Materi Pendidikan Islam: Pendidikan Akhlak dalam Perspektif Hadis

Oleh: Bukhari Umar

Kata akhlak (akhlaq) adalah bentuk jamak dari kata khuluq. Kata khuluq berarti budi pekerti, perangai, tingkah laku atau tabiat.[1] Abdul Hamid Yunus berpendapat bahwa akhlak ialah sifat-sifat manusia yang terdidik.[2] Al-Ghazali mengemukakan bahwa akhlak adalah sifat yang tertanam dalam jiwa yang menimbulkan bermacam-macam perbuatan dengan mudah, tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan.[3] (AlGhazali, t.th.: 56). Pendidikan akhlak adalah proses pembinaan budi pekerti anak sehingga menjadi budi pekerti yang mulia (akhlaq karimah). Proses tersebut tidak terlepas dari pembinaan kehidupan beragama peserta didik secara totalitas. Sehubungan dengan pendidikan akhlak ini, Rasulullah SAW. telah mengemukakan banyak hadis, di antaranya:

»

-

.

[4] Abdullah bin Amr RA, berkata, ³Nabi SAW bukan seorang yang keji dan bukan pula bersikap keji. Beliau bersabda, µSesungguhnya yang terbaik di antara kamu adalah yang paling baik akhlaknya¶.´ Hadis ini memuat informasi bahwa Rasulullah SAW. memiliki sifat yang baik dan memberikan penghargaan yang tinggi kepada orang yang berakhlak mulia. Itu berarti bahwa akhlak mulia adalah suatu hal yang perlu dimiliki oleh umatnya. Agar setiap muslim dapat memiliki akhlak mulia, ia harus diajarkan dan dididikkan kepada setiap anak muslim. Agar para sahabat dan umatnya memiliki akhlak yang mulia, beliau memberikan motivasi yang sangat menarik. Di antaranya seperti yang disebutkan dalam hadis berikut:


[5]

» « »

Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah saw.ditanya tentang faktor yang paling banyak memasukkan (orang) ke dalam sorga. Beliau menjawab: bertakwa kepada Allah dan berakhlak mulia. Beliau ditanya pula tentang faktor yang paling banyak membawa orang ke neraka. Beliau menjawab: Mulut dan kemaluan. Dalam kedua hadis di atas terlihat bahwa Rasulullah saw. sangat menginginkan umatnya berakhlak mulia. Untuk mencapai keinginan tersebut, beliau menggunakan motivasi, targhîb dan tarhîb. Untuk

th. 436 [3] Al-Ghazali. 493 [7]Khalil Al-Musawi.]).bertakwa kepada Allah dan berakhlak mulia itu diperlukan perjuangan yang berat karena manusia menemui banyak rintangan dalam kehidupannya. 2004).[8] Dengan demikian. menekuni perbuatan. Terjemahan M. 21. Judul Asli. h. (Beirut: al-Maktabah alKatulikiyah. [t. Arifin. "Dirâsah Muqâranah fi al-Tarbiyyah al-Islâmiyyah. Op. Oleh sebab itu diperlukan motivasi yang tinggi.[7] Al-Gazaly. 245 [6] Irwan Prayitno. tidak hasud. mempunyai pengaruh besar bagi pembentukan kebaikan akhlak. Allah mengutus Rasulullah SAW untuk menyempurnakan akhlak manusia. 158 . 1999). Dairat al-Ma¶arif. (al-Qahirah: al-Sya¶b. Dalam pemikiran mereka itu. [1] Louis Ma¶luf. h. Op. 1994).ke2. h. (Bekasi: Tarbiyatuna.9 Pendidikan akhlakul karimah sangat penting untuk diberikan oleh orang tua kepada anakanaknya dalam keluarga. 1398 [5] Al-Tirmiziy. h.. (Jakarta: Lentera.. terdapat teori ³perkembangan moralitas´ (akhlak). Pendidikan akhlak mengutamakan nilai-niilai universal dan fitrah yang dapat diterima oleh semua pihak. 194 [2]Abd al-Hamid Yunus. Op.. h. Perbandingan Pendidikan Islam. ke-1. kasih sayang. h. adalah pasti jika dikatakan bahwa akhlak baik tidak dapat terbentuk kecuali dengan membiasakan seseorang berbuat sesuatu pekerjaan yang sesuai dengan sifat akhlak itu. Bagaimana Membangun Kepribadian Anda. Beberapa akhlak yang dicontohkan Nabi SAW di antaranya adalah menyenangi kelembutan. Karenanya Rasulullah SAW. Juz 3..cit. targhîb dan tarhîb. h.th. h. Ibnu Sina dan John Dewey sama pandangannya bahwa pembiasaan. juz 2. Anakku Penyejuk Hatiku.cit. menggunakan motivasi. tidak kikir dan keluh kesah. [8] Ali Al-Jumbulati. mengendalikan emosi dan mencintai saudaranya. Qâmûs al Munjid.cit. Jika seseorang mengulang-ulangi berbuat sesuatu tertentu maka berkesanlah pengaruhnya terhadap perilakunya dan menjadi kebiasaan moral dan wataknya. Juz 2. berbuat (praktek). Akhlak yang demikian perlu diajarkan dan dicontohkan orang tua kepada anakanaknya dalam kehidupan sehari-hari. (Jakarta: PT Rineka Cipta. 56 [4] Al-Bukhari. [6] Orang tua mempunyai kewajiban untuk menanamkan akhlakul karimah pada anak-anaknya yang dapat membahagiakan di alam kehidupan dunia dan akhirat. [t. cet.]). menahan diri dan marah. cet.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful