DIREKTORAT JENDERAL PAJAK    

     

PERSIAPAN PEMERIKSAAN 
    

2007 
MODUL DIKLAT DASAR PEMERIKSAAN PAJAK
UNTUK KEPENTINGAN DINAS

Tim Penyusun Modul Diklat Fungsional Pemeriksa Pajak Direktorat Jenderal Pajak  2007 

      

     

Persiapan yang matang berarti setengah pekerjaan telah selesai

Daftar Isi 
hal Persiapan Pemeriksaan A. Mengumpulkan dan mempelajari Berkas Wajib Pajak (Data Internal dan Eksternal) B. Identifikasi Wajib Pajak (Tax Payer Profile) C. Analisis Kuantitatif dan Kualitatif D. Mengidentifikasi masalah dan Menentukan cakupan (ruang lingkup) pemeriksaan E. Menyusun program pemeriksaan dan menentukan buku-buku dan dokumen yang akan dipinjam F. Menyediakan sarana dan prasarana pemeriksaan          

5 9 10 12 13 14

Machrijal Desano Listianto Kurniawan Abdul Basir Argo Isworo Hak Cipta 2007. Ucapan terima kasih khususnya diberikan kepada tim penyusun modul yang berasal dari unit kerja di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak. Ak.Si. S. S. I Putu Sudarma.DISCLAIMER Modul ini disusun sebagai bahan pendidikan dan latihan (diklat) dasar pemeriksaan pajak bagi pemeriksa pajak Direktorat Jenderal Pajak Departemen Keuangan Republik Indonesia. Iwan Setiawan. Farid Bachtiar. Informasi/bahan-bahan ajar yang ada dalam modul ini hanya untuk digunakan sebagai bahan ajar dan bukan dimaksudkan sebagai aturan dalam pemeriksaan pajak..Tax.. Torang Sitanggang. Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan Direktorat Jenderal Pajak  .7/1990 tanggal 15 Nopember 1990 dan peraturan-peraturan perpajakan yang berlaku. Ak. Pangastuti Arif Sulthony Bambang Wijono Yusan Jubiantara Wibowo Prakoso Mohamad Marulli Yudha Aminuddin Arifin Nur Rachmadi Dawam Bunyamin Wahyu Widodo R.E. Ak.E. Ak.. Materi yang ada dalam modul ini dikembangkan dari “Buku Biru” KEP-01 / PJ. Kontributor : Mixon Pardomuan Samosir Ikbal Thoha Saleh Rahmad Wahyudi Hari Kurniawan Harjoto Indrayanti R. sehingga tersusunlah modul ini. PENGHARGAAN Ucapan terima kasih pantas diberikan kepada tim penyusun modul diklat dasar pemeriksaan ini atas segala jerih payah dalam penyampaian informasi/bahan yang berharga ini. Ak. M. antara lain : Koordinator tim penyusun : Edward Hamonangan Sianipar. M. Editor : Drs.

Persiapan Pemeriksaan  2007  Persiapan Pemeriksaan Setelah mendapatkan pelatihan ini peserta diharapkan: Membuat gambaran umum Wajib Pajak (tax payer profile) yang akan diperiksa melakukan analisa data-data keuangan Wajib Pajak menentukan fokus pemeriksaan membuat program pemeriksaan menentukan perkiraan jangka waktu penyelesaian pemeriksaan 1 .

sopir mobil APV yang disewa Check in di hotel dan menyimpan tas di hotel Berangkat ke Tampak menuju Pura Tirta Empul siring Kegiatan Budi Berangkat dari Jakarta Tiba di Bali dan menggunakan Taksi Bandara untuk mencari hotel Mencari hotel di daerah kuta dan karena belum melakukan pemesanan harus pindah beberapa hotel. melakukan pemesanan tiket pesawat dan hotel dan melakukan pemesanan kendaraan.000 per malam.00 09.000 per hari. 500.00 17. Sementara Budi berangkat ke Bali tanpa persiapan sama sekali hanya melakukan pemesanan tiket pesawat.000. Berangkat ke Tampak Siring menuju Pura Tirta Empul Menuju Ubud untuk melihat istana Ubud Menuju Garuda Wisnu Kencana Kembali ke Kuta dan belanja souvenir. 550.00 13. Ongkos Taksi Rp. Sebelum berangkat Amir telah melakukan persiapan-persiapan dengan cara mencari informasi dari internet dan buku-buku serta brosur tentang Bali. 400. Untuk souvenir yang sama dengan Amir harus mengeluarkan uang Rp.00 Menuju ke Ubud untuk melihatlihat istana Ubud Makan siang di Bebek bengil Belanja souvenir ke Sukawati menghabiskan uang Rp.000 Menuju Garuda Wisnu Kencana Menuju Uluwatu untuk melihat matahari terbenam Makan malam di Jimbaran 12. Chek in di hotel.00 Kegiatan Amir Berangkat dari Jakarta Tiba di Bali dan telah dijemput oleh Pak Wayan.000 per hari.30 21. 250.00 Dugem di Hard Rock Cafe 2 .00 18. Berdasarkan inforamsi yang ada Amir menyewa kamar hotel di daerah Sanur dengan biaya sewa Rp. 400. 750. mendapat kamar dengan sewa Rp.000 per malam untuk kelas kamar yang sama dengan kamar Amir. Amir juga telah menentukan tempattempat wisata yang akan dikunjungi.000 Makan malam di Rumah Makan Padang di Kuta 10. Kendaraan yang disewa mobil APV dengan biaya sewa Rp. 50.Persiapan Pemeriksaan  2007  Ilustrasi : Pada waktu liburan panjang Amir dan Budi pergi berlibur ke Bali. Kegiatan dari Amir dan Budi saat di Bali adalah sebagai berikut : Jam 07.30 11. tempat makan favorit di Bali yang akan didatangi dan tempat belanja souvenir yang menjual barang dengan harga lebih murah.30 10. Makan siang di Rumah Makan Pecel Bu Tinuk di samping Joger di Kuta. Mencari kendaraan untuk digunakan selama di Bali dan mendapat KIA Pregio dengan harga sewa Rp.00 15.

Keseluruhan proses ini harus dijalankan dalam jangka waktu 2 bulan (untuk Pemeriksaan Lengkap) dan dapat diperpanjang selama 6 bulan. Tentunya diharapkan kualitas pekerjaan akan meningkat dengan waktu pekerjaan yang lebih singkat pula. Tempat makan yang dikunjungi juga di bawah standar. Sementara untuk setiap pemeriksaan Pemeriksa harus melakukan prosedur pemeriksaan seperti yang ditentukan dalam ketentuan yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pajak. tempat makan yang lebih enak dengan harga yang lebih murah. Jika kegiatan ke Bali itu merupakan suatu kompetisi di mana yang dapat mengunjungi tempat wisata lebih banyak dengan biaya yang masuk akal tentunya kita semua sepakat bahwa Amir adalah pemenang dalam kompetisi ini.Persiapan Pemeriksaan  2007  Dari ilustrasi di atas dapat kita ambil kesimpulan bahwa Amir mendapatkan tempat wisata yang lebih banyak. Tanpa adanya perencanaan yang baik tentunya sulit untuk mendapat hasil pemeriksaan yang berkualitas dalam jangka waktu yang telah 3 . Sementara Budi mengunjungi tempat wisata lebih sedikit dengan biaya yang lebih banyak. awal untuk mencapai Langkah-langkah yang dilakukan telah tujuan yang diharapkan dijabarkan secara detail dalam suatu bentuk program pemeriksaan sehingga pemeriksa dapat melakukan pengendalian waktu (time management) atas pelaksanaan pemeriksaan. Demikian juga hal yang akan dijumpai di dalam kegiatan pemeriksaan pajak. Dengan kata lain Pemeriksa telah melakukan pemeriksaan pajak secara efektif dan efisien. Pelaksanaan Pemeriksaan dimulai sejak Surat Perintah Pemeriksaan Pajak diterima oleh Pemeriksa dan berkahir pada saat dibuatnya Laporan Pemeriksaan Pajak. Persiapan yang baik merupakan langkah awal yang baik pula untuk memulai kegiatan pemeriksaan pajak. Tentunya kepuasan dan kenangan yang didapat oleh kedua orang tersebut berbeda. Dengan persiapan yang matang diharapkan kegiatan yang dilakukan oleh Persiapan yang baik pemeriksa akan lebih fokus dan merupakan langkah terarah karena telah mendapatkan gambaran apa yang akan dilakukan. Yang sering menjadi kendala bagi sebagian besar Pemeriksa adalah pada saat yang bersamaan mendapatkan SP3 dalam jumlah lebih dari satu. Jika kegiatan yang dilakukan Amir merupakan suatu standar yang harus dilakukan dalam berpergian ke Bali maka apa yang dilakukan Budi tidak dapat memenuhi standar tersebut karena banyak obyek wisata yang belum dikunjungi.

PER-176/PJ/2006.Persiapan Pemeriksaan  2007  ditetapkan tersebut. No. Analisis Kuantitatif dan Kualitatif 4. Menkeu. Mengidentifikasi masalah dan menentukan cakupan (ruang lingkup) pemeriksaan 5. Dengan demikian persiapan mutlak harus dilakukan.03/2006 dan Per. Menkeu. 545/KMK. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan Pemeriksa pada tahap persiapan pemeriksaan adalah: 1. Modul Persiapan Pemeriksaan Pajak ini dibuat berdasarkan Kep01/PJ. Menyusun program pemeriksaan dan menentukan buku-buku dan dokumen yang akan dipinjam 6 M di k d 4 . 123/PMK. Mengumpulkan dan mempelajari berkas Wajib Pajak (data internal dan eksternal) 2.04/2000 tentang Tata Cara Pemeriksaan Pajak yang telah diubah dengan Per. Formulir-formulir yang disiapkan dalam pelaksanaan pemeriksaan mengacu kepada prosedur seperti dijelaskan pada Kep. No. Dirjen Pajak Nomor PER-123/PJ/2006 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pemeriksaan Lapangan yang telah diubah dengan Per. Identifikasi Wajib Pajak (Tax Payer Profile) 3. Dirjen Pajak No.7/1990 tanggal 15 Nopember 1990 tentang Pedoman Pemeriksaan Pajak.

KPP Madya di seluruh Indonesia dan beberapa KPP Pratama di Jakarta. c. Sistem Administrasi Perpajakan Terpadu (SAPT) di KPP di lingkungan Kantor Wilayah DJP Wajib Pajak Besar b. berkas Wajib Pajak (WP) dapat diperoleh dari seksi pelayanan atau dapat dilihat pada sistem informasi yang terhubung dengan seluruh komputer pegawai di KPP yang bersangkutan. KPP yang belum Di KPP yang belum menjalankan sistem administrasi modern berkas Wajib Pajak secara fisik disimpan di seksi Tata Usaha Perpajakan (TUP). Sistem Informasi Perpajakan (SIP) di melaksanakan sistem administrasi modern. Sistem informasi/administrasi yang telah digunakan adalah : a. Sistem Informasi Perpajakan Modifikasi (SIPMOD) di KPP Pratama di Jakarta. Sistem Informasi Direktorat Jenderal Pajak (SIDJP) di KPP di lingkungan Kantor Wilayah Khusus DJP. Pada Kantor Pelayanan Pajak (KPP) yang telah menjalankan sistem administrasi modern. Berkas-berkas Wajib pajak yang dapat diminta adalah : • • SPT Masa dan SPT Tahunan untuk seluruh jenis pajak Surat Setoran Pajak (SSP) Data SSP dapat dilihat di berkas fisik Wajib Pajak serta di aplikasi Monitoring Pelaporan Pembayaran Pajak (MP3) yang dapat diakses di jaringan komputer intern yang dikenal dengan intranet DJP dengan alamat: http://portaldjp/C2/MP3%20Per%20Masa%20Pembayaran/default. Mengumpulkan dan mempelajari Berkas Wajib Pajak (Data Internal dan Eksternal) Tujuan: Mendapatkan seluruh data dan informasi yang diperlukan dalam melakukan Pemeriksaan Pajak Kegiatan mengumpulkan berkas WP dan berkas data dimulai dengan meminjam berkas dari seksi terkait dan memanfaatkan data internal yang terdapat di dalam sistem administrasi kantor pajak yang bersangkutan.aspx 5 Data Internal dan Eksternal . d.Persiapan Pemeriksaan  2007  A.

• Data Pajak Keluaran dan Pajak Masukan (PKPM) yang dapat diakses dari jaringan komputer intern yang dikenal dengan intranet DJP dengan alamat : http://wwwsiptb:7777/pls/newpkpm/gtpmpkv_new.pmpklogin Tampilan PKPM adalah sebagai berikut: 6 . Untuk setiap pembayaran pajak terdapat NTPP (Nomor Transaksi Pembayaran Pajak) yang dihasilkan oleh suatu mesin penomoran dengan formula rahasia yang dimiliki Direktorat Jenderal Pajak. Setoran pembayaran pajak yang telah memiliki NTPP tidak perlu lagi dilakukan konfirmasi kepada Bank penerima setoran. Data tersebut berasal dari Bank tempat penerima setoran yang telah terhubung secara on-line dengan jaringan Direktorat Jenderal Pajak.Persiapan Pemeriksaan  2007  Tampilan atas MP3 adalah sebagai berikut: Data Internal dan Eksternal Dari aplikasi ini akan diketahui seluruh pembayaran pajak yang telah dilakukan oleh Wajib Pajak untuk suatu masa tertentu.

Data Internal dan Eksternal • Data tunggakan Wajib Pajak Data ini nantinya akan ditampilkan pada Laporan Pemeriksaan Pajak untuk dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang berkepentingan. Dalam hal hasil pemeriksaan menyatakan Lebih Bayar maka atas kelebihan bayar tersebut akan dikurangi dengan nilai tunggakan pajak. Apabila atas nomor Faktur Pajak yang sama tercantum pada Faktur Pajak nilai yang sama maka atas Faktur Pajak Masukan tersebut tidak perlu dilakukan klarifikasi kepada KPP terkait.Persiapan Pemeriksaan  2007  Data Pajak keluaran yang menjadi lawan transaksi dari Wajib Pajak disandingkan data Faktur Pajak Masukan yang dikreditkan oleh Wajib Pajak. Sisanya akan dibayarkan kepada Wajib Pajak dengan mengeluarkan Surat Perintah Membayar Kelebihan Pembayaran Pajak (SPMKP). 7 . Klarifikasi baru dilakukan jika nilai yang tercantum di Faktur Pajak Masukan berbeda dengan nilai yang tercantum di aplikasi PKPM.

Untuk mencari data atau informasi Wajib Pajak di internet dapat dilakukan di mesin pencari internet.com). koreksi yang telah dilakukan pemeriksa terdahulu beserta dasar hukumnya. Informasi tersebut dapat berupa kinerja harga saham. Konfirmasi SSP dilakukan ke bank tempat di 8 Data Internal dan Eksternal . Media massa (media cetak dan elektronik).google. pemeriksa dapat mengumpulkan informasi dari sumber-sumber eksternal antara lain dari: a. perkiraan apa saja yang ada pada pembukuan. • Riwayat Keberatan/Banding/Peninjauan Kembali Bagi Wajib Pajak yang memiliki cabang di luar kota dan terdaftar di KPP yang lain maka Pemeriksa wajib melakukan peminjaman atas berkas SPT masa dan tahunan atas tahun pajak yang diperiksa serta daftar tunggakan pajaknya. c. misalnya : gambaran umum tentang Wajib Pajak.Persiapan Pemeriksaan  2007  • Laporan Hasil Pemeriksaan Pemeriksaan-nya terdahulu serta Kertas Kerja Banyak sekali informasi yang bisa didapat dari berkas ini. Setelah data terkumpul kemudian dipelajari dan dilakukan konfirmasi atas Surat Setoran Pajak (SSP). dsb. buku-buku apa yang dibuat. b. Bukti potong PPh Pasal 23 dan Faktur Pajak Masukan. Internet.com) dan yahoo (http://www. sanggahan dari pihak Wajib Pajak atas hasil pemeriksaan. Selain data internal. tabloid atau majalah. Bursa Bagi Wajib Pajak yang terdaftar di Bursa Efek (Bursa Efek Jakarta atau Bursa Efek Surabaya) terdapat data dan informasi yang dapat diakses di Bursa yang bersangkutan. Media cetak dapat berupa surat kabar (koran). Yang umum digunakan sebagai mesin pencari adalah google (http://www. kinerja emiten (triwulanan. Media elektronik dapat berupa televisi atau radio. Penggunaan internet sudah umum dilakukan untuk mencari halhal yang berkaitan dengan Wajib Pajak atau bidang usaha Wajib Pajak. semester dan tahunan) dan press release atas aktivitas-aktivitas penting emiten.yahoo. Sejumlah media juga telah menerbitkan versi internetnya sehingga berita-berita dapat dibaca lewat situs media tersebut.

Tidak jarang Pemeriksa Merk Dagang. B. sedikit menggali informasi tentang Alamat Wajib Pajak. Dalam hal ini pemeriksa diharapkan sudah dapat memprofil Wajib Pajak meliputi : Nama Wajib Kebiasaan yang umum terjadi di lapangan adalah Pemeriksa hanya Pajak. pengurus (direksi dan terdahulu. Jenis Usaha. pada saat berkorespondensi atau Tanggal Pengukuhan PKP. menanyakan hal-hal yang telah Pemegang Saham.Persiapan Pemeriksaan  2007  mana dilakukan penyetoran. keadaan terkini business WP. Nomor profil wajib pajak sebelum dilakukannya pemeriksaan sehingga Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak. misalnya jam kerja. Nomor Pokok Wajib Pajak. Konfirmasi Faktur Pajak Masukan dilakukan kepada Kantor Pelayanan Pajak di mana lawan transaksi Wajib Pajak (Pihak Pemungut) melaporkan SPT Masa PPN. denah lokasi. Identifikasi Wajib Pajak (Tax Payer Profile) Tujuan: Mendapatkan gambaran umum mengenai kondisi terkini Wajib Pajak Tax Payer Profile Seluruh data dan informasi yang didapat baik itu dari internal maupun eksternal dirangkum dalam bentuk Tax Payer Profile (profil Wajib Pajak). Konfirmasi Bukti Potong PPh Pasal 23 dilakukan kepada Kantor Pelayanan Pajak di mana lawan transaksi Wajib Pajak (Pihak Pemotong) melaporkan SPT Masa PPh Pasal 23. 9 profesional di mata Wajib Pajak . terbatas. arus keluar masuk barang. Hal ini akan menimbulkan komisaris) dan lain-lain. Atas pembayaran yang tersebut tidak perlu lagi dilakukan konfirmasi ke bank. Hubungan dijelaskan pada SPT maupun Laporan Pemeriksaan Pajak Istimewa. sistem informasi yang digunakan. Contact Person. Dari aplikasi tersebut akan diketahui pembayaran mana yang telah terekam secara online di aplikasi MP3. dan kebiasaan kebiasaan lain yang perlu diketahui. kesan bahwa Pemeriksa tidak Pada tahap ini juga Pemeriksa dapat melakukan pengenalan lokasi Wajib Pajak untuk mendapatkan kepastian mengenai keadaan Wajib Pajak antara lain alamat Wajib Pajak. Sebelum dilakukan konfirmasi ke bank dilakukan pencocokan terlebih dahulu dengan pelaporan SSP di aplikasi Monitoring Pelaporan Pembayaran Pajak (MP3). Kode berkunjung ke Wajib Pajak hanya memiliki informasi yang sangat Lapangan Usaha (KLU). lokasi usaha.

dan rasio keuntungan. rasio leverage. Identifikasi perubahan  tahun-tahun sebelumnya material  minimal untuk 2 (dua) tahun berturut-turut baik 3. Diantara rasio-rasio yang disebutkan di atas yang paling sering diaplikasikan untuk melakukan analisa adalah rasio keuntungan 10 .Persiapan Pemeriksaan  2007  prosedur operasi standar (SOP) untuk penjualan. Komparasi Laporan  yang diperiksa dengan Keuagan  Laporan Keuangan 2. retur penjualan. Membuat perbandingan Laporan Keuangan tahun 1. retur pembelian dsb. Membuat analisis rasio yang dapat meliputi rasio likuiditas. Analisis rasio  secara vertikal maupun horisontal. pembelian. Rasio-rasio ini akan dibandingkan dengan rasio umum secara industri di mana Wajib Pajak tersebut berada. C. Langkah-langkah yang dilakukan pada tahap ini adalah: Langkah­langkah:  1. Semua informasi tersebut harus dituangkan dalam kertas kerja pemeriksaan (KKP) dan akan bermanfaat dalam pelaksanaan pemeriksaan penyusunan Laporan Pemeriksaan Pajak. 3. 2. Membuat catatan mengenai perkiraan-perkiraan yang berdasarkan hasil analisis menunjukkan adanya gambaran atau perubahan yang cukup material. Analisis Kuantitatif dan Kualitatif Tujuan: Mengidentifikasi pos-pos dan rekening yang memerlukan perhatian khusus Untuk data-data berupa laporan keuangan wajib pajak dilakukan analisis kuatitatif untuk menentukan hal-hal yang harus diperhatikan pada waktu melakukan pemeriksaan serta untuk menentukan beberapa perkiraan buku besar yang diprioritaskan dan/atau akan dikembangkan pemeriksaannya. Perkiraan-perkiraan tersebut merupakan perkiraan-perkiraan yang akan diprioritaskan dan atau dikembangkan pemeriksaannya. rasio aktivitas.

. Rasio ini digunakan untuk menilai kewajaran laba kotor dalam melakukan perbandingan dengan perusahaan sejenis atau data intern. Rasio ini dapat digunakan untuk menilai kewajaran kelengkapan penjualan.Rentabilitas ekonomis yaitu perbandingan antara pendapatan bersih dengan investasi untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam memperoleh keuntungan dengan menggunakan modal sendiri dan modal pinjaman.Perputaran piutang dagang yaitu perbandingan antara penjualan kredit dengan piutang dagang rata-rata. Persandingan antara rentabilitas ekonomis dan rentabilitas modal sendiri dapat memberikan petunjuk tentang efisiensi penggunaan modal pinjaman yang selanjutnya dapat dikembangkan pemeriksaannya.Perputaran persediaan (inventory turn over) yaitu perbandingan antara harga pokok penjualan dengan persediaan rata-rata untuk mengetahui perputaran peredaran barang. Rasio ini dapat dipergunakan untuk menilai kewajaran laba bersih dengan melakukan perbandingan dengan perusahaan sejenis atau data intern. . Rasio ini dapat dipergunakan untuk menilai kewajaran tingkat laba bersih dengan melakukan perbandingan dengan perusahaan sejenis atau data intern yang ada.Persiapan Pemeriksaan  2007  dan rasio aktivitas. Memperhatikan perkiraan tertentu yang tidak sesuai dengan sifat. .Rentabilitas modal sendiri yaitu perbandingan antara pendapatan bersih setelah dikurangi pajak dengan modal sendiri untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam memperoleh keuntungan dengan menggunakan modal sendiri. Sedangkan untuk data kualitatif antara lain dengan : non keuangan dilakukan analisis Analisa Kuantitatif dan Kualitatif a.Persentase laba kotor (gross profit margin) yaitu perbandingan antara selisih penjualan dan harga pokok penjualan dengan penjualan neto (sales minus) atau dengan harga pokok (cost plus). 11 . jenis dan volume usahanya. keadaan serta kegiatan Wajib Pajak. . Rasio ini digunakan untuk menilai kemampuan dana yang tertanam dalam piutang berputar dalam suatu periode tertentu dan kewajaran kebijaksanaan penjualan kredit. Beberapa rasio yang perlu diketahui antara lain : .

c. d. antara lain : Bahan baku impor dan kurs  Terdapat penjualan yang belum dilaporkan Wajib Pajak terlalu besar melaporkan Harga Pokok Penjualan Terdapat kenaikan harga bahan baku yang tidak diikuti dengan kenaikan harga jual produk rupiah lagi turun    12 . Pemeriksa akan tidak diikuti dengan kenaikan  memiliki beberapa alternatif pemikiran harga jual?  mengenai penyebabnya. D. Mengidentifikasi Masalah dan Menentukan Cakupan (ruang lingkup) Pemeriksaan Tujuan: Menentukan pos-pos dan rekening yang perlu didalami serta menentukan luas dan arah pemeriksaan secara tepat Setelah dilakukan analisis data baik kuantitatif maupun kualitatif Pemeriksa akan mengetahui pos-pos apa saja yang memerlukan perhatian khusus dan masalahmasalah apa saja yang mungkin ada pada Wajib Pajak. Mempelajari Laporan Pemeriksaan Pajak terdahulu serta mencatat masalah-masalah dan temuan-temuan pada pemeriksaan terdahulu tersebut. Mempelajari riwayat keberatan/banding/Peninjauan Kembali untuk mengetahui pos-pos koreksi pemeriksa terdahulu yang dipertahankan atau dikurangi berdasarkan keputusan keberatan/banding/Peninjauan Kembali. Mempelajari Laporan Pemeriksaan Akuntan Publik serta mencatat masalah-masalah dan temuan-temuan serta kualifikasi dan pendapat akuntan. Sebagai contoh Adakah penjualan yang belum  pada tahap analisa rasio ditemukan dilaporkan?  kenaikan penjualan yang lebih rendah Apakah terlalu besar HPP­nya?  dibandingkan dengan kenaikan harga Adakah kenaikan bahan baku yg  pokok penjualan. Membuat catatan mengenai hal-hal penting yang diketahui dari hasil analisis tersebut dan menuangkannya ke dalam Kertas Kerja Pemeriksaan. e.Persiapan Pemeriksaan  2007  b.

dan mengarahkan pelaksanaan pemeriksaan serta dapat dijadikan sebagai referensi untuk pemeriksaan berikutnya. Atas alternatif-alternatif permasalahan tersebut Pemeriksa harus dapat mengidentifikasi penyebab yang paling mungkin atas terjadinya masalah tersebut serta menentukan pos-pos atau rekening apa saja yang berkaitan dengan masalah yang ada. Hal ini perlu dilakukan agar arah pemeriksaan tidak terlalu melebar sehingga tidak fokus. Sebagai pedoman pemeriksa dalam melaksanakan pemeriksaan lengkap 13 . Program pemeriksaan meliputi prosedur-prosedur yang perlu dilaksanakan oleh pemeriksa dalam melakukan pemeriksaan. membimbing.Persiapan Pemeriksaan  2007  Bahan baku sebagian besar diimpor sementara kurs mata uang rupiah semakin turun. Program pemeriksaan disusun berdasarkan cakupan pemeriksaan dan hasil penelaahan yang diperoleh pada tahap tahap persiapan pemeriksaan sebelumnya. Pos-pos atau rekening inilah yang nantinya akan dilakukan pendalaman lebih jauh. Yang dimaksud dengan pendalaman adalah meminta bukti-bukti atau dokumen sumber yang dijadikan dasar pencatatan transaksi dan menguji kebenarannya. Menyusun program pemeriksaan dan menentukan buku-buku dan dokumen yang akan dipinjam Tujuan: agar pemeriksaan dapat mencapai hasil yang optimal dan juga dijadikan sebagai alat untuk mengawasi. Program pemeriksaan harus merujuk kepada identifikasi permasalahan serta cakupan (ruang lingkup) yang telah ditentukan. Program Pemeriksaan adalah suatu daftar langkah-langkah pemeriksaan atau pengujian yang dilakukan terhadap objek yang diperiksa. Identifikasi masalah dan cakupan pemeriksaan yang telah ditentukan akan digunakan sebagai bahan untuk membuat program pemeriksaan. Identifikasi Masalah E. Bukan berarti bahwa pos-pos yang tidak perlu itu tidak diperiksa tapi tidak perlu dilakukan pendalaman. Pada tahap ini pemeriksa sudah dapat melakukan pembatasan atas kegiatan yang akan dilakukan selama dilakukannya pemeriksaan sehingga tidak melebar ke pos-pos yang tidak perlu.

Prioritas penerapan metode dan teknik pemeriksaan sebagaimana diuraikan dalam Bab III. serta Hindari meminjam catatan. maka sebelum melakukan pemeriksaan perlu dipersiapkan sarana-sarana sebagai berikut : 1. Surat Pemberitahuan tentang Pemeriksaan Pajak kepada KPP (tidak perlu jika pemeriksan berasal dari KPP bersangkutan). 6. diperlukan Program pemeriksaan akan disajikan dalam lampiran modul dan dapat disesuaikan dengan keadaan Wajib Pajak yang diperiksa dengan mempertimbangkan: 1. 11. Daftar Tunggakan Pajak. 2. F. Berdasarkan program pemeriksaan dapat diidentifikasi buku-buku atau catatan yang akan dipinjam kepada Wajib Pajak. 14 . 7. Surat Peminjaman/Pengembalian Berkas Wajib Pajak kepada KPP (Seksi TUP atau Pelayanan). dokumen program pemeriksaan perhitungan PPN atau buku Wajib Pajak yang tidak dan PPn BM terutang. 9. dan program pemeriksaan perhitungan PPh pemotongan dan pemungutan. Surat Perintah Pemeriksaan Pajak (SP3). Sifat dan luasnya pemeriksaan serta hal-hal lain yang dipandang perlu. Formulir Surat Pernyataan Penolakan Membantu Kelancaran Pemeriksaan Pajak. Surat Panggilan Dalam Rangka Pemeriksaan. 8. 2. Surat Permohonan Peminjaman Berkas Wajib Pajak kepada KPP (Seksi TUP atau Pelayanan). 5. Surat Pemberitahuan tentang Pemeriksaan Pajak kepada Wajib Pajak. 10. dibawah ini diuraikan program pemeriksaan yang meliputi program pemeriksaan umum. Menyediakan sarana dan prasarana pemeriksaan Agar pelaksanaan pemeriksaan dapat yang berjalan dengan lancar. Formulir Berita Acara Penolakan Pemeriksaan Pajak. 3. Kartu Tanda Pengenal Pemeriksa Pajak. Formulir Surat Pernyataan Penolakan Pemeriksaan Pajak. program pemeriksaan pos-pos Laba/Rugi dengan pendekatan untuk menghitung PPh Pasal 25 terutang.Persiapan Pemeriksaan  2007  maupun sederhana. 4. program pemeriksaan pos-pos neraca.

Formulir Surat Panggilan I/II untuk memperoleh penjelasan yang lebih rinci dari Wajib Pajak 24. Formulir Surat Permintaan Peminjaman Buku. 28. 19. Catatan dan Dokumen. Formulir Surat Tanggapan Hasil Pemeriksaan. 36. 15 Sarana dan Prasarana . Formulir Daftar Temuan Pemeriksaan Pajak. Formulir Surat Peringatan I/II apabila Wajib Pajak tidak memenuhi jangka waktu penyerahan buku. 38. Formulir Surat Peringatan I/II kepada pihak ketiga karena tidak memberikan keterangan atau bukti. Catatan dan Dokumen. 14. Formulir Surat Pemberitahuan Hasil Pemeriksaan. Formulir Tanda Terima penerimaan Pemberitahuan Hasil Pemeriksaan dan Lembar Surat Pernyataan Persetujuan. 34. Formulir Berita Acara Persetujuan Hasil Pemeriksaan. Formulir Berita Acara Penolakan Membantu Kelancaran Pemeriksaan Pajak. Formulir Bukti Pengembalian Buku. 15. 37. Formulir Berita Acara Tidak Dipenuhinya Permintaan Keterangan atau Bukti dari Pihak Ketiga. Formulir Surat Permintaan Keterangan/Bukti kepada Pihak Ketiga. Catatan dan Dokumen yang akan dipinjam oleh Pemeriksa.Persiapan Pemeriksaan  2007  12. 16. catatan dan dokumen. 20. Formulir Bukti Peminjaman Buku. 27. 31. 35. 18. 26. 17. 25. 29. 13. Formulir Daftar Buku. Formulir Berita Acara Hasil Pemeriksaan. Formulir Berita Acara Penyegelan. Formulir Surat Permintaan Keterangan atau Bukti kepada pihak ketiga. 39. Formulir Kertas Kerja Pemeriksaan. Formulir Surat Panggilan I/II untuk menandatangani Berita Acara Hasil Pemeriksaan dalam rangka pelaksanaan Pembahasan Akhir Hasil Pemeriksaan. Formulir Berita Acara Pemberian Keterangan Wajib Pajak. 32. Formulir Berita Acara Pembukaan Segel. 22. 33. Formulir Segel. Risalah Tim Pembahas. Surat Permintaan tenaga Ahli. Catatan dan Dokumen. Catatan dan Dokumen. Formulir Lembar Pernyataan Persetujuan Hasil Pemeriksaan. Formulir Berita Acara Pemenuhan Seluruh Peminjaman Buku. 23. Formulir Berita Acara Tidak Dapat Dipenuhinya Peminjaman Buku. Catatan dan Dokumen. 30. 21.

41.Persiapan Pemeriksaan  2007  40. Formulir Berita Acara Berita Acara Tidak Memberikan Tanggapan/Berita Acara Ketidakhadiran Wajib Pajak. Ikhtisar Hasil Pembahasan Akhir. 16 .

KERTAS KERJA PEMERIKSAAN IDENTIFIKASI WAJIB PAJAK IDENTIFIKASI WAJIB PAJAK Disiapkan Oleh Tanggal Wajib Pajak : 1 Nama 2 NPWP 3 Alamat : : : : : 4 Telepon 5 Faksimili 6 Cabang 7 Pemegang Saham Nama/NPWP : : : : Alamat Jumlah Prosentase 8 Direksi Nama/NPWP : Alamat Jabatan 9 Contact Person 10 Account Representative Group Perusahaan : 1 Nama 2 NPWP Asal Perusahaan Induk (Negara) : : : : : .

BERKAS/MASTER FILE WAJIB PAJAK I LPP terdahulu I.2 Auditor Supervisor Ketua Tim Anggota Tim I.1 No Tanggal I.3 Masalah dan temuan II Keberatan dan Banding Obyek Keberatan/Banding Keputusan Keberatan/Banding : : : : : : : : III Audit Report KAP Auditor Opini dan Kualifikasi Masalah dan temuan : : : : KONDISI UMUM BISNIS WAJIB PAJAK 1 2 3 4 5 .

00 89.540.554.403) (9.922.70 1.867.541.306.04 41.76) 0.88 47.080.243.100 522.99 51.411.284.041) (446.59 0.332.996 (5.115.746.44) 2.893.742.498.948.54 Penjualan Harga Pokok Penjualan Laba Kotor Biaya Usaha : Beban Umum dan Administrasi Beban Penjualan Jumlah Laba (Rugi) Usaha Pendapatan (Biaya) Lain-lain : Beban Pinjaman Pendapatan Bunga Laba (Rugi) Penjualan Aktiva Tetap Bagian Laba (Rugi) Perush Asosiasi Laba (Rugi) Kurs .548.179 (60.979.090.729.835) 30.305.433 41.593.721.901.530.912 17.131.724 4.344 (15.676.301.Bersih Pendapatan (beban) Lain-Lain Jumlah Laba (Rugi) Bersih sebelum PPh Pajak Laba sesudah pajak 1.009.14) 0.928.958 (3.508 90.885.177.980.12 5.284.621.601.845.912.836.671.227.537.429 70.387.517 40.619 55.521 23.005.244.973.547.849 (14.399.634.460.064 8.182) 19.298.81 (30.03 (0.645.093 (10.061.067.921) 1.920 5.76) 721.680.880) 1.279 462.653) 11.552.29 (0.573.153.861 4.17 0.ANALISA KUANTITATIF Komparasi Laporan Keuangan LAPORAN LABA RUGI 2004 2003 NAIK (TURUN) 2004 (Rp) (%) 586.416.375.53 (2.752.784 9.638.646.91 6.265.284.42 2.931.538 87.381.879.332 2.756.935 21.68 72.92 182.181.41 (24.989.06 0.075.519.53 0.67 9.799.87 (11.69 77.18 (1.925 12.372.172 44.663.514.102 22.34 0.663.338) 16.484.507.402.796.37 .909 1.507.280.052 829.185) 3.46 10.394.308.710 132.27 (0.13 % d/PENJUALAN 2004 2003 100.762 1.457 64.601 541.864 108.03 7.412.161 742.135 (6.747.51) (201.666.623 78.35) 1.33 100.576 13.88 6.27 57.006) 18.10 0.00 90.660.958.399 4.73) 2.17) 249.73 2.081.751.051 26.795.22 0.469.

77 9.000.65 0.276.07 27.242 0 0 8.121.676.21 0.905.143.76) (2.008.492 15.478) (1.585.41 0.744 570.000.63 1.96 0.899) (56.359 98.856.130 87.437 9.00 51.234.000 118.974 1.110.585.08 1.246.427.594.503.961.27) 1.242 (322.919.115.126 217.655.707 212.569 482.000 151.84 0.753 9.45 2.100.226.400.959.447 517.090.244.092 108.63 100.645.945.00 0.538.641.332 20.443.559 6.61 15.894.780 6.806.28 (16.258 46.344.323.22 100.66) 55.792.732.967.072.04) (42.362.90 20.073 788.979.332 28.887.201.923) (3.559.776.856.658.585.934.555.943 25.197.401.58 8.854 60.646 3.826.996 7.269.573 196.484 137.00 KEWAJIBAN DAN MODAL NERACA Kewajiban Lancar : Hutang Usaha Hutang Bank Hutang Pajak Pendapatan Diterima di Muka Uang Muka Kontrak Jangka Pendek Beban yang Masih Harus Dibayar Kewajiban Lancar Lainnya Jumlah Kewajiban Jangka Panjang : Hutang Obligasi Uang Muka Kontrak Jangka Panjang Estimasi Kewajiban Pesangon Jumlah Total Kewajiban Ekuitas : Modal Saham Selisih Penilaian Kembali Aktiva Tetap Salso Laba : Ditentukan Penggunaannya Tidak Ditentukan Penggunaannya Total Ekuitas Total Kewajiban dan Modal 2004 2003 NAIK (TURUN) 2004 (Rp) (%) 699.262.548 627.27 9.281.685.978 73.00 (11.592.566 484.883 107.934.29 9.164.426 6.791.492 7.97 6.42 0.655.037 168.049 1.806 38.60 72.00 24.000.738.517.000.84 17.592.00 0.321.330.03 32.04 0.879.804.635.344.000.632.00) (2.892 16.375.757.512 6.45 0.000.73) 481.623.33 0.47 9.521.44) 0.187.775.946.258.908 133.942.895.677 64.970.02 0.538.73 2.224 1.930.883 680.NERACA AKTIVA Aktiva Lancar : Kas dan Setara Kas Investasi Jangka Pendek Piutang Usaha Piutang Retensi Piutang Lain-Lain Persediaan Tagihan Bruto Kepada Pemberi Kerja Uang Muka Pajak Dibayar di Muka Biaya Dibayar di Muka Jaminan Jumlah Aktiva Tetap : Piutang Hubungan Istimewa Aktiva Pajak Tangguhan Investasi pada Perusahaan Asosiasi Aktiva Tetap Setoran Dana Kerja Sama Operasi Jumlah Aktiva Lain-lain Total Aktiva 2004 2003 NAIK (TURUN) 2004 (Rp) (%) % d/TOTAL AKTIVA 2004 2003 75.259.475.464.096.42) 4.43) (111.190 107.28 3.388.81 17.000 154.014 66.612 0.471 305.443.978 13.409.709.06 3.09 0.261 9.291.011 680.896 4.97 (0.000.03 76.66 1.594.957.878.351.935.538.130 257.986.178 85.66 1.600.615.125.756) % d/TOTAL AKTIVA 2004 2003 21.952) 8.025.001.651 48.275.178.451 76.662 (19.000 118.501.479.41 14.854 1.736.263.916.82 0.10) 14.000) (60.79 100.88 26.58 3.37 0.754.175 (1.050.090.87 46.26 169.567.488 142.494.35 17.143.86 0.458 933.857.020 21.033) (2.03 24.21 60.196 18.20 1.925.212 21.161.37) 11.000 150.00 24.433.880.999.115.612 5.44) 28.16 0.861.800.945.408.624.20 0.323.01 79.938.509.954.000 (19.791.722.605.804.90 (7.000 40.781 0 169.77 24.83 1.614 8.85 0.983.04 0.65 13.483.540 314.443.566 0 169.338 60.829.062.30 27.703 107.575 164.438 50.985.757.060.524.95 71.999.847.114.906.92 (0.77 (442.305.226 3.62) 110.086) 196.658 187.259 5.000.284.26 29.194 441.587.59 22.641.429.973 1.615 10.772.418 13.243.00 .961.570.898.31 0.14 6.57 0.637 (3.570.578.510.633.53 2.49 (1.12 9.060.338.525.090.845.594.394.87 39.930.203) 889.142 44.34 100.318.469.884 374.56 5.715 313.793 0.400 8.338.221 85.53 (5.20 19.95 0.375.02 738.82 6.51 (32.436.716.00 8.19 15.20 462.934.352) (78.81 9.956.388 402.628.739 9.380.50 19.366 4.714 788.879 60.722.06 5.835.283.180.596.791) (4.85 7.762 5.25 0.100.74 12.422 0.661.387 21.830.197) (30.965.661.378 5.017.679.218) (25.40) 98.170.06 8.880.145.975.26 15.64 126.125.662.44 6.678.00 42.906.919.83 15.304.

72% 3.80 hari IDENTIFIKASI MASALAH 1 Terdapat kenaikan pada pos laba penjualan aktiva tetap sebesar 249.94% 7.01% = 5.76 hari 10.57% dan diikuti dengan penurunan aktiva tetap sebesar 3.Analisa Rasio Rasio Likuiditas : Current Ratio : Aktiva Lancar Kewajiban Lancar Rasio Solvabilitas : Total Aktiva Total Hutang Rasio Aktivitas : Inventory Turnover : Harga Pokok Penjualan Rata-rata persediaan = 28.11% 164.43% = 200.76 % 2 3 4 RUANG LINGKUP 1 Periksa kebenaran perhitungan laba(rugi) aktiva tetap 2 3 4 PROGRAM PEMERIKSAAN POS RUGI LABA Laba Penjualan Aktiva Tetap 1 Minta Daftar Aktiva tetap 2 Minta Daftar Aktiva tetap yang dijual pada tahun 2004 3 Lakukan perhitungan ulang penyusutan atas aktiva tetap yang dijual untuk mengetahui nilai bukunya 4 Cek penerimaan uang di rekening koran atas penjualan aktiva tetap 5 Lakukan perhitungan ulang atas laba (rugi) aktiva tetap .21 33.35% Jika 1 tahun sejumlah 360 hari maka lama persediaan mengendap di gudang adalah : Lama persediaan mengendap Rasio Rentabilitas Rentabilitas ekonomi Net Operating Income Hutang + modal sendiri Rentabilitas modal sendiri Earning after interest & tax Modal sendiri = 9.34 = 138.18% 140.87% : 12.

Pastikan bahwa pengeluaran kas. -1- . Teliti kemungkinan adanya objek pajak yang terutang dari transaksi-transaksi penerimaan/pengeluaran kas dan/atau bank. Bandingkan saldo awal kas dan/atau bank ledger dengan saldo kas dan/atau bank laporan keuangan tahun sebelumnya. benarbenar digunakan dalam rangka usaha Wajib Pajak. Prosedur Pemeriksaan 1. khususnya yang material.Audit Program – Pos Neraca Audit Program Kas/Bank Tujuan meyakinkan bahwa seluruh transaksi kas dan bank adalah benar dan telah dicatat dalam pembukuan WP. kemudian lacak bukti-bukti yang bersangkutan ke buku harian dan buku besarnya. 4. 2. Pilih transaksi-transaksi kas pada periode tertentu secara sampling. meyakinkan bahwa seluruh transaksi kas dan bank yang terkait dengan pemotongan dan pemungutan pajak telah dilakukan pemotongan dan telah disetor ke Kas Negara. 3. Periksa keabsahan sample bukti-bukti kas tersebut.

Audit Program – Pos Neraca Audit Program Investasi Tujuan meyakinkan apakah hasil dari investasi tersebut telah dilaporkan dalam SPT Tahunan PPh WP. - 3. seperti komisi pialang. Suku bunga Jumlah investasi pada awal tahun Penambahan selama tahun yang diperiksa Pengurangan selama tahun yang diperiksa Jumlah investasi pada akhir tahun Piutang pendapatan investasi pada awal tahun Pendapatan investasi yang dicatat dan diterima selama tahun yang diperiksa Piutang pendapatan investasi pada akhir tahun 2. wesel tagih di luar piutang usaha deposito dan sejenisnya saham surat berharga lainnya. b. Prosedur Pemeriksaan 1. Periksa penambahan investasi selama tahun yang diperiksa ke dokumen pendukung seperti bukti pembayaran kas/bank. d. yang meliputi jumlah harga beli ditambah biaya-biaya yang berhubungan dengan transaksi pembelian. nota -2- . Surat berharga lainnya seperti wesel tagih di luar piutang usaha. Yakinkan bahwa pencatatan atas penambahan investasi tersebut telah sesuai dengan kriteria yang berlaku yaitu : Saham dicatat berdasarkan harga perolehan. Minta daftar investasi yang ada per tanggal neraca dengan dilengkapi informasi berikut ini : Jenis dan nama penerbit atau pengelola investasi sementara : a. deposito berjangka dan sejenisnya dicatat sebesar nilai nominalnya sesuai dengan jumlah yang tercantum pada sertifikat deposito dan surat promes yang dikeluarkan oleh bank atau lembaga keuangan bukan bank. c.

Yakinkan bahwa atas penjualan saham : Harga pokok saham yang dijual telah dihitung sesuai dengan ketentuan perpajakan. -3- . dan sebagainya. 6. Untuk meyakinkan kebenaran saldo akhir dari investasi. Telah dicek ke bukti penerimaan kas/bank. Periksa Pajak Penghasilan Pasal 23/Pasal 24/Pasal 4 (2) atas penghasilan dari investasi sementara ke Bukti Pemotongan Pajak Penghasilannya. kwitansi. yakinkan bahwa jumlah tersebut telah dikonversi dengan menggunakan kurs pada tanggal neraca secara taat asas.Audit Program – Pos Neraca debet. kirim permintaan konfirmasi kepada pihak lain yang menyimpan dan mengelola investasi tersebut. lakukan halhal berikut ini: Teliti bukti kepemilikan dari seluruh investasi yang ada. 7. Bilamana perlu. 4. Laba/Rugi atas penjualan saham telah dibukukan secara benar. 5. Apabila terdapat investasi sementara dalam mata uang asing. nota kredit dan dokumen pendukung lainnya.

jumlah piutang dan PPN. yakinkan bahwa piutang tersebut telah dikonversi dengan menggunakan kurs pada tanggal neraca secara taat asas. 4. Prosedur Pemeriksaan 1. Periksa piutang yang dihapuskan selama tahun yang diperiksa apakah sudah sesuai dengan ketentuan peraturan perpajakan.Audit Program – Pos Neraca Audit Program Piutang Usaha Tujuan meyakinkan apakah pencatatan dan penyajian serta penghapusan piutang didukung oleh bukti-bukti sesuai dengan ketentuan peraturan perpajakan.Rasio piutang yang dihapuskan terhadap total piutang usaha 3. periksa perjanjian penjualan dan/atau surat pesanan pembelian dari debitur untuk meyakinkan bahwa perpindahan hak atas barang telah terjadi. Buat daftar rincian piutang usaha per tanggal neraca dengan informasi minimal yang meliputi nama debitur. NPWP. -4- . Apabila terdapat piutang usaha dalam mata uang asing. 2. Khusus untuk Wajib Pajak yang diperkenankan untuk membentuk cadangan penghapusan piutang.Tingkat perputaran piutang . Bandingkan rasio di bawah ini dengan rasio yang sama pada tahun yang lalu dan dapatkan penjelasan jika terdapat perbedaan yang material : . periksa apakah besarnya cadangan tersebut telah sesuai dengan peraturan perpajakan yang berlaku. Apabila penjualan telah dicatat untuk barang-barang yang masih disimpan di gudang Wajib Pajak. 6. 5.

-5- . Periksa piutang kepada pemegang saham. Periksa piutang di luar usaha yang dihapuskan selama tahun yang diperiksa ke bukti pendukungnya. perusahaan afiliasi dan bandingkan dengan besarnya pinjaman dari pihak ketiga. Buat daftar rincian piutang di luar usaha per tanggal neraca. Apabila terdapat piutang lain-lain dalam mata uang asing.Audit Program – Pos Neraca Audit Program Piutang di Luar Usaha Tujuan meyakinkan apakah piutang di luar usaha telah dicatat dan disajikan secara benar dalam neraca. 3. Yakinkan bahwa jumlah piutang direksi dan karyawan yang dihapuskan telah dimasukan sebagai penghasilan karyawan yang bersangkutan. Untuk meyakinkan tingkat bunga yang wajar atas pinjaman kepada afiliasi/direksi Prosedur Pemeriksaan 1. 5. 4. yakinkan bahwa jumlah tersebut telah dikonversi dengan menggunakan kurs pada tanggal neraca secara taat asas. 2.

6. dapatkan data pisah batas (cutoff) secara terinci untuk dibandingkan dengan catatan yang terdapat pada bagian akuntansi. Teliti dokumen-dokumen. Bandingkan hasil penghitungan persediaan dengan pencatatan persediaan di gudang dan di bagian akuntansi. 4. 7.Audit Program – Pos Neraca Audit Program Persediaan Tujuan Meyakinkan bahwa : 1. 2. Persediaan barang yang dihapuskan didukung oleh Berita Acara penghapusan. Teliti bahwa metode penilaian persediaan telah dilakukan sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku. 3. seperti bukti penerimaan barang/retur penjualan. Minta keterangan tentang lokasi penyimpanan persediaan. Sebelum penghitungan dilakukan. Periksa harga perolehan persediaan sebagai berikut : a. Bahan baku -6- . 4. Semua persediaan baik yang ada dalam gudang Wajib Pajak. first-out). 5. 2. Minta daftar persediaan yang akan dihitung. ataupun yang ada ditempat pihak ketiga sebagai barang konsinyasi (consignment out) benarbenar ada secara fisik pada tanggal neraca dan dimiliki oleh Wajib Pajak. Penilaian atas persediaan telah dilakukan dengan menggunakan metode rata-rata ataupun dengan mendahulukan persediaan yang didapat pertama (first-in. surat jalan pengiriman barang/retur pembelian dan dokumen lainnya untuk transaksi selama 7 hari sesudah tanggal neraca dan yakinkan bahwa transaksi tersebut telah dicatat dalam periode yang tepat. Lakukan pengujian arus barang. 8. Prosedur Pemeriksaan 1. Pisah batas (cut-off) atas persediaan telah dilakukan secara tepat. maupun yang ada dalam perjalanan. 3.

bandingkan harga perolehannya dengan dokumen impor seperti PIB. Untuk barang impor. 9. - -7- .Dapatkan laporan produksi dan lakukan langkah-langkah seperti pada butir b di atas. nota transfer uang. . upah langsung dan biaya produksi tidak langsung.Audit Program – Pos Neraca Bandingkan harga bahan baku dengan faktur pembelian dan dokumen lain yang mendukung harga perolehan persediaan.Evaluasi metode yang digunakan dalam mengalokasikan biaya tidak langsung. Yakinkan bahwa penghapusan persediaan didukung oleh Berita Acara yang diotorisasi oleh Pejabat yang berwenang. bandingkan harganya dengan daftar biaya standar. . SSP PPh dan PPN impor.Periksa kebenaran perhitungan biaya bahan baku. Barang dalam proses . . antara lain dengan memperhatikan perbandingannya dengan perusahaan sejenis. dan sebagainya.Pelajari sistem akuntansi biaya yang digunakan. Yakinkan bahwa prosentase persediaan yang susut adalah wajar. dokumen surveyor. yang dialokasikan pada barang dalam proses. 10. c. L/C. b.Apabila digunakan biaya standar. tagihan EMKU/EMKL. Barang jadi .

Audit Program – Pos Neraca Audit Program Piutang Pajak Tujuan meyakinkan bahwa piutang pajak merupakan tagihan yang sah dan telah dihitung sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan. Prosedur Pemeriksaan Lihat prosedur pemeriksaan utang pajak. -8- .

Prosedur Pemeriksaan 1.Audit Program – Pos Neraca Audit Program Biaya Dibayar Di Muka Tujuan meyakinkan bahwa biaya dibayar di muka telah dicatat dan dilaporkan sesuai ketentuan yang berlaku. Teliti masa manfaat biaya dibayar dimuka dan pastikan jumlah biaya dibayar dimuka yang seharusnya dibebankan pada tahun pajak yang diperiksa. -9- . Yakinkan bahwa atas pembayaran biaya dibayar di muka telah dipotong Pajak Penghasilan Pasal 23/26/Pasal 4 (2) dan PPh Pasal 15 dengan memeriksa Surat Setoran Pajak dan Bukti Pemotongan. Untuk meyakinkan bahwa pemotongan dan pemungutan PPh terutang telah dipotong dan disetor sesuai ketentuan yang berlaku. Periksa tambahan biaya dibayar di muka ke dokumen pendukungnya. 3. 2.

Pajak Penghasilan yang dipotong oleh pihak ketiga telah dicatat dengan benar.Nama dan NPWP perusahaan yang mengeluarkan surat berharga .Jumlah investasi yang dibeli dan nilai perolehannya (cost) selama tahun yang diperiksa . harga jual. aktiva dan lain-lain) .Hubungan usaha dengan Wajib Pajak. biaya dan keuntungan/kerugian dari penjualan tersebut selama tahun yang diperiksa .Jumlah investasi dan nilainya pada awal tahun .Jenis investasi (saham. termasuk hubungan istimewa. Hasil investasi dan Laba/Rugi atas penjualan investasi jangka panjang telah dibukukan dengan benar.Jumlah investasi yang dijual. obligasi. 2. Minta daftar investasi jangka panjang selama tahun diperiksa dengan dilengkapi informasi berikut ini : .10 - . bila ada .Audit Program – Pos Neraca Audit Program Investasi Jangka Panjang Tujuan meyakinkan bahwa: 1. 3. Investasi jangka panjang telah dicatat dan dilaporkan sesuai dengan ketentuan peraturan perpajakan. Prosedur Pemeriksaan 1.Jumlah investasi dan nilainya pada akhir tahun .Besarnya persentase kepemilikan (bila investasi tersebut dalam bentuk saham) .

5. Pastikan bahwa tambahan investasi telah dicatat sebesar harga perolehan. - 2. Apabila terdapat investasi jangka panjang dalam mata uang asing. baik berupa bunga. risalah rapat direksi atau dewan komisaris. yakinkan bahwa jumlah tersebut telah dikonversi dengan menggunakan kurs pada tanggal neraca secara taat asas. dividen. Teliti perhitungan hasil yang diperoleh dari investasi tersebut. 7. 3. dan sebagainya khususnya transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa. 4. Pastikan bahwa Pajak Penghasilan atas penghasilan dari investasi jangka panjang telah dipotong.Audit Program – Pos Neraca Piutang penghasilan investasi pada awal tahun Penghasilan investasi yang diperoleh dan yang diterima selama tahun yang diperiksa . dan sebagainya (lihat tata cara pemeriksaan penghasilan di luar usaha). bukti pembayaran/ penerimaan kas/bank. 6. . Teliti kebenaran pencatatan laba/rugi atas penjualan investasi.Piutang penghasilan investasi pada akhir tahun Teliti kebenaran jumlah pembelian atau penjualan investasi selama tahun diperiksa dengan memeriksa bukti kepemilikan. dan cocokkan jumlahnya pada Perhitungan Laba/Rugi.11 - .

telah dilakukan sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku. Buat daftar aktiva tetap yang dirinci menurut kelompoknya dengan informasi sebagai berikut : . Prosedur Pemeriksaan 1. 6. Penambahan aktiva tetap telah dicatat sesuai dengan ketentuan peraturan perpajakan dan pengeluaran yang besar yang seharusnya dikapitalisasi tidak dibebankan sebagai biaya. 3.Audit Program – Pos Neraca Audit Program Aktiva Tetap Tujuan meyakinkan bahwa : 1. Laba/rugi atas penarikan aktiva yang dapat disusutkan dilakukan sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku. 2. 7.12 - . 8. Penggunaan metode penyusutan telah sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku serta diterapkan secara taat asas. 5. Pemotongan/pemungutan PPh terkait dengan penambahan aktiva. PPN atas pengalihan aktiva yang menurut tujuan semula tidak untuk diperjualbelikan telah dihitung dan dilaporkan sesuai ketentuan yang berlaku. 4.nilai buku pada awal tahun . Aktiva tetap yang ada dan dimiliki oleh Wajib Pajak telah tercatat semuanya. Rugi pengalihan aktiva yang tidak dapat disusutkan tidak diakui. Aktiva yang tidak dapat disusutkan dikeluarkan dari perhitungan penyusutan. sedangkan laba diakui.

d. c.dasar penyusutan . NPWP dan alamat penerima. .13 - . 7. Kewajaran nilai pengalihan atau penarikan aktiva tetap tersebut. Periksa pengurangan aktiva tetap. Tambahan aktiva tersebut benar secara fisik dan dilengkapi dengan surat-surat atau dokumen kepemilikan misalnya sertifikat tanah. 4. 6. Penyebab pengurangan tersebut. d. e.akumulasi penyusutan . catat nama. seperti bukti penerimaan kas/bank. 5.nilai buku pada akhir tahun . c. Teliti bahwa biaya bunga yang dikapitalisasi adalah bagian dari biaya bunga selama periode konstruksi dan pembebanannya telah sesuai dengan ketentuan peraturan perpajakan. Penghitungan PPN Pasal 16 D. karena sebab biasa dan luar biasa . Periksa objek-objek pemotongan dan pemungutan yang terdapat dalam ‘penambahan aktiva’ tersebut. misalnya bukti pembayaran kas/bank. Pastikan bahwa pemindahan dari pos "konstruksi dalam pengerjaan" dilakukan setelah selesainya pembangunan. bila ada penarikan selama tahun yang diperiksa. akta jual beli dan lain-lain. Teliti pos-pos pengeluaran yang berhubungan dengan aktiva tetap (misalnya pos perbaikan dan pemeliharaan) dan periksa apakah ada pengeluaran tertentu yang seharusnya dikapitalisasi tetapi dibebankan sebagai biaya. apakah sebab biasa atau luar biasa. b. BPKB.tarif penyusutan . Periksa penambahan aktiva tetap dalam tahun yang diperiksa mengenai hal-hal berikut: a. khususnya mengenai : a. Atas pengalihan tersebut. faktur. 3.penyusutan tahun yang diperiksa . dan sebagainya. Pastikan bahwa dasar dan tarif penyusutan telah sesuai dengan - 2. Dokumen pendukung pengalihan atau penarikan aktiva tetap.metode penyusutan yang digunakan Pastikan saldo awal aktiva tetap telah sesuai dengan fisik dan dokumen pendukungnya. Periksa pembayaran tambahan aktiva tetap ke dokumen pendukungnya. dan sebagainya.Audit Program – Pos Neraca penambahan selama tahun yang diperiksa pemindahan dari bangunan dalam pengerjaan. Tambahan aktiva tersebut dicatat dan dikelompokkan sesuai dengan ketentuan peraturan perpajakan yang berlaku. b.

Nilai buku pada awal tahun . Pastikan saldo awal aktiva tidak berwujud telah sesuai dengan dokumen pendukungnya. Hitung jumlah penyusutan yang menjadi beban Laba/Rugi Fiskal.Penambahan selama tahun yang diperiksa .Metode amortisasi yang digunakan 2.Masa manfaat aktiva tidak berwujud . HPH dan lain-lain.Audit Program – Pos Neraca ketentuan perpajakan yang berlaku serta pastikan aktiva yang tidak dapat disusutkan telah dikeluarkan dari perhitungan penyusutan.Pengurangan selama tahun yang diperiksa . 8.Dasar amortisasi . HGB.Nilai buku pada akhir tahun . Periksa penambahan aktiva tidak berwujud dalam tahun yang diperiksa mengenai hal-hal berikut: a. Buat rincian aktiva tidak berwujud yang memuat informasi sebagai berikut : . .Amortisasi tahun yang diperiksa . Prosedur Pemeriksaan 1. perjanjian lisensi. Tambahan aktiva tersebut dilengkapi dengan surat-surat atau dokumen pendukung misalnya perjanjian franchise. Audit Program Aktiva Tidak Berwujud Tujuan meyakinkan apakah penilaian dan amortisasi aktiva tidak berwujud dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perpajakan yang berlaku. 3.Tarif amortisasi . HGU.14 - .

Pemotongan Pajak Penghasilan atas pembayaran bunga ke luar negeri.Saldo pada akhir tahun. Periksa jumlah pinjaman yang diterima selama tahun yang . 2. . 2.Pelunasan atau perpanjangan utang selama tahun yang diperiksa. 3. dan sebagainya. telah dihitung dan dicatat dengan benar. . . misalnya bukti pembayaran kas/bank. Utang bank yang dicatat dan dilaporkan merupakan kewajiban yang sah. Buat daftar utang bank per tanggal neraca yang memuat informasi mengenai nama kreditur. Biaya bunga dan bunga yang masih harus dibayar/pembayaran bunga di muka telah dicatat secara benar.Audit Program – Pos Neraca b. Yakinkan bahwa pengurangan selama tahun yang diperiksa hanya dilakukan untuk aktiva tidak berwujud yang tidak memberi manfaat lagi di masa yang akan datang dan dicatat sebesar sisa nilai buku pada tahun terakhir. Perubahan selama tahun yang diperiksa didukung oleh bukti yang valid. jangka waktu. faktur. Periksa pembayaran tambahan aktiva tidak berwujud ke dokumen pendukungnya. suku bunga. 4. dan satuan mata uang pinjaman.15 - . Prosedur Pemeriksaan 1. 4.Tambahan selama tahun yang diperiksa. nama dan alamat pihak lain yang menjamin utang. Audit Program Utang Bank Tujuan meyakinkan: 1.Saldo pada awal tahun. dengan rincian sebagai berikut : . Periksa penambahan aktiva tidak berwujud dan yakinkan bahwa pencatatan dan pengelompokan atas penambahan tersebut telah dilakukan sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku. termasuk imbalan karena jaminan pengembalian utang ke luar negeri.

yakinkan bahwa jumlah tersebut telah dikonversi dengan menggunakan kurs pada tanggal neraca secara taat azas. Yakinkan bahwa pinjaman tersebut benar-benar diterima serta digunakan dalam kegiatan usaha. bukti transfer. nota bank. Pastikan bahwa atas pembayaran bunga dan imbalan karena jaminan pengembalian utang telah dipotong PPh yang seharusnya terutang. . 3. Apabila terdapat utang Bank dalam mata uang asing. dan sebagainya. 4. Periksa pelunasan atau perpanjangan utang pokok ke dokumen pendukung seperti nota debet dari bank. 5. 7.16 - . nota debet dan bukti pendukung lainnya. nota bank dan sebagainya. Periksa jumlah saldo pinjaman awal tahun ke dokumen pendukung seperti perjanjian kredit. Hitung biaya bunga yang dibebankan pada tahun yang diperiksa. Periksa pembayaran bunga selama tahun yang diperiksa ke bukti pembayaran kas/bank. 8.Audit Program – Pos Neraca diperiksa ke dokumen pendukungnya seperti perjanjian kredit. dan sebagainya. 6.

Audit Program – Pos Neraca

Audit Program

Utang Usaha
Tujuan
meyakinkan apakah utang yang dicatat dan dilaporkan telah sesuai dengan keadaan yang sebenarnya dan apakah prosedur pisah batas (cut-off) telah dilakukan dengan baik.

Prosedur Pemeriksaan
1. Buat daftar utang usaha per tanggal neraca yang menunjukan : - Nama, alamat dan NPWP suplier - jumlah utang usaha - denda keterlambatan pembayaran utang usaha, bila ada 2. Periksa dokumen berikut dan pencatatannya untuk transaksi selama 7 hari sesudah tanggal neraca : - Laporan penerimaan barang. - Faktur pembelian barang/jasa. - Retur pembelian barang. 3. Periksa pencatatan pembelian dan pengeluaran kas untuk transaksi selama 7 hari setelah tanggal neraca untuk meyakinkan bahwa faktur, debet memo atau kredit memo yang tercatat atau dibayar pada tanggal-tanggal tersebut bukan merupakan transaksi sehubungan untuk tahun yang diperiksa. 4. Apabila pembelian telah dicatat untuk barang-barang yang masih berada pada gudang penjual, teliti kontrak pembeliannya. - 17 -

Audit Program – Pos Neraca 5. Apabila terdapat saldo utang usaha dalam mata uang asing, yakinkan bahwa jumlah tersebut telah dikonversi dengan menggunakan kurs pada tanggal neraca sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku. 6. Pastikan bahwa penghapusan utang, jika ada, telah dilaporkan sebagai pendapatan pada Perhitungan Laba/Rugi.

Audit Program

Utang di Luar Usaha
Tujuan
meyakinkan apakah utang di luar usaha telah dicatat dan dilaporkan dengan benar.

Prosedur Pemeriksaan
1. Buat rincian utang di luar usaha per tanggal neraca menurut jenisnya. 2. Pastikan bahwa utang di luar usaha benar-benar diterima dan bunga yang terutang, bila ada, telah dipotong PPh sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku 3. Bilamana Wajib Pajak mempunyai utang di luar usaha dalam mata uang asing, yakinkan bahwa jumlah tersebut telah dikonversi dengan menggunakan kurs pada tanggal neraca sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku.

- 18 -

Audit Program – Pos Neraca

Audit Program

Biaya yang Masih Harus dibayar
Tujuan
1. meyakinkan apakah biaya yang masih harus dibayar yang tercatat merupakan utang yang sah. 2. meyakinkan bahwa pemotongan dan pemungutan pajak terutang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Prosedur Pemeriksaan
1. Buat rincian biaya yang masih harus dibayar per tanggal neraca menurut jenisnya. 2. Pastikan biaya yang masih harus dibayar benar-benar telah menjadi beban dengan melakukan pemeriksaan ke dokumen pendukung. 3. Bila Wajib Pajak mempunyai biaya yang masih harus dibayar dalam mata uang asing, yakinkan bahwa jumlah tersebut telah dikonversi dengan menggunakan kurs pada tanggal neraca secara taat azas. 4. Lakukan equalisasi objek pajak pemotongan/pemungutan dalam - 19 -

Utang dividen pada akhir tahun .Audit Program – Pos Neraca biaya dibayar dimuka dengan SPT Masa.20 - . Meyakinkan bahwa utang dividen telah tercatat dan dilaporkan secara benar dalam neraca.Pembayaran dividen selama tahun yang diperiksa . disetor dan dilaporkan dengan benar sesuai ketentuan yang berlaku. Audit Program Utang Dividen Tujuan 1. .Utang dividen pada awal tahun .Pembagian dividen selama tahun yang diperiksa yang dikenakan pajak dan yang tidak dikenakan pajak . Prosedur Pemeriksaan 1. Meyakinkan bahwa pajak atas utang dividen telah dihitung. Periksa pembagian dividen selama tahun yang diperiksa ke notula rapat umum pemegang saham atau rapat direksi (untuk dividen interim sesuai Anggaran Dasar). Buat daftar dengan rincian sebagai berikut : . 2.Pajak Penghasilan yang terutang 2.

4. Periksa laporan pengiriman barang dan dokumen lainnya yang merupakan bukti pendukung bahwa penjualan terjadi setelah .Jumlah uang muka 2. alamat dan NPWP pembeli . dan sebagainya. Prosedur Pemeriksaan 1.21 - . nota debet. 3. Periksa pembayaran dividen ke dokumen pendukungnya seperti transfer bank. surat perjanjian. 2. Buat daftar uang muka penjualan per tanggal neraca dengan rincian sebagai berikut : .Audit Program – Pos Neraca 3.Nama. meyakinkan apakah uang muka penjualan yang tercatat memang ada dan penjualan memang belum direalisasi per tanggal neraca. dan sebagainya. meyakinkan bahwa atas uang muka penjualan tersebut telah diterbitkan Faktur Pajak. Audit Program Uang Muka Penjualan Tujuan 1. Periksa penerimaan uang muka penjualan tersebut ke dokumen pendukung seperti bukti penerimaan kas/bank. Periksa keabsahan Surat Setoran Pajak dan Bukti Pemotongan Pajak Penghasilan.

Biaya bunga dan bunga yang masih harus dibayar/pembayaran bunga dimuka telah dicatat secara benar. Berkenaan dengan utang pokok : a. Pajak Penghasilan yang terutang atas pembayaran bunga telah dipotong sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku. Buat daftar utang yang memperlihatkan informasi berikut ini : . 2. . Audit Program Utang Jangka Panjang Tujuan meyakinkan : 1.Jaminan utang 2. Masukkan uang muka penjualan tersebut dalam equalisasi PPh dengan PPN. Utang jangka panjang telah dicatat dan dilaporkan secara benar pada tanggal neraca.22 - .Jumlah utang jangka panjang .Nama. alamat. Prosedur Pemeriksaan 1.Audit Program – Pos Neraca tanggal neraca. Dapatkan keterangan mengenai saldo pada awal tahun. bila diperoleh dari luar negeri . 3. 4. dan NPWP kreditur yang mencakup nama negara.Jangka waktu pinjaman dan suku bunga .

23 - .Audit Program – Pos Neraca tambahan. pembayaran atau perpanjangan selama tahun tersebut. nota debet dan bukti pendukung lainnya. Yakinkan bahwa pembayaran kepada Wajib Pajak luar negeri telah sesuai dengan Tax Treaty yang berlaku. Hitung biaya bunga yang benar-benar dapat dibebankan pada perhitungan Laba/Rugi fiskal tahun diperiksa serta periksa pembayaran bunga ke bukti pembayaran kas/bank. korespondensi bank. . 5. Hitung Pajak Penghasilan atas pembayaran bunga kepada Wajib Pajak bukan bank atau lembaga keuangan dalam negeri dan Wajib Pajak luar negeri serta periksa pembayaran Pajak Penghasilan ke bukti Surat Setoran Pajak dan Bukti Pemotongan. Dapatkan salinan atau kutipan dari seluruh perjanjian pinjaman dan pastikan bahwa utang jangka panjang benar-benar digunakan untuk usaha Wajib Pajak 3. dan sebagainya b. 4. periksa apakah jumlah tersebut telah dikonversi dengan menggunakan kurs pada tanggal neraca secara taat asas. Apabila wajib pajak mempunyai hutang jangka panjang dalam mata uang asing. dan saldo pada akhir tahun dan periksa ke dokumen pendukungnya seperti akad kredit. bukti transfer. nota bank.

yang menunjukkan rincian saldo awal. nilai wajar aktiva bukan kas yang diterima/diserahkan. Pastikan bahwa semua keterangan. Prosedur Pemeriksaan 1.24 - . Buat analisis untuk setiap jenis saham. . jumlah modal dasar/ditempatkan/ disetor . nilai nominal per saham telah sesuai dengan anggaran dasar Wajib Pajak atau perubahannya serta Risalah Rapat Umum Pemegang Saham. perubahan. seperti jumlah uang yang diterima/dibayarkan. dan saldo akhir modal serta nilai nominalnya. 2. selisih penilaian kembali aktiva tetap dan laba yang ditahan) telah dicatat sesuai dengan ketentuan peraturan perpajakan yang berlaku. Periksa semua penambahan dan pemindahan/penjualan semua saham dalam tahun yang diperiksa ke dokumen pendukung. tambahan modal disetor. 3.Audit Program – Pos Neraca Audit Program Modal Tujuan meyakinkan bahwa komponen modal (modal saham. besarnya tagihan/utang yang timbul/dibatalkan.

3. Laba Yang Ditahan 1. Periksa perubahan dan pembatasan/pencadangan laba yang ditahan ke dokumen pendukungnya seperti risalah rapat direksi. tanggal pencatatan dan pembayaran. c. Apabila terdapat selisih lebih revaluasi aktiva. 2) Jumlah saham yang dipegang oleh pemegang saham perorangan. Perhatikan tanggal deklarasi pembagian dividen. wajib pajak.Audit Program – Pos Neraca 4. Selisih antara jumlah yang dibayarkan pada saat perolehan kembali saham yang telah disetor dengan jumlah yang telah diterima pada saat pengeluaran saham merupakan pembagian dividen yang dikenakan Pajak Penghasilan sesuai ketentuan yang berlaku. dan saldo akhir tahun. b. Pastikan bahwa: a. Jika wajib pajak bertindak sendiri sebagai agen transfer : a. b. lakukan perhitungan dan bandingkan: 1) Jumlah total dari saham yang beredar seperti tercantum dalam daftar dengan jumlah saham pada angka 1. rapat umum pemegang saham. perubahan. 7. risalah rapat dan bukti-bukti lainnya. Dapatkan daftar dari para pemegang saham.25 - . Teliti apakah terdapat pembagian dividen dan telah dikenakan . 5. 2. Periksa mengenai pemindahan saham dan saham yang dibeli kembali seperti terlihat pada buku pemegang saham ke dokumen-dokumen pendukung yang telah disetujui oleh pejabat yang berwenang. periksa surat persetujuan revaluasi dari Direktur Jenderal Pajak dan pajak-pajak yang terutang telah dilunasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. bukti pembayaran dan sebagainya. 6. dan jumlah dividen per saham. Pastikan bahwa semua sertifikat saham yang dibatalkan telah dipertanggung jawabkan. jumlah saham yang terpengaruhi. Periksa pencatatan perolehan kembali saham yang disetor apakah telah sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku. surat perjanjian. dan sebagainya seperti tercantum pada buku register pemegang saham. Selisih antara jumlah yang diterima dari pengeluaran saham dengan nilai nominal saham telah dibukukan sebagai agio/disagio saham (yang merupakan unsur tambahan modal disetor). Buat analisis dari laba yang ditahan selama tahun yang diperiksa yang menunjukkan rincian saldo pada awal.

.Audit Program – Pos Neraca pajak penghasilan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.26 - .

3. tanda terima pengiriman barang. 4. 5. Periksa kebenaran perhitungan PPN Keluaran untuk penjualan Barang Kena Pajak/Jasa Kena Pajak. dan pendekatan laba kotor. Pastikan jumlah peredaran usaha baik berupa penyerahan barang maupun jasa harus didukung dengan bukti yang memadai antara lain. atau sesuai perjanjian atau faktur tagihan. atau dokumen lain sesuai dengan syarat penjualan.Audit Program – Pos Laba Rugi Audit Program Peredaran Usaha Tujuan meyakinkan bahwa seluruh peredaran usaha telah dilaporkan dalam SPT Tahunan WP. Pastikan retur penjualan dicatat pada periode disetujuinya pengembalian barang dan tidak boleh dicadangkan. Bandingkan peredaran usaha tahun yang diperiksa dengan peredaran usaha tahun sebelumnya dan buat penjelasan bila terdapat perbedaan yang material. 1 . retur penjualan dan potongan penjualan lainnya. Pahami kegiatan usaha/pekerjaan Wajib Pajak dan jenis barang/jasa yang dihasilkan. Yakinkan bahwa harga yang tercantum pada nota kredit sesuai dengan harga penjualan semula. surat perintah pengeluaran/penyerahan barang. arus barang jadi. perhitungan persentase. 8. Prosedur Pemeriksaan 1. berita acara retur atau persetujuan retur. Pelajari kebijakan dan prosedur penjualan. Lakukan penelaahan analitis atas peredaran usaha. satuan dan volume. 7. berita acara pelaksanaan/penerimaan jasa. surat jalan dari pembeli. 6. dan lainlain. kebijakan pemberian kredit. Yakinkan bahwa peredaran usaha selama tahun yang diperiksa (termasuk retur penjualan dan potongan penjualan) meliputi seluruh penjualan baik yang tunai maupun yang bukan tunai. Retur penjualan harus didukung dengan bukti penerimaan barang retur. 2. antara lain dengan menggunakan metode pengujian arus piutang.

12. 11. periksa dasar penetapan harga jual yang digunakan dan volume transaksi selama tahun yang diperiksa. Apabila terdapat penjualan kepada pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa dengan Wajib Pajak.Audit Program – Pos Laba Rugi 9. 13. Pastikan potongan tunai diakui pada saat realisasinya dan dilaporkan dalam Perhitungan Laba/Rugi Fiskal sebagai pengurang terhadap jumlah penjualan dalam masa potongan diberikan dan telah sesuai dengan kebijakan penjualan/perjanjian penjualan 10. Bukti pengiriman barang dan surat perjanjian penjualan dan dokumen pengembalian barang. 14. Bandingkan keterangan pada faktur penjualan/nota kredit mengenai jumlah. Lakukan prosedur pisah batas (cut-off) atas penjualan dan retur penjualan untuk tujuh hari sesudah tanggal neraca dan yakinkan bahwa transaksi tersebut telah dicatat pada periode yang tepat. Yakinkan bahwa harga pada faktur penjualan sesuai dengan daftar harga atau surat perjanjian penjualan. harga dan syarat penjualan lainnya ke pesanan pembelian. Buat ekualisasi peredaran usaha menurut SPT Tahunan PPh dengan total penyerahan pada SPT Masa PPN 2 .

bukti pembayaran gaji/upah. 2. dan sebagainya. Yakinkan bahwa harga pokok produksi dicatat berdasarkan perhitungan yang didukung bukti-bukti sebagai berikut : a. 2. Bukti pembayaran gaji/upah dan catatan penggunaan waktu c. Bandingkan harga pokok tahun yang diperiksa dengan tahun sebelumnya dan minta penjelasan bila terdapat perubahan yang material. catatan penggunaan waktu. Lakukan analisis atas arus barang. Pemeriksaan bahan baku yang digunakan 1. Pemeriksaan upah langsung 1. 3. dan sebagainya. 3 . Bukti pemakaian bahan b. Lakukan pemeriksaan atas pembelian (lihat pedoman pemeriksaan pembelian). Bandingkan saldo akhir bahan baku dengan saldo pada buku besar. Teliti jumlah karyawan dan bandingkan dengan SPT PPh Pasal 21.Audit Program – Pos Laba Rugi Audit Program Harga Pokok Penjualan Tujuan meyakinkan bahwa harga pokok penjualan telah dicatat dan dilaporkan sesuai dengan ketentuan peraturan perpajakan. 3. Bandingkan jumlah upah langsung yang tercatat dengan kartu kerja karyawan pada tiap-tiap departemen. Laporan produksi. 2. Prosedur Pemeriksaan Pemeriksaan Harga Pokok Produksi 1. Lakukan pemeriksaan atas saldo akhir bahan baku (lihat tata cara pemeriksaan persediaan).

Audit Program – Pos Laba Rugi Pemeriksaan biaya produksi tak langsung 1. 2. Dapatkan rincian biaya produksi tak langsung. Periksa setiap komponen biaya produksi tak langsung ke dokumen pendukungnya. 4 .

buku besar dan buku tambahan hutang. 2) Laporan penerimaan barang. Lakukan analisis arus barang. untuk pengembalian barang. Periksa kebenaran perhitungan matematis pada faktur pembelian dan debet memo. Prosedur Pemeriksaan 1. e. Lakukan pemeriksaan atas pembelian sebagai berikut : a. b. Pelajari kebijakan dan prosedur pembelian dan retur pembelian.Audit Program – Pos Laba Rugi Audit Program Pembelian Tujuan meyakinkan bahwa seluruh pembelian telah dicatat dan dilaporkan dengan benar sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku. 3. harga dan syarat pembelian lainnya ke : 1) Pesanan pembelian atau dokumen lain yang telah diotorisasi dan tentukan apakah pembelian yang dilakukan sesuai dengan kebijakan Wajib Pajak. Trasir pencatatan untuk setiap transaksi ke buku pembelian. Lakukan pemeriksaan atas transaksi pembelian : a. 5. Bandingkan keterangan pada faktur pembelian/debet memo mengenai jumlah. Bandingkan pembelian tahun yang diperiksa dengan pembelian tahun sebelumnya dan minta penjelasan bila terdapat perbedaan yang material. 4. Lakukan prosedur pisah batas (cut-off) atas pembelian dan retur pembelian selama periode 7 hari sesudah tanggal neraca dan 5 . 2. Bila terdapat pembelian dari pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa dengan Wajib Pajak. 3) Bukti pengiriman untuk pengembalian barang yang dibeli. Periksa kebenaran nomor perkiraan (account coding) yang digunakan. 4) Faktur pembelian semula. periksa dasar penetapan harga beli yang digunakan dan volume transaksi selama tahun yang diperiksa. Periksa kebenaran PPN Masukan atas pembelian Barang Kena Pajak/Jasa Kena Pajak. c. retur pembelian. b. d.

Apabila pembelian telah dicatat untuk barang-barang yang masih berada pada gudang penjual. periksa kontrak pembeliannya.Audit Program – Pos Laba Rugi yakinkan bahwa transaksi tersebut telah dicatat pada periode yang tepat. 6 . 6.

Buat daftar penghasilan di luar usaha yang diterima dan diperoleh Wajib Pajak selama tahun tahun yang diperiksa. Bunga yang masih harus diterima pada awal dan akhir tahun e. Suku bunga c. serta penghasilan yang bukan merupakan objek pajak. 4. meyakinkan bahwa telah diterbitkan faktur penyerahan yang terutang PPN bagi WP PKP pajak untuk Prosedur Pemeriksaan 1. Periksa kebenaran perhitungan pendapatan bunga selama tahun yang diperiksa. 3. penghasilan yang merupakan objek pajak yang bersifat final. periksa/cek apakah tingkat bunganya wajar. meyakinkan bahwa semua pendapatan yang berasal dari luar usaha telah dicatat dan dilaporkan sesuai dengan ketentuan perpajakan 2. Jangka waktu d. rekening koran dan dokumen 7 . Pisahkan penghasilan yang merupakan objek pajak. buku bank. 2. Periksa pendapatan bunga yang diterima selama tahun yang diperiksa ke buku kas.Audit Program – Pos Laba Rugi Audit Program Penghasilan Di Luar Usaha Tujuan 1. Apabila penghasilan ini diterima dari pihak yang mempunyai hubungan istimewa dengan Wajib Pajak. Nama dan NPWP pemberi bunga b. Pendapatan bunga selama tahun yang diperiksa 2. Buat daftar simpanan dan piutang dengan rincian sebagai berikut : a. Pendapatan Bunga 1.

Periksa penerimaan dividen ke buku kas/bank. rekening koran dan dokumen pendukung lainnya. Periksa penerimaan royalti selama tahun yang diperiksa ke bukti penerimaan kas/bank. Nama. 5. atau pendiri) c. Jenis royalti b. Pendapatan royalti selama tahun yang diperiksa 2) Yakinkan kebenaran pendapatan royalti selama tahun yang diperiksa dengan memeriksa kontrak royalti mengenai hal berikut : a. Tarif royalti e. 4. 3. preferen. Periksa risalah rapat para pemegang saham atau direksi untuk meyakinkan kebenaran jumlah dividen per saham. Jenis hak dan aktiva yang dipergunakan oleh si pemakai c. Periksa kebenaran perhitungan royalti yang masih harus diterima 8 . Dasar pengenaan royalti: 1) produksi 2) penjualan 3) atau dasar lain d. 2. Periksa Bukti Pemotongan PPh dan yakinkan bahwa jumlah dividen yang tercantum sesuai dengan dividen yang dibayar. alamat dan NPWP pemakai hak atau aktiva dan hubungannya dengan Wajib Pajak b. Buat daftar saham yang dimiliki Wajib Pajak dengan rincian sebagai berikut : a. Saat pembayaran royalti 3. 4. Pendapatan Royalti 1) Buat daftar royalti dari Wajib Pajak dengan rincian sebagai berikut: a. Nama dan NPWP Perusahaan yang mengeluarkan saham b. Periksa Bukti Pemotongan PPh dan yakinkan bahwa jumlah penghasilan yang tercantum sesuai dengan jumlah bunga yang dicatat. Pendapatan Dividen 1. Yakinkan bahwa jumlah yang diterima sesuai dengan perjanjian/kontrak.Audit Program – Pos Laba Rugi pendukung lainnya. Jumlah lembar saham d. rekening koran dan bukti pendukung lainnya. Pendapatan royalti yang masih harus diterima pada awal dan akhir tahun c. Persentase kepemilikan. Jenis saham (biasa. Nilai nominal dan harga beli e.

9 . Sewa yang masih harus diterima pada awal tahun h. 4) Periksa penerimaan sewa selama tahun yang diperiksa ke bukti penerimaan kas/bank. Saat dimulainya masa sewa e. Imbalan jasa yang masih harus diterima pada akhir tahun 2. Sewa yang masih harus diterima pada akhir tahun 2.Audit Program – Pos Laba Rugi pada akhir tahun. Buat daftar penyewa dengan rincian sebagai berikut : a. alamat dan NPWP penerima jasa dan hubungannya dengan Wajib Pajak b. Catat dasar perhitungan harga sewa yang berasal dari pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa dengan Wajib Pajak. Buat daftar mengenai imbalan jasa dengan rincian sebagai berikut : a. 5. Jenis jasa yang diberikan c. Pendapatan imbalan jasa selama tahun yang diperiksa g. Pendapatan Imbalan Jasa 1. alamat dan NPWP penyewa dan hubungannya dengan Wajib Pajak b. Nama. Jenis aktiva yang disewa c. Yakinkan bahwa pendapatan imbalan jasa selama tahun yang diperiksa sesuai dengan kontrak yang telah disetujui bersama. 5) Periksa kebenaran perhitungan sewa yang masih harus diterima pada akhir tahun. Pendapatan Sewa 1. Jangka waktu pemberian jasa d. 3) Yakinkan kebenaran sewa yang diterima selama tahun yang diperiksa ke perjanjian sewa-menyewa. Lokasi aktiva yang disewa d. Periksa Bukti Pemotongan PPh dan yakinkan bahwa jumlah penghasilan yang tercantum cocok dengan jumlah royalti yang dicatat. Jumlah imbalan e. 6) Periksa Bukti Pemotongan PPh dan yakinkan bahwa jumlah penghasilan yang tercantum sesuai dengan sewa yang dicatat. Saat berakhirnya masa sewa f. Penghasilan sewa selama tahun yang diperiksa i. Harga sewa g. rekening koran dan bukti pendukung lainnya. Nama. Imbalan jasa yang masih harus diterima pada awal tahun f.

3. Teliti kemungkinan adanya hubungan istimewa atas penghasilan tersebut. Periksa Bukti Pemotongan PPh dan yakinkan bahwa jumlah yang tercantum sesuai dengan penerimaan imbalan jasa yang dicatat.Audit Program – Pos Laba Rugi 3. Penghasilan Lain 1) Buat daftar penghasilan di luar kegiatan usaha/pekerjaan yang sifatnya tidak rutin. rekening koran dan bukti pendukung lainnya. Periksa kebenaran perhitungan imbalan jasa yang masih harus diterima pada akhir tahun. Pastikan bahwa pajak yang terutang atas penghasilan tersebut telah dilunasi 10 . 4. 4. 5. Periksa jumlah pendapatan yang diterima ke dokumen pendukungnya. 2. Periksa penerimaan imbalan jasa selama tahun yang diperiksa ke bukti penerimaan kas/bank.

2. bandingkan jumlah honorariumnya dengan surat perjanjian kerja. Honorarium dan Tunjangan Lainnya Tujuan meyakinkan bahwa : 1. Bagi karyawan borongan. Pajak Penghasilan Pasal 21 telah dihitung. e. bandingkan jumlah upahnya dengan laporan produksi. Lakukan penelaahan analitis dan dapatkan penjelasan jika terdapat perbedaan yang material. Gaji. Dapatkan kebijakan penggajian dan daftar gaji untuk seluruh pegawai/karyawan. bonus. 2. 3. Buat rincian gaji bruto selama tahun yang diperiksa termasuk pembayaran fiskal luar negeri yang ditanggung oleh Wajib Pajak. Bonus. c. periksa surat perjanjian kerja. dipotong dan disetorkan dengan benar. Bagi karyawan dengan upah satuan. Upah lembur dihitung berdasarkan daftar hadir/kartu jam kerja dan perhitungannya harus sesuai dengan yang ditetapkan oleh 11 . honorarium dan tunjangan lainnya telah dicatat dan dilaporkan secara benar. 4. bonus. Biaya gaji. Bagi karyawan tetap maupun harian. d. upah. b. 3. Prosedur Pemeriksaan 1.Audit Program – Pos Laba Rugi Audit Program Gaji. bandingkan jumlah upahnya dengan kontrak kerja (surat perintah kerja). Bagi karyawan honorer. honorarium dan tunjangan lainnya telah dialokasikan dengan benar. Upah. upah. Lakukan pemeriksaan atas kebenaran jumlah penghasilan bruto karyawan yaitu : a.

Apabila Wajib Pajak menggunakan tahun buku berbeda dengan tahun takwim lakukan rekonsiliasi antara jumlah objek PPh Pasal 21 yang dicatat pada perhitungan Laba/Rugi dengan jumlah yang tercantum pada SPT PPh Pasal 21 (Form 1721). 5. Yakinkan bahwa pembebanan biaya telah sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku. 6. 12 . penghasilan yang diterima atau diperoleh dalam bentuk mata uang asing telah dikonversi sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku. pengacara dan sebagainya telah dipungut dan dipotong Pajak Penghasilan Pasal 21 sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku. Cocokkan jumlah keseluruhan gaji bruto selama setahun dengan jumlah yang tercantum pada Formulir Surat Pemberitahuan PPh Pasal 21 (Formulir 1721) dan Formulir 1771.Audit Program – Pos Laba Rugi pemerintah f. Periksa kebenaran penghitungan Pajak Penghasilan Pasal 21 yang dipungut/dipotong oleh Wajib Pajak selama tahun yang diperiksa. upah. Bandingkan jumlah tunjangan-tunjangan lainnya ke buku besar/buku pembantu. 10. 7. 9. bonus dan honorarium didukung dengan bukti yang memadai seperti bukti pengeluaran kas/bank dan bukti pembayaran. Yakinkan bahwa untuk keperluan penghitungan PPh Pasal 21. Komisi untuk para salesman dihitung berdasarkan laporan penjualan. 11. Yakinkan bahwa honorarium yang diberikan kepada tenaga ahli. misalnya honorarium akuntan. Pastikan bahwa gaji. 8. g. notaris.

Periksa biaya promosi dan pastikan bahwa : a. atau yang menerima pemasangan iklan. dengan bukti pemuatan atau publikasi. Prosedur Pemeriksaan 1. Biaya tersebut berkaitan dengan kegiatan usaha Wajib Pajak dan sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku. b. 2. Biaya tersebut merupakan pembelian merchandise/barangbarang promosi yang terutang PPN. menagih dan memelihara penghasilan. minta penjelasan bila terdapat perbedaan yang material. c. Biaya tersebut didukung oleh bukti ekstern seperti tagihan dari biro iklan. penerbit.Audit Program – Pos Laba Rugi Audit Program Biaya Promosi Tujuan meyakinkan bahwa biaya promosi yang telah dikeluarkan oleh Wajib Pajak berkaitan dengan usaha untuk mendapatkan. Bandingkan jumlah biaya promosi tahun yang diperiksa dengan biaya promosi pada tahun yang lalu untuk periode yang sama. pembuatan barang dan sebagainya. 13 .

14 . Apakah tujuan perjalanan tersebut untuk kepentingan perusahaan. Apakah ada biaya yang dikeluarkan untuk kepentingan anggota keluarga (kecuali dalam rangka pemindahan tugas). perhatikan hal-hal berikut : a. Prosedur Pemeriksaan 1. menagih dan memelihara penghasilan. 3. Pada pemeriksaan atas biaya perjalanan. Biaya perjalanan harus berupa penggantian pengeluaran yang didukung dengan bukti ekstern. minta penjelasan bila terdapat perbedaan yang material.Audit Program – Pos Laba Rugi Audit Program Biaya Perjalanan Tujuan meyakinkan bahwa biaya perjalanan yang telah dikeluarkan berkaitan dengan usaha untuk mendapatkan. 2. Bandingkan jumlah biaya perjalanan tahun yang diperiksa dengan jumlah biaya perjalanan pada tahun yang lalu untuk periode yang sama. Apabila Wajib Pajak mempunyai pegawai tetap asing. b. yakinkan bahwa semua biaya perjalanan pegawai asing tersebut sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku. c.

Hubungan debitur dengan Wajib Pajak 2. atau ada perjanjian tertulis antara kreditur dan debitur. Telah diserahkan perkaranya ke pengadilan negeri.Audit Program – Pos Laba Rugi Audit Program Biaya Penghapusan Piutang Tak Tertagih Tujuan meyakinkan bahwa piutang yang dihapuskan memang benar sudah tidak dapat ditagih lagi dan piutang yang dihapuskan didukung oleh bukti-bukti sesuai dengan ketentuan perpajakan. Penghapusan piutang terhadap pemilik atau pemegang saham. b. Nama. Saat timbulnya piutang c. atau telah ada upaya-upaya penagihan yang maksimal disertai dengan surat pernyataan tidak sanggup melunasi yang ditandatangani oleh debitur. Alasan tidak dapat ditagihnya piutang e. Pastikan bahwa piutang yang dihapuskan selama tahun yang diperiksa telah sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku. 3. Teliti terhadap hal-hal berikut ini : a. alamat dan NPWP debitur b. Buat daftar piutang yang dihapuskan selama tahun yang diperiksa dengan rincian sebagai berikut : a. keluarga/kenalan Wajib Pajak. Prosedur Pemeriksaan 1. 15 . b. atau pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa dengan Wajib Pajak. Telah dibebankan sebagai biaya dalam laporan laba/rugi komersial. Jumlah yang dihapuskan d. Penghapusan dalam jumlah besar. antara lain : a. BUPLN.

Audit Program – Pos Laba Rugi c. Adanya persetujuan direksi dari Wajib Badan yang mengesahkan penghapusan piutang tersebut dari pembukuan. Jika piutang yang dihapuskan adalah piutang yang berasal dari penjualan cicilan. yakinkan bahwa jumlah yang dihapuskan adalah sejumlah piutang yang belum dilunasi saja. 5. 16 . 4. setelah dikurangi dengan nilai barang yang dimiliki kembali. Jika terdapat piutang yang sudah dihapuskan ternyata dapat ditagih kembali. yakinkan bahwa hal ini sudah dibukukan lagi sebagai penghasilan. Telah dipublikasikan dalam penerbitan umum/asosiasi. d.

17 . Prosedur Pemeriksaan Prosedur pemeriksaan penyusutan dan amortisasi sama dengan prosedur pemeriksaan aktiva tetap.Audit Program – Pos Laba Rugi Audit Program Penyusutan dan Amortisasi Tujuan meyakinkan bahwa penyusutan dan amortisasi telah dihitung sesuai dengan ketentuan peraturan perpajakan yang berlaku.

Buat rincian biaya perbaikan dan pemeliharaan yang material untuk tiap jenis aktiva dan dibuatkan ikhtisarnya. b. Meyakinkan bahwa objek pemotongan/pemungutan atas biaya perbaikan dan pemeliharaan telah dilaporkan dan disetor ke Kas Negara. Pastikan bahwa PPh pemotongan/pemungutan yang terkandung dalam biaya perbaikan dan pemeliharaan telah dihitung sesuai dengan ketentuan yang berlaku. faktur pembelian dan sebagainya. 5. 18 . meyakinkan bahwa biaya perbaikan dan pemeliharaan benarbenar dikeluarkan dalam rangka usaha dan bahwa pengeluaran yang seharusnya dikapitalisasi tidak dicatat sebagai biaya. Pastikan bahwa penggantian yang diterima dari perusahaan asuransi atas biaya perbaikan dan pemeliharaan telah dicatat sebagai penghasilan dalam tahun pajak yang bersangkutan. 4. 2. Pastikan bahwa pencatatan atas biaya perbaikan dan pemeliharaan didukung bukti ekstern seperti bukti pembayaran. Pastikan bahwa dalam biaya perbaikan dan pemeliharaan yang menambah kapasitas atau umur aktiva tetap tidak dibebankan tetapi dikapitalisir. 3.Audit Program – Pos Laba Rugi Audit Program Biaya Perbaikan dan Pemeliharaan Tujuan a. Prosedur Pemeriksaan 1.

Periksa pembayaran royalti selama tahun yang diperiksa ke bukti pambayaran kas/bank dan bukti pendukung lainnya. 19 . Nama dan negara pemberi hak b. Meyakinkan bahwa PPh yang terutang telah dipotong dan disetor sesuai dengan ketentuan perpajakan. Prosedur Pemeriksaan 1. Tarif royalti e. pastikan bahwa dasar pengenaan dan tarif royalti adalah wajar. Pastikan bahwa PPh yang terutang telah dipotong dan disetor sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku. Apabila terdapat hubungan istimewa. 6. 2. termasuk tax treaty. Buat daftar rincian Royalti yang masih harus dibayar pada awal dan akhir tahun serta pembayaran royalti selama tahun yang diperiksa.Audit Program – Pos Laba Rugi Audit Program Biaya Royalti Tujuan 1. Lamanya perjanjian c. 4. meyakinkan biaya royalti telah dicatat sesuai perjanjian/kontrak yang didukung dengan bukti-bukti dengan 2. Periksa kebenaran perhitungan royalti yang masih harus dibayar pada akhir tahun. Yakinkan kebenaran biaya royalti selama tahun yang diperiksa dengan memeriksa kontrak tentang royalti sebagai berikut : a. Teliti apakah pembayaran tersebut sesuai dengan yang tercantum pada perjanjian atau kontrak. Dasar pengenaan royalti : 1) Produksi 2) Penjualan 3) Atau dasar lain d. 5. Saat pembayaran royalti 3.

Prosedur Pemeriksaan 1.Audit Program – Pos Laba Rugi Audit Program Biaya Perjamuan (Entertainment) Tujuan meyakinkan bahwa pengeluaran tersebut adalah sah yang didukung oleh bukti-bukti dan dilakukan dalam rangka mendapatkan. perusahaan. 20 . jenis usaha. tanggal. Yakinkan bahwa daftar nominatif tersebut sudah dilaporkan dalam SPT Tahunan PPh WP. Periksa daftar nominatif biaya perjamuan (entertainment) dan sejenisnya dengan rincian sebagai berikut : a. dan jumlah biaya.Biaya perjamuan (entertainment) dan sejenisnya kepada pegawai Wajib Pajak sendiri. jabatan.Hadiah dalam bentuk dan nama apapun kepada orang pribadi yang tidak ada hubungannya dengan kegiatan usaha. menagih dan memelihara penghasilan. Pastikan bahwa biaya-biaya dalam daftar nominatif tersebut dapat dibebankan sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku. dan hubungan usaha. 4. Pemberian perjamuan (entertainment) dan sejenisnya. Relasi usaha yang diberikan perjamuan (entertainment) dan sejenisnya seperti nama. termasuk jenis. Yakinkan bahwa dalam daftar itu tidak termasuk : . tempat. . 2. 3. b.

3. Lakukan pemeriksaan atas biaya pajak selama tahun pajak yang diperiksa ke dokumen pendukung. dan sebagainya. yaitu : bukti setor. Yakinkan bahwa pada daftar tersebut tidak termasuk : .PPN yang telah dikreditkan . dan minta penjelasan bila terdapat perbedaan yang material. 2.Audit Program – Pos Laba Rugi Audit Program Biaya Pajak Tujuan meyakinkan bahwa biaya pajak telah dicatat dan dilaporkan sesuai dengan ketentuan perpajakan. . Prosedur Pemeriksaan 1. bunga dan kenaikan.Sanksi administrasi berupa denda. Buat rincian dari biaya pajak menurut jenis pajak.pengeluaran untuk pembayaran pajak penghasilan. bukti pembayaran kas/bank. 21 . kecuali pajak penghasilan yang ditanggung oleh Wajib Pajak atas pembayaran bunga ke luar negeri.

Yakinkan bahwa pembebanan biaya asuransi pada tahun yang diperiksa telah dilakukan sebagaimana mestinya dan tidak ada pembebanan biaya asuransi untuk kepentingan pribadi Wajib Pajak yang tidak ada kaitannya dengan kegiatan usaha. 2. Dokumen pembaharuan polis. Periksa tambahan asuransi selama tahun yang diperiksa ke dokumen pendukung seperti : Polis asuransi. 22 . Bukti pengeluaran kas/bank.Audit Program – Pos Laba Rugi Audit Program Biaya Asuransi Tujuan meyakinkan bahwa biaya asuransi telah dicatat dan dibebankan sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku Prosedur Pemeriksaan 1.

3. 2.Biaya dan pembayaran imbalan jasa selama tahun yang diperiksa .Audit Program – Pos Laba Rugi Audit Program Biaya Jasa Teknik dan Jasa Manajemen Tujuan 1.Imbalan jasa yang masih harus dibayar pada awal tahun . Periksa kebenaran penghitungan biaya imbalan jasa selama tahun yang diperiksa sesuai dengan kontrak. 2.Saat dimulainya pemberian jasa .Jumlah imbalan . Periksa kebenaran perhitungan imbalan jasa yang masih harus dibayar pada akhir tahun. termasuk apabila ada hubungan istimewa .Jangka waktu pemberian jasa .Imbalan jasa yang masih harus dibayar pada akhir tahun.Hubungan dengan Wajib Pajak.Nama penerima penghasilan dan nama negara pemberi jasa . Pastikan bahwa pajak yang terutang telah dipotong dan disetor sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku. rekening koran dan bukti pendukung lainnya.Jenis jasa yang diberikan . meyakinkan bahwa Wajib Pajak telah memotong dan menyetor pajak penghasilan sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku Prosedur Pemeriksaan 1. Periksa pembayaran imbalan jasa selama tahun yang diperiksa ke bukti pembayaran kas/bank. 4. 23 . 5. Buat daftar mengenai imbalan jasa teknik dan jasa manajemen dengan rincian antara lain: . meyakinkan apakah jasa teknik dan jasa manajemen telah dicatat dan dilaporkan dengan benar.

2. keterangan pemda setempat. 24 . Prosedur Pemeriksaan 1. kecurian. Yakinkan nilai kerugian yang dilaporkan adalah wajar sesuai pembukuan wajib pajak. Pastikan bahwa penggantian yang diterima dari perusahaan asuransi atas kerugian di luar usaha telah dicatat sebagai penghasilan dalam tahun pajak yang bersangkutan. 3. Pastikan bahwa kerugian di luar usaha didukung dengan dokumen-dokumen yang memadai seperti berita acara kehilangan.Audit Program – Pos Laba Rugi Audit Program Kerugian di Luar Usaha Tujuan meyakinkan bahwa kerugian di luar kegiatan usaha telah dicatat dengan benar dan didukung oleh bukti-bukti serta pembebanannya sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku. keterangan polisi.

Dapatkan Notula Rapat Dewan Direksi tentang persetujuan akan dilakukannya penelitian dan pengembangan di bidang tertentu. 2. Pastikan bahwa pencatatan atas biaya Litbang didukung bukti ekstern seperti laporan hasil riset dan bukti pengeluaran kas/bank. 3. Pastikan bahwa biaya Litbang dibebankan sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku.Audit Program – Pos Laba Rugi Audit Program Biaya Penelitian dan Pengembangan Tujuan meyakinkan bahwa biaya penelitian dan pengembangan (litbang) nyata-nyata dikeluarkan oleh perusahaan dan mempunyai kaitan langsung dengan usaha dan perlakuan atas biaya tersebut telah sesuai dengan peraturan perpajakan yang berlaku. Prosedur Pemeriksaan 1. 25 .

26 . Yakinkan bahwa untuk keperluan pelunasan Bea Masuk. Yakinkan bahwa laba/rugi kurs timbul karena adanya penyesuaian kurs pada tanggal neraca atau realisasi kecuali selisih kurs akibat devaluasi. 5. Bagi Wajib Pajak yang menggunakan kurs tengah Bank Indonesia. periksa kebenaran perhitungan realisasi selama tahun yang diperiksa maupun yang belum direalisasi pada akhir tahun dibandingkan dengan kurs akhir tahun sebelum tahun realisasi. Pajak Ekspor dan Pajak Penghasilan yang dilakukan dengan mempergunakan mata uang asing maka harus dikonversi dengan menggunakan nilai kurs sesuai Keputusan Menteri Keuangan pada saat pelunasan atau pemotongan/pemungutan atau penerbitan faktur pajak. PPN dan PPnBM. Dapatkan informasi mengenai sistem pembukuan kurs yang dianut Wajib Pajak dan periksa penerapannya secara taat azas. Bagi Wajib Pajak yang menggunakan kurs tetap.Audit Program – Pos Laba Rugi Audit Program Laba/Rugi Kurs Tujuan meyakinkan bahwa laba/rugi kurs telah dicatat sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku Prosedur Pemeriksaan 1. 2. 3. periksa kebenaran perhitungan realisasi selama tahun yang diperiksa dengan memperhatikan saat pelunasan/penerimaan pembayaran utang/piutang yang bersangkutan dibandingkan dengan kurs historis. 4.

2.Audit Program – Pos Laba Rugi Audit Program Kompensasi Kerugian Tujuan meyakinkan bahwa kerugian yang dikompensasikan dari tahun-tahun sebelum tahun yang diperiksa telah sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku. 3. Dapatkan laporan hasil pemeriksaan dan surat ketetapan pajak atas tahun pajak terjadinya kerugian fiskal yang dikompensasikan ke tahun yang sedang diperiksa. Prosedur Pemeriksaan 1. Yakinkan bahwa kerugian fiskal yang dikompensasikan ke tahun pajak yang diperiksa adalah kerugian fiskal tahun-tahun sebelumnya menurut surat ketetapan pajak. 27 . Untuk Wajib Pajak yang melakukan penilaian kembali aktiva tetap. yakinkan bahwa kerugian fiskal telah dikompensasikan dengan selisih lebih penilaian kembali (lihat prosedur pemeriksaan penilaian kembali aktiva tetap).

c. lakukan prosedur alternatif antara lain pengecekan ke dokumen transaksi. d. Apabila SSP lembar ke-2 tidak ada dalam berkas. Lakukan ekualisasi objek PPh Pasal 22 impor dengan pembelian impor menurut SPT Wajib Pajak. semen. Pastikan bahwa bukti potong tersebut sah. lakukan prosedur konfirmasi ke Bank Persepsi/Kantor Pos. 28 . 2.Audit Program – Pos Laba Rugi Audit Program Kredit Pajak Tujuan meyakinkan bahwa kredit pajak yang dilaporkan merupakan kredit pajak yang sah dan telah dilaporkan sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku Prosedur Pemeriksaan 1. Jika dalam jangka waktu 14 hari belum menerima jawaban dari Bank. Cocokkan SSP lembar ke-1 dan ke-3 dengan SSP lembar ke-2. Dapatkan bukti pemungutan PPh Pasal 22. Yakinkan bahwa pajak yang tercantum dalam bukti potong tersebut telah disetor oleh pemberi kerja. PPh Pasal 21 a. 2. PPh Pasal 23 a. b. Lakukan konfirmasi ke KPP dimana pemungut terdaftar dan lakukan ekualisasi objek PPh Pasal 22 dengan pembelian menurut SPT Wajib Pajak. Buat rekapitulasi bukti potong PPh Pasal 23 dan lakukan konfirmasi ke KPP dimana pemotong pajak terdaftar. otomotif. Lakukan ekualisasi objek PPh Pasal 22 menurut bukti pungut dengan penjualan untuk wajib pajak yang bergerak dalam bidang : kertas. Dapatkan/buat rekapitulasi bukti potong PPh Pasal 21. PPh Pasal 22 a. c. b. Buat rekapitulasi bukti pungut PPh Pasal 22 dan cocokkan dengan SSP PPh Pasal 22. baja.

Fiskal Luar Negeri a. b. Buat rekapitulasi SSP fiskal luar negeri atau tanda bukti pembayaran fiskal luar negeri dan teliti kebenaran formal pengisian SSP. 4. Cocokkan SSP lembar ke-1 dan ke-3 dengan SSP lembar ke-2. PPh Ditanggung Pemerintah a. Teliti apakah perjalanan ke luar negeri berkaitan dengan usaha Wajib Pajak dan bukan atas nama keluarga karyawan Wajib Pajak. Buat rekapitulasi SSP PPh Pasal 25/29. lakukan prosedur konfirmasi ke Bank Persepsi/Kantor Pos. Apabila SSP lembar ke-2 tidak ada dalam berkas. Apabila SSP lembar ke-2 tidak ada dalam berkas. Periksa jenis penghasilan yang terutang PPh Pasal 23 dan cocokkan dengan dokumen pendukung seperti R/K bank dan bukti penerimaan penghasilan. 29 . b. 7. Hitung persentase porsi pinjaman luar negeri dan hibah. b. 5. STP PPh Pasal 25/29 a. Hitung PPh ditanggung pemerintah sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku. lakukan prosedur konfirmasi ke Bank Persepsi/Kantor Pos. 6. Yakinkan bahwa jumlah yang diperhitungkan adalah jumlah pokok pajak yang kurang dibayar. Cocokkan SSP lembar ke-1 dan ke-3 dengan SSP lembar ke-2. Buat rekapitulasi SSP PPh Pengalihan Hak atas Tanah dan/atau Bangunan. PPh Pasal 25/29 a. Lakukan penelitian atas ketepatan waktu pembayaran dan pelaporannya ke KPP. b.Audit Program – Pos Laba Rugi b. b. Perhatikan tanggal setor dan tahun pajak SSP yang bersangkutan. PPh Pengalihan Hak atas Tanah dan/atau Bangunan a. 3.

2. 4. dan penghitungan besarnya PPh terutang serta SSP pelunasan PPh dimaksud. Yakinkan bahwa selisih lebih penilaian kembali aktiva tetap setelah 30 . Dapatkan pemberitahuan hasil penilaian kembali aktiva yang disampaikan Wajib Pajak kepada Kepala KPP tempat terdaftarnya yang dilampiri dengan laporan penilaian dari perusahaan penilai. sebelum dikenakan PPh. telah dikompensasikan dengan kerugian fiskal tahun yang diperiksa dan sisa kerugian tahun-tahun sebelumnya (maksimal kerugian 5 tahun lalu). Yakinkan bahwa penilaian kembali aktiva dilakukan oleh penilai yang diakui oleh pemerintah berdasarkan nilai pasar atau nilai wajar. Teliti bahwa selisih lebih penilaian kembali aktiva (di atas nilai buku). Yakinkan bahwa yang melakukan penilaian kembali aktiva adalah Wajib Pajak badan dalam negeri terhadap aktiva berwujud yang berada di Indonesia yang tidak dimaksudkan untuk dialihkan atau dijual. penghitungan selisih lebih karena penilaian kembali aktiva.Audit Program – Pos Laba Rugi Audit Program Penilaian Kembali Aktiva Tetap Tujuan meyakinkan bahwa penilaian kembali aktiva tetap telah sesuai dengan ketentuan perpajakan dan Pajak Penghasilan yang terutang telah dilunasi Prosedur Pemeriksaan 1. Lakukan penelitian bahwa tarif PPh yang dikenakan terhadap selisih lebih penilaian kembali aktiva tetap telah sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku. 5. neraca penyesuaian yang telah diaudit akuntan publik dengan mencantumkan nilai aktiva sebelum dan setelah penilaian kembali. 6. 3.

Apabila sebelum lewat jangka waktu Wajib Pajak mengalihkan aktiva tetap dimaksud maka akan dikenakan pajak tambahan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.Audit Program – Pos Laba Rugi kompensasi kerugian dibukukan dalam perkiraan “Selisih Penilaian Kembali Aktiva Tetap” yang termasuk dalam kelompok perkiraan modal. perlu untuk diperhatikan bahwa aktiva tetap yang telah dilakukan penilaian kembali tidak dapat dialihkan kepada pihak lain sebelum lewat jangka waktu 5 (lima) tahun. 31 . Yakinkan bahwa nilai buku baru aktiva tetap setelah penilaian kembali merupakan dasar penyusutan dan pengenaan tarif penyusutan merujuk pada ketentuan perundang-undangan perpajakan. 7. Dalam pemeriksaan pajak yang dilakukan untuk tahun setelah penilaian kembali aktiva tetap. 8.

4. 3. bonus. 32 . Buat daftar pembayaran gaji. 2. Cocokkan SSP lembar ke-1 dan ke-3 dengan SSP lembar ke-2. 5. Lakukan penelitian atas ketepatan waktu pembayaran dan pelaporannya. upah. Dapatkan dan buat rekapitulasi setoran SSP PPh Pasal 21. Yakinkan bahwa pemotongan pajak atas imbalan jasa kepada tenaga ahli atau persekutuan tenaga ahli telah dilakukan sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku. Lakukan ekualisasi objek PPh Pasal 21 dengan jumlah pembayaran yang tercantum pada Perhitungan Laba/Rugi. Apabila SSP lembar ke-2 tidak ada dalam berkas. Teliti kebenaran penerapan tarif PPh Pasal 21 dan perhitungan pajak tahun yang diperiksa. Prosedur Pemeriksaan 1. disetor dan dilaporkan sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku. 6. honorarium dan pembayaran-pembayaran yang harus dipotong PPh Pasal 21 dan perhitungan Pajak yang terutang.Audit Program – Pos Laba Rugi Audit Program Perhitungan PPh Pasal 21 Tujuan memastikan bahwa PPh Pasal 21 telah dihitung. lakukan prosedur konfirmasi ke Bank Persepsi/Kantor Pos. dipotong.

Dapatkan dan buat rekapitulasi pemungutan PPh Pasal 22 dan periksa pembayaran kewajiban tersebut ke dokumen pendukung seperti bukti transfer bank. Cocokkan SSP lembar ke-1 dan ke-3 dengan SSP lembar ke-2. 33 . Teliti kebenaran penerapan tarif PPh Pasal 22 dan perhitungan pajaknya. kwitansi dan sebagainya. 3. Apabila SSP lembar ke-2 tidak ada dalam berkas. dipungut. 2. Prosedur Pemeriksaan 1. disetor dan dilaporkan sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku. Pastikan apakah Wajib Pajak mempunyai kewajiban sebagai pemungut PPh Pasal 22.Audit Program – Pos Laba Rugi Audit Program Perhitungan PPh Pasal 22 Tujuan memastikan bahwa PPh Pasal 22 telah dihitung. Lakukan ekualisasi objek PPh Pasal 22 dengan jumlah pembayaran yang tercantum pada Perhitungan Laba/Rugi 4. 5. 6. Buat daftar setoran SSP PPh Pasal 22. Lakukan penelitian atas ketepatan waktu pembayaran dan pelaporannya. lakukan prosedur konfirmasi ke Bank Persepsi/Kantor Pos.

6.Bunga. Buat daftar setoran SSP PPh Pasal 23.Hadiah dan penghargaan selain yang telah dipotong PPh Pasal 21. Lakukan penelitian atas ketepatan waktu pembayaran dan pelaporannya.Imbalan sehubungan dengan jasa teknik. Teliti kebenaran penerapan tarif PPh Pasal 23 dan perhitungan pajaknya. . . 34 . kwitansi dan sebagainya. jasa manajemen. disetor dan dilaporkan sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku. . . Apabila SSP lembar ke-2 tidak ada dalam berkas. jasa konsultan.Dividen. Lakukan ekualisasi objek PPh Pasal 23 dengan jumlah pembayaran yang tercantum pada Perhitungan Laba/Rugi.Sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan aktiva. Prosedur Pemeriksaan 1. dan jasa lain selain yang telah dipotong PPh Pasal 21 2.Audit Program – Pos Laba Rugi Audit Program Perhitungan PPh Pasal 23 Tujuan memastikan bahwa PPh Pasal 23 telah dihitung. jasa konstruksi. 4. . Cocokkan SSP lembar ke-1 dan ke-3 dengan SSP lembar ke-2. 3. 5. dipotong. lakukan prosedur konfirmasi ke Bank Persepsi/Kantor Pos. Pastikan apakah terdapat pembayaran yang menjadi objek PPh Pasal 23 seperti : . Dapatkan dan buat rekapitulasi pemotongan PPh Pasal 23 dan periksa pembayaran kewajiban tersebut ke dokumen pendukung seperti bukti transfer bank.Royalti.

Penghasilan bunga/diskonto obligasi yang diperdagangkan di bursa efek.Penjualan saham di bursa efek. Buat daftar setoran SSP PPh Final Pasal 4 Ayat 2. Pastikan apakah pada pembukuan Wajib Pajak terdapat penghasilan yang merupakan objek PPh Final Pasal 4 Ayat 2 seperti : . . 3. . kwitansi dan sebagainya. dibayar dan dilaporkan sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku Prosedur Pemeriksaan 1.Penjualan saham milik perusahaan modal ventura. lakukan prosedur konfirmasi ke Bank Persepsi/Kantor Pos. 5. Cocokkan SSP lembar ke-1 dan ke-3 dengan SSP lembar ke-2. .Penghasilan jasa konstruksi dan konsultan non hukum/pajak.Penjualan tanah dan bangunan.Hadiah undian. 35 . .Penghasilan bunga deposito. Dapatkan dan buat rekapitulasi pemotongan PPh Final Pasal 4 Ayat 2 dan periksa pembayaran kewajiban tersebut ke dokumen pendukung seperti bukti transfer bank. .Audit Program – Pos Laba Rugi Audit Program Perhitungan PPh Final Pasal 4 ayat 2 Tujuan memastikan bahwa PPh Final Pasal 4 Ayat 2 telah dihitung. tabungan dan diskonto SBI. 2.Pendapatan sewa tanah dan bangunan. . Lakukan ekualisasi objek PPh Final Pasal 4 Ayat 2 dengan jumlah pembayaran yang tercantum pada Perhitungan Laba/Rugi. Lakukan penelitian atas ketepatan waktu pembayaran dan pelaporannya. 6. Apabila SSP lembar ke-2 tidak ada dalam berkas. Teliti kebenaran penerapan tarif PPh Final Pasal 4 Ayat 2 dan perhitungan pajaknya. 4. .

6. Pastikan apakah pada pembukuan Wajib Pajak terdapat penghasilan yang merupakan objek PPh Final Pasal 15 seperti : . 36 . Lakukan penelitian atas ketepatan waktu pembayaran dan pelaporannya. Apabila SSP lembar ke-2 tidak ada dalam berkas. operate. .Perwakilan dagang luar negeri. Prosedur Pemeriksaan 1. 2. . Dapatkan dan buat rekapitulasi pemotongan PPh Final Pasal 15 dan periksa pembayaran kewajiban tersebut ke dokumen pendukung seperti bukti transfer bank. . Cocokkan SSP lembar ke-1 dan ke-3 dengan SSP lembar ke-2. kwitansi dan sebagainya. Lakukan ekualisasi objek PPh Final Pasal 15 dengan jumlah pembayaran yang tercantum pada Perhitungan Laba/Rugi. 5.Audit Program – Pos Laba Rugi Audit Program Perhitungan PPh Final Pasal 15 Tujuan memastikan bahwa PPh Final Pasal 15 telah dihitung. Teliti kebenaran penerapan tarif PPh Final Pasal 15 dan perhitungan pajaknya. and transfer). 3. lakukan prosedur konfirmasi ke Bank Persepsi/Kantor Pos. dibayar dan dilaporkan sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku.Jasa carter pelayaran dalam negeri dan luar negeri.Jasa carter penerbangan luar negeri. Buat daftar setoran SSP PPh Final Pasal 15. 4.Perusahaan yang melakukan investasi dalam bentuk bangunguna-serah (built.

Audit Program – Pos Laba Rugi

Audit Program

Perhitungan PPh Final Pasal 19
Tujuan
memastikan bahwa PPh Final Pasal 19 telah dihitung, dibayar dan dilaporkan sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku.

Prosedur Pemeriksaan
1. Pastikan apakah Wajib Pajak melakukan penilaian kembali aktiva tetap perusahaan dan apakah aktiva tetap yang dinilai kembali dialihkan sebelum batas waktu yang ditentukan. 2. Prosedur pemeriksaan lihat program pemeriksaan penilaian kembali aktiva tetap.

37

Audit Program – Pos Laba Rugi Audit Program

Perhitungan PPh Pasal 26
Tujuan
memastikan bahwa PPh Pasal 26 telah dihitung, dibayar dan dilaporkan sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku

Prosedur Pemeriksaan
1. Pastikan apakah pada pembukuan Wajib Pajak terdapat pembayaran yang merupakan objek PPh Pasal 26 seperti: - Dividen dari perseroan dalam negeri; - Bunga, termasuk premium, diskonto, premi swap dam imbalan sehubungan dengan jaminan pengembalian utang; - Royalti, sewa, dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan aktiva; - Imbalan sehubungan dengan jasa, pekerjaan dan kegiatan; - Hadiah dan penghargaan; - Pensiun dan pembayaran berkala lainnya; - Atas penghasilan dari penjualan aktiva di Indonesia yang diterima Wajib Pajak luar negeri selain BUT di Indonesia, dan premi asuransi yang dibayarkan kepada perusahaan asuransi di luar negeri 2. Dapatkan dan buat rekapitulasi pemotongan PPh Pasal 26 dan periksa pembayaran kewajiban tersebut ke dokumen pendukung seperti bukti transfer bank, kwitansi dan sebagainya. 3. Lakukan ekualisasi objek PPh Pasal 26 dengan jumlah pembayaran yang tercantum pada Perhitungan Laba/Rugi. 4. Teliti kebenaran penerapan tarif PPh Pasal 26 dan perhitungan pajaknya. Teliti apakah ada Tax Treaty. 5. Buat daftar setoran SSP PPh Pasal 26. Cocokkan SSP lembar ke-1 dan ke-3 dengan SSP lembar ke-2. Apabila SSP lembar ke-2 tidak ada dalam berkas, lakukan prosedur konfirmasi ke Bank Persepsi/Kantor Pos. 6. Lakukan penelitian atas ketepatan waktu pembayaran dan pelaporannya. 7. Buat equalisasi objek PPh Pasal 26 dengan DPP PPN Jasa Luar Negeri.

38

Audit Program – Pos Laba Rugi Audit Program

PPN dan PPnBM
Tujuan
memastikan bahwa PPN dan PPnBM telah dihitung, dibayar dan dilaporkan sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku.

Prosedur Pemeriksaan
1. Buat rekapitulasi penghitungan PPN sesuai dengan elemen-elemen dalam SPT Masa PPN. Bandingkan dengan rekapitulasi menurut hasil pemeriksaan. 2. Dapatkan informasi mengenai barang dan/atau jasa yang dihasilkan oleh Wajib Pajak baik sebagai kegiatan usaha pokok maupun sebagai kegiatan usaha sampingan. 3. Lakukan klarifikasi atas penyerahan yang tidak termasuk dalam pengertian penyerahan BKP/JKP berdasarkan ketentuan perpajakan berlaku. 4. Dapatkan dan buat rekapitulasi Pajak Keluaran dan bandingkan dengan bukti pendukungnya. Untuk penjualan ekspor, cocokkan daftar realisasi ekspor dengan PEB dan invoice serta trasir nota pembelian wesel ekspor oleh bank devisa ke R/K bank untuk ekspor dengan L/C. Untuk ekspor tanpa L/C, trasir bukti transfer dari importir di luar negeri ke R/K bank. 5. Untuk penyerahan kepada pemungut PPN, lakukan hal-hal sebagai berikut : a. Dapatkan kontrak dan surat penawaran dengan pemungut PPN. b. Yakinkan kebenaran penyerahan kepada pemungut PPN dengan memeriksa dokumen pendukung berupa kontrak dan/atau pembayaran termin. c. Periksa tanggal penyampaian dokumen tagihan kepada pemungut untuk mengetahui ketepatan saat pembuatan faktur pajak. d. Cocokkan SSP PPN lembar ke-1 yang dipungut oleh pemungut PPN dengan SSP lembar ke-2 dalam berkas Wajib Pajak. Apabila SSP lembar ke-2 tidak ada dalam berkas, lakukan konfirmasi ke Bank atau Kantor Pos.

39

penjualan ekspor dan retur penjualan ke saldo pada buku besar. Dalam hal Wajib Pajak memiliki lokasi/cabang/perwakilan di luar KPP di mana Wajib Pajak berdomisili/berkedudukan. 7. Pastikan kebenaran penyerahan yang PPN nya dibebaskan ke dokumen pendukung berupa Surat Keterangan PPN Dibebaskan atas nama pembeli atas penyerahan yang PPN nya dibebaskan.Audit Program – Pos Laba Rugi 6. Pastikan kebenaran penyerahan yang PPN nya tidak dipungut ke dokumen pendukung berupa Surat Keterangan PPN Tidak Dipungut atas nama pembeli atas penyerahan yang PPN nya tidak dipungut. Cocokkan penjualan seluruhnya. 14. Hitung pemakaian sendiri dan pemberian cuma-cuma dan teliti ke dokumen pendukungnya. 11. c. 8. Cocokkan penyerahan bulan terakhir tahun lalu yang dibuatkan faktur pajaknya pada tahun yang diperiksa ke saldo pada KKP tahun lalu. Dapatkan dan buat rekapitulasi Pajak Masukan yang faktur pajaknya diterima dan dapat dikreditkan sampai dengan bulan ketiga tahun depan. 13. 9. buat daftar per KPP lokasi dan pastikan apakah Wajib Pajak yang bersangkutan memperoleh ijin pemusatan tempat pajak terutang. 16. Buat ekualisasi retur pembelian menurut SPT Masa PPN dengan retur pembelian menurut SPT PPh Wajib Pajak Badan/ Orang Pribadi. Teliti kebenaran perhitungan penyerahan bulan terakhir tahun yang diperiksa yang faktur pajaknya dibuat pada awal tahun berikutnya. 15. 17. Untuk penyerahan yang PPN-nya tidak dikenakan. lakukan hal-hal sebagai berikut : a. potongan penjualan. Untuk Pajak Masukan Impor. tidak dipungut. dibebaskan. penyerahan non BKP/JKP. Retur penjualan hanya dapat dikurangkan jika ada nota retur dari pembeli dan hanya berkenaan dengan BKP yang dikembalikan. 12. teliti pengganti Faktur Pajak Standar berupa PIB yang telah dilampiri dengan SSP PPN Impor. Pastikan bahwa PPN atas retur pembelian telah didukung dengan nota retur. Perhatikan adanya Faktur Pajak yang tidak dapat dikreditkan 40 . 10. Lakukan rekonsiliasi/ekualisasi penyerahan menurut SPT Masa PPN dengan peredaran usaha menurut PPh Badan. Pastikan kebenaran penyerahan yang PPN nya tidak dikenakan ke dokumen pendukung berupa Surat Keterangan PPN Tidak Dikenakan atas nama pembeli atas penyerahan yang PPN nya tidak dikenakan. penyerahan BKP/JKP. b.

Apabila jawaban konfirmasi menyatakan tidak ada maka lakukan prosedur alternatif seperti penelitian terhadap faktur pembelian. lakukan konfirmasi ke Bank Persepsi/ Sentral Giro. 20. Buatkan daftar SSP-nya dan cocokkan SSP lembar 1 dan 3 dengan SSP lembar 2. lakukan konfirmasi ke Bank Persepsi/ Sentral Giro. Apabila SSP lembar 2 tidak ditemukan dalam berkas. Sesuai ketentuan 41 . teliti apakah SSP PPN telah memenuhi persyaratan formal pengganti faktur pajak standar sesuai ketentuan yang berlaku. PPN atas Pemanfaatan JKP/BKP Tidak Berwujud dari Luar Daerah Pabean 23. Pastikan bahwa pemanfaatan JKP/BKP Tidak Berwujud dari Luar Daerah Pabean terutang PPN sesuai ketentuan yang berlaku.Audit Program – Pos Laba Rugi berdasarkan ketentuan perpajakan yang berlaku. Apabila SSP lembar 2 tidak ada dalam berkas. 19. 21. Cocokkan SSP lembar 1 dan 3 dengan SSP lembar 2. sehingga apabila terdapat perbedaan antara data yang ada di program PK-PM dengan yang ada di Sistem Informasi Perpajakan di KPP maka data yang benar adalah data yang disertai dengan dokumen pendukung. Lakukan equalisasi DPP PPN Jasa Luar Negeri dengan objek PPh Pasal 26 PPN atas Kegiatan Membangun Sendiri (Pasal 16C) 26. 22. Buat rekapitulasi SSP PPN yang dibayar sendiri. lakukan konfirmasi ke Bank Persepsi atau Kantor Pos. 25. Apabila SSP lembar 2 tidak ditemukan dalam berkas. Perlu diperhatikan bahwa program PK-PM hanyalah alat pemantauan. Cek kompensasi PPN bulan lalu dengan SPT PPN Masa sebelumnya. 18. Pastikan bahwa kegiatan membangun sendiri terutang PPN dan teliti bahwa kegiatan membangun sendiri yang dilakukan tidak dalam lingkungan perusahaan atau pekerjaan dan hasilnya dapat digunakan sendiri atau digunakan pihak lain. Untuk PPN atas kegiatan membangun sendiri tidak dalam lingkungan perusahaan/pekerjaan. surat jalan dan slip pembayaran. Untuk PPN atas pemanfaatan JKP/BKP Tidak Berwujud dari Luar daerah Pabean. Lakukan konfirmasi Pajak Masukan dengan memanfaatkan program PK-PM melalui intranet Direktorat Jenderal Pajak. sedangkan data yang benar adalah data yang ada dokumen pendukungnya. buatkan daftar SSP-nya dan cocokkan SSP lembar 1 dan 3 dengan SSP lembar 2. 24.

Penjualan bruto yang terkena PPn BM = a . Yakinkan bahwa penyerahan ke bendaharawan pemerintah atau KPKN (d). buat kertas kerja per KPP lokasi) . Dapatkan kertas kerja dari Wajib Pajak yang membuat rincian sebagai berikut : (dalan hal Wajib Pajak memiliki lokasi/cabang/perwakilan di luar KPP di mana Wajib Pajak berdomisili /berkedudukan.Penjualan bersih kena pajak = i = c – d – e – f + g – h .Penyerahan yang PPnBM-nya tidak dikenakan. Lakukan rekonsiliasi/ekualisasi dengan penambahan aktiva tetap di neraca Wajib Pajak. dibebaskan (e) dan penyerahan dengan tarif efektif adalah benar yaitu dengan memeriksa ke dokumen pendukungnya.Penjualan bersih = c = a – b . Sesuai dengan ketentuan yang berlaku PPN terutang sepanjang Pajak Masukan yang dibayar pada saat perolehannya dapat dikreditkan. tidak dipungut. dibebaskan = e . PPN atas Penyerahan Aktiva yang menurut tujuan semula tidak untuk diperjualbelikan (Pasal 16D) 28. Cocokkan penyerahan bulan terakhir tahun yang diperiksa dengan faktur pajak yang dibuat pada bulan pertama tahun berikutnya dan teliti kebenaran perhitungan jumlahnya untuk meyakinkan bahwa saldo yang tercantum pada huruf (h) adalah benar.Penyerahan tahun lalu yang PPnBM-nya dipungut tahun ini = g . bila ada = b (Perhatikan bahwa retur penjualan hanya dapat dikurangkan apabila terdapat nota retur dari pembeli) . Lakukan rekonsiliasi/ekualisasi dengan pengurangan aktiva tetap di neraca Wajib Pajak.PPnBM yang terutang selama tahun yang diperiksa = tarif PPnBM xi=A 31. Pajak Penjualan atas Barang Mewah 30. Lakukan perhitungan kembali penjualan bersih kena pajak (i) dan 42 .Penyerahan tahun ini yang PPn BM-nya dipungut tahun depan = h . 33. tidak dipungut.Penyerahan dengan tarif sahamtif = f . 29.Retur penjualan dan potongan lain.Penyerahan ke bendaharawan pemerintah atau KPKN = d . penyerahan yang PPnBM-nya tidak dikenakan. 32.Audit Program – Pos Laba Rugi yang berlaku 27.

Audit Program – Pos Laba Rugi PPnBM yang terutang selama tahun yang diperiksa. 35. Periksa penyetoran PPnBM selama tahun yang diperiksa (B) ke surat setoran pajak dan SPT Masa yang bersangkutan. 34. Hitung jumlah PPnBM yang terutang = (C) = (i) – (B) 43 .

4. Pastikan apakah pada pembukuan Wajib Pajak terdapat transaksi yang terutang BPHTB karena adanya perolehan hak milik. 44 . Dapatkan bukti setoran berupa Surat Setoran BPHTB. Dapatkan Nilai Perolehan Objek Pajak sebagai dasar pengenaan pajaknya dan cocokkan jumlahnya dengan jumlah yang tercantum pada Perhitungan Laba/Rugi. lakukan prosedur konfirmasi ke Bank Persepsi/Kantor Pos. hak pakai. dibayar dan dilaporkan sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku Prosedur Pemeriksaan 1. 2. Apabila SSB lembar ke-2 tidak ada dalam berkas. hak milik atas satuan rumah susun. Cocokkan SSB lembar ke-1 dan ke-3 dengan SSB lembar ke-2. Lakukan penelitian atas ketepatan waktu pembayaran dan pelaporannya. dan hak pengelolaan atas tanah dan atau bangunan. Periksa apakah pemindahan hak tersebut terutang BPHTB dan cocokan dengan dokumen pendukungnya seperti Akta. Teliti transaksi yang berhubungan dengan perolehan hak tersebut apakah karena pemindahan hak atau pemberian hak baru.Audit Program – Pos Laba Rugi Audit Program Perhitungan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan/atau Bangunan (BPHTB) Tujuan memastikan bahwa BPHTB telah dihitung. 3. Teliti kebenaran penerapan tarif dan perhitungan BPHTB tahun yang diperiksa. hak guna bangunan. 5. hak guna usaha. bukti pembayaran dan sebagainya.

utang PBB akhir tahun. letak/alamat. 45 . Periksa tagihan PBB selama tahun yang diperiksa ke Surat Pemberitahuan Pajak Terutang dan bandingkan dengan keterangan pada angka 2 di atas. tagihan PBB tahun yang diperiksa. Buat daftar dengan perincian : objek pajak. Teliti apakah Wajib Pajak memiliki tanah dan atau bangunan sebagai bagian dari daftar aktiva tetapnya yang menjadi objek PBB. luas objek. 3. 2. Periksa pembayaran PBB ke dokumen pendukungnya yaitu STTS. 4.Audit Program – Pos Laba Rugi Audit Program Perhitungan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Tujuan memastikan bahwa PBB yang terutang telah dibayar sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku Prosedur Pemeriksaan 1. utang PBB awal tahun. pembayaran PBB tahun yang diperiksa. bukti pengeluaran kas dan sebagainya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful