1.

Pelaksanaan Panca usaha tani:

Panca usaha tani terdir dari: 1. penggunaan bibit unggul Benih unggul merupakan benih yang telah di pilih dan dipilah agar menghasilkan kwalitas yang baik dan tahan hama penyakit dan gangguan lainnya. Penggunaan bibit unggul merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan produksi. 2. Pengolahan tanah yang baik Tanah yang baik adalah tanah yang mampu menyediakan unsur-unsur hara secara lengkap. Selain harus mengandung zat organik dan anorganik, air dan udara, yang tidak kalah penting adalah pengolahan tanah yang bertujuan memperbaiki struktur tanah. Tanah yang gembur akibat pengolahan memiliki rongga-rongga yang cukup untuk menyimpan air dan udara. Kondisi ini juga menguntungkan bagi mikroorganisme tanah yang berperan dalam proses dekomposisi mineral dan zat organik tanah. 3. Pemupukan yang tepat Pemupukan bertujuan untuk menggantikan hara yang hilang terbawa panen, volatilisasi, pencucian, fiksasi, dan sebagainya. Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan petani dan daya saing usaha tani produk pertanian serta sejalan dengan berbagai isu lingkungan dan pertanian berkelanjutan yang berbasis sumberdaya, makin mendorong perlunya rekomendasi teknologi spesifik lokasi, terutama pupuk. 4. Pengendalian hama/penyakit Pengendalian hama dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu mekanis, pengaturan sanitasi lingkungan atau ekologi, dan kimiawi. 5. Pengairan atau irigasi irigasi adalah usaha penyediaan dan pengaturan air untuk menunjang pertanian, yang jenisnya meliputi irigasi air permukaan, irigasi air bawah tanah, irigasi pompa dan irigasi tambak. Rismunandar (1993) menjelaskan bahwa yang disebut irigasi merupakan usaha pengendalian, penyaluran dan pembagian air yang benar–benar diatur oleh manusia dan air benar–benar tunduk kepada manusia. Manfaat irigasi air tanah sebagai sumber air pertanian bagi petani pemakai air tanah, bagaimana mekanisme dan kontribusi pembayaran irigasi airtanah oleh petani pemakai airtanah.

Ekstensifikasi pertanian banyak dilakukan di daerah jarang penduduk seperti di luar Pulau Jawa. misalnya seorang petani selain bertani juga beternak ayam dan beternak ikan. Intensifikasi Pertanian intensifikasi pertanian adalah pengolahan lahan pertanian yang ada dengan sebaikbaiknya untuk meningkatkan hasil pertanian dengan menggunakan berbagai sarana. 2. yang kemudian dilanjutkan dengan program sapta usaha tani. Diversifikasi pertanian dapat dilakukan dengan dua cara.Pengolahan tanah yang baik . Adapun sapta usaha tani dalam bidang pertanian meliputi kegiatan sebagai berikut : .Pemilihan bibit unggul . khususnya di beberapa daerah tujuan transmigrasi. seperti Sumatera.Pemupukan . Intensifikasi pertanian banyak dilakukan di Pulau Jawa dan Bali yang memiliki lahan pertanian sempit.Pengairan yang teratur . Selain itu. dan daerah pertanian yang belum dimanfatkan. Pada awalnya intensifikasi pertanian ditempuh dengan program Panca Usaha Tani. Memperbanyak jenis kegiatan pertanian.misalnya membuka hutan dan semak belukar. Memperbanyak jenis tanaman pada suatu lahan. Ekstensifikasi Pertanian Adalah usaha meningkatkan hasil pertanian dengan cara memperluas lahan pertanian baru.Pengolahan pasca panen 2. Kalimantan dan Irian Jaya . ekstensifikasi juga dilakukan dengan membuka persawahan pasang surut. Diversifikasi Pertanian Adalah usaha penganekaragaman jenis usaha atau tanaman pertanian untuk menghindari ketergantungan pada salah satu hasil pertanian. daerah sekitar rawa-rawa. misalnya pada suatu lahan selain ditanam jagung juga ditanam padi ladang.Pemberantasan hama dan penyakit tanaman . yaitu : 1.Usaha-usaha Meningkatkan Hasil Pertanian 1. 3. .

Bibit unggul padi 1. pabrik penggilingan padi dan menetapkan harga dasar gabah .Memberikan berbagai subsidi dan insentif modal kepada para petani agar petani dapat meningkatkan produksi pertaniannya. Tanaman tahan terhadap penyakit busuk leher 6. Jumlah bulir sekitar 460-550/ malai 4. 4. Membangun pabrik pupuk serta pabrik insektisida dan pestisida yang dilaksanakan untuk menunjang proses produksi pertanian. Tinggi tanaman 120 cm 10. Pada program mekanisasi pertanian. Daun tumbuh tegak sehingga tidak saling menutupi 12. Memperluas. Intensifikasi Khusus (Insus) dan Supra Insus yang bertujuan meningkatkan produksi pangan secara berkesinambungan. Mekanisasi Pertanian Adalah usaha meningkatkan hasil pertanian dengan menggunakan mesin-mesin pertanian modern. Kurang tahan terhadap penyakit busuk pelepah 7. dan Koperasi Unit Desa (KUD) di seluruh pelosok daerah yang bertujuan untuk memberikan motivasi produksi dan mengatasi hambatan-hambatan yang dihadapi para petani.Menyempurnakan sistem kelembagaan usaha tani melalui pembentukan kelompok tani. Potensi jumlah anakan sekitar 15-35/ rumpun (dengan jarak tanam 20 cm X 30 cm) 3. Lebar daun kurang lebih 2 cm 9. . Tanaman tahan terhadap kresek 5. Sebagai tindak lanjut dari program-program tersebut. Usaha-usaha meningkatkan hasil pertanian dapat dilakukan antara lain dengan cara : . Panjang malai 32-36 cm 11. Menyempurnakan sistem produksi pertanian pangan melalui penerapan berbagai paket program yang diawali dengan program Bimbingan Masal (Bimas) pada tahun 1970.Membangun gudang-gudang. Umur panen lebih cepat sekitar 5 hari dibanding IR 6 4 (kira-kira 85 hst dimusim kemarau dan 95 hst dimusim hujan). Rehabilitasi Pertanian Adalah usaha memperbaiki lahan pertanian yang semula tidak produktif atau sudah tidak berproduksi menjadi lahan produktif atau mengganti tanaman yang sudah tidak produktif menjadi tanaman yang lebih produktif. 2. 2. 5. Nasi agak pulen . Mekanisasi pertanian banyak dilakukan di luar Pulau Jawa yang memiliki lahan pertanian luas. pemerintah menempuh langkahlangkah sebagai berikut: 1. 3.memperbaiki dan memelihara jaringan irigasi yang meluas di seluruh wilayah Indonesia 2. tenaga manusia dan hewan bukan menjadi tenaga utama.4. Batang kokoh dan tahan roboh 8. Kemudian disusul dengan program intensifikasi Masal (Inmas).

Jenis-jenis tikus tersebut adalah : 1. ternyata yang umum kita jumpai hanya sembilan jenis. pengendalian hama penyakit. Mencit sawah (piti sawah) 9. Daya adaptasi terhadap lingkungan. Dari 160 jenis tikus yang mendiami kepulauan yang ada di Indonesia. Daya tahan terhadap hama penyakit. Jangan gunakan pupuk urea terlalu banyak. ada pula yang menggunakan kombinasi banyak cara. Tikus Wirok 6. Kemampuan membentuk anakan. Perbanyak pupuk organik baik yang padat maupun pupuk organik cair. harus diperhatikan tingkah laku setiap jenis. Tikus belukar 7. pengairan.18 hss 2. Tikus riol 5. Gunakan jarak tanam 20 cm X 30 cm atau tergantung kesuburan (semakin subur semakin jarang) 3. Pemberantasan dan pengendalian harus dilakukan dengan cara yang tepat. alihkan ke NPK 5. Bagaimanapun baiknya cara berbudidaya (pemupukan. 2. pengairan dll) namun jika benih yang kita tanam jelek saya yakin hasilnya juga kurang memuaskan. pengendalian hama penyakit dan tehnik budidaya yang lain hanyalah faktor pemaksimalan potensi benih. 3. Tidak mudah memberantas semua jenis tikus yang berhubungan langsung dengan manusia. Usahakan tanam bibit muda sekitar 15 . Tikus sawah 3. Ada yang mampu membuat liang dan ada pula yang tidak mampu atau hanya berlindung di bawah dedaunan kering. Ada pemberantasan yang cukup dengan satu cara. Kemampuan memproduksi bulir. Gunakan sistem tanam legowo 4 : 1 4. Tikus rumah 2. Setiap jenis tikus tersebut mempunyai tingkahlaku yang berbeda.Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membudidayakan benih padi unggul B3 (beranak dan berbulir banyak) ini adalah: 1. Mencit rumah (piti rumah). Pemberantasan hama dalam bidang pertanian JENIS-JENIS TIKUS PEMBAWA MALAPETAKA : Jenis tikus yang sering berhubungan dengan manusia hanya sedikit. 4. Tikus duri kecil 8. Untuk meningkatkan suatu produksi tanaman padi benih memegang peranan sangat penting bahkan bisa saya bilang benih adalah faktor utama. . Faktor yang lain seperti pemupukan. Dalam usaha pemberantasan. Tikus polenesia 4. SYARAT PEMBERANTASAN : Memberantas tikus tidak semudah membasmi nyamuk yang hanya dengan sekali semprot. Ada beberapa faktor yang perlu kita lihat sebagai indikator bahwa benih tersebut layak untuk kita kembangkan: 1. 3.

BENTUK PEMBERANTASAN : Cara-cara pemberantasan tikus yang dapat dilakukan adalah sanitasi. A. 4. Untuk itu kebersihan disekitar rumah pada masa persawahan bera (tidak tanam) pun harus dijaga.Banyak cara dapat dilakukan untuk mendapatkan hasil yang maksimal. SANITASI : Sanitasi atau kebersihan lingkungan adalah syarat utama untuk mengendalikan jumlah tikus. 7. Pemilihan lokasi umpan harus sesuai dengan kesukaan tikus. dan jarak selang tanam. Akan tetapi cara ini memerlukan ketekunan karena setiap hari masyarakat harus selalu menjaga lingkungan dalam keadaan bersih. 9. Kebersihan lingkungan harus tetap dijaga. kimia. bibit dari benih yang baik dapat tumbuh lebih cepat dan tegar. Pemberantasan menggunakan cara ini merupakan salah satu upaya pencegahan dan pemberantasan yang paling efektif dan murah. (3) ketika ditanam pindah. Kebersihan tidak hanya dilakukan disekitar rumah tetapi juga di persawahan atau perladangan. Pengaturan waktu tanam mengakibatkan pakan kesukaan tikus juga terbatas. Penumpukan jerami atau sampah harus dihindari. pengurangan jumlah anakan tikus. Gabah dengan DT memiliki spesifik gravitasi . (2) benih yang baik akan menghasilkan perkecambahan dan pertumbuhan yang seragam. Tetapi pemberantasan tanpa peran serta masyarakat secara terus menerus tidak akan memberikan hasil yang baik. Kesamaan waktu tanam tidak akan memberikan kesempatan bagi tikus untuk dapat berkembang sepanjang tahun. Kebersihan lingkungan menjadi syarat utama keberhasilan. B. Tetapi yang menjadi masalah dengan keadaan lahan bera ini adalah larinya tikus ke perumahan. 6. Pemberantasan harus dilakukan secara serentak. Pemilihan umpan harus tepat. 2. karena (1) benih bermutu akan menghasilkan bibit yang sehat dengan akar yang banyak. 5. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam upaya memberantas tikus adalah sebagai berikut : 1. 8. 3. Pada saat bera atau tidak dijumpai tanaman. Pemilihan waktu pemberantasan harus tepat. kesamaan waktu tanam. KESAMAAN WAKTU TANAM : Pemberantasan di areal persawahan atau perkebunan melalui kesamaan waktu tanam merupakan salah satu pemberantasan alami yang dapat dilakukan dengan mudah. yaitu gabah yang memiliki densitas tinggi (DT) dan gabah dengan densitas rendah (DR). tikus juga merasa kelaparan. Gabah padi dapat dikelompokkan dalam dua grup. Akibat selanjutnya adalah perkembangbiakan tikus akan terganggu. Areal yang dijadikan daerah bebas tikus harus seluas mungkin. 4. Pemberantasan tidak mengandalkan satu macam cara. fisik dan mekanik. dan (4) benih yang baik akan memperoleh hasil yang tinggi. Pemberantasan harus dilakukan secara diulang-ulang. Bibit padi yang bagus Penggunaan benih bersertifikat dan benih dengan vigor tinggi sangat disarankan. Upaya kebersihan lingkungan paling tidak akan mengusir tikus dari tempat persembunyiannya. Tingkahlaku tikus harus diperhatikan. kontrol biologi.

sekam padi. Setelah benih dipisahkan dari benih yang setengah terisi. pupuk kandang. benih direndam dalam larutan 20 g ZA/liter air atau larutan 20 g garam/ liter air. Sedangkan gabah dengan densitas rendah (DR). Oleh karena itu berbagai usaha pengendalian hama tanaman perlu dilakukan di saat pembibitan. lebar dan berat daun serta jumlah penggunaan karbohidrat oleh bibit lebih tinggi dibandingkan dengan gabah yang densitasnya rendah. Untuk daerah yang sering terserang hama penggerek batang. Usaha ini akan lebih efektif apabila tempat pembibitan masing-masing petani berdekatan. disarankan benih perlakukan dengan pestisida berbahan aktif fipronil. Luas bedengan ini cukup untuk ditebari 20-25 kg benih. Perlakuan pestisida ini juga dapat membantu mengendalikan keong mas. agar tempat pembibitan bisa cepat diairi dan cepat pula dikeringkan bilamana perlu. Persiapan lahan pembibitan Buat bedengan pembibitan dengan lebar 1.0-1. Kemudian benih yang mengambang/mengapung dibuang. Di lapangan. Buat pagar plastik mengelilingi tempat pembibitan untuk mencegah serangan tikus. Cara memilih benih yang baik Untuk memilih benih yang baik. spesifik gravitasi gabah sebesar 1. Gabah dengan DR tinggi memiliki tingkat abnormalitas bibit rendah. atau campuran berbagai bahan antara lain kompos. .20. Dapat juga digunakan abu dengan menggunakan indikator telur. yang semula berada dalam dasar air setelah diberi abu telur mulai terangkat kepermukaan. serbuk kayu. sebelum disebarkan di pembibitan benih dibilas agar tidak mengandung larutan pupuk atau garam untuk kemudian direndam selama 24 jam dan setelah itu ditiriskan selama 48 jam. bibit yang berasal dari gabah dengan densitas tinggi akan lebih baik dari bibit yang berasal dari gabah dengan densitas rendah. Pada benih dengan gabah densitas tinggi. abu.2 m dengan panjang bervariasi menurut keadaan lahan dan dengan luas pembibitan 400 m2. atau bahkan bersama dalam satu lokasi pembibitan. Benih dengan kualitas baik dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman dan hasil.05 atau bahkan kurang. Gunakan bahan organik pada lahan pembibitan Saat menyiapkan pembibitan. Diusahakan agar lokasi pembibitan dekat dengan sumber air dan memiliki drainase yang baik. Penambahan bahan organik memudahkan pencabutan bibit padi sehingga kerusakan akar bisa dikurangi. Lindungi bibit padi dari serangan hama Tikus sangat menggemari benih padi yang baru disebar. campurkan untuk setiap m2 bedengan sekitar 2 kg bahan organik seperti kompos. Pasang bubu perangkap pada pagar plastik untuk mengendalikan tikus sejak dini. pupuk kandang.sekurang-kurangnya 1.

Namun metode penyuluhan yang belum memenuhi kebutuhan petani merupakan factor kelemahannya. Untuk keragaan Supra Insus di masa dating . Pengelolaan Kelompoktani : Faktor kekuatan pengelolaan kelompok tani adalah peran serta yang cukup baik dalam kegiatan kerja sama. 2. sekaligus meningkatkan pendapatan petani.5. pengelolaan penyuluhan dan pengelolaan kelompok tani. Kursus-kursus pengairan merupakan peluang bagi terciptanya keadaan pengairan yang lebih baik. Maka sejak tahun 1987 diterapkan program intensifikasi Supra Insus di bidang pertanian tanaman pangan untuk meningkatkan produktivitas tanaman khususnya padi. Pengelolaan Irigasi: Pembagian golongan air adalah factor kekuatan sistem ini. namun kelemahannya adalah belum seluruh organisasi P3A Mitra Cai berjalan seperti yang diharapkan. Pengelolaan Penyuluhan : Faktor kekuatan pengelolaan penyuluhan adalah kerjasama yang cukup baik antar pihak pengelola dengan petani dan peran serta yang tinggi dari petani dan peran sserta yang tinggi dari petani dalam kegiatan ini. Alat utama yang menjadi ciri Supra Insus adalah kerjasama. Namun dalam sistem ini terdapat ancaman yaitu terjadi keterlambatan waktu tanam oleh petani sehingga menimbulkan masalah-masalah pengairan. Dapat dikatakan bahwa semakin baik pengelolaan irigasi maka akan semakin mendorong keberhasilan program Intensifikasi Supra Insus. Analisis SWOT terhadap sistem pengelolaan irigasi. penyuluhan dan kelomppok tani adalah sebagai berikut: 1. 3. semakin baik kerja sama antar kelompok tani maka akan semakin baik pengadopsian program intensifikasi Supra Insus dan pengelolaan irigasi petani. kursus-kursus pertanian merupakan peluang yang baik. baik pada tingkat aparatur pemerintah maupun tingkat kelembagaan petani. Keberhasilan penyelenggaraan program intensifikasi Supra Insus sangat ditentukan oleh tiga unsur strategis. Namun di sisi lain kurangnya pendekatan PPL terhadap petani merupakan ancaman yang cukup berpengaruh. sehingga belum ada kegiatan pemupukan modal . Namun kerja sama tersebut hanya terbatas pada kegiatan usaha tani di lapang. yaitu pengelolaan irigasi. Untuk mengkoordinasikan kerja sama yang akan menentukan keerhasilan program Supra Insus ini diperlukan sistem pengelolaan yang tepat.pelaksanaan Supra insus Supra Insus bertujuan untuk melestarikan swasembada pangan yang telah dicapai pada tahun 1984. sedangkan alat struktural penyelenggara adalah organisasi Bimas.

karena memang hal ini masih sangat diperlukan mengingat perkembanhan kelompok tani yang pada umumnya masih rendah. peningkatan frekuensi pertemuan sejenis penyuluhan. Namun pencapaian tersebut belum mencapai sasaran yang diharapkan. Untuk mencapai hal tersebut perlu diciptakan jalinan komunikasi yang lebih baik erat antara pihak pengelola dengan petani. dalam suasana yang dapat mendorong petani untuk mengemukakan pendapat dan masalah-masalah yang dihadapi. jika dibandingkan dengan keadaan sebelum Supra Insus. Dalam sistem pengelolaan Supra Insus ini. . yaiu peningkatan produktivitas usaha tani dan pendapatan petani . Dengan demikian diharapkan akan tercapai suatu keselarasan gerak antara petani dengan pihak pengelola. Sistem pengelolaan Supra Insus yang telah di terapkan telah menunjukkan hasil. Ancaman bagi kelompok tani ini adalah belum semua kelompok tani berfungsi sebagaimana mestinya. sehingga untuk keragaan Supra Insus yang lebih baik di masa dating diperlukan adanya perbaikan dalam sistem pengelolaan Supra Insus.kelompok dan sebagainya. Di sisi lain KUD belum dapat berfungsi secara penuh dalam menunjang penyelenggaraan program Supra Insus ini. para aparat pemerintah sebagai pihak pengelola masih sangat besar peranannya dalam mendorong dan membina petani. Penilaian kelompok tani dilakukan oleh PPL dan disertai pertandingan-pertandingan antar kelompok tani merupakan peluang untuk mendorong kelompok tani lebih maju. misalnya melalui peningkatan kunjungan pengelola ke lapang.

BIOLOGI TERAPAN .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful