Teori Pendidikan: Teori Perkembangan Sosial Kognitif Lev Vygotsky

Pendidikan pada zaman ini memegang peran yang sentral dalam hidup manusia. Karena dengan pendidikan, dalam hal ini pendidikan formal, mampu membantu seseorang untuk dengan mudah memperoleh pengetahuan yang logis dan sistematis. Dengan melihat betapa penting dan sentralnya pendidikan dalam rangka mendidik anak-anak bangsa, maka perlulah untuk menyambut dengan penuh penghargaan bagi mereka yang telah memfokuskan perhatian di dalamnya. Perlu juga untuk mengusahakan metode pendidikan yang sesuai dan efektif bagi pengembangan kognitif anak. Psikologi pendidikan adalah sebuah cabang dalam psikologi secara umum. Psikologi pendidikan memberikan landasan bahwa kata pendidikan/education atau menurut bahasa Latin, educere mempunyai makna membantu untuk mengembangkan, memajukan, dan atau menumbuhkan. Dalam mata kuliah psikolog pendidikan, dijabarkan dasar mengenai makalah yang berjudul Teori Pendidikan: Teori Perkembangan Sosial Kognitif Vygotsky (1896-1934) ini. Masalah utama yang akan dibahas dalam makalah ini adalah melihat atau melakukan sebuah kajian tentang Teori Perkembangan Sosial Kognitif Vygotsky dilihat dengan kacamata psikologi pendidikan. Sehingga nantinya akan ditemukan korelasi antara keduanya. Tujuannya adalah untuk mencoba bercermin dan memberikan masukan secara tepat dalam menangani pendidikan anak. Terdapat beberapa pendekatan yang berbeda untuk menjelaskan perkembangan kognitif. Satu di antara teori tersebut adalah teori konstruksi pemikiran sosial. Konteks sosial juga merupakan satu di antara sudut pandang dari perkembangan kognitif. Perspektif ini menyatakan bahwa lingkungan sosial dan budaya akan memberikan pengaruh terbesar terhadap pembentukan kognisi dan pemikiran anak. Teori ini memiliki implikasi langsung pada dunia pendidikan. Teori Vygotsky menyatakan bahwa anak belajar secara aktif lebih baik daripada secara pasif. Tokohtokohnya diantaranya Lev Vygotsky, Albert Bandura, dan Michael Tomasello. Teori perkembangan kognitif Vygotsky kerap dijadikan salah satu bahasan kajian. Alasannya, ia memiliki penilaian tersendiri yang membedakannya dengan para tokoh yang lain. Vygotsky sangat dikenal sebagai seorang ahli psikologi pendidikan yang memperkenalkan teori sosiobudaya. Teori yang dinyatakan oleh Vygotsky ini merupakan teori gabungan antara kognitif dengan sosial. Teorinya ini juga menyatakan bahwa perkembangan kanak-kanak bergantung kepada interaksi kanak-kanak dengan orang ada di sekitarnya yang menjadi alat penyampaian sesuatu budaya yang membantu mereka membina pandangan tentang sekelilingnya. Dalam kajian ini, terdiri dari beberapa pokok bagian pembahasan. Pertama, akan dilihat secara menyeluruh tentang teori perkembangan sosial kognitif Vygotsky. Secara definitif, teori Vygotsky merupakan bagian atau cabang dari teori besar konstruktivisme. Pembahasan teori Vygotsky lebih berpusat pada argumen bahwa relasi sosial dengan masyarakat dan budayalah yang membentuk pengetahuan seorang.

Vygotsky juga yakin bahwa pembelajaran terjadi saat siswa bekerja menangani tugas-tugas yang belum dipelajari namun tugas. tepatnya pada pada 17 November 1896. ia sama sekali tidak pernah mengenyam pendidikan formal di fakultas psikologi sebelumnya. yaitu ketika masih berusia tigapuluh tujuh tahun. Teori Vygotsky yang lain adalah ³scaffolding³. Vygotsky merupakan satu di antara tokoh konstruktivis. Namun. Misalnya bahwa seorang guru bukanlah seorang yang mahatahu. dikarenakan menderita penyakit TBC. dan berkuturunan Yahudi. melainkan dari dialog dan interaksi keduanya lah yang lebih penting untuk terjadi. Scaffolding adalah memberikan kepada seorang anak sejumlah besar bantuan selama tahap-tahap awal pembelajaran dan kemudian mengurangi . Judul disertasinya mengenai ´Psychology of Art´. Zone of proximal development adalah jarak antara tingkat perkembangan sesungguhnya yang ditunjukkan dalam kemampuan pemecahan masalah secara mandiri dan tingkat kemampuan perkembangan potensial yang ditunjukkan dalam kemampuan pemecahan masalah di bawah bimbingan orang dewasa atau teman sebaya yang lebih mampu.tugas itu berada dalam ³zone of proximal development´ mereka. Inti teori Vygotsky adalah menekankan interaksi antara aspek ³internal´ dan ³eksternal´ dari pembelajaran dan penekanannya pada lingkungan sosial pembelajaran. Menurut teori Vygotsky. hingga akhirnya ia melanjutkan kuliah di program studi psikologi Moscow Institute of Psychology pada tahun 1925. seorang psikolog yang juga mempunyai keyakinan bahwa keaktifan anak yang membangun pengetahuan mereka. Konstruktivisme adalah argumen bahwa pengetahuan merupakan konstruksi dari seseorang yang mengenal sesuatu. Padahal. Awalnya. Latar Belakang Teori Lev Vygotsky (1896-1934) Nama lengkapnya adalah Lev Semyonovich Vygotsky. Ia tertarik pada psikologi saat berusia 28 tahun. Seseorang yang belajar dipahami sebagai seseorang yang membentuk pengertian/pengetahuan secara aktif dan terus-menerus Sumbangan penting teori Vygotsky adalah penekanan pada hakekatnya pembelajaran sosiokultural. Lahir pada masa yang sama dengan Piaget. Ia dilahirkan di salah satu kota Tsarist. namum pihak sekolah juga memintanya untuk mengajarkan psikologi. Sebelumnya. inilah skenario yang membuatnya menjadi tertarik untuk menekuni psikologi. Lev Vygotsky adalah seorang psikolog yang berasal dari Rusia dan hidup pada masa revolusi Rusia. Apakah teori Vygotsky mempunyai kesamaan atau sejalan dengan teori yang terdapat dalam psikologi pendidikan? Akhirnya dalam kesimpulan nanti dapat diperoleh sebuah teori Vygotsky ternyata sejalan dengan psikologi pendidikan. ia lebih menyukai dunia sastra. Vygotsky dalam menelurkan pemikiran-pemikirannya di dunia psikologi kerap menghadapi rintangan oleh pemerintah Rusia saat itu. Russia. Vygotsky meninggal dalam usia yang cukup muda. fungsi kognitif berasal dari interaksi sosial masing-masing individu dalam konsep budaya.Kedua. Artinya dalam teori Vygotsky terdapat beberapa hal yang menjadi unsur dalam teori psikologi pendidikan. Perkembangan pemikirannya meluas setelah ia wafat pada tahun 1934. ia menjadi guru sastra di sebuah sekolah. Vygotsky pun sering dihubungkan dengan psikolog Swiss bernama Piaget. melakukan analisis teori perkembangan sosial kognitif Vygotsky dalam psikologi pendidikan pendidikan.

perkembangan mental anak-anak menjadi matang. sejarah kebudayaan menyediakan organisasi dan alat-alat yang berguna bagi aktivitas kognitif melalui institusi seperti sekolah. Level interpersonal memiliki suatu pengaruh yang lebih langsung pada keberfungsian mental anak. Jadi teori belajar Vygotsky adalah salah satu teori belajar sosial sehingga sangat sesuai dengan model pembelajaran kooperatif karena dalam model pembelajaran kooperatif terjadi interaktif sosial yaitu interaksi antara siswa dengan siswa dan antara siswa dengan guru dalam usaha menemukan konsep-konsep dan pemecahan masalah Vygotsky banyak menekankan peranan orang dewasa dan anak-anak lain dalam memudahkan perkembangan si anak. Menurut Vygotsky. Menurut Vygotsky. Oleh karenanya. anak-anak lahir dengan fungsi mental yang relatif dasar seperti kemampuan untuk memahami dunia luar dan memusatkan perhatian. Interaksi institusional memberi kepada anak suatu norma-norma perilaku dan sosial yang luas untuk membimbing hidupnya. menghendaki setting kelas kooperatif.bantuan tersebut serta memberikan kesempatan kepada anak untuk mengambil alih tanggung jawab yang semakin besar segera setelah ia mampu mengerjakan sendiri. Fungsi-fungsi mental yang lebih tinggi ini dianggap sebagai ´alat kebudayaan´ tempat individu hidup dan alat-alat itu berasal dari budaya. Alat-alat itu diwariskan pada anak-anak oleh anggota-anggota kebudayaan yang lebih tua selama pengalaman pembelajaran yang dipandu. keterampilan-keterampilan dan hubunganhubungan interpersonal kognitif dipancarkan melalui interaksi langsung dengan manusia. Vygotsky menjabarkan implikasi utama teori pembelajarannya. . berpikir dan menyelesaikan masalah. Pada level institusional. anakanak tak banyak memiliki fungsi mental yang lebih tinggi seperti ingatan. Melalui pengorganisasian pengalaman-pengalaman interaksi sosial yang berada di dalam suatu latar belakang kebudayaan ini. Kedua. dorongan. Vygotsky menekankan baik level konteks sosial yang bersifat institusional maupun level konteks sosial yang bersifat interpersonal. keterampilan-keterampilan dalam keberfungsian mental berkembang melalui interaksi sosial langsung. konsep teori perkembangan kognitif Vygotsky berkutat pada tiga hal: Hukum Genetik tentang Perkembangan (Genetic Law of Development) Setiap kemampuan seseorang akan tumbuh dan berkembang melewati dua aturan. pendekatan Vygotsky dalam pembelajaran menekankan scaffolding. Bantuan yang diberikan guru dapat berupa petunjuk. Namun. Pengalaman dengan orang lain secara berangsur menjadi semakin mendalam dan membentuk gambaran batin anak tentang dunia. penemuan seperti komputer dan mengenal huruf. peringatan. juga ditentukan oleh lingkungan sosial secara aktif. serta menguraikan masalah ke dalam bentuk lain yang memungkinkan siswa dapat mandiri. Informasi tentang alat-alat. Aliran psikologi yang dipegang oleh Vygotsky lebih mengacu pada kontruktivisme karena ia lebih menekankan pada hakikat pembelajaran sosiokultural. sehingga siswa dapat saling berinteraksi dan saling memunculkan strategistrategi pemecahan masalah yang efektif dalam masing-masing zone of proximal development mereka. Karena itulah berpikir setiap anak dengan cara yang sama dengan anggota lain dalam kebudayaannya. Pertama. Dalam analisisnya. yaitu tataran sosial lingkungannya dan tataran psikologis yang ada pada dirinya. perkembangan kognitif seseorang disamping ditentukan oleh individu sendiri secara aktif.

dan self evaluation. Anak mengalami interaksi dengan orang yang lebih tahu. teori perkembangan sosial berpendapat bahwa interaksi sosial dengan budaya mendahului. siswa mendiskusikan pengertian barunya dengan temannya kemudian mencocokkan dan mendalami kemudian menggunakannya. Ketika siswa mengerjakan pekerjaanya di sekolah sendiri. di mana antara apakah seorang anak dapat melakukan sesuatu tanpa bantuan orang dewasa dan apakah seorang anak dapat melakukan sesuatu dengan arahan orang dewasa atau kerjasama dengan teman sebaya. Media metakognitif adalah penggunaan alat-alat semiotic yang bertujuan untuk melakukan self regulation (pengaturan diri) yang mencakup self planning. siswa seharusnya bekerja dengan teman yang lebih terampil yang dapat memimpin secara sistematis dalam memecahkan masalah yang lebih kompleks. Mediasi Mediator yang diperankan lewat tanda maupun lambang adalah kunci utama memahami prosesproses sosial dan psikologis. Jadi intinya Vygotsky memusatkan perhatiannya pada hubungan . Menurut teori Vygotsky. Maksud dari ZPD adalah menitikberatkan pada interaksi sosial dapat memudahkan perkembangan anak. self monitoring. Anak-anak tidak akan pernah mengembangkan pemikiran operasional formal tanpa bantuan orang lain. Sebuah konsekuensi pada proses ini adalah bahwa siswa belajar untuk pengaturan sendiri (self-regulation). self checking. Vygotsky memandang bahwa kognitif anak berkembang melalui interaksi sosial. Sedangkan media kognitif adalah penggunaan alat-alat kognitif untuk memecahkan masalah yang berhubungan dengan pengetahuan tertentu. Media ini berkembang dalam komunikasi antar pribadi. Actual development ditentukan apakah seorang anak dapat melakukan sesuatu tanpa bantuan orang dewasa atau guru. Zona Perkembangan Proksimal merupakan celah antara actual development dan potensial development. Maksudnya dari relasi dengan budaya membuat seorang anak mengalami kesadaran dan perkembangan kognisi. yaitu metakognitif dan mediasi kognitif. Untuk memaksimalkan perkembangan. jika dikaji lebih mendalam teori perkembangan kognitif Vygotsky akan ditemukan dua jenis mediasi. memecahkan masalah di bawah petunjuk orang dewasa atau kerjasama dengan teman sebaya. Vygotsky percaya bahwa anak akan jauh lebih berkembang jika berinteraksi dengan orang lain. Inti Teori Vygotsky Vygotsky lebih menekankan pada peran aspek sosial dalam pengembangan intelektual atau kognitif anak. Melalui perubahan yang berturut-turut dalam berbicara dan bersikap. Sedangkan potensial development membedakan apakah seorang anak dapat melakukan sesuatu. Makanya.Zona Perkembangan Proksimal (Zone of Proximal Development) Meskipun pada akhirnya anak-anak akan mempelajari sendiri beberapa konsep melalui pengalaman sehari-hari. Vygotsky membedakan antara actual development dan potential development pada anak. Sehingga media ini dapat berhubungan dengan konsep spontan (yang mungkin salah) dan konsep ilmiah (yang lebih terjamin kebenarannya). Secara singkat. perkembangan mereka kemungkinan akan berjalan lambat.

tidak logis. Pandangan Vygotsky ini berkonfrontasi dengan Piaget yang lebih menekankan pada percakapan anak yang bersifat egosentris. Hal ini bergantung pada seberapa besar kemampuan anak dalam menangkap model yang lebih ilmiah. Pertama. Ketiga.dialektik antara individu dan masyarakat dalam pembentukan pengetahuan. Seorang pelajar perlu berinteraksi dengan orang yang mempunyai pengetahun lebih dari dirinya. Karena pembicaraan pribadi adalah sebuah langkah awal bagi seorang anak untuk lebih mampu berkomunikasi secara sosial. dapat disimpulkan bahwa dalam teori Vygotsky terdapat tiga klaim besar. logis. Dengan demikian diperlukan sebuah penyatuan antara pemikiran dan bahasa. bahwa kemampuan kognitif seorang anak dapat diketahui hanya jika dianalisis dan ditafsirkan. idealnya harus mampu memvisulisasikan apa yang menjadi pemikirannya dalam bahasa. Vygotsky berargumen bahwa sejak kecil seorang anak mulai menggunakan bahasa untuk merencanakan setiap aktivitasnya dan mengatasi masalahnya. agama. Pengetahuan tersebut terbagi menjadi dua bentuk. dalam hal ini termasuk guru. Bahasa adalah sebuah bentuk awal yang berbasis sosial. dan bentuk percakapan. Kebudayaan sendiri terdiri dari beberapa bentuk. Ketika hal tersebut telah mampu terwujud itu berarti ia juga telah mampu menginternalisasikan pembicaraan mereka yang egosentris dalam bentuk berbicara-sendiri. Pengetahuan ilmiah terbentuk dari sebuah proses relasi anak dengan lingkungan sekitarnya. Seorang anak dalam masa pembelajarannya. yaitu pengetahuan spontan dan pengetahuan ilmiah. bahasa. MKO mengacu kepada siapa saja yang mempunyai kemampuan yang lebih tinggi dari pelajar. kemampuan kognitif diperoleh dengan bantuan kata. Pengetahuan spontan mempunyai sifat lebih kurang teridentifikasi secara jelas. Pengetahuan terbentuk sebagai akibat dari interaksi sosial dan budaya seorang anak. mata pencaharian. dan lainnya. kemampuan kognitif berasal dari hubungan-hubungan sosial ditempelkan pada latar belakang sosiokultural. teman sebaya. The More Knowledgeable Other (MKO) Istilah ini jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi orang lain yang lebih tahu. Unsur yang perlu untuk dibahas lebih lanjut adalah mengenai kebudayaan dan masyarakat. bagi Vygotsky faktor interaksi sosial dengan sesuatu yang lebih kompeten di luar diri menjadi kunci perkembangan kognitif anak. . Sekali lagi. atau bahkan komputer. sebuah bentuk alat dalam psikologi yang membantu seseorang untuk mentransformasi kegiatan mental. Kemudian proses belajar adalah sebuah perkembangan dari pengertian spontan menuju pengertian yang lebih ilmiah. Karena hal tersebut akan lebih memberikan kontribusi yang signifikan bagi perkembangan sosial kognitif pelajar tersebut. dan sistematis. kebudayaan adalah penentu utama perkembangan individu. Bahasa sebagai alat berkomunikasi yang membantu anak dalam menyampaikan pemikirannya dengan orang lain. Sedangkan pengetahuan ilmiah sebuah pengetahuan yang diperoleh dari pendidikan formal dan sifatnya lebih luas. Dengan demikian. Dalam proses ini bahasa memegang peranan yang sangat penting. Seperti sudah dikatakan pada awal penjelasan tadi. Menurut Vygotsky seorang anak yang mampu melakukan pembicaraan pribadi lebih berpeluang untuk lebih baik dalam hubungan sosial. dalam teori Vygotsky. Kedua. seperti bahasa. dan sistematis.

dan pengertiannya dan kesiapan mereka untuk tahu dari pembentukan pengertian baru ini. Dengan kata lain. . Vygotsky percaya bahwa subjek yang dipelajari berpengaruh pada proses belajar. pada proses belajar masing-masing pelajar harus mengkreasikan pengetahuannya. kita akan mengikat informasi yang kita peroleh dari pengalaman ini ke dalam pengertian sebelumnya. ketika anak belajar menggunakan bahasa untuk menyelesaikan masalah. konstruktivisme percaya bahwa motivasi internal. Pendukung konstruktivisme percaya bahwa pengalaman melalui lingkungan. Sebaliknya. Vygotsky mencatat bahwa interaksi individu dengan orang lain berlangsung pada situasi sosial. peranan pengalaman siswa dalam belajar. begitu menginjak tahap operasional konkret. membentuk pengertian baru. Konstruktivisme yang mempunyai pengaruh besar pada tahun 1930 dan yang bekerja sebagai ahli Psikologi Rusia adalah L. seperti kesenangan pada pelajaran lebih kuat daripada reward eksternal. Pada bagian ini. Vygotsky. dapat dilihat permulaan aliran konstruktivisme. Tidak seperti behaviourist yang menggunakan sanksi berupa reward. Awalnya. satusatunya fungsi bahasa adalah komunikasi. mereka berbicara lantang sembari menyelesaikan masalah. Metode baru ini yang mengkontribusi secara besar-besaran untuk memajukan aspek pemecahan masalah aliran konstruktivisme. Beliau sangat tertarik pada efek interaksi siswa dengan teman sekelas pada pelajaran. Peranan guru adalah membantu siswa mengembangkan pengertian baru. dan mengakui bahwa tiap-tiap disiplin ilmu mempunyai metode pembelajaran tersendiri. kegiatan mengajar adalah proses membantu pelajar-pelajar mengkreasikan pengetahuannya. Para konstruktivisme menekankan peranan motivasi guru untuk membantu siswa belajar mencintai pelajaran. percakapan batiniah tidak terdengar lagi.Perkembangan Bahasa Bagi Vygotsky bahasa berkembang dari interaksi sosial dengan orang lain. tetapi pengetahuan merupakan cara suatu informasi baru berinteraksi dengan pengertian sebelumnya dari pelajar. Dalam tahap praoperasional. Pedoman filosofi pada teori ini ditemukan pada abad ke-5 SM. Siswa diajarkan bagaimana mengasimilasi pengalaman. Konstruktivisme Pendekatan konstruktivisme pada pendidikan berusaha merubah pendidikan dari dominasi guru menjadi pemusatan pada siswa.S. dan cara mengasimilasi pengertiannya. Penyelidikan atau pengalaman fisik. Konstruktivisme percaya bahwa pengetahuan tidak hanya kegiatan penemuan yang memungkinkan untuk dimengerti. Bahasa dan pemikiran berkembang sendiri. pengalaman pendidikan adalah kunci metode konstruktivisme. pengetahuan. Pada konstruktivis. Vygotsky adalah seorang guru yang tertarik untuk mendesain kurikulum sebagai fasilitas dalam interaksi siswa. tetapi selanjutnya anak mendalami bahasa dan belajar menggunakannya sebagai alat untuk membantu memecahkan masalah. Konstruktivisme adalah suatu teori belajar yang mempunyai suatu pedoman dalam filosofi dan antropologi sebaik psikologi.

Teori Vygotsky tentang bahasa sebagai alat untuk seseorang dalam mengembangkan kognitif mengalami keselarasan dengan pandangan dalam psikologi pendidikan. Lebih dalam bahwa proses transfer ilmu mampu terjadi dengan menggunakan bahasa sebagai sarananya. Karena faktanya memang bahasa teman sebaya lebih mudah untuk dipahami dalam interaksinya. Inti penekanan teori Vygotsky adalah bahwa interaksi sosial dengan sesuatu di luar dirinya yang membuat kognitif anak berkembang. Peran mereka sangat sentral . Artinya bahwa memang bukan hanya orang dewasa yang mampu membantu seorang anak dalam perkembangan kognitifnya. Proses pendampingan secara dialektika membantu meningkatkan perkembangan kognitif anak. Pengetahuan anak yang awalnya masih dalam bentuk spontan. Dengan demikian. Teori Vygotsky menuntut pada penekanan interaksi antara peserta didik dan tugas-tugas belajar. Banyak menggunakan teman sebaya sebagai guru. Kemudian dalam teori Vygotsky terdapat pula beberapa unsur yang menjadi agen perubahan. Analisis Psikologi Pendidikan Analisis awal adalah langsung membandingkan inti teori Vygotsky. Mengedepankan suatu proses belajar dimana siswa lebih berperan aktif. Menggunakan zone of proximal development.Aplikasi dan Implikasi Teori dalam Pendidikan Agar pembahasan tentang teori Vygotsky langsung terasa bagi usaha pengembangan kognitif. berubah menjadi semakin tertata. 3. banyak usaha konkret yang dapat dilakukan dalam mengaplikasikan teori tersebut. 2. Teori Vygotsky di atas juga mengalami keselarasan dengan teori dalam psikologi pendidikan. sistematis dan logis. Dengan demikian peran guru lebih bergeser lebih menjadi fasilitator konstruksi siswa. Agen-agen perubahan dalam psikologi pendidikan adalah keluarga dan negara. Dalam psikologi pendidikan kita dapat menemukan beberapa konsep tentang agen-agen perubahan untuk membantu anak mengembangkan kognitifnya. Dengan penyesuaian terus menerus. Dalam filsafat pendidikan pun beranggapan bahwa manusia membutuhkan pendidikan untuk bertahan. Hal pertama yang menjadi sorotan kita adalah tentang argumen bahwa interaksi sosial dan budaya lebih berperan dalam pengembangan kognitif anak. Manusia membutuhkan bahasa untuk mampu mendapatkan pengetahuan atau ia mempelajari bahasa yang berfungsi sebagai alat transformasi pengetahuan tersebut. misalnya: 1. zone proximal development anak semakin meningkat. Agen-agen perubahan seolah-olah menjadi tombak dalam usaha mengembangkan kognitif atau intelektual. Artinya seorang anak perlu mendapat bimbingan dari orang lain yang mempunyai pengetahuan yang lebih dari dirinya.

Kesimpulan Pada intinya dapat disimpulkan bahwa dalam teori Vygotsky mengandung banyak unsur psikologi pendidikan. sistematis. Beberapa konsep dalam psikologi pendidikan juga selaras dengan teori pengembangan kognitif Vygotsky. Jika dalam teori Vygotsky anak perlu berinteraksi dengan budaya. . Bahasa menjadi alat transfer ilmu.dalam membantu anak mengolah pengetahuan spontan mereka menjadi pengetahuan yang lebih tertata. dan logis. Psikologi pendidikan telah memberikan landasan filosofis bagi teori-teori pengembangan intelektual. Maka dalam filsafat pendidikan pun dapat kita temukan bahwa bahasa. khususnya pokok bahasan pendidikan dan budaya. sebagai hasil budaya juga menjadi sangat sentral bagi berkembangnya kognitif.