Pentingnya Ketahanan Nasional dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara.

Ketahanan Nasional merupakan kemampuan suatu bangsa dan negara untuk mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa guna dapat mencapai kesejahteraan bangsa dan melanjutkan pembangunan yang berkesinambungan. Ketahanan Nasional sangat dipengaruhi oleh Ketahanan dan Kestabilan dalam bidang: • Politik • Ekonomi • Sosial Budaya • Pertahanan Keamanan Nasional Ketahanan dan Kestabilan Politik: Iklim Politik yang mendukung terciptanya kestabilan politik sangat diperlukan dalam mencapai terwujudnya ketahanan nasional. Untuk itu diperlukan dukungan yang kuat dalam bentuk: • pemerintahan yang bersih (clean and good governance), dengan tingkat legitimasi dan kredibilitas yang tinggi. • terselenggaranya system yang transparan dan iklim demokrasi yang sehat. Ketahanan dan Kestabilan Ekonomi: • Diperlukan dukungan dalam bentuk sistem perekonomian yang kuat dan bertumpu pada ketahanan dan kemampuan bangsa sendiri, baik dalam hal sumber daya alam maupun sumber daya manusia yang berkualitas (resource based) sehingga tidak mudah goyah oleh gejolak yang bersifat internal maupun eksternal. • Kekuatan dan kestabilan sistem perekonomian dapat terbentuk dengan adanya sistem dan pelaksanaan yang baik dalam sektor moneter maupun riil dalam bentuk kebijakan moneter maupun kebijakan fiskal yang membangun. Ketahanan dan Kestabilan Sosial Budaya: Faktor-faktor yang mempengaruhi: - Nilai-nilai yang ditanamkan dan diyakini oleh masyarakat maupun system sosial – budaya yang diciptakan oleh pemerintah. - Tingkat pendidikan masyarakat, untuk terciptanya tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan faktor yang sangat penting agar masyarakat tidak rentan, memiliki daya tahan dalam menghadapi setiap gejolak serta memiliki kemampuan untuk berusaha dan bertumpu di atas kekuatan lokal dan keunggulannya sendiri. Kestabilan Pertahanan dan Keamanan Nasional (HanKamNas): • System Pertahanan dan Keamanan Nasional yang kuat dan dijalankan dengan benar, dengan keberpihakan pada kepentingan seluruh rakyat sangat penting untuk memberikan jaminan rasa aman, khususnya untuk menjalankan kegiatan perekonomian atau usaha bagi seluruh masyarakat sebagaimana telah dicanangkan dari awal berdirinya republik tercinta ini (khususnya tercantum dalam UUD ’45). • Pada akhirnya jaminan rasa aman ini akan menjamin kelancaran roda perekonomian guna mewujudkan kesejahteraan bangsa. Permasalahan yang Dihadapi dan Dampaknya pada Ketahanan Nasional Akar Permasalahan Penyebab Timbulnya Krisis dan Rentannya Ketahanan Nasional Krisis yang telah berkepanjangan di Indonesia terjadi sebagai akibat dari kombinasi dan akumulasi gejolak eksternal yang berdampak penularan (contagion effect) pada segala struktur maupun tatanan system dalam negeri. Berawal dari gejolak pasar uang yang sangat hebat berakibat pada krisis yang sangat mendalam di berbagai sektor.

Pada dasarnya krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia merupakan akibat dari: • besarnya keinginan untuk menguasai pasar global tanpa dukungan infrastruktur teknologi serta sistem manajemen (pengelolaan sumber daya) yang kuat. • cepatnya proses integrasi dunia usaha / perekonomian Indonesia ke dalam perekonomian global, tanpa pembangunan fondasi yang kokoh • lemahnya dukungan instrumen kelembagaan yang efisien serta tertata baik • kurangnya penguasaan di bidang infrastruktur teknologi industri yang tepat guna, yang mengandalkan keunggulan lokal. • lemahnya akses pada jalur informasi global. • lemahnya struktur pendanaan pada dunia usaha. • lemahnya sistem pendidikan yang belum membuat masyarakat memiliki kemampuan dan kemandirian. • lemahnya struktur industri, sehingga masih sangat tergantung pada negara lain, baik dalam hal impor bahan dasar, penguasaan teknologi maupun proses produksi. • lemahnya daya saing, karena kurangnya penguasaan yang dapat menciptakan produk unggulan. • lemahnya akses pasar global. • kurang optimalnya pemanfaatan sumber daya, (sumber daya manusia maupun sumber daya alam). • lemahnya tata pelaksanaan dan lembaga hukum. Dampak Krisis Pada Ketahanan Nasional • depresiasi Rupiah sebagai akibat dari gejolak pasar uang yang bersifat eksternal telah menciptakan suatu kondisi stagflasi dan instabilitas pada perekonomian Indonesia. • depresiasi nilai tukar rupiah yang sangat tajam berdampak pada turunnya tingkat kepercayaan pada mata uang rupiah. • penerapan tingkat suku bunga tinggi yang diharapkan dapat mengembalikan stabilitas nilai mata uang rupiah telah membuat turunnya kinerja dan bahkan tingkat likuiditas perbankan nasional sebagai akibat dari lemahnya sistem perbankan. • hal ini membuat “matinya” pergerakan sektor riil sebagai akibat dari menurunnya kegiatan dunia usaha serta investasi secara drastis. • krisis pada sektor riil telah menciptakan kepanikan pada tatanan masyarakat secara keseluruhan yang belum ditunjang oleh taraf pendidikan yang memadai, serta penguasaan akan akses jalur informasi membuat terciptanya krisis sosial. • krisis sosial telah mengakibatkan meningkatnya kriminalitas dan kerusuhan sosial. • dampak dari krisis sosial ini pada akhirnya juga telah mengakibatkan krisis kepercayaan pada pemerintahan yang ada. • krisis kepercayaan menimbulkan gejala disintegrasi di berbagai wilayah. • berbagai kerusuhan sebagai akibat dari krisis sosial telah membuat turunnya tingkat kepercayaan dari para investor, khususnya investor asing yang mengakibatkan larinya modal usaha secara besar-besaran dari dalam negeri. • meningkatnya kriminalitas yang tidak didukung oleh sistem pertahanan dan keamanan yang baik membuat masyarakat tidak merasa mendapat jaminan rasa aman untuk melakukan produktivitas mereka sehingga memperparah kondisi sektor riil.

Puncak krisis pada tahun 1998 maupun dampak krisis global sejak tahun 2008 telah mengakibatkan: - Tingginya tingkat inflasi - Tingkat pertumbuhan pendapatan nasional yang bergerak ke bilangan negatif - Defisit transaksi berjalan - Tingkat pengangguran meningkat tajam - Meningkatnya angka putus sekolah. - Meningkatnya masalah kesehatan serta menurunnya harapan hidup masyarakat. Belajar dari Krisis Belajar dari krisis yang berkepanjangan telah semakin membuktikan bahwa Ketahanan Nasional yang kuat sangat diperlukan untuk menjamin kelangsungan kesejahteraan dan pembangunan suatu bangsa dan negara. Beberapa faktor yang perlu ditingkatkan untuk memulihkan Ketahanan Nasional: • Pengembangan sumber daya yang dimiliki dalam negeri (resource based), baik sumber daya manusia maupun sumber daya alam dengan memberi perhatian jauh lebih besar pada sistem pelatihan maupun pengembangan (R&D). • Sistem pendidikan yang siap pakai dan memiliki keterkaitan dengan sektor industri yang dibutuhkan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, termasuk pengembangan sistem pendidikan yang akrab teknologi informasi dari tingkat pendidikan terendah, serta kemudahan akses pendidikan tinggi hingga ke jenjang pendidikan tinggi yang akan meningkatkan daya saing sumber daya manusia. • Penguasaan teknologi industri yang tepat guna dalam mendukung resource based industry. • Penguasaan teknologi informasi dan akses ke jalur informasi. • Struktur industri yang kuat dan menyeluruh dari hulu ke hilir, sehingga mampu mengurangi tingkat ketergantungan pada luar negeri. • Kesediaan lapangan kerja yang juga bertumpu pada sumber daya yang dimiliki (resource based). • Pelayanan Kesehatan yang baik bagi seluruh rakyat, merupakan kunci bagi berjalannya roda perekonomian maupun pembangunan nasional. • Sistem Pertahanan dan Keamanan yang berpihak pada kepentingan masyarakat banyak, yang dapat memberikan jaminan rasa aman bagi masyarakat dalam menjalankan roda perekonomian. • Sistem Pemerintahan yang efisien dan kredibel dalam menjalankan fungsinya. • Sistem perekonomian yang transparan dengan memanfaatkan jalur akses ke pasar global maupun ke seluruh sumber daya yang diperlukan secara lebih efisien (multi source). • Sistem sosial politik yang transparan dan bersih melalui pelaksanaan sistem demokrasi. • Alur Pengeluaran Pemerintah dalam bentuk subsidi yang transparan pada sektor-sektor yang tepat guna. • Peran perusahaan-perusahaan swasta yang lebih besar dalam peningkatan perekonomian Indonesia. • Sistem pendanaan dunia usaha yang tidak bertumpu pada pemilikan modal satu pihak ataupun hutang luar negeri, namun dengan memanfaatkan akses pendanaan dalam bentuk aliansi atau penyertaan modal yang akan mengurangi risiko serta kerentanaan bidang usaha terhadap gejolak. • Sistem pendistribusian dan akses pasar internasional yang lebih baik.

bertumpu pada sumber daya yang dimiliki (resource based). berwawasan luas dan dinamis. • Memperbesar peluang implementasi sistem multi resource bagi dunia usaha / industri untuk menghilangkan dampak ekonomi biaya tinggi. • Mempengaruhi nilai-nilai sosial budaya masyarakat ke arah tatanan masyarakat yang lebih modern. melalui pemanfaatan teknologi informasi dan telekomunikasi (ICT).informasi. • Meningkatkan nilai usaha di masa mendatang (future value) pada pasar saham. seperti bio-teknologi yang ramah lingkungan. • Memberikan nilai tambah yang tinggi (high added value) bagi setiap produk dan jasa yang dihasilkan. • Membangun sistem perekonomian yang efisien tanpa adanya ekonomi biaya tinggi. • Teknologi pengolahan hasil hutan. • Teknologi penunjang industri yang bertumpu pada sumber daya yang dimiliki yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan rakyat. • Membuka peluang bagi sistem pendanaan dunia usaha yang lebih efisien serta beresiko rendah (low risk). • Penunjang terlaksananya sistem informasi yang transparan dalam segala aspek bernegara. • Membuka kesempatan akses ke pasar global bagi komoditas unggulan Indonesia secara lebih efektif dan efisien. Arti Penting Teknologi Telekomunikasi – Informasi: • Penunjang sistem pendidikan yang sesuai bagi negara kesatuan Indonesia yang berbentuk kepulauan. • Membangun akses pasar global yang efisien bagi setiap produk dan jasa dalam negeri. Teknologi Utama penunjang industri dalam negeri yang perlu dikembangkan: • Teknologi telekomunikasi . • Meningkatkan keunggulan daya saing produk dan jasa yang ditawarkan di pasar global. Teknologi Industri yang perlu mendapat prioritas untuk dikembangkan: • Teknologi pertanian dan peternakan yang modern dan handal. • Mengurangi tingkat ketergantungan pada negara lain dengan menciptakan tingkat persamaan keberdayaan yang lebih seimbang (balance equality). • Menjadikan informasi lebih bernilai guna bagi masyarakat. • Membangun struktur industri nasional yang kuat. • Meningkatkan kesejahteraan rakyat dan memperkuat daya tahan bangsa. . • Meningkatkan nilai investasi suatu negara di pasar internasional. untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri serta meningkatkan daya saing dan daya jual di pasar internasional.Peran IPTEK Dalam Membangun Ketahanan Nasional Penguasaan suatu bangsa akan ilmu pengetahuan dan teknologi mutlak diperlukan karena dapat: • Merupakan aset penting dalam pengembangan sektor perekonomian. Aspek yang perlu diperhatikan dalam pemilihan bidang penguasaan IPTEK: • Menunjang industri yang realistis. • Meningkatkan kualitas dan nilai sumber daya manusia di pasar tenaga kerja. • Teknologi pengolahan minyak bumi dan gas alam.

Era Globalisasi dapat mempercepat upaya bangkit dari krisis karena: • Terbukanya peluang pasar yang sangat besar bagi setiap produk dan jasa dalam negeri yang memiliki keunggulan daya saing dan nilai tambah yang tinggi. • Terbukanya akses ke pasar global melalui pengusaan teknologi telekomunikasi – informasi yang berkembang pesat. . • Ramah lingkungan. baik dalam bentuk kebijakan moneter. •Ditandai dengan: . • Mengurangi tingkat ekonomi biaya tinggi dalam proses produksi. penelitian dan pengembangan (R&D). seperti industri telekomunikasi . • Program pembudayaan sarana media informasi maupun pemanfaatan teknologi telekomunikasi untuk lebih memberdayakan masyarakat. • Dukungan pemerintah pada pemberdayaan sektor perdagangan internasional yang efisien.• Memberi keunggulan daya saing bagi setiap produk dan jasa yang dihasilkan. • Sistem / suasana yang kondusif bagi berkembangnya industri yang berdasarkan pada penguasaan teknologi.menurunnya tingkat laju inflasi .menurunnya tingkat suku bunga yang membangkitkan kembali gairah kegiatan perekonomian. Upaya Bangkit dari Krisis Tidak mudah untuk memulihkan kondisi bangsa dan negara dari krisis yang berkepanjangan. • Memanfaatkan era globalisasi sebagai momentum yang tepat untuk segera bangkit dari krisis dengan memanfaatkan akses ke pasar internasional. • Sistem pelaksanaan dan pengawasan yang transparan dalam segala sektor untuk menjamin kestabilan kondisi dan kehidupan berbangsa dan bernegara. Bangkitnya Perekonomian dan Ketahanan Nasional • Tingkat kepercayaan masyarakat pada mata uang rupiah serta pada pemerintahan mulai pulih. • Peran sektor swasta dalam mengembangkan bidang R&D serta memberikan masukan bagi kebijakan pemerintah.informasi. • Terbukanya peluang yang lebih besar untuk sistem pendanaan maupun akses ke sumber daya (multi resource) yang lebih efisien serta berisiko rendah. Beberapa upaya yang diperlukan untuk dapat segera bangkit dari Krisis: • Skala prioritas pada sektor-sektor maupun industri-industri tertentu yang tepat guna. fiskal maupun kebijakan sektor riil. • Dorongan pemerintah untuk merangsang sektor swasta lebih mengembangkan sistem pelatihan. seperti dalam bentuk pemberian intensif atau keringanan pajak bagi sektor swasta yang menanamkan investasi yang cukup besar di bidang R&D. • Kebijakan dan subsidi di bidang pendidikan yang akrab dengan teknologi informasi guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Faktor penunjang implementasi IPTEK dalam membangun ketahanan nasional: • Kebijakan pemerintah yang mendukung di segala sektor. • Kebijakan-kebijakan yang menunjang tingkat pertumbuhan perekomonian serta menjamin berlangsungnya laju pembangunan dan pertumbuhan nasional. termasuk iklim usaha yang kondusif. bertumpu pada sumber daya yang dimiliki serta memberi nilai tambah yang tinggi (high added value).

nilai mata uang rupiah yang berangsur relatif stabil . Langkah-langkah Strategis Bisnis dalam upaya menjaga dan menjamin ketahanan nasional: • Menjaga kestabilan moneter. fiskal maupun sektor riil yang menunjang pulihnya perekonomian bangsa. • Meningkatkan kemampuan manajemen para pelaku usaha dalam menjalankan dunia usaha. beralih dari teknologi perakitan ke teknologi manufaktur . • Membudayakan etika bisnis serta membenahi perangkat hukum dalam menjamin kepastian berusaha di Indonesia.. penelitian dan pengembangan (R&D). • Sektor Kesejahteraan Rakyat. • Menciptakan iklim berusaha yang kondusif dan sistem persaingan yang sehat dalam dunia industri strategis untuk meningkatkan daya saing di pasar internasional. • Meningkatkan kebijakan yang mendukung pengembangan bidang pelatihan. Tingginya tingkat harapan hidup sangat diperlukan untuk menunjang produktivitas dan tingkat kemampuan masyarakat dalam menjalankan roda perekonomian bangsa. Saat ini Indonesia termasuk negara yang sangat sedikit membelanjakan pendapatannya di bidang pengembangan dan penelitian (hanya 0. guna menghindari defisit transaksi berjalan • Membuka lapangan kerja untuk mengurangi larinya tenaga kerja terampil dan berkualitas di Indonesia ke luar negeri. Langkah-langkah strategis guna mengurangi tingkat ketergantungan perekonomian Indonesia pada luar negeri: • mengembangkan resourced based industry yang memiliki keunggulan teknologi serta meningkatkan daya saing komoditas ekspor untuk mengurangi tingkat ketergantungan pada komponen impor. kesehatan dan penelitian maupun pengembangan infrastruktur yang berdampak langsung bagi pengingkatan kesejahteraan rakyat.25 % dari GNP) di bandingkan dengan negara-negara . • Menjalankan kebijakan-kebijakan yang tepat baik dalam sektor moneter.produksi. • Mengembangkan kebijakan yang mendukung maupun jaringan telekomunikasi informasi untuk memperluas dan mempermudah akses pasar global bagi peningkatan daya saing Indonesia. khususnya pada pengembangan dan penguasaan teknologi yang tepat guna yang dapat mendukung resource based industry. • Sektor Industri penunjang kesejahteraan rakyat yang bertumpu pada sumber daya yang dimiliki (resource based industry) serta penguasaan teknologi tinggi. • Mengembangkan jaringan infrastuktur yang baik untuk menunjang pengembangan resourced based industry. • Sektor Kesehatan. guna memperkuat industri nasional. • Meningkatkan kemampuan dalam bidang penguasaan IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) yang dapat menunjang pengembangan resourced based industry. Hal ini dapat ditunjang dengan pemberian subsidi pada sektorsektor yang tepat guna seperti sektor pendidikan. • Meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam bidang penguasaan IPTEK. khususnya bagi para investor asing.tingkat pertumbuhan yang beranjak Langkah Strategis Untuk Menjamin Ketahanan Nasional Sektor-sektor yang perlu mendapat prioritas dan perhatian utama: • Sektor pendidikan yang akrab dengan teknologi informasi. • Memfokuskan pengeluaran pemerintah (subsidi) pada sektor-sektor yang tepat guna.

• Membuka akses penguasaan sumber daya produksi maupun pasar global yang efisien. Share • • • ○ ○ ○ ○ Laporkan Tanggapi Beri Nilai TANGGAL KOMENTAR BERDASARKAN : • 24 April 2009 06:22:41 0 dulu th 70 an mata kuliah Kewiraan yang salah satu topicnya adalah Ketahanan Nasional saya rasa bagus terus menerus diajarkan dlm membentuk character bangsa ini sebelum terjun ke politik praktis Suka Balas | • 24 April 2009 09:13:41 0 Benar Oom Jay. Korea (1. karena memang tidak ada lagi penghayatan dan pembentukan karakter manusia Indonesia seutuhnya. . tanpa kecuali. • Menyediakan sarana-sarana informasi yang terjangkau bagi masyarakat luas. entah itu krisis sense of belonging dari para pemangku jabatan dan wakil rakyat. bagi semua lapisan.5 %) dan Jepang (3. • Membudayakan penggunaan sistem informasi untuk meningkatkan efisiensi sektor perdagangan di masyarakat.70 % dari GNP).ASEAN maupun ASIA lainnya. khususnya masyarakat bisnis. seperti Malaysia (0. ”penggadaian aset” negara dan pengabaian kepentingan rakyat. • Mengurangi tingkat ketergantungan pada hutang luar negeri dengan melakukan sistem pendanaan yang tidak bertumpu pada kepemilikan satu pihak dan yang beresiko rendah. • Mengatur kebijakan dan peraturan yang mendukung pengembangan industri telekomunikasi – informasi serta perdagangan internasional yang efisien.2 %). Sepertinya krisis yg melanda saat ini termasuk krisis berupa degradasi moral yg menjadi pangkal dari segala krisis lainnya. melalui pemanfaatan teknologi informasi dan telekomunikasi (ICT) dengan harga yang terjangkau.

CU. -MoraSuka Balas | Tulis Tanggapan Anda Top of Form Submit Bottom of Form Top of Form SEARCH Bottom of Form . Very welcome kalau ada yg ingin didiskusikan lebih lanjut. bertindak dan berjuang untuk kepentingan. keutuhan dan kemajuan Indonesia. sehingga selalu berpikir. saya rasa lebih berat dari krisis di tahun 98 (dalam arti tidak hanya ditinjau dari segi krisis ekonomi. hingga di tahun 2000 saya rampungkan tulisan ini. Suka Balas | • 6 July 2009 17:14:56 0 aq lagi bikin bahan diskusi yang ngulas pemanfaatan SDA untuk menjaga ketahanan nasional aq sangat terbantu dengan artikel ini THx Suka Balas | • 6 July 2009 18:23:27 0 Senang bisa membantu Mbak Nuning.Manusia2 Indonesia yg benar2 menyadari dirinya sebagai bagian dari negeri ini juga. tapi juga krisis di berbagai aspek lainnya). Dan krisis yg terjadi saat ini. Inipula yg sudah saya rasakan bertahun2 yg lalu.

Seorang Korban Dunia Maya! winwin faizah | 13 jam yang lalu • • Selasaikan Kisruh PSSI dengan Konsultasi AFC dan FIFA Syamsuardi Dedi | 13 jam yang lalu BERITA ADMIN .ONLINE BLOGSHOP Internet & Social Media 2011 in Numbers Mentrasfer Energi Lewat Tulisan Peranan Kritik Dalam Membangun Karakter di Media Sosial Bandung FENOMENA MEDIA SOSIAL Media sosial sudah menjadi media utama. Tetapi … • Pimpinan PT Sidomuncul Itu Ternyata Hanya Seorang Penipu? Bang Borneo | 4 jam yang lalu • Aksi Calon Pemain Timnas di Lapangan Mini Choirul Huda | 6 jam yang lalu • Umbaran “Brutal” Abraham Samad Armand | 9 jam yang lalu • Aku Winwin Faizah. khususnya bagi mereka yang berasal dari Generasi Internet kelahiran • • • Media Sosial itu Energinya Luar Biasa Media Sosial dan Pengembangan Karir Dunia Internet Memang Maya.

Enaknya Makan Laksa Bersama Mertua !! Siapa Bilang 100. Penentuan perbatasan negara dalam banyak hal ditentukan oleh proses historis. Peneliti Puslitbang Strahan Balitbang Dephan Perbatasan negara merupakan manifestasi utama kedaulatan wilayah suatu negara. politik.• • • • LETTER TO ADMIN »Ngariung di Kompasiana Blogshop … »Rincian Acara KOMPASIANIVAL 2011 »Pemenang “Semarak Ultah Alfamart Shop & … INDEX • • • • • TERAKTUAL Langkanya Kue Rangi Betawi Blogger Malaysia Kritik Program Pamer Prilaku Asusila … Wuuiih. hal tersebut ditunjukkan oleh karakteristik kegiatan antara lain : . hukum nasional dan internasional.000 Rupiah Tidak Bisa Menabung Investasi … Indonesia. Dalam konstitusi suatu negara sering dicantumkan pula penentuan batas wilayah. SP. Kompasiana Dan Panggung Sandiwara INSPIRATIF BERMANFAAT MENARIK      Inilah 5 PNS dengan Nilai Kekayaan Fantastis Tradisi Tahunan Di Pulau Faroe: Pembantaian Ratusan Paus Wisata Air Terjun Terindah di Indonesia Rincian Acara KOMPASIANIVAL 2011 Pemenang Miss Universe dari Tahun 1952-2011 'Terlengkap' About Kompasiana | Terms & Conditions | Tutorial | FAQ | Contact Us | Kompasiana Toolbar © 2008 – 2011 STRATEGI PENGEMBANGAN PERBATASAN WILAYAH KEDAULATAN NKRI oleh : Eddy MT. pemanfaatan sumber daya alam.. menjaga keamanan dan keutuhan wilayah. Perbatasan suatu negara mempunyai peranan penting dalam penentuan batas wilayah kedaulatan. Wilayah perbatasan mempunyai nilai strategis dalam mendukung keberhasilan pembangunan nasional. SSi dan Nafsiah. Sianturi. Pembangunan wilayah perbatasan pada hakekatnya merupakan bagian integral dari pembangunan nasional.

Mempunyai keterkaitan yang saling mempengaruhi dengan kegiatan yang dilaksanakan di wilayah lainnya yang berbatasan dengan wilayah maupun antar negara. pada hakekatnya merupakan bagian dari upaya perwujudan ruang wilayah nusantara sebagai satu kesatuan geografi. penyelundupan barang dan jasa serta kejahatan trans nasional (transnational crimes). Kondisi Daerah Perbatasan Saat Ini Pada umumnya daerah pebatasan belum mendapat perhatian secara proporsional. Kehidupan sosial ekonomi di daerah perbatasan umumnya dipengaruhi oleh kegiatan di negara tetangga. karena tidak seiramanya antara kata dan perbuatan dari penyelenggara negara. c.a. ekonomi. . tetapi tidak bersifat indoktrinasi dan yang paling penting adanya keteladanan dari para pemimpin bangsa. Daerah perbatasan merupakan daerah tertinggal (terbelakang) disebabkan antara lain : 1) Lokasinya yang relatif terisolir (terpencil) dengan tingkat aksesibilitas yang rendah. Kondisi tersebut berpotensi untuk mengundang ke-rawanan di bidang politik. yang mengancam kehidupan bermasyarakat. Pada saat ini penghayatan dan peng-amalan Pancasila sebagai ideologi negara dan falsafah hidup bangsa tidak disosialisasikan dengan gencar seperti dulu lagi. d. Kondisi ini terbukti dari kurangnya sarana prasarana pengamanan daerah perbatasan dan aparat keamanan di perbatasan. Kesadaran akan adanya persepsi wilayah perbatasan antar negara telah mendorong para birokrat dan perumus kebijakan untuk mengembangkan suatu kajian tentang penataan wilayah perbatasan yang dilengkapi dengan perumusan sistem keamanannya. 2001) . terutama apabila kehidupan ekonomi masyarakat daerah perbatasan mempunyai ketergantungan kepada perekonomian negara tetangga. • Aspek Ekonomi. • Aspek Politik. Hal ini menjadi isu strategis karena penataan kawasan perbatasan terkait dengan proses nation state building terhadap kemunculan potensi konflik internal di suatu negara dan bahkan pula dengan negara lainnya (neighbourhood countries). Mempunyai dampak terhadap kondisi pertahanan dan keamanan. maka hal inipun selain dapat menimbulkan kerawanan di bidang politik juga dapat menurunkan harkat dan martabat bangsa. Kondisi umum daerah perbatasan dapat dilihat dari aspek Pancagatra yaitu : • Aspek Ideologi. Merupakan faktor pendorong bagi peningkatan kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat sekitarnya. Penanganan perbatasan negara. Hal ini telah menyebabkan terjadinya berbagai permasalahan seperti. Mempunyai dampak pentingbagi kedaulatan negara. baik skala regional maupun nasional. Situasi politik yang terjadi di negara tetangga seperti Malaysia (Serawak & Sabah) dan Philipina Selatan akan turut mempengaruhi situasi keamanan daerah perbatasan. berbangsa dan bernegara dari rakyat Indonesia. sosial budaya dan pertahanan keamanan (Sabarno. Kurangnya akses pemerintah baik pusat maupun daerah ke kawasan perbatasan dapat menyebabkan masuknya pemahaman ideologi lain seperti paham komunis dan liberal kapitalis. Oleh karena itu perlu adanya suatu metoda pembinaan ideologi Pancasila yang terusmenerus. Ketahanan wilayah perbatasan perlu mendapatkan perhatian secara sungguh-sungguh karena kondisi tersebut akan mendukung ketahanan nasional dalam kerangka NKRI. b. politik. karena meskipun orientasi masyarakat masih terbatas pada bidang ekonomi dan sosial. perubahan batas-batas wilayah. Keamanan wilayah perbatasan mulai menjadi concern setiap pemerintah yang wilayah negaranya berbatasan langsung dengan negara lain.

dan dapat merusak ketahanan nasional. serta dengan rencana pengembangan Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (KAPET) Sanggau di Kalimantan Barat dan KAPET SASAMBA di Kalimantan Timur yang secara konseptual dan operasional perlu diarahkan dan dirancang untuk menumbuhkan daya saing. di tingkat regional maupun internasional baik secara langsung dan tidak langsung. dapat mempercepat masuk dan berkembangnya budaya asing ke dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Koordinasi dalam pengelolaan kawasan perbatasan. sementara mereka tidak tahu dimana batas-batas fisik negaranya ? Kenyataan di lapangan ditemukan banyak kebijakan yang tidak saling mendukung dan/atau kurang sinkron satu sama lain. Akibat globalisasi dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu pesat. Pengaruh budaya asing tersebut banyak yang tidak sesuai dengan kebudayaan kita. seperti yang ditemui pada wilayah perbatasan antara Malaysia Timur dengan Kalimantan dengan KK Sosek Malindo dan BIMP-EAGAnya. baik instansi terkait di tingkat pusat maupun antar instansi pusat dengan pemerintah daerah. Misalnya. seperti lepas dari perhatian dimana penanganan masalah daerah batas negara menjadi domain pemerintah pusat saja. dikarenakan intensitas hubungan lebih besar dan kehidupan ekonominya sangat tergantung dengan negara tetangga. Merekapun bertanya siapa yang bertanggung jawab dalam membina masyarakat di perbatasan ? Siapa yang harus menyediakan. serta seringkali terjadi tarik-menarik kepentingan antara berbagai pihak baik secara horizontal. belum terkoordinasinya pengembangan kawasan perbatasan antar negara dengan kerjasama ekonomi sub regional. penyelundupan dan kriminal lainnya termasuk terorisme. Masyarakat daerah perbatasan cenderung lebih cepat terpengaruh oleh budaya asing. 3) Rendahnya tingkat kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat daerah perbatasan (jumlah penduduk miskin dan desa tertinggal). sektoral maupun vertikal. Daerah perbatasan merupakan wilayah pembinaan yang luas dengan pola penyebaran penduduk yang tidak merata. sebagaimana hendaknya melibatkan banyak instansi (Departemen/LPND). Lebih memprihatinkan lagi keadaan masyarakat sekitar daerah perbatasan negara. Maka tidak jarang daerah perbatasan sebagai pintu masuk atau tempat transit pelaku kejahatan dan teroris. sehingga menyebabkan rentang kendali pemerintah. • Aspek Sosial Budaya. 4) Langkanya informasi tentang pemerintah dan pembangunan masyarakat di daerah perbatasan (blank spot). sehingga perlu adanya kerjasama yang terpadu antara instansi terkait dalam penanganannya. Kesenjangan sosial ekonomi masyarakat daerah perbatasan dengan masyarakat negara tetangga mempengaruhi watak dan pola hidup masyarakat setempat dan berdampak negatif bagi pengamanan daerah perbatasan dan rasa nasionalisme. Seluruh bentuk kegiatan atau aktifitas yang ada di daerah perbatasan apabila tidak dikelola dengan baik akan mempunyai dampak terhadap kondisi pertahanan dan keamanan. karena mempercepat dekulturisasi yang bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. • Aspek Pertahanan dan Keamanan. terutama daerah yang sulit dijangkau. teknologi informasi dan komunikasi terutama internet. pemerintah daerahpun menyampaikan keluhannya. memelihara infrastruktur di daerah perbatasan. kompabilitas dan komplementaritas dengan wilayah mitranya yang ada di negara tetangga.2) Rendahnya tingkat pendidikan dan kesehatan masyarakat. masalah koordinasi yang kurang mantap dan terpadu menjadi sangat perlu untuk ditelaah lebih lanjut. Permasalahan Yang Dihadapi Penanganan perbatasan selama ini memang belum dapat dilakukan secara optimal dan kurang terpadu. pengawasan dan pembinaan teritorial sulit dilaksanakan dengan mantap dan efisien. karena merasa tidak pernah diajak serta masyarakatnya tidak mendapat perhatian. Daerah perbatasan rawan akan persembunyian kelompok GPK. . Dalam hal ini.

Yamaker di perbatasan Kalimantan-Malaysia baru didasari oleh SK Menhut No. Tugas ini bersifat lintas sektoral dan lintas wilayah sehingga diperlukan dasar hukum yang lebih tinggi. Dengan adanya reorientasi ini diharapkan penanganan pembangunan kawasan perbatasan di Kalimantan dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa hal berikut : a) Pendekatan keamanan yang diterapkan Mabes TNI di dalam penanganan KK Sosek Malindo. komitmen dan kebijakan Pemerintah untuk memberikan prioritas yang lebih tinggi dalam pembangunan wilayah perbatasan telah mengalami reorientasi yaitu dari orientasi keamanan (security approach) menjadi orientasi kesejahteraan/pembangunan (prosperity/development approach). memerlukan perhatian. Ancaman hilangnya sebagian wilayah RI di perbatasan Kalimantan Barat dengan Malaysia Timur akibat rusaknya patok batas negara setidaknya kini menjadi 21 patok yang terdapat di Kecamatan Seluas. 3766/Kpts-II/1999 tanggal 27 Mei 1999. 4) Pengelolaan kawasan lindung lintas negara belum terintegrasi dalam program kerja sama bilateral antara kedua negara. kabupaten Bengkayang. di sebelah Utara Kalimantan Timur. 23 Juni 2001).000 m3 kayu ilegal dari Kalimantan barat masuk ke Malaysia (Kompas. 315 spesies unggas dan ratusan spesies lainnya.000-100. masing-masing berjumlah tiga dan lima patok (Media Indonesia. Misalnya. Contohnya. yang sebenarnya sangat relevan untuk dikembangkan secara integrative dan komplementatif dengan KK Sosek Malindo. kasus illegal lodging yang juga terkait dengan kerusakan patok-patok batas yang dilakukan untuk meraih keuntungan dalam penjualan kayu. . Perum Perhutani yang ditugasi Pemerintah untuk mengelola HPH eks PT. kerusakan patok-patok batas juga terjadi di wilayah Kabupaten Sintang dan Kapuas Hulu. Taman ini merupakan habitat lebih dari 70 spesies mamalia. 21 Juni 2001). 3) Kepastian hukum bagi suatu instansi dalam operasionalisasi pembangunan di wilayah perbatasan sangat diperlukan agar peran dan fungsi instansi tersebut dapat lebih efektif.Selain isu koordinasi dalam pengembangan kawasan perbatasan. khususnya di Kalimantan dengan KK Sosek Malindonya. c) Terkait dengan beberapa upaya yang telah disepakati di dalam pengembangan kawasan perbatasan antar negara. Depertemen Kehutanan pernah menaksir setiap bulannya sekitar 80.000 m3 kayu ilegal dari Kalimantan Timur dan sekitar 150. 20 Mei 2001). sepanjang perbatasan dengan Sabah Malaysia. namun tugas yang dipikul Perhutani meliputi menata kembali wilayah perbatasan dalam rangka pelestarian sumber daya alam.35 juta hektare. walaupun berbeda namun diharapkan dapat saling menunjang dengan pendekatan pembangunan. Isu pengembangan daerah perbatasan lainnya secara umum diilustrasikan sebagai berikut : 1) Kaburnya garis perbatasan wilayah negara akibat rusaknya patok-patok di perbatasan Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur menyebabkan sekitar 200 hektare hutan wilayah Republik Indonesia berpindah masuk menjadi wilayah Malaysia (Media Indonesia. 2) Pengelolaan sumber daya alam belum terkoordinasi antar pelaku sehingga memungkinkan eksploitasi sumber daya alam yang kurang baik untuk pengembangan daerah dan masyarakat. diperlukan pertimbangan terhadap upaya percepatan pengembangan kawasan perbatasan tersebut melalui penanganan yang bersifat lintas sektor dan lintas pendanaan. misalnya keberadaan Taman Nasional Kayan Mentarang yang terletak di Kabupaten Malinau dan Nunukan. seluas 1. b) Penanganan KK Sosek Malindo selama ini ternyata tidak tercipta suatu keterkaitan (interface) dengan program pengembangan kawasan dan kerjasama ekonomi regional seperti BIMP-EAGA. Selain di Kabupaten Bengkayang. perlindungan dan pengamanan wilayah perbatasan dan pengelolaan hutan dengan sistem tebang pilih .

dimana terjadi banyak pelintas batas baik dari dan ke Indonesia maupun Malaysia. penanganan masalah perbatasan belum dapat dilakukan secara optimal. b) Kondisi masyarakat di wilayah perbatasan masih tertinggal. 8) Tidak tercipta keterkaitan antar kluster social ekonomi baik kluster penduduk setempat maupun kluster binaan pengelolaan sumber daya alam di kawasan. baik sumber daya manusia. maupun pelanggaran dan eksploitasi sumber daya alam yang lintas batas negara. e) Eksploitasi sumber daya alam secara ilegal. akses keluar (ke Malaysia) lebih mudah dibandingkan ke ibukota kecamatan/kabupaten di wilayah Kalimantan. politik. seperti di Kalimantan. tenaga kerja dan lain-lain. meliputi kelembagaan. mereka membuka semua hambatan fisik. Hal ini didukung oleh semakin meningkatnya hubungan masyarakat perbatasan baik dari sudut sosial budaya maupun ekonomi. ekonomi maupun komunitasnya. f) Munculnya pos-pos lintas batas secara ilegal yang memperbesar terjadinya out migration. administrasi dan fiskal yang membatasi gerak lalu lintas barang dan orang. Perkembangan kerjasama ASEAN diharapkan akan dapat menciptakan keterbukaan dan saling pengertian sehingga dapat dihindarkan terjadinya konflik perbatasan. “economic asset” secara ilegal. ekonomi. Berdasarkan isu strategis dalam pengelolaan daerah perbatasan negara selama ini. sosial budaya dan pertahanan keamananan. baik keterkaitan ke dalam maupun dengan kluster pertumbuhan di negara tetangga. d) Pengelolahan perbatasan belum optimal.5) Kawasan perbatasan mempunyai posisi strategis yang berdampak terhadap hankam dan politis mengingat fungsinya sebagai outlet terdepan Indonesia. . 7) Kesenjangan sarana dan prasarana wilayah antar kedua wilayah negara pemicu orientasi perekonomian masyarakat. regional maupun nasional. Berbagai negara sambil tetap mempertahankan identitas serta batas-batas teritorial negaranya. 9) Adanya masalah atau gangguan hubungan bilateral antar negara yang berbatasan akibat adanya peristiwa-peristiwa baik yang terkait dengan aspek ke-amanan dan politis. Perkembangan Lingkungan Strategis Masalah perbatasan tidak terlepas dari perkembangan lingkungan strategis baik internasional. baik sumber daya alam darat maupun laut. Dalam era globalisasi. misalnya di Kalimantan Barat dengan Serawak/Sabah hanya ada 2 pos lintas batas legal dari 16 pos lintas batas yang ada. c) Beberapa pelanggaran hukum di wilayah perbatasan seperti penyelundupan kayu/illegal lodging. g) Mental dan professional aparat (stake holders di pusat dan daerah serta aparat keamanan di pos perbatasan). dapat dikemukakan beberapa permasalahan yang menonjol di daerah perbatasan sebagai berikut : a) Belum adanya kepastian secara lengkap garis batas laut maupun darat. 6) Kemiskinan akibat keterisolasian kawasan menjadi pemicu tingginya keinginan masyarakat setempat menjadi pelintas batas ke Malaysia berlatar belakang untuk memperbaiki perekonomian masyarakat mengingat tingkat perekonomian Malaysia lebih berkembang. Ancaman di bidang hankam dan politis ini perlu diperhatikan mengingat kurangnya pos lintas batas legal yang disepakati oleh kedua belah pihak. Dalam era reformasi dan dengan kondisi kritis yang masih berkepenjangan. Konsep saling keterkaitan dan ketergantungan dalam masyarakat internasional berpengaruh dalam bidang-bidang ideologi. dunia makin terorganisasi dan makin tergantung satu sama lain serta saling membutuhkan. terutama hasil hutan dan kekayaan laut. kewenangan maupun program.

dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Mewujudkan sabuk pengaman (koridor). . hasil kebijakannya bersifat operasional dan personil terdiri dari sumber daya manusia yang sesuai dengan bidang kerjanya. Penataan batas negara dalam upaya memperkokoh keutuhan integritas NKRI. sehingga kurang terjadi adanya kesinambungan kegiatan. Dewan dibantu oleh sekretariat Dewan. terutama masyarakat di daerah-daerah. Untuk lebih mewujudkan keamanan negara RI Khususnya di wilayah perbatasan dengan negara tetangga perlu diciptakan sabuk pengaman yang berfungsi sebagai sarana kontrol dimulai dari titik koordinat ke arah tertentu sepanjang perbatasan. Dalam penanganan masalah perbatasan agar dapat berjalan secara optimal perlu dibentuk lembaga yang dapat berbentuk : Forum/setingkatDewan dengan keanggotaan terdiri dari pimpinan Institusi terkait. perdamaian abadi dan keadilan sosial. Pengelolaan perbatasan antar negara masih bersifat sementara (ad-hoc) dengan leading sektor dari berbagai instansi terkait. baik antar negara maupun antar daerah. Dalam menjaga kedaulatan Negara dan keamanan. Penyusunan Program Secara Komprehensif dan Integral.Strategi Pengembangan Daerah Perbatasan Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. seperti masalah kependudukan. ke-amanan. Bentuk ini mempunyai kelebihan dan penyelesaian masalah lebih terpadu dan hasilnya lebih maksimal. Pembentukan Kelembagaan Khusus menangani Masalah Perbatasan. 4) Join Commisison Meeting RI – Malaysia (JCM) diketuai oleh Departemen Luar Negeri yang sifatnya kerjasama bilateral.sehingga perlu perhatian penuh pemerintah terhadap penanganan hal-hal yang terkait dengan masalah perbatasan. Dengan kejelasan batas-batas tersebut akan memperjelas kedaulatan fisik wilayah negara RI. Penyusunan program secara integral dan komprahensif dalam hal ini melibatkan sektor-sektor yang terkait dalam masalah penanganan perbatasan. Penataan batas seperti yang telah diuraikan di atas berupa batas fisik baik batas alamiah ataupun buatan. 3) Join Border Committee RI-UNTAET (Timtim) diketuai oleh Dirjen Pemerintah Umum Departemen Dalam Negeri. Pada saat ini. Konsepsi peng-elolaan perbatasan negara merupakan “titik temu” dari tiga hal penting yang harus saling bersinergi. sehingga kebijakan yang ditetapkan kurang didukung oleh sektor terkait. lembaga-lembaga yang menangani masalah perbatasan antar negara tetangga adalah: 1) General Border Committee RI-PNG diketuai oleh Panglima TNI. yaitu: 1) Politik Pemerintahan Indonesia untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dalam wadah NKRI. keanggotaan se-ring berganti-ganti. Oleh sebab itu dalam penyusunan peraturan perundang-undangan harus selalu memperhatikan dan berdasarkan tiga hal tersebut di atas. kesehatan. Sedangkan kelemahannya tidak operasional. Badan (LPND) yang mandiri terlepas dari institusi lain dan langsung di bawah presiden. Bentuk ini mempunyai kelebihan bersifat otonom. Sedangkan kelemahannya dapat terjadi pengambil-alihan sektor. lalu lintas barang/perdagangan. 2) Pelaksanaan otonomi daerah yang bertujuan untuk memajukan kesejahteraan umum. Persoalan pengelolaan perbatasan negara sangat kompleks dan urgensinya terhadap integritas negara kesatuan RI. 2) Join Border Committee RI-PNG (JBC) diketuai oleh Menteri Dalam Negeri. konservasi sumber daya alam. karena didukung oleh instansi terkait. 3) Politik luar negeri yang bebas-aktif dalam rangka mewujudkan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan.

Sistem Keamanan Perbatasan Sistem keamanan perbatasan dapat dijelaskan sebagai berikut : a.Timor Lorosae). Perbandingan luas wilayah darat dan laut adalah 1 : 3.Thailand.PNG dan Timor Lorosae). Umum . PNG. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam usaha pertumbuhan perekonomian perbatasan yang berbasis kerakyatan antara lain: 1) Potensi sumber daya alam setempat 2) Kelompok swadaya masyarakat. Philipina. Australia. berbatasan dengan 10 negara (India. b. berbatasan dengan 3 negara (Malaysia. Sedangkan bentuk usaha percepatan pertumbuhan perekonomian perbatasan yang berbasis kerakyatan antara lain: Penguatan kapasitas kelembagaan masyarakat adat/kelompok-kelompok swadaya masyarakt yang sudak ada. panjang pantai 80. Jumlah pulau 17. Identifikasi potensi dan pengembangan sektor-sektor unggulan di daerah perbatasan.791 Km. letak geografi Indonesia sangat strategis. Oleh sebab itu perlu adanya peningkatan taraf hidup masyarakat di daerah perbatasan. Sumber kekayaan alam di perbatasan perlu mendapatkan pe-ngamanan/perhatian serius yang meliputi : 1) Potensi pertambangan umum/migas 2) Potensi kehutanan 3) Potensi kehutanan/perkebunan 4) Potensi perikanan KETAHANAN NASIONAL BAB-I PENDAHULUAN 1. Kualitas sumber daya manusia ataupun tingkat kesejahteraan yang rendah akan mengakibatkan kerawanan terutama dalam hal yang menyangkut masalah sosial dan pada gilirannya dapat mengganggu stabilitas nasional secara keseluruhan. Di wilayah darat. Singapura. Sumber daya manusia merupakan salah satu faktor penting dalam peningkatan ketahanan di daerah perbatasan. Pengembangan wawasan kebangsaan masyarakat di kawasan perbatasan. ietnam. Hal-hal penting yang berkaitan dengan letak geografi antara lain : Di wilayah laut. luas wilayah termasuk ZEE 7. karena berada di jalur perdagangan internasional. Pemberdayaan. Palau.7 juta Km lautan 5. pendam-pingan dan penguatan peran serta perempuan dalam kegiatan perekonomian atau sosial. Menghidupkan peran lembaga keungan mikro dalam peningkatan pertumbuhan perekonomian. Faktor-faktor yang berpengaruh dalam penataan sistem ke-amanan perbatasan Indonesia dengan negara tetangga antara lain adalah Geografi.508.Malaysia.Pembangunan Ekonomi dan Percepatan Pertumbuhan Perekonomian Perbatasan Berbasis Kerakyatan.8 juta Km.

Bangsa Indonesia dalam penyelenggaraan kehidupan negara yang dijiwai oleh cita-cita nasional telah terjadi interaksi yang dinamis tentang diri dan lingkungannya. Proklamasi kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945 telah mengantar bangsa Indonesia kealam kemerdekaan dengan membentuk negara kesatuan Republik Indonesia yang berlandaskan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945. wawasan nasional atau pandangan hidup yang disebutnya Wawasan Nusantara. d. kemampuan. yaitu untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum. c. tujuan dan cita-cita nasional. sejarah dan kondisi sosial budaya untuk mengejawantahkan segala dorongan dan rangsangan didalam usaha pencapaian aspirasi bangsa dan kepentingan serta tujuan-tujuan nasional. perdamaian abadi dan keadilan sosial berdasarkan Pancasila. b. berlanjut dan berkesinambungan dengan pola yang sesuai situasi dan kondisi pada zamannya.keuletan dan daya tahan tersebut dinamakan Ketahanan Nasional. ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. memiliki cara pandang. Oleh karena itu untuk menghadapi hal tersebut bangsa Indonesia harus mempunyai kekuatan. hambatan dan gangguan yang harus ditanggulangi. Dalam usaha mencapai kepentingan. Wawasan Nusantara adalah pandangan hidup bangsa Indonesia dalam memanfaatkan konstelasi geografi Indonesia. kemampuan. . ancaman. Cita-cita yang dicetuskan dalam rangka pembentukan negara kesatuan Republik Indonesia itu dirumuskan dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. daya tahan dan keuletan yang handal yang berpedoman pada Wawasan Nusantara. pada hakekatnya merupakan produk perjuangan generasi sebelumnya yang dicapainya secara bertahap.a. bangsa Indonesia dihadapkan pada tantangan. Adapun kekuatan. Tingkat kemajuan suatu bangsa dalam mewujudkan citacitanya.

c. Ketahanan Nasional Indonesia merupakan kondisi dinamik bangsa Indonesia yang berisi keuletan dan ketangguhan. Konsepsi Gatra demi Gatra. d. yang langsung mapun tidak langsung . hambatan serta gangguan baik yang datang dari luar mapun dari dalam. Penutup. 3. Ruang Lingkup dan Tata Urut. didalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan. yang disusun dengan tata urut sebagai berikut: a. h. Maksud dan Tujuan 1. Pengertian. Pembahasan pelajaran ini meliputi uraian tentang konsepsi dasar Tahnas.2. Pola Umum Operasional Tannas Indonesia. Maksud. Konsepsi Dasar Tannas Indonesia. Sebagai bahan ajaran bagi para Perwira Siswa Pendidikan Reguler Seskoad dalam mengikuti pendidikan. b. Konsepsi hubungan antar Gatra. g.delapan gatra. e. 2. hubungan antar gatra dan kaitannya dengan pembangunan nasional. f. BAB-II KONSEP DASAR KETAHANAN NASIONAL INDONESIA 4. yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional. Evaluasi. Pendahuluan. Tujuan. Agar para Perwira Siswa memahami faktor-faktor statis dan dinamis dalam Tahnas serta mampu menganalisis dan menerapkan dalam pelaksanaan tugas. ancaman. Ketahanan Nasional dan Pembangunan Nasional.

Dalam pengertian tersebut. Suatu kondisi kehidupan yang dibina secara dini terus menerus dan sinergik. lingkungan. Hakekat Tahnas dan Konsepsi Tahnas Indonesia. dengan pendekatan kesejahteraan dan keamanan. rohaniah dan jasmaniah. mulai dari pribadi.membahayakan integritas. 6. Dengan kata lain. bermodalkan keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional. Sedangkan keamanan adalah kemampuan bangsa melindungi nilai-nilai nasionalnya terhadap ancaman dari luar maupun dari dalam. kelangsungan hidup bangsa dan negara Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 45 serta perjuangan mengejar tujuan perjuangan nasional Indonesia. Kesejahteraan dapat digambarkan sebagai kemampuan bangsa dalam menumbuhkan dan mengembangkan nilai-nilai nasionalnya. Hakekat Ketahanan Nasional Indonesia adalah keuletan dan ketangguhan bangsa yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional. ketahanan nasional adalah kondisi kehidupan nasional yang harus diwujudkan. Konsepsi Tahnas Indonesia adalah konsepsi pengembangan kekuatan nasional melalui pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan yang seimbang. serasi dan selaras dalam seluruh aspek kehidupan secara utuh dan menyeluruh dan terpadu berlandaskan Pancasila. UUD 1945 dan Wawasan Nusantara. daerah dan nasional. 5. demi sebesar-besar kemakmuran yang adil dan merata. Konsepsi Tahnas. konsepsi Tahnas Indonesia merupakan pedoman (sarana) untuk meningkatkan (metoda) keuletan dan ketangguhan bangsa yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional. a. indentitas. keluarga. Konsepsi tersebut dinamakan konsepsi ketahanan nasional Indonesia. . untuk dapat menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara dalam mencapai tujuan nasional. Proses berkelanjutan untuk mewujudkan kondisi tersebut dilakukan berdasarkan pemikiran geostrategi berupa suatu konsepsi yang dirancang dan dirumuskan dengan memperhatikan kondisi bangsa dan konstelasi geografi Indonesia.

baik sebagai perorangan maupun kelompok dalam kehidupan bermasyarakat. Asas Ketahanan Nasional Indonesia adalah tata laku yang didasari nilai-nilai yang tersusun berlandaskan Pancasila. Baik kesejahteraan maupun keamanan harus selalu ada. 7. berdampingan pada kondisi apapun. Dalam kehidupan nasional tingkat kesejahteraan dan keamanan nasional yang dicapai merupakan tolok ukur ketahanan nasional. UUD 1945 dan Wawasan Nusantara yang terdiri dari : a. serasi dan selaras dalam seluruh aspek kehidupan nasional. Dengan demikian kesejahteraan dan keamanan merupakan asas dalam system kehidupan nasional. Asas Komprehensif Integral atau menyeluruh Terpadu. Hakekat konsepsi ketahanan nasional Indonesia adalah pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan secara seimbang. Asas Kesejahteraan dan Keamanan. Tanpa kesejahteraan dan keamanan sistem kehidupan nasional tidak akan dapat berlangsung. sehingga dengan demikian kesejahteraan dan keamanan merupakan nilai intrinsik yang ada pada sistem kehidupan nasional itu sendiri. serasi dan selaras dari seluruh aspek kehidupan bermasyarakat. Asas-asas Ketahanan Nasional Indonesia. Sistem kehidupan nasional mencakup segenap aspek kehidupan bangsa secara utuh menyeluruh dan terpadu dalam bentuk perwujudan persatuan dan perpaduan yang seimbang. Sebaliknya memberikan prioritas pada keamanan tidak boleh mengabaikan kesejahteraan. Dalam realisasinya kondisi kesejahteraan dan keamanan dapat dicapai dengan menitikberatkan pada kesejahteraan.b. tetapi tidak berarti mengabaikan keamanan. berbangsa dan bernegara. berbangsa dan bernegara. Kesejahteraan dan keamanan dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan dan merupakan kebutuhan manusia yang mendasar serta esensial. b. Dengan demikian ketahanan nasional mencakup ketahanan segenap aspek .

kebersamaan. Sikap mawas kedalam. sebagai hasil pandangan yang bersifat manunggal tersebut mewujudkan kewibawaan nasional yang akan diperhitungkan oleh pihak lain sehingga merupakan daya tangkal (deterrent). memberikan dampak keluar yang memiliki unsur daya saing. tenggang rasa dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat. yaitu Ketahanan Nasional terutama diarahkan kepada diri bangsa dan negara itu sendiri. Ketahanan Nasional (Tahnas) Indonesia sebagai Kondisi Dinamik Bangsa Indonesia memiliki sifat-sifat : a. serta dijaga agar tidak berkembang menjadi konflik yang bersifat antagonistik yang saling menghancurkan. Dalam asas ini diakui adanya perbedaan dan perbedaan tersebut harus dikembangkan secara serasi dalam hubungan kemitraan. Hal ini tidak berarti bahwa ketahanan nasional menganut isolasi atau nasionalisme sempit. Mawas Kedalam. c. Makin tinggi tingkat kewibawaan makin besar daya tangkal tersebut. b. berbangsa dan bernegara. Manunggal. Dinamis. yaitu memilki sifat integratif yang diartikan terwujud kesatuan dan perpaduan yang seimbang. Asas Kekeluargaan.kehidupan bangsa secara utuh. d. serasi dan selaras seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. Sifat. kesetaraan. Asas kekeluargaan mengandung keadilan. 8. kearifan. Kewibawaan. gotong royong. yaitu Ketahanan Nasional. dalam memelihara hubungan internasional. menyeluruh dan terpadu (komprehensif integral). c. karena Ketahanan Nasional bertujuan mewujudkan hakekat dan sifat nasionalnya sendiri dengan kemandirian. yaitu tingkatan Ketahanan Nasional suatu negara tidak tetap melainkan dapat meningkat dan menurun tergantung pada situasi dan kondisi bangsa dan .

b. hakekat tantangan dan ancaman. seperti kekuatan moral yang ada pada suatu bangsa. e. yaitu : a. diperlukan apresiasi yang tepat. Pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan yang hendak dicapai untuk mewujudkan Tahnas Indonesia dapat digambarkan sebagai kemampuan Bangsa dan Negara Indonesia untuk menumbuhkan dan mengembangkan nilai-nilai Pancasila . c. Pada dasarnya Konsepsi Tahnas (Indonesia) memberikan umpan balik pada Pola Operatif pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan didalam kehidupan nasional. sedangkan Ketahanan Nasional tidak mengutamakan kekuatan fisik tetapi memanfaatkan daya dan kekuatan lain. Menitik Beratkan Konsultasi dan Saling Menghargai Ketahanan Nasional tidak mendahulukan sikap adu kekuasaan dan adu kekuatan. Setiap aspek kehidupan nasional (Gatra) harus dilihat sebagai sumber kekuatan nasional. Pengaturan dan penyelenggaraan aspek-aspek kehidupan dilaksanakan berdasarkan kondisi riil. Pengaturan dan penyelenggaraan aspek-aspek kehidupan nasional (Gatra) dilaksanakan secara utuh menyeluruh (komprehensif-integral). Kebijaksanaan Umum. Konsepsi adu kekuasaan dan adu kekuatan bertumpu pada kekuatan fisik. 9. d. bangsa dan negara Indonesia. Karena itu. serta berorientasi pada tujuan nasional. Ini sesuai dengan pengertian bahwa segala sesuatu didunia ini senantiasa berubah dan bahwa perubahan itu sendiri berubah. Konsepsi Tahnas Indonesia yang berpedoman pada Wawasan Nusantara pada hakekatnya merupakan konsepsi pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan didalam kehidupan nasional.negara itu sendiri. Pengaturan dan penyelenggaraan aspek-aspek kehidupan nasional menggunakan pendekatan kesejahteraan dan keamanan.

Dari data tentang letak geografi Indonesia dapat memberikan gambaran tentang bentuk kedalam dan bentuk keluar. Negara Indonesia sebagai wadah bangsa Indonesia dengan batas-batas nasionalnya.dan UUD 45. . Jelaskan apa yang dimaksud tentang sifat menitik beratkan konsultansi dan saling menghargai ? e. Jelaskan bagaimana pola operatif pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan didalam kehidupan nasional kita ? BAB III KONSEPSI GATRA DEMI GATRA 11. Apa yang saudara ketahui tentang konsepsi Ketahanan Nasional Indonesia ? b. Evaluasi. Bentuk kedalam menampakkan corak. wujud dan tata susunan dan bentuk keluar dapat diketahui situasi dan kondisi lingkungan serta hubungan timbal balik antara negara dan lingkungannya. Sedang pengaturan dan penyelenggaraan keamanan yang mewujudkan Tannas Indonesia dapat digambarkan sebagai kemampuan untuk melindungi nilai-nilai itu terhadap ancaman dari dalam maupun dari luar. 10. memberikan ciri bagi bangsa Indonesia. Apa yang dimaksud dari asas kesejahteraan dan keamanan ? c. Gatra Geografi. 1. Apa yang saudara ketahui tentang sifat mawas kedalam dari Tannas Indonesia sebagai kondisi dinamik bangsa ? 4.

Disebelah Timur Wilayah Indonesia berbatasan dengan wilayah Papua Nugini. komunikasi. lalulintas. Indonesia terletak diantara 95 o dan 141o Bujur Timur serta antara 6 o Lintang Utara dan 11 o Lintang Selatan : Indonesia berada di daerah tropik. terdiri dari + 17. Karena letaknya didaerah tropis. 2) Posisi Astronomis.4 juta km2. Iklim. Singapura. Posisi yang demikian ini memberikan kepada Indonesia kedudukan dan peranan yang penting sekali dalam persoalan-persoalan dalam negeri maupun luar negeri. Australia dan Timor Leste sedangkan disebelah utara berbatasan dengan wilayah India (Nikobar). Namun posisi yang semacam ini memiliki kerawanannya. .a. 4) Posisi Silang. Tumbuh-tumbuhan dan hutan– hutan hidup subur. 5. 3) Posisi Perbatasan. Negara Republik Indonesia merupakan Negara Kesatuan yang berbentuk kepulauan. politik. IV Tahun 1973 ialah + 7. Malaysia.919. sosial dan ekonomi. Luas wilayah perairan meliputi + 5. Philipina dan Vietnam. tetapi juga dalam arti transportasi. Perbandingan luas wilayah daratan dan wilayah lautan ialah 1 : 3. Geografi sebagai Faktor Statis 1) Topografi.534 buah pulau. karena “terbuka” kesegala pejuru dan dapat di “dekati” dari segenap penjuru pulau. sosial. Indonesia menempati dan memiliki posisi silang bukannya dalam arti geografi. Luas seluruh wilayah Republik Indonesia. maka iklim Indonesia panas dan lembab. demografi dan militer. Iklim tersebut berpengaruh terhadap perikehidupan ekonomi. budaya dan juga terhadap pertahanan dan keamanan.3 Juta km2 Wilayah daratan Republik Indonesia sekarang adalah 1. berdasar TAP MPR No.170 km2 . ideologi dan politik.

3) Sejarah. budaya namun sifat persatuan dan kesatuan seperti dalam motto “Bhineka Tunggal Ika” tetap tercermin. yang menjadi satu keselarasan baru yang serasi tanpa menghilangkan ciri-ciri aslinya.6) Sumber-sumber Kekayaan Alam. Indonesia mempunyai potensi sumber-sumber alam yang kaya terutama bahan-bahan vital dan strategis seperti minyak bumi. watak dan perangai bangsa Indonesia yang reseptif terhadap macam-macam faham. Perlawanan yang terus menerus terhadap penjajahan lokal oleh bangsa Portugis. Unsur-unsur diatas membentuk sifat. telah membuktikan betapa besar semangat perjuangan bangsa Indonesia terhadap setiap dominasi asing. karet dan lain-lain. . bahasa. timah. Sejarah bangsa Indonesia sejak abad ke 16 merupakan rangkaian perjuangan melawan penjajahan dan penindasan. bauksit. toleran dan mempunyai rasa kekeluargaan dan persaudaraan. Bangsa Indonesia merupakan hasil daripada perpaduan budaya antara penduduk asli dengan bangsa-bangsa pendatang dari Asia dan Eropa melalui proses sejarah yang berabad-abad lamanya. Di Indonesia unsur-unsur agama dan budaya (HinduBudha-Islam-Khatolik-Protestan dan aliran kepercayaan lainnya) dapat hidup rukun berdampingan secara harmonis. b. Inggris dan penjajahan seluruh wilayah Indonesia oleh bangsa Belanda dan Jepang. Betapapun perbedaan adat istiadat. kepercayaan dan pengetahuan. 4) Mental Psikologi. aliran. Ia tidak apriori menolak barang baru. 2) Sosial Budaya. Geografi sebagai Faktor Dinamis 1) Etnologi. Tata hidup sosial budaya Bangsa Indonesia berlandaskan kepribadian nasional yang melalui proses seleksi menerima unsur-unsur sosial budaya dari luar.

Namun demikian .5) Ideologi. batubara. perak. Sumber-sumber alam seperti minyak bumi. tujuan hidup dan cara hidup Bangsa Indonesia. pandangan hidup. Pancasila merupakan dasar falsafah Negara dan bangsa Indonesia dan sekaligus merupakan alat pemersatu. ancaman. Samudera Indonesia. laut maupun jaring-jaring telekomunikasi radio dan sarana perhubungan dalam dan luar negeri menyangkut kepentingan strategi dan taktik. 8) Komunikasi. Indonesia menjalankan politik luar negeri yang bebas aktif. Pemindahan penduduk dalam rangka transmigrasi maupun pemindahan pasukan beserta logistiknya sangat memerlukan sarana tersebut. emas. Perhubungan darat. Pancasila tetap dapat memancarkan hikmah dan keramatnya. anti kolonialisme dan anti imperialisme dalam segala bentuk dan manifestasinya dari manapun datangnya. Sejak dijadikan dasar negara pada tanggal 18 Agustus 1945 hingga sekarang. 7) Ekonomi. nikel. UUD 1945 untuk mencapai tujuan nasional bangsa Indonesia. tembaga dan lain-lainnya merupakan sumber kekayaan bangsa Indonesia. bauksit. Politik dalam negeri dan politik luar negeri Indonesia berlandaskan falsafah Pancasila. Ia menjiwai setiap bentuk tata laku dan perilaku bangsa Indonesia. 6) Politik. Penyebaran penduduk yang tidak merata dan pertumbuhan penduduk Indonesia cukup tinggi merupakan suatu kerawanan. pegangan hidup. Hal ini memberi kemungkinan kepada Indonesia untuk memainkan peranan sebagai pengawas dan pengatur lalu-lintas tersebut sesuai dengan kepentingan nasionalnya. Diperlukan sarana yang kuat untuk melindungi lalu lintas laut. udara dan daratan dari hambatan. biji besi. gangguan dan tantangan dari luar dan dalam lalu-lintas internasional melintasi laut dan udara. 9) Demografi. timah.

bahwa bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Kekayaan alam Indonesia adalah segala sumber dan potensi alam diatas permukaan serta didalam bumi dan laut yang berada diwilayah kekuasaan/juridiksi Negara Republik Indonesia. Faktor-faktor yang Mempengaruhi 1) Lokasi sumber kekayaan alam tidak merata diseluruh Nusantara dan tidak ada kaitannya dengan distribusi penduduk Indonesia. sehingga pemanfaatannya memerlukan berbagai pertimbangan. yang menyatakan bahwa setiap negara memiliki dan berhak menjalankan kedaulatan secara penuh. Tujuan pengelolaan kekayaan alam adalah untuk memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya dari segenap potensi sumber alam yang tersedia untuk meningkatkan kesejahteraan dan keamanan Bangsa dan Rakyat Indonesia berlandaskan Wawasan Nusantara. TAP MPR NO. Konsep penguasaan oleh negara tersebut tidak berarti. b. . yaitu jalur diluar laut wilayah Indonesia sebagaimana ditetapkan berdasarkan UU No 4 Prp. Zone Ekonomi Ekslusif Indonesia 200 mil laut diukur dari garis-garis pangkal laut. Gatra Kekayaan Alam. yang berdasar pada: a. meliputi hak memiliki. menggunakan dan mengusahakan atas seluruh kekayaan alamnya. 12. a. Hal ini sesuai dengan “Charter of Economic Rights and Duties Of States” PBB. IV Tahun 1973. bahwa warga negara Republik Indonesia tidak boleh mengusahakan serta memanfaatkan kekayaan alam yang ada. Batas-batas landas kontinen Indonesia yang telah disetujui antara negara tetangga. Pasal 33 ayat (3) UUD-45 beserta penjelasannya menetapkan. Tahun 1960 tentang perairan Indonesia. c. Sumber-sumber kekayaan alam sebagai karunia Tuhan adalah untuk memberi kehidupan kepada mahluknya dan kekayaan wilayah Nusantara baik potensial maupun efektif adalah modal dan milik bersama bangsa untuk memenuhui keperluan hidup sehari-hari bangsa Indonesia.bila dapat dikelola dengan baik merupakan suatu potensi bagi bangsa Indonesia.

b. Pengelolaan dan pemanfaatan kekayaan Indonesia pada dasarnya adalah oleh dan untuk Bangsa Indonesia. dilakukan dengan cara-cara yang tidak merusak tata lingkungan hidup manusia dengan memperhitungkan kebutuhan generasi yang akan datang. seperti batu bara. Dalam keadaan kemampuan nasional masih terbatas maka dapat dilakukan kerjasama dengan perusahaan asing.2) Sifat kekayaan alam saling bergantung dan mempengaruhi. 3) Pengembangan kekayaan alam sebagai sumber energi harus menghemat pemakaian sumber minyak dan gas bumi. serta mendapatkan harga yang sebaik mungkin. sehingga pemanfaatannya memerlukan pertimbangan secara teknis. tenaga panas bumi. biomas. dan menggantikannya dengan sumbersumber non minyak. 2) Dalam hubungan pemanfaatan kekayaan alam sebagai komoditi ekspor harus didasarkan pada prinsip peningkatan kesempatan kerja dengan mengolah bahan mentah menjadi barang setengah jadi dan barang jadi. tenaga air. tenaga angin dan tenaga surya. terarah dan bijaksana serta memetingkan manfaat untuk rakyat banyak daripada segolongan kecil masyarakat atau pribadi. 4) Melindungi serta mengolah sumber kekayaan alam dengan cara tepat. pengetahuan dan teknologi serta tenaga yang terampil. dengan syarat yang paling menguntungkan bagi kepentingan nasional. Kebijaksanaan dan Strategi 1. sosial dan lingkungan. tenaga nuklir serta energi non konvensional seperti biogas. . ekonomi. 3) Untuk dapat memanfaatkan kekayaan alam secara optimal diperlukan modal.

Analisa kependudukan berkaitan dengan masalah sosial. politik. ilmu pengetahuan serta teknologi yang tepat guna. ekonomi. kesejahteraan dan keamanan. Gatra Penduduk. 13. maka perlu : a) Melakukan inventarisasi tentang jumlah. kelestarian kekayaan alam dan penggarapan secara tersinkronisasi dan terintegrasi oleh berbagai pihak guna pencapaian hasil yang maksimal. c) Membuat perencanaan jangka panjang dengan cara pendekatan yang komprehensif integral serta dituangkan kedalam bentuk program pelaksanaan yang serasi. Membangun kemampuan nasional untuk tersedianya : Pembentukan dana yang cukup. Penduduk dari suatu daerah propinsi atau negara Indonesia dapat dilihat dari struktur. perimbangan dan persebaran.5) Untuk dapat mengolah serta memanfaatkan sumber kekayaan alam berdasar asas maksimal. . mutu jenis dan penyebaran kekayaan alam untuk mengetahui potensi riil yang dapat dimanfaatkan. e) Membina kesadaran nasional untuk pemanfaatan. tenaga kerja terlatih. komposisi. karakteristik dan komposisi serta faktor penyebab perubahannya. maupun keamanan dan ketahanan nasional sebagai akibat dari perubahan jumlah. lestari dan daya saing. 4. “Penduduk” diartikan sebagai : manusia ( orang seorang maupun kelompok) yang mendiami atau bertempat tinggal disuatu tempat wilayah. serta aparat negara yang berkesadaran nasional. b) Menyusun kebijaksanaan dan peraturan tentang penggunaan yang efisien dan memberikan kemanfaatan.

yaitu : . maka jumlah dan komposisi penduduk juga tidak banyak mengalami perubahan. maka jumlah dan komposisi penduduk juga akan mengalami perubahan besar (namun hal ini jarang terjadi). d) Bila fertilitas rendah sedangkan mortalitas tinggi. 3) Masalah Kependudukan di Indonesia dewasa ini pada dasarnya dapat digolongkan menjadi dua hal. maka jumlah dan komposisi penduduk akan sangat lamban perubahannya. b) Bila tingkat fertilitas dan mortalitas sama-sama rendah. mortalitas. Pengaruh fertilitas dan mortalitas terdapat perubahan jumlah dan komposisi penduduk dapat bersifat sebagai berikut : a) Tingkat fertilitas dan mortalitas sama-sama tinggi. Variable fertilitas dan mortalitas sangat dipengaruhi oleh kemajuan ilmu pengetahuan yang telah berhasil menemukan berbagai obat untuk pemberantasan penyakit telah menyebabkan turunnya tingkat mortalitas. Faktor-faktor yang mempengaruhi 1) Jumlah dan komposisi penduduk setiap saat dapat berubah disebabkan karena fertilitas. 2) Jumlah dan komposisi penduduk dipengaruhui oleh bekerjanya variable demografis. Tiap variable juga dipengaruh oleh faktor-faktor lain. c) Bila fertilitas tinggi sedangkan mortalitas menurun dengan cepat dan atau rendah. maka jumlah dan komposisi penduduk akan mengalami perubahan yang pesat.a. dan migrasi.

Penciptaan dan perluasan lapangan kerja yang dapat memenuhi dan mencukupi kebutuhan hidup para pekerja dan keluarganya. Pembalikan arus migrasi ke luar Jawa hanya terjadi bilamana pemerataan hasil pembangunan keseluruh pelosok Nusantara dapat terlaksana.a) Laju pertambahan penduduk Indonesia yang pesat terjadi sejak awal abad ke 20 yang lalu. Hal ini disebabkan menurunnya tingkat fertilitas. Kebijaksanaan dan Strategi. Peningkatan usaha transmigrasi yang terpadu dengan usaha pengembangan pusat pertumbuhan. pusat pelayanan dan pembangunan wilayah secara keseluruhan. 1. b) Persebaran penduduk di Indonesia yang sudah sejak dahulu kala memang tidak berimbang. b. maka tiap tahun peduduk yang termasuk golongan umur sekolah dan golongan pencari kerja juga terus meningkat. Masalah Kependudukan yang dihadapi Indonesia sejak awal abad ke 20 yang lalu bila dihubungkan dengan aspek Ketahanan Nasional dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Laju pertambahan penduduk dapat mempunyai arti positif bila dikaitkan dengan tersedianya tenaga kerja dan juga tersedianya angkatan kerja dan hal ini berarti memperkuat Ketahanan Nasional. Peningkatan pelayanan kesehatan dan perbaikan gizi bagi seluruh penduduk serta program Keluaraga Berencana merupakan suatu bentuk pelaksanaan kebijaksanaan pemerintah dibidang kesehatan. ekonomi. politik dan keamanan. Bilamana tingkat kemajuan sosial. Kebijaksanaan. politik dan keamanan tidak segera diratakan keseluruh pelosok Nusantara niscaya sebagian besar arus migrasi akan tetap menuju ke Jawa. Laju pertambahan penduduk yang lebih pesat dari pertumbuhan ekonomi akan membawa konsekwensi sosial ekonomis. .

2) Strategi. yang langsung maupun tidak langsung membahayakan kelangsungan hidup ideologi bangsa dan negara Republik Indonesia. 14. yaitu : Ketuhanan Yang Maha Esa. Pengaturan laju pertumbuhan penduduk yang dirumuskan dalam kebijaksanaan kependudukan yang menyeluruh dan terpadu. a. Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara Indonesia memiliki 5 (lima) unsur yaitu sila-sila sebagaimana dirumuskan dalam pembukaan Undang-undang dasar 1945. Ketahanan dibidang Ideologi. Nilai Ketuhanan Yang Maha Esa tidak identik dengan agama tetapi berkaitan dengannya. Pembangunan kesejahteraan dan keamanan harus diimbangi dengan pengaturan pertumbuhan serta persebaran jumlah penduduk secara serasi. Gatra Ideologi. Persatuan Indonesia. Keampuhan suatu ideologi bergantung kepada rangkaian nilai yang dikandungnya yang dapat memenuhi serta menjamin segala aspirasi hidup dan kehidupan manusia. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Ideologi adalah suatu sistem nilai yang merupakan kebulatan ajaran yang memberikan motivasi. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Nilai Ketuhanan yang maha Esa memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada semua pemeluk dan penganut kepercayaan terhadap Tuhan yang Maha Esa untuk berkembang dengan . hambatan serta gangguan yang datang dari luar maupun dari dalam. ancaman. Ketahanan Nasional Indonesia dibidang ideologi adalah kondisi dinamik bangsa Indonesia yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan. Dalam ideologi juga terkandung konsep dasar tentang kehidupan yang dicita-citakan oleh suatu bangsa. Kemanusian yang adil dan beradab. Kelima nilai ini merupakan kesatuan yang bulat dan utuh karena masing-masing nilai tidak dapat dipahami dan diberi arti secara terpisah dari keseluruhan nilai lainnya. baik sebagai perseorangan maupun sebagai anggota masyarakat.

keberanian membela kebenaran dan keadilan. Untuk mencapai Ketahanan Nasional dibidang ini diperlukan penghayatan dan pengamalan Pancasila secara murni dan konsekwen. baik obyektif maupun subyektif. Nilai Persatuan Indonesia dalam masyarakat Indonesia yang pluralistik ini merupakan faktor pengikat yang menjamin persatuan nasional. Sebagai jiwa dan kepribadian Bangsa Indonesia. kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara diatas kepentingan pribadi atau golongan. tetapi juga merupakan dasar negara Republik Indonesia yang merupakan sumber dari segala sumber hukum yang berlaku di Indonesia. Dalam nilai ini tersimpul sikap adil. Nilai ini berfungsi sebagai kekuatan mental-spiritual didalam Ketahanan Nasional. Pancasila dapat mempersatukan masyarakat Indonesia yang majemuk. Nilai Keadilan Sosial menjamin kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat secara menyeluruh dan merata. Nilai ini menempatkan persatuan dan kesatuan. Dalam nilai Kemanuasiaan yang adil dan beradab tersimpul nilai persamaan derajat. Demokrasi tanpa pimpinan dapat menjelma menjadi anarki dan pimpinan tanpa demokrasi dapat mengarah kediktaktoran dan totalister. Nilai kerakyatan dijelmakan oleh persatuan nasional yang riil dan wajar dimana kedaulatan berada ditangan rakyat (demokrasi). menghormati hak orang lain dan sikap kegotong-royongan. Memiliki ideologi Pancasila yang sempurna dan cocok belum menjamin Ketahanan Nasional bangsa Indonesia dibidang ideologi. Karena itu perlu diciptakan keseimbangan antara kepemimpinan dan kerakyatan.subur. Pancasila tidak hanya merupakan ideologi bangsa dan negara Indonesia. Persatuan nasional merupakan unsur utama bagi bangsa yang ingin maju. hormat-menghormati. cinta-mencintai. . rukun dan damai. Sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia. persamaan kewajiban dan hak.Nilai ini mengutamakan kepentingan negara dan bangsa. Pancasila memberikan corak dan ciri khas kepada Bangsa Indonesia. toleransi dan nilai gotong royong. musyawarah menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai kebenaran dan keadilan.

Tetapi dipihak lain hal ini dapat merupakan titiktitik rawan yang bisa menimbulkan sparatisme. Disamping itu ada juga penganut kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Konsep Bhineka Tunggal Ika dan Wawasan Nusantara harus terus dikembangkan dan ditanamkan dalam masyarakat yang mjemuk ini sebagai upaya untuk . Hindu dan Budha. sukuisme dan daerahisme dan perpecahan bangsa. Kemajemukan masyarakat Indonesia. nilai-nilai yang terkandung didalamnya tidak perlu dipertentangkan karena satu sama lain bisa memperkuat. Masing-masing mempunyai nilai-nilai yang dijadikan falsafah dan pandangan hidupnya sebagai umat beragama dan penganut kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa di samping Pancasila. Masing-masing mempunyai fungsi dan wilayah cakupan yang tidak perlu berbenturan. Agama mengatur sikap dan tingkah laku umatnya dalam kehidupan dunia dan akhirat. Secara sosiologi bangsa Indonesia merupakan bangsa yang majemuk yang terdiri dari berbagai suku bangsa dengan adat istiadat. b. Faktor-faktor yang Mempengaruhi 1. Katolik Roma. Perbedaan nilai-nilai ini sudah barang tentu dapat memperkaya dan memperkuat kepribadian dan kebudayaan bangsa. pandangan hidup serta agama dan kepercayaan yang berbeda-beda. Kristen Protestan. sedangkan pelaksanaan subyektif adalah bagaimana nilai-nilai tersebut dilaksanakan oleh pribadi masing-masing dalam kehidupan sehari-hari. baik sebagai pribadi. Khusus yang menyangkut hubungan antar agama dan ideologi. Dari segi agama ada yang menganut agama Islam. sedangkan ideologi dalam hal ini Pancasila mengatur sikap dan tingkah laku setiap Warga negara Indonesia dalam hidup bernegara dan bermasyarakat. bangsa.Pelaksanaan obyektif yaitu bagaimana pelaksanaan nilainilai dalam ideologi itu dalam Undang-Undang Dasar dan segala peraturan perudang-undangan dibawahnya serta segala kegiatan penyelenggaraan Negara. anggota masyarakat dan warga negara.

4) Pembangunan Nasional. Moral dan landasan pelaksanaan pembangunan nasional adalah Pancasila. Peranan kepemimpinan. Pengamalan nilai-nilai ini untuk masyarakat Indonesia ditentukan oleh suri tauladan para pemimpin yang menjadi penuntun masyarakat. dalam menghayati dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila menduduki tempat yang sangat strategis dan menentukan dalam masyarakat Indonesia.selalu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. ekonomi. 3) Kepemimpinan. Perkembangan dunia yang sangat cepat dan mendasar dipelbagai bidang dalam mencari tata hubungan baru dilapangan politik. akan terbuka kemungkinan bangsa Indonesia akan berpaling dari Pancasila dan . bahwa mereka saling membutuhkan dan saling bergantung kepada yang lain. formal maupun informal. Disamping itu perlu dikembangkan sikap yang wajar dari anggota masyarakat itu sendiri dan pemerintah terhadap ideologi. Kalau tujuan pembangunan nasional tidak tercapai atau tidak berhasil mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur yang merata material dan spiritual. antara lain melalui penyusupan ideologi biarpun bangsa-bangsa di dunia makin menyadari. 2) Perkembangan Dunia. Dengan Pancasila gerak dan laju Pembangunan Indonesia harus dapat memberikan kehidupan yang lebih baik seperti yang dicita-citakan bersama. hal ini sudah barang tentu akan berpengaruh negatif terhadap Ketahanan Nasional Bangsa Indonesia dibidang Ideologi. Kalau tidak. Penonjolan sikap dan tingkah laku seorang pemimpin dan kerabat keluarganya yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila akan memberi pengaruh yang sangat besar kepada masyarakat lingkungannya. Pembangunan yang berhasil akan memantapkan Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara. maupun pertahanan dan keamanan telah menimbulkan persaingan antara kekuatan-kekuatan besar dunia dalam berbuat pengaruh.

3) Pendidikan untuk memperkuat pancasila. Untuk memperkuat Ketahanan nasional bangsa indsonesia dibidang idiologi perlu ditempuh strategi berikut : 1) Pengembangan Wawasan Nusantara. . 2. Kondisi geografi Indonesia mengharuskan dan mewajibkan suatu strategi pembangunan yang merata diseluruh wilayah Indonesia untuk memupuk rasa persatuan dan kesatuan dan untuk menghindarkan rasa keterpencilan yang dapat dengan mudah menumbuhkan keterasingan dan rasa tidak puas yang akan menghidupkan sparatisme. Kebijaksanaan dan Strategi. seperti liberalisme atau komunisme. ekonomi. bahwa Pancasila sebagai landasan idiil bangsa dan negara Indonesia dan UUD 1945 sebagai landasan struktural bangsa dan negara Indonesia harus dipertahankan dan bahkan dilestarikan. Untuk mencapai Ketahanan Nasional dibidang idiologi secara nyata diperlukan pengahayatan dan pengamalan nilai-nilai Pancasila secara murni dan konsekwen. Disamping melalui pendidikan moral pancasila nilai–nilai pancasila dapat ditanamkan pada diri anak didik dengan cara mengintegrasikannya kedalam mata pelajaran lain seperti sejarah Bangsa Indonesia. c. sosial budaya dan pertahanan keamanan perlu dikembangkan. Bagi masyarakat Indonesia yang majemuk wawasan yang memandang kepulauan Indonesia sebagai satu kesatuan politik. Pembangunan yang merata dan seimbang. Secara formal ketahanan nasional di bidang idiologi bagi bangsa dan negara Indonesia tidak merupakan masalah. Pembangunan nasional juga harus menunjukkan keseimbangan antara pembangunan materil fisik dengan pembangunan mental spiritual untuk menghindari tumbuhnya materialisme dan sekularisme. Kepramukaan.mencoba membangun masa depannya dengan diilhami ideologi lain. Sudah merupakan kesepakatan nasional.

Tannas dibidang politik Indonesia diartikan sebagai kondisi dinamik bangsa Indonesia berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional. Politik dalam negeri adalah kehidupan politik dan kenegaraan berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Gatra politik a. Majelis ini menetapkan Undang-Undang Dasar dan Garis-Garis Besar Haluan Negara. Majelis inilah yang memegang kekuasaan negara yang tertinggi. ancaman. Kondisi-kondisi serta situasi kehidupan politik dan kenegaraan yang memungkinkan terlaksananya proses pembaharuan kehidupan politik dengan sisitim politik yang benarbenar demokrartis. Presiden tunduk dan bertanggung jawab kepada Majelis. Kedaulatan rakyat dipegang oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat. a) Sistem pemerintahan. dinamis efektif dan efesien yang dapat memperkuat kehidupan konstitusional. yang disebut Demokrasi Pancasila. 1) Politik dalam negeri. Pemerintahan berdasarkan atas sistem konstitusi (Hukum dasar). 15. didalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan. hambatan serta gangguan baik yang datang dari luar maupun dari dalam yang langsung maupun tidak langsung membahayakan kelangsungan kehidupan politik bangsa dan negara Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Ketahanan di bidang politik. dan mengangkat Presiden dan Wakil Presiden. Indonesia ialah negara yang berdasarkan atas hukum dan tidak berdasarkan atas kekuasaan belaka.pendidikan moral pancasila juga perlu diberikan kepada masyarakat secara non formal dan informal. sebagai penjelmaan seluruh rakyat Indonesia. sedang Presiden menjalankan haluan negara menurut Garis-Garis Besar yang telah ditetapkan. tidak bersifat absolutisme (kekuasaan yang tidak terbatas). Ia adalah “mandataris” dari .

Presiden harus mendapat persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat untuk membentuk Undang-Undang dan menetapkan anggaran pendapatan dan belanja negara. Dewan ini tidak bisa dibubarkan oleh Presiden. Dewan Perwakilan Rakyat dapat senantiasa mengawasi tindakan-tindakan Presiden dan jika Dewan menganggap bahwa presiden sungguh melanggar haluan negara yang telah ditetapkan oleh Undang-Undang Dasar atau oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat. akan tetapi mereka bukan pegawai tinggi biasa oleh karena itu MenteriMenterilah yang terutama menjalankan kekuasaan pemerintah dalam praktek. Kecuali itu Anggota-anggota Dewan Perwakilan Rakyat semuanya merangkap menjadi anggota Majelis Permusyawaratan rakyat. pasal 7). Sebagai pemimpin Departemen. para Menteri bekerja bersama satu sama lain seerat-eratnya dibawah pimpinan Presiden. Menteri mengetahui seluk beluk lingkungan pekerjaannya. maka Majelis itu dapat diundang untuk persidangan istimewa agar supaya minta pertanggung jawaban kepada Presiden. (Tata cara permintaan pertanggung jawaban ini telah diatur TAP MPR NO. Presiden tidak bertanggung jawab kepada DPR. Menteri negara diangkat dan diberhentikan oleh Presiden.Majelis. Menteri negara tidak bertanggung jawab pada Dewan Perwakilan Rakyat. Meskipun kedudukan Menteri Negara bergantung Presiden. . Kedudukan Dewan Perwakilan rakyat adalah kuat. Ia harus memperhatikan sunguh-sungguh suara Dewan Perwakilan Rakyat. III/MPR/1978. ia bukan diktator. Meskipun Kepala Negara tidak bertanggung jawab kepada Dewan Perwakilan Rakyat. Untuk menetapkan politik pemerintah dan koordinasi dalam pemerintahan negara. Presiden ialah penyelenggara pemerintahan negara yang tertinggi dibawah Majelis dengan kekuasaan dan tanggung jawab ditangannya. Oleh karena itu. artinya kekuasaannya tidak terbatas.

yakni Pancasila dan UUD-45. demikian pula dapat dicegah adanya kediktatoran minoritas yang mengandalkan pernyataan tidak menyetujui sesuatu masalah. melainkan hanya menyangkut sesuatu kebijaksanaan pada sesuatu saat. Namun demikian. c) Cara pengambilan putusan. sehingga perbedaan pendapat itu akan menemukan intisari dari permasalahan dengan sebaik-baiknya. Meskipun pada saat-saat tertentu masih terdapat sesuatu yang rawan dalam bidang politik dalam negeri RI. perbedaan pendapat merupakan sesuatu yang biasa. Didalam masyarakat pada dasarnya perlu dikemukakan adanya alasan mufakat. tetapi hal itu tidak terletak kepada sistem/pemeritahan negaranya. perlu dipertahankan pola yang dipandang sesuai dengan kehidupan politik Bangsa Indonesia. perlu ada pengaturan dan penyelesaian. sehingga segala sesuatu diperlukan adanya alasan obyektif yang dapat dimengerti dan dapat diterima oleh pihak lain. . Pola kehidupan politik. Dengan demikian dapat dicegah kediktatoran mayoritas yang hanya mengandalkan banyaknya suara. Untuk terwujudnya ketahanan dibidang politik dalam negeri.2. Dari pengalaman tersebut maka sistem politik/pemeritahan negara dalam UUD-45 merupakan pola yang perlu dipertahankan. untuk tetap terwujudnya ketahanan politik Dalam Negeri. dapat dilakukan pemungutan suara. Walaupun landasan idiil konstitusionalnya tetap. penyimpangan-penyimpangan telah terjadi seakan-akan merupakan uji coba (trial and error) dari sistem pemerintahan yang disusun menurut kepentingan politik berbagai golongan. Didalam negara demokrasi. Hanya dalam hal-hal tertentu yang sangat terpaksa dan telah diusahakan dengan segala usaha tidak memperoleh mufakat.

desintegrasi dan sebagainya. ketegangan. hambatan.d) Penyesuaian. keresahan. Sistem politik merupakan suatu sub sistem dari seluruh sistem sosial dan harus mampu mengintegrasikan sistem sosial itu sendiri. serta dinamika dari Bangsa Indonesia yang diwakili oleh wakil-wakilnya dalam DPR/MPR. Suatu sistem politik tidak mungkin bersifat statis beku. Politik Luar Negeri Indonesia . termasuk cara yang ditempuh untuk mencapainya. Dalam hal ini maka Pancasila harus berperan politik dalam negeri dapat diukur dengan kemampuan melaksanakan sistem politik serta struktur politik dari UUD-45. sehingga berkembang tetap pada arahnya. landasan konstitusional UUD-45 dan landasan operasional Garis-garis Besar Haluan Negara. Penyesuaian tersebut harus benar-benar dilakukan atas dasar musyawarah untuk mufakat secara jujur. Politik Luar Negeri adalah salah satu sarana pencapaian kepentingan nasional dalam pergaulan antar bangsa. melainkan senantiasa berubah dan bergerak serta harus memiliki kemampuan mengadaptasi yang besar. 2) Politik Luar Negeri. Tujuan Negara RI seperti tertera dalam alinea ke-4 UUD-45 merupakan sesuatu yang ditentukan dan disepakati oleh Bangsa Indonesia. sebagai bagian integral dari kehidupan kenegaraan. Ancaman. tantangan dan gangguan terhadap sistem sosial dapat berupa rasa tidak puas. dan tidak hanya didasarkan atas kacamata legalitas belaka. Pencapaian tujuan tersebut harus dilandasi oleh Pancasila. Kemampuan mengadaptasi itu terletak pada seni kepemimpinan dari Kepala Negara dan pembantupembantunya. f) Integrasi. Didalam menghadapi aspirasi yang hidup didalam masyarakat itu harus tetap dalam ruang lingkup Pancasila dan UUD-45. e) Pencapaian tujuan. perpecahan.

yang langsung maupun tidak langsung membahayakan politik luar negeri Indonesia. Ketahanan Nasional dibidang politik luar negeri Indonesia adalah kondisi dinamik Bangsa Indonesia yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional didalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan. Politik luar negeri merupakan proyeksi kepentingan nasional dalam kehidupan antar bangsa. Faktor-faktor yang Mempengaruhi 1) Faktor yang mempengaruhi politik dalam negeri : . perdamaian abadi. a) Sebagai komponen strategi nasional. b. dan keadilan sosial dan anti penjajahan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Dijiwai oleh falsafah negara Pancasila sebagai tuntutan etika dan moral.berlandaskan pada Pembukaan UUD-45 yakni melaksanakan ketertiban dunia yang berlandaskan kemerdekaan. politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif diabdikan kepada kepentingan nasional terutama untuk pembangunan nasional. Dengan demikian politik luar negeri merupakan komponen strategi nasional. tetapi berperan serta atas dasar cita-cita bangsa yang tercermin dalam Pancasila dan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. b) Garis Politik Luar Negeri. Politik Luar Negeri yang bebas dan aktif berarti : Bebas : Dalam pengertian bahwa Indonesia tidak memihak pada kekuatan-kekuatan yang pada dasarnya tidak sesuai dengan kepribadian bangsa. hambatan serta gangguan yang datang dari luar maupun dalam. Aktif : Dalam pengertian tidak pasif. peranan Indonesia dalam percaturan Internasional tidak reaktif dan tidak menjadi obyek percaturan Internasional. ancaman.

Sebaliknya apabila azas luber itu tidak terjamin maka keresahan akan timbul dan keadaan Tannas dapat menurun. Pemilihan pembantu-pembantu presiden akan dapat berpengaruh bagi pelaksanaan tugas Presiden sebagai mandataris MPR. tetapi juga bidang–bidang lain dalam penyelenggaran pemerintahan negara. namun lebih disempurnakan sehingga anggota DPR tidak tergantung dengan Parpol (tidak takut di Recall). d) Pemilihan pembantu-pembantu presiden. maka keadaan pemerintah akan menjadi lebih stabil dan akan meningkatkan Tahnas. Pelaksanaan Pemilu. akan melemahkan fungsi kontrol yang juga dapat menurunkan Tannas. Bila imbangan suara di DPR/MPR dari fraksi-fraksi yang mendukung pemerintah hanya mempunyai perbedaan yang sangat kecil dengan fraksi-fraksi yang menentangnya. . Pemilu yang langsung. 2. dan berakibat meningkatkan Tannas. Kepemimpinan nasional harus diterima oleh semua pihak. Apabila menggunakan sistem Distrik (Dati II) akan banyak suara yang hilang dan merugikan partai gurem namun jumlah partai harus dibatasi. bebas. jujur dan adil akan memuaskan semua pihak yang melakukan pemilihan. tidak hanya dalam bidang legislatif.1. c) Imbangan suara dalam lembaga-lembaga perwakilan rakyat. maka pemerintah akan labil dan akan menurunkan Tahnas. Sistem Pemilu sebaiknya menggunakan perpaduan antara sistem Proporsional & Sistem Distrik. umum. namun nomor urut pemilihan tergantung dari jumlah pilihan rakyat. Seyogyanya diperhatikan agar semua kekuatan-kekuatan sosial politik dapat berparsitipasi dan merasa ikut bertanggung jawab. Perlu diperhatikan bahwa apabila perbedaan suara itu terlalu banyak ialah lebih dari 2/3 suara dimiliki oleh satu golongan. Sebaliknya apabila perbedaan suara itu cukup banyak.

Apabila warganegara Indonesia keturunan asing bersikap eksklusif dan mementingkan dirinya sendiri-sendiri. Apabila fungsi penegakan hukum dapat berjalan baik. (4) Kesempatan mengeluarkan pendapat secara bebas. Sebaliknya apabila keresahan itu dapat penyaluran secara tepat keara yang positif. terutama keresahan dikalangan generasi muda. yang akhirnya dapat menjurus ke pertentangan antar kelompok . Apabila fungsi pengawasan keuangan telah dapat berjalan ketat. Semuanya itu berpengaruh akan naik turunnya Tannas. maka pengelompokan etnis akan timbul. (5) Pergantian generasi dengan perencanaan yang kurang mantap. dan kepercayaan rakyat kepada pemerintah akan menurun. yang tidak dapat diatasi oleh pemerintah akan dapat menurunkan Tannas. f) Pengawasan Keuangan dan Penegakan Hukum.keresahankeresahan yang mudah timbul dalam negara yang sedang membangun antara lain adalah : (1) Perbedaan yang menyolok antara si kaya dan si miskin. (3) Kesempatan mengikuti pendidikan yang seluas-luasnya. g) Pembauran Bangsa. Keresahan masyarakat.4. maka kepercayaan rakyat kepada alat-alat penegak hukum akan meningkat dan sebaliknya. akan menaikan Tannas. Keresahan masyarakat. (2) Kesempatan memperoleh pekerjaan yang layak. sebaliknya kalau fungsi pengawasan keuangan masih lemah maka akibatnya kebocoran terjadi dimana-mana. maka kepercayaan rakyat kepada pemerintah akan naik.

keadaan itu akan melemahkan Tannas. maka akan timbul ketimpangan sosial yang dapat menjurus kepada keresahan-keresahan yang dapat menurunkan Ketahanan Nasional. Dilain pihak karena kepentingan nasional bangsa- . media massa maupun kelembagaan lain. Politik luar negeri pada hakekatnya merupakan sebagian dari kebijaksanaan nasional dari sistem politik suatu bangsa. Posisi silang Indonesia dapat memberikan keuntungan bagi pertumbuhan bangsa dalam arti kontak-kontak yang luas dengan bangsabangsa lain dapat dipetik manfaatnya. Partisipasi masyarakat dalam politik hanya dapat tumbuh apabila aspirasinya dapat disalurkan melalui kelembagaan Penyalur Pendapat Masyarakat.etnis. Usaha dari hasil pembangunan harus dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia. h) Wadah penyalur pendapat masyarakat. baik pada tempat desa.Faktor-faktor riil yang harus diperhitungkan adalah : (1) Letak geografi Indonesia. Bila asas pemerataan ini tidak tercapai. Posisi yang demikian ini memberikan kedudukan dan peranan yang penting sekali kepada Indonesia dalam persoalan-persoalan dalam negeri dan luar negeri. 2) Faktor yang mempengaruhi politik Luar Negeri : a) Faktor-faktor statis. Namun posisi yang semacam ini memiliki kerawanan karena “terbuka” kesegala penjuru dan dapat di “dekati” dari segenap penjuru pulau. Sebaliknya kalau pembauran dapat diwujudkan maka kita terhindar dari adanya rasialisme dan Tannas kita akan naik. j) Pemerataan hasil-hasil pembangunan.

namun kemampuan dan keterampilan merupakan faktor penentu pula dalam produktifvitas bangsa. Kekayaan alam Indonesia secara potensial tidak dapat dipisahkan dari permasalahan energi yang dihadapi oleh dunia. yang amat diperlukan dalam abad teknologi dewasa ini. seperti . Telah terbukti bahwa energi sewaktu-waktu dipakai sebagai senjata dengan tujuan politik tertentu. Disamping itu kewaspadaan perlu dipelihara karena kepentingan-kepentingan itu beraneka ragam dan kadang-kadang bertentangan. Kecuali letak geografis yang sangat strategis Indonesia memiliki kekayaan alam. Besarnya penduduk merupakan faktor yang positif dalam pengadaan tenaga kerja. dan yang akan selalu berusaha menarik Indonesia. Indonesia merupakan negara ke-5 terbesar dalam jumlah penduduk di dunia dan merupakan negara yang terbesar penduduknya dibelahan bumi bagian selatan ini.bangsa sangat heterogen maka perlu kemampuan yang tinggi dalam menyerap hal-hal yang menguntungkan dan menolak unsur-unsur yang merugikan. (3) Kekayaan alam. Garis besar percaturan internasional dewasa ini adalah sebagai berikut : (1) Perjuangan negara-negara berkembang untuk mempersempit perbedaan kemajuan dan kesejahteraan antara negara maju dengan negara berkembang dilakukan melalui forum internasional. b) Faktor-faktor Dinamik. Permasalahan energi akan terus merupakan faktor yang berpengaruh dalam percaturan politik Internasional. (2) Kemampuan Penduduk.

Disamping itu kegiatan-kegiatan teror. Dilain pihak peningkatan masalah hutang dan memburuknya nilai tukar perdagangan internasional juga tetap mewarnai keadaan perekonomian negara berkembang. Misalnya dengan penggunaan energi dan pangan. pada akhir-akhir ini nampak adanya gejala-gejala friksi diantara negara berkembang sendiri yang disebabkan oleh perbedaan kepentingan nyata. yang dapat meningkat menjadi pertentangan terbuka . (4) Meningkatnya arti dan faktor-faktor non militer sebagai senjata politik. 5.UNCTAD. pembajakan. (3) Kerawanan dan pertentangan regional yang bersumber lokal. (6) Disamping keadaan yang tidak menentu diatas. yang penyelesaiannya menjadi rumit karena kepentingan negara-negara besar terlihat didalamnya. Gerakan Non Aligned dan Konperensi Islam merupakan forum dimana Indonesia ikut aktif. Perkembangan ekonomi internasional masih ditandai oleh akibat berbagai krisis dimasa lalu. Resesi. pengangguran dan inflasi tetap mewarnai keadaan ekonomi negara-negara maju. (2) Rendahnya tingkat kesehatan masyarakat rakyat dan pendapatan nasional perkapita. penculikan dan lain-lain tetap akan merupakan kekuatan yang akan digunakan untuk mencapai tujuan-tujuan politik sesuatu negara. Dialog Utara-Selatan. kenaikan jumlah penduduk yang cukup tinggi sangat menentukan keberhasilan pembangunan dan kemajuan ekonomi negara-negara berkembang.

Pemantapan kesadaran kehidupan politik dan kenegaraan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 bagi setiap warga negara. Kebijaksanaan dan Strategi 1) Politik Dalam Negeri. efektif dan efisien agar mampu memperkuat kehidupan konstitusional. stabil. dinamis. demokrasi dan tegaknya hukum. (3) Penyelenggaraan Pemilihan Umum dengan asas langsung. (7) Media komunikasi massa dunia saat ini masih dikuasai negara maju. (1) Pemantapan kehidupan konstitusional. sering menyebarkan berita yang tidak obyektif dan karenanya tidak menguntungkan negara berkembang.yang sangat membahayakan solidaritas dan melemahkan posisi. b) Strategi. sehingga dapat terjamin kelancaran usaha mencapai tujuan nasional. (2) Pendidikan politik rakyat sehingga tumbuh kesadaran sebagai yang tercantum dalam sikap mental dan pola tingkah laku politik berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Pemantapan kondisi-kondisi serta situasi untuk memungkinkan terlaksanannya proses pembauran kehidupan politik dengan sistem politik yang demokratis. a) Kebijaksanaan. c. . bebas dan rahasia. umum.

(6) Penyempurnaan wadah penyalur pendapat masyarakat pedesaan. (1) Wawasan Nusantara. . Perlu digalang persatuan antara negara-negara berkembang dalam mempercepat terwujudnya tata ekonomi dunia baru. 2. (7) Penyiapan kader-kader pimpinan nasional 2) Politik Luar Negeri. Dialog Utara-Selatan hingga saat ini belum menunjukkan hasil yang diharapkan. a) Kebijaksanaan. Meneruskan usaha-usaha yang telah dilancarkan oleh Indonesia baik secara vertikal maupun horisontal. gerakan non blok dan kelompok G-7. Perjuangan bangsa Indonesia untuk mendapat pengakuan terdapat konsep nusantara telah dilakukan dengan jalan bilateral maupun multilateral. Wawasan Nusantara merupakan inti dari kehidupan nasional baik politik dalam negeri maupun luar negeri.(4) Komunikasi sosial timbal balik antar masyarakat dengan lembaga perwakilan rakyat maupun dengan pemerintah. di forum internasional maupun regional. Nusantara sebagai wilayah merupakan konsep nasional yang harus diperjuangkan dan dipertahankan. (5) Peningkatan peranan organisasi profesi/ fungsional masyarakat. Tata ekonomi baru dan gerakan non blok.

karena unsur ini. Hal ini diperlukan. (4) Memperkokoh kesetiakawanan. Walaupun ASEAN adalah organisasi regional bidang ekonomi dan sosial budaya.(3) Kerjasama regional. namun unsur politik tidak dapat ditinggalkan oleh organisasi ini. . karena ASEAN bukan organisasi supra nasional. Meningkatkan posisi ASEAN sebagai organisasi regional yang tangguh dan perlu diperhitungkan dalam percaturan internasional. terutama untuk kepentingan pembangunan disegala bidang. (2) Meningkatkan kerjasama antar bangsa untuk menggalang perdamaian dan ketertiban dunia demi kesejahteraan umat manusia berdasarkan kemerdekaan dan keadilan sosial. Pelaksanaan politik luar negeri yang bebas aktif diabdikan kepada kepentingan nasional. (3) Meningkatkan peranan Indonesia di fora internasional dalam rangka membina dan meningkatkan persahabatan dan kerjasama antar bangsa-bangsa demi perdamaian dan ketertiban dunia. b) Strategi 1. memperkuat rasa kohesi antara negara-negara anggota. Peningkatan saling pengertian dan kebersamaan pandangan terhadap masalah Internasional dan penyerasian antara kepentingankepentingan nasional negara-negara anggota baik kedalam maupun keluar. persatuan dan kerjasama ekonomi diantara negara-negara yang sedang membangun lainnya untuk mempercepat terwujudnya Tata Ekonomi Dunia Baru.

Kedua adalah pembangunan ekonomi nasional. Proses perombakan itu tidak boleh menghambat kehidupan ekonomi dan seyogyanya tetap diikuti dengan kenaikan pendapatan nasional. bila hasil pertumbuhan itu memperbaiki perimbangan dan tidak memperbesar ketimpangan dalam struktur.5. dalam distribusi dan partisipasi oleh masyarakat dapat diartikan Tannas bidang ekonomi semakin baik. Gatra Ekonomi. Tujuan pembangunan ekonomi nasional yang murni ialah : perombakan struktur ekonomi lama yang bersifat kolonial menuju kepada struktur perkembangan nasional. yakni unsur-unsur nasional dan golongan rakyat banyak harus mendapat pembagian serta peranan yang adil dan seimbang. 16. (6) Untuk menampilkan citra negara berkembang secara wajar dan obyektif perlu digalang persatuan dan kerjasama badanbadan media komunikasi massa di negaranegara berkembang terutama dalam menyusun tata komunikasi dunia baru. Konsep ekonomi dalam Ketahanan Nasional Indonesia menyangkut aspek Ekonomi Kemasyarakatan dengan pengertian ekonomi kemasyarakatan menyangkut masyarakat sebagai kesatuan dan keseluruhan struktur dan komposisi perekonomian nasional. Pertumbuhan ekonomi itu dianggap benar. Meneruskan usaha-usaha pemantapan stabilitas dan kerjasama di wilayah Asia Tenggara dan Pasifik Barat Daya khususnya dalam lingkungan ASEAN dalam rangka mempertinggi tingkat Ketahanan Nasional untuk mencapai Ketahanan Nasional. Dengan demikian pencapaian Pendapatan Nasional Total ataupun Pendapatan Nasional rata-rata perkapita yang tinggi suatu bangsa tidak dengan sendirinya berarti dicapainya tingkat Ketahanan Nasional yang tinggi. Kekuatan atau kelemahan Ketahanan Nasional bidang ekonomi dapat dinilai pada struktur distribusi dari pendapatan masing-masing yang diterima oleh berbagai golongan masyarakat dan partisipasinya dalam memproduksi pendapatan nasional. Semakin adanya keseimbangan yang dirasakan adil. Aspek yang ketiga dalam bidang ekonomi adalah Tannas akan semakin relatif tinggi bilamana semakin terjaminnya pencukupan dan tersedianya barang/jasa yang penting sesuai kebutuhan golongan masyarakat .

ancaman. semakin terjaminnya keseluruhan faktor produksi. Struktur penggolongan masyarakat Indonesia berdasarkan prosentase yang diterima dari Pendapatan Nasional masih mencolok dan timpang yakni 1) 40% jumlah penduduk berpendapatan rendah. baik didalam negeri maupun dalam hubungannya dengan luar negeri. hambatan dan gangguan terhadap kelangsungan ekonomi suatu bangsa pada hakekatnya ditujukan kepada faktor produksi dan pengolahannya. pasaran dan sebagainya. a. 2) 40% jumlah penduduk berpendapatan menengah. ancaman. 3) 20% jumlah penduduk berpendapatan tinggi. Ketahanan dibidang Ekonomi. Dari segi produksi dapat dikatakan. Untuk mengetahui Tannas bidang ekonomi sangat relevan untuk diteliti sampai dimana pendapatan Nasional Indonesia secara keseluruhan ataupun persektor masih bergantung kepada unsur asing. modal manajemen. faktor dinamika eksteren dan faktor dinamika intern. hambatan serta gangguan. seperti komposisi pendapatan nasional. bahan baku. yaitu mengenai struktur ekonomi. Tantangan. berarti semakin kuat Tannas bidang ekonomi. baik yang datang dari luar maupun dari dalam yang langsung maupun tidak langsung membahayakan kelangsungan kehidupan ekonomi bangsa dan negara Indonesia berdasarkan Pancasila dan UndangUndang Dasar 1945. Struktur perekonomian bisa tercermin dalam berbagai bentuk. dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan. Karena itu pembinaan ekonomi pada dasarnya merupakan penentuan kebijaksanaan ekonomi dan pembinaan faktor produksi serta pengolahannya didalam produksi dan distribusi barang serta jasa. Ketahanan dibidang ekonomi Indonesia adalah kondisi dinamik bangsa Indonesia yang berisi kekuatan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan keuletan nasional. dalam teknologi. Inti permasalahan Tannas bidang ekonomi terletak pada potensi dan kondisi dinamikanya untuk mempertahankan kontinuitas kehidupan ekonomi Indonesia. Faktor-faktor yang Mempengaruhi. . b.yang memerlukan. komposisi ekspor-impor.

Dari segi strategi Hankam. kecenderungan kenaikan investasi pada tanah dari kelebihan daya beli. Inventarisasi data dan eksplorasi mengenai kekayaan alam sangat diperlukan. bahwa Indonesia mempunyai kekayaan alam secara potensial yang besar dan beraneka ragam. 2) Masalah Pertanahan. Hal ini bertalian erat dengan riset dan pendidikan serta teknologi yang perlu dipersiapkan. kekurangan prasarana. penguasaan dan penggarapan tanah. Akumulasi dan pemusatan pemilikan serta penguasaan atas tanah ditangan segolongan/seseorang tertentu yang melewati batas maksimal yang dibenarkan oleh undang-undang jelas merugikan pihak lain.1) Bumi dan sumber alam. Madura dan Bali. Keadaan alam dan kurang kesuburan tanah. Keadaan yang demikian sering pula menyebabkan tanah menjadi “idle” atau . kekuatan ikatan serta batas-batas hukum adat. mengingat perang besar pada dasarnya disebabkan oleh perebutan energi minyak atau kekayaan alam lainnya. telah mendorong nilai harga tanah terus naik. Kelangkaan sebagai akibat pertambahan penduduk paling jelas kelihatan dipulau Jawa. Hal ini disebabkan oleh kurang terasanya keadilan sosial dalam aspek-aspek pemilikan. kekayaan nasional ini harus diamankan dari unsur-unsur asing. Akumulasi dan pemusatan pemilikan serta penguasaan tanah ditangan sekelompok kecil orang tertentu cenderung menimbulkan “tanah guntay” yang berarti letak tanah berada diluar kecamatan tempat tinggal pemilik/penguasaan tanah. yang merupakan basis bagi keseluruhan strategi pembangunan. merupakan penyebab krisis pertanahan. pemukiman dan prasarana perhubungan. Kebutuhan untuk perluasan kawasan industri. pemekaran lingkungan-lingkungan perkotaan. pertambahan penduduk yang sangat cepat. Ditinjau dari sudut sosial ekonomi dan sosial politik masalah pertanahan di Indonesia dapat menjadi sumber pokok keresahan agraris. Sebagai pernyataan yang dapat dibenarkan.

Sebaliknya tingkat kenaikan konsumsi energi pertahun di Indonesia belum memadai dibanding dengan negara-negara ASEAN. Pertumbuhan penduduk yang tepat dan tidak diimbangi dengan perluasan kesempatan kerja menimbulkan pengangguran kelihatan dan tidak kelihatan. Masalah pangan. pupuk dan lain sebagainya. Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan Undang-Undang bagi Hasil (UUBH) yang berlaku sejak 1960 beserta segenap perangkat peraturanperaturan hukum lainnya memberikan landasan untuk menanggulangi berbagai masalah pertanahan.kurang bermanfaat. Walaupun ada kenaikan produksi. Kenaikan konsumsi minyak bumi dalam negeri cukup cepat dalam dasawarsa yang lalu. tetapi bahan pangan harus di impor lebih banyak. Masalah energi. Kenaikan produksi pangan Indonesia terendah diantara negara-negara ASEAN sedangkan konsumsi naik terus. Konsumsi energi perkapita di Indonesia masih berada pada tingkat yang paling rendah diantara negara-negara ASEAN. yaitu 324 ribu ton dalam tahun 1970 dan 1. Swasembada pangan merupakan sasaran yang sangat vital. khususnya yang menyangkut pembagian hasil dan penerima balas jasa merupakan masalah pokok yang mengandung akibat yang luas dan berantai dibidang sosial ekonomi dan sosial politik. Dengan berlangsungnya usaha pembangunan kebutuhan akan energi cenderung meningkat di segala bidang. 5) Masalah tenaga kerja.8 juta ton dalam tahun 1978. Kita membeli 20-30% dari sisa produksi pangan dunia yang dijual belikan. Usaha meningkatkan produksi pangan kini mengutamakan suply bibit unggul. Penanggulangan pengangguran di pedesaan dengan jalan pemindahan . 4. 3. walaupun masih harus dilengkapi dengan serangkaian peraturan pelaksanaan lain. Karena yang diperjual belikan itu 4% saja dari produksi dunia. maka impor menjadi peka sekali. sedangkan anggota-anggota masyarakat yang lain berteriak kekurangan tanah. Pertimbangan hubungan antara pemilik/penguasa tanah dan penggarap tanah.

Keadaan ketenagakerjaan serta kesempatan kerja yang tidak memadai ditambah pula dengan tingkat pendapatan yang rendah erat hubungannya dengan masalah kemiskinan di Indonesia. Gejala lain yang timbul sehubungan dengan kurangnya kesempatan kerja dan atau tidak dimilikinya ketrampilan tertentu sering menimbulkan terjadinya mismatch yang berarti bahwa pekerjaan yang ia lakukan tidak sesuai dengan ketrampilan yang dimiliki.penduduk ke daerah lain yang masih mempunyai potensi tanah dan alam atau dengan industrialisasi tetap memerlukan waktu dan biaya besar. Berbagai data yang tersedia menunjukkan bahwa dewasa ini antara 40-45% dari seluruh penduduk Indonesia hidup dibawah garis kemiskinan.Untuk jangka panjang diperlukan kebijaksanaan penduduk yang mengatur keluarga berencana dan distribusi penduduk secara ekonomi geografi. serta mismatch merupakan ciri dari sebagian besar keadaan tenaga kerja Indonesia dewasa ini. Peningkatan jumlah penduduk yang laju dan pengangguran yang makin bertambah dapat menimbulkan kegoncangan sosial. Keadaan yang demikian sering memaksa para pekerja menerima upah yang jauh lebih rendah dari yang seharusnya mereka terima. Sempitnya pemilikan tanah untuk sebagian besar petani di Jawa serta kurangnya kesempatan kerja di . akan tetapi sebagian besar tenaga kerja di daerah pedesaan tidak dapat bekerja penuh dan banyak pula diantaranya yang termasuk dalam katagori setengah menganggur. sebagian besar tenaga kerja yang tersedia tidak memiliki ketrampilan yang dibutuhkan untuk menopang pekerjaan yang dibebankan kepadanya. gaji yang lebih rendah dari yang seharusnya diterima. 6) Masalah kesempatan kerja. Keadaan setengah menganggur. 7) Masalah Kemiskinan. Masalah kurangnya kesempatan kerja menyebabkan banyak tenaga kerja di daerah pedesaan tidak terserap secara penuh.Disamping kurangnya kesempatan kerja. Meskipun jarang terlihat adanya pengangguran terbuka di daerah pedesaan.

Untuk jangka panjang harus ditempuh strategi pembangunan yang bertujuan : pendidikan keterampilan/kejuruan secara massal. berencana dan terarah. tetapi juga memperoleh teknologi baru. Kebijaksanaan yang ditempuh untuk memperoleh modal : . disamping lapangan pekerjaan yang masih terbatas merupakan faktor penyebab timbulnya kemiskinan di daerah perkotaan. kepemimpian perusahaan. Untuk mengatasi kekurangan tersebut diusahakan penanaman modal luar negeri yang berupa bantuan atau pinjaman pemerintah maupun swasta yang harus diarahkan untuk meningkatkan kapasitas produksi didalam negeri. 9) Industrialisasi untuk memperluas kesempatan kerja. Peningkatan produksi barang dan jasa untuk keperluan konsumsi didalam negeri dan untuk ekspor barang setengah jadi atau barang jadi. Pendapatan ekspor biasanya habis untuk pembiayaan impor. Rendahnya tingkat pendapatan serta tidak dimilikinya ketrampilan tertentu. maka negara berkembang perlu mengambil kebijaksanaan pembangunan industri yang taraf permulaan masih bersifat padat karya atau memilih teknologi madya. Keadaan kemiskinan baik di daerah pedesaan maupun di daerah perkotaan seringkali merupakan penyebab timbulnya keresahan di kalangan masyarakat yang dapat berakibat lemahnya ketahanan nasional. kesempatan kerja.Karena penggunaan teknologi mutakhir tidak dapat menciptakan lapangan kerja secara luas. Dengan demikian dapat dijamin kemampuan pembayaran kembali dan mengurangi ketergantungan negara kepada bantuan modal asing. ketrampilan kerja. 8) Faktor modal. Kemampuan reinvestasi modal perusahaan masih kurang.luar lapangan pertanian juga merupakan faktor penyebab rendahnya tingkat pendapatan penduduk didaerah perdesaan serta timbulnya kemiskinan. Peningkatan kapasitas produksi tidak hanya bertujuan peningkatan volume. Umumnya terdapat kekurangan modal untuk pembangunan dan kemampuan masih terbatas.

karena itu adanya persediaan devisa yang cukup harus tetap dijaga. Istilah sosial budaya menunjuk kepada dua segi utama daripada kehidupan bersama manusia. Terciptanya landasan yang kuat bagi bangsa Indonesia untuk tumbuh dan berkembang atas kedaulatan sendiri menuju masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila. melalui kelembagaan seperti deposito berjangka Tabanas dan Taska. 2) Strategi. b) Sektor Investasi. Pembangunan bidang ekonomi ditujukan untuk mencapai keseimbangan antara bidang pertanian dan industri serta terpenuhinya kebutuhan pokok rakyat. Pembangunan ekonomi harus didasarkan pada demokrasi ekonomi dimana masyarakat harus memegang peranan aktif dalam kegiatan pembangunan ekonomi. Gatra Sosial Budaya. c. Harus dihindari free fight liberalism. Sasaran yang harus dicapai secara bertahap adalah mengembangkan struktur ekonomi yang seimbang antara pertanian dan industri. Kebijaksanaan dan Strategi 1) Kebijaksanaan. yang manivestasinya nampak dalam tingkah laku dan hasil . Pembangunan Indonesia dalam tahap dewasa ini masih harus bergantung kepada impor modal peralatan mesinmesin dan bahan baku disamping teknologi dari luar negeri. yaitu : segi kemasyarakatan dimana manusia demi kelangsungan hidupnya harus mengadakan kerja sama dengan sesama manusia dan segi kebudayaan yang merupakan keseluruhan cara hidup. 17. etatism dan monopoli. ialah dengan Undang-Undang Penanaman Modal Dalam Negeri dan UndangUndang Penanaman Modal Asing. Secara struktural neraca pembayaran Indonesia masih lemah dihadapkan dengan kebutuhan devisa yang semakin meningkat.1. Sektor Pengerahan Dana. pasar uang dan pasar modal serta Emisi Saham untuk masyarakat.

Sedang dalam arti sempit sosial budaya. hambatan serta gangguan baik yang datang dari luar maupun dari dalam yang langsung maupun tidak langsung membahayakan kelangsungan kehidupan sosial budaya bangsa dan negara Republik Indonesia yang berdasar Pancasila dan UUD 1945. Untuk lebih memudahkan proses pelembagaan ini diperlukan penjabaran nilai-nilai dasar Pancasila sebagai pedoman yang dapat dipergunakan sebagai penuntunan dan pegangan hidup bagi sikap . Sosial budaya dalam arti luas mencakup segala aspek kehidupan. semangat dan jiwa yang secara khas merupakan ciri pada elemen-elemen sosial budaya bangsa dan Negara Republik Indonesia. dan tingkah laku bagi bangsa dan negara Indonesia akan memberikan landasan. Nilai-nilai dasar yang terkandung dalam Pancasila itu dijabarkan dan dijadikan ukuran dan tuntutan sikap. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila yang akan diwujudkan sebagai ukuran tuntutan sikap. politik. sehingga setiap warga masyarakat dapat merealisasikan pribadi dan segenap potensi manusiawinya yang dilandasi nilai-nilai Pancasila.tingkah laku yang terlembagakan. ancaman. Kehidupan sosial budaya bangsa dan negara Indonesia adalah kehidupan yang menyangkut aspek kemasyarakatan dan kebudayaan yang dijiwai oleh falsafah dasar Pancasila. a. sering ditempatkan disamping ideologi. perilaku dan gaya hidup bangsa Indonesia dalam segala aspek kehidupan. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila adalah nilai-nilai kebudayaan yang digali dari nilai-nilai luhur yang ada dalam pandangan hidup bangsa Indonesia. Ketahanan dibidang sosial budaya Indonesia diartikan sebagai kondisi dinamik bangsa Indonesia yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional didalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan. ekonomi dan pertahanan keamanan. 1) Kebudayaan Nasional. Ketahanan dibidang Sosial Budaya. Esensi pengaturan dan penyelenggaraan kehidupan sosial budaya bangsa Indonesia dengan demikian adalah pengembangan kondisi budaya.

ia memandang corak ragam nilai-nilai kebudayaan yang telah berkembang sepanjang sejarah. maupun dalam tingkah laku lahiriah. dan konsepsi Bhineka Tunggal Ika. Kebudayaan bangsa Indonesia pada hakekatnya adalah satu dan senantiasa berorientasi kepada dan demi persatuan sesuai dengan pernyataan Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. 2) Integrasi Nasional. Menurut orientasi Pancasila. nilai-nilai kebudayaan nasional harus berkembang sejalan dengan proses pertumbuhan dan kemajuan. dengan tetap berpijak pada kepribadian bangsa. Keluar. ia membuka diri terhadap kebudayaan asing sepanjang dapat mengembangkan dan memperkaya kebudayaan bangsa sendiri. manusia dan masyarakat Indonesia memiliki sifat-sifat kepribadian sebagai berikut : . 3) Identitas Nasional. sedang kedalam. adatistiadat. agama dan kepercayaan yang berbeda-beda pulau adalah merupakan satu kesatuan yang bulat dan utuh. Integrasi nasional harus lahir dari tujuan nasional yang berlandaskan pada falsafah Pancasila dan keaneka ragaman sosial sesuai dengan konsepsi Bhineka Tunggal Ika. Karena inti kebudayaan adalah kemanusiaan.dan tingkah laku setiap manusia dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Karena itu. maka usaha pembangunan kebudayaan nasional harus memudahkan proses mempertinggi derajat dan martabat Bangsa Indonesia. perilaku dan gaya hidup bangsa Indonesia merupakan ungkapan kepribadian nasional yang diekspresikan dalam bentuk sistem nilai-nilai yang dianutnya. Masyarakat Indonesia yang majemuk. Sikap. yang terdiri dari berbagai suku bangsa yang tersebar diatas berbagai pulau dengan bahasa. Pancasila adalah titik tolak dan tujuan integrasi nasional. Identitas nasional atau kepribadian nasional adalah ekspresi dinamis tentang tujuan dan tekad hidup bangsa ia merupakan resultante dari sejarah nasional dan tujuan nasional yang berintikan falsafah dan ideologi Pancasila.

memberikan keseimbangan antara kepentingan individu dan masyarakat antara kepentingan keduniaan dan keakhiratan. persatuan dan kesatuan bangsa diatas kepentingan individu. menghendaki keserasian hidup dalam masyarakat dan keserasian hubungan antar bangsa-bangsa. suku dan golongan. Faktor-faktor yang Mempengaruhi 1) Agama. dalam arti sebagai semangat dan kesadaran akan sikap dan tanggung jawab dalam kehidupan mandiri manusia Indonesia dalam tingkah lakunya yang menghendaki keselarasan hubungan dengan Tuhannya. dalam arti religiusitas sebagai kesadaran serta manifestasinya hubungan manusia Indonesia dengan dasar hidup yang mutlak dan transedental. b. antara perikehidupan darat. Tuhan Yang Maha Esa menurunkan agama memang untuk .a) Religius. antara kepentingan individu dan masyarakat. Nilai pertama dan yang merupakan nilai tertinggi dari ideologi dan falsafah bangsa dan negara adalah nilai Ketuhanan Yang Maha Esa. Agama dan perikehidupan beragama di Indonesia sangat mempengaruhi Tannas dibidang sosial budaya. c) Hidup serba selaras. d) Bersifat kerakyatan. laut dan udara. gotong royong pengayoman dan musyawarah. dengan sesamanya (masyarakat) dan dengan lingkungan alam sekitarnya. dalam arti semangat dan kesadaran akan sikap dan tanggung jawab dalam kehidupan kebersamaan yang nampak dalam sikap hidup yang ramah tamah. dalam arti yang menjunjung asas musyawarah dengan semangat dan kesadaran yang selalu mendahulukan kepentingan umum. antara kepentingan jiwa dan raga. b) Bersifat kekeluargaan.

dari latar belakng kehidupan bangsa dan negara serta suku-suku bangsa. c. Tradisi diartikan sebagai keseluruhan kepercayaan. Pendidikan juga merubah serta meniadakan nilai-nilai sosial budaya yang kurang/tidak menunjang peningkatan Tannas dibidang sosial budaya. tingkah laku dan nilai sosial budaya kearah yang dikehendaki. Dalam masyarakat Pancasila peranan agama jelas sangat besar. bahasa dan kebudayaan masing-masing. Pendidikan secara sadar dan tertib berfungsi merubah sikap. anggapan dan tingkah laku. Sejalan dengan itu pengembangan dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi akan sangat mempunyai pengaruh.perbaikan dan kemajuan. Kebijaksanaan dan Strategi . Pendidikan disatu pihak mengembangkan tingkah laku dalam wujud nyata nilai-nilai falsafah/ideologi Pancasila dan dilain pihak ia mengembangkan nilai-nilai lain yang menunjang. Hal ini bergantung kepada pangkal tolak tradisi pada ukuran dari pengejawantahan nilai-nilai luhur dalam falsafah dan ideologi Pancasila dan UUD 1945. 2) Tradisi. norma dan lembaga-lembaga sosial yang terkandung didalamnya akan sangat mempengaruhi Tannas Indoensia dibidang sosial budaya. baik positif maupun negatif terhadap Tannas Indonesia dibidang sosial budaya. 3) Pendidikan. yang diwariskan dari generasi ke generasi. dimana setiap umat beragama diakui sepenuhnya akan haknya untuk memeluk agamanya dan menjalankan ibadahnya menurut agama dan kepercayaan itu. maka masyarakat dan negara yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 akan bertambah kuat. Nilai. Ilmu pengetahuan dan teknologi. dengan segala bentuk adat istiadat. Apabila setiap umat beragama benar-benar menjalankan kemurnian ajaran agamanya.

Terbinanya mutu manusia dan bangsa Indonesia sebagai sumber dan kekuatan dasar kehidupan sosial budaya bangsa. adalah : 1. kondisi fisik dan kecerdasan yang lebih sesuai dengan peranannya. baik dalam kadar sikap mental. yang dapat menjamin kelangsungan hidup sosial budaya bangsa dan negara yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Bidang agama. Meningkatkan usaha-usaha penghayatan dan pemahaman bahwa perikehidupan beragama adalah selaras dengan penghayatan dan pengamalan Pancasila. Untuk mencapai tujuan tersebut diatas. Pengaturan dan penyelenggaraan kehidupan sosial budaya akan ikut berperan aktif memperkuat Tannas Indonesia apabila kemampuan nasional dalam sosial budaya dibangun dan ditempatkan sebagai kekuatan untuk menunjang Tannas. Terwujudnya kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan sosial budaya yang berdasarkan falsafah dan ideologi Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. 2) Tujuan. maka sasaran strategi pembangunan nasional dibidang sosial budaya. Politik dan strategi dasar pembangunan kehidupan sosial budaya harus diarahkan untuk menumbuhkan dan mengembangkan kemampuan nasional dibidang sosial budaya. Meningkatkan terus usaha-usaha pembinaan kerukunan hidup umat beragama dalam rangka . Terwujud suatu tingkat Tannas Indonesia dibidang sosial budaya yang lebih kuat dan tangguh. 3) Sasaran. bahwa ajaran-ajaran dan hukum-hukum agama memberikan dasar moralitas dan rintisan jalan kemajuan disamping fungsinya menuntun manusia untuk dunia akhirat. 2. 1.1) Kebijaksanaan. 4) Strategi. baik sebagai subyek maupun obyek pembangunan.

3. Bidang kebudayaan 1. tradisi. . Meningkatkan usaha-usaha pembinaan kebudayaan nasional sebagai pengejawantahan manusia Indonesia atas dasar norma-norma Pancasila. dan sikap mental yang lebih sesuai dengan proses pembangunan dan pembaharuan. Meningkatkan pembinaan bahasa Indonesia secara baik dan benar untuk memperkokoh kesatuan budaya bangsa. Pembinaan bahasa daerah. yang lebih mampu memenuhi kebutuhan pembangunan dan mengakomodasi tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. 2. kondisi fisik dan kecerdasan yang lebih sesuai dengan kebutuhan pembangunan.usaha memperkokoh persatuan dan stabilitas nasional yang sehat dan dinamis. 3. (2) Meningkatkan usaha-usaha pendidikan dalam rangka usaha meningkatkan mutu manusia Indonesia dengan kadar sikap mental. Meningkatkan pembinaan disiplin nasional yang lebih nyata dalam rangka usaha lebih memperkokoh persatuan nasional. (1) Membina suatu sistem pendidikan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Meningkatkan usaha-usaha pelayanan dalam rangka pengamanan dan penambahan sarana-sarana yang diperlukan bagi kehidupan keagamaan. kesenian dan adat istiadat daerah yang dilakukan dalam rangka pengembangan bahasa Indonesia dan untuk mempertebal perbendaharaan bahasa Indonesia sebagai satu sarana identitas nasional. b) Bidang Pendidikan.

a. dan untuk menempatkannya sebagai sumber dan kekuatan Tannas secara kualitatif maupun kuantitatif. peningkatan usaha-usaha bantuan dan jaminan sosial dalam rangka perwujudan sekuritas sosial dan peningkatan kesejahteraan sosial umumnya. Ketahanan dibidang Hankamneg adalah kondisi dinamik bangsa Indonesia yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional. Gatra Pertahanan dan Keamanan Negara. kemampuan penguasaan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai unsur integral Tannas. mengerahkan dan menggerakan seluruh potensi nasional termasuk kekuatan masyarakat diseluruh bidang kehidupan nasional secara teritegrasikan dan terkoordinasikan. peningkatan perbaikan gizi. Meningkatkan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang diarahkan kepada kemampuan sendiri. yaitu : fertilitas. terutama ditujukan pada 3 determina penduduk. f) Bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Pertahanan dan Keamanan dilaksanakan dengan menyusun. serta keamanan perjuangannya. ancaman. mortalitas dan migrasi. Meningkatkan usahausaha mengatasi masalah kependudukan dengan segala implikasinya demi kelestarian kehidupan manusia dan bangsa secara manusiawi disatu pihak. Pertahanan dan keamanan negara Indonesia adalah daya upaya rakyat semesta Indonesia dengan TNI dan Polri sebagai intinya dan merupakan salah satu fungsi utama pemerintah dan negara Republik Indonesia didalam rangka menegakkan Ketahanan Nasional dengan tujuan mencapai keamanan bangsa dan negara. . 18. didalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan. Usaha-usaha tersebut.d) Bidang Kependudukan. Ketahanan dibidang Hankamneg. e) Bidang pelayanan sosial. Meningkatkan usahausaha pelayanan sosial seperti peningkatan pelayanan kesehatan dan pemberantasan penyakit.

hambatan dan gangguan (ATHG) dengan tujuan untuk melindungi bangsa dan tumpah darah Indonesia. Falsafah dan pandangan tentang pertahanan keamanan Indonesia tercermin dalam pembukaan UUD 1945 dan batang tubuh UUD 1945.hambatan serta gangguan yang dating dari luar maupun dari dalam. Bangsa Indonesia hanya berperang apabila ternyata tidak terdapat jalan lain untuk menyelesaikan pertikaian. tantangan. Oleh karena itu politik pertahanan dan keamanan Indonesia adalah defensif aktif dan preventif aktif. Bangsa Indonesia cinta damai dan ingin bersahabat dengan segala bangsa didunia serta tidak menghendaki terjadinya sengketa bersenjata ataupun perang. Bangsa Indonesia menentang penjajahan dalam segala penampilannya dan memihak keadilan dan kebenaran. sehingga dipaksa untuk mengambil tindakan perlawanan demi tegaknya eksistensi negara . sosial budaya. pandangan dan faham bangsa Indonesia. ekonomi. Falsafah. sehingga didapat kemampuan yang maksimal untuk mengatasi ancaman. 2) Ciri-ciri. terkoordinasi dan teritengrasi. agama dan militer disusun dan dikerahkan secara terpimpin. politik. baik dibidang nasional maupun internasional. bangsa Indonesia yang berisi petunjuk tentang bagaimana mengatur dan menyelenggarakan perjuangan rakyat semesta. substansi. mengamankan dan menyelematkan perjuangan bangsa Indonesia sesuai dengan kepentingan dan tujuan nasional yang terumuskan dalam UUD 1945. Tannas bidang Hankamneg adalah suatu konsepsi didalam pengaturan dan penyelenggaraan pertahanan dan keamanan nasional didalam kehidupan nasional. yang langsung maupun tidak langsung membahayakan pertahanan dan keamanan bangsa dan negara Indonesia berdasarkan Pancasila dan UndangUndang Dasar 1945. 1) Tujuan Tannas bidang Hankamneg. essensi dan ciri-ciri. Hakekat ketahanan dibidang Hankamneg adalah perjuangan rakyat semesta dalam mana seluruh potensi dan kekuatan ideologi.

bagi bangsa Indonesia perang adalah perang atas dasar Ideologi dan berdasarkan keadilan dan kebenaran. hambatan. gangguan dan serangan dari manapun juga datangnya. tantangan. Wawasan Nusantara yang dianut didalam pertahanan dan keamanan adalah Wawasan Nusantara. Bila bangsa Indonesia terpaksa berperang. Oleh karena itu. bahwa penggunaan kekerasan dalam memecahkan masalah sengketa akan selalu menimbulkan malapetaka bagi umat manusia. maka perwujudan sampai kemenangan akhir tercapai dengan segala daya dan upaya yang sebelumnya telah dipersiapkan.kesatuan Indonesia. kemerdekaan dan kedaulatan Negara Republik Indonesia serta keutuhan bangsa. ialah Wawasan Nusantara. Integrasi Hankamneg yang merupakan asas dan pedoman perwujudan sistem pertahanan dan keamanan dengan . maka ini dilakukan semata-mata karena bangsa Indonesia lebih cinta akan kemerdekaannya. 3) Faham bangsa Indonesia tentang damai dan perang. Bangsa Indonesia cinta damai karena memahami sepenuhnya. Apabila tekad ini harus berwujud perang. Bagi bangsa Indonesia perang adalah jalan yang terakhir yang terpaksa harus ditempuh untuk mempertahankan ideologi Pancasila. Karena itu bangsa Indonesia dalam penyelesaian pertikaian baik nasional maupun internasional mengutamakan cara-cara damai. Wawasan Nusantara melandasi upaya peningkatan Ketahanan Nasional dan juga ketahanan dibidang Hankam. Doktrin perjuangan bangsa Indonesia dibidang Hankamneg adalah doktrin yang berlandaskan Pancasila dan landasan konstitusional UUD 1945 serta doktrin-doktrin nasional lainnya. 4) Wawasan Nusantara. 5) Doktrin Pertahanan dan Keamanan Nasional. Walaupun cinta damai akan tetapi bangsa Indonesia bertekad bulat dan bersikap teguh untuk mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatannya terhadap segala bentuk ancaman.

pengalaman perjuangan dan kondisi serta situasi negara dan bangsa Indonesia.bidang-bidang masalah keamanan dalam negeri. . setiap jengkal tanah dan wilayah perairan di setiap penjuru tanah air. memiliki kemampuan strategis yang memadai sebagai faktor penangkal dengan kemampuannya untuk menguasai dan melindungi setiap titik. Geografi. nasionalisme. b. Sistek dan Sissos dikembangkan secara prinsipal dan konsepsional dirumuskan dan disusun atas dasar sumber falsafah hidup bangsa. Faktor-faktor yang mempengaruhi upaya peningkatan Ketahanan Nasional bidang Hankamneg antara lain: 1. Sistem Hanta diproses melalui upaya memasyarakatkan dan mengikutsertakan seluruh rakyat dalam upaya bela negara dalam masyarakat bangsa Indonesia. geografi. 6) Sistem Pertahanan Semesta. politik. diwujudkan dalam moral yang tinggi karena keyakinan akan kebenaran motivasi perjuangan (ideologi/politik). Selain berfisik sehat dan terlatih. mahir dalam melaksanakan operasi-operasi gabungan. Sistem Hanta merupakan perpaduan serasi antara Sistem Senjata Teknologi (Sistek) dan Sistem Senjata Sosial (Sissos) bersifat semesta (cq Kewilayahan) dan menyangkut segenap bidang kehidupan bangsa. Manusia merupakan factor yang sangat menentukan. Pelaksanaan Hanneg Indonesia didasarkan atas Sistem Hanneg yang berintikan TNI sebagai komponen utama didukung oleh komponen cadang dan komponen pendukung serta potensi-potensi lainnya seperti potensi ideologi. Faktor-faktor yang Mempengaruhi. dan sosial budaya. dan sebagainya. ekonomi. dituntut juga sikap mental dan pengorganisasian yang baik. Untuk dapat mempertahankan negara sesuai dengan sifat geografi Indonesia yang berupa Nusantara diperlukan kekuatan Hankamneg yang bermutu. masalah pemantapan wilayah dan masalah partisipasi TNI dan Polri diluar bidang Hankam dirumuskan tersendiri.

seolah- . Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat cepat di negara-negara maju mengakibatkan ketinggalan dan ketergantungan Indonesia dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam upaya dibidang Hankamneg diusahakan peningkatan kemampuan nasional dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. rasa solidaritas. 3) Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. 4) Keterbatasan sumber daya dan ketidakpastian masa depan. Sumber daya makin lama semakin langka. Kenyataan yang ada menunjukkan bahwa pada hakekatnya pertentangan-pertentangan internasional merupakan refleksi dari kepentingankepentingan nasional masing-masing negara. Perlu diambil langkah yang konkrit untuk mengurangi lebarnya jurang ketinggalan tersebut. berdaya pemusnahan massal. Kondisi Internasional. dan kepercayaan diri. Pemerataan penyebaran dalam kepadatan penduduk tidak seimbang. Adanya penduduk yang mampu berperan positif dalam pertahanan semesta sangat menentukan karena Ketahanan Hankamneg khususnya merupakan usaha integral rakyat. akan tetapi lebih merupakan perimbangan kekuatan yang bersifat polisentris dengan kepentingan-kepentingan nasional bangsa-bangsa yang bersangkutan berupa regionalisme dan koeksistensi yang sangat menonjol. sehingga banyak terdapat daerahdaerah strategis yang relatif terlalu jarang dan terlalu padat penduduknya. karena prestasi dan sejarah. Integrasi TNI dan kemanunggalan TNI dengan rakyat merupakan suatu keharusan karena perang bersifat semesta. Kondisi internasional menunjukkan tidak adanya pola-pola perimbangan kekuatan yang tidak lagi didasarkan atas sistem bipolar atau neobipolar.patriotisme. jiwa kerja sama dan kebanggaan kesatuan. penelitian dan pengembangan. 2. adanya tekanan tekanan internasional yang dalam kelanjutannya dapat berwujud dan berakibat timbulnya konflik-konflik bersenjata. sedang kebutuhan manusia terus meningkat.

hambatan. menyelematkan perjuangan bangsa Indonesia guna mencapai segala kepentingan. maka dirumuskan politik dan strategi dasar Hankamneg yang bertujuan pertama. perhitungan dan kesiagaan untuk menghadapi setiap kemungkinan. Dengan demikian diharapkan agar ketidakpastian dapat ditekan serendah-rendahnya dengan perjuangan. Berdasarkan landasan politik dan strategi. Selanjutnya harus selalu merumuskan jalan dan tindakan apa yang perlu dipilih untuk menghadapi setiap perubahan. c. tujuan-tujuan dan cita-cita perjuangannya yang diwujudkan melalui rangkaian rencana dan pelaksanaan pembangunan nasional. Berhasil atau gagalnya usaha bangsa Indonesia dibidang Hankamneg akan sangat dipengaruhi oleh adanya kepemimpinan yang kuat. hakekat tantangan dan Wawasan Nusantara. terlebih-lebih pada masamasa darurat dimana kepemimpinan diperlukan untuk dapat menjamin kelangsungan kehidupan nasional yang merdeka dan berdaulat. untuk menjamin tetap tegaknya dan terlindunginya Negara Kesatuan RI berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dari segala ancaman. baik dari dalam maupun dari luar negara dan kedua mengamankan. . Politik dan Strategi Dasar Hankamneg. Karena tidak adanya kepastian masa depan.olah tidak ada batasnya. 5) Kepemimpinan dan pengelolaan (Manajemen). Oleh karena itu selalu ada penyesuaian antara kebutuhan dengan sumber daya yang ada. maka upaya Hankamneg harus senantiasa diarahkan untuk memperhitungkan apa yang bakal terjadi di masa depan. tantangan dan gangguan. Anggaran pertahanan yang sangat terbatas lebih-lebih memerlukan tingkat manajemen yang tinggi. bersih dan berwibawa dan dinamis. Demikian pula kemampuan manajemen pada semua eselon. Kebijaksanaan dan Strategi 1. termasuk kemampuan implementasi perlu ditingkatkan sesuai dengan kepribadian Indonesia.

Politik Pertahanan dan Keamanan Negara dapat dirumuskan sebagai berikut : 1. perdamaian dan kestabilan regional di Asia Tenggara dengan didasari Ketahanan Nasional yang sepadan dan mendorong terwjudnya Ketahanan Regional. Defensif aktif: diwujudkan dengan membangun kekuatan Hankamneg yang merupakan kemampuan untuk menangkal dan menanggulangi ancaman-ancaman dalam segala bentuk dan manifestasinya dari manapun datangnya. Strategi Dasar Pertahanan da Keamanan Negara dapat dirumuskan sebagai berikut : (1) Membina Ketahanan Nasional disegala kehidupan dan penghidupan bangsa Indonesia dengan antara lain mewujudkan stabilitas dan melaksanakan pembinan dan pembangunan wilayah nasional. Bebas dan aktif dalam mengusahakan adanya kerjasama internasional dalam rangka perjuangan untuk menghapuskan imperialisme dalam segala bentuk manifestasinya.a) Politik Hankamneg. . (3) Bebas dan aktif dalam menyelenggarakan kerjasama regional/internasional guna menciptakan kerukunan. ketentraman dan ketertiban didalam negara. mencegah serta mengatasi gangguan dan ancaman yang mungkin timbul terhadap keamanan. (2) Preventif aktif : diwujudkan dengan membangun kekuatan Hankamneg yang merupakan kemampuan untuk menangkal. b) Strategi Dasar Hankamneg.

d. sesuai dengan fungsi yang diemban oleh TNI. (4) Membangun TNI yang tangguh. efektif dan efisien dengan kekuatan cadangan yang segera dapat dikembangkan.(2) Melindungi jalannya pembangunan nasional guna menjamin tercapainya kepentingan nasional. Atas dasar itu pola dasar pelaksanaan Hankamneg dapat disimpulkan sebagai berikut : . (3) Membangun kemampuan Pertahanan Semesta dengan meningkatkan kesadaran tanggung jawab. kewaspadaan. (6) Penyusunan kekuatan Hankamneg yang mampu ikut mewujudkan perdamaian dan keamanan regional di Asia Tenggara khususnya dan dunia pada umumnya. sepadan dengan tugas yang dihadapkan dalam rangka perwujudan Sishanta dan memanfaatkan kemajuan ilmu dan teknologi yang mutakhir yang sedapat mungkin ditunjang oleh industri nasional. kemampuan dan kesiagaan warga negara. UUD 1945 dan Wawasan Nusantara. (5) Memelihara integritas dan kemanunggalan antara komponenkomponen TNI serta kemanunggal-an TNI dan rakyat. tujuan-tujuan dan sasaran nasional. khususnya industri Hankam untuk mencari kemungkinan pembuatan loncatan-loncatan kedepan dalam pembangunan. Pola Dasar Pelaksanaan Hankamneg 1) Bangsa Indonesia melaksanakan Hankamneg atas dasar falsafah Pancasila. masyarakat dan bangsa.

sehingga dapat dikatakan. Sapta Marga. Pola pelaksanannya meliputi pembinaan sumber daya manusia. pembinaan dan pendidikan sebagaimana tersebut diatas. yang ketiga-tiganya merupakan bagian yang dapat dibedakan tetapi sulit untuk dipisahkan. 3. Diluar TNI dengan usaha penyadaran. 4) Pembangunan/Pembinaan Sumber Daya Hanneg. bahwa apabila kebijaksanaan dibidang strategi salah. Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional yang dilaksanakan pada lembagalembaga tertinggi secara seksama dengan memanfaatkan keahlian yang ada dengan pendekatan multidisipliner. keberanian Prajurit dan kehebatan persenjataan dan perlengkapan itu tidak akan mencapai dampak yang diinginkan sesuai dengan kepentingan dan tujuan nasional yang semula diharapkan. sarana. Sumpah Prajurit dan perangkat peraturan disamping kepemimpinan dan manajemen yang baik. maka kepandaian para panglima. dibekali. kemenangan gemilang dalam pertempuran. wadah atau ruang juang dan sistemnya. baik yang statis maupun dinamis. Perumusan politik Strategi Hankamneg dilaksanakan kepada kepentingan Tujuan Nasional. Pembangunan Kekuatan dan Penggunaan Kekuatan. dibina dengan pola tingkah laku Pancasila. Dibidang sumber daya manusia yang terdiri atas TNI dan segenap warganegara Indonesia : secara batiniah. Demikian arti pentingnya strategi atau perumusan strategi. lintas sektor dan lintas departemen dan selalu memperhitungkan faktor-faktor kondisi. 2) Penyelenggaraan upaya dibidang Hankamneg selalu dapat dipolakan sesuai pola pemikiran perumusan Strategi : Pembinaan. dalam peningkatan ketahanan secara lahiriah .a) Semua warganegara berhak dan wajib turut serta dalam pertahanan negara. b) Kesatuan dibidang Hankamneg sesuai perumusan dalam Wawasan Nusantara yang perwujudannya adalah : Sishanta.

Umum. BAB IV KONSEPSI HUBUNGAN ANTAR GATRA 20. taktik teknik dan administrasinya serta latihan-latihan dan uji coba yang senantiasa dilakukan. Antar Trigatra dan Pancagatra serta antar gatra itu sendiri terdapat hubungan timbal balik yang sangat erat. pola pelaksanaan-nya adalah dengan Sishanta dengan segala aspek kaitan dan ruang lingkupnya yang terus ditingkatkan dengan penggarapan dibidang pengkajian dan pembinaan sistem. strategi militer. 5. kecerdasan dan keterampilan. Jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi terhadap gatra Hankamneg. Bagaimana kebijaksanaan dan strategi dari gatra penduduk. Jelaskan apa yang dimaksud dengan indentitas Nasional. Apa yang saudara ketahui tentang mental psikologi dari faktor dinamis. b. Dibidang ruang juang ditingkatkan dengan system pembinaan territorial. Dibidang prasarana dan bidang Hanneg dilaksanakan dengan modernisasi manajemen pembangunan Hankam yang didukung oleh industri nasional lainnya dan pengadaan melalui usaha penelitian dan pengembangan. doktrin. 4. Sifat . c. Evaluasi a. kemahiran.ditingkatkan kualitas jasmani. 19. 5) Dibidang penggunaan kekuatan Hanneg. Jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi terhadap gatra kekayaan alam.

Penyebaran penduduk erat hubungannya dengan usaha transmigrasi dan pusat-pusat pertumbuhan. Bentuk topografis. menentukan tingkat pemanfaatan serta kelestarian kekayaan alam tersebut. utuh. penyebaran dan tingkat kenaikan jumlahnya serta mutunya akan berpengaruh pada pemanfaatan kekayaan alam. letak geografis serta jenis.Ketahanan Nasional Indonesia bukan merupakan suatu penjumlahan ketahanan segenap gatranya. Tingkat pengetahuan dan teknologi penduduk serta tingkat kebutuhan untuk pemenuhan hidup. Geografi Indonesia sebagai faktor statis maupun dinamis mempengaruhi gatra-gatra lainnya. Sebaliknya. 21. dimana terdapat saling hubungan erat antara gatra didalam keseluruhan kehidupan nasional. Mata pencaharian penduduk dipengaruhi oleh keadaan geografi sekelilingnya serta kekayaan alam yang dikandungnya. mutu dan penyebaran kekayaan alam yang dapat dimanfaatkan penduduk akan memberikan tata dan perikehidupan serta pola budaya penduduknya. 22. melainkan ditentukan oleh struktur konfigurasi aspeknya secara struktur fungsional. Penduduk Indonesia dalam dimensi jumlah. Kekayaan alam baru mempunyai manfaat nyata jika telah diolah oleh penduduk yang memiliki kemampuan dan teknologi untuk itu. Hubungan antar Gatra dalam Pancagatra. Geografis sebagai factor statis juga memberikan kemudahan dan hambatan dan nilai tambah bagi pendayagunaan serta kelestarian sumber alam. letak astronomis. wawasan dan sikap hidup dan perikehidupan penduduk Indonesia. Kelemahan disalah satu bidang dapat mengakibatkan kelemahan dibidang lain dan mempengaruhi kondisi keseluruhan. iklim dan posisi silang memberikan pengaruh pada pandangan hidup. Ideologi sebagai falsafah hidup bangsa dan landasan idiil negara.hubungan tersebut saling terkait. saling mengisi dan saling bergantung sehingga : Ketahanan Nasional Indonesia adalah suatu pengertian keseluruhan.Ketahanan Nasional Indonesia hakekatnya bergantung kepada kemampuan bangsa/negara Indonesia didalam mempergunakan aspek alamiahnya sebagai dasar penyelenggaraan kehidupan nasional disegala bidang. bernilai penentu didalam memelihara kelangsungan hidup bangsa dan . Hubungan antar Gatra dalam Trigatra. komposisi.

hambatan dan gangguan yang akan merubah atau meniadakan ideologi nasional itu. politik. Keadaan sosial yang serasi. maju dan berkembang dibidang ideologi. baik fisik materi maupun mental kejiwaan. Hubungan antar Trigatra dengan Pancagatra a.Ketahanan di gatra lain merupakan “deterrent factor” terhadap maksud tersebut. Tingkah laku politik seseorang dipengaruhi oleh bermacam hal yang satu dengan lainnya saling berkaitan. Ketahanan ekonomi berhubungan erat dengan ketahanan dibidang ideologi politik. stabil dinamis. 23. tanpa budaya dan kepribadian memungkinkan timbul ketegangan sosial yang dapat berkembang menjadi revolusi sosial yang jelas membahayakan Ketahanan Nasional. ekonomi dan sosial budaya memperkokoh pertahanan keamanan nasional. Situasi politik yang kacau yang memungkinkan terjadinya pertikaian dan pemberontakan merupakan suatu kerawanan yang membahayakan Tannas. berbudaya dan berkepribadian hanya dapat berkembang didalam suasana aman dan damai. Ketahanan pertahanan keamanan memerlukan juga penunjang gatra lain. Ketahanan nasional hakekatnya bergantung kepada kemampuan bangsa/negara didalam mempergunakan aspek . sebaliknya keadaan politik stabil dan dinamis memungkinkan pembangunan disegala bidang dan memberikan rasa aman serta memperkokoh Tannas. Karena itu mutlak perlu untuk diamankan terhadap tiap ancaman. Sebaliknya dapat dikatakan bahwa tanpa pertahanan keamanan nasional yang memadai Tannas kita akan menjadi lemah. Sebaliknya keadaan ekonomi stabil dan maju menjangkau stabilitas dan peningkatan dibidang lain. maka perubahan disalah satu aspek akan mempunyai pengaruh terhadap aspek lain.pencapaian tujuan nasionalnya. sosial budaya dan pertahanan keamanan yang berfungsi sebagai penunjang.Karena saling berkaitan. tingkat kemakmuran ekonomi. Ia dipengaruhi oleh tingkat kecerdasan dan kesadaran berpolitik. Keadaan sosial yang timpang dengan segala kontradiksi. keakraban sosial dan rasa keamanannya. Keadaan stabil. ketaatan beragama. Kemegahan sosial budaya suatu bangsa biasanya mencerminkan tingkat kesejahteraan nasionalnya.

Ketahanan nasional bukan merupakan suatu penjumlahan ketahanan segenap gatranya. Kemajuan dalam salah satu aspek sebagai akibat pembangunan akan memberikan pengaruh yang negatif. Jelaskan hubungan antar Trigatra dengan Pancagtra ? . d. Ketahanan Nasional adalah suatu pengertian holistik dimana terdapat saling hubungan erat antara gatra didalam keseluruhan kehidupan nasional. c. Masing-masing gatra saling terkait secara integrative. 24. apabila tidak diikuti oleh aspek-aspek yang lain. Kelemahan disalah satu bidang dapat mengakibatkan kelemahan bidang lain dan mempengaruhi kondisi keseluruhan. 25. Karena Ketahanan Nasional Indonesia merupakan pengertian keutuhan hubungan antar gatra dalam kehidupan nasional. Evaluasi 1. b.alamiahnya sebagai dasar penyelenggaraan kehidupan nasional disegala bidang. saling mengisi dan saling bergantung dalam menciptakan Ketahanan Nasional. Hubungan antar gatra. melainkan ditentukan oleh struktur atau konfigurasi aspek-aspek secara structural fungsional (resultante). maka usaha untuk peningkatan Ketahanan Nasional Indonesia melalui usaha pembangunan nasional secara berencana harus menjamin adanya pertumbuhan yang seimbang dan konfigurasi dari delapan aspek (gatra) dalam kehidupan nasional. Jelaskan hubungan antar gatra dalam Trigatra ? 2. Jelaskan hubungan antar gatra dalam Pancagatra ? 3.

maka masih terdapat kelompok masyarakat yang bermental kolonial dan memiliki rasa ketergantungan kepada bekas penjajahnya. Banyak negara terutama negara berkembang terpaksa membangun didalam ketimpangan Ketahanan Nasionalnya dan berasas mencapai suatu pertumbuhan yang seimbang melalui pertumbuhan yang timpang. Karena negara Indonesia merupakan bekas daerah jajahan. Oleh Karena itu diperlukan apresiasi tepat tentang kekuatan dan kelemahan kondisi Ketahanan Nasionalnya. Sikap mental demikian harus secara sadar di kikis habis dan sebagai gantinya harus ditumbuhkan suatu sikap mental yang berkepercayaan pada diri sendiri yang patriotik dan nasionalistis.BAB V POLA UMUM OPERASIONAL TANNAS INDONESIA 26. Perwujudan dan Peningkatan Tahnas. Dasar Pengembangan Tahnas. dilaksanakan secara realistik dan pragmatis. bahwa ia dapat mengurus dan mengatur rumah tangganya sendiri dengan baik dan tidak bergantung kepada bantuan dari luar. Ketahanan Nasional Indonesia dikembangkan berdasar suatu sikap mental percaya pada diri sendiri. harus percaya dan yakin. Segi kuat hendaknya dijadikan pancangan kaki dan dimanfaatkan seoptimal mungkin dengan memberikan kesempatan kepada segi yang lemah untuk diperbaiki dan diperkuat. sehingga lambat laun dapat diperoleh suatu kekuatan nasional yang serasi dan seimbang. . 27. Bangsa Indonesia yang merdeka dan berdaulat. sehingga memungkinkan suatu pertumbuhan yang seimbang. Andaikata diperlukan bantuan maka hal tersebut bersifat komplementer. Politik dan strategi nasional yang bijaksana akan memperhatikan dan berpijak pada kondisi dan situasi Ketahanan Nasional Indonesia yang riil. sesuai dengan kemampuan dan keterbatasan yang ada. Bangsa Indonesia beruntung mempunyai kekuatan dan kemampuan yang sama didalam semua bidang kehidupan nasionalnya. tanpa menjerumuskan diri kedalam fanatisme dan nasionalisme yang sempit. Perwujudan dan peningkatan Ketahanan Nasional Indonesia yang berlandaskan Pancasila dan Wawasan Nusantara.

ancaman. Jadi antara pembangunan nasional dan Ketahanan Nasional terdapat hubungan timbal balik dimana Pembangunan Nasional sebagai input (masukan) dan Ketahanan Nasional sebagai output (luaran) dari upaya bangsa dan negara untuk menjamin eksistensi dan kelangsungan hidupnya. Evaluasi 1. Dan untuk tetap memungkinkan berjalannya pembangunan nasional yang selalu harus menuju ketujuan yang ingin dicapai dan agar dapat secara efektif dielakkan tantangantantangan. Berhasilnya Pembangunan Nasional akan meningkatkan Ketahanan Nasional. hambatan dan gangguan yang timbul. untuk disatu pihak. dalam usaha mencapai tingkat keamanan untuk dapat menjamin eksistensi dan kelangsungan hidup. Konsepsi Ketahanan Nasional dalam rangka Pembangunan Nasional. perlu dipupuk terus menerus Ketahanan Nasional yang meliputi segala aspek kehidupan bangsa dan negara. serta perjuangan mengejar cita-cita/tujuan nasionalnya.28. Hubungan Ketahanan Nasional dengan Pembangunan Nasional. baik dari luar maupun dari dalam. Selanjutnya Ketahanan Nasional yang tangguh akan lebih mendorong lagi pembangunan nasional. Apa yang dijadikan hal utama dalam perwujudan dan peningkatan Ketahanan Nasional ? 2. 30. Setiap usaha pembangunan yang serba multi sektoral yang menyentuh seluruh aspek kehidupan nasional akan selalu dapat diarahkan dan selalu berada dalam pola integral komprehensif. serta dilain pihak usaha untuk mencapai . Bagaimana sikap mental bangsa Indonesia dalam mengembangkan dan meningkatkan Ketahanan Nasional ? BAB VI KETAHANAN NASIONAL DAN PEMBANGUNAN NASIONAL INDONESIA 29.

2. Pembangunan Nasional dalam Rangka Konsepsi Ketahanan Nasional. Pembangunan yang didasarkan pada sikap mental percaya pada diri sendiri. yang menjamin keseimbangan dan konfigurasi dari delapan aspek (Astagatra) kehidupan nasional.tingkat kesejahteraan menuju kejayaan bangsa dan negaranya berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. kebijaksanaan dan strateginya bersifat utuh menyeluruh/manunggal. serta selalu berorientasi pada pencapaian sasaran tertentu dalam kurun waktu tertentu pula sebagai bagian dari usaha pencapaian tujuan nasional seperti yang terdapat pada pembukaan UUD 1945. Pembangunan Nasional dalam rangka konsepsi Ketahanan Nasional pada hakekatnya merupakan pengaturan dan penyelenggaraan hubungan interaksi dan interdepensi yang seimbang dan serasi antara gatra menuju sasaran yang diinginkan yaitu perubahan fisik. ulet dan tangguh dengan . 3. Pembangunan yang menjamin keseimbangan dan keserasian keamanan dan kesejahteraan materiil dan spiritual demi kelangsungan hidup dan menuju kejayaan bangsa dan negara Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. 4. hakekat tantangan dan ancaman yang dihadapi. 31. Pembangunan yang perencanaannya disusun berdasarkan apresiasi yang tepat tentang kondisi riil bangsa dan negara. Pembangunan yang pola dasarnya. Jadi pembangunan nasional dapat menjadi sarana meningkatkan Ketahanan Nasional manakala pembangunan nasional berjalan sesuai dengan arah pedoman yang digariskan pola dasar itu. sikap mental (pembaharuan) dan cara berpikir (modernisasi) yang menjamin adanya rasa keamanan dan rasa kesejahteraan secara adil dan merata bagi seluruh rakyat berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.Pembangunan Nasional dalam rangka konsepsi Ketahanan Nasional adalah : a.

Jelaskan yang saudara ketahui tentang pembangunan nasional dalam rangka konsepsi Ketahanan Nasional ? BAB VIII PENUTUP 33.mendahulukan sifat-sifat kerakyatan. Bagaimana kaitannya antara Ketahanan Nasional dengan pembangunan nasional Indonesia ? 2. religius dan kekeluargaan dalam satu kesatuan/integrasi nasional. Demikian bahan ajaran Tannas ini disusun dengan harapan dapat dijadikan landasan dalam memandang masa depan serta dapat ditangkap nilai-nilai berharga guna pelaksanaan kehidupan bermasyarakat. ooo000ooo POLSTRAHANKAMNAS . 32. Evaluasi 1. berbangsa dan bernegara yang semakin meningkat.

Dasar Politik Hankamnas Pertahanan : Defensif Aktif.Melibatkan militer dan rakyat 2.Membina kekuatan hankam yang menyatu dengan rakyat . STRATEGI HANKAMNAS D.Hasil Bangsa Nasional 4.Kepentingan Nasional . PENGANTAR B. PEMBANGUNAN DAN PENGGUNAAN KEKUATAN HANKAMNAS A.Fungsi pemerintahan negara . Fungsi Hankamnas .Ideologi Negara .Meliputi pertahanan (luar).A. Tujuan Hankamnas Menjaga tetap tegaknya keberadaan bangsa – negara Tugas Pokok Hankamnas Membina ketahanan hankam dalam rangka tanas.Membina kesadaran membela negara . dan Keamanan (dalam) . tidak represif . dengan mengamankan: . tidak ofensif Keamanan : Preventif Aktif. POLITIK HANKAMNAS C.Mewujudkan wilayah negara sebagai satu kesatuan hankam 5. PENGANTAR Arti Hankamnas .Kedaulatan dan Kemerdekaan .

Perumusan konkrit berdasarkan kenyataan nyata Perumusan konkrit berdasarkan kemampuan nyata .Politik bebas aktif . Pengertian Pernyataan cita-cita bangsa negara tentang pembinaan secara total dari potensi hankam untuk mencapai tujuan hankam dalam rangka Tunas 2. Perumusan Politik Hankamnas .sama (samenvallen) dengan politik nasional .Persatuan-Kesatuan (Wanus) .Waktu harus jatuh . Prinsip Penuntun . Hakikat Hankamnas Keterlibatan rakyat (Perlawanan Rakyat Semesta) dalam menghadapi & mengatasi segala macam dan bentuk ancaman. Politik Hankamnas 1.6.Bersandar pada kemampuan sendiri .Jangkauan jauh ke depan : perlu perkiraan intelejen & asumsi-asumsi . Kebijakan Hankamnas Mencegah perang melalui upaya politik Mengembangkan penangkalan melalui siskamnas Mengembangkan kerjasama regional secara fungsional (Kamhan.Perdamaian dunia 3. baik dari luar maupun dari dalam negeri B.Keterlibatan rakyat (Siskamnas) . bukan Hankam) Menciptakan Tanreg (Ketahanan Regional) 4.Jaminan terhadap ketidakpastian .

dan siap sewaktu-waktu dibutuhkan untuk keamanan Manajeman hankam Pemanfaatan peluang D. serta meniadakan kerawanan yang ada. Penggunaan Hankamnas Pola dasar (diarahkan ke dalam negeri) dengan : Persuasi (Edukasi) : kerjasama.C. 3. Pedoman Pembuatan Renstra Hankam Prinsip ekonomi dan prioritas Mencukupi kebutuhan sendiri Dislokasi kekuatan Berdasar peraturan perundangan Penelitian. 2007. Pengembangan. dan Teknologi Militer masuk barak. Srategi Hankamnas Arti Langkah-langkah pembangunan & penggunaan kekuatan dan sarana hankamnas dalam rangka pelaksanaan Politik hankamnas Tujuan Mewujudkan daya tangkal terhadap gangguan keamanan dalam negeri dan ancaman luar negeri dengan membangun kekuatan hankam. tidak dapat mencapai maksud dan tujuan-nya). membangun Ancaman Langsung : menakuti dengan peringatan lisan / gerakan yang dibarengi tindakan preventif POLITIK DAN STRATEGI NASIONAL Desember 1. 11:26 pm Filed under: esensial . Pembangunan dan Penggunaan Hankamnas Pembangunan Hankamnas : Menciptakan Daya tangkal (Kekuatan yang memberi keyakinan pada pihak yang mempunyai maksud tidak baik dan melakukan agresi dengan cara apapun.

strategi dijadikan kajian dari konsep yang mencakup permasalahan yang memerlukan pemecahan secara utuh menyeluruh. pengaturan. pertahanan dan keamanan. Rangkaian kegiatan dalam TPKB menghasilkan berbagai keputusan yang tehimpun dalam proses arus keluar berupa berbagai kebijakan yang . Secara umum politik mempunyai dua arti. Politik (etimologis) adalah segala sesuatu yag berkaitan dengan urusan yang menyangkut kepentingan dari sekelompok masyarakat (negara). Gran strategy dilaksanakan melalui bidang ilmu politik. Aspirasi dari TKM yang berintikan kepentingan rakyat dapat berasal dari rakyat (individu/ormas). tata administrasi negara (TAN). sedangkan pendekatan waktu sangat fluktuatif terhadap perubahan dan ketidakpastian kondisi yang berkembang sehingga strategi tersebut dapat bersifat temporer dan kontemporer 5. jalan.54 Votes . Dalam perkembangannya istilah strategi condong ke militer sehingga ada tiga pengertian strategi : Strategi militer yang sering disebut sebagai strategi murni yaitu penggunaan kekauatan militer untuk tujuan perang militer Strategi besar (grand strategy) yaitu suatu strategi yang mencakup strategi militer dan strategi nonmiliter sebagai usaha dalam pencapaian tujuan perang Strategi nasional yaitu strategi yang mencakup strategi besar dan di orientasikan pada upaya optimlaisasi pelaksanaan pembangunan dan kesejahteraan bangsa 2. analisis kemampuanh yang dimiliki dan pengaruhnya. parpol. tata politik nasional (TPN). penerima. 4. Wawasan strategi harus mengacu pada tiga hal penting. umumnya dilakukan Telaah Strategi atau suatu kajian terhadap pelaksanaan strategi yang akan dilaksanakan dengan selalu memperhatikan berbagai kecenderungan. Itulah alasan mengapa kita harus mampu mendahului dan mengestimasi permasalahan yang akan timbul. Indonesia menuangkan politik nasionalnya dalam bentuk GBHN karena GBHN yang merupakan kepanjangan dari Garis-garis Besar Haluan Negara adalah haluan negara tentang penyelenggaraan negara dalam garis-garis besar sebagai pernyataan kehendak rakyat secara menyeluruh dan terpadu di tetapkan oleh MPR untuk lima tahun guna mewujudkan kesejahteraan rakyat yang berkeadilan. dan pelayanan yang diperlukan dalam rangka mewujudkan cita-cita bangsa Bangsa Indonesia sebagai pemilik negara berperan untuk menentukan sistem nilai dan arah/ kebijaksanaan negara yang digunakan sebagai landasan dan pedoman bagi penyelenggaraan fungsi-fungsi negara Pemerintah sebagai unsur manajer atau penguasa berperan dalam penyelenggaraan fungsi-fungsi pemerintahan umum dan pembangunan ke arah cita-cita bangsa dan kelangsungan serta pertumbuhan negara Masyarakat sebagai unsur penunjang dan pemakai berperan sebagai kontributor. Sedangkan politik dalam arti policy adalah penggunaan pertimbangan tertentu yang dapat menjamin terlaksananya usaha untuk mewujudkan keinginan atau citacita yang dikehendaki. Dapat disimpulkan bahwa politik adalah bermacam-macam kegiatan yang menyangkut proses penentuan tujuan-tujuan dari sistem negara dan upaya-upaya dalam mewujudkan tujuan itu. organisasi kepentingan. TKM dan TPN merupakan tatanan luar (outer setting). Untuk melaksanakan tujuan itu diperlukan kebijakan-kebijakan umum (public policies) yang menyangkut pengaturan dan pembagian atau alokasi dari sumber-sumber yang ada. Pemikiran strategis adalah kegiatan yang dilakukan dalam rangka mengantisipasi perkembangan keadaan lingkungan yang dapat mempengaruhi bahkan mengganggu pelaksanaan strategi nasional. Untuk penyelenggaraan TPKB diperlukan proses arus masuk yang dimulai dari TKM lewat TPN. dan konsumen bagi berbagai hasil kegiatan penyelenggaraan fungsi pemerintahan Dilihat secara strukutural. 3. dan menggunakan teknologi masa depan Terpadu komprehensif integral. unsur-unsur utama sistem keamanan nasional tersusun atas empat tatanan yaitu : tata kehidupan masyarakat (TKM). Agar perencanaan pelaksanaan politik dan strategi dapat berjalan dengan baik maka harus dirumuskan dan dilakukan pemikiran-pemikiran strategis yang akan digunakan. Dalam ketatanegaraan Indonesia. cara atau alat yag akan digunakan untuk mencapai tujuan. dan pers. pendekatan ruang dilakukan karena strategi akan berhasil bila didukung oleh lingkungan sosial budaya dimana strategi dan manajemen tersebut di operasionalkan. Politik dalam arti politics adalah rangkaian asas/prinsip. serta batas waktu berlakunya penilaian terhadap pelaksanaan strategi. keadaan. di antaranya adalah : Melihat jauh ke depan. Secara proses. baik lintas sektor maupun lintas disiplin Memperhatikan dimensi ruang dan waktu. dan tata laksana pemerintahan (TLP). pengambilan keputusan (decisionmaking) mengenai seleksi antara beberapa alternatif dan penyusunan skala prioritas dari tujuan-tujuan yang telah ditentukan. yaitu poplituik dalam arti kepentingan umum (politics) dan politik dalam arti kebijakan (policy). Juga dilakukan Perkiraan Strategi yaitu suatu analisis terhadap berbagai kemungkinan perkembangan keadaan dan lingkungan. sedangkan TAN dan TLP merupakan tatanan dalam (inner setting) dari sistem keamanan nasional. sosial budaya. mampu membuat desain yang tepat. kelompok penekan. unsur-unsur uatama sistem keamanan nasional adalah sebagai berikut : Negara sebagai organisasi kekuasaan yang mempunyai hak dan peranan terhadap pemilikan. cara bertindak yang ditempuh. sistem keamanan nasional berpusat pada suatu rangkaian tata pengambilan keputusan berwenang (TPKB) yang terjadi pada tatanan dalam (TAN dan TLP). pencapaian kondisi yang lebih baik di masa mendatang. pengembangan sasaran alternatif.

selanjutnya di salurkan ke TPN dan TKM. 7. 8. yaitu UU Nomor 5 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Pemerintahan Di Daerah dan UU Nomor 5 tahun 1979 tentang Pemerintahan Desa. kemudian menyusun program kabinet dan memilih para menteri yang akan melaksanakan program kabinet tersebut. Di tingkat infrastruktur. Hal ini berarti bahwa hubungan keuangan antara pusat dan daerah perlu diberikan pengaturan sedemikian rupa sehingga kebutuhan pengeluaran yang akan menjadi tanggung jawab daerah dapat dibiayai dari sumber-sumber penerimaan yang ada. Lahirnya UU Nomor 22 Tahun 1999 secara legal formal menggantikan dua UU sebelumnya. Lahirnya UU Nomor 22 Tahun 1999 sebagai salah satu wujud politik dan strategi nasional. dan pertahanan keamanan. penyusunan politik dan strategi nasional merupakan sasaran yang hendak dicapai oleh rakyat Indonesia dalam rangka pelaksanaan strategi nasional yang meliputi bidang hukum. dan otonomi terbatas kepada daerah provinsi. Jika politik nasional ditetapkan oleh Presiden/Mandataris MPR. maka kewenangan pemerintah pusat dibatasi. Program kabinet dapat dipandang sebagai dokumen resmi yang memuat politik nasional yang digariskan oleh presiden. Mekanisme penyususunan politik dan strategi nasional di tingkat suprastruktur politik diatur oleh Presiden/ Mandatris MPR.dll. maka penyelenggaraan negara harus mengambil langkah-langkah untuk melakukan pembinaan terhadap semua lapisan masyarakat dengan mencantumkan apa yang menjadi keinginan rakyat Indonesia sebagai sasaran sektoralnya. Sesuai dengan UU Nomor 25 Tahun 1999 bahwa perimbangan keuangan pusat dan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi fiskal mengandung pengertian bahwa kepada daerah diberikan kewenangan untuk memanfaatkan sumber keuangan sendiri dan didukung dengan perimbangan keuangan antara pusat dan daerah. Strategi Pertahanan Dan Keamanan Strategi pertahanan yang dibahas disini akan bertolak dari hal hal yang berkaitan dengan pemanfaatan maksimal dari seluruh sumber daya yang dimiliki oleh negara RI dalam mengantisipasi segala ancaman yang membahayakan entitas nasional bangsa Indonesia. yaitu otonomi luas kepada daerah kabupaten/kota. Dalam melaksanakan tugasnya Presiden dibantu oleh lembaga-lembaga tinggi negara lainnya serta dewandewan yang merupakan badan koordinatif. Sebagai konsekuensinya. seperti Dewan Stabilitas Ekonomi. maka strategi nasional dilaksanakan oleh para menteri dan pimpinan lembaga pemerintah nondepartemen sesuai dengan bidangnya atas petunjuk presiden. maka pengaturan pembiayaan daerah dilakukan berdasarkan asas penyelenggaraan pemerintahan. 6. pembiayaan penyelenggaraan pemerintahan dalam rangka pelaksanaan asas dekonsentrasi dilakukan atas beban APBN. Sesuai dengan kebijakan politik nasional. politik. Terwujudnya suatu pertahanan nasional yang menitikberatkan pada pendayagunaan rakyat sebagai unsur utama pertahanan dengan koordinasi yang sinergis antara seluruh . sosial budaya. Kebijakan perimbangan keuangan antara pusat dan daerah dilakukan dengan mengikuti pembagian kewenangan atau money follows function.dituangkan ke dalam berbagai bentuk peraturan perundngan sesuai dengan sifat permasalahan dan klasifikasi kebijakan serta instansi atau pejabat yang mengeluarkan. Dewan Pertahanan Keamanan Nasional. Dalam konteks ini maka untuk tercapainya suatu strategi pertahanan idaman maka juga diperlukan peranti yang tepat guna melakukan proses pembinaan rakyat sebagai unsur utama strategi nasional pertahanan. pembiayaan penyelenggaraan pemerintahan dalam rangka tugas pembantuan dilakukan atas beban anggaran tingkat pemerintahan yang menugaskan. Tujuan dan Sasaran Tujuan : • ○ 1. telah memberikan dua bentuk otonomi kepada dua daerah. Pembiayaan penyelenggaraan pemerintahan berdasarkan asas desentralisasi dilakukan atas beban APBD. Konsep utama strategi pertahanan adalah melakukan pembinaan dari rakyat sebagai unsur utama dari entitas bangsa tersebut. Sejalan dengan kebijakan tersebut. Peranan masyarakat dalam turut mengontrol jalannya politik dan strategi nasional yang telah ditetapkan oleh MPR maupun yang dilaksanakan oleh Presiden/Mandataris sangat besar. Selanjutnya proses penyusunan politik dan strategi nasional ditingkat ini dilakukan setelah presiden menerima GBHN.

Badan intelijen ini akan berfungsi untuk pendukung pengadaan data yang akurat guna pelaksanaan operasi operasi pertahanan baik yang akan dilakukan oleh unsur pertahanan inti maupun teritorial atau gabungan keduanya. Badan intelijen ini harus dipisahkan secara organisasi dari unsur-unsur pertahanan di atas akan tetapi harus diberikan mekanisme yang sedemikian sehingga bisa menjalankan tugasnya sebagai unsur pengadaan data pengedali operasi secara terintegrasi dalam sistim nasional pertahanan. pendidikan pentingnya kesadaran bela negara mulai dari SD hingga PTN. Sasaran : • ○ 1. Terbentuknya unsur pertahanan nasional yang diawaki oleh rakyat yang telah sadar akan nilai-nilai bela negara. Mengajak rakyat untuk ikut giat dalam formasi pertahanan itu sendiri dalam arti yang sebenarnya. Penumbuhan kesadaran rakyat dalam konteks pertahanan nasional. 3. Yang pertama adalah unsur pertahanan inti (central core-defence entity) yang berupa tentara profesional dan digaji pemerintah pusat dengan segala sarana dan prasarana pendukungnya. Hal ini bisa dicapai dengan penyuluhan lewat media-media pekabaran dan penerangan langsung lewat siaran radio. Di sini diusulkan untuk dibentuk dua jenis unsur pertahanan. Pembentukan dan pengorganisasian badan intelijen yang memadai dan ber redundansi tinggi. Pada era informasi saat ini pengadaan badan intelijen yang berkemampuan seperti di atas sudah merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditawar lagi. 2. 1. Adanya suatu bentuk kerjasama regional dalam bidang ekonomi maupun sosial dan kebudayaan yang mengarah pada konvergensi positif di bidang pertahanan nasional RI. asal dan tujuannya dari ancaman-ancaman tersebut harus dibina dan ditanamkan pada seluruh rakyat. dikoordinir oleh pimpinan yang profesional dengan data intelijen yang akurat dan komprehensif dan didukung oleh peralatan yang cukup memadai yang di produksi di dalam negeri sejalan dengan makin maju dan mandirinya industri pertahanan dalam negeri. prasarana dan fasilitas mau pun kemampuan pertahanan. yakni matra darat sedangkan unsur pertahanan inti akan memiliki tiga matra yakni darat. maka sistematis pertahanan RI harus disusun dalam urutan sebagai berikut. 2. 2. Terciptanya suasana yang kondusif di wilayah regional untuk terwujudnya tujuan tersebut. . Sesuai dengan penjelasan di atas bahwa pembinaan dan pendayagunaan rakyat adalah unsur utama dalam pertahanan RI. unsur pertahanan teritorial sesuai dengan namanya hanya akan mencakup satu matra. Hakekat ancaman keberadaan bangsa dan potensi-potensi ancaman tersebut khususnya bentuk. Ada pun secara kematraan. laut dan udara. Konsep Strategi Pertahanan RI Dalam uraian ini dibahas konsep pertahanan nasional RI.unsur pertahanan dan unsur intelijen serta didukung oleh kemandirian seluruh sistim sarana. TV. Kedua unsur pertahanan ini harus di koordinir dalam suatu format komando gabungan yang diatur secara sinergi antara pemerintah pusat dengan daerah. Yang ke-dua adalah unsur pertahanan teritorial (territorial defence entity) yang personilnya adalah rakyat yang berdinas secara periodik dan bersifat wajib dengan pembiayaan di serahkan pada pemerintah daerah.

Jika keuangan memungkinkan. Kekuatan Laut Fungsi utama kekuatan laut pada masa damai adalah mengamankan wilayah samudra serta menciptakan suasana keamanan yang kondusif untuk kegiatan ekonomi. Armada Pengawal bertugas mengawal gugus kapal pengangkut pasukan dan gugus ini berkekuatan Gugus kapal-kapal penyerang cepat yang harus dilengkapi dengan peluru peluru kendali.4. Dalam konteks ini harus dibuat urutan peringkat. Khususnya perlengkapan militer yang harus di usahakan untuk di buat sendiri di dalam negeri. Dengan semikian akan tercapai suatu sikap saling mengerti. . Selanjutnya bisa diteruskan ke pembuatan perangkat militer yang lain. pengadaan jeep dan truk). Kekuatan laut juga harus dilengkapi dengan sejumlah kapal pengangkut pasukan dalam jumlah yang memadai untuk mendukung kelancaran operasi amfibi. Dalam keadaan perang kekuatan laut kita sedapat mungkin memiliki kemampuan untuk menahan serbuan musuh di laut dan jika perlu harus sanggup menumpas kekuatan musuh sebelum mendarat ke pantai pantai RI. radio taraf regu dan kompi. khususnya di wilayah regional (ASEAN) dalam konteks ekonomi. Postur Pertahanan RI. Meningkatkan persahabatan dengan negara negara tetangga. Gugus kapal antikapal permukaan. maka bisa juga seluruh proses dilakukan sejajar. Di sini konsep penghancuran kekuatan musuh akan dipusatkan pada konteks pertahanan pantai dalam artian empasisnya tetap pada proyeksi kekuatan yang terbatas. Pengadaan latihan bersama juga bisa dilakukan dengan intensif. senjata serbu. 5. perdagangan. Untuk pelaksanaan tugas tersebut dibutuhkan armada kapal perang dari kategori fregat dan perusak didukung oleh sejumlah besar kapal selam pantai dan kapal penyerang cepat. Armada Pengangkut akan berkekuatan gugus kapal pengangkut pasukan berbagai jenis yang berfungsi mengangkut pasukan dan peralatan tempur ke titi-titik konflik. industri dan kebudayaan. Peringkat pertama adalah kebutuhan pembentukan unit infanteri (contoh: seragam dinas. Kemandirian kemampuan sarana dan prasarana pertahanan. Gugus kapal antikapal selam dan kemampuan bombardemen pantai dan Gugus Bawah Air. antikapal dan antikapal selam. Mulai dari yang sederhana seperti seragam dinas sampai alat-alat berat. Dalam melaksanakan tugas tersebut kekuatan udara akan memberikan dukungan penuh pada kekuatan laut. antipesawat. yang dapat mencegah konflik yang bisa berakibat negatif pada sistim nasional pertahanan RI. swasta dan universitas untuk alih teknologi pembuatan perangkat militer tersebut. Pencapaian tujuan ini bisa dilakukan dengan mulai membeli lisensi pembuatan perangkat militer dilanjutkan dengan kegiatan penelitian dan pengembangan dengan melibatkan kerjasama unsurunsur pemerintah. Postur kekuatan laut akan terdiri dari: • ○ ○ ○ Armada Penghancur yang terdiri dari : Gugus (eskader) kapal antipesawat.

Adapun kompartemen kekuatan udara meliputi: Komando Udara Taktis . Armada penghancur dan pengawal pada masa damai bisa bertugas untuk berpatroli mengamankan perairan nasional. penyebar ranjau. kapal rumah sakit dan kapal tanker. Jadi di sini fungsi kekuatan udara sangat taktis dan tidak dimaksudkan untuk memiliki potensi proyeksi kekuatan yang besar. kekuatan udara akan berfungsi untuk menghancurkan musuh di laut dalam rangka membantu kekuatan laut. Kekuatan Udara Pada masa damai kekuatan udara akan berfungsi utama untuk mengamankan wilayah udara serta ikut memonitor wilayah lautan. Demikian juga untuk tugas tugas militer yang bersifat ‘darat’. Kekuatan laut masih bisa memiliki formasi kecil kekuatan ‘darat’ berupa sejumlah unit infanteri ringan dengan kapasitas terbatas yang bisa dibawa ikut berlayar dan Polisi Militer Angkatan Laut. Pada masa perang. Seluruh kemampuan serang udara maritim yang lebih besar kapasitasnya dari kemampuan helikopter tersebut akan diambil alih oleh kekuatan udara. Unsur ‘pasukan darat’ untuk fungsi ofensif ini dengan seluruh matra perlengkapannya akan diambil alih oleh kekuatan darat inti yang mana pasukan pasukan nya sudah dilatih dengan kualifikasi amfibi. berkoordinasi dengan kekuatan laut. Dengan demikian Markas Besar Angkatan Laut hanya akan terbatas pada penanganan kapal-kapal perang dan operasi laut. Juga untuk pengamanan pelabuhan dan fasilitas AL bisa diambil alih oleh pasukan darat teritorial di provinsi provinsi pantai. Akan tetapi pasukan darat AL atau Korps Marinir yang besar dan berkemampuan ofensif tidak lagi diperlukan. Kekuatan udara juga berfungsi sebagai sarana angkutan gerak cepat ke titik-titik konflik di seluruh wilayah nasional. masing-masing Skadron berkekuatan 4 – 6 kapal dengan fungsi yang sama.○ Dan formasi terakhir adalah Armada Pendukung yang terdiri dari Gugus kapal penyapu ranjau. Setiap Gugus (eskader) akan berkekuatan minimum 3 Skadron maksimum 5 Skadron. kekuatan laut tidak akan dilengkapi dengan pesawat jenis lain. penyigi hidrografi. Kecuali helikopter yang mendukung operasi maritim secara taktis dan berpangkalan di atas kapal kapal perang utama maupun pendukung.

Komando ini berkekuatan Wing Sergap, Wing Pemburu dan Wing Penyerang. Seluruhnya terbatas pada fungsi operasi udara taktis. Wing Sergap akan berfungsi sebagai unsur patroli udara dan penanganan unsur asing yang memasuki wilayah dirgantara nasional tanpa ijin. Wing Pemburu akan berfungsi untuk menghadapi pesawat lawan dalam keadaan perang udara. Wing Penyerang akan berfungsi untuk mendukung operasi darat dan menghancurkan garis belakang lawan dalam suasana perang. Komando Udara Maritim Kekekuatan ini terdiri dari Wing Patroli Maritim dan Wing Serang Maritim. Wing Patroli Maritim berkoordinasi dengan kekuatan laut akan memonitor seluruh wilayah perairan nasional. Adapun Wing Serang Maritim akan berfungsi untuk menghancurkan sasaran di permukaan mau pun bawah laut yang tentunya dalam menjalankan tugasnya berkoordinasi penuh dengan kekuatan laut. Komando Udara Pengangkut Komando ini berfungsi untuk mengangkut pasukan darat inti ke lokasi lokasi konflik dengan mebawa seluruh peralatannya. Dalam kasus bencana alam juga bisa dimobilisir untuk mebantu pasukan darat teritorial. Jajaran terbesar dalam kekuatan udara adalah Wing, sesuai dengan doktrin kita yang bersifat taktis. Setiap Wing akan berkekuatan minimum 3 Skadron Terbang dengan didampingi 1 Skadron Teknik atau kekuatan maksimum 5 Skadron Terbang dengan 1 Skadron Teknik. Setiap Komando Udara akan berkekuatan antara 3 sampai 4 Wing. Beberapa Skadron di jajaran Wing Penyerang (yang bertugas mendukung operasi darat) juga harus di lengkapi dengan helikopter tempur juga Wing Angkut harus memiliki helikopter angkut yang memadai. Demikian juga beberapa Skadron di jajaran Komando Udara Maritim harus diperlengkapi dengan helikopter antikapal selam dan helikopter antikapal dalam jumlah yang cukup. Unsur pertahanan udara pasif seperti jaringan radar (radar network) dengan peluru kendali mau pun meriam antipesawat seluruhnya ada di bawah komando kekuatan darat. Pengamanan dan Pengendalian pangkalan udara akan diambil alih oleh kekuatan darat teritorial yang di wilayah wewenangnya ada pangkalan

udara militer. Untuk tugas ini maka kekuatan darat tersebut akan dibekali dengan kualifikasi yang diperlukan. Demikian juga tugas ofensif ‘darat’ dari kekuatan udara untuk fungsi fungsi yang khas operasi udara akan dilakukan oleh pasukan darat inti yang telah memiliki kualifikasi lintas udara, terjun payung, SAR Tempur, Pengendalian Tempur dan kualifikasi lain yang diperlukan. Dengan demikian unit pasukan ‘darat’ kekuatan udara bisa dihilangkan. Kekuatan ‘darat’ kekuatan udara hanya terbatas pada Polisi Militer Angkatan Udara. Markas Besar Angkatan Udara, nantinya hanya terbatas pada pengurusan seluruh aktivitas operasi/operasi militer di udara dengan menggunakan matra udara murni pesawat terbang.

Badan Intelijen Pertahanan Badan Intelijen Pertahanan bertugas untuk mengumpulkan data yang akan menjadi tumpuan segala bentuk pelaksanaan operasi militer dalam berbagai skala guna kepentingan pertahanan nasional. Karena formasi dari kekuatan laut, darat dan udara yang sifatnya sangat taktis dan berpotensi proyeksi kekuatan yang relatif rendah serta sangat menggantungkan pada kodisi dan situasi lingkungan sekitar wilayah regional yang kondusif untuk keperluan pertahanan itu sendiri maka posisi Badan Intelijen ini akan menjadi sangat vital. Dalam melaksanakan tugasnya Badan Intelijen ini harus bersifat independen dan untuk kelancaran tugas koordinasi yang kontinyu dan sinergis. Dukungan penuh dari unsur unsur kompartemen negara lainnya -departemen lain misalnya- mutlak diperlukan. Badan Intelijen ini akan menempatkan agen-agennya baik di dalam dan di luar negeri untuk mendeteksi segala denyut perubahan suhu politik ekonomi maupun sosial baik di dalam dan di luar negeri yang akan berpengaruh pada situasi kondusif pada pertahanan nasional RI. Jadi badan ini harus mengumpulkan data yang lengkap tidak saja kegiatan kemiliteran tetapi juga naik dan turunnya saham, kondisi politik negara tetangga dan tingkat kriminalitas negara tetangga. Yang mana semuanya harus bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan situasi kondusif bagi pertahanan nasional RI. Sesuai dengan tugasnya yang terbatas pada pengisian pangkalan data maka Badan Intelijen ini lebih pada penyediaan sarana data tersebut secara lengkap. Adapun pengolahan data tersebut menjadi informasi akan diserahkan pada institusi masing-masing yang membutuhkannya.

Badan Intelijen ini harus sanggup mengoperasikan segala bentuk teknologi informasi yang canggih dan didukung oleh sumber daya manusia yang berkualifikasi dalam pelaksanaan tugas tersebut. Harus juga diperjuangkan bahwa Badan ini akan mampu memiliki semua perangkat keras mau pun lunaknya yang diproduksi di dalam negeri.

Jaringan Pertahanan Nasional (National Defence Network) Jaringan ini merupakan suatu kumpulan seluruh unsur bangsa yang digabungkan dalam suatu format pangkalan data yang untuk keperluan pertahanan nasional. Termasuk dalam jaringan ini adalah jaringan pertahanan udara yang akan mengatur, menyeimbangkan dan mensinergikan tugas dan fungsi pesawat tempur, radar-radar pengawas wilayah udara berikut peluru kendali dan meriammeriam antipesawat serta kapal-kapal perang yang dilengkapi dengan rudal antipesawat. Lalu juga jaringan pertahanan maritim yang akan mengatur, menyeimbangkan dan mensinergikan tugas dan fungsi kapal-kapal perang, kapal selam, kapal pendukung, pesawat patroli dan penyerang maritim serta markasmarkas pasukan darat yang berkualifikasi amfibi. Jaringan ini juga berisikan data lengkap tentang kondisi dan situasi dari unsur pertahanan teritorial sekaligus berfungsi mengatur, menyeimbangkan dan mensinergikannya dengan tugas dan fungsi dari unsur pertahanan inti dari ketiga matra. Data data intelijen dari Badan Intelijen Pertahanan juga akan dimasukkan di sini berikut data data kemampuan industri militer maupun penunjang militer dalam negeri. Seluruhnya dalam format yang harus selalu bisa digapai oleh pihak yang berwewenang setiap saat dibutuhkan dan senantiasa dilakukan proses pemutakhiran yang teratur. Jaringan pertahanan nasional bisa juga disambungkan dengan jaringan sejenis dari negara negara sahabat dalam limgkup regional untuk lebih meningkatan kapasitas informasinya dalam rangka meningkatkan kemampuannya dalam mendukung pertahanan nasional negara RI.
POLITIK DAN STRATEGI NASIONAL 1. A. DEFINISI POLITIK

Bicara mengenai politik . Apa yang dimaksud dengan politik? politik adalah proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan, khususnya dalam negara.

arah. berarti kesatuan masyarakat yang berdiri sendiri. Politik secara umum menyangkut proses penentuan tujuan negara dan cara melaksanakannya. prinsip. Teori politik merupakan kajian mengenai konsep penentuan tujuan politik. jalan. Politics dan policy mempunyai hubungan yang erat dan timbal balik. dan distribusi atau alokasi sumber daya. Sedangkan . kebijakan (policy). merujuk pada semua langkah politik yang sesuai dengan aturan hukum yang berlaku di suatu negara. DEFINISI STRATEGI NASIONAL Kata “Politik” secara etimologis berasal dari bahasa Yunani Politeia. politik dalam arti politics mempunyai makna kepentingan umum warga negara suatu bangsa. cara dan alat yang digunakan untuk mencapai tujuan tertentu yang kita kehendaki. Dengan demikian. a) b) c) d) e) Negara Kekuasaaan Pengambilan Keputusan Kebijakan Umum Distribusi Pengertian Strategi Strategi berasal dari bahasa Yunani strategia yang diartikan sebagai “the art of the general” atau seni seorang panglima yang biasanya digunakan dalam peperangan. keadaaan. yang akar katanya adalah polis. perilaku politik. Dalam bahasa Indonesia. bagaimana mencapai tujuan tersebut serta segala konsekuensinya. yaitu negara dan teia. sistem politik. proses politik. pembagian. Karl von Clausewitz (1780-1831) berpendapat bahwa strategi adalah pengetahuan tentang penggunaan pertempuran untuk memenangkan peperangan. jalan.Politik adalah seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan secara konstitusional dan nonkonstitusional. sedangkan policy memberikan pertimbangan cara pelaksanaan asas. Partisipasi kita sebagai warga adalah ikut memperhatikan jalannya pemerintahan. turut kritis mengikuti jalannya pemerintahan dengan berbagai kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan pemerintah tentunya dengan menjadi warga yang baik terlebih dahulu dengan menjalankan kewajiban-kewajiban dan berhak memilih wakil rakyat yang mereka percaya tentunya untuk kebaikan bersama. Politik merupakan rangkaian asas. Politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama (teori klasik Aristoteles). politik membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan negara. dan medannya. Karena Undang-Undang Dasar adalah hukum tertinggi dalam suatu negara maka suatu tindakan konstitusional adalah semua langkah yang sesuai hukum . dan arah tersebut sebaik-baiknya. antara lain: Kekuasaan politik. atau alokasi sumber-sumber yang ada. Tetapi selanjutnya karena konstitusi diuraikan dalam berbagai undang-undang dan lain peraturan perundangundangan. Politics memberikan asas. Dalam konteks memahami politik perlu dipahami beberapa kunci. legitimasi. maka sering pemerintah yang mempunyai kewenangan untuk membuat undang-undang bersama parlemen (di Indonesia Dewan Perwakilan Rakyat) maka dalam beberapa situasi pelanggaran hukum bisa merupakan pelanggaran terhadap peraturan di bawah konstitusi sehingga untuk menetapkan apakah suatu undang-undang tidak bertentangan dengan konstitusi dibentuklah Mahkamah Konstitusi. partisipasi politik. berarti urusan. Pelaksanaan tujuan itu memerlukan kebijakan-kebijakan umum (public policies) yang menyangkut pengaturan. kekuasaan. pengambilan keputusan. dan tidak kalah pentingnya adalah mengenai seluk beluk partai politik. jalan. 4.

dan pengendalian) serta penggunaan kekuatan nasional untuk mencapai tujuan nasional. UUD 1945.perang itu sendiri merupakan kelanjutan dari politik. tetapi telah meluas ke segala bidang kehidupan. pengembangan. Suprastruktur dan infrastruktur politik harus dapat bekerja sama dan memiliki kekuatan yang seimbang. Penyusunan Politik dan Strategi Nasional Politik dan strategi nasional yang telah berlangsung selama ini disusun berdasarkan sistem kenegaraaan menurut UUD 1945.1 Semakin kritis dan terbukanya masyarakat terhadap ide baru. strategi adalah cara untuk mendapat-kan kemenangan atau pencapaian tujuan. d) Semakin meningkatnya kemampuan untuk mengatasi persoalan seiring dengan semakin tingginya tingkat pendidikan yang ditunjang oleh kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi. kelompok kepentingan (interest group). Dengan demikian definisi politik nasional adalah asas. berbangsa. yang dilaksanakan oleh presiden sesungguhnya merupakan politik dan strategi nasional yang bersifat pelaksanaan. Wawasan Nusantara. Pandangan masyarakat terhadap kehidupan politik. sosial budaya. strategi tidak hanya menjadi monopoli para jendral atau bidang militer. media massa. Untuk lebih memberikan pengertian arti politik disampaikan beberapa arti politik dari segi kepentingan pengunaan yaitu. organisasi kemasyarakatan. Sedangkan proses penyusunan politik dan strategi nasional di tingkat suprastruktur politk dilakukan setelah presiden menerima GBHN. DPA. a. dan kelompok penekan (pressure group). Mekanisme penyusunan politik dan strategi nasional di itngkat suprastruktur politik diatur oleh presiden/mandataris MPR. keadaan serta jalan. MA. Presiden. Strategi nasional dilaksanakan oleh para menteri dan pimpinan lembaga pemerintah non departemen berdasarkan petunjuk presiden. Sedangkan strategi nasional adalah cara melaksanakan politik nasional dalam mencapai sasaran dan tujuan yang ditetapkan oleh politik nasional. kata politik mempunyai arti yang berbeda-beda. DPR. haluan. Semakin meningkatnya kemampuan untuk menentukan pilihan dalam pemenuhan kebutuhan hidup. maupun bidang Hankam akan selalu berkembang karena: a) b) c) Semakin tinggina kesadaran bermasyarakat. dan bernegara. cara dan alat yang akan digunakan untuk mencapai tujuan tertentu atau suatu . ekonomi.Semakin terbukanya akal dan pikiran untuk memperjuangkan haknya. Dengan demikian. pemeliharaan. e) 4. BPK. sejak tahun 1985 telah berkembang pendapat yang mengatakan bahwa jajaran pemerintah dan lembaga-lembaga yang tersebut dalam UUD 1945 merupakan “suprastruktur politik”. Politik Dalam Segi Pertahanan Dari segi kepentingan pengunaan. dan Ketahanan Nasional. baik yang berada di bawah kekuasaan negara di pusat maupun di daerah. seperti partai politik. Sedangkan badan-badan yang ada dalam masyarakat disebut sebagai “infrastruktur politik”. lazim disebut politik yang artinya adalah suatu rangkaian asas atau prinsip. yang mencakup pranata politik yang ada dalam masyarakat. Lebaga-lembaga tersebut adalah MPR. Dalam pengertian umum. b. usaha serta kebijaksanaan negara tentang pembinaan (perencanaan. Politik dan Strategi NasionalPolitik nasional diartikan sebagai kebijakan umum dan pengambilan kebijakan untuk mencapai suatu cita-cita dan tujuan nasional. Dalam arti kepentingan umum (politics) Politik dalam arti kepentingan umum atau segala usaha untuk kepentingan umum. Dasar Pemikiran Penyusunan Politik dan Strategi NasionalPenyusunan politik dan strategi nasional perlu memahami pokok-pokok pikiran yang terkandung dalam sistem manajemen nasional yang berlandaskan ideologi Pancasila.

2 Strategi Strategi berasal dari bahasa Yunani (strategia) yang diartikan sebagai “the art of the general” atau seni seorang panglima yang biasanya digunakan dalam peperangan. adalah suatu organisasi dalam suatu wilayah yang memiliki kekuasaan tertinggi yang ditaati oleh rakyatnya. Politik nasional adalah suatu kebijakan umum dan pengambilan kebijakan untuk mencapai suatu cita-cita dan tujuan nasional. 3. Dengan demikian. Strategi nasional adalah cara melaksanakan politik nasional dalam mencapai sasaran dan tujuan yang ditetapkan oleh politik nasional. keputusan yang diambil menyangkut sektor publik dari suatu negara. Negara. Kekuasaan. social budaya. Nilai adalah sesuatu yang diinginkan dan penting. titik beratnya adalah adanya: 1. Dalam pengertian umum. adalah pengambilan keputusan melalui sarana umum. ekonomi. politik. strategi tidak hanya menjadi monopoli para jenderal atau bidang militer. strategi adalah cara untuk mendapatkan kemenangan atau pencapaian tujuan. Jadi politik adalah tindakan dari suatu kelompok individu mengenai suatu masalah dari masyarakat atau negara. 2. Pengambilan keputusan politik. Dalam artian kebijaksanaan (policy) Politik adalah penggunaan pertimbangan-pertimbangan tertentu yang dianggap lebih menjamin terlaksananya suatu usaha. Dalam arti kebijaksanaan. e. proses pertimbangan. cara dan alat yang akan kita gunakan untuk mencapai keadaan yang kita inginkan. adalah suatu kumpulan keputusan yang diambil oleh seseorang atau kelompok politik dalam memilih tujuan dan cara mencapai tujuan itu. dan hankam) untuk mencapai tujuan yang ditetapkan sebelumnya. Strategi pada dasarnya merupakan seni dan ilmu menggunakan dan mengembangkan kekuatan (ideology. d. politik membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan: a. Karl von Clausewitx (1780-1831) berpendapat bahwa strategi adalah pengetahuan tentang penggunaan pertempuran untuk memenangkan peperangan. Kebijakan umum. 4. adalah pembagian dan pengalokasian nilai-nilai (values) dalam masyarakat. Distribusi. tetapi telah meluas ke segala bidang kehidupan. adalah kemampuan seseorang atau kelompok untuk mempengaruhi tingkah laku orang atau kelompok lain sesuai dengan keinginannya. b. Dalam abad modern sekarang ini penggunaan kata strategi tidak lagi berbatas pada konsep atau seni seorang panglima dalam peperangan. Dengan demikian. cita/cita keinginan atau keadaan yang kita kehendaki. tetapi sudah digunakan secara luas. termasuk dalam ilmu ekonomi maupun bidang olahraga. nilai harus dibagi secara adil. c. pencapaian cita-cita atau keinginan. menjamin terlaksananya suatu usaha. b.keadaan yang kita kehendaki disertai dengan jalan. Sedangakan perang itu sendiri merupakan kelanjutan dari politik. .

Sedangkan proses penyusunan politik dan strategi nasional di tingkat suprastruktur politik dilakukan setelah presiden menerima GBHN. organisasi kemasyarakatan. misalnya strategi jangka pendek. dan pengendalian) serta penggunaan kekuatan nasional untuk mencapai tujuan nasional. berbangsa dan bernegara. karena di dalamnya terkandung dasar Negara. social budaya. Di dalamnya sudah tercantum program-program yang lebih konkret yang disebut sasaran nasional. Dewan Maritim. 4. haluan. cita-cita nasional. Presiden. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Sejak tahun 1985 telah berkembang pendapat yang mengatakan bahwa jajaran pemerintah dan lembaga-lembaga yang tersebut dalam UUD 1945 merupakan “suprastruktur politik”. jangka menengah. pemeliharaan. kelompok kepentingan (interest group).4 Dasar Pemikiran Penyusun Politik dan Strategi Nasional Penyusun politik dan strategi nasional perlu memahami pokok-pokok pikiran yang terkandung dalam sistem manajemen nasional yang berlandaskan ideologi Pancasila. . presiden dibantu oleh berbagai lembaga tinggi negara lainnya serta dewan-dewan yang merupakan badan koordinasi. presiden menyusun program cabinet dan memilih menteri-menteri yang akan melaksanakan program tersebut. Dalam era reformasi saat ini masyarakat memiliki peran yang sangat besar dalam mengontrol jalannya politik dan strategi nasional yang telah ditetapkan oleh MPR maupun yang dilaksanakan oleh presiden. usaha serta kebijaksanaan negara tentang pembinaan (perencanaan. pengembangan. seperti partai politik. Semakin tingginya kesadaran bermasyarakat. media massa. Proses politik dan strategi nasional pada infrastruktur politik merupakan sasaran yang akan dicapai oleh rakyat Indonesia. Dewan Otonomi Daerah. Melalui pranata-pranata politik. Pandangan masyarakat terhadap kehidupan politik. dan konsep strategis bangsa Indonesia. Dewan Tenaga Atom. Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional. Badan Pemerintah Keuangan (BPK). Landasan pemikiran dalam sistem manajemen nasional ini sangat penting sebagai kerangka acuan dalam penyusunan politik dan strategi nasional. Dewan Penerbangan dan Antariksa Nasional RI. Lembaga-lembaga tersebut adalah Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). yang mencakup piñata politik yang ada dalam masyarakat. Jadi strategi nasional adalah cara melaksanakan politik nasional dalam mencapai sasaran dan tujuan yang ditetapkan oleh politik nasional. Program kabinet dapat dipandang sebagai dokumen resmi yang memuat politik nasional yang digariskan oleh presiden. Dewan Pertimbangan Agung (DPA). maupun bidang Hankam akan selalu berkembang karena: 1. Mekanisme penyusunan politik dan strategi nasional di tingkat suprastruktur politik diatur oleh presiden atau mandataris MPR. ekonomi. dan Dewan Stabilitas Politik dan Keamanan. Selanjutnya. masyarakat ikut berpartisipasi dalam kehidupan politik nasional. dan kelompok penekan (pressure group).5 Penyusunan Politik dan Strategi Nasional Politik dan strategi nasional yang telah berlangsung selama ini disusun berdasarkan system kenegaraan menurut UUD 1945. dan MA. seperti Dewan Stabilitas Ekonomi Nasional.3 Politik dan Strategi Nasional Politik nasional diartikan sebagai kebijakan umum dan pengambilan kebijakan untuk mencapai suatu cita-cita dan tujuan nasional. Yang dilaksanakan oleh presiden sesungguhnya merupakan politik dan strategi nasional yang bersifat pelaksanaan. Dengan demikian definisi politik nasional adalah asas. Suprastruktur dan infrastruktur politik harus dapat bekerja sama dan memiliki kekuatan yang seimbang. Strategi nasional disusun untuk pelaksanaan politik nasional. dan jangka panjang.4. penyelenggara negara harus mengambil langkah-langkah pembinaan terhadap semua lapisan masyarakat dengan mencantumkan sasaran sektoralnya. Dewan Pertahanan Keamanan Nasional. 4. Sedangkan badan-badan yang ada dalam masyarakat disebut sebagai “infrastruktur politik”. Dalam melaksanakan tugas ini. UUD 1945. Sesuai dengan kebijakan politik nasional.

. menyelenggarakan penyelamatan. nilai-nilai nasional lainya. Modul ini sambungan dari modul yang ada di bawah ini ya. 9.Politik serta Strategi Pertahanan Keamanan 7. spontan. 6. Semakin meningkatnya kemampuan untuk mengatasi persoalan seiring dengan semakin tingginya tingkat pendidikan yang ditunjang oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. ABRI sebagai kekuatan sosial ABRI yang mampu merupakan penjelmaan jiwa dan semangat pengabdian ABRI sebagai kekuatan sosial. a. 5. 3. Seperti yang telah diuraikan pada bab sebelumnya.. Polri yang cukup dan mampu menjalankan ketertiban masyarakat. Kemampuan intelijen strategik . E. serta integritas wilayah negera Republik Indonesia. tidak dapat mencapai tujuan atau maksudnya. perwujudan cita-cita kemerdekaan dan pencapaian tannas yang menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara. yang bersama-sama kekuatan sosial lainnya dapat melaksanakan kegiatankegiatan yang menunjang usaha peningkatan stabilitas nasional. Sasaran Kekuatan Kekuatan rakyat di bidang pertahanan keamanan yang merata di seluruh wilayah negara dan nyata dapat dirasakan..2. 4. didasari ketahanan ideologi Pancasila dan rasa cinta terhadap tanah air. Semakin kritis dan terbukanya masyarakat terhadap ide baru. yang sanggup menghadapi situasi yang bisa timbul di masa depan dan menjalankan berbagai tugas lainnya yang bisa dibebankan kepadanya termasuk pelaksanaan hak serta kedaulatan negara atas seluruh wilayahnya. a. Semakin meningkatnya kemampuan untuk menentukan pilihan dalam pemenuhan kebutuhan hidup.jadi gini deh. 1. yang terwujud oleh masa rakyat yang militant... b. ABRI sebagai kekuatan Hankam Angkatan perang atau ABRI dengan kekuatan siap yang kecil dan cadangan yang cukup.. 8. dan yang sekaligus melaksanakan hak serta kedaulatan negara atas wilayahnya berdasarkan Wasantara. 2.. Daya tangkal ini kemudian harus dibulatkan dengan membangun kekuatan-kekuatan nyata maupun potensial yang secara integrative mewujudkan kemampuan-kemampuan yang sanggup melaksanakan tugas umum yang terkandung dalam strategi pertahanan keamanan. Semakin terbukanya akal dan pikiran untuk memperjuangkan haknya. Daya tangkal demikian terutama harus bersandar pada kekuatan rakyat Indonesia seluruhnya harus memiliki ketahanan ideologi dan mental yang tangguh untuk menolak serta melawan setiap usaha atau gejala atau musuh dari dalam maupun dari luar negeri yang membahayakan kelangsungan hidup bangsa Indonesia ideologi Pancasila. yaitu kekuatan yang memberikan keyakinan kepada setiap pihak yang mempunyai maksud memusuhi bangsa Indonesia dan merencanakan melakukan agresi dengan cara apa pun juga. Sasaran Kemampuan Hankamnas Sasaran kemampuan Hankamnas adalah sebagai berikut. PEMBANGUNAN DAN PENGGUNAAN KEKUATAN Tujuan pembangunan Hankamnas berpangkal pada strategi Hankamnas. pertahanan keamanan harus dibangun pertama-tama untuk mewujudkan daya tangkal. Pak Dosen selalu memberikan banyak materi. 10. untuk menentang setiap usaha atau gejala yang membahayakan atau melawan musuh yang mengancam kelangsungan hidup bangsa Indonesia tanpa mengenal menyerah.

meliputi program-program berikut ini. Program ini dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan pemindahan-pemindahan strategik. 2) Program kepolisian pusat. 4) Program intelijen dan komunikasi terpusat. b. Kemampuan peperangan amfibi n. Kemampuan penyerangan udara m. Kemampuan penyelamatan masyarakat s. Kemampuan pertahanan udara l. dan personalia militer cadangan golongan perwira. Subsektor kekuatan pertahanan. 2) Program bala pertahanan terpusat. Kemampuan lawan teror f. Subsektor kekuatan pertahanan Subsektor ini. Kemampuan pembinaan wilayah c. Program ini untuk pembinaan kekuatan bantuan keamanan masyarakat pada peningkatan pembentukan berbagai jenis kepolisian khusus baik pemerintah maupun swasta. Kemampuan peperangan darat j.b. Subsektor kekuatan keamanan. dan TNI-AU yang menitikberatkan pada peningkatan kemampuan masing-masing secara nasional. d. Kemampuan peperangan lawan gerilya p. Kemampuan lawan berusuhan massal e. Program ini menangani pembinaan kekuatan cadangan dengan titik berat pada pembentukan satuan tempur. Program ini melaksanakan pembinaan kemampuan kepolisian daerah. Kemampuan pengamatan udara k. Program ini dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan intelijen strategi dan komunikasi strategi. Setiap subsector terdiri dari program-program dengan sasaran-sasaran programnya sebagai yang diutarakan berikut ini. TNI-AU yang menitikberatkan pada kemampuan-kemampuan wilayah masingmasing. c. a. Kemampuan peperangan laut i. Kemampuan pemindahan strategi q. Kemampuan peperangan hukum t. Kemampuan penyerbuan lintas udara o. . Sasaran Program Sektor Hankamnas dibagi 4 subsektor. Kemampuan pengamatan laut g. Kemampuan penertiban masyarakat r. Subsektor bakti ABRI. 1) Program bala pertahanan wilayah. meliputi program-program berikut ini. Subsektor dukungan umum. TNI-AL. 3) Program angkutan terpusat. angkutan. Program ini untuk membina kepolisian pusat. Program ini menangani pembinaan kekuatan TNI-AD. Program ini untuk peningkatan angkutan strategik Polisi. yaitu: a. 5) Program angkutan terpusat. Kemampuan lawan subversi d. Kemampuan peperangan wilayah 3. 1) Program kepolisian daerah. Kemampuan pengintaian dan perondaan lepas pantai h. 4) Program bantuan keamanan masyarakat. TNI-AL. 3) Program bala cadangan. Program ini menangani pembinaan kekuatan TNI-AD. b. Subsektor kekuatan keamanan Subsektor ini.

amunisi. bersandar kepada kemampuan diri sendiri. Penghancuran 12. usaha serta kebijaksanaan tindakan negara dalam bidan hankam tentang pembinaan (perencanaan.5) Program intelijen kepolisian. bekal perang. penyaluran personalia. 3) Program pendidikan. c. 1. 13. seperti produksi senjata ringan. pengembangan. F. pendidikan perawatan personalia. Program ini. bahan-bahan peledak. 1) Program penelitian dan pengembangan. Subsektor dukungan umum Subsektor ini meliputi program-program sebagai berikut. PENGGUNAAN KEKUATAN Pola dasar penggunaan kekuatan Hankamnas secara umum diperlukan untuk suatu operasi tentang tepatnya kekuatan dan kelemahan. Strategi Hankamnas ialah tata cara untuk melaksanakan politik nasional untuk mencapai tujuan Hankamnas. haluan. alat-alat perhubungan. yang dapat menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara digunakan landasan pemeliharaan atau prinsip dasar yaitu jaminan terhadap ketidakpastian masa depan. pemeliharaan. Ancaman Langsung 3. demiliterisasikan pegawai sipil. 11. kesehatan dan kegiatan umum personalia. dan modifikasi alat tempur. RANGKUMAN Politik Hankamnas ialah asas. politik bebas aktif. Subsektor Bakto ABRI Subsektor ini terdiri dari program bakti ABRI yang mencakup peningkatan operasi bakti. Persuasi 2. Dalam upaya mencapai tujuan Hankamnas. kesemestaan dan kewilayahan. Program ini dimaksudkan untuk meningkatkan pembekalan dan pemeliharaan terpusat. pendidikan pembentukan personalia. Program ini untuk meningkatkan kemampuan intelijen kepolisian. politik dan strategi Hankamnas akan memperhatikan dan berpijak kepada situasi dan kondisi kekuatan yang riil. Pola dasar penggunaan kekuatan Hankamnas yang ditujukan ke dalam mencakup kegiatan sebagai berikut. 2) Program pembekalan dan pemeriharaan terpusat. dimaksudkan untuk meningkatkan penelitian dan pengembangan. Pertahanan dan keamanan nasional bertujuan menjamin tetap tegaknya negara kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 terhadap segala ancaman baik yang datang dari luar negeri maupun dari dalam negeri dalma rangka mencapai tujuan nasional. Segi yang kuat dijadikan pancangan kaki dan dimanfaatkan seoptimal mungkin dengan memberikan kekuatan kepada segi yang lemah untuk diperbaiki dan diperkuat sehingga lambat laun dapat diperoleh kekuatan nasional yang seimbang dan serasi. Program ini untuk meningkatkan kemampuan administrasi dan manajemen. Upaya pertahanan dan keamanan nasional tersebut diwujudkan dalam Sishankamrata yang bersifat kerakyatan. perdamaian dunia. 4) Program administrasi dan manajemen. d. dan pengendalian) serta penggunaan secara totalitas dari potensi nasional untuk mencapai tujuan Hankamnas dalam rangka mencapai tujuan nasional. Dengan demikian. perbaikan berat. antara lain penyempurnaan doktrin Hankamnas serta kerja sama dengan lembaga-lembaga penelitian lain. Program ini untuk meningkatkan kemampuan personalia melalui pendidikan kejuruan/keahlian. Wasantara dan sishankamrata saling memperkuat (sinergi) dengan politik strategi bidang-bidang kehidupan lainnya (yang berhubungan dengan .

Kendatipun demikian upaya pertahanan dan keamanan Nasional. sejauh mungkin konflik/pertentangan diselesaikan dengan cara damai. Dalam upaya menyusun strategi tersebut dengan mempertimbangkan prinsip-prinsip. Polstra Hankamnas merupakan bagian integral politik strategi Nasional. Untuk melaksanakan politik hankamnas maka strategi yang ditempuh ialah membangun kekuatan “penangkalan” untuk menghadapi gangguan keamanan dalam negeri. ekonomis dan politis. Polstra Hankamnas bersifat saling mengisi. dislokasi kekuatan. Oleh karena itu. dwifungsi ABRI. Polstra Hankamnas dilandasi oleh ideologi Pancasila dan UUD 1945. Perang adalah tindakan yang tidak sesuai dengan Pancasila (tidak berperikemanusiaan). manajemen dan pemanfaatan peluang. saling mendukung dengan Polstra bidang lainnya. dan ke dalam bersifat preventif-aktif yang berarti sedini mungkin mengambil langkah-langkah dan tindakan guna mencegah dan mengatasi setiap kemungkinan timbulnya ancaman. Oleh karenanya mengandung prinsip-prinsip. perlindungan seluruh bangsa Indonesia yang berpijak kepada kemampuan diri sendiri. Bangsa Indonesia cinta kepada perdamaian. maka sistem pertahanan dan keamanan negara keluar bersifat defensif-aktif yang berarti tidak agresif dan ekspansif. POLITIK DAN STRATEGI NASIONAL 03JUN2011Tinggalkan sebuah Komentar by novieanggraeni in politik Rate This . bagi bangsa Indonesia merupakan jalan terakhir.masalah-masalah kesejahteraan). tetapi lebih cinta kepada kemerdekaan dan kedaulatan. Oleh karena kita menganut politik luar negeri “bebas aktif” dan berakar pada falsafah Pancasila. mencukupi kebutuhan sendiri. undang-undang dan doktrin. penelitian pengembangan dan teknologi. harus dibina dan ditingkatkan untuk menghadapi ketidakpastian ancaman yang mungkin timbul yang datang dari dalam atau dari luar.

Strategi merupakan oleh karena penglihatan pengertian itu memerlukan intuisi. Startegi nasional adalah seni dan ilmu mengembangkan dan menggunakan kekuatan nasional dalam masa damai maupun masa perang untuk mendukung pencapaian tujuan-tujuan yang ditetapkan politik nasional. Antoine Henri Jomini (1779-1869) dan Karl Von Clausewitz secara ilmiah Jomini memberikan pengertian yang bersifat deskriptif. strategi adalah politik dalam pelaksanaan. sedangkan Clausewitz dengan tegas membedakan politik dan strategi. Disamping strategi merupakan seni. Dengan demikian maka strategi nasional sebagai rencana dan pelaksanaan harus kenyal. dinamis. dan kesluruhan proses ini terjadi dalam suatu arah tujuan yang ditetapkan sebelumnya. situasi dan kemampuan disamping nilai seni. Seakan-akan orang harus merasa di mana ia sebaiknya menggunakan kekuatan yang tersedia.Strategi Strategi berasal dari kata yunani strategis yang artinya the art of the general. maka strategi nasional merupakan pelaksanaan dari kebijakan nasional. . memperoleh perhatian pula dari bidang lain. Lambat laun strategi yang tadinya hanya di gunakan dalam bidang militer. Dalam rangka nasional. disesuaikan dengan kondisi. Dalam abad modern sekarang ini arti strategi tidak lagi terbatas pada konsep ataupun seni seorang pangliman di masa perang tetapi sudah berkembang den menjadi tanggung jawab seorang pemimpin. lambat laun ia juga merupakan ilmu pengetahuan. Ia katakan bahwa strategi adalah seni menyelenggarakan perang diatas peta dan meliputi seluruh wawasan operasi. Strategi pada dasarnya merupakan suatu rangkaian kerangka rencana dantindakan yang disusun dan disiapkan dalam suatu rangkaiyan pentahapan yang masing-masing merupakan jawaban yang optimal terhadap tantangan baru yang mungkin terjadi sebagai akibat dari langkah sebelumnya. atau dengan kata lain.

meninggikan.Politik politik merupakan suatu proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalammasyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan. khususnya dalam negara. dan memelihara harkat dan derajat dan potensi rakyat Indonesia yang pernah mengalami kehinaan dan kemelaratan akibat penjajahan menuju sifat-sifat bangsa yang terhormat. • Hubungan Internasional hubungan internasional adalah hubungan antar negara. dan hambatan. Politik pertahanan keamanan. yang diarahkan untuk mengangkat. mengabdi kepada kepentingan nasional dan amanat penderitaan rakyat serta diarahkan kepada pembentukan solidaritas antar bangsa terutama bangsa Asia-Afrika dan Negara-negara non Aligned. 2. Politik dalam negeri. yang bersifat defensive aktif dan diarahkan kepada pengamanan serta perlindungan bangsa dan Negara serta usaha-usaha nasional dan penanggulangan segala macam tantangan. ancaman. • Kekuasaan Dalam teori politik menunjuk pada kemampuan untuk membuat orang lain melakukan sesuatu yang tidak dikehendakinya. Politik luar negeri yang bersifat bebas aktif anti imperialism dan kolonialisme dalam segala bentuk dan manifestasinya. yaitu jangka panjang. bertujuan untuk menguasai pemerintahan dan menjalankan kebijakan umum yang mereka buat. 3. jangka menengah dan jangka pendek. Politik nasional meliputi: 1. dan dapat dibanggakan. yang bertindak sebagai suatu kesatuan politik dan dengan memanfaatkan kekuasaannya untuk memilih. Max Weber menuliskan adanya tiga sumber . tetapi diarahkan kepada peningkatan taraf hidup dan daya kreasi rakyat Indonesia sebesar-besarnya. Politik nasional menggariskan usaha-usaha untuk mencapai tujuan nasional yang dalam perumusannya dibagi dalam tahap-tahap utama. 4. namun dalam perkembangan konsep ini bergeser untuk mencakup semua interaksi yang berlangsung lintas batas negara • Masyarakat adalah sekumpulan orang orang yang mendiami wilayah suatu negara. Politik ekonomi yang bersifat swasembada /swadaya dengan tidak berarti mengisolasi diri. Hal-hal yang berkaitan dengan politik : • Partai dan Golongan Roger F Saltou yang mendefinisikan partai politik sebagai kelompok warga negara yang sedikit banyak terorganisasikan. Pengertian ini merupakan upaya penggabungan antara berbagaidefinisi yang berbeda mengenai hakikat politik yang dikenal dalam ilmu politik.

dan memiliki kedaulatan untuk menjalankan pemerintahan. 3. social budaya. analitis. 5. ketiga. . Tersedianya anggaran dan pembiayaan. kedua. Sasaran-sasaran alternative 2. Perasn serta seluruh warga Negara secara positif. serta menyeluruh. Pelaksanaan politik dan strategi nasional dirumuskan melalui proses yang disebut pemikiran startegi.kekuasaan: pertama dari perundangundangan yakni kewenangan. Politik dan strategi nasional sangat dipengaruhi oleh unsure-unsur ideology. dan keberadaannya diakui oleh negara lain. dari kekerasan seperti penguasaan senjata. Oleh karena politik dan strategi nasional tersebut merupakan budi daya bangsa dan Negara Republik Indonesia untuk mempertahankan eksistensi dan kelangsungan hidupnya maka: 1. Tersedianya data dan informasi yang up to date. Kekuatan nasional yang tersedia. politik. • Negara negara merupakan suatu kawasan teritorial yang didalamnya terdapat sejumlah penduduk yang mendiaminya. Cara bertindak yang dipilih 3. 2. ekonomi. sedang strategi nasional adalah merupakan upaya pencapaian tujuan nasional yang ditentukan oleh politik nasional diwujudkan dalam bentuk repelita. Politik nasional adalah penentu tujuan nasional dalam bentuk GBHN. Harus tercipta suatu stabilitas nasional yang mantap. yaitu pemikiran strategi tingkat nasional yang mampu mempertemukan antara : 1. Oleh karena itu syarat utama bagi pelaksanaan politik dan strategi nasional adalah terciptanya stabilitas nasional. Tata bina nasional yang baik. maka terlebih dahulu harus diadakan pemikiran strategi yaitu melaksanakan telaah strategi dan perkiraan strategi yang berarti berfikir secara intensif. dari karisma. Agar strategi nasional ini berjalan sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh politik nasional. Korelasi strategi nasional dan politik nasional Strategi nasional adalah cara melaksanakan politik nasional tersebut dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran nasionalnya. sintesis. 4. dan hankam serta ancaman dari dalam maupun dari luar negeri.

Azas keterpaduan dan prioritas. kompenen masyarakat . hambatan. Didalam proses perumusan politik dan strategi nasional perlu diperhatikan azas-azas sebagai berikut : 1. dieksekusi oleh berbagai tingkatan lembaga pemerintahan sesuai urgensi dan sifat kebijakan tersebut. Azas pembagian kewenangan dan tanggung jawab. sebagai kepala negara. 3.4. Tingkat kebijakan puncak kebijakan puncak merupakan kewenangan Presiden. Tingkat penentu kebijakan khusus tingkat kebijakan khusus merupakan tindak lanjut atas kebijakan umum. prosedur. Kebijakan ini ada pada tingkat menteri. 2. budaya. Mencegah dan mengurangi segala ancaman. Tingkat kebijakan umum tingkat kebijakan umum menyangkut masalah makro kondisi nasional negara sehingga dapat secara efektif dan efisien membangun rancangan pemerintahan yang di dambakan semua warga negara. Tingkat penentu kebijakan di daerah Wewenang terhadap kebijakan daerah terdapat pada Gubernur dimana peraturanperturan yang dihasilkannya disebut Perda. kebijakan ini meliputi penentuan susunan Undang-Undang Dasar yang bersifat universal bagi seluruh wilayah negara. Tingkat penentu kebijakan dalam pemerintahan kebijakan-kebijakan yang diambil pemerintah. Azas kekenyalan dan pandangan jauh ke depan. Azas manfaat dan prioritas. 2. administrasi dan lain-lain. Perda setiap wilayah provinsi berbeda-beda karena setiap daerah memiliki kondisi strategis ekonomi. Tingkat penentu kebijakan teknis tingkat kebijakan teknis merupakan penjabaran lebih lanjut mengenai eksekusi kebijakan yang meliputi implementasi dari program. gangguan. maupun tantangan yang timbul maupun tantangan yang diperkirakan akan timbul. 1. 3. 5. 4. rencana dan kegiatan. dimana pada tingkat ini dirumuskan secara mendalam mengenai strategi. 4.

yaitu negara dan "teai" yang berarti urusan. Bahasa Indonesia menerjemahkan dua kata Bahasa Inggris yang berbeda yaitu "politics" dan "policy" menjadi satu kata yang sama yaitu politik. Politik secara umum adalah bermacam-macam kegiatan dalam suatu sistem politik Pend. meliputi Pengambilan Keputusan (decision making). yang digunakan untuk membina kerjasama dan untuk menyelesaikan konflik yang timbul dalam proses ini. "Politeai" berasal dari kata "polis" yang berarti kesatuan masyarakat yang berdiri sendiri. mengenai apakah yang menjadi tujuan dari sistem politik itu menyangkut seleksi antara beberapa alternatif dan penyusunan skala prioritas dari tujuan-tujuan yang telah dipilih. Kata politik secara etimologis berasal dari bahasa Yunani yaitu "Politeai".yang berbeda. cara dan alat yang akan digunakan untuk mencapai tujuan atau cita-cita tertentu. Untuk melaksanakan kebijaksanaan-kebijaksanaan itu perlu memiliki kekuasaan (power) dan wewenang (authority). Politics adalah suatu rangkaian asas (prinsip). Tanpa adanya unsur paksaan maka kebijaksanaan hanya merupakan . keadaan. Policy diartikan kebijakan. cita-cita atau keinginan atau tujuan yang dikehendaki. selain faktor tersebut masih banyak lagi faktor -faktor yang mempengaruhinya. Kewarganegaraan – ATA 07/08 Halaman 1 dari 9(negara) yang menyangkut proses menentukan tujuan-tujuan dari sistem tersebut dan melaksanakan tujuan-tujuan tersebut. Untuk melaksanakan tujuan-tujuan itu perlu ditentukan Kebijaksanaan-kebijaksanaan Umum (public policies) yang menyangkut pengaturan dan pembagian dari sumber-sumber dan resources yang ada. Pengertian Politik. Hal itu dilakukan baik dengan cara meyakinkan (persuasif) maupun paksaan (coercion). adalah penggunaan pertimbangan-pertimbangan yang dianggap dapat lebih menjamin tercapainya suatu usaha.

Dalam politik perlu diperhatikan bagaimana kekuasaan itu diperoleh. Kewarganegaraan – ATA 07/08 Halaman 2 dari 93.Distribusi dan alokasi sumber daya 1. Dari uraian tersebut diatas. Kekuasaan Kekuasaan adalah kemampuan seseorang atau kelompok untuk mempengaruhi tingkah laku seseorang atau kelompok lain sesuai dengan keinginnannya. 4.Negara . 2. Keputusan yang diambil menyangkut sektor publik dari suatu negara. dilaksanakan dan dipertahankan. Boleh dikatakan negara merupakan bentuk masyarakat yang paling utama dan negara merupakan organisasi politik yang paling utama dalam suatu wilayah yang berdaulat. Negara Negara adalah suatu organisasi dalam suatu wilayah yang memiliki kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya. Kebijakan Umum Kebijakan (policy) merupakan suatu kumpulan keputusan yang diambil seseorang atau kelompok politik dalam rangka memilih tujuan dan cara . Jadi politik adalah pengambilan keputusan melalui sarana umum.Pengambilan Keputusan .Kebijakan .Kekuasaan . Pengambilan Keputusan Pengambilan Keputusan sebagai aspek utama dari politik. politik membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan : . dan dlam pengambilan keputusan perlu diperhatikan siapa pengambil keputusan itu dan untuk siapa keputusan itu dibuat. Pend.perumusan keinginan (statement of intent) belaka.

Jadi politik itu membicarakan bagaimana pembagian dan pengalokasian nilai-nilai secara mengikat. tetapi telah meluas ke segala bidang kehidupan. ekonomi. atau yang penting dengan demikian nilai harus dibagi secara adil. Nilai adalah sesuatu yang diinginkan. Pengertian Strategi Kata strategi berasal dari kata "strategia" berasal dari bahasa Yunani yang berarti "the art of general" atau seni seorang panglima yang biasa digunakan dalam peperangan. Sedangkan perang itu sendiri merupakan kelanjutan dari politik. Dasar pemikirannya adalah bahwa masyarakat memiliki beberapa tujuan bersama yang ingin dicapai secara bersama pula oleh karena itu diperlukan rencana yang mengikat yang dirumuskan dalam kebijakankebijakan oleh pihak yang berwenang. akan tetapi Pend. 5. Kewarganegaraan – ATA 07/08 Halaman 3 dari 9sudah digunakan secara luas termasuk dalam ilmu ekonomi maupun di bidang olah raga. Strategi pada dasarnya merupakan seni dan ilmu yang menggunakan dan mengembangkan kekuatan-kekuatan (ideologi. sos bud dan . Dengan demikian kata strategi tidak hanya menjadi monopoli para jenderal atau bidang militer saja. politik. Karl Von Clausewitz (1780-1831) berpendapat bahwa startegi adalah pengetahuan tentang penggunaan pertempuran untuk memenangkan peperangan. Distribusi Distribusi adalah pembagian dan penjatahan nilai-nilai (Values) dalam masyarakat.mencapai tujuan itu. Dalam abad modern sekarang ini penggunaan kata strategi tidak lagi terbatas pada konsep atau seni seorang panglima dalam peperangan saja. Arti strategi dalam pengertian umum adalah cara untuk mendapatkan kemenangan atau tercapainya suatu tujuan termasuk politik.

usaha serta kebijaksanaan negara tentang pembinaan (perencanaan. Sejak tahun 1985 telah berkembang pendapat dimana jajaran pemerintah dan lembaga-lembaga yang tersebut dalam UUD 1945 disebut sebagai "Suprastruktur Politik". Pend. UUD 1945. Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional. Pengertian Politik Dan Strategi Nasional (Polstranas) Pengertian Politik Nasional Politik Nasional adalah asas. kelompok kepentingan (interest group) dan kelompok penenkan (pressure group). Sedangkan badan-badan yang ada dalam masyarakat disebut sebagai "Infrastruktur Politik". yang mencakup pranatapranata politik yang ada dalam masyarakat. Antara suprastruktur dan infrastruktur . Presiden. cita-cita nasional dan konsep strategis bangsa Indonesia. Misalnya strategi jangka penedek. Dasar Pemikiran Penyusunan Politik Dan Strategi Nasional Dasar pemikirannya adalah pokok-pokok pikiran yang terkandung dalam sistem manajemen nasional yang berlandaskan ideologi Pancasila. jangka menengah dan jangka panjang. Kewarganegaraan – ATA 07/08 Halaman 4 dari 9Penyusunan Politik Dan Strategi Nasional Politik dan strategi nasional yang telah berlangsung selama ini disusun berdasarkan sistem kenegaraan menurut UUD 1945.hankam) untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Landasan pemikiran dalam sistem manajemen nasional ini penting artinya karenadidalamnya terkandung dasar negara. haluan. Dalam melaksanakan politik nasional maka disusunlah strategi nasional. seperti partai politik. pengembangan. BPK dan MA. Strategi Nasional adalah cara melaksanakan politik nasional dalam mencapai sasaran-sasaran dan tujuan yang ditetapkan oleh politik nasional. organisasi kemasyarakatan. DPR. pemeliharaan dan pengendalian) serta penggunaan secara kekuatan nasional untuk mencapai tujuan nasional. media massa. yaitu MPR.

yang disebut sebagai Sasaran Nasional. Melalui pranata-pranata politik masyarakat ikut berpartisipasi dalam kehidupan . sos bud dan hankam. Sedangkan proses penyusunan politik dan strategi nasional di tingkat suprastruktur politik dilakukan setelah Presiden menerima GBHN. selanjutnya Presiden menyusun program kabinetnya dan memilih menteri-menteri yang akan melaksanakan program kabinet tersebut. maka di dalamnya sudah tercantum program-program yang lebih konkrit untuk dicapai. politik. Dewan Tenaga Atom.Apa yang dilaksanakan presiden sesungguhnya merupakan politik dan Pend.Sesuai dengan kebijakan politik nasional maka penyelenggara negara harus mengambil langkah-langkah untuk melakukan pembinaan terhadap semua lapisan masyarakat dengan mencantumkan sebagai sasaran sektoralnya. Dewan Otonomi Daerah dan dewan Stabitas Politik dan Keamanan. Jika politik nasional ditetapkan Presiden (mandataris MPR) maka strategi nasional dilaksanakan oleh para menteri dan pimpinan lembaga pemerintah non departemen sesuai dengan bidangnya atas petunjuk dari presiden. Proses politik dan strategi nasional di infrastruktur politik merupakan sasaran yang akan dicapai oleh rakyat Indonesia dalam rangka pelaksanaan strategi nasional yang meliputi bidang ideologi.politik harus dapat bekerja sama dan memiliki kekuatan yang seimbang. Dalam melaksanakan tugasnya ini presiden dibantu oleh lembaga-lembaga tinggi negara lainnya serta dewan-dewan yang merupakan badan koordinasi seperti Dewan Stabilitas Ekonomi Nasional. Dewan Maritim. Mekanisme penyusunan politik dan strategi nasional ditingkat suprastruktur politik diatur oleh Presiden (mandataris MPR). Kewarganegaraan – ATA 07/08 Halaman 5 dari 9strategi nasional yang bersifat pelaksanaan. Dewan Pertahanan Keamanan Nasional. Program kabinet dapat dipandang sebagai dokumen resmi yang memuat politik nasional yang digariskan oleh presiden. Dewan Penerbangan dan antariksa Nasional RI. ekonomi.

Semakin tingginya kesadaran bermasyarakat berbangsa dan bernegara. Kewarganegaraan – ATA 07/08 Halaman 6 dari 91. a.Semakin terbukanya akal dan pikiran untuk memperjuangkan haknya. sebagai berikut: Pend. . . Dalam hal-hal dan keadaan tersebut yang menyangkut kekuasaan kepala negara seperti tercantum dalam pasal 10 s/d 15 UUD 1945. ekonomi. Stratifikasi Politik Nasional Berdasarkan stratifikasi dari politik nasional dalam negara RI. penggarisan masalah makro politik bangsa dan negara untuk merumuskan tujuan nasional (national goals) berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Pandangan masyarakat terhadap kehidupan politik. .politik nasional.Semakin kritis dan terbukanya masyarakat terhadap ide-ide baru.Semakin meningkatnya kemampuan untuk mengatasi persoalan seiring dengan semakin tingginya tingkat pendidikan yang ditunjang kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.Semakin meningkatnya kemampuan untuk menentukan pilihan dalam pemenuhan kebutuhan hidup. Dalam era reformasi saat ini peranan masyarakat dalam mengontrol jalannya politik dan strategi nasional yang telah ditetapkan MPR maupun yang dilaksanakna oleh presiden sangat besar sekali. Kebijakan puncak ini dilakukan oleh MPR dengan hasil rumusannya dalam berbagai GBHN dengan Ketetapan MPR. b. . maka dalam penentu tingkat kebijakan puncak ini termasuk pula kewenangan Presiden sebagai Kepala Negara. Tingkat kebijakan puncak meliputi kebijakan tertinggi yang lingkupnya menyeluruh secara nasional yang mencakup : penentuan UUD. . Bentuk hukum dari kebijakan nasional yang ditentukan oleh Kepala negara itu dapat dikeluarkan berupa: Dekrit. Tingkat Penentu Kebijakan Puncak. sos bud maupun hankam akan selalu berkembang hal ini dikarenakan oleh: .

Kewarganegaraan – ATA 07/08 Halaman 7 dari 9. Pend. .Peraturan atau Piagam Kepala Negara. berdasarkan dan sesuai dengan kebijakan pada tingkat diatasnya.Undang-Undang yang kekuasaan pembuatannya terletak ditangan Presiden dengan persetujuan DPR (UUD 1945 pasal 5 (1))atau Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) dalam hal ihwal kegentingan yang memaksa. 3. yang lingkupnya juga menyeluruh nasional dan berupa penggarisan mengenai masalah-masalah makro strategis guna mencapai tujuan nasional dalam situasi dan kondisi tertentu. Tingkat kebijakan umum merupakan tingkat kebijakan di bawah tingkat kebijakan puncak. a.Keputusan atau Instruksi Presiden yang berisi kebijakan-kebijakan penyelenggaraan pemerintahan yang wewenang pengeluarannya berada di tangan Presiden dalam rangka pelaksanaan kebijakan nasional dan perundang-undangan yang berlaku (UUD 1945 pasal 4 (1)). Hasil-hasilnya dapat berbentuk : . administrasi. Wewenang kebijakan khusus terletak pada Menteri. Tingkat Kebijakan Umum. Kebijakan khusus merupakan penggarisan terhadap suatu bidang utama (major area) pemerintah sebagai penjabaran terhadap kebijakan umum guna merumuskan strategi. Hasilnya dirumuskan dalam bentuk Peratuan Menteri atau Instruksi Menteri dalam bidang pemerintahan yang dipertanggungjawabkan kepadanya.Dalam keadaan tertentu dapat pula dikeluarkan Maklumat Presiden. .Peraturan Pemerintah untuk mengatur pelaksanaan Undang-Undang yang wewenang penerbitannya berada di tangan Presiden (UUD 1945 pasal 5 (2)). 2. Tingkat Penentu Kebijakan Khusus. Dalam keadaan tertentu dapat . sistem dan prosedur dalam bidang utama tersebut.

Hasil penentuan kebijakan dirumuskan dalam bentuk Peraturan. program dan kegiatan. Kewarganegaraan – ATA 07/08 Halaman 8 dari 95. Perumusan hasil kebijakan tersebut dikeluarkan dalam keputusan dan instruksi Gubernur untuk propinsi dan instruksi Bupati atau Wali Kota untuk kabupaten atau kota madya.dikeluarkan pula Surat Edaran Menteri. Ia mempunyai wewenang pula untuk mempersiapkan kebijakan khusus Menteri. Penentuan kebijakan pemerintah daerah (otonom) yang wewenang pengeluarannya terletak pada Kepala Daerah dengan persetujuan DPRD. Kebijakan teknis meliputi penggarisan dalam suatu sektor dibidang utama tersebut diatas dalam bentuk prosedur dan teknis untuk mengimplementasikan rencana. Kekuasaan Membuat Aturan Di Daerah. b. Keputusan atau Instruksi Pimpinan Lemabaga Non Departemen atau Direktorat Jenderaldalam masing-masing sektor atau segi administrasi yang dipertanggungjawabkan kepadanya. Kekuasaan membuat aturan di daerah dikenal dua macam: a. Tingkat Penentu Kebijakan Teknis. bagi daerah tingkat I pada Gubernur dan bagi daerah tingkat II pada Bupati atau Wali Kota. Wewenang pengeluaran kebijakan teknis terletak ditangan Pimpinan Eselon Pertama Departemen Pemerintahan dan Pimpinan Lembaga-Lembaga Non Departemen. 4. Selain itu Inspektur Jenderal dalam suatu Departemen berkedudukan sebagai Pembantu Utama Menteri dalam penyelenggaraan pengendalian ke dalam Departemen. Didalam tata laksana pemerintahan. Penentuan kebijakan mengenai pelaksanaan Pemerintahan Pusat di daerah yang wewenang pengeluarannya terletak pada Gubernur. dalam kedudukannya sebagai Wakil Pemerintahan Pusat Di Daerah yuridiksinya masing-masing. . Sekretaris Jenderal (Sekjen) sebagai pembantu utama Menteri bertugas untuk mempersiapkan dan merumuskan kebijakan khusus Menteri dan Pimpinan Rumah Tangga Departemen. Pend.

Menurut kebijakan yang berlaku sekarang. keputusan dan instruksi Kepala Daerah Tingkat I atau II.Perumusan hasil kebijakan tersebut diterbitkan sebagai kebijakan daerah dalam bentuk Peraturan Daerah Tingkat I atau II. . Bupati/Kepala Daerah Tingkat II atau Wali Kota/Kepala Daerah Tingkat II. maka jabatan Gubernur dan Bupati atau Wali Kota dan Kepala Daerah Tingkat I atau II disatukan dalam satu jabatan yang disebut Gubernur/Kepala Daerah Tingkat I.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful