Panduan Fasilitator

Perencanaan Partisipatif Pembangunan Masyarakat Desa Plus Penganggaran
(P3MD Plus)
Jilid II Oleh: Tim Pengembangan Panduan P3MD

Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Departemen Dalam Negeri Republik Indonesia Jl. TMP Kalibata No. 20, Jakarta T +62 21 794 2635 ext. 205 Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi NTT Jl. Polisi Militer No. 2, Kupang Nusa Tenggara Timur (85111) T/F +62 380 831 712, 833 462 InCrEaSe Jl. Asoka No. 20, Oetona Kupang – Nusa Tenggara Timur T +62 380 829 096 Bengkel APPeK Shopping Center Gang Portu Kelurahan Fatululi Kecamatan Oebobo Kupang – Nusa Tenggara Timur T/F +62 380 838 107 Yayasan Pengembangan dan Pelayanan Masyarakat Alfa Omega Jl. Timor Raya km 13, Desa Mata Air Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang – Nusa Tenggara Timur T/F +62 380 855 1644 E yaotimor@plasa.com Good Local Governance (GLG) Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Departemen Dalam Negeri Republik Indonesia Gedung Utama, Lt. 2, Ruang Segitiga Jl. TMP Kalibata No. 20, Jakarta T/F +62 21 798 9446, 7918 4928 www.gtz-decentralization.or.id

InCrEaSe

Panduan Fasilitator

Perencanaan Partisipatif Pembangunan Masyarakat Desa Plus Penganggaran

(P3MD Plus)
Jilid II

Tim Pengembangan Panduan P3MD Plus:
Mikhael Fernandez Beny Ngalu Marsel Payong Florensia N. Tety Vinsen Bureni Dominggus Umbu Sasa Fary Dj. Francis Marvel J. P. Ledo

Editing, Setting, dan Lay-out: Marvel J. P. Ledo

.

..................................................................................................3 ...... 7 Arah Kebijakan Keuangan Desa ........................... 29 Bahan Bacaan 2................................ 41 Bahan Bacaan 3............. 1 Pengembangan Misi Desa ........................ 3 Analisis Lingkungan dan Faktor-faktor Keberhasilan ....... 69 Sub Bagian 4............................ 66 Sub Bagian 4........................................................................................................... 30 Lembaran uji coba penyusunan RPJMDes di desa As Manulea dan desa Lakekun Barat Kabupaten Belu .1 Monitoring Berbasis Masyarakat .....2 ........................ 1 Pengembangan Visi Desa .................................................1 Sub Bagian 2................................... 21 Sub Bagian 2................................ 83 Bahan Bacaan 4.................................................................................................................................................................................................................. 85 ...............................1 ..................................2 (RPJMDes) Teknis Penyusunan Peraturan Desa Tentang APBDes ....3 ............................. 43 MONITORING DAN EVALUASI BERBASIS MASYARAKAT ................................... 66 Bahan Bacaan 4........................................1 dan 2................... 4 Program/kegiatan Pembangunan Desa Untuk Lima Tahun ke Depan .......................................................................................................2 .................................................................. 3 Umpan Balik Bersama Masyarakat untuk Tahun Berikut .......................................................................................................... 22 Teknis Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa 24 Bahan Bacaan 2..... 32 PENGELOLAAN ADMINISTRASI KEUANGAN DESA ...................................................................................................................................................3 Tindak Lanjut Rancangan Peraturan Desa ............................................................................................Daftar Isi RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DESA (RPJMDes) PARTISIPATIF ..................................................................... 72 Bahan Bacaan 4.. 8 Bahan Bacaan 1................ 26 Sub Bagian 2................................. 15 PENYUSUNAN PERATURAN DESA ........................................................................................................1 ........................................................................................................................ 2 Evaluasi Berbasis Masyarakat..................................................... 74 Sub Bagian 4..................................1 ............

.

kertas ukuran 9. 3.Bagian I PANDUAN PENGEMBANGAN RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DESA (RPJMDes) PARTISIPATIF Tujuan 1. Agar peserta dapat menggunakan hasil penggalian aspirasi masyarakat desa menggunakan metode P3MD Plus. Waktu Kegiatan 430 menit Langkah Kegiatan Pengembangan Visi Desa Sesi Diskusi Kelompok: 45 menit 1. 2. spidol dan perlengkapan tulis lainnya yang tersedia sesuai kondisi di desa. Berikan waktu kurang lebih tujuh menit bagi para peserta 1 . Bagi peserta musyawarah menjadi beberapa kelompok. Mintalah tiap peserta untuk merenungkan pertanyaanpertanyaan kunci berikut:  Keadaan Desa seperti apa yang anda ingin wujudkan lima tahun dari sekarang?  Mengapa anda menginginkan keadaan Desa yang seperti demikian?  Apa saja sumber daya di Desa yang dapat digunakan bagi pemenuhan impian tersebut? Catat tiap sumber daya desa yang tersebutkan!  Jika terwujud.5 cm x 20 cm. Agar proses pengembangan RPJMDes dilaksanakan atas sifat transparan dan akuntabel sesuai dengan prinsip-prinsip Tata Kepemerintahan yang Baik. Bahan dan Alat Kertas coklat/bekas kalendar. apakah impian anda tersebut dapat turut mensejahterahkan seluruh masyarakat desa yang lain termasuk masyarakat yang tidak berpunya?  Apa dampak dari perwujudan impian anda tersebut bagi kesejahteraan perempuan dan anak-anak? 5. Tentukan ketua kelompok yang sekaligus berperan sebagai pembawa materi hasil diskusi kelompok. untuk menjadi dasar bagi pengembangan RPJMDes. Distribusikan kertas plano pada masing-masing peserta musyawarah desa. 3. Jumlah maksimum peserta diskusi kelompok adalah 10 orang. 2. Agar peserta dapat memfasilitasi pengembangan RPJMDes dengan mengoptimalkan keterlibatan masyarakat. 4.

untuk menuliskan impian desa masa depan mereka di kertas plano. Catatan: Satu peserta hanya berhak mengemukakan satu impian. Oleh karena itu, para peserta harus diingatkan untuk benar-benar memikirkan impiannya yang mana yang menempati prioritas tertinggi.

6. 7.

8. 9.

Ajaklah para peserta untuk menempelkan sendiri kertas impian desa mereka di tempat yang telah disediakan. Kelompokkan impian desa peserta diskusi kelompok berdasarkan tipe impian. Berikan satu tema unik bagi tiap kelompok impian. Tema unik terdiri dari rumusan kalimat pendek dan tidak bertele-tele. Lingkari atau beri garis bawah bagi kata-kata kunci dari tiap tema. Ajaklah peserta diskusi kelompok untuk merumuskan suatu kalimat impian desa masa depan dengan menggunakan kata-kata kunci tersebut. Catatan: Satu kelompok mengembangkan satu impian. diskusi hanya berhak

10. Rumusan visi desa di masing-masing kelompok selesai dikembangkan. Sesi Diskusi Pleno 45 menit 11. Mintalah masing-masing ketua kelompok untuk memaparkan hasil diskusi kelompok mereka dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan kunci yang tercantum dalam langkah ke-4 diatas. 12. Catatlah visi dari masing-masing kelompok pada tabel pemeringkatan berikut:
No Rumusan Visi Ada atau tidak potensi desa Kaitannya dengan pemeliharaan kesehatan Kaitannya dengan peningkatan pendidikan rakyat Kaitannya dengan pengembangan ekonomi rakyat Dampak baik terhadap perempuan dan anak Dampak baik terhadap kelompok Rentan* Total Nilai Peringkat

* yang dimaksudkan dengan kelompok rentan adalah: kaum jompo, janda, duda, cacat. 13. Gunakan teknik pemeringkatan seperti pada pemeringkatan masalah dan tindakan untuk menentukan visi prioritas desa. 14. Sepakati visi yang mendapat peringkat satu sebagai visi pembangunan desa lima tahun ke depan. 15. Rumusan visi desa selesai.

2

Pengembangan Misi Desa
Sesi Diskusi Kelompok: 60 menit 1. Tampilkan daftar lengkap tindakan hasil pemeringkatan (dari peringkat pertama hingga yang paling terakhir). Catatan: Sesi ini dilakukan apabila Musyawarah ini merupakan lanjutan dari Musyawarah sebelumnya yang telah menghasilkan sederetan tindakan yang layak dari tiap dusun. Jangan menghilangkan satu-pun tindakan, karena yang hendak diketahui adalah daftar tindakannya dan bukan peringkat tindakan. Sesuai pengalaman implementasi di lapangan, daftar tindakan yang diperingkatkan saat Musrenbang berjumlah tidak terlalu banyak karena merupakan penjabaran dari hasil pemeringkatan masalah. Dan untuk lima tahun ke depan, sederetan tindakan tersebut memiliki peluang untuk diwujudkan. Tindakan hanya dapat dicoret apabila tidak sesuai dengan upaya pemenuhan visi. 2. Ajaklah peserta untuk bersama-sama mengelompokkan tiap usulan tindakan sesuai dengan kesamaan sifat tindakannya. Gunakanlah pertanyaan-pertanyaan kunci berikut untuk mengelompokkan:  Apakah tindakan tersebut berpengaruh terbesar bagi pemeliharaan kesehatan?  Apakah tindakan tersebut berpengaruh terbesar bagi peningkatan pendidikan?  Apakah tindakan tersebut berpengaruh terbesar bagi pengembangan ekonomi rakyat? 3. Rumuskan kalimat-kalimat misi bagi masing-masing kelompok tindakan. Rumusan kalimat misi dapat lebih dari satu 4. Pilihlah rumusan misi mana yang berpengaruh terbesar bagi pemenuhan visi desa. 5. Sepakati urut-urutan misi sesuai dari yang paling mendasar dalam menentukan terpenuhinya visi hingga yang bersifat memberikan sentuhan akhir bagi terwujudnya visi.

Apabila belum ada daftar tindakan yang layak dari tiap dusun, maka gunakan langkah-langkah berikut untuk merumuskan kalimat-kalimat misi: 1. Identifikasi kata-kata kunci yang terkandung dalam visi. Contoh Visi: Lima tahun ke depan, Desa Meusin akan memiliki Sarana Air Bersih, Perumahan Sehat, Penerangan Listrik, dan semua dusun telah terhubungi oleh Jalan yang layak bagi kendaraan pengangkut hasil bumi. Dari rumusan visi diatas, terdapat empat kata kunci, yakni: Sarana Air Bersih, Perumahan Sehat, Penerangan Listrik, dan Jalan. Bentuklah kalimat-kalimat misi bagi masing-masing kata 3

2.

3.

kunci diatas. Contoh: Memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat. Mewujudkan rumah layak huni bagi masyarakat. Memenuhi kebutuhan listrik masyarakat. Membangun jalur transportasi ekonomi yang menghubungkan semua dusun dengan pusat desa. Perumusan Misi selesai.

Langkah Alternatif Gunakan alat bantu berupa teknik ―Akar Masalah‖ untuk memperjelas penyebab masalah yang terkandung dalam visi untuk kemudian dijadikan dasar bagi pengembangan misi.

Analisis Lingkungan dan Faktor-faktor Keberhasilan
Sesi Curah Pendapat: 60 menit 1. Terkait pemenuhan misi, jelaskan faktor-faktor lingkungan dan manusia yang menyebabkan terjadinya suatu kekurangan yang mengakibatkan perlunya dilaksanakan suatu misi tertentu. 2. Ajaklah para peserta untuk memperhatikan daftar sumber daya desa atau potensi yang telah disebutkan saat proses pengembangan visi desa atau yang telah terungkap saat Musrenbang sebelumnya menggunakan tiga alat kajian (Sketsa Desa, Kalender Musim, dan Bagan Kelembagaan) 3. Gunakan tabel berikut untuk mendapatkan gambaran peluang keberhasilan pemenuhan misi:

4

maka dapat dicantumkan upaya apa saja yang perlu dilakukan untuk menjadikan peluang pemenuhan misi menjadi ―Berhasil‖.  Manusia :  Keuangan :  Lain-lain  Sumber Daya Penentu : :  Kesimpulan Peluang :  Keterangan Tambahan : 4. keahlian atau keterampilan yang dimiliki oleh masyarakat desa yang dapat digunakan bagi pemenuhan misi. Rumuskan kesimpulan-kesimpulan analisis lingkungan dan faktor-faktor keberhasilan dalam bentuk kalimat yang 5 . jika tidak ada sumber daya atau faktor dimaksud. Dengan memperhatikan ada/tidaknya sumber daya penentu (seperti yang tercantum pada kolom status sumber daya).Tabel Analisis Lingkungan dan Faktor-faktor yang Menentukan Keberhasilan Misi No Pernyataan Misi Potensi Sumber Daya dan Faktor Lain yang Dibutuhkan Alam Manusia Keuangan Lain-lain Sumber Daya Penentu Ya Tidak Status Sumber Daya Ada Tidak Ada Kesimpul an Peluang Berhasil Tidak Hal-hal tambahan yang perlu dilakukan agar misi berhasil 1 misi 1 2 misi 2 3 misi n Keterangan:  Alam : sumber daya penunjang pemenuhan misi yang berasal dari alam lingkungan desa. Misalnya. apabila kesimpulan peluangnya adalah ―Tidak‖. maka misi tidak akan mungkin diwujudkan. sumber keuangan desa yang dapat digunakan untuk membiayai upayaupaya pemenuhan misi. Apakah sumber daya yang dicantumkan dan faktor lain yang tercantumkan merupakan sumber daya atau faktor yang harus ada? Dengan kata lain. maka kesimpulan dapat diambil terkait apakah misi yang bersangkutan berpeluang untuk dapat dilaksanakan atau tidak? Berisi keterangan lain-lain yang perlu ditambahkan untuk memperjelas analisa keberhasilan misi. potensi sumber daya atau faktor lain yang dibutuhkan bagi pemenuhan misi. namun. yang pemanfaatannya tidak akan merusak keseimbangan alam setempat.

Beberapa pertanyaan kunci berikut dapat digunakan untuk membantu perumusan kesimpulan:  Faktor-faktor apa saja yang masih kurang keberadaannya sehingga perlu dilaksanakan misi desa?  Mengapa sumber daya (atau faktor keberhasilan) yang bersangkutan berkontribusi dalam pemenuhan misi?  Apa saja manfaat yang didapat dari keberadaan suatu sumber daya (atau faktor keberhasilan) dan apa kerugiannya apabila suatu sumber daya tidak dimiliki atau kurang keberadaannya? 6 .menjelaskan mengapa misi desa perlu dilakukan dan dapat berhasil dilaksanakan berdasarkan isi tabel diatas.

Urutkan tindakan dalam tabel sesuai dengan urut-urutan pernyataan misi desa..) 7 .. Lokasi Sifat Volume Target Penerima Manfaat Tujuan Tanda-tanda Keberhasilan Kegiatan Periode Waktu Pelaksanaan Biaya/ Sumber Pembiayaan Rp Sumber Ket Baru Rehab Lanj.Program/kegiatan Pembangunan Desa Untuk Lima Tahun ke Depan Isilah Formulir di bawah ini sesuai dengan daftar tindakan prioritas 60 menit yang termasuk dalam pengelompokkan tindakan bagi pemenuhan misi desa. Suatu program atau kegiatan dinyatakan bertentangan apabila program atau kegiatan tersebut malah bersifat menggagalkan upaya pemenuhan visi/misi desa.. Pertama Kedua Ketiga Keempat Kelima Kepala Desa LPM (………………………………….. Catatan: Program atau kegiatan yang merupakan bagian dari RPJM Daerah dapat juga ditambahkan selama tidak bertentangan dengan pemenuhan visi/misi desa. : ………………………………. Gabungkan program atau kegiatan dari RPJM Daerah yang sesuai. : ……………………………….. : ……………………………….. Formulir Isian Program (modifikasi dari contoh Formulir yang tercantum dalam Permendagri 66 Tahun 2007) Desa Kecamatan Kabupaten/Kota Tahun No Tahun Bidang/Jenis Kegiatan Bidang Jenis : ……………………………….) (………………………………….

Arah Kebijakan Keuangan Desa Sesi Curah Pendapat: 60 menit 1. Aparat Desa terkait menginformasikan data pendapatan dan belanja desa untuk tiga tahun terakhir. Catatan: Alasan penggunaan data perkembangan tiga tahun terakhir adalah untuk mendapatkan gambaran data loncatan perkembangan dua tahun terakhir. Fasilitator dan Kepala Desa menjabarkan Perkembangan Pendapatan Desa (tiga tahun terakhir). gunakan tabel-tabel berikut: Tabel Target dan Realisasi Pendapatan Asli Desa (PADes) Tahun Sumber Target Realisasi Naik/turun PADes (Rp) (Rp) (%) sumber 1 ke-1 sumber 2 sumber ke-n ke-2 sumber 1 sumber 2 sumber ke-n ke-3 sumber 1 sumber 2 sumber ke-n Tabel Kondisi dan Perkembangan Alokasi Dana Desa (ADD) Tahun Anggaran* Realisasi (Rp) Naik/Turun (Rp) (%) ke-1 ke-2 ke-3 Tabel Kondisi dan Perkembangan Lain-lain Pendapatan yang Sah Tahun Anggaran* Realisasi (Rp) Naik/Turun (Rp) (%) ke-1 ke-2 ke-3 * kolom Anggaran diisi dengan nilai rupiah yang dianggarkan oleh baik itu Pemerintah Daerah maupun sumber pendapatan lain yang diketahui oleh desa. 3. Fasilitator dan Kepala Desa dapat menggunakan pertanyaan-pertanyaan kunci berikut untuk menjelaskan tabel: 8 . Untuk memudahkannya. Kasie PMD dari Pemerintah Kecamatan yang hadir meng-informasi-kan jumlah Dana Perimbangan Keuangan Pusat-Daerah yang diterima oleh Pemerintah Daerah. 2.

dan Lain-lain Pendapatan yang Sah? 6. Gunakan pertanyaan-pertanyaan kunci berikut untuk menarik kesimpulan umum:  Bagaimana perbandingan persentasi nilai PADes. Mintalah pendapat peserta musyawarah akan hasil estimasi Pendapatan Desa. buatkanlah estimasi optimis pendapatan desa untuk lima tahun ke depan. Estimasi Pendapatan Desa (lima tahun ke depan). Kepala Desa dapat menggunakan tabel berikut sebagai alat bantu memaparkan perkembangan Belanja Desa dalam tiga tahun terakhir: 9 . mengapa demikian? 4. apa saja yang akan dilakukan untuk meningkatkan PADes. Sesuaikan jika ada yang masih perlu disesuaikan dan bangun kesepakatan dengan masyarakat. dan Lainlain Pendapatan yang sah? Mana yang paling besar nilainya?  Berdasarkan potensi yang ada di Desa dan APBD yang telah dijabarkan Pemerintah Kabupaten. 5.  Peluang peningkatan pendapatan dari ADD sesuai dengan jumlah Dana Perimbangan Pusat-Daerah yang diterima. Dasar-dasar estimasi adalah:  Peluang peningkatan pendapatan asli desa sesuai dengan aktivitas ekonomi desa yang telah ada dan yang akan diwujudkan sesuai tindakan-tindakan yang mewujudkan misi dalam RPJMDes dalam rincian tahunannya. Berdasarkan data perkembangan pendapatan desa. ADD. paparkan Data Perkembangan Belanja Desa (tiga tahun terakhir). Gunakan tabel berikut sebagai alat bantu untuk memperkirakan Pendapatan Desa hingga lima tahun ke depan: Tabel Sumber Pendapatan Desa (Perkiraan Pendapatan Lima Tahun ke Depan) No Sumber* Nilai Rupiah pada Tahun yang Pendapatan Diperkirakan Tahun I Tahun II Tahun III Tahun IV Tahun V * identifikasi sumber-sumber pendapatan ini didasarkan pada bentukbentuk sumber pendapatan yang sah seperti yang tercantum pada RAPBDes. Berapa persen rata-rata kenaikan (turunnya) realisasi pendapatan dibandingkan dengan target?  Mengapa terjadi kenaikan (turunnya) realisasi pendapatan dibandingkan dengan target?  Sebutkan perbandingan realisasi pendapatan berdasarkan sumber PADes! Jika naik/turun. Selanjutnya. ADD.

yakni. gunakan pertanyaan panduan berikut sebagai alat bantu:  Apakah persentase Belanja Langsung lebih besar dari Belanja Tidak Langsung? . kepada Masyarakat atau kepada Organisasi? Mengapa demikian? 7.Tabel Perbandingan Belanja Langsung dan Belanja Tidak Langsung Keterangan Tahun Belanja Kecenderungan Belanja Perbandingan Langsung Belanja Langsung Tidak Belanja Langsung Langsung Jumlah (Rp) % Bagi Masyarakat (%) Bagi Organisasi atau Kelompok Tertentu Saja (%) Jumlah % (Rp) Jumlah (Rp) % Jumlah (Rp) % dengan Belanja Tidak Langsung (Lebih Besar atau Lebih Kecil) ke-1 ke-2 ke-3 Untuk menarik kesimpulan.Jika Tidak. Tahun I Tahun II Tahun III Tahun IV Tahun V No Nama Tindakan BL BTL BL BTL BL BTL BL BTL BL BTL 1 2 n Tindakan ke-1 Tindakan ke-2 Tindakan ke-n Fasilitator Desa wajib untuk meminta persetujuan masyarakat dalam setiap mata anggaran. Dikembangkan berdasarkan daftar tindakan yang akan mewujudkan misi yang tercantum dalam daftar program pembangunan desa untuk lima tahun ke depan di atas. telah diterapkan dengan baik. mengapa Belanja Tidak Langsung lebih besar dari Belanja Langsung?  Apa kecenderungan Belanja Langsung. Hal ini berguna untuk memastikan bahwa setiap mata anggaran yang dikeluarkan sesuai dengan rencana pembangunan yang telah dikembangkan bersama masyarakat. Estimasi Belanja Desa (lima tahun ke depan). 10 . yakni: 70% . maka salah satu prinsip Tata Pemerintahan yang Baik. apakah sesuai dengan besaran perbandingan yang ditetapkan oleh pemerintah. transparansi.Jika ya. Gunakan tabel berikut sebagai alat bantu untuk memaparkan perkiraan belanja desa sebagai berikut: Tabel Perkiraan Belanja Desa untuk Lima Tahun ke Depan Berdasarkan Prioritas Tindakan yang Disepakati Bersama Masyarakat. Jika ini telah berlangsung.30%? Mengapa demikian? .

Catatan: Bentuk tabel disesuaikan dengan informasi yang tercantum dalam format isian APBDes. 8. namun yang ditambahkan adalah kolom keterangan per tahun-nya untuk menjelaskan rincian di tiap tahun. Bangun dan sepakati-lah kesimpulan analisa Pendapatan dan Belanja Desa bersama masyarakat. apa saja potensi desa yang belum digarap?  Apakah ada mata kegiatan pembangunan desa yang dapat meningkatkan potensi desa yang bersangkutan?  Apakah setiap mata kegiatan pembangunan dalam RPJMDes sudah dianggarkan sesuai dengan urut-urutannya dalam RPJMDes?  Dari estimasi pendapatan desa setiap tahunnya. 11 . Gunakan pertanyaan-pertanyaan berikut sebagai alat bantu dalam menggugah keluarnya pendapat peserta musyawarah:  Apakah informasi pendapatan desa sudah tercatat dengan benar?  Berapa jumlah Alokasi Dana Desa yang diterima tahun ini?  Jika masih perlu disempurnakan apa saja yang masih belum dicatat?  Bagi kepentingan meningkatkan pendapatan asli desa. apakah sudah dapat membiayai mata kegiatan pembangunan setiap tahun?  Apa saja fokus belanja desa untuk lima tahun ke depan pada bidang Ekonomi? Kesehatan? Pendidikan?  dsb.

3 1.1.4.2. 1.Tabel Perkiraan Keuangan Desa KODE REKENING URAIAN Tahun I Tahun II Tahun III Tahun IV Tahun V JUMLAH KET.1.1 1.7 1.2.4 1.3 1.2 1.2.1..2.1.2 1.1.5. 1.1 PENDAPATAN Pendapatan Asli Desa Hasil Usaha Desa dst ………………………… Hasil Pengelolaan Kekayaan Desa Tanah Kas Desa : (*) Tanah Desa dst ………………………. Bantuan Keuangan Pemerintah Provinsi.1 1.2.3.1.1.1 1.1. Pasar Desa Pasar Hewan Tambatan Perahu Bangunan Desa Pelelangan Ikan yang dikelola Desa Lain-lain Kekayaan Milik Desa dst ………………………… Hasil Swadaya dan Partisipasi dst ………………………….1.6 1.1.1.2.2.2 1.3.1.1.1 1.4. 1.2 1.1 1.1.2.1. Lain-lain Pendapatan Asli Desa yang sah dst ………………………….5 1.4 1.1 1.5 1.1.2..1 1.8 1.1.1.1.2.2.1.2 1.4 1.2 1.1.1 1. Hasil Gotong Royong dst ………………………….3 1.2.5 12 .4.2. Bagi Hasil Pajak: Bagi hasil pajak kabupaten/kota Bagi hasil PBB dst …………………… Bagi Hasil Retribusi dst …………………… Bagian Dana Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah ADD dst …………………….1 1.3 1.1 1.1.

2 1.6.1 2.2 1.6.1 1.5.4 1. Dana Tambahan penghasilan tetap Kepala Desa dan Perangkat Desa dst …………….2 2.3.1.3 1..2.1 2.1 2. dan desa lainnya Bantuan Keuangan Pemerintah: dst ………………………… Bantuan Keuangan Pemerintah Provinsi dst …………………………… Bantuan Keuangan Pemerintah Kabupaten/Kota.6 1. dst ……………………….5.3 2.1.6..1.7.1 1.1.1 1.1 2.1.5.6.5.KODE REKENING URAIAN Tahun I Tahun II Tahun III Tahun IV Tahun V JUMLAH KET.5.5.1.1.5 1.6.1 1.5.3 2.4 1.1 BELANJA Belanja Langsung Belanja Pegawai/Honorarium : Honor tim/panitia dst ………………….7.1.. Sumbangan Pihak Ketiga Sumbangan dari ……….1.2 2.2 2 2.1.5..7 1. Bantuan Keuangan Desa lainnya : dst ……………… Hibah Hibah dari pemerintah Hibah dari pemerintah provinsi Hibah dari pemerintah kabupaten/kota Hibah dari badan/lembaga/organisasi swasta Hibah dari kelompok masyarakat/ perorangan dst ……………………….1 1.3. 1.6.1 Kabupaten/Kota.2 1.2 2. JUMLAH PENDAPATAN 1.2.1 1.4.1.6 1.5. Belanja Barang/Jasa : Belanja perjalanan dinas Belanja bahan/material dst ………………………… Belanja Modal Belanja Modal Tanah 13 .2.2.1.3 1.3.

2 3.2.1.2.2.2.6 2.1 2.4 2.6.3.2.6.2.1.1 Belanja Modal jaringan dst ………………………… Belanja Tidak Langsung Belanja Pegawai/Penghasilan Tetap dst ………………………… Belanja Hibah dst ………………………… Belanja Bantuan Sosial : Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) BBR Belanja Bantuan Keuangan dst ……………………… Belanja tak terduga Keadaan darurat Bencana alam dst………………… JUMLAH BELANJA 2.5.2. Hasil penjualan kekayaan Desa yang dipisahkan.1 2.1 3.2.1. Penerimaan Pinjaman Pengeluaran Pembiayaan Pembentukan Dana Cadangan Penyertaan Modal Desa Pembayaran utang JUMLAH PEMBIAYAAN 14 .3 3.2.KODE REKENING URAIAN Tahun I Tahun II Tahun III Tahun IV Tahun V JUMLAH KET.4.2.1 2.1 2.1 2.2.1.2 2.1 3.4.2 3.1.2 2.2 2.2.3 3 3. 2.3 2.3.2.6.3 2.3 PEMBIAYAAN Penerimaan Pembiayaan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) tahun sebelumnya.2.5 2.1.3.1 3.2 3.2.2.2 2.

program satuan kerja perangkat daerah (SKPD). baik yang dilaksanakan langsung oleh pemerintah desa maupun yang ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat dengan mengacu kepada Rencana Kerja Pemerintah Daerah dan RPJM-Desa. arah kebijakan keuangan desa. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 66 Tahun 2007 tentang Perencanaan Pembangunan Desa.1 RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DESA Dasar Hukum 1. rencana kerja dan pendanaan serta perkiraan maju. Pengertian Sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 66 Tahun 2007 Pasal 1 Ayat 6.Bahan Bacaan 1. dengan mempertimbangkan kerangka pendanaan yang dimutahirkan. Perihal Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Musrenbang Tahun 2007. Daftar Usulan Rencana Kegiatan Pembangunan Desa yang selanjutnya disingkat (DURKPDesa) adalah daftar yang merupakan usulan kegiatan pembangunan Desa yang menggunakan dana yang sudah jelas sumbernya baik dari APBN. 3. kebijakan umum. mewujudkan perencanaan pembangunan desa sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan keadaan setempat. Surat Edaran Bersama Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas dan Menteri Dalam Negeri. 2. memelihara dan mengembangkan hasil-hasil pembangunan di desa. program prioritas pembangunan desa. Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa. c. Kabupaten/Kota). dan d. APB Desa. disertai dengan rencana kerja. lintas SKPD. APBD (Provinsi. menciptakan rasa memiliki dan tanggungjawab masyarakat terhadap program pembangunan di desa. Tujuan RPJMDesa adalah: a. Swadaya dan Kerjasama dengan Pihak ketiga. 15 . DURKP-Desa adalah penjabaran dari RKP-Desa. dan program prioritas kewilayahan. program. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDesa) adalah dokumen perencanaan untuk periode 5 (lima) tahun yang memuat arah kebijakan pembangunan desa. Rencana Kerja Pembangunan Desa yang selanjutnya disingkat (RKP-Desa) adalah dokumen perencanaan untuk periode 1 (satu) tahun merupakan penjabaran dari RPJMDesa yang memuat rancangan kerangka ekonomi desa. Nomor 0008/M. menumbuhkembangkan dan mendorong peran serta masyarakat dalam pembangunan di desa. RPJMDesa disebut juga dengan Perencanaan Pembangunan Desa.PPN/01/2007 dan Nomor 050/264A/SJ. b.

 pemaparan masalah utama yang dihadapi oleh masyarakat desa oleh beberapa perwakilan dari masyarakat. yaitu setiap proses tahapan perencanaan pembangunan dapat dilihat dan diketahui secara langsung oleh seluruh masyarakat desa.  pemaparan kepala desa atas prioritas kegiatan pembangunan di desa.RPJMDesa ditetapkan dengan Peraturan Desa.  pemisahan kegiatan berdasarkan kegiatan yang akan diselesaikan sendiri di tingkat Desa dan kegiatan yang menjadi tanggungjawab Satuan Kerja Perangkat Daerah yang akan dibahas dalam Musrenbang Tahunan Kecamatan. antara lain Ketua Kelompok Tani.  terbuka.  penjelasan koordinator Musrenbang yaitu Ketua LKMD/LPM atau sebutan lain mengenai tata cara pelaksanaan musyawarah. Kepala Dusun. 16 .  pemaparan kepala desa atas hasil evaluasi pembangunan 5 (lima) tahun sebelumnya.  penjelasan kepala desa mengenai informasi perkiraan jumlah Pembiayaan Kegiatan Pembangunan 5 (lima) tahunan di Desa. sedangkan RKPDesa ditetapkan dengan Keputusan Kepala Desa. berbangsa dan bernegara.  pemaparan kepala desa atas prioritas program kegiatan untuk 5 (lima) tahun berikutnya yang bersumber dari RPJM-Desa.  penempatan prioritas kegiatan pembangunan yang akan datang sesuai dengan potensi serta permasalahan desa. Komite Sekolah. dan  penetapan daftar nama 3-5 orang (masyarakat yang komposisinya ada perwakilan perempuan) delegasi dari peserta musrenbang desa untuk menghadiri musrenbang Kecamatan. yaitu keikutsertaan dan keterlibatan masyarakat secara aktif dalam proses pembangunan.  berpihak pada masyarakat.  partisipatif.  perumusan para peserta mengenai prioritas untuk menyeleksi usulan kegiatan sebagai cara mengatasi masalah oleh peserta. Prinsip-prinsip Penyelenggaraan RPJMDesa:  pemberdayaan. yaitu seluruh proses pembangunan di pedesaan secara serius memberikan kesempatan yang seluas-luasnya bagi masyarakat khususnya masyarakat miskin. yaitu upaya untuk mewujudkan kemampuan dan kemandirian masyarakat dalam kehidupan bermasyarakat. Kegiatan-kegiatan Terkait Pengembangan RPJMDesa:  pendaftaran peserta.

 cermat. dan investasi yang dapat memberikan dampak terbesar bagi perbaikan situasi kehidupan masyarakat di masa depan.  keberlanjutan. 17 .  selektif. 3. 2. Menguatkan masyarakat untuk mengupayakan kesempatan secara proaktif dan tidak hanya bereaksi terhadap perubahan. yaitu data yang diperoleh cukup obyektif. manusia. namun tetap cukup fleksibel bagi penghentian program di tengah jalan (apabila hasil evaluasi menunjukkan ke-tidak-efektif-an dalam mencapai tujuan) atau memulai sesuatu yang sebelumnya tidak sempat terpikirkan. yaitu pengkajian terhadap suatu masalah/hal dilakukan secara berulang sehingga mendapatkan hasil yang terbaik. Sasaran sosio-ekonomi-nya luas. Mempertimbangkan ketersediaan sumber daya. baik pada pemerintah di desa maupun pada masyarakat. akuntabel. 3. 3. Mengetahui aksi. Mengalokasikan sumber-sumber daya desa pada penyelesaian masalah pembangunan yang paling akut. Diarahkan pada aksi dengan penekanan yang kuat pada hasil-hasil yang bersifat praktis atau yang dapat dilaksanakan. Menganalisa kekuatan dan kelemahan wilayah bagi kepentingan pembangunan. Cukup fleksibel bagi kepentingan adaptasi untuk mencapai tujuan atau hasil terbaik. dapat dipercaya. Didasarkan pada perkiraan terbaik. yaitu semua masalah terseleksi dengan baik untuk mencapai hasil yang optimal. Sifat dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah: 1. yaitu di dalam menemukan masalah dilakukan penggalian informasi melalui alat kajian keadaan desa Ciri-ciri dari suatu Rencana Pembangunan Jangka Menengah: 1. teliti. dan menampung aspirasi masyarakat. yaitu setiap proses dan tahapan-tahapan kegiatan pembangunan dapat dipertanggungjawabkan dengan benar. 5. 5. 4. 5. Fokus pada isu-isu terpilih. kebijakan. yaitu pelaksanaan perencanaan kegiatan sesuai dengan potensi sumberdaya alam dan sumberdaya manusia yang tersedia. dan  penggalian informasi. 4.  proses berulang.  efisiensi dan efektif. Keuntungan desa jika membuat Rencana Pembangunan Jangka Menengah: 1. Juga berkaitan dengan kegiatan atau event yang terjadi di luar wilayah. Sebagai alat dalam mengelola semua sumber daya (alam. dan buatan) secara keseluruhan. Berisi tema-tema terpilih yang merupakan prioritas. keuangan. yaitu setiap proses dan tahapan kegiatan perencanaan harus berjalan secara berkelanjutan. 2. 4. Mendapatkan gambaran yang terintegrasi dari beragam sektor terkait posisi aktual masyarakat dan prospek pembangunannya ke depan. 2. Mengetahui tren dan arah yang dapat menjelaskan kohesi masyarakat dan mendukung penetapan arah baru.

Memastikan bahwa strategi pembangunan desa memiliki sasaran jangka menengah yang jelas. tetapi. Visi berisi gambaran optimis keadaan desa di masa depan dalam kurun waktu tertentu. lebih dari itu RPJMDes melibatkan kemampuan untuk menentukan sasaran. mengkombinasikan sumber daya. desa kami bebas dari kasus busung lapar‖  dsb.‖  dll. sehingga dapat meminimalisir resiko perubahan drastis atau kompromi terhadap arah pembangunan akibat penggantian pimpinan desa. kondisi masa kini. RPJMDes bukan semata-mata sebuah daftar program dan kegiatan. Oleh karena itu. Misi adalah rumusan umum mengenai upaya-upaya yang hendak dilakukan untuk mewujudkan visi. dan potensi di masa depan.‖  ―Mengembangkan Badan Usaha Milik Desa.6. Visi dan Misi Desa Visi adalah rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan pada akhir periode perencanaan. 18 .‖  ―Menghapus angka buta huruf di desa. Dengan demikian. Analisis Lingkungan dan Faktor-faktor Keberhasilan Tujuan utama dari analisis lingkungan adalah untuk mengenali tema-tema yang menjadi perhatian dari masyarakat setempat dan tren-tren yang menunjukkan peluan atau keterbatasan. walaupun tetap bersifat lebih umum. suatu pernyataan visi haruslah cukup spesifik agar cocok dengan kurun waktu yang telah ditetapkan. RPJMDes juga berguna untuk menguji hasil langsung dan dampak langsung yang ditimbulkan memanfaatkan indikator capaian sebagai alat ukurnya. dan aksi untuk mencapai sasaran. Berikut adalah beberapa contoh pernyataan Visi:  ―Menjadi desa utama penghasil vanili‖  ―Desa teladan dalam pengembangan SDM‖  ―Menjadi desa terbaik dalam meningkatkan ekonomi warga‖  ―Pada akhir tahun 2013. pengembangan Visi Desa ini tidak dapat dilakukan sendiri oleh orangperseorangan tertentu. Selain itu.‖  ―Mengoptimalkan lahan produktif desa bagi pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat. Oleh karena itu. Pertanyaan kuncinya adalah ―Apa yang bisa dilakukan Desa untuk mewujudkan Visi?‖ Contoh-contoh Pernyataan Misi adalah:  ―Mengembangkan perkebunan vanili di desa. Keadaan desa yang diinginkan merupakan cerminan dari keinginan masyarakat desa yang terangkum sedemikian rupa sehingga mencakup kebutuhan seluruh lapisan masyarakat desa. satu hal penting yang perlu diingat adalah RPJMDes belum tentu dapat menjawab semua permasalahan di desa mengingat keterbatasan waktu dan sumber daya. Visi Desa adalah rumusan umum mengenai keadaan desa yang diinginkan pada akhir Periode Perencanaan Pembangunan Desa. Misi menjelaskan tentang tujuan khusus dari desa. Namun. Analisis lingkungan menyediakan gambaran menyeluruh terkait tren di masa lalu.

tujuan dari analisis faktor internal adalah untuk mendapatkan informasi terkait faktor-faktor apa saja yang berpengaruh terbesar bagi penentuan kualitas hidup masyarakat desa namun dapat dikontrol oleh masyarakat. Apa saja yang sedang terjadi pada tingkat daerah. dan internasional? 3. Faktor-faktor yang perlu diidentifikasi adalah yang paling memiliki dampak jangka panjang. baik itu secara positif. Arah Kebijakan Keuangan Desa merupakan acuan bagi penetapan anggaran desa dalam rangka meng-operasionalisasi-kan perencanaan pembangunan desa. Oleh karena itu. Beberapa pertanyaan berikut dapat digunakan untuk mengamati lingkungan: 1. Perkembangan Pendapatan Desa (Tiga Tahun Terakhir) 1.1.2.1. maupun secara negatif. 19 .2. Arah Kebijakan Keuangan Desa Keuangan Desa adalah semua hak dan kewajiban dalam rangka penyelenggaraan Pemerintahan desa yang dapat dinilai dengan uang termasuk di dalamnya segala bentuk kekayaan yang berhubungan dengan hak dan kewajiban desa tersebut.2. Sedangkan. hal utama yang harus selalu diingat oleh para fasilitator perencanaan pembangunan desa adalah Utamakan Penyelesaian Masalah Desa yang Paling Mendesak! Artinya. Apa saja peluang dan keterbatasannya? 4. para fasilitator harus mampu untuk membantu masyarakat memahami apa yang paling mendesak bagi mereka untuk segera diselesaikan agar mereka tidak terjebak dalam penempatan prioritas yang keliru. Program-program Pembangunan Desa Hasil dari Analisis Lingkungan dan Faktor-faktor Keberhasilan pada bagian sebelumnya dapat menunjukkan kemampuan desa dalam bekerja mewujudkan visi dan misi-nya. Tren masa depan akan menjadi seperti apa? Analisis Faktor-faktor Eksternal dan Internal Tujuan dari analisis faktor eksternal adalah untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berasal dan berada di luar masyarakat desa serta tidak dapat dikontrol oleh masyarakat desa namun yang berpengaruh besar dalam menentukan kualitas kehidupan masyarakat di desa. Setiap alokasi biaya yang dicantumkan harus dapat menghasilkan sesuai dengan apa yang telah direncanakan. Alokasi Dana Desa (ADD) 1. nasional. Bagi kepentingan analisis ini.1. Apa saja yang pernah terjadi di masa lalu? Apa kaitannya dengan situasi saat ini? Dan apa yang kemungkinan terbesar dapat muncul seiring dengan penyelenggaraan rencana kegiatan/program? 2. Arah Pengelolaan Pendapatan Desa.1. dibutuhkan pula indikator-indikator eksternal yang berperan sebagai pembanding terhadap penilaian situasi desa. Perkiraan pendapatan desa berdasarkan Sumber-sumber Pendapatan Desa. Lain-lain Pendapatan yang Sah 1. dalam pemfasilitasian. Kerangka Arah Kebijakan Keuangan Desa adalah sebagai berikut: 1. Perkiraan Pendapatan Desa (Lima Tahun ke Depan) 1.1.Analisis lingkungan memperhatikan kondisi lingkungan yang lebih luas di luar desa termasuk didalamnya events dan beragam tren yang berdampak langsung pada perubahan di desa. Pendapatan Asli Desa (PADes) 1. yang terdiri dari: 1.3.1.

1. merupakan rangkuman dari Tabel Sumber Pendapatan Desa (Perkiraan Pendapatan Lima Tahun ke Depan) dan Tabel Perkiraan Belanja Desa untuk Lima Tahun ke Depan Berdasarkan Prioritas Tindakan yang Disepakati Bersama Masyarakat. 3. 20 . Perbandingan Belanja Langsung dan Belanja Tidak Langsung 2. Perkiraan Belanja Desa (Lima Tahun ke Depan) 2. yang terdiri dari: 2. Tabel Perkiraan Keuangan Desa.2. Perkiraan belanja desa berdasarkan Tindakan-tindakan Prioritas Desa yang tercantum dalam Program Pembangunan Desa Lima Tahun.2.2.1.1. Arah Pengelolaan Belanja Desa.1. Perkembangan Belanja Desa (Tiga Tahun Terakhir) 2.

sehingga dapat mengikat pihak manapun dalam proses pelaksanaan hasil perencanaan lima tahun dimaksud. Peserta mendapat pemahaman umum tata cara penyusunan peraturan desa.Bagian II PENYUSUNAN PERATURAN DESA Pengantar Penyusunan peraturan desa tentang APBDes merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses penganggaran pada Panduan P3MD Plus Jilid 1. 3. Pos Belanja yang terdiri dari jenis belanja langsung dan tidak langsung serta Pos Pembiayaan untuk merealisasikan program dan kegiatan yang sudah dijadikan sebagai Rencana Kerja Pemerintah Desa yang dibiayai melalui APBDes. sudah dihasilkan Rancangan APBDes yang memuat tentang jumlah nilai uang pada Pos Pendapatan. Terwujudnya pemahaman bersama tindak-lanjut setelah penyusunan Ranperdes. Oleh karena itu. Bagian I panduan dua ini juga telah memberikan pemeahaman kepada fasilitator P3MD Plus untuk tidak sekedar menghasilkan sebuah perencanaan yang sifatnya sementara dan jangka pendek tetapi lebih jauh dari itu adalah perlu adanya pengembangan hasil sebuah perencanaan menjadi sebuah dokumen jangka panjang berupa Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes). Membangun pemahaman dasar tentang peraturan desa. Tindak lanjut dari Perdes APBDes dan RPJMDes. RPJMDes ini menjadi acuan bersama semua pihak dalam proses pembangunan di tingkat desa selama lima tahun yang akan datang. Pemahaman dasar tentang peraturan desa. b. dan d. Tujuan Umum 1. penyusunan Peraturan Desa (Perdes) tentang APBDes dan kedua adalah penyusunan Perdes tentang RPJMDes. 21 . Berdasarkan uraian diatas. RPJMDes perlu dilegitimasi menjadi sebuah Peraturan Desa. Teknis penyusunan Perdes tentang APBDes. c. Pada Panduan. Untuk itu. 4. Peserta secara khusus memahami teknis penyusunan peraturan desa tentang APBDes dan RPJMDes. ada empat hal penting yang perlu menjadi dasar pemahaman bagi fasilitator. yakni: a. 2. maka pada bagian II Panduan P3MD Plus Jilid 2 ini lebih diarahkan pada dua aspek penting. Teknik penyusunan RPJMDes. yakni pertama.

Apa maksud dan tujuan dibuatnya peraturan desa tentang APBDes? Mengapa penting APBDes dibuat dalam Perdes? Apakah ada rujukan aturan yang lebih tinggi untuk menjalankan aturan ini? Apa manfaat langsung jika Perdes ini dibuat? Apa dasar hukum yang mendasari sebuah peraturan desa tentang APBDes? Setiap mengidentifikasi dasar hukum yang berkaitan dengan kewenangan pembentukan Perdes dan dasar hukum yang berkaitan dengan APBDes harus memperhatikan beberapa hal: o o o Diurutkan mulai dari yang tertinggi ke terendah berdasarkan sistem hukum yang berlaku Nomor pembuatan yang tertua menuju yang terbaru Tahun pembuatan dari tertua ke tahun pembuatan yang terbaru. Waktu Kegiatan 180 menit Langkah Kegiatan Sesi Curah Pendapat: Fasilitator meminta kepada peserta untuk menyebutkan struktur Perdes dengan pertanyaan: Apa yang anda tahu tentang struktur Perdes? Apa arti dari masing-masing struktur Perdes tersebut? 60 menit mendiskusikan 30 menit Sesi Simulasi Penyusunan Perdes APBDes 1. Fasilitator menugaskan beberapa hal berikut:   kelompok untuk   Tentukan Nama Desa tempat peraturan desa itu dibuat. pengeluaran dan pembiayaan dalam tahun anggaran tersebut? o Apa saja Jenis Pendapatan dan berapa nilai uang dari masing-masing jenis pendapatan pada Pos 22 . Nomor.  Berapa total pendapatan. 2. Bagi peserta kedalam beberapa kelompok. Spidol.Sub Bagian 2. Tahun Pembuatan dan Judul Perdes tahun anggaran berlangsung.1 Teknis Penyusunan Peraturan Desa Tentang APBDes Tujuan 1. Peserta dapat menyebutkan dan menjelaskan kerangka struktur Peraturan Desa Peserta dapat menyusun draft Perdes APBDes Bahan dan Alat Kertas Plano. 2. dan ATK lainnya yang dapat diadakan setempat.

 Fasilitator memberikan kesimpulan umum terhadap proses diskusi presentase kelompok.Pendapatan? Totalkan Nilai Pendapatan! o Apa saja jenis Belanja Langsung dan Belanja Tidak Langsung serta berapa nilai uang dari masing-masing jenis belanja? Totalkan Belanja! o Apa saja Jenis Pembiayaan dan berapa nilai uang dari masing-masing jenis pembiayaan? Totalkan! Catatan: Tetap mengacu pada lampiran RAPBDes yang sudah disusun pada panduan Jilid 1. Gunakan nilai persentasi yang sudah dialokasikan pada struktur APBDes sebelumnya. 23 . Cantumkan tempat dan waktu (tanggal. Sesi Penegasan 15 menit  Fasilitator menegaskan hasil curah pendapat tentang struktur dan arti masing-masing struktur Perdes. bulan. Masukan hasil diskusi kedalam struktur Perdes Catatan: Jika pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat dijawab dengan baik maka sangat mempermudah tim perumus untuk menjadikannya sebagai substansi dari peraturan desa tersebut.     Masukan hasil pendapatan dan pengeluaran yang sudah dianalisis pada struktur APBDes. Berapa nilai persentasi yang akan dialokasikan pada pos pengeluaran dari masing-masing pos pendapatan. Sesi Presentasi 60 menit Hasil diskusi masing-masing kelompok dipresentasikan dan ditanggapi oleh anggota kelompok lain. dan tahun penetapan).

2.2 Teknis Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) Tujuan 1. Apa dasar hukum yang mendasari sebuah peraturan desa tentang RPJMDes? Catatan: Setiap mengidentifikasi dasar hukum yang berkaitan dengan kewenangan pembentukan Perdes dan dasar hukum yang berkaitan dengan RPJMDes harus memperhatikan beberapa hal: 1. Apa maksud dan tujuan dibuatnya peraturan desa tentang RPJMDes? Mengapa penting RPJMDes dibuat dalam Perdes? Apakah ada rujukan aturan yang lebih tinggi untuk menjalankan aturan ini? Apa manfaat langsung jika Perdes ini dibuat? b. Peserta dapat menyebutkan dan menjelaskan Kerangka Struktur Peraturan Desa. Bagi peserta kedalam beberapa kelompok. Waktu Kegiatan 180 menit Langkah Kegiatan Sesi Curah Pendapat: Fasilitator meminta kepada peserta untuk menyebutkan struktur Perdes dengan pertanyaan: Apa yang anda tahu tentang struktur Perdes? Apa arti dari masing-masing struktur Perdes tersebut? 60 menit mendiskusikan 30 menit Sesi Simulasi Penyusunan Perdes RPJMDes 1. 24 .Sub Bagian 2. Spidol. dan ATK lainnya yang dapat diadakan setempat. 3. Peserta dapat menyusun draft Perdes RPJMDes. Diurutkan mulai dari yang tertinggi ke terendah berdasarkan sistem hukum yang berlaku Nomor pembuatan yang tertua menuju yang terbaru Tahun pembuatan dari tertua ke tahun pembuatan yang terbaru. Fasilitator menugaskan beberapa hal berikut: kelompok untuk a. Peserta dapat memahami pentingnya penyusunan perdes tentang RPJMDes. 3. 2. Bahan dan Alat Kertas Plano. 2.

Sesi Presentasi 60 menit Hasil diskusi masing-masing kelompok dipresentasikan dan ditanggapi oleh anggota kelompok lain. Catatan: Tetap mengacu pada Struktur RPJMDes yang sudah disusun bersama (apa visi dan misi desa. bagaimana hasil analisis lingkungan dan faktor-faktor keberhasilannya? Apa program dan kegiatan pembangunan desa untuk lima tahun ke depan? Bagaimana arah kebijakan keuangannya?) d. Masukan hasil diskusi terhadap pertanyaan/suruhan yang ada pada huruf a. Identifikasi struktur RPJMDes yang sudah dibuat pada bagian I panduan ini. 15 menit Sesi Penegasan  Fasilitator menegaskan hasil curah pendapat tentang struktur dan arti masing-masing struktur Perdes.c.  Fasilitator memberikan kesimpulan umum terhadap proses diskusi presentase kelompok. 25 . b dan c kedalam struktur perdes.

dan MENETAPKAN o o o o 26 . filosofis.Bahan Bacaan 2.. Dasar Hukum. Pembukaan Pembukaan pada peraturan desa terdiri dari: o o o Frasa ‖Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa‖ Jabatan Pembentuk Peraturan Desa Konsiderans. sosiologis. nomor.‖. Nama Peraturan Desa Mencerminkan isi peraturan desa Judul ditulis dengan huruf Kapital dan tidak diakhiri tanda baca Contoh: PERATURAN DESA BENU NOMOR 01 TAHUN 2008 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DESA TAHUN 2008 (-atauRENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DESA TAHUN 2008-2013) B. Penamaan/Judul Penamaan atau judul peraturan desa memuat jenis peraturan..‖ yang memuat dasar hukum tentang landasan yuridis kewenangan membuat peraturan desa dan landasan yuridis dari materi yang diatur. MEMUTUSKAN.. Diawali dengan kata ‖Mengingat.2 Kerangka Umum Struktur Perdes A. Frasa ‖Dengan persetujuan bersama Badan Permusyawaratan Desa dan Kepala Desa‖. tahun pembuatan dan tentang nama peraturan desa. Harus diawali dengan kata ‖Menimbang yang memuat uraian singkat pokokpokok pikiran yang menjadi latar belakang yuridis. dan politis dibentuknya peraturan desa.1 dan 2..

... Paragraf dan atau pasal-pasal terhadap materi: Ketentuan Umum..... Materi yang diatur. C.. Pengertian-pengertian (perlu menjelaskan hal-hal apa saja yang termuat dalam ketentuan umum)—kalimat yang disebut berulang-ulang disebut dalam batang tubuh Perdes. 27 . yang biasanya berisi frasa ―Hal-hal yang belum diatur dalam peraturan desa ini dapat diatur kemudian. Ketentuan Penutup Merupakan bagian terakhir batang tubuh peraturan desa.. dst.... dimuat dalam ketentuan umum. BAB II Pasal 2. dst.......... Ketentuan Peralihan (jika ada) Fungsi dari Ketentuan Peralihan ini adalah mengatur keadaan lama yang belum diselesaikan atau yang sedang dalam proses saat Peraturan Baru mulai diterapkan... Batang Tubuh Batang Tubuh Memuat semua materi yang dirumuskan dalam Bab.. Berisi materi-materi apa yang diatur oleh Peraturan Desa.Contoh : DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA DESA ..‖ - - Contoh BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1.. Dengan persetujuan bersama BADAN PERMUSYAWARATAN DESA dan KEPALA DESA .

. Masyarakat berhak memberikan masukan baik secara tertulis maupun lisan terhadap Rancangan Peraturan Desa. BAB IV Ketentuan Penutup Pasal.. Masukan secara tertulis maupun lisan dari masyarakat dapat dilakukan saat proses penyusunan Rancangan Peraturan Desa.BAB III Ketentuan Peralihan Pasal .. akan diatur lebih lanjut. Rancangan Peraturan Desa diprakarsai oleh Pemerintah desa dan dapat berasal dari usul inisiatif BPD.. Penutup Penutup suatu peraturan desa memuat hal-hal sebagai berikut: o o o o Rumusan tempat dan tanggal penetapan yang diletakan di sebelah kanan bawah Nama jabatan Nama lengkap pejabat yang menandatangani Tandatangan kepala desa sebagai tanda penetapan peraturan desa.. Hal-hal yang belum diatur dalam peraturan desa ini. D. 28 ..

penetapan.3 Tindak Lanjut Rancangan Peraturan Desa Pada sub bagian ini. fasilitator lebih banyak menggali pengalaman peserta pasca penyusunan Ranperdes karena pada umumnya tahap pasca penyusunan sudah menjadi kebiasaan bagi pemerintah desa untuk melakukan pembahasan dan penetapan serta asistensi dan penerapan Perdes dimaksud. Spidol dan ATK lainnya yang ada Waktu Kegiatan 45 menit Langkah Kegiatan Sesi Curah Pendapat Fasilitator meminta kepada peserta untuk menjelaskan proses pasca penyusunan draft Perdes dengan pertanyaan: Langkah apa yang harus dilakukan setelah penyusunan draft Perdes? Siapa yang bertanggung-jawab untuk melakukan apa? 30 menit Sesi Penegasan 15 menit Fasilitator menegaskan dan menarik kesimpulan dari hasil curah pendapat. Peserta dapat menjelaskan proses pembahasan dan penetapan Ranperdes menjadi Peraturan Desa Peserta dapat menemukan langkah-langkah konkrit pelaksanaan Perdes Bahan dan Alat Kertas Plano. Karena itu peran fasilitator hanya menegaskan pada hal-hal tertentu yang dipandang masih perlu ditegaskan dari proses tindak lanjut Ranperdes (pembahasan. Tujuan 1. dan pelaksanaan). 29 . 2.Sub Bagian 2.

Substansi yang ada dalam RPJMDes adalah visi.  Rancangan Peraturan Desa tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa.  Rancangan Peraturan Desa yang berasal dari pemerintah Desa dapat ditarik kembali sebelum dibahas bersama BPD. Perdes Tentang RPJMDes Pembuatan perdes tentang RPJMDes merupakan suatu bentuk pengakuan (legitimasi) berbagai pihak maupun secara normatif (legalitas) terhadap dokumen perencanaan pembangunan desa selama lima tahun. kabupaten ataupun pihak LSM/pihak ketiga lainya dalam membangun dan mendampingi desa dalam proses pembangunan di tingkat desa harus mengacu pada RPJMDes yang sudah disahkan dalam sebuah peraturan desa.3 a. análisis lingkungan dan faktorfaktor keberhasilan. serta arah kebijakan keuangan desa untuk jangka waktu lima tahun.Bahan Bacaan 2. sehingga hasil rumusan RPJMDes benar-benar mencerminkan aspirasi/kebutuhan masyarakat yang tercantum didalamnya.  Hasil evaluasi Rancangan Peraturan Desa disampaikan oleh Bupati/Walikota kepada Kepala Desa paling lama 20 hari Sejak Rancangan Peraturan Desa tersebut diterima. 30 . Karena itu semua pihak yang ingin membangun di desa baik masayarakat dan aparat desa yang ada didesa maupun pihak luar seperti pemerintah kecamatan.  Apabila Bupati/Walikota belum memberikan hasil evaluasi Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa. Sementara legalitas yang dimaksud adalah bahwa dokumen RPJMDes merupakan sebuah tuntutan berbagai peraturan yang sudah digambarkan pada bagian I panduan 2 ini. maka Kepala Desa dapat menetapkan Rancangan Peraturan Desa tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) menjadi Peraturan Desa. dan Penataan Ruang yang telah disetujui bersama dengan BPD. Legitimasi yang dimaksud adalah bahwa proses perumusan sebuah RPJMDes telah melibatkan berbagai pihak/unsur didalam desa. Perdes Tentang APBDes  Rancangan Peraturan Desa dibahas secara bersama oleh Pemerintah Desa dan BPD. program dan kegiatan. sebelum ditetapkan oleh Kepala Desa paling lama 3 (tiga) hari disampaikan oleh Kepala Desa kepada Bupati/Walikota untuk dievaluasi. misi. b. Evaluasi Rancangan Peraturan Desa tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa dapat didelegasikan kepada Camat. Pungutan.

mimbar gereja.  Peraturan Desa dan peraturan pelaksanaannya wajib disebarluaskan kepada masyarakat oleh Pemerintah Desa.  Peraturan desa disampaikan oleh Kepala Desa kepada Bupati/walikota melalui camat sebagai bahan pembinaan dan pengawasan paling lambat 7 (tujuh) hari setelah ditetapkan. Dusun. Media sosialisasi dapat diakukan melalui papan informasi. baik dalam pelaksanaan maupun evaluasi dan pertanggungjawaban. Penyampaian Rancangan Peraturan Desa sebagaimana dimaksud. Peraturan Desa tidak boleh berlaku surut. dinyatakan mulai berlaku dan mempunyai kekuatan hukum yang mengikat.  Hasil sosialisasi rancangan Perdes tersebut dibahas dan ditetapkan oleh pemerintah desa dan BPD  Rancangan peraturan desa yang telah disetujui bersama Kepala Desa dan BPD disampaikan oleh Pimpinan BPD kepada Kepala Desa untuk ditetapkan menjadi Peraturan Desa. kecuali.  Rancangan Peraturan Desa wajib ditetapkan oleh Kepala Desa dengan membubuhkan tanda tangan dalam jangka waktu paling lambat 30 (tiga puluh) hari sejak diterimanya Rancangan Peraturan Desa tersebut. Untuk itu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. dilakukan dalam jangka waktu paling lambat 7 (tujuh) hari terhitung Sejak tanggal persetujuan bersama. ditentukan lain dalam Peraturan Desa tersebut. yakni:  Rancangan peraturan desa perlu disosialisasikan baik secara langsung kepada masyarakat maupun melalui asistensi kepada pemerintah agar mendapat perbaikan dan persetujuan secara substansial maupun secara teknis oleh masyarakat dan pemerintah.Kesimpulan Sebuah Rancangan Peraturan desa tentang APBDes maupun RPJMDes perlu disusun bersama sehingga hasil perumusan itu menjadi tanggungjawab bersama semua pihak. sampai ke tingkat desa. 31 . RW. Sosialisasi tersebut disampaikan pada: Setiap tingkatan masyarakat mulai dari RT.  Peraturan Desa sejak ditetapkan.  Peraturan Desa wajib mencantumkan batas waktu penetapan pelaksanaan. dan media lain yang dipandang efektif sesuai dengan kebiasaan masyarakat desa.

Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 1649) 2) Undang-Undang Nomor 69 2 Apa dasar hokum dari perdes RPJMDes? 1.Sebagai alat control masyarakat. 1) Nomor 64 Tahun 1958 tentang Pembentukan daerah-daerah tingkat I Bali. Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 1649) 32 . . Undang-Undang Nomor 64 Tahun 1958 tentang Pembentukan daerahdaerah tingkat I Bali.Sebagai acuan pelaksanaan program desa lima tahun kedepan. Dalam proses memfasilitasi. .Meningkatkan kesejahteraan rakyat. Pembangunan dapat berjalan tepat waktu. . tim dibantu oleh fasilitator desa. maka pada tahap teknis penyusunan perdes. Apa dasar hukum dari RPJMDes? 3.Dapat memanfaatkan anggaran ADD sesuai kebutuhan desa secara optimal. peserta musyawarah diberi pemahaman dasar tentang perdes kemudian dilanjutkan dengan teknis penyusunan perdesnya. Apa isi dari RPJMDes yang sudah disusun? Ketiga pertanyaan ini selanjutnya didiskusikan oleh peserta yang dipandu oleh fasilitator desa secara bergantian. Hasil diskusi Desa Lakekun Barat Agar program desa Lakekun Barat terarah sesuai rencana. dan Nusa Tenggara Timur (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1645. peserta dibantu dengan beberapa pertanyaan penuntun seperti berikut: 1. Hasil diskusi kedua desa dengan waktu yang berbeda dapat dirangkum dalam tabel berikut ini: No Jenis pertanyaan Desa AS Manulea 1 Apa tujuan/ manfaat/ harapan perlu dibuatnya RPJMDes? Pembangunan dapat berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.Sebagai acuan penyusunan RKPDes setiap tahun. manfaat. Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur (lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1645. . Untuk kesejahteraan desa As Manulea. .Lampiran Lembaran uji coba penyusunan RPJMDes di desa As Manulea dan desa Lakekun Barat Kabupaten Belu Dalam memfasilitasi penyusunan perdes tentang RPJMDes. Nusa Tenggara Barat. Apa tujuan. atau harapan dari perlu dibuatnya RPJMDes? 2. Untuk memudahkan penyusunan perdes.

Mengupayakan penyelesaian masalah ketiadaan lahan warga c) Analisis Lingkungan dan Faktor-faktor yang menentukan Keberhasilan Misi desa As Manulea (terlampir) d) Program dan Kegiatan desa As Manulea lima tahun kedepan (terlampir) e) Arah Kebijakan Keuangan Desa As Manulea (terlampir) 33 . Misi desa As Manulea adalah: Meningkatkan Kualitas Rumah Rakyat desa As Manulea c. Bebas Gizi Buruk dan Bebas Buta Huruf b) Misi desa Lakekun Barat adalah: .Meningkatkan aktivitas sosial kemasyarakatan . Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah 5. Undang-Undang Nomor 69 Tahun 1958 Tentang Pmbentukan Daerah Tingkat II 3.Meningkatkan Produksi Pertanian .No Jenis pertanyaan Desa AS Manulea Hasil diskusi Desa Lakekun Barat Tahun 1958 Tentang Pmbentukan Daerah Tingkat II Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 Tentang Sistim Perencanaan Pembangunan Nasional Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 Tentang Desa Perda Kabupaten Belu Nomor 7 Tahun 2006 Tentang Pembentukan BPD Perda Kabupaten Belu Nomor 8 Tahun 2006 Tentang Sumber Pendapatan dan Kekayaan Desa 3 Apa isi dari RPJMDes? 2. Program dan Kegiatan desa As Manulea lima tahun kedepan (terlampir) e. Arah Kebijakan Keuangan Desa As Manulea (terlampir) 3) 4) 5) 6) 7) a) Visi desa Lakekun Barat adalah :Dalam Lima Tahun Kedepan Desa Lakekun Barat Harus Bebas Kelaparan. Perda Kabupaten Belu Nomor 8 Tahun 2006 Tentang Sumber Pendapatan dan Kekayaan Desa a.Meningkatkan pendidikan masyarakat . Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 Tentang Sistim Perencanaan Pembangunan Nasional 4.Meningkatkan pendapatan masyarakat . Analisis Lingkungan dan Faktor-faktor yang menentukan Keberhasilan Misi desa As Manulea (terlampir) d. Perda Kabupaten Belu Nomor 7 Tahun 2006 Tentang Pembentukan BPD 7. Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 Tentang Desa 6. Visi desa AS Manulea adalah : Lima Tahun Kedepan Desa As Manulea Memiliki Rumah Sehat b.

Halhal lain yang belum diatur dalam peraturan desa ini akan diatur lebih lanjut dengan peraturan kepala desa atau keputusan kepala desa.3 Konsideran Menimbang (memuat tujuan/manfaat/harapan perlunya sebuah masalah/topik yang akan ditetapkan menjadi peraturan desa). 2.1 Frasa ―Dengan Rahmat Tuhan yang Maha Esa‖.Selanjutnya peserta diminta untuk memasukkan hasil diskusi tiga pertanyaan tersebut kedalam struktur perdes. 3. memuat waktu penetapan perdes dan tandatangan pejabat pembuat peraturan. 2. dan 4) jika nomornya sama maka diurutkan berdasarkan tahun pembuatanya dari yang tertua ke yang termuda. jika ada 3. Penutup. 3) jika tahun pembuatanya sama maka diurutkan berdasarkan nomor pembuatan mulai dari nomor pembuatan terdahulu ke nomor pembuatan yang terkebelakang. memuat 2. 2) diurutkan berdasarkan tahun pembuatan mulai dari yang terdahulu ke tahun pembuatan yang terbelakang. Namun sebelum peserta memasukan hasil diskusinya.‖ 2. fasilitator bersama peserta secara partisipatif merumuskan strukutr perdes berdasarkan aturan yang berlaku yang terdiri atas: 1. Contoh.2 Penjabat Pembuat Peraturan. ada beberapa muatan yang akan dirumuskan dalam pembukaan yakni: 3. Pembukaan. 4. Dalam penulisannya diawali dengan kata ―bahwa. 2. lembaga-lembaga desa yang punya kewenangan untuk merumuskan dan melaksanakan peraturan desa dimaksud. penerima manfaat dan sasaran dari perdes tersebut dan atau kata-kata asing yang disebut berulang-ulang dalam isi materi perdes tersebut). Penamaan/judul. memuat beberapa kalimat norma hukum yang memastikan atau memberikan kemudahan-kemudahan terhadap efektivitas pelaksanaan perdes.5 Ketentuan penutup. 3. 34 . dalam struktur perdes yang terakhir ini. Syarat penulisanya adalah 1) diurutkan berdasarkan tata urutan produk hukumnya mulai dari yang tertinggi ke yang terendah.2 Bab/pasal-pasal selanjutnya sebelum ketentuan penutup merupakan bab/pasal yang memuat isi materi muatan dari perdes. 2.4 Ketentuan sanksi .3 Ketentuan peralihan.4 Konsideran Mengingat (memuat dasar hukum yang akan dijadikan sebagai acuan pembuatan perdes tentang sebuah masalah/topik).1 Ketentuan umum (memuat pengertian-pengertian dari isi materi peraturan desa tersebut yang terdiri dari: dasar diberlakukanya perdes. nomor dan tahun pembuatan serta judul peraturan desanya.5 Frasa ―Atas Persetujuan Bersama BPD dan Pemerintah Desa…‖ Memutuskan dan menetapkan (menulis judul peraturan yang dibuat) Pembukaan. memuat jenis peraturan.. 3.. jika ada 3.

Lampiran hasil 1. PERDES TENTANG RPJMDes Desa As Manulea

PERATURAN DESA NOMOR 01 TAHUN 2008 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN DESA AS MANULEA TAHUN 2009 – 2013

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA DESA AS MANULEA Menimbang : a. b. c. bahwa Pembangunan dapat berjalan sesuai kebutuhan masyarakat bahwa Pembangunan dapat berjalan tepat waktu bahwa Untuk kesejahteraan desa As Manulea

Mengingat

:

1.

2. 3. 4. 5. 6. 7.

Undang-Undang Nomor 64 Tahun 1958 tentang Pembentukan daerah-daerah tingkat I Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur (lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1645, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 1649) Undang-Undang Nomor 69 Tahun 1958 Tentang Pmbentukan Daerah Tingkat II Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 Tentang Sistim Perencanaan Pembangunan Nasional Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 Tentang Desa Perda Kabupaten Belu Nomor 7 Tahun 2006 Tentang Pembentukan BPD Perda Kabupaten Belu Nomor 8 Tahun 2006 Tentang Sumber Pendapatan dan Kekayaan Desa

Atas Persetujuan Bersama Kepala Desa dan Badan Permusyawaratan Desa As Manulea

MEMUTUSKAN

Menetapkan

:

Peraturan Desa As Manulea Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa Tahun 2009 – 2013

Pasal 1 Ketentuan Umum Dalam peraturan desa ini, yang dimaksudkan dengan : a. b. Desa adalah desa As Manulea Pemerintah Desa adalah pemerintah desa As Manulea

35

c. d. e. f.

Badan Permusyawaratan Desa yang selanjutnya disingkat BPD adalah Badan Permusyawaratan Desa As Manulea Lembaga Pemberdayaan Masyarakat yang selanjutnya disingkat LPM adalah Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa As Manulea Masyarakat adalah masyarakat desa As Manulea Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa yang selanjutnya disingkat RPJMDes adalah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa As Manulea

Pasal 2 Visi Desa As Manulea Visi desa AS Manulea adalah Lima Tahun Kedepan Desa As Manulea Memiliki Rumah Sehat Pasal 3 Misi Desa As Manulea Misi desa As Manulea adalah: Meningkatkan Kualitas Rumah Rakyat desa As Manulea Pasal 4 Analisis Lingkungan dan Faktor-Faktor Keberhasilan Analisis Lingkungan dan Faktor-faktor yang menentukan Keberhasilan Misi desa As Manulea sebagaimana tercantum dalam lampiran 1 peraturan desa ini Pasal 5 Program dan Kegiatan Desa As Manulea Program dan Kegiatan desa As Manulea lima tahun kedepan sebagaimana tercantum dalam lampiran 2 peraturan desa ini. Pasal 6 Arah Kebijakan Keuangan Desa Arah Kebijakan Keuangan Desa As Manulea lima tahun kedepan sebagaimana tercantum dalam lampiran peraturan desa ini. Pasal 7 Ketentuan Penutup Hal-hal lin yang belum diatur dalam peraturan desa ini, akan diatur kemudian dengan peraturan kepala desa dan Surat Keputusan Kepala Desa As Manulea

36

Pasal 8 Peraturan desa ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan. Ditetapkan di Kabase Pada Tanggal …..Tahun….. Kepala Desa As Manulea

Gabriel Manek Diundangkan di Kabase a.n. Sekretaris Daerah Kabupaten Belu Sekretaris Desa As Manulea

Lembaran Daerah Kabupaten Belu Nomor…..Tahun……

37

Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 1649) Undang-Undang Nomor 69 Tahun 1958 Tentang Pmbentukan Daerah Tingkat II Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 Tentang Sistim Perencanaan Pembangunan Nasional Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 Tentang Desa Perda Kabupaten Belu Nomor 7 Tahun 2006 Tentang Pembentukan BPD Perda Kabupaten Belu Nomor 8 Tahun 2006 Tentang Sumber Pendapatan dan Kekayaan Desa Atas Persetujuan Bersama Kepala Desa dan Badan Permusyawaratan Desa Lakekun Barat MEMUTUSKAN Menetapkan : Peraturan Desa Lakekun barat Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa Tahun 2010 – 2014 38 . Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1645.Lampiran hasil 2 Perdes RPJMDes Desa Lakekun Barat PERATURAN DESA NOMOR 01 TAHUN 2010 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN LAKEKUN BARAT TAHUN 2010 – 2014 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA DESA LAKEKUN BARAT Menimbang : a. f. Undang-Undang Nomor 64 Tahun 1958 tentang Pembentukan daerahdaerah tingkat I Bali. e. 7. 2. b. bahwa agar program desa Lakekun barat terarah sesuai rencana bahwa sebagai acuan pelaksanaan program desa lima tahun kedepan bahwa sebagai acuan penyusunan RKPDes setiap tahun bahwa sebagai alat kontrol masyarakat bahwa untuk dapat memanfaatkan anggaran ADD sesuai kebutuhan desa secara optimal bahwa untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat desa Lakekun Barat Mengingat : 1. 6. 3. 5. d. c. 4.

e. Bebas Gizi Buruk dan Bebas Buta Huruf Pasal 3 Misi Desa Lakekun Barat Misi desa As Manulea adalah: 1. d.Pasal 1 Ketentuan Umum Dalam peraturan desa ini. b. Desa adalah desa Lakekun Barat Pemerintah Desa adalah pemerintah desa Lakekun Barat Badan Permusyawaratan Desa yang selanjutnya disingkat BPD adalah Badan Permusyawaratan Desa Lakekun Barat Lembaga Pemberdayaan Masyarakat yang selanjutnya disingkat LPM adalah Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa Lakekun Barat Masyarakat adalah masyarakat desa Lakekun Barat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa yang selanjutnya disingkat RPJMDes adalah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa Lakekun Barat Pasal 2 Visi Desa Lakekun Barat Visi desa AS Manulea adalah Dalam Lima Tahun Kedepan Desa Lakekun Barat Harus Bebas Kelaparan. c. f. 3. 2. yang dimaksudkan dengan: a. Meningkatkan pendapatan masyarakat Meningkatkan aktivitas sosial kemasyarakatan Meningkatkan pendidikan masyarakat Mengupayakan penyelesaian masalah ketiadaan lahan warga Pasal 4 Analisis Lingkungan dan Faktor-Faktor Keberhasilan Analisis Lingkungan dan Faktor-faktor yang menentukan Keberhasilan Misi desa Lakekun Barat sebagaimana tercantum dalam lampiran 1 peraturan desa ini Pasal 5 Program dan Kegiatan Desa Lakekun Barat Program dan Kegiatan desa Lakekun Barat lima tahun kedepan sebagaiman tercantum dalam lampiran 2 peraturan desa ini Pasal 6 Arah Kebijakan Keuangan Desa Arah Kebijakan Keuangan Desa Lakekun Barat lima tahun kedepan sebagaimana tercantum dalam lampiran peraturan desa ini 39 . 4.

. akan diatur kemudian dengan peraturan kepala desa dan Surat Keputusan Kepala Desa Lakekun Barat Pasal 8 Peraturan desa ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan Ditetapkan di Solo Pada Tanggal 5 Januari Tahun 2009 Kepala Desa Lakekun Barat Luan Martinus Diundangkan di Solo a.Pasal 7 Ketentuan Penutup Hal-hal lin yang belum diatur dalam peraturan desa ini.n. Sekertaris Daerah Kabupaten Belu Sekertaris Desa Lakekun Barat Martinus Tajo Lembaran Daerah Kabupaten Belu Nomor….Tahun 2009 40 .

Apakah ada peraturan/keputusan bupati tentang pengelolaan administrasi keuangan desa? b. B. Asas dan kekuasaan pengelolaan keuangan desa. Bahan dan Alat Kertas Plano. Tujuan Umum Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan aparatur pengelola administrasi keuangan desa. 2. Memahami cara membuat pertanggungjawaban keuangan desa. a. 3. Apa tugas sekretaris desa selaku koordinator pelaksanaan pengelolaan keuangan desa? e. Tujuan Khusus Setelah mengikuti pelatihan ini peserta diharapkan dapat: 1. Apa yang saudara ketahui tentang kekuasaan pengelolaan keuangan desa? c. Bagaimana proses penentuan rencana penggunan ADD? 41 . Memahami langkah-langkah pengelolaan administrasi keuangan desa (ADD) 2. Apa itu pelaksanaan teknis pengelolaan keuangan desa? d. Memahami dan terampil mengerjakan buku-buku administrasi keuangan desa.Bagian III PANDUAN PELATIHAN PENGELOLAAN ADMINISTRASI KEUANGAN DESA Tujuan A. Apa yang saudara ketahui tentang asas pengelolaan keuangan desa? b. a. Pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan desa. Apa tugas bendaharawan desa? Fasilitator memberikan penjelasan dan penegasan. Spidol dan ATK lainnya yang ada Waktu Kegiatan 45 menit Langkah Kegiatan Sesi Curah Pendapat: 30 menit Fasilitator mengajukan pertanyaan-pertanyaan terkait: 1.

Cara mengerjakan buku kas umum dan buku kas pembantu. d.c. Masingmasing kelompok diminta untuk mengerjakan: a) Rencana penggunaan ADD (dalam satu tahun anggaran). Masing-masing kelompok memaparkan hasil diskusinya. Bagaimana proses penentuan rencana kebutuhan ADD setiap tahap? Apakah saudara-saudara memahami cara mengerjakan buku kas umum dan buku kas pembantu? Apakah saudara-saudara memahami pembuatan pertanggungjawaban keuangan desa? Fasilitator memberikan penjelasan dan penegasan. Fasilitator memberikan penjelasan dan penegasan. e. Sesi Diskusi Kelompok Fasilitator membagi peserta kedalam empat kelompok. 120 menit 180 menit 180 menit 60 menit Sesi Diskusi Pleno a. c. 42 . 180 menit b) c) d) Rencana kebutuhan ADD tiap tahap. Fasilitator menjelaskan mekanisme diskusi pleno. Kelompok lain menanggapi untuk penyempurnaannya. Cara membuat pertanggungjawaban keuangan desa. b.

Untuk mengefektifkan pengelolaan keuangan desa. perlu dikelola secara efektif melalui pengelolaan administrasi keuangan desa. Permendagri nomor 42 tahun 2007 tentang pengelolaan pasar desa 7. UU nomor 33 tahun 2004 tentang perimbangan keuangan antara pemerintah pusat dan pemerintah derah (LNRI tahun 2004 nomor 126. tambahan LNRI nomor 4438) 3. perlu diberi pelatihan secara konsisten. pemerintah provinsi dan kabupaten telah menetapkan kebijakan keuangan bagi desa. yaitu mulai dari tahap permintaan penggunaan uang (ADD) kepada bupati melalui camat. Pengelola administrasi keuangan desa diatas. 2. Pendahuluan A. maka aparat penyelenggaraan pemerintahan desa yang melaksanakan tugas-tugas pengelolaan keuangan desa. dan pertanggungjawaban penggunaannya. Permendagri nomor 59 tahun 2007 tentang perubahan atas permendagri nomor 13 tahun 2006 tentang pedoman pengelolaan keuangan daerah 8.Bahan Bacaan 3. Keuangan desa merupakan salah satu alat penting dalam seluruh aktivitas pemerintahan desa. Pemerintah. yaitu Alokasi Dana Desa. Permendagri nomor 37 tahun 2007 tentang pedoman pengelolaan keuangan desa 6. Undang–undang nomor 32 tahun 2004 pemerintahan daerah (Lembaran Negara RI tahun 2004 nomor 125. Surat Mendagri nomor 140/286/39 perihal pelaksanaan alokasi desa 9. Permendagri nomor 4 tahun 2007 pedoman pengelolaan kekayaan desa 5.1 ADMINISTRASI KEUANGAN DESA I. tambahan LNRI nomor 4587) 4. B. Surat Mendagri nomor 140/640/59 perihal pedoman alokasi dana desa dari pemerintah kabuaten/ kota kepada pemerintah desa. Sehingga. 3. Dasar Hukum 1. bantuan provinsi. PP RI nomor 72 tahun 2005 tentang desa (LNRI tahun 2005 nomor 158. tambahan LNRI nomor 4844) 2. 43 . bantuan kabupaten dan bagi hasil pajak dan retribusi kabupaten untuk desa. penggunaannya. Latar belakang 1. merupakan persoalan yang terjadi hampir di setiap desa dan perlu kita fasilitasi melalui pelatihan dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. pengadministrasiannya. tambahan LNRI nomor 4437) sebagaimana telah beberapa kali diubah dengan UU no 12 tahun 2008 tentang perubahan kedua atas UU nomor 32 tahun 2004 pemerintah daerah (LNRI tahu 2008 nomor 59.

 Keadilan Harus ada rasa keadilan bagi masyarakat di Desa. atau penggunaan masukan terendah untuk mencapai hasil tertentu. yang didukung dengan bukti-bukti administrasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Pelaksana Teknis Pengelolaan Keuangan Desa (PTPKD) adalah perangkat desa terdiri dari Sekretaris Desa. keadilan. Keuangan Desa dikelola berdasarkan azas-azas: tertib. dan masyarakat. efisien.  Efektif Merupakan pencapaian hasil program dengan target yang telah ditetapkan.  Bertanggungjawab Semua pengelolaan keuangan Desa harus dapat dipertanggungjawabkan kepada Bupati. 44 . Menyusun Ranperdes APBDesa. Kepala Desa sebagai Kepala Pemerintah Desa adalah pemegang kekuasaan pengelolaan keuangan desa dan mewakili Pemerintah Desa dalam kepemilikan kekayaan desa yang dipisahkan. Azas Pengelolaan Keuangan Desa 1. taat pada peraturan perundang-undangan. BPD.  Partisipatif Keterlibatan semua masyarakat dalam pembahasan anggaran di Desa. yaitu dengan cara membandingkan keluaran dengan hasil. kepatutan. manfaat.C. Menyusun dan melaksanakan kebijakan pengelolaan barang desa c. Sekretaris Desa selaku koordinator pelaksanaan pengelolaan keuangan desa mempunyai tugas: a. D. 2. ekonomis. efektif.  Ekonomis Merupakan perolehan masukan dengan kualitas dan kuantitas tertentu pada tingkat harga yang terendah.  Taat pada Peraturan Perundang-undangan Pengelolaan Keuangan Desa harus berpedoman pada Peraturan Perundang-undangan. (Biaya operasional dibagi secara wajar dan sesuai porsi).  Efisien Merupakan pencapaian keluaran yang maximum dengan masukan tertentu. Menyusun dan melaksanakan kebijakan pengelolaan APBDesa. dan bertanggungjawab. 4.  Tertib Keuangan Desa dikelola secara tepat waktu dan tepat-guna. Kepala desa dalam melaksanakan pengelolaan keuangan desa dibantu oleh Pelaksana Teknis Pengelolaan Keuangan Desa (PTPKD). 2. transparan. 3. b. Pengelolaan Keuangan Desa dikelola dalam masa 1 (satu) tahun anggaran yakni mulai tanggal 1 Januari s/d 31 Desember.  Manfaat Diutamakan untuk pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. yang bertindak selaku Koordinator pelaksanaan Pengelolaan Keuangan Desa dan bertanggungjawab kepada Kepala Desa serta perangkat desa lainnya. Kekuasaan Pengelolaan Keuangan Desa 1. Perubahan APBDesa dan mempertanggungjawabkan pelaksanaan APBDesa. partisipatif.  Kepatutan Tindakan atau sikap yang dilakukan dengan wajar dan proporsional.  Transparan Merupakan prinsip keterbukaan yang memungkinkan masyarakat untuk mengetahui dan mendapatkan akses informasi tentang Keuangan.

000._ Miskin Bantuan Untuk Anak 15 kk 100._ JENIS KEGIATAN TARGET/ VOLUME HARGA JUMLAH LOKASI SATUAN ADD PENERIMA (Rp) (Rp) MANFAAT 2 3 4 5 6 Pembangunan 2 unit 750.000.000. 10._ Drainase/Parit Desa Pengembangan 1 paket 1. A._ 3.000.000.000.000. Rencana Penggunaan ADD (selama satu tahun).000._ 1._ 6.000.000.d.000.000.000.500.000.000. 45 ._ Unggul Untuk Petani Perbaikan Irigasi Desa 1 paket 2. Pelaksanaan Administrasi Keuangan Desa meliputi: 1.000.500._ Perpustakaan Desa Rehab Kantor Desa 1 paket 3. 12.000._ 1 1.000._ 2.000._ Pembangunan 1 paket 5.000.000.000.000._ Kepada Kelompok Petani Sayur Pembelian Anakan 1 paket 1.000.000. 9. 7.000.500. 13. Menyusun Rancangan Keputusan Kepala Desa tentang Pelaksanaan Peraturan Desa tentang APBDesa dan Perubahan APBDesa. 6._ 2.000._ 1.000.000._ 1._ 5.000. 4._ 1._ 2.000.000._ Pengembangan Keterampilan Org Cacat Bantuan Untuk klmpk 5 kel 1.000._ Mete Pembelian Bibit Padi 1 paket 2.000.000. 3.000.000._ 2.000.1. UNTUK BELANJA LANGSUNG/PEMBERDAYAAN SEBESAR 70% * Rp 50. 2. E. Contoh Rencana Penggunaan ADD Tahun Anggaran 2008 NO.000.000._ JUMLAH A 35.000._ Lembaga Kemasyarakatan Bantuan Bergulir 2 kel 1._ Lumbung Desa Bantuan Untuk Lansia 4 org 250.000. 8.000.000. 14.500._ 1.000.000._ Usaha Ekonomi Skala Kecil Untuk Pemberdayaan 6 LKM 1.000._ 5.000.000. 11._= Rp 35.000.000. 5.000._ Keluarga Miskin Bantuan 5 org 500._ Kepada Kelompok Tenun Ikat Bantuan Berguir 6 kel 250.000.

Belanja Foto Copy 1 paket 500.000.000._ 1.500._ JENIS KEGIATAN TARGET/ VOLUME HARGA JUMLAH LOKASI SATUAN ADD PENERIMA (Rp) (Rp) MANFAAT 1 2 3 4 5 6 I._ Dinas 2.000._ Minum Rapat 5.000.000.500.000. B.000.000._ 15._ 1.000. Belanja Makan Dan 1 paket 1.000._ II._ 500.000.000.000.000._ 6._ Kordinator PTPKD Mengetahui Kepala Desa 46 ._ Minum Rapat 5._ 9._ 3. Belanja Perjalanan 1 paket 3.000.500.000._ 500.000. Belanja ATK 1 paket 500._ 3._ Dinas 2.000.000._ 6.000. Belanja Listrik 1 paket 500._ 2. Belanja 1 paket 1.NO.000.000. Belanja Bahan/Materi 1 paket 500._ Rapat/Tamu/Panitia JUMLAH II 6.000.000.000. UNTUK PEMDES: 1._ JUMLAH I 9. Belanja Bahan Dan 1 paket 500.000. UNTUK BELANJA TIDAK LANGSUNG PEMERINTAH DESA DAN BPD 30%*Rp 50.000.000. Belanja ATK 1 paket 2._ 4.000.000.000.000. Belanja Tamu Desa 1 paket 1._ 7.500._ 1.000.000._ 500.000. Belanja Makan Dan 1 paket 1.000.000.000.000.UNTUK BPD: 1.000._ 2._ 500.000.000._ 1.000.000.500.500._ Foto Copy 4.000. Belanja Perjalanan 1 paket 2._=Rp 15._ TOTAL B (I + II) 15._ 3._ 500.000.000.000.

_ 500._ 1._ 2. Belanja perjalanan dinas 1 paket 2.000. Belanja ATK 1 paket 3._ 300. Pembangunan drainase/parit desa 1 paket tahap I JUMLAH A B._ 700._ 200. Belanja Langsung/pemberdayaan 1.000.000.000._ 800.000.000.000.000._ 300._ 150.000._ 200. Belanja bahan/materai 1 paket 7.000.Untuk BPD 1.000.000.000. Belanja tamu desa 1 paket 6.000._ 700.000._ 700. Bantuan bergulir kepada kelompok 6 petani sayur kelompok 5._ 2._ 5. Belanja rapat/tim/panitia 1 paket JUMLAH II JUMLAH B TOTAL TAHAP I Sekretaris Desa._ 700.000.000.000. Kepala Desa 5 5._ 500. Untuk pemberdayaan lembaga 6 kemasyarakatan kelompok 3.000. Belanja listrik 4 bulan JUMLAH I II._ 300._ JUMLAH (Rp) 1 2 3 A.000.000.000.000. Belanja foto copy 1 paket 4.000. Belanja ATK 1 paket 3._ 150.000.000.000.000. (dalam kaitannya dengan rencana pembangunan desa hasil MusrenbangDes) Contoh Rencana Kebutuhan Dana ADD Tahun Anggaran 2008 Tahap I NO.000._ 500.000.000._ 20. RENCANA KEGIATAN (Mengacu pada Hasil Musrenbang/APBDes) Target/lokasi Penerima Manfaat VOLUME HARGA SATUAN (Rp) 4 1.000._ 800._ 15. Rencana kebutuhan ADD tiap tahap._ 2.000._ 500. Belanja perjalanan dinas 1 paket 2.000.000._ 1. Perbaikan irigasi desa tahap I 1 paket 6.2._ 300._ 1._ 500.000.000._ 150._ 150.000.000. Belanja makan dan minum rapat 1 paket 5. Belanja bahan dan foto copy 1 paket 4.000. Bantuan bergulir kepada kelompok 2 tenun ikat kelompok 4._ 3.000. Belanja makan dan minum rapat 1 paket 5._ 500.000.000._ 1.500.000.000. Bantuan untuk kelompok usaha 5 ekonomi skala kecil kelompok 2._ 250._ 500.000. Belanja Tidak Langsung I. Mengetahui.000._ 3.500._ 200.500._ Bendaharawan Desa 47 ._ 200.000.000. Untuk Pemdes 1.000.000._ 2.000.000.

..000.....- 48 ...- 5...... Bayar kepada kelompok kamboja untuk usaha ekonomi skala kecil. KECAMATAN .. Bayar perjalanan dinas kepada Wakil Ketua BPD dalam rangka rapat pamong praja tingkat Kabupaten...150.- 2 1 2 1 9...000.- 4... Bayar kepada kelompok seruni untuk usaha ekonomi skala kecil.....000...) - 2. Bayar perjalanan dinas kepada Ketua BPD dalam rangka rapat pamong praja tingkat Kabupaten..000. No.000..... Penerimaan (Rp....000. Cara mengerjakan buku kas umum...... 04-07-08 2 2 5 1 - 1.. Bayar kepada Ketua LPM untuk pemberdayaan LPM Bayar perjalanan dinas kepada Kepala Desa dalam rangka rapat pamong praja tingkat Kabupaten.. 04-07-08 2 2 5 1 - 1.000... 04-07-08 2 2 5 1 - 1. 04-07-08 2 2 5 1 - 1. 8 04-07-08 04-07-08 2 2 5 2 - 500. Bayar perjalanan dinas kepada Sekretaris Desa dalam rangka rapat pamong praja tingkat Kabupaten..- 10. 04-07-08 2 1 2 1 - 150.- 3... Bayar kepada kelompok teratai untuk usaha ekonomi skala kecil. Tgl 03–07-08 Kode Rekening 1 4 1 1 - Uraian Terima dana ADD Tahap pertama melalui rekening Pemerintah desa Bayar kepada kelompok mawar untuk usaha ekonomi skala kecil..- 7... Bayar kepada kelompok seroja untuk usaha ekonomi skala kecil..- 11.000.000. TAHUN ANGGARAN ....000.000. 04-07-08 2 1 2 1 - 150....000..000. 04-07-08 2 1 2 1 - 150.) 20... 1.000.000.000....000... 04-07-08 2 2 5 1 - 1..3. Contoh Buku Kas Umum DESA .- 6...- Pengeluaran (Rp.

.. Bayar kepada Ketua RW I untuk pemberdayaan RW. spidol 1 set). Bayar kepada Ketua PKK yaitu biaya makan dan minum. 09-07-08 2 1 3 8 - 1. Bayar kepada Toko . APBDesa.000. 12.. 3000.000.- 27.000...125..000. 18.300.125. tipex. Bayar kepada Toko ...- 49 ..- 17.000.. Tgl 05-07-08 05-07-08 Kode Rekening 2 2 5 2 Uraian Bayar kepada Ketua PKK untuk pemberdayaan PKK.- 2 2 5 2 14.125.000.. karbon.000.500. yaitu biaya foto copy RPJM Desa..) 500.. 09-07-08 2 1 2 7 - 155. tipex. 6000. buku tulis 1 pak. balpoint. 13. 05-07-08 2 1 2 2 - 50.... Bayar kepada Ketua RT 03 untuk pemberdayaan RT.125.000.- 26... belanja ATK (kertas HVS 4 rim. buku tulis 1 pak. O1 untuk pemberdaayaan RT.. rapat Pemdes tentang Penyusunan APBDesa.- 25. 21. 19.000.000. Bayar kepada Ketua RW II untuk pemberdayaan RW. 23.000. 09-07-08 2 1 2 8 - 150. Bayar kepada Ketua RT 02 untuk pemberdayaan RT. Bayar kepada Ketua Karang Taruna untuk pemberdayaan Karang Taruna. yaitu biaya meterai Rp.5 lembar dan Rp.000. Bayar kepada Sdr. Bayar kepada Ketua RT 04 untuk pemberdayaan RT... spidol 1 set).. Bayar kepada PLN yaitu biaya listrik bulan Januari s/d Juni 2008. balpoint.000.) - Pengeluaran (Rp. 07-07-08 07-07-08 07-07-08 07-07-08 07-07-08 07-07-08 08-07-08 2 2 5 2 - 250.000.- 16. belanja ATK (kertas HVS 4 rim. 20.5 lembar. karbon.000.. 06-07-08 2 1 2 2 - 150..000..No. 22.000..- 15.. 08-07-08 2 1 2 7 - 45.- 2 2 5 2 2 2 5 2 2 2 5 2 2 2 5 2 2 2 5 2 2 1 2 3 24. Bayar kepada Ketua RT.250. Bayar kepada Toko . 05-07-08 2 1 2 2 - 400. Bayar kepada Toko . RKPD Desa. yaitu Penerimaan (Rp. Bayar kepada . Edy yaitu 20 sak semen Bosowa untuk perbaikan irigasi desa tahap pertama.

- 50 .000.... anggota BPD dalam rangka kegiatan pelatihan BPD tingkat Kabupaten.- 38. 03-08-08 2 1 2 1 - 100.- 39. Bayar perjalanan dinas kepada Kaur Keuangan dalam rangka pelatihan pengelolaan keuangan desa tingkat Kabupaten. 20-07-08 23-07-08 2 1 2 5 - 50.000. Edy yaitu pembayaran besi beton 10 mm 30 staf.. Bayar kepada ..000. 23-07-08 2 1 2 1 - 150. 14-07-08 2 1 3 12 - 1.000. Bayar perjalanan dinas kepada Kepala urusan Pembangunan dalam rangka pelatihan perencanaan pembangunan desa tingkat Kabupaten. 23-07-08 2 1 2 1 - 150.. Bayar kepada Ketua PKK yaitu biaya makan dan minum rapat BPD dalam rangka pembahasan APBDesa. 18-07-08 2 1 2 8 - 200..- 32..000.. Tgl Kode Rekening Uraian biaya cetak BKU dan BKP.- 31.No.- 33. Bayar kepada Sdr. Bayar perjalanan dinas kepada Sekretris Desa dalam rangka pelatihan pengelolaan keuangan desa tingkat Kabupaten. 29.000.- 37.000.500. yaitu biaya foto copy hasil rapat BPD.000. 10-07-08 2 1 2 9 Bayar kepada Ketua PKK yaitu biaya makan dan minum tamui desa dari tim pembina Kabupaten dan Kecamatan.- 28. Paul yaitu pembayaran 30 sak semen Bosowa untuk perbaikan drainase/parit tahap pertama. Bayar kepada Sdr.000. 26-07-08 2 1 2 1 - 100...150. 16-07-08 2 1 3 12 - 1.000. 12-07-08 2 1 2 1 - 100.- 34 35..- 30.. Bayar kepada Ketua PKK yaitu biaya makan dan minum rapat Pemdes tentang penyusunan Perdes... Bayar kepada . Bayar kepada ..) 150.000. paku 7 cm 5 kg untuk perbaikan drainase/parit tahap pertama. anggota BPD dalam rangka kegiatan Pembinaan BPD tingkat Kecamatan.) - Pengeluaran (Rp.000. anggota BPD dalam rangka kegiatan pelatihan BPD tingkat Kabupaten. Bayar kepada . Penerimaan (Rp. 12-07-08 2 1 2 1 - 100.000.- 2 1 2 8 36.

.000.. Tgl 03-08-08 Kode Rekening 2 1 2 1 Uraian Bayar perjalanan dinas kepada Kaur Umum dalam rangka pelatihan perencanaan pembangunan desa tingkatr Kabupaten. Bayar kepada kelompok sejati yaitu dana bergilir kelompok petani sayur.- 51..No. kertas manila/coklat).. Bayar kepada Toko .1.000.000.000...) 100.000. yaitu biaya foto copy hasil perdes dan daftar hadir. 14-08-08 2 2 5 7 - 250.- 2 2 5 6 45. belanja ATK (Kertas HVS 10 rim. Bayar kepada Kelompok Abady yaitu Dana bergulir kelompok tenun ikat.000. 44. 14-08-08 2 2 5 7 - 250..000.- 50. 42. Bayar kepada Ketua PKK yaitu biaya makan dan minum.175.000.- 49. Bayar kepada kelompok sejoli yaitu dana bergilir kelompok petani sayur.000. Bayar kepada kelompok turis yaitu dana bergilir kelompok petani sayur. Bayar kepada . 40.) - Pengeluaran (Rp. 11-08-08 2 2 5 7 - 250.- 48.000.000.. Bayar kepada Ketua PKK yaitu biaya makan dan minum rapat BPD dalam rangka pembahasan Perdes. 11-07-08 2 2 5 7 - 250. rapat Pemdes tentang Pertanggngjawaban Penyelenggara Pemdes. Bayar kepada kelompok sehati yaitu dana bergilir kelompok petani sayur.- 47. 04-08-08 06-08-08 2 2 5 2 - 500. 15-08-08 2 1 2 2 - 400.000.- 52.. 07-08-08 08-08-08 2 1 2 5 - 50.- 51 . Bayar kepada Kelompok Sehat yaitu Dana bergulir kelompok tenun ikat. Bayar kepada Toko .000. 15-08-08 2 1 2 8 - 200..000.- 53.. yaitu biaya foto copy Perdes. Bayar kepada Ketua Posyandu untuk pemberyaan Posyandu..000.25. 10-08-08 2 1 2 8 - 200.- 2 1 1 1 43. Bayar kepada Panitia pembahasan APBDesa (7xRp.- 46.- 41.-).000.000.. Penerimaan (Rp. 09-08-08 2 2 5 6 - 1.. 13-08-08 2 1 2 5 - 50. karbon.

.20. Bayar kepada . yaitu biaya foto copy dan hasil musrembang dan rencana program tahun 2009. Saldo Bank Rp. 20.- 60.Rp.Rp.- 56. Bayar kepada Ketua PKK yaitu biaya makan dan minum Rapat BPD derngan Pemerintah Desa dan Anggota Lembaga Kemasyarakatan.Rp.. Bayar kepada Ketua PKK yaitu biaya makan dan minum tamu Desa dari Dinas Perkebunan.- 61. Surat Berharga Rp.) - Pengeluaran (Rp. Pertanian..000.000. 52 .. - Rp. N I H I L ………..000.) 175.- 58. 21-08-08 2 1 2 8 - 100. Tgl 15-08-08 Kode Rekening 2 1 1 1 Uraian Bayar kepada Panitia pembahasan perdes (7x Rp.000.. yaitu harga foto copy laporan pertanggungjawaban Pemdes... 18-08-08 2 2 5 7 - 250. 20. 54.000.000... 25. Bayar kepada Tim kerja BPD..000. 18-08-08 2 1 2 9 - 150.Rp. Oleh kami didapat dalam kas Rp.- 55.000. 19-08-08 2 1 2 5 - 100. Bayar kepada .000.000. . Bendaharawan Desa. 31 Agustus 2008. N I H I L Terdiri dari: Tunai Rp. 18-08-08 2 2 5 7 - 250. Penerimaan (Rp.000.20. .- 57.000.000.-) Bayar kepada Kelompok sanjaya yaitu Dana bergulir kelompok petani sayur.000. Bayar kepada Kelompok sejiwa yaitu Dana bergulir kelompok petani sayur.- 59...Rp.000. Kehutanan Kabupaten dan Aparat Kecamatan.Rp. 23-08-08 2 1 2 5 - 50..- Jumlah {bulan}/{tanggal} Jumlah {sampai bulan lalu}/{tanggal} Jumlah {semua s/d bulan}/{tanggal} Sisa Kas Pada hari ini tanggal 31 Agustus 2008.000.000.No. 25-08-08 2 1 1 1 - 150.

2. TAHUN ANGGARAN .. tanggal... 10 ...08 PD. DESA .Rp..Rp.. 53 ..000. 30.. Kolom 5 diisi dengan Jumlah rupiah setoran STS/Bukti Penerimaan lainnya...... 00001 10... 00003 5... 30..... 00002 PD.- Jumlah bulan ini Jumlah s/d bulan lalu Jumlah s/d bulan ini Rp. Kolom 2 diisi dengan Nomor BKU Penerimaan..- 3. 7 10 15 ..02 .08 PD... Kolom 4 diisi dengan Nomor STS/Bukti Penerimaan lainnya.. Nomor BKU Penerimaan 1 5 Tanggal Setor Nomor STS dan Bukti Penerimaan Lainnya Jumlah (Rp. .... Kepala Desa 4..- ……….02 ..000... 4..000. Contoh Cara mengerjakan buku kas pembantu perincian objek penerimaan. KECAMATAN . Mengetahui... Kepala Desa Cara Pengisian Buku Kas Pembantu Penerimaan: Kolom 1 diisi dengan Nomor Urut...Mengetahui.. No........) 1.000........02 ...08 20 . Bendaharawan Desa.000.15.... Kolom 3 diisi dengan Tanggal Penyetoran STS/Bukti Penerimaan lainnya....

...2.150.. Kolom 5 diisi dengan Jumlah Rupiah Pengeluaran SPP/Bukti Pengeluaran lainnya.2...150.1 2.000.325.Rp.... Kolom 3 diisi dengan Tanggal Pengeluaran SPP/Bukti Pengeluaran lainnya....000.1. Urt 1.... KECAMATAN ..) 175..1 2......08 – 08 25 – 08 – 08 04 – 07 – 08 04 – 07 – 08 04 – 07 – 08 04 – 07 – 08 05 – 07 – 08 Nomor SPP dan Bukti Pengeluaran Lainnya 2. DESA .. tanggal.. Bendaharawan Desa.. 54 .1...1 2. Kolom 2 diisi dengan Nomor BKU Pengeluaran.1 2. .. Kepala Desa Cara Pengisian Buku Kas Pembantu Pengeluaran: Kolom 1 diisi dengan Nomor Urut....325. 4.1.1 2. Kolom 4 diisi dengan Nomor SPP/Bukti Penerimaan lainnya..2.2. No..2.5.1.. 6.000....- Jumlah bulan ini Jumlah s/d bulan lalu Jumlah s/d bulan ini Rp. TAHUN ANGGARAN .1...1.400.000.. Mengetahui... 1..000.000..Rp. 2..000....1 2.1. Nomor BKU Pengeluaran 42 61 8 9 10 11 14 Tanggal Pengeluaran 06 . 1..1. 7.....000. Contoh Cara mengerjakan buku kas pembantu perincian objek pengeluaran...150..……….150..2 Jumlah (Rp. 5.000. 3.....150..1.

) --- Saldo (Rp.. Kolom 4 diisi dengan Jumlah Rupiah Penerimaan Kas... tanggal.- 17.000..000..000. Kolom 2 diisi dengan Tanggal Penerimaan atau Pengeluaran Kas Pengeluaran. No... TAHUN ANGGARAN .) 20. Contoh DESA ..... Cara mengerjakan buku kas harian pembantu..000..- 4.. 04-07-08 --- 1..- ………..000..- 17..000.000.000. Kolom 6 diisi dengan Saldo Buku Kas Bendahara.000.000... Kepala Desa Cara Pengisian Buku Kas harian Pembantu: Kolom 1 diisi dengan Nomor Urut Penerima atau Pengeluaran Kas Pengeluaran.000....000.000.........000. 04-07-08 --- 1..000.- Pengeluaran (Rp.- 3.. Kolom 5 diisi dengan Jumlah Rupiah Pengeluaran Kas.....000..- 18.000.. KECAMATAN ....- 3.... Kolom 3 diisi dengan uraian Penerimaan Kas atau pengeluaran Kas. 55 ..- 2. Mengetahui... Bendaharawan Desa. Tanggal 04-07-08 Uraian Terima Dana ADD tahap Pertama Byr kepda kelompok mawar untuk usaha ekonomi skala kecil Byr kepda kelompok kamboja untuk usaha ekonomi skala kecil Byr kepda kelompok seruni untuk usaha ekonomi skala kecil Jumlah Penerimaan (Rp..... 04-07-08 --- 1...000. Urut 1.6..000..000.000..) 20....- 20..- 19..000.

.500. (ADD dan dana lain selain ADD) a.) 22. b.... Kolom 3 diisi dengan Uraian Pemotongan atau Penyetoran Pajak.. Contoh DESA .. Laporan Pertanggungjawaban Pengeluaran harus dilampirkan dengan: i.. Mengetahui.. Bukti atas penyetoran PPN/PPh ke Kas Negara.. Kolom 5 diisi dengan Jumlah Rupiah Penyetoran Pajak..- Saldo (Rp.1. iii.... Kolom 6 diisi dengan Saldo Pemotongan atau Penyetoran Pajak..... No...... Cara mengerjakan buku kas pembantu pajak PPN/PPH.. Laporan Pertanggungjawaban harus disampaikan setiap tahapan (sesuai kesepakatan Daerah) dan pada akhir Tahun Anggaran yaitu tanggal 31 Desember.. TAHUN ANGGARAN ...500. KECAMATAN ... Penerimaan (Rp.... tanggal. 56 .. Bendaharawan Desa.. Buku Pembantu Perincian Obyek Pengeluaran yang disertai dengan bukti-bukti pengeluaran yang sah..500..... Kepala Desa Cara Pengisian Buku Kas Pembantu Pajak PPN/PPh...000.... Cara membuat pertanggungjawaban keuangan......... Kolom 4 diisi dengan Jumlah Rupiah Pemotongan Pajak....: Kolom 1 diisi dengan Nomor Urut Pemotongan atau Penyetoran Pajak. Psl 21 Pembelian ATK Sebesar Rp.) ---- ……….....) 22.. 8. ii.7. Kolom 2 diisi dengan Tanggal Pemotongan atau Penyetoran Pajak.. Buku Kas Umum..- Penyetoran (Rp.. Urut 1 Tanggal 03-02-08 Uraian PPh.

01 4-7-2008 Bayar kepada kelompok mawar untuk usaha ekonomi skala kecil - 1.000.000.- 03 4-7-2008 Bayar kepada kelompok seruni untuk usaha ekonomi skala kecil - 1.000.000.000.- 06 4-7-2008 Bayar kepada ketua LPM untuk penberdayaan LPM - 500.000. Belanja publik/pemberdayaan 1-7-2008 3-7-2008 Saldo s/d bulan lalu Terima dana ADD tahap I untuk belanja publik/pemberdayaan dari BPD NTT 15.000.- 04 4-7-2008 Bayar kepada kelompok teratai untuk usaha ekonomi skala kecil - 1..- 18 7-7-2008 Bayar kepada ketua RT 01 untuk - 125.000.- 13 7-7-2008 Bayar kepada ketua RW I untuk pemberdayaan RW - 250.000.- 07 5-7-2008 Bayar kepada ketua PKK untuk pemberdayaan PKK - 500.000.- 05 4-7-2008 Bayar kepada kelompok seroja untuk usaha ekonomi skala kecil - 1.- 12 5-7-2008 Bayar kepada ketua karang taruna untuk pemberdayaan karang taruna - 500.000.BUKTI A.- 19 57 .DESA.Contoh LAPORAN PENGGUNAAN DANA ADD TA 2008 TAHAP: I SEBESAR Rp 20.- 02 4-7-2008 Bayar kepada kelompok kamboja untuk usaha ekonomi skala kecil - 1.000.000.- 17 7-7-2008 Bayar kepada ketua RW II untuk pemberdayaan RW - 250.000.000.000.000.000.000.000. TANGGAL URAIAN JUMLAH PENERIMAAN (Rp) JUMLAH PENGGUNA AN (Rp) NO.

000.000.TANGGAL URAIAN JUMLAH PENERIMAAN (Rp) JUMLAH PENGGUNA AN (Rp) NO.41 1.45 1.47 1.48 250.000.000.22 125.000.Edi yaitu pembayaran besi beton 10 mm 30 staf.BUKTI pemberdayaan RT 7-7-2008 Bayar kepada ketua RT 02 untuk pemberdayaan RT 7-7-2008 Bayar kepada ketua RT 03 untuk pemberdayaan RT 7-7-2008 Bayar kepada ketua RT 04 untuk pemberdayaan RT 9-7-2008 Bayar kepada sdr.21 125.000.20 18-8-2008 Bayar kepada kelompok sanjaya yaitu - 250. paku 7cm 5kg.- 55 58 .000.000.000.000.Edi yaitu pembayaran 20 sak semen Bosowa untuk perbaikan irigasi desa tahap I 14-7-2008 Bayar kepada sdr.Paul yaitu pembayaran 30 sak semen Bosowa untuk perbaikan drainase/parit desa tahap I 16-7-2008 Bayar kepada sdr.500.000.50 250.000.32 1.25 125.000.31 1.000.44 500.000.000.000.51 250.000.untuk perbaikan drainase/parit desa tahap I 4-8-2008 Bayar kepada ketua posyandu untuk pemberdayaan posyandu 8-8-2008 Bayar kepada kelompok abadi yaitu dana bergulir kelompok tenun ikat 9-8-2008 Bayar kepada kelompok sehat yaitu dana kelompok tenun ikat 11-8-2008 Bayar kepada kelompok sejati yaitu dana bergulir kelompok petani sayur 11-8-2008 Bayar kepada kelompok sehati yaitu dana bergulir kelompok petani sayur 14-8-2008 Bayar kepada kelompok sejoli yaitu dana bergulir kelompok petani sayur 14-8-2008 Bayar kepada kelompok turis yaitu dana bergulir kelompok petani sayur 250.

000. dan Buku Kas Pembantu 155.000.14 150.000..buku tulis 1 pak.27 150.karbon.000.000.3.000.15.23 50.15 400.000.09 150.… yaitu biaya foto copy RPJMDesa..tipex.000.08 5.000.000.BUKTI dana bergulir kelompok petani sayur 18-8-2008 Bayar kepada kelompok sejiwa yaitu dana bergulir kelompok petani sayur JUMLAH SALDO A B.000.56 59 .spidol 1 set) 5-7-2008 Bayar kepada ……. APBDesa 8-7-2008 Bayar kepada PLN yaitu biaya listerik bulan Januari s/d Juni 2008 8-7-2008 Bayar kepada Toko …… yaitu biaya materai Rp. 5 lembar dan Rp. 5 lembar 9-7-2008 Bayar kepada Ketua PKK yaitu biaya makan dan minum rapat Pemdes tentang Penyusunan APBDesa 9-7-2008 Bayar kepada Toko …… yaitu biaya cetak BKU. Belanja Operasional 1-7-2008 3-7-2008 Saldo s/d bulan lalu Terima dana ADD tahap I untuk belanja Operasional Pemdes dari BPD NTT I.26 45.24 300.01 15.000.6.000.250. Untuk Pemdes: 4-7-2008 Bayar perjalanan dinas kepada Kepala Desa dalam rangka rapat Pamong Praja tingkat Kabupaten 4-7-2008 Bayar perjalanan dinas Kepada Sekretaris Desa dalam rangka rapat Pamong Praja tingkat Kabupaten 5-7-2008 Bayar kepada toko belanja ATK(kertas HVS 4 rim.000.000.000.bolpoin.000.TANGGAL URAIAN JUMLAH PENERIMAAN (Rp) JUMLAH PENGGUNA AN (Rp) NO. RKPDesa.

.000.- 29 12-7-2008 - 100. - 200..000.000.- 30 23-7-2008 - 150.- 52 15-8-2008 Bayar kepada Ketua PKK yaitu biaya makan dan minum rapat Pemdes tentang Pertanggungjawaban penyelenggaraan Pemerintahan Desa.. Kehutanan Kabupaten dan aparat kecamatan Bayar kepada ….000.- 43 15-8-2008 - 400.kertas Manila/coklat) - 100. karbon.000.- 57 19-8-2008 - 100.000..000. Pertanian.- NO.- 35 3-8-2008 - 100.TANGGAL URAIAN JUMLAH PENERIMAAN (Rp) - JUMLAH PENGGUNA AN (Rp) 150..BUKTI 10-7-2008 Bayar kepada Ketua PKK yaitu biaya makan dan minum tamu desa dari tim pembina Kabupaten dan Kecamatan 28 12-7-2008 Bayar perjalanan dinas kepada Kaur Keuangan dalam rangka Pelatihan Pengelolaan Keuangan Desa tingkat Kabupaten Bayar perjalanan dinas kepada sekdes dalam rangka pelatihan pengelolaan keuangan desa tingkat kabupaten Bayar kepada Ketua PKK yaitu biaya makan dan minum Rapat Pemdes tentang Penyusunan 6 Podes Bayar perjalanan dinas kepada Kepala Urusan Pembangunan dalam rangka pelatihan Perencanaan Pembangunan Desa tingkat Kabupaten Bayar perjalanan dinas kepada Kaur Umum dalam rangka Pelatihan Perencanaan Pembangunan Desa tingkat Kabupaten Bayar kepada Toko …… yaitu biaya foto copy Perdes Bayar kepada Toko .- 39 3-8-2008 - 100.000. Bayar kepada Ketua PKK yaitu biaya makan dan minum tamu Desa dari Dinas Perkebunan.- 53 18-8-2008 - 150.- 58 60 .000. belanja ATK (Kertas HVS 10 rim..- 40 7-8-08 - 50..000..000. yaitu harga foto copy laporan pertanggungjawaban Pemerintahan Desa..

000.BUKTI Jumlah B.000.- 11 150.- 42 10-8-2008 - 200.000.000.000.000. yaitu biaya foto copy hasil Perdes dan daftar hadir Bayar kepada Panitia pembahasan PERDES 7 x 25... Anggota BPD dalam rangka kegiatan Pelatihan BPD Tingkat Kabupaten 26-7-2008 Bayar kepada ……….- 38 175. Untuk BPD: 4-7-2008 Bayar perjalanan dinas Ketua BPD dalam rangka Rapat Pamong Praja Tingkat Kabupaten 4-7-2008 Bayar perjalanan dinas Wakil Ketua BPD dalam rangka Rapat Pamong Praja Tingkat Kabupaten 6-7-2008 Bayar kepada Toko …… belanja ATK (kerta HVS 4 rim.- 36 150. yaitu biaya foto copy hasil rapat BPD 23-7-2008 Bayar kepada ……….000 Bayar kepada PKK yaitu harga makan dan minum rapat BPD dengan - 150.- 34 150.000.- 46 13-8-2008 - 50.000.000.- 37 100.TANGGAL URAIAN JUMLAH PENERIMAAN (Rp) JUMLAH PENGGUNA AN (Rp) 3.- 54 21-8-2008 - 100. anggota BPD dalam rangka kegiatan pelatihan BPD tingkat Kabupaten 23-7-2008 Bayar kepada ……….- 10 150.- 59 61 . I II.- 33 50. Tip ex.- 49 15-8-2008 - 175. buku tulis 1 pak.- 16 200.000. Anggota BPD dalam rangka kegiatan Pembinaan BPD Tingkat Kecamatan 6-8-2008 Bayar kepada Panitia pembahasan APBDesa 7 x 25.- NO.000.000.000.000. Bayar kepada Ketua PKK yaitu biaya makan dan minum rapat BPD dalam rangka pembahasan PERDES Bayar kepada ………. karbon.000. spidol 1 set) 18-7-2008 Bayar kepada Ketua PPK yaitu biaya makan dan minum rapat BPD dalam rangka pembahasan APBDesa 20-7-2008 Bayar kepada …….000.

…………………………. 62 .2.000. yaitu biaya foto copy bahan hasil MUSREMBANG dan rencana Program tahun 2009 Bayar kepada tim kerja BPD Jumlah B..000.000. ……………………. Mengetahui : ………………….60 25-8-2008 - 150.- 61 Atasan Langsung. Bendaharawan. II Saldo B Saldo A dan B 50.TANGGAL URAIAN JUMLAH PENERIMAAN (Rp) JUMLAH PENGGUNA AN (Rp) NO.000..BUKTI Pemerintah Desa Anggota BPD dan lembaga kemasyarakatan 23-8-2008 Bayar kepada ……….

barang/jasa.  Pembiayaan Desa Meliputi semua transaksi keuangan untuk menutup defisit atau untuk memanfaatkan surplus. baik dalam bentuk devisa. rupiah. Hal-hal Penting yang Perlu Diperhatikan dalam Pengelolaan Administrasi Keuangan Desa. 2. 4. Belaja Tidak Langsung Merupakan belanja yang dianggarkan terkait secara tidak langsung dengan pelaksanaan program dan kegiatan.F. 1. 3. Hibah adalah penerimaan Desa yang berasal dari Pemerintah Negara Asing. Kekayaan Desa yang dipisahkan yaitu :  BUMDes: Penyertaan modal untuk BUMDes. Penerimaan Desa terdiri dari:  Pendapatan Desa Merupakan pikiran yang terukur secara nasional yang dapat dicapai untuk setiap sumber pendapatan.  Penerimaan Pembiayaan : Adalah semua pembiayaan yang perlu dibayar kembali baik pada tahun yang bersangkutan maupun tahun berikutnya. termasuk tenaga ahli dan pelatihan. yang tidak perlu dibayar kembali. 63 . badan/lembaga internasional.  Belanja Desa Meliputi semua pengeluaran dari rekening kas Desa dalam satu tahun anggaran dan tidak akan diperoleh pembayaran kembali oleh Desa.  Pengeluaran Pembiayaan Pengeluaran yang akan diterima kembali baik pada tahun yang bersangkutanmaupun pada tahun berikutnya. Struktur APBDesa  Pendapatan Desa Meliputi semua penerimaan uang melalui rekening kas Desa yang tidak perlu dibayar kembali oleh Desa. 6. pemerintah. badan/lembaga dalam negeri atau perorangan. badan/lembaga asing. Pengeluaran Desa terdiri dari:  Belanja Desa Merupakan pikiran beban pengeluaran Desa yang dialokasikan secara adil dan merata agar relatif dapat dinikmati oleh masyarakat tanpa diskriminasi.  Kelompok usaha masyarakat (penyertaan modal untuk kelompok usaha masyarakat). khususnya dalam pemberian pelayanan dasar masyarakat. 5.

64 . Pendanaan Keadaan Luar Biasa Apabila estimasi penerimaan/pengeluaran dalam APBDesa mewujudkan peningkatan penurunan lebih besar dari 50 %.  Defisit APBDesa Anggaran pendapatan Desa diperkirakan lebih kecil dari anggaran belanja Desa.  Diusulkan dalam perubahan APBDesa. Belanja Bantuan Sosial Untuk membantu masyarakat dalam peningkatan kesejahteraan. Belanja Subsidi Untuk bantuan biaya produksi kepada masyarakat/kelompok tertentu agar hasil produksi/jasa bermanfaat bagi masyarakat. penyertaan modal (investasi) Desa. Pendanaan Keadaan Darurat Kriterianya:  Bukan merupakan kegiatan normal dari aktivitas Pemerintah Desa dan tidak dapat diprediksikan. 11. 10. Belanja Hibah  Dalam bentuk masyarakat/perorangan.7. 13. Belanja Langsung Merupakan belanja yang dianggarkan terkait secara langsung dengan pelaksanaan program dan kegiatan. Belanja Bantuan Keuangan Bantuan dari Pemerintah Desa dalam rangka pemerataan berusaha.  Bisa menggunakan belanja tidak terduga atau uang kas yang tersedia. 16. 12. uang/barang/jasa kepada kelompok  Untuk peningkatan partisipasi dalam Pembangunan Desa. pemberian pinjaman dan belanja untuk pelayanan dasar masyarakat. 8. Dana Cadangan Pemerintah Desa dapat membentuk dana cadangan guna mendanai kegiatan yang penyediaan dananya tidak dapat sekaligus dibebankan dalam satu tahun anggaran. Bantuan Tidak Tersedia Untuk kegiatan yang tidak diharapkan berulang-ulang.  Batas maximum defisit APBDesa berpedoman pada Peraturan Bupati.  Tidak terjadi secara berulang.  Berada di luar kendali. 14.  Memiliki dampak yang signifikan terhadap anggaran dalam rangka pemulihan keadaan. Surplus/defisit APBDesa  Surplus APBDesa Anggaran pendapatan lebih besar dari anggaran belanja Desa. 15. 9. Apabila Surplus maka diutamakan untuk pembayaran pokok utang Desa.

 Penghematan belanja. penerimaan pinjaman. hasil penjualan.  Untuk pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat pada jangka waktu tertentu.  Sisa dana kegiatan lanjutan.  Pelampauan penerimaan pembiayaan.  Untuk pemenuhan kebutuhan insidentil maupun berkelanjutan.  Dalam suatu program dan kegiatan tertentu. keuangan Desa yang dipisahkan.  Pelampauan penerimaan ADD. Partisipasi Masyarakat  Keikutsertaan masyarakat secara sadar dalam pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan.  Kerjasama spontan yang sudah melembaga dalam kehidupan masyarakat. 18. 17. penyelenggaraan 65 . Swadaya Masyarakat  Adanya kemampuan dari suatu kelompok masyarakat. 19.  Dengan sasaran untuk peningkatan kesejahteraan bersama.  Untuk mencapai hasil yang telah ditetapkan.  Pelampauan penerimaan PAD yang sah. Gotong Royong Masyarakat  Suatu bentuk kerjasama yang spontan dari masyarakat. ditetapkan pembiayaan untuk menutup defisit yang antara lain bersumber dari: Silpa.  Bersifat sukarela. Silpa mencakup:  Pelampauan penerimaan PADesa.  Apabila defisit.  Kemampuan itu timbul dari kesadaran dan inisiatif sendiri. pencairan dana cadangan. penerimaan kembali pemberian pinjaman.

Bagian IV MONITORING DAN EVALUASI BERBASIS MASYARAKAT Tujuan Umum 1. Peserta mengetahui langkah-langkah melakukan monitoring secara partisipatif. Peserta memahami prinsip-prinsip yang mesti diperhatikan dalam monitoring berbasis masyarakat. Mendorong transparansi dan akuntabilitas pembangunan yang berkelanjutan. Bahan dan Alat Kertas Plano. Sub Bagian 4.1 Monitoring Berbasis Masyarakat Tujuan     Peserta memahami apa itu monitoring berbasis masyarakat. Peserta mampu melakukan tindakan monitoring secara strategis. Misi melalui program Pembangunan desa 3. Spidol dan ATK lainnya yang ada Waktu Kegiatan 120 menit 66 . Mengetahui apa dan bagaimana Monitoring dan Evaluasi berbasis masyarakat 2. Memahami bahwa Monev merupakan alat untuk mengontrol dan mengukur perwujudan Visi.

Peserta diminta untuk membagikan pengalamannya saat menerapkan P3MD Plus pada Musrenbangdus-des. Pertanyaan-pertanyaan berikut dapat digunakan sebagai acuan bagi pengalaman: Apa harapan fasilitator saat pelaksanaan musrenbangdus-des? Siapa pelaku dan apa perannya saat musrenbangdusdes? Apa saja hambatan yang dihadapi oleh fasilitator dan apa saja penyebabnya? Apa saja usul/saran bagi perbaikan yang timbul selama proses musrenbangdus/des?  Penegasan o Fasilitator mencatat semua masukan atau jawaban peserta terhadap pertanyaan-pertanyaan yang diajukan pada papan tulis/kertas plano. khususnya keterwakilan kaum perempuan dan kelompok masyarakat yang terpinggirkan. o Untuk pendalaman materi. Jika salah satu kelompok mempresentasikan.Langkah Kegiatan Sesi Diskusi Kelompok o Fasilitator menyampaikan secara singkat tentang maksud materi ini dilanjutkan dengan tanya-jawab dan komentar peserta yang dicatat pada flip-chart/plano. o Fasilitator memberikan kesempatan kepada kelompok untuk mendiskusikan hal-hal tersebut diatas dalam kelompok sesuai dengan waktu yang telah disepakati. diskusi kelompok mengacu pada dokumen tersebut diatas. o Fasilitator mengakhiri materi sub-bagian ini dengan memberikan penegasan-penegasan tentang: . Fasilitator membagi peserta dalam beberapa kelompok dengan memperhatikan pemerataan unsur-unsur masyarakat. o Fasilitator memberikan kesempatan kepada kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompok. Sebagai panduan. kelompok lain menanggapi. o Fasilitator menjelaskan arti kata ―monitoring‖ dan alasannya monitoring di-implementasi terpisah dari evaluasi. metode pembelajaran P3MD Plus di desanya. kemudian Fasilitator memberikan penegasan/penjelasan. o Fasilitator bersama peserta merumuskan atau mendapatkan dokumen hasil Musrenbangdus-des. o Fasiltator merangkum semua jawaban dalam sebuah kesimpulan curah pendapat.Berbagai hal yang berkembang dalam diskusi pleno (hal-hal yang masih kurang dimengerti oleh peserta terutama siapa yang melakukan monitoring dan untuk 67 . o Fasilitator meminta peserta untuk mencermati apakah ada kesesuaian dengan proses.

Pentingnya monitoring proses perencanaan dan penganggaran partisipatif masyarakat Desa. Bahwa hasil monitoring dapat disampaikan melalui forum Masyarakat Desa (dapat berupa forum dengar pendapat publik) ataupun kepada pihak lain yang berkepentingan dalam desa (pemangku kepentingan pelaksanaan program) Bahwa hasil monitoring harus menjadi rekomendasi untuk perbaikan keberlanjutan program.- - - apa melakukannya) Pentingnya perencanaan sebagai acuan dalam monitoring program dalam desa baik rencana dalam desa maupun bantuan dari pihak luar.  Pertanyaan Kunci o Apa itu monitoring? o Bagaimana caranya melakukan monitoring berbasis masyarakat? o Apa saja langkah-langkah monitoring berbasis masyarakat? o Siapa yang melakukan monitoring? o Apa dasar melakukan monitoring berbasis masyarakat? 68 .

69 .Bahan Bacaan 4. ketika kita melakukan monitoring. apabila ada burung-burung atau hama yang kita temukan. Pelaksana ditunjuk oleh pihak yang juga termasuk sebagai pengambil keputusan atas proyek tersebut. karena kita tahu bahwa apabila kita menunggu sampai masa panen. Keterkaitan ini menimbulkan kelemahan antara lain: 1) Pengambil keputusan luput dari monitoring karena yang dimonitor hanyalah pihakpihak yang secara struktural berada di bawahnya saja. 5) Hal-hal yang dimonitor hanyalah apa yang menurut pelaksana tepat untuk dimonitor. pada saat kita mengawasi perkembangan tanaman pangan kita di sawah atau kebun. maka kita langsung mengambil tindakan untuk menyelamatkan tanaman pangan kita itu. Berikut adalah beberapa pemahaman dasar akan monitoring:  Monitoring merupakan pemantauan secara terus-menerus terhadap proses perencanaan dan pelaksanaan kegiatan. Artinya. Jika hal ini yang terjadi. Sebagai sistem peringatan dini.  Monitoring adalah proses pengumpulan informasi mengenai apa yang sebenarnya terjadi selama proses implementasi atau penerapan program.1 Apa itu Monitoring? Dalam banyak kasus manajemen proyek. maka berarti rencana aksinya yang tidak realistis. maka monitoring perlu dilakukan secara sistematik dan periodik selama pelaksanaan program (Tidak hanya pada periode awal dan/atau pada akhir program). 4) Ikatan kontrak komersial/konsultasi juga akan memperlemah kualitas monitoring karena besar kemungkinan akan dilakukan penghalusan kata-kata dalam laporan yang bisa menimbulkan bias dari arti kata yang sesungguhnya. maka panen kita akan habis atau tidak ada sama sekali akibat gangguan hama tersebut. monitoring disebut sebagai pasangan evaluasi atau biasa disebut MONEV. Kita tidak menunggu sampai masa panen tiba. Artinya. Dan sejauh tindakan dan kriterianya cukup jelas. monitoring dilakukan karena kita tidak mau ambil resiko. Dalam kenyataannya kita melakukan monitoring setiap hari. 3) Semangat kebersamaan yang berlebihan dapat memperlemah kualitas monitoring karena dilakukan oleh pihak-pihak yang berada dalam satu ikatan. Suatu monitoring akan sulit untuk dilakukan apabila peran dan tanggungjawab antara pemangku kepentingan tidak jelas dalam pelaksanaannya. pelaksana monitoring adalah pihak yang bukan merupakan penerima manfaat program/proyek.  Monitoring merupakan bagian integral sistem manajemen sebagai ―sistem peringatan dini‖ atas implementasi kegiatan/program.  Monitoring dapat dilakukan dengan cara mengikuti langsung kegiatan atau dengan cara memperhatikan laporan pelaksanaan kegiatan. Dalam monitoring konvensional. Contohnya. kita dapat menemukan tindakan mana yang sesuai dan mana yang tidak sesuai dengan rencana aksi kita. pada umumnya. Tetapi sebenarnya monitoring mendampingi tindakan (implementasi). anak kecil-pun dapat melakukannya dengan mudah. 2) Budaya manut atau taat yang berlebihan akan mempengaruhi validitas data monitoring.

per tiga bulan. dsb. Mengetahui apakah rentang waktu implementasi telah terpenuhi secara tepat atau tidak. Mengidentifikasi faktor penghambat (kendala) dan faktor pendukung serta memutuskan tindakan-tindakan yang diperlukan bagi pelaksanaan program ke depan dan keberhasilan pencapaian tujuan akhir program. 4. Mengetahui bagaimana masukan (input) sumber daya dalam rencana digunakan. 6. 2. Di lain pihak. Membandingkan kemajuan (progress) pelaksanaan program dengan target-target (milestones) dan kegiatan yang direncanakan dalam rencana implementasi (logical framework) program. Monitoring merupakan mekanisme yang digunakan untuk mengoreksi penyimpangan-penyimpangan yang mungkin timbul dalam satu kegiatan dengan membandingkan antara apa yang diharapkan dan apa yang dilakukan. per semester atau per enam bulan. 70 . sesuai kesepakatan).Berdasarkan pengertian-pengertian Monitoring diatas. Instrumen Monitoring Berbasis Masyarakat Panduan matriks di bawah ini sebagai instrumen untuk berdiskusi bersama masyarakat dan masyarakat sendiri yang mengisi setiap kolom dalam matriks sesuai dengan pengalaman mereka dalam melaksanakan kegiatan program. Monitoring sering juga dipandang sebagai pengukuran kuantitas yang berkaitan dengan bagaimana pencapaian keselarasan antara sumber-sumber yang dikenakan dan waktu yang ditetapkan. 5. Mengetahui apakah setiap aspek dalam perencanaan dalam implementasi berjalan sesuai yang diharapkan. Tujuan Monitoring dapat dirumuskan sebagai berikut: 1. per satu tahun. 3. Monitoring merupakan aktivitas yang berkelanjutan yang terutama dimaksudkan untuk memberi informasi terhadap perencana dalam mengidentifikasi perubahan-perubahan yang terjadi selama tahap implementasi. Mengetahui bagaimana kegiatan-kegiatan dalam implementasi dilaksanakan. evaluasi adalah pemantauan suatu kegiatan yang dilakukan pada saat kegiatan tersebut telah berakhir atau dilakukan sekurang-kurangnya setelah program tersebut telah berjalan beberapa saat (misalnya.

waktu pelaksanaan dan siapa yang bertanggung-jawab MANFAAT MONITORING 1. Mengenali/mengidentifikasi masalah-masalah yang tidak diharapkan berkembang menjadi besar dan muncul krisis 3. Terhadap masalah aktual itu pendamping lalu memberikan masukan kepada masyarakat untuk melakukan rencana aksi perbaikan. Membuka peluang bagi perbaikan strategi dan pelaksanaan program. Menilai komponen/kebutuhan baru sebagai hasil dari kegiatan sebelumnya sebelum 71 . 2. Matriks Rencana Aksi Perbaikan Temuan Monitoring: Kegiatan Hambatan Penyebab Rencana Aksi Perbaikan Kegiatan yang sudah diidentifikasi pada hari pertama Kendala yang ditemui/dihadapi masyarakat dalam melaksanakan program/kegiatan Mengidentifikasi penyebab terjadi hambatan kemudian memilah masalah aktual dan masalah yang mungkin saja terjadi Dalam Rencana Aksi Perbaikan langsung ditentukan kegiatan yang harus dibuat. Pendamping juga berperan membantu mencari penyebab masalah aktual tersebut.Matriks Monitoring Berbasis Masyarakat: Kegiatan Harapan Pelaku Peran Apa yang dimonitor Mengapa dimonitor Cara monitoring Identifikasi kegiatan program yang dilakukan Apa harapan masyarakat dalam melaksanakan kegiatan Siapa saja terlibat dalam kegiatan Apa peran masingmasing pelaku Poin-poin yang ingin dimonitoring Alasan masyarakat melakukan monitoring Cara melakukan monitoring Pendamping berperan membantu masyarakat memilah antara masalah aktual dan topik lain yang mungkin disebutkan sebagai masalah.

o Fasilitator meminta peserta untuk melakukan tahapantahapan sebagai berikut: Tulis apa saja kegiatan pembangunan yang dilakukan desa pada periode yang sedang berjalan ini? Paling sedikit lima kegiatan. .Temukan indikator evaluasi secara bersama sama. 2 Evaluasi Berbasis Masyarakat Tujuan     Peserta memahami makna inti dari Evaluasi dan Evaluasi Berbasis Masyarakat. Spidol dan ATK lainnya yang ada Waktu Kegiatan 120 menit Langkah Kegiatan  Diskusi Kelompok o Fasilitator memberikan pengantar. apa saja yang bisa dilakukan agar lebih baik?  Penegasan o Fasilitator memberikan masukan mengenai evaluasi dan 72 . Peserta memahami apa perbedaan Monitoring dan Evaluasi dalam konteks perencanaan pembangunan desa. .Untuk perbaikan ke depan. o Setelah itu Fasilitator meminta diskusi kelompok untuk mengevaluasi Pelaksanaan Musrengbangdus-deskecamatan.Diskusikan atas dasar indikator tersebut bagaimana pendapat peserta. Peserta mengetahui langkah-langkah melakukan evaluasi secara partisipatif. dengan langkah langkah sebagai berikut: . Bahan dan Alat Kertas Plano. Bagaimana anda menilai pelaksanaan kegiatan tersebut? Mengapa penilaian anda seperti itu? Menurut anda. apa tindakan selanjutnya yang perlu dilakukan untuk memperbaiki/melengkapi kegiatan yang telah terlaksana? o Kemudian Fasilitator menjelaskan apa yang peserta lakukan adalah kegiatan ―evaluasi‖ jadi evaluasi adalah sesuatu yang kita lakukan setiap hari namun kita tidak menyadari itu.Sub Bagian 4.Mengapa pendapat peserta seperti itu? . Peserta memahami tahapan yang mesti dilakukan pasca evaluasi.

Fasilitator meminta peserta untuk mempelajari kembali apa dan bagaimana melakukan evaluasi terhadap pembangunan desa? Ajukan pertanyaan-pertanyaan berikut sebagai alat bantunya: Fakta (apakah musrembang tahun sebelumnya dilaksanakan?) Cari Nilainya (apakah masyarakat berikan fakta itu?) Apa Sebabnya (untuk apa dan kenapa masyarakat mengatakan?) Apa Rekomendasi (agar musrenbang lebih baik) No 1 2 3 Pertanyaan-pertanyaan Kritis o o Apakah masyarakat melakukan langkah-langkah tersebut dalam MusrenbangDus/Des dan Musrenbang Kecamatan? Apa tindakan masyarakat untuk keberlanjutan program (sekarang maupun akan datang)?  Pertanyaan Kunci o Apa itu evaluasi? o Bagaimana caranya melakukan evaluasi berbasis masyarakat? o Apa beda evaluasi dengan monitoring? o Apa langkah-langkah evaluasi berbasis masyarakat? o Apa tindakan masyarakat setelah evaluasi? 73 . termasuk didalamnya bagaimana melakukan evaluasi berbasis masyarakat. peserta akan menyadari bahwa mereka telah melakukan berbagai metode evaluasi dan untuk itu masyarakat desa mestinya mampu melakukan evaluasi. Dari tahapan-tahapan yang dilakukan selama evaluasi.o o tahapannya.

sumbangan Desa sebagai ORGANISASI kepada kondisi sebagaimana ditetapkan dalam visi.Bahan Bacaan 4. tujuan dan orientasi program tercapai. UNTUK APA EVALUASI?  Evaluasi biasanya dilakukan setelah program berlangsung dalam periode waktu yang cukup. Dengan demikian. Dengan adanya evaluasi. 2. MANFAAT EVALUASI 1. evaluasi pada dasarnya bertujuan untuk melakukan penilaian hasil-hasil program (achievements) dibandingkan dengan yang direncanakan. Menilai perkembangan. tahap selanjutnya adalah evaluasi dan umpan balik yang merupakan kegiatan yang sangat penting dalam proses pemberdayaan masyarakat. APA ITU EVALUASI?  Merupakan penilaian periodik tentang: relevansi (keterkaitan). 3. evaluasi dapat juga dikatakan sebagai kegiatan pengidentifikasian keberhasilan dan/atau kegagalan suatu rencana kegiatan atau program.  Karena itu. 74 . dstnya. dan Demokratis. mana kendala yang menghambat dan peluang-peluang yang bisa diraih untuk program selanjutnya. misi yang telah ditetapkan. kita bisa mengetahui sampai sejauhmana harapan.  Atau dapat dilakukan oleh petugas evaluasi luar untuk menjaga objektivitas dan independensi hasil-hasil evaluasi. efektivitas (tepat sasaran). dan sustainability (keberlanjutannya) dalam kaitan dengan tujuan strategis yang telah ditetapkan di dalam rencana implementasi program. Dari evaluasi yang dibuat. efisiensi (hemat). Menarik pelajaran yang dapat dipetik dari pengalaman masa lalu. menarik pengalaman dan pelajaran penting (lessons learnt) untuk memperbaiki desain program di masa mendatang.2 Setelah melakukan monitoring bersama masyarakat. Mengukur keberhasilan. Secara umum dikenal dengan evaluasi tengah program (mid-term evaluation) dan evaluasi akhir program (performance evaluation).  Evaluasi ini bisa dilakukan secara partisipatif tapi harus Transparan. misi. kemajuan pelaksanaan sesuai dengan tujuan strategis dan visi. impact (dampak program). kita akan mengetahui sejauh mana efektivitas dan efisiensi program yang telah dilaksanakan. Akuntabel.

atau kondisi-kondisi perilaku yang dianggap baik atau ideal. Prinsip-Prinsip Evaluasi Ada tiga hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan evaluasi kegiatan pemberdayaan masyarakat: Pertama. Memahami Indikator Dalam melaksanakan kegiatan evaluasi. Hal lain yang harus diperhatikan fasilitator adalah penilaian (judgement) mengenai perbandingan antara bukti dan kriteria. ekonomi. Indikator dapat menyangkut suatu fenomena sosial. Kriteria memberikan keterangan atau gambaran mengenai seperti apakah program itu dianggap baik. karenanya menunjukkan sebuah nilai terhadap sebuah fenomena yang berkaitan dengan program. Banyak referensi kepustakaan mengartikan kriteria sebagai ukuran-ukuran untuk menilai sesuatu. standar yang kita gunakan adalah kriteria das Sollen (yang seharusnya). yakni: 1. 3. norma-norma. Mengidentifikasi tingkat pencapaian tujuan. Penilaian adalah bagian dari proses evaluasi dimana kesimpulan-kesimpulan alternatif dapat diajukan. misalnya ‗kecantikan‗ dapat diukur oleh tiga variabel yakni 3B. 2. Mereka harus mengetahui standar-standar. dan Beauty (penampilan fisik). bukan das Sein (yang terjadi apa adanya). Behavior (perilaku). Mengukur dampak langsung yang terjadi pada kelompok sasaran. Penilaian dibuat oleh orang dan karenanya sangat bergantung pada orang-orang yang melakukannya.Evaluasi dalam pemberdayaan masyarakat memiliki beberapa tujuan. penetapan kriteria. Penilaian program pada hakikatnya menyangkut keputusan-keputusan mengenai seberapa jauh atau seberapa baik sebuah program telah memenuhi kriteria dan karenanya dapat diketahui seberapa tinggi nilai dari program tersebut. proses suatu usaha dan peningkatan kualitas. Brain (kecerdasan). yakni standar-standar tertentu yang dijadikan patokan dalam melakukan penilaian. dan nilai dapat ditunjukkan sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Secara umum. penelitian. Kriteria harus diseleksi sesuai dengan jenis keputusan yang harus dibuat oleh pelaku evaluasi. norma-norma atau pertanyaan-pertanyaan deskriptif yang dinamakan kriteria. terutama dalam menganalisis dampak implementasi suatu program pemberdayaan masyarakat. Indikator seringkali dirumuskan dalam bentuk variabel yang dapat digunakan untuk mengevaluasi keadaan atau status dan memungkinkan dilakukannya pengukuran terhadap perubahan yang terjadi dari waktu ke waktu. keputusan dapat dibuat. Dengan demikian kriteria dapat berbentuk aturan-aturan. Dalam evaluasi. angka. indikator dapat didefinisikan sebagai suatu alat ukur untuk menunjukkan atau menggambarkan suatu keadaan dari suatu hal yang menjadi pokok evaluasi. atribut atau pendapat yang dapat menunjukkan suatu keadaan. Indikator dapat berbentuk ukuran. Orang yang melakukan evaluasi harus memiliki gambaran yang jelas mengenai apa yang ―seharusnya‖ (what should be). 75 . salah satu hal yang sangat penting adalah menentukan indikator dan variabel sosial yang akan dijadikan tolak ukur. Mengetahui dan menganalisis konsekuensi-konsekuensi lain yang mungkin terjadi di luar rencana (externalities). standar-standar. Untuk itulah pemahaman tentang kriteria menjadi penting bagi fasilitator.

Ini karena yang kita hadapi tidak hanya cara mengukur masing-masing dimensi. Seperti namanya. Apabila para anggota masyarakat merasa bahwa intervensi ataupun bantuan betul-betul efektif. Kedua. Evaluasi Berbasis Masyarakat Evaluasi berbasis masyarakat berarti bahwa masyarakat adalah aktor utama yang terlibat dalam suatu kegiatan menilai kinerjanya sendiri. para fasilitator yang telah secara langsung terlibat dalam intervensi diminta untuk tidak hadir dalam proses pemeriksaan oleh masyarakat. Ketiga. berat badan. evaluasi berbasis masyarakat sebaiknya memperhatikan hal-hal penting sebagai berikut (Nakata Toyokazu): dilaksanakan dengan Pertama. peran orang luar hanya sebagai pelengkap. Indikator Kinerja: mengindikasikan keadaan masukan dan proses pelayanan sosial yang dilakukan oleh lembaga dan aktor-aktor yang terkait. hal yang paling penting dan krusial terhadap evaluasi berbasis masyarakat adalah bagaimana kita memberi ruang kepada masyarakat untuk mengevaluasi seluruh kegiatan yang telah dijalani. kita tidak selalu mudah untuk membuat indikator secara tepat dan obyektif. Selain itu. digambarkan. tetapi juga bagaimana keseluruhan dimensi dapat dipresentasikan dalam satu ukuran. pertanyaan inti dari pemeriksaan kegiatan sebaiknya ditujukan kepada apa yang telah dilakukan oleh para anggota masyarakat sendiri. Oleh karena itu. dan tanggapan-tanggapannya hanya merupakan tambahan. Indikator Keluaran: menunjukkan hasil langsung (output) maupun tidak langsung atau dampak (outcome) dari suatu kegiatan pelayanan. Campur tangan fasilitator hanyalah suatu cara untuk mencapai tujuan akhir. dipantau atau dievalusi secara jelas. dan perubahan-perubahan apa saja telah terjadi sebagai akibat dari tindakan mereka. yaitu indikator kinerja dan indikator hasil atau keluaran. Untuk itu penting melakukan kesepakatan agar semua orang dapat memahami prinsip-prinsip dan metode-metode evaluasi secara bersama. Oleh karena itu. Hal yang harus dihindari adalah menanyakan secara langsung intervensi fasilitator. Dalam proses evaluasi berbasis masyarakat. 1. Banyak kriteria tentang pemilihan indikator yang dikemukakan oleh para ahli. sangat penting untuk mengetahui jenis-jenis dampak yang telah terjadi akibat intervensi fasilitator. indikator bisa dikelompokan ke dalam dua kategori. mereka akan mengatakannya ketika mereka memeriksa tindakan-tindakannya sendiri. 2. bagaimana kegiatan mereka. atau harga suatu barang atau yang secara kuantitatif dapat diukur. 76 . agar tidak menciptakan jawaban-jawaban yang bias. Karena fenomena masyarakat bersifat multidimensional. namun demikian beberapa kriteria dasar yang digunakan umumnya tidak berbeda. indikator (penunjuk) harus dapat menunjukkan seluruh aspek atau sisi dari hal yang akan dilihat. tujuan akhir dari kegiatan pemberdayaan masyarakat adalah bahwa masyarakat secara mandiri dapat mengambil tindakan dengan baik untuk memecahkan masalahmasalahnya atau memperbaiki hidupnya. Karena kegiatan pemberdayaan masyarakat mengarah kepada fasilitasi masyarakat dan gerakan oleh masyarakat.Indikator digunakan apabila aspek yang akan dinilai perubahannya tidak dapat secara langsung dilihat seperti halnya tinggi badan.

mitra strategis dan konstituen. menyeleksi sumber-sumber informasi dan mendisain alat-alat pengumpulan data. penajaman dan klarifikasi „tujuan― stakeholders. menyelesaikan dan melakukan monitoring dan evaluasi. mengembangkan indikator-indikator utama/kunci. menentukan kebutuhan informasi dan mengembangkan pertanyaan-pertanyaan monitoring dan evaluasi.Evaluasi berbasis masyarakat hendaknya dapat mencakup pertanyaan-pertanyaan berikut ini:  Apakah kegiatan sudah mencapai tujuan yang diharapkan?  Apakah cakupan kegiatan sudah menjangkau sasaran pelayanan (target groups) secara maksimal?  Apakah biaya yang dikeluarkan sudah sesuai dengan kualitas hasil yang didapat?  Apakah metode atau cara-cara pendampingan dapat diterapkan sesuai dengan pendekatan yang dipilih?  Apakah indikator-indikator keberhasilan kegiatan dapat disusun dan diterapkan dalam proses evaluasi?  Apa saja kekuatan dan kelemahan kegiatan yang diberikan dan apa saja rekomendasi yang dapat diusulkan bagi perbaikan-perbaikan di masa yang akan datang? DELAPAN LANGKAH 7 6 5 4 3 8 LANGKAH PENGEMBAN GAN MONEV 8 1 2 langkah 1 langkah 2 langkah 3 langkah 4 langkah 5 langkah 6 langkah 7 langkah 8 : : : : : : : : rencana monitoring dan evaluasi berbasis masyarakat. rencana untuk menganalisis data dan menggunakan hasil-hasilnya. pengetesan terhadap sistim melakukan review/telaah program dan evaluasi eksternal 77 .

dan kegiatan) untuk memperjelas apa yang sesungguhnya ingin dicapai oleh program/proyek/kegiatan tersebut. Langkah-langkah Kegiatan Pokok 1. Tim Monev menyelenggarakan lokakarya/pertemuan atau serangkaian pertemuanpertemuan/rapat perencanaan untuk mematangkan penyelenggaraan Monev berbasis masyarakat. kepentingan mereka dan pola hubungannya. Pertanyaaan Kunci o o Berapa banyak waktu dan dana yang akan diperlukan untuk Monev? Kapan Monev hendaknya dilakukan? Memperjelas Tujuan(objectives) dan Stakeholders (pemangku LANGKAH 2: kepentingan) Program/kegiatan perlu memperjelas tujuannya. Langkah-langkah Kegiatan Pokok: o o o Memperjelas 'stakeholders'. stakeholders-nya dan memastikan ada konsensus dalam upaya menentukan kebutuhan informasi dan sumber-sumber untuk monitoring dan evaluasi. tujuan strategis. tempat. dan mekanismen pelaporan hasil. Bentuk Tim Monev. Hal-hal yang perlu dibahas. sumber pembiayaan. siapa yang melakukan apa – pembagian tugas. Mengembangkan pohon tujuan (goal.PENJELASAN LANGKAH-LANGKAH LANGKAH 1: Mempersiapkan/Merencanakan Monev Berbasis Masyarakat Sistim Monev yang berbasis masyarakat hendaknya tidak diciptakan ketika evaluasi yang pertama muncul. Putuskan untuk membangun suatu Sistim Monev yang berbasis masyarakat dan tentukan maksud serta tujuannya! 2. output/hasil kerja. Memeriksa kembali Kerangka Logik (Matrix Perencanaan Berorientasi Proyek) pada kolom indikator dan asumsi penting. 3. Pertanyaaan kunci o o Siapa yang seharusnya terlibat dalam review/peninjauan kembali/telaah tujuan? Kapan sebaiknya suatu tujuan ditinjau kembali? 78 . diantaranya: waktu. tetapi dikembangkan selama proses perencanaan dan diintegrasikan dalam kegiatan program/proyek. alat Monev.

konsultasikan dengan lapangan atau semua pihak yang berkaitan dengan Program/Proyek. mengetahui dimana kebutuhan-kebutuhan tersebut saling bersinggungan serta menentukan jumlah informasi KUNCI yang RELEVAN. Langkah-langkah Kegiatan Pokok:  Melakukan brainstorming/diskusi kelompok untuk membahas daftar dari indikatorindikator untuk setiap pertanyaan evaluasi dan tujuan program/proyek. Mengindentifikasikan indikator-indikator yang mendorong proses perubahan – transformasi. Langsung ke Lembar Kerja Perencanaan Monev masukkan pertanyaan-pertanyaan tersebut dalam kolom pertama dari Lembar Kerja tersebut. Pertanyaaan Kunci   Berapa banyak pertanyaan evaluasi yang diperlukan? Siapa yang seharusnya mengembangkan pertanyaan-pertanyaan evaluasi? LANGKAH 4: Mengembangkan Indikator Indikator adalah tanda atau titik penting yang menentukan apakah suatu program/proyek ada di jalan yang benar dan menuju ke arah tujuan strategis yang telah ditetapkan atau tidak. Langkah-langkah Kegiatan Pokok:   Menentukan kebutuhan informasi dan menciptakan pertanyaan-pertanyaan evaluasi pada tingkat goal.  Pertanyaaan Kunci o o Seberapa spesifik indikator hendaknya dirumuskan? Seberapa penting informasi yang terinci? 79 . dan Kegiatan Utama. tujuan strategis. meranking dan kemudian memilih beberapa indikator utama untuk setiap pertanyaan atau tujuan (goal. output (Hasil Kerja). tujuan strategis. output dan kegiatan-kegiatan.LANGKAH 3: Menentukan Kebutuhan Informasi dan Mengembangkan Pertanyaanpertanyaan Monev Aspek-aspek yang paling sulit dan menantang dari proses Monev adalah menilai atau menentukan kebutuhan informasi dari semua mitra proyek/program. Lakukan penilaian/review kembali atas indikator-indikator tersebut secara berkala.

Tentukan bagaimana data akan dipresentasikan. Tentukan bagaimana data akan dianalisa dan diorganisasikan. mengindentifikasikan sumber-sumber yang paling langsung berkaitan dengan informasi yang dibutuhkan. Tentukan siapa yang membutuhkan data-data tersebut dan catat dalam Lembar Kerja. didiskusikan. Langkah-langkah Kegiatan Pokok:          Identifikasi sumber-sumber informasi (alat-alat pembuktian) dan catat dalam Lembar Kerja Monev. 80 . Tentukan bagaimana dan dimana data mentah akan disimpan. Langkah-langkah Kegiatan Pokok:      Rencanakan seberapa sering analisis data harus muncul/dilakukan. Tentukan ukuran 'sample' bagi pengumpulan data dasar. Tentukan siapa yang akan mengumpulkan data dan catat dalam Lembar Kerja. Identifikasi sumber tambahan yang dibutuhkan. dan digunakan untuk pengambilan keputusan. didiskusikan dengan pelbagai pihak atau mitra yang berkepentingan. Identifikasikan siapa saja yang akan ikut serta dalam analisis data. Pertanyaaan Kunci o o o o Sejauhmana akurasi data seharusnya dilakukan? Cara terbaik manakah yang diperlukan dalam memilih metode pengumpulan data? Seberapa pentingnya melakukan pengecekan silang data untuk ketepatan dan ketelitian data yang dikumpulkan? Apa kesalahan atau bias umum dari pengumpulan data? LANGKAH 6: Perencanaan untuk Menganalisa Data dan Menggunakan Hasil Informasi dan data tidaklah berguna kalau tidak dianalisa dan dipergunakan untuk memperbaiki kegiatan program/proyek. Mekanisme kerja untuk analisis yang teratur dan penyempurnaan kegiatan proyek harus dikembangkan dan diintegrasikan ke dalam rencana Monev dan keseluruhan rencana pelaksanaan. Identifikasi kebutuhan data dasar (baseline data) dan catat dalam Lembar Kerja Monev. Tentukan bagaimana informasi akan disebarkan. mendisain alat-alat pengumpulan data yang tepat dan memadai sesuai dengan tingkat kemampuan dari pengumpul data. Menentukan frekuensi dari pengumpulan data dan catat dalam Lembar Kerja.LANGKAH 5: Menentukan Sumber-sumber Informasi dan Mendisain Alat/instrumen Pengumpulan Data Menentukan seberapa jauh informasi sudah tersedia. Disain alat dan metode pengumpulan data.

Disain atau revisi alat pengumpulan data. diuji di lapangan. Kumpulkan data monitoring yang telah dilakukan. output). Langkah-langkah Kegiatan Pokok:     Tentukan maksud dari evaluasi dan untuk siapa sesungguhnya evaluasi tersebut! Susun Kerangka Acuannya (Terms of Reference)! Pilih dan tentukan tim evaluasi! Tinjau kembali tujuan program/proyek (goal. Pertanyaaan Kunci o o o o Mengapa uji-coba sistim Monev diperlukan? Masalah spesifik apa saja yang ditemukan saat uji-coba? Bagaimana temuan dapat direkam dengan baik? Kapan sebaiknya perbaikan dilakukan? Menyelenggarakan Penilaian Mandiri Tahunan dan Evaluasi yang Dilakukan oleh Pihak Luar secara Berkala LANGKAH 8: Lembaga desa akan semakin dapat mengontrol pengaruh luar dan menghindari pengalaman buruk dengan mengembangkan pendekatan Monev Berbasis Masyarakat sendiri termasuk meningkatkan partisipasi dalam prosesnya. Revisi dan sesuaikan sistim Monev dan laksanakan Monev secara berkelanjutan. Selenggarakan pertemuan dan diskusikan temuan-temuan dan kembangkan suatu rencana tindak-lanjut sebagai masukan bagi pengambilan keputusan pimpinan. Uji sistim Monev dalam masa uji-coba. 81 . sesuaikan dengan keperluan. Tentukan pertanyaan evaluasi dan metode pengumpulan data dalam suatu lokakarya yang partisipatoris. dan dinilai serta direvisi secara berkala di kemudian hari. tujuan strategis. Tinjau-kembali (review) dan perbaiki sistim pelaporan proyek/kegiatan. Langkah-langkah Kegiatan Pokok:           Selesaikan dan tuliskan Rancangan Monev.Pertanyaaan Kunci o o Untuk siapa sesungguhnya hasil monitoring dan evaluasi? Bagaimana presentasi hasil Monitoring dan Evaluasi dapat lebih efektif? LANGKAH 7: Menyelesaikan dan Menguji Sistim Monev Ke-enam langkah terdahulu tersebut tidak akan menghasilkan suatu sistim Monev yang lengkap dan efektif sampai langkah-langkah tersebut diintegrasikan ke dalam proses kegiatan program yang berkelanjutan. Sebar-luaskan hasil kepada semua pihak yang berkepentingan. Kumpulkan data dasar. Pastikan semua aparat program/proyek dan mitra dalam team Monev telah mendapatkan pelatihan yang memadai.

Mempersiapkan laporan evaluasi dan menyebarluaskan temuan hasil evaluasi tersebut. merumuskan temuan. dan rekomendasi serta mengembangkan rencana kegiatan tindak-lanjut dalam suatu lokakarya yang partisipatoris. Menganalisa data.    Mengumpulkan informasi dari anggota tim yang memiliki disiplin ilmu yang berbedabeda. Tinjau kembali proses evaluasi yang dilakukan tersebut! Pertanyaaan Kunci o o Apa keuntungan atau manfaat dari evaluasi partisipatoris? Apa saja kendala umum dalam melakukan evaluasi? 82 .

o Buat simulasi dalam kelompok dan berikan tanggapan maupun dorongan kepada para calon. o Selama sesi umpan balik. Metaplan. Perekat. Sesi Penegasan o Fasilitator membantu peserta dalam mempresentasikan hasil diskusi kelompok dengan memberikan penegasan-penegasan terkait arah dari simulasi. 3 Umpan Balik Bersama Masyarakat untuk Tahun Berikut Tujuan     Peserta dilatih untuk memfasilitasi peserta dari desa agar mereka dapat menjelaskan apa yang telah mereka pelajari selama mengawal proses MusrenbangDus/Des dan Musrenbang Kecamatan. Waktu Kegiatan 120 menit Langkah Kegiatan  Diskusi Kelompok o Tiap kelompok membuat persiapan bersama untuk sesi umpan balik. berikan kesempatan kepada peserta untuk menggunakan bahasa aslinya. dll. usulkan kepada peserta untuk tidak menerjemahkan pembicaraan selama umpan balik yang dilakukan dalam bahasa lokal. Peserta memahami prinsip keberlanjutan agar metode P3MD Plus dapat diterapkan pada kegiatan MusrenbangDus/Des dan Musrenbang Kecamatan. Peserta mempelajari bagaimana ‖fakta‖ dikenal secara berbeda dalam kelompok sosial yang berlainan. Bahan dan Alat Kertas Flep. Spidol. o Peserta mengevaluasi proses dan mendiskusikan langkah-langkah selanjutnya.Sub Bagian 4. o Fasilitator perlu membantu peserta untuk merangkum hasil presentasi sehingga menjadi pegangan dalam menilai umpan balik terhadap hasil Monev yang dilakukan.  83 . Peserta mampu dan terampil merumuskan manfaat dari kegiatan. o Peserta desa menyajikan umpan balik mereka tentang evaluasi kepada kelompok lainnya.

 Pertanyaan Kunci o Apa itu Umpan Balik? o Apa itu keberlanjutan musrenbangdes yang berkualitas? o Apa pengaruh bahasa terhadap umpan balik yang berkualitas? o Bagaimana melakukan umpan balik kepada masyarakat terhadap hasil musrenbang? 84 .

mengapa tak memulai dari apa yang masyarakat sudah dijalankan selama ini? Bila kita sederhanakan pemahaman di atas. Setelah fasilitator bertanya apakah bapak/ibu memahami apa yang dijelaskan tadi? Biasanya masyarakat menganggukkan kepala tanda mengerti. partisipasi. kita bisa mendefinisikan ―keberlanjutan hidup‖ sebagai kemampuan masyarakat untuk mengamankan dan mengelola sumber daya yang memadai sehingga memungkinkan mereka memenuhi misinya secara efektif dan konsisten sepanjang waktu tanpa ketergantungan yang berlebihan pada orang luar. pelaksanaan sampai evaluasi dan tindak lanjut. bisa diperkirakan muncul kendala-kendala seperti semakin meningkatnya kebutuhan anggota terhadap kelompok sasaran padahal fasilitator kian terbatas dalam pelayanannya. sebenarnya. Inilah salah satu tantangan para fasilitator dalam program pemberdayaan masyarakat. 85 . dan lain-lain.3 Pemberdayaan masyarakat berarti membangun dan mengembangkan mekanisme yang menjadikan masyarakat pada akhirnya berperan sebagai pelaku utama semua kegiatan pembangunan. tanpa harus dijelaskan dengan kata-kata atau istilah serba besar dan ideal. Bagaimana bisa kita membayangkan nilai-nilai partisipasi dan demokrasi bertumbuh jika tidak ada penegasan bahwa setiap orang harus membiasakan diri menghargai. Itulah esensi dari keberlanjutan. Inilah yang disebut sebagai mandat sosial kelompok masyarakat dan untuk itulah semua rangkaian kegiatan yang melibatkan masyarakat mestinya dikembalikan kepada masyarakat untuk selalu disepakati atau dengan kata lain kita mesti melakukan umpan balik. memberi makna baru pada struktur-struktur tradisional tersebut. kesetaraan gender dan sebagainya. Pengalaman di banyak tempat menunjukkan bahwa fasilitator seringkali menggunakan katakata yang sulit dipahami oleh masyarakat seperti kata pemberdayaan. Bahkan sejak awal.Bahan Bacaan 4. memberdayakan masyarakat adalah juga berarti membangun sejumlah kesepakatan-kesepakatan tentang apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan oleh semua anggotanya. Dan ketika kegiatan-kegiatan kelompok masyarakat telah berkembang. Upaya fasilitator bersama masyarakat untuk menjalankan kebiasaan-kebiasaan atau perilaku sehari-hari juga harus menjadi bagian dari pembangunan nilai-nilai baru tersebut. Dinamika perbedaan pendapat dan diskusi panjang antar semua orang dalam kelompok masyarakat yang berujung pada satu kesepakatan jelas merupakan proses partisipasi dan demokrasi yang nyata. yang dalam kenyataannya justru merupakan faktor yang paling menentukan dalam tahapan pembentukan nilai-nilai baru yang ideal. Membangun nilai-nilai baru dalam masyarakat tidak selalu berarti nilai-nilai ideal dalam istilah-istilah besar seperti demokratisasi. gender. Banyak fasilitator masyarakat selama ini sering tidak menghiraukan persoalan yang nampak sepele ini. mekanisme itu mestinya dibentuk oleh masyarakat sendiri. menghormati atau bersedia mendengarkan pendapat orang lain? Karena itu. Pemberdayaan masyarakat tidaklah sekedar hanya membentuk dan membangun struktur kelembagaan dan mekanisme kerja masyarakat tetapi sekaligus juga berarti membangun nilai-nilai. egaliterisme (kesetaraan dalam hakhak sipil). partisipasi. namun kenyataannya masyarakat sebenarnya belum memahami apa yang dikatakan fasilitator tersebut. Jadi. mulai dari perencanaan.

sumberdaya manusia dan sumberdaya lainnya Pengembangan sistim.manajemen SDM Pelaksanaan (Implementation) 86 . Hal ini bertujuan untuk menghindari ketergantungan dan menjaga efektivitas pendampingan. SDM) Pengembangan sistim. Siklus Program Dalam Kaitannya Dengan Manajemen Strategik (Dikaitan dengan Pengembangan Sistim Monev berbasis masyarakat) Nilai-nilai dasar. yang nantinya akan menyulitkan perkembangan kelompok sasaran di masa phasing out program atau kegiatan.manajemen SDM Evaluasi Tahunan Laporan Tahunan Analisis Kinerja .Output/Hasil kerja .Tujuan strategis .Pencatatan .manajemen SDM Cash Flow Forecast Rencana Kerja Tahunan Program Kerja dan AnggaranTahunan (termasuk Peng.Program/kegiatan dan kuangan (reporting) Pengembangan sistim. peran fasilitator pada tingkat kelompok sasaran perlahan-lahan akan dikurangi.GOAL .Dalam jangka panjang.Sumberdaya Rencana kerja Empat/Tiga Tahunan Program kerja dan Anggaran Empat/Tiga Tahun (termasuk Peng.Kegiatan .Pelaporan . visi dan misi Perencanaan Strategis (Strategic Plan) Kebijakan arah strategis program. SDM) Monitoring .

TMP Kalibata No.or.gtz-decentralization.id . Lt.Good Local Governance Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Departemen Dalam Negeri Republik Indonesia Gedung Utama. Ruang Segitiga Jl. 2. 20 Jakarta 12750 T/F +62 21 798 9446. 7918 4928 www.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.