MAKALAH ILMU ALAMIAH DASAR TENTANG DAMPAK PEMANASAN GLOBAL TERHADAP PERTANIAN DI INDONESIA

Oleh; IMAM SYAFI I/06360082

JURUSAN BAHASA INGGRIS FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG DESEMBER 2011

ibu Lili Zalizar. semoga selama membimbing penyusun. Kiranya makalah ini akan sangat banyak kekurangan. Dengan segala kekurangan yang ada dalam makalah ini. Sholawat serta salam senantiasa terhubungkan kepada junjungan nabi besar Muhammad saw sebagai pembawa risalah kehidupan berupa Dhinul Islam.KATA PENGANTAR Assalamualaikum wr wb. Bismillahirrahmanirrohim Segala puji syukur kehadirat Allah swt yang telah memberikan segala nikmat kesehatan dan kemampuan unutk menyelesaikan tugas wajib makalah Ilmu Alamiah Dasar ini tentang Dampak Pemanasan Global bagi Pertanian di Indonesia. semoga menjadi bahan pembelajaran bagi penyusun untuk berimprovisasi lebih baik lagi di masa yang akan datang. Terima kasih juga penyusun ucapkan kepada petugas perpustakaan UMM yang telah memberikan ijin untuk mengakses data dan buku melebihi kapasitas peminjaman dan batas waktu peminjaman sehingga sangat membantu penyusun untuk cepat menyelesaikan makalah ini. Akhirnya penyusun hanya bisa mengucapkan syukur yang dan appresiasi yang besar pula kepada pembimbing mata kuliah ini. penyusun i . Penyusun akui bahwa keterlambatan penyusunan makalah ini disebabkan ekspektasi yang besar terhadap makalah ini tetapi tidak diimbangi dengan pengkajian yang mendalam dan menyeluruh (holistik). yang telah membimbing penyusun selama satu semester mengikuti mata-kuliah ini. Terima kasih penyusun sampaikan kepada pembimbing mata-kuliah. maka dari itu penyusun sadar untuk menghalalkan kritik dan saran terhadap makalah ini. segala kekurangan dapat dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya. Akhir kalam penyusun ucapkan wassalamualaikum wr wb. dan penyusun berharap agar tetap diberikan kesempatan untuk berkonsultasi seputar Ilmu Alamiah Dasar di kemudian hari.

............ 5 Dampak pemanasan global ............................................................................................................................................................ 1 PENDAHULUAN .......................................................................................................................... 14 Saran ......................................................................................................................................... 14 Kesimpulan ........................................................................................................................................... 12 Ancaman Produksi Pangan ................................................ .......................... i BAB I ..................................................... 2 Manfaat Penulisan................................................................................................... 11 Dampak Perubahan Iklim Bagi Pertanian........................ 2 Kata kunci..................................... 1 Latar Belakang .................................................... 3 BAB II ............................................................. 4 Pemanasan Global ................................................................................... 4 PEMBAHASAN ............................................................................................. 15 ii ..................................................................................................... 14 Daftar Pustaka .......................................................................Daftar Isi KATA PENGANTAR ............. 1 Identifikasi Masalah ...................................................................................................................................................................................................................................... ................................................................................................................................ 8 Iklim di Indonesia .................................. 4 Penyebab pemanasan global..................................................................................................................................................................................... 2 Tujuan Penulisan .................................................................................................................................... 14 PENUTUP ............................................ 13 BAB III ................. ............................................................................................................. 10 Perubahan Iklim di Indonesia ...............................................................

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Indonesia yang dikenal dengan sebutan ´negara agrarisµ. Gatot Irianto mengatakan. e. Laporan terbaru 2 Januari 2012 tentang hasil pertanian yang dikutip langsung dari antara news. negara sebagai penghasil bahan pangan yang melimpah ruah harus menghadapi tantangan keras pemanasan global. Khusus untuk mengawasi sebab dan dampak yang dihasilkan oleh pemanasan global.com/berita/291071/produksi-pertanian-2011-turun 1 . d.antaranews. Mencairnya Es di kutub utara dan Selatan. dampak yang langsung mempengaruhi pertanian di Indonesia adalah perubahan iklim yang semakin ekstrim. c. Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) membentuk sebuah kelompok peneliti yang disebut dengan International Panel on Climate Change (IPCC)1.htm http://pemanasanglobal. Mengutip Direktur Pengairan Departemen Pertanian Terkait dengan pemanasan global. menteri pertanian melaporkan bahwa ada penurunan hasil panen pertanian yang secara positif di pengaruhi oleh perubahan cuaca yang sangat ekstrim. 1 2 http://pemanasanglobal.htm 3 http://www.net/faq/apa-itu-pemanasan-global. Gelombang panas menjadi semakin ganas. a. Penelitian yang telah dilakukan para ahli selama beberapa dekade terakhir ini menunjukkan bahwa ternyata makin panasnya planet bumi terkait langsung dengan gas-gas rumah kaca yang dihasilkan oleh aktifitas manusia. b. Perubahan iklim/ cuaca yang semakin ekstrim.com 3. Sedikitnya ada lima fakta yang menyebabkan pemanasan Global2.net/faq/apa-dampak-dari-pemanasan-global. Dari ke lima fakta tersebut. Meningkatnya level permukaan laut. Habisnya gletser ² sumber air bersih di dunia.

sebagai dampak pemanasan global. Saat kemarau akan mengalami kekeringan yang hebat. Manfaat Penulisan. 4 5 Ibid. penulis mengidentifikasi masalah dalam tulisan ini menjadi. Produksi beras di negeri itu akan turun sekitar 10 persen. antara lain. dikutip dari alamat yang sama. makalah ini berusaha untuk memaparkan beberapa faktor yang dapat dijadikan acuan dalam memahami dampak tersebut. menjadi sensitif terhadap kebakaranµ4. Maka itu semua. Di samping itu. Hal ini juga diperkuat hasil studi yang sudah ada menunjukkan produktivitas padi di China akan menurun 5-12 persen apabila suhu mengalami kenaikan 3. penting untuk mengkaji lebih lanjut tentang dampak serta akibat yang dihasilkan global warming terhadap pertanian agar dapat mengambil langkah tepat penanganan. sedangkan saat musim hujan akan terjadi banjir besar. Indonesia terkena dampak dari pemanasan global seperti kekeringan dan banjir yang terjadi selama ini. a. Pemapamaran makalah ini memiliki beberapa signifikansi. Apa dampak pemanasan global terhadap pertanian di Indonesia? Tujuan Penulisan Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mendeskripsikan dampak yang dihasilkan oleh pemanasan global terhadap pertanian di Indonesia.6 derajat Celsius. Produksi gandum di Banglades akan turun sepertiganya pada 2050 dibandingkan dengan produksi saat ini jika kenaikan suhu itu terjadi5. Kasus yang sama juga akan terjadi di Banglades. Identifikasi Masalah Dari pemaparan latar belakang tersebut.´Indonesia malah termasuk dalam korban perubahan iklim global. ibid 2 . Di samping itu hutan yang ada karena kekeringan.

P. Komtek Sains Dasar dan BMKG. W. Pertanian : adalah kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang dilakukan manusia untuk menghasilkan bahan pangan. Kata kunci. Bagi Akademisi dan dosen: akademisi dan dosen diharapkan mendapatkan informasi terbarukan seputar pemanasan global dan dampak yang dihasilkan. b. Disamping mereka dapat memberikan koreksi dan komentar terhadap pemaparan makalah ini. Bagi mahasiswa: mahasiswa memiliki pengetahuan tentang dampak pemanasan global terhadap pertanian di Indonesia serta dapat mengidentifikasi sebab-akibat dari fenomena ini. Pemanasan/ Perubahan Iklim Global dan Dampaknya di Indonesia. bahan baku industri. serta untuk mengelola lingkungan hidupnya7.Pemanasan Global : adalah indikasi naiknya suhu muka bumi secara global (meluas dalam radius ribuan kilometer) terhadap normal/rata-rata catatan pada kurun waktu standard (ukuran Badan Meteorologi Dunia/WMO: minimal 30 tahun) 6. hal. 6 7 Agus.1 http://id.org/wiki/Pertanian 3 . atau sumber energi. .wikipedia.a.

Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa.[1] Ini mencerminkan besarnya kapasitas kalor lautan.32 °F) selama seratus tahun terakhir. masih terdapat beberapa ilmuwan yang tidak setuju dengan beberapa kesimpulan yang dikemukakan IPCC tersebut.74 ± 0.[1] Perbedaan angka perkiraan itu disebabkan oleh penggunaan skenario-skenario berbeda mengenai emisi gas-gas rumah kaca pada masa mendatang.33 ± 0.[2] serta perubahan jumlah dan pola presipitasi. pemanasan dan kenaikan muka air laut diperkirakan akan terus berlanjut selama lebih dari seribu tahun walaupun tingkat emisi gas rumah kaca telah stabil.5 °F) antara tahun 1990 dan 2100. Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0. Akan tetapi.BAB II PEMBAHASAN Pemanasan Global Pemanasan global atau Global Warming adalah suatu proses meningkatnya suhu rata-rata atmosfer. Walaupun sebagian besar penelitian terfokus pada periode hingga 2100.1 hingga 6. termasuk semua akademi sains nasional dari negara-negara G8.4 °C (2. Model iklim yang dijadikan acuan oleh projek IPCC menunjukkan suhu permukaan global akan meningkat 1. Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahanperubahan yang lain seperti naiknya permukaan air laut. 4 . dan daratan Bumi. "sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia"[1] melalui efek rumah kaca. Kesimpulan dasar ini telah dikemukakan oleh setidaknya 30 badan ilmiah dan akademik. meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrem.18 °C (1. serta model-model sensitivitas iklim yang berbeda.0 hingga 11. laut.

planet ini akan menjadi sangat dingin. semakin banyak panas yang terperangkap di bawahnya. Keadaan ini terjadi terus menerus sehingga mengakibatkan suhu rata-rata tahunan bumi terus meningkat. dan punahnya berbagai jenis hewan. Sebagian dari panas ini berwujud radiasi infra merah gelombang panjang ke angkasa luar. Sebagian besar pemerintahan negara-negara di dunia telah menandatangani dan meratifikasi Protokol Kyoto. tindakan yang harus dilakukan untuk mengurangi atau membalikkan pemanasan lebih lanjut atau untuk beradaptasi terhadap konsekuensi-konsekuensi yang ada. Permukaan Bumi. Ketika energi ini tiba permukaan Bumi. Namun sebagian panas tetap terperangkap di atmosfer bumi akibat menumpuknya jumlah gas rumah kaca antara lain uap air. termasuk cahaya tampak. dan bagaimana pemanasan serta perubahan-perubahan yang terjadi tersebut akan bervariasi dari satu daerah ke daerah yang lain. karbon dioksida. Penyebab pemanasan global Efek rumah kaca Segala sumber energi yang terdapat di Bumi berasal dari Matahari. yang mengarah pada pengurangan emisi gas-gas rumah kaca.Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian. Gas-gas ini menyerap dan memantulkan kembali radiasi gelombang yang dipancarkan Bumi dan akibatnya panas tersebut akan tersimpan di permukaan Bumi. jika ada. Efek rumah kaca ini sangat dibutuhkan oleh segala makhluk hidup yang ada di bumi. karena tanpanya. akan menyerap sebagian panas dan memantulkan kembali sisanya. Beberapa hal-hal yang masih diragukan para ilmuwan adalah mengenai jumlah pemanasan yang diperkirakan akan terjadi pada masa depan. Hingga saat ini masih terjadi perdebatan politik dan publik di dunia mengenai apa. ia berubah dari cahaya menjadi panas yang menghangatkan Bumi. Sebagian besar energi tersebut berbentuk radiasi gelombang pendek. Dengan suhu 5 . Dengan semakin meningkatnya konsentrasi gas-gas ini di atmosfer. hilangnya gletser. Gas-gas tersebut berfungsi sebagaimana gas dalam rumah kaca. sulfur dioksida dan metana yang menjadi perangkap gelombang radiasi ini.

rata-rata sebesar 15 °C (59 °F). awan tersebut akan memantulkan sinar Matahari dan radiasi infra merah ke angkasa. Akan tetapi sebaliknya. Karena uap air sendiri merupakan gas rumah kaca. Bila dilihat dari bawah. Walaupun demikian. Sebaliknya bila dilihat dari atas. umpan balik awan berada pada peringkat dua bila dibandingkan dengan umpan balik uap air dan dianggap positif 6 . bumi sebenarnya telah lebih panas 33 °C (59 °F) dari suhunya semula. Sebagai contoh adalah pada penguapan air. akan mengakibatkan pemanasan global. Efek umpan balik karena pengaruh awan sedang menjadi objek penelitian saat ini. apabila gas-gas tersebut telah berlebihan di atmosfer. sehingga akan meningkatkan efek pemanasan. jika tidak ada efek rumah kaca suhu bumi hanya -18 °C sehingga es akan menutupi seluruh permukaan Bumi. Apakah efek netto-nya menghasilkan pemanasan atau pendinginan tergantung pada beberapa detail-detail tertentu seperti tipe dan ketinggian awan tersebut. awan akan memantulkan kembali radiasi infra merah ke permukaan. kelembapan relatif udara hampir konstan atau bahkan agak menurun karena udara menjadi menghangat). sehingga meningkatkan efek pendinginan. Pada kasus pemanasan akibat bertambahnya gas-gas rumah kaca seperti CO2.[3] Umpan balik ini hanya berdampak secara perlahan-lahan karena CO2 memiliki usia yang panjang di atmosfer. Efek rumah kaca yang dihasilkannya lebih besar bila dibandingkan oleh akibat gas CO2 sendiri. (Walaupun umpan balik ini meningkatkan kandungan air absolut di udara. Detail-detail ini sulit direpresentasikan dalam model iklim. pemanasan pada awalnya akan menyebabkan lebih banyaknya air yang menguap ke atmosfer. antara lain karena awan sangat kecil bila dibandingkan dengan jarak antara batas-batas komputasional dalam model iklim (sekitar 125 hingga 500 km untuk model yang digunakan dalam Laporan Pandangan IPCC ke Empat). Efek umpan balik Anasir penyebab pemanasan global juga dipengaruhi oleh berbagai proses umpan balik yang dihasilkannya. pemanasan akan terus berlanjut dan menambah jumlah uap air di udara sampai tercapainya suatu kesetimbangan konsentrasi uap air.

(menambah pemanasan) dalam semua model yang digunakan dalam Laporan Pandangan IPCC ke Empat Umpan balik penting lainnya adalah hilangnya kemampuan memantulkan cahaya (albedo) oleh es. (Penipisan lapisan ozon juga dapat memberikan efek pendinginan tersebut tetapi penipisan tersebut terjadi mulai akhir tahun 1970-an. es yang berada di dekat kutub mencair dengan kecepatan yang terus meningkat. Bersamaan dengan melelehnya es tersebut. serta efek pendinginan sejak tahun 1950. dengan kemungkinan diperkuat oleh umpan balik dari awan. menjadi suatu siklus yang berkelanjutan. Baik daratan maupun air memiliki kemampuan memantulkan cahaya lebih sedikit bila dibandingkan dengan es. dapat memberi kontribusi dalam pemanasan saat ini. Kemampuan lautan untuk menyerap karbon juga akan berkurang bila ia menghangat. Selain itu. hal ini diakibatkan oleh menurunya tingkat nutrien pada zona mesopelagic sehingga membatasi pertumbuhan diatom daripada fitoplankton yang merupakan penyerap karbon yang rendah. Perbedaan antara mekanisme ini dengan pemanasan akibat efek rumah kaca adalah meningkatnya aktivitas Matahari akan memanaskan stratosfer sebaliknya efek rumah kaca akan mendinginkan stratosfer.) Fenomena variasi Matahari dikombinasikan dengan aktivitas gunung berapi mungkin telah memberikan efek pemanasan dari masa pra-industri hingga tahun 1950. daratan atau air di bawahnya akan terbuka. 7 . yang tidak akan terjadi bila aktivitas Matahari menjadi kontributor utama pemanasan saat ini. Hal ini akan menambah pemanasan dan menimbulkan lebih banyak lagi es yang mencair. Variasi Matahari Terdapat hipotesa yang menyatakan bahwa variasi dari Matahari. Pendinginan stratosfer bagian bawah paling tidak telah diamati sejak tahun 1960. Ketika suhu global meningkat. dan akibatnya akan menyerap lebih banyak radiasi Matahari. Umpan balik positif akibat terlepasnya CO2 dan CH4 dari melunaknya tanah beku (permafrost) adalah mekanisme lainnya yang berkontribusi terhadap pemanasan. es yang meleleh juga akan melepas CH4 yang juga menimbulkan umpan balik positif.

dan sekitar 25-35% antara tahun 1980 dan 2000. 8 . Sebuah penelitian oleh Lockwood dan Fröhlich menemukan bahwa tidak ada hubungan antara pemanasan global dengan variasi Matahari sejak tahun 1985. Siklus Matahari hanya memberi peningkatan kecil sekitar 0. mereka juga mengemukakan bahwa efek pendinginan dari debu vulkanik dan aerosol sulfat juga telah dipandang remeh. sebuah tim ilmuwan dari Amerika Serikat. daerah bagian Utara dari belahan Bumi Utara (Northern Hemisphere) akan memanas lebih dari daerah-daerah lain di Bumi. baik melalui variasi dari output Matahari maupun variasi dalam sinar kosmis Dampak pemanasan global Iklim Mulai Tidak Stabil Para ilmuwan memperkirakan bahwa selama pemanasan global. Walaupun demikian. Akibatnya. sebagian besar pemanasan yang terjadi pada dekade-dekade terakhir ini disebabkan oleh gas-gas rumah kaca. gunung-gunung es akan mencair dan daratan akan mengecil.07% dalam tingkat "keterangannya" selama 30 tahun terakhir. Akan lebih sedikit es yang terapung di perairan Utara tersebut. Dua ilmuwan dari Duke University memperkirakan bahwa Matahari mungkin telah berkontribusi terhadap 45-50% peningkatan suhu rata-rata global selama periode 1900-2000. bagian yang ditutupi salju akan semakin sedikit serta akan lebih cepat mencair.Ada beberapa hasil penelitian yang menyatakan bahwa kontribusi Matahari mungkin telah diabaikan dalam pemanasan global. Stott dan rekannya mengemukakan bahwa model iklim yang dijadikan pedoman saat ini membuat perkiraan berlebihan terhadap efek gas-gas rumah kaca dibandingkan dengan pengaruh Matahari. Jerman dan Swiss menyatakan bahwa mereka tidak menemukan adanya peningkatan tingkat "keterangan" dari Matahari pada seribu tahun terakhir ini. mereka menyimpulkan bahwa bahkan dengan meningkatkan sensitivitas iklim terhadap pengaruh Matahari sekalipun. Efek ini terlalu kecil untuk berkontribusi terhadap pemansan global. Pada pegunungan di daerah subtropis. Daerah-daerah yang sebelumnya mengalami salju ringan. mungkin tidak akan mengalaminya lagi. Pada tahun 2006.

Pemanasan juga akan mencairkan banyak es di kutub. Ketika tinggi lautan mencapai 9 . sehingga volumenya akan membesar dan menaikkan tinggi permukaan laut. yang lebih memperbanyak volume air di laut. Erosi dari tebing. sehingga akan memantulkan cahaya matahari kembali ke angkasa luar. terutama sekitar Greenland. Akan tetapi. beberapa periode yang sangat dingin mungkin akan terjadi. dimana hal ini akan menurunkan proses pemanasan (lihat siklus air).Musim tanam akan lebih panjang di beberapa area. Pola cuaca menjadi tidak terprediksi dan lebih ekstrem. Tinggi muka laut di seluruh dunia telah meningkat 10 25 cm (4 . Akibatnya beberapa daerah akan menjadi lebih kering dari sebelumnya. lapisan permukaan lautan juga akan menghangat. uap air yang lebih banyak juga akan membentuk awan yang lebih banyak. Suhu pada musim dingin dan malam hari akan cenderung untuk meningkat.10 inchi) selama abad ke-20. Peningkatan Permukaan Air Laut Ketika atmosfer menghangat. Para ilmuwan belum begitu yakin apakah kelembapan tersebut malah akan meningkatkan atau menurunkan pemanasan yang lebih jauh lagi. (Curah hujan di seluruh dunia telah meningkat sebesar 1 persen dalam seratus tahun terakhir ini). sekitar 1 persen untuk setiap derajat Fahrenheit pemanasan. dan banyak pulau-pulau. akan menjadi lebih besar. Berlawanan dengan pemanasan yang terjadi.35 inchi) para ilmuwan IPCC memprediksi peningkatan lebih lanjut 9 pada abad ke-21. Perubahan tinggi muka laut akan sangat memengaruhi kehidupan di daerah pantai. Selain itu. Daerah hangat akan menjadi lebih lembap karena lebih banyak air yang menguap dari lautan. dan bukit pasir akan meningkat.5 persen daerah Bangladesh. Kelembapan yang tinggi akan meningkatkan curah hujan. sehingga keberadaannya akan meningkatkan efek insulasi pada atmosfer. Kenaikan 100 cm (40 inchi) akan menenggelamkan 6 persen daerah Belanda. pantai. Badai akan menjadi lebih sering. 17. secara rata-rata. Angin akan bertiup lebih kencang dan mungkin dengan pola yang berbeda. dan 88 cm (4 . Topan badai (hurricane) yang memperoleh kekuatannya dari penguapan air. Hal ini disebabkan karena uap air merupakan gas rumah kaca. air akan lebih cepat menguap dari tanah.

Kenaikan muka laut ini akan menutupi sebagian besar dari Florida Everglades. Daerah pertanian gurun yang menggunakan air irigasi dari gunung-gunung yang jauh dapat menderita jika snowpack (kumpulan salju) musim dingin. Bagian Selatan Kanada. sehingga mempunyai karakteristik iklim yang spesifik.muara sungai. Negara-negara kaya akan menghabiskan dana yang sangat besar untuk melindungi daerah pantainya. yang berfungsi sebagai reservoir alami. tetapi hal ini sebenarnya tidak sama di beberapa tempat. Kenaikan 50 cm (20 inchi) akan menenggelamkan separuh dari rawa-rawa pantai di Amerika Serikat. akan mencair sebelum puncak bulan-bulan masa tanam. sedangkan negara-negara miskin mungkin hanya dapat melakukan evakuasi dari daerah pantai. Rawa-rawa baru juga akan terbentuk. Di lain pihak. yaitu Angin musim barat daya (Muson Barat) dan Angin musim timur laut (Muson Tumur). tetapi tidak di area perkotaan dan daerah yang sudah dibangun. banjir akibat air pasang akan meningkat di daratan. iklim tropika (iklim panas). lahan pertanian tropis semi kering di beberapa bagian Afrika mungkin tidak dapat tumbuh. Biasanya satu periode perubahan angin muson adalah 6 bulan. Di Indonesia terdapat tiga jenis iklim yang mempengaruhi iklim di Indonesia. sebagai contoh. Angin muson barat bertiup 10 . Iklim Musim (Iklim Muson) Iklim jenis ini sangat dipengaruhi oleh angin musiman yang berubah-ubah setiap periode tertentu. baik dilihat dari posisi. Bahkan sedikit kenaikan tinggi muka laut akan sangat memengaruhi ekosistem pantai. 1. Iklim musim terdiri dari 2 jenis. mungkin akan mendapat keuntungan dari lebih tingginya curah hujan dan lebih lamanya masa tanam. dan iklim laut. maupun keberadaannya. Suhu global cenderung meningkat Orang mungkin beranggapan bahwa Bumi yang hangat akan menghasilkan lebih banyak makanan dari sebelumnya. yaitu iklim musim (muson). Tanaman pangan dan hutan dapat mengalami serangan serangga dan penyakit yang lebih hebat. Iklim di Indonesia Indonesia mempunyai karakteristik khusus.

dampak pemanasan global dirasakan oleh seluruh umat manusia di dunia. menempatkan Indonesia dalam kondisi yang rentan menghadapi terjadinya pemanasan global. sedangkan negara Eropa dan Amerika Utara mengalami iklim subtropis. Hal ini akan menurunkan produksi tambak ikan dan udang. Angin muson timur bertiup sekitar bulan April hingga bulan Oktober yang sifatnya kering yang mengakibatkan wilayah Indonesia mengalami musim kering/kemarau. Indonesia akan menghadapi peristiwa : Pertama.com 11 . Sebagai akibat terjadinya pemanasan global. termasuk Indonesia. naiknya permukaan air laut akan mengakibatkan pulau-pulau kecil dan daerah landai di Indonesia akan hilang. Kenaikan temperatur global. Posisi Indonesia sebagai negara kepulauan. sehingga mengakibatkan terjadinya pemuaian massa air laut. menyebabkan mencairnya es di kutub utara dan selatan. 3. Umumnya wilayah Asia tenggara memiliki iklim tropis. Iklim tropis bersifat panas sehingga wilayah Indonesia panas yang mengundang banyak curah hujan atau Hujan Naik Tropika. Selain itu.sekitar bulan Oktober hingga April yang basah sehingga membawa musim hujan/penghujan. dan punahnya berbagai jenis ikan. dan kenaikan permukaan air laut. Iklim Laut Indonesia yang merupakan negara kepulauan yang memiliki banyak wilayah laut mengakibatkan penguapan air laut menjadi udara yang lembab dan curah hujan yang tinggi8. 2. Iklim Tropis/Tropika (Iklim Panas) Wilayah yang berada di sekitar garis khatulistiwa otomatis akan mengalami iklim tropis yang bersifat panas dan hanya memiliki dua musim yaitu musim kemarau dan musim hujan. serta terjadinya pemutihan terumbu karang (coral bleaching). Perubahan Iklim di Indonesia Sebagai sebuah fenomena global.livescience. Ancaman lain yang dihadapi masyarakat yaitu memburuknya kualitas air 8 www.

World Bank (2007) melaporkan rata-rata ke-naikan suhu per tahun sebesar 0. sebagai akibat tergenang oleh air laut. Pertanian. Hal ini akan mempengaruhui 9 10 http://www.com/2009/05/adaptasi-pertanian-dalam-pemanasan. semua bentuk sistem pertanian sensitif terhadap perubahan iklim.com/article/108-230-pemanasan-global/1582--penyebab-pemanasan-global-pada-bumi. Indonesia diprediksi akan me-ngalami lebih banyak hujan dengan perubahan 2-3 persen per tahun10.alpensteel. Pergeseran musim sebagai akibat dari adanya perubahan pola curah hujan. perubahan iklim akan mempengaruhi ketahanan pangan nasional9. Intensitas hujan akan meningkat. atau panen karena banjir.html http://aa-pemanasanglobal. misalnya keterlambatan musim tanam atau panen.html 12 . Perubahan iklim mengakibatkan intensitas hujan yang tinggi pada periode yang singkat serta musim kemarau yang panjang. tanah longsor dan kekeringan. Kondisi ini akan semakin parah apabila daya tampung badan sungai atau waduk tidak terpelihara akibat erosi. Hal ini mengakibatkan meningkatnya kekerapan terjadinya banjir atau kekeringan. Dampak yang nyata adalah meningkatnya risiko banjir. Sebagian besar Daerah Aliran Sungai (DAS) akan terjadi perbedaan tingkat air pasang dan surut yang makin tajam.3 derajat celsius. Perubahan iklim berakibat pada pergeseran musim dan perubahan pola curah hujan. Hal tersebut berdampak pada pola pertanian. Singkatnya.blogspot. Kedua. Pada tahun 1998 terjadi kenaikan suhu yang luar biasa mencapai 1 derajat celsius. namun jumlah hari hujan akan semakin pendek. sebagai akibat dari masuknya atau merembesnya air laut. Secara umum. serta infrastruktur perkotaan yang mengalami kerusakan. Dampak Perubahan Iklim Bagi Pertanian. Sehingga akan terjadi penurunan produksi pangan di Indonesia. Di beberapa tempat terjadi peningkatan curah hujan sehingga meningkatkan peluang terjadinya banjir dan tanah longsor. sementara di tempat lain terjadi penurunan curah hujan yang berpotensi menimbulkan kekeringan. perubahan cuaca akan memicu kemarau panjang dan penurunan kesuburan tanah. Pada umumnya.tanah. kegagalan penanaman.

Pemanasan global juga mengandung resiko yang besar akan kegegalan panen dan kematian hewan ternak.blogspot.html 13 . berkurangnya hasil panen dapat mengancam ketahanan pangan. evaporasi. 11 http://aa-pemanasanglobal. Kajian terkait dampak perubahan iklim pada bidang pertanian oleh National Academy of Science/NAS (2007) menunjukkan bahwa pertanian di Indonesia telah dipengaruhi secara nyata oleh adanya variasi hujan tahunan dan antar tahun yang disebabkan oleh AustralAsia Monsoon and El Nino-Southern Oscilation (ENSO)11. water run-off.kelangsungan produksi pangan secara nasional. Global warming mempengaruhi pola presipitasi.com/2009/05/adaptasi-pertanian-dalam-pemanasan. Selain itu. Ancaman Produksi Pangan Perpaduan antara meningkatnya suhu rata-rata. kelembaban tanah dan variasi iklim yang sangat fluktuatif yang secara keseluruhan mengancam keberhasilan produksi pangan. Hal ini dapat berujung pada kegagalan panen berkepanjangan yang juga menyebabkan pasokan pangan menjadi sangat tidak pasti. Perubahan iklim akan mempengaruhi hasil panen yang kemungkinan besar akan berkurang disebabkan oleh semakin keringnya lahan akibat musim kemarau yang lebih panjang. meningkatnya siklus anomali musim kering dan hujan dan berkurangnya kelembaban tanah akan menganggu sektor pertanian. Pada skala yang ekstrem. siklus hidrologi yang terganggu sehingga menyebabkan musim kemarau lebih panjang dan musim hujan yang lebih intensif namun lebih pendek. kebutuhan irigasi pertanian juga akan semakin meningkat namun disaat yang sama terjadi kekurangan air bersih karena mencairnya es di kutub yang menyebabkan berkurangnya cadangan air bersih dunia.

suhu global cenderung meningkat. Ketiga hal tersebut telah membuat sektor pertanian di Indonesia mengalami penurunan produksi. Faktor yang disebabkan perubahan iklim telah membuat pola bercocok tanam berubah yang tidak di ikuti dengan adaptasi para petani di Indonesia.BAB III PENUTUP Kesimpulan Pemanasan global telah menyebabkan iklim mulai tidak stabil. kelembaban tanah dan variasi iklim yang sangat fluktuatif yang secara keseluruhan mengancam keberhasilan produksi pangan. Sedang suhu global yang meningkat telah memicu sejumlah daerah mengalami kekeringan lahan. Perpaduan antara meningkatnya suhu rata-rata. bahwa tumbuhan dapat mengikat CO2 yang mana hal ini dapat mereduksi pemanasan global karena salah satu zat penyebab terjadinya Pemanasan Global adalah CO2. pola presipitasi. Saran Penghijauan harus terus digalakkan untuk mereduksi pemanasan global. water run-off. peningkatan air laut. Seperti yang kita ketahui. Pemanasan global yang di akibatkan oleh efek rumah kaca berpengeruh besar dalam perubahan iklim di Indonesia. siklus hidrologi yang terganggu sehingga menyebabkan musim kemarau lebih panjang dan musim hujan yang lebih intensif namun lebih pendek serta meningkatnya siklus anomali musim kering dan hujan dan berkurangnya kelembaban tanah. Disamping itu. evaporasi. 14 .

Komtek Sains Dasar dan BMKG.com/article/108-230-pemanasan-global/1582--penyebabpemanasan-global-pada-bumi. R. E. Kementrian Negara Lingkungan Hidup. Kementrian Pertanian.org/wiki/Pemanasan_global#Dampak_pemanasan_global 15 .html http://id. Radjagukguk. Revitalisasi Pembangunan Lingkungan Pertanian Menghadapi Global Warming. Fakultas Pertanian. Pemanasan/ Perubahan Iklim Global dan Dampaknya di Indonesia.htm http://pemanasanglobal.blogspot.alpensteel.html http://id.com/2009/05/adaptasi-pertanian-dalampemanasan. Bidang Komunikasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat.wikipedia.livescience. P. Perlunya Pengembangan Teknologi Pertanian untuk MEnekan Pemanasan Global. Pertanian Berkelanjutan dan Pemanasan Global. H. Bastaman. Universitas Gadjah Mada Las.htm http://www. W.com/2009/05/adaptasi-pertanian-dalampemanasan.com http://aa-pemanasanglobal.html http://aa-pemanasanglobal.wikipedia.org/wiki/Pertanian www. Badan Litbang pertanian.net/faq/apa-dampak-dari-pemanasan-global. I dan Surmaini.antaranews.com/berita/291071/produksi-pertanian-2011-turun http://www.Daftar Pustaka Agus.blogspot.net/faq/apa-itu-pemanasan-global. http://pemanasanglobal.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful