatan masyarakat s. TNI-AL. d. Program ini untuk peningkatan angkutan strategik Polisi. 4) Program intelijen dan komunikasi terpusat. 4) Program bantuan keamanan masyarakat. meliputi program-program berikut ini. b. Subsektor dukungan umum. Kemampuan peperangan laut i. Subsektor kekuatan pertahanan Subsektor ini. Kemampuan penyerangan udara m. Sasaran Program Sektor Hankamnas dibagi 4 subsektor. Program ini untuk pembinaan kekuatan bantuan keamanan masyarakat pada peningkatan pembentukan berbagai jenis kepolisian khusus baik pemerintah maupun swasta. Subsektor kekuatan keamanan Subsektor ini. c. 3) Program bala cadangan. b. Program ini menangani pembinaan kekuatan TNI-AD. TNI-AU yang menitikberatkan pada kemampuan-kemampuan wilayah masingmasing. TNI-AL. Kemampuan pengamatan udara k. 1) Program kepolisian daerah. Program ini menangani pembinaan kekuatan TNI-AD. dan personalia militer cadangan golongan perwira.

2) Program pembekalan dan pemeriharaan terpusat. politik bebas aktif. Strategi Hankamnas ialah tata cara untuk melaksanakan politik nasional untuk mencapai tujuan Hankamnas. bekal perang. Upaya pertahanan dan keamanan nasional tersebut diwujudkan dalam Sishankamrata yang bersifat kerakyatan. Wasantara dan sishankamrata saling memperkuat (sinergi) dengan politik strategi bidang-bidang kehidupan lainnya (yang berhubungan dengan . Program ini dimaksudkan untuk meningkatkan pembekalan dan pemeliharaan terpusat. pengembangan. dan pengendalian) serta penggunaan secara totalitas dari potensi nasional untuk mencapai tujuan Hankamnas dalam rangka mencapai tujuan nasional. yang dapat menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara digunakan landasan pemeliharaan atau prinsip dasar yaitu jaminan terhadap ketidakpastian masa depan. Dengan demikian. kesemestaan dan kewilayahan. pendidikan perawatan personalia. penyaluran personalia. 1. Program ini. Pola dasar penggunaan kekuatan Hankamnas yang ditujukan ke dalam mencakup kegiatan sebagai berikut. dimaksudkan untuk meningkatkan penelitian dan pengembangan. RANGKUMAN Politik Hankamnas ialah asas. bersandar kepada kemampuan diri sendiri. antara lain penyempurnaan doktrin Hankamnas serta kerja sama dengan lembaga-lembaga penelitian lain. Program ini untuk meningkatkan kemampuan personalia melalui pendidikan kejuruan/keahlian. amunisi. Persuasi 2. demiliterisasikan pegawai sipil. dan modifikasi alat tempur. Dalam upaya mencapai tujuan Hankamnas. F. Program ini untuk meningkatkan kemampuan intelijen kepolisian. pemeliharaan. Penghancuran 12. d. perbaikan berat. pendidikan pembentukan personalia. haluan. kesehatan dan kegiatan umum personalia. Subsektor Bakto ABRI Subsektor ini terdiri dari program bakti ABRI yang mencakup peningkatan operasi bakti. perdamaian dunia. Ancaman Langsung 3. Program ini untuk meningkatkan kemampuan administrasi dan manajemen. politik dan strategi Hankamnas akan memperhatikan dan berpijak kepada situasi dan kondisi kekuatan yang riil. Pertahanan dan keamanan nasional bertujuan menjamin tetap tegaknya negara kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 terhadap segala ancaman baik yang datang dari luar negeri maupun dari dalam negeri dalma rangka mencapai tujuan nasional. 13. 1) Program penelitian dan pengembangan. alat-alat perhubungan. c. usaha serta kebijaksanaan tindakan negara dalam bidan hankam tentang pembinaan (perencanaan. PENGGUNAAN KEKUATAN Pola dasar penggunaan kekuatan Hankamnas secara umum diperlukan untuk suatu operasi tentang tepatnya kekuatan dan kelemahan. Segi yang kuat dijadikan pancangan kaki dan dimanfaatkan seoptimal mungkin dengan memberikan kekuatan kepada segi yang lemah untuk diperbaiki dan diperkuat sehingga lambat laun dapat diperoleh kekuatan nasional yang seimbang dan serasi.5) Program intelijen kepolisian. bahan-bahan peledak. seperti produksi senjata ringan. 11. Subsektor dukungan umum Subsektor ini meliputi program-program sebagai berikut. 4) Program administrasi dan manajemen. 3) Program pendidikan.

Untuk melaksanakan politik hankamnas maka strategi yang ditempuh ialah membangun kekuatan “penangkalan” untuk menghadapi gangguan keamanan dalam negeri. perlindungan seluruh bangsa Indonesia yang berpijak kepada kemampuan diri sendiri. sejauh mungkin konflik/pertentangan diselesaikan dengan cara damai. dwifungsi ABRI. mencukupi kebutuhan sendiri. Polstra Hankamnas bersifat saling mengisi. dislokasi kekuatan. Kendatipun demikian upaya pertahanan dan keamanan Nasional. bagi bangsa Indonesia merupakan jalan terakhir. ekonomis dan politis. manajemen dan pemanfaatan peluang. harus dibina dan ditingkatkan untuk menghadapi ketidakpastian ancaman yang mungkin timbul yang datang dari dalam atau dari luar. tetapi lebih cinta kepada kemerdekaan dan kedaulatan. maka sistem pertahanan dan keamanan negara keluar bersifat defensif-aktif yang berarti tidak agresif dan ekspansif. Perang adalah tindakan yang tidak sesuai dengan Pancasila (tidak berperikemanusiaan). saling mendukung dengan Polstra bidang lainnya.masalah-masalah kesejahteraan). dan ke dalam bersifat preventif-aktif yang berarti sedini mungkin mengambil langkah-langkah dan tindakan guna mencegah dan mengatasi setiap kemungkinan timbulnya ancaman. Oleh karena kita menganut politik luar negeri “bebas aktif” dan berakar pada falsafah Pancasila. Oleh karenanya mengandung prinsip-prinsip. Dalam upaya menyusun strategi tersebut dengan mempertimbangkan prinsip-prinsip. Polstra Hankamnas merupakan bagian integral politik strategi Nasional. Oleh karena itu. Polstra Hankamnas dilandasi oleh ideologi Pancasila dan UUD 1945. POLITIK DAN STRATEGI NASIONAL 03JUN2011Tinggalkan sebuah Komentar by novieanggraeni in politik Rate This . undang-undang dan doktrin. Bangsa Indonesia cinta kepada perdamaian. penelitian pengembangan dan teknologi.

dinamis. Disamping strategi merupakan seni. Strategi pada dasarnya merupakan suatu rangkaian kerangka rencana dantindakan yang disusun dan disiapkan dalam suatu rangkaiyan pentahapan yang masing-masing merupakan jawaban yang optimal terhadap tantangan baru yang mungkin terjadi sebagai akibat dari langkah sebelumnya. dan kesluruhan proses ini terjadi dalam suatu arah tujuan yang ditetapkan sebelumnya. Strategi merupakan oleh karena penglihatan pengertian itu memerlukan intuisi. disesuaikan dengan kondisi. situasi dan kemampuan disamping nilai seni. maka strategi nasional merupakan pelaksanaan dari kebijakan nasional. Ia katakan bahwa strategi adalah seni menyelenggarakan perang diatas peta dan meliputi seluruh wawasan operasi. Seakan-akan orang harus merasa di mana ia sebaiknya menggunakan kekuatan yang tersedia. Lambat laun strategi yang tadinya hanya di gunakan dalam bidang militer. atau dengan kata lain. Dalam rangka nasional. . strategi adalah politik dalam pelaksanaan. Antoine Henri Jomini (1779-1869) dan Karl Von Clausewitz secara ilmiah Jomini memberikan pengertian yang bersifat deskriptif. Dalam abad modern sekarang ini arti strategi tidak lagi terbatas pada konsep ataupun seni seorang pangliman di masa perang tetapi sudah berkembang den menjadi tanggung jawab seorang pemimpin. Startegi nasional adalah seni dan ilmu mengembangkan dan menggunakan kekuatan nasional dalam masa damai maupun masa perang untuk mendukung pencapaian tujuan-tujuan yang ditetapkan politik nasional. sedangkan Clausewitz dengan tegas membedakan politik dan strategi.Strategi Strategi berasal dari kata yunani strategis yang artinya the art of the general. Dengan demikian maka strategi nasional sebagai rencana dan pelaksanaan harus kenyal. memperoleh perhatian pula dari bidang lain. lambat laun ia juga merupakan ilmu pengetahuan.

Politik ekonomi yang bersifat swasembada /swadaya dengan tidak berarti mengisolasi diri. bertujuan untuk menguasai pemerintahan dan menjalankan kebijakan umum yang mereka buat. Hal-hal yang berkaitan dengan politik : • Partai dan Golongan Roger F Saltou yang mendefinisikan partai politik sebagai kelompok warga negara yang sedikit banyak terorganisasikan. khususnya dalam negara. Politik pertahanan keamanan. Politik luar negeri yang bersifat bebas aktif anti imperialism dan kolonialisme dalam segala bentuk dan manifestasinya. tetapi diarahkan kepada peningkatan taraf hidup dan daya kreasi rakyat Indonesia sebesar-besarnya. jangka menengah dan jangka pendek. yang bertindak sebagai suatu kesatuan politik dan dengan memanfaatkan kekuasaannya untuk memilih. Max Weber menuliskan adanya tiga sumber . Politik nasional meliputi: 1. dan memelihara harkat dan derajat dan potensi rakyat Indonesia yang pernah mengalami kehinaan dan kemelaratan akibat penjajahan menuju sifat-sifat bangsa yang terhormat. Politik nasional menggariskan usaha-usaha untuk mencapai tujuan nasional yang dalam perumusannya dibagi dalam tahap-tahap utama. dan hambatan. Politik dalam negeri. 3. Pengertian ini merupakan upaya penggabungan antara berbagaidefinisi yang berbeda mengenai hakikat politik yang dikenal dalam ilmu politik. yaitu jangka panjang. dan dapat dibanggakan. namun dalam perkembangan konsep ini bergeser untuk mencakup semua interaksi yang berlangsung lintas batas negara • Masyarakat adalah sekumpulan orang orang yang mendiami wilayah suatu negara. 4. ancaman. • Hubungan Internasional hubungan internasional adalah hubungan antar negara. yang diarahkan untuk mengangkat. mengabdi kepada kepentingan nasional dan amanat penderitaan rakyat serta diarahkan kepada pembentukan solidaritas antar bangsa terutama bangsa Asia-Afrika dan Negara-negara non Aligned.Politik politik merupakan suatu proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalammasyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan. • Kekuasaan Dalam teori politik menunjuk pada kemampuan untuk membuat orang lain melakukan sesuatu yang tidak dikehendakinya. meninggikan. 2. yang bersifat defensive aktif dan diarahkan kepada pengamanan serta perlindungan bangsa dan Negara serta usaha-usaha nasional dan penanggulangan segala macam tantangan.

Tersedianya data dan informasi yang up to date. 5. Kekuatan nasional yang tersedia. dari karisma. sintesis. • Negara negara merupakan suatu kawasan teritorial yang didalamnya terdapat sejumlah penduduk yang mendiaminya. ketiga. Korelasi strategi nasional dan politik nasional Strategi nasional adalah cara melaksanakan politik nasional tersebut dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran nasionalnya. Tata bina nasional yang baik. Politik dan strategi nasional sangat dipengaruhi oleh unsure-unsur ideology. dan keberadaannya diakui oleh negara lain. Tersedianya anggaran dan pembiayaan. 2. . 4. Politik nasional adalah penentu tujuan nasional dalam bentuk GBHN. sedang strategi nasional adalah merupakan upaya pencapaian tujuan nasional yang ditentukan oleh politik nasional diwujudkan dalam bentuk repelita. dan hankam serta ancaman dari dalam maupun dari luar negeri. dari kekerasan seperti penguasaan senjata. Oleh karena politik dan strategi nasional tersebut merupakan budi daya bangsa dan Negara Republik Indonesia untuk mempertahankan eksistensi dan kelangsungan hidupnya maka: 1. Cara bertindak yang dipilih 3. Agar strategi nasional ini berjalan sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh politik nasional. 3. Sasaran-sasaran alternative 2. dan memiliki kedaulatan untuk menjalankan pemerintahan. politik. ekonomi. kedua. analitis. maka terlebih dahulu harus diadakan pemikiran strategi yaitu melaksanakan telaah strategi dan perkiraan strategi yang berarti berfikir secara intensif. Oleh karena itu syarat utama bagi pelaksanaan politik dan strategi nasional adalah terciptanya stabilitas nasional. yaitu pemikiran strategi tingkat nasional yang mampu mempertemukan antara : 1. Perasn serta seluruh warga Negara secara positif. Harus tercipta suatu stabilitas nasional yang mantap. serta menyeluruh. Pelaksanaan politik dan strategi nasional dirumuskan melalui proses yang disebut pemikiran startegi.kekuasaan: pertama dari perundangundangan yakni kewenangan. social budaya.

Tingkat kebijakan puncak kebijakan puncak merupakan kewenangan Presiden.4. administrasi dan lain-lain. Tingkat penentu kebijakan dalam pemerintahan kebijakan-kebijakan yang diambil pemerintah. sebagai kepala negara. Azas keterpaduan dan prioritas. 5. 4. rencana dan kegiatan. 2. 1. prosedur. dimana pada tingkat ini dirumuskan secara mendalam mengenai strategi. kebijakan ini meliputi penentuan susunan Undang-Undang Dasar yang bersifat universal bagi seluruh wilayah negara. gangguan. maupun tantangan yang timbul maupun tantangan yang diperkirakan akan timbul. 3. 4. Azas kekenyalan dan pandangan jauh ke depan. budaya. 3. Mencegah dan mengurangi segala ancaman. Didalam proses perumusan politik dan strategi nasional perlu diperhatikan azas-azas sebagai berikut : 1. Azas manfaat dan prioritas. 2. Tingkat penentu kebijakan di daerah Wewenang terhadap kebijakan daerah terdapat pada Gubernur dimana peraturanperturan yang dihasilkannya disebut Perda. Tingkat penentu kebijakan teknis tingkat kebijakan teknis merupakan penjabaran lebih lanjut mengenai eksekusi kebijakan yang meliputi implementasi dari program. Perda setiap wilayah provinsi berbeda-beda karena setiap daerah memiliki kondisi strategis ekonomi. Azas pembagian kewenangan dan tanggung jawab. hambatan. Tingkat penentu kebijakan khusus tingkat kebijakan khusus merupakan tindak lanjut atas kebijakan umum. Kebijakan ini ada pada tingkat menteri. Tingkat kebijakan umum tingkat kebijakan umum menyangkut masalah makro kondisi nasional negara sehingga dapat secara efektif dan efisien membangun rancangan pemerintahan yang di dambakan semua warga negara. dieksekusi oleh berbagai tingkatan lembaga pemerintahan sesuai urgensi dan sifat kebijakan tersebut. kompenen masyarakat .

mengenai apakah yang menjadi tujuan dari sistem politik itu menyangkut seleksi antara beberapa alternatif dan penyusunan skala prioritas dari tujuan-tujuan yang telah dipilih. Politik secara umum adalah bermacam-macam kegiatan dalam suatu sistem politik Pend. yang digunakan untuk membina kerjasama dan untuk menyelesaikan konflik yang timbul dalam proses ini. cara dan alat yang akan digunakan untuk mencapai tujuan atau cita-cita tertentu. Tanpa adanya unsur paksaan maka kebijaksanaan hanya merupakan . Hal itu dilakukan baik dengan cara meyakinkan (persuasif) maupun paksaan (coercion). selain faktor tersebut masih banyak lagi faktor -faktor yang mempengaruhinya. cita-cita atau keinginan atau tujuan yang dikehendaki. Politics adalah suatu rangkaian asas (prinsip).yang berbeda. Untuk melaksanakan kebijaksanaan-kebijaksanaan itu perlu memiliki kekuasaan (power) dan wewenang (authority). yaitu negara dan "teai" yang berarti urusan. Kewarganegaraan – ATA 07/08 Halaman 1 dari 9(negara) yang menyangkut proses menentukan tujuan-tujuan dari sistem tersebut dan melaksanakan tujuan-tujuan tersebut. Untuk melaksanakan tujuan-tujuan itu perlu ditentukan Kebijaksanaan-kebijaksanaan Umum (public policies) yang menyangkut pengaturan dan pembagian dari sumber-sumber dan resources yang ada. Policy diartikan kebijakan. keadaan. meliputi Pengambilan Keputusan (decision making). Kata politik secara etimologis berasal dari bahasa Yunani yaitu "Politeai". "Politeai" berasal dari kata "polis" yang berarti kesatuan masyarakat yang berdiri sendiri. Bahasa Indonesia menerjemahkan dua kata Bahasa Inggris yang berbeda yaitu "politics" dan "policy" menjadi satu kata yang sama yaitu politik. adalah penggunaan pertimbangan-pertimbangan yang dianggap dapat lebih menjamin tercapainya suatu usaha. Pengertian Politik.

Jadi politik adalah pengambilan keputusan melalui sarana umum.Negara . Negara Negara adalah suatu organisasi dalam suatu wilayah yang memiliki kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya. 2. Keputusan yang diambil menyangkut sektor publik dari suatu negara.perumusan keinginan (statement of intent) belaka.Pengambilan Keputusan . dilaksanakan dan dipertahankan. Boleh dikatakan negara merupakan bentuk masyarakat yang paling utama dan negara merupakan organisasi politik yang paling utama dalam suatu wilayah yang berdaulat. Kewarganegaraan – ATA 07/08 Halaman 2 dari 93.Kekuasaan . Dalam politik perlu diperhatikan bagaimana kekuasaan itu diperoleh. dan dlam pengambilan keputusan perlu diperhatikan siapa pengambil keputusan itu dan untuk siapa keputusan itu dibuat.Kebijakan . politik membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan : . Pend. Dari uraian tersebut diatas. Pengambilan Keputusan Pengambilan Keputusan sebagai aspek utama dari politik. Kebijakan Umum Kebijakan (policy) merupakan suatu kumpulan keputusan yang diambil seseorang atau kelompok politik dalam rangka memilih tujuan dan cara . Kekuasaan Kekuasaan adalah kemampuan seseorang atau kelompok untuk mempengaruhi tingkah laku seseorang atau kelompok lain sesuai dengan keinginnannya. 4.Distribusi dan alokasi sumber daya 1.

Arti strategi dalam pengertian umum adalah cara untuk mendapatkan kemenangan atau tercapainya suatu tujuan termasuk politik. Pengertian Strategi Kata strategi berasal dari kata "strategia" berasal dari bahasa Yunani yang berarti "the art of general" atau seni seorang panglima yang biasa digunakan dalam peperangan. akan tetapi Pend. Strategi pada dasarnya merupakan seni dan ilmu yang menggunakan dan mengembangkan kekuatan-kekuatan (ideologi. politik. Sedangkan perang itu sendiri merupakan kelanjutan dari politik. Distribusi Distribusi adalah pembagian dan penjatahan nilai-nilai (Values) dalam masyarakat.mencapai tujuan itu. Dengan demikian kata strategi tidak hanya menjadi monopoli para jenderal atau bidang militer saja. tetapi telah meluas ke segala bidang kehidupan. atau yang penting dengan demikian nilai harus dibagi secara adil. 5. Karl Von Clausewitz (1780-1831) berpendapat bahwa startegi adalah pengetahuan tentang penggunaan pertempuran untuk memenangkan peperangan. Dalam abad modern sekarang ini penggunaan kata strategi tidak lagi terbatas pada konsep atau seni seorang panglima dalam peperangan saja. ekonomi. Kewarganegaraan – ATA 07/08 Halaman 3 dari 9sudah digunakan secara luas termasuk dalam ilmu ekonomi maupun di bidang olah raga. sos bud dan . Nilai adalah sesuatu yang diinginkan. Dasar pemikirannya adalah bahwa masyarakat memiliki beberapa tujuan bersama yang ingin dicapai secara bersama pula oleh karena itu diperlukan rencana yang mengikat yang dirumuskan dalam kebijakankebijakan oleh pihak yang berwenang. Jadi politik itu membicarakan bagaimana pembagian dan pengalokasian nilai-nilai secara mengikat.

BPK dan MA. Pengertian Politik Dan Strategi Nasional (Polstranas) Pengertian Politik Nasional Politik Nasional adalah asas. Kewarganegaraan – ATA 07/08 Halaman 4 dari 9Penyusunan Politik Dan Strategi Nasional Politik dan strategi nasional yang telah berlangsung selama ini disusun berdasarkan sistem kenegaraan menurut UUD 1945. Landasan pemikiran dalam sistem manajemen nasional ini penting artinya karenadidalamnya terkandung dasar negara. Sejak tahun 1985 telah berkembang pendapat dimana jajaran pemerintah dan lembaga-lembaga yang tersebut dalam UUD 1945 disebut sebagai "Suprastruktur Politik". jangka menengah dan jangka panjang. seperti partai politik. Pend.hankam) untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. yang mencakup pranatapranata politik yang ada dalam masyarakat. Antara suprastruktur dan infrastruktur . Misalnya strategi jangka penedek. cita-cita nasional dan konsep strategis bangsa Indonesia. organisasi kemasyarakatan. Presiden. haluan. kelompok kepentingan (interest group) dan kelompok penenkan (pressure group). Strategi Nasional adalah cara melaksanakan politik nasional dalam mencapai sasaran-sasaran dan tujuan yang ditetapkan oleh politik nasional. DPR. yaitu MPR. pengembangan. Dasar Pemikiran Penyusunan Politik Dan Strategi Nasional Dasar pemikirannya adalah pokok-pokok pikiran yang terkandung dalam sistem manajemen nasional yang berlandaskan ideologi Pancasila. Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional. usaha serta kebijaksanaan negara tentang pembinaan (perencanaan. Sedangkan badan-badan yang ada dalam masyarakat disebut sebagai "Infrastruktur Politik". Dalam melaksanakan politik nasional maka disusunlah strategi nasional. pemeliharaan dan pengendalian) serta penggunaan secara kekuatan nasional untuk mencapai tujuan nasional. UUD 1945. media massa.

Apa yang dilaksanakan presiden sesungguhnya merupakan politik dan Pend. Mekanisme penyusunan politik dan strategi nasional ditingkat suprastruktur politik diatur oleh Presiden (mandataris MPR). politik. Program kabinet dapat dipandang sebagai dokumen resmi yang memuat politik nasional yang digariskan oleh presiden. Dewan Tenaga Atom. Dewan Penerbangan dan antariksa Nasional RI. Jika politik nasional ditetapkan Presiden (mandataris MPR) maka strategi nasional dilaksanakan oleh para menteri dan pimpinan lembaga pemerintah non departemen sesuai dengan bidangnya atas petunjuk dari presiden. maka di dalamnya sudah tercantum program-program yang lebih konkrit untuk dicapai. yang disebut sebagai Sasaran Nasional. Melalui pranata-pranata politik masyarakat ikut berpartisipasi dalam kehidupan . sos bud dan hankam. Proses politik dan strategi nasional di infrastruktur politik merupakan sasaran yang akan dicapai oleh rakyat Indonesia dalam rangka pelaksanaan strategi nasional yang meliputi bidang ideologi. Dewan Otonomi Daerah dan dewan Stabitas Politik dan Keamanan. Dewan Maritim.Sesuai dengan kebijakan politik nasional maka penyelenggara negara harus mengambil langkah-langkah untuk melakukan pembinaan terhadap semua lapisan masyarakat dengan mencantumkan sebagai sasaran sektoralnya. Kewarganegaraan – ATA 07/08 Halaman 5 dari 9strategi nasional yang bersifat pelaksanaan. ekonomi. Dewan Pertahanan Keamanan Nasional. Sedangkan proses penyusunan politik dan strategi nasional di tingkat suprastruktur politik dilakukan setelah Presiden menerima GBHN. selanjutnya Presiden menyusun program kabinetnya dan memilih menteri-menteri yang akan melaksanakan program kabinet tersebut.politik harus dapat bekerja sama dan memiliki kekuatan yang seimbang. Dalam melaksanakan tugasnya ini presiden dibantu oleh lembaga-lembaga tinggi negara lainnya serta dewan-dewan yang merupakan badan koordinasi seperti Dewan Stabilitas Ekonomi Nasional.

ekonomi.politik nasional.Semakin meningkatnya kemampuan untuk menentukan pilihan dalam pemenuhan kebutuhan hidup. Stratifikasi Politik Nasional Berdasarkan stratifikasi dari politik nasional dalam negara RI. a. b. sos bud maupun hankam akan selalu berkembang hal ini dikarenakan oleh: . Kewarganegaraan – ATA 07/08 Halaman 6 dari 91. Tingkat kebijakan puncak meliputi kebijakan tertinggi yang lingkupnya menyeluruh secara nasional yang mencakup : penentuan UUD.Semakin terbukanya akal dan pikiran untuk memperjuangkan haknya. . penggarisan masalah makro politik bangsa dan negara untuk merumuskan tujuan nasional (national goals) berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Tingkat Penentu Kebijakan Puncak. .Semakin kritis dan terbukanya masyarakat terhadap ide-ide baru. Dalam hal-hal dan keadaan tersebut yang menyangkut kekuasaan kepala negara seperti tercantum dalam pasal 10 s/d 15 UUD 1945. maka dalam penentu tingkat kebijakan puncak ini termasuk pula kewenangan Presiden sebagai Kepala Negara. Dalam era reformasi saat ini peranan masyarakat dalam mengontrol jalannya politik dan strategi nasional yang telah ditetapkan MPR maupun yang dilaksanakna oleh presiden sangat besar sekali.Semakin tingginya kesadaran bermasyarakat berbangsa dan bernegara. Bentuk hukum dari kebijakan nasional yang ditentukan oleh Kepala negara itu dapat dikeluarkan berupa: Dekrit. . sebagai berikut: Pend. Pandangan masyarakat terhadap kehidupan politik.Semakin meningkatnya kemampuan untuk mengatasi persoalan seiring dengan semakin tingginya tingkat pendidikan yang ditunjang kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kebijakan puncak ini dilakukan oleh MPR dengan hasil rumusannya dalam berbagai GBHN dengan Ketetapan MPR. . .

Pend. Hasilnya dirumuskan dalam bentuk Peratuan Menteri atau Instruksi Menteri dalam bidang pemerintahan yang dipertanggungjawabkan kepadanya. Wewenang kebijakan khusus terletak pada Menteri. sistem dan prosedur dalam bidang utama tersebut. Tingkat Penentu Kebijakan Khusus. Dalam keadaan tertentu dapat . yang lingkupnya juga menyeluruh nasional dan berupa penggarisan mengenai masalah-masalah makro strategis guna mencapai tujuan nasional dalam situasi dan kondisi tertentu.Keputusan atau Instruksi Presiden yang berisi kebijakan-kebijakan penyelenggaraan pemerintahan yang wewenang pengeluarannya berada di tangan Presiden dalam rangka pelaksanaan kebijakan nasional dan perundang-undangan yang berlaku (UUD 1945 pasal 4 (1)). 2. Kewarganegaraan – ATA 07/08 Halaman 7 dari 9. Hasil-hasilnya dapat berbentuk : .Peraturan atau Piagam Kepala Negara. .Peraturan Pemerintah untuk mengatur pelaksanaan Undang-Undang yang wewenang penerbitannya berada di tangan Presiden (UUD 1945 pasal 5 (2)). berdasarkan dan sesuai dengan kebijakan pada tingkat diatasnya. Tingkat kebijakan umum merupakan tingkat kebijakan di bawah tingkat kebijakan puncak. 3.Undang-Undang yang kekuasaan pembuatannya terletak ditangan Presiden dengan persetujuan DPR (UUD 1945 pasal 5 (1))atau Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) dalam hal ihwal kegentingan yang memaksa. administrasi. a. Kebijakan khusus merupakan penggarisan terhadap suatu bidang utama (major area) pemerintah sebagai penjabaran terhadap kebijakan umum guna merumuskan strategi. . Tingkat Kebijakan Umum.Dalam keadaan tertentu dapat pula dikeluarkan Maklumat Presiden.

4. Wewenang pengeluaran kebijakan teknis terletak ditangan Pimpinan Eselon Pertama Departemen Pemerintahan dan Pimpinan Lembaga-Lembaga Non Departemen. Tingkat Penentu Kebijakan Teknis. program dan kegiatan. Selain itu Inspektur Jenderal dalam suatu Departemen berkedudukan sebagai Pembantu Utama Menteri dalam penyelenggaraan pengendalian ke dalam Departemen. .dikeluarkan pula Surat Edaran Menteri. bagi daerah tingkat I pada Gubernur dan bagi daerah tingkat II pada Bupati atau Wali Kota. Ia mempunyai wewenang pula untuk mempersiapkan kebijakan khusus Menteri. Kebijakan teknis meliputi penggarisan dalam suatu sektor dibidang utama tersebut diatas dalam bentuk prosedur dan teknis untuk mengimplementasikan rencana. Penentuan kebijakan pemerintah daerah (otonom) yang wewenang pengeluarannya terletak pada Kepala Daerah dengan persetujuan DPRD. Sekretaris Jenderal (Sekjen) sebagai pembantu utama Menteri bertugas untuk mempersiapkan dan merumuskan kebijakan khusus Menteri dan Pimpinan Rumah Tangga Departemen. Kekuasaan membuat aturan di daerah dikenal dua macam: a. Pend. Penentuan kebijakan mengenai pelaksanaan Pemerintahan Pusat di daerah yang wewenang pengeluarannya terletak pada Gubernur. b. Kewarganegaraan – ATA 07/08 Halaman 8 dari 95. dalam kedudukannya sebagai Wakil Pemerintahan Pusat Di Daerah yuridiksinya masing-masing. Didalam tata laksana pemerintahan. Hasil penentuan kebijakan dirumuskan dalam bentuk Peraturan. Kekuasaan Membuat Aturan Di Daerah. Keputusan atau Instruksi Pimpinan Lemabaga Non Departemen atau Direktorat Jenderaldalam masing-masing sektor atau segi administrasi yang dipertanggungjawabkan kepadanya. Perumusan hasil kebijakan tersebut dikeluarkan dalam keputusan dan instruksi Gubernur untuk propinsi dan instruksi Bupati atau Wali Kota untuk kabupaten atau kota madya.

. keputusan dan instruksi Kepala Daerah Tingkat I atau II. maka jabatan Gubernur dan Bupati atau Wali Kota dan Kepala Daerah Tingkat I atau II disatukan dalam satu jabatan yang disebut Gubernur/Kepala Daerah Tingkat I. Bupati/Kepala Daerah Tingkat II atau Wali Kota/Kepala Daerah Tingkat II. Menurut kebijakan yang berlaku sekarang.Perumusan hasil kebijakan tersebut diterbitkan sebagai kebijakan daerah dalam bentuk Peraturan Daerah Tingkat I atau II.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful