P. 1
RPP IPA/Biologi SMP VII Semester 2

RPP IPA/Biologi SMP VII Semester 2

|Views: 7,980|Likes:
Published by Irhami AR
Uploaded from Google Docs
Uploaded from Google Docs

More info:

Published by: Irhami AR on Feb 13, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

12/01/2015

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP

)

Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator

: : : : : :

SMP Negeri ........... IPA/Biologi VII/II 8 x 40 menit (4 x pertemuan) 7. Memahami saling ketergantungan dalam ekosistem. 7.1 Menentukan ekosistem dan saling hubungan antara komponen ekosistem. : 1. Mengidentifikasi satuan-satuan dalam ekosistem dan menyatakan bahwa matahari merupakan sumber energi utama pada sistem biologi. 2. Menggambarkan dalam bentuk diagram rantai makanan dan jaring-jaring kehidupan serta menjelaskan peran masingmasing tingkatan trofik.

A. Tujuan Pembelajaran Melalui pembelajaran ini diharapkan siswa mampu: 1. Menjelaskan pengertian ekosistem. 2. Menjelaskan satuan makhluk hidup dalam ekosistem. 3. Menyebutkan macam-macam ekosistem. 4. Menjelaskan komponen-komponen ekosistem. 5. Membedakan organisme autrotof dan organisme heterotof. 6. Membedakan organisme herbivora, karnivora dan omnivora. 7. Menjelaskan hubungan saling ketergantungan antara komponen biotik dan komponen abiotik. 8. Menjelaskan hubungan saling ketergantungan antara produsen, konsumen dan pengurai. 9. Membedakan antara rantai makanan dan jaring-jaring makanan. 10. Membuat jaring-jaring makanan yang terbentuk dari sekumpulan rantai makanan. 11. Menggambarkan piramida makanan dan perpindahan arus energi. 12. Menjelaskan siklus materi. 13. Menyebutkan pola interaksi antar organisme. 14. Membedakan simbiosis mutualisme, komensalisme dan parasitisme.

B. Materi Pembelajaran Materi Pokok:  Ekosistem  Saling ketergantungan Sub Materi  Pengertian ekosistem  Satuan makhluk hidup dalam ekosistem  Komponen penyusun ekosistem  Organisme autotrof dan heterotrof  Komponen biotik dan abiotik saling mempengaruhi  Saling ketergantungan antar komponen biotik.  Energi di dalam ekosistem  piramida ekologi

C. Metode Pembelajaran 1. Model  Direct Intruction (DI)  Cooperative Learning

2. Metode  Ceramah  Diskusi  Tanya jawab

D. Langkah-langkah Pembelajaran PERTEMUAN PERTAMA a. Kegiatan Pendahuluan  Menyampaikan apersepsi dengan menanyakan arti kata ekosistem.  Memberikan motivasi dengan menunjukkan gambar berbagai ekosistem. b. Kegiatan Inti  Guru menjelaskan materi tentang ekosistem dan satuan-satuan kehidupan dalam ekosistem.  Guru bersama siswa mendiskusikan macam-macam ekosistem berdasarkan proses terbentuknya.  Guru menjelaskan materi tentang komponen-komponen penyusun ekosistem.  Siswa diberi kesempatan untuk bertanya tentang materi yang kurang dipahami. c. Kegiatan Penutup  Siswa bersama guru berdiskusi untuk membuat rangkuman materi yang telah dibahas.  Guru memberi tugas rumah kepada siswa untuk membaca materi organisme autotrof dan heterotrof. PERTEMUAN KEDUA a. Kegiatan Pendahuluan  Menyampaikan apersepsi dengan memberikan pertanyaan tentang pengertian dari organisme autotrof dan heterotrof.  Memberi motivasi dengan menunjukkan contoh organisme autotrof dan heterotrof yang terdapat di lingkungan sekolah. b. Kegiatan Inti  Guru menjelaskan materi tentang organisme autotrof dan heterotrof.  Guru menjelaskan garis besar materi hubungan saling ketergantungan antar komponen dalam ekosistem.  Siswa dibagi ke dalam 2 kelompok.  Guru membagikan tugas kepada kelompok I untuk mendiskusikan hubungan saling ketergantungan antara komponen biotik dan abiotik. Sedangkan kelompok II mendiskusikan hubungan saling ketergantungan antar komponen biotik.  Guru membimbing setiap kelompok untuk mendiskusikan hasil kerjanya.  Wakil dari tiap kelompok diminta untuk mempresentasikan hasil diskusi ke depan kelas.  Guru menanggapi hasil diskusi siswa dan memberikan informasi yang sebenarnya. c. Kegiatan Penutup  Siswa bersama guru berdiskusi untuk membuat rangkuman materi yang telah dibahas.  Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal 1. PERTEMUAN KETIGA a. Kegiatan Pendahuluan  Menyampaikan motivasi dengan memberi pertanyaan tentang “apakah tumbuhan dapat hidup tanpa air?”

 Memberi motivasi dengan memberi pertanyaan tentang “apakah peran tumbuhan dalam rantai makanan?” b. Kegiatan Inti  Guru meminta siswa menjelaskan pengertian tentang rantai makanan dan jaringjaring makanan.  Guru meminta siswa untuk membedakan antara rantai makanan dan jaring-jaring makanan.  Guru menunjuk salah satu siswa untuk membuat contoh diagram rantai makanan di papan tulis.  Guru menuliskan sepuluh nama makhluk hidup, kemudian siswa berdiskusi untuk membuat diagram jaring-jaring makanan berdasarkan nama makhluk hidup tersebut.  Guru menjelaskan pengertian arus energi dan membuat diagram tentang arus energi dalam rantai makanan.  Guru menjelaskan pola interaksi organisme yang dibedakan menjadi tiga macam, yaitu simbiosis mutualisme, komensalisme, dan parasitisme.  Siswa bersama guru membedakan macam-macam simbiosis dan memberikan contoh masing-masing simbiosis.  Guru membuka sesi tanya jawab. c. Kegiatan Penutup  Siswa bersama guru berdiskusi untuk merangkum materi yang telah dibahas.  Guru memberikan tugas berupa latihan soal 2. PERTEMUAN KEEMPAT a. Kegiatan Pendahuluan  Guru menginformasikan bahwa akan diadakan ulangan harian. b. Kegiatan Inti  Siswa diberi kesempatan untuk membaca materi selama 15 menit.  Siswa diminta menjawab pertanyaan yang telah disediakan guru sebagai bahan ulangan harian. c. Kegiatan Penutup  Guru mengumpulkan hasil ulangan harian.

E. Media Pembelajaran a. Alat  Alat tulis b. Sumber Belajar  Buku IPA Biologi Kelas VII  Buku referensi yang relevan  Lingkungan sekitar

F. Penilaian Hasil Belajar a. Teknik Penilaian - Tes Tertulis b. Bentuk Instrumen - Uraian c. Contoh Instrumen - Contoh tes uraian 1. Jelaskan perbedaan antara individu, populasi, dan komunitas! 2. Buatlah sebuah diagram jaring-jaring makanan!

Menyetujui, Kepala SMP Negeri .....

................., ..................... Guru Bidang Studi

( _______________ ) NIP.

( ________________ ) NIP.

Soal Latihan 1

Jawablah pertanyaan berikut dengan singkat dan jelas! 1. 2. 3. 4. 5. Jelaskan pengertian ekosistem! Tuliskan contoh populasi yang menyusun komunitas danau! Jelaskan perbedaan fungsi produser, komposer, dan dekomposer! Tuliskan contoh komponen abiotik dalam ekosistem! Kelompokkan organisme di bawah ini ke dalam herbivor, karnivor, dan omnivor! a. Kuda e. ikan lele i. ular b. Ayam f. sapi j. kupu-kupu c. Semut g. bebek k. kadal d. Katak h. tikus l. monyet

Jawaban Soal Latihan 1

No. Jawaban 1. Ekosistem adalah lingkungan tempat berlangsungnya interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya. 2. Semua fitoplankton yang terdapat di danau. 3. Produser berfungsi menghasilkan bahan organik dari bahan anorganik. Konsumer berfungsi memakan bahan organik yang dihasilkan oleh produser. Dekomposer berfungsi menguraikan zat organik menjadi zat anorganik. 4. Air, batu, oksigen, dan cahaya matahari. 5. Herbivor: kuda, sapi, tikus, semut, kupu-kupu, Karnivor: ular, katak, kadal, ikan lele Omnivor: ayam, Total Skor

Skor 20 20 20 20 20 100

Skor yang diperoleh Nilai = _______________________ x 100 Total skor maksimal (100)

Nilai : ………

Soal Latihan 2

Jawablah pertanyaan berikut dengan singkat dan jelas! 1. Berikan satu contoh adanya saling mempengaruhi antara komponen abiotik dan biotik! 2. Jelaskan perbedaan antara rantai makanan dengan jaring-jaring makanan! 3. Buatlah sebuah diagram jaring-jaring makanan! 4. Berikan contoh hubungan antibiosis antar organisme! 5. Apa perbedaan antara simbiosi parasitisme dan komensalisme!

Jawaban Soal Latihan 2

No. Jawaban 1. Cacing tanah yang menyuburkan tanah. 2. Rantai makanan : rangkaian proses makan dan dimakan dengan ururtan tertentu, yang ditunjukkan dengan satu arah. Jaring-jaring makanan : gabungan dua atau lebih dari rantai makanan yang saling berhubungan satu sama lainnya. 3. Elang

Skor 20 20

Ular

Laba-laba

Burung Kecil 20

Tikus

Wereng

Ulat

Belalang

Tanaman Padi 4. 5. Jamur Penicillium mengeluarkan zat antibiotik yang dapat menghambat atau mematikan mikroorganisme lain yang hidup di sekitarnya. Simbiosis parasitisme : hubungan antara dua organisme berbeda spesies dimana salah satu pihak memperoleh keuntungan, sedangkan pihak lain dirugikan. Simbiosis komensalisme : hubungan antara dua organisme yang menguntungkan satu pihak, sedangkan pihak yang lain tidak diuntungkan dan juga tidak dirugikan. Total Skor Skor yang diperoleh Nilai = _______________________ x 100 Total skor maksimal (100) 20

20

100

Nilai : ………

Soal Ulangan Harian

Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan jelas! 1. Apa yang dimaksud dengan: a. Ekosistem c. Dekomposer e. Biosfer b. Produser d. Komunitas f. Karnivor 2. Jelaskan perbedaan antara: a. Organisme autotrof dan heterotrof b. Komponen biotik dan abiotik 3. Sebutkan 3 contoh peristiwa alam yang saling mempengaruhi antara komponen biotik dan abiotik! 4. Gambarkan diagram rantai makanan dan jaring-jaring makanan! 5. Berikan contoh simbiosis mutualisme, parasitisme, dan komensalisme!

Soal Ulangan Harian
No. Jawaban 1. a. Ekosistem : lingkungan tempat berlangsungnya interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya. b. Produser : makhluk hidup yang mampu menghasilkan bahan organik dari bahan anorganik. c. Dekomposer : mikroorganisme pengurai yang menguraikan zat organik menjadi zat anorganik. d. Komunitas : keseluruhan makhluk hidup yang mengadakan interaksi di suatu tempat pada waktu tertentu. e. Biosfer : lapisan permukaan bumi dan atmosfer yang dihuni oleh seluruh makhluk hidup. f. Karnivor : pemakan daging. 2. a. Organisme autotrof : organisme yang mampu menyusun zat makanannya sendiri. Sedangkan Organisme heterotrof : organisme yang tidak mampu menyusun zat makanannya sendiri sehingga harus mendapatkan makanan dengan memakan organisme lain. b. Komponen biotik : komponen yang hidup pada suatu ekosistem. Sedangkan komponen abiotik : komponen yang tak hidup pada suatu ekosistem. 3. a. Kacang kedelai menyuburkan tanah b. Cacing tanah menyuburkan tanah c. Manusia mempengaruhi lingkungan abiotik 4. Rantai makanan Rumput Ulat Katak Ular Elang jaring-jaring makanan Elang Skor

20

20

20

Ular

Laba-laba

Burung Kecil 20

Tikus

Wereng

Ulat

Belalang

Tanaman Padi

 Contoh sismbiosis mutualisme : Pada lumut kerak (antara jamur dan alga).  Contoh simbiosis parasitisme : kutu kepala pada tubuh inang. 5.  Contoh simbiosis komensalisme : Antara ikan remora dan ikan hiu. Total Skor

20 100

MATERI ESSENSIAL
Syamsuri, I. dkk. 2007. IPA Biologi Jilid 1 Kelas VII. Jakarta: Erlangga. (hal. 133-162) 2. Pengertian Ekosistem Ekosistem adalah lingkungan tempat berlangsungnya interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Ekosistem terdiri dari benda hidup, yang disebut faktor biotik, dan benda tak hidup, yang disebut faktor abiotik. Interaksi antar kedua faktor tersebut menyebabkan ekosistem tumbuh, berkembang, dan mengalami perubahan. Ekosistem memerlukan energi. Dan sumber energi yang utama dalam ekosistem adalah matahari.

Ekosistem perairan laut 3. Satuan makhluk hidup dalam ekosistem a. Populasi Satu ekor ikan pemakan bangkai atau satu tumbuhan teratai disebut individu. Jadi, individu adalah satuan makhluk hidup tunggal. Individu-individu dari spesies yang sama membentuk populasi. Semua tumbuhan teratai di kolam tersebut disebut populasi teratai. Jadi, populasi adalah sekumpulan individu sejenis dalam satu area tertentu. b. Komunitas Antara populasi yang satu dengan yang lain juga terjadi interaksi. Interaksi antara populasi di dalam suatu area pada suatu waktu membentuk komunitas. Jadi, komunitas merupakan keseluruhan makhluk hidup yang mengadakan interaksi di suatu tempat pada waktu tertentu. Contohnya komunitas hutan, yang terdiri atas berbagai jenis tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme yang saling berinteraksi. c. Ekosistem Di tempat tinggal anggota komunitas benda, terdapat benda tak hidup, misalnya tanah, air, udara, dan cahaya matahari. Antara komunitas dan benda tak hidup (abiotik) tersebut berinteraksi membentuk ekosistem. Semua ekosistem di permukaan bumi berinteraksi membentuk ekosistem yang besar, yaitu ekosfer. Lapisan permukaan bumi dan atmosfer yang dihuni oleh seluruh makhluk hidup disebut biosfer. Berdasarkan proses terbentuknya ekosistem, ada 2 jenis ekosistem, yaitu: 1. Ekosistem alami, terbentuk tanpa campur tangan manusia, contohnya laut, danau, dan hutan.

Ekosistem danau

2.

Ekosistem buatan, terbentuk karena campur tangan manusia, contohnya kolam, kebun, dan sawah. Tingkat organisasi penyusun ekosistem dan biosfer: Individu

Populasi

Komunitas

Ekosistem

Ekosfer

Biosfer 4. Komponen Penyusun Ekosistem a. Komponen Biotik 1) Produser, yaitu makhluk hidup yang mampu menghasilkan bahan organik dari bahan anorganik. Contoh alga, lumut, dan tumbuhan berklorofil. 2) Konsumer, yaitu pemakan bahan organik yang dihasilkan oleh produser. Contoh semua hewan dan tumbuhan tak berklorofil. 3) Dekomposer, yaitu mikroorganisme pengurai yang menguraikan zat organik menjadi zat anorganik. Contoh bakteri pembusuk dan jamur. Daur materi di dalam ekosistem Linkungan Penggolongan komponen biotik berdasar perannya dalam ekosistem: Produser: penghasil bahan organik. Konsumer I: pemakan tingkat I, langsung memakan produser. Konsumer II: memakan konsumer I. Konsumer III: memakan II. Konsumer puncak: konsumer tingkat terakhir. Dekomposer (pengurai) menguraikan bahan organik menjadi anorganik.

Dekomposer

Produser

Konsumer

b. Komponen Abiotik Komponen abiotik ekosistem meliputi antara lain gas oksigen, karbon dioksida, air, tanah, suhu, kelembapan, cahaya matahari, dan ruangan. 5. Organisme Autotrof dan Heterotrof a. Organisme autotrof, yaitu organisme yang mampu menyusun zat anorganik menjadi zat organik melalui proses fotosintesis atau kemosintesis. Contohnya organisme berklorofil. b. Organisme heterotrof, yaitu organisme yang tidak mampu menyusun zat anorganik menjadi zat organik sehingga harus mendapatkan makanannya dengan cara memakan organisme lain. Berdasarkan jenis makanannya, organisme ini dapat dibedakan menjadi herbivor (pemakan tumbuhan), karnivor (pemakan daging), omnivor (pemakan segala), scavenger (pemakan bangkai), dan detritivor (pemakan serpihan atau sisa organisme lain).

∆ Burung nasar yang saling berebut makanan betrupa bangkai. Burung nasar berperan sebagai Scavenger

6.

Komponen biotik dan abiotik saling mempengaruhi Beberapa contoh peristiwa alam yang saling mempengaruhi antara lain sebagai berikut: a. Kacang kedelai menyuburkan tanah

Kacang kedelai memiliki bintil-bintil akar yang mengandung bakteri Rhizobium yang mampu menangkap nitrogen dari udara, yang diperlukan oleh tumbuhan untuk pertumbuhan. b. Cacing tanah menyuburkan tanah c. Manusia mempengaruhi lingkungan abiotik 7. Saling ketergantungan antar komponen biotik a. Saling ketergantungan antar individu satu spesies Antara lain dalam memperoleh makanan, membuat sarang, dan berkembang biak. b. Saling ketergantungan antar individu berbeda spesies Antara lain dalam peristiwa makan dimakan, yang mengakibatkan terbentuknya: 1) Rantai makanan, yaitu rangkaian proses makan dimakan dalam ekosistem dengan urutan tertentu, yang ditunjukkan dengan satu arah. Sebagai contoh:

2) Jaring-jaring makanan, proses makan dan dimakan dalam suatu ekosistem yang menggambarkan kumpulan rantai makanan yang saling berhubungan satu sama lainnya.

3) Piramida makanan, yaitu komposisi rantai makanan yang semakin tinggi tingkat trofiknya, akan semakin sedikit jumlah organismenya.

c. Bentuk interaksi antar organisme 1) Netralisme dan antibiosis Netralisme adalah hubungan yang tidak saling mempengaruhi, meskipun berbagai organisme hidup pada habitat yang sama. Antibiosis adalah interaksi antar organisme di salah satu organisme menghasilkan zat antibiotik atau racun yang berbahaya bagi oranisme lainnya. 2) Predatorisme Predatorisme adalah pola interaksi di mana hewan yang satu memangsa hewan lainnya. 3) Simbiosis Simbiosis adalah hubungan yang erat antara dua organisme berbeda spesies yang hidup bersama. Dibedakan menjadi:  Simbiosis mutualisme, yaitu hubungan yang saling menguntungkan antara dua spesies organisme yang hidup bersama. Contohnya pada lumut kerak (lichen).

Lumut kerak merupakan bentuk simbiosis mutualisme antara jamur dan alga  Simbiosis parasitisme, yaitu hubungan antara dua organisme berbeda spesies dimana salah satu pihak memperoleh keuntungan, sedangkan pihak lain dirugikan. Pihak yang diuntungkan disebut parasit, sedangkan pihak yang rugi disebut inang. Contohnya Rafflesia arnoldi.

Batang tumbuhan Rafflesia arnoldi masuk ke tubuh inang untuk menyerap makanan  Simbiosis komensalisme, yaitu hubungan antara dua organisme yang menguntungkan satu pihak, sedangkan pihak yang lain tidak diuntungkan dan juga tidak dirugikan. Contohnya pola hidup antara ikan remora dengan ikan hiu.

Ikan remora mengikuti ikan hiu untuk berlindung dari ikan pemangsa

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )

Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator

: SMP Negeri ................ : IPA/Biologi : VII/II : 8 x 40 menit (4 x pertemuan) : 7. Mamahami saling ketergantungan dalam ekosistem : 7.2 Mengidentifikasi pentingnya keanekaragaman makhluk hidup dalam pelestarian ekosistem. : 1. Mendefinisikan makhluk hidup yang tergolong langka. 2. Menyebutkan contoh hewan dan tumbuhan yang tergolong makhluk hidup langka di suatu lokasi. 3. Mengemukakan pentingnya membudidayakan tumbuhan dan hewan langka. 4. Mendeskripsikan usaha-usaha yang dapat dilakukan manusia untuk pelestarian ekosistem.

A. Tujuan Pembelajaran Melalui pembelajaran ini siswa diharakan mampu: 1. Mendefinisikan tentang makhluk hidup langka. 2. Mengemukakan pentingnya membudidayakan tumbuhan dan hewan langka.
3. Menyebutkan beberapa jenis hewan dan tumbuhan yang telah langka di Indonesia.

4. Menyebutkan usaha-usaha yang dapat dilakukan manusia untuk pelestarian keanekaragaman hayati. B. Materi Pembelajaran Materi Pokok:  Pelestarian keanekaragaman hayati Sub Materi:  Perlindungan keanekaragaman hayati  Pemeliharaan hewan dan tumbuhan C. Metode Pembelajaran 1. Model - Direct Instruction (DI) 2. Metode - Ceramah D. Langkah-langkah Pembelajaran PERTEMUAN PERTAMA a. Kegiatan pendahuluan  Guru menggali pengetahuan siswa tentang keanekaragaman makhluk hidup.  Guru memberikan motivasi bertanya tentang perbedaan dan persamaan antara hewan dan tumbuhan untuk menunjukkan keanekaragaman makhluk hidup.  Guru menyebutkan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dalam proses belajar mengajar. b. Kegiatan Inti  Guru menjelaskan materi tentang keanekaragaman hayati di Indonesia dan perlindungan keanekaragaman hayati.  Guru membuka sesi tanya jawab.  Siswa diminta untuk mengerjakan soal latihan sebagai bahan evaluasi. c. Kegiatan Penutup  Guru membimbing siswa untuk menyimpulkan materi yang telah disampaikan.

 Siswa diberikan tugas rumah untuk mencatat konsep-konsep penting mengenai materi yang telah diberikan dan mempelajari kembali materi pertemuan hari ini di rumah. PERTEMUAN KEDUA a. Kegiatan Pendahuluan  Guru mengingatkan kembali tentang pentingnya melestarikan keanekaragaman makhluk hidup.  Guru memberi motivasi dengan bertanya tentang mengapa Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi?

b. Kegiatan Inti  Guru menjelaskan kembali materi pada pertemuan pertama untuk memperdalam pemahaman mengenai pokok bahasan ini.  Guru membuka sesi pertanyaan.  Siswa diminta untuk mengerjakan soal latihan sebagai bahan evaluasi. c. Kegiatan penutup  Guru mengumpulkan hasil latihan soal.  Guru menugaskan siswa untuk mempelajari materi pemeliharaan hewan dan tumbuhan. PERTEMUAN KETIGA a. Kegiatan pendahuluan  Guru memberi apersepsi dengan bertanya tentang pernahkah kalian pergi ke kebun binatang.  Guru memberi motivasi dengan bertanya tentang termasuk contoh pemeliharaan in situ atau ex situ kebun binatang tersebut. b. Kegiatan Inti  Guru menjelaskan materi tentang pemeliaharaan hewan dan tumbuhan.  Guru membuka sesi tanya jawab.  Siswa diminta mencatat konsep-konsep penting tentang materi yang telah dijelaskan. c. Kegiatan Penutup  Guru membimbing siswa untuk menarik kesimpulan dari materi yang telah dipelajari.  Menginformasikan bahwa minggu depan akan diadakan ulangan harian.

PERTEMUAN KEEMPAT a. Kegiatan pendahuluan  Guru memberikan informasi bahwa akan segera diadakan ulangan harian. b. Kegiatan Inti  Siswa diberi kesempatan untuk membaca materi selama 15 menit.  Siswa diminta menjawab pertanyaan yang telah disediakan guru sebagai bahan ulangan harian. c. Kegiatan Penutup  Guru mengumpulkan hasil ulangan harian.

E. Media Pembelajaran a. Alat/bahan :  Alat tulis

b. Sumber Belajar :  Buku IPA Biologi Kelas VII  Buku referensi yang relevan

F. Penilaian Hasil Belajar a. Teknik Penilaian - Tes tertulis b. Bentuk Instrumen - Uraian c. Contoh Instrumen - Contoh tes uraian 1. Apa yang dimaksud dengan hewan langka? 2. Sebutkan 2 contoh hewan dan tumbuhan langka beserta asalnya! 3. Mengapa hewan dan tumbuhan langka perlu dilestarikan? 4. Sebutkan 5 usaha yang dapat kita lakukan untuk membantu pelestarian keanekaragaman hayati!

Menyetujui, Kepala SMP Negeri .....

................., ..................... Guru Bidang Studi

( _______________ ) NIP.

( ________________ ) NIP.

Soal Latihan

Jawablah pertanyaan berikut dengan singkat dan jelas! 2. Mengapa keanekaragaman makhluk hidup perlu dilestarikan? 3. Apa yang dimaksud dengan hewan langka? Berikan 3 contohnya! 4. Apakah yang dimaksud dengan: a. Cagar alam b. Hutan wisata 5. Jelaskan perbedaan antara pemeliharaan secara in situ dengan ex situ! 6. Sebutkan 5 usaha yang dapat kita lakukan untuk membantu pelestarian keanekaragaman hayati!

Jawaban Soal Latihan

No. Jawaban 1. Karena setiap makhluk hidup mempunyai peranan di dalam lingkungannya serta bermanfaat bagi manusia dan pengembangan ilmu pengetahuan. 2. Hewan langka adalah hewan yang terancam punah jika populasinya tinggal sedikit di dunia. Contohnya: harimau sumatra, badak bercula satu, dan komodo. 3. a. Cagar alam adalah perlindungan alam dengan membiarkan ekosistem dalam suatu wilayah apa adanya. b. Hutan wisata adalah hutan produksi (diambil hasilnya) dimanfaatkan untuk obyek wisata. 4. Pemeliharan secara in situ : pemeliharaan hewan atau tumbuhan di habitat aslinya, tidak di bawa keluar. Pemeliharan secara ex situ: Pemeliharaan hewan atau tumbuhan di luar habitat aslinya, namun kondisinya diupayakan sama dengan habitat aslinya. 5. 1. Tidak membunuh hewan dan tumbuhan liar 2. Tidak mempermainkan hewan liar dan memetik tumbuhan langka 3. Sewaktu bertamasya atau berkemah, tetaplah memelihara kelestarian lingkungan, tidak membawa pulang hewan dan tumbuhan langka 4. Tidak membuang sampah di sembarang tempat, karena dapat mengganggu kesehatan hewan jika sampah termakan hewan tersebut 5. Tidak membuang limbah ke lingkungan, misal limbah rumah tangga atau pestisida, karena dapat membahayakan kehidupan hewan dan tumbuhan yang ada di lingkungan tersebut. Total Skor

Skor 20 20

20

20

20

100

Skor yang diperoleh Nilai = _______________________ x 100 Total skor maksimal (100)

Nilai : ………

Soal Ulangan Harian
Jawablah pertanyaan berikut dengan singkat dan jelas! 1. Mengapa Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi? 2. Apakah yang dimaksud dengan hewan endemik? Berikan 3 contoh! 3. Apakah yang dimaksud dengan tumbuhan endemik? Berikan 2 contoh! 4. Mengapa hewan dan tumbuhan langka perlu dilestarikan? 5. Sebutkan 2 contoh hewan dan tumbuhan langka beserta asalnya! 6. Apakah yang dimaksud dengan konservasi, dan apa tujuannya? 7. Sebutkan tujuan dibuat taman nasional dan kebun raya! 8. Apakah yang dimaksud dengan penangkaran? 9. Apakah yang dimaksud dengan pemeliharaan ex situ? Berikan contohnya! 10. Sebutkan 2 cara yang dapat kita lakukan untuk membantu melestarikan keanekaragaman makhluk hidup!

Jawaban Ulangan Harian

No. Jawaban 1. Karena indonesia terletak di daerah tropik, yang memiliki curah hujan tinggi dan tanah vulkanik yang subur. 2. Hewan endemik adalah hewan yang hanya terdapat di wilayah tertentu. Contohnya: badak bercula satu, jalak bali, dan gajah sumatra. 3. Tumbuhan endemik adalah tumbuhan yang hanya terdapat di daerah tertentu. Contohnya: raflesia dan bunga bangkai. 4. Karena hewan dan tumbuhan langka akan terancam punah bila tinggal sedikit di seluruh dunia. 5. Hewan langka: tarsius (Sulawesi Utara) dan badak bercula satu (Ujung Kulon). Tumbuhan langka : sawo kecik (Bali) dan raflesia (sumatra). 6. Konservasi adalah perlindungan terhadap keanekaragaman hayati. Tujuan: untuk melindungi flora dan fauna dari ancaman kepunahan. 7.  Taman Nasional bertujuan untuk melindungi flora, fauna, beserta ekosistemnya untuk kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, budaya, dan rekreasi alam.  Kebun Raya bertujuan untuk menghimpun tumbuhan dari berbagai tempat untuk dilestarikan, selain itu dapat dimanfaatkan untuk penelitian dan rekreasi. 8. Penangkaran adalah suatu usaha pemeliharaan untuk memaksimalkan budidaya tumbuhan dan hewan. 9. Pemeliharan ex situ : Pemeliharaan hewan atau tumbuhan di luar habitat aslinya, namun kondisinya diupayakan sama dengan habitat aslinya. Contoh : pengembangbiakan hewan di kebun binatang. 10. a. Tidak membunuh hewan dan tumbuhan liar. b. Tidak membuang sampah di sembarang tempat, karena dapat mengganggu kesehatan hewan jika sampah termakan oleh hewan tersebut. Total Skor Skor yang diperoleh Nilai = _______________________ x 100 Total skor maksimal (100)

Skor 5 10 10 5 10 10

15

5 15

15 100

Nilai : ………

MATERI ESSENSIAL
Syamsuri, I. dkk. 2007. IPA Biologi Jilid 1 kelas VII. Jakarta: Erlangga. (hal 169-173) Keanekaragaman makhluk hidup perlu dilestarikan karena setiap makhluk hidup mempunyai peranan di dalam lingkungannya. Selain itu, makhluk hidup bermanfaat bagi manusia dan pengembangan ilmu pengetahuan. Manusia sangat bergantung pada keanekaragaman makhluk hidup. Gangguan lingkungan pada akhirnya juga akan menyengsarakan manusia. Karena itu, diperlukan upaya pelestarian keanekaragaman makhluk hidup. A. Keanekaragaman hayati indonesia Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki keanekaragaman hayati tertinggi di dunia. Karena indonesia terletak di daerah tropik, yang memiliki curah hujan tinggi dan tanah vulkanik yang subur.

(a)

(b)

(c)

(d)

(e) (f) ∆ Organisme endemik: (a) tarsius di sulawesi utara, (b) Rafflesia sp. di Bengkulu, (c) Jalak Bali di Bali, (d) Binturong, (e) Maleo di Sulawesi, dan (f) Komodo di Pulau Komodo

Berikut diuraikan beberapa contoh tipe keanekaragaman di indonesia: 1. Tipe Oriental (tipe asia), yang terdapat di Sumatra, Jawa, dan Kalimantan. Di daerah ini banyak dijumpai hewan bertubuh besar seperti gajah, badak, harimau, dan banteng. Terdapat 13 jenis primata seperti kera, monyet, orang utan, dan tarsius. Terdapat burung-burung dengan warna kurang menarik, tetapi memilki kicauan yang merdu. 2. Tipe Australia, terdapat di Indonesia bagian timur yaitu Papuan dan Maluku. Ciri hewan pada tipe ini adalah mamalianya bertubuh kecil. Terdapat hewan berkantong (misal kangguru), primata primitif, dan burung berbulu indah (cendrawasih, kakaktua, dan betet). 3. Tipe Peralihan (di antara tipe Oriental dan Australia), terdapat di Sulawesi, Lombok, Nusa Tenggara. Contohnya anoa, babi rusa dan tarsius. B. Perlindungan keanekaragaman hayati Perlindungan (konservasi) keanekaragaman hayati merupakan kesepakatan untuk melindungi flora dan fauna dari ancaman kepunahan. Flora dan fauna dapat terancam kepunahan jika populasinya tinggal sedikit di dunia. Flora dan fauna yang demikian di sebut langka. Contoh flora langka antara lain: raflesia (sumatra), andalas (Sumatra), sawo kecik (bali). Contoh fauna langka antara laian: Tapir (Sumatra), rangkong, badak (sumatra, jawa, kalimantan). Oleh karena flora fauna itu hidup pada habitat tertentu, maka upaya pelestariannya juga meliputi ekosistem di suatu wilayah. Perlindungan tersebut meliputi upaya mendirikan cagar alam, taman nasional, hutan wisata, taman laut, hutan lindung, dan kebun raya. 1. Cagar alam Cagar alam adalah perlindungan alam dengan membiarkan ekosistem dalam suatu wilayah apa adanya. Perkembangan diserahkan kepada alam agar terjadi proses alami. Cagar alam di maksudkan untuk melindungi ciri khas tumbuhan, hewan, dan ekosistem alam. Manusia dilarang memasukinya tanpa izin khusus. Contohnya cagar alam pangandaran (Jawa Barat).

Cagar Alam 2. Taman nasional Taman nasional bertujuan untuk melindungi flora, fauna, beserta ekosistemnya untuk kepantingan pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, budaya, dan rekreasi alam. Contoh taman nasional antara lain: TN Gunung Leuser (aceh dan Sumatra utara), TN kerinci Seblat ( Sumatra selatan dan bengkulu), TN Bukit barisan selatan (Bengkulu dan lampung), TN Ujung kulon (Banten), TN Gunung gede Pangrango (Bogor dan sukabumi, jawa barat), TN Kepulauan seribu (DKI Jakarta) , TN Bromo Tengger (Jawa Timur), TN Bali Barat, TN Komodo (Nusa Tenggara Barat). Dan TN Tanjungputing (Kalimantan Tengah).

Taman Nasional Gunung Leuser

3. Hutan Wisata Hutan wisata adalah hutan produksi (diambil hasilnya) dimanfaatkan untuk obyek wisata. Dengan adanya hutan wisata ini, diharapkan wisatawan dapat menikmati keanekaragaman hayati beserta lingkungannya sehingga semakin meningkat kepeduliannya terhadap lingkungan.

Hutan Wisata 4. Taman Laut Taman laut merupakan wilayah lautan yang memiliki keanekaragaman laut tingkat tinggi, unik, dan indah. Kawasan ini dijadikan sebagai kawasan konservasi alam, misalnya taman laut Bunaken di Sulawesi utara.

Taman laut Bunaken 5. Hutan Lindung Biasanya terletak di daerah pegunungan. Hutan tersebut berfungsi sebagai daerah resapan air. Hal ini untuk mengatur tata air dan menjaga agar tidak terjadi erosi.

Hutan Lindung

6. Kebun Raya Kebun raya adalah kebun buatan yang berguna untuk menghimpun tumbuhan dari berbagai tempat untuk dilestarikan. Selain itu, Kebun Raya juga dimanfaatkan untuk penelitian dan rekreasi. Contoh: Kebun Raya Bogor dan Kebun Raya Purwodadi (Jawa Timur).

Kebun raya Bogor

C. Pemeliharaan hewan dan tumbuhan Untuk melestarikan hewan dan tumbuhan perlu dilakukan pembudidayaan, yaitu mengembangbiakkan tumbuhan dan hewan dengan tujuan memperbanyak jumlahnya. Untuk memaksimalkan budidaya dilakukan pemeliharaan yang disebut penangkaran. Hewan dan tumbuhan langka dipelihara di suatu tempat pemeliharaan. Berdasarkan tempat pemeliharaan tersebut, dikenal istilah pemeliharaan in situ dan ex situ. 1. Pemeliharaan in Situ Pemeliharan in situ adalah pemeliharaan hewan atau tumbuhan di habitat aslinya, tidak dibawa keluar. Misalnya memelihara ikan yang terdapat di suatu danau yang dilakukan di danau tersebut, tidak dibawa ke danau lain atau sungai. Ini dilakukan agar lingkungannya tetap sesuai dengan lingkungan alaminya. 2. Pemeliharaan Ex Situ Pemeliharan ex situ adalah pemeliharaan hewan atau tumbuhan di luar habita aslinya. Pengembangbiakan hewan dikebun binatang merupakan upaya pemeliharaan ex situ. Jika berhasil dikembangbiakkan, sering kali organisme tersebut dikembalikan ke habitat aslinya. Contohnya, setelah berhasil ditangkar secara ex situ, jalak Bali di lepaskan ke habitat aslinya di Bali.

Kebun binatang menjadi tempat pemeliharaan Ex Situ

Masyarakat awam hendaknya tidak memelihara hewan atau tumbuhan langka yang rawan punah. Memelihara burung, kera, atau orang utan di rumah akan menyebabkan hewan tersebut semakin cepat punah. Sebaiknya, hewan tersebut dibiarkan hidup secara alami atau diserahkan pemeliharaanya kepada orang yang ahli agar ditangkarkan dan kemudian dilepaskan kembali ke habitat aslinya. Kita dapat berperan serta untuk dapat melestarikannya dengan memelihara hewan atau tumbuhan hasil penangkaran atau budidaya, misalnya burung kenari, ikan hias, tanaman hias, kucing, anjing. Cara membantu melestarikan keanekaragaman makhluk hidup 1. Tidak membunuh hewan dan tumbuhan liar 2. Tidak mempermainkan hewan liar dan memetik tumbuhan langka 3. Sewaktu bertamasya atau berkemah, tetaplah memelihara kelestarian lingkungan, tidak membawa pulang hewan dan tumbuhan langka 4. Tidak membuang sampah di sembarang tempat, karena dapat mengganggu kesehatan hewan jika sampah termakan hewan tersebut 5. Tidak membuang limbah ke lingkungan, misal limbah rumah tangga atau pestisida, karena dapat membahayakan kehidupan hewan dan tumbuhan yang ada di lingkungan tersebut.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )

Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator

: : : : : :

SMP Negeri ................ IPA/Biologi VII/II 8 x 40 menit (4 x pertemuan) 7. Memahami saling ketergantungan dalam ekosistem. 7.3 Memprediksi pengaruh kepadatan populasi manusia terhadap lingkungan. : 1. Memperkirakan hubungan antara populasi penduduk dengan kebutuhan air bersih dan udara bersih. 2. Memperkirakan hubungan antara populasi penduduk dengan kebutuhan pangan. 3. Memperkirakan hubungan antara populasi penduduk dengan kebutuhan lahan. 4. Menjelaskan pengaruh peningkatan populasi penduduk terhadap kerusakan lingkungan.

A. Tujuan Pembelajaran Melalui pembelajaran ini diharapkan siswa mampu: 1. Menjelaskan dampak kepadatan populasi manusia. 2. Memperkirakan hubungan antara populasi penduduk dengan kebutuhan air bersih, udara bersih, pangan, dan lahan. 3. Menjelaskan dampak peningkatan populasi penduduk terhadap kerusakan lingkungan.

B. Materi Pembelajaran Materi Pokok :  Dampak kepadatan populasi manusia Sub Materi  Pertambahan jumlah penduduk dunia  Kepadatan penduduk dan permasalahannya  Masalah kependudukan di Indonesia  Penanggulangan masalah kependudukan

C. Metode Pembelajaran 1. Model  Cooperative Learning  Direct Introduction (DI) 2. Metode  Diskusi kelompok  Ceramah

D. Langkah-langkah Pembelajaran PERTEMUAN PERTAMA a. Kegiatan Pendahuluan  Guru memberi apersepsi kepada siswa dengan menunjukkan sebuah gambar penduduk yang padat pada suatu area.  Guru menanyakan pendapat siswa bagaimana keadaan penduduk di area tersebut dan siswa diminta menyebut faktor-faktor yang mempengaruhi kepadatan penduduk.  Guru memberikan motivasi dengan memberikan pertanyaan, ”Apakah pengaruh negatif dan positif dari kepadatan penduduk?”

b. Kegiatan Inti  Siswa dibagi ke dalam 4-5 kelompok (masing-masing kelompok terdiri dari 5-6 orang).  Guru membagikan LKS kepada setiap kelompok.  Guru menyampaikan tujuan yang ingin dicapai dari diskusi.  Siswa diminta membaca bagian materi yang ditugaskan, kemudian menjawab bahan diskusi yang terdapat pada LKS.  Meminta perwakilan kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi.  Memberikan penguatan pada hasil diskusi. c. Kegiatan Akhir  Siswa dibimbing untuk menarik kesimpulan dari materi yang telah dipelajari.  Memberi tugas merangkum materi tentang Dampak Kepadatan Populasi Manusia. PERTEMUAN KEDUA a. Kegiatan Pendahuluan  Guru memberi motivasi dengan bertanya tentang dampak yang ditimbulkan dari kepadatan penduduk. b. Kegiatan Inti  Menjelaskan materi tentang pertambahan penduduk dunia.  Guru bersama siswa mendiskusikan materi tentang kepadatan penduduk dan permasalahannya.  Siswa diberi tugas untuk merangkum konsep-konsep penting dari materi yang yang telah dipelajari. c. Kegiatan Akhir  Guru membimbing siswa untuk menarik kesimpulan dari materi yang telah dipelajari.  Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal. PERTEMUAN KETIGA a. Kegiatan Pendahuluan  Guru memberi motivasi dengan bertanya apa dampak meningkatnya populasi manusia terhadap kondisi lingkungan. b. Kegiatan Inti  Guru menjelaskan materi tentang penanggulangan masalah kependudukan.  Guru membuka sesi tanya jawab.  Siswa diminta mencatat konsep-konsep penting dari materi yang telah dijelaskan. c. Kegiatan Akhir  Guru membimbing siswa untuk menarik kesimpulan materi yang telah dipelajari. PERTEMUAN KEEMPAT a. Kegiatan Pendahuluan  Memberikan informasi bahwa akan segera diadakan ulangan harian. b. Kegiatan Inti  Siswa diberi kesempatan untuk membaca materi selama sepuluh menit.  Siswa diminta untuk menjawab pertanyaan yang telah disediakan sebagai bahan ulangan harian. c. Kegiatan Akhir  Mengumpulkan hasil ulangan.  Siswa diminta untuk mempelajari materi pengelolaan lingkungan.

E. Media Pembelajaran 1. Alat  Alat tulis  Gambar kepadatan penduduk  LKS 2. Sumber Belajar  Buku IPA Biologi Kelas VII  Buku referensi yang relevan

F. Penilaian Hasil Belajar a. Teknik penilaian - Tes tertulis - Tes kinerja Penilaian ini dilakukan dengan mengamati seluruh kegiatan siswa satu per satu. Hasilnya dicatat untuk dimasukkan dalam tabel penilaian. Format penilaian kinerja sebagai berikut. Hari/Tanggal Kelas/Semester : .... : .... Aspek Penilaian Keaktifan Kerja Sama Siswa 1 2 3 4 1 2 3 4 Nilai Akhir

No 1. 2. 3. 4. 5. Dst

Nama Siswa

Presentasi 1 2 3 4

Jumlah

Keterangan : 1 = Kurang. 2 = Cukup. 3 = Baik. 4 = Sangat baik Kriteria Penilaian : 𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑎𝑘ℎ𝑖𝑟 = 𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ𝑎𝑛 × 100 𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑢𝑚

b. Bentuk instrumen - Uraian - Penugasan c. Contoh Instrumen - Contoh Uraian 1. Jelaskan hubungan antara peningkatan jumlah penduduk dengan kebutuhan dan ketersediaan air bersih dan udara bersih di lingkungan! 2. Jelaskan hubungan antara peningkatan jumlah penduduk di suatu daerah dengan kebutuhan dan ketersediaan pangan! 3. Jelaskan hubungan antara peningkatan jumlah penduduk di suatu daerah dengan kebutuhan dan ketersediaan lahan untuk perumahan! 4. Apa dampak yang ditimbulkan terhadap lingkungan akibat meningkatnya jumlah penduduk? - Contoh tugas rumah 1. Apa yang dimaksud dengan daya dukung lingkungan? 2. Mengapa di negara-negara miskin, pertambahan penduduknya besar?

Menyetujui, Kepala SMP Negeri .....

................., ..................... Guru Bidang Studi

( _______________ ) NIP.

( ________________ ) NIP.

LEMBAR KEGIATAN SISWA 1

Tujuan : Memperkirakan hubungan antara kepadatan penduduk dengan kebutuhan air bersih. Alat dan Bahan : - Alat tulis - Kertas - Buku IPA Biologi Cara Kerja : Bacalah petunjuk kerja di bawah ini: 1. Jawablah pertanyaan berikut dengan berdiskusi bersama teman sekelompok. 2. Presentasikan di depan kelas. Bahan Diskusi : 1. Jika jumlah penduduk di suatu daerah meningkat, apakah kebutuhan air bersih juga akan meningkat? 2. Apakah ketersediaan jumlah air bersih di suatu daerah cenderung meningkat, tetap atau menurun? 3. Jika demikian, jelaskan hubungan antara peningkatan jumlah penduduk, kebutuhan dan ketersediaan air bersih di lingkungan! 4. Tindakan apa yang bisa kita lakukan agar ketersediaan air bersih tetap terjaga atau mencukupi?

LEMBAR KEGIATAN SISWA 2

Tujuan : Memperkirakan hubungan antara kepadatan penduduk dengan kebutuhan udara bersih. Alat dan Bahan : - Alat tulis - Kertas - Buku IPA Biologi Cara Kerja : Bacalah petunjuk kerja di bawah ini: 1. Jawablah pertanyaan berikut dengan berdiskusi bersama teman sekelompok! 2. Presentasikan di depan kelas! Bahan Diskusi : 1. Di daerah manakah yang lebih nyaman untuk bernapas, di tengah sawah yang menghijau atau di pasar yang padat pengunjung? Berikan penjelasan mengapa demikian? 2. Jika demikian, jelaskan hubungan antara peningkatan jumlah penduduk di suatu daerah dengan kebutuhan dan ketersediaan udara bersih! 3. Tindakan apa yang bisa kita lakukan agar ketersediaan udara bersih di daerahmu tetap terjaga atau mencukupi, sehingga kamu tetap merasa nyaman tinggal disana?

LEMBAR KEGIATAN SISWA 3

Tujuan : Memperkirakan hubungan antara kepadatan penduduk dengan kebutuhan pangan. Alat dan Bahan : - Alat tulis - Kertas - Buku IPA Biologi Cara Kerja : Bacalah petunjuk kerja di bawah ini: 1. Jawablah pertanyaan berikut dengan berdiskusi bersama teman sekelompok. 2. Presentasikan di depan kelas. Bahan Diskusi : Setiap makhluk hidup perlu makan setiap hari. Jumlah penduduk di setiap daerah terus meningkat karena adanya kelahiran dan perpindahan. Sementara itu banyak lahan sawah di ubah menjadi perumahan. Akibatnya produksi pangan, khususnya padi terus menurun. 1. Perkirakan dengan penjelasan, apa yang akan terjadi jika jumlah penduduk terus meningkat sementara jumlah produksi pangan tetap atau menurun? 2. Berikut adalah tabel jumlah penduduk di desa Cempaka pada tahun 2001-2005 Tahun 2001 2002 2003 2004 2005 Jumlah Penduduk 5000 5200 5500 5750 6000 (Jiwa / Orang) Kebutuhan Beras 2500 2600 2750 2875 3000 (Kg) Buat sebuah grafik yang menunjukkan hubungan antara jumlah penduduk dan kebutuhan pangan ( beras) !

Kebutuhan beras (Kg) Jumlah penduduk (Jiwa) 3. Jelaskan dengan kalimat sederhana hubungan antara peningkatan jumlah penduduk di suatu daerah dengan kebutuhan dan ketersediaan pangan! 4. Upaya apa yang dapat kita lakukan agar ketersediaan pangan tetap mencukupi?

LEMBAR KEGIATAN SISWA 4

Tujuan : Memperkirakan hubungan antara kepadatan penduduk dengan kebutuhan lahan. Alat dan Bahan : - Alat tulis - Kertas - Buku IPA Biologi Cara Kerja : Bacalah petunjuk kerja di bawah ini: 1. Jawablah pertanyaan berikut dengan berdiskusi bersama teman sekelompok. 2. Presentasikan di depan kelas. Bahan Diskusi : Setiap keluarga/orang membutuhkan tempat tinggal atau rumah untuk berteduh dan berlindung agar memperoleh rasa aman dan nyaman. Setiap waktu bertambah jumlah keluarga baru terbentuk. Mereka membutuhkan rumah dan tempat kerja. Sementara itu luas permukaan bumi yang kita huni tidak pernah bertambah. 1. Perkirakan dengan penjelasan apa yang akan terjadi dengan harga tanah atau rumah di setiap daerah atau kota! Meningkat atau menurunkah harga tanah atau rumah? 2. Apakah artinya, jika harga tanah atau rumah di Jakarta lebih tinggi dari daerah lain? 3. Jelaskan dengan kalimat sederhana hubungan antara peningkatan jumlah penduduk di suatu daerah dengan kebutuhan dan ketersediaan lahan untuk perumahan!

Soal Ulangan Harian

Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan jelas! 1. Apa dampak yang ditimbulkan terhadap lingkungan akibat meningkatnya jumlah penduduk? 2. Kebutuhan penduduk dapat dibedakan menjadi 2 macam, sebutkan dan berikan contohnya masing-masing! 3. Jelaskan hubungan antara peningkatan jumlah penduduk dengan kebutuhan dan ketersediaan air bersih di lingkungan! 4. Jelaskan hubungan antara kepadatan jumlah penduduk dengan kebutuhan pangan dan ketersediaan lahan! 5. Sebutkan 6 usaha yang dapat ditempuh untuk menanggulangi masalah kependudukan!

Jawaban Ulangan Harian

No. Jawaban 1. Dampak peningkatan jumlah penduduk terhadap lingkungan antara lain dapat menimbulkan pencemaran lingkungan dan kerusakan hutan. 2. 3.  Kebutuhan primer. Contohnya: makanan, pakaian, dan perumahan.  Kebutuhan sekunder. Contohnya: radio, televisi, dan perhiasan. Adanya peningkatan jumlah penduduk menyebabkan kebutuhan air bersih juga bertambah. Karena kegiatan yang dilakukan oleh manusia sendiri menyebabkan kebutuhan air bersih tidak sebanding dengan meningkatnya populasi manusia. Populasi manusia dari waktu ke waktu terus mengalami peningkatan, sedang air bersih mengalami penurunan yang disebabkan adanya pencemaran air. Banyak lahan pertanian atau perkebunan yang diubah menjadi perumahan, pabrik, dan lain-lain. Akibatnya terjadi ketidakseimbangan antara produksi pangan dan jumlah penduduk yang selalu bertambah. a. b. c. d. e. f. Meningkatkan produksi pangan Menekan laju pertumbuhan penduduk Meningkatkan taraf pendidikan Mengurangi jumlah pengangguran Mencegah pencemaran lingkungan Meningkatkan kesehatan masyarakat Total Skor Skor yang diperoleh Nilai = _______________________ x 100 Total skor maksimal (100)

Skor 20 20

20

4.

20

5.

20

100

Nilai : ………

MATERI ESSENSIAL
Syamsuri, I. Dkk. 2007. IPA Biologi Jilid 1 Kelas VII. Jakarta: Erlangga. (hal. 186-192)

DAMPAK KEPADATAN POPULASI MANUSIA
Bertambahnya populasi manusia mempengaruhi daya dukung lingkungan. Daya dukung lingkungan adalah kemampuan lingkungan memberikan sumber daya alam untuk kehidupan organisme di dalamnya secara normal. Sumber daya alam yang dihasilkan atau yang ada di lingkungan, jumlahnya terbatas. Jika jumlah organisme melebihi batas, akan terjadi permasalahan lingkungan. Permasalahan tersebut misalnya semakin langkanya sumber daya alam, terjadinya pencemaran. Dan terjadinya persaingan untuk mendapatkan sumber daya alam. 1. Jumlah penduduk dunia Jumlah penduduk dunia terus meningkat dari tahun ketahun. Pada tahun 0 M, penduduk dunia diperkirakan ¼ miliar. Pada tahun 1650, yaitu 16,5 abad kemudian, jumlah penduduk dunia mencapai dua kali lipat menjadi ½ miliar orang. Sekitar tahun 1900-an, atau sekitar 2,5 abad kemudian, jumlah penduduk dunia menjadi 1 miliar. Pada tahun 1970, jumlah penduduk dunia 3,6 miliar orang. Hanya dalam waktu 30 tahun setelah itu, atau sekitar tahun 2000, jumlah penduduk dunia mencapai 7 miliar. Dengan data tersebut, kita dapat mengetahui betapa pesatnya pertambahan umat manusia. Pertambahn jumlah penduduk terbesar justru terjadi di negara-negara miskin. Kesenjangan antara negara kaya dan miskin akan semakin besar. Thomas Robert Malthus, seorang ahli ekonomi Inggris yang hidup pada tahun 1766-1834, meramalkan bahwa umat manusia akan mengalami kesengsaraan, karena populasi umat manusia bertambah menurut deret ukur, sedangkan pengadaan kebutuhan hidup manusia hanya bertambah menurut deret hitung. Akibatnya akan terjadi kelaparan, kriminalitas, kemerosotan moral, penyakit, dan perang. Penduduk Indonesia juga bertambah pertahun. Perhatikan tabel perkembangan penduduk Indonesia di bawah ini. Jumlah penduduk Pertambahan Laju Pertumbuhan Tahun (juta) (juta) (%) 1905 40,4 1920 52,3 11,9 2,52 1930 60,7 8,4 1,54 1940 70,4 9,7 1,53 1950 77,2 6,8 0,98 1961 97,0 19,8 2,27 1971 119,2 22,2 2,07 1980 146,9 27,7 2,09 1990 178,5 31,6 1,97 2000 206,2 27,7 1,49 2010 237,5 31.3 1,49 2. Kepadatan Penduduk dan permasalahannya Kebutuhan penduduk dapat dibedakan menjadi kebutuhan primer dan kebutuhan sekunder. Kebutuhan primer adalah kebutuhan pokok, yang meliputi makanan, pakaian, dan perumahan. Kebutuhan pokok harus terpenuhi. Jika tidak terpenuhi akan menimbulkan permasalahan sosial, misalnya kelaparan, kriminalitas, dan berjangkitnya penyakit. Kebutuhan sekunder adalah kebutuhan hidup yang tidak harus ada. Jika tidak terpenuhi, kemungkinannya kecil untuk menimbulkan gejala sosial. Contoh kebutuahn sekunder antara lain, perhiasan, kendaraan bermotor, radio, dan televisi. Pertambahan penduduk umumnya terpusat di kota-kota besar. Kepadatan penduduk yang meningkat dapat menurunkan kesejahteraan penduduk misalnya, di bidang perumahan. Di kota besar, sering kali terdapat daerah perumahan kumuh, yakni perumahan dengan kondisi kebersihan dan kesehatan yang memprihatinkan. Beberapa penduduk urban (penduduk kota) ada yang membuat rumah dari karton dan plastik di bawah jembatan dan di tepi sungai.

 Semakin besar populasi penduduk mengakibatkan semakin banyak sumber daya alam yang diperlukan.

3.

Masalah kependudukan di Indonesia Semakin besar populasi penduduk dan kepadatan penduduk, semakin banyak masalah kependudukan yang timbul. Masalah kependudukan di Indonesia menyangkut jumlah (kuantitas) penduduk yang besar, kualitas penduduk perlu ditingkatkan, dan penyebaran penduduk yang tidak merata. a. Jumlah penduduk yang besar Dari hasil sensua penduduk tahun 2000, diketahui bahwa penduduk Indonesia berjumlah kurang lebih 206.264.595 orang. Pada saat ini, Indonesia merupakan negara ke-4 terbesar dalam hal jumlah penduduk setelah Cina, Amerika Serikat, dan India. Jumlah penduduk yang semakin besar memerluka sumber daya alam yang semakin banyak. Sumber daya alam tersebut diambil dari lingkungan, kemudian limbahnya dibuang ke lingkungan. Akibat pembuangan limbah, terjadi kerusakan dan pencemaran lingkungan. b. Kualitas penduduk yang rendah Kualitas penduduk yang rendah dapat dilihat baik dari segi ekonomi, pendidikan, maupun kesehatan. Keadaan sosial ekonomi yangsangat lemah membuat penduduk tidak dapat menyekolahkan anak-anaknya. Banyak anak yang terpaksa putus sekolah (droup Out). Akibatnya, mereka tidak dapat meningkatkan kesejahteraan Keluarga.

∆ Kondisi lingkungan yang buruk menunjukkan rendahnya tingkat kesehatan

Rendahnya kualitas penduduk juga dapat dilihat dari rendahnyaTingkat kesehatan. Kondisi masyarakat yang demikian ditandai oleh : a. Kesehatan diri rendah (tampak misalnya dari pakaian, kulit, rambut, gigi) b. Banyak penderita kurang gizi (avitaminosis, penyakit kulit) c. Kondisi lingkungan buruk (kurang air bersih, kurang udara bersih, lembab, becek) d. Banyak terjangkit penyakit menular dan kronis (misal TBC, diare, tifus, kadas, panu) Sebagian masyarakat kita masih terjebak dalam penderitaan. Hal tersebut merupakan tugas dan tanggung jawab kita semua utnuk turut serta menanggulanginya. c. Penyebaran penduduk yang tidak merata Dari jumlah penduduk Indonesia, 60% bertempat tinggal di pulau jawa yang luasnya hanya 6,6% dari luas Indonesia. Kepadatan penduduk Indonesia yang paling tinggi adalah di Pulau Jawa, yaitu 946 orang per km2, Sedangkan kepadatan penduduk di luar pulau Jawa hanya 50 orang per km2, Propinsi terpadat adalah DKI Jakarta dengan kepadatan penduduk 12.628 orang/km2 (BPS, 2000). Akibat penyebaran penduduk yang kurang merata, maka Pertumbuhan ekonomi dan pembangunan umumnya terkonsentrasi di kota-kota besar di Pulau Jawa. Sebagai contoh, pusat-pusat perbelanjaan, perkantoran, tempat pendidikan tinggi, dan tempat hiburan, kebanyakan berkembang di kota-kota besar di Pulau Jawa. Sebaliknya, di pulau-pulau besar yang luas, seperti Kalimantan, Sumatra, Papua, dan Sulawesi belum berkembang. Oleh karena itu, perlu penyebaran penduduk yang lebih merata. 4. Penanggulangan Masalah Kependudukan Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, peningkatan jumlah Penduduk menimbulkan masalah baru dalam berbagai segi kehidupan dan lingkungan. Saat ini, banyak negara yang merasa khawatir akan adanya permasalahan tersebut. Indonesia termasuk salah satu negara yang giat dalam menanggulangi masalah kependudukan. Kita menyadari bahwa hasil-hasil pembangunan ekonomi tidak akan berarti jika hanya digunakan untuk membiayai pertambahan penduduk. Usaha-usaha yang dapat ditempuh adalah sebagai berikut : a. Meningkatkan produksi pangan b. Menekan laju pertumbuhan penduduk c. Meningkatkan taraf pendidikan d. Pemanfaatan sumber daya alam sesuai kebutuhan e. Mencari sumber makanan baru f. Meratakan penyebaran penduduk dengan meningkatkan pertumbuhan ekonomi g. Mengurangi jumlah pengangguran h. Mencegah pencemaran lingkungan i. Meningkatkan kesehatan masyarakat.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu Standar Kompetensi Kompetensi Dasar

: : : : : :

Indikator

SMP Negeri ............. IPA/Biologi VII/II 6 x 40 menit (3 x pertemuan) 7. Memahami saling ketergantungan dalam ekosistem 7.4 Mengaplikasikan peran manusia dalam pengelolaan lingkungan untuk mengatasi pencemaran dan kerusakan lingkungan. : 1. Mengemukakan konsekuensi penebangan hutan dan pengaruhnya terhadap kerusakan lingkungan. 2. Mengidentifikasi sumber pencemaran air, udara, tanah, dan suara. 3. Mendeskripsikan cara penangulangan pencemaran dan kerusakan lingkungan.

A. Tujuan Pembelajaran Melalui pembelajaran ini diharapkan siswa mampu: 1. Menyebutkan fungsi hutan hujan tropis. 2. Menjelaskan pengaruh meningkatnya populasi dan penebangan hutan terhadap kerusakan lingkungan. 3. Meramalkan dampak dari penebangan hutan di Indonesia. 4. Mengusulkan usaha-usaha untuk mencegah dan mengatasi kerusakan lingkungan akibat penebangan hutan. 5. Menjelaskan pengaruh aktivitas manusia terhadap pencemaran lingkungan. 6. Menjelaskan dampak pencemaran lingkungan terhadap makhluk hidup secara global. 7. Mengusulkan usaha-usaha mencegah dan mengatasi pencemaran air, udara, tanah, dan suara. 8. Menjelaskan proses terjadinya hujan asam, efek rumah kaca, dan terbentuknya lubang ozon.

B. Materi Pembelajaran Materi Pokok:  Pengelolaan lingkungan Sub Materi:  Penebangan hutan  Pencemaran lingkungan  Kegiatan berwawasan lingkungan

C. Metode Pembelajaran Model: - Direct Introduction (DI) - Numbered Heads Together (NHT) Metode: - Ceramah - Diskusi kelompok

D. Langkah-langkah Pembelajaran PERTEMUAN PERTAMA 1. Kegiatan Pendahuluan  Memotivasi siswa dengan menunjukkan gambar tanah longsor dan banjir. Kemudian mengajukan pertanyaan “gambar apa ini?”

 Melanjutkan pertanyaan ”mengapa bisa terjadi seperti pada kedua gambar tersebut?”  Melanjutkan pertanyaan ”Dapatkah hal-hal seperti di gambar ini dicegah supaya tidak terjadi?”  Menuliskan topik yang akan dipelajari yaitu Pengelolaan lingkungan.  Menyebutkan tujuan pembelajaran yang akan dicapai dalam belajar. 2. Kegiatan Inti  Menjelaskan materi tentang Penebangan Hutan.  Menanyakan kepada siswa apakah sudah paham atau ada pertanyaan mengenai materi yang telah dijelaskan.  Membuka sesi pertanyaan.  Melanjutkan menjelaskan materi tentang Pencemaran Lingkungan secara umum.  Membuka sesi pertanyaan. 3. Kegiatan Penutup  Guru membimbing siswa untuk merangkum materi yang telah dibahas.  Guru memberikan evaluasi berupa soal latihan.  Guru menugaskan siswa untuk mempelajari materi pencemaran air, udara, tanah, dan suara untuk persiapan diskusi kelompok pada pertemuan kedua. PERTEMUAN KEDUA 1. Kegiatan Pendahuluan  Memberi apersepsi kepada siswa dengan pertanyaan akibat pembuangan air deterjen ke sungai.  Memberi motivasi kepada siswa dengan pertanyaan tentang pengertian pencemaran lingkungan dan macam-macam pencemaran lingkungan. Kegiatan Inti  Membagi siswa ke dalam 5 kelompok, seluruh siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor.  Membagikan LKS dan masing-masing kelompok mengerjakannya.  Masing-masing kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiapanggota kelompok dapat mengerjakannya/mengetahui jawabannya.  Guru memanggil salah satu nomor siswa. Siswa yang nomornya dipanggil melaporkan hasil kerjasamanya.  Meminta tanggapan dari teman yang lain, kemudian guru menanggapi jawaban dari siswa dengan memberikan informasi yang sebenarnya melalui gambar pada layar LCD/OHP.  Menunjuk nomor yang lain sampai semua pertanyaan terjawab. Kegiatan Penutup  Siswa (bersama guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman kegiatan.  Memberikan penghargaan kepada kelompok dengan kinerja baik. PERTEMUAN KETIGA 1. Kegiatan Pendahuluan  Menggali pengetahuan awal siswa mengenai kegiatan berwawasan lingkungan. 2. Kegiatan inti  Menjelaskan materi tentang Kegiatan Berwawasan Lingkungan.  Membuka sesi tanya jawab.  Melakukan evaluasi dengan memberikan soal ulangan harian. 3. Kegiatan Penutup  Mengumpulkan hasil ulangan harian.

2.

3.

E. Media Pembelajaran 1. Alat a. Gambar tanah longsor dan banjir b. LKS c. OHP 2. Sumber Belajar a. Buku IPA Biologi Kelas VII. b. Buku referensi yang relevan. c. Lingkungan. F. Penilaian Hasil Belajar d. Teknik Penilaian - Tes Tertulis - Tes kinerja Penilaian ini dilakukan dengan mengamati seluruh kegiatan siswa satu per satu. Hasilnya dicatat untuk dimasukkan dalam tabel penilaian. Format penilaian kinerja sebagai berikut. Hari/Tanggal Kelas/Semester : .... : .... Aspek Penilaian Keaktifan Kerja Sama Siswa 1 2 3 4 1 2 3 4 Nilai Akhir

No 1. 2. 3. 4. 5. Dst

Nama Siswa

Presentasi 1 2 3 4

Jumlah

Keterangan : 1 = Kurang. 2 = Cukup. 3 = Baik. 4 = Sangat baik Kriteria Penilaian : 𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑎𝑘ℎ𝑖𝑟 = 𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ𝑎𝑛 × 100 𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑢𝑚

e. Bentuk Instrumen - Uraian f. Contoh Instrumen - Contoh tes uraian 1. Apa dampak yang ditimbulkan terhadap lingkungan akibat penebangan hutan? 2. Sebutkan sumber pencemaran air, udara, tanah, dan suara! 3. Jelaskan upaya yang dapat kita lakukan untuk menanggulangi pencemaran air, udara, tanah, dan suara! Menyetujui, Kepala SMP Negeri ..... ................., ..................... Guru Bidang Studi

( _______________ ) NIP.

( ________________ ) NIP.

Latihan Pertemuan I
Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar! 1. Sebutkan 9 fungsi hutan! 2. Apa dampak yang ditimbulkan terhadap lingkungan akibat penebangan hutan? 3. Bagaimana cara kita mengelola hutan agar tidak terjadi kerusakan hutan?

Jawaban Latihan Pertemuan I
No. 1. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Jawaban Mengatur suhu lingkungan. Mengatur kelembapan. Mengatur cadangan air. Sebagai tempat berlindung dan berbiaknya berbagai satwa liar. Menyadiakan oksigen dan produser bagi kehidupan kita. Manghambat angin. Mencegah erosi. Menghasilkan buah dan kayu sehingga mendatangkan devisa negara. 9. Sebagai paru-paru bumi. Dampak penebangan hutan, yaitu: 1. Punahnya berbagai spesies hewan, tumbuhan, dan mikroorganisme di dalam hutan punah. 2. Suhu lingkungan meningkat. 3. Terjadi erosi sehingga lapisan tanah yang subur terbawa air. 4. Terjadi tanah longsor. 5. Di musim hujan terjadi banjir, sedangkan di musim kemarau sungai dan mata air mengering. Dengan melakukan reboisasi (penghijauan kembali) dan melakukan tebang pilih. Skor

35

2.

35

3.

30

Skor yang diperoleh Nilai = _______________________ x 100 Total skor maksimal (100)

Nilai : ..........

LEMBAR KERJA SISWA (LKS) Kelompok : 1 (Satu) Anggota Kelompok : 1a. 1b. 1c. 1d. 1e. 1f. Pokok Bahasan : Pencemaran Lingkungan

Tujuan : 1. Siswa dapat menjelaskan pengaruh aktivitas manusia terhadap pencemaran lingkungan. 2. Siswa dapat mengusulkan usaha-usaha mencegah dan mengatasi pencemaran lingkungan. 3. Siswa dapat menjelaskan akibat pencemaran lingkungan terhadap makhluk hidup secara global. Alat dan Bahan :  Alat tulis  Buku IPA Biologi Petunjuk Kerja : Bacalah petunjuk kerja di bawah ini: 3. Diskusikan jawaban yang benar untuk pertanyaan berikut dan pastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakan/mengetahui jawabannya. 4. Laporkan hasil diskusi untuk siswa yang nomornya ditunjuk. Bahan Diskusi : 1. Apakah dampak yang ditimbulkan terhadap lingkungan akibat pencemaran tanah? Jelaskan! Jawab: __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ 2. Sebutkan upaya yang dapat kita lakukan untuk menanggulangi pencemaran tanah! Jawab: __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________

LEMBAR KERJA SISWA (LKS)

Kelompok : 2 (Dua) Anggota Kelompok : 2a. 2b. 2c. 2d. 2e. 2f. Pokok Bahasan : Pencemaran Lingkungan

Tujuan : 1. Siswa dapat menjelaskan pengaruh aktivitas manusia terhadap pencemaran lingkungan. 2. Siswa dapat mengusulkan usaha-usaha mencegah dan mengatasi pencemaran lingkungan. 3. Siswa dapat menjelaskan akibat pencemaran lingkungan terhadap makhluk hidup secara global. Alat dan Bahan :  Alat tulis  Buku IPA Biologi Petunjuk Kerja : Bacalah petunjuk kerja di bawah ini: 1. Diskusikan jawaban yang benar untuk pertanyaan berikut dan pastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakan/mengetahui jawabannya. 2. Laporkan hasil diskusi untuk siswa yang nomornya ditunjuk. Bahan Diskusi : 1. Apakah dampak yang ditimbulkan terhadap lingkungan akibat dari pencemaran air? Jawab: _________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ 2. Sebutkan 3 upaya yang dapat kita lakukan untuk menanggulangi pencemaran air! Jawab: __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________

LEMBAR KERJA SISWA (LKS)

Kelompok : 3 (Tiga) Anggota Kelompok : 3a. 3b. 3c. 3d. 3e. 3f. Pokok Bahasan : Pencemaran Lingkungan

Tujuan : 1. Siswa dapat menjelaskan pengaruh aktivitas manusia terhadap pencemaran lingkungan. 2. Siswa dapat mengusulkan usaha-usaha mencegah dan mengatasi pencemaran lingkungan. 3. Siswa dapat menjelaskan akibat pencemaran lingkungan terhadap makhluk hidup secara global. Alat dan Bahan :  Alat tulis  Buku IPA Biologi Petunjuk Kerja : Bacalah petunjuk kerja di bawah ini: 1. Diskusikan jawaban yang benar untuk pertanyaan berikut dan pastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakan/mengetahui jawabannya. 2. Laporkan hasil diskusi untuk siswa yang nomornya ditunjuk. Bahan Diskusi : 1. Sebutkan dan jelaskan dampak yang ditimbulkan dari pencemaran udara! Jawab: __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ 2. Sebutkan upaya yang dapat kita lakukan untuk menanggulangi pencemaran udara? Jawab: _________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________

LEMBAR KERJA SISWA (LKS)

Kelompok : 4 (Empat) Anggota Kelompok : 4a. 4b. 4c. 4d. 4e. 4f. Pokok Bahasan : Pencemaran Lingkungan

Tujuan : 1. Siswa dapat menjelaskan pengaruh aktivitas manusia terhadap pencemaran lingkungan. 2. Siswa dapat mengusulkan usaha-usaha mencegah dan mengatasi pencemaran lingkungan. 3. Siswa dapat menjelaskan akibat pencemaran lingkungan terhadap makhluk hidup secara global. Alat dan Bahan :  Alat tulis  Buku IPA Biologi Petunjuk Kerja : Bacalah petunjuk kerja di bawah ini: 1. Diskusikan jawaban yang benar untuk pertanyaan berikut dan pastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakan/mengetahui jawabannya. 2. Laporkan hasil diskusi untuk siswa yang nomornya ditunjuk. Bahan Diskusi : 1. Jelaskan penyebab dan dampak dari pencemaran suara! Jawab: _________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ 2. Bagaimana upaya yang dapat kita lakukan untuk menanggulangi pencemaran suara? Jawab: __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________

LEMBAR KERJA SISWA (LKS)

Kelompok : 5 (Lima) Anggota Kelompok : 5a. 5b. 5c. 5d. 5e. 5f. Pokok Bahasan : Pencemaran Lingkungan

Tujuan : 1. Siswa dapat menjelaskan pengaruh aktivitas manusia terhadap pencemaran lingkungan. 2. Siswa dapat mengusulkan usaha-usaha mencegah dan mengatasi pencemaran lingkungan. 3. Siswa dapat menjelaskan akibat pencemaran lingkungan terhadap makhluk hidup secara global. Alat dan Bahan :  Alat tulis  Buku IPA Biologi Petunjuk Kerja : Bacalah petunjuk kerja di bawah ini: 1. Diskusikan jawaban yang benar untuk pertanyaan berikut dan pastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakan/mengetahui jawabannya. 2. Laporkan hasil diskusi untuk siswa yang nomornya ditunjuk. Bahan Diskusi : 1. Jelaskan penyebab kerusakan lapisan ozon! Jawab: ________________________________________________________________ ________________________________________________________________ ________________________________________________________________ ________________________________________________________________ ________________________________________________________________ ________________________________________________________________ ________________________________________________________________ ________________________________________________________________ 2. Apa dampak yang ditimbulkan terhadap lingkungan maupun makhluk hidup akibat penipisan atau kerusakan lapisan ozon? Jawab: ________________________________________________________________ ________________________________________________________________ ________________________________________________________________ ________________________________________________________________ ________________________________________________________________ ________________________________________________________________ ________________________________________________________________ ________________________________________________________________

Soal Ulangan Harian

Jawablah pertanyaan berikut dengan benar! 1. Sebutkan dampak yang ditimbulkan terhadap lingkungan akibat penebangan hutan secara liar! 2. Apa upaya yang dapat kita lakukan untuk menanggulangi pencemaran air? 3. Jelaskan penyebab terjadinya efek rumah kaca! 4. Apa yang dimaksud dengan: i. Reboisasi ii. Pemanasan global 5. Bagaimana cara menanggulangi sampah yang sulit terurai agar tidak mencemari tanah?

Jawaban Ulangan Harian

No. 1.

1. 2. 3. 4. 5.

Jawaban Punahnya berbagai spesies hewan, tumbuhan, dan mikroorganisme di dalam hutan punah. Suhu lingkungan meningkat. Terjadi erosi sehingga lapisan tanah yang subur terbawa air. Terjadi tanah longsor. Di musim hujan terjadi banjir, sedangkan di musim kemarau sungai dan mata air mengering.

Skor

30

2.

a.

b. c.

Tidak membuang limbah cair ke selokan atau sungai. Industri di haruskan membuat kolam pengolahan limbah cair sehingga limbah cair yang dibuang ke sungai tidak membahayakan ekosistem air. Seharusnya, limbah pemukiman tidak langsung di buang ke sungai, melainkan di masukkan terlebih dahulu ke kolam pengolahan limbah. Tidak membuang sampah di sembarang tempat, yang akan terbawa aliran air hujan ke selokan dan sungai. Tidak membuangsisa obat atau insectisida ke selokan atau sungai.

30

3.

Efek rumah kaca terjadi akibat meningkatnya jumlah CO2 di udara.Panas matahari yang mencapai permukaan bumi dipantulkan ke angkasa. Akan tetapi, karena bumi di selubungi gas pencemar, panas tersebut di pantulkan kembali ke bumi. Adanya selubung gas pencemar ini menyebabkan panas matahari terperangkap sehingga suhu bumi meningkat. a. b. Reboisasi: Penghijauan kembali hutan yang telah gundul dengan menanami pohon. Pemanasan global: Peningkatan suhu bumi.

20

4.

10

5.

Sampah yang sulit diurai bisa dimanfaatkan kembali dengan mendaur ulang dan dapat dimanfaatkan kembali untuk bahan yang bermanfaat.

10

Skor yang diperoleh Nilai = _______________________ x 100 Total skor maksimal (100)

Nilai : ..........

MATERI ESSENSIAL Syamsuri, I. 2007. IPA Biologi Jilid 1 Kelas VII. Jakarta: Erlangga. (Hal. 178-186 ) A. Penebangan Hutan Hutan di Indonesia tergolong hutan hujan tropis. Ciri utamanya adalah memiliki keanekaragaman tumbuhan dan hewan yang tinggi. Hutan memiliki fungsi ekologis yang penting, misalnya: 1. Mengatur suhu lingkungan. 2. Mengatur kelembapan. 3. Mengatur cadangan air. 4. Sebagai tempat berlindung dan berbiaknya berbagai satwa liar. 5. Menyadiakan oksigen dan produser bagi kehidupan kita. 6. Manghambat angin. 7. Mencegah erosi. 8. Menghasilkan buah dan kayu sehingga mendatangkan devisa negara. 9. Sebagai paru-paru bumi. Hutan hujan tropis berperan sebagai paru-paru bumi dan mempengaruhi iklim global. Jika hutan rusak, kadar CO2 di bumi meningkat sehingga suhu bumi semakin panas. Akibatnya terjadi perubahan iklim global, badai topan, banjir dan bencana alam. Saat ini hutan di Indonesia kian menyempit karena banyak yang ditebangi. Akibat penebangan hutan sebagai berikut: 1. Punahnya berbagai spesies hewan, tumbuhan, dan mikroorganisme di dalam hutan punah. 2. Suhu lingkungan meningkat. 3. Terjadi erosi sehingga lapisan tanah yang subur terbawa air. 4. Terjadi tanah longsor. 5. Di musim hujan terjadi banjir, sedangkan di musim kemarau sungai dan mata air mengering.

Banjir

Tanah longsor

B. Pencemaran Lingkungan Pencemaran lingkungan (polusi) adalah masuknya bahan-bahan ke dalam lingkungan yang dapat mengganggu kehidupan organisme di dalamnya. Pencemaran terjadi baik secara alami maupun akibat tindakan manusia. Pencemaran alami misalnya karena letusan gunung berapi. Seiring dengan semakin besarnya populasi manusia dan semakin banyaknya kebutuhan manusia, pencemaransemakin besar pula. Pencemaran tidak dipandang dari satu individu, melainkan dari populasi manusia. Semakin besar populasinya, semakin besar pula pencemarannya. Misalnya jika ke dalam ekosistem sungai hanya seorang yang buang air, sungai tersebut masih dapat ”membersihkan diri”. Akan tetapi, jika yang buang air ke dalam ekosistem sungai 10.000 orang, maka sungai tersebut sudah tidak mampu lagi menetralkan bahan pencemar. Dengan demikian air sungai menjadi tercemar.

Pencemaran lingkungan dapat dibedakan menjadi : Pencemaran Tanah Pencemaran tanah adalah masuknya polutan (bahan pencemar) berupa bahan cair atau padat ke suatu areal tanah. Bahan cair atau limbah cair tersebut misalnya limbah rumah tangga, limbah industri, dan limbah pertanian (insektsida, pupuk). Bahan padat atau limbah padat misalnya limbah rumah tangga (sampah), limbah industri (logam, plastik), dan limbah pasar (sampah) a.

Limbah Pertanian

Limbah Cair industri

Pencemaran tanah dapat membunuh mikroorganisme (pengurai), hewan, dan tumbuhan. Hal ini akan mengganggu atau memutuskan jaring-jaring makanan. Beberapa bahan pencemar mengandung logam berat (misal merkuri, kadmium, litium) yang jika dibuang ke lingkungan dapat meresap ke dalam tanah dan akhirnya mencemari tanah. Logam berat dapat merusak susunan saraf dan menyebabkan cacat pada keturunan organisme. Cara penanggulangan pencemaran tanah Setiap rumah tangga hendaknya memisahkan sampah yang mudah terurai (misal daun, kertas, sisa organisme) dengan yang sulit terurai (misal plastik, kaca, logam). Sampah organik yang mudah terurai bisa di daur ulang, dijadikan kompos. Sampah yang sulit diurai bisa dimanfaatkan kembali. Kumpulkan sampah kertas dan sampah yang sulit terurai, pemulung akan membawa dan menjualnya ke tempat pendaur ulangan. Membuang sampah hendaknya di tempat yang disediakan.

Memisahkan sampah organik dengan anorganik b. Pencemaran Air Pencemaran air adalah masuknya bahan pencemar ke dalam lingungan air. Bahan pencemar dapat berupa limbah padat atau cair, misalnya yang berasal dari rumah tangga, industri, pertanian, dan rumah sakit. Dampak dari pencemaran air antara lain: a. Punahnya organisme ekosistem air. b. Ikan atau hewan air yang tercemar dapat meracuni orang yang memakannya. Bahan-bahan yang dapat mneyebabkan terjadinya pencemaran air antara lain detergen, minyak bumi, insektisida, pupuk, sisa-sisa bahan organik (nasi, minyak goreng, kotoran, urine), dan sampah.

Limbah Cair

Limbah Padat

Cara penanggulangan pencemaran air a. Tidak membuang limbah cair ke selokan atau sungai. Industri di haruskan membuat kolam pengolahan limbah cair sehingga limbah cair yang dibuang ke sungai tidak membahayakan ekosistem air. Seharusnya, limbah pemukiman tidak langsung di buang ke sungai, melainkan di masukkan terlebih dahulu ke kolam pengolahan limbah. b. Tidak membuang sampah di sembarang tempat, yang akan terbawa aliran air hujan ke selokan dan sungai. c. Tidak membuang sisa obat atau insektisida ke selokan atau sungai. c. Pencemaran Udara Pencemaran udara diakibatkan oleh gas yang dikeluarkan oleh industri kendaraan bermotor, dan kegiatan rumah tangga. Gas-gas tersebut berupa gas hasil pembakaran fosil (minyak bumi, batu bara) dan penggunaan gas berbahaya, misal gas CFC (klorofuorokarbon).

Polusi udara dari asap kendaraan dan pabrik 1. Gas hasil pembakaran. Hasil pembakaran fosil (minyak bumi, batu bara) berupa gas buangan dalam bentuk karbon dioksida(CO2) dan belerang oksida (SO, SO2), CO2 di keluarkan oleh pabrik, mesin, mobil, sepeda motor, kompor minyak, pesawat terbang, dan pembakaran kayu. Dengan semakin besarnya populasi manusia dansemakin meningkatnya kesejahteraan, akan meningkatkan proses pembakaran yang mengakibatkan gas buangan CO2 semakin besar. Pencemaran udara di perkotaan dan aderah industri lebih tinggi dari pada di pedesaan. Meningkatnya CO2 di udara dapat menyebabkan efek rumah kaca. Panas matahari yang mencapai permukaan bumi dipantulkan ke angkasa. Akan tetapi, karena bumi di selubungi gas pencemar, panas tersebut di pantulkan kembali ke bumi. Adanya selubung gas pencemar ini menyebabkan panas matahari terperangkap sehingga suhu bumi meningkat. Peningkatan suhu bumi dikenal dengan istilah pemanasan global.

»

Efek rumah kaca. Jika udara tak tercemar, panas matahari dilepaske luar angkasa. Jika udara tercemar, panas matahari dipantulkan kembali ke bumi sehingga suhu bumi meningkat.

Dampak dari meningkatnya suhu bumi adalah terjadi perubahan iklim dan es di kutub mencair. Jika itu terjadi, permukaan air laut akan meningkat dan beberapa pantai akan tenggelam.

Es di Kutub Mencair Meningkatnya belerang oksida (SO,SO2) dapat menimbulkan hujan asam. Gasgas tersebut bereaksi dengan air hujan membentuk asam sulfat, menyebabkan tumbuhan mati, organisme mati, besi dan logam berkarat sehingga membahayakan bangunan dan jembatan. Akibat yang lain ialah kerusakan bangunan bersejarah, seperti candi. Hujan asam membuatnya cepat keropos dan rusak. 2. Gas CFC CFC (klorofluorokarbon) merupakan gas yang tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak beracun. Gas ini banyak digunakan sebagai gas pengembang pembuat karet busa, pendingan (AC, kulkas), dan penyemprot (hair spray, parfum). Semakin banyaknyan penggunaan CFC akan menyebabkan semakin banyak gas tersebut yang terlepas ke udara dan mencapai lapisan atmosfer. Di atmosfer terdapat gas ozon(O3) yang merupakan lapisan gas pelindung bumi dari cahaya ultraviolet. Adanya lapisan ozon menyebabkan cahaya ultraviolet terpantul ke ruang angkasa dan hanya sebagian kecil yang mencapai bumi. Gas CFC di stratosfer dapat bereaksi dengan gas ozon dan menyebabkan ozon berkurang sehingga terbentuk lubang ozon. Melalui lubang ozon tersebut, cahaya

ultraviolet mencapai bumi dan mengakibatkan tumbuhan menjadi kerdil, alga di laut punah, terjadi mutasi genetik (perubahan sifat organisme), menyebabkan kanker kulit dan mata. Menurut pengamatan, lubang ozon yang terjadi diatas kutub selatan semakin meluas. Upaya penanggulangan pencemaran udara : a. Tidak membakar sampah di pekarangan. b. Segera mematikan kompor atau kayu bakar jika proses memasak selesai. c. Tidak menggunakan lemari es yang memakai CFC. Saat ini sudah banyak tersedia AC dan lemari es bebas CFC. d. Tidak merokok di dalam ruangan. e. Menanam tanaman hias di pekarangan atau di pot. f. Ikut berpartisipasi dalam gerakan penghijauan. g. Ikut memelihara atau tidak mengganggu taman kota dan pohon pelindung. h. Tidak melakukan penebangan hutan, pohon, dan tumbuhan liar secara sembarangan. i. Larangan beredarnya insektisida berbahaya seperti DDT. j. Keharusan membuat cerobong asap bagi industri dan pabrik. k. Mengurangi penggunaan bahan bakar fosil (minyak, batu bara) dan menggantinya dengan listrik tenaga air, surya, atau angin. l. Membatasi beroperasinya kendaraan bermotor dan mesin pembakar yang sudah tua dengan penertiban uji emisi. m. Pengaturan lokasi industri yang jauh dari wilayah pemukiman. d. Pencemaran Suara Pencemaran suara disebabkan oleh kebisingan suara mesin pabrik, mesin kendaraan bermotor, dan mesin pesawat. Orang yang terus menerus berada di tempat bising akan mengalami gangguan kesehatan, misalnya pendengaran berkurang, jantung berdebar-debar, sulit tidur, pusing, dan mudah marah.Jika orang berpenyakit jantung mendengar suara keras secara tiba-tiba, orang tersebut dapat terkena serangan jantung.

Polusi suara dari mesin pesawat dan kendaraan a. b. c. d. e. Upaya penanggulangan pencemaran suara antara lain sebagai berkut: Membuat dinding kedap suara. Menanam tanaman di sekitar rumah yang dapat meredam suara. Mesin pabrik dan kendaraan bermotor menggunakan peredam suara (dengan knalpot yang memiliki peredam suara). Tidak membuat kegaduhan, misalnya tidak membunyikan radio, TV, atau musik dengan suara keras. Larangan menyalakan petasan.

B. Kegiatan berwawasan lingkungan Peningkatan kesadaran dan kepedulian lingkungan hendaknya dilakukan melalui 3H, yakni head (kepala), heart (hati), dan hand (tangan). Artinya, seseorang di beri tahu atau di beri pemahaman. Namun pemahaman saja tidak cukup. Seseorang perlu di beri contoh agar muncul sikap yang positif. Kegiatan memberi contoh merupakan kegiatan pemahaman melalui hati. Selanjutnya perlu di beri latihan atau ketrampilan. Kegiatan berwawasan lingkungan dapat di wujudkan dalam aktivitas seperti perlombaan berwawasan lingkungan, pemanfaatan ulang dan daur ulang, serta penghijauan dan pembersihan lingkungan.

1. Perlombaan berwawasan lingkungan Kalian dapat mengadakan perlombaan berwawasan lingkungan antar kelas atau antar sekolah. Misalnya lomba menulis puisi bertema lingkungan, lomba poster lingkungan, lomba kebersihan kelas, lomba keagrian taman kelas, lomba foto lingkungan, lomba memanfaatkan bahan bekas, dan lomba karya ilmiah lingkungan 2. Pemanfaatan ulang (Reuse) dan Pendaurulangan (Recycle) Pemanfaatan ulang (reuse) adalah penggunaan bahan-bahan bekas untuk keperluan tertentu. Bahan-bahan bekas seperti kertas, karton, plastik, kain perca, kaleng, kawat, logam, kulit kayu, gelas minuman mineral dan botol dapat di manfaatkan untuk dibuat menjadi tempat pencil, lukisan, pigura, tempat surat, map buku, bunga buatan, dan taplak meja.

Hasil daur ulang bahan-bahan bekas Pemanfaatan ulang mempunyai keuntungan sebagai berikut: Mengurangi sampah agar tidak semakin mengotori lingkungan Menghemat sumber daya alam Menghemat pengeluaran Menumbuhkan kesadaran dan kepedulian lingkungan

a. b. c. d.

Pendaurulangam (recycle) adalah mengubah bahan tak berguna menjadi bentuk lain yang bermanfaat. Sampah organik (sisa organisme) dapat di daur ulang dengan di jadikan pupuk kompos. Sampah anorganik, yaitu sampah berbahan plastik dan logam dapat di daur ulang di pabrik pendaur ulangan, Jadi pada pendaurulangan, bentuk sampah berubah karena mengalami perubahan komposisi. Kita dapat berpartisipasi dalam proses ini dengan memisahkan sampah organik dan sampah anorganik. 3. Penghijauan dan pembersihan lingkungan Ikutilah kegiatan kerja bakti pembersihan lingkungan yang diadakan di RT atau lingkungan sekitar kalian, Selain itu, sedapat mungkin hiasi halaman rumah kalian dengan tanaman sehingga halaman rumah kalian menjadi indah dan asri. Tanaman di halaman rumah dapat berfungsi sebagai penyaring debu dan menurunkan suhu lingkungan. Banyak sekali yang dapat kita lakuakan untuk memupuk kepedulian terhadap lingkungan kita. Jika kalian aktif di Pramuka, Karang Taruna, OSIS, Remaja Masjid, organisasi yang lain, lakukan berbagai macam perlombaan menarik seperti lomba kebersihan lingkungan dan lomba keasrian halaman rumah. Apa yang kalian peroleh disekolah, hendaknya kalian praktikaan di lingkungan kalian masing-masing.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->