P. 1
KAK Rusunawa New

KAK Rusunawa New

|Views: 645|Likes:

More info:

Published by: Abu Haidar El-Lajawy on Feb 12, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/07/2013

pdf

text

original

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) KEGIATAN PENYUSUNAN STUDI KELAYAKAN PEMBANGUNAN RUSUNAWA

URAIAN PENDAHULUAN
1. Latar Belakang Kota Bontang merupakan salah satu kota industri yang menjadi salah satu tujuan untuk para pencari kerja memicu terjadinya urbanisasi yang menjadikan salah satu penyebab peningkatan jumlah penduduk. Sebagai kota kecil dengan luas lahan terbatas dan kebutuhan terhadap tempat tinggal meningkat, maka tuntutan terhadap penyediaan sarana dan prasarana perkotaan terutama hunian tempat tinggal juga semakin tinggi. Dengan terbatasnya lahan kota disertai dengan keterbatasan kemampuan Pemerintah Kota dalam menyediakan prasarana dan sarana permukiman yang dibutuhkan untuk menunjang aktivitas penduduk sehari-hari, maka konsekuensi logis yang umumnya terjadi pada permukiman perkotaan adalah munculnya kawasan kumuh (perumahan tidak layak huni), sehingga diperlukan penataan permukiman yang memadai salah satunya adalah rusunawa. Berkaitan dengan kebijakan Pemerintah Kota Bontang untuk membangun Rusunawa, maka perlu dilakukan Studi Kelayakan untuk mengetahui kelayakan realisasi rencana pembangunan Rusunawa di lokasi alternatif yang tersedia. Kegiatan Studi Kelayakan perlu dilakukan berkaitan dengan persyaratan teknis rumah susun. Dalam Peraturan Pemerintah No. 4 Tahun 1988, tentang Rumah Susun dijelaskan bahwa persyaratan teknis adalah persyaratan mengenai struktur bangunan, keamanan, keselamatan, kesehatan, kenyamanan, dan lain-lain yang berhubungan dengan rancang bangun, termasuk kelengkapan prasarana dan fasilitas lingkungan, yang diatur dengan peraturan perundang-undangan serta disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan. 2. Maksud dan Tujuan Maksud dari dilakukannya kajian ini adalah: • Melakukan kajian mendalam yang mencakup aspek ekonomi, sosial, lingkungan dan teknis terhadap kawasan yang direncanakan untuk dapat dilakukan penataan kawasan ataupun peremajaan kawasan melalui pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) melalui pelibatan dan pemberdayaan masyarakat lokal setempat, sebagai upaya untuk menyediakan tempat hunian yang layak dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah di perkotaan. Tujuan dari kajian ini adalah: a. Penataan kawasan lingkungan permukiman kumuh yang dilengkapi dengan prasarana dan sarana dasar serta utilitas, yang merupakan bagian tak terpisahkan dengan lokasi rencana pembangunan Rusunawa di kawasan tersebut. b. Meningkatkan dan memberdayakan potensi masyarakat dalam bidang ekonomi sehingga dapat meingkatkan perekonomian kawasan yang diremajakan tersebut.

3. Sasaran…….

Meningkatnya kondisi ekonomi masyarakat. Terciptanya tatanan lingkungan permukiman dan perumahan yang tertib. 6. Terpenuhinya kebutuhan rumah yang layak dan terjangkau oleh kelompok masyarakat berpenghasilan rendah c. di mana data primer harus dilakukan sendiri oleh pihak konsultan berupa survey dan pengambilan sampel melalui wawancara atau kuesioner di lapangan sedangkan data sekunder dapat berupa informasi dan data statistik yang tersedia di instansi / lembaga terkait. khususnya pada kawasan yang diremajakan d. 4) Peruntukan tanah/lahan. Terciptanya lingkungan permukiman yang layak sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan oleh Pemerintah Kota b. batas-batas dan topografi. yang Data-data yang diperlukan dapat merupakan data primer dan data sekunder. Keinginan tentang sarana dan prasarana bangunan rusunawa seperti sesuai peraturan yang berlaku 8. a. Sumber Pendanaan Sumber dana dari keseluruhan pekerjaan perencanaan dibebankan kepada : Dokumen Pelaksanaan Anggaran Satuan kerja Perangkat Daerah (DPA-SKPD) Tahun Anggaran 2011. Referensi ……… .S. teratur dan aman serta serasi dengan lingkungan 4. Informasi Kependudukan : 1) Jumlah Penduduk 2) Laju pertumbuhan penduduk 3) Jenis mata pencaharian 4) Data lain tentang kependudukan yang dibutuhkan c. Informasi tentang lahan.3. Pemberi Tugas Pemberi Tugas Kegiatan Penyusunan Studi Kelayakan Pembangunan Rusunawa ini adalah Dinas Pekerjaan Umum Kota Bontang DATA PENUNJANG 7. Sasaran a. baik yang berasal dari Pemberi Tugas maupun yang dicari sendiri. 2) Kondisi tanah hasil soil test. Kebutuhan Pembangunan Rusunawa sesuai persyaratan bangunan gedung d. Kesalahan/kelalaian hasil pekerjaan studi sebagai akibat kesalahan informasi menjadi tanggung jawab Konsultan Perencana. 5) Koefisien Dasar Bangunan 6) Koefisien Lantai Bangunan 7) Status hak milik dan penggunaan lahan b. K. yang meliputi : 1) Kondisi fisik lokasi. Data Dasar Untuk melaksanakan tugasnya Konsultan Perencana harus mencari informasi dan data dibutuhkan selain dari informasi yang diberikan oleh Pemberi Tugas termasuk melalui KAK ini. Tubun Kelurahan Tanjung Laut Kota Bontang 5. 3) Keadaan air tanah. luasan. Konsultan harus memeriksa kebenaran data yang digunakan dalam pelaksanaan tugasnya. Lokasi Kegiatan Jl.

status dan kepemilikan serta luas lahan yang akan dibangun Rusunawa serta kondisi lahan di sekitarnya b. Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999 Tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. Kelayakan Pembiayaan Pembangunan Rusunawa Biaya pembangunan dan kelayakan investasi untuk jangka menengah dan jangka panjang e. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2008 Tentang Bangunan Gedung. serta Bentuk Dan Tata Cara Peran Serta Masyarakat dalam Penataan Ruang. d. Ilustrasi Site Plan dan Massa Bangunan Pembuatan ilustrasi site plan dan massa bangunan untuk dijadikan acuan pada proses pengembangan desain selanjutnya. Sosial Ekonomi Kemasyarakatan Identifikasi dan analisa data sosial ekonomi kemasyarakatan di lokasi dan kawasan sekitarnya dalam kaitannya dengan penetapan kelompok sasaran serta potensi dan kemampuan ekonomi yang dimiliki f. sosial ekonomi masyarakat di kawasan studi. g. 10. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 1992 Tentang Perumahan dan Permukiman. Prasarana. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang. Lahan Kepastian secara hukum fungsi. b. Ruang lingkup pekerjaan secara rinci adalah sebagai berikut: a. i. dan rancang bangun rusunawa. f. Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 1996 Tentang Pelaksanaan Hak dan Kewajiban. 9. Metodologi……. Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2003 Tentang RTRW Kota Bontang. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2004 Tentang Penatagunaan Tanah. c. Pengelolaan Bentuk/Model Pengelolaan Rusunawa pada tahap penghunian dan pengembangan. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2005 Tentang Pemerintah Daerah. Sarana dan Utilitas Kebutuhan pengembangan prasarana. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 1997 Tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. e. h.. sarana dan utilitas untuk mendukung keberadaan Rusunawa di lokasi serta keterkaitannya dengan sistem pelayanan kawasan kota yang sudah ada c. Lingkup Kegiatan Lingkup Penyusunan Studi Kelayakan dalam pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan oleh Konsultan meliputi: teknis dan non teknis tentang lahan. Referensi Hukum Dalam melaksakan tugasnya Konsultan Perencana hendaknya memperhatikan azas-azas sebagai berikut : a. Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2007 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Perhitungan Tarif Sewa Rumah Susun Sederhana Yang Dibiayai APBN dan APBD k. .8. d. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 1985 Tentang Rumah Susun. j.

Analisa kelayakan pembangunan rusunawa 1) Aspek Hukum dan Legalitas. Tahapan Pembangunan. b. potensi dan permasalahan di lokasi studi b. analisis kelayakan dan resiko) . Infrastruktur. Tahapan Penyusunan Konsep Rencana Pengembangan/Pembangunan Rusunawa (mencakup program bangunan. prosedur pengumpulan data. Luas Lahan. Tahapan Analisis Analisis mencakup analisis pasar (analisis terkait pasar rusunawa di wilayah studi dan di Kota Bontang. Prosedur pengumpulan data mencakup data primer dan sekunder. permintaan dan masyarakat yang menjadi target). Keluaran/Hasil Akhir Hasil akhir dari pelaksanaan pekerjaan studi ini adalah adanya dokumen Studi Kelayakan Rusunawa di lokasi yang telah ditetapkan. yang mencakup: status tanah. Metode Konstruksi. Berdasarkan ruang lingkup sebagaimana dikemukakan di atas. dengan keluaran sebagai berikut: a. analisis teknis (aspek bangunan. analisis dan pembahasan hingga penyusunan konsep rencana pengembangan/pembangunan sesuai dengan tujuan yang ditetapkan. Fasilitas. Pendahuluan 1) Konsep penyiapan studi dengan latar belakang pemilihan lokasi pembangunan rusunawa. mencakup: a) Aspek Tapak (Lokasi. termasuk pemahaman teori. Ilustrasi Kawasan dan Bangunan) 3). Tahapan pelaksanaan pekerjaan adalah sebagai berikut: a. pengelolaan dan kelembagaan) 11. yaitu mulai dari tahapan identifikasi lokasi. sumber pendanaan. Utilitas dan Fasilitas Publik. Karakteristik wilayah yang akan digunakan sebagai lokasi pembangunan rusunawa 1) Kepemilikan tanah. Proses ini sangat penting agar hasil pembangunan benarbenar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sesuai dan sesuai dengan kelompok sarasaran yang ditetapkan berdasarkan musyawarah dan mufakat masyarakat setempat. potensi dan permasalahan di lokasi studi. penghunian dan pengelolaan Rusunawa. karakteristik tanah harga tanah 2) Kondisi sosial ekonomi kependudukan 3) Kriteria penduduk yang akan menggunakan rusunawa 4) Aksesibilitas ke lokasi 5) Kesesuaian lokasi dengan peruntukkan pada RTRW c.10. Aspek Pasar………… . kebutuhan data. Spesifikasi Konstruksi. dan analisis finansial (mencakup pembiayaan. wawancara dan kuesioner. tahapan pekerjaan dan metode analisis. Aksebilitas dan Transportasi. Dalam penyusunan konsep rencana pengembangan/pembangunan Rusunawa harus menggunakan pendekatan dari bawah (bottom up approach) dalam arti bahwa masyarakat di lokasi studi sudah dilibatkan mulai dari tahap awal penyusunan rencana hingga tahap pelaksanaan pembangunan. Kondisi dan Perkembangan Lingkungan Sekitar. pendekatan pelaksanaan pekerjaan ini dilakukan atas dasar kaidah dan ketentuan yang lazim dilakukan dalam penyusunan studi atau rencana. metodologi dan tanggung jawab perencanaan. fasilitas dan hal-hal teknis lainnya terkait dengan bangunan Rusunawa). Metodologi Metodologi mencakup pendekatan yang digunakan dalam melakukan pekerjaan. Kondisi Lingkungan Site Sekitar. Kendala Pengembangan) b) Aspek Bangunan (Luas Bangunan dan Program Ruang. Tahapan Identifikasi Tahapan ini mencakup identifikasi lokasi. Pengumpulan data primer harus dilakukan melalui survey/observasi. Karakteristik Tapak. c. peraturan terkait peruntukan dan bangunan 2) Aspek Teknis dan Teknologis. tapak.

Sumber Pendanaan.. Proyeksi Keuangan. mencakup: Perkembangan Ekonomi. Analisa Kelayakan. . Konsultan diwajibkan mempresentasikan hasil-hasil pekerjaan dalam pembahasan rinci dengan Pemimpin Pelaksana Teknis Kegiatan d. Kendaraan yang diperlukan untuk mobilisasi personil dan peralatan ke lokasi b. Jangka Waktu Penyelesaian Kegiatan Pekerjaan sebagaimana diuraikan dalam lingkup pekerjaan diatas perencana harus diselesaikan seluruhnya dalam waktu 90 (sembilan puluh) hari kalender atau waktu yang ditetapkan sesuai dengan hasil rapat penjelasan pekerjaan terhitung sejak penandatanganan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) 15. Asumsi Umum. Perkembangan Rusunawa di Wilayah Studi dan Sekitarnya. Konsultan berkewajiban melaksanakan Kegiatan Penyusunan Studi Kelayakan berdasarkan ketentuan teknis yang telah ditetapkan dalam Kerangka Acuan Kerja Kegiatan Penyusunan Studi Kelayakan Rusunawa c. mencakup: Pembiayaan Proyek. Kewajiban Konsultan a. Peralatan dan Material dari Penyedia Jasa Konsultansi a. Rumusan Kelayakan Pembangunan Rusunawa 1) Kesimpulan dan Saran 2) Rekomendasi 12. Perkembangan Rusunawa di Kota Bontang. Konsultan dalam melaksanakan pekerjaan dapat meminta Pemimpin Pelaksana Teknis Kegiatan untuk memperoleh petunjuk dan pengarahan agar mencapai hasil yang optimal 13. Personil………. Konsultan berkewajiban dan bertanggung jawab sepenuhnya terhadap pelaksanaan Kegiatan Penyusunan Studi Kelayakan Rusunwa dengan berdasarkan ketentuan perjanjian kerjasama yang telah ditetapkan b. dan Analisa Resiko (Internal dan Eksternal) 5) Aspek Kelembagaan dan Pengelolaan d. Peralatan untuk keperluan kantor selama pelaksanaan kegiatan dan hal-hal lain yang diperlukan 14. Kebijakan Rusunawa.3) Aspek Pasar. Peralatan untuk survey lapangan dan pengukuran c. Pembangunan Rusunawa yang akan dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Bontang 4) Aspek Keuangan dan Ekonomi.

Personil Tenaga ahli yang dibutuhkan untuk pelaksanaan pekerjaan ini adalah: a. Ekonomi Pembangunan (2 orang) Asisten Ahli Ekonomi Pembangunan harus memiliki latar belakang pendidikan minimal S-1 Sarjana Ekonomi Pembangunan yang memiliki pengalaman kerja sekurangnya 4 (empat) tahun dalam bidangnya c. Tenaga Ahli Arsitektur (1 orang) Tenaga Ahli Arsitektur harus memiliki latar belakang pendidikan minimal S-1 Sarjana Arsitektur yang memiliki pengalaman kerja sekurangnya 5 (lima) tahun dalam bidangnya/S-2 Arsitektur yang memiliki pengalaman kerja sekurangnya 2 (dua) tahun dalam bidangnya c. Team Leader (Ketua Tim). Team Leader harus memiliki latar belakang pendidikan minimal S-2 di bidang management/ekonomi/Perencanaan Wilayah yang memiliki pengalaman kerja sekurangnya 5 (lima) tahun.15. Tenaga Ahli Planologi (1 orang) Tenaga Ahli Planologi harus memiliki latar belakang pendidikan minimal S-1 Planologi yang memiliki pengalaman kerja sekurangnya 5 (lima) tahun dalam bidangnya/S2 Planologi yang memiliki pengalaman kerja sekurangnya 2 (dua) tahun dalam bidangnya f. Tenaga Ahli Ekonomi Pembangunan (1 orang) Tenaga Ahli Ekonomi Pembangunan harus memiliki latar belakang pendidikan minimal S-1 Sarjana Ekonomi Pembangunan yang memiliki pengalaman kerja sekurangnya 5 (lima) tahun dalam bidangnya/S-2 Ekonomi Pembangunan yang memiliki pengalaman kerja sekurangnya 2 (dua) tahun dalam bidangnya e. Lingkungan (2 orang) Asisten Ahli Teknik Lingkungan harus memiliki latar belakang pendidikan minimal S-1 Teknik Lingkungan yang memiliki pengalaman kerja sekurangnya 4 (empat) tahun dalam bidangnya e. S1 Sipil/Arsitektur yang memiliki pengalaman kerja sekurangnya 10 (sepuluh) tahun dalam bidangnya b. b. Planologi (2 orang) Asisten Ahli Planologi harus memiliki latar belakang pendidikan minimal S-1 Planologi/ Perencanaan Wilayah yang memiliki pengalaman kerja sekurangnya 4 (empat) tahun dalam bidangnya Tenaga Pendukung……… . Tenaga Ahli Teknik Lingkungan (1 orang) Tenaga Ahli Teknil Lingkungan harus memiliki latar belakang pendidikan minimal S-1 Sarjana Lingkungan yang memiliki pengalaman kerja sekurangnya 5 (lima) tahun dalam bidangnya/S-2 Lingkungan yang memiliki pengalaman kerja sekurangnya 2 (dua) tahun dalam bidangnya d. Tenaga Ahli Sipil (1 orang) Tenaga Ahli Sipil harus memiliki latar belakang pendidikan minimal S-1 Teknik Sipil yang memiliki pengalaman kerja sekurangnya 5 (lima) tahun dalam bidangnya/S2 Planologi yang memiliki pengalaman kerja sekurangnya 2 (dua) tahun dalam bidangnya Asisten ahli yang dibutuhkan untuk pelaksanaan pekerjaan ini adalah: a. Sipil/Arsitek/Perencanaan Wilayah (1 orang). Arsitektur (2 orang) Asisten Ahli Arsitektur harus memiliki latar belakang pendidikan minimal S-1 Sarjana Arsitektur yang memiliki pengalaman kerja 4 (empat) tahun dalam bidangnya. Sipil (2 orang) Asisten Ahli Sipil harus memiliki latar belakang pendidikan minimal S-1 Sipil yang memiliki pengalaman kerja sekurangnya 4 (empat) tahun dalam bidangnya d.

Laporan Ringkasan…. Laporan Akhir Laporan Final memuat dan menyempurnakan seluruh hasil kajian dan memberikan kesimpulan dan saran untuk rencana pembangunan Rusunawa. latar belakang pendidikan minimal SMK/D1/D2 Jurusan Administrasi dan Keuangan. Laporan Draft Final diserahkan 9 (sembilan) minggu setelah Surat Perintah Kerja diterima 20. ruang lingkup pekerjaan dan kajian. c. Juru Gambar Cad (3 orang) Drafter memiliki pengalaman dalam bidangnya.Tenaga Pendukung yang dibutuhkan untuk pelaksanaan pekerjaan ini adalah: a. d. pengalaman kerja sekurangnya 1 (satu) s/d 5 (lima) tahun. Laporan ini diserahkan paling lambat 3 (tiga) minggu setelah diterima Surat Perintah Kerja 18.. dan ekonomi. Laporan Draft Akhir Laporan Draft Final menyempurnakan hasil kajian yang sudah disampaikan pada Laporan Antara ditambah dengan kajian aspek pembiayaan. aspek teknis dan aspek pasar. memiliki latar belakang pendidikan minimal D3/S-1 yang memiliki pengalaman kerja sekurangnya 1 (satu) s/d 5 (lima) tahun. Administrasi dan Keuangan (1 orang) Pelaksana Administrasi dan Keuangan memiliki pengalaman dalam bidangnya. 16. Surveyor (6 orang) Surveyor memiliki latar belakang pendidikan yang sesuai untuk melakukan survey yang mencakup aspek fisik bangunan. pengalaman kerja sekurangnya 1 (satu) s/d 5 (lima) tahun. dan metodologi pekerjaan. aspek kelembagaan dan pengelolaan. tujuan dan sasaran pekerjaan. 21. Laporan Draft Final diserahkan 12 (dua belas) minggu setelah Surat Perintah Kerja diterima. Laporan Antara Laporan Antara menguraikan hasil kajian dari aspek legalitas. Jadwal Tahapan Pelaksanaan Kegiatan 1 Survey dan Pengumpulan Data dan identifikasi yang diserahkan dalam bentuk laporan pendahuluan Bulan Ke 2 3 Proses Analisa dan Perbaikan laporan Pembahasan dan antara dan Penyerahan penyerahan laporan draft laporan akhir antara 4 Penyerahan laporan akhir dan laporan ringkasan 17. site/lahan dan lingkungan. Laporan Pendahuluan Laporan Pendahuluan mencakup latar belakang. latar belakang pendidikan minimal SMK/D1/D2 Jurusan Bangunan Gedung. . Laporan Antara diserahkan 6 (enam) minggu setelah Surat Perintah Kerja diterima 19. sosial. jadwal pekerjaan dan mobilisasi personil.

M. Ditentukan pihak penyedia jasa sebagai lead firm yang bertanggung jawab terhadap hasil pekerjaan keseluruhan kepada Pemberi Tugas. Penyedia Jasa Konsultansi berkewajiban untuk menyelenggarakan pertemuan dan pembahasan dalam rangka alih pengetahuan kepada Pemberi Tugas Pejabat Pelaksana Teknik Kegiatan Kegiatan Penyusunan Studi Kelayakan Ir. Persyaratan Kerjasama Jika kerjasama dengan penyedia jasa konsultansi lain diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan jasa konsultansi ini maka persyaratan berikut harus dipatuhi: a. Laporan ini diserahkan bersamaan dengan penyerahan Laporan Final. Besaran persentase modal atau pembagian kewenangan dalam pelaksanaan kegiatan diketahui Pemberi Tugas 24.21. khusus untuk penyajian gambar menggunakan kertas HVS polos ukuran A3 b. c. d. Teknik penyajian semua laporan di atas mengikuti ketentuan sebagai berikut : a. Pengetikan 1.Si NIP. b. Ditentukan pola kerjasama kedua belah pihak dan diketahui oleh Pemberi Tugas c. Laporan Ringkasan (Executive Summary) Laporan Ringkasan Eksekutif memuat ringkasan keseluruhan hasil pekerjaan. M. Pedoman Pengumpulan Data Lapangan Pengumpulan data lapangan harus memenuhi persyaratan berikut: a. b. Alih Pengetahuan Jika diperlukan.5 spasi dengan kertas HVS polos ukuran A4. H. 19630417 198603 1 022 . Tidak merusak lingkungan dan ekosistem yang ada Tidak mengganggu kondisi masyarakat sosial di lokasi Menghormati kearifan lokal Berkoordinasi dengan masyarakat setempat dan instansi terkait 25. Abdul Rifai NIP. SUMPENA HIKALL. 19590817 198701 1 002 Dibuat di : Bontang Tanggal : 10 Mei 2011 Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Bontang Ir. Format dokumen untuk laporan adalah A4 dan Jumlah Dokumen yang diserahkan sebanyak 8 buku dan 7 CD 22. Produksi dalam Negeri Semua kegiatan jasa konsultansi berdasarkan KAK ini harus dilakukan di dalam wilayah Negara Republik Indonesia kecuali ditetapkan lain dalam angka 4 KAK dengan pertimbangan keterbatasan kompetensi dalam negeri 23.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->