Makalah

Evaluasi Pembelajaran Matematika
tentang

Remedial dan Pengayaan

Oleh : Kelompok 9 Anggota: 1. 2. 3. 4. Fadhilah Al Humaira (96806) Khairat Ruhama Kevin Toniza Adella Wisyahdi (96737) (96819) (04964)

Dosen Pembimbing: 1. Prof. Dr. Ahmad Fauzan, M.Pd, M.Sc 2. Drs. H. Yarman, M.Pd

JURUSAN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI PADANG 2011

1

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan atas kehadirat Allah SWT, karena dengan rahmat dan karunia-Nya kami diberi kesempatan untuk menyelesaikan makalah ini dengan judul ³Remedial dan Pengayaan´. Dalam penyusunan makalah ini penulis banyak mendapat masalah, namun hal ini dapat diatasi dengan bimbingan dan dukungan dari berbagai pihak. Maka dalam kesempatan ini kami ucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing dan teman-teman, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini. Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan. Oleh sebab itu, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun. Dan semoga dengan selesainya makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Padang, 10 Desember 2011

Penulis

2

................................. Pendekatan dalam pengajaran remedial ................................3............. 14 BAB III PENUTUP ...................................................4................................................................................. 7 2............................................1...... 10 2...................................... Prinsip Pembelajaran Remedial ..... 9 2.................................................... 1 1....................................................... Pembelajaran Menurut Standar Nasional Pendidikan................ 8 2.............................1.................................... 6 2...................................................2...................... Hakikat Pembelajaran Pengayaan ..........6........................ Bentuk Kegiatan Remedial .....2................................... 16 DAFTAR PUSTAKA ........4..................5....... Pengertian Pengajaran Remedial dan Ciri-Cirinya ........ Jenis Pembelajaran Pengayaan ......9....... Tujuan Penulisan ................................. 1 1.................. Rumusan Masalah ...........................DAFTAR ISI KATA PENGANTAR..................................... i DAFTAR ISI ..... Fungsi Pembelajaran Remedial ..............8.....................................3.. ii BAB I PENDAHULUAN 1......... 17 3 ......................................................... 12 2................................... Metode Penulisan ......... 2 BAB II PEMBAHASAN 2.................................................... 3 2........7................. Latar Belakang ....................... 5 2..................... Tujuan Pengajaran Remedial ........ 1 1.

Latar Belakang Dalam proses pembelajaran di sekolah. Apa prinsip dari pengajaran remedial tersebut? 3.3.2. Untuk mengetahui pengertian dari pengajaran remedial dan pengayaan 2. baik dalam hal menerima pelajaran. Tujuan Penulisan 1. tidak semua siswa memiliki kemampuan belajar yang sama dan tidak semua pembelajaran berjalan dengan baik. Apa fungsi dari pengajaran remedial dan pengayaan? 5. Kesulitan belajar yang dialami siswa di sekolah bisa bermacam-macam. baik yang berperan sebagai guru pembimbingmaupun yang berperan sebagai guru mata pelajaran dapat menerapkan pengajaran remedial dan pengayaan dalam menangani kesulitan belajar siswa 1. atau kedua-duanya. baik dalamkemampuan intelektual. semua siswa memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pengajaran dan memperoleh hasil maksimal dalam proses pembelajaran. menyerap pelajaran. kebiasaan. Apa tujuan dari pengajaran remedial dan pengayaan? 4. Apa yang dimaksud dengan pengajaran remedial dan pengayaan? Dan apa saja cirri-cirinya? 2.BAB I PENDAHULUAN 1. Seringkali siswa mengalami kesulitan belajar pada mata pelajaran tertentu. Selain itu ada banyak faktor yang dapat menyebabkan kesulitan belajar tersebut. Apa saja bentuk kegiatannya? 1. Untuk itu penyusun menyusun makalah ini.Penanganan kasus kesulitan belajar-mengajar tersebut salah satunya dapatdilakukan melalui pendekatan pengajaran remedial.maupun pendekatan belajar yang tepat untuknya. Rumusan Masalah 1. kemampuan fisik. latar belakang keluarga. Untuk mengetahui prinsip dari pengajaran remedial 4 . Sedangkan kita tahu.1. agar para pendidik.

Metode Penulisan Dalam makalah ini penulis menggunakan metode penelitian kepustakaan dengan mengumpulkan data dari literatur dan internet yang berhubungan dengan materi yang dibahas. Untuk mengetahui tujuan dari pengajaran remedial dan pengayaan 4. 5 . Untuk mengetahui fungsi dari pengajaran remedial 5.4. Untuk mengetahui bentuk kegiatan pengajaran remedial 1.3.

BAB II PEMBAHASAN 2. materi pelajaran. ³remedial´ berarti ³sesuatu yang berhubungan dengan perbaikan´. Dengan demikian pengajaran remedial. jika ternyata hasil belajar yang dicapai tidak memuaskan berarti murid masih dianggap belum mencapai hasil belajar yang diharapkan sehingga diperlukan suatu proses pengajaran yang dapat membantu murid agar tercapai hasil belajar seperti yang diharapkan. Pengajaran remedial merupakan bentuk kasus pengajaran. adalah suatu bentuk pengajaran yang bersifat penyembuhan atau bersifat perbaikan. yang bermaksud membuat baik atau menyembuhkan. murid yang mengalami kesulitan belajar dapat diperbaiki atau disembuhkan sehingga dapat mencapai hasil yang diharapkan sesuai dengan kemampuan. Pengertian Pengajaran Remedial dan Ciri-Cirinya Ditinjau dari arti kata. Penyembuhan ini mungkin mencakup sebagian aspek kepribadian atau sebagian kecil saja. Proses bantuan lebih ditekankan pada usaha perbaikan cara mengajar. arah belajar dan menyembuhkan hambatanhambatan yang dihadapi. Jadi dalam pengajaran remedial yang diperbaiki atau yang disembuhkan adalah keseluruhan proses belajar mengajar yang meliputi metode mengajar. Proses pengajaran remedial ini sifatnya lebih khusus karena disesuaikan dengan karakteristik kesulitan belajar yang dihadapi murid. alat belajar dan lingkunagn turut mempengaruhi proses belajar mengajar. Sebagaimana pengertian pada umumnya proses pengajaran bertujuan agar murid dapat mencapai hasil belajar yang optimal. Melalui pengajaran remedial. 6 . cara belajar. menyesuaikan materi pelajaran.1. Kesulitan belajar yang dihadapi murid mungkin beberapa mata pelajaran atau satu mata pelajaran atau satu kemampuan khusus dari mata pelajaran tertentu.

Misalnya: pendekatan 7 . Misalnya: penggunaan tes diagnostic. ahli dan lain sebaginya. ada yang dalam jangka waktu lama atau dalam waktu singkat. jenis dan latar belakang kesulitan belajarnya. jenis dan latar belakangnya. Misalnya: pembimbing. Metode yang digunakan pada pengajaran remedial bersifat diferensial. Dalam pengajaran remedial tujuan instruksional disesuaikan dengan kesulitan belajar yang dihadapi murid. Pengajaran remedial dilaksanakan setelah diketahui kesulitan belajarnya dan kemudian diberikan pelayanan khusus sesuai dengan sifat. artinya disesuaikan dengan sifat. 6. Perbaikan diarahkan untuk mencapai hasil belajar yang optimal sesuai dengan kemampuan masing-masing melalui perbaikan keseluruhan proses belajar mengajar dan keseluruhan kepribadian murid. maksudnya lebih disesuaikan dengan keadaan masingmasing pribadi individualisme. 4. Dalam pengajaran remedial.Demikian pula proses penyembuhan. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pengajaran remedial sebagai bentuk khusus pengajaran yang bertujuan untuk memperbaiki sebagian atau seluruh kesulitan belajar yang dihadapi oleh murid. alat evalusi yang dipergunakan disesuaikan dengan kesulitan belajar yang dihadapi murid. Hal ini tergantung pada sifat. Alat-alat yang dipergunakan dalam pengajaran remedial lebih bervariasi dan mungkin murid tertentu lebih memerlukan alat khusus tertentu. 5. 2. 3. 7. Pengajaran remedial menuntut pendekatan dan teknik yang lebih diferensial. jenis dan latar belakang kesulitan belajar yang dihadapi murid. Adapun ciri-ciri pengajaran remedial dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. Pengajaran remedial dilaksanakan melalui kerjasama dengan pihak lain. sosiometri dan alatalat laboratorium. murid yang dibantu.

19/2005) menetapkan 8 standar yang harus dipenuhi dalam melaksanakan pendidikan. standar kompetensi lulusan. menantang. Menurut pasal 6 PP no. standar pembiayaan. Standar kompetensi lulusan (SKL) berisikan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik pada setiap satuan pendidikan.2. standar proses. dan kesehatan. Kedelapan standar dimaksud meliputi standar isi. standar pengelolaan. Dalam rangka membantu peserta didik mencapai standar isi dan standar kompetensi lulusan. pelaksanaan atau proses pembelajaran perlu diusahakan agar interaktif. Kelima kelompok mata pelajaran tersebut meliputi kelompok mata pelajaran: agama dan akhlak mulia. olah raga. dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional tersebut. standar sarana dan prasarana. jasmani. dan standar penilaian pendidikan. Pembelajaran Menurut Standar Nasional Pendidikan Standar nasional pendidikan bertujuan menjamin mutu pendidikan nasional dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat. memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif. kompetensi yang harus dikuasai oleh peserta didik setelah melaksanakan kegiatan pembelajaran ditetapkan dalam standar isi dan standar kompetensi kelulusan. serta memberikan 8 . kejuruan dan khusus.2.19 Tahun 2005. Standar isi memuat standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) yang harus dikuasai peserta didik dalam mempelajari suatu mata pelajaran. Secara khusus. standar pendidik dan tenaga kependidikan. terdapat 5 kelompok mata pelajaran yang harus dipelajari peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah untuk jenis pendidikan umum. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut. ilmu pengetahuan dan teknologi. Berkenaan dengan materi yang harus dipelajari. menyenangkan. estetika. kewarganegaraan dan kepribadian. Peraturan Pemerintah nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (PP No. inspiratif. diatur dalam silabus dan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) yang dikembangkan oleh pendidik.

Tidak dapat dipungkiri bahwa untuk mencapai tujuan dan prinsipprinsip pembelajaran tersebut pasti dijumpai adanya peserta didik yang mengalami kesulitan atau masalah belajar. Hambatan yang terjadi dapat berupa kurangnya pengetahuan dan keterampilan prasyarat atau lambat dalam mecapai kompetensi. Jika dijumpai adanya peserta didik yang mengalami kesulitan segera diberikan bantuan. Adaptif Setiap peserta didik memiliki keunikan sendiri-sendiri.3. pembelajaran remedial harus mengakomodasi perbedaan individual peserta didik. Hal ini didasarkan atas pertimbangan bahwa kegiatan belajar peserta didik yang bersifat perbaikan perlu selalu mendapatkan monitoring dan pengawasan agar diketahui kemajuan belajarnya. 2. Untuk mengatasi masalahmasalah tersebut. dan gaya belajar masing-masing. Fleksibilitas dalam Metode Pembelajaran dan Penilaian 9 . Oleh karena itu program pembelajaran remedial hendaknya memungkinkan peserta didik untuk belajar sesuai dengan kecepatan. dan kemandirian sesuai dengan bakat. Interaktif Pembelajaran remedial hendaknya memungkinkan peserta didik untuk secara intensif berinteraksi dengan pendidik dan sumber belajar yang tersedia. kreativitas.kesempatan yang cukup bagi prakarsa. kesempatan. 3. Prinsip Pembelajaran Remedial Pembelajaran remedial merupakan pemberian perlakuan khusus terhadap peserta didik yang mengalami hambatan dalam kegiatan belajarnya. dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. minat. Beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran remedial sesuai dengan sifatnya sebagai pelayanan khusus antara lain: 1. 2. setiap satuan pendidikan perlu menyelenggarakan program pembelajaran remedial atau perbaikan. Dengan kata lain.

Pemberian Umpan Balik Sesegera Mungkin Umpan balik berupa informasi yang diberikan kepada peserta didik mengenai kemajuan belajarnya perlu diberikan sesegera mungkin. Kegagalan pengajaran remidi bilamana siswa merasa bahwa dirinya merasa malu untuk menghadapi kenyataan tersebut. 10 . tujuannya : 1. 4. 5. 2. Memahami akan kekurangan dirinya. Tetapi karena sasarannya adalah siswa yang mempunyai kesulitan. perbaikan maupun pelajaran tambahan.Sejalan dengan sifat keunikan dan kesulitan belajar peserta didik yang berbeda-beda. Mempunyai sikap terbuka untuk dapat merubah dirinya dalam belajar. Hal ini perlu untuk prestasi yang lebih baik. dengan demikian program pembelajaran reguler dengan remedial harus berkesinambungan dan programnya selalu tersedia agar setiap saat peserta didik dapat mengaksesnya sesuai dengan kesempatan masing-masing. 2. Dengan sesegera mungkin memberikan umpan balik dapat dihindari kekeliruan belajar yang berlarut-larut yang dialami peserta didik. kelemahannya maupun kesulitannya dan bersedia untuk menerima ³uluran´ pelajaran remidi dari guru. bersikap dalam menekuni pelajaran tersebut. Umpan balik dapat bersifat korektif maupun konfirmatif. Tujuan Pengajaran Remedi Pada dasarnya tujuan yang ingin dicapai dalam pengajaran remidi tidak berbeda dengan tujuan instruksional umum. maka dalam pembelajaran remedial perlu digunakan berbagai metode mengajar dan metode penilaian yang sesuai dengan karakteristik peserta didik. maka diharapkan melalui proses penyembuhan. Kesinambungan dan Ketersediaan dalam Pemberian Pelayanan Program pembelajaran reguler dengan pembelajaran remedial merupakan satu kesatuan.4.

membantu mengatasi kesulitan siswa dalam aspek sosial-pribadi (fungsi terapeutik). akan menimbulkan sikap baru dalam belajar yang dianggap ada pengaruhnya terhadap prestasi. meningkatkan pemahaman guru dan siswa terhadap kelebihan dan kekurangan dirinya (fungsi pemahaman). 2. mempercepat penguasaan siswa terhadap materi pelajaran (fungsi akselerasi). memperbaiki cara belajar siswa dan cara mengajar guru (fungsi korektif). sesuai dengan latar belakang kesulitan belajar yang dihadapi. dimana sebelumnya tak pernah dilakukan. 3. Sesudah tercapai hasil yang lebih baik. Fungsi Pembelajaran Remedial Dalam kaitannya dengan proses pembelajaran.3. Sebab setiap siswa mempunyai sebab-sebab kesulitan yang berbeda. fungsi kegiatan remedial adalah: 1. menyesuaikan pembelajaran dengan karakteristik siswa (fungsi penyesuaian). Siswa dapat mengatasi hambatan belajar yang dialaminya. dan 5. Misalnya buku teks tambahan. Para siswa dapat memilih materi dan fasilitas belajar yang sesuai dengan yang diperlukan. 11 . 5. misalnya sekarang membiasakan diri belajar pada waktu dini hari. 2. 4. 6. 7. Alat belajar dan sebagainya.5. akan menimbulkan kepuasan diri sehingga dapat mempertebal harga diri dan menambahkan motivasi baru. Sesudah terbiasa mengatasi kesulitan. 4. Dengan adanya perubahan sikap dan prestasinya maka siswa dengan mudah dapat menyelesaikan dapat menyelesaikan tugas-tugas yang diterimanya.

Dalam melaksanakan kegiatan remedial guru dapat menerapkan berbagai metode dan media sesuai dengan kesulitan yang dihadapi dan tingkat kemampuan siswa serta menekankan pada segi kekuatan yang dimiliki siswa. apalagi kurang ilustrasi dan contoh. Langkah-langkah yang harus ditempuh dalam kegiatan remedial adalah: 1. 2. dan 5. menemukan penyebab kesulitan. maka pembelajaran remedial dapat diselenggarakan dengan berbagai kegiatan antara lain: 1. menyusun rencana kegiatan remedial. Kegiatan remedial dapat dilaksanakan sebelum kegiatan pembelajaran biasa untuk membantu siswa yang diduga akan mengalami kesulitan (preventif).6. Sedangkan pembelajaran biasa menerapkan pendekatan klasikal. analisis hasil diagnosis kesulitan belajar. melaksanakan kegiatan remedial. 3. Bentuk Kegiatan Remedial Dengan memperhatikan pengertian dan prinsip pembelajaran remedial tersebut. 12 . 4. Memberikan tambahan penjelasan atau contoh Peserta didik kadang-kadang mengalami kesulitan memahami penyampaian materi pembelajaran untuk mencapai kompetensi yang disajikan hanya sekali. Kegiatan remedial berdasarkan kebutuhan individu atau kelompok siswa. 2. atau selama berlangsungnya kegiatan pembelajaran biasa (pengembangan). baik dalam perencanaan maupun dalam pelaksanaannya.Perbedaan kegiatan remedial dari pembelajaran biasa terletak pada pendekatan yang digunakan dalam perencanaan direncanakan dan dan pelaksanaan dilaksanakan pembelajaran. setelah kegiatan pembelajaran biasa untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar (kuratif). menilai kegiatan remedial.

Semakin memperhatikan. Menggunakan berbagai jenis media Penggunaan berbagai jenis media dapat menarik perhatian peserta didik. contoh dan bukan contoh untuk pembelajaran konsep misalnya akan membantu pembentukan konsep pada diri peserta didik. 2. Perhatian memegang peranan penting dalam proses pembelajaran. Pengulangan dapat dilakukan dengan menggunakan metode dan media yang sama atau metode dan media yang berbeda. Pendekatan dalam pengajaran remedial Terdapat pendekatan-pendekatan dalam pengajaran remedial. Pendekatan kuratif dalam pengajaran remedial Pendekatan ini dilakukan setelah program pembelajaran yang pokok selesai dilaksanakan dan dievaluasi. 2. Mengkaji ulang pembelajaran yang lalu. 3. 4. Agar perhatian peserta didik terkonsentrasi pada materi pelajaran perlu digunakan berbagai media untuk mengendalikan perhatian peserta didik. Penerapan membantu prinsip peserta pengulangan didik dalam pembelajaran pesan akan menangkap pembelajaran. hasil belajar akan lebih baik. Menggunakan sebelumnya Penggunaan alternatif berbagai strategi memungkinkan peserta didik dapat pembelajaran akan mengatasi masalah strategi pembelajaran yang berbeda dengan pembelajaran yang dihadapi.Pemberian tambahan ilustrasi. antara lain: 1.7. Namun peserta didik seringkali mengalami kesulitan untuk memperhatikan atau berkonsentrasi dalam waktu yang lama. guru akan menjumpai beberapa bagian dari peserta didik yang tidak mampu menguasai seluruh bahan 13 .

dan tes yang sama. b. Pengayaan dan pengukuhan (enrichment dan reinforcement). sehingga setiap peserta didik mempunyai program tersendiri. Guru meng-klasifikasikan kemampuan siswa didik menjadi tiga golongan. Peserta yang 14 . akhir unit pelajaran atau setiap pokok bahasan. c. dapat dilakukan setiap akhir jam pertemuan. b. peserta didik yangdiperkirakan akan mampu menyelesaikan program lebih cepat dari waktu yang ditentukan. layanan pengayaan dapat ditujukan kepada peserta didik yang mempunyai kelemahan ringan dan secara akademik mungkin peserta didik tersebut cerdas. yaitu peserta didik yang mampu menyelesaikan program sesuai waktu yang ditentukan. layanan percepatan ini diberikan kepada peserta didik yang berbakat namun menunjukkan kesulitan psikososial. Kelompok individual. Dapat dilakukan dengan memberikan pekerjaan rumah atau pekerjaan di kelas pada saat pelajaran berlangsung. Percepatan (acceleration). dan peserta didik yang tidak dapat menyelesaikan program sesuai waktu yang ditentukan. Kelompok belajar homogen. Pendekatan preventif dalam pengajaran remedial Pendekatan preventif diberikan kepada peserta didik yang diduga akan mengalami kesulitan dalam menyelesaikan program yang akan ditempuh.yang disampaikan. pengajaran disesuaikan dengan keadaan peserta didik. waktu. Pelaksanaan pendekatan kuratif dapat dilakukan dengan cara : a.Sesuai penggolongan tersebut maka teknik layanan yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut: a. 2. dalam kelompok ini peserta didik diberi pelajaran. Pengulangan (repetation). c. Layanan pengajaran dengan kelas khusus. peserta didik mengikuti program pembelajaran yang sama dalam satu kelas.

Dalam pengajaran remedial juga terdapat beberapa metode. Metode pengajaran individual 2. Hakikat Pembelajaran Pengayaan Secara umum pengayaan dapat diartikan sebagai pengalaman atau kegiatan peserta didik yang melampaui persyaratan minimal yang ditentukan oleh kurikulum dan tidak semua peserta didik dapat melakukannya. Untuk memahami pengertian program pembelajaran pengayaan. Metode tutor sebaya f. Metode pengajaran remedial merupakan metode yang dilaksanakan dalam keseluruhan kegiatan bimbingan kesulitan belajar mulai dari langkah identifikasi kasus sampai dengan langkah tindak lanjut.8. Pendekatan pengembangan dalam pengajaran remedial Pengajaran remedial yang bersifat pengembangan merupakan upaya diagnostik yang dilakukan guru selama berlangsungnya pembelajaran. Metode diskusi c. Metode tanya-jawab d. terlebih dahulu perlu diperhatikan bahwa Kurikulum Tingkat Satuan 15 . Metode yang digunakan dalam pengajaran remedial yaitu : a. Bagi yang cepat belajarnya disediakan program pengayaan. Sasarannya agar peserta didik dapat segera mengatasi hambatan-hambatan yang dialami selama mengikuti pembelajaran. Metode pemberian tugas b. 3. Metode kerja kelompok e.mengalami kesulitan dalam bidang tertentu disediakan kelas khusus remedial.

Pendidikan (KTSP) yang berlaku berdasar Permendiknas 22. apakah seorang peserta didik gagal atau berhasil mencapai tingkat penguasaan kompetensi tertentu. Penilaian proses juga digunakan untuk memperbaiki proses pembelajaran bila dijumpai hambatan-hambatan. komputer multimedia. Ulangan harian dimaksudkan untuk menentukan tingkat pencapaian belajar. dan sistem pembelajaran yang memperhatikan dan melayani perbedaan individual peserta didik. Sistem dimaksud ditandai dengan dirumuskannya secara jelas standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) yang harus dikuasai peserta didik. video. diadakan penilaian proses dengan menggunakan berbagai teknik dan instrumen dengan tujuan untuk mengetahui kemajuan belajar serta seberapa jauh penguasaan peserta didik terhadap kompetensi yang telah atau sedang dipelajari. video. dsb. Penilaian akhir program ini dimaksudkan untuk menjawab pertanyaan apakah peserta didik telah mencapai kompetensi (tingkat penguasaan) minimal atau 16 . Dalam pelaksanaan pembelajaran berbasis kompetensi dan pembelajaran tuntas. Melengkapi strategi pembelajaran digunakan juga berbagai media seperti media audio. mulai dari kaset audio. 23. dsb. Kemudian dilaksanakan pembelajaran dengan menggunakan berbagai strategi seperti ceramah. Pada akhir program pembelajaran. slide. pembelajaran kolaboratif/kooperatif. Di tengah pelaksanaan pembelajaran atau pada saat kegiatan pembelajaran sedang berlangsung. diskoveri. lazimnya guru mengadakan penilaian awal untuk mengetahui kemampuan peserta didik terhadap kompetensi atau materi yang akan dipelajari sebelum pembelajaran dimulai. diadakan penilaian yang lebih formal berupa ulangan harian. Jika seorang peserta didik mencapai standar tertentu maka peserta didik tersebut dipandang telah mencapai ketuntasan. sistem pembelajaran tuntas. demonstrasi. Penguasaan SK dan KD setiap peserta didik diukur dengan menggunakan sistem penilaian acuan kriteria (PAK). dan audiovisual dalam berbagai format. dan 24 Tahun 2006 pada dasarnya menganut sistem pembelajaran berbasis kompetensi. inkuiri.

khususnya yang memiliki peserta didik lebih cepat belajar dibanding sekolah-sekolah pada umumnya. penemuan. dsb. dan mereka dapat mengoptimalkan perkembangan kecakapannya. Sajian dimaksud berupa peristiwa sejarah. keterampilan gerak. buku. Pembelajaran pengayaan memberikan pelayanan kepada peserta didik yang memiliki kecerdasan lebih dengan tantangan belajar yang lebih tinggi untuk membantu mereka mencapai kapasitas optimal dalam belajarnya. Pemecahan masalah yang diberikan kepada peserta didik yang memiliki kemampuan belajar lebih tinggi berupa pemecahan masalah nyata dengan menggunakan pendekatan pemecahan masalah atau pendekatan investigatif/ penelitian ilmiah. eksperimentasi. Pembelajaran pengayaan berupaya mengembangkan keterampilan berpikir. Sekolah tertentu. dapat menaikkan 17 . Keterampilan proses yang diperlukan oleh peserta didik agar berhasil dalam melakukan pendalaman dan investigasi terhadap topik yang diminati dalam bentuk pembelajaran mandiri. 2. dsb. keterampilan memecahkan masalah.ketuntasan belajar seperti yang telah dirumuskan pada saat pembelajaran direncanakan. Pembelajaran pengayaan merupakan pembelajaran tambahan dengan tujuan untuk memberikan kesempatan pembelajaran baru bagi peserta didik yang memiliki kelebihan sedemikain rupa minat. 2. tokoh masyarakat. inovasi. kreativitas. Jika ada peserta didik yang lebih mudah dan cepat mencapai penguasaan kompetensi minimal yang ditetapkan. yang secara regular tidak tercakup dalam kurikulum. keterampilan seni. yaitu: 1. sehingga bakat.9. Kegiatan eksploratori yang bersifat umum yang dirancang untuk disajikan kepada peserta didik. Jenis Pembelajaran Pengayaan Ada tiga jenis pembelajaran pengayaan. 3. maka sekolah perlu memberikan perlakuan khusus berupa program pembelajaran pengayaan.

18 .tuntutan kompetensi melebihi standari isi. Misalnya sekolah-sekolah yang menginginkan memiliki keunggulan khusus.

adalah suatu bentuk pengajaran yang bersifat penyembuhan atau bersifat perbaikan. terlebih dahulu perlu diperhatikan bahwa Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang berlaku berdasar Permendiknas 22. ³remedial´ berarti ³sesuatu yang berhubungan dengan perbaikan´. 23. Pengajaran remedial merupakan bentuk kasus pengajaran. yang bermaksud membuat baik atau menyembuhkan. Untuk memahami pengertian program pembelajaran pengayaan.BAB III PENUTUP Ditinjau dari arti kata. sistem pembelajaran tuntas. Sistem dimaksud ditandai dengan dirumuskannya secara jelas standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) yang harus dikuasai peserta didik. Jika seorang peserta didik mencapai standar tertentu maka peserta didik tersebut dipandang telah mencapai ketuntasan. Secara umum pengayaan dapat diartikan sebagai pengalaman atau kegiatan peserta didik yang melampaui persyaratan minimal yang ditentukan oleh kurikulum dan tidak semua peserta didik dapat melakukannya. dan 24 Tahun 2006 pada dasarnya menganut sistem pembelajaran berbasis kompetensi. Dengan demikian pengajaran remedial. 19 . Penguasaan SK dan KD setiap peserta didik diukur dengan menggunakan sistem penilaian acuan kriteria (PAK). dan sistem pembelajaran yang memperhatikan dan melayani perbedaan individual peserta didik.

wordpress.DAFTAR PUSTAKA http://paulusmisi.wordpress.com/2008/12/20/ktsp-pembelajaran-pengayaan/ http://shandy07.wordpress.com/2008/12/20/ktsp-pembelajaran-remidial/ http://awan965.blogspot.com/2010/12/22/pengajaran-remedial-dan-programpengayaan-dalam-proses-pembelajaran/ 20 .html http://massofa.com/2008/01/20/memahami-kegiatan-remedial-danpengayaan-untuk-perbaikan-pembelajaran/ http://awan965.wordpress.com/2010/06/pengertian-pengajaran-remedial-danciri.