1.

PERANGKAT GAMELAN JAWA Gamelan Jawa sebenarnya dapat dibedakan menjadi dua laras (tangga nada / titi nada), yaitu Slendro dan Pelog. Menurut mitologi Jawa, Gamelan Slendro lebih tua usianya daripada Gamelan Pelog. Slendro memiliki 5 (lima) nada per oktaf, yaitu 1 2 3 4 5 (C- D E+ G A) dengan interval yang sama atau kalau pun berbeda perbedaan intervalnya sangat kecil. Pelog memiliki 7 (tujuh) nada per oktaf, yaitu 1 2 3 4 5 6 7 (C+ D E- F# G# A B) dengan perbedaan interval yang besar. Gamelan dapat dimainkan sebagai sebuah pertunjukkan musik tersendiri maupun pengiring tarian atau seni pertunjukkan seperti Wayang Kulit dan Ketoprak. Sebagai sebuah pertunjukkan tersendiri, musik Gamelan biasanya dipadukan dengan suara para penyanyi (penyanyi pria disebut wiraswara dan penyanyi wanita disebut waranggana). Dalam masyarakat Jawa, orkestra musik Gamelan biasanya disebut “Karawitan”. Berasal dari kata “rawit” yang berarti rumit, halus, kecil. Mengapa disebut demikian? Karena memainkan Karawitan memang tidak sekedar berfokus pada bunyi yang dihasilkan oleh alat musik, tapi juga harus dapat memahami kedalaman makna dari musik yang sedang dimainkan tersebut.Mengingat bahwa semua gendhing yang diciptakan berkorelasi dengan kehidupan manusia sehari-hari, misalnya: ada Gendhing yang merujuk pada keselamatan, ucapan syukur, permintaan, permohonan, dan sebagainya. Dengan memahami kedalaman tersebut maka sang pemain Gamelan dituntut untuk tidak memainkan alat-alat musik sekehendak hatinya, tetapi selalu berdasarkan konteks yang ada. Inilah sebabnya mengapa memainkan Gamelan seringkali dianggap “rumit”. Seperangkat Gamelan biasanya terdiri dari beberapa alat musik. Dalam sebuah Karawitan biasanya terdapat minimal 15 instrumen yang berbeda. Alat-alat musik tersebut ada yang terbuat dari logam, besi, perunggu, kayu, bambu, dan kulit binatang. Pada umumnya alat-alat musik yang terdapat dalam perangkat Gamelan terdiri dari: 1. Counter-Melody, adalah alat-alat musik yangterdiri atas: • Gambang, adalah alat yang menyerupai instrument metallophone, tetapi bilah-bilahnya terbuat dari kayu atau tembaga. Suling, adalah alat musik tiup yang biasanya terbuat dari bambu. Dibedakan atas dua tipe: 1) suling dengan lima lubang (finger-holes) untuk laras Pelog; 2) suling dengan empat lubang untuk laras slendro Rebab, adalah alat musik gesek yang dapat menghasilkan suara cukup keras Siter atau Celempung, adalah alat petik sejenis gitar tetapi memiliki senar yang lebih banyak. Bedug, adalah alat musik tabuh yang terbuat dari sepotong batang kayu besar yang telah dilubangi bagian tengahnya sehingga menyerupai tabung besar. Pada ujung batang yang berukuran besar ditutup dengan kulit binatang (biasanya kulit sapi, kerbau atau kambing). Bedug menimbulkan suara berat, rendah, tapi dapat didengar sampai jarak yang jauh. Kendang, adalah alat musik tabuh menyerupai bedug tetapi memiliki ukuran yang lebih kecil. Kendang biasanya dimainkan oleh pemain gamelan profesional. Kendang dapat dibagi menjadi empat berdasarkan ukuran dari yang terbesar sampai yang terkecil: Kendang Gending, Kendang Wayangan, Kendang Ciblon, dan Kendang Ketipung Gong yang digantung. Dapat dibedakan dalam dua jenis yaitu: ○ Gong Ageng, adalah gong terbesar dalam Gamelan Jawa dan dipercaya sebagai “roh” dalam Gamelan. Oleh karena itu, gong ini sangat dihormati. Biasanya Gong Ageng ditempatkan di belakang Gamelan. Kempul, adalah gong gantung yang memiliki ukuran lebih kecil dari Gong Ageng.


• • 2. •

Drum, terdiri atas:

3.

Gong, terdiri dari: •

○ •

Gong yang diletakkan diatas tali yang direntangkan pada bingkai kayu (tempat yang terbuat dari kayu ini kadang disebut “Rancakan”). Dapat dibedakan dalam 4 (empat) jenis gong, yaitu: ○ Bonang, adalah satu set gong yang terdiri dari sepuluh sampai empat belas gonggong kecil dengan posisi horizontal yang tersusun dalam dua deretan. Ada dua macam Bonang, yaitu:

penulis memang tidak menguraikan peran-peran dari masing-masing perangkat Gamelan tersebut diatas secara lengkap dan bagaimana cara memainkannya. Ketuk dan Kempyang. gambang. Kata Gamelan sendiri berasal dari bahasa Jawa gamel yang berarti memukul / menabuh. gender Panerus. Setiap alat musik sudah memiliki pakem yang tertuang dalam phatet (pembatasan wilayah nada). Instrumennya dikembangkan hingga bentuknya sampai seperti sekarang ini pada zaman Kerajaan Majapahit. Madura. Saron Barung. Saron Panerus memiliki titi nada lebih tinggi satu oktaf. Metallophones. yaitu: • Saron. istilah gong lebih dianggap sinonim dengan gamelan. Gender Barung memiliki titi nada satu oktaf lebih rendah dari Gender Panerus. Dalam beberapa Gamelan. satu bingkai kayu dapat berisi 3 (tiga) Kenong. yaitu Bonang berukuran sedang. Dalam tulisan ini. adalah alat musik yang terdiri dari bilah-bilah metal yang ditegangkan dengan tali. adalah gong terbesar yang diletakkan diatas tali yang direntangkan pada bingkai kayu. Ini merupakan keluarga Saron yang paling kecil. Mudah-mudahan ada pembaca yang bisa memberikan tambahan tulisan sehingga kita semua menjadi jelas bagaimana alat-alat musik tersebut dimainkan sehingga dapat menghasilkan suatu warna musik gamelan yang dikenal memiliki nilai seni sangat tinggi. Gender Barung memiliki bilah metal dengan ukuran sedang dalam keluarga Gender. gendang. beroktaf tengah sampai tinggi Bonang Panerus. Gender Panerus memiliki titi nada satu oktaf lebih tinggi daripada Gender Barung. Saron Barung memiliki bilahan logam menengah (medium). terdiri atas:  Gender Barung. Saron Barung juga dapat dibedakan dalam 2 (dua) tipe: Barung Slendro dan Barung Pelog. Istilah gamelan merujuk pada instrumennya / alatnya. Dibandingkan Saron Barung. adalah alat musik dengan bilah metal dan resonator terbesar dalam keluarga gender. yang mana merupakan satu kesatuan utuh yang diwujudkan dan dibunyikan bersama. dan Lombok di Indonesia dalam berbagai jenis ukuran dan bentuk ensembel. Gender Panerus memiliki bilah-bilah yang paling kecil dalam keluarga Gender. ○  Masing-masing dari alat-alat musik (perangkat) tersebut diatas memiliki fungsi-fungsi khusus yang saling mengisi dan melengkapi sehingga menciptakan harmonisasi antara satu sama lain. terdiri atas: ○ Saron Demung. Kemunculan gamelan didahului dengan budaya Hindu-Budha yang mendominasi Indonesia pada awal masa pencatatan sejarah. Titi nadanya satu oktaf lebih rendah dari Saron Panerus dan satu oktaf lebih tinggi dari Saron Demung. adalah alat-alat musik berbentuk bilahan / lempengan yang terdiri dari enam tau tujuh bilah. Adalah gong-gong yang diletakkan di sebelah Kenong. Titi nada Saron Demung lebih rendah satu oktaf dibanding Saron Barung. dan di Jawa lewat abad ke-18. yaitu Bonang berukuran kecil tetapi titi nadanya lebih tinggi satu oktaf dibandingkan Bonang Barung. Dalam perbedaannya dengan musik India. Orkes gamelan kebanyakan terdapat di pulau Jawa. Gender dapat dibedakan menjadi: ○ Slentem. Alat-alat musik ini dapat dibedakan menjadi 2 (dua) jenis. Saron Panerus atau seringkali disebut dengan julukan Peking. Di Bali dan Lombok saat ini. satu-satunya dampak ke-India-an dalam musik gamelan adalah bagaimana cara . yang juga mewakili seni asli indonesia. Bali. ditumpangkan pada bingkai kayu yang juga berfungsi sebagai resonator. Kenong. dan gong. Saron Demung juga dapat dibedakan dalam 2 (dua) tipe: Demung Slendro dan Demung Pelog. yaitu alat musik dengan bilahan paling besar dalam keluarga Saron dan menghasilkan nada rendah. Gamelan adalah ensembel musik yang biasanya menonjolkan metalofon. Biasanya Slentem memiliki tujuh bilah dan memiliki titi nada satu oktaf dibawah Saron Demung Gender. Ketuk dan Kempyang selalu ditempatkan dalam sebuah kotak kayu 4. diikuti akhiran an yang menjadikannya kata benda. Dibandingkan dengan Saron Demung & Saron Panerus.  • • Bonang Barung. Saron Barung juga dapat dibedakan dalam 2 (dua) tipe: Panerus Slendro dan Panerus Pelog ○ ○ • Gender.

relief tentang alat musik tersebut dikatakan sebagai asal mula gamelan. Alat musik semisal suling bambu. Gambang Kromong Budaya Betawi dari Tiongkok Jauh sebelum negeri ini merdeka. Bagaimanapun. . Dalam mitologi Jawa.menyanikannya. Sang Hyang Guru pertama-tama menciptakan gong untuk memanggil para dewa. lonceng. Hal tersebut bisa terlihat melalui peninggalan-peninggalan etnis ini di berbagai tempat di Indonesia. ditemukan dalam relief tersebut. sama seperti skala minor asli yang banyak dipakai di Eropa. baik berupa bangunan yang sangat spesifik bentuknya atau berupa peninggalan seni dan budaya yang juga punya ke-khasan tersendiri. Untuk pesan yang lebih spesifik kemudian menciptakan dua gong. yaitu sléndro. pélog. Namun. kecapi. lalu akhirnya terbentuk set gamelan. 1. "Degung" (khusus daerah Sunda. Gamelan menggunakan empat cara penalaan. yang telah berdiri sejak abad ke-8. Penalaan dan pembuatan orkes gamelan adalah suatu proses yang kompleks. dengan istana di gunung Mahendra di Medangkamulan (sekarang Gunung Lawu). sudah bermukim dan berbaur dengan masyarakat sekitar.[rujukan?] Gambaran tentang alat musik ensembel pertama ditemukan di Candi Borobudur. atau Jawa Barat). alat musik berdawai yang digesek dan dipetik. gamelan dicipatakan oleh Sang Hyang Guru pada Era Saka. Magelang Jawa Tengah. bangsa Tiongkok yang di negeri kita biasa disebut etnis Tionghoa. kendhang dalam berbagai ukuran. sedikit ditemukan elemen alat musik logamnya. dan "madenda" (juga dikenal sebagai diatonis. dewa yang menguasai seluruh tanah Jawa.

Sedangkan untuk gerak-tari serta lagu. yakni alat musik gesek yang bentuknya seperti biola berukuran sedang. Sementara. . yang kemudian berkembang setelah musik ini dimainkan di tempat-tempat hiburan selain rumah penguasa Belanda yang disebut Soebian pada pertengahan abad 19. Gong juga dipakai dalam kesenian ini. tapi pada bagian tengahnya diisi dengan tabung-tabung besi berbentuk seperti gong yang berukuran kecil dan terbuat dari logam campuran yang cara memainkannya sama seperti gong. Adapun alat-alat musik yang biasa diperdengarkan di kesenian Gambang Kromong ini adalah TheHian. alat-alat musik yang dipakai dalam kesenian ini hampir sepenuhnya menggunakan alat musik tradisional etnis Tionghoa dengan sedikit perubahan tanpa mengurangi fungsi dari alat itu sendiri. Gambang Kromong adalah sebuah bentuk kesenian yang menyerupai opera yang menyertakan suara alat musik. Sedangkan Gambang adalah alat musik utama dalam kesenian Gambang Kromong yang terbuat dari bilah-bilah kayu yang disusun dalam satu kotak persegi panjang dan dimainkan dengan cara dipukul mengikuti irama lagu. Di mana suara gaungnya dipercayai bisa menembus hati dan dapat membawa para pendengarnya ke alam lain. Sedangkan Cokek adalah sebuah kata yang berasal dari Melayu-Tionghoa yakni Chiou-Khek yang berarti menyanyi. masyarakat masa itu menyebutnya dengan istilah Lenong atau Cokek. dengan cara dipukul. Puncak kejayaan kesenian ini sendiri memasuki babak baru saat beberapa perusahaan rekaman berdiri dan menampilkan musik ini dalam bentuk piringan hitam. Gong ini sendiri merupakan alat musik yang diyakini sarat dengan unsur magis-nya. gerak atau tari serta lagu. dan biasanya ada sepasang gong berukuran besar dan kecil yang biasa disertakan dalam pertunjukkan. Untuk yang berukuran kecil disebut Kong-a-Hian dan yang lebih besar disebut Su-Kong. Gambang Kromong sendiri diperkirakan sudah ada sejak pertengahan abad ke-18 yang dimainkan di rumah-rumah mewah para penguasa Belanda di Batavia (sebutan kota Jakarta masa kolonial). Gambang Kromong mulai merasuk ke golongan masyarakat menengah ke bawah. lebih sering dipentaskan pada pesta-pesta perkawinan keturunan Tionghoa yang diiringi oleh musik Gambang Kromong. meski Gambang Kromong dapat dimainkan tanpa menghadirkan Lenong di dalamnya. Sedangkan kendang atau gendang yang dipakai pada kesenian ini umumnya digunakan terdiri dari satu gendang besar dan yang kecil. tapi sudah mulai dibawakan lagu-lagu jenis Dalem (lagu-lagu klasik) dan Sayur (lagu-lagu pop). Umumnya sebutan Gambang Kromong hanya terbatas pada musik yang dimainkan.Kesenian Gambang Kromong misalnya. Kesenian yang sudah menjadi bagian dari kebudayaan masyarakat Betawi ini dalam beberapa hal. Antara Gambang Kromong dan Lenong terdapat satu bentuk kesenian yang tak terpisahkan. Lagu-lagu yang dimainkan juga tak terbatas hanya musik instrumentalia. Istilah Kromong dimaksudkan pada alat musik seperti gambang. Adapun lagu-lagu yang dimainkan pada masa itu hanya berupa Pobin (lagu instrumentalia). Saat di Soebian inilah. Alat musik lainnya adalah suling atau seruling yang merupakan alat musik tambahan yang terbuat dari bambu dengan diberi lubang-lubang kecil di bagian atas yang berfungsi sebagai tempat keluarnya nada yang berbeda. banyak dipengaruhi oleh budaya etnis Tionghoa.

Biasanya kecrek terbuat dari lempengan besi tipis dalam wadah yang menyerupai gambang atau Kromong. dan calung gonggong (2 tabung bambu). yang berbunyi bila dipukul. Kelengkapan calung dalam perkembangannya dewasa ini ada . calung panepas (5 /3 dan 2 tabung bambu). Gambang Kromong juga mengalami banyak perubahan. Berbeda dengan angklung yang dimainkan dengan cara digoyangkan. Calung : Alunan Musik Bambu dari Jawa Barat Pengertian istilah kata Calung selain sebagai alat musik juga biasa digunakan dalam penyebutan seni pertunjukan. 2. Jangan salah. Calung jinjing terdiri atas empat atau lima buah. seperti calung kingking (terdiri dari 12 tabung bambu). air putih serta kembang beberapa jenis yang diyakini berfungsi untuk melancarkan pertunjukkan kesenian ini. bilah) dari ruas-ruas (tabung bambu) yang telah tersusun menurut titi laras (tangga nada) pentatonik (da-mi-na-ti-la). Salahsatunya adalah alat music Calung sebagai prototipe alat musik Angklung yang berasal dari daerah Jawa Barat (Suku Sunda). terutama dalam peralatan tambahan yang sudah modern seperti sound system untuk lebih riuh dan meriahnya pertunjukkan kesenian ini. biasanya calung tersebut diikat di pohon atau bilik rumah (calung rantay Banjaran-Bandung). Komposisi alatnya ada yang satu deretan dan ada juga yang dua deretan (calung indung dan calung anak/calung rincik). Keunikan yang bisa kita dapati di kesenian Gambang Kromong. Tasikmalaya. ada juga yang dibuat ancak “dudukan” khusus dari bambu/kayu. makanan kecil. Calung Rantay Calung rantay tersusun dengan bilah tabungnya dideretkan menggunakan tali kulit waru (lulub) mulai dari yang terbesar sampai yang terkecil. b. yaitu dari awi wulung (jenis bambu hitam). Terdapat tipe atau model alat musik kesenian daerah di Indonesia yang terbuat dari bambu. calung rantay di Banjaran dan Kanekes/Baduy. namun ada pula yang dibuat dari awi temen (bambu yang berwarna putih). Calung Jingjing Adapun calung jinjing berbentuk deretan bambu bernada yang disatukan dengan sebilah kecil bambu (paniir). Adapun cara memainkan calung rantay dipukul dengan dua tangan sambil duduk bersilah.Alat musik kecil yang turut menyumbang suara pada kesenian ini adalah kecrek. Sesaji ini biasanya selalu diletakkan dekat Gong (yang memang diyakini memiliki unsur magis yang kuat). Terdapat dua jenis calung Sunda yang dikenal. biasanya pada setiap pementasan Gambang Kromong tak lupa digelar ritual khusus dengan menyertakan sesaji lengkap yang terdiri dari kopi pahit dan manis. misalnya calung tarawangsa di Cibalong dan Cipatujah. calung jongjrong(5 /3 dan 2 tabung bambu). a. Kini. 7 wilahan (7 ruas bambu) atau lebih. Jenis bambu untuk pembuatan calung begi khas. kecrek juga alat musik yang wajib dipakai dalam pertunjukan Gambang Kromong. Kalau sesaji ini tidak disertakan ada kekhawatiran para pemainnya ada yang kesurupan. cara memainkan calung adalah dengan memukul-mukul batang (wilahan. seiring perkembangan jaman. yakni calung rantay dan calung jinjing.

Disamping lagu-lagu yang menunjukan sifat pribumi seperti Jali-jali. Orkes Gambang Kromong merupakan perpaduan yang serasi antara unsur-unsur pribumi dengan unsur Tionghoa. dirangkep (diracek). Phe Pantaw. diraeh. Balo-balo. Citnosa. Sipatmo. Kongahyan dan Sukong. Ketika sumber suara gamelan itu didekati. salancar. dikeleter. kromong. tanpa menggunakan calung jongjrong Cara memainkannya dipukul dengan tangan kanan memakai pemukul. berjumlah 10 buah (sepuluh pencon).Terompong Beruk di Bangle Ketika melintasi daerah perbukitan menuju Dusun Bangle.“Ini gamelan Terompong Beruk. huru batu atau kayu jenis lain yang empuk bunyinya bila dipukul. Lenggang-lenggang Kangkung. Surilang. baik nama lagu. dikempyung. Gambang Sebutan Gambang Kromong di ambil dari nama dua buah alat perkusi. Persi. Secara fisik unsur Tionghoa tampak pada alat-alat musik gesek yaitu Tehyan. kecrek dan gong merupakan unsur pribumi. panempas dua buah dan calung gonggong satu buah. . Onde-onde. gendang. Gutaypan dan sebagainya. 3. kotrek dan solorok. biasa terbuat dari kayu suangking. Sedangkan teknik menabuhnya antar lain dimelodi. Perpaduan kedua unsur kebudayaan tersebut tampak pula pada perbendarahaan lagu-lagunya. sedangkan alat musik lainnya yaitu gambang. 4. Bilahan Gambang yang berjumlah 18 buah. Macuntay. Gelatik Ngunguk dan sebagainya. tampaklah sejumlah anak riang gembira belajar menabuh alat-alat musik berbentuk aneh. terdapat pula lagulagu yang jelas bercorak Tionghoa. sayup-sayup mengalun suara gamelan yang sangat khas dan unik. alur melodi maupun liriknya seperti Kong Jilok.” ujar seorang lelaki paruh baya yang bernama I Nengah Suparwata alias Pak Wati. Kromong biasanya dibuat dari perunggu atau besi.yang hanya menggunakan calung kingking satu buah. dirincik. yaitu gambang dan kromong. dan tangan kiri menjinjing/memegang alat musik tersebut. dikemprang.

Hal ini berbeda dengan terompong perunggu pada gamelan gong kebyar yang umumnya berbentuk bulat dan terdapat benjolan di tengah-tengahnya. ada beberapa tabuh atau gending yang sering dimainkan dengan menggunakan perangkat Gong Beruk. . Mungkin untuk mendapat suara yang lebih keras dan alunannya panjang. Tabuh Nem Gede. digelarlah Upacara Dewa Yadnya. dan lain sebagainya. itu warisan leluhur kami.Pak Wati adalah pelatih Terompong Beruk yang hanya satu-satunya ada di Bali. di perbukitan dengan ketinggian 400 meter di atas permukaan laut. Tabuh Kutus Gede. Kendang. kisah keberadaan Terompong Beruk bisa ditelusuri dari cerita para tokoh masyarakat dan pinisepuh Bangle. “Saya kurang tahu sejak kapan Terompong Beruk ada di dusun kami. Terompong Beruk itu kemudian dilengkapi dengan Gangsa. ricik atau cengceng dari besi bekas singkal dan kejen (alat membajak sawah). seorang pinisepuh Bangle. Sedangkan untuk Gong dibuat dari waluh (buah labu besar) yang telah dikeringkan. Pada saat melaksanakan upacara tersebut tentu tidak bisa dilepaskan dari pementasan tari sakral sebagai persembahan kepada Hyang Widhi. sedangkan pelawahnya dibuat dari waluh (labu besar) agar menghasilkan suara yang mengalun panjang. Namun tari tanpa gamelan belumlah sempurna. Menurut Pak Wati. Menurut orang tua. Cerita tersebut diwariskan secara turun temurun hingga generasi sekarang. Curing. Untuk menambah semarak suara gamelan. Gamelan langka dan unik itu menggunakan bilah-bilah kayu.” jelas Pak Warti. Giur menuliskan bahwa keberadaan Terompong Beruk berkaitan dengan pembangunan Pura Pemaksan Bangle. Cengceng. meski sumber gemanya masih menggunakan beruk. Sebab mereka belum mampu membeli satu perangkat gamelan perunggu yang harganya sangat mahal. Cengcengnya dibuat dari besi bekas singkal dan kejen (alat membajak tradisional). Legong Sambeh Bintang. kami hanya mewarisi apa yang ada sekarang. Bahkan Pak Sanu (1938). Jublag. Sedangkan gongnya dibuat dari bilah bambu petung atau kayu lekukun. Ciri khas Terompong Beruk terletak pada alat resonansi suaranya yang menggunakan beruk (batok kelapa). Tabuh Kutus Cenik. Dari alat-alat itu terbentuklah sebuah perangkat gamelan yang masih sangat sederhana namun sangat bermakna dalam mengiringi pementasan tarian sakral pada saat itu. yang semuanya dibuat dari bilah-bilah kayu lengkap dengan beruk sebagai resonansi suara dan nada. tokoh masyarakat dari Desa Culik yang pernah lama mengajar di sebuah SD di Bunutan. Desa Bunutan. dan Igel Desa. juga mengatakan tidak tahu kapan Terompong Beruk pertama kali dibuat. Bali. Ngenteg Linggih. Secara sekilas. dan sejumlah alat lainnya. Jenis-jenis tari yang sering diiringi dengan Gong Beruk adalah Tari Pendet. berlanjut Pujawali atau Piodalan. Riong. Curing. telah menyusun sekelumit sejarah kelahiran Terompong Beruk berdasarkan cerita pinesepuh Bangle. Rejang Lilit. Gangsa. Terompong Beruk itu kemudian dilengkapi dengan suling. Terompong Beruk merupakan alat musik tradisional yang sangat sederhana. Semua alat itu juga dibuat dari bilah-bilah kayu yang resonansi suaranya berasal dari beruk. “Leluhur kami yang dulu membuatnya. Bangle terletak di sebelah utara Pura Lempuyang Luhur. dimana pemukiman penduduk berada pada kemiringan 37 derajat. Pak Wati (1955) sebagai pelatih Terompong Beruk pun tidak mengetahui sejarah keberadaan alat musik unik itu. berbeda dengan terompong pada gamelan gong yang menggunakan perunggu. Jegog. Nama-nama tabuhnya juga khas dan unik. Seusai upacara besar itu. seperti: Tabuh Gelagah Manis. Jublag. Terompong Beruk dilengkapi dengan Suling. Seperangkat gamelan Gong Beruk pun dibuat oleh warga Bangle.” kata Sanu. Gandrung. Sejarah Terompong Beruk Sejak kapan Terompong Beruk dikenal di Bangle? Belum ditemukan peninggalan tertulis (prasasti) yang menyebutkan sejarah kelahiran Terompong Beruk. Tabuh Nem Cenik. Mereka mulai berpikir membuat seperangkat gamelan Terompong Beruk yang lebih lengkap dengan bahan-bahan yang ada di dusun mereka. diantaranya Melaspas. Ida Made Giur Dipta. Kebetulan saat itu ada seorang warga Bangle memiliki sebuah Terompong Beruk yang dipakai hiburan di waktu senggang. yakni di Dusun Bangle. Ketika pura selesai dibangun. Namun kini Terompong Beruk telah diganti dengan bilah-bilah besi. Kemplung. Karena menggunakan sumber gema dari beruk (batok kelapa) itulah gamelan ini dinamai Terompong Beruk. Satu barung atau satu set lengkap gamelan Terompong Beruk terdiri dari Terompong Beruk. para pinisepuh Bangle kemudian berembug dengan para prajuru Pura. Kecamatan Abang. Besar kecil beruk diatur dan disesuaikan dengan nada bilahbilah kayu di atasnya untuk memunculkan nada suara yang berbeda-beda. Kempil. sejenis kendang (berupa dua ruas bambu yang dipukulkan di tanah). Karangasem.

. Terompong Beruk mulai dikenal masyarakat luas pada tahun 1979. Bahkan dusun-dusun di sekitar Bangle pun tidak mengetahui atau mengenal gamelan unik itu. Melestarikan Warisan Leluhur Pada mulanya tidak banyak orang yang mengetahui keberadaan Gong Beruk. I Nyoman Sija. hanya dikenal di sekitar Dusun Bangle.Sekretaris Desa Bunutan. Saat itu Sekaa (Grup) Terompong Beruk Bangle mewakili Kabupaten Karangasem tampil untuk pertama kalinya dalam Pesta Kesenian Bali di Denpasar. menjelaskan Gong Beruk itu selalu dipakai untuk mengiringi tari-tarian saat piodalan atau Pujawali di Pura Pemaksan Bangle yang berlangsung bertepatan dengan purnamaning Sasih Ketiga.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful