MILIK NEGARA TIDAK DIPERDAGANGKAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL KEMENTERIAN AGAMA RI Peningkatan Manajemen Melalui Penguatan Tata Kelola

dan Akuntabilitas di Sekolah/Madrasah Materi Pelatihan Sekolah/Madrasah Bantuan Operasional Sekolah

Disiapkan bersama oleh: Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar, Kemendiknas dan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kemenag RI dengan bantuan dana hibah dari Pemerintah Australia melalui Program Kemitraan Au stralia-Indonesia dan didukung oleh: Bank Dunia, Uni-Eropa, Pemerintah Kerajaan Belanda, Bank Pembangunan Asia dan US AID

Peningkatan Manajemen Melalui Penguatan Tata Kelola dan Akuntabilitas di Sekolah/Madrasah Materi Pelatihan Sekolah/Madrasah

Kata Pengantar Bantuan Operasional Sekolah (BOS), yang dimulai sejak bulan Juli 2005, merupakan program untuk membantu percepatan penuntasan program wajib belajar 9 tahun yang bermutu. Bagi kebanyakan sekolah dan madrasah di Indonesia, dana BOS merupakan komponen terbesar pemasuka n dana yang diterima oleh sekolah dan madrasah. Untuk memaksimalkan efisiensi dan efektivitas pemanfaatan dana BOS dan sumberdan a sekolah/ madrasah lainnya, penting dilakukan peningkatan keterampilan dalam menyusun pere ncanaan dan penganggaran ditingkat sekolah/madrasah. Untuk keperluan inilah pemerintah telah mengambil inisiatif untuk mengembangkan program pelatihan yang mendukung peningkatan keter ampilan manajerial bagi sekolah/madrasah. Program pelatihan ini dikembangkan dengan meru juk pada sistem penjaminan mutu, khususnya Standar Pelayanan Minimal untuk pendidikan das ar dan Standar Nasional Pendidikan. Pelatihan intensif tentang Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) ini akan diberikan kepada 3 unsur anggota Tim Pengelola BOS di Sekolah/Madrasah di seluruh Indonesi a, yaitu kepala sekolah/madrasah, bendahara sekolah/madrasah dan unsur masyarakat anggota Tim Ma najemen BOS Sekolah/Madrasah atau Komite Sekolah/Madrasah. Materi pelatihan untuk sekolah dan madrasah ini disiapkan melalui kerjasama deng an dan atas dukungan dari Australian Agency for International Development (AusAID), Asian De velopment Bank (ADB) melalui proyek Basic Education Capacity Support Program, USAID melalui Pro yek Decentralized Basic Education (DBE1), Pemerintah Kerajaan Belanda, European Union (Uni Eropa) dan the World Bank (Bank Dunia) melalui the Basic Education Capacity Trust Fund. Pelatihan ini akan disampaikan secara nasional kepada sekitar 650.000 peserta dari sekolah/madrasah (SD/MI/SMP/ MTs) dengan dukungan dana dari Pemerintah Australia melalui AusAID. Buku panduan pelatihan ini memusatkan perhatian pada empat materi utama: (1) Sta ndar Pelayanan Minimal untuk Pendidikan Dasar dan Standar Nasional Pendidikan, termas uk di dalamnya pengenalan terhadap Evaluasi Diri Sekolah/Madrasah (EDS/M); (2) Perencanaan dan Penganggaran; (3) Manajemen Keuangan; dan (4) Pengenalan Pendidikan Karakter. Selain ke empat jenis materi utama tersebut, masih ada beberapa materi tambahan/suplemen yang diharapkan dapa t disinggung pada saat pelatihan. Semoga materi pelatihan ini dapat sepenuhnya dimanfaatkan oleh para pelatih dan peserta pelatihan untuk panduan pelatihan bagi tingkat sekolah/madrasah.

Jakarta, Maret 2011 Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementrerian Agama RI Prof. Dr. Mohammad Ali, MA NIP. 19530603 197903 1 002 Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Kementrerian Pendidikan Nasional Prof. Suyanto, Ph.D. NIP. 19530302 197703 1 001 i

Pendahuluan Buku Materi Pelatihan ini berisi informasi penting yang digunakan sebagai bahan pembelajaran bagi pengelola SD/MI dan SMP/MTs, yang terdiri dari kepala sekolah/madrasah, ben dahara sekolah/madrasah, dan ketua komite sekolah/madrasah di seluruh Indonesia. Buku ini disusun sebagai bahan pelatihan dalam rangka membantu sekolah/madrasah melakukan perencanaan, pengelolaan, dan penyusunan laporan, baik kegiatan maupun keuangan sekolah/ madrasah. Pelatihan ini juga dimaksudkan untuk mendukung pelaksanaan program BOS dan penerapan manajemen berbasis sekolah/madrasah yang lebih baik, partisipatif dan akuntabel. Buku ini terdiri dari tiga bagian utama yakni: (1) Evaluasi Diri Sekolah/Madrasa h, (2) Perencanaan dan Penganggaran Sekolah/Madrasah, dan (3) Manajemen Keuangan Sekolah/Madrasah. Sebagai bagian yang tak terpisahkan dari upaya peningkatan mutu pada sektor pendidikan, serangkaian program nasional yang menyemangati upaya perbaikan yang mendasar ini juga disert akan pada bagian akhir buku ini: pendidikan karakter bangsa, penanggulangan bencana, penga rusutamaan gender, rencana aksi nasional pemberantasan narkoba, dan pencegahan HIV/AIDS. Bagian 1 - Evaluasi Diri Sekolah/Madrasah (EDS/M) menekankan pentingnya kemampua n sekolah/madrasah melakukan pemetaan pencapaian kinerja sekolah/madrasah pada saa t ini serta pengembangan program dan anggaran sekolah/madrasah. Penguasaan implementas i EDS/M dicerminkan dalam kemampuan sekolah/madrasah dalam mengidentifikasi dan mengumpulkan data kinerja, menganalisis dan mengolah data mutu, menyimpulkan has il kinerja serta menerapkan standar mutu. Bagian ini terdiri dari empat bab. Bab I memperkenalkan kebijakan nasional yang berkaitan dengan Standar Nasional Pendidikan, Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar, Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan serta Penerapan SPMP, SNP, dan SPM dalam proses peren canaan sekolah/madrasah. Bab II menguraikan gambaran umum tentang EDS/M, menjelaskan so sok dan cara-kerja instrumen serta cara melaksanakan EDS/M. Bab III menjelaskan tekn ik identifikasi kesenjangan kinerja dan rekomendasi pemenuhan SPM. Bab IV memperkenalkan TRIMS a tau Aplikasi Pelaporan dan Manajemen Informasi Sekolah (APMIS), memahami manfaat kel uarannya bagi sekolah/madrasah serta langkah-langkah aplikasi TRIMS. Bagian 2 - Perencanaan dan Penganggaran Sekolah/Madrasah membantu sekolah/madras ah agar mampu menyusun program prioritas dengan mempertimbangkan ketersediaan sumbe

r daya yang dimiliki guna mencapai visi, misi, tujuan dan sasaran sekolah/madrasah yang telah ditetapkan. Melalui rencana kerja yang baik, sekolah/madrasah diharapkan dapat m enggalang partisipasi warga dan masyarakat, memastikan keterkaitan antara perencanaan, pel aksanaan dan pelaporan sekolah/madrasah, efisiensi dan efektifitas penggunaan dana, menja min integrasi perencanaan sekolah/madrasah sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat , provinsi, kota/kabupaten dan aspirasi stakeholder lokal, mempertimbangkan pentingnya pendi dikan karakter bangsa, sensitivitas terhadap isu gender, sikap responsif terhadap kead aan bencana, dan memperhatikan berbagai perkembangan yang terjadi. Bagian ini terdiri dari enam bab. Bab I merupakan pengantar bagi penyusunan RKS/ M dan RKT. Bab II menjelaskan tentang identifikasi kondisi kinerja aktual sekolah/madrasah sebelum rencana kerja disusun. Bab III menjelaskan tentang kondisi yang diharapkan oleh sekolah/ madrasah. Bab IV menguraikan tentang pentingnya penyusunan program, indikator dan target kiner ja yang tepat, penanggung jawab program dan kegiatan. Bab V memandu penyusunan rencana a nggaran sekolah/madrasah untuk jangka menengah. Bab VI menjelaskan tentang penyusunan Re ncana ii

Kerja Tahunan Sekolah/Madrasah dan penyusunan Rencana Anggaran Pendapatan dan Be lanja Sekolah/Madrasah atau Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah/Madrasah. Perlu juga disampaikan disini bahwa bersamaan dengan penerbitan materi pelatihan ini telah dikembangkan EDS/M multimedia dalam bentuk DVD. Dilengkapi dengan pegantar lisan oleh Bapak Menteri Pendidikan Nasional, DVD yang berjudul Meningkatkan Mutu Lingkungan Pembelajaran melalui Evaluasi Diri Sekolah/Madrasah ini dikemas secara komunikati f dan ramah pemirsa. Di dalamnya disajikan banyak contoh dan testimoni dari kepala sek olah, guru dan peserta didik yang membuat konsep EDS/M terasa mudah dipahami. DVD ini akan dibagikan kepada seluruh sekolah/madrasah. Bagian 3 - Manajemen Keuangan Sekolah/Madrasah membantu sekolah/madrasah memaham i dan mengasah keterampilan dalam mengelola siklus penganggaran melalui penyiapan anggaran, penata-usahaan, perpajakan, pengeloaan barang milik sekolah/madrasah, pelaporan keuangan yang baik, serta pengkomunikasiannya kepada stakeholder terkait. Bagian ini terdiri dari tujuh bab. Bab I memberikan pengantar tentang siklus man ajemen keuangan sekolah/madrasah serta prinsip pengelolaan keuangan yang baik. Bab II m emberikan gambaran umum penatausahaan keuangan sekolah/madrasah, khususnya dalam penerimaa n dan pengeluaran serta pelaporannya. Bab III menguraikan berbagai jenis pajak yang be rkaitan dengan pengelolaan keuangan dan transaksi di tingkat sekolah/madrasah. Bab IV memperken alkan masalah pembukuan sekolah/madrasah termasuk jenis buku dan transaksi, format buk u serta alurnya. Bab V berisi ketentuan pencatatatan barang milik sekolah/madrasah. Bab VI mendalami pelaporan keuangan sekolah/madrasah. Bab VII membahas berbagai hal yang berkaita n dengan masalah audit, pengendalian dan pengawasan keuangan di tingkat sekolah/madrasah. Dengan memahami manajemen keuangan diharapkan pihak sekolah/madrasah dapat mener apkan prinsip pengelolaan keuangan yang baik dengan tidak mengabaikan prinsip ekonomis , efisiensi dan efektivitas dalam mendukung tercapainya tujuan pendidikan dasar. Bagian ini sangat penting dipahami oleh berbagai pihak yang berkepentingan dengan pengelolaan keuangan sek olah/ madrasah termasuk kepala dan wakil kepala sekolah/madrasah, bendahara sekolah/ma drasah, guru, pengawas, dan komite sekolah/madrasah. Untuk mempelajari lebih jauh materi yang dijelaskan dalam buku ini disediakan fi le dalam

bentuk CD yang berisikan seluruh materi pelatihan, referensi terkait terutama Un dang-undang, Peraturan Pemerintah, Peraturan Menteri, dan seluruh bahan yang disampaikan dala m pelatihan. Dalam CD juga terdapat materi tambahan, antara lain Pendidikan Karakter Bangsa, Program Penanggulangan Bencana, Kepekaan terhadap Isu Gender, dan Pencegahan HIV/AIDS. Penyusunan buku ini didukung oleh Australian Agency for International Developmen t (AusAID), Asian Development Bank (ADB), Bank Dunia (World Bank) dan Decentralized Basic Ed ucation (DBE-I) Project - USAID.

iii

Daftar Singkatan APBD Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah APBN Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara APK Angka Partisipasi Kasar ATK Alat Tulis Kantor BAN-S/M Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah BMS Barang Milik Sekolah BOS Bantuan Operasional Sekolah BOSDA Bantuan Operasional Sekolah Daerah BOSP Biaya Operasional Satuan Pendidikan BSNP Badan Standar Nasional Pendidikan CTL Contextual Teaching and Learning DAK Dana Alokasi Khusus DAU Dana Alokasi Umum DBR Daftar Barang Ruang EDK Evaluasi Diri Kabupaten/Kota EDS/M Evaluasi Diri Sekolah/Madrasah EQAS External Quality Assurance System ICT Information and Communication Technology IMB Izin Mendirikan Bangunan IPA Ilmu Pengetahuan Alam IPTEK Ilmu Pengetahuan dan Teknologi IQAS Internal Quality Assurance System Juknis Petunjuk Teknis Kemenag Kementerian Agama Kemendiknas Kementerian Pendidikan Nasional KIB Kartu Inventaris Barang KIR Kartu Inventaris Ruang KIR Karya Ilmiah Remaja KKG Kelompok Kerja Guru

Efektif dan Menyenangkan PAS Pendapatan Asli Sekolah PDCA Plan Do Check Action Permendagri Peraturan Menteri Dalam Negeri Permendiknas Peraturan Menteri Pendidikan Nasional PMK Peraturan Menteri Keuangan PNS Pegawai Negeri Sipil PPh Pajak Penghasilan iv .KS Kepala Sekolah KTSP Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan LPMP Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan MA Madrasah Aliyah MBS Manajemen Berbasis Sekolah MI Madrasah Ibtidaiah Monev Monitoring dan Evaluasi MSPD Monitoring Sekolah oleh Pemerintah Daerah PAKEM Pembelajaran Aktif. Kreatif.

PPN Pajak Pertambahan Nilai PTKP Pendapatan Tidak Kena Pajak RAPBS Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah Renstra Rencana Strategis RKAS Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah RKJM Rencana Kerja Jangka Menengah RKS Rencana Kerja Sekolah RKS/M Rencana Kerja Sekolah/Madrasah RKT Rencana Kerja Tahunan RPJMD Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah RPP Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPPK Rencana Pengembangan Pendidikan Kota/Kabupaten RPS Rencana Pengembangan Sekolah RSBI Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional SBI Sekolah Bertaraf Internasional SD Sekolah Dasar SDM Sumber Daya Manusia SIM Sistem Informasi Manajemen SKM Sekolah Kategori Mandiri SKPD Satuan Kerja Pemerintah Daerah SKS Satuan Kredit Semester SNP Standar Nasional Pendidikan SPJ Surat Pertanggungjawaban SPM Standar Pelayanan Minimal SPMP Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan TU Tata Usaha Tupoksi Tugas Pokok dan Fungsi UAN Ujian Akhir Nasional UAS Ujian Akhir Sekolah UASBN Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional .

UKK Ujian Kompetensi Kejuruan UN Ujian Nasional v .

Standar sarana dan prasarana standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan kriteria minimal tentang ruan g belajar. . Sistem penjaminan mutu pendidikan (SPMP) subsistem dari sistem pendidikan nasional (SNP) dengan fungsi utama peningkatan mutu pendidikan. serta sumber belajar lai n. pengetahuan. tempat bermain. tempat beribadah. penyelenggara satuan atau program pendidikan. kompetensi mata pelajaran. pemerinta h provinsi. dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/ Kota. SNP kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara K esatuan Republik Indonesia. tempat berkreasi dan berekreasi. Standar pendidik dan tenaga kependidikan kriteria pendidikan prajabatan dan kelayakan fisik maupun mental. serta pendidi kan dalam jabatan. Pemerin-tahan Daerah Provinsi. tempat berolahraga. laboratorium. kompetensi bahan kajian. termasuk penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. SPM jenis dan tingkat pelayanan pendidikan minimal yang harus disediakan oleh sa tuan atau program pendidikan. dan pemerintah kabupaten atau kota sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah. Standar proses standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pem belajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulusan. Standar isi ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam kr iteria tentang kompetensi tamatan. Standar kompetensi lulusan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap. dan keterampila n. yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran.Daftar Istilah BOS program pemerintah yang bertujuan menyediakan pendanaan biaya operasi nonper sonalia bagi satuan pendidikan dasar sebagai bagian dari pelaksanaan program wajib belajar 9 tahun. perpustakaan. bengk el kerja. dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada jenjang dan jen is pendidikan tertentu.

Standar pengelolaan standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan perencanaan. atau nasional agar tercapai efisiensi dan efektivitas penyelengg araan pendidikan. vi . kabupaten/ kota. dan pengawasan kegiatan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan. Standar pembiayaan standar yang mengatur komponen dan besarnya biaya operasi satuan pendidikan yan g berlaku selama satu tahun. pelaksanaan. provinsi.

atau kegiatan masyarakat yang dikoordinasikan oleh instansi pemerintah (UU Nomor 25 Tahun 2004). karenanya mengurangi peluang untuk korupsi. Misi rumusan umum mengenai upaya-upaya yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan visi (UU Nomor 25 Tahun 2004). dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik. RKS/M dokumen tentang gambaran kegiatan sekolah di masa depan untuk mencapai tuj uan dan sasaran sekolah yang telah ditetapkan. serta alokasi sumber-sumber kepada setiap bagian kegiatan. Value for Money istilah yang digunakan untuk menilai apakah sebuah organisasi te lah memperoleh manfaat yang maksimum dari barang dan jasa yang diperoleh atau disediakan dengan sumber daya yang ada. dengan memperhitungkan sumber daya yang tersedia (UU Nomor 25 Tahun 2004). Buku Kas Umum buku utama yang digunakan untuk mencatat semua transaksi yang memp engaruhi saldo kas. prosedur. baik secara langsung maupun tidak langsung. RAPBS/M rencana yang diformulasikan dalam bentuk rupiah dalam jangka waktu atau periode tertentu. melalu i urutan pilihan. Visi rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan pada akhir periode perencanaa n (UU Nomor 25 Tahun 2004). Transparan memiliki sifat bahwa sebuah teori atau praktek terbuka kepada publik. RKT dokumen tentang gambaran program dan kegiatan tahunan sekolah untuk mencapai tujuan dan sasaran tahunan sekolah yang telah ditetapkan. Program instrumen kebijakan yang berisi satu atau lebih kegiatan yang dilaksanak an oleh instansi pemerintah/lembaga untuk mencapai sasaran dan tujuan serta memperoleh alokasi anggaran. Akuntabel bentuk pertanggungjawaban pengelolaan sumber daya dan pelaksanaan kebi jakan yang dipercayakan kepada orang/ organisasi dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditetapkan melalui media pertanggungjawaban berupa laporan akuntabilitas kinerja secara periodik.Standar penilaian pendidikan standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme. Buku Pembantu Kas buku yang digunakan untuk mencatat transaksi penerimaan dan pengeluaran yang . Perencanaan suatu proses untuk menentukan tindakan masa depan yang tepat.

Buku Pembantu Bank buku yang digunakan untuk mencatat semua transaksi penerimaan dan pengeluaran yang dilakukan melalui bank dengan cara antara lain penerbitan cek. dan lain-lain. penerimaan pembayaran dengan cek. penarikan ce k. vii .dilaksanakan secara tunai.

Efektif perbandingan outcome dengan output. Ekonomis pemerolehan masukan dengan kualitas dan kuantitas tertentu pada tingkat harga yang terendah. Efisien pencapaian output yang maksimum dengan input tertentu. atau input minimu m untuk output tertentu.Buku Pembantu Pajak buku yang digunakan untuk mencatat semua transaksi yang harus dipungut pajak se rta memonitor atas pungutan dan penyetoran pajak yang dipungut selaku wajib pungut pajak. atau tingkat pencapaian hasil progra m dengan target yang ditetapkan. viii . Partisipasi Masyarakat keikutsertaan atau keterlibatan masyarakat dalam suatu kegiatan atau organisasi sosial baik secara moril (fisik) maupun spiritual (nonfisik) untuk mewujudkan keinginan dan kepentingan bersama.

Bab ketiga memaparkan teknik mengidentifikasi kesenjangan kinerja dan rekomendasi pemenuhan SPM. . SNP. Bab pertama memperkenalkan kebijakan nasional yang berkaitan dengan Standar Nasional Pendidikan (SNP). memperkenalkan instrumen dan cara melaksanakan EDS/M. menjelaskan manfaat keluaran TRIMS bagi sekolah/madrasah. dan memaparkan langkah-langkah aplikasi TRIMS. Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan (SPMP) serta penerapan SPMP. Bab ke empat memperkenalkan TRIMS atau Aplikasi Pelaporan dan Manajemen Informasi Sekolah (APMIS).Pengenalan Terhadap Evaluasi Diri Sekolah/ Madrasah (EDS/M) Dan Instrumen EDS/M Bagian 1 Bagian ini mencakup empat bab. Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan Dasar. Bab kedua menggambarkan secara umum konsep EDS/M. dan SM dalam proses perencanaan sekolah/madrasah.

Bagian 1 2 .

SPM.Bagian 1 Bagian 1 Bab I Pengenalan SNP. PENGANTAR Peningkatan mutu pendidikan merupakan salah satu pilar pokok pembangunan pendidi kan di Indonesia. Standar nasi onal pendidikan adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berfungsi sebagai dasar bagi perencanaan . dan SPMP Dalam Rangka Perencanaan Sekolah/ Madrasah A. Untuk mewujudkan visi tersebut diperlukan upaya peningkatan mutu pendidikan seca ra berkelanjutan oleh semua pihak. pelaksanaan. Mutu pendidikan mengacu pada standar yang telah ditetapkan dalam Peraturan Pemer intah (PP) Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP). dan pengawasan pendidikan pada setiap satuan pendidikan dalam rangk a 3 . Pendidikan yang bermutu akan menghasilkan sumber daya manusia (SDM ) yang cerdas dan kompetitif sesuai dengan visi Kementerian Pendidikan Nasional ta hun 2025.

(Pasal 1 Nomor 17 UU 2 . sarana-prasarana dan aspek sekolah yang penting lainnya. B. SNP berisi ketentuan tentang delapa n standar yang dicita-citakan dapat terwujud di semua satuan pendidikan pada kurun waktu tertentu.mewujudkan pendidikan nasional yang bermutu. pemerintah pusat. Mengingat bahwa kondisi satuan pendidikan pada saat ini masih sangat beragam. (a) Standar mutu yang berbasis keunggulan lokal. STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN (SNP) Standar Nasional Pendidikan (SNP) adalah kriteria minimal tentang sistem pendidi kan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. Penjaminan mutu pendidikan dimaksudkan untuk memastikan bahwa setiap satuan pendidikan berusaha memenuhi SPM dan SNP. dan masyarakat untuk melaksanakan upaya peningkatkan m utu pendidikan secara berkesinambungan. da n sebagian besar kualitasnya masih berada di bawah SNP. manajemen sekolah/madras ah. dan apa bila SNP telah tercapai maka satuan pendidikan tersebut akan terus meningkatkan mutu untuk melampaui atau berada di atas SNP. komite sekolah/madrasah. pemerinta h daerah. penyelenggara pendidikan. Apabila SPM Pendidikan telah tercapai maka indikator tingkat (mutu) layanan akan dinaikkan dari waktu ke waktu hingga pada akhirnya mencapai tingkat an yang ditetapkan dalam SNP. setiap satuan pendi dikan perlu menyusun Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) atau Rencana Kerja Sekolah/ Madrasah (RKS/M) yang memuat upaya peningkatan mutu secara berkelanjutan. guru. maka perlu dicari strategi untuk mencapai SNP secara bertahap. Standar mutu pendidikan di atas SNP dapat ber upa. RKS/M disusun secara partisipatif dengan melibatkan semua stakeholder termasuk kepala sekolah/ madrasah. Sistem penjaminan mutu pendidikan (SPMP) didefinisikan sebagai kegiatan sistemik dan terpadu oleh satuan atau program pendidikan. antara lain. RKS/M akan menjadi acuan untuk melaksanakan perbaikan dalam proses pembelajaran. dan orang tua siswa. Untuk dapat mencapai acuan mutu pendidikan tersebut di atas. SPM Pendidikan dapat diartikan sebagai st rategi untuk mencapai SNP secara bertahap dan merupakan sasaran antara untuk menuju pemenuhan SNP. dan (b) Standar mu tu yang mengadopsi dan/atau mengadaptasi standar internasional tertentu. Upaya ini dilakukan dengan menetapkan Standar Pela yanan Minimal (SPM) yang merupakan tingkat layanan minimal yang harus dipenuhi oleh se tiap satuan pendidikan. Oleh karena itu.

Standar Nasional Pendidikan berfungsi sebagai dasar dalam perencanaan. Standar Nasional Pendidikan bertujuan menjamin mutu pendidikan nasional dalam ra ngka mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat (Pasal 4 PP. dan (8) standar peni laian pendidikan. 4 . (5) standar sarana dan prasarana. Standar Nasional Pendidikan meliputi: (1) standar kompetensi lulusan. 19/2005 tentang SNP). (2) standa r isi. (7) standar pengelolaan. Standar Nasional Pendidikan merupakan penjabaran dari UU Nomor 20 Tahun 2003 ten tang Sisdiknas. (3) standar pendidik dan tenaga kependidikan. 19/2005 tentang SNP). pelaksana an. 19/2005 tentang SNP). dan pengawasan pendidikan dalam rangka mewujudkan pendidikan nasional yang bermu tu (Pasal 3 PP. yang dituangkan dalam PP Nomor 19 Tahun 2005.0/2003 tentang Sisdiknas dan Pasal 3 PP. (6) standar pembiayaan. (4) standar proses.

Kurikulum untuk jenis pendidikan umum. serta keterampilan unt uk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. yang kemudian dituangk an dalam materi pokok kegiatan pembelajaran serta indikator pencapaian. kurikulum tingkat satuan pendidikan. dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. Standar isi mencakup lingkup materi dan tingka t kompetensi untuk mencapai kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Standar kompetensi lulusan untuk satuan pendidikan dasar dan menengah ditetapkan melalui Permendiknas nomor 23 tahun 2006. kepribadian. olah raga. kelompok mata pelajaran estetika. Beban belajar untuk SD/MI/SDLB dan SMP/MTs/SMPLB atau bentuk lain yang sederajat menggunakan jam pembelajaran setiap minggu setiap semester dengan sistem tatap muka. d. 1. b. pengetahuan. penugasan terstruktur. Standar kompetensi lulusan digunakan sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. dan kalender pendidikan/akademik. Kompetensi lulusan mencakup sikap. c. memuat kerangka dasar dan struktur kurikulum. . beban belajar. e. kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. akhlak mulia. perlu dirumuskan kompetensi d asar untuk setiap mata pelajaran atau kelompok mata pelajaran. 2. kejuruan. dan mata pelajaran. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. pengetahuan. dan kesehatan. kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. d an keterampilan. kelompok mata pelajaran. Standar kompetensi lulusan pada jenjang pendidikan dasar bertujuan untuk meletak kan dasar kecerdasan. kelompok mata pelajaran jasmani.Berikut ini adalah penjelasan umum tentang masing-masing standar sesuai Peratura n Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Untuk mencapai standar kompetensi yang ditetapkan. dan khusus pada jenjang pendidi kan dasar dan menengah terdiri atas: a. Standar Isi Standar isi untuk satuan pendidikan dasar dan menengah ditetapkan melalui Permendiknas nomor 22 tahun 2006. sesuai kebu tuhan dan ciri khas masing-masing. yang meliputi kompetensi untuk seluruh mata pelajaran.

potensi daerah / karakteristik daerah. dan peserta didik. minggu efektif belajar. 3. sosial budaya masyarakat setempat. Penyusunan kurikulum pada tingkat satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah berpedoman pada panduan yang disusun oleh BSNP. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan Standar pendidik dan tenaga kependidikan adalah kriteria pendidikan prajabatan d an 5 .Kurikulum tingkat satuan pendidikan SD/MI/SDLB dan SMP/MTs/SMPLB atau bentuk lain yang sederajat dikembangkan sesuai dengan satuan pendidikan. Kalender pendidikan/kalender akademik mencakup permulaan tahun ajaran. dan hari libur. waktu pembelajaran efektif.

serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Standar Proses Standar proses adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksan aan pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulus an. serta pendidikan dalam jabatan. dan tenaga kebersihan se kolah/ madrasah. Kualifikasi akademik yang dimaksud adalah tingkat pendidika n minimal yang harus dipenuhi oleh seorang pendidik yang dibuktikan dengan ijazah dan/ atau sertifikat keahlian yang relevan sesuai ketentuan perundang-undangan yang b erlaku. Permendiknas Nomor 25 Tahun 2008 Tentang Standar Tenaga Perpustakaan Sekolah/ Madrasah. dan sosia l. ten aga administrasi. Permendiknas Nomor 24 Tahun 2008 Tentang Standar Tenaga Administrasi Sekolah/ Madrasah. Permendiknas Nomor 26 Tahun 2008 Tentang Standar Tenaga Laboratorium Sekolah/ Madrasah. Permendiknas Nomor 13 Tahun 2007 Tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah. Standar kualifikasi akademik dan kompetensi guru ditetapkan melalui Permendiknas nomor 16 tahun 2007. Sedangkan standar untuk setiap jenis tenaga kependidikan ditetapkan dengan Permendiknas berikut. Tenaga kependidikan pada SD/MI atau bentuk lain yang sederajat sekurang-kurangny a terdiri atas kepala sekolah/madrasah. Selain memiliki kompetensi sebagai guru. sehat jasmani dan rohani. tenaga perpustakaan. c. seorang kepala sekolah/madrasah juga ha rus memiliki kompetensi kepribadian. Pendidik harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembela jaran. supervisi. tenaga perpustakaan. 4. manajerial. dan kompetensi sosial. Kompetensi sebagai agen pembelajaran pada jenjang pendidikan dasar dan menengah meliputi: kompetensi pedagogik. d. a. kompetensi profesional. dan tenaga kebersihan sekolah/madrasah. Tenaga kependidikan pada SMP/MTs atau bentuk lain yang sederajat sekurang-kurangnya terdiri atas kepala sekolah/madrasah. tenaga laboratorium.kelayakan fisik maupun mental. tenaga administrasi. kompetensi kepribadian. b. kewirausahaan. Standar proses untuk satuan pendidikan dasar dan menengah ditetapkan melalui .

dan pengawasan pr oses pembelajaran. menyenangkan. dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.Permendiknas nomor 41 tahun 2007. materi ajar. dan penilaian hasil belajar. 6 . metode pengajaran. dan kemandirian sesuai d engan bakat. yakni perencanaan proses pembelajaran. pelaksanaan proses pembelajaran. penilaian hasil pembelajaran. minat. Proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif. Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran. in spiratif. a. kreativitas. setiap satuan pendidikan perlu melakukan empat hal. se rta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. menantang. sumber belajar. memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif. Untuk terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien.

ruang tata usaha. buku dan sumber belajar lainnya. Pengawasan proses pembelajaran meliputi pemantauan. ruang pimpinan satuan pendidikan. ruang kel as. serta perlengkapan lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang terat ur dan berkelanjutan. tempat berolahraga. supervisi. dan rasio maksimal jumlah peserta didik set iap pendidik. pelaporan. Pelaksanaan proses pembelajaran harus memperhatikan jumlah maksimal peserta didik per kelas dan beban mengajar maksimal per pendidik. bengkel kerja. Penilaian hasil pembelajaran pada jenjang pendidikan dasar dan menengah menggunakan berbagai teknik penilaian sesuai dengan kompetensi dasar yang harus dikuasai. tempat beribadah. ruang unit produksi. dan biaya per sonal. tempat berkreasi . dan SMA/MA ditetapkan melalui Permendiknas nomor 24 tahun 2007. ruang bengkel kerja. dan ruang/tempat lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang terat ur dan berkelanjutan. yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran. perpustakaan. Biaya investasi satuan pendidikan meliputi biaya penyediaan sarana dan prasarana . Pembiayaan pendidikan terdiri atas biaya investasi. 6. d. media pendidikan. Setiap satuan pendidikan wajib memiliki prasarana yang meliputi lahan. tempat bermain. tempat bermain. ruang kantin. termasuk penggunaan teknologi informasi dan komunikasi.b. Biaya operasi satuan pendidika n adalah bagian dari dana pendidikan yang diperlukan untuk membiayai kegiatan oper asi satuan pendidikan agar kegiatan pendidikan yang sesuai standar nasional pendidik an dapat berlangsung secara teratur dan berkelanjutan. ruang laboratorium. bahan habis pakai . SMP/MTs. biaya operasi. Setiap satuan pendidikan wajib memiliki sarana yang meliputi perabot. evaluasi. tempat beriba dah. Standar Sarana dan Prasarana Standar sarana dan prasarana adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan kriteria minimal tentang ruang belajar. c. rasio maksimal buku teks pelajaran setiap peserta didik. serta sumber belajar lain. ruang perpustakaan . Standar sa rana dan prasarana untuk SD/MI. ruang pendidik. peralatan pendidikan. dan pengambilan langkah tindak lanjut yang diperlukan. Standar Pembiayaan Standar pembiayaan adalah standar yang mengatur komponen dan besarnya biaya oper asi satuan pendidikan yang berlaku selama satu tahun. 5. tempat berolahraga. tempat berkreasi dan berekreasi. inst alasi daya dan jasa. laboratorium.

SMP/MTs. dan lain sebagainya. 7 .. pajak. air. dan modal kerja tetap. dan SMALB ditetapkan melalui Permendiknas nomor 69 tahun 2009. jasa telekomunikasi. konsumsi. pengembangan sumberdaya manusia. Standar biaya operasi nonpersonalia tahun 2009 untuk SD/MI. SMK . uang lembur. SMA/MA. bahan atau peralatan pendidikan habis pakai. Biaya operasi satuan pendi dikan mencakup gaji pendidik dan tenaga kependidikan serta segala tunjangan yang melek at pada gaji. Biaya personal meliputi biaya pendidikan yang harus dikeluarkan oleh peserta didik untuk bisa mengikuti proses pembelajaran secara teratur dan berkelanjutan. SMPLB. pemeliharaan sarana dan prasaran a. SDLB. dan biaya operasi pendid ikan tak langsung berupa daya. transportasi. asuransi.

Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan bertujuan menilai pencapaian s tandar kompetensi lulusan untuk semua mata pelajaran. dan untu k memperbaiki proses pembelajaran. b. efektif. c. ulangan akhir semester. 8. Standar Penilaian Pendidikan Standar penilaian pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan d engan mekanisme. kemajuan. Penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas: pe nilaian hasil belajar oleh pendidik. Standa r penilaian pendidikan ditetapkan melalui Permendiknas nomor 20 tahun 2007. Pengelolaan satuan pendi dikan dilaksanakan secara mandiri. sebagai bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar. prosedur. dan akuntabilitas.7. a. Pengelolaan satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah menerap kan manajemen berbasis sekolah/madrasah yang ditunjukkan dengan kemandirian. dan ulangan kenaikan kelas. kabupaten/kota. efisien. pelaksanaan. atau nasional agar tercapai efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pendidikan. ulangan tengah semester. provinsi. Standar Pengelolaan Standar pengelolaan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan perencanaan. partisipasi. dan perbaikan hasil dalam bentuk ulangan harian. dan pengawasan kegiatan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan. Penilaian yang dimaksud digunakan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik. Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan untuk memantau proses. dan akuntabel. dan penilaian hasil belajar oleh Pemerintah. Penilaian hasil belajar oleh Pemerintah Pusat bertujuan untuk mengukur pencap . kemitraan. keterbukaan. Standar pengelolaan pendidikan oleh satuan pendidika n dasar dan menengah ditetapkan melalui Permendiknas nomor 19 tahun 2007. penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan. dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik. Setiap satuan pendidikan dikelola atas dasar rencana kerja tahunan yang merupaka n penjabaran rinci dari rencana kerja jangka menengah satuan pendidikan yang melin gkupi masa 4 (empat) tahun. Penilaian hasil belajar sebagaimana dimaksud pada ayat (1) untuk semua mata pelajaran pada kelompok ilmu pengetahuan dan teknologi dilakukan melalui ujian sekolah/madrasah untuk menentukan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. Penilaian hasil belajar untuk sem ua mata pelajaran merupakan penilaian akhir untuk menentukan kelulusan peserta didi k dari satuan pendidikan.

proses. dan keperluan penting lainnya. C. pendidik dan tenaga kependidikan. 8 . berkeadilan. STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) 1. pembiayaan. SNP dan SPM Untuk dapat memenuhi Standar Nasional Pendidikan diperlukan sumber daya yang besar untuk memenuhi berbagai kebutuhan termasuk pemenuhan standar sarana dan prasarana. Ujian nasional dilakukan secara obyektif. dan akuntabel.aian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan teknologi dan dilakukan dalam bentuk ujian nasional.

tenaga kependidikan.Sebagian sekolah/madrasah belum mampu memenuhi SNP. sarana-prasarana. Matematika. SPM difokuskan pada upaya untuk memastikan bahwa setiap sekolah/madrasah dapat menyelenggarakan proses pembelajaran dengan baik.4 %) dan ju mlah ini diperkirakan akan naik mencapai 70.6 % pada akhir tahun nanti. penyelenggara satuan atau program pendidikan. kepala sekolah/madr asah. SPM juga merupakan pelaksanaan disentralisasi penyelenggaraan kewenangan di bidang pendidikan dasar. dan sebagainya. Mengingat pemenuhan standar nasional pendidikan masih dirasakan sulit bagi banya k sekolah/madrasah. Sementara SMP y ang telah terakreditasi kini baru mencapai 61. Indikator Pemenuhan SPM Dalam Permendiknas Nomor 15 Tahun 2010 Tentang Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar di Kabupaten/Kota. b. terdapat 13 indikator pemenuhan SPM yang merupakan tanggung jawab sekolah/madrasah. SPM mengatur jenis dan mutu layanan pendidikan yang disediakan oleh pemerintah kabupaten/kota dan sekolah/madrasah. Apa yang harus terjadi di sekolah/madrasah. 2. media. kepala sekolah/madrasah melakukan supervisi akademik. pemerintah provinsi.0 % dan diperkirakan akan meningkat me njadi 66. SPM Pendidikan Dasar mengatur mengenai: a. d an pemerintah kabupaten/kota sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah Pusat. IPA. Standar Pelayanan Minimal bidang pendidikan yang selanjutnya disebut SPM adalah jenis dan tingkat pelayanan pendidikan minimal yang harus disediakan oleh satuan atau program pendidikan. Standar pelayanan minimal pendidikan dasar adalah tolok ukur kinerja pelayanan pendidikan dasar melalui jalur pendidikan formal yang diselenggarakan pemerintah kabupaten/ kota. Hal ini tercermin pada rendanya jumlah SD yang telah terakreditasi (yakni. buku. maka Standar Pelayanan Minimal (SPM) dirancang sebagai tahapan awal untuk mencapai SNP dan standar lainnya. Indikator Pencapaian Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar oleh Sekolah/ Madrasah terdiri dari yang dipaparkan berikut. 1) Setiap SD/MI menyediakan buku teks yang sudah ditetapkan kelayakannya oleh Pemerintah mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia. pemenuhan jam belajar. baru mencapai 65. dan IPS . misalnya guru harus menyiapkan RP P. dan sebagainya.0 % pada akhir tahun ini. dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota. Pemerintahan Daerah Provinsi. Apa yang harus tersedia di sekolah/madrasah seperti guru. dan 14 indikator pemenuhan SPM yang merupakan tanggung jawab kabupaten/kota.

3) Setiap SD/MI menyediakan satu set peraga IPA dan bahan yang terdiri dari mode l kerangka manusia. contoh peralatan opti k. model tubuh manusia.dengan perbandingan satu set untuk setiap peserta didik. 2) Setiap SMP/MTs menyediakan buku teks yang sudah ditetapkan kelayakannya oleh Pemerintah mencakup semua mata pelajaran dengan perbandingan satu set untuk setiap perserta didik. 9 . bola dunia (globe). kit IPA untuk eksperimen dasar. dan poster/carta IPA.

termasuk merencanakan pembelajaran. membimbing atau melatih peserta didik. 12) Kepala sekolah/madrasah menyampaikan laporan hasil ulangan akhir semester (U AS) dan ulangan kenaikan kelas (UKK) serta ujian akhir (US/UN) kepada orang tua pese rta didik dan menyampaikan rekapitulasinya kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota atau Kantor Kementerian Agama di kabupaten/kota pada setiap akhir semester. 11) Setiap guru menyampaikan laporan hasil evaluasi mata pelajaran serta hasil p enilaian setiap peserta didik kepada kepala sekolah/madrasah pada akhir semester dalam bentuk laporan hasil prestasi belajar peserta didik. Indikator Pencapaian Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar oleh Pemerintah Kabupaten/Kota dan Kemenag Kabupaten/Kota dapat mengambil bentuk sebagai berikut . 8) Setiap guru menerapkan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang disusun berdasarkan silabus untuk setiap mata pelajaran yang diampunya. atau d) Kelas VII . 9) Setiap guru mengembangkan dan menerapkan program penilaian untuk membantu meningkatkan kemampuan belajar peserta didik. melaksanakan pembelajaran. dan 13) Setiap satuan pendidikan menerapkan prinsip-prinsip manajemen berbasis sekol ah/ madrasah (MBS/M).5 jam per minggu di satuan pendidikan.4) Setiap SD/MI memiliki 100 judul buku pengayaan dan 10 buku referensi. 5) Setiap guru tetap bekerja 37. b) Kelas III : 24 jam per minggu.VI : 27 jam per minggu. dan set iap SMP/MTs memiliki 200 judul buku pengayaan dan 20 buku referensi. 1) Tersedia satuan pendidikan dalam jarak yang terjangkau dengan berjalan kaki y aitu maksimal 3 km untuk SD/MI dan 6 km untuk SMP/MTs dari kelompok permukiman permanen di daerah terpencil. 6) Satuan pendidikan menyelenggarakan proses pembelajaran selama 34 minggu per tahun dengan kegiatan tatap muka sebagai berikut : a) Kelas I II : 18 jam per minggu.IX : 27 jam per minggu. c) Kelas IV . dan melaksanakan tugas tambahan. 10) Kepala sekolah/madrasah melakukan supervisi kelas dan memberikan umpan balik kepada guru dua kali dalam setiap semester. menilai hasil pembelajaran. 7) Satuan pendidikan menerapkan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) sesua i ketentuan yang berlaku. .

Untuk setiap rombongan belajar tersedia 1 (satu) ruang kelas yang dilengkapi dengan meja dan kursi yang cukup u ntuk peserta didik dan guru. 4) Di setiap SD/MI dan SMP/MTs tersedia satu ruang guru yang dilengkapi dengan m eja 10 .2) Jumlah peserta didik dalam setiap rombongan belajar untuk SD/MI tidak melebih i 32 orang. 3) Di setiap SMP/MTs tersedia ruang laboratorium IPA yang dilengkapi dengan meja dan kursi yang cukup untuk 36 peserta didik dan minimal satu set peralatan praktik I PA untuk demonstrasi dan eksperimen peserta didik. serta papan tulis. dan untuk SMP/MTs tidak melebihi 36 orang.

10) Di setiap kabupaten/kota semua kepala SD/MI berkualifikasi akademik S-1 atau D-IV dan telah memiliki sertifikat pendidik. kepala sekolah/madrasah dan staf kependidikan lainnya. dan Bahasa Inggris.dan kursi untuk setiap orang guru. dan untuk daerah khusus 4 (empat) orang guru setiap satuan pendidikan. 9) Di setiap SMP/MTs tersedia guru dengan kualifikasi akademik S-1 atau D-IV dan telah memiliki sertifikat pendidik masing-masing satu orang untuk mata pelajaran Matematika. 8) Di setiap SMP/MTs tersedia guru dengan kualifikasi akademik S-1 atau D-IV seb anyak 70% dan separuh di antaranya (35% dari keseluruhan guru) telah memiliki sertifik at pendidik. 12) Di setiap kabupaten/kota semua pengawas sekolah/madrasah memiliki kualifikas i akademik S-1 atau D-IV dan telah memiliki sertifikat pendidik. 6) Di setiap SMP/MTs tersedia 1 (satu) orang guru untuk setiap mata pelajaran. untuk daerah khusus masing-masing sebanyak 40% dan 20%. . Investasi dan pemeliharaan prasarana dan sarana. IPA. dan di setiap SMP/MTs tersedia ruang kepala sekolah/madrasah yang terpisah dari ruang guru. a. b. 3. 5) Di setiap SD/MI tersedia 1 (satu) orang guru untuk setiap 32 peserta didik da n 6 (enam) orang guru untuk setiap satuan pendidikan. 7) Di setiap SD/MI tersedia 2 (dua) orang guru yang memenuhi kualifikasi akademi k S1 atau D-IV dan 2 (dua) orang guru yang telah memiliki sertifikat pendidik. d an untuk daerah khusus tersedia satu orang guru untuk setiap rumpun mata pelajaran. dan 14) Kunjungan pengawas ke satuan pendidikan dilakukan satu kali setiap bulan dan setiap kunjungan dilakukan selama 3 jam untuk melakukan supervisi dan pembinaan. Tanggung Jawab Pendanaan SPM Tanggung jawab Pemerintah Kabupaten/Kota dan Kementerian Agama sekaitan dengan pendanaan SPM mencakup yang berikut. 11) Di setiap kabupaten/kota semua kepala SMP/MTs berkualifikasi akademik S-1 at au D-IV dan telah memiliki sertifikat pendidik. 13) Pemerintah kabupaten/kota memiliki rencana dan melaksanakan kegiatan untuk membantu satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum dan proses pembelajaran yang efektif. Bahasa Indonesia. Investasi untuk meningkatkan kualifikasi dan kompetensi sumber daya manusia.

e. Operasional: biaya untuk bahan habis lab.c. Sumber dana: DAU. 11 . Tanggung jawab Sekolah/Madrasah: a. Investasi dan pemeliharaan (minor) prasarana dan peralatan sekolah/madrasah. c. hibah. pengadaan buku. dan pelatihan guru. Operasional non-personel. DAK. APBN (untuk madrasah). Sumber dana: BOS. d. dan sebagainya. Operasional personil: gaji dan tunjangan guru dan tenaga kependidikan. b. bahan dan media pembelajaran.

dan sebagainya.4. kualifikasi. misalnya terkait dengan penerapan KTSP. ruang guru. Tindakan untuk memenuhi kekurangan menjadi tanggung jawab pemerintah/ Kemenag kabupaten/kota Pendataan dilakukan di setiap sekolah/madrasah guna memperoleh informasi mengena i pencapaian indikator-indikator SPM. Kumpulkan data dan lakukan analisis apakah di setiap sekolah/madrasah tersedi a hal-hal berikut sesuai SPM: Sarana dan prasana: ruang kelas. a. Kemampuan mengumpulkan data dan informasi terkait pemenuhan indikator SPM (14 indikator). pengukuran jam tatap muka. Setelah ditemukan adanya gap (kesenjangannya) maka sekolah/madrasah harus memprogramkan langkah perbaikan untuk memenuhi indikator tersebut. infrastruktur. dan . Selanjutnya pemerintah kabupaten/kota melaku kan agregasi dan analisis data dari semua sekolah/madrasah. dan cek juga ketentuan-ketentuan lainnya. d. menghitung gap dan mengh itung kebutuhan biaya investasi dan operasional untuk pemenuhan SPM. Siswa menempuh pembelajaran dengan jam tatap muka yang memadai. utamanya terkait dengan sumber daya manusia. dan kompetensi (sertifikat pendidik) Kunjungan pengawas sekali dalam sebulan sesuai ketentuan. Tindakan untuk memenuhi kekurangan tersebut merupakan tanggung jawab sekolah/ madrasah. laboratorium IPA (untuk SMP/MTs). dan sebagainya. Implementasi SPM Berikut adalah langkah-langkah yang perlu diambil dalam upaya memenuhi SPM. Sumber daya manusia (guru. b. Untuk menerapkan SPM di tingkat sekolah/madrasah maka kepala sekolah/madrasah harus melakukan pengumpulan data dan menganalisisnya apakah indikator-indikator SPM telah terpenuhi. Lihat sumberdaya ini dari segi jumlah. a. pemenuhan RPP. tenaga kependidikan). Kumpulkan data dan lakukan analisis apakah hal-hal berikut tersedia/terlaksan a sesuai SPM: Sekolah/madrasah menyusun dan menerapkan KTSP. Tersedia buku pegangan dan buku pengayaan dalam jumlah yang memadai. Guru membuat RPP berdasarkan silabus mata pelajaran yang disusun oleh sekolah/ madrasah. Kepala sekolah/madrasah melakukan supervisi akademik. Pemerintah Kabupaten/Kota dan Kantor Kemenag Kabupaten/Kota harus memiliki kapasitas sebagai berikut. c. ruang kepala sekolah. Agar dapat melaksanakan pemenuhan SMP.

d. Kemampuan menyusun perencanaan dan penganggaran berdasarkan bukti kebutuhan investasi. b. c.peralatan. Kemampuan untuk menuangkan rencana dan kebutuhan anggaran dalam dokumen 12 . Keterampilan melakukan analisis dan agregasi data dari seluruh sekolah/madras ah.

terbangunnya budaya mutu pendidikan formal. Pengertian dan Tujuan SPMP Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan (SPMP) adalah subsistem dari Sistem Pendidikan Nasional dengan fungsi utama meningkatkan mutu pendidikan. menghitung kebutuhan biaya. c. melakukan analisis kesenjangan. Keterampilan mengumpulkan data dan informasi terkait seluruh (27) indikator S PM. a. Pemerintah kabupaten/kota perlu untuk meningkatkan kapasitasnya dalam implementa si SPM. menyusun penganggaran dan memasukkannya ke dalam dokumen perencanaan daerah termasuk Renstra. pembagian tugas dan tanggung jawab yang jelas dan proporsional dalam penjamin an mutu pendidikan formal dan/atau nonformal pada satuan atau program pendidikan. Yang dimaksud dengan kegiatan sistemik dan terpadu adalah terdapatnya mekanisme yang jelas dalam memperbaiki mutu pendidikan dengan melibatkan berbagai pihak yang berkepentingan. Kemampuan menyampaikan data dan informasi tentang tingkat pemenuhan 14 indikator SPM di sekolah/madrasah kepada pemerintah kabupaten/kota dan Kemenag kabupaten/kota. RPJMD. pihak sekolah/madrasah harus memiliki kapasitas sebagai berikut. Penjaminan mutu pendidikan adalah kegiatan sistemik dan terpadu oleh satuan atau program pendidikan. Tujuan-antara penjaminan mutu pendidikan adalah terbangunnya SPMP termasuk: a. SISTEM PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN (SPMP) 1. Untuk dapat mengimplementasikan SPM. dan/atau informal. menganalisis data. sekolah/madrasah perlu memiliki keterampila n dalam mengumpulkan data. Tujuan akhir penjaminan mutu pendidikan adalah tingginya kecerdasan kehidupan manusia dan bangsa sebagaimana dicita-citakan oleh Pembukaan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang dicapai melalui penerapan SPMP. dan menuangkannya ke dalam rencana kerja dan anggaran sekolah/madrasah. dan sebagainya.perencanaan daerah. d. Pemerintah. Kemampuan melakukan evaluasi diri dalam hubungannya dengan semua ketentuan SPM di sekolah/madrasah. nonformal. b. D. dan masyarakat untuk menaikkan tingkat kecerdasan kehidupan bangsa melalui pendidikan. b. Demikian juga untuk mampu melaksanakan pemenuhan SMP. . Keterampilan menyusun rencana dan anggaran investasi dan operasional sekolah/ madrasah untuk memenuhi 13 indikator SPM. pemerintah daerah. terutama terkait dengan kemampuan untuk mengumpulkan data. penyelenggara satuan atau program pendidikan. Renja SKPD.

penyelenggara satuan atau program pendidikan. d. pemerintah provinsi. pemerintah kabupaten/kota. terpetakannya secara nasional mutu pendidikan formal dan nonformal yang dirin ci 13 . dan Pemerintah. ditetapkannya secara nasional acuan mutu dalam penjaminan mutu pendidikan formal dan/atau nonformal. c.

Acuan Penjaminan Mutu Pendidikan Penjaminan mutu pendidikan oleh satuan atau program pendidikan ditujukan untuk memenuhi tiga tingkatan acuan mutu. terpadu. dan satuan atau program pendidikan. Setiap siswa berhak memperoleh layanan pendidikan bermutu. b. dan c. analisis data mutu. e. 14 . Hubungan keempat komponen tersebut dapat digambarkan sebagai berikut. yaitu: a. pelaksanaan pemetaan mutu. dan tersambung yang menghubungkan satuan atau program pendidikan. kabupaten/kota. pemerintah provinsi.menurut provinsi. dan Pemerintah Pusat. penyelenggara satuan atau program pendidikan. dan perbaikan mutu secara berkelanjutan. Pentingnya SPMP Setidaknya terdapat empat alasan mengapa SPMP penting untuk dilaksanakan. SPM. pemetaan mutu standar pendidikan analisis data perbaikan mutu 3. terbangunnya sistem informasi mutu pendidikan formal dan nonformal berbasis teknologi informasi dan komunikasi yang andal. 2. Komponen utama SPMP antara lain mencakup penggunaan standar sebagai acuan mutu. SNP. pemerintah kabupaten/kota. Perbaikan mutu sekolah/madrasah berkelanjutan sebagai kebutuhan. Mutu pendidikan bervariasi antar-sekolah/madrasah dan antar-daerah. dan Mutu pendidikan yang rendah menyebabkan daya saing SDM rendah. Standar mutu pendidikan di atas SNP.

Penyediaan sumber daya untuk pemenuhan standar menjadi tanggung jawab penyelenggara satuan atau program pendidikan. Menteri: menetapkan SPM dan SNP menyelenggarakan UN dan akreditasi b. satuan atau program pendidikan formal atau nonformal. b. Standar Sarana dan Prasarana. b. Tanggung Jawab dalam SPMP Pemenuhan SPM menjadi tanggung jawab bersama berbagai pihak: a. c. Program penjaminan mutu pendidikan oleh satuan atau program pendidikan dituangka n dalam rencana strategis satuan atau program pendidikan yang menetapkan target-ta rget terukur capaian mutu pendidikan secara tahunan dan sejalan dengan Rencana Strate gis Pendidikan Penyelenggara satuan atau program pendidikan yang bersangkutan. bimbingan membantu UN. Standar Pengelolaan. dan d. pemerintah kabupaten/kota.masing-masing dalam SNP dan stand ar mutu di atas SNP-. bantuan. Standar mutu di atas SNP yang mengadopsi dan/atau mengadaptasi standar internasional tertentu. 4. Pembagian tanggung jawab dalam pelaksanaan SPMP adalah sebagai berikut. Pemenuhan Standar Isi. Stan dar Pembiayaan. evaluasi. Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota: melakukan supervisi. dan akreditasi . Standar Pendi dik dan Tenaga Kependidikan. pemerintah provinsi. dan Standar Penilaian Pendidikan-. Standar mutu di atas SNP yang berbasis keunggulan lokal. dan Rencana Strategis Pendidikan Nasional. Rencana Strategis Pendidi kan Provinsi yang bersangkutan. a.menjadi tanggung jawab satuan pendidikan formal. Standar Kompetensi Lulusan. pengawasan. penyelenggara satuan atau program pendidikan formal atau nonformal. Standar Proses.Standar mutu pendidikan di atas SNP dapat berupa: a. Renca na Strategis Pendidikan Kabupaten/Kota yang bersangkutan.

Satuan Pendidikan: pemenuhan standar mutu acuan penyusunan Kurikulum sesuai acuan mutu menetapkan prosedur operasional standar (POS) didukung pemangku kepentingan komite sekolah/madrasah memberi bantuan melayani audit penjaminan mutu 15 .c.

(2) secara bertahap memenuhi SNP. Jika mutu sekolah/madrasah dipetakan melalui akreditasi. pendidik. 5. Langkah Penjaminan Mutu Pendidikan Sedikitnya terdapat 12 langkah penjaminan mutu pendidikan yang perlu dilakukan. 1) menyusun program penjaminan mutu 2) memilih instrumen (EDS) pengumpulan data 3) mengumpulan/verifikasi data (internal/eksternal) 4) mengolah dan analisis data 5) melaporkan temuan berbasis data 6) menggunakan temuan untuk verifikasi pencapaian standar 7) memilih prioritas kebutuhan untuk perbaikan mutu 8) menyusun program dan anggaran perbaikan mutu 9) melaksanakan program perbaikan mutu 10) memonitor kegiatan perbaikan mutu 11) melaporkan hasil perbaikan mutu 12) menggunakan saran untuk perbaikan tahap berikutnya Penjaminan mutu pendidikan oleh satuan pendidikan ditujukan untuk (1) memenuhi SPM. . B. atau TT (tidak terakreditasi). dan standar di atas SNP merupakan acuan mutu bagi satuan pendidikan. C. akan didapatkan peringk at akreditasi berupa A. dari C ke B. agar mereka setidaknya bisa mencapai peringka t akreditasi C. SPMP dimaksudkan sebagai upaya untuk meningkatkan mutu sekolah/ madrasah secara berkesinambungan sehingga dapat mencapai mutu yang lebih tinggi. misalnya dari TT ke C. SPM. dan siswa mengembangkan sistem informasi mutu melalui TIK. SPM lebih difokuskan p ada sekolah/ madrasah yang belum terakreditasi. antara lain seperti yang dirinci berikut. dan (3) secara bertahap memenuhi standar mutu di atas SNP. dan mendukung pemetaan mutu Satuan pendidikan adalah pelaku utama dalam pelaksanaan penjaminan mutu pendidik an karena sekolah/madrasah berada di garis terdepan dalam pelayanan pendidikan kepa da masyarakat.mengikuti akreditasi mengikuti sertifikasi mutu terhadap lembaga. SNP. dan dari B ke A.

16 .

pelaksanaan. Setiap sekolah/madrasah harus terus melakukan upaya peningkatan mutu pendidikan. Rencana Kerja Tahunan (RKT). dan Rencana Kegiatan dan An ggaran Sekolah/Madrasah (RKAS/M). DAN SPMP DALAM PERENCANAAN SEKOLAH/ MADRASAH Siklus manajemen sekolah/madrasah dimulai dari proses perencanaan. Untuk itu perlu dibangu n budaya mutu yaitu adanya kesadaran dan komitmen bersama dari stakeholder sekolah/madrasa h untuk senantiasa berusaha meningkatkan mutu. menyusun program dan kegiatan serta menuangkannya ke dalam RKS/M. Program peningkatan mutu secara berkelanjutan harus dimulai dengan evaluasi diri sekolah/ madrasah. Upaya tersebut perlu dirumuskan dan dituangkan dalam RKS/M. RKT. dan RKAS/M. SPM. 17 . Kepemimpinan sekolah/madrasah menjadi k unci utama dalam pengelolaan sekolah/madrasah. evaluasi dan perbaikan. kemudian menganalisis kesenjangan. Sekolah/madrasah harus berupaya memenuhi SPM.AKREDITASI Standar di Atas SNP A Standar Pendidikan Nasional B Peningkatan Mutu Berkelanjutan C Standar Pelayanan Minimal Tidak Terakreditasi E. serta pelaporan. kemudian secara bertahap mengarah kepada SNP bahkan kalau bisa menuju standar di atas SNP. PENERAPAN SNP. Adanya sistem informasi sekolah/madras ah (misalnya TRIMS) akan sangat membantu sekolah/madrasah dalam melakukan perencana an yang berbasis data.

.

Untuk apa SNP dibuat? B. Apa yang Anda ketahui tentang SNP? A. Apa masalah dan hambatan dalam penerapan SNP? C. RKT.SPM RKS/M. Apa yang dilakukan oleh sekolah/madrasah untuk mengatasi hambatan penerapan SNP? 2 Standar . Topik/Bahasan Daftar Pertanyaan 1 Standar Nasional Pendidikan (SNP) a.Evaluasi Diri Sekolah/Madrasah Analisis Kesenjangan SNP . Jawablah setiap pertanyaan sesuai dengan pengetahuan dan pengalaman Saudara . No. dan RKAS/M Penyusunan Program dan Kegiatan F. LATIHAN Berikut disajikan beberapa pertanyaan yang terkait dengan topik yang dibahas dal am Bab ini.

Untuk apa SPMP . Apa perbedaan antara penjaminan mutu (quality assurance) dan pengendalian mutu (quality control)? 3. Apa yang Anda ketahui tentang penjaminan mutu pendidikan (quality assurance)? 2.Pelayanan Minimal (SPM) 1) Apa yang Anda ketahui tentang standar pelayanan minimal (SPM) pendidikan? 2) Mengapa perlu dibuat SPM? 3) Apa yang perlu dilakukan oleh sekolah/madrasah untuk meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan? 3 Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan (SPMP) 1.

Sebutkan tantangan dalam proses penyusunan perencanaan sekolah/madrasah? No. Apakah yang Anda ketahui tentang perencanaan sekolah/ madrasah? b.dibuat? 4 Perencanaan Sekolah/ Madrasah a. Topik/Bahasan Daftar Pertanyaan 1 Standar Nasional Pendidikan (SNP) a. Untuk apa SNP dibuat? B. Mengapa perencanaan sekolah/madrasah dianggap penting? d. Apa masalah dan hambatan dalam penerapan SNP? C. Apa yang Anda ketahui tentang SNP? A. Apakah Anda memahami dasar hukum perencanaan sekolah/ madrasah? c. Apa .

yang dilakukan oleh sekolah/madrasah untuk mengatasi hambatan penerapan SNP? 2 Standar Pelayanan Minimal (SPM) 1) Apa yang Anda ketahui tentang standar pelayanan minimal (SPM) pendidikan? 2) Mengapa perlu dibuat SPM? 3) Apa yang perlu dilakukan oleh sekolah/madrasah untuk meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan? 3 Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan (SPMP) 1. Apa perbedaan antara penjaminan . Apa yang Anda ketahui tentang penjaminan mutu pendidikan (quality assurance)? 2.

Sebutkan tantangan dalam proses penyusunan perencanaan sekolah/madrasah? 18 . Apakah yang Anda ketahui tentang perencanaan sekolah/ madrasah? b. Mengapa perencanaan sekolah/madrasah dianggap penting? d. Apakah Anda memahami dasar hukum perencanaan sekolah/ madrasah? c. Untuk apa SPMP dibuat? 4 Perencanaan Sekolah/ Madrasah a.mutu (quality assurance) dan pengendalian mutu (quality control)? 3.

Mengapa perencanaan . Apakah yang Anda ketahui tentang perencanaan sekolah/ madrasah? b. Apakah Anda memahami dasar hukum perencanaan sekolah/ madrasah? c. Apa perbedaan antara penjaminan mutu (quality assurance) dan pengendalian mutu (quality control)? 3. Untuk apa SPMP dibuat? 4 Perencanaan Sekolah/ Madrasah a. Apa yang Anda ketahui tentang penjaminan mutu pendidikan (quality assurance)? 2.meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan? 3 Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan (SPMP) 1.

Apa masalah dan hambatan dalam penerapan SNP? C. Untuk apa SNP dibuat? B. Sebutkan tantangan dalam proses penyusunan perencanaan sekolah/madrasah? No.sekolah/madrasah dianggap penting? d. Apa yang dilakukan oleh sekolah/madrasah untuk mengatasi hambatan penerapan SNP? 2 Standar Pelayanan Minimal (SPM) 1) Apa yang Anda ketahui tentang standar pelayanan minimal (SPM) . Topik/Bahasan Daftar Pertanyaan 1 Standar Nasional Pendidikan (SNP) a. Apa yang Anda ketahui tentang SNP? A.

Apakah yang Anda ketahui tentang perencanaan sekolah/ . Apa yang Anda ketahui tentang penjaminan mutu pendidikan (quality assurance)? 2.pendidikan? 2) Mengapa perlu dibuat SPM? 3) Apa yang perlu dilakukan oleh sekolah/madrasah untuk meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan? 3 Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan (SPMP) 1. Untuk apa SPMP dibuat? 4 Perencanaan Sekolah/ Madrasah a. Apa perbedaan antara penjaminan mutu (quality assurance) dan pengendalian mutu (quality control)? 3.

madrasah? b. Mengapa perencanaan sekolah/madrasah dianggap penting? d. Sebutkan tantangan dalam proses penyusunan perencanaan sekolah/madrasah? 19 . Apakah Anda memahami dasar hukum perencanaan sekolah/ madrasah? c.

20 .

menganalisis. SPMP mendefinisikan penjaminan mutu seb agai kegiatan sistemik dan terpadu oleh satuan/program pendidikan. Proses penjamina n mutu 21 . pemerintah daerah. Pada tataran operasional. penyelenggara satu an/ program pendidikan. dan melaporkan data mengen ai kinerja dan mutu dari tenaga kependidikan.Bagian 1 Bab II Pengenalan Terhadap Evaluasi Diri Sekolah/Madrasah (EDS/M) dan Instrumen EDS/M A. Pemerintah. penjaminan mutu dilakukan melalui serangkaian proses d an sistem yang saling terkait untuk mengumpulkan. program dan lembaga. LATAR BELAKANG Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) dan Kementerian Agama (Kemenag) telah menunjukkan komitmen dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia melal ui pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan (SPMP) sesuai dengan Peraturan Men teri Pendidikan Nasional Nomor 63 Tahun 2009. dan masyarakat untuk menaikka n tingkat kecerdasan kehidupan bangsa melalui pendidikan.

B. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 63 Tahun 2009 tentang Sistem Penj aminan Mutu Pendidikan. EDS/M sebagai salah satu komponen SPMP diharapkan dapat membangun semangat dan kultur penjaminan dan peningkatan mutu secara berkelanjutan. DASAR HUKUM 1. menyedi akan data untuk pembuatan keputusan berbasis bukti dan membantu membangun budaya perbaikan yang berkelanjutan. 2. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. 3. Sekolah/madrasah dapat menyusun Rencana Pengembangan Sekolah/Madrasah (RPS/M) atau Rencana Kegiatan Sekolah/Madrasah (RKS/M) sesuai kebutuhan nyata menuju ketercapaian implementasi SPM dan SNP. . Pencapaian mutu pendidikan dikaji berdasarkan Stan dar Pelayanan Minimal (SPM) dan Standar Nasional Pendidikan (SNP). Peraturan lain yang relevan dengan implementasi standar nasional pendidikan. 5. Sekolah/madrasah mengetahui tahapan pengembangan dalam pencapaian SPM dan SNP sebagai dasar peningkatan mutu pendidikan yang bermuara pada peningkatan mut u peserta didik. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. MANFAAT EDS/M diharapkan dapat memberikan sumbangan penting bagi sekolah/madrasah sendir i dan bagi pemerintahan Kabupaten/Kota yang memiliki kewenangan mengelola pendidik an. 6.mengidentifikasi bidang-bidang pencapaian dan prioritas untuk perbaikan. Sekolah/madrasah menilai kinerjanya berdasarkan SPM dan SNP. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 50 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan oleh Pemerintah Daerah. 3. 4. 2. Sekolah/madrasah adalah pelaku utama dalam proses penjaminan dan peningkatan mutu pendidikan di tingkat satuan pendidikan. Salah satu alat untuk mengkaji kem ajuan peningkatan mutu sekolah/madrasah secara komprehensif yang berbasis Standar Pela yanan Minimal (SPM) dan Standar Nasional Pendidikan (SNP) adalah Evaluasi Diri Sekolah /Madrasah (EDS/M). C. D. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggar aan Pendidikan. TUJUAN Tujuan utama Evaluasi Diri Sekolah/Madrasah (EDS/M) adalah: 1.

b. Sekolah/madrasah dapat menemukan kelebihan dan kekurangannya sendiri dan merencanakan pengembangan ke depan. Sekolah/madrasah dapat memiliki data dasar yang akurat sebagai basis bagi 22 . Bagi sekolah/madrasah a. 1.Berikut adalah manfaat yang dapat diperoleh dari pelaksanaan EDS/M.

mengkaji apakah inisiatif peningkatan tersebut berjalan dengan baik dan menyesuaikan program sesuai dengan hasilnya. d. pelaksanaan EDS/M di sekolah/madrasah dan penggunaan hasilnya sebagai dasar penyusunan RPS/M atau RKS /M dan RAPBS/RKAS/M. . TPS/M mengumpulkan bukti dan informasi dari berbagai sumber untuk menilai kinerj a sekolah/madrasah berdasarkan indikator-indikator yang dirumuskan dalam instrumen . EDS/M dilaksanakan oleh Tim Pengembang Sekolah/Madrasah (TPS/M) yang terdiri ata s: kepala sekolah/madrasah. dan nasional. pelatihan penggunaan instrumen. 2. b. Proses EDS/M merupakan siklus yang dimulai dengan pembentukan Tim Pengembang Sekolah/Madrasah (TPS/M). c. Sekolah/madrasah dapat mengidentifikasi peluang yang tersedia untuk meningkat kan mutu pendidikan. e. d. Mengidentifikasi pelatihan serta kebutuhan program pengembangan lainnya. dan pengawas. pembuatan keputusan. Pemerintahan Kabupaten/Ko ta dan Provinsi) a. Sekolah/madrasah dapat memberikan laporan formal kepada pemangku kepentingan (stakeholders) demi meningkatkan akuntabilitas sekolah/madrasah. dan perencanaan anggaran pendidikan pada tingkat kabupaten/kota. Mengidentifikasi bidang prioritas untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasara na pendidikan. Bagi tingkatan lain dalam sistem (Pemerintah Pusat.pengembangan dan peningkatan di masa mendatang. wakil orang tua siswa. provinsi. Menyediakan data dan informasi yang penting untuk perencanaan. Sekolah/madrasah melakukan proses EDS/M satu kali setiap tahun . wakil unsur guru. E. c. wakil komite sekolah/madrasah. KONSEP DASAR EVALUASI DIRI SEKOLAH/MADRASAH (EDS/M) Evaluasi diri sekolah/madrasah atau EDS/M adalah proses evaluasi diri sekolah/ma drasah yang bersifat internal yang melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk melihat kinerja sekolah/madrasah berdasarkan SPM dan SNP yang hasilnya dipakai sebagai d asar penyusunan RKS/M dan sebagai masukan bagi perencanaan investasi pendidikan tingk at kabupaten/kota. Mengidentifikasi jenis dukungan yang dibutuhkan oleh sekolah/madrasah. Mengidentifikasi keberhasilan sekolah/madrasah berdasarkan berbagai indikator pencapaian sesuai dengan SPM dan SNP.

sekolah/madrasah dapat mengukur dampak kinerjanya terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik.Dengan menggunakan Instrumen EDS/M. keterlibatannya dalam TPS/M berfungsi sebagai fasilitator atau pembimbing bagi sekolah/madrasah dalam melakukan EDS/M. terutama untuk memastika n bahwa proses EDS/M dilakukan secara benar dan bukti-bukti fisik sekolah/madrasah tersedia. Khusus untuk pengawas. 23 . Kegiatan ini meli batkan semua pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah/madrasah untuk memperoleh info rmasi dan pendapat dari seluruh pemangku kepentingan sekolah/madrasah. Sekolah/madrasah ju ga dapat memeriksa hasil dan tindak lanjutnya terhadap perbaikan layanan pembelajaran yan g diberikan dalam memenuhi kebutuhan pembelajaran peserta didik.

dan mengumpulkan bukti mengenai kinerja peningka tan mutu pendidikan yang dilakukan. Sekolah/madrasah menjawab ketiga masalah ini setiap tahunnya dengan menggunakan seperangkat indikator kinerja untuk melakukan pengkajian yang obyektif terhadap kinerja mereka berdasarkan SPM dan SNP. beserta informasi kualitatif seperti pendapat dan penilaian profesion al dari para pemangku kepentingan di sekolah/madrasah dikumpulkan guna mendapatkan gambaran secara menyeluruh. Semua informasi ini kemudian dipergunakan sebagai dasar untuk mempersiapkan suatu rencana pengembangan sekolah/madrasah yang terpadu. Bagaimana kita dapat meningkatkan kinerja? Dalam hal ini sekolah/madrasah mel aporkan dan menindaklanjuti apa yang telah ditemukan melalui dua pertanyaan sebelumnya. Sebagai kerangka kerja untuk perubahan dan perbaikan. proses ini secara mendasar menjawa b 3 (tiga) pertanyaan kunci di bawah ini: 1. Seberapa baikkah kinerja sekolah/madrasah kita? Hal ini terkait dengan posisi pencapaian kinerja untuk masing-masing indikator SPM dan SNP. bahkan pad a tingkat nasional. F. melainkan suatu proses di namis yang melibatkan semua pemangku kepentingan (stakeholders) dalam sekolah/madrasah . khususnya y .EDS/M bukanlah proses yang birokratis atau mekanistis. 3. Informasi hasil EDS/M dan Rencana Pengembangan Sekolah/Madrasah ditindaklanjuti Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota atau Kantor Kemenag sebagai informasi kinerja se kolah/ madrasah terkait pencapaian SPM dan SNP dan sebagai dasar penyusunan perencanaan peningkatan mutu pendidikan pada tingkat kabupaten/kota dan provinsi. 2. Bagaimana kita dapat mengetahui kinerja sekolah/madrasah? Hal ini terkait den gan bukti apa yang dimiliki sekolah/madrasah untuk menunjukkan pencapaiannya. EDS/M perlu dikaitkan dengan proses perencanaan sekolah/madrasah dan dipandang sebagai bagian yang penting dalam kinerja siklus pengembangan sekolah/madrasah. In formasi kuantitatif seperti tingkat penerimaan siswa baru. KETERKAITAN EDS/M DENGAN PENJAMINAN DAN PENINGKATAN MUTU EDS/M dikembangkan sejalan dengan sistem penjaminan mutu pendidikan. Data dapat juga dikaitkan deng an kebutuhan lokal dan informasi khusus terkait dengan kondisi sekolah/madrasah. tingkat pengulan gan dan lain-lain. hasil ujian. Informasi tambahan seperti tingkat ketercapaian kinerja sekolah/madrasah dalam m emenuhi kebutuhan semua peserta didiknya dan kapasitas sekolah/madrasah untuk perbaikan serta dukungan yang dibutuhkan juga dimasukkan di sini.

peran LPMP/BDK. Renstra Kemendiknas. Pelaksanaan EDS/M terkait dengan praktik dan peran kelembagaan yang me mang sudah berjalan. perencanaan pengembangan sekolah/ madrasah. seperti manajemen berbasis sekolah/madrasah. d an Renstra Kemenag.ang terkait dengan perencanaan pengembangan sekolah/madrasah dan manajemen berbasis sekolah/ madrasah. implementasi SPM dan SNP. 24 . peran pengawas. Diagram berikut menggambarkan EDS/M sebagai salah satu komponen sumber data dala m sistem penjaminan mutu pendidikan yang mengacu pada Permendiknas Nomor 63 Tahun 2009 te ntang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan. akreditasi sekolah/madrasah. serta manajemen pendidikan yang dilakukan oleh pemerintahan provinsi d an kabupaten/ kota. dan Rencana Pembangunan Nasional Bidang Pendidikan.

tetapi proses ini juga mempersyaratkan adanya keterlibatan dan dukungan dari orang-orang yang bekerja dalam berbagai tingkatan yang . EDS/M juga menjadi sumber informasi kebijakan untuk penyusunan program pengembangan pendidikan kabupaten/kota.MONITORING SEKOLAH/ MADRASAH OLEH PEMERINTAH DAERAH (MSPD) (sesuai kebutuhan) EVALUASI DIRI SEKOLAH/ MADRASAH (EDS/M) (tahunan) SERTIFIKASI GURU DAN PENINGKATAN KOMPETENSI PROFESIONAL (tahunan/berjalan) EVALUASI DIRI KAB/ KOTA (EDK) (tahunan) SISTEM PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN (SPMP) MEMENUHI SPM DAN SNP PENGUMPULAN DATA PADATI (tahunan) AKREDITASI SEKOLAH/ MADRASAH (lima tahun) UJIAN NASIONAL (tahunan) EDS/M sebagai komponen penting dalam SPMP. merupakan dasar peningkatan mutu dan penyusunan Rencana Pengembangan Sekolah/Madrasah (RPS/M). EDS/M adalah suatu proses yang memberikan tanggung jawab kepada sekolah/madrasah untuk mengevaluasi kemajuannya sendiri dan mendoro ng sekolah/madrasah untuk menetapkan prioritas peningkatan mutu sekolah/madrasah. Kegiatan EDS/M berbasis sekolah/madrasah. Karena itulah EDS/M menjadi bagian yang integral dalam penjamina n dan peningkatan mutu pendidikan.

Informasi yang terbangun menjadi dasar untuk perencanaan peningkatan mutu berkelanjutan dan pengembangan kebijakan pendidikan pada tingka t kabupaten/kota. provinsi. dan hal ini tentu saja membantu terjaminnya transparan si dan validitas proses. Pada diagram EDS/M dalam kaitannya denga n Penjaminan dan Peningkatan Mutu berikut ini. terlihat alur informasi dan urutan kegiatan yang dilakukan.berbeda dalam sistem ini. dan nasional. EDS/M merupakan komponen penentu yang sangat penting dalam membangun sistem informasi pendidikan nasional terutama dalam memotret kinerja sekolah/madrasah d alam penerapan SPM dan SNP. 25 .

guru.EDS/M dalam Kaitannya dengan Penjaminan dan Peningkatan Mutu Kepala sekolah/madrasah dengan dukungan dari pengawas membentuk Tim Pengembang Sekolah/Madrasah (TPS/M) yang terdiri dari perwakilan: komite sekolah/madrasah. pengawas dan orang tua.. untuk memprioritaskan bidang perbaikan dan persiapan program peningkatan mutu di kabupaten/kota dan dukungan bagi sekolah/madrasah/madrasah Data terstandar diprogram dan dimasukkan dalam MIS Kemendiknas/Kemenag dan Dinas Pendidikan Provinsi/Kantor Kemenag memonitor dan mengkaji ulang program Disdik provinsi/Kanwil Kemenag dan Kemendiknas/ Kemenag mengakses informasi Informasi dipergunakan untuk mengidentifikasi . TPS/M mengumpulkan data yang relevan menurut Instrumen EDS/M berdasarkan SPM dan SNP didukung bukti-bukti fisik. mengkaji ulang program Kab/Kota mengimplementasikan program Informasi strategis hasil EDS/M ditindaklanjuti oleh Pengawas Informasi dipergunakan untuk mengidentifikasi pencapaian. menggunakan berbagai metode untuk dapat menyediakan informasi kualitatif dan kuantitatif Sekolah/madrasah memonitor dan mengkaji ulang program Sekolah/madrasah mengimplementasikan program yang didukung pengawas sekolah/madrasah dan berdasarkan masukan dari kab/kota dan pihak lain sesuai kebutuhan TPS/M menyusun deskripsi dan rekomendasi sesuai dengan bukti fisik yang relevan TPS/M (Tim EDS) mengidentifikasi pencapaian. memprioritaskan bidang yang membutuhkan perbaikan. dan merumuskan program untuk pengembangan sekolah/madrasah Validasi internal laporan yang dilaksanakan oleh pengawas dan validasi eksternal oleh koordinator pengawas sekolah/madrasah Kab/Kota memonitor.

pencapaian. memprioritaskan bidang perbaikan dan memberikan informasi bagi perencanaan penganggaran provinsi dan nasional LPMP/BDK memonitor dan mengkaji ulang proses penjaminan mutu LPMP/BDK mengakses informasi LPMP/BDK menganalisa informasi dan memonitor tingkatkinerja mutu dan memberikan informasi mengenai tingkat kinerja peninhkatan mutu dalam kegiatan belajar dan mengajar 26 .

Visi bersama ini akan membawa arah pengembangan sekolah/madrasah ke depan dengan lebih jelas. STRATEGI IMPLEMENTASI Selama berjalannya proses EDS/M. orang tua. Rencanakan program berdasarkan identifikasi Monitor dan mengkaji kemajuan Pengimplementasian program peningkatan Dengan melibatkan semua pemangku kepentingan di sekolah/madrasah (kepala sekolah / madrasah. Hal yang sangat penting dalam proses ini adalah sekolah /madrasah harus mempergunakan evaluasi ini untuk memprioritaskan bidang yang memerlukan peningkatan dan mempersiapkan rencana pengembangan/ peningkatan sekolah/madrasah . Mengumpulkan informasi berdasarkan SNP. peserta didik. dan pengawas sekolah/madrasah) diharapkan bahwa tujuan dan nilai yang diinginkan dalam proses EDS/M menjadi bagian dari etos kerja sekolah/madrasah. Sekolah/madrasah mengukur dampak dari berbagai kegiatan penting terkait dengan p eserta didik dan kegiatan pembelajaran. setiap tahun sekolah/madrasah juga memeriksa ha sil dan dampak dari kegiatan pembelajaran serta bagaimana sekolah/madrasah dapat memenuh i kebutuhan peserta didik. Proses EDS/M harus menjadi bahan refleksi untuk mengubah dan memperb aiki tata kerja. anggota masya rakat. komite sekolah/madrasah. guru. dan proses ini akan dianggap berhasil jika dapat membawa sekolah/mad . Penting diin gat bahwa informasi yang didapatkan harus dianggap penting dan tidak lagi dianggap s ebagai beban atau hanya sekedar sebagai daftar data yang perlu dikumpulkan karena dimin ta oleh pihak luar. diharapkan dapat dibangun adanya visi yang jela s mengenai apa yang diinginkan oleh para pemangku kepentingan terhadap sekolah/mad rasah mereka. Proses ini kemudian menjadi bagian dari siklus pengembangan dan peningkatan yang berkelanjutan. Untuk dapat membangun visi bersama mengenai mutu ini yang harus dilakuka n adalah melibatkan semua pemangku kepentingan dalam proses untuk menyepakati nila inilai dan prinsip-prinsip yang akan ditetapkan. SPM dan kebutuhan setempat Mengidentifikasi pencapaian dan memprioritaskan bidang untuk prioritas peningkatan.G.

rasah pada peningkatan pelayanan pendidikan dan hasilnya bagi para peserta didik. Kemu dian sekolah/madrasah akan menjadi pelaku utama dalam peningkatan mutu dan memberikan penjaminan terhadap pelayanan pendidikan yang bermutu. 27 .

Tim ini akan mempergunakan instrumen yang disediakan untuk menetapkan profil kinerja sekolah/madrasah berdasarkan indikator pencapaian. Pelatihan ditujukan untuk mempersiapkan sekolah/madrasah melaksanakan evaluasi secara transparan.Tahapan-tahapan berikut adalah upaya yang dilakukan untuk menunjang keberhasilan pelaksanaan EDS/M. komite sekolah/madras ah. yakni: 1. dan bukan hanya sekedar mengisi data yang menunjukkan pencapaian standar. serta dalam mengimplementasikan rencana perbaikan yang dikembangkan berdasarkan hasil dari proses ini. serta merencanakan program tahunan sekolah / madrasah. 2. b. seiring dengan pemutakhiran sistem manajemen informasi pendidikan nasional. Koordinator Pengawas. Pengawas sekolah/madrasah dan kepala sekolah/madrasah akan menjadi pemain inti dalam pelibatan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk mendapatkan gambaran yang realistis mengenai sekolah/madrasah dalam melakukan perbaikan. c. LPMP/BDK dilatih sebagai pelatih bagi pelatih (Trainers of Trainers/ToT). untuk menjamin validitas dan mempergunakan informasi yang dikumpulkan untuk memberikan masukan terhadap perencanaan pengembangan sekolah/madrasah. Instrumen EDS/M didasarkan pada Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang memberikan dua tujuan untuk menyediakan informasi bagi rencana pengembangan sekolah/madrasah. beberapa Pengawas dilatih oleh LPMP/BDK. Persiapan Sebelum proses ini dapat dimulai. Pelatihan ini dilaksanakan dengan mempergunakan sistem berikut ini: a. Melaksanakan Proses EDS/M Kepala sekolah/madrasah dengan dukungan pengawas sekolah/madrasah melaksanakan EDS/M bersama Tim TPS/M yang terdiri dari perwakilan guru. Koordinator Pengawas dan pengawas sekolah/madrasah terpilih melatih Tim TPS/M EDS/ M dalam gugus sekolah/madrasah. dibutuhkan pelatihan EDS/M secara berkelanjuta n. serta membantu sekolah/madrasah untuk melangkah maju dalam program perbaikan berkelanjutan. Pengawas sekolah/madrasah harus dilibatkan secara penuh untuk mendukun g sekolah/madrasah dalam proses tersebut. Kepala Seksi Kurikulum. orang tua. Keterlibatan pengawas sekolah/madrasah juga akan mendorong terciptanya transpara nsi dan keabsahan data yang dikumpulkan. pengawas dan perwakilan lain dari kelompok masyarakat yang memang dipandang layak untuk diikutsertakan. Bidang dan pertanyaan inti yang disedia . Informasi yang didapa tkan kemudian dianalisis dan dipergunakan oleh TPS/M untuk mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan yang perlu diperbaiki.

kan dalam instrumen tersebut merefleksikan aspek-aspek yang penting bagi perencanaan perbaikan sekolah/madrasah. Karena itulah maka perlu diantisipasi agar sekolah/ madrasah dapat melakukan proses ini dengan benar dan tidak memandangnya sekadar sebagai kegiatan pengisian formulir.saat proses ini diulang-.mereka harus mampu menunjukkan adanya perbaikan seiring dengan perjalanan waktu. Penting untuk ditekankan di sini bahwa seko lah/ madrasah harus mendeskripsikan situasi nyata yang ada di sekolah/madrasah mereka dan kemudian-. 28 .

4. c. Peserta didik dapat mencapai target akademis yang diharapkan. Standar Sarana dan Prasarana a. BENTUK INSTRUMEN EDS/M Instrumen EDS/M dalam Delapan Standar Instrumen EDS/M terdiri dari 8 (delapan) standar nasional pendidikan yang dijaba rkan ke dalam 26 komponen dan 62 indikator. b. 6. Supervisi dan evaluasi proses pembelajaran dilaksanakan secara berkala dan berkelanjutan. Sekolah/madrasah dalam kondisi terpelihara dan baik. Kualifikasi pendidik dan tenaga kependidikan sudah memadai. d. 3. c. kreatif. 1.H. Komponen yang dievaluasi melalui instrumen EDS/M mencakup hal berikut. Silabus sudah sesuai/relevan dengan standar. e. 2. Kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan sudah memadai. b. Standar Proses a. Setiap standar terdiri atas sejumlah kompone n yang mengacu pada masing-masing standar nasional pendidikan sebagai dasar bagi sekola h/ madrasah dalam memperoleh informasi kinerjanya yang bersifat kualitatif. b. menantang dan memotivasi peserta didik. inspirat if. Peserta didik dapat mengembangkan potensi penuh mereka sebagai anggota masyarakat. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan a. Sarana sekolah/madrasah sudah memadai. b. Standar Kompetensi Lulusan a. 5. Kurikulum sudah sesuai dan relevan. Standar Pengelolaan . Pembelajaran dilaksanakan dengan menggunakan metode yang interaktif. Standar Isi a. menyenangkan. Sumber belajar dapat diperoleh dengan mudah dan digunakan secara tepat. RPP dirancang untuk mencapai pembelajaran efektif dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Sekolah/madrasah menyediakan kebutuhan pengembangan pribadi peserta didik. Jumlah pendidik dan tenaga kependidikan sudah memadai. b.

a. b. 29 . Rencana kerja sekolah/madrasah mencantumkan tujuan yang jelas untuk program peningkatan dan perbaikan berkelanjutan yang tersosialisasikan dengan baik. Kinerja pengelolaan sekolah/madrasah berdasarkan kerja tim dan kemitraan yang kuat dengan visi dan misi yang jelas dan diketahui oleh semua pihak.

d. Penilaian berdampak pada proses belajar. 7. Rencana Pengembangan Sekolah/Madrasah atau Rencana Kerja Sekolah/Madrasah berdampak terhadap peningkatan hasil belajar.c. Standar Penilaian Pendidikan a. 8. Orangtua peserta didik terlibat dalam proses belajar anak mereka. Sekolah/madrasah berupaya untuk mendapatkan tambahan dukungan pembiayaan lainnya. c. Berikut ini adalah contoh instrumen EDS/M. Contoh Instrumen EDS/M 30 . Sekolah/madrasah menjamin kesetaraan akses. Masyarakat berperan serta dalam kehidupan sekolah/madrasah. Sistem penilaian disusun untuk menilai peserta didik baik dalam bidang akadem ik maupun nonakademik. b. b. Pemberian dukungan dan kesempatan pengembangan profesi bagi para pendidik dan tenaga kependidikan dilakukan dengan baik dan konsisten f. Setiap komponen terdiri dari beberapa indikator yang memberikan gambaran lebih menyeluruh dari komponen yang dimaksudkan. Pengumpulan dan penggunaan data dapat dipercaya dan sah. Standar Pembiayaan a. Instrumen selengkapnya dapat dilihat dalam CD. Sekolah/madrasah merencanakan keuangan sesuai standar. c. e.

dan hasil wawancara/konsultasi dengan pemangku kepentin gan (stakeholders) seperti komite sekolah/madrasah. guru-guru. Keberadaan dokumen kurikulum bukanlah merupakan satu-satunya bukti bahwa kurikulum telah dilaksanak an. Untuk itu perlu dimanfaa tkan berbagai sumber informasi yang dapat dijadikan sebagai bukti fisik misalnya cata tan kajian. Informasi yang dikumpulkan berdasarkan bukti fi sik tersebut dipastikan akurasinya melalui proses triangulasi yang dalam hal ini berar ti melihat suatu fenomena (yakni evaluasi mutu) dari berbagai sumber data dan denga n menggunakan berbagai teknik pengumpulan data. Hal ini penting ditekankan menginga t . Tahapan Pengembang an. Informasi kualitatif yang menggambarkan kenyataan dapat berasal dari informasi kuantitatif. siswa. dan unsur lain yang terkait. Bukti Fisik Bukti fisik yang tersedia digunakan sebagai bahan dasar untuk menggambarkan kond isi sekolah/madrasah terkait dengan indikator yang dinilai. yakni : Bukti Fisik. Selain itu. Pendapatan dan Penilaian Pemangku Kepentingan Data Kuantitatif dan Kualitatif Evaluasi Mutu Observasi Situasi Aktual Triangulasi bukti ini menjamin bahwa konsistensi akan terus diperiksa ulang dan bahwa indikator-indikator yang ada dipandang dari berbagai sudut untuk memberikan info rmasi mengenai apa yang sebenarnya sedang terjadi. hasil observasi. Rencana Pelaksanaan Pengajaran (RPP) tidak sekedar merupakan catatan mengenai bagaimana pengajaran dilaksanakan. Berbagai jenis bukti fisik dapat digunakan sekolah/madrasah sebagai bukti tahapa n pengembangan tertentu. Ringkasan Deskripsi Indikator Berdasarkan Bukti Fisik.Dalam instrumen EDS/M terdapat empat bagian yang harus diisi atau ditulis. dan Rekomendasi. Sebagai contoh. sekolah/madrasah perlu juga menunjukkan sumbe r bukti fisik lainnya yang sesuai. orangtua. 1.

dokumen kurikulum tidak selalu menjadi jaminan bahwa kuriku lum disampaikan dengan utuh. Misalnya. dan bahan pelajaran dapat dihitung tetapi bukan berarti bahan tersebut dipergunakan sesuai kepentingannya secara efektif. 31 . sebuah rencana pengajaran tidak selalu dapat merekam bagaimana suatu pelajaran diajarkan.apa yang dituliskan dalam dokumen tidak selalu merupakan hal yang sebenarnya ter jadi.

Pencapaian KKM (leger nilai) . Kepala sekoleh/madrasah dan tenaga kependidikan yang berprestasi Kondisi ruangan dan kantor (kartu pemeliharaan) Profil sekolah/madrasah. dll. RPP Data alumni. Dokumen Silabus. notulensi rapat penentuan penggunaan anggaran Rekomendasi hasil belajar kepada peserta didik dan orang tua. Contoh Bukti Data Kuantitatif Dokumen Kurikulum. sekolah/ madrasah sehat Laporan akuntabilitas keuangan sekolah/madrasah. Dokumen data lulusan (data melanjutkan dan bekerja). dan catatan pelaksanaan program remedi dan pengayaan. buku catatan kepribadian Daftar guru yang sudah bersertifikat.Berikut adalah contoh bukti fisik yang dapat disediakan atau digunakan sekolah/m adrasah. Contoh Bukti Data Kualititatif Proses Pengembangan Kurikulum Proses Pengembangan Silabus. dll. wiyata mandala. catatan berbagai bentuk partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sekolah/madrasah. RPP. guru berprestasi.

Sarana dan Prasarana 6.Jumlah pendidik dan tenaga kependidikan. Daftar Nilai dll. Rapor. Proses 3. dokumen laporan akuntabilitas. dll. Dokumen RAPBS. daftar penerimaan sumbangan orang tua dan masyarakat Kisi-kisi penilaian. Pembiayaan 8. laporan pertanggungjawaban keuangan sekolah/madrasah dll. (4) pertukaran kelas . Dokumen RKS/M atau RPS/M. Kompetensi Lulusan 4. Pedidik dan Tenaga Kependidikan 5. jumlah ruangan. (3) merekam dengan video cara mengajar sendiri. daftar kualifikasi guru dan tenaga kependidikan Luas lahan (sertifikat). informasi kualitatif dan kuantitatif sebaga i hasil dari observasi langsung dilakukan dengan berbagai cara termasuk dengan (1) mengikuti proses belajar-mengajar di dalam kelas selama satu hari penuh. kesepakatan kerjasama (MoU). Dokumen Hasil Belajar dan UN. Penilaian Khusus terhadap proses pembelajaran. (2) mengamati berlangsun gnya pelajaran. Pengelolaan 7. Lembar soal. Isi 2. Standar Nasional 1.

antarguru. 32 . dan (5) observasi antar-sesama guru.

Pada tahap ini terdapat beberapa kekuatan da n kelemahan tetapi masih memerlukan banyak perbaikan. Tahapan Pengembangan Anggota TPS/M secara bersama mencermati instrumen EDS/M pada setiap indikator da ri setiap komponen dan setiap standar. Sekolah/madrasah kemudian memilih rubrik yang lebih mendekati atau sama dengan deskripsi sekolah/ madrasah untuk kemudian memberi tanda centang (v) pada tahapan pengembangan yang bersesuaian. Tahapan pengembangan ini memiliki makna sebag ai berikut: 1) Tahap ke-1 berarti belum memenuhi SPM. Deskripsi Indikator Kolom ringkasan deskripsi indikator berdasarkan bukti fisik pada instrumen EDS/M diisi uraian singkat yang menjelaskan situasi nyata yang terjadi di sekolah/madrasah s esuai dengan indikator pada setiap komponen yang mengacu kepada SPM dan SNP. Sekolah/madrasah kemudian membandingkan deskripsi setiap indikator dengan rubrik yang ada di bawahnya untuk melihat posisi tahapan pencapaian. Pada tahap ini kinerja sekolah/madrasah baik . melampaui standar yang telah ditetapkan. 3. Tahapan pengembangan bisa berbeda dalam indikator yang berbeda pula. Tahapan pengembangan pada setiap indikator menggambarkan keadaan seperti apa kondisi kinerja sekolah/madrasah pada saat dilakukan penilai an terkait dengan indikator tertentu. namun masih perlu peningkatan. sekolah/madrasah mempunyai dasar nyata indikator atau komponen atau standar mana yang memerlukan perbaikan secara . Pada tahap ini kinerja sekolah/madrasa h mempunyai banyak kelemahan dan membutuhkan banyak perbaikan. 3) Tahap ke-3 berarti memenuhi SNP. Dalam pengisian intrumen EDS/M. Hal ini penting diperhatikan karena sekolah/madrasah harus menilai kinerja apa adanya. 2) Tahap ke-2 berarti memenuhi SPM. anggota TPS/ M harus merujuk kepada Peraturan Menteri atau Peraturan Pemerintah yang berkaitan dengan SPM dan SNP. Deskripsi indikator yang menggambarkan kondisi nyata dan spesifik untuk setiap i ndikator akan memudahkan sekolah/madrasah dalam menyusun rekomendasi untuk perbaikan maupun peningkatan sekaligus menentukan rencana pengembangan sekolah/madrasah berdasarkan rekomendasi dan prioritas sekolah/madrasah.2. Pada tahap ini kinerja sekolah/madrasah san gat baik. Deskripsi indikator berdasarkan bukti fisik menjadi rujukan bagi anggota TPS/M untuk menentukan posisi tahapan pengembangan sekolah/madrasah. D alam pelaksanaan EDS/M yang dilakukan setiap tahun. 4) Tahap ke-4 berarti melampaui SNP.

Sehingga rekomendasi ini dapat digolongkan dengan rekomendasi perbai kan/ peningkatan dan rekomendasi pengembangan. Rekomendasi Setelah menentukan tahapan pengembangan. 33 . Rekomendasi tidak hanya difokuskan pada indikator yang diangga p lemah namun juga disusun untuk setiap indikator yang telah mencapai standar nasi onal pendidikan. dan tahapan pengembangan untuk setiap indikator.terus-menerus. sekolah/madrasah kemudian menyusun rekomendasi berdasarkan bukti fisik. 4. deskripsi.

34 .Rekomendasi ini kemudian direkap sebagai dasar masukan dalam penyusunan Rencana Pengembangan Sekolah/Madrasah (RPS/M). Sekolah/madrasah perlu memastikan bahwa rekomendasi ini sungguh-sungguh berbasis pada hasil evaluasi diri.

Instrumen Evaluasi Diri Sekolah/Madrasah 35 .

36 .

37 .

38 .

39 .

40 .

41

42

43

44

45

46

47

48

49

50

51 .

52 .

53 .

54 .

55 .

56 .

57 .

58 .

59 .

60 .

61 .

62 .

63 .

64 .

65 .

66 .

67 .

68 .

69 .

70 .

Bagian 1 Bab III Identifikasi Kesenjangan dan Rekomendasi Pemenuhan SPM A. setiap satuan pendidikan bisa dengan pasti menetapkan apakah dirinya sudah memenuhi SPM atau masih ada beberapa hal yang perlu disediakan atau perlu dilakukan agar SPM tersebut terpenuhi . Dengan cara itu. Pemenuhan SPM harus menjadi 71 .setelah diberlakukannya Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nom or 15 Tahun 2010 tentang Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan Dasar adalah bahwa setiap satuan pendidikan dasar (SD/MI dan SMP/MTs) harus mengumpulkan data yang dinyatakan di dalam indikator-indikator pemenuhan SPM. PENGANTAR Langkah awal-. dan diolah sebagaimana disarankan. satuan pendidikan bisa de ngan mudah melakukan evaluasi diri dan melihat tingkat keterpenuhan SPM di satuan pen didikan tersebut. Setelah data yang diperlu kan tersebut terkumpul. Pemenuhan SPM ini tidak boleh melewati tahun 2013.

pada bagian akhir akan dilakukan rekapitulasi pemenuhan S PM sesuai dengan hasil identifikasi kesenjangan masing-masing indikator yang telah dilakukan. 72 . setiap satuan pendidikan dasar perlu dengan segera melakukan analisi s kesenjangan untuk setiap indikatornya. Selanjutnya. diperoleh hasil pengumpu lan data sebagai berikut. Berikut disajikan setiap indikator SPM beserta contoh identifikasi kesenjangan d alam rangka pemenuhan SPM. mulai dari indikator SPM nomor 1 sampai dengan nomor 13. IDENTIFIKASI KESENJANGAN PEMENUHAN SPM Indikator SPM nomor 1: Setiap SD/MI menyediakan buku teks yang sudah ditetapkan kelayakannya oleh Pemerintah mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia.prioritas setiap satuan pendidikan dasar. B. Kalau harga satuan sudah bis a diperoleh. Beberapa sel (kotak) di dalam tabel sudah memenuhi (M). Karena itu. Setiap satuan pendidikan perlu melakukan perbandingan antara tuntutan SPM dan kondi si riil yang dimilikinya. Misalkan. semua indikator SPM tersebut sudah dipen uhi. Matematik a. Kegiatan ini tentunya akan memunculkan rekomendasi yang be risikan kuantitas atau volume dari hal-hal yang diperlukan. Untuk mengetahui apakah indikator SPM nomor 1 ini sudah terpenuhi atau masih ada kesenjangan padanya. Program dan anggaran harus dirancang s edemikian rupa sehingga sebelum akhir tahun 2013. dan IPS dengan perbandingan satu set untuk setiap peserta didik. satuan pendidikan bisa menghitung anggaran yang diperlukan. IPA. Panduan ini memberikan penjelasan secara rinci tentang apa yang h arus dilakukan oleh setiap satuan pendidikan. Lihat kolom Penilaian . setiap SD/MI perlu membaca secara cermat data yang disediak an dan diisikan pada format yang sudah diisikan. sed angkan beberapa sel belum memenuhi (B).

73 . kelas 5 (2 buk u). maka kita bisa mengatakan bahwa indikator SPM nomor 3 ini masih belum dipenuhi. dan setiap SMP/MTs memiliki 200 judul buku pengayaan dan 20 buku refe rensi. indikator SPM nomor 3 ini masih belum terpenuh. dan kelas 6 (2 buku) 4. Buku IPA kelas 1 (8 buku).Ini menunjukkan indikator SPM nomor 1 ini masih ada yang belum terpenuhi. Cara menentukan kesenjangan untuk indikator nomor 2 sama dengan indikator nomor 1. co ntoh peralatan optik. dan kelas 5 (5 buku ) 2. Peraga IPA yang masih perlu diad akan adalah model tubuh manusia. dan kel as 6 (6 buku) 3. contoh peralatan optik. Satu saja kolom Penilaian diisi dengan huruf B. dan kit IPA untuk eksperimen dasar. kelas 2 (5 buku). Misalkan kita memperoleh data sebagai berikut. kelas 4 (1 buku). Tentang jenis dan jumlah buku yang diperlukan. kelas 5 (6 buku). Indikator SPM nomor 4: Setiap SD/MI memiliki 100 judul buku pengayaan dan 10 buk u referensi. kelas 2 (2 buku). kelas 3 (4 buku). kelas 5 (1 buk u). Yang berbeda hanya jenis mata pelajarannya yang menjadi 10 macam. Buku Matematika kelas 1 (2 buku). kit IPA untuk eksperimen dasar. Untuk menentukan apakah indikator nomor 3 ini sudah terpenuhi atau masih ada kes enjangan padanya. masih ada kesenjangan di sekolah itu dalam kaitanny a dengan pemenuhan SPM. kelas 4 (5 buku). Mengingat pada kolom Penilaian masih ada huruf B. dan kelas 6 (2 buku). Buku Bahasa Indonesia kelas 1 (1 buku). Indikator SPM nomor 2: Setiap SMP/MTs menyediakan buku teks yang sudah ditetapka n kelayakannya oleh Pemerintah mencakup semua mata pelajaran dengan perbandingan s atu set untuk setiap perserta didik. dapat ditentukan sebagai berikut: 1. setiap SD/MI perlu membaca secara cermat data yang telah diisinya pada format berikut. dan poster/carta IPA. model tubuh manusia. bola dunia (globe). Indikator SPM nomor 3: Setiap SD/MI menyediakan satu set peraga IPA dan bahan ya ng terdiri dari model kerangka manusia. masing-masing satu set. Buku IPS kelas 1 (3 buku). Itu berarti. kelas 2 (2 buku).

.

Untuk menentukan apakah indikator nomor 5 ini sudah terpenuhi atau masih ada kesenjangan padanya. masih ada kesenjangan di seko lah itu dalam kaitannya dengan pemenuhan SPM. sebagai beriku Dari data di atas. Satu saja kolom Penilaian diisi dengan huruf B . terlihat masih ada huruf B pada kolom Penilaian . melaksanakan pembelajaran. Yang masih diperlukan adalah buku pengayaan fiksi minimal sebanyak 10 buku. membimbing atau melatih peserta didik. 74 Suka Maju tadi ada 6 orang guru dengan rincian peke . indikator SPM nomor 5 ini masih belum terpenuh. Berarti. indik ator nomor 4 ini masih belum dipenuhi oleh SD Suka Maju . Satu saja kolom Penilaian diisi dengan huruf B .Untuk menentukan apakah indikator nomor 4 ini sudah terpenuhi atau masih ada kesenjangan padanya. Sebagai contoh. masih ada kesenjangan di seko lah itu dalam kaitannya dengan pemenuhan SPM. menil ai hasil pembelajaran. setiap SD/MI dan SMP/MTs perlu membaca secara cermat data y ang telah diisinya pada format berikut. Indikator SPM nomor 5: Setiap guru tetap bekerja 37. Itu berarti. setiap SD/MI dan SMP/MTs perlu membaca secara cermat data y ang telah diisinya pada format berikut. termasuk merencanakan pembelajaran.5 jam per minggu di satuan pendidikan. misalkan diperoleh data jumlah buku di SD Suka Maju t. indikator SPM nomor 4 ini masih belum terpenuh. dan melaksanakan tuga s tambahan. Sebagai contoh. Itu berarti. misalkan di SD rjaan sebagai berikut.

Untuk menentukan apakah indikator SPM nomor 6 ini sudah terpenuhi atau masih ada kesenjangan padanya. yaitu 37.II : 18 jam per minggu. Indikator SPM nomor 6: Suka Maju ini masih Satuan pendidikan menyelenggarakan proses pembelajaran selama 34 minggu per tahu n dengan kegiatan tatap muka sebagai berikut : Kelas I .5 jam per minggu. Satu saja kolom Penilaian diisi dengan huruf B .Dapat disimpulkan bahwa beban kerja per minggu guru-guru di SD kurang dari kriteria SPM yang ditetapkan.IX : 27 jam per minggu. misalnya di MI Ar Ro du diperoleh data sebagai berikut. setiap SD/MI dan SMP/MTs perlu membaca secara cermat data y ang telah diisinya pada format berikut. Kelas IV . Kelas III : 24 jam per minggu.VI : 27 jam per minggu. Sebagai contoh. indikator SPM nomor 6 ini masih belum terpenuh. Itu berarti. 75 . atau Kelas VII . masih ada kesenjangan di seko lah itu dalam kaitannya dengan pemenuhan SPM.

Tampak bahwa masih terdapat kesenjangan pada indikator SPM nomor 7. Indikator SPM nomor 8: Satuan pendidikan menerapkan kurikulum tingkat satuan pen didikan (KTSP) sesuai ketentuan yang berlaku. pihak sekolah perlu memperhatikan dengan cermat tabel berikut. Be rarti. maka indikator nom or 8 ini masih belum dipenuhi. 76 . setiap SD/MI dan SMP/MTs perlu membaca secara cermat hasil kajian RPP setiap guru yang dituangkan dalam tabel berikut. Manakalah ada salah satu da ri aspek kesesuaian RPP dengan Silabus yang tidak mendapatkan tanda V. atau ada kesenjangan. Salah satu dari hasil kajian in i yang menunjukkan masih dinilai BELUM maka indikator SPM nomor 7 ini masih belum terpe nuhi atau masih ada kesenjangan. sehingga tidak ada kesenjangan pada indik ator SPM nomor 6 ini. Misalkan ada 4 guru SD Trio yang s etelah dikaji RPP-nya memberikan data dalam format berikut. Indikator SPM nomor 7: Satuan pendidikan menerapkan kurikulum tingkat satuan pen didikan (KTSP) sesuai ketentuan yang berlaku.Tampak bahwa tidak ada satu pun huruf B yang muncul pada tabel-tabel di atas. Monitoring pelaksanaan KTSP masih belum dijalankan dengan baik. Untuk menilai kesenjangan yang ada pada indikator SPM nomor 7 ini. Untuk menentukan apakah indikator SPM nomor 8 ini sudah terpenuhi atau masih ada kesenjangan padanya. indikator SPM nomor 6 sudah terpenuhi. Berarti indikator SPM nomor 7 masih belum terpenuhi di satuan pendidikan ini.

Ada salah satu dari program penilaian ini yang belum dikembangka n oleh 77 . Manakala ada guru yang menerapkan RPP-nya hanya kadang-kadang atau sering membelajarkan tanpa RPP. Selanjutnya. Indikator SPM nomor 9: Setiap guru mengembangkan dan menerapkan program penilaia n untuk membantu meningkatkan kemampuan belajar peserta didik. setelah dilakukan pengamatan terhadap penerapan RPP di depan kelas. setiap SD/MI dan SMP/MTs perlu membaca secara cermat hasil kajian terhadap program penilaian yang dikembangkan oleh para guru seperti tertu ang pada format berikut. Berarti indikator SPM nomor 8 masih belum sepenuhnya terpenuhi. Untuk menentukan apakah indikator SPM nomor 9 ini sudah terpenuhi atau masih ada kesenjangan padanya. setiap satuan pendidikan bisa melihat data hasil monitoring tentang penerapan RPP di kelas. tidak ada kesenjangan dalam hal kesesuaian RPP dengan silabus di sekolah ini.Tampak bahwa RPP dari semua guru telah sesuai dengan silabus. Berarti. Selanjutnya. maka indikator nomor 8 ini masih belum terpenuhi atau ada kesenjangan di dalamnya. ternyata diperoleh data penerapan RPP di SD Trio sebagai berikut. Tampak bahwa ada dua orang guru yaitu Taufik dan Ainul belum secara konsisten me nerapkan RPP yang sudah dibuatnya.

setiap mata pelajaran disupervisi minimal 2 kali dalam satu semester . Untuk menentukan apakah indikator nomor 10 ini sudah terpenuhi atau masih ada ke senjangan padanya. Akan tetapi. Misalkan di MI Ar Rohmah diperoleh informasi sebagai berikut: Kalau memperoleh data seperti ini. kepala sekolah tampak telah melaksanakan supervisi. Frekuensi nya sudah lebih dari 2 kali dalam satu semester. Indikator SPM nomor 10: Kepala sekolah/madrasah melakukan supervisi kelas dan memberikan umpan balik kepada guru dua kali dalam setiap semester. setiap SD/MI dan SMP/MTs setiap satuan pendidikan bisa menggunakan data yang terkait dengan pelaksanaan supervisi. atau ada kesenjangan dalam hal ini. Masih belum ada kesenjangan dalam hal ini. Karena itu. Masih ada guru yang hanya kadang-kadang saja melaksanakan penilaian sesuai renca na. dari 3 mata pelajaran yang d isupervisi. masing-masing baru disupervisi satu kali. maka 78 . Belum semua guru secara berkelanjutan mengembangkan instrumen penilaian yang sesuai KD. indikator SPM nomor 9 ini masih belum dipenuhi. Dari data di atas. maka indikator SPM nomor 9 masih belum terpen uhi. Misalkan dalam 1 semester kegiatan supervisi yang dilakukan oleh seorang kepala sekolah tersaji dalam tabel sebagai berikut.guru. kalau hanya data di atas yang bisa diperoleh dari kegiatan supervisi kepala sekolah. Hasil penilaian belum selalu digunakan untuk membantu meningkatkan kemampuan belajar siswa. Seharusnya.

Indikator SPM nomor 11: Setiap guru menyampaikan laporan hasil evaluasi mata pel ajaran serta hasil penilaian setiap peserta didik kepada kepala sekolah/madrasah pada a khir semester dalam bentuk laporan hasil prestasi belajar peserta didik. 79 . Indikator SPM nomor 12: Kepala sekolah/madrasah menyampaikan laporan hasil ulang an akhir semester (UAS) dan ulangan kenaikan kelas (UKK) serta ujian akhir (US/UN) kepada orang tua peserta didik dan menyampaikan rekapitulasinya kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota atau Kantor Kementerian Agama di kabupaten/kota pada setiap akhir semester. Untuk menentukan apakah indikator SPM nomor 11 ini sudah terpenuhi atau belum. setia p satuan pendidikan perlu membaca secara cermat data yang telah digambarkan pada f ormat berikut. s etiap satuan pendidikan perlu membaca secara cermat data yang telah digambarkan pada f ormat berikut. indikator SPM nomor 11 masih berlum terpenuhi.indikator SPM nomor 10 ini masih belum terpenuhi. Berarti. Misalkan diperoleh data di SMP Bakti sebagai berikut Tampak bahwa Ismail dan Doni masih belum lengkap laporan hasil evaluasi belajarn ya. Masih ada kesenjangan da lam pemenuhan indikator SPM nomor 11 ini. Untuk menentukan apakah indikator nomor 12 ini sudah terpenuhi atau belum.

rencana kerja tahunan yang dikembangkan. C. Indikator SPM nomor 13: Setiap satuan pendidikan menerapkan prinsip-prinsip mana jemen berbasis sekolah (MBS) Untuk menentukan apakah indikator SPM nomor 13 ini sudah terpenuhi atau belum. 80 . dan ketersediaan laporan proses pembela jaran dan pembelanjaan untuk biaya operasional dan investasinya di tempat umum. setiap sekolah/madra sah dapat melakukan rekapitulasi tentang kesenjangan SPM yang ada. REKAPITULASI KESENJANGAN PEMENUHAN SPM Setelah masing-masing indikator SPM dikaji keterpenuhannya. Misalkan diperoleh data tentang kajian penerapan MBS di suatu satuan pendidikan memberikan informasi sebagai berikut. Keterlibatan Komite Sekolah/Madrasah jelas masih perlu ditingkatkan. s etiap satuan pendidikan perlu mengkaji dan menganalisis secara jujur dan cermat dokume ndokumen yang memperlihatkan keterlibatan komite sekolah dalam pengambilan keputusan. US masih belum disampaik an.Dalam tabel di atas tampak bahwa rekapitulasi UAS. Kita bisa menyimpulkan bahwa indikator SPM nomor 13 ini masih belum sepenuhnya terpenuhi. UKK. Berarti. indikator SPM nomor 12 masih belum dipenuhi. dengan mengisikan hasil analisis kesenjangan di atas ke dalam tabel berikut.

81 .

82 .

TRIMS memperkuat Education Management Information System (EMIS) dalam rangka 83 . Aplikasi ini dapat dijalankan dengan praktis dan mudah dengan menggunakan progra m Microsoft Excel versi 2003 atau 2007. Pengertian TRIMS Aplikasi Pelaporan dan Manajemen Informasi Sekolah/Tools for Reporting Informati on Management by School (TRIMS) merupakan sistem informasi pendidikan yang diharapk an dapat mensinkronkan data-data penting yang telah dikumpulkan oleh sekolah/madras ah.Bagian 1 Bab IV Aplikasi Pelaporan dan Manajemen Informasi Sekolah/ Tool For Reporting And Information Management By Schools (TRIMS) A. PENGANTAR APLIKASI TRIMS 1.

Mengapa TRIMS? Beberapa hal mendasari mengapa sekolah/madrasah perlu menggunakan TRIMS sebagai berikut : a. 2. c. TRIMS diharapkan dapat memperbaiki pengumpulan data di sekolah/madrasah dari yang selama ini kurang terkoordinasi dengan baik menjadi lebih mudah disediakan dan disistematisasikan sehingga lebih bermutu dan siap dimanfaatkan oleh sekolah / madrasah. f. RKS/M. ketersediaan. Dengan demikian. kelak dengan menggunakan TRIMS-. Sekolah/madrasah hanya menjadi obyek pengumpulan data saja. dan ketepatan waktu. Rencana Kerja Sekolah (RKS/M). . tetapi secara otomatis menyediakan bahan dan informasi bagi sekolah/madrasah ber upa grafik dan tabel indikator utama dalam pendidikan. melalui penggunaan TRIMS ini dapat mendorong sekolah untuk memanfaatkan data dan informasi dengan baik dan konsisten. e. d. pelaporan. TRIMS dibuat mudah dan sederhana serta membutuhkan keterampilan yang minimal karena TRIMS memahami bahwa tidak semua sekolah/madrasah mempunyai kapasitas yang sama dari sisi ketrampilan personel maupun infrastruktur ICT. Mampu meningkatkan cakupan dan kualitas data terkait akurasi. Perlunya perubahan paradigma bagi sekolah/madrasah dari menjadi pengguna data pengumpul data Selama ini sekolah/madrasah mengumpulkan banyak data yang diminta oleh berbagai pihak. Kesenjangan kapasitas antar-sekolah/madrasah dan antar-daerah. Relevan dengan desentralisasi pendidikan.sekolah/madrasah dapat berperan sekaligus sebagai subyek yang akan memanfaatkan data dan informasi yang dihasilkannya. Berbagai data dan Informasi yang dihasilkan dalam TRIMS dapat dipergunakan sebagai bahan dalam penyusunan berbagai dokumen perencanaan seperti RKT. Menyediakan data dan informasi yang akurat bagi sekolah/madrasah dalam penyusunan Rencana Kerja Tahunan (RKT). b. Akan tetapi. Laporan Keuangan serta untuk monitoring dan evaluasi pencapaian SPM. baik dari segi infrastruktur maupun kapasitas Sumber Daya Manusia. Hal ini terjadi karena TRIMS tidak hanya sebagai pengumpul dat a. kebijakan strategis. serta perenca naan dan penganggaran. Mendorong pemanfaatan data dan informasi Aplikasi TRIMS membantu sekolah/madrasah dalam mengolah dan menganalisis data sehingga rangkaian data (data set) tadi menjadi informasi yang bermanfaat b agi perencanaan dan penganggaran serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas. keuangan serta monitoring dan evaluasi pencapaian SPM.mendukung monitoring dan evaluasi. termasuk capaian Standar Pela yanan Minimum (SPM). relevansi.

Sejak pemberlakukan sistem desentralisasi. TRIMS menyediakan kemudahan dalam EMIS (sistem informasi manajemen pendidikan) sehingga pengelolaan informasi secaranasional dapat dilakukan dengan lebih efisien oleh karena ketersediaan data dan informasi 84 . peran kabupaten/kota semakin besar sehingga secara nasional diperlukan kapasitas pembuatan kebijakan dan perencanaan yang akurat.

grafik. jenis data yang diperlukan telah dimiliki sekolah/madrasah. 4. dengan demikian. c. d. indikator) langsung dapat dimanfaatkan oleh sek olah/ madrasah. Validasi data secara otomatis. Keluaran data TRIMS disajikan secara ringkas dalam bentuk tabel dan grafik indi kator kunci pendidikan (misalnya SPM). Proses sederhana dengan keterampilan komputer yang minimal. Hasil ringkas (tabel. Kelompok Data TRIMS Data yang dibutuhkan TRIMS bukanlah data baru. Ukuran file yang kecil (<2MB) memudahkan pengiriman file TRIMS baik melalui email maupun penggandaan file melalui flash disk atau CD. Klik dan Klik mengurasngi tugas pengetikan dan konsekuensi kesalahan input. TRIMS yang diinput oleh sekolah/madrasah dapat diagregasi oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dengan cepat dan mudah untuk kemudian dapat dijadikan acuan penyusunan kebijakan. Mengoperasikan TRIMS tidak memerlukan staf dengan keterampilan komputer yang baik. f. Secara rinci. TRIMS dibuat sederhana dengan mempertimbangkan adanya variasi keterampilan dalam menggunakan komputer di sekolah/madrasah. Setelah sekolah/madrasah menginput data TRIMS secara lengkap. Semua data dan informasi TRIMS dapat langsung dimanfaatkan dan dipergunakan sekolah/madrasah. Anda tidak perlu meng-install program atau aplikasi baru. Karakteristik TRIMS Beberapa karakteristik dari TRIMS adalah: a.yang akurat dan secara otomatis dihasilkan oleh TRIMS. b. data TRIMS terdiri dari 2 jenis yaitu: . e. 3. maka TRIMS tersebut dapat segera dikirimkan kepada Dinas Pendidikan. Aplikasi TRIMS memiliki tombol Validasi yang merah pada sel yang datanya belum lengkap atau langsung terdeteksi dan perbaikan dapat segera secara manual atau dilihat satu p akan memberikan tanda lingkaran salah input sehingga kesalahan dilakukan. Tidak diperlukan lagi validasi yang dilakukan er satu. kemungkinan kesalahan input menjadi berkurang. Tidak perlu meng-install program baru karena TRIMS berbasis Excel 2003 atau 2 007 Aplikasi TRIMS dapat dijalankan langsung di laptop atau PC sepanjang sudah terd apat program Microsoft Excel di dalamnya. Input data ke dalam TRIMS dapat dilakukan dengan menggunakan fasilitas yang terdapat dalam aplikasi melalui klik pada sel dengan harapan sekolah/madrasah tidak harus banyak melakukan pengetikan dan. Mudah dikirim dan di-copy karena ukuran file yang kecil (< 2MB).

Tabel 1: Jenis Data dalam TRIMS 85 .

Sarana dan prasarana C. Pengeluaran (mengacu pada format BOS K--2) c. Pendidik dan tenaga kependidikan a. Data siswa B. Kehadira n TRIMS tidak dimaksudkan untuk menggantikan atau meniadakan jenis perangkat aplik asi lainnya. Teknologi informasi dan komunikasi H. TRIMS dan Paket Aplikasi yang sudah ada TRIMS merupakan alat bantu yang dikembangkan melalui Program Basic Education Capacity Trust Fund (BEC-TF) dalam rangka memperkuat EMIS di Indonesia. Penerimaan BOS: aktual dan yang diharapkan 5. Kualitas pengawasan dan pelaporan D. Kurikulum F. Manajemen G. namun justru untuk memperkuat perangkat aplikasi yang sudah ada sebelum nya terutama pada aspek kemudahan baik input maupun output terkait dengan pendataan di sekolah/madrasah dan juga dalam pemanfaatan data dan informasi serta pelapora n.Data Pendidikan Data Keuangan A. Jenis dan sumber penerimaan b. Dalam proses pengembangan aplikasi TRIMS ini seluruh kegiatan pengembangan telah dikoordinasikan dengan Pusat Statistik Pendidikan (PSP) ng Balitbang Kemendiknas ya . Sumber daya KBM E.

data yang di-input d alam TRIMS sudah mencakup sebagian besar data dalam LI. Manfaat TRIMS bagi Operasional Sekolah/Madrasah Beberapa pemanfaatan keluaran TRIMS bagi operasional sekolah/madrasah dapat digambarkan sebagai berikut: a.apabila sekolah/mad rasah mengisi data PAS--maka data yang diperlukan dalam TRIMS secara otomatis sudah te rinput sehingga sekolah tidak menginput data dua kali. sehingga kelak-. sehingga data tadi dapat lang sung dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Rinciannya sebagai berikut: 1. Selain itu.mengembangkan Paket Aplikasi Sekolah (PAS) dan Lembar Individu (LI). PEMANFAATAN KELUARAN TRIMS Data yang di-input ke dalam TRIMS secara otomatis menghasilkan keluaran terkait dengan berbagai indikator pendidikan di sekolah/madrasah. B. Saat ini se dang dikembangkan integrasi TRIMS dengan PAS SD. 86 . Data Profil Sekolah/Madrasah Keluaran TRIMS terkait data profil sekolah/madrasah bermanfaat untuk: Mengidentifikasi apa yang dimiliki dan tidak dimiliki sekolah/madrasah Dengan menginput data-data sekolah/madrasah di aplikasi TRIMS dapat diketahui berbagai sarana dan prasarana yang dimiliki oleh sekolah/madrasah sehingga pada saat agregatisasi data tersebut di tingkat Kab/kota dapat juga dilakukan sekalig us inventarisasi kondisi kepemilikan sarana dan prasarana yang ada di sekolah/ madrasah baik secara individu maupun secara keseluruhan sekolah di tingkat Kab/ Kota.

Pihak komite sekolah/madrasah tentunya berkepentingan untuk mengetahui perkembangan dan kondisi sekolah/madrasah. antara lain dapat berbentuk sebagai berikut: Mengkatalisasi diskusi antarstaf. Keluaran TRIMS dalam hal ini dapat memberikan data dan informasi awal untuk keperluan tersebut. dan juga sebagai bahan untuk menjelaskan kepada para pihak lainnya yang berkepentingan mengenai kondisi sekolah/madrasah.Mengetahui kondisi sekolah/madrasah terkait dengan berbagai aspek misalnya kualitas KBM. b. Merespon dan mengkomunikasikan informasi yang relevan ke Dinas Pendidikan atau Kementerian Agama dan pihak-pihak terkait lainnya. sehingga sangat membantu sekolah/madrasah dalam mengujicoba berbagai skenario pengembangan sekolah/madrasah. komite sekolah/madrasah dapat mengetahui dan mencermati secara mudah dan jelas perkembangan kondisi sekolah/madrasah. tenaga kependidikan.hasil data yang sudah diperbaharui dengan mudah dapat dikenali. media dan LSM. Mengkomunikasikan keadaan sekolah/madrasah ke komite sekolah/madrasah. seperti Dewan Pendidikan. Mengembangkan profil sekolah/madrasah yang dapat terus diperbaharui. c. Keluaran TRIMS dapat menyajikan berbagai informasi mengenai perkembangan sekolah/madrasah di mana informasi tersebut dapat dijadikan bahan awal atau rujukan untuk penyusunan kebijakan pengembangan sekolah/madrasah. Keluaran TRIMS ini pula dapat dijadikan bahan untuk memenuhi permintaan data untuk kepentingan pejabat teknis terkait pertanggungjawaban. TRIMS membantu sekolah/madrasah dalam memutakhirkan (updating) profil sekolah karena melalui aplikasi TRIMS ini-. Keluaran TRIMS ini dapat menjadi bahan awal diskusi berbagai pihak di kalangan internal sekolah/madrasah dalam rangka memacu kemajuan sekolah/madrasah. Proyeksi Kebutuhan Sekolah/Madrasah Beberapa pemanfaatan keluaran TRIMS dari aspek proyeksi kebutuhan sekolah/ madrasah yaitu: Memberikan informasi awal untuk RKS/M dan RKT Setiap sekolah/madrasah yang akan menyusun perencanaan dan penganggaran sangat membutuhkan data dan informasi yang akurat. Melalui keluaran TRIMS. Mengujicoba berbagai skenario pengembangan sekolah/madrasah ke depan. prasarana dan sarana. dll. Misalnya. Aplikasi TRIMS dapat dijadikan alat untuk melakukan dengan mudah dan cepat simulasi terkait proyeksi pengembangan sekolah/madrasah. program BOS. untuk menjawab pertanyaan apa . Komunikasi dan Interaksi Antar Pemangku Kepentingan (Stakeholders) Sekolah/ Madrasah Pemanfaatan TRIMS sebagai bahan untuk alat komunikasi dan interaksi antarberbaga i pemangku kepentingan. Profil sekolah/madrasah merupakan media informasi sekaligus promosi.

yang akan terjadi dengan jumlah guru dan besar rombel jika kita menaikkan 87 .

Pengelolaan Sekolah/Madrasah Dari aspek pengelolaan sekolah/madrasah. Kajian Keuangan Sekolah/Madrasah d. Contoh Pemanfaatan Keluaran TRIMS . keluaran TRIMS bermanfaat untuk: Mendorong pengelolaan sekolah/madrasah lebih efektif dan efisien Keluaran TRIMS berguna bagi sekolah/madrasah untuk mengevaluasi diri sehingga sekolah/madrasah dapat mengetahui apa yang menjadi kelebihan dan kekurangannya. Penyampaian hasil informasi ini secara teknis bisa saja dilakukan dengan menempelkan pada papan pengumuman atau tempat terbuka lainnya. Kajian Perencanaan Pengembangan Sekolah/Madrasah b. Dengan demikian. Meningkatkan akuntabilitas dan transparansi Keluaran TRIMS yang berisi berbagai data dan informasi itu dapat dijadikan baha n informasi kepada publik. publik dapat melihat dan membaca informasi mengenai sekolah/madrasah yang disajikan keluaran TRIMS. Berdasarkan hasil simulasi itu. misalnya terkait dengan pencapaian SPM. Aspek-aspek strategis terse but mencakup antara lain: a. 2. Simulasi proyeksi ini dapat dilakukan sesuai keinginan sekolah/madrasah yang bersangkutan. sekolah/ madrasah dapat mengukur tingkat kemampuan dan kapasitas sekolah/madrasah untuk mencapai tujuan. Kajian SPM Sekolah/Madrasah c. d. Hasil pembahasan/kajian itu dapat dijadikan umpan balik (feedb ack) bagi penyusunan kebijakan di level sekolah/madrasah. Keluaran TRIMS bisa menjadi bahan monitoring dan evaluasi.jumlah siswa sebesar 5%? . Kajian Evaluasi Kinerja Sekolah/Madrasah 3. keluaran TRIMS dapat dijadikan bahan untuk penataan manajemen di level sekolah/madrasah agar pengelolaan selanjutnya bisa lebih efektif dan efisien. Mengambil keputusan berdasarkan informasi yang tepat Dari hasil data yang diinput ke dalam TRIMS akan dihasilkan berbagai informasi yang dapat menjadi dasar pengambilan keputusan di sekolah/madrasah. Dengan demikain. Manfaat TRIMS bagi Kajian Pengembangan Sekolah/Madrasah Berbagai data dan informasi dari keluaran TRIMS dapat menjadi referensi atau acu an dalam rangka pembahasan secara mendalam berbagai aspek strategis yang muncul di sekolah/madrasah. termasuk indikator yang terkait SPM. Monitoring dan evaluasi capaian SPM Di dalam aplikasi TRIMS terdapat berbagai indikator pendidikan.

berikut ini diberikan seb uah contoh konkret pemanfaatannya dengan menggunakan capaian indikator SPM di sekola h. 88 .Berdasarkan uraian pemanfaatan keluaran TRIMS di atas.

lengkap 89 sekolah/madrasah dalam suatu kabupaten/kota diharapkan untuk memasukkan aplikasi TRIMS pada setiap semester sehingga bisa dilakukan agregasi pad kabupaten/kota yang akan menghasilkan data-data dan informasi yang akura dan cepat. LANGKAH PENTING MENGOPERASIKAN APLIKASI TRIMS Di dalam sub bab ini akan diuraikan penjelasan rinci dan detail dari langkah-lan gkah menjalankan aplikasi TRIMS yang disampaikan melalui video tutorial TRIMS oleh pe latih. Untuk membantu peserta mampu memahami dengan baik. Visualisasi konkret aplikasi TRIMS tampak pada Gambar 1 .Tabel 2: Contoh Pemanfaatan Keluaran TRIMS untuk SD C. maka disediakan petunjuk ringkas TRIMS versi elektronik dan versi cetak berikut ini. Petunjuk Ringkas TRIMS v25i .Versi Elektronik Seluruh data ke a tingkat t. 1.

Jika Anda memerlukan petunjuk yang lebih rinci. Langkah 1 Menyiapkan Data dan Aplikasi TRIMS Langkah 2 Entry Data Pendidikan dan Keuangan Langkah 3 Analisis Output TRIMS Langkah 4 Validasi dan Menyimpan Data Langkah 5 Mencetak dan Mengirim TRIMS 90 . silahkan lihat Panduan TRIMS v25i versi elektronik yang tersed ia di dalam CD materi.Gambar 1. Tampilan Aplikasi TRIMS Petunjuk Ringkas ini akan memberikan tips tentang langkah-langkah untuk menjalan kan aplikasi TRIMS yang terdiri dari 5 (lima) tahap (Gambar 2).

Melakukan copy aplikasi TRIMS dari CD atau flash disk ke cara berikut ini: Dari My Document. buatlah folder baru dengan nama TRIMS dengan cara: Klik kanan pada mouse --> New--> Folder --> beri nama folder tersebut dengan nama TRIMS Masukkan CD ke dalam komputer/laptop --> explore/ open --> klik ub folder aplikasi TRIMS 25i --> pilih file TRIMS 25i --> kemudian copy ke folder TRIMS di My Document 91 My Document dengan . silahkan lihat Petunjuk Ringkas Versi Cetak. Pastikan pengaturan waktu/time setting pada komputer/laptop Anda menunjukkan tempat dan waktu yang benar (lihat sudut kanan bawah pada layar komputer/ laptop Anda).a. Pastikan komputer/laptop Anda memiliki MS Office 2003 atau 2007 Pastikan security level pada MS Excel berada pada level medium dengan cara berikut ini: Excel 2007 Excel 2003 Klik tab Tools --> Option --> pilih Tab Security klik tombol Macro Security --> Pada tab Security Level pilih Medium atau Low Klik Office Button --> Excel Option --> Trust Center--> Trust Center Setting--> Message Bar--> pilih Show the message bar in all application when content has been blocked --> klik Ok Kemudian klik Trust Center Setting --> Macro Setting --> pilih Disable all macros with notification Petunjuk lebih rinci untuk mengecek dan mengubah security level dapat dilihat pa da Manual TRIMS Elektronik bagian Lampiran 1: Pengaturan pengamanan aplikasi TRIMS . Langkah 1: Menyiapkan Data dan Aplikasi TRIMS Berkaitan dengan rincian data yang mesti disiapkan oleh sekolah.

.

Buka MS Excel. dan klik open pada file TRIMS 25i untuk membuka aplikasi TRIMS DILARANG MEMBUKA TRIMS DENGAN DUA KALI KLIK (DOUBLE CLICK) PADA FILE TRIMS Program Excel akan terbuka. silahkan klik OK 92 . Pada input bar akan muncul Security Warning. Pilih Enable this content untuk MS Excel 2007 atau Enable Macro untuk MS Excel 2003 kemudian klik OK Kemudian akan muncul tampilan berikut ini: Klik OK ketika muncul tampilan ini: Klik tombol ini Akan muncul tampilan berikut ini.

Data siswa yang dimasukkan adalah data siswa pada akhir semester 2. Semester 1 diisi pada Bulan Juli-Agustus di mana data siswa yang dimasukkan adalah data siswa tahun ajaran baru. contohnya 20510769-II-20102011. sedangkan data keuangan adalah data semester 2 tahun fiskal (Juli-Desember). Semester 2 diisi pada Bulan Januari tahun berikutnya. pastikan Anda telah melakukan langkah-langkah berikut ini: Klik salah satu tombol dibawa ini sesuai dengan level sekolah Anda Isilah NPSN terlebih dahulu kemudian pilih semester. 93 . sedangkan data keuangan yang dimasukkan adalah data semester 1 tahun fiskal (Januari Juni). Isilah NPSN dan pilihlah semester dengan benar (lihat sel dengan kotak merah pada Gambar di bawah ini) sebab kedua hal tersebut akan menjadi nama file TRIMS sekolah Anda.b. Langkah 2: Entry Data Pendidikan dan Keuangan Sebelum Anda menginput data.

Perhatikan gambar berikut ini. Warna merah mengindikasikan bahwa pada indikator tersebut untuk sekolah Anda masih di bawah standar tertentu. 94 . Sedangkan yang berwarna abu-abu terang otomatis akan terisi oleh aplikasi TRIMS. Jika sel isian TRIMS Anda berwarna merah. bukan berarti bahwa data Anda salah. misalnya Standar Pelayanan Minimum (SPM).Sel berwarna abu-abu gelap harus diisi.

dan Sekolah memiliki Komite Sekolah yang beranggotakan orang tua) sudah terisi. Mengisi NPSN dan memilih semester merupakan prasyarat mengisi data keuangan. data pendidikan yang dependen memerlukan pengisian data yang lain terlebih dahulu. perhatikan tabel berikut i ni: Data yang Mensyaratkan Pengisian Data yang Lain Terlebih Dahulu Kurikulum Sertifikasi Manajemen Data Guru merupakan prasayarat pengisian data Kurikulum dan Sertifikasi.Secara garis besar data TRIMS ada yang bersifat independen dan dependen. akan otomatis terisi jika tiga data (Transparansi dan Akuntabilitas. Data Pendidikan independen adalah data yang dapat Anda isi kapanpun tanpa prasyarat pengisian data yang lain. Sebaliknya. Data yang Dapat Anda Isi Kapanpun Identitas Sekolah Sarana dan Prasarana Kualitas Sumber Daya TIK Data Siswa Data Guru Data Non Guru Transparansi dan Akuntabilitas Jumlah Siswa Berdasarkan Usia dan Gender Data Keuangan Setelah Anda melakukan dan memahami beberapa hal tersebut di atas. Sekolah memiliki RPS. Rinciannya. Khusus pertanyaan MBS. maka Anda bis a melanjutkan untuk mengisi data-data TRIMS Data Siswa dan Nilai .

Pengisian Data secara lebih detail silahkan lihat CD materi. sub folder Aplikasi TRIMS 25i .Penggunaan tanda titik atau koma dimungkinkan tergantung setting komputer/ laptop 95 . file Pengisian Jumlah Siswa pada TRIMS dan Alat Bantu Data Siswa Untuk pengisian Data Nilai. .Angka maksimal nilai Ujian Nasional ialah 10. perhatikan bahwa: . .Angka maksimal nilai pada Data Siswa ialah 100.

Data Tenaga Kependidikan Pengisian Data Guru dan Data Non Guru dilakukan dengan klik tombol ini: Data Keuangan Sebelum Anda memulai memasukkan Data Keuangan. Klik No jika ingin mengedit data sebelumnya (perhatikan gambar berikut). DILARANG MEMBUKA FORMAT ISIAN KEUANGAN MELALUI SHEET FINANCE 96 . Klik tombol merah Isi dan Lihat Data Keuangan sehingga muncul dialog box Apakah Anda ingin Menghapus Data Keuangan? . pastikan bahwa Anda telah mengisi NPSN dan Klik semester I atau II. Klik Yes jika memulai mengisi data keuangan baru.

TRIMS membantu sekolah dalam menghasilkan kebijakan berdasarkan data. ANDA HARUS KLIK TOMBOL VALIDASI SEBELUM KLIK TOMBOL SIMPAN Untuk menyimpan data. Anda dapat memperbaiki atau melengkapi data tersebut atau melanjutkan melakukan input di lain waktu. Untuk print ata u mencetak TRIMS. Sekolah dapat mendiskusikan fakta tersebut bersama Ko mite Sekolah dan orang tua siswa terkait dengan alternatif sumber dana tambahan. Langkah 3: Validasi dan Menyimpan Data Untuk melihat kelengkapan data yang telah Anda input.Dalam mengisi data keuangan. Grafik dalam lembar Data Keuangan akan terbentuk secara otomatis setelah Anda mengisi datanya dengan lengkap. Data keuangan merupakan format BOS-K2 dengan harapan sekolah akan dengan mudah melakukan input data. maka data akan terlingkar dengan lingkaran merah. isilah sel yang berwarna abu-abu tua. Isilah tiap sel dengan angka tanpa titik. Jika data Anda belum lengkap atau salah input. juga mendukung transparansi dan akuntabilitas e. misa lnya kontribusi orang tua. Langkah 5: Mencetak dan Mengirim TRIMS Data yang diinput dalam TRIMS langsung berfungsi sebagai output. Sedangkan yang berwarna abu-abu muda akan terisi secara otomatis. klik tombol k emudian akan muncul dialog box seperti ini: Tabel output TRIMS di atas menunjukkan bahwa pemasukan dari BOS tidak cukup untuk membiayai seluruh pengeluaran sekolah karena kontribusinya hanya 75% dari total operasional sekolah. klik tombol di kanan atas. c. klik tombol kemudian akan muncul dialog box seperti ini: 97 . koma atau Rp. Selanjutnya.

BUKAN DENGAN MENGGUNAKAN TOMBOL SAVE PADA DEFAULT MS EXCEL. pilihlah Simpan & Tutup maka file TRIMS akan ditutup MENYIMPAN DATA WAJIB MENGGUNAKAN TOMBOL SIMPAN PADA APLIKASI.Anda bisa memilih secara fleksibel bagian mana yang mau dicetak. 98 . Perhatikan tabel berikut ini: Jika Anda ingin melanjutkan input data. Mengirim TRIMS dapat dilakukan dengan empat cara sesuai dengan kapasitas ICT di sekolah Anda. pilihlah Simpan & lanjut Jika ingin melanjutkan input data lain waktu.

Jika Anda kesulitan melakukan i nput 99 . sebagai alat bantu bagi sekolah sebelum melakukan input TRIMS ke dalam komputer. sekolah diharapkan tetap melakukan input aplikasi TRIMS melalui komput er (PC) atau laptop setelah mengisi TRIMS versi cetak. TRIMS versi cetak juga bermanfaat bagi sekolah/madrasah yang memiliki keterbatas an dalam keterampilan komputer. Meskipun demikian. Langkah 4: Menganalisis Output TRIMS Anda dapat melakukan analisis dengan dua cara: Klik tombol maka otomatis indikator-indikator yang dibawah standart misalnya SPM akan berwarna merah. Atas dasar tersebut. dalam bentuk kuesioner. kemudian buatlah analisis berdasarkan data tersebut. khususnya MS Excel. perhatikan tabel berikut ini: 2. Sebagai contoh.d. Hal yang harus dilakukan ialah membuat perencanaan untuk memperbaiki hal tersebut. Menganalisis output TRIMS berdasarkan tabel dan grafik yang dihasilkan. yang artinya bahwa indikator bersangkutan di sekolah Anda masih di bawah standard. disusun TRIMS versi cetak. keterbatasan pasokan listrik dan sambungan inter net di sekolah/madrasah juga merupakan tantangan bagi implementasi TRIMS. Apabila ada sel berwarna merah. kemudian menyampaikannya ke rapat komite sekolah atau membuat usulan ke Dinas Pendidikan setempat atau Kemendiknas.Versi Cetak Perangkat komputer yang diperlukan untuk melakukan input aplikasi TRIMS tidak se lalu dimiliki oleh sekolah/madrasah. Petunjuk Ringkas TRIMS v25i . Keterbatasan sumber daya manusia di sekolah/madr asah dalam mengaplikasikan komputer. misalnya Standar Pelayanan Minimum (SPM).

MI .. Penjelasan lebih rinci te ntang TRIMS Versi Cetak. SD . MA NPSN: Nama Sekolah:* Fax: Telepon: Provinsi: Email: Desa: . Data Pendidikan Isian 1. SMA . Dengan mengisi kues ioner versi cetak. Kuesioner versi cetak terdiri atas dua bagian yaitu Data Pendidik an dan Data Keuangan. Kuesioner Versi Cetak Bagi sekolah/madrasah yang tidak memiliki komputer. SMK .. a. Anda dapat mengisi kuesioner versi cetak terlebih dahulu sebelum Anda input ke dalam komputer yang Anda pinjam dari sekolah lain. Anda tidak perlu membawa tumpukan dokumen yang dibutuhkan untuk mengisi TRIMS... Anda dapat melengkapi terlebih dahulu versi cetak untuk kemudia n meminta bantuan staf atau teman untuk melakukan input. Silahkan dibaca di Manual Versi Cetak yang ada dalam Compact Disk/ CD). SMP . kantor UPTD.. MTs . Identitas dan Kondisi Sekolah Berikan tanda contreng ( v ) sesuai level sekolah Anda: Level Sekolah ..dengan komputer. kantor Dinas atau tempat lainnya..

**) Untuk mengisi GPS (Bujur/Lintang) dapat melalui bantuan handphone dan GPS dari depan pagar sekolah. SMPN atau Sekolah Putri. dll di depannya. ***)Semester berdasarkan Tahun Ajaran. contoh: Untuk semester 2 TA 2010/2011 maka data siswa yang diisi ialah keadaan siswa per Januari 2011.Kabupaten/Kota: GPS (koordinat)**: Bujur: Kecamatan: Lintang: Semester____ Tahun Ajaran________/_________*** *) Nama sekolah ditulis tanpa mencantumkan SDN . sedangkan .

__________________(isi dengan angka) 100 . negeri . swasta Nomor Statistik Sekolah/ Madrasah (NSS/NSM): .data keuangan diisi untuk periode Juni--Desember 2010 Berikan tanda contreng (v ) pada pertanyaan berikut ini: Identifikasi Sekolah negeri atau swasta? ...

.Sarana & Prasarana Jumlah laboratorium/tempat praktikum? .. tidak ... ya ... tidak memadai Ada akses listrik? . ya .. tidak ..... ruangan (isi dengan angka) Ada ruang guru lengkap dengan furniturnya? .. . tidak Ada akses air bersih? ...... tidak . kadang--kadang Ada sarana olahraga? ...... ya ... tidak memadai Jumlah toilet (yang berfungsi) untuk siswa perempuan? . ya .

.. ruangan (isi dengan angka) Jumlah Ruang Kelas dalam keadaan rusak ringan? .... ruangan (isi dengan angka) Jumlah Ruang Kelas dalam keadaan baik? ... ruangan Apakah furnitur sekolah .... ruangan (isi dengan angka) Jumlah toilet (yang berfungsi) untuk staf sekolah? ............. ruangan Jumlah Ruang Kelas dalam keadaan rusak berat? ..ruangan (isi dengan angka) Jumlah toilet (yang berfungsi) untuk siswa laki--laki? ........

. .. sebagian . langit--langit (plafond). Ruang kelas dalam keadaan rusak ringan: jika mengalami kerusakan terutama pada komponen non struktural seperti penutup atap. Ruang kelas dalam keadaan rusak berat: jika sebagian atau pada seluruh komponen struktural (seperti pondasi. struktur atap. kolom. tidak .. penutup lantai dan dinding pengisi.butuh perbaikan? . sebagian besar Ruang kelas dalam keadaan baik: jika tidak memerlukan renovasi.

. tidak . Kualitas Sekolah ini dikunjungi pengawas tiap bulan? . kadang--kadang Sekolah . ya .. ya . ya ........ kadang--kadang Guru menyerahkan laporan hasil belajar siswa? . dan lain sebagainya) mengalami kerusakan. tidak .. ya .struktur lantai. kadang--kadang Kepsek melakukan pengawasan langsung ke ruang kelas? .. tidak .. kadang--kadang Kepsek menyerahkan laporan akhir siswa ke orang tua? . tidak .

maka akan dihitung berdasar total alokasi waktu kunjungan dalam 1 bulan. Standar Pelayanan Minimal (SPM) menyebutkan bahwa kunjungan dilakukan minimal satu kali dalam 1 bulan dengan waktu 3 jam.Ini Dikunjungi Pengawas Tiap Bulan: Dalam hal ini yang dinilai adalah kunjungan dan alokasi waktu. Bila . Bila datang kurang dari 3 jam tetapi datang lebih dari 1 kali dalam satu bulan.

... tidak Sekolah memiliki perpustakaan atau bahan bacaan? . ya .. Jika kunjungan tidak rutin tiap bulan maka dijawab kadang--kadang Sumber daya Jumlah total buku teks yang tersedia untuk siswa? ... ya .memenuhi kriteria tersebut berarti dijawab ya .... Jika jarang atau tidak pernah dikunjungi pengawas tiap bulan maka dijawab tidak . set (isi dengan angka) Sekolah memiliki alat bantu belajar sains? .

tidak Setiap SD dan MI menyediakan buku teks yang sudah disertifikasi oleh Pemerintah mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia.. Matematika.. Setiap SMP dan MTS menyediakan buku teks yang sudah disertifikasi oleh Pemerintah 101 . IPA. IPS dengan perbandingan satu set untuk setiap peserta didik.

102 .

5 jam per minggu di satuan pendidikan. Pilih tidak bila . Guru tetap sudah bekerja 37. Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.19 menyatakan bahwa setiap guru tetap bekerja minimal 37. IPA.Untuk SMP dan MTs: minimal tersedia 1 orang guru yang sudah bersertifikat untuk masing--masing mata pelajaran Matematika. Pilih ya bila semua guru memenuhi kedua kriteria tersebut.5 jam per minggu: SPM No.

. tidak 2... Apakah Komite Sekolah . ya . Transparansi dan Akuntabilitas Berikan tanda contreng (v) pada pertanyaan berikut ini: 1...ada salah satu guru belum memenuhi kriteria tersebut Isian 2. ya . Apakah sekolah mempunyai rencana pengadaan barang dan jasa? . Apakah Komite Sekolah melakukan review laporan keuangan sekolah? . Apakah Komite Sekolah menyetujui rencana anggaran sekolah? . tidak 3.. tidak 4. ya .

Jika di sekolah And a menggunakan angka maksimal 10. tidak 5. tidak Isian 3..menyetujui laporan keuangan sekolah tersebut? . Apakah sekolah mengumumkan penggunaan dana di papan pengumuman sekolah? . maka konversikan ke 100. **Transfer merupakan selisih antara jumlah siswa mutasi masuk ke sekolah Anda dikurangi dengan jumlah siswa mutasi keluar.. Jika Anda mengisi TRIMS pada semest er 1 (Juli Desember) maka kolom transfer diisi berdasarkan keadaan pada periode 1 103 da .. ya ..5. silahkan lihat file Alat Bantu Data Siswa n Pengisian Data Siswa pada TRIMS yang ada pada CD materi) *Nilai merupakan nilai rata-rata ujian akhir (maksimal 100). ya . tuli slah 75. Data Siswa (Untuk membantu pengisian Data Siswa. Misalnya nilai 7.

Kelas 12 bagi SMA/SMK/MA) Isian 6. *** Otomatis terisi oleh aplikasi Isian 4. Jumlah Siswa Berdasarkan Usia 104 .Juli sampai tanggal Anda melakukan input pada TRIMS. Jika Anda mengisi TRIMS pad a semester 2 (Januari Juni) maka diisi berdasarkan transfer pada periode Juli Dese mber. Nilai Rata-rata Mata pelajaran di Ujian Nasional tahun 2010 (maksimum 1 0) (Kelas 6 bagi SD/MI. Jumlah Lulusan & Ranking Sekolah Jumlah Lulusan: _____ orang Jumlah sekolah di Kab/Kota (sesuai level): Ranking sekolah se--Kab/kota: Isian 5. Kelas 9 bagi SMP/MTs.

IPS. Matematika. Penjas. Kimia. IVa/Kepala Sekolah. Laki-laki/ perempuan (3) Golongan/ Posisi: pilih salah satu di antara pilihan berikut . IIc . Data Guru dan Non Guru: Jika jumlah guru melebihi baris pada tabel. IVb/Kepala Sekolah. Guru Kel as. Fisika. GTY (Guru Tetap Yayasan) (9) Tanggal lahir: ditulis dengan format tanggal/bulan/tahun (10) Tanggal Mulai jadi Guru: tanggal mulai mengajar untuk pertama kali. Ekonomi. Lainnya. (7) Status sertifikasi: pilih salah satu di antara pilihan berikut: ya atau tida k (8) Status Kepegawaian: pilih salah satu dari pilihan berikut: STY (Staf Tetap Y ayasan). Geografi.Petunjuk Isian 7. IVe. IPA. Bahas a Indonesia. Bahasa Inggris. Sementara. Biologi. IIIa. Sosiolosi. Guru Kel as. (6) Pendidikan Terakhir: pilih salah satu di antara pilihan berikut: S-1. IVe/Kepala Sekolah. Ekonomi. IId. Sejarah. IIIc/Kepala Sekolah. IVa. Agama. Seni Budaya. IIIa/ Kepala Sekolah. IVd/Kepala Sekolah. IIa. Keahlian/T IK. Fisika. IPS. IIId /Kepala Sekolah. IPA. ditulis dengan format tanggal/bulan/tahun (12) NUPTK: Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan 105 . Seni Budaya. Kimia. IVc/Kepala Sekol ah. Non PNS/Kepala Sekola h (4) Mapel Utama: pilih salah satu di antara pilihan berikut . Lainnya. Bahasa Inggris. Geografi. IIb. IVd. Penjas. IVb. D-2. Sejarah. PPKn. Biologi. D-3. PNS (Pegawai Negeri Sipil). D-4. Non PNS. Matematika. S-2. Sosiolosi. PPKn. ditulis dengan format tanggal/bulan/tahun (11) Tanggal Mulai Mengajar di Sekolah ini: tanggal mulai mengajar di sekolah (t empat terakhir saat ini). Agama. Bahas a Indonesia. IIId. Keahlian/T IK. IIIc. D -1. IIIb/Kepala Sekolah. IVc. silahkan menggandakan tabel tersebut kemudian isilah sesuai petunjuk di bawah ini (1) Nama: nama lengkap tanpa gelar (2) Jenis Kelamin: pilih salah satu . (5) Mapel Minor: pilih salah satu di antara pilihan berikut . IIIb.

.

Data Guru/Non Guru 106 .Nama Jenis Kelamin Golongan Mapel Utama Mapel Minor Pendidikan Terakhir Status Sertifikasi Status Kepegawaian Tgl Lahir Tgl Mulai Jadi Guru Tgl Mulai Tugas di Sekolah ini NUPTK (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) Isian 7.

b. Data Keuangan Isian 1. Jumlah Siswa Berdasarkan Usia Nama Pemegang Rekening : Nama Bank/Kantor Cabang : Nomor Rekening : Penandatangan 1 : Penandatangan 2 : 107 . Laporan Keuangan Sekolah* Semester____ Tahun Ajaran________/_________ * Jika data siswa yang diisi ialah keadaan siswa per Januari 2011. maka data keu angan yang diisi ialah data untuk periode Juni-Desember 2010 Isian 6.

FORMAT BOS--K2 Diisi oleh Sekolah Dikirim ke Tim Manajemen BOS Kab/Kota 108 .

sekolah diharuskan tetap melakukan input aplikasi TRIMS-25i melalui komputer (PC) atau laptop. Hal ini perlu dilakukan agar sekolah bisa mendapatkan manfaat dari keluaran TRIMS untuk Evaluasi Diri Sekolah (EDS) 109 .Meskipun telah mengisi TRIMS versi cetak.

Bagian 2 110 .

tujuan dan sasaran sekolah/ madrasah yang telah ditetapkan. misi. Bab I memberi pengantar terhadap penyusunan RKS/M dan RKT. dan penentuan penanggungjawab program dan kegiatan. indikator dan target kinerja yang tepat. Untuk mencapai tujuan ini. (RKAS/M) . Bab IV menguraikan tentang pentingnya penyusunan program. bagian ini ditopang oleh enam bab yang masing-masingnya membahas isu-isu penting. Bab VI menjelaskan tentang penyusunan Rencana Kerja Tahunan Sekolah/Madrasah.Perencanaan dan Penganggaran Sekolah/ Madrasah Bagian 2 Bagian ini memusatkan pembahasan pada perencanaan dan penganggaran sekolah/madrasah dalam rangka membantu sekolah/madrasah agar mampu menyusun program prioritas dengan mempertimbangkan ketersediaan sumberdaya yang dimiliki guna mencapai visi. Bab III menjelaskan tentang kondisi yang diharapkan oleh sekolah/madrasah. Bab II menjelaskan selukbeluk identifikasi kondisi aktual sekolah/madrasah sebelum rencana disusun. Bab V memandu penyusunan rencana anggaran sekolah/madrasah untuk jangka menengah. penyusunan Rencana Kegiatan san Anggaran Sekolah/Madrasah.

112 .

Layanan 113 . Mulai dari Undang-Undang Dasar. Undang-Undang Perlindu ngan Anak.Bagian 2 Bagian 2 Bab I Pengantar Penyusunan RKS/M dan RKT A. Untuk mencapai tujuan tersebut . Kementerian Pendidikan Nasional telah menetapkan visi: Terselenggaranya Layanan P rima Pendidikan Nasional untuk Membentuk Insan Indonesia Cerdas Komprehensif. Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJM) Tahun 2010-2014. Kementerian Pendidikan Nasional telah memilih Manajemen Berbasis Sekolah/Madrasa h (MBS/M) sebagai salah satu strategi. LATAR BELAKANG Salah satu tujuan utama pemerintah Indonesia di bidang pendidikan adalah menunta skan Pendidikan Dasar 9 Tahun. Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional dan peraturan-perundangan yang ad a saat ini telah menjadi bukti keseriusan pemerintah untuk menyediakan pendidikan dasar bagi semua anak berumur 7 sampai dengan 15 tahun.

4. Artinya. program ini akan dapat: 1. Sejak diluncurkan pada tahun 2005. geografi. meningkatkan mutu pendidikan. sehingga biaya pendidikan secara keseluruhan berkurang. atau pengurangan jumlah anak putus sekola h/ madrasah (drop¬out). ekonomi. mengembangkan otonomi sekolah/madrasah.prima pendidikan nasional adalah layanan pendidikan yang: 1. 2. Mulai tahun 2010. mengirim anak-anak ke tingkat pendidikan yang lebih tinggi (peningkatan trans isi dari SD/ MI ke SMP/MTs). 2. 3. gende r. Untuk mencapai visi tersebut di atas. Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tel ah memperkecil hambatan terbesar penyelenggaraan pendidikan dasar. mengirim anak-anak ke sekolah/madrasah (peningkatan akses). menjamin kepastian bagi warga negara Indonesia mengenyam pendidikan dan menyesuaikan diri dengan tuntutan masyarakat. membuat anak-anak tetap bersekolah. dun ia usaha. Kemdiknas telah menetapkan sasaran strateg is. setara bagi warga negara Indonesia dalam memperoleh pendidikan berkualitas de ngan memperhatikan keberagaman latar belakang sosial-budaya. berkualitas/bermutu dan relevan dengan kebutuhan kehidupan bermasyarakat. diantaranya: Angka Partisipasi Sekolah (APS) kelompok usia 7-12 tahun mencapai 9 9. program BOS ini akan membantu dalam: 1. dalam hal ini melalui Kementerian Pendidikan Nasional akan berusaha keras untuk membuat semua anak Indonesia yang berusia 7-15 tahun mendapat pelayanan sekolah/madrasah yang bermutu dan relevan. Pemerintah Indo nesia. yaitu besarnya b iaya yang harus ditanggung oleh orang tua peserta didik. dan 3. dan dunia industri. Sedangkan bagi sekolah/madrasah. dan sebagainya. Bagi orang tua peserta didik. terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. tersedia secara merata di seluruh pelosok nusantara. dan 2. dan 5. Program BOS ini. Program BOS bukan lagi hanya berorientasi pada pengurangan bia .9% dan kelompok usia 13-15 tahun mencapai 96% pada tahun 2014. dunia usaha dan dunia industri. memberikan subsidi kebutuhan belanja sekolah/madrasah kepada semua SD/MI serta SMP/MTs (negeri dan swasta).

proses pembelajaran.ya pendidikan. Jika seb elum tahun 2010 penggunaan dana BOS hanya didasarkan kepada peruntukannya. Permendiknas Nomor 15 Tahun 2010 tentang Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Da sar di Kabupaten/Kota menetapkan 13 indikator yang harus dipenuhi di tingkat sekolah/ma drasah. tetapi juga berupaya meningkatkan kinerja sekolah/madrasah. Standar Pelayanan Minimal (SPM) a dalah sasaran antara untuk mencapai Standar Nasional Pendidikan (SNP) seperti yang dia manatkan 114 . sejak 2010 penggunaan dana BOS dikaitkan dengan jenis program yang didanainya. evaluasi pendidikan dan manajemen sekolah/madrasah. terkait dengan buku dan media pembelajaran. namun tidak ad a indikator tentang mutu lulusan dan pembiayaan. kurikulum dan rencana pembelajaran. Dengan menghubungkan penggunaan dana BOS dengan program sekolah/madrasah. maka bisa diketahui sejauhmana dana BOS digunakan untuk membiayai program-program yang memang dibutuhkan oleh sekolah/madrasah untuk meningkatkan kinerjanya.

dan mengelola sarana dan prasarana pendidikan dan sumberdaya lainnya secara lebih baik. keterbukaan dan akuntabilitas1 . DASAR HUKUM RKS/M dirumuskan berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku. sehingga dapat memenuhi tuntutan publik. Untuk itu. Sekolah/madrasah harus mampu menghasilkan lulusan yang memenuhi kompetensi untuk melanjutkan ke tingkat pendidikan yang lebih tinggi. program Wajib Bel ajar. maka yang dicakup dalam SPM h anyalah hal-hal minimal yang harus dipenuhi. melakukan perencanaan dengan baik dan teliti yang dituangkan dalam seb uah dokumen kunci yang bernama Rencana Kerja Sekolah/Madrasah (RKS/M). Undang-Unda ng Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pemenuhan SPM haruslah dijadikan acuan untuk penyusunan program. semua tindakan sekolah/madrasah harus bisa dipertang-gungjawabkan dan transparan agar sekolah/madrasah memperoleh kepercayaan (trust) dari semua pemangku kepentingan. Proses penyusunan yang melibatkan semua pemangku kepentingan. Melalui RKS/M diharapkan dana yang tersedia dapat dibelanjakan secara bijaksana. mengembangkan. baik dari jumlah maupun mutu. RKS/M yang akurat juga akan membantu sekolah/madrasah memenuhi tuntutan publik tentang perlunya partisipasi. akan membuat RKS/M dapat diakses oleh sem ua pihak dan dilaporkan kepada publik. Oleh sebab itu. Sekolah/madrasah juga harus bekerja sama d engan semua pemangku kepentingan untuk mewujudkan hal-hal tersebut di atas. analisis terhadap ketercapa ian SPM saja tidak cukup untuk membantu sekolah/madrasah dalam membuat perencanaan sekolah/ madrasah. termasuk meningkatkan manajemen di ruang kelas. Peraturan Pemerintah Nomor 66 . Sekolah/madrasah harus memp erbaiki proses pembelajaran. Sebagai ujung tombak pelaksanaan program pendidikan dasar ini. yaitu: Undang¬Und ang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. penerapan MBS.oleh UU Sisdiknas. Untuk mencapai hal tersebut. namun sekolah/madrasah juga harus memperhatikan hal-hal yang berhubungan dengan rencan a pengembangan sekolah/madrasah ke depan dan mutu lulusan. Sebagai sebuah standar minimal. Peraturan Pemerintah Nom or 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. B. sekolah/madrasah tidak ada pilihan selain berpikir s ebelum bertindak . pemenuhan SPM dan BOS harus ditanggapi secara positif sehingga penyelenggaraan program pendidikan dasar dapat benar-benar direalisasikan. Sekolah/mad rasah harus menyediakan.

transparansi.2014. Permendiknas No. Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidik an. 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan oleh Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. dan akuntabilitas publik. Permendiknas Nomor 15 Tahun 2010 tentang Standar Pelayanan Minimal . Pasal 53 ayat (1) dinyatakan bahwa setiap satuan pendidikan dikelola atas dasar rencana kerja tahunan yang merupakan penjabaran rinci dari rencana kerja jangka menengah satuan pendidikan yang meliputi masa 4 (empat) tahun. Lebih jauh. 20/2003. pada Lampiran Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) N omor 1 UU Sistem Pendidikan Nasional No. efisiensi.Tahun 2010 tentang Pedoman Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan. Pasal 48 (1): Pengelolaan dana pend idikan berdasarkan pada prinsip keadilan. 37 Tahun 2010 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Biaya Operasio nal Sekolah (BOS) Tahun Anggaran 2011 serta Rencana Strategis Kementerian Pendidikan Nasional 2010 . 115 . Permendik nas No.

namun sebagai acuan agar proses penyusunan RKS/M te rsebut menjadi lebih rasional. mencakup periode empat tahun. Penyusunan RKS/M merupakan suatu hal yang sangat penting. C. dan sas aran pengembangan sekolah/madrasah dapat dicapai. namun demi kian Pedoman ini juga dapat digunakan tanpa pendampingan dari fasilitator. adalah: 1. multi-sumber. RKS/M juga menjamin bahwa semua program dan kegiatan yang dilakukan untuk mengembangkan sekolah/madrasah sudah memperhitungkan harapan-harapan pemangku kepentingan dan kondisi nyata sekolah/ madrasah. Pedoman penyusunan RKS/M ini dirancang sebagai bagian dari kegiatan pelatihan Perencanaan dan Penganggaran Sekolah/Madrasah. Perlu diingat bahwa Pedoman ini bukanlah buku resep masakan yang ha rus diikuti langkah per langkah. 2. Untuk membantu sekolah/madrasah menyusun RKS/M. PRINSIP-PRINSIP Prinsip-prinsip Rencana Kerja Sekolah/Madrasah (RKS/M) yang baik. kewajiban. maka Kemdiknas menerbitkan Pedoman ini. pedoman kerja (kerangka acuan) dalam mengembangkan sekolah/madrasah. Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) yang menggambarkan tujuan yang akan dica pai dalam kurun waktu empat tahun yang berkaitan dengan mutu lulusan yang ingin dica pai dan perbaikan komponen yang mendukung peningkatan mutu lulusan. karena RKS/M dapat digunakan sebagai: 1. dasar untuk memonitor dan mengevaluasi pelaksanaan pengembangan sekolah/ madrasah. . Karena itu proses penyusunan RKS/M harus melibatkan semua pemangku kepentingan. Rencana Kerja Tahunan (RKT) yang dinyatakan dalam Rencana Kegiatan dan Anggar an Sekolah/Madrasah (RKAS/M) dilaksanakan berdasarkan Rencana Kerja Jangka Menengah . Sekolah/madrasah akan mendapat pendampingan dari fasilitator yang sekaligus bisa menjadi narasumber.19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan oleh Satuan Pendidikan Dasa r dan Menengah dinyatakan bahwa sekolah/madrasah wajib membuat: 1. objektif. Tujuan utama penyusunan RKS/M adalah agar sekolah/madrasah mengetahui secara rinci tindakan-tindakan yang harus dilakukan sehingga tujuan. multi-tahun. bahan acuan untuk mengidentifikasi dan mengajukan sumberdaya pendidikan yang diperlukan dalam pengembangan sekolah/madrasah. serta 3. 3. mengindikasikan jumlah dan sumber dana masing-masing program. dan dapat dipertanggung jawabkan. terpadu. 2. mencakup perencanaan keseluruhan program yang akan dilaksanakan oleh sekolah/madrasah. 2.

APBD Provinsi/Kabupaten/Kota. komite sekolah/madr asah dan dewan pendidik dengan melibatkan pemangku kepentingan lainnya. berbasis kinerja. adalah semua program/kegiatan memiliki indikator-indikator yang harus dicapai dengan jelas. 4.Misalnya dari BOS. 5. sumbangan dari masyarakat atau sumber dana lainnya. DAK. 116 . disusun secara partisipatif oleh kepala sekolah/madrasah.

mengintegrasikan pendidikan karakter bangsa ke dalam program dan kegiatan sek olah/ madrasah. pelaksanaannya dimonitor dan dievaluasi oleh komite sekolah/madrasah dan pema ngku kepentingan lainnya. 7. Menyusun RKT dan RKAS/M PENGESAHAN: 1. 8. Menyusun rencana anggaran sekolah/ madrasah 5. D. dan 9.6. adalah adanya kesetaraan antara laki-laki dan p erempuan dalam penyusunan program. Menyusun program. menunjukan daya tanggap sekolah/ madrasah terhadap kemungkinan terjadinya bencana. kegiatan dan indikator kinerja 4. dan (3) pengesahan. Alur proses penyusunan RKS/M tersebut dapat digambarkan sebagai berikut: PENYUSUNAN RKS/M: 1. dan sosialisasi RKS/M. sensitif terhadap isu jender. Penyetujuan oleh rapat dewan pendidik setelah . responsif terhadap keadaan bencana. yakni: (1) persiapan. ALUR DAN PROSES PENYUSUNAN RKS/M Proses penyusunan RKS/M dilakukan melalui tiga alur proses kegiatan. Menetapkan kondisi sekolah/madrasah yang diharapkan 3. Menetapkan kondisi sekolah/madrasah saat ini 2. (2) penyusunan RKS/M.

PERSIAPAN: 1. Alur Proses Penyusunan RKS/M Berikut ini adalah uraian singkat tentang Alur Penyusunan RKS/M. Pembekalan/ orientasi TPS/M Gambar 1. 2. pendekatan. Materi yang perlu didalami antara lain: peraturan dan perundang-undangan mengenai pendidikan (Standar Pelayanan Minimal Bidang Pendidkan dan/atau Standar Nasional Pendidikan ). pembelajaran aktif-kreatif-efe ktif 117 . Sosialisasi kepada pemangku kepentingan pendidikan. Persiapan Sebelum penyusunan RKS/M dilakukan. 1. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada suplemen tentang Pedoman Pembent ukan TPS/M. Pengesahan oleh pihak yang berwenang. TPS/M disarankan melakukan pendalaman/orientasi mengenai kebijakan-kebijakan pengembangan pendidikan dan penyusunan RKS/M. kebijakan peningkatan mutu da n perluasan kesempatan memperoleh pendidikan. prioritas pendidikan tingkat kabupat en/ kota. Dewan Pendidik (kepala sekolah/madrasah dan guru) bersama Komite Sekolah/Madrasah membentuk tim pengembang sekolah/ madrasah (TPS/M) yang tugas utamanya adalah menyusun RKS/M. Setelah terbentuk. kebijakan pendanaan pendidikan. Pembentukan TPS/M hendaknya dilakukan melalui proses demokratis dengan mengedepankan musyawarah mufakat. strategi dan met ode pembelajaran inovatif seperti pembelajaran aktif. 3. perlindungan anak. Pembentukan tim pengembang sekolah/madrasah (TPS/M) 2. manajemen berbasis sekolah/ madrasah (MBS/M).memperhatikan pertimbangan komite sekolah/madrasah.

dan menyenangkan (PAKEM). Proses Penyusunan RKS/M Penyusunan RKS/M terdiri dari 5 (lima) tahap. Kegiatan ini dapat dilakukan bersama-sama dalam kelompok kerja kepala sekolah (KKKS). 3) Merumuskan Tantangan (Utama/Prioritas) Sekolah/Madrasah. peran dan fungsi masing-masing pemangku ¬kepentingan dalam proses perencanaan. Menetapkan Program/Kegiatan Strategis. 2) Merumuskan Kegiatan. Tahap V: Merumuskan Rencana Kerja Tahunan Sekolah/Madrasah (RKTS/M) dan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah/Madrasah (RKAS/M). dan Jadwal Kegiatan. perencanaan pendidikan di sekolah/madrasah. . 2) Membandingkan Hasil Evaluasi Diri Sekolah/Madrasah dengan Acuan Standar Sekolah/Madrasah. 1) Merumuskan Rencana Kerja Tahunan (RKT) a. Selain itu juga dibahas penyusunan RKS/M. musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) serta pertemuan/rapat sekolah/madrasah yang dihadiri baik oleh Dewan Pendidik. b. Komite Sekolah/Madrasah maupun secara mandiri oleh anggota TPS/M. peranserta masyarakat dalam pendidikan. Tahap II: Menetapkan Kondisi Sekolah/Madrasah yang Diharapkan 1) Merumuskan Visi Sekolah/Madrasah 2) Merumuskan Misi Sekolah/Madrasah 3) Merumuskan Tujuan Sekolah/Madrasah 4) Merumuskan Sasaran dan Indikator Kinerja Tahap III: Menyusun Program dan Kegiatan 1) Merumuskan Program dan Menetapkan Penanggungjawab Program. kelompo k kerja guru (KKG). 2. c. yaitu: Tahap I: Menetapkan Kondisi Sekolah/Madrasah Saat Ini 1) Melakukan Evaluasi Diri Sekolah/Madrasah (EDS/M). Menetapkan Jadwal RKTS/M. Tahap IV: Merumuskan Rencana Anggaran Sekolah/Madrasah 1) Membuat Rencana Biaya Program 2) Membuat Rencana Pendanaan Program 3) Menyesuaikan Rencana Biaya dengan Sumber Pendanaan. indikator kegiatan. Menetapkan Kegiatan Rutin/Reguler.

3. yakni: 1) Penyetujuan RKS/M oleh rapat Dewan Pendidik setelah memperhatikan pertimbanga n dari Komite Sekolah/Madrasah. dan Sosialisasi RKS/M Terdiri dari 3 (tiga) langkah.2) Membuat Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS). 118 . Pengesahan.

atau oleh penyelenggara sekolah/madrasah (bagi sekolah/madrasa h swasta). 3) Sosialisasi kepada pemangku kepentingan sekolah/madrasah.2) Pengesahan berlakunya RKS/M oleh Dinas Pendidikan/Kantor kemenag (untuk sekol ah/ madrasah negeri). 119 .

120 .

Bagian 2 Bab II Menentukan Kondisi Sekolah/ Madrasah Saat Ini Dalam menentukan kondisi sekolah saat ini. yakni: 1. Melakukan evaluasi diri bi sa menggunakan berbagai alat evaluasi diri. sekolah/madrasah perlu melak ukan kegiatan yang disebut evaluasi diri sekolah/madrasah. Membandingkan Hasil Evaluasi Diri (Kondisi Nyata) Sekolah/Madrasah dengan Acu an Standar Sekolah/Madrasah. 2. MELAKUKAN EVALUASI DIRI SEKOLAH/MADRASAH Untuk menetapkan kondisi sekolah/madrasah saat ini. 3. misalnya dengan menggunakan instrumen 121 . Merumuskan Tantangan (Utama/Prioritas) Sekolah/Madrasah. A. Melakukan Evaluasi Diri Sekolah/Madrasah. ada dari 3 (tiga) hal yang harus dila kukan.

Pengembangan kurikulum/KTSP 3. Pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan 6. sehingga memiliki tolok ukur yang jelas dan bisa dija dikan dasar untuk mengembangkan sekolah/madrasah empat tahun mendatang dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. Sesuai dengan Petunjuk Teknis Penggunaan Dana BOS 2011. dan kebijakan pemerintah mengharuskan BOS menjadi sarana penti ng untuk meningkatkan akses dan mutu pendidikan dasar yang bermutu. Hal ini penting dilakukan karena dana BOS merupakan sumber utama bagi sekolah/madrasah untuk memenuhi biaya penyelenggaraa n sekolah/madrasah. bagian yang mengalami perbaikan atau peningkatan. Pengembangan pembelajaran 4. Budaya dan lingkungan sekolah/madrasah . Pengembangan kompetensi lulusan (bidang akademik dan non akademik) 2. Pengembangan sistem penilaian 5. Pembinaan kesiswaan/ekstrakurikuler 9. Dalam panduan ini. evaluasi diri sekolah/madrasah harus diis i dengan seksama dan seobjektif mungkin.evaluasi diri (EDS/M) yang dijelaskan dalam Bagian I buku ini. dan bagian yang mengalami penurunan. Tujuan melakukan evaluasi diri adalah untuk melihat gambaran yang jelas tentang situasi sekolah/madrasah saat ini. bagian yang tetap. Pengembangan sarana dan prasarana sekolah/madrasah 7. Informasi yang dihasilkan dari evaluasi diri sek olah/ madrasah juga berguna untuk membantu para pemangku kepentingan sekolah/madrasah dalam menyusun RKS/M dan RKT yang didasarkan pada kondisi nyata sekolah/madrasah . Dengan melakukan evaluasi diri akan menunjukkan kinerja sekolah/madrasah misalny a. program sekolah terdiri dari: 1. Alat evaluasi dir i hendaknya dirancang dengan mengacu kepada standar pelayanan minimal (SPM) dan atau standar nasional pendidikan (SNP). Karena itu. hasil evaluasi diri sekolah/madrasah yang mencakup 8 standar itu dikelompokkan sesuai dengan nama program sekolah/madrasah yang terdapat pada Permendiknas Nomor 37 Tahun 2010 Tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun Anggaran 2011. Pengembangan manajemen sekolah/madrasah 8.

Pertanyaan kunci yang perlu dijawab adalah: 1. Program 1: Pengembangan kompetensi lulusan (bidang akademik dan non akademik) Apakah sekolah/madrasah telah menghasilkan lulusan yang kompeten? Program ini dihadirkan untuk memberikan informasi apakah sekolah/madrasah telah memenuhi kewajibannya dalam memberikan layanan pendidikan dasar sehingga menghasilkan lulusan yang kompeten. Penanaman karakter (budi pekerti). Dalam pedoman ini akan dipaparkan kesepuluh program sekolah tersebut. Apakah peserta didik dapat mencapai target akademik yang diharapkan? 2. Apakah peserta didik dapat mengembangkan potensi penuh mereka sebagai anggota masyarakat? 122 .10.

Untuk mengetahui status penerapan KTSP. bagaimana pelaksanaannya. sekolah/madrasah akan tahu hal apa saja yang sudah diterapkan. Dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah i ni. Apakah pembelajaran dilaksanakan dengan menggunakan metode yang interaktif. termasuk penerapan proses pembelajaran yang aktif. sekolah/madrasah akan bisa menyimpulkan sejauh mana capaian sekolah/madrasah dalam upayanya untuk menghasilkan lulusan y ang berkompeten. Apakah RPP yang dirancang untuk mencapai pembelajaran sudah efektif dan sesua i dengan kebutuhan peserta didik? 3. Apakah sumber belajar dapat diperoleh dengan mudah dan digunakan secara tepat ? 4. menantang dan memotivasi peserta didik? 5. sekolah/madrasah perlu menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah i ni: 1. 1. Program 2: Pengembangan kurikulum/KTSP Bagaimana kurikulum/KTSP diterapkan di sekolah/madrasah? Program ini dihadirkan untuk memberikan informasi tentang sejauh mana sekolah/ madrasah telah menerapkan KTSP. sekolah/madrasah akan tahu bagaimana sekolah/madrasah merancang dan melaksanakan sistim penilaian. menyenangkan. efek tif dan menyenangkan (PAKEM).Dengan menjawab dua pertanyaan tersebut. kreatif. Apakah sekolah/madrasah menyediakan kebutuhan pengembangan pribadi peserta didik? Program 3: Pengembangan Pembelajaran Bagaimana sekolah/madrasah merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran? Dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini. Apakah silabus sudah sesuai/relevan dengan standar? 2. termasuk bagaimana sekolah/madrasah mengkomunikasikan sistim penilaian tersebut kepada pe serta . sekolah/madrasah akan tahu bagaimana para guru menyiapkan perencanaan proses pembelajaran. inspiratif. Apakah kurikulum sudah sesuai dan relevan? 2. kreatif. Apakah supervisi dan evaluasi proses pembelajaran dilaksanakan secara berkala dan berkelanjutan? Program 4: Pengembangan Sistim Penilaian Bagaimana sekolah/madrasah merencanakan dan melaksanakan sistim penilaian yang komprehensif? Dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini.

baik dalam bi dang akademik maupun nonakademik? 2. Apakah orang tua peserta didik terlibat dalam proses belajar anak mereka? Program 5: Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Apakah pendidik dan tenaga kependidikan telah memenuhi keperluan proses belajar 123 .didik dan orang tua? 1. Bagaimana sistem penilaian untuk menilai peserta didik disusun. Apakah penilaian berdampak pada proses belajar? 3.

Apakah kualifikasi pendidik dan tenaga kependidikan sudah memadai? 3. maka sekolah/madrasah perlu menjawab pertanyaan di bawah ini: 1. sekolah/madrasah perlu menjawab pertanyaan-pertan yaan di bawah ini: 1. sekolah/madrasah perlu menjawab pertanyaan di bawah ini: 1. Apakah sarana dan prasarana sekolah/madrasah sudah memadai? 2. Apakah pengumpulan dan penggunaan data handal dan valid? 5. Apakah dukungan dan kesempatan pengembangan profesi diberikan bagi para pendi dik dan tenaga kependidikan? 6. Apakah Rencana Pengembangan Sekolah/Madrasah atau Rencana Kerja Sekolah/ Madrasah berdampak terhadap peningkatan hasil belajar? 4. Apakah rencana kerja sekolah/madrasah mencantumkan tujuan yang jelas untuk program peningkatan dan perbaikan berkelanjutan yang tersosialisasikan dengan ba ik? 3. Apakah bangunan sekolah/madrasah dalam kondisi terpelihara dan baik? Program 7: Pengembangan Manajemen Sekolah/Madrasah Sejauhmana efektivitas manajemen sekolah/madrasah? Untuk mengetahui hal tersebut. Apakah masyarakat mengambil bagian dalam kehidupan sekolah/madrasah? Program 8: Pembinaan Kesiswaan/Ekstrakurikuler Apakah sekolah/madrasah telah memberikan layanan secara mencukupi kepada peserta didik sebagai penerima jasa (service user)? Program ini dihadirkan untuk memberikan informasi apakah sekolah/madrasah telah . Apakah kinerja pengelolaan sekolah/madrasah berdasarkan kerja tim dan kemitra an yang kuat dengan visi dan misi yang jelas dan diketahui oleh semua pihak? 2.mengajar di sekolah/madrasah? Untuk mengetahui apakah sumberdaya manusia sekolah/madrasah sudah memadai. Apakah jumlah pendidik dan tenaga kependidikan sudah memenuhi standar? 2. Apakah kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan sudah memadai? Program 6: Pengembangan Sarana Prasarana Sekolah/Madrasah Apakah sekolah/madrasah mempunyai sarana dan prasarana yang mencukupi untuk mendukung pembelajaran? Apakah fasilitas sekolah/madrasah memenuhi kebutuhan standar pelayanan minimal atau standar nasional pendidikan untuk pembelajaran? Untuk menjawab pertanyaan di atas.

Bantuan apa yang diberikan kepada peserta didik yang kurang mampu? 4. Bagaimana penanganan anak yang tinggal kelas dan drop-out? 3. Bantuan apa yang diberikan kepada peserta didik yang kurang siap belajar? 124 .memenuhi kewajibannya dalam memberikan layanan kepada peserta didik? Pertanyaan kunci yang perlu dijawab adalah: 1. Bagaimana pedoman penerimaan peserta didik? 2.

Membandingkan kondisi nyata/terkini sekolah/madrasah dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan/atau Standar Nasional Pendidikan (SNP). Bagaimana dukungan kepada anak dengan kebutuhan khusus. Bagaimana layanan konseling dilaksanakan di sekolah/madrasah? Program 9: Budaya dan Lingkungan Sekolah/Madrasah Bagaimana sekolah/madrasah menciptakan suasana. Pembandingan kondisi nyata sekolah/madrasah dengan SPM dan/atau SNP dimaksudkan untuk memudahkan sekolah/madrasah mengetahui apakah sekolah/madrasah masih belum memenuhi standar pelayanan minimal (SPM). maka sekolah/madrasah bisa mengetahui sejauhmana sekolah/madrasah telah mengupayakan pembangunan karakter. termasuk bakat dan mi nat? 6. Bagaimana nilai-nilai keagamaan dan pluralisme dilaksanakan? 3. Bagaimana peran sekolah/madrasah dalam pembinaan karakter dan budaya bangsa peserta didik? 2. Oleh karena itu. maka pengelolaan sekolah/madrasah pada dasarnya bertujuan untuk men capai SNP. Bagaimana keterlibatan pemangku kepentingan sekolah/madrasah dalam perencanaa n. Untuk mencapai SNP. budaya bangsa dan sifat kewirausahaan para peserta didik dan hasilnya. data dan informasi yang dikumpulkan mel alui instrumen EDS/M perlu disimpulkan. dan evaluasi program tersebut? Program 10: Penanaman Karakter (Budi Pekerti) Apakah sekolah/madrasah sudah memfasilitasi peserta didik dalam membangun karakt er. pelaksanaan. MEMBANDINGKAN HASIL EVALUASI DIRI SEKOLAH/MADRASAH DENGAN ACUAN STANDAR SEKOLAH/MADRASAH Apabila kita mencermati aturan dan perundangan yang terkait dengan pengelolan sa tuan pendidikan2. iklim. dan lingkungan pendidikan yang kondusif bagi warga sekolah/madrasah untuk melaksanakan pembelajaran? 1. Penyimpulan dilakukan dengan dua cara: 1. membangun budaya bangsa dan mengembangkan semangat kewirausahaan peserta didiknya? Dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini. maka sekolah/madrasah harus mencapai SPM terlebih dahul u.5. Program budaya lingkungan apa saja yang ada di sekolah/madrasah? 2. 1. sudah memenuhi SNP. dalam penyusunan RKS/M. atau bahkan sudah mencapai Standar Bertaraf Internasional (SBI). Bagaimana peran sekolah/madrasah dalam pembinaan kewirausahaan peserta didik? B. Bagaimana peran sekolah/madrasah dalam membina kejujuran peserta didik? 4. sudah memenuhi SPM. .

2 UU No. ditingkatkan atau dipertahankan. Dalam hal ini. Permendiknas No. 66 Tahun 2010 tentang Revisi PP No. 17 Tahun 2010. kesimpulan dinyatakan dalam kali mat pernyataan yang spesifik (mencantumkan data). PP No.2. Permendikn as No.63 Tahun 2009 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidi kan. fokus (menunjukkan indikator). Dengan melihat data hasil EDS/M yang masih perlu mendapat perhatian untuk dip erbaiki. PP No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. PP No. 65 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal.19 Tahun 2005 te ntang Standar Pengelolaan Pendidikan. Permendiknas No. den gan tidak mencantumkan alasan/harapan. 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan. 15 Tahun 2010 tentang Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar 125 . 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan. PP No.

tantangan utama sekolah/madrasah diklarifikasi dengan melakukan pembandingan nilai/skor sekolah/madrasah hasil EDS/M dengan SPM dan/atau SNP. maka perlu dirumuskan mata pelajara n mana .Dengan demikian pemangku kepentingan sekolah/madrasah mendapatkan gambaran bagaimana kondisi nyata sekolah/madrasah saat ini bila dibandingkan dengan SPM d an/ atau SNP. 2. dan hal-hal yang masih perlu dikembangkan sehingga sekolah/madrasah da pat memberikan layanan yang semakin baik kepada peserta didik. dan di kelas mana saja. Sekolah/madr asah dianjurkan untuk menangani bagian-bagian yang belum mencapai SPM. Apabila berkaitan dengan nilai mata pelajaran. Setelah SPM dan SNP tercapai. Sehubungan dengan penyusunan RKS/M maka kondisi yang diharapkan bisa menggunakan acuan standar pelayanan mini mal (SPM) dan/atau standar nasional pendidikan (SNP). Kesimpulan-kesimpulan ini digunakan oleh sekolah/madrasah un tuk menentukan prioritas apa saja yang mendesak untuk segera ditangani. baru kemudian sekolah/madrasah menangani bagian-bagian yang belum mencapai SNP supaya bisa mencapai SNP. maka perlu dirumuskan besaran tantangan. C. Secara teknis. dalam pedoman ini digunakan indikator lain yang dianggap setingkat dengan SPM. Tantangan sekolah/madrasah sebaiknya dirumuskan secara spesifik. SPM di tingkat sekolah/ madrasah hanya mencakup 13 indikator. untuk membantu sekolah/mad rasah menentukan tantangan. Apabila berkaitan dengan guru. maka perlu dirumuskan guru di kelas mana saja. dibagian mana sekolah/madrasah sudah mencapai SNP dan dibagian mana sekolah/madrasah sudah berada di atas SNP. yaitu tingkatan di atas SNP. Ha sil pembandingan tersebut akan menunjukkan dibagian mana sekolah/madrasah masih bera da di bawah SPM. Apabila berkaitan dengan buku/bahan ajar. Seperti tercantum pada Permendiknas Nomor 15 Tahun 2010. 3. Berkaitan dengan perumusan tantangan. Oleh sebab itu. sekolah/madrasah bisa memikirkan cap aian yang lebih tinggi. artinya rumusan tantangan harus menunjukkan: 1. dibagian mana sekolah/madrasah sudah berada di atas SPM. apakah semua guru mata pelajaran atau satu mata pelajaran saja. MERUMUSKAN TANTANGAN (UTAMA/PRIORITAS) SEKOLAH/MADRASAH Tantangan sekolah/madrasah merupakan kesenjangan kondisi nyata sekolah/madrasah sebagai hasil EDS/M dengan kondisi yang diharapkan. dan seterusnya. yaitu indikator-indikator yang membantu sekolah/madrasah u ntuk mengetahui bagian-bagian yang capaiannya/kondisinya masih sangat rendah. yang perlu diperhatikan adalah bagaimana tantangan tersebut dapat diwujudkan berdasarkan indikator SPM dan/atau SNP yang perlu dicapai.

buku pegangan peserta didik atau guru. untuk kelas mana saja dan seterusnya. buku referensi. Tabel berikut ini menunjukkan contoh bagaimana menetapkan kondisi sekolah/madras ah saat ini. 126 . buku teks. dan tantangan sekolah/madrasah.saja atau semua mata pelajaran. standar acuan sekolah/madrasah.

Contoh Dalam Menetapkan Kondisi Sekolah/Madrasah Saat Ini. Standar Acua n Sekolah/Madrasah dan Tantangan Sekolah/Madrasah 127 .Tabel 2.

128 .

yakni: 1.Bagian 2 Bab III Menentukan Kondisi Sekolah/ Madrasah yang Diharapkan Dalam menentukan kondisi sekolah yang diharapkan. Merumuskan sasaran dan indikator kinerja. MERUMUSKAN VISI SEKOLAH/MADRASAH Visi adalah imajinasi moral yang menggambarkan keadaan sekolah/madrasah yang dii nginkan 129 . A. Merumuskan visi sekolah/madrasah 2. Merumuskan tujuan sekolah/madrasah 4. Merumuskan misi sekolah/madrasah 3. ada dari 4 (empat) langkah yan g harus dilakukan oleh sekolah/madrasah.

di masa datang. Perkembangan IPTEK. 2. 3. Diputuskan oleh rapat dewan pendidik yang dipimpin oleh kepala sekolah/madras ah dengan memperhatikan masukan komite sekolah/madrasah. Disosialisasikan kepada warga sekolah/madrasah dan segenap pihak yang berkepe ntingan. Artinya visi suatu sekol ah/ madrasah harus mengacu kepada kondisi lingkungan sekolah/madrasah dan daerah. Mengacu kepada landasan filosofis bangsa. Visi sekolah/madrasah dikembangkan sesuai dengan keinginan atau citacita sekolah/madrasah dengan tetap berkepribadian Indonesia. na mun juga harus bermuatan nasionalisme. Hal ini untuk menghindari terjadinya kekeliru an bahwa sekolah/madrasah bebas menentukan visinya dan tidak terkait dengan kebijakan pihak lain. Di samping itu. motivasi. . Perkembangan era global. Dalam lampiran Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 dijelaskan bahwa visi: 1. 6. Memiliki indikator pengembangan prestasi akademik dan non akademik. yang bersifat baku dan te lah menjadi pegangan hidup bangsa Indonesia. Dijadikan sebagai cita-cita bersama warga sekolah/madrasah dan segenap pihak yang berkepentingan pada masa yang akan datang. Dirumuskan berdasar masukan dari berbagai warga sekolah/madrasah dan pihak-pi hak yang berkepentingan selaras dengan visi institusi di atasnya serta visi pendidik an nasional. 3. nasionalisme. 5. visi sekolah/madrasah juga harus mempertimbangkan kondisi nyata sekolah/madrasah serta potensi yang dimiliki sekolah/madrasah dan harapan masyar akat sekolah/madrasah. budaya nasional Indonesia. 5. 2. 4. Ditinjau dan dirumuskan kembali secara berkala sesuai dengan perkembangan dan tantangan di masyarakat. Artinya jenis dan mutu layanan pendidikan seperti apa yang dih arapkan oleh orang tua dan masyarakat sekolah/madrasah untuk mewujudkan harapan tersebut . Berkepribadian. dll. 4. UUD. 1. dan kekuatan pada warga sekolah/madrasa h dan segenap pihak yang berkepentingan. Mampu memberikan inspirasi. Dalam perumusan visi sekolah/madrasah perlu memperhatikan rambu-rambu berikut.

Dilandasi oleh keimanan dan ketakwaan. 8. kewajiban. Rumusan misi selalu dalam bentuk kalimat yang menunjukkan tindakan d an 130 . Jadi misi merupakan penja baran visi dalam bentuk rumusan tugas. sekolah/madrasah. Dengan kata lain. 7. Menggambarkan harapan masa datang. MERUMUSKAN MISI SEKOLAH/MADRASAH Misi adalah tindakan atau upaya untuk mewujudkan visi. misi adalah bentuk lay anan untuk memenuhi tuntutan sekolah/madrasah yang dituangkan dalam visi dengan berba gai indikatornya.6. dan rancangan tindakan yang dijadika n arahan untuk mewujudkan visi sekolah/madrasah. Belum operasional. visi yayasan. 9. Sesuai konteks daerah. Contoh rumusan visi sekolah/madrasah: Terwujudnya lulusan yang berkualitas. kompetitif dan berakhlaq mulia B.

Dirumuskan berdasarkan masukan dari segenap pihak yang berkepentingan termasu k komite sekolah/madrasah dan diputuskan oleh rapat dewan pendidik yang dipimpin o leh kepala sekolah/madrasah. Dalam lampiran Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 dijelaskan bahwa tujuan sekolah/ madrasah: 1. Menjadi dasar program pokok sekolah/madrasah. 2. 6.bukan kalimat yang menunjukkan keadaan sebagaimana pada rumusan visi. misi. 2. 3. Ditinjau dan dirumuskan kembali secara berkala sesuai dengan perkembangan dan tantangan di masyarakat. Memberikan arah dalam mewujudkan visi sekolah/madrasah sesuai dengan tujuan Pendidikan nasional. Dengan demikian. bakat dan minat C. tujuan sekolah/ madrasa h pada dasarnya adalah langkah untuk mewujudkan visi sekolah/madrasah yang telah dicana ngkan. Memuat pernyataan umum dan khusus yang berkaitan dengan program sekolah/ madrasah. Disosialisasikan kepada warga sekolah/madrasah dan segenap pihak yang berkepe ntingan. 8. Mengacu pada visi. Menggambarkan tingkat kualitas yang perlu dicapai dalam jangka menengah (empa t tahunan). Contoh rumusan misi sekolah/madrasah: Penyelenggaraan pendidikan yang memberi kesempatan luas pada peserta didik untuk mengembangkan kemampuan. Dalam lampiran Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 dijelaskan bahwa misi sekolah/ madrasah: 1. 5. 4. 9. Memberikan keluwesan dan ruang gerak pengembangan kegiatan satuan-satuan unit sekolah/madrasah yang terlibat. Menekankan pada kualitas layanan peserta didik dan mutu lulusan yang diharapk an oleh sekolah/madrasah. MENENTUKAN TUJUAN SEKOLAH/MADRASAH Langkah berikutnya setelah visi dan misi dirumuskan adalah merumuskan tujuan sek olah/ madrasah selama empat tahun ke depan menuju standar pelayanan minimal (SPM) dan atau standar nasional pendidikan (SNP). dan tujuan pendidikan nasional serta relevan dengan . Merupakan tujuan yang akan dicapai dalam kurun waktu tertentu. 7.

3. Mengakomodasi masukan dari berbagai pihak yang berkepentingan termasuk komite sekolah/madrasah dan diputuskan oleh rapat dewan pendidik yang dipimpin oleh kep ala sekolah/madrasah. 5. Disosialisasikan kepada warga sekolah/madrasah dan segenap pihak yang berkepe ntingan. 4.kebutuhan masyarakat. Mengacu pada standar kompetensi lulusan yang sudah ditetapkan oleh sekolah/ m adrasah dan Pemerintah. 131 .

Keterlibatan pemangku kepentingan dalam penyusunan RKS/M harus diupaya kan dari sejak awal. tetapi juga pengguna layanan (service user).Dalam menentukan tujuan. Contoh rumusan tujuan sekolah/madrasah: Meningkatkan prestasi akademik peserta didik D. . maka keterlibatan mereka dalam pelaksanaan pr ogramprogram kerja sekolah/madrasah juga akan meningkat. serta memperkuat kapasitas sekolah/madrasah dalam kolaborasi yang dibangun atas dasar kepercayaan. Mengacu kepada standar pelayanan minimal (SPM) (Permendiknas No. MENENTUKAN SASARAN DAN INDIKATOR KINERJA Sasaran adalah tantangan utama yang akan dicapai sekolah/madrasah dalam waktu em pat tahun ke depan. diperbaiki atau dicapai dalam empa t tahun ke depan. termasuk memperkuat kapasitas sekolah/madrasah dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan menyampaikan pengetahuan tersebut kepada peserta didik. 19/2005).15/2010). Mencakup bukan hanya harapan penyedia layanan (service provider). sekolah/madrasah sebaiknya merumuskan secara bersama dengan para pemangku kepentingan. 4. 3. Hal ini penting karena keterlibatan secara akt if dari semua pemangku kepentingan adalah salah satu kunci keberhasilan sebuah sekolah/ madrasah. 2. Dirumuskan berdasarkan hasil evaluasi diri terhadap kondisi nyata sekolah/mad rasah saat ini. Mengacu pada visi dan misi serta tujuan yang sudah dimiliki oleh sekolah/madr asah. dan / atau standar nasional pendidikan (SNP) (PP No. Pertanyaan kunci yang harus dijawab dalam menetapkan tujuan adalah: Seperti apa seharusnya sekolah/madrasah ini empat tahun mendatang? Atau hal-hal apa saja yan g dianggap penting oleh pemangku kepentingan dan yang menjadi perhatian mereka dal am kinerja sekolah/madrasah? Dalam menetapkan tujuan sekolah/madrasah hendaknya: 1. bagian mana yang akan ditingkatkan. Berorientasi pada peningkatan/perbaikan sekolah/madrasah (school improvement) . Jika pemangku kepentingan terlibat dalam proses penyusunan renc ana kerja sekolah/madrasah sejak awal. 5. Penetapan sasaran sekolah/madrasah ini bertujuan untuk dijadikan pedoman dalam penyusunan program dan kegiatan yang akan dilakukan dalam waktu tertentu guna merealisasikan alternatif pemecahan tantangan yang telah dirumuska n.

Relevant (relevan): berkaitan dengan kepentingan peserta didik dan pemangku kepentingan sekolah/madrasah 5. Measurable (terukur): secara jelas menggambarkan ukuran sasaran 3. Achievable (dapat dicapai): realistis. 4. dalam arti memungkinkan untuk dicapai. Specific: secara jelas mengidentifikasikan apa yang harus dicapai. harus memperhatikan 5 hal. yakni: 1. 2.Penentuan sasaran yang baik. yang dapat disingkat SMA RT. Time bound (berjangka waktu): tercapai dalam jangka waktu tertentu 132 .

operasional.00) Indikator kinerja adalah ukuran yang digunakan untuk menilai berhasil atau tidak nya suatu kegiatan yang telah dilakukan untuk mencapai sasaran. Contoh rumusan indikator kinerja: Tahun 2014 rata-rata nilai UASBN/UN sebesar 7. maka sasaran tersebut dapat dikatakan berhasil. sebaliknya apabila indi kator kinerja belum dapat dicapai. dan Indikator Kinerja Kondisi Nyata Sekolah/Madrasah Prestasi UASBN/UN berpredikat cukup (6.10) 133 . Misi.00 berpredikat memuaskan Tabel 3. Contoh Rumusan Visi. Tujuan. yang penting dapat diukur dan dirumuskan secara spesifik. Indikator kinerja dapat bersifat kuantitatif atau kualitatif. Apabila indikator kinerja telah dapat dicapai. maka sasaran dapat dikatakan belum dapat dicapai.Contoh rumusan sasaran: Pada tahun 2014 prestasi UASBN/UN berpredikat memuaskan (7. Indikator harus ditentukan agar kegiatan yang ditetapkan dapat diukur keberhasilannya dalam menc apai sasaran. Sasaran. dan dalam bentuk kalimat pernyataan.

134 .

Oleh sebab itu. program yang dicanangkan ole h sekolah/madrasah tergantung pada sasaran yang telah ditetapkan oleh sekolah/ mad rasah itu sendiri. Untuk mencapai satu sasaran. dan Jadwal Kegiatan A. Menentukan Kegiatan. Sesuai dengan yang terdapat pada Buku Petunjuk Teknis Penggunaan Da na BOS Tahun Anggaran 2011. bisa d engan melalui satu atau beberapa program. indikator kegiatan.Bagian 2 Bab IV Menyusun Program dan Kegiatan Dalam menyusun program dan kegiatan. yakni : 1. program sekolah terdiri dari: 135 . ada dua langkah yang harus dilakukan. MERUMUSKAN PROGRAM DAN MENETAPKAN PENANGGUNG JAWAB PROGRAM Program adalah upaya untuk mencapai sasaran. Merumuskan Program dan Menetapkan Penanggungjawab Program 2.

misalnya komite sekolah/madrasah atau warga masyarakat yang lebih luas. B. Kegiatan yang bai k adalah yang mengarah pada pencapaian tantangan yang telah dirumuskan. MERUMUSKAN KEGIATAN DAN JADWAL KEGIATAN Kegiatan adalah tindakan-tindakan yang akan dilakukan di dalam program. Pengembangan pembelajaran 4. indicat or kegiatan dan penjadwalannya. Pengembangan kompetensi lulusan 2. kegiatan. Jadwal adalah alokasi waktu suatu program dan kegiatan tertentu yang akan dilaks anakan. Budaya dan lingkungan sekolah/madrasah 10. Tujuan penyusunan jadwal kegiatan ini adalah untuk mempermudah pelaksana dalam menentukan urutan kegiatan dan mengatur penggunaan sumberdaya dan dana yang dimi liki sekolah/madrasah sehingga alur kegiatan dan keuangan sekolah/ madrasah dapat dik ontrol lebih efektif. Pengembangan sistem penilaian 5. Kegiatan dirumuskan sebagai tindakan dalam memenuhi atau menjawab tantangan yang telah ditetapkan. Tabel berikut adalah contoh program. Pembinaan kesiswaan/ekstrakurikuler 9. atau bisa juga perorangan. Pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan 6. Pengembangan kurikulum/KTSP 3. Pengembangan sarana dan prasarana sekolah/madrasah 7. Pengembangan manajemen sekolah/madrasah 8. misalnya guru kelas 3 atau kepala sekolah/m adrasah. misalnya komite sekolah/ madrasah. Penanaman karakter (budi pekerti). Agar pel aksanaan program lebih terkoordinasikan dengan baik. 136 . maka perlu ditentukan penanggung jaw ab program. sebagai hasil dari evaluasi diri sekolah/madrasah.1. penanggung jawab program. Program bisa dilaksanakan oleh pihak sekolah/madrasah maupun melibatkan pihak la in. dan dapat diperki rakan biaya atau anggarannya. Penanggung jawab program bisa berupa suatu unit kerja.

Penanggungjawab dan Jadwal Kegiatan Sasaran: Pada 2014 prestasi UASBN/UN berpredikat memuaskan (7.0) 137 . Kegiatan. Contoh Program.Tabel 4.

138 .

Bagian 2 Bab V Perumusan Rencana Anggaran Sekolah/Madrasah Setelah program. Menyelaraskan rencana biaya dengan sumber pendanaan sekolah/madrasah. MEMBUAT RENCANA BIAYA SEKOLAH/MADRASAH SSetelah program dan rincian kegiatan dirumuskan. Membuat rencana biaya sekolah/madrasah 2. tahap selanjutnya adalah menyusun Rencana Anggaran Jangka Menengah Sekolah/ Madrasah u ntuk melaksanakan program dan kegiatan tersebut. kegiatan dan jadwal kegiatan dirumuska n. penanggungjawab program. Pada tahap ini ada 3 (tiga) langkah yang harus dilakukan: 1. Membuat rencana pendanaan sekolah/madrasah 3. A. maka sekolah/madrasah harus me mbuat 139 .

b. Hal ini dilakukan untuk mengetahui berapa biaya yang diperlukan untuk melaksanakan program/kegiatan tersebut. Misalnya untuk kegiatan mengirimkan pendidik mengikuti suatu pelatihan. Setelah keduanya dihitung. Menghitung biaya program. Dengan daftar ini. 3 Dalam buku MBS daftar ini disebut Analisis Biaya. 2. Menghitung biaya atau harga satuan. yaitu mengalikan jumlah satuan dengan harga satuan. 1. maka kita harus membuat analisis harga satuan per orang se hingga harga satuan tersebut perlu ditentukan/dihitung berdasarkan biaya pelatihan deng an menggunakan jumlah orang sebagai dasar. Mendapatkan dan menghitung biaya satuan3 dari semua kegiatan yang telah ditet apkan. kita menggunakan harga sekarang. setiap biaya kegiatan dapat dihitung l angsung dengan mengalikan jumlah satuan program dan kegiatan tersebut dengan biaya satua n dalam Daftar Biaya Satuan . Berikut adalah contoh menghitung biaya sat uan kegiatan pelatihan PAKEM bagi 6 orang guru Bahasa Indonesia Tabel 5. TPS/M perlu memiliki Daftar Biaya Satuan yang diterbitkan oleh Pemerintah Daerah setempat (Peraturan Bupati/Walikota tentang I ndeks Harga Kabupaten/Kota).rencana biaya program dan kegiatan tersebut. Dalam menghitung biaya atau harga satuan ini. Menghitung rencana biaya. Menghitung Rencana Biaya Rencana Biaya adalah Rencana Kebutuhan Dana yang diperlukan untuk pelaksanaan program dan kegiatan yang telah dirumuskan serta biaya operasionalnya. Contoh Daftar Biaya Satuan Keterangan: kegiatan dilakukan di gugus diikuti 6 orang guru. Mendapatkan dan Menghitung Biaya Satuan Sebelum menghitung Rencana Biaya. 2. maka yan g perlu diperhatikan adalah: Satuan apa yang dipakai untuk menentukan biaya satuan ? Apabila jumlah orang. dan dari mana dana tersebut diperoleh? Berikut ini adalah cara menyusun rencana biaya: 1. . Biaya Satuan dapat dihitung dengan cara: a. dan apakah s ekolah/ madrasah cukup memiliki dana. Menentukan jenis satuan dan jumlah satuan standar. Kebutuhan dana ini dihitung tahunan untuk empat tahun ke depan.

140 .

Apakah sekolah/madrasah memiliki cukup dana untuk membiayai seluruh program/kegiatan tersebut. Contoh Rencana Biaya Program Strategis 141 . dan dari mana sumber dana tersebut diperoleh? Tabel berikut merupakan contoh menghitung rencana biaya Program/Kegiatan.tambahkan untuk mendapatkan total rencana biaya yang dibutuhkan selama empat tahun mendatang. Tabel 6. Hal ini dilakukan untuk mengetahui berapa biaya yang diperlukan untuk melaksanak an program tersebut.

Tidak ada aturan mengenai berapa dan bagaimana mendapatkan alokasi dana dari don atur.Keterangan : Untuk tahun kedua dan seterusnya harga satuan ditambahkan dengan ni lai inflasi 10%. belum dapat dipastikan. bagi sekolah/madrasah yang terpilih. Donatur (perusahaan/industri. Berikut adalah con toh tingkat kepastian perolehan dana sekolah/madrasah: 1. Semuanya tergantung pada prakarsa sekolah/madrasah dan komite sekolah/ madrasah. Bantuan Operasional Sekolah/Madrasah (BOS). APBD Provinsi/Kabupaten/Kota. 2. 3. MEMBUAT RENCANA PENDANAAN SEKOLAH/MADRASAH Rencana pendanaan adalah rencana sumber pendapatan sekolah/madrasah yang sesuai dengan kebutuhan dan urutan tingkat kepastian perolehan dana. 5. yang sudah dianggarkan dan diteta pkan. yang berbeda-beda untuk setiap daerah. tentu saja aliran dana ke sekolah/ madrasah akan lebih besar kemungkinannya daripada sekolah/madrasah yang tidak mempunyai asosiasi alu mni. Dengan cara ini. B. Banyak sekolah/madrasah yang mendirikan asosiasi alumni sebagai salah satu upaya penggalangan dana. 4. Dana Alokasi Khusus (DAK). Tabel berikut adalah contoh rencana pendapatan sekolah/madrasah 142 .). Sumbangan masyarakat. dsb. alumni. belum dapat dipastikan.

dan Pendanaan. 143 . MENYESUAIKAN RENCANA BIAYA DENGAN SUMBER PENDANAAN 2014 Sebelum menyesuaikan rencana biaya dan sumber pendanaan.Tabel 7. Rencana Biaya . karena biasanya masing-masing pemberi dana mempunyai aturan mainnya sendiri. Dengan selesainya langkah ini. Langkah berikutnya adalah menyesuaikan Rencana Biaya dengan Sumber Pendanaan. Contoh Rencana Pendapatan Sekolah/Madrasah Tahun 2010 C. Aturan penggunaan tertulis yang sudah tersedia adalah program BOS. Program. maka Tim Pengembang Sekolah/madrasah perlu mempelajari terlebih dahulu aturan penggunaan sumber pendanaan. Kegiatan. Aturan dari sumberdana lain diatur dan dipertanggungjawabkan sesuai dengan aturan pemberi dana. yaitu: Sasaran. maka RKS/M telah selesai karena sekolah/madrasah sudah mempunyai rencana yang lengkap. Atur an tertuju pada pengeluaran-pengeluaran yang tidak boleh dan boleh dibiayai dengan dana BOS.

Contoh Rencana Biaya dan Sumber Pendanaan Tahun 2010 144 2014 .Tabel 8.

dan 2. Dengan kata lain. Menetapkan Rencana Kerja Tahunan.Bagian 2 Bab VI Perumusan RKT dan RKAS/M Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 19 Tahun 2007 tentang St andar Pengelolaan Pendidikan oleh Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. sekolah/madrasah tidak dapat disebut memiliki RKS/M jika hanya memiliki RKJM dan belum menyusun RKT karena RKT merupa kan bagian (tidak terpisahkan) dan bentuk pelaksanaan dari RKJM. Tahap V ini terdiri dari 2 (dua) langkah. Menyusun Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah/Madrasah (Format BOS K-1A dan BOS K-1) 145 . yakni: 1. sekolah/madras ah harus membuat Rencana Kerja Sekolah/Madrasah yang terdiri dari Rencana Kerja Jangka Me nengah (RKJM) dan Rencana Kerja Tahunan (RKT). Penyusunan RKT haru s dilakukan oleh sekolah/madrasah di setiap tahun.

dokumen RKJM memuat perencanaan strategis yang akan dicapai dalam jangka empat tahun oleh sekolah/ madrasah. dengan masa implementasi setahun. ada tiga hal yang harus dilakukan. Misalnya. Contoh Program dan Indikator Program/Kegiatan Strategis Tahun 2010/2011 Indikator Program 6 orang guru bahasa Indonesia telah dilatih PAKEM Dst Rasio buku berbanding murid untuk mata pelajaran Matematika 1 : 1 dst Penanggung- . Sedangkan Rencana Kerja Tahunan (RKT) disusun setiap tahun oleh sekolah/madrasah berdasarkan RKJM. Menetapkan Program/Kegiatan Strategis.50 b. Berikut adalah langkah-langkah dalam menyusun program/kegiatan strategis: a. indikator keberhasilan program. Seperti contoh tabel di bawah ini: Tabel 9. Jadi. yaitu : 1. sedangkan dokumen RKT memuat bukan hanya program/kegiatan strategis tetapi juga kegiatan rutin sekolah/madrasah.00) . Menetapkan Kegiatan Kegiatan Rutin/Reguler. sasaran dalam RKS/M (RKJM) Pada 2014 prestasi UASBN berpredikat memuaskan (7. Menetapkan sasaran yang akan dicapai dalam satu tahun berdasarkan sasaran yan g telah ditetapkan dalam RKS/M (RKJM). 2. Untuk menetapkan indikator keberhasilan program harus disesuaikan dengan sasaran yang akan dicapai dalam satu tahun. Menetapkan Jadwal Rencana Kerja Tahunan. 1. Menetapkan program. RKJM disusun empat tahun sekali karena itu program ini memiliki periode pelaksanaan 4 tahun. 3. kegiatan dan penanggungja wab program/kegiatan harus merujuk pada program yang ada dalam RKJM. Sasaran dalam program/ kegiatan tahunan bisa Pada 2011 rata-rata nilai UASBN/UN 6. Menetapkan Program/Kegiatan Strategis Seperti telah dijelaskan di atas bahwa RKS/M adalah dokumen satuan pendidikan ya ng memuat Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) dan Rencana Kerja Tahunan.A. MENETAPKAN RENCANA KERJA TAHUNAN (RKT) Dalam menetapkan Rencana Kerja Tahunan.

Dst 1. Pada 2011 rata-rata nilai UASBN/ UN 6.5 2.jawab Kepala sekolah/ madrasah Dst Guru Kelas III dan Komite Sekolah/ Madrasah dst Kegiatan 1. Pengadaan buku mapel matematika dst Program Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pengembangan Sarana Prasarana Sekolah/Madrasah dst Sasaran 1. Pelatihan PAKEM bagi 6 guru Bahasa Indonesia II. Pada 2011 rasio buku: murid untuk mapel Matematika sebesar 1:1 dst .

146 .

kegiatan untuk memenuh i kebutuhan daya dan jasa. Contoh Kegiatan Rutin/Reguler 147 . Tabel 10. dan sebagainya. Menetapkan Kegiatan Rutin/Reguler Kegiatan rutin adalah kegiatan yang secara regular selalu dilakukan sekolah/madr asah berdasarkan kebutuhan tahunan. Dalam hal ini termasuk kegiatan untuk mempertahan kan kelulusan 100 persen atau prestasi tertentu yang telah diperoleh sekolah/madrasa h selama beberapa tahun terakhir (setidaknya tiga tahun terakhir).2.

Menetapkan Jadwal Rencana Kerja Tahunan Sekolah/Madrasah Sekolah/madrasah perlu menyusun jadwal RKT untuk mengetahui beban kegiatan sekol ah/ madrasah. sumberdaya yang ada. yakni dimulai bulan ke-7 (Juli). jadwal disusun berdasarkan kalender ak ademik yang berlaku. Dalam RKT. serta kegiatan monitoring pelaksanaan program/keg iatan dalam jangka waktu satu tahun.3. 148 .

Berikut adalah penjelasan masing-masing langkah: 149 . MENYUSUN RENCANA KEGIATAN DAN ANGGARAN SEKOLAH/MADRASAH Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah/Madrasah (RKAS/M) adalah rencana biaya dan pendanaan program/kegiatan secara rinci untuk satu tahun anggaran baik bersifat strategis maupun rutin/reguler. Format RKAS/M adalah format yang dipergunakan dalam Pandua n BOS 2011. 2.Tabel 11. Program dan kegiatan juga ada yang bersifat strategis (yang di dalam Permendikna s No. Pendanaan yang dicantumkan di RKAS/M hanya mencakup pengeluaran dalam bentuk uang yang akan diterima dan dikel ola oleh sekolah/madrasah. Penyusunan RKAS/M terdiri dari 3 (tiga) langkah: 1. khususnya untuk satu tahun anggaran yang akan datang. Menghitung Rencana Biaya dan Sumber Pendanaan Program dan Kegiatan Rutin/ Reg uler. tidak hanya mencakup BOS Pusat tetapi juga sumber dana lain seperti BOS Provinsi .37/2010 disebut Non-program Sekolah).37/2010 disebut Program Sekolah) dan ada yang bersifat rutin/regular (yang da lam Permendiknas No. Format BOS K-1 ini adalah format mu ltisumber. 3. RKAS/M mencakup semua biaya pendanaan dan anggaran tahunan. BOS Kabupaten/Kota. DAK. Menyusun Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah/Madrasah (BOS K-1A dan BOS K-1 ). RKAS/M merupakan dokumen anggaran sekolah/madrasah resmi yang disetujui oleh kepala sekolah/ madrasah ser ta disahkan oleh Dinas Pendidikan untuk sekolah negeri dan penyelenggara pendidikan (yayasan) untuk sekolah/madrasah swasta. Menghitung Biaya Rutin/Reguler. RKAS/M dibuat untuk satu tahun pelajaran yang terdiri atas pendapatan dan belanj a (pengeluaran). dan lain-lain. yaitu format BOS K-1 dan BOS K-1A. Contoh Jadwal Rencana Kerja Tahun 2010/2011 B.

c. b. Berikut ini adalah contoh tabel perhitungan biaya rutin: Tabel 12. uang lembur. Biaya rutin pendidikan tidak langsung berupa daya. transportasi. Menghitung Biaya Rutin/Reguler Biaya Rutin/Reguler adalah bagian dari dana pendidikan yang diperlukan untuk mem biayai kegiatan rutin satuan pendidikan agar dapat berlangsung kegiatan pendidikan yang sesuai dengan standar nasional secara teratur dan berkelanjutan. dan di dalam Permendiknas No. asuransi dll. konsumsi. air. jasa telekomunikasi. Bahan atau peralatan habis pakai.1.37/2010 dise but Biaya Non-program. pemeliharaan sarana dan prasarana. Gaji pendidik dan tenaga kependidikan serta segala tunjangan yang melekat pad a gaji. Biaya rutin/reguler meliputi: a. Contoh Biaya Rutin/Reguler 150 . Untuk menghitung biaya rutin/reguler perlu ditentukan terlebi h dahulu biaya satuan. pajak. Biaya ini dikeluarkan bukan untuk suatu program/kegiatan tertentu.

langkah selanjutnya adala h menghitung biaya pelaksanaan program dan kegiatan rutin/reguler tersebut sehingg a dapat diketahui dengan pasti berapa besar biaya program dan kegiatan rutin/regul er yang diperlukan. Setelah mengetahui berapa kebutuhan sekolah/madrasah untuk membiayai program dan kegiatan rutin/reguler. Menghitung Rencana Biaya dan Sumber Pendanaan Program dan Kegiatan Rutin/ Reguler Setelah program dan kegiatan rutin/reguler dirumuskan. 151 .Keterangan: Biaya rutin/regular di masing-masing sekolah/madrasah bisa jadi berbeda sesuai d engan kebijakan sekolah/madrasah dan kabupaten/kota. maka langkah berikutnya adal ah membuat Rencana Pendanaan. dan dari mana sumbernya serta kecukupannya untuk melaksanakan progra m dan kegiatan rutin/reguler. 2.

APBD Kabupaten/Kota. Tabel 13. Contoh Rencana Biaya dan Sumber Pendanaan Program dan Kegiatan Rutin/ Reguler Tahun 2010/2011 152 . Di bawah ini adalah contoh tabel Rencana Biaya dan Sumber Pendanaan Program dan Kegiatan Rutin/Reguler Sekolah/Madrasah. donatur. dan sebagainya. Beberapa sumber dana yang dapat diharapkan oleh sekolah/madrasah. antara lain: BOS. Sumbangan Masyarakat melalui Komite Sekolah/madrasah atau Paguyuban Kelas.Rencana Pendanaan dibuat untuk memperkirakan sumber dan jumlah dana yang diperkirakan didapatkan oleh sekolah/madrasah.

Menghitung jumlah surplus atau defisit. Tabel 14. Berikut adalah contoh format BOS K-1A. b. Menghitung biaya per jenis belanja dari setiap program atau kegiatan. Menentukan apakah penghitungan dilakukan untuk setiap program atau kegiatan. Jenis belanja harus dipilih dari Daftar Jenis Belanja yang su dah diatur di dalam Permendagri No 57 Tahun 2007.x 3. Menghitung biaya per program atau kegiatan. Menghitung biaya per Kategori Program Sekolah/madrasah yang dirinci per Jenis Belanja. 153 . c. Menyusun Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah/Madrasah (RKAS/M) Langkah-langkah pembuatan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah/Madrasah: a. Menentukan jenis belanja yang diperlukan untuk merealisasikan program atau kegiatan tersebut. Menghitung biaya Program Reguler/Rutin per Jenis Belanja (lihat butir 2. Mengalokasikan biaya/rencana penggunaan uang tersebut kepada sumber-sumber dana sesuai dengan aturan peruntukan dana dari masing-masing sumber dana.a Tabel 12).

Contoh Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah/Madrasah (Format BOS K-1) SEKOLAH / MADRASAH : Kecamatan : Kabupaten/Kota : Provinsi : 154 .Tabel 15.

Mengetahui. merupakan suatu keharusan untuk mengkonversi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah/ Madarsah (RKAS/M) dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. Menyetujui. 59 Tahun 2007 Bagi sekolah/madrasah yang akan mengusulkan dana melalui APBD. Ketua Komite Sekolah/Madrasah Kepala Sekolah/Madrasah TPS/M __________________ _________________ _______________ Catatan: Mengkonversi RKAS/M dengan Permendagri No. Dibuat Oleh. Tabel 16. Berikut adalah contoh tabel hasil konversi RKAS/M dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007. Contoh Hasil Konversi RKAS/M dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 155 .

156 .

khususnya kepada orang tua peserta didik. 157 . selanjutnya disosialisasikan kepada pihakpihak terkait. PENGESAHAN Rencana kerja sekolah/madrasah (RKS/M) dan rencana kerja tahunan sekolah/madrasa h (RKAS/M) harus disetujui melalui rapat dewan pendidik setelah memperhatikan pertimbangan dari komite sekolah/madrasah. Selanjutnya RKS/M dan RKAS/M disahkan berlakunya oleh dinas pendidikan/ kankemen ag kabupaten/kota (untuk sekolah/madrasah negeri). B. sedangkan sekolah/ madrasah swas ta disahkan berlakunya oleh penyelenggara sekolah/madrasah. dengan cara menempelkan di pa pan pengumuman sekolah dan melalui pertemuan dengan orang tua peserta didik. SOSIALISASI RKS/M dan RKAS/M yang telah disahkan.Bagian 2 Bab VII Pengesahan dan Sosialisasi RKS/M dan RKAS/M A.

158 .

pengelolaan barang milik sekolah/ madrasah. khususnya dalam penerimaan dan pengeluaran serta pelaporannya. . Bab IV memperkenalkan masalah pembukuan sekolah/madrasah. penatausahaan. Setelah itu. pengendalian dan pengawasan keuangan di tingkat sekolah/madrasah. pertama terlebih dahulu disajikan-. serta mengkomunikasikannya kepada pemangku kepentingan (stakeholders) terkait. pelaporan keuangan yang baik. diberikan gambaran umum tentang penatausahaan keuangan sekolah/madrasah. Untuk mencapai tujuan yang dimaksud. diuraikan berbagai jenis pajak yang terkait dengan pengelolaan keuangan dan transaksi di tingkat sekolah/madrasah.dalam Bab I-pengantar tentang siklus manajemen keuangan sekolah/madrasah serta prinsip pengelolaan keuangan yang baik. Bab VII menutup Bagian ini dengan membahas berbagai hal yang bertalian dengan masalah audit.Bagian 3 Manajemen Keuangan Bagian ini membahas seluk-beluk manajemen keuangan sekolah/ madrasah dengan tujuan membantu pihak pengelola sekolah/madrasah agar memperoleh pemahaman dan keterampilan yang berkaitan dengan pengelolaan siklus penganggaran melalui penyiapan anggaran. termasuk jenis buku dan transaksi. format buku serta alurnya. Bab V menyajikan ketentuan-ketentuan pencatatan barang milik sekolah/madrasah. dan Bab VI menguraikan hal-ihwal pelaporan keuangan sekolah/madrasah. pada Bab III. pada Bab II. Kemudian. perpajakan.

Bagian 3 160 .

Sebagaimana diamanatkan dalam Undang Undang Dasar 1945 khususnya Pasal 31 ayat 2 bahwa Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan suatu sistem pengajaran 161 .Bagian 3 Bagian 3 Bab I Pengantar Manajemen Keuangan Sekolah/Madrasah A. Dalam pengertian umum manajemen keuangan. perencanaan dan penganggaran merupakan bagian dari manajemen keuangan secara keseluruhan. melainkan sekedar memperlihatk an fokus pada kegiatan-kegiatan yang seharusnya dilakukan di masing-masing tahapan. LATAR BELAKANG Manajemen keuangan sekolah/madrasah merupakan lanjutan dari materi perencanaan dan penganggaran sekolah/madrasah. pemisahan yang dilakukan untuk setiap tingkat bukanlah untuk membed akan pengelolaan keuangan di tingkat sekolah/madrasah. Masingmasing tahapan mempengaruhi tahapan selanjutnya dan semuanya membentuk satu siklus yang tidak terputus.

. b. Kewajiban pengelolaan keuangan pada tingkat sekolah/madrasa h kemudian menjadi tanggung jawab kepala sekolah/madrasah sebagai wakil dari pemer intah daerah di tingkat sekolah/madrasah. penganggaran.nasional. yang diatur dengan Undang-undang. tugas kepala sekolah/madrasah tidak hanya mencakup pelayanan pendidikan kepada masyarakat tapi juga termasuk pengelo laan keuangannya. PENGERTIAN MANAJEMEN KEUANGAN SEKOLAH/MADRASAH 1. pencarian dan penyimpanan dana yang dimiliki oleh organisasi. Jika sebelumnya tanggung jawab pengelolaan keuangan ini lebih cende rung satu arah karena dana penyelenggaraan sekolah/madrasah tidak langsung dipegang ole h sekolah/madrasah. B. Penganggaran keuangan merupakan tindak lanjut dari perencanaan keuangan denga n membuat rincian pengeluaran dan pemasukan yang akan dilakukan/diperoleh. Perencanaan keuangan meliputi kegiatan merencanakan pemasukan dan pengeluaran serta kegiatan-kegiatan lainnya untuk periode tertentu. Rincian dari masing-masing kegiatan tersebut adalah sebagai berikut: a. Definisi Beragam referensi yang ada memberikan definisi beragam untuk manajemen keuangan. c. termasuk dalam pengelo laan keuangan pendidikan. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan peserta mengenai manajemen keua ngan di tingkat sekolah/madrasah dengan cara memahami prinsip-prinsip manajemen keuan gan yang baik. Sejak diluncurkannya Program BOS pada tahun 2005. pengelolaan. maka dengan adanya program BOS pengelolaan/manajemen keuangan sekolah/madrasah keseluruhannya berada di tangan sekolah/madrasah (kepala sekola h/ madrasah) dengan melibatkan wakil dari orangtua murid (komite sekolah/madrasah) dalam hal pengawasan penggunaan dana. Masyarakat juga berhak dan wajib berperan dalam mengawasi penggunaan dana pendidikan ini sehingga tanggung jawab pengelolaan ber ubah menjadi ke dua arah . pengendalian. Secara umum manajemen keuangan merupakan pengendalian atas fungsi-fungsi keuangan di mana kemudian fungsi-fungsi ini diterjemahkan dalam kegiatan perenca naan. pemerintah pusat dan daerah berkewaji ban menyelenggarakan suatu sistem pendidikan yang menyeluruh. pemeriksaan. baik kepada dinas pendidikan maupun kepada masyarakat. Pengelolaan keuangan merupakan kegiatan penggunaan dana organisasi untuk memaksimalkan dana yang ada dengan berbagai cara.

Pencarian keuangan merupakan kegiatan mencari dan mengeksploitasi sumber dana yang ada untuk keperluan operasional kegiatan organisasi. Pengendalian keuangan merupakan pelaksanaan evaluasi serta perbaikan atas keuangan dan sistem keuangan pada perusahaan. Pada dasarnya. Depdiknas (2000) mendefinisikan manajemen 162 .d. Pemeriksaan keuangan merupakan pelaksanaan audit internal atas keuangan organisasi agar tidak terjadi penyimpangan. manajemen keuangan di tingkat sekolah/madrasah tidak berbeda deng an pengertian yang berlaku secara umum. f. e. Penyimpanan keuangan merupakan kegiatan pengumpulan dana perusahaan serta penyimpanan dana tersebut dengan aman. g.

mendorong pemanfaatan dana sekolah/madrasah secara lebih ekonomis. Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan 9. pelaporan dan pengawasan keuangan sekolah/madrasah. pembelanjaan. pembukuan. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggun g Jawab Keuangan Negara 5. pengawasan dan pertanggungjawaban keuangan sekolah/madrasah. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah 7. . 2. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggar aan Pendidikan. mendorong kompetensi penanggungjawab keuangan sekolah/madrasah. pembukuan. pelaksanaan. mengelola penggunaan dana sekolah/madrasah secara transparan dan akuntabel. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik 6. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara 2. Kegiatan perencanaan telah dibahas khusus dalam bagian perencanaan dan pengangga ran sekolah/madrasah. dan f. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara 4. Tujuan Manajemen keuangan merupakan hal penting dalam pengelolaan sekolah/madrasah secara keseluruhan. pertanggungjawaban dan pelaporan. perencanaan. sedangkan bagian ini akan membahas tentang penatausahaan. LANDASAN HUKUM Pengelolaan maupun manajemen keuangan daerah diselenggarakan berdasarkan peratur an perundangan yang berlaku. e. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional 3. yaitu: 1. C. meminimalkan penyalahgunaan anggaran sekolah/madrasah. sejalan dengan tugas dan tanggung jawab sekolah/madrasah dal am mengelola secara langsung dana penyelenggaraan pendidikan melalui program BOS. d. b. Dengan kata lain manajemen keuangan sekolah/madrasah merupakan rangkaian aktivitas yang mengatur keuangan sekolah/madrasah mulai dari perencanaan. Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah (direvisi melalui Permendagri 59/2007) 8. c. memupuk kreativitas pencarian sumber pendanaan sekolah/madrasah.keuangan sebagai tindakan pengurusan/ketatausahaan keuangan yang meliputi pencatatan. meningkatkan efektivitas dan efisiensi penggunaan dana sekolah/madrasah. Tujuan manajemen keuangan di tingkat sekolah/madrasah adalah: a.

Undang-Undang 17 Tahun 2003 meletakkan dasar hukum bagi pengelolaan keuangan bai k untuk tingkat pusat maupun daerah. Pasal 10 ayat (1) butir b secara khusus menya takan bahwa Kekuasaan pengelolaan keuangan daerah dilaksanakan oleh kepala satuan kerja 163 .

transparansi dan akuntabilitas publik (Pasal 48). Manajeme n keuangan dikatakan memenuhi prinsip efektivitas kalau kegiatan yang dilakukan dapat mengatur keuangan untuk membiayai aktivitas dalam rangka mencapai tujuan lembaga yang bersangkutan dan kualitatif outcomes-nya sesuai dengan rencana yang . pikiran. efisien. Kegiatan dapat dikatakan efisien kalau penggunaan waktu. Seringkali efisiensi digambarkan sebagai perbandingan yang terbaik antara masukan (input) dan keluaran (out put) atau antara daya dan hasil. dalam hal ini kepala sekolah/madrasah. Efisien-. tenaga dan biaya yang sekecilkec ilnya dapat mencapai hasil yang ditetapkan.perangkat daerah selaku pejabat pengguna anggaran/barang daerah . dan biaya. Sedangkan Undang-Undang Nomor 2 0 Tahun 2003 meletakkan prinsip pengelolaan dana pendidikan yang berdasarkan prins ip keadilan. Peraturan perundangan lain di atas baik secara eksplisit maupun implisit mengedepankan pentingnya mana jemen keuangan yang baik di tingkat sekolah/madrasah. Dilihat dari segi hasil (output).merupakan konsep yang digunakan untuk memperoleh input/masukan pada tingkat kualitas dan kuantitas tertentu pada tingkat harga yang terendah. Efektif-. Daya yang dimaksud meliputi tenaga. b. efisiensi. dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan. Perbandingan dapat dilihat dari dua sisi: Dari segi penggunaan input (masukan) tenaga. Ekonomis-. transparansi. efektif. tenaga dan biaya tertentu memberikan hasil sebanyakbanyaknya baik kuantitas maupun kualitasnya. transparan. taat pada peraturan perundang-undangan. PRINSIP MANAJEMEN KEUANGAN YANG BAIK Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 48 menyatakan bahwa pengelolaan dana pendidikan berdasarkan pada prinsip keadilan. c. ekonomis. Value for money merupakan sebuah konsep generik yang pad a intinya mengedepankan 3 (tiga) hal: a. Kegiatan dapat dikatakan efisien kalau dengan penggunaan waktu. dan akunt abilitas publik. pikiran. D. waktu. Prinsip-prinsip tersebut sejalan dengan prinsip manajemen keuangan secar a umum yaitu: 1. waktu dan biaya. Value for Money Prinsip value for money menyemangati UU 17 tahun 2003 Pasal 3 Ayat 1: Keuangan negara dikelola secara tertib. efisiensi. Undang-undang in i secara jelas meletakkan tanggung jawab pengelolaan keuangan di tingkat pejabat p engguna anggaran.terkait dengan kuantitas dari suatu kegiatan.merupakan perbandingan antara outcome dengan output. atau perbandin gan tingkat pencapaian hasil program dengan target yang ditetapkan di awal.

maupun pemerintah.telah ditetapkan. Untuk lingkup manajemen keuangan sekolah/madrasah. 164 . Akuntabilitas Akuntabilitas merupakan kewajiban untuk mempertanggungjawabkan hasil kerja sesua i dengan mandat yang diterima kepada orang lain (masyarakat. Pertanggungjawaban dapat dilakukan kepada ora ng tua siswa. atasan. 2. ataupun pihak pihak lain yang telah ditetapkan). masyarakat. akuntabilitas berarti pertanggungjawaban dana sekolah/madrasah sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan.

5. Transparansi a. orang tua. keterbukaan sumber keuangan dan jumlahnya. 2. adanya forum konsultasi dan temu publik baik pada tahapan perencanaan maupun pelaksanaan rencana. Partisipasi a. mudah dijangkau dan bebas diperoleh) b. b. Dengan adanya transparansi maka akan tercipta kepercayaan timbalb alik antara sekolah/madrasah. pelibatan stakeholder (para pemangku kepentingan) dalam penyusunan rencana maupun pengawasan. adanya mekanisme keterbukaan dan standarisasi pelayanan publik 3. Dalam lingkup manajemen keuangan sekolah/ madrasah. adanya peraturan. kebijakan. TRANSPARANSI. E. Integritas Pengelolaan keuangan dipercayakan kepada sumber daya yang memiliki kemampuan sesuai dengan bidang kerjanya (integritas) dan kejujuran yang tinggi sehingga pe luang terjadinya korupsi dapat diminimalkan. adanya peraturan yang menjamin akses terhadap informasi (tepat waktu. 4. dan pedoman proses partisipasi yang telah disusu n. Akuntabilitas . Be ntuk dari setiap pilar tersebut dalam bidang pendidikan antara lain berupa: 1. Keadilan Keadilan dalam manajemen keuangan adalah adanya kesempatan yang sama untuk mendapatkan pelayanan publik yang berkualitas. Prinsip ini menjadi penting pada organisasi yang menyediakan pelayanan publik karena fokus pelayanan adalah agar masyarakat memperoleh kesempatan yang sama dalam mengakses pelayanan pendidikan. c. keterbukaan penggunaan serta pertanggungjawabannya sehingga memudahkan pihak yang berkepentingan untuk mengetahuinya. AKUNTABILITAS DAN PARTISIPASI DI SEKOLAH/MADRASAH Transparansi.3. akuntabilitas dan partisipasi merupakan bagian dari pilar good gove rnance dan berkaitan erat dengan tata kelola pendidikan (good education governance). Transparansi Transparansi adalah adanya keterbukaan informasi. Manajemen keuangan diselenggarakan untuk mendukung pencapaian pemerataan kesempatan tersebut. transparansi berarti keterbukaan akan kebijakan-kebijakan keuangan. UU 14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik mengatur tentang akses terhadap informasi yang dikuasai oleh ba dan publik (termasuk sekolah/madrasah). masyarakat dan pemerintah.

adanya mekanisme reward dan punishment. b. maka fungsi manajemen/ 165 . adanya indikator kinerja.a. c. pengukuran dan penilaian kinerja. Berdasarkan bentuk nyata setiap pilar dalam tata-kelola pendidikan. adanya mekanisme pertanggungjawaban/pelaporan. adanya mekanisme penyampaian keluhan dan tanggapan (complaint and response). d.

tata-kelola dan fungsi perencanaan dan penganggaran di sekolah/madrasah. akuntabilita s dan partisipasi) adalah: 1. Pengumuman penerimaan dana sekolah/madrasah yang ditujukan kepada masyarakat melalui papan pengumuman. pajak. 2.pengelolaan sekolah/madrasah yang bersinggungan adalah dalam: 1. 166 . Seperti telah dijelaskan sebelumnya. dan 5. tata kelola dan fungsi pelaporan dan pertanggungjawaban. masalah perencanaan dan penganggaran dijela skan dalam bagian terpisah. pelaporan. Bagian ini hanya akan mengulas topik-topik: penatausahaan keuangan. 3. Rencana dan realisasi penggunaan dana yang ditempel di papan pengumuman sekol ah/ madrasah 2. tata kelola dan fungsi kepemimpinan dan manajemen SDM Contoh nyata yang berkaitan erat dengan ketiga pilar (transparansi. pembukuan. pencatatan barang. serta pengawasan dan a udit. 4. tata-kelola dan fungsi implementasi program dan kegiatan di sekolah/madrasah. tata kelola dan fungsi monitoring dan evaluasi.

serta pelaporan penggunaan dana di tingkat sekolah/madrasah. Semakin banyak staf yang terlibat dalam penerimaan. pengeluaran. Masing masing fungsi menggunakan serangkaian format yang mengacu pada format yang telah digunakan dalam Buku Panduan BOS untuk memudahkan pengintegrasian laporan. LATAR BELAKANG Penatausahaan keuangan sekolah/madrasah memfokuskan diri pada tata cara penerima an. Dalam pelaksanaannya. pengeluaran maupun pelaporan dana maka akan semakin kecil kemungkina n 167 . Tugas penatausahaan keuangan sekolah/madrasah berada di tangan kepala sekolah/ madrasah sebagai penanggungjawab utama. kepala sekolah/ madrasah dibantu oleh bendahara sekolah/madrasah serta juru buku (jika ada).Bagian 3 Bab II Penatausahaan Keuangan Sekolah/Madrasah A. dan ini merupakan prinsip yang berlaku umum. Pem isahan tanggung jawab merupakan hal penting dalam penatausahaan sekolah/madrasah.

Bab ini bertujuan untuk menjelaskan hal-ihwal penting tentang tiga hal berikut: 1. dan 3. Orang tua siswa.terjadinya penyalahgunaan. dan masyarakat. Tata-cara penatausahaan keuangan di tingkat sekolah/madrasah. Yayasan penyelenggara pendidikan bagi lembaga pendidikan swasta. d. c. 2. 1. Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota (BOSDA). Dalam bab-bab berikutnya. Dunia usaha dan industry. sampai pelaporan. B. Penerimaan Pasal 46 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 menyatakan bahwa pendanaan pendidikan menjadi tanggung jawab bersama antara Pemerintah Pusat. pentingnya pembagian peran dan tanggung jawab pengelolaan keuangan di tingkat sekolah/madarasah. pengeluaran dan pelaporan merupakan inti dari penatausahaan keuangan sekolah/madrasah. Tata cara penerimaan. DAK). Alur dalam prosedur penerimaan. partisi pasi dari sumber-sumber lain akan lebih tergali. pentingnya penatausahaan keuangan di tingkat sekolah/madrasah. Pemerintah (BOS Pusat. pengeluaran. . f. e. Sumber lain seperti hibah yang tidak bertentangan dengan peraturan perundanga n yang berlaku. Usaha mandiri sekolah/madrasah. PENGERTIAN PENATAUSAHAAN KEUANGAN SEKOLAH/MADRASAH Penatausahaan keuangan secara umum adalah pengaturan fungsi dan alur pelaksanaan aktivitas keuangan sekolah/madrasah berkaitan dengan penerimaan. dan g. Meskipun sampai saat ini sebagian besar sekolah/madrasah (khususnya yang berstat us sekolah/madrasah negeri) masih sangat tergantung pada dana pemerintah (BOS) namu n dengan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan yang berkualitas. Secara umum. dikaitkan dengan peran dan tanggung jawab di setiap tahapan kegiatan. pemerintah daerah. pengeluaran/penggunaan dan pelaporan dana menjad i topik bahasan dalam bab ini. format BOS digunakan sebagai acuan guna memudahkan pengintegrasian laporan. b. berdasarkan sumbernya penerimaan sekolah/ madrasah dapat dikelompokkan sebagai berikut: a.

2. Perlu diperhatikan bahwa setiap sumb er dana umumnya menetapkan syarat bagi penggunaan dana tersebut (kecuali tidak dinyatakan demikian). BOS sebagai penyumbang terbesar penerimaan sekolah/madrasa h 168 . Pengeluaran Pada prinsipnya pengeluaran/belanja sekolah/madrasah mencakup semua bentuk alira n dana keluar sekolah/madrasah yang digunakan untuk penyediaan layanan pendidikan baik secara langsung maupun tidak langsung.

d. TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB PENATAUSAHAAN KEUANGAN SEKOLAH/ MADRASAH Idealnya terdapat 3 posisi yang berperan penting dalam penatausahaan keuangan se kolah/ madrasah: (1) Kepala sekolah/madrasah sebagai penanggungjawab utama dalam pelaks anaan penatausahaan keuangan sekolah/madrasah. c. pengeluaran dan pencatatan. (2) Bendahara sebagai penanggungjawab aktivitas keuangan di tingkat sekolah/madrasah. Ta ta cara pelaporan maupun bentuk laporan seringkali beragam untuk sumber dana yang berbeda.menetapkan aturan yang ketat dalam penggunaannya seperti tercantum dalam Buku Panduan (Petunjuk Teknis) BOS. Peran dan tanggung jawab dari pelaksana penatausahaan keuangan di tingkat sekola h/ madrasah secara rinci adalah sebagai berikut (sebagian berdasarkan Buku Panduan BOS). Sangat penting untuk memisahkan fun gsi penerimaan. Dalam bagian ini. b. mengumumkan daftar komponen yang boleh dan tidak boleh dibiayai oleh dana BOS di papan pengumuman sekolah/madrasah (Format BOS-02). Pelaporan Pelaporan dalam lingkup penatausahaan keuangan merupakan bentuk pertanggungjawab an secara vertikal maupun horizontal atas penggunaan dana-dana yang dikuasakan kepada sekolah/madrasah (kepala sekolah/madrasah) dalam kurun waktu tertentu. 1. laporan yang digunakan dalam BOS menjadi acuan bagi sumber dana lain yang dimiliki sekolah/madrasah. C. melaporkan perubahan data jumlah siswa setiap triwulan kepada Dinas Pendidika n Kabupaten/Kota. Hibah dari lembaga-lembaga donor maupun dunia usa ha dan industri juga seringkali menetapkan ketentuan penggunaan dana yang harus dit aati oleh sekolah/madrasah. Kepala Sekolah bertanggungjawab dalam: a. Untuk saat ini banyak sekolah/ madrasah yang belum menempatkan Juru Buku dalam struktur pengelolaan keuangannya . namun dengan semakin berkembangnya tuntutan untuk mengelola keuangan sekolah/ madrasah secara bertanggungjawab maka posisi ini sebaiknya diadakan guna pemisah an fungsi untuk pengendalian dan akuntabilitas. . mengelola dana yang diterima secara bertanggungjawab dan transparan. Ketentuan ini dituangkan dalam bentuk tata cara atau pros edur pengeluaran/penggunaan dana. memverifikasi jumlah dana BOS yang diterima dengan data siswa. dan (3) Juru Buku sebagai penang gungjawab pencatatan aktivitas keuangan di tingkat sekolah/madrasah. 3.

mengumumkan volume dana yang diterima dan dikelola sekolah/madrasah dan rencana penggunaan (RAPBS) di papan pengumuman yang ditandatangani oleh kepala sekolah/madrasah.e. membuat laporan triwulanan penggunaan dana BOS dan barang/jasa yang dibeli oleh sekolah yang ditandatangani oleh kepala sekolah. (Gunakan format BOS K-1 dan K-1A sebagai acuan). bendahara dan ketua komite sekolah (Format BOS-03). bendahara dan ketua komite sekolah/madrasah. f. 169 .

menyetujui bukti-bukti transaksi dan kodenya. Juru Buku bertanggungjawab dalam: a. dan K-6 serta Laporan BOS K-2 d an BOS-03). memeriksa dan menyetujui pembukuan untuk format-format pembukuan: Buku Kas Umum. membantu kepala sekolah/madrasah dalam menyusun RAPBS (untuk yang menerima dana BOS: BOS K-1 dan BOS K-1A). menghitung. bertanggungjawab dalam: a. dan Buku Pembantu. i. menyiapkan bukti transaksi. 2. Bendahara. h. b. Pelaksanaan penatausahaan keuangan beserta peran dan tanggung jawab para pelakun ya .dan 23) dan PPN. menyusun laporan internal penerimaan dan pengeluaran dana (BOS K-2). dan l. K-5. bertanggungjawab terhadap penyimpangan penggunaan dana di sekolah/madrasah. menyimpan bukti transaksi di tempat yang aman dan mudah dicari. d. e. j. d. Buku Pembantu Bank. menyampaikan penggunaan dana BOS kepada Tim Manajemen BOS Kabupaten/ Kota. Buku Pembantu Kas. 3. menyiapkan daftar penggunaan uang sehari-hari untuk mendapatkan persetujuan dari kepala sekolah/madrasah. dan laporan eksternal penerimaan dan pengeluaran dana (Format BOS-03). menyetujui tiap pengeluaran yang akan dilakukan. dan K-6) s ecara periodik. k. b. sebelum diperiksa kepala sekolah/ madrasah. dan menyusun SPJ. c. memeriksa dan menyetujui laporan internal penerimaan dan pengeluaran dana (BO S K-2). melakukan pengecekan pembukuan (BOS K-3. f. dan e. Buku Pembantu Kas. memberi kode pada bukti transaksi. c. membukukan format-format pembukuan: Buku Kas Umum. g. memungut dan menyetor PPh (pasal 21. dan lapo ran eksternal penerimaan dan pengeluaran dana (Format BOS-03). Buku Pembantu Bank. dan Buku Pembantu. K-4.g. melakukan pengecekan rekonsiliasi antara berbagai format pembukuan dan penutupan buku/format tersebut pada waktunya. memeriksa pemungutan dan penyetoran pajak. melakukan pengecekan rekonsiliasi (antara BOS K-3 dengan K-4.

2. Azas yang dimaksud termasuk yang befrikut.seperti yang diuraikan di atas pada dasarnya mengacu pada azas umum penatausahaa n keuangan. yang menerima dan 170 . Penatausahaan keuangan yang diterapkan haruslah sesuai dengan peraturan dan perundangan yang berlaku. 1. Adanya pemisahan tugas di antara pihak pemberi otorisasi.

171 . Menyusun rincian kebutuhan untuk setiap periode (3 bulanan). dan yang mencatat transaksi. PROSEDUR PENERIMAAN. Memeriksa apakah dana sudah berada di rekening sekolah/madrasah (bank). Jika dana sudah masuk ke rekening maka dana yang masuk itu dicatat pada BOS K-3 dan K-5. Prosedur Penerimaan Dana a. Kepala sekolah/madrasah yang menandatangani dan/atau mengesahkan dokumen bukt i pada poin 4 di atas bertanggungjawab terhadap kebenaran material dan akibat yang mungkin timbul dari penggunaan surat bukti yang dimaksud. PENGELUARAN DAN PELAPORAN PENGGUNAAN DANA 1. menggunakan form at BOS-02 sebagai acuan. b. Mengirimkan/memutakhirkan daftar jumlah siswa untuk periode tahun pelajaran (untuk dana BOS). d. c. Menyimpan bukti penerimaan dana sebagai dokumen sesuai nomor dan tanggal di tempat yang aman dan mudah ditemukan. e. Melakukan pembukuan dengan mencatat pengambilan dana dalam format BOS K-3 atau K-4.mengeluarkan uang. Kepala sekolah/madrasah wajib melakukan pemeriksaan terhadap penatausahaan keuangan sekolah/madrasah secara berkala (minimal setiap tiga bulan). Dokumen bukti yang menjadi dasar penerimaan dan/atau pengeluaran dalam pelaks anaan APBS harus ditandatangani oleh bendahara sekolah/madrasah dan disahkan oleh kepa la sekolah/madrasah. D. 4. dan 5. 3. Rincian kebutuhan disusun berdasarkan jenis dan kebutuhan dengan mengacu pada RAPBS (perubahan dari RAPBS dimungkinkan selama tidak melebihi penerimaan).

dst.. Pembelian/penggandaan buku teks pelajaran.Contoh format Pengumuman Rencana Penggunaan Dana (BOS-02): Pengumuman Rencana Penggunaan Dana . 3. Pembiayaan seluruh kegiatan dalam rangka penerimaan siswa baru. dan pendaftaran ulang. . dst. 4.) ( . dan lain sebagainya yang relevan).. .. C) Rencana Penggunaan Dana BOS di Sekolah Komponen No. 2. yaitu biaya pendaftaran. pembuatan spanduk sekolah gratis..) ( . . 3. Jumlah Dana BOS : Rp A) Dana BOS boleh digunakan untuk (sesuaikan dengan panduan BOS) : 1. serta kegiatan lain yang berkaitan lang sung dengan kegiatan tersebut (misalnya untuk photocopy. dan uang lembur dalam rangka penerimaan siswa baru. konsumsi panitia. membiayai kegiatan yang tidak menjadi prioritas sekolah/madrasah dan memerluk an biaya besar. study tour (karya wisata) dan sejenisnya.. dipinjamkan kepada pihak lain.) . penggandaan formulir. Jumlah Dana (Rp) Total Ketua Komite Sekolah Kepala Sekolah Bendahara ( 172 . B) Dana BOS tidak boleh digunakan untuk (sesuaikan dengan panduan BOS): 1. s. . administrasi pendaftaran.d... Periode Jumlah Siswa: . misalnya studi banding. 2... disimpan dalam jangka waktu lama dengan maksud dibungakan.....

mencocokkan pengajuan permintaan dengan rencana penggunaan dana. Laporan pertanggungjawaban keuangan disampaikan setiap triwulan. BOS K-5 dan BOS K-6. dan h. d. 3. K-5 dan K-6 (Bab IV). Hal ini penting dilakukan untuk memastikan bahwa barang yang dipesan sudah sesuai dengan kebutuhan. Laporan yang perlu dibuat untuk diserahkan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/ Kota adalah format BOS K-2. dan a lokasi/ ketersediaan dana. . f. mengintegrasikan pengajuan kebutuhan permintaan akan jenis barang/jasa yang diperlukan oleh guru/lainnya. verifikasi oleh bendahara dengan surat pemesana. jumlah. Penggunaan dana untuk pembelian barang/jasa memerlukan tahap verifikasi yang per lu mendapatkan perhatian khusus. e. pembelian barang/jasa untuk setiap kali belanja tidak melebihi Rp 10 juta. d. melakukan pembukuan yaitu dengan mencatat pada buku yang sesuai. kwitansi asli ataupun bukti transfer disimpan se melakukan pencocokan antara bukti penerimaan barang g. BOS K-3. c. semester dan tahunan b. kualitas. penerimaan barang/jasa mencatat dalam Kartu Penerimaan Barang (Bab V) dan menyerahkan bukti penerimaan ke bendahara. penghitungan PPN dan PPh. BOS K-4. Tahap verifikasi merupakan tugas dari bendahara dengan melihat kesesua ian antara surat pemesanan dengan kartu penerimaan barang untuk beberapa hal berikut : jenis. Buku Pembantu Kas (BOS K-4). harga. pembayaran per kas atau bank bagai bukti. dan Buku Pembantu Pajak (BOS K-6) beserta dokumen pendukungnya sebagai bukti. Prosedur Pengeluaran/Penggunaan Dana telah diatur sebagai berikut: a. Laporan yang perlu dibuat untuk diumumkan kepada masyarakat adalah Laporan Penggunaan Dana BOS (Format BOS-03). bukti transaksi. Buku Pembantu Bank (BOS K-5). barang/jasa yang diperoleh sesuai dengan yang dipesan dan terdapat bukti yang cukup untuk mendukung transak si tersebut. BOS K-3.2. c. K-4 . Semua bukti terkait disimpan sebagai dokumen sesuai nomor dan tanggal pelaksa naan kegiatan di tempat yang aman dan mudah ditemukan. Prosedur Pelaporan a. b. Laporan disusun dengan mengacu pada Buku Kas Umum (BOS K-3). Permintaan yang tidak sesuai Format BOS-02 memerlukan persetujuan kepala sekolah/madrasah.

E. Format BOS K-1 adalah format untuk menyusun rencana keuangan yang dituangkan 173 . beberapa dokumen yang penting terkait dengan penatausa haan keuangan sekolah/madrasah selain dari yang telah dijelaskan di atas adalah: 1. JENIS DOKUMEN DAN BUKTI TRANSAKSI DALAM PENATAUSAHAAN KEUANGAN SEKOLAH/MADRASAH Dengan menggunakan format BOS sebagai acuan untuk juga digunakan pada sumber dan a sekolah/madrasah lainnya.

000.00 s/d Rp 1. Format ini adalah format multi sumber dana.000. dengan meterai Rp 3. 2. 174 . Format ini dibuat untuk setiap sumber dana yang diterima sekolah. Format BOS-K1 perlu dilengkapi dengan renc ana penggunaan dana secara rinci. Format ini harus ditandatangani oleh kepala sekolah/ madrasah. Sumber informasi untuk penyusunan Format BOS K-2 adalah pembukuan pada Format BOS K-3 (yang tidak multi sumber dana) dan dari semua sumber dana yang di kelola oleh sekolah pada periode yang sama.000.000.yaitu bukti yang digunakan sebagai dokumen dalam transaksi penyetoran uang ke bank. Dokumen ini disimpan di sekolah/madrasah dan diperlihatkan kepada pengawas. Format ini adalah format multi sumber dana. Contoh: kartu penerimaan barang. dan para pemeriksa lainnya apabila diperlukan.dalam RAPBS.000. tanpa meterai untuk nilai < Rp 250.yaitu bukti yang digunakan sebagai dokumen dalam transaks i pengeluaran di sekolah/madrasah. Bukti Pengeluaran-.00 c. sehing ga harus memuat laporan penerimaan dan penggunaan uang dari semua sumber dana di sekolah. Bukti Penyetoran-. dan khusus untuk sekolah/madrasah swasta juga ditandatangani oleh ketua yayasan. Bukti Penerimaan-.00 untuk nilai Rp 250. Contoh: kwitansi pembayaran ataupun bukti trans fer bank dengan ketentuan sebagai berikut: a.yaitu bukti yang digunakan sebagai dokumen dalam transaksi penerimaan di sekolah/madrasah. 2.000.00 b. dengan materai Rp 6.00 3.000. Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota. komite sekolah/madrasah.00 untuk nilai > Rp 1. yang dibuat tahunan dan tiga bulanan yaitu Fomat B OSK1A. sehingga harus memuat rencana penerimaan dan rencana penggunaan uang dari semua sumber dana yang diterima sekolah/madrasah. Bukti transaksi yang penting bagi penatausahaan keuangan dapat digolongkan dalam 3 (tiga) kelompok seperti yang dipaprkan berikut. tanda terima sumbangan.000. Format BOS K-2 adalah format laporan keuangan terintegrasi dan singkat/padat (condensed) dan merupakan satu-satunya laporan yang disampaikan kepada tim manajemen BOS Kabupaten/Kota. 1.

dalam pelaksanaan kegiatan kiranya perlu memahami aturan perpajakan yang berlaku umum dan penerapannya. LATAR BELAKANG Pajak merupakan sumber utama pendapatan negara guna membiayai penyediaan pelayan an publik termasuk pelayanan pendidikan. APBD maupun sumbangan masyarakat. 175 . PPh 23. Pada bab ini kita akan menelaah ihwal kewajiban perpajakan atas penggunaan dana yang ada di sekola h/ madrasah yaitu mulai dari kewajiban memungut. menyetorkan dan melaporkan pajak P Ph 21. dan PPN termasuk regulasi perpajakan terkini yang terkait de ngan kewajiban perpajakan tersebut. mengharuskan kita sering memutakhirkan pengetahuan agar tidak t imbul permasalahan di belakang hari. PPh 22. Banyaknya regulasi perpajakan yang dikelua rkan oleh pemerintah.Bagian 3 Bab III Perpajakan A. Sekolah/madrasah sebagai institusi pengguna dana baik dari APBN.

PAJAK DI TINGKAT SEKOLAH/MADRADAH 1.800. 2) Apabila penghasilan guru/pegawai non-PNS tersebut dalam setahun dari Rp 50 juta sampai dengan Rp 250 juta maka berlaku tarif 15%. 21 ini di tingkat sekolah/madrasah pada penggunaan dana BOS adalah ketika sekolah/madrasah memberikan honorarium bulanan kepada guru/ pegawai non-PNS.800.000. tunjangan dan pembayaran lain dengan nama dan dalam bentuk apapun sehubungan dengan pekerjaan atau jabatan.000. Pajak Penghasilan Pasal 21 a. hono rarium. tata cara pemungutan. 21 atas gaji yang diberikan bulanan kepada guru/pegawai non-PNS: Gaji pokok sebulan Rp 2.Oleh karena itu. penyetoran dan pelaporan pajak dengan benar. maka berlaku ketentuan tarif sebagai berikut: 1) Apabila penghasilan guru/pegawai non-PNS tersebut dalam setahun sampai dengan Rp 50 juta maka berlaku tarif 5%. Tarif dan Perhitungan Pajak Penghasilan Pasal 21. honorer dan lain-lain.00 PPh Ps. dan 3.000.000. 4) Apabila penghasilan guru/pegawai non-PNS tersebut dalam setahun lebih dari Rp 500 juta maka berlaku tarif 30%. 2.00 Gaji pokok setahun (A) Rp 22.000. B.00 Penghasilan Kena Pajak (C= A-B) Rp 3. jasa dan kegiatan. Implementasi PPh Ps.00 Dikurangi: Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP)/Kawin dengan 2 anak (B) Rp 19.000. Pajak dikenakan kepada karyawa n/ pegawai tidak tetap/tenaga ahli.000.00 . 3) Apabila penghasilan guru/pegawai non-PNS tersebut dalam setahun dari Rp 250 juta sampai dengan Rp 500 juta maka berlaku tarif 25%. Penjelasan tentang masing-masing pajak yang ada di tingkat sekolah/madrasah akan dibahas berikut ini. tentang pentingnya menunaikan kewajiban perpajakan dengan benar sesuai ketent uan yang berlaku. sanksi-sanksi terkait dengan kelalaian pelaksanaan kewajiban pajak. 21 terutang setahun 5% x C Rp 150. fokus pembahasan pada Bab 3 ini adalah: 1. Berikut contoh penghitungan PPh Ps. yaitu pajak atas penghasilan berupa gaji. upah.

000.00/tahun Tambahan tanggungan keluarga.000.00/tahun 176 .320. maksimal 3 orang @ Rp 1.840.00 Besarnya Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) adalah: Status sendiri Rp 15.PPh s.00/tahun Tambahan status kawin Rp 1.500. 21 sebulan (C : 12 bulan) Rp 12.320.000.

00 atau dalam sebulan tidak mencapai Rp 1.000. Pos Indonesia dengan media Surat Setoran Pajak (SSP) . c) Golongan IV dengan tarif 15% (lima belas persen) dari penghasilan bruto. Anggota TNI.00 maka bendaharawan sekolah/madrasah negeri maupun sekolah/madrasah bukan negeri tidak perlu memotong PPh Ps.Apabila penghasilan guru/pegawai non-PNS tersebut dalam setahun tidak mencapai Rp 15. .840. 2) Bagi guru/pegawai PNS diatur sebagai berikut : a) Golongan I dan II dengan tarif 0 % (nol persen). 21: 1) Bendahara sekolah wajib menyetorkan PPh 21 yang dipungutnya ke kas negara melalui Bank Pemerintah/PT. Yang dimaksudkan bulan takwim adalah masa atau waktu yang diperbolehkan untuk membayar/melapor pajak tanpa dikenakan denda/sanksi. 3) Pelaporan dilaksanakan paling lambat 10 hari setelah bulan yang bersangkutan. PNS.000. b) Golongan III dengan tarif 5% (lima persen) dari penghasilan bruto. PPh 21 juga dikenakan terhadap penghasilan: 1) Pegawai honorer dengan ketentuan sebagai berikut: a) Honor bulanan < Rp 1. dan pensiunannya atas penghasilan yang menjadi beban APBN atau APBD) b. dan dilaksanakan paling lambat 10 hari setelah bulan yang bersangkutan. c) Penghasilan kena pajak dihitung dari penghasilan bruto dikurangi PTPK. d) PTKP yang berlaku sama dengan PTKP pegawi tetap. 21 atas penghasilan yang diterima guru/pegawai nonPNS tersebut. maka semua bendaharawan baik pada sekolah/madrasah negeri maupun sekolah/madrasah bukan negeri wajib memungut: 1) Bagi guru/pegawai non-PNS sebagai peserta kegiatan.00 dalam 1 bulan takwim tidak dikenakan PPh 21 b) Honor bulanan > Rp 1.320. Di samping pemberian honor rutin bulanan ada juga pemberian honor kepada guru PNS/Guru Non-PNS/Pegawai Non-PNS (bukan honor bulanan) dalam rangka melakukan kegiatan. c.03/2010 tentang Tata Cara pemotongan Pajak Penghasilan pasal 21 bagi Pejabat Negara.320. harus dipotong PPh Pasal 21 dengan menerapkan tarif Pasal 17 UU PPh sebesar 5 % dari jumlah bruto honor. Tata cara penyetoran dan pelaporan PPh Ps. Anggota Polri.000.00 per bulan takwim maka penghitungan PPh 21 harus disetahunkan dan berlaku norma perhitungan PPh 21 dengan tarif. 2) Bendahara sekolah wajib melaporkan PPh 21 yang telah disetorkan tersebut ke K antor Pelayanan Pajak (KPP) setempat dengan menggunakan formulir Surat Pemberitahuan Masa (SPT) PPh 21 dengan dilampiri Surat Setoran Pajak (SSP) lembar 3. (sesuai Peraturan Menteri Keuangan nomor 262/PMK.320.000.

000. 177 .00 tidak dikenakan PPh 21.2) Tenaga lepas dalam rangka pemeliharaan sekolah/madrasah.000.00 dan dalam 1 bulan takwim < Rp 1.320. dengan ketentuan sebagai berikut: a) Upah harian < Rp 150.

2. penilai/ aktuaria penghitunga PPh 21 adalah 50% x Penghasilan Bruto x 15% Pegawai tidak tetap tidak mendapat Pengurangan Biaya Jabatan.320.000.320. notaris. maka: 1) Bendahara sekolah wajib menghitung.00 dikenakan PPh 21 dengan tariff 5% atas jumlah bruto setelah dikurangi PTKP. 3) Bendahara sekolah wajib melaporkan penyetoran tersebut sekalipun nihil dengan melakukan pengisian Surat Pemberitahuan (SPT) Masa disertai dengan lampiran Sura t Setoran Pajak (SSP) sebagai bukti penyetoran ke Kantor Pelayanan Pajak setempat. 22 Kewajiban perpajakan yang terkait dengan penggunaan dana untuk pembelian barang seperti ATK/bahan/penggandaan dan lain-lain maka bendahara sekolah negeri wajib memungut PPh Ps. 22 dengan tarif 1.000./ 2000 tgl.320.000.000.00 dan dalam 1 bulan takwim > Rp 1. 29 Desember 2000.00 maka pada saat total melebihi Rp 1. . akuntan. atau bank-bank lain yang ditunjuk oleh Dirjen Anggaran. 5% x (bruto PTKP).000. 22. Tata Cara Penyetoran dan Pelaporan PPh Pasal 21 dengan norma perhitungan di atas adalah mengikuti Petunjuk pelaksanaan pemotongan. 3) Tenaga ahli seperti dokter.000.00).03/2010 Pasal 3 yang dikecualikan dari pemungutan PPh Ps. arsitek. selambat-lambatnya 10 hari setelah bulan yang bersangkutan.000. 5% x (bruto 150.00 dikenakan PPh 21 sebesar 5% dari upah harian rata-rata di atas Rp 150. KEP-545/PJ.000. Apabila rekanan/toko tidak memiliki NPWP maka dikenakan tarif 100% lebih tinggi yaitu menjadi 3%. konsultan. Sesuai KEP tersebut Pasal 21. c) Upah harian > Rp 150. dan pelaporan Paja k Penghasilan Pasal 21 yang diatur melalui Keputusan Dirjen Pajak No. selambat-lambatnya 10 hari setelah bulan yang bersangkutan.00 maka pada saat total upah melebihi Rp 1. pengacara.00 dikenakan PPh 21 dengan tarif 5% atas jumlah bruto setelah dikurangi PTKP . dan menyetorkan PPh Pasal 21 yang terutang untuk setiap bulan takwim.320.00 namun dalam 1 bulan takwim > Rp 1.000.00 . memotong.5% dari nilai pembelian barang tidak termasuk PPN. 4) Kelalaian yang menyebabkan keterlambatan penyetoran maupun pelaporan akan dikenakan sanksi (akan dibahas kemudian). 2) Penyetoran pajak dilakukan dengan menggunakan Surat Setoran Pajak (SSP) ke Ka ntor Pos atau Bank Badan Usaha Milik Negara atau Bank Badan Usaha Milik Daerah.00 dan dalam 1 bulan takwim < Rp 1. d) Upah harian (atau rata-rata) > Rp 150. antara lain adalah sebagai berikut.b) Upah harian < Rp 150.000.320. Pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 154/PMK. Pajak Penghasilan Ps. penyetoran.

PDAM da n Benda-benda Pos. Butir b (14) buku-buku pelajaran umum.000. iii. Listrik.00 (dua juta rupiah) dan tidak merupakan pembayaran yang terpecah-pecah. ii. (1) pembayaran yang jumlah paling banyak Rp 2. kitab suci dan buku-buku pelajaran aga ma. (2) Pembayaran untuk pembelian BBM. Gas. Butir e. pelumas. dan 178 . Butir e.000.i.

Pajak Penghasilan Ps. Bendahara sekolah negeri wajib memungut PPh Ps. 36/2008 dikenakan tarif 15% dari jumlah bruto.03/2008: a. 22 adalah sebagai berikut: i. Butir h. SSP diisi oleh dan atas nama rekanan dan ditandatangani oleh bendaharawan. 22 pada setiap pelaksanaan pembayaran barang kepada rekanan. 3. 21 ayat (1) huruf e UU No. v. Jasa aktuaris c. Jasa penunjang di bidang penambangan migas . jasa teknik. pembukuan dan atestasi LK d. bonus dan sejenisnya selain yang telah dipotong PPh Ps. Jasa penilai b. 23 PPh Ps. Penerimaan sewa dan penghasilan lain penggunaan harta. iii. bunga. PPh Ps. ii. Pelaporan dilaksanakan selambat-lambatnya 14 hari setelah bulan takwim berakh ir. Pembayaran untuk pembelian barang sehubungan dengan penggunaan dana BOS. 21 dikenakan tarif 2% dari jumlah bruto. Penerimaan deviden. jasa konstruksi. Jasa akuntansi. jika jatuh pada hari libur maka dilaporkan pada hari kerja berikutnya. hadiah. Tata cara pemungutan dan penyetoran PPh Ps. jasa konsultan dan jasa lain selain yang telah dipot ong PPh Ps. penghargaan. 23 adalah: i. Jasa pengeboran di bidang pertambangan migas f. Jasa perancang/design e. Apabila rekanan tidak mempunyai NPWP maka dikenakan tarif 100% lebih tinggi. Bendahara sekolah wajib melaporkan PPh 22 yang telah disetorkan tersebut ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) setempat dengan menggunakan formulir Surat Pemberitahuan Masa (SPT) PPh 22. royalti. 22 yang dipungut wajib disetor pada hari yang sama ke Bank/ Kantor P os dengan menggunakan SSP. iv. 23 terkait dengan pajak pemotongan/pemungutan atas pembayaran jasa oleh Bendaharawan. Perubahan peraturan ini mulai berlaku tanggal 31 Agustus 2010. Yang menjadi objek PPh Ps.iv. Berikut jenis jasa yang dipotong PPh Ps. ii. 23 dengan tarif sebesar 2% dari jumlah bruto sesuai PMK-244/PMK. jasa manajemen.

g. Jasa perantara dan atau keagenan m. Jasa pengolahan limbah k. Jasa penebangan hutan j. Jasa penyedia tenaga kerja/outsourcing sevice l. Jasa di bidang perdagangan surat berharga 179 . Jasa penambangan dan penunjang di bidang non migas h. Jasa penunjang di bidang penerbangan dan bandar udara i.

n. Jasa penyediaan tempat dan atau waktu dalam media masa. Jasa penyelenggara kegiatan atau event organizer w. pemeliharaan dan perbaikan r. Jasa kebersihan atau cleaning service aa. 23 dalam bukti pemotongan selama 1 bulan takwim disetor dengan Surat Setoran Pajak (SSP) ke Bank Persepsi/Kantor Pos paling lambat tangg al 10 bulan berikutnya. Jasa pengepakan x. telepon. Jasa katering atau tata boga. Jasa instalasi/pemasangan mesin. selain yang dilaku kan oleh WP yang ruang lingkupnya di bidang konstruksi dan mempuyai izin dan atau sertifikasi sebagai pengusaha konstruksi t. telepon. listrik. air. gas. b. listrik. 23 dan bukti potong lembar ke-2 diserahkan ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) setempat paling lambat tanggal 20 bulan berikutnya. 23: . daftar bukti pemotongan PPh Ps. Jasa mixing film q. 23: a. Jasa pembasmian hama z. 23 rangkap 2 dengan dilampiri SSP lembar ke-3. Bendahara sekolah membuat laporan PPh Ps. TV kabel. Jasa penyelidikan dan keamanan v. peralatan. Berikut contoh penghitungan PPh Ps. bila jatuh tempo hari libur maka penyetoran dilakukan pada hari kerja berikutnya. T V kabel. Jasa kustodian/penyimpanan/penitipan o. Tata cara penyetoran dan pelaporan PPh Ps. termasuk perawatan. gas. Jasa maklon u. air . AC. alat transportasi/kendaraan dan /atau bangunan. alat transportasi/kendaraan dan/atau bangunan. bila jatuh tempo hari libur pelaporan pada hari kerja berikutnya. Jasa perawatan/perbaikan/pemeliharaan mesin. peralatan. 23 dengan cara mengisi SPT Masa PPh Ps. Jasa sehubungan software komputer. Jumlahkan PPh Ps. Jasa pengisian suara dan atau sulih suara p. media luar ruangan at au media lainnya untuk penyampaian informasi y. AC. selain yang dilakukan oleh WP yan g ruang lingkupnya di bidang konstruksi dan mempuyai izin dan atau sertifikasi seb agai pengusaha konstruksi s.

23 = Rp 1.800.00 .Sekolah negeri mengadakan kegiatan pelatihan di mana untuk konsumsi dikontrakkan kepada perusahaan jasa catering dengan nilai Rp 1.000.00 x 100/110 x 2% x 200% = Rp 65.000.000.727. dengan perhitungan: . maka perhitungan menjadi: PPh Ps.800.00 180 .00 x 100/110 x 2% = Rp 32.00 maka Bendahara waji b memungut PPh Ps.455.Apabila rekanan memiliki NPWP: PPh Ps.800. 23. 23 = Rp 1.Apabila rekanan tidak memiliki NPWP.

Pemanfaatan BKP tidak berwujud dari luar daerah Pabean di dalam daerah Pabean . menyetor. c. Menurut Keputusan Direktur Jenderal Pajak nomor KEP-382/PJ/2002 tentang pedoman pelaksanaan pemungutan. Pengusaha kecil dapat memilih untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak ( PKP). d. Pengusaha kecil yang memilih untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak wa jib memungut. Penyerahan BKP dan atau JKP oleh Pengusaha Kena Pajak (PKP) Rekanan. penyetoran dan pelaporan PPN dan PPNBm dan Pengusaha Ken a Pajak (PKP) rekanan lampiran I butir 6 bahwa pemungut PPN (Bendaharawan) tidak p erlu memungut PPN dan PPNBm atas penyerahan Barang Kena Pajak (BKP) dan atau Jasa Ken a Pajak (JKP) yang dilakukan oleh bukan Pengusaha Kena Pajak (PKP). dan melaporkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah yang terutang. kecuali pengusaha kecil yang batasannya ditetapkan oleh Menteri Keuangan. menyetor. Yang menjadi objek PPN adalah: a. Pasal 3A: a. dan melaporkan PPN yang terut ang yang penghitugan dan tata caranya diatur dengan Peraturan Menteri Keuangan. Pengusaha yang melakukan penyerahan barang kena pajak (BKP) dan Jasa Kena Paj ak (JKP). . Pemanfaatan JKP dari luar Daerah Pabean di dalam Daerah Pabean.4. Pembayaran = Rp 1 Juta termasuk PPN dan tidak dipecah. b. c. dan melaporkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah yang terutang. Pajak Pertambahan Nilai (PPN) PPN merupakan pajak yang dikenakan atas konsumsi Barang Kena Pajak (BKP) dan Jas a Kena Pajak (JKP) di dalam daerah Pabean. Orang pribadi atau badan yang memanfaatkan Barang Kena Pajak Tidak Berwujud d ari luar Daerah Pabean sebagaimana dimaksud dalam pasal 4 ayat (1) huruf d dan/atau yang memanfaatkan Jasa Kena Pajak dari luar Daerah Pabean sebagaimana dimaksud dalam pasal 4 ayat (1) huruf e wajib memungut. Yang dikecualikan dari pemungutan PPN adalah: a. wajib melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP) da n wajib memungut. Pengertian Pengusaha Kena Pajak (PKP) seperti tertuang dalam UU No. b. 42 tahun 200 9. menyetor. b. Pembayaran untuk pembebasan Tanah.

Pembayaran atas Penyerahan BKP dan atau JKP yang menurut perundangan undangan PPN men-dapat fasilitas PPN tidak dipungut atau dibebaskan dari pengenaan PPN. Barang kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan oleh rakyat banyak. Jasa Angkutan Udara oleh Perusahaan Penerbangan. Pembayaran lain yang tidak dikenakan PPN. Pembayaran Rekening Telepon. g. warung da n 181 . Makanan dan minuman yang disajikan di hotel. Barang hasil pertambangan atau hasil pengeboran yang diambil langsung dari su mbernya. rumah makan. c. e. d. f. restoran. Penyerahan BBM / Non-BBM oleh Pertamina. b.c. Kelompok Barang yang tidak dikenakan PPN: a.

Jasa pelayanan sosial. o. p. meliputi makanan dan minuman baik yang dikonsumsi di tempat maupun tidak termasuk makanan dan minuman yang diserahkan oleh usaha jasa boga atau katering. h. j. i. d. . Jasa telepon umum dengan menggunakan uang logam. Jasa perhotelan. apabila tanggal 7 bertepatan dengan hari libur maka penyetoran dilakukan pada ha ri kerja berikutnya. m. PPN yang dipungut bendaharawan disetor ke kas negara melalui Bank Persepsi/ K antor Pos selambat-lambatnya tanggal 7 bulan takwim berikutnya setelah masa pajak bera khir. Jasa asuransi. Jasa pengiriman uang dengan wesel pos. Jasa kesenian dan hiburan. Jasa penyiaran yang tidak bersifat iklan. dan surat berharga. Jasa pengiriman surat dengan perangko. SSP lembar 1 untuk Pengusaha Kena Pajak (PKP) Rekanan. Jasa boga atau katering. Kelompok Jasa yang tidak dikenakan PPN: a. Jasa angkutan umum di darat dan di air serta jasa angkutan udara dalam negeri yang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari jasa angkutan udara luar negeri. b. Uang. ii. l. Jasa keagamaan. dan d. k. Surat Setoran Pajak (SSP) rangkap 5. Jasa yang disediakan oleh pemerintah dalam rangka menjalankan pemerintahan se cara umum. Jasa penyediaan tempat parkir. c. didistribusikan: a. Jasa pelayanan kesehatan medis. f. emas. Jasa pendidikan. Tata Cara penyetoran PPN: i. dan q. n.sejenisnya. batangan. Jasa tenaga kerja. g. e. Jasa keuangan.

b. SSP lembar 2 untuk Kantor Pelayanan Pajak (KPP) melalui Bank/Kantor Pos, c. SSP lembar 3 untuk Lampiran SPT Masa PPN, d. SSP lembar 4 untuk Bank Persepsi/Kantor Pos, e. SSP lembar 5 untuk Arsip Bendaharawan Tata Cara pelaporan PPN: 182

i. PPN yang dipungut bendaharawan dilaporkan ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) den gan menggunakan SPT Masa PPN dengan dilampiri Faktur Pajak selambat-lambatnya 14 hari setelah masa pajak berakhir, dalam hal tanggal 14 jatuh pada hari libur pel aporan dilakukan pada hari kerja sesudahnya ii. Surat Pemberitahuan Masa (SPT) PPN terdiri dari 3 lembar: a. Lembar 1 adalah formulir 1107 Put induk b. Lembar 2 adalah formulir 1107 Put 1 lampiran 1 c. Lembar 3 adalah formulir 1107 Put 2 lampiran 2 Berikut contoh penghitungan PPN: Sekolah negeri membeli ATK kepada Pengusaha Kena Pajak Rekanan (Toko TOP) senila i Rp 2.200.000,00 maka Bendahara wajib memungut PPN sebesar 10 %, dengan perhitungan: Harga termasuk PPN Rp 2.200.000,00 PPN yang harus dipungut 10/110 x Rp 2.200.000,00 Rp 200.000,00 Jumlah yang dibayar sekolah pada Toko TOP Rp 2.000.000,00 Sekolah wajib menerbitkan faktur pajak setiap melakukan pemotongan PPN. Kemudian sekolah akan menyetorkan PPN yang dipungutnya dari Toko TOP sebesar Rp 200.000,0 0 ke bank persepsi atau kantor pos, C. SANKSI ATAS KETERLAMBATAN LAPORAN Penyetoran pajak bukanlah akhir dari tugas bendahara dalam kewajiban perpajakann ya, yang tidak kalah pentingnya adalah melaporkan bahwa penyetoran telah dilakukan. Sesuai Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajaka n, kelalaian dalam menyampaikan laporan akan berakibat pemberian sanksi berupa:: 1. Denda (Pasal 7): a. Rp 100.000,00 jika terlambat/tidak menyampaikan SPT Masa PPh 21/22/23/26 b. Rp 1.000.000,00 jika terlambat/tidak menyampaikan SPT Tahunan Pajak Penghasil an c. Rp 500.000,00 jika terlambat/tidak menyampaikan SPT Masa PPN 2. Bunga atas pajak yang tidak/kurang dibayar (Pasal 8, 13, 14, 19) 2% per bulan , maksimal 24 bulan untuk kelalaian berupa: a. Pembetulan sendiri SPT.

b. Hasil penelitan SPT akibat salah tulis dan/atau salah hitung. c. Hasil pemeriksaan (Surat Keputusan Pengembalian Kelebihan Pembayaran d. Izin penundaan pembayaran SPT. e. Izin mengangsur atau menunda pembayaran. 3. Kenaikan dari pajak yang tidak/kurang dibayar (Pasal 13 dan 15): 183 SKPKB).

a. 50% jika SPT tidak disampaikan setelah mendapat teguran tertulis. b. 100% jika tidak memenuhi ketentuan Pasal 28 dan 29 UU 28/2007. c. 100% jika dikeluarkan Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan. Informasi lengkap mengenai penghitungan maupun tata cara penyetoran serta pelapo ran PPh 21, 23 dan PPN dapat diperoleh di bagian pelayanan kantor pelayanan pajak te rdekat. LATIHAN Penghitungan Pajak di Sekolah/Madrasah Kasus: 1. Pada tanggal 1, sekolah memberikan honor bulanan kepada seorang guru honorer/ Non PNS dengan status kawin dan mempunyai 1 anak, besarnya honor Rp 1.800.000,00/bul an. a. Sebutkan jenis pajak apa yang dikenakan atas pengeluaran honor tersebut? b. Berapa besarnya pajak yang dipungut? c. Kapan pajak tersebut harus disetor ke kas negara? d. Kapan pajak tersebut harus dilaporkan ke Kantor Pelayanan Pajak setempat? 2. Pada tanggal 11, sekolah memberikan honor kepada guru PNS Golongan IIIb atas kegiatan pembuatan laporan hasil belajar siswa dengan besaran Rp 200.000,00 a. Sebutkan jenis pajak apa yang dikenakan atas pengeluaran honor tersebut? b. Berapa besarnya pajak yang dipungut? c. Kapan pajak tersebut harus disetor ke kas negara? d. Kapan pajak tersebut harus dilaporkan ke Kantor Pelayanan Pajak setempat? 3. Pada tanggal 15, sekolah negeri membeli ATK kepada toko/pengusaha kena pajak dengan nilai pembelian Rp 2.500.000,00 (harga sudah termasuk PPN). a. Sebutkan jenis pajak apa saja yang dikenakan atas pembelian ATK tersebut? b. Berapa besarnya pajak yang dipungut? c. Kapan pajak tersebut harus disetor ke kas negara? d. Kapan pajak tersebut harus dilaporkan ke Kantor Pelayanan Pajak setempat? 4. Pada tanggal 18, sekolah negeri melakukan renovasi kamar mandi dengan rincian biaya sebagai berikut: membeli material Rp 4.000.000,00 ditoko bahan bangunan yang buk an sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP), ongkos tukang Rp 160.000,00 per hari selama

8 hari dan total ongkos tukang yang dikeluarkan selama 8 hari menjadi Rp 1.200.000,00. a. Sebutkan jenis pajak apa saja yang dikenakan atas renovasi kamar mandi terseb ut? b. Berapa besarnya pajak yang dipungut? c. Kapan pajak tersebut harus disetor ke kas negara? d. Kapan pajak tersebut harus dilaporkan ke Kantor Pelayanan Pajak setempat? 5. Tanggal 22-24, sekolah negeri menyelenggarakan inhouse training selama 2 hari , dimana 184

untuk pengeluaran yang terkait dengan konsumsi diserahkan jasanya kepada pengusa ha katering/jasa boga. Total biaya konsumsi sebesar Rp 2.000.000,00. a. Sebutkan jenis pajak apa saja yang dikenakan atas pembelian ATK tersebut? b. Berapa besarnya pajak yang dipungut? c. Kapan pajak tersebut harus disetor ke kas negara? d. Kapan pajak tersebut harus dilaporkan ke Kantor Pelayanan Pajak setempat? 6. Tanggal 26, sekolah negeri membeli buku teks pelajaran sebesar Rp 6.000.000,. a. Sebutkan jenis pajak apa saja yang dikenakan atas pembelian tersebut? b. Berapa besarnya pajak yang dipungut? c. Kapan pajak tersebut harus disetor ke kas negara? d. Kapan pajak tersebut harus dilaporkan ke Kantor Pelayanan Pajak setempat? 185

186

Bagian 3 Bab IV Pembukuan A. LATAR BELAKANG Bagian yang sangat penting dalam tata kelola keuangan dalam suatu organisasi ter masuk sekolah/madrasah adalah pembukuan. Pembukuan merupakan sumber informasi dari pertanggungjawaban keuangan yang akan disusun dalam bentuk laporan. Dalam tahap pembukuan ini semua penerimaan dan pengeluaran uang harus diper-tanggungjawabkan . Oleh karena itu perlu dibukukan sesuai dengan norma/aturan baku. Secara umum, pembukuan didefinisikan sebagai pencatatan semua transaksi penerima an dan pengeluaran dana yang dilakukan sekolah/madrasah, baik secara manual ataupun menggunakan komputer, ke dalam buku-buku sesuai dengan peraturan yang berlaku. U ndangUndang Nomor 28 Tahun 2007 mendefinisikan pembukuan sebagai proses pencatatan data dan informasi keuangan . Karena pengertian ini masih merupakan pengertian umu m, 187

maka perlu dicari pengertian yang lebih spesifik. Untuk tingkat sekolah, Buku Pa nduan BOS 2010 memberikan definisi pembukuan sebagai pencatatan penerimaan dan pengeluaran dana oleh sekolah, di dalam buku kas umum dan buku pembantu . Dari definisi terseb ut ada beberapa hal penting yang harus dipahami untuk dapat menyelenggarakan pembuk uan dengan baik: 1. Jenis transaksi 2. Jenis buku 3. Proses atau alur pembukuan. Pembukuan suatu transaksi tergantung pada jenis transaksi. Pembukuan juga berart i membukukan pada buku/buku-buku yang tepat karena ada saling keterkaitan antara b ukubuku tersebut. Pembukuan juga harus dilakukan dengan cara dan pada waktu yang tepat. Sesi ini secara khusus akan menjelaskan tentang jenis transaksi, jenis buku dan alur pembukuan dalam menyelenggarakan manajemen keuangan di tingkat sekolah. Pembukuan yang dilakukan secara baik dan benar akan memberikan manfaat bagi seko lah/ madrasah, karena melalui pembukuan sekolah/madrasah memiliki data dan rincian ya ng terkait dengan: 1. Setiap penerimaan dan pengeluaran sekolah/madrasah sesuai dengan waktu terjad inya. Informasi mengenai jenis, jumlah dan waktu penerimaan atau pengeluaran dengan mudah dapat diketahui. 2. Dana yang masih tersedia dan telah terpakai pada periode tertentu. Informasi ini penting untuk mengetahui ketersediaan dana dalam jangka pendek guna memperlancar kegiata n belaja mengajar di sekolah/madrasah. 3. Dasar penyusunan laporan keuangan sebagai salah satu bentuk pertanggung-jawab an sekolah/madrasah. B. TRANSAKSI KEUANGAN Transaksi adalah situasi atau kejadian yang melibatkan unsur lingkungan dan memp engaruhi posisi keuangan. Transaksi umumnya diukur dengan nilai uang, sehingga bisa dicat at. Untuk mencatat transaksi tersebut dibutuhkan dokumen atau bukti transaksi sebagai pend ukungnya. Ada dua kelompok besar transaksi menurut arus masuk/keluarnya uang, yaitu: 1. Transaksi penerimaan, yang dibedakan lagi menjadi: a. Transaksi penerimaan internal

Yaitu penerimaan yang hanya mempengaruhi posisi kas dan bank, atau posisi kas saja. Contoh: Penyetoran uang kas ke bank, pemindahan dana milik sekolah dari sa tu rekening bank ke rekening sekolah/madrasah di bank lain. b. Transaksi penerimaan eksternal Penerimaan yang mempengaruhi posisi kas dan/atau posisi bank yang diterima dari sumber-sumber bukan milik sekolah/madrasah. Contoh: pencairan dana BOS ke rekening sekolah, pajak yang dipungut sekolah, bunga tabungan/ deposito. 2. Transaksi pengeluaran, yaitu bila dana yang dimiliki sekolah/madrasah berkura ng (baik dana tercatat di bank maupun di kas). Transaksi ini dibedakan menjadi: 188

C. c. atau posi si kas saja. Untuk tingkat sekolah/madrasah. Bisa saja digunakan untuk menc atat transaksi internal. dibukukan di kolom penerimaan dan di saat yang sa ma dibukukan di kolom pengeluaran uang bank karena pada saat yang sama uang kita di bank berkurang. JENIS BUKU Pencatatan setiap transaksi dilakukan dalam sebuah buku menurut kelompok/jenis a kunnya. Buku ini menampung transaksi internal maupun eksternal yang dilakukan per kas. dilihat dari sisi rekening bank yang mengeluark an dana. Transaksi pengeluaran internal Yaitu pengeluaran yang hanya mempengaruhi posisi kas dan posisi bank. Buku Pembantu Kas untuk mencatat transaksi keuangan terkait dengan uang kas d i bendahara. karen a untuk sekolah/madrasah yang masih menggunakan sistem manual akan terdapat lebih dari satu buku kas umum dan buku pembantu.ini merupakan buku utama untuk mencatat semua transaksi keuan gan. Transaksi pengeluaran eksternal Yaitu pengeluaran yang mempengaruhi posisi/jumlah uang kas dan/atau posisi jumlah uang di bank karena pembelian barang/jasa. Contoh: pembelian ATK yang dibayar tunai. Pengelompokkan berdasarkan akun ini untuk memudahkan penyusunan laporan. Contoh: sama dengan penerimaan internal yaitu pemindahan dana antar rekening milik sekolah/madrasah. Contoh: penerimaan uang kas dari bank. Buku Kas Umum-. Buku Pembantu Pajak untuk mencatat transaksi keuangan terkait dengan pemungut an dan penyetoran pajak oleh bendahara sekolah/madrasah (transaksi eksternal yang dilakukan per kas atau bank terkait pajak). atau belanja modal. buku-buku yang dibutuhkan adalah: 1. b. dan disaat yang sama dilakukan pembukuan disisi sebaliknya.a. Transaksi yang dicatat di buku yang sesuai harus disertai dengan bukti-bukti tra . Buku ini menampung transaksi eksternal maupun internal yang dilakukan melalui bank. Buku Pembantu-. 2. Umumnya hanya menampung transaksi eksternal saja. b. Buku Pembantu Bank untuk mencatat transaksi keuangan terkait dengan uang di bank.dibedakan menjadi: a. Untuk sekolah/madrasah sudah menggunakan komputer akan jauh lebih mudah untuk memelihara berbagai jenis buku yang ada. Masing-masing sumber dana setidaknya memiliki ke-empat jenis buku di atas.

D. Kode akun yang digunakan adalah kode akun yang dikel uarkan oleh Kemendagri (untuk sekolah negeri) dan Kemenag (untuk madrasah) bagi program BOS. nomor kode akun serta ura ian penerimaan dan pengeluaran. PROSES/ALUR PEMBUKUAN Setelah/madrasah mengenal jenis transaksi dan jenis buku yang ada di tingkat sek olah/ madrasah.nsaksi yang mencantumkan tanggal transaksi. Berikut adalah proses atau alur pembukuan secara sederhana: 189 . Terakhir adala h memilih kode akun untuk jenis transaksi. Kemudian pilih program nasional atau program sekolah yang sesuai. nomor bukti transaski.

Uraian pembayaran dalam kuitansi harus jelas dan terinci sesuai dengan peruntukkannya. yakni: BOS K-4 (Buku Pembantu Kas). Setiap bukti pembayaran harus disetujui Kepala Sekolah dan lunas dibayar oleh . Nomor kode akun dipilih dari lampiran.000. 4.00 c. Pembukuan terhadap seluruh penerimaan dan pengeluaran dapat dilakukan dengan tulis tangan atau menggunakan komputer. Bukti pengeluaran: a.000.000. 00 dikenai bea meterai dengan tarif sebesar Rp 6. dan jum lah uang yang diterima atau dikeluarkan. Setiap transaksi pengeluaran harus didukung dengan bukti kwitansi yang sah.1 3. b. f. BOS K-5 (Buku Pembantu Bank). Dalam hal pembukuan dilakukan dengan komputer. Tim Manajeman BOS Kabupaten/Kota. Semua transaksi penerimaan dan pengeluaran dicatat dalam Buku Kas Umum dan Bu ku Pembantu yang relevan sesuai dengan urutan tanggal kejadiannya.1. Nomor bukti harus diberi tanggal nomor urut. Pembukuan dilakukan dengan mengisikan bukti transaksi-transaksi penerimaan da n bukti transaksi keuangan dalam buku/format-format yang ada. Untuk transaksi dengan nilai sampai Rp 250. Buku Kas Umum dan buku pembantunya serta bukti-bukti pengeluaran tidak boleh dibawa dan harus disimpan di kantornya. dan buku-buku pembantunya. Dokumen ini disimpan di sekolah/madrasah dan diperlihatkan kepada penga was. d. 6.000. nomor kode akun. 5. Bukti pengeluaran uang dalam jumlah tertentu harus dibubuhi meterai yang cuku p sesuai dengan ketentuan bea meterai. Uang tunai yang ada di Kas Tunai tidak lebih dari Rp 10 juta. e. bendahara wajib mencetak BKU d an buku-buku pembantu sekurang-kurangnya sekali dalam satu bulan dan menatausahakan hasil cetakan BKU dan buku-buku pembantu bulanan. dan para pemeriksa lain apabila diperlukan. BOS K-6 (Buku Pembantu Pajak).00 dikenai bea meterai dengan tarif sebesar Rp 3. 7.00 sampai dengan Rp 1. Format ini harus dibukukan per transaksi dan ditandatangani oleh Bendahara da n Kepala Sekolah.000. 2.000. 8. uraian. sedang transaksi dengan nilai nominal anta ra Rp 250.000.00 tidak dikenai bea meterai. Apabila bendahara meninggalkan tempat kedudukannya atau berhenti dari jabatan nya.00 dan transaksi dengan nilai nominal lebih besar Rp 1.000. setelah ditandatangani Kepala Sekolah dan Bendahara Sekolah. yaitu BOS K-3 (Buku Kas Umum).

E. 1 Peraturan Menteri Keuangan nomor 73/PMK. h. FORMAT BUKU Format Buku Kas Umum dan Buku Pembantu yang digunakan di tingkat sekolah terdapa t dalam Buku Panduan BOS.05/2008 dan Peraturan Direktur Jendera l Perbendaharaan nomor PER-47/PB/2009. 190 .Bendahara. Format ini dapat digunakan untuk sumber dana lain guna memudahkan dalam penyusunan laporan yang terintegrasi. g. Uraian tentang jenis barang/jasa yang dibayar dapat dipisah dalam bentuk fakt ur sebagai lampiran kwitansi. Segala jenis bukti pengeluaran harus disimpan oleh sekolah/madrasah sebagai b ahan bukti dan bahan laporan.

1. Buku Kas Umum (BOS K-3) 191 .

b. (3) atau luar kota. dan penerimaan jasa giro dari bank.Pembukuan dalam Buku Kas Umum meliputi semua transaksi eksternal. besar). f. kuantitas barang. Semua transaksi internal baik penerimaan maupun pengeluaran tidak dibukukan d i buku ini. e. Format ini harus diisi segera setelah sesuatu transaksi tersebut terjadi dan tidak menunggu terkumpul satu minggu/bulan. pajak a tas hasil dari jasa giro dan setoran pajak. dan kode jenis belanja 3) Diisi dengan nomor bukti penerimaan/pengeluaran uang 4) Diisi uraian singkat spesifikasi (umum/garis untuk periode/bulan mana. biaya administrasi bank. . kode program sekolah. d. satu arah atau pp. c. Cara pengisian Buku Kas Umum adalah sebagai ber ikut: a. Dokumen ini disimpan di sekolah bersama-sama dengan bukti-bukti transaksi ser ta dokumen-dokumen pendukungnya dan tersedia/diperlihatkan kepada pengawas. Untuk setiap bukti transaksi kenalilah: 1) Jenis transaksi (internal/eksternal) 2) Apakah merupakan transaksi penerimaan atau pengeluaran 3) Apakah sumber dananya 4) Dalam rangka program nasional yang mana 5) Dalam rangka program sekolah yang mana ii. penerimaan dari pemungutan pajak . jurusan penerimaan/pengeluaran uang: (1) untuk barang: jenis. Tim Manajeman BOS Kabupaten. (2) jasa: jenis jasa. dan para pemeriksa lainnya apabila diperlukan. Semua transaksi penerimaan eksternal dibukukan pada sisi kiri/debet (kolom pe nerimaan): dari Penyalur Dana (BOS atau sumber dana lain). Proses pengisiannya dalah sebagai berikut: i. dibayar untuk belanja transportasi/perjalanan dinas: dalam kota yang dituju. yaitu yang berhubungan dengan pihak ketiga. Semua transaksi pengeluaran eksternal dibukukan pada sisi kanan/kredit (kolom pengeluaran): adalah pembelian barang dan jasa. Apabila sudah jelas semua maka mulailah mengisi (melakukan entri pada) forma t BOS K-3 dengan urutan berikut sesuai kolom: 1) Diisi tanggal pembukuan (bulan-tanggal) 2) Diisi kode program nasional.

Pada akhir bulan buku ini harus ditutup dan dibuatkan Berita Acara yang ditan da-tangani oleh kepala sekolah/madrasah. 192 . bendahara dan komite sekoleh/madrasah.5) Diisi jumlah penerimaan yang tercantum dalam dokumen sumber (bukti) 6) Diisi jumlah pengeluaran yang tercantum dalam dokumen sumber (bukti) 7) Diisi jumlah saldo setelah ditambah/dikurangi jumlah penerimaan/ pengeluaran yang tercantum dalam dokumen sumber. g.

maka rekonsiliasi dilakukan antara saldo Buku Kas Umum dengan saldo Buku Pembantu Kas dan saldo Buku Pembantu Bank. maka Buku Kas Umum. Pada akhir bulan buku ini harus ditutup dan dibuatkan Berita Acara yang ditandatangani oleh kepala sekolah/madrasah. Format di atas harus dibukukan per transaksi dan ditandatangani oleh Bendahara d an Kepala Sekolah. Sedang bukti transaksi internal dibuat tersendi ri. Tim Manajeman BOS Kabupaten/Kota. Buku Pembantu Kas (BOS K-4) Buku Pembantu Kas berfungsi untuk mencatat transaksi penerimaan/pengeluaran yang dilaksanakan secara tunai. dan para pemeriksa lainnya apabila diperlukan. Semua transaksi Kas. baik transaksi eksternal maupun internal dibukukan dalam buku ini. Buku Pembantu Kas dan Buku Pembantu Bank harus ditutup paling lambat setiap akhir bulan dan ha rus 193 .2. Bukti transaksi kas eksternal sama dengan bukti transa ksi yang dipergunakan oleh Buku Kas Umum. Dokumen ini disimpan di sekolah dan diperlihatkan kepada pengawa s. Apabila proses pembukuan dilakukan dengan komputer. Apabila digunakan pemrosesan dengan komputer. bendahara dan komite sekolah/madrasah.

Diisi kode program nasional. (3) untuk belanja transportasi/perjalanan dinas: dalam kota atau luar kota . Buku Pembantu Bank (BOS K-5) 194 . e. dibayar untuk period e/bulan mana. Diisi dengan nomor bukti penerimaan/pengeluaran uang d. dan kode jenis belanja c. Diisi tanggal pembukuan (bulan dan tanggal) b. Urutan pencatatannya sesuai kolom adalah sebagai berikut: a. kuantitas barang. (2) jasa: jenis jasa.dicetak. Diisi uraian singkat penerimaan/pengeluaran uang: (1) untuk barang: jenis. Diisi jumlah penerimaan yang tercantum dalam dokumen sumber (bukti) f. kode program sekolah. Diisi jumlah pengeluaran yang tercantum dalam dokumen sumber (bukti) g. jurusan yang dituju. sp esifikasi (umum/garis besar). Diisi jumlah saldo setelah ditambah/dikurangi jumlah penerimaan/pengeluaran y ang tercantum dalam dokumen sumber 3. satu arah atau pp.

Kolom 1 diisi sesuai tanggal terjadinya transaksi pungutan pajak b. Format ini (baik yang diproses secar a manual maupun dengan komputer) harus ditutup pada setiap akhir bulan dan ditanda tangani oleh Kepala Sekolah dan Bendahara. Saldo (kolom 7) dihitung se tiap kali membukukan penerimaan dan/atau pengeluaran. Penerimaan eksternal dibukukan pa da kolom 1-5 . Berfungsi untuk mencatat transaksi penerimaan/pengeluaran yang dilaksanakan khusus melalui bank dengan ca ra antara lain penerbitan cek. Semua transaksi eksternal per kas yang dibukukan di format BOS K-3 harus dibukuk an juga pada format ini. kode program sekolah. serta PPN. Kolom 2 diisi kode program nasional. Saldo akhir buku ini harus sama dengan jumlah uang kas yang benar-benar ada di tangan dan saldo kas yang dilaporkan dalam Buku Kas Umum . Sum ber informasi untuk penyusunan Buku Pembantu Bank adalah semua transaksi eksternal b aik penerimaan maupun pengeluaran yang dilakukan melalui bank dan transaksi internal yang berupa pengambilan uang kas di bank dan penyetoran uang kas untuk disimpan di Ba nk. Pajak yang harus dibukukan adalah semua pajak. pada sisi penerimaan dan pengeluaran yang sama. Paling lambat setiap akhir bulan harus ditutup dan dihitung sisa pemungutan paja k yang belum disetor ke kas Negara. penerimaan pembayaran dengan cek. Buku Pembantu Pajak (BOS K-6) Buku ini hanya perlu dipergunakan apabila sekolah yang bersangkutan adalah (yang ditunjuk sebagai) pemungut pajak. Untuk yang diproses dengan komputer harus dit utup dicetak pada setiap akhir bulan. sedangkan pengeluaran eksternal kolom 1-4 & 6. Kolom 3 diisi dengan nomor bukti pungutan pajak . Semua transaksi internal per kas juga harus dibukukan dalam format ini. Pembukuan untuk Buku Pembantu Pajak dilakukan sebagai berikut (sesuai urutan kol om): a. 4. terutama PPh Pasal 21.Ini merupakan Buku Pembantu melengkapi format BOS K-3. yaitu terutama sekolah-sekolah negeri. yang dibuatkan Berita Acara yang ditandatangani oleh Kepala sekolah dan bendahara. penarikan cek. 23. Buku pe mbantu pajak mempunyai fungsi untuk mencatat semua transaksi yang harus dipungut pajak serta memonitor atas pungutan dan penyetoran pajak yang dipungut selaku wajib pungut p ajak. Urutan pengisian Buku Pembantu Bank adalah sama dengan Buku Pembantu Bank. dan kode jenis bel anja c.

7 dan 8 diisi jumlah rupiah jenis pajak yang dipungut (PPN. 23) f. atau PPh Ps. PPh P s. Kolom 4. 21. 6. uraian singkat mengenai jenis pungutan/penyetoran pajak yang dilakuk an oleh sekolah e. 195 . Kolom 9 diisi jumlah total rupiah pajak yang disetor ke kas Negara g.d. PPh 22. Kolom 10 diisi sesuai saldo pajak yang masih harus disetor sekolah. Kolom 5.

196 .

2. 3. Penerimaan eksternal dibukukan pada Buku Kas Umum dan Juga Buku Pembantu Kas dan Buku Pembantu Bank a. Saldo juga harus dihitung dan dibukukan pada kolom 7 . 4. Pembukuan di Buku Pembantu Kas dan Buku Pembantu Bank dalah pada kolomkolom 1. 5 b. setiap hari 2. 2. 2. 4. Pengeluaran eksternal perpajakan dibukukan pada Buku Kas Umum dan juga Buku Pembantu Kas atau Buku Pembantu Bank (tergantung dari apakah penyetoran tersebut dilakukan melalui kas atau bank) dan Buku Pembantu Pajak. dan 6 b. Pembukuan di Buku Pembantu Pajak adalah pada Lajur Pungutan Pajak pada kolomk olom 1. Pembukuan di Buku Kas Umum adalah pada kolom-kolom 1. serta: a. 3. serta: a. c. 197 . 3. Jumlah juga harus dihitung dan dibukukan pada kolom 8. 5. 3. Pengeluaran eksternal dibukukan pada Buku Kas Umum dan juga Buku Pembantu Kas dan Buku Pembantu Bank a. dan kolom 5/6/7 (tergantung dari jenis pajak yang dipungut) c. 7. 6. 4. 4. 5. Jumlah juga harus dihitung dan dibukukan pada kolom 10. b. Penerimaan eksternal perpajakan dibukukan pada Buku Kas Umum dan juga Buku Pembantu Kas atau Buku Pembantu Bank (tergantung dari apakah penyetoran tersebut dilakukan melalui kas atau bank) dan Buku Pembantu Pajak. Pembukuan di Buku Pembantu Pajak adalah pada Lajur Penyetoran Pajak pada kolo m 5. 4. setiap kali transaksi dibukukan. 4. 4. 2. Pembukuan di Buku Kas Umum dan Buku Pembantu Kas atau Buku Pembantu Bank adalah pada kolom-kolom 1. 6 c. 6 b. 2.F. 3. setiap kali transaksi dibukukan. Saldo juga harus dihitung dan dibukukan pada kolom 7 . Pembukuan di Buku Kas Umum dan Buku Pembantu Kas atau Buku Pembantu Bank adalah pada kolom-kolom 1. 4. 2. setiap hari 3. 8 atau 9 (tergantung dari jenis pajak yang disetor) c. 3. 3. Pembukuan di Buku Pembantu Kas dan Buku Pembantu Bank dalah pada kolomkolom 1. Pembukuan di Buku Kas Umum adalah pada kolom-kolom 1. 2. ALUR PEMBUKUAN INTERNAL DAN EKSTERNAL Alur Pembukuan Eksternal 1.

.

000. dan Pajak untuk dana BOS dan Dana BOS Ka b dengan catatan saldo Kas Awal adalah Rp 5.LATIHAN Di bawah ini adalah transaksi-transaksi internal dan eksternal dari suatu SMP di Kabupaten Sukabumi. Buku-buku Pembantu Kas. Bank. Bukukanlah transaksi-transaksi tersebut ke dalam Buku Kas Umum.500.000.000.00 untuk BOS Pusat 198 .00 dan Saldo Bank Awal adalah Rp 25.

199 .

200 .

Kode Akun: Program Nasional 2. KODE AKUN PENERIMAAN 1. Kode Akun: Program Sekolah 201 .LAMPIRAN KODE AKUN A.

B. PROYEKSI PENERIMAAN DAN PENGELUARAN 202 .

KODE AKUN PENGELUARAN 203 .C.

204 .

205 .

206 .

207 .

208 .

209 .

210 .

Namun demikian. pencatatan barang merupakan bagian dari manajem en asset. selain juga sebagai salah satu cara memelihara kondisi barang guna mendukung proses belajar mengajar secara optimal. Sekolah merupakan salah satu unsur pemerintahan daerah yang berada dalam pembina an DInas Pendidikan Kota/Kabupaten. Manajemen asset mencakup proses yang menyeluruh dan terpadu mulai dari perencanaan barang hingga ke pelaporannya. sementara kedudukan madrasah adalah setara 211 .Bagian 3 Bab V Pencatatan Barang Milik Sekolah/Madrasah A. LATAR BELAKANG Dalam siklus manajemen keuangan. menyesuaikan dengan kemampuan sumber daya yang ada di tingkat sekolah/madrasah maka pada bagian ini hanya akan diberikan hal-hal minimal yang harus dilakukan oleh sekolah/madrasah dalam menginventarisasi barang-barang yang dikuasakan penggunaannya pada sekolah/madra sah sebagai bagian dari manajemen asset daerah.

Memberikan pengetahuan tentang langkah-langkah yang harus dilakukan ketika menerima pengiriman barang habis pakai yang dipesan dan bagaimana perlakuannya ketika barang tersebut disimpan kemudian disalurkan ataupun diminta untuk diguna kan.dengan SKPD yang berada dalam pembinaan Kanwil Kemenag di daerah. Sedangkan madra sah yang merupakan bagian dari Kementerian Agama juga memiliki kewajiban yang sama d alam pengelolaan asset/barang yang dikuasakan kepada madrasah. DASAR HUKUM Peraturan perundangan yang terkait dengan pencatatan barang merupakan acuan pent ing bagi daerah terutama dalam penegasan tentang tugas dan tanggung jawab pencatatan barang. Pasal 1 (20) peraturan tersebut menjelaskan tentang definisi dari penatausahaan barang. Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pendidik an Nasional secara lengkap telah memberikan panduan cara penggunaan dana ini untuk menghindari adanya penyalahgunaan penggunaan dana. sejak tahun 2010 dana BOS dapat digunakan untuk membeli perangkat kompute r sebagai pendukung kegiatan di sekolah. Sementara inventarisasi sendiri men . pengelompokkan jenis barang maupun sistem pengkodeannya. B. 2. maka sudah seharusnya sekolah mengikuti aturan yang berla ku di pemerintahan daerah termasuk dalam hal pengelolaan asset/barang. Memberikan pemahaman tentang pentingnya pencatatan milik sekolah yang merupak an bagian dari barang milik daerah yang ditempatkan di sekolah. sebagian besar sekolah di Indo nesia sangat bergantung dengan dana BOS. Sebagai bagian dari perangkat daerah. Sejalan dengan perkembangan zaman. inventarisasi dan pelaporan ba rang milik Negara/daerah sesuai ketentuan yang berlaku. Memberikan pengetahuan tentang cara melakukan pencatatan barang tidak habis p akai dengan menggunakan kode standar yang digunakan sesuai dengan peraturan perundang an yang berlaku. Karena itulah bab ini secara khusus bertujuan untuk: 1. Sejak diluncurkannya Program BOS pada tahun 2005. tidak tertutup kemungki nan dana ini bisa juga digunakan untuk pembelian barang jenis lain terkait dengan ke giatan sekolah. Dimasa mendatang. 3. serta apa yang harus dilakukan ketika menempatkan/ menyalurkan bar ang tersebut untuk digunakan di lingkungan sekolah. yaitu rangkaian kegiatan yang meliputi pembukuan. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah ser ta perubahannya yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2008 secara rinci menjela skan tentang segala hal yang terkait dengan pencatatan barang milik daerah.

melakukan pencatatan dan inventarisasi barang milik daerah yang berada dalam 212 . pelaksanaannya diatur dalam Permendagri Nomor 17 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah. berwenang dan bertanggung jawa b: 1. dinyatakan secara jelas bahwa Kepala Unit Pelaksana T eknis Daerah selaku kuasa pengguna barang milik daerah. Rangkaian kegiatan tersebut untuk tingkat sekolah menjadi t anggung jawab Kepala Sekolah yang merupakan Kuasa Pengguna Barang. pencatatan dan pelaporan hasil pendataan bar ang milik Negara/daerah.cakup kegiatan untuk melakukan pendataan. 2. Pada prakteknya. kepa la sekolah dapat mendelegasikan tugas ini. mengajukan rencana kebutuhan barang milik daerah bagi unit kerja yang dipimpi nnya kepada Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah yang bersangkutan. Pada Pasal 6 Ayat 5 peraturan yang menjabarkan secara detail pelaksanaan dari pengelolaan barang daerah. Untuk melengkapi peraturan pemerintah tersebut.

menggunakan barang milik daerah yang berada dalam penguasaannya untuk kepenti ngan penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi unit kerja yang dipimpinnya. menyusun dan menyampaikan Laporan Barang Kuasa Pengguna Semesteran (LBKPS) da n Laporan Barang Kuasa Pengguna Tahunan (LBKPT) yang berada dalam penguasaannya kepada kepala satuan kerja perangkat daerah yang bersangkutan. TUJUAN PENCATATAN BARANG Seperti sudah dijelaskan pada bagian sebelumnya bahwa pencatatan barang sebagai bagian dari menajemen asset adalah merupakan bagian dari pengelolaan keuangan se cara keseluruhan maka selain dari menjalankan peraturan dan perundangan yang berlaku. Sebagai dasar penyusunan Neraca daerah karena barang milik sekolah adalah bag ian dari barang daerah. Dalam rangka menjaga kondisi barang milik sekolah guna memastikan pelayanan pendidikan dapat berjalan secara normal. 3. pencatatan barang di tingkat sekolah/madrasah juga dimaksudkan untuk: 1. kodefikasi barang mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan 29/PMK. 4. Sebagai proses inventarisasi kekayaan daerah dimana barang milik sekolah meru pakan bagian dari kekayaan daerah. 5. Sebagai bentuk pengamanan barang daerah yang dikuasakan penggunaannya kepada sekolah. melakukan pengawasan dan pengendalian atas penggunaan barang milik daerah yan g ada dalam penguasaannya. D. Dengan pencatatan barang secara teratur maka dapat diketahui dengan cepat dan pasti kondisi barang yang ada di sekolah. Sedangkan untuk madrasah. 2. Ke-empat tujuan di atas sekaligus mendukung pengelolaan keuangan sekolah secara terpadu guna memberikan layanan pendidikan yang optimal. 3. dan 6. 4.penguasaannya. C. mengamankan dan memelihara barang milik daerah yang berada dalam penguasaanny a. Peraturan di tingkat menteri ini juga dilengkapi dengan lampiran mengenai sistem pengkodean barang di tingkat daerah. DEFINISI PENCATATAN BARANG . Hal ini guna menghindari adanya pemindahtanganan atau penggunaan barang milik sekolah untuk kegiatan yang tidak terkait dengan proses belajar mengajar a taupun tanpa sepengetahuan kuasa pengguna barang (kepala sekolah).06/2010 tentang Penggolongan dan Kodefikasi Barang Milik Negara.

Untuk tingkat sekolah. pencatatan barang dilakukan sejak barang tersebut diterima. disimpan dan kemudian disalurkan atau digunakan sampai pada tahap pemeliharaan. Barang yang perlu dicatat di tingkat sekolah/madrasah dibedakan menjadi: 1. Barang habis pakai 213 . Pengadaan barang sejatinya merupakan satu kesatuan dari penc atatan barang namun proses ini tidak akan dibahas dalam sesi ini karena untuk pengadaan barang sekolah/barang mengacu pada panduan BOS terkait pengadaan barang.Pencatatan barang merupakan bagian dari penatausahaan barang yang dalam hal ini dilakukan di tingkat sekolah/madrasah.

Sumbangan.Merupakan barang-barang yang digunakan dalam pelaksanaan belajar mengajar di sekolah/madrasah dengan masa pakai kurang dari satu tahun. k ecuali ada peraturan lain di tingkat daerah yang mewajibkan pencatatan tersebut. pencatatan ini ideal dilakukan jika sekolah/madarasah berkeinginan melakukan pengelolaan keuang an sesuai standar umum yang berlaku serta untuk tujuan akuntabilitas penggunaan dan a pencatatan. dll. Sedangkan untuk bangunan tambahan yang berasal sumbangan ataupun lainnya harus tetap dicatat ole h sekolah. yang berasal dari: a. komputer. Yang tergolong dalam barang tidak habis pakai misalnya meja. me sin tik. 2. Untuk barang yang tidak habis pakai. Provinsi c. Dengan demikian dapat diketahui tingkat pemakaian rata-rata barang habis pakai yang umum dipakai sehari-hari di sekolah untuk tujuan ketersediaan b arang tersebut. dan merupakan bagian dari aset daerah yang tercata t dalam neraca keuangan daerah. pengguna barang wajib membuat laporan kepada pengelola barang minimal setiap semester dan tahunan. Contoh: kapur tulis. ATK. Barang tidak habis pakai Yaitu barang-barang yang memiliki masa pakai lebih dari satu tahun dan dapat dig unakan berulangkali. Namun demikian. Tidak ada peraturan khusus yang mengatur mengenai pencatatan barang habis p akai. bahkan untuk saat ini di tingkat sekolah/madrasah tidak diwajibkan untuk melakuk an pencatatan barang-barang yang tergolong habis pakai. yaitu: 1. Kabupaten/Kota . dll. kursi. 2. Istilah yang umum digunakan dalam bidang keuangan adalah asset tet ap. SUMBER BARANG SEKOLAH/MADRASAH Barang milik sekolah/madrasah dapat berasal dari dua sumber utama. Pembelian yang dilakukan oleh sekolah. Umumnya bangunan dan tanah dimana gedung sekolah berdiri tidak masuk dalam pencatatan barang di tingkat sekolah karena sudah dicatat sebagai asset di tingkat dinas. E. Pembelian ini umumnya sudah direncanakan sebelumnya dalam rencana anggaran sekolah. Pemerintah b. barang yang dibeli perlu dilaporka n kepada dinas pendidikan untuk kemudian dicatat sebagai bagian dari barang daerah. Sesuai peraturan. Barang-barang jenis ini dicatat sebagai barang milik daerah yang dikua sakan penggunaannya kepada sekolah.

Hibah donor f. Masyarakat g. Perusahaan e. Lainnya F. Kepala Sekolah sebagai kuasa pengguna bar ang milik daerah di tingkat sekolah merupakan penanggung jawab barang milik sekolah.d. Dalam 214 . PENGELOLA BARANG SEKOLAH/MADRASAH Seperti yang telah dijelaskan di atas.

d. dan kondisi yang ada dalam penguasa an sekolah kepada Dinas Pendidikan sebagai kuasa pengguna barang untuk kemudian dilaporkan kepada kepala daerah secara periodik. 2. Dilakukan oleh kepala tata usaha atau penanggung jawab barang yang ditunjuk. Melaporkan setiap perubahan jumlah. yaitu: 1. Jika ada kekurangan maka barang ditolak atau dibuat tanda terima sementara ya ng memuat sebab-sebab penerimaan sementara barang. Mengawasi segala jenis perbaikan/pemeliharaan barang inventaris. Barang diterima jika sesuai dengan isi dokumen pada poin c di atas. Barang yang diterima harus disertai dokumen yang menyatakan macam/jenis. harga.prateknya. Membuat laporan pengadaan barang inventaris secara berkala (per triwulan). e.baik penerimaan barang dari pembelian maupun penerimaan b arang dari sumbangan atau hibah. juml ah. G. 5. Penerimaan Barang . Inventarisasi dengan cara menerbitkan dan memasang daftar inventaris ruangan. kepala sekolah dapat mendelegasikan tugas ini kepada kepala tata usah a atau yang ditunjuk. Membuat laporan mutasi barang. Tanggung jawab yang harus dilakukan dalam rangka pengelolaan bara ng milik sekolah/madarasah ini adalah:. Pencatatan administrasi barang inventaris dengan pemberian kode. c. dan spesifikasi barang. Ini tidak berlaku bagi barang . ALUR PENCATATAN PENERIMAAN DAN PENGGUNAAN/PENEMPATAN BARANG SEKOLAH Pengelolaan barang yang baik mencakup tiga tahapan yang utama. Inventarisasi adalah memastikan bahwa barang yang dicatat memang benar ada dan memastikan lokasi/keberadaan barang yang dicatat tersebut. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam tahap penerimaan barang adalah: a. Barang yang diterima ini dicatat dalam kartu penerima an barang sebagai bukti penerimaan. 3. status. 4. 1. Dasar penerimaan barang ialah surat perintah kerja/surat perjanjian kontrak/k ontrak pengadaan barang yang ditandatangani oleh kepala sekolah. b. Pencatatan adalah mendokumentasikan barang yang ada di lingkungan sekolah terma suk memberikan kode-kode barang yang sesuai dengan peraturan perundangan.

2. Format kartu-kartu barang sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku dapat dilihat dalam bagian lampiran. f.sumbangan atau hibah. Peyimpanan/Penempatan/Penggunaan Barang pada tahap ini barang ditempatkan/ disalurkan ke lokasi/ruangan yang membutuhkan ataupun kepada orang yang mengajuk an 215 . 3. Pencatatan Barang tahap dimana barang yang diterima dicatatkan ke dalam kartu kartu barang sesuai jenis barang. Contoh kartu penerimaan barang dapat dilihat dalam bagian lampiran. Pernyataan penerimaan barang sah apabila berita acara penerimaan barang telah ditandatangani oleh kepala tata usaha. g.

6. Alat Peraga/Praktek Sekolah dan lain-lain. Alat-alat bengkel dan alat ukur: Alat Bengkel Bermotor. baik karena adanya pemasukan barang mau pun pengeluaran barang harus secepatnya dicatat 5. dan lainlain. penyimpanan berkaitan erat dengan: 1. Alat Rumah Tangga. dan merawat perawatan merupakan perbedaan utama dengan barang habis pakai dalam hal masa manfaat yang melebihi 1 tahun sehingga berdampak pada biaya perawatan yang perlu diaanggarakan agar barang dapat digunakan secara optimal.permohonan pembelian untuk kemudian dapat digunakan dengan baik. dan keadaan persediaan barang ke dalam buku barang menurut jenisnya (format masingma sing kartu dapat dilihat dalam lampiran): a. dan lain-lain Alat-alat kantor dan rumah tangga: Alat Kantor. Alat-alat laboratorium: Unit Alat Laboratorium. mengatur. Untuk barang tidak habis pakai. dan diurutkan secara alfa betis sesuai dengan nama barang. Mencatat secara tertib dan teratur penerimaan barang. 4. Setiap ada perubahan jumlah logistik. maka penyimpanan dan penggunaan barang sebaiknya memperhatikan hal-hal berikut: 1. pengeluaran barang. Bukti-bukti pemasukan barang disimpan dalam satu tempat atau map khusus yang berisi bukti-bukti penerimaan logistik secara berurutan sesuai tanggal penerimaa n. c. Setiap satu jenis barang dibuatkan satu kartu barang 3. Kartu barang disimpan dalam kotak atau file khusus. Kartu inventaris gedung dan bangunan d. Alat Angkutan Darat Tak Bermotor. Kartu Inventaris aset tetap lainnya Buku dan perpustakaan digunakan juga untuk mencatat: . Setiap kartu barang harus dapat menunjukkan persediaan barang pada saat itu. kartu inventaris tanah b. dan lain-lain. Menyimpan. Menggunakan sistem kartu barang guna pemantauan persediaan dan penggunaan barang 2. Untuk barang habis pakai. kartu inventaris mesin dan peralatan digunakan untuk mencatat Alat-alat angkutan: Alat Angkutan Darat Bermotor. Alat Bengkel Tak Bermotor. 2.

Alat-alat Kesenian. Lukisan. Biografi.Buku seperti Buku Umum Filsafat. Ilmu Bahasa. Kebudayan seperti: Pahatan. sejarah dan lain-lain Barang bercorak kesenian/kebudayaan Barang Bercorak Kesenian. Ilmu Pengetahuan Praktis. Ilmu Sosial. Kesenian. Tanda Penghargaan. Arsitektur. Alat Olahraga. Olahraga Geografi. Matematika dan Pengetahuan Alam. Agama. dan lain-lain 216 .

Personal Komputer 01: Kode sub sub-kelompok . Contoh penulisan arti dari kode yang digunakan adalah sebagai berikut: 02. Pada dasarnya keduanya sama-sama terdiri dari 14 digit. sub-kelompok dan sub sub-kelompok yang dapat dilihat dalam peraturan t erkait. Tumbuhan-tumbuhan seperti Pohon Jati.06/2010. Ikan. Berkaitan erat dengan masalah pemeliharaan dan keamanan. Pohon Mahoni. maka digunakanlah kartu inventaris ruang yang ditempatkan di setiap ruangan dan berisikan barang apa saja yang ada di ruangan tersebut dan bagaimana kondisinya.003 Kode barang mengandung arti: 02: Kode golongan barang . Ini berkaitan erat dengan masalah pengamanan dan pemeliharaan yang dinyatakan dalam PP 6/2006 Pasal 8 Ayat 2 butir e bahwa: Pengguna barang wajib mengamankan dan memelihara barang milik daerah yang berada dalam penguasaanya . Kartu inventaris ruang mutlak harus diperbaha rui untuk dapat mengetahui penambahan. dengan kode golongan. Berbeda dengan barang habis pakai yang setelah diminta untuk digunakan tidak per lu dipantau keberadaannya. maka kartu ini diperbaharui minimal enam bulan sekali dan disaat bersamaan penanggung jawab melakukan pemeriksaan atas kondisi barang dan memastikan keberadaannya.Hewan/ternak dan tumbuhan Hewan seperti Binatang Ternak.01. sedangkan untuk madrasah negeri mengacu pada Permenkeu 29/PMK. Binatang Unggas. PENULISAN KODE BARANG Kode yang digunakan mengacu pada Lampiran Permendagri 17/2007 untuk sekolah negeri. H. untuk barang tidak habis pakai pemakain atau penempatan barang harus dicatat dengan baik dan jelas. pengurangan maupun pergerakan barangbarang yang berada di lingkungan sekolah.PC unit 0003: Kode Register . bi dang. kelompok.03. 3. Format kartu inventaris ruang dapat dilihat dalam bagian lampiran. Untuk memudahkan proses tersebut.06. dan lain-lain sejenisnya.Peralatan dan Mesin 06: Kode bidang . Membuat laporan berkala.Alat Kantor 03: Kode kelompok . Binatang Melata.Komputer 01: Kode sub-kelompok . Pohon Asem dan lain-lain sejenisnya termasuk pohon ayoman/pelindung.02. Pohon Kenari.

ditulis: 0001 s/d 0150. melainkan kode unik yang ditetapkan oleh masing-masing sekolah: 1. Nomor urut pencatatan dari setiap barang.Kode register merupakan kode unik yang tidak diatur secara khusus dalam peratura n perundangan. maka pencatatannya dapat dilakukan dalam suatu format pencatatan dalam lajur reg ister. besaran harganya sama seperti meja dan kursi jumlahnya 150 . tahun pengadaan sama. pencatatan terhadap barang yang sej enis. 217 .

2. Nomer register juga bisa diambil dari nomor rangka/nomor produksi yang meleka t pada barang yang dibeli. Misalnya: untuk komputer. bisa dilihat nomor unik yang terca ntum di unit komputer tersebut dan dijadikan nomor register (cukup diambil 3-4 angka ter akhir) 3. Nomor register ini dicetak dan ditempel pada barang tidak habis pakai yang re levan LAMPIRAN 1 Contoh Kartu Barang Habis Pakai Nama Sekolah : Alamat : Nama Barang : 218 .

....) Kepala Tatausaha Harga Asal Usul Penggunaan Sertifikat Nomor Status Tanah Tanggal Hak Alamat Tahun Pengadaan/ Penerimaan (.................Ket.....) Mengetahui Kepala Sekolah LAMPIRAN 2 Luas (m2) Nomor Kode Barang Jenis Barang/ Nama Barang No 219 Kartu Inventaris Tanah ....................... (.........

LAMPIRAN 3 220 Kartu Mesin/Peralatan .

LAMPIRAN 4 221 Kartu Inventaris Gedung .

LAMPIRAN 5 222 Kartu Inventaris Aset Tetap Lainnya .

LAMPIRAN 6 223 Kartu Inventaris Ruang .

224 .

baik yang berupa laporan-laporan keuangan maupun dokumen pendukungnya. 2. Setiap kegiatan wajib dibuatkan laporan hasil pelaksanaan kegiatannya. Pelapor an disini diartikan laporan yang wajib diserahkan oleh sekolah kepada Tim Manajemen BOS Kabupaten dan pengumuman yang harus dipajang di papan pengumuman sekolah sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat. Untuk itu laporan pertanggungjawaban harus memenuhi unsur-unsur sebagai berikut: 1. LATAR BELAKANG Laporan adalah salah bentuk dari pertanggungjawaban keuangan yang utama.Bagian 3 Bab VI Pelaporan A. disimpan dan ditata dengan rapi dalam urutan nomor dan 225 . Laporan merupakan pertanggungjawaba n atas pelaksanaan kegiatan yang dibiayai sumber dana tertentu (umpama saja dana B OS). Seluruh arsip data keuangan.

dan masingmasing akan ditunjukkan dari sumber dana mana pengeluaran-pengeluaran tersebut dibiayai. Format Laporan Realisasi Penerimaan dan Penggunaan Dana (BOS K-2) adalah format laporan keuangan terintegrasi dan singkat/padat (condensed) dan merupakan satu-satunya l aporan yang disampaikan kepada Tim Manajemen Sumber Dana (umpama saja BOS) Kabupaten/ Kota. semester dan tahunan.tanggal kejadiannya. B. serta disimpan di suatu tempat yang aman dan mudah untuk ditemukan setiap saat. format laporan B OS akan digunakan sebagai acuan. Kemendikn as menginginkan agar sekolah tidak terlalu dibebani dengan bermacam-macam laporan y . seperti juga bab-bab terdahulu. Penerimaan dirinci per sumber dana. Dalam hal ini. 3. untuk sumber dana tertentu (umpama saja dana BOS) disesuaikan dengan persyaratan sumber dana yang bersangkutan 4. LAPORAN REALISASI PENGGUNAAN DANA Berbeda dengan format-format pembukuan yang semuanya disusun untuk setiap sumber dana. Masing-masing akan dibahas secara terpisah di bawah ini. Bab ini akan membahas tentang laporan yang wajib disusun dan dilaporkan ke berba gai pihak sesuai aturan/syarat yang berlaku berkaitan dengan dana yang diterima seko lah dari berbagai sumber. sehingga harus memuat laporan pener imaan dan penggunaan uang dari semua sumber dana yang diterima oleh sekolah. Terdapat dua laporan utama yang harus disusun sekolah terkait dengan penggunaan dana BOS. Waktu Pelaporan: laporan pertanggungjawaban keuangan tersebut disampaikan set iap triwulan. Bentuknya berupa: Laporan Realisasi Penerimaan dan Penggunaan dana dari penanggungjawab/pengelola dana di tingkat sekolah harus disampaikan kepada Dinas Pendidikan (umpama saja kepada Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota . yaitu: Laporan Realisasi Penggunaan Dana per Program (ditujukan kepada Tim Sumber Dana/BOS Kota/Kabupaten) dan Pengumuman Realisasi Penggunaan Dana (ditujukan kepada masyarakat). sedangkan penge luaran akan dirinci per program sekolah yang selanjutnya dirinci per jenis belanja.laporan internal). Format ini adalah format multi sumber. Keakuratan dan ketepatan waktu laporan merupakan hal ya ng mutlak dalam penyusunan laporan. maka laporan realisasi penerimaan dan penggunaan dana adalah format multi sumber yang berarti bahwa laporan ini merupakan laporan semua sumber dana yang diterima sekolah secara terintegrasi. laporan yang bersifat multi sumber dan juga kepada masyarakat (lapora n eksternal).

Mereka dipersilahk an untuk membaca dan mempelajari laporan terpadu BOS K-2 tersebut.ang belum tentu sempat dibaca oleh para instansi peminta laporan. Form at laporan BOS K-2 adalah sebagai berikut: 226 . dan apabila membutuhka n informasi yang lebih rinci maka semua data tersedia di sekolah bagi mereka.

227 .

Diisi dengan jumlah pengeluaran dari program sekolah dan non-program sekolah d an jenis belanjanya seperti disebutkan dalam BOS K-3 yang dibiayai sumber dana BOS Provinsi.Diisi dengan jumlah pengeluaran dari non-program sekolah yang berupa jenis bel anja seperti disebutkan dalam BOS K-3 yang dibiayai sumber dana rutin. Cara mengisi Format adalah: Kolom 2. Kolom 5. .Diisi dengan jumlah pengeluaran dari program sekolah dan non-program sekolah d an jenis belanjanya seperti disebutkan dalam BOS K-3 yang dibiayai sumber dana BOS Pusat. . diisi dengan urutan sebagai berikut: (1) Program Sekolah. dirinci per ( 2) Jenis Belanja tersebut dalam uraian Buku Kas Umum (BOS K-3) dari semua sumber dana.Diisi dengan jumlah pengeluaran dari program sekolah dan non-program sekolah dan jenis belanjanya seperti disebutkan dalam BOS K-3 yang dibiayai sumber dana Bantuan Lain . dan nomor kode Jenis Belanja Kolom 3. diisi dengan nomor kode sesuai dengan kode Program Nasional.Sumber informasi untuk penyusunan format ini adalah Buku Kas Umum/BOS K-3 (yang tidak multi sumber) dari semua sumber dana yang dikelola oleh sekolah pada periode yan g sama. .Diisi dengan jumlah pengeluaran dari program sekolah dan non-program sekolah d an jenis belanjanya seperti disebutkan dalam BOS K-3 yang dibiayai sumber dana BOS Kabupaten/Kota . dengan format sebagai berikut: a. Sumber dana: sebutkan jenis/nama sumber dana yang bersangkutan b. Penerimaan . Kolom 4. diisi dengan jumlah pengeluaran dari program sekolah dan non-program se kolah dari kolom 4 sampai dengan 9. .Diisi dengan jumlah pengeluaran dari program sekolah dan non-program sekolah dan jenis belanjanya seperti disebutkan dalam BOS K-3 yang dibiayai sumber dana Pendapatan Asli Sekolah Cara yang harus dilakukan untuk mengambil data transaksi yang sudah dibukuan dal am Buku Kas Umum (BOS K-3) adalah: Buatlah ringkasan setap Buku Kas Umum dari setiap sumber dana per program dan se tiap program dirinci per jenis belanja. nomor Kode Program Sekolah.

1) Nomor kode sesuai dengan yang ada di BOS K-3 2) Jumlah c. yang dirinci per jenis belanja 228 . Pengeluaran: 1) nomor kode sesuai dengan yang ada di BOS K-3 2) uraian: a) program X.

2.dsb. dengan mencatumkan jenis/nama sumber d ana yang bersangkutan (dibuat untuk setiap sumber dana).Jenis Belanja B. Bendahara. yang dirinci per jenis belanja c) dsb. Masing-masing sumber dana penggunaannya akan dilaporkan dalam dua (2 kelompok) pengeluaran.Jenis Belanja A. Nomor sesuai dengan sumber dana yang ditunjukkan pada kolom 5 C. 3) isikan ringkasan tersebut ke dalam format laporan BOS K-2 d. Laporan Penggunaan Dana (BOS-03) . yang dirinci per program sekolah . yaitu: 1.b) program Y. yang dirinci per program sekolah . Uraian: . Pengeluaran Umum: a. Pengeluaran B. Kepala Sekolah. LAPORAN PENGGUNAAN DANA (FORMAT BOS-03) Laporan ini merupakan laporan yang harus diumumkan kepada masyarakat melalui pap an pengumuman sekolah dengan cara sebagai berikut: Buatlah ringkasan setiap Buku Kas Umum dari setiap sumber dana per program dan setiap program dirinci per jenis belanja. Pembelian barang dan jasa: Merupakan laporan rinci barang dan jasa yang telah dibeli/dibayar dan datanya diambil dari Buku Kas Umum dari sumber dana yang bersangkutan Format yang digunakan untuk Laporan Penggunaan Dana adalah: Laporan Penggunaan Dana (BOS--11B) No Jenis Pengeluaran Tanggal/Bulan Jumlah (Rp) 1 2 3 No Barang/Jasa Tanggal/ Bulan Nama Toko/ Penyedia Jasa Jumlah (Rp) 1 2 3 A. Pembelian Barang/Jasa Ketua Komite Sekolah. Nomor kode sesuai dengan yang ada di BOS K-3 b.

229 .

Data yang digunakan untuk menyusun laporan ini adalah data yang berasa l dari Buku Kas Umum. LATIHAN Dengan menggunakan hasil pembukuan transaksi pada Bab 4. 230 . Laporan umumnya mencakup periode tiga bulanan dan dicantumkan pad a judul atas laporan. Laporan ini ditempelkan di papan pengumuman sekolah agar mud ah dibaca oleh masyrakat.Laporan ini merupakan laporan yang harus disusun untuk setiap sumber dana dalam periode tertentu. susunlah Laporan Realis asi Penggunaan Dana Tiap Jenis Anggaran dan Laporan Penggunaan Dana berdasarkan sumb er.

pengawasan secara umum diartikan sebagai usaha yang di lakukan dengan mengamati dan membandingkan pelaksanaan dengan rencana dan mengoreksinya 231 . LATAR BELAKANG Tahap yang tidak kalah pentingnya dalam siklus manajemen keuangan adalah pengend alian. Bab ini tidak akan secara dalam membahas mas ingmasing sub-topik diatas. melainkan sebagai pengetahuan dan pengenalan dari masingmasing sub-topik sehingga dapat lebih baik mempersiapkan diri dalam menjalani pengawasa . audit dan pengendalian untuk memberikan gambaran lengkap tentang apa yang dilaku kan pada masing-masing tahap. siapa yang melakukan dan apa saja yang harus dipersiap kan sekolah dalam masing-masing bagian. audit maupun pengendalian. Dalam berbagai literatur. Sesi ini secara khusus akan menjelaskan perbedaan dari pen gawasan.Bagian 3 Bab VII Pengawasan. pengawasan dan audit. Audit Dan Pengendalian A.

audit diartikan sebagai pemeriksaan.apabila terjadi penyimpangan atau melakukan penyesuaian jika diperlukan. dewan pendidikan. Pengawasan dilakukan oleh pihak yang berada di luar organisasi. Sekretaris provinsi/kabupaten/kota. Tim manajemen BOS Provinsi/Kabupaten/Kota melakukan pengawasan dalam bentuk melakukan reviu. dengar pendapat dan kunjungan kerja. kegiatan pengawasan disebut dengan monitoring yang dibedakan menjadi: 1. Sedangkan Audit secara umum berarti proses sistematis yang dilakukan oleh orang yang kompeten dan independen dengan mengumpulkan dan mengevaluasi bahan bukti dan bertujuan memberikan pendapat mengenai kewajaran laporan keuangan tersebut. B. antara lain: 1. 2. dengan bentuk yang beragam. Karena itulah system pengendalian dalam suatuorganisas i sering disebut juga sebagai pengendalian manajemen. Cakupan pengawasan di tingkat sekolah melipu ti kegiatan reviu. pemantauan (monitoring) dan bentuk kegiatan pengawasan lainnya. monitoring dan evaluasi 3. LSM. dalam ini di lua r sekolah. Terdapa t hubungan yang erat antara rencana dengan pengawasan. Untu k tingkat sekolah ini berarti dilakukan oleh pihak-pihak diluar dinas pendidikan d an sekolah itu sendiri (masyarakat. Yang merupakan fokus dari pengawasan adalah penyelenggaraan tugas dan fungsi sekolah sehingga didapat keyakinan yang memadai bahwa kegiatan di sekolah telah dilaksan akan sesuai dengan norma yang berlaku dan tolok ukur yang telah ditetapkan secara efe ktif dan efisien. DPRD melakukan pengawasan ke sekolah dalam bentuk monitoring. Dalam buku Panduan BOS 2011. PENGAWASAN DI TINGKAT SEKOLAH Mardiasmo dalam buku Otonomi dan Manajemen Keuangan Daerah menyatakan bahwa pengawasan mengacu pada tindakan atau kegiatan yang dilakukan oleh pihak di luar eksekutif (yaitu masyarakat dan DPRD) untuk mengawasi kinerja pemerintahan. Pengendalian dalam sector publik diartikan sebagai sebuah proses untuk memberika n jaminan dilaksanakannya strategi organisasi secara efektif dan efisien sehingga tujuan organisasi dapat dicapai. dll). Dala m tata pemerintahan di Indonesia sendiri. evaluasi. komite sekolah dan masy arakat melakukan pengawasan dengan melakukan monitoring terhadap sekolah. Monitoring internal adalah monitoring yang dilakukan oleh Tim Manajemen BOS T ingkat .

yaitu melakukan monitoring dan ikut menyelesaikan masalah jika ditemukan permasalahan dalam pelaksanaan program BOS. Komponen utama yang dimonitor antara lain: alokasi dana sekolah penerima bantuan . Monitoring eksternal lebih bersifat evaluasi terhadap pelaksanaan program dan melakukan analisis terhadap dampak program. Tingkat Provinsi dan Tingkat Kabupaten/Kota. 2. Monitoring internal ini bers ifat supervisi klinis.Pusat. kelemahan dan rekomendasi untuk perbaikan program. penyaluran dan penggunaan dana. dan pelaporan. 232 . administras i keuangan . pelayanan dan penanganan pengaduan . Monitoring eksternal ini dapat dilakukan oleh Balitbang atau lembaga independen lainnya yang kompeten.

Audit eksternal u ntuk lembaga pemerintah di Indonesia dilakukan oleh BPK (Badan Pemeriksa Keuangan). dan evaluasi yang dilakukan secara independen. Audit eksternal yaitu audit yang dilakukan dengan tujuan untuk memberikan per nyataan pendapat professional mengenai tingkat kelayakan dan keandalan informasi dan lap oran pertanggungjawaban yang disampaikan kepada masyarakat. perbedaan mendasar dari pengawasan dan monitoring terletak adalah pada fokusnya. kredibilitas. untuk menilai kebena ran. Hasil dari pemeriksaan ini adalah berupa opini. Hasil dari audit internal adalah berupa rekomendasi. Hasil pemeriksaan kinerja adalah berupa temuan. maka buk tibukti . dan keandalan informasi mengenai pengelolaan dan tangg ung jawab keuangan negara . Sedangkan berdasarkan fungsinya. kesimpulan dan rekomendasi. Hasil dari audit eksterna l berbentuk opini atau pendapat atas kewajaran laporan keuangan. AUDIT Audit dalam tata keuangan Negara di Indonesia identik dengan pemeriksaan dan sesuai Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Negara Pasal 1 nomor 1 pemeriksaan sendiri di defini sikan sebagai proses identifikasi masalah. kecermatan. Pemeriksaan keuangan yaitu pemeriksaan terhadap laporan keuangan. C.adalah pemeriksaan atas pengelolaan keuangan Negara yang terdiri atas pemeriksaan aspek ekonomi dan efisiensi serta pemeriksaan aktivitas . 2. Audit internal dilakukan oleh BPKP (Badan Pemeriksa Keuangan Pemerintah). Pemeriksaan kinerja. inefisiensi dan kegagalan dari berbagai program yang dilaksanakan. Pemeriksaan dengan tujuan tertentu adalah pemeriksaan yang tidak termasuk but ir 1 dan 2 di atas. 2. Dalam pemeriksaan. Inspek torat Jenderal di tingkat Pusat. 3. Pengawasan memfokuskan pada orang-orang yang mengelola program atau melaksanakan kegiatan.Secara teknis. analisis. audit dibedakan menjadi: 1. penting bagi sekolah untuk menyiapkan bukti-bukti yang terkai t dengan pemeriksaan yang dilakukan. Misalnya untuk pemeriksaan keuangan. sementara pada monitoring fokusnya adalah pada komponenko mponen program/kegiatan. Provinsi maupun Kota/Kabupaten. simpulan dan temuan. obyektifn dan professional berdasarkan standar pemeriksaan. Hasil pemeriksaan berupa kesimpulan. Audit internal adalah audit dengan tujuan membantu pihak manajemen dalam mengidentifikasi kelemahan. Undang-undang ini membedakan pemeriksaan keuangan menjadi: 1.

D. 1988:100) pengendalian manajem en adalah beberapa cara atau alat yang digunakan oleh manajemen dalam melaksanakan fungsi pengendalian dalam mencapai tujuan entitas. yaitu: (1) perencanaan. General Accounting Office (GAO) dalam Comprehensive Audit Manual (seperti dikutip Sawyer.keuangan dan kepatuhan terhadap aturan maupun standar yang telah ditetapkan akan menjadi tolok ukur pemeriksaan dan pada akhirnya menjadi dasar pemberian opini. PENGENDALIAN DI TINGKAT SEKOLAH Pengendalian manajemen menurut Mardiasmo (2004:45) yang dimaksud pengendalian adalah usaha untuk memberikan jaminan dilaksanakannya strategi organisasi secara efektif dan efisien sehingga tujuan organisasi dapat dicapai. (2) koordinasi antar berbagai bagian dalam 233 . Pengendalian manajemen melipu ti beberapa aktivitas.

pencatatan yang akurat dan tepat waktu atas transaksi dan kejadian. 8. 10. dan 11. Dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan pengendalian di atas. pengendalian fisik atas aset. (4) pengambilan keputusan. dan ketaatan terh adap peraturan perundang-undangan. Bentuk pengendalian dan pelaku pengendalian yang umumnya dilakukan di tingkat se kolah adalah sebagai berikut: 1. pembinaan sumber daya manusia. otorisasi atas transaksi dan kejadian yang penting. pengendalian atas pengelolaan sistem informasi. Dari penjelasan di atas. (6) pengendali an. akuntabilitas terhadap sumber daya dan pencatatannya. 7. 4. keandalan pelaporan keuangan. dokumentasi yang baik atas Sistem Pengendalian Intern serta transaksi dan ke jadian penting. Dinas Pendidikan Kabupate n/ Kota dan Koordinator tingkat kecamatan. 3. pengamanan aset negara. reviu atas kinerja Instansi Pemerintah yang bersangkutan.organisasi. penetapan dan reviu atas indikator dan ukuran kinerja. 2. 9. dan (7) penilaian kinerja. provinsi. (3) komunikasi informasi. pembatasan akses atas sumber daya dan pencatatannya. Tindakan atau kegiatan yang dilakukan sebagai bent uk dari pengendalian internal dapat berupa: 1. pemisahan fungsi. terlihat bahwa pengendalian berpusat dari. . dalam dan bagi suatu organisasi. kota/kabupaten da n kecamatan oleh Kemendiknas. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah mendefinisikannya sebagai: proses yang integral pada tindakan dan keg iatan yang dilakukan secara terus menerus oleh pimpinan dan seluruh pegawai untuk memb erikan keyakinan memadai atas tercapainya tujuan organisasi melalui kegiatan yang efekt if dan efisien. (5) memotivasi orangorang dalam organisasi agar berprilaku sesuai dengan tujuan organisasi. Dinas Pendidikan Provinsi. Pembinaan: dilakukan di tingkat pemerintah pusat. 5. baik atasan maupun sta f memiliki tugas dan kewajiban masing-masing agar system pengendalian dapat berjalan dengan baik. 6.

Karenanya sekolah perlu membiasakan diri untu k menganggap kegiatan-kegiatan tersebut sebagai bagian dari kegiatan rutin dengan mempersiapkan diri dengan cara: 1.2. 2. Pengawasan. audit maupun pengendalian adalah merupakan bagian dari siklus manaje men keuangan yang akan terus berulang. efisien. Dokumentasi yang baik dan pencatatan akurat serta tepat waktu dilakukan di ti ngkat sekolah/madrasah. perolehan dan pemeliharaan data/informasi yang handal dan 234 . kepatuhan terhada p peraturan perundangan. keamanan barang yang berada dalam pengelolaan sekolah. Memastikan bahwa pengelolaan keuangan sekolah telah dilakukan secara ekonomis . efektif dan bertanggungjawan sesuai peraturan yang berlaku. Memastikan dilakukanya pengendalian internal yang efektif guna menjamin penca paian tujuan.

kompete n. Memelihara catatan. dokumentasi dan bukti-bukti pendukung yang cukup. 4. Menyusun dan menyampaikan laporan secara tepat waktu. 235 . dan relevan perlu terus dilakukan oleh manajemen sekolah. 3.pengungkapan yang wajar.

236 .

Referensi 237 .

238 .

03/2001 dan perubahannya Keputusan Menteri Keuangan Nomor 154/KMK. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 Tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 252/PMK. Permendiknas Nomor 15 Tahun 2010 Tentang Standar Pelayanan Mimimal Pendidikan Da sar.03/2007. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 Tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/ Daerah dan perubahannya melalui Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2008. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan. Permendagri Nomor 59 Tahun 2007 Tentang Sistem Pengelolaan Keuangan Daerah. serta Peraturan Menteri Keuangan Nomor 184/PMK. dan Nomor 210/PMK.06/2010 Tentang Penggolongan dan Kodefik asi Barang Milik Negara. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2007 Tentang Pedoman Teknis Pengel olaan Barang Milik Daerah beserta Lampiran 41 mengenai Tabel Kode Barang.Keputusan Menteri Keuangan Nomor 254/KMK. Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 Tentang Panduan Pengelolaan Keuangan Daerah.03/2008 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Pemotongan Pajak Atas Penghasilan Sehubungan dengan Pekerjaan. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 Tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan. Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2008 Tentang Pendanaan Pendidikan. Permendiknas Nomor 13 Tahun 2007 Tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah. Peraturan Pemerintah Nomor 80 Tahun 2008 Tentang Sistem Pengendalian Internal Pe merintah (SPIP). Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010 Tentang Perubahan Atas Peraturan Pemeri ntah Nomor 17 Tahun 2010 Tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan. Jasa. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 29/PMK. Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.03/2008. Nomor 08/PMK. Permendiknas Nomor 16 Tahun 2007 Tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompet .03/2008 Tentang Penunjukan Pemungut Pajak Penghasilan Pasal 22 Sifat dan Besarnya Pungutan serta Tata Cara Penyetoran dan Pelaporannya.03/2007. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 Tentang Pedoman Penyusunan dan Penerapa n SPM. dan Kegiata n Orang Pribadi.

Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Permendiknas Nomor 20 Tahun 2007 Tentang Standar Penilaian Pendidikan.ensi Guru. Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 Tentang Standar Pengelolaan Pendidikan oleh Sat uan Pendidikan Dasar dan Menengah. Permendiknas Nomor 24 Tahun 2006 Tentang Pelaksanaan Pemendiknas Nomor 22 Tahun 2006 239 . Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 Tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Das ar dan Menengah.

Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Permendiknas Nomor 37 Tahun 2010 Tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun Anggaran 2011. Permendiknas Nomor 25 Tahun 2008 Tentang Standar Tenaga Perpustakaan Sekolah/Mad rasah. Permendiknas Nomor 26 Tahun 2008 Tentang Standar Tenaga Laboratorium Sekolah/Mad rasah. Undang-undang Nomor 42 Tahun 2009 Tentang Perubahan Ketiga PPN Barang dan Jasa d an PPNBm. Undang-undang Nomor 36 Tahun 2008 Tentang Perubahan Keempat atas UU Nomor 7 Tahu n 1983 Tentang Pajak Penghasilan. Permendiknas Nomor 24 Tahun 2008 Tentang Standar Tenaga Administrasi Sekolah/Mad rasah. 240 . dan Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA). Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs). Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen. Permendiknas Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Standar Sarana dan Prasarana untuk Seko lah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI). Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 Tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik. Permendiknas Nomor 63 Tahun 2009 Tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan.Tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 Tentang Perbendaharaan Negara. Undang-undang Nomor 18 Tahun 2000 Tentang Perubahan Kedua PPN barang dan Jasa da n PPNBm. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara. Undang-undang Nomor 15 Tahun 2004 Tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung J awab Keuangan Negara. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1983 Tentang Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Barang da n Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPNBm).

.

Pendidikan Karakter Bangsa .

Pendidikan Karakter Bangsa 242 .

Mengenal kekurangan dan kelebihan diri-sendiri. . dan kreat if. Pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar men jadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Permendiknas nomor 22/2006 tentang Standar Isi. UUSPN UUSPN Pasal 3 menyebutkan: Pendidikan Nasional mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.Pendidikan Karakter Bangsa Materi Pendidikan Karakter Bangsa Pendidikan Karakter di Pendidikan Dasar KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR 2011 Latar Belakang (Dasar Hukum) UU nomor 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. SKL SD . Menunjukkan kemampuan berpikir logis. cakap. ras. dan golongan sosial ekonomi di lingkungan sekitarnya. kreatif. Permendiknas nomor 23/2006 tentang SKL. sehat. berilmu. dengan bimbingan guru / pendidik. Menunjukkan rasa keingintahuan yang tinggi dan meyadari potensinya. Menghargai keberagaman agama. budaya. berakhlak mulia. suku. Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungannya. Menunjukkan kemampuan memecahkan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari. mandiri.SKL SMP Lulusan SD memiliki kompetensi-kompetensi berikut: Menjalankan ajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap perkembangan anak. dan kreatif. Inpres nomor 1/2010 tentang Percepatan Pelaksanaan Prioritas Pembangunan Nasional Tahun 2010 menyatakan/menghendaki/ memerintahkan pengembangan karakter peserta didik melalui pendidikan di sekolah. kritis. kritis. dan menjadi warga negara yang demokrati s serta bertanggung jawab. Menggunakan informasi tentang lingkungan sekitar secara logis.

dan tanah air Indo nesia. Menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan. negara.Menunjukkan kemampuan mengenali gejala alam dan sosial di lingkungan sekitar. Menunjukkan kecintaan dan kebanggaan terhadap bangsa. 243 .

Lulusan SMP memiliki kompetensi-kompetensi berikut: Mengamalkan ajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap perkembangan remaja. Menunjukkan kemampuan berpikir logis. menulis dan berhitung . Memahami kekurangan dan kelebihan diri-sendiri. budaya. sehat. Mencari dan menerapkan informasi dari lingkungan sekitar dan sumber-sumber lain secara logis. dan memanfaatkan waktu l uang. Menunjukkan kebiasaan hidup bersih. Menunjukkan sikap percaya diri. membaca. Menghargai tugas pekerjaan dan memiliki kemampuan untuk berkarya. tolong menolong. bugar. Menghargai keberagaman agama. sehat. Menerapkan nilai-nilai kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat. berbicara. bugar. kritis. suku. ras. kreatif. Menerapkan hidup bersih. dan inovatif.Menunjukkan kemampuan untuk melakukan kegiatan seni dan budaya lokal. dan bernegara demi terwujudnya persatuan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. dan golongan sosial ekonomi dal am lingkup nasional. Memanfaatkan lingkungan secara bertanggung jawab. . dan kreatif. Berkomunikasi secara jelas dan santun. Mendeskripsikan gejala alam dan sosial. berbangsa. aman. Berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan santun. dan menjaga diri sendiri dalam lin gkungan keluarga dan teman sebaya. Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungan yang lebih luas. aman. dan memanfaatkan waktu luang dengan baik. Menunjukkan kemampuan menganalisis dan memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Menunjukkan kegemaran membaca dan menulis Menunjukkan keterampilan menyimak. kritis. Menunjukkan kemampuan belajar secara mandiri sesuai dengan potensi yang dimiliki nya. Menghargai karya seni dan budaya nasional. Bekerja sama dalam kelompok.

Menunjukkan kegemaran membaca dan menulis naskah pendek sederhana. membaca.Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di masyarakat. berbicara. Menunjukkan keterampilan menyimak. Me nghargai adanya perbedaan pendapat. dan menulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris sederhana. Menguasai pengetahuan yang diperlukan untuk mengikuti pendidikan menengah. Memiliki jiwa kewirausahaan 244 .

nilai budaya bangsa untuk membentuk daya saing dan karakter bangsa. Terselenggaranya uji coba kurikulum dan metode pembelajaran aktif berdasarkan ni lai. dan estetika.SK/KD SELURUH MAPEL SD & SMP SK/KD memuat nilai-nilai: religiusitas kejujuran toleransi disiplin kerja keras kreativitas kemandirian demokratis rasa ingin tahu semangat kebangsaan cinta tanah air menghargai prestasi bersahabat/komunikatif cinta damai senang membaca peduli sosial peduli lingkungan tanggung jawab INPRES NOMOR 1 TAHUN 2010 Bidang Pendidikan: Penguatan metodologi dan kurikulum Penyempurnaan kurikulum dan metode pembelajaran aktif berdasarkan nilai-nilai bu daya bangsa untuk membentuk daya saing dan karakter bangsa. hukum/konstitusi. adat istiadat. Pengertian Karakter dan Pendidikan Karakter Karakter adalah perilaku yang dilandasi oleh nilai-nilai berdasarkan norma agama . Pendidikan karakter adalah upaya yang terencana untuk menjadikan peserta didik m . kebudayaan.

engenal. peduli dan menginternalisasi nilai-nilai sehingga peserta didik berperilaku seba gai insan kamil. 245 .

tut wuri handayani) Contoh: Nilai-nilai yang Perlu Diinternalisasikan di SD & SMP Berdasarkan nilai-nilai pada SKL. ing madya mangun kar sa. Sasaran Seluruh Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Indonesia. dan seimbang. terutama para peserta didik sebagai prioritas utama Pendidik berperan sebagai teladan (ing ngarso sung tuladha. kritis. SK/KD. sesuai standar kompet ensi lulusan. Nilai Karakter dalam Hubungan Manusia dengan Tuhan Religiusitas Nilai Karakter dalam Hubunganya dengan diri sendiri kejujuran kecerdasan rasa tanggung jawab kebersihan dan kesehatan kedisiplinan berpikir logis. dan kewirausahaan: 25 butir nilai terba gi dalam 5 kelompok Catatan: Dengan alasan fisibilitas penanaman. Setiap mapel DAPAT memfokuskan pada penanaman nilai-nilai tertentu yang paling relevan/dekat dengan sifat isi dan kegiatan pembelajaran pada mapel ybs. Semua warga sekolah. inovatif ketangguhan 246 . kreatif.Tujuan Pendidikan Karakter Meningkatkan mutu penyelenggaraan dan hasil pendidikan di sekolah melalui pemben tukan karakter peserta didik secara utuh. terpadu. setiap mata pelajaran TIDAK harus menanamkan semua nilai karakter.

.

keingintahuan cinta Ilmu rasa percaya-diri kemandirian keberanian mengambil resiko berorientasi pada tindakan jiwa kepemimpinan kerja keras Nilai Karakter dalam Hubungan Antarmanusia tolong-menolong kesantunan kesadaran akan hak dan kewajiban diri dan orang lain kepatuhan pada aturan-aturan sosial menghargai karya dan prestasi orang lain demokrasi Nilai Karakter dalam Hubungan Manusia dengan Lingkungan: kepedulian terhadap lingkungan Nilai Kebangsaan: nasionalisme menghargai keberagaman Nilai-nilai Basis Pengembangan Karakter 1. tolong-menolong 8. kritis. kejujuran 3. tanggung jawab 5. kecerdasan 4. religiusitas 2. kebersihan dan kesehatan 6. kreatif dan inovatif . kedisiplinan 7. berpikir logis.

Catatan : Nilai-nilai tersebut merupakan karakter yang pada tahap awal pendidikan karakter ini diprioritaskan internalisasinya. 247 . melalui semua mata pelajaran.

GRAND DESIGN PENDIDIKAN KARAKTER Contoh: Skema Pendidikan Karakter di SD & SMP 248 .

Pelaksanaan Pembelajaran 249 . Direktorat P SMP telah mengembangkan model-model silabus.Pendidikan Karakter Terintegrasi dalam Pembelajaran Semua Mata Pelajaran Contoh : MODEL SILABUS. RPP. dan BAHAN AJAR Untuk memfasilitasi sekolah dalam melaksanakan pendidikan karakter. dan bahan ajar (lihat lampiran). Selain itu juga telah dikembangkan Buku Panduan bagi Guru Mata Pelajaran Menggunakan BSE untuk Pendidi kan Karakter. RPP.

Evaluasi: Authentic Assessment PENILAIAN KARAKTER Untuk memfasilitasi sekolah dalam melaksanakan pendidikan karakter. Direktorat P SMP telah mengembangkan rubrik penilaian sebagai berikut MK/A: Membudaya (apabila peserta didik terus. 250 .menerus memperlihatkan secara kons isten perilaku yang dinyatakan dalam indikator ) MB/B: Mulai Berkembang (apabila peserta didik sudah mulai secara konsisten memperlihatkan berbagai tanda perilaku yang dinyatakan dalam indikator ) MT/C : Mulai Terlihat (apabila peserta didik sudah mulai memperlihatkan adanya t anda-tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator tetapi kemunculannya belum konsist en) BT/D: Belum Terlihat (apabila peserta didik belum memperlihatkan tanda-tanda awa l perilaku yang dinyatakan dalam indikator).

Contoh: Pembinaan Karakter melalui Manajemen Sekolah 251 .

Contoh: Pembinaan Karakter melalui Kegiatan Kesiswaan 252 .

253 .

254 .

255 .

256 .

257 .

258 .

259 .

260 .

261 .

262

Suplemen Suplemen

Suplemen 264

Pengintegrasian Pengurangan Resiko Bencana ke dalam Evaluasi Diri Sekolah/Madrasah (EDS/M) Bahan suplemen ini ditujukan untuk membantu sekolah/madrasah dalam menemukenali/ mengidentifikasi ancaman bencana dan mengkaji resiko dampak bencana yang dihadap i sekolah/ madrasah, sebagai bagian dari proses Evaluasi Diri Sekolah/Madrasah (EDS/M). Atas dasar penilaian resiko dampak bencana ini, sekolah/madrasah diharapkan dapa t menentukan pilihan tindakan Pengurangan Resiko Bencana menurut jenis dan tingkatan ancaman bencana yang dihadapi sekolah/madrasah, untuk bisa dimasukkan ke dalam Rencana Pengemban gan Sekolah (RPS) dan Rencana Kerja Sekolah (RKS) A. Tentang Ancaman Bencana di Indonesia Jenis-jenis bencana di Indonesia yang dapat mempengaruhi keamanan dan keselamata n sekolah/madrasah Gempa Bumi adalah kejadian alam akibat pergeseran lempeng bumi atau meletusnya g unung berapi, yang berakibat pada pergerakan permukaan bumi. Gerakan permukaan bumi in i dapat meruntuhkan bangunan rumah, gedung, sekolah/madrasah, jembatan dan jalan. Gempa bumi dapat diikuti oleh bahaya tambahan seperti kebakaran, benda-benda jatuh, atau ba hkan banjir akibat bendungan rusak. Gempa bumi dapat mengakibatkan jatuhnya benda-benda yang terletak di atas, meruntuhkan bangunan sekolah/madrasah, dan menjebak murid dan guru di d alam reruntuhan bangunan. Tsunami adalah gelombang besar yang diakibatkan oleh adanya perubahan dasar laut atau badan air yang terjadi akibat gempa bumi, letusan gunung berapi atau longsoran b awah laut. Gelombang yang terjadi menjalar dengan kecepatan dan elevasi yang tinggi di laut an dan ketika mencapai daratan dapat menjadi banjir bandang yang sangat dahsyat berakibat meru sak bendabenda yang dilewatinya. Gelombang tsunami dapat menghancurkan dan menghanyutkan bangunan rumah, sekolah/madrasah, perkantoran dan bangunan publik lainnya yang t erletak di pinggir pantai atau pada jalur air yang dekat dengan laut. Banjir adalah kejadian di mana air menggenang dalam waktu tertentu pada daerah y ang biasanya tidak digenangi air. Banjir terjadi saat kapasitas air melebihi daya tampung sun gai, danau, rawa atau penampung air lainnya. Kejadian ini dipengaruhi oleh intensitas curah hujan , lamanya hujan, kondisi topografi, kondisi tanah, dan kondisi tutupan lahan. Banjir dapat mengge nangi bangunan sekolah/madrasah atau menghanyutkan peralatan di dalamnya.

Tanah Longsor adalah pergerakan batuan atau tanah secara menurun menuju kaki sua tu lereng. Longsor dapat terjadi akibat gempa bumi, banjir dan letusan gunung berapi. Tanah longsor juga terjadi ketika kekuatan dari batuan atau tanah yang membentuk lereng dilampaui o leh tekanan massa lereng dan benda-benda di atasnya. Pengurangan kekuatan tanah ini dapat di sebabkan oleh meningkatnya kandungan air, meningkatnya sudut kemiringan lereng, berkurang nya pohon penyangga kemiringan tanah serta bertambahnya beban di permukaan lereng. Tanah l ongsor dapat menimpa, menggeser atau menimbun bangunan sekolah/madrasah. Kebakaran adalah kejadian di mana api menghanguskan bangunan rumah, sekolah/madr asah dan bangunan publik lainnya. Kebakaran gedung dan pemukiman pada dasarnya diakib atkan 265

oleh kelalaian manusia terutama dalam hal pemilihan bahan yang mudah terbakar, p emakaian alat-alat pembakaran yang menyalahi aturan, atau pemasangan instalasi listrik ya ng salah dan pemakaian alat-alat elektronik yang mengakibatkan arus pendek dan percikan api. Kebakaran dapat juga disebabkan oleh api dari kompor atau alat pemanas lainnya. Kebakaran dapat merusak bangunan sekolah/madrasah dan menjebak murid dan guru di dalam kungkungan api. . 266

Untuk masing-masing ancaman di atas: Jika semua jawaban Y, sekolah/madrasah memiliki risiko yang SANGAT TINGGI Jika lebih banyak jawaban Y, sekolah/madrasah memiliki resiko yang TINGGI Jika lebih banyak jawaban T, sekolah/madrasah memiliki resiko yang SEDANG Jika semua jawaban T, sekolah/madrasah memiliki resiko yang RENDAH C. Tindak lanjut hasil EDS/M tentang resiko bencana yang dihadapi sekolah/ madrasah Menyikapi hasil EDS/M tentang resiko bencana Secara umum idealnya aspek Keselamatan Sekolah (School Safety) merupakan bagian dari Standar Pelayanan Minimal (SPM). Kalaupun belum menjadi standar wajib, aspek kes elamatan merupakan kebutuhan mendasar bagi berlangsungnya proses belajar mengajar yang am an, nyaman dan melindungi. Bagi sekolah/madrasah yang memiliki resiko SANGAT TINGGI, TINGGI dan SEDANG dari hasil analisis sederhana di atas, maka disarankan agar sekolah/madrasah merujuk ke Sup lemen tentang Pengintegrasian Tindakan Pengurangan Resiko Bencana kedalam Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) dan Rencana Kerja Sekolah (RKS) yang tersedia pada Modul Perencana an dan Penganggaran Sekolah/Madrasah. 267

268

Pengintegrasian Tindakan Pengurangan Resiko Bencana ke dalam Rencana Kegiatan Sekolah (RKS) dan Rencana Kerja Tahunan (RKT) Petunjuk: Lembar suplemen ini dimaksudkan untuk membantu sekolah/madrasah dalam menindak lanjuti hasil Evaluasi Diri Sekolah/Madrasah (EDS) tentang Pengurangan Resiko Bencana ke dalam Rencana Kegiatan Sekolah (RKS) dan Rencana Kerja Tahunan (RKT), melalui penentuan pilihan-pilihan tindakan yang kongkrit untuk meningkatkan keamanan dan keselamat an sekolah (school safety) dari resiko bencana. A. Menentukan Pilihan Tindakan Pengurangan Resiko Bencana Memberikan pilihan tindakan yang dapat dilaksanakan untuk mengurangi resiko bencana untuk sekolah/madrasah yang memiliki resiko SANGAT TINGGI, TINGGI dan SEDANG. Ada dua kelompok pilihan tindakan yang termasuk dalam kategori Tindakan Struktural dan Tindakan Non-Struktural B. Menentukan Kebutuhan Pengurangan Resiko Bencana Mengidentifikasi kebutuhan kegiatan sekolah/madrasah dan program perbaikan yang dapat dilakukan untuk mengurangi resiko bencana, untuk dimasukkan ke dalam rencana sekolah/madrasah 269

Jangka Pendek Evaluasi diri kerentanan bangunan, fasilitas dan lingkungan sekolah/madrasah terhadap berbagai jenis bencana Perbaikan sistem pengelolaan sekolah/madrasah agar memiliki prosedur keselamatan Penyadaran akan pemahaman pentingnya mitigasi bencana dan prosedur keselamatan Pelaksanaan kegiatan simulasi dan latihan keselamatan menghadapi bencana Jangka Menengah/Panjang Perbaikan fasilitas sekolah/madrasah agar memenuhi standar keamanan dan keselamatan menghadapi bencana Penataan ulang penggunaan ruang kelas, jalur gang,

untuk sekolah/madrasah yang hasil analisis resiko bencan a dalam EDS menunjukkan resiko yang SANGAT TINGGI. sedangkan ren cana jangka pendek dituangkan dalam Rencana Kerja Tahunan (RKT). Di dalam mekanisme BOS. Memasukkan Pengurangan Resiko Bencana ke dalam rencana sekolah/madrasah Merencanakan pemenuhan kebutuhan Pengurangan Resiko Bencana dengan menuangkan ke dalam RKS dan RKT Langkah awal: idealnya. kegiatan dan rencana kerja tahunan. maka unsur Keselamatan Sekolah (School Safety) harus menjadi bagian dari kondisi sekolah/madrasah yang diharapkan (bagian dari visi dan misi). maka tujuan tersebut bisa diturunkan ke dalam sas aran. Contoh--contoh kegiatan Jangka Pendek Membentuk tim siaga bencana sekolah/madrasah Melakukan evaluasi diri . Jika Keselamatan Sekolah/Madrasah merupakan bagian dari tujuan pengembangan sekolah/madrasah. sedangkan pilihan tindakan NON-STRUKTURAL dapat dikerjakan dalam JANGKA PENDEK. Selanjutnya rencanarencana tersebut dituangkan lebih lanjut ke dalam Rencana Kerja Anggaran Sekolah (RKAS). Jangka waktu perencanaan: Pada umumnya pilihan tindakan STRUKTURAL dapat dikerja kan dalam JANGKA MENENGAH/PANJANG. rencana jangka menengah/ panjang dituangkan dalam Rencana Kegiatan Sekolah/RKS (4 tahunan).gudang dan lapangan untuk meningkatkan kemudahan mobilitas Pemindahan sebagian atau keseluruhan bangunan sekolah/madrasah ke kawasan yang lebih aman dari bencana C. TINGGI dan SEDANG.

kerentanan bangunan dan lingkungan sekolah/madrasah dari resiko bencana Menyusun prioritas rencana perbaikan untuk mengurangi kerentanan bangunan dan lingkungan sekolah/madrasah Menyusun dan melembagakan prosedur tetap penyelamatan saat terjadi bencana Melakukan simulasi dan pelatihan penyelamatan saat terjadi bencana Mendapatkan atau membuat poster dan melakukan kampanye penyadaran prosedur keselamatan saat bencana Mengevaluasi secara berkala peningkatan budaya keselamatan di sekolah/madrasah Contoh--contoh kegiatan Jangka Menengah/Panjang .

Pelebaran pintu--pintu kelas dan pintu gerbang sekolah/madrasah untuk mempermudah penyelamatan saat terjadi bencana Pembuatan rambu--rambu petunjuk arah. jalur evakuasi dan penyediaan tempat berkumpul (assembly area) Merenovasi untuk penguatan struktur bangunan inti sekolah/madrasah agar tahan gempa Pengaturan kembali tata letak ruangan dan peralatan untuk mempermudah proses penyelamatan 270 .

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL Direktorat Jendral Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Koordinator Program BOS Binsar Marpaung Jl. Lantai 5 Jakarta Selatan. Juanda No. Ir. 5725613 Fax: 021-5725613 KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL Direktorat Jendral Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Koordinator DAK Rehabilitasi Sekolah Jl. Lantai 15 Jakarta Selatan. Referensi dan Nomor Kontak Penting Jika sekolah/madrasah memiliki resiko tinggi dan perlu informasi lebih lanjut. 36 Jakarta Tel: 021-3442734. Sutopo Purwo Nugroho Jl. 3442985. 5725613 Fax: 021-5725613 BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA NASIONAL Pusat Data dan Informasi Dr. 3443079 Fax: 021-3505075 Email: sutopopn2011@yahoo. 10270 Tel: 021-5725061. 10270 Tel: 021-5725061. dapat menghubungi organisasi dan institusi berikut untuk mendapatkan informasi. Senayan Gedung E.com 271 . Senayan Gedung E. H.D. Jenderal Sudirman. Jenderal Sudirman.

Goal 2: mencapai pendidikan dasar bagi semua dengan tujuan bahwa pada tahun 2015 semua anak baik laki-laki maupun perempuan dapat mengenyam pendidikan dasar Goal 3: mempromosikan kesetaraan dan pemberdayaan perempuan dengan tujuan untuk menghapuskan segala bentuk disparitas gender dalam pendidikan dasar dan menengah paling lambat pada tahun 2015. 272 . partisipasi. kontrol dan manfaat pembangunan. baik di perkot aan maupun di perdesaan Dua hal ini merupakan bagian penting dari tumbuhkembang inisiatif pemerintah Ind onesia untuk mengagendakan secara nasional upaya Pengarusutamaan Gender (PUG) APA KESETARAAN DAN KEADILAN GENDER DALAM KELUARGA? Suatu kondisi yang setara dan seimbang antara laki-laki dan perempuan dalam memp eroleh peluang/ kesempatan. baik di dalam maupun di luar rumah tangga. Rata-rata Lama Sekolah (dalam tahun) Penduduk Berusia 15 Tahun Keatas Menurut Tipe Daerah dan Jenis Kelamin. Berpartisipasi yang sama dalam proses pembangunan. MENGAPA PERLU MENYELENGGARAKAN PUG ? Memperoleh akses yang sama kepada sumber daya pembangunan.Isu Gender dalam Penyusunan Rencana Kerja Sekolah DIREKTORAT PENDIDIKAN MASYARAKAT DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN NON FORMAL DAN INFORMAL KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL 2010 LATAR BELAKANG Perhatikan hal yang berkaitan dengan millennium development goals (MDGs) dan dat a lamasekolah sebagian penduduk Indonesia seperti yang dipaparkan dio bawah ini. Tahun 20 08 Capaian pendidikan perempuan lebih rendah dibandingkan laki-laki. termasuk proses pengambilan keputusan.

84 Tahun 2008 Tentang Pedoman Pelaksanaan PUG Bidang Pendidikan yang memberi acuan pelaksanaan PUG bidang pendidikan mulai tingkat pusat. dan evaluasi atas kebijakan. pelaksanaan. kebutuhan. Dalam UU tersebut peningkatan kesetaraan gende r merupakan salah satu tujuan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Ke-2 (201 02014) Permendagri No 15 Tahun 2008 Tentang Pedoman Umum Pelaksanaan Pengarusutamaan Gender di daerah Permendiknas No. serta pemantauan dan evaluasi atas kebijakan dan program yang berperspektif gender diseluruh aspek pembangunan Undang-undang No. pelaksanaan. dan penyelesaian permasalahan laki-Iaki dan peremp . dan kegiatan pembangunan bidan g pendidikan. program. aspirasi. THN 2008 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN PENGARUSUTAMAAN GENDER BIDANG PENDIDIKAN ) Tujuan Pengarusutamaan Gender memberikan acuan bagi para pemegang kebijakan dan pelaksana pendidikan dalam menyusun strategi pengintegrasian gender yang dilakukan melalui perencanaan. provin si.9 Tahun 2000) Suatu strategi untuk mencapai kesetaraan dan keadilan gender (KKG) melalui kebij akan dan program yang memperhatikan pengalaman. 17 tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) Tahun 2005-2025. Melalui instruk si ini Presiden Republik Indonesia telah mengintruksikan kepada seluruh Kementerian / Lembaga serta pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk melaksanakan PUG ke dalam perencanaan.Memiliki kontrol yang sama atas sumber daya pembangunan. penganggaran. dan permasalahan per empuan dan laki-laki ke dalam proses perencanaan. pelaksanaan. mewujudkan perencanaan berperspektif gender melalui pengintegrasian pengalaman. pemantauan. potensi. kebutuhan. kabupaten/kota sampai dengan satuan pendidikan. pada tahun 2000 telah dikeluarkan Instruksi Presiden No. dan Memperoleh manfaat yang sama dari hasil pembangunan. aspirasi. PUG DALAM INSTRUKSI PRESIDEN ( Inpres No.9 Tentang Pengarusutamaan Gender (PUG) dalam pembangunan Nasional. KOMITMEN NASIONAL TENTANG PUG Untuk melaksanakan PUG ini. 84. pemantauan. dan evaluasi atas seluruh kebijakan dan program di berbagai bidang kehidupan dan sektor pembangunan PUG DALAM PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN (PERMEN DIKNAS NO.

dan tanggung jawa b laki-laki dan perempuan sebagai insan dan sumber daya pembangunan. mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender pada satuan pendidikan dan masyarakat. peranan. 273 .uan. mewujudkan pengelolaan anggaran pendidikan yang responsif gender. meningkatkan kesetaraan dan keadilan dalam kedudukan.

INTEGRASI KEADILAN DAN KESETARAAN GENDER DALAM MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH (SBM) Kesetaraan dan keadilan gender dapat diintegrasikan melalui tugas dan fungsi (tu poksi) sekolah dalam menerapkan MBS yang meliputi komponen-komponen sebagai berikut : pengelolaan proses belajar mengajar perencanaan . tujuan dan sasaran sekolah dengan memasukkan kesetaraan gender sebagai bagian integral dan eksplisit Mengidentifikasi fungsi-fungsi sekolah yang menggunakan prinsip MBS dengan mengintegrasikan masalah gender yang diperlukan untuk mencapai sasaran Melakukan analisis SWOT untuk mengetahui potensi pengembangan kesetaraan gender dalam perencanaan programdan pengembangan strategis untuk mencapai sasaran Mengidentifikasi langkah-langkah pemecahan masalah terkait dengan hambatan kesetaraan gender di sekolah akibat konstruksi sosial budaya Menyusun rencana dan program peningkatan mutu yang responsif terhadap perbedaan gender sebagai konstruksi sosial dengan memperhatikan kebutuhan gender praktis d an gender strategis Melakukan monitoring dan evaluasi dengan menggunakan indikator kesetaraan gender dan indikator kebijakan responsif gender Merumuskan sasaran mutu baru melaui reformulasi manajemen sekolah yang bias atau netral gender menuju manajemen responsif gender Karakteristik Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) yang responsif Gender : Memiliki visi dan misi yang berperspektif gender Kepala sekolah memiliki karakteristik yang profesional dan sensitif gender . misi. evaluasi dan supervisi pengelolaan kurikulum pengelolaan ketenagaan pengelolaan fasilitas pengelolaan keuangan pelayanan siswa peran serta masyarakat pengelolaan budaya sekolah Langkah Integrasi Keadilan dan Kesetaraan Gender dalam Manajemen Berbasis Sekola h (MBS) : Merumuskan visi.

Karakteristik guru yang profesional dan sensitif gender Kurikulum yang seimbang dan responsif gender Lingkungan sekolah yang sensitif gender Lingkungan fisik dan pembelajaran yang ramah terhadap perbedaan gender Manajemen sekolah yang responsif gender Ada upaya mewujudkan komite sekolah responsif gender 274 .

Administrasi Sekolah. yang meliputi. penyusunan bahan ajar. mendorong peningkatan mutu dan efisiensi melalui pemberdayaan potensi perempuan dan laki-laki secara optimal. Partisipasi à dalam pengambilan kebijakan 3. yang berdampak terhad ap tingkat pemerolehan manfaat yang berbeda antara laki-laki dan perempuan (laki-la ki biasanya mendapatkan manfaat lebih tinggi dibandingkan perempuan). yang berdampak pada bentuk-bentuk pril aku yang bias gender. Akses à terhadap semua program/kegiatan 2. Masih terdapat bahan ajar yang mengandung stereotipe gender yang menguatkan pril aku bias gender di masyarakat. perencanaan pembelajaran. Sarana dan P rasarana. Penataan sarana dan prasarana di sekolah / Perguruan Tinggi yang belum memperhat ikan kebutuhan spesifik perempuan dan laki-laki. dan evaluasi pembelajaran 3. Kontrol à terhadap sumber-sumber daya 4. Kebijakan dan Pengelolaan Sekolah 2. Organisasi dan budaya sekolah. APA RUANG LINGKUP PENDIDIKAN SEKOLAH RESPONSIF GENDER (PSBG)? Melakukan pengarusutamaan gender pada aspek: 1. dan memperkecil ketimpangan gender terut ama pada jurusan/program studi dan bidang kejuruan Mengapa Pendidikan Sekolah /Perguruan Tinggi Responsif Gender (PSBG)? Kebijakan sekolah cenderung netral (beberapa bias) gender.Identifikasi Isu-isu Gender di Sekolah / Perguruan Tinggi : 1. Peranserta masyarakat dalam pendidikan . jen jang. dan jenis pendidikan. Perilaku guru yang belum sensitif gender. prilaku guru. Keterwakilan anggota masyarakat dalam komite sekolah dan dewan pendidikan masih didominasi oleh laki-laki. Manajemen Sekolah. Manfaat à dari program/kegiatan yang dilaksanakan TUJUAN PENDIDIKAN SEKOLAH/PT YANG RESPONSIF GENDER (PSBG) Apa Tujuan Sekolah /Perguruan Tinggi Responsif Gender (PSBG)? Mewujudkan kesempatan pendidikan yang adil dan setara adil pada semua jalur. Proses Pembelajaran. metode/pendekatan dalam pembelajaran.

Penulis Bahan Ajar. Orang tua) 4. Tenaga Pendidik dan Kependidikan 3. Stakeholders pendidikan (Komite Sekolah. Peserta didik 275 .SIAPA SASARAN PENDIDIKAN SEKOLAH /PT RESPONSIF GENDER ? 1. Manajer Sekolah 2. Penerbit.

3.RUANG LINGKUP PENDIDIKAN SEKOLAH/ PT RESPONSIF GENDER ? 1. dsb. 6. Laki-laki dan perempuan memiliki kesempatan dan peran yang sama atau setara d alam membina. alat-al at olahraga. Peran Serta Masyarakat Indikator Sekolah /Perguruan Tinggi Responsif Gender Aspek Manajemen: 1. Sekolah memiliki sarana-parasarana yang dapat diakses oleh serta memenuhi keb utuhan khusus laki-laki dan perempuan. Diskriminasi terhadap jenis kelamin tertentu sehingga menghalangi untuk menda . pakaian olah raga. 5. 3. bangsa. melakukan pengendalian terhadap program serta memperoleh manfaat yang sama. kesempatan dan tugas kultur yang be rbeda antara laki-laki dan perempuan dalam kehidupan pribadi maupun dalam menjalankan tugas kedinasan. 4. Sekolah menghargai adanya karakter kerja. Perempuan dan laki-laki memiliki hak yang sama untuk menempati jabatan strukt ural dan/atau jabatan fungsional di sekolah. Kesenjangan gender dalam kaitan dengan partisipasi murid yang dapat ditunjukk an dengan proporsi jumlah murid di sekolah yang menyebabkan jenis kelamin laki-laki menjad i kelompok yang mendominasi dibandingkan dengan murid perempuan 2. mengarahkan dan melaksanakan pelayanan pendidikan di sekolah dan dapat memperoleh manfaat yang sama dari kesempatan dan peran tersebut. Laki-laki dan perempuan memiliki kesempatan dan peran yang yang sama atau set ara dalam mengendalikan sistem pendidikan di sekolah. Data dan informasi yang digunakan oleh guru dan kepala sekolah terpilah antar a laki-laki dan perempuan. 2. lapangan olahraga. kamar ganti. seperti: kamar mandi. Manajemen Sekolah 2. Pembelajaran 3. dan digunakan untuk analisis pendidikan yang berpihak pada laki-l aki dan perempuan secara seimbang. MENCIPTAKAN BUDAYA SEKOLAH RESPONSIF GENDER Isu gender pada Budaya Sekolah 1. Stereotipi atau pembakuan citra dari peran-peran laki-laki maupun perempuan y ang merugikan salah satu jenis kelamin.

seperti memanda ng lebih rendah dan meminggirkan. psikis maupun seksual. Kekerasan berbasis gender. baik fisik. pelecehan seksual. seksual b erbasis perbedaan jenis kelamin 2. Upaya Menciptakan Budaya Sekolah Responsif Gender 1. psikis. Memberikan penghargaan dan penghormatan sesuai dengan posisi dan perannya mas ingmasing 276 .patkan hak-haknya serta melaksanakan peran-perannya di lingkungan sekolah 4. Menciptakan rasa aman dan nyaman tanpa ada kekerasan fisik. dan yang sejenisnya.

Menghindari terjadinya diskriminasi gender baik terhadap laki-laki maupun ter hadap perempuan Standar Minimal PUG Pusat Dan Daerah NO INDIKATOR STANDAR MINIMAL PENCAPAIAN 1 Dukungan Kebijakan/ Komitmen Adanya surat keputusan Dirjen/Gubernur/ Bupati mengenai pelaksanaan PUG bidang pendidikan 2 Kelembagaan Adanya Pokja PUG Bidang Pendidikan di pusat dan daerah 3 Focal Point Adanya 1 orang di pusat dan daerah yang mempunyai pemahaman PUG dengan baik 4 Program Adanya minimal 1 program pendidikan .3.

responsive gender 5 Pendataan Tersedianya data pendidikan terpilah menurut jenis kelamin 6 Anggaran Adanya dukungan APBD untuk program PUG 7 Alat analisis Adanya salah satu alat analisis gender yang dipahami dan dipergunakan dalam perencanaan program pendidikan 277 .

278 .

NARKOTIKA Adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran. keram. penampilan dungu. mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergant ungan. Konsumsi dihentikan menimbulkan rasa sakit dan kejang-kejang. Rincian pengertian lebih lanjut dipaparkan di bawah ini. . NARKOTIKA Jenisnya: HEROIN dikenal dengan nama Putau atau PTW KARAKTERISTIK Merupakan narkoba yang sangat cepat menimbulkan ketergantungan. hidung berlendir. PSIKOTROPIKA Adalah zat atau obat baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika. Cara penggunaan dapat disuntikkan.Rencana Aksi Nasional Pemberantasan Penggunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) Tahun 2011-2015 PENGERTIAN Istilah NARKOBA merupakan singkatan dari NARKOTIKA. mata berair . hilang nafsu makan dan kehilangan cairan tubuh. BAHAN ADIKTIF LAINNYA Adalah bahan lain bukan narkotika atau psikotropika yang penggunaannya dapat menimbulkan ketergantungan. yang berkhasi at psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan syarat pusat yang menyebabkan perubahan k has pada aktivitas mental dan perilaku. jalan mengambang. hilangn ya rasa. EFEK Menimbulkan rasa lesu. dihirup dan dimakan. berupa serbuk putih dengan rasa pahit Dalam pasaran warnanya putih coklat atau dadu. PSIKOTROPIKA dan BAHAN ADIKT IF LAINNYA. rasa senang yang berlebihan.

Menimbulkan kematian bila over dosis. 279 .

hilangny a rasa percaya diri. hilang selera makan dan r asa haus yang berlebihan. rasa senang yang berlebihan. baik karena dehidrasi at ganja . Gerakan tak terkontrol. butterfly . huge drig. XTC. cemas dan depresi ya ng dapat belangsung beberapa hari. Kematian terjadi karena tidak seimbangnya cairan tubuh. black. hashish. rasa gelisah dan panik. KARAKTERISTIK Menimbulkan ketergantungan psikis yang diikuti oleh kecanduan fisik dalam waktu lama. rasa senang yang berlebihan. grass. stick. ice.GANJA dikenal dengan nama mariyuana. essence. Komplikasi kesehatan pada daerah pernafasan. Bentuk daun kering. peningkatan denyut jantung. KARAKTERISTIK Bentuknya berupa tablet dan kapsul warna-warni Cara penggunaannya ditelan secara langsung Mendorong tubuh melakukan aktivitas melampui batas maksimum EFEK Peningkatan detak jantung & tekanan darah. halusinasi. terutama bagi mereka yang telah rutin menggunakannya. rasa ket akutan dan agresi. mual dan muntah. heart. maupun yang diproses d engan cara pengeceran minuman yang mengandung etanol PSIKOTROPIKA Jenisnya: ECSTASY Dikenal dengan nama Inex. Yupie drug. depresi. darity. sakit kepala. sistem peredaran darah dan kanker. biasanya akan terjadi perasaan lelah. perubahan persepsi tentang ruang dan waktu. MINUMAN BERALKOHON adalah minuman yang mengandung etanol yang diproses dari bahan asli pertanian ataupun secara sintetis yang mengandung karbonhidrat dengan cara fermentasi dan destilasi atau fermentasi tanpa destilasi. Setelah efek di atas. gelek. cimeng. cairan yang lengket minyak damar EFEK Menurunkan ketergantungan monorik.

MEMTHAMPHETAMINE dikenal dengan nama shabu-shabu atau ubas KARAKTERISTIK Bentuknya berupa kristal dan cairan Mudah larut dalam alkohol dan air 280 .aupun terlalu banyak cariran.

gangguan penglihatan dan pelo. Kematian timbul akibat berhentinya pernafasan dan gangguan pada jantung. tidak dapat tidur. penurunan kesadaran. kejang otot. Menimbulkan perasaan senang. meningkatkan resiko kecelakaan lalu lintas Gejala putus zat mulai dari hilangnya nafsu makan. Bensin.Cara penggunaannya dihisap dengan bantuan alat (bong) BAHAN ADIKTIF LAINNYA Jenisnya: ALKOHOL refleksi motorik. sikap dan kepercayaan Keterampilan berkomunikasi Faktor emosional dan mental. menekan pernafasan. Spirtus Memperlambat kerja otak dan sistem syaraf pusat. FAKTOR SOSIAL BUDAYA Kondisi keluarga/orang tua . Memperlambat kerja sistem saraf pusat. memperlambat ZAT YANG MENIMBULKAN HALUSINASI Jamur kotoran kerbau. Thinner. Karena halusinasi bisa menimbulkan kecelakaan ZAT YANG MUDAH MENGUAP Lem Aica Aibon. hilang orientasi dan depresi. halusinasi dan bahkan kematian. sapi kecubung Bekerja pada sistem saraf pusat untuk mengacaukan kesadaran dan emosi pengguna Perubahan dan proses berfikir. sensitif. puyeng. denyut jantung dan menggangu penalaran dan penilaian Menimbulkan prilaku kekerasan. hilangnya kontrol. FAKTOR PENYEBAB PENYALAHGUNAAN NARKOBA FAKTOR INDIVIDU Aspek kepribadian Kecemasan dan depresi Aspek pengetahuan.

Pengaruh teman sebaya FAKTOR LINGKUNGAN DI SEKOLAH Tempat berkumpulnya anak-anak sekolah Tidak ada kebijakan di sekolah tentang narkoba Tidak ada tata tertib sekolah tentang narkoba FAKTOR LAIN LINGKUNGAN Pengaruh iklan atau promosi 281 .

Pengaruh dari orang di lingkungan rumah yang sering berbuat negatif AKIBAT PENYALAHGUNAAN NARKOBA Penyakit AIDS Paru-paru Jantung Hepatitis Over dosis Kriminalitas Kekerasan/kejahatan Putus sekolah Gangguan Jiwa TANDA-TANDA PENCANDU NARKOBA Tanda-tanda Fisik Mata memerah Kulit pucat-kepucatan Kelopak mata seperti berat/mengantuk Tanda-tanda dan Sikap Murung. gampang tersinggung Mudah tersinggung oleh kritikan ringan Mudah marah tanpa sebab Tidak perduli dengan perasaan orang lain Pelupa. cemas. menurunnya daya ingat Bermusuhan Tanggapan lambat BAGAIMANA MENOLAK NARKOBA Pelajari dahulu apakah rencana temanmu itu baik atau buruk Apabila tidak benar. depresi Emosional. cepat katakan tidak! Mengusulkan kegiatan lain Bila usulanmu tidak diterima. Pergi!!! . perasa.

APA YANG DAPAT DILAKUKAN PIHAK SEKOLAH/MADRASAH Menilai besar dan luasnya masalah Menetapkan dan melaksanakan kebijakan penanggulangan Melaksanakan kurikulum pendidikan pencegahan Program bantuan/pendukung untuk anak-anak dari TK sampai siswa 282

Pendidikan dan pelatihan para guru tentang pencegahan narkoba Partisipasi orang tua Pendidikan terpadu antara sekolah dan masyarakat. PENCEGAHAN PREVENTIF: ceramah, sosialisasi penanggulangan, pameran, seminar dll. PRIMER: konseling, sosialisasi peraturan perundangan dan bahaya penyalahgunaan n arkoba, memberikan pelatihan, penyebaran infomasi anti narkoba, meningkatkan kewaspadaan dan kontrol terhadap lingkungan sekolah SEKUNDER: Bekerjasama dengan pihak keluarga, tenaga pendidik, peserta didik, keg iatan pendidikan sebaya (peer education), keterampilan sosial (social skill), komite s ekolah. STRATEGI PENCEGAHAN NARKOBA DI SEKOLAH Secara terpadu dalam pelajaran Secara terpadu dalam menejemen sekolah Secara terpadu melalui kegiatan kesiswaan BAGAIMANA AGAR TIDAK TERJERUMUS KE NARKOBA Dapatkan dahulu informasi/keterangan yang benar tentang bahaya narkoba dari ahli nya/yang mengetahui, seperti koran, majalah, seminar seminar, dll Persiapan diri/mental menolak untuk ditawari Belajar berkata menolak/tidak untuk narkoba Memiliki cita-cita dalam hidup dan masa depan Lakukan kegiatan positif, buat pekerjaan yang berguna untuk orang tua dan lingku ngan. APA YANG DAPAT DILAKUKAN ORANGTUA AGAR ANAK TERBEBAS DARI NARKOBA Ikut terlibat dalam kegiatan anak-anaknya Belajar untuk berkomunikasi Memberi contoh dalam kehidupan sehari-hari yang baik Buat aturan keluarga yang jelas dan tegas Kembangkan tradisi keluarga dan nilai-nilai agama Orang tua berperan sebagai pembimbing dan pendidik 10 KUNCI MENJADIKAN ANAK SUKSES

1. Menanamkan nilai-nilai agama/spiritual sedini mungkin, untuk menguatkan hati nurani 2. Mengembangkan potensi anak seoptimal mungkin 3. Mengembangkan harga diri 4. Mengajarkan kemampuan untuk bersosialisasi yang efektif 283

5. Mengajarkan anak untuk menunjukkan rasa kasih sayang dan kembangkan sikap seh at terhadap seksualitas 6. Hidup dalam lingkungan tetangga yang baik 7. Menerapkan standar pekerjaan dan perilaku realitas didukung oleh disiplin yan g tepat 8. Ajarkan anak agar mampu dan terampil termasuk keterampilan mengatasi masalah 9. Tegakkan kemandirian 10. Mengontrol anak waktu menonton TV. MENGATASI MASALAH TANPA NARKOBA CURHAT kepada teman baikmu, siapa tahu dapat membantu memecahkan masalahmu. Ceritakan juga kepada ibu dan bapak, agar beliau membimbingmu untuk memecahkan masalahmu Tak salah juga mengadu kepada guru BK di sekolahmu, karena beliau tahu tentang p sikologi. Jadi masalahmu bisa diselesaikan secara psikologis Jika bermasalah, jangan termenung, bertopang dagu. Isi waktumu dengan kegiatan y ang bermanfaat. Mengadu dan memohon petunjuk pada Tuhan yang Maha Kuasa, agar diberikan jalan ke luar menyelesaikan masalah yang kamu hadapi. REALISASI DAN RENCANA AKSI NASIONAL P4GN Tahun 2008 bekerjasama dengan BNN sosialisasi di Jawa Barat, DKI Jakarta (2000 s iswa dan 200 guru BK SMP). Mengirimkan buku, poster, stiker, leaflet tentang pencegahan penya lahgunaan narkoba ke provinsi, kabupaten/kota dan sekolah. Tahun 2009 bekerja dengan Metro TV dan Media Indonesia ke beberapa sekolah di Ja bodetabek penyuluhan tentang narkoba. Tahun 2010 sosialisasi bekerjasama dengan BNP, Kepolisian, Tokoh Agama di 3 prov insi: Banten: 1000 siswa dan 100 guru BK SMP Jawa Timur: 1000 siswa dan 100 guru BK SMP Medan : 500 siswa dan 100 guru BK SMP Tahun 2011 sosialisasi bekerjasama dengan BNP, Kepolisian, Tokoh Agama, kepada s iswa dan guru BK di 5 provinsi.

Tahun 2012-2015 Aksi Nasional P4GN ke seluruh sekolah. 284

Pengintegrasian Pendidikan Pencegahan HIV / AIDS ke dalam Kurikulum Sekolah Petunjuk: Lembar suplemen ini ditujukan untuk membantu Sekolah/Madrasah dalam melaksanakan pendidikan pencegahan HIV dan AIDS dalam lingkungan sekolah, sebagai bagian dari proses evaluasi diri sekolah (EDS). Atas dasar evaluasi tentang ancaman HIV dan dampaknya pada masyarakat, khususnya Sekolah/ Madrasah dapat menentukan pilihan tindakan pencegahan HIV dan AIDS dalam lingkun gan sekolah, untuk dapat dimasukkan dalam Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) dan Ren cana Kerja Sekolah (RKS). A. Epidemi HIV dan AIDS di Indonesia Peta Epidemi HIV di Indonesia Estimasi jumlah ODHA tahun 2009: 186.257 orang (Kemkes, 2009) HIV dan AIDS merupakan fenomena gunung es dimana kasus yang dilaporkan merupakan bagian kecil dari perkiraan jumlah total orang terinfeksi HIV. Hingga Desember 2010 sejumlah total kumulatif 24.131 kasus AIDS dan 55.848 kasus HIV dilaporkan oleh 32 provinsi (Sulbar belum melapor) dan 300 Kabupaten/kota1 . Sem entara itu perkiraan (estimasi) jumlah Orang dengan HIV dan AIDS (ODHA) di Indonesia adalah 186.2572 orang pada tahun 2009. Dari total kumulatif laporan kasus AIDS, berikut ini adal ah 10 provinsi dengan kasus tertinggi, yaituDKI Jakarta (3.995), Jawa Timur (3.771), Jawa Barat (3.728), Papua (3.665), Bali (1.747), Kalimantan Barat(1.152), Jawa Tengah (944), Sulawes i Selatan (591), Sumatera Utara (507) dan DI. Yogyakarta (505)3. Berdasarkan cara penularan, secara kumulatif kasus AIDS adalah: 1. Heteroseksual : 52,7% 2. Pengguna napza suntik (IDU) : 38,3% 1. Laporan Situasi Perkembangan HIV & AIDS di Indonesia sampai dengan Desember 2 010, Ditjen P2PL, Kemkes RI 2. Laporan Estimasi Orang Dewasa yang Hidup dengan HIV dan AIDS, Kemkes RI, 2010 3. Laporan Situasi Perkembangan HIV & AIDS di Indonesia sampai dengan Desember 2 010, Ditjen P2PL, Kemkes RI

285

3. Homoseksual : 3% 4. Perinatal (orang tua ke bayi) : 2,6% Berdasarkan kelompok umur, proporsi penyebarannya adalah sebagai berikut: 1. 15 2. 20 3. 30 4. 40 19 Tahun : 3,1% 29 Tahun : 47,4% 39 Tahun : 31,3% 49 Tahun : 9,4%

*Data di atas merupakan data per Desember 2010, dan dimutakhirkan setiap 3 bulan oleh Kementerian Kesehatan RI. Laporan lengkap dapat diakses di www.aidsindonesia.or. id. B. Analisis Resiko Memahami kondisi lingkungan sekolah dengan melihat pada ancaman IMS, Napza, HIV dan AIDS B.1. Beberapa Pengertian Dasar Infeksi Menular Seksual (IMS) adalah infeksi atau penyakit yang penularannya terutama melalui hubungan seksual. IMS termasuk dalam kelompok Infeksi Saluran Reproduksi (ISR). IMS adalah salah satu jalan masuk HIV melalui penularan seksual.

NAPZA adalah singkatan dari narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya. Napza sesuatu yang dimasukkan ke dalam tubuh baik berupa zat padat, cair, maupun gas yang merubah fungsi atau struktur tubuh secara fisik dan/atau psikis, tidak termasuk makanan, air yang dibutuhkan untuk mempertahankan fungsi tubuh yang normal. Ketergantungan penggunaan napza mempengaruhi fungsi otak dan susunan syaraf sehingga berpengaruh pada mood serta

perilaku orang tersebut. HIV adalah singkatan dari Human Immuno--deficiency Virus, yaitu virus yang menyerang dan merusak sistem kekebalan tubuh manusia. Orang yang dikatakan positif HIV, yaitu yang dinyatakan positif setelah mengikuti tes darah. AIDS adalah singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome, yaitu kondisi menurunnya kekebalan tubuh manusia karena HIV. Orang yang terinfeksi HIV tetapi belum masuk tahap AIDS dapat tetap

maka berbagai penyakit yang pada orang pada umumnya tidak berbahaya. Dengan masuknya virus HIV secara perlahan pertahanan tubuh menurun. Terkadang stadium AIDS baru terjadi bertahun--tahun setelah terinfeksi HIV. Penyakit yang muncul disebut infeksi oportunistik. Pada stadium inilah AIDS baru terjadi. dan diare. menjadi sangat berbahaya.terlihat sehat. kanker kulit. Penularan dan Pencegahan IMS dan HIV: HIV menular melalui . seperti tuberculosis.

menggunakan kondom pada setiap hubungan seks . HIV dapat dicegah dengan: tidak melakukan hubungan seks selain dengan suami/istri. dilahirkan atau disusuinya. dan dari Ibu yang terinfeksi HIV pada bayi yang dikandungnya. yaitu: berhubungan seks dengan orang yang terinfeksi HIV tanpa menggunakan kondom. menggunakan alat suntik bergantian dengan orang yang terinfeksi HIV. bersikap saling setia. transfusidari darah yang tercemar HIV.4 cara.

286 . Bagi Ibu hamil dengan HIV dapat mengikuti program pencegahan dengan profilaksis.beresiko dan tidak menggunakan napza. Seseorang yang terinfeksi HIV hanya dapat diketahui dengan tes darah yang sebelumnya melalui konseling dan tes HIV secara sukarela.

Bagi Ibu hamil dengan HIV dapat mengikuti program pencegahan dengan profilaksis. menggunakan kondom pada setiap hubungan seks beresiko dan tidak menggunakan napza. HIV tidak menular dengan: . bersikap saling setia.HIV dapat dicegah dengan: tidak melakukan hubungan seks selain dengan suami/istri. Seseorang yang terinfeksi HIV hanya dapat diketahui dengan tes darah yang sebelumnya melalui konseling dan tes HIV secara sukarela.

bersalaman. menggunakan toilet bersama. Kemana harus merujuk: Jika seseorang beresiko terinfeksi IMS. B2. Analisis Sederhana Resiko HIV/AIDS Di Lingkungan Sekolah Jawablah Pertanyaan di bawah ini dengan mamberi tanda cek (v) pada kolom YA atau TIDAK . HIV dan AIDS dapat dirujuk ke layanan kesehatan terdekat.berhubungan sosial. Karena itu seorang anak yang terinfeksi HIV tidak dengan mudah menularkan HIV kepada teman maupun orang lain. berenang. bermain bersama. misalnya klinik atau Puskesmas. 287 . dan gigitan nyamuk.

sekolah memiliki resiko yang SEDANG : < 10 YA Bila semua jawaban TIDAK sekolah memiliki resiko yang RENDAH : 0 YA C. sekolah memiliki resiko yang SANGAT TINGGI : 25 YA Bila lebih banyak jawaban YA. Bagi Sekolah/Madrasah yang memiliki resiko SANGAT TINGGI. Tindak Lanjut Hasil Evaluasi Tentang Ancaman HIV dan AIDS yang dihadapi Sekol ah Aspek keterbukaan informasi tentang pencegahan HIV dan AIDS sangat penting bagi terciptanya perilaku siswa untuk menuju gaya hidup sehat dan bertanggungjawab yang didasari etika dan moral. TINGGI dan SEDANG dari hasil analisa sederhana di atas. sekolah memiliki resiko yang TINGGI : >15 YA Bila lebih banyak jawaban TIDAK . maka disarankan agar Sekolah/Madrasah merujuk ke Supl emen tentang Pengintegrasian pendidikan pencegahan HIV dan AIDS ke dalam Rencana Peng embangan Sekolah (RPS) dan Rencana Kerja Sekolah (RKS) yang tersedia pada Modul Perencana an dan Penganggaran Sekolah/Madrasah.Keterangan: Bila semua jawaban YA. 288 .

dan punya hubungan (berupa rujukan) dengan tim kesehatan terdekat. TINGGI dan SEDANG. Tindakan Struktural:Upaya yang memerlukan perubahan--perubahan fisik Menyediakan ruangan yang ramah remaja untuk remaja dapat berkumpul dan berdiskusi mengenai kesehatan reproduksi remaja tanpa merasa jengah. dan dihakimi. Tempat ini menyediakan informasi. Ada dua kelompok tindakan yang termasuk dalam katagori Tindakan Struktural dan Tindakan Non Struktural. layanan konseling yang nyaman. Tindakan Non Struktural:Upaya yang memerlukan perubahan--perubahan . Menentukan Pilihan Tindakan Pencegahan HIV/AIDS Memberikan pilihan tindakan yang dapat dilaksanakan untuk mengurangi resiko infeksi HIV untuk Sekolah yang memiliki resiko SANGAT TINGGI.Pengintegrasian Pendidikan Pencegahan HIV Dan AIDS ke dalam Rencana Kegiatan Sekolah (RKS) dan Rencana Tahunan (RKT) A.

Penyadaran pentingnya pengetahuan HIV . guru dan siswa tentang informasi HIV dan AIDS dasar Pelatihan bagi guru tentang konseling HIV dan AIDS Pembuatan materi KIE (Komunikasi. Menentukan Kebutuhan Menghadapi Ancaman HIV dan AIDS Mengidentifikasi kebutuhan kegiatan sekolah dan program perbaikan yang dapat dilakukan untuk mengurangi ancaman HIV dan AIDS untuk masuk dalam rencana sekolah Jangka Pendek 1. Informasi dan Edukasi) terkait HIV dan AIDS Pembuatan poster Pelatihan untuk pendidik sebaya B.Non Fisik Penyusunan skema dan prosedur penanggulangan HIV di Sekolah Pelatihan tim manajemen sekolah.

dan AIDS bagi guru. Adanya kurikulum . orang tua dan siswa 2 Tersedianya SDM yang mampu memberikan informasi HIV dan AIDS yang benat 3. 4. Adanya kebijakan sekolah yang mendukung upaya pencegahan HIV. Membentuk dan melatih siswa untuk menjadi pendidik sebaya dalam rangka pendidikan pencegahan HIV dan AIDS. Menyediakan referensi/ buku sumber tentang HIV dan AIDS Jangka Menengah/ Panjang 1. 2.

289 .sekolah tentang pendidikan kesehatan reproduksi remaja. napza dan HIV dan AIDS 3. Membina kerjasama dengan pihak--pihak luar termasuk sistem rujukan dalam upaya pencegahan HIV.

Contoh Kegiatan Jangka Pendek 1. kegiatan dan rencan a kerja tahunan. Menyiapkan para guru . untuk sekolah-sekolah yang hasil dari analisa resiko ter hadap ancaman HIV dan AIDS di sekolah menunjukkan resiko yang SANGAT TINGGI. Jangka waktu Perencanaan: Pada umumnya pilihan tindakan STRUKTURAL dapat dikerja kan dalam Jangka MENENGAH/PANJANG. maka tujuan tersebut bisa dijabarkan dalam sasaran. Langkah Awal: Idealnya. napza dan sanksinya 2. Jika Kenyamanan sekolah merupakan bagian dari tujuan Penge mbangan sekolah. Dalam mekanisme BOS. Memasukkan Pendidikan Pencegahan HIV dan AIDS ke dalam Rencana Sekolah Merencanakan pemenuhan kebutuhan pendidikan pencegahan HIV dan AIDS dengan menuangkannya ke dalam Rencana Kerja Tahunan (RKT) dan Rencana Kerja Anggaran Sekolah (RKAS).C. Selanjutnya rencana-rencana tersebut dituangkan lebih lanjut ke dalam Rencana Kerja Anggaran Sekolah (RKAS). sedangkan rencana ja ngka pendek dituangkan dalam Rencana Kerja Tahunan (RKT). rencana jangka menengah/pan jang dituangkan dalam Rencana Kegiatan Sekolah/ RKS (4 tahunan). sedangkan pilihan tindakan NON-STRUKTURAL dapat dikerjakan dalam JANGKA PENDEK. maka unsur Kenyamanan sekolah harus menjadi bagian dari kondisi sekolah yang diharapk an (tercermin dalam Visi dan Misi). Menyamakan pemahaman tentang faktor--faktor yang menyebabkan semua warga sekolah sangat rawan tertular HIV 3. TINGGI dan SEDANG . Membuat Kebijakan Sekolah tentang larangan merokok.

HIV dan AIDS. bahaya IMS. Sosialisasi tentang Kesehatan reproduksi. Mengembangkan kurikulum yang memuat tentang kesehatan reproduksi dan perilaku orang yang mengidap HIV dan AIDS 5. Melakukan sosialisasi tentang . Menyediakan guru dan ruang untuk Bimbingan Konseling bagi siswa yang bermasalah 6. dan napza kepada seluruh warga sekolah termasuk komite sekolah 7.tentang pencegahan HIV dan AIDS berdasarkan pendekatan kecakapan hidup 4.

bahaya IMS. HIV dan AIDS. Mengirimkan guru untuk mengikuti pelatihan mengenai berbagai permasalahan HIV dan AIDS dan pelaksanaan kurikulumnya 10. Membuat poster dan melakukan kampanye penyadaran tentang bahaya napza dan HIV dan AIDS. sertanapza kepada siswa baru pada waktu MOS (masa orientasi studi) 8. perlunya menerapkan gaya . HIV dan AIDS. Kesehatan Reproduksi 9. Napza. Menyediakan buku--buku referensi/ film tentang IMS.

Menjalin kemitraan dengan pihak luar yang terlibat dengan program--program pencegahan HIV dan AIDS. layanan kesehatan dan lembaga peduli AIDS. Contoh Jangka Panjang 1. Pengalokasian dana 3.hidup sehat. misalnya Dinas pemerintah terkait. Menyusun Renstra yang memuat nafza dan bahayanya serta pendidikan pencegahan HIV dan AIDS 2. 290 .

Komisi Penanggulangan AIDS Nasional Kepala Bidang Evaluasi dan Monitoring 4. Kementerian Kesehatan Kepala Sub Direktorat Usia Sekolah 2. Kepala Bidang Pencegahan dan penyalahgunaan obat 3.D. BKKBN Direktur Perlindungan Hak Reproduksi Remaja 5. Referensi dan Nomor Kontak Penting Jika Sekolah/Madrasah ingin informasi lebih lanjut. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Direktur Kesehatan dan Gizi Masyarakat Narasumber dari Pemerintah di Tingkat Provinsi . Nara Sumber Tingkat Pusat No Lembaga Jabatan 1. Kementerian Sosial Kepala Bidang Pelayanan Sosial PLHIV. dapat menghubungi lembaga dan organisasi berikut untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

Komisi Penanggulangan AIDS Tingkat Kota Koordinator Program B. Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Kepala . Provinsi Kalimantan Barat 1. Dinas Pendidikan Provinsi Kabid Pendidikan dasar. Kepulauan Riau 1. Pendidikan Menengah. Kepala Seksi Pendidikan Menengah 2. Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Wakil Kepala Sekretariat 3.No Lembaga Jabatan A. Dinas Pendidikan Provinsi Kabid Pendidikan dasar. Pendidikan Menengah. Pendidikan Tinggi dan Pendidikan Nonformal 2.

Pusat Kesehatan Masyarakat Pontianak Kepala Puskesmas 6. Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Koordinator Program 3. Dinas Pendidikan Kota Pontianak Sekretaris Dinas Pendidikan 4. Badan Narkotika Kota Pontianak Sekretaris 7. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kepala Bidang 2. Provinsi Bali 1. Dinas Kesehatan Kota C. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota . Komisi Penaggulangan AIDS Kota Pontianak Kepala Sekretariat 5.Sekretariat 3.

Komisi Penaggulangan AIDS Kota Denpasar Pembantu Sekreataris D. Provinsi Maluku 1. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kabid Pendidikan dasar. Pendidikan Pemuda dan Olah raga 2. Pendidikan Menengah.Staf 4. Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Sekretaris 291 .

Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Sekretaris 3. Pendidikan Pemuda dan Olah raga 2. Provinsi Maluku 1. Pendidikan Menengah. Dinas . Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Staf 4.1. Komisi Penaggulangan AIDS Kota Denpasar Pembantu Sekreataris D. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kepala Bidang 2. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kabid Pendidikan dasar. Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Koordinator Program 3.

Kesehatan Provinsi Kepala Bidang Pencegahan Penyakit dan Bencana 4. DKI Jakarta 1 Dinas Pendidikan Provinsi Kepala Bidang sumber Kegiatan Belajar siswa 2. Komisi Penaggulangan AIDS Asisten Teknis . Komisi Penanggulangan AIDS Kota Ambon Sekreataris 6. Biro Sumber daya manusia Kepala Pendidikan dan Kesehatan E. Dinas Kesehatan Kota Ambon Staf 7. Dinas Pendidikan Kota Ambon Kepala Bidang Pendidikan dasar dan Menengah 5.

Narasumber dari Lembaga non Pemerintah di Tingkat Provinsi No Lembaga Jabatan A. LPPM Direktur E. Provinsi Bali 1. Yayasan Pembinaan Asuhan Bunda Manajer Pencegahan B. Yayasan Pengembangan Pariwisata Batam Direktur 2. LP2B (Lembaga Pengabdian Pemuda Bangsa) Kepala 2. DKI Jakarta . Provinsi Kalimantan Barat 1. Kepulauan Riau 1. Provinsi Maluku 1. PKBI Direktur dan koordinator Program Remaja D. Kepala Seksi Sekolah Menengah C. PKBI Kepala Unit Pendidikan.

YAKITA Direktur 3. Yayasan Pelita Ilmu Program Manajer 2. Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Koordinator analisis 292 .1.

Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) .

Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) 294 .

Pada beberapa slide berikut disampaikan beberapa pasal dalam UU Sisd iknas dan pengertian pembiayaan dari PP tentang Pendanaan Pendidikan.Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) A. 295 . Dasar Pertimbangan Program BOS Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) telah berjalan sejak tahun 2005. Sebag ai bahan pertimbangan utama dari program BOS adalah Undang-Undang No 20 Tahun 2003 tentan g Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah No 48 Tahun 2008 tentang Pen danaan Pendidikan.

296 .

-/siswa/tahun Besar dana BOS per siswa dapat berubah pada setiap tahun anggaran. Secara khusus program BOS bertujuan untuk: 1. meringankan beban biaya operasi sekolah bagi siswa di sekolah swasta.-/siswa/tahun 3.000.000. D. Siapa Sasaran Program dan Berapa Besar Dana BOS? Sasaran program BOS adalah semua SD/MI dan SMP/MTs.000. membebaskan pungutan bagi seluruh siswa SD/MI negeri dan SMP/MTs negeri terha dap biaya operasi sekolah. baik di sekolah negeri maupun swasta. dana BOS disalurkan langsung dari Dinas Pendidikan Propins i ke rekening sekolah (sistem dekonsentrasi). C.000. SD/SDLB di kota : Rp 400. Bagaimana Mekanisme Penyaluran Dana BOS 2011? Pada tahun anggaran 2011 Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) mengalami perubahan mekanisme penyaluran dana. yang semula dari skema APBN menjadi dana perimbangan yang dilakukan melalui mekanisme transfer ke daerah dalam bentuk Dan a Penyesuaian untuk Bantuan Operasional Sekolah sebagaimana dimaksud dalam UndangUndang Nomor 10 Tahun 2010 tentang APBN 2011.B. dan selanjutn ya . 3. SMP/SMPLB/SMPT di kota : Rp 575. sedangkan pada tahun 2011. Apa Tujuan Program BOS? Secara umum program BOS bertujuan untuk meringankan beban masyarakat terhadap pembiayaan pendidikan dalam rangka wajib belajar 9 tahun yang bermutu. dana BOS disalurkan oleh Kementerian Keuangan ke Kas Daerah Kabupaten/Kota. membebaskan pungutan seluruh siswa miskin dari seluruh pungutan dalam bentuk apapun. termasuk Sekolah Menengah Te rbuka (SMPT) dan Tempat Kegiatan Belajar Mandiri (TKBM) yang diselenggarakan oleh masy arakat. SD/SDLB di kabupaten : Rp 397. Besar biaya satuan BOS yang diterima oleh sekolah/madrasah pada tahun 2011 adala h termasuk untuk BOS Buku. Pada tahun 2005-2010.-/siswa/tahun 4. SMP/SMPLB/SMPT di kabupaten : Rp 570. 2.-/siswa/tahun 2. tergantung pa da kebijakan pemerintah. kecuali pada rintisan sekolah bertaraf internasional (RSB I) dan sekolah bertaraf internasional (SBI). baik negeri maupun swasta di seluruh provinsi di Indonesia. dihitung berdasarkan jumlah siswa dengan ketentuan: 1. Program Kejar Paket A dan Paket B tidak termasuk sasaran dari program BOS ini.

297 . Dua slide berikut adalah perbandingan mekanisme penyaluran BOS periode tahun 2005-2010 dibandingkan tahun 2011.dari Kasda ke rekening sekolah.

298 .

299 .

BOS adalah program pemerintah yang pada dasarnya adalah untuk penyediaan pendana an biaya operasi nonpersonalia bagi satuan pendidikan dasar sebagai pelaksana progr am wajib belajar. Apa Peran Program BOS Terhadap Program Wajar 9 Tahun yang Bermutu? BOS harus menjadi sarana penting untuk meningkatkan akses dan mutu pendidikan da sar 9 tahun yang bermutu. dana BOS diberikan selama 12 bulan untuk periode Januari sampa i Desember. standar biaya operasi nonperson alia adalah standar biaya yang diperlukan untuk membiayai kegiatan operasi nonpersona lia selama 1 (satu) tahun sebagai bagian dari keseluruhan dana pendidikan agar satua n pendidikan dapat melakukan kegiatan pendidikan secara teratur dan berkelanjutan sesuai Standar Nasional Pendidikan. Biaya operasi dibedakan menjadi 2 jenis. F. Penyaluran dana BOS dilakukan dengan tahapan sebagai berikut: Dari Kementerian Keuangan ke Kas Daerah Kabupaten/Kota: dilakukan paling lambat 14 hari kerja untuk triwulan I dan triwulan IV. Menurut Peraturan Mendiknas nomor 69 Tahun 2009. G. Biaya Satuan Pendidikan terdiri dari 3 jenis. sedangkan untuk triwulan II dan tri wulan III paling lambat 7 hari kerja. Namun demikian. (b) bi aya operasi. yaitu: (a) biaya investasi.E. (c) bantuan biaya pendidikan untuk siswa miskin. dan (d) beasiswa untuk anak berpres tasi. April-Juni (triwulan II). Penyaluran dana dilakukan setiap periode 3 bulanan. ada beberapa jenis pembiayaan investasi dan perso nalia yang diperbolehkan dibiayai dengan dana BOS. yaitu periode Januari-Maret (triwulan I). Melalui BOS tidak boleh ada siswa miskin putus sekolah karena tidak mampu membay ar . yaitu: biaya operasi personalia dan bia ya operasi nonpersonalia. Apa Esensi Dana BOS dengan Biaya Satuan Pendidikan? Biaya Satuan Pendidikan adalah biaya penyelenggaraan pendidikan pada tingkat sat uan pendidikan. Juli-September (triwulan III) dan Oktober-Desember (triwulan IV). Bagaimana Jadual Penyaluran Dana BOS? Mulai tahun 2006. Dari Kas Daerah ke rekening sekolah: paling lambat dilakukan 7 hari kerja sejak dana diterima di Kas Daerah.

Tidak boleh ada tamatan SD/setara tidak dapat melanjutkan ke SMP/setara. BOS tidak menghalangi peserta didik. Kepala sekolah harus mengelola dana BOS secara transparan dan akuntabel. Sumbangan sukarela dari 300 . harus diupayakan kelangsungan pendidikannya k e sekolah setingkat SMP. orang tua yang mampu.iuran/pungutan yang dilakukan oleh sekolah. Demikian juga bila teridentif ikasi anak putus sekolah yang masih berminat melanjutkan agar diajak kembali ke bangku sekolah. Kepala sekolah mencari dan mengajak siswa SD/setara yang akan lulus dan berpoten si tidak melanjutkan sekolah untuk ditampung di SMP/setara. Anak lulusan sekolah setingkat SD. atau walinya memberik an sumbangan sukarela yang tidak mengikat kepada sekolah.

uang transport dan lain sebagainya. Sekolah mengelola dana secara profesional. I. misalnya uang saku/uang jajan. Sekolah harus menyusun Rencana Kerja Tahunan (RKT) dalam bentuk Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS). H.orang tua siswa harus bersifat ikhlas. dan mendorong partisipasi warga sekolah dan masyarakat untu k meningkatkan mutu pendidikan di sekolah. pemberian fleksibilitas yang lebih besar untuk mengelola sumber daya sekolah. J. seragam. dimana dana BOS merupakan bagian integral didalam RKAS tersebut. dan/atau Wali Peserta Didik? Meskipun ada dana BOS. Orang tua/wali siswa tidak dilarang berpartisipasi secara sukarela membantu pemb iayaan untuk sekolah. Dana BOS harus diterima oleh sekolah secara utuh. Rencana Jangka Menengah dan RKAS harus disetujui dalam rapat dewan pendidik sete lah memperhatikan pertimbangan Komite Sekolah dan disahkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/kota (untuk sekolah negeri) atau yayasan (untuk sekolah swasta). Pendanaan sebagian biaya investasi pendidikan dan/atau sebagian biaya operasi pendidikan tambahan yang diperlukan untuk pengembangan sekolah menjadi bertaraf internasional. Sekolah harus memiliki Rencana Jangka Menengah yang disusun 4 tahunan. transparan dan dapat dipertanggungjaw abkan. baik jumlah maupun w aktu pembayarannya. buk u tulis dan alat-alat tulis. selama tidak ada paksaan dari pihak manapun. Apa Tanggung Jawab Orang Tua. serta tidak ada intimidasi bagi yang tidak menyumbang. Bagaimana Peran Program BOS Dalam Manajemen Berbasis Sekolah? MBS secara umum bertujuan untuk memberdayakan sekolah melalui pemberian kewenangan (otonomi). dan dikelola secara mandiri ol eh sekolah dengan melibatkan dewan guru dan Komite Sekolah. Siapa Pengelola Program BOS di Tingkat Sekolah/Madrasah? Tim Manajemen BOS di sekolah terdiri dari 3 orang: Kepala Sekolah sebagai penangung-jawab Bendahara BOS sekolah . tidak terikat waktu dan tidak ditetapkan jumlahnya. orang tua/wali siswa masih memiliki tanggung-jawab terhad ap biaya pendidikan. sepatu. antara lain: Biaya pribadi peserta didik.

Satu orang dari unsur orang tua siswa di luar Komite Sekolah. Pemilihan unsur or ang tua dipilih oleh Kepala Sekolah dan Komite Sekolah dengan mempertimbangkan kredibilitasnya. K. Melaporkan perubahan data jumlah jumlah siswa setiap triwulan kepada Dinas Pendi dikan 301 . serta menghindari terjadinya konflik kepentingan. Apa Tugas dan Tanggung Jawab Sekolah? Mengisi dan menyerahkan data jumlah siswa ke Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.

Menyampaikan penggunaan dana BOS kepada Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota. Setiap tahun ajaran baru. Bagaimana Mekanisme Penetapan Alokasi Dana per Sekolah? Kunci utama keakuratan alokasi dana BOS per kabupaten/kota (otomatis secara nasi onal) adalah data jumlah siswa per sekolah. Kementerian Pendidikan Nasional membu at alokasi dana BOS tiap kabupaten/kota. Mengumumkan daftar komponen yang boleh dan yang tidak boleh dibiayai oleh dana BOS di papan pengumuman sekolah. Memberikan pelayanan dan penanganan pengaduan masyarakat. Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota berkoordinasi dengan Tim Manajemen BOS Provinsi menyerahkan data jumlah siswa tiap sekolah kepada Kementerian Pendidika n Nasional. Mengelola dana BOS secara bertanggung jawab dan transparan. Atas dasar data jumlah siswa tiap sekolah. Bertanggung jawab terhadap penyimpangan penggunaan dana di sekolah. setelah Kementerian Keuangan men erima data rekonsiliasi mengenai jumlah sekolah dan jumlah siswa tahun ajaran baru dar i . Catatan: Tim Manajemen BOS Tingkat Sekolah ditetapkan dengan SK dari Kepala Seko lah. Bendahara dan Ketua Komite Sekolah. Mengumumkan besar dana yang diterima dan dikelola oleh sekolah dan rencana penggunaan dana BOS (RAPBS) di papan pengumuman sekolah yang ditandatangani oleh Kepala Sekolah. L. untuk selanjutnya dikirim ke Kementerian Keuangan. Memasang spanduk di sekolah terkait kebijakan pendidikan bebas pungutan. Alokasi prognosa definitif BOS akan ditetapkan. Kementerian Keuangan menetapkan alokasi anggaran sementara per kabupaten/kota melalui Peraturan Menteri Keuangan. sehingga sekolah harus melaporkan data jum lah siswa secara akurat dan tepat waktu. Sebelum tahun anggaran. sekolah harus segera melakukan pendataan dan melaporka n jumlah siswa ke Tim BOS Kab/Kota secepat mungkin.Kabupaten/Kota (jika ada perubahan). Bendahara dan Ketua Komite Sekolah(Format BOS-03). Membuat laporan triwulanan penggunaan dana BOS dan barang/jasa yang dibeli oleh sekolah yang ditandatangani oleh Kepala Sekolah. Memverifikasi jumlah dana yang diterima dengan data siswa yang ada.

Bagaimana Dana BOS Diatur Dalam Mekanisme APBD Pengelolaan dana BOS dalam mekanisme APBD diatur dalam Peraturan Menteri Dalam N egeri Nomor 21 Tahun 2011 Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 302 . M. Alokasi dana BOS per sekolah negeri ditetapkan (di SK kan) oleh Kementerian Pend idikan Nasional. sedangkan alokasi per sekolah swasta ditetapkan oleh pemerintah daerah (melalui Pejabat Pengelola Keuangan Daerah) atas usulan Dinas Pendidikan Kabupat en/ Kota berdasarkan data jumlah siswa.Kementerian Pendidikan Nasional.

Berikut adalah bunyi beberapa pasal dalam Permendagri tersebut yang mengatur program BOS: BAB XVA PENGELOLAAN DANA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH Pasal 329B (1) Pejabat yang ditunjuk untuk mengelola dana BOS sekolah negeri sebagai beriku t: a. kepala sekolah ditunjuk sebagai PPTK. dan b. (4) RKA-PPKD untuk belanja hibah dana BOS sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dis usun oleh PPKD. (2) Tugas PPTK sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b. . untuk uraian obyek belanja dan rincian obyek belanja sebagaimana tercantum pada lampiran A. (2) Dana BOS untuk sekolah swasta dianggarkan pada jenis belanja hibah.VIII. kepala daerah menetapkan kuasa pengguna anggaran atas usul kepala SKPD Pendid ikan selaku Pengguna Anggaran. Pasal 329E (1) Penyaluran dana BOS bagi sekolah negeri dilakukan setiap triwulan oleh benda hara pengeluaran pembantu SKPD Pendidikan melalui rekening masing-masing sekolah. Pasal 329D (1) Pencairan dana BOS untuk sekolah negeri dilakukan dengan mekanisme TU.1 Peraturan Menteri ini. Pasal 329C (1) Dana BOS untuk sekolah negeri dianggarkan dalam bentuk program dan kegiatan. (2) Pencairan dana BOS untuk sekolah swasta dilakukan dengan mekanisme LS. (5) Kode rekening belanja tidak langsung dan belanja langsung yang bersumber dar i dana BOS.a. (2) Penyaluran dana BOS bagi sekolah swasta dilakukan setiap triwulan oleh BUD m elalui rekening masing-masing sekolah.13 Tahun 2006 Tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. mengelola dana BOS ya ng ditransfer oleh bendahara pengeluaran pembantu pada SKPD Pendidikan. (3) RKA-SKPD untuk program/kegiatan dana BOS sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disusun oleh SKPD Pendidikan.

(4) Naskah perjanjian hibah sebagaimana dimaksud ayat (1) dilakukan 1 (satu) kal i untuk 303 . kepala SKPD Pendidikan atas n ama kepala daerah dapat menandatangani Naskah perjanjian hibah.(3) Penyaluran dana BOS sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) triwulan berikutnya dapat dilakukan tanpa menunggu penyampaian laporan penggunaan dana BOS triwulan sebelumnya. (3) Dalam rangka percepatan penyaluran dana hibah. (2) Naskah perjanjian hibah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditandatangani be rsama antara kepala daerah dengan kepala sekolah swasta. Pasal 329F (1) Penyaluran dana BOS sebagaimana dimaksud dalam Pasal 329E ayat (2) didasarka n atas Naskah perjanjian hibah daerah.

yang uraiannya dialokasikan dalam 3 (tiga) jenis belanj a. Pasal 329H Tata cara pertanggungjawaban dana BOS yang diterima oleh sekolah swasta diatur d alam naskah perjanjian hibah daerah. Pasal 329G (1) Kepala sekolah negeri menyampaikan laporan penggunaan dana BOS triwulan I da n triwulan II paling lambat tanggal 10 Juli sedangkan untuk triwulan III dan triwulan IV pa ling lambat tanggal 20 Desember tahun berkenaan kepada bendahara pengeluaran pembantu. Kelompok Belanja Tidak Langsung.keperluan 1 (satu) tahun anggaran. yaitu belanja pegawai. N. belanja barang dan jasa. Jenis Belanja Hibah. yaitu: . (3) Laporan penggunaan dana BOS sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Bagaimana Mekanisme Penyaluran Dana BOS? Mekanisme penyaluran dana BOS diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK).I Pera turan Menteri ini. yan g dalam hal tahun anggaran 2011. disahkan ole h Kuasa Pengguna Anggaran setelah diverifikasi oleh pejabat penatausahaan keuangan SKPD Pendidikan. (2) Laporan penggunaan dana BOS sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilampiri buk ti-bukti pengeluaran yang sah dan lengkap. Berikut adalah beberapa penjelasan yang terkait dengan jenis belanja: Dana BOS bagi Sekolah sekolah negeri dianggarkan melalui Belanja Langsung dalam bentuk program/kegiatan. Obyek Belanja Hibah kepada Badan/Lembaga/ Organisasi Swasta serta Rincian Obyek Dana BOS kepada sekolah swasta yang dituan gkan dalam Dokumen Rencana Kerja Anggaran Pejabat Pengelola Keuangan Daerah (PPKD). (4) Kepala sekolah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bertanggungjawab atas peng gunaan dana BOS yang diterima setiap triwulan. Pada prinsipnya ada 2 tahapan penyaluran dana BOS. dan belanja modal pada SKPD Pendidikan yang dituangkan dalam Dokumen Rencana Kegiatan Anggaran SKPD. (5) Format Naskah perjanjian hibah sebagaimana tercantum dalam lampiran F. diatur dalam PMK No 247/PMK:07/2010 Tentang Pedoman Umu m dan Alokasi Sementara Bantuan Operasional Sekolah Bagi Pemerintah Daerah Kabupaten d an Kota Tahun Anggaran 2011. Dana BOS bagi Sekolah Swasta dianggarkan dalam Belanja Daerah.

c. Triwulan Kedua (bulan April sampai dengan bulan Juni) dilakukan paling lambat 7 (tujuh) hari kerja pada awal pada bulan April 2011. yaitu: a. Triwulan Ketiga (bulan Juli sampai dengan bulan September) dilakukan paling lambat 7 (tujuh) hari kerja pada awal pada bulan Juli 2011. Tahap I: Penyaluran Dana dari Kas Umum Negara ke Kas Umum Daerah (1) Penyaluran BOS dilaksanakan dengan cara pemindahbukuan dari Rekening Kas Umu m Negara ke Rekening Kas Umum Daerah. dan 304 . Triwulan Pertama (bulan Januari sampai dengan bulan Maret) dilakukan paling lambat 14 (empat belas) hari kerja pada awal bulan Januari 2011. b. (2) BOS disalurkan secara triwulanan (tiga bulanan).1.

yang antara lain dapat untuk: 1. maka sekolah tidak harus menggunakan dana BOS untuk pembelian/ penggandaan buku tersebut. Pembelian/penggandaan buku teks pelajaran. Apa Saja Yang Boleh Didanai dari Dana BOS? Hal penting yang harus diperhatikan oleh sekolah/madrasah sebelum menetapkan pen ggunaan dana BOS di sekolah adalah: Penggunaan dana harus didasarkan pada kesepakatan dan keputusan bersama antara Tim Manajemen BOS Sekolah/Madrasah. (3) Penyaluran Triwulan Pertama. yaitu Pendidikan Jasmani. Dana BOS harus didaftar sebagai salah satu sumber penerimaan dalam RKAS/RAPBS.d. O. Dewan Guru dan Komite Sekolah/Madrasah. (4) Penyaluran Triwulan Keempat sebesar selisih antara penetapan alokasi prognos a definitif BOS dengan jumlah dana yang telah disalurkan dari Triwulan Pertama sam pai dengan Triwulan Ketiga. baik yang telah di beli dari dana BOS maupun dari Pemerintah Daerah. Olahraga dan Kesehatan dan (b) Sen i Budaya dan Ketrampilan. d i samping dana yang diperoleh dari Pemda atau sumber lain yang sah. Jika buku dimaksud belum ada di sekolah/belum mencukupi sebanyak jumlah siswa. Triwulan Keempat (bulan Oktober sampai dengan bulan Desember) dilakukan palin g lambat 14 (empat belas) hari kerja pada bulan Oktober 2011 setelah PMK Alokasi prognosa definitif BOS 2011 ditetapkan. dana B OS juga boleh untuk membeli buku teks pelajaran lainnya yang belum mencukupi sejuml ah . Penggunaan dana BOS Tahun 2011 diatur didalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasio nal Nomor 37 Tahun 2010 Tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekola h (BOS) Tahun Aanggaran 2011. sedangkan SMP sebanyak 2 buku yaitu (a) Pendidikan Jasmani. Olahraga dan Kesehatan. maka sekolah wajib membeli/menggandakan sebanyak jumlah siswa. Jika jumlah buku telah terpenuhi satu siswa satu buku. Kedua. Penyaluran Dana BOS untuk Sekolah Swasta:dilakukan oleh Bendahara Umum Daerah paling lambat 7 hari kerja dana tersebut harus sampai di sekolah. Tahap II: Penyaluran Dana dari Kas Umum Daerah ke Sekolah Penyaluran dana BOS untuk Sekolah Negeri: dilakukan oleh Dinas Pendidikan paling lambat 7 hari kerja dana tersebut harus sampai di sekolah. 2. Jenis buku yang dibeli/digandakan untuk SD adalah satu buku. dan Ketiga adalah masing-masing sebesar ¼ (satu perempat) dari alokasi sementara yang tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan. Selain daripada itu.

konsumsi panitia. Pembiayaan kegiatan pembelajaran remedial.siswa. dan uang le mbur dalam rangka penerimaan siswa baru. kesenian. pramuka. yaitu biaya pendaftaran. 2. pembuatan spanduk sekolah bebas pungutan. pembelajaran pengayaan. serta kegiatan lain yang berkaitan lan gsung dengan kegiatan tersebut (misalnya untuk fotocopy. Pembiayaan seluruh kegiatan dalam rangka penerimaan siswa baru. 3. penggandaan formulir. pemantapan persiapan ujian. biaya transportasi dan akomodasi siswa/guru dala m 305 . olahraga. dan lainnya yang relevan). karya ilmiah remaja. dan pendaftaran ula ng. Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan sejenisnya (misalnya untuk honor jam mengajar tambahan di luar jam pelajaran. administrasi pendaftaran. palang merah remaja.

perbaikan atap bocor. serta pengada an suku cadang alat kantor. 5. fotocopy. Pembayaran honorarium bulanan guru honorer dan tenaga kependidikan honorer. kertas. membeli alat olah raga. sp idol. Pembiayaan ulangan harian. Pembiayaan perawatan sekolah. honor koreksi ujian dan honor guru d alam rangka penyusunan rapor siswa). bahan praktikum. Pembelian bahan-bahan habis pakai seperti buku tulis. 7. Pengembangan profesi guru seperti pelatihan. kapur tulis. perbaikan sanitasi sekolah. 6. 9. yaitu pengecatan. . Pembiayaan pengelolaan BOS seperti alat tulis kantor (ATK termasuk tinta pri nter. air. dan jika sekolah tersebut memerlukan listrik untuk proses belajar mengajar di sekolah. 4. alat kesenian dan biay a pendaftaran mengikuti lomba). internet. maka diperkenankan untuk membeli genset. 8. perbaikan mebeler. langganan koran/majalah pend idikan. 11. Khusus untuk sekolah yang memperoleh hibah/block grant pengembangan KKG/MGMP atau sejenisnya pada tahun anggaran yang sama tidak diperkenankan menggunakan dana BO S untuk peruntukan yang sama. dll). CD dan flash disk). Khusus di sekolah ya ng tidak ada jaringan listrik. ulangan umum. Jika dinilai lebih ekonomis. pensil. ujian sekolah dan laporan hasil bela jar siswa (misalnya untuk fotocopi/ penggandaan soal. minuman dan makanan ringan untuk kebutuhan sehari-hari di sekolah. perbaikan lant ai ubin/ keramik dan perawatan fasilitas sekolah lainnya. telepon. KKG/MGMP dan KKKS/MKKS. buku inventaris. 10.rangka mengikuti lomba. U ntuk sekolah SD diperbolehkan untuk membayar honor tenaga yang membantu administrasi BOS. perbaik an pintu dan jendela. buku induk siswa. surat-menyurat. perahu penyeberangan. Pembiayaan langganan daya dan jasa. Pemberian bantuan biaya transportasi bagi siswa miskin yang menghadapi masal ah biaya transport dari dan ke sekolah. te rmasuk untuk pemasangan baru jika sudah ada jaringan di sekitar sekolah. yaitu listrik. penggandaan. insentif bagi bendahara dalam rang ka penyusunan laporan BOS dan biaya transportasi dalam rangka mengambil dana BOS di Bank/PT Pos. dapat juga untuk mem beli alat transportasi sederhana yang akan menjadi barang inventaris sekolah (misalnya sep eda.

Pembelian komputer (desktop/work station) dan printer untuk kegiatan belajar siswa.d 12 di atas telah terpenuhi pendanaannya dari BOS dan masih terdapat sisa dana. diberikan maksimal sebesar Rp 150. peralatan UKS dan mebeler sekolah. diberikan maksimal sebesar Rp 150.-/bulan tetapi secara proporsional disesuaikan dengan beban mengajarnya.-/bulan. masing-masing maksimum 1 unit dalam satu tahun anggaran. Supervisi oleh Kepala Sekolah. 306 .12. 13. c. meliputi kegiatan: a.000. yaitu kegiatan-kegiatan yang terkait dengan proses bel ajar mengajar. Kegiatan tatap muka di Sekolah Induk oleh Guru Bina. b.00 0. maka sisa dana BOS tersebut dapat digunakan untuk membeli al at peraga. Supervisi oleh Wakil Kepala SMP Terbuka. Bila seluruh komponen 1 s. mesin ketik.000.-/ bulan. Khusus untuk SMP Terbuka. diberikan rata-rata maks imal sebesar Rp 150. dana BOS digunakan juga untuk: 1. media pembelajaran. Kegiatan pembelajaran.

tergantung dari kebijak an kementerian. Kegiatan pembimbingan di TKB oleh Guru Pamong. f. Maksimum penggunaan dana untuk belanja pegawai bagi sekolah negeri sebesar 20 %. 2. b.-/bulan. konsultasi. Dalam hal penggunaan dana BOS di sekolah.000. 4. tidak diperkenankan menggunakan dana BO S untuk peruntukan yang sama. Transportasi Guru Pamong ke Sekolah Induk. 5. harus diperhatikan hal-hal sebagai ber ikut: 1. Pembelian barang/jasa per belanja tidak melebihi Rp. Kegiatan administrasi ketatausahaan oleh petugas Tata Usaha (1 orang). dan pelaporan. 2. masing-masing diberikan maksimal sebesar Rp 150. d.000. c. Transportasi Guru Bina ke TKB. Sebagai penanggung jawab pengelolaan dan penggunaan dana BOS untuk SMPT/TKB Mand iri tetap kepala sekolah SMP induk.000. Penggunaan dana BOS untuk transportasi dan uang lelah bagi guru PNS diperbole hkan hanya dalam rangka penyelenggaraan suatu kegiatan sekolah selain kewajiban jam mengajar. Kebijakan penggunaan dana BOS bisa berubah setiap tahun. diberi kan maksimal sebesar Rp 100. Biaya transportasi Guru Bina dan Guru Pamong dari SMP Induk ke TKB dan sebali knya disesuaikan dengan kondisi geografis dan sarana transportasi. Penggunaan dana untuk honorarium guru honorer di sekolah agar mempertimbangkan rasio jumlah siswa dan guru sesuai dengan ketentuan pemerintah yang ada dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No.-/bulan. 3. Transportasi Pengelola TKB Mandiri ke Sekolah Induk dalam rangka koordinasi. Prioritas utama penggunaan dana BOS adalah untuk kegiatan operasional sekolah . 15 Tahun 2010 tentang SPM Pendidikan Dasar di Kabupaten/Kota. Transportasi Kepala Sekolah dan Wakil Kepala SMP Terbuka dalam rangka supervi si ke TKB.-/bulan. Bagi sekolah yang telah menerima DAK. Pemerintah daerah . yaitu: a. 10 juta. Pengelolaan kegiatan pembelajaran oleh Pengelola TKB Mandiri diberikan maksim al sebesar Rp 150. Besaran/satuan biaya untuk transportasi dan uang lelah guru PNS yang b ertugas di luar jam mengajar tersebut harus mengikuti batas kewajaran. e.d.

maka dana BOS siswa tersebut pada triwulan berjalan menjadi hak sekola h lama.wajib mengeluarkan peraturan tentang penetapan batas kewajaran tersebut di daerah masi ngmasing dengan mempertimbangkan faktor sosial ekonomi. Selanjutnya Dinas Pendidikan mengi rim surat secara resmi kepada Dirjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah yang berisikan daftar sekolah yang lebih/kurang untuk diperhitungkan pada penyesuaian alokasi pada triwulan berikutnya. Revisi jumlah siswa pada sekolah yang ditinggalkan/menerima siswa pindahan 307 . faktor geografis dan faktor lainnya. Jika terdapat siswa pindah/mutasi ke sekolah lain setelah pencairan dana di t riwulan berjalan. maka s ekolah harus segera melapor kepada Dinas Pendidikan. Jika dana BOS yang diterima oleh sekolah dalam triwulan tertentu lebih besar/ kurang dari jumlah yang seharusnya. misalnya akibat kesalahan data jumlah siswa. 2. 3.

13. Membeli pakaian/seragam bagi guru/siswa untuk kepentingan pribadi (bukan inve ntaris sekolah). Membiayai kegiatan yang telah dibiayai dari sumber dana pemerintah pusat ata u pemerintah daerah secara penuh/wajar. Tim Sekolah harus menggunakan prinsip keterbukaan dan ekonomis dalam menentuk an barang/jasa dan tempat pembeliannya. Q. 7. 2. Sekolah hanya diperbolehkan menanggung biaya untuk siswa/guru yang iku t serta dalam kegiatan tersebut. Digunakan untuk rehabilitasi sedang dan berat. Membayar bonus dan transportasi rutin untuk guru. 3. Membiayai kegiatan yang diselenggarakan oleh UPTD Kecamatan/ Kabupaten/kota/ Provinsi/Pusat. misalnya iuran dalam rangka perayaan hari besar nasional dan upacara keagamaan/acara keagamaan. Membiayai kegiatan yang tidak menjadi prioritas sekolah dan memerlukan biaya besar.tersebut baru diberlakukan untuk pencairan triwulan berikutnya. Tim harus memperhatikan kualitas barang/jasa. 5. Bunga Bank/Jasa Giro akibat adanya dana di rekening sekolah menjadi milik sek olah untuk digunakan bagi sekolah. Membangun gedung/ruangan baru. dan kewajar an harga. walaupun pihak sekolah tidak ikut serta dala m kegiatan tersebut. . 4. P. studi tour (karya wisata) dan sejenisnya. 12. Membiayai kegiatan dalam rangka mengikuti pelatihan/sosialisasi/ pendampinga n terkait program BOS/perpajakan program BOS yang diselenggarakan lembaga di luar Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/ Kota dan Kementerian Pendidikan Nasional. 9. 6. Menanamkan saham. 2. atau pihak lainnya. Apa Saja Larangan Penggunaan Dana BOS? 1. Membeli bahan/peralatan yang tidak mendukung proses pembelajaran. 10. Disimpan dalam jangka waktu lama dengan maksud dibungakan. 11. 8. serta ketersediaan. misalnya studi banding. Kegiatan penunjang yang tidak ada kaitannya dengan operasi sekolah. Dipinjamkan kepada pihak lain. Bagaimana Mekanisme Pembelian Barang/Jasa di Sekolah? 1. 4. misalnya guru kontrak/guru bantu.

Memilih satu atau lebih pekerja untuk melaksanakan pekerjaan tersebut dengan standar upah yang berlaku di masyarakat. Tim Sekolah harus selalu membandingkan harga penawaran dari penyedia barang/j asa dengan harga pasar dan melakukan negosiasi harga kepada penyedia barang/jasa apa bila harga penawaran lebih tinggi dari harga pasar.3. Ti m Sekolah harus menerapkan prinsip-prinsip berikut: i. iii. 308 . 4. Terkait dengan biaya untuk perawatan ringan/pemeliharaan bangunan sekolah. Membuat laporan penggunaan dana (pembelian barang dan pembayaran upah) untuk kegiatan perawatan ringan/pemeliharaan sekolah. Membuat rencana kerja ii.

4. Instansi ini juga bertanggung jawab untuk melakukan audit sesuai dengan kebutuhan lembaga tersebut atau permintaan instansi yang akan diaudit. 4. 3. 5. Mengelola dana BOS secara transparan dan bertanggung jawab. 2. Pengawasan Fungsional Internal Instansi pengawas fungsional yang melakukan pengawasan program BOS secara intern al adalah Inspektorat Jenderal Depdiknas serta Inpektorat Daerah Provinsi dan Kabup aten/ Kota. Bagaimana Tata Tertib Pengelolaan Dana BOS Untuk Sekolah? 1. S. pengawasan fungsiona l dan pengawasan masyarakat. . 2. 6. Siapa Yang Melakukan Pengawasan dan Pemeriksaan Program BOS? Pengawasan prgram BOS meliputi pengawasan melekat (Waskat). 1. Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sesuai dengan kewenangannya dapat melakukan pemeriksaan terhadap program BOS. Pengawasan Melekat Pengawasan melekat adalah pengawasan yang dilakukan oleh pimpinan masing-masing instansi kepada bawahannya baik di tingkat pusat. kabupaten/kota maupu n sekolah. Instansi tersebut bertanggung jawab untuk melakukan audit sesuai dengan kebutuhan lembaga tersebut atau permintaan instansi yang akan diaudit. Mengumumkan hasil pembelian barang dan harga yang dilakukan oleh sekolah di p apan pengumuman sekolah yang harus ditandatangani oleh Komite Sekolah. Tidak diperkenankan melakukan manipulasi data jumlah siswa. baik yang berasal dari dana BOS maupun dari sumber lain. Dilarang bertindak menjadi distributor atau pengecer buku kepada peserta didi k di sekolah yang bersangkutan (Peraturan Mendiknas No.R. provinsi. 2 Tahun 2008 Pasal 11). Bersedia diaudit oleh lembaga yang berwenang terhadap seluruh dana yang dikel ola oleh sekolah. Prioritas utama dalam program BOS adalah pengawasan yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota kepada sekolah. Pengawasan Eksternal Instansi pengawas eksternal yang melakukan pengawasan program BOS adalah Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP). 3. Menginformasikan secara tertulis rekapitulasi penerimaan dan penggunaan dana BOS kepada orang tua siswa setiap semester bersamaan dengan pertemuan orang tua sisw a dan sekolah pada saat penerimaan raport.

Provinsi dan Pusat. Ka bupaten/ Kota. 309 . program ini juga dapat diawas i oleh unsur masyarakat dan unit-unit pengaduan masyarakat yang terdapat di sekolah. Pengawasan Masyarakat Dalam rangka transparansi pelaksanaan program BOS.T. agar segera dilaporkan kepada instansi penga was fungsional atau lembaga berwenang lainnya. Apabila terdapa t indikasi penyimpangan dalam pengelolaan BOS. namun tidak melakukan audit. Lembaga tersebut melakukan pengawasan dalam rangka mem otret pelaksanaan program BOS di sekolah.

atau golongan. bilamana terbuk ti pelanggaran tersebut dilakukan secara sengaja dan tersistem untuk memperoleh keuntungan pribadi. Penerapan proses hukum.U. 310 . penurunan pangkat. Penerapan tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi. kelompok. yaitu mulai proses penyelidikan. misalnya: a. Sanksi kepada oknum yang melakukan pelanggaran dapat diberikan dalam berbagai bentuk. Pemblokiran dana dan penghentian sementara seluruh bantuan pendidikan yang bersumber dari APBN pada tahun berikutnya kepada Kabupaten/kota. mutasi kerja). b. yaitu pengembalian dana BOS yang terbukti disalahgunakan kepada satuan pendidikan atau ke kas negara. penyidikan dan prose s peradilan bagi pihak yang diduga atau terbukti melakukan penyimpangan dana BOS. Penerapan sanksi kepegawaian sesuai dengan peraturan dan undang-undang yang berlaku (pemberhentian. Apa Sanksi Terhadap Penyalahgunaan Dana BOS? Sanksi terhadap penyalahgunaan wewenang yang dapat merugikan negara dan/atau sek olah dan/atau siswa akan dijatuhkan oleh aparat/pejabat yang berwenang. d. c.

Publikasi BOS .

312 .

313 .

314 .

315 .

316 .

317 .

318 .

319 .

320 .

321 .

322 .

Lembar Evaluasi Pelatihan untuk Sekolah/Madrasah Tahun 2011 .

Lembar Evaluasi Pelatihan untuk Sekolah/Madrasah Tahun 2011 324 .

c. c. Strategi untuk mencapai SNP (Standar Nasional Pendidikan) secara bertahap dan merupakan sasaran antara menuju pemenuhan SNP. Manakah dari pernyataan di bawah ini yang secara tepat mendefinisikan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan? a. Mekanisme standardisasi pendidikan yang merupakan kelanjutan dari SNP. Kepemimpinan sekolah/madrasah. Standar-standar yang harus dipenuhi oleh masing-masing satuan pendidikan sete lah semua SNP terpenuhi. Pernyataan manakah di bawah ini yang masuk dalam kategori Biaya Investasi men urut Standar Pembiayaan? a. Manakah dari pernyataan di bawah ini yang merupakan bagian dari Standar Penge lolaan? a. d. Manakah pernyataan di bawah ini yang bukan merupakan Standar Nasional Pendidi kan? a. d. Standar Penilaian. 2. b. b. Biaya pengembangan sumber daya manusia. Pemilihan tenaga pendidik. Hubungan masyarakat dengan Pemerintah Daerah. pengawasan dan evaluasi. c atau d (Format A): 1. c. Standar Kompetensi Pengawas. Penentuan standar kompetensi kepala sekolah. 4. b. sistem informasi mana jemen.Lembar Evaluasi Pelatihan untuk Sekolah/Madrasah Tahun 2011 Pilih salah satu jawaban yang Anda anggap benar dengan memberi tanda silang pada hurup a. Biaya pembelian alat tulis. Standar Proses. 3. c. 5. Di bawah ini adalah beberapa alasan mengapa SNP perlu dilakukan secara bertah . b. Biaya listrik bulanan. Standar-standar yang ditentukan oleh masing-masing satuan tingkat pendidikan. Gaji dan tunjangan pendidik dan tenaga kependidikan. Standar Kompetensi Lulusan. d. d. b.

Beberapa standar SNP terlalu tinggi dan sulit dicapai oleh semua sekolah/madr asah dengan kondisi saat ini.ap. b. SPMP adalah kegiatan sistemik dan terpadu oleh satuan atau program pendidikan . SPMP merupakan sebuah mekanisme peningkatan mutu pendidikan yang diprakarsai oleh para pemimpin satuan pendidikan dan diselenggarakan secara mandiri tanpa adanya keter libatan pemerintah. d. c. c. 6. pemerintah daerah. Semua standar SNP dapat dipenuhi oleh sekolah/madrasah dengan kondisi saat in i. d. kecuali: a. Pengertian SPMP (Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan) dapat dengan tepat ditemu kan pada salah satu pernyataan berikut ini: a. penyelenggara satuan atau program pendidikan. 325 . Implementasi SNP yang sepenuhnya memerlukan kapasitas SDM yang tinggi dan kel embagaan yang produktif. Implementasi SNP secara utuh membutuhkan sumber daya yang besar. dan masyarakat untuk memperba iki mutu pendidikan. SPMP merupakan program pemerintah pusat yang mengupayakan terjadinya suatu pe ningkatan mutu pendidikan di suatu daerah tertentu. SPMP adalah program pemerintah pusat yang harus dijabarkan oleh masing-masing satuan pendidikan sesuai dengan keunggulan lokal mereka. b.

10. Persetujuan Pengesahan Penyusunan RKS/M Sosialisasi. c. Memastikan agar aturan pemerintah ditaati sekolah/madrasah. Manfaat EDS/M (Evaluasi Diri Sekolah/Madrasah) terutama adalah sebagai beriku t. pelaksanaan. Membantu komite sekolah mengevaluasi kelemahan dan kelebihan sekolah/madrasah nya. d. Sekolah/madrasah dapat menyusun RKS dan RKT berdasarkan prioritas kebutuhan d an sumber daya sekolah/madrasah untuk memenuhi SPM/SNP. Rumusan hasil akhir kondisi sekolah yang ditentukan oleh pemerintah kabupaten /kota. d. b. Misi Tujuan Sasaran Visi . Sosialisasi Persiapan Penyusunan RKS/M Persetujuan & Pengesahan. Persiapan Penyusunan RKS/M Persetujuan & Pengesahan Sosialisasi. Manakah alur penyusunan RKS/M yang benar? a. 11. akuntabel dan tran sparan oleh para pemangku kepentingan. Sekolah/madrasah dapat menentukan kelebihan hasil usahanya secara lebih akura t. Merupakan gambaran kondisi sekolah/madrasah saat ini yang digunakan untuk men yusun RKS/M. Mengoptimalkan partisipasi pihak swasta. Urut-urutan manakah yang benar? a. Manakah dari uraian di bawah ini yang secara tepat mendefinisikan visi sekol ah/madrasah: a. Mendorong upaya guru dan pengawas dalam meningkatkan kinerja mereka. Penyusunan RKS/M Penyetujuan & Pengesahan Sosialisasi Persiapan. d. d. kecuali: a. pelapo ran dan pengawasan. c. b. Sekolah/madrasah dapat dikelola secara lebih partisipatif. Sekolah/madrasah dapat mengetahui kelebihan dan kekurangannya berdasarkan SNP . 9.7. Cita-cita bersama warga sekolah/madrasah dan segenap pihak yang berkepentinga n pada masa yang akan datang. c. b. c. Menjamin keterkaitan antara perencanaan dan penganggaran. b. 8. Salah satu tujuan penyusunan RKS/M (Rencana Kerja Sekolah/Madrasah) adalah: a.

Sistematis. Menjamin agar tujuan dan sasaran sekolah/madrasah yang telah ditetapkan dapat dicapai dengan tingkat kepastian yang tinggi dan risiko yang kecil. Visi Misi Tujuan Sasaran d.b. Menjamin terciptanya integrasi. b. sinkronisasi. d. Satu sumber. efektif. Partisipatif melibatkan berbagai unsur. Berikut ini adalah prinsip-prinsip penyusunan Rencana Kerja Tahunan yang bai k. mencakup perencanaan kelesuruhan program yang akan dilaksanakan oleh sekolah/ madrasah dalam jangka waktu satu tahun. d. berkeadi lan. 13. Menjamin tercapainya penggunaan sumber daya secara efisien. kecuali: a. Memastikan pengawasan kinerja kepala sekolah oleh komite sekolah. Visi Misi Sasaran Tujuan c. c. Yang bukan merupakan tujuan Penyusunan RKT (Rencana Kerja Tahunan) adalah: a. seluruh program/kegiatan disusun secara runtut berdasarkan skala prioritas. b. Sasaran Tujuan Misi Visi 12. c. dan sinergi. mengindikasikan kejelasan sumber pendanaan dan pembiayaan operas ional sekolah. Terpadu. 326 . dan berkelanjutan.

transparansi. tidak termasuk PPN d an menyetorkannya ke kas negara. Penentuan buku yang dibeli ditentukan oleh rapat komite sekolah. Manakah pernyataan yang benar terkait dengan kewajiban perpajakan yang sehar usnya dilakukan oleh pengelola BOS di sekolah negeri. kejujuran. kemakmuran bersama. Tidak memotong PPh Pasal 23 sebesar 15% x 40% atau 6% dari jumlah imbalan bru to tidak termasuk PPN 18. Yang tidak termasuk ke dalam kelompok Biaya Operasional adalah: a. Gaji pendidik dan tenaga kependidikan serta segala tunjangan yang melekat pad a gaji. profit oriented. Pengadaan buku tidak boleh dilakukan secara bertahap. Akuntabilitas. jasa telekom unikasi. b. transparansi. d. Manajemen Keuangan Sekolah yang baik senantiasa menjunjung tinggi prinsip-pr insip berikut: a. swasta. asuransi. Pajak. Bagi hasil. kejujuran. Atas pembelian buku-buku pelajaran umum. air. Akuntabilitas. Tidak mempunyai kewajiban memungut PPh Pasal 22 karena tidak termasuk sebagai pihak yang ditunjuk sebagai pemungut PPh Pasal 22. dan transportasi d. uang lembur. membayar PPN. Pengadaan tanah dan mengirimkan para guru ke pelatihan-pelatihan pengembangan diri. c. d. Sekolah harus membayar PPN untuk pembelian buku. Manakah pernyataan yang benar terkait dengan kewajiban perpajakan yang sehar usnya dilakukan oleh pengelola BOS di sekolah negeri: a. kemakmuran bersama. 17. d. Memungut PPh Pasal 22 sebesar 1. Buku yang dibeli/digandakan harus mencakup satu siswa satu buku.14. b. transparansi. Manakah pernyataan yang tepat terkait dengan penggunaan dana BOS untuk buku: a. efisien (value for money). pemeliharaan sarana dan prasarana c. Biaya operasional pendidikan tidak langsung berupa listrik.5% dari nilai pembelian. bagi hasil. c. keadilan. kitab suci dan buku pelajaran agama. dan pesantren: . efisiensi. b. 16. Efisiensi. 15. c. b.

Audit oleh komite sekolah 20. c. Pembayaran honor kepada guru PNS Golongan IIIA ke atas harus dipotong PPh Pas al 21 yang bersifat final sebesar 15% dari jumlah honor. c. d. d. c. Memotong PPh Pasal 21 atas honorarium semua jenis dan golongan guru. Hal berikut ini adalah berkas yang harus dilaporkan ke tim BOS Kabupaten/Kot a. Pembayaran honor kepada guru PNS Golongan IID ke bawah tidak dilakukan pemoto ngan PPh Pasal 21. Nama siswa miskin yang digratiskan. Pengawasan melekat b. Pengawasan fungsional internal. kecuali: a. b. Notulen rapat komite sekolah 327 . b. d.a. Penggunaan dana BOS untuk memberikan bantuan transportasi bagi siswa miskin d ikenakan pajak 19. Jumlah dana yang diterima dan pengelolaannya. Lembar pencatatan pengaduan. Berikut ini adalah mekanisme pengawasan dana BOS: a. Pengawasan eksternal.

328 .

Alokasi dana BOS per sekolah akan didasarkan L KIS. Untuk Apa LKIS? Khususnya untuk program BOS. dan tidak melakukan mark-up data. . Jadi sekolah yang tidak mengumpulkan LKIS. Selanjutnya sekolah menyerahkan LKIS kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. per kabupaten/kota dan p er sekolah. Din as Pendidikan Kabupaten/Kota membuat rekapitulasi jumlah siswa per sekolah dan diserahkan kepa da Tim BOS Pusat untuk dijadikan dasar alokasi dana BOS secara nasional. Data jumlah siswa per sekolah akan dapat diakses oleh masyarakat sebagai bentuk transparansi dan alat control. Lembar LKIS juga akan diserahkan oleh Tim BOS Kabupaten/Kota kepada Tim BOS Tingkat Nasional untuk keperluan pendataan dan verifikasi. kabupaten/kota maupun sekolah. Pentingkah data di LKIS? Keakuratan data LKIS sangat menentukan keakuratan perhitungan alokasi dana BOS. tidak akan dialokasikan dana BOS dalam SK Dirjen Pendid ikan Dasar. sekolah segera mengisi LKIS. Akan tetapi dalam LKIS juga dijaring bebera pa informasi lain yang dianggap penting. LKIS sangat diperlukan untuk menghitung perencanaan kebutuhan anggaran dana BOS tingkat nasional.Lembar Kerja Individu Sekolah (LKIS) Apa LKIS Tersebut? LKIS merupakan instrumen sederhana yang khususnya digunakan untuk menjaring data jumlah siswa per sekolah di setiap tahun ajaran baru. dan selanjutnya akan dijadikan dasar untuk p enetapan alokasi dana BOS per sekolah dan kabupaten/kota. baik tingkat nasional. Oleh karena itu dimohon setiap sekolah mengisi da ta LKIS secara akurat. Bagaimana mekanisme penyerahan LKIS? Setelah masa pendaftaran siswa di tahun ajaran baru di sekolah berakhir.

Lembar Kerja Individu Sekolah (LKIS) Tahun Pelajaran 2010/11 330 .

Lembar Kerja Individu Sekolah (LKIS) Tahun Pelajaran 2010/11 331 .

332 .

go.id Telp : 0-800-140-1276 (bebas pulsa). 021-5725632 & 021-5725641 Faksimil : 021-5725635 Email : bos@ditptksd.dit-plp.go.go.ditptksd.go.INFORMASI DAN PENGADUAN MASYARAKAT Program BOS HOTLINE: 177 Menghubungi: Tingkat SMP Alamat Web : www.id Telp : 0-800-140-1299 (bebas pulsa) 021-5725980 Faksimil : 021-5731070 & 021-5725645 Email : bos@dit-plp.id Mengisi: Format BOS 07 untuk Kritik dan Saran dan Format BOS 8 untuk Pengaduan .id Tingkat SD Alamat Web : www.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful