P. 1
Tarian Bumi

Tarian Bumi

1.0

|Views: 1,929|Likes:
Published by Mira Silvia

More info:

Published by: Mira Silvia on Feb 13, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/02/2014

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Perempuan diakui keberadaannya sebagai makhluk hidup, tetapi lingkup kehidupannya dipercayai telah dibatasi oleh kewajiban biologis. Kewajiban biologis itu bergantung pada konstruksi tubuhnya yang menentukan secara alamiah apa yang bisa dan tidak bisa dilakukan oleh perempuan. Misalnya saja, keberadaan rahim dalam tubuh perempuan sudah menjadikan fungsi mengandung dan melahirkan anak sebagai kewajiban mutlak perempuan yang tidak bisa diganggu-gugat. Oleh karena itulah, perempuan mempertanyakan akan pentingnya kewajiban tersebut sebagaimana layaknya manusia yang mampu berpikir, mereka dianggap melawan kehendak alam. 1 Berangkat dari hal-hal seperti itu, masyarakat telah menghidupkan sebuah tataran aturan yang meletakkan perempuan pada nomor dua setelah laki-laki. Padahal dalam sistem religiusitas, perempuan sangatlah dihormati, posisinya bahkan ditempatkan dalam singgasana kehormatan yang paling tinggi. Sedangkan dalam posisinya terhadap karya sastra, kekuatan narasi pengarang muda wanita kita sungguh menakjubkan. Kita menemukan beberapa di antara mereka begitu cepat melejit, dengan napas feminisme, eksplorasi seks, kekuatan style, yang mendekonstruksi struktur narasi. Di antara pengarang muda wanita kita, yang dipertautkan nafas feminisme, kita menemukan tiga yang mewakili zamannya: Ayu Utami, Oka Rusmini, dan Djenar Maesa Ayu. Dalam novel Oka Rusmini, Tarian Bumi, feminisme itu diekspresikan dalam kegigihan kaum perempuan melawan kungkungan adat dan tradisi. Ada upaya pembebasan terhadap nilai, norma, hukum, yang diciptakan keraton, adat, tradisi, dan sistem religi. Feminisme Oka Rusmini berakar pada lingkup sosioantropologis Bali, lengkap dengan harga diri dan kegigihan tokoh perempuan yang meretas dominasi hukum partiarki itu. 2 Dari sini lah kemudian penulis tertarik untuk membahas lebih dalam lagi seluk-beluk tentang Tarian Bumi, Bali, adat, dan manusia-manusianya dalam sebuah paper yang berjudul ³Potret Ambivalensi Tiga Tokoh Utama Perempuan dalam Novel Tarian Bumi´
1

Gita Romadhona, TARIAN BUMI: Perempuan, Kasta, dan Pemberontakan, tersedia dalam http://secangkircokelat.blogspot.com/2006/10/tarian-bumi-perempuan-kasta-dan.html, diunduh pada tanggal 22 Juni 2011 pukul 23:35 WIB

2

S. Prasetyo Utomo, Djenar, Ayu, Oka, dan Eksplorasi Seks Itu, Semarang: Harian Suara Merdeka, 2003. hlm.24

1

Ia lahir di Jakarta. dengan berani Oka Rusmini mempertanyakan dan tidak setuju dengan sistem sosial masyarakat Bali yang tidak adil terhadap perempuan Bali. dan lingkungan sosial budayanya. Teh Ginseng (1993). tanggal 11 Juli 1967.3 D. Rindu Anak Mendulang Kasih (1987).html. Dalam Tarian Bumi dan Sagra. Menyelesaikan pendidikan di Fakultas Sastra Universitas Udayana. diunduh pada tanggal 26 Juni 2011. Akan tetapi. Landasan Teori Hampir semua karya-karya yang dihasilkan oleh Oka Rusmini identik dengan tanah kelahirannya. Novelnya: Tarian Bumi (2000). Perjalanan Malam (1991). Untuk itu. Cerpennya. merupakan cerpen terbaik majalah Femina tahun 1994. kemudian bekerja di Bali Post. cerita pendek. penulis merasa bahwa pendekatan yang cocok untuk mengkaji novel Tarian Bumi ini adalah pendekatan objektif.com/2009/11/teori-objektif.30 WIB.blogspot. Teori objektif merupakan teori sastra yang memandang karya sastra sebagai dunia otonom. dan Kenanga (2003). Sajak-sajaknya dimuat dalam antologi Doa Bali Tercinta (1983). pukul 21. sebuah dunia yang dapat melepaskan diri dari siapa pengarangnya. nama lengkapnya adalah Ida Ayu Oka Rusmini. oleh sebagian orang novel dan kumpulan cerpennya itu dianggap sebagai wacana kebebasan dan pembebasan perempuan. dan Mimbar Penyair Abad 21 (1996). ia dikucilkan oleh keluarga dan teman-temannya. Dalam teori ini terjalin secara jelas antara konsep-konsep kebahasaan (linguistik) dengan pengkajian karya sastra itu sendiri. Biografi Pengarang Oka Rusmini. Ia bekerja di Harian Bali Post. baik secara metaforis maupun secara elektis. Negeri Bayang-Bayang (1996). Ambang (1992). Karena perlawanannya itu. 2 . Karya sastra harus dilihat sebagai objek yang mandiri dan menonjolkan karya sastra sebagai struktur verbal yang otonom dengan koherensi intern. Teori Objektif. Bali.B. dan dikenal pula sebagai wartawan. masalah yang akan dibahas dapat dirumuskan menjadi: Bagaimanakah ambivalensi yang dialami oleh tiga tokoh utama perempuan pada novel Tarian Bumi ? C. Oka Rusmini menulis novel. ³Putu Menolong Tuhan´. tersedia dalam http://adiel87. Tidak terkecuali dengan Tarian Bumi yang memang menurut kebanyakan orang merupakan sisi lain dari Bali yang tersembunyi. Istilah lain dari teori objektif adalah teori struktural. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas. Novel dan kumpulan cerpennya berlatar sosial dan budaya Bali. 3 Adiel.

Dengan membenturkannya pada permasalahan lain yang dialami orang. Ibu Telaga adalah seorang perempuan sudra kebanyakan yang disunting oleh seorang lelaki brahmana. diunduh pada tanggal 23 Juni 2011 pukul 23. Novel ini juga merupakan bentuk ³marah-marahnya´ seorang Oka Rusmini terhadap pakem yang ditakdirkan padanya. Oka Rusmini. ³Mungkin tanpa terasa semua pengalaman itu menetes dalam karya-karya saya. Pada masa kecilnya. dengan harapan akan ada pemuda dari kaum brahmana yang mau mengawininya. membuat karya-karya saya mungkin terlihat hidup. termasuk Tarian Bumi. ternyata mampu melahirkan karya-karya yang membuat harum namanya. Sinopsis Cerita Novel ini di awali dengan cerita tentang seorang Telaga. Tentu pengalaman hidup saya tak semuanya menarik.BAB II PEMBAHASAN A. Hidup dan dibesarkan di sebuah keluarga Bali yang benar-benar paham arti menjadi orang Bali juga mampu memperkuat kekhasan dalam setiap novelnya.journalbali. tersedia dalam http://www.39 WIB. seorang sudra yang juga merupakan seorang penari tetapi ditabiatkan sebagai orang yang selalu iri kepada Telaga. Luh Sekar sangatlah menderita. 3 . Ia merupakan seorang penari yang terkenal dan sangat piawai menari Oleg. Latar belakang kehidupan Oka yang tidak menyenangkan. Pendobrak Tabu dar Bali. Novel yang mengusung isu feminisme dengan mengetengahkan persoalan perempuan Bali dalam belitan kultur dan agama (Hindu) tersebut membuat nama Oka Rusmini berkibar di blantika sastra tanah air.´ jelas ibu dari Phasa Renaisan ini. diskusi dengan sahabat-sahabat kreatif. Latar Belakang Karya Novel Tarian Bumi merupakan novel yang membuat nama penulisnya bersinar sejak novel ini pertama kali diterbitkan. Ia juga mempunyai seorang teman perempuan bernama Luh Sadri.4 B. walaupun Telaga selalu bersikap baik padanya dan keluarganya.html.com/women/oka-rusmini-pendobrak-tabu-dari-bali. mungkin juga terlihat sakit. Kemudian harapan dan cita-citanya 4 Wayan Sunarta. ia hidup di dalam keluarga sudra. Untuk itu ia mulai menjadi penari. ia bertekad kelak akan menjadi seorang brahmana untuk mengangkat derajatnya dan keluarganya. seorang anak perempuan yang mengalir padanya darah bangsawan (brahmana) yang sangat disegani oleh masyarakat Bali pada masa itu. kendati kiprah kepenulisannya telah dimulai jauh sebelumnya.

Kenaikan kelas kastanya ditandai dengan perkawinan yang tidak sama sekali dilandasi oleh rasa cinta. Luh Kenten namanya. ia mulai menjadi seorang perempuan brahmana yang sesungguhnya. di sisi lain ternyata ada seseorang yang mengagumi dan diam-diam cinta pada Luh Sekar. Hidupnya mulai ditata oleh adat dan menari juga merupakan hal wajib yang harus dipelajarinya. Luh Sekar tetaplah Luh Sekar. Dan setelah Wayan meninggal inilah perjalanan baru Telaga dimulai. ia rela menjatuhkan harga dirinya di hadapan Bali. Perkawinan Luh Sekar dengan Ida Bagus Ngurah Pidada merupakan suatu klimaks kisah perjuangan hidupnya. ia lupa diri dan ternyata punya simpanan. Teman perempuan Luh Sekar yang selama ini setia menemani Sekar menari. dan akhirnya dilepaskan dari keluarga. seorang sudra tidak bisa begitu saja menjadi seorang brahmana walaupun segala atribut kesudraannya telah dilepaskan termasuk mengganti namanya menjadi Jero Kenanga. ia mempunyai seorang suami yang sama-sama berasal dari kasta brahmana dengan dirinya yang bernama Ida Bagus Tugur. Demi cintanya pada Wayan. 4 . Sebelum akhirnya benar-benar menikah. Ida Bagus Tugur sendiri merupakan pemuda brahmana yang miskin dan punya ambisi besar untuk mempunyai jabatan.menjadi kenyataan ketika pada akhirnya seorang Ida Bagus Ngurah Pidada bersedia mempersuntingnya. upacara turunnya derajat seorang brahmana menjadi seorang sudra. Adatlah yang memaksanya untuk mencintai sesama jenis. ia juga merupakan kakak dari Luh Sadri. Ida Ayu Sagra Pidada sendiri merupakan ibu dari suami Jero Kenanga (ayah Telaga). Pemuda inilah yang membuat Telaga jatuh cinta. dan ia harus siap menerima hal terburuk ketika mengetahui bahwa Sekar telah disunting oleh seorang brahmana. ia diharuskan menjalani upacara Pattiwangi. namun karena posisinya sebagai satu-satunya ahli waris dalam keluarganya. tidak pernah sedikitpun ia dan Ida Ayu Sagra Pidada (nenek Telaga) satu paham dan saling rangkul layaknya ibu dan anak. seorang lelaki sudra yang sudah sejak lama menari untuk griya. maka posisinya bertukar menjadi suami dan suaminya berstatus menjadi istri. Karena inilah selama ia menjabat menjadi Jero Kenanga. Bagi Dayu Sagra Pidada. Wayan Sasmitha. Dan ternyata dari menari lah awal pula kisah percintaannya di mulai. Cinta yang tumbuh di antara mereka akhirnya membuat keduanya mendobrak adat. Setelah akhirnya Telaga memasuki masa dewasanya. Namun akhirnya setelah menjadi Lurah. terutama Telaga.

serta 5 Burhan Nurgiyantoro. ternyata banyak tersingkap perjalanan berat manusia-manusia Bali. Luh Sekar/Jero Kenanga. Teori Pengkajian Fiksi.C. maka akhirnya ia dijodohkan oleh Ida Bagus Tugur. anak semata wayangnya ini ternyata bukan menikah dengan seorang Ida Ayu melainkan dengan Luh Sekar. hal. Tokoh dan Penokohan Penokohan adalah gambaran yang jelas tentang seseorang yang ditampilkan dalam sebuah cerita. Dayu Sagra selalu merasa semua impiannya hilang. Kekecewaan Dayu selanjutnya dilakukan oleh laki-lakinya yang lain. Dibalik keindahan pulaunya. Ida Ayu Sagra Pidada adalah seorang perempuan yang luar biasa keras. ia juga merupakan seorang puteri yang cantik dari bangsawan kaya. ia juga merupakan pewaris tunggal dalam keluarganya. pemuda dari keluarga brahmana yang miskin namun terpelajar dan mempunyai ambisi untuk memperoleh jabatan yang tinggi di pemerintahan. 5 Dalam Tarian Bumi. Analisis Unsur Intrinsik a. terdapat tiga tokoh perempuan utama. 165 5 . Sampai akhir hayatnya. Dari pernikahan keduanya. b. dan Ida Ayu Telaga Pidada. Selain itu. Karena ayahnya adalah seorang pendeta yang mempunyai banyak sisia. ia mulai lupa diri dan ternyata mempunyai simpanan seorang penari dari kalangan sudra. Namun setelah akhirnya Ida Bagus Tugur telah menjadi Lurah. Tema yang menjadi inti dalam novel Tarian Bumi adalah mengenai potret sisi lain Bali yang sampai saat ini masih tersimpan rapat (adat dan kasta). lahirlah Ida Bagus Ngurah Pidada. namun sayang karena ia tidak tertarik dengan laki-laki yang ada di dalam griya. Yogyakarta: Gajah Mada Univeersity Press. yaitu Ida Ayu Sagra Pidada. Tema tidak dapat dipisahkan dari permasalahan kehidupan yang direkam oleh karya sastra. karena masalah dalam karya sastra merupakan sarana untuk membangun sebuah tema. 2005. Tema Tema merupakan makna suatu persoalan pokok dalam sebuah cerita atau kisahan. Persoalan yang lebih kompleks adalah mengenai perjuangan dan nasib para perempuan-perempuan Bali yang terlahir dalam sebuah kasta yang tidak diinginkan dan memaksa mereka memilih untuk menjalani atau keluar dari pakemnya. secara otomatis sejak muda ia mempunyai kedudukan yang sangat tinggi dan terhormat dibanding perempuanperempuan lain di griya.

Luh Sadri (adik Wayan Sasmitha).tidak mempunyai harga diri. Dari hasil perkawinan ini kemudian lahirlah Ida Ayu Telaga Pidada. yaitu Luh Kambren (guru tari Ida Ayu Telaga Pidada). bapaknya terseret dalam peristiwa ¶65 yang membuat keluarganya dikucilkan dari masyarakat. Tapi darah sudra yang mengalir dalam darah Sekar tetap menjadikannya seorang sudra ditengah-tengah orang-orang griya. Selanjutnya tokoh-tokoh pendukung yang ada di dalam novel. Luh Dampar (teman Luh Kambren) dan Luh Kendran (teman Luh Sadri). Ida Ayu Telaga Pidada merupakan anak dari Jero Kenanga dan Ida Bagus Ngurah Pidada. Luh Dalem (ibu Luh Sekar/Jero Kenanga). Luh Kenten (teman Luh Sekar/Jero Kenanga). Tapi pada akhirnya Telaga justru menikah dengan seorang sudra. seorang brahmana murni yang mempunyai perangai buruk yang merupakan anak dari Ida Ayu Sagra Pidada. Setelah akhirnya disunting oleh seorang Ida Bagus Ngurah Pidada. Beruntung Sekar memiliki tubuh dan wajah yang cantik. ia hidup dalam tata cara ibunya yang menjadikannya seorang penari serta akan menikahkannya dengan seorang pemuda brahmana. 6 . walaupun ia telah menjadi Jero Kenanga. Wayan Sasmitha namanya. impiannya terbayar. Pilihan menikah dengan seorang sudra menjadikannya terbuang dari keluarga griya. aset ini ia manfaatkan untuk menjadi seorang penari yang merupakan jalan satu-satunya untuk ³naik kelas´. Ia akhirnya meninggal sebulan setelah anaknya meninggal. terlebih ketika akhirnya Wayan meninggal ia diharuskan oleh Luh Gumbreg (ibu mertuanya) untuk melakukan upacara Pattiwangi. Kerta dan Kerti (adik Luh Sekar/Jero Kenanga). Ketika akhirnya neneknya meninggal sebulan setelah bapaknya meninggal. Percekcokan yang dialami antara ibu dan neneknya setiap hari membuat dilema besar dalam hidupnya. Dari hasil pernikahan keduanya lahirlah Luh Sari. Luh Sekar adalah seorang sudra tulen. dan tetap menjadi sumber kesalahan dalam setiap perbuatan suaminya. Hidup menderita dari kecil telah membangkitkan cita-citanya untuk menaikkan derajatnya menjadi seorang Jero. ia hidup dalam kebencian sosok bapaknya. upacara yang membuatnya menjadi seorang sudra yang utuh.

Namun sebenarnya secara keseluruhan alur yang disajikan adalah flashback dari cerita seorang Luh Telaga tentang bagaimana akhirnya ia menjalani kehidupan di awal novel dan merubah namanya menjadi seorang Luh. Setelah itu alur menjadi maju. tempat. sebab ia dapat merujuk pada saat tertentu secara jelas. ia menceritakan tentang kisah bapak. menikah dengan seorang brahmana. mulai dari penderitaannya sejak kecil. ibu dan neneknya. Dan klimaksnya Telaga diharuskan menjalani upacara Pattiwangi. Pada tahap kedua. di sini diceritakan tentang percintaan Luh Kambren dan juga Luh Dampar. sampai ibu Sekar memberikan tusuk konde kepada Sekar. Dari awal hingga akhir cerita. di sini diceritakan tentang masa lalu ibu Telaga (Luh Sekar). Latar tempat pada novel Tarian Bumi memperlihatkan gambaran luas mengenai Bali. di awal cerita dikisahkan tentang Telaga yang telah menjadi seorang Luh yang telah memiliki seorang anak bernama Luh Sari. Kemudian alur menjadi mundur kembali. Lalu alur berubah maju lagi. Hal ini terlihat dari awal sampai akhir cerita. Latar waktu dapat dikategorikan sebagai latar fisik. dan lingkungan sosial tempat terjadinya peristiwa-peristiwa yang diceritakan. kemudian alur berubah menjadi mundur. Setelah Luh Kambren meninggal dan Telaga telah menjadi seorang penari. Latar Latar merupakan keterangan waktu. asal-usul adiknya Kerta dan Kerti. Pengurutan dan penyajian berbagai peristiwa tersebut adalah untuk mencapai efek emosional dan efek artistik tertentu. Alur/Plot Alur atau plot merupakan struktur peristiwa-peristiwa dalam karya fiksi. alur menjadi maju. menjelaskan semua kejadian yang terjadi pada setiap sudut bangunan-bangunan maupun tempat-tempat di Bali. teman Luh Sadri yang menikah dengan orang Jerman. diceritakan tentang Telaga yang telah menjadi perempuan dewasa dan sudah harus hidup dalam aturan adat juga dalam aturan ibunya salah satunya adalah menari. Pada tahap ketiga. Latar tempat menunjukkan secara jelas lokasi tertentu. dimulailah kisah percintaannya dengan Wayan Sasmitha sampai akhirnya menikah dan Wayan meninggal dunia. seperti sanggah ³Perempuan itu sudah tidak bisa lagi 7 . Pada tahap pertama alur yang disajikan adalah alur maju. Dan alur yang digunakan dalam novel Tarian Bumi adalah alur zigzag. d.c. alur kembali mundur. menjadi kisah tentang Telaga pada masi kecil yang penuh wejangan dari neneknya.

pasar Badung ³Kalau bukan karena mulut orang-orang pasar Badung. dan berbagai peristiwa yang membentuk cerita dalam sebuah karya fiksi kepada pembaca. 8 . Narator ini menceritakan peristiwaperistiwa yang terjadi di luar maupun pada tokoh utama (Telaga). 2007:51). yaitu dalam setiap alur mundur. terlebih setelah menjalani upacara Menek Kelih ´ (Rusmini. Luh Sekar tidak akan tahu´ (Rusmini. latar. 2007:47). 22). tidak ada sepatu. kau belum pamit ke griya. bermula diperkirakan pada kisaran tahun 1965-an ketika Luh Sekar masi kecil dan bapaknya adalah seorang anggota PKI (hlm. Pesan Moral Pada hakikatnya. dan pasar Kumbasari ³Suatu hari karena harus ikut ujian di sekolah. kue atau permen. Dalam novel Tarian Bumi ini. menambah pengetahuan. Sudut Pandang Sudut pandang merupakan cara sebuah cerita dikisahkan.bersembahyang di sanggah. ³Bagi Telaga. upacara Pattiwangi ³Dulu. griya ³Perempuan itu adalah sesepuh griya´ (Rusmini. kasta. Kesemuanya dapat didapatkan setelah membaca dan meresapi pesan-pesan moral yang didapat setelah membaca suatu karya sastra. kesemuanya dapat didapatkan setelah kita membaca keseluruhan novelnya. 2007:55). setiap karya sastra berfungsi dan bersifat mendidik. sudut pandang yang digunakan adalah sudut pandang orang ketiga maha tahu (narator luar). e. pura keluarganya´ (Rusmini. Luh Sekar melihat ibunya dibopong orang-orang sedesa. Tubuh perempuan itu berlumuran darah. terdapat beberapa sudut pandang. selanjutnya tidak ada keterangan waktu yang tepat hanya saja disebutkan kejadian-kejadian yang berpengaruh pada waktu. ayahnya adalah laki-laki paling tolol´ (Rusmini. Dan latar waktu yang terdapat dalam nover Tarian Bumi. Luh Sekar menjerit-jerit´ (Rusmini. 2007:171). Sekar tidak bisa ikut ibunya menjual babi di pasar Kumbasari´ (Rusmini. Tidak juga uang. f. serta proses-proses yang membelit di dalamnya. Ia merupakan cara atau pandangan yang dipergunakan pengarang sebagai sarana untuk menyajikan tokoh. 2007:10) ´Tidak ada baju. ketika kau dikawini anak tiang. Kau juga belum melakukan upacara Pattuwangi´ (Rusmini. dimulai dari kehidupan masyarakatnya. 2007:64). Pengetahuan lain tentang sisi lain Bali tergambar jelas di novel ini. 2007:47). tindakan. 2007:164). adat yang mengikat. Dalam kaitannya dengan novel Tarian Bumi. seperti setelah menjalani upacara Menek Kelih ³Saat Telaga makin dewasa. serta menghibur.

Analisis Potret Ambivalensi Tiga Tokoh Utama Perempuan dalam Novel Tarian Bumi Seperti yang telah dijelaskan pada pembahasan sebelumnya. kedua orang tuanya akhirnya menjodohkan Dayu Sagra dengan lelaki brahmana miskin namun terpelajar. Takut menyimpang dari apa yang diinginkan. 2007:81). begitu banyak orang yang merasa lebih bangsawan daripada bangsawan yang sesungguhnya´ (Rusmini.Dan pesan moral yang amat ditekankan oleh pengarang. Sejak kecil hidupnya penuh dengan kejayaan dan kehormatan melebihi penghuni-penghuni griya lainnya. seperti terlihat dalam kalimat-kalimat berikut: ³Hidup ini begitu dahsyat. Keadaan yang mengenaskan ini terjadi akibat si perempuan adalah seorang sentana. Rasanya Meme sering main kucing-kucingan dengan hidup Meme. Kisah mereka memang yang berbeda. ³«Yang tiang sesalkan. hidupnya diwarnai dengan tinta hitam dan awan kelam oleh kedua laki-laki yang dicintainya. ´Sering sekali Sekar bertanya pada Sang Hidup. Perempuan yang pertama adalah seorang Ida Ayu Sagra Pidada. Ia juga amat menghormati sifat kebangsawanan yang dimiliki. dan sebaliknya laki-laki harus menuruti semua tindakan dan keputusan sang perempuan yang menjabat menjadi seorang suami. 2007:57). satu-satunya anak yang dimiliki oleh keluarganya yang otomatis menjadi ahli waris atas harta kedua orang tuanya. Setelah menikah. Tetap pasrah ´ (Rusmini. D. Itu indahnya. dan yang lebih penting mempunyai ambisi untuk mendapatkan suatu jabatan penting dalam pemerintahan. namun ternyata mereka bertiga mempunyai ambivalensi yang sama. yang terjadi adalah posisi perempuan kini menjabat menjadi seorang suami. Hidup sebagai seorang brahmana membuat cintanya tidak tertuju pada satu pun sosok pemuda brahmana yang ada di dalam griya. dosa apa sesungguhnya yang telah diperbuat perempuan ini hingga tak ada habis-habisnya kesialan dan penderitaan melingkari hari-harinya. Anehnya dia tetap tabah. Seringkali hidup seperti mengejar Meme dengan ganasnya. dan 9 . Itu kesenian paling tinggi dalam peradaban manusia´ (Rusmini. 2007:174). sangatlah jelas terlihat di dalam novel. bahwa keturunan dari suami-istri yang menetap secara uxorilokal akan diperhitungkan secara matrilineal menjadi warga dadia si istri. Tetapi di masa tuanya ia tidak pernah bahagia. Begitu banyak hal-hal yang mengejutkan. Seperti yang dijelaskan oleh I Gusti Ngurah Bagus (295). bahwa dalam novel Tarian Bumi terdapat tiga tokoh utama perempuan yang berperan besar dalam pengisahan dari awal sampai akhir. Hidup juga sering menjebak Meme.

³Memang dulu Nenek merasa sangat bersalah. ia menyukai status yang disandangnya karena kedudukannya sebagai sentana di tengah-tengah keluarganya. yaitu menjadi seorang suami dengan tubuh perempuan. setelah jabatan didapat. Hingga akhirnya Dayu Sagra mengetahui bahwa suaminya mempunyai seorang simpanan. Walaupun hatinya hancur berantakan tapi tetap saja ia tidak menginginkan berpisah dengan suaminya. Dulu. hormat pada orang tua Nenek. ³Sampai terdengar desas-desus. ternyata Kakek memiliki simpanan seorang penari yang sangat cantik. 16 10 . yang terjadi adalah sang suami lupa diri. Bagi perempuan tua ini. Tetapi di lain sisi. Nenek ingin menunjukkan bahwa status Kakek di rumah sama dengan dirinya´ ³Percuma. seorang sudra.mewarisi harta pusaka dari klen itu. Nenek merasa berjuang sendiri´ 6 Selanjutnya. secara tidak langsung ia menyukai posisi yang diberikan kepadanya. tapi ia juga menyesal dengan statusnya tersebut karena setiap usaha yang ia lakukan untuk menghargai suaminya menjadi sia-sia. Yang membuat Nenek semakin mendidih. perempuan itu 6 Oka Rusmini. lebih baik pasrah daripada harus kehilangan posisi dan kedudukannya serta laki-laki yang selalu mempermalukannya namun amat ia cintai. dan yang makin membuatnya marah adalah karena simpanan suaminya merupakan janda dua anak keturunan sudra. Inilah ambivalensi pertama yang dirasakan oleh Ida Ayu Sagra. karena perlakuan yang demikianlah suaminya yang sesungguhnya telah terbiasa dengan perlakuan yang harus dilakukan. tidak ada hasilnya. Dan kakek tetap menjalankan tugasnya dengan baik. Jakarta: Gramedia. Konflik batin yang bertubi-tubi dialami oleh seorang Dayu Sagra memupuskan semua harapan dan impiannya. Ia sangat marah dan kecewa. Tarian Bumi. 2007. Hingga akhirnya Ida Ayu Sagra merubah sifatnya. Namun yang terjadi adalah Ida Ayu Sagra sendiri tidak mau melepaskan suaminya. Dalam hal ini kedudukan si istri adalah sebagai sentana (pelanjut keturunan). hlm. Ambivalensi kedua yang dialami oleh Ida Ayu Sagra adalah ketika akhirnya rumah tangganya hancur karena adanya perselingkuhan yang dilakukan oleh suaminya. Lama-lama Nenek mulai berubah. Di sinilah ambivalensi atas sentana mulai terjadi. Ida Bagus Tugur tetap tidak berubah. Bukan hanya itu. dengan ini ia bias menempatkan dirinya sebagai perempuan yang harus dihormati. Nenek mulai menyiapkan makan pagi dan makan malam. Dia selalu menempatkan dirinya sebagai perempuan terhormat. Hormat pada Nenek. anak laki-lakinya juga ternyata tidak pulang dengan seorang Ida Ayu seperti apa yang diharapkannya. dia juga memandang sebelah mata pada lakilaki itu. Tapi justru Ni Luh Sekar lah yang dipersuntingnya.

bukan perempuan brahmana. Terlihat dengan jelas betapa ironis dan sadisnya nasib perempuan-perempuan Bali. Selanjutnya. Luh. Mereka pun menyusui laki-laki. Pernikahan tanpa cinta ini sebenarnya hanyalah cara Sekar agar ia bisa ³naik kelas´. 2007:19). terutama ibunya. atau duduk dekat perempatan bersama para berandalan minum tuak. Bayangkan saja bagaimana mungkin penari secantik Sekar mau menerima seorang yang buruk rupa kalau tidak karena harta dan kedudukannya? Laki-laki yang menjadi suami Sekar ini kepribadiannya digambarkan oleh pengarangnya layaknya sosok laki-laki Bali pada umunya. Di balik keindahan pulaunya ternyata banyak tersembunyi peluh dan air mata perempuanperempuan tak berdosa yang terkekang adat. seorang pemuda yang digambarkan buruk rupa namun keturunan brahmana tulen mempersuntingnya. Misi yang diluncurkan berhasil. 2007:16). Jauh berbeda dengan gambaran perempuan Bali yang sesungguhnya. Hanya dengan cara itu mereka sadar dan tahu bahwa mereka masih hidup. apapun dilakukan. ³Perempuan Bali itu. ia harus rela kehilangan kehangatan keluarganya. perempuan yang tidak terbiasa mengeluarkah keluhan. Ini merupakan suatu pemberontakan dari suatu sistem. 2007:25). Ia menari sebenarnya hanya semata-mata untuk dilihat oleh orang banyak. Ida Bagus Ngurah Pidada. Keringat mereka adalah api. ³Kau harus tahu. Mereka tidak hanya menyusui anak yang lahir dari tubuh mereka. Dia bisa berbulan-bulan tidak pulang. Mereka lebih memilih berpeluh. Menyusui hidup itu sendiri´ (Rusmini. janda dua anak´ (Rusmini. Perempuan itu tidak memiliki kemampuan untuk merebut laki-laki yang telah dinikahinya´ (Rusmini. 2007:12). Demi harga diri. Dan ternyata lagi-lagi adatlah yang memaksa kepicikan berani menantang kehidupan. Telaga. Awalnya adalah perempuan sudra yang menpunyai ambisi keras untuk menaikkan harga dirinya menjadi bagian dari anggota keluarga brahmana. ia menginginkan perubahan dalam hidupnya tidak melulu seorang sudra menikah dengan sudra lainnya. Melainkan seorang sudra. perempuan yang kedua adalah sosok Ni Luh Sekar/Jero Kenanga. Kalau di rumah kerjaannya hanya metajen. minuman keras´ (Rusmini. Dari keringat itulah asap dapur bisa tetap terjaga. Terlahir dengan kenyataan dengan seorang ayah yang terlibat menjadi anggota PKI mengucilkan Sekar kecil dari lingkungan sekitarnya. Padahal. adu ayam. khususnya lelaki brahmana. Inilah kepasrahan yang 11 . Tekanan batin yang dialami Sekar kecil membangkitkan ambisinya untuk terus melanjutkan misinya menjadi seorang penari. tuniangmu sangat mencintai suaminya. ³Laki-laki yang memiliki ibu adalah laki-laki paling aneh. dengan masuk pada keluarga tingkat atas. Cintanya yang luar biasalah yang menyebabkan tuniangmu tersiksa.

ia dijadikan perempuan sudra hanya karena mencintai seorang Wayan. ia mau kesejajaran antar individu. sekali lagi membuatnya terbuang. Oleh ibunya ia sudah tidak diakui sebagai anak karena derajatnya kini lebih tinggi. termasuk anak yang dilahirkannya´ (Rusmini. Sedangkan di griya. ibu dan neneknya selalu silang pendapat dan tak jarang beradu argumen di depannya. 106 8 12 . Hidup tidak selamanya berada dalam aturan adat. sejak kecil dibesarkan dalam keluarga yang semrawut. baginya brahmana adalah suatu kemunafikkan. Ia penari yang lahir dari ibu sudra dan ayah brahmana. Jakarta:Detak. Dia harus berbahasa halus dengan orang-orang griya. 7 Dan perempuan yang ketiga adalah Ida Ayu Telaga Pidada.com/2011/03/jejak-kekerasan-dalam-novel-tarianbumi. Kalaupun perlawanan. 2007:61). Nenek (ibu mertuanya) tetap menganggapnya sebagai Luh Sekar. Jassin. Hal itulah yang akhirnya menjadi ambivalensi dalam diri Kenanga karena di satu sisi ia menikmati status kebangsawanannya di mata masyarakat. sedang di sisi lain ia tertekan karena masih saja dianggap sudra. Ayahnya lelaki bejat yang mati di pelukan seorang pelacur. di pihak lain ada juga semacam sikap pasrah untuk menerima segala paksa. Tak hanya melahirkan sikap ambivalensi perubahan dari Luh Sekar menjadi Jero Kenanga.B. hlm. Sedang kakeknya hanya ia anggap patung dan pelengkap neneknya saja. Namun. Ia dihormati sebagai bagian dari kalangan bangsawan. Ia menghendaki emansipasi. Sosok Telaga sudah sejak lama tidak kerasan berada di tengah-tengah keluarga bangsawan. Tidak boleh memberikan sisa makanannya pada orang-orang griya. Namun kemudian harkatnya diruntuhkan: lewat sebuah upacara. ia seorang Jero Kenanga. Bimbang Hati Perempuan Bali. si perempuan sudra.dijalankan oleh seorang perempuan bernama Sekar. Bahkan setelah ia telah menjadi Jero pun ia masih dianggap sebagai sudra oleh para penghuni griya. kerena kenyataannya lalki-laki itu memang kerjanya hanya berdiam diri di rumah. diunduh pada tanggal 25 Juni 2011 pukul 21. Berani mengambil tindakan yang sebenarnya banyak merenggut kabahagiaannya bukanlah suatu pilihan tapi keharusan. Tidak boleh minum satu gelas dengan anak kandungnya sendiri. Subaltern dan Konstruksi Sosial Masyarakat Bali dalam Novel Tarian Bumi. Banyak pertentangan dalam hidupnya.html. 2000.13 WIB Pusat Dokumentasi Sastra H. Ia keki terhadap kaum lelaki yang mau menang sendiri. ia menyadari bahwa untuk menjadi istri bangsawan ia harus membayar mahal (2007:84). Seka´ tetap seperti perempuan sudra. ´Sementara dalam keluarga suaminya.blogspot.8 Telaga adalah sosok kompleks yang ditampilkan pengarangnya. tersedia dalam http://ruangkata-katavie. itu tetap 7 Novi Diah Hariyanti. Telaga adalah perempuan gelisah yang sesungguhnya ogah mengamini begitu saja kehendak lingkungannya.

Ketika akhirnya ia harus melakukan upacara Pattiwangi pun ia sebenarnya enggan untuk melakukannya. Kalaupun hidup harus terus memaksaku memainkan peran itu. Karena bersama laki-laki sudra ini Telaga lebih memahami hidup´ ³Entah mengapa. 107 13 . Telaga mulai beran menanyakan pilihan hiduonya.. Telaga mulai mempertanyakan hidupnya. harkat dan derajatnya mau tak mau harus turun pada tingkat kasta yang terendah.9 ³Aku tidak pernah meminta peran sebagai Ida Ayu Telaga Pidada. aku harus menjadi aktor yang baik. 2007:175). Pelajaran yang sangat berharga yang tersembunyi di balik cantiknya sunset di pantai Kuta. Tiang tidak tahu bagaimana merasakan arti kebahagiaan itu sendiri. Tapi bagi Telaga. pulau dewata. sejak kepergian Wayan. Kadang-kadang sesuatu yang tidak bernilai bias membuat kita tentram. ³Telaga ingin bercerita bahwa dia bahagia. Sejak Wayan meninggal. Dan hidup harus bertanggung jawab atas permainan gemilangku sebagai Telaga´ (Rusmini. Terlalu mahal´ (Rusmini. Namun ternyata takdir memberikan jawaban lain. 2007:154). ³Kebahagiaan itu sulit digambarkan. maka ia menjalaninya juga walaupun harus menahan sakit. Ini juga merupakan klimaks dari novel Tarian Bumi.masa berlangsungnya diam-diam semata. betapa hebat perjuangan perempuan Bali pada masa itu. Disini lah sangat terlihat bagaimana ambivalensi menguasai diri Telaga. 2007:170). selama ia bisa terus dengan Wayan maka ia akan terus bahagia. Juga tidak bias diucapkan. Telaga juga merupakan sosok perempuan Bali yang sangat berani mendobrak hal yang sangat tabu di Bali. 9 Ibid. Pilihan menikah dengan seorang sudra merupakan hal yang hina bagi seorang brahmana. Wayan akhirnya ditemukan meninggal di studio lukisnya. Ia meragukan keputusannya mmenikah dengan Wayan. hlm. masa di mana adat dan kasta masih sangat kuat mengikat tapi tubuh dan jiwa tidak bias menolaknya. lalu beberapa detik kemudian terenggut lagi. tapi karena suatu keharusan dari sang ibu mertua. Apakah ini sdudah semacam keraguan?´ (Rusmini.

Dan Luh Sekar mulai merasakan ambivalensinya ketika ia telah menikah dan masuk ke dalam keluarga Brahman dan menjadi Jero Kenanga. pemberontakan dan kepasrahan merupakan hal yang sangat berhubungan satu sama lain. jika keduanya dirasakan dan disatukan secara bersamaan maka yang akan timbul adalah sebuah ambivalensi bagi si penderita. Tokoh Ida Ayu Sagra Pidada mengalami ambivalensi ketika suaminya mulai lupa diri hingga akhirnya diam-diam mempunyai simpanan seorang sudra. Oka Rusmini mampu menggambarkan sisi lain Bali yang penuh dengan perjuangan manusianya. Tapi. khususnya rakyat Indonesia. Ambivalensi yang dialami ketiga tokoh utama terjadi tidak secara bersamaan.BAB III PENUTUP Tarian Bumi merupakan novel yang pantas untuk diapresiasi. Sedangkan Ida Ayu Telaga Pidada mulai mengalami ambivalensi ketika akhirnya suaminya meninggal dan ia diharuskan menjalani upacara Pattiwangi. Banyak konflik dan peristiwa yang terjadi di dalam novel tersebut. ketiganya sama-sama mengalami ketika perjalan hidup mereka berada pada klimaksnya. 14 . yang merupakan cerita yang berbeda yang disajikan pengarang kepada pembaca. Namun.

tersedia dalam http://adiel87. 15 .B. 2000. diunduh pada tanggal 25 Juni 2011 pukul 21.13 WIB. Prasetyo. Teori Objektif. Jakarta: Gramedia.html. 2007. 2009. Ayu. S. tersedia dalam http://secangkircokelat. dan Pemberontakan. Rusmini.com/2006/10/tarian-bumi-perempuan-kasta-dan. Djenar. diunduh pada tanggal 22 Juni 2011 pukul 23:35 WIB. Nurgiyantoro. Subaltern dan Konstruksi Sosial Masyarakat Bali dalam Novel Tarian Bumi. Gita. Paradigma Sosiologi Sastra. Teori Pengkajian Fiksi.com/2009/11/teori-objektif. Utomo . Ratna.DAFTAR PUSTAKA Adiel. Bimbang Hati Perempuan Bali. 2005. Jassin. 2003. Sastera dan Ilmu sastera. Novi Diah Hariyanti. Jakarta:Detak. 2003. pukul 21. tersedia dalam http://ruangkata-katavie. Hariyanti. TARIAN BUMI: Perempuan.30 WIB.html.blogspot.com/2011/03/ jejak-kekerasan-dalam-novel-tarian-bumi.html. A. Oka. Semarang: Harian Suara Merdeka.blogspot. Romadhona.blogspot. Teeuw. Jakarta: Pustaka Jaya. Yogyakarta: Gajah Mada University Press. Tarian Bumi. Oka. Kasta. Pusat Dokumentasi Sastra H. dan Eksplorasi Seks Itu. Burhan. diunduh pada tanggal 26 Juni 2011. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Nyoman Kutha.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->