P. 1
Pentingnya Ketahanan Nasional Dalam Kehidupan Berbangsa Dan Bernegara

Pentingnya Ketahanan Nasional Dalam Kehidupan Berbangsa Dan Bernegara

|Views: 4,175|Likes:
Published by widjoratmoko

More info:

Published by: widjoratmoko on Feb 11, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/07/2015

pdf

text

original

Pentingnya Ketahanan Nasional dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara.

Ketahanan Nasional merupakan kemampuan suatu bangsa dan negara untuk mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa guna dapat mencapai kesejahteraan bangsa dan melanjutkan pembangunan yang berkesinambungan. Ketahanan Nasional sangat dipengaruhi oleh Ketahanan dan Kestabilan dalam bidang: • Politik • Ekonomi • Sosial Budaya • Pertahanan Keamanan Nasional Ketahanan dan Kestabilan Politik: Iklim Politik yang mendukung terciptanya kestabilan politik sangat diperlukan dalam mencapai terwujudnya ketahanan nasional. Untuk itu diperlukan dukungan yang kuat dalam bentuk: • pemerintahan yang bersih (clean and good governance), dengan tingkat legitimasi dan kredibilitas yang tinggi. • terselenggaranya system yang transparan dan iklim demokrasi yang sehat. Ketahanan dan Kestabilan Ekonomi: • Diperlukan dukungan dalam bentuk sistem perekonomian yang kuat dan bertumpu pada ketahanan dan kemampuan bangsa sendiri, baik dalam hal sumber daya alam maupun sumber daya manusia yang berkualitas (resource based) sehingga tidak mudah goyah oleh gejolak yang bersifat internal maupun eksternal. • Kekuatan dan kestabilan sistem perekonomian dapat terbentuk dengan adanya sistem dan pelaksanaan yang baik dalam sektor moneter maupun riil dalam bentuk kebijakan moneter maupun kebijakan fiskal yang membangun. Ketahanan dan Kestabilan Sosial Budaya: Faktor-faktor yang mempengaruhi: - Nilai-nilai yang ditanamkan dan diyakini oleh masyarakat maupun system sosial – budaya yang diciptakan oleh pemerintah. - Tingkat pendidikan masyarakat, untuk terciptanya tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan faktor yang sangat penting agar masyarakat tidak rentan, memiliki daya tahan dalam menghadapi setiap gejolak serta memiliki kemampuan untuk berusaha dan bertumpu di atas kekuatan lokal dan keunggulannya sendiri. Kestabilan Pertahanan dan Keamanan Nasional (HanKamNas): • System Pertahanan dan Keamanan Nasional yang kuat dan dijalankan dengan benar, dengan keberpihakan pada kepentingan seluruh rakyat sangat penting untuk memberikan jaminan rasa aman, khususnya untuk menjalankan kegiatan perekonomian atau usaha bagi seluruh masyarakat sebagaimana telah dicanangkan dari awal berdirinya republik tercinta ini (khususnya tercantum dalam UUD ’45). • Pada akhirnya jaminan rasa aman ini akan menjamin kelancaran roda perekonomian guna mewujudkan kesejahteraan bangsa. Permasalahan yang Dihadapi dan Dampaknya pada Ketahanan Nasional Akar Permasalahan Penyebab Timbulnya Krisis dan Rentannya Ketahanan Nasional Krisis yang telah berkepanjangan di Indonesia terjadi sebagai akibat dari kombinasi dan akumulasi gejolak eksternal yang berdampak penularan (contagion effect) pada segala struktur maupun tatanan system dalam negeri. Berawal dari gejolak pasar uang yang sangat hebat berakibat pada krisis yang sangat mendalam di berbagai sektor.

Pada dasarnya krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia merupakan akibat dari: • besarnya keinginan untuk menguasai pasar global tanpa dukungan infrastruktur teknologi serta sistem manajemen (pengelolaan sumber daya) yang kuat. • cepatnya proses integrasi dunia usaha / perekonomian Indonesia ke dalam perekonomian global, tanpa pembangunan fondasi yang kokoh • lemahnya dukungan instrumen kelembagaan yang efisien serta tertata baik • kurangnya penguasaan di bidang infrastruktur teknologi industri yang tepat guna, yang mengandalkan keunggulan lokal. • lemahnya akses pada jalur informasi global. • lemahnya struktur pendanaan pada dunia usaha. • lemahnya sistem pendidikan yang belum membuat masyarakat memiliki kemampuan dan kemandirian. • lemahnya struktur industri, sehingga masih sangat tergantung pada negara lain, baik dalam hal impor bahan dasar, penguasaan teknologi maupun proses produksi. • lemahnya daya saing, karena kurangnya penguasaan yang dapat menciptakan produk unggulan. • lemahnya akses pasar global. • kurang optimalnya pemanfaatan sumber daya, (sumber daya manusia maupun sumber daya alam). • lemahnya tata pelaksanaan dan lembaga hukum. Dampak Krisis Pada Ketahanan Nasional • depresiasi Rupiah sebagai akibat dari gejolak pasar uang yang bersifat eksternal telah menciptakan suatu kondisi stagflasi dan instabilitas pada perekonomian Indonesia. • depresiasi nilai tukar rupiah yang sangat tajam berdampak pada turunnya tingkat kepercayaan pada mata uang rupiah. • penerapan tingkat suku bunga tinggi yang diharapkan dapat mengembalikan stabilitas nilai mata uang rupiah telah membuat turunnya kinerja dan bahkan tingkat likuiditas perbankan nasional sebagai akibat dari lemahnya sistem perbankan. • hal ini membuat “matinya” pergerakan sektor riil sebagai akibat dari menurunnya kegiatan dunia usaha serta investasi secara drastis. • krisis pada sektor riil telah menciptakan kepanikan pada tatanan masyarakat secara keseluruhan yang belum ditunjang oleh taraf pendidikan yang memadai, serta penguasaan akan akses jalur informasi membuat terciptanya krisis sosial. • krisis sosial telah mengakibatkan meningkatnya kriminalitas dan kerusuhan sosial. • dampak dari krisis sosial ini pada akhirnya juga telah mengakibatkan krisis kepercayaan pada pemerintahan yang ada. • krisis kepercayaan menimbulkan gejala disintegrasi di berbagai wilayah. • berbagai kerusuhan sebagai akibat dari krisis sosial telah membuat turunnya tingkat kepercayaan dari para investor, khususnya investor asing yang mengakibatkan larinya modal usaha secara besar-besaran dari dalam negeri. • meningkatnya kriminalitas yang tidak didukung oleh sistem pertahanan dan keamanan yang baik membuat masyarakat tidak merasa mendapat jaminan rasa aman untuk melakukan produktivitas mereka sehingga memperparah kondisi sektor riil.

Puncak krisis pada tahun 1998 maupun dampak krisis global sejak tahun 2008 telah mengakibatkan: - Tingginya tingkat inflasi - Tingkat pertumbuhan pendapatan nasional yang bergerak ke bilangan negatif - Defisit transaksi berjalan - Tingkat pengangguran meningkat tajam - Meningkatnya angka putus sekolah. - Meningkatnya masalah kesehatan serta menurunnya harapan hidup masyarakat. Belajar dari Krisis Belajar dari krisis yang berkepanjangan telah semakin membuktikan bahwa Ketahanan Nasional yang kuat sangat diperlukan untuk menjamin kelangsungan kesejahteraan dan pembangunan suatu bangsa dan negara. Beberapa faktor yang perlu ditingkatkan untuk memulihkan Ketahanan Nasional: • Pengembangan sumber daya yang dimiliki dalam negeri (resource based), baik sumber daya manusia maupun sumber daya alam dengan memberi perhatian jauh lebih besar pada sistem pelatihan maupun pengembangan (R&D). • Sistem pendidikan yang siap pakai dan memiliki keterkaitan dengan sektor industri yang dibutuhkan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, termasuk pengembangan sistem pendidikan yang akrab teknologi informasi dari tingkat pendidikan terendah, serta kemudahan akses pendidikan tinggi hingga ke jenjang pendidikan tinggi yang akan meningkatkan daya saing sumber daya manusia. • Penguasaan teknologi industri yang tepat guna dalam mendukung resource based industry. • Penguasaan teknologi informasi dan akses ke jalur informasi. • Struktur industri yang kuat dan menyeluruh dari hulu ke hilir, sehingga mampu mengurangi tingkat ketergantungan pada luar negeri. • Kesediaan lapangan kerja yang juga bertumpu pada sumber daya yang dimiliki (resource based). • Pelayanan Kesehatan yang baik bagi seluruh rakyat, merupakan kunci bagi berjalannya roda perekonomian maupun pembangunan nasional. • Sistem Pertahanan dan Keamanan yang berpihak pada kepentingan masyarakat banyak, yang dapat memberikan jaminan rasa aman bagi masyarakat dalam menjalankan roda perekonomian. • Sistem Pemerintahan yang efisien dan kredibel dalam menjalankan fungsinya. • Sistem perekonomian yang transparan dengan memanfaatkan jalur akses ke pasar global maupun ke seluruh sumber daya yang diperlukan secara lebih efisien (multi source). • Sistem sosial politik yang transparan dan bersih melalui pelaksanaan sistem demokrasi. • Alur Pengeluaran Pemerintah dalam bentuk subsidi yang transparan pada sektor-sektor yang tepat guna. • Peran perusahaan-perusahaan swasta yang lebih besar dalam peningkatan perekonomian Indonesia. • Sistem pendanaan dunia usaha yang tidak bertumpu pada pemilikan modal satu pihak ataupun hutang luar negeri, namun dengan memanfaatkan akses pendanaan dalam bentuk aliansi atau penyertaan modal yang akan mengurangi risiko serta kerentanaan bidang usaha terhadap gejolak. • Sistem pendistribusian dan akses pasar internasional yang lebih baik.

• Membuka kesempatan akses ke pasar global bagi komoditas unggulan Indonesia secara lebih efektif dan efisien. untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri serta meningkatkan daya saing dan daya jual di pasar internasional. • Mempengaruhi nilai-nilai sosial budaya masyarakat ke arah tatanan masyarakat yang lebih modern. • Meningkatkan kualitas dan nilai sumber daya manusia di pasar tenaga kerja. • Membuka peluang bagi sistem pendanaan dunia usaha yang lebih efisien serta beresiko rendah (low risk).Peran IPTEK Dalam Membangun Ketahanan Nasional Penguasaan suatu bangsa akan ilmu pengetahuan dan teknologi mutlak diperlukan karena dapat: • Merupakan aset penting dalam pengembangan sektor perekonomian. Arti Penting Teknologi Telekomunikasi – Informasi: • Penunjang sistem pendidikan yang sesuai bagi negara kesatuan Indonesia yang berbentuk kepulauan. • Membangun struktur industri nasional yang kuat. Teknologi Industri yang perlu mendapat prioritas untuk dikembangkan: • Teknologi pertanian dan peternakan yang modern dan handal. • Meningkatkan nilai investasi suatu negara di pasar internasional. • Mengurangi tingkat ketergantungan pada negara lain dengan menciptakan tingkat persamaan keberdayaan yang lebih seimbang (balance equality). • Membangun akses pasar global yang efisien bagi setiap produk dan jasa dalam negeri. Aspek yang perlu diperhatikan dalam pemilihan bidang penguasaan IPTEK: • Menunjang industri yang realistis. • Memberikan nilai tambah yang tinggi (high added value) bagi setiap produk dan jasa yang dihasilkan. • Memperbesar peluang implementasi sistem multi resource bagi dunia usaha / industri untuk menghilangkan dampak ekonomi biaya tinggi.informasi. berwawasan luas dan dinamis. • Meningkatkan nilai usaha di masa mendatang (future value) pada pasar saham. seperti bio-teknologi yang ramah lingkungan. • Membangun sistem perekonomian yang efisien tanpa adanya ekonomi biaya tinggi. • Teknologi pengolahan hasil hutan. • Meningkatkan keunggulan daya saing produk dan jasa yang ditawarkan di pasar global. • Teknologi pengolahan minyak bumi dan gas alam. • Teknologi penunjang industri yang bertumpu pada sumber daya yang dimiliki yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan rakyat. • Meningkatkan kesejahteraan rakyat dan memperkuat daya tahan bangsa. melalui pemanfaatan teknologi informasi dan telekomunikasi (ICT). . Teknologi Utama penunjang industri dalam negeri yang perlu dikembangkan: • Teknologi telekomunikasi . • Menjadikan informasi lebih bernilai guna bagi masyarakat. bertumpu pada sumber daya yang dimiliki (resource based). • Penunjang terlaksananya sistem informasi yang transparan dalam segala aspek bernegara.

informasi. baik dalam bentuk kebijakan moneter. Bangkitnya Perekonomian dan Ketahanan Nasional • Tingkat kepercayaan masyarakat pada mata uang rupiah serta pada pemerintahan mulai pulih. • Dukungan pemerintah pada pemberdayaan sektor perdagangan internasional yang efisien. • Ramah lingkungan. • Sistem pelaksanaan dan pengawasan yang transparan dalam segala sektor untuk menjamin kestabilan kondisi dan kehidupan berbangsa dan bernegara. • Kebijakan-kebijakan yang menunjang tingkat pertumbuhan perekomonian serta menjamin berlangsungnya laju pembangunan dan pertumbuhan nasional. bertumpu pada sumber daya yang dimiliki serta memberi nilai tambah yang tinggi (high added value). • Dorongan pemerintah untuk merangsang sektor swasta lebih mengembangkan sistem pelatihan. • Peran sektor swasta dalam mengembangkan bidang R&D serta memberikan masukan bagi kebijakan pemerintah.menurunnya tingkat suku bunga yang membangkitkan kembali gairah kegiatan perekonomian. • Terbukanya peluang yang lebih besar untuk sistem pendanaan maupun akses ke sumber daya (multi resource) yang lebih efisien serta berisiko rendah. . termasuk iklim usaha yang kondusif. seperti industri telekomunikasi . penelitian dan pengembangan (R&D). • Program pembudayaan sarana media informasi maupun pemanfaatan teknologi telekomunikasi untuk lebih memberdayakan masyarakat. •Ditandai dengan: . Era Globalisasi dapat mempercepat upaya bangkit dari krisis karena: • Terbukanya peluang pasar yang sangat besar bagi setiap produk dan jasa dalam negeri yang memiliki keunggulan daya saing dan nilai tambah yang tinggi. seperti dalam bentuk pemberian intensif atau keringanan pajak bagi sektor swasta yang menanamkan investasi yang cukup besar di bidang R&D. • Kebijakan dan subsidi di bidang pendidikan yang akrab dengan teknologi informasi guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Beberapa upaya yang diperlukan untuk dapat segera bangkit dari Krisis: • Skala prioritas pada sektor-sektor maupun industri-industri tertentu yang tepat guna. Upaya Bangkit dari Krisis Tidak mudah untuk memulihkan kondisi bangsa dan negara dari krisis yang berkepanjangan.• Memberi keunggulan daya saing bagi setiap produk dan jasa yang dihasilkan. • Memanfaatkan era globalisasi sebagai momentum yang tepat untuk segera bangkit dari krisis dengan memanfaatkan akses ke pasar internasional. • Sistem / suasana yang kondusif bagi berkembangnya industri yang berdasarkan pada penguasaan teknologi. • Mengurangi tingkat ekonomi biaya tinggi dalam proses produksi.menurunnya tingkat laju inflasi . fiskal maupun kebijakan sektor riil. • Terbukanya akses ke pasar global melalui pengusaan teknologi telekomunikasi – informasi yang berkembang pesat. Faktor penunjang implementasi IPTEK dalam membangun ketahanan nasional: • Kebijakan pemerintah yang mendukung di segala sektor.

Hal ini dapat ditunjang dengan pemberian subsidi pada sektorsektor yang tepat guna seperti sektor pendidikan. guna memperkuat industri nasional. Saat ini Indonesia termasuk negara yang sangat sedikit membelanjakan pendapatannya di bidang pengembangan dan penelitian (hanya 0. • Menciptakan iklim berusaha yang kondusif dan sistem persaingan yang sehat dalam dunia industri strategis untuk meningkatkan daya saing di pasar internasional. Langkah-langkah strategis guna mengurangi tingkat ketergantungan perekonomian Indonesia pada luar negeri: • mengembangkan resourced based industry yang memiliki keunggulan teknologi serta meningkatkan daya saing komoditas ekspor untuk mengurangi tingkat ketergantungan pada komponen impor. • Meningkatkan kemampuan manajemen para pelaku usaha dalam menjalankan dunia usaha. khususnya pada pengembangan dan penguasaan teknologi yang tepat guna yang dapat mendukung resource based industry. • Sektor Kesehatan. • Meningkatkan kebijakan yang mendukung pengembangan bidang pelatihan. Tingginya tingkat harapan hidup sangat diperlukan untuk menunjang produktivitas dan tingkat kemampuan masyarakat dalam menjalankan roda perekonomian bangsa. penelitian dan pengembangan (R&D). • Mengembangkan kebijakan yang mendukung maupun jaringan telekomunikasi informasi untuk memperluas dan mempermudah akses pasar global bagi peningkatan daya saing Indonesia. khususnya bagi para investor asing. • Menjalankan kebijakan-kebijakan yang tepat baik dalam sektor moneter. kesehatan dan penelitian maupun pengembangan infrastruktur yang berdampak langsung bagi pengingkatan kesejahteraan rakyat. • Membudayakan etika bisnis serta membenahi perangkat hukum dalam menjamin kepastian berusaha di Indonesia. • Meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam bidang penguasaan IPTEK. beralih dari teknologi perakitan ke teknologi manufaktur . • Sektor Kesejahteraan Rakyat. fiskal maupun sektor riil yang menunjang pulihnya perekonomian bangsa..25 % dari GNP) di bandingkan dengan negara-negara . • Memfokuskan pengeluaran pemerintah (subsidi) pada sektor-sektor yang tepat guna. Langkah-langkah Strategis Bisnis dalam upaya menjaga dan menjamin ketahanan nasional: • Menjaga kestabilan moneter. guna menghindari defisit transaksi berjalan • Membuka lapangan kerja untuk mengurangi larinya tenaga kerja terampil dan berkualitas di Indonesia ke luar negeri. • Sektor Industri penunjang kesejahteraan rakyat yang bertumpu pada sumber daya yang dimiliki (resource based industry) serta penguasaan teknologi tinggi.nilai mata uang rupiah yang berangsur relatif stabil . • Mengembangkan jaringan infrastuktur yang baik untuk menunjang pengembangan resourced based industry. • Meningkatkan kemampuan dalam bidang penguasaan IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) yang dapat menunjang pengembangan resourced based industry.produksi.tingkat pertumbuhan yang beranjak Langkah Strategis Untuk Menjamin Ketahanan Nasional Sektor-sektor yang perlu mendapat prioritas dan perhatian utama: • Sektor pendidikan yang akrab dengan teknologi informasi.

karena memang tidak ada lagi penghayatan dan pembentukan karakter manusia Indonesia seutuhnya. ”penggadaian aset” negara dan pengabaian kepentingan rakyat. Korea (1. tanpa kecuali.5 %) dan Jepang (3. seperti Malaysia (0. Share • • • ○ ○ ○ ○ Laporkan Tanggapi Beri Nilai TANGGAL KOMENTAR BERDASARKAN : • 24 April 2009 06:22:41 0 dulu th 70 an mata kuliah Kewiraan yang salah satu topicnya adalah Ketahanan Nasional saya rasa bagus terus menerus diajarkan dlm membentuk character bangsa ini sebelum terjun ke politik praktis Suka Balas | • 24 April 2009 09:13:41 0 Benar Oom Jay. • Membuka akses penguasaan sumber daya produksi maupun pasar global yang efisien. . entah itu krisis sense of belonging dari para pemangku jabatan dan wakil rakyat. khususnya masyarakat bisnis. Sepertinya krisis yg melanda saat ini termasuk krisis berupa degradasi moral yg menjadi pangkal dari segala krisis lainnya. • Mengatur kebijakan dan peraturan yang mendukung pengembangan industri telekomunikasi – informasi serta perdagangan internasional yang efisien. bagi semua lapisan. • Mengurangi tingkat ketergantungan pada hutang luar negeri dengan melakukan sistem pendanaan yang tidak bertumpu pada kepemilikan satu pihak dan yang beresiko rendah. • Menyediakan sarana-sarana informasi yang terjangkau bagi masyarakat luas. • Membudayakan penggunaan sistem informasi untuk meningkatkan efisiensi sektor perdagangan di masyarakat. melalui pemanfaatan teknologi informasi dan telekomunikasi (ICT) dengan harga yang terjangkau.ASEAN maupun ASIA lainnya.70 % dari GNP).2 %).

Inipula yg sudah saya rasakan bertahun2 yg lalu. hingga di tahun 2000 saya rampungkan tulisan ini.Manusia2 Indonesia yg benar2 menyadari dirinya sebagai bagian dari negeri ini juga. bertindak dan berjuang untuk kepentingan. saya rasa lebih berat dari krisis di tahun 98 (dalam arti tidak hanya ditinjau dari segi krisis ekonomi. Very welcome kalau ada yg ingin didiskusikan lebih lanjut. -MoraSuka Balas | Tulis Tanggapan Anda Top of Form Submit Bottom of Form Top of Form SEARCH Bottom of Form . Suka Balas | • 6 July 2009 17:14:56 0 aq lagi bikin bahan diskusi yang ngulas pemanfaatan SDA untuk menjaga ketahanan nasional aq sangat terbantu dengan artikel ini THx Suka Balas | • 6 July 2009 18:23:27 0 Senang bisa membantu Mbak Nuning. keutuhan dan kemajuan Indonesia. Dan krisis yg terjadi saat ini. CU. tapi juga krisis di berbagai aspek lainnya). sehingga selalu berpikir.

Seorang Korban Dunia Maya! winwin faizah | 13 jam yang lalu • • Selasaikan Kisruh PSSI dengan Konsultasi AFC dan FIFA Syamsuardi Dedi | 13 jam yang lalu BERITA ADMIN . khususnya bagi mereka yang berasal dari Generasi Internet kelahiran • • • Media Sosial itu Energinya Luar Biasa Media Sosial dan Pengembangan Karir Dunia Internet Memang Maya.ONLINE BLOGSHOP Internet & Social Media 2011 in Numbers Mentrasfer Energi Lewat Tulisan Peranan Kritik Dalam Membangun Karakter di Media Sosial Bandung FENOMENA MEDIA SOSIAL Media sosial sudah menjadi media utama. Tetapi … • Pimpinan PT Sidomuncul Itu Ternyata Hanya Seorang Penipu? Bang Borneo | 4 jam yang lalu • Aksi Calon Pemain Timnas di Lapangan Mini Choirul Huda | 6 jam yang lalu • Umbaran “Brutal” Abraham Samad Armand | 9 jam yang lalu • Aku Winwin Faizah.

Enaknya Makan Laksa Bersama Mertua !! Siapa Bilang 100. Dalam konstitusi suatu negara sering dicantumkan pula penentuan batas wilayah.• • • • LETTER TO ADMIN »Ngariung di Kompasiana Blogshop … »Rincian Acara KOMPASIANIVAL 2011 »Pemenang “Semarak Ultah Alfamart Shop & … INDEX • • • • • TERAKTUAL Langkanya Kue Rangi Betawi Blogger Malaysia Kritik Program Pamer Prilaku Asusila … Wuuiih. Perbatasan suatu negara mempunyai peranan penting dalam penentuan batas wilayah kedaulatan. hal tersebut ditunjukkan oleh karakteristik kegiatan antara lain : . Wilayah perbatasan mempunyai nilai strategis dalam mendukung keberhasilan pembangunan nasional. Sianturi. pemanfaatan sumber daya alam. SP. menjaga keamanan dan keutuhan wilayah. Pembangunan wilayah perbatasan pada hakekatnya merupakan bagian integral dari pembangunan nasional. Penentuan perbatasan negara dalam banyak hal ditentukan oleh proses historis..000 Rupiah Tidak Bisa Menabung Investasi … Indonesia. politik. Kompasiana Dan Panggung Sandiwara INSPIRATIF BERMANFAAT MENARIK      Inilah 5 PNS dengan Nilai Kekayaan Fantastis Tradisi Tahunan Di Pulau Faroe: Pembantaian Ratusan Paus Wisata Air Terjun Terindah di Indonesia Rincian Acara KOMPASIANIVAL 2011 Pemenang Miss Universe dari Tahun 1952-2011 'Terlengkap' About Kompasiana | Terms & Conditions | Tutorial | FAQ | Contact Us | Kompasiana Toolbar © 2008 – 2011 STRATEGI PENGEMBANGAN PERBATASAN WILAYAH KEDAULATAN NKRI oleh : Eddy MT. SSi dan Nafsiah. Peneliti Puslitbang Strahan Balitbang Dephan Perbatasan negara merupakan manifestasi utama kedaulatan wilayah suatu negara. hukum nasional dan internasional.

karena meskipun orientasi masyarakat masih terbatas pada bidang ekonomi dan sosial. Kehidupan sosial ekonomi di daerah perbatasan umumnya dipengaruhi oleh kegiatan di negara tetangga. Mempunyai keterkaitan yang saling mempengaruhi dengan kegiatan yang dilaksanakan di wilayah lainnya yang berbatasan dengan wilayah maupun antar negara. Penanganan perbatasan negara. Ketahanan wilayah perbatasan perlu mendapatkan perhatian secara sungguh-sungguh karena kondisi tersebut akan mendukung ketahanan nasional dalam kerangka NKRI. Mempunyai dampak pentingbagi kedaulatan negara. pada hakekatnya merupakan bagian dari upaya perwujudan ruang wilayah nusantara sebagai satu kesatuan geografi. terutama apabila kehidupan ekonomi masyarakat daerah perbatasan mempunyai ketergantungan kepada perekonomian negara tetangga. Situasi politik yang terjadi di negara tetangga seperti Malaysia (Serawak & Sabah) dan Philipina Selatan akan turut mempengaruhi situasi keamanan daerah perbatasan. • Aspek Politik. c. tetapi tidak bersifat indoktrinasi dan yang paling penting adanya keteladanan dari para pemimpin bangsa. Pada saat ini penghayatan dan peng-amalan Pancasila sebagai ideologi negara dan falsafah hidup bangsa tidak disosialisasikan dengan gencar seperti dulu lagi. Mempunyai dampak terhadap kondisi pertahanan dan keamanan. maka hal inipun selain dapat menimbulkan kerawanan di bidang politik juga dapat menurunkan harkat dan martabat bangsa. Kondisi Daerah Perbatasan Saat Ini Pada umumnya daerah pebatasan belum mendapat perhatian secara proporsional. Oleh karena itu perlu adanya suatu metoda pembinaan ideologi Pancasila yang terusmenerus. 2001) .a. baik skala regional maupun nasional. Kesadaran akan adanya persepsi wilayah perbatasan antar negara telah mendorong para birokrat dan perumus kebijakan untuk mengembangkan suatu kajian tentang penataan wilayah perbatasan yang dilengkapi dengan perumusan sistem keamanannya. Hal ini telah menyebabkan terjadinya berbagai permasalahan seperti. Merupakan faktor pendorong bagi peningkatan kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat sekitarnya. • Aspek Ekonomi. Keamanan wilayah perbatasan mulai menjadi concern setiap pemerintah yang wilayah negaranya berbatasan langsung dengan negara lain. karena tidak seiramanya antara kata dan perbuatan dari penyelenggara negara. d. perubahan batas-batas wilayah. Kondisi tersebut berpotensi untuk mengundang ke-rawanan di bidang politik. b. penyelundupan barang dan jasa serta kejahatan trans nasional (transnational crimes). ekonomi. . yang mengancam kehidupan bermasyarakat. Kurangnya akses pemerintah baik pusat maupun daerah ke kawasan perbatasan dapat menyebabkan masuknya pemahaman ideologi lain seperti paham komunis dan liberal kapitalis. Hal ini menjadi isu strategis karena penataan kawasan perbatasan terkait dengan proses nation state building terhadap kemunculan potensi konflik internal di suatu negara dan bahkan pula dengan negara lainnya (neighbourhood countries). Daerah perbatasan merupakan daerah tertinggal (terbelakang) disebabkan antara lain : 1) Lokasinya yang relatif terisolir (terpencil) dengan tingkat aksesibilitas yang rendah. sosial budaya dan pertahanan keamanan (Sabarno. Kondisi ini terbukti dari kurangnya sarana prasarana pengamanan daerah perbatasan dan aparat keamanan di perbatasan. berbangsa dan bernegara dari rakyat Indonesia. Kondisi umum daerah perbatasan dapat dilihat dari aspek Pancagatra yaitu : • Aspek Ideologi. politik.

Akibat globalisasi dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu pesat. karena merasa tidak pernah diajak serta masyarakatnya tidak mendapat perhatian. Pengaruh budaya asing tersebut banyak yang tidak sesuai dengan kebudayaan kita. teknologi informasi dan komunikasi terutama internet.2) Rendahnya tingkat pendidikan dan kesehatan masyarakat. Seluruh bentuk kegiatan atau aktifitas yang ada di daerah perbatasan apabila tidak dikelola dengan baik akan mempunyai dampak terhadap kondisi pertahanan dan keamanan. dapat mempercepat masuk dan berkembangnya budaya asing ke dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Koordinasi dalam pengelolaan kawasan perbatasan. 3) Rendahnya tingkat kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat daerah perbatasan (jumlah penduduk miskin dan desa tertinggal). Maka tidak jarang daerah perbatasan sebagai pintu masuk atau tempat transit pelaku kejahatan dan teroris. serta seringkali terjadi tarik-menarik kepentingan antara berbagai pihak baik secara horizontal. • Aspek Pertahanan dan Keamanan. seperti lepas dari perhatian dimana penanganan masalah daerah batas negara menjadi domain pemerintah pusat saja. sebagaimana hendaknya melibatkan banyak instansi (Departemen/LPND). 4) Langkanya informasi tentang pemerintah dan pembangunan masyarakat di daerah perbatasan (blank spot). Lebih memprihatinkan lagi keadaan masyarakat sekitar daerah perbatasan negara. kompabilitas dan komplementaritas dengan wilayah mitranya yang ada di negara tetangga. di tingkat regional maupun internasional baik secara langsung dan tidak langsung. karena mempercepat dekulturisasi yang bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Permasalahan Yang Dihadapi Penanganan perbatasan selama ini memang belum dapat dilakukan secara optimal dan kurang terpadu. pengawasan dan pembinaan teritorial sulit dilaksanakan dengan mantap dan efisien. belum terkoordinasinya pengembangan kawasan perbatasan antar negara dengan kerjasama ekonomi sub regional. Merekapun bertanya siapa yang bertanggung jawab dalam membina masyarakat di perbatasan ? Siapa yang harus menyediakan. sektoral maupun vertikal. masalah koordinasi yang kurang mantap dan terpadu menjadi sangat perlu untuk ditelaah lebih lanjut. sehingga menyebabkan rentang kendali pemerintah. sementara mereka tidak tahu dimana batas-batas fisik negaranya ? Kenyataan di lapangan ditemukan banyak kebijakan yang tidak saling mendukung dan/atau kurang sinkron satu sama lain. Kesenjangan sosial ekonomi masyarakat daerah perbatasan dengan masyarakat negara tetangga mempengaruhi watak dan pola hidup masyarakat setempat dan berdampak negatif bagi pengamanan daerah perbatasan dan rasa nasionalisme. terutama daerah yang sulit dijangkau. pemerintah daerahpun menyampaikan keluhannya. • Aspek Sosial Budaya. Dalam hal ini. baik instansi terkait di tingkat pusat maupun antar instansi pusat dengan pemerintah daerah. penyelundupan dan kriminal lainnya termasuk terorisme. seperti yang ditemui pada wilayah perbatasan antara Malaysia Timur dengan Kalimantan dengan KK Sosek Malindo dan BIMP-EAGAnya. dikarenakan intensitas hubungan lebih besar dan kehidupan ekonominya sangat tergantung dengan negara tetangga. dan dapat merusak ketahanan nasional. . Masyarakat daerah perbatasan cenderung lebih cepat terpengaruh oleh budaya asing. Daerah perbatasan merupakan wilayah pembinaan yang luas dengan pola penyebaran penduduk yang tidak merata. Daerah perbatasan rawan akan persembunyian kelompok GPK. serta dengan rencana pengembangan Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (KAPET) Sanggau di Kalimantan Barat dan KAPET SASAMBA di Kalimantan Timur yang secara konseptual dan operasional perlu diarahkan dan dirancang untuk menumbuhkan daya saing. memelihara infrastruktur di daerah perbatasan. sehingga perlu adanya kerjasama yang terpadu antara instansi terkait dalam penanganannya. Misalnya.

seluas 1. Perum Perhutani yang ditugasi Pemerintah untuk mengelola HPH eks PT. walaupun berbeda namun diharapkan dapat saling menunjang dengan pendekatan pembangunan. Contohnya. 3) Kepastian hukum bagi suatu instansi dalam operasionalisasi pembangunan di wilayah perbatasan sangat diperlukan agar peran dan fungsi instansi tersebut dapat lebih efektif. 2) Pengelolaan sumber daya alam belum terkoordinasi antar pelaku sehingga memungkinkan eksploitasi sumber daya alam yang kurang baik untuk pengembangan daerah dan masyarakat. Misalnya. misalnya keberadaan Taman Nasional Kayan Mentarang yang terletak di Kabupaten Malinau dan Nunukan. Tugas ini bersifat lintas sektoral dan lintas wilayah sehingga diperlukan dasar hukum yang lebih tinggi.000 m3 kayu ilegal dari Kalimantan Timur dan sekitar 150. diperlukan pertimbangan terhadap upaya percepatan pengembangan kawasan perbatasan tersebut melalui penanganan yang bersifat lintas sektor dan lintas pendanaan. b) Penanganan KK Sosek Malindo selama ini ternyata tidak tercipta suatu keterkaitan (interface) dengan program pengembangan kawasan dan kerjasama ekonomi regional seperti BIMP-EAGA. khususnya di Kalimantan dengan KK Sosek Malindonya.Selain isu koordinasi dalam pengembangan kawasan perbatasan.000-100. c) Terkait dengan beberapa upaya yang telah disepakati di dalam pengembangan kawasan perbatasan antar negara. 21 Juni 2001). 4) Pengelolaan kawasan lindung lintas negara belum terintegrasi dalam program kerja sama bilateral antara kedua negara. kerusakan patok-patok batas juga terjadi di wilayah Kabupaten Sintang dan Kapuas Hulu. yang sebenarnya sangat relevan untuk dikembangkan secara integrative dan komplementatif dengan KK Sosek Malindo. Ancaman hilangnya sebagian wilayah RI di perbatasan Kalimantan Barat dengan Malaysia Timur akibat rusaknya patok batas negara setidaknya kini menjadi 21 patok yang terdapat di Kecamatan Seluas. . perlindungan dan pengamanan wilayah perbatasan dan pengelolaan hutan dengan sistem tebang pilih .35 juta hektare. Taman ini merupakan habitat lebih dari 70 spesies mamalia. komitmen dan kebijakan Pemerintah untuk memberikan prioritas yang lebih tinggi dalam pembangunan wilayah perbatasan telah mengalami reorientasi yaitu dari orientasi keamanan (security approach) menjadi orientasi kesejahteraan/pembangunan (prosperity/development approach). Dengan adanya reorientasi ini diharapkan penanganan pembangunan kawasan perbatasan di Kalimantan dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa hal berikut : a) Pendekatan keamanan yang diterapkan Mabes TNI di dalam penanganan KK Sosek Malindo. kasus illegal lodging yang juga terkait dengan kerusakan patok-patok batas yang dilakukan untuk meraih keuntungan dalam penjualan kayu. 20 Mei 2001). namun tugas yang dipikul Perhutani meliputi menata kembali wilayah perbatasan dalam rangka pelestarian sumber daya alam. Isu pengembangan daerah perbatasan lainnya secara umum diilustrasikan sebagai berikut : 1) Kaburnya garis perbatasan wilayah negara akibat rusaknya patok-patok di perbatasan Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur menyebabkan sekitar 200 hektare hutan wilayah Republik Indonesia berpindah masuk menjadi wilayah Malaysia (Media Indonesia. Yamaker di perbatasan Kalimantan-Malaysia baru didasari oleh SK Menhut No. 3766/Kpts-II/1999 tanggal 27 Mei 1999. 315 spesies unggas dan ratusan spesies lainnya. Depertemen Kehutanan pernah menaksir setiap bulannya sekitar 80. Selain di Kabupaten Bengkayang. memerlukan perhatian. kabupaten Bengkayang.000 m3 kayu ilegal dari Kalimantan barat masuk ke Malaysia (Kompas. sepanjang perbatasan dengan Sabah Malaysia. di sebelah Utara Kalimantan Timur. 23 Juni 2001). masing-masing berjumlah tiga dan lima patok (Media Indonesia.

c) Beberapa pelanggaran hukum di wilayah perbatasan seperti penyelundupan kayu/illegal lodging. Ancaman di bidang hankam dan politis ini perlu diperhatikan mengingat kurangnya pos lintas batas legal yang disepakati oleh kedua belah pihak. dunia makin terorganisasi dan makin tergantung satu sama lain serta saling membutuhkan. kewenangan maupun program. 7) Kesenjangan sarana dan prasarana wilayah antar kedua wilayah negara pemicu orientasi perekonomian masyarakat. Perkembangan Lingkungan Strategis Masalah perbatasan tidak terlepas dari perkembangan lingkungan strategis baik internasional. politik. Berbagai negara sambil tetap mempertahankan identitas serta batas-batas teritorial negaranya. . misalnya di Kalimantan Barat dengan Serawak/Sabah hanya ada 2 pos lintas batas legal dari 16 pos lintas batas yang ada. Berdasarkan isu strategis dalam pengelolaan daerah perbatasan negara selama ini. 8) Tidak tercipta keterkaitan antar kluster social ekonomi baik kluster penduduk setempat maupun kluster binaan pengelolaan sumber daya alam di kawasan. penanganan masalah perbatasan belum dapat dilakukan secara optimal.5) Kawasan perbatasan mempunyai posisi strategis yang berdampak terhadap hankam dan politis mengingat fungsinya sebagai outlet terdepan Indonesia. dimana terjadi banyak pelintas batas baik dari dan ke Indonesia maupun Malaysia. Perkembangan kerjasama ASEAN diharapkan akan dapat menciptakan keterbukaan dan saling pengertian sehingga dapat dihindarkan terjadinya konflik perbatasan. sosial budaya dan pertahanan keamananan. g) Mental dan professional aparat (stake holders di pusat dan daerah serta aparat keamanan di pos perbatasan). akses keluar (ke Malaysia) lebih mudah dibandingkan ke ibukota kecamatan/kabupaten di wilayah Kalimantan. meliputi kelembagaan. seperti di Kalimantan. Hal ini didukung oleh semakin meningkatnya hubungan masyarakat perbatasan baik dari sudut sosial budaya maupun ekonomi. dapat dikemukakan beberapa permasalahan yang menonjol di daerah perbatasan sebagai berikut : a) Belum adanya kepastian secara lengkap garis batas laut maupun darat. “economic asset” secara ilegal. f) Munculnya pos-pos lintas batas secara ilegal yang memperbesar terjadinya out migration. b) Kondisi masyarakat di wilayah perbatasan masih tertinggal. d) Pengelolahan perbatasan belum optimal. tenaga kerja dan lain-lain. ekonomi. administrasi dan fiskal yang membatasi gerak lalu lintas barang dan orang. ekonomi maupun komunitasnya. baik sumber daya alam darat maupun laut. baik sumber daya manusia. Dalam era reformasi dan dengan kondisi kritis yang masih berkepenjangan. mereka membuka semua hambatan fisik. maupun pelanggaran dan eksploitasi sumber daya alam yang lintas batas negara. 9) Adanya masalah atau gangguan hubungan bilateral antar negara yang berbatasan akibat adanya peristiwa-peristiwa baik yang terkait dengan aspek ke-amanan dan politis. regional maupun nasional. Dalam era globalisasi. e) Eksploitasi sumber daya alam secara ilegal. 6) Kemiskinan akibat keterisolasian kawasan menjadi pemicu tingginya keinginan masyarakat setempat menjadi pelintas batas ke Malaysia berlatar belakang untuk memperbaiki perekonomian masyarakat mengingat tingkat perekonomian Malaysia lebih berkembang. baik keterkaitan ke dalam maupun dengan kluster pertumbuhan di negara tetangga. terutama hasil hutan dan kekayaan laut. Konsep saling keterkaitan dan ketergantungan dalam masyarakat internasional berpengaruh dalam bidang-bidang ideologi.

2) Join Border Committee RI-PNG (JBC) diketuai oleh Menteri Dalam Negeri. konservasi sumber daya alam. Penyusunan program secara integral dan komprahensif dalam hal ini melibatkan sektor-sektor yang terkait dalam masalah penanganan perbatasan. baik antar negara maupun antar daerah. ke-amanan.Strategi Pengembangan Daerah Perbatasan Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. Mewujudkan sabuk pengaman (koridor). Pada saat ini. Sedangkan kelemahannya dapat terjadi pengambil-alihan sektor. Dalam menjaga kedaulatan Negara dan keamanan. keanggotaan se-ring berganti-ganti. seperti masalah kependudukan. 3) Politik luar negeri yang bebas-aktif dalam rangka mewujudkan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. kesehatan. karena didukung oleh instansi terkait. terutama masyarakat di daerah-daerah. hasil kebijakannya bersifat operasional dan personil terdiri dari sumber daya manusia yang sesuai dengan bidang kerjanya. Bentuk ini mempunyai kelebihan dan penyelesaian masalah lebih terpadu dan hasilnya lebih maksimal. Persoalan pengelolaan perbatasan negara sangat kompleks dan urgensinya terhadap integritas negara kesatuan RI. 3) Join Border Committee RI-UNTAET (Timtim) diketuai oleh Dirjen Pemerintah Umum Departemen Dalam Negeri. Konsepsi peng-elolaan perbatasan negara merupakan “titik temu” dari tiga hal penting yang harus saling bersinergi. perdamaian abadi dan keadilan sosial. dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Untuk lebih mewujudkan keamanan negara RI Khususnya di wilayah perbatasan dengan negara tetangga perlu diciptakan sabuk pengaman yang berfungsi sebagai sarana kontrol dimulai dari titik koordinat ke arah tertentu sepanjang perbatasan. Dewan dibantu oleh sekretariat Dewan. Dalam penanganan masalah perbatasan agar dapat berjalan secara optimal perlu dibentuk lembaga yang dapat berbentuk : Forum/setingkatDewan dengan keanggotaan terdiri dari pimpinan Institusi terkait. Penataan batas seperti yang telah diuraikan di atas berupa batas fisik baik batas alamiah ataupun buatan. Penataan batas negara dalam upaya memperkokoh keutuhan integritas NKRI. Sedangkan kelemahannya tidak operasional. Pengelolaan perbatasan antar negara masih bersifat sementara (ad-hoc) dengan leading sektor dari berbagai instansi terkait. Dengan kejelasan batas-batas tersebut akan memperjelas kedaulatan fisik wilayah negara RI.sehingga perlu perhatian penuh pemerintah terhadap penanganan hal-hal yang terkait dengan masalah perbatasan. Oleh sebab itu dalam penyusunan peraturan perundang-undangan harus selalu memperhatikan dan berdasarkan tiga hal tersebut di atas. yaitu: 1) Politik Pemerintahan Indonesia untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dalam wadah NKRI. sehingga kurang terjadi adanya kesinambungan kegiatan. 2) Pelaksanaan otonomi daerah yang bertujuan untuk memajukan kesejahteraan umum. 4) Join Commisison Meeting RI – Malaysia (JCM) diketuai oleh Departemen Luar Negeri yang sifatnya kerjasama bilateral. lembaga-lembaga yang menangani masalah perbatasan antar negara tetangga adalah: 1) General Border Committee RI-PNG diketuai oleh Panglima TNI. Bentuk ini mempunyai kelebihan bersifat otonom. lalu lintas barang/perdagangan. . sehingga kebijakan yang ditetapkan kurang didukung oleh sektor terkait. Penyusunan Program Secara Komprehensif dan Integral. Pembentukan Kelembagaan Khusus menangani Masalah Perbatasan. Badan (LPND) yang mandiri terlepas dari institusi lain dan langsung di bawah presiden.

panjang pantai 80. PNG. Pemberdayaan.Thailand. Di wilayah darat. Singapura. Kualitas sumber daya manusia ataupun tingkat kesejahteraan yang rendah akan mengakibatkan kerawanan terutama dalam hal yang menyangkut masalah sosial dan pada gilirannya dapat mengganggu stabilitas nasional secara keseluruhan. Jumlah pulau 17. Umum . Perbandingan luas wilayah darat dan laut adalah 1 : 3. Hal-hal penting yang berkaitan dengan letak geografi antara lain : Di wilayah laut.PNG dan Timor Lorosae). berbatasan dengan 3 negara (Malaysia.8 juta Km. Menghidupkan peran lembaga keungan mikro dalam peningkatan pertumbuhan perekonomian. Sumber kekayaan alam di perbatasan perlu mendapatkan pe-ngamanan/perhatian serius yang meliputi : 1) Potensi pertambangan umum/migas 2) Potensi kehutanan 3) Potensi kehutanan/perkebunan 4) Potensi perikanan KETAHANAN NASIONAL BAB-I PENDAHULUAN 1. Sumber daya manusia merupakan salah satu faktor penting dalam peningkatan ketahanan di daerah perbatasan. luas wilayah termasuk ZEE 7. karena berada di jalur perdagangan internasional.508. Sistem Keamanan Perbatasan Sistem keamanan perbatasan dapat dijelaskan sebagai berikut : a. Faktor-faktor yang berpengaruh dalam penataan sistem ke-amanan perbatasan Indonesia dengan negara tetangga antara lain adalah Geografi. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam usaha pertumbuhan perekonomian perbatasan yang berbasis kerakyatan antara lain: 1) Potensi sumber daya alam setempat 2) Kelompok swadaya masyarakat. ietnam. Pengembangan wawasan kebangsaan masyarakat di kawasan perbatasan. Palau. Philipina. Australia. Oleh sebab itu perlu adanya peningkatan taraf hidup masyarakat di daerah perbatasan. Identifikasi potensi dan pengembangan sektor-sektor unggulan di daerah perbatasan.Pembangunan Ekonomi dan Percepatan Pertumbuhan Perekonomian Perbatasan Berbasis Kerakyatan. letak geografi Indonesia sangat strategis.7 juta Km lautan 5. pendam-pingan dan penguatan peran serta perempuan dalam kegiatan perekonomian atau sosial.Malaysia. berbatasan dengan 10 negara (India.791 Km. b. Sedangkan bentuk usaha percepatan pertumbuhan perekonomian perbatasan yang berbasis kerakyatan antara lain: Penguatan kapasitas kelembagaan masyarakat adat/kelompok-kelompok swadaya masyarakt yang sudak ada.Timor Lorosae).

Proklamasi kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945 telah mengantar bangsa Indonesia kealam kemerdekaan dengan membentuk negara kesatuan Republik Indonesia yang berlandaskan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945. pada hakekatnya merupakan produk perjuangan generasi sebelumnya yang dicapainya secara bertahap. . Oleh karena itu untuk menghadapi hal tersebut bangsa Indonesia harus mempunyai kekuatan. b. memiliki cara pandang. wawasan nasional atau pandangan hidup yang disebutnya Wawasan Nusantara. sejarah dan kondisi sosial budaya untuk mengejawantahkan segala dorongan dan rangsangan didalam usaha pencapaian aspirasi bangsa dan kepentingan serta tujuan-tujuan nasional.a. kemampuan. ancaman. Adapun kekuatan.keuletan dan daya tahan tersebut dinamakan Ketahanan Nasional. hambatan dan gangguan yang harus ditanggulangi. c. ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. kemampuan. yaitu untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum. Bangsa Indonesia dalam penyelenggaraan kehidupan negara yang dijiwai oleh cita-cita nasional telah terjadi interaksi yang dinamis tentang diri dan lingkungannya. berlanjut dan berkesinambungan dengan pola yang sesuai situasi dan kondisi pada zamannya. bangsa Indonesia dihadapkan pada tantangan. perdamaian abadi dan keadilan sosial berdasarkan Pancasila. d. tujuan dan cita-cita nasional. Cita-cita yang dicetuskan dalam rangka pembentukan negara kesatuan Republik Indonesia itu dirumuskan dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. daya tahan dan keuletan yang handal yang berpedoman pada Wawasan Nusantara. Dalam usaha mencapai kepentingan. Tingkat kemajuan suatu bangsa dalam mewujudkan citacitanya. Wawasan Nusantara adalah pandangan hidup bangsa Indonesia dalam memanfaatkan konstelasi geografi Indonesia.

2. hambatan serta gangguan baik yang datang dari luar mapun dari dalam. yang disusun dengan tata urut sebagai berikut: a. h. didalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan. e. Maksud dan Tujuan 1. Konsepsi Dasar Tannas Indonesia. Penutup. Ruang Lingkup dan Tata Urut. Pendahuluan. Evaluasi. Ketahanan Nasional dan Pembangunan Nasional. c. Tujuan. BAB-II KONSEP DASAR KETAHANAN NASIONAL INDONESIA 4. Konsepsi Gatra demi Gatra. d. yang langsung mapun tidak langsung . 2. f. Pembahasan pelajaran ini meliputi uraian tentang konsepsi dasar Tahnas. hubungan antar gatra dan kaitannya dengan pembangunan nasional. g. Konsepsi hubungan antar Gatra. Agar para Perwira Siswa memahami faktor-faktor statis dan dinamis dalam Tahnas serta mampu menganalisis dan menerapkan dalam pelaksanaan tugas.delapan gatra. Pengertian. Ketahanan Nasional Indonesia merupakan kondisi dinamik bangsa Indonesia yang berisi keuletan dan ketangguhan. b. yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional. Pola Umum Operasional Tannas Indonesia. 3. ancaman. Maksud. Sebagai bahan ajaran bagi para Perwira Siswa Pendidikan Reguler Seskoad dalam mengikuti pendidikan.

membahayakan integritas. daerah dan nasional. . rohaniah dan jasmaniah. mulai dari pribadi. Proses berkelanjutan untuk mewujudkan kondisi tersebut dilakukan berdasarkan pemikiran geostrategi berupa suatu konsepsi yang dirancang dan dirumuskan dengan memperhatikan kondisi bangsa dan konstelasi geografi Indonesia. Konsepsi Tahnas. kelangsungan hidup bangsa dan negara Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 45 serta perjuangan mengejar tujuan perjuangan nasional Indonesia. Sedangkan keamanan adalah kemampuan bangsa melindungi nilai-nilai nasionalnya terhadap ancaman dari luar maupun dari dalam. serasi dan selaras dalam seluruh aspek kehidupan secara utuh dan menyeluruh dan terpadu berlandaskan Pancasila. Dengan kata lain. bermodalkan keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional. untuk dapat menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara dalam mencapai tujuan nasional. Konsepsi tersebut dinamakan konsepsi ketahanan nasional Indonesia. ketahanan nasional adalah kondisi kehidupan nasional yang harus diwujudkan. demi sebesar-besar kemakmuran yang adil dan merata. a. keluarga. 5. Kesejahteraan dapat digambarkan sebagai kemampuan bangsa dalam menumbuhkan dan mengembangkan nilai-nilai nasionalnya. Dalam pengertian tersebut. indentitas. Konsepsi Tahnas Indonesia adalah konsepsi pengembangan kekuatan nasional melalui pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan yang seimbang. lingkungan. Suatu kondisi kehidupan yang dibina secara dini terus menerus dan sinergik. konsepsi Tahnas Indonesia merupakan pedoman (sarana) untuk meningkatkan (metoda) keuletan dan ketangguhan bangsa yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional. UUD 1945 dan Wawasan Nusantara. Hakekat Tahnas dan Konsepsi Tahnas Indonesia. 6. Hakekat Ketahanan Nasional Indonesia adalah keuletan dan ketangguhan bangsa yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional. dengan pendekatan kesejahteraan dan keamanan.

Kesejahteraan dan keamanan dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan dan merupakan kebutuhan manusia yang mendasar serta esensial. berdampingan pada kondisi apapun. Dengan demikian ketahanan nasional mencakup ketahanan segenap aspek . Asas-asas Ketahanan Nasional Indonesia. Sistem kehidupan nasional mencakup segenap aspek kehidupan bangsa secara utuh menyeluruh dan terpadu dalam bentuk perwujudan persatuan dan perpaduan yang seimbang. Dalam kehidupan nasional tingkat kesejahteraan dan keamanan nasional yang dicapai merupakan tolok ukur ketahanan nasional. Dalam realisasinya kondisi kesejahteraan dan keamanan dapat dicapai dengan menitikberatkan pada kesejahteraan. Hakekat konsepsi ketahanan nasional Indonesia adalah pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan secara seimbang. berbangsa dan bernegara. Dengan demikian kesejahteraan dan keamanan merupakan asas dalam system kehidupan nasional. Tanpa kesejahteraan dan keamanan sistem kehidupan nasional tidak akan dapat berlangsung. sehingga dengan demikian kesejahteraan dan keamanan merupakan nilai intrinsik yang ada pada sistem kehidupan nasional itu sendiri.b. berbangsa dan bernegara. serasi dan selaras dari seluruh aspek kehidupan bermasyarakat. Baik kesejahteraan maupun keamanan harus selalu ada. Asas Komprehensif Integral atau menyeluruh Terpadu. serasi dan selaras dalam seluruh aspek kehidupan nasional. Asas Kesejahteraan dan Keamanan. Asas Ketahanan Nasional Indonesia adalah tata laku yang didasari nilai-nilai yang tersusun berlandaskan Pancasila. b. tetapi tidak berarti mengabaikan keamanan. UUD 1945 dan Wawasan Nusantara yang terdiri dari : a. baik sebagai perorangan maupun kelompok dalam kehidupan bermasyarakat. Sebaliknya memberikan prioritas pada keamanan tidak boleh mengabaikan kesejahteraan. 7.

sebagai hasil pandangan yang bersifat manunggal tersebut mewujudkan kewibawaan nasional yang akan diperhitungkan oleh pihak lain sehingga merupakan daya tangkal (deterrent). Mawas Kedalam. serta dijaga agar tidak berkembang menjadi konflik yang bersifat antagonistik yang saling menghancurkan. Manunggal. kearifan. Dinamis. yaitu Ketahanan Nasional. Makin tinggi tingkat kewibawaan makin besar daya tangkal tersebut. Asas kekeluargaan mengandung keadilan. memberikan dampak keluar yang memiliki unsur daya saing. Asas Kekeluargaan. c. tenggang rasa dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat. Ketahanan Nasional (Tahnas) Indonesia sebagai Kondisi Dinamik Bangsa Indonesia memiliki sifat-sifat : a. b. dalam memelihara hubungan internasional. gotong royong. c.kehidupan bangsa secara utuh. yaitu tingkatan Ketahanan Nasional suatu negara tidak tetap melainkan dapat meningkat dan menurun tergantung pada situasi dan kondisi bangsa dan . menyeluruh dan terpadu (komprehensif integral). Dalam asas ini diakui adanya perbedaan dan perbedaan tersebut harus dikembangkan secara serasi dalam hubungan kemitraan. kesetaraan. yaitu Ketahanan Nasional terutama diarahkan kepada diri bangsa dan negara itu sendiri. 8. berbangsa dan bernegara. serasi dan selaras seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. Hal ini tidak berarti bahwa ketahanan nasional menganut isolasi atau nasionalisme sempit. Sifat. Sikap mawas kedalam. yaitu memilki sifat integratif yang diartikan terwujud kesatuan dan perpaduan yang seimbang. karena Ketahanan Nasional bertujuan mewujudkan hakekat dan sifat nasionalnya sendiri dengan kemandirian. Kewibawaan. d. kebersamaan.

yaitu : a. Pengaturan dan penyelenggaraan aspek-aspek kehidupan nasional (Gatra) dilaksanakan secara utuh menyeluruh (komprehensif-integral). Karena itu. serta berorientasi pada tujuan nasional. c. b. Pengaturan dan penyelenggaraan aspek-aspek kehidupan dilaksanakan berdasarkan kondisi riil. bangsa dan negara Indonesia. Pengaturan dan penyelenggaraan aspek-aspek kehidupan nasional menggunakan pendekatan kesejahteraan dan keamanan. Konsepsi Tahnas Indonesia yang berpedoman pada Wawasan Nusantara pada hakekatnya merupakan konsepsi pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan didalam kehidupan nasional. Setiap aspek kehidupan nasional (Gatra) harus dilihat sebagai sumber kekuatan nasional. Pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan yang hendak dicapai untuk mewujudkan Tahnas Indonesia dapat digambarkan sebagai kemampuan Bangsa dan Negara Indonesia untuk menumbuhkan dan mengembangkan nilai-nilai Pancasila . Ini sesuai dengan pengertian bahwa segala sesuatu didunia ini senantiasa berubah dan bahwa perubahan itu sendiri berubah.negara itu sendiri. sedangkan Ketahanan Nasional tidak mengutamakan kekuatan fisik tetapi memanfaatkan daya dan kekuatan lain. d. e. 9. Konsepsi adu kekuasaan dan adu kekuatan bertumpu pada kekuatan fisik. hakekat tantangan dan ancaman. diperlukan apresiasi yang tepat. Kebijaksanaan Umum. Pada dasarnya Konsepsi Tahnas (Indonesia) memberikan umpan balik pada Pola Operatif pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan didalam kehidupan nasional. seperti kekuatan moral yang ada pada suatu bangsa. Menitik Beratkan Konsultasi dan Saling Menghargai Ketahanan Nasional tidak mendahulukan sikap adu kekuasaan dan adu kekuatan.

Sedang pengaturan dan penyelenggaraan keamanan yang mewujudkan Tannas Indonesia dapat digambarkan sebagai kemampuan untuk melindungi nilai-nilai itu terhadap ancaman dari dalam maupun dari luar. 10. Jelaskan bagaimana pola operatif pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan didalam kehidupan nasional kita ? BAB III KONSEPSI GATRA DEMI GATRA 11. . Apa yang dimaksud dari asas kesejahteraan dan keamanan ? c. Gatra Geografi. Apa yang saudara ketahui tentang konsepsi Ketahanan Nasional Indonesia ? b. memberikan ciri bagi bangsa Indonesia. wujud dan tata susunan dan bentuk keluar dapat diketahui situasi dan kondisi lingkungan serta hubungan timbal balik antara negara dan lingkungannya. Negara Indonesia sebagai wadah bangsa Indonesia dengan batas-batas nasionalnya. Apa yang saudara ketahui tentang sifat mawas kedalam dari Tannas Indonesia sebagai kondisi dinamik bangsa ? 4. Evaluasi. Dari data tentang letak geografi Indonesia dapat memberikan gambaran tentang bentuk kedalam dan bentuk keluar. 1. Jelaskan apa yang dimaksud tentang sifat menitik beratkan konsultansi dan saling menghargai ? e.dan UUD 45. Bentuk kedalam menampakkan corak.

politik. Geografi sebagai Faktor Statis 1) Topografi. 3) Posisi Perbatasan.a. berdasar TAP MPR No. Karena letaknya didaerah tropis. 2) Posisi Astronomis. IV Tahun 1973 ialah + 7.170 km2 .4 juta km2. tetapi juga dalam arti transportasi.534 buah pulau. komunikasi. Tumbuh-tumbuhan dan hutan– hutan hidup subur. budaya dan juga terhadap pertahanan dan keamanan.3 Juta km2 Wilayah daratan Republik Indonesia sekarang adalah 1. Malaysia. Luas seluruh wilayah Republik Indonesia. Perbandingan luas wilayah daratan dan wilayah lautan ialah 1 : 3. Negara Republik Indonesia merupakan Negara Kesatuan yang berbentuk kepulauan. Namun posisi yang semacam ini memiliki kerawanannya. Indonesia menempati dan memiliki posisi silang bukannya dalam arti geografi. sosial. Posisi yang demikian ini memberikan kepada Indonesia kedudukan dan peranan yang penting sekali dalam persoalan-persoalan dalam negeri maupun luar negeri.919. . 5. maka iklim Indonesia panas dan lembab. Iklim tersebut berpengaruh terhadap perikehidupan ekonomi. Singapura. Indonesia terletak diantara 95 o dan 141o Bujur Timur serta antara 6 o Lintang Utara dan 11 o Lintang Selatan : Indonesia berada di daerah tropik. Philipina dan Vietnam. karena “terbuka” kesegala pejuru dan dapat di “dekati” dari segenap penjuru pulau. demografi dan militer. sosial dan ekonomi. 4) Posisi Silang. ideologi dan politik. Disebelah Timur Wilayah Indonesia berbatasan dengan wilayah Papua Nugini. terdiri dari + 17. Luas wilayah perairan meliputi + 5. Australia dan Timor Leste sedangkan disebelah utara berbatasan dengan wilayah India (Nikobar). lalulintas. Iklim.

karet dan lain-lain. telah membuktikan betapa besar semangat perjuangan bangsa Indonesia terhadap setiap dominasi asing. Indonesia mempunyai potensi sumber-sumber alam yang kaya terutama bahan-bahan vital dan strategis seperti minyak bumi. . Bangsa Indonesia merupakan hasil daripada perpaduan budaya antara penduduk asli dengan bangsa-bangsa pendatang dari Asia dan Eropa melalui proses sejarah yang berabad-abad lamanya. toleran dan mempunyai rasa kekeluargaan dan persaudaraan. Perlawanan yang terus menerus terhadap penjajahan lokal oleh bangsa Portugis. 4) Mental Psikologi. yang menjadi satu keselarasan baru yang serasi tanpa menghilangkan ciri-ciri aslinya. Betapapun perbedaan adat istiadat. bauksit. Unsur-unsur diatas membentuk sifat. 3) Sejarah. watak dan perangai bangsa Indonesia yang reseptif terhadap macam-macam faham.6) Sumber-sumber Kekayaan Alam. Inggris dan penjajahan seluruh wilayah Indonesia oleh bangsa Belanda dan Jepang. 2) Sosial Budaya. kepercayaan dan pengetahuan. timah. bahasa. Tata hidup sosial budaya Bangsa Indonesia berlandaskan kepribadian nasional yang melalui proses seleksi menerima unsur-unsur sosial budaya dari luar. budaya namun sifat persatuan dan kesatuan seperti dalam motto “Bhineka Tunggal Ika” tetap tercermin. aliran. Di Indonesia unsur-unsur agama dan budaya (HinduBudha-Islam-Khatolik-Protestan dan aliran kepercayaan lainnya) dapat hidup rukun berdampingan secara harmonis. b. Ia tidak apriori menolak barang baru. Geografi sebagai Faktor Dinamis 1) Etnologi. Sejarah bangsa Indonesia sejak abad ke 16 merupakan rangkaian perjuangan melawan penjajahan dan penindasan.

udara dan daratan dari hambatan. Sejak dijadikan dasar negara pada tanggal 18 Agustus 1945 hingga sekarang. tujuan hidup dan cara hidup Bangsa Indonesia. pegangan hidup. Pemindahan penduduk dalam rangka transmigrasi maupun pemindahan pasukan beserta logistiknya sangat memerlukan sarana tersebut. 7) Ekonomi. batubara.5) Ideologi. Samudera Indonesia. Penyebaran penduduk yang tidak merata dan pertumbuhan penduduk Indonesia cukup tinggi merupakan suatu kerawanan. nikel. perak. UUD 1945 untuk mencapai tujuan nasional bangsa Indonesia. laut maupun jaring-jaring telekomunikasi radio dan sarana perhubungan dalam dan luar negeri menyangkut kepentingan strategi dan taktik. 9) Demografi. Diperlukan sarana yang kuat untuk melindungi lalu lintas laut. 8) Komunikasi. anti kolonialisme dan anti imperialisme dalam segala bentuk dan manifestasinya dari manapun datangnya. ancaman. gangguan dan tantangan dari luar dan dalam lalu-lintas internasional melintasi laut dan udara. Indonesia menjalankan politik luar negeri yang bebas aktif. Hal ini memberi kemungkinan kepada Indonesia untuk memainkan peranan sebagai pengawas dan pengatur lalu-lintas tersebut sesuai dengan kepentingan nasionalnya. pandangan hidup. Namun demikian . Sumber-sumber alam seperti minyak bumi. emas. biji besi. bauksit. Pancasila tetap dapat memancarkan hikmah dan keramatnya. tembaga dan lain-lainnya merupakan sumber kekayaan bangsa Indonesia. Ia menjiwai setiap bentuk tata laku dan perilaku bangsa Indonesia. Perhubungan darat. 6) Politik. Pancasila merupakan dasar falsafah Negara dan bangsa Indonesia dan sekaligus merupakan alat pemersatu. Politik dalam negeri dan politik luar negeri Indonesia berlandaskan falsafah Pancasila. timah.

Kekayaan alam Indonesia adalah segala sumber dan potensi alam diatas permukaan serta didalam bumi dan laut yang berada diwilayah kekuasaan/juridiksi Negara Republik Indonesia. TAP MPR NO. Zone Ekonomi Ekslusif Indonesia 200 mil laut diukur dari garis-garis pangkal laut. meliputi hak memiliki. bahwa bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. 12. IV Tahun 1973. bahwa warga negara Republik Indonesia tidak boleh mengusahakan serta memanfaatkan kekayaan alam yang ada. . c. yang berdasar pada: a. Konsep penguasaan oleh negara tersebut tidak berarti. b. Hal ini sesuai dengan “Charter of Economic Rights and Duties Of States” PBB. yang menyatakan bahwa setiap negara memiliki dan berhak menjalankan kedaulatan secara penuh. Sumber-sumber kekayaan alam sebagai karunia Tuhan adalah untuk memberi kehidupan kepada mahluknya dan kekayaan wilayah Nusantara baik potensial maupun efektif adalah modal dan milik bersama bangsa untuk memenuhui keperluan hidup sehari-hari bangsa Indonesia. a. Faktor-faktor yang Mempengaruhi 1) Lokasi sumber kekayaan alam tidak merata diseluruh Nusantara dan tidak ada kaitannya dengan distribusi penduduk Indonesia. Tahun 1960 tentang perairan Indonesia. Tujuan pengelolaan kekayaan alam adalah untuk memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya dari segenap potensi sumber alam yang tersedia untuk meningkatkan kesejahteraan dan keamanan Bangsa dan Rakyat Indonesia berlandaskan Wawasan Nusantara.bila dapat dikelola dengan baik merupakan suatu potensi bagi bangsa Indonesia. yaitu jalur diluar laut wilayah Indonesia sebagaimana ditetapkan berdasarkan UU No 4 Prp. Gatra Kekayaan Alam. sehingga pemanfaatannya memerlukan berbagai pertimbangan. menggunakan dan mengusahakan atas seluruh kekayaan alamnya. Batas-batas landas kontinen Indonesia yang telah disetujui antara negara tetangga. Pasal 33 ayat (3) UUD-45 beserta penjelasannya menetapkan.

dan menggantikannya dengan sumbersumber non minyak.2) Sifat kekayaan alam saling bergantung dan mempengaruhi. Dalam keadaan kemampuan nasional masih terbatas maka dapat dilakukan kerjasama dengan perusahaan asing. tenaga angin dan tenaga surya. tenaga nuklir serta energi non konvensional seperti biogas. Pengelolaan dan pemanfaatan kekayaan Indonesia pada dasarnya adalah oleh dan untuk Bangsa Indonesia. b. tenaga air. 3) Pengembangan kekayaan alam sebagai sumber energi harus menghemat pemakaian sumber minyak dan gas bumi. dengan syarat yang paling menguntungkan bagi kepentingan nasional. tenaga panas bumi. 3) Untuk dapat memanfaatkan kekayaan alam secara optimal diperlukan modal. 2) Dalam hubungan pemanfaatan kekayaan alam sebagai komoditi ekspor harus didasarkan pada prinsip peningkatan kesempatan kerja dengan mengolah bahan mentah menjadi barang setengah jadi dan barang jadi. dilakukan dengan cara-cara yang tidak merusak tata lingkungan hidup manusia dengan memperhitungkan kebutuhan generasi yang akan datang. seperti batu bara. terarah dan bijaksana serta memetingkan manfaat untuk rakyat banyak daripada segolongan kecil masyarakat atau pribadi. sehingga pemanfaatannya memerlukan pertimbangan secara teknis. 4) Melindungi serta mengolah sumber kekayaan alam dengan cara tepat. serta mendapatkan harga yang sebaik mungkin. ekonomi. sosial dan lingkungan. pengetahuan dan teknologi serta tenaga yang terampil. . Kebijaksanaan dan Strategi 1. biomas.

komposisi. Membangun kemampuan nasional untuk tersedianya : Pembentukan dana yang cukup. maupun keamanan dan ketahanan nasional sebagai akibat dari perubahan jumlah. kesejahteraan dan keamanan. tenaga kerja terlatih. karakteristik dan komposisi serta faktor penyebab perubahannya. perimbangan dan persebaran. e) Membina kesadaran nasional untuk pemanfaatan.5) Untuk dapat mengolah serta memanfaatkan sumber kekayaan alam berdasar asas maksimal. b) Menyusun kebijaksanaan dan peraturan tentang penggunaan yang efisien dan memberikan kemanfaatan. 13. maka perlu : a) Melakukan inventarisasi tentang jumlah. Gatra Penduduk. ilmu pengetahuan serta teknologi yang tepat guna. “Penduduk” diartikan sebagai : manusia ( orang seorang maupun kelompok) yang mendiami atau bertempat tinggal disuatu tempat wilayah. . serta aparat negara yang berkesadaran nasional. mutu jenis dan penyebaran kekayaan alam untuk mengetahui potensi riil yang dapat dimanfaatkan. ekonomi. lestari dan daya saing. c) Membuat perencanaan jangka panjang dengan cara pendekatan yang komprehensif integral serta dituangkan kedalam bentuk program pelaksanaan yang serasi. kelestarian kekayaan alam dan penggarapan secara tersinkronisasi dan terintegrasi oleh berbagai pihak guna pencapaian hasil yang maksimal. Penduduk dari suatu daerah propinsi atau negara Indonesia dapat dilihat dari struktur. politik. 4. Analisa kependudukan berkaitan dengan masalah sosial.

yaitu : . d) Bila fertilitas rendah sedangkan mortalitas tinggi. Pengaruh fertilitas dan mortalitas terdapat perubahan jumlah dan komposisi penduduk dapat bersifat sebagai berikut : a) Tingkat fertilitas dan mortalitas sama-sama tinggi. dan migrasi. maka jumlah dan komposisi penduduk juga tidak banyak mengalami perubahan. 3) Masalah Kependudukan di Indonesia dewasa ini pada dasarnya dapat digolongkan menjadi dua hal. 2) Jumlah dan komposisi penduduk dipengaruhui oleh bekerjanya variable demografis. b) Bila tingkat fertilitas dan mortalitas sama-sama rendah. c) Bila fertilitas tinggi sedangkan mortalitas menurun dengan cepat dan atau rendah. Variable fertilitas dan mortalitas sangat dipengaruhi oleh kemajuan ilmu pengetahuan yang telah berhasil menemukan berbagai obat untuk pemberantasan penyakit telah menyebabkan turunnya tingkat mortalitas. Tiap variable juga dipengaruh oleh faktor-faktor lain. mortalitas. maka jumlah dan komposisi penduduk akan mengalami perubahan yang pesat. Faktor-faktor yang mempengaruhi 1) Jumlah dan komposisi penduduk setiap saat dapat berubah disebabkan karena fertilitas. maka jumlah dan komposisi penduduk juga akan mengalami perubahan besar (namun hal ini jarang terjadi). maka jumlah dan komposisi penduduk akan sangat lamban perubahannya.a.

Kebijaksanaan. politik dan keamanan tidak segera diratakan keseluruh pelosok Nusantara niscaya sebagian besar arus migrasi akan tetap menuju ke Jawa. Masalah Kependudukan yang dihadapi Indonesia sejak awal abad ke 20 yang lalu bila dihubungkan dengan aspek Ketahanan Nasional dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Laju pertambahan penduduk dapat mempunyai arti positif bila dikaitkan dengan tersedianya tenaga kerja dan juga tersedianya angkatan kerja dan hal ini berarti memperkuat Ketahanan Nasional. 1. ekonomi. Peningkatan usaha transmigrasi yang terpadu dengan usaha pengembangan pusat pertumbuhan. Penciptaan dan perluasan lapangan kerja yang dapat memenuhi dan mencukupi kebutuhan hidup para pekerja dan keluarganya. . politik dan keamanan. b. Pembalikan arus migrasi ke luar Jawa hanya terjadi bilamana pemerataan hasil pembangunan keseluruh pelosok Nusantara dapat terlaksana. Hal ini disebabkan menurunnya tingkat fertilitas. Laju pertambahan penduduk yang lebih pesat dari pertumbuhan ekonomi akan membawa konsekwensi sosial ekonomis. maka tiap tahun peduduk yang termasuk golongan umur sekolah dan golongan pencari kerja juga terus meningkat. Peningkatan pelayanan kesehatan dan perbaikan gizi bagi seluruh penduduk serta program Keluaraga Berencana merupakan suatu bentuk pelaksanaan kebijaksanaan pemerintah dibidang kesehatan.a) Laju pertambahan penduduk Indonesia yang pesat terjadi sejak awal abad ke 20 yang lalu. Bilamana tingkat kemajuan sosial. pusat pelayanan dan pembangunan wilayah secara keseluruhan. Kebijaksanaan dan Strategi. b) Persebaran penduduk di Indonesia yang sudah sejak dahulu kala memang tidak berimbang.

Ideologi adalah suatu sistem nilai yang merupakan kebulatan ajaran yang memberikan motivasi. Dalam ideologi juga terkandung konsep dasar tentang kehidupan yang dicita-citakan oleh suatu bangsa. baik sebagai perseorangan maupun sebagai anggota masyarakat. Persatuan Indonesia. Kemanusian yang adil dan beradab. Nilai Ketuhanan Yang Maha Esa tidak identik dengan agama tetapi berkaitan dengannya. Ketahanan Nasional Indonesia dibidang ideologi adalah kondisi dinamik bangsa Indonesia yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. hambatan serta gangguan yang datang dari luar maupun dari dalam. Ketahanan dibidang Ideologi. Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara Indonesia memiliki 5 (lima) unsur yaitu sila-sila sebagaimana dirumuskan dalam pembukaan Undang-undang dasar 1945. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. ancaman. Nilai Ketuhanan yang maha Esa memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada semua pemeluk dan penganut kepercayaan terhadap Tuhan yang Maha Esa untuk berkembang dengan . Kelima nilai ini merupakan kesatuan yang bulat dan utuh karena masing-masing nilai tidak dapat dipahami dan diberi arti secara terpisah dari keseluruhan nilai lainnya. Pembangunan kesejahteraan dan keamanan harus diimbangi dengan pengaturan pertumbuhan serta persebaran jumlah penduduk secara serasi. Pengaturan laju pertumbuhan penduduk yang dirumuskan dalam kebijaksanaan kependudukan yang menyeluruh dan terpadu. Gatra Ideologi. Keampuhan suatu ideologi bergantung kepada rangkaian nilai yang dikandungnya yang dapat memenuhi serta menjamin segala aspirasi hidup dan kehidupan manusia. 14. yang langsung maupun tidak langsung membahayakan kelangsungan hidup ideologi bangsa dan negara Republik Indonesia. a. yaitu : Ketuhanan Yang Maha Esa.2) Strategi.

Nilai Persatuan Indonesia dalam masyarakat Indonesia yang pluralistik ini merupakan faktor pengikat yang menjamin persatuan nasional. Nilai ini menempatkan persatuan dan kesatuan. Nilai Keadilan Sosial menjamin kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat secara menyeluruh dan merata. persamaan kewajiban dan hak. rukun dan damai. . Nilai ini berfungsi sebagai kekuatan mental-spiritual didalam Ketahanan Nasional.Nilai ini mengutamakan kepentingan negara dan bangsa. cinta-mencintai. Pancasila tidak hanya merupakan ideologi bangsa dan negara Indonesia. Dalam nilai ini tersimpul sikap adil. baik obyektif maupun subyektif.subur. Dalam nilai Kemanuasiaan yang adil dan beradab tersimpul nilai persamaan derajat. Demokrasi tanpa pimpinan dapat menjelma menjadi anarki dan pimpinan tanpa demokrasi dapat mengarah kediktaktoran dan totalister. Nilai kerakyatan dijelmakan oleh persatuan nasional yang riil dan wajar dimana kedaulatan berada ditangan rakyat (demokrasi). Sebagai jiwa dan kepribadian Bangsa Indonesia. tetapi juga merupakan dasar negara Republik Indonesia yang merupakan sumber dari segala sumber hukum yang berlaku di Indonesia. Pancasila memberikan corak dan ciri khas kepada Bangsa Indonesia. menghormati hak orang lain dan sikap kegotong-royongan. Untuk mencapai Ketahanan Nasional dibidang ini diperlukan penghayatan dan pengamalan Pancasila secara murni dan konsekwen. Persatuan nasional merupakan unsur utama bagi bangsa yang ingin maju. kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara diatas kepentingan pribadi atau golongan. musyawarah menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai kebenaran dan keadilan. Karena itu perlu diciptakan keseimbangan antara kepemimpinan dan kerakyatan. Memiliki ideologi Pancasila yang sempurna dan cocok belum menjamin Ketahanan Nasional bangsa Indonesia dibidang ideologi. Sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia. Pancasila dapat mempersatukan masyarakat Indonesia yang majemuk. hormat-menghormati. toleransi dan nilai gotong royong. keberanian membela kebenaran dan keadilan.

Secara sosiologi bangsa Indonesia merupakan bangsa yang majemuk yang terdiri dari berbagai suku bangsa dengan adat istiadat. Khusus yang menyangkut hubungan antar agama dan ideologi. Masing-masing mempunyai nilai-nilai yang dijadikan falsafah dan pandangan hidupnya sebagai umat beragama dan penganut kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa di samping Pancasila. Disamping itu ada juga penganut kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Tetapi dipihak lain hal ini dapat merupakan titiktitik rawan yang bisa menimbulkan sparatisme. Perbedaan nilai-nilai ini sudah barang tentu dapat memperkaya dan memperkuat kepribadian dan kebudayaan bangsa. Agama mengatur sikap dan tingkah laku umatnya dalam kehidupan dunia dan akhirat. sedangkan ideologi dalam hal ini Pancasila mengatur sikap dan tingkah laku setiap Warga negara Indonesia dalam hidup bernegara dan bermasyarakat. pandangan hidup serta agama dan kepercayaan yang berbeda-beda. Kristen Protestan. baik sebagai pribadi. sukuisme dan daerahisme dan perpecahan bangsa. b. Dari segi agama ada yang menganut agama Islam. bangsa. Masing-masing mempunyai fungsi dan wilayah cakupan yang tidak perlu berbenturan. Faktor-faktor yang Mempengaruhi 1. anggota masyarakat dan warga negara. sedangkan pelaksanaan subyektif adalah bagaimana nilai-nilai tersebut dilaksanakan oleh pribadi masing-masing dalam kehidupan sehari-hari. Konsep Bhineka Tunggal Ika dan Wawasan Nusantara harus terus dikembangkan dan ditanamkan dalam masyarakat yang mjemuk ini sebagai upaya untuk .Pelaksanaan obyektif yaitu bagaimana pelaksanaan nilainilai dalam ideologi itu dalam Undang-Undang Dasar dan segala peraturan perudang-undangan dibawahnya serta segala kegiatan penyelenggaraan Negara. Hindu dan Budha. Kemajemukan masyarakat Indonesia. nilai-nilai yang terkandung didalamnya tidak perlu dipertentangkan karena satu sama lain bisa memperkuat. Katolik Roma.

antara lain melalui penyusupan ideologi biarpun bangsa-bangsa di dunia makin menyadari. Moral dan landasan pelaksanaan pembangunan nasional adalah Pancasila. Pengamalan nilai-nilai ini untuk masyarakat Indonesia ditentukan oleh suri tauladan para pemimpin yang menjadi penuntun masyarakat. Perkembangan dunia yang sangat cepat dan mendasar dipelbagai bidang dalam mencari tata hubungan baru dilapangan politik. bahwa mereka saling membutuhkan dan saling bergantung kepada yang lain. dalam menghayati dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila menduduki tempat yang sangat strategis dan menentukan dalam masyarakat Indonesia. 3) Kepemimpinan. Dengan Pancasila gerak dan laju Pembangunan Indonesia harus dapat memberikan kehidupan yang lebih baik seperti yang dicita-citakan bersama. formal maupun informal.selalu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. akan terbuka kemungkinan bangsa Indonesia akan berpaling dari Pancasila dan . ekonomi. Kalau tidak. Pembangunan yang berhasil akan memantapkan Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara. Penonjolan sikap dan tingkah laku seorang pemimpin dan kerabat keluarganya yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila akan memberi pengaruh yang sangat besar kepada masyarakat lingkungannya. 4) Pembangunan Nasional. maupun pertahanan dan keamanan telah menimbulkan persaingan antara kekuatan-kekuatan besar dunia dalam berbuat pengaruh. Kalau tujuan pembangunan nasional tidak tercapai atau tidak berhasil mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur yang merata material dan spiritual. Disamping itu perlu dikembangkan sikap yang wajar dari anggota masyarakat itu sendiri dan pemerintah terhadap ideologi. Peranan kepemimpinan. hal ini sudah barang tentu akan berpengaruh negatif terhadap Ketahanan Nasional Bangsa Indonesia dibidang Ideologi. 2) Perkembangan Dunia.

Untuk memperkuat Ketahanan nasional bangsa indsonesia dibidang idiologi perlu ditempuh strategi berikut : 1) Pengembangan Wawasan Nusantara.mencoba membangun masa depannya dengan diilhami ideologi lain. Sudah merupakan kesepakatan nasional. c. Pembangunan yang merata dan seimbang. Disamping melalui pendidikan moral pancasila nilai–nilai pancasila dapat ditanamkan pada diri anak didik dengan cara mengintegrasikannya kedalam mata pelajaran lain seperti sejarah Bangsa Indonesia. . Bagi masyarakat Indonesia yang majemuk wawasan yang memandang kepulauan Indonesia sebagai satu kesatuan politik. Kondisi geografi Indonesia mengharuskan dan mewajibkan suatu strategi pembangunan yang merata diseluruh wilayah Indonesia untuk memupuk rasa persatuan dan kesatuan dan untuk menghindarkan rasa keterpencilan yang dapat dengan mudah menumbuhkan keterasingan dan rasa tidak puas yang akan menghidupkan sparatisme. seperti liberalisme atau komunisme. sosial budaya dan pertahanan keamanan perlu dikembangkan. Secara formal ketahanan nasional di bidang idiologi bagi bangsa dan negara Indonesia tidak merupakan masalah. Pembangunan nasional juga harus menunjukkan keseimbangan antara pembangunan materil fisik dengan pembangunan mental spiritual untuk menghindari tumbuhnya materialisme dan sekularisme. 3) Pendidikan untuk memperkuat pancasila. Untuk mencapai Ketahanan Nasional dibidang idiologi secara nyata diperlukan pengahayatan dan pengamalan nilai-nilai Pancasila secara murni dan konsekwen. bahwa Pancasila sebagai landasan idiil bangsa dan negara Indonesia dan UUD 1945 sebagai landasan struktural bangsa dan negara Indonesia harus dipertahankan dan bahkan dilestarikan. 2. Kepramukaan. ekonomi. Kebijaksanaan dan Strategi.

dan mengangkat Presiden dan Wakil Presiden. hambatan serta gangguan baik yang datang dari luar maupun dari dalam yang langsung maupun tidak langsung membahayakan kelangsungan kehidupan politik bangsa dan negara Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. tidak bersifat absolutisme (kekuasaan yang tidak terbatas). yang disebut Demokrasi Pancasila. Politik dalam negeri adalah kehidupan politik dan kenegaraan berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. 15.pendidikan moral pancasila juga perlu diberikan kepada masyarakat secara non formal dan informal. Majelis ini menetapkan Undang-Undang Dasar dan Garis-Garis Besar Haluan Negara. Majelis inilah yang memegang kekuasaan negara yang tertinggi. Kondisi-kondisi serta situasi kehidupan politik dan kenegaraan yang memungkinkan terlaksananya proses pembaharuan kehidupan politik dengan sisitim politik yang benarbenar demokrartis. 1) Politik dalam negeri. Pemerintahan berdasarkan atas sistem konstitusi (Hukum dasar). ancaman. sedang Presiden menjalankan haluan negara menurut Garis-Garis Besar yang telah ditetapkan. Indonesia ialah negara yang berdasarkan atas hukum dan tidak berdasarkan atas kekuasaan belaka. sebagai penjelmaan seluruh rakyat Indonesia. dinamis efektif dan efesien yang dapat memperkuat kehidupan konstitusional. Kedaulatan rakyat dipegang oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat. Gatra politik a. Ketahanan di bidang politik. a) Sistem pemerintahan. didalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan. Presiden tunduk dan bertanggung jawab kepada Majelis. Ia adalah “mandataris” dari . Tannas dibidang politik Indonesia diartikan sebagai kondisi dinamik bangsa Indonesia berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional.

akan tetapi mereka bukan pegawai tinggi biasa oleh karena itu MenteriMenterilah yang terutama menjalankan kekuasaan pemerintah dalam praktek. Kecuali itu Anggota-anggota Dewan Perwakilan Rakyat semuanya merangkap menjadi anggota Majelis Permusyawaratan rakyat. Meskipun Kepala Negara tidak bertanggung jawab kepada Dewan Perwakilan Rakyat. Presiden ialah penyelenggara pemerintahan negara yang tertinggi dibawah Majelis dengan kekuasaan dan tanggung jawab ditangannya. Presiden harus mendapat persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat untuk membentuk Undang-Undang dan menetapkan anggaran pendapatan dan belanja negara. . Sebagai pemimpin Departemen. Untuk menetapkan politik pemerintah dan koordinasi dalam pemerintahan negara. Menteri negara diangkat dan diberhentikan oleh Presiden. Meskipun kedudukan Menteri Negara bergantung Presiden. Ia harus memperhatikan sunguh-sungguh suara Dewan Perwakilan Rakyat. III/MPR/1978. Menteri negara tidak bertanggung jawab pada Dewan Perwakilan Rakyat. Menteri mengetahui seluk beluk lingkungan pekerjaannya.Majelis. Kedudukan Dewan Perwakilan rakyat adalah kuat. artinya kekuasaannya tidak terbatas. maka Majelis itu dapat diundang untuk persidangan istimewa agar supaya minta pertanggung jawaban kepada Presiden. Dewan ini tidak bisa dibubarkan oleh Presiden. Oleh karena itu. para Menteri bekerja bersama satu sama lain seerat-eratnya dibawah pimpinan Presiden. Presiden tidak bertanggung jawab kepada DPR. Dewan Perwakilan Rakyat dapat senantiasa mengawasi tindakan-tindakan Presiden dan jika Dewan menganggap bahwa presiden sungguh melanggar haluan negara yang telah ditetapkan oleh Undang-Undang Dasar atau oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat. pasal 7). ia bukan diktator. (Tata cara permintaan pertanggung jawaban ini telah diatur TAP MPR NO.

perlu dipertahankan pola yang dipandang sesuai dengan kehidupan politik Bangsa Indonesia. melainkan hanya menyangkut sesuatu kebijaksanaan pada sesuatu saat. Hanya dalam hal-hal tertentu yang sangat terpaksa dan telah diusahakan dengan segala usaha tidak memperoleh mufakat. Didalam masyarakat pada dasarnya perlu dikemukakan adanya alasan mufakat. Dari pengalaman tersebut maka sistem politik/pemeritahan negara dalam UUD-45 merupakan pola yang perlu dipertahankan. Pola kehidupan politik.2. untuk tetap terwujudnya ketahanan politik Dalam Negeri. Untuk terwujudnya ketahanan dibidang politik dalam negeri. sehingga segala sesuatu diperlukan adanya alasan obyektif yang dapat dimengerti dan dapat diterima oleh pihak lain. c) Cara pengambilan putusan. demikian pula dapat dicegah adanya kediktatoran minoritas yang mengandalkan pernyataan tidak menyetujui sesuatu masalah. perbedaan pendapat merupakan sesuatu yang biasa. Walaupun landasan idiil konstitusionalnya tetap. . perlu ada pengaturan dan penyelesaian. Didalam negara demokrasi. tetapi hal itu tidak terletak kepada sistem/pemeritahan negaranya. yakni Pancasila dan UUD-45. penyimpangan-penyimpangan telah terjadi seakan-akan merupakan uji coba (trial and error) dari sistem pemerintahan yang disusun menurut kepentingan politik berbagai golongan. Namun demikian. dapat dilakukan pemungutan suara. Dengan demikian dapat dicegah kediktatoran mayoritas yang hanya mengandalkan banyaknya suara. Meskipun pada saat-saat tertentu masih terdapat sesuatu yang rawan dalam bidang politik dalam negeri RI. sehingga perbedaan pendapat itu akan menemukan intisari dari permasalahan dengan sebaik-baiknya.

Politik Luar Negeri Indonesia . Pencapaian tujuan tersebut harus dilandasi oleh Pancasila. termasuk cara yang ditempuh untuk mencapainya. dan tidak hanya didasarkan atas kacamata legalitas belaka. melainkan senantiasa berubah dan bergerak serta harus memiliki kemampuan mengadaptasi yang besar. keresahan.d) Penyesuaian. Politik Luar Negeri adalah salah satu sarana pencapaian kepentingan nasional dalam pergaulan antar bangsa. f) Integrasi. tantangan dan gangguan terhadap sistem sosial dapat berupa rasa tidak puas. Penyesuaian tersebut harus benar-benar dilakukan atas dasar musyawarah untuk mufakat secara jujur. Dalam hal ini maka Pancasila harus berperan politik dalam negeri dapat diukur dengan kemampuan melaksanakan sistem politik serta struktur politik dari UUD-45. landasan konstitusional UUD-45 dan landasan operasional Garis-garis Besar Haluan Negara. perpecahan. hambatan. desintegrasi dan sebagainya. ketegangan. Sistem politik merupakan suatu sub sistem dari seluruh sistem sosial dan harus mampu mengintegrasikan sistem sosial itu sendiri. 2) Politik Luar Negeri. Suatu sistem politik tidak mungkin bersifat statis beku. Didalam menghadapi aspirasi yang hidup didalam masyarakat itu harus tetap dalam ruang lingkup Pancasila dan UUD-45. Tujuan Negara RI seperti tertera dalam alinea ke-4 UUD-45 merupakan sesuatu yang ditentukan dan disepakati oleh Bangsa Indonesia. serta dinamika dari Bangsa Indonesia yang diwakili oleh wakil-wakilnya dalam DPR/MPR. Kemampuan mengadaptasi itu terletak pada seni kepemimpinan dari Kepala Negara dan pembantupembantunya. e) Pencapaian tujuan. sehingga berkembang tetap pada arahnya. sebagai bagian integral dari kehidupan kenegaraan. Ancaman.

b. dan keadilan sosial dan anti penjajahan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Politik luar negeri merupakan proyeksi kepentingan nasional dalam kehidupan antar bangsa. b) Garis Politik Luar Negeri. politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif diabdikan kepada kepentingan nasional terutama untuk pembangunan nasional. Aktif : Dalam pengertian tidak pasif. ancaman. Politik Luar Negeri yang bebas dan aktif berarti : Bebas : Dalam pengertian bahwa Indonesia tidak memihak pada kekuatan-kekuatan yang pada dasarnya tidak sesuai dengan kepribadian bangsa.berlandaskan pada Pembukaan UUD-45 yakni melaksanakan ketertiban dunia yang berlandaskan kemerdekaan. Faktor-faktor yang Mempengaruhi 1) Faktor yang mempengaruhi politik dalam negeri : . Dengan demikian politik luar negeri merupakan komponen strategi nasional. yang langsung maupun tidak langsung membahayakan politik luar negeri Indonesia. hambatan serta gangguan yang datang dari luar maupun dalam. Ketahanan Nasional dibidang politik luar negeri Indonesia adalah kondisi dinamik Bangsa Indonesia yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional didalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan. Dijiwai oleh falsafah negara Pancasila sebagai tuntutan etika dan moral. peranan Indonesia dalam percaturan Internasional tidak reaktif dan tidak menjadi obyek percaturan Internasional. a) Sebagai komponen strategi nasional. perdamaian abadi. tetapi berperan serta atas dasar cita-cita bangsa yang tercermin dalam Pancasila dan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.

dan berakibat meningkatkan Tannas. Sistem Pemilu sebaiknya menggunakan perpaduan antara sistem Proporsional & Sistem Distrik. Sebaliknya apabila perbedaan suara itu cukup banyak. Apabila menggunakan sistem Distrik (Dati II) akan banyak suara yang hilang dan merugikan partai gurem namun jumlah partai harus dibatasi. maka pemerintah akan labil dan akan menurunkan Tahnas. jujur dan adil akan memuaskan semua pihak yang melakukan pemilihan. Sebaliknya apabila azas luber itu tidak terjamin maka keresahan akan timbul dan keadaan Tannas dapat menurun. Pemilihan pembantu-pembantu presiden akan dapat berpengaruh bagi pelaksanaan tugas Presiden sebagai mandataris MPR. umum. d) Pemilihan pembantu-pembantu presiden. Pemilu yang langsung. c) Imbangan suara dalam lembaga-lembaga perwakilan rakyat. Kepemimpinan nasional harus diterima oleh semua pihak.1. Bila imbangan suara di DPR/MPR dari fraksi-fraksi yang mendukung pemerintah hanya mempunyai perbedaan yang sangat kecil dengan fraksi-fraksi yang menentangnya. tidak hanya dalam bidang legislatif. tetapi juga bidang–bidang lain dalam penyelenggaran pemerintahan negara. namun nomor urut pemilihan tergantung dari jumlah pilihan rakyat. Pelaksanaan Pemilu. akan melemahkan fungsi kontrol yang juga dapat menurunkan Tannas. Perlu diperhatikan bahwa apabila perbedaan suara itu terlalu banyak ialah lebih dari 2/3 suara dimiliki oleh satu golongan. bebas. namun lebih disempurnakan sehingga anggota DPR tidak tergantung dengan Parpol (tidak takut di Recall). . Seyogyanya diperhatikan agar semua kekuatan-kekuatan sosial politik dapat berparsitipasi dan merasa ikut bertanggung jawab. maka keadaan pemerintah akan menjadi lebih stabil dan akan meningkatkan Tahnas. 2.

4. terutama keresahan dikalangan generasi muda. g) Pembauran Bangsa. maka kepercayaan rakyat kepada pemerintah akan naik. sebaliknya kalau fungsi pengawasan keuangan masih lemah maka akibatnya kebocoran terjadi dimana-mana. dan kepercayaan rakyat kepada pemerintah akan menurun. Keresahan masyarakat. Apabila fungsi penegakan hukum dapat berjalan baik. (2) Kesempatan memperoleh pekerjaan yang layak. Apabila fungsi pengawasan keuangan telah dapat berjalan ketat. maka pengelompokan etnis akan timbul. Keresahan masyarakat. f) Pengawasan Keuangan dan Penegakan Hukum. yang tidak dapat diatasi oleh pemerintah akan dapat menurunkan Tannas. maka kepercayaan rakyat kepada alat-alat penegak hukum akan meningkat dan sebaliknya. Apabila warganegara Indonesia keturunan asing bersikap eksklusif dan mementingkan dirinya sendiri-sendiri. Sebaliknya apabila keresahan itu dapat penyaluran secara tepat keara yang positif. (4) Kesempatan mengeluarkan pendapat secara bebas.keresahankeresahan yang mudah timbul dalam negara yang sedang membangun antara lain adalah : (1) Perbedaan yang menyolok antara si kaya dan si miskin. yang akhirnya dapat menjurus ke pertentangan antar kelompok . (3) Kesempatan mengikuti pendidikan yang seluas-luasnya. akan menaikan Tannas. (5) Pergantian generasi dengan perencanaan yang kurang mantap. Semuanya itu berpengaruh akan naik turunnya Tannas.

Posisi silang Indonesia dapat memberikan keuntungan bagi pertumbuhan bangsa dalam arti kontak-kontak yang luas dengan bangsabangsa lain dapat dipetik manfaatnya. baik pada tempat desa. keadaan itu akan melemahkan Tannas.Faktor-faktor riil yang harus diperhitungkan adalah : (1) Letak geografi Indonesia. maka akan timbul ketimpangan sosial yang dapat menjurus kepada keresahan-keresahan yang dapat menurunkan Ketahanan Nasional. 2) Faktor yang mempengaruhi politik Luar Negeri : a) Faktor-faktor statis. Dilain pihak karena kepentingan nasional bangsa- . Politik luar negeri pada hakekatnya merupakan sebagian dari kebijaksanaan nasional dari sistem politik suatu bangsa. j) Pemerataan hasil-hasil pembangunan. Partisipasi masyarakat dalam politik hanya dapat tumbuh apabila aspirasinya dapat disalurkan melalui kelembagaan Penyalur Pendapat Masyarakat. Usaha dari hasil pembangunan harus dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia. Namun posisi yang semacam ini memiliki kerawanan karena “terbuka” kesegala penjuru dan dapat di “dekati” dari segenap penjuru pulau. h) Wadah penyalur pendapat masyarakat. Posisi yang demikian ini memberikan kedudukan dan peranan yang penting sekali kepada Indonesia dalam persoalan-persoalan dalam negeri dan luar negeri.etnis. Sebaliknya kalau pembauran dapat diwujudkan maka kita terhindar dari adanya rasialisme dan Tannas kita akan naik. Bila asas pemerataan ini tidak tercapai. media massa maupun kelembagaan lain.

Permasalahan energi akan terus merupakan faktor yang berpengaruh dalam percaturan politik Internasional. seperti . Indonesia merupakan negara ke-5 terbesar dalam jumlah penduduk di dunia dan merupakan negara yang terbesar penduduknya dibelahan bumi bagian selatan ini. Disamping itu kewaspadaan perlu dipelihara karena kepentingan-kepentingan itu beraneka ragam dan kadang-kadang bertentangan. Telah terbukti bahwa energi sewaktu-waktu dipakai sebagai senjata dengan tujuan politik tertentu. b) Faktor-faktor Dinamik. (2) Kemampuan Penduduk. Kekayaan alam Indonesia secara potensial tidak dapat dipisahkan dari permasalahan energi yang dihadapi oleh dunia. (3) Kekayaan alam. namun kemampuan dan keterampilan merupakan faktor penentu pula dalam produktifvitas bangsa. Garis besar percaturan internasional dewasa ini adalah sebagai berikut : (1) Perjuangan negara-negara berkembang untuk mempersempit perbedaan kemajuan dan kesejahteraan antara negara maju dengan negara berkembang dilakukan melalui forum internasional. yang amat diperlukan dalam abad teknologi dewasa ini.bangsa sangat heterogen maka perlu kemampuan yang tinggi dalam menyerap hal-hal yang menguntungkan dan menolak unsur-unsur yang merugikan. dan yang akan selalu berusaha menarik Indonesia. Besarnya penduduk merupakan faktor yang positif dalam pengadaan tenaga kerja. Kecuali letak geografis yang sangat strategis Indonesia memiliki kekayaan alam.

Perkembangan ekonomi internasional masih ditandai oleh akibat berbagai krisis dimasa lalu. kenaikan jumlah penduduk yang cukup tinggi sangat menentukan keberhasilan pembangunan dan kemajuan ekonomi negara-negara berkembang. Dialog Utara-Selatan. (4) Meningkatnya arti dan faktor-faktor non militer sebagai senjata politik. yang dapat meningkat menjadi pertentangan terbuka . Dilain pihak peningkatan masalah hutang dan memburuknya nilai tukar perdagangan internasional juga tetap mewarnai keadaan perekonomian negara berkembang.UNCTAD. pembajakan. (6) Disamping keadaan yang tidak menentu diatas. Gerakan Non Aligned dan Konperensi Islam merupakan forum dimana Indonesia ikut aktif. pengangguran dan inflasi tetap mewarnai keadaan ekonomi negara-negara maju. 5. Resesi. (2) Rendahnya tingkat kesehatan masyarakat rakyat dan pendapatan nasional perkapita. (3) Kerawanan dan pertentangan regional yang bersumber lokal. yang penyelesaiannya menjadi rumit karena kepentingan negara-negara besar terlihat didalamnya. penculikan dan lain-lain tetap akan merupakan kekuatan yang akan digunakan untuk mencapai tujuan-tujuan politik sesuatu negara. Misalnya dengan penggunaan energi dan pangan. Disamping itu kegiatan-kegiatan teror. pada akhir-akhir ini nampak adanya gejala-gejala friksi diantara negara berkembang sendiri yang disebabkan oleh perbedaan kepentingan nyata.

(2) Pendidikan politik rakyat sehingga tumbuh kesadaran sebagai yang tercantum dalam sikap mental dan pola tingkah laku politik berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. sehingga dapat terjamin kelancaran usaha mencapai tujuan nasional. (7) Media komunikasi massa dunia saat ini masih dikuasai negara maju. dinamis.yang sangat membahayakan solidaritas dan melemahkan posisi. a) Kebijaksanaan. Pemantapan kesadaran kehidupan politik dan kenegaraan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 bagi setiap warga negara. b) Strategi. Kebijaksanaan dan Strategi 1) Politik Dalam Negeri. bebas dan rahasia. . umum. sering menyebarkan berita yang tidak obyektif dan karenanya tidak menguntungkan negara berkembang. Pemantapan kondisi-kondisi serta situasi untuk memungkinkan terlaksanannya proses pembauran kehidupan politik dengan sistem politik yang demokratis. efektif dan efisien agar mampu memperkuat kehidupan konstitusional. stabil. (1) Pemantapan kehidupan konstitusional. (3) Penyelenggaraan Pemilihan Umum dengan asas langsung. c. demokrasi dan tegaknya hukum.

Meneruskan usaha-usaha yang telah dilancarkan oleh Indonesia baik secara vertikal maupun horisontal. a) Kebijaksanaan. Perjuangan bangsa Indonesia untuk mendapat pengakuan terdapat konsep nusantara telah dilakukan dengan jalan bilateral maupun multilateral. (7) Penyiapan kader-kader pimpinan nasional 2) Politik Luar Negeri. (1) Wawasan Nusantara.(4) Komunikasi sosial timbal balik antar masyarakat dengan lembaga perwakilan rakyat maupun dengan pemerintah. 2. Nusantara sebagai wilayah merupakan konsep nasional yang harus diperjuangkan dan dipertahankan. Tata ekonomi baru dan gerakan non blok. Wawasan Nusantara merupakan inti dari kehidupan nasional baik politik dalam negeri maupun luar negeri. di forum internasional maupun regional. (6) Penyempurnaan wadah penyalur pendapat masyarakat pedesaan. (5) Peningkatan peranan organisasi profesi/ fungsional masyarakat. Perlu digalang persatuan antara negara-negara berkembang dalam mempercepat terwujudnya tata ekonomi dunia baru. gerakan non blok dan kelompok G-7. Dialog Utara-Selatan hingga saat ini belum menunjukkan hasil yang diharapkan. .

Walaupun ASEAN adalah organisasi regional bidang ekonomi dan sosial budaya.(3) Kerjasama regional. terutama untuk kepentingan pembangunan disegala bidang. memperkuat rasa kohesi antara negara-negara anggota. Hal ini diperlukan. namun unsur politik tidak dapat ditinggalkan oleh organisasi ini. . b) Strategi 1. Meningkatkan posisi ASEAN sebagai organisasi regional yang tangguh dan perlu diperhitungkan dalam percaturan internasional. Peningkatan saling pengertian dan kebersamaan pandangan terhadap masalah Internasional dan penyerasian antara kepentingankepentingan nasional negara-negara anggota baik kedalam maupun keluar. (2) Meningkatkan kerjasama antar bangsa untuk menggalang perdamaian dan ketertiban dunia demi kesejahteraan umat manusia berdasarkan kemerdekaan dan keadilan sosial. (4) Memperkokoh kesetiakawanan. karena unsur ini. Pelaksanaan politik luar negeri yang bebas aktif diabdikan kepada kepentingan nasional. karena ASEAN bukan organisasi supra nasional. persatuan dan kerjasama ekonomi diantara negara-negara yang sedang membangun lainnya untuk mempercepat terwujudnya Tata Ekonomi Dunia Baru. (3) Meningkatkan peranan Indonesia di fora internasional dalam rangka membina dan meningkatkan persahabatan dan kerjasama antar bangsa-bangsa demi perdamaian dan ketertiban dunia.

Konsep ekonomi dalam Ketahanan Nasional Indonesia menyangkut aspek Ekonomi Kemasyarakatan dengan pengertian ekonomi kemasyarakatan menyangkut masyarakat sebagai kesatuan dan keseluruhan struktur dan komposisi perekonomian nasional. bila hasil pertumbuhan itu memperbaiki perimbangan dan tidak memperbesar ketimpangan dalam struktur. Pertumbuhan ekonomi itu dianggap benar. (6) Untuk menampilkan citra negara berkembang secara wajar dan obyektif perlu digalang persatuan dan kerjasama badanbadan media komunikasi massa di negaranegara berkembang terutama dalam menyusun tata komunikasi dunia baru. dalam distribusi dan partisipasi oleh masyarakat dapat diartikan Tannas bidang ekonomi semakin baik. Dengan demikian pencapaian Pendapatan Nasional Total ataupun Pendapatan Nasional rata-rata perkapita yang tinggi suatu bangsa tidak dengan sendirinya berarti dicapainya tingkat Ketahanan Nasional yang tinggi. yakni unsur-unsur nasional dan golongan rakyat banyak harus mendapat pembagian serta peranan yang adil dan seimbang. Proses perombakan itu tidak boleh menghambat kehidupan ekonomi dan seyogyanya tetap diikuti dengan kenaikan pendapatan nasional. Meneruskan usaha-usaha pemantapan stabilitas dan kerjasama di wilayah Asia Tenggara dan Pasifik Barat Daya khususnya dalam lingkungan ASEAN dalam rangka mempertinggi tingkat Ketahanan Nasional untuk mencapai Ketahanan Nasional. Kekuatan atau kelemahan Ketahanan Nasional bidang ekonomi dapat dinilai pada struktur distribusi dari pendapatan masing-masing yang diterima oleh berbagai golongan masyarakat dan partisipasinya dalam memproduksi pendapatan nasional. Kedua adalah pembangunan ekonomi nasional. Semakin adanya keseimbangan yang dirasakan adil. Aspek yang ketiga dalam bidang ekonomi adalah Tannas akan semakin relatif tinggi bilamana semakin terjaminnya pencukupan dan tersedianya barang/jasa yang penting sesuai kebutuhan golongan masyarakat .5. Gatra Ekonomi. 16. Tujuan pembangunan ekonomi nasional yang murni ialah : perombakan struktur ekonomi lama yang bersifat kolonial menuju kepada struktur perkembangan nasional.

baik didalam negeri maupun dalam hubungannya dengan luar negeri. . pasaran dan sebagainya. bahan baku. dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan. Tantangan. semakin terjaminnya keseluruhan faktor produksi. berarti semakin kuat Tannas bidang ekonomi. ancaman. 2) 40% jumlah penduduk berpendapatan menengah. hambatan serta gangguan. dalam teknologi. a. Faktor-faktor yang Mempengaruhi. Untuk mengetahui Tannas bidang ekonomi sangat relevan untuk diteliti sampai dimana pendapatan Nasional Indonesia secara keseluruhan ataupun persektor masih bergantung kepada unsur asing. Karena itu pembinaan ekonomi pada dasarnya merupakan penentuan kebijaksanaan ekonomi dan pembinaan faktor produksi serta pengolahannya didalam produksi dan distribusi barang serta jasa. hambatan dan gangguan terhadap kelangsungan ekonomi suatu bangsa pada hakekatnya ditujukan kepada faktor produksi dan pengolahannya. ancaman. baik yang datang dari luar maupun dari dalam yang langsung maupun tidak langsung membahayakan kelangsungan kehidupan ekonomi bangsa dan negara Indonesia berdasarkan Pancasila dan UndangUndang Dasar 1945. Struktur penggolongan masyarakat Indonesia berdasarkan prosentase yang diterima dari Pendapatan Nasional masih mencolok dan timpang yakni 1) 40% jumlah penduduk berpendapatan rendah. modal manajemen. 3) 20% jumlah penduduk berpendapatan tinggi. Inti permasalahan Tannas bidang ekonomi terletak pada potensi dan kondisi dinamikanya untuk mempertahankan kontinuitas kehidupan ekonomi Indonesia. Dari segi produksi dapat dikatakan. komposisi ekspor-impor. yaitu mengenai struktur ekonomi. Struktur perekonomian bisa tercermin dalam berbagai bentuk. Ketahanan dibidang ekonomi Indonesia adalah kondisi dinamik bangsa Indonesia yang berisi kekuatan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan keuletan nasional.yang memerlukan. b. seperti komposisi pendapatan nasional. Ketahanan dibidang Ekonomi. faktor dinamika eksteren dan faktor dinamika intern.

Dari segi strategi Hankam. Hal ini disebabkan oleh kurang terasanya keadilan sosial dalam aspek-aspek pemilikan.1) Bumi dan sumber alam. yang merupakan basis bagi keseluruhan strategi pembangunan. Keadaan alam dan kurang kesuburan tanah. Ditinjau dari sudut sosial ekonomi dan sosial politik masalah pertanahan di Indonesia dapat menjadi sumber pokok keresahan agraris. penguasaan dan penggarapan tanah. kekurangan prasarana. Kelangkaan sebagai akibat pertambahan penduduk paling jelas kelihatan dipulau Jawa. mengingat perang besar pada dasarnya disebabkan oleh perebutan energi minyak atau kekayaan alam lainnya. Madura dan Bali. merupakan penyebab krisis pertanahan. Hal ini bertalian erat dengan riset dan pendidikan serta teknologi yang perlu dipersiapkan. kekayaan nasional ini harus diamankan dari unsur-unsur asing. telah mendorong nilai harga tanah terus naik. bahwa Indonesia mempunyai kekayaan alam secara potensial yang besar dan beraneka ragam. Sebagai pernyataan yang dapat dibenarkan. 2) Masalah Pertanahan. pemukiman dan prasarana perhubungan. kekuatan ikatan serta batas-batas hukum adat. pemekaran lingkungan-lingkungan perkotaan. Akumulasi dan pemusatan pemilikan serta penguasaan tanah ditangan sekelompok kecil orang tertentu cenderung menimbulkan “tanah guntay” yang berarti letak tanah berada diluar kecamatan tempat tinggal pemilik/penguasaan tanah. Akumulasi dan pemusatan pemilikan serta penguasaan atas tanah ditangan segolongan/seseorang tertentu yang melewati batas maksimal yang dibenarkan oleh undang-undang jelas merugikan pihak lain. pertambahan penduduk yang sangat cepat. Keadaan yang demikian sering pula menyebabkan tanah menjadi “idle” atau . kecenderungan kenaikan investasi pada tanah dari kelebihan daya beli. Inventarisasi data dan eksplorasi mengenai kekayaan alam sangat diperlukan. Kebutuhan untuk perluasan kawasan industri.

Usaha meningkatkan produksi pangan kini mengutamakan suply bibit unggul. Sebaliknya tingkat kenaikan konsumsi energi pertahun di Indonesia belum memadai dibanding dengan negara-negara ASEAN.kurang bermanfaat. walaupun masih harus dilengkapi dengan serangkaian peraturan pelaksanaan lain. Masalah pangan.8 juta ton dalam tahun 1978. khususnya yang menyangkut pembagian hasil dan penerima balas jasa merupakan masalah pokok yang mengandung akibat yang luas dan berantai dibidang sosial ekonomi dan sosial politik. tetapi bahan pangan harus di impor lebih banyak. Pertumbuhan penduduk yang tepat dan tidak diimbangi dengan perluasan kesempatan kerja menimbulkan pengangguran kelihatan dan tidak kelihatan. 3. Konsumsi energi perkapita di Indonesia masih berada pada tingkat yang paling rendah diantara negara-negara ASEAN. maka impor menjadi peka sekali. Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan Undang-Undang bagi Hasil (UUBH) yang berlaku sejak 1960 beserta segenap perangkat peraturanperaturan hukum lainnya memberikan landasan untuk menanggulangi berbagai masalah pertanahan. Penanggulangan pengangguran di pedesaan dengan jalan pemindahan . Walaupun ada kenaikan produksi. pupuk dan lain sebagainya. Karena yang diperjual belikan itu 4% saja dari produksi dunia. 5) Masalah tenaga kerja. Masalah energi. Dengan berlangsungnya usaha pembangunan kebutuhan akan energi cenderung meningkat di segala bidang. Kenaikan konsumsi minyak bumi dalam negeri cukup cepat dalam dasawarsa yang lalu. Kita membeli 20-30% dari sisa produksi pangan dunia yang dijual belikan. Kenaikan produksi pangan Indonesia terendah diantara negara-negara ASEAN sedangkan konsumsi naik terus. 4. Pertimbangan hubungan antara pemilik/penguasa tanah dan penggarap tanah. sedangkan anggota-anggota masyarakat yang lain berteriak kekurangan tanah. Swasembada pangan merupakan sasaran yang sangat vital. yaitu 324 ribu ton dalam tahun 1970 dan 1.

7) Masalah Kemiskinan. Berbagai data yang tersedia menunjukkan bahwa dewasa ini antara 40-45% dari seluruh penduduk Indonesia hidup dibawah garis kemiskinan. Keadaan setengah menganggur. gaji yang lebih rendah dari yang seharusnya diterima. Meskipun jarang terlihat adanya pengangguran terbuka di daerah pedesaan. akan tetapi sebagian besar tenaga kerja di daerah pedesaan tidak dapat bekerja penuh dan banyak pula diantaranya yang termasuk dalam katagori setengah menganggur. Keadaan yang demikian sering memaksa para pekerja menerima upah yang jauh lebih rendah dari yang seharusnya mereka terima. sebagian besar tenaga kerja yang tersedia tidak memiliki ketrampilan yang dibutuhkan untuk menopang pekerjaan yang dibebankan kepadanya. Masalah kurangnya kesempatan kerja menyebabkan banyak tenaga kerja di daerah pedesaan tidak terserap secara penuh. 6) Masalah kesempatan kerja.Untuk jangka panjang diperlukan kebijaksanaan penduduk yang mengatur keluarga berencana dan distribusi penduduk secara ekonomi geografi. Sempitnya pemilikan tanah untuk sebagian besar petani di Jawa serta kurangnya kesempatan kerja di . serta mismatch merupakan ciri dari sebagian besar keadaan tenaga kerja Indonesia dewasa ini. Gejala lain yang timbul sehubungan dengan kurangnya kesempatan kerja dan atau tidak dimilikinya ketrampilan tertentu sering menimbulkan terjadinya mismatch yang berarti bahwa pekerjaan yang ia lakukan tidak sesuai dengan ketrampilan yang dimiliki. Peningkatan jumlah penduduk yang laju dan pengangguran yang makin bertambah dapat menimbulkan kegoncangan sosial.Disamping kurangnya kesempatan kerja. Keadaan ketenagakerjaan serta kesempatan kerja yang tidak memadai ditambah pula dengan tingkat pendapatan yang rendah erat hubungannya dengan masalah kemiskinan di Indonesia.penduduk ke daerah lain yang masih mempunyai potensi tanah dan alam atau dengan industrialisasi tetap memerlukan waktu dan biaya besar.

Kemampuan reinvestasi modal perusahaan masih kurang. kepemimpian perusahaan.Karena penggunaan teknologi mutakhir tidak dapat menciptakan lapangan kerja secara luas.luar lapangan pertanian juga merupakan faktor penyebab rendahnya tingkat pendapatan penduduk didaerah perdesaan serta timbulnya kemiskinan. Keadaan kemiskinan baik di daerah pedesaan maupun di daerah perkotaan seringkali merupakan penyebab timbulnya keresahan di kalangan masyarakat yang dapat berakibat lemahnya ketahanan nasional. Untuk jangka panjang harus ditempuh strategi pembangunan yang bertujuan : pendidikan keterampilan/kejuruan secara massal. maka negara berkembang perlu mengambil kebijaksanaan pembangunan industri yang taraf permulaan masih bersifat padat karya atau memilih teknologi madya. 9) Industrialisasi untuk memperluas kesempatan kerja. Dengan demikian dapat dijamin kemampuan pembayaran kembali dan mengurangi ketergantungan negara kepada bantuan modal asing. ketrampilan kerja. tetapi juga memperoleh teknologi baru. Pendapatan ekspor biasanya habis untuk pembiayaan impor. kesempatan kerja. Peningkatan produksi barang dan jasa untuk keperluan konsumsi didalam negeri dan untuk ekspor barang setengah jadi atau barang jadi. Peningkatan kapasitas produksi tidak hanya bertujuan peningkatan volume. Kebijaksanaan yang ditempuh untuk memperoleh modal : . berencana dan terarah. Rendahnya tingkat pendapatan serta tidak dimilikinya ketrampilan tertentu. Untuk mengatasi kekurangan tersebut diusahakan penanaman modal luar negeri yang berupa bantuan atau pinjaman pemerintah maupun swasta yang harus diarahkan untuk meningkatkan kapasitas produksi didalam negeri. 8) Faktor modal. Umumnya terdapat kekurangan modal untuk pembangunan dan kemampuan masih terbatas. disamping lapangan pekerjaan yang masih terbatas merupakan faktor penyebab timbulnya kemiskinan di daerah perkotaan.

Secara struktural neraca pembayaran Indonesia masih lemah dihadapkan dengan kebutuhan devisa yang semakin meningkat. melalui kelembagaan seperti deposito berjangka Tabanas dan Taska. ialah dengan Undang-Undang Penanaman Modal Dalam Negeri dan UndangUndang Penanaman Modal Asing. Pembangunan Indonesia dalam tahap dewasa ini masih harus bergantung kepada impor modal peralatan mesinmesin dan bahan baku disamping teknologi dari luar negeri. yaitu : segi kemasyarakatan dimana manusia demi kelangsungan hidupnya harus mengadakan kerja sama dengan sesama manusia dan segi kebudayaan yang merupakan keseluruhan cara hidup. Terciptanya landasan yang kuat bagi bangsa Indonesia untuk tumbuh dan berkembang atas kedaulatan sendiri menuju masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila. yang manivestasinya nampak dalam tingkah laku dan hasil .1. 17. karena itu adanya persediaan devisa yang cukup harus tetap dijaga. Pembangunan ekonomi harus didasarkan pada demokrasi ekonomi dimana masyarakat harus memegang peranan aktif dalam kegiatan pembangunan ekonomi. pasar uang dan pasar modal serta Emisi Saham untuk masyarakat. Pembangunan bidang ekonomi ditujukan untuk mencapai keseimbangan antara bidang pertanian dan industri serta terpenuhinya kebutuhan pokok rakyat. Sektor Pengerahan Dana. Istilah sosial budaya menunjuk kepada dua segi utama daripada kehidupan bersama manusia. c. b) Sektor Investasi. Sasaran yang harus dicapai secara bertahap adalah mengembangkan struktur ekonomi yang seimbang antara pertanian dan industri. etatism dan monopoli. Kebijaksanaan dan Strategi 1) Kebijaksanaan. Gatra Sosial Budaya. 2) Strategi. Harus dihindari free fight liberalism.

Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila adalah nilai-nilai kebudayaan yang digali dari nilai-nilai luhur yang ada dalam pandangan hidup bangsa Indonesia. Sedang dalam arti sempit sosial budaya. Ketahanan dibidang sosial budaya Indonesia diartikan sebagai kondisi dinamik bangsa Indonesia yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional didalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan. a. Ketahanan dibidang Sosial Budaya. Kehidupan sosial budaya bangsa dan negara Indonesia adalah kehidupan yang menyangkut aspek kemasyarakatan dan kebudayaan yang dijiwai oleh falsafah dasar Pancasila. ancaman. semangat dan jiwa yang secara khas merupakan ciri pada elemen-elemen sosial budaya bangsa dan Negara Republik Indonesia. Sosial budaya dalam arti luas mencakup segala aspek kehidupan.tingkah laku yang terlembagakan. politik. dan tingkah laku bagi bangsa dan negara Indonesia akan memberikan landasan. Untuk lebih memudahkan proses pelembagaan ini diperlukan penjabaran nilai-nilai dasar Pancasila sebagai pedoman yang dapat dipergunakan sebagai penuntunan dan pegangan hidup bagi sikap . 1) Kebudayaan Nasional. perilaku dan gaya hidup bangsa Indonesia dalam segala aspek kehidupan. hambatan serta gangguan baik yang datang dari luar maupun dari dalam yang langsung maupun tidak langsung membahayakan kelangsungan kehidupan sosial budaya bangsa dan negara Republik Indonesia yang berdasar Pancasila dan UUD 1945. ekonomi dan pertahanan keamanan. sering ditempatkan disamping ideologi. Nilai-nilai dasar yang terkandung dalam Pancasila itu dijabarkan dan dijadikan ukuran dan tuntutan sikap. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila yang akan diwujudkan sebagai ukuran tuntutan sikap. Esensi pengaturan dan penyelenggaraan kehidupan sosial budaya bangsa Indonesia dengan demikian adalah pengembangan kondisi budaya. sehingga setiap warga masyarakat dapat merealisasikan pribadi dan segenap potensi manusiawinya yang dilandasi nilai-nilai Pancasila.

nilai-nilai kebudayaan nasional harus berkembang sejalan dengan proses pertumbuhan dan kemajuan. maka usaha pembangunan kebudayaan nasional harus memudahkan proses mempertinggi derajat dan martabat Bangsa Indonesia. dan konsepsi Bhineka Tunggal Ika. Integrasi nasional harus lahir dari tujuan nasional yang berlandaskan pada falsafah Pancasila dan keaneka ragaman sosial sesuai dengan konsepsi Bhineka Tunggal Ika. 3) Identitas Nasional. Karena inti kebudayaan adalah kemanusiaan.dan tingkah laku setiap manusia dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Keluar. manusia dan masyarakat Indonesia memiliki sifat-sifat kepribadian sebagai berikut : . maupun dalam tingkah laku lahiriah. Pancasila adalah titik tolak dan tujuan integrasi nasional. sedang kedalam. Masyarakat Indonesia yang majemuk. dengan tetap berpijak pada kepribadian bangsa. yang terdiri dari berbagai suku bangsa yang tersebar diatas berbagai pulau dengan bahasa. adatistiadat. Sikap. ia membuka diri terhadap kebudayaan asing sepanjang dapat mengembangkan dan memperkaya kebudayaan bangsa sendiri. Menurut orientasi Pancasila. perilaku dan gaya hidup bangsa Indonesia merupakan ungkapan kepribadian nasional yang diekspresikan dalam bentuk sistem nilai-nilai yang dianutnya. agama dan kepercayaan yang berbeda-beda pulau adalah merupakan satu kesatuan yang bulat dan utuh. Identitas nasional atau kepribadian nasional adalah ekspresi dinamis tentang tujuan dan tekad hidup bangsa ia merupakan resultante dari sejarah nasional dan tujuan nasional yang berintikan falsafah dan ideologi Pancasila. Karena itu. ia memandang corak ragam nilai-nilai kebudayaan yang telah berkembang sepanjang sejarah. 2) Integrasi Nasional. Kebudayaan bangsa Indonesia pada hakekatnya adalah satu dan senantiasa berorientasi kepada dan demi persatuan sesuai dengan pernyataan Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928.

dalam arti yang menjunjung asas musyawarah dengan semangat dan kesadaran yang selalu mendahulukan kepentingan umum. Faktor-faktor yang Mempengaruhi 1) Agama. Nilai pertama dan yang merupakan nilai tertinggi dari ideologi dan falsafah bangsa dan negara adalah nilai Ketuhanan Yang Maha Esa. dalam arti religiusitas sebagai kesadaran serta manifestasinya hubungan manusia Indonesia dengan dasar hidup yang mutlak dan transedental. dalam arti semangat dan kesadaran akan sikap dan tanggung jawab dalam kehidupan kebersamaan yang nampak dalam sikap hidup yang ramah tamah. b. suku dan golongan. persatuan dan kesatuan bangsa diatas kepentingan individu. Agama dan perikehidupan beragama di Indonesia sangat mempengaruhi Tannas dibidang sosial budaya. laut dan udara. b) Bersifat kekeluargaan. antara perikehidupan darat. antara kepentingan jiwa dan raga. memberikan keseimbangan antara kepentingan individu dan masyarakat antara kepentingan keduniaan dan keakhiratan. dalam arti sebagai semangat dan kesadaran akan sikap dan tanggung jawab dalam kehidupan mandiri manusia Indonesia dalam tingkah lakunya yang menghendaki keselarasan hubungan dengan Tuhannya. c) Hidup serba selaras. dengan sesamanya (masyarakat) dan dengan lingkungan alam sekitarnya. menghendaki keserasian hidup dalam masyarakat dan keserasian hubungan antar bangsa-bangsa.a) Religius. d) Bersifat kerakyatan. gotong royong pengayoman dan musyawarah. antara kepentingan individu dan masyarakat. Tuhan Yang Maha Esa menurunkan agama memang untuk .

Kebijaksanaan dan Strategi . Nilai. dimana setiap umat beragama diakui sepenuhnya akan haknya untuk memeluk agamanya dan menjalankan ibadahnya menurut agama dan kepercayaan itu. Pendidikan juga merubah serta meniadakan nilai-nilai sosial budaya yang kurang/tidak menunjang peningkatan Tannas dibidang sosial budaya. Tradisi diartikan sebagai keseluruhan kepercayaan. Sejalan dengan itu pengembangan dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi akan sangat mempunyai pengaruh. c. baik positif maupun negatif terhadap Tannas Indonesia dibidang sosial budaya.perbaikan dan kemajuan. tingkah laku dan nilai sosial budaya kearah yang dikehendaki. bahasa dan kebudayaan masing-masing. Apabila setiap umat beragama benar-benar menjalankan kemurnian ajaran agamanya. yang diwariskan dari generasi ke generasi. norma dan lembaga-lembaga sosial yang terkandung didalamnya akan sangat mempengaruhi Tannas Indoensia dibidang sosial budaya. 2) Tradisi. Dalam masyarakat Pancasila peranan agama jelas sangat besar. 3) Pendidikan. anggapan dan tingkah laku. Ilmu pengetahuan dan teknologi. Pendidikan disatu pihak mengembangkan tingkah laku dalam wujud nyata nilai-nilai falsafah/ideologi Pancasila dan dilain pihak ia mengembangkan nilai-nilai lain yang menunjang. dari latar belakng kehidupan bangsa dan negara serta suku-suku bangsa. Hal ini bergantung kepada pangkal tolak tradisi pada ukuran dari pengejawantahan nilai-nilai luhur dalam falsafah dan ideologi Pancasila dan UUD 1945. maka masyarakat dan negara yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 akan bertambah kuat. dengan segala bentuk adat istiadat. Pendidikan secara sadar dan tertib berfungsi merubah sikap.

kondisi fisik dan kecerdasan yang lebih sesuai dengan peranannya. Terwujud suatu tingkat Tannas Indonesia dibidang sosial budaya yang lebih kuat dan tangguh. baik dalam kadar sikap mental. 1. maka sasaran strategi pembangunan nasional dibidang sosial budaya. baik sebagai subyek maupun obyek pembangunan. 2.1) Kebijaksanaan. Bidang agama. Politik dan strategi dasar pembangunan kehidupan sosial budaya harus diarahkan untuk menumbuhkan dan mengembangkan kemampuan nasional dibidang sosial budaya. Terbinanya mutu manusia dan bangsa Indonesia sebagai sumber dan kekuatan dasar kehidupan sosial budaya bangsa. Pengaturan dan penyelenggaraan kehidupan sosial budaya akan ikut berperan aktif memperkuat Tannas Indonesia apabila kemampuan nasional dalam sosial budaya dibangun dan ditempatkan sebagai kekuatan untuk menunjang Tannas. bahwa ajaran-ajaran dan hukum-hukum agama memberikan dasar moralitas dan rintisan jalan kemajuan disamping fungsinya menuntun manusia untuk dunia akhirat. 4) Strategi. Meningkatkan usaha-usaha penghayatan dan pemahaman bahwa perikehidupan beragama adalah selaras dengan penghayatan dan pengamalan Pancasila. adalah : 1. yang dapat menjamin kelangsungan hidup sosial budaya bangsa dan negara yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. 3) Sasaran. Meningkatkan terus usaha-usaha pembinaan kerukunan hidup umat beragama dalam rangka . Terwujudnya kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan sosial budaya yang berdasarkan falsafah dan ideologi Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Untuk mencapai tujuan tersebut diatas. 2) Tujuan.

3. b) Bidang Pendidikan. kesenian dan adat istiadat daerah yang dilakukan dalam rangka pengembangan bahasa Indonesia dan untuk mempertebal perbendaharaan bahasa Indonesia sebagai satu sarana identitas nasional. . dan sikap mental yang lebih sesuai dengan proses pembangunan dan pembaharuan. kondisi fisik dan kecerdasan yang lebih sesuai dengan kebutuhan pembangunan. yang lebih mampu memenuhi kebutuhan pembangunan dan mengakomodasi tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Meningkatkan pembinaan disiplin nasional yang lebih nyata dalam rangka usaha lebih memperkokoh persatuan nasional. Bidang kebudayaan 1.usaha memperkokoh persatuan dan stabilitas nasional yang sehat dan dinamis. Pembinaan bahasa daerah. 3. (2) Meningkatkan usaha-usaha pendidikan dalam rangka usaha meningkatkan mutu manusia Indonesia dengan kadar sikap mental. 2. (1) Membina suatu sistem pendidikan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Meningkatkan usaha-usaha pelayanan dalam rangka pengamanan dan penambahan sarana-sarana yang diperlukan bagi kehidupan keagamaan. Meningkatkan pembinaan bahasa Indonesia secara baik dan benar untuk memperkokoh kesatuan budaya bangsa. tradisi. Meningkatkan usaha-usaha pembinaan kebudayaan nasional sebagai pengejawantahan manusia Indonesia atas dasar norma-norma Pancasila.

Pertahanan dan keamanan negara Indonesia adalah daya upaya rakyat semesta Indonesia dengan TNI dan Polri sebagai intinya dan merupakan salah satu fungsi utama pemerintah dan negara Republik Indonesia didalam rangka menegakkan Ketahanan Nasional dengan tujuan mencapai keamanan bangsa dan negara. f) Bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.d) Bidang Kependudukan. didalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan. Gatra Pertahanan dan Keamanan Negara. Meningkatkan usahausaha mengatasi masalah kependudukan dengan segala implikasinya demi kelestarian kehidupan manusia dan bangsa secara manusiawi disatu pihak. yaitu : fertilitas. a. dan untuk menempatkannya sebagai sumber dan kekuatan Tannas secara kualitatif maupun kuantitatif. serta keamanan perjuangannya. peningkatan usaha-usaha bantuan dan jaminan sosial dalam rangka perwujudan sekuritas sosial dan peningkatan kesejahteraan sosial umumnya. e) Bidang pelayanan sosial. 18. Meningkatkan usahausaha pelayanan sosial seperti peningkatan pelayanan kesehatan dan pemberantasan penyakit. Ketahanan dibidang Hankamneg. Usaha-usaha tersebut. Pertahanan dan Keamanan dilaksanakan dengan menyusun. Meningkatkan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang diarahkan kepada kemampuan sendiri. peningkatan perbaikan gizi. . kemampuan penguasaan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai unsur integral Tannas. Ketahanan dibidang Hankamneg adalah kondisi dinamik bangsa Indonesia yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional. terutama ditujukan pada 3 determina penduduk. mengerahkan dan menggerakan seluruh potensi nasional termasuk kekuatan masyarakat diseluruh bidang kehidupan nasional secara teritegrasikan dan terkoordinasikan. mortalitas dan migrasi. ancaman.

Bangsa Indonesia hanya berperang apabila ternyata tidak terdapat jalan lain untuk menyelesaikan pertikaian. 1) Tujuan Tannas bidang Hankamneg. mengamankan dan menyelematkan perjuangan bangsa Indonesia sesuai dengan kepentingan dan tujuan nasional yang terumuskan dalam UUD 1945. baik dibidang nasional maupun internasional. ekonomi. bangsa Indonesia yang berisi petunjuk tentang bagaimana mengatur dan menyelenggarakan perjuangan rakyat semesta. yang langsung maupun tidak langsung membahayakan pertahanan dan keamanan bangsa dan negara Indonesia berdasarkan Pancasila dan UndangUndang Dasar 1945. Bangsa Indonesia cinta damai dan ingin bersahabat dengan segala bangsa didunia serta tidak menghendaki terjadinya sengketa bersenjata ataupun perang. sehingga didapat kemampuan yang maksimal untuk mengatasi ancaman. Hakekat ketahanan dibidang Hankamneg adalah perjuangan rakyat semesta dalam mana seluruh potensi dan kekuatan ideologi. essensi dan ciri-ciri. pandangan dan faham bangsa Indonesia. tantangan. Bangsa Indonesia menentang penjajahan dalam segala penampilannya dan memihak keadilan dan kebenaran. Falsafah. Falsafah dan pandangan tentang pertahanan keamanan Indonesia tercermin dalam pembukaan UUD 1945 dan batang tubuh UUD 1945.hambatan serta gangguan yang dating dari luar maupun dari dalam. agama dan militer disusun dan dikerahkan secara terpimpin. terkoordinasi dan teritengrasi. Tannas bidang Hankamneg adalah suatu konsepsi didalam pengaturan dan penyelenggaraan pertahanan dan keamanan nasional didalam kehidupan nasional. hambatan dan gangguan (ATHG) dengan tujuan untuk melindungi bangsa dan tumpah darah Indonesia. politik. sehingga dipaksa untuk mengambil tindakan perlawanan demi tegaknya eksistensi negara . substansi. 2) Ciri-ciri. sosial budaya. Oleh karena itu politik pertahanan dan keamanan Indonesia adalah defensif aktif dan preventif aktif.

tantangan. 5) Doktrin Pertahanan dan Keamanan Nasional.kesatuan Indonesia. 4) Wawasan Nusantara. bagi bangsa Indonesia perang adalah perang atas dasar Ideologi dan berdasarkan keadilan dan kebenaran. Doktrin perjuangan bangsa Indonesia dibidang Hankamneg adalah doktrin yang berlandaskan Pancasila dan landasan konstitusional UUD 1945 serta doktrin-doktrin nasional lainnya. maka ini dilakukan semata-mata karena bangsa Indonesia lebih cinta akan kemerdekaannya. Wawasan Nusantara melandasi upaya peningkatan Ketahanan Nasional dan juga ketahanan dibidang Hankam. Walaupun cinta damai akan tetapi bangsa Indonesia bertekad bulat dan bersikap teguh untuk mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatannya terhadap segala bentuk ancaman. gangguan dan serangan dari manapun juga datangnya. maka perwujudan sampai kemenangan akhir tercapai dengan segala daya dan upaya yang sebelumnya telah dipersiapkan. kemerdekaan dan kedaulatan Negara Republik Indonesia serta keutuhan bangsa. Bangsa Indonesia cinta damai karena memahami sepenuhnya. Bagi bangsa Indonesia perang adalah jalan yang terakhir yang terpaksa harus ditempuh untuk mempertahankan ideologi Pancasila. Apabila tekad ini harus berwujud perang. 3) Faham bangsa Indonesia tentang damai dan perang. bahwa penggunaan kekerasan dalam memecahkan masalah sengketa akan selalu menimbulkan malapetaka bagi umat manusia. Wawasan Nusantara yang dianut didalam pertahanan dan keamanan adalah Wawasan Nusantara. hambatan. Oleh karena itu. Karena itu bangsa Indonesia dalam penyelesaian pertikaian baik nasional maupun internasional mengutamakan cara-cara damai. ialah Wawasan Nusantara. Bila bangsa Indonesia terpaksa berperang. Integrasi Hankamneg yang merupakan asas dan pedoman perwujudan sistem pertahanan dan keamanan dengan .

Faktor-faktor yang Mempengaruhi. Sistem Hanta merupakan perpaduan serasi antara Sistem Senjata Teknologi (Sistek) dan Sistem Senjata Sosial (Sissos) bersifat semesta (cq Kewilayahan) dan menyangkut segenap bidang kehidupan bangsa. . Selain berfisik sehat dan terlatih. nasionalisme. diwujudkan dalam moral yang tinggi karena keyakinan akan kebenaran motivasi perjuangan (ideologi/politik). Untuk dapat mempertahankan negara sesuai dengan sifat geografi Indonesia yang berupa Nusantara diperlukan kekuatan Hankamneg yang bermutu. Pelaksanaan Hanneg Indonesia didasarkan atas Sistem Hanneg yang berintikan TNI sebagai komponen utama didukung oleh komponen cadang dan komponen pendukung serta potensi-potensi lainnya seperti potensi ideologi. Sistem Hanta diproses melalui upaya memasyarakatkan dan mengikutsertakan seluruh rakyat dalam upaya bela negara dalam masyarakat bangsa Indonesia. dan sebagainya. Manusia merupakan factor yang sangat menentukan. dan sosial budaya. Geografi. dituntut juga sikap mental dan pengorganisasian yang baik. pengalaman perjuangan dan kondisi serta situasi negara dan bangsa Indonesia. masalah pemantapan wilayah dan masalah partisipasi TNI dan Polri diluar bidang Hankam dirumuskan tersendiri. b. Sistek dan Sissos dikembangkan secara prinsipal dan konsepsional dirumuskan dan disusun atas dasar sumber falsafah hidup bangsa. setiap jengkal tanah dan wilayah perairan di setiap penjuru tanah air.bidang-bidang masalah keamanan dalam negeri. memiliki kemampuan strategis yang memadai sebagai faktor penangkal dengan kemampuannya untuk menguasai dan melindungi setiap titik. mahir dalam melaksanakan operasi-operasi gabungan. Faktor-faktor yang mempengaruhi upaya peningkatan Ketahanan Nasional bidang Hankamneg antara lain: 1. geografi. 6) Sistem Pertahanan Semesta. politik. ekonomi.

Pemerataan penyebaran dalam kepadatan penduduk tidak seimbang. akan tetapi lebih merupakan perimbangan kekuatan yang bersifat polisentris dengan kepentingan-kepentingan nasional bangsa-bangsa yang bersangkutan berupa regionalisme dan koeksistensi yang sangat menonjol. 3) Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Perlu diambil langkah yang konkrit untuk mengurangi lebarnya jurang ketinggalan tersebut. 2. adanya tekanan tekanan internasional yang dalam kelanjutannya dapat berwujud dan berakibat timbulnya konflik-konflik bersenjata. seolah- . rasa solidaritas. Sumber daya makin lama semakin langka. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat cepat di negara-negara maju mengakibatkan ketinggalan dan ketergantungan Indonesia dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. dan kepercayaan diri. sehingga banyak terdapat daerahdaerah strategis yang relatif terlalu jarang dan terlalu padat penduduknya. Kenyataan yang ada menunjukkan bahwa pada hakekatnya pertentangan-pertentangan internasional merupakan refleksi dari kepentingankepentingan nasional masing-masing negara. Dalam upaya dibidang Hankamneg diusahakan peningkatan kemampuan nasional dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Adanya penduduk yang mampu berperan positif dalam pertahanan semesta sangat menentukan karena Ketahanan Hankamneg khususnya merupakan usaha integral rakyat. Kondisi internasional menunjukkan tidak adanya pola-pola perimbangan kekuatan yang tidak lagi didasarkan atas sistem bipolar atau neobipolar. berdaya pemusnahan massal. Kondisi Internasional. jiwa kerja sama dan kebanggaan kesatuan. sedang kebutuhan manusia terus meningkat. 4) Keterbatasan sumber daya dan ketidakpastian masa depan. karena prestasi dan sejarah.patriotisme. Integrasi TNI dan kemanunggalan TNI dengan rakyat merupakan suatu keharusan karena perang bersifat semesta. penelitian dan pengembangan.

maka upaya Hankamneg harus senantiasa diarahkan untuk memperhitungkan apa yang bakal terjadi di masa depan. hakekat tantangan dan Wawasan Nusantara. Berhasil atau gagalnya usaha bangsa Indonesia dibidang Hankamneg akan sangat dipengaruhi oleh adanya kepemimpinan yang kuat. 5) Kepemimpinan dan pengelolaan (Manajemen). baik dari dalam maupun dari luar negara dan kedua mengamankan. Demikian pula kemampuan manajemen pada semua eselon. Berdasarkan landasan politik dan strategi. Dengan demikian diharapkan agar ketidakpastian dapat ditekan serendah-rendahnya dengan perjuangan. Kebijaksanaan dan Strategi 1. maka dirumuskan politik dan strategi dasar Hankamneg yang bertujuan pertama. perhitungan dan kesiagaan untuk menghadapi setiap kemungkinan.olah tidak ada batasnya. untuk menjamin tetap tegaknya dan terlindunginya Negara Kesatuan RI berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dari segala ancaman. . Selanjutnya harus selalu merumuskan jalan dan tindakan apa yang perlu dipilih untuk menghadapi setiap perubahan. c. termasuk kemampuan implementasi perlu ditingkatkan sesuai dengan kepribadian Indonesia. bersih dan berwibawa dan dinamis. Anggaran pertahanan yang sangat terbatas lebih-lebih memerlukan tingkat manajemen yang tinggi. terlebih-lebih pada masamasa darurat dimana kepemimpinan diperlukan untuk dapat menjamin kelangsungan kehidupan nasional yang merdeka dan berdaulat. tujuan-tujuan dan cita-cita perjuangannya yang diwujudkan melalui rangkaian rencana dan pelaksanaan pembangunan nasional. Karena tidak adanya kepastian masa depan. menyelematkan perjuangan bangsa Indonesia guna mencapai segala kepentingan. tantangan dan gangguan. hambatan. Politik dan Strategi Dasar Hankamneg. Oleh karena itu selalu ada penyesuaian antara kebutuhan dengan sumber daya yang ada.

Bebas dan aktif dalam mengusahakan adanya kerjasama internasional dalam rangka perjuangan untuk menghapuskan imperialisme dalam segala bentuk manifestasinya.a) Politik Hankamneg. (2) Preventif aktif : diwujudkan dengan membangun kekuatan Hankamneg yang merupakan kemampuan untuk menangkal. b) Strategi Dasar Hankamneg. ketentraman dan ketertiban didalam negara. perdamaian dan kestabilan regional di Asia Tenggara dengan didasari Ketahanan Nasional yang sepadan dan mendorong terwjudnya Ketahanan Regional. mencegah serta mengatasi gangguan dan ancaman yang mungkin timbul terhadap keamanan. (3) Bebas dan aktif dalam menyelenggarakan kerjasama regional/internasional guna menciptakan kerukunan. . Defensif aktif: diwujudkan dengan membangun kekuatan Hankamneg yang merupakan kemampuan untuk menangkal dan menanggulangi ancaman-ancaman dalam segala bentuk dan manifestasinya dari manapun datangnya. Politik Pertahanan dan Keamanan Negara dapat dirumuskan sebagai berikut : 1. Strategi Dasar Pertahanan da Keamanan Negara dapat dirumuskan sebagai berikut : (1) Membina Ketahanan Nasional disegala kehidupan dan penghidupan bangsa Indonesia dengan antara lain mewujudkan stabilitas dan melaksanakan pembinan dan pembangunan wilayah nasional.

(2) Melindungi jalannya pembangunan nasional guna menjamin tercapainya kepentingan nasional. sesuai dengan fungsi yang diemban oleh TNI. sepadan dengan tugas yang dihadapkan dalam rangka perwujudan Sishanta dan memanfaatkan kemajuan ilmu dan teknologi yang mutakhir yang sedapat mungkin ditunjang oleh industri nasional. Atas dasar itu pola dasar pelaksanaan Hankamneg dapat disimpulkan sebagai berikut : . (3) Membangun kemampuan Pertahanan Semesta dengan meningkatkan kesadaran tanggung jawab. (4) Membangun TNI yang tangguh. (6) Penyusunan kekuatan Hankamneg yang mampu ikut mewujudkan perdamaian dan keamanan regional di Asia Tenggara khususnya dan dunia pada umumnya. khususnya industri Hankam untuk mencari kemungkinan pembuatan loncatan-loncatan kedepan dalam pembangunan. tujuan-tujuan dan sasaran nasional. kemampuan dan kesiagaan warga negara. masyarakat dan bangsa. kewaspadaan. Pola Dasar Pelaksanaan Hankamneg 1) Bangsa Indonesia melaksanakan Hankamneg atas dasar falsafah Pancasila. (5) Memelihara integritas dan kemanunggalan antara komponenkomponen TNI serta kemanunggal-an TNI dan rakyat. d. UUD 1945 dan Wawasan Nusantara. efektif dan efisien dengan kekuatan cadangan yang segera dapat dikembangkan.

keberanian Prajurit dan kehebatan persenjataan dan perlengkapan itu tidak akan mencapai dampak yang diinginkan sesuai dengan kepentingan dan tujuan nasional yang semula diharapkan. wadah atau ruang juang dan sistemnya. Perumusan politik Strategi Hankamneg dilaksanakan kepada kepentingan Tujuan Nasional. dibina dengan pola tingkah laku Pancasila. lintas sektor dan lintas departemen dan selalu memperhitungkan faktor-faktor kondisi. dibekali. Pola pelaksanannya meliputi pembinaan sumber daya manusia. pembinaan dan pendidikan sebagaimana tersebut diatas. 2) Penyelenggaraan upaya dibidang Hankamneg selalu dapat dipolakan sesuai pola pemikiran perumusan Strategi : Pembinaan.a) Semua warganegara berhak dan wajib turut serta dalam pertahanan negara. Diluar TNI dengan usaha penyadaran. 3. baik yang statis maupun dinamis. Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional yang dilaksanakan pada lembagalembaga tertinggi secara seksama dengan memanfaatkan keahlian yang ada dengan pendekatan multidisipliner. b) Kesatuan dibidang Hankamneg sesuai perumusan dalam Wawasan Nusantara yang perwujudannya adalah : Sishanta. Sumpah Prajurit dan perangkat peraturan disamping kepemimpinan dan manajemen yang baik. Dibidang sumber daya manusia yang terdiri atas TNI dan segenap warganegara Indonesia : secara batiniah. sarana. 4) Pembangunan/Pembinaan Sumber Daya Hanneg. kemenangan gemilang dalam pertempuran. Demikian arti pentingnya strategi atau perumusan strategi. yang ketiga-tiganya merupakan bagian yang dapat dibedakan tetapi sulit untuk dipisahkan. maka kepandaian para panglima. Pembangunan Kekuatan dan Penggunaan Kekuatan. dalam peningkatan ketahanan secara lahiriah . sehingga dapat dikatakan. Sapta Marga. bahwa apabila kebijaksanaan dibidang strategi salah.

Umum. Dibidang ruang juang ditingkatkan dengan system pembinaan territorial. Jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi terhadap gatra kekayaan alam. kecerdasan dan keterampilan. Antar Trigatra dan Pancagatra serta antar gatra itu sendiri terdapat hubungan timbal balik yang sangat erat. strategi militer. 19. 5. doktrin. Dibidang prasarana dan bidang Hanneg dilaksanakan dengan modernisasi manajemen pembangunan Hankam yang didukung oleh industri nasional lainnya dan pengadaan melalui usaha penelitian dan pengembangan. Bagaimana kebijaksanaan dan strategi dari gatra penduduk. kemahiran. pola pelaksanaan-nya adalah dengan Sishanta dengan segala aspek kaitan dan ruang lingkupnya yang terus ditingkatkan dengan penggarapan dibidang pengkajian dan pembinaan sistem. Jelaskan apa yang dimaksud dengan indentitas Nasional.ditingkatkan kualitas jasmani. c. Sifat . 5) Dibidang penggunaan kekuatan Hanneg. Evaluasi a. BAB IV KONSEPSI HUBUNGAN ANTAR GATRA 20. Jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi terhadap gatra Hankamneg. Apa yang saudara ketahui tentang mental psikologi dari faktor dinamis. 4. b. taktik teknik dan administrasinya serta latihan-latihan dan uji coba yang senantiasa dilakukan.

Bentuk topografis. Sebaliknya. dimana terdapat saling hubungan erat antara gatra didalam keseluruhan kehidupan nasional.hubungan tersebut saling terkait. Ideologi sebagai falsafah hidup bangsa dan landasan idiil negara. letak geografis serta jenis.Ketahanan Nasional Indonesia hakekatnya bergantung kepada kemampuan bangsa/negara Indonesia didalam mempergunakan aspek alamiahnya sebagai dasar penyelenggaraan kehidupan nasional disegala bidang. melainkan ditentukan oleh struktur konfigurasi aspeknya secara struktur fungsional. Geografi Indonesia sebagai faktor statis maupun dinamis mempengaruhi gatra-gatra lainnya. Penyebaran penduduk erat hubungannya dengan usaha transmigrasi dan pusat-pusat pertumbuhan. Mata pencaharian penduduk dipengaruhi oleh keadaan geografi sekelilingnya serta kekayaan alam yang dikandungnya. saling mengisi dan saling bergantung sehingga : Ketahanan Nasional Indonesia adalah suatu pengertian keseluruhan. Tingkat pengetahuan dan teknologi penduduk serta tingkat kebutuhan untuk pemenuhan hidup.Ketahanan Nasional Indonesia bukan merupakan suatu penjumlahan ketahanan segenap gatranya. Penduduk Indonesia dalam dimensi jumlah. komposisi. Kekayaan alam baru mempunyai manfaat nyata jika telah diolah oleh penduduk yang memiliki kemampuan dan teknologi untuk itu. wawasan dan sikap hidup dan perikehidupan penduduk Indonesia. iklim dan posisi silang memberikan pengaruh pada pandangan hidup. utuh. mutu dan penyebaran kekayaan alam yang dapat dimanfaatkan penduduk akan memberikan tata dan perikehidupan serta pola budaya penduduknya. Kelemahan disalah satu bidang dapat mengakibatkan kelemahan dibidang lain dan mempengaruhi kondisi keseluruhan. 22. menentukan tingkat pemanfaatan serta kelestarian kekayaan alam tersebut. Hubungan antar Gatra dalam Trigatra. penyebaran dan tingkat kenaikan jumlahnya serta mutunya akan berpengaruh pada pemanfaatan kekayaan alam. bernilai penentu didalam memelihara kelangsungan hidup bangsa dan . 21. letak astronomis. Hubungan antar Gatra dalam Pancagatra. Geografis sebagai factor statis juga memberikan kemudahan dan hambatan dan nilai tambah bagi pendayagunaan serta kelestarian sumber alam.

Ketahanan ekonomi berhubungan erat dengan ketahanan dibidang ideologi politik. Karena itu mutlak perlu untuk diamankan terhadap tiap ancaman. Keadaan sosial yang serasi. tanpa budaya dan kepribadian memungkinkan timbul ketegangan sosial yang dapat berkembang menjadi revolusi sosial yang jelas membahayakan Ketahanan Nasional. Kemegahan sosial budaya suatu bangsa biasanya mencerminkan tingkat kesejahteraan nasionalnya. hambatan dan gangguan yang akan merubah atau meniadakan ideologi nasional itu. politik.Karena saling berkaitan. Hubungan antar Trigatra dengan Pancagatra a. Keadaan stabil. berbudaya dan berkepribadian hanya dapat berkembang didalam suasana aman dan damai. Tingkah laku politik seseorang dipengaruhi oleh bermacam hal yang satu dengan lainnya saling berkaitan. maju dan berkembang dibidang ideologi. Ia dipengaruhi oleh tingkat kecerdasan dan kesadaran berpolitik. Situasi politik yang kacau yang memungkinkan terjadinya pertikaian dan pemberontakan merupakan suatu kerawanan yang membahayakan Tannas. Ketahanan pertahanan keamanan memerlukan juga penunjang gatra lain. maka perubahan disalah satu aspek akan mempunyai pengaruh terhadap aspek lain. tingkat kemakmuran ekonomi. ekonomi dan sosial budaya memperkokoh pertahanan keamanan nasional. 23.pencapaian tujuan nasionalnya. baik fisik materi maupun mental kejiwaan. keakraban sosial dan rasa keamanannya.Ketahanan di gatra lain merupakan “deterrent factor” terhadap maksud tersebut. sosial budaya dan pertahanan keamanan yang berfungsi sebagai penunjang. ketaatan beragama. Ketahanan nasional hakekatnya bergantung kepada kemampuan bangsa/negara didalam mempergunakan aspek . Sebaliknya dapat dikatakan bahwa tanpa pertahanan keamanan nasional yang memadai Tannas kita akan menjadi lemah. stabil dinamis. Keadaan sosial yang timpang dengan segala kontradiksi. Sebaliknya keadaan ekonomi stabil dan maju menjangkau stabilitas dan peningkatan dibidang lain. sebaliknya keadaan politik stabil dan dinamis memungkinkan pembangunan disegala bidang dan memberikan rasa aman serta memperkokoh Tannas.

d. Kemajuan dalam salah satu aspek sebagai akibat pembangunan akan memberikan pengaruh yang negatif. Jelaskan hubungan antar Trigatra dengan Pancagtra ? . Karena Ketahanan Nasional Indonesia merupakan pengertian keutuhan hubungan antar gatra dalam kehidupan nasional. Evaluasi 1. Ketahanan nasional bukan merupakan suatu penjumlahan ketahanan segenap gatranya. Ketahanan Nasional adalah suatu pengertian holistik dimana terdapat saling hubungan erat antara gatra didalam keseluruhan kehidupan nasional. maka usaha untuk peningkatan Ketahanan Nasional Indonesia melalui usaha pembangunan nasional secara berencana harus menjamin adanya pertumbuhan yang seimbang dan konfigurasi dari delapan aspek (gatra) dalam kehidupan nasional. Masing-masing gatra saling terkait secara integrative. Jelaskan hubungan antar gatra dalam Trigatra ? 2.alamiahnya sebagai dasar penyelenggaraan kehidupan nasional disegala bidang. c. Kelemahan disalah satu bidang dapat mengakibatkan kelemahan bidang lain dan mempengaruhi kondisi keseluruhan. Hubungan antar gatra. b. 24. saling mengisi dan saling bergantung dalam menciptakan Ketahanan Nasional. melainkan ditentukan oleh struktur atau konfigurasi aspek-aspek secara structural fungsional (resultante). Jelaskan hubungan antar gatra dalam Pancagatra ? 3. 25. apabila tidak diikuti oleh aspek-aspek yang lain.

Oleh Karena itu diperlukan apresiasi tepat tentang kekuatan dan kelemahan kondisi Ketahanan Nasionalnya. sehingga lambat laun dapat diperoleh suatu kekuatan nasional yang serasi dan seimbang. Karena negara Indonesia merupakan bekas daerah jajahan. Ketahanan Nasional Indonesia dikembangkan berdasar suatu sikap mental percaya pada diri sendiri. Segi kuat hendaknya dijadikan pancangan kaki dan dimanfaatkan seoptimal mungkin dengan memberikan kesempatan kepada segi yang lemah untuk diperbaiki dan diperkuat. dilaksanakan secara realistik dan pragmatis. Banyak negara terutama negara berkembang terpaksa membangun didalam ketimpangan Ketahanan Nasionalnya dan berasas mencapai suatu pertumbuhan yang seimbang melalui pertumbuhan yang timpang. . Bangsa Indonesia beruntung mempunyai kekuatan dan kemampuan yang sama didalam semua bidang kehidupan nasionalnya. bahwa ia dapat mengurus dan mengatur rumah tangganya sendiri dengan baik dan tidak bergantung kepada bantuan dari luar. Bangsa Indonesia yang merdeka dan berdaulat. Politik dan strategi nasional yang bijaksana akan memperhatikan dan berpijak pada kondisi dan situasi Ketahanan Nasional Indonesia yang riil. Perwujudan dan peningkatan Ketahanan Nasional Indonesia yang berlandaskan Pancasila dan Wawasan Nusantara. harus percaya dan yakin. 27.BAB V POLA UMUM OPERASIONAL TANNAS INDONESIA 26. tanpa menjerumuskan diri kedalam fanatisme dan nasionalisme yang sempit. maka masih terdapat kelompok masyarakat yang bermental kolonial dan memiliki rasa ketergantungan kepada bekas penjajahnya. Perwujudan dan Peningkatan Tahnas. sesuai dengan kemampuan dan keterbatasan yang ada. Sikap mental demikian harus secara sadar di kikis habis dan sebagai gantinya harus ditumbuhkan suatu sikap mental yang berkepercayaan pada diri sendiri yang patriotik dan nasionalistis. Dasar Pengembangan Tahnas. Andaikata diperlukan bantuan maka hal tersebut bersifat komplementer. sehingga memungkinkan suatu pertumbuhan yang seimbang.

serta perjuangan mengejar cita-cita/tujuan nasionalnya. Berhasilnya Pembangunan Nasional akan meningkatkan Ketahanan Nasional. baik dari luar maupun dari dalam. Hubungan Ketahanan Nasional dengan Pembangunan Nasional. Evaluasi 1. perlu dipupuk terus menerus Ketahanan Nasional yang meliputi segala aspek kehidupan bangsa dan negara. Dan untuk tetap memungkinkan berjalannya pembangunan nasional yang selalu harus menuju ketujuan yang ingin dicapai dan agar dapat secara efektif dielakkan tantangantantangan.28. hambatan dan gangguan yang timbul. Apa yang dijadikan hal utama dalam perwujudan dan peningkatan Ketahanan Nasional ? 2. Setiap usaha pembangunan yang serba multi sektoral yang menyentuh seluruh aspek kehidupan nasional akan selalu dapat diarahkan dan selalu berada dalam pola integral komprehensif. serta dilain pihak usaha untuk mencapai . Bagaimana sikap mental bangsa Indonesia dalam mengembangkan dan meningkatkan Ketahanan Nasional ? BAB VI KETAHANAN NASIONAL DAN PEMBANGUNAN NASIONAL INDONESIA 29. Konsepsi Ketahanan Nasional dalam rangka Pembangunan Nasional. ancaman. Jadi antara pembangunan nasional dan Ketahanan Nasional terdapat hubungan timbal balik dimana Pembangunan Nasional sebagai input (masukan) dan Ketahanan Nasional sebagai output (luaran) dari upaya bangsa dan negara untuk menjamin eksistensi dan kelangsungan hidupnya. Selanjutnya Ketahanan Nasional yang tangguh akan lebih mendorong lagi pembangunan nasional. dalam usaha mencapai tingkat keamanan untuk dapat menjamin eksistensi dan kelangsungan hidup. untuk disatu pihak. 30.

Pembangunan yang perencanaannya disusun berdasarkan apresiasi yang tepat tentang kondisi riil bangsa dan negara. Jadi pembangunan nasional dapat menjadi sarana meningkatkan Ketahanan Nasional manakala pembangunan nasional berjalan sesuai dengan arah pedoman yang digariskan pola dasar itu.Pembangunan Nasional dalam rangka konsepsi Ketahanan Nasional adalah : a. 31.tingkat kesejahteraan menuju kejayaan bangsa dan negaranya berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Pembangunan yang menjamin keseimbangan dan keserasian keamanan dan kesejahteraan materiil dan spiritual demi kelangsungan hidup dan menuju kejayaan bangsa dan negara Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. ulet dan tangguh dengan . 2. serta selalu berorientasi pada pencapaian sasaran tertentu dalam kurun waktu tertentu pula sebagai bagian dari usaha pencapaian tujuan nasional seperti yang terdapat pada pembukaan UUD 1945. yang menjamin keseimbangan dan konfigurasi dari delapan aspek (Astagatra) kehidupan nasional. Pembangunan Nasional dalam rangka konsepsi Ketahanan Nasional pada hakekatnya merupakan pengaturan dan penyelenggaraan hubungan interaksi dan interdepensi yang seimbang dan serasi antara gatra menuju sasaran yang diinginkan yaitu perubahan fisik. Pembangunan yang didasarkan pada sikap mental percaya pada diri sendiri. kebijaksanaan dan strateginya bersifat utuh menyeluruh/manunggal. Pembangunan yang pola dasarnya. 3. Pembangunan Nasional dalam Rangka Konsepsi Ketahanan Nasional. sikap mental (pembaharuan) dan cara berpikir (modernisasi) yang menjamin adanya rasa keamanan dan rasa kesejahteraan secara adil dan merata bagi seluruh rakyat berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. 4. hakekat tantangan dan ancaman yang dihadapi.

mendahulukan sifat-sifat kerakyatan. berbangsa dan bernegara yang semakin meningkat. 32. religius dan kekeluargaan dalam satu kesatuan/integrasi nasional. Bagaimana kaitannya antara Ketahanan Nasional dengan pembangunan nasional Indonesia ? 2. ooo000ooo POLSTRAHANKAMNAS . Evaluasi 1. Jelaskan yang saudara ketahui tentang pembangunan nasional dalam rangka konsepsi Ketahanan Nasional ? BAB VIII PENUTUP 33. Demikian bahan ajaran Tannas ini disusun dengan harapan dapat dijadikan landasan dalam memandang masa depan serta dapat ditangkap nilai-nilai berharga guna pelaksanaan kehidupan bermasyarakat.

Membina kekuatan hankam yang menyatu dengan rakyat .Kedaulatan dan Kemerdekaan . Tujuan Hankamnas Menjaga tetap tegaknya keberadaan bangsa – negara Tugas Pokok Hankamnas Membina ketahanan hankam dalam rangka tanas.A.Fungsi pemerintahan negara . Dasar Politik Hankamnas Pertahanan : Defensif Aktif.Kepentingan Nasional . tidak represif . PENGANTAR Arti Hankamnas . dan Keamanan (dalam) . PEMBANGUNAN DAN PENGGUNAAN KEKUATAN HANKAMNAS A.Ideologi Negara .Mewujudkan wilayah negara sebagai satu kesatuan hankam 5. STRATEGI HANKAMNAS D.Hasil Bangsa Nasional 4.Membina kesadaran membela negara .Meliputi pertahanan (luar). POLITIK HANKAMNAS C. tidak ofensif Keamanan : Preventif Aktif. dengan mengamankan: . Fungsi Hankamnas .Melibatkan militer dan rakyat 2. PENGANTAR B.

Jangkauan jauh ke depan : perlu perkiraan intelejen & asumsi-asumsi .Persatuan-Kesatuan (Wanus) . bukan Hankam) Menciptakan Tanreg (Ketahanan Regional) 4. Perumusan Politik Hankamnas .sama (samenvallen) dengan politik nasional .Bersandar pada kemampuan sendiri .Perdamaian dunia 3.Waktu harus jatuh . Politik Hankamnas 1. Pengertian Pernyataan cita-cita bangsa negara tentang pembinaan secara total dari potensi hankam untuk mencapai tujuan hankam dalam rangka Tunas 2.Jaminan terhadap ketidakpastian . Prinsip Penuntun .Perumusan konkrit berdasarkan kenyataan nyata Perumusan konkrit berdasarkan kemampuan nyata . Hakikat Hankamnas Keterlibatan rakyat (Perlawanan Rakyat Semesta) dalam menghadapi & mengatasi segala macam dan bentuk ancaman. baik dari luar maupun dari dalam negeri B. Kebijakan Hankamnas Mencegah perang melalui upaya politik Mengembangkan penangkalan melalui siskamnas Mengembangkan kerjasama regional secara fungsional (Kamhan.Politik bebas aktif .Keterlibatan rakyat (Siskamnas) .6.

Pengembangan. dan siap sewaktu-waktu dibutuhkan untuk keamanan Manajeman hankam Pemanfaatan peluang D. serta meniadakan kerawanan yang ada. membangun Ancaman Langsung : menakuti dengan peringatan lisan / gerakan yang dibarengi tindakan preventif POLITIK DAN STRATEGI NASIONAL Desember 1. tidak dapat mencapai maksud dan tujuan-nya). Penggunaan Hankamnas Pola dasar (diarahkan ke dalam negeri) dengan : Persuasi (Edukasi) : kerjasama. 11:26 pm Filed under: esensial . dan Teknologi Militer masuk barak. Pembangunan dan Penggunaan Hankamnas Pembangunan Hankamnas : Menciptakan Daya tangkal (Kekuatan yang memberi keyakinan pada pihak yang mempunyai maksud tidak baik dan melakukan agresi dengan cara apapun. Srategi Hankamnas Arti Langkah-langkah pembangunan & penggunaan kekuatan dan sarana hankamnas dalam rangka pelaksanaan Politik hankamnas Tujuan Mewujudkan daya tangkal terhadap gangguan keamanan dalam negeri dan ancaman luar negeri dengan membangun kekuatan hankam. 3.C. Pedoman Pembuatan Renstra Hankam Prinsip ekonomi dan prioritas Mencukupi kebutuhan sendiri Dislokasi kekuatan Berdasar peraturan perundangan Penelitian. 2007.

baik lintas sektor maupun lintas disiplin Memperhatikan dimensi ruang dan waktu. keadaan. Secara umum politik mempunyai dua arti. 3. tata administrasi negara (TAN). Gran strategy dilaksanakan melalui bidang ilmu politik. Untuk melaksanakan tujuan itu diperlukan kebijakan-kebijakan umum (public policies) yang menyangkut pengaturan dan pembagian atau alokasi dari sumber-sumber yang ada. sosial budaya. cara atau alat yag akan digunakan untuk mencapai tujuan. Politik (etimologis) adalah segala sesuatu yag berkaitan dengan urusan yang menyangkut kepentingan dari sekelompok masyarakat (negara). tata politik nasional (TPN). jalan. pencapaian kondisi yang lebih baik di masa mendatang. dan pers. Wawasan strategi harus mengacu pada tiga hal penting. Pemikiran strategis adalah kegiatan yang dilakukan dalam rangka mengantisipasi perkembangan keadaan lingkungan yang dapat mempengaruhi bahkan mengganggu pelaksanaan strategi nasional. Dalam ketatanegaraan Indonesia. mampu membuat desain yang tepat. Untuk penyelenggaraan TPKB diperlukan proses arus masuk yang dimulai dari TKM lewat TPN. Aspirasi dari TKM yang berintikan kepentingan rakyat dapat berasal dari rakyat (individu/ormas). Politik dalam arti politics adalah rangkaian asas/prinsip. pengaturan. organisasi kepentingan. Agar perencanaan pelaksanaan politik dan strategi dapat berjalan dengan baik maka harus dirumuskan dan dilakukan pemikiran-pemikiran strategis yang akan digunakan. cara bertindak yang ditempuh. sedangkan pendekatan waktu sangat fluktuatif terhadap perubahan dan ketidakpastian kondisi yang berkembang sehingga strategi tersebut dapat bersifat temporer dan kontemporer 5. Dalam perkembangannya istilah strategi condong ke militer sehingga ada tiga pengertian strategi : Strategi militer yang sering disebut sebagai strategi murni yaitu penggunaan kekauatan militer untuk tujuan perang militer Strategi besar (grand strategy) yaitu suatu strategi yang mencakup strategi militer dan strategi nonmiliter sebagai usaha dalam pencapaian tujuan perang Strategi nasional yaitu strategi yang mencakup strategi besar dan di orientasikan pada upaya optimlaisasi pelaksanaan pembangunan dan kesejahteraan bangsa 2. dan pelayanan yang diperlukan dalam rangka mewujudkan cita-cita bangsa Bangsa Indonesia sebagai pemilik negara berperan untuk menentukan sistem nilai dan arah/ kebijaksanaan negara yang digunakan sebagai landasan dan pedoman bagi penyelenggaraan fungsi-fungsi negara Pemerintah sebagai unsur manajer atau penguasa berperan dalam penyelenggaraan fungsi-fungsi pemerintahan umum dan pembangunan ke arah cita-cita bangsa dan kelangsungan serta pertumbuhan negara Masyarakat sebagai unsur penunjang dan pemakai berperan sebagai kontributor. Itulah alasan mengapa kita harus mampu mendahului dan mengestimasi permasalahan yang akan timbul. dan tata laksana pemerintahan (TLP). unsur-unsur utama sistem keamanan nasional tersusun atas empat tatanan yaitu : tata kehidupan masyarakat (TKM). sistem keamanan nasional berpusat pada suatu rangkaian tata pengambilan keputusan berwenang (TPKB) yang terjadi pada tatanan dalam (TAN dan TLP). pendekatan ruang dilakukan karena strategi akan berhasil bila didukung oleh lingkungan sosial budaya dimana strategi dan manajemen tersebut di operasionalkan. analisis kemampuanh yang dimiliki dan pengaruhnya. penerima. dan menggunakan teknologi masa depan Terpadu komprehensif integral. Sedangkan politik dalam arti policy adalah penggunaan pertimbangan tertentu yang dapat menjamin terlaksananya usaha untuk mewujudkan keinginan atau citacita yang dikehendaki. Juga dilakukan Perkiraan Strategi yaitu suatu analisis terhadap berbagai kemungkinan perkembangan keadaan dan lingkungan. unsur-unsur uatama sistem keamanan nasional adalah sebagai berikut : Negara sebagai organisasi kekuasaan yang mempunyai hak dan peranan terhadap pemilikan. Dapat disimpulkan bahwa politik adalah bermacam-macam kegiatan yang menyangkut proses penentuan tujuan-tujuan dari sistem negara dan upaya-upaya dalam mewujudkan tujuan itu. Secara proses. pengembangan sasaran alternatif. 4.54 Votes . parpol. serta batas waktu berlakunya penilaian terhadap pelaksanaan strategi. Indonesia menuangkan politik nasionalnya dalam bentuk GBHN karena GBHN yang merupakan kepanjangan dari Garis-garis Besar Haluan Negara adalah haluan negara tentang penyelenggaraan negara dalam garis-garis besar sebagai pernyataan kehendak rakyat secara menyeluruh dan terpadu di tetapkan oleh MPR untuk lima tahun guna mewujudkan kesejahteraan rakyat yang berkeadilan. di antaranya adalah : Melihat jauh ke depan. sedangkan TAN dan TLP merupakan tatanan dalam (inner setting) dari sistem keamanan nasional. pengambilan keputusan (decisionmaking) mengenai seleksi antara beberapa alternatif dan penyusunan skala prioritas dari tujuan-tujuan yang telah ditentukan. umumnya dilakukan Telaah Strategi atau suatu kajian terhadap pelaksanaan strategi yang akan dilaksanakan dengan selalu memperhatikan berbagai kecenderungan. pertahanan dan keamanan. Rangkaian kegiatan dalam TPKB menghasilkan berbagai keputusan yang tehimpun dalam proses arus keluar berupa berbagai kebijakan yang . yaitu poplituik dalam arti kepentingan umum (politics) dan politik dalam arti kebijakan (policy). dan konsumen bagi berbagai hasil kegiatan penyelenggaraan fungsi pemerintahan Dilihat secara strukutural. kelompok penekan. strategi dijadikan kajian dari konsep yang mencakup permasalahan yang memerlukan pemecahan secara utuh menyeluruh. TKM dan TPN merupakan tatanan luar (outer setting).

Sesuai dengan UU Nomor 25 Tahun 1999 bahwa perimbangan keuangan pusat dan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi fiskal mengandung pengertian bahwa kepada daerah diberikan kewenangan untuk memanfaatkan sumber keuangan sendiri dan didukung dengan perimbangan keuangan antara pusat dan daerah.dll. Dalam melaksanakan tugasnya Presiden dibantu oleh lembaga-lembaga tinggi negara lainnya serta dewandewan yang merupakan badan koordinatif. 8. maka kewenangan pemerintah pusat dibatasi. Di tingkat infrastruktur. Dalam konteks ini maka untuk tercapainya suatu strategi pertahanan idaman maka juga diperlukan peranti yang tepat guna melakukan proses pembinaan rakyat sebagai unsur utama strategi nasional pertahanan. seperti Dewan Stabilitas Ekonomi. Sebagai konsekuensinya. pembiayaan penyelenggaraan pemerintahan dalam rangka tugas pembantuan dilakukan atas beban anggaran tingkat pemerintahan yang menugaskan. telah memberikan dua bentuk otonomi kepada dua daerah. penyusunan politik dan strategi nasional merupakan sasaran yang hendak dicapai oleh rakyat Indonesia dalam rangka pelaksanaan strategi nasional yang meliputi bidang hukum. Tujuan dan Sasaran Tujuan : • ○ 1.dituangkan ke dalam berbagai bentuk peraturan perundngan sesuai dengan sifat permasalahan dan klasifikasi kebijakan serta instansi atau pejabat yang mengeluarkan. Mekanisme penyususunan politik dan strategi nasional di tingkat suprastruktur politik diatur oleh Presiden/ Mandatris MPR. Dewan Pertahanan Keamanan Nasional. Peranan masyarakat dalam turut mengontrol jalannya politik dan strategi nasional yang telah ditetapkan oleh MPR maupun yang dilaksanakan oleh Presiden/Mandataris sangat besar. Jika politik nasional ditetapkan oleh Presiden/Mandataris MPR. maka penyelenggaraan negara harus mengambil langkah-langkah untuk melakukan pembinaan terhadap semua lapisan masyarakat dengan mencantumkan apa yang menjadi keinginan rakyat Indonesia sebagai sasaran sektoralnya. yaitu UU Nomor 5 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Pemerintahan Di Daerah dan UU Nomor 5 tahun 1979 tentang Pemerintahan Desa. maka pengaturan pembiayaan daerah dilakukan berdasarkan asas penyelenggaraan pemerintahan. pembiayaan penyelenggaraan pemerintahan dalam rangka pelaksanaan asas dekonsentrasi dilakukan atas beban APBN. Terwujudnya suatu pertahanan nasional yang menitikberatkan pada pendayagunaan rakyat sebagai unsur utama pertahanan dengan koordinasi yang sinergis antara seluruh . kemudian menyusun program kabinet dan memilih para menteri yang akan melaksanakan program kabinet tersebut. Konsep utama strategi pertahanan adalah melakukan pembinaan dari rakyat sebagai unsur utama dari entitas bangsa tersebut. Program kabinet dapat dipandang sebagai dokumen resmi yang memuat politik nasional yang digariskan oleh presiden. Selanjutnya proses penyusunan politik dan strategi nasional ditingkat ini dilakukan setelah presiden menerima GBHN. Sejalan dengan kebijakan tersebut. yaitu otonomi luas kepada daerah kabupaten/kota. sosial budaya. Strategi Pertahanan Dan Keamanan Strategi pertahanan yang dibahas disini akan bertolak dari hal hal yang berkaitan dengan pemanfaatan maksimal dari seluruh sumber daya yang dimiliki oleh negara RI dalam mengantisipasi segala ancaman yang membahayakan entitas nasional bangsa Indonesia. selanjutnya di salurkan ke TPN dan TKM. Pembiayaan penyelenggaraan pemerintahan berdasarkan asas desentralisasi dilakukan atas beban APBD. Kebijakan perimbangan keuangan antara pusat dan daerah dilakukan dengan mengikuti pembagian kewenangan atau money follows function. 6. dan otonomi terbatas kepada daerah provinsi. Hal ini berarti bahwa hubungan keuangan antara pusat dan daerah perlu diberikan pengaturan sedemikian rupa sehingga kebutuhan pengeluaran yang akan menjadi tanggung jawab daerah dapat dibiayai dari sumber-sumber penerimaan yang ada. maka strategi nasional dilaksanakan oleh para menteri dan pimpinan lembaga pemerintah nondepartemen sesuai dengan bidangnya atas petunjuk presiden. Lahirnya UU Nomor 22 Tahun 1999 sebagai salah satu wujud politik dan strategi nasional. 7. Lahirnya UU Nomor 22 Tahun 1999 secara legal formal menggantikan dua UU sebelumnya. dan pertahanan keamanan. Sesuai dengan kebijakan politik nasional. politik.

laut dan udara. Pada era informasi saat ini pengadaan badan intelijen yang berkemampuan seperti di atas sudah merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditawar lagi. . pendidikan pentingnya kesadaran bela negara mulai dari SD hingga PTN. Badan intelijen ini akan berfungsi untuk pendukung pengadaan data yang akurat guna pelaksanaan operasi operasi pertahanan baik yang akan dilakukan oleh unsur pertahanan inti maupun teritorial atau gabungan keduanya. prasarana dan fasilitas mau pun kemampuan pertahanan. asal dan tujuannya dari ancaman-ancaman tersebut harus dibina dan ditanamkan pada seluruh rakyat.unsur pertahanan dan unsur intelijen serta didukung oleh kemandirian seluruh sistim sarana. Mengajak rakyat untuk ikut giat dalam formasi pertahanan itu sendiri dalam arti yang sebenarnya. yakni matra darat sedangkan unsur pertahanan inti akan memiliki tiga matra yakni darat. Di sini diusulkan untuk dibentuk dua jenis unsur pertahanan. dikoordinir oleh pimpinan yang profesional dengan data intelijen yang akurat dan komprehensif dan didukung oleh peralatan yang cukup memadai yang di produksi di dalam negeri sejalan dengan makin maju dan mandirinya industri pertahanan dalam negeri. Sesuai dengan penjelasan di atas bahwa pembinaan dan pendayagunaan rakyat adalah unsur utama dalam pertahanan RI. Pembentukan dan pengorganisasian badan intelijen yang memadai dan ber redundansi tinggi. 1. Badan intelijen ini harus dipisahkan secara organisasi dari unsur-unsur pertahanan di atas akan tetapi harus diberikan mekanisme yang sedemikian sehingga bisa menjalankan tugasnya sebagai unsur pengadaan data pengedali operasi secara terintegrasi dalam sistim nasional pertahanan. Adanya suatu bentuk kerjasama regional dalam bidang ekonomi maupun sosial dan kebudayaan yang mengarah pada konvergensi positif di bidang pertahanan nasional RI. Terciptanya suasana yang kondusif di wilayah regional untuk terwujudnya tujuan tersebut. Hakekat ancaman keberadaan bangsa dan potensi-potensi ancaman tersebut khususnya bentuk. Yang ke-dua adalah unsur pertahanan teritorial (territorial defence entity) yang personilnya adalah rakyat yang berdinas secara periodik dan bersifat wajib dengan pembiayaan di serahkan pada pemerintah daerah. unsur pertahanan teritorial sesuai dengan namanya hanya akan mencakup satu matra. Ada pun secara kematraan. Konsep Strategi Pertahanan RI Dalam uraian ini dibahas konsep pertahanan nasional RI. 2. Yang pertama adalah unsur pertahanan inti (central core-defence entity) yang berupa tentara profesional dan digaji pemerintah pusat dengan segala sarana dan prasarana pendukungnya. 3. TV. Terbentuknya unsur pertahanan nasional yang diawaki oleh rakyat yang telah sadar akan nilai-nilai bela negara. Kedua unsur pertahanan ini harus di koordinir dalam suatu format komando gabungan yang diatur secara sinergi antara pemerintah pusat dengan daerah. 2. Penumbuhan kesadaran rakyat dalam konteks pertahanan nasional. Hal ini bisa dicapai dengan penyuluhan lewat media-media pekabaran dan penerangan langsung lewat siaran radio. maka sistematis pertahanan RI harus disusun dalam urutan sebagai berikut. Sasaran : • ○ 1. 2.

Pengadaan latihan bersama juga bisa dilakukan dengan intensif. maka bisa juga seluruh proses dilakukan sejajar. Gugus kapal antikapal permukaan. Postur kekuatan laut akan terdiri dari: • ○ ○ ○ Armada Penghancur yang terdiri dari : Gugus (eskader) kapal antipesawat. Armada Pengangkut akan berkekuatan gugus kapal pengangkut pasukan berbagai jenis yang berfungsi mengangkut pasukan dan peralatan tempur ke titi-titik konflik. Jika keuangan memungkinkan. . Kekuatan laut juga harus dilengkapi dengan sejumlah kapal pengangkut pasukan dalam jumlah yang memadai untuk mendukung kelancaran operasi amfibi. Di sini konsep penghancuran kekuatan musuh akan dipusatkan pada konteks pertahanan pantai dalam artian empasisnya tetap pada proyeksi kekuatan yang terbatas. Peringkat pertama adalah kebutuhan pembentukan unit infanteri (contoh: seragam dinas. yang dapat mencegah konflik yang bisa berakibat negatif pada sistim nasional pertahanan RI. swasta dan universitas untuk alih teknologi pembuatan perangkat militer tersebut. Khususnya perlengkapan militer yang harus di usahakan untuk di buat sendiri di dalam negeri. pengadaan jeep dan truk). Dalam keadaan perang kekuatan laut kita sedapat mungkin memiliki kemampuan untuk menahan serbuan musuh di laut dan jika perlu harus sanggup menumpas kekuatan musuh sebelum mendarat ke pantai pantai RI. Gugus kapal antikapal selam dan kemampuan bombardemen pantai dan Gugus Bawah Air. Untuk pelaksanaan tugas tersebut dibutuhkan armada kapal perang dari kategori fregat dan perusak didukung oleh sejumlah besar kapal selam pantai dan kapal penyerang cepat. Kemandirian kemampuan sarana dan prasarana pertahanan. Postur Pertahanan RI. radio taraf regu dan kompi. industri dan kebudayaan.4. senjata serbu. khususnya di wilayah regional (ASEAN) dalam konteks ekonomi. Kekuatan Laut Fungsi utama kekuatan laut pada masa damai adalah mengamankan wilayah samudra serta menciptakan suasana keamanan yang kondusif untuk kegiatan ekonomi. Dalam melaksanakan tugas tersebut kekuatan udara akan memberikan dukungan penuh pada kekuatan laut. Mulai dari yang sederhana seperti seragam dinas sampai alat-alat berat. Pencapaian tujuan ini bisa dilakukan dengan mulai membeli lisensi pembuatan perangkat militer dilanjutkan dengan kegiatan penelitian dan pengembangan dengan melibatkan kerjasama unsurunsur pemerintah. antipesawat. Meningkatkan persahabatan dengan negara negara tetangga. Selanjutnya bisa diteruskan ke pembuatan perangkat militer yang lain. Armada Pengawal bertugas mengawal gugus kapal pengangkut pasukan dan gugus ini berkekuatan Gugus kapal-kapal penyerang cepat yang harus dilengkapi dengan peluru peluru kendali. perdagangan. antikapal dan antikapal selam. 5. Dengan semikian akan tercapai suatu sikap saling mengerti. Dalam konteks ini harus dibuat urutan peringkat.

penyebar ranjau. Kekuatan Udara Pada masa damai kekuatan udara akan berfungsi utama untuk mengamankan wilayah udara serta ikut memonitor wilayah lautan. masing-masing Skadron berkekuatan 4 – 6 kapal dengan fungsi yang sama. Pada masa perang. Akan tetapi pasukan darat AL atau Korps Marinir yang besar dan berkemampuan ofensif tidak lagi diperlukan. Kecuali helikopter yang mendukung operasi maritim secara taktis dan berpangkalan di atas kapal kapal perang utama maupun pendukung. Unsur ‘pasukan darat’ untuk fungsi ofensif ini dengan seluruh matra perlengkapannya akan diambil alih oleh kekuatan darat inti yang mana pasukan pasukan nya sudah dilatih dengan kualifikasi amfibi. penyigi hidrografi. Adapun kompartemen kekuatan udara meliputi: Komando Udara Taktis .○ Dan formasi terakhir adalah Armada Pendukung yang terdiri dari Gugus kapal penyapu ranjau. Jadi di sini fungsi kekuatan udara sangat taktis dan tidak dimaksudkan untuk memiliki potensi proyeksi kekuatan yang besar. kapal rumah sakit dan kapal tanker. Juga untuk pengamanan pelabuhan dan fasilitas AL bisa diambil alih oleh pasukan darat teritorial di provinsi provinsi pantai. Kekuatan laut masih bisa memiliki formasi kecil kekuatan ‘darat’ berupa sejumlah unit infanteri ringan dengan kapasitas terbatas yang bisa dibawa ikut berlayar dan Polisi Militer Angkatan Laut. Setiap Gugus (eskader) akan berkekuatan minimum 3 Skadron maksimum 5 Skadron. kekuatan laut tidak akan dilengkapi dengan pesawat jenis lain. kekuatan udara akan berfungsi untuk menghancurkan musuh di laut dalam rangka membantu kekuatan laut. Demikian juga untuk tugas tugas militer yang bersifat ‘darat’. Seluruh kemampuan serang udara maritim yang lebih besar kapasitasnya dari kemampuan helikopter tersebut akan diambil alih oleh kekuatan udara. Kekuatan udara juga berfungsi sebagai sarana angkutan gerak cepat ke titik-titik konflik di seluruh wilayah nasional. berkoordinasi dengan kekuatan laut. Dengan demikian Markas Besar Angkatan Laut hanya akan terbatas pada penanganan kapal-kapal perang dan operasi laut. Armada penghancur dan pengawal pada masa damai bisa bertugas untuk berpatroli mengamankan perairan nasional.

Komando ini berkekuatan Wing Sergap, Wing Pemburu dan Wing Penyerang. Seluruhnya terbatas pada fungsi operasi udara taktis. Wing Sergap akan berfungsi sebagai unsur patroli udara dan penanganan unsur asing yang memasuki wilayah dirgantara nasional tanpa ijin. Wing Pemburu akan berfungsi untuk menghadapi pesawat lawan dalam keadaan perang udara. Wing Penyerang akan berfungsi untuk mendukung operasi darat dan menghancurkan garis belakang lawan dalam suasana perang. Komando Udara Maritim Kekekuatan ini terdiri dari Wing Patroli Maritim dan Wing Serang Maritim. Wing Patroli Maritim berkoordinasi dengan kekuatan laut akan memonitor seluruh wilayah perairan nasional. Adapun Wing Serang Maritim akan berfungsi untuk menghancurkan sasaran di permukaan mau pun bawah laut yang tentunya dalam menjalankan tugasnya berkoordinasi penuh dengan kekuatan laut. Komando Udara Pengangkut Komando ini berfungsi untuk mengangkut pasukan darat inti ke lokasi lokasi konflik dengan mebawa seluruh peralatannya. Dalam kasus bencana alam juga bisa dimobilisir untuk mebantu pasukan darat teritorial. Jajaran terbesar dalam kekuatan udara adalah Wing, sesuai dengan doktrin kita yang bersifat taktis. Setiap Wing akan berkekuatan minimum 3 Skadron Terbang dengan didampingi 1 Skadron Teknik atau kekuatan maksimum 5 Skadron Terbang dengan 1 Skadron Teknik. Setiap Komando Udara akan berkekuatan antara 3 sampai 4 Wing. Beberapa Skadron di jajaran Wing Penyerang (yang bertugas mendukung operasi darat) juga harus di lengkapi dengan helikopter tempur juga Wing Angkut harus memiliki helikopter angkut yang memadai. Demikian juga beberapa Skadron di jajaran Komando Udara Maritim harus diperlengkapi dengan helikopter antikapal selam dan helikopter antikapal dalam jumlah yang cukup. Unsur pertahanan udara pasif seperti jaringan radar (radar network) dengan peluru kendali mau pun meriam antipesawat seluruhnya ada di bawah komando kekuatan darat. Pengamanan dan Pengendalian pangkalan udara akan diambil alih oleh kekuatan darat teritorial yang di wilayah wewenangnya ada pangkalan

udara militer. Untuk tugas ini maka kekuatan darat tersebut akan dibekali dengan kualifikasi yang diperlukan. Demikian juga tugas ofensif ‘darat’ dari kekuatan udara untuk fungsi fungsi yang khas operasi udara akan dilakukan oleh pasukan darat inti yang telah memiliki kualifikasi lintas udara, terjun payung, SAR Tempur, Pengendalian Tempur dan kualifikasi lain yang diperlukan. Dengan demikian unit pasukan ‘darat’ kekuatan udara bisa dihilangkan. Kekuatan ‘darat’ kekuatan udara hanya terbatas pada Polisi Militer Angkatan Udara. Markas Besar Angkatan Udara, nantinya hanya terbatas pada pengurusan seluruh aktivitas operasi/operasi militer di udara dengan menggunakan matra udara murni pesawat terbang.

Badan Intelijen Pertahanan Badan Intelijen Pertahanan bertugas untuk mengumpulkan data yang akan menjadi tumpuan segala bentuk pelaksanaan operasi militer dalam berbagai skala guna kepentingan pertahanan nasional. Karena formasi dari kekuatan laut, darat dan udara yang sifatnya sangat taktis dan berpotensi proyeksi kekuatan yang relatif rendah serta sangat menggantungkan pada kodisi dan situasi lingkungan sekitar wilayah regional yang kondusif untuk keperluan pertahanan itu sendiri maka posisi Badan Intelijen ini akan menjadi sangat vital. Dalam melaksanakan tugasnya Badan Intelijen ini harus bersifat independen dan untuk kelancaran tugas koordinasi yang kontinyu dan sinergis. Dukungan penuh dari unsur unsur kompartemen negara lainnya -departemen lain misalnya- mutlak diperlukan. Badan Intelijen ini akan menempatkan agen-agennya baik di dalam dan di luar negeri untuk mendeteksi segala denyut perubahan suhu politik ekonomi maupun sosial baik di dalam dan di luar negeri yang akan berpengaruh pada situasi kondusif pada pertahanan nasional RI. Jadi badan ini harus mengumpulkan data yang lengkap tidak saja kegiatan kemiliteran tetapi juga naik dan turunnya saham, kondisi politik negara tetangga dan tingkat kriminalitas negara tetangga. Yang mana semuanya harus bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan situasi kondusif bagi pertahanan nasional RI. Sesuai dengan tugasnya yang terbatas pada pengisian pangkalan data maka Badan Intelijen ini lebih pada penyediaan sarana data tersebut secara lengkap. Adapun pengolahan data tersebut menjadi informasi akan diserahkan pada institusi masing-masing yang membutuhkannya.

Badan Intelijen ini harus sanggup mengoperasikan segala bentuk teknologi informasi yang canggih dan didukung oleh sumber daya manusia yang berkualifikasi dalam pelaksanaan tugas tersebut. Harus juga diperjuangkan bahwa Badan ini akan mampu memiliki semua perangkat keras mau pun lunaknya yang diproduksi di dalam negeri.

Jaringan Pertahanan Nasional (National Defence Network) Jaringan ini merupakan suatu kumpulan seluruh unsur bangsa yang digabungkan dalam suatu format pangkalan data yang untuk keperluan pertahanan nasional. Termasuk dalam jaringan ini adalah jaringan pertahanan udara yang akan mengatur, menyeimbangkan dan mensinergikan tugas dan fungsi pesawat tempur, radar-radar pengawas wilayah udara berikut peluru kendali dan meriammeriam antipesawat serta kapal-kapal perang yang dilengkapi dengan rudal antipesawat. Lalu juga jaringan pertahanan maritim yang akan mengatur, menyeimbangkan dan mensinergikan tugas dan fungsi kapal-kapal perang, kapal selam, kapal pendukung, pesawat patroli dan penyerang maritim serta markasmarkas pasukan darat yang berkualifikasi amfibi. Jaringan ini juga berisikan data lengkap tentang kondisi dan situasi dari unsur pertahanan teritorial sekaligus berfungsi mengatur, menyeimbangkan dan mensinergikannya dengan tugas dan fungsi dari unsur pertahanan inti dari ketiga matra. Data data intelijen dari Badan Intelijen Pertahanan juga akan dimasukkan di sini berikut data data kemampuan industri militer maupun penunjang militer dalam negeri. Seluruhnya dalam format yang harus selalu bisa digapai oleh pihak yang berwewenang setiap saat dibutuhkan dan senantiasa dilakukan proses pemutakhiran yang teratur. Jaringan pertahanan nasional bisa juga disambungkan dengan jaringan sejenis dari negara negara sahabat dalam limgkup regional untuk lebih meningkatan kapasitas informasinya dalam rangka meningkatkan kemampuannya dalam mendukung pertahanan nasional negara RI.
POLITIK DAN STRATEGI NASIONAL 1. A. DEFINISI POLITIK

Bicara mengenai politik . Apa yang dimaksud dengan politik? politik adalah proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan, khususnya dalam negara.

atau alokasi sumber-sumber yang ada. a) b) c) d) e) Negara Kekuasaaan Pengambilan Keputusan Kebijakan Umum Distribusi Pengertian Strategi Strategi berasal dari bahasa Yunani strategia yang diartikan sebagai “the art of the general” atau seni seorang panglima yang biasanya digunakan dalam peperangan. yaitu negara dan teia. turut kritis mengikuti jalannya pemerintahan dengan berbagai kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan pemerintah tentunya dengan menjadi warga yang baik terlebih dahulu dengan menjalankan kewajiban-kewajiban dan berhak memilih wakil rakyat yang mereka percaya tentunya untuk kebaikan bersama. DEFINISI STRATEGI NASIONAL Kata “Politik” secara etimologis berasal dari bahasa Yunani Politeia. sedangkan policy memberikan pertimbangan cara pelaksanaan asas. Sedangkan . pembagian. Tetapi selanjutnya karena konstitusi diuraikan dalam berbagai undang-undang dan lain peraturan perundangundangan. Karl von Clausewitz (1780-1831) berpendapat bahwa strategi adalah pengetahuan tentang penggunaan pertempuran untuk memenangkan peperangan. Politik secara umum menyangkut proses penentuan tujuan negara dan cara melaksanakannya. 4. berarti kesatuan masyarakat yang berdiri sendiri. partisipasi politik. dan arah tersebut sebaik-baiknya. dan medannya. kekuasaan. keadaaan. yang akar katanya adalah polis. maka sering pemerintah yang mempunyai kewenangan untuk membuat undang-undang bersama parlemen (di Indonesia Dewan Perwakilan Rakyat) maka dalam beberapa situasi pelanggaran hukum bisa merupakan pelanggaran terhadap peraturan di bawah konstitusi sehingga untuk menetapkan apakah suatu undang-undang tidak bertentangan dengan konstitusi dibentuklah Mahkamah Konstitusi. Partisipasi kita sebagai warga adalah ikut memperhatikan jalannya pemerintahan. bagaimana mencapai tujuan tersebut serta segala konsekuensinya. antara lain: Kekuasaan politik. proses politik. prinsip. kebijakan (policy). jalan. merujuk pada semua langkah politik yang sesuai dengan aturan hukum yang berlaku di suatu negara. Dalam bahasa Indonesia. Politics memberikan asas. politik dalam arti politics mempunyai makna kepentingan umum warga negara suatu bangsa. Dengan demikian. perilaku politik. politik membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan negara. jalan. arah. legitimasi. jalan. Pelaksanaan tujuan itu memerlukan kebijakan-kebijakan umum (public policies) yang menyangkut pengaturan. Politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama (teori klasik Aristoteles). Karena Undang-Undang Dasar adalah hukum tertinggi dalam suatu negara maka suatu tindakan konstitusional adalah semua langkah yang sesuai hukum . sistem politik. dan distribusi atau alokasi sumber daya. pengambilan keputusan. Teori politik merupakan kajian mengenai konsep penentuan tujuan politik. cara dan alat yang digunakan untuk mencapai tujuan tertentu yang kita kehendaki. Politics dan policy mempunyai hubungan yang erat dan timbal balik. Politik merupakan rangkaian asas.Politik adalah seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan secara konstitusional dan nonkonstitusional. Dalam konteks memahami politik perlu dipahami beberapa kunci. dan tidak kalah pentingnya adalah mengenai seluk beluk partai politik. berarti urusan.

ekonomi. Presiden. media massa. usaha serta kebijaksanaan negara tentang pembinaan (perencanaan. strategi tidak hanya menjadi monopoli para jendral atau bidang militer. BPK. Politik Dalam Segi Pertahanan Dari segi kepentingan pengunaan. Politik dan Strategi NasionalPolitik nasional diartikan sebagai kebijakan umum dan pengambilan kebijakan untuk mencapai suatu cita-cita dan tujuan nasional. seperti partai politik. dan bernegara. Dengan demikian definisi politik nasional adalah asas. berbangsa. sosial budaya. tetapi telah meluas ke segala bidang kehidupan. Sedangkan proses penyusunan politik dan strategi nasional di tingkat suprastruktur politk dilakukan setelah presiden menerima GBHN.1 Semakin kritis dan terbukanya masyarakat terhadap ide baru. lazim disebut politik yang artinya adalah suatu rangkaian asas atau prinsip.perang itu sendiri merupakan kelanjutan dari politik. yang mencakup pranata politik yang ada dalam masyarakat. DPA. organisasi kemasyarakatan. strategi adalah cara untuk mendapat-kan kemenangan atau pencapaian tujuan. Suprastruktur dan infrastruktur politik harus dapat bekerja sama dan memiliki kekuatan yang seimbang. Sedangkan badan-badan yang ada dalam masyarakat disebut sebagai “infrastruktur politik”. kelompok kepentingan (interest group). Wawasan Nusantara. dan pengendalian) serta penggunaan kekuatan nasional untuk mencapai tujuan nasional. Pandangan masyarakat terhadap kehidupan politik. Strategi nasional dilaksanakan oleh para menteri dan pimpinan lembaga pemerintah non departemen berdasarkan petunjuk presiden. e) 4. baik yang berada di bawah kekuasaan negara di pusat maupun di daerah. maupun bidang Hankam akan selalu berkembang karena: a) b) c) Semakin tinggina kesadaran bermasyarakat. Untuk lebih memberikan pengertian arti politik disampaikan beberapa arti politik dari segi kepentingan pengunaan yaitu. pengembangan. b. cara dan alat yang akan digunakan untuk mencapai tujuan tertentu atau suatu . keadaan serta jalan. Lebaga-lembaga tersebut adalah MPR. Dasar Pemikiran Penyusunan Politik dan Strategi NasionalPenyusunan politik dan strategi nasional perlu memahami pokok-pokok pikiran yang terkandung dalam sistem manajemen nasional yang berlandaskan ideologi Pancasila. pemeliharaan. UUD 1945. Dalam pengertian umum. d) Semakin meningkatnya kemampuan untuk mengatasi persoalan seiring dengan semakin tingginya tingkat pendidikan yang ditunjang oleh kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi. sejak tahun 1985 telah berkembang pendapat yang mengatakan bahwa jajaran pemerintah dan lembaga-lembaga yang tersebut dalam UUD 1945 merupakan “suprastruktur politik”. Semakin meningkatnya kemampuan untuk menentukan pilihan dalam pemenuhan kebutuhan hidup. Sedangkan strategi nasional adalah cara melaksanakan politik nasional dalam mencapai sasaran dan tujuan yang ditetapkan oleh politik nasional. kata politik mempunyai arti yang berbeda-beda. DPR. Mekanisme penyusunan politik dan strategi nasional di itngkat suprastruktur politik diatur oleh presiden/mandataris MPR. MA. a.Semakin terbukanya akal dan pikiran untuk memperjuangkan haknya. haluan. dan Ketahanan Nasional. Dalam arti kepentingan umum (politics) Politik dalam arti kepentingan umum atau segala usaha untuk kepentingan umum. yang dilaksanakan oleh presiden sesungguhnya merupakan politik dan strategi nasional yang bersifat pelaksanaan. dan kelompok penekan (pressure group). Dengan demikian. Penyusunan Politik dan Strategi Nasional Politik dan strategi nasional yang telah berlangsung selama ini disusun berdasarkan sistem kenegaraaan menurut UUD 1945.

dan hankam) untuk mencapai tujuan yang ditetapkan sebelumnya. adalah suatu organisasi dalam suatu wilayah yang memiliki kekuasaan tertinggi yang ditaati oleh rakyatnya. strategi adalah cara untuk mendapatkan kemenangan atau pencapaian tujuan. e. Strategi nasional adalah cara melaksanakan politik nasional dalam mencapai sasaran dan tujuan yang ditetapkan oleh politik nasional. nilai harus dibagi secara adil. adalah pengambilan keputusan melalui sarana umum. 2. Sedangakan perang itu sendiri merupakan kelanjutan dari politik. adalah pembagian dan pengalokasian nilai-nilai (values) dalam masyarakat. c. adalah suatu kumpulan keputusan yang diambil oleh seseorang atau kelompok politik dalam memilih tujuan dan cara mencapai tujuan itu. Nilai adalah sesuatu yang diinginkan dan penting. politik membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan: a. menjamin terlaksananya suatu usaha. Dengan demikian. Dalam arti kebijaksanaan. Dalam pengertian umum. Dalam artian kebijaksanaan (policy) Politik adalah penggunaan pertimbangan-pertimbangan tertentu yang dianggap lebih menjamin terlaksananya suatu usaha. tetapi telah meluas ke segala bidang kehidupan. Dengan demikian. . politik. 3. 4.2 Strategi Strategi berasal dari bahasa Yunani (strategia) yang diartikan sebagai “the art of the general” atau seni seorang panglima yang biasanya digunakan dalam peperangan. Negara. titik beratnya adalah adanya: 1. social budaya. strategi tidak hanya menjadi monopoli para jenderal atau bidang militer. b. Pengambilan keputusan politik. Politik nasional adalah suatu kebijakan umum dan pengambilan kebijakan untuk mencapai suatu cita-cita dan tujuan nasional.keadaan yang kita kehendaki disertai dengan jalan. tetapi sudah digunakan secara luas. keputusan yang diambil menyangkut sektor publik dari suatu negara. Karl von Clausewitx (1780-1831) berpendapat bahwa strategi adalah pengetahuan tentang penggunaan pertempuran untuk memenangkan peperangan. Kebijakan umum. ekonomi. Kekuasaan. cita/cita keinginan atau keadaan yang kita kehendaki. Distribusi. cara dan alat yang akan kita gunakan untuk mencapai keadaan yang kita inginkan. Strategi pada dasarnya merupakan seni dan ilmu menggunakan dan mengembangkan kekuatan (ideology. Jadi politik adalah tindakan dari suatu kelompok individu mengenai suatu masalah dari masyarakat atau negara. d. proses pertimbangan. termasuk dalam ilmu ekonomi maupun bidang olahraga. Dalam abad modern sekarang ini penggunaan kata strategi tidak lagi berbatas pada konsep atau seni seorang panglima dalam peperangan. adalah kemampuan seseorang atau kelompok untuk mempengaruhi tingkah laku orang atau kelompok lain sesuai dengan keinginannya. b. pencapaian cita-cita atau keinginan.

4. presiden dibantu oleh berbagai lembaga tinggi negara lainnya serta dewan-dewan yang merupakan badan koordinasi. Presiden. Proses politik dan strategi nasional pada infrastruktur politik merupakan sasaran yang akan dicapai oleh rakyat Indonesia. Semakin tingginya kesadaran bermasyarakat. Mekanisme penyusunan politik dan strategi nasional di tingkat suprastruktur politik diatur oleh presiden atau mandataris MPR. misalnya strategi jangka pendek. kelompok kepentingan (interest group). Dewan Penerbangan dan Antariksa Nasional RI. Sedangkan badan-badan yang ada dalam masyarakat disebut sebagai “infrastruktur politik”. usaha serta kebijaksanaan negara tentang pembinaan (perencanaan. Sedangkan proses penyusunan politik dan strategi nasional di tingkat suprastruktur politik dilakukan setelah presiden menerima GBHN. Suprastruktur dan infrastruktur politik harus dapat bekerja sama dan memiliki kekuatan yang seimbang. Badan Pemerintah Keuangan (BPK). seperti Dewan Stabilitas Ekonomi Nasional. Dalam era reformasi saat ini masyarakat memiliki peran yang sangat besar dalam mengontrol jalannya politik dan strategi nasional yang telah ditetapkan oleh MPR maupun yang dilaksanakan oleh presiden. ekonomi. dan pengendalian) serta penggunaan kekuatan nasional untuk mencapai tujuan nasional. Yang dilaksanakan oleh presiden sesungguhnya merupakan politik dan strategi nasional yang bersifat pelaksanaan. Landasan pemikiran dalam sistem manajemen nasional ini sangat penting sebagai kerangka acuan dalam penyusunan politik dan strategi nasional. haluan. berbangsa dan bernegara. Lembaga-lembaga tersebut adalah Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). masyarakat ikut berpartisipasi dalam kehidupan politik nasional. Dewan Otonomi Daerah. dan jangka panjang. Selanjutnya. Dewan Maritim. Dewan Tenaga Atom. social budaya. Dengan demikian definisi politik nasional adalah asas. Jadi strategi nasional adalah cara melaksanakan politik nasional dalam mencapai sasaran dan tujuan yang ditetapkan oleh politik nasional.5 Penyusunan Politik dan Strategi Nasional Politik dan strategi nasional yang telah berlangsung selama ini disusun berdasarkan system kenegaraan menurut UUD 1945. dan konsep strategis bangsa Indonesia.4. Sesuai dengan kebijakan politik nasional. presiden menyusun program cabinet dan memilih menteri-menteri yang akan melaksanakan program tersebut. Dewan Pertahanan Keamanan Nasional. 4. dan MA. Program kabinet dapat dipandang sebagai dokumen resmi yang memuat politik nasional yang digariskan oleh presiden. media massa. karena di dalamnya terkandung dasar Negara. Dalam melaksanakan tugas ini. organisasi kemasyarakatan.4 Dasar Pemikiran Penyusun Politik dan Strategi Nasional Penyusun politik dan strategi nasional perlu memahami pokok-pokok pikiran yang terkandung dalam sistem manajemen nasional yang berlandaskan ideologi Pancasila. maupun bidang Hankam akan selalu berkembang karena: 1. Melalui pranata-pranata politik.3 Politik dan Strategi Nasional Politik nasional diartikan sebagai kebijakan umum dan pengambilan kebijakan untuk mencapai suatu cita-cita dan tujuan nasional. pemeliharaan. Dewan Pertimbangan Agung (DPA). penyelenggara negara harus mengambil langkah-langkah pembinaan terhadap semua lapisan masyarakat dengan mencantumkan sasaran sektoralnya. Sejak tahun 1985 telah berkembang pendapat yang mengatakan bahwa jajaran pemerintah dan lembaga-lembaga yang tersebut dalam UUD 1945 merupakan “suprastruktur politik”. cita-cita nasional. dan Dewan Stabilitas Politik dan Keamanan. jangka menengah. Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional. Di dalamnya sudah tercantum program-program yang lebih konkret yang disebut sasaran nasional. seperti partai politik. Pandangan masyarakat terhadap kehidupan politik. UUD 1945. dan kelompok penekan (pressure group). Strategi nasional disusun untuk pelaksanaan politik nasional. pengembangan. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). . yang mencakup piñata politik yang ada dalam masyarakat.

Daya tangkal demikian terutama harus bersandar pada kekuatan rakyat Indonesia seluruhnya harus memiliki ketahanan ideologi dan mental yang tangguh untuk menolak serta melawan setiap usaha atau gejala atau musuh dari dalam maupun dari luar negeri yang membahayakan kelangsungan hidup bangsa Indonesia ideologi Pancasila. 3.. yang sanggup menghadapi situasi yang bisa timbul di masa depan dan menjalankan berbagai tugas lainnya yang bisa dibebankan kepadanya termasuk pelaksanaan hak serta kedaulatan negara atas seluruh wilayahnya. 4. nilai-nilai nasional lainya. Kemampuan intelijen strategik . 9. 10. a. didasari ketahanan ideologi Pancasila dan rasa cinta terhadap tanah air. 5. yang terwujud oleh masa rakyat yang militant. yaitu kekuatan yang memberikan keyakinan kepada setiap pihak yang mempunyai maksud memusuhi bangsa Indonesia dan merencanakan melakukan agresi dengan cara apa pun juga. Semakin meningkatnya kemampuan untuk mengatasi persoalan seiring dengan semakin tingginya tingkat pendidikan yang ditunjang oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.. 2. Semakin kritis dan terbukanya masyarakat terhadap ide baru. 6... Seperti yang telah diuraikan pada bab sebelumnya.. Semakin terbukanya akal dan pikiran untuk memperjuangkan haknya.. Modul ini sambungan dari modul yang ada di bawah ini ya. perwujudan cita-cita kemerdekaan dan pencapaian tannas yang menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara. untuk menentang setiap usaha atau gejala yang membahayakan atau melawan musuh yang mengancam kelangsungan hidup bangsa Indonesia tanpa mengenal menyerah.2. E. ABRI sebagai kekuatan sosial ABRI yang mampu merupakan penjelmaan jiwa dan semangat pengabdian ABRI sebagai kekuatan sosial. serta integritas wilayah negera Republik Indonesia. PEMBANGUNAN DAN PENGGUNAAN KEKUATAN Tujuan pembangunan Hankamnas berpangkal pada strategi Hankamnas. spontan. 8. dan yang sekaligus melaksanakan hak serta kedaulatan negara atas wilayahnya berdasarkan Wasantara. yang bersama-sama kekuatan sosial lainnya dapat melaksanakan kegiatankegiatan yang menunjang usaha peningkatan stabilitas nasional. Daya tangkal ini kemudian harus dibulatkan dengan membangun kekuatan-kekuatan nyata maupun potensial yang secara integrative mewujudkan kemampuan-kemampuan yang sanggup melaksanakan tugas umum yang terkandung dalam strategi pertahanan keamanan.. b.jadi gini deh. Sasaran Kemampuan Hankamnas Sasaran kemampuan Hankamnas adalah sebagai berikut. a. menyelenggarakan penyelamatan.Politik serta Strategi Pertahanan Keamanan 7. Semakin meningkatnya kemampuan untuk menentukan pilihan dalam pemenuhan kebutuhan hidup. Pak Dosen selalu memberikan banyak materi. pertahanan keamanan harus dibangun pertama-tama untuk mewujudkan daya tangkal. Polri yang cukup dan mampu menjalankan ketertiban masyarakat. ABRI sebagai kekuatan Hankam Angkatan perang atau ABRI dengan kekuatan siap yang kecil dan cadangan yang cukup. Sasaran Kekuatan Kekuatan rakyat di bidang pertahanan keamanan yang merata di seluruh wilayah negara dan nyata dapat dirasakan. tidak dapat mencapai tujuan atau maksudnya. 1.

Program ini dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan intelijen strategi dan komunikasi strategi. d. Program ini menangani pembinaan kekuatan TNI-AD. c. TNI-AL. b. Kemampuan pengamatan udara k. Subsektor bakti ABRI. Kemampuan pengamatan laut g. Kemampuan penertiban masyarakat r. Kemampuan lawan teror f.b. Kemampuan penyelamatan masyarakat s. yaitu: a. 4) Program bantuan keamanan masyarakat. meliputi program-program berikut ini. Kemampuan lawan subversi d. . Program ini menangani pembinaan kekuatan cadangan dengan titik berat pada pembentukan satuan tempur. Subsektor kekuatan pertahanan. Kemampuan penyerangan udara m. TNI-AU yang menitikberatkan pada kemampuan-kemampuan wilayah masingmasing. Program ini melaksanakan pembinaan kemampuan kepolisian daerah. Subsektor kekuatan pertahanan Subsektor ini. a. Kemampuan peperangan darat j. Kemampuan peperangan lawan gerilya p. 5) Program angkutan terpusat. Kemampuan peperangan laut i. 2) Program bala pertahanan terpusat. Program ini untuk peningkatan angkutan strategik Polisi. Sasaran Program Sektor Hankamnas dibagi 4 subsektor. Program ini untuk membina kepolisian pusat. Kemampuan pemindahan strategi q. Kemampuan peperangan wilayah 3. Subsektor dukungan umum. Program ini menangani pembinaan kekuatan TNI-AD. Kemampuan pengintaian dan perondaan lepas pantai h. Subsektor kekuatan keamanan. TNI-AL. 4) Program intelijen dan komunikasi terpusat. Program ini dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan pemindahan-pemindahan strategik. Kemampuan lawan berusuhan massal e. Kemampuan peperangan amfibi n. Program ini untuk pembinaan kekuatan bantuan keamanan masyarakat pada peningkatan pembentukan berbagai jenis kepolisian khusus baik pemerintah maupun swasta. 1) Program kepolisian daerah. Kemampuan pertahanan udara l. b. 2) Program kepolisian pusat. 3) Program angkutan terpusat. Subsektor kekuatan keamanan Subsektor ini. Kemampuan penyerbuan lintas udara o. angkutan. dan personalia militer cadangan golongan perwira. Kemampuan pembinaan wilayah c. meliputi program-program berikut ini. Setiap subsector terdiri dari program-program dengan sasaran-sasaran programnya sebagai yang diutarakan berikut ini. dan TNI-AU yang menitikberatkan pada peningkatan kemampuan masing-masing secara nasional. Kemampuan peperangan hukum t. 3) Program bala cadangan. 1) Program bala pertahanan wilayah.

Dalam upaya mencapai tujuan Hankamnas. Subsektor dukungan umum Subsektor ini meliputi program-program sebagai berikut. amunisi. c. Upaya pertahanan dan keamanan nasional tersebut diwujudkan dalam Sishankamrata yang bersifat kerakyatan. demiliterisasikan pegawai sipil. Program ini dimaksudkan untuk meningkatkan pembekalan dan pemeliharaan terpusat. Wasantara dan sishankamrata saling memperkuat (sinergi) dengan politik strategi bidang-bidang kehidupan lainnya (yang berhubungan dengan . penyaluran personalia. pendidikan pembentukan personalia. RANGKUMAN Politik Hankamnas ialah asas. kesehatan dan kegiatan umum personalia. kesemestaan dan kewilayahan. perbaikan berat. d. Ancaman Langsung 3. 11. haluan. Program ini untuk meningkatkan kemampuan personalia melalui pendidikan kejuruan/keahlian. Penghancuran 12. Subsektor Bakto ABRI Subsektor ini terdiri dari program bakti ABRI yang mencakup peningkatan operasi bakti. usaha serta kebijaksanaan tindakan negara dalam bidan hankam tentang pembinaan (perencanaan. Pertahanan dan keamanan nasional bertujuan menjamin tetap tegaknya negara kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 terhadap segala ancaman baik yang datang dari luar negeri maupun dari dalam negeri dalma rangka mencapai tujuan nasional. 13. antara lain penyempurnaan doktrin Hankamnas serta kerja sama dengan lembaga-lembaga penelitian lain. Pola dasar penggunaan kekuatan Hankamnas yang ditujukan ke dalam mencakup kegiatan sebagai berikut. Strategi Hankamnas ialah tata cara untuk melaksanakan politik nasional untuk mencapai tujuan Hankamnas. alat-alat perhubungan. Program ini untuk meningkatkan kemampuan intelijen kepolisian. Dengan demikian. 4) Program administrasi dan manajemen. dan modifikasi alat tempur. 1) Program penelitian dan pengembangan. perdamaian dunia. Program ini. F. dimaksudkan untuk meningkatkan penelitian dan pengembangan. Persuasi 2. Segi yang kuat dijadikan pancangan kaki dan dimanfaatkan seoptimal mungkin dengan memberikan kekuatan kepada segi yang lemah untuk diperbaiki dan diperkuat sehingga lambat laun dapat diperoleh kekuatan nasional yang seimbang dan serasi. bersandar kepada kemampuan diri sendiri. politik bebas aktif. pendidikan perawatan personalia. yang dapat menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara digunakan landasan pemeliharaan atau prinsip dasar yaitu jaminan terhadap ketidakpastian masa depan. PENGGUNAAN KEKUATAN Pola dasar penggunaan kekuatan Hankamnas secara umum diperlukan untuk suatu operasi tentang tepatnya kekuatan dan kelemahan. bekal perang. 1. 3) Program pendidikan. pengembangan. 2) Program pembekalan dan pemeriharaan terpusat. bahan-bahan peledak. Program ini untuk meningkatkan kemampuan administrasi dan manajemen. seperti produksi senjata ringan. pemeliharaan. politik dan strategi Hankamnas akan memperhatikan dan berpijak kepada situasi dan kondisi kekuatan yang riil.5) Program intelijen kepolisian. dan pengendalian) serta penggunaan secara totalitas dari potensi nasional untuk mencapai tujuan Hankamnas dalam rangka mencapai tujuan nasional.

ekonomis dan politis. bagi bangsa Indonesia merupakan jalan terakhir. penelitian pengembangan dan teknologi. undang-undang dan doktrin. Kendatipun demikian upaya pertahanan dan keamanan Nasional. sejauh mungkin konflik/pertentangan diselesaikan dengan cara damai. Untuk melaksanakan politik hankamnas maka strategi yang ditempuh ialah membangun kekuatan “penangkalan” untuk menghadapi gangguan keamanan dalam negeri. tetapi lebih cinta kepada kemerdekaan dan kedaulatan. saling mendukung dengan Polstra bidang lainnya. perlindungan seluruh bangsa Indonesia yang berpijak kepada kemampuan diri sendiri. POLITIK DAN STRATEGI NASIONAL 03JUN2011Tinggalkan sebuah Komentar by novieanggraeni in politik Rate This . manajemen dan pemanfaatan peluang. Oleh karenanya mengandung prinsip-prinsip. Perang adalah tindakan yang tidak sesuai dengan Pancasila (tidak berperikemanusiaan). harus dibina dan ditingkatkan untuk menghadapi ketidakpastian ancaman yang mungkin timbul yang datang dari dalam atau dari luar. Dalam upaya menyusun strategi tersebut dengan mempertimbangkan prinsip-prinsip. Oleh karena itu. Polstra Hankamnas dilandasi oleh ideologi Pancasila dan UUD 1945.masalah-masalah kesejahteraan). Polstra Hankamnas bersifat saling mengisi. maka sistem pertahanan dan keamanan negara keluar bersifat defensif-aktif yang berarti tidak agresif dan ekspansif. mencukupi kebutuhan sendiri. dwifungsi ABRI. Bangsa Indonesia cinta kepada perdamaian. Oleh karena kita menganut politik luar negeri “bebas aktif” dan berakar pada falsafah Pancasila. dan ke dalam bersifat preventif-aktif yang berarti sedini mungkin mengambil langkah-langkah dan tindakan guna mencegah dan mengatasi setiap kemungkinan timbulnya ancaman. Polstra Hankamnas merupakan bagian integral politik strategi Nasional. dislokasi kekuatan.

Strategi pada dasarnya merupakan suatu rangkaian kerangka rencana dantindakan yang disusun dan disiapkan dalam suatu rangkaiyan pentahapan yang masing-masing merupakan jawaban yang optimal terhadap tantangan baru yang mungkin terjadi sebagai akibat dari langkah sebelumnya. Seakan-akan orang harus merasa di mana ia sebaiknya menggunakan kekuatan yang tersedia. Dengan demikian maka strategi nasional sebagai rencana dan pelaksanaan harus kenyal. Startegi nasional adalah seni dan ilmu mengembangkan dan menggunakan kekuatan nasional dalam masa damai maupun masa perang untuk mendukung pencapaian tujuan-tujuan yang ditetapkan politik nasional. sedangkan Clausewitz dengan tegas membedakan politik dan strategi. memperoleh perhatian pula dari bidang lain. lambat laun ia juga merupakan ilmu pengetahuan. Dalam rangka nasional. dinamis.Strategi Strategi berasal dari kata yunani strategis yang artinya the art of the general. Lambat laun strategi yang tadinya hanya di gunakan dalam bidang militer. dan kesluruhan proses ini terjadi dalam suatu arah tujuan yang ditetapkan sebelumnya. disesuaikan dengan kondisi. . Strategi merupakan oleh karena penglihatan pengertian itu memerlukan intuisi. maka strategi nasional merupakan pelaksanaan dari kebijakan nasional. strategi adalah politik dalam pelaksanaan. Dalam abad modern sekarang ini arti strategi tidak lagi terbatas pada konsep ataupun seni seorang pangliman di masa perang tetapi sudah berkembang den menjadi tanggung jawab seorang pemimpin. Disamping strategi merupakan seni. atau dengan kata lain. Antoine Henri Jomini (1779-1869) dan Karl Von Clausewitz secara ilmiah Jomini memberikan pengertian yang bersifat deskriptif. situasi dan kemampuan disamping nilai seni. Ia katakan bahwa strategi adalah seni menyelenggarakan perang diatas peta dan meliputi seluruh wawasan operasi.

4. yang bersifat defensive aktif dan diarahkan kepada pengamanan serta perlindungan bangsa dan Negara serta usaha-usaha nasional dan penanggulangan segala macam tantangan. Pengertian ini merupakan upaya penggabungan antara berbagaidefinisi yang berbeda mengenai hakikat politik yang dikenal dalam ilmu politik. dan hambatan. bertujuan untuk menguasai pemerintahan dan menjalankan kebijakan umum yang mereka buat. yaitu jangka panjang. Politik nasional menggariskan usaha-usaha untuk mencapai tujuan nasional yang dalam perumusannya dibagi dalam tahap-tahap utama. Politik luar negeri yang bersifat bebas aktif anti imperialism dan kolonialisme dalam segala bentuk dan manifestasinya. Politik dalam negeri. meninggikan. Politik nasional meliputi: 1. • Hubungan Internasional hubungan internasional adalah hubungan antar negara. Max Weber menuliskan adanya tiga sumber . 2. Politik pertahanan keamanan. namun dalam perkembangan konsep ini bergeser untuk mencakup semua interaksi yang berlangsung lintas batas negara • Masyarakat adalah sekumpulan orang orang yang mendiami wilayah suatu negara. Hal-hal yang berkaitan dengan politik : • Partai dan Golongan Roger F Saltou yang mendefinisikan partai politik sebagai kelompok warga negara yang sedikit banyak terorganisasikan. yang diarahkan untuk mengangkat. dan dapat dibanggakan. ancaman.Politik politik merupakan suatu proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalammasyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan. yang bertindak sebagai suatu kesatuan politik dan dengan memanfaatkan kekuasaannya untuk memilih. jangka menengah dan jangka pendek. dan memelihara harkat dan derajat dan potensi rakyat Indonesia yang pernah mengalami kehinaan dan kemelaratan akibat penjajahan menuju sifat-sifat bangsa yang terhormat. • Kekuasaan Dalam teori politik menunjuk pada kemampuan untuk membuat orang lain melakukan sesuatu yang tidak dikehendakinya. tetapi diarahkan kepada peningkatan taraf hidup dan daya kreasi rakyat Indonesia sebesar-besarnya. khususnya dalam negara. mengabdi kepada kepentingan nasional dan amanat penderitaan rakyat serta diarahkan kepada pembentukan solidaritas antar bangsa terutama bangsa Asia-Afrika dan Negara-negara non Aligned. Politik ekonomi yang bersifat swasembada /swadaya dengan tidak berarti mengisolasi diri. 3.

2. . Sasaran-sasaran alternative 2. analitis. dan keberadaannya diakui oleh negara lain. 3. dari kekerasan seperti penguasaan senjata. ketiga. dan hankam serta ancaman dari dalam maupun dari luar negeri. 4. Politik nasional adalah penentu tujuan nasional dalam bentuk GBHN. Pelaksanaan politik dan strategi nasional dirumuskan melalui proses yang disebut pemikiran startegi. • Negara negara merupakan suatu kawasan teritorial yang didalamnya terdapat sejumlah penduduk yang mendiaminya. ekonomi. yaitu pemikiran strategi tingkat nasional yang mampu mempertemukan antara : 1. Oleh karena politik dan strategi nasional tersebut merupakan budi daya bangsa dan Negara Republik Indonesia untuk mempertahankan eksistensi dan kelangsungan hidupnya maka: 1. Perasn serta seluruh warga Negara secara positif. Harus tercipta suatu stabilitas nasional yang mantap. serta menyeluruh. Tersedianya data dan informasi yang up to date. sedang strategi nasional adalah merupakan upaya pencapaian tujuan nasional yang ditentukan oleh politik nasional diwujudkan dalam bentuk repelita. Politik dan strategi nasional sangat dipengaruhi oleh unsure-unsur ideology. 5. kedua. Tersedianya anggaran dan pembiayaan. Tata bina nasional yang baik.kekuasaan: pertama dari perundangundangan yakni kewenangan. dari karisma. Oleh karena itu syarat utama bagi pelaksanaan politik dan strategi nasional adalah terciptanya stabilitas nasional. dan memiliki kedaulatan untuk menjalankan pemerintahan. Korelasi strategi nasional dan politik nasional Strategi nasional adalah cara melaksanakan politik nasional tersebut dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran nasionalnya. Cara bertindak yang dipilih 3. social budaya. maka terlebih dahulu harus diadakan pemikiran strategi yaitu melaksanakan telaah strategi dan perkiraan strategi yang berarti berfikir secara intensif. sintesis. politik. Kekuatan nasional yang tersedia. Agar strategi nasional ini berjalan sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh politik nasional.

Kebijakan ini ada pada tingkat menteri. Mencegah dan mengurangi segala ancaman. Tingkat penentu kebijakan teknis tingkat kebijakan teknis merupakan penjabaran lebih lanjut mengenai eksekusi kebijakan yang meliputi implementasi dari program. 2. sebagai kepala negara. Tingkat kebijakan puncak kebijakan puncak merupakan kewenangan Presiden. Azas manfaat dan prioritas. 3. budaya. 5. dieksekusi oleh berbagai tingkatan lembaga pemerintahan sesuai urgensi dan sifat kebijakan tersebut. 2. Azas kekenyalan dan pandangan jauh ke depan. maupun tantangan yang timbul maupun tantangan yang diperkirakan akan timbul. Tingkat penentu kebijakan khusus tingkat kebijakan khusus merupakan tindak lanjut atas kebijakan umum. Perda setiap wilayah provinsi berbeda-beda karena setiap daerah memiliki kondisi strategis ekonomi. Azas keterpaduan dan prioritas. administrasi dan lain-lain. Tingkat penentu kebijakan di daerah Wewenang terhadap kebijakan daerah terdapat pada Gubernur dimana peraturanperturan yang dihasilkannya disebut Perda. kompenen masyarakat . Tingkat kebijakan umum tingkat kebijakan umum menyangkut masalah makro kondisi nasional negara sehingga dapat secara efektif dan efisien membangun rancangan pemerintahan yang di dambakan semua warga negara. dimana pada tingkat ini dirumuskan secara mendalam mengenai strategi. hambatan. 3. Didalam proses perumusan politik dan strategi nasional perlu diperhatikan azas-azas sebagai berikut : 1. gangguan. prosedur. Azas pembagian kewenangan dan tanggung jawab. kebijakan ini meliputi penentuan susunan Undang-Undang Dasar yang bersifat universal bagi seluruh wilayah negara. Tingkat penentu kebijakan dalam pemerintahan kebijakan-kebijakan yang diambil pemerintah. rencana dan kegiatan.4. 4. 1. 4.

Untuk melaksanakan tujuan-tujuan itu perlu ditentukan Kebijaksanaan-kebijaksanaan Umum (public policies) yang menyangkut pengaturan dan pembagian dari sumber-sumber dan resources yang ada. Bahasa Indonesia menerjemahkan dua kata Bahasa Inggris yang berbeda yaitu "politics" dan "policy" menjadi satu kata yang sama yaitu politik.yang berbeda. mengenai apakah yang menjadi tujuan dari sistem politik itu menyangkut seleksi antara beberapa alternatif dan penyusunan skala prioritas dari tujuan-tujuan yang telah dipilih. Tanpa adanya unsur paksaan maka kebijaksanaan hanya merupakan . Untuk melaksanakan kebijaksanaan-kebijaksanaan itu perlu memiliki kekuasaan (power) dan wewenang (authority). Politics adalah suatu rangkaian asas (prinsip). meliputi Pengambilan Keputusan (decision making). Politik secara umum adalah bermacam-macam kegiatan dalam suatu sistem politik Pend. Kata politik secara etimologis berasal dari bahasa Yunani yaitu "Politeai". Pengertian Politik. yaitu negara dan "teai" yang berarti urusan. Policy diartikan kebijakan. "Politeai" berasal dari kata "polis" yang berarti kesatuan masyarakat yang berdiri sendiri. cara dan alat yang akan digunakan untuk mencapai tujuan atau cita-cita tertentu. keadaan. yang digunakan untuk membina kerjasama dan untuk menyelesaikan konflik yang timbul dalam proses ini. Hal itu dilakukan baik dengan cara meyakinkan (persuasif) maupun paksaan (coercion). selain faktor tersebut masih banyak lagi faktor -faktor yang mempengaruhinya. Kewarganegaraan – ATA 07/08 Halaman 1 dari 9(negara) yang menyangkut proses menentukan tujuan-tujuan dari sistem tersebut dan melaksanakan tujuan-tujuan tersebut. adalah penggunaan pertimbangan-pertimbangan yang dianggap dapat lebih menjamin tercapainya suatu usaha. cita-cita atau keinginan atau tujuan yang dikehendaki.

perumusan keinginan (statement of intent) belaka. dan dlam pengambilan keputusan perlu diperhatikan siapa pengambil keputusan itu dan untuk siapa keputusan itu dibuat. Kewarganegaraan – ATA 07/08 Halaman 2 dari 93. 2. politik membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan : .Distribusi dan alokasi sumber daya 1. Negara Negara adalah suatu organisasi dalam suatu wilayah yang memiliki kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya. Dalam politik perlu diperhatikan bagaimana kekuasaan itu diperoleh. Kebijakan Umum Kebijakan (policy) merupakan suatu kumpulan keputusan yang diambil seseorang atau kelompok politik dalam rangka memilih tujuan dan cara . dilaksanakan dan dipertahankan. Boleh dikatakan negara merupakan bentuk masyarakat yang paling utama dan negara merupakan organisasi politik yang paling utama dalam suatu wilayah yang berdaulat. Pengambilan Keputusan Pengambilan Keputusan sebagai aspek utama dari politik.Pengambilan Keputusan .Kekuasaan . Keputusan yang diambil menyangkut sektor publik dari suatu negara. Pend. Kekuasaan Kekuasaan adalah kemampuan seseorang atau kelompok untuk mempengaruhi tingkah laku seseorang atau kelompok lain sesuai dengan keinginnannya. 4. Dari uraian tersebut diatas.Negara . Jadi politik adalah pengambilan keputusan melalui sarana umum.Kebijakan .

Pengertian Strategi Kata strategi berasal dari kata "strategia" berasal dari bahasa Yunani yang berarti "the art of general" atau seni seorang panglima yang biasa digunakan dalam peperangan. akan tetapi Pend. ekonomi. tetapi telah meluas ke segala bidang kehidupan. Dengan demikian kata strategi tidak hanya menjadi monopoli para jenderal atau bidang militer saja. Distribusi Distribusi adalah pembagian dan penjatahan nilai-nilai (Values) dalam masyarakat. Nilai adalah sesuatu yang diinginkan. sos bud dan . Kewarganegaraan – ATA 07/08 Halaman 3 dari 9sudah digunakan secara luas termasuk dalam ilmu ekonomi maupun di bidang olah raga. Strategi pada dasarnya merupakan seni dan ilmu yang menggunakan dan mengembangkan kekuatan-kekuatan (ideologi. Dalam abad modern sekarang ini penggunaan kata strategi tidak lagi terbatas pada konsep atau seni seorang panglima dalam peperangan saja. Sedangkan perang itu sendiri merupakan kelanjutan dari politik. Dasar pemikirannya adalah bahwa masyarakat memiliki beberapa tujuan bersama yang ingin dicapai secara bersama pula oleh karena itu diperlukan rencana yang mengikat yang dirumuskan dalam kebijakankebijakan oleh pihak yang berwenang. Arti strategi dalam pengertian umum adalah cara untuk mendapatkan kemenangan atau tercapainya suatu tujuan termasuk politik. Karl Von Clausewitz (1780-1831) berpendapat bahwa startegi adalah pengetahuan tentang penggunaan pertempuran untuk memenangkan peperangan. Jadi politik itu membicarakan bagaimana pembagian dan pengalokasian nilai-nilai secara mengikat.mencapai tujuan itu. atau yang penting dengan demikian nilai harus dibagi secara adil. politik. 5.

Dalam melaksanakan politik nasional maka disusunlah strategi nasional. Landasan pemikiran dalam sistem manajemen nasional ini penting artinya karenadidalamnya terkandung dasar negara. Pengertian Politik Dan Strategi Nasional (Polstranas) Pengertian Politik Nasional Politik Nasional adalah asas. Kewarganegaraan – ATA 07/08 Halaman 4 dari 9Penyusunan Politik Dan Strategi Nasional Politik dan strategi nasional yang telah berlangsung selama ini disusun berdasarkan sistem kenegaraan menurut UUD 1945. organisasi kemasyarakatan. cita-cita nasional dan konsep strategis bangsa Indonesia. usaha serta kebijaksanaan negara tentang pembinaan (perencanaan. haluan. Pend. kelompok kepentingan (interest group) dan kelompok penenkan (pressure group). UUD 1945. pengembangan. media massa.hankam) untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. yaitu MPR. Strategi Nasional adalah cara melaksanakan politik nasional dalam mencapai sasaran-sasaran dan tujuan yang ditetapkan oleh politik nasional. Sedangkan badan-badan yang ada dalam masyarakat disebut sebagai "Infrastruktur Politik". Misalnya strategi jangka penedek. Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional. yang mencakup pranatapranata politik yang ada dalam masyarakat. Sejak tahun 1985 telah berkembang pendapat dimana jajaran pemerintah dan lembaga-lembaga yang tersebut dalam UUD 1945 disebut sebagai "Suprastruktur Politik". Antara suprastruktur dan infrastruktur . seperti partai politik. jangka menengah dan jangka panjang. Dasar Pemikiran Penyusunan Politik Dan Strategi Nasional Dasar pemikirannya adalah pokok-pokok pikiran yang terkandung dalam sistem manajemen nasional yang berlandaskan ideologi Pancasila. DPR. Presiden. pemeliharaan dan pengendalian) serta penggunaan secara kekuatan nasional untuk mencapai tujuan nasional. BPK dan MA.

yang disebut sebagai Sasaran Nasional. Dewan Penerbangan dan antariksa Nasional RI.Apa yang dilaksanakan presiden sesungguhnya merupakan politik dan Pend. politik. sos bud dan hankam. Kewarganegaraan – ATA 07/08 Halaman 5 dari 9strategi nasional yang bersifat pelaksanaan.politik harus dapat bekerja sama dan memiliki kekuatan yang seimbang. Melalui pranata-pranata politik masyarakat ikut berpartisipasi dalam kehidupan . selanjutnya Presiden menyusun program kabinetnya dan memilih menteri-menteri yang akan melaksanakan program kabinet tersebut.Sesuai dengan kebijakan politik nasional maka penyelenggara negara harus mengambil langkah-langkah untuk melakukan pembinaan terhadap semua lapisan masyarakat dengan mencantumkan sebagai sasaran sektoralnya. Dewan Maritim. Sedangkan proses penyusunan politik dan strategi nasional di tingkat suprastruktur politik dilakukan setelah Presiden menerima GBHN. Jika politik nasional ditetapkan Presiden (mandataris MPR) maka strategi nasional dilaksanakan oleh para menteri dan pimpinan lembaga pemerintah non departemen sesuai dengan bidangnya atas petunjuk dari presiden. Dewan Otonomi Daerah dan dewan Stabitas Politik dan Keamanan. Dalam melaksanakan tugasnya ini presiden dibantu oleh lembaga-lembaga tinggi negara lainnya serta dewan-dewan yang merupakan badan koordinasi seperti Dewan Stabilitas Ekonomi Nasional. Dewan Tenaga Atom. Proses politik dan strategi nasional di infrastruktur politik merupakan sasaran yang akan dicapai oleh rakyat Indonesia dalam rangka pelaksanaan strategi nasional yang meliputi bidang ideologi. Program kabinet dapat dipandang sebagai dokumen resmi yang memuat politik nasional yang digariskan oleh presiden. maka di dalamnya sudah tercantum program-program yang lebih konkrit untuk dicapai. Dewan Pertahanan Keamanan Nasional. ekonomi. Mekanisme penyusunan politik dan strategi nasional ditingkat suprastruktur politik diatur oleh Presiden (mandataris MPR).

Dalam era reformasi saat ini peranan masyarakat dalam mengontrol jalannya politik dan strategi nasional yang telah ditetapkan MPR maupun yang dilaksanakna oleh presiden sangat besar sekali.Semakin terbukanya akal dan pikiran untuk memperjuangkan haknya. penggarisan masalah makro politik bangsa dan negara untuk merumuskan tujuan nasional (national goals) berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. a. Dalam hal-hal dan keadaan tersebut yang menyangkut kekuasaan kepala negara seperti tercantum dalam pasal 10 s/d 15 UUD 1945. . Kebijakan puncak ini dilakukan oleh MPR dengan hasil rumusannya dalam berbagai GBHN dengan Ketetapan MPR. sos bud maupun hankam akan selalu berkembang hal ini dikarenakan oleh: . Tingkat kebijakan puncak meliputi kebijakan tertinggi yang lingkupnya menyeluruh secara nasional yang mencakup : penentuan UUD. Tingkat Penentu Kebijakan Puncak.Semakin tingginya kesadaran bermasyarakat berbangsa dan bernegara. ekonomi. Stratifikasi Politik Nasional Berdasarkan stratifikasi dari politik nasional dalam negara RI. maka dalam penentu tingkat kebijakan puncak ini termasuk pula kewenangan Presiden sebagai Kepala Negara. . Kewarganegaraan – ATA 07/08 Halaman 6 dari 91.Semakin meningkatnya kemampuan untuk menentukan pilihan dalam pemenuhan kebutuhan hidup. . b. . . Bentuk hukum dari kebijakan nasional yang ditentukan oleh Kepala negara itu dapat dikeluarkan berupa: Dekrit.Semakin meningkatnya kemampuan untuk mengatasi persoalan seiring dengan semakin tingginya tingkat pendidikan yang ditunjang kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.Semakin kritis dan terbukanya masyarakat terhadap ide-ide baru.politik nasional. Pandangan masyarakat terhadap kehidupan politik. sebagai berikut: Pend.

administrasi. sistem dan prosedur dalam bidang utama tersebut. 2. Dalam keadaan tertentu dapat . Kewarganegaraan – ATA 07/08 Halaman 7 dari 9. Tingkat kebijakan umum merupakan tingkat kebijakan di bawah tingkat kebijakan puncak. Hasil-hasilnya dapat berbentuk : . Hasilnya dirumuskan dalam bentuk Peratuan Menteri atau Instruksi Menteri dalam bidang pemerintahan yang dipertanggungjawabkan kepadanya.Keputusan atau Instruksi Presiden yang berisi kebijakan-kebijakan penyelenggaraan pemerintahan yang wewenang pengeluarannya berada di tangan Presiden dalam rangka pelaksanaan kebijakan nasional dan perundang-undangan yang berlaku (UUD 1945 pasal 4 (1)).Peraturan atau Piagam Kepala Negara. Wewenang kebijakan khusus terletak pada Menteri. Tingkat Kebijakan Umum.Dalam keadaan tertentu dapat pula dikeluarkan Maklumat Presiden. Kebijakan khusus merupakan penggarisan terhadap suatu bidang utama (major area) pemerintah sebagai penjabaran terhadap kebijakan umum guna merumuskan strategi. a. Tingkat Penentu Kebijakan Khusus. . yang lingkupnya juga menyeluruh nasional dan berupa penggarisan mengenai masalah-masalah makro strategis guna mencapai tujuan nasional dalam situasi dan kondisi tertentu.Undang-Undang yang kekuasaan pembuatannya terletak ditangan Presiden dengan persetujuan DPR (UUD 1945 pasal 5 (1))atau Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) dalam hal ihwal kegentingan yang memaksa.Peraturan Pemerintah untuk mengatur pelaksanaan Undang-Undang yang wewenang penerbitannya berada di tangan Presiden (UUD 1945 pasal 5 (2)). berdasarkan dan sesuai dengan kebijakan pada tingkat diatasnya. 3. Pend. .

Penentuan kebijakan pemerintah daerah (otonom) yang wewenang pengeluarannya terletak pada Kepala Daerah dengan persetujuan DPRD. Sekretaris Jenderal (Sekjen) sebagai pembantu utama Menteri bertugas untuk mempersiapkan dan merumuskan kebijakan khusus Menteri dan Pimpinan Rumah Tangga Departemen. program dan kegiatan. Wewenang pengeluaran kebijakan teknis terletak ditangan Pimpinan Eselon Pertama Departemen Pemerintahan dan Pimpinan Lembaga-Lembaga Non Departemen. Tingkat Penentu Kebijakan Teknis. Didalam tata laksana pemerintahan. 4. b. Hasil penentuan kebijakan dirumuskan dalam bentuk Peraturan. Kebijakan teknis meliputi penggarisan dalam suatu sektor dibidang utama tersebut diatas dalam bentuk prosedur dan teknis untuk mengimplementasikan rencana. dalam kedudukannya sebagai Wakil Pemerintahan Pusat Di Daerah yuridiksinya masing-masing. Keputusan atau Instruksi Pimpinan Lemabaga Non Departemen atau Direktorat Jenderaldalam masing-masing sektor atau segi administrasi yang dipertanggungjawabkan kepadanya. Selain itu Inspektur Jenderal dalam suatu Departemen berkedudukan sebagai Pembantu Utama Menteri dalam penyelenggaraan pengendalian ke dalam Departemen. Kekuasaan Membuat Aturan Di Daerah. Kewarganegaraan – ATA 07/08 Halaman 8 dari 95.dikeluarkan pula Surat Edaran Menteri. Pend. . Kekuasaan membuat aturan di daerah dikenal dua macam: a. Perumusan hasil kebijakan tersebut dikeluarkan dalam keputusan dan instruksi Gubernur untuk propinsi dan instruksi Bupati atau Wali Kota untuk kabupaten atau kota madya. bagi daerah tingkat I pada Gubernur dan bagi daerah tingkat II pada Bupati atau Wali Kota. Penentuan kebijakan mengenai pelaksanaan Pemerintahan Pusat di daerah yang wewenang pengeluarannya terletak pada Gubernur. Ia mempunyai wewenang pula untuk mempersiapkan kebijakan khusus Menteri.

maka jabatan Gubernur dan Bupati atau Wali Kota dan Kepala Daerah Tingkat I atau II disatukan dalam satu jabatan yang disebut Gubernur/Kepala Daerah Tingkat I. . Menurut kebijakan yang berlaku sekarang. keputusan dan instruksi Kepala Daerah Tingkat I atau II.Perumusan hasil kebijakan tersebut diterbitkan sebagai kebijakan daerah dalam bentuk Peraturan Daerah Tingkat I atau II. Bupati/Kepala Daerah Tingkat II atau Wali Kota/Kepala Daerah Tingkat II.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->