P. 1
27559092-PERANGKAT-GAMELAN-JAWA

27559092-PERANGKAT-GAMELAN-JAWA

|Views: 121|Likes:
Published by Dino Ajo

More info:

Published by: Dino Ajo on Feb 13, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/13/2012

pdf

text

original

1.

PERANGKAT GAMELAN JAWA Gamelan Jawa sebenarnya dapat dibedakan menjadi dua laras (tangga nada / titi nada), yaitu Slendro dan Pelog. Menurut mitologi Jawa, Gamelan Slendro lebih tua usianya daripada Gamelan Pelog. Slendro memiliki 5 (lima) nada per oktaf, yaitu 1 2 3 4 5 (C- D E+ G A) dengan interval yang sama atau kalau pun berbeda perbedaan intervalnya sangat kecil. Pelog memiliki 7 (tujuh) nada per oktaf, yaitu 1 2 3 4 5 6 7 (C+ D E- F# G# A B) dengan perbedaan interval yang besar. Gamelan dapat dimainkan sebagai sebuah pertunjukkan musik tersendiri maupun pengiring tarian atau seni pertunjukkan seperti Wayang Kulit dan Ketoprak. Sebagai sebuah pertunjukkan tersendiri, musik Gamelan biasanya dipadukan dengan suara para penyanyi (penyanyi pria disebut wiraswara dan penyanyi wanita disebut waranggana). Dalam masyarakat Jawa, orkestra musik Gamelan biasanya disebut “Karawitan”. Berasal dari kata “rawit” yang berarti rumit, halus, kecil. Mengapa disebut demikian? Karena memainkan Karawitan memang tidak sekedar berfokus pada bunyi yang dihasilkan oleh alat musik, tapi juga harus dapat memahami kedalaman makna dari musik yang sedang dimainkan tersebut.Mengingat bahwa semua gendhing yang diciptakan berkorelasi dengan kehidupan manusia sehari-hari, misalnya: ada Gendhing yang merujuk pada keselamatan, ucapan syukur, permintaan, permohonan, dan sebagainya. Dengan memahami kedalaman tersebut maka sang pemain Gamelan dituntut untuk tidak memainkan alat-alat musik sekehendak hatinya, tetapi selalu berdasarkan konteks yang ada. Inilah sebabnya mengapa memainkan Gamelan seringkali dianggap “rumit”. Seperangkat Gamelan biasanya terdiri dari beberapa alat musik. Dalam sebuah Karawitan biasanya terdapat minimal 15 instrumen yang berbeda. Alat-alat musik tersebut ada yang terbuat dari logam, besi, perunggu, kayu, bambu, dan kulit binatang. Pada umumnya alat-alat musik yang terdapat dalam perangkat Gamelan terdiri dari: 1. Counter-Melody, adalah alat-alat musik yangterdiri atas: • Gambang, adalah alat yang menyerupai instrument metallophone, tetapi bilah-bilahnya terbuat dari kayu atau tembaga. Suling, adalah alat musik tiup yang biasanya terbuat dari bambu. Dibedakan atas dua tipe: 1) suling dengan lima lubang (finger-holes) untuk laras Pelog; 2) suling dengan empat lubang untuk laras slendro Rebab, adalah alat musik gesek yang dapat menghasilkan suara cukup keras Siter atau Celempung, adalah alat petik sejenis gitar tetapi memiliki senar yang lebih banyak. Bedug, adalah alat musik tabuh yang terbuat dari sepotong batang kayu besar yang telah dilubangi bagian tengahnya sehingga menyerupai tabung besar. Pada ujung batang yang berukuran besar ditutup dengan kulit binatang (biasanya kulit sapi, kerbau atau kambing). Bedug menimbulkan suara berat, rendah, tapi dapat didengar sampai jarak yang jauh. Kendang, adalah alat musik tabuh menyerupai bedug tetapi memiliki ukuran yang lebih kecil. Kendang biasanya dimainkan oleh pemain gamelan profesional. Kendang dapat dibagi menjadi empat berdasarkan ukuran dari yang terbesar sampai yang terkecil: Kendang Gending, Kendang Wayangan, Kendang Ciblon, dan Kendang Ketipung Gong yang digantung. Dapat dibedakan dalam dua jenis yaitu: ○ Gong Ageng, adalah gong terbesar dalam Gamelan Jawa dan dipercaya sebagai “roh” dalam Gamelan. Oleh karena itu, gong ini sangat dihormati. Biasanya Gong Ageng ditempatkan di belakang Gamelan. Kempul, adalah gong gantung yang memiliki ukuran lebih kecil dari Gong Ageng.


• • 2. •

Drum, terdiri atas:

3.

Gong, terdiri dari: •

○ •

Gong yang diletakkan diatas tali yang direntangkan pada bingkai kayu (tempat yang terbuat dari kayu ini kadang disebut “Rancakan”). Dapat dibedakan dalam 4 (empat) jenis gong, yaitu: ○ Bonang, adalah satu set gong yang terdiri dari sepuluh sampai empat belas gonggong kecil dengan posisi horizontal yang tersusun dalam dua deretan. Ada dua macam Bonang, yaitu:

dan di Jawa lewat abad ke-18. Gender Panerus memiliki titi nada satu oktaf lebih tinggi daripada Gender Barung. Saron Barung. Kata Gamelan sendiri berasal dari bahasa Jawa gamel yang berarti memukul / menabuh. Metallophones. Dibandingkan Saron Barung. yang mana merupakan satu kesatuan utuh yang diwujudkan dan dibunyikan bersama. yaitu Bonang berukuran kecil tetapi titi nadanya lebih tinggi satu oktaf dibandingkan Bonang Barung. yaitu Bonang berukuran sedang. dan Lombok di Indonesia dalam berbagai jenis ukuran dan bentuk ensembel. gender Panerus. adalah alat musik yang terdiri dari bilah-bilah metal yang ditegangkan dengan tali. Adalah gong-gong yang diletakkan di sebelah Kenong. Saron Demung juga dapat dibedakan dalam 2 (dua) tipe: Demung Slendro dan Demung Pelog. gendang. Orkes gamelan kebanyakan terdapat di pulau Jawa. Mudah-mudahan ada pembaca yang bisa memberikan tambahan tulisan sehingga kita semua menjadi jelas bagaimana alat-alat musik tersebut dimainkan sehingga dapat menghasilkan suatu warna musik gamelan yang dikenal memiliki nilai seni sangat tinggi. adalah gong terbesar yang diletakkan diatas tali yang direntangkan pada bingkai kayu. penulis memang tidak menguraikan peran-peran dari masing-masing perangkat Gamelan tersebut diatas secara lengkap dan bagaimana cara memainkannya. dan gong. adalah alat musik dengan bilah metal dan resonator terbesar dalam keluarga gender. Gender dapat dibedakan menjadi: ○ Slentem. Dibandingkan dengan Saron Demung & Saron Panerus. Madura.  • • Bonang Barung. Kemunculan gamelan didahului dengan budaya Hindu-Budha yang mendominasi Indonesia pada awal masa pencatatan sejarah. Dalam tulisan ini. beroktaf tengah sampai tinggi Bonang Panerus. yang juga mewakili seni asli indonesia. Istilah gamelan merujuk pada instrumennya / alatnya. Ketuk dan Kempyang. Titi nadanya satu oktaf lebih rendah dari Saron Panerus dan satu oktaf lebih tinggi dari Saron Demung. satu bingkai kayu dapat berisi 3 (tiga) Kenong. Di Bali dan Lombok saat ini. ○  Masing-masing dari alat-alat musik (perangkat) tersebut diatas memiliki fungsi-fungsi khusus yang saling mengisi dan melengkapi sehingga menciptakan harmonisasi antara satu sama lain. yaitu: • Saron. yaitu alat musik dengan bilahan paling besar dalam keluarga Saron dan menghasilkan nada rendah. Saron Panerus memiliki titi nada lebih tinggi satu oktaf. Alat-alat musik ini dapat dibedakan menjadi 2 (dua) jenis. Kenong. Gender Barung memiliki titi nada satu oktaf lebih rendah dari Gender Panerus. Dalam perbedaannya dengan musik India. istilah gong lebih dianggap sinonim dengan gamelan. Saron Barung juga dapat dibedakan dalam 2 (dua) tipe: Barung Slendro dan Barung Pelog. Ini merupakan keluarga Saron yang paling kecil. ditumpangkan pada bingkai kayu yang juga berfungsi sebagai resonator. Ketuk dan Kempyang selalu ditempatkan dalam sebuah kotak kayu 4. terdiri atas:  Gender Barung. Instrumennya dikembangkan hingga bentuknya sampai seperti sekarang ini pada zaman Kerajaan Majapahit. diikuti akhiran an yang menjadikannya kata benda. Saron Barung memiliki bilahan logam menengah (medium). Gender Barung memiliki bilah metal dengan ukuran sedang dalam keluarga Gender. Saron Panerus atau seringkali disebut dengan julukan Peking. Gender Panerus memiliki bilah-bilah yang paling kecil dalam keluarga Gender. Titi nada Saron Demung lebih rendah satu oktaf dibanding Saron Barung. Dalam beberapa Gamelan. terdiri atas: ○ Saron Demung. adalah alat-alat musik berbentuk bilahan / lempengan yang terdiri dari enam tau tujuh bilah. gambang. satu-satunya dampak ke-India-an dalam musik gamelan adalah bagaimana cara . Saron Barung juga dapat dibedakan dalam 2 (dua) tipe: Panerus Slendro dan Panerus Pelog ○ ○ • Gender. Setiap alat musik sudah memiliki pakem yang tertuang dalam phatet (pembatasan wilayah nada). Gamelan adalah ensembel musik yang biasanya menonjolkan metalofon. Biasanya Slentem memiliki tujuh bilah dan memiliki titi nada satu oktaf dibawah Saron Demung Gender. Bali.

kecapi. Bagaimanapun. pélog. Untuk pesan yang lebih spesifik kemudian menciptakan dua gong. dan "madenda" (juga dikenal sebagai diatonis. bangsa Tiongkok yang di negeri kita biasa disebut etnis Tionghoa. Gambang Kromong Budaya Betawi dari Tiongkok Jauh sebelum negeri ini merdeka. yaitu sléndro. sudah bermukim dan berbaur dengan masyarakat sekitar. kendhang dalam berbagai ukuran. alat musik berdawai yang digesek dan dipetik. lalu akhirnya terbentuk set gamelan. relief tentang alat musik tersebut dikatakan sebagai asal mula gamelan. dengan istana di gunung Mahendra di Medangkamulan (sekarang Gunung Lawu). atau Jawa Barat). dewa yang menguasai seluruh tanah Jawa. Namun.menyanikannya. 1. Dalam mitologi Jawa. Magelang Jawa Tengah. "Degung" (khusus daerah Sunda. Alat musik semisal suling bambu. baik berupa bangunan yang sangat spesifik bentuknya atau berupa peninggalan seni dan budaya yang juga punya ke-khasan tersendiri. sama seperti skala minor asli yang banyak dipakai di Eropa. . gamelan dicipatakan oleh Sang Hyang Guru pada Era Saka. lonceng. yang telah berdiri sejak abad ke-8. sedikit ditemukan elemen alat musik logamnya. ditemukan dalam relief tersebut. Hal tersebut bisa terlihat melalui peninggalan-peninggalan etnis ini di berbagai tempat di Indonesia. Sang Hyang Guru pertama-tama menciptakan gong untuk memanggil para dewa. Penalaan dan pembuatan orkes gamelan adalah suatu proses yang kompleks. Gamelan menggunakan empat cara penalaan.[rujukan?] Gambaran tentang alat musik ensembel pertama ditemukan di Candi Borobudur.

Gambang Kromong mulai merasuk ke golongan masyarakat menengah ke bawah. . masyarakat masa itu menyebutnya dengan istilah Lenong atau Cokek. Istilah Kromong dimaksudkan pada alat musik seperti gambang. dengan cara dipukul. Gambang Kromong sendiri diperkirakan sudah ada sejak pertengahan abad ke-18 yang dimainkan di rumah-rumah mewah para penguasa Belanda di Batavia (sebutan kota Jakarta masa kolonial). tapi pada bagian tengahnya diisi dengan tabung-tabung besi berbentuk seperti gong yang berukuran kecil dan terbuat dari logam campuran yang cara memainkannya sama seperti gong. Untuk yang berukuran kecil disebut Kong-a-Hian dan yang lebih besar disebut Su-Kong. lebih sering dipentaskan pada pesta-pesta perkawinan keturunan Tionghoa yang diiringi oleh musik Gambang Kromong. Umumnya sebutan Gambang Kromong hanya terbatas pada musik yang dimainkan. meski Gambang Kromong dapat dimainkan tanpa menghadirkan Lenong di dalamnya. Puncak kejayaan kesenian ini sendiri memasuki babak baru saat beberapa perusahaan rekaman berdiri dan menampilkan musik ini dalam bentuk piringan hitam. Gong ini sendiri merupakan alat musik yang diyakini sarat dengan unsur magis-nya. Sedangkan kendang atau gendang yang dipakai pada kesenian ini umumnya digunakan terdiri dari satu gendang besar dan yang kecil. Gong juga dipakai dalam kesenian ini. banyak dipengaruhi oleh budaya etnis Tionghoa. Alat musik lainnya adalah suling atau seruling yang merupakan alat musik tambahan yang terbuat dari bambu dengan diberi lubang-lubang kecil di bagian atas yang berfungsi sebagai tempat keluarnya nada yang berbeda. yang kemudian berkembang setelah musik ini dimainkan di tempat-tempat hiburan selain rumah penguasa Belanda yang disebut Soebian pada pertengahan abad 19. Adapun alat-alat musik yang biasa diperdengarkan di kesenian Gambang Kromong ini adalah TheHian. Lagu-lagu yang dimainkan juga tak terbatas hanya musik instrumentalia. Kesenian yang sudah menjadi bagian dari kebudayaan masyarakat Betawi ini dalam beberapa hal. Antara Gambang Kromong dan Lenong terdapat satu bentuk kesenian yang tak terpisahkan. tapi sudah mulai dibawakan lagu-lagu jenis Dalem (lagu-lagu klasik) dan Sayur (lagu-lagu pop). Saat di Soebian inilah.Kesenian Gambang Kromong misalnya. Sedangkan Cokek adalah sebuah kata yang berasal dari Melayu-Tionghoa yakni Chiou-Khek yang berarti menyanyi. yakni alat musik gesek yang bentuknya seperti biola berukuran sedang. Gambang Kromong adalah sebuah bentuk kesenian yang menyerupai opera yang menyertakan suara alat musik. gerak atau tari serta lagu. alat-alat musik yang dipakai dalam kesenian ini hampir sepenuhnya menggunakan alat musik tradisional etnis Tionghoa dengan sedikit perubahan tanpa mengurangi fungsi dari alat itu sendiri. Di mana suara gaungnya dipercayai bisa menembus hati dan dapat membawa para pendengarnya ke alam lain. Adapun lagu-lagu yang dimainkan pada masa itu hanya berupa Pobin (lagu instrumentalia). Sedangkan Gambang adalah alat musik utama dalam kesenian Gambang Kromong yang terbuat dari bilah-bilah kayu yang disusun dalam satu kotak persegi panjang dan dimainkan dengan cara dipukul mengikuti irama lagu. Sedangkan untuk gerak-tari serta lagu. Sementara. dan biasanya ada sepasang gong berukuran besar dan kecil yang biasa disertakan dalam pertunjukkan.

a. Gambang Kromong juga mengalami banyak perubahan. 2. kecrek juga alat musik yang wajib dipakai dalam pertunjukan Gambang Kromong. air putih serta kembang beberapa jenis yang diyakini berfungsi untuk melancarkan pertunjukkan kesenian ini. biasanya pada setiap pementasan Gambang Kromong tak lupa digelar ritual khusus dengan menyertakan sesaji lengkap yang terdiri dari kopi pahit dan manis. calung panepas (5 /3 dan 2 tabung bambu). Komposisi alatnya ada yang satu deretan dan ada juga yang dua deretan (calung indung dan calung anak/calung rincik). seiring perkembangan jaman. Sesaji ini biasanya selalu diletakkan dekat Gong (yang memang diyakini memiliki unsur magis yang kuat). Kelengkapan calung dalam perkembangannya dewasa ini ada . Terdapat dua jenis calung Sunda yang dikenal. cara memainkan calung adalah dengan memukul-mukul batang (wilahan. ada juga yang dibuat ancak “dudukan” khusus dari bambu/kayu. misalnya calung tarawangsa di Cibalong dan Cipatujah. Jenis bambu untuk pembuatan calung begi khas. 7 wilahan (7 ruas bambu) atau lebih. calung jongjrong(5 /3 dan 2 tabung bambu). bilah) dari ruas-ruas (tabung bambu) yang telah tersusun menurut titi laras (tangga nada) pentatonik (da-mi-na-ti-la). Jangan salah. b. Terdapat tipe atau model alat musik kesenian daerah di Indonesia yang terbuat dari bambu. seperti calung kingking (terdiri dari 12 tabung bambu). Adapun cara memainkan calung rantay dipukul dengan dua tangan sambil duduk bersilah. Keunikan yang bisa kita dapati di kesenian Gambang Kromong. Calung Rantay Calung rantay tersusun dengan bilah tabungnya dideretkan menggunakan tali kulit waru (lulub) mulai dari yang terbesar sampai yang terkecil. Kini. Berbeda dengan angklung yang dimainkan dengan cara digoyangkan. yaitu dari awi wulung (jenis bambu hitam). Calung : Alunan Musik Bambu dari Jawa Barat Pengertian istilah kata Calung selain sebagai alat musik juga biasa digunakan dalam penyebutan seni pertunjukan. Calung jinjing terdiri atas empat atau lima buah. biasanya calung tersebut diikat di pohon atau bilik rumah (calung rantay Banjaran-Bandung). yakni calung rantay dan calung jinjing. Salahsatunya adalah alat music Calung sebagai prototipe alat musik Angklung yang berasal dari daerah Jawa Barat (Suku Sunda).Alat musik kecil yang turut menyumbang suara pada kesenian ini adalah kecrek. dan calung gonggong (2 tabung bambu). Biasanya kecrek terbuat dari lempengan besi tipis dalam wadah yang menyerupai gambang atau Kromong. Kalau sesaji ini tidak disertakan ada kekhawatiran para pemainnya ada yang kesurupan. Calung Jingjing Adapun calung jinjing berbentuk deretan bambu bernada yang disatukan dengan sebilah kecil bambu (paniir). Tasikmalaya. namun ada pula yang dibuat dari awi temen (bambu yang berwarna putih). yang berbunyi bila dipukul. makanan kecil. terutama dalam peralatan tambahan yang sudah modern seperti sound system untuk lebih riuh dan meriahnya pertunjukkan kesenian ini. calung rantay di Banjaran dan Kanekes/Baduy.

Persi. berjumlah 10 buah (sepuluh pencon). diraeh. Kongahyan dan Sukong. Balo-balo. kromong. sedangkan alat musik lainnya yaitu gambang. tanpa menggunakan calung jongjrong Cara memainkannya dipukul dengan tangan kanan memakai pemukul. Perpaduan kedua unsur kebudayaan tersebut tampak pula pada perbendarahaan lagu-lagunya. kotrek dan solorok. Macuntay. 4. huru batu atau kayu jenis lain yang empuk bunyinya bila dipukul. dikempyung. Ketika sumber suara gamelan itu didekati. dirincik. Gambang Sebutan Gambang Kromong di ambil dari nama dua buah alat perkusi. sayup-sayup mengalun suara gamelan yang sangat khas dan unik.yang hanya menggunakan calung kingking satu buah. alur melodi maupun liriknya seperti Kong Jilok. Bilahan Gambang yang berjumlah 18 buah. Disamping lagu-lagu yang menunjukan sifat pribumi seperti Jali-jali. Orkes Gambang Kromong merupakan perpaduan yang serasi antara unsur-unsur pribumi dengan unsur Tionghoa. yaitu gambang dan kromong. biasa terbuat dari kayu suangking. gendang. panempas dua buah dan calung gonggong satu buah. Onde-onde. dirangkep (diracek). Secara fisik unsur Tionghoa tampak pada alat-alat musik gesek yaitu Tehyan.” ujar seorang lelaki paruh baya yang bernama I Nengah Suparwata alias Pak Wati. terdapat pula lagulagu yang jelas bercorak Tionghoa.“Ini gamelan Terompong Beruk. baik nama lagu. tampaklah sejumlah anak riang gembira belajar menabuh alat-alat musik berbentuk aneh. dikemprang. Sedangkan teknik menabuhnya antar lain dimelodi. Kromong biasanya dibuat dari perunggu atau besi. Sipatmo. 3. Lenggang-lenggang Kangkung. dikeleter. Gelatik Ngunguk dan sebagainya. Phe Pantaw. Gutaypan dan sebagainya.Terompong Beruk di Bangle Ketika melintasi daerah perbukitan menuju Dusun Bangle. Surilang. salancar. kecrek dan gong merupakan unsur pribumi. Citnosa. . dan tangan kiri menjinjing/memegang alat musik tersebut.

Jegog. Gangsa. kami hanya mewarisi apa yang ada sekarang.” jelas Pak Warti. digelarlah Upacara Dewa Yadnya. Seusai upacara besar itu. Kecamatan Abang. Dari alat-alat itu terbentuklah sebuah perangkat gamelan yang masih sangat sederhana namun sangat bermakna dalam mengiringi pementasan tarian sakral pada saat itu. Rejang Lilit. dan lain sebagainya. Untuk menambah semarak suara gamelan. Terompong Beruk itu kemudian dilengkapi dengan Gangsa. ada beberapa tabuh atau gending yang sering dimainkan dengan menggunakan perangkat Gong Beruk. juga mengatakan tidak tahu kapan Terompong Beruk pertama kali dibuat. Mungkin untuk mendapat suara yang lebih keras dan alunannya panjang. Namun kini Terompong Beruk telah diganti dengan bilah-bilah besi. Legong Sambeh Bintang.” kata Sanu. Tabuh Nem Cenik. Menurut orang tua. tokoh masyarakat dari Desa Culik yang pernah lama mengajar di sebuah SD di Bunutan. Satu barung atau satu set lengkap gamelan Terompong Beruk terdiri dari Terompong Beruk. Bali. meski sumber gemanya masih menggunakan beruk. Ida Made Giur Dipta. Tabuh Kutus Cenik. sejenis kendang (berupa dua ruas bambu yang dipukulkan di tanah). Besar kecil beruk diatur dan disesuaikan dengan nada bilahbilah kayu di atasnya untuk memunculkan nada suara yang berbeda-beda. Karena menggunakan sumber gema dari beruk (batok kelapa) itulah gamelan ini dinamai Terompong Beruk. seorang pinisepuh Bangle. Kebetulan saat itu ada seorang warga Bangle memiliki sebuah Terompong Beruk yang dipakai hiburan di waktu senggang. Sedangkan untuk Gong dibuat dari waluh (buah labu besar) yang telah dikeringkan. Terompong Beruk merupakan alat musik tradisional yang sangat sederhana. Giur menuliskan bahwa keberadaan Terompong Beruk berkaitan dengan pembangunan Pura Pemaksan Bangle. . Hal ini berbeda dengan terompong perunggu pada gamelan gong kebyar yang umumnya berbentuk bulat dan terdapat benjolan di tengah-tengahnya. dan Igel Desa. telah menyusun sekelumit sejarah kelahiran Terompong Beruk berdasarkan cerita pinesepuh Bangle. Kemplung. Seperangkat gamelan Gong Beruk pun dibuat oleh warga Bangle. seperti: Tabuh Gelagah Manis. diantaranya Melaspas. Cengcengnya dibuat dari besi bekas singkal dan kejen (alat membajak tradisional). Nama-nama tabuhnya juga khas dan unik. Gandrung. dimana pemukiman penduduk berada pada kemiringan 37 derajat. ricik atau cengceng dari besi bekas singkal dan kejen (alat membajak sawah). itu warisan leluhur kami. Curing. Kempil. Sejarah Terompong Beruk Sejak kapan Terompong Beruk dikenal di Bangle? Belum ditemukan peninggalan tertulis (prasasti) yang menyebutkan sejarah kelahiran Terompong Beruk. berbeda dengan terompong pada gamelan gong yang menggunakan perunggu. Tabuh Nem Gede. kisah keberadaan Terompong Beruk bisa ditelusuri dari cerita para tokoh masyarakat dan pinisepuh Bangle. berlanjut Pujawali atau Piodalan. Ngenteg Linggih. di perbukitan dengan ketinggian 400 meter di atas permukaan laut. Secara sekilas. Cerita tersebut diwariskan secara turun temurun hingga generasi sekarang. “Saya kurang tahu sejak kapan Terompong Beruk ada di dusun kami. yakni di Dusun Bangle. Menurut Pak Wati. Bangle terletak di sebelah utara Pura Lempuyang Luhur. para pinisepuh Bangle kemudian berembug dengan para prajuru Pura. Ketika pura selesai dibangun. Karangasem. Tabuh Kutus Gede. Curing. Cengceng. Jenis-jenis tari yang sering diiringi dengan Gong Beruk adalah Tari Pendet. Desa Bunutan. Ciri khas Terompong Beruk terletak pada alat resonansi suaranya yang menggunakan beruk (batok kelapa). Sedangkan gongnya dibuat dari bilah bambu petung atau kayu lekukun. Sebab mereka belum mampu membeli satu perangkat gamelan perunggu yang harganya sangat mahal. dan sejumlah alat lainnya. Pada saat melaksanakan upacara tersebut tentu tidak bisa dilepaskan dari pementasan tari sakral sebagai persembahan kepada Hyang Widhi. Pak Wati (1955) sebagai pelatih Terompong Beruk pun tidak mengetahui sejarah keberadaan alat musik unik itu. Jublag. Kendang. yang semuanya dibuat dari bilah-bilah kayu lengkap dengan beruk sebagai resonansi suara dan nada. Bahkan Pak Sanu (1938).Pak Wati adalah pelatih Terompong Beruk yang hanya satu-satunya ada di Bali. sedangkan pelawahnya dibuat dari waluh (labu besar) agar menghasilkan suara yang mengalun panjang. Mereka mulai berpikir membuat seperangkat gamelan Terompong Beruk yang lebih lengkap dengan bahan-bahan yang ada di dusun mereka. Terompong Beruk itu kemudian dilengkapi dengan suling. Riong. Gamelan langka dan unik itu menggunakan bilah-bilah kayu. “Leluhur kami yang dulu membuatnya. Semua alat itu juga dibuat dari bilah-bilah kayu yang resonansi suaranya berasal dari beruk. Namun tari tanpa gamelan belumlah sempurna. Terompong Beruk dilengkapi dengan Suling. Jublag.

Bahkan dusun-dusun di sekitar Bangle pun tidak mengetahui atau mengenal gamelan unik itu. menjelaskan Gong Beruk itu selalu dipakai untuk mengiringi tari-tarian saat piodalan atau Pujawali di Pura Pemaksan Bangle yang berlangsung bertepatan dengan purnamaning Sasih Ketiga. . hanya dikenal di sekitar Dusun Bangle. Melestarikan Warisan Leluhur Pada mulanya tidak banyak orang yang mengetahui keberadaan Gong Beruk.Sekretaris Desa Bunutan. I Nyoman Sija. Saat itu Sekaa (Grup) Terompong Beruk Bangle mewakili Kabupaten Karangasem tampil untuk pertama kalinya dalam Pesta Kesenian Bali di Denpasar. Terompong Beruk mulai dikenal masyarakat luas pada tahun 1979.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->