Pentingnya Ketahanan Nasional dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara.

Ketahanan Nasional merupakan kemampuan suatu bangsa dan negara untuk mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa guna dapat mencapai kesejahteraan bangsa dan melanjutkan pembangunan yang berkesinambungan. Ketahanan Nasional sangat dipengaruhi oleh Ketahanan dan Kestabilan dalam bidang: • Politik • Ekonomi • Sosial Budaya • Pertahanan Keamanan Nasional Ketahanan dan Kestabilan Politik: Iklim Politik yang mendukung terciptanya kestabilan politik sangat diperlukan dalam mencapai terwujudnya ketahanan nasional. Untuk itu diperlukan dukungan yang kuat dalam bentuk: • pemerintahan yang bersih (clean and good governance), dengan tingkat legitimasi dan kredibilitas yang tinggi. • terselenggaranya system yang transparan dan iklim demokrasi yang sehat. Ketahanan dan Kestabilan Ekonomi: • Diperlukan dukungan dalam bentuk sistem perekonomian yang kuat dan bertumpu pada ketahanan dan kemampuan bangsa sendiri, baik dalam hal sumber daya alam maupun sumber daya manusia yang berkualitas (resource based) sehingga tidak mudah goyah oleh gejolak yang bersifat internal maupun eksternal. • Kekuatan dan kestabilan sistem perekonomian dapat terbentuk dengan adanya sistem dan pelaksanaan yang baik dalam sektor moneter maupun riil dalam bentuk kebijakan moneter maupun kebijakan fiskal yang membangun. Ketahanan dan Kestabilan Sosial Budaya: Faktor-faktor yang mempengaruhi: - Nilai-nilai yang ditanamkan dan diyakini oleh masyarakat maupun system sosial – budaya yang diciptakan oleh pemerintah. - Tingkat pendidikan masyarakat, untuk terciptanya tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan faktor yang sangat penting agar masyarakat tidak rentan, memiliki daya tahan dalam menghadapi setiap gejolak serta memiliki kemampuan untuk berusaha dan bertumpu di atas kekuatan lokal dan keunggulannya sendiri. Kestabilan Pertahanan dan Keamanan Nasional (HanKamNas): • System Pertahanan dan Keamanan Nasional yang kuat dan dijalankan dengan benar, dengan keberpihakan pada kepentingan seluruh rakyat sangat penting untuk memberikan jaminan rasa aman, khususnya untuk menjalankan kegiatan perekonomian atau usaha bagi seluruh masyarakat sebagaimana telah dicanangkan dari awal berdirinya republik tercinta ini (khususnya tercantum dalam UUD ’45). • Pada akhirnya jaminan rasa aman ini akan menjamin kelancaran roda perekonomian guna mewujudkan kesejahteraan bangsa. Permasalahan yang Dihadapi dan Dampaknya pada Ketahanan Nasional Akar Permasalahan Penyebab Timbulnya Krisis dan Rentannya Ketahanan Nasional Krisis yang telah berkepanjangan di Indonesia terjadi sebagai akibat dari kombinasi dan akumulasi gejolak eksternal yang berdampak penularan (contagion effect) pada segala struktur maupun tatanan system dalam negeri. Berawal dari gejolak pasar uang yang sangat hebat berakibat pada krisis yang sangat mendalam di berbagai sektor.

Pada dasarnya krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia merupakan akibat dari: • besarnya keinginan untuk menguasai pasar global tanpa dukungan infrastruktur teknologi serta sistem manajemen (pengelolaan sumber daya) yang kuat. • cepatnya proses integrasi dunia usaha / perekonomian Indonesia ke dalam perekonomian global, tanpa pembangunan fondasi yang kokoh • lemahnya dukungan instrumen kelembagaan yang efisien serta tertata baik • kurangnya penguasaan di bidang infrastruktur teknologi industri yang tepat guna, yang mengandalkan keunggulan lokal. • lemahnya akses pada jalur informasi global. • lemahnya struktur pendanaan pada dunia usaha. • lemahnya sistem pendidikan yang belum membuat masyarakat memiliki kemampuan dan kemandirian. • lemahnya struktur industri, sehingga masih sangat tergantung pada negara lain, baik dalam hal impor bahan dasar, penguasaan teknologi maupun proses produksi. • lemahnya daya saing, karena kurangnya penguasaan yang dapat menciptakan produk unggulan. • lemahnya akses pasar global. • kurang optimalnya pemanfaatan sumber daya, (sumber daya manusia maupun sumber daya alam). • lemahnya tata pelaksanaan dan lembaga hukum. Dampak Krisis Pada Ketahanan Nasional • depresiasi Rupiah sebagai akibat dari gejolak pasar uang yang bersifat eksternal telah menciptakan suatu kondisi stagflasi dan instabilitas pada perekonomian Indonesia. • depresiasi nilai tukar rupiah yang sangat tajam berdampak pada turunnya tingkat kepercayaan pada mata uang rupiah. • penerapan tingkat suku bunga tinggi yang diharapkan dapat mengembalikan stabilitas nilai mata uang rupiah telah membuat turunnya kinerja dan bahkan tingkat likuiditas perbankan nasional sebagai akibat dari lemahnya sistem perbankan. • hal ini membuat “matinya” pergerakan sektor riil sebagai akibat dari menurunnya kegiatan dunia usaha serta investasi secara drastis. • krisis pada sektor riil telah menciptakan kepanikan pada tatanan masyarakat secara keseluruhan yang belum ditunjang oleh taraf pendidikan yang memadai, serta penguasaan akan akses jalur informasi membuat terciptanya krisis sosial. • krisis sosial telah mengakibatkan meningkatnya kriminalitas dan kerusuhan sosial. • dampak dari krisis sosial ini pada akhirnya juga telah mengakibatkan krisis kepercayaan pada pemerintahan yang ada. • krisis kepercayaan menimbulkan gejala disintegrasi di berbagai wilayah. • berbagai kerusuhan sebagai akibat dari krisis sosial telah membuat turunnya tingkat kepercayaan dari para investor, khususnya investor asing yang mengakibatkan larinya modal usaha secara besar-besaran dari dalam negeri. • meningkatnya kriminalitas yang tidak didukung oleh sistem pertahanan dan keamanan yang baik membuat masyarakat tidak merasa mendapat jaminan rasa aman untuk melakukan produktivitas mereka sehingga memperparah kondisi sektor riil.

Puncak krisis pada tahun 1998 maupun dampak krisis global sejak tahun 2008 telah mengakibatkan: - Tingginya tingkat inflasi - Tingkat pertumbuhan pendapatan nasional yang bergerak ke bilangan negatif - Defisit transaksi berjalan - Tingkat pengangguran meningkat tajam - Meningkatnya angka putus sekolah. - Meningkatnya masalah kesehatan serta menurunnya harapan hidup masyarakat. Belajar dari Krisis Belajar dari krisis yang berkepanjangan telah semakin membuktikan bahwa Ketahanan Nasional yang kuat sangat diperlukan untuk menjamin kelangsungan kesejahteraan dan pembangunan suatu bangsa dan negara. Beberapa faktor yang perlu ditingkatkan untuk memulihkan Ketahanan Nasional: • Pengembangan sumber daya yang dimiliki dalam negeri (resource based), baik sumber daya manusia maupun sumber daya alam dengan memberi perhatian jauh lebih besar pada sistem pelatihan maupun pengembangan (R&D). • Sistem pendidikan yang siap pakai dan memiliki keterkaitan dengan sektor industri yang dibutuhkan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, termasuk pengembangan sistem pendidikan yang akrab teknologi informasi dari tingkat pendidikan terendah, serta kemudahan akses pendidikan tinggi hingga ke jenjang pendidikan tinggi yang akan meningkatkan daya saing sumber daya manusia. • Penguasaan teknologi industri yang tepat guna dalam mendukung resource based industry. • Penguasaan teknologi informasi dan akses ke jalur informasi. • Struktur industri yang kuat dan menyeluruh dari hulu ke hilir, sehingga mampu mengurangi tingkat ketergantungan pada luar negeri. • Kesediaan lapangan kerja yang juga bertumpu pada sumber daya yang dimiliki (resource based). • Pelayanan Kesehatan yang baik bagi seluruh rakyat, merupakan kunci bagi berjalannya roda perekonomian maupun pembangunan nasional. • Sistem Pertahanan dan Keamanan yang berpihak pada kepentingan masyarakat banyak, yang dapat memberikan jaminan rasa aman bagi masyarakat dalam menjalankan roda perekonomian. • Sistem Pemerintahan yang efisien dan kredibel dalam menjalankan fungsinya. • Sistem perekonomian yang transparan dengan memanfaatkan jalur akses ke pasar global maupun ke seluruh sumber daya yang diperlukan secara lebih efisien (multi source). • Sistem sosial politik yang transparan dan bersih melalui pelaksanaan sistem demokrasi. • Alur Pengeluaran Pemerintah dalam bentuk subsidi yang transparan pada sektor-sektor yang tepat guna. • Peran perusahaan-perusahaan swasta yang lebih besar dalam peningkatan perekonomian Indonesia. • Sistem pendanaan dunia usaha yang tidak bertumpu pada pemilikan modal satu pihak ataupun hutang luar negeri, namun dengan memanfaatkan akses pendanaan dalam bentuk aliansi atau penyertaan modal yang akan mengurangi risiko serta kerentanaan bidang usaha terhadap gejolak. • Sistem pendistribusian dan akses pasar internasional yang lebih baik.

• Meningkatkan nilai investasi suatu negara di pasar internasional. seperti bio-teknologi yang ramah lingkungan. Arti Penting Teknologi Telekomunikasi – Informasi: • Penunjang sistem pendidikan yang sesuai bagi negara kesatuan Indonesia yang berbentuk kepulauan. • Mengurangi tingkat ketergantungan pada negara lain dengan menciptakan tingkat persamaan keberdayaan yang lebih seimbang (balance equality). Teknologi Utama penunjang industri dalam negeri yang perlu dikembangkan: • Teknologi telekomunikasi . • Teknologi penunjang industri yang bertumpu pada sumber daya yang dimiliki yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan rakyat. • Meningkatkan kesejahteraan rakyat dan memperkuat daya tahan bangsa. • Membuka kesempatan akses ke pasar global bagi komoditas unggulan Indonesia secara lebih efektif dan efisien. melalui pemanfaatan teknologi informasi dan telekomunikasi (ICT). berwawasan luas dan dinamis. • Teknologi pengolahan hasil hutan. • Memperbesar peluang implementasi sistem multi resource bagi dunia usaha / industri untuk menghilangkan dampak ekonomi biaya tinggi. • Meningkatkan keunggulan daya saing produk dan jasa yang ditawarkan di pasar global. • Membuka peluang bagi sistem pendanaan dunia usaha yang lebih efisien serta beresiko rendah (low risk).Peran IPTEK Dalam Membangun Ketahanan Nasional Penguasaan suatu bangsa akan ilmu pengetahuan dan teknologi mutlak diperlukan karena dapat: • Merupakan aset penting dalam pengembangan sektor perekonomian. untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri serta meningkatkan daya saing dan daya jual di pasar internasional. Teknologi Industri yang perlu mendapat prioritas untuk dikembangkan: • Teknologi pertanian dan peternakan yang modern dan handal. • Membangun sistem perekonomian yang efisien tanpa adanya ekonomi biaya tinggi. • Meningkatkan kualitas dan nilai sumber daya manusia di pasar tenaga kerja. . bertumpu pada sumber daya yang dimiliki (resource based). • Meningkatkan nilai usaha di masa mendatang (future value) pada pasar saham. • Mempengaruhi nilai-nilai sosial budaya masyarakat ke arah tatanan masyarakat yang lebih modern. Aspek yang perlu diperhatikan dalam pemilihan bidang penguasaan IPTEK: • Menunjang industri yang realistis. • Membangun akses pasar global yang efisien bagi setiap produk dan jasa dalam negeri.informasi. • Penunjang terlaksananya sistem informasi yang transparan dalam segala aspek bernegara. • Menjadikan informasi lebih bernilai guna bagi masyarakat. • Membangun struktur industri nasional yang kuat. • Memberikan nilai tambah yang tinggi (high added value) bagi setiap produk dan jasa yang dihasilkan. • Teknologi pengolahan minyak bumi dan gas alam.

Bangkitnya Perekonomian dan Ketahanan Nasional • Tingkat kepercayaan masyarakat pada mata uang rupiah serta pada pemerintahan mulai pulih. • Peran sektor swasta dalam mengembangkan bidang R&D serta memberikan masukan bagi kebijakan pemerintah.menurunnya tingkat laju inflasi . • Terbukanya akses ke pasar global melalui pengusaan teknologi telekomunikasi – informasi yang berkembang pesat. • Dukungan pemerintah pada pemberdayaan sektor perdagangan internasional yang efisien. Upaya Bangkit dari Krisis Tidak mudah untuk memulihkan kondisi bangsa dan negara dari krisis yang berkepanjangan. • Memanfaatkan era globalisasi sebagai momentum yang tepat untuk segera bangkit dari krisis dengan memanfaatkan akses ke pasar internasional. • Sistem / suasana yang kondusif bagi berkembangnya industri yang berdasarkan pada penguasaan teknologi. • Program pembudayaan sarana media informasi maupun pemanfaatan teknologi telekomunikasi untuk lebih memberdayakan masyarakat.informasi. termasuk iklim usaha yang kondusif. • Sistem pelaksanaan dan pengawasan yang transparan dalam segala sektor untuk menjamin kestabilan kondisi dan kehidupan berbangsa dan bernegara. seperti dalam bentuk pemberian intensif atau keringanan pajak bagi sektor swasta yang menanamkan investasi yang cukup besar di bidang R&D. penelitian dan pengembangan (R&D). baik dalam bentuk kebijakan moneter. • Terbukanya peluang yang lebih besar untuk sistem pendanaan maupun akses ke sumber daya (multi resource) yang lebih efisien serta berisiko rendah. • Ramah lingkungan.menurunnya tingkat suku bunga yang membangkitkan kembali gairah kegiatan perekonomian. Faktor penunjang implementasi IPTEK dalam membangun ketahanan nasional: • Kebijakan pemerintah yang mendukung di segala sektor. • Kebijakan-kebijakan yang menunjang tingkat pertumbuhan perekomonian serta menjamin berlangsungnya laju pembangunan dan pertumbuhan nasional. bertumpu pada sumber daya yang dimiliki serta memberi nilai tambah yang tinggi (high added value). seperti industri telekomunikasi . . • Mengurangi tingkat ekonomi biaya tinggi dalam proses produksi. Era Globalisasi dapat mempercepat upaya bangkit dari krisis karena: • Terbukanya peluang pasar yang sangat besar bagi setiap produk dan jasa dalam negeri yang memiliki keunggulan daya saing dan nilai tambah yang tinggi. fiskal maupun kebijakan sektor riil. • Kebijakan dan subsidi di bidang pendidikan yang akrab dengan teknologi informasi guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Beberapa upaya yang diperlukan untuk dapat segera bangkit dari Krisis: • Skala prioritas pada sektor-sektor maupun industri-industri tertentu yang tepat guna. •Ditandai dengan: . • Dorongan pemerintah untuk merangsang sektor swasta lebih mengembangkan sistem pelatihan.• Memberi keunggulan daya saing bagi setiap produk dan jasa yang dihasilkan.

• Meningkatkan kebijakan yang mendukung pengembangan bidang pelatihan.nilai mata uang rupiah yang berangsur relatif stabil . • Meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam bidang penguasaan IPTEK. Langkah-langkah Strategis Bisnis dalam upaya menjaga dan menjamin ketahanan nasional: • Menjaga kestabilan moneter. • Mengembangkan kebijakan yang mendukung maupun jaringan telekomunikasi informasi untuk memperluas dan mempermudah akses pasar global bagi peningkatan daya saing Indonesia. • Meningkatkan kemampuan dalam bidang penguasaan IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) yang dapat menunjang pengembangan resourced based industry.produksi. • Menciptakan iklim berusaha yang kondusif dan sistem persaingan yang sehat dalam dunia industri strategis untuk meningkatkan daya saing di pasar internasional. • Memfokuskan pengeluaran pemerintah (subsidi) pada sektor-sektor yang tepat guna. • Meningkatkan kemampuan manajemen para pelaku usaha dalam menjalankan dunia usaha. beralih dari teknologi perakitan ke teknologi manufaktur . Hal ini dapat ditunjang dengan pemberian subsidi pada sektorsektor yang tepat guna seperti sektor pendidikan. Saat ini Indonesia termasuk negara yang sangat sedikit membelanjakan pendapatannya di bidang pengembangan dan penelitian (hanya 0.tingkat pertumbuhan yang beranjak Langkah Strategis Untuk Menjamin Ketahanan Nasional Sektor-sektor yang perlu mendapat prioritas dan perhatian utama: • Sektor pendidikan yang akrab dengan teknologi informasi.. khususnya bagi para investor asing.25 % dari GNP) di bandingkan dengan negara-negara . • Menjalankan kebijakan-kebijakan yang tepat baik dalam sektor moneter. guna memperkuat industri nasional. penelitian dan pengembangan (R&D). • Membudayakan etika bisnis serta membenahi perangkat hukum dalam menjamin kepastian berusaha di Indonesia. fiskal maupun sektor riil yang menunjang pulihnya perekonomian bangsa. • Sektor Industri penunjang kesejahteraan rakyat yang bertumpu pada sumber daya yang dimiliki (resource based industry) serta penguasaan teknologi tinggi. Tingginya tingkat harapan hidup sangat diperlukan untuk menunjang produktivitas dan tingkat kemampuan masyarakat dalam menjalankan roda perekonomian bangsa. kesehatan dan penelitian maupun pengembangan infrastruktur yang berdampak langsung bagi pengingkatan kesejahteraan rakyat. guna menghindari defisit transaksi berjalan • Membuka lapangan kerja untuk mengurangi larinya tenaga kerja terampil dan berkualitas di Indonesia ke luar negeri. Langkah-langkah strategis guna mengurangi tingkat ketergantungan perekonomian Indonesia pada luar negeri: • mengembangkan resourced based industry yang memiliki keunggulan teknologi serta meningkatkan daya saing komoditas ekspor untuk mengurangi tingkat ketergantungan pada komponen impor. • Sektor Kesehatan. • Mengembangkan jaringan infrastuktur yang baik untuk menunjang pengembangan resourced based industry. khususnya pada pengembangan dan penguasaan teknologi yang tepat guna yang dapat mendukung resource based industry. • Sektor Kesejahteraan Rakyat.

2 %). karena memang tidak ada lagi penghayatan dan pembentukan karakter manusia Indonesia seutuhnya. Sepertinya krisis yg melanda saat ini termasuk krisis berupa degradasi moral yg menjadi pangkal dari segala krisis lainnya. tanpa kecuali. • Mengatur kebijakan dan peraturan yang mendukung pengembangan industri telekomunikasi – informasi serta perdagangan internasional yang efisien.5 %) dan Jepang (3. • Mengurangi tingkat ketergantungan pada hutang luar negeri dengan melakukan sistem pendanaan yang tidak bertumpu pada kepemilikan satu pihak dan yang beresiko rendah. • Membudayakan penggunaan sistem informasi untuk meningkatkan efisiensi sektor perdagangan di masyarakat. Share • • • ○ ○ ○ ○ Laporkan Tanggapi Beri Nilai TANGGAL KOMENTAR BERDASARKAN : • 24 April 2009 06:22:41 0 dulu th 70 an mata kuliah Kewiraan yang salah satu topicnya adalah Ketahanan Nasional saya rasa bagus terus menerus diajarkan dlm membentuk character bangsa ini sebelum terjun ke politik praktis Suka Balas | • 24 April 2009 09:13:41 0 Benar Oom Jay. entah itu krisis sense of belonging dari para pemangku jabatan dan wakil rakyat. . • Membuka akses penguasaan sumber daya produksi maupun pasar global yang efisien. melalui pemanfaatan teknologi informasi dan telekomunikasi (ICT) dengan harga yang terjangkau. Korea (1. khususnya masyarakat bisnis. • Menyediakan sarana-sarana informasi yang terjangkau bagi masyarakat luas. ”penggadaian aset” negara dan pengabaian kepentingan rakyat.ASEAN maupun ASIA lainnya. bagi semua lapisan. seperti Malaysia (0.70 % dari GNP).

sehingga selalu berpikir. bertindak dan berjuang untuk kepentingan. saya rasa lebih berat dari krisis di tahun 98 (dalam arti tidak hanya ditinjau dari segi krisis ekonomi. Dan krisis yg terjadi saat ini. keutuhan dan kemajuan Indonesia.Manusia2 Indonesia yg benar2 menyadari dirinya sebagai bagian dari negeri ini juga. Inipula yg sudah saya rasakan bertahun2 yg lalu. -MoraSuka Balas | Tulis Tanggapan Anda Top of Form Submit Bottom of Form Top of Form SEARCH Bottom of Form . Very welcome kalau ada yg ingin didiskusikan lebih lanjut. hingga di tahun 2000 saya rampungkan tulisan ini. Suka Balas | • 6 July 2009 17:14:56 0 aq lagi bikin bahan diskusi yang ngulas pemanfaatan SDA untuk menjaga ketahanan nasional aq sangat terbantu dengan artikel ini THx Suka Balas | • 6 July 2009 18:23:27 0 Senang bisa membantu Mbak Nuning. CU. tapi juga krisis di berbagai aspek lainnya).

ONLINE BLOGSHOP Internet & Social Media 2011 in Numbers Mentrasfer Energi Lewat Tulisan Peranan Kritik Dalam Membangun Karakter di Media Sosial Bandung FENOMENA MEDIA SOSIAL Media sosial sudah menjadi media utama. Seorang Korban Dunia Maya! winwin faizah | 13 jam yang lalu • • Selasaikan Kisruh PSSI dengan Konsultasi AFC dan FIFA Syamsuardi Dedi | 13 jam yang lalu BERITA ADMIN . Tetapi … • Pimpinan PT Sidomuncul Itu Ternyata Hanya Seorang Penipu? Bang Borneo | 4 jam yang lalu • Aksi Calon Pemain Timnas di Lapangan Mini Choirul Huda | 6 jam yang lalu • Umbaran “Brutal” Abraham Samad Armand | 9 jam yang lalu • Aku Winwin Faizah. khususnya bagi mereka yang berasal dari Generasi Internet kelahiran • • • Media Sosial itu Energinya Luar Biasa Media Sosial dan Pengembangan Karir Dunia Internet Memang Maya.

Kompasiana Dan Panggung Sandiwara INSPIRATIF BERMANFAAT MENARIK      Inilah 5 PNS dengan Nilai Kekayaan Fantastis Tradisi Tahunan Di Pulau Faroe: Pembantaian Ratusan Paus Wisata Air Terjun Terindah di Indonesia Rincian Acara KOMPASIANIVAL 2011 Pemenang Miss Universe dari Tahun 1952-2011 'Terlengkap' About Kompasiana | Terms & Conditions | Tutorial | FAQ | Contact Us | Kompasiana Toolbar © 2008 – 2011 STRATEGI PENGEMBANGAN PERBATASAN WILAYAH KEDAULATAN NKRI oleh : Eddy MT. SP. Penentuan perbatasan negara dalam banyak hal ditentukan oleh proses historis. SSi dan Nafsiah. pemanfaatan sumber daya alam. Peneliti Puslitbang Strahan Balitbang Dephan Perbatasan negara merupakan manifestasi utama kedaulatan wilayah suatu negara. Pembangunan wilayah perbatasan pada hakekatnya merupakan bagian integral dari pembangunan nasional..Enaknya Makan Laksa Bersama Mertua !! Siapa Bilang 100.000 Rupiah Tidak Bisa Menabung Investasi … Indonesia. Wilayah perbatasan mempunyai nilai strategis dalam mendukung keberhasilan pembangunan nasional.• • • • LETTER TO ADMIN »Ngariung di Kompasiana Blogshop … »Rincian Acara KOMPASIANIVAL 2011 »Pemenang “Semarak Ultah Alfamart Shop & … INDEX • • • • • TERAKTUAL Langkanya Kue Rangi Betawi Blogger Malaysia Kritik Program Pamer Prilaku Asusila … Wuuiih. Dalam konstitusi suatu negara sering dicantumkan pula penentuan batas wilayah. hal tersebut ditunjukkan oleh karakteristik kegiatan antara lain : . Sianturi. menjaga keamanan dan keutuhan wilayah. politik. hukum nasional dan internasional. Perbatasan suatu negara mempunyai peranan penting dalam penentuan batas wilayah kedaulatan.

penyelundupan barang dan jasa serta kejahatan trans nasional (transnational crimes). karena meskipun orientasi masyarakat masih terbatas pada bidang ekonomi dan sosial. maka hal inipun selain dapat menimbulkan kerawanan di bidang politik juga dapat menurunkan harkat dan martabat bangsa. • Aspek Ekonomi. ekonomi.a. Merupakan faktor pendorong bagi peningkatan kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat sekitarnya. baik skala regional maupun nasional. . perubahan batas-batas wilayah. berbangsa dan bernegara dari rakyat Indonesia. Penanganan perbatasan negara. yang mengancam kehidupan bermasyarakat. Daerah perbatasan merupakan daerah tertinggal (terbelakang) disebabkan antara lain : 1) Lokasinya yang relatif terisolir (terpencil) dengan tingkat aksesibilitas yang rendah. Ketahanan wilayah perbatasan perlu mendapatkan perhatian secara sungguh-sungguh karena kondisi tersebut akan mendukung ketahanan nasional dalam kerangka NKRI. b. pada hakekatnya merupakan bagian dari upaya perwujudan ruang wilayah nusantara sebagai satu kesatuan geografi. Oleh karena itu perlu adanya suatu metoda pembinaan ideologi Pancasila yang terusmenerus. tetapi tidak bersifat indoktrinasi dan yang paling penting adanya keteladanan dari para pemimpin bangsa. • Aspek Politik. c. Kurangnya akses pemerintah baik pusat maupun daerah ke kawasan perbatasan dapat menyebabkan masuknya pemahaman ideologi lain seperti paham komunis dan liberal kapitalis. 2001) . Situasi politik yang terjadi di negara tetangga seperti Malaysia (Serawak & Sabah) dan Philipina Selatan akan turut mempengaruhi situasi keamanan daerah perbatasan. Mempunyai dampak pentingbagi kedaulatan negara. Keamanan wilayah perbatasan mulai menjadi concern setiap pemerintah yang wilayah negaranya berbatasan langsung dengan negara lain. Kondisi tersebut berpotensi untuk mengundang ke-rawanan di bidang politik. Kehidupan sosial ekonomi di daerah perbatasan umumnya dipengaruhi oleh kegiatan di negara tetangga. Kondisi ini terbukti dari kurangnya sarana prasarana pengamanan daerah perbatasan dan aparat keamanan di perbatasan. sosial budaya dan pertahanan keamanan (Sabarno. karena tidak seiramanya antara kata dan perbuatan dari penyelenggara negara. d. Hal ini menjadi isu strategis karena penataan kawasan perbatasan terkait dengan proses nation state building terhadap kemunculan potensi konflik internal di suatu negara dan bahkan pula dengan negara lainnya (neighbourhood countries). Kesadaran akan adanya persepsi wilayah perbatasan antar negara telah mendorong para birokrat dan perumus kebijakan untuk mengembangkan suatu kajian tentang penataan wilayah perbatasan yang dilengkapi dengan perumusan sistem keamanannya. politik. Kondisi Daerah Perbatasan Saat Ini Pada umumnya daerah pebatasan belum mendapat perhatian secara proporsional. terutama apabila kehidupan ekonomi masyarakat daerah perbatasan mempunyai ketergantungan kepada perekonomian negara tetangga. Kondisi umum daerah perbatasan dapat dilihat dari aspek Pancagatra yaitu : • Aspek Ideologi. Mempunyai keterkaitan yang saling mempengaruhi dengan kegiatan yang dilaksanakan di wilayah lainnya yang berbatasan dengan wilayah maupun antar negara. Hal ini telah menyebabkan terjadinya berbagai permasalahan seperti. Pada saat ini penghayatan dan peng-amalan Pancasila sebagai ideologi negara dan falsafah hidup bangsa tidak disosialisasikan dengan gencar seperti dulu lagi. Mempunyai dampak terhadap kondisi pertahanan dan keamanan.

4) Langkanya informasi tentang pemerintah dan pembangunan masyarakat di daerah perbatasan (blank spot). Kesenjangan sosial ekonomi masyarakat daerah perbatasan dengan masyarakat negara tetangga mempengaruhi watak dan pola hidup masyarakat setempat dan berdampak negatif bagi pengamanan daerah perbatasan dan rasa nasionalisme. • Aspek Pertahanan dan Keamanan. terutama daerah yang sulit dijangkau. seperti yang ditemui pada wilayah perbatasan antara Malaysia Timur dengan Kalimantan dengan KK Sosek Malindo dan BIMP-EAGAnya. Permasalahan Yang Dihadapi Penanganan perbatasan selama ini memang belum dapat dilakukan secara optimal dan kurang terpadu. seperti lepas dari perhatian dimana penanganan masalah daerah batas negara menjadi domain pemerintah pusat saja. Masyarakat daerah perbatasan cenderung lebih cepat terpengaruh oleh budaya asing. pengawasan dan pembinaan teritorial sulit dilaksanakan dengan mantap dan efisien. masalah koordinasi yang kurang mantap dan terpadu menjadi sangat perlu untuk ditelaah lebih lanjut. Seluruh bentuk kegiatan atau aktifitas yang ada di daerah perbatasan apabila tidak dikelola dengan baik akan mempunyai dampak terhadap kondisi pertahanan dan keamanan. karena merasa tidak pernah diajak serta masyarakatnya tidak mendapat perhatian. Misalnya. Dalam hal ini. dikarenakan intensitas hubungan lebih besar dan kehidupan ekonominya sangat tergantung dengan negara tetangga. sementara mereka tidak tahu dimana batas-batas fisik negaranya ? Kenyataan di lapangan ditemukan banyak kebijakan yang tidak saling mendukung dan/atau kurang sinkron satu sama lain. serta seringkali terjadi tarik-menarik kepentingan antara berbagai pihak baik secara horizontal. • Aspek Sosial Budaya. sehingga menyebabkan rentang kendali pemerintah.2) Rendahnya tingkat pendidikan dan kesehatan masyarakat. Daerah perbatasan rawan akan persembunyian kelompok GPK. Merekapun bertanya siapa yang bertanggung jawab dalam membina masyarakat di perbatasan ? Siapa yang harus menyediakan. sebagaimana hendaknya melibatkan banyak instansi (Departemen/LPND). baik instansi terkait di tingkat pusat maupun antar instansi pusat dengan pemerintah daerah. dapat mempercepat masuk dan berkembangnya budaya asing ke dalam kehidupan masyarakat Indonesia. sehingga perlu adanya kerjasama yang terpadu antara instansi terkait dalam penanganannya. 3) Rendahnya tingkat kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat daerah perbatasan (jumlah penduduk miskin dan desa tertinggal). sektoral maupun vertikal. Pengaruh budaya asing tersebut banyak yang tidak sesuai dengan kebudayaan kita. belum terkoordinasinya pengembangan kawasan perbatasan antar negara dengan kerjasama ekonomi sub regional. di tingkat regional maupun internasional baik secara langsung dan tidak langsung. kompabilitas dan komplementaritas dengan wilayah mitranya yang ada di negara tetangga. memelihara infrastruktur di daerah perbatasan. . pemerintah daerahpun menyampaikan keluhannya. dan dapat merusak ketahanan nasional. Maka tidak jarang daerah perbatasan sebagai pintu masuk atau tempat transit pelaku kejahatan dan teroris. Lebih memprihatinkan lagi keadaan masyarakat sekitar daerah perbatasan negara. serta dengan rencana pengembangan Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (KAPET) Sanggau di Kalimantan Barat dan KAPET SASAMBA di Kalimantan Timur yang secara konseptual dan operasional perlu diarahkan dan dirancang untuk menumbuhkan daya saing. penyelundupan dan kriminal lainnya termasuk terorisme. teknologi informasi dan komunikasi terutama internet. Koordinasi dalam pengelolaan kawasan perbatasan. Akibat globalisasi dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu pesat. karena mempercepat dekulturisasi yang bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Daerah perbatasan merupakan wilayah pembinaan yang luas dengan pola penyebaran penduduk yang tidak merata.

21 Juni 2001).000-100. c) Terkait dengan beberapa upaya yang telah disepakati di dalam pengembangan kawasan perbatasan antar negara. perlindungan dan pengamanan wilayah perbatasan dan pengelolaan hutan dengan sistem tebang pilih . 315 spesies unggas dan ratusan spesies lainnya. Yamaker di perbatasan Kalimantan-Malaysia baru didasari oleh SK Menhut No. . Taman ini merupakan habitat lebih dari 70 spesies mamalia. diperlukan pertimbangan terhadap upaya percepatan pengembangan kawasan perbatasan tersebut melalui penanganan yang bersifat lintas sektor dan lintas pendanaan. Misalnya. sepanjang perbatasan dengan Sabah Malaysia. memerlukan perhatian. Depertemen Kehutanan pernah menaksir setiap bulannya sekitar 80.35 juta hektare. namun tugas yang dipikul Perhutani meliputi menata kembali wilayah perbatasan dalam rangka pelestarian sumber daya alam. komitmen dan kebijakan Pemerintah untuk memberikan prioritas yang lebih tinggi dalam pembangunan wilayah perbatasan telah mengalami reorientasi yaitu dari orientasi keamanan (security approach) menjadi orientasi kesejahteraan/pembangunan (prosperity/development approach). yang sebenarnya sangat relevan untuk dikembangkan secara integrative dan komplementatif dengan KK Sosek Malindo. kerusakan patok-patok batas juga terjadi di wilayah Kabupaten Sintang dan Kapuas Hulu. masing-masing berjumlah tiga dan lima patok (Media Indonesia.000 m3 kayu ilegal dari Kalimantan Timur dan sekitar 150. b) Penanganan KK Sosek Malindo selama ini ternyata tidak tercipta suatu keterkaitan (interface) dengan program pengembangan kawasan dan kerjasama ekonomi regional seperti BIMP-EAGA. Dengan adanya reorientasi ini diharapkan penanganan pembangunan kawasan perbatasan di Kalimantan dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa hal berikut : a) Pendekatan keamanan yang diterapkan Mabes TNI di dalam penanganan KK Sosek Malindo. 20 Mei 2001). walaupun berbeda namun diharapkan dapat saling menunjang dengan pendekatan pembangunan. Isu pengembangan daerah perbatasan lainnya secara umum diilustrasikan sebagai berikut : 1) Kaburnya garis perbatasan wilayah negara akibat rusaknya patok-patok di perbatasan Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur menyebabkan sekitar 200 hektare hutan wilayah Republik Indonesia berpindah masuk menjadi wilayah Malaysia (Media Indonesia. Contohnya. 3766/Kpts-II/1999 tanggal 27 Mei 1999. 2) Pengelolaan sumber daya alam belum terkoordinasi antar pelaku sehingga memungkinkan eksploitasi sumber daya alam yang kurang baik untuk pengembangan daerah dan masyarakat.000 m3 kayu ilegal dari Kalimantan barat masuk ke Malaysia (Kompas. Selain di Kabupaten Bengkayang. misalnya keberadaan Taman Nasional Kayan Mentarang yang terletak di Kabupaten Malinau dan Nunukan. kabupaten Bengkayang. seluas 1. kasus illegal lodging yang juga terkait dengan kerusakan patok-patok batas yang dilakukan untuk meraih keuntungan dalam penjualan kayu. khususnya di Kalimantan dengan KK Sosek Malindonya. 23 Juni 2001). di sebelah Utara Kalimantan Timur. 4) Pengelolaan kawasan lindung lintas negara belum terintegrasi dalam program kerja sama bilateral antara kedua negara. Tugas ini bersifat lintas sektoral dan lintas wilayah sehingga diperlukan dasar hukum yang lebih tinggi.Selain isu koordinasi dalam pengembangan kawasan perbatasan. 3) Kepastian hukum bagi suatu instansi dalam operasionalisasi pembangunan di wilayah perbatasan sangat diperlukan agar peran dan fungsi instansi tersebut dapat lebih efektif. Perum Perhutani yang ditugasi Pemerintah untuk mengelola HPH eks PT. Ancaman hilangnya sebagian wilayah RI di perbatasan Kalimantan Barat dengan Malaysia Timur akibat rusaknya patok batas negara setidaknya kini menjadi 21 patok yang terdapat di Kecamatan Seluas.

Berbagai negara sambil tetap mempertahankan identitas serta batas-batas teritorial negaranya. g) Mental dan professional aparat (stake holders di pusat dan daerah serta aparat keamanan di pos perbatasan). maupun pelanggaran dan eksploitasi sumber daya alam yang lintas batas negara. mereka membuka semua hambatan fisik. politik. f) Munculnya pos-pos lintas batas secara ilegal yang memperbesar terjadinya out migration. dapat dikemukakan beberapa permasalahan yang menonjol di daerah perbatasan sebagai berikut : a) Belum adanya kepastian secara lengkap garis batas laut maupun darat. Konsep saling keterkaitan dan ketergantungan dalam masyarakat internasional berpengaruh dalam bidang-bidang ideologi. 9) Adanya masalah atau gangguan hubungan bilateral antar negara yang berbatasan akibat adanya peristiwa-peristiwa baik yang terkait dengan aspek ke-amanan dan politis. Dalam era globalisasi. akses keluar (ke Malaysia) lebih mudah dibandingkan ke ibukota kecamatan/kabupaten di wilayah Kalimantan. 6) Kemiskinan akibat keterisolasian kawasan menjadi pemicu tingginya keinginan masyarakat setempat menjadi pelintas batas ke Malaysia berlatar belakang untuk memperbaiki perekonomian masyarakat mengingat tingkat perekonomian Malaysia lebih berkembang. dimana terjadi banyak pelintas batas baik dari dan ke Indonesia maupun Malaysia. 8) Tidak tercipta keterkaitan antar kluster social ekonomi baik kluster penduduk setempat maupun kluster binaan pengelolaan sumber daya alam di kawasan. Perkembangan kerjasama ASEAN diharapkan akan dapat menciptakan keterbukaan dan saling pengertian sehingga dapat dihindarkan terjadinya konflik perbatasan. kewenangan maupun program. terutama hasil hutan dan kekayaan laut. e) Eksploitasi sumber daya alam secara ilegal. baik sumber daya manusia. c) Beberapa pelanggaran hukum di wilayah perbatasan seperti penyelundupan kayu/illegal lodging. Ancaman di bidang hankam dan politis ini perlu diperhatikan mengingat kurangnya pos lintas batas legal yang disepakati oleh kedua belah pihak. 7) Kesenjangan sarana dan prasarana wilayah antar kedua wilayah negara pemicu orientasi perekonomian masyarakat. . Berdasarkan isu strategis dalam pengelolaan daerah perbatasan negara selama ini. sosial budaya dan pertahanan keamananan. baik keterkaitan ke dalam maupun dengan kluster pertumbuhan di negara tetangga. regional maupun nasional. b) Kondisi masyarakat di wilayah perbatasan masih tertinggal. dunia makin terorganisasi dan makin tergantung satu sama lain serta saling membutuhkan. “economic asset” secara ilegal. misalnya di Kalimantan Barat dengan Serawak/Sabah hanya ada 2 pos lintas batas legal dari 16 pos lintas batas yang ada.5) Kawasan perbatasan mempunyai posisi strategis yang berdampak terhadap hankam dan politis mengingat fungsinya sebagai outlet terdepan Indonesia. administrasi dan fiskal yang membatasi gerak lalu lintas barang dan orang. ekonomi. baik sumber daya alam darat maupun laut. penanganan masalah perbatasan belum dapat dilakukan secara optimal. meliputi kelembagaan. ekonomi maupun komunitasnya. d) Pengelolahan perbatasan belum optimal. tenaga kerja dan lain-lain. seperti di Kalimantan. Perkembangan Lingkungan Strategis Masalah perbatasan tidak terlepas dari perkembangan lingkungan strategis baik internasional. Hal ini didukung oleh semakin meningkatnya hubungan masyarakat perbatasan baik dari sudut sosial budaya maupun ekonomi. Dalam era reformasi dan dengan kondisi kritis yang masih berkepenjangan.

Oleh sebab itu dalam penyusunan peraturan perundang-undangan harus selalu memperhatikan dan berdasarkan tiga hal tersebut di atas. Sedangkan kelemahannya dapat terjadi pengambil-alihan sektor. Bentuk ini mempunyai kelebihan dan penyelesaian masalah lebih terpadu dan hasilnya lebih maksimal. Dalam penanganan masalah perbatasan agar dapat berjalan secara optimal perlu dibentuk lembaga yang dapat berbentuk : Forum/setingkatDewan dengan keanggotaan terdiri dari pimpinan Institusi terkait. Dengan kejelasan batas-batas tersebut akan memperjelas kedaulatan fisik wilayah negara RI. . baik antar negara maupun antar daerah. perdamaian abadi dan keadilan sosial. Penataan batas seperti yang telah diuraikan di atas berupa batas fisik baik batas alamiah ataupun buatan. yaitu: 1) Politik Pemerintahan Indonesia untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dalam wadah NKRI. 2) Join Border Committee RI-PNG (JBC) diketuai oleh Menteri Dalam Negeri. 2) Pelaksanaan otonomi daerah yang bertujuan untuk memajukan kesejahteraan umum. Penataan batas negara dalam upaya memperkokoh keutuhan integritas NKRI. dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Konsepsi peng-elolaan perbatasan negara merupakan “titik temu” dari tiga hal penting yang harus saling bersinergi.Strategi Pengembangan Daerah Perbatasan Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. Dewan dibantu oleh sekretariat Dewan. seperti masalah kependudukan. keanggotaan se-ring berganti-ganti. terutama masyarakat di daerah-daerah. Penyusunan program secara integral dan komprahensif dalam hal ini melibatkan sektor-sektor yang terkait dalam masalah penanganan perbatasan. karena didukung oleh instansi terkait. 3) Join Border Committee RI-UNTAET (Timtim) diketuai oleh Dirjen Pemerintah Umum Departemen Dalam Negeri. Pembentukan Kelembagaan Khusus menangani Masalah Perbatasan. Dalam menjaga kedaulatan Negara dan keamanan. Mewujudkan sabuk pengaman (koridor). konservasi sumber daya alam. sehingga kurang terjadi adanya kesinambungan kegiatan. Persoalan pengelolaan perbatasan negara sangat kompleks dan urgensinya terhadap integritas negara kesatuan RI. Pengelolaan perbatasan antar negara masih bersifat sementara (ad-hoc) dengan leading sektor dari berbagai instansi terkait. Pada saat ini. Penyusunan Program Secara Komprehensif dan Integral.sehingga perlu perhatian penuh pemerintah terhadap penanganan hal-hal yang terkait dengan masalah perbatasan. 3) Politik luar negeri yang bebas-aktif dalam rangka mewujudkan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. sehingga kebijakan yang ditetapkan kurang didukung oleh sektor terkait. Sedangkan kelemahannya tidak operasional. hasil kebijakannya bersifat operasional dan personil terdiri dari sumber daya manusia yang sesuai dengan bidang kerjanya. Bentuk ini mempunyai kelebihan bersifat otonom. lembaga-lembaga yang menangani masalah perbatasan antar negara tetangga adalah: 1) General Border Committee RI-PNG diketuai oleh Panglima TNI. ke-amanan. Untuk lebih mewujudkan keamanan negara RI Khususnya di wilayah perbatasan dengan negara tetangga perlu diciptakan sabuk pengaman yang berfungsi sebagai sarana kontrol dimulai dari titik koordinat ke arah tertentu sepanjang perbatasan. kesehatan. Badan (LPND) yang mandiri terlepas dari institusi lain dan langsung di bawah presiden. lalu lintas barang/perdagangan. 4) Join Commisison Meeting RI – Malaysia (JCM) diketuai oleh Departemen Luar Negeri yang sifatnya kerjasama bilateral.

Di wilayah darat. Jumlah pulau 17. Sumber daya manusia merupakan salah satu faktor penting dalam peningkatan ketahanan di daerah perbatasan. Philipina.Thailand. b. berbatasan dengan 10 negara (India. Hal-hal penting yang berkaitan dengan letak geografi antara lain : Di wilayah laut.PNG dan Timor Lorosae). Sistem Keamanan Perbatasan Sistem keamanan perbatasan dapat dijelaskan sebagai berikut : a. Menghidupkan peran lembaga keungan mikro dalam peningkatan pertumbuhan perekonomian.791 Km.7 juta Km lautan 5. ietnam. Sedangkan bentuk usaha percepatan pertumbuhan perekonomian perbatasan yang berbasis kerakyatan antara lain: Penguatan kapasitas kelembagaan masyarakat adat/kelompok-kelompok swadaya masyarakt yang sudak ada. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam usaha pertumbuhan perekonomian perbatasan yang berbasis kerakyatan antara lain: 1) Potensi sumber daya alam setempat 2) Kelompok swadaya masyarakat. letak geografi Indonesia sangat strategis. Identifikasi potensi dan pengembangan sektor-sektor unggulan di daerah perbatasan. Pemberdayaan. Singapura.508. panjang pantai 80. pendam-pingan dan penguatan peran serta perempuan dalam kegiatan perekonomian atau sosial. berbatasan dengan 3 negara (Malaysia. Pengembangan wawasan kebangsaan masyarakat di kawasan perbatasan. luas wilayah termasuk ZEE 7. PNG.Malaysia.8 juta Km. Sumber kekayaan alam di perbatasan perlu mendapatkan pe-ngamanan/perhatian serius yang meliputi : 1) Potensi pertambangan umum/migas 2) Potensi kehutanan 3) Potensi kehutanan/perkebunan 4) Potensi perikanan KETAHANAN NASIONAL BAB-I PENDAHULUAN 1. Oleh sebab itu perlu adanya peningkatan taraf hidup masyarakat di daerah perbatasan. Perbandingan luas wilayah darat dan laut adalah 1 : 3.Timor Lorosae).Pembangunan Ekonomi dan Percepatan Pertumbuhan Perekonomian Perbatasan Berbasis Kerakyatan. Australia. Kualitas sumber daya manusia ataupun tingkat kesejahteraan yang rendah akan mengakibatkan kerawanan terutama dalam hal yang menyangkut masalah sosial dan pada gilirannya dapat mengganggu stabilitas nasional secara keseluruhan. Faktor-faktor yang berpengaruh dalam penataan sistem ke-amanan perbatasan Indonesia dengan negara tetangga antara lain adalah Geografi. Palau. karena berada di jalur perdagangan internasional. Umum .

sejarah dan kondisi sosial budaya untuk mengejawantahkan segala dorongan dan rangsangan didalam usaha pencapaian aspirasi bangsa dan kepentingan serta tujuan-tujuan nasional. Cita-cita yang dicetuskan dalam rangka pembentukan negara kesatuan Republik Indonesia itu dirumuskan dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. d. yaitu untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum. pada hakekatnya merupakan produk perjuangan generasi sebelumnya yang dicapainya secara bertahap. kemampuan. c. Dalam usaha mencapai kepentingan. Adapun kekuatan. tujuan dan cita-cita nasional. ancaman. b. Bangsa Indonesia dalam penyelenggaraan kehidupan negara yang dijiwai oleh cita-cita nasional telah terjadi interaksi yang dinamis tentang diri dan lingkungannya.keuletan dan daya tahan tersebut dinamakan Ketahanan Nasional. perdamaian abadi dan keadilan sosial berdasarkan Pancasila. bangsa Indonesia dihadapkan pada tantangan. hambatan dan gangguan yang harus ditanggulangi. Tingkat kemajuan suatu bangsa dalam mewujudkan citacitanya. Wawasan Nusantara adalah pandangan hidup bangsa Indonesia dalam memanfaatkan konstelasi geografi Indonesia. memiliki cara pandang. daya tahan dan keuletan yang handal yang berpedoman pada Wawasan Nusantara. . wawasan nasional atau pandangan hidup yang disebutnya Wawasan Nusantara. ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. Oleh karena itu untuk menghadapi hal tersebut bangsa Indonesia harus mempunyai kekuatan. kemampuan. berlanjut dan berkesinambungan dengan pola yang sesuai situasi dan kondisi pada zamannya. Proklamasi kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945 telah mengantar bangsa Indonesia kealam kemerdekaan dengan membentuk negara kesatuan Republik Indonesia yang berlandaskan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945.a.

2. didalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan. Evaluasi. e. Penutup. yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional. Konsepsi Gatra demi Gatra. Ketahanan Nasional Indonesia merupakan kondisi dinamik bangsa Indonesia yang berisi keuletan dan ketangguhan. b. Maksud. hubungan antar gatra dan kaitannya dengan pembangunan nasional. Pengertian. yang disusun dengan tata urut sebagai berikut: a. Maksud dan Tujuan 1. yang langsung mapun tidak langsung . d. g. h. f. Agar para Perwira Siswa memahami faktor-faktor statis dan dinamis dalam Tahnas serta mampu menganalisis dan menerapkan dalam pelaksanaan tugas. Konsepsi Dasar Tannas Indonesia. Sebagai bahan ajaran bagi para Perwira Siswa Pendidikan Reguler Seskoad dalam mengikuti pendidikan. 3. hambatan serta gangguan baik yang datang dari luar mapun dari dalam. Konsepsi hubungan antar Gatra. Pendahuluan.delapan gatra. c. Pembahasan pelajaran ini meliputi uraian tentang konsepsi dasar Tahnas. BAB-II KONSEP DASAR KETAHANAN NASIONAL INDONESIA 4. Pola Umum Operasional Tannas Indonesia. Tujuan. Ketahanan Nasional dan Pembangunan Nasional. ancaman. Ruang Lingkup dan Tata Urut. 2.

5. Sedangkan keamanan adalah kemampuan bangsa melindungi nilai-nilai nasionalnya terhadap ancaman dari luar maupun dari dalam. 6. daerah dan nasional. untuk dapat menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara dalam mencapai tujuan nasional. Hakekat Ketahanan Nasional Indonesia adalah keuletan dan ketangguhan bangsa yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional. a. Hakekat Tahnas dan Konsepsi Tahnas Indonesia. rohaniah dan jasmaniah. Konsepsi Tahnas. Suatu kondisi kehidupan yang dibina secara dini terus menerus dan sinergik. keluarga. Dalam pengertian tersebut. Kesejahteraan dapat digambarkan sebagai kemampuan bangsa dalam menumbuhkan dan mengembangkan nilai-nilai nasionalnya. Proses berkelanjutan untuk mewujudkan kondisi tersebut dilakukan berdasarkan pemikiran geostrategi berupa suatu konsepsi yang dirancang dan dirumuskan dengan memperhatikan kondisi bangsa dan konstelasi geografi Indonesia. Konsepsi Tahnas Indonesia adalah konsepsi pengembangan kekuatan nasional melalui pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan yang seimbang. ketahanan nasional adalah kondisi kehidupan nasional yang harus diwujudkan. dengan pendekatan kesejahteraan dan keamanan. lingkungan. demi sebesar-besar kemakmuran yang adil dan merata. Konsepsi tersebut dinamakan konsepsi ketahanan nasional Indonesia. kelangsungan hidup bangsa dan negara Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 45 serta perjuangan mengejar tujuan perjuangan nasional Indonesia. indentitas. Dengan kata lain. mulai dari pribadi. bermodalkan keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional. konsepsi Tahnas Indonesia merupakan pedoman (sarana) untuk meningkatkan (metoda) keuletan dan ketangguhan bangsa yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional. UUD 1945 dan Wawasan Nusantara. serasi dan selaras dalam seluruh aspek kehidupan secara utuh dan menyeluruh dan terpadu berlandaskan Pancasila. .membahayakan integritas.

Sebaliknya memberikan prioritas pada keamanan tidak boleh mengabaikan kesejahteraan. berbangsa dan bernegara. Asas Ketahanan Nasional Indonesia adalah tata laku yang didasari nilai-nilai yang tersusun berlandaskan Pancasila. 7. baik sebagai perorangan maupun kelompok dalam kehidupan bermasyarakat. serasi dan selaras dari seluruh aspek kehidupan bermasyarakat. berdampingan pada kondisi apapun. Asas Kesejahteraan dan Keamanan. Dalam kehidupan nasional tingkat kesejahteraan dan keamanan nasional yang dicapai merupakan tolok ukur ketahanan nasional. tetapi tidak berarti mengabaikan keamanan. Dalam realisasinya kondisi kesejahteraan dan keamanan dapat dicapai dengan menitikberatkan pada kesejahteraan. sehingga dengan demikian kesejahteraan dan keamanan merupakan nilai intrinsik yang ada pada sistem kehidupan nasional itu sendiri. berbangsa dan bernegara. Dengan demikian kesejahteraan dan keamanan merupakan asas dalam system kehidupan nasional. Kesejahteraan dan keamanan dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan dan merupakan kebutuhan manusia yang mendasar serta esensial. Tanpa kesejahteraan dan keamanan sistem kehidupan nasional tidak akan dapat berlangsung. UUD 1945 dan Wawasan Nusantara yang terdiri dari : a. Dengan demikian ketahanan nasional mencakup ketahanan segenap aspek . b.b. serasi dan selaras dalam seluruh aspek kehidupan nasional. Baik kesejahteraan maupun keamanan harus selalu ada. Hakekat konsepsi ketahanan nasional Indonesia adalah pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan secara seimbang. Asas-asas Ketahanan Nasional Indonesia. Sistem kehidupan nasional mencakup segenap aspek kehidupan bangsa secara utuh menyeluruh dan terpadu dalam bentuk perwujudan persatuan dan perpaduan yang seimbang. Asas Komprehensif Integral atau menyeluruh Terpadu.

Ketahanan Nasional (Tahnas) Indonesia sebagai Kondisi Dinamik Bangsa Indonesia memiliki sifat-sifat : a. serta dijaga agar tidak berkembang menjadi konflik yang bersifat antagonistik yang saling menghancurkan. sebagai hasil pandangan yang bersifat manunggal tersebut mewujudkan kewibawaan nasional yang akan diperhitungkan oleh pihak lain sehingga merupakan daya tangkal (deterrent). Asas Kekeluargaan. yaitu Ketahanan Nasional terutama diarahkan kepada diri bangsa dan negara itu sendiri. kearifan. gotong royong. Asas kekeluargaan mengandung keadilan. Sifat. 8. berbangsa dan bernegara. yaitu Ketahanan Nasional. yaitu memilki sifat integratif yang diartikan terwujud kesatuan dan perpaduan yang seimbang. serasi dan selaras seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. dalam memelihara hubungan internasional.kehidupan bangsa secara utuh. Makin tinggi tingkat kewibawaan makin besar daya tangkal tersebut. karena Ketahanan Nasional bertujuan mewujudkan hakekat dan sifat nasionalnya sendiri dengan kemandirian. memberikan dampak keluar yang memiliki unsur daya saing. Kewibawaan. Dinamis. kesetaraan. c. b. Mawas Kedalam. d. kebersamaan. menyeluruh dan terpadu (komprehensif integral). yaitu tingkatan Ketahanan Nasional suatu negara tidak tetap melainkan dapat meningkat dan menurun tergantung pada situasi dan kondisi bangsa dan . Dalam asas ini diakui adanya perbedaan dan perbedaan tersebut harus dikembangkan secara serasi dalam hubungan kemitraan. Manunggal. Sikap mawas kedalam. tenggang rasa dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat. c. Hal ini tidak berarti bahwa ketahanan nasional menganut isolasi atau nasionalisme sempit.

hakekat tantangan dan ancaman. bangsa dan negara Indonesia. Konsepsi adu kekuasaan dan adu kekuatan bertumpu pada kekuatan fisik. yaitu : a. c. b. Kebijaksanaan Umum. diperlukan apresiasi yang tepat. seperti kekuatan moral yang ada pada suatu bangsa. Konsepsi Tahnas Indonesia yang berpedoman pada Wawasan Nusantara pada hakekatnya merupakan konsepsi pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan didalam kehidupan nasional. Karena itu. Setiap aspek kehidupan nasional (Gatra) harus dilihat sebagai sumber kekuatan nasional. serta berorientasi pada tujuan nasional. Pengaturan dan penyelenggaraan aspek-aspek kehidupan nasional menggunakan pendekatan kesejahteraan dan keamanan. d. Pengaturan dan penyelenggaraan aspek-aspek kehidupan dilaksanakan berdasarkan kondisi riil.negara itu sendiri. 9. Menitik Beratkan Konsultasi dan Saling Menghargai Ketahanan Nasional tidak mendahulukan sikap adu kekuasaan dan adu kekuatan. Pada dasarnya Konsepsi Tahnas (Indonesia) memberikan umpan balik pada Pola Operatif pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan didalam kehidupan nasional. Pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan yang hendak dicapai untuk mewujudkan Tahnas Indonesia dapat digambarkan sebagai kemampuan Bangsa dan Negara Indonesia untuk menumbuhkan dan mengembangkan nilai-nilai Pancasila . Ini sesuai dengan pengertian bahwa segala sesuatu didunia ini senantiasa berubah dan bahwa perubahan itu sendiri berubah. Pengaturan dan penyelenggaraan aspek-aspek kehidupan nasional (Gatra) dilaksanakan secara utuh menyeluruh (komprehensif-integral). e. sedangkan Ketahanan Nasional tidak mengutamakan kekuatan fisik tetapi memanfaatkan daya dan kekuatan lain.

Dari data tentang letak geografi Indonesia dapat memberikan gambaran tentang bentuk kedalam dan bentuk keluar. 10. Negara Indonesia sebagai wadah bangsa Indonesia dengan batas-batas nasionalnya. Jelaskan bagaimana pola operatif pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan didalam kehidupan nasional kita ? BAB III KONSEPSI GATRA DEMI GATRA 11.dan UUD 45. wujud dan tata susunan dan bentuk keluar dapat diketahui situasi dan kondisi lingkungan serta hubungan timbal balik antara negara dan lingkungannya. Sedang pengaturan dan penyelenggaraan keamanan yang mewujudkan Tannas Indonesia dapat digambarkan sebagai kemampuan untuk melindungi nilai-nilai itu terhadap ancaman dari dalam maupun dari luar. 1. Evaluasi. Apa yang saudara ketahui tentang konsepsi Ketahanan Nasional Indonesia ? b. Gatra Geografi. memberikan ciri bagi bangsa Indonesia. Apa yang dimaksud dari asas kesejahteraan dan keamanan ? c. Bentuk kedalam menampakkan corak. . Apa yang saudara ketahui tentang sifat mawas kedalam dari Tannas Indonesia sebagai kondisi dinamik bangsa ? 4. Jelaskan apa yang dimaksud tentang sifat menitik beratkan konsultansi dan saling menghargai ? e.

Negara Republik Indonesia merupakan Negara Kesatuan yang berbentuk kepulauan. . 2) Posisi Astronomis. berdasar TAP MPR No. IV Tahun 1973 ialah + 7. politik. Namun posisi yang semacam ini memiliki kerawanannya. lalulintas. Karena letaknya didaerah tropis. 3) Posisi Perbatasan. sosial dan ekonomi. Disebelah Timur Wilayah Indonesia berbatasan dengan wilayah Papua Nugini.4 juta km2. Iklim. 5. komunikasi. tetapi juga dalam arti transportasi. Iklim tersebut berpengaruh terhadap perikehidupan ekonomi. Singapura. Indonesia menempati dan memiliki posisi silang bukannya dalam arti geografi.a. Australia dan Timor Leste sedangkan disebelah utara berbatasan dengan wilayah India (Nikobar). Indonesia terletak diantara 95 o dan 141o Bujur Timur serta antara 6 o Lintang Utara dan 11 o Lintang Selatan : Indonesia berada di daerah tropik.534 buah pulau. sosial. maka iklim Indonesia panas dan lembab.919. Luas wilayah perairan meliputi + 5. demografi dan militer. Malaysia. Perbandingan luas wilayah daratan dan wilayah lautan ialah 1 : 3. Geografi sebagai Faktor Statis 1) Topografi. karena “terbuka” kesegala pejuru dan dapat di “dekati” dari segenap penjuru pulau. terdiri dari + 17. Posisi yang demikian ini memberikan kepada Indonesia kedudukan dan peranan yang penting sekali dalam persoalan-persoalan dalam negeri maupun luar negeri.170 km2 . Philipina dan Vietnam. ideologi dan politik.3 Juta km2 Wilayah daratan Republik Indonesia sekarang adalah 1. Tumbuh-tumbuhan dan hutan– hutan hidup subur. 4) Posisi Silang. budaya dan juga terhadap pertahanan dan keamanan. Luas seluruh wilayah Republik Indonesia.

Ia tidak apriori menolak barang baru. Indonesia mempunyai potensi sumber-sumber alam yang kaya terutama bahan-bahan vital dan strategis seperti minyak bumi. aliran.6) Sumber-sumber Kekayaan Alam. Inggris dan penjajahan seluruh wilayah Indonesia oleh bangsa Belanda dan Jepang. Tata hidup sosial budaya Bangsa Indonesia berlandaskan kepribadian nasional yang melalui proses seleksi menerima unsur-unsur sosial budaya dari luar. budaya namun sifat persatuan dan kesatuan seperti dalam motto “Bhineka Tunggal Ika” tetap tercermin. 3) Sejarah. karet dan lain-lain. yang menjadi satu keselarasan baru yang serasi tanpa menghilangkan ciri-ciri aslinya. Di Indonesia unsur-unsur agama dan budaya (HinduBudha-Islam-Khatolik-Protestan dan aliran kepercayaan lainnya) dapat hidup rukun berdampingan secara harmonis. Betapapun perbedaan adat istiadat. toleran dan mempunyai rasa kekeluargaan dan persaudaraan. b. Bangsa Indonesia merupakan hasil daripada perpaduan budaya antara penduduk asli dengan bangsa-bangsa pendatang dari Asia dan Eropa melalui proses sejarah yang berabad-abad lamanya. . bahasa. kepercayaan dan pengetahuan. timah. Sejarah bangsa Indonesia sejak abad ke 16 merupakan rangkaian perjuangan melawan penjajahan dan penindasan. 4) Mental Psikologi. telah membuktikan betapa besar semangat perjuangan bangsa Indonesia terhadap setiap dominasi asing. Geografi sebagai Faktor Dinamis 1) Etnologi. 2) Sosial Budaya. watak dan perangai bangsa Indonesia yang reseptif terhadap macam-macam faham. Unsur-unsur diatas membentuk sifat. Perlawanan yang terus menerus terhadap penjajahan lokal oleh bangsa Portugis. bauksit.

anti kolonialisme dan anti imperialisme dalam segala bentuk dan manifestasinya dari manapun datangnya. Diperlukan sarana yang kuat untuk melindungi lalu lintas laut. Pancasila tetap dapat memancarkan hikmah dan keramatnya. timah. Indonesia menjalankan politik luar negeri yang bebas aktif. Ia menjiwai setiap bentuk tata laku dan perilaku bangsa Indonesia. 6) Politik. 7) Ekonomi. ancaman.5) Ideologi. pandangan hidup. Sumber-sumber alam seperti minyak bumi. perak. laut maupun jaring-jaring telekomunikasi radio dan sarana perhubungan dalam dan luar negeri menyangkut kepentingan strategi dan taktik. Namun demikian . Pancasila merupakan dasar falsafah Negara dan bangsa Indonesia dan sekaligus merupakan alat pemersatu. tujuan hidup dan cara hidup Bangsa Indonesia. gangguan dan tantangan dari luar dan dalam lalu-lintas internasional melintasi laut dan udara. udara dan daratan dari hambatan. Politik dalam negeri dan politik luar negeri Indonesia berlandaskan falsafah Pancasila. biji besi. Hal ini memberi kemungkinan kepada Indonesia untuk memainkan peranan sebagai pengawas dan pengatur lalu-lintas tersebut sesuai dengan kepentingan nasionalnya. UUD 1945 untuk mencapai tujuan nasional bangsa Indonesia. bauksit. batubara. Penyebaran penduduk yang tidak merata dan pertumbuhan penduduk Indonesia cukup tinggi merupakan suatu kerawanan. Perhubungan darat. 8) Komunikasi. pegangan hidup. 9) Demografi. nikel. Pemindahan penduduk dalam rangka transmigrasi maupun pemindahan pasukan beserta logistiknya sangat memerlukan sarana tersebut. tembaga dan lain-lainnya merupakan sumber kekayaan bangsa Indonesia. emas. Samudera Indonesia. Sejak dijadikan dasar negara pada tanggal 18 Agustus 1945 hingga sekarang.

Batas-batas landas kontinen Indonesia yang telah disetujui antara negara tetangga. yang berdasar pada: a. Hal ini sesuai dengan “Charter of Economic Rights and Duties Of States” PBB. TAP MPR NO. . meliputi hak memiliki. sehingga pemanfaatannya memerlukan berbagai pertimbangan. Tahun 1960 tentang perairan Indonesia. Faktor-faktor yang Mempengaruhi 1) Lokasi sumber kekayaan alam tidak merata diseluruh Nusantara dan tidak ada kaitannya dengan distribusi penduduk Indonesia. a. yang menyatakan bahwa setiap negara memiliki dan berhak menjalankan kedaulatan secara penuh. menggunakan dan mengusahakan atas seluruh kekayaan alamnya. Zone Ekonomi Ekslusif Indonesia 200 mil laut diukur dari garis-garis pangkal laut. Konsep penguasaan oleh negara tersebut tidak berarti. c. bahwa warga negara Republik Indonesia tidak boleh mengusahakan serta memanfaatkan kekayaan alam yang ada. 12. Kekayaan alam Indonesia adalah segala sumber dan potensi alam diatas permukaan serta didalam bumi dan laut yang berada diwilayah kekuasaan/juridiksi Negara Republik Indonesia. Gatra Kekayaan Alam. Sumber-sumber kekayaan alam sebagai karunia Tuhan adalah untuk memberi kehidupan kepada mahluknya dan kekayaan wilayah Nusantara baik potensial maupun efektif adalah modal dan milik bersama bangsa untuk memenuhui keperluan hidup sehari-hari bangsa Indonesia. Tujuan pengelolaan kekayaan alam adalah untuk memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya dari segenap potensi sumber alam yang tersedia untuk meningkatkan kesejahteraan dan keamanan Bangsa dan Rakyat Indonesia berlandaskan Wawasan Nusantara. yaitu jalur diluar laut wilayah Indonesia sebagaimana ditetapkan berdasarkan UU No 4 Prp. bahwa bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Pasal 33 ayat (3) UUD-45 beserta penjelasannya menetapkan.bila dapat dikelola dengan baik merupakan suatu potensi bagi bangsa Indonesia. b. IV Tahun 1973.

tenaga nuklir serta energi non konvensional seperti biogas. serta mendapatkan harga yang sebaik mungkin.2) Sifat kekayaan alam saling bergantung dan mempengaruhi. sehingga pemanfaatannya memerlukan pertimbangan secara teknis. seperti batu bara. terarah dan bijaksana serta memetingkan manfaat untuk rakyat banyak daripada segolongan kecil masyarakat atau pribadi. 2) Dalam hubungan pemanfaatan kekayaan alam sebagai komoditi ekspor harus didasarkan pada prinsip peningkatan kesempatan kerja dengan mengolah bahan mentah menjadi barang setengah jadi dan barang jadi. pengetahuan dan teknologi serta tenaga yang terampil. Dalam keadaan kemampuan nasional masih terbatas maka dapat dilakukan kerjasama dengan perusahaan asing. dilakukan dengan cara-cara yang tidak merusak tata lingkungan hidup manusia dengan memperhitungkan kebutuhan generasi yang akan datang. 4) Melindungi serta mengolah sumber kekayaan alam dengan cara tepat. Kebijaksanaan dan Strategi 1. sosial dan lingkungan. 3) Untuk dapat memanfaatkan kekayaan alam secara optimal diperlukan modal. 3) Pengembangan kekayaan alam sebagai sumber energi harus menghemat pemakaian sumber minyak dan gas bumi. . tenaga angin dan tenaga surya. tenaga air. ekonomi. b. Pengelolaan dan pemanfaatan kekayaan Indonesia pada dasarnya adalah oleh dan untuk Bangsa Indonesia. tenaga panas bumi. dan menggantikannya dengan sumbersumber non minyak. biomas. dengan syarat yang paling menguntungkan bagi kepentingan nasional.

ilmu pengetahuan serta teknologi yang tepat guna. 4. politik. . Membangun kemampuan nasional untuk tersedianya : Pembentukan dana yang cukup. Gatra Penduduk. “Penduduk” diartikan sebagai : manusia ( orang seorang maupun kelompok) yang mendiami atau bertempat tinggal disuatu tempat wilayah. ekonomi. c) Membuat perencanaan jangka panjang dengan cara pendekatan yang komprehensif integral serta dituangkan kedalam bentuk program pelaksanaan yang serasi. b) Menyusun kebijaksanaan dan peraturan tentang penggunaan yang efisien dan memberikan kemanfaatan. Penduduk dari suatu daerah propinsi atau negara Indonesia dapat dilihat dari struktur. tenaga kerja terlatih. mutu jenis dan penyebaran kekayaan alam untuk mengetahui potensi riil yang dapat dimanfaatkan. 13. e) Membina kesadaran nasional untuk pemanfaatan. Analisa kependudukan berkaitan dengan masalah sosial. perimbangan dan persebaran. lestari dan daya saing. komposisi.5) Untuk dapat mengolah serta memanfaatkan sumber kekayaan alam berdasar asas maksimal. karakteristik dan komposisi serta faktor penyebab perubahannya. serta aparat negara yang berkesadaran nasional. kesejahteraan dan keamanan. maupun keamanan dan ketahanan nasional sebagai akibat dari perubahan jumlah. maka perlu : a) Melakukan inventarisasi tentang jumlah. kelestarian kekayaan alam dan penggarapan secara tersinkronisasi dan terintegrasi oleh berbagai pihak guna pencapaian hasil yang maksimal.

dan migrasi. yaitu : . b) Bila tingkat fertilitas dan mortalitas sama-sama rendah. Variable fertilitas dan mortalitas sangat dipengaruhi oleh kemajuan ilmu pengetahuan yang telah berhasil menemukan berbagai obat untuk pemberantasan penyakit telah menyebabkan turunnya tingkat mortalitas. 3) Masalah Kependudukan di Indonesia dewasa ini pada dasarnya dapat digolongkan menjadi dua hal. c) Bila fertilitas tinggi sedangkan mortalitas menurun dengan cepat dan atau rendah. Faktor-faktor yang mempengaruhi 1) Jumlah dan komposisi penduduk setiap saat dapat berubah disebabkan karena fertilitas. maka jumlah dan komposisi penduduk akan mengalami perubahan yang pesat. d) Bila fertilitas rendah sedangkan mortalitas tinggi. 2) Jumlah dan komposisi penduduk dipengaruhui oleh bekerjanya variable demografis. maka jumlah dan komposisi penduduk juga akan mengalami perubahan besar (namun hal ini jarang terjadi). mortalitas. Tiap variable juga dipengaruh oleh faktor-faktor lain.a. maka jumlah dan komposisi penduduk akan sangat lamban perubahannya. maka jumlah dan komposisi penduduk juga tidak banyak mengalami perubahan. Pengaruh fertilitas dan mortalitas terdapat perubahan jumlah dan komposisi penduduk dapat bersifat sebagai berikut : a) Tingkat fertilitas dan mortalitas sama-sama tinggi.

b. politik dan keamanan. . maka tiap tahun peduduk yang termasuk golongan umur sekolah dan golongan pencari kerja juga terus meningkat. ekonomi. politik dan keamanan tidak segera diratakan keseluruh pelosok Nusantara niscaya sebagian besar arus migrasi akan tetap menuju ke Jawa. Masalah Kependudukan yang dihadapi Indonesia sejak awal abad ke 20 yang lalu bila dihubungkan dengan aspek Ketahanan Nasional dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Laju pertambahan penduduk dapat mempunyai arti positif bila dikaitkan dengan tersedianya tenaga kerja dan juga tersedianya angkatan kerja dan hal ini berarti memperkuat Ketahanan Nasional. b) Persebaran penduduk di Indonesia yang sudah sejak dahulu kala memang tidak berimbang. 1. Laju pertambahan penduduk yang lebih pesat dari pertumbuhan ekonomi akan membawa konsekwensi sosial ekonomis. Penciptaan dan perluasan lapangan kerja yang dapat memenuhi dan mencukupi kebutuhan hidup para pekerja dan keluarganya. Kebijaksanaan dan Strategi. Pembalikan arus migrasi ke luar Jawa hanya terjadi bilamana pemerataan hasil pembangunan keseluruh pelosok Nusantara dapat terlaksana. pusat pelayanan dan pembangunan wilayah secara keseluruhan. Kebijaksanaan.a) Laju pertambahan penduduk Indonesia yang pesat terjadi sejak awal abad ke 20 yang lalu. Peningkatan usaha transmigrasi yang terpadu dengan usaha pengembangan pusat pertumbuhan. Peningkatan pelayanan kesehatan dan perbaikan gizi bagi seluruh penduduk serta program Keluaraga Berencana merupakan suatu bentuk pelaksanaan kebijaksanaan pemerintah dibidang kesehatan. Bilamana tingkat kemajuan sosial. Hal ini disebabkan menurunnya tingkat fertilitas.

ancaman. Persatuan Indonesia. hambatan serta gangguan yang datang dari luar maupun dari dalam. yaitu : Ketuhanan Yang Maha Esa. Pembangunan kesejahteraan dan keamanan harus diimbangi dengan pengaturan pertumbuhan serta persebaran jumlah penduduk secara serasi. Kelima nilai ini merupakan kesatuan yang bulat dan utuh karena masing-masing nilai tidak dapat dipahami dan diberi arti secara terpisah dari keseluruhan nilai lainnya. 14. yang langsung maupun tidak langsung membahayakan kelangsungan hidup ideologi bangsa dan negara Republik Indonesia. Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara Indonesia memiliki 5 (lima) unsur yaitu sila-sila sebagaimana dirumuskan dalam pembukaan Undang-undang dasar 1945. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Nilai Ketuhanan Yang Maha Esa tidak identik dengan agama tetapi berkaitan dengannya. Pengaturan laju pertumbuhan penduduk yang dirumuskan dalam kebijaksanaan kependudukan yang menyeluruh dan terpadu. Ketahanan dibidang Ideologi. baik sebagai perseorangan maupun sebagai anggota masyarakat. Gatra Ideologi. Kemanusian yang adil dan beradab. a. Keampuhan suatu ideologi bergantung kepada rangkaian nilai yang dikandungnya yang dapat memenuhi serta menjamin segala aspirasi hidup dan kehidupan manusia. Dalam ideologi juga terkandung konsep dasar tentang kehidupan yang dicita-citakan oleh suatu bangsa. Ideologi adalah suatu sistem nilai yang merupakan kebulatan ajaran yang memberikan motivasi.2) Strategi. Nilai Ketuhanan yang maha Esa memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada semua pemeluk dan penganut kepercayaan terhadap Tuhan yang Maha Esa untuk berkembang dengan . Ketahanan Nasional Indonesia dibidang ideologi adalah kondisi dinamik bangsa Indonesia yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

menghormati hak orang lain dan sikap kegotong-royongan. Pancasila dapat mempersatukan masyarakat Indonesia yang majemuk. Persatuan nasional merupakan unsur utama bagi bangsa yang ingin maju. keberanian membela kebenaran dan keadilan. rukun dan damai.subur. Sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia. persamaan kewajiban dan hak. Untuk mencapai Ketahanan Nasional dibidang ini diperlukan penghayatan dan pengamalan Pancasila secara murni dan konsekwen. Karena itu perlu diciptakan keseimbangan antara kepemimpinan dan kerakyatan. Pancasila memberikan corak dan ciri khas kepada Bangsa Indonesia. kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara diatas kepentingan pribadi atau golongan. . Dalam nilai Kemanuasiaan yang adil dan beradab tersimpul nilai persamaan derajat. cinta-mencintai. musyawarah menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai kebenaran dan keadilan. baik obyektif maupun subyektif.Nilai ini mengutamakan kepentingan negara dan bangsa. tetapi juga merupakan dasar negara Republik Indonesia yang merupakan sumber dari segala sumber hukum yang berlaku di Indonesia. Dalam nilai ini tersimpul sikap adil. Pancasila tidak hanya merupakan ideologi bangsa dan negara Indonesia. Sebagai jiwa dan kepribadian Bangsa Indonesia. Nilai Persatuan Indonesia dalam masyarakat Indonesia yang pluralistik ini merupakan faktor pengikat yang menjamin persatuan nasional. Nilai kerakyatan dijelmakan oleh persatuan nasional yang riil dan wajar dimana kedaulatan berada ditangan rakyat (demokrasi). hormat-menghormati. Memiliki ideologi Pancasila yang sempurna dan cocok belum menjamin Ketahanan Nasional bangsa Indonesia dibidang ideologi. Nilai ini menempatkan persatuan dan kesatuan. Nilai ini berfungsi sebagai kekuatan mental-spiritual didalam Ketahanan Nasional. Nilai Keadilan Sosial menjamin kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat secara menyeluruh dan merata. Demokrasi tanpa pimpinan dapat menjelma menjadi anarki dan pimpinan tanpa demokrasi dapat mengarah kediktaktoran dan totalister. toleransi dan nilai gotong royong.

Masing-masing mempunyai fungsi dan wilayah cakupan yang tidak perlu berbenturan. Masing-masing mempunyai nilai-nilai yang dijadikan falsafah dan pandangan hidupnya sebagai umat beragama dan penganut kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa di samping Pancasila. baik sebagai pribadi. Konsep Bhineka Tunggal Ika dan Wawasan Nusantara harus terus dikembangkan dan ditanamkan dalam masyarakat yang mjemuk ini sebagai upaya untuk . nilai-nilai yang terkandung didalamnya tidak perlu dipertentangkan karena satu sama lain bisa memperkuat. anggota masyarakat dan warga negara. Disamping itu ada juga penganut kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Hindu dan Budha. Kemajemukan masyarakat Indonesia. bangsa. Agama mengatur sikap dan tingkah laku umatnya dalam kehidupan dunia dan akhirat. sedangkan ideologi dalam hal ini Pancasila mengatur sikap dan tingkah laku setiap Warga negara Indonesia dalam hidup bernegara dan bermasyarakat. b. Secara sosiologi bangsa Indonesia merupakan bangsa yang majemuk yang terdiri dari berbagai suku bangsa dengan adat istiadat. sedangkan pelaksanaan subyektif adalah bagaimana nilai-nilai tersebut dilaksanakan oleh pribadi masing-masing dalam kehidupan sehari-hari. Katolik Roma. Khusus yang menyangkut hubungan antar agama dan ideologi. sukuisme dan daerahisme dan perpecahan bangsa.Pelaksanaan obyektif yaitu bagaimana pelaksanaan nilainilai dalam ideologi itu dalam Undang-Undang Dasar dan segala peraturan perudang-undangan dibawahnya serta segala kegiatan penyelenggaraan Negara. Tetapi dipihak lain hal ini dapat merupakan titiktitik rawan yang bisa menimbulkan sparatisme. pandangan hidup serta agama dan kepercayaan yang berbeda-beda. Perbedaan nilai-nilai ini sudah barang tentu dapat memperkaya dan memperkuat kepribadian dan kebudayaan bangsa. Dari segi agama ada yang menganut agama Islam. Kristen Protestan. Faktor-faktor yang Mempengaruhi 1.

Penonjolan sikap dan tingkah laku seorang pemimpin dan kerabat keluarganya yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila akan memberi pengaruh yang sangat besar kepada masyarakat lingkungannya. Pengamalan nilai-nilai ini untuk masyarakat Indonesia ditentukan oleh suri tauladan para pemimpin yang menjadi penuntun masyarakat. 3) Kepemimpinan. Kalau tujuan pembangunan nasional tidak tercapai atau tidak berhasil mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur yang merata material dan spiritual. Perkembangan dunia yang sangat cepat dan mendasar dipelbagai bidang dalam mencari tata hubungan baru dilapangan politik. bahwa mereka saling membutuhkan dan saling bergantung kepada yang lain. ekonomi. Dengan Pancasila gerak dan laju Pembangunan Indonesia harus dapat memberikan kehidupan yang lebih baik seperti yang dicita-citakan bersama. hal ini sudah barang tentu akan berpengaruh negatif terhadap Ketahanan Nasional Bangsa Indonesia dibidang Ideologi. maupun pertahanan dan keamanan telah menimbulkan persaingan antara kekuatan-kekuatan besar dunia dalam berbuat pengaruh. 2) Perkembangan Dunia. Disamping itu perlu dikembangkan sikap yang wajar dari anggota masyarakat itu sendiri dan pemerintah terhadap ideologi. Pembangunan yang berhasil akan memantapkan Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara. Moral dan landasan pelaksanaan pembangunan nasional adalah Pancasila. 4) Pembangunan Nasional. Peranan kepemimpinan. dalam menghayati dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila menduduki tempat yang sangat strategis dan menentukan dalam masyarakat Indonesia.selalu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. antara lain melalui penyusupan ideologi biarpun bangsa-bangsa di dunia makin menyadari. Kalau tidak. akan terbuka kemungkinan bangsa Indonesia akan berpaling dari Pancasila dan . formal maupun informal.

Kebijaksanaan dan Strategi. sosial budaya dan pertahanan keamanan perlu dikembangkan. 3) Pendidikan untuk memperkuat pancasila. Untuk memperkuat Ketahanan nasional bangsa indsonesia dibidang idiologi perlu ditempuh strategi berikut : 1) Pengembangan Wawasan Nusantara. Secara formal ketahanan nasional di bidang idiologi bagi bangsa dan negara Indonesia tidak merupakan masalah. 2.mencoba membangun masa depannya dengan diilhami ideologi lain. . Disamping melalui pendidikan moral pancasila nilai–nilai pancasila dapat ditanamkan pada diri anak didik dengan cara mengintegrasikannya kedalam mata pelajaran lain seperti sejarah Bangsa Indonesia. Untuk mencapai Ketahanan Nasional dibidang idiologi secara nyata diperlukan pengahayatan dan pengamalan nilai-nilai Pancasila secara murni dan konsekwen. Pembangunan nasional juga harus menunjukkan keseimbangan antara pembangunan materil fisik dengan pembangunan mental spiritual untuk menghindari tumbuhnya materialisme dan sekularisme. Bagi masyarakat Indonesia yang majemuk wawasan yang memandang kepulauan Indonesia sebagai satu kesatuan politik. seperti liberalisme atau komunisme. Kondisi geografi Indonesia mengharuskan dan mewajibkan suatu strategi pembangunan yang merata diseluruh wilayah Indonesia untuk memupuk rasa persatuan dan kesatuan dan untuk menghindarkan rasa keterpencilan yang dapat dengan mudah menumbuhkan keterasingan dan rasa tidak puas yang akan menghidupkan sparatisme. c. Pembangunan yang merata dan seimbang. bahwa Pancasila sebagai landasan idiil bangsa dan negara Indonesia dan UUD 1945 sebagai landasan struktural bangsa dan negara Indonesia harus dipertahankan dan bahkan dilestarikan. ekonomi. Sudah merupakan kesepakatan nasional. Kepramukaan.

Majelis ini menetapkan Undang-Undang Dasar dan Garis-Garis Besar Haluan Negara. Majelis inilah yang memegang kekuasaan negara yang tertinggi. Indonesia ialah negara yang berdasarkan atas hukum dan tidak berdasarkan atas kekuasaan belaka. a) Sistem pemerintahan. Ia adalah “mandataris” dari . Tannas dibidang politik Indonesia diartikan sebagai kondisi dinamik bangsa Indonesia berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional. Gatra politik a. tidak bersifat absolutisme (kekuasaan yang tidak terbatas). 15. 1) Politik dalam negeri.pendidikan moral pancasila juga perlu diberikan kepada masyarakat secara non formal dan informal. sebagai penjelmaan seluruh rakyat Indonesia. sedang Presiden menjalankan haluan negara menurut Garis-Garis Besar yang telah ditetapkan. Kondisi-kondisi serta situasi kehidupan politik dan kenegaraan yang memungkinkan terlaksananya proses pembaharuan kehidupan politik dengan sisitim politik yang benarbenar demokrartis. dan mengangkat Presiden dan Wakil Presiden. ancaman. Pemerintahan berdasarkan atas sistem konstitusi (Hukum dasar). Politik dalam negeri adalah kehidupan politik dan kenegaraan berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. dinamis efektif dan efesien yang dapat memperkuat kehidupan konstitusional. Kedaulatan rakyat dipegang oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat. Presiden tunduk dan bertanggung jawab kepada Majelis. didalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan. Ketahanan di bidang politik. hambatan serta gangguan baik yang datang dari luar maupun dari dalam yang langsung maupun tidak langsung membahayakan kelangsungan kehidupan politik bangsa dan negara Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. yang disebut Demokrasi Pancasila.

Sebagai pemimpin Departemen.Majelis. Meskipun kedudukan Menteri Negara bergantung Presiden. artinya kekuasaannya tidak terbatas. ia bukan diktator. Meskipun Kepala Negara tidak bertanggung jawab kepada Dewan Perwakilan Rakyat. pasal 7). Kecuali itu Anggota-anggota Dewan Perwakilan Rakyat semuanya merangkap menjadi anggota Majelis Permusyawaratan rakyat. Menteri negara tidak bertanggung jawab pada Dewan Perwakilan Rakyat. para Menteri bekerja bersama satu sama lain seerat-eratnya dibawah pimpinan Presiden. Dewan ini tidak bisa dibubarkan oleh Presiden. Presiden tidak bertanggung jawab kepada DPR. Untuk menetapkan politik pemerintah dan koordinasi dalam pemerintahan negara. maka Majelis itu dapat diundang untuk persidangan istimewa agar supaya minta pertanggung jawaban kepada Presiden. Menteri mengetahui seluk beluk lingkungan pekerjaannya. (Tata cara permintaan pertanggung jawaban ini telah diatur TAP MPR NO. akan tetapi mereka bukan pegawai tinggi biasa oleh karena itu MenteriMenterilah yang terutama menjalankan kekuasaan pemerintah dalam praktek. Presiden ialah penyelenggara pemerintahan negara yang tertinggi dibawah Majelis dengan kekuasaan dan tanggung jawab ditangannya. Dewan Perwakilan Rakyat dapat senantiasa mengawasi tindakan-tindakan Presiden dan jika Dewan menganggap bahwa presiden sungguh melanggar haluan negara yang telah ditetapkan oleh Undang-Undang Dasar atau oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat. Menteri negara diangkat dan diberhentikan oleh Presiden. Ia harus memperhatikan sunguh-sungguh suara Dewan Perwakilan Rakyat. . Kedudukan Dewan Perwakilan rakyat adalah kuat. Oleh karena itu. Presiden harus mendapat persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat untuk membentuk Undang-Undang dan menetapkan anggaran pendapatan dan belanja negara. III/MPR/1978.

demikian pula dapat dicegah adanya kediktatoran minoritas yang mengandalkan pernyataan tidak menyetujui sesuatu masalah. sehingga segala sesuatu diperlukan adanya alasan obyektif yang dapat dimengerti dan dapat diterima oleh pihak lain. Namun demikian. Untuk terwujudnya ketahanan dibidang politik dalam negeri. Dengan demikian dapat dicegah kediktatoran mayoritas yang hanya mengandalkan banyaknya suara. perlu dipertahankan pola yang dipandang sesuai dengan kehidupan politik Bangsa Indonesia. untuk tetap terwujudnya ketahanan politik Dalam Negeri. penyimpangan-penyimpangan telah terjadi seakan-akan merupakan uji coba (trial and error) dari sistem pemerintahan yang disusun menurut kepentingan politik berbagai golongan. yakni Pancasila dan UUD-45. perbedaan pendapat merupakan sesuatu yang biasa. perlu ada pengaturan dan penyelesaian. Dari pengalaman tersebut maka sistem politik/pemeritahan negara dalam UUD-45 merupakan pola yang perlu dipertahankan. Didalam masyarakat pada dasarnya perlu dikemukakan adanya alasan mufakat. Hanya dalam hal-hal tertentu yang sangat terpaksa dan telah diusahakan dengan segala usaha tidak memperoleh mufakat. Meskipun pada saat-saat tertentu masih terdapat sesuatu yang rawan dalam bidang politik dalam negeri RI. sehingga perbedaan pendapat itu akan menemukan intisari dari permasalahan dengan sebaik-baiknya. c) Cara pengambilan putusan. . melainkan hanya menyangkut sesuatu kebijaksanaan pada sesuatu saat. Didalam negara demokrasi. Walaupun landasan idiil konstitusionalnya tetap.2. tetapi hal itu tidak terletak kepada sistem/pemeritahan negaranya. Pola kehidupan politik. dapat dilakukan pemungutan suara.

perpecahan. Penyesuaian tersebut harus benar-benar dilakukan atas dasar musyawarah untuk mufakat secara jujur. Didalam menghadapi aspirasi yang hidup didalam masyarakat itu harus tetap dalam ruang lingkup Pancasila dan UUD-45. Sistem politik merupakan suatu sub sistem dari seluruh sistem sosial dan harus mampu mengintegrasikan sistem sosial itu sendiri. 2) Politik Luar Negeri. Tujuan Negara RI seperti tertera dalam alinea ke-4 UUD-45 merupakan sesuatu yang ditentukan dan disepakati oleh Bangsa Indonesia. sehingga berkembang tetap pada arahnya. f) Integrasi. e) Pencapaian tujuan. termasuk cara yang ditempuh untuk mencapainya. ketegangan. Kemampuan mengadaptasi itu terletak pada seni kepemimpinan dari Kepala Negara dan pembantupembantunya. Politik Luar Negeri adalah salah satu sarana pencapaian kepentingan nasional dalam pergaulan antar bangsa. landasan konstitusional UUD-45 dan landasan operasional Garis-garis Besar Haluan Negara. Ancaman. tantangan dan gangguan terhadap sistem sosial dapat berupa rasa tidak puas. serta dinamika dari Bangsa Indonesia yang diwakili oleh wakil-wakilnya dalam DPR/MPR. Pencapaian tujuan tersebut harus dilandasi oleh Pancasila. keresahan. hambatan. Politik Luar Negeri Indonesia . Suatu sistem politik tidak mungkin bersifat statis beku.d) Penyesuaian. dan tidak hanya didasarkan atas kacamata legalitas belaka. sebagai bagian integral dari kehidupan kenegaraan. melainkan senantiasa berubah dan bergerak serta harus memiliki kemampuan mengadaptasi yang besar. desintegrasi dan sebagainya. Dalam hal ini maka Pancasila harus berperan politik dalam negeri dapat diukur dengan kemampuan melaksanakan sistem politik serta struktur politik dari UUD-45.

peranan Indonesia dalam percaturan Internasional tidak reaktif dan tidak menjadi obyek percaturan Internasional. ancaman. dan keadilan sosial dan anti penjajahan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Dijiwai oleh falsafah negara Pancasila sebagai tuntutan etika dan moral. Ketahanan Nasional dibidang politik luar negeri Indonesia adalah kondisi dinamik Bangsa Indonesia yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional didalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan. hambatan serta gangguan yang datang dari luar maupun dalam. yang langsung maupun tidak langsung membahayakan politik luar negeri Indonesia. perdamaian abadi. tetapi berperan serta atas dasar cita-cita bangsa yang tercermin dalam Pancasila dan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. a) Sebagai komponen strategi nasional. b) Garis Politik Luar Negeri. Politik luar negeri merupakan proyeksi kepentingan nasional dalam kehidupan antar bangsa. b. Politik Luar Negeri yang bebas dan aktif berarti : Bebas : Dalam pengertian bahwa Indonesia tidak memihak pada kekuatan-kekuatan yang pada dasarnya tidak sesuai dengan kepribadian bangsa. politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif diabdikan kepada kepentingan nasional terutama untuk pembangunan nasional. Aktif : Dalam pengertian tidak pasif. Faktor-faktor yang Mempengaruhi 1) Faktor yang mempengaruhi politik dalam negeri : . Dengan demikian politik luar negeri merupakan komponen strategi nasional.berlandaskan pada Pembukaan UUD-45 yakni melaksanakan ketertiban dunia yang berlandaskan kemerdekaan.

Pemilu yang langsung. akan melemahkan fungsi kontrol yang juga dapat menurunkan Tannas. Sebaliknya apabila azas luber itu tidak terjamin maka keresahan akan timbul dan keadaan Tannas dapat menurun. Sistem Pemilu sebaiknya menggunakan perpaduan antara sistem Proporsional & Sistem Distrik. . tetapi juga bidang–bidang lain dalam penyelenggaran pemerintahan negara. Seyogyanya diperhatikan agar semua kekuatan-kekuatan sosial politik dapat berparsitipasi dan merasa ikut bertanggung jawab. Kepemimpinan nasional harus diterima oleh semua pihak. maka pemerintah akan labil dan akan menurunkan Tahnas. Apabila menggunakan sistem Distrik (Dati II) akan banyak suara yang hilang dan merugikan partai gurem namun jumlah partai harus dibatasi. Perlu diperhatikan bahwa apabila perbedaan suara itu terlalu banyak ialah lebih dari 2/3 suara dimiliki oleh satu golongan. c) Imbangan suara dalam lembaga-lembaga perwakilan rakyat. d) Pemilihan pembantu-pembantu presiden. umum. Pelaksanaan Pemilu. Sebaliknya apabila perbedaan suara itu cukup banyak. tidak hanya dalam bidang legislatif.1. namun nomor urut pemilihan tergantung dari jumlah pilihan rakyat. Bila imbangan suara di DPR/MPR dari fraksi-fraksi yang mendukung pemerintah hanya mempunyai perbedaan yang sangat kecil dengan fraksi-fraksi yang menentangnya. dan berakibat meningkatkan Tannas. namun lebih disempurnakan sehingga anggota DPR tidak tergantung dengan Parpol (tidak takut di Recall). Pemilihan pembantu-pembantu presiden akan dapat berpengaruh bagi pelaksanaan tugas Presiden sebagai mandataris MPR. bebas. jujur dan adil akan memuaskan semua pihak yang melakukan pemilihan. 2. maka keadaan pemerintah akan menjadi lebih stabil dan akan meningkatkan Tahnas.

maka pengelompokan etnis akan timbul. Apabila fungsi pengawasan keuangan telah dapat berjalan ketat. sebaliknya kalau fungsi pengawasan keuangan masih lemah maka akibatnya kebocoran terjadi dimana-mana.4. Apabila fungsi penegakan hukum dapat berjalan baik. Keresahan masyarakat.keresahankeresahan yang mudah timbul dalam negara yang sedang membangun antara lain adalah : (1) Perbedaan yang menyolok antara si kaya dan si miskin. Apabila warganegara Indonesia keturunan asing bersikap eksklusif dan mementingkan dirinya sendiri-sendiri. terutama keresahan dikalangan generasi muda. f) Pengawasan Keuangan dan Penegakan Hukum. maka kepercayaan rakyat kepada pemerintah akan naik. Keresahan masyarakat. Sebaliknya apabila keresahan itu dapat penyaluran secara tepat keara yang positif. g) Pembauran Bangsa. maka kepercayaan rakyat kepada alat-alat penegak hukum akan meningkat dan sebaliknya. (2) Kesempatan memperoleh pekerjaan yang layak. yang akhirnya dapat menjurus ke pertentangan antar kelompok . (4) Kesempatan mengeluarkan pendapat secara bebas. dan kepercayaan rakyat kepada pemerintah akan menurun. (5) Pergantian generasi dengan perencanaan yang kurang mantap. yang tidak dapat diatasi oleh pemerintah akan dapat menurunkan Tannas. Semuanya itu berpengaruh akan naik turunnya Tannas. (3) Kesempatan mengikuti pendidikan yang seluas-luasnya. akan menaikan Tannas.

Posisi yang demikian ini memberikan kedudukan dan peranan yang penting sekali kepada Indonesia dalam persoalan-persoalan dalam negeri dan luar negeri.etnis. h) Wadah penyalur pendapat masyarakat. Namun posisi yang semacam ini memiliki kerawanan karena “terbuka” kesegala penjuru dan dapat di “dekati” dari segenap penjuru pulau. Usaha dari hasil pembangunan harus dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia. Partisipasi masyarakat dalam politik hanya dapat tumbuh apabila aspirasinya dapat disalurkan melalui kelembagaan Penyalur Pendapat Masyarakat. Sebaliknya kalau pembauran dapat diwujudkan maka kita terhindar dari adanya rasialisme dan Tannas kita akan naik. maka akan timbul ketimpangan sosial yang dapat menjurus kepada keresahan-keresahan yang dapat menurunkan Ketahanan Nasional. Politik luar negeri pada hakekatnya merupakan sebagian dari kebijaksanaan nasional dari sistem politik suatu bangsa. Bila asas pemerataan ini tidak tercapai. j) Pemerataan hasil-hasil pembangunan. baik pada tempat desa. media massa maupun kelembagaan lain. Dilain pihak karena kepentingan nasional bangsa- . 2) Faktor yang mempengaruhi politik Luar Negeri : a) Faktor-faktor statis. keadaan itu akan melemahkan Tannas.Faktor-faktor riil yang harus diperhitungkan adalah : (1) Letak geografi Indonesia. Posisi silang Indonesia dapat memberikan keuntungan bagi pertumbuhan bangsa dalam arti kontak-kontak yang luas dengan bangsabangsa lain dapat dipetik manfaatnya.

Indonesia merupakan negara ke-5 terbesar dalam jumlah penduduk di dunia dan merupakan negara yang terbesar penduduknya dibelahan bumi bagian selatan ini. namun kemampuan dan keterampilan merupakan faktor penentu pula dalam produktifvitas bangsa. b) Faktor-faktor Dinamik.bangsa sangat heterogen maka perlu kemampuan yang tinggi dalam menyerap hal-hal yang menguntungkan dan menolak unsur-unsur yang merugikan. Garis besar percaturan internasional dewasa ini adalah sebagai berikut : (1) Perjuangan negara-negara berkembang untuk mempersempit perbedaan kemajuan dan kesejahteraan antara negara maju dengan negara berkembang dilakukan melalui forum internasional. Permasalahan energi akan terus merupakan faktor yang berpengaruh dalam percaturan politik Internasional. (2) Kemampuan Penduduk. (3) Kekayaan alam. Kekayaan alam Indonesia secara potensial tidak dapat dipisahkan dari permasalahan energi yang dihadapi oleh dunia. Disamping itu kewaspadaan perlu dipelihara karena kepentingan-kepentingan itu beraneka ragam dan kadang-kadang bertentangan. Telah terbukti bahwa energi sewaktu-waktu dipakai sebagai senjata dengan tujuan politik tertentu. seperti . Besarnya penduduk merupakan faktor yang positif dalam pengadaan tenaga kerja. dan yang akan selalu berusaha menarik Indonesia. yang amat diperlukan dalam abad teknologi dewasa ini. Kecuali letak geografis yang sangat strategis Indonesia memiliki kekayaan alam.

Gerakan Non Aligned dan Konperensi Islam merupakan forum dimana Indonesia ikut aktif.UNCTAD. yang dapat meningkat menjadi pertentangan terbuka . (3) Kerawanan dan pertentangan regional yang bersumber lokal. Dilain pihak peningkatan masalah hutang dan memburuknya nilai tukar perdagangan internasional juga tetap mewarnai keadaan perekonomian negara berkembang. 5. pembajakan. Dialog Utara-Selatan. yang penyelesaiannya menjadi rumit karena kepentingan negara-negara besar terlihat didalamnya. pengangguran dan inflasi tetap mewarnai keadaan ekonomi negara-negara maju. kenaikan jumlah penduduk yang cukup tinggi sangat menentukan keberhasilan pembangunan dan kemajuan ekonomi negara-negara berkembang. Misalnya dengan penggunaan energi dan pangan. penculikan dan lain-lain tetap akan merupakan kekuatan yang akan digunakan untuk mencapai tujuan-tujuan politik sesuatu negara. Perkembangan ekonomi internasional masih ditandai oleh akibat berbagai krisis dimasa lalu. pada akhir-akhir ini nampak adanya gejala-gejala friksi diantara negara berkembang sendiri yang disebabkan oleh perbedaan kepentingan nyata. Disamping itu kegiatan-kegiatan teror. (6) Disamping keadaan yang tidak menentu diatas. (2) Rendahnya tingkat kesehatan masyarakat rakyat dan pendapatan nasional perkapita. Resesi. (4) Meningkatnya arti dan faktor-faktor non militer sebagai senjata politik.

c. Pemantapan kondisi-kondisi serta situasi untuk memungkinkan terlaksanannya proses pembauran kehidupan politik dengan sistem politik yang demokratis. Pemantapan kesadaran kehidupan politik dan kenegaraan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 bagi setiap warga negara. sehingga dapat terjamin kelancaran usaha mencapai tujuan nasional. sering menyebarkan berita yang tidak obyektif dan karenanya tidak menguntungkan negara berkembang. (2) Pendidikan politik rakyat sehingga tumbuh kesadaran sebagai yang tercantum dalam sikap mental dan pola tingkah laku politik berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. b) Strategi. (3) Penyelenggaraan Pemilihan Umum dengan asas langsung. (1) Pemantapan kehidupan konstitusional. stabil. Kebijaksanaan dan Strategi 1) Politik Dalam Negeri. a) Kebijaksanaan. efektif dan efisien agar mampu memperkuat kehidupan konstitusional. bebas dan rahasia. (7) Media komunikasi massa dunia saat ini masih dikuasai negara maju. umum. demokrasi dan tegaknya hukum.yang sangat membahayakan solidaritas dan melemahkan posisi. dinamis. .

(6) Penyempurnaan wadah penyalur pendapat masyarakat pedesaan. (7) Penyiapan kader-kader pimpinan nasional 2) Politik Luar Negeri. di forum internasional maupun regional. Perjuangan bangsa Indonesia untuk mendapat pengakuan terdapat konsep nusantara telah dilakukan dengan jalan bilateral maupun multilateral. Meneruskan usaha-usaha yang telah dilancarkan oleh Indonesia baik secara vertikal maupun horisontal. (5) Peningkatan peranan organisasi profesi/ fungsional masyarakat. (1) Wawasan Nusantara. a) Kebijaksanaan.(4) Komunikasi sosial timbal balik antar masyarakat dengan lembaga perwakilan rakyat maupun dengan pemerintah. . Tata ekonomi baru dan gerakan non blok. Perlu digalang persatuan antara negara-negara berkembang dalam mempercepat terwujudnya tata ekonomi dunia baru. gerakan non blok dan kelompok G-7. Dialog Utara-Selatan hingga saat ini belum menunjukkan hasil yang diharapkan. 2. Nusantara sebagai wilayah merupakan konsep nasional yang harus diperjuangkan dan dipertahankan. Wawasan Nusantara merupakan inti dari kehidupan nasional baik politik dalam negeri maupun luar negeri.

. Meningkatkan posisi ASEAN sebagai organisasi regional yang tangguh dan perlu diperhitungkan dalam percaturan internasional. Peningkatan saling pengertian dan kebersamaan pandangan terhadap masalah Internasional dan penyerasian antara kepentingankepentingan nasional negara-negara anggota baik kedalam maupun keluar. Walaupun ASEAN adalah organisasi regional bidang ekonomi dan sosial budaya. (2) Meningkatkan kerjasama antar bangsa untuk menggalang perdamaian dan ketertiban dunia demi kesejahteraan umat manusia berdasarkan kemerdekaan dan keadilan sosial. Hal ini diperlukan. karena ASEAN bukan organisasi supra nasional. (3) Meningkatkan peranan Indonesia di fora internasional dalam rangka membina dan meningkatkan persahabatan dan kerjasama antar bangsa-bangsa demi perdamaian dan ketertiban dunia. namun unsur politik tidak dapat ditinggalkan oleh organisasi ini. persatuan dan kerjasama ekonomi diantara negara-negara yang sedang membangun lainnya untuk mempercepat terwujudnya Tata Ekonomi Dunia Baru. b) Strategi 1. memperkuat rasa kohesi antara negara-negara anggota. Pelaksanaan politik luar negeri yang bebas aktif diabdikan kepada kepentingan nasional.(3) Kerjasama regional. terutama untuk kepentingan pembangunan disegala bidang. (4) Memperkokoh kesetiakawanan. karena unsur ini.

bila hasil pertumbuhan itu memperbaiki perimbangan dan tidak memperbesar ketimpangan dalam struktur. Konsep ekonomi dalam Ketahanan Nasional Indonesia menyangkut aspek Ekonomi Kemasyarakatan dengan pengertian ekonomi kemasyarakatan menyangkut masyarakat sebagai kesatuan dan keseluruhan struktur dan komposisi perekonomian nasional. Dengan demikian pencapaian Pendapatan Nasional Total ataupun Pendapatan Nasional rata-rata perkapita yang tinggi suatu bangsa tidak dengan sendirinya berarti dicapainya tingkat Ketahanan Nasional yang tinggi. Tujuan pembangunan ekonomi nasional yang murni ialah : perombakan struktur ekonomi lama yang bersifat kolonial menuju kepada struktur perkembangan nasional. 16. Proses perombakan itu tidak boleh menghambat kehidupan ekonomi dan seyogyanya tetap diikuti dengan kenaikan pendapatan nasional. Gatra Ekonomi. (6) Untuk menampilkan citra negara berkembang secara wajar dan obyektif perlu digalang persatuan dan kerjasama badanbadan media komunikasi massa di negaranegara berkembang terutama dalam menyusun tata komunikasi dunia baru. Pertumbuhan ekonomi itu dianggap benar. dalam distribusi dan partisipasi oleh masyarakat dapat diartikan Tannas bidang ekonomi semakin baik. Semakin adanya keseimbangan yang dirasakan adil. Aspek yang ketiga dalam bidang ekonomi adalah Tannas akan semakin relatif tinggi bilamana semakin terjaminnya pencukupan dan tersedianya barang/jasa yang penting sesuai kebutuhan golongan masyarakat . Kekuatan atau kelemahan Ketahanan Nasional bidang ekonomi dapat dinilai pada struktur distribusi dari pendapatan masing-masing yang diterima oleh berbagai golongan masyarakat dan partisipasinya dalam memproduksi pendapatan nasional. Meneruskan usaha-usaha pemantapan stabilitas dan kerjasama di wilayah Asia Tenggara dan Pasifik Barat Daya khususnya dalam lingkungan ASEAN dalam rangka mempertinggi tingkat Ketahanan Nasional untuk mencapai Ketahanan Nasional.5. yakni unsur-unsur nasional dan golongan rakyat banyak harus mendapat pembagian serta peranan yang adil dan seimbang. Kedua adalah pembangunan ekonomi nasional.

a. dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan. Struktur penggolongan masyarakat Indonesia berdasarkan prosentase yang diterima dari Pendapatan Nasional masih mencolok dan timpang yakni 1) 40% jumlah penduduk berpendapatan rendah. berarti semakin kuat Tannas bidang ekonomi. Faktor-faktor yang Mempengaruhi. hambatan serta gangguan. modal manajemen. Inti permasalahan Tannas bidang ekonomi terletak pada potensi dan kondisi dinamikanya untuk mempertahankan kontinuitas kehidupan ekonomi Indonesia. 3) 20% jumlah penduduk berpendapatan tinggi. bahan baku. pasaran dan sebagainya. komposisi ekspor-impor. ancaman. Ketahanan dibidang Ekonomi. Struktur perekonomian bisa tercermin dalam berbagai bentuk. semakin terjaminnya keseluruhan faktor produksi. baik yang datang dari luar maupun dari dalam yang langsung maupun tidak langsung membahayakan kelangsungan kehidupan ekonomi bangsa dan negara Indonesia berdasarkan Pancasila dan UndangUndang Dasar 1945. Ketahanan dibidang ekonomi Indonesia adalah kondisi dinamik bangsa Indonesia yang berisi kekuatan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan keuletan nasional. b. 2) 40% jumlah penduduk berpendapatan menengah. baik didalam negeri maupun dalam hubungannya dengan luar negeri. dalam teknologi.yang memerlukan. Tantangan. yaitu mengenai struktur ekonomi. faktor dinamika eksteren dan faktor dinamika intern. seperti komposisi pendapatan nasional. . hambatan dan gangguan terhadap kelangsungan ekonomi suatu bangsa pada hakekatnya ditujukan kepada faktor produksi dan pengolahannya. Karena itu pembinaan ekonomi pada dasarnya merupakan penentuan kebijaksanaan ekonomi dan pembinaan faktor produksi serta pengolahannya didalam produksi dan distribusi barang serta jasa. Untuk mengetahui Tannas bidang ekonomi sangat relevan untuk diteliti sampai dimana pendapatan Nasional Indonesia secara keseluruhan ataupun persektor masih bergantung kepada unsur asing. Dari segi produksi dapat dikatakan. ancaman.

bahwa Indonesia mempunyai kekayaan alam secara potensial yang besar dan beraneka ragam. 2) Masalah Pertanahan. kekurangan prasarana. Inventarisasi data dan eksplorasi mengenai kekayaan alam sangat diperlukan. Ditinjau dari sudut sosial ekonomi dan sosial politik masalah pertanahan di Indonesia dapat menjadi sumber pokok keresahan agraris. penguasaan dan penggarapan tanah. Akumulasi dan pemusatan pemilikan serta penguasaan tanah ditangan sekelompok kecil orang tertentu cenderung menimbulkan “tanah guntay” yang berarti letak tanah berada diluar kecamatan tempat tinggal pemilik/penguasaan tanah. Kebutuhan untuk perluasan kawasan industri. pertambahan penduduk yang sangat cepat. pemukiman dan prasarana perhubungan. Hal ini bertalian erat dengan riset dan pendidikan serta teknologi yang perlu dipersiapkan. Madura dan Bali. Dari segi strategi Hankam. kekayaan nasional ini harus diamankan dari unsur-unsur asing. Akumulasi dan pemusatan pemilikan serta penguasaan atas tanah ditangan segolongan/seseorang tertentu yang melewati batas maksimal yang dibenarkan oleh undang-undang jelas merugikan pihak lain. yang merupakan basis bagi keseluruhan strategi pembangunan. telah mendorong nilai harga tanah terus naik. Sebagai pernyataan yang dapat dibenarkan. kekuatan ikatan serta batas-batas hukum adat. mengingat perang besar pada dasarnya disebabkan oleh perebutan energi minyak atau kekayaan alam lainnya. merupakan penyebab krisis pertanahan. Kelangkaan sebagai akibat pertambahan penduduk paling jelas kelihatan dipulau Jawa. pemekaran lingkungan-lingkungan perkotaan.1) Bumi dan sumber alam. Keadaan yang demikian sering pula menyebabkan tanah menjadi “idle” atau . kecenderungan kenaikan investasi pada tanah dari kelebihan daya beli. Hal ini disebabkan oleh kurang terasanya keadilan sosial dalam aspek-aspek pemilikan. Keadaan alam dan kurang kesuburan tanah.

tetapi bahan pangan harus di impor lebih banyak. Masalah energi. Kita membeli 20-30% dari sisa produksi pangan dunia yang dijual belikan. 3. Konsumsi energi perkapita di Indonesia masih berada pada tingkat yang paling rendah diantara negara-negara ASEAN.8 juta ton dalam tahun 1978. Masalah pangan. Pertimbangan hubungan antara pemilik/penguasa tanah dan penggarap tanah. Dengan berlangsungnya usaha pembangunan kebutuhan akan energi cenderung meningkat di segala bidang. Usaha meningkatkan produksi pangan kini mengutamakan suply bibit unggul. Penanggulangan pengangguran di pedesaan dengan jalan pemindahan . Swasembada pangan merupakan sasaran yang sangat vital.kurang bermanfaat. khususnya yang menyangkut pembagian hasil dan penerima balas jasa merupakan masalah pokok yang mengandung akibat yang luas dan berantai dibidang sosial ekonomi dan sosial politik. 5) Masalah tenaga kerja. Kenaikan konsumsi minyak bumi dalam negeri cukup cepat dalam dasawarsa yang lalu. walaupun masih harus dilengkapi dengan serangkaian peraturan pelaksanaan lain. 4. Pertumbuhan penduduk yang tepat dan tidak diimbangi dengan perluasan kesempatan kerja menimbulkan pengangguran kelihatan dan tidak kelihatan. sedangkan anggota-anggota masyarakat yang lain berteriak kekurangan tanah. Walaupun ada kenaikan produksi. pupuk dan lain sebagainya. Sebaliknya tingkat kenaikan konsumsi energi pertahun di Indonesia belum memadai dibanding dengan negara-negara ASEAN. Kenaikan produksi pangan Indonesia terendah diantara negara-negara ASEAN sedangkan konsumsi naik terus. Karena yang diperjual belikan itu 4% saja dari produksi dunia. Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan Undang-Undang bagi Hasil (UUBH) yang berlaku sejak 1960 beserta segenap perangkat peraturanperaturan hukum lainnya memberikan landasan untuk menanggulangi berbagai masalah pertanahan. maka impor menjadi peka sekali. yaitu 324 ribu ton dalam tahun 1970 dan 1.

Keadaan yang demikian sering memaksa para pekerja menerima upah yang jauh lebih rendah dari yang seharusnya mereka terima.Untuk jangka panjang diperlukan kebijaksanaan penduduk yang mengatur keluarga berencana dan distribusi penduduk secara ekonomi geografi. Sempitnya pemilikan tanah untuk sebagian besar petani di Jawa serta kurangnya kesempatan kerja di . akan tetapi sebagian besar tenaga kerja di daerah pedesaan tidak dapat bekerja penuh dan banyak pula diantaranya yang termasuk dalam katagori setengah menganggur. sebagian besar tenaga kerja yang tersedia tidak memiliki ketrampilan yang dibutuhkan untuk menopang pekerjaan yang dibebankan kepadanya. gaji yang lebih rendah dari yang seharusnya diterima. Gejala lain yang timbul sehubungan dengan kurangnya kesempatan kerja dan atau tidak dimilikinya ketrampilan tertentu sering menimbulkan terjadinya mismatch yang berarti bahwa pekerjaan yang ia lakukan tidak sesuai dengan ketrampilan yang dimiliki.penduduk ke daerah lain yang masih mempunyai potensi tanah dan alam atau dengan industrialisasi tetap memerlukan waktu dan biaya besar. serta mismatch merupakan ciri dari sebagian besar keadaan tenaga kerja Indonesia dewasa ini. Masalah kurangnya kesempatan kerja menyebabkan banyak tenaga kerja di daerah pedesaan tidak terserap secara penuh. 6) Masalah kesempatan kerja. Berbagai data yang tersedia menunjukkan bahwa dewasa ini antara 40-45% dari seluruh penduduk Indonesia hidup dibawah garis kemiskinan.Disamping kurangnya kesempatan kerja. Peningkatan jumlah penduduk yang laju dan pengangguran yang makin bertambah dapat menimbulkan kegoncangan sosial. Meskipun jarang terlihat adanya pengangguran terbuka di daerah pedesaan. Keadaan setengah menganggur. 7) Masalah Kemiskinan. Keadaan ketenagakerjaan serta kesempatan kerja yang tidak memadai ditambah pula dengan tingkat pendapatan yang rendah erat hubungannya dengan masalah kemiskinan di Indonesia.

Rendahnya tingkat pendapatan serta tidak dimilikinya ketrampilan tertentu. Untuk jangka panjang harus ditempuh strategi pembangunan yang bertujuan : pendidikan keterampilan/kejuruan secara massal. berencana dan terarah. Dengan demikian dapat dijamin kemampuan pembayaran kembali dan mengurangi ketergantungan negara kepada bantuan modal asing. Peningkatan kapasitas produksi tidak hanya bertujuan peningkatan volume. Untuk mengatasi kekurangan tersebut diusahakan penanaman modal luar negeri yang berupa bantuan atau pinjaman pemerintah maupun swasta yang harus diarahkan untuk meningkatkan kapasitas produksi didalam negeri. Kebijaksanaan yang ditempuh untuk memperoleh modal : . kepemimpian perusahaan. kesempatan kerja.luar lapangan pertanian juga merupakan faktor penyebab rendahnya tingkat pendapatan penduduk didaerah perdesaan serta timbulnya kemiskinan. Kemampuan reinvestasi modal perusahaan masih kurang. ketrampilan kerja. 9) Industrialisasi untuk memperluas kesempatan kerja. Umumnya terdapat kekurangan modal untuk pembangunan dan kemampuan masih terbatas. maka negara berkembang perlu mengambil kebijaksanaan pembangunan industri yang taraf permulaan masih bersifat padat karya atau memilih teknologi madya. Pendapatan ekspor biasanya habis untuk pembiayaan impor. Keadaan kemiskinan baik di daerah pedesaan maupun di daerah perkotaan seringkali merupakan penyebab timbulnya keresahan di kalangan masyarakat yang dapat berakibat lemahnya ketahanan nasional. disamping lapangan pekerjaan yang masih terbatas merupakan faktor penyebab timbulnya kemiskinan di daerah perkotaan. 8) Faktor modal.Karena penggunaan teknologi mutakhir tidak dapat menciptakan lapangan kerja secara luas. tetapi juga memperoleh teknologi baru. Peningkatan produksi barang dan jasa untuk keperluan konsumsi didalam negeri dan untuk ekspor barang setengah jadi atau barang jadi.

Sasaran yang harus dicapai secara bertahap adalah mengembangkan struktur ekonomi yang seimbang antara pertanian dan industri. Gatra Sosial Budaya. yaitu : segi kemasyarakatan dimana manusia demi kelangsungan hidupnya harus mengadakan kerja sama dengan sesama manusia dan segi kebudayaan yang merupakan keseluruhan cara hidup. Harus dihindari free fight liberalism. etatism dan monopoli. 2) Strategi. Pembangunan ekonomi harus didasarkan pada demokrasi ekonomi dimana masyarakat harus memegang peranan aktif dalam kegiatan pembangunan ekonomi. Terciptanya landasan yang kuat bagi bangsa Indonesia untuk tumbuh dan berkembang atas kedaulatan sendiri menuju masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila. Sektor Pengerahan Dana. pasar uang dan pasar modal serta Emisi Saham untuk masyarakat. ialah dengan Undang-Undang Penanaman Modal Dalam Negeri dan UndangUndang Penanaman Modal Asing. karena itu adanya persediaan devisa yang cukup harus tetap dijaga. Kebijaksanaan dan Strategi 1) Kebijaksanaan. c. Pembangunan bidang ekonomi ditujukan untuk mencapai keseimbangan antara bidang pertanian dan industri serta terpenuhinya kebutuhan pokok rakyat. Pembangunan Indonesia dalam tahap dewasa ini masih harus bergantung kepada impor modal peralatan mesinmesin dan bahan baku disamping teknologi dari luar negeri. b) Sektor Investasi. yang manivestasinya nampak dalam tingkah laku dan hasil . 17.1. melalui kelembagaan seperti deposito berjangka Tabanas dan Taska. Secara struktural neraca pembayaran Indonesia masih lemah dihadapkan dengan kebutuhan devisa yang semakin meningkat. Istilah sosial budaya menunjuk kepada dua segi utama daripada kehidupan bersama manusia.

tingkah laku yang terlembagakan. sehingga setiap warga masyarakat dapat merealisasikan pribadi dan segenap potensi manusiawinya yang dilandasi nilai-nilai Pancasila. 1) Kebudayaan Nasional. Esensi pengaturan dan penyelenggaraan kehidupan sosial budaya bangsa Indonesia dengan demikian adalah pengembangan kondisi budaya. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila adalah nilai-nilai kebudayaan yang digali dari nilai-nilai luhur yang ada dalam pandangan hidup bangsa Indonesia. hambatan serta gangguan baik yang datang dari luar maupun dari dalam yang langsung maupun tidak langsung membahayakan kelangsungan kehidupan sosial budaya bangsa dan negara Republik Indonesia yang berdasar Pancasila dan UUD 1945. a. Sosial budaya dalam arti luas mencakup segala aspek kehidupan. sering ditempatkan disamping ideologi. perilaku dan gaya hidup bangsa Indonesia dalam segala aspek kehidupan. dan tingkah laku bagi bangsa dan negara Indonesia akan memberikan landasan. Sedang dalam arti sempit sosial budaya. Nilai-nilai dasar yang terkandung dalam Pancasila itu dijabarkan dan dijadikan ukuran dan tuntutan sikap. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila yang akan diwujudkan sebagai ukuran tuntutan sikap. semangat dan jiwa yang secara khas merupakan ciri pada elemen-elemen sosial budaya bangsa dan Negara Republik Indonesia. Ketahanan dibidang Sosial Budaya. Kehidupan sosial budaya bangsa dan negara Indonesia adalah kehidupan yang menyangkut aspek kemasyarakatan dan kebudayaan yang dijiwai oleh falsafah dasar Pancasila. Untuk lebih memudahkan proses pelembagaan ini diperlukan penjabaran nilai-nilai dasar Pancasila sebagai pedoman yang dapat dipergunakan sebagai penuntunan dan pegangan hidup bagi sikap . Ketahanan dibidang sosial budaya Indonesia diartikan sebagai kondisi dinamik bangsa Indonesia yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional didalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan. politik. ekonomi dan pertahanan keamanan. ancaman.

3) Identitas Nasional. Menurut orientasi Pancasila. Keluar. Identitas nasional atau kepribadian nasional adalah ekspresi dinamis tentang tujuan dan tekad hidup bangsa ia merupakan resultante dari sejarah nasional dan tujuan nasional yang berintikan falsafah dan ideologi Pancasila. Kebudayaan bangsa Indonesia pada hakekatnya adalah satu dan senantiasa berorientasi kepada dan demi persatuan sesuai dengan pernyataan Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. agama dan kepercayaan yang berbeda-beda pulau adalah merupakan satu kesatuan yang bulat dan utuh. ia memandang corak ragam nilai-nilai kebudayaan yang telah berkembang sepanjang sejarah. maupun dalam tingkah laku lahiriah. Pancasila adalah titik tolak dan tujuan integrasi nasional. sedang kedalam. Karena inti kebudayaan adalah kemanusiaan. Sikap.dan tingkah laku setiap manusia dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. 2) Integrasi Nasional. dengan tetap berpijak pada kepribadian bangsa. adatistiadat. Masyarakat Indonesia yang majemuk. yang terdiri dari berbagai suku bangsa yang tersebar diatas berbagai pulau dengan bahasa. perilaku dan gaya hidup bangsa Indonesia merupakan ungkapan kepribadian nasional yang diekspresikan dalam bentuk sistem nilai-nilai yang dianutnya. manusia dan masyarakat Indonesia memiliki sifat-sifat kepribadian sebagai berikut : . dan konsepsi Bhineka Tunggal Ika. ia membuka diri terhadap kebudayaan asing sepanjang dapat mengembangkan dan memperkaya kebudayaan bangsa sendiri. maka usaha pembangunan kebudayaan nasional harus memudahkan proses mempertinggi derajat dan martabat Bangsa Indonesia. Integrasi nasional harus lahir dari tujuan nasional yang berlandaskan pada falsafah Pancasila dan keaneka ragaman sosial sesuai dengan konsepsi Bhineka Tunggal Ika. nilai-nilai kebudayaan nasional harus berkembang sejalan dengan proses pertumbuhan dan kemajuan. Karena itu.

dalam arti sebagai semangat dan kesadaran akan sikap dan tanggung jawab dalam kehidupan mandiri manusia Indonesia dalam tingkah lakunya yang menghendaki keselarasan hubungan dengan Tuhannya. b.a) Religius. Nilai pertama dan yang merupakan nilai tertinggi dari ideologi dan falsafah bangsa dan negara adalah nilai Ketuhanan Yang Maha Esa. Faktor-faktor yang Mempengaruhi 1) Agama. menghendaki keserasian hidup dalam masyarakat dan keserasian hubungan antar bangsa-bangsa. d) Bersifat kerakyatan. suku dan golongan. c) Hidup serba selaras. gotong royong pengayoman dan musyawarah. antara kepentingan individu dan masyarakat. persatuan dan kesatuan bangsa diatas kepentingan individu. dalam arti religiusitas sebagai kesadaran serta manifestasinya hubungan manusia Indonesia dengan dasar hidup yang mutlak dan transedental. memberikan keseimbangan antara kepentingan individu dan masyarakat antara kepentingan keduniaan dan keakhiratan. antara kepentingan jiwa dan raga. antara perikehidupan darat. Tuhan Yang Maha Esa menurunkan agama memang untuk . b) Bersifat kekeluargaan. laut dan udara. dalam arti semangat dan kesadaran akan sikap dan tanggung jawab dalam kehidupan kebersamaan yang nampak dalam sikap hidup yang ramah tamah. dalam arti yang menjunjung asas musyawarah dengan semangat dan kesadaran yang selalu mendahulukan kepentingan umum. dengan sesamanya (masyarakat) dan dengan lingkungan alam sekitarnya. Agama dan perikehidupan beragama di Indonesia sangat mempengaruhi Tannas dibidang sosial budaya.

Ilmu pengetahuan dan teknologi.perbaikan dan kemajuan. bahasa dan kebudayaan masing-masing. dari latar belakng kehidupan bangsa dan negara serta suku-suku bangsa. Nilai. dengan segala bentuk adat istiadat. 2) Tradisi. Pendidikan disatu pihak mengembangkan tingkah laku dalam wujud nyata nilai-nilai falsafah/ideologi Pancasila dan dilain pihak ia mengembangkan nilai-nilai lain yang menunjang. Pendidikan secara sadar dan tertib berfungsi merubah sikap. dimana setiap umat beragama diakui sepenuhnya akan haknya untuk memeluk agamanya dan menjalankan ibadahnya menurut agama dan kepercayaan itu. Sejalan dengan itu pengembangan dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi akan sangat mempunyai pengaruh. Apabila setiap umat beragama benar-benar menjalankan kemurnian ajaran agamanya. baik positif maupun negatif terhadap Tannas Indonesia dibidang sosial budaya. Kebijaksanaan dan Strategi . tingkah laku dan nilai sosial budaya kearah yang dikehendaki. norma dan lembaga-lembaga sosial yang terkandung didalamnya akan sangat mempengaruhi Tannas Indoensia dibidang sosial budaya. c. Dalam masyarakat Pancasila peranan agama jelas sangat besar. Tradisi diartikan sebagai keseluruhan kepercayaan. maka masyarakat dan negara yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 akan bertambah kuat. Pendidikan juga merubah serta meniadakan nilai-nilai sosial budaya yang kurang/tidak menunjang peningkatan Tannas dibidang sosial budaya. Hal ini bergantung kepada pangkal tolak tradisi pada ukuran dari pengejawantahan nilai-nilai luhur dalam falsafah dan ideologi Pancasila dan UUD 1945. 3) Pendidikan. yang diwariskan dari generasi ke generasi. anggapan dan tingkah laku.

Bidang agama. 2. 3) Sasaran. Untuk mencapai tujuan tersebut diatas. Terwujud suatu tingkat Tannas Indonesia dibidang sosial budaya yang lebih kuat dan tangguh. Meningkatkan usaha-usaha penghayatan dan pemahaman bahwa perikehidupan beragama adalah selaras dengan penghayatan dan pengamalan Pancasila. maka sasaran strategi pembangunan nasional dibidang sosial budaya. kondisi fisik dan kecerdasan yang lebih sesuai dengan peranannya. Terwujudnya kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan sosial budaya yang berdasarkan falsafah dan ideologi Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Pengaturan dan penyelenggaraan kehidupan sosial budaya akan ikut berperan aktif memperkuat Tannas Indonesia apabila kemampuan nasional dalam sosial budaya dibangun dan ditempatkan sebagai kekuatan untuk menunjang Tannas. 4) Strategi. Politik dan strategi dasar pembangunan kehidupan sosial budaya harus diarahkan untuk menumbuhkan dan mengembangkan kemampuan nasional dibidang sosial budaya. 1. Terbinanya mutu manusia dan bangsa Indonesia sebagai sumber dan kekuatan dasar kehidupan sosial budaya bangsa.1) Kebijaksanaan. baik sebagai subyek maupun obyek pembangunan. bahwa ajaran-ajaran dan hukum-hukum agama memberikan dasar moralitas dan rintisan jalan kemajuan disamping fungsinya menuntun manusia untuk dunia akhirat. baik dalam kadar sikap mental. adalah : 1. yang dapat menjamin kelangsungan hidup sosial budaya bangsa dan negara yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. 2) Tujuan. Meningkatkan terus usaha-usaha pembinaan kerukunan hidup umat beragama dalam rangka .

kondisi fisik dan kecerdasan yang lebih sesuai dengan kebutuhan pembangunan. Meningkatkan usaha-usaha pembinaan kebudayaan nasional sebagai pengejawantahan manusia Indonesia atas dasar norma-norma Pancasila.usaha memperkokoh persatuan dan stabilitas nasional yang sehat dan dinamis. (2) Meningkatkan usaha-usaha pendidikan dalam rangka usaha meningkatkan mutu manusia Indonesia dengan kadar sikap mental. Pembinaan bahasa daerah. 3. Bidang kebudayaan 1. yang lebih mampu memenuhi kebutuhan pembangunan dan mengakomodasi tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. b) Bidang Pendidikan. . (1) Membina suatu sistem pendidikan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. dan sikap mental yang lebih sesuai dengan proses pembangunan dan pembaharuan. 2. tradisi. Meningkatkan pembinaan bahasa Indonesia secara baik dan benar untuk memperkokoh kesatuan budaya bangsa. Meningkatkan pembinaan disiplin nasional yang lebih nyata dalam rangka usaha lebih memperkokoh persatuan nasional. 3. Meningkatkan usaha-usaha pelayanan dalam rangka pengamanan dan penambahan sarana-sarana yang diperlukan bagi kehidupan keagamaan. kesenian dan adat istiadat daerah yang dilakukan dalam rangka pengembangan bahasa Indonesia dan untuk mempertebal perbendaharaan bahasa Indonesia sebagai satu sarana identitas nasional.

f) Bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. peningkatan perbaikan gizi. terutama ditujukan pada 3 determina penduduk. Meningkatkan usahausaha mengatasi masalah kependudukan dengan segala implikasinya demi kelestarian kehidupan manusia dan bangsa secara manusiawi disatu pihak. . Gatra Pertahanan dan Keamanan Negara. Ketahanan dibidang Hankamneg.d) Bidang Kependudukan. didalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan. Meningkatkan usahausaha pelayanan sosial seperti peningkatan pelayanan kesehatan dan pemberantasan penyakit. Ketahanan dibidang Hankamneg adalah kondisi dinamik bangsa Indonesia yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional. a. e) Bidang pelayanan sosial. serta keamanan perjuangannya. ancaman. Usaha-usaha tersebut. mengerahkan dan menggerakan seluruh potensi nasional termasuk kekuatan masyarakat diseluruh bidang kehidupan nasional secara teritegrasikan dan terkoordinasikan. Pertahanan dan keamanan negara Indonesia adalah daya upaya rakyat semesta Indonesia dengan TNI dan Polri sebagai intinya dan merupakan salah satu fungsi utama pemerintah dan negara Republik Indonesia didalam rangka menegakkan Ketahanan Nasional dengan tujuan mencapai keamanan bangsa dan negara. mortalitas dan migrasi. Pertahanan dan Keamanan dilaksanakan dengan menyusun. peningkatan usaha-usaha bantuan dan jaminan sosial dalam rangka perwujudan sekuritas sosial dan peningkatan kesejahteraan sosial umumnya. 18. kemampuan penguasaan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai unsur integral Tannas. Meningkatkan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang diarahkan kepada kemampuan sendiri. yaitu : fertilitas. dan untuk menempatkannya sebagai sumber dan kekuatan Tannas secara kualitatif maupun kuantitatif.

yang langsung maupun tidak langsung membahayakan pertahanan dan keamanan bangsa dan negara Indonesia berdasarkan Pancasila dan UndangUndang Dasar 1945. sosial budaya. hambatan dan gangguan (ATHG) dengan tujuan untuk melindungi bangsa dan tumpah darah Indonesia. Falsafah dan pandangan tentang pertahanan keamanan Indonesia tercermin dalam pembukaan UUD 1945 dan batang tubuh UUD 1945.hambatan serta gangguan yang dating dari luar maupun dari dalam. sehingga dipaksa untuk mengambil tindakan perlawanan demi tegaknya eksistensi negara . 1) Tujuan Tannas bidang Hankamneg. sehingga didapat kemampuan yang maksimal untuk mengatasi ancaman. Bangsa Indonesia menentang penjajahan dalam segala penampilannya dan memihak keadilan dan kebenaran. Falsafah. Oleh karena itu politik pertahanan dan keamanan Indonesia adalah defensif aktif dan preventif aktif. Bangsa Indonesia hanya berperang apabila ternyata tidak terdapat jalan lain untuk menyelesaikan pertikaian. essensi dan ciri-ciri. tantangan. Hakekat ketahanan dibidang Hankamneg adalah perjuangan rakyat semesta dalam mana seluruh potensi dan kekuatan ideologi. agama dan militer disusun dan dikerahkan secara terpimpin. terkoordinasi dan teritengrasi. pandangan dan faham bangsa Indonesia. bangsa Indonesia yang berisi petunjuk tentang bagaimana mengatur dan menyelenggarakan perjuangan rakyat semesta. substansi. Tannas bidang Hankamneg adalah suatu konsepsi didalam pengaturan dan penyelenggaraan pertahanan dan keamanan nasional didalam kehidupan nasional. ekonomi. politik. Bangsa Indonesia cinta damai dan ingin bersahabat dengan segala bangsa didunia serta tidak menghendaki terjadinya sengketa bersenjata ataupun perang. 2) Ciri-ciri. baik dibidang nasional maupun internasional. mengamankan dan menyelematkan perjuangan bangsa Indonesia sesuai dengan kepentingan dan tujuan nasional yang terumuskan dalam UUD 1945.

maka ini dilakukan semata-mata karena bangsa Indonesia lebih cinta akan kemerdekaannya. hambatan. Wawasan Nusantara melandasi upaya peningkatan Ketahanan Nasional dan juga ketahanan dibidang Hankam. Wawasan Nusantara yang dianut didalam pertahanan dan keamanan adalah Wawasan Nusantara. 3) Faham bangsa Indonesia tentang damai dan perang. 5) Doktrin Pertahanan dan Keamanan Nasional. gangguan dan serangan dari manapun juga datangnya. Walaupun cinta damai akan tetapi bangsa Indonesia bertekad bulat dan bersikap teguh untuk mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatannya terhadap segala bentuk ancaman. Integrasi Hankamneg yang merupakan asas dan pedoman perwujudan sistem pertahanan dan keamanan dengan .kesatuan Indonesia. Karena itu bangsa Indonesia dalam penyelesaian pertikaian baik nasional maupun internasional mengutamakan cara-cara damai. maka perwujudan sampai kemenangan akhir tercapai dengan segala daya dan upaya yang sebelumnya telah dipersiapkan. Oleh karena itu. Bangsa Indonesia cinta damai karena memahami sepenuhnya. Apabila tekad ini harus berwujud perang. kemerdekaan dan kedaulatan Negara Republik Indonesia serta keutuhan bangsa. tantangan. Bagi bangsa Indonesia perang adalah jalan yang terakhir yang terpaksa harus ditempuh untuk mempertahankan ideologi Pancasila. bahwa penggunaan kekerasan dalam memecahkan masalah sengketa akan selalu menimbulkan malapetaka bagi umat manusia. 4) Wawasan Nusantara. bagi bangsa Indonesia perang adalah perang atas dasar Ideologi dan berdasarkan keadilan dan kebenaran. Bila bangsa Indonesia terpaksa berperang. ialah Wawasan Nusantara. Doktrin perjuangan bangsa Indonesia dibidang Hankamneg adalah doktrin yang berlandaskan Pancasila dan landasan konstitusional UUD 1945 serta doktrin-doktrin nasional lainnya.

Selain berfisik sehat dan terlatih. Geografi. ekonomi. Faktor-faktor yang Mempengaruhi. Faktor-faktor yang mempengaruhi upaya peningkatan Ketahanan Nasional bidang Hankamneg antara lain: 1. Untuk dapat mempertahankan negara sesuai dengan sifat geografi Indonesia yang berupa Nusantara diperlukan kekuatan Hankamneg yang bermutu. . Pelaksanaan Hanneg Indonesia didasarkan atas Sistem Hanneg yang berintikan TNI sebagai komponen utama didukung oleh komponen cadang dan komponen pendukung serta potensi-potensi lainnya seperti potensi ideologi. dan sebagainya. Sistem Hanta diproses melalui upaya memasyarakatkan dan mengikutsertakan seluruh rakyat dalam upaya bela negara dalam masyarakat bangsa Indonesia. mahir dalam melaksanakan operasi-operasi gabungan. diwujudkan dalam moral yang tinggi karena keyakinan akan kebenaran motivasi perjuangan (ideologi/politik). nasionalisme. politik. Sistek dan Sissos dikembangkan secara prinsipal dan konsepsional dirumuskan dan disusun atas dasar sumber falsafah hidup bangsa. masalah pemantapan wilayah dan masalah partisipasi TNI dan Polri diluar bidang Hankam dirumuskan tersendiri. pengalaman perjuangan dan kondisi serta situasi negara dan bangsa Indonesia. dituntut juga sikap mental dan pengorganisasian yang baik. Manusia merupakan factor yang sangat menentukan. dan sosial budaya. b. geografi. Sistem Hanta merupakan perpaduan serasi antara Sistem Senjata Teknologi (Sistek) dan Sistem Senjata Sosial (Sissos) bersifat semesta (cq Kewilayahan) dan menyangkut segenap bidang kehidupan bangsa. 6) Sistem Pertahanan Semesta.bidang-bidang masalah keamanan dalam negeri. memiliki kemampuan strategis yang memadai sebagai faktor penangkal dengan kemampuannya untuk menguasai dan melindungi setiap titik. setiap jengkal tanah dan wilayah perairan di setiap penjuru tanah air.

2. sehingga banyak terdapat daerahdaerah strategis yang relatif terlalu jarang dan terlalu padat penduduknya. penelitian dan pengembangan. Kondisi Internasional. akan tetapi lebih merupakan perimbangan kekuatan yang bersifat polisentris dengan kepentingan-kepentingan nasional bangsa-bangsa yang bersangkutan berupa regionalisme dan koeksistensi yang sangat menonjol. dan kepercayaan diri. adanya tekanan tekanan internasional yang dalam kelanjutannya dapat berwujud dan berakibat timbulnya konflik-konflik bersenjata. Pemerataan penyebaran dalam kepadatan penduduk tidak seimbang. 4) Keterbatasan sumber daya dan ketidakpastian masa depan. Sumber daya makin lama semakin langka. sedang kebutuhan manusia terus meningkat. Perlu diambil langkah yang konkrit untuk mengurangi lebarnya jurang ketinggalan tersebut. 3) Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. rasa solidaritas. Integrasi TNI dan kemanunggalan TNI dengan rakyat merupakan suatu keharusan karena perang bersifat semesta. Dalam upaya dibidang Hankamneg diusahakan peningkatan kemampuan nasional dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. karena prestasi dan sejarah. berdaya pemusnahan massal. jiwa kerja sama dan kebanggaan kesatuan. Kenyataan yang ada menunjukkan bahwa pada hakekatnya pertentangan-pertentangan internasional merupakan refleksi dari kepentingankepentingan nasional masing-masing negara. Adanya penduduk yang mampu berperan positif dalam pertahanan semesta sangat menentukan karena Ketahanan Hankamneg khususnya merupakan usaha integral rakyat. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat cepat di negara-negara maju mengakibatkan ketinggalan dan ketergantungan Indonesia dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Kondisi internasional menunjukkan tidak adanya pola-pola perimbangan kekuatan yang tidak lagi didasarkan atas sistem bipolar atau neobipolar.patriotisme. seolah- .

Politik dan Strategi Dasar Hankamneg. Selanjutnya harus selalu merumuskan jalan dan tindakan apa yang perlu dipilih untuk menghadapi setiap perubahan. Karena tidak adanya kepastian masa depan. Berhasil atau gagalnya usaha bangsa Indonesia dibidang Hankamneg akan sangat dipengaruhi oleh adanya kepemimpinan yang kuat. Dengan demikian diharapkan agar ketidakpastian dapat ditekan serendah-rendahnya dengan perjuangan. Oleh karena itu selalu ada penyesuaian antara kebutuhan dengan sumber daya yang ada.olah tidak ada batasnya. menyelematkan perjuangan bangsa Indonesia guna mencapai segala kepentingan. tujuan-tujuan dan cita-cita perjuangannya yang diwujudkan melalui rangkaian rencana dan pelaksanaan pembangunan nasional. c. Kebijaksanaan dan Strategi 1. bersih dan berwibawa dan dinamis. terlebih-lebih pada masamasa darurat dimana kepemimpinan diperlukan untuk dapat menjamin kelangsungan kehidupan nasional yang merdeka dan berdaulat. Demikian pula kemampuan manajemen pada semua eselon. maka dirumuskan politik dan strategi dasar Hankamneg yang bertujuan pertama. termasuk kemampuan implementasi perlu ditingkatkan sesuai dengan kepribadian Indonesia. maka upaya Hankamneg harus senantiasa diarahkan untuk memperhitungkan apa yang bakal terjadi di masa depan. Anggaran pertahanan yang sangat terbatas lebih-lebih memerlukan tingkat manajemen yang tinggi. . untuk menjamin tetap tegaknya dan terlindunginya Negara Kesatuan RI berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dari segala ancaman. tantangan dan gangguan. hakekat tantangan dan Wawasan Nusantara. 5) Kepemimpinan dan pengelolaan (Manajemen). Berdasarkan landasan politik dan strategi. hambatan. perhitungan dan kesiagaan untuk menghadapi setiap kemungkinan. baik dari dalam maupun dari luar negara dan kedua mengamankan.

(3) Bebas dan aktif dalam menyelenggarakan kerjasama regional/internasional guna menciptakan kerukunan.a) Politik Hankamneg. Defensif aktif: diwujudkan dengan membangun kekuatan Hankamneg yang merupakan kemampuan untuk menangkal dan menanggulangi ancaman-ancaman dalam segala bentuk dan manifestasinya dari manapun datangnya. (2) Preventif aktif : diwujudkan dengan membangun kekuatan Hankamneg yang merupakan kemampuan untuk menangkal. Bebas dan aktif dalam mengusahakan adanya kerjasama internasional dalam rangka perjuangan untuk menghapuskan imperialisme dalam segala bentuk manifestasinya. b) Strategi Dasar Hankamneg. perdamaian dan kestabilan regional di Asia Tenggara dengan didasari Ketahanan Nasional yang sepadan dan mendorong terwjudnya Ketahanan Regional. Politik Pertahanan dan Keamanan Negara dapat dirumuskan sebagai berikut : 1. mencegah serta mengatasi gangguan dan ancaman yang mungkin timbul terhadap keamanan. Strategi Dasar Pertahanan da Keamanan Negara dapat dirumuskan sebagai berikut : (1) Membina Ketahanan Nasional disegala kehidupan dan penghidupan bangsa Indonesia dengan antara lain mewujudkan stabilitas dan melaksanakan pembinan dan pembangunan wilayah nasional. ketentraman dan ketertiban didalam negara. .

(3) Membangun kemampuan Pertahanan Semesta dengan meningkatkan kesadaran tanggung jawab. (4) Membangun TNI yang tangguh. tujuan-tujuan dan sasaran nasional. kewaspadaan. UUD 1945 dan Wawasan Nusantara. (5) Memelihara integritas dan kemanunggalan antara komponenkomponen TNI serta kemanunggal-an TNI dan rakyat.(2) Melindungi jalannya pembangunan nasional guna menjamin tercapainya kepentingan nasional. kemampuan dan kesiagaan warga negara. (6) Penyusunan kekuatan Hankamneg yang mampu ikut mewujudkan perdamaian dan keamanan regional di Asia Tenggara khususnya dan dunia pada umumnya. khususnya industri Hankam untuk mencari kemungkinan pembuatan loncatan-loncatan kedepan dalam pembangunan. Atas dasar itu pola dasar pelaksanaan Hankamneg dapat disimpulkan sebagai berikut : . efektif dan efisien dengan kekuatan cadangan yang segera dapat dikembangkan. masyarakat dan bangsa. Pola Dasar Pelaksanaan Hankamneg 1) Bangsa Indonesia melaksanakan Hankamneg atas dasar falsafah Pancasila. sesuai dengan fungsi yang diemban oleh TNI. d. sepadan dengan tugas yang dihadapkan dalam rangka perwujudan Sishanta dan memanfaatkan kemajuan ilmu dan teknologi yang mutakhir yang sedapat mungkin ditunjang oleh industri nasional.

yang ketiga-tiganya merupakan bagian yang dapat dibedakan tetapi sulit untuk dipisahkan. pembinaan dan pendidikan sebagaimana tersebut diatas. 2) Penyelenggaraan upaya dibidang Hankamneg selalu dapat dipolakan sesuai pola pemikiran perumusan Strategi : Pembinaan. Pembangunan Kekuatan dan Penggunaan Kekuatan. 4) Pembangunan/Pembinaan Sumber Daya Hanneg. kemenangan gemilang dalam pertempuran. dibekali. Perumusan politik Strategi Hankamneg dilaksanakan kepada kepentingan Tujuan Nasional. Sapta Marga. wadah atau ruang juang dan sistemnya. b) Kesatuan dibidang Hankamneg sesuai perumusan dalam Wawasan Nusantara yang perwujudannya adalah : Sishanta. sarana. Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional yang dilaksanakan pada lembagalembaga tertinggi secara seksama dengan memanfaatkan keahlian yang ada dengan pendekatan multidisipliner.a) Semua warganegara berhak dan wajib turut serta dalam pertahanan negara. sehingga dapat dikatakan. baik yang statis maupun dinamis. dalam peningkatan ketahanan secara lahiriah . Dibidang sumber daya manusia yang terdiri atas TNI dan segenap warganegara Indonesia : secara batiniah. Sumpah Prajurit dan perangkat peraturan disamping kepemimpinan dan manajemen yang baik. lintas sektor dan lintas departemen dan selalu memperhitungkan faktor-faktor kondisi. keberanian Prajurit dan kehebatan persenjataan dan perlengkapan itu tidak akan mencapai dampak yang diinginkan sesuai dengan kepentingan dan tujuan nasional yang semula diharapkan. Diluar TNI dengan usaha penyadaran. dibina dengan pola tingkah laku Pancasila. Pola pelaksanannya meliputi pembinaan sumber daya manusia. 3. Demikian arti pentingnya strategi atau perumusan strategi. bahwa apabila kebijaksanaan dibidang strategi salah. maka kepandaian para panglima.

ditingkatkan kualitas jasmani. Jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi terhadap gatra kekayaan alam. c. b. 4. Jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi terhadap gatra Hankamneg. strategi militer. 5. Antar Trigatra dan Pancagatra serta antar gatra itu sendiri terdapat hubungan timbal balik yang sangat erat. Dibidang ruang juang ditingkatkan dengan system pembinaan territorial. BAB IV KONSEPSI HUBUNGAN ANTAR GATRA 20. Dibidang prasarana dan bidang Hanneg dilaksanakan dengan modernisasi manajemen pembangunan Hankam yang didukung oleh industri nasional lainnya dan pengadaan melalui usaha penelitian dan pengembangan. Sifat . Umum. kecerdasan dan keterampilan. pola pelaksanaan-nya adalah dengan Sishanta dengan segala aspek kaitan dan ruang lingkupnya yang terus ditingkatkan dengan penggarapan dibidang pengkajian dan pembinaan sistem. Jelaskan apa yang dimaksud dengan indentitas Nasional. Evaluasi a. doktrin. taktik teknik dan administrasinya serta latihan-latihan dan uji coba yang senantiasa dilakukan. 19. Apa yang saudara ketahui tentang mental psikologi dari faktor dinamis. 5) Dibidang penggunaan kekuatan Hanneg. Bagaimana kebijaksanaan dan strategi dari gatra penduduk. kemahiran.

Kekayaan alam baru mempunyai manfaat nyata jika telah diolah oleh penduduk yang memiliki kemampuan dan teknologi untuk itu. Penduduk Indonesia dalam dimensi jumlah. Tingkat pengetahuan dan teknologi penduduk serta tingkat kebutuhan untuk pemenuhan hidup. wawasan dan sikap hidup dan perikehidupan penduduk Indonesia. Sebaliknya.Ketahanan Nasional Indonesia bukan merupakan suatu penjumlahan ketahanan segenap gatranya. Ideologi sebagai falsafah hidup bangsa dan landasan idiil negara. mutu dan penyebaran kekayaan alam yang dapat dimanfaatkan penduduk akan memberikan tata dan perikehidupan serta pola budaya penduduknya. 22. Bentuk topografis. Mata pencaharian penduduk dipengaruhi oleh keadaan geografi sekelilingnya serta kekayaan alam yang dikandungnya. Kelemahan disalah satu bidang dapat mengakibatkan kelemahan dibidang lain dan mempengaruhi kondisi keseluruhan. utuh. Hubungan antar Gatra dalam Pancagatra. letak geografis serta jenis. saling mengisi dan saling bergantung sehingga : Ketahanan Nasional Indonesia adalah suatu pengertian keseluruhan. Geografis sebagai factor statis juga memberikan kemudahan dan hambatan dan nilai tambah bagi pendayagunaan serta kelestarian sumber alam. penyebaran dan tingkat kenaikan jumlahnya serta mutunya akan berpengaruh pada pemanfaatan kekayaan alam. 21. letak astronomis. Hubungan antar Gatra dalam Trigatra.Ketahanan Nasional Indonesia hakekatnya bergantung kepada kemampuan bangsa/negara Indonesia didalam mempergunakan aspek alamiahnya sebagai dasar penyelenggaraan kehidupan nasional disegala bidang. melainkan ditentukan oleh struktur konfigurasi aspeknya secara struktur fungsional. komposisi. bernilai penentu didalam memelihara kelangsungan hidup bangsa dan .hubungan tersebut saling terkait. iklim dan posisi silang memberikan pengaruh pada pandangan hidup. dimana terdapat saling hubungan erat antara gatra didalam keseluruhan kehidupan nasional. Penyebaran penduduk erat hubungannya dengan usaha transmigrasi dan pusat-pusat pertumbuhan. menentukan tingkat pemanfaatan serta kelestarian kekayaan alam tersebut. Geografi Indonesia sebagai faktor statis maupun dinamis mempengaruhi gatra-gatra lainnya.

Keadaan sosial yang serasi. Keadaan stabil. Ketahanan pertahanan keamanan memerlukan juga penunjang gatra lain.pencapaian tujuan nasionalnya.Ketahanan di gatra lain merupakan “deterrent factor” terhadap maksud tersebut. sosial budaya dan pertahanan keamanan yang berfungsi sebagai penunjang. tanpa budaya dan kepribadian memungkinkan timbul ketegangan sosial yang dapat berkembang menjadi revolusi sosial yang jelas membahayakan Ketahanan Nasional. baik fisik materi maupun mental kejiwaan. maju dan berkembang dibidang ideologi. Ketahanan nasional hakekatnya bergantung kepada kemampuan bangsa/negara didalam mempergunakan aspek . Karena itu mutlak perlu untuk diamankan terhadap tiap ancaman.Karena saling berkaitan. politik. sebaliknya keadaan politik stabil dan dinamis memungkinkan pembangunan disegala bidang dan memberikan rasa aman serta memperkokoh Tannas. maka perubahan disalah satu aspek akan mempunyai pengaruh terhadap aspek lain. hambatan dan gangguan yang akan merubah atau meniadakan ideologi nasional itu. ketaatan beragama. berbudaya dan berkepribadian hanya dapat berkembang didalam suasana aman dan damai. ekonomi dan sosial budaya memperkokoh pertahanan keamanan nasional. Ketahanan ekonomi berhubungan erat dengan ketahanan dibidang ideologi politik. Ia dipengaruhi oleh tingkat kecerdasan dan kesadaran berpolitik. Tingkah laku politik seseorang dipengaruhi oleh bermacam hal yang satu dengan lainnya saling berkaitan. tingkat kemakmuran ekonomi. Sebaliknya keadaan ekonomi stabil dan maju menjangkau stabilitas dan peningkatan dibidang lain. Kemegahan sosial budaya suatu bangsa biasanya mencerminkan tingkat kesejahteraan nasionalnya. Situasi politik yang kacau yang memungkinkan terjadinya pertikaian dan pemberontakan merupakan suatu kerawanan yang membahayakan Tannas. 23. Keadaan sosial yang timpang dengan segala kontradiksi. Hubungan antar Trigatra dengan Pancagatra a. stabil dinamis. keakraban sosial dan rasa keamanannya. Sebaliknya dapat dikatakan bahwa tanpa pertahanan keamanan nasional yang memadai Tannas kita akan menjadi lemah.

24. b. Masing-masing gatra saling terkait secara integrative. Ketahanan nasional bukan merupakan suatu penjumlahan ketahanan segenap gatranya. 25. Kelemahan disalah satu bidang dapat mengakibatkan kelemahan bidang lain dan mempengaruhi kondisi keseluruhan. Hubungan antar gatra. maka usaha untuk peningkatan Ketahanan Nasional Indonesia melalui usaha pembangunan nasional secara berencana harus menjamin adanya pertumbuhan yang seimbang dan konfigurasi dari delapan aspek (gatra) dalam kehidupan nasional. Karena Ketahanan Nasional Indonesia merupakan pengertian keutuhan hubungan antar gatra dalam kehidupan nasional. Jelaskan hubungan antar gatra dalam Pancagatra ? 3. c. apabila tidak diikuti oleh aspek-aspek yang lain. Ketahanan Nasional adalah suatu pengertian holistik dimana terdapat saling hubungan erat antara gatra didalam keseluruhan kehidupan nasional. Kemajuan dalam salah satu aspek sebagai akibat pembangunan akan memberikan pengaruh yang negatif.alamiahnya sebagai dasar penyelenggaraan kehidupan nasional disegala bidang. Evaluasi 1. Jelaskan hubungan antar Trigatra dengan Pancagtra ? . saling mengisi dan saling bergantung dalam menciptakan Ketahanan Nasional. Jelaskan hubungan antar gatra dalam Trigatra ? 2. melainkan ditentukan oleh struktur atau konfigurasi aspek-aspek secara structural fungsional (resultante). d.

harus percaya dan yakin. dilaksanakan secara realistik dan pragmatis. maka masih terdapat kelompok masyarakat yang bermental kolonial dan memiliki rasa ketergantungan kepada bekas penjajahnya. Perwujudan dan peningkatan Ketahanan Nasional Indonesia yang berlandaskan Pancasila dan Wawasan Nusantara. Ketahanan Nasional Indonesia dikembangkan berdasar suatu sikap mental percaya pada diri sendiri. Karena negara Indonesia merupakan bekas daerah jajahan. Segi kuat hendaknya dijadikan pancangan kaki dan dimanfaatkan seoptimal mungkin dengan memberikan kesempatan kepada segi yang lemah untuk diperbaiki dan diperkuat. . Bangsa Indonesia beruntung mempunyai kekuatan dan kemampuan yang sama didalam semua bidang kehidupan nasionalnya. Politik dan strategi nasional yang bijaksana akan memperhatikan dan berpijak pada kondisi dan situasi Ketahanan Nasional Indonesia yang riil. 27. bahwa ia dapat mengurus dan mengatur rumah tangganya sendiri dengan baik dan tidak bergantung kepada bantuan dari luar. sesuai dengan kemampuan dan keterbatasan yang ada. Bangsa Indonesia yang merdeka dan berdaulat. Andaikata diperlukan bantuan maka hal tersebut bersifat komplementer. Sikap mental demikian harus secara sadar di kikis habis dan sebagai gantinya harus ditumbuhkan suatu sikap mental yang berkepercayaan pada diri sendiri yang patriotik dan nasionalistis. Dasar Pengembangan Tahnas. Banyak negara terutama negara berkembang terpaksa membangun didalam ketimpangan Ketahanan Nasionalnya dan berasas mencapai suatu pertumbuhan yang seimbang melalui pertumbuhan yang timpang. sehingga memungkinkan suatu pertumbuhan yang seimbang. sehingga lambat laun dapat diperoleh suatu kekuatan nasional yang serasi dan seimbang. tanpa menjerumuskan diri kedalam fanatisme dan nasionalisme yang sempit. Perwujudan dan Peningkatan Tahnas. Oleh Karena itu diperlukan apresiasi tepat tentang kekuatan dan kelemahan kondisi Ketahanan Nasionalnya.BAB V POLA UMUM OPERASIONAL TANNAS INDONESIA 26.

untuk disatu pihak. hambatan dan gangguan yang timbul. serta perjuangan mengejar cita-cita/tujuan nasionalnya. 30. Apa yang dijadikan hal utama dalam perwujudan dan peningkatan Ketahanan Nasional ? 2. Setiap usaha pembangunan yang serba multi sektoral yang menyentuh seluruh aspek kehidupan nasional akan selalu dapat diarahkan dan selalu berada dalam pola integral komprehensif. Dan untuk tetap memungkinkan berjalannya pembangunan nasional yang selalu harus menuju ketujuan yang ingin dicapai dan agar dapat secara efektif dielakkan tantangantantangan. Selanjutnya Ketahanan Nasional yang tangguh akan lebih mendorong lagi pembangunan nasional. Konsepsi Ketahanan Nasional dalam rangka Pembangunan Nasional. Bagaimana sikap mental bangsa Indonesia dalam mengembangkan dan meningkatkan Ketahanan Nasional ? BAB VI KETAHANAN NASIONAL DAN PEMBANGUNAN NASIONAL INDONESIA 29. perlu dipupuk terus menerus Ketahanan Nasional yang meliputi segala aspek kehidupan bangsa dan negara. Jadi antara pembangunan nasional dan Ketahanan Nasional terdapat hubungan timbal balik dimana Pembangunan Nasional sebagai input (masukan) dan Ketahanan Nasional sebagai output (luaran) dari upaya bangsa dan negara untuk menjamin eksistensi dan kelangsungan hidupnya. Hubungan Ketahanan Nasional dengan Pembangunan Nasional. serta dilain pihak usaha untuk mencapai . baik dari luar maupun dari dalam. Evaluasi 1. dalam usaha mencapai tingkat keamanan untuk dapat menjamin eksistensi dan kelangsungan hidup.28. ancaman. Berhasilnya Pembangunan Nasional akan meningkatkan Ketahanan Nasional.

tingkat kesejahteraan menuju kejayaan bangsa dan negaranya berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.Pembangunan Nasional dalam rangka konsepsi Ketahanan Nasional adalah : a. Pembangunan yang perencanaannya disusun berdasarkan apresiasi yang tepat tentang kondisi riil bangsa dan negara. Pembangunan yang pola dasarnya. Pembangunan yang didasarkan pada sikap mental percaya pada diri sendiri. 4. Pembangunan Nasional dalam Rangka Konsepsi Ketahanan Nasional. ulet dan tangguh dengan . 3. Pembangunan yang menjamin keseimbangan dan keserasian keamanan dan kesejahteraan materiil dan spiritual demi kelangsungan hidup dan menuju kejayaan bangsa dan negara Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Pembangunan Nasional dalam rangka konsepsi Ketahanan Nasional pada hakekatnya merupakan pengaturan dan penyelenggaraan hubungan interaksi dan interdepensi yang seimbang dan serasi antara gatra menuju sasaran yang diinginkan yaitu perubahan fisik. 2. serta selalu berorientasi pada pencapaian sasaran tertentu dalam kurun waktu tertentu pula sebagai bagian dari usaha pencapaian tujuan nasional seperti yang terdapat pada pembukaan UUD 1945. kebijaksanaan dan strateginya bersifat utuh menyeluruh/manunggal. sikap mental (pembaharuan) dan cara berpikir (modernisasi) yang menjamin adanya rasa keamanan dan rasa kesejahteraan secara adil dan merata bagi seluruh rakyat berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. yang menjamin keseimbangan dan konfigurasi dari delapan aspek (Astagatra) kehidupan nasional. hakekat tantangan dan ancaman yang dihadapi. Jadi pembangunan nasional dapat menjadi sarana meningkatkan Ketahanan Nasional manakala pembangunan nasional berjalan sesuai dengan arah pedoman yang digariskan pola dasar itu. 31.

ooo000ooo POLSTRAHANKAMNAS . Bagaimana kaitannya antara Ketahanan Nasional dengan pembangunan nasional Indonesia ? 2. Jelaskan yang saudara ketahui tentang pembangunan nasional dalam rangka konsepsi Ketahanan Nasional ? BAB VIII PENUTUP 33. religius dan kekeluargaan dalam satu kesatuan/integrasi nasional. berbangsa dan bernegara yang semakin meningkat.mendahulukan sifat-sifat kerakyatan. Evaluasi 1. Demikian bahan ajaran Tannas ini disusun dengan harapan dapat dijadikan landasan dalam memandang masa depan serta dapat ditangkap nilai-nilai berharga guna pelaksanaan kehidupan bermasyarakat. 32.

dan Keamanan (dalam) . tidak represif . dengan mengamankan: .Meliputi pertahanan (luar). POLITIK HANKAMNAS C.Fungsi pemerintahan negara .Melibatkan militer dan rakyat 2. PEMBANGUNAN DAN PENGGUNAAN KEKUATAN HANKAMNAS A.Membina kekuatan hankam yang menyatu dengan rakyat .Kepentingan Nasional .Mewujudkan wilayah negara sebagai satu kesatuan hankam 5. tidak ofensif Keamanan : Preventif Aktif.Hasil Bangsa Nasional 4. PENGANTAR Arti Hankamnas . Fungsi Hankamnas . Tujuan Hankamnas Menjaga tetap tegaknya keberadaan bangsa – negara Tugas Pokok Hankamnas Membina ketahanan hankam dalam rangka tanas. Dasar Politik Hankamnas Pertahanan : Defensif Aktif.Ideologi Negara .Membina kesadaran membela negara .Kedaulatan dan Kemerdekaan .A. STRATEGI HANKAMNAS D. PENGANTAR B.

Politik Hankamnas 1.Perumusan konkrit berdasarkan kenyataan nyata Perumusan konkrit berdasarkan kemampuan nyata . Kebijakan Hankamnas Mencegah perang melalui upaya politik Mengembangkan penangkalan melalui siskamnas Mengembangkan kerjasama regional secara fungsional (Kamhan.Politik bebas aktif .Jangkauan jauh ke depan : perlu perkiraan intelejen & asumsi-asumsi .Perdamaian dunia 3.sama (samenvallen) dengan politik nasional . bukan Hankam) Menciptakan Tanreg (Ketahanan Regional) 4.Persatuan-Kesatuan (Wanus) .Keterlibatan rakyat (Siskamnas) . Hakikat Hankamnas Keterlibatan rakyat (Perlawanan Rakyat Semesta) dalam menghadapi & mengatasi segala macam dan bentuk ancaman. Pengertian Pernyataan cita-cita bangsa negara tentang pembinaan secara total dari potensi hankam untuk mencapai tujuan hankam dalam rangka Tunas 2.Jaminan terhadap ketidakpastian . baik dari luar maupun dari dalam negeri B.Waktu harus jatuh . Prinsip Penuntun .6. Perumusan Politik Hankamnas .Bersandar pada kemampuan sendiri .

3. 2007. Pengembangan. dan Teknologi Militer masuk barak. Pedoman Pembuatan Renstra Hankam Prinsip ekonomi dan prioritas Mencukupi kebutuhan sendiri Dislokasi kekuatan Berdasar peraturan perundangan Penelitian. serta meniadakan kerawanan yang ada. dan siap sewaktu-waktu dibutuhkan untuk keamanan Manajeman hankam Pemanfaatan peluang D.C. tidak dapat mencapai maksud dan tujuan-nya). Penggunaan Hankamnas Pola dasar (diarahkan ke dalam negeri) dengan : Persuasi (Edukasi) : kerjasama. 11:26 pm Filed under: esensial . Srategi Hankamnas Arti Langkah-langkah pembangunan & penggunaan kekuatan dan sarana hankamnas dalam rangka pelaksanaan Politik hankamnas Tujuan Mewujudkan daya tangkal terhadap gangguan keamanan dalam negeri dan ancaman luar negeri dengan membangun kekuatan hankam. membangun Ancaman Langsung : menakuti dengan peringatan lisan / gerakan yang dibarengi tindakan preventif POLITIK DAN STRATEGI NASIONAL Desember 1. Pembangunan dan Penggunaan Hankamnas Pembangunan Hankamnas : Menciptakan Daya tangkal (Kekuatan yang memberi keyakinan pada pihak yang mempunyai maksud tidak baik dan melakukan agresi dengan cara apapun.

jalan. Pemikiran strategis adalah kegiatan yang dilakukan dalam rangka mengantisipasi perkembangan keadaan lingkungan yang dapat mempengaruhi bahkan mengganggu pelaksanaan strategi nasional. organisasi kepentingan. unsur-unsur utama sistem keamanan nasional tersusun atas empat tatanan yaitu : tata kehidupan masyarakat (TKM). pendekatan ruang dilakukan karena strategi akan berhasil bila didukung oleh lingkungan sosial budaya dimana strategi dan manajemen tersebut di operasionalkan. pencapaian kondisi yang lebih baik di masa mendatang. yaitu poplituik dalam arti kepentingan umum (politics) dan politik dalam arti kebijakan (policy). Dalam ketatanegaraan Indonesia. Agar perencanaan pelaksanaan politik dan strategi dapat berjalan dengan baik maka harus dirumuskan dan dilakukan pemikiran-pemikiran strategis yang akan digunakan. Itulah alasan mengapa kita harus mampu mendahului dan mengestimasi permasalahan yang akan timbul. analisis kemampuanh yang dimiliki dan pengaruhnya. pengaturan. tata administrasi negara (TAN). 3. Untuk penyelenggaraan TPKB diperlukan proses arus masuk yang dimulai dari TKM lewat TPN. strategi dijadikan kajian dari konsep yang mencakup permasalahan yang memerlukan pemecahan secara utuh menyeluruh. tata politik nasional (TPN). Wawasan strategi harus mengacu pada tiga hal penting. baik lintas sektor maupun lintas disiplin Memperhatikan dimensi ruang dan waktu. Dapat disimpulkan bahwa politik adalah bermacam-macam kegiatan yang menyangkut proses penentuan tujuan-tujuan dari sistem negara dan upaya-upaya dalam mewujudkan tujuan itu. sedangkan TAN dan TLP merupakan tatanan dalam (inner setting) dari sistem keamanan nasional. sedangkan pendekatan waktu sangat fluktuatif terhadap perubahan dan ketidakpastian kondisi yang berkembang sehingga strategi tersebut dapat bersifat temporer dan kontemporer 5. dan menggunakan teknologi masa depan Terpadu komprehensif integral. parpol. Untuk melaksanakan tujuan itu diperlukan kebijakan-kebijakan umum (public policies) yang menyangkut pengaturan dan pembagian atau alokasi dari sumber-sumber yang ada.54 Votes . sosial budaya. Juga dilakukan Perkiraan Strategi yaitu suatu analisis terhadap berbagai kemungkinan perkembangan keadaan dan lingkungan. Politik (etimologis) adalah segala sesuatu yag berkaitan dengan urusan yang menyangkut kepentingan dari sekelompok masyarakat (negara). Aspirasi dari TKM yang berintikan kepentingan rakyat dapat berasal dari rakyat (individu/ormas). kelompok penekan. dan pelayanan yang diperlukan dalam rangka mewujudkan cita-cita bangsa Bangsa Indonesia sebagai pemilik negara berperan untuk menentukan sistem nilai dan arah/ kebijaksanaan negara yang digunakan sebagai landasan dan pedoman bagi penyelenggaraan fungsi-fungsi negara Pemerintah sebagai unsur manajer atau penguasa berperan dalam penyelenggaraan fungsi-fungsi pemerintahan umum dan pembangunan ke arah cita-cita bangsa dan kelangsungan serta pertumbuhan negara Masyarakat sebagai unsur penunjang dan pemakai berperan sebagai kontributor. Sedangkan politik dalam arti policy adalah penggunaan pertimbangan tertentu yang dapat menjamin terlaksananya usaha untuk mewujudkan keinginan atau citacita yang dikehendaki. TKM dan TPN merupakan tatanan luar (outer setting). penerima. keadaan. dan konsumen bagi berbagai hasil kegiatan penyelenggaraan fungsi pemerintahan Dilihat secara strukutural. dan pers. pengembangan sasaran alternatif. dan tata laksana pemerintahan (TLP). di antaranya adalah : Melihat jauh ke depan. pengambilan keputusan (decisionmaking) mengenai seleksi antara beberapa alternatif dan penyusunan skala prioritas dari tujuan-tujuan yang telah ditentukan. Rangkaian kegiatan dalam TPKB menghasilkan berbagai keputusan yang tehimpun dalam proses arus keluar berupa berbagai kebijakan yang . mampu membuat desain yang tepat. Secara umum politik mempunyai dua arti. serta batas waktu berlakunya penilaian terhadap pelaksanaan strategi. 4. unsur-unsur uatama sistem keamanan nasional adalah sebagai berikut : Negara sebagai organisasi kekuasaan yang mempunyai hak dan peranan terhadap pemilikan. cara atau alat yag akan digunakan untuk mencapai tujuan. cara bertindak yang ditempuh. Gran strategy dilaksanakan melalui bidang ilmu politik. Indonesia menuangkan politik nasionalnya dalam bentuk GBHN karena GBHN yang merupakan kepanjangan dari Garis-garis Besar Haluan Negara adalah haluan negara tentang penyelenggaraan negara dalam garis-garis besar sebagai pernyataan kehendak rakyat secara menyeluruh dan terpadu di tetapkan oleh MPR untuk lima tahun guna mewujudkan kesejahteraan rakyat yang berkeadilan. sistem keamanan nasional berpusat pada suatu rangkaian tata pengambilan keputusan berwenang (TPKB) yang terjadi pada tatanan dalam (TAN dan TLP). pertahanan dan keamanan. umumnya dilakukan Telaah Strategi atau suatu kajian terhadap pelaksanaan strategi yang akan dilaksanakan dengan selalu memperhatikan berbagai kecenderungan. Politik dalam arti politics adalah rangkaian asas/prinsip. Dalam perkembangannya istilah strategi condong ke militer sehingga ada tiga pengertian strategi : Strategi militer yang sering disebut sebagai strategi murni yaitu penggunaan kekauatan militer untuk tujuan perang militer Strategi besar (grand strategy) yaitu suatu strategi yang mencakup strategi militer dan strategi nonmiliter sebagai usaha dalam pencapaian tujuan perang Strategi nasional yaitu strategi yang mencakup strategi besar dan di orientasikan pada upaya optimlaisasi pelaksanaan pembangunan dan kesejahteraan bangsa 2. Secara proses.

Hal ini berarti bahwa hubungan keuangan antara pusat dan daerah perlu diberikan pengaturan sedemikian rupa sehingga kebutuhan pengeluaran yang akan menjadi tanggung jawab daerah dapat dibiayai dari sumber-sumber penerimaan yang ada. 7. Peranan masyarakat dalam turut mengontrol jalannya politik dan strategi nasional yang telah ditetapkan oleh MPR maupun yang dilaksanakan oleh Presiden/Mandataris sangat besar. Mekanisme penyususunan politik dan strategi nasional di tingkat suprastruktur politik diatur oleh Presiden/ Mandatris MPR. maka kewenangan pemerintah pusat dibatasi. Dalam melaksanakan tugasnya Presiden dibantu oleh lembaga-lembaga tinggi negara lainnya serta dewandewan yang merupakan badan koordinatif. Sesuai dengan kebijakan politik nasional. Konsep utama strategi pertahanan adalah melakukan pembinaan dari rakyat sebagai unsur utama dari entitas bangsa tersebut. politik. Di tingkat infrastruktur. sosial budaya. 8. yaitu UU Nomor 5 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Pemerintahan Di Daerah dan UU Nomor 5 tahun 1979 tentang Pemerintahan Desa.dll. penyusunan politik dan strategi nasional merupakan sasaran yang hendak dicapai oleh rakyat Indonesia dalam rangka pelaksanaan strategi nasional yang meliputi bidang hukum. yaitu otonomi luas kepada daerah kabupaten/kota. Sesuai dengan UU Nomor 25 Tahun 1999 bahwa perimbangan keuangan pusat dan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi fiskal mengandung pengertian bahwa kepada daerah diberikan kewenangan untuk memanfaatkan sumber keuangan sendiri dan didukung dengan perimbangan keuangan antara pusat dan daerah. Selanjutnya proses penyusunan politik dan strategi nasional ditingkat ini dilakukan setelah presiden menerima GBHN. seperti Dewan Stabilitas Ekonomi. maka pengaturan pembiayaan daerah dilakukan berdasarkan asas penyelenggaraan pemerintahan. Strategi Pertahanan Dan Keamanan Strategi pertahanan yang dibahas disini akan bertolak dari hal hal yang berkaitan dengan pemanfaatan maksimal dari seluruh sumber daya yang dimiliki oleh negara RI dalam mengantisipasi segala ancaman yang membahayakan entitas nasional bangsa Indonesia. dan pertahanan keamanan. kemudian menyusun program kabinet dan memilih para menteri yang akan melaksanakan program kabinet tersebut. Dewan Pertahanan Keamanan Nasional. maka strategi nasional dilaksanakan oleh para menteri dan pimpinan lembaga pemerintah nondepartemen sesuai dengan bidangnya atas petunjuk presiden. Lahirnya UU Nomor 22 Tahun 1999 secara legal formal menggantikan dua UU sebelumnya. Terwujudnya suatu pertahanan nasional yang menitikberatkan pada pendayagunaan rakyat sebagai unsur utama pertahanan dengan koordinasi yang sinergis antara seluruh . Pembiayaan penyelenggaraan pemerintahan berdasarkan asas desentralisasi dilakukan atas beban APBD. Lahirnya UU Nomor 22 Tahun 1999 sebagai salah satu wujud politik dan strategi nasional.dituangkan ke dalam berbagai bentuk peraturan perundngan sesuai dengan sifat permasalahan dan klasifikasi kebijakan serta instansi atau pejabat yang mengeluarkan. Kebijakan perimbangan keuangan antara pusat dan daerah dilakukan dengan mengikuti pembagian kewenangan atau money follows function. Tujuan dan Sasaran Tujuan : • ○ 1. 6. Sebagai konsekuensinya. selanjutnya di salurkan ke TPN dan TKM. Jika politik nasional ditetapkan oleh Presiden/Mandataris MPR. pembiayaan penyelenggaraan pemerintahan dalam rangka tugas pembantuan dilakukan atas beban anggaran tingkat pemerintahan yang menugaskan. dan otonomi terbatas kepada daerah provinsi. pembiayaan penyelenggaraan pemerintahan dalam rangka pelaksanaan asas dekonsentrasi dilakukan atas beban APBN. Program kabinet dapat dipandang sebagai dokumen resmi yang memuat politik nasional yang digariskan oleh presiden. maka penyelenggaraan negara harus mengambil langkah-langkah untuk melakukan pembinaan terhadap semua lapisan masyarakat dengan mencantumkan apa yang menjadi keinginan rakyat Indonesia sebagai sasaran sektoralnya. Sejalan dengan kebijakan tersebut. telah memberikan dua bentuk otonomi kepada dua daerah. Dalam konteks ini maka untuk tercapainya suatu strategi pertahanan idaman maka juga diperlukan peranti yang tepat guna melakukan proses pembinaan rakyat sebagai unsur utama strategi nasional pertahanan.

Hakekat ancaman keberadaan bangsa dan potensi-potensi ancaman tersebut khususnya bentuk.unsur pertahanan dan unsur intelijen serta didukung oleh kemandirian seluruh sistim sarana. Sasaran : • ○ 1. yakni matra darat sedangkan unsur pertahanan inti akan memiliki tiga matra yakni darat. Sesuai dengan penjelasan di atas bahwa pembinaan dan pendayagunaan rakyat adalah unsur utama dalam pertahanan RI. 2. Badan intelijen ini harus dipisahkan secara organisasi dari unsur-unsur pertahanan di atas akan tetapi harus diberikan mekanisme yang sedemikian sehingga bisa menjalankan tugasnya sebagai unsur pengadaan data pengedali operasi secara terintegrasi dalam sistim nasional pertahanan. maka sistematis pertahanan RI harus disusun dalam urutan sebagai berikut. 2. TV. Hal ini bisa dicapai dengan penyuluhan lewat media-media pekabaran dan penerangan langsung lewat siaran radio. Konsep Strategi Pertahanan RI Dalam uraian ini dibahas konsep pertahanan nasional RI. dikoordinir oleh pimpinan yang profesional dengan data intelijen yang akurat dan komprehensif dan didukung oleh peralatan yang cukup memadai yang di produksi di dalam negeri sejalan dengan makin maju dan mandirinya industri pertahanan dalam negeri. Yang ke-dua adalah unsur pertahanan teritorial (territorial defence entity) yang personilnya adalah rakyat yang berdinas secara periodik dan bersifat wajib dengan pembiayaan di serahkan pada pemerintah daerah. Badan intelijen ini akan berfungsi untuk pendukung pengadaan data yang akurat guna pelaksanaan operasi operasi pertahanan baik yang akan dilakukan oleh unsur pertahanan inti maupun teritorial atau gabungan keduanya. Kedua unsur pertahanan ini harus di koordinir dalam suatu format komando gabungan yang diatur secara sinergi antara pemerintah pusat dengan daerah. asal dan tujuannya dari ancaman-ancaman tersebut harus dibina dan ditanamkan pada seluruh rakyat. Penumbuhan kesadaran rakyat dalam konteks pertahanan nasional. Ada pun secara kematraan. Pada era informasi saat ini pengadaan badan intelijen yang berkemampuan seperti di atas sudah merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditawar lagi. Terciptanya suasana yang kondusif di wilayah regional untuk terwujudnya tujuan tersebut. laut dan udara. 3. Di sini diusulkan untuk dibentuk dua jenis unsur pertahanan. Pembentukan dan pengorganisasian badan intelijen yang memadai dan ber redundansi tinggi. Adanya suatu bentuk kerjasama regional dalam bidang ekonomi maupun sosial dan kebudayaan yang mengarah pada konvergensi positif di bidang pertahanan nasional RI. unsur pertahanan teritorial sesuai dengan namanya hanya akan mencakup satu matra. . Yang pertama adalah unsur pertahanan inti (central core-defence entity) yang berupa tentara profesional dan digaji pemerintah pusat dengan segala sarana dan prasarana pendukungnya. pendidikan pentingnya kesadaran bela negara mulai dari SD hingga PTN. 2. prasarana dan fasilitas mau pun kemampuan pertahanan. Terbentuknya unsur pertahanan nasional yang diawaki oleh rakyat yang telah sadar akan nilai-nilai bela negara. 1. Mengajak rakyat untuk ikut giat dalam formasi pertahanan itu sendiri dalam arti yang sebenarnya.

Dalam melaksanakan tugas tersebut kekuatan udara akan memberikan dukungan penuh pada kekuatan laut. Pengadaan latihan bersama juga bisa dilakukan dengan intensif. Kemandirian kemampuan sarana dan prasarana pertahanan. Dalam keadaan perang kekuatan laut kita sedapat mungkin memiliki kemampuan untuk menahan serbuan musuh di laut dan jika perlu harus sanggup menumpas kekuatan musuh sebelum mendarat ke pantai pantai RI. Dengan semikian akan tercapai suatu sikap saling mengerti. Kekuatan Laut Fungsi utama kekuatan laut pada masa damai adalah mengamankan wilayah samudra serta menciptakan suasana keamanan yang kondusif untuk kegiatan ekonomi. Armada Pengangkut akan berkekuatan gugus kapal pengangkut pasukan berbagai jenis yang berfungsi mengangkut pasukan dan peralatan tempur ke titi-titik konflik. swasta dan universitas untuk alih teknologi pembuatan perangkat militer tersebut. Dalam konteks ini harus dibuat urutan peringkat. Pencapaian tujuan ini bisa dilakukan dengan mulai membeli lisensi pembuatan perangkat militer dilanjutkan dengan kegiatan penelitian dan pengembangan dengan melibatkan kerjasama unsurunsur pemerintah. Gugus kapal antikapal permukaan. Gugus kapal antikapal selam dan kemampuan bombardemen pantai dan Gugus Bawah Air. yang dapat mencegah konflik yang bisa berakibat negatif pada sistim nasional pertahanan RI. industri dan kebudayaan. Untuk pelaksanaan tugas tersebut dibutuhkan armada kapal perang dari kategori fregat dan perusak didukung oleh sejumlah besar kapal selam pantai dan kapal penyerang cepat. Armada Pengawal bertugas mengawal gugus kapal pengangkut pasukan dan gugus ini berkekuatan Gugus kapal-kapal penyerang cepat yang harus dilengkapi dengan peluru peluru kendali. Khususnya perlengkapan militer yang harus di usahakan untuk di buat sendiri di dalam negeri.4. Mulai dari yang sederhana seperti seragam dinas sampai alat-alat berat. Peringkat pertama adalah kebutuhan pembentukan unit infanteri (contoh: seragam dinas. Selanjutnya bisa diteruskan ke pembuatan perangkat militer yang lain. Postur kekuatan laut akan terdiri dari: • ○ ○ ○ Armada Penghancur yang terdiri dari : Gugus (eskader) kapal antipesawat. pengadaan jeep dan truk). Meningkatkan persahabatan dengan negara negara tetangga. . Postur Pertahanan RI. radio taraf regu dan kompi. 5. Kekuatan laut juga harus dilengkapi dengan sejumlah kapal pengangkut pasukan dalam jumlah yang memadai untuk mendukung kelancaran operasi amfibi. Jika keuangan memungkinkan. perdagangan. antikapal dan antikapal selam. khususnya di wilayah regional (ASEAN) dalam konteks ekonomi. maka bisa juga seluruh proses dilakukan sejajar. senjata serbu. antipesawat. Di sini konsep penghancuran kekuatan musuh akan dipusatkan pada konteks pertahanan pantai dalam artian empasisnya tetap pada proyeksi kekuatan yang terbatas.

Juga untuk pengamanan pelabuhan dan fasilitas AL bisa diambil alih oleh pasukan darat teritorial di provinsi provinsi pantai. Armada penghancur dan pengawal pada masa damai bisa bertugas untuk berpatroli mengamankan perairan nasional. masing-masing Skadron berkekuatan 4 – 6 kapal dengan fungsi yang sama. Kekuatan Udara Pada masa damai kekuatan udara akan berfungsi utama untuk mengamankan wilayah udara serta ikut memonitor wilayah lautan. Adapun kompartemen kekuatan udara meliputi: Komando Udara Taktis . Kekuatan laut masih bisa memiliki formasi kecil kekuatan ‘darat’ berupa sejumlah unit infanteri ringan dengan kapasitas terbatas yang bisa dibawa ikut berlayar dan Polisi Militer Angkatan Laut. Kecuali helikopter yang mendukung operasi maritim secara taktis dan berpangkalan di atas kapal kapal perang utama maupun pendukung. Akan tetapi pasukan darat AL atau Korps Marinir yang besar dan berkemampuan ofensif tidak lagi diperlukan. kekuatan laut tidak akan dilengkapi dengan pesawat jenis lain. kekuatan udara akan berfungsi untuk menghancurkan musuh di laut dalam rangka membantu kekuatan laut. penyebar ranjau. berkoordinasi dengan kekuatan laut. Kekuatan udara juga berfungsi sebagai sarana angkutan gerak cepat ke titik-titik konflik di seluruh wilayah nasional. Pada masa perang. Seluruh kemampuan serang udara maritim yang lebih besar kapasitasnya dari kemampuan helikopter tersebut akan diambil alih oleh kekuatan udara. penyigi hidrografi. Jadi di sini fungsi kekuatan udara sangat taktis dan tidak dimaksudkan untuk memiliki potensi proyeksi kekuatan yang besar. kapal rumah sakit dan kapal tanker. Unsur ‘pasukan darat’ untuk fungsi ofensif ini dengan seluruh matra perlengkapannya akan diambil alih oleh kekuatan darat inti yang mana pasukan pasukan nya sudah dilatih dengan kualifikasi amfibi. Dengan demikian Markas Besar Angkatan Laut hanya akan terbatas pada penanganan kapal-kapal perang dan operasi laut. Demikian juga untuk tugas tugas militer yang bersifat ‘darat’. Setiap Gugus (eskader) akan berkekuatan minimum 3 Skadron maksimum 5 Skadron.○ Dan formasi terakhir adalah Armada Pendukung yang terdiri dari Gugus kapal penyapu ranjau.

Komando ini berkekuatan Wing Sergap, Wing Pemburu dan Wing Penyerang. Seluruhnya terbatas pada fungsi operasi udara taktis. Wing Sergap akan berfungsi sebagai unsur patroli udara dan penanganan unsur asing yang memasuki wilayah dirgantara nasional tanpa ijin. Wing Pemburu akan berfungsi untuk menghadapi pesawat lawan dalam keadaan perang udara. Wing Penyerang akan berfungsi untuk mendukung operasi darat dan menghancurkan garis belakang lawan dalam suasana perang. Komando Udara Maritim Kekekuatan ini terdiri dari Wing Patroli Maritim dan Wing Serang Maritim. Wing Patroli Maritim berkoordinasi dengan kekuatan laut akan memonitor seluruh wilayah perairan nasional. Adapun Wing Serang Maritim akan berfungsi untuk menghancurkan sasaran di permukaan mau pun bawah laut yang tentunya dalam menjalankan tugasnya berkoordinasi penuh dengan kekuatan laut. Komando Udara Pengangkut Komando ini berfungsi untuk mengangkut pasukan darat inti ke lokasi lokasi konflik dengan mebawa seluruh peralatannya. Dalam kasus bencana alam juga bisa dimobilisir untuk mebantu pasukan darat teritorial. Jajaran terbesar dalam kekuatan udara adalah Wing, sesuai dengan doktrin kita yang bersifat taktis. Setiap Wing akan berkekuatan minimum 3 Skadron Terbang dengan didampingi 1 Skadron Teknik atau kekuatan maksimum 5 Skadron Terbang dengan 1 Skadron Teknik. Setiap Komando Udara akan berkekuatan antara 3 sampai 4 Wing. Beberapa Skadron di jajaran Wing Penyerang (yang bertugas mendukung operasi darat) juga harus di lengkapi dengan helikopter tempur juga Wing Angkut harus memiliki helikopter angkut yang memadai. Demikian juga beberapa Skadron di jajaran Komando Udara Maritim harus diperlengkapi dengan helikopter antikapal selam dan helikopter antikapal dalam jumlah yang cukup. Unsur pertahanan udara pasif seperti jaringan radar (radar network) dengan peluru kendali mau pun meriam antipesawat seluruhnya ada di bawah komando kekuatan darat. Pengamanan dan Pengendalian pangkalan udara akan diambil alih oleh kekuatan darat teritorial yang di wilayah wewenangnya ada pangkalan

udara militer. Untuk tugas ini maka kekuatan darat tersebut akan dibekali dengan kualifikasi yang diperlukan. Demikian juga tugas ofensif ‘darat’ dari kekuatan udara untuk fungsi fungsi yang khas operasi udara akan dilakukan oleh pasukan darat inti yang telah memiliki kualifikasi lintas udara, terjun payung, SAR Tempur, Pengendalian Tempur dan kualifikasi lain yang diperlukan. Dengan demikian unit pasukan ‘darat’ kekuatan udara bisa dihilangkan. Kekuatan ‘darat’ kekuatan udara hanya terbatas pada Polisi Militer Angkatan Udara. Markas Besar Angkatan Udara, nantinya hanya terbatas pada pengurusan seluruh aktivitas operasi/operasi militer di udara dengan menggunakan matra udara murni pesawat terbang.

Badan Intelijen Pertahanan Badan Intelijen Pertahanan bertugas untuk mengumpulkan data yang akan menjadi tumpuan segala bentuk pelaksanaan operasi militer dalam berbagai skala guna kepentingan pertahanan nasional. Karena formasi dari kekuatan laut, darat dan udara yang sifatnya sangat taktis dan berpotensi proyeksi kekuatan yang relatif rendah serta sangat menggantungkan pada kodisi dan situasi lingkungan sekitar wilayah regional yang kondusif untuk keperluan pertahanan itu sendiri maka posisi Badan Intelijen ini akan menjadi sangat vital. Dalam melaksanakan tugasnya Badan Intelijen ini harus bersifat independen dan untuk kelancaran tugas koordinasi yang kontinyu dan sinergis. Dukungan penuh dari unsur unsur kompartemen negara lainnya -departemen lain misalnya- mutlak diperlukan. Badan Intelijen ini akan menempatkan agen-agennya baik di dalam dan di luar negeri untuk mendeteksi segala denyut perubahan suhu politik ekonomi maupun sosial baik di dalam dan di luar negeri yang akan berpengaruh pada situasi kondusif pada pertahanan nasional RI. Jadi badan ini harus mengumpulkan data yang lengkap tidak saja kegiatan kemiliteran tetapi juga naik dan turunnya saham, kondisi politik negara tetangga dan tingkat kriminalitas negara tetangga. Yang mana semuanya harus bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan situasi kondusif bagi pertahanan nasional RI. Sesuai dengan tugasnya yang terbatas pada pengisian pangkalan data maka Badan Intelijen ini lebih pada penyediaan sarana data tersebut secara lengkap. Adapun pengolahan data tersebut menjadi informasi akan diserahkan pada institusi masing-masing yang membutuhkannya.

Badan Intelijen ini harus sanggup mengoperasikan segala bentuk teknologi informasi yang canggih dan didukung oleh sumber daya manusia yang berkualifikasi dalam pelaksanaan tugas tersebut. Harus juga diperjuangkan bahwa Badan ini akan mampu memiliki semua perangkat keras mau pun lunaknya yang diproduksi di dalam negeri.

Jaringan Pertahanan Nasional (National Defence Network) Jaringan ini merupakan suatu kumpulan seluruh unsur bangsa yang digabungkan dalam suatu format pangkalan data yang untuk keperluan pertahanan nasional. Termasuk dalam jaringan ini adalah jaringan pertahanan udara yang akan mengatur, menyeimbangkan dan mensinergikan tugas dan fungsi pesawat tempur, radar-radar pengawas wilayah udara berikut peluru kendali dan meriammeriam antipesawat serta kapal-kapal perang yang dilengkapi dengan rudal antipesawat. Lalu juga jaringan pertahanan maritim yang akan mengatur, menyeimbangkan dan mensinergikan tugas dan fungsi kapal-kapal perang, kapal selam, kapal pendukung, pesawat patroli dan penyerang maritim serta markasmarkas pasukan darat yang berkualifikasi amfibi. Jaringan ini juga berisikan data lengkap tentang kondisi dan situasi dari unsur pertahanan teritorial sekaligus berfungsi mengatur, menyeimbangkan dan mensinergikannya dengan tugas dan fungsi dari unsur pertahanan inti dari ketiga matra. Data data intelijen dari Badan Intelijen Pertahanan juga akan dimasukkan di sini berikut data data kemampuan industri militer maupun penunjang militer dalam negeri. Seluruhnya dalam format yang harus selalu bisa digapai oleh pihak yang berwewenang setiap saat dibutuhkan dan senantiasa dilakukan proses pemutakhiran yang teratur. Jaringan pertahanan nasional bisa juga disambungkan dengan jaringan sejenis dari negara negara sahabat dalam limgkup regional untuk lebih meningkatan kapasitas informasinya dalam rangka meningkatkan kemampuannya dalam mendukung pertahanan nasional negara RI.
POLITIK DAN STRATEGI NASIONAL 1. A. DEFINISI POLITIK

Bicara mengenai politik . Apa yang dimaksud dengan politik? politik adalah proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan, khususnya dalam negara.

jalan. Politik secara umum menyangkut proses penentuan tujuan negara dan cara melaksanakannya. Partisipasi kita sebagai warga adalah ikut memperhatikan jalannya pemerintahan. kekuasaan. berarti urusan. arah. Dengan demikian. Politics dan policy mempunyai hubungan yang erat dan timbal balik. Dalam bahasa Indonesia. Tetapi selanjutnya karena konstitusi diuraikan dalam berbagai undang-undang dan lain peraturan perundangundangan. bagaimana mencapai tujuan tersebut serta segala konsekuensinya. partisipasi politik. turut kritis mengikuti jalannya pemerintahan dengan berbagai kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan pemerintah tentunya dengan menjadi warga yang baik terlebih dahulu dengan menjalankan kewajiban-kewajiban dan berhak memilih wakil rakyat yang mereka percaya tentunya untuk kebaikan bersama. cara dan alat yang digunakan untuk mencapai tujuan tertentu yang kita kehendaki. Sedangkan . sedangkan policy memberikan pertimbangan cara pelaksanaan asas. dan medannya. legitimasi. keadaaan. dan distribusi atau alokasi sumber daya. perilaku politik. Politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama (teori klasik Aristoteles).Politik adalah seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan secara konstitusional dan nonkonstitusional. kebijakan (policy). sistem politik. Teori politik merupakan kajian mengenai konsep penentuan tujuan politik. pembagian. politik membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan negara. DEFINISI STRATEGI NASIONAL Kata “Politik” secara etimologis berasal dari bahasa Yunani Politeia. Karl von Clausewitz (1780-1831) berpendapat bahwa strategi adalah pengetahuan tentang penggunaan pertempuran untuk memenangkan peperangan. pengambilan keputusan. dan tidak kalah pentingnya adalah mengenai seluk beluk partai politik. a) b) c) d) e) Negara Kekuasaaan Pengambilan Keputusan Kebijakan Umum Distribusi Pengertian Strategi Strategi berasal dari bahasa Yunani strategia yang diartikan sebagai “the art of the general” atau seni seorang panglima yang biasanya digunakan dalam peperangan. jalan. berarti kesatuan masyarakat yang berdiri sendiri. yang akar katanya adalah polis. merujuk pada semua langkah politik yang sesuai dengan aturan hukum yang berlaku di suatu negara. dan arah tersebut sebaik-baiknya. atau alokasi sumber-sumber yang ada. prinsip. 4. Karena Undang-Undang Dasar adalah hukum tertinggi dalam suatu negara maka suatu tindakan konstitusional adalah semua langkah yang sesuai hukum . Politik merupakan rangkaian asas. Politics memberikan asas. proses politik. Dalam konteks memahami politik perlu dipahami beberapa kunci. yaitu negara dan teia. antara lain: Kekuasaan politik. maka sering pemerintah yang mempunyai kewenangan untuk membuat undang-undang bersama parlemen (di Indonesia Dewan Perwakilan Rakyat) maka dalam beberapa situasi pelanggaran hukum bisa merupakan pelanggaran terhadap peraturan di bawah konstitusi sehingga untuk menetapkan apakah suatu undang-undang tidak bertentangan dengan konstitusi dibentuklah Mahkamah Konstitusi. politik dalam arti politics mempunyai makna kepentingan umum warga negara suatu bangsa. jalan. Pelaksanaan tujuan itu memerlukan kebijakan-kebijakan umum (public policies) yang menyangkut pengaturan.

dan bernegara. berbangsa. maupun bidang Hankam akan selalu berkembang karena: a) b) c) Semakin tinggina kesadaran bermasyarakat. cara dan alat yang akan digunakan untuk mencapai tujuan tertentu atau suatu . kata politik mempunyai arti yang berbeda-beda. ekonomi. dan Ketahanan Nasional. strategi adalah cara untuk mendapat-kan kemenangan atau pencapaian tujuan. sejak tahun 1985 telah berkembang pendapat yang mengatakan bahwa jajaran pemerintah dan lembaga-lembaga yang tersebut dalam UUD 1945 merupakan “suprastruktur politik”. b. haluan. Dengan demikian. lazim disebut politik yang artinya adalah suatu rangkaian asas atau prinsip. Presiden. strategi tidak hanya menjadi monopoli para jendral atau bidang militer. seperti partai politik.1 Semakin kritis dan terbukanya masyarakat terhadap ide baru. Sedangkan badan-badan yang ada dalam masyarakat disebut sebagai “infrastruktur politik”. Wawasan Nusantara. Strategi nasional dilaksanakan oleh para menteri dan pimpinan lembaga pemerintah non departemen berdasarkan petunjuk presiden. d) Semakin meningkatnya kemampuan untuk mengatasi persoalan seiring dengan semakin tingginya tingkat pendidikan yang ditunjang oleh kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam pengertian umum. pengembangan. Politik Dalam Segi Pertahanan Dari segi kepentingan pengunaan. Semakin meningkatnya kemampuan untuk menentukan pilihan dalam pemenuhan kebutuhan hidup. organisasi kemasyarakatan. Sedangkan strategi nasional adalah cara melaksanakan politik nasional dalam mencapai sasaran dan tujuan yang ditetapkan oleh politik nasional. BPK. MA. e) 4. keadaan serta jalan. Pandangan masyarakat terhadap kehidupan politik. DPR. dan pengendalian) serta penggunaan kekuatan nasional untuk mencapai tujuan nasional. dan kelompok penekan (pressure group). Suprastruktur dan infrastruktur politik harus dapat bekerja sama dan memiliki kekuatan yang seimbang. Penyusunan Politik dan Strategi Nasional Politik dan strategi nasional yang telah berlangsung selama ini disusun berdasarkan sistem kenegaraaan menurut UUD 1945. Dasar Pemikiran Penyusunan Politik dan Strategi NasionalPenyusunan politik dan strategi nasional perlu memahami pokok-pokok pikiran yang terkandung dalam sistem manajemen nasional yang berlandaskan ideologi Pancasila. Sedangkan proses penyusunan politik dan strategi nasional di tingkat suprastruktur politk dilakukan setelah presiden menerima GBHN. UUD 1945. media massa. pemeliharaan. yang dilaksanakan oleh presiden sesungguhnya merupakan politik dan strategi nasional yang bersifat pelaksanaan. kelompok kepentingan (interest group). sosial budaya. Dalam arti kepentingan umum (politics) Politik dalam arti kepentingan umum atau segala usaha untuk kepentingan umum.perang itu sendiri merupakan kelanjutan dari politik. Mekanisme penyusunan politik dan strategi nasional di itngkat suprastruktur politik diatur oleh presiden/mandataris MPR. Untuk lebih memberikan pengertian arti politik disampaikan beberapa arti politik dari segi kepentingan pengunaan yaitu. usaha serta kebijaksanaan negara tentang pembinaan (perencanaan. DPA.Semakin terbukanya akal dan pikiran untuk memperjuangkan haknya. Lebaga-lembaga tersebut adalah MPR. baik yang berada di bawah kekuasaan negara di pusat maupun di daerah. yang mencakup pranata politik yang ada dalam masyarakat. a. Dengan demikian definisi politik nasional adalah asas. Politik dan Strategi NasionalPolitik nasional diartikan sebagai kebijakan umum dan pengambilan kebijakan untuk mencapai suatu cita-cita dan tujuan nasional. tetapi telah meluas ke segala bidang kehidupan.

cita/cita keinginan atau keadaan yang kita kehendaki. nilai harus dibagi secara adil. Dengan demikian. adalah kemampuan seseorang atau kelompok untuk mempengaruhi tingkah laku orang atau kelompok lain sesuai dengan keinginannya. social budaya. Nilai adalah sesuatu yang diinginkan dan penting. strategi adalah cara untuk mendapatkan kemenangan atau pencapaian tujuan. b. Strategi pada dasarnya merupakan seni dan ilmu menggunakan dan mengembangkan kekuatan (ideology. dan hankam) untuk mencapai tujuan yang ditetapkan sebelumnya. Dalam pengertian umum. titik beratnya adalah adanya: 1. 2. Karl von Clausewitx (1780-1831) berpendapat bahwa strategi adalah pengetahuan tentang penggunaan pertempuran untuk memenangkan peperangan. 4. Pengambilan keputusan politik. Kebijakan umum. Sedangakan perang itu sendiri merupakan kelanjutan dari politik. keputusan yang diambil menyangkut sektor publik dari suatu negara. pencapaian cita-cita atau keinginan. politik. termasuk dalam ilmu ekonomi maupun bidang olahraga. d. tetapi telah meluas ke segala bidang kehidupan. politik membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan: a. ekonomi.keadaan yang kita kehendaki disertai dengan jalan. strategi tidak hanya menjadi monopoli para jenderal atau bidang militer. Dalam arti kebijaksanaan. adalah pengambilan keputusan melalui sarana umum. adalah suatu organisasi dalam suatu wilayah yang memiliki kekuasaan tertinggi yang ditaati oleh rakyatnya. adalah suatu kumpulan keputusan yang diambil oleh seseorang atau kelompok politik dalam memilih tujuan dan cara mencapai tujuan itu. e. Dalam abad modern sekarang ini penggunaan kata strategi tidak lagi berbatas pada konsep atau seni seorang panglima dalam peperangan. proses pertimbangan. Negara.2 Strategi Strategi berasal dari bahasa Yunani (strategia) yang diartikan sebagai “the art of the general” atau seni seorang panglima yang biasanya digunakan dalam peperangan. Politik nasional adalah suatu kebijakan umum dan pengambilan kebijakan untuk mencapai suatu cita-cita dan tujuan nasional. Distribusi. 3. b. Dalam artian kebijaksanaan (policy) Politik adalah penggunaan pertimbangan-pertimbangan tertentu yang dianggap lebih menjamin terlaksananya suatu usaha. Kekuasaan. Strategi nasional adalah cara melaksanakan politik nasional dalam mencapai sasaran dan tujuan yang ditetapkan oleh politik nasional. adalah pembagian dan pengalokasian nilai-nilai (values) dalam masyarakat. tetapi sudah digunakan secara luas. c. . Dengan demikian. cara dan alat yang akan kita gunakan untuk mencapai keadaan yang kita inginkan. Jadi politik adalah tindakan dari suatu kelompok individu mengenai suatu masalah dari masyarakat atau negara. menjamin terlaksananya suatu usaha.

5 Penyusunan Politik dan Strategi Nasional Politik dan strategi nasional yang telah berlangsung selama ini disusun berdasarkan system kenegaraan menurut UUD 1945. Dalam era reformasi saat ini masyarakat memiliki peran yang sangat besar dalam mengontrol jalannya politik dan strategi nasional yang telah ditetapkan oleh MPR maupun yang dilaksanakan oleh presiden. presiden menyusun program cabinet dan memilih menteri-menteri yang akan melaksanakan program tersebut. Yang dilaksanakan oleh presiden sesungguhnya merupakan politik dan strategi nasional yang bersifat pelaksanaan. . Melalui pranata-pranata politik. 4. pengembangan. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). pemeliharaan. Jadi strategi nasional adalah cara melaksanakan politik nasional dalam mencapai sasaran dan tujuan yang ditetapkan oleh politik nasional. Dewan Otonomi Daerah. UUD 1945. organisasi kemasyarakatan. usaha serta kebijaksanaan negara tentang pembinaan (perencanaan. Dengan demikian definisi politik nasional adalah asas. karena di dalamnya terkandung dasar Negara. media massa. presiden dibantu oleh berbagai lembaga tinggi negara lainnya serta dewan-dewan yang merupakan badan koordinasi. Badan Pemerintah Keuangan (BPK). dan kelompok penekan (pressure group).4 Dasar Pemikiran Penyusun Politik dan Strategi Nasional Penyusun politik dan strategi nasional perlu memahami pokok-pokok pikiran yang terkandung dalam sistem manajemen nasional yang berlandaskan ideologi Pancasila. dan pengendalian) serta penggunaan kekuatan nasional untuk mencapai tujuan nasional. 4. Landasan pemikiran dalam sistem manajemen nasional ini sangat penting sebagai kerangka acuan dalam penyusunan politik dan strategi nasional. Dewan Pertahanan Keamanan Nasional. Proses politik dan strategi nasional pada infrastruktur politik merupakan sasaran yang akan dicapai oleh rakyat Indonesia. Sedangkan proses penyusunan politik dan strategi nasional di tingkat suprastruktur politik dilakukan setelah presiden menerima GBHN. ekonomi. Selanjutnya. misalnya strategi jangka pendek. Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional. yang mencakup piñata politik yang ada dalam masyarakat. Lembaga-lembaga tersebut adalah Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Mekanisme penyusunan politik dan strategi nasional di tingkat suprastruktur politik diatur oleh presiden atau mandataris MPR. Sejak tahun 1985 telah berkembang pendapat yang mengatakan bahwa jajaran pemerintah dan lembaga-lembaga yang tersebut dalam UUD 1945 merupakan “suprastruktur politik”. cita-cita nasional. Dewan Tenaga Atom. dan jangka panjang. berbangsa dan bernegara. social budaya. dan Dewan Stabilitas Politik dan Keamanan. Dalam melaksanakan tugas ini. Pandangan masyarakat terhadap kehidupan politik. haluan. dan MA. seperti partai politik. dan konsep strategis bangsa Indonesia.4. jangka menengah. maupun bidang Hankam akan selalu berkembang karena: 1. Di dalamnya sudah tercantum program-program yang lebih konkret yang disebut sasaran nasional. Dewan Maritim. Sesuai dengan kebijakan politik nasional.3 Politik dan Strategi Nasional Politik nasional diartikan sebagai kebijakan umum dan pengambilan kebijakan untuk mencapai suatu cita-cita dan tujuan nasional. Semakin tingginya kesadaran bermasyarakat. Program kabinet dapat dipandang sebagai dokumen resmi yang memuat politik nasional yang digariskan oleh presiden. Suprastruktur dan infrastruktur politik harus dapat bekerja sama dan memiliki kekuatan yang seimbang. Dewan Pertimbangan Agung (DPA). seperti Dewan Stabilitas Ekonomi Nasional. kelompok kepentingan (interest group). Sedangkan badan-badan yang ada dalam masyarakat disebut sebagai “infrastruktur politik”. penyelenggara negara harus mengambil langkah-langkah pembinaan terhadap semua lapisan masyarakat dengan mencantumkan sasaran sektoralnya. Strategi nasional disusun untuk pelaksanaan politik nasional. Dewan Penerbangan dan Antariksa Nasional RI. Presiden. masyarakat ikut berpartisipasi dalam kehidupan politik nasional.

Sasaran Kemampuan Hankamnas Sasaran kemampuan Hankamnas adalah sebagai berikut. didasari ketahanan ideologi Pancasila dan rasa cinta terhadap tanah air. dan yang sekaligus melaksanakan hak serta kedaulatan negara atas wilayahnya berdasarkan Wasantara. PEMBANGUNAN DAN PENGGUNAAN KEKUATAN Tujuan pembangunan Hankamnas berpangkal pada strategi Hankamnas. yang bersama-sama kekuatan sosial lainnya dapat melaksanakan kegiatankegiatan yang menunjang usaha peningkatan stabilitas nasional.. nilai-nilai nasional lainya. Semakin meningkatnya kemampuan untuk mengatasi persoalan seiring dengan semakin tingginya tingkat pendidikan yang ditunjang oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. 9.. Kemampuan intelijen strategik . b. menyelenggarakan penyelamatan. untuk menentang setiap usaha atau gejala yang membahayakan atau melawan musuh yang mengancam kelangsungan hidup bangsa Indonesia tanpa mengenal menyerah. 5.2. Daya tangkal ini kemudian harus dibulatkan dengan membangun kekuatan-kekuatan nyata maupun potensial yang secara integrative mewujudkan kemampuan-kemampuan yang sanggup melaksanakan tugas umum yang terkandung dalam strategi pertahanan keamanan. ABRI sebagai kekuatan Hankam Angkatan perang atau ABRI dengan kekuatan siap yang kecil dan cadangan yang cukup.. 6. ABRI sebagai kekuatan sosial ABRI yang mampu merupakan penjelmaan jiwa dan semangat pengabdian ABRI sebagai kekuatan sosial.. 10. spontan.. Pak Dosen selalu memberikan banyak materi. tidak dapat mencapai tujuan atau maksudnya. a. Polri yang cukup dan mampu menjalankan ketertiban masyarakat. yang sanggup menghadapi situasi yang bisa timbul di masa depan dan menjalankan berbagai tugas lainnya yang bisa dibebankan kepadanya termasuk pelaksanaan hak serta kedaulatan negara atas seluruh wilayahnya. Seperti yang telah diuraikan pada bab sebelumnya. 8. yang terwujud oleh masa rakyat yang militant. Modul ini sambungan dari modul yang ada di bawah ini ya. serta integritas wilayah negera Republik Indonesia.jadi gini deh. 3.. Semakin terbukanya akal dan pikiran untuk memperjuangkan haknya. perwujudan cita-cita kemerdekaan dan pencapaian tannas yang menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara.Politik serta Strategi Pertahanan Keamanan 7. Daya tangkal demikian terutama harus bersandar pada kekuatan rakyat Indonesia seluruhnya harus memiliki ketahanan ideologi dan mental yang tangguh untuk menolak serta melawan setiap usaha atau gejala atau musuh dari dalam maupun dari luar negeri yang membahayakan kelangsungan hidup bangsa Indonesia ideologi Pancasila. pertahanan keamanan harus dibangun pertama-tama untuk mewujudkan daya tangkal. Semakin meningkatnya kemampuan untuk menentukan pilihan dalam pemenuhan kebutuhan hidup.. Sasaran Kekuatan Kekuatan rakyat di bidang pertahanan keamanan yang merata di seluruh wilayah negara dan nyata dapat dirasakan. 1. yaitu kekuatan yang memberikan keyakinan kepada setiap pihak yang mempunyai maksud memusuhi bangsa Indonesia dan merencanakan melakukan agresi dengan cara apa pun juga. E. 2. 4. Semakin kritis dan terbukanya masyarakat terhadap ide baru. a.

Subsektor kekuatan pertahanan. dan personalia militer cadangan golongan perwira. b. TNI-AL. Kemampuan pengintaian dan perondaan lepas pantai h. Program ini dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan pemindahan-pemindahan strategik. 4) Program intelijen dan komunikasi terpusat. TNI-AU yang menitikberatkan pada kemampuan-kemampuan wilayah masingmasing. Program ini menangani pembinaan kekuatan cadangan dengan titik berat pada pembentukan satuan tempur. Subsektor kekuatan keamanan. Program ini untuk peningkatan angkutan strategik Polisi. Program ini melaksanakan pembinaan kemampuan kepolisian daerah. TNI-AL. Subsektor dukungan umum. Kemampuan penyerbuan lintas udara o. Kemampuan penertiban masyarakat r. 2) Program bala pertahanan terpusat. angkutan. c. Kemampuan peperangan wilayah 3. . yaitu: a. d.b. 1) Program bala pertahanan wilayah. Kemampuan pertahanan udara l. Subsektor kekuatan pertahanan Subsektor ini. 4) Program bantuan keamanan masyarakat. Program ini untuk membina kepolisian pusat. Program ini menangani pembinaan kekuatan TNI-AD. 5) Program angkutan terpusat. b. Sasaran Program Sektor Hankamnas dibagi 4 subsektor. Kemampuan penyelamatan masyarakat s. Program ini menangani pembinaan kekuatan TNI-AD. Kemampuan lawan berusuhan massal e. Subsektor kekuatan keamanan Subsektor ini. 1) Program kepolisian daerah. Kemampuan peperangan amfibi n. meliputi program-program berikut ini. Subsektor bakti ABRI. 3) Program bala cadangan. a. Kemampuan pengamatan udara k. Kemampuan penyerangan udara m. dan TNI-AU yang menitikberatkan pada peningkatan kemampuan masing-masing secara nasional. 3) Program angkutan terpusat. Kemampuan pengamatan laut g. Kemampuan pembinaan wilayah c. Kemampuan pemindahan strategi q. meliputi program-program berikut ini. Setiap subsector terdiri dari program-program dengan sasaran-sasaran programnya sebagai yang diutarakan berikut ini. Kemampuan lawan teror f. Program ini dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan intelijen strategi dan komunikasi strategi. Kemampuan peperangan lawan gerilya p. 2) Program kepolisian pusat. Kemampuan peperangan hukum t. Kemampuan lawan subversi d. Kemampuan peperangan laut i. Program ini untuk pembinaan kekuatan bantuan keamanan masyarakat pada peningkatan pembentukan berbagai jenis kepolisian khusus baik pemerintah maupun swasta. Kemampuan peperangan darat j.

Program ini untuk meningkatkan kemampuan administrasi dan manajemen. 1. kesehatan dan kegiatan umum personalia. Ancaman Langsung 3. kesemestaan dan kewilayahan. bekal perang. politik dan strategi Hankamnas akan memperhatikan dan berpijak kepada situasi dan kondisi kekuatan yang riil. Penghancuran 12. PENGGUNAAN KEKUATAN Pola dasar penggunaan kekuatan Hankamnas secara umum diperlukan untuk suatu operasi tentang tepatnya kekuatan dan kelemahan. Pola dasar penggunaan kekuatan Hankamnas yang ditujukan ke dalam mencakup kegiatan sebagai berikut. Program ini untuk meningkatkan kemampuan intelijen kepolisian. Strategi Hankamnas ialah tata cara untuk melaksanakan politik nasional untuk mencapai tujuan Hankamnas. F. d. 1) Program penelitian dan pengembangan. dan modifikasi alat tempur. perdamaian dunia. bersandar kepada kemampuan diri sendiri. Upaya pertahanan dan keamanan nasional tersebut diwujudkan dalam Sishankamrata yang bersifat kerakyatan. pendidikan perawatan personalia. yang dapat menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara digunakan landasan pemeliharaan atau prinsip dasar yaitu jaminan terhadap ketidakpastian masa depan. Subsektor dukungan umum Subsektor ini meliputi program-program sebagai berikut. Program ini. Dengan demikian. 3) Program pendidikan.5) Program intelijen kepolisian. Persuasi 2. antara lain penyempurnaan doktrin Hankamnas serta kerja sama dengan lembaga-lembaga penelitian lain. seperti produksi senjata ringan. perbaikan berat. penyaluran personalia. dimaksudkan untuk meningkatkan penelitian dan pengembangan. 13. Dalam upaya mencapai tujuan Hankamnas. pendidikan pembentukan personalia. pengembangan. Segi yang kuat dijadikan pancangan kaki dan dimanfaatkan seoptimal mungkin dengan memberikan kekuatan kepada segi yang lemah untuk diperbaiki dan diperkuat sehingga lambat laun dapat diperoleh kekuatan nasional yang seimbang dan serasi. bahan-bahan peledak. dan pengendalian) serta penggunaan secara totalitas dari potensi nasional untuk mencapai tujuan Hankamnas dalam rangka mencapai tujuan nasional. Subsektor Bakto ABRI Subsektor ini terdiri dari program bakti ABRI yang mencakup peningkatan operasi bakti. amunisi. 2) Program pembekalan dan pemeriharaan terpusat. politik bebas aktif. haluan. Program ini dimaksudkan untuk meningkatkan pembekalan dan pemeliharaan terpusat. usaha serta kebijaksanaan tindakan negara dalam bidan hankam tentang pembinaan (perencanaan. Pertahanan dan keamanan nasional bertujuan menjamin tetap tegaknya negara kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 terhadap segala ancaman baik yang datang dari luar negeri maupun dari dalam negeri dalma rangka mencapai tujuan nasional. RANGKUMAN Politik Hankamnas ialah asas. demiliterisasikan pegawai sipil. alat-alat perhubungan. Program ini untuk meningkatkan kemampuan personalia melalui pendidikan kejuruan/keahlian. 11. pemeliharaan. c. Wasantara dan sishankamrata saling memperkuat (sinergi) dengan politik strategi bidang-bidang kehidupan lainnya (yang berhubungan dengan . 4) Program administrasi dan manajemen.

masalah-masalah kesejahteraan). Oleh karena itu. undang-undang dan doktrin. manajemen dan pemanfaatan peluang. Polstra Hankamnas bersifat saling mengisi. Perang adalah tindakan yang tidak sesuai dengan Pancasila (tidak berperikemanusiaan). Polstra Hankamnas dilandasi oleh ideologi Pancasila dan UUD 1945. Polstra Hankamnas merupakan bagian integral politik strategi Nasional. harus dibina dan ditingkatkan untuk menghadapi ketidakpastian ancaman yang mungkin timbul yang datang dari dalam atau dari luar. bagi bangsa Indonesia merupakan jalan terakhir. Bangsa Indonesia cinta kepada perdamaian. perlindungan seluruh bangsa Indonesia yang berpijak kepada kemampuan diri sendiri. sejauh mungkin konflik/pertentangan diselesaikan dengan cara damai. saling mendukung dengan Polstra bidang lainnya. Kendatipun demikian upaya pertahanan dan keamanan Nasional. ekonomis dan politis. Dalam upaya menyusun strategi tersebut dengan mempertimbangkan prinsip-prinsip. POLITIK DAN STRATEGI NASIONAL 03JUN2011Tinggalkan sebuah Komentar by novieanggraeni in politik Rate This . maka sistem pertahanan dan keamanan negara keluar bersifat defensif-aktif yang berarti tidak agresif dan ekspansif. dwifungsi ABRI. penelitian pengembangan dan teknologi. dislokasi kekuatan. tetapi lebih cinta kepada kemerdekaan dan kedaulatan. dan ke dalam bersifat preventif-aktif yang berarti sedini mungkin mengambil langkah-langkah dan tindakan guna mencegah dan mengatasi setiap kemungkinan timbulnya ancaman. Oleh karenanya mengandung prinsip-prinsip. mencukupi kebutuhan sendiri. Untuk melaksanakan politik hankamnas maka strategi yang ditempuh ialah membangun kekuatan “penangkalan” untuk menghadapi gangguan keamanan dalam negeri. Oleh karena kita menganut politik luar negeri “bebas aktif” dan berakar pada falsafah Pancasila.

Seakan-akan orang harus merasa di mana ia sebaiknya menggunakan kekuatan yang tersedia. Dengan demikian maka strategi nasional sebagai rencana dan pelaksanaan harus kenyal. Strategi merupakan oleh karena penglihatan pengertian itu memerlukan intuisi. disesuaikan dengan kondisi. sedangkan Clausewitz dengan tegas membedakan politik dan strategi. Disamping strategi merupakan seni. Antoine Henri Jomini (1779-1869) dan Karl Von Clausewitz secara ilmiah Jomini memberikan pengertian yang bersifat deskriptif. memperoleh perhatian pula dari bidang lain. maka strategi nasional merupakan pelaksanaan dari kebijakan nasional. . Ia katakan bahwa strategi adalah seni menyelenggarakan perang diatas peta dan meliputi seluruh wawasan operasi. strategi adalah politik dalam pelaksanaan. situasi dan kemampuan disamping nilai seni. dan kesluruhan proses ini terjadi dalam suatu arah tujuan yang ditetapkan sebelumnya. dinamis. atau dengan kata lain.Strategi Strategi berasal dari kata yunani strategis yang artinya the art of the general. Strategi pada dasarnya merupakan suatu rangkaian kerangka rencana dantindakan yang disusun dan disiapkan dalam suatu rangkaiyan pentahapan yang masing-masing merupakan jawaban yang optimal terhadap tantangan baru yang mungkin terjadi sebagai akibat dari langkah sebelumnya. Dalam rangka nasional. Lambat laun strategi yang tadinya hanya di gunakan dalam bidang militer. Dalam abad modern sekarang ini arti strategi tidak lagi terbatas pada konsep ataupun seni seorang pangliman di masa perang tetapi sudah berkembang den menjadi tanggung jawab seorang pemimpin. Startegi nasional adalah seni dan ilmu mengembangkan dan menggunakan kekuatan nasional dalam masa damai maupun masa perang untuk mendukung pencapaian tujuan-tujuan yang ditetapkan politik nasional. lambat laun ia juga merupakan ilmu pengetahuan.

Politik nasional menggariskan usaha-usaha untuk mencapai tujuan nasional yang dalam perumusannya dibagi dalam tahap-tahap utama. Politik dalam negeri. Politik ekonomi yang bersifat swasembada /swadaya dengan tidak berarti mengisolasi diri. Politik luar negeri yang bersifat bebas aktif anti imperialism dan kolonialisme dalam segala bentuk dan manifestasinya. Pengertian ini merupakan upaya penggabungan antara berbagaidefinisi yang berbeda mengenai hakikat politik yang dikenal dalam ilmu politik. jangka menengah dan jangka pendek. meninggikan. yang bertindak sebagai suatu kesatuan politik dan dengan memanfaatkan kekuasaannya untuk memilih. yaitu jangka panjang. namun dalam perkembangan konsep ini bergeser untuk mencakup semua interaksi yang berlangsung lintas batas negara • Masyarakat adalah sekumpulan orang orang yang mendiami wilayah suatu negara.Politik politik merupakan suatu proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalammasyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan. Politik nasional meliputi: 1. • Kekuasaan Dalam teori politik menunjuk pada kemampuan untuk membuat orang lain melakukan sesuatu yang tidak dikehendakinya. dan dapat dibanggakan. dan hambatan. • Hubungan Internasional hubungan internasional adalah hubungan antar negara. 3. khususnya dalam negara. yang bersifat defensive aktif dan diarahkan kepada pengamanan serta perlindungan bangsa dan Negara serta usaha-usaha nasional dan penanggulangan segala macam tantangan. Hal-hal yang berkaitan dengan politik : • Partai dan Golongan Roger F Saltou yang mendefinisikan partai politik sebagai kelompok warga negara yang sedikit banyak terorganisasikan. Max Weber menuliskan adanya tiga sumber . dan memelihara harkat dan derajat dan potensi rakyat Indonesia yang pernah mengalami kehinaan dan kemelaratan akibat penjajahan menuju sifat-sifat bangsa yang terhormat. ancaman. mengabdi kepada kepentingan nasional dan amanat penderitaan rakyat serta diarahkan kepada pembentukan solidaritas antar bangsa terutama bangsa Asia-Afrika dan Negara-negara non Aligned. tetapi diarahkan kepada peningkatan taraf hidup dan daya kreasi rakyat Indonesia sebesar-besarnya. 2. Politik pertahanan keamanan. yang diarahkan untuk mengangkat. 4. bertujuan untuk menguasai pemerintahan dan menjalankan kebijakan umum yang mereka buat.

serta menyeluruh. dan hankam serta ancaman dari dalam maupun dari luar negeri. dari karisma. ketiga. dan keberadaannya diakui oleh negara lain. Tata bina nasional yang baik. kedua. Korelasi strategi nasional dan politik nasional Strategi nasional adalah cara melaksanakan politik nasional tersebut dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran nasionalnya. Oleh karena politik dan strategi nasional tersebut merupakan budi daya bangsa dan Negara Republik Indonesia untuk mempertahankan eksistensi dan kelangsungan hidupnya maka: 1. politik. sedang strategi nasional adalah merupakan upaya pencapaian tujuan nasional yang ditentukan oleh politik nasional diwujudkan dalam bentuk repelita. dari kekerasan seperti penguasaan senjata. Cara bertindak yang dipilih 3. Politik dan strategi nasional sangat dipengaruhi oleh unsure-unsur ideology. 2. analitis. • Negara negara merupakan suatu kawasan teritorial yang didalamnya terdapat sejumlah penduduk yang mendiaminya. yaitu pemikiran strategi tingkat nasional yang mampu mempertemukan antara : 1. 3. 5. ekonomi. . Politik nasional adalah penentu tujuan nasional dalam bentuk GBHN. Harus tercipta suatu stabilitas nasional yang mantap.kekuasaan: pertama dari perundangundangan yakni kewenangan. Pelaksanaan politik dan strategi nasional dirumuskan melalui proses yang disebut pemikiran startegi. social budaya. sintesis. Sasaran-sasaran alternative 2. Perasn serta seluruh warga Negara secara positif. 4. Kekuatan nasional yang tersedia. Tersedianya data dan informasi yang up to date. Agar strategi nasional ini berjalan sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh politik nasional. dan memiliki kedaulatan untuk menjalankan pemerintahan. maka terlebih dahulu harus diadakan pemikiran strategi yaitu melaksanakan telaah strategi dan perkiraan strategi yang berarti berfikir secara intensif. Tersedianya anggaran dan pembiayaan. Oleh karena itu syarat utama bagi pelaksanaan politik dan strategi nasional adalah terciptanya stabilitas nasional.

rencana dan kegiatan. 2. Tingkat penentu kebijakan khusus tingkat kebijakan khusus merupakan tindak lanjut atas kebijakan umum. kebijakan ini meliputi penentuan susunan Undang-Undang Dasar yang bersifat universal bagi seluruh wilayah negara. Kebijakan ini ada pada tingkat menteri. kompenen masyarakat . Didalam proses perumusan politik dan strategi nasional perlu diperhatikan azas-azas sebagai berikut : 1. prosedur. Tingkat penentu kebijakan dalam pemerintahan kebijakan-kebijakan yang diambil pemerintah. Azas keterpaduan dan prioritas. budaya. gangguan. dimana pada tingkat ini dirumuskan secara mendalam mengenai strategi. 1. 5. Tingkat penentu kebijakan teknis tingkat kebijakan teknis merupakan penjabaran lebih lanjut mengenai eksekusi kebijakan yang meliputi implementasi dari program. hambatan. Mencegah dan mengurangi segala ancaman. 3. 2. 3. 4. sebagai kepala negara. Perda setiap wilayah provinsi berbeda-beda karena setiap daerah memiliki kondisi strategis ekonomi.4. Azas manfaat dan prioritas. Tingkat penentu kebijakan di daerah Wewenang terhadap kebijakan daerah terdapat pada Gubernur dimana peraturanperturan yang dihasilkannya disebut Perda. 4. Azas pembagian kewenangan dan tanggung jawab. administrasi dan lain-lain. Tingkat kebijakan puncak kebijakan puncak merupakan kewenangan Presiden. dieksekusi oleh berbagai tingkatan lembaga pemerintahan sesuai urgensi dan sifat kebijakan tersebut. Azas kekenyalan dan pandangan jauh ke depan. Tingkat kebijakan umum tingkat kebijakan umum menyangkut masalah makro kondisi nasional negara sehingga dapat secara efektif dan efisien membangun rancangan pemerintahan yang di dambakan semua warga negara. maupun tantangan yang timbul maupun tantangan yang diperkirakan akan timbul.

yang berbeda. Politics adalah suatu rangkaian asas (prinsip). cara dan alat yang akan digunakan untuk mencapai tujuan atau cita-cita tertentu. yaitu negara dan "teai" yang berarti urusan. Tanpa adanya unsur paksaan maka kebijaksanaan hanya merupakan . keadaan. cita-cita atau keinginan atau tujuan yang dikehendaki. Policy diartikan kebijakan. adalah penggunaan pertimbangan-pertimbangan yang dianggap dapat lebih menjamin tercapainya suatu usaha. Bahasa Indonesia menerjemahkan dua kata Bahasa Inggris yang berbeda yaitu "politics" dan "policy" menjadi satu kata yang sama yaitu politik. Kata politik secara etimologis berasal dari bahasa Yunani yaitu "Politeai". selain faktor tersebut masih banyak lagi faktor -faktor yang mempengaruhinya. Kewarganegaraan – ATA 07/08 Halaman 1 dari 9(negara) yang menyangkut proses menentukan tujuan-tujuan dari sistem tersebut dan melaksanakan tujuan-tujuan tersebut. yang digunakan untuk membina kerjasama dan untuk menyelesaikan konflik yang timbul dalam proses ini. Untuk melaksanakan kebijaksanaan-kebijaksanaan itu perlu memiliki kekuasaan (power) dan wewenang (authority). meliputi Pengambilan Keputusan (decision making). "Politeai" berasal dari kata "polis" yang berarti kesatuan masyarakat yang berdiri sendiri. mengenai apakah yang menjadi tujuan dari sistem politik itu menyangkut seleksi antara beberapa alternatif dan penyusunan skala prioritas dari tujuan-tujuan yang telah dipilih. Pengertian Politik. Politik secara umum adalah bermacam-macam kegiatan dalam suatu sistem politik Pend. Hal itu dilakukan baik dengan cara meyakinkan (persuasif) maupun paksaan (coercion). Untuk melaksanakan tujuan-tujuan itu perlu ditentukan Kebijaksanaan-kebijaksanaan Umum (public policies) yang menyangkut pengaturan dan pembagian dari sumber-sumber dan resources yang ada.

Boleh dikatakan negara merupakan bentuk masyarakat yang paling utama dan negara merupakan organisasi politik yang paling utama dalam suatu wilayah yang berdaulat. Kekuasaan Kekuasaan adalah kemampuan seseorang atau kelompok untuk mempengaruhi tingkah laku seseorang atau kelompok lain sesuai dengan keinginnannya. Keputusan yang diambil menyangkut sektor publik dari suatu negara. Kewarganegaraan – ATA 07/08 Halaman 2 dari 93.Pengambilan Keputusan . Pengambilan Keputusan Pengambilan Keputusan sebagai aspek utama dari politik.Negara .Kekuasaan .Kebijakan .Distribusi dan alokasi sumber daya 1. 4. Jadi politik adalah pengambilan keputusan melalui sarana umum. dan dlam pengambilan keputusan perlu diperhatikan siapa pengambil keputusan itu dan untuk siapa keputusan itu dibuat. Negara Negara adalah suatu organisasi dalam suatu wilayah yang memiliki kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya. Dari uraian tersebut diatas. politik membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan : . 2.perumusan keinginan (statement of intent) belaka. Dalam politik perlu diperhatikan bagaimana kekuasaan itu diperoleh. dilaksanakan dan dipertahankan. Pend. Kebijakan Umum Kebijakan (policy) merupakan suatu kumpulan keputusan yang diambil seseorang atau kelompok politik dalam rangka memilih tujuan dan cara .

politik. Distribusi Distribusi adalah pembagian dan penjatahan nilai-nilai (Values) dalam masyarakat.mencapai tujuan itu. Dengan demikian kata strategi tidak hanya menjadi monopoli para jenderal atau bidang militer saja. tetapi telah meluas ke segala bidang kehidupan. Arti strategi dalam pengertian umum adalah cara untuk mendapatkan kemenangan atau tercapainya suatu tujuan termasuk politik. sos bud dan . ekonomi. Karl Von Clausewitz (1780-1831) berpendapat bahwa startegi adalah pengetahuan tentang penggunaan pertempuran untuk memenangkan peperangan. 5. Kewarganegaraan – ATA 07/08 Halaman 3 dari 9sudah digunakan secara luas termasuk dalam ilmu ekonomi maupun di bidang olah raga. akan tetapi Pend. atau yang penting dengan demikian nilai harus dibagi secara adil. Dalam abad modern sekarang ini penggunaan kata strategi tidak lagi terbatas pada konsep atau seni seorang panglima dalam peperangan saja. Dasar pemikirannya adalah bahwa masyarakat memiliki beberapa tujuan bersama yang ingin dicapai secara bersama pula oleh karena itu diperlukan rencana yang mengikat yang dirumuskan dalam kebijakankebijakan oleh pihak yang berwenang. Jadi politik itu membicarakan bagaimana pembagian dan pengalokasian nilai-nilai secara mengikat. Strategi pada dasarnya merupakan seni dan ilmu yang menggunakan dan mengembangkan kekuatan-kekuatan (ideologi. Pengertian Strategi Kata strategi berasal dari kata "strategia" berasal dari bahasa Yunani yang berarti "the art of general" atau seni seorang panglima yang biasa digunakan dalam peperangan. Sedangkan perang itu sendiri merupakan kelanjutan dari politik. Nilai adalah sesuatu yang diinginkan.

kelompok kepentingan (interest group) dan kelompok penenkan (pressure group). usaha serta kebijaksanaan negara tentang pembinaan (perencanaan. yang mencakup pranatapranata politik yang ada dalam masyarakat. Misalnya strategi jangka penedek. pengembangan. yaitu MPR. Antara suprastruktur dan infrastruktur . Strategi Nasional adalah cara melaksanakan politik nasional dalam mencapai sasaran-sasaran dan tujuan yang ditetapkan oleh politik nasional. jangka menengah dan jangka panjang. Pend. Sejak tahun 1985 telah berkembang pendapat dimana jajaran pemerintah dan lembaga-lembaga yang tersebut dalam UUD 1945 disebut sebagai "Suprastruktur Politik". Dalam melaksanakan politik nasional maka disusunlah strategi nasional. organisasi kemasyarakatan. Presiden. Sedangkan badan-badan yang ada dalam masyarakat disebut sebagai "Infrastruktur Politik". Pengertian Politik Dan Strategi Nasional (Polstranas) Pengertian Politik Nasional Politik Nasional adalah asas. UUD 1945. pemeliharaan dan pengendalian) serta penggunaan secara kekuatan nasional untuk mencapai tujuan nasional. cita-cita nasional dan konsep strategis bangsa Indonesia. media massa.hankam) untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. seperti partai politik. Landasan pemikiran dalam sistem manajemen nasional ini penting artinya karenadidalamnya terkandung dasar negara. Kewarganegaraan – ATA 07/08 Halaman 4 dari 9Penyusunan Politik Dan Strategi Nasional Politik dan strategi nasional yang telah berlangsung selama ini disusun berdasarkan sistem kenegaraan menurut UUD 1945. haluan. DPR. Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional. BPK dan MA. Dasar Pemikiran Penyusunan Politik Dan Strategi Nasional Dasar pemikirannya adalah pokok-pokok pikiran yang terkandung dalam sistem manajemen nasional yang berlandaskan ideologi Pancasila.

Dewan Maritim. selanjutnya Presiden menyusun program kabinetnya dan memilih menteri-menteri yang akan melaksanakan program kabinet tersebut.politik harus dapat bekerja sama dan memiliki kekuatan yang seimbang. sos bud dan hankam. maka di dalamnya sudah tercantum program-program yang lebih konkrit untuk dicapai. Kewarganegaraan – ATA 07/08 Halaman 5 dari 9strategi nasional yang bersifat pelaksanaan. Dewan Penerbangan dan antariksa Nasional RI. Mekanisme penyusunan politik dan strategi nasional ditingkat suprastruktur politik diatur oleh Presiden (mandataris MPR). Program kabinet dapat dipandang sebagai dokumen resmi yang memuat politik nasional yang digariskan oleh presiden. Dewan Tenaga Atom. Sedangkan proses penyusunan politik dan strategi nasional di tingkat suprastruktur politik dilakukan setelah Presiden menerima GBHN. yang disebut sebagai Sasaran Nasional. Dewan Otonomi Daerah dan dewan Stabitas Politik dan Keamanan. Dewan Pertahanan Keamanan Nasional. ekonomi. politik. Proses politik dan strategi nasional di infrastruktur politik merupakan sasaran yang akan dicapai oleh rakyat Indonesia dalam rangka pelaksanaan strategi nasional yang meliputi bidang ideologi.Apa yang dilaksanakan presiden sesungguhnya merupakan politik dan Pend. Melalui pranata-pranata politik masyarakat ikut berpartisipasi dalam kehidupan .Sesuai dengan kebijakan politik nasional maka penyelenggara negara harus mengambil langkah-langkah untuk melakukan pembinaan terhadap semua lapisan masyarakat dengan mencantumkan sebagai sasaran sektoralnya. Dalam melaksanakan tugasnya ini presiden dibantu oleh lembaga-lembaga tinggi negara lainnya serta dewan-dewan yang merupakan badan koordinasi seperti Dewan Stabilitas Ekonomi Nasional. Jika politik nasional ditetapkan Presiden (mandataris MPR) maka strategi nasional dilaksanakan oleh para menteri dan pimpinan lembaga pemerintah non departemen sesuai dengan bidangnya atas petunjuk dari presiden.

Pandangan masyarakat terhadap kehidupan politik. a.Semakin meningkatnya kemampuan untuk mengatasi persoalan seiring dengan semakin tingginya tingkat pendidikan yang ditunjang kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.Semakin terbukanya akal dan pikiran untuk memperjuangkan haknya. Tingkat Penentu Kebijakan Puncak. . . maka dalam penentu tingkat kebijakan puncak ini termasuk pula kewenangan Presiden sebagai Kepala Negara. ekonomi. b. Bentuk hukum dari kebijakan nasional yang ditentukan oleh Kepala negara itu dapat dikeluarkan berupa: Dekrit.Semakin meningkatnya kemampuan untuk menentukan pilihan dalam pemenuhan kebutuhan hidup. sebagai berikut: Pend. Kewarganegaraan – ATA 07/08 Halaman 6 dari 91. penggarisan masalah makro politik bangsa dan negara untuk merumuskan tujuan nasional (national goals) berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Dalam era reformasi saat ini peranan masyarakat dalam mengontrol jalannya politik dan strategi nasional yang telah ditetapkan MPR maupun yang dilaksanakna oleh presiden sangat besar sekali.Semakin tingginya kesadaran bermasyarakat berbangsa dan bernegara. Tingkat kebijakan puncak meliputi kebijakan tertinggi yang lingkupnya menyeluruh secara nasional yang mencakup : penentuan UUD. Kebijakan puncak ini dilakukan oleh MPR dengan hasil rumusannya dalam berbagai GBHN dengan Ketetapan MPR.politik nasional. Stratifikasi Politik Nasional Berdasarkan stratifikasi dari politik nasional dalam negara RI. . . sos bud maupun hankam akan selalu berkembang hal ini dikarenakan oleh: . . Dalam hal-hal dan keadaan tersebut yang menyangkut kekuasaan kepala negara seperti tercantum dalam pasal 10 s/d 15 UUD 1945.Semakin kritis dan terbukanya masyarakat terhadap ide-ide baru.

a. administrasi. Kewarganegaraan – ATA 07/08 Halaman 7 dari 9. Kebijakan khusus merupakan penggarisan terhadap suatu bidang utama (major area) pemerintah sebagai penjabaran terhadap kebijakan umum guna merumuskan strategi. 2.Undang-Undang yang kekuasaan pembuatannya terletak ditangan Presiden dengan persetujuan DPR (UUD 1945 pasal 5 (1))atau Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) dalam hal ihwal kegentingan yang memaksa. Pend. Tingkat Penentu Kebijakan Khusus.Dalam keadaan tertentu dapat pula dikeluarkan Maklumat Presiden. . sistem dan prosedur dalam bidang utama tersebut. Dalam keadaan tertentu dapat . Tingkat Kebijakan Umum. Wewenang kebijakan khusus terletak pada Menteri.Peraturan Pemerintah untuk mengatur pelaksanaan Undang-Undang yang wewenang penerbitannya berada di tangan Presiden (UUD 1945 pasal 5 (2)).Keputusan atau Instruksi Presiden yang berisi kebijakan-kebijakan penyelenggaraan pemerintahan yang wewenang pengeluarannya berada di tangan Presiden dalam rangka pelaksanaan kebijakan nasional dan perundang-undangan yang berlaku (UUD 1945 pasal 4 (1)). berdasarkan dan sesuai dengan kebijakan pada tingkat diatasnya. . 3. Hasil-hasilnya dapat berbentuk : . Hasilnya dirumuskan dalam bentuk Peratuan Menteri atau Instruksi Menteri dalam bidang pemerintahan yang dipertanggungjawabkan kepadanya. Tingkat kebijakan umum merupakan tingkat kebijakan di bawah tingkat kebijakan puncak.Peraturan atau Piagam Kepala Negara. yang lingkupnya juga menyeluruh nasional dan berupa penggarisan mengenai masalah-masalah makro strategis guna mencapai tujuan nasional dalam situasi dan kondisi tertentu.

dikeluarkan pula Surat Edaran Menteri. Kewarganegaraan – ATA 07/08 Halaman 8 dari 95. Pend. Tingkat Penentu Kebijakan Teknis. Didalam tata laksana pemerintahan. Penentuan kebijakan mengenai pelaksanaan Pemerintahan Pusat di daerah yang wewenang pengeluarannya terletak pada Gubernur. Selain itu Inspektur Jenderal dalam suatu Departemen berkedudukan sebagai Pembantu Utama Menteri dalam penyelenggaraan pengendalian ke dalam Departemen. Ia mempunyai wewenang pula untuk mempersiapkan kebijakan khusus Menteri. program dan kegiatan. Kebijakan teknis meliputi penggarisan dalam suatu sektor dibidang utama tersebut diatas dalam bentuk prosedur dan teknis untuk mengimplementasikan rencana. bagi daerah tingkat I pada Gubernur dan bagi daerah tingkat II pada Bupati atau Wali Kota. Perumusan hasil kebijakan tersebut dikeluarkan dalam keputusan dan instruksi Gubernur untuk propinsi dan instruksi Bupati atau Wali Kota untuk kabupaten atau kota madya. Sekretaris Jenderal (Sekjen) sebagai pembantu utama Menteri bertugas untuk mempersiapkan dan merumuskan kebijakan khusus Menteri dan Pimpinan Rumah Tangga Departemen. b. Keputusan atau Instruksi Pimpinan Lemabaga Non Departemen atau Direktorat Jenderaldalam masing-masing sektor atau segi administrasi yang dipertanggungjawabkan kepadanya. Kekuasaan membuat aturan di daerah dikenal dua macam: a. dalam kedudukannya sebagai Wakil Pemerintahan Pusat Di Daerah yuridiksinya masing-masing. 4. Wewenang pengeluaran kebijakan teknis terletak ditangan Pimpinan Eselon Pertama Departemen Pemerintahan dan Pimpinan Lembaga-Lembaga Non Departemen. Penentuan kebijakan pemerintah daerah (otonom) yang wewenang pengeluarannya terletak pada Kepala Daerah dengan persetujuan DPRD. Kekuasaan Membuat Aturan Di Daerah. Hasil penentuan kebijakan dirumuskan dalam bentuk Peraturan. .

maka jabatan Gubernur dan Bupati atau Wali Kota dan Kepala Daerah Tingkat I atau II disatukan dalam satu jabatan yang disebut Gubernur/Kepala Daerah Tingkat I. Bupati/Kepala Daerah Tingkat II atau Wali Kota/Kepala Daerah Tingkat II.Perumusan hasil kebijakan tersebut diterbitkan sebagai kebijakan daerah dalam bentuk Peraturan Daerah Tingkat I atau II. . Menurut kebijakan yang berlaku sekarang. keputusan dan instruksi Kepala Daerah Tingkat I atau II.