Al-Qur’an Hadits MA X Semester 2 1

BAB VII

ISTILAH-ISTILAH
HADITS
STANDAR
KOMPETENSI
KOMPETENSI DASAR
1. Memahami Istilah-
istilah Hadits
1.1 Mendefinisikan pengertian hadis,
sunnah, khabar, atsar dan hadis
qudsi.
1.2 Membandingkan pengertian hadis,
sunnah, khabar, atsar dan hadis
qudsi.
1.3 Menerapkan pengertian hadis,
sunnah (sunnah qauliyah, sunnah
fi’liyah dan sunnah taqririyah),
khabar, atsar dan hadis qudsi.

Indikator
1. Siswa mampu mendefinisikan hadits, sunnah, khabar, dan atsar
2. Siswa mampu membandingkan pengertian hadits, sunnah, khabar,
dan atsar
3. Siswa mampu mengidentifikasikan perbedaan hadits, sunnah,
khabar, dan atsar
4. Siswa mampu mendefinisikan sunnah qauliyah, sunnah fi’liyah, dan
sunnah taqririyah, serta sunnah hammiyah
5. Siswa mampu mengidentifikasikan sunnah qauliyah, sunnah fi’liyah,
dan sunnah taqririyah, serta sunnah hammiyah dalam teks hadits
6. Siswa mampu memberikan contoh sunnah qauliyah, sunnah fi’liyah,
dan sunnah taqririyah, serta sunnah hammiyah dalam teks hadits dari
kitab hadits.
7. Siswa mampu membedakan antara hadits nabawi dan hadits qudsi
Al-Qur’an Hadits MA X Semester 2 2
BAB VII : ISTILAH-ISTILAH HADITS

Hadits merupakan sumber hukum Islam yang kedua setelah al-Qur’an.
Hadits mempunyai banyak istilah antara lain hadits iru sendir, sunnah, khabar,
atsar, dan hadits qudsi.

A. PENGERTIAN HADITS, SUNNAH, KHABAR, ATSAR, DAN HADITS QUDSI
Sebelum memasuki pembahasan tentang ilmu hadits, kita sebaiknya
mengetahui istilah-istilah yang sering digunakan dan merupakan kunci
utama dalam mempelajari hadits, hadits mempunyai empat istilah yaitu
hadits, sunnah, khabar, dan atsar.

1. Hadits
Menurut bahasa (etimologi), kata hadits (ﺚﻳﺪﳊﺍ) mempunyai
beberapa arti, yaitu :
- Sesuatu yang baru (ﺪﻳِﺪﺟ), dekat (ﺐﻳِﺮَ ﻗ), lawannya adalah al-qadim
(lama). Artinya bahwa sesuatu itu menunjukan pada waktu yang
singkat/dekat. Seperti :
ِﺪﺣ ِﻡﻼﺳِﻹْ ﺍ ﻰِﻓ ِﺪﻬﻌﻟْ ﺍ ﺚﻳ
= “Orang yang baru masuk Islam
- dan khabar atau berita ( ِِﺭ ٌ ٌ ﺔﻳﺍﻭ ), perkataan/ucapan, artinya warta berita,
atau informasi yang disampaikan oleh seseorang kepada orang lain.
Dalam Al-Qur’an disebutkan.
ِﺖﻤﻌِﻨِﺑ ﺎﻣَ ﺍﻭ ﺙّ ِﺪﺤَ ﻓ ﻚّ ِﺑﺭ
=
“Dan terhadap nikmat Tuhanmu,
maka hendaklah kamu menyebut-
nyebutnya (dengan bersyukur)”.

Sedangkan dari segi istilah hadits mempunyai beberapa pengertian
sebagai berikut :

a. Menurut pengertian ahli hadits, pengertian hadits dibagi menjadi
dua, yaitu pengertian hadits yang luas dan pengertian hadits yang
terbatas. Pengertian hadits yang terbatas adalah :
ِﻟ ﻒﻴِﺿُ ﺍ ﺎﻣ ﻨﻠ ِﺒ ﻲ j ﺎﻫﻮﺤَ ￿ ﻭَ ﺍ ﺍ´ﺮﻳِﺮْ ﻘَ ﺗ ﻭَ ﺍ ´ﻼﻌِﻓﻭَ ﺍ ً ﻻﻮَ ﻗ .
“Sesuatu yang disandarkan kepada Nabi Muhammad SAW, baik
berupa perkataan, perbuatan, pernyataan (taqrir) dan sebagainya”.

Pengertian hadits di atas mengandung empat unsur, yakni
perkataan, perbuatan, pernyataan, dan sifat-sifat atau keadaan, Nabi
Muhammad SAW yang lain, yang kesemuanya hanya disandarkan
Al-Qur’an Hadits MA X Semester 2 3
kepada beliau, tidak termasuk hal-hal yang disandarkan kepada para
sahabat dan tidak pula tabi’in.
Sementara menurut pengertian yang luas, hadits tidak hanya
disandarkan kepada Nabi Muhammad SAW., tetapi juga mencakup
perkataan, perbuatan, atau taqrir yang disandarkan kepada para sahabat
atau tabi’in, sehingga dalam hadits ada istilah hadits marfu’ (hadits
yang disandarkan kepada Nabi SAW), hadits mauquf (hadits yang
disandarkan kepada sahabat), dan maqtu’ (yang disandarkan kepada
tabi’in).

b. Menurut ahli ushul, yang dimaksud dengan ahli ushul disini adalah
ahli hukum Islam (ahli ushul fiqih) dan ushul hadits.
Menurut ahli usuhul hadits adalah ;
ﻪُ ﻟﺍﻮْ ﻗَ ﺃ j ﺎﻨِﺑ ﻢْ ﻜﺣ ِﻪِﺑ ﻖﱠ ﻠﻌَ ﺘﻳ ﺎﻤِﻣ ﻩﺮﻳِﺭﺎَ ﻘَ ﺗﻭ ﻪُ ﻟﺎﻌْ ﻓَ ﺍﻭ
“Segala perkataan, perbuatan, dan ketetapan nabi yang bersangkut
paut dengan hukum”
Menurut mereka, tidak termasuk hadits sesuatu yang tidak
bersangkut paut dengan hukum, seperti masalah kebiasaan sehar-hari
atau adat istiadat.

2. Sunnah
Sunnah menurut bahasa (etimologi), merupakan masdar dari kata
ﻦﺳ – ﻦﺴﻳ – ً ﺔﻨﺳ yang berarti cara, jalan yang ditempuh, tradisi atau
adat kebiasaan, atau ketetapan, baik itu hal yang terpuji maupun tercela,
baik atau pun buruk. Arti semacam itu berdasarkan hadits berikut :
ﻌِﺒﱠ ﺘَ ﺘَ ﻟ ﺐﱠ ﻀﻟﺍ ﺮﺠﺣ ﺍﻮُ ﻠﺧﺩ ﻮَ ﻟ ﻰﱠ ﺘﺣ ٍﻉﺍﺭِﺬِﺑ ﺎ´ﻋﺍﺭِﺫﻭ ٍﺮﺒِﺸِﺑ ﺍ´ﺮﺒِﺷ ﻢُ ﻜِﻠﺒَ ﻗ ﻦﻣ ﻦﻨﺳ ﻦ
ﻩﻮﻤُ ﺘْ ﻠﺧﺪَ ﻟ .
“Sungguh kamu akan mengikuti sunnah atau jalan orang-orang
sebelum kamu, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta,
sehingga andai mereka memasuki sarang dhab (biawak), niscaya kmau
akan mengikutinya”.
Dalam al-Qur’an, kata sunnah mengacu arti ketetapan atau
hukum Allah. Hal tersebut dapat dijumpai dalam beberapa ayat,
antaralain QS. Al-Isra’ ayat 177 sebagai berikut :
Al-Qur’an Hadits MA X Semester 2 4
sπ¨Ζß™ ⎯tΒ ô‰s% $uΖù=y™ö‘r& šn=ö6s% ⎯ÏΒ $oΨÎ=ß™•‘ ( Ÿωuρ ߉ÅgrB $oΨÏK¨ΨÝ¡Ï9 ¸ξƒÈθøtrB ∩∠∠∪
Artinya : (Kami menetapkan yang demikian) sebagai suatu ketetapan
terhadap rasul-rasul kami yang kami utus sebelum kamu dan
tidak akan kamu dapati perobahan bagi ketetapan kami
itu.(QS. Al-Isra’ (17) : 77).

Sedangkan menurut istilah ahli hadits ialah ;

ﻲِﺒﻨﻟﺍ ِﻦﻋ ﺮِﺛُ ﺍ ﺎﻣ ﱡ ﻞُ ﻛ j ٍﻝﻮَ ﻗ ﻦِﻣ َ ﺍ ٍﺮﻳِﺮْ ﻘَ ﺗ ﻭَ ﺍ ٍﻞﻌِﻓ ﻭَ ﺍ ٍﺔَ ﻔِﺻﻭ ٍﺔﻴِِﻘْ ﻠﺧ ﻭَ ﺍ ٍﺓﺮﻴِﺳ
ﻚِﻟﺍَ ﺫ ﻥﺎَ ﻛَ ﺍ ´ﺀﺍﻮﺳ ﺎﻫﺪﻌﺑ ﻡَ ﺍ ِﺔَ ﺜﻌِﺒﻟْ ﺍ َ ﻞﺒَ ﻗ .
“Segala yang dinukilkan / bersumber dari Nabi Muhammad SAW, baik
berupa perkataan, perbuatan, maupun berupa taqrir (ketetapan),
tabiat, budi pekerti, perjalanan hidup, baik yang terjadi sebelum Nabi
Muhammad diutus menjadi rasul maupun sesudahnya”.

Mayoritas ulama hadits (Muhadditsin), menegaskan bahwa
sunnah dalam pengertian di atas ini adalah murodif (sinonim) dengan
kata hadits. Maka inilah yang dimaksud dengan kata “sunnah” dalam
sabda Nabi SAW berikut :
ﺎﻣ ﺍﻮﱡ ﻠِﻀَ ﺗ ﻦَ ﻟ ِﻦﻳﺮﻣَ ﺍ ﻢُ ﻜﻴِﻓ ﺖْ ﻛﺮَ ﺗ ِﻪﻴِﺒَ ￿ َ ﺔﻨﺳﻭ ِ.ﺍ ﺏﺎَ ﺘِﻛ ﺎﻤِﻬِﺑ ﻢُ ﺘْ ﻜﺴﻤَ ﺗ ﻥِﺍ .
“Aku tinggalkan untukmu dua perkara; kamu tidak akan sesat selama
kamu berpegang pada keduanya, yaitu Kitab Allah (al-Qur’an), dan
Sunnah Nabi-Nya.

Dari pengertian tersebut diketahui bahwa sunnah lebih luas
daripada hadits. Sunnah meliputi segala yang datang dari Nabi
Muhammad SAW, baik berupa perkataan, perbuatan, ketetapan (taqrir),
maupun sifat-sifat dan perilaku beliau, atau perjalanan hidup beliau,
baik sebelum maupun sesudah diangkat menjadi Nabi dan Rasul.
Ulama yang mendefinisikan sunnah seperti itu, memandang diri
Nabi Muhammad sebagai uswah hasanah atau suri tauladan, qudwah
(contoh atau teladan) yang paling sempurna, bukan semata-mata
sebagai sumber hukum.
Menurut ahli ushul fiqih, sunnah didefinisikan sebagai berikut :
Al-Qur’an Hadits MA X Semester 2 5
ﻲِﺒﻨﻟﺍ ِﻦﻋ ﺭﺪﺻ ﺎﻣ ﱡ ﻞُ ﻛ j ِﻥﺁﺮُ ﻘﻟْ ﺍ ﺮﻴَ ﻏ ﺎﻤِﻣ ٍﺮﻳِﺮْ ﻘَ ﺗ ﻭَ ﺍ ٍﻞﻌِﻓ ﻭَ ﺍ ٍﻝﻮَ ﻗ ﻦِﻣ ﻥَ ﺍ ﺢُ ﻠﺼﻳ
´ﻼﻴِﻟﺩ ﻥﻮُ ﻜﻳ ﱟ ﻲِﻋﺮﺷ ٍﻢْ ﻜﺤِﻟ .
“Segala sesuatu yang bersumber dari Nabi Muhammad SAW, selain al-
Qur’an, baik berupa perkataan, perbuatan, maupun taqrirnya yang
pantas untuk dijadikan dalil bagi penetapan hukum syara’ (hukum
agama Islam).

Definisi ahli ushul fiqih ini membatasi pengertian sunnah hanya
pada sesuatu yang disandarkan atau bersumber dari Nabi Muhammad
SAW, yang berkaitan dengan penetapan hukum syara’. Dengan
demikian segala sifat, perilaku, sejarah hidup Nabi SAW, yang tidak
ada hubungannya dengan hukum syara’ tidak dianggap sebagai sunnah.
Dengan pengertian seperti ini, jumlah sunnah lebih sedikit jika
dibandingkan dengan jumlah hadits.
Sedangkan sunnah menurut Fuqoha (ahli fiqih), dalam istilah
mereka, sunnah berarti bukan wajib, bukan haram, bukan makruh dan
bukan pula mubah (masuk dalam hukum taklifi yang lima). Maka
sunnah di sini berarti “sesuatu yang utamanya dikerjakan, sebab akan
mendapatkan pahalabila dikerjakan, tetapi tidak akan disiksa bila
dilakukannya”.

3. Khabar ( ﺮ ﺒ ﺧ)
Dari segi bahasa khabar berarti warta atau berita. Maksudnya
warta berita yang disampaikan kepada seseorang kepada orang lain.
Kata khabar adalah bentuk tunggal dan jamaknya adalah akhbar.
Sinonim kata khabar adalah naba’ jamaknya adalah anba’. Menurut
istilah ulama ahli hadits khabar adalah “segala bentuk berita, baik yang
datang dari nabi, sahabat nabi, maupun dari tabiin”.
Ada juga ulama yang berpendapat bahwa khabar hanya
dimaksudkan sebagai berita yang diterima dari selain Nabi Muhammad
SAW. Orang yang meriwayatkan atau menyampaikan suatu peristiwa
sejarah disebut khabary atau akhbary, sebagaimana halnya orang yang
meriwayatkan hadits disebut muhaddits.
Pendapat lain mengatakan bahwa khabar lebih umum daripada
hadits, karena khabar mecakup segala hal yang diriwayatkan baik yang
datang dari nabi maupun dari selain nabi, sedangkan hadits khusus dari
yang diriwayatkan nabi saja.
Al-Qur’an Hadits MA X Semester 2 6
4. Atsar ( ﺮَ ﺛَ ﺍ)
Atsar menurut bahasa berarti “bekas atau dampak dari sesuatu”,
sisa dari sesuatu, atau sesuatu yang diambil atau dinukil. Menurut
mayoritas (jumhur ulama), atsar secara istilah berarti sama dengan
hadits. Oleh karena itu, ahli hadits juga dinamakan dengan atsary.
Namun sebagian lain berpendapat :
ٍﻝﺍﻮْ ﻗَ ﺍ ﻦِﻣ ﻦﻴِﻌِﺑﺎﱠ ﺘﻟﺍﻭ ِﺔﺑﺎﺤﺼﻟﺍ ﱃِﺍ ﻒﻴِﺿُ ﺍ ﺎﻣ ٍﻝﺎﻌْ ﻓَ ﺍ ﻭَ ﺍ .
“Sesuatu yang disandarkan kepada para sahabat (mauquf), dan tabi’in
(maqtu’), baik berupa perkataan atau perbuatan.”
Para fuqoha memakai istilah “atsar” untuk perkataan-perkataan
sahabat, tabi’in, dan ulama salaf.
Contohnya perkataan tabi’in, Ubaidilah Ibn Abdillah ibn Utbah
ibn Mas’ud :
ﺍ ﻰﻠﻋ ﺲِﻠﺠﻳ ﻦﻴِﺣ ﻰﺤْ ﺿَ ﻻْ ﺍ ﻡﻮﻳﻭ ِﺮْ ﻄِﻔْ ﻟﺍ ﻡﻮﻳ ﻡﺎﻣِﻻْ ﺍ ﺮّ ِﺒَ ﻜﻳ ﻥَ ﺍ ُ ﺔﻨﺴﻟَ ﺍ َ ﻞﺒَ ﻗ ِﺮﺒﻨِﻤْ ﻟ
ِﺗ ِﺔﺒْ ﻄُ ﺨْ ﻟﺍ ٍﺕﺍﺮﻴِﺒْ ﻜَ ﺗ ﻊﺴ ) . ﻰﻘﻬﻴﺒﻟﺍ ﻩﺍﻭﺭ .(
“Menurut sunnah, hendaklah imam bertakbir pada Hari Raya Fitri dan
Hari Raya Adha sebanyak sembilan kali ketika duduk di atas mimbar
sebelum berkhutbah.” (HR. Al-Baihaqi).
Jadi, dalam pandangan fuqoha’ perkataan Ubaidillah di atas
dimasukkan ke dalam makna atsar, bukan sebagai khabar, apalagi
sebagai hadits. Hal tersebut disebabkan Ubaidillah adalah seorang
Tabi’in.

5. Hadits Qudsi (ﻲِﺳ ﺪُ ﻗ ﺚ ﻳِﺪ ﺣ)
Hadits Qudsi disebut juga hadits Rabbani atau Illahi, yaitu :
ﻲِﺒﻨﻟﺍ ﺮﺒﺧَ ﺄَ ﻓ ِﻡﺎﻨﻤْ ﻟﺎﺑ ﻭَ ﺃ ِﻡﺎﻬْ ﻟِﻹْ ﺎِﺑ ﻪﻴِﺒَ ￿ ُ .ﺍ ﺍﺮﺒﺧَ ﺍ ﺎﻣ j ِﺓﺭﺎﺒِﻌِﺑ ﻰﻨﻌﻤْ ﻟﺍ ﻚِﻟﺫ ﻦِﻣ
ِﻪِﺴْ ﻔَ ￿ .
“Sesuatu yang dikabarkan Allah Ta’ala kepada Nabi-Nya dengan
melalui ilham atau impian, yang kemudian Nabi menyampaikan makna
dari ilham atau impian tersebut dengan ungkapan kata beliau sendiri.”
Al-Qur’an Hadits MA X Semester 2 7
Hadits Qudsi itu jumlahnya tidak banyak, hanya kurang lebih
seratus hadits. Kitab yang menghimpun Hadits Qudsi seperti : “Al-
Kalimuth Thayyib” karya Ibnu Taimiyah dan “Adabul Ahaditsul
Qudsiyah” cetakan pertama tahun 1969 M di Kairo karya Dr. Ahmad
Asy-Syarbashy.

Biasanya Hadits Qudsi ciri-cirinya menggunakan kalimat :
• (Allah berfirman)
َ ﻝﺎَ ﻗ ﻲِﺒﻨﻟﺍ j َ ﻝﺎَ ﻗ ﱃﺎﻌَ ﺗﻭ َ ﻙﺭﺎﺒَ ﺗ ُ .ﺍ
• (Pada apa yan diriwayatkan dari Allah)
ﻲِﺒﻨﻟﺍ َ ﻝﺎَ ﻗ j ﱃﺎﻌَ ﺗﻭ َ ﻙﺭﺎﺒَ ﺗ ِ.ﺍ ِﻦﻋ ِﻪﻳِﻭﺮﻳ ﺎﻤﻴِﻓ
• Lafaz-lafaz yang semakna dengan apa yang tersebut di atas,
setelah selesai penyebutan rawi yang menjadi sumber
(pertama) nya, yaitu sahabat.

Contoh hadits Qudsi :
ّ ِﻰــِﺒﻨﻟﺍ ِﻦــﻋ ﺓﺩﺎــﻨﺟ ِﻦــﺑ ﺏﺪــﻨﺟ ٍﱟ ﺭَ ﺫ ﻰــِﺑَ ﺍ ﻦــﻋ j َ ﻙﺭﺎــﺒَ ﺗ ِ.ﺍ ِﻦــﻋ ِﻪــﻳِ ﻭﺮﻳ ﺎــﻤﻴِﻓ
ﱃﺎـــﻌَ ﺗﻭ . َ ﻝﺎـــَ ﻗ ﻪـــﱠ ￿َ ﺍ : ـــِِِﱢ ِﱢ ِِ￿ﺍ ﻯِﺩﺎـــﺒِﻋ ﺎـــﻳ ِﻰ ـــْ ﻔَ ￿ ﻰـــﻠﻋ ﻢـــْ ﻠﱡ ﻈﻟﺍ ﺖـــﻣﺮﺣ ﻪـــُ ﺘْ ﻠﻌﺟﻭ ﻰِﺴ
ﺎ´ﻣﺮﺤﻣ ﻢُ ﻜﻨﻴﺑ , ﺍﻮﻤَ ﻟﺎَ ﻈَ ﺗ ﻼَ ﻓ ... } ﻢﻠﺴﻣ ﻩﺍﻭ {
“Dari Abu Dzarr bin Junadah RA. Dari Nabi SAW berdasarkan
berita yang disampaikan Allah Tabaraka wa Ta’ala, bahwa Allah
telah berfirman : “Wahai hamba-Ku ! Aku telah mengharamkan
dhalim terhadap diri-Ku sendiri. Aku telah jadikan perbuatan
dhalim itu terlarang antara kamu sekalian. Karena itu janganlah
kamu saling dhalim-mendhalimi, dan seterusnya”. (HR. Muslim)

Al-Qur’an Hadits MA X Semester 2 8
َ ﻝﺎــَ ﻗ ﻪــﻨﻋ ُ .ﺍ ﻰــِﺿﺭ ٍﺭَ ﺫ ﻰــِﺑَ ﺍ ﻦــﻋ : ﻰﻠــﺻ ِ.ﺍ ُ ﻝﻮــﺳﺭ َ ﻝﺎــَ ﻗ ﻢّ ﻠــﺳﻭ ِﻪــﻴَ ﻠﻋ ُ .ﺍ
: ﱠ ﻞـــﺟﻭ ﺰـــﻋ َ .ﺍ ُ ﻝﻮـــُ ﻘﻳ ) : ﺪـــﻳْ ﺯَ ﺍ ﻭَ ﺍ ﺎـــﻬِﻟﺎَ ﺜﻣَ ﺍ ﺮﺸـــﻋ ﻪـــَ ﻠَ ﻓ ِﺔﻨﺴـــﺤْ ﻟﺎﺑ ﺀﺎـــﺟ ﻦـــﻣ ,
ٌ ﺔَ ﺌّ ِﻴـــــﺳ ٍﺔَ ﺌّ ِﻴـــــﺳ ﺀﺍﺰـــــﺠَ ﻓ ِﺔَ ﺌّ ِﻴﺴـــــﻟﺎﺑ ﺀﺎـــــﺟ ﻦـــــﻣﻭ ﺎـــــﻬُ ﻠْ ﺜِﻣ ﺮـــــِﻔْ ﻏَ ﺍ ﻭَ ﺍ ....
ﺚﻳﺪﳊﺍ ) ( ﻢﻠﺴﻣ ﻩﺍﻭﺭ .(
“Dari Abu Dzarr RA. Ujarnya : Rasulullah SAW bersabda :
Firman Allah ‘Azza wa Jalla : Siapa yang menjalankan kebaikan,
ia berhak menerima sepuluh kali lipat atau lebih; sedang siapa
yang berbuat kejahatan, maka balasannya satu kejahatan yang
sepadan atau bahkan Aku ampuni, dan seterusnya”. (Riwayat
Muslim)

B. PERSAMAAN SERTA PERBEDAAN HADITS, SUNNAH, KHABAR DAN
ATSAR
1. Persamaan Hadits, Sunnah, Khabar, dan Atsar
Sebagian ulama berpendapat bahwa hadits, sunnah, khabar dan
atsar adalah Murodif (Sinonim) atau sama artinya. Maka istilah Khabar
Mutawatir dipakai juga untuk Hadits Mutawatir, Haditsun Nabawy
untuk Sunnatun Nabawy dan Ahli Hadits maupun Ahli Khabar juga
disebut Ahli Atsar.
Dengan demikian, segala yang bersumber atau datangnya dari Nabi
Muhammad SAW, dapat disebut dengan hadits, sunnah nabi, khabar
nabai, dan atsar nabi.

2. Perbedaan Hadits, Sunnah, Khabar, dan Atsar
Menurut sebagian ulama, sunnah lebih luas cakupannya daripada
hadits. Sunnah ada segala yang dinukilkan dari Nabi Muhammad SAW.,
baik berupa perkataan, perbuatan, taqrir, maupun pengajaran, sifat,
kelakuan, dan perjalanan hidup nabi, baik sebelum maupun sesudah
menjadi nabi. selain itu titik berat sunnah adalah kebiasaan normatif
Nabi Muhammad SAW. Adapun khabar yang berarti berita atau warta,
selain dinisbahkan kepada Nabi Muhammad SAW., dapat juga
dinisbahkan kepada sahabat dan tabi’in. Dengan demikian khabar lebih
umum daripada hadits, karena masuk di dalamnya semua riwayat yang
Al-Qur’an Hadits MA X Semester 2 9
PERHATIKAN!
Hadits Nabawi adalah
hadits yang materinya
murni dan langsung dari
nabi, sedangkan Hadits
Qudsi adalah hadits
yang diucapkan nabi
namun isinya
merupakan wahyu dari
Allah melalui ilham,
atau mimpi
bukan dari Nabi Muhammad SAW.,. atsar berarti nukilan, lebih sering
digunakan untuk sebutan bagi perkataan sahabat Nabi Muhammad
SAW., meskipun kadang-kadang dinisbahkan kepada beliau (nabi).

3. Perbedaan Antara Alqur’an, Hadits Qudsi, Dan Hadits Nabawi
Setelah memahami pengertian al-Qur’an pada semester satu, hadits
qudsi, dan hadits nabawi dari segi bahasa dan makna, periwayatan,
kemukjizatan, dan nilai membacanya.
1. Perbedaan dari segi bahasa dan makna
adalah sebagai berikut :
• al-Qur’an diturunkan dengan bahasa
dan maknanya langsung dari Allah
SWT.
• Hadits qudsi adalah hadits yang
maknanya dari Allah SWT.,
sedangkan bahasanya dari Nabi
SAW.
• Hadits nabawi adalah bahasa dan
maknanya dari nabi SAW
2. Perbedaan dari segi periwayatan adalah sebagai berikut ;
• Al-Qur’an tidak boleh diriwayatkan dengan maknanya saja
sebab sebab mengurangi kemukjizatannya
• Hadits qudsi dan hadits nabawi boleh diriwayatkan dengan
maksudnya saja. Yang terpenting dalam hadits adalah
penyampaian maksudnya.
3. Perbedaan dari segi kemukjizatannya adalah sebagai berikut :
• Al-Qur’an, baik lafal maupun maknanya merupakan mu’jizat
• Hadits qudsi dan hadits nabawi bukan merupakan mu’jizat
4. Perbedaan dari segi nilai membacanya adalah sebagai berikut :
• Al-Qur’an diperintahkan untuk dibaca, baik pada waktu shalat
(surat al-Fatihah) maupun di luar shalat sebagai ibadah, baik
orang yang membacanya itu mengerti maksudnya maupun tidak
• Hadits qudsidan hadits nabawi dilarang dibaca ketika shalat dan
membacanya tidak bernilai ibadah.Yang terpenting dalam
hadits adalah untuk dipahami, dihayati, dan diamalkan.

C. MACAM-MACAM SUNNAH
Setelah memahami pengertian sunnah, kita mengetahui bahwa sunnah
berdasarkan unsur-unsur dari pengertian As-Sunah menurut ahli hadits
tersebut, maka Sunah dapat dibedakan menjadi empat macam, yaitu Sunah
qauliyah, sunnah fi’liyah, sunnah taqririyah dan Sunnah Hammiyah.
Al-Qur’an Hadits MA X Semester 2 10
1. Sunah Qauliyah (ﺔ ﻴِﻟ ﻮَ ﻗ ﺔ ﻨ ﺳ)
Yaitu : Sunnah Nabi SAW yang berupa perkataan (sabda) beliau
dalam berbagai bidang, seperti bidang hukum (syariat), akhlak, akidah,
pendidikan, dan sebagainya.
Contoh sunnah qauliyah antara lain :
a. Hadits tentang persatuan orang beriman
ﻋ ﻲِﺒﻨﻟﺍ ِﻦﻋ ﻰﺳﻮﻣ ﻰِﺑَ ﺍ ﻦ j ﺎً ﻀﻌﺑ ﻪُ ﻀﻌﺑ ﺪﺸﻳ ِﻥﺎﻴﻨﺒْ ﻟﺎَ ﻛ ِﻦِﻣﺆﻤْ ﻠِﻟ ﻦِﻣﺆﻤْ ﻟَ ﺍ ) . ﻩﺍﻭﺭ
ﻱﺭﺎﺨﺒﻟﺍ .(
“Dari Abi Musa dari Nabi SAW., beliau bersabda : Orang mukmin
dengan orang mukmin lainnya bagaikan sebuah bangunan, yang
satu sama lain saling menguatkan”. (H.R. Bukhori)

b. Hadits tentang doa Nabi Muhammad SAW., kepada orang yang
mendengar, menghapal, dan menyampaikan ilmu
َ ﻝﺎَ ﻗ ٍﺖِﺑﺎَ ﺛ ِﻦﺑِﺪﻳَ ﺯ ﻦﻋ ِ.ﺍ َ ﻝﻮﺳﺭ ﺖﻌِﻤﺳ j ُ .ﺍ ﺮﱠ ﻀَ ￿ ُ ﻝﻮُ ﻘﻳ ً ﺃﺮﻣِﺍ ﺎً ﺜﻳِﺪﺣ ﺎﻨِﻣ ﻊِﻤﺳ
َ ﻈِﻔﺤَ ﻓ ﻩﺮﻴَ ﻏ ﻪَ ﻐَ ﻠﺑﻭ ﻪ ) ﺩﻭﺍﺩ ﻮﺑﺍ ﻩﺍﻭﺭ (
“Dari Zaid bin Tsabit berkata : ‘Saya mendengar Rasulullah SAW.,
bersabda ; “semoga Allah memberi kebaikan kepada orang yang
mendengarkan suatu hadits dari kami, kemudian ia hapal dan
menyampaikannya kepada orang lain”. (HR. Abu Daud).
c. Hadits tentang bacaan atau ucapan ringan yang disukai Allah
ﺓﺮﻳﺮﻫ ﻰِﺑَ ﺍ ﻦﻋ ﻲِﺒﻨﻟﺍ ِﻦﻋ j َ ﻝﺎَ ﻗ : ِﻥﺎَ ﺘﻤِﻠَ ﻛ ِﻥﺎَ ﺘَ ﻔﻴِﻔﺧ ﻰِﻓ ِﻥﺎَ ﺘَ ﻠﻴِﻘَ ﺛ ِﻥﺎﺴﱢ ﻠﻟﺍ ﻰَ ﻠﻋ
ِﻥﺍﺰﻴِﳌْ ﺍ ِﻦﻤﺣﺮﻟﺍ ﻰَ ﻠﻋ ِﻥﺎَ ﺘﺒﻴِﺒﺣ : ﺤِﺑﻭ ِ.ﺍ ﻥﺎﺤﺒﺳ ِﻢﻴِﻈﻌْ ﻟﺍ ِ.ﺍ ﻥﺎﺤﺒﺳ ﻭ ِﻩِﺪﻤ ) ﻖﻔﺘﻣ
ﻪﻴﻠﻋ .(
“Dari Abi Hurairah, Rasulullah bersabda : ‘dua kalimat yang
ringan diucapkan, tetapi berat timbangan (kebaikan)nya, dan
disukai (Allah) Yang Maha Rahman, yaitu (ucapan); Subhanallahi
Wabihamdihi, dan Subhanallahil adzim”. (HR. Bukhori Muslim).
d. Contoh hadits nabi yang mengandung ajaran akhlak
Al-Qur’an Hadits MA X Semester 2 11
ﻲِﺒﻨﻟﺍ َ ﻝﺎَ ﻗ j ﻥﺎﻤﻳِﻹْ ﺍ ﻊﻤﺟ ﺪَ ﻘَ ﻓ ﻦﻬﻌﻤﺟ ﻦﻣ ﺙﻼَ ﺛ : ُ ﻝْ ﺬﺑﻭ ،ِﻪِﺴْ ﻔَ ￿ ﻦِﻣ ﻑﺎﺼْ ￿ْ ِﻹَ ﺍ
َ ﻘِﺘْ ﻓِﻹْ ﺍ ﻦِﻣ ُ ﻕﺎَ ﻔْ ￿ِﻹْ ﺍﻭ ،ِﻢَ ﻟﺎﻌْ ﻠِﻟ ِﻡﻼﺴﻟﺍ ِﺭﺎ ) ﻱﺭﺎﺨﺒﻟﺍ ﻩﺍﻭﺭ (
“Nabi SAW., bersabda ; ‘Ada tiga, barangsiapa yang mampu
menghimpunnya maka sungguh ia telah menghimpun iman yang
sempurna ; (1). Jujur terhadap diri sendiri, (2). Mengucapkan
salam perdamaian keseluruh dunia, (3). Mendermakan apa yang
menjadi kebutuhan umum” (HR. Bukhari).

Ciri utama dari sunnah qauliyah adalah adanya perkataan : ِﺍ ُ ﻝ ﻮ ﺳ ﺭ َ ﻝﺎَ ﻗ
dan ﻲِﺒ ﻨﻟﺍ َ ﻝﺎَ ﻗ. Dilihat dari tingkatannya, sunnah qauliyah menempati
urutan pertama dari tiga macam sunnah dari segi kuantitas (jumlah).
Urutan itupun menunjukan kualitas sunnah qauliyah menempati kualitas
pertama, di atas kualitas sunnah fi’liyah dan sunnah taqririyah.

2. Sunah Fi’liyah ( ﺔ ﻨ ﺳ ْ ﺔﻴِ ﻠ ﻌِ ﻓ )
Yaitu : Sunnah Nabi SAW yang berupa perilaku beliau, dapat
berupa penjelasan praktis terhadap peraturan-peraturan syariat yang
belum jelas cara pelaksanaannya. seperti cara beliau shalat, puasa, haji
dan lain-lain.
Contoh sunnah fi’liyah :
a. Hadits yang berkenaan tentang tata cara jama’ah
ﻲِﺒﻨﻟﺍ ﻥﺎَ ﻛ j َ ﺫِﺍ ﺎﻨَ ﻓﻮُ ﻔﺻ ﻯّ ِﻮﺴﻳ ﺮﺒَ ﻛ ﺎﻨﻳﻮَ ﺘﺳﺍ ﺍَ ﺫِﺎَ ﻓ ِﺓﻼﺼﻟﺍ ﱃَ ﺍ ﺎﻨﻤُ ﻗ ﺍ . ) ﻢﻠﺴﻣ ﻩﺍﻭﺭ (
“Adalah Nabi SAW menyamakan (meluruskan) saf-saf kami ketika
kami melakukan shalat. Apabila saf-saf kami telah lurus, barulah
Nabi SAW bertakbir”. (H.R. Muslim)
b. Hadits yang berkenaan dengan tata cara shalat di atas kendaraan
ِ.ﺍ ُ ﻝﻮﺳﺭ ﻥﺎَ ﻛ َ ﻝﺎَ ﻗ ِ.ﺍ ِﺪﺒﻋ ِﻦﺑِﺮِﺑﺎﺟ ﻦﻋ j ﺖﻬﺟﻮَ ﺗ ﺚﻴﺣ ِﻪِﺘَ ﻠِﺣﺍﺭ ﻰَ ﻠﻋ ﻰﱢ ﻠﺼﻳ
َ ﻝﺰَ ￿ َ ﺔَ ﻀﻳِﺮَ ﻔﻟْ ﺍ ﺩﺭَ ﺍ ﺍَ ﺫِﺈَ ﻓ َ ﺔَ ﻠﺒِﻘﻟْ ﺍ َ ﻞﺒْ ﻘَ ﺘﺳﺎَ ﻓ ) ﻪﻴﻠﻋ ﻖﻔﺘﻣ (
“Dari Jabir bin Abdillah berkata, adalah Rasulullah SAW., shalat
(sunnah) di atas kendaraannya (tunggangannya), kemana saja
tunggangan itu menghadap. Maka apabila beliau hendak shalat
Al-Qur’an Hadits MA X Semester 2 12
fardlu, maka beliau turun dari kendaraannya, kemudian shalat
menghadap kiblat”. (HR. Bukhari Muslim).

Ciri utama dari sunnah fi’liyah adalah adanya perkataan :  ﻥﺎَ ﻛ ِﺍ ُ ﻝ ﻮ ﺳ ﺭ
dan  ﺖ ﻳَ ﺍ ﺭ / ﺎ ﻨ ﻳَ ﺍ ﺭ ﻲِ ﺒﻨﻟﺍ dan perkataan lain yang menunjukan Rasulullah
melakukan sesuatu perbuatan. Dilihat dari tingkatannya, sunnah
qauliyah menempati urutan pertama dari tiga macam sunnah dari segi
kuantitas (jumlah). Urutan itupun menunjukan kualitas sunnah qauliyah
menempati kualitas pertama, di atas kualitas sunnah fi’liyah dan sunnah
taqririyah.

3. Sunah Taqririyah ( ﺔ ﻨ ﺳ ْ ﺔﻳِ ﺮ ﻳِ ﺮْ ﻘَ ﺗ )
Arti taqrir nabi ialah keadaan beliau mendiamkan, tidak
mengadakan sanggahan atau menyalahkan, atau menyetujui apa yang
dilakukan atau apa yang diucapkan sahabat didepan beliau. Atau sunnah
taqririyah berupa ketetapan Nabi Muhammad SAW., terhadap apa yang
datang atau dilakukan para sahabatnya.
Contoh sunnah taqririyah antara lain :
a. Hadits tentang daging dhab (sejenis biawak)
Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa khalid bin walid, dalam
sebuah jamuan makan menyuguhkan daging biawak kepada para
tamu, termasuk kepada nabi. Ia mempersilahkan nabi untuk makan
menikmati hidangan bersama para tamu undangan lainnya. Namun
beliau menjawab :
) ﻲِ￿ﺪِﺟَ ﺄَ ﻓ ،ﻲِﻣﻮَ ﻗ ِﺽﺭَ ﺄِﺑ ﻦُ ﻜﻳ ﻢَ ﻟ ﻦِﻜَ ﻟﻭ ،َ ﻻ ﻪَ ﻓﺎﻋَ ﺍ ( َ ﻝﺎَ ﻗ : ﺪِﻟﺎﺧ : ﺎَ ﻓ ﻪُ ﺘْ ﻠَ ﻛَ ﺄَ ﻓ ،ﻪُ ﺗﺭﺮَ ﺘﺟ
ِ.ﺍ ُ ﻝﻮﺳﺭﻭ j ُ ﻈﻨﻳ ﻲَ ﻟِﺍ ﺮ ) ﻪﻴﻠﻋ ﻖﻔﺘﻣ (
“Tidak berhubung binatang itu tidak terdapat dikampung kaumku,
aku jijik padanya. Kata khalid ; ‘segera aku memotong dan
memakannya, sedangkan Rasulallah SAW, melihat padaku” (HR.
Bukhari Muslim).
Tindakan khalid dan para sahabat yang menikmati daging biawak
tersebut disaksikan oleh nabi, dan nabi tidak menyanggahnya atau
melarangnya. Keengganan beliau tidak memakan hanya karena jijik.

b. Contoh tentang dalam masalah ijtihad waktu shalat
Al-Qur’an Hadits MA X Semester 2 13
ﺍ ِﺏﻭﺮُ ﻏ ﺪﻌﺑ ِﻦﻴَ ﺘﻌْ ﻛﺭ ﻰّ ِﻠﺼُ ￿ ﺎﻨُ ﻛ ِ.ﺍ ُ ﻝﻮﺳﺭ ﻥﺎَ ﻛﻭ ِﺲﻤﺸﻟ j ﻢَ ﻟﻭ ﺎَ ￿ﺮﻣْ ﺄﻳ ﻢَ ﻟﻭ ﺎَ ￿ﺍﺮﻳ
ﺎﻨﻬﻨﻳ ) . ﻢﻠﺴﻣ ﻩﺍﻭﺭ (
“Adalah kami (para sahabat) melakukan shalat dua rakaat sesudah
terbenam matahari (sebelum shalat maghrib), Rasulullah SAW
melihat apa yang kami lakukan diam tidak menyuruh dan tidak pula
melarang kami”. (H.R. Muslim)

c. Hadits tentang tayamum
َ ﻝﺎَ ﻗ ﻱِﺭﺪُ ﳋْ ﺍ ٍﺪﻴِﻌﺳ ﻲِﺑَ ﺍ ﻦﻋ : ِﻥﻼﺟﺭ ﺝﺮﺧ ﺓﻼﺼﻟﺍ ِﺕﺮَ ﻀﺤَ ﻓ ٍﺮَ ﻔﺳ ﻰِﻓ
ﺀﺂﻣ ﺎﻤﻬﻌﻣ ﺲﻴَ ﻟﻭ َ ﳌْ ﺍ ﺪﺟﻭ ﻢُ ﺛ ﺎﻴﱠ ﻠﺼَ ﻓ ﺎ´ﺒﻴَ ﻃ ﺍ´ﺪﻴِﻌﺻ ﺎﻤﻤﻴَ ﺘَ ﻓ ﺀﺂ ِﺖْ ﻗﻮﻟْ ﺍ ﻰِﻓ
ﺓﻼﺼﻟﺍ ﺎﻤﻫﺪﺣَ ﺍ ﺎﻫﺩﺎﻋَ ﺄَ ﻓ ﻢَ ﻟﻭ ﺀﻮُ ﺿﻮﻟْ ﺍﻭ ِ.ﺍ َ ﻝﻮﺳﺭ ﺎﻴَ ﺗَ ﺍ ﻢُ ﺛ ﺮﺧَ ﻷْ ﺍ ِﺪِﻌﻳ
j َ ﺔﻨﺴﻟﺍ ﺖﺒﺻَ ﺍ ﺪِﻌﻳ ﻢَ ﻟ ﻱِﺬﱠ ﻠِﻟ َ ﻝﺎَ ﻘَ ﻓ ﻪَ ﻟ ﻚِﻟﺍَ ﺫ ﺍﺮَ ﻛَ ﺬَ ﻓ ﻚْ ﺗَ ﺃﺰﺟَ ﺍﻭ ﻚُ ﺗﻼﺻ
ﺩﺎﻋَ ﺍﻭ َ ﺄﱠ ﺿﻮَ ﺗ ﻯِﺬﱠ ﻠِﻟ َ ﻝﺎَ ﻗﻭ ﻚَ ﻟ ِﻦﻴَ ﺗﺮﻣ ﺮﺟَ ﻷْ ﺍ } ﺩﻭﺍﺩ ﻮﺑﺍ ﻩﺍﻭ {
“Dari Abu Said al-Khudri berkata : ‘dua orang lelaki pergi
melakukan perjalanan. Ketika sampai waktu shalat, keduanya tidak
mendapatkan air, maka mereka berdua bertayamum dengan
menggunakan debu yang suci kemudian keduanya mendirikan
shalat. Setelah itu mereka menemukan air, salah seorang di antara
keduanya berwudlu dan mengulangi shalatnya, sedang yang lain
tidak mengulanginya. Keduanya datang menghadap Rasulullah
SAW., lalu menceritakan hal tersebut. Kepada yang tidak
mengulang Rasulullah bersabda ; ‘Engkau telah mengerjakannya
menurut sunnah, dan shalatmu cukup (sah)’. Kepada yang lainnya,
beliau bersabda ; ‘Engkau mendapatkan pahala dua kali”, (HR.
Abu Daud : 286).

Hadits di atas dikategorikan sebagai hadits atau sunnah
taqririyah karena mengandung ketetapan nabi terhadap perbuatan
yang dilakukan sahabat, dapat juga disebut dengan sunnah qauliyah
Al-Qur’an Hadits MA X Semester 2 14
karena nabi bersabda (berkata) dalam mengutarakan ketetapannya.
Untuk mengkompromikan sunnah tersebut disebut dengan sunnah
taqrir qauliyah.

d. Contoh lain sunnah taqririyah adalah diamnya nabi terhadap wanita
yang keluar rumah, berjalan di jalanan, pergi ke masjid, dan
mendengarkan ceramah yang memang diundang untuk kepentingan
suatu pertemuan.

4. Sunah Hammiyah (  ﻨ ﺳ ﺔ ْ ﺔ ﻴ ﻤ ﻫ )
Diantara salah satu unsur dalam pengertian Sunnah adalah sifat,
keadaan dan termasuk pula hasrat (Himmah) Rasulullah SAW. Dalam
hal ini disebutnya “Sunnah Hammiyyah”. Sunnah Hammiyah ini antara
lain mencakup :
a. Hasrat keinginan beliau untuk melakukan sesuatu, tetapi belum
sampai terealisasi. Contohnya pernyataan Rasulullah SAW untuk
melaksanakan puasa tanggal 9 Asy-Syura’. Namun sebelum
waktunya tiba, beliau dipanggil Allah SWT (wafat).
ِ.ﺍ ُ ﻝﻮﺳﺭ ﻡﺎﺻ ﺎﻤَ ﻟ j ﺮﻣَ ﺍﻭ ﺀﺍﺭﻮﺷﺎﻋ ﻡﻮﻳ ِﺼِﺑ ﺍﻮُ ﻟﺎَ ﻗ ِﻪِﻣﺎﻴ : َ ﻝﻮﺳﺭ ﺎﻳ ِ.ﺍ ،
ﻌﻳ ﻡﻮﻳ ﻪﱠ ￿ِﺍ َ ﻝﺎَ ﻘَ ﻓ ﻯﺭﺎﺼﻨﻟﺍ ﻭ ﺩﻮﻬﻴْ ﻟﺍ ﻪﻤّ ِﻈ : ُ .ﺍ ﺀﺎﺷ ﻥِﺍ ِﻞِﺒْ ﻘﻤْ ﻟﺍ ﻡﺎﻋ ﻥﺎَ ﻛ ﺍَ ﺫِﺎَ ﻓ
ﻊِﺳﺎﱠ ﺘﻟﺍ ﻡﻮﻴْ ﻟﺍ ﺎﻨﻤﺻ ) . ﺩﻭﺍﺩ ﻮﺑﺍﻭ ﻢﻠﺴﻣ ﻩﺍﻭﺭ .(
“Di waktu Rasulullah SAW berpuasa pada hari Asy-Syura’, dan
memerintahkan supaya dipuasai, para sahabat bertanya : “Ya
Rasulullah, hari ini adalah hari yang diagungkan oleh orang
Yahudi dan Nasrani”. Rasulullah SAW menjawab : “Kalau
demikian, tahun depan insya Allah, aku akan berpuasa (pula) pada
tanggal sembilannya”. (HR. Muslim dan Abu Daud).
b. Hadits yang menjelaskan tentang sifat dan keadaan jasmaniyah
Rasulullah adalah: dari Sahabat Anas, dikatakannya :
ِ.ﺍ ُ ﻝﻮﺳﺭ ﻥﺎَ ﻛ j ´ﻬﺟﻭ ِﺱﺎﻨﻟﺍ ﻦﺴﺣَ ﺍ َ ﻻﻭ ِﻞﻳﻮﱠ ﻄﻟﺎﺑ ﺲﻴَ ﻟ ﺎً ﻘْ ﻠﺧ ﻢﻬﻨﺴﺣَ ﺍﻭ ﺎ
ِﺮﻴِﺼَ ﻘْ ﻟﺍَ ﺎﺑ ) . ﻪﻴﻠﻋ ﻖﻔﺘﻣ (
Al-Qur’an Hadits MA X Semester 2 15
“Rasulullah SAW itu manusia yang paling baik paras mukanya dan
postur tubuhnya. Beliau tidak tinggi dan tidak pula pendek”. (HR.
Bukhari Muslim).

c. Silsilah-silsilah, nama-nama, dan tahun kelahiran yang telah
ditetapkan oleh para sahabat dan ahli tarikh. Contoh yang
dikatakan Qais bin Mahramah ra. Sebagai berikut :
ﺪِﻟﻭ ﺕ ِ.ﺍ ُ ﻝﻮﺳﺭﻭ ﺎَ ￿َ ﺍ j ِﻞﻴَ ﻔْ ﻟﺍ ﻡﺎﻋ . ) ﻯﺬﻣﱰﻟﺍ ﻩﺍﻭﺭ ( .
“Aku dan rasulullah SAW dilahirkan pada tahun Gajah”. (HR.
Tirmidzi).

IKHTISAR
Dari penjelasan pengertian hadits, sunnah, khabar dan atsar tersebut di
atas dapat disimpulkan bahwa ada dua pandangan dikalangan para ulama,
yaitu :
1. Sebagian ulama berpendapat bahwa hadits, sunnah, khabar dan atsar adalah
Murodif (Sinonim), sama artinya. Maka istilah Khabar Mutawatir dipakai
juga untuk Hadits Mutawatir, Haditsun Nabawy untuk Sunnatun Nabawy
dan Ahli Hadits maupun Ahli Khabar juga disebut Ahli Atsar.
2. Sebagian ulama membedakan hadits, sunnah, khabar dan atsar. Secara garis
besar hadits bersifat terbatas kepada Nabi SAW sedang sunnah, khabar dan
atsar lebih umum.
3. Adapun perbedaan Al-Qur’an, Hadits Qudsi dan hadits nabawi dapat dilihat
dari perbedaan bahasa dan makna, Perbedaan dari segi periwayatan,
Perbedaan dari segi kemukjizatannya, Perbedaan dari segi nilai
membacanya
4. Sunnah dibagi menjadi empat macam ; sunnah qauliyah, sunnah fi’liyah,
sunnah taqririyah, dan sunnah hammiyah.
5. Sunnah qauliyah berupa perkataan (sabda) beliau dalam berbagai bidang,
seperti bidang hukum (syariat), akhlak, akidah, pendidikan, dan sebagainya.
Sunnah fi’liyah berupa perilaku beliau, dapat berupa penjelasan praktis
terhadap peraturan-peraturan syariat yang belum jelas cara pelaksanaannya.
seperti cara beliau shalat, puasa, haji dan lain-lain, sunnah taqririyah
keadaan beliau mendiamkan, tidak mengadakan sanggahan atau
menyalahkan, atau menyetujui apa yang dilakukan atau apa yang diucapkan
sahabat didepan beliau. Atau sunnah taqririyah berupa ketetapan Nabi
Muhammad SAW., terhadap apa yang datang atau dilakukan para
sahabatnya
Al-Qur’an Hadits MA X Semester 2 16
6. Sunnah Hammiyah berupa sifat, keadaan dan termasuk pula hasrat
(Himmah) Rasulullah SAW.

LATIHAN SOAL-SOAL
A. Berilah tanda silang (x) pada huruf a, b, c, d, atau e di depan jawaban
yang
1. Berikut ini pengertian hadits menurut bahasa, kecuali ….
a. Dekat d. Berita
b. Baru e. Informasi
c. Bacaan
2. ﻡﻼﺳﻻﺍ ﻰﻓ ﺪﻌﻟﺍ ﺚﻳﺪﺣ pengertian hadits dalam kalimat tersebut berarti ….
a. Lama d. Berita
b. Baru e. Peristiwa
c. Dekat
3. Menurut mayoritas ulama, pengertian hadits dalam pengertian luas,
disandarkan kepada ….
a. Nabi saja d. Sahabat, tabi’in dan ulama
b. Shahabat dan ulama e. Orang Islam secara umum
c. Nabi, sahabat dan tabi’in
4. Unsur-unsur yang termasuk dalam pengertian hadits adalah ….
a. Perbuatan dan perkataan Nabi SAW
b. Perbuatan, perkataan dan pernyataan Nabi
c. Perkataan, perbuatan, pernyataan Nabi dan pertanyaan sahabat
d. Perkataan, Perbuatan, pernyataan, ketetapan dan sifat-sifat atau
keadaan Nabi SAW
e. Perbuatan, pertanyaan, perkataan, tingkah laku, keseharian Nabi
SAW
5. ّ ِﻴﺳ ﻡَ ﺍ ﺖ￿ﺎﻛ ﺔﻨﺴﺣ ﺓﺩﺎﺘﻌﳌﺍ ﺔﻘﻳﺮﻄﻟﺍ ً ﺔَ ﺌ adalah definisi menurut bahasa dari ….
a. Hadits d. Sunnah
b. Qadim e. Hadits Mauquf
c. Khabar
6. Ulama yang membatasi pengertian sunnah hanya yang terkait dengan
masalah hukum saja adalah golongan ulama ….
a. Ahli fiqih d. Ahli Nahwu
b. Ushul fiqih e. Ahli Dakwah
c. Muhaditsin
7. Yang tidak termasuk dalam kelompok pembagian sunnah dipandang dari
sudut unsur-unsur pengertiannya adalah ….
a. Sunnah Qauliyah d. Sunnah Hammiyah
Al-Qur’an Hadits MA X Semester 2 17
b. Sunnah Taqririyah e. Sunnah Fi’liyah
c. Sunnah Mu’akkadah
8. ﺎﻛ ﻦﻣﺆﻤﻠﻟ ﻦﻣﺆﳌﺍ ﺎﻀﻌﺑ ﻪﻀﻌﺑ ﺪﺸﻳ ﻥﺎﻴﻨﺒﻟ Hadits tersebut bisa dijadikan contoh dari ….
a. Sunnah Qauliyah d. Hammiyah
b. Fi’liyah e. Mu’akkadah
c. Taqririyah
9. Yang menjadi contoh Sunnah Hammiyah adalah ….
a. Nabi melarang makan bangkai
b. Rencana Nabi puasa tanggal 9 Asy-Syura
c. Nabi adalah manusia yang paling sempurna
d. Nabi mendiamkan sahabat yang memakan “Dhab”
e. ﺕﺎﻴﻨﻟﺎﺑ ﻝﺎﻤﻋﻻﺍ ﺎﳕﺍ
10. Khabar itu lebih umum daripada hadits, sebab ….
a. Khabar datangnya dari Nabi dan lainnya
b. Khabar datang dari Nabi
c. Hadits bersifat umum
d. Hadits juga datang dari sahabat
e. Khabar sama dengan Sunnah
11. Sahabat Ali berkata : “Meletakkan tangan di bawah pusar ketika shalat itu
sunah”. Pernyataan itu bisa dijadikan contoh ….
a. Hadits d. Sunnah
b. Khabar e. Hadtis Qudsy
c. Atsar
12. Yang dimaksud “Do’a Ma’tsur” adalah do’a yang ….
a. Banyak dibaca ulama d. Dinukil dari Nabi SAW
b. Diterima oleh umum e. Wajib dibaca ketika
shalat
c. Disusun berdasarkan bab
13. Hadits Qudsi disebut pula ….
a. Hadits Nabi d. Atsar
b. Hadits Rabbani e. Khabar
c. Sunnah Nabi
14. Diantara ciri-ciri hadits Qudsi adalah ….
a. Diriwayatkan oleh Bukhari
b. Diriwayatkan oleh Bukhari - Muslim
c. Terdapat kata-kata yang menyandarkan kepada Allah
d. Langsung diriwayatkan Nabi
e. Diterima oleh Nabi dan disampaikan kepada sahabat
15. Diantara perbedaan Hadits Qudsi dengan Al-Qur’an adalah ….
a. Semua ayat Al-Qur’an mu’jizat dan mutawatir
Al-Qur’an Hadits MA X Semester 2 18
b. Al-Qur’an diturunkan melalui Nabi
c. Hadits Qudsi yang membawanya harus wudlu
d. Hadits Qudsi susunan redaksinya dari Allah SWT
e. Hadits Qudsi harus diikuti.

B. Jawablah Pertanyaan-Pertanyaan di bawah ini dengan jelas dan
Sempurna !
1. Jelaskan makna hadits secara etimologi!
2. Jelaskan pengertian hadits menurut ahli hadits!
3. Jelaskan pengertian sunnah menurut ulama fiqih!
4. Jelaskan perbedaan Hadits, Sunnah, Khabar dan Atsar!
5. Jelaskan pengertian hadits Qudsi dan berikan contohnya!
6. Jelaskan perbedaan al-Qur’an, Hadits Qudsi, dan Hadits Nabawi!
7. Tuliskan masing-masing satu buah hadits qauliyah, fi’liyah,
taqririyah, dan hammiyah!


KATA-KATA MUTIARA
ﻮُ ￿ ُ ﻞْ ﻘﻌْ ﻟَ ﺍ ِﻞِﻃﺎﺒﻟْ ﺍﻭ ﻖَ ﳊْ ﺍ ﻦﻴﺑ ُ ﻕﺮَ ﻔﻳ ِﺐْ ﻠَ ﻘﻟْ ﺍ ﻰِﻓ ﺭ
“Akal itu Cahaya dalam hati ia dapat membedakan antara yang hak dan bathil”


GALERI SENI ISLAMI


hadits mempunyai empat istilah yaitu hadits. SUNNAH. pernyataan. pernyataan (taqrir) dan sebagainya”. A. Pengertian hadits di atas mengandung empat unsur. Hadits mempunyai banyak istilah antara lain hadits iru sendir. ATSAR. khabar. perbuatan. KHABAR. dekat ( ‫ . ٌ ‫ﺭﻭﺍﻳ‬ atau informasi yang disampaikan oleh seseorang kepada orang lain.‫ﺎ‬ ￿َ‫ﺍ َﺍ‬‫ َﺗﻘ‬‫ َﺍ‬ ِ‫ﻻ َﺍ‬‫ ﻗ‬j  ِ‫ِﻠ‬ ِ ‫ﺎ ُﺍ‬ ‫ﻣ ﺿﻴﻒ ﻟ ﻨﺒﻲ َﻮ ً ﻭﻓﻌﻼ ﻭ ْ ِﻳﺮ ﻭ ﺤﻮﻫ‬ ‫ﺮ‬ “Sesuatu yang disandarkan kepada Nabi Muhammad SAW. Pengertian hadits yang terbatas adalah : . DAN HADITS QUDSI Sebelum memasuki pembahasan tentang ilmu hadits. Nabi Muhammad SAW yang lain. yang kesemuanya hanya disandarkan 2 Al-Qur’an Hadits MA X Semester 2 . yakni perkataan. kita sebaiknya mengetahui istilah-istilah yang sering digunakan dan merupakan kunci utama dalam mempelajari hadits. dan sifat-sifat atau keadaan. kata hadits (‫ )ﺍﳊﺪﻳﺚ‬mempunyai beberapa arti. 1.BAB VII : ISTILAH-ISTILAH HADITS Hadits merupakan sumber hukum Islam yang kedua setelah al-Qur’an. maka hendaklah kamu menyebut. yaitu pengertian hadits yang luas dan pengertian hadits yang terbatas. perkataan/ucapan. pengertian hadits dibagi menjadi dua. Dalam Al-Qur’an disebutkan. yaitu : .)ﻗ‬lawannya adalah al-qadim ‫ﺟ ِﻳﺪ‬ ‫ﺪ‬ ‫َ ِﻳﺐ‬ ‫ﺮ‬ (lama). perbuatan. atsar. Seperti : “Orang yang baru masuk Islam = ‫ﺣ ِﻳﺚ ﻌﻬﺪ ﻓ ﻹﺳﻼﻡ‬ ِ  ِ ‫ ِ ِﻰ ْﺍ‬‫ ْﺍﻟ‬   ‫ﺪ‬ dan khabar atau berita (‫ﺔ‬ِ ). sunnah. Menurut pengertian ahli hadits.Sesuatu yang baru (   ). artinya warta berita. PENGERTIAN HADITS. dan hadits qudsi. khabar. sunnah. dan atsar. “Dan terhadap nikmat Tuhanmu. Artinya bahwa sesuatu itu menunjukan pada waktu yang singkat/dekat.= nyebutnya (dengan bersyukur)”. ‫ﻭ ﻣ ﺑﻨﻌﻤﺖ ﺭّﺑﻚ َﺤﺪﺙ‬  ِ  ‫ ﻓ‬ ِ ِ ِِ‫ﺎ‬‫َﺍ‬ ّ Sedangkan dari segi istilah hadits mempunyai beberapa pengertian sebagai berikut : a. Hadits Menurut bahasa (etimologi). baik berupa perkataan.

baik itu hal yang terpuji maupun tercela. seperti masalah kebiasaan sehar-hari atau adat istiadat. Menurut ahli usuhul hadits adalah . hadits mauquf (hadits yang disandarkan kepada sahabat).. 2. antaralain QS. sehingga andai mereka memasuki sarang dhab (biawak). ‫ْﻠُﺘ‬  ‫َﻟ‬ ‫ﻩ‬‫ﺪﺧ ﻤ‬ ‫ﻮ‬ “Sungguh kamu akan mengikuti sunnah atau jalan orang-orang sebelum kamu. merupakan masdar dari kata ‫ﺔ‬ –  –  ً ‫ﺳﻦ ﻳﺴﻦ ﺳﻨ‬ yang berarti cara. kata sunnah mengacu arti ketetapan atau hukum Allah. Sunnah Sunnah menurut bahasa (etimologi). hadits tidak hanya disandarkan kepada Nabi Muhammad SAW.kepada beliau. niscaya kmau akan mengikutinya”. atau ketetapan. Al-Isra’ ayat 177 sebagai berikut : 3 Al-Qur’an Hadits MA X Semester 2 . sejengkal demi sejengkal. sehingga dalam hadits ada istilah hadits marfu’ (hadits yang disandarkan kepada Nabi SAW). Sementara menurut pengertian yang luas. Hal tersebut dapat dijumpai dalam beberapa ayat. tidak termasuk hadits sesuatu yang tidak bersangkut paut dengan hukum. dan maqtu’ (yang disandarkan kepada tabi’in). Menurut ahli ushul. perbuatan. b. dan ketetapan nabi yang bersangkut paut dengan hukum” Menurut mereka. Dalam al-Qur’an. tetapi juga mencakup perkataan. baik atau pun buruk. sehasta demi sehasta. jalan yang ditempuh. ‫ﺎ‬ِ‫ﻜ‬ ِ ِ ‫ﱠﻠ‬‫َﺘ‬‫ﺎ‬ِ  ‫َﺗﻘَﺎ‬ ‫ﺎُﻟ‬‫َﺍﻓ‬j ‫ﺍُﻟ‬‫َﺃﻗ‬ ‫ﻩ ﻣﻤ ﻳ ﻌ ﻖ ﺑﻪ ﺣ ْﻢ ﺑﻨ‬‫ْﻮ ﻪ ﻭ ْﻌ ﻪ ﻭ ِﻳ‬ ‫ﺭﺮ‬ “Segala perkataan. atau taqrir yang disandarkan kepada para sahabat atau tabi’in. perbuatan. yang dimaksud dengan ahli ushul disini adalah ahli hukum Islam (ahli ushul fiqih) dan ushul hadits. tradisi atau adat kebiasaan. tidak termasuk hal-hal yang disandarkan kepada para sahabat dan tidak pula tabi’in. Arti semacam itu berdasarkan hadits berikut : ‫ﺒﻌﻦ ﺳﻨﻦ ﻣﻦ َﺒﻠ ُﻢ ﺷﺒﺮ ﺑﺸﺒﺮ ﻭﺫﺭ ﻋ ﺑﺬﺭ ﻉ ﺣﺘ ﻮ ﺩﺧ ﻮ ﺣﺠﺮ ﱠﺐ‬  ‫ ﺍﻟﻀ‬  ‫ﺍ‬‫ُﻠ‬  ‫ﱠﻰَﻟ‬ ٍ ‫ﺍ‬ِ ِ‫ﺎ‬‫ﺍ‬ِ  ٍ ِ ِ‫ﺍ‬ِ ‫ِﻜ‬‫ ﻗ‬    ِ‫َﻟَﺘﱠﺘ‬ .

sunnah didefinisikan sebagai berikut : 4 Al-Qur’an Hadits MA X Semester 2 . perbuatan. memandang diri Nabi Muhammad sebagai uswah hasanah atau suri tauladan. Ulama yang mendefinisikan sunnah seperti itu. maupun berupa taqrir (ketetapan). menegaskan bahwa sunnah dalam pengertian di atas ini adalah murodif (sinonim) dengan kata hadits. Mayoritas ulama hadits (Muhadditsin). budi pekerti. tabiat. Maka inilah yang dimaksud dengan kata “sunnah” dalam sabda Nabi SAW berikut : .(QS. Dari pengertian tersebut diketahui bahwa sunnah lebih luas daripada hadits. perjalanan hidup. bukan semata-mata sebagai sumber hukum. Sedangkan menurut istilah ahli hadits ialah . dan Sunnah Nabi-Nya. perbuatan. ‫ُ ﱡ ﻣ ﺛﺮ ﻋﻦ ﻨﺒﻲ ﻣﻦ َﻮﻝ ﻭ ﻓﻌﻞ ﻭ ْ ِﻳﺮ ﻭﺻ َﺔ ﺧ ﻘﻴﺔ ﻭ ﺳﻴﺮﺓ‬ ٍِ ‫ ٍ َﺍ‬ِ ‫ْﻠ‬ ٍ ‫ ِﻔ‬‫ ٍ َﺍ‬‫ َﺗﻘ‬‫ ٍ َﺍ‬ِ ‫ ٍ َﺍ‬‫ ﻗ‬ ِ j  ِ‫ ِ ﺍﻟ‬ ِ‫ﺎ ُﺍ‬‫ﻛﻞ‬ ‫ﺮ‬ .∩∠∠∪ ¸ξƒÈθøtrB $oΨÏK¨ΨÝ¡Ï9 ‰ÅgrB Ÿωuρ ( $oΨÎ=ß™•‘ ⎯ÏΒ šn=ö6s% $uΖù=y™ö‘r& ô‰s% ⎯tΒ sπ¨Ζß™ ß Artinya : (Kami menetapkan yang demikian) sebagai suatu ketetapan terhadap rasul-rasul kami yang kami utus sebelum kamu dan tidak akan kamu dapati perobahan bagi ketetapan kami itu.ِ ِ￿َ‫ﺔ‬  ِ ‫ ﺍ‬ ‫ﺎ ِﺘَﺎ‬ِِ‫ﻜُﺘ‬ ‫ َﺗ‬ِ‫ﺎ‬‫ﺍ‬‫ َﺗ ِﱡﻠ‬ ‫ َِﻟ‬‫ َﺍ‬‫ﻜ‬ِ  ‫ﻛ‬‫َﺗ‬ ‫ ﻭﺳﻨ َ ﺒﻴﻪ‬ ‫ﻳﻦ ﻦ ﻀ ﻮ ﻣ ﺍﻥ ﻤﺴ ْ ﻢ ﺑﻬﻤ ﻛ ﺏ‬‫ﺮ ْﺖ ﻓﻴ ُﻢ ﻣ‬ ‫ﺮ‬ “Aku tinggalkan untukmu dua perkara. baik sebelum maupun sesudah diangkat menjadi Nabi dan Rasul. kamu tidak akan sesat selama kamu berpegang pada keduanya. Sunnah meliputi segala yang datang dari Nabi Muhammad SAW. baik berupa perkataan. yaitu Kitab Allah (al-Qur’an). baik yang terjadi sebelum Nabi Muhammad diutus menjadi rasul maupun sesudahnya”. qudwah (contoh atau teladan) yang paling sempurna. Menurut ahli ushul fiqih. ketetapan (taqrir). maupun sifat-sifat dan perilaku beliau. baik berupa perkataan. atau perjalanan hidup beliau. Al-Isra’ (17) : 77).‫ﺎ‬ ‫ﺜ ِ َﺍ‬ِ‫ﻞ ْﺍﻟ‬‫ ﻗ‬ ِ‫ ﺫﺍ‬‫ َﺍﻛَﺎ‬‫ﺍ‬ ‫ﺳﻮ ﺀ ﻥ َ ﻟﻚ َﺒ َ ﺒﻌ َﺔ ﻡ ﺑﻌﺪﻫ‬ “Segala yang dinukilkan / bersumber dari Nabi Muhammad SAW.

sebagaimana halnya orang yang meriwayatkan hadits disebut muhaddits. sebab akan mendapatkan pahalabila dikerjakan. Pendapat lain mengatakan bahwa khabar lebih umum daripada hadits. sahabat nabi. Kata khabar adalah bentuk tunggal dan jamaknya adalah akhbar. yang tidak ada hubungannya dengan hukum syara’ tidak dianggap sebagai sunnah.‫ َﺍﻥ‬ ‫ُﻠ‬ ‫ﺎ‬ِ ٍ ‫ َﺗﻘ‬‫ ٍ َﺍ‬ِ ‫ ٍ َﺍ‬‫ ﻗ‬ِ ِ ‫ﺁ‬‫ ْﺍﻟﻘ‬‫ ﻏ‬j ِ‫ ِ ﺍﻟ‬   ‫ﺎ‬‫ﻛﻞ‬  ‫َﻴﺮ ُﺮ ﻥ ﻣﻦ َﻮﻝ ﻭ ﻓﻌﻞ ﻭ ْ ِﻳﺮ ﻣﻤ ﻳﺼ ﺢ‬ ‫ﺮ‬ ‫ُ ﱡ ﻣ ﺻﺪﺭ ﻋﻦ ﻨﺒﻲ‬ . Khabar (‫)ﺧﺒﺮ‬   Dari segi bahasa khabar berarti warta atau berita. maupun dari tabiin”. maupun taqrirnya yang pantas untuk dijadikan dalil bagi penetapan hukum syara’ (hukum agama Islam). Dengan pengertian seperti ini. perbuatan. sedangkan hadits khusus dari yang diriwayatkan nabi saja. baik yang datang dari nabi. 5 Al-Qur’an Hadits MA X Semester 2 . sunnah berarti bukan wajib. Dengan demikian segala sifat. sejarah hidup Nabi SAW. Maka sunnah di sini berarti “sesuatu yang utamanya dikerjakan. selain alQur’an. Maksudnya warta berita yang disampaikan kepada seseorang kepada orang lain. perilaku. karena khabar mecakup segala hal yang diriwayatkan baik yang datang dari nabi maupun dari selain nabi. 3. Orang yang meriwayatkan atau menyampaikan suatu peristiwa sejarah disebut khabary atau akhbary. bukan makruh dan bukan pula mubah (masuk dalam hukum taklifi yang lima). tetapi tidak akan disiksa bila dilakukannya”. dalam istilah mereka. Ada juga ulama yang berpendapat bahwa khabar hanya dimaksudkan sebagai berita yang diterima dari selain Nabi Muhammad SAW. jumlah sunnah lebih sedikit jika dibandingkan dengan jumlah hadits. yang berkaitan dengan penetapan hukum syara’. Sinonim kata khabar adalah naba’ jamaknya adalah anba’. Definisi ahli ushul fiqih ini membatasi pengertian sunnah hanya pada sesuatu yang disandarkan atau bersumber dari Nabi Muhammad SAW. Menurut istilah ulama ahli hadits khabar adalah “segala bentuk berita. bukan haram. baik berupa perkataan.‫ ِﻲ‬ ٍ ‫ﻜ‬ ِ  ِ ‫ﻜ‬ ‫ﻳ ُﻮﻥ ﺩﻟﻴﻼ ﻟﺤ ْﻢ ﺷﺮﻋ ﱟ‬ “Segala sesuatu yang bersumber dari Nabi Muhammad SAW. Sedangkan sunnah menurut Fuqoha (ahli fiqih).

Al-Baihaqi). hendaklah imam bertakbir pada Hari Raya Fitri dan Hari Raya Adha sebanyak sembilan kali ketika duduk di atas mimbar sebelum berkhutbah. dan tabi’in (maqtu’). Ubaidilah Ibn Abdillah ibn Utbah ibn Mas’ud : ‫ﻞ‬‫ ِ ﻗ‬ِ ‫ ﺍْﻟ‬ ‫ﻠ‬  ِ  ِ ‫ﻰ‬ ‫ ْﺍﻻﺿ‬ ِ ‫ ﺍْﻟ ِﻄ‬‫ﺎ‬ِ ‫ ْﺍ‬ِ‫ﻜ‬‫ﺔ َﺍ‬ ‫َﺍﻟ‬ َ ‫ﺴﻨ ُ ﻥ ﻳ َﺒﺮ ﻻﻣ ﻡ ﻳﻮﻡ ﻔ ْﺮ ﻭﻳﻮﻡ َ ْﺤ ﺣﻴﻦ ﻳﺠﻠﺲ ﻋ ﻰ ﻤﻨﺒﺮ َﺒ‬ ّ . baik berupa perkataan atau perbuatan. tabi’in. Jadi. Oleh karena itu. bukan sebagai khabar. atsar secara istilah berarti sama dengan hadits. Namun sebagian lain berpendapat : . Contohnya perkataan tabi’in. dalam pandangan fuqoha’ perkataan Ubaidillah di atas dimasukkan ke dalam makna atsar. yaitu : ‫ﻣ ﺧﺒﺮ ُ ﺒﻴﻪ ﺑ ْﻹ ﻬ ﻡ ﻭ ﺑ ﻤﻨ ﻡ َ َﺧﺒﺮ ﻨﺒﻲ ﻣﻦ ﻟﻚ ﻤﻌﻨ ﺑﻌﺒ ﺭﺓ‬ ِ‫ﺎ‬ِ ِ ‫ﻰ‬‫ ﺍْﻟ‬ ِ‫ ﺫ‬ِ j  ِ‫ ﺍﻟ‬ ‫ﺎِ ﻓﺄ‬‫ﺎْﻟ‬‫ﺎِ َﺃ‬‫ ِﺎ ِْﻟ‬ِ￿َ ‫ﺍ ﺍ‬ ‫ﺎ َﺍ‬ . Atsar (‫)ﺍَﺛﺮ‬ َ Atsar menurut bahasa berarti “bekas atau dampak dari sesuatu”. yang kemudian Nabi menyampaikan makna dari ilham atau impian tersebut dengan ungkapan kata beliau sendiri.” (HR.” Para fuqoha memakai istilah “atsar” untuk perkataan-perkataan sahabat. apalagi sebagai hadits. )ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺒﻴﻬﻘﻰ‬ِ‫ َﺗﻜ‬ ِِ ‫ﺍْﻟﺨﻄ‬ ‫ُ ْﺒﺔ ﺗﺴﻊ ْﺒﻴﺮ ﺕ‬ “Menurut sunnah. 5. Hal tersebut disebabkan Ubaidillah adalah seorang Tabi’in. ahli hadits juga dinamakan dengan atsary.4. sisa dari sesuatu.ٍ ‫ﺎ‬‫ َﺍﻓ‬‫ﺍ ٍ َﺍ‬‫ َﺍﻗ‬ ِ ‫ﻦ‬ِ ِ‫ﺍﻟﱠﺎ‬ ِ ‫ﺤ‬ ‫ ﺍﻟ‬ ِ  ِ ‫ﺎ ُﺍ‬ ‫ ﻣﻦ ْﻮ ﻝ ﻭ ْﻌ ﻝ‬ ‫ﺎﺑﺔ ﻭ ﺘ ﺑﻌﻴ‬ ‫ﻣ ﺿﻴﻒ ﺍﱃ ﺼ‬ “Sesuatu yang disandarkan kepada para sahabat (mauquf).(‫ﺍ ٍ. atau sesuatu yang diambil atau dinukil. Menurut mayoritas (jumhur ulama). Hadits Qudsi (‫ﻗﺪ ِﻲ‬ ‫ﺳ‬ ُ ‫ﺚ‬ِ ‫)ﺣ‬ ‫ﺪﻳ‬ Hadits Qudsi disebut juga hadits Rabbani atau Illahi. dan ulama salaf.ِ ِ ‫ﻔ‬￿َ ‫ْﺴﻪ‬ “Sesuatu yang dikabarkan Allah Ta’ala kepada Nabi-Nya dengan melalui ilham atau impian.” 6 Al-Qur’an Hadits MA X Semester 2 .

yaitu sahabat. Aku telah jadikan perbuatan dhalim itu terlarang antara kamu sekalian.. }ﻭﺍﻩ ﻣﺴﻠﻢ‬‫ َﺗﻈﺎَﻟ‬ ‫ﺎ. Ahmad Asy-Syarbashy. hanya kurang lebih seratus hadits. Karena itu janganlah kamu saling dhalim-mendhalimi.. Kitab yang menghimpun Hadits Qudsi seperti : “AlKalimuth Thayyib” karya Ibnu Taimiyah dan “Adabul Ahaditsul Qudsiyah” cetakan pertama tahun 1969 M di Kairo karya Dr. (HR. bahwa Allah telah berfirman : “Wahai hamba-Ku ! Aku telah mengharamkan dhalim terhadap diri-Ku sendiri. ﻓ‬ ‫ﻜ‬ “Dari Abu Dzarr bin Junadah RA. dan seterusnya”. َﺍﱠــ‬ ‫ـــﺎ‬‫َﺗ‬ ￿‫ﱢ‬ ‫ﺑﻴﻨ ُﻢ ﻣﺤﺮﻣ َﻼ َ ﻤﻮ‬ {‫ﺍ . • Biasanya Hadits Qudsi ciri-cirinya menggunakan kalimat : (Allah berfirman) ‫َ ُ ﺒ ﺭ َﻭﻌ ﱃ‬  ‫ﺎ‬‫َﺗ‬ ‫ﻙ‬‫ﺎ‬‫ َﺗ‬‫ ﻗَﺎﻝ ﺍ‬j  ِ‫ﻗَﺎﻝ ﺍﻟ‬ ‫َ ﻨﺒﻲ‬ • (Pada apa yan diriwayatkan dari Allah) ‫ﺎﱃ‬‫َﺗ‬ ‫ﻙ‬‫ﺎ‬‫ ِ ﺍ ِ َﺗ‬ ِ ‫ﺎ‬ِ j  ِ‫ﻗَﺎﻝ ﺍﻟ‬  ‫ ﺒ ﺭ َ ﻭ ﻌ‬ ‫ﻓﻴﻤ ﻳﺮ ِﻳﻪ ﻋﻦ‬ ‫ﻭ‬ ‫َ ﻨﺒﻲ‬ • Lafaz-lafaz yang semakna dengan apa yang tersebut di atas. Contoh hadits Qudsi : ‫ﻙ‬‫ــﺎ‬‫ ـ ِ ﺍ ِ َﺗ‬ ِ ‫ ـ‬‫ــﺎ‬ِj ِ ‫ِ ـ‬‫ ـ ِ ﺍﻟ‬  ‫ــﺎ‬ ِ ‫ ـ‬  ‫ ـ‬ ‫ َﺍِــﻰ ﺫﺭ‬ ‫ ـ‬ َ ‫ ﺒ ﺭ‬ ‫ﺓ ﻋ ﻦ ﻨﺒ ﻰ ﻓﻴﻤ ﻳﺮﻭﻳ ﻪ ﻋ ﻦ‬ ‫ﻋ ﻦ ﺑ َ ٍ ﺟﻨ ﺪﺏ ﺑ ﻦ ﺟﻨ‬ ِ ّ ‫ﺩ‬ ‫ﱟ‬ ‫ ﻪ َ ﻳ ﻋﺒ ﺩﻯ ِ ﻰ ﺣﺮﻣ ﺖ ﱡﻠ ﻢ ﻋ ﻰ ﻔ ﺴ ﻭﺟﻌ ﻪ‬￿ ‫ﻭ ﻌ ﱃ‬ ‫ْﻠﺘُــ‬  ‫ ْــ ِﻰ‬￿َ ‫ﻠــ‬ ‫ ﺍﻟﻈْــ‬ ‫ــ‬ ِ ‫ ﺍِــ‬ ِ ‫ـــﺎ‬ِ ‫ـــﺎ‬: ‫ ﻗَـــﺎﻝ‬‫. Dari Nabi SAW berdasarkan berita yang disampaikan Allah Tabaraka wa Ta’ala.Hadits Qudsi itu jumlahnya tidak banyak. setelah selesai penyebutan rawi yang menjadi sumber (pertama) nya. Muslim) 7 Al-Qur’an Hadits MA X Semester 2 .

Khabar.. dan atsar nabi.. khabar dan atsar adalah Murodif (Sinonim) atau sama artinya. taqrir. karena masuk di dalamnya semua riwayat yang 8 Al-Qur’an Hadits MA X Semester 2 . Sunnah ada segala yang dinukilkan dari Nabi Muhammad SAW. dan Atsar Sebagian ulama berpendapat bahwa hadits. SUNNAH. ‫ــ‬‫ َﺍ‬‫ـــﺎ َﺍ‬ِ‫ﺜﺎ‬‫ َﺍ‬ ‫ــ‬ ‫ ِ ﻓﻠَــ‬ ‫ــ‬ ‫ﺎْﻟ‬‫ـــﺎ‬  ‫ــ‬) : ‫ــﻞ‬  ‫ــ‬ ‫ﻝ ﺍ‬‫ﻘُــ‬: ‫ﻳ ﻮ ُ َ ﻋ ﺰ ﻭﺟ ﱠ ﻣ ﻦ ﺟ ﺀ ﺑ ﺤ ﺴﻨﺔ َ ﻪ ﻋ ﺸﺮ ﻣ َ ﻟﻬ ﻭ ﺯﻳ ﺪ‬ ْ ّ ّ ّ . sunnah lebih luas cakupannya daripada hadits. sunnah. dapat disebut dengan hadits. maka balasannya satu kejahatan yang sepadan atau bahkan Aku ampuni.(‫ﺍﳊﺪﻳﺚ( )ﺭﻭﺍﻩ ﻣﺴﻠﻢ‬ “Dari Abu Dzarr RA. dan seterusnya”. baik berupa perkataan.. ‫ َﺍﻏ ِـــ ـ‬‫ـــــﺎ َﺍ‬‫ـــ ـَِﺌﺔ ِﺜُﻠ‬ ٍ ‫ـــ ـَِﺌ‬ ‫ﺍ‬‫ـــ ـ‬ ‫َِﺌ ِ ﻓ‬ ‫ﺎﻟـــ ـ‬‫ـــــﺎ‬  ‫ـــ ـ‬ ‫ﻭﻣ ﻦ ﺟ ﺀ ﺑ ﺴﻴ ﺔ َﺠ ﺰ ﺀ ﺳ ﻴ ﺔ ﺳ ﻴ ٌ ﻣْ ﻬ ﻭ ْﻔ ﺮ‬ . Dengan demikian. Maka istilah Khabar Mutawatir dipakai juga untuk Hadits Mutawatir. khabar nabai. Ujarnya : Rasulullah SAW bersabda : Firman Allah ‘Azza wa Jalla : Siapa yang menjalankan kebaikan. 2. dan Atsar Menurut sebagian ulama. KHABAR DAN ATSAR 1.. perbuatan.. dapat juga dinisbahkan kepada sahabat dan tabi’in. Sunnah. selain itu titik berat sunnah adalah kebiasaan normatif Nabi Muhammad SAW. ia berhak menerima sepuluh kali lipat atau lebih. Adapun khabar yang berarti berita atau warta. dan perjalanan hidup nabi. PERSAMAAN SERTA PERBEDAAN HADITS. Sunnah. baik sebelum maupun sesudah menjadi nabi. segala yang bersumber atau datangnya dari Nabi Muhammad SAW. (Riwayat Muslim) B.‫ ﺻ ﻰ ُ ﻋ ﻴ ﻪ ﻭﺳ ﻢ‬ ُ ‫ﻋ ﻦ ﺑ َﺭ ﺭﺿ ﻰ ُ ﻋﻨ ﻪ َ َ َ َ ﺭﺳ ﻮ‬ ‫ ـّﻠ‬  ِ ‫ ـ‬‫َﻠ‬ ‫ ﺍ‬ ‫ــﻠ‬ ِ ‫ﻝ ﺍ‬‫ ـ‬  ‫ ﻗــﺎﻝ : ﻗــﺎﻝ‬‫ ـ‬ ‫ ﺍ‬ ‫ ِ ـ‬ ٍ ‫ َﺍِــﻰ ﺫ‬ ‫ ـ‬ . maupun pengajaran. Haditsun Nabawy untuk Sunnatun Nabawy dan Ahli Hadits maupun Ahli Khabar juga disebut Ahli Atsar. Dengan demikian khabar lebih umum daripada hadits. sedang siapa yang berbuat kejahatan. Khabar. selain dinisbahkan kepada Nabi Muhammad SAW. Persamaan Hadits. sifat. sunnah nabi. kelakuan. Perbedaan Hadits.

dan diamalkan. C. MACAM-MACAM SUNNAH Setelah memahami pengertian sunnah. namun isinya sedangkan bahasanya dari Nabi merupakan wahyu dari SAW. kita mengetahui bahwa sunnah berdasarkan unsur-unsur dari pengertian As-Sunah menurut ahli hadits tersebut. 3. yaitu Sunah qauliyah. baik orang yang membacanya itu mengerti maksudnya maupun tidak • Hadits qudsidan hadits nabawi dilarang dibaca ketika shalat dan membacanya tidak bernilai ibadah. • Al-Qur’an tidak boleh diriwayatkan dengan maknanya saja sebab sebab mengurangi kemukjizatannya • Hadits qudsi dan hadits nabawi boleh diriwayatkan dengan maksudnya saja. Hadits Qudsi. Allah melalui ilham. Perbedaan dari segi bahasa dan makna Hadits Nabawi adalah adalah sebagai berikut : hadits yang materinya • al-Qur’an diturunkan dengan bahasa murni dan langsung dari dan maknanya langsung dari Allah nabi.bukan dari Nabi Muhammad SAW. dan nilai membacanya. sunnah fi’liyah.. dan hadits nabawi dari segi bahasa dan makna. lebih sering digunakan untuk sebutan bagi perkataan sahabat Nabi Muhammad SAW. sedangkan Hadits SWT.. baik lafal maupun maknanya merupakan mu’jizat • Hadits qudsi dan hadits nabawi bukan merupakan mu’jizat 4. dihayati. maka Sunah dapat dibedakan menjadi empat macam. Perbedaan dari segi nilai membacanya adalah sebagai berikut : • Al-Qur’an diperintahkan untuk dibaca. kemukjizatan. PERHATIKAN! 1. periwayatan. • Hadits nabawi adalah bahasa dan atau mimpi maknanya dari nabi SAW 2. Perbedaan dari segi periwayatan adalah sebagai berikut . baik pada waktu shalat (surat al-Fatihah) maupun di luar shalat sebagai ibadah. Perbedaan Antara Alqur’an. Perbedaan dari segi kemukjizatannya adalah sebagai berikut : • Al-Qur’an. 9 Al-Qur’an Hadits MA X Semester 2 . sunnah taqririyah dan Sunnah Hammiyah. meskipun kadang-kadang dinisbahkan kepada beliau (nabi). atsar berarti nukilan. 3. Qudsi adalah hadits • Hadits qudsi adalah hadits yang yang diucapkan nabi maknanya dari Allah SWT.. Yang terpenting dalam hadits adalah penyampaian maksudnya.. hadits qudsi. Dan Hadits Nabawi Setelah memahami pengertian al-Qur’an pada semester satu.Yang terpenting dalam hadits adalah untuk dipahami.

1. kemudian ia hapal dan menyampaikannya kepada orang lain”. beliau bersabda : Orang mukmin dengan orang mukmin lainnya bagaikan sebuah bangunan. Contoh hadits nabi yang mengandung ajaran akhlak 10 Al-Qur’an Hadits MA X Semester 2 . pendidikan. akidah. dan Subhanallahil adzim”. seperti bidang hukum (syariat). dan sebagainya. )ﺭﻭﺍﻩ‬‫ﻀ‬  ِ ‫ﺎ‬‫ِ ِ ﻛﺎْﻟ‬‫ِْﻠ‬ ِ‫ َﺍْﻟ‬j  ِ‫ ِ ﺍﻟ‬ ‫ﻰ‬  ‫ َﺍِﻰ‬  ‫ﻤﺆﻣﻦ ﻟ ﻤﺆﻣﻦ َ ﺒﻨﻴ ﻥ ﻳﺸﺪ ﺑﻌ ُﻪ ﺑﻌﻀ‬ ‫ﻋﻦ ﺑ ﻣﻮﺳ ﻋﻦ ﻨﺒﻲ‬ . yaitu (ucapan). Hadits tentang doa Nabi Muhammad SAW. Hadits tentang persatuan orang beriman ‫ ًﺎ. Bukhori Muslim). kepada orang yang mendengar. c. dan menyampaikan ilmu ‫ًﺎ‬  ‫ﺎ‬ِ ِ  ‫ًﺃ‬ِ ‫ ﺍ‬‫ﻀ‬￿َ ‫ﻝ‬‫ﻘ‬j ِ ‫ﻝ ﺍ‬   ِ  ‫ ِ ﺛَﺎِ ٍ ﻗَﺎﻝ‬   ‫ ﻳ ُﻮ ُ ﱠﺮ ُ ﺍﻣﺮ ﺳﻤﻊ ﻣﻨ ﺣ ِﻳﺜ‬ َ ‫ﻋﻦ ﺯﻳ ِﺑﻦ ﺑﺖ َ ﺳﻤﻌﺖ ﺭﺳﻮ‬ ‫ﺪ‬ ‫َﺪ‬ ‫ﻩ‬‫ﺑ َﻪ َﻴ‬ ‫َﺤﻔ َﻪ‬ ‫ﺮ‬ ‫ﻭ‬ (‫ )ﺭﻭﺍﻩ ﺍﺑﻮ ﺩﺍﻭﺩ‬ ‫ ﻏ‬‫َﻠﻐ‬ ‫ ِﻈ‬ ‫ﻓ‬ “Dari Zaid bin Tsabit berkata : ‘Saya mendengar Rasulullah SAW.. Contoh sunnah qauliyah antara lain : a. “semoga Allah memberi kebaikan kepada orang yang mendengarkan suatu hadits dari kami. Sunah Qauliyah (‫ﺔ‬ِ‫ﺔ ﻗﻮ‬‫)ﺳ‬ ‫ﻟﻴ‬ َ ‫ﻨ‬ Yaitu : Sunnah Nabi SAW yang berupa perkataan (sabda) beliau dalam berbagai bidang. akhlak. bersabda . Rasulullah bersabda : ‘dua kalimat yang ringan diucapkan. (HR. Bukhori) b. Hadits tentang bacaan atau ucapan ringan yang disukai Allah ‫َﻠﺘَﺎ ِ ِﻰ‬ِ ‫ﺎ ِ َﺛ‬ ‫ﻠَﻰ ﺍﻟﱢﻠ‬ ِ ‫ﻔﺘَﺎ‬ِ  ِ ‫ﺘَﺎ‬ِ‫ ﻗَﺎﻝ : ﻛ‬j  ِ‫ ِ ﺍﻟ‬   ‫ َﺍِﻰ‬  ‫َ َﻠﻤ ﻥ ﺧﻔﻴ َ ﻥ ﻋ ﺴ ﻥ ﻘﻴ ﻥ ﻓ‬ ‫ﺓ ﻋﻦ ﻨﺒﻲ‬‫ﻳ‬‫ﻋﻦ ﺑ ﻫ‬ ‫ﺮﺮ‬ ‫ ِ )ﻣﺘﻔﻖ‬ِ ‫ ﺍ ِ ﺍْﻟ‬‫ﺎ‬   ِِ  ِ ِ ‫ ﺍ‬‫ﺎ‬  : ِ  ‫ﻠَﻰ ﺍﻟ‬ ِ ‫ﺘَﺎ‬ِ ِ ‫ﺍ‬ِ‫ْﺍ‬ ‫ ﻌﻈﻴﻢ‬ ‫ ﻭﺑﺤﻤﺪﻩ ﻭ ﺳﺒﺤ ﻥ‬ ‫ﳌﻴﺰ ﻥ ﺣﺒﻴﺒ ﻥ ﻋ ﺮﺣﻤﻦ ﺳﺒﺤ ﻥ‬ .(‫ﻋﻠﻴﻪ‬ “Dari Abi Hurairah. (H.(‫ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻱ‬ “Dari Abi Musa dari Nabi SAW.. Abu Daud). menghapal. d. (HR. Subhanallahi Wabihamdihi. tetapi berat timbangan (kebaikan)nya. dan disukai (Allah) Yang Maha Rahman.R. yang satu sama lain saling menguatkan”..

Maka apabila beliau hendak shalat 11 Al-Qur’an Hadits MA X Semester 2 . 2. Sunah Fi’liyah (‫ﺔ‬‫ﺔ ﻓﻌﻠ‬‫)ﺳ‬ ْ ‫ِﻴ‬ ِ ‫ﻨ‬ Yaitu : Sunnah Nabi SAW yang berupa perilaku beliau. Contoh sunnah fi’liyah : a. (H. barangsiapa yang mampu menghimpunnya maka sungguh ia telah menghimpun iman yang sempurna . sunnah qauliyah menempati ‫ﺒﻲ‬ َ urutan pertama dari tiga macam sunnah dari segi kuantitas (jumlah).. ‘Ada tiga. haji dan lain-lain. barulah Nabi SAW bertakbir”.ﻗَﺎﻝ ﺍﻟﻨ‬Dilihat dari tingkatannya. (1). Mendermakan apa yang menjadi kebutuhan umum” (HR. (3). Mengucapkan salam perdamaian keseluruh dunia. di atas kualitas sunnah fi’liyah dan sunnah taqririyah. seperti cara beliau shalat.‫ﺬﻝ‬ ،ِ ِ ‫ﻔ‬￿َ ِ  ‫ﺎ‬ ￿ِْ ‫ : َﺍ‬‫ﺎ‬ ‫ ْﺍ‬  ‫ ﻓﻘ‬     ‫ َﺛ‬j  ِ‫ﻗَﺎﻝ ﺍﻟ‬ ُ ْ ‫ﺑ‬ ‫ﻼﺙ ﻣﻦ ﺟﻤﻌﻬﻦ َ َﺪ ﺟﻤﻊ ِﻳﻤ ﻥ ﻹ ﺼ ﻑ ﻣﻦ ْﺴﻪ‬ ‫ﻭ‬ ‫ﻹ‬ ‫َ ﻨﺒﻲ‬ (‫ ْﺍ ِﻓِﻘﺎ ِ )ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻱ‬ ِ ‫ َﺎﻕ‬￿ِْ ‫ْﺍ‬ ،ِ ‫ﺎَﻟ‬‫ِِْﻠ‬  ‫ﺍﻟ‬ ‫ﺴﻼﻡ ﻟ ﻌ ﻢ ﻭ ﻹ ﻔ ُ ﻣﻦ ﻹْﺘ َ ﺭ‬ “Nabi SAW. puasa. (2). shalat (sunnah) di atas kendaraannya (tunggangannya). adalah Rasulullah SAW. Bukhari). Muslim) b.R. bersabda . Hadits yang berkenaan dengan tata cara shalat di atas kendaraan ‫ ﻳﺼﻠ ﻋ ﺭ ﺣ ﺘﻪ ﺣﻴﺚ ﻮﺟﻬﺖ‬ ُ ‫ َ ﻥ ﺭﺳﻮ‬ ‫ﻋﻦ ﺟ ﺑ ِﺑﻦ ﻋﺒﺪ‬   ‫ َﺗ‬  ِ ِ‫ﺍ َِﻠ‬ ‫ﻠَﻰ‬ ‫ﱢﻰ‬ j ِ ‫ﻝ ﺍ‬  ‫ ِ ﺍ ِ ﻗَﺎﻝ ﻛَﺎ‬ ِ  ِ‫ﺎ‬   ‫ﺮ‬ َ ‫َﺈﺫ ﺭﺩ َ ِﻳ َ َ ﺰ َ ﻓ ﺳَ ْﺒ َ ﻘﺒ‬ ‫ﺮ‬ (‫َﻠﺔ )ﻣﺘﻔﻖ ﻋﻠﻴﻪ‬ِ ‫ﻞ ْﺍﻟ‬‫ﺘﻘ‬ ‫ﻝ َﺎ‬￿َ‫ﻀﺔ‬‫ ْﺍﻟﻔ‬‫ﻓِ َﺍ َﺍ‬ “Dari Jabir bin Abdillah berkata.. Urutan itupun menunjukan kualitas sunnah qauliyah menempati kualitas pertama. )ﺭﻭﺍﻩ ﻣﺴﻠﻢ‬‫ﺎ ﻛ‬‫ﺘ‬ ‫ِ ﻓِ َﺍ ﺍ‬  ‫ﺎ َﺍﱃ ﺍﻟ‬‫ﺎ ِﺫﺍ ﻗ‬‫ﻓ‬‫ﻔ‬  ِ  j  ِ‫ ﺍﻟ‬‫َﺎ‬ ‫ﻳﻨ َﺒﺮ‬َ‫ ﺼﻼﺓ َﺎﺫ ﺳ‬ ‫ﻛ ﻥ ﻨﺒﻲ ﻳﺴﻮﻯ ﺻ ُﻮَﻨ ﺍ َ ُﻤﻨ‬ ‫ﻮ‬ ّ “Adalah Nabi SAW menyamakan (meluruskan) saf-saf kami ketika kami melakukan shalat. kemana saja tunggangan itu menghadap. Ciri utama dari sunnah qauliyah adalah adanya perkataan : ِ ‫ﻗَﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ ﺍ‬  ُ   َ dan  ِ‫ . dapat berupa penjelasan praktis terhadap peraturan-peraturan syariat yang belum jelas cara pelaksanaannya. Hadits yang berkenaan tentang tata cara jama’ah (‫. Jujur terhadap diri sendiri. Apabila saf-saf kami telah lurus.

kemudian shalat menghadap kiblat”. (HR. Ciri utama dari sunnah fi’liyah adalah adanya perkataan : ِ ‫ﻛَﺎﻥ ﺭﺳﻮﻝ ﺍ‬  ُ    dan  ‫ﺒ‬‫ﺎ ﺍﻟ‬‫ﻳ‬‫ﻳﺖ / ﺭَﺍ‬‫ ﺭَﺍ‬dan perkataan lain yang menunjukan Rasulullah ‫ ﻨ ﻨِﻲ‬   melakukan sesuatu perbuatan. dan nabi tidak menyanggahnya atau melarangnya. Hadits tentang daging dhab (sejenis biawak) Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa khalid bin walid.. ‘segera aku memotong dan memakannya. sedangkan Rasulallah SAW. melihat padaku” (HR. Bukhari Muslim). Contoh sunnah taqririyah antara lain : a. dalam sebuah jamuan makan menyuguhkan daging biawak kepada para tamu. termasuk kepada nabi.fardlu. Atau sunnah taqririyah berupa ketetapan Nabi Muhammad SAW. Kata khalid . Keengganan beliau tidak memakan hanya karena jijik. Contoh tentang dalam masalah ijtihad waktu shalat 12 Al-Qur’an Hadits MA X Semester 2 . terhadap apa yang datang atau dilakukan para sahabatnya. Tindakan khalid dan para sahabat yang menikmati daging biawak tersebut disaksikan oleh nabi. Ia mempersilahkan nabi untuk makan menikmati hidangan bersama para tamu undangan lainnya. maka beliau turun dari kendaraannya. 3. atau menyetujui apa yang dilakukan atau apa yang diucapkan sahabat didepan beliau. b. Urutan itupun menunjukan kualitas sunnah qauliyah menempati kualitas pertama. Sunah Taqririyah (‫ﺔ‬‫ﻳﺮ‬‫ﺔ َﺗﻘﺮ‬‫)ﺳ‬ ْ ‫ﻨ ْ ِ ِﻳ‬ Arti taqrir nabi ialah keadaan beliau mendiamkan. aku jijik padanya. di atas kualitas sunnah fi’liyah dan sunnah taqririyah. Dilihat dari tingkatannya. tidak mengadakan sanggahan atau menyalahkan. sunnah qauliyah menempati urutan pertama dari tiga macam sunnah dari segi kuantitas (jumlah). Namun beliau menjawab : ‫ﻲ ﻋ َﻪ َ ﺧ ﻟﺪ ﺟ ﺮﺭ ﻪ َ َ َ ﻪ‬￿‫ﻭ ﻜﻦ ﻢ ﻳ ُﻦ ﺑ َﺭﺽ َﻮﻣﻲ َ َﺟﺪ‬ ‫، ﻓﺄﻛْﻠُﺘ‬‫ُﺗ‬‫َﺘ‬ ‫ : ﻓَﺎ‬ ِ‫ﺎ‬ : ‫( ﻗَﺎﻝ‬‫ﺎﻓ‬‫ َﺍ‬ ِ ِ ‫، ﻓﺄ‬ ِ‫ ِ ﻗ‬‫ ِﺄ‬‫ﻜ‬‫ َﻟ‬ِ ‫َﻟ‬ ،َ‫)ﻻ‬ ‫ ﺍ ﻲ‬ُ ‫ ﻳﻨ‬ ُ ‫ﻭﺭﺳﻮ‬ (‫ )ﻣﺘﻔﻖ ﻋﻠﻴﻪ‬ ‫ﻈﺮ َِﻟ‬j ِ ‫ﻝ ﺍ‬  “Tidak berhubung binatang itu tidak terdapat dikampung kaumku. Bukhari Muslim).

. Hadits di atas dikategorikan sebagai hadits atau sunnah taqririyah karena mengandung ketetapan nabi terhadap perbuatan yang dilakukan sahabat. Setelah itu mereka menemukan air. Abu Daud : 286). ‘Engkau mendapatkan pahala dua kali”. beliau bersabda . Kepada yang lainnya.‫َﻟﻢ‬ ‫َﺎ‬￿‫ﺄ‬‫َﻟ‬ ‫َﺎ‬￿‫ﺍ‬ j ِ ‫ﻝ ﺍ‬  ‫ﻛَﺎ‬ ِ  ‫ ِ ﺍﻟ‬‫ ﻏ‬ ِ ‫َﺘ‬‫ﻛ‬ ‫ِّﻰ‬ ￿ُ ‫ﺎ‬‫ﻛ‬  ‫ﻳﺮ ﻭ ﻢ ﻳ ْﻣﺮ ﻭ‬  ُ ‫ُﻨ ﺼﻠ ﺭ ْﻌ ﻴﻦ ﺑﻌﺪ ُﺮﻭﺏ ﺸﻤﺲ ﻭ ﻥ ﺭﺳﻮ‬ (‫ﺎ. dapat juga disebut dengan sunnah qauliyah 13 Al-Qur’an Hadits MA X Semester 2 . sedang yang lain tidak mengulanginya. Muslim) c. Rasulullah SAW melihat apa yang kami lakukan diam tidak menyuruh dan tidak pula melarang kami”. maka mereka berdua bertayamum dengan menggunakan debu yang suci kemudian keduanya mendirikan shalat. Kepada yang tidak mengulang Rasulullah bersabda . lalu menceritakan hal tersebut. (H. dan shalatmu cukup (sah)’. Keduanya datang menghadap Rasulullah SAW.R. Ketika sampai waktu shalat. ‘Engkau telah mengerjakannya menurut sunnah. (HR. salah seorang di antara keduanya berwudlu dan mengulangi shalatnya. keduanya tidak mendapatkan air. )ﺭﻭﺍﻩ ﻣﺴﻠﻢ‬ ‫ﻳﻨ ﻬﻨ‬ “Adalah kami (para sahabat) melakukan shalat dua rakaat sesudah terbenam matahari (sebelum shalat maghrib). Hadits tentang tayamum ‫ﺓ‬ ‫ ﺑ ﺳﻌﻴﺪ ُﺪﺭﻱ َ ﺧﺮﺝ ﺭﺟﻼﻥ ﻓ ﺳ َﺮ َﺤ َﺮﺕ ﺼ‬ ‫ﻋ‬   ‫ ِ ﺍﻟ‬‫ﻀ‬ ‫ﻔ ٍ ﻓ‬ ‫ ِ ِﻰ‬    : ‫ ﻗَﺎﻝ‬ ِ  ‫ ٍ ْﺍﳋ‬ِ  ‫ﻦ َﺍِﻲ‬ ‫ﻼ‬ ‫ﻭ ﻴﺲ ﻣﻌﻬﻤ ﻣ ﺀ َ ﻴﻤﻤ ﺻﻌﻴﺪ َﻴﺒ َﺼ ﻴ ﻢ ﻭﺟﺪ َ ﺀ ﻓ ﻮْﺖ‬ ِ ‫ﻗ‬‫ ِﻰ ْﺍﻟ‬‫ ْﺍﳌﺂ‬   ‫ﺎ ُﺛ‬‫ﱠﻠ‬ ‫ﺎ ﻓ‬‫ﺍ ﻃ‬ ِ  ‫ﺎ‬‫ ﻓَﺘ‬‫ﺂ‬ ‫ﺎ‬  ‫َﻟ‬ ‫ﻼ‬  َ ‫ﺓ ﻭ ﻮ ُﻮﺀ ﻭ ﻢ ﻳﻌﺪ َﺧﺮ ﻢ ﻴ ﺭﺳﻮ‬ ‫َ َﻋ ﺩﻫ ﺣﺪﻫﻤ ﺼ‬ ِ ‫ﻝ ﺍ‬  ‫ﺎ‬‫ َﺍَﺗ‬‫ ُﺛ‬ ‫ ِ ِ ْﺍﻷ‬‫َﻟ‬ ‫ﺿ‬‫ْﺍﻟ‬   ‫ﺎ ﺍﻟ‬  ‫ﺎ َﺍ‬‫ﺎ‬‫ﻓﺄ‬ ‫َ َ َﺮ َ ﻟﻚ ﻪ َ َ ﻟ ﺬ ﻢ ﻳﻌﺪ ﺻﺒﺖ ﺴﻨ َ ﻭ ﺟﺰ ﻚ ﺻﻼ ﻚ‬  ‫ُﺗ‬   ‫َﺃْﺗ‬ ‫َﺍ‬ ‫ﺔ‬ ‫ ﺍﻟ‬  ‫ َﺍ‬ ِ ‫ ﻓﻘَﺎﻝ ِﱠﻠ ِﻱ َﻟ‬‫ َﻟ‬ ِ‫ﺍ ﺫﺍ‬‫ﻓﺬﻛ‬j {‫ ِ }ﻭﺍﻩ ﺍﺑﻮ ﺩﺍﻭﺩ‬‫َﺗ‬  ‫ ْﺍﻷ‬ ‫َﻟ‬‫ﺎ‬‫َﺍ‬ ‫ﺿﺄ‬‫ﻗَﺎﻝِﱠﻠ ِﻯ َﺗ‬ ‫ﻭ َ ﻟ ﺬ ﻮ ﱠ َ ﻭ ﻋ ﺩ ﻚ َﺟﺮ ﻣﺮ ﻴﻦ‬ “Dari Abu Said al-Khudri berkata : ‘dua orang lelaki pergi melakukan perjalanan.

dan mendengarkan ceramah yang memang diundang untuk kepentingan suatu pertemuan. dikatakannya : ‫ﻻ‬ ِ ‫ﺎﻟﻄ‬ ‫ْﻠ ًﺎَﻟ‬   ‫َﺍ‬ ‫ﺎ‬  ِ ‫ﺎ‬‫ ﺍﻟ‬   ‫ َﺍ‬j ِ ‫ﻝ ﺍ‬  ‫ﻛَﺎ‬ َ ‫ﻳﻞ ﻭ‬‫ﺣﺴﻦ ﻨ ﺱ ﻭﺟﻬ ﻭ ﺣﺴﻨﻬﻢ ﺧ ﻘ ﻴﺲ ﺑ ﱠ‬ ‫ﻮ‬  ُ ‫ﻥ ﺭﺳﻮ‬ (‫ ِ. )ﻣﺘﻔﻖ ﻋﻠﻴﻪ‬ِ ‫ﺎﺍْﻟﻘ‬ ‫ﺑ َ َﺼﻴﺮ‬ 14 Al-Qur’an Hadits MA X Semester 2 . Dalam hal ini disebutnya “Sunnah Hammiyyah”. hari ini adalah hari yang diagungkan oleh orang Yahudi dan Nasrani”. pergi ke masjid. Contohnya pernyataan Rasulullah SAW untuk melaksanakan puasa tanggal 9 Asy-Syura’. )ﺭﻭﺍﻩ ﻣﺴﻠﻢ ﻭﺍﺑﻮ ﺩﺍﻭﺩ‬ِ ‫ ﺍﻟﱠﺎ‬‫ﺎ ﺍْﻟ‬ “Di waktu Rasulullah SAW berpuasa pada hari Asy-Syura’. Namun sebelum waktunya tiba. berjalan di jalanan. (HR.(‫. b. beliau dipanggil Allah SWT (wafat). tahun depan insya Allah. Untuk mengkompromikan sunnah tersebut disebut dengan sunnah taqrir qauliyah. d. Muslim dan Abu Daud). Hadits yang menjelaskan tentang sifat dan keadaan jasmaniyah Rasulullah adalah: dari Sahabat Anas. Sunnah Hammiyah ini antara lain mencakup : a. Hasrat keinginan beliau untuk melakukan sesuatu. ،ِ ‫ﻝ ﺍ‬  ‫ﺎ‬: ‫ﺍ‬‫ﺎِ ِ ﻗﺎُﻟ‬ِ ِ ‫َﺍ‬ ‫ﺍ‬ ‫ﺎ‬ j ِ ‫ﻝ ﺍ‬  ‫ﺎ‬ ‫ﺎ‬‫َﻟ‬  َ ‫ ﻳﻮﻡ ﻋ ﺷﻮﺭ ﺀ ﻭ ﻣﺮ ﺑﺼﻴ ﻣﻪ َ ﻮ ﻳ ﺭﺳﻮ‬ ُ ‫ﻤ ﺻ ﻡ ﺭﺳﻮ‬ ‫ ﺍ‬‫ﺎ‬ ِ ِ ِ‫ﻘ‬‫ ﺍْﻟ‬‫ﺎ‬ ‫ﻯ ﻓﻘَﺎﻝ : ﻓِﺫَﺍ ﻛَﺎ‬‫ﺎ‬ ‫ ﻭﺍﻟ‬‫ ﺍْﻟ‬ِ ‫ﻪ‬￿‫ِﱠ‬ ُ ‫ ﻨﺼ ﺭ َ َ َﺎ ﻥ ﻋ ﻡ ﻤ ْﺒﻞ ﺍﻥ ﺷ ﺀ‬ ‫ ﻳﻮﻡ ﻳﻌﻈﻤﻪ ﻴﻬﻮﺩ‬‫ﺍ‬ ّ ‫ﺻﻤﻨ ﻴﻮﻡ ﺘ ﺳﻊ‬ . Sunah Hammiyah (‫)ﺳﻨﺔ ﻫﻤﻴﺔ‬ ْ    Diantara salah satu unsur dalam pengertian Sunnah adalah sifat.karena nabi bersabda (berkata) dalam mengutarakan ketetapannya. Rasulullah SAW menjawab : “Kalau demikian. para sahabat bertanya : “Ya Rasulullah. tetapi belum sampai terealisasi. dan memerintahkan supaya dipuasai. aku akan berpuasa (pula) pada tanggal sembilannya”. keadaan dan termasuk pula hasrat (Himmah) Rasulullah SAW. 4. Contoh lain sunnah taqririyah adalah diamnya nabi terhadap wanita yang keluar rumah.

khabar dan atsar adalah Murodif (Sinonim). Sunnah fi’liyah berupa perilaku beliau. sunnah fi’liyah. akhlak. IKHTISAR Dari penjelasan pengertian hadits. Perbedaan dari segi periwayatan. (HR. Haditsun Nabawy untuk Sunnatun Nabawy dan Ahli Hadits maupun Ahli Khabar juga disebut Ahli Atsar.“Rasulullah SAW itu manusia yang paling baik paras mukanya dan postur tubuhnya. 2. Atau sunnah taqririyah berupa ketetapan Nabi Muhammad SAW. khabar dan atsar lebih umum. Bukhari Muslim). c. nama-nama. sunnah. sunnah taqririyah. Sebagai berikut : . Hadits Qudsi dan hadits nabawi dapat dilihat dari perbedaan bahasa dan makna. Maka istilah Khabar Mutawatir dipakai juga untuk Hadits Mutawatir. 5. sunnah qauliyah. 3. sunnah. )ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﱰﻣﺬﻯ‬‫ﺎﻡ ﺍْﻟﻔ‬ j ِ ‫ﻝ ﺍ‬  ‫َﺎ‬￿‫ َﺍ‬  ِ ‫ َﻴﻞ‬ ‫ ﻋ‬ ُ ‫ﻭﻟﺪﺕ ﻭﺭﺳﻮ‬ “Aku dan rasulullah SAW dilahirkan pada tahun Gajah”. Beliau tidak tinggi dan tidak pula pendek”. khabar dan atsar. Tirmidzi).. (HR. dan sebagainya. sunnah. Sebagian ulama membedakan hadits. sunnah taqririyah keadaan beliau mendiamkan. puasa. dapat berupa penjelasan praktis terhadap peraturan-peraturan syariat yang belum jelas cara pelaksanaannya. dan sunnah hammiyah. yaitu : 1. tidak mengadakan sanggahan atau menyalahkan. Sunnah dibagi menjadi empat macam .(‫ ِ. seperti bidang hukum (syariat). khabar dan atsar tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa ada dua pandangan dikalangan para ulama. Perbedaan dari segi nilai membacanya 4. akidah. seperti cara beliau shalat. dan tahun kelahiran yang telah ditetapkan oleh para sahabat dan ahli tarikh. Sebagian ulama berpendapat bahwa hadits. sama artinya. Contoh yang dikatakan Qais bin Mahramah ra. Perbedaan dari segi kemukjizatannya. Adapun perbedaan Al-Qur’an. Silsilah-silsilah. atau menyetujui apa yang dilakukan atau apa yang diucapkan sahabat didepan beliau. pendidikan. Sunnah qauliyah berupa perkataan (sabda) beliau dalam berbagai bidang. haji dan lain-lain. terhadap apa yang datang atau dilakukan para sahabatnya 15 Al-Qur’an Hadits MA X Semester 2 . Secara garis besar hadits bersifat terbatas kepada Nabi SAW sedang sunnah.

Baru e. 6. tingkah laku. c. Perbuatan. a. LATIHAN SOAL-SOAL A. Informasi c. 16 . Peristiwa c. Sunnah b. atau e di depan jawaban yang 1. Qadim e. perkataan. Perbuatan dan perkataan Nabi SAW b. 5. Bacaan 2. Berilah tanda silang (x) pada huruf a. Hadits Mauquf c. b. Ahli fiqih d. a. pernyataan. Khabar Ulama yang membatasi pengertian sunnah hanya yang terkait dengan masalah hukum saja adalah golongan ulama …. a. pertanyaan. Ahli Dakwah c. 7. perkataan dan pernyataan Nabi c. Berita b. disandarkan kepada …. Lama d. Perkataan. Sunnah Hammiyah berupa sifat. Perbuatan. Berikut ini pengertian hadits menurut bahasa. Orang Islam secara umum c. Ahli Nahwu b. keadaan dan termasuk pula hasrat (Himmah) Rasulullah SAW. ketetapan dan sifat-sifat atau keadaan Nabi SAW e. pernyataan Nabi dan pertanyaan sahabat d. Shahabat dan ulama e. Ushul fiqih e. Perkataan. Sunnah Qauliyah d. Nabi saja d. pengertian hadits dalam pengertian luas. d. Nabi. a. 4. Berita b. kecuali …. ‫ ﺣﺪﻳﺚ ﺍﻟﻌﺪ ﻓﻰ ﺍﻻﺳﻼﻡ‬pengertian hadits dalam kalimat tersebut berarti …. Dekat d.6. Perbuatan. a. tabi’in dan ulama b. ً ‫ﻡ ﺳﻴ‬ ّ a. a. Hadits d. perbuatan. Baru e. Sunnah Hammiyah Al-Qur’an Hadits MA X Semester 2 3. keseharian Nabi SAW ‫َِﺌﺔ‬ ‫ﺖ َﺍ‬￿‫ ﺍﻟﻄﺮﻳﻘﺔ ﺍﳌﻌﺘﺎﺩﺓ ﺣﺴﻨﺔ ﻛﺎ‬adalah definisi menurut bahasa dari …. Muhaditsin Yang tidak termasuk dalam kelompok pembagian sunnah dipandang dari sudut unsur-unsur pengertiannya adalah …. Sahabat. sahabat dan tabi’in Unsur-unsur yang termasuk dalam pengertian hadits adalah …. Dekat Menurut mayoritas ulama.

a. a. Nabi melarang makan bangkai b. Rencana Nabi puasa tanggal 9 Asy-Syura c. Disusun berdasarkan bab Hadits Qudsi disebut pula …. 12. 17 . Diriwayatkan oleh Bukhari b. Atsar b. a. Sunnah Fi’liyah ‫ ﺍﳌﺆﻣﻦ ﻟﻠﻤﺆﻣﻦ ﻛﺎﻟﺒﻨﻴﺎﻥ ﻳﺸﺪ ﺑﻌﻀﻪ ﺑﻌﻀﺎ‬Hadits tersebut bisa dijadikan contoh dari …. 15. a. c. Nabi adalah manusia yang paling sempurna d. Hammiyah b. a. Sunnah b. Langsung diriwayatkan Nabi e. Banyak dibaca ulama d. Semua ayat Al-Qur’an mu’jizat dan mutawatir Al-Qur’an Hadits MA X Semester 2 9. Hadits Nabi d. Khabar sama dengan Sunnah Sahabat Ali berkata : “Meletakkan tangan di bawah pusar ketika shalat itu sunah”. Hadits bersifat umum d. Sunnah Qauliyah d. Diriwayatkan oleh Bukhari . Dinukil dari Nabi SAW b. sebab …. Nabi mendiamkan sahabat yang memakan “Dhab” e. 11. Taqririyah Yang menjadi contoh Sunnah Hammiyah adalah ….Muslim c. a. Diterima oleh Nabi dan disampaikan kepada sahabat Diantara perbedaan Hadits Qudsi dengan Al-Qur’an adalah …. Pernyataan itu bisa dijadikan contoh …. a. Hadits Rabbani e. Sunnah Taqririyah Sunnah Mu’akkadah e. Khabar e. ‫ﺍﳕﺎ ﺍﻻﻋﻤﺎﻝ ﺑﺎﻟﻨﻴﺎﺕ‬ Khabar itu lebih umum daripada hadits.b. Hadits d. Khabar c. Fi’liyah e. 14. Diterima oleh umum e. Hadtis Qudsy c. Terdapat kata-kata yang menyandarkan kepada Allah d. 10. a. Khabar datangnya dari Nabi dan lainnya b. Atsar Yang dimaksud “Do’a Ma’tsur” adalah do’a yang …. Mu’akkadah c. Khabar datang dari Nabi c. Wajib dibaca ketika shalat c. 8. 13. Hadits juga datang dari sahabat e. Sunnah Nabi Diantara ciri-ciri hadits Qudsi adalah ….

Sunnah. Jelaskan perbedaan Hadits. Jelaskan makna hadits secara etimologi! 2. Tuliskan masing-masing satu buah hadits qauliyah. dan hammiyah! KATA-KATA MUTIARA ‫ﻌ ْ ُ ﻮﺭ ﻓ َ ﺐ ﻳ َﺮ ُ ﺑﻴﻦ َﻖ ﻭ ﺒ ﻃﻞ‬ ِ ِ ‫ﺎ‬‫ْﺍﻟ‬  ‫ ْﺍﳊ‬‫ﻕ‬‫ﻔ‬ِ ‫ ِﻰ ْﺍﻟﻘْﻠ‬￿ُ ‫ﻘﻞ‬‫َﺍْﻟ‬ “Akal itu Cahaya dalam hati ia dapat membedakan antara yang hak dan bathil” GALERI SENI ISLAMI 18 Al-Qur’an Hadits MA X Semester 2 .b. Jawablah Pertanyaan-Pertanyaan di bawah ini dengan jelas dan Sempurna ! 1. Jelaskan pengertian hadits Qudsi dan berikan contohnya! 6. Hadits Qudsi. Jelaskan pengertian hadits menurut ahli hadits! 3. fi’liyah. Jelaskan perbedaan al-Qur’an. Jelaskan pengertian sunnah menurut ulama fiqih! 4. Al-Qur’an diturunkan melalui Nabi Hadits Qudsi yang membawanya harus wudlu Hadits Qudsi susunan redaksinya dari Allah SWT Hadits Qudsi harus diikuti. e. d. Khabar dan Atsar! 5. B. c. dan Hadits Nabawi! 7. taqririyah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful