PHYSICS LAB REPORT

SHOVE, MICROMETER SCREWS, CALORIMETER

Prepared by : Ayu Desedtia XII A 3

ACADEMIC YEAR 2010/2011

KA A

NGAN A

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang atas rahmat-Nya saya dapat
¢ £ ¢ ¤£ ¢

menyelesaikan penyusunan laporan praktikum J ngk

o ong

ik o m t

k up Kalo im t

Penulisan laporan ini adalah salah satu tugas dan persyaratan untuk ujian mata pelajaran Fisika di SMA Negeri 1 Bontang. Dalam penulisan laporan praktikum ini saya merasa masih banyak kekurangan-kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang saya miliki. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan laporan ini. Dalam penulisan makalah ini saya menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada pihak-pihak yang membantu dalam menyelesaikan penelitian ini, khususnya kepada Ibu Dr a. Yuliana W dan Bapak Agus Hariyanto, S,Si yang telah memberikan pengarahan dan dorongan dalam laporan ini. Semoga materi ini dapat bermanfaat dan menjadi sumbangan pemikiran bagi pihak yang membutuhkan, khususnya bagi penulis sehingga tujuan yang dihara pkan dapat tercapai.

Bontang, Februari 2010

Penulis

¢¥ ¥

¢ ¥ ¢¥ ¥ ¡

¡ 

 

.

DAF A
Kata Pengantar Daftar Isi JANGKA SORONG & MIKROMETER SEKRUP Pendahuluan A. Latar Belakang B. Tujuan Dasar Teori A. Pengkuran B. Pengkuran Panjang Benda 1. Dengan Mengunakan Jangka Sorong 2. Dengan Menggunakan Mikrometer Sekrup C. Ketidakpastian Dalam Pengukuran D. Angka Penting Metode Praktikum A. Alat dan Bahan B. Prosedur Praktikum Hasil Pengamatan A. Hasil Pengamatan 1. Pengukuran Menggunakan Jangka Sorong 2. Pengukuran Menggunakan Mikrometer Sekrup B. Tabel Analisa Data 1. Diameter Luar Tabung 2. Diameter Dalam Tabung 3. Kedalaman Tabung 4. Ketebalan Koin Penutup A. Kesimpulan B. Saran Kalorimeter Pendahuluan A. Latar Belakang B. Tujuan Dasar Teori A. Pengertian Metode Praktikum A. Alat dan Bahan B. Prosedur Praktikum Hasil Pengamatan A. Hasil Pengamatan B. Tabel Analisa Data i ii

1 1 2 3 3 4 5 6

7 7

9 9 9 9 9 10 11 12

13 13

14 15 16

19 19 21 21

Saran Daftar Pustaka Lampiran-lampiran 26 26 . Kesimpulan B.Penutup A.

PRAKTIKUM WAJIB C MPUL RY PRACTICUM .

Dalam penggunaan ilmu fisika. kita pasti harus mengukur dulu untuk mengetahui berapa panjang. Contohnya saja bila kita mau menghitung volume balok. in addition to completing lab work. 3. which contains the report of the results of lab work has been done and some review material support. Setelah itu baru kita dapat menghitung volumenya. maka dilakukanlah p raktikum fisika yang berisi materi dasar-dasar pengukuran yang dapat membantu siswa memahami hal ini. Menuliskan dengan benar bilangan-bilangan berarti dan hasil pengukuran/perhitungan. 2. Dan untuk melengkapi praktikum itu. Mempelajari penggunan alat-alat ukur dasar.PENDA ULUAN PRELIMINARY A. Calculate other quantities based on measures of basic. After that we can calculate its volume. also to fulfill the task of physics subjects B. we perform the physics lab that contains the material basis of measurement that can help students understand this. The purpose of drafting this report. width and depth of the beam by using a ruler. Didasari oleh betapa pentingnya besaran dan pengukuran. lebar dan tinggi balok dengan menggunakan penggaris. For instance if we want to calculate the volume of the beam. 3. Studying the use of basic measuring tools. selain untuk melengkapi praktikum. then drafted this lab report. Correctly write the numbers mean. juga untuk memenuhi tugas dari mata pelajaran fisika. Adapun tujuan dari disusunnya laporan ini. Based on the importance of scale and measurement. In physics. ¦ . A. measurements and scale are things that are basic. Tujuan Goal Adapun tujuan yang hendak dicapai dari pelaksanaan prakt ikum ini adalah sebagai berikut : 1. And to complete the lab. maka disusunlah laporan praktikum ini. In the use of physics. 2. B. The goals to be achieved from the implementation of this practice are as follows : 1. pengukuran dan besaran merupakan hal yang bersifat dasar. indeed the various aspects of this science can not be separated from the measurements and quantities. we would have to measure the first to find out how much length. memang berbagai aspek dalam ilmu ini tak dapat terpisah dari pengukuran dan besaran besaran. yang berisi laporan dari hasil praktikum yang telah dilakukan dan beberapa tinjauan materi yang menunjang. Menghitung besaran-besaran lain berdasarkan ukuran-ukuran dasar. Latar Belakang Background Dalam ilmu fisika. and the results of measurements / calculations.

artinya benda tersebut panjangnya 5 kali panjang mistar yang memiliki panjang 1 meter. berarti kita mengetahui apa yang sedang kita bicarakan itu. and relative density. massa dan waktu termasuk pada besaran karena dapat kita ukur dan dapat kita nyatakan dengan angka-angka. Pengamatan suatu gejala secara umum tidaklah lengkap bila tidak dilengkapi dengan data kuantitatif yang didapat dari hasil pengukuran. coefficient of friction.DA AR TEORI BA IC THEORY A. A. Something that can be measured and expressed as the number we call the magnitude. for example. We can not measure and we can not reveal the figures. Length. we usually observed followed by a measurement. sesuatu yang dapat diukur memiliki satuan. sedangkan meter menyatakan besaran dari satuan panjang. including the scale because we can measure and can we stated with numbers. § § . To achieve a certain goal. di dalam fisika. Lord Kelvin. But even so. Lord Kelvin. Tidak dapat kita ukur dan tidak dapat kita nyatakan dengan angka -angka. Some physical quantities exist which has no units include refractive index. seorang ahli fisika berkata. a physicist said. kindness and honesty.kita biasanya melakukan pengamatan yang diikuti dengan pengukuran. Sedangkan arti dari pengukuran itu sendiri adalah membandingkan sesuatu yang sedang diukur dengan besaran sejenis yang ditetapkan sebagai satuan. The observation of a phenomenon in general is not complete if not equipped with quantitative data obtained from the measurement results. Panjang. something that can be measured has units. if we can measure what we are talking about and express it in numbers. Whilethe meaning the measurement itself is comparing something that is being measured with similar quantities defined as a unit . And in general. Pengukuran Measurement Untuk mencapai suatu tujuan tertentu. which means that the object is its length 5 times the length of the bar which has a length of 1 meter . not all physical quantities always have units. Akan tetapi kebaikan dan kejujuran misalnya. tidak semua besaran fisika selalu mempunyai satuan. dan massa jenis relatif. misalnya bila kita mendapat data pengukuran panjang sebesar 5 meter. angka 5 menunjukkan nilai dari besaran panjang. However. bila kita dapat mengukur apa yang sedang kita bicarakan dan menyatakannya dengan angka -angka. Dalam hal ini. figure 5 shows the value of length scale. while the meter states the amount of unit length. mass and time. Sesuatu yang dapat diukur dan dinyatakan dengan angka kita sebut besaran. in physics. means we know what we are talking about it. In this case. such aswhen we get the data of measuring the length of 5 meters . koefisien gesekan. Dan pada umumnya. Tapi walaupun demikian. Beberapa besaran fisika ada yang tidak memiliki satuan antara lain adalah indek bias.

01 cm setiap melewati satu skala. yang memiliki skala pendek yang disebut nonius atau vernier.01 cm. Shove themselves have the parts as follows: 1.atau 0.2 cm dan 5. Measuring the length of the inside body cavity.2 cm+0. Sedangkan pada rahan eser terdapat skala pendek yang terbagi menjadi 10 bagian yang sama besar.atau 0.1 mm. sehingga panjang 1 skala nonius adalah 0.9 mm.9 mm. Pengukuran panjang rongga bagian dalam benda. so long a Nonius scale is 0. Skala inilah yang disebut sebagai nonius atau vernier. Karena terdapat 4 skala.1 mm.04 cm.1 mm have needed shove. selisih antara skala utama dan skala nonius bertambah 0. Panjang 10 skala nonius itu adalah 9 mm. namely : 1. Rahang yang dapat digeser-geser (disebut rahang geser). So the difference between Nonius scale and major scale is 0.04 cm=5. 2. has a length scale called the major scale. Contoh pengukuran dari jangka sorong adalah sebagai berikut. Mulai dari skala keempat ini ini kekiri. Shove has measurement functions.01 cm.4 mm atau 0. Jadi selisih antara skala nonius dan skala utama adalah 0. maka selisih antara skala utama dan skala nonius adalah 0. 2. 2. When an object is measured the result that the  !     "         ¨ ¨ B B Pen u uran Panjan Benda Len th Measure ent Objects ©   © . Nonius scale length 10 it is 9 mm. Jangka sorong sendiri mempunyai bagian-bagian sebagai berikut : 1. memiliki skala panjang yang disebut skala utama. Pengukuran panjang bagian luar benda. To make a measurement accuracy of 0. which has a short scale is called Nonius or Vernier.1 mm atau 0. Jaw still have major scales in units of cm and mm. Measuring the length of the outside of the object. So it can shove accuracy is 0. 2. Bila diukur sebuah benda didapat hasil bahwa skala pada jangka sorong terletak antara skala 5. Jaw that slides-shear (called the sliding jaw). Jangka sorong mempunyai fungsi-fungsi pengukuran. Rahang yang tetap (biasa disebut rahang tetap). 3. Measurement of the depth of the hole in the body. 3. Pengukuran kedalaman lubang dalam benda. Rahan tetap terdapat skala-skala utama dalam satuan cm dan mm. dapat ditarik kesimpulan kalau panjang benda yang diukur tersebut adalah 5.1 mm.24 cm. Dengan demikian. A fixed jaw (commonly called the jaw fixed). Scale is called an Nonius or Vernier.1 Den an Men una an Jan a Soron 1 By Usin the Shove Untuk me kukan pengukuran yang mempunyai kete itian 0 1 mm diperlukan jangka s rong. Sehingga dapat ketelitian jangka sorong adalah 0. Sedangkan skala nonius yang keempat berimpit dengan salah satu skala utama.1 mm.3 cm. While on the slidin jaw there is a short scale which is divided into 10 e ual parts. Examples of shove measurements are as follows. yaitu : 1.

the playback is done by using a toothed wheel shaft for not pressing the matter. bidal diputar sehingga benda dapat diletakan diantara landasan dan poros. the measurement becomes inaccurate.01 mm atau 0. Fisika merupakan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan berbagai fenomena yang terjadi di alam. maka poros akan maju (atau mundur) sejauh 0.04 cm = 5. so if a player moves one scale cylinder.01 mm or 0. it can be deduced that the length of the measured object is 5. pada saat mengukur panjang benda dengan mikrometer sekrup. Very important to know. Because the cylinder surrounding the player has a 50 scale. ar Dengan memutar roda berigi ini. 2 Den an Men una an Mi ro eter Se rup 2 By Usin Micro eter Screws Untuk mengukur benda-benda yang sangat kecil sampai ketelitian 0.24 cm. the difference between the main scale and the scale of Nonius is 0. At the end of the cylinder player have the lines that divide the scale of 50 e ual parts. Starting from the fourth scale is left.01 mm atau 0. Untuk mensiasati ini. When the shaft is almost touching the object. Thus.4 mm or 0.001 cm. To measure objects that are very small until the accuracy of 0. a fourth-Nonius scale coincides with one of the major scale. By turning the toothed wheel. When it comes to touching objects that are measured.3 cm. sayangnya suatu gejala alam yang muncul secara alamiah belum tentu terjadi dalam waktu tertentu.1 mm or 0. maka kalau silinder pemutar bergerak satu skala. Because there are 4 scale.2 cm +0. sehingga menyulitkan pengamatan. poros akan bergeser sebesar 0.5 mm/50 = 0.04 cm. Bagian utama dari mikrometer sekrup adalah sebuah poros berulir yang dipasang pada silinder pemutar yang disebut bidal.2 cm and 5. the shaft will forward (or backwards) as far as 0. the axis will be shifted by 0. If the thimble is moved one full rotation. the rotation axis will stop immediately after touching the object. Ketika poros hampir menyentuh benda.5 mm/50 = 0. putaran akan berhenti segera setelah poros menyentuh benda. pemutaran dilakukan dengan menggunakan roda bergigi ag poros tidak menekan benda. Jika bidal digerakan satu putaran penuh.001 cm. Sangat perlu diketahui.001 cm digunakan alat bernama mikrometer sekrup. The main part of the micrometer screw is a threaded shaft mounted on the cylinder player called a thimble.001 cm used a tool called the micrometer screw. when measuring the length of objects with micrometer screws. Jika sampai menyentuh benda yang diukur. pengukuran menjadi tidak teliti.5 mm. thimbles rotated so that the object may be positioned between the base and shaft. Pada ujung silinder pemutar ini terdapat garis-garis skala yang membagi 50 bagian yang sama. Hanya saja. Meanwhile.01 cm per pass through a single scale. Ilmu ini didasarkan pada pengamatan dan percobaan.sliding scale in term of scale lies between 5.5 mm. Pengamatan merupakan pengkajian suatu gejala yang terjadi di alam. Karena silinder pemutar mempunyai 50 skala disekelilingnya. Tanpa 4 1 0 3 ) C C Ketida pastian dala Pen u uran Uncertainty in Measure ent % & % 0 2 % & $$ $ ( $ ' # . the difference between the main scale and the scale Nonius increased 0.01 mm or 0. maka dilakukan percobaan yang menyerupai gejala alamiah itu di bawah kendali dan pengawasan khusus.

Uncertainty also called a mistake. 2. Factors were divided into 2 major lines. dalam suatu percobaan kita hrus berusaha menelaah dan mempelajarinya. And then. making it difficult observation.percobaan ini. yaitu: ketidakpastian bersistem dan ketidakpastian acak. However. 6 6 5 6 . Only. 3. How. Every measurement must have led to an uncertainty of measurement. .Error Calibration Errors in scaling the time measuring instruments are being created so that each time the device is used. Adan a Nilai Skala Terkecil dari Alat Ukur 4. because the difference between the measured value and actual value. 1. then conducted an experiment that resembles a natural phenomenon that under control and supervision of special. sebab menunjukkan perbedaan antara nilai yang diukur dan nilai sebenarnya. unfortunately a natural phenomenon that comes naturally is not necessarily occur within a certain time. Caranya.Kesalahan titik nol Titik nol skala alat ukur tidak berimpit dengan titik nol jarum penunjuk alat ukur. Keterbatasan dari Pengamat Sendiri 1. Without this experiment. Sanada with Lord Kelvin that expresses an opinion if we have not learned anything if we can not obtain a quantitative data. Biasanya terjadi bila pegas sudah sering dipakai. Ketidakpastian Acak . Physics is the science related to various phenomena that occur in nature. This science is based on observation and experiment.Paralaks Kesalahan posisi dalam membaca skala alat ukur.Gesekan Kesalahan yangtimbul akibat gesekan pada bagian-bagian alat yang bergerak. the science of physics can not be developed as today. Uncertaint s stem . Setiap pengukuran pasti memunculkan sebuah ketidakpastian pengukuran.Kesalahan kalibrasi Kesalahan dalam memberi skala pada waktu alat ukur sedang dibuat sehingga tiap kalialat itu digunakan. This can be caused by several factors. Dan selanjutnya.Gerak Bro n molekul udara Menyebabkan jarum penunjuk skala alat ukur terpengaruh. we must have quantitative data on the experiments we do. in an experiment we tried to examine and learn hrus. yaitu perbedaan antara dua hasil pengukuran. ketidakpastian selalu muncul dalam tiap pengukuran. Faktor itu dibagi dalam 2 garis besar. ilmu fisika tak mungkin berkembang seperti saat sekarang ini. Sanada dengan pendapat Lord Kelvin yang mengungkapkan kalau kita belum belajar sesuatu bila kita tak bisa mendapatkan sebuah data kuantitatif. Untuk itulah dalam fisika dibutuhkan sebuah pengukuran yang akurat. Ketidakpastian juga disebut kesalahan. Akan tetapi. Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa fakto r. there was no accurate absolute measurement. ie the difference between the two measurements. . To anticipate this. Observation is an appraisal of a phenomenon that occurs in nature.Kesalahan Komponen Alat Sering terjadi pada pegas. Ketidakpastian Bersistem . . . kita harus mempunyai data kuantitatif atas percobaan yang kita lakukan. For that reason in physics required an accurate measurement. ternyata tak ada pengukuran yang mutlak tepat. namely: uncertainty and the uncertainty of a random collection system.

Rules of significant figures: 1. . The existence value of the Smallest Scale Measure Tool 4. . angka nol yang terletak disebelah kiri maupun di sebelah kanan tanda koma. 2.Zero Point Error Zero-point scale measuring instrument does not coincide with zero gauge needle. 3. unless there is another explanation. . Aturan angka penting : 1.Bro nian motion of air molecules Cause the scale needle gauge affected. kecuali ada penjelasan lain. Zeros are located between nonzero digits including significant figures. All nonzero digits are significant figures. For decimal numbers smaller than one. not including significant figures.uncertainties always occur in every measurement. Angka Penting Important Figures Angka penting adalah angka yang diperhitungkan di dalam pengukuran dan pengamatan. Semua angka bukan nol adalah angka penting.Friction Errors that arise due to friction on the parts of a tool that moves. 2. D. Untuk bilangan desimal yang lebih kecil dari satu. Angka nol yang terletak diantara angka bukan nol termasuk angka penting.Error Component Tools Often occurs in spring. Deretan angka nol yang terletak di sebelah kanan angka bukan nol adalah angka penting. .Parallax Position errors in reading the meter scale. Random Uncertaint . 2. Limitations of the Observer Self D. It usually occurs when the spring is often used. tidak termasuk angka penting. Important figure is the number that are included in the measurement and observation. zeros are located on the left or the right of a comma. 7 8 . Rows of zeros located on the right of non-zero digits are significant figures.

Ulangi kembali mengukur diameter luar tabung sebanyak 5 kali. 2. dan daftar pustaka. Siapkan Jangka Sorong dan Tabung. 1. hingga mendapat 5 data hasil pengukuran tebal plat lempengan koin. 6. diameter luar. 2. serta Mikrometer Sekrup dan Lempengan Koin yang akan diukur. 4. Measure the diameter of the tube. 8. dan catatlah dalam tabel data hasil pengukuran. 4. Ulangi kembali mengukur kedalaman tabung sebanyak 5 kali. dan ketebalan plat lempengan koin. kedalaman. 5. luar. Repeat again measure the diameter of the tube 5 times. 3. 10. 7. dan tebal plat. Prepare shove and tubes. baca hasil pengukurannya. up to get 5 data measurement in tube diameter. Sertakan lampiran 1. Hitung ketidakpastian pengukuran masing-masing diameter dalam. dan catatlah dalamtabel data hasil pengukuran. 5. Alat dan Bahan Tools and Materials 1. dan catatlah dalam tabel data hasil pengukuran. 4. baca hasil pengukurannya. baca hasil pengukurannya. 2. B. read the measurement results. and micrometer screws and plates coins to be measured. hingga mendapat 5 data hasil pengukuran diameter dalam tabung. . hingga mendapat 5 data hasil pengukuran diameter luar tabung. 2. Ukur kedalaman dalam tabung. Note the precision of the measurement period Sorong and micrometer screws you use. 3. Hitung nilai rata-rata hasil pengukuran untuk masing-masing diameter dalam. Ulangi kembali mengukur tebal plat lempengan koin sebanyak 5 kali. baca hasil pengukurannya. Hitung prosentase kesalahan relatif pengukuran. dan catatlah dalam tabel data hasil pengukuran. 9. Perhatikan ketelitian pengukuran Jangka Sorong dan Mikrometer Sekrup yang kamu gunakan. Prosedur Praktikum Practical Procedures 1. 5. Ukur ketebalan plat lempengan koin. 11. and record the measurements in table data. Ulangi kembali mengukur diameter dalam tabung sebanyak 5 kali. Ukur diameter dalam tabung.METODE PRAKTIKUM METHOD PRACTICUM A. 3. Ukur diameter luar tabung. 3. kedalaman tabung. Buat kesimpulan sesuai dengan tujuan praktikum. Jangka Sorong Mikometer Sekrup Tabung Lempengan Koin Kaca Pembesar Duration Sorong Micrometer screws Tube Coin Slabs Magnifying glass B. A. Tuliskan dalam tabel pengolahandata. hingga mendapat 5 data hasil pengukuran kedalaman tabung. Tulis saran-saran.

11. Include attachments . Measure the outside diameter of the tube. Write the suggestions. outside diameter. Make a conclusion in accordance with the purpose of practical work. outside. read the measurement results. read the measurement results. to get 5 plate thickness measurement data plate coin. 8. Calculate the measurement uncertainty of each diameter inside. and record the measurements in table data. Repeat back gauge plate thickness slab coin 5 times. read the measurement results. and bibliography. 9. tube depth. Write in the table of data processing. 6. and thickness of the plate coin plate. Calculate the percentage relative error of measurement. depth. 7. Measure the depth of the tube. 5. and record the measurements in table data. 10. to get 5 data measurement outside diameter tube. Calculate the average value measured for each diameter inside. Repeat again measure the outside diameter of the tube as much as 5 times. up to get 5 tubes depth measurement data. and record the measurements in table data. Repeat again measure the depth of the tube 5 times.4. and thickness of plate. Measure the thickness of the plate coin plate.

30 7.2 67.4 2.2 80.35 7.9 68.6 69. Outer Diameter Tube Menghitung rata-rata dari diameter luar tabung Calculating the average of the outer tube diameter No 1 2 3 4 5 n=5 Diameter Luar (d luar) (mm) 70.8 69.6 69. A.30 B.HASIL PENGAMATAN RESULTS OF OBSERVATIONS A. Pengukuran Tabung Menggunakan Jangka Sorong 1. B.16 4858.4 80.09 4970. Tabel Analisa Data Table of Data Analysis 1. Diameter Luar Tabung a.30 7.25 ( d1) = 24529. Pengukuran Tabung Menggunakan Jangka Sorong 1.6 69.7 70.6 Kedalaman (h) (mm) 80.2 80.28 7.2 (d1) 2 dalam mm 5012.5 ( d1) = 350.5 68. Hasil Pengamatan Result of Observations 1.64 4844.5 Diameter Dalam (ddalam) (mm) 67. Tube Measurement Using Shove a. Measurement Using Slab Coins with Micrometer Screws No 1 2 3 4 5 Ketebalan Plat (t) (mm) 7.16 4844.2 80. Pengukuran Lempengan Koin Menggunakan Mikrometer Sekrup 2.6 69.8 69.9 68.7 70.3 2 . Tube Measurement Using Shove No 1 2 3 4 5 Diameter Luar (d luar) (mm) 70.

§!d d luar = 1 1 n i  Menghitung ketidak pastian pengukuran ( ) diameter luar tabung Calculating measurement uncertainty ( d) outside diameter tube = § ! di 1 1 n 2  .

! di § n 2 1 1 = = 0.9 68. Diameter Dalam Tabung b.5 68. Diameter of the tube Menghitung rata-rata dari diameter dalam tabung Calculating the average of diameter in the tube No 1 2 3 4 5 n=5 Diameter Dalam (ddalam) (mm) 67.6 ( d2) = 341.0.22 mm Menghitung ketidak pastian pengukuran ( ) diameter dalam tabung Calculating measurement uncertainty ( d) in diameter tube = § ! di 1 1 n 2  .76 ( d2) = 23270.64 % b.25 4651.1 (d2 ) 2 dalam mm 4610.2  mm Menghitung prosentase Kesalahan Relatif pengukuran (KR) Calculating relative percentage error of measurement (KR) KR d 100 % = Prosentase ketelitian pengukuran Percentage accuracy of measurement 100 % .2 67.36 % = 99.9 68.41 4747.21 4692.24 4569.87 2 ddalam = §!d 1 1 n i  = = 68.

254 100 % = 0. ! di § n 2 1 1 = 9 = = 70 04 mm         = 0.36 %     .

2 Menghitung prosentase Kesalahan Relatif pengukuran (KR) Calculating relative percentage error of measurement (KR)  = 0.44 2 §!d d = 1 1 n i  = = 80.2 80.04 6432. Kedalaman Tabung c.4 80.32 % = 99.4 (d3) 2 dalam mm 6464.22 mm KR d 100 % = 100 % = 0.2 80.32 % Prosentase ketelitian pengukuran Percentage accuracy of measurement 100 % .4 ( d5) = 401.68 % c.16 6432.0.04 6464.28 mm Menghitung ketidak pastian pengukuran ( ) kedalaman tabung Calculating measurement uncertainty ( d) tube depth = § ! di 1 1 n 2  .04 6432.2 80.16 ( d3) = 32224. = 0. Diameter of the tube Menghitung rata-rata dari kedalaman tabung Calculating the average of the tube depth No 1 2 3 4 5 n=5 Kedalaman (h) (mm) 80.

2       = 0.048 mm Menghitung prosentase Kesalahan Relatif pengukuran (KR) Calculating relative percentage error of measurement (KR) KR d 100 % = 100 % = 0.059 % Prosentase ketelitian pengukuran Percentage accuracy of measurement . ! di § n 2 1 1 = = 0.

53 54.28 7. Pengukuran Lempengan Koin Menggunakan Mikrometer Sekrup 2.29 2 = 266.94 % 2.99 53.30 7.30 7.059 % = 99.88 t = §!t 1 n 1 i  = = 7.35 7.306 mm Menghitung ketidak pastian pengukuran ( ) ketebalan koin Calculating measurement uncertainty ( t) coin thickness = §1 !1 t 2 n  .0225 53.29 53.0. Ketebalan Koin a.30 = 36.29 52.100 % . Measurement Using the Micrometer Screws Coin Slabs a. Coin Thickness Menghitung rata-rata dari ketebalan koin Calculating the average of the coin thickness No 1 2 3 4 5 Ketebalan Plat (t) (mm) (t 2) dalam mm 7.

0.2       = 0.85 % .15 % = 99. ! t § n 2 1 1 = = 0.011 mm Menghitung prosentase Kesalahan Relatif pengukuran (KR) Calculating relative percentage error of measurement (KR) KR t 100 % = 100 % = 0.15 % Prosentase ketelitian pengukuran Percentage accuracy of measurement 100 % .

dengan kesalahan relatif = 0.04 ± 0.011 ) mm.048) mm.306 ± 0.15% y Kedalaman Tabung y Ketebalan Plat From the results of measurement and data processing in the above could be concluded : y Outer Diameter Tubing (± d) = (70.15% B. with a relative error = 0. A.254) mm. Suggested to students in order to control the measuring instruments and can use them properly so as to minimize the possibility of uncertainty in measurement.28 ± 0.059% ) = ( 7. with a relative error = 0.28 ± 0.254 ) mm.22 ± 0. dengan kesalahan relatif = 0. Kesimpulan Conclusion Dari hasil pengukuran dan pengolahan data di atas didapat ke simpulan : y Diameter Luar Tabung ( d ± ) = ( 70.PENUTUP CLOSING A. dengan kesalahan relatif = 0. B. .04 ± 0. Saran Suggestion Disarankan kepada siswa/siswi supaya dapat menguasai alat-alat pengukur dan bisa menggunakannya dengan benar sehingga dapat memperkecil kemungkinan ketidakpastian dalam pengukuran.011) mm. with a relative error = 0. dengan kesalahan relatif = 0.32% ) = ( 80.22) mm. with a relative error = 0.22 ) mm.059% y Plate thickness (± t) = (7.36% y Diameter Dalam Tabung ( d ± ( d ± ( t ± ) = ( 68.306 ± 0.048 ) mm.32% y Tube Depth (± d) = (80.36% y The diameter of the tube (± d) = (68.22 ± 0.

PRAKTIKUM PILIHAN PRACTICUM SELECTION .

Ini menunjukkan terjadinya perpindahan energi dari benda bersuhu tinggi (air panas) ke benda bersuhu rendah (air ledeng). Anda dapat mencelup gelas air ledeng yang sama ke dalam bak b erisi air es. At that time. Suhu adalah derajad panasnya atau dinginnya suatu benda yang diukur oleh termometer. Untuk lebih meyakinkan. Berdasarkan pengamatannya waktu mengawasi permbuatan meriam. piped water has increased temperature and hot water temperature decreased. Temperature is the degree of heat or coldness of an object measured by the thermometer. you can douse the same glass of tap water into a tub of ice water. You will observe now decreasing temperature tap water and ice water temperature increases. while the heat is flowing from a hot object to a colder body to equalize the temperature. air ledeng mengalami kenaikan suhu dan air panas mengalami penurunan suhu. Uraian tersebut dengan jelas mempertegas kesimpulan bahwa perpindahan energi secara alami selalu terjadi dari benda bersuhu tinggi ke benda bersuhu lebih rendah. Tidakdemikianlah halnya dua abad yang lampau.PENDAHULUAN PRELIMINARY A. It is easy for us now accept the idea that heat is energy. Latar Belakang Background Mudahlah bagi kita sekarang menerima gagasan bahwa kalor itu energi. Not the case the past two centuries. Pendapat ini menerangkan berbagai gejala perpindahan kalor dan penyerapan kalor. Joseph Black pada tahun 1760 merupakan orang pertama yang menyatakan perbedaan antara suhu dan kalor. Anda telah mengetahui bahwa jika gelas berisi air ledeng dicelupkan sebagian ke dalam bak berisi air panas. Count Rumford memperoleh kesimpulan bahwa tidak benar kalor itu zat . Joseph Black in 1760 was the first to express the difference between the temperature and heat. Anda akan amati sekarang air ledeng mengalami penurunan suhu dan air es mengalami kenaikan suhu. Count Rumford obtained a conclusion that does not really heat it "substance". The description is clearly reinforce the conclusion that natural energy transfer always occurs from objects at high temperature to lower temperature object. the scholars still thought that heat was a "substance" that can flow and data stored by the body. . sedangkan kalor adalah suatu yang mengalir dari benda panas ke benda lebih dingin untuk menyamakan suhunya. You already know that if a glass of tap water dipped partially into a bath of hot water. Based on observations of time watching permbuatan cannon. Pada waktu itu para cendekiawan masih mengira bahwa kalor itu suatu zat yang dapat mengalir dan data disimpan oleh benda. To be sure. A. This opinion explains the various symptoms of heat transfer and absorption of heat. This suggests the occurrence of energy transfer from high-temperature objects (hot water) to low-temperature objects (tap water).

Menentukan kalor jenis suatu zat. Determining the heat capacity of calorimeter. B.B. Determining the kind of heat a substance. Determining the price of water (capacity) calorimeter. Menentukan energi kalor yang diterima kalorimeter. Determining the heat energy received by calorimeter. . 4. 2. 3. Tujuan Goal Adapun tujuan yang hendak dicapai dari pelaksanaan prakt ikum ini adalah sebagai berikut : 1. 3. Menentukan kapasitas kalor dari calorimeter. The goals to be achieved from the implementation of this practice are as follows : 1. Menentukan besarnya harga air (kapasitas) calorimeter. 2. 4.

24 0 kalori. panas jenis sebuah benda dengan mudah dapat diukur dengan memanaskan benda sampai suatu temperatur tertentu yang mudah diukur. Perkataan kapasitas dapat memberikan pengertian yang menyesatkan karena perkataan tersebut menyarankan pernyataan banyaknya kalor yang dapat dipegang oleh sebuah benda yang merupakan pernyataan yang pada pokoknya tidak berarti. Bila persamaan tersebut dijabarkan maka akan diperoleh Q lepas = Q terima m1.ta) = m2. masa dalam SI satuan kalor sama dengan satuan energi yaitu Joule/ J.DASAR TEORI BASIC THEORY A. Alat yang digunakan untuk mengukur jumlah kalor yang terlibat dalam suatu perubahan atau reaksi kimia disebut kalorimeter. Kalor Jenis kalor adalah satu bentuk energi.(t1 . Karena kapasitas panasnya yang sangat besar. Dalam pengukuran menunjukkkan adanya kesetaraan antara kalor dengan energi yaitu : 1 kalori setara dengan 4. Satu kalori adalah banyaknya kalor yang diperlukan untuk memanaskan 1 gram air sehingga suhunya naik 10C. Karena kalor merupakan bentuk energi. seperti danau atau lautan cenderung membuat variasi temperatur tidak berlebihan didekatnya karena air dapat menyerap atau melepas energi termis dalam jumlah yang besar sementara mengalami perubahan temperatur yang sangat kecil.c1. dan wadah air yang terisolasi dinamakan kalorimeter. Bejana ini dilengkapi dengan alat pengaduk dan diletakkan di dalam bejana yang lebih besar yang disebut mantel.18 J atau 1 J setara dengan 0.c2. Air dalam jumlah yang banyak. Prosedur ini disebut kalorimetri.(ta-t2) Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa panas jenis air jauh lebih besar daripada panas jenis zat lain. Kalorimeter yang biasa digunakan di laboraturium fisika sekolah berbentuk bejana biasanya silinder dan terbuat dari logam misalnya tembaga atau aluminium dengan ukuran 75 mm x 50 mm (garis tengah). dengan menempatkannya dalam bejana air yang massa dan temperaturny diketahui. Mantel tersebut berguna untuk mengurangi hilangnya kalor karena konveksi dan konduksi. Karena panas jenis air praktis konstan meliputi jangkauan temperatur yang lebar. Kalor jenis suatu zat adalah banyaknya kalor yang diperlukan 1 kg zat untuk menaikkan suhunya 1 C. Air juga merupakan pendingin yang baik. Kalor dapat mengubah suhu atau wujud benda. Jika seluruh sistem terisolasi dari sekitarnya maka panas yang keluar dari benda sama dengan panas yang masuk ke air dan wadahnya. Pengertian Definition Kapasitas kalor adalah banyaknya kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu benda sebesar 1 derajat celcius. Secara matematis dapat dirumuskan : Q lepas = Q terima Yang melepas kalor adalah benda yang suhunya tinggi dan yang menerima kalor adalah benda yang bersuhu rendah. A. dan a dengan mengukur temperatur kesetimbangan akhir. c . sedangkan yang artinya sebenarnya dengan perkataan tersebut hanyalah tenaga yang harus ditambahkan sebagai kalor unt k menaikkan temperatur u benda sebanyak satu derajat. Aliran ini akan berhenti sampai terjadi keseimbangan termal (suhu kedua benda sama). air adalah bahan yang baik sekali untuk menyimpan energi termis. Menurut asas Black apabila ada dua benda yang suhunya berbeda kemudian disatukan atau dicampur maka akan terjadi aliran kalor dari benda yang bersuhu tinggi menuju benda yang bersuhu rendah. Satuan kalor adalah kalori disingkat dengan kal. Misalkan m adalah massa benda.

The vessel is equipped with a mixer and placed in a larger vessel called the mantle. Jika Tf adalah temperatur akhir benda dalam bejana air. One calorie is the amount of heat needed to heat 1 gram of water so that the temperature rise 1 . jika Tio adalah temperatur awal air dan wadahnya.adalah panas jenis. Units of heat is the calorie abbreviated cal. maka panas yang diserap oleh air dan wadahnya adalah : masuk ! ma ca (T f  Tio )  mw c w (T f  Tio ) Dengan ma dan ca = 4. sehingga perbedaan antara cv dan cp dapat diabaikan dalam banyak hal. In the measurement. Untuk gas. dan karenaitu usaha yang dilakukan . The instrument used to measure the amount of heat involved in a change or a chemical reaction called a calorimeter. Jika zat tidak dibiarkan berekspansi. panas jenis c benda dapat dihitung dengan menuliskan panas yang keluar dari benda sama dengan panas yang masuk dari air dan wadah : keluar mc(Tib  T f ) ! ma ca (T f  Tio )  mw c w (T f  Tia ) Karena hanya beda temperatur yang ada dalam persamaan di atas dan karena Kelvin dan derajat Celcius berukuran sama. Heat capacity is the amount of heat needed to raise body temperature by 1 degree Celsius. maka semua temperatur dapat diukur dalam skala Kelvin dan derajat Celcius tanpa mempengaruhi hasilnya. jika tidak ada benda lain. Because heat is a form of energy. kapasitas panas atau panas jenis pada volume konstan c lebih kecil v daripada kapasitas panas atau panas jenis pada tekanan konstan c . time in the SI unit of heat equal to the energy unit is Joule / J. Gas memuai sangat banyak jika dipanaskan pada tekanan konstan. while the actual words that mean the only power that should be added as heat to raise temperature objects as much as one degree.K adalah massa dan panas jenis air.18 kJ/kg. ada perbedaan yang besar antara panas jenis dan kapasitas panas gas pada tekanan konstan dan panas jenis pada volume konstan. jadi gas melakukan usaha dalam jumlah yang cukup besar. Namun. karena keduanya segera setimbang). pemuaian. Adalah sangat sukar untuk p menghalangi padatan atau cairan untuk memuai jika dipanaskan. Jadi. Heat Type Heat is a form of energy. dan Tio adalah temperatur awal. Jadi. untuk semua zat yang memuai bila dipanaskan. Perhatikan bahwa dalam persamaan ini kita telah memilih untuk menuliskan beda temperatur agar panas yang masuk dan panas yang keluar merupakan besaran yangpositif. Mantel is useful to reduce loss of heat due to convection and conduction. biasanya sangat kecil. zat n akan melakukan usaha disekitarnya pada udara. keadaannya cukup berbeda. dan mw dan cw adalah massa dan panas jenis wadah. Karena jumlah panas ini sama. Kerena itu lebih banyak energi panas dibutuhkan untuk melakukan usaha seperti halnya untuk menaikkan temperatur. Jumlah panas yang dibutuhkan untuk menaikan temperatur suatu zat dengan jumlah tertentu bergantung pada apakah zat dibolehkan mengembang sementara dipanaskan. The word "capacity" to give the sense that word is misleading because it suggested that the statement "the number of heat that can be held by an object" which is a statement which in principle does not mean that. semua panas akan menyebabkan kenaika temperatur. Namun jika zat dibiarkan memuai. maka panas yang keluar dari benda adalah : Qkeluar ! c(Tio  T f )` Dengan cara yang sama. Heat can change the temperature or the shape of objects. Calorimeter which is used in school physics laboratories generally cylindrical-shaped vessel made of metal such as copper or aluminum with size 75 mm x 50 mm (diameter). dan Tf adala temperatur akhirnya (temperatur akhir benda dan air adalah sama. indicating the existence of equality between the heat energy B @ B A ! masuk .

Note that in this equation we have chosen to write the temperature difference for heat input and heat that comes out is a positive quantity.c1. c is specific heat. According to the principle of Black if there are two things a different temperature then mixed together or there will be a flow of heat from high temperature objects toward the low-temperature objects. Suppose m is the mass of the object.K is the mass and specific heat of water. and by measuring the temperature of the final equilibrium. and Tf is the temperature of the end (the end of the body and water temperatures are the same.ta) = m2. and Tio is the initial temperature. then the heat absorbed by water and container are : Qmasuk ! m a c a (T f  Tio )  m c (T f  Tio ) With ma and ca = 4. the heat coming out of the same thing with the heat that goes into the water and wadahnya. and mw and cw is the mass and specific heat of the container.18 J or 1 J is equivalent to 0.Prosedur is called calorimetry. When these equations are converted it will be obtained Q lepas = Q terima m1. and an insulated water container dinamaka calorimeter.c2. If the whole system is isolated from its surroundings.24 calories. This flow will stop until there is thermal equilibrium (the temperature of the two objects same). by placing it in a vessel of water mass and its temperature is known. If Tf is final temperature of objects in the water vessel. Due to a very large heat capacity. Since practically constant hot water types include a wide range of temperatures.that is: 1 calorie is equivalent to 4. Heat type of a substance is the amount of heat needed to raise 1 kg of a substance its temperature 10 . Water is also a good cooler. water is an excellent material to store thermal energy. since both immediately equilibrium). Which releases heat is a thing that high temperature and heat is the object that receives a low temperature. Mathematically can be formulated : Q out = Q received. heat type of an object can easily be measured by heating the object up to a certain temperature is easily measured. then the heat out of objects are : Qkeluar ! c(Tio  T f )` In the same way. hot type c object can be calculated by writing the heat that comes out of the same object with the incoming heat from water and container : Qkeluar ! Qmasuk mc(Tib  T f ) ! ma ca (T f  Tio )  m c (T f  Tia ) Since only the temperature difference that exists in the equation above and because of Kelvin and degrees Celsius the same size. such as lakes or oceans tend to make the temperature variation is not excessive because the water nearby to absorb or release thermal energy in large quantities while experiencing a very small temperature changes. Water in large amounts.(t1 . if Tio is the initial temperature of the water and container.18 kJ / kg. then all temperature can be measured in Kelvin and degrees Celsius scales without affecting the results. E E D D C .(ta-t2) From the above table can be seen that the specific heat of water is much greater than the heat of other substances. Because the same amount of this heat.

5. catat selisih massanya sebagai massa air dingin (mad) 8. Ukur suhu air dingin dan catat suhu air dingin (tap) 9. 2. catat selisih massanya sebagai massa air panas = map Ukur suhu air panas dalam kalorimeter dengan termometer. Ulangi langkah 1 hingga 9 untuk 5 x percobaan. Isi gelas kosong dengan air dingin. 2. Siapkan Kalorimeter Timbang massa kalorimeter kosong (tanpa air dan termometer) = mka Isi tabung dengan air panas Timbang kalorimeter berisi air panas. 1. 3. sehingga mendapatkan 5 data percobaan. Ukur suhu akhir campuran air panas dengan air dingin tersebut (tA). catat massa gelas kosong 7. Catat data tersebut ke dalam tabel data hasil pengamatan P I I B B Prosedur Pra ti u Practical Procedures . Ambil gelas kosong kemudian timbanglah. 4. catat suhu air panas (tap) 6. 3. 3. 5. aduk-aduk selama 20 kali. catat suhu akhirnya 10. 2. 5. Kalorimeter Termometer 100 Air panas dan air dingin Neraca Gelas Calorimeter The thermometer 100 Hot and cold water Balance Glass 1.METODE PRAKTIKUM METHOD PRACTICUM G F H H A A Alat dan Bahan Tools and Materials 1. kemudian timbang kembali gelas berisi air dingin. 4. 4. Tuang air dingin ke dalam kalorimeter.

Hitung rata-rata kalor jenis kalorimeter 13. 2. Calculate the average calorific calorimeter type 13. Calculate the percentage relative error of measurement 1. Make an analysis of data (data processing). so get 5 experimental data.11. 4. Repeat steps 1 to 9 to 5 x trial. then weigh again the glass of cold water. record the mass of an empty glass 7. dengan menghitung dan melengkapi isian tabel pengolahan data/ 12. Pour cold water into the calorimeter. Measure the final temperature of hot water mixed with cold water (tA). record the temperature finally 10. Fill the empty glass with cold water. . Hitung ketidakpastian pengukurannya 14. Measure the temperature of cold water and record the temperature of cold water (tap) 9. Buatlah analisa data (pengolahan data). note the difference in mass as the mass of hot water = map Measure the temperature of hot water in the calorimeter with the thermometer. Write down the data into a data table observations 11. stir for 20 times. note the difference in mass as a mass of cold water (mad) 8. 3. Calculate the measurement uncertainty 14. record the temperature of hot water (tap) 6. Hitung prosentase Kesalahan relatif pengukurannya Prepare Calorimeter Weigh the mass of empty calorimeter (without water and a thermometer) = mka Fill the tube with hot water Weigh the calorimeter containing hot water. with counting and complete field of data processing table 12. 5. Take an empty cup and then weigh.

4 10...37 Hasil Analisa Analysis Percobaan 1 Experiment 1 Diketahui : map mad mka tap tad tA Ditanya Jawab a) = 62 gr = 87 gr = 122 gr = 58 C = 26 C = 43 C : a) Cka = .74 289. ? : Qserap Qairdingin mad Ca tad mad Ca (tA tad) 87 1 (43 26) 87 17 1479 1479 930 549 Q lepas = Qairpans + Qkalorimeter = map Ca tap + Cka tap = map Ca (tap tA) + Cka (tap tA) = 62 1 (58 43) + Cka (58 43) = 62 15 + Cka 15 = 930 + Cka 15 = Cka 15 = Cka 15 = ......6 2.5 1. Hasil Pengamatan Result of Observations Kalor Jenis Air = 1 Kal/gr Percobaan Ke 1 2 3 4 5 map (gr) 62 158 133 121 100 mad (gr) 87 75 115 55 93 mka (gr) 122 122 122 122 122 tap ( C) 58 59 80 71 80 tad ( C) 26 27 26 27 27 tA ( C) 43 50 57 64 63 B. B.20 163..6 0.HASIL PENGAMATAN RESULTS OF OBSERVATIONS A..4 3.tad) ( C) 17 23 31 37 36 Cka Cka (kal/ C) (kal/gr C) 36. A..34 1311. ? b) cka = . Tabel Analisa Data Table of Data Analysis No 1 2 3 4 5 map (gr) 62 158 133 121 100 mad (gr) 87 75 115 55 93 mka (gr) 122 122 122 122 122 tap ( C) 58 59 80 71 80 tad ( C) 26 27 26 27 27 tA ( C) 43 50 57 64 63 (tap ...tA) ( C) 15 9 23 7 17 (tA .30 391.

.. ?? : Q lepas = Qserap Qairpans + Qkalorimeter = Qairdingin map Ca tap + Cka tap = mad Ca tad map Ca (tap tA) + Cka (tap tA) = mad Ca (tA tad) 158 1 (59 50) + Cka (59 50) = 75 1 (50 27) 158 9 + Cka 9 = 75 23 1422 + Cka 9 = 1725 Cka 9 = 1725 1422 Cka 9 = 303 Cka = 33...Cka = 36.. ?? Jawab a) : Q lepas = Qserap Qairpans + Qkalorimeter = Qairdingin map Ca tap + Cka tap = mad Ca tad map Ca (tap tA) + Cka (tap tA) = mad Ca (tA tad) 133 1 (80 57) + Cka (80 57) = 115 1 (57 26) ...........6 b) Percobaan 3 Experiment 3 Diketahui : map mad mka tap tad tA Ditanya = 133 gr = 115 gr = 122 gr = 80 C = 26 C = 57 C : a) Cka = . ?? b) cka = .........6 b) Percobaan 2 Experiment 2 Diketahui : map mad mka tap tad tA Ditanya Jawab a) = 158 gr = 75 gr = 122 gr = 59 C = 27 C = 50 C : a) Cka = . ?? b) cka = ..

7 b) Percobaan 5 Experiment 5 Diketahui : map mad mka tap tad tA Ditanya = 100 gr = 93 gr = 122 gr = 80 C = 27 C = 63 C : a) Cka = . ?? : Q lepas = Qaerap Qairpans + Qkalorimeter = Qairdingin Jawab a) .... ? : Qlepas = Qserap Qairpans + Qkalorimeter = Qairdingin map Ca tap + Cka tap = mad Ca tad map Ca (tap tA) + Cka (tap tA) = mad Ca (tA tad) 121 1 (71 64) + Cka (71 64) = 55 1 (64 27) 121 7 + Cka 7 = 55 37 847 + Cka 7 = 2035 Cka 7 = 2035 847 Cka 7 = 1188 Cka = 169...............133 23 + Cka 23 3059 + Cka 23 Cka 23 Cka 23 Cka b) Percobaan 4 Experiment 4 Diketahui : map mad mka tap tad tA Ditanya Jawab a) = 115 31 = 3565 = 3565 3059 = 506 = 22 = 121 gr = 55 gr = 122 gr = 71 C = 27 C = 64 C : a) Cka = ... ? b) cka = .. ?? b) cka = .....

9 b) Menghitung rata-rata kalor jenis kalorimeter Calculating the average calorific calorimeter type c ka = c ka = c ka = c kai  Tabel Perhitungan Ketidakpastian Pengukuran Kalor Jenis Kalorimeter ( ka) Measurement Uncertainty Calculation Table Heat Type Calorimeter ( ka) Percobaan cka cka2 ke(kal/gr C) 1 0.39 1.18 0.0324 4 1.27 0.932 5 0.090 2 0.138 .map Ca tap + Cka tap = mad Ca tad map Ca (tap tA) + Cka (tap tA) = mad Ca (tA tad) 100 1 (80 63) + Cka (80 63) = 93 1 (63 27) 100 17 + Cka 17 = 93 36 1700 + Cka 17 = 3348 Cka 17 = 3348 1700 Cka 17 = 1648 Cka = 96.0729 3 0.30 0.6241 2 n=5 = (   )=   cka = cka = cka = cka = cka =          cka = x 1.79 0.

3.12 % .88 % = 96.cka = 0.2276 Menghitung Prosentase Kesalahan Relatif pengukuran (KR) Calculating relative percentage error of measurement (KR) KR = KR = KR = x 100% x 100% % Prosentase ketelitian pengukuran Percentage accuracy of measurement 100 % .

88% From the experimental data and processing data. A. Saran Suggestion Disarankan kepada siswa/siswi supaya dapat menguasai alat-alat pengukur dan dalam pelaksanaan praktikum kali ini. B. In addition. didapat kesimpulan akhir nilai kalor jenis kalorimeter adalah : ( c ka ± ka) = ( 0.PENUTUP CLOSING A. final conclusions obtained calorimeter heating value types are : ( c ka ± ka) = ( 0. Kesimpulan Conclusion Dari data hasil percobaan dan pengolahan data di atas. .88% B. kita harus berhati-hati dalam mengambil ketel uap karena panas. dengan kesalahan relatif = 3. establishment of cooperation between members is essential to avoid mistakes in the research. dengan kesalahan relatif = 3. Selain itu terjalinnya kerjasama antara anggota sangat perlu agar tidak terjadi kesalahan dalam penelitian. we must be careful in taking the boiler from the heat. Suggested to students in order to master the tools and gauges in the implementation of this lab.2276 ) mm.586 ± 0.2276 ) mm.586 ± 0.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful