P. 1
Modul Sekolah Mtsnb

Modul Sekolah Mtsnb

|Views: 292|Likes:
Published by Edy

More info:

Published by: Edy on Feb 13, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as TXT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/20/2013

pdf

text

original

MILIK NEGARA TIDAK DIPERDAGANGKAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL KEMENTERIAN AGAMA RI Peningkatan Manajemen Melalui Penguatan Tata Kelola

dan Akuntabilitas di Sekolah/Madrasah Materi Pelatihan Sekolah/Madrasah Bantuan Operasional Sekolah

Disiapkan bersama oleh: Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar, Kemendiknas dan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kemenag RI dengan bantuan dana hibah dari Pemerintah Australia melalui Program Kemitraan Au stralia-Indonesia dan didukung oleh: Bank Dunia, Uni-Eropa, Pemerintah Kerajaan Belanda, Bank Pembangunan Asia dan US AID

Peningkatan Manajemen Melalui Penguatan Tata Kelola dan Akuntabilitas di Sekolah/Madrasah Materi Pelatihan Sekolah/Madrasah

Kata Pengantar Bantuan Operasional Sekolah (BOS), yang dimulai sejak bulan Juli 2005, merupakan program untuk membantu percepatan penuntasan program wajib belajar 9 tahun yang bermutu. Bagi kebanyakan sekolah dan madrasah di Indonesia, dana BOS merupakan komponen terbesar pemasuka n dana yang diterima oleh sekolah dan madrasah. Untuk memaksimalkan efisiensi dan efektivitas pemanfaatan dana BOS dan sumberdan a sekolah/ madrasah lainnya, penting dilakukan peningkatan keterampilan dalam menyusun pere ncanaan dan penganggaran ditingkat sekolah/madrasah. Untuk keperluan inilah pemerintah telah mengambil inisiatif untuk mengembangkan program pelatihan yang mendukung peningkatan keter ampilan manajerial bagi sekolah/madrasah. Program pelatihan ini dikembangkan dengan meru juk pada sistem penjaminan mutu, khususnya Standar Pelayanan Minimal untuk pendidikan das ar dan Standar Nasional Pendidikan. Pelatihan intensif tentang Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) ini akan diberikan kepada 3 unsur anggota Tim Pengelola BOS di Sekolah/Madrasah di seluruh Indonesi a, yaitu kepala sekolah/madrasah, bendahara sekolah/madrasah dan unsur masyarakat anggota Tim Ma najemen BOS Sekolah/Madrasah atau Komite Sekolah/Madrasah. Materi pelatihan untuk sekolah dan madrasah ini disiapkan melalui kerjasama deng an dan atas dukungan dari Australian Agency for International Development (AusAID), Asian De velopment Bank (ADB) melalui proyek Basic Education Capacity Support Program, USAID melalui Pro yek Decentralized Basic Education (DBE1), Pemerintah Kerajaan Belanda, European Union (Uni Eropa) dan the World Bank (Bank Dunia) melalui the Basic Education Capacity Trust Fund. Pelatihan ini akan disampaikan secara nasional kepada sekitar 650.000 peserta dari sekolah/madrasah (SD/MI/SMP/ MTs) dengan dukungan dana dari Pemerintah Australia melalui AusAID. Buku panduan pelatihan ini memusatkan perhatian pada empat materi utama: (1) Sta ndar Pelayanan Minimal untuk Pendidikan Dasar dan Standar Nasional Pendidikan, termas uk di dalamnya pengenalan terhadap Evaluasi Diri Sekolah/Madrasah (EDS/M); (2) Perencanaan dan Penganggaran; (3) Manajemen Keuangan; dan (4) Pengenalan Pendidikan Karakter. Selain ke empat jenis materi utama tersebut, masih ada beberapa materi tambahan/suplemen yang diharapkan dapa t disinggung pada saat pelatihan. Semoga materi pelatihan ini dapat sepenuhnya dimanfaatkan oleh para pelatih dan peserta pelatihan untuk panduan pelatihan bagi tingkat sekolah/madrasah.

Jakarta, Maret 2011 Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementrerian Agama RI Prof. Dr. Mohammad Ali, MA NIP. 19530603 197903 1 002 Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Kementrerian Pendidikan Nasional Prof. Suyanto, Ph.D. NIP. 19530302 197703 1 001 i

Pendahuluan Buku Materi Pelatihan ini berisi informasi penting yang digunakan sebagai bahan pembelajaran bagi pengelola SD/MI dan SMP/MTs, yang terdiri dari kepala sekolah/madrasah, ben dahara sekolah/madrasah, dan ketua komite sekolah/madrasah di seluruh Indonesia. Buku ini disusun sebagai bahan pelatihan dalam rangka membantu sekolah/madrasah melakukan perencanaan, pengelolaan, dan penyusunan laporan, baik kegiatan maupun keuangan sekolah/ madrasah. Pelatihan ini juga dimaksudkan untuk mendukung pelaksanaan program BOS dan penerapan manajemen berbasis sekolah/madrasah yang lebih baik, partisipatif dan akuntabel. Buku ini terdiri dari tiga bagian utama yakni: (1) Evaluasi Diri Sekolah/Madrasa h, (2) Perencanaan dan Penganggaran Sekolah/Madrasah, dan (3) Manajemen Keuangan Sekolah/Madrasah. Sebagai bagian yang tak terpisahkan dari upaya peningkatan mutu pada sektor pendidikan, serangkaian program nasional yang menyemangati upaya perbaikan yang mendasar ini juga disert akan pada bagian akhir buku ini: pendidikan karakter bangsa, penanggulangan bencana, penga rusutamaan gender, rencana aksi nasional pemberantasan narkoba, dan pencegahan HIV/AIDS. Bagian 1 - Evaluasi Diri Sekolah/Madrasah (EDS/M) menekankan pentingnya kemampua n sekolah/madrasah melakukan pemetaan pencapaian kinerja sekolah/madrasah pada saa t ini serta pengembangan program dan anggaran sekolah/madrasah. Penguasaan implementas i EDS/M dicerminkan dalam kemampuan sekolah/madrasah dalam mengidentifikasi dan mengumpulkan data kinerja, menganalisis dan mengolah data mutu, menyimpulkan has il kinerja serta menerapkan standar mutu. Bagian ini terdiri dari empat bab. Bab I memperkenalkan kebijakan nasional yang berkaitan dengan Standar Nasional Pendidikan, Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar, Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan serta Penerapan SPMP, SNP, dan SPM dalam proses peren canaan sekolah/madrasah. Bab II menguraikan gambaran umum tentang EDS/M, menjelaskan so sok dan cara-kerja instrumen serta cara melaksanakan EDS/M. Bab III menjelaskan tekn ik identifikasi kesenjangan kinerja dan rekomendasi pemenuhan SPM. Bab IV memperkenalkan TRIMS a tau Aplikasi Pelaporan dan Manajemen Informasi Sekolah (APMIS), memahami manfaat kel uarannya bagi sekolah/madrasah serta langkah-langkah aplikasi TRIMS. Bagian 2 - Perencanaan dan Penganggaran Sekolah/Madrasah membantu sekolah/madras ah agar mampu menyusun program prioritas dengan mempertimbangkan ketersediaan sumbe

r daya yang dimiliki guna mencapai visi, misi, tujuan dan sasaran sekolah/madrasah yang telah ditetapkan. Melalui rencana kerja yang baik, sekolah/madrasah diharapkan dapat m enggalang partisipasi warga dan masyarakat, memastikan keterkaitan antara perencanaan, pel aksanaan dan pelaporan sekolah/madrasah, efisiensi dan efektifitas penggunaan dana, menja min integrasi perencanaan sekolah/madrasah sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat , provinsi, kota/kabupaten dan aspirasi stakeholder lokal, mempertimbangkan pentingnya pendi dikan karakter bangsa, sensitivitas terhadap isu gender, sikap responsif terhadap kead aan bencana, dan memperhatikan berbagai perkembangan yang terjadi. Bagian ini terdiri dari enam bab. Bab I merupakan pengantar bagi penyusunan RKS/ M dan RKT. Bab II menjelaskan tentang identifikasi kondisi kinerja aktual sekolah/madrasah sebelum rencana kerja disusun. Bab III menjelaskan tentang kondisi yang diharapkan oleh sekolah/ madrasah. Bab IV menguraikan tentang pentingnya penyusunan program, indikator dan target kiner ja yang tepat, penanggung jawab program dan kegiatan. Bab V memandu penyusunan rencana a nggaran sekolah/madrasah untuk jangka menengah. Bab VI menjelaskan tentang penyusunan Re ncana ii

Kerja Tahunan Sekolah/Madrasah dan penyusunan Rencana Anggaran Pendapatan dan Be lanja Sekolah/Madrasah atau Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah/Madrasah. Perlu juga disampaikan disini bahwa bersamaan dengan penerbitan materi pelatihan ini telah dikembangkan EDS/M multimedia dalam bentuk DVD. Dilengkapi dengan pegantar lisan oleh Bapak Menteri Pendidikan Nasional, DVD yang berjudul Meningkatkan Mutu Lingkungan Pembelajaran melalui Evaluasi Diri Sekolah/Madrasah ini dikemas secara komunikati f dan ramah pemirsa. Di dalamnya disajikan banyak contoh dan testimoni dari kepala sek olah, guru dan peserta didik yang membuat konsep EDS/M terasa mudah dipahami. DVD ini akan dibagikan kepada seluruh sekolah/madrasah. Bagian 3 - Manajemen Keuangan Sekolah/Madrasah membantu sekolah/madrasah memaham i dan mengasah keterampilan dalam mengelola siklus penganggaran melalui penyiapan anggaran, penata-usahaan, perpajakan, pengeloaan barang milik sekolah/madrasah, pelaporan keuangan yang baik, serta pengkomunikasiannya kepada stakeholder terkait. Bagian ini terdiri dari tujuh bab. Bab I memberikan pengantar tentang siklus man ajemen keuangan sekolah/madrasah serta prinsip pengelolaan keuangan yang baik. Bab II m emberikan gambaran umum penatausahaan keuangan sekolah/madrasah, khususnya dalam penerimaa n dan pengeluaran serta pelaporannya. Bab III menguraikan berbagai jenis pajak yang be rkaitan dengan pengelolaan keuangan dan transaksi di tingkat sekolah/madrasah. Bab IV memperken alkan masalah pembukuan sekolah/madrasah termasuk jenis buku dan transaksi, format buk u serta alurnya. Bab V berisi ketentuan pencatatatan barang milik sekolah/madrasah. Bab VI mendalami pelaporan keuangan sekolah/madrasah. Bab VII membahas berbagai hal yang berkaita n dengan masalah audit, pengendalian dan pengawasan keuangan di tingkat sekolah/madrasah. Dengan memahami manajemen keuangan diharapkan pihak sekolah/madrasah dapat mener apkan prinsip pengelolaan keuangan yang baik dengan tidak mengabaikan prinsip ekonomis , efisiensi dan efektivitas dalam mendukung tercapainya tujuan pendidikan dasar. Bagian ini sangat penting dipahami oleh berbagai pihak yang berkepentingan dengan pengelolaan keuangan sek olah/ madrasah termasuk kepala dan wakil kepala sekolah/madrasah, bendahara sekolah/ma drasah, guru, pengawas, dan komite sekolah/madrasah. Untuk mempelajari lebih jauh materi yang dijelaskan dalam buku ini disediakan fi le dalam

bentuk CD yang berisikan seluruh materi pelatihan, referensi terkait terutama Un dang-undang, Peraturan Pemerintah, Peraturan Menteri, dan seluruh bahan yang disampaikan dala m pelatihan. Dalam CD juga terdapat materi tambahan, antara lain Pendidikan Karakter Bangsa, Program Penanggulangan Bencana, Kepekaan terhadap Isu Gender, dan Pencegahan HIV/AIDS. Penyusunan buku ini didukung oleh Australian Agency for International Developmen t (AusAID), Asian Development Bank (ADB), Bank Dunia (World Bank) dan Decentralized Basic Ed ucation (DBE-I) Project - USAID.

iii

Daftar Singkatan APBD Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah APBN Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara APK Angka Partisipasi Kasar ATK Alat Tulis Kantor BAN-S/M Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah BMS Barang Milik Sekolah BOS Bantuan Operasional Sekolah BOSDA Bantuan Operasional Sekolah Daerah BOSP Biaya Operasional Satuan Pendidikan BSNP Badan Standar Nasional Pendidikan CTL Contextual Teaching and Learning DAK Dana Alokasi Khusus DAU Dana Alokasi Umum DBR Daftar Barang Ruang EDK Evaluasi Diri Kabupaten/Kota EDS/M Evaluasi Diri Sekolah/Madrasah EQAS External Quality Assurance System ICT Information and Communication Technology IMB Izin Mendirikan Bangunan IPA Ilmu Pengetahuan Alam IPTEK Ilmu Pengetahuan dan Teknologi IQAS Internal Quality Assurance System Juknis Petunjuk Teknis Kemenag Kementerian Agama Kemendiknas Kementerian Pendidikan Nasional KIB Kartu Inventaris Barang KIR Kartu Inventaris Ruang KIR Karya Ilmiah Remaja KKG Kelompok Kerja Guru

Efektif dan Menyenangkan PAS Pendapatan Asli Sekolah PDCA Plan Do Check Action Permendagri Peraturan Menteri Dalam Negeri Permendiknas Peraturan Menteri Pendidikan Nasional PMK Peraturan Menteri Keuangan PNS Pegawai Negeri Sipil PPh Pajak Penghasilan iv . Kreatif.KS Kepala Sekolah KTSP Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan LPMP Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan MA Madrasah Aliyah MBS Manajemen Berbasis Sekolah MI Madrasah Ibtidaiah Monev Monitoring dan Evaluasi MSPD Monitoring Sekolah oleh Pemerintah Daerah PAKEM Pembelajaran Aktif.

PPN Pajak Pertambahan Nilai PTKP Pendapatan Tidak Kena Pajak RAPBS Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah Renstra Rencana Strategis RKAS Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah RKJM Rencana Kerja Jangka Menengah RKS Rencana Kerja Sekolah RKS/M Rencana Kerja Sekolah/Madrasah RKT Rencana Kerja Tahunan RPJMD Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah RPP Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPPK Rencana Pengembangan Pendidikan Kota/Kabupaten RPS Rencana Pengembangan Sekolah RSBI Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional SBI Sekolah Bertaraf Internasional SD Sekolah Dasar SDM Sumber Daya Manusia SIM Sistem Informasi Manajemen SKM Sekolah Kategori Mandiri SKPD Satuan Kerja Pemerintah Daerah SKS Satuan Kredit Semester SNP Standar Nasional Pendidikan SPJ Surat Pertanggungjawaban SPM Standar Pelayanan Minimal SPMP Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan TU Tata Usaha Tupoksi Tugas Pokok dan Fungsi UAN Ujian Akhir Nasional UAS Ujian Akhir Sekolah UASBN Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional .

UKK Ujian Kompetensi Kejuruan UN Ujian Nasional v .

dan keterampila n. SPM jenis dan tingkat pelayanan pendidikan minimal yang harus disediakan oleh sa tuan atau program pendidikan. Standar proses standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pem belajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulusan. serta pendidi kan dalam jabatan. tempat berkreasi dan berekreasi. kompetensi bahan kajian. Pemerin-tahan Daerah Provinsi. Standar sarana dan prasarana standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan kriteria minimal tentang ruan g belajar. dan pemerintah kabupaten atau kota sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah. perpustakaan. bengk el kerja.Daftar Istilah BOS program pemerintah yang bertujuan menyediakan pendanaan biaya operasi nonper sonalia bagi satuan pendidikan dasar sebagai bagian dari pelaksanaan program wajib belajar 9 tahun. Standar pendidik dan tenaga kependidikan kriteria pendidikan prajabatan dan kelayakan fisik maupun mental. serta sumber belajar lai n. dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/ Kota. Standar kompetensi lulusan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap. tempat berolahraga. dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada jenjang dan jen is pendidikan tertentu. SNP kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara K esatuan Republik Indonesia. pengetahuan. Standar isi ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam kr iteria tentang kompetensi tamatan. . penyelenggara satuan atau program pendidikan. laboratorium. kompetensi mata pelajaran. tempat bermain. tempat beribadah. Sistem penjaminan mutu pendidikan (SPMP) subsistem dari sistem pendidikan nasional (SNP) dengan fungsi utama peningkatan mutu pendidikan. termasuk penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran. pemerinta h provinsi.

kabupaten/ kota. vi . Standar pembiayaan standar yang mengatur komponen dan besarnya biaya operasi satuan pendidikan yan g berlaku selama satu tahun. dan pengawasan kegiatan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan.Standar pengelolaan standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan perencanaan. provinsi. pelaksanaan. atau nasional agar tercapai efisiensi dan efektivitas penyelengg araan pendidikan.

Buku Pembantu Kas buku yang digunakan untuk mencatat transaksi penerimaan dan pengeluaran yang . dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik.Standar penilaian pendidikan standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme. RKS/M dokumen tentang gambaran kegiatan sekolah di masa depan untuk mencapai tuj uan dan sasaran sekolah yang telah ditetapkan. prosedur. Transparan memiliki sifat bahwa sebuah teori atau praktek terbuka kepada publik. RKT dokumen tentang gambaran program dan kegiatan tahunan sekolah untuk mencapai tujuan dan sasaran tahunan sekolah yang telah ditetapkan. Misi rumusan umum mengenai upaya-upaya yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan visi (UU Nomor 25 Tahun 2004). Visi rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan pada akhir periode perencanaa n (UU Nomor 25 Tahun 2004). Value for Money istilah yang digunakan untuk menilai apakah sebuah organisasi te lah memperoleh manfaat yang maksimum dari barang dan jasa yang diperoleh atau disediakan dengan sumber daya yang ada. Program instrumen kebijakan yang berisi satu atau lebih kegiatan yang dilaksanak an oleh instansi pemerintah/lembaga untuk mencapai sasaran dan tujuan serta memperoleh alokasi anggaran. RAPBS/M rencana yang diformulasikan dalam bentuk rupiah dalam jangka waktu atau periode tertentu. Akuntabel bentuk pertanggungjawaban pengelolaan sumber daya dan pelaksanaan kebi jakan yang dipercayakan kepada orang/ organisasi dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditetapkan melalui media pertanggungjawaban berupa laporan akuntabilitas kinerja secara periodik. dengan memperhitungkan sumber daya yang tersedia (UU Nomor 25 Tahun 2004). karenanya mengurangi peluang untuk korupsi. baik secara langsung maupun tidak langsung. Buku Kas Umum buku utama yang digunakan untuk mencatat semua transaksi yang memp engaruhi saldo kas. melalu i urutan pilihan. Perencanaan suatu proses untuk menentukan tindakan masa depan yang tepat. atau kegiatan masyarakat yang dikoordinasikan oleh instansi pemerintah (UU Nomor 25 Tahun 2004). serta alokasi sumber-sumber kepada setiap bagian kegiatan.

penerimaan pembayaran dengan cek. Buku Pembantu Bank buku yang digunakan untuk mencatat semua transaksi penerimaan dan pengeluaran yang dilakukan melalui bank dengan cara antara lain penerbitan cek. vii . dan lain-lain. penarikan ce k.dilaksanakan secara tunai.

Ekonomis pemerolehan masukan dengan kualitas dan kuantitas tertentu pada tingkat harga yang terendah. atau input minimu m untuk output tertentu. Partisipasi Masyarakat keikutsertaan atau keterlibatan masyarakat dalam suatu kegiatan atau organisasi sosial baik secara moril (fisik) maupun spiritual (nonfisik) untuk mewujudkan keinginan dan kepentingan bersama. Efisien pencapaian output yang maksimum dengan input tertentu. Efektif perbandingan outcome dengan output. viii .Buku Pembantu Pajak buku yang digunakan untuk mencatat semua transaksi yang harus dipungut pajak se rta memonitor atas pungutan dan penyetoran pajak yang dipungut selaku wajib pungut pajak. atau tingkat pencapaian hasil progra m dengan target yang ditetapkan.

Bab ketiga memaparkan teknik mengidentifikasi kesenjangan kinerja dan rekomendasi pemenuhan SPM. Bab kedua menggambarkan secara umum konsep EDS/M.Pengenalan Terhadap Evaluasi Diri Sekolah/ Madrasah (EDS/M) Dan Instrumen EDS/M Bagian 1 Bagian ini mencakup empat bab. dan memaparkan langkah-langkah aplikasi TRIMS. Bab pertama memperkenalkan kebijakan nasional yang berkaitan dengan Standar Nasional Pendidikan (SNP). SNP. memperkenalkan instrumen dan cara melaksanakan EDS/M. Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan (SPMP) serta penerapan SPMP. menjelaskan manfaat keluaran TRIMS bagi sekolah/madrasah. dan SM dalam proses perencanaan sekolah/madrasah. Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan Dasar. Bab ke empat memperkenalkan TRIMS atau Aplikasi Pelaporan dan Manajemen Informasi Sekolah (APMIS). .

Bagian 1 2 .

dan SPMP Dalam Rangka Perencanaan Sekolah/ Madrasah A. SPM. Standar nasi onal pendidikan adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berfungsi sebagai dasar bagi perencanaan . pelaksanaan. Untuk mewujudkan visi tersebut diperlukan upaya peningkatan mutu pendidikan seca ra berkelanjutan oleh semua pihak.Bagian 1 Bagian 1 Bab I Pengenalan SNP. PENGANTAR Peningkatan mutu pendidikan merupakan salah satu pilar pokok pembangunan pendidi kan di Indonesia. dan pengawasan pendidikan pada setiap satuan pendidikan dalam rangk a 3 . Mutu pendidikan mengacu pada standar yang telah ditetapkan dalam Peraturan Pemer intah (PP) Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP). Pendidikan yang bermutu akan menghasilkan sumber daya manusia (SDM ) yang cerdas dan kompetitif sesuai dengan visi Kementerian Pendidikan Nasional ta hun 2025.

pemerintah pusat. da n sebagian besar kualitasnya masih berada di bawah SNP. (Pasal 1 Nomor 17 UU 2 . RKS/M disusun secara partisipatif dengan melibatkan semua stakeholder termasuk kepala sekolah/ madrasah. antara lain. maka perlu dicari strategi untuk mencapai SNP secara bertahap. B. guru. Standar mutu pendidikan di atas SNP dapat ber upa. manajemen sekolah/madras ah. Untuk dapat mencapai acuan mutu pendidikan tersebut di atas. penyelenggara pendidikan. Oleh karena itu. Penjaminan mutu pendidikan dimaksudkan untuk memastikan bahwa setiap satuan pendidikan berusaha memenuhi SPM dan SNP. dan masyarakat untuk melaksanakan upaya peningkatkan m utu pendidikan secara berkesinambungan. pemerinta h daerah. Upaya ini dilakukan dengan menetapkan Standar Pela yanan Minimal (SPM) yang merupakan tingkat layanan minimal yang harus dipenuhi oleh se tiap satuan pendidikan. dan (b) Standar mu tu yang mengadopsi dan/atau mengadaptasi standar internasional tertentu. RKS/M akan menjadi acuan untuk melaksanakan perbaikan dalam proses pembelajaran. (a) Standar mutu yang berbasis keunggulan lokal. dan apa bila SNP telah tercapai maka satuan pendidikan tersebut akan terus meningkatkan mutu untuk melampaui atau berada di atas SNP. komite sekolah/madrasah.mewujudkan pendidikan nasional yang bermutu. SNP berisi ketentuan tentang delapa n standar yang dicita-citakan dapat terwujud di semua satuan pendidikan pada kurun waktu tertentu. sarana-prasarana dan aspek sekolah yang penting lainnya. Apabila SPM Pendidikan telah tercapai maka indikator tingkat (mutu) layanan akan dinaikkan dari waktu ke waktu hingga pada akhirnya mencapai tingkat an yang ditetapkan dalam SNP. Sistem penjaminan mutu pendidikan (SPMP) didefinisikan sebagai kegiatan sistemik dan terpadu oleh satuan atau program pendidikan. dan orang tua siswa. SPM Pendidikan dapat diartikan sebagai st rategi untuk mencapai SNP secara bertahap dan merupakan sasaran antara untuk menuju pemenuhan SNP. STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN (SNP) Standar Nasional Pendidikan (SNP) adalah kriteria minimal tentang sistem pendidi kan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mengingat bahwa kondisi satuan pendidikan pada saat ini masih sangat beragam. setiap satuan pendi dikan perlu menyusun Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) atau Rencana Kerja Sekolah/ Madrasah (RKS/M) yang memuat upaya peningkatan mutu secara berkelanjutan.

(7) standar pengelolaan. pelaksana an. yang dituangkan dalam PP Nomor 19 Tahun 2005. Standar Nasional Pendidikan berfungsi sebagai dasar dalam perencanaan. Standar Nasional Pendidikan bertujuan menjamin mutu pendidikan nasional dalam ra ngka mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat (Pasal 4 PP. dan pengawasan pendidikan dalam rangka mewujudkan pendidikan nasional yang bermu tu (Pasal 3 PP. (2) standa r isi.0/2003 tentang Sisdiknas dan Pasal 3 PP. 4 . (3) standar pendidik dan tenaga kependidikan. dan (8) standar peni laian pendidikan. 19/2005 tentang SNP). Standar Nasional Pendidikan meliputi: (1) standar kompetensi lulusan. 19/2005 tentang SNP). (4) standar proses. (6) standar pembiayaan. (5) standar sarana dan prasarana. Standar Nasional Pendidikan merupakan penjabaran dari UU Nomor 20 Tahun 2003 ten tang Sisdiknas. 19/2005 tentang SNP).

penugasan terstruktur. memuat kerangka dasar dan struktur kurikulum.Berikut ini adalah penjelasan umum tentang masing-masing standar sesuai Peratura n Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. serta keterampilan unt uk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. dan khusus pada jenjang pendidi kan dasar dan menengah terdiri atas: a. olah raga. d an keterampilan. yang kemudian dituangk an dalam materi pokok kegiatan pembelajaran serta indikator pencapaian. d. kepribadian. kelompok mata pelajaran jasmani. akhlak mulia. perlu dirumuskan kompetensi d asar untuk setiap mata pelajaran atau kelompok mata pelajaran. kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. dan kesehatan. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. kelompok mata pelajaran. Kurikulum untuk jenis pendidikan umum. 2. beban belajar. kelompok mata pelajaran estetika. dan mata pelajaran. pengetahuan. kejuruan. Standar kompetensi lulusan digunakan sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. b. yang meliputi kompetensi untuk seluruh mata pelajaran. e. dan kalender pendidikan/akademik. dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. Standar Isi Standar isi untuk satuan pendidikan dasar dan menengah ditetapkan melalui Permendiknas nomor 22 tahun 2006. Beban belajar untuk SD/MI/SDLB dan SMP/MTs/SMPLB atau bentuk lain yang sederajat menggunakan jam pembelajaran setiap minggu setiap semester dengan sistem tatap muka. kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. c. Standar kompetensi lulusan pada jenjang pendidikan dasar bertujuan untuk meletak kan dasar kecerdasan. Kompetensi lulusan mencakup sikap. sesuai kebu tuhan dan ciri khas masing-masing. pengetahuan. 1. Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Standar kompetensi lulusan untuk satuan pendidikan dasar dan menengah ditetapkan melalui Permendiknas nomor 23 tahun 2006. . Untuk mencapai standar kompetensi yang ditetapkan. Standar isi mencakup lingkup materi dan tingka t kompetensi untuk mencapai kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. kurikulum tingkat satuan pendidikan.

Kalender pendidikan/kalender akademik mencakup permulaan tahun ajaran. potensi daerah / karakteristik daerah. minggu efektif belajar. Penyusunan kurikulum pada tingkat satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah berpedoman pada panduan yang disusun oleh BSNP. sosial budaya masyarakat setempat. 3. waktu pembelajaran efektif.Kurikulum tingkat satuan pendidikan SD/MI/SDLB dan SMP/MTs/SMPLB atau bentuk lain yang sederajat dikembangkan sesuai dengan satuan pendidikan. dan peserta didik. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan Standar pendidik dan tenaga kependidikan adalah kriteria pendidikan prajabatan d an 5 . dan hari libur.

Selain memiliki kompetensi sebagai guru. b. Sedangkan standar untuk setiap jenis tenaga kependidikan ditetapkan dengan Permendiknas berikut. dan sosia l. dan tenaga kebersihan se kolah/ madrasah. tenaga perpustakaan. Permendiknas Nomor 26 Tahun 2008 Tentang Standar Tenaga Laboratorium Sekolah/ Madrasah. Permendiknas Nomor 13 Tahun 2007 Tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah. Standar proses untuk satuan pendidikan dasar dan menengah ditetapkan melalui . a. tenaga laboratorium. Kualifikasi akademik yang dimaksud adalah tingkat pendidika n minimal yang harus dipenuhi oleh seorang pendidik yang dibuktikan dengan ijazah dan/ atau sertifikat keahlian yang relevan sesuai ketentuan perundang-undangan yang b erlaku. Standar Proses Standar proses adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksan aan pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulus an. Kompetensi sebagai agen pembelajaran pada jenjang pendidikan dasar dan menengah meliputi: kompetensi pedagogik. Pendidik harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembela jaran. supervisi. Standar kualifikasi akademik dan kompetensi guru ditetapkan melalui Permendiknas nomor 16 tahun 2007. serta pendidikan dalam jabatan. 4. dan tenaga kebersihan sekolah/madrasah. tenaga perpustakaan. serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. c.kelayakan fisik maupun mental. kompetensi kepribadian. Tenaga kependidikan pada SMP/MTs atau bentuk lain yang sederajat sekurang-kurangnya terdiri atas kepala sekolah/madrasah. dan kompetensi sosial. d. sehat jasmani dan rohani. Permendiknas Nomor 24 Tahun 2008 Tentang Standar Tenaga Administrasi Sekolah/ Madrasah. kewirausahaan. ten aga administrasi. manajerial. tenaga administrasi. Permendiknas Nomor 25 Tahun 2008 Tentang Standar Tenaga Perpustakaan Sekolah/ Madrasah. Tenaga kependidikan pada SD/MI atau bentuk lain yang sederajat sekurang-kurangny a terdiri atas kepala sekolah/madrasah. seorang kepala sekolah/madrasah juga ha rus memiliki kompetensi kepribadian. kompetensi profesional.

se rta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. sumber belajar. menyenangkan. 6 . a. dan penilaian hasil belajar. in spiratif. pelaksanaan proses pembelajaran. yakni perencanaan proses pembelajaran. penilaian hasil pembelajaran. dan pengawasan pr oses pembelajaran. dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.Permendiknas nomor 41 tahun 2007. menantang. minat. materi ajar. Proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif. dan kemandirian sesuai d engan bakat. kreativitas. Untuk terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien. Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran. setiap satuan pendidikan perlu melakukan empat hal. metode pengajaran. memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif.

Standar sa rana dan prasarana untuk SD/MI. bengkel kerja. media pendidikan. 5. Pelaksanaan proses pembelajaran harus memperhatikan jumlah maksimal peserta didik per kelas dan beban mengajar maksimal per pendidik. c. dan pengambilan langkah tindak lanjut yang diperlukan. Biaya investasi satuan pendidikan meliputi biaya penyediaan sarana dan prasarana . Standar Pembiayaan Standar pembiayaan adalah standar yang mengatur komponen dan besarnya biaya oper asi satuan pendidikan yang berlaku selama satu tahun. ruang perpustakaan . evaluasi. Pembiayaan pendidikan terdiri atas biaya investasi. tempat beribadah. tempat berkreasi . pelaporan. tempat bermain. dan ruang/tempat lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang terat ur dan berkelanjutan. tempat beriba dah. tempat berolahraga. Setiap satuan pendidikan wajib memiliki sarana yang meliputi perabot. Setiap satuan pendidikan wajib memiliki prasarana yang meliputi lahan. tempat berolahraga. rasio maksimal buku teks pelajaran setiap peserta didik. Penilaian hasil pembelajaran pada jenjang pendidikan dasar dan menengah menggunakan berbagai teknik penilaian sesuai dengan kompetensi dasar yang harus dikuasai.b. tempat bermain. perpustakaan. Pengawasan proses pembelajaran meliputi pemantauan. serta perlengkapan lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang terat ur dan berkelanjutan. peralatan pendidikan. inst alasi daya dan jasa. yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran. supervisi. serta sumber belajar lain. ruang pimpinan satuan pendidikan. 6. ruang tata usaha. laboratorium. Standar Sarana dan Prasarana Standar sarana dan prasarana adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan kriteria minimal tentang ruang belajar. buku dan sumber belajar lainnya. dan rasio maksimal jumlah peserta didik set iap pendidik. termasuk penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. Biaya operasi satuan pendidika n adalah bagian dari dana pendidikan yang diperlukan untuk membiayai kegiatan oper asi satuan pendidikan agar kegiatan pendidikan yang sesuai standar nasional pendidik an dapat berlangsung secara teratur dan berkelanjutan. dan SMA/MA ditetapkan melalui Permendiknas nomor 24 tahun 2007. biaya operasi. ruang pendidik. dan biaya per sonal. ruang kantin. ruang bengkel kerja. ruang laboratorium. d. SMP/MTs. ruang unit produksi. bahan habis pakai . ruang kel as. tempat berkreasi dan berekreasi.

dan modal kerja tetap. Biaya personal meliputi biaya pendidikan yang harus dikeluarkan oleh peserta didik untuk bisa mengikuti proses pembelajaran secara teratur dan berkelanjutan. transportasi. SMK . SDLB. dan lain sebagainya. pajak. pengembangan sumberdaya manusia. 7 . SMPLB. SMA/MA. air.. dan SMALB ditetapkan melalui Permendiknas nomor 69 tahun 2009. Biaya operasi satuan pendi dikan mencakup gaji pendidik dan tenaga kependidikan serta segala tunjangan yang melek at pada gaji. Standar biaya operasi nonpersonalia tahun 2009 untuk SD/MI. bahan atau peralatan pendidikan habis pakai. uang lembur. SMP/MTs. asuransi. pemeliharaan sarana dan prasaran a. dan biaya operasi pendid ikan tak langsung berupa daya. jasa telekomunikasi. konsumsi.

Pengelolaan satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah menerap kan manajemen berbasis sekolah/madrasah yang ditunjukkan dengan kemandirian. partisipasi. ulangan tengah semester. kemajuan. kemitraan. Standar Penilaian Pendidikan Standar penilaian pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan d engan mekanisme. provinsi. pelaksanaan. dan penilaian hasil belajar oleh Pemerintah. kabupaten/kota. dan pengawasan kegiatan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan. Penilaian yang dimaksud digunakan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik. efisien. c. Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan untuk memantau proses. Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan bertujuan menilai pencapaian s tandar kompetensi lulusan untuk semua mata pelajaran. dan ulangan kenaikan kelas. penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan. Standar pengelolaan pendidikan oleh satuan pendidika n dasar dan menengah ditetapkan melalui Permendiknas nomor 19 tahun 2007. keterbukaan. Setiap satuan pendidikan dikelola atas dasar rencana kerja tahunan yang merupaka n penjabaran rinci dari rencana kerja jangka menengah satuan pendidikan yang melin gkupi masa 4 (empat) tahun.7. atau nasional agar tercapai efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pendidikan. Penilaian hasil belajar oleh Pemerintah Pusat bertujuan untuk mengukur pencap . dan perbaikan hasil dalam bentuk ulangan harian. dan akuntabel. Standar Pengelolaan Standar pengelolaan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan perencanaan. Pengelolaan satuan pendi dikan dilaksanakan secara mandiri. efektif. dan untu k memperbaiki proses pembelajaran. dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik. sebagai bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar. ulangan akhir semester. Penilaian hasil belajar untuk sem ua mata pelajaran merupakan penilaian akhir untuk menentukan kelulusan peserta didi k dari satuan pendidikan. a. 8. dan akuntabilitas. Penilaian hasil belajar sebagaimana dimaksud pada ayat (1) untuk semua mata pelajaran pada kelompok ilmu pengetahuan dan teknologi dilakukan melalui ujian sekolah/madrasah untuk menentukan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. prosedur. b. Standa r penilaian pendidikan ditetapkan melalui Permendiknas nomor 20 tahun 2007. Penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas: pe nilaian hasil belajar oleh pendidik.

C. SNP dan SPM Untuk dapat memenuhi Standar Nasional Pendidikan diperlukan sumber daya yang besar untuk memenuhi berbagai kebutuhan termasuk pemenuhan standar sarana dan prasarana. 8 .aian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan teknologi dan dilakukan dalam bentuk ujian nasional. Ujian nasional dilakukan secara obyektif. dan keperluan penting lainnya. berkeadilan. STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) 1. pembiayaan. proses. dan akuntabel. pendidik dan tenaga kependidikan.

Standar Pelayanan Minimal bidang pendidikan yang selanjutnya disebut SPM adalah jenis dan tingkat pelayanan pendidikan minimal yang harus disediakan oleh satuan atau program pendidikan. SPM Pendidikan Dasar mengatur mengenai: a. media. Standar pelayanan minimal pendidikan dasar adalah tolok ukur kinerja pelayanan pendidikan dasar melalui jalur pendidikan formal yang diselenggarakan pemerintah kabupaten/ kota. IPA. Apa yang harus terjadi di sekolah/madrasah. Sementara SMP y ang telah terakreditasi kini baru mencapai 61. kepala sekolah/madr asah. kepala sekolah/madrasah melakukan supervisi akademik. Apa yang harus tersedia di sekolah/madrasah seperti guru. Indikator Pemenuhan SPM Dalam Permendiknas Nomor 15 Tahun 2010 Tentang Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar di Kabupaten/Kota. Indikator Pencapaian Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar oleh Sekolah/ Madrasah terdiri dari yang dipaparkan berikut. d an pemerintah kabupaten/kota sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah Pusat. dan IPS . Pemerintahan Daerah Provinsi. Matematika.Sebagian sekolah/madrasah belum mampu memenuhi SNP. misalnya guru harus menyiapkan RP P. 2. tenaga kependidikan. b. maka Standar Pelayanan Minimal (SPM) dirancang sebagai tahapan awal untuk mencapai SNP dan standar lainnya. Mengingat pemenuhan standar nasional pendidikan masih dirasakan sulit bagi banya k sekolah/madrasah. SPM mengatur jenis dan mutu layanan pendidikan yang disediakan oleh pemerintah kabupaten/kota dan sekolah/madrasah. sarana-prasarana. SPM juga merupakan pelaksanaan disentralisasi penyelenggaraan kewenangan di bidang pendidikan dasar.0 % pada akhir tahun ini. buku. Hal ini tercermin pada rendanya jumlah SD yang telah terakreditasi (yakni.4 %) dan ju mlah ini diperkirakan akan naik mencapai 70. pemerintah provinsi. baru mencapai 65. pemenuhan jam belajar. dan sebagainya.0 % dan diperkirakan akan meningkat me njadi 66. 1) Setiap SD/MI menyediakan buku teks yang sudah ditetapkan kelayakannya oleh Pemerintah mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia. SPM difokuskan pada upaya untuk memastikan bahwa setiap sekolah/madrasah dapat menyelenggarakan proses pembelajaran dengan baik.6 % pada akhir tahun nanti. terdapat 13 indikator pemenuhan SPM yang merupakan tanggung jawab sekolah/madrasah. dan 14 indikator pemenuhan SPM yang merupakan tanggung jawab kabupaten/kota. dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota. dan sebagainya. penyelenggara satuan atau program pendidikan.

kit IPA untuk eksperimen dasar. 3) Setiap SD/MI menyediakan satu set peraga IPA dan bahan yang terdiri dari mode l kerangka manusia. 2) Setiap SMP/MTs menyediakan buku teks yang sudah ditetapkan kelayakannya oleh Pemerintah mencakup semua mata pelajaran dengan perbandingan satu set untuk setiap perserta didik. model tubuh manusia. contoh peralatan opti k. 9 . bola dunia (globe). dan poster/carta IPA.dengan perbandingan satu set untuk setiap peserta didik.

1) Tersedia satuan pendidikan dalam jarak yang terjangkau dengan berjalan kaki y aitu maksimal 3 km untuk SD/MI dan 6 km untuk SMP/MTs dari kelompok permukiman permanen di daerah terpencil. melaksanakan pembelajaran. dan melaksanakan tugas tambahan. b) Kelas III : 24 jam per minggu. c) Kelas IV .IX : 27 jam per minggu.5 jam per minggu di satuan pendidikan. 11) Setiap guru menyampaikan laporan hasil evaluasi mata pelajaran serta hasil p enilaian setiap peserta didik kepada kepala sekolah/madrasah pada akhir semester dalam bentuk laporan hasil prestasi belajar peserta didik. Indikator Pencapaian Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar oleh Pemerintah Kabupaten/Kota dan Kemenag Kabupaten/Kota dapat mengambil bentuk sebagai berikut . menilai hasil pembelajaran. atau d) Kelas VII . 9) Setiap guru mengembangkan dan menerapkan program penilaian untuk membantu meningkatkan kemampuan belajar peserta didik. termasuk merencanakan pembelajaran.VI : 27 jam per minggu. 7) Satuan pendidikan menerapkan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) sesua i ketentuan yang berlaku. 5) Setiap guru tetap bekerja 37. dan 13) Setiap satuan pendidikan menerapkan prinsip-prinsip manajemen berbasis sekol ah/ madrasah (MBS/M). . 12) Kepala sekolah/madrasah menyampaikan laporan hasil ulangan akhir semester (U AS) dan ulangan kenaikan kelas (UKK) serta ujian akhir (US/UN) kepada orang tua pese rta didik dan menyampaikan rekapitulasinya kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota atau Kantor Kementerian Agama di kabupaten/kota pada setiap akhir semester.4) Setiap SD/MI memiliki 100 judul buku pengayaan dan 10 buku referensi. dan set iap SMP/MTs memiliki 200 judul buku pengayaan dan 20 buku referensi. 6) Satuan pendidikan menyelenggarakan proses pembelajaran selama 34 minggu per tahun dengan kegiatan tatap muka sebagai berikut : a) Kelas I II : 18 jam per minggu. membimbing atau melatih peserta didik. 8) Setiap guru menerapkan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang disusun berdasarkan silabus untuk setiap mata pelajaran yang diampunya. 10) Kepala sekolah/madrasah melakukan supervisi kelas dan memberikan umpan balik kepada guru dua kali dalam setiap semester.

serta papan tulis. Untuk setiap rombongan belajar tersedia 1 (satu) ruang kelas yang dilengkapi dengan meja dan kursi yang cukup u ntuk peserta didik dan guru.2) Jumlah peserta didik dalam setiap rombongan belajar untuk SD/MI tidak melebih i 32 orang. dan untuk SMP/MTs tidak melebihi 36 orang. 3) Di setiap SMP/MTs tersedia ruang laboratorium IPA yang dilengkapi dengan meja dan kursi yang cukup untuk 36 peserta didik dan minimal satu set peralatan praktik I PA untuk demonstrasi dan eksperimen peserta didik. 4) Di setiap SD/MI dan SMP/MTs tersedia satu ruang guru yang dilengkapi dengan m eja 10 .

untuk daerah khusus masing-masing sebanyak 40% dan 20%. dan Bahasa Inggris. 3. 5) Di setiap SD/MI tersedia 1 (satu) orang guru untuk setiap 32 peserta didik da n 6 (enam) orang guru untuk setiap satuan pendidikan. 9) Di setiap SMP/MTs tersedia guru dengan kualifikasi akademik S-1 atau D-IV dan telah memiliki sertifikat pendidik masing-masing satu orang untuk mata pelajaran Matematika. 6) Di setiap SMP/MTs tersedia 1 (satu) orang guru untuk setiap mata pelajaran. Investasi dan pemeliharaan prasarana dan sarana. 12) Di setiap kabupaten/kota semua pengawas sekolah/madrasah memiliki kualifikas i akademik S-1 atau D-IV dan telah memiliki sertifikat pendidik. 7) Di setiap SD/MI tersedia 2 (dua) orang guru yang memenuhi kualifikasi akademi k S1 atau D-IV dan 2 (dua) orang guru yang telah memiliki sertifikat pendidik. 8) Di setiap SMP/MTs tersedia guru dengan kualifikasi akademik S-1 atau D-IV seb anyak 70% dan separuh di antaranya (35% dari keseluruhan guru) telah memiliki sertifik at pendidik. 10) Di setiap kabupaten/kota semua kepala SD/MI berkualifikasi akademik S-1 atau D-IV dan telah memiliki sertifikat pendidik. Tanggung Jawab Pendanaan SPM Tanggung jawab Pemerintah Kabupaten/Kota dan Kementerian Agama sekaitan dengan pendanaan SPM mencakup yang berikut. IPA. kepala sekolah/madrasah dan staf kependidikan lainnya. dan 14) Kunjungan pengawas ke satuan pendidikan dilakukan satu kali setiap bulan dan setiap kunjungan dilakukan selama 3 jam untuk melakukan supervisi dan pembinaan. a. . d an untuk daerah khusus tersedia satu orang guru untuk setiap rumpun mata pelajaran. 13) Pemerintah kabupaten/kota memiliki rencana dan melaksanakan kegiatan untuk membantu satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum dan proses pembelajaran yang efektif. Investasi untuk meningkatkan kualifikasi dan kompetensi sumber daya manusia. dan untuk daerah khusus 4 (empat) orang guru setiap satuan pendidikan. Bahasa Indonesia.dan kursi untuk setiap orang guru. b. dan di setiap SMP/MTs tersedia ruang kepala sekolah/madrasah yang terpisah dari ruang guru. 11) Di setiap kabupaten/kota semua kepala SMP/MTs berkualifikasi akademik S-1 at au D-IV dan telah memiliki sertifikat pendidik.

bahan dan media pembelajaran. APBN (untuk madrasah).c. dan sebagainya. d. c. e. Tanggung jawab Sekolah/Madrasah: a. DAK. Investasi dan pemeliharaan (minor) prasarana dan peralatan sekolah/madrasah. Operasional non-personel. Sumber dana: BOS. 11 . Sumber dana: DAU. Operasional: biaya untuk bahan habis lab. pengadaan buku. Operasional personil: gaji dan tunjangan guru dan tenaga kependidikan. dan pelatihan guru. b. hibah.

utamanya terkait dengan sumber daya manusia. pengukuran jam tatap muka. Siswa menempuh pembelajaran dengan jam tatap muka yang memadai. Lihat sumberdaya ini dari segi jumlah. menghitung gap dan mengh itung kebutuhan biaya investasi dan operasional untuk pemenuhan SPM.4. Selanjutnya pemerintah kabupaten/kota melaku kan agregasi dan analisis data dari semua sekolah/madrasah. misalnya terkait dengan penerapan KTSP. dan kompetensi (sertifikat pendidik) Kunjungan pengawas sekali dalam sebulan sesuai ketentuan. kualifikasi. laboratorium IPA (untuk SMP/MTs). b. Setelah ditemukan adanya gap (kesenjangannya) maka sekolah/madrasah harus memprogramkan langkah perbaikan untuk memenuhi indikator tersebut. Sumber daya manusia (guru. Kumpulkan data dan lakukan analisis apakah hal-hal berikut tersedia/terlaksan a sesuai SPM: Sekolah/madrasah menyusun dan menerapkan KTSP. dan cek juga ketentuan-ketentuan lainnya. d. Kepala sekolah/madrasah melakukan supervisi akademik. ruang kepala sekolah. a. c. infrastruktur. Kumpulkan data dan lakukan analisis apakah di setiap sekolah/madrasah tersedi a hal-hal berikut sesuai SPM: Sarana dan prasana: ruang kelas. Tersedia buku pegangan dan buku pengayaan dalam jumlah yang memadai. tenaga kependidikan). Tindakan untuk memenuhi kekurangan menjadi tanggung jawab pemerintah/ Kemenag kabupaten/kota Pendataan dilakukan di setiap sekolah/madrasah guna memperoleh informasi mengena i pencapaian indikator-indikator SPM. Agar dapat melaksanakan pemenuhan SMP. Pemerintah Kabupaten/Kota dan Kantor Kemenag Kabupaten/Kota harus memiliki kapasitas sebagai berikut. pemenuhan RPP. Guru membuat RPP berdasarkan silabus mata pelajaran yang disusun oleh sekolah/ madrasah. Untuk menerapkan SPM di tingkat sekolah/madrasah maka kepala sekolah/madrasah harus melakukan pengumpulan data dan menganalisisnya apakah indikator-indikator SPM telah terpenuhi. Tindakan untuk memenuhi kekurangan tersebut merupakan tanggung jawab sekolah/ madrasah. Implementasi SPM Berikut adalah langkah-langkah yang perlu diambil dalam upaya memenuhi SPM. dan sebagainya. dan . a. dan sebagainya. ruang guru. Kemampuan mengumpulkan data dan informasi terkait pemenuhan indikator SPM (14 indikator).

peralatan. b. d. Kemampuan menyusun perencanaan dan penganggaran berdasarkan bukti kebutuhan investasi. Kemampuan untuk menuangkan rencana dan kebutuhan anggaran dalam dokumen 12 . Keterampilan melakukan analisis dan agregasi data dari seluruh sekolah/madras ah. c.

terutama terkait dengan kemampuan untuk mengumpulkan data. Untuk dapat mengimplementasikan SPM. Keterampilan menyusun rencana dan anggaran investasi dan operasional sekolah/ madrasah untuk memenuhi 13 indikator SPM. SISTEM PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN (SPMP) 1. Pemerintah. nonformal. b. Tujuan-antara penjaminan mutu pendidikan adalah terbangunnya SPMP termasuk: a. Demikian juga untuk mampu melaksanakan pemenuhan SMP. Yang dimaksud dengan kegiatan sistemik dan terpadu adalah terdapatnya mekanisme yang jelas dalam memperbaiki mutu pendidikan dengan melibatkan berbagai pihak yang berkepentingan. terbangunnya budaya mutu pendidikan formal. sekolah/madrasah perlu memiliki keterampila n dalam mengumpulkan data. dan menuangkannya ke dalam rencana kerja dan anggaran sekolah/madrasah. menganalisis data. a. Kemampuan menyampaikan data dan informasi tentang tingkat pemenuhan 14 indikator SPM di sekolah/madrasah kepada pemerintah kabupaten/kota dan Kemenag kabupaten/kota. b. dan/atau informal. RPJMD. menyusun penganggaran dan memasukkannya ke dalam dokumen perencanaan daerah termasuk Renstra. Penjaminan mutu pendidikan adalah kegiatan sistemik dan terpadu oleh satuan atau program pendidikan. c. dan sebagainya. d. Pengertian dan Tujuan SPMP Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan (SPMP) adalah subsistem dari Sistem Pendidikan Nasional dengan fungsi utama meningkatkan mutu pendidikan.perencanaan daerah. menghitung kebutuhan biaya. Kemampuan melakukan evaluasi diri dalam hubungannya dengan semua ketentuan SPM di sekolah/madrasah. . pembagian tugas dan tanggung jawab yang jelas dan proporsional dalam penjamin an mutu pendidikan formal dan/atau nonformal pada satuan atau program pendidikan. pihak sekolah/madrasah harus memiliki kapasitas sebagai berikut. dan masyarakat untuk menaikkan tingkat kecerdasan kehidupan bangsa melalui pendidikan. Renja SKPD. Pemerintah kabupaten/kota perlu untuk meningkatkan kapasitasnya dalam implementa si SPM. D. Keterampilan mengumpulkan data dan informasi terkait seluruh (27) indikator S PM. Tujuan akhir penjaminan mutu pendidikan adalah tingginya kecerdasan kehidupan manusia dan bangsa sebagaimana dicita-citakan oleh Pembukaan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang dicapai melalui penerapan SPMP. melakukan analisis kesenjangan. pemerintah daerah. penyelenggara satuan atau program pendidikan.

d. ditetapkannya secara nasional acuan mutu dalam penjaminan mutu pendidikan formal dan/atau nonformal. terpetakannya secara nasional mutu pendidikan formal dan nonformal yang dirin ci 13 .penyelenggara satuan atau program pendidikan. pemerintah kabupaten/kota. dan Pemerintah. c. pemerintah provinsi.

Pentingnya SPMP Setidaknya terdapat empat alasan mengapa SPMP penting untuk dilaksanakan. Perbaikan mutu sekolah/madrasah berkelanjutan sebagai kebutuhan. 14 . Standar mutu pendidikan di atas SNP. terpadu. SNP. Hubungan keempat komponen tersebut dapat digambarkan sebagai berikut. dan Pemerintah Pusat. Acuan Penjaminan Mutu Pendidikan Penjaminan mutu pendidikan oleh satuan atau program pendidikan ditujukan untuk memenuhi tiga tingkatan acuan mutu. b. Setiap siswa berhak memperoleh layanan pendidikan bermutu. e. dan tersambung yang menghubungkan satuan atau program pendidikan. pemetaan mutu standar pendidikan analisis data perbaikan mutu 3. penyelenggara satuan atau program pendidikan. Komponen utama SPMP antara lain mencakup penggunaan standar sebagai acuan mutu. pelaksanaan pemetaan mutu. analisis data mutu. pemerintah provinsi. dan satuan atau program pendidikan. dan perbaikan mutu secara berkelanjutan. terbangunnya sistem informasi mutu pendidikan formal dan nonformal berbasis teknologi informasi dan komunikasi yang andal. dan Mutu pendidikan yang rendah menyebabkan daya saing SDM rendah. kabupaten/kota. yaitu: a. Mutu pendidikan bervariasi antar-sekolah/madrasah dan antar-daerah. dan c. SPM.menurut provinsi. pemerintah kabupaten/kota. 2.

satuan atau program pendidikan formal atau nonformal. Standar Pendi dik dan Tenaga Kependidikan. Standar mutu di atas SNP yang berbasis keunggulan lokal. Menteri: menetapkan SPM dan SNP menyelenggarakan UN dan akreditasi b. Pemenuhan Standar Isi. Standar Pengelolaan. Standar Sarana dan Prasarana. Standar mutu di atas SNP yang mengadopsi dan/atau mengadaptasi standar internasional tertentu. bimbingan membantu UN.masing-masing dalam SNP dan stand ar mutu di atas SNP-. pengawasan. b. dan d.menjadi tanggung jawab satuan pendidikan formal. Rencana Strategis Pendidi kan Provinsi yang bersangkutan. pemerintah kabupaten/kota. b. Standar Kompetensi Lulusan. 4. Stan dar Pembiayaan. Standar Proses. Tanggung Jawab dalam SPMP Pemenuhan SPM menjadi tanggung jawab bersama berbagai pihak: a. dan Rencana Strategis Pendidikan Nasional. dan Standar Penilaian Pendidikan-. dan akreditasi . pemerintah provinsi. Program penjaminan mutu pendidikan oleh satuan atau program pendidikan dituangka n dalam rencana strategis satuan atau program pendidikan yang menetapkan target-ta rget terukur capaian mutu pendidikan secara tahunan dan sejalan dengan Rencana Strate gis Pendidikan Penyelenggara satuan atau program pendidikan yang bersangkutan. penyelenggara satuan atau program pendidikan formal atau nonformal. evaluasi. bantuan. Penyediaan sumber daya untuk pemenuhan standar menjadi tanggung jawab penyelenggara satuan atau program pendidikan.Standar mutu pendidikan di atas SNP dapat berupa: a. c. a. Renca na Strategis Pendidikan Kabupaten/Kota yang bersangkutan. Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota: melakukan supervisi. Pembagian tanggung jawab dalam pelaksanaan SPMP adalah sebagai berikut.

Satuan Pendidikan: pemenuhan standar mutu acuan penyusunan Kurikulum sesuai acuan mutu menetapkan prosedur operasional standar (POS) didukung pemangku kepentingan komite sekolah/madrasah memberi bantuan melayani audit penjaminan mutu 15 .c.

. SPMP dimaksudkan sebagai upaya untuk meningkatkan mutu sekolah/ madrasah secara berkesinambungan sehingga dapat mencapai mutu yang lebih tinggi. Jika mutu sekolah/madrasah dipetakan melalui akreditasi. dan (3) secara bertahap memenuhi standar mutu di atas SNP. SNP. dan mendukung pemetaan mutu Satuan pendidikan adalah pelaku utama dalam pelaksanaan penjaminan mutu pendidik an karena sekolah/madrasah berada di garis terdepan dalam pelayanan pendidikan kepa da masyarakat. (2) secara bertahap memenuhi SNP. dari C ke B. akan didapatkan peringk at akreditasi berupa A. dan standar di atas SNP merupakan acuan mutu bagi satuan pendidikan. Langkah Penjaminan Mutu Pendidikan Sedikitnya terdapat 12 langkah penjaminan mutu pendidikan yang perlu dilakukan. B. agar mereka setidaknya bisa mencapai peringka t akreditasi C. 1) menyusun program penjaminan mutu 2) memilih instrumen (EDS) pengumpulan data 3) mengumpulan/verifikasi data (internal/eksternal) 4) mengolah dan analisis data 5) melaporkan temuan berbasis data 6) menggunakan temuan untuk verifikasi pencapaian standar 7) memilih prioritas kebutuhan untuk perbaikan mutu 8) menyusun program dan anggaran perbaikan mutu 9) melaksanakan program perbaikan mutu 10) memonitor kegiatan perbaikan mutu 11) melaporkan hasil perbaikan mutu 12) menggunakan saran untuk perbaikan tahap berikutnya Penjaminan mutu pendidikan oleh satuan pendidikan ditujukan untuk (1) memenuhi SPM. 5. misalnya dari TT ke C. atau TT (tidak terakreditasi). dan dari B ke A. SPM lebih difokuskan p ada sekolah/ madrasah yang belum terakreditasi. dan siswa mengembangkan sistem informasi mutu melalui TIK. antara lain seperti yang dirinci berikut.mengikuti akreditasi mengikuti sertifikasi mutu terhadap lembaga. SPM. C. pendidik.

16 .

pelaksanaan. PENERAPAN SNP. 17 . kemudian menganalisis kesenjangan. RKT. Rencana Kerja Tahunan (RKT). Kepemimpinan sekolah/madrasah menjadi k unci utama dalam pengelolaan sekolah/madrasah. menyusun program dan kegiatan serta menuangkannya ke dalam RKS/M. Setiap sekolah/madrasah harus terus melakukan upaya peningkatan mutu pendidikan. serta pelaporan. Untuk itu perlu dibangu n budaya mutu yaitu adanya kesadaran dan komitmen bersama dari stakeholder sekolah/madrasa h untuk senantiasa berusaha meningkatkan mutu. kemudian secara bertahap mengarah kepada SNP bahkan kalau bisa menuju standar di atas SNP.AKREDITASI Standar di Atas SNP A Standar Pendidikan Nasional B Peningkatan Mutu Berkelanjutan C Standar Pelayanan Minimal Tidak Terakreditasi E. dan RKAS/M. Adanya sistem informasi sekolah/madras ah (misalnya TRIMS) akan sangat membantu sekolah/madrasah dalam melakukan perencana an yang berbasis data. Program peningkatan mutu secara berkelanjutan harus dimulai dengan evaluasi diri sekolah/ madrasah. SPM. dan Rencana Kegiatan dan An ggaran Sekolah/Madrasah (RKAS/M). evaluasi dan perbaikan. Upaya tersebut perlu dirumuskan dan dituangkan dalam RKS/M. Sekolah/madrasah harus berupaya memenuhi SPM. DAN SPMP DALAM PERENCANAAN SEKOLAH/ MADRASAH Siklus manajemen sekolah/madrasah dimulai dari proses perencanaan.

.

Apa yang dilakukan oleh sekolah/madrasah untuk mengatasi hambatan penerapan SNP? 2 Standar . Apa masalah dan hambatan dalam penerapan SNP? C.Evaluasi Diri Sekolah/Madrasah Analisis Kesenjangan SNP . Untuk apa SNP dibuat? B. dan RKAS/M Penyusunan Program dan Kegiatan F. No. Topik/Bahasan Daftar Pertanyaan 1 Standar Nasional Pendidikan (SNP) a. RKT. Apa yang Anda ketahui tentang SNP? A. LATIHAN Berikut disajikan beberapa pertanyaan yang terkait dengan topik yang dibahas dal am Bab ini.SPM RKS/M. Jawablah setiap pertanyaan sesuai dengan pengetahuan dan pengalaman Saudara .

Untuk apa SPMP .Pelayanan Minimal (SPM) 1) Apa yang Anda ketahui tentang standar pelayanan minimal (SPM) pendidikan? 2) Mengapa perlu dibuat SPM? 3) Apa yang perlu dilakukan oleh sekolah/madrasah untuk meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan? 3 Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan (SPMP) 1. Apa perbedaan antara penjaminan mutu (quality assurance) dan pengendalian mutu (quality control)? 3. Apa yang Anda ketahui tentang penjaminan mutu pendidikan (quality assurance)? 2.

Apakah Anda memahami dasar hukum perencanaan sekolah/ madrasah? c. Sebutkan tantangan dalam proses penyusunan perencanaan sekolah/madrasah? No.dibuat? 4 Perencanaan Sekolah/ Madrasah a. Apa . Apa masalah dan hambatan dalam penerapan SNP? C. Apa yang Anda ketahui tentang SNP? A. Apakah yang Anda ketahui tentang perencanaan sekolah/ madrasah? b. Untuk apa SNP dibuat? B. Topik/Bahasan Daftar Pertanyaan 1 Standar Nasional Pendidikan (SNP) a. Mengapa perencanaan sekolah/madrasah dianggap penting? d.

Apa perbedaan antara penjaminan . Apa yang Anda ketahui tentang penjaminan mutu pendidikan (quality assurance)? 2.yang dilakukan oleh sekolah/madrasah untuk mengatasi hambatan penerapan SNP? 2 Standar Pelayanan Minimal (SPM) 1) Apa yang Anda ketahui tentang standar pelayanan minimal (SPM) pendidikan? 2) Mengapa perlu dibuat SPM? 3) Apa yang perlu dilakukan oleh sekolah/madrasah untuk meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan? 3 Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan (SPMP) 1.

Sebutkan tantangan dalam proses penyusunan perencanaan sekolah/madrasah? 18 .mutu (quality assurance) dan pengendalian mutu (quality control)? 3. Apakah yang Anda ketahui tentang perencanaan sekolah/ madrasah? b. Untuk apa SPMP dibuat? 4 Perencanaan Sekolah/ Madrasah a. Apakah Anda memahami dasar hukum perencanaan sekolah/ madrasah? c. Mengapa perencanaan sekolah/madrasah dianggap penting? d.

meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan? 3 Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan (SPMP) 1. Mengapa perencanaan . Apakah Anda memahami dasar hukum perencanaan sekolah/ madrasah? c. Apakah yang Anda ketahui tentang perencanaan sekolah/ madrasah? b. Apa perbedaan antara penjaminan mutu (quality assurance) dan pengendalian mutu (quality control)? 3. Untuk apa SPMP dibuat? 4 Perencanaan Sekolah/ Madrasah a. Apa yang Anda ketahui tentang penjaminan mutu pendidikan (quality assurance)? 2.

Sebutkan tantangan dalam proses penyusunan perencanaan sekolah/madrasah? No. Untuk apa SNP dibuat? B. Apa yang dilakukan oleh sekolah/madrasah untuk mengatasi hambatan penerapan SNP? 2 Standar Pelayanan Minimal (SPM) 1) Apa yang Anda ketahui tentang standar pelayanan minimal (SPM) . Apa yang Anda ketahui tentang SNP? A. Topik/Bahasan Daftar Pertanyaan 1 Standar Nasional Pendidikan (SNP) a. Apa masalah dan hambatan dalam penerapan SNP? C.sekolah/madrasah dianggap penting? d.

Untuk apa SPMP dibuat? 4 Perencanaan Sekolah/ Madrasah a. Apa yang Anda ketahui tentang penjaminan mutu pendidikan (quality assurance)? 2.pendidikan? 2) Mengapa perlu dibuat SPM? 3) Apa yang perlu dilakukan oleh sekolah/madrasah untuk meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan? 3 Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan (SPMP) 1. Apa perbedaan antara penjaminan mutu (quality assurance) dan pengendalian mutu (quality control)? 3. Apakah yang Anda ketahui tentang perencanaan sekolah/ .

Sebutkan tantangan dalam proses penyusunan perencanaan sekolah/madrasah? 19 . Apakah Anda memahami dasar hukum perencanaan sekolah/ madrasah? c. Mengapa perencanaan sekolah/madrasah dianggap penting? d.madrasah? b.

20 .

menganalisis. penjaminan mutu dilakukan melalui serangkaian proses d an sistem yang saling terkait untuk mengumpulkan. SPMP mendefinisikan penjaminan mutu seb agai kegiatan sistemik dan terpadu oleh satuan/program pendidikan. program dan lembaga. penyelenggara satu an/ program pendidikan. dan melaporkan data mengen ai kinerja dan mutu dari tenaga kependidikan. LATAR BELAKANG Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) dan Kementerian Agama (Kemenag) telah menunjukkan komitmen dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia melal ui pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan (SPMP) sesuai dengan Peraturan Men teri Pendidikan Nasional Nomor 63 Tahun 2009. dan masyarakat untuk menaikka n tingkat kecerdasan kehidupan bangsa melalui pendidikan. Pada tataran operasional.Bagian 1 Bab II Pengenalan Terhadap Evaluasi Diri Sekolah/Madrasah (EDS/M) dan Instrumen EDS/M A. Proses penjamina n mutu 21 . Pemerintah. pemerintah daerah.

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Sekolah/madrasah menilai kinerjanya berdasarkan SPM dan SNP. 2.mengidentifikasi bidang-bidang pencapaian dan prioritas untuk perbaikan. Sekolah/madrasah adalah pelaku utama dalam proses penjaminan dan peningkatan mutu pendidikan di tingkat satuan pendidikan. 6. B. 4. D. 2. Peraturan lain yang relevan dengan implementasi standar nasional pendidikan. DASAR HUKUM 1. 3. Pencapaian mutu pendidikan dikaji berdasarkan Stan dar Pelayanan Minimal (SPM) dan Standar Nasional Pendidikan (SNP). menyedi akan data untuk pembuatan keputusan berbasis bukti dan membantu membangun budaya perbaikan yang berkelanjutan. TUJUAN Tujuan utama Evaluasi Diri Sekolah/Madrasah (EDS/M) adalah: 1. Sekolah/madrasah mengetahui tahapan pengembangan dalam pencapaian SPM dan SNP sebagai dasar peningkatan mutu pendidikan yang bermuara pada peningkatan mut u peserta didik. . Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 63 Tahun 2009 tentang Sistem Penj aminan Mutu Pendidikan. MANFAAT EDS/M diharapkan dapat memberikan sumbangan penting bagi sekolah/madrasah sendir i dan bagi pemerintahan Kabupaten/Kota yang memiliki kewenangan mengelola pendidik an. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggar aan Pendidikan. Sekolah/madrasah dapat menyusun Rencana Pengembangan Sekolah/Madrasah (RPS/M) atau Rencana Kegiatan Sekolah/Madrasah (RKS/M) sesuai kebutuhan nyata menuju ketercapaian implementasi SPM dan SNP. 3. 5. EDS/M sebagai salah satu komponen SPMP diharapkan dapat membangun semangat dan kultur penjaminan dan peningkatan mutu secara berkelanjutan. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 50 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan oleh Pemerintah Daerah. C. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Salah satu alat untuk mengkaji kem ajuan peningkatan mutu sekolah/madrasah secara komprehensif yang berbasis Standar Pela yanan Minimal (SPM) dan Standar Nasional Pendidikan (SNP) adalah Evaluasi Diri Sekolah /Madrasah (EDS/M).

Sekolah/madrasah dapat memiliki data dasar yang akurat sebagai basis bagi 22 . b. Bagi sekolah/madrasah a. Sekolah/madrasah dapat menemukan kelebihan dan kekurangannya sendiri dan merencanakan pengembangan ke depan. 1.Berikut adalah manfaat yang dapat diperoleh dari pelaksanaan EDS/M.

dan nasional. wakil orang tua siswa. Mengidentifikasi keberhasilan sekolah/madrasah berdasarkan berbagai indikator pencapaian sesuai dengan SPM dan SNP. pelaksanaan EDS/M di sekolah/madrasah dan penggunaan hasilnya sebagai dasar penyusunan RPS/M atau RKS /M dan RAPBS/RKAS/M. Sekolah/madrasah dapat mengidentifikasi peluang yang tersedia untuk meningkat kan mutu pendidikan. provinsi. wakil unsur guru. pembuatan keputusan. mengkaji apakah inisiatif peningkatan tersebut berjalan dengan baik dan menyesuaikan program sesuai dengan hasilnya. Sekolah/madrasah dapat memberikan laporan formal kepada pemangku kepentingan (stakeholders) demi meningkatkan akuntabilitas sekolah/madrasah. dan pengawas. 2. TPS/M mengumpulkan bukti dan informasi dari berbagai sumber untuk menilai kinerj a sekolah/madrasah berdasarkan indikator-indikator yang dirumuskan dalam instrumen . dan perencanaan anggaran pendidikan pada tingkat kabupaten/kota. wakil komite sekolah/madrasah. . EDS/M dilaksanakan oleh Tim Pengembang Sekolah/Madrasah (TPS/M) yang terdiri ata s: kepala sekolah/madrasah. Menyediakan data dan informasi yang penting untuk perencanaan. Mengidentifikasi bidang prioritas untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasara na pendidikan. d. c. c. Proses EDS/M merupakan siklus yang dimulai dengan pembentukan Tim Pengembang Sekolah/Madrasah (TPS/M). d. Pemerintahan Kabupaten/Ko ta dan Provinsi) a. b. e. Mengidentifikasi pelatihan serta kebutuhan program pengembangan lainnya. Sekolah/madrasah melakukan proses EDS/M satu kali setiap tahun . Mengidentifikasi jenis dukungan yang dibutuhkan oleh sekolah/madrasah.pengembangan dan peningkatan di masa mendatang. Bagi tingkatan lain dalam sistem (Pemerintah Pusat. KONSEP DASAR EVALUASI DIRI SEKOLAH/MADRASAH (EDS/M) Evaluasi diri sekolah/madrasah atau EDS/M adalah proses evaluasi diri sekolah/ma drasah yang bersifat internal yang melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk melihat kinerja sekolah/madrasah berdasarkan SPM dan SNP yang hasilnya dipakai sebagai d asar penyusunan RKS/M dan sebagai masukan bagi perencanaan investasi pendidikan tingk at kabupaten/kota. E. pelatihan penggunaan instrumen.

23 . Sekolah/madrasah ju ga dapat memeriksa hasil dan tindak lanjutnya terhadap perbaikan layanan pembelajaran yan g diberikan dalam memenuhi kebutuhan pembelajaran peserta didik. terutama untuk memastika n bahwa proses EDS/M dilakukan secara benar dan bukti-bukti fisik sekolah/madrasah tersedia. Khusus untuk pengawas.Dengan menggunakan Instrumen EDS/M. sekolah/madrasah dapat mengukur dampak kinerjanya terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik. Kegiatan ini meli batkan semua pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah/madrasah untuk memperoleh info rmasi dan pendapat dari seluruh pemangku kepentingan sekolah/madrasah. keterlibatannya dalam TPS/M berfungsi sebagai fasilitator atau pembimbing bagi sekolah/madrasah dalam melakukan EDS/M.

EDS/M perlu dikaitkan dengan proses perencanaan sekolah/madrasah dan dipandang sebagai bagian yang penting dalam kinerja siklus pengembangan sekolah/madrasah. dan mengumpulkan bukti mengenai kinerja peningka tan mutu pendidikan yang dilakukan. tingkat pengulan gan dan lain-lain. beserta informasi kualitatif seperti pendapat dan penilaian profesion al dari para pemangku kepentingan di sekolah/madrasah dikumpulkan guna mendapatkan gambaran secara menyeluruh. proses ini secara mendasar menjawa b 3 (tiga) pertanyaan kunci di bawah ini: 1. In formasi kuantitatif seperti tingkat penerimaan siswa baru. Sekolah/madrasah menjawab ketiga masalah ini setiap tahunnya dengan menggunakan seperangkat indikator kinerja untuk melakukan pengkajian yang obyektif terhadap kinerja mereka berdasarkan SPM dan SNP. Sebagai kerangka kerja untuk perubahan dan perbaikan. khususnya y . Informasi tambahan seperti tingkat ketercapaian kinerja sekolah/madrasah dalam m emenuhi kebutuhan semua peserta didiknya dan kapasitas sekolah/madrasah untuk perbaikan serta dukungan yang dibutuhkan juga dimasukkan di sini. Seberapa baikkah kinerja sekolah/madrasah kita? Hal ini terkait dengan posisi pencapaian kinerja untuk masing-masing indikator SPM dan SNP. Bagaimana kita dapat meningkatkan kinerja? Dalam hal ini sekolah/madrasah mel aporkan dan menindaklanjuti apa yang telah ditemukan melalui dua pertanyaan sebelumnya. F. Data dapat juga dikaitkan deng an kebutuhan lokal dan informasi khusus terkait dengan kondisi sekolah/madrasah. bahkan pad a tingkat nasional. melainkan suatu proses di namis yang melibatkan semua pemangku kepentingan (stakeholders) dalam sekolah/madrasah . Bagaimana kita dapat mengetahui kinerja sekolah/madrasah? Hal ini terkait den gan bukti apa yang dimiliki sekolah/madrasah untuk menunjukkan pencapaiannya. KETERKAITAN EDS/M DENGAN PENJAMINAN DAN PENINGKATAN MUTU EDS/M dikembangkan sejalan dengan sistem penjaminan mutu pendidikan. Informasi hasil EDS/M dan Rencana Pengembangan Sekolah/Madrasah ditindaklanjuti Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota atau Kantor Kemenag sebagai informasi kinerja se kolah/ madrasah terkait pencapaian SPM dan SNP dan sebagai dasar penyusunan perencanaan peningkatan mutu pendidikan pada tingkat kabupaten/kota dan provinsi. hasil ujian. 2.EDS/M bukanlah proses yang birokratis atau mekanistis. 3. Semua informasi ini kemudian dipergunakan sebagai dasar untuk mempersiapkan suatu rencana pengembangan sekolah/madrasah yang terpadu.

akreditasi sekolah/madrasah. dan Rencana Pembangunan Nasional Bidang Pendidikan. peran pengawas. Renstra Kemendiknas. seperti manajemen berbasis sekolah/madrasah. 24 . serta manajemen pendidikan yang dilakukan oleh pemerintahan provinsi d an kabupaten/ kota. Pelaksanaan EDS/M terkait dengan praktik dan peran kelembagaan yang me mang sudah berjalan. perencanaan pengembangan sekolah/ madrasah.ang terkait dengan perencanaan pengembangan sekolah/madrasah dan manajemen berbasis sekolah/ madrasah. peran LPMP/BDK. d an Renstra Kemenag. implementasi SPM dan SNP. Diagram berikut menggambarkan EDS/M sebagai salah satu komponen sumber data dala m sistem penjaminan mutu pendidikan yang mengacu pada Permendiknas Nomor 63 Tahun 2009 te ntang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan.

Karena itulah EDS/M menjadi bagian yang integral dalam penjamina n dan peningkatan mutu pendidikan. EDS/M adalah suatu proses yang memberikan tanggung jawab kepada sekolah/madrasah untuk mengevaluasi kemajuannya sendiri dan mendoro ng sekolah/madrasah untuk menetapkan prioritas peningkatan mutu sekolah/madrasah. EDS/M juga menjadi sumber informasi kebijakan untuk penyusunan program pengembangan pendidikan kabupaten/kota. merupakan dasar peningkatan mutu dan penyusunan Rencana Pengembangan Sekolah/Madrasah (RPS/M).MONITORING SEKOLAH/ MADRASAH OLEH PEMERINTAH DAERAH (MSPD) (sesuai kebutuhan) EVALUASI DIRI SEKOLAH/ MADRASAH (EDS/M) (tahunan) SERTIFIKASI GURU DAN PENINGKATAN KOMPETENSI PROFESIONAL (tahunan/berjalan) EVALUASI DIRI KAB/ KOTA (EDK) (tahunan) SISTEM PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN (SPMP) MEMENUHI SPM DAN SNP PENGUMPULAN DATA PADATI (tahunan) AKREDITASI SEKOLAH/ MADRASAH (lima tahun) UJIAN NASIONAL (tahunan) EDS/M sebagai komponen penting dalam SPMP. tetapi proses ini juga mempersyaratkan adanya keterlibatan dan dukungan dari orang-orang yang bekerja dalam berbagai tingkatan yang . Kegiatan EDS/M berbasis sekolah/madrasah.

dan nasional. dan hal ini tentu saja membantu terjaminnya transparan si dan validitas proses. Informasi yang terbangun menjadi dasar untuk perencanaan peningkatan mutu berkelanjutan dan pengembangan kebijakan pendidikan pada tingka t kabupaten/kota.berbeda dalam sistem ini. terlihat alur informasi dan urutan kegiatan yang dilakukan. 25 . Pada diagram EDS/M dalam kaitannya denga n Penjaminan dan Peningkatan Mutu berikut ini. EDS/M merupakan komponen penentu yang sangat penting dalam membangun sistem informasi pendidikan nasional terutama dalam memotret kinerja sekolah/madrasah d alam penerapan SPM dan SNP. provinsi.

guru. mengkaji ulang program Kab/Kota mengimplementasikan program Informasi strategis hasil EDS/M ditindaklanjuti oleh Pengawas Informasi dipergunakan untuk mengidentifikasi pencapaian.EDS/M dalam Kaitannya dengan Penjaminan dan Peningkatan Mutu Kepala sekolah/madrasah dengan dukungan dari pengawas membentuk Tim Pengembang Sekolah/Madrasah (TPS/M) yang terdiri dari perwakilan: komite sekolah/madrasah. dan merumuskan program untuk pengembangan sekolah/madrasah Validasi internal laporan yang dilaksanakan oleh pengawas dan validasi eksternal oleh koordinator pengawas sekolah/madrasah Kab/Kota memonitor. TPS/M mengumpulkan data yang relevan menurut Instrumen EDS/M berdasarkan SPM dan SNP didukung bukti-bukti fisik. untuk memprioritaskan bidang perbaikan dan persiapan program peningkatan mutu di kabupaten/kota dan dukungan bagi sekolah/madrasah/madrasah Data terstandar diprogram dan dimasukkan dalam MIS Kemendiknas/Kemenag dan Dinas Pendidikan Provinsi/Kantor Kemenag memonitor dan mengkaji ulang program Disdik provinsi/Kanwil Kemenag dan Kemendiknas/ Kemenag mengakses informasi Informasi dipergunakan untuk mengidentifikasi . pengawas dan orang tua. menggunakan berbagai metode untuk dapat menyediakan informasi kualitatif dan kuantitatif Sekolah/madrasah memonitor dan mengkaji ulang program Sekolah/madrasah mengimplementasikan program yang didukung pengawas sekolah/madrasah dan berdasarkan masukan dari kab/kota dan pihak lain sesuai kebutuhan TPS/M menyusun deskripsi dan rekomendasi sesuai dengan bukti fisik yang relevan TPS/M (Tim EDS) mengidentifikasi pencapaian. memprioritaskan bidang yang membutuhkan perbaikan..

pencapaian. memprioritaskan bidang perbaikan dan memberikan informasi bagi perencanaan penganggaran provinsi dan nasional LPMP/BDK memonitor dan mengkaji ulang proses penjaminan mutu LPMP/BDK mengakses informasi LPMP/BDK menganalisa informasi dan memonitor tingkatkinerja mutu dan memberikan informasi mengenai tingkat kinerja peninhkatan mutu dalam kegiatan belajar dan mengajar 26 .

Proses EDS/M harus menjadi bahan refleksi untuk mengubah dan memperb aiki tata kerja. dan proses ini akan dianggap berhasil jika dapat membawa sekolah/mad . Proses ini kemudian menjadi bagian dari siklus pengembangan dan peningkatan yang berkelanjutan. dan pengawas sekolah/madrasah) diharapkan bahwa tujuan dan nilai yang diinginkan dalam proses EDS/M menjadi bagian dari etos kerja sekolah/madrasah. peserta didik. Penting diin gat bahwa informasi yang didapatkan harus dianggap penting dan tidak lagi dianggap s ebagai beban atau hanya sekedar sebagai daftar data yang perlu dikumpulkan karena dimin ta oleh pihak luar. Visi bersama ini akan membawa arah pengembangan sekolah/madrasah ke depan dengan lebih jelas.G. setiap tahun sekolah/madrasah juga memeriksa ha sil dan dampak dari kegiatan pembelajaran serta bagaimana sekolah/madrasah dapat memenuh i kebutuhan peserta didik. Sekolah/madrasah mengukur dampak dari berbagai kegiatan penting terkait dengan p eserta didik dan kegiatan pembelajaran. STRATEGI IMPLEMENTASI Selama berjalannya proses EDS/M. anggota masya rakat. Mengumpulkan informasi berdasarkan SNP. komite sekolah/madrasah. Untuk dapat membangun visi bersama mengenai mutu ini yang harus dilakuka n adalah melibatkan semua pemangku kepentingan dalam proses untuk menyepakati nila inilai dan prinsip-prinsip yang akan ditetapkan. Hal yang sangat penting dalam proses ini adalah sekolah /madrasah harus mempergunakan evaluasi ini untuk memprioritaskan bidang yang memerlukan peningkatan dan mempersiapkan rencana pengembangan/ peningkatan sekolah/madrasah . Rencanakan program berdasarkan identifikasi Monitor dan mengkaji kemajuan Pengimplementasian program peningkatan Dengan melibatkan semua pemangku kepentingan di sekolah/madrasah (kepala sekolah / madrasah. guru. orang tua. diharapkan dapat dibangun adanya visi yang jela s mengenai apa yang diinginkan oleh para pemangku kepentingan terhadap sekolah/mad rasah mereka. SPM dan kebutuhan setempat Mengidentifikasi pencapaian dan memprioritaskan bidang untuk prioritas peningkatan.

27 . Kemu dian sekolah/madrasah akan menjadi pelaku utama dalam peningkatan mutu dan memberikan penjaminan terhadap pelayanan pendidikan yang bermutu.rasah pada peningkatan pelayanan pendidikan dan hasilnya bagi para peserta didik.

Keterlibatan pengawas sekolah/madrasah juga akan mendorong terciptanya transpara nsi dan keabsahan data yang dikumpulkan. c. pengawas dan perwakilan lain dari kelompok masyarakat yang memang dipandang layak untuk diikutsertakan. dibutuhkan pelatihan EDS/M secara berkelanjuta n. Koordinator Pengawas dan pengawas sekolah/madrasah terpilih melatih Tim TPS/M EDS/ M dalam gugus sekolah/madrasah. Pelatihan ditujukan untuk mempersiapkan sekolah/madrasah melaksanakan evaluasi secara transparan. Pengawas sekolah/madrasah harus dilibatkan secara penuh untuk mendukun g sekolah/madrasah dalam proses tersebut. untuk menjamin validitas dan mempergunakan informasi yang dikumpulkan untuk memberikan masukan terhadap perencanaan pengembangan sekolah/madrasah. b. seiring dengan pemutakhiran sistem manajemen informasi pendidikan nasional. serta membantu sekolah/madrasah untuk melangkah maju dalam program perbaikan berkelanjutan. serta merencanakan program tahunan sekolah / madrasah. Bidang dan pertanyaan inti yang disedia . yakni: 1. orang tua.Tahapan-tahapan berikut adalah upaya yang dilakukan untuk menunjang keberhasilan pelaksanaan EDS/M. 2. Instrumen EDS/M didasarkan pada Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang memberikan dua tujuan untuk menyediakan informasi bagi rencana pengembangan sekolah/madrasah. Informasi yang didapa tkan kemudian dianalisis dan dipergunakan oleh TPS/M untuk mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan yang perlu diperbaiki. Melaksanakan Proses EDS/M Kepala sekolah/madrasah dengan dukungan pengawas sekolah/madrasah melaksanakan EDS/M bersama Tim TPS/M yang terdiri dari perwakilan guru. Kepala Seksi Kurikulum. serta dalam mengimplementasikan rencana perbaikan yang dikembangkan berdasarkan hasil dari proses ini. Koordinator Pengawas. dan bukan hanya sekedar mengisi data yang menunjukkan pencapaian standar. komite sekolah/madras ah. beberapa Pengawas dilatih oleh LPMP/BDK. Pelatihan ini dilaksanakan dengan mempergunakan sistem berikut ini: a. Pengawas sekolah/madrasah dan kepala sekolah/madrasah akan menjadi pemain inti dalam pelibatan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk mendapatkan gambaran yang realistis mengenai sekolah/madrasah dalam melakukan perbaikan. LPMP/BDK dilatih sebagai pelatih bagi pelatih (Trainers of Trainers/ToT). Persiapan Sebelum proses ini dapat dimulai. Tim ini akan mempergunakan instrumen yang disediakan untuk menetapkan profil kinerja sekolah/madrasah berdasarkan indikator pencapaian.

Karena itulah maka perlu diantisipasi agar sekolah/ madrasah dapat melakukan proses ini dengan benar dan tidak memandangnya sekadar sebagai kegiatan pengisian formulir. 28 .mereka harus mampu menunjukkan adanya perbaikan seiring dengan perjalanan waktu.saat proses ini diulang-.kan dalam instrumen tersebut merefleksikan aspek-aspek yang penting bagi perencanaan perbaikan sekolah/madrasah. Penting untuk ditekankan di sini bahwa seko lah/ madrasah harus mendeskripsikan situasi nyata yang ada di sekolah/madrasah mereka dan kemudian-.

Peserta didik dapat mengembangkan potensi penuh mereka sebagai anggota masyarakat. Setiap standar terdiri atas sejumlah kompone n yang mengacu pada masing-masing standar nasional pendidikan sebagai dasar bagi sekola h/ madrasah dalam memperoleh informasi kinerjanya yang bersifat kualitatif. Supervisi dan evaluasi proses pembelajaran dilaksanakan secara berkala dan berkelanjutan. menyenangkan. c. RPP dirancang untuk mencapai pembelajaran efektif dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Pembelajaran dilaksanakan dengan menggunakan metode yang interaktif. Sumber belajar dapat diperoleh dengan mudah dan digunakan secara tepat.H. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan a. menantang dan memotivasi peserta didik. Sekolah/madrasah dalam kondisi terpelihara dan baik. c. b. b. 2. d. Komponen yang dievaluasi melalui instrumen EDS/M mencakup hal berikut. Kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan sudah memadai. Standar Kompetensi Lulusan a. 3. BENTUK INSTRUMEN EDS/M Instrumen EDS/M dalam Delapan Standar Instrumen EDS/M terdiri dari 8 (delapan) standar nasional pendidikan yang dijaba rkan ke dalam 26 komponen dan 62 indikator. Standar Pengelolaan . Standar Sarana dan Prasarana a. Sarana sekolah/madrasah sudah memadai. inspirat if. 4. Kurikulum sudah sesuai dan relevan. Jumlah pendidik dan tenaga kependidikan sudah memadai. Sekolah/madrasah menyediakan kebutuhan pengembangan pribadi peserta didik. 5. 1. b. Standar Proses a. Peserta didik dapat mencapai target akademis yang diharapkan. Standar Isi a. Kualifikasi pendidik dan tenaga kependidikan sudah memadai. b. e. b. Silabus sudah sesuai/relevan dengan standar. 6. kreatif.

Kinerja pengelolaan sekolah/madrasah berdasarkan kerja tim dan kemitraan yang kuat dengan visi dan misi yang jelas dan diketahui oleh semua pihak.a. Rencana kerja sekolah/madrasah mencantumkan tujuan yang jelas untuk program peningkatan dan perbaikan berkelanjutan yang tersosialisasikan dengan baik. 29 . b.

Standar Penilaian Pendidikan a. Orangtua peserta didik terlibat dalam proses belajar anak mereka. e. Pemberian dukungan dan kesempatan pengembangan profesi bagi para pendidik dan tenaga kependidikan dilakukan dengan baik dan konsisten f. Sistem penilaian disusun untuk menilai peserta didik baik dalam bidang akadem ik maupun nonakademik. Sekolah/madrasah merencanakan keuangan sesuai standar. Standar Pembiayaan a. Masyarakat berperan serta dalam kehidupan sekolah/madrasah. b. Setiap komponen terdiri dari beberapa indikator yang memberikan gambaran lebih menyeluruh dari komponen yang dimaksudkan. 8. Sekolah/madrasah berupaya untuk mendapatkan tambahan dukungan pembiayaan lainnya. d. c.c. Berikut ini adalah contoh instrumen EDS/M. 7. Sekolah/madrasah menjamin kesetaraan akses. c. Contoh Instrumen EDS/M 30 . b. Pengumpulan dan penggunaan data dapat dipercaya dan sah. Penilaian berdampak pada proses belajar. Rencana Pengembangan Sekolah/Madrasah atau Rencana Kerja Sekolah/Madrasah berdampak terhadap peningkatan hasil belajar. Instrumen selengkapnya dapat dilihat dalam CD.

Sebagai contoh. Bukti Fisik Bukti fisik yang tersedia digunakan sebagai bahan dasar untuk menggambarkan kond isi sekolah/madrasah terkait dengan indikator yang dinilai. Keberadaan dokumen kurikulum bukanlah merupakan satu-satunya bukti bahwa kurikulum telah dilaksanak an.Dalam instrumen EDS/M terdapat empat bagian yang harus diisi atau ditulis. Hal ini penting ditekankan menginga t . dan unsur lain yang terkait. yakni : Bukti Fisik. Rencana Pelaksanaan Pengajaran (RPP) tidak sekedar merupakan catatan mengenai bagaimana pengajaran dilaksanakan. Selain itu. Berbagai jenis bukti fisik dapat digunakan sekolah/madrasah sebagai bukti tahapa n pengembangan tertentu. Untuk itu perlu dimanfaa tkan berbagai sumber informasi yang dapat dijadikan sebagai bukti fisik misalnya cata tan kajian. dan Rekomendasi. hasil observasi. Informasi yang dikumpulkan berdasarkan bukti fi sik tersebut dipastikan akurasinya melalui proses triangulasi yang dalam hal ini berar ti melihat suatu fenomena (yakni evaluasi mutu) dari berbagai sumber data dan denga n menggunakan berbagai teknik pengumpulan data. Pendapatan dan Penilaian Pemangku Kepentingan Data Kuantitatif dan Kualitatif Evaluasi Mutu Observasi Situasi Aktual Triangulasi bukti ini menjamin bahwa konsistensi akan terus diperiksa ulang dan bahwa indikator-indikator yang ada dipandang dari berbagai sudut untuk memberikan info rmasi mengenai apa yang sebenarnya sedang terjadi. 1. guru-guru. Tahapan Pengembang an. dan hasil wawancara/konsultasi dengan pemangku kepentin gan (stakeholders) seperti komite sekolah/madrasah. siswa. Ringkasan Deskripsi Indikator Berdasarkan Bukti Fisik. Informasi kualitatif yang menggambarkan kenyataan dapat berasal dari informasi kuantitatif. orangtua. sekolah/madrasah perlu juga menunjukkan sumbe r bukti fisik lainnya yang sesuai.

Misalnya. 31 .apa yang dituliskan dalam dokumen tidak selalu merupakan hal yang sebenarnya ter jadi. sebuah rencana pengajaran tidak selalu dapat merekam bagaimana suatu pelajaran diajarkan. dokumen kurikulum tidak selalu menjadi jaminan bahwa kuriku lum disampaikan dengan utuh. dan bahan pelajaran dapat dihitung tetapi bukan berarti bahan tersebut dipergunakan sesuai kepentingannya secara efektif.

Dokumen Silabus. dll. Pencapaian KKM (leger nilai) .Berikut adalah contoh bukti fisik yang dapat disediakan atau digunakan sekolah/m adrasah. notulensi rapat penentuan penggunaan anggaran Rekomendasi hasil belajar kepada peserta didik dan orang tua. Kepala sekoleh/madrasah dan tenaga kependidikan yang berprestasi Kondisi ruangan dan kantor (kartu pemeliharaan) Profil sekolah/madrasah. Contoh Bukti Data Kuantitatif Dokumen Kurikulum. Contoh Bukti Data Kualititatif Proses Pengembangan Kurikulum Proses Pengembangan Silabus. catatan berbagai bentuk partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sekolah/madrasah. guru berprestasi. dan catatan pelaksanaan program remedi dan pengayaan. RPP. dll. RPP Data alumni. buku catatan kepribadian Daftar guru yang sudah bersertifikat. wiyata mandala. sekolah/ madrasah sehat Laporan akuntabilitas keuangan sekolah/madrasah. Dokumen data lulusan (data melanjutkan dan bekerja).

Isi 2. Standar Nasional 1. (2) mengamati berlangsun gnya pelajaran. Penilaian Khusus terhadap proses pembelajaran. Dokumen Hasil Belajar dan UN. Rapor. Proses 3. Lembar soal. laporan pertanggungjawaban keuangan sekolah/madrasah dll. daftar kualifikasi guru dan tenaga kependidikan Luas lahan (sertifikat).Jumlah pendidik dan tenaga kependidikan. Dokumen RAPBS. informasi kualitatif dan kuantitatif sebaga i hasil dari observasi langsung dilakukan dengan berbagai cara termasuk dengan (1) mengikuti proses belajar-mengajar di dalam kelas selama satu hari penuh. Kompetensi Lulusan 4. Pengelolaan 7. (4) pertukaran kelas . kesepakatan kerjasama (MoU). (3) merekam dengan video cara mengajar sendiri. daftar penerimaan sumbangan orang tua dan masyarakat Kisi-kisi penilaian. Daftar Nilai dll. Pembiayaan 8. Dokumen RKS/M atau RPS/M. Sarana dan Prasarana 6. Pedidik dan Tenaga Kependidikan 5. jumlah ruangan. dll. dokumen laporan akuntabilitas.

dan (5) observasi antar-sesama guru. 32 .antarguru.

Deskripsi indikator berdasarkan bukti fisik menjadi rujukan bagi anggota TPS/M untuk menentukan posisi tahapan pengembangan sekolah/madrasah. melampaui standar yang telah ditetapkan. Pada tahap ini kinerja sekolah/madrasah san gat baik. Tahapan pengembangan bisa berbeda dalam indikator yang berbeda pula. Pada tahap ini kinerja sekolah/madrasa h mempunyai banyak kelemahan dan membutuhkan banyak perbaikan. Tahapan pengembangan ini memiliki makna sebag ai berikut: 1) Tahap ke-1 berarti belum memenuhi SPM. Sekolah/madrasah kemudian memilih rubrik yang lebih mendekati atau sama dengan deskripsi sekolah/ madrasah untuk kemudian memberi tanda centang (v) pada tahapan pengembangan yang bersesuaian. Tahapan pengembangan pada setiap indikator menggambarkan keadaan seperti apa kondisi kinerja sekolah/madrasah pada saat dilakukan penilai an terkait dengan indikator tertentu. Sekolah/madrasah kemudian membandingkan deskripsi setiap indikator dengan rubrik yang ada di bawahnya untuk melihat posisi tahapan pencapaian. Deskripsi Indikator Kolom ringkasan deskripsi indikator berdasarkan bukti fisik pada instrumen EDS/M diisi uraian singkat yang menjelaskan situasi nyata yang terjadi di sekolah/madrasah s esuai dengan indikator pada setiap komponen yang mengacu kepada SPM dan SNP. anggota TPS/ M harus merujuk kepada Peraturan Menteri atau Peraturan Pemerintah yang berkaitan dengan SPM dan SNP. Deskripsi indikator yang menggambarkan kondisi nyata dan spesifik untuk setiap i ndikator akan memudahkan sekolah/madrasah dalam menyusun rekomendasi untuk perbaikan maupun peningkatan sekaligus menentukan rencana pengembangan sekolah/madrasah berdasarkan rekomendasi dan prioritas sekolah/madrasah.2. namun masih perlu peningkatan. D alam pelaksanaan EDS/M yang dilakukan setiap tahun. Dalam pengisian intrumen EDS/M. sekolah/madrasah mempunyai dasar nyata indikator atau komponen atau standar mana yang memerlukan perbaikan secara . 3) Tahap ke-3 berarti memenuhi SNP. Tahapan Pengembangan Anggota TPS/M secara bersama mencermati instrumen EDS/M pada setiap indikator da ri setiap komponen dan setiap standar. 3. Pada tahap ini kinerja sekolah/madrasah baik . 4) Tahap ke-4 berarti melampaui SNP. Hal ini penting diperhatikan karena sekolah/madrasah harus menilai kinerja apa adanya. 2) Tahap ke-2 berarti memenuhi SPM. Pada tahap ini terdapat beberapa kekuatan da n kelemahan tetapi masih memerlukan banyak perbaikan.

terus-menerus. Rekomendasi Setelah menentukan tahapan pengembangan. 4. Sehingga rekomendasi ini dapat digolongkan dengan rekomendasi perbai kan/ peningkatan dan rekomendasi pengembangan. sekolah/madrasah kemudian menyusun rekomendasi berdasarkan bukti fisik. 33 . deskripsi. dan tahapan pengembangan untuk setiap indikator. Rekomendasi tidak hanya difokuskan pada indikator yang diangga p lemah namun juga disusun untuk setiap indikator yang telah mencapai standar nasi onal pendidikan.

Rekomendasi ini kemudian direkap sebagai dasar masukan dalam penyusunan Rencana Pengembangan Sekolah/Madrasah (RPS/M). Sekolah/madrasah perlu memastikan bahwa rekomendasi ini sungguh-sungguh berbasis pada hasil evaluasi diri. 34 .

Instrumen Evaluasi Diri Sekolah/Madrasah 35 .

36 .

37 .

38 .

39 .

40 .

41

42

43

44

45

46

47

48

49

50

51 .

52 .

53 .

54 .

55 .

56 .

57 .

58 .

59 .

60 .

61 .

62 .

63 .

64 .

65 .

66 .

67 .

68 .

69 .

70 .

setiap satuan pendidikan bisa dengan pasti menetapkan apakah dirinya sudah memenuhi SPM atau masih ada beberapa hal yang perlu disediakan atau perlu dilakukan agar SPM tersebut terpenuhi . PENGANTAR Langkah awal-. Setelah data yang diperlu kan tersebut terkumpul. Pemenuhan SPM ini tidak boleh melewati tahun 2013. satuan pendidikan bisa de ngan mudah melakukan evaluasi diri dan melihat tingkat keterpenuhan SPM di satuan pen didikan tersebut. Pemenuhan SPM harus menjadi 71 .setelah diberlakukannya Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nom or 15 Tahun 2010 tentang Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan Dasar adalah bahwa setiap satuan pendidikan dasar (SD/MI dan SMP/MTs) harus mengumpulkan data yang dinyatakan di dalam indikator-indikator pemenuhan SPM.Bagian 1 Bab III Identifikasi Kesenjangan dan Rekomendasi Pemenuhan SPM A. Dengan cara itu. dan diolah sebagaimana disarankan.

sed angkan beberapa sel belum memenuhi (B). dan IPS dengan perbandingan satu set untuk setiap peserta didik. Berikut disajikan setiap indikator SPM beserta contoh identifikasi kesenjangan d alam rangka pemenuhan SPM. semua indikator SPM tersebut sudah dipen uhi. setiap SD/MI perlu membaca secara cermat data yang disediak an dan diisikan pada format yang sudah diisikan. IPA. IDENTIFIKASI KESENJANGAN PEMENUHAN SPM Indikator SPM nomor 1: Setiap SD/MI menyediakan buku teks yang sudah ditetapkan kelayakannya oleh Pemerintah mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia. diperoleh hasil pengumpu lan data sebagai berikut. Beberapa sel (kotak) di dalam tabel sudah memenuhi (M). pada bagian akhir akan dilakukan rekapitulasi pemenuhan S PM sesuai dengan hasil identifikasi kesenjangan masing-masing indikator yang telah dilakukan. Selanjutnya. Matematik a. Setiap satuan pendidikan perlu melakukan perbandingan antara tuntutan SPM dan kondi si riil yang dimilikinya. Panduan ini memberikan penjelasan secara rinci tentang apa yang h arus dilakukan oleh setiap satuan pendidikan. setiap satuan pendidikan dasar perlu dengan segera melakukan analisi s kesenjangan untuk setiap indikatornya. Kalau harga satuan sudah bis a diperoleh.prioritas setiap satuan pendidikan dasar. Kegiatan ini tentunya akan memunculkan rekomendasi yang be risikan kuantitas atau volume dari hal-hal yang diperlukan. Untuk mengetahui apakah indikator SPM nomor 1 ini sudah terpenuhi atau masih ada kesenjangan padanya. 72 . Misalkan. B. satuan pendidikan bisa menghitung anggaran yang diperlukan. Program dan anggaran harus dirancang s edemikian rupa sehingga sebelum akhir tahun 2013. mulai dari indikator SPM nomor 1 sampai dengan nomor 13. Lihat kolom Penilaian . Karena itu.

Indikator SPM nomor 2: Setiap SMP/MTs menyediakan buku teks yang sudah ditetapka n kelayakannya oleh Pemerintah mencakup semua mata pelajaran dengan perbandingan s atu set untuk setiap perserta didik. masih ada kesenjangan di sekolah itu dalam kaitanny a dengan pemenuhan SPM. Cara menentukan kesenjangan untuk indikator nomor 2 sama dengan indikator nomor 1. bola dunia (globe). kelas 4 (5 buku). maka kita bisa mengatakan bahwa indikator SPM nomor 3 ini masih belum dipenuhi. Indikator SPM nomor 3: Setiap SD/MI menyediakan satu set peraga IPA dan bahan ya ng terdiri dari model kerangka manusia. kelas 5 (6 buku). kelas 3 (4 buku). dan kit IPA untuk eksperimen dasar. Misalkan kita memperoleh data sebagai berikut. kelas 2 (2 buku). Tentang jenis dan jumlah buku yang diperlukan. Yang berbeda hanya jenis mata pelajarannya yang menjadi 10 macam. Indikator SPM nomor 4: Setiap SD/MI memiliki 100 judul buku pengayaan dan 10 buk u referensi. Buku Bahasa Indonesia kelas 1 (1 buku). Buku IPS kelas 1 (3 buku). 73 . Untuk menentukan apakah indikator nomor 3 ini sudah terpenuhi atau masih ada kes enjangan padanya. setiap SD/MI perlu membaca secara cermat data yang telah diisinya pada format berikut. indikator SPM nomor 3 ini masih belum terpenuh. dan kel as 6 (6 buku) 3. dapat ditentukan sebagai berikut: 1.Ini menunjukkan indikator SPM nomor 1 ini masih ada yang belum terpenuhi. dan kelas 6 (2 buku). contoh peralatan optik. dan kelas 6 (2 buku) 4. kelas 4 (1 buku). Buku IPA kelas 1 (8 buku). masing-masing satu set. Itu berarti. kelas 2 (2 buku). dan poster/carta IPA. Mengingat pada kolom Penilaian masih ada huruf B. Peraga IPA yang masih perlu diad akan adalah model tubuh manusia. model tubuh manusia. Satu saja kolom Penilaian diisi dengan huruf B. kelas 2 (5 buku). Buku Matematika kelas 1 (2 buku). kit IPA untuk eksperimen dasar. dan setiap SMP/MTs memiliki 200 judul buku pengayaan dan 20 buku refe rensi. kelas 5 (1 buk u). kelas 5 (2 buk u). co ntoh peralatan optik. dan kelas 5 (5 buku ) 2.

.

setiap SD/MI dan SMP/MTs perlu membaca secara cermat data y ang telah diisinya pada format berikut. Sebagai contoh. Untuk menentukan apakah indikator nomor 5 ini sudah terpenuhi atau masih ada kesenjangan padanya. Yang masih diperlukan adalah buku pengayaan fiksi minimal sebanyak 10 buku. indik ator nomor 4 ini masih belum dipenuhi oleh SD Suka Maju .Untuk menentukan apakah indikator nomor 4 ini sudah terpenuhi atau masih ada kesenjangan padanya. menil ai hasil pembelajaran. Berarti. dan melaksanakan tuga s tambahan. terlihat masih ada huruf B pada kolom Penilaian . indikator SPM nomor 5 ini masih belum terpenuh. setiap SD/MI dan SMP/MTs perlu membaca secara cermat data y ang telah diisinya pada format berikut. sebagai beriku Dari data di atas. masih ada kesenjangan di seko lah itu dalam kaitannya dengan pemenuhan SPM. membimbing atau melatih peserta didik. Itu berarti. Sebagai contoh. melaksanakan pembelajaran. misalkan diperoleh data jumlah buku di SD Suka Maju t. Satu saja kolom Penilaian diisi dengan huruf B . 74 Suka Maju tadi ada 6 orang guru dengan rincian peke . termasuk merencanakan pembelajaran. Indikator SPM nomor 5: Setiap guru tetap bekerja 37. misalkan di SD rjaan sebagai berikut. Satu saja kolom Penilaian diisi dengan huruf B . Itu berarti. indikator SPM nomor 4 ini masih belum terpenuh.5 jam per minggu di satuan pendidikan. masih ada kesenjangan di seko lah itu dalam kaitannya dengan pemenuhan SPM.

Dapat disimpulkan bahwa beban kerja per minggu guru-guru di SD kurang dari kriteria SPM yang ditetapkan. Indikator SPM nomor 6: Suka Maju ini masih Satuan pendidikan menyelenggarakan proses pembelajaran selama 34 minggu per tahu n dengan kegiatan tatap muka sebagai berikut : Kelas I . Kelas IV .II : 18 jam per minggu. yaitu 37. Untuk menentukan apakah indikator SPM nomor 6 ini sudah terpenuhi atau masih ada kesenjangan padanya. Kelas III : 24 jam per minggu. Sebagai contoh.VI : 27 jam per minggu. setiap SD/MI dan SMP/MTs perlu membaca secara cermat data y ang telah diisinya pada format berikut. Satu saja kolom Penilaian diisi dengan huruf B . masih ada kesenjangan di seko lah itu dalam kaitannya dengan pemenuhan SPM. misalnya di MI Ar Ro du diperoleh data sebagai berikut. Itu berarti. atau Kelas VII .5 jam per minggu. indikator SPM nomor 6 ini masih belum terpenuh. 75 .IX : 27 jam per minggu.

Manakalah ada salah satu da ri aspek kesesuaian RPP dengan Silabus yang tidak mendapatkan tanda V. atau ada kesenjangan. Indikator SPM nomor 7: Satuan pendidikan menerapkan kurikulum tingkat satuan pen didikan (KTSP) sesuai ketentuan yang berlaku. Monitoring pelaksanaan KTSP masih belum dijalankan dengan baik.Tampak bahwa tidak ada satu pun huruf B yang muncul pada tabel-tabel di atas. Untuk menentukan apakah indikator SPM nomor 8 ini sudah terpenuhi atau masih ada kesenjangan padanya. pihak sekolah perlu memperhatikan dengan cermat tabel berikut. Tampak bahwa masih terdapat kesenjangan pada indikator SPM nomor 7. 76 . Be rarti. Indikator SPM nomor 8: Satuan pendidikan menerapkan kurikulum tingkat satuan pen didikan (KTSP) sesuai ketentuan yang berlaku. maka indikator nom or 8 ini masih belum dipenuhi. Salah satu dari hasil kajian in i yang menunjukkan masih dinilai BELUM maka indikator SPM nomor 7 ini masih belum terpe nuhi atau masih ada kesenjangan. setiap SD/MI dan SMP/MTs perlu membaca secara cermat hasil kajian RPP setiap guru yang dituangkan dalam tabel berikut. indikator SPM nomor 6 sudah terpenuhi. sehingga tidak ada kesenjangan pada indik ator SPM nomor 6 ini. Berarti indikator SPM nomor 7 masih belum terpenuhi di satuan pendidikan ini. Misalkan ada 4 guru SD Trio yang s etelah dikaji RPP-nya memberikan data dalam format berikut. Untuk menilai kesenjangan yang ada pada indikator SPM nomor 7 ini.

Indikator SPM nomor 9: Setiap guru mengembangkan dan menerapkan program penilaia n untuk membantu meningkatkan kemampuan belajar peserta didik. maka indikator nomor 8 ini masih belum terpenuhi atau ada kesenjangan di dalamnya. ternyata diperoleh data penerapan RPP di SD Trio sebagai berikut. Selanjutnya. Berarti. Tampak bahwa ada dua orang guru yaitu Taufik dan Ainul belum secara konsisten me nerapkan RPP yang sudah dibuatnya. setiap satuan pendidikan bisa melihat data hasil monitoring tentang penerapan RPP di kelas. Untuk menentukan apakah indikator SPM nomor 9 ini sudah terpenuhi atau masih ada kesenjangan padanya. Berarti indikator SPM nomor 8 masih belum sepenuhnya terpenuhi.Tampak bahwa RPP dari semua guru telah sesuai dengan silabus. Manakala ada guru yang menerapkan RPP-nya hanya kadang-kadang atau sering membelajarkan tanpa RPP. Selanjutnya. Ada salah satu dari program penilaian ini yang belum dikembangka n oleh 77 . setiap SD/MI dan SMP/MTs perlu membaca secara cermat hasil kajian terhadap program penilaian yang dikembangkan oleh para guru seperti tertu ang pada format berikut. tidak ada kesenjangan dalam hal kesesuaian RPP dengan silabus di sekolah ini. setelah dilakukan pengamatan terhadap penerapan RPP di depan kelas.

setiap mata pelajaran disupervisi minimal 2 kali dalam satu semester . Misalkan dalam 1 semester kegiatan supervisi yang dilakukan oleh seorang kepala sekolah tersaji dalam tabel sebagai berikut. maka indikator SPM nomor 9 masih belum terpen uhi. dari 3 mata pelajaran yang d isupervisi. Misalkan di MI Ar Rohmah diperoleh informasi sebagai berikut: Kalau memperoleh data seperti ini. atau ada kesenjangan dalam hal ini. Dari data di atas. setiap SD/MI dan SMP/MTs setiap satuan pendidikan bisa menggunakan data yang terkait dengan pelaksanaan supervisi.guru. masing-masing baru disupervisi satu kali. Belum semua guru secara berkelanjutan mengembangkan instrumen penilaian yang sesuai KD. maka 78 . Karena itu. Masih ada guru yang hanya kadang-kadang saja melaksanakan penilaian sesuai renca na. Untuk menentukan apakah indikator nomor 10 ini sudah terpenuhi atau masih ada ke senjangan padanya. kalau hanya data di atas yang bisa diperoleh dari kegiatan supervisi kepala sekolah. Hasil penilaian belum selalu digunakan untuk membantu meningkatkan kemampuan belajar siswa. Frekuensi nya sudah lebih dari 2 kali dalam satu semester. Masih belum ada kesenjangan dalam hal ini. Akan tetapi. Indikator SPM nomor 10: Kepala sekolah/madrasah melakukan supervisi kelas dan memberikan umpan balik kepada guru dua kali dalam setiap semester. kepala sekolah tampak telah melaksanakan supervisi. Seharusnya. indikator SPM nomor 9 ini masih belum dipenuhi.

indikator SPM nomor 11 masih berlum terpenuhi. Indikator SPM nomor 11: Setiap guru menyampaikan laporan hasil evaluasi mata pel ajaran serta hasil penilaian setiap peserta didik kepada kepala sekolah/madrasah pada a khir semester dalam bentuk laporan hasil prestasi belajar peserta didik. Untuk menentukan apakah indikator SPM nomor 11 ini sudah terpenuhi atau belum. Untuk menentukan apakah indikator nomor 12 ini sudah terpenuhi atau belum. setia p satuan pendidikan perlu membaca secara cermat data yang telah digambarkan pada f ormat berikut. Masih ada kesenjangan da lam pemenuhan indikator SPM nomor 11 ini. Indikator SPM nomor 12: Kepala sekolah/madrasah menyampaikan laporan hasil ulang an akhir semester (UAS) dan ulangan kenaikan kelas (UKK) serta ujian akhir (US/UN) kepada orang tua peserta didik dan menyampaikan rekapitulasinya kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota atau Kantor Kementerian Agama di kabupaten/kota pada setiap akhir semester. 79 . s etiap satuan pendidikan perlu membaca secara cermat data yang telah digambarkan pada f ormat berikut.indikator SPM nomor 10 ini masih belum terpenuhi. Berarti. Misalkan diperoleh data di SMP Bakti sebagai berikut Tampak bahwa Ismail dan Doni masih belum lengkap laporan hasil evaluasi belajarn ya.

dan ketersediaan laporan proses pembela jaran dan pembelanjaan untuk biaya operasional dan investasinya di tempat umum. C. dengan mengisikan hasil analisis kesenjangan di atas ke dalam tabel berikut. Berarti. Kita bisa menyimpulkan bahwa indikator SPM nomor 13 ini masih belum sepenuhnya terpenuhi. Indikator SPM nomor 13: Setiap satuan pendidikan menerapkan prinsip-prinsip mana jemen berbasis sekolah (MBS) Untuk menentukan apakah indikator SPM nomor 13 ini sudah terpenuhi atau belum. setiap sekolah/madra sah dapat melakukan rekapitulasi tentang kesenjangan SPM yang ada. UKK. US masih belum disampaik an. Misalkan diperoleh data tentang kajian penerapan MBS di suatu satuan pendidikan memberikan informasi sebagai berikut. rencana kerja tahunan yang dikembangkan. Keterlibatan Komite Sekolah/Madrasah jelas masih perlu ditingkatkan. 80 . s etiap satuan pendidikan perlu mengkaji dan menganalisis secara jujur dan cermat dokume ndokumen yang memperlihatkan keterlibatan komite sekolah dalam pengambilan keputusan.Dalam tabel di atas tampak bahwa rekapitulasi UAS. indikator SPM nomor 12 masih belum dipenuhi. REKAPITULASI KESENJANGAN PEMENUHAN SPM Setelah masing-masing indikator SPM dikaji keterpenuhannya.

81 .

82 .

Aplikasi ini dapat dijalankan dengan praktis dan mudah dengan menggunakan progra m Microsoft Excel versi 2003 atau 2007.Bagian 1 Bab IV Aplikasi Pelaporan dan Manajemen Informasi Sekolah/ Tool For Reporting And Information Management By Schools (TRIMS) A. Pengertian TRIMS Aplikasi Pelaporan dan Manajemen Informasi Sekolah/Tools for Reporting Informati on Management by School (TRIMS) merupakan sistem informasi pendidikan yang diharapk an dapat mensinkronkan data-data penting yang telah dikumpulkan oleh sekolah/madras ah. TRIMS memperkuat Education Management Information System (EMIS) dalam rangka 83 . PENGANTAR APLIKASI TRIMS 1.

Rencana Kerja Sekolah (RKS/M).sekolah/madrasah dapat berperan sekaligus sebagai subyek yang akan memanfaatkan data dan informasi yang dihasilkannya. TRIMS dibuat mudah dan sederhana serta membutuhkan keterampilan yang minimal karena TRIMS memahami bahwa tidak semua sekolah/madrasah mempunyai kapasitas yang sama dari sisi ketrampilan personel maupun infrastruktur ICT. kelak dengan menggunakan TRIMS-.mendukung monitoring dan evaluasi. . c. Laporan Keuangan serta untuk monitoring dan evaluasi pencapaian SPM. dan ketepatan waktu. Sekolah/madrasah hanya menjadi obyek pengumpulan data saja. f. ketersediaan. baik dari segi infrastruktur maupun kapasitas Sumber Daya Manusia. Mendorong pemanfaatan data dan informasi Aplikasi TRIMS membantu sekolah/madrasah dalam mengolah dan menganalisis data sehingga rangkaian data (data set) tadi menjadi informasi yang bermanfaat b agi perencanaan dan penganggaran serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas. d. RKS/M. Akan tetapi. pelaporan. 2. TRIMS diharapkan dapat memperbaiki pengumpulan data di sekolah/madrasah dari yang selama ini kurang terkoordinasi dengan baik menjadi lebih mudah disediakan dan disistematisasikan sehingga lebih bermutu dan siap dimanfaatkan oleh sekolah / madrasah. termasuk capaian Standar Pela yanan Minimum (SPM). Kesenjangan kapasitas antar-sekolah/madrasah dan antar-daerah. Relevan dengan desentralisasi pendidikan. Menyediakan data dan informasi yang akurat bagi sekolah/madrasah dalam penyusunan Rencana Kerja Tahunan (RKT). Dengan demikian. melalui penggunaan TRIMS ini dapat mendorong sekolah untuk memanfaatkan data dan informasi dengan baik dan konsisten. Perlunya perubahan paradigma bagi sekolah/madrasah dari menjadi pengguna data pengumpul data Selama ini sekolah/madrasah mengumpulkan banyak data yang diminta oleh berbagai pihak. Berbagai data dan Informasi yang dihasilkan dalam TRIMS dapat dipergunakan sebagai bahan dalam penyusunan berbagai dokumen perencanaan seperti RKT. Hal ini terjadi karena TRIMS tidak hanya sebagai pengumpul dat a. keuangan serta monitoring dan evaluasi pencapaian SPM. Mampu meningkatkan cakupan dan kualitas data terkait akurasi. e. serta perenca naan dan penganggaran. kebijakan strategis. relevansi. Mengapa TRIMS? Beberapa hal mendasari mengapa sekolah/madrasah perlu menggunakan TRIMS sebagai berikut : a. b. tetapi secara otomatis menyediakan bahan dan informasi bagi sekolah/madrasah ber upa grafik dan tabel indikator utama dalam pendidikan.

peran kabupaten/kota semakin besar sehingga secara nasional diperlukan kapasitas pembuatan kebijakan dan perencanaan yang akurat.Sejak pemberlakukan sistem desentralisasi. TRIMS menyediakan kemudahan dalam EMIS (sistem informasi manajemen pendidikan) sehingga pengelolaan informasi secaranasional dapat dilakukan dengan lebih efisien oleh karena ketersediaan data dan informasi 84 .

kemungkinan kesalahan input menjadi berkurang. jenis data yang diperlukan telah dimiliki sekolah/madrasah. Setelah sekolah/madrasah menginput data TRIMS secara lengkap. Mengoperasikan TRIMS tidak memerlukan staf dengan keterampilan komputer yang baik. f. Aplikasi TRIMS memiliki tombol Validasi yang merah pada sel yang datanya belum lengkap atau langsung terdeteksi dan perbaikan dapat segera secara manual atau dilihat satu p akan memberikan tanda lingkaran salah input sehingga kesalahan dilakukan. TRIMS dibuat sederhana dengan mempertimbangkan adanya variasi keterampilan dalam menggunakan komputer di sekolah/madrasah. b. Input data ke dalam TRIMS dapat dilakukan dengan menggunakan fasilitas yang terdapat dalam aplikasi melalui klik pada sel dengan harapan sekolah/madrasah tidak harus banyak melakukan pengetikan dan. c. 4. e.yang akurat dan secara otomatis dihasilkan oleh TRIMS. 3. Karakteristik TRIMS Beberapa karakteristik dari TRIMS adalah: a. TRIMS yang diinput oleh sekolah/madrasah dapat diagregasi oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dengan cepat dan mudah untuk kemudian dapat dijadikan acuan penyusunan kebijakan. Proses sederhana dengan keterampilan komputer yang minimal. Tidak diperlukan lagi validasi yang dilakukan er satu. Validasi data secara otomatis. indikator) langsung dapat dimanfaatkan oleh sek olah/ madrasah. Kelompok Data TRIMS Data yang dibutuhkan TRIMS bukanlah data baru. Semua data dan informasi TRIMS dapat langsung dimanfaatkan dan dipergunakan sekolah/madrasah. maka TRIMS tersebut dapat segera dikirimkan kepada Dinas Pendidikan. Keluaran data TRIMS disajikan secara ringkas dalam bentuk tabel dan grafik indi kator kunci pendidikan (misalnya SPM). data TRIMS terdiri dari 2 jenis yaitu: . Anda tidak perlu meng-install program atau aplikasi baru. d. Secara rinci. Mudah dikirim dan di-copy karena ukuran file yang kecil (< 2MB). grafik. Hasil ringkas (tabel. Ukuran file yang kecil (<2MB) memudahkan pengiriman file TRIMS baik melalui email maupun penggandaan file melalui flash disk atau CD. Tidak perlu meng-install program baru karena TRIMS berbasis Excel 2003 atau 2 007 Aplikasi TRIMS dapat dijalankan langsung di laptop atau PC sepanjang sudah terd apat program Microsoft Excel di dalamnya. Klik dan Klik mengurasngi tugas pengetikan dan konsekuensi kesalahan input. dengan demikian.

Tabel 1: Jenis Data dalam TRIMS 85 .

Penerimaan BOS: aktual dan yang diharapkan 5. Kehadira n TRIMS tidak dimaksudkan untuk menggantikan atau meniadakan jenis perangkat aplik asi lainnya. Kurikulum F. Kualitas pengawasan dan pelaporan D. Pendidik dan tenaga kependidikan a. Manajemen G. TRIMS dan Paket Aplikasi yang sudah ada TRIMS merupakan alat bantu yang dikembangkan melalui Program Basic Education Capacity Trust Fund (BEC-TF) dalam rangka memperkuat EMIS di Indonesia. Jenis dan sumber penerimaan b. Dalam proses pengembangan aplikasi TRIMS ini seluruh kegiatan pengembangan telah dikoordinasikan dengan Pusat Statistik Pendidikan (PSP) ng Balitbang Kemendiknas ya . namun justru untuk memperkuat perangkat aplikasi yang sudah ada sebelum nya terutama pada aspek kemudahan baik input maupun output terkait dengan pendataan di sekolah/madrasah dan juga dalam pemanfaatan data dan informasi serta pelapora n. Sumber daya KBM E.Data Pendidikan Data Keuangan A. Data siswa B. Pengeluaran (mengacu pada format BOS K--2) c. Sarana dan prasarana C. Teknologi informasi dan komunikasi H.

Data Profil Sekolah/Madrasah Keluaran TRIMS terkait data profil sekolah/madrasah bermanfaat untuk: Mengidentifikasi apa yang dimiliki dan tidak dimiliki sekolah/madrasah Dengan menginput data-data sekolah/madrasah di aplikasi TRIMS dapat diketahui berbagai sarana dan prasarana yang dimiliki oleh sekolah/madrasah sehingga pada saat agregatisasi data tersebut di tingkat Kab/kota dapat juga dilakukan sekalig us inventarisasi kondisi kepemilikan sarana dan prasarana yang ada di sekolah/ madrasah baik secara individu maupun secara keseluruhan sekolah di tingkat Kab/ Kota. Manfaat TRIMS bagi Operasional Sekolah/Madrasah Beberapa pemanfaatan keluaran TRIMS bagi operasional sekolah/madrasah dapat digambarkan sebagai berikut: a. PEMANFAATAN KELUARAN TRIMS Data yang di-input ke dalam TRIMS secara otomatis menghasilkan keluaran terkait dengan berbagai indikator pendidikan di sekolah/madrasah. Saat ini se dang dikembangkan integrasi TRIMS dengan PAS SD. sehingga data tadi dapat lang sung dimanfaatkan untuk berbagai keperluan.mengembangkan Paket Aplikasi Sekolah (PAS) dan Lembar Individu (LI). Rinciannya sebagai berikut: 1. Selain itu.apabila sekolah/mad rasah mengisi data PAS--maka data yang diperlukan dalam TRIMS secara otomatis sudah te rinput sehingga sekolah tidak menginput data dua kali. data yang di-input d alam TRIMS sudah mencakup sebagian besar data dalam LI. sehingga kelak-. 86 . B.

tenaga kependidikan. Mengkomunikasikan keadaan sekolah/madrasah ke komite sekolah/madrasah. media dan LSM. komite sekolah/madrasah dapat mengetahui dan mencermati secara mudah dan jelas perkembangan kondisi sekolah/madrasah. Keluaran TRIMS ini dapat menjadi bahan awal diskusi berbagai pihak di kalangan internal sekolah/madrasah dalam rangka memacu kemajuan sekolah/madrasah. Pihak komite sekolah/madrasah tentunya berkepentingan untuk mengetahui perkembangan dan kondisi sekolah/madrasah. Keluaran TRIMS ini pula dapat dijadikan bahan untuk memenuhi permintaan data untuk kepentingan pejabat teknis terkait pertanggungjawaban. untuk menjawab pertanyaan apa . Merespon dan mengkomunikasikan informasi yang relevan ke Dinas Pendidikan atau Kementerian Agama dan pihak-pihak terkait lainnya. TRIMS membantu sekolah/madrasah dalam memutakhirkan (updating) profil sekolah karena melalui aplikasi TRIMS ini-. sehingga sangat membantu sekolah/madrasah dalam mengujicoba berbagai skenario pengembangan sekolah/madrasah. antara lain dapat berbentuk sebagai berikut: Mengkatalisasi diskusi antarstaf. Profil sekolah/madrasah merupakan media informasi sekaligus promosi. program BOS. Mengujicoba berbagai skenario pengembangan sekolah/madrasah ke depan.hasil data yang sudah diperbaharui dengan mudah dapat dikenali. prasarana dan sarana. Komunikasi dan Interaksi Antar Pemangku Kepentingan (Stakeholders) Sekolah/ Madrasah Pemanfaatan TRIMS sebagai bahan untuk alat komunikasi dan interaksi antarberbaga i pemangku kepentingan. Mengembangkan profil sekolah/madrasah yang dapat terus diperbaharui. Keluaran TRIMS dapat menyajikan berbagai informasi mengenai perkembangan sekolah/madrasah di mana informasi tersebut dapat dijadikan bahan awal atau rujukan untuk penyusunan kebijakan pengembangan sekolah/madrasah.Mengetahui kondisi sekolah/madrasah terkait dengan berbagai aspek misalnya kualitas KBM. dan juga sebagai bahan untuk menjelaskan kepada para pihak lainnya yang berkepentingan mengenai kondisi sekolah/madrasah. seperti Dewan Pendidikan. Aplikasi TRIMS dapat dijadikan alat untuk melakukan dengan mudah dan cepat simulasi terkait proyeksi pengembangan sekolah/madrasah. Proyeksi Kebutuhan Sekolah/Madrasah Beberapa pemanfaatan keluaran TRIMS dari aspek proyeksi kebutuhan sekolah/ madrasah yaitu: Memberikan informasi awal untuk RKS/M dan RKT Setiap sekolah/madrasah yang akan menyusun perencanaan dan penganggaran sangat membutuhkan data dan informasi yang akurat. b. c. Melalui keluaran TRIMS. Misalnya. dll. Keluaran TRIMS dalam hal ini dapat memberikan data dan informasi awal untuk keperluan tersebut.

yang akan terjadi dengan jumlah guru dan besar rombel jika kita menaikkan 87 .

Aspek-aspek strategis terse but mencakup antara lain: a. keluaran TRIMS dapat dijadikan bahan untuk penataan manajemen di level sekolah/madrasah agar pengelolaan selanjutnya bisa lebih efektif dan efisien. Monitoring dan evaluasi capaian SPM Di dalam aplikasi TRIMS terdapat berbagai indikator pendidikan. Mengambil keputusan berdasarkan informasi yang tepat Dari hasil data yang diinput ke dalam TRIMS akan dihasilkan berbagai informasi yang dapat menjadi dasar pengambilan keputusan di sekolah/madrasah. d. Meningkatkan akuntabilitas dan transparansi Keluaran TRIMS yang berisi berbagai data dan informasi itu dapat dijadikan baha n informasi kepada publik. Kajian SPM Sekolah/Madrasah c.jumlah siswa sebesar 5%? . Simulasi proyeksi ini dapat dilakukan sesuai keinginan sekolah/madrasah yang bersangkutan. 2. termasuk indikator yang terkait SPM. Kajian Perencanaan Pengembangan Sekolah/Madrasah b. Manfaat TRIMS bagi Kajian Pengembangan Sekolah/Madrasah Berbagai data dan informasi dari keluaran TRIMS dapat menjadi referensi atau acu an dalam rangka pembahasan secara mendalam berbagai aspek strategis yang muncul di sekolah/madrasah. Berdasarkan hasil simulasi itu. sekolah/ madrasah dapat mengukur tingkat kemampuan dan kapasitas sekolah/madrasah untuk mencapai tujuan. Contoh Pemanfaatan Keluaran TRIMS . Dengan demikian. Keluaran TRIMS bisa menjadi bahan monitoring dan evaluasi. Hasil pembahasan/kajian itu dapat dijadikan umpan balik (feedb ack) bagi penyusunan kebijakan di level sekolah/madrasah. Kajian Evaluasi Kinerja Sekolah/Madrasah 3. keluaran TRIMS bermanfaat untuk: Mendorong pengelolaan sekolah/madrasah lebih efektif dan efisien Keluaran TRIMS berguna bagi sekolah/madrasah untuk mengevaluasi diri sehingga sekolah/madrasah dapat mengetahui apa yang menjadi kelebihan dan kekurangannya. Pengelolaan Sekolah/Madrasah Dari aspek pengelolaan sekolah/madrasah. Dengan demikain. Kajian Keuangan Sekolah/Madrasah d. Penyampaian hasil informasi ini secara teknis bisa saja dilakukan dengan menempelkan pada papan pengumuman atau tempat terbuka lainnya. publik dapat melihat dan membaca informasi mengenai sekolah/madrasah yang disajikan keluaran TRIMS. misalnya terkait dengan pencapaian SPM.

88 .Berdasarkan uraian pemanfaatan keluaran TRIMS di atas. berikut ini diberikan seb uah contoh konkret pemanfaatannya dengan menggunakan capaian indikator SPM di sekola h.

Tabel 2: Contoh Pemanfaatan Keluaran TRIMS untuk SD C. maka disediakan petunjuk ringkas TRIMS versi elektronik dan versi cetak berikut ini. 1. LANGKAH PENTING MENGOPERASIKAN APLIKASI TRIMS Di dalam sub bab ini akan diuraikan penjelasan rinci dan detail dari langkah-lan gkah menjalankan aplikasi TRIMS yang disampaikan melalui video tutorial TRIMS oleh pe latih. Visualisasi konkret aplikasi TRIMS tampak pada Gambar 1 . Petunjuk Ringkas TRIMS v25i . Untuk membantu peserta mampu memahami dengan baik.Versi Elektronik Seluruh data ke a tingkat t. lengkap 89 sekolah/madrasah dalam suatu kabupaten/kota diharapkan untuk memasukkan aplikasi TRIMS pada setiap semester sehingga bisa dilakukan agregasi pad kabupaten/kota yang akan menghasilkan data-data dan informasi yang akura dan cepat.

Jika Anda memerlukan petunjuk yang lebih rinci. silahkan lihat Panduan TRIMS v25i versi elektronik yang tersed ia di dalam CD materi.Gambar 1. Langkah 1 Menyiapkan Data dan Aplikasi TRIMS Langkah 2 Entry Data Pendidikan dan Keuangan Langkah 3 Analisis Output TRIMS Langkah 4 Validasi dan Menyimpan Data Langkah 5 Mencetak dan Mengirim TRIMS 90 . Tampilan Aplikasi TRIMS Petunjuk Ringkas ini akan memberikan tips tentang langkah-langkah untuk menjalan kan aplikasi TRIMS yang terdiri dari 5 (lima) tahap (Gambar 2).

silahkan lihat Petunjuk Ringkas Versi Cetak. Pastikan komputer/laptop Anda memiliki MS Office 2003 atau 2007 Pastikan security level pada MS Excel berada pada level medium dengan cara berikut ini: Excel 2007 Excel 2003 Klik tab Tools --> Option --> pilih Tab Security klik tombol Macro Security --> Pada tab Security Level pilih Medium atau Low Klik Office Button --> Excel Option --> Trust Center--> Trust Center Setting--> Message Bar--> pilih Show the message bar in all application when content has been blocked --> klik Ok Kemudian klik Trust Center Setting --> Macro Setting --> pilih Disable all macros with notification Petunjuk lebih rinci untuk mengecek dan mengubah security level dapat dilihat pa da Manual TRIMS Elektronik bagian Lampiran 1: Pengaturan pengamanan aplikasi TRIMS . buatlah folder baru dengan nama TRIMS dengan cara: Klik kanan pada mouse --> New--> Folder --> beri nama folder tersebut dengan nama TRIMS Masukkan CD ke dalam komputer/laptop --> explore/ open --> klik ub folder aplikasi TRIMS 25i --> pilih file TRIMS 25i --> kemudian copy ke folder TRIMS di My Document 91 My Document dengan . Pastikan pengaturan waktu/time setting pada komputer/laptop Anda menunjukkan tempat dan waktu yang benar (lihat sudut kanan bawah pada layar komputer/ laptop Anda).a. Melakukan copy aplikasi TRIMS dari CD atau flash disk ke cara berikut ini: Dari My Document. Langkah 1: Menyiapkan Data dan Aplikasi TRIMS Berkaitan dengan rincian data yang mesti disiapkan oleh sekolah.

.

Pilih Enable this content untuk MS Excel 2007 atau Enable Macro untuk MS Excel 2003 kemudian klik OK Kemudian akan muncul tampilan berikut ini: Klik OK ketika muncul tampilan ini: Klik tombol ini Akan muncul tampilan berikut ini.Buka MS Excel. Pada input bar akan muncul Security Warning. dan klik open pada file TRIMS 25i untuk membuka aplikasi TRIMS DILARANG MEMBUKA TRIMS DENGAN DUA KALI KLIK (DOUBLE CLICK) PADA FILE TRIMS Program Excel akan terbuka. silahkan klik OK 92 .

sedangkan data keuangan yang dimasukkan adalah data semester 1 tahun fiskal (Januari Juni). 93 . Data siswa yang dimasukkan adalah data siswa pada akhir semester 2. sedangkan data keuangan adalah data semester 2 tahun fiskal (Juli-Desember). Semester 1 diisi pada Bulan Juli-Agustus di mana data siswa yang dimasukkan adalah data siswa tahun ajaran baru. pastikan Anda telah melakukan langkah-langkah berikut ini: Klik salah satu tombol dibawa ini sesuai dengan level sekolah Anda Isilah NPSN terlebih dahulu kemudian pilih semester. contohnya 20510769-II-20102011.b. Semester 2 diisi pada Bulan Januari tahun berikutnya. Langkah 2: Entry Data Pendidikan dan Keuangan Sebelum Anda menginput data. Isilah NPSN dan pilihlah semester dengan benar (lihat sel dengan kotak merah pada Gambar di bawah ini) sebab kedua hal tersebut akan menjadi nama file TRIMS sekolah Anda.

Sedangkan yang berwarna abu-abu terang otomatis akan terisi oleh aplikasi TRIMS. Jika sel isian TRIMS Anda berwarna merah. bukan berarti bahwa data Anda salah. Perhatikan gambar berikut ini.Sel berwarna abu-abu gelap harus diisi. misalnya Standar Pelayanan Minimum (SPM). Warna merah mengindikasikan bahwa pada indikator tersebut untuk sekolah Anda masih di bawah standar tertentu. 94 .

Data yang Dapat Anda Isi Kapanpun Identitas Sekolah Sarana dan Prasarana Kualitas Sumber Daya TIK Data Siswa Data Guru Data Non Guru Transparansi dan Akuntabilitas Jumlah Siswa Berdasarkan Usia dan Gender Data Keuangan Setelah Anda melakukan dan memahami beberapa hal tersebut di atas. perhatikan tabel berikut i ni: Data yang Mensyaratkan Pengisian Data yang Lain Terlebih Dahulu Kurikulum Sertifikasi Manajemen Data Guru merupakan prasayarat pengisian data Kurikulum dan Sertifikasi. Mengisi NPSN dan memilih semester merupakan prasyarat mengisi data keuangan. Sebaliknya. data pendidikan yang dependen memerlukan pengisian data yang lain terlebih dahulu. Khusus pertanyaan MBS. maka Anda bis a melanjutkan untuk mengisi data-data TRIMS Data Siswa dan Nilai . akan otomatis terisi jika tiga data (Transparansi dan Akuntabilitas. Sekolah memiliki RPS. Data Pendidikan independen adalah data yang dapat Anda isi kapanpun tanpa prasyarat pengisian data yang lain. dan Sekolah memiliki Komite Sekolah yang beranggotakan orang tua) sudah terisi.Secara garis besar data TRIMS ada yang bersifat independen dan dependen. Rinciannya.

sub folder Aplikasi TRIMS 25i . perhatikan bahwa: .Pengisian Data secara lebih detail silahkan lihat CD materi.Angka maksimal nilai Ujian Nasional ialah 10.Angka maksimal nilai pada Data Siswa ialah 100.Penggunaan tanda titik atau koma dimungkinkan tergantung setting komputer/ laptop 95 . file Pengisian Jumlah Siswa pada TRIMS dan Alat Bantu Data Siswa Untuk pengisian Data Nilai. . .

pastikan bahwa Anda telah mengisi NPSN dan Klik semester I atau II. Klik tombol merah Isi dan Lihat Data Keuangan sehingga muncul dialog box Apakah Anda ingin Menghapus Data Keuangan? . DILARANG MEMBUKA FORMAT ISIAN KEUANGAN MELALUI SHEET FINANCE 96 . Klik No jika ingin mengedit data sebelumnya (perhatikan gambar berikut). Klik Yes jika memulai mengisi data keuangan baru.Data Tenaga Kependidikan Pengisian Data Guru dan Data Non Guru dilakukan dengan klik tombol ini: Data Keuangan Sebelum Anda memulai memasukkan Data Keuangan.

Data keuangan merupakan format BOS-K2 dengan harapan sekolah akan dengan mudah melakukan input data. klik tombol k emudian akan muncul dialog box seperti ini: Tabel output TRIMS di atas menunjukkan bahwa pemasukan dari BOS tidak cukup untuk membiayai seluruh pengeluaran sekolah karena kontribusinya hanya 75% dari total operasional sekolah.Dalam mengisi data keuangan. klik tombol kemudian akan muncul dialog box seperti ini: 97 . Untuk print ata u mencetak TRIMS. Isilah tiap sel dengan angka tanpa titik. Sekolah dapat mendiskusikan fakta tersebut bersama Ko mite Sekolah dan orang tua siswa terkait dengan alternatif sumber dana tambahan. c. Langkah 5: Mencetak dan Mengirim TRIMS Data yang diinput dalam TRIMS langsung berfungsi sebagai output. Grafik dalam lembar Data Keuangan akan terbentuk secara otomatis setelah Anda mengisi datanya dengan lengkap. juga mendukung transparansi dan akuntabilitas e. Sedangkan yang berwarna abu-abu muda akan terisi secara otomatis. maka data akan terlingkar dengan lingkaran merah. Langkah 3: Validasi dan Menyimpan Data Untuk melihat kelengkapan data yang telah Anda input. Jika data Anda belum lengkap atau salah input. isilah sel yang berwarna abu-abu tua. misa lnya kontribusi orang tua. Anda dapat memperbaiki atau melengkapi data tersebut atau melanjutkan melakukan input di lain waktu. Selanjutnya. klik tombol di kanan atas. ANDA HARUS KLIK TOMBOL VALIDASI SEBELUM KLIK TOMBOL SIMPAN Untuk menyimpan data. koma atau Rp. TRIMS membantu sekolah dalam menghasilkan kebijakan berdasarkan data.

pilihlah Simpan & lanjut Jika ingin melanjutkan input data lain waktu. 98 .Anda bisa memilih secara fleksibel bagian mana yang mau dicetak. pilihlah Simpan & Tutup maka file TRIMS akan ditutup MENYIMPAN DATA WAJIB MENGGUNAKAN TOMBOL SIMPAN PADA APLIKASI. BUKAN DENGAN MENGGUNAKAN TOMBOL SAVE PADA DEFAULT MS EXCEL. Mengirim TRIMS dapat dilakukan dengan empat cara sesuai dengan kapasitas ICT di sekolah Anda. Perhatikan tabel berikut ini: Jika Anda ingin melanjutkan input data.

Langkah 4: Menganalisis Output TRIMS Anda dapat melakukan analisis dengan dua cara: Klik tombol maka otomatis indikator-indikator yang dibawah standart misalnya SPM akan berwarna merah. Apabila ada sel berwarna merah. khususnya MS Excel. Menganalisis output TRIMS berdasarkan tabel dan grafik yang dihasilkan. Meskipun demikian. sekolah diharapkan tetap melakukan input aplikasi TRIMS melalui komput er (PC) atau laptop setelah mengisi TRIMS versi cetak. Atas dasar tersebut. sebagai alat bantu bagi sekolah sebelum melakukan input TRIMS ke dalam komputer. disusun TRIMS versi cetak. Petunjuk Ringkas TRIMS v25i .Versi Cetak Perangkat komputer yang diperlukan untuk melakukan input aplikasi TRIMS tidak se lalu dimiliki oleh sekolah/madrasah. perhatikan tabel berikut ini: 2. Keterbatasan sumber daya manusia di sekolah/madr asah dalam mengaplikasikan komputer. yang artinya bahwa indikator bersangkutan di sekolah Anda masih di bawah standard. kemudian menyampaikannya ke rapat komite sekolah atau membuat usulan ke Dinas Pendidikan setempat atau Kemendiknas. Hal yang harus dilakukan ialah membuat perencanaan untuk memperbaiki hal tersebut. Jika Anda kesulitan melakukan i nput 99 . misalnya Standar Pelayanan Minimum (SPM).d. dalam bentuk kuesioner. keterbatasan pasokan listrik dan sambungan inter net di sekolah/madrasah juga merupakan tantangan bagi implementasi TRIMS. Sebagai contoh. TRIMS versi cetak juga bermanfaat bagi sekolah/madrasah yang memiliki keterbatas an dalam keterampilan komputer. kemudian buatlah analisis berdasarkan data tersebut.

. Kuesioner Versi Cetak Bagi sekolah/madrasah yang tidak memiliki komputer.. Penjelasan lebih rinci te ntang TRIMS Versi Cetak. MA NPSN: Nama Sekolah:* Fax: Telepon: Provinsi: Email: Desa: . Silahkan dibaca di Manual Versi Cetak yang ada dalam Compact Disk/ CD). kantor UPTD. SMA .dengan komputer. MTs . SMK .... Anda dapat mengisi kuesioner versi cetak terlebih dahulu sebelum Anda input ke dalam komputer yang Anda pinjam dari sekolah lain. Kuesioner versi cetak terdiri atas dua bagian yaitu Data Pendidik an dan Data Keuangan. kantor Dinas atau tempat lainnya. Anda dapat melengkapi terlebih dahulu versi cetak untuk kemudia n meminta bantuan staf atau teman untuk melakukan input. Dengan mengisi kues ioner versi cetak. Data Pendidikan Isian 1.. MI . SMP . Anda tidak perlu membawa tumpukan dokumen yang dibutuhkan untuk mengisi TRIMS. a.. Identitas dan Kondisi Sekolah Berikan tanda contreng ( v ) sesuai level sekolah Anda: Level Sekolah . SD .

contoh: Untuk semester 2 TA 2010/2011 maka data siswa yang diisi ialah keadaan siswa per Januari 2011.Kabupaten/Kota: GPS (koordinat)**: Bujur: Kecamatan: Lintang: Semester____ Tahun Ajaran________/_________*** *) Nama sekolah ditulis tanpa mencantumkan SDN . sedangkan . ***)Semester berdasarkan Tahun Ajaran. SMPN atau Sekolah Putri. **) Untuk mengisi GPS (Bujur/Lintang) dapat melalui bantuan handphone dan GPS dari depan pagar sekolah. dll di depannya.

..__________________(isi dengan angka) 100 .data keuangan diisi untuk periode Juni--Desember 2010 Berikan tanda contreng (v ) pada pertanyaan berikut ini: Identifikasi Sekolah negeri atau swasta? . negeri . swasta Nomor Statistik Sekolah/ Madrasah (NSS/NSM): .

ya . tidak .. tidak ... tidak memadai Jumlah toilet (yang berfungsi) untuk siswa perempuan? .... ya .. ...... tidak memadai Ada akses listrik? .. ruangan (isi dengan angka) Ada ruang guru lengkap dengan furniturnya? ... ya .......Sarana & Prasarana Jumlah laboratorium/tempat praktikum? . kadang--kadang Ada sarana olahraga? . ya .. tidak .. tidak Ada akses air bersih? ..

... ruangan (isi dengan angka) Jumlah Ruang Kelas dalam keadaan rusak ringan? ........ ruangan (isi dengan angka) Jumlah toilet (yang berfungsi) untuk staf sekolah? . ruangan Apakah furnitur sekolah ............. ruangan Jumlah Ruang Kelas dalam keadaan rusak berat? ....ruangan (isi dengan angka) Jumlah toilet (yang berfungsi) untuk siswa laki--laki? .... ruangan (isi dengan angka) Jumlah Ruang Kelas dalam keadaan baik? ...

tidak . langit--langit (plafond).. kolom. struktur atap. Ruang kelas dalam keadaan rusak berat: jika sebagian atau pada seluruh komponen struktural (seperti pondasi. .butuh perbaikan? . Ruang kelas dalam keadaan rusak ringan: jika mengalami kerusakan terutama pada komponen non struktural seperti penutup atap. sebagian besar Ruang kelas dalam keadaan baik: jika tidak memerlukan renovasi.. penutup lantai dan dinding pengisi.. sebagian .

ya . kadang--kadang Kepsek menyerahkan laporan akhir siswa ke orang tua? . ya . tidak .. tidak .. dan lain sebagainya) mengalami kerusakan...struktur lantai. kadang--kadang Guru menyerahkan laporan hasil belajar siswa? . tidak . kadang--kadang Sekolah .... kadang--kadang Kepsek melakukan pengawasan langsung ke ruang kelas? . Kualitas Sekolah ini dikunjungi pengawas tiap bulan? .... ya .. tidak .. ya .

Standar Pelayanan Minimal (SPM) menyebutkan bahwa kunjungan dilakukan minimal satu kali dalam 1 bulan dengan waktu 3 jam. maka akan dihitung berdasar total alokasi waktu kunjungan dalam 1 bulan. Bila datang kurang dari 3 jam tetapi datang lebih dari 1 kali dalam satu bulan. Bila .Ini Dikunjungi Pengawas Tiap Bulan: Dalam hal ini yang dinilai adalah kunjungan dan alokasi waktu.

ya ... Jika jarang atau tidak pernah dikunjungi pengawas tiap bulan maka dijawab tidak ... Jika kunjungan tidak rutin tiap bulan maka dijawab kadang--kadang Sumber daya Jumlah total buku teks yang tersedia untuk siswa? . ya . tidak Sekolah memiliki perpustakaan atau bahan bacaan? ... set (isi dengan angka) Sekolah memiliki alat bantu belajar sains? ..memenuhi kriteria tersebut berarti dijawab ya ...

Matematika. IPS dengan perbandingan satu set untuk setiap peserta didik. IPA.. Setiap SMP dan MTS menyediakan buku teks yang sudah disertifikasi oleh Pemerintah 101 .. tidak Setiap SD dan MI menyediakan buku teks yang sudah disertifikasi oleh Pemerintah mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia.

102 .

Untuk SMP dan MTs: minimal tersedia 1 orang guru yang sudah bersertifikat untuk masing--masing mata pelajaran Matematika. Guru tetap sudah bekerja 37. IPA.19 menyatakan bahwa setiap guru tetap bekerja minimal 37.5 jam per minggu di satuan pendidikan. Pilih ya bila semua guru memenuhi kedua kriteria tersebut. Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.5 jam per minggu: SPM No. Pilih tidak bila .

ya .. ya . tidak 4. Apakah Komite Sekolah melakukan review laporan keuangan sekolah? ... Transparansi dan Akuntabilitas Berikan tanda contreng (v) pada pertanyaan berikut ini: 1.ada salah satu guru belum memenuhi kriteria tersebut Isian 2. Apakah Komite Sekolah . tidak 3... Apakah sekolah mempunyai rencana pengadaan barang dan jasa? . Apakah Komite Sekolah menyetujui rencana anggaran sekolah? . ya .. tidak 2.

5. Data Siswa (Untuk membantu pengisian Data Siswa. Jika Anda mengisi TRIMS pada semest er 1 (Juli Desember) maka kolom transfer diisi berdasarkan keadaan pada periode 1 103 da . tidak Isian 3. **Transfer merupakan selisih antara jumlah siswa mutasi masuk ke sekolah Anda dikurangi dengan jumlah siswa mutasi keluar. Misalnya nilai 7.... tuli slah 75. ya . tidak 5. Jika di sekolah And a menggunakan angka maksimal 10. Apakah sekolah mengumumkan penggunaan dana di papan pengumuman sekolah? .menyetujui laporan keuangan sekolah tersebut? . maka konversikan ke 100. silahkan lihat file Alat Bantu Data Siswa n Pengisian Data Siswa pada TRIMS yang ada pada CD materi) *Nilai merupakan nilai rata-rata ujian akhir (maksimal 100). ya ..

Kelas 9 bagi SMP/MTs. Nilai Rata-rata Mata pelajaran di Ujian Nasional tahun 2010 (maksimum 1 0) (Kelas 6 bagi SD/MI. Jika Anda mengisi TRIMS pad a semester 2 (Januari Juni) maka diisi berdasarkan transfer pada periode Juli Dese mber. *** Otomatis terisi oleh aplikasi Isian 4. Jumlah Siswa Berdasarkan Usia 104 . Jumlah Lulusan & Ranking Sekolah Jumlah Lulusan: _____ orang Jumlah sekolah di Kab/Kota (sesuai level): Ranking sekolah se--Kab/kota: Isian 5.Juli sampai tanggal Anda melakukan input pada TRIMS. Kelas 12 bagi SMA/SMK/MA) Isian 6.

GTY (Guru Tetap Yayasan) (9) Tanggal lahir: ditulis dengan format tanggal/bulan/tahun (10) Tanggal Mulai jadi Guru: tanggal mulai mengajar untuk pertama kali. IIIa/ Kepala Sekolah. IVd. silahkan menggandakan tabel tersebut kemudian isilah sesuai petunjuk di bawah ini (1) Nama: nama lengkap tanpa gelar (2) Jenis Kelamin: pilih salah satu . Kimia. Keahlian/T IK. IPA. Lainnya. Agama. Fisika. Geografi. Matematika. IVe. ditulis dengan format tanggal/bulan/tahun (12) NUPTK: Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan 105 . Ekonomi. IId. (6) Pendidikan Terakhir: pilih salah satu di antara pilihan berikut: S-1. Keahlian/T IK. Guru Kel as. PPKn. (7) Status sertifikasi: pilih salah satu di antara pilihan berikut: ya atau tida k (8) Status Kepegawaian: pilih salah satu dari pilihan berikut: STY (Staf Tetap Y ayasan). IVa/Kepala Sekolah. Non PNS. IPS. Agama. D-2. IPS. Biologi. Data Guru dan Non Guru: Jika jumlah guru melebihi baris pada tabel. IIIc/Kepala Sekolah. Bahasa Inggris. Bahas a Indonesia. Fisika. IVd/Kepala Sekolah. IVc. IVb. Bahasa Inggris. IVb/Kepala Sekolah. Laki-laki/ perempuan (3) Golongan/ Posisi: pilih salah satu di antara pilihan berikut . Seni Budaya. D -1. IIb. Sejarah. IVe/Kepala Sekolah. Kimia.Petunjuk Isian 7. Penjas. Lainnya. D-4. IIc . PPKn. IIId. Bahas a Indonesia. Guru Kel as. Matematika. Sosiolosi. Biologi. IPA. IIId /Kepala Sekolah. IIIc. D-3. Geografi. IIa. Sejarah. S-2. Ekonomi. IVa. (5) Mapel Minor: pilih salah satu di antara pilihan berikut . IVc/Kepala Sekol ah. Penjas. Sosiolosi. IIIa. Non PNS/Kepala Sekola h (4) Mapel Utama: pilih salah satu di antara pilihan berikut . Sementara. PNS (Pegawai Negeri Sipil). IIIb. ditulis dengan format tanggal/bulan/tahun (11) Tanggal Mulai Mengajar di Sekolah ini: tanggal mulai mengajar di sekolah (t empat terakhir saat ini). IIIb/Kepala Sekolah. Seni Budaya.

.

Data Guru/Non Guru 106 .Nama Jenis Kelamin Golongan Mapel Utama Mapel Minor Pendidikan Terakhir Status Sertifikasi Status Kepegawaian Tgl Lahir Tgl Mulai Jadi Guru Tgl Mulai Tugas di Sekolah ini NUPTK (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) Isian 7.

Jumlah Siswa Berdasarkan Usia Nama Pemegang Rekening : Nama Bank/Kantor Cabang : Nomor Rekening : Penandatangan 1 : Penandatangan 2 : 107 . Laporan Keuangan Sekolah* Semester____ Tahun Ajaran________/_________ * Jika data siswa yang diisi ialah keadaan siswa per Januari 2011.b. Data Keuangan Isian 1. maka data keu angan yang diisi ialah data untuk periode Juni-Desember 2010 Isian 6.

FORMAT BOS--K2 Diisi oleh Sekolah Dikirim ke Tim Manajemen BOS Kab/Kota 108 .

sekolah diharuskan tetap melakukan input aplikasi TRIMS-25i melalui komputer (PC) atau laptop. Hal ini perlu dilakukan agar sekolah bisa mendapatkan manfaat dari keluaran TRIMS untuk Evaluasi Diri Sekolah (EDS) 109 .Meskipun telah mengisi TRIMS versi cetak.

Bagian 2 110 .

Bab II menjelaskan selukbeluk identifikasi kondisi aktual sekolah/madrasah sebelum rencana disusun. misi. dan penentuan penanggungjawab program dan kegiatan. Bab IV menguraikan tentang pentingnya penyusunan program.Perencanaan dan Penganggaran Sekolah/ Madrasah Bagian 2 Bagian ini memusatkan pembahasan pada perencanaan dan penganggaran sekolah/madrasah dalam rangka membantu sekolah/madrasah agar mampu menyusun program prioritas dengan mempertimbangkan ketersediaan sumberdaya yang dimiliki guna mencapai visi. bagian ini ditopang oleh enam bab yang masing-masingnya membahas isu-isu penting. Bab VI menjelaskan tentang penyusunan Rencana Kerja Tahunan Sekolah/Madrasah. Bab I memberi pengantar terhadap penyusunan RKS/M dan RKT. tujuan dan sasaran sekolah/ madrasah yang telah ditetapkan. (RKAS/M) . indikator dan target kinerja yang tepat. Bab III menjelaskan tentang kondisi yang diharapkan oleh sekolah/madrasah. Bab V memandu penyusunan rencana anggaran sekolah/madrasah untuk jangka menengah. penyusunan Rencana Kegiatan san Anggaran Sekolah/Madrasah. Untuk mencapai tujuan ini.

112 .

Bagian 2 Bagian 2 Bab I Pengantar Penyusunan RKS/M dan RKT A. Mulai dari Undang-Undang Dasar. Kementerian Pendidikan Nasional telah memilih Manajemen Berbasis Sekolah/Madrasa h (MBS/M) sebagai salah satu strategi. Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional dan peraturan-perundangan yang ad a saat ini telah menjadi bukti keseriusan pemerintah untuk menyediakan pendidikan dasar bagi semua anak berumur 7 sampai dengan 15 tahun. Layanan 113 . Undang-Undang Perlindu ngan Anak. Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJM) Tahun 2010-2014. LATAR BELAKANG Salah satu tujuan utama pemerintah Indonesia di bidang pendidikan adalah menunta skan Pendidikan Dasar 9 Tahun. Kementerian Pendidikan Nasional telah menetapkan visi: Terselenggaranya Layanan P rima Pendidikan Nasional untuk Membentuk Insan Indonesia Cerdas Komprehensif. Untuk mencapai tujuan tersebut .

dan 3. Mulai tahun 2010. Artinya. dan dunia industri. dun ia usaha. tersedia secara merata di seluruh pelosok nusantara. mengirim anak-anak ke sekolah/madrasah (peningkatan akses). Kemdiknas telah menetapkan sasaran strateg is. yaitu besarnya b iaya yang harus ditanggung oleh orang tua peserta didik. Bagi orang tua peserta didik. menjamin kepastian bagi warga negara Indonesia mengenyam pendidikan dan menyesuaikan diri dengan tuntutan masyarakat. 2. berkualitas/bermutu dan relevan dengan kebutuhan kehidupan bermasyarakat. Program BOS bukan lagi hanya berorientasi pada pengurangan bia . dalam hal ini melalui Kementerian Pendidikan Nasional akan berusaha keras untuk membuat semua anak Indonesia yang berusia 7-15 tahun mendapat pelayanan sekolah/madrasah yang bermutu dan relevan. 4. mengembangkan otonomi sekolah/madrasah. 3. geografi. gende r.9% dan kelompok usia 13-15 tahun mencapai 96% pada tahun 2014. dan 2. atau pengurangan jumlah anak putus sekola h/ madrasah (drop¬out). terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. membuat anak-anak tetap bersekolah. Untuk mencapai visi tersebut di atas. Sejak diluncurkan pada tahun 2005. setara bagi warga negara Indonesia dalam memperoleh pendidikan berkualitas de ngan memperhatikan keberagaman latar belakang sosial-budaya. Program BOS ini. dunia usaha dan dunia industri. memberikan subsidi kebutuhan belanja sekolah/madrasah kepada semua SD/MI serta SMP/MTs (negeri dan swasta). mengirim anak-anak ke tingkat pendidikan yang lebih tinggi (peningkatan trans isi dari SD/ MI ke SMP/MTs). 2. diantaranya: Angka Partisipasi Sekolah (APS) kelompok usia 7-12 tahun mencapai 9 9. dan 5. Sedangkan bagi sekolah/madrasah. meningkatkan mutu pendidikan.prima pendidikan nasional adalah layanan pendidikan yang: 1. ekonomi. program ini akan dapat: 1. Pemerintah Indo nesia. program BOS ini akan membantu dalam: 1. dan sebagainya. sehingga biaya pendidikan secara keseluruhan berkurang. Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tel ah memperkecil hambatan terbesar penyelenggaraan pendidikan dasar.

ya pendidikan. tetapi juga berupaya meningkatkan kinerja sekolah/madrasah. proses pembelajaran. Jika seb elum tahun 2010 penggunaan dana BOS hanya didasarkan kepada peruntukannya. Permendiknas Nomor 15 Tahun 2010 tentang Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Da sar di Kabupaten/Kota menetapkan 13 indikator yang harus dipenuhi di tingkat sekolah/ma drasah. terkait dengan buku dan media pembelajaran. kurikulum dan rencana pembelajaran. maka bisa diketahui sejauhmana dana BOS digunakan untuk membiayai program-program yang memang dibutuhkan oleh sekolah/madrasah untuk meningkatkan kinerjanya. sejak 2010 penggunaan dana BOS dikaitkan dengan jenis program yang didanainya. Dengan menghubungkan penggunaan dana BOS dengan program sekolah/madrasah. namun tidak ad a indikator tentang mutu lulusan dan pembiayaan. evaluasi pendidikan dan manajemen sekolah/madrasah. Standar Pelayanan Minimal (SPM) a dalah sasaran antara untuk mencapai Standar Nasional Pendidikan (SNP) seperti yang dia manatkan 114 .

penerapan MBS. keterbukaan dan akuntabilitas1 . Oleh sebab itu. sekolah/madrasah tidak ada pilihan selain berpikir s ebelum bertindak . B. Melalui RKS/M diharapkan dana yang tersedia dapat dibelanjakan secara bijaksana. Peraturan Pemerintah Nomor 66 . analisis terhadap ketercapa ian SPM saja tidak cukup untuk membantu sekolah/madrasah dalam membuat perencanaan sekolah/ madrasah. Proses penyusunan yang melibatkan semua pemangku kepentingan. Sebagai ujung tombak pelaksanaan program pendidikan dasar ini. mengembangkan. semua tindakan sekolah/madrasah harus bisa dipertang-gungjawabkan dan transparan agar sekolah/madrasah memperoleh kepercayaan (trust) dari semua pemangku kepentingan. Untuk mencapai hal tersebut. Undang-Unda ng Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. RKS/M yang akurat juga akan membantu sekolah/madrasah memenuhi tuntutan publik tentang perlunya partisipasi. DASAR HUKUM RKS/M dirumuskan berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku. Sekolah/madrasah harus memp erbaiki proses pembelajaran. Untuk itu. termasuk meningkatkan manajemen di ruang kelas.oleh UU Sisdiknas. melakukan perencanaan dengan baik dan teliti yang dituangkan dalam seb uah dokumen kunci yang bernama Rencana Kerja Sekolah/Madrasah (RKS/M). sehingga dapat memenuhi tuntutan publik. maka yang dicakup dalam SPM h anyalah hal-hal minimal yang harus dipenuhi. yaitu: Undang¬Und ang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. namun sekolah/madrasah juga harus memperhatikan hal-hal yang berhubungan dengan rencan a pengembangan sekolah/madrasah ke depan dan mutu lulusan. Pemenuhan SPM haruslah dijadikan acuan untuk penyusunan program. dan mengelola sarana dan prasarana pendidikan dan sumberdaya lainnya secara lebih baik. baik dari jumlah maupun mutu. program Wajib Bel ajar. pemenuhan SPM dan BOS harus ditanggapi secara positif sehingga penyelenggaraan program pendidikan dasar dapat benar-benar direalisasikan. Sekolah/mad rasah harus menyediakan. Peraturan Pemerintah Nom or 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. akan membuat RKS/M dapat diakses oleh sem ua pihak dan dilaporkan kepada publik. Sekolah/madrasah juga harus bekerja sama d engan semua pemangku kepentingan untuk mewujudkan hal-hal tersebut di atas. Sekolah/madrasah harus mampu menghasilkan lulusan yang memenuhi kompetensi untuk melanjutkan ke tingkat pendidikan yang lebih tinggi. Sebagai sebuah standar minimal.

Permendiknas No. Permendiknas Nomor 15 Tahun 2010 tentang Standar Pelayanan Minimal . 37 Tahun 2010 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Biaya Operasio nal Sekolah (BOS) Tahun Anggaran 2011 serta Rencana Strategis Kementerian Pendidikan Nasional 2010 . dan akuntabilitas publik. Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidik an. Lebih jauh. Permendik nas No. Pasal 53 ayat (1) dinyatakan bahwa setiap satuan pendidikan dikelola atas dasar rencana kerja tahunan yang merupakan penjabaran rinci dari rencana kerja jangka menengah satuan pendidikan yang meliputi masa 4 (empat) tahun. 20/2003. 115 . transparansi. 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan oleh Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. efisiensi. Pasal 48 (1): Pengelolaan dana pend idikan berdasarkan pada prinsip keadilan.2014.Tahun 2010 tentang Pedoman Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan. pada Lampiran Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) N omor 1 UU Sistem Pendidikan Nasional No.

terpadu. Rencana Kerja Tahunan (RKT) yang dinyatakan dalam Rencana Kegiatan dan Anggar an Sekolah/Madrasah (RKAS/M) dilaksanakan berdasarkan Rencana Kerja Jangka Menengah .19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan oleh Satuan Pendidikan Dasa r dan Menengah dinyatakan bahwa sekolah/madrasah wajib membuat: 1. pedoman kerja (kerangka acuan) dalam mengembangkan sekolah/madrasah. Perlu diingat bahwa Pedoman ini bukanlah buku resep masakan yang ha rus diikuti langkah per langkah. dan sas aran pengembangan sekolah/madrasah dapat dicapai. Pedoman penyusunan RKS/M ini dirancang sebagai bagian dari kegiatan pelatihan Perencanaan dan Penganggaran Sekolah/Madrasah. 2. dasar untuk memonitor dan mengevaluasi pelaksanaan pengembangan sekolah/ madrasah. multi-tahun. Karena itu proses penyusunan RKS/M harus melibatkan semua pemangku kepentingan. Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) yang menggambarkan tujuan yang akan dica pai dalam kurun waktu empat tahun yang berkaitan dengan mutu lulusan yang ingin dica pai dan perbaikan komponen yang mendukung peningkatan mutu lulusan. Penyusunan RKS/M merupakan suatu hal yang sangat penting. kewajiban. Tujuan utama penyusunan RKS/M adalah agar sekolah/madrasah mengetahui secara rinci tindakan-tindakan yang harus dilakukan sehingga tujuan. mencakup perencanaan keseluruhan program yang akan dilaksanakan oleh sekolah/madrasah. adalah: 1. namun sebagai acuan agar proses penyusunan RKS/M te rsebut menjadi lebih rasional. multi-sumber. PRINSIP-PRINSIP Prinsip-prinsip Rencana Kerja Sekolah/Madrasah (RKS/M) yang baik. RKS/M juga menjamin bahwa semua program dan kegiatan yang dilakukan untuk mengembangkan sekolah/madrasah sudah memperhitungkan harapan-harapan pemangku kepentingan dan kondisi nyata sekolah/ madrasah. . Untuk membantu sekolah/madrasah menyusun RKS/M. 2. objektif. maka Kemdiknas menerbitkan Pedoman ini. bahan acuan untuk mengidentifikasi dan mengajukan sumberdaya pendidikan yang diperlukan dalam pengembangan sekolah/madrasah. Sekolah/madrasah akan mendapat pendampingan dari fasilitator yang sekaligus bisa menjadi narasumber. serta 3. 3. mencakup periode empat tahun. namun demi kian Pedoman ini juga dapat digunakan tanpa pendampingan dari fasilitator. dan dapat dipertanggung jawabkan. mengindikasikan jumlah dan sumber dana masing-masing program. C. 2. karena RKS/M dapat digunakan sebagai: 1.

APBD Provinsi/Kabupaten/Kota. komite sekolah/madr asah dan dewan pendidik dengan melibatkan pemangku kepentingan lainnya. 116 . berbasis kinerja. adalah semua program/kegiatan memiliki indikator-indikator yang harus dicapai dengan jelas. sumbangan dari masyarakat atau sumber dana lainnya. 4.Misalnya dari BOS. disusun secara partisipatif oleh kepala sekolah/madrasah. 5. DAK.

Menyusun RKT dan RKAS/M PENGESAHAN: 1. responsif terhadap keadaan bencana. dan 9. kegiatan dan indikator kinerja 4. yakni: (1) persiapan.6. sensitif terhadap isu jender. 7. dan sosialisasi RKS/M. ALUR DAN PROSES PENYUSUNAN RKS/M Proses penyusunan RKS/M dilakukan melalui tiga alur proses kegiatan. pelaksanaannya dimonitor dan dievaluasi oleh komite sekolah/madrasah dan pema ngku kepentingan lainnya. Menetapkan kondisi sekolah/madrasah yang diharapkan 3. Menyusun rencana anggaran sekolah/ madrasah 5. (2) penyusunan RKS/M. Alur proses penyusunan RKS/M tersebut dapat digambarkan sebagai berikut: PENYUSUNAN RKS/M: 1. dan (3) pengesahan. D. Penyetujuan oleh rapat dewan pendidik setelah . Menetapkan kondisi sekolah/madrasah saat ini 2. adalah adanya kesetaraan antara laki-laki dan p erempuan dalam penyusunan program. mengintegrasikan pendidikan karakter bangsa ke dalam program dan kegiatan sek olah/ madrasah. menunjukan daya tanggap sekolah/ madrasah terhadap kemungkinan terjadinya bencana. 8. Menyusun program.

Persiapan Sebelum penyusunan RKS/M dilakukan. Sosialisasi kepada pemangku kepentingan pendidikan. Pembekalan/ orientasi TPS/M Gambar 1. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada suplemen tentang Pedoman Pembent ukan TPS/M. 1.memperhatikan pertimbangan komite sekolah/madrasah. strategi dan met ode pembelajaran inovatif seperti pembelajaran aktif. kebijakan pendanaan pendidikan. Dewan Pendidik (kepala sekolah/madrasah dan guru) bersama Komite Sekolah/Madrasah membentuk tim pengembang sekolah/ madrasah (TPS/M) yang tugas utamanya adalah menyusun RKS/M. Materi yang perlu didalami antara lain: peraturan dan perundang-undangan mengenai pendidikan (Standar Pelayanan Minimal Bidang Pendidkan dan/atau Standar Nasional Pendidikan ). Pembentukan tim pengembang sekolah/madrasah (TPS/M) 2. PERSIAPAN: 1. Pengesahan oleh pihak yang berwenang. Alur Proses Penyusunan RKS/M Berikut ini adalah uraian singkat tentang Alur Penyusunan RKS/M. kebijakan peningkatan mutu da n perluasan kesempatan memperoleh pendidikan. pendekatan. pembelajaran aktif-kreatif-efe ktif 117 . perlindungan anak. prioritas pendidikan tingkat kabupat en/ kota. manajemen berbasis sekolah/ madrasah (MBS/M). Setelah terbentuk. 3. Pembentukan TPS/M hendaknya dilakukan melalui proses demokratis dengan mengedepankan musyawarah mufakat. TPS/M disarankan melakukan pendalaman/orientasi mengenai kebijakan-kebijakan pengembangan pendidikan dan penyusunan RKS/M. 2.

Tahap IV: Merumuskan Rencana Anggaran Sekolah/Madrasah 1) Membuat Rencana Biaya Program 2) Membuat Rencana Pendanaan Program 3) Menyesuaikan Rencana Biaya dengan Sumber Pendanaan. 3) Merumuskan Tantangan (Utama/Prioritas) Sekolah/Madrasah. yaitu: Tahap I: Menetapkan Kondisi Sekolah/Madrasah Saat Ini 1) Melakukan Evaluasi Diri Sekolah/Madrasah (EDS/M). peranserta masyarakat dalam pendidikan. indikator kegiatan. Tahap V: Merumuskan Rencana Kerja Tahunan Sekolah/Madrasah (RKTS/M) dan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah/Madrasah (RKAS/M). Selain itu juga dibahas penyusunan RKS/M. . Proses Penyusunan RKS/M Penyusunan RKS/M terdiri dari 5 (lima) tahap. perencanaan pendidikan di sekolah/madrasah. Menetapkan Kegiatan Rutin/Reguler. 2. kelompo k kerja guru (KKG). Menetapkan Program/Kegiatan Strategis. c. Komite Sekolah/Madrasah maupun secara mandiri oleh anggota TPS/M. b.dan menyenangkan (PAKEM). 2) Membandingkan Hasil Evaluasi Diri Sekolah/Madrasah dengan Acuan Standar Sekolah/Madrasah. dan Jadwal Kegiatan. 1) Merumuskan Rencana Kerja Tahunan (RKT) a. 2) Merumuskan Kegiatan. Kegiatan ini dapat dilakukan bersama-sama dalam kelompok kerja kepala sekolah (KKKS). musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) serta pertemuan/rapat sekolah/madrasah yang dihadiri baik oleh Dewan Pendidik. Tahap II: Menetapkan Kondisi Sekolah/Madrasah yang Diharapkan 1) Merumuskan Visi Sekolah/Madrasah 2) Merumuskan Misi Sekolah/Madrasah 3) Merumuskan Tujuan Sekolah/Madrasah 4) Merumuskan Sasaran dan Indikator Kinerja Tahap III: Menyusun Program dan Kegiatan 1) Merumuskan Program dan Menetapkan Penanggungjawab Program. Menetapkan Jadwal RKTS/M. peran dan fungsi masing-masing pemangku ¬kepentingan dalam proses perencanaan.

dan Sosialisasi RKS/M Terdiri dari 3 (tiga) langkah.2) Membuat Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS). Pengesahan. 3. 118 . yakni: 1) Penyetujuan RKS/M oleh rapat Dewan Pendidik setelah memperhatikan pertimbanga n dari Komite Sekolah/Madrasah.

119 . 3) Sosialisasi kepada pemangku kepentingan sekolah/madrasah. atau oleh penyelenggara sekolah/madrasah (bagi sekolah/madrasa h swasta).2) Pengesahan berlakunya RKS/M oleh Dinas Pendidikan/Kantor kemenag (untuk sekol ah/ madrasah negeri).

120 .

sekolah/madrasah perlu melak ukan kegiatan yang disebut evaluasi diri sekolah/madrasah. Melakukan evaluasi diri bi sa menggunakan berbagai alat evaluasi diri.Bagian 2 Bab II Menentukan Kondisi Sekolah/ Madrasah Saat Ini Dalam menentukan kondisi sekolah saat ini. ada dari 3 (tiga) hal yang harus dila kukan. Merumuskan Tantangan (Utama/Prioritas) Sekolah/Madrasah. MELAKUKAN EVALUASI DIRI SEKOLAH/MADRASAH Untuk menetapkan kondisi sekolah/madrasah saat ini. yakni: 1. A. 2. misalnya dengan menggunakan instrumen 121 . Membandingkan Hasil Evaluasi Diri (Kondisi Nyata) Sekolah/Madrasah dengan Acu an Standar Sekolah/Madrasah. Melakukan Evaluasi Diri Sekolah/Madrasah. 3.

Hal ini penting dilakukan karena dana BOS merupakan sumber utama bagi sekolah/madrasah untuk memenuhi biaya penyelenggaraa n sekolah/madrasah. Tujuan melakukan evaluasi diri adalah untuk melihat gambaran yang jelas tentang situasi sekolah/madrasah saat ini. Pengembangan kurikulum/KTSP 3. sehingga memiliki tolok ukur yang jelas dan bisa dija dikan dasar untuk mengembangkan sekolah/madrasah empat tahun mendatang dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. evaluasi diri sekolah/madrasah harus diis i dengan seksama dan seobjektif mungkin. Dalam panduan ini. Pembinaan kesiswaan/ekstrakurikuler 9.evaluasi diri (EDS/M) yang dijelaskan dalam Bagian I buku ini. Sesuai dengan Petunjuk Teknis Penggunaan Dana BOS 2011. Budaya dan lingkungan sekolah/madrasah . program sekolah terdiri dari: 1. bagian yang mengalami perbaikan atau peningkatan. Dengan melakukan evaluasi diri akan menunjukkan kinerja sekolah/madrasah misalny a. Karena itu. Pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan 6. dan bagian yang mengalami penurunan. Pengembangan kompetensi lulusan (bidang akademik dan non akademik) 2. Alat evaluasi dir i hendaknya dirancang dengan mengacu kepada standar pelayanan minimal (SPM) dan atau standar nasional pendidikan (SNP). hasil evaluasi diri sekolah/madrasah yang mencakup 8 standar itu dikelompokkan sesuai dengan nama program sekolah/madrasah yang terdapat pada Permendiknas Nomor 37 Tahun 2010 Tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun Anggaran 2011. Pengembangan manajemen sekolah/madrasah 8. dan kebijakan pemerintah mengharuskan BOS menjadi sarana penti ng untuk meningkatkan akses dan mutu pendidikan dasar yang bermutu. Pengembangan pembelajaran 4. Pengembangan sistem penilaian 5. Informasi yang dihasilkan dari evaluasi diri sek olah/ madrasah juga berguna untuk membantu para pemangku kepentingan sekolah/madrasah dalam menyusun RKS/M dan RKT yang didasarkan pada kondisi nyata sekolah/madrasah . bagian yang tetap. Pengembangan sarana dan prasarana sekolah/madrasah 7.

Pertanyaan kunci yang perlu dijawab adalah: 1. Penanaman karakter (budi pekerti). Program 1: Pengembangan kompetensi lulusan (bidang akademik dan non akademik) Apakah sekolah/madrasah telah menghasilkan lulusan yang kompeten? Program ini dihadirkan untuk memberikan informasi apakah sekolah/madrasah telah memenuhi kewajibannya dalam memberikan layanan pendidikan dasar sehingga menghasilkan lulusan yang kompeten. Dalam pedoman ini akan dipaparkan kesepuluh program sekolah tersebut. Apakah peserta didik dapat mengembangkan potensi penuh mereka sebagai anggota masyarakat? 122 . Apakah peserta didik dapat mencapai target akademik yang diharapkan? 2.10.

sekolah/madrasah akan tahu hal apa saja yang sudah diterapkan. Apakah pembelajaran dilaksanakan dengan menggunakan metode yang interaktif. Apakah supervisi dan evaluasi proses pembelajaran dilaksanakan secara berkala dan berkelanjutan? Program 4: Pengembangan Sistim Penilaian Bagaimana sekolah/madrasah merencanakan dan melaksanakan sistim penilaian yang komprehensif? Dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini. Apakah sekolah/madrasah menyediakan kebutuhan pengembangan pribadi peserta didik? Program 3: Pengembangan Pembelajaran Bagaimana sekolah/madrasah merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran? Dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini. sekolah/madrasah akan tahu bagaimana sekolah/madrasah merancang dan melaksanakan sistim penilaian. kreatif. sekolah/madrasah akan bisa menyimpulkan sejauh mana capaian sekolah/madrasah dalam upayanya untuk menghasilkan lulusan y ang berkompeten. sekolah/madrasah perlu menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah i ni: 1.Dengan menjawab dua pertanyaan tersebut. Untuk mengetahui status penerapan KTSP. Program 2: Pengembangan kurikulum/KTSP Bagaimana kurikulum/KTSP diterapkan di sekolah/madrasah? Program ini dihadirkan untuk memberikan informasi tentang sejauh mana sekolah/ madrasah telah menerapkan KTSP. bagaimana pelaksanaannya. Apakah kurikulum sudah sesuai dan relevan? 2. Apakah sumber belajar dapat diperoleh dengan mudah dan digunakan secara tepat ? 4. inspiratif. 1. termasuk penerapan proses pembelajaran yang aktif. efek tif dan menyenangkan (PAKEM). menantang dan memotivasi peserta didik? 5. Apakah silabus sudah sesuai/relevan dengan standar? 2. kreatif. sekolah/madrasah akan tahu bagaimana para guru menyiapkan perencanaan proses pembelajaran. Dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah i ni. termasuk bagaimana sekolah/madrasah mengkomunikasikan sistim penilaian tersebut kepada pe serta . Apakah RPP yang dirancang untuk mencapai pembelajaran sudah efektif dan sesua i dengan kebutuhan peserta didik? 3. menyenangkan.

Apakah orang tua peserta didik terlibat dalam proses belajar anak mereka? Program 5: Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Apakah pendidik dan tenaga kependidikan telah memenuhi keperluan proses belajar 123 . Apakah penilaian berdampak pada proses belajar? 3. baik dalam bi dang akademik maupun nonakademik? 2. Bagaimana sistem penilaian untuk menilai peserta didik disusun.didik dan orang tua? 1.

Apakah pengumpulan dan penggunaan data handal dan valid? 5. Apakah dukungan dan kesempatan pengembangan profesi diberikan bagi para pendi dik dan tenaga kependidikan? 6. Apakah bangunan sekolah/madrasah dalam kondisi terpelihara dan baik? Program 7: Pengembangan Manajemen Sekolah/Madrasah Sejauhmana efektivitas manajemen sekolah/madrasah? Untuk mengetahui hal tersebut. sekolah/madrasah perlu menjawab pertanyaan di bawah ini: 1. Apakah kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan sudah memadai? Program 6: Pengembangan Sarana Prasarana Sekolah/Madrasah Apakah sekolah/madrasah mempunyai sarana dan prasarana yang mencukupi untuk mendukung pembelajaran? Apakah fasilitas sekolah/madrasah memenuhi kebutuhan standar pelayanan minimal atau standar nasional pendidikan untuk pembelajaran? Untuk menjawab pertanyaan di atas. sekolah/madrasah perlu menjawab pertanyaan-pertan yaan di bawah ini: 1. Apakah masyarakat mengambil bagian dalam kehidupan sekolah/madrasah? Program 8: Pembinaan Kesiswaan/Ekstrakurikuler Apakah sekolah/madrasah telah memberikan layanan secara mencukupi kepada peserta didik sebagai penerima jasa (service user)? Program ini dihadirkan untuk memberikan informasi apakah sekolah/madrasah telah . Apakah Rencana Pengembangan Sekolah/Madrasah atau Rencana Kerja Sekolah/ Madrasah berdampak terhadap peningkatan hasil belajar? 4. Apakah rencana kerja sekolah/madrasah mencantumkan tujuan yang jelas untuk program peningkatan dan perbaikan berkelanjutan yang tersosialisasikan dengan ba ik? 3. Apakah jumlah pendidik dan tenaga kependidikan sudah memenuhi standar? 2.mengajar di sekolah/madrasah? Untuk mengetahui apakah sumberdaya manusia sekolah/madrasah sudah memadai. Apakah kualifikasi pendidik dan tenaga kependidikan sudah memadai? 3. Apakah sarana dan prasarana sekolah/madrasah sudah memadai? 2. maka sekolah/madrasah perlu menjawab pertanyaan di bawah ini: 1. Apakah kinerja pengelolaan sekolah/madrasah berdasarkan kerja tim dan kemitra an yang kuat dengan visi dan misi yang jelas dan diketahui oleh semua pihak? 2.

Bantuan apa yang diberikan kepada peserta didik yang kurang siap belajar? 124 . Bagaimana pedoman penerimaan peserta didik? 2. Bantuan apa yang diberikan kepada peserta didik yang kurang mampu? 4.memenuhi kewajibannya dalam memberikan layanan kepada peserta didik? Pertanyaan kunci yang perlu dijawab adalah: 1. Bagaimana penanganan anak yang tinggal kelas dan drop-out? 3.

Untuk mencapai SNP. termasuk bakat dan mi nat? 6. Program budaya lingkungan apa saja yang ada di sekolah/madrasah? 2. Bagaimana dukungan kepada anak dengan kebutuhan khusus. membangun budaya bangsa dan mengembangkan semangat kewirausahaan peserta didiknya? Dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini. dan lingkungan pendidikan yang kondusif bagi warga sekolah/madrasah untuk melaksanakan pembelajaran? 1. dan evaluasi program tersebut? Program 10: Penanaman Karakter (Budi Pekerti) Apakah sekolah/madrasah sudah memfasilitasi peserta didik dalam membangun karakt er. Pembandingan kondisi nyata sekolah/madrasah dengan SPM dan/atau SNP dimaksudkan untuk memudahkan sekolah/madrasah mengetahui apakah sekolah/madrasah masih belum memenuhi standar pelayanan minimal (SPM). Membandingkan kondisi nyata/terkini sekolah/madrasah dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan/atau Standar Nasional Pendidikan (SNP). maka sekolah/madrasah harus mencapai SPM terlebih dahul u. Oleh karena itu. Bagaimana keterlibatan pemangku kepentingan sekolah/madrasah dalam perencanaa n. iklim. sudah memenuhi SPM. . Bagaimana peran sekolah/madrasah dalam pembinaan karakter dan budaya bangsa peserta didik? 2. data dan informasi yang dikumpulkan mel alui instrumen EDS/M perlu disimpulkan. maka pengelolaan sekolah/madrasah pada dasarnya bertujuan untuk men capai SNP. Bagaimana peran sekolah/madrasah dalam membina kejujuran peserta didik? 4. MEMBANDINGKAN HASIL EVALUASI DIRI SEKOLAH/MADRASAH DENGAN ACUAN STANDAR SEKOLAH/MADRASAH Apabila kita mencermati aturan dan perundangan yang terkait dengan pengelolan sa tuan pendidikan2. Bagaimana peran sekolah/madrasah dalam pembinaan kewirausahaan peserta didik? B. atau bahkan sudah mencapai Standar Bertaraf Internasional (SBI). sudah memenuhi SNP. Bagaimana layanan konseling dilaksanakan di sekolah/madrasah? Program 9: Budaya dan Lingkungan Sekolah/Madrasah Bagaimana sekolah/madrasah menciptakan suasana. dalam penyusunan RKS/M. Bagaimana nilai-nilai keagamaan dan pluralisme dilaksanakan? 3. pelaksanaan.5. maka sekolah/madrasah bisa mengetahui sejauhmana sekolah/madrasah telah mengupayakan pembangunan karakter. Penyimpulan dilakukan dengan dua cara: 1. budaya bangsa dan sifat kewirausahaan para peserta didik dan hasilnya. 1.

den gan tidak mencantumkan alasan/harapan.2. kesimpulan dinyatakan dalam kali mat pernyataan yang spesifik (mencantumkan data). Permendiknas No.63 Tahun 2009 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidi kan. 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan. 65 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal. PP No. 17 Tahun 2010. Dalam hal ini.19 Tahun 2005 te ntang Standar Pengelolaan Pendidikan.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. ditingkatkan atau dipertahankan. 2 UU No. PP No. 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan. PP No. fokus (menunjukkan indikator). Permendiknas No. 66 Tahun 2010 tentang Revisi PP No. Dengan melihat data hasil EDS/M yang masih perlu mendapat perhatian untuk dip erbaiki. PP No. 15 Tahun 2010 tentang Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar 125 . Permendikn as No.

Seperti tercantum pada Permendiknas Nomor 15 Tahun 2010. MERUMUSKAN TANTANGAN (UTAMA/PRIORITAS) SEKOLAH/MADRASAH Tantangan sekolah/madrasah merupakan kesenjangan kondisi nyata sekolah/madrasah sebagai hasil EDS/M dengan kondisi yang diharapkan. yang perlu diperhatikan adalah bagaimana tantangan tersebut dapat diwujudkan berdasarkan indikator SPM dan/atau SNP yang perlu dicapai. dan seterusnya. yaitu indikator-indikator yang membantu sekolah/madrasah u ntuk mengetahui bagian-bagian yang capaiannya/kondisinya masih sangat rendah. Oleh sebab itu. Setelah SPM dan SNP tercapai. Apabila berkaitan dengan nilai mata pelajaran. Secara teknis. artinya rumusan tantangan harus menunjukkan: 1. untuk membantu sekolah/mad rasah menentukan tantangan. dibagian mana sekolah/madrasah sudah mencapai SNP dan dibagian mana sekolah/madrasah sudah berada di atas SNP. tantangan utama sekolah/madrasah diklarifikasi dengan melakukan pembandingan nilai/skor sekolah/madrasah hasil EDS/M dengan SPM dan/atau SNP. Berkaitan dengan perumusan tantangan. apakah semua guru mata pelajaran atau satu mata pelajaran saja. Kesimpulan-kesimpulan ini digunakan oleh sekolah/madrasah un tuk menentukan prioritas apa saja yang mendesak untuk segera ditangani. sekolah/madrasah bisa memikirkan cap aian yang lebih tinggi. maka perlu dirumuskan besaran tantangan. 2. Tantangan sekolah/madrasah sebaiknya dirumuskan secara spesifik. maka perlu dirumuskan mata pelajara n mana . baru kemudian sekolah/madrasah menangani bagian-bagian yang belum mencapai SNP supaya bisa mencapai SNP. C. 3.Dengan demikian pemangku kepentingan sekolah/madrasah mendapatkan gambaran bagaimana kondisi nyata sekolah/madrasah saat ini bila dibandingkan dengan SPM d an/ atau SNP. Sehubungan dengan penyusunan RKS/M maka kondisi yang diharapkan bisa menggunakan acuan standar pelayanan mini mal (SPM) dan/atau standar nasional pendidikan (SNP). Ha sil pembandingan tersebut akan menunjukkan dibagian mana sekolah/madrasah masih bera da di bawah SPM. dalam pedoman ini digunakan indikator lain yang dianggap setingkat dengan SPM. Sekolah/madr asah dianjurkan untuk menangani bagian-bagian yang belum mencapai SPM. dan di kelas mana saja. Apabila berkaitan dengan buku/bahan ajar. maka perlu dirumuskan guru di kelas mana saja. dan hal-hal yang masih perlu dikembangkan sehingga sekolah/madrasah da pat memberikan layanan yang semakin baik kepada peserta didik. SPM di tingkat sekolah/ madrasah hanya mencakup 13 indikator. Apabila berkaitan dengan guru. dibagian mana sekolah/madrasah sudah berada di atas SPM. yaitu tingkatan di atas SNP.

Tabel berikut ini menunjukkan contoh bagaimana menetapkan kondisi sekolah/madras ah saat ini. 126 . buku referensi.saja atau semua mata pelajaran. buku teks. buku pegangan peserta didik atau guru. dan tantangan sekolah/madrasah. untuk kelas mana saja dan seterusnya. standar acuan sekolah/madrasah.

Contoh Dalam Menetapkan Kondisi Sekolah/Madrasah Saat Ini. Standar Acua n Sekolah/Madrasah dan Tantangan Sekolah/Madrasah 127 .Tabel 2.

128 .

ada dari 4 (empat) langkah yan g harus dilakukan oleh sekolah/madrasah. Merumuskan visi sekolah/madrasah 2. MERUMUSKAN VISI SEKOLAH/MADRASAH Visi adalah imajinasi moral yang menggambarkan keadaan sekolah/madrasah yang dii nginkan 129 .Bagian 2 Bab III Menentukan Kondisi Sekolah/ Madrasah yang Diharapkan Dalam menentukan kondisi sekolah yang diharapkan. Merumuskan sasaran dan indikator kinerja. Merumuskan tujuan sekolah/madrasah 4. Merumuskan misi sekolah/madrasah 3. A. yakni: 1.

4. Perkembangan IPTEK. na mun juga harus bermuatan nasionalisme. 5. Mampu memberikan inspirasi. 4. dll. yang bersifat baku dan te lah menjadi pegangan hidup bangsa Indonesia. 3. Artinya visi suatu sekol ah/ madrasah harus mengacu kepada kondisi lingkungan sekolah/madrasah dan daerah. Artinya jenis dan mutu layanan pendidikan seperti apa yang dih arapkan oleh orang tua dan masyarakat sekolah/madrasah untuk mewujudkan harapan tersebut . 3. motivasi. Visi sekolah/madrasah dikembangkan sesuai dengan keinginan atau citacita sekolah/madrasah dengan tetap berkepribadian Indonesia. UUD. Diputuskan oleh rapat dewan pendidik yang dipimpin oleh kepala sekolah/madras ah dengan memperhatikan masukan komite sekolah/madrasah. Dirumuskan berdasar masukan dari berbagai warga sekolah/madrasah dan pihak-pi hak yang berkepentingan selaras dengan visi institusi di atasnya serta visi pendidik an nasional. Berkepribadian. Memiliki indikator pengembangan prestasi akademik dan non akademik. 2. 5. Dijadikan sebagai cita-cita bersama warga sekolah/madrasah dan segenap pihak yang berkepentingan pada masa yang akan datang. Mengacu kepada landasan filosofis bangsa. Dalam perumusan visi sekolah/madrasah perlu memperhatikan rambu-rambu berikut. budaya nasional Indonesia. Disosialisasikan kepada warga sekolah/madrasah dan segenap pihak yang berkepe ntingan. visi sekolah/madrasah juga harus mempertimbangkan kondisi nyata sekolah/madrasah serta potensi yang dimiliki sekolah/madrasah dan harapan masyar akat sekolah/madrasah. Perkembangan era global. Hal ini untuk menghindari terjadinya kekeliru an bahwa sekolah/madrasah bebas menentukan visinya dan tidak terkait dengan kebijakan pihak lain.di masa datang. Ditinjau dan dirumuskan kembali secara berkala sesuai dengan perkembangan dan tantangan di masyarakat. 1. Dalam lampiran Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 dijelaskan bahwa visi: 1. nasionalisme. Di samping itu. . 6. 2. dan kekuatan pada warga sekolah/madrasa h dan segenap pihak yang berkepentingan.

kewajiban. Jadi misi merupakan penja baran visi dalam bentuk rumusan tugas. sekolah/madrasah. 8. 7. 9. dan rancangan tindakan yang dijadika n arahan untuk mewujudkan visi sekolah/madrasah. Rumusan misi selalu dalam bentuk kalimat yang menunjukkan tindakan d an 130 . Menggambarkan harapan masa datang. kompetitif dan berakhlaq mulia B. MERUMUSKAN MISI SEKOLAH/MADRASAH Misi adalah tindakan atau upaya untuk mewujudkan visi. Belum operasional. Dengan kata lain.6. misi adalah bentuk lay anan untuk memenuhi tuntutan sekolah/madrasah yang dituangkan dalam visi dengan berba gai indikatornya. Dilandasi oleh keimanan dan ketakwaan. visi yayasan. Contoh rumusan visi sekolah/madrasah: Terwujudnya lulusan yang berkualitas. Sesuai konteks daerah.

Dalam lampiran Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 dijelaskan bahwa tujuan sekolah/ madrasah: 1. Memuat pernyataan umum dan khusus yang berkaitan dengan program sekolah/ madrasah. Memberikan arah dalam mewujudkan visi sekolah/madrasah sesuai dengan tujuan Pendidikan nasional. 3. 9. MENENTUKAN TUJUAN SEKOLAH/MADRASAH Langkah berikutnya setelah visi dan misi dirumuskan adalah merumuskan tujuan sek olah/ madrasah selama empat tahun ke depan menuju standar pelayanan minimal (SPM) dan atau standar nasional pendidikan (SNP). misi. Memberikan keluwesan dan ruang gerak pengembangan kegiatan satuan-satuan unit sekolah/madrasah yang terlibat. Disosialisasikan kepada warga sekolah/madrasah dan segenap pihak yang berkepe ntingan. Menekankan pada kualitas layanan peserta didik dan mutu lulusan yang diharapk an oleh sekolah/madrasah. Ditinjau dan dirumuskan kembali secara berkala sesuai dengan perkembangan dan tantangan di masyarakat. 7. 2. Merupakan tujuan yang akan dicapai dalam kurun waktu tertentu. 2. tujuan sekolah/ madrasa h pada dasarnya adalah langkah untuk mewujudkan visi sekolah/madrasah yang telah dicana ngkan. Dirumuskan berdasarkan masukan dari segenap pihak yang berkepentingan termasu k komite sekolah/madrasah dan diputuskan oleh rapat dewan pendidik yang dipimpin o leh kepala sekolah/madrasah. 4. Menjadi dasar program pokok sekolah/madrasah. Dengan demikian. bakat dan minat C. Menggambarkan tingkat kualitas yang perlu dicapai dalam jangka menengah (empa t tahunan). Dalam lampiran Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 dijelaskan bahwa misi sekolah/ madrasah: 1.bukan kalimat yang menunjukkan keadaan sebagaimana pada rumusan visi. Mengacu pada visi. Contoh rumusan misi sekolah/madrasah: Penyelenggaraan pendidikan yang memberi kesempatan luas pada peserta didik untuk mengembangkan kemampuan. 6. dan tujuan pendidikan nasional serta relevan dengan . 5. 8.

131 . 3. 5.kebutuhan masyarakat. Disosialisasikan kepada warga sekolah/madrasah dan segenap pihak yang berkepe ntingan. 4. Mengacu pada standar kompetensi lulusan yang sudah ditetapkan oleh sekolah/ m adrasah dan Pemerintah. Mengakomodasi masukan dari berbagai pihak yang berkepentingan termasuk komite sekolah/madrasah dan diputuskan oleh rapat dewan pendidik yang dipimpin oleh kep ala sekolah/madrasah.

bagian mana yang akan ditingkatkan. 2. 3. diperbaiki atau dicapai dalam empa t tahun ke depan. Dirumuskan berdasarkan hasil evaluasi diri terhadap kondisi nyata sekolah/mad rasah saat ini.Dalam menentukan tujuan. termasuk memperkuat kapasitas sekolah/madrasah dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan menyampaikan pengetahuan tersebut kepada peserta didik. MENENTUKAN SASARAN DAN INDIKATOR KINERJA Sasaran adalah tantangan utama yang akan dicapai sekolah/madrasah dalam waktu em pat tahun ke depan. sekolah/madrasah sebaiknya merumuskan secara bersama dengan para pemangku kepentingan. . 4. dan / atau standar nasional pendidikan (SNP) (PP No. Mencakup bukan hanya harapan penyedia layanan (service provider). Keterlibatan pemangku kepentingan dalam penyusunan RKS/M harus diupaya kan dari sejak awal. 5. Jika pemangku kepentingan terlibat dalam proses penyusunan renc ana kerja sekolah/madrasah sejak awal. Contoh rumusan tujuan sekolah/madrasah: Meningkatkan prestasi akademik peserta didik D. maka keterlibatan mereka dalam pelaksanaan pr ogramprogram kerja sekolah/madrasah juga akan meningkat. Pertanyaan kunci yang harus dijawab dalam menetapkan tujuan adalah: Seperti apa seharusnya sekolah/madrasah ini empat tahun mendatang? Atau hal-hal apa saja yan g dianggap penting oleh pemangku kepentingan dan yang menjadi perhatian mereka dal am kinerja sekolah/madrasah? Dalam menetapkan tujuan sekolah/madrasah hendaknya: 1. 19/2005). Berorientasi pada peningkatan/perbaikan sekolah/madrasah (school improvement) . tetapi juga pengguna layanan (service user). Mengacu pada visi dan misi serta tujuan yang sudah dimiliki oleh sekolah/madr asah. Penetapan sasaran sekolah/madrasah ini bertujuan untuk dijadikan pedoman dalam penyusunan program dan kegiatan yang akan dilakukan dalam waktu tertentu guna merealisasikan alternatif pemecahan tantangan yang telah dirumuska n. serta memperkuat kapasitas sekolah/madrasah dalam kolaborasi yang dibangun atas dasar kepercayaan. Mengacu kepada standar pelayanan minimal (SPM) (Permendiknas No.15/2010). Hal ini penting karena keterlibatan secara akt if dari semua pemangku kepentingan adalah salah satu kunci keberhasilan sebuah sekolah/ madrasah.

2. 4. yakni: 1. Relevant (relevan): berkaitan dengan kepentingan peserta didik dan pemangku kepentingan sekolah/madrasah 5.Penentuan sasaran yang baik. Time bound (berjangka waktu): tercapai dalam jangka waktu tertentu 132 . harus memperhatikan 5 hal. dalam arti memungkinkan untuk dicapai. Achievable (dapat dicapai): realistis. Measurable (terukur): secara jelas menggambarkan ukuran sasaran 3. yang dapat disingkat SMA RT. Specific: secara jelas mengidentifikasikan apa yang harus dicapai.

Contoh rumusan sasaran: Pada tahun 2014 prestasi UASBN/UN berpredikat memuaskan (7. Misi. dan dalam bentuk kalimat pernyataan. Apabila indikator kinerja telah dapat dicapai.00) Indikator kinerja adalah ukuran yang digunakan untuk menilai berhasil atau tidak nya suatu kegiatan yang telah dilakukan untuk mencapai sasaran.00 berpredikat memuaskan Tabel 3. operasional.10) 133 . Contoh Rumusan Visi. maka sasaran dapat dikatakan belum dapat dicapai. Indikator harus ditentukan agar kegiatan yang ditetapkan dapat diukur keberhasilannya dalam menc apai sasaran. sebaliknya apabila indi kator kinerja belum dapat dicapai. Sasaran. Contoh rumusan indikator kinerja: Tahun 2014 rata-rata nilai UASBN/UN sebesar 7. yang penting dapat diukur dan dirumuskan secara spesifik. Tujuan. maka sasaran tersebut dapat dikatakan berhasil. Indikator kinerja dapat bersifat kuantitatif atau kualitatif. dan Indikator Kinerja Kondisi Nyata Sekolah/Madrasah Prestasi UASBN/UN berpredikat cukup (6.

134 .

program yang dicanangkan ole h sekolah/madrasah tergantung pada sasaran yang telah ditetapkan oleh sekolah/ mad rasah itu sendiri. MERUMUSKAN PROGRAM DAN MENETAPKAN PENANGGUNG JAWAB PROGRAM Program adalah upaya untuk mencapai sasaran. bisa d engan melalui satu atau beberapa program. yakni : 1. ada dua langkah yang harus dilakukan. Untuk mencapai satu sasaran.Bagian 2 Bab IV Menyusun Program dan Kegiatan Dalam menyusun program dan kegiatan. program sekolah terdiri dari: 135 . dan Jadwal Kegiatan A. Merumuskan Program dan Menetapkan Penanggungjawab Program 2. Oleh sebab itu. indikator kegiatan. Sesuai dengan yang terdapat pada Buku Petunjuk Teknis Penggunaan Da na BOS Tahun Anggaran 2011. Menentukan Kegiatan.

MERUMUSKAN KEGIATAN DAN JADWAL KEGIATAN Kegiatan adalah tindakan-tindakan yang akan dilakukan di dalam program. Penanaman karakter (budi pekerti). Pengembangan kurikulum/KTSP 3. Pengembangan pembelajaran 4.1. B. Pembinaan kesiswaan/ekstrakurikuler 9. Penanggung jawab program bisa berupa suatu unit kerja. atau bisa juga perorangan. penanggung jawab program. Pengembangan manajemen sekolah/madrasah 8. sebagai hasil dari evaluasi diri sekolah/madrasah. Kegiatan dirumuskan sebagai tindakan dalam memenuhi atau menjawab tantangan yang telah ditetapkan. Pengembangan sarana dan prasarana sekolah/madrasah 7. Kegiatan yang bai k adalah yang mengarah pada pencapaian tantangan yang telah dirumuskan. Agar pel aksanaan program lebih terkoordinasikan dengan baik. Pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan 6. Tujuan penyusunan jadwal kegiatan ini adalah untuk mempermudah pelaksana dalam menentukan urutan kegiatan dan mengatur penggunaan sumberdaya dan dana yang dimi liki sekolah/madrasah sehingga alur kegiatan dan keuangan sekolah/ madrasah dapat dik ontrol lebih efektif. Tabel berikut adalah contoh program. misalnya guru kelas 3 atau kepala sekolah/m adrasah. misalnya komite sekolah/ madrasah. misalnya komite sekolah/madrasah atau warga masyarakat yang lebih luas. indicat or kegiatan dan penjadwalannya. Pengembangan kompetensi lulusan 2. Pengembangan sistem penilaian 5. kegiatan. Jadwal adalah alokasi waktu suatu program dan kegiatan tertentu yang akan dilaks anakan. Program bisa dilaksanakan oleh pihak sekolah/madrasah maupun melibatkan pihak la in. maka perlu ditentukan penanggung jaw ab program. dan dapat diperki rakan biaya atau anggarannya. Budaya dan lingkungan sekolah/madrasah 10. 136 .

Contoh Program.0) 137 . Kegiatan. Penanggungjawab dan Jadwal Kegiatan Sasaran: Pada 2014 prestasi UASBN/UN berpredikat memuaskan (7.Tabel 4.

138 .

Membuat rencana pendanaan sekolah/madrasah 3. kegiatan dan jadwal kegiatan dirumuska n. penanggungjawab program. A.Bagian 2 Bab V Perumusan Rencana Anggaran Sekolah/Madrasah Setelah program. maka sekolah/madrasah harus me mbuat 139 . MEMBUAT RENCANA BIAYA SEKOLAH/MADRASAH SSetelah program dan rincian kegiatan dirumuskan. tahap selanjutnya adalah menyusun Rencana Anggaran Jangka Menengah Sekolah/ Madrasah u ntuk melaksanakan program dan kegiatan tersebut. Pada tahap ini ada 3 (tiga) langkah yang harus dilakukan: 1. Membuat rencana biaya sekolah/madrasah 2. Menyelaraskan rencana biaya dengan sumber pendanaan sekolah/madrasah.

dan dari mana dana tersebut diperoleh? Berikut ini adalah cara menyusun rencana biaya: 1. Dengan daftar ini.rencana biaya program dan kegiatan tersebut. Hal ini dilakukan untuk mengetahui berapa biaya yang diperlukan untuk melaksanakan program/kegiatan tersebut. Mendapatkan dan menghitung biaya satuan3 dari semua kegiatan yang telah ditet apkan. b. Contoh Daftar Biaya Satuan Keterangan: kegiatan dilakukan di gugus diikuti 6 orang guru. Menghitung biaya atau harga satuan. . Berikut adalah contoh menghitung biaya sat uan kegiatan pelatihan PAKEM bagi 6 orang guru Bahasa Indonesia Tabel 5. setiap biaya kegiatan dapat dihitung l angsung dengan mengalikan jumlah satuan program dan kegiatan tersebut dengan biaya satua n dalam Daftar Biaya Satuan . 2. 3 Dalam buku MBS daftar ini disebut Analisis Biaya. Dalam menghitung biaya atau harga satuan ini. TPS/M perlu memiliki Daftar Biaya Satuan yang diterbitkan oleh Pemerintah Daerah setempat (Peraturan Bupati/Walikota tentang I ndeks Harga Kabupaten/Kota). Kebutuhan dana ini dihitung tahunan untuk empat tahun ke depan. Mendapatkan dan Menghitung Biaya Satuan Sebelum menghitung Rencana Biaya. 1. Menentukan jenis satuan dan jumlah satuan standar. Menghitung rencana biaya. 2. dan apakah s ekolah/ madrasah cukup memiliki dana. Menghitung Rencana Biaya Rencana Biaya adalah Rencana Kebutuhan Dana yang diperlukan untuk pelaksanaan program dan kegiatan yang telah dirumuskan serta biaya operasionalnya. Misalnya untuk kegiatan mengirimkan pendidik mengikuti suatu pelatihan. Menghitung biaya program. kita menggunakan harga sekarang. maka yan g perlu diperhatikan adalah: Satuan apa yang dipakai untuk menentukan biaya satuan ? Apabila jumlah orang. Setelah keduanya dihitung. yaitu mengalikan jumlah satuan dengan harga satuan. maka kita harus membuat analisis harga satuan per orang se hingga harga satuan tersebut perlu ditentukan/dihitung berdasarkan biaya pelatihan deng an menggunakan jumlah orang sebagai dasar. Biaya Satuan dapat dihitung dengan cara: a.

140 .

tambahkan untuk mendapatkan total rencana biaya yang dibutuhkan selama empat tahun mendatang. Hal ini dilakukan untuk mengetahui berapa biaya yang diperlukan untuk melaksanak an program tersebut. Tabel 6. dan dari mana sumber dana tersebut diperoleh? Tabel berikut merupakan contoh menghitung rencana biaya Program/Kegiatan. Contoh Rencana Biaya Program Strategis 141 . Apakah sekolah/madrasah memiliki cukup dana untuk membiayai seluruh program/kegiatan tersebut.

dsb. Dana Alokasi Khusus (DAK). tentu saja aliran dana ke sekolah/ madrasah akan lebih besar kemungkinannya daripada sekolah/madrasah yang tidak mempunyai asosiasi alu mni. alumni. Dengan cara ini. Tabel berikut adalah contoh rencana pendapatan sekolah/madrasah 142 . 5. Tidak ada aturan mengenai berapa dan bagaimana mendapatkan alokasi dana dari don atur. B. Donatur (perusahaan/industri. Banyak sekolah/madrasah yang mendirikan asosiasi alumni sebagai salah satu upaya penggalangan dana. Bantuan Operasional Sekolah/Madrasah (BOS). Berikut adalah con toh tingkat kepastian perolehan dana sekolah/madrasah: 1. bagi sekolah/madrasah yang terpilih. yang sudah dianggarkan dan diteta pkan. 2. belum dapat dipastikan. Sumbangan masyarakat.Keterangan : Untuk tahun kedua dan seterusnya harga satuan ditambahkan dengan ni lai inflasi 10%.). 4. yang berbeda-beda untuk setiap daerah. belum dapat dipastikan. APBD Provinsi/Kabupaten/Kota. MEMBUAT RENCANA PENDANAAN SEKOLAH/MADRASAH Rencana pendanaan adalah rencana sumber pendapatan sekolah/madrasah yang sesuai dengan kebutuhan dan urutan tingkat kepastian perolehan dana. Semuanya tergantung pada prakarsa sekolah/madrasah dan komite sekolah/ madrasah. 3.

karena biasanya masing-masing pemberi dana mempunyai aturan mainnya sendiri. Langkah berikutnya adalah menyesuaikan Rencana Biaya dengan Sumber Pendanaan. Dengan selesainya langkah ini.Tabel 7. Program. maka Tim Pengembang Sekolah/madrasah perlu mempelajari terlebih dahulu aturan penggunaan sumber pendanaan. Aturan penggunaan tertulis yang sudah tersedia adalah program BOS. Atur an tertuju pada pengeluaran-pengeluaran yang tidak boleh dan boleh dibiayai dengan dana BOS. Aturan dari sumberdana lain diatur dan dipertanggungjawabkan sesuai dengan aturan pemberi dana. maka RKS/M telah selesai karena sekolah/madrasah sudah mempunyai rencana yang lengkap. MENYESUAIKAN RENCANA BIAYA DENGAN SUMBER PENDANAAN 2014 Sebelum menyesuaikan rencana biaya dan sumber pendanaan. 143 . dan Pendanaan. yaitu: Sasaran. Rencana Biaya . Kegiatan. Contoh Rencana Pendapatan Sekolah/Madrasah Tahun 2010 C.

Contoh Rencana Biaya dan Sumber Pendanaan Tahun 2010 144 2014 .Tabel 8.

Bagian 2 Bab VI Perumusan RKT dan RKAS/M Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 19 Tahun 2007 tentang St andar Pengelolaan Pendidikan oleh Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. sekolah/madras ah harus membuat Rencana Kerja Sekolah/Madrasah yang terdiri dari Rencana Kerja Jangka Me nengah (RKJM) dan Rencana Kerja Tahunan (RKT). yakni: 1. Dengan kata lain. sekolah/madrasah tidak dapat disebut memiliki RKS/M jika hanya memiliki RKJM dan belum menyusun RKT karena RKT merupa kan bagian (tidak terpisahkan) dan bentuk pelaksanaan dari RKJM. Tahap V ini terdiri dari 2 (dua) langkah. Menetapkan Rencana Kerja Tahunan. Penyusunan RKT haru s dilakukan oleh sekolah/madrasah di setiap tahun. dan 2. Menyusun Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah/Madrasah (Format BOS K-1A dan BOS K-1) 145 .

50 b. Menetapkan Kegiatan Kegiatan Rutin/Reguler. 1. Seperti contoh tabel di bawah ini: Tabel 9. dengan masa implementasi setahun. RKJM disusun empat tahun sekali karena itu program ini memiliki periode pelaksanaan 4 tahun. Berikut adalah langkah-langkah dalam menyusun program/kegiatan strategis: a. MENETAPKAN RENCANA KERJA TAHUNAN (RKT) Dalam menetapkan Rencana Kerja Tahunan. Menetapkan sasaran yang akan dicapai dalam satu tahun berdasarkan sasaran yan g telah ditetapkan dalam RKS/M (RKJM). Sasaran dalam program/ kegiatan tahunan bisa Pada 2011 rata-rata nilai UASBN/UN 6. indikator keberhasilan program. Jadi.A. ada tiga hal yang harus dilakukan. Misalnya. Menetapkan Program/Kegiatan Strategis. Sedangkan Rencana Kerja Tahunan (RKT) disusun setiap tahun oleh sekolah/madrasah berdasarkan RKJM. sasaran dalam RKS/M (RKJM) Pada 2014 prestasi UASBN berpredikat memuaskan (7. Contoh Program dan Indikator Program/Kegiatan Strategis Tahun 2010/2011 Indikator Program 6 orang guru bahasa Indonesia telah dilatih PAKEM Dst Rasio buku berbanding murid untuk mata pelajaran Matematika 1 : 1 dst Penanggung- . Menetapkan Program/Kegiatan Strategis Seperti telah dijelaskan di atas bahwa RKS/M adalah dokumen satuan pendidikan ya ng memuat Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) dan Rencana Kerja Tahunan. 2. dokumen RKJM memuat perencanaan strategis yang akan dicapai dalam jangka empat tahun oleh sekolah/ madrasah. sedangkan dokumen RKT memuat bukan hanya program/kegiatan strategis tetapi juga kegiatan rutin sekolah/madrasah.00) . Menetapkan program. kegiatan dan penanggungja wab program/kegiatan harus merujuk pada program yang ada dalam RKJM. Untuk menetapkan indikator keberhasilan program harus disesuaikan dengan sasaran yang akan dicapai dalam satu tahun. Menetapkan Jadwal Rencana Kerja Tahunan. yaitu : 1. 3.

Pada 2011 rata-rata nilai UASBN/ UN 6. Pengadaan buku mapel matematika dst Program Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pengembangan Sarana Prasarana Sekolah/Madrasah dst Sasaran 1.5 2.jawab Kepala sekolah/ madrasah Dst Guru Kelas III dan Komite Sekolah/ Madrasah dst Kegiatan 1. Pada 2011 rasio buku: murid untuk mapel Matematika sebesar 1:1 dst . Pelatihan PAKEM bagi 6 guru Bahasa Indonesia II. Dst 1.

146 .

Menetapkan Kegiatan Rutin/Reguler Kegiatan rutin adalah kegiatan yang secara regular selalu dilakukan sekolah/madr asah berdasarkan kebutuhan tahunan. kegiatan untuk memenuh i kebutuhan daya dan jasa. dan sebagainya.2. Tabel 10. Contoh Kegiatan Rutin/Reguler 147 . Dalam hal ini termasuk kegiatan untuk mempertahan kan kelulusan 100 persen atau prestasi tertentu yang telah diperoleh sekolah/madrasa h selama beberapa tahun terakhir (setidaknya tiga tahun terakhir).

sumberdaya yang ada. yakni dimulai bulan ke-7 (Juli). Menetapkan Jadwal Rencana Kerja Tahunan Sekolah/Madrasah Sekolah/madrasah perlu menyusun jadwal RKT untuk mengetahui beban kegiatan sekol ah/ madrasah. jadwal disusun berdasarkan kalender ak ademik yang berlaku. 148 . Dalam RKT. serta kegiatan monitoring pelaksanaan program/keg iatan dalam jangka waktu satu tahun.3.

Pendanaan yang dicantumkan di RKAS/M hanya mencakup pengeluaran dalam bentuk uang yang akan diterima dan dikel ola oleh sekolah/madrasah. Program dan kegiatan juga ada yang bersifat strategis (yang di dalam Permendikna s No.37/2010 disebut Program Sekolah) dan ada yang bersifat rutin/regular (yang da lam Permendiknas No. MENYUSUN RENCANA KEGIATAN DAN ANGGARAN SEKOLAH/MADRASAH Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah/Madrasah (RKAS/M) adalah rencana biaya dan pendanaan program/kegiatan secara rinci untuk satu tahun anggaran baik bersifat strategis maupun rutin/reguler.Tabel 11. Menghitung Rencana Biaya dan Sumber Pendanaan Program dan Kegiatan Rutin/ Reg uler. 3. yaitu format BOS K-1 dan BOS K-1A. Menyusun Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah/Madrasah (BOS K-1A dan BOS K-1 ). Menghitung Biaya Rutin/Reguler. khususnya untuk satu tahun anggaran yang akan datang.37/2010 disebut Non-program Sekolah). Contoh Jadwal Rencana Kerja Tahun 2010/2011 B. Penyusunan RKAS/M terdiri dari 3 (tiga) langkah: 1. dan lain-lain. RKAS/M merupakan dokumen anggaran sekolah/madrasah resmi yang disetujui oleh kepala sekolah/ madrasah ser ta disahkan oleh Dinas Pendidikan untuk sekolah negeri dan penyelenggara pendidikan (yayasan) untuk sekolah/madrasah swasta. tidak hanya mencakup BOS Pusat tetapi juga sumber dana lain seperti BOS Provinsi . Format RKAS/M adalah format yang dipergunakan dalam Pandua n BOS 2011. Berikut adalah penjelasan masing-masing langkah: 149 . DAK. 2. BOS Kabupaten/Kota. Format BOS K-1 ini adalah format mu ltisumber. RKAS/M dibuat untuk satu tahun pelajaran yang terdiri atas pendapatan dan belanj a (pengeluaran). RKAS/M mencakup semua biaya pendanaan dan anggaran tahunan.

uang lembur. transportasi. pajak. asuransi dll. Gaji pendidik dan tenaga kependidikan serta segala tunjangan yang melekat pad a gaji. Biaya rutin/reguler meliputi: a. Berikut ini adalah contoh tabel perhitungan biaya rutin: Tabel 12.37/2010 dise but Biaya Non-program. Biaya rutin pendidikan tidak langsung berupa daya. pemeliharaan sarana dan prasarana. dan di dalam Permendiknas No. Menghitung Biaya Rutin/Reguler Biaya Rutin/Reguler adalah bagian dari dana pendidikan yang diperlukan untuk mem biayai kegiatan rutin satuan pendidikan agar dapat berlangsung kegiatan pendidikan yang sesuai dengan standar nasional secara teratur dan berkelanjutan. Untuk menghitung biaya rutin/reguler perlu ditentukan terlebi h dahulu biaya satuan.1. Biaya ini dikeluarkan bukan untuk suatu program/kegiatan tertentu. Bahan atau peralatan habis pakai. Contoh Biaya Rutin/Reguler 150 . b. jasa telekomunikasi. air. c. konsumsi.

Menghitung Rencana Biaya dan Sumber Pendanaan Program dan Kegiatan Rutin/ Reguler Setelah program dan kegiatan rutin/reguler dirumuskan. dan dari mana sumbernya serta kecukupannya untuk melaksanakan progra m dan kegiatan rutin/reguler.Keterangan: Biaya rutin/regular di masing-masing sekolah/madrasah bisa jadi berbeda sesuai d engan kebijakan sekolah/madrasah dan kabupaten/kota. langkah selanjutnya adala h menghitung biaya pelaksanaan program dan kegiatan rutin/reguler tersebut sehingg a dapat diketahui dengan pasti berapa besar biaya program dan kegiatan rutin/regul er yang diperlukan. Setelah mengetahui berapa kebutuhan sekolah/madrasah untuk membiayai program dan kegiatan rutin/reguler. 2. maka langkah berikutnya adal ah membuat Rencana Pendanaan. 151 .

Tabel 13. donatur. Contoh Rencana Biaya dan Sumber Pendanaan Program dan Kegiatan Rutin/ Reguler Tahun 2010/2011 152 . APBD Kabupaten/Kota. Sumbangan Masyarakat melalui Komite Sekolah/madrasah atau Paguyuban Kelas.Rencana Pendanaan dibuat untuk memperkirakan sumber dan jumlah dana yang diperkirakan didapatkan oleh sekolah/madrasah. Di bawah ini adalah contoh tabel Rencana Biaya dan Sumber Pendanaan Program dan Kegiatan Rutin/Reguler Sekolah/Madrasah. dan sebagainya. antara lain: BOS. Beberapa sumber dana yang dapat diharapkan oleh sekolah/madrasah.

Menentukan jenis belanja yang diperlukan untuk merealisasikan program atau kegiatan tersebut. Menghitung biaya per program atau kegiatan. c. Menghitung biaya Program Reguler/Rutin per Jenis Belanja (lihat butir 2. Menyusun Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah/Madrasah (RKAS/M) Langkah-langkah pembuatan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah/Madrasah: a. b.a Tabel 12). Mengalokasikan biaya/rencana penggunaan uang tersebut kepada sumber-sumber dana sesuai dengan aturan peruntukan dana dari masing-masing sumber dana. Menghitung biaya per jenis belanja dari setiap program atau kegiatan.x 3. Tabel 14. Berikut adalah contoh format BOS K-1A. Menghitung jumlah surplus atau defisit. Jenis belanja harus dipilih dari Daftar Jenis Belanja yang su dah diatur di dalam Permendagri No 57 Tahun 2007. Menentukan apakah penghitungan dilakukan untuk setiap program atau kegiatan. Menghitung biaya per Kategori Program Sekolah/madrasah yang dirinci per Jenis Belanja. 153 .

Contoh Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah/Madrasah (Format BOS K-1) SEKOLAH / MADRASAH : Kecamatan : Kabupaten/Kota : Provinsi : 154 .Tabel 15.

Mengetahui. Menyetujui. Berikut adalah contoh tabel hasil konversi RKAS/M dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007. Tabel 16. merupakan suatu keharusan untuk mengkonversi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah/ Madarsah (RKAS/M) dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. Ketua Komite Sekolah/Madrasah Kepala Sekolah/Madrasah TPS/M __________________ _________________ _______________ Catatan: Mengkonversi RKAS/M dengan Permendagri No. Dibuat Oleh. 59 Tahun 2007 Bagi sekolah/madrasah yang akan mengusulkan dana melalui APBD. Contoh Hasil Konversi RKAS/M dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 155 .

156 .

selanjutnya disosialisasikan kepada pihakpihak terkait. khususnya kepada orang tua peserta didik.Bagian 2 Bab VII Pengesahan dan Sosialisasi RKS/M dan RKAS/M A. 157 . PENGESAHAN Rencana kerja sekolah/madrasah (RKS/M) dan rencana kerja tahunan sekolah/madrasa h (RKAS/M) harus disetujui melalui rapat dewan pendidik setelah memperhatikan pertimbangan dari komite sekolah/madrasah. SOSIALISASI RKS/M dan RKAS/M yang telah disahkan. sedangkan sekolah/ madrasah swas ta disahkan berlakunya oleh penyelenggara sekolah/madrasah. dengan cara menempelkan di pa pan pengumuman sekolah dan melalui pertemuan dengan orang tua peserta didik. Selanjutnya RKS/M dan RKAS/M disahkan berlakunya oleh dinas pendidikan/ kankemen ag kabupaten/kota (untuk sekolah/madrasah negeri). B.

158 .

perpajakan. penatausahaan. pelaporan keuangan yang baik. pertama terlebih dahulu disajikan-. Bab IV memperkenalkan masalah pembukuan sekolah/madrasah. Bab V menyajikan ketentuan-ketentuan pencatatan barang milik sekolah/madrasah. khususnya dalam penerimaan dan pengeluaran serta pelaporannya. serta mengkomunikasikannya kepada pemangku kepentingan (stakeholders) terkait. Setelah itu. Kemudian. format buku serta alurnya. pada Bab III.dalam Bab I-pengantar tentang siklus manajemen keuangan sekolah/madrasah serta prinsip pengelolaan keuangan yang baik.Bagian 3 Manajemen Keuangan Bagian ini membahas seluk-beluk manajemen keuangan sekolah/ madrasah dengan tujuan membantu pihak pengelola sekolah/madrasah agar memperoleh pemahaman dan keterampilan yang berkaitan dengan pengelolaan siklus penganggaran melalui penyiapan anggaran. . pengendalian dan pengawasan keuangan di tingkat sekolah/madrasah. dan Bab VI menguraikan hal-ihwal pelaporan keuangan sekolah/madrasah. pada Bab II. Bab VII menutup Bagian ini dengan membahas berbagai hal yang bertalian dengan masalah audit. diberikan gambaran umum tentang penatausahaan keuangan sekolah/madrasah. Untuk mencapai tujuan yang dimaksud. pengelolaan barang milik sekolah/ madrasah. termasuk jenis buku dan transaksi. diuraikan berbagai jenis pajak yang terkait dengan pengelolaan keuangan dan transaksi di tingkat sekolah/madrasah.

Bagian 3 160 .

pemisahan yang dilakukan untuk setiap tingkat bukanlah untuk membed akan pengelolaan keuangan di tingkat sekolah/madrasah.Bagian 3 Bagian 3 Bab I Pengantar Manajemen Keuangan Sekolah/Madrasah A. Masingmasing tahapan mempengaruhi tahapan selanjutnya dan semuanya membentuk satu siklus yang tidak terputus. melainkan sekedar memperlihatk an fokus pada kegiatan-kegiatan yang seharusnya dilakukan di masing-masing tahapan. LATAR BELAKANG Manajemen keuangan sekolah/madrasah merupakan lanjutan dari materi perencanaan dan penganggaran sekolah/madrasah. Dalam pengertian umum manajemen keuangan. perencanaan dan penganggaran merupakan bagian dari manajemen keuangan secara keseluruhan. Sebagaimana diamanatkan dalam Undang Undang Dasar 1945 khususnya Pasal 31 ayat 2 bahwa Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan suatu sistem pengajaran 161 .

penganggaran. . maka dengan adanya program BOS pengelolaan/manajemen keuangan sekolah/madrasah keseluruhannya berada di tangan sekolah/madrasah (kepala sekola h/ madrasah) dengan melibatkan wakil dari orangtua murid (komite sekolah/madrasah) dalam hal pengawasan penggunaan dana. Penganggaran keuangan merupakan tindak lanjut dari perencanaan keuangan denga n membuat rincian pengeluaran dan pemasukan yang akan dilakukan/diperoleh. Perencanaan keuangan meliputi kegiatan merencanakan pemasukan dan pengeluaran serta kegiatan-kegiatan lainnya untuk periode tertentu. pengelolaan. pencarian dan penyimpanan dana yang dimiliki oleh organisasi. Sejak diluncurkannya Program BOS pada tahun 2005. B. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan peserta mengenai manajemen keua ngan di tingkat sekolah/madrasah dengan cara memahami prinsip-prinsip manajemen keuan gan yang baik.nasional. termasuk dalam pengelo laan keuangan pendidikan. baik kepada dinas pendidikan maupun kepada masyarakat. PENGERTIAN MANAJEMEN KEUANGAN SEKOLAH/MADRASAH 1. pemerintah pusat dan daerah berkewaji ban menyelenggarakan suatu sistem pendidikan yang menyeluruh. Pengelolaan keuangan merupakan kegiatan penggunaan dana organisasi untuk memaksimalkan dana yang ada dengan berbagai cara. pemeriksaan. Masyarakat juga berhak dan wajib berperan dalam mengawasi penggunaan dana pendidikan ini sehingga tanggung jawab pengelolaan ber ubah menjadi ke dua arah . Definisi Beragam referensi yang ada memberikan definisi beragam untuk manajemen keuangan. b. c. yang diatur dengan Undang-undang. Secara umum manajemen keuangan merupakan pengendalian atas fungsi-fungsi keuangan di mana kemudian fungsi-fungsi ini diterjemahkan dalam kegiatan perenca naan. Jika sebelumnya tanggung jawab pengelolaan keuangan ini lebih cende rung satu arah karena dana penyelenggaraan sekolah/madrasah tidak langsung dipegang ole h sekolah/madrasah. Rincian dari masing-masing kegiatan tersebut adalah sebagai berikut: a. tugas kepala sekolah/madrasah tidak hanya mencakup pelayanan pendidikan kepada masyarakat tapi juga termasuk pengelo laan keuangannya. Kewajiban pengelolaan keuangan pada tingkat sekolah/madrasa h kemudian menjadi tanggung jawab kepala sekolah/madrasah sebagai wakil dari pemer intah daerah di tingkat sekolah/madrasah. pengendalian.

Pencarian keuangan merupakan kegiatan mencari dan mengeksploitasi sumber dana yang ada untuk keperluan operasional kegiatan organisasi. e. Pengendalian keuangan merupakan pelaksanaan evaluasi serta perbaikan atas keuangan dan sistem keuangan pada perusahaan. Penyimpanan keuangan merupakan kegiatan pengumpulan dana perusahaan serta penyimpanan dana tersebut dengan aman. Depdiknas (2000) mendefinisikan manajemen 162 . Pada dasarnya. manajemen keuangan di tingkat sekolah/madrasah tidak berbeda deng an pengertian yang berlaku secara umum. g. f. Pemeriksaan keuangan merupakan pelaksanaan audit internal atas keuangan organisasi agar tidak terjadi penyimpangan.d.

memupuk kreativitas pencarian sumber pendanaan sekolah/madrasah. perencanaan. pembukuan. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggar aan Pendidikan. 2. meminimalkan penyalahgunaan anggaran sekolah/madrasah. pelaporan dan pengawasan keuangan sekolah/madrasah. Tujuan Manajemen keuangan merupakan hal penting dalam pengelolaan sekolah/madrasah secara keseluruhan. mengelola penggunaan dana sekolah/madrasah secara transparan dan akuntabel. Tujuan manajemen keuangan di tingkat sekolah/madrasah adalah: a. Dengan kata lain manajemen keuangan sekolah/madrasah merupakan rangkaian aktivitas yang mengatur keuangan sekolah/madrasah mulai dari perencanaan. mendorong pemanfaatan dana sekolah/madrasah secara lebih ekonomis. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara 4. Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah (direvisi melalui Permendagri 59/2007) 8. mendorong kompetensi penanggungjawab keuangan sekolah/madrasah. sejalan dengan tugas dan tanggung jawab sekolah/madrasah dal am mengelola secara langsung dana penyelenggaraan pendidikan melalui program BOS. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara 2. dan f. d. pembukuan. pelaksanaan. pertanggungjawaban dan pelaporan. pembelanjaan. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah 7. . Kegiatan perencanaan telah dibahas khusus dalam bagian perencanaan dan pengangga ran sekolah/madrasah.keuangan sebagai tindakan pengurusan/ketatausahaan keuangan yang meliputi pencatatan. Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan 9. pengawasan dan pertanggungjawaban keuangan sekolah/madrasah. LANDASAN HUKUM Pengelolaan maupun manajemen keuangan daerah diselenggarakan berdasarkan peratur an perundangan yang berlaku. c. yaitu: 1. sedangkan bagian ini akan membahas tentang penatausahaan. C. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional 3. e. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik 6. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggun g Jawab Keuangan Negara 5. b. meningkatkan efektivitas dan efisiensi penggunaan dana sekolah/madrasah.

Pasal 10 ayat (1) butir b secara khusus menya takan bahwa Kekuasaan pengelolaan keuangan daerah dilaksanakan oleh kepala satuan kerja 163 .Undang-Undang 17 Tahun 2003 meletakkan dasar hukum bagi pengelolaan keuangan bai k untuk tingkat pusat maupun daerah.

atau perbandin gan tingkat pencapaian hasil program dengan target yang ditetapkan di awal. dan biaya. transparansi dan akuntabilitas publik (Pasal 48). dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan. pikiran.merupakan perbandingan antara outcome dengan output.merupakan konsep yang digunakan untuk memperoleh input/masukan pada tingkat kualitas dan kuantitas tertentu pada tingkat harga yang terendah. ekonomis. pikiran. dalam hal ini kepala sekolah/madrasah. tenaga dan biaya tertentu memberikan hasil sebanyakbanyaknya baik kuantitas maupun kualitasnya. Manajeme n keuangan dikatakan memenuhi prinsip efektivitas kalau kegiatan yang dilakukan dapat mengatur keuangan untuk membiayai aktivitas dalam rangka mencapai tujuan lembaga yang bersangkutan dan kualitatif outcomes-nya sesuai dengan rencana yang . PRINSIP MANAJEMEN KEUANGAN YANG BAIK Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 48 menyatakan bahwa pengelolaan dana pendidikan berdasarkan pada prinsip keadilan.terkait dengan kuantitas dari suatu kegiatan. Undang-undang in i secara jelas meletakkan tanggung jawab pengelolaan keuangan di tingkat pejabat p engguna anggaran. b. efisiensi. waktu dan biaya. Kegiatan dapat dikatakan efisien kalau dengan penggunaan waktu. Daya yang dimaksud meliputi tenaga. transparansi. Perbandingan dapat dilihat dari dua sisi: Dari segi penggunaan input (masukan) tenaga. Kegiatan dapat dikatakan efisien kalau penggunaan waktu. Efisien-. dan akunt abilitas publik. Prinsip-prinsip tersebut sejalan dengan prinsip manajemen keuangan secar a umum yaitu: 1. Value for Money Prinsip value for money menyemangati UU 17 tahun 2003 Pasal 3 Ayat 1: Keuangan negara dikelola secara tertib. Seringkali efisiensi digambarkan sebagai perbandingan yang terbaik antara masukan (input) dan keluaran (out put) atau antara daya dan hasil. c. transparan. taat pada peraturan perundang-undangan. Value for money merupakan sebuah konsep generik yang pad a intinya mengedepankan 3 (tiga) hal: a. Ekonomis-.perangkat daerah selaku pejabat pengguna anggaran/barang daerah . tenaga dan biaya yang sekecilkec ilnya dapat mencapai hasil yang ditetapkan. Sedangkan Undang-Undang Nomor 2 0 Tahun 2003 meletakkan prinsip pengelolaan dana pendidikan yang berdasarkan prins ip keadilan. D. efektif. efisiensi. Dilihat dari segi hasil (output). efisien. Peraturan perundangan lain di atas baik secara eksplisit maupun implisit mengedepankan pentingnya mana jemen keuangan yang baik di tingkat sekolah/madrasah. waktu. Efektif-.

164 . akuntabilitas berarti pertanggungjawaban dana sekolah/madrasah sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan. Pertanggungjawaban dapat dilakukan kepada ora ng tua siswa. Untuk lingkup manajemen keuangan sekolah/madrasah. maupun pemerintah. ataupun pihak pihak lain yang telah ditetapkan). Akuntabilitas Akuntabilitas merupakan kewajiban untuk mempertanggungjawabkan hasil kerja sesua i dengan mandat yang diterima kepada orang lain (masyarakat. atasan. 2. masyarakat.telah ditetapkan.

keterbukaan sumber keuangan dan jumlahnya. Dengan adanya transparansi maka akan tercipta kepercayaan timbalb alik antara sekolah/madrasah. orang tua. Be ntuk dari setiap pilar tersebut dalam bidang pendidikan antara lain berupa: 1. adanya peraturan. akuntabilitas dan partisipasi merupakan bagian dari pilar good gove rnance dan berkaitan erat dengan tata kelola pendidikan (good education governance). AKUNTABILITAS DAN PARTISIPASI DI SEKOLAH/MADRASAH Transparansi. adanya peraturan yang menjamin akses terhadap informasi (tepat waktu. Manajemen keuangan diselenggarakan untuk mendukung pencapaian pemerataan kesempatan tersebut. c. UU 14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik mengatur tentang akses terhadap informasi yang dikuasai oleh ba dan publik (termasuk sekolah/madrasah). TRANSPARANSI. Akuntabilitas . pelibatan stakeholder (para pemangku kepentingan) dalam penyusunan rencana maupun pengawasan. dan pedoman proses partisipasi yang telah disusu n. masyarakat dan pemerintah. 5. keterbukaan penggunaan serta pertanggungjawabannya sehingga memudahkan pihak yang berkepentingan untuk mengetahuinya. E. Prinsip ini menjadi penting pada organisasi yang menyediakan pelayanan publik karena fokus pelayanan adalah agar masyarakat memperoleh kesempatan yang sama dalam mengakses pelayanan pendidikan. adanya mekanisme keterbukaan dan standarisasi pelayanan publik 3. adanya forum konsultasi dan temu publik baik pada tahapan perencanaan maupun pelaksanaan rencana. Keadilan Keadilan dalam manajemen keuangan adalah adanya kesempatan yang sama untuk mendapatkan pelayanan publik yang berkualitas. Partisipasi a. Transparansi Transparansi adalah adanya keterbukaan informasi.3. kebijakan. 2. Dalam lingkup manajemen keuangan sekolah/ madrasah. mudah dijangkau dan bebas diperoleh) b. transparansi berarti keterbukaan akan kebijakan-kebijakan keuangan. Transparansi a. Integritas Pengelolaan keuangan dipercayakan kepada sumber daya yang memiliki kemampuan sesuai dengan bidang kerjanya (integritas) dan kejujuran yang tinggi sehingga pe luang terjadinya korupsi dapat diminimalkan. b. 4.

Berdasarkan bentuk nyata setiap pilar dalam tata-kelola pendidikan.a. d. b. adanya mekanisme penyampaian keluhan dan tanggapan (complaint and response). pengukuran dan penilaian kinerja. adanya mekanisme pertanggungjawaban/pelaporan. adanya mekanisme reward dan punishment. c. maka fungsi manajemen/ 165 . adanya indikator kinerja.

akuntabilita s dan partisipasi) adalah: 1.pengelolaan sekolah/madrasah yang bersinggungan adalah dalam: 1. pencatatan barang. tata kelola dan fungsi kepemimpinan dan manajemen SDM Contoh nyata yang berkaitan erat dengan ketiga pilar (transparansi. Bagian ini hanya akan mengulas topik-topik: penatausahaan keuangan. tata-kelola dan fungsi perencanaan dan penganggaran di sekolah/madrasah. dan 5. Rencana dan realisasi penggunaan dana yang ditempel di papan pengumuman sekol ah/ madrasah 2. masalah perencanaan dan penganggaran dijela skan dalam bagian terpisah. 3. Seperti telah dijelaskan sebelumnya. pajak. tata kelola dan fungsi pelaporan dan pertanggungjawaban. Pengumuman penerimaan dana sekolah/madrasah yang ditujukan kepada masyarakat melalui papan pengumuman. pelaporan. 166 . 2. tata-kelola dan fungsi implementasi program dan kegiatan di sekolah/madrasah. 4. tata kelola dan fungsi monitoring dan evaluasi. serta pengawasan dan a udit. pembukuan.

kepala sekolah/ madrasah dibantu oleh bendahara sekolah/madrasah serta juru buku (jika ada). serta pelaporan penggunaan dana di tingkat sekolah/madrasah. Semakin banyak staf yang terlibat dalam penerimaan. LATAR BELAKANG Penatausahaan keuangan sekolah/madrasah memfokuskan diri pada tata cara penerima an. Tugas penatausahaan keuangan sekolah/madrasah berada di tangan kepala sekolah/ madrasah sebagai penanggungjawab utama.Bagian 3 Bab II Penatausahaan Keuangan Sekolah/Madrasah A. pengeluaran maupun pelaporan dana maka akan semakin kecil kemungkina n 167 . dan ini merupakan prinsip yang berlaku umum. Masing masing fungsi menggunakan serangkaian format yang mengacu pada format yang telah digunakan dalam Buku Panduan BOS untuk memudahkan pengintegrasian laporan. pengeluaran. Pem isahan tanggung jawab merupakan hal penting dalam penatausahaan sekolah/madrasah. Dalam pelaksanaannya.

format BOS digunakan sebagai acuan guna memudahkan pengintegrasian laporan. Secara umum. pengeluaran/penggunaan dan pelaporan dana menjad i topik bahasan dalam bab ini. berdasarkan sumbernya penerimaan sekolah/ madrasah dapat dikelompokkan sebagai berikut: a. Tata cara penerimaan.terjadinya penyalahgunaan. Bab ini bertujuan untuk menjelaskan hal-ihwal penting tentang tiga hal berikut: 1. e. partisi pasi dari sumber-sumber lain akan lebih tergali. Alur dalam prosedur penerimaan. dan g. c. pengeluaran dan pelaporan merupakan inti dari penatausahaan keuangan sekolah/madrasah. pemerintah daerah. Orang tua siswa. Pemerintah (BOS Pusat. f. dikaitkan dengan peran dan tanggung jawab di setiap tahapan kegiatan. PENGERTIAN PENATAUSAHAAN KEUANGAN SEKOLAH/MADRASAH Penatausahaan keuangan secara umum adalah pengaturan fungsi dan alur pelaksanaan aktivitas keuangan sekolah/madrasah berkaitan dengan penerimaan. pentingnya pembagian peran dan tanggung jawab pengelolaan keuangan di tingkat sekolah/madarasah. Penerimaan Pasal 46 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 menyatakan bahwa pendanaan pendidikan menjadi tanggung jawab bersama antara Pemerintah Pusat. pengeluaran. Yayasan penyelenggara pendidikan bagi lembaga pendidikan swasta. pentingnya penatausahaan keuangan di tingkat sekolah/madrasah. Dalam bab-bab berikutnya. Tata-cara penatausahaan keuangan di tingkat sekolah/madrasah. Meskipun sampai saat ini sebagian besar sekolah/madrasah (khususnya yang berstat us sekolah/madrasah negeri) masih sangat tergantung pada dana pemerintah (BOS) namu n dengan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan yang berkualitas. DAK). Dunia usaha dan industry. B. 1. b. Sumber lain seperti hibah yang tidak bertentangan dengan peraturan perundanga n yang berlaku. . dan 3. Usaha mandiri sekolah/madrasah. sampai pelaporan. 2. Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota (BOSDA). dan masyarakat. d.

BOS sebagai penyumbang terbesar penerimaan sekolah/madrasa h 168 . Perlu diperhatikan bahwa setiap sumb er dana umumnya menetapkan syarat bagi penggunaan dana tersebut (kecuali tidak dinyatakan demikian). Pengeluaran Pada prinsipnya pengeluaran/belanja sekolah/madrasah mencakup semua bentuk alira n dana keluar sekolah/madrasah yang digunakan untuk penyediaan layanan pendidikan baik secara langsung maupun tidak langsung.2.

Sangat penting untuk memisahkan fun gsi penerimaan. pengeluaran dan pencatatan. Pelaporan Pelaporan dalam lingkup penatausahaan keuangan merupakan bentuk pertanggungjawab an secara vertikal maupun horizontal atas penggunaan dana-dana yang dikuasakan kepada sekolah/madrasah (kepala sekolah/madrasah) dalam kurun waktu tertentu. mengumumkan daftar komponen yang boleh dan tidak boleh dibiayai oleh dana BOS di papan pengumuman sekolah/madrasah (Format BOS-02). Peran dan tanggung jawab dari pelaksana penatausahaan keuangan di tingkat sekola h/ madrasah secara rinci adalah sebagai berikut (sebagian berdasarkan Buku Panduan BOS). Ketentuan ini dituangkan dalam bentuk tata cara atau pros edur pengeluaran/penggunaan dana. . Hibah dari lembaga-lembaga donor maupun dunia usa ha dan industri juga seringkali menetapkan ketentuan penggunaan dana yang harus dit aati oleh sekolah/madrasah. melaporkan perubahan data jumlah siswa setiap triwulan kepada Dinas Pendidika n Kabupaten/Kota. c. Kepala Sekolah bertanggungjawab dalam: a. TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB PENATAUSAHAAN KEUANGAN SEKOLAH/ MADRASAH Idealnya terdapat 3 posisi yang berperan penting dalam penatausahaan keuangan se kolah/ madrasah: (1) Kepala sekolah/madrasah sebagai penanggungjawab utama dalam pelaks anaan penatausahaan keuangan sekolah/madrasah. Ta ta cara pelaporan maupun bentuk laporan seringkali beragam untuk sumber dana yang berbeda. namun dengan semakin berkembangnya tuntutan untuk mengelola keuangan sekolah/ madrasah secara bertanggungjawab maka posisi ini sebaiknya diadakan guna pemisah an fungsi untuk pengendalian dan akuntabilitas. dan (3) Juru Buku sebagai penang gungjawab pencatatan aktivitas keuangan di tingkat sekolah/madrasah. Dalam bagian ini. C. mengelola dana yang diterima secara bertanggungjawab dan transparan. b. Untuk saat ini banyak sekolah/ madrasah yang belum menempatkan Juru Buku dalam struktur pengelolaan keuangannya . 1. (2) Bendahara sebagai penanggungjawab aktivitas keuangan di tingkat sekolah/madrasah. laporan yang digunakan dalam BOS menjadi acuan bagi sumber dana lain yang dimiliki sekolah/madrasah. d.menetapkan aturan yang ketat dalam penggunaannya seperti tercantum dalam Buku Panduan (Petunjuk Teknis) BOS. memverifikasi jumlah dana BOS yang diterima dengan data siswa. 3.

e. membuat laporan triwulanan penggunaan dana BOS dan barang/jasa yang dibeli oleh sekolah yang ditandatangani oleh kepala sekolah. bendahara dan ketua komite sekolah (Format BOS-03). f. 169 . bendahara dan ketua komite sekolah/madrasah. (Gunakan format BOS K-1 dan K-1A sebagai acuan). mengumumkan volume dana yang diterima dan dikelola sekolah/madrasah dan rencana penggunaan (RAPBS) di papan pengumuman yang ditandatangani oleh kepala sekolah/madrasah.

menyusun laporan internal penerimaan dan pengeluaran dana (BOS K-2). e. membukukan format-format pembukuan: Buku Kas Umum. Buku Pembantu Kas. d. Bendahara. bertanggungjawab terhadap penyimpangan penggunaan dana di sekolah/madrasah. 2. h. menyiapkan bukti transaksi. dan Buku Pembantu. menyimpan bukti transaksi di tempat yang aman dan mudah dicari. d. j. K-4. g. dan e. dan l. dan laporan eksternal penerimaan dan pengeluaran dana (Format BOS-03). f. Pelaksanaan penatausahaan keuangan beserta peran dan tanggung jawab para pelakun ya . dan Buku Pembantu. melakukan pengecekan rekonsiliasi (antara BOS K-3 dengan K-4. menyiapkan daftar penggunaan uang sehari-hari untuk mendapatkan persetujuan dari kepala sekolah/madrasah.g. b. bertanggungjawab dalam: a. melakukan pengecekan rekonsiliasi antara berbagai format pembukuan dan penutupan buku/format tersebut pada waktunya. Buku Pembantu Kas.dan 23) dan PPN. membantu kepala sekolah/madrasah dalam menyusun RAPBS (untuk yang menerima dana BOS: BOS K-1 dan BOS K-1A). 3. dan K-6 serta Laporan BOS K-2 d an BOS-03). memungut dan menyetor PPh (pasal 21. dan menyusun SPJ. Buku Pembantu Bank. menghitung. b. memeriksa dan menyetujui pembukuan untuk format-format pembukuan: Buku Kas Umum. menyetujui bukti-bukti transaksi dan kodenya. memberi kode pada bukti transaksi. dan K-6) s ecara periodik. K-5. k. Buku Pembantu Bank. menyetujui tiap pengeluaran yang akan dilakukan. memeriksa pemungutan dan penyetoran pajak. memeriksa dan menyetujui laporan internal penerimaan dan pengeluaran dana (BO S K-2). dan lapo ran eksternal penerimaan dan pengeluaran dana (Format BOS-03). Juru Buku bertanggungjawab dalam: a. menyampaikan penggunaan dana BOS kepada Tim Manajemen BOS Kabupaten/ Kota. sebelum diperiksa kepala sekolah/ madrasah. c. melakukan pengecekan pembukuan (BOS K-3. c. i.

Penatausahaan keuangan yang diterapkan haruslah sesuai dengan peraturan dan perundangan yang berlaku. 2. 1. Adanya pemisahan tugas di antara pihak pemberi otorisasi. Azas yang dimaksud termasuk yang befrikut.seperti yang diuraikan di atas pada dasarnya mengacu pada azas umum penatausahaa n keuangan. yang menerima dan 170 .

Mengirimkan/memutakhirkan daftar jumlah siswa untuk periode tahun pelajaran (untuk dana BOS). 3. Prosedur Penerimaan Dana a. d. 171 . Jika dana sudah masuk ke rekening maka dana yang masuk itu dicatat pada BOS K-3 dan K-5. dan 5. menggunakan form at BOS-02 sebagai acuan. Menyimpan bukti penerimaan dana sebagai dokumen sesuai nomor dan tanggal di tempat yang aman dan mudah ditemukan. dan yang mencatat transaksi. c. Dokumen bukti yang menjadi dasar penerimaan dan/atau pengeluaran dalam pelaks anaan APBS harus ditandatangani oleh bendahara sekolah/madrasah dan disahkan oleh kepa la sekolah/madrasah. Menyusun rincian kebutuhan untuk setiap periode (3 bulanan). e. Kepala sekolah/madrasah wajib melakukan pemeriksaan terhadap penatausahaan keuangan sekolah/madrasah secara berkala (minimal setiap tiga bulan). Kepala sekolah/madrasah yang menandatangani dan/atau mengesahkan dokumen bukt i pada poin 4 di atas bertanggungjawab terhadap kebenaran material dan akibat yang mungkin timbul dari penggunaan surat bukti yang dimaksud.mengeluarkan uang. b. Melakukan pembukuan dengan mencatat pengambilan dana dalam format BOS K-3 atau K-4. Rincian kebutuhan disusun berdasarkan jenis dan kebutuhan dengan mengacu pada RAPBS (perubahan dari RAPBS dimungkinkan selama tidak melebihi penerimaan). PROSEDUR PENERIMAAN. Memeriksa apakah dana sudah berada di rekening sekolah/madrasah (bank). D. 4. PENGELUARAN DAN PELAPORAN PENGGUNAAN DANA 1.

. misalnya studi banding. dipinjamkan kepada pihak lain.) ( . C) Rencana Penggunaan Dana BOS di Sekolah Komponen No..... Pembiayaan seluruh kegiatan dalam rangka penerimaan siswa baru. B) Dana BOS tidak boleh digunakan untuk (sesuaikan dengan panduan BOS): 1. . Jumlah Dana (Rp) Total Ketua Komite Sekolah Kepala Sekolah Bendahara ( 172 .Contoh format Pengumuman Rencana Penggunaan Dana (BOS-02): Pengumuman Rencana Penggunaan Dana . membiayai kegiatan yang tidak menjadi prioritas sekolah/madrasah dan memerluk an biaya besar. Pembelian/penggandaan buku teks pelajaran.. 4. study tour (karya wisata) dan sejenisnya.. .) ( .) .. serta kegiatan lain yang berkaitan lang sung dengan kegiatan tersebut (misalnya untuk photocopy. dan uang lembur dalam rangka penerimaan siswa baru. 2. administrasi pendaftaran..d. penggandaan formulir. dan pendaftaran ulang. dst. pembuatan spanduk sekolah gratis.. dan lain sebagainya yang relevan). dst.. 3. 2. 3. konsumsi panitia. disimpan dalam jangka waktu lama dengan maksud dibungakan. . Periode Jumlah Siswa: . s. Jumlah Dana BOS : Rp A) Dana BOS boleh digunakan untuk (sesuaikan dengan panduan BOS) : 1. yaitu biaya pendaftaran... .

3. BOS K-4. verifikasi oleh bendahara dengan surat pemesana. b. bukti transaksi. dan Buku Pembantu Pajak (BOS K-6) beserta dokumen pendukungnya sebagai bukti. dan h. Permintaan yang tidak sesuai Format BOS-02 memerlukan persetujuan kepala sekolah/madrasah. Prosedur Pengeluaran/Penggunaan Dana telah diatur sebagai berikut: a. penghitungan PPN dan PPh. kwitansi asli ataupun bukti transfer disimpan se melakukan pencocokan antara bukti penerimaan barang g. BOS K-3. Tahap verifikasi merupakan tugas dari bendahara dengan melihat kesesua ian antara surat pemesanan dengan kartu penerimaan barang untuk beberapa hal berikut : jenis. pembelian barang/jasa untuk setiap kali belanja tidak melebihi Rp 10 juta. Laporan disusun dengan mengacu pada Buku Kas Umum (BOS K-3). pembayaran per kas atau bank bagai bukti. penerimaan barang/jasa mencatat dalam Kartu Penerimaan Barang (Bab V) dan menyerahkan bukti penerimaan ke bendahara. K-4 . Laporan yang perlu dibuat untuk diumumkan kepada masyarakat adalah Laporan Penggunaan Dana BOS (Format BOS-03). Semua bukti terkait disimpan sebagai dokumen sesuai nomor dan tanggal pelaksa naan kegiatan di tempat yang aman dan mudah ditemukan. harga. . K-5 dan K-6 (Bab IV). kualitas. Prosedur Pelaporan a. d. barang/jasa yang diperoleh sesuai dengan yang dipesan dan terdapat bukti yang cukup untuk mendukung transak si tersebut. dan a lokasi/ ketersediaan dana.2. BOS K-5 dan BOS K-6. Buku Pembantu Bank (BOS K-5). mencocokkan pengajuan permintaan dengan rencana penggunaan dana. mengintegrasikan pengajuan kebutuhan permintaan akan jenis barang/jasa yang diperlukan oleh guru/lainnya. Penggunaan dana untuk pembelian barang/jasa memerlukan tahap verifikasi yang per lu mendapatkan perhatian khusus. e. Hal ini penting dilakukan untuk memastikan bahwa barang yang dipesan sudah sesuai dengan kebutuhan. BOS K-3. c. jumlah. semester dan tahunan b. Laporan pertanggungjawaban keuangan disampaikan setiap triwulan. d. melakukan pembukuan yaitu dengan mencatat pada buku yang sesuai. c. Laporan yang perlu dibuat untuk diserahkan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/ Kota adalah format BOS K-2. Buku Pembantu Kas (BOS K-4). f.

Format BOS K-1 adalah format untuk menyusun rencana keuangan yang dituangkan 173 .E. beberapa dokumen yang penting terkait dengan penatausa haan keuangan sekolah/madrasah selain dari yang telah dijelaskan di atas adalah: 1. JENIS DOKUMEN DAN BUKTI TRANSAKSI DALAM PENATAUSAHAAN KEUANGAN SEKOLAH/MADRASAH Dengan menggunakan format BOS sebagai acuan untuk juga digunakan pada sumber dan a sekolah/madrasah lainnya.

Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota. dengan materai Rp 6. sehing ga harus memuat laporan penerimaan dan penggunaan uang dari semua sumber dana di sekolah. dengan meterai Rp 3. sehingga harus memuat rencana penerimaan dan rencana penggunaan uang dari semua sumber dana yang diterima sekolah/madrasah. Bukti Penerimaan-.yaitu bukti yang digunakan sebagai dokumen dalam transaksi penerimaan di sekolah/madrasah. tanda terima sumbangan.dalam RAPBS.000.00 c.000. Format BOS-K1 perlu dilengkapi dengan renc ana penggunaan dana secara rinci. Sumber informasi untuk penyusunan Format BOS K-2 adalah pembukuan pada Format BOS K-3 (yang tidak multi sumber dana) dan dari semua sumber dana yang di kelola oleh sekolah pada periode yang sama. Format ini adalah format multi sumber dana. dan para pemeriksa lainnya apabila diperlukan. 2.000.000.00 b.yaitu bukti yang digunakan sebagai dokumen dalam transaksi penyetoran uang ke bank.00 untuk nilai Rp 250. tanpa meterai untuk nilai < Rp 250.000. 174 .000. yang dibuat tahunan dan tiga bulanan yaitu Fomat B OSK1A. 1. Contoh: kwitansi pembayaran ataupun bukti trans fer bank dengan ketentuan sebagai berikut: a. 2. Format ini adalah format multi sumber dana.00 untuk nilai > Rp 1. Dokumen ini disimpan di sekolah/madrasah dan diperlihatkan kepada pengawas.00 s/d Rp 1. Bukti Penyetoran-. Format BOS K-2 adalah format laporan keuangan terintegrasi dan singkat/padat (condensed) dan merupakan satu-satunya laporan yang disampaikan kepada tim manajemen BOS Kabupaten/Kota. Bukti Pengeluaran-. Contoh: kartu penerimaan barang.000.yaitu bukti yang digunakan sebagai dokumen dalam transaks i pengeluaran di sekolah/madrasah. Format ini dibuat untuk setiap sumber dana yang diterima sekolah. Bukti transaksi yang penting bagi penatausahaan keuangan dapat digolongkan dalam 3 (tiga) kelompok seperti yang dipaprkan berikut.00 3. dan khusus untuk sekolah/madrasah swasta juga ditandatangani oleh ketua yayasan.000. komite sekolah/madrasah. Format ini harus ditandatangani oleh kepala sekolah/ madrasah.

APBD maupun sumbangan masyarakat. PPh 22. Pada bab ini kita akan menelaah ihwal kewajiban perpajakan atas penggunaan dana yang ada di sekola h/ madrasah yaitu mulai dari kewajiban memungut. LATAR BELAKANG Pajak merupakan sumber utama pendapatan negara guna membiayai penyediaan pelayan an publik termasuk pelayanan pendidikan. Sekolah/madrasah sebagai institusi pengguna dana baik dari APBN. dalam pelaksanaan kegiatan kiranya perlu memahami aturan perpajakan yang berlaku umum dan penerapannya. 175 . mengharuskan kita sering memutakhirkan pengetahuan agar tidak t imbul permasalahan di belakang hari. PPh 23.Bagian 3 Bab III Perpajakan A. dan PPN termasuk regulasi perpajakan terkini yang terkait de ngan kewajiban perpajakan tersebut. Banyaknya regulasi perpajakan yang dikelua rkan oleh pemerintah. menyetorkan dan melaporkan pajak P Ph 21.

000. 21 terutang setahun 5% x C Rp 150.00 Gaji pokok setahun (A) Rp 22. 4) Apabila penghasilan guru/pegawai non-PNS tersebut dalam setahun lebih dari Rp 500 juta maka berlaku tarif 30%. 2. B. Implementasi PPh Ps.000.000. fokus pembahasan pada Bab 3 ini adalah: 1. upah.Oleh karena itu. honorer dan lain-lain. 21 atas gaji yang diberikan bulanan kepada guru/pegawai non-PNS: Gaji pokok sebulan Rp 2. Tarif dan Perhitungan Pajak Penghasilan Pasal 21. hono rarium.00 PPh Ps.000.800. tata cara pemungutan. tunjangan dan pembayaran lain dengan nama dan dalam bentuk apapun sehubungan dengan pekerjaan atau jabatan.00 Penghasilan Kena Pajak (C= A-B) Rp 3. Berikut contoh penghitungan PPh Ps. 3) Apabila penghasilan guru/pegawai non-PNS tersebut dalam setahun dari Rp 250 juta sampai dengan Rp 500 juta maka berlaku tarif 25%. PAJAK DI TINGKAT SEKOLAH/MADRADAH 1. tentang pentingnya menunaikan kewajiban perpajakan dengan benar sesuai ketent uan yang berlaku. penyetoran dan pelaporan pajak dengan benar. 21 ini di tingkat sekolah/madrasah pada penggunaan dana BOS adalah ketika sekolah/madrasah memberikan honorarium bulanan kepada guru/ pegawai non-PNS. Penjelasan tentang masing-masing pajak yang ada di tingkat sekolah/madrasah akan dibahas berikut ini. yaitu pajak atas penghasilan berupa gaji.800. maka berlaku ketentuan tarif sebagai berikut: 1) Apabila penghasilan guru/pegawai non-PNS tersebut dalam setahun sampai dengan Rp 50 juta maka berlaku tarif 5%. sanksi-sanksi terkait dengan kelalaian pelaksanaan kewajiban pajak. dan 3.000.00 .000. 2) Apabila penghasilan guru/pegawai non-PNS tersebut dalam setahun dari Rp 50 juta sampai dengan Rp 250 juta maka berlaku tarif 15%. Pajak dikenakan kepada karyawa n/ pegawai tidak tetap/tenaga ahli. Pajak Penghasilan Pasal 21 a. jasa dan kegiatan.00 Dikurangi: Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP)/Kawin dengan 2 anak (B) Rp 19.000.

21 sebulan (C : 12 bulan) Rp 12.00/tahun Tambahan status kawin Rp 1.00/tahun 176 . maksimal 3 orang @ Rp 1.00 Besarnya Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) adalah: Status sendiri Rp 15.320.000.00/tahun Tambahan tanggungan keluarga.500.PPh s.840.000.320.000.

Anggota Polri. PPh 21 juga dikenakan terhadap penghasilan: 1) Pegawai honorer dengan ketentuan sebagai berikut: a) Honor bulanan < Rp 1. dan dilaksanakan paling lambat 10 hari setelah bulan yang bersangkutan. 2) Bendahara sekolah wajib melaporkan PPh 21 yang telah disetorkan tersebut ke K antor Pelayanan Pajak (KPP) setempat dengan menggunakan formulir Surat Pemberitahuan Masa (SPT) PPh 21 dengan dilampiri Surat Setoran Pajak (SSP) lembar 3.03/2010 tentang Tata Cara pemotongan Pajak Penghasilan pasal 21 bagi Pejabat Negara. . maka semua bendaharawan baik pada sekolah/madrasah negeri maupun sekolah/madrasah bukan negeri wajib memungut: 1) Bagi guru/pegawai non-PNS sebagai peserta kegiatan.000. b) Golongan III dengan tarif 5% (lima persen) dari penghasilan bruto. Pos Indonesia dengan media Surat Setoran Pajak (SSP) . harus dipotong PPh Pasal 21 dengan menerapkan tarif Pasal 17 UU PPh sebesar 5 % dari jumlah bruto honor.00 atau dalam sebulan tidak mencapai Rp 1. c.000.00 maka bendaharawan sekolah/madrasah negeri maupun sekolah/madrasah bukan negeri tidak perlu memotong PPh Ps.320.Apabila penghasilan guru/pegawai non-PNS tersebut dalam setahun tidak mencapai Rp 15.320.00 per bulan takwim maka penghitungan PPh 21 harus disetahunkan dan berlaku norma perhitungan PPh 21 dengan tarif. (sesuai Peraturan Menteri Keuangan nomor 262/PMK.00 dalam 1 bulan takwim tidak dikenakan PPh 21 b) Honor bulanan > Rp 1. PNS.840. c) Penghasilan kena pajak dihitung dari penghasilan bruto dikurangi PTPK.000. Di samping pemberian honor rutin bulanan ada juga pemberian honor kepada guru PNS/Guru Non-PNS/Pegawai Non-PNS (bukan honor bulanan) dalam rangka melakukan kegiatan. 3) Pelaporan dilaksanakan paling lambat 10 hari setelah bulan yang bersangkutan. 21 atas penghasilan yang diterima guru/pegawai nonPNS tersebut.320. Tata cara penyetoran dan pelaporan PPh Ps. d) PTKP yang berlaku sama dengan PTKP pegawi tetap. Anggota TNI. dan pensiunannya atas penghasilan yang menjadi beban APBN atau APBD) b. 2) Bagi guru/pegawai PNS diatur sebagai berikut : a) Golongan I dan II dengan tarif 0 % (nol persen). c) Golongan IV dengan tarif 15% (lima belas persen) dari penghasilan bruto.000. 21: 1) Bendahara sekolah wajib menyetorkan PPh 21 yang dipungutnya ke kas negara melalui Bank Pemerintah/PT. Yang dimaksudkan bulan takwim adalah masa atau waktu yang diperbolehkan untuk membayar/melapor pajak tanpa dikenakan denda/sanksi.

00 tidak dikenakan PPh 21.2) Tenaga lepas dalam rangka pemeliharaan sekolah/madrasah.00 dan dalam 1 bulan takwim < Rp 1. dengan ketentuan sebagai berikut: a) Upah harian < Rp 150.000.320.000. 177 .

29 Desember 2000. 2.320. Apabila rekanan/toko tidak memiliki NPWP maka dikenakan tarif 100% lebih tinggi yaitu menjadi 3%. Pajak Penghasilan Ps. 3) Tenaga ahli seperti dokter. selambat-lambatnya 10 hari setelah bulan yang bersangkutan.320.00 dikenakan PPh 21 dengan tariff 5% atas jumlah bruto setelah dikurangi PTKP. Tata Cara Penyetoran dan Pelaporan PPh Pasal 21 dengan norma perhitungan di atas adalah mengikuti Petunjuk pelaksanaan pemotongan. akuntan./ 2000 tgl.000. selambat-lambatnya 10 hari setelah bulan yang bersangkutan.00 dan dalam 1 bulan takwim > Rp 1. 2) Penyetoran pajak dilakukan dengan menggunakan Surat Setoran Pajak (SSP) ke Ka ntor Pos atau Bank Badan Usaha Milik Negara atau Bank Badan Usaha Milik Daerah. pengacara. penilai/ aktuaria penghitunga PPh 21 adalah 50% x Penghasilan Bruto x 15% Pegawai tidak tetap tidak mendapat Pengurangan Biaya Jabatan. 22. KEP-545/PJ.000. maka: 1) Bendahara sekolah wajib menghitung. d) Upah harian (atau rata-rata) > Rp 150.000.00 dan dalam 1 bulan takwim < Rp 1. 22 Kewajiban perpajakan yang terkait dengan penggunaan dana untuk pembelian barang seperti ATK/bahan/penggandaan dan lain-lain maka bendahara sekolah negeri wajib memungut PPh Ps. dan pelaporan Paja k Penghasilan Pasal 21 yang diatur melalui Keputusan Dirjen Pajak No.00 dikenakan PPh 21 dengan tarif 5% atas jumlah bruto setelah dikurangi PTKP . 22 dengan tarif 1.00 . antara lain adalah sebagai berikut. memotong.03/2010 Pasal 3 yang dikecualikan dari pemungutan PPh Ps.320.00 namun dalam 1 bulan takwim > Rp 1.000.000.00 maka pada saat total upah melebihi Rp 1.000.320.000. 4) Kelalaian yang menyebabkan keterlambatan penyetoran maupun pelaporan akan dikenakan sanksi (akan dibahas kemudian). 5% x (bruto 150.000.5% dari nilai pembelian barang tidak termasuk PPN.000. dan menyetorkan PPh Pasal 21 yang terutang untuk setiap bulan takwim. konsultan.00 dikenakan PPh 21 sebesar 5% dari upah harian rata-rata di atas Rp 150.00). Pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 154/PMK. 5% x (bruto PTKP). arsitek. c) Upah harian > Rp 150.320. . atau bank-bank lain yang ditunjuk oleh Dirjen Anggaran. notaris. 3) Bendahara sekolah wajib melaporkan penyetoran tersebut sekalipun nihil dengan melakukan pengisian Surat Pemberitahuan (SPT) Masa disertai dengan lampiran Sura t Setoran Pajak (SSP) sebagai bukti penyetoran ke Kantor Pelayanan Pajak setempat. penyetoran.b) Upah harian < Rp 150. Sesuai KEP tersebut Pasal 21.000.00 maka pada saat total melebihi Rp 1.

000.000. Butir e. Gas. PDAM da n Benda-benda Pos. pelumas.i. (1) pembayaran yang jumlah paling banyak Rp 2. ii.00 (dua juta rupiah) dan tidak merupakan pembayaran yang terpecah-pecah. Listrik. Butir e. (2) Pembayaran untuk pembelian BBM. dan 178 . iii. Butir b (14) buku-buku pelajaran umum. kitab suci dan buku-buku pelajaran aga ma.

Jasa perancang/design e. Bendahara sekolah negeri wajib memungut PPh Ps. Jasa pengeboran di bidang pertambangan migas f. pembukuan dan atestasi LK d. Yang menjadi objek PPh Ps. v. 22 pada setiap pelaksanaan pembayaran barang kepada rekanan. 36/2008 dikenakan tarif 15% dari jumlah bruto. Tata cara pemungutan dan penyetoran PPh Ps. 23 adalah: i. 23 PPh Ps. bonus dan sejenisnya selain yang telah dipotong PPh Ps. Pembayaran untuk pembelian barang sehubungan dengan penggunaan dana BOS. Butir h. iv. Jasa akuntansi. bunga. jasa konstruksi. Jasa penunjang di bidang penambangan migas . jasa konsultan dan jasa lain selain yang telah dipot ong PPh Ps. 23 dengan tarif sebesar 2% dari jumlah bruto sesuai PMK-244/PMK. Jasa penilai b. Apabila rekanan tidak mempunyai NPWP maka dikenakan tarif 100% lebih tinggi. 22 adalah sebagai berikut: i. iii. 22 yang dipungut wajib disetor pada hari yang sama ke Bank/ Kantor P os dengan menggunakan SSP.03/2008: a.iv. ii. Bendahara sekolah wajib melaporkan PPh 22 yang telah disetorkan tersebut ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) setempat dengan menggunakan formulir Surat Pemberitahuan Masa (SPT) PPh 22. Penerimaan sewa dan penghasilan lain penggunaan harta. Pelaporan dilaksanakan selambat-lambatnya 14 hari setelah bulan takwim berakh ir. Jasa aktuaris c. jasa teknik. SSP diisi oleh dan atas nama rekanan dan ditandatangani oleh bendaharawan. Berikut jenis jasa yang dipotong PPh Ps. hadiah. jika jatuh pada hari libur maka dilaporkan pada hari kerja berikutnya. penghargaan. 23 terkait dengan pajak pemotongan/pemungutan atas pembayaran jasa oleh Bendaharawan. ii. 21 ayat (1) huruf e UU No. Penerimaan deviden. Perubahan peraturan ini mulai berlaku tanggal 31 Agustus 2010. Pajak Penghasilan Ps. royalti. jasa manajemen. 21 dikenakan tarif 2% dari jumlah bruto. 3. PPh Ps.

Jasa perantara dan atau keagenan m. Jasa penebangan hutan j. Jasa penyedia tenaga kerja/outsourcing sevice l. Jasa di bidang perdagangan surat berharga 179 . Jasa penambangan dan penunjang di bidang non migas h. Jasa pengolahan limbah k. Jasa penunjang di bidang penerbangan dan bandar udara i.g.

alat transportasi/kendaraan dan/atau bangunan. selain yang dilaku kan oleh WP yang ruang lingkupnya di bidang konstruksi dan mempuyai izin dan atau sertifikasi sebagai pengusaha konstruksi t. peralatan. Jasa penyelidikan dan keamanan v. 23 dan bukti potong lembar ke-2 diserahkan ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) setempat paling lambat tanggal 20 bulan berikutnya. Jasa instalasi/pemasangan mesin. bila jatuh tempo hari libur pelaporan pada hari kerja berikutnya. bila jatuh tempo hari libur maka penyetoran dilakukan pada hari kerja berikutnya. Jasa penyelenggara kegiatan atau event organizer w. 23: . Jasa maklon u. termasuk perawatan. listrik. AC. 23: a. telepon. Jasa katering atau tata boga. gas. pemeliharaan dan perbaikan r. media luar ruangan at au media lainnya untuk penyampaian informasi y. 23 dengan cara mengisi SPT Masa PPh Ps. Tata cara penyetoran dan pelaporan PPh Ps. Jasa mixing film q. 23 rangkap 2 dengan dilampiri SSP lembar ke-3. air. Jasa pembasmian hama z. telepon. b. 23 dalam bukti pemotongan selama 1 bulan takwim disetor dengan Surat Setoran Pajak (SSP) ke Bank Persepsi/Kantor Pos paling lambat tangg al 10 bulan berikutnya. selain yang dilakukan oleh WP yan g ruang lingkupnya di bidang konstruksi dan mempuyai izin dan atau sertifikasi seb agai pengusaha konstruksi s. daftar bukti pemotongan PPh Ps. Jasa pengisian suara dan atau sulih suara p. Jasa penyediaan tempat dan atau waktu dalam media masa. TV kabel. Jasa kebersihan atau cleaning service aa. listrik. gas. Jasa kustodian/penyimpanan/penitipan o. Jumlahkan PPh Ps. Bendahara sekolah membuat laporan PPh Ps. alat transportasi/kendaraan dan /atau bangunan. Berikut contoh penghitungan PPh Ps. AC. T V kabel. Jasa perawatan/perbaikan/pemeliharaan mesin. Jasa sehubungan software komputer.n. peralatan. air . Jasa pengepakan x.

800.800.000. 23 = Rp 1.Apabila rekanan memiliki NPWP: PPh Ps. 23 = Rp 1.00 maka Bendahara waji b memungut PPh Ps.00 x 100/110 x 2% x 200% = Rp 65.727.800. dengan perhitungan: .00 x 100/110 x 2% = Rp 32.Sekolah negeri mengadakan kegiatan pelatihan di mana untuk konsumsi dikontrakkan kepada perusahaan jasa catering dengan nilai Rp 1.Apabila rekanan tidak memiliki NPWP.000.000. maka perhitungan menjadi: PPh Ps. 23.00 180 .455.00 .

dan melaporkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah yang terutang.4. 42 tahun 200 9. Penyerahan BKP dan atau JKP oleh Pengusaha Kena Pajak (PKP) Rekanan. Pasal 3A: a. kecuali pengusaha kecil yang batasannya ditetapkan oleh Menteri Keuangan. Pengusaha kecil dapat memilih untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak ( PKP). Pengusaha kecil yang memilih untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak wa jib memungut. . Pembayaran = Rp 1 Juta termasuk PPN dan tidak dipecah. b. c. Pengertian Pengusaha Kena Pajak (PKP) seperti tertuang dalam UU No. menyetor. dan melaporkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah yang terutang. wajib melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP) da n wajib memungut. Pembayaran untuk pembebasan Tanah. c. menyetor. menyetor. Pemanfaatan JKP dari luar Daerah Pabean di dalam Daerah Pabean. b. Yang menjadi objek PPN adalah: a. Pajak Pertambahan Nilai (PPN) PPN merupakan pajak yang dikenakan atas konsumsi Barang Kena Pajak (BKP) dan Jas a Kena Pajak (JKP) di dalam daerah Pabean. d. b. penyetoran dan pelaporan PPN dan PPNBm dan Pengusaha Ken a Pajak (PKP) rekanan lampiran I butir 6 bahwa pemungut PPN (Bendaharawan) tidak p erlu memungut PPN dan PPNBm atas penyerahan Barang Kena Pajak (BKP) dan atau Jasa Ken a Pajak (JKP) yang dilakukan oleh bukan Pengusaha Kena Pajak (PKP). Pemanfaatan BKP tidak berwujud dari luar daerah Pabean di dalam daerah Pabean . Menurut Keputusan Direktur Jenderal Pajak nomor KEP-382/PJ/2002 tentang pedoman pelaksanaan pemungutan. Pengusaha yang melakukan penyerahan barang kena pajak (BKP) dan Jasa Kena Paj ak (JKP). dan melaporkan PPN yang terut ang yang penghitugan dan tata caranya diatur dengan Peraturan Menteri Keuangan. Yang dikecualikan dari pemungutan PPN adalah: a. Orang pribadi atau badan yang memanfaatkan Barang Kena Pajak Tidak Berwujud d ari luar Daerah Pabean sebagaimana dimaksud dalam pasal 4 ayat (1) huruf d dan/atau yang memanfaatkan Jasa Kena Pajak dari luar Daerah Pabean sebagaimana dimaksud dalam pasal 4 ayat (1) huruf e wajib memungut.

rumah makan. warung da n 181 . Barang kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan oleh rakyat banyak. Pembayaran Rekening Telepon.c. Pembayaran atas Penyerahan BKP dan atau JKP yang menurut perundangan undangan PPN men-dapat fasilitas PPN tidak dipungut atau dibebaskan dari pengenaan PPN. g. Kelompok Barang yang tidak dikenakan PPN: a. Penyerahan BBM / Non-BBM oleh Pertamina. restoran. f. Pembayaran lain yang tidak dikenakan PPN. e. Barang hasil pertambangan atau hasil pengeboran yang diambil langsung dari su mbernya. Makanan dan minuman yang disajikan di hotel. d. Jasa Angkutan Udara oleh Perusahaan Penerbangan. b. c.

i. f. apabila tanggal 7 bertepatan dengan hari libur maka penyetoran dilakukan pada ha ri kerja berikutnya. h. Jasa yang disediakan oleh pemerintah dalam rangka menjalankan pemerintahan se cara umum. b. Jasa pengiriman surat dengan perangko. Uang. Jasa tenaga kerja. Jasa penyediaan tempat parkir. Surat Setoran Pajak (SSP) rangkap 5. Jasa kesenian dan hiburan. j. g. batangan. meliputi makanan dan minuman baik yang dikonsumsi di tempat maupun tidak termasuk makanan dan minuman yang diserahkan oleh usaha jasa boga atau katering. Jasa pelayanan kesehatan medis. dan d. Jasa perhotelan. Tata Cara penyetoran PPN: i. . Jasa telepon umum dengan menggunakan uang logam. Jasa boga atau katering. e. dan surat berharga. Jasa keuangan. Kelompok Jasa yang tidak dikenakan PPN: a. Jasa keagamaan.sejenisnya. PPN yang dipungut bendaharawan disetor ke kas negara melalui Bank Persepsi/ K antor Pos selambat-lambatnya tanggal 7 bulan takwim berikutnya setelah masa pajak bera khir. Jasa pelayanan sosial. m. p. Jasa asuransi. Jasa penyiaran yang tidak bersifat iklan. emas. didistribusikan: a. c. n. d. Jasa angkutan umum di darat dan di air serta jasa angkutan udara dalam negeri yang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari jasa angkutan udara luar negeri. k. Jasa pendidikan. Jasa pengiriman uang dengan wesel pos. dan q. ii. SSP lembar 1 untuk Pengusaha Kena Pajak (PKP) Rekanan. l. o.

b. SSP lembar 2 untuk Kantor Pelayanan Pajak (KPP) melalui Bank/Kantor Pos, c. SSP lembar 3 untuk Lampiran SPT Masa PPN, d. SSP lembar 4 untuk Bank Persepsi/Kantor Pos, e. SSP lembar 5 untuk Arsip Bendaharawan Tata Cara pelaporan PPN: 182

i. PPN yang dipungut bendaharawan dilaporkan ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) den gan menggunakan SPT Masa PPN dengan dilampiri Faktur Pajak selambat-lambatnya 14 hari setelah masa pajak berakhir, dalam hal tanggal 14 jatuh pada hari libur pel aporan dilakukan pada hari kerja sesudahnya ii. Surat Pemberitahuan Masa (SPT) PPN terdiri dari 3 lembar: a. Lembar 1 adalah formulir 1107 Put induk b. Lembar 2 adalah formulir 1107 Put 1 lampiran 1 c. Lembar 3 adalah formulir 1107 Put 2 lampiran 2 Berikut contoh penghitungan PPN: Sekolah negeri membeli ATK kepada Pengusaha Kena Pajak Rekanan (Toko TOP) senila i Rp 2.200.000,00 maka Bendahara wajib memungut PPN sebesar 10 %, dengan perhitungan: Harga termasuk PPN Rp 2.200.000,00 PPN yang harus dipungut 10/110 x Rp 2.200.000,00 Rp 200.000,00 Jumlah yang dibayar sekolah pada Toko TOP Rp 2.000.000,00 Sekolah wajib menerbitkan faktur pajak setiap melakukan pemotongan PPN. Kemudian sekolah akan menyetorkan PPN yang dipungutnya dari Toko TOP sebesar Rp 200.000,0 0 ke bank persepsi atau kantor pos, C. SANKSI ATAS KETERLAMBATAN LAPORAN Penyetoran pajak bukanlah akhir dari tugas bendahara dalam kewajiban perpajakann ya, yang tidak kalah pentingnya adalah melaporkan bahwa penyetoran telah dilakukan. Sesuai Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajaka n, kelalaian dalam menyampaikan laporan akan berakibat pemberian sanksi berupa:: 1. Denda (Pasal 7): a. Rp 100.000,00 jika terlambat/tidak menyampaikan SPT Masa PPh 21/22/23/26 b. Rp 1.000.000,00 jika terlambat/tidak menyampaikan SPT Tahunan Pajak Penghasil an c. Rp 500.000,00 jika terlambat/tidak menyampaikan SPT Masa PPN 2. Bunga atas pajak yang tidak/kurang dibayar (Pasal 8, 13, 14, 19) 2% per bulan , maksimal 24 bulan untuk kelalaian berupa: a. Pembetulan sendiri SPT.

b. Hasil penelitan SPT akibat salah tulis dan/atau salah hitung. c. Hasil pemeriksaan (Surat Keputusan Pengembalian Kelebihan Pembayaran d. Izin penundaan pembayaran SPT. e. Izin mengangsur atau menunda pembayaran. 3. Kenaikan dari pajak yang tidak/kurang dibayar (Pasal 13 dan 15): 183 SKPKB).

a. 50% jika SPT tidak disampaikan setelah mendapat teguran tertulis. b. 100% jika tidak memenuhi ketentuan Pasal 28 dan 29 UU 28/2007. c. 100% jika dikeluarkan Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan. Informasi lengkap mengenai penghitungan maupun tata cara penyetoran serta pelapo ran PPh 21, 23 dan PPN dapat diperoleh di bagian pelayanan kantor pelayanan pajak te rdekat. LATIHAN Penghitungan Pajak di Sekolah/Madrasah Kasus: 1. Pada tanggal 1, sekolah memberikan honor bulanan kepada seorang guru honorer/ Non PNS dengan status kawin dan mempunyai 1 anak, besarnya honor Rp 1.800.000,00/bul an. a. Sebutkan jenis pajak apa yang dikenakan atas pengeluaran honor tersebut? b. Berapa besarnya pajak yang dipungut? c. Kapan pajak tersebut harus disetor ke kas negara? d. Kapan pajak tersebut harus dilaporkan ke Kantor Pelayanan Pajak setempat? 2. Pada tanggal 11, sekolah memberikan honor kepada guru PNS Golongan IIIb atas kegiatan pembuatan laporan hasil belajar siswa dengan besaran Rp 200.000,00 a. Sebutkan jenis pajak apa yang dikenakan atas pengeluaran honor tersebut? b. Berapa besarnya pajak yang dipungut? c. Kapan pajak tersebut harus disetor ke kas negara? d. Kapan pajak tersebut harus dilaporkan ke Kantor Pelayanan Pajak setempat? 3. Pada tanggal 15, sekolah negeri membeli ATK kepada toko/pengusaha kena pajak dengan nilai pembelian Rp 2.500.000,00 (harga sudah termasuk PPN). a. Sebutkan jenis pajak apa saja yang dikenakan atas pembelian ATK tersebut? b. Berapa besarnya pajak yang dipungut? c. Kapan pajak tersebut harus disetor ke kas negara? d. Kapan pajak tersebut harus dilaporkan ke Kantor Pelayanan Pajak setempat? 4. Pada tanggal 18, sekolah negeri melakukan renovasi kamar mandi dengan rincian biaya sebagai berikut: membeli material Rp 4.000.000,00 ditoko bahan bangunan yang buk an sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP), ongkos tukang Rp 160.000,00 per hari selama

8 hari dan total ongkos tukang yang dikeluarkan selama 8 hari menjadi Rp 1.200.000,00. a. Sebutkan jenis pajak apa saja yang dikenakan atas renovasi kamar mandi terseb ut? b. Berapa besarnya pajak yang dipungut? c. Kapan pajak tersebut harus disetor ke kas negara? d. Kapan pajak tersebut harus dilaporkan ke Kantor Pelayanan Pajak setempat? 5. Tanggal 22-24, sekolah negeri menyelenggarakan inhouse training selama 2 hari , dimana 184

untuk pengeluaran yang terkait dengan konsumsi diserahkan jasanya kepada pengusa ha katering/jasa boga. Total biaya konsumsi sebesar Rp 2.000.000,00. a. Sebutkan jenis pajak apa saja yang dikenakan atas pembelian ATK tersebut? b. Berapa besarnya pajak yang dipungut? c. Kapan pajak tersebut harus disetor ke kas negara? d. Kapan pajak tersebut harus dilaporkan ke Kantor Pelayanan Pajak setempat? 6. Tanggal 26, sekolah negeri membeli buku teks pelajaran sebesar Rp 6.000.000,. a. Sebutkan jenis pajak apa saja yang dikenakan atas pembelian tersebut? b. Berapa besarnya pajak yang dipungut? c. Kapan pajak tersebut harus disetor ke kas negara? d. Kapan pajak tersebut harus dilaporkan ke Kantor Pelayanan Pajak setempat? 185

186

Bagian 3 Bab IV Pembukuan A. LATAR BELAKANG Bagian yang sangat penting dalam tata kelola keuangan dalam suatu organisasi ter masuk sekolah/madrasah adalah pembukuan. Pembukuan merupakan sumber informasi dari pertanggungjawaban keuangan yang akan disusun dalam bentuk laporan. Dalam tahap pembukuan ini semua penerimaan dan pengeluaran uang harus diper-tanggungjawabkan . Oleh karena itu perlu dibukukan sesuai dengan norma/aturan baku. Secara umum, pembukuan didefinisikan sebagai pencatatan semua transaksi penerima an dan pengeluaran dana yang dilakukan sekolah/madrasah, baik secara manual ataupun menggunakan komputer, ke dalam buku-buku sesuai dengan peraturan yang berlaku. U ndangUndang Nomor 28 Tahun 2007 mendefinisikan pembukuan sebagai proses pencatatan data dan informasi keuangan . Karena pengertian ini masih merupakan pengertian umu m, 187

maka perlu dicari pengertian yang lebih spesifik. Untuk tingkat sekolah, Buku Pa nduan BOS 2010 memberikan definisi pembukuan sebagai pencatatan penerimaan dan pengeluaran dana oleh sekolah, di dalam buku kas umum dan buku pembantu . Dari definisi terseb ut ada beberapa hal penting yang harus dipahami untuk dapat menyelenggarakan pembuk uan dengan baik: 1. Jenis transaksi 2. Jenis buku 3. Proses atau alur pembukuan. Pembukuan suatu transaksi tergantung pada jenis transaksi. Pembukuan juga berart i membukukan pada buku/buku-buku yang tepat karena ada saling keterkaitan antara b ukubuku tersebut. Pembukuan juga harus dilakukan dengan cara dan pada waktu yang tepat. Sesi ini secara khusus akan menjelaskan tentang jenis transaksi, jenis buku dan alur pembukuan dalam menyelenggarakan manajemen keuangan di tingkat sekolah. Pembukuan yang dilakukan secara baik dan benar akan memberikan manfaat bagi seko lah/ madrasah, karena melalui pembukuan sekolah/madrasah memiliki data dan rincian ya ng terkait dengan: 1. Setiap penerimaan dan pengeluaran sekolah/madrasah sesuai dengan waktu terjad inya. Informasi mengenai jenis, jumlah dan waktu penerimaan atau pengeluaran dengan mudah dapat diketahui. 2. Dana yang masih tersedia dan telah terpakai pada periode tertentu. Informasi ini penting untuk mengetahui ketersediaan dana dalam jangka pendek guna memperlancar kegiata n belaja mengajar di sekolah/madrasah. 3. Dasar penyusunan laporan keuangan sebagai salah satu bentuk pertanggung-jawab an sekolah/madrasah. B. TRANSAKSI KEUANGAN Transaksi adalah situasi atau kejadian yang melibatkan unsur lingkungan dan memp engaruhi posisi keuangan. Transaksi umumnya diukur dengan nilai uang, sehingga bisa dicat at. Untuk mencatat transaksi tersebut dibutuhkan dokumen atau bukti transaksi sebagai pend ukungnya. Ada dua kelompok besar transaksi menurut arus masuk/keluarnya uang, yaitu: 1. Transaksi penerimaan, yang dibedakan lagi menjadi: a. Transaksi penerimaan internal

Yaitu penerimaan yang hanya mempengaruhi posisi kas dan bank, atau posisi kas saja. Contoh: Penyetoran uang kas ke bank, pemindahan dana milik sekolah dari sa tu rekening bank ke rekening sekolah/madrasah di bank lain. b. Transaksi penerimaan eksternal Penerimaan yang mempengaruhi posisi kas dan/atau posisi bank yang diterima dari sumber-sumber bukan milik sekolah/madrasah. Contoh: pencairan dana BOS ke rekening sekolah, pajak yang dipungut sekolah, bunga tabungan/ deposito. 2. Transaksi pengeluaran, yaitu bila dana yang dimiliki sekolah/madrasah berkura ng (baik dana tercatat di bank maupun di kas). Transaksi ini dibedakan menjadi: 188

Pengelompokkan berdasarkan akun ini untuk memudahkan penyusunan laporan.dibedakan menjadi: a. atau posi si kas saja.a. Transaksi pengeluaran eksternal Yaitu pengeluaran yang mempengaruhi posisi/jumlah uang kas dan/atau posisi jumlah uang di bank karena pembelian barang/jasa. Contoh: penerimaan uang kas dari bank. dilihat dari sisi rekening bank yang mengeluark an dana. Buku ini menampung transaksi internal maupun eksternal yang dilakukan per kas. Buku Kas Umum-. Masing-masing sumber dana setidaknya memiliki ke-empat jenis buku di atas.ini merupakan buku utama untuk mencatat semua transaksi keuan gan. JENIS BUKU Pencatatan setiap transaksi dilakukan dalam sebuah buku menurut kelompok/jenis a kunnya. 2. Transaksi yang dicatat di buku yang sesuai harus disertai dengan bukti-bukti tra . Buku ini menampung transaksi eksternal maupun internal yang dilakukan melalui bank. b. Untuk tingkat sekolah/madrasah. atau belanja modal. Bisa saja digunakan untuk menc atat transaksi internal. Buku Pembantu-. b. karen a untuk sekolah/madrasah yang masih menggunakan sistem manual akan terdapat lebih dari satu buku kas umum dan buku pembantu. dibukukan di kolom penerimaan dan di saat yang sa ma dibukukan di kolom pengeluaran uang bank karena pada saat yang sama uang kita di bank berkurang. Contoh: pembelian ATK yang dibayar tunai. c. Buku Pembantu Bank untuk mencatat transaksi keuangan terkait dengan uang di bank. Buku Pembantu Kas untuk mencatat transaksi keuangan terkait dengan uang kas d i bendahara. buku-buku yang dibutuhkan adalah: 1. Contoh: sama dengan penerimaan internal yaitu pemindahan dana antar rekening milik sekolah/madrasah. dan disaat yang sama dilakukan pembukuan disisi sebaliknya. Untuk sekolah/madrasah sudah menggunakan komputer akan jauh lebih mudah untuk memelihara berbagai jenis buku yang ada. Transaksi pengeluaran internal Yaitu pengeluaran yang hanya mempengaruhi posisi kas dan posisi bank. Umumnya hanya menampung transaksi eksternal saja. Buku Pembantu Pajak untuk mencatat transaksi keuangan terkait dengan pemungut an dan penyetoran pajak oleh bendahara sekolah/madrasah (transaksi eksternal yang dilakukan per kas atau bank terkait pajak). C.

nsaksi yang mencantumkan tanggal transaksi. PROSES/ALUR PEMBUKUAN Setelah/madrasah mengenal jenis transaksi dan jenis buku yang ada di tingkat sek olah/ madrasah. nomor kode akun serta ura ian penerimaan dan pengeluaran. D. Berikut adalah proses atau alur pembukuan secara sederhana: 189 . Kemudian pilih program nasional atau program sekolah yang sesuai. nomor bukti transaski. Kode akun yang digunakan adalah kode akun yang dikel uarkan oleh Kemendagri (untuk sekolah negeri) dan Kemenag (untuk madrasah) bagi program BOS. Terakhir adala h memilih kode akun untuk jenis transaksi.

Bukti pengeluaran: a. nomor kode akun.000.1 3.00 dan transaksi dengan nilai nominal lebih besar Rp 1. Apabila bendahara meninggalkan tempat kedudukannya atau berhenti dari jabatan nya.00 c. 7.1.000. Format ini harus dibukukan per transaksi dan ditandatangani oleh Bendahara da n Kepala Sekolah. Untuk transaksi dengan nilai sampai Rp 250. uraian. BOS K-5 (Buku Pembantu Bank). Pembukuan terhadap seluruh penerimaan dan pengeluaran dapat dilakukan dengan tulis tangan atau menggunakan komputer. Setiap transaksi pengeluaran harus didukung dengan bukti kwitansi yang sah. Nomor kode akun dipilih dari lampiran. Setiap bukti pembayaran harus disetujui Kepala Sekolah dan lunas dibayar oleh . dan buku-buku pembantunya. e. 2. Tim Manajeman BOS Kabupaten/Kota. 00 dikenai bea meterai dengan tarif sebesar Rp 6. dan jum lah uang yang diterima atau dikeluarkan. b. sedang transaksi dengan nilai nominal anta ra Rp 250. setelah ditandatangani Kepala Sekolah dan Bendahara Sekolah. Uang tunai yang ada di Kas Tunai tidak lebih dari Rp 10 juta.000. Bukti pengeluaran uang dalam jumlah tertentu harus dibubuhi meterai yang cuku p sesuai dengan ketentuan bea meterai. 6.000. Buku Kas Umum dan buku pembantunya serta bukti-bukti pengeluaran tidak boleh dibawa dan harus disimpan di kantornya. Uraian pembayaran dalam kuitansi harus jelas dan terinci sesuai dengan peruntukkannya.00 tidak dikenai bea meterai. Nomor bukti harus diberi tanggal nomor urut. Dokumen ini disimpan di sekolah/madrasah dan diperlihatkan kepada penga was. 4.000. 5.000. bendahara wajib mencetak BKU d an buku-buku pembantu sekurang-kurangnya sekali dalam satu bulan dan menatausahakan hasil cetakan BKU dan buku-buku pembantu bulanan. yakni: BOS K-4 (Buku Pembantu Kas). 8. Dalam hal pembukuan dilakukan dengan komputer.000.000. f. Semua transaksi penerimaan dan pengeluaran dicatat dalam Buku Kas Umum dan Bu ku Pembantu yang relevan sesuai dengan urutan tanggal kejadiannya. Pembukuan dilakukan dengan mengisikan bukti transaksi-transaksi penerimaan da n bukti transaksi keuangan dalam buku/format-format yang ada. dan para pemeriksa lain apabila diperlukan. d.00 sampai dengan Rp 1. yaitu BOS K-3 (Buku Kas Umum). BOS K-6 (Buku Pembantu Pajak).00 dikenai bea meterai dengan tarif sebesar Rp 3.

g. Segala jenis bukti pengeluaran harus disimpan oleh sekolah/madrasah sebagai b ahan bukti dan bahan laporan. Uraian tentang jenis barang/jasa yang dibayar dapat dipisah dalam bentuk fakt ur sebagai lampiran kwitansi. E.05/2008 dan Peraturan Direktur Jendera l Perbendaharaan nomor PER-47/PB/2009. 190 . Format ini dapat digunakan untuk sumber dana lain guna memudahkan dalam penyusunan laporan yang terintegrasi. 1 Peraturan Menteri Keuangan nomor 73/PMK.Bendahara. h. FORMAT BUKU Format Buku Kas Umum dan Buku Pembantu yang digunakan di tingkat sekolah terdapa t dalam Buku Panduan BOS.

Buku Kas Umum (BOS K-3) 191 .1.

(3) atau luar kota. kuantitas barang. Semua transaksi penerimaan eksternal dibukukan pada sisi kiri/debet (kolom pe nerimaan): dari Penyalur Dana (BOS atau sumber dana lain). kode program sekolah.Pembukuan dalam Buku Kas Umum meliputi semua transaksi eksternal. f. Dokumen ini disimpan di sekolah bersama-sama dengan bukti-bukti transaksi ser ta dokumen-dokumen pendukungnya dan tersedia/diperlihatkan kepada pengawas. Format ini harus diisi segera setelah sesuatu transaksi tersebut terjadi dan tidak menunggu terkumpul satu minggu/bulan. dan para pemeriksa lainnya apabila diperlukan. penerimaan dari pemungutan pajak . pajak a tas hasil dari jasa giro dan setoran pajak. dibayar untuk belanja transportasi/perjalanan dinas: dalam kota yang dituju. Semua transaksi internal baik penerimaan maupun pengeluaran tidak dibukukan d i buku ini. Apabila sudah jelas semua maka mulailah mengisi (melakukan entri pada) forma t BOS K-3 dengan urutan berikut sesuai kolom: 1) Diisi tanggal pembukuan (bulan-tanggal) 2) Diisi kode program nasional. e. Semua transaksi pengeluaran eksternal dibukukan pada sisi kanan/kredit (kolom pengeluaran): adalah pembelian barang dan jasa. c. . d. jurusan penerimaan/pengeluaran uang: (1) untuk barang: jenis. Cara pengisian Buku Kas Umum adalah sebagai ber ikut: a. Tim Manajeman BOS Kabupaten. dan penerimaan jasa giro dari bank. satu arah atau pp. dan kode jenis belanja 3) Diisi dengan nomor bukti penerimaan/pengeluaran uang 4) Diisi uraian singkat spesifikasi (umum/garis untuk periode/bulan mana. (2) jasa: jenis jasa. Proses pengisiannya dalah sebagai berikut: i. Untuk setiap bukti transaksi kenalilah: 1) Jenis transaksi (internal/eksternal) 2) Apakah merupakan transaksi penerimaan atau pengeluaran 3) Apakah sumber dananya 4) Dalam rangka program nasional yang mana 5) Dalam rangka program sekolah yang mana ii. besar). biaya administrasi bank. yaitu yang berhubungan dengan pihak ketiga. b.

5) Diisi jumlah penerimaan yang tercantum dalam dokumen sumber (bukti) 6) Diisi jumlah pengeluaran yang tercantum dalam dokumen sumber (bukti) 7) Diisi jumlah saldo setelah ditambah/dikurangi jumlah penerimaan/ pengeluaran yang tercantum dalam dokumen sumber. g. Pada akhir bulan buku ini harus ditutup dan dibuatkan Berita Acara yang ditan da-tangani oleh kepala sekolah/madrasah. 192 . bendahara dan komite sekoleh/madrasah.

baik transaksi eksternal maupun internal dibukukan dalam buku ini. Buku Pembantu Kas dan Buku Pembantu Bank harus ditutup paling lambat setiap akhir bulan dan ha rus 193 . Pada akhir bulan buku ini harus ditutup dan dibuatkan Berita Acara yang ditandatangani oleh kepala sekolah/madrasah.2. bendahara dan komite sekolah/madrasah. maka rekonsiliasi dilakukan antara saldo Buku Kas Umum dengan saldo Buku Pembantu Kas dan saldo Buku Pembantu Bank. Bukti transaksi kas eksternal sama dengan bukti transa ksi yang dipergunakan oleh Buku Kas Umum. Buku Pembantu Kas (BOS K-4) Buku Pembantu Kas berfungsi untuk mencatat transaksi penerimaan/pengeluaran yang dilaksanakan secara tunai. Apabila digunakan pemrosesan dengan komputer. dan para pemeriksa lainnya apabila diperlukan. Format di atas harus dibukukan per transaksi dan ditandatangani oleh Bendahara d an Kepala Sekolah. Apabila proses pembukuan dilakukan dengan komputer. Dokumen ini disimpan di sekolah dan diperlihatkan kepada pengawa s. maka Buku Kas Umum. Tim Manajeman BOS Kabupaten/Kota. Sedang bukti transaksi internal dibuat tersendi ri. Semua transaksi Kas.

Diisi jumlah pengeluaran yang tercantum dalam dokumen sumber (bukti) g. kuantitas barang. dan kode jenis belanja c. (3) untuk belanja transportasi/perjalanan dinas: dalam kota atau luar kota . Diisi tanggal pembukuan (bulan dan tanggal) b. e. dibayar untuk period e/bulan mana. Diisi jumlah penerimaan yang tercantum dalam dokumen sumber (bukti) f. Diisi jumlah saldo setelah ditambah/dikurangi jumlah penerimaan/pengeluaran y ang tercantum dalam dokumen sumber 3. Urutan pencatatannya sesuai kolom adalah sebagai berikut: a. satu arah atau pp. kode program sekolah.dicetak. jurusan yang dituju. Diisi uraian singkat penerimaan/pengeluaran uang: (1) untuk barang: jenis. (2) jasa: jenis jasa. sp esifikasi (umum/garis besar). Diisi dengan nomor bukti penerimaan/pengeluaran uang d. Diisi kode program nasional. Buku Pembantu Bank (BOS K-5) 194 .

kode program sekolah. Buku pe mbantu pajak mempunyai fungsi untuk mencatat semua transaksi yang harus dipungut pajak serta memonitor atas pungutan dan penyetoran pajak yang dipungut selaku wajib pungut p ajak. Penerimaan eksternal dibukukan pa da kolom 1-5 . Kolom 1 diisi sesuai tanggal terjadinya transaksi pungutan pajak b. Berfungsi untuk mencatat transaksi penerimaan/pengeluaran yang dilaksanakan khusus melalui bank dengan ca ra antara lain penerbitan cek. Saldo akhir buku ini harus sama dengan jumlah uang kas yang benar-benar ada di tangan dan saldo kas yang dilaporkan dalam Buku Kas Umum . sedangkan pengeluaran eksternal kolom 1-4 & 6. dan kode jenis bel anja c. Sum ber informasi untuk penyusunan Buku Pembantu Bank adalah semua transaksi eksternal b aik penerimaan maupun pengeluaran yang dilakukan melalui bank dan transaksi internal yang berupa pengambilan uang kas di bank dan penyetoran uang kas untuk disimpan di Ba nk. Kolom 2 diisi kode program nasional. 4. yaitu terutama sekolah-sekolah negeri. penarikan cek. penerimaan pembayaran dengan cek. Semua transaksi eksternal per kas yang dibukukan di format BOS K-3 harus dibukuk an juga pada format ini. Paling lambat setiap akhir bulan harus ditutup dan dihitung sisa pemungutan paja k yang belum disetor ke kas Negara. Saldo (kolom 7) dihitung se tiap kali membukukan penerimaan dan/atau pengeluaran. Format ini (baik yang diproses secar a manual maupun dengan komputer) harus ditutup pada setiap akhir bulan dan ditanda tangani oleh Kepala Sekolah dan Bendahara. yang dibuatkan Berita Acara yang ditandatangani oleh Kepala sekolah dan bendahara. Semua transaksi internal per kas juga harus dibukukan dalam format ini. pada sisi penerimaan dan pengeluaran yang sama. Kolom 3 diisi dengan nomor bukti pungutan pajak . Pajak yang harus dibukukan adalah semua pajak.Ini merupakan Buku Pembantu melengkapi format BOS K-3. 23. terutama PPh Pasal 21. Untuk yang diproses dengan komputer harus dit utup dicetak pada setiap akhir bulan. serta PPN. Urutan pengisian Buku Pembantu Bank adalah sama dengan Buku Pembantu Bank. Buku Pembantu Pajak (BOS K-6) Buku ini hanya perlu dipergunakan apabila sekolah yang bersangkutan adalah (yang ditunjuk sebagai) pemungut pajak. Pembukuan untuk Buku Pembantu Pajak dilakukan sebagai berikut (sesuai urutan kol om): a.

6. PPh 22. 21. Kolom 4. 23) f. 7 dan 8 diisi jumlah rupiah jenis pajak yang dipungut (PPN. 195 .d. uraian singkat mengenai jenis pungutan/penyetoran pajak yang dilakuk an oleh sekolah e. Kolom 9 diisi jumlah total rupiah pajak yang disetor ke kas Negara g. Kolom 10 diisi sesuai saldo pajak yang masih harus disetor sekolah. PPh P s. atau PPh Ps. Kolom 5.

196 .

serta: a. Pembukuan di Buku Kas Umum dan Buku Pembantu Kas atau Buku Pembantu Bank adalah pada kolom-kolom 1. 5. 6. 197 . 5. Penerimaan eksternal dibukukan pada Buku Kas Umum dan Juga Buku Pembantu Kas dan Buku Pembantu Bank a. 3. 4. Pengeluaran eksternal perpajakan dibukukan pada Buku Kas Umum dan juga Buku Pembantu Kas atau Buku Pembantu Bank (tergantung dari apakah penyetoran tersebut dilakukan melalui kas atau bank) dan Buku Pembantu Pajak. Penerimaan eksternal perpajakan dibukukan pada Buku Kas Umum dan juga Buku Pembantu Kas atau Buku Pembantu Bank (tergantung dari apakah penyetoran tersebut dilakukan melalui kas atau bank) dan Buku Pembantu Pajak. 8 atau 9 (tergantung dari jenis pajak yang disetor) c. 4. setiap kali transaksi dibukukan. dan kolom 5/6/7 (tergantung dari jenis pajak yang dipungut) c. 6 b. 3. 3. 4. setiap hari 3. 6 c. Jumlah juga harus dihitung dan dibukukan pada kolom 8. 3. dan 6 b. setiap hari 2. 3. 7. Pembukuan di Buku Pembantu Pajak adalah pada Lajur Penyetoran Pajak pada kolo m 5.F. b. Pengeluaran eksternal dibukukan pada Buku Kas Umum dan juga Buku Pembantu Kas dan Buku Pembantu Bank a. 2. Saldo juga harus dihitung dan dibukukan pada kolom 7 . serta: a. 3. 2. 3. Pembukuan di Buku Pembantu Kas dan Buku Pembantu Bank dalah pada kolomkolom 1. 4. c. ALUR PEMBUKUAN INTERNAL DAN EKSTERNAL Alur Pembukuan Eksternal 1. Pembukuan di Buku Kas Umum dan Buku Pembantu Kas atau Buku Pembantu Bank adalah pada kolom-kolom 1. setiap kali transaksi dibukukan. 2. 4. Pembukuan di Buku Kas Umum adalah pada kolom-kolom 1. 2. Saldo juga harus dihitung dan dibukukan pada kolom 7 . Jumlah juga harus dihitung dan dibukukan pada kolom 10. 5 b. Pembukuan di Buku Kas Umum adalah pada kolom-kolom 1. 2. 4. Pembukuan di Buku Pembantu Kas dan Buku Pembantu Bank dalah pada kolomkolom 1. 4. 2. 2. 4. Pembukuan di Buku Pembantu Pajak adalah pada Lajur Pungutan Pajak pada kolomk olom 1.

.

500.00 dan Saldo Bank Awal adalah Rp 25. Bukukanlah transaksi-transaksi tersebut ke dalam Buku Kas Umum.000. Bank.000. Buku-buku Pembantu Kas.000.00 untuk BOS Pusat 198 . dan Pajak untuk dana BOS dan Dana BOS Ka b dengan catatan saldo Kas Awal adalah Rp 5.LATIHAN Di bawah ini adalah transaksi-transaksi internal dan eksternal dari suatu SMP di Kabupaten Sukabumi.

199 .

200 .

Kode Akun: Program Sekolah 201 . Kode Akun: Program Nasional 2. KODE AKUN PENERIMAAN 1.LAMPIRAN KODE AKUN A.

PROYEKSI PENERIMAAN DAN PENGELUARAN 202 .B.

KODE AKUN PENGELUARAN 203 .C.

204 .

205 .

206 .

207 .

208 .

209 .

210 .

pencatatan barang merupakan bagian dari manajem en asset. selain juga sebagai salah satu cara memelihara kondisi barang guna mendukung proses belajar mengajar secara optimal. Sekolah merupakan salah satu unsur pemerintahan daerah yang berada dalam pembina an DInas Pendidikan Kota/Kabupaten. menyesuaikan dengan kemampuan sumber daya yang ada di tingkat sekolah/madrasah maka pada bagian ini hanya akan diberikan hal-hal minimal yang harus dilakukan oleh sekolah/madrasah dalam menginventarisasi barang-barang yang dikuasakan penggunaannya pada sekolah/madra sah sebagai bagian dari manajemen asset daerah.Bagian 3 Bab V Pencatatan Barang Milik Sekolah/Madrasah A. Namun demikian. Manajemen asset mencakup proses yang menyeluruh dan terpadu mulai dari perencanaan barang hingga ke pelaporannya. sementara kedudukan madrasah adalah setara 211 . LATAR BELAKANG Dalam siklus manajemen keuangan.

Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pendidik an Nasional secara lengkap telah memberikan panduan cara penggunaan dana ini untuk menghindari adanya penyalahgunaan penggunaan dana. Sejalan dengan perkembangan zaman. sejak tahun 2010 dana BOS dapat digunakan untuk membeli perangkat kompute r sebagai pendukung kegiatan di sekolah. Dimasa mendatang. Memberikan pengetahuan tentang cara melakukan pencatatan barang tidak habis p akai dengan menggunakan kode standar yang digunakan sesuai dengan peraturan perundang an yang berlaku. yaitu rangkaian kegiatan yang meliputi pembukuan. serta apa yang harus dilakukan ketika menempatkan/ menyalurkan bar ang tersebut untuk digunakan di lingkungan sekolah. maka sudah seharusnya sekolah mengikuti aturan yang berla ku di pemerintahan daerah termasuk dalam hal pengelolaan asset/barang. inventarisasi dan pelaporan ba rang milik Negara/daerah sesuai ketentuan yang berlaku. Memberikan pemahaman tentang pentingnya pencatatan milik sekolah yang merupak an bagian dari barang milik daerah yang ditempatkan di sekolah. Sementara inventarisasi sendiri men . pengelompokkan jenis barang maupun sistem pengkodeannya. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah ser ta perubahannya yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2008 secara rinci menjela skan tentang segala hal yang terkait dengan pencatatan barang milik daerah. B. sebagian besar sekolah di Indo nesia sangat bergantung dengan dana BOS. tidak tertutup kemungki nan dana ini bisa juga digunakan untuk pembelian barang jenis lain terkait dengan ke giatan sekolah. Memberikan pengetahuan tentang langkah-langkah yang harus dilakukan ketika menerima pengiriman barang habis pakai yang dipesan dan bagaimana perlakuannya ketika barang tersebut disimpan kemudian disalurkan ataupun diminta untuk diguna kan.dengan SKPD yang berada dalam pembinaan Kanwil Kemenag di daerah. 2. DASAR HUKUM Peraturan perundangan yang terkait dengan pencatatan barang merupakan acuan pent ing bagi daerah terutama dalam penegasan tentang tugas dan tanggung jawab pencatatan barang. Sejak diluncurkannya Program BOS pada tahun 2005. Karena itulah bab ini secara khusus bertujuan untuk: 1. Pasal 1 (20) peraturan tersebut menjelaskan tentang definisi dari penatausahaan barang. 3. Sebagai bagian dari perangkat daerah. Sedangkan madra sah yang merupakan bagian dari Kementerian Agama juga memiliki kewajiban yang sama d alam pengelolaan asset/barang yang dikuasakan kepada madrasah.

pencatatan dan pelaporan hasil pendataan bar ang milik Negara/daerah. Pada Pasal 6 Ayat 5 peraturan yang menjabarkan secara detail pelaksanaan dari pengelolaan barang daerah. kepa la sekolah dapat mendelegasikan tugas ini.cakup kegiatan untuk melakukan pendataan. mengajukan rencana kebutuhan barang milik daerah bagi unit kerja yang dipimpi nnya kepada Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah yang bersangkutan. dinyatakan secara jelas bahwa Kepala Unit Pelaksana T eknis Daerah selaku kuasa pengguna barang milik daerah. Pada prakteknya. pelaksanaannya diatur dalam Permendagri Nomor 17 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah. berwenang dan bertanggung jawa b: 1. 2. Rangkaian kegiatan tersebut untuk tingkat sekolah menjadi t anggung jawab Kepala Sekolah yang merupakan Kuasa Pengguna Barang. Untuk melengkapi peraturan pemerintah tersebut. melakukan pencatatan dan inventarisasi barang milik daerah yang berada dalam 212 .

3. C. TUJUAN PENCATATAN BARANG Seperti sudah dijelaskan pada bagian sebelumnya bahwa pencatatan barang sebagai bagian dari menajemen asset adalah merupakan bagian dari pengelolaan keuangan se cara keseluruhan maka selain dari menjalankan peraturan dan perundangan yang berlaku. Sebagai dasar penyusunan Neraca daerah karena barang milik sekolah adalah bag ian dari barang daerah. pencatatan barang di tingkat sekolah/madrasah juga dimaksudkan untuk: 1. 3. Sebagai proses inventarisasi kekayaan daerah dimana barang milik sekolah meru pakan bagian dari kekayaan daerah. menyusun dan menyampaikan Laporan Barang Kuasa Pengguna Semesteran (LBKPS) da n Laporan Barang Kuasa Pengguna Tahunan (LBKPT) yang berada dalam penguasaannya kepada kepala satuan kerja perangkat daerah yang bersangkutan. 4. 4. dan 6. Sebagai bentuk pengamanan barang daerah yang dikuasakan penggunaannya kepada sekolah. Peraturan di tingkat menteri ini juga dilengkapi dengan lampiran mengenai sistem pengkodean barang di tingkat daerah. Ke-empat tujuan di atas sekaligus mendukung pengelolaan keuangan sekolah secara terpadu guna memberikan layanan pendidikan yang optimal. Dengan pencatatan barang secara teratur maka dapat diketahui dengan cepat dan pasti kondisi barang yang ada di sekolah. melakukan pengawasan dan pengendalian atas penggunaan barang milik daerah yan g ada dalam penguasaannya.penguasaannya. 5. Hal ini guna menghindari adanya pemindahtanganan atau penggunaan barang milik sekolah untuk kegiatan yang tidak terkait dengan proses belajar mengajar a taupun tanpa sepengetahuan kuasa pengguna barang (kepala sekolah). DEFINISI PENCATATAN BARANG . mengamankan dan memelihara barang milik daerah yang berada dalam penguasaanny a. D. kodefikasi barang mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan 29/PMK. 2.06/2010 tentang Penggolongan dan Kodefikasi Barang Milik Negara. Sedangkan untuk madrasah. menggunakan barang milik daerah yang berada dalam penguasaannya untuk kepenti ngan penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi unit kerja yang dipimpinnya. Dalam rangka menjaga kondisi barang milik sekolah guna memastikan pelayanan pendidikan dapat berjalan secara normal.

Pengadaan barang sejatinya merupakan satu kesatuan dari penc atatan barang namun proses ini tidak akan dibahas dalam sesi ini karena untuk pengadaan barang sekolah/barang mengacu pada panduan BOS terkait pengadaan barang. Barang yang perlu dicatat di tingkat sekolah/madrasah dibedakan menjadi: 1. pencatatan barang dilakukan sejak barang tersebut diterima. disimpan dan kemudian disalurkan atau digunakan sampai pada tahap pemeliharaan. Barang habis pakai 213 . Untuk tingkat sekolah.Pencatatan barang merupakan bagian dari penatausahaan barang yang dalam hal ini dilakukan di tingkat sekolah/madrasah.

Tidak ada peraturan khusus yang mengatur mengenai pencatatan barang habis p akai. Provinsi c. E. kursi. Kabupaten/Kota . 2. Sedangkan untuk bangunan tambahan yang berasal sumbangan ataupun lainnya harus tetap dicatat ole h sekolah. Pembelian yang dilakukan oleh sekolah. SUMBER BARANG SEKOLAH/MADRASAH Barang milik sekolah/madrasah dapat berasal dari dua sumber utama. 2. dll. Pembelian ini umumnya sudah direncanakan sebelumnya dalam rencana anggaran sekolah.Merupakan barang-barang yang digunakan dalam pelaksanaan belajar mengajar di sekolah/madrasah dengan masa pakai kurang dari satu tahun. me sin tik. bahkan untuk saat ini di tingkat sekolah/madrasah tidak diwajibkan untuk melakuk an pencatatan barang-barang yang tergolong habis pakai. dll. Pemerintah b. k ecuali ada peraturan lain di tingkat daerah yang mewajibkan pencatatan tersebut. Sesuai peraturan. Contoh: kapur tulis. Namun demikian. Dengan demikian dapat diketahui tingkat pemakaian rata-rata barang habis pakai yang umum dipakai sehari-hari di sekolah untuk tujuan ketersediaan b arang tersebut. pengguna barang wajib membuat laporan kepada pengelola barang minimal setiap semester dan tahunan. Untuk barang yang tidak habis pakai. Yang tergolong dalam barang tidak habis pakai misalnya meja. Sumbangan. Barang tidak habis pakai Yaitu barang-barang yang memiliki masa pakai lebih dari satu tahun dan dapat dig unakan berulangkali. yang berasal dari: a. ATK. komputer. barang yang dibeli perlu dilaporka n kepada dinas pendidikan untuk kemudian dicatat sebagai bagian dari barang daerah. yaitu: 1. Umumnya bangunan dan tanah dimana gedung sekolah berdiri tidak masuk dalam pencatatan barang di tingkat sekolah karena sudah dicatat sebagai asset di tingkat dinas. dan merupakan bagian dari aset daerah yang tercata t dalam neraca keuangan daerah. Istilah yang umum digunakan dalam bidang keuangan adalah asset tet ap. pencatatan ini ideal dilakukan jika sekolah/madarasah berkeinginan melakukan pengelolaan keuang an sesuai standar umum yang berlaku serta untuk tujuan akuntabilitas penggunaan dan a pencatatan. Barang-barang jenis ini dicatat sebagai barang milik daerah yang dikua sakan penggunaannya kepada sekolah.

Perusahaan e.d. Hibah donor f. PENGELOLA BARANG SEKOLAH/MADRASAH Seperti yang telah dijelaskan di atas. Kepala Sekolah sebagai kuasa pengguna bar ang milik daerah di tingkat sekolah merupakan penanggung jawab barang milik sekolah. Lainnya F. Masyarakat g. Dalam 214 .

4. Penerimaan Barang . kepala sekolah dapat mendelegasikan tugas ini kepada kepala tata usah a atau yang ditunjuk. 1. Pencatatan administrasi barang inventaris dengan pemberian kode. Jika ada kekurangan maka barang ditolak atau dibuat tanda terima sementara ya ng memuat sebab-sebab penerimaan sementara barang. Dilakukan oleh kepala tata usaha atau penanggung jawab barang yang ditunjuk. 3. d.baik penerimaan barang dari pembelian maupun penerimaan b arang dari sumbangan atau hibah.prateknya. Barang diterima jika sesuai dengan isi dokumen pada poin c di atas. e. Ini tidak berlaku bagi barang . Inventarisasi dengan cara menerbitkan dan memasang daftar inventaris ruangan. Pencatatan adalah mendokumentasikan barang yang ada di lingkungan sekolah terma suk memberikan kode-kode barang yang sesuai dengan peraturan perundangan. Dasar penerimaan barang ialah surat perintah kerja/surat perjanjian kontrak/k ontrak pengadaan barang yang ditandatangani oleh kepala sekolah. Tanggung jawab yang harus dilakukan dalam rangka pengelolaan bara ng milik sekolah/madarasah ini adalah:. dan spesifikasi barang. 5. Inventarisasi adalah memastikan bahwa barang yang dicatat memang benar ada dan memastikan lokasi/keberadaan barang yang dicatat tersebut. G. Membuat laporan pengadaan barang inventaris secara berkala (per triwulan). yaitu: 1. c. juml ah. b. dan kondisi yang ada dalam penguasa an sekolah kepada Dinas Pendidikan sebagai kuasa pengguna barang untuk kemudian dilaporkan kepada kepala daerah secara periodik. ALUR PENCATATAN PENERIMAAN DAN PENGGUNAAN/PENEMPATAN BARANG SEKOLAH Pengelolaan barang yang baik mencakup tiga tahapan yang utama. 2. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam tahap penerimaan barang adalah: a. Barang yang diterima ini dicatat dalam kartu penerima an barang sebagai bukti penerimaan. Melaporkan setiap perubahan jumlah. harga. Barang yang diterima harus disertai dokumen yang menyatakan macam/jenis. Mengawasi segala jenis perbaikan/pemeliharaan barang inventaris. status. Membuat laporan mutasi barang.

2. 3. Format kartu-kartu barang sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku dapat dilihat dalam bagian lampiran.sumbangan atau hibah. Pencatatan Barang tahap dimana barang yang diterima dicatatkan ke dalam kartu kartu barang sesuai jenis barang. g. Peyimpanan/Penempatan/Penggunaan Barang pada tahap ini barang ditempatkan/ disalurkan ke lokasi/ruangan yang membutuhkan ataupun kepada orang yang mengajuk an 215 . f. Contoh kartu penerimaan barang dapat dilihat dalam bagian lampiran. Pernyataan penerimaan barang sah apabila berita acara penerimaan barang telah ditandatangani oleh kepala tata usaha.

Mencatat secara tertib dan teratur penerimaan barang. penyimpanan berkaitan erat dengan: 1. Alat-alat bengkel dan alat ukur: Alat Bengkel Bermotor.permohonan pembelian untuk kemudian dapat digunakan dengan baik. Bukti-bukti pemasukan barang disimpan dalam satu tempat atau map khusus yang berisi bukti-bukti penerimaan logistik secara berurutan sesuai tanggal penerimaa n. Kartu inventaris gedung dan bangunan d. Setiap satu jenis barang dibuatkan satu kartu barang 3. Untuk barang habis pakai. dan merawat perawatan merupakan perbedaan utama dengan barang habis pakai dalam hal masa manfaat yang melebihi 1 tahun sehingga berdampak pada biaya perawatan yang perlu diaanggarakan agar barang dapat digunakan secara optimal. Setiap kartu barang harus dapat menunjukkan persediaan barang pada saat itu. Menggunakan sistem kartu barang guna pemantauan persediaan dan penggunaan barang 2. kartu inventaris mesin dan peralatan digunakan untuk mencatat Alat-alat angkutan: Alat Angkutan Darat Bermotor. baik karena adanya pemasukan barang mau pun pengeluaran barang harus secepatnya dicatat 5. Kartu Inventaris aset tetap lainnya Buku dan perpustakaan digunakan juga untuk mencatat: . 2. Alat Bengkel Tak Bermotor. 6. Alat Rumah Tangga. dan lainlain. maka penyimpanan dan penggunaan barang sebaiknya memperhatikan hal-hal berikut: 1. mengatur. 4. dan keadaan persediaan barang ke dalam buku barang menurut jenisnya (format masingma sing kartu dapat dilihat dalam lampiran): a. Kartu barang disimpan dalam kotak atau file khusus. Alat Peraga/Praktek Sekolah dan lain-lain. pengeluaran barang. dan lain-lain Alat-alat kantor dan rumah tangga: Alat Kantor. dan diurutkan secara alfa betis sesuai dengan nama barang. c. Untuk barang tidak habis pakai. Alat Angkutan Darat Tak Bermotor. kartu inventaris tanah b. Menyimpan. dan lain-lain. Setiap ada perubahan jumlah logistik. Alat-alat laboratorium: Unit Alat Laboratorium.

dan lain-lain 216 . Tanda Penghargaan. Arsitektur. Ilmu Pengetahuan Praktis. Kebudayan seperti: Pahatan.Buku seperti Buku Umum Filsafat. Alat-alat Kesenian. sejarah dan lain-lain Barang bercorak kesenian/kebudayaan Barang Bercorak Kesenian. Olahraga Geografi. Alat Olahraga. Lukisan. Ilmu Sosial. Agama. Biografi. Kesenian. Ilmu Bahasa. Matematika dan Pengetahuan Alam.

Pohon Asem dan lain-lain sejenisnya termasuk pohon ayoman/pelindung. Contoh penulisan arti dari kode yang digunakan adalah sebagai berikut: 02.03. Binatang Unggas. Binatang Melata. kelompok. Pada dasarnya keduanya sama-sama terdiri dari 14 digit. dengan kode golongan. bi dang.Personal Komputer 01: Kode sub sub-kelompok . untuk barang tidak habis pakai pemakain atau penempatan barang harus dicatat dengan baik dan jelas.Komputer 01: Kode sub-kelompok .003 Kode barang mengandung arti: 02: Kode golongan barang . Berkaitan erat dengan masalah pemeliharaan dan keamanan.Alat Kantor 03: Kode kelompok .06.02. 3. pengurangan maupun pergerakan barangbarang yang berada di lingkungan sekolah. Ikan. Ini berkaitan erat dengan masalah pengamanan dan pemeliharaan yang dinyatakan dalam PP 6/2006 Pasal 8 Ayat 2 butir e bahwa: Pengguna barang wajib mengamankan dan memelihara barang milik daerah yang berada dalam penguasaanya . Tumbuhan-tumbuhan seperti Pohon Jati. Berbeda dengan barang habis pakai yang setelah diminta untuk digunakan tidak per lu dipantau keberadaannya. maka digunakanlah kartu inventaris ruang yang ditempatkan di setiap ruangan dan berisikan barang apa saja yang ada di ruangan tersebut dan bagaimana kondisinya.06/2010.PC unit 0003: Kode Register . H.Hewan/ternak dan tumbuhan Hewan seperti Binatang Ternak. Format kartu inventaris ruang dapat dilihat dalam bagian lampiran.01. sub-kelompok dan sub sub-kelompok yang dapat dilihat dalam peraturan t erkait. sedangkan untuk madrasah negeri mengacu pada Permenkeu 29/PMK. PENULISAN KODE BARANG Kode yang digunakan mengacu pada Lampiran Permendagri 17/2007 untuk sekolah negeri. Pohon Kenari. dan lain-lain sejenisnya. Pohon Mahoni. Untuk memudahkan proses tersebut. Membuat laporan berkala. maka kartu ini diperbaharui minimal enam bulan sekali dan disaat bersamaan penanggung jawab melakukan pemeriksaan atas kondisi barang dan memastikan keberadaannya.Peralatan dan Mesin 06: Kode bidang . Kartu inventaris ruang mutlak harus diperbaha rui untuk dapat mengetahui penambahan.

ditulis: 0001 s/d 0150. 217 . pencatatan terhadap barang yang sej enis. Nomor urut pencatatan dari setiap barang.Kode register merupakan kode unik yang tidak diatur secara khusus dalam peratura n perundangan. besaran harganya sama seperti meja dan kursi jumlahnya 150 . melainkan kode unik yang ditetapkan oleh masing-masing sekolah: 1. maka pencatatannya dapat dilakukan dalam suatu format pencatatan dalam lajur reg ister. tahun pengadaan sama.

2. bisa dilihat nomor unik yang terca ntum di unit komputer tersebut dan dijadikan nomor register (cukup diambil 3-4 angka ter akhir) 3. Nomor register ini dicetak dan ditempel pada barang tidak habis pakai yang re levan LAMPIRAN 1 Contoh Kartu Barang Habis Pakai Nama Sekolah : Alamat : Nama Barang : 218 . Nomer register juga bisa diambil dari nomor rangka/nomor produksi yang meleka t pada barang yang dibeli. Misalnya: untuk komputer.

.................) Mengetahui Kepala Sekolah LAMPIRAN 2 Luas (m2) Nomor Kode Barang Jenis Barang/ Nama Barang No 219 Kartu Inventaris Tanah ...................) Kepala Tatausaha Harga Asal Usul Penggunaan Sertifikat Nomor Status Tanah Tanggal Hak Alamat Tahun Pengadaan/ Penerimaan (.........Ket.. (...........

LAMPIRAN 3 220 Kartu Mesin/Peralatan .

LAMPIRAN 4 221 Kartu Inventaris Gedung .

LAMPIRAN 5 222 Kartu Inventaris Aset Tetap Lainnya .

LAMPIRAN 6 223 Kartu Inventaris Ruang .

224 .

2. Setiap kegiatan wajib dibuatkan laporan hasil pelaksanaan kegiatannya. Laporan merupakan pertanggungjawaba n atas pelaksanaan kegiatan yang dibiayai sumber dana tertentu (umpama saja dana B OS). baik yang berupa laporan-laporan keuangan maupun dokumen pendukungnya. LATAR BELAKANG Laporan adalah salah bentuk dari pertanggungjawaban keuangan yang utama. disimpan dan ditata dengan rapi dalam urutan nomor dan 225 .Bagian 3 Bab VI Pelaporan A. Seluruh arsip data keuangan. Untuk itu laporan pertanggungjawaban harus memenuhi unsur-unsur sebagai berikut: 1. Pelapor an disini diartikan laporan yang wajib diserahkan oleh sekolah kepada Tim Manajemen BOS Kabupaten dan pengumuman yang harus dipajang di papan pengumuman sekolah sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat.

LAPORAN REALISASI PENGGUNAAN DANA Berbeda dengan format-format pembukuan yang semuanya disusun untuk setiap sumber dana. Penerimaan dirinci per sumber dana. Terdapat dua laporan utama yang harus disusun sekolah terkait dengan penggunaan dana BOS. Dalam hal ini.tanggal kejadiannya. semester dan tahunan. Waktu Pelaporan: laporan pertanggungjawaban keuangan tersebut disampaikan set iap triwulan. sehingga harus memuat laporan pener imaan dan penggunaan uang dari semua sumber dana yang diterima oleh sekolah. untuk sumber dana tertentu (umpama saja dana BOS) disesuaikan dengan persyaratan sumber dana yang bersangkutan 4. maka laporan realisasi penerimaan dan penggunaan dana adalah format multi sumber yang berarti bahwa laporan ini merupakan laporan semua sumber dana yang diterima sekolah secara terintegrasi. Bentuknya berupa: Laporan Realisasi Penerimaan dan Penggunaan dana dari penanggungjawab/pengelola dana di tingkat sekolah harus disampaikan kepada Dinas Pendidikan (umpama saja kepada Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota . format laporan B OS akan digunakan sebagai acuan. sedangkan penge luaran akan dirinci per program sekolah yang selanjutnya dirinci per jenis belanja. 3. Masing-masing akan dibahas secara terpisah di bawah ini. dan masingmasing akan ditunjukkan dari sumber dana mana pengeluaran-pengeluaran tersebut dibiayai.laporan internal). Kemendikn as menginginkan agar sekolah tidak terlalu dibebani dengan bermacam-macam laporan y . seperti juga bab-bab terdahulu. yaitu: Laporan Realisasi Penggunaan Dana per Program (ditujukan kepada Tim Sumber Dana/BOS Kota/Kabupaten) dan Pengumuman Realisasi Penggunaan Dana (ditujukan kepada masyarakat). Keakuratan dan ketepatan waktu laporan merupakan hal ya ng mutlak dalam penyusunan laporan. laporan yang bersifat multi sumber dan juga kepada masyarakat (lapora n eksternal). Format ini adalah format multi sumber. serta disimpan di suatu tempat yang aman dan mudah untuk ditemukan setiap saat. Bab ini akan membahas tentang laporan yang wajib disusun dan dilaporkan ke berba gai pihak sesuai aturan/syarat yang berlaku berkaitan dengan dana yang diterima seko lah dari berbagai sumber. Format Laporan Realisasi Penerimaan dan Penggunaan Dana (BOS K-2) adalah format laporan keuangan terintegrasi dan singkat/padat (condensed) dan merupakan satu-satunya l aporan yang disampaikan kepada Tim Manajemen Sumber Dana (umpama saja BOS) Kabupaten/ Kota. B.

dan apabila membutuhka n informasi yang lebih rinci maka semua data tersedia di sekolah bagi mereka. Mereka dipersilahk an untuk membaca dan mempelajari laporan terpadu BOS K-2 tersebut.ang belum tentu sempat dibaca oleh para instansi peminta laporan. Form at laporan BOS K-2 adalah sebagai berikut: 226 .

227 .

dan nomor kode Jenis Belanja Kolom 3. dirinci per ( 2) Jenis Belanja tersebut dalam uraian Buku Kas Umum (BOS K-3) dari semua sumber dana.Diisi dengan jumlah pengeluaran dari program sekolah dan non-program sekolah d an jenis belanjanya seperti disebutkan dalam BOS K-3 yang dibiayai sumber dana BOS Provinsi. Cara mengisi Format adalah: Kolom 2. Sumber dana: sebutkan jenis/nama sumber dana yang bersangkutan b. dengan format sebagai berikut: a. diisi dengan nomor kode sesuai dengan kode Program Nasional.Diisi dengan jumlah pengeluaran dari program sekolah dan non-program sekolah dan jenis belanjanya seperti disebutkan dalam BOS K-3 yang dibiayai sumber dana Bantuan Lain . . .Diisi dengan jumlah pengeluaran dari program sekolah dan non-program sekolah d an jenis belanjanya seperti disebutkan dalam BOS K-3 yang dibiayai sumber dana BOS Pusat.Sumber informasi untuk penyusunan format ini adalah Buku Kas Umum/BOS K-3 (yang tidak multi sumber) dari semua sumber dana yang dikelola oleh sekolah pada periode yan g sama.Diisi dengan jumlah pengeluaran dari program sekolah dan non-program sekolah dan jenis belanjanya seperti disebutkan dalam BOS K-3 yang dibiayai sumber dana Pendapatan Asli Sekolah Cara yang harus dilakukan untuk mengambil data transaksi yang sudah dibukuan dal am Buku Kas Umum (BOS K-3) adalah: Buatlah ringkasan setap Buku Kas Umum dari setiap sumber dana per program dan se tiap program dirinci per jenis belanja. diisi dengan jumlah pengeluaran dari program sekolah dan non-program se kolah dari kolom 4 sampai dengan 9. Kolom 4. Penerimaan . Kolom 5.Diisi dengan jumlah pengeluaran dari non-program sekolah yang berupa jenis bel anja seperti disebutkan dalam BOS K-3 yang dibiayai sumber dana rutin. nomor Kode Program Sekolah. . diisi dengan urutan sebagai berikut: (1) Program Sekolah.Diisi dengan jumlah pengeluaran dari program sekolah dan non-program sekolah d an jenis belanjanya seperti disebutkan dalam BOS K-3 yang dibiayai sumber dana BOS Kabupaten/Kota . .

Pengeluaran: 1) nomor kode sesuai dengan yang ada di BOS K-3 2) uraian: a) program X.1) Nomor kode sesuai dengan yang ada di BOS K-3 2) Jumlah c. yang dirinci per jenis belanja 228 .

yang dirinci per program sekolah . Kepala Sekolah. Pengeluaran Umum: a. 3) isikan ringkasan tersebut ke dalam format laporan BOS K-2 d. 2. yaitu: 1.Jenis Belanja B. Pembelian Barang/Jasa Ketua Komite Sekolah. yang dirinci per program sekolah . Nomor sesuai dengan sumber dana yang ditunjukkan pada kolom 5 C. Pembelian barang dan jasa: Merupakan laporan rinci barang dan jasa yang telah dibeli/dibayar dan datanya diambil dari Buku Kas Umum dari sumber dana yang bersangkutan Format yang digunakan untuk Laporan Penggunaan Dana adalah: Laporan Penggunaan Dana (BOS--11B) No Jenis Pengeluaran Tanggal/Bulan Jumlah (Rp) 1 2 3 No Barang/Jasa Tanggal/ Bulan Nama Toko/ Penyedia Jasa Jumlah (Rp) 1 2 3 A.b) program Y. Laporan Penggunaan Dana (BOS-03) . Masing-masing sumber dana penggunaannya akan dilaporkan dalam dua (2 kelompok) pengeluaran. Bendahara. Pengeluaran B. yang dirinci per jenis belanja c) dsb.Jenis Belanja A. Nomor kode sesuai dengan yang ada di BOS K-3 b. dengan mencatumkan jenis/nama sumber d ana yang bersangkutan (dibuat untuk setiap sumber dana). Uraian: .dsb. LAPORAN PENGGUNAAN DANA (FORMAT BOS-03) Laporan ini merupakan laporan yang harus diumumkan kepada masyarakat melalui pap an pengumuman sekolah dengan cara sebagai berikut: Buatlah ringkasan setiap Buku Kas Umum dari setiap sumber dana per program dan setiap program dirinci per jenis belanja.

229 .

Data yang digunakan untuk menyusun laporan ini adalah data yang berasa l dari Buku Kas Umum. Laporan umumnya mencakup periode tiga bulanan dan dicantumkan pad a judul atas laporan. LATIHAN Dengan menggunakan hasil pembukuan transaksi pada Bab 4.Laporan ini merupakan laporan yang harus disusun untuk setiap sumber dana dalam periode tertentu. susunlah Laporan Realis asi Penggunaan Dana Tiap Jenis Anggaran dan Laporan Penggunaan Dana berdasarkan sumb er. Laporan ini ditempelkan di papan pengumuman sekolah agar mud ah dibaca oleh masyrakat. 230 .

LATAR BELAKANG Tahap yang tidak kalah pentingnya dalam siklus manajemen keuangan adalah pengend alian. audit dan pengendalian untuk memberikan gambaran lengkap tentang apa yang dilaku kan pada masing-masing tahap. siapa yang melakukan dan apa saja yang harus dipersiap kan sekolah dalam masing-masing bagian. Bab ini tidak akan secara dalam membahas mas ingmasing sub-topik diatas. Dalam berbagai literatur. audit maupun pengendalian. pengawasan secara umum diartikan sebagai usaha yang di lakukan dengan mengamati dan membandingkan pelaksanaan dengan rencana dan mengoreksinya 231 . Sesi ini secara khusus akan menjelaskan perbedaan dari pen gawasan. melainkan sebagai pengetahuan dan pengenalan dari masingmasing sub-topik sehingga dapat lebih baik mempersiapkan diri dalam menjalani pengawasa .Bagian 3 Bab VII Pengawasan. Audit Dan Pengendalian A. pengawasan dan audit.

PENGAWASAN DI TINGKAT SEKOLAH Mardiasmo dalam buku Otonomi dan Manajemen Keuangan Daerah menyatakan bahwa pengawasan mengacu pada tindakan atau kegiatan yang dilakukan oleh pihak di luar eksekutif (yaitu masyarakat dan DPRD) untuk mengawasi kinerja pemerintahan. Monitoring internal adalah monitoring yang dilakukan oleh Tim Manajemen BOS T ingkat . dll). Pengawasan dilakukan oleh pihak yang berada di luar organisasi. evaluasi. Untu k tingkat sekolah ini berarti dilakukan oleh pihak-pihak diluar dinas pendidikan d an sekolah itu sendiri (masyarakat. monitoring dan evaluasi 3. dewan pendidikan. Yang merupakan fokus dari pengawasan adalah penyelenggaraan tugas dan fungsi sekolah sehingga didapat keyakinan yang memadai bahwa kegiatan di sekolah telah dilaksan akan sesuai dengan norma yang berlaku dan tolok ukur yang telah ditetapkan secara efe ktif dan efisien. Tim manajemen BOS Provinsi/Kabupaten/Kota melakukan pengawasan dalam bentuk melakukan reviu. Dalam buku Panduan BOS 2011. DPRD melakukan pengawasan ke sekolah dalam bentuk monitoring. audit diartikan sebagai pemeriksaan. Sekretaris provinsi/kabupaten/kota. antara lain: 1. Terdapa t hubungan yang erat antara rencana dengan pengawasan. dengar pendapat dan kunjungan kerja.apabila terjadi penyimpangan atau melakukan penyesuaian jika diperlukan. dengan bentuk yang beragam. B. Cakupan pengawasan di tingkat sekolah melipu ti kegiatan reviu. LSM. 2. komite sekolah dan masy arakat melakukan pengawasan dengan melakukan monitoring terhadap sekolah. Dala m tata pemerintahan di Indonesia sendiri. Karena itulah system pengendalian dalam suatuorganisas i sering disebut juga sebagai pengendalian manajemen. pemantauan (monitoring) dan bentuk kegiatan pengawasan lainnya. Pengendalian dalam sector publik diartikan sebagai sebuah proses untuk memberika n jaminan dilaksanakannya strategi organisasi secara efektif dan efisien sehingga tujuan organisasi dapat dicapai. Sedangkan Audit secara umum berarti proses sistematis yang dilakukan oleh orang yang kompeten dan independen dengan mengumpulkan dan mengevaluasi bahan bukti dan bertujuan memberikan pendapat mengenai kewajaran laporan keuangan tersebut. dalam ini di lua r sekolah. kegiatan pengawasan disebut dengan monitoring yang dibedakan menjadi: 1.

yaitu melakukan monitoring dan ikut menyelesaikan masalah jika ditemukan permasalahan dalam pelaksanaan program BOS. dan pelaporan. pelayanan dan penanganan pengaduan . 232 . kelemahan dan rekomendasi untuk perbaikan program.Pusat. administras i keuangan . Tingkat Provinsi dan Tingkat Kabupaten/Kota. Komponen utama yang dimonitor antara lain: alokasi dana sekolah penerima bantuan . 2. Monitoring eksternal lebih bersifat evaluasi terhadap pelaksanaan program dan melakukan analisis terhadap dampak program. Monitoring internal ini bers ifat supervisi klinis. penyaluran dan penggunaan dana. Monitoring eksternal ini dapat dilakukan oleh Balitbang atau lembaga independen lainnya yang kompeten.

Inspek torat Jenderal di tingkat Pusat. Audit internal dilakukan oleh BPKP (Badan Pemeriksa Keuangan Pemerintah). 3. Hasil dari pemeriksaan ini adalah berupa opini. Audit eksternal yaitu audit yang dilakukan dengan tujuan untuk memberikan per nyataan pendapat professional mengenai tingkat kelayakan dan keandalan informasi dan lap oran pertanggungjawaban yang disampaikan kepada masyarakat. analisis. Misalnya untuk pemeriksaan keuangan.Secara teknis. obyektifn dan professional berdasarkan standar pemeriksaan. Pemeriksaan kinerja. Hasil pemeriksaan berupa kesimpulan. AUDIT Audit dalam tata keuangan Negara di Indonesia identik dengan pemeriksaan dan sesuai Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Negara Pasal 1 nomor 1 pemeriksaan sendiri di defini sikan sebagai proses identifikasi masalah. Provinsi maupun Kota/Kabupaten. kredibilitas. 2. Pemeriksaan dengan tujuan tertentu adalah pemeriksaan yang tidak termasuk but ir 1 dan 2 di atas. C. penting bagi sekolah untuk menyiapkan bukti-bukti yang terkai t dengan pemeriksaan yang dilakukan. 2. kecermatan. dan keandalan informasi mengenai pengelolaan dan tangg ung jawab keuangan negara . inefisiensi dan kegagalan dari berbagai program yang dilaksanakan. Hasil pemeriksaan kinerja adalah berupa temuan. Dalam pemeriksaan. Pemeriksaan keuangan yaitu pemeriksaan terhadap laporan keuangan. dan evaluasi yang dilakukan secara independen. Hasil dari audit internal adalah berupa rekomendasi. simpulan dan temuan. Sedangkan berdasarkan fungsinya. Audit internal adalah audit dengan tujuan membantu pihak manajemen dalam mengidentifikasi kelemahan. untuk menilai kebena ran. maka buk tibukti . Pengawasan memfokuskan pada orang-orang yang mengelola program atau melaksanakan kegiatan. Hasil dari audit eksterna l berbentuk opini atau pendapat atas kewajaran laporan keuangan. sementara pada monitoring fokusnya adalah pada komponenko mponen program/kegiatan. perbedaan mendasar dari pengawasan dan monitoring terletak adalah pada fokusnya. Undang-undang ini membedakan pemeriksaan keuangan menjadi: 1. audit dibedakan menjadi: 1.adalah pemeriksaan atas pengelolaan keuangan Negara yang terdiri atas pemeriksaan aspek ekonomi dan efisiensi serta pemeriksaan aktivitas . Audit eksternal u ntuk lembaga pemerintah di Indonesia dilakukan oleh BPK (Badan Pemeriksa Keuangan). kesimpulan dan rekomendasi.

PENGENDALIAN DI TINGKAT SEKOLAH Pengendalian manajemen menurut Mardiasmo (2004:45) yang dimaksud pengendalian adalah usaha untuk memberikan jaminan dilaksanakannya strategi organisasi secara efektif dan efisien sehingga tujuan organisasi dapat dicapai. yaitu: (1) perencanaan. Pengendalian manajemen melipu ti beberapa aktivitas. General Accounting Office (GAO) dalam Comprehensive Audit Manual (seperti dikutip Sawyer. D. (2) koordinasi antar berbagai bagian dalam 233 . 1988:100) pengendalian manajem en adalah beberapa cara atau alat yang digunakan oleh manajemen dalam melaksanakan fungsi pengendalian dalam mencapai tujuan entitas.keuangan dan kepatuhan terhadap aturan maupun standar yang telah ditetapkan akan menjadi tolok ukur pemeriksaan dan pada akhirnya menjadi dasar pemberian opini.

(6) pengendali an. dan ketaatan terh adap peraturan perundang-undangan. Dinas Pendidikan Kabupate n/ Kota dan Koordinator tingkat kecamatan. 4. pencatatan yang akurat dan tepat waktu atas transaksi dan kejadian. dokumentasi yang baik atas Sistem Pengendalian Intern serta transaksi dan ke jadian penting. (3) komunikasi informasi. 6. 5. provinsi. Dinas Pendidikan Provinsi. otorisasi atas transaksi dan kejadian yang penting. pengamanan aset negara. dan 11. pengendalian fisik atas aset. kota/kabupaten da n kecamatan oleh Kemendiknas. 10. 3. akuntabilitas terhadap sumber daya dan pencatatannya. pengendalian atas pengelolaan sistem informasi. 9. (4) pengambilan keputusan. pemisahan fungsi. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah mendefinisikannya sebagai: proses yang integral pada tindakan dan keg iatan yang dilakukan secara terus menerus oleh pimpinan dan seluruh pegawai untuk memb erikan keyakinan memadai atas tercapainya tujuan organisasi melalui kegiatan yang efekt if dan efisien. penetapan dan reviu atas indikator dan ukuran kinerja. Dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan pengendalian di atas. Dari penjelasan di atas. Tindakan atau kegiatan yang dilakukan sebagai bent uk dari pengendalian internal dapat berupa: 1. keandalan pelaporan keuangan. reviu atas kinerja Instansi Pemerintah yang bersangkutan. 8. terlihat bahwa pengendalian berpusat dari. .organisasi. pembinaan sumber daya manusia. pembatasan akses atas sumber daya dan pencatatannya. (5) memotivasi orangorang dalam organisasi agar berprilaku sesuai dengan tujuan organisasi. Bentuk pengendalian dan pelaku pengendalian yang umumnya dilakukan di tingkat se kolah adalah sebagai berikut: 1. baik atasan maupun sta f memiliki tugas dan kewajiban masing-masing agar system pengendalian dapat berjalan dengan baik. dalam dan bagi suatu organisasi. 7. 2. dan (7) penilaian kinerja. Pembinaan: dilakukan di tingkat pemerintah pusat.

kepatuhan terhada p peraturan perundangan. keamanan barang yang berada dalam pengelolaan sekolah. Dokumentasi yang baik dan pencatatan akurat serta tepat waktu dilakukan di ti ngkat sekolah/madrasah. Memastikan bahwa pengelolaan keuangan sekolah telah dilakukan secara ekonomis . efisien. 2. Karenanya sekolah perlu membiasakan diri untu k menganggap kegiatan-kegiatan tersebut sebagai bagian dari kegiatan rutin dengan mempersiapkan diri dengan cara: 1. audit maupun pengendalian adalah merupakan bagian dari siklus manaje men keuangan yang akan terus berulang. Memastikan dilakukanya pengendalian internal yang efektif guna menjamin penca paian tujuan. Pengawasan. perolehan dan pemeliharaan data/informasi yang handal dan 234 .2. efektif dan bertanggungjawan sesuai peraturan yang berlaku.

3. kompete n. dan relevan perlu terus dilakukan oleh manajemen sekolah. dokumentasi dan bukti-bukti pendukung yang cukup. Menyusun dan menyampaikan laporan secara tepat waktu. Memelihara catatan. 4. 235 .pengungkapan yang wajar.

236 .

Referensi 237 .

238 .

Nomor 08/PMK. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 Tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan. dan Kegiata n Orang Pribadi. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 Tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 Tentang Pedoman Penyusunan dan Penerapa n SPM. Permendiknas Nomor 15 Tahun 2010 Tentang Standar Pelayanan Mimimal Pendidikan Da sar. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2007 Tentang Pedoman Teknis Pengel olaan Barang Milik Daerah beserta Lampiran 41 mengenai Tabel Kode Barang. Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2008 Tentang Pendanaan Pendidikan.03/2007. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 29/PMK. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 Tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/ Daerah dan perubahannya melalui Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2008. Permendagri Nomor 59 Tahun 2007 Tentang Sistem Pengelolaan Keuangan Daerah.03/2008 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Pemotongan Pajak Atas Penghasilan Sehubungan dengan Pekerjaan.03/2008 Tentang Penunjukan Pemungut Pajak Penghasilan Pasal 22 Sifat dan Besarnya Pungutan serta Tata Cara Penyetoran dan Pelaporannya. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan. Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 Tentang Panduan Pengelolaan Keuangan Daerah.03/2007. Permendiknas Nomor 13 Tahun 2007 Tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah.03/2008. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 252/PMK. Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010 Tentang Perubahan Atas Peraturan Pemeri ntah Nomor 17 Tahun 2010 Tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan.03/2001 dan perubahannya Keputusan Menteri Keuangan Nomor 154/KMK. Jasa. serta Peraturan Menteri Keuangan Nomor 184/PMK. Permendiknas Nomor 16 Tahun 2007 Tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompet .Keputusan Menteri Keuangan Nomor 254/KMK. Peraturan Pemerintah Nomor 80 Tahun 2008 Tentang Sistem Pengendalian Internal Pe merintah (SPIP).06/2010 Tentang Penggolongan dan Kodefik asi Barang Milik Negara. dan Nomor 210/PMK.

Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 Tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Das ar dan Menengah. Permendiknas Nomor 20 Tahun 2007 Tentang Standar Penilaian Pendidikan.ensi Guru. Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 Tentang Standar Pengelolaan Pendidikan oleh Sat uan Pendidikan Dasar dan Menengah. Permendiknas Nomor 24 Tahun 2006 Tentang Pelaksanaan Pemendiknas Nomor 22 Tahun 2006 239 .

Permendiknas Nomor 26 Tahun 2008 Tentang Standar Tenaga Laboratorium Sekolah/Mad rasah. Undang-undang Nomor 15 Tahun 2004 Tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung J awab Keuangan Negara. Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 Tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Permendiknas Nomor 25 Tahun 2008 Tentang Standar Tenaga Perpustakaan Sekolah/Mad rasah. Undang-undang Nomor 36 Tahun 2008 Tentang Perubahan Keempat atas UU Nomor 7 Tahu n 1983 Tentang Pajak Penghasilan. Undang-undang Nomor 42 Tahun 2009 Tentang Perubahan Ketiga PPN Barang dan Jasa d an PPNBm. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 Tentang Perbendaharaan Negara. Permendiknas Nomor 37 Tahun 2010 Tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun Anggaran 2011. dan Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA). Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara. Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen. Permendiknas Nomor 63 Tahun 2009 Tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan. 240 . Permendiknas Nomor 24 Tahun 2008 Tentang Standar Tenaga Administrasi Sekolah/Mad rasah. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1983 Tentang Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Barang da n Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPNBm). Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik. Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs). Undang-undang Nomor 18 Tahun 2000 Tentang Perubahan Kedua PPN barang dan Jasa da n PPNBm.Tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Permendiknas Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Standar Sarana dan Prasarana untuk Seko lah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI).

.

Pendidikan Karakter Bangsa .

Pendidikan Karakter Bangsa 242 .

mandiri.SKL SMP Lulusan SD memiliki kompetensi-kompetensi berikut: Menjalankan ajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap perkembangan anak. Menggunakan informasi tentang lingkungan sekitar secara logis. sehat. dan kreat if. kreatif. Menunjukkan kemampuan berpikir logis. dengan bimbingan guru / pendidik. kritis. berakhlak mulia. Menghargai keberagaman agama. ras. SKL SD . Menunjukkan kemampuan memecahkan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari. berilmu. UUSPN UUSPN Pasal 3 menyebutkan: Pendidikan Nasional mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. dan kreatif.Pendidikan Karakter Bangsa Materi Pendidikan Karakter Bangsa Pendidikan Karakter di Pendidikan Dasar KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR 2011 Latar Belakang (Dasar Hukum) UU nomor 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Menunjukkan rasa keingintahuan yang tinggi dan meyadari potensinya. dan menjadi warga negara yang demokrati s serta bertanggung jawab. dan golongan sosial ekonomi di lingkungan sekitarnya. suku. Mengenal kekurangan dan kelebihan diri-sendiri. budaya. Pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar men jadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Inpres nomor 1/2010 tentang Percepatan Pelaksanaan Prioritas Pembangunan Nasional Tahun 2010 menyatakan/menghendaki/ memerintahkan pengembangan karakter peserta didik melalui pendidikan di sekolah. Permendiknas nomor 22/2006 tentang Standar Isi. . kritis. Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungannya. cakap. Permendiknas nomor 23/2006 tentang SKL.

243 . dan tanah air Indo nesia. Menunjukkan kecintaan dan kebanggaan terhadap bangsa.Menunjukkan kemampuan mengenali gejala alam dan sosial di lingkungan sekitar. negara. Menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan.

kreatif. dan memanfaatkan waktu l uang. berbicara. kritis. Menunjukkan kemampuan belajar secara mandiri sesuai dengan potensi yang dimiliki nya. Bekerja sama dalam kelompok. kritis. dan golongan sosial ekonomi dal am lingkup nasional. menulis dan berhitung . Menerapkan nilai-nilai kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat. tolong menolong. ras. Lulusan SMP memiliki kompetensi-kompetensi berikut: Mengamalkan ajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap perkembangan remaja.Menunjukkan kemampuan untuk melakukan kegiatan seni dan budaya lokal. berbangsa. dan menjaga diri sendiri dalam lin gkungan keluarga dan teman sebaya. dan inovatif. Berkomunikasi secara jelas dan santun. Menerapkan hidup bersih. aman. sehat. Menunjukkan kemampuan berpikir logis. aman. membaca. sehat. Menghargai keberagaman agama. . budaya. suku. Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungan yang lebih luas. dan kreatif. Mendeskripsikan gejala alam dan sosial. Memahami kekurangan dan kelebihan diri-sendiri. bugar. Menunjukkan kemampuan menganalisis dan memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Menunjukkan kebiasaan hidup bersih. Mencari dan menerapkan informasi dari lingkungan sekitar dan sumber-sumber lain secara logis. Menunjukkan sikap percaya diri. Menunjukkan kegemaran membaca dan menulis Menunjukkan keterampilan menyimak. Berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan santun. dan memanfaatkan waktu luang dengan baik. Menghargai karya seni dan budaya nasional. dan bernegara demi terwujudnya persatuan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Menghargai tugas pekerjaan dan memiliki kemampuan untuk berkarya. bugar. Memanfaatkan lingkungan secara bertanggung jawab.

Memiliki jiwa kewirausahaan 244 .Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di masyarakat. membaca. Menunjukkan keterampilan menyimak. Me nghargai adanya perbedaan pendapat. Menguasai pengetahuan yang diperlukan untuk mengikuti pendidikan menengah. dan menulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris sederhana. berbicara. Menunjukkan kegemaran membaca dan menulis naskah pendek sederhana.

SK/KD SELURUH MAPEL SD & SMP SK/KD memuat nilai-nilai: religiusitas kejujuran toleransi disiplin kerja keras kreativitas kemandirian demokratis rasa ingin tahu semangat kebangsaan cinta tanah air menghargai prestasi bersahabat/komunikatif cinta damai senang membaca peduli sosial peduli lingkungan tanggung jawab INPRES NOMOR 1 TAHUN 2010 Bidang Pendidikan: Penguatan metodologi dan kurikulum Penyempurnaan kurikulum dan metode pembelajaran aktif berdasarkan nilai-nilai bu daya bangsa untuk membentuk daya saing dan karakter bangsa. hukum/konstitusi. Pengertian Karakter dan Pendidikan Karakter Karakter adalah perilaku yang dilandasi oleh nilai-nilai berdasarkan norma agama . dan estetika. kebudayaan. Pendidikan karakter adalah upaya yang terencana untuk menjadikan peserta didik m . adat istiadat. Terselenggaranya uji coba kurikulum dan metode pembelajaran aktif berdasarkan ni lai.nilai budaya bangsa untuk membentuk daya saing dan karakter bangsa.

245 .engenal. peduli dan menginternalisasi nilai-nilai sehingga peserta didik berperilaku seba gai insan kamil.

kreatif. ing madya mangun kar sa. Sasaran Seluruh Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Indonesia. dan kewirausahaan: 25 butir nilai terba gi dalam 5 kelompok Catatan: Dengan alasan fisibilitas penanaman. kritis. Semua warga sekolah. inovatif ketangguhan 246 . Nilai Karakter dalam Hubungan Manusia dengan Tuhan Religiusitas Nilai Karakter dalam Hubunganya dengan diri sendiri kejujuran kecerdasan rasa tanggung jawab kebersihan dan kesehatan kedisiplinan berpikir logis. Setiap mapel DAPAT memfokuskan pada penanaman nilai-nilai tertentu yang paling relevan/dekat dengan sifat isi dan kegiatan pembelajaran pada mapel ybs. sesuai standar kompet ensi lulusan.Tujuan Pendidikan Karakter Meningkatkan mutu penyelenggaraan dan hasil pendidikan di sekolah melalui pemben tukan karakter peserta didik secara utuh. setiap mata pelajaran TIDAK harus menanamkan semua nilai karakter. terpadu. SK/KD. tut wuri handayani) Contoh: Nilai-nilai yang Perlu Diinternalisasikan di SD & SMP Berdasarkan nilai-nilai pada SKL. dan seimbang. terutama para peserta didik sebagai prioritas utama Pendidik berperan sebagai teladan (ing ngarso sung tuladha.

.

berpikir logis. kejujuran 3. tanggung jawab 5. tolong-menolong 8. religiusitas 2. kedisiplinan 7. kritis. kreatif dan inovatif . kebersihan dan kesehatan 6. kecerdasan 4.keingintahuan cinta Ilmu rasa percaya-diri kemandirian keberanian mengambil resiko berorientasi pada tindakan jiwa kepemimpinan kerja keras Nilai Karakter dalam Hubungan Antarmanusia tolong-menolong kesantunan kesadaran akan hak dan kewajiban diri dan orang lain kepatuhan pada aturan-aturan sosial menghargai karya dan prestasi orang lain demokrasi Nilai Karakter dalam Hubungan Manusia dengan Lingkungan: kepedulian terhadap lingkungan Nilai Kebangsaan: nasionalisme menghargai keberagaman Nilai-nilai Basis Pengembangan Karakter 1.

Catatan : Nilai-nilai tersebut merupakan karakter yang pada tahap awal pendidikan karakter ini diprioritaskan internalisasinya. 247 . melalui semua mata pelajaran.

GRAND DESIGN PENDIDIKAN KARAKTER Contoh: Skema Pendidikan Karakter di SD & SMP 248 .

dan bahan ajar (lihat lampiran). Pelaksanaan Pembelajaran 249 . Selain itu juga telah dikembangkan Buku Panduan bagi Guru Mata Pelajaran Menggunakan BSE untuk Pendidi kan Karakter. Direktorat P SMP telah mengembangkan model-model silabus.Pendidikan Karakter Terintegrasi dalam Pembelajaran Semua Mata Pelajaran Contoh : MODEL SILABUS. RPP. dan BAHAN AJAR Untuk memfasilitasi sekolah dalam melaksanakan pendidikan karakter. RPP.

menerus memperlihatkan secara kons isten perilaku yang dinyatakan dalam indikator ) MB/B: Mulai Berkembang (apabila peserta didik sudah mulai secara konsisten memperlihatkan berbagai tanda perilaku yang dinyatakan dalam indikator ) MT/C : Mulai Terlihat (apabila peserta didik sudah mulai memperlihatkan adanya t anda-tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator tetapi kemunculannya belum konsist en) BT/D: Belum Terlihat (apabila peserta didik belum memperlihatkan tanda-tanda awa l perilaku yang dinyatakan dalam indikator).Evaluasi: Authentic Assessment PENILAIAN KARAKTER Untuk memfasilitasi sekolah dalam melaksanakan pendidikan karakter. 250 . Direktorat P SMP telah mengembangkan rubrik penilaian sebagai berikut MK/A: Membudaya (apabila peserta didik terus.

Contoh: Pembinaan Karakter melalui Manajemen Sekolah 251 .

Contoh: Pembinaan Karakter melalui Kegiatan Kesiswaan 252 .

253 .

254 .

255 .

256 .

257 .

258 .

259 .

260 .

261 .

262

Suplemen Suplemen

Suplemen 264

Pengintegrasian Pengurangan Resiko Bencana ke dalam Evaluasi Diri Sekolah/Madrasah (EDS/M) Bahan suplemen ini ditujukan untuk membantu sekolah/madrasah dalam menemukenali/ mengidentifikasi ancaman bencana dan mengkaji resiko dampak bencana yang dihadap i sekolah/ madrasah, sebagai bagian dari proses Evaluasi Diri Sekolah/Madrasah (EDS/M). Atas dasar penilaian resiko dampak bencana ini, sekolah/madrasah diharapkan dapa t menentukan pilihan tindakan Pengurangan Resiko Bencana menurut jenis dan tingkatan ancaman bencana yang dihadapi sekolah/madrasah, untuk bisa dimasukkan ke dalam Rencana Pengemban gan Sekolah (RPS) dan Rencana Kerja Sekolah (RKS) A. Tentang Ancaman Bencana di Indonesia Jenis-jenis bencana di Indonesia yang dapat mempengaruhi keamanan dan keselamata n sekolah/madrasah Gempa Bumi adalah kejadian alam akibat pergeseran lempeng bumi atau meletusnya g unung berapi, yang berakibat pada pergerakan permukaan bumi. Gerakan permukaan bumi in i dapat meruntuhkan bangunan rumah, gedung, sekolah/madrasah, jembatan dan jalan. Gempa bumi dapat diikuti oleh bahaya tambahan seperti kebakaran, benda-benda jatuh, atau ba hkan banjir akibat bendungan rusak. Gempa bumi dapat mengakibatkan jatuhnya benda-benda yang terletak di atas, meruntuhkan bangunan sekolah/madrasah, dan menjebak murid dan guru di d alam reruntuhan bangunan. Tsunami adalah gelombang besar yang diakibatkan oleh adanya perubahan dasar laut atau badan air yang terjadi akibat gempa bumi, letusan gunung berapi atau longsoran b awah laut. Gelombang yang terjadi menjalar dengan kecepatan dan elevasi yang tinggi di laut an dan ketika mencapai daratan dapat menjadi banjir bandang yang sangat dahsyat berakibat meru sak bendabenda yang dilewatinya. Gelombang tsunami dapat menghancurkan dan menghanyutkan bangunan rumah, sekolah/madrasah, perkantoran dan bangunan publik lainnya yang t erletak di pinggir pantai atau pada jalur air yang dekat dengan laut. Banjir adalah kejadian di mana air menggenang dalam waktu tertentu pada daerah y ang biasanya tidak digenangi air. Banjir terjadi saat kapasitas air melebihi daya tampung sun gai, danau, rawa atau penampung air lainnya. Kejadian ini dipengaruhi oleh intensitas curah hujan , lamanya hujan, kondisi topografi, kondisi tanah, dan kondisi tutupan lahan. Banjir dapat mengge nangi bangunan sekolah/madrasah atau menghanyutkan peralatan di dalamnya.

Tanah Longsor adalah pergerakan batuan atau tanah secara menurun menuju kaki sua tu lereng. Longsor dapat terjadi akibat gempa bumi, banjir dan letusan gunung berapi. Tanah longsor juga terjadi ketika kekuatan dari batuan atau tanah yang membentuk lereng dilampaui o leh tekanan massa lereng dan benda-benda di atasnya. Pengurangan kekuatan tanah ini dapat di sebabkan oleh meningkatnya kandungan air, meningkatnya sudut kemiringan lereng, berkurang nya pohon penyangga kemiringan tanah serta bertambahnya beban di permukaan lereng. Tanah l ongsor dapat menimpa, menggeser atau menimbun bangunan sekolah/madrasah. Kebakaran adalah kejadian di mana api menghanguskan bangunan rumah, sekolah/madr asah dan bangunan publik lainnya. Kebakaran gedung dan pemukiman pada dasarnya diakib atkan 265

oleh kelalaian manusia terutama dalam hal pemilihan bahan yang mudah terbakar, p emakaian alat-alat pembakaran yang menyalahi aturan, atau pemasangan instalasi listrik ya ng salah dan pemakaian alat-alat elektronik yang mengakibatkan arus pendek dan percikan api. Kebakaran dapat juga disebabkan oleh api dari kompor atau alat pemanas lainnya. Kebakaran dapat merusak bangunan sekolah/madrasah dan menjebak murid dan guru di dalam kungkungan api. . 266

Untuk masing-masing ancaman di atas: Jika semua jawaban Y, sekolah/madrasah memiliki risiko yang SANGAT TINGGI Jika lebih banyak jawaban Y, sekolah/madrasah memiliki resiko yang TINGGI Jika lebih banyak jawaban T, sekolah/madrasah memiliki resiko yang SEDANG Jika semua jawaban T, sekolah/madrasah memiliki resiko yang RENDAH C. Tindak lanjut hasil EDS/M tentang resiko bencana yang dihadapi sekolah/ madrasah Menyikapi hasil EDS/M tentang resiko bencana Secara umum idealnya aspek Keselamatan Sekolah (School Safety) merupakan bagian dari Standar Pelayanan Minimal (SPM). Kalaupun belum menjadi standar wajib, aspek kes elamatan merupakan kebutuhan mendasar bagi berlangsungnya proses belajar mengajar yang am an, nyaman dan melindungi. Bagi sekolah/madrasah yang memiliki resiko SANGAT TINGGI, TINGGI dan SEDANG dari hasil analisis sederhana di atas, maka disarankan agar sekolah/madrasah merujuk ke Sup lemen tentang Pengintegrasian Tindakan Pengurangan Resiko Bencana kedalam Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) dan Rencana Kerja Sekolah (RKS) yang tersedia pada Modul Perencana an dan Penganggaran Sekolah/Madrasah. 267

268

Pengintegrasian Tindakan Pengurangan Resiko Bencana ke dalam Rencana Kegiatan Sekolah (RKS) dan Rencana Kerja Tahunan (RKT) Petunjuk: Lembar suplemen ini dimaksudkan untuk membantu sekolah/madrasah dalam menindak lanjuti hasil Evaluasi Diri Sekolah/Madrasah (EDS) tentang Pengurangan Resiko Bencana ke dalam Rencana Kegiatan Sekolah (RKS) dan Rencana Kerja Tahunan (RKT), melalui penentuan pilihan-pilihan tindakan yang kongkrit untuk meningkatkan keamanan dan keselamat an sekolah (school safety) dari resiko bencana. A. Menentukan Pilihan Tindakan Pengurangan Resiko Bencana Memberikan pilihan tindakan yang dapat dilaksanakan untuk mengurangi resiko bencana untuk sekolah/madrasah yang memiliki resiko SANGAT TINGGI, TINGGI dan SEDANG. Ada dua kelompok pilihan tindakan yang termasuk dalam kategori Tindakan Struktural dan Tindakan Non-Struktural B. Menentukan Kebutuhan Pengurangan Resiko Bencana Mengidentifikasi kebutuhan kegiatan sekolah/madrasah dan program perbaikan yang dapat dilakukan untuk mengurangi resiko bencana, untuk dimasukkan ke dalam rencana sekolah/madrasah 269

Jangka Pendek Evaluasi diri kerentanan bangunan, fasilitas dan lingkungan sekolah/madrasah terhadap berbagai jenis bencana Perbaikan sistem pengelolaan sekolah/madrasah agar memiliki prosedur keselamatan Penyadaran akan pemahaman pentingnya mitigasi bencana dan prosedur keselamatan Pelaksanaan kegiatan simulasi dan latihan keselamatan menghadapi bencana Jangka Menengah/Panjang Perbaikan fasilitas sekolah/madrasah agar memenuhi standar keamanan dan keselamatan menghadapi bencana Penataan ulang penggunaan ruang kelas, jalur gang,

kegiatan dan rencana kerja tahunan. Contoh--contoh kegiatan Jangka Pendek Membentuk tim siaga bencana sekolah/madrasah Melakukan evaluasi diri . Memasukkan Pengurangan Resiko Bencana ke dalam rencana sekolah/madrasah Merencanakan pemenuhan kebutuhan Pengurangan Resiko Bencana dengan menuangkan ke dalam RKS dan RKT Langkah awal: idealnya. Jika Keselamatan Sekolah/Madrasah merupakan bagian dari tujuan pengembangan sekolah/madrasah. Selanjutnya rencanarencana tersebut dituangkan lebih lanjut ke dalam Rencana Kerja Anggaran Sekolah (RKAS). TINGGI dan SEDANG. maka tujuan tersebut bisa diturunkan ke dalam sas aran. untuk sekolah/madrasah yang hasil analisis resiko bencan a dalam EDS menunjukkan resiko yang SANGAT TINGGI. Jangka waktu perencanaan: Pada umumnya pilihan tindakan STRUKTURAL dapat dikerja kan dalam JANGKA MENENGAH/PANJANG. maka unsur Keselamatan Sekolah (School Safety) harus menjadi bagian dari kondisi sekolah/madrasah yang diharapkan (bagian dari visi dan misi).gudang dan lapangan untuk meningkatkan kemudahan mobilitas Pemindahan sebagian atau keseluruhan bangunan sekolah/madrasah ke kawasan yang lebih aman dari bencana C. sedangkan pilihan tindakan NON-STRUKTURAL dapat dikerjakan dalam JANGKA PENDEK. rencana jangka menengah/ panjang dituangkan dalam Rencana Kegiatan Sekolah/RKS (4 tahunan). Di dalam mekanisme BOS. sedangkan ren cana jangka pendek dituangkan dalam Rencana Kerja Tahunan (RKT).

kerentanan bangunan dan lingkungan sekolah/madrasah dari resiko bencana Menyusun prioritas rencana perbaikan untuk mengurangi kerentanan bangunan dan lingkungan sekolah/madrasah Menyusun dan melembagakan prosedur tetap penyelamatan saat terjadi bencana Melakukan simulasi dan pelatihan penyelamatan saat terjadi bencana Mendapatkan atau membuat poster dan melakukan kampanye penyadaran prosedur keselamatan saat bencana Mengevaluasi secara berkala peningkatan budaya keselamatan di sekolah/madrasah Contoh--contoh kegiatan Jangka Menengah/Panjang .

jalur evakuasi dan penyediaan tempat berkumpul (assembly area) Merenovasi untuk penguatan struktur bangunan inti sekolah/madrasah agar tahan gempa Pengaturan kembali tata letak ruangan dan peralatan untuk mempermudah proses penyelamatan 270 .Pelebaran pintu--pintu kelas dan pintu gerbang sekolah/madrasah untuk mempermudah penyelamatan saat terjadi bencana Pembuatan rambu--rambu petunjuk arah.

Ir.com 271 . Senayan Gedung E. 3443079 Fax: 021-3505075 Email: sutopopn2011@yahoo. 5725613 Fax: 021-5725613 KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL Direktorat Jendral Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Koordinator DAK Rehabilitasi Sekolah Jl. Lantai 15 Jakarta Selatan. 10270 Tel: 021-5725061. H. Lantai 5 Jakarta Selatan. Jenderal Sudirman. 36 Jakarta Tel: 021-3442734. 5725613 Fax: 021-5725613 BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA NASIONAL Pusat Data dan Informasi Dr. KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL Direktorat Jendral Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Koordinator Program BOS Binsar Marpaung Jl. Sutopo Purwo Nugroho Jl. 10270 Tel: 021-5725061. dapat menghubungi organisasi dan institusi berikut untuk mendapatkan informasi. Referensi dan Nomor Kontak Penting Jika sekolah/madrasah memiliki resiko tinggi dan perlu informasi lebih lanjut. Jenderal Sudirman. 3442985. Juanda No.D. Senayan Gedung E.

MENGAPA PERLU MENYELENGGARAKAN PUG ? Memperoleh akses yang sama kepada sumber daya pembangunan. partisipasi. Berpartisipasi yang sama dalam proses pembangunan. Tahun 20 08 Capaian pendidikan perempuan lebih rendah dibandingkan laki-laki. termasuk proses pengambilan keputusan. baik di dalam maupun di luar rumah tangga. Rata-rata Lama Sekolah (dalam tahun) Penduduk Berusia 15 Tahun Keatas Menurut Tipe Daerah dan Jenis Kelamin. 272 . kontrol dan manfaat pembangunan. Goal 2: mencapai pendidikan dasar bagi semua dengan tujuan bahwa pada tahun 2015 semua anak baik laki-laki maupun perempuan dapat mengenyam pendidikan dasar Goal 3: mempromosikan kesetaraan dan pemberdayaan perempuan dengan tujuan untuk menghapuskan segala bentuk disparitas gender dalam pendidikan dasar dan menengah paling lambat pada tahun 2015. baik di perkot aan maupun di perdesaan Dua hal ini merupakan bagian penting dari tumbuhkembang inisiatif pemerintah Ind onesia untuk mengagendakan secara nasional upaya Pengarusutamaan Gender (PUG) APA KESETARAAN DAN KEADILAN GENDER DALAM KELUARGA? Suatu kondisi yang setara dan seimbang antara laki-laki dan perempuan dalam memp eroleh peluang/ kesempatan.Isu Gender dalam Penyusunan Rencana Kerja Sekolah DIREKTORAT PENDIDIKAN MASYARAKAT DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN NON FORMAL DAN INFORMAL KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL 2010 LATAR BELAKANG Perhatikan hal yang berkaitan dengan millennium development goals (MDGs) dan dat a lamasekolah sebagian penduduk Indonesia seperti yang dipaparkan dio bawah ini.

17 tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) Tahun 2005-2025. pelaksanaan.Memiliki kontrol yang sama atas sumber daya pembangunan. pemantauan. PUG DALAM INSTRUKSI PRESIDEN ( Inpres No. dan Memperoleh manfaat yang sama dari hasil pembangunan. dan evaluasi atas seluruh kebijakan dan program di berbagai bidang kehidupan dan sektor pembangunan PUG DALAM PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN (PERMEN DIKNAS NO.9 Tentang Pengarusutamaan Gender (PUG) dalam pembangunan Nasional. kabupaten/kota sampai dengan satuan pendidikan. KOMITMEN NASIONAL TENTANG PUG Untuk melaksanakan PUG ini.9 Tahun 2000) Suatu strategi untuk mencapai kesetaraan dan keadilan gender (KKG) melalui kebij akan dan program yang memperhatikan pengalaman. 84. pelaksanaan. mewujudkan perencanaan berperspektif gender melalui pengintegrasian pengalaman. kebutuhan. THN 2008 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN PENGARUSUTAMAAN GENDER BIDANG PENDIDIKAN ) Tujuan Pengarusutamaan Gender memberikan acuan bagi para pemegang kebijakan dan pelaksana pendidikan dalam menyusun strategi pengintegrasian gender yang dilakukan melalui perencanaan. dan evaluasi atas kebijakan. provin si. Dalam UU tersebut peningkatan kesetaraan gende r merupakan salah satu tujuan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Ke-2 (201 02014) Permendagri No 15 Tahun 2008 Tentang Pedoman Umum Pelaksanaan Pengarusutamaan Gender di daerah Permendiknas No. pemantauan. dan permasalahan per empuan dan laki-laki ke dalam proses perencanaan. pada tahun 2000 telah dikeluarkan Instruksi Presiden No. penganggaran. potensi. dan penyelesaian permasalahan laki-Iaki dan peremp .84 Tahun 2008 Tentang Pedoman Pelaksanaan PUG Bidang Pendidikan yang memberi acuan pelaksanaan PUG bidang pendidikan mulai tingkat pusat. dan kegiatan pembangunan bidan g pendidikan. aspirasi. aspirasi. program. kebutuhan. serta pemantauan dan evaluasi atas kebijakan dan program yang berperspektif gender diseluruh aspek pembangunan Undang-undang No. Melalui instruk si ini Presiden Republik Indonesia telah mengintruksikan kepada seluruh Kementerian / Lembaga serta pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk melaksanakan PUG ke dalam perencanaan. pelaksanaan.

dan tanggung jawa b laki-laki dan perempuan sebagai insan dan sumber daya pembangunan. meningkatkan kesetaraan dan keadilan dalam kedudukan. mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender pada satuan pendidikan dan masyarakat. peranan. 273 . mewujudkan pengelolaan anggaran pendidikan yang responsif gender.uan.

evaluasi dan supervisi pengelolaan kurikulum pengelolaan ketenagaan pengelolaan fasilitas pengelolaan keuangan pelayanan siswa peran serta masyarakat pengelolaan budaya sekolah Langkah Integrasi Keadilan dan Kesetaraan Gender dalam Manajemen Berbasis Sekola h (MBS) : Merumuskan visi. misi.INTEGRASI KEADILAN DAN KESETARAAN GENDER DALAM MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH (SBM) Kesetaraan dan keadilan gender dapat diintegrasikan melalui tugas dan fungsi (tu poksi) sekolah dalam menerapkan MBS yang meliputi komponen-komponen sebagai berikut : pengelolaan proses belajar mengajar perencanaan . tujuan dan sasaran sekolah dengan memasukkan kesetaraan gender sebagai bagian integral dan eksplisit Mengidentifikasi fungsi-fungsi sekolah yang menggunakan prinsip MBS dengan mengintegrasikan masalah gender yang diperlukan untuk mencapai sasaran Melakukan analisis SWOT untuk mengetahui potensi pengembangan kesetaraan gender dalam perencanaan programdan pengembangan strategis untuk mencapai sasaran Mengidentifikasi langkah-langkah pemecahan masalah terkait dengan hambatan kesetaraan gender di sekolah akibat konstruksi sosial budaya Menyusun rencana dan program peningkatan mutu yang responsif terhadap perbedaan gender sebagai konstruksi sosial dengan memperhatikan kebutuhan gender praktis d an gender strategis Melakukan monitoring dan evaluasi dengan menggunakan indikator kesetaraan gender dan indikator kebijakan responsif gender Merumuskan sasaran mutu baru melaui reformulasi manajemen sekolah yang bias atau netral gender menuju manajemen responsif gender Karakteristik Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) yang responsif Gender : Memiliki visi dan misi yang berperspektif gender Kepala sekolah memiliki karakteristik yang profesional dan sensitif gender .

Karakteristik guru yang profesional dan sensitif gender Kurikulum yang seimbang dan responsif gender Lingkungan sekolah yang sensitif gender Lingkungan fisik dan pembelajaran yang ramah terhadap perbedaan gender Manajemen sekolah yang responsif gender Ada upaya mewujudkan komite sekolah responsif gender 274 .

APA RUANG LINGKUP PENDIDIKAN SEKOLAH RESPONSIF GENDER (PSBG)? Melakukan pengarusutamaan gender pada aspek: 1. Peranserta masyarakat dalam pendidikan . Manfaat à dari program/kegiatan yang dilaksanakan TUJUAN PENDIDIKAN SEKOLAH/PT YANG RESPONSIF GENDER (PSBG) Apa Tujuan Sekolah /Perguruan Tinggi Responsif Gender (PSBG)? Mewujudkan kesempatan pendidikan yang adil dan setara adil pada semua jalur. prilaku guru. Keterwakilan anggota masyarakat dalam komite sekolah dan dewan pendidikan masih didominasi oleh laki-laki. dan jenis pendidikan. yang berdampak pada bentuk-bentuk pril aku yang bias gender. Partisipasi à dalam pengambilan kebijakan 3. dan memperkecil ketimpangan gender terut ama pada jurusan/program studi dan bidang kejuruan Mengapa Pendidikan Sekolah /Perguruan Tinggi Responsif Gender (PSBG)? Kebijakan sekolah cenderung netral (beberapa bias) gender. Proses Pembelajaran. Akses à terhadap semua program/kegiatan 2. Kontrol à terhadap sumber-sumber daya 4. Penataan sarana dan prasarana di sekolah / Perguruan Tinggi yang belum memperhat ikan kebutuhan spesifik perempuan dan laki-laki. jen jang. Perilaku guru yang belum sensitif gender. mendorong peningkatan mutu dan efisiensi melalui pemberdayaan potensi perempuan dan laki-laki secara optimal. Organisasi dan budaya sekolah. dan evaluasi pembelajaran 3. yang berdampak terhad ap tingkat pemerolehan manfaat yang berbeda antara laki-laki dan perempuan (laki-la ki biasanya mendapatkan manfaat lebih tinggi dibandingkan perempuan). penyusunan bahan ajar. Kebijakan dan Pengelolaan Sekolah 2.Identifikasi Isu-isu Gender di Sekolah / Perguruan Tinggi : 1. Sarana dan P rasarana. Administrasi Sekolah. yang meliputi. Manajemen Sekolah. Masih terdapat bahan ajar yang mengandung stereotipe gender yang menguatkan pril aku bias gender di masyarakat. metode/pendekatan dalam pembelajaran. perencanaan pembelajaran.

Penulis Bahan Ajar.SIAPA SASARAN PENDIDIKAN SEKOLAH /PT RESPONSIF GENDER ? 1. Manajer Sekolah 2. Peserta didik 275 . Orang tua) 4. Tenaga Pendidik dan Kependidikan 3. Stakeholders pendidikan (Komite Sekolah. Penerbit.

seperti: kamar mandi. 4. Manajemen Sekolah 2. dsb. dan digunakan untuk analisis pendidikan yang berpihak pada laki-l aki dan perempuan secara seimbang. bangsa. Pembelajaran 3. 5. Sekolah memiliki sarana-parasarana yang dapat diakses oleh serta memenuhi keb utuhan khusus laki-laki dan perempuan. 3. kamar ganti. Peran Serta Masyarakat Indikator Sekolah /Perguruan Tinggi Responsif Gender Aspek Manajemen: 1. 6. Diskriminasi terhadap jenis kelamin tertentu sehingga menghalangi untuk menda . kesempatan dan tugas kultur yang be rbeda antara laki-laki dan perempuan dalam kehidupan pribadi maupun dalam menjalankan tugas kedinasan. mengarahkan dan melaksanakan pelayanan pendidikan di sekolah dan dapat memperoleh manfaat yang sama dari kesempatan dan peran tersebut. Laki-laki dan perempuan memiliki kesempatan dan peran yang yang sama atau set ara dalam mengendalikan sistem pendidikan di sekolah. Perempuan dan laki-laki memiliki hak yang sama untuk menempati jabatan strukt ural dan/atau jabatan fungsional di sekolah. Stereotipi atau pembakuan citra dari peran-peran laki-laki maupun perempuan y ang merugikan salah satu jenis kelamin.RUANG LINGKUP PENDIDIKAN SEKOLAH/ PT RESPONSIF GENDER ? 1. 2. Laki-laki dan perempuan memiliki kesempatan dan peran yang sama atau setara d alam membina. melakukan pengendalian terhadap program serta memperoleh manfaat yang sama. Kesenjangan gender dalam kaitan dengan partisipasi murid yang dapat ditunjukk an dengan proporsi jumlah murid di sekolah yang menyebabkan jenis kelamin laki-laki menjad i kelompok yang mendominasi dibandingkan dengan murid perempuan 2. alat-al at olahraga. 3. MENCIPTAKAN BUDAYA SEKOLAH RESPONSIF GENDER Isu gender pada Budaya Sekolah 1. lapangan olahraga. Data dan informasi yang digunakan oleh guru dan kepala sekolah terpilah antar a laki-laki dan perempuan. Sekolah menghargai adanya karakter kerja. pakaian olah raga.

dan yang sejenisnya. seksual b erbasis perbedaan jenis kelamin 2.patkan hak-haknya serta melaksanakan peran-perannya di lingkungan sekolah 4. pelecehan seksual. Upaya Menciptakan Budaya Sekolah Responsif Gender 1. psikis maupun seksual. seperti memanda ng lebih rendah dan meminggirkan. Memberikan penghargaan dan penghormatan sesuai dengan posisi dan perannya mas ingmasing 276 . Kekerasan berbasis gender. baik fisik. Menciptakan rasa aman dan nyaman tanpa ada kekerasan fisik. psikis.

Menghindari terjadinya diskriminasi gender baik terhadap laki-laki maupun ter hadap perempuan Standar Minimal PUG Pusat Dan Daerah NO INDIKATOR STANDAR MINIMAL PENCAPAIAN 1 Dukungan Kebijakan/ Komitmen Adanya surat keputusan Dirjen/Gubernur/ Bupati mengenai pelaksanaan PUG bidang pendidikan 2 Kelembagaan Adanya Pokja PUG Bidang Pendidikan di pusat dan daerah 3 Focal Point Adanya 1 orang di pusat dan daerah yang mempunyai pemahaman PUG dengan baik 4 Program Adanya minimal 1 program pendidikan .3.

responsive gender 5 Pendataan Tersedianya data pendidikan terpilah menurut jenis kelamin 6 Anggaran Adanya dukungan APBD untuk program PUG 7 Alat analisis Adanya salah satu alat analisis gender yang dipahami dan dipergunakan dalam perencanaan program pendidikan 277 .

278 .

berupa serbuk putih dengan rasa pahit Dalam pasaran warnanya putih coklat atau dadu. EFEK Menimbulkan rasa lesu. . mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergant ungan. Rincian pengertian lebih lanjut dipaparkan di bawah ini. yang berkhasi at psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan syarat pusat yang menyebabkan perubahan k has pada aktivitas mental dan perilaku. mata berair . hilangn ya rasa. jalan mengambang. Cara penggunaan dapat disuntikkan. Konsumsi dihentikan menimbulkan rasa sakit dan kejang-kejang. rasa senang yang berlebihan. PSIKOTROPIKA dan BAHAN ADIKT IF LAINNYA. PSIKOTROPIKA Adalah zat atau obat baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika. NARKOTIKA Jenisnya: HEROIN dikenal dengan nama Putau atau PTW KARAKTERISTIK Merupakan narkoba yang sangat cepat menimbulkan ketergantungan. NARKOTIKA Adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran. penampilan dungu. keram. hilang nafsu makan dan kehilangan cairan tubuh. dihirup dan dimakan. BAHAN ADIKTIF LAINNYA Adalah bahan lain bukan narkotika atau psikotropika yang penggunaannya dapat menimbulkan ketergantungan.Rencana Aksi Nasional Pemberantasan Penggunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) Tahun 2011-2015 PENGERTIAN Istilah NARKOBA merupakan singkatan dari NARKOTIKA. hidung berlendir.

279 .Menimbulkan kematian bila over dosis.

rasa ket akutan dan agresi. butterfly . KARAKTERISTIK Bentuknya berupa tablet dan kapsul warna-warni Cara penggunaannya ditelan secara langsung Mendorong tubuh melakukan aktivitas melampui batas maksimum EFEK Peningkatan detak jantung & tekanan darah. rasa senang yang berlebihan. maupun yang diproses d engan cara pengeceran minuman yang mengandung etanol PSIKOTROPIKA Jenisnya: ECSTASY Dikenal dengan nama Inex. Gerakan tak terkontrol. heart. rasa senang yang berlebihan. MINUMAN BERALKOHON adalah minuman yang mengandung etanol yang diproses dari bahan asli pertanian ataupun secara sintetis yang mengandung karbonhidrat dengan cara fermentasi dan destilasi atau fermentasi tanpa destilasi. darity. huge drig.GANJA dikenal dengan nama mariyuana. Bentuk daun kering. hashish. sakit kepala. mual dan muntah. cairan yang lengket minyak damar EFEK Menurunkan ketergantungan monorik. gelek. essence. rasa gelisah dan panik. cimeng. hilang selera makan dan r asa haus yang berlebihan. perubahan persepsi tentang ruang dan waktu. halusinasi. cemas dan depresi ya ng dapat belangsung beberapa hari. sistem peredaran darah dan kanker. depresi. biasanya akan terjadi perasaan lelah. stick. ice. Setelah efek di atas. Kematian terjadi karena tidak seimbangnya cairan tubuh. KARAKTERISTIK Menimbulkan ketergantungan psikis yang diikuti oleh kecanduan fisik dalam waktu lama. terutama bagi mereka yang telah rutin menggunakannya. XTC. black. Yupie drug. Komplikasi kesehatan pada daerah pernafasan. grass. peningkatan denyut jantung. baik karena dehidrasi at ganja . hilangny a rasa percaya diri.

MEMTHAMPHETAMINE dikenal dengan nama shabu-shabu atau ubas KARAKTERISTIK Bentuknya berupa kristal dan cairan Mudah larut dalam alkohol dan air 280 .aupun terlalu banyak cariran.

Bensin. memperlambat ZAT YANG MENIMBULKAN HALUSINASI Jamur kotoran kerbau. FAKTOR SOSIAL BUDAYA Kondisi keluarga/orang tua . denyut jantung dan menggangu penalaran dan penilaian Menimbulkan prilaku kekerasan. menekan pernafasan. puyeng. Kematian timbul akibat berhentinya pernafasan dan gangguan pada jantung. Menimbulkan perasaan senang. sensitif. hilangnya kontrol. Spirtus Memperlambat kerja otak dan sistem syaraf pusat. FAKTOR PENYEBAB PENYALAHGUNAAN NARKOBA FAKTOR INDIVIDU Aspek kepribadian Kecemasan dan depresi Aspek pengetahuan. meningkatkan resiko kecelakaan lalu lintas Gejala putus zat mulai dari hilangnya nafsu makan.Cara penggunaannya dihisap dengan bantuan alat (bong) BAHAN ADIKTIF LAINNYA Jenisnya: ALKOHOL refleksi motorik. Karena halusinasi bisa menimbulkan kecelakaan ZAT YANG MUDAH MENGUAP Lem Aica Aibon. sikap dan kepercayaan Keterampilan berkomunikasi Faktor emosional dan mental. gangguan penglihatan dan pelo. Thinner. hilang orientasi dan depresi. halusinasi dan bahkan kematian. kejang otot. tidak dapat tidur. penurunan kesadaran. sapi kecubung Bekerja pada sistem saraf pusat untuk mengacaukan kesadaran dan emosi pengguna Perubahan dan proses berfikir. Memperlambat kerja sistem saraf pusat.

Pengaruh teman sebaya FAKTOR LINGKUNGAN DI SEKOLAH Tempat berkumpulnya anak-anak sekolah Tidak ada kebijakan di sekolah tentang narkoba Tidak ada tata tertib sekolah tentang narkoba FAKTOR LAIN LINGKUNGAN Pengaruh iklan atau promosi 281 .

perasa.Pengaruh dari orang di lingkungan rumah yang sering berbuat negatif AKIBAT PENYALAHGUNAAN NARKOBA Penyakit AIDS Paru-paru Jantung Hepatitis Over dosis Kriminalitas Kekerasan/kejahatan Putus sekolah Gangguan Jiwa TANDA-TANDA PENCANDU NARKOBA Tanda-tanda Fisik Mata memerah Kulit pucat-kepucatan Kelopak mata seperti berat/mengantuk Tanda-tanda dan Sikap Murung. gampang tersinggung Mudah tersinggung oleh kritikan ringan Mudah marah tanpa sebab Tidak perduli dengan perasaan orang lain Pelupa. depresi Emosional. menurunnya daya ingat Bermusuhan Tanggapan lambat BAGAIMANA MENOLAK NARKOBA Pelajari dahulu apakah rencana temanmu itu baik atau buruk Apabila tidak benar. cepat katakan tidak! Mengusulkan kegiatan lain Bila usulanmu tidak diterima. cemas. Pergi!!! .

APA YANG DAPAT DILAKUKAN PIHAK SEKOLAH/MADRASAH Menilai besar dan luasnya masalah Menetapkan dan melaksanakan kebijakan penanggulangan Melaksanakan kurikulum pendidikan pencegahan Program bantuan/pendukung untuk anak-anak dari TK sampai siswa 282

Pendidikan dan pelatihan para guru tentang pencegahan narkoba Partisipasi orang tua Pendidikan terpadu antara sekolah dan masyarakat. PENCEGAHAN PREVENTIF: ceramah, sosialisasi penanggulangan, pameran, seminar dll. PRIMER: konseling, sosialisasi peraturan perundangan dan bahaya penyalahgunaan n arkoba, memberikan pelatihan, penyebaran infomasi anti narkoba, meningkatkan kewaspadaan dan kontrol terhadap lingkungan sekolah SEKUNDER: Bekerjasama dengan pihak keluarga, tenaga pendidik, peserta didik, keg iatan pendidikan sebaya (peer education), keterampilan sosial (social skill), komite s ekolah. STRATEGI PENCEGAHAN NARKOBA DI SEKOLAH Secara terpadu dalam pelajaran Secara terpadu dalam menejemen sekolah Secara terpadu melalui kegiatan kesiswaan BAGAIMANA AGAR TIDAK TERJERUMUS KE NARKOBA Dapatkan dahulu informasi/keterangan yang benar tentang bahaya narkoba dari ahli nya/yang mengetahui, seperti koran, majalah, seminar seminar, dll Persiapan diri/mental menolak untuk ditawari Belajar berkata menolak/tidak untuk narkoba Memiliki cita-cita dalam hidup dan masa depan Lakukan kegiatan positif, buat pekerjaan yang berguna untuk orang tua dan lingku ngan. APA YANG DAPAT DILAKUKAN ORANGTUA AGAR ANAK TERBEBAS DARI NARKOBA Ikut terlibat dalam kegiatan anak-anaknya Belajar untuk berkomunikasi Memberi contoh dalam kehidupan sehari-hari yang baik Buat aturan keluarga yang jelas dan tegas Kembangkan tradisi keluarga dan nilai-nilai agama Orang tua berperan sebagai pembimbing dan pendidik 10 KUNCI MENJADIKAN ANAK SUKSES

1. Menanamkan nilai-nilai agama/spiritual sedini mungkin, untuk menguatkan hati nurani 2. Mengembangkan potensi anak seoptimal mungkin 3. Mengembangkan harga diri 4. Mengajarkan kemampuan untuk bersosialisasi yang efektif 283

5. Mengajarkan anak untuk menunjukkan rasa kasih sayang dan kembangkan sikap seh at terhadap seksualitas 6. Hidup dalam lingkungan tetangga yang baik 7. Menerapkan standar pekerjaan dan perilaku realitas didukung oleh disiplin yan g tepat 8. Ajarkan anak agar mampu dan terampil termasuk keterampilan mengatasi masalah 9. Tegakkan kemandirian 10. Mengontrol anak waktu menonton TV. MENGATASI MASALAH TANPA NARKOBA CURHAT kepada teman baikmu, siapa tahu dapat membantu memecahkan masalahmu. Ceritakan juga kepada ibu dan bapak, agar beliau membimbingmu untuk memecahkan masalahmu Tak salah juga mengadu kepada guru BK di sekolahmu, karena beliau tahu tentang p sikologi. Jadi masalahmu bisa diselesaikan secara psikologis Jika bermasalah, jangan termenung, bertopang dagu. Isi waktumu dengan kegiatan y ang bermanfaat. Mengadu dan memohon petunjuk pada Tuhan yang Maha Kuasa, agar diberikan jalan ke luar menyelesaikan masalah yang kamu hadapi. REALISASI DAN RENCANA AKSI NASIONAL P4GN Tahun 2008 bekerjasama dengan BNN sosialisasi di Jawa Barat, DKI Jakarta (2000 s iswa dan 200 guru BK SMP). Mengirimkan buku, poster, stiker, leaflet tentang pencegahan penya lahgunaan narkoba ke provinsi, kabupaten/kota dan sekolah. Tahun 2009 bekerja dengan Metro TV dan Media Indonesia ke beberapa sekolah di Ja bodetabek penyuluhan tentang narkoba. Tahun 2010 sosialisasi bekerjasama dengan BNP, Kepolisian, Tokoh Agama di 3 prov insi: Banten: 1000 siswa dan 100 guru BK SMP Jawa Timur: 1000 siswa dan 100 guru BK SMP Medan : 500 siswa dan 100 guru BK SMP Tahun 2011 sosialisasi bekerjasama dengan BNP, Kepolisian, Tokoh Agama, kepada s iswa dan guru BK di 5 provinsi.

Tahun 2012-2015 Aksi Nasional P4GN ke seluruh sekolah. 284

Pengintegrasian Pendidikan Pencegahan HIV / AIDS ke dalam Kurikulum Sekolah Petunjuk: Lembar suplemen ini ditujukan untuk membantu Sekolah/Madrasah dalam melaksanakan pendidikan pencegahan HIV dan AIDS dalam lingkungan sekolah, sebagai bagian dari proses evaluasi diri sekolah (EDS). Atas dasar evaluasi tentang ancaman HIV dan dampaknya pada masyarakat, khususnya Sekolah/ Madrasah dapat menentukan pilihan tindakan pencegahan HIV dan AIDS dalam lingkun gan sekolah, untuk dapat dimasukkan dalam Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) dan Ren cana Kerja Sekolah (RKS). A. Epidemi HIV dan AIDS di Indonesia Peta Epidemi HIV di Indonesia Estimasi jumlah ODHA tahun 2009: 186.257 orang (Kemkes, 2009) HIV dan AIDS merupakan fenomena gunung es dimana kasus yang dilaporkan merupakan bagian kecil dari perkiraan jumlah total orang terinfeksi HIV. Hingga Desember 2010 sejumlah total kumulatif 24.131 kasus AIDS dan 55.848 kasus HIV dilaporkan oleh 32 provinsi (Sulbar belum melapor) dan 300 Kabupaten/kota1 . Sem entara itu perkiraan (estimasi) jumlah Orang dengan HIV dan AIDS (ODHA) di Indonesia adalah 186.2572 orang pada tahun 2009. Dari total kumulatif laporan kasus AIDS, berikut ini adal ah 10 provinsi dengan kasus tertinggi, yaituDKI Jakarta (3.995), Jawa Timur (3.771), Jawa Barat (3.728), Papua (3.665), Bali (1.747), Kalimantan Barat(1.152), Jawa Tengah (944), Sulawes i Selatan (591), Sumatera Utara (507) dan DI. Yogyakarta (505)3. Berdasarkan cara penularan, secara kumulatif kasus AIDS adalah: 1. Heteroseksual : 52,7% 2. Pengguna napza suntik (IDU) : 38,3% 1. Laporan Situasi Perkembangan HIV & AIDS di Indonesia sampai dengan Desember 2 010, Ditjen P2PL, Kemkes RI 2. Laporan Estimasi Orang Dewasa yang Hidup dengan HIV dan AIDS, Kemkes RI, 2010 3. Laporan Situasi Perkembangan HIV & AIDS di Indonesia sampai dengan Desember 2 010, Ditjen P2PL, Kemkes RI

285

3. Homoseksual : 3% 4. Perinatal (orang tua ke bayi) : 2,6% Berdasarkan kelompok umur, proporsi penyebarannya adalah sebagai berikut: 1. 15 2. 20 3. 30 4. 40 19 Tahun : 3,1% 29 Tahun : 47,4% 39 Tahun : 31,3% 49 Tahun : 9,4%

*Data di atas merupakan data per Desember 2010, dan dimutakhirkan setiap 3 bulan oleh Kementerian Kesehatan RI. Laporan lengkap dapat diakses di www.aidsindonesia.or. id. B. Analisis Resiko Memahami kondisi lingkungan sekolah dengan melihat pada ancaman IMS, Napza, HIV dan AIDS B.1. Beberapa Pengertian Dasar Infeksi Menular Seksual (IMS) adalah infeksi atau penyakit yang penularannya terutama melalui hubungan seksual. IMS termasuk dalam kelompok Infeksi Saluran Reproduksi (ISR). IMS adalah salah satu jalan masuk HIV melalui penularan seksual.

NAPZA adalah singkatan dari narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya. Napza sesuatu yang dimasukkan ke dalam tubuh baik berupa zat padat, cair, maupun gas yang merubah fungsi atau struktur tubuh secara fisik dan/atau psikis, tidak termasuk makanan, air yang dibutuhkan untuk mempertahankan fungsi tubuh yang normal. Ketergantungan penggunaan napza mempengaruhi fungsi otak dan susunan syaraf sehingga berpengaruh pada mood serta

perilaku orang tersebut. HIV adalah singkatan dari Human Immuno--deficiency Virus, yaitu virus yang menyerang dan merusak sistem kekebalan tubuh manusia. Orang yang dikatakan positif HIV, yaitu yang dinyatakan positif setelah mengikuti tes darah. AIDS adalah singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome, yaitu kondisi menurunnya kekebalan tubuh manusia karena HIV. Orang yang terinfeksi HIV tetapi belum masuk tahap AIDS dapat tetap

kanker kulit.terlihat sehat. Penyakit yang muncul disebut infeksi oportunistik. Terkadang stadium AIDS baru terjadi bertahun--tahun setelah terinfeksi HIV. maka berbagai penyakit yang pada orang pada umumnya tidak berbahaya. Penularan dan Pencegahan IMS dan HIV: HIV menular melalui . seperti tuberculosis. dan diare. Dengan masuknya virus HIV secara perlahan pertahanan tubuh menurun. Pada stadium inilah AIDS baru terjadi. menjadi sangat berbahaya.

menggunakan kondom pada setiap hubungan seks . menggunakan alat suntik bergantian dengan orang yang terinfeksi HIV. dilahirkan atau disusuinya. HIV dapat dicegah dengan: tidak melakukan hubungan seks selain dengan suami/istri.4 cara. dan dari Ibu yang terinfeksi HIV pada bayi yang dikandungnya. yaitu: berhubungan seks dengan orang yang terinfeksi HIV tanpa menggunakan kondom. bersikap saling setia. transfusidari darah yang tercemar HIV.

beresiko dan tidak menggunakan napza. Seseorang yang terinfeksi HIV hanya dapat diketahui dengan tes darah yang sebelumnya melalui konseling dan tes HIV secara sukarela. 286 . Bagi Ibu hamil dengan HIV dapat mengikuti program pencegahan dengan profilaksis.

HIV dapat dicegah dengan: tidak melakukan hubungan seks selain dengan suami/istri. Seseorang yang terinfeksi HIV hanya dapat diketahui dengan tes darah yang sebelumnya melalui konseling dan tes HIV secara sukarela. menggunakan kondom pada setiap hubungan seks beresiko dan tidak menggunakan napza. bersikap saling setia. Bagi Ibu hamil dengan HIV dapat mengikuti program pencegahan dengan profilaksis. HIV tidak menular dengan: .

misalnya klinik atau Puskesmas. bermain bersama. Analisis Sederhana Resiko HIV/AIDS Di Lingkungan Sekolah Jawablah Pertanyaan di bawah ini dengan mamberi tanda cek (v) pada kolom YA atau TIDAK . menggunakan toilet bersama. 287 . berenang. Karena itu seorang anak yang terinfeksi HIV tidak dengan mudah menularkan HIV kepada teman maupun orang lain. Kemana harus merujuk: Jika seseorang beresiko terinfeksi IMS.berhubungan sosial. B2. HIV dan AIDS dapat dirujuk ke layanan kesehatan terdekat. bersalaman. dan gigitan nyamuk.

Tindak Lanjut Hasil Evaluasi Tentang Ancaman HIV dan AIDS yang dihadapi Sekol ah Aspek keterbukaan informasi tentang pencegahan HIV dan AIDS sangat penting bagi terciptanya perilaku siswa untuk menuju gaya hidup sehat dan bertanggungjawab yang didasari etika dan moral. maka disarankan agar Sekolah/Madrasah merujuk ke Supl emen tentang Pengintegrasian pendidikan pencegahan HIV dan AIDS ke dalam Rencana Peng embangan Sekolah (RPS) dan Rencana Kerja Sekolah (RKS) yang tersedia pada Modul Perencana an dan Penganggaran Sekolah/Madrasah. sekolah memiliki resiko yang TINGGI : >15 YA Bila lebih banyak jawaban TIDAK . sekolah memiliki resiko yang SANGAT TINGGI : 25 YA Bila lebih banyak jawaban YA. sekolah memiliki resiko yang SEDANG : < 10 YA Bila semua jawaban TIDAK sekolah memiliki resiko yang RENDAH : 0 YA C.Keterangan: Bila semua jawaban YA. TINGGI dan SEDANG dari hasil analisa sederhana di atas. Bagi Sekolah/Madrasah yang memiliki resiko SANGAT TINGGI. 288 .

Menentukan Pilihan Tindakan Pencegahan HIV/AIDS Memberikan pilihan tindakan yang dapat dilaksanakan untuk mengurangi resiko infeksi HIV untuk Sekolah yang memiliki resiko SANGAT TINGGI. Ada dua kelompok tindakan yang termasuk dalam katagori Tindakan Struktural dan Tindakan Non Struktural. dan punya hubungan (berupa rujukan) dengan tim kesehatan terdekat. dan dihakimi. Tindakan Non Struktural:Upaya yang memerlukan perubahan--perubahan . TINGGI dan SEDANG.Pengintegrasian Pendidikan Pencegahan HIV Dan AIDS ke dalam Rencana Kegiatan Sekolah (RKS) dan Rencana Tahunan (RKT) A. Tindakan Struktural:Upaya yang memerlukan perubahan--perubahan fisik Menyediakan ruangan yang ramah remaja untuk remaja dapat berkumpul dan berdiskusi mengenai kesehatan reproduksi remaja tanpa merasa jengah. layanan konseling yang nyaman. Tempat ini menyediakan informasi.

Menentukan Kebutuhan Menghadapi Ancaman HIV dan AIDS Mengidentifikasi kebutuhan kegiatan sekolah dan program perbaikan yang dapat dilakukan untuk mengurangi ancaman HIV dan AIDS untuk masuk dalam rencana sekolah Jangka Pendek 1. Informasi dan Edukasi) terkait HIV dan AIDS Pembuatan poster Pelatihan untuk pendidik sebaya B.Non Fisik Penyusunan skema dan prosedur penanggulangan HIV di Sekolah Pelatihan tim manajemen sekolah. Penyadaran pentingnya pengetahuan HIV . guru dan siswa tentang informasi HIV dan AIDS dasar Pelatihan bagi guru tentang konseling HIV dan AIDS Pembuatan materi KIE (Komunikasi.

Adanya kebijakan sekolah yang mendukung upaya pencegahan HIV. 2. Membentuk dan melatih siswa untuk menjadi pendidik sebaya dalam rangka pendidikan pencegahan HIV dan AIDS. orang tua dan siswa 2 Tersedianya SDM yang mampu memberikan informasi HIV dan AIDS yang benat 3. Adanya kurikulum .dan AIDS bagi guru. Menyediakan referensi/ buku sumber tentang HIV dan AIDS Jangka Menengah/ Panjang 1. 4.

napza dan HIV dan AIDS 3. 289 . Membina kerjasama dengan pihak--pihak luar termasuk sistem rujukan dalam upaya pencegahan HIV.sekolah tentang pendidikan kesehatan reproduksi remaja.

Contoh Kegiatan Jangka Pendek 1. Langkah Awal: Idealnya. Menyamakan pemahaman tentang faktor--faktor yang menyebabkan semua warga sekolah sangat rawan tertular HIV 3. maka tujuan tersebut bisa dijabarkan dalam sasaran. maka unsur Kenyamanan sekolah harus menjadi bagian dari kondisi sekolah yang diharapk an (tercermin dalam Visi dan Misi). Selanjutnya rencana-rencana tersebut dituangkan lebih lanjut ke dalam Rencana Kerja Anggaran Sekolah (RKAS). kegiatan dan rencan a kerja tahunan. Dalam mekanisme BOS. Jika Kenyamanan sekolah merupakan bagian dari tujuan Penge mbangan sekolah. untuk sekolah-sekolah yang hasil dari analisa resiko ter hadap ancaman HIV dan AIDS di sekolah menunjukkan resiko yang SANGAT TINGGI. napza dan sanksinya 2. rencana jangka menengah/pan jang dituangkan dalam Rencana Kegiatan Sekolah/ RKS (4 tahunan). Menyiapkan para guru . sedangkan pilihan tindakan NON-STRUKTURAL dapat dikerjakan dalam JANGKA PENDEK. sedangkan rencana ja ngka pendek dituangkan dalam Rencana Kerja Tahunan (RKT). Jangka waktu Perencanaan: Pada umumnya pilihan tindakan STRUKTURAL dapat dikerja kan dalam Jangka MENENGAH/PANJANG. TINGGI dan SEDANG . Membuat Kebijakan Sekolah tentang larangan merokok.C. Memasukkan Pendidikan Pencegahan HIV dan AIDS ke dalam Rencana Sekolah Merencanakan pemenuhan kebutuhan pendidikan pencegahan HIV dan AIDS dengan menuangkannya ke dalam Rencana Kerja Tahunan (RKT) dan Rencana Kerja Anggaran Sekolah (RKAS).

dan napza kepada seluruh warga sekolah termasuk komite sekolah 7. Menyediakan guru dan ruang untuk Bimbingan Konseling bagi siswa yang bermasalah 6. Mengembangkan kurikulum yang memuat tentang kesehatan reproduksi dan perilaku orang yang mengidap HIV dan AIDS 5. Sosialisasi tentang Kesehatan reproduksi. Melakukan sosialisasi tentang .tentang pencegahan HIV dan AIDS berdasarkan pendekatan kecakapan hidup 4. HIV dan AIDS. bahaya IMS.

sertanapza kepada siswa baru pada waktu MOS (masa orientasi studi) 8. HIV dan AIDS. Membuat poster dan melakukan kampanye penyadaran tentang bahaya napza dan HIV dan AIDS. Napza. Kesehatan Reproduksi 9. perlunya menerapkan gaya . Menyediakan buku--buku referensi/ film tentang IMS. HIV dan AIDS.bahaya IMS. Mengirimkan guru untuk mengikuti pelatihan mengenai berbagai permasalahan HIV dan AIDS dan pelaksanaan kurikulumnya 10.

layanan kesehatan dan lembaga peduli AIDS. Menyusun Renstra yang memuat nafza dan bahayanya serta pendidikan pencegahan HIV dan AIDS 2. Pengalokasian dana 3. misalnya Dinas pemerintah terkait. Contoh Jangka Panjang 1.hidup sehat. Menjalin kemitraan dengan pihak luar yang terlibat dengan program--program pencegahan HIV dan AIDS. 290 .

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Direktur Kesehatan dan Gizi Masyarakat Narasumber dari Pemerintah di Tingkat Provinsi . Kementerian Kesehatan Kepala Sub Direktorat Usia Sekolah 2. Nara Sumber Tingkat Pusat No Lembaga Jabatan 1. dapat menghubungi lembaga dan organisasi berikut untuk mendapatkan informasi lebih lanjut. Komisi Penanggulangan AIDS Nasional Kepala Bidang Evaluasi dan Monitoring 4. BKKBN Direktur Perlindungan Hak Reproduksi Remaja 5. Referensi dan Nomor Kontak Penting Jika Sekolah/Madrasah ingin informasi lebih lanjut. Kementerian Sosial Kepala Bidang Pelayanan Sosial PLHIV. Kepala Bidang Pencegahan dan penyalahgunaan obat 3.D.

Provinsi Kalimantan Barat 1. Komisi Penanggulangan AIDS Tingkat Kota Koordinator Program B. Pendidikan Menengah. Dinas Pendidikan Provinsi Kabid Pendidikan dasar. Pendidikan Menengah. Dinas Pendidikan Provinsi Kabid Pendidikan dasar. Kepala Seksi Pendidikan Menengah 2. Pendidikan Tinggi dan Pendidikan Nonformal 2.No Lembaga Jabatan A. Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Kepala . Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Wakil Kepala Sekretariat 3. Kepulauan Riau 1.

Dinas Pendidikan Kota Pontianak Sekretaris Dinas Pendidikan 4. Pusat Kesehatan Masyarakat Pontianak Kepala Puskesmas 6. Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Koordinator Program 3. Komisi Penaggulangan AIDS Kota Pontianak Kepala Sekretariat 5. Dinas Kesehatan Kota C.Sekretariat 3. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kepala Bidang 2. Badan Narkotika Kota Pontianak Sekretaris 7. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota . Provinsi Bali 1.

Komisi Penaggulangan AIDS Kota Denpasar Pembantu Sekreataris D. Pendidikan Pemuda dan Olah raga 2. Provinsi Maluku 1. Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Sekretaris 291 . Pendidikan Menengah.Staf 4. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kabid Pendidikan dasar.

Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Koordinator Program 3. Pendidikan Menengah. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kabid Pendidikan dasar. Pendidikan Pemuda dan Olah raga 2. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Staf 4. Komisi Penaggulangan AIDS Kota Denpasar Pembantu Sekreataris D. Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Sekretaris 3.1. Dinas . Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kepala Bidang 2. Provinsi Maluku 1.

Komisi Penaggulangan AIDS Asisten Teknis . Dinas Kesehatan Kota Ambon Staf 7. DKI Jakarta 1 Dinas Pendidikan Provinsi Kepala Bidang sumber Kegiatan Belajar siswa 2. Komisi Penanggulangan AIDS Kota Ambon Sekreataris 6.Kesehatan Provinsi Kepala Bidang Pencegahan Penyakit dan Bencana 4. Biro Sumber daya manusia Kepala Pendidikan dan Kesehatan E. Dinas Pendidikan Kota Ambon Kepala Bidang Pendidikan dasar dan Menengah 5.

DKI Jakarta . Yayasan Pengembangan Pariwisata Batam Direktur 2. LPPM Direktur E. LP2B (Lembaga Pengabdian Pemuda Bangsa) Kepala 2. Provinsi Maluku 1. Kepala Seksi Sekolah Menengah C.Narasumber dari Lembaga non Pemerintah di Tingkat Provinsi No Lembaga Jabatan A. PKBI Direktur dan koordinator Program Remaja D. PKBI Kepala Unit Pendidikan. Yayasan Pembinaan Asuhan Bunda Manajer Pencegahan B. Kepulauan Riau 1. Provinsi Bali 1. Provinsi Kalimantan Barat 1.

YAKITA Direktur 3.1. Yayasan Pelita Ilmu Program Manajer 2. Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Koordinator analisis 292 .

Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) .

Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) 294 .

Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) A. Pada beberapa slide berikut disampaikan beberapa pasal dalam UU Sisd iknas dan pengertian pembiayaan dari PP tentang Pendanaan Pendidikan. Dasar Pertimbangan Program BOS Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) telah berjalan sejak tahun 2005. Sebag ai bahan pertimbangan utama dari program BOS adalah Undang-Undang No 20 Tahun 2003 tentan g Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah No 48 Tahun 2008 tentang Pen danaan Pendidikan. 295 .

296 .

membebaskan pungutan bagi seluruh siswa SD/MI negeri dan SMP/MTs negeri terha dap biaya operasi sekolah. SD/SDLB di kabupaten : Rp 397. SMP/SMPLB/SMPT di kabupaten : Rp 570.000. baik negeri maupun swasta di seluruh provinsi di Indonesia.-/siswa/tahun 2. Pada tahun 2005-2010. yang semula dari skema APBN menjadi dana perimbangan yang dilakukan melalui mekanisme transfer ke daerah dalam bentuk Dan a Penyesuaian untuk Bantuan Operasional Sekolah sebagaimana dimaksud dalam UndangUndang Nomor 10 Tahun 2010 tentang APBN 2011. 2.B. tergantung pa da kebijakan pemerintah.-/siswa/tahun 4.000. dana BOS disalurkan oleh Kementerian Keuangan ke Kas Daerah Kabupaten/Kota. 3.-/siswa/tahun Besar dana BOS per siswa dapat berubah pada setiap tahun anggaran. baik di sekolah negeri maupun swasta. D. C. Program Kejar Paket A dan Paket B tidak termasuk sasaran dari program BOS ini. dan selanjutn ya . Secara khusus program BOS bertujuan untuk: 1.000. sedangkan pada tahun 2011. meringankan beban biaya operasi sekolah bagi siswa di sekolah swasta. Siapa Sasaran Program dan Berapa Besar Dana BOS? Sasaran program BOS adalah semua SD/MI dan SMP/MTs. dihitung berdasarkan jumlah siswa dengan ketentuan: 1. membebaskan pungutan seluruh siswa miskin dari seluruh pungutan dalam bentuk apapun.-/siswa/tahun 3.000. Apa Tujuan Program BOS? Secara umum program BOS bertujuan untuk meringankan beban masyarakat terhadap pembiayaan pendidikan dalam rangka wajib belajar 9 tahun yang bermutu. kecuali pada rintisan sekolah bertaraf internasional (RSB I) dan sekolah bertaraf internasional (SBI). SMP/SMPLB/SMPT di kota : Rp 575. termasuk Sekolah Menengah Te rbuka (SMPT) dan Tempat Kegiatan Belajar Mandiri (TKBM) yang diselenggarakan oleh masy arakat. Bagaimana Mekanisme Penyaluran Dana BOS 2011? Pada tahun anggaran 2011 Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) mengalami perubahan mekanisme penyaluran dana. SD/SDLB di kota : Rp 400. Besar biaya satuan BOS yang diterima oleh sekolah/madrasah pada tahun 2011 adala h termasuk untuk BOS Buku. dana BOS disalurkan langsung dari Dinas Pendidikan Propins i ke rekening sekolah (sistem dekonsentrasi).

297 .dari Kasda ke rekening sekolah. Dua slide berikut adalah perbandingan mekanisme penyaluran BOS periode tahun 2005-2010 dibandingkan tahun 2011.

298 .

299 .

BOS adalah program pemerintah yang pada dasarnya adalah untuk penyediaan pendana an biaya operasi nonpersonalia bagi satuan pendidikan dasar sebagai pelaksana progr am wajib belajar. Juli-September (triwulan III) dan Oktober-Desember (triwulan IV). G. Penyaluran dana BOS dilakukan dengan tahapan sebagai berikut: Dari Kementerian Keuangan ke Kas Daerah Kabupaten/Kota: dilakukan paling lambat 14 hari kerja untuk triwulan I dan triwulan IV. (c) bantuan biaya pendidikan untuk siswa miskin. dana BOS diberikan selama 12 bulan untuk periode Januari sampa i Desember. F. Namun demikian. Bagaimana Jadual Penyaluran Dana BOS? Mulai tahun 2006. April-Juni (triwulan II). ada beberapa jenis pembiayaan investasi dan perso nalia yang diperbolehkan dibiayai dengan dana BOS.E. Apa Peran Program BOS Terhadap Program Wajar 9 Tahun yang Bermutu? BOS harus menjadi sarana penting untuk meningkatkan akses dan mutu pendidikan da sar 9 tahun yang bermutu. Menurut Peraturan Mendiknas nomor 69 Tahun 2009. Apa Esensi Dana BOS dengan Biaya Satuan Pendidikan? Biaya Satuan Pendidikan adalah biaya penyelenggaraan pendidikan pada tingkat sat uan pendidikan. yaitu periode Januari-Maret (triwulan I). dan (d) beasiswa untuk anak berpres tasi. yaitu: (a) biaya investasi. yaitu: biaya operasi personalia dan bia ya operasi nonpersonalia. standar biaya operasi nonperson alia adalah standar biaya yang diperlukan untuk membiayai kegiatan operasi nonpersona lia selama 1 (satu) tahun sebagai bagian dari keseluruhan dana pendidikan agar satua n pendidikan dapat melakukan kegiatan pendidikan secara teratur dan berkelanjutan sesuai Standar Nasional Pendidikan. Biaya operasi dibedakan menjadi 2 jenis. Melalui BOS tidak boleh ada siswa miskin putus sekolah karena tidak mampu membay ar . Penyaluran dana dilakukan setiap periode 3 bulanan. (b) bi aya operasi. Biaya Satuan Pendidikan terdiri dari 3 jenis. sedangkan untuk triwulan II dan tri wulan III paling lambat 7 hari kerja. Dari Kas Daerah ke rekening sekolah: paling lambat dilakukan 7 hari kerja sejak dana diterima di Kas Daerah.

Demikian juga bila teridentif ikasi anak putus sekolah yang masih berminat melanjutkan agar diajak kembali ke bangku sekolah. Anak lulusan sekolah setingkat SD. BOS tidak menghalangi peserta didik. atau walinya memberik an sumbangan sukarela yang tidak mengikat kepada sekolah.iuran/pungutan yang dilakukan oleh sekolah. Tidak boleh ada tamatan SD/setara tidak dapat melanjutkan ke SMP/setara. Kepala sekolah harus mengelola dana BOS secara transparan dan akuntabel. harus diupayakan kelangsungan pendidikannya k e sekolah setingkat SMP. Sumbangan sukarela dari 300 . Kepala sekolah mencari dan mengajak siswa SD/setara yang akan lulus dan berpoten si tidak melanjutkan sekolah untuk ditampung di SMP/setara. orang tua yang mampu.

Apa Tanggung Jawab Orang Tua. orang tua/wali siswa masih memiliki tanggung-jawab terhad ap biaya pendidikan. H. J. seragam. dan dikelola secara mandiri ol eh sekolah dengan melibatkan dewan guru dan Komite Sekolah. uang transport dan lain sebagainya. baik jumlah maupun w aktu pembayarannya. Bagaimana Peran Program BOS Dalam Manajemen Berbasis Sekolah? MBS secara umum bertujuan untuk memberdayakan sekolah melalui pemberian kewenangan (otonomi). dan mendorong partisipasi warga sekolah dan masyarakat untu k meningkatkan mutu pendidikan di sekolah. tidak terikat waktu dan tidak ditetapkan jumlahnya. Sekolah harus menyusun Rencana Kerja Tahunan (RKT) dalam bentuk Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS). Pendanaan sebagian biaya investasi pendidikan dan/atau sebagian biaya operasi pendidikan tambahan yang diperlukan untuk pengembangan sekolah menjadi bertaraf internasional. pemberian fleksibilitas yang lebih besar untuk mengelola sumber daya sekolah. Dana BOS harus diterima oleh sekolah secara utuh. dan/atau Wali Peserta Didik? Meskipun ada dana BOS. Rencana Jangka Menengah dan RKAS harus disetujui dalam rapat dewan pendidik sete lah memperhatikan pertimbangan Komite Sekolah dan disahkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/kota (untuk sekolah negeri) atau yayasan (untuk sekolah swasta). dimana dana BOS merupakan bagian integral didalam RKAS tersebut.orang tua siswa harus bersifat ikhlas. sepatu. transparan dan dapat dipertanggungjaw abkan. Orang tua/wali siswa tidak dilarang berpartisipasi secara sukarela membantu pemb iayaan untuk sekolah. selama tidak ada paksaan dari pihak manapun. Sekolah mengelola dana secara profesional. Sekolah harus memiliki Rencana Jangka Menengah yang disusun 4 tahunan. I. misalnya uang saku/uang jajan. Siapa Pengelola Program BOS di Tingkat Sekolah/Madrasah? Tim Manajemen BOS di sekolah terdiri dari 3 orang: Kepala Sekolah sebagai penangung-jawab Bendahara BOS sekolah . serta tidak ada intimidasi bagi yang tidak menyumbang. buk u tulis dan alat-alat tulis. antara lain: Biaya pribadi peserta didik.

serta menghindari terjadinya konflik kepentingan. Melaporkan perubahan data jumlah jumlah siswa setiap triwulan kepada Dinas Pendi dikan 301 . Apa Tugas dan Tanggung Jawab Sekolah? Mengisi dan menyerahkan data jumlah siswa ke Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. K. Pemilihan unsur or ang tua dipilih oleh Kepala Sekolah dan Komite Sekolah dengan mempertimbangkan kredibilitasnya.Satu orang dari unsur orang tua siswa di luar Komite Sekolah.

Mengelola dana BOS secara bertanggung jawab dan transparan. Kementerian Keuangan menetapkan alokasi anggaran sementara per kabupaten/kota melalui Peraturan Menteri Keuangan. Setiap tahun ajaran baru. Catatan: Tim Manajemen BOS Tingkat Sekolah ditetapkan dengan SK dari Kepala Seko lah. Membuat laporan triwulanan penggunaan dana BOS dan barang/jasa yang dibeli oleh sekolah yang ditandatangani oleh Kepala Sekolah. sehingga sekolah harus melaporkan data jum lah siswa secara akurat dan tepat waktu. Memasang spanduk di sekolah terkait kebijakan pendidikan bebas pungutan. sekolah harus segera melakukan pendataan dan melaporka n jumlah siswa ke Tim BOS Kab/Kota secepat mungkin. Bendahara dan Ketua Komite Sekolah. Menyampaikan penggunaan dana BOS kepada Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota. Memverifikasi jumlah dana yang diterima dengan data siswa yang ada.Kabupaten/Kota (jika ada perubahan). Bagaimana Mekanisme Penetapan Alokasi Dana per Sekolah? Kunci utama keakuratan alokasi dana BOS per kabupaten/kota (otomatis secara nasi onal) adalah data jumlah siswa per sekolah. setelah Kementerian Keuangan men erima data rekonsiliasi mengenai jumlah sekolah dan jumlah siswa tahun ajaran baru dar i . untuk selanjutnya dikirim ke Kementerian Keuangan. Mengumumkan daftar komponen yang boleh dan yang tidak boleh dibiayai oleh dana BOS di papan pengumuman sekolah. Mengumumkan besar dana yang diterima dan dikelola oleh sekolah dan rencana penggunaan dana BOS (RAPBS) di papan pengumuman sekolah yang ditandatangani oleh Kepala Sekolah. Bertanggung jawab terhadap penyimpangan penggunaan dana di sekolah. Memberikan pelayanan dan penanganan pengaduan masyarakat. Bendahara dan Ketua Komite Sekolah(Format BOS-03). Alokasi prognosa definitif BOS akan ditetapkan. L. Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota berkoordinasi dengan Tim Manajemen BOS Provinsi menyerahkan data jumlah siswa tiap sekolah kepada Kementerian Pendidika n Nasional. Sebelum tahun anggaran. Atas dasar data jumlah siswa tiap sekolah. Kementerian Pendidikan Nasional membu at alokasi dana BOS tiap kabupaten/kota.

sedangkan alokasi per sekolah swasta ditetapkan oleh pemerintah daerah (melalui Pejabat Pengelola Keuangan Daerah) atas usulan Dinas Pendidikan Kabupat en/ Kota berdasarkan data jumlah siswa. Bagaimana Dana BOS Diatur Dalam Mekanisme APBD Pengelolaan dana BOS dalam mekanisme APBD diatur dalam Peraturan Menteri Dalam N egeri Nomor 21 Tahun 2011 Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 302 .Kementerian Pendidikan Nasional. Alokasi dana BOS per sekolah negeri ditetapkan (di SK kan) oleh Kementerian Pend idikan Nasional. M.

.VIII. (3) RKA-SKPD untuk program/kegiatan dana BOS sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disusun oleh SKPD Pendidikan. Pasal 329C (1) Dana BOS untuk sekolah negeri dianggarkan dalam bentuk program dan kegiatan. (4) RKA-PPKD untuk belanja hibah dana BOS sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dis usun oleh PPKD. mengelola dana BOS ya ng ditransfer oleh bendahara pengeluaran pembantu pada SKPD Pendidikan. (2) Pencairan dana BOS untuk sekolah swasta dilakukan dengan mekanisme LS. Pasal 329E (1) Penyaluran dana BOS bagi sekolah negeri dilakukan setiap triwulan oleh benda hara pengeluaran pembantu SKPD Pendidikan melalui rekening masing-masing sekolah. untuk uraian obyek belanja dan rincian obyek belanja sebagaimana tercantum pada lampiran A. Berikut adalah bunyi beberapa pasal dalam Permendagri tersebut yang mengatur program BOS: BAB XVA PENGELOLAAN DANA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH Pasal 329B (1) Pejabat yang ditunjuk untuk mengelola dana BOS sekolah negeri sebagai beriku t: a. (2) Penyaluran dana BOS bagi sekolah swasta dilakukan setiap triwulan oleh BUD m elalui rekening masing-masing sekolah. kepala daerah menetapkan kuasa pengguna anggaran atas usul kepala SKPD Pendid ikan selaku Pengguna Anggaran. dan b.a.1 Peraturan Menteri ini. (5) Kode rekening belanja tidak langsung dan belanja langsung yang bersumber dar i dana BOS. kepala sekolah ditunjuk sebagai PPTK. (2) Tugas PPTK sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b. (2) Dana BOS untuk sekolah swasta dianggarkan pada jenis belanja hibah. Pasal 329D (1) Pencairan dana BOS untuk sekolah negeri dilakukan dengan mekanisme TU.13 Tahun 2006 Tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.

(2) Naskah perjanjian hibah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditandatangani be rsama antara kepala daerah dengan kepala sekolah swasta. (3) Dalam rangka percepatan penyaluran dana hibah. Pasal 329F (1) Penyaluran dana BOS sebagaimana dimaksud dalam Pasal 329E ayat (2) didasarka n atas Naskah perjanjian hibah daerah. kepala SKPD Pendidikan atas n ama kepala daerah dapat menandatangani Naskah perjanjian hibah. (4) Naskah perjanjian hibah sebagaimana dimaksud ayat (1) dilakukan 1 (satu) kal i untuk 303 .(3) Penyaluran dana BOS sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) triwulan berikutnya dapat dilakukan tanpa menunggu penyampaian laporan penggunaan dana BOS triwulan sebelumnya.

dan belanja modal pada SKPD Pendidikan yang dituangkan dalam Dokumen Rencana Kegiatan Anggaran SKPD. (5) Format Naskah perjanjian hibah sebagaimana tercantum dalam lampiran F.I Pera turan Menteri ini. N. Jenis Belanja Hibah. (2) Laporan penggunaan dana BOS sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilampiri buk ti-bukti pengeluaran yang sah dan lengkap. diatur dalam PMK No 247/PMK:07/2010 Tentang Pedoman Umu m dan Alokasi Sementara Bantuan Operasional Sekolah Bagi Pemerintah Daerah Kabupaten d an Kota Tahun Anggaran 2011. yaitu belanja pegawai. Kelompok Belanja Tidak Langsung. disahkan ole h Kuasa Pengguna Anggaran setelah diverifikasi oleh pejabat penatausahaan keuangan SKPD Pendidikan. Berikut adalah beberapa penjelasan yang terkait dengan jenis belanja: Dana BOS bagi Sekolah sekolah negeri dianggarkan melalui Belanja Langsung dalam bentuk program/kegiatan. (4) Kepala sekolah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bertanggungjawab atas peng gunaan dana BOS yang diterima setiap triwulan. Pasal 329G (1) Kepala sekolah negeri menyampaikan laporan penggunaan dana BOS triwulan I da n triwulan II paling lambat tanggal 10 Juli sedangkan untuk triwulan III dan triwulan IV pa ling lambat tanggal 20 Desember tahun berkenaan kepada bendahara pengeluaran pembantu. Bagaimana Mekanisme Penyaluran Dana BOS? Mekanisme penyaluran dana BOS diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK). Dana BOS bagi Sekolah Swasta dianggarkan dalam Belanja Daerah. yan g dalam hal tahun anggaran 2011. Obyek Belanja Hibah kepada Badan/Lembaga/ Organisasi Swasta serta Rincian Obyek Dana BOS kepada sekolah swasta yang dituan gkan dalam Dokumen Rencana Kerja Anggaran Pejabat Pengelola Keuangan Daerah (PPKD). yaitu: . Pada prinsipnya ada 2 tahapan penyaluran dana BOS. yang uraiannya dialokasikan dalam 3 (tiga) jenis belanj a. belanja barang dan jasa. Pasal 329H Tata cara pertanggungjawaban dana BOS yang diterima oleh sekolah swasta diatur d alam naskah perjanjian hibah daerah. (3) Laporan penggunaan dana BOS sebagaimana dimaksud pada ayat (1).keperluan 1 (satu) tahun anggaran.

(2) BOS disalurkan secara triwulanan (tiga bulanan). Tahap I: Penyaluran Dana dari Kas Umum Negara ke Kas Umum Daerah (1) Penyaluran BOS dilaksanakan dengan cara pemindahbukuan dari Rekening Kas Umu m Negara ke Rekening Kas Umum Daerah. yaitu: a.1. c. Triwulan Pertama (bulan Januari sampai dengan bulan Maret) dilakukan paling lambat 14 (empat belas) hari kerja pada awal bulan Januari 2011. dan 304 . Triwulan Ketiga (bulan Juli sampai dengan bulan September) dilakukan paling lambat 7 (tujuh) hari kerja pada awal pada bulan Juli 2011. b. Triwulan Kedua (bulan April sampai dengan bulan Juni) dilakukan paling lambat 7 (tujuh) hari kerja pada awal pada bulan April 2011.

Triwulan Keempat (bulan Oktober sampai dengan bulan Desember) dilakukan palin g lambat 14 (empat belas) hari kerja pada bulan Oktober 2011 setelah PMK Alokasi prognosa definitif BOS 2011 ditetapkan. Tahap II: Penyaluran Dana dari Kas Umum Daerah ke Sekolah Penyaluran dana BOS untuk Sekolah Negeri: dilakukan oleh Dinas Pendidikan paling lambat 7 hari kerja dana tersebut harus sampai di sekolah. Dewan Guru dan Komite Sekolah/Madrasah. Jika buku dimaksud belum ada di sekolah/belum mencukupi sebanyak jumlah siswa. yang antara lain dapat untuk: 1. 2. Dana BOS harus didaftar sebagai salah satu sumber penerimaan dalam RKAS/RAPBS. Penggunaan dana BOS Tahun 2011 diatur didalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasio nal Nomor 37 Tahun 2010 Tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekola h (BOS) Tahun Aanggaran 2011. Apa Saja Yang Boleh Didanai dari Dana BOS? Hal penting yang harus diperhatikan oleh sekolah/madrasah sebelum menetapkan pen ggunaan dana BOS di sekolah adalah: Penggunaan dana harus didasarkan pada kesepakatan dan keputusan bersama antara Tim Manajemen BOS Sekolah/Madrasah. sedangkan SMP sebanyak 2 buku yaitu (a) Pendidikan Jasmani. dana B OS juga boleh untuk membeli buku teks pelajaran lainnya yang belum mencukupi sejuml ah . (4) Penyaluran Triwulan Keempat sebesar selisih antara penetapan alokasi prognos a definitif BOS dengan jumlah dana yang telah disalurkan dari Triwulan Pertama sam pai dengan Triwulan Ketiga. Pembelian/penggandaan buku teks pelajaran. Selain daripada itu. maka sekolah tidak harus menggunakan dana BOS untuk pembelian/ penggandaan buku tersebut. yaitu Pendidikan Jasmani. Olahraga dan Kesehatan. maka sekolah wajib membeli/menggandakan sebanyak jumlah siswa.d. Kedua. Jika jumlah buku telah terpenuhi satu siswa satu buku. dan Ketiga adalah masing-masing sebesar ¼ (satu perempat) dari alokasi sementara yang tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan. Olahraga dan Kesehatan dan (b) Sen i Budaya dan Ketrampilan. Jenis buku yang dibeli/digandakan untuk SD adalah satu buku. baik yang telah di beli dari dana BOS maupun dari Pemerintah Daerah. d i samping dana yang diperoleh dari Pemda atau sumber lain yang sah. (3) Penyaluran Triwulan Pertama. O. Penyaluran Dana BOS untuk Sekolah Swasta:dilakukan oleh Bendahara Umum Daerah paling lambat 7 hari kerja dana tersebut harus sampai di sekolah.

administrasi pendaftaran. Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan sejenisnya (misalnya untuk honor jam mengajar tambahan di luar jam pelajaran. pembuatan spanduk sekolah bebas pungutan.siswa. pemantapan persiapan ujian. biaya transportasi dan akomodasi siswa/guru dala m 305 . dan pendaftaran ula ng. konsumsi panitia. pramuka. Pembiayaan seluruh kegiatan dalam rangka penerimaan siswa baru. palang merah remaja. yaitu biaya pendaftaran. serta kegiatan lain yang berkaitan lan gsung dengan kegiatan tersebut (misalnya untuk fotocopy. olahraga. penggandaan formulir. dan lainnya yang relevan). pembelajaran pengayaan. kesenian. karya ilmiah remaja. 3. Pembiayaan kegiatan pembelajaran remedial. dan uang le mbur dalam rangka penerimaan siswa baru. 2.

Khusus di sekolah ya ng tidak ada jaringan listrik. bahan praktikum. Pembiayaan langganan daya dan jasa. perahu penyeberangan. dapat juga untuk mem beli alat transportasi sederhana yang akan menjadi barang inventaris sekolah (misalnya sep eda. penggandaan. perbaik an pintu dan jendela. Pemberian bantuan biaya transportasi bagi siswa miskin yang menghadapi masal ah biaya transport dari dan ke sekolah. Pembayaran honorarium bulanan guru honorer dan tenaga kependidikan honorer. alat kesenian dan biay a pendaftaran mengikuti lomba). langganan koran/majalah pend idikan. insentif bagi bendahara dalam rang ka penyusunan laporan BOS dan biaya transportasi dalam rangka mengambil dana BOS di Bank/PT Pos. Pengembangan profesi guru seperti pelatihan. perbaikan atap bocor. ulangan umum.rangka mengikuti lomba. serta pengada an suku cadang alat kantor. 11. perbaikan sanitasi sekolah. perbaikan mebeler. air. 9. 6. Pembiayaan perawatan sekolah. Khusus untuk sekolah yang memperoleh hibah/block grant pengembangan KKG/MGMP atau sejenisnya pada tahun anggaran yang sama tidak diperkenankan menggunakan dana BO S untuk peruntukan yang sama. CD dan flash disk). sp idol. yaitu listrik. surat-menyurat. 4. kapur tulis. kertas. 5. internet. U ntuk sekolah SD diperbolehkan untuk membayar honor tenaga yang membantu administrasi BOS. . buku induk siswa. yaitu pengecatan. dll). 10. ujian sekolah dan laporan hasil bela jar siswa (misalnya untuk fotocopi/ penggandaan soal. fotocopy. honor koreksi ujian dan honor guru d alam rangka penyusunan rapor siswa). perbaikan lant ai ubin/ keramik dan perawatan fasilitas sekolah lainnya. 8. Pembiayaan ulangan harian. KKG/MGMP dan KKKS/MKKS. telepon. Pembiayaan pengelolaan BOS seperti alat tulis kantor (ATK termasuk tinta pri nter. minuman dan makanan ringan untuk kebutuhan sehari-hari di sekolah. te rmasuk untuk pemasangan baru jika sudah ada jaringan di sekitar sekolah. Jika dinilai lebih ekonomis. dan jika sekolah tersebut memerlukan listrik untuk proses belajar mengajar di sekolah. buku inventaris. Pembelian bahan-bahan habis pakai seperti buku tulis. membeli alat olah raga. maka diperkenankan untuk membeli genset. 7. pensil.

maka sisa dana BOS tersebut dapat digunakan untuk membeli al at peraga.000. 306 .-/ bulan. masing-masing maksimum 1 unit dalam satu tahun anggaran. Supervisi oleh Wakil Kepala SMP Terbuka. meliputi kegiatan: a. Kegiatan tatap muka di Sekolah Induk oleh Guru Bina. Supervisi oleh Kepala Sekolah. Khusus untuk SMP Terbuka. Kegiatan pembelajaran.000. yaitu kegiatan-kegiatan yang terkait dengan proses bel ajar mengajar. diberikan maksimal sebesar Rp 150. diberikan rata-rata maks imal sebesar Rp 150.12.-/bulan tetapi secara proporsional disesuaikan dengan beban mengajarnya. dana BOS digunakan juga untuk: 1.-/bulan. Pembelian komputer (desktop/work station) dan printer untuk kegiatan belajar siswa. b. Bila seluruh komponen 1 s. peralatan UKS dan mebeler sekolah. media pembelajaran. diberikan maksimal sebesar Rp 150.d 12 di atas telah terpenuhi pendanaannya dari BOS dan masih terdapat sisa dana. mesin ketik.00 0. c. 13.

Bagi sekolah yang telah menerima DAK. Prioritas utama penggunaan dana BOS adalah untuk kegiatan operasional sekolah . Pengelolaan kegiatan pembelajaran oleh Pengelola TKB Mandiri diberikan maksim al sebesar Rp 150.000. Penggunaan dana BOS untuk transportasi dan uang lelah bagi guru PNS diperbole hkan hanya dalam rangka penyelenggaraan suatu kegiatan sekolah selain kewajiban jam mengajar. tergantung dari kebijak an kementerian. Kegiatan administrasi ketatausahaan oleh petugas Tata Usaha (1 orang). Transportasi Kepala Sekolah dan Wakil Kepala SMP Terbuka dalam rangka supervi si ke TKB. Besaran/satuan biaya untuk transportasi dan uang lelah guru PNS yang b ertugas di luar jam mengajar tersebut harus mengikuti batas kewajaran. konsultasi. dan pelaporan. f. 10 juta.000. 4. Transportasi Pengelola TKB Mandiri ke Sekolah Induk dalam rangka koordinasi. Kebijakan penggunaan dana BOS bisa berubah setiap tahun. diberi kan maksimal sebesar Rp 100.000.d. d. 15 Tahun 2010 tentang SPM Pendidikan Dasar di Kabupaten/Kota. Maksimum penggunaan dana untuk belanja pegawai bagi sekolah negeri sebesar 20 %. 3.-/bulan. Transportasi Guru Bina ke TKB. 2. Pemerintah daerah . Dalam hal penggunaan dana BOS di sekolah. harus diperhatikan hal-hal sebagai ber ikut: 1. 5. c. tidak diperkenankan menggunakan dana BO S untuk peruntukan yang sama. masing-masing diberikan maksimal sebesar Rp 150. yaitu: a. Penggunaan dana untuk honorarium guru honorer di sekolah agar mempertimbangkan rasio jumlah siswa dan guru sesuai dengan ketentuan pemerintah yang ada dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. Sebagai penanggung jawab pengelolaan dan penggunaan dana BOS untuk SMPT/TKB Mand iri tetap kepala sekolah SMP induk. 2.-/bulan. e. Transportasi Guru Pamong ke Sekolah Induk. Kegiatan pembimbingan di TKB oleh Guru Pamong.-/bulan. Biaya transportasi Guru Bina dan Guru Pamong dari SMP Induk ke TKB dan sebali knya disesuaikan dengan kondisi geografis dan sarana transportasi. Pembelian barang/jasa per belanja tidak melebihi Rp. b.

Selanjutnya Dinas Pendidikan mengi rim surat secara resmi kepada Dirjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah yang berisikan daftar sekolah yang lebih/kurang untuk diperhitungkan pada penyesuaian alokasi pada triwulan berikutnya. Jika dana BOS yang diterima oleh sekolah dalam triwulan tertentu lebih besar/ kurang dari jumlah yang seharusnya. misalnya akibat kesalahan data jumlah siswa. maka s ekolah harus segera melapor kepada Dinas Pendidikan. maka dana BOS siswa tersebut pada triwulan berjalan menjadi hak sekola h lama. 3. 2. faktor geografis dan faktor lainnya. Revisi jumlah siswa pada sekolah yang ditinggalkan/menerima siswa pindahan 307 .wajib mengeluarkan peraturan tentang penetapan batas kewajaran tersebut di daerah masi ngmasing dengan mempertimbangkan faktor sosial ekonomi. Jika terdapat siswa pindah/mutasi ke sekolah lain setelah pencairan dana di t riwulan berjalan.

Sekolah hanya diperbolehkan menanggung biaya untuk siswa/guru yang iku t serta dalam kegiatan tersebut. P. Membiayai kegiatan yang diselenggarakan oleh UPTD Kecamatan/ Kabupaten/kota/ Provinsi/Pusat. 5. dan kewajar an harga. 13. walaupun pihak sekolah tidak ikut serta dala m kegiatan tersebut. Disimpan dalam jangka waktu lama dengan maksud dibungakan. atau pihak lainnya. 7. Q. Tim Sekolah harus menggunakan prinsip keterbukaan dan ekonomis dalam menentuk an barang/jasa dan tempat pembeliannya. Bunga Bank/Jasa Giro akibat adanya dana di rekening sekolah menjadi milik sek olah untuk digunakan bagi sekolah. misalnya studi banding. Membiayai kegiatan dalam rangka mengikuti pelatihan/sosialisasi/ pendampinga n terkait program BOS/perpajakan program BOS yang diselenggarakan lembaga di luar Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/ Kota dan Kementerian Pendidikan Nasional.tersebut baru diberlakukan untuk pencairan triwulan berikutnya. 8. 10. serta ketersediaan. Tim harus memperhatikan kualitas barang/jasa. . Digunakan untuk rehabilitasi sedang dan berat. misalnya iuran dalam rangka perayaan hari besar nasional dan upacara keagamaan/acara keagamaan. 6. Kegiatan penunjang yang tidak ada kaitannya dengan operasi sekolah. 12. Membeli bahan/peralatan yang tidak mendukung proses pembelajaran. studi tour (karya wisata) dan sejenisnya. Apa Saja Larangan Penggunaan Dana BOS? 1. Membiayai kegiatan yang telah dibiayai dari sumber dana pemerintah pusat ata u pemerintah daerah secara penuh/wajar. 4. 3. 2. Menanamkan saham. Bagaimana Mekanisme Pembelian Barang/Jasa di Sekolah? 1. 9. 4. Membiayai kegiatan yang tidak menjadi prioritas sekolah dan memerlukan biaya besar. Membayar bonus dan transportasi rutin untuk guru. Dipinjamkan kepada pihak lain. Membangun gedung/ruangan baru. 2. misalnya guru kontrak/guru bantu. 11. Membeli pakaian/seragam bagi guru/siswa untuk kepentingan pribadi (bukan inve ntaris sekolah).

Membuat rencana kerja ii. Membuat laporan penggunaan dana (pembelian barang dan pembayaran upah) untuk kegiatan perawatan ringan/pemeliharaan sekolah. Memilih satu atau lebih pekerja untuk melaksanakan pekerjaan tersebut dengan standar upah yang berlaku di masyarakat.3. iii. Tim Sekolah harus selalu membandingkan harga penawaran dari penyedia barang/j asa dengan harga pasar dan melakukan negosiasi harga kepada penyedia barang/jasa apa bila harga penawaran lebih tinggi dari harga pasar. Terkait dengan biaya untuk perawatan ringan/pemeliharaan bangunan sekolah. 4. Ti m Sekolah harus menerapkan prinsip-prinsip berikut: i. 308 .

Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sesuai dengan kewenangannya dapat melakukan pemeriksaan terhadap program BOS. 3. Instansi tersebut bertanggung jawab untuk melakukan audit sesuai dengan kebutuhan lembaga tersebut atau permintaan instansi yang akan diaudit. 1. 2. 2 Tahun 2008 Pasal 11). kabupaten/kota maupu n sekolah. Tidak diperkenankan melakukan manipulasi data jumlah siswa. baik yang berasal dari dana BOS maupun dari sumber lain. S. 4. Bagaimana Tata Tertib Pengelolaan Dana BOS Untuk Sekolah? 1. Siapa Yang Melakukan Pengawasan dan Pemeriksaan Program BOS? Pengawasan prgram BOS meliputi pengawasan melekat (Waskat). Mengelola dana BOS secara transparan dan bertanggung jawab. 5. 2. . provinsi. Instansi ini juga bertanggung jawab untuk melakukan audit sesuai dengan kebutuhan lembaga tersebut atau permintaan instansi yang akan diaudit. Pengawasan Melekat Pengawasan melekat adalah pengawasan yang dilakukan oleh pimpinan masing-masing instansi kepada bawahannya baik di tingkat pusat. Pengawasan Eksternal Instansi pengawas eksternal yang melakukan pengawasan program BOS adalah Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP). 6. Bersedia diaudit oleh lembaga yang berwenang terhadap seluruh dana yang dikel ola oleh sekolah. Menginformasikan secara tertulis rekapitulasi penerimaan dan penggunaan dana BOS kepada orang tua siswa setiap semester bersamaan dengan pertemuan orang tua sisw a dan sekolah pada saat penerimaan raport. 4.R. Dilarang bertindak menjadi distributor atau pengecer buku kepada peserta didi k di sekolah yang bersangkutan (Peraturan Mendiknas No. Pengawasan Fungsional Internal Instansi pengawas fungsional yang melakukan pengawasan program BOS secara intern al adalah Inspektorat Jenderal Depdiknas serta Inpektorat Daerah Provinsi dan Kabup aten/ Kota. Prioritas utama dalam program BOS adalah pengawasan yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota kepada sekolah. pengawasan fungsiona l dan pengawasan masyarakat. 3. Mengumumkan hasil pembelian barang dan harga yang dilakukan oleh sekolah di p apan pengumuman sekolah yang harus ditandatangani oleh Komite Sekolah.

Lembaga tersebut melakukan pengawasan dalam rangka mem otret pelaksanaan program BOS di sekolah. Provinsi dan Pusat. namun tidak melakukan audit. Apabila terdapa t indikasi penyimpangan dalam pengelolaan BOS. Ka bupaten/ Kota.T. program ini juga dapat diawas i oleh unsur masyarakat dan unit-unit pengaduan masyarakat yang terdapat di sekolah. 309 . Pengawasan Masyarakat Dalam rangka transparansi pelaksanaan program BOS. agar segera dilaporkan kepada instansi penga was fungsional atau lembaga berwenang lainnya.

Sanksi kepada oknum yang melakukan pelanggaran dapat diberikan dalam berbagai bentuk. d. penyidikan dan prose s peradilan bagi pihak yang diduga atau terbukti melakukan penyimpangan dana BOS. Apa Sanksi Terhadap Penyalahgunaan Dana BOS? Sanksi terhadap penyalahgunaan wewenang yang dapat merugikan negara dan/atau sek olah dan/atau siswa akan dijatuhkan oleh aparat/pejabat yang berwenang. 310 . c. yaitu pengembalian dana BOS yang terbukti disalahgunakan kepada satuan pendidikan atau ke kas negara. Pemblokiran dana dan penghentian sementara seluruh bantuan pendidikan yang bersumber dari APBN pada tahun berikutnya kepada Kabupaten/kota. misalnya: a. kelompok.U. yaitu mulai proses penyelidikan. penurunan pangkat. Penerapan sanksi kepegawaian sesuai dengan peraturan dan undang-undang yang berlaku (pemberhentian. bilamana terbuk ti pelanggaran tersebut dilakukan secara sengaja dan tersistem untuk memperoleh keuntungan pribadi. Penerapan tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi. mutasi kerja). Penerapan proses hukum. b. atau golongan.

Publikasi BOS .

312 .

313 .

314 .

315 .

316 .

317 .

318 .

319 .

320 .

321 .

322 .

Lembar Evaluasi Pelatihan untuk Sekolah/Madrasah Tahun 2011 .

Lembar Evaluasi Pelatihan untuk Sekolah/Madrasah Tahun 2011 324 .

Gaji dan tunjangan pendidik dan tenaga kependidikan. b. Pemilihan tenaga pendidik. 5. 4. c atau d (Format A): 1. sistem informasi mana jemen. b. Penentuan standar kompetensi kepala sekolah. pengawasan dan evaluasi. c. 2. d. Manakah dari pernyataan di bawah ini yang secara tepat mendefinisikan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan? a. Biaya pembelian alat tulis. c. Pernyataan manakah di bawah ini yang masuk dalam kategori Biaya Investasi men urut Standar Pembiayaan? a. Standar Penilaian. Hubungan masyarakat dengan Pemerintah Daerah. Standar-standar yang ditentukan oleh masing-masing satuan tingkat pendidikan. Manakah dari pernyataan di bawah ini yang merupakan bagian dari Standar Penge lolaan? a. Biaya listrik bulanan. c.Lembar Evaluasi Pelatihan untuk Sekolah/Madrasah Tahun 2011 Pilih salah satu jawaban yang Anda anggap benar dengan memberi tanda silang pada hurup a. Manakah pernyataan di bawah ini yang bukan merupakan Standar Nasional Pendidi kan? a. d. b. Kepemimpinan sekolah/madrasah. 3. Standar-standar yang harus dipenuhi oleh masing-masing satuan pendidikan sete lah semua SNP terpenuhi. Standar Kompetensi Lulusan. d. Mekanisme standardisasi pendidikan yang merupakan kelanjutan dari SNP. Standar Kompetensi Pengawas. Strategi untuk mencapai SNP (Standar Nasional Pendidikan) secara bertahap dan merupakan sasaran antara menuju pemenuhan SNP. b. Biaya pengembangan sumber daya manusia. Di bawah ini adalah beberapa alasan mengapa SNP perlu dilakukan secara bertah . b. c. d. Standar Proses.

325 . Implementasi SNP secara utuh membutuhkan sumber daya yang besar. Implementasi SNP yang sepenuhnya memerlukan kapasitas SDM yang tinggi dan kel embagaan yang produktif. Semua standar SNP dapat dipenuhi oleh sekolah/madrasah dengan kondisi saat in i. kecuali: a. b. d. SPMP adalah kegiatan sistemik dan terpadu oleh satuan atau program pendidikan . SPMP merupakan program pemerintah pusat yang mengupayakan terjadinya suatu pe ningkatan mutu pendidikan di suatu daerah tertentu. Beberapa standar SNP terlalu tinggi dan sulit dicapai oleh semua sekolah/madr asah dengan kondisi saat ini. d. dan masyarakat untuk memperba iki mutu pendidikan. c.ap. SPMP adalah program pemerintah pusat yang harus dijabarkan oleh masing-masing satuan pendidikan sesuai dengan keunggulan lokal mereka. penyelenggara satuan atau program pendidikan. pemerintah daerah. c. 6. Pengertian SPMP (Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan) dapat dengan tepat ditemu kan pada salah satu pernyataan berikut ini: a. b. SPMP merupakan sebuah mekanisme peningkatan mutu pendidikan yang diprakarsai oleh para pemimpin satuan pendidikan dan diselenggarakan secara mandiri tanpa adanya keter libatan pemerintah.

Merupakan gambaran kondisi sekolah/madrasah saat ini yang digunakan untuk men yusun RKS/M. Membantu komite sekolah mengevaluasi kelemahan dan kelebihan sekolah/madrasah nya. 11. Sosialisasi Persiapan Penyusunan RKS/M Persetujuan & Pengesahan. d. Sekolah/madrasah dapat dikelola secara lebih partisipatif. pelaksanaan. Persiapan Penyusunan RKS/M Persetujuan & Pengesahan Sosialisasi. kecuali: a. Sekolah/madrasah dapat menentukan kelebihan hasil usahanya secara lebih akura t. d. pelapo ran dan pengawasan. c. Manakah alur penyusunan RKS/M yang benar? a. 10. Misi Tujuan Sasaran Visi . Urut-urutan manakah yang benar? a. akuntabel dan tran sparan oleh para pemangku kepentingan. b. Penyusunan RKS/M Penyetujuan & Pengesahan Sosialisasi Persiapan. c. Mengoptimalkan partisipasi pihak swasta. 9. Rumusan hasil akhir kondisi sekolah yang ditentukan oleh pemerintah kabupaten /kota. Persetujuan Pengesahan Penyusunan RKS/M Sosialisasi.7. Manfaat EDS/M (Evaluasi Diri Sekolah/Madrasah) terutama adalah sebagai beriku t. c. b. c. b. 8. Sekolah/madrasah dapat menyusun RKS dan RKT berdasarkan prioritas kebutuhan d an sumber daya sekolah/madrasah untuk memenuhi SPM/SNP. Menjamin keterkaitan antara perencanaan dan penganggaran. Mendorong upaya guru dan pengawas dalam meningkatkan kinerja mereka. Sekolah/madrasah dapat mengetahui kelebihan dan kekurangannya berdasarkan SNP . Salah satu tujuan penyusunan RKS/M (Rencana Kerja Sekolah/Madrasah) adalah: a. d. Cita-cita bersama warga sekolah/madrasah dan segenap pihak yang berkepentinga n pada masa yang akan datang. d. b. Memastikan agar aturan pemerintah ditaati sekolah/madrasah. Manakah dari uraian di bawah ini yang secara tepat mendefinisikan visi sekol ah/madrasah: a.

Visi Misi Sasaran Tujuan c. Memastikan pengawasan kinerja kepala sekolah oleh komite sekolah. Menjamin agar tujuan dan sasaran sekolah/madrasah yang telah ditetapkan dapat dicapai dengan tingkat kepastian yang tinggi dan risiko yang kecil.b. d. dan sinergi. b. dan berkelanjutan. 326 . c. 13. berkeadi lan. efektif. c. Yang bukan merupakan tujuan Penyusunan RKT (Rencana Kerja Tahunan) adalah: a. kecuali: a. d. Visi Misi Tujuan Sasaran d. Berikut ini adalah prinsip-prinsip penyusunan Rencana Kerja Tahunan yang bai k. b. Partisipatif melibatkan berbagai unsur. Satu sumber. Sistematis. Menjamin terciptanya integrasi. sinkronisasi. Sasaran Tujuan Misi Visi 12. Menjamin tercapainya penggunaan sumber daya secara efisien. mengindikasikan kejelasan sumber pendanaan dan pembiayaan operas ional sekolah. seluruh program/kegiatan disusun secara runtut berdasarkan skala prioritas. mencakup perencanaan kelesuruhan program yang akan dilaksanakan oleh sekolah/ madrasah dalam jangka waktu satu tahun. Terpadu.

pemeliharaan sarana dan prasarana c. jasa telekom unikasi. dan pesantren: . c. uang lembur. d. membayar PPN. kitab suci dan buku pelajaran agama. keadilan.5% dari nilai pembelian. dan transportasi d. air. Bagi hasil. Yang tidak termasuk ke dalam kelompok Biaya Operasional adalah: a. kemakmuran bersama. 16. c. 17.14. b. Biaya operasional pendidikan tidak langsung berupa listrik. transparansi. Akuntabilitas. transparansi. Tidak mempunyai kewajiban memungut PPh Pasal 22 karena tidak termasuk sebagai pihak yang ditunjuk sebagai pemungut PPh Pasal 22. Pengadaan buku tidak boleh dilakukan secara bertahap. b. c. Efisiensi. Gaji pendidik dan tenaga kependidikan serta segala tunjangan yang melekat pad a gaji. kejujuran. asuransi. Manajemen Keuangan Sekolah yang baik senantiasa menjunjung tinggi prinsip-pr insip berikut: a. 15. Buku yang dibeli/digandakan harus mencakup satu siswa satu buku. profit oriented. Manakah pernyataan yang tepat terkait dengan penggunaan dana BOS untuk buku: a. swasta. Manakah pernyataan yang benar terkait dengan kewajiban perpajakan yang sehar usnya dilakukan oleh pengelola BOS di sekolah negeri. kemakmuran bersama. Atas pembelian buku-buku pelajaran umum. Memungut PPh Pasal 22 sebesar 1. Pengadaan tanah dan mengirimkan para guru ke pelatihan-pelatihan pengembangan diri. d. Sekolah harus membayar PPN untuk pembelian buku. b. tidak termasuk PPN d an menyetorkannya ke kas negara. Pajak. transparansi. bagi hasil. d. kejujuran. Penentuan buku yang dibeli ditentukan oleh rapat komite sekolah. efisiensi. Akuntabilitas. Manakah pernyataan yang benar terkait dengan kewajiban perpajakan yang sehar usnya dilakukan oleh pengelola BOS di sekolah negeri: a. b. efisien (value for money). Tidak memotong PPh Pasal 23 sebesar 15% x 40% atau 6% dari jumlah imbalan bru to tidak termasuk PPN 18.

c. Hal berikut ini adalah berkas yang harus dilaporkan ke tim BOS Kabupaten/Kot a. Pengawasan eksternal. Memotong PPh Pasal 21 atas honorarium semua jenis dan golongan guru. Pengawasan fungsional internal. Berikut ini adalah mekanisme pengawasan dana BOS: a. Audit oleh komite sekolah 20. Pembayaran honor kepada guru PNS Golongan IID ke bawah tidak dilakukan pemoto ngan PPh Pasal 21. kecuali: a. b. Notulen rapat komite sekolah 327 . Pembayaran honor kepada guru PNS Golongan IIIA ke atas harus dipotong PPh Pas al 21 yang bersifat final sebesar 15% dari jumlah honor. Lembar pencatatan pengaduan. d. Nama siswa miskin yang digratiskan. d. Jumlah dana yang diterima dan pengelolaannya. c. d. c. Penggunaan dana BOS untuk memberikan bantuan transportasi bagi siswa miskin d ikenakan pajak 19. Pengawasan melekat b.a. b.

328 .

Pentingkah data di LKIS? Keakuratan data LKIS sangat menentukan keakuratan perhitungan alokasi dana BOS. Lembar LKIS juga akan diserahkan oleh Tim BOS Kabupaten/Kota kepada Tim BOS Tingkat Nasional untuk keperluan pendataan dan verifikasi. LKIS sangat diperlukan untuk menghitung perencanaan kebutuhan anggaran dana BOS tingkat nasional. Data jumlah siswa per sekolah akan dapat diakses oleh masyarakat sebagai bentuk transparansi dan alat control. Din as Pendidikan Kabupaten/Kota membuat rekapitulasi jumlah siswa per sekolah dan diserahkan kepa da Tim BOS Pusat untuk dijadikan dasar alokasi dana BOS secara nasional. Bagaimana mekanisme penyerahan LKIS? Setelah masa pendaftaran siswa di tahun ajaran baru di sekolah berakhir. per kabupaten/kota dan p er sekolah. . dan selanjutnya akan dijadikan dasar untuk p enetapan alokasi dana BOS per sekolah dan kabupaten/kota. Alokasi dana BOS per sekolah akan didasarkan L KIS. sekolah segera mengisi LKIS. Oleh karena itu dimohon setiap sekolah mengisi da ta LKIS secara akurat. tidak akan dialokasikan dana BOS dalam SK Dirjen Pendid ikan Dasar. Jadi sekolah yang tidak mengumpulkan LKIS. Untuk Apa LKIS? Khususnya untuk program BOS.Lembar Kerja Individu Sekolah (LKIS) Apa LKIS Tersebut? LKIS merupakan instrumen sederhana yang khususnya digunakan untuk menjaring data jumlah siswa per sekolah di setiap tahun ajaran baru. dan tidak melakukan mark-up data. kabupaten/kota maupun sekolah. Akan tetapi dalam LKIS juga dijaring bebera pa informasi lain yang dianggap penting. Selanjutnya sekolah menyerahkan LKIS kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. baik tingkat nasional.

Lembar Kerja Individu Sekolah (LKIS) Tahun Pelajaran 2010/11 330 .

Lembar Kerja Individu Sekolah (LKIS) Tahun Pelajaran 2010/11 331 .

332 .

ditptksd. 021-5725632 & 021-5725641 Faksimil : 021-5725635 Email : bos@ditptksd.id Tingkat SD Alamat Web : www.dit-plp.id Telp : 0-800-140-1276 (bebas pulsa).INFORMASI DAN PENGADUAN MASYARAKAT Program BOS HOTLINE: 177 Menghubungi: Tingkat SMP Alamat Web : www.go.id Telp : 0-800-140-1299 (bebas pulsa) 021-5725980 Faksimil : 021-5731070 & 021-5725645 Email : bos@dit-plp.go.go.id Mengisi: Format BOS 07 untuk Kritik dan Saran dan Format BOS 8 untuk Pengaduan .go.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->