MILIK NEGARA TIDAK DIPERDAGANGKAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL KEMENTERIAN AGAMA RI Peningkatan Manajemen Melalui Penguatan Tata Kelola

dan Akuntabilitas di Sekolah/Madrasah Materi Pelatihan Sekolah/Madrasah Bantuan Operasional Sekolah

Disiapkan bersama oleh: Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar, Kemendiknas dan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kemenag RI dengan bantuan dana hibah dari Pemerintah Australia melalui Program Kemitraan Au stralia-Indonesia dan didukung oleh: Bank Dunia, Uni-Eropa, Pemerintah Kerajaan Belanda, Bank Pembangunan Asia dan US AID

Peningkatan Manajemen Melalui Penguatan Tata Kelola dan Akuntabilitas di Sekolah/Madrasah Materi Pelatihan Sekolah/Madrasah

Kata Pengantar Bantuan Operasional Sekolah (BOS), yang dimulai sejak bulan Juli 2005, merupakan program untuk membantu percepatan penuntasan program wajib belajar 9 tahun yang bermutu. Bagi kebanyakan sekolah dan madrasah di Indonesia, dana BOS merupakan komponen terbesar pemasuka n dana yang diterima oleh sekolah dan madrasah. Untuk memaksimalkan efisiensi dan efektivitas pemanfaatan dana BOS dan sumberdan a sekolah/ madrasah lainnya, penting dilakukan peningkatan keterampilan dalam menyusun pere ncanaan dan penganggaran ditingkat sekolah/madrasah. Untuk keperluan inilah pemerintah telah mengambil inisiatif untuk mengembangkan program pelatihan yang mendukung peningkatan keter ampilan manajerial bagi sekolah/madrasah. Program pelatihan ini dikembangkan dengan meru juk pada sistem penjaminan mutu, khususnya Standar Pelayanan Minimal untuk pendidikan das ar dan Standar Nasional Pendidikan. Pelatihan intensif tentang Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) ini akan diberikan kepada 3 unsur anggota Tim Pengelola BOS di Sekolah/Madrasah di seluruh Indonesi a, yaitu kepala sekolah/madrasah, bendahara sekolah/madrasah dan unsur masyarakat anggota Tim Ma najemen BOS Sekolah/Madrasah atau Komite Sekolah/Madrasah. Materi pelatihan untuk sekolah dan madrasah ini disiapkan melalui kerjasama deng an dan atas dukungan dari Australian Agency for International Development (AusAID), Asian De velopment Bank (ADB) melalui proyek Basic Education Capacity Support Program, USAID melalui Pro yek Decentralized Basic Education (DBE1), Pemerintah Kerajaan Belanda, European Union (Uni Eropa) dan the World Bank (Bank Dunia) melalui the Basic Education Capacity Trust Fund. Pelatihan ini akan disampaikan secara nasional kepada sekitar 650.000 peserta dari sekolah/madrasah (SD/MI/SMP/ MTs) dengan dukungan dana dari Pemerintah Australia melalui AusAID. Buku panduan pelatihan ini memusatkan perhatian pada empat materi utama: (1) Sta ndar Pelayanan Minimal untuk Pendidikan Dasar dan Standar Nasional Pendidikan, termas uk di dalamnya pengenalan terhadap Evaluasi Diri Sekolah/Madrasah (EDS/M); (2) Perencanaan dan Penganggaran; (3) Manajemen Keuangan; dan (4) Pengenalan Pendidikan Karakter. Selain ke empat jenis materi utama tersebut, masih ada beberapa materi tambahan/suplemen yang diharapkan dapa t disinggung pada saat pelatihan. Semoga materi pelatihan ini dapat sepenuhnya dimanfaatkan oleh para pelatih dan peserta pelatihan untuk panduan pelatihan bagi tingkat sekolah/madrasah.

Jakarta, Maret 2011 Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementrerian Agama RI Prof. Dr. Mohammad Ali, MA NIP. 19530603 197903 1 002 Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Kementrerian Pendidikan Nasional Prof. Suyanto, Ph.D. NIP. 19530302 197703 1 001 i

Pendahuluan Buku Materi Pelatihan ini berisi informasi penting yang digunakan sebagai bahan pembelajaran bagi pengelola SD/MI dan SMP/MTs, yang terdiri dari kepala sekolah/madrasah, ben dahara sekolah/madrasah, dan ketua komite sekolah/madrasah di seluruh Indonesia. Buku ini disusun sebagai bahan pelatihan dalam rangka membantu sekolah/madrasah melakukan perencanaan, pengelolaan, dan penyusunan laporan, baik kegiatan maupun keuangan sekolah/ madrasah. Pelatihan ini juga dimaksudkan untuk mendukung pelaksanaan program BOS dan penerapan manajemen berbasis sekolah/madrasah yang lebih baik, partisipatif dan akuntabel. Buku ini terdiri dari tiga bagian utama yakni: (1) Evaluasi Diri Sekolah/Madrasa h, (2) Perencanaan dan Penganggaran Sekolah/Madrasah, dan (3) Manajemen Keuangan Sekolah/Madrasah. Sebagai bagian yang tak terpisahkan dari upaya peningkatan mutu pada sektor pendidikan, serangkaian program nasional yang menyemangati upaya perbaikan yang mendasar ini juga disert akan pada bagian akhir buku ini: pendidikan karakter bangsa, penanggulangan bencana, penga rusutamaan gender, rencana aksi nasional pemberantasan narkoba, dan pencegahan HIV/AIDS. Bagian 1 - Evaluasi Diri Sekolah/Madrasah (EDS/M) menekankan pentingnya kemampua n sekolah/madrasah melakukan pemetaan pencapaian kinerja sekolah/madrasah pada saa t ini serta pengembangan program dan anggaran sekolah/madrasah. Penguasaan implementas i EDS/M dicerminkan dalam kemampuan sekolah/madrasah dalam mengidentifikasi dan mengumpulkan data kinerja, menganalisis dan mengolah data mutu, menyimpulkan has il kinerja serta menerapkan standar mutu. Bagian ini terdiri dari empat bab. Bab I memperkenalkan kebijakan nasional yang berkaitan dengan Standar Nasional Pendidikan, Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar, Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan serta Penerapan SPMP, SNP, dan SPM dalam proses peren canaan sekolah/madrasah. Bab II menguraikan gambaran umum tentang EDS/M, menjelaskan so sok dan cara-kerja instrumen serta cara melaksanakan EDS/M. Bab III menjelaskan tekn ik identifikasi kesenjangan kinerja dan rekomendasi pemenuhan SPM. Bab IV memperkenalkan TRIMS a tau Aplikasi Pelaporan dan Manajemen Informasi Sekolah (APMIS), memahami manfaat kel uarannya bagi sekolah/madrasah serta langkah-langkah aplikasi TRIMS. Bagian 2 - Perencanaan dan Penganggaran Sekolah/Madrasah membantu sekolah/madras ah agar mampu menyusun program prioritas dengan mempertimbangkan ketersediaan sumbe

r daya yang dimiliki guna mencapai visi, misi, tujuan dan sasaran sekolah/madrasah yang telah ditetapkan. Melalui rencana kerja yang baik, sekolah/madrasah diharapkan dapat m enggalang partisipasi warga dan masyarakat, memastikan keterkaitan antara perencanaan, pel aksanaan dan pelaporan sekolah/madrasah, efisiensi dan efektifitas penggunaan dana, menja min integrasi perencanaan sekolah/madrasah sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat , provinsi, kota/kabupaten dan aspirasi stakeholder lokal, mempertimbangkan pentingnya pendi dikan karakter bangsa, sensitivitas terhadap isu gender, sikap responsif terhadap kead aan bencana, dan memperhatikan berbagai perkembangan yang terjadi. Bagian ini terdiri dari enam bab. Bab I merupakan pengantar bagi penyusunan RKS/ M dan RKT. Bab II menjelaskan tentang identifikasi kondisi kinerja aktual sekolah/madrasah sebelum rencana kerja disusun. Bab III menjelaskan tentang kondisi yang diharapkan oleh sekolah/ madrasah. Bab IV menguraikan tentang pentingnya penyusunan program, indikator dan target kiner ja yang tepat, penanggung jawab program dan kegiatan. Bab V memandu penyusunan rencana a nggaran sekolah/madrasah untuk jangka menengah. Bab VI menjelaskan tentang penyusunan Re ncana ii

Kerja Tahunan Sekolah/Madrasah dan penyusunan Rencana Anggaran Pendapatan dan Be lanja Sekolah/Madrasah atau Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah/Madrasah. Perlu juga disampaikan disini bahwa bersamaan dengan penerbitan materi pelatihan ini telah dikembangkan EDS/M multimedia dalam bentuk DVD. Dilengkapi dengan pegantar lisan oleh Bapak Menteri Pendidikan Nasional, DVD yang berjudul Meningkatkan Mutu Lingkungan Pembelajaran melalui Evaluasi Diri Sekolah/Madrasah ini dikemas secara komunikati f dan ramah pemirsa. Di dalamnya disajikan banyak contoh dan testimoni dari kepala sek olah, guru dan peserta didik yang membuat konsep EDS/M terasa mudah dipahami. DVD ini akan dibagikan kepada seluruh sekolah/madrasah. Bagian 3 - Manajemen Keuangan Sekolah/Madrasah membantu sekolah/madrasah memaham i dan mengasah keterampilan dalam mengelola siklus penganggaran melalui penyiapan anggaran, penata-usahaan, perpajakan, pengeloaan barang milik sekolah/madrasah, pelaporan keuangan yang baik, serta pengkomunikasiannya kepada stakeholder terkait. Bagian ini terdiri dari tujuh bab. Bab I memberikan pengantar tentang siklus man ajemen keuangan sekolah/madrasah serta prinsip pengelolaan keuangan yang baik. Bab II m emberikan gambaran umum penatausahaan keuangan sekolah/madrasah, khususnya dalam penerimaa n dan pengeluaran serta pelaporannya. Bab III menguraikan berbagai jenis pajak yang be rkaitan dengan pengelolaan keuangan dan transaksi di tingkat sekolah/madrasah. Bab IV memperken alkan masalah pembukuan sekolah/madrasah termasuk jenis buku dan transaksi, format buk u serta alurnya. Bab V berisi ketentuan pencatatatan barang milik sekolah/madrasah. Bab VI mendalami pelaporan keuangan sekolah/madrasah. Bab VII membahas berbagai hal yang berkaita n dengan masalah audit, pengendalian dan pengawasan keuangan di tingkat sekolah/madrasah. Dengan memahami manajemen keuangan diharapkan pihak sekolah/madrasah dapat mener apkan prinsip pengelolaan keuangan yang baik dengan tidak mengabaikan prinsip ekonomis , efisiensi dan efektivitas dalam mendukung tercapainya tujuan pendidikan dasar. Bagian ini sangat penting dipahami oleh berbagai pihak yang berkepentingan dengan pengelolaan keuangan sek olah/ madrasah termasuk kepala dan wakil kepala sekolah/madrasah, bendahara sekolah/ma drasah, guru, pengawas, dan komite sekolah/madrasah. Untuk mempelajari lebih jauh materi yang dijelaskan dalam buku ini disediakan fi le dalam

bentuk CD yang berisikan seluruh materi pelatihan, referensi terkait terutama Un dang-undang, Peraturan Pemerintah, Peraturan Menteri, dan seluruh bahan yang disampaikan dala m pelatihan. Dalam CD juga terdapat materi tambahan, antara lain Pendidikan Karakter Bangsa, Program Penanggulangan Bencana, Kepekaan terhadap Isu Gender, dan Pencegahan HIV/AIDS. Penyusunan buku ini didukung oleh Australian Agency for International Developmen t (AusAID), Asian Development Bank (ADB), Bank Dunia (World Bank) dan Decentralized Basic Ed ucation (DBE-I) Project - USAID.

iii

Daftar Singkatan APBD Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah APBN Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara APK Angka Partisipasi Kasar ATK Alat Tulis Kantor BAN-S/M Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah BMS Barang Milik Sekolah BOS Bantuan Operasional Sekolah BOSDA Bantuan Operasional Sekolah Daerah BOSP Biaya Operasional Satuan Pendidikan BSNP Badan Standar Nasional Pendidikan CTL Contextual Teaching and Learning DAK Dana Alokasi Khusus DAU Dana Alokasi Umum DBR Daftar Barang Ruang EDK Evaluasi Diri Kabupaten/Kota EDS/M Evaluasi Diri Sekolah/Madrasah EQAS External Quality Assurance System ICT Information and Communication Technology IMB Izin Mendirikan Bangunan IPA Ilmu Pengetahuan Alam IPTEK Ilmu Pengetahuan dan Teknologi IQAS Internal Quality Assurance System Juknis Petunjuk Teknis Kemenag Kementerian Agama Kemendiknas Kementerian Pendidikan Nasional KIB Kartu Inventaris Barang KIR Kartu Inventaris Ruang KIR Karya Ilmiah Remaja KKG Kelompok Kerja Guru

Kreatif. Efektif dan Menyenangkan PAS Pendapatan Asli Sekolah PDCA Plan Do Check Action Permendagri Peraturan Menteri Dalam Negeri Permendiknas Peraturan Menteri Pendidikan Nasional PMK Peraturan Menteri Keuangan PNS Pegawai Negeri Sipil PPh Pajak Penghasilan iv .KS Kepala Sekolah KTSP Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan LPMP Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan MA Madrasah Aliyah MBS Manajemen Berbasis Sekolah MI Madrasah Ibtidaiah Monev Monitoring dan Evaluasi MSPD Monitoring Sekolah oleh Pemerintah Daerah PAKEM Pembelajaran Aktif.

PPN Pajak Pertambahan Nilai PTKP Pendapatan Tidak Kena Pajak RAPBS Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah Renstra Rencana Strategis RKAS Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah RKJM Rencana Kerja Jangka Menengah RKS Rencana Kerja Sekolah RKS/M Rencana Kerja Sekolah/Madrasah RKT Rencana Kerja Tahunan RPJMD Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah RPP Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPPK Rencana Pengembangan Pendidikan Kota/Kabupaten RPS Rencana Pengembangan Sekolah RSBI Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional SBI Sekolah Bertaraf Internasional SD Sekolah Dasar SDM Sumber Daya Manusia SIM Sistem Informasi Manajemen SKM Sekolah Kategori Mandiri SKPD Satuan Kerja Pemerintah Daerah SKS Satuan Kredit Semester SNP Standar Nasional Pendidikan SPJ Surat Pertanggungjawaban SPM Standar Pelayanan Minimal SPMP Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan TU Tata Usaha Tupoksi Tugas Pokok dan Fungsi UAN Ujian Akhir Nasional UAS Ujian Akhir Sekolah UASBN Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional .

UKK Ujian Kompetensi Kejuruan UN Ujian Nasional v .

Standar sarana dan prasarana standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan kriteria minimal tentang ruan g belajar. serta pendidi kan dalam jabatan. kompetensi mata pelajaran. dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/ Kota. serta sumber belajar lai n. tempat beribadah. perpustakaan. Pemerin-tahan Daerah Provinsi.Daftar Istilah BOS program pemerintah yang bertujuan menyediakan pendanaan biaya operasi nonper sonalia bagi satuan pendidikan dasar sebagai bagian dari pelaksanaan program wajib belajar 9 tahun. yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran. pengetahuan. Standar pendidik dan tenaga kependidikan kriteria pendidikan prajabatan dan kelayakan fisik maupun mental. bengk el kerja. laboratorium. SNP kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara K esatuan Republik Indonesia. dan pemerintah kabupaten atau kota sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah. Standar kompetensi lulusan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap. tempat berolahraga. . SPM jenis dan tingkat pelayanan pendidikan minimal yang harus disediakan oleh sa tuan atau program pendidikan. dan keterampila n. Standar proses standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pem belajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulusan. penyelenggara satuan atau program pendidikan. pemerinta h provinsi. termasuk penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. tempat bermain. tempat berkreasi dan berekreasi. dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada jenjang dan jen is pendidikan tertentu. Standar isi ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam kr iteria tentang kompetensi tamatan. kompetensi bahan kajian. Sistem penjaminan mutu pendidikan (SPMP) subsistem dari sistem pendidikan nasional (SNP) dengan fungsi utama peningkatan mutu pendidikan.

Standar pengelolaan standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan perencanaan. provinsi. pelaksanaan. vi . Standar pembiayaan standar yang mengatur komponen dan besarnya biaya operasi satuan pendidikan yan g berlaku selama satu tahun. atau nasional agar tercapai efisiensi dan efektivitas penyelengg araan pendidikan. kabupaten/ kota. dan pengawasan kegiatan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan.

melalu i urutan pilihan. Buku Pembantu Kas buku yang digunakan untuk mencatat transaksi penerimaan dan pengeluaran yang . dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik.Standar penilaian pendidikan standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme. atau kegiatan masyarakat yang dikoordinasikan oleh instansi pemerintah (UU Nomor 25 Tahun 2004). Value for Money istilah yang digunakan untuk menilai apakah sebuah organisasi te lah memperoleh manfaat yang maksimum dari barang dan jasa yang diperoleh atau disediakan dengan sumber daya yang ada. karenanya mengurangi peluang untuk korupsi. Akuntabel bentuk pertanggungjawaban pengelolaan sumber daya dan pelaksanaan kebi jakan yang dipercayakan kepada orang/ organisasi dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditetapkan melalui media pertanggungjawaban berupa laporan akuntabilitas kinerja secara periodik. Buku Kas Umum buku utama yang digunakan untuk mencatat semua transaksi yang memp engaruhi saldo kas. RKT dokumen tentang gambaran program dan kegiatan tahunan sekolah untuk mencapai tujuan dan sasaran tahunan sekolah yang telah ditetapkan. serta alokasi sumber-sumber kepada setiap bagian kegiatan. RKS/M dokumen tentang gambaran kegiatan sekolah di masa depan untuk mencapai tuj uan dan sasaran sekolah yang telah ditetapkan. baik secara langsung maupun tidak langsung. dengan memperhitungkan sumber daya yang tersedia (UU Nomor 25 Tahun 2004). Visi rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan pada akhir periode perencanaa n (UU Nomor 25 Tahun 2004). prosedur. Transparan memiliki sifat bahwa sebuah teori atau praktek terbuka kepada publik. Program instrumen kebijakan yang berisi satu atau lebih kegiatan yang dilaksanak an oleh instansi pemerintah/lembaga untuk mencapai sasaran dan tujuan serta memperoleh alokasi anggaran. Misi rumusan umum mengenai upaya-upaya yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan visi (UU Nomor 25 Tahun 2004). RAPBS/M rencana yang diformulasikan dalam bentuk rupiah dalam jangka waktu atau periode tertentu. Perencanaan suatu proses untuk menentukan tindakan masa depan yang tepat.

vii . penerimaan pembayaran dengan cek. Buku Pembantu Bank buku yang digunakan untuk mencatat semua transaksi penerimaan dan pengeluaran yang dilakukan melalui bank dengan cara antara lain penerbitan cek.dilaksanakan secara tunai. dan lain-lain. penarikan ce k.

viii . atau input minimu m untuk output tertentu. atau tingkat pencapaian hasil progra m dengan target yang ditetapkan. Ekonomis pemerolehan masukan dengan kualitas dan kuantitas tertentu pada tingkat harga yang terendah. Efisien pencapaian output yang maksimum dengan input tertentu. Partisipasi Masyarakat keikutsertaan atau keterlibatan masyarakat dalam suatu kegiatan atau organisasi sosial baik secara moril (fisik) maupun spiritual (nonfisik) untuk mewujudkan keinginan dan kepentingan bersama. Efektif perbandingan outcome dengan output.Buku Pembantu Pajak buku yang digunakan untuk mencatat semua transaksi yang harus dipungut pajak se rta memonitor atas pungutan dan penyetoran pajak yang dipungut selaku wajib pungut pajak.

dan SM dalam proses perencanaan sekolah/madrasah. dan memaparkan langkah-langkah aplikasi TRIMS. SNP. .Pengenalan Terhadap Evaluasi Diri Sekolah/ Madrasah (EDS/M) Dan Instrumen EDS/M Bagian 1 Bagian ini mencakup empat bab. memperkenalkan instrumen dan cara melaksanakan EDS/M. Bab ke empat memperkenalkan TRIMS atau Aplikasi Pelaporan dan Manajemen Informasi Sekolah (APMIS). Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan Dasar. Bab kedua menggambarkan secara umum konsep EDS/M. Bab pertama memperkenalkan kebijakan nasional yang berkaitan dengan Standar Nasional Pendidikan (SNP). menjelaskan manfaat keluaran TRIMS bagi sekolah/madrasah. Bab ketiga memaparkan teknik mengidentifikasi kesenjangan kinerja dan rekomendasi pemenuhan SPM. Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan (SPMP) serta penerapan SPMP.

Bagian 1 2 .

pelaksanaan. Pendidikan yang bermutu akan menghasilkan sumber daya manusia (SDM ) yang cerdas dan kompetitif sesuai dengan visi Kementerian Pendidikan Nasional ta hun 2025. Standar nasi onal pendidikan adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berfungsi sebagai dasar bagi perencanaan . dan pengawasan pendidikan pada setiap satuan pendidikan dalam rangk a 3 . dan SPMP Dalam Rangka Perencanaan Sekolah/ Madrasah A.Bagian 1 Bagian 1 Bab I Pengenalan SNP. Mutu pendidikan mengacu pada standar yang telah ditetapkan dalam Peraturan Pemer intah (PP) Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP). Untuk mewujudkan visi tersebut diperlukan upaya peningkatan mutu pendidikan seca ra berkelanjutan oleh semua pihak. SPM. PENGANTAR Peningkatan mutu pendidikan merupakan salah satu pilar pokok pembangunan pendidi kan di Indonesia.

RKS/M disusun secara partisipatif dengan melibatkan semua stakeholder termasuk kepala sekolah/ madrasah. dan apa bila SNP telah tercapai maka satuan pendidikan tersebut akan terus meningkatkan mutu untuk melampaui atau berada di atas SNP. Sistem penjaminan mutu pendidikan (SPMP) didefinisikan sebagai kegiatan sistemik dan terpadu oleh satuan atau program pendidikan. guru. komite sekolah/madrasah. maka perlu dicari strategi untuk mencapai SNP secara bertahap. dan (b) Standar mu tu yang mengadopsi dan/atau mengadaptasi standar internasional tertentu. (Pasal 1 Nomor 17 UU 2 . (a) Standar mutu yang berbasis keunggulan lokal. dan orang tua siswa. sarana-prasarana dan aspek sekolah yang penting lainnya. SPM Pendidikan dapat diartikan sebagai st rategi untuk mencapai SNP secara bertahap dan merupakan sasaran antara untuk menuju pemenuhan SNP. Penjaminan mutu pendidikan dimaksudkan untuk memastikan bahwa setiap satuan pendidikan berusaha memenuhi SPM dan SNP. pemerintah pusat. RKS/M akan menjadi acuan untuk melaksanakan perbaikan dalam proses pembelajaran. dan masyarakat untuk melaksanakan upaya peningkatkan m utu pendidikan secara berkesinambungan. penyelenggara pendidikan. Upaya ini dilakukan dengan menetapkan Standar Pela yanan Minimal (SPM) yang merupakan tingkat layanan minimal yang harus dipenuhi oleh se tiap satuan pendidikan. Untuk dapat mencapai acuan mutu pendidikan tersebut di atas. Mengingat bahwa kondisi satuan pendidikan pada saat ini masih sangat beragam. antara lain. Standar mutu pendidikan di atas SNP dapat ber upa. manajemen sekolah/madras ah. da n sebagian besar kualitasnya masih berada di bawah SNP. Oleh karena itu. pemerinta h daerah. SNP berisi ketentuan tentang delapa n standar yang dicita-citakan dapat terwujud di semua satuan pendidikan pada kurun waktu tertentu. STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN (SNP) Standar Nasional Pendidikan (SNP) adalah kriteria minimal tentang sistem pendidi kan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. Apabila SPM Pendidikan telah tercapai maka indikator tingkat (mutu) layanan akan dinaikkan dari waktu ke waktu hingga pada akhirnya mencapai tingkat an yang ditetapkan dalam SNP. B.mewujudkan pendidikan nasional yang bermutu. setiap satuan pendi dikan perlu menyusun Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) atau Rencana Kerja Sekolah/ Madrasah (RKS/M) yang memuat upaya peningkatan mutu secara berkelanjutan.

Standar Nasional Pendidikan merupakan penjabaran dari UU Nomor 20 Tahun 2003 ten tang Sisdiknas. (4) standar proses. (5) standar sarana dan prasarana. Standar Nasional Pendidikan berfungsi sebagai dasar dalam perencanaan. 19/2005 tentang SNP). Standar Nasional Pendidikan meliputi: (1) standar kompetensi lulusan. (2) standa r isi. dan (8) standar peni laian pendidikan. (3) standar pendidik dan tenaga kependidikan. (6) standar pembiayaan. Standar Nasional Pendidikan bertujuan menjamin mutu pendidikan nasional dalam ra ngka mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat (Pasal 4 PP. yang dituangkan dalam PP Nomor 19 Tahun 2005. 4 . (7) standar pengelolaan. pelaksana an. dan pengawasan pendidikan dalam rangka mewujudkan pendidikan nasional yang bermu tu (Pasal 3 PP.0/2003 tentang Sisdiknas dan Pasal 3 PP. 19/2005 tentang SNP). 19/2005 tentang SNP).

b. dan mata pelajaran. d an keterampilan. kurikulum tingkat satuan pendidikan. Beban belajar untuk SD/MI/SDLB dan SMP/MTs/SMPLB atau bentuk lain yang sederajat menggunakan jam pembelajaran setiap minggu setiap semester dengan sistem tatap muka. . 2. d. e.Berikut ini adalah penjelasan umum tentang masing-masing standar sesuai Peratura n Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. yang meliputi kompetensi untuk seluruh mata pelajaran. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. serta keterampilan unt uk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. Kompetensi lulusan mencakup sikap. akhlak mulia. kejuruan. Standar kompetensi lulusan digunakan sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. c. beban belajar. 1. Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Standar kompetensi lulusan untuk satuan pendidikan dasar dan menengah ditetapkan melalui Permendiknas nomor 23 tahun 2006. yang kemudian dituangk an dalam materi pokok kegiatan pembelajaran serta indikator pencapaian. kelompok mata pelajaran. kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. Standar kompetensi lulusan pada jenjang pendidikan dasar bertujuan untuk meletak kan dasar kecerdasan. Kurikulum untuk jenis pendidikan umum. kelompok mata pelajaran estetika. memuat kerangka dasar dan struktur kurikulum. kepribadian. sesuai kebu tuhan dan ciri khas masing-masing. Standar isi mencakup lingkup materi dan tingka t kompetensi untuk mencapai kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. kelompok mata pelajaran jasmani. pengetahuan. Standar Isi Standar isi untuk satuan pendidikan dasar dan menengah ditetapkan melalui Permendiknas nomor 22 tahun 2006. perlu dirumuskan kompetensi d asar untuk setiap mata pelajaran atau kelompok mata pelajaran. dan kalender pendidikan/akademik. penugasan terstruktur. pengetahuan. dan kesehatan. olah raga. Untuk mencapai standar kompetensi yang ditetapkan. dan khusus pada jenjang pendidi kan dasar dan menengah terdiri atas: a.

Kurikulum tingkat satuan pendidikan SD/MI/SDLB dan SMP/MTs/SMPLB atau bentuk lain yang sederajat dikembangkan sesuai dengan satuan pendidikan. minggu efektif belajar. dan hari libur. 3. Kalender pendidikan/kalender akademik mencakup permulaan tahun ajaran. Penyusunan kurikulum pada tingkat satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah berpedoman pada panduan yang disusun oleh BSNP. potensi daerah / karakteristik daerah. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan Standar pendidik dan tenaga kependidikan adalah kriteria pendidikan prajabatan d an 5 . waktu pembelajaran efektif. dan peserta didik. sosial budaya masyarakat setempat.

sehat jasmani dan rohani. tenaga administrasi. tenaga perpustakaan. tenaga perpustakaan. dan kompetensi sosial.kelayakan fisik maupun mental. dan tenaga kebersihan sekolah/madrasah. Pendidik harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembela jaran. b. supervisi. Permendiknas Nomor 26 Tahun 2008 Tentang Standar Tenaga Laboratorium Sekolah/ Madrasah. a. 4. Permendiknas Nomor 13 Tahun 2007 Tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah. Standar proses untuk satuan pendidikan dasar dan menengah ditetapkan melalui . Permendiknas Nomor 25 Tahun 2008 Tentang Standar Tenaga Perpustakaan Sekolah/ Madrasah. c. Tenaga kependidikan pada SMP/MTs atau bentuk lain yang sederajat sekurang-kurangnya terdiri atas kepala sekolah/madrasah. Permendiknas Nomor 24 Tahun 2008 Tentang Standar Tenaga Administrasi Sekolah/ Madrasah. manajerial. ten aga administrasi. dan sosia l. serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. kewirausahaan. Kompetensi sebagai agen pembelajaran pada jenjang pendidikan dasar dan menengah meliputi: kompetensi pedagogik. dan tenaga kebersihan se kolah/ madrasah. Sedangkan standar untuk setiap jenis tenaga kependidikan ditetapkan dengan Permendiknas berikut. kompetensi profesional. Tenaga kependidikan pada SD/MI atau bentuk lain yang sederajat sekurang-kurangny a terdiri atas kepala sekolah/madrasah. seorang kepala sekolah/madrasah juga ha rus memiliki kompetensi kepribadian. tenaga laboratorium. Kualifikasi akademik yang dimaksud adalah tingkat pendidika n minimal yang harus dipenuhi oleh seorang pendidik yang dibuktikan dengan ijazah dan/ atau sertifikat keahlian yang relevan sesuai ketentuan perundang-undangan yang b erlaku. d. kompetensi kepribadian. Standar kualifikasi akademik dan kompetensi guru ditetapkan melalui Permendiknas nomor 16 tahun 2007. serta pendidikan dalam jabatan. Standar Proses Standar proses adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksan aan pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulus an. Selain memiliki kompetensi sebagai guru.

Permendiknas nomor 41 tahun 2007. kreativitas. dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. pelaksanaan proses pembelajaran. sumber belajar. menantang. materi ajar. se rta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. minat. metode pengajaran. setiap satuan pendidikan perlu melakukan empat hal. a. dan kemandirian sesuai d engan bakat. menyenangkan. 6 . dan pengawasan pr oses pembelajaran. dan penilaian hasil belajar. in spiratif. Untuk terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien. memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif. Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran. Proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif. penilaian hasil pembelajaran. yakni perencanaan proses pembelajaran.

serta perlengkapan lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang terat ur dan berkelanjutan. tempat berkreasi dan berekreasi. dan pengambilan langkah tindak lanjut yang diperlukan. dan rasio maksimal jumlah peserta didik set iap pendidik. tempat bermain. perpustakaan. Pembiayaan pendidikan terdiri atas biaya investasi. dan ruang/tempat lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang terat ur dan berkelanjutan. Setiap satuan pendidikan wajib memiliki sarana yang meliputi perabot. peralatan pendidikan. Penilaian hasil pembelajaran pada jenjang pendidikan dasar dan menengah menggunakan berbagai teknik penilaian sesuai dengan kompetensi dasar yang harus dikuasai. media pendidikan. tempat bermain. c. ruang perpustakaan . Pengawasan proses pembelajaran meliputi pemantauan. ruang bengkel kerja. bahan habis pakai . tempat berkreasi .b. Biaya operasi satuan pendidika n adalah bagian dari dana pendidikan yang diperlukan untuk membiayai kegiatan oper asi satuan pendidikan agar kegiatan pendidikan yang sesuai standar nasional pendidik an dapat berlangsung secara teratur dan berkelanjutan. ruang kel as. ruang kantin. bengkel kerja. SMP/MTs. tempat berolahraga. dan biaya per sonal. tempat beribadah. Biaya investasi satuan pendidikan meliputi biaya penyediaan sarana dan prasarana . ruang laboratorium. rasio maksimal buku teks pelajaran setiap peserta didik. ruang tata usaha. ruang unit produksi. biaya operasi. Standar Sarana dan Prasarana Standar sarana dan prasarana adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan kriteria minimal tentang ruang belajar. 6. supervisi. dan SMA/MA ditetapkan melalui Permendiknas nomor 24 tahun 2007. Standar sa rana dan prasarana untuk SD/MI. d. yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran. laboratorium. tempat beriba dah. Pelaksanaan proses pembelajaran harus memperhatikan jumlah maksimal peserta didik per kelas dan beban mengajar maksimal per pendidik. pelaporan. tempat berolahraga. Setiap satuan pendidikan wajib memiliki prasarana yang meliputi lahan. evaluasi. Standar Pembiayaan Standar pembiayaan adalah standar yang mengatur komponen dan besarnya biaya oper asi satuan pendidikan yang berlaku selama satu tahun. ruang pendidik. termasuk penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. inst alasi daya dan jasa. 5. serta sumber belajar lain. buku dan sumber belajar lainnya. ruang pimpinan satuan pendidikan.

air. uang lembur. jasa telekomunikasi. SMA/MA. dan modal kerja tetap. dan SMALB ditetapkan melalui Permendiknas nomor 69 tahun 2009. Standar biaya operasi nonpersonalia tahun 2009 untuk SD/MI. SMPLB. dan lain sebagainya. transportasi. Biaya operasi satuan pendi dikan mencakup gaji pendidik dan tenaga kependidikan serta segala tunjangan yang melek at pada gaji. pajak. pemeliharaan sarana dan prasaran a. konsumsi. dan biaya operasi pendid ikan tak langsung berupa daya. asuransi. Biaya personal meliputi biaya pendidikan yang harus dikeluarkan oleh peserta didik untuk bisa mengikuti proses pembelajaran secara teratur dan berkelanjutan. SDLB. SMP/MTs. bahan atau peralatan pendidikan habis pakai. SMK .. 7 . pengembangan sumberdaya manusia.

dan perbaikan hasil dalam bentuk ulangan harian. sebagai bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar. Pengelolaan satuan pendi dikan dilaksanakan secara mandiri. Penilaian hasil belajar sebagaimana dimaksud pada ayat (1) untuk semua mata pelajaran pada kelompok ilmu pengetahuan dan teknologi dilakukan melalui ujian sekolah/madrasah untuk menentukan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. Penilaian hasil belajar untuk sem ua mata pelajaran merupakan penilaian akhir untuk menentukan kelulusan peserta didi k dari satuan pendidikan.7. ulangan akhir semester. efisien. dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik. Penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas: pe nilaian hasil belajar oleh pendidik. Standar pengelolaan pendidikan oleh satuan pendidika n dasar dan menengah ditetapkan melalui Permendiknas nomor 19 tahun 2007. dan pengawasan kegiatan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan. b. c. dan akuntabilitas. kabupaten/kota. pelaksanaan. provinsi. Setiap satuan pendidikan dikelola atas dasar rencana kerja tahunan yang merupaka n penjabaran rinci dari rencana kerja jangka menengah satuan pendidikan yang melin gkupi masa 4 (empat) tahun. dan untu k memperbaiki proses pembelajaran. a. kemajuan. keterbukaan. dan ulangan kenaikan kelas. Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan untuk memantau proses. Penilaian hasil belajar oleh Pemerintah Pusat bertujuan untuk mengukur pencap . Pengelolaan satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah menerap kan manajemen berbasis sekolah/madrasah yang ditunjukkan dengan kemandirian. penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan. 8. Standar Pengelolaan Standar pengelolaan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan perencanaan. prosedur. Penilaian yang dimaksud digunakan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik. kemitraan. efektif. atau nasional agar tercapai efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pendidikan. Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan bertujuan menilai pencapaian s tandar kompetensi lulusan untuk semua mata pelajaran. Standa r penilaian pendidikan ditetapkan melalui Permendiknas nomor 20 tahun 2007. ulangan tengah semester. Standar Penilaian Pendidikan Standar penilaian pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan d engan mekanisme. partisipasi. dan akuntabel. dan penilaian hasil belajar oleh Pemerintah.

aian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan teknologi dan dilakukan dalam bentuk ujian nasional. dan keperluan penting lainnya. 8 . C. dan akuntabel. STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) 1. Ujian nasional dilakukan secara obyektif. berkeadilan. SNP dan SPM Untuk dapat memenuhi Standar Nasional Pendidikan diperlukan sumber daya yang besar untuk memenuhi berbagai kebutuhan termasuk pemenuhan standar sarana dan prasarana. pendidik dan tenaga kependidikan. proses. pembiayaan.

SPM Pendidikan Dasar mengatur mengenai: a. terdapat 13 indikator pemenuhan SPM yang merupakan tanggung jawab sekolah/madrasah. dan 14 indikator pemenuhan SPM yang merupakan tanggung jawab kabupaten/kota. pemenuhan jam belajar. tenaga kependidikan. Mengingat pemenuhan standar nasional pendidikan masih dirasakan sulit bagi banya k sekolah/madrasah.0 % dan diperkirakan akan meningkat me njadi 66.Sebagian sekolah/madrasah belum mampu memenuhi SNP. SPM mengatur jenis dan mutu layanan pendidikan yang disediakan oleh pemerintah kabupaten/kota dan sekolah/madrasah. b. sarana-prasarana. dan sebagainya. baru mencapai 65.0 % pada akhir tahun ini. buku. Apa yang harus terjadi di sekolah/madrasah. Matematika. media. dan IPS . dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota. penyelenggara satuan atau program pendidikan. d an pemerintah kabupaten/kota sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah Pusat. Pemerintahan Daerah Provinsi. dan sebagainya. IPA. Indikator Pencapaian Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar oleh Sekolah/ Madrasah terdiri dari yang dipaparkan berikut. SPM juga merupakan pelaksanaan disentralisasi penyelenggaraan kewenangan di bidang pendidikan dasar. Standar Pelayanan Minimal bidang pendidikan yang selanjutnya disebut SPM adalah jenis dan tingkat pelayanan pendidikan minimal yang harus disediakan oleh satuan atau program pendidikan. SPM difokuskan pada upaya untuk memastikan bahwa setiap sekolah/madrasah dapat menyelenggarakan proses pembelajaran dengan baik.4 %) dan ju mlah ini diperkirakan akan naik mencapai 70. Hal ini tercermin pada rendanya jumlah SD yang telah terakreditasi (yakni. 1) Setiap SD/MI menyediakan buku teks yang sudah ditetapkan kelayakannya oleh Pemerintah mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia. maka Standar Pelayanan Minimal (SPM) dirancang sebagai tahapan awal untuk mencapai SNP dan standar lainnya. kepala sekolah/madr asah. pemerintah provinsi. kepala sekolah/madrasah melakukan supervisi akademik.6 % pada akhir tahun nanti. 2. Sementara SMP y ang telah terakreditasi kini baru mencapai 61. misalnya guru harus menyiapkan RP P. Apa yang harus tersedia di sekolah/madrasah seperti guru. Standar pelayanan minimal pendidikan dasar adalah tolok ukur kinerja pelayanan pendidikan dasar melalui jalur pendidikan formal yang diselenggarakan pemerintah kabupaten/ kota. Indikator Pemenuhan SPM Dalam Permendiknas Nomor 15 Tahun 2010 Tentang Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar di Kabupaten/Kota.

9 .dengan perbandingan satu set untuk setiap peserta didik. kit IPA untuk eksperimen dasar. dan poster/carta IPA. 2) Setiap SMP/MTs menyediakan buku teks yang sudah ditetapkan kelayakannya oleh Pemerintah mencakup semua mata pelajaran dengan perbandingan satu set untuk setiap perserta didik. 3) Setiap SD/MI menyediakan satu set peraga IPA dan bahan yang terdiri dari mode l kerangka manusia. bola dunia (globe). model tubuh manusia. contoh peralatan opti k.

melaksanakan pembelajaran. Indikator Pencapaian Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar oleh Pemerintah Kabupaten/Kota dan Kemenag Kabupaten/Kota dapat mengambil bentuk sebagai berikut . menilai hasil pembelajaran. 11) Setiap guru menyampaikan laporan hasil evaluasi mata pelajaran serta hasil p enilaian setiap peserta didik kepada kepala sekolah/madrasah pada akhir semester dalam bentuk laporan hasil prestasi belajar peserta didik. membimbing atau melatih peserta didik. 1) Tersedia satuan pendidikan dalam jarak yang terjangkau dengan berjalan kaki y aitu maksimal 3 km untuk SD/MI dan 6 km untuk SMP/MTs dari kelompok permukiman permanen di daerah terpencil. atau d) Kelas VII .VI : 27 jam per minggu. 5) Setiap guru tetap bekerja 37.5 jam per minggu di satuan pendidikan. 12) Kepala sekolah/madrasah menyampaikan laporan hasil ulangan akhir semester (U AS) dan ulangan kenaikan kelas (UKK) serta ujian akhir (US/UN) kepada orang tua pese rta didik dan menyampaikan rekapitulasinya kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota atau Kantor Kementerian Agama di kabupaten/kota pada setiap akhir semester. dan melaksanakan tugas tambahan. 7) Satuan pendidikan menerapkan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) sesua i ketentuan yang berlaku. 6) Satuan pendidikan menyelenggarakan proses pembelajaran selama 34 minggu per tahun dengan kegiatan tatap muka sebagai berikut : a) Kelas I II : 18 jam per minggu. 8) Setiap guru menerapkan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang disusun berdasarkan silabus untuk setiap mata pelajaran yang diampunya. c) Kelas IV . dan 13) Setiap satuan pendidikan menerapkan prinsip-prinsip manajemen berbasis sekol ah/ madrasah (MBS/M). termasuk merencanakan pembelajaran. . b) Kelas III : 24 jam per minggu. 9) Setiap guru mengembangkan dan menerapkan program penilaian untuk membantu meningkatkan kemampuan belajar peserta didik. 10) Kepala sekolah/madrasah melakukan supervisi kelas dan memberikan umpan balik kepada guru dua kali dalam setiap semester.IX : 27 jam per minggu. dan set iap SMP/MTs memiliki 200 judul buku pengayaan dan 20 buku referensi.4) Setiap SD/MI memiliki 100 judul buku pengayaan dan 10 buku referensi.

3) Di setiap SMP/MTs tersedia ruang laboratorium IPA yang dilengkapi dengan meja dan kursi yang cukup untuk 36 peserta didik dan minimal satu set peralatan praktik I PA untuk demonstrasi dan eksperimen peserta didik. dan untuk SMP/MTs tidak melebihi 36 orang. Untuk setiap rombongan belajar tersedia 1 (satu) ruang kelas yang dilengkapi dengan meja dan kursi yang cukup u ntuk peserta didik dan guru. 4) Di setiap SD/MI dan SMP/MTs tersedia satu ruang guru yang dilengkapi dengan m eja 10 . serta papan tulis.2) Jumlah peserta didik dalam setiap rombongan belajar untuk SD/MI tidak melebih i 32 orang.

9) Di setiap SMP/MTs tersedia guru dengan kualifikasi akademik S-1 atau D-IV dan telah memiliki sertifikat pendidik masing-masing satu orang untuk mata pelajaran Matematika. 13) Pemerintah kabupaten/kota memiliki rencana dan melaksanakan kegiatan untuk membantu satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum dan proses pembelajaran yang efektif. Investasi untuk meningkatkan kualifikasi dan kompetensi sumber daya manusia. b.dan kursi untuk setiap orang guru. a. dan 14) Kunjungan pengawas ke satuan pendidikan dilakukan satu kali setiap bulan dan setiap kunjungan dilakukan selama 3 jam untuk melakukan supervisi dan pembinaan. Bahasa Indonesia. dan Bahasa Inggris. d an untuk daerah khusus tersedia satu orang guru untuk setiap rumpun mata pelajaran. untuk daerah khusus masing-masing sebanyak 40% dan 20%. 5) Di setiap SD/MI tersedia 1 (satu) orang guru untuk setiap 32 peserta didik da n 6 (enam) orang guru untuk setiap satuan pendidikan. 6) Di setiap SMP/MTs tersedia 1 (satu) orang guru untuk setiap mata pelajaran. IPA. 10) Di setiap kabupaten/kota semua kepala SD/MI berkualifikasi akademik S-1 atau D-IV dan telah memiliki sertifikat pendidik. dan di setiap SMP/MTs tersedia ruang kepala sekolah/madrasah yang terpisah dari ruang guru. dan untuk daerah khusus 4 (empat) orang guru setiap satuan pendidikan. . 12) Di setiap kabupaten/kota semua pengawas sekolah/madrasah memiliki kualifikas i akademik S-1 atau D-IV dan telah memiliki sertifikat pendidik. Tanggung Jawab Pendanaan SPM Tanggung jawab Pemerintah Kabupaten/Kota dan Kementerian Agama sekaitan dengan pendanaan SPM mencakup yang berikut. kepala sekolah/madrasah dan staf kependidikan lainnya. 8) Di setiap SMP/MTs tersedia guru dengan kualifikasi akademik S-1 atau D-IV seb anyak 70% dan separuh di antaranya (35% dari keseluruhan guru) telah memiliki sertifik at pendidik. 7) Di setiap SD/MI tersedia 2 (dua) orang guru yang memenuhi kualifikasi akademi k S1 atau D-IV dan 2 (dua) orang guru yang telah memiliki sertifikat pendidik. 3. 11) Di setiap kabupaten/kota semua kepala SMP/MTs berkualifikasi akademik S-1 at au D-IV dan telah memiliki sertifikat pendidik. Investasi dan pemeliharaan prasarana dan sarana.

hibah. Operasional: biaya untuk bahan habis lab. pengadaan buku.c. 11 . Investasi dan pemeliharaan (minor) prasarana dan peralatan sekolah/madrasah. c. dan sebagainya. d. e. dan pelatihan guru. Tanggung jawab Sekolah/Madrasah: a. Operasional non-personel. bahan dan media pembelajaran. APBN (untuk madrasah). Operasional personil: gaji dan tunjangan guru dan tenaga kependidikan. Sumber dana: DAU. Sumber dana: BOS. b. DAK.

4. Lihat sumberdaya ini dari segi jumlah. a. dan kompetensi (sertifikat pendidik) Kunjungan pengawas sekali dalam sebulan sesuai ketentuan. a. Selanjutnya pemerintah kabupaten/kota melaku kan agregasi dan analisis data dari semua sekolah/madrasah. misalnya terkait dengan penerapan KTSP. Siswa menempuh pembelajaran dengan jam tatap muka yang memadai. Kemampuan mengumpulkan data dan informasi terkait pemenuhan indikator SPM (14 indikator). Tindakan untuk memenuhi kekurangan tersebut merupakan tanggung jawab sekolah/ madrasah. c. ruang guru. Sumber daya manusia (guru. Tindakan untuk memenuhi kekurangan menjadi tanggung jawab pemerintah/ Kemenag kabupaten/kota Pendataan dilakukan di setiap sekolah/madrasah guna memperoleh informasi mengena i pencapaian indikator-indikator SPM. Kumpulkan data dan lakukan analisis apakah di setiap sekolah/madrasah tersedi a hal-hal berikut sesuai SPM: Sarana dan prasana: ruang kelas. utamanya terkait dengan sumber daya manusia. tenaga kependidikan). kualifikasi. pengukuran jam tatap muka. infrastruktur. Agar dapat melaksanakan pemenuhan SMP. d. menghitung gap dan mengh itung kebutuhan biaya investasi dan operasional untuk pemenuhan SPM. dan sebagainya. Kepala sekolah/madrasah melakukan supervisi akademik. Untuk menerapkan SPM di tingkat sekolah/madrasah maka kepala sekolah/madrasah harus melakukan pengumpulan data dan menganalisisnya apakah indikator-indikator SPM telah terpenuhi. dan cek juga ketentuan-ketentuan lainnya. dan sebagainya. Guru membuat RPP berdasarkan silabus mata pelajaran yang disusun oleh sekolah/ madrasah. laboratorium IPA (untuk SMP/MTs). Tersedia buku pegangan dan buku pengayaan dalam jumlah yang memadai. ruang kepala sekolah. pemenuhan RPP. Kumpulkan data dan lakukan analisis apakah hal-hal berikut tersedia/terlaksan a sesuai SPM: Sekolah/madrasah menyusun dan menerapkan KTSP. Pemerintah Kabupaten/Kota dan Kantor Kemenag Kabupaten/Kota harus memiliki kapasitas sebagai berikut. Setelah ditemukan adanya gap (kesenjangannya) maka sekolah/madrasah harus memprogramkan langkah perbaikan untuk memenuhi indikator tersebut. dan . b. Implementasi SPM Berikut adalah langkah-langkah yang perlu diambil dalam upaya memenuhi SPM.

b. Keterampilan melakukan analisis dan agregasi data dari seluruh sekolah/madras ah. Kemampuan menyusun perencanaan dan penganggaran berdasarkan bukti kebutuhan investasi. Kemampuan untuk menuangkan rencana dan kebutuhan anggaran dalam dokumen 12 . c. d.peralatan.

menganalisis data. b. Kemampuan melakukan evaluasi diri dalam hubungannya dengan semua ketentuan SPM di sekolah/madrasah. dan masyarakat untuk menaikkan tingkat kecerdasan kehidupan bangsa melalui pendidikan. Tujuan-antara penjaminan mutu pendidikan adalah terbangunnya SPMP termasuk: a. Demikian juga untuk mampu melaksanakan pemenuhan SMP. pemerintah daerah. SISTEM PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN (SPMP) 1. Kemampuan menyampaikan data dan informasi tentang tingkat pemenuhan 14 indikator SPM di sekolah/madrasah kepada pemerintah kabupaten/kota dan Kemenag kabupaten/kota.perencanaan daerah. Pemerintah kabupaten/kota perlu untuk meningkatkan kapasitasnya dalam implementa si SPM. pembagian tugas dan tanggung jawab yang jelas dan proporsional dalam penjamin an mutu pendidikan formal dan/atau nonformal pada satuan atau program pendidikan. b. pihak sekolah/madrasah harus memiliki kapasitas sebagai berikut. Untuk dapat mengimplementasikan SPM. melakukan analisis kesenjangan. terutama terkait dengan kemampuan untuk mengumpulkan data. c. dan sebagainya. . Pengertian dan Tujuan SPMP Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan (SPMP) adalah subsistem dari Sistem Pendidikan Nasional dengan fungsi utama meningkatkan mutu pendidikan. menghitung kebutuhan biaya. Tujuan akhir penjaminan mutu pendidikan adalah tingginya kecerdasan kehidupan manusia dan bangsa sebagaimana dicita-citakan oleh Pembukaan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang dicapai melalui penerapan SPMP. Yang dimaksud dengan kegiatan sistemik dan terpadu adalah terdapatnya mekanisme yang jelas dalam memperbaiki mutu pendidikan dengan melibatkan berbagai pihak yang berkepentingan. dan menuangkannya ke dalam rencana kerja dan anggaran sekolah/madrasah. Keterampilan mengumpulkan data dan informasi terkait seluruh (27) indikator S PM. Pemerintah. Renja SKPD. terbangunnya budaya mutu pendidikan formal. Keterampilan menyusun rencana dan anggaran investasi dan operasional sekolah/ madrasah untuk memenuhi 13 indikator SPM. menyusun penganggaran dan memasukkannya ke dalam dokumen perencanaan daerah termasuk Renstra. Penjaminan mutu pendidikan adalah kegiatan sistemik dan terpadu oleh satuan atau program pendidikan. D. sekolah/madrasah perlu memiliki keterampila n dalam mengumpulkan data. RPJMD. nonformal. penyelenggara satuan atau program pendidikan. a. d. dan/atau informal.

terpetakannya secara nasional mutu pendidikan formal dan nonformal yang dirin ci 13 . pemerintah kabupaten/kota. c. ditetapkannya secara nasional acuan mutu dalam penjaminan mutu pendidikan formal dan/atau nonformal.penyelenggara satuan atau program pendidikan. dan Pemerintah. d. pemerintah provinsi.

pemerintah kabupaten/kota. analisis data mutu. pelaksanaan pemetaan mutu. pemetaan mutu standar pendidikan analisis data perbaikan mutu 3. SNP. 2. Hubungan keempat komponen tersebut dapat digambarkan sebagai berikut. dan Mutu pendidikan yang rendah menyebabkan daya saing SDM rendah. 14 . terpadu. SPM. dan Pemerintah Pusat. Mutu pendidikan bervariasi antar-sekolah/madrasah dan antar-daerah. dan perbaikan mutu secara berkelanjutan. pemerintah provinsi. dan c. Pentingnya SPMP Setidaknya terdapat empat alasan mengapa SPMP penting untuk dilaksanakan. Perbaikan mutu sekolah/madrasah berkelanjutan sebagai kebutuhan. e.menurut provinsi. Komponen utama SPMP antara lain mencakup penggunaan standar sebagai acuan mutu. yaitu: a. kabupaten/kota. dan tersambung yang menghubungkan satuan atau program pendidikan. Standar mutu pendidikan di atas SNP. Acuan Penjaminan Mutu Pendidikan Penjaminan mutu pendidikan oleh satuan atau program pendidikan ditujukan untuk memenuhi tiga tingkatan acuan mutu. penyelenggara satuan atau program pendidikan. b. Setiap siswa berhak memperoleh layanan pendidikan bermutu. terbangunnya sistem informasi mutu pendidikan formal dan nonformal berbasis teknologi informasi dan komunikasi yang andal. dan satuan atau program pendidikan.

Stan dar Pembiayaan. bantuan.Standar mutu pendidikan di atas SNP dapat berupa: a. Pembagian tanggung jawab dalam pelaksanaan SPMP adalah sebagai berikut. Standar Kompetensi Lulusan. 4. Standar mutu di atas SNP yang berbasis keunggulan lokal. pemerintah kabupaten/kota. Program penjaminan mutu pendidikan oleh satuan atau program pendidikan dituangka n dalam rencana strategis satuan atau program pendidikan yang menetapkan target-ta rget terukur capaian mutu pendidikan secara tahunan dan sejalan dengan Rencana Strate gis Pendidikan Penyelenggara satuan atau program pendidikan yang bersangkutan. a. Standar Proses. dan akreditasi . Standar Pengelolaan. bimbingan membantu UN. evaluasi. b. Standar Sarana dan Prasarana. b. Rencana Strategis Pendidi kan Provinsi yang bersangkutan. Penyediaan sumber daya untuk pemenuhan standar menjadi tanggung jawab penyelenggara satuan atau program pendidikan. Renca na Strategis Pendidikan Kabupaten/Kota yang bersangkutan. dan Rencana Strategis Pendidikan Nasional. satuan atau program pendidikan formal atau nonformal. Tanggung Jawab dalam SPMP Pemenuhan SPM menjadi tanggung jawab bersama berbagai pihak: a. Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota: melakukan supervisi. dan Standar Penilaian Pendidikan-. Standar mutu di atas SNP yang mengadopsi dan/atau mengadaptasi standar internasional tertentu. pemerintah provinsi.menjadi tanggung jawab satuan pendidikan formal. dan d. Pemenuhan Standar Isi. Menteri: menetapkan SPM dan SNP menyelenggarakan UN dan akreditasi b. c. penyelenggara satuan atau program pendidikan formal atau nonformal. Standar Pendi dik dan Tenaga Kependidikan.masing-masing dalam SNP dan stand ar mutu di atas SNP-. pengawasan.

c. Satuan Pendidikan: pemenuhan standar mutu acuan penyusunan Kurikulum sesuai acuan mutu menetapkan prosedur operasional standar (POS) didukung pemangku kepentingan komite sekolah/madrasah memberi bantuan melayani audit penjaminan mutu 15 .

dan mendukung pemetaan mutu Satuan pendidikan adalah pelaku utama dalam pelaksanaan penjaminan mutu pendidik an karena sekolah/madrasah berada di garis terdepan dalam pelayanan pendidikan kepa da masyarakat. dari C ke B. agar mereka setidaknya bisa mencapai peringka t akreditasi C. akan didapatkan peringk at akreditasi berupa A. dan dari B ke A. Langkah Penjaminan Mutu Pendidikan Sedikitnya terdapat 12 langkah penjaminan mutu pendidikan yang perlu dilakukan. dan (3) secara bertahap memenuhi standar mutu di atas SNP. atau TT (tidak terakreditasi). pendidik.mengikuti akreditasi mengikuti sertifikasi mutu terhadap lembaga. dan standar di atas SNP merupakan acuan mutu bagi satuan pendidikan. Jika mutu sekolah/madrasah dipetakan melalui akreditasi. SPM. dan siswa mengembangkan sistem informasi mutu melalui TIK. 1) menyusun program penjaminan mutu 2) memilih instrumen (EDS) pengumpulan data 3) mengumpulan/verifikasi data (internal/eksternal) 4) mengolah dan analisis data 5) melaporkan temuan berbasis data 6) menggunakan temuan untuk verifikasi pencapaian standar 7) memilih prioritas kebutuhan untuk perbaikan mutu 8) menyusun program dan anggaran perbaikan mutu 9) melaksanakan program perbaikan mutu 10) memonitor kegiatan perbaikan mutu 11) melaporkan hasil perbaikan mutu 12) menggunakan saran untuk perbaikan tahap berikutnya Penjaminan mutu pendidikan oleh satuan pendidikan ditujukan untuk (1) memenuhi SPM. C. misalnya dari TT ke C. . SPMP dimaksudkan sebagai upaya untuk meningkatkan mutu sekolah/ madrasah secara berkesinambungan sehingga dapat mencapai mutu yang lebih tinggi. 5. (2) secara bertahap memenuhi SNP. SNP. SPM lebih difokuskan p ada sekolah/ madrasah yang belum terakreditasi. B. antara lain seperti yang dirinci berikut.

16 .

Upaya tersebut perlu dirumuskan dan dituangkan dalam RKS/M. dan RKAS/M. DAN SPMP DALAM PERENCANAAN SEKOLAH/ MADRASAH Siklus manajemen sekolah/madrasah dimulai dari proses perencanaan. kemudian menganalisis kesenjangan. Rencana Kerja Tahunan (RKT). PENERAPAN SNP. Program peningkatan mutu secara berkelanjutan harus dimulai dengan evaluasi diri sekolah/ madrasah. Sekolah/madrasah harus berupaya memenuhi SPM. kemudian secara bertahap mengarah kepada SNP bahkan kalau bisa menuju standar di atas SNP. RKT. menyusun program dan kegiatan serta menuangkannya ke dalam RKS/M. 17 . Untuk itu perlu dibangu n budaya mutu yaitu adanya kesadaran dan komitmen bersama dari stakeholder sekolah/madrasa h untuk senantiasa berusaha meningkatkan mutu. Kepemimpinan sekolah/madrasah menjadi k unci utama dalam pengelolaan sekolah/madrasah. dan Rencana Kegiatan dan An ggaran Sekolah/Madrasah (RKAS/M). SPM.AKREDITASI Standar di Atas SNP A Standar Pendidikan Nasional B Peningkatan Mutu Berkelanjutan C Standar Pelayanan Minimal Tidak Terakreditasi E. pelaksanaan. Adanya sistem informasi sekolah/madras ah (misalnya TRIMS) akan sangat membantu sekolah/madrasah dalam melakukan perencana an yang berbasis data. evaluasi dan perbaikan. Setiap sekolah/madrasah harus terus melakukan upaya peningkatan mutu pendidikan. serta pelaporan.

.

Apa masalah dan hambatan dalam penerapan SNP? C. Apa yang Anda ketahui tentang SNP? A. Apa yang dilakukan oleh sekolah/madrasah untuk mengatasi hambatan penerapan SNP? 2 Standar . Untuk apa SNP dibuat? B. Jawablah setiap pertanyaan sesuai dengan pengetahuan dan pengalaman Saudara . dan RKAS/M Penyusunan Program dan Kegiatan F.SPM RKS/M. Topik/Bahasan Daftar Pertanyaan 1 Standar Nasional Pendidikan (SNP) a. RKT.Evaluasi Diri Sekolah/Madrasah Analisis Kesenjangan SNP . LATIHAN Berikut disajikan beberapa pertanyaan yang terkait dengan topik yang dibahas dal am Bab ini. No.

Pelayanan Minimal (SPM) 1) Apa yang Anda ketahui tentang standar pelayanan minimal (SPM) pendidikan? 2) Mengapa perlu dibuat SPM? 3) Apa yang perlu dilakukan oleh sekolah/madrasah untuk meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan? 3 Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan (SPMP) 1. Apa yang Anda ketahui tentang penjaminan mutu pendidikan (quality assurance)? 2. Apa perbedaan antara penjaminan mutu (quality assurance) dan pengendalian mutu (quality control)? 3. Untuk apa SPMP .

dibuat? 4 Perencanaan Sekolah/ Madrasah a. Untuk apa SNP dibuat? B. Apa . Apakah yang Anda ketahui tentang perencanaan sekolah/ madrasah? b. Mengapa perencanaan sekolah/madrasah dianggap penting? d. Topik/Bahasan Daftar Pertanyaan 1 Standar Nasional Pendidikan (SNP) a. Sebutkan tantangan dalam proses penyusunan perencanaan sekolah/madrasah? No. Apa masalah dan hambatan dalam penerapan SNP? C. Apakah Anda memahami dasar hukum perencanaan sekolah/ madrasah? c. Apa yang Anda ketahui tentang SNP? A.

yang dilakukan oleh sekolah/madrasah untuk mengatasi hambatan penerapan SNP? 2 Standar Pelayanan Minimal (SPM) 1) Apa yang Anda ketahui tentang standar pelayanan minimal (SPM) pendidikan? 2) Mengapa perlu dibuat SPM? 3) Apa yang perlu dilakukan oleh sekolah/madrasah untuk meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan? 3 Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan (SPMP) 1. Apa perbedaan antara penjaminan . Apa yang Anda ketahui tentang penjaminan mutu pendidikan (quality assurance)? 2.

Untuk apa SPMP dibuat? 4 Perencanaan Sekolah/ Madrasah a. Mengapa perencanaan sekolah/madrasah dianggap penting? d.mutu (quality assurance) dan pengendalian mutu (quality control)? 3. Apakah yang Anda ketahui tentang perencanaan sekolah/ madrasah? b. Apakah Anda memahami dasar hukum perencanaan sekolah/ madrasah? c. Sebutkan tantangan dalam proses penyusunan perencanaan sekolah/madrasah? 18 .

Apa perbedaan antara penjaminan mutu (quality assurance) dan pengendalian mutu (quality control)? 3.meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan? 3 Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan (SPMP) 1. Mengapa perencanaan . Apa yang Anda ketahui tentang penjaminan mutu pendidikan (quality assurance)? 2. Apakah yang Anda ketahui tentang perencanaan sekolah/ madrasah? b. Apakah Anda memahami dasar hukum perencanaan sekolah/ madrasah? c. Untuk apa SPMP dibuat? 4 Perencanaan Sekolah/ Madrasah a.

Apa yang dilakukan oleh sekolah/madrasah untuk mengatasi hambatan penerapan SNP? 2 Standar Pelayanan Minimal (SPM) 1) Apa yang Anda ketahui tentang standar pelayanan minimal (SPM) . Apa yang Anda ketahui tentang SNP? A. Sebutkan tantangan dalam proses penyusunan perencanaan sekolah/madrasah? No. Untuk apa SNP dibuat? B. Topik/Bahasan Daftar Pertanyaan 1 Standar Nasional Pendidikan (SNP) a.sekolah/madrasah dianggap penting? d. Apa masalah dan hambatan dalam penerapan SNP? C.

Apakah yang Anda ketahui tentang perencanaan sekolah/ .pendidikan? 2) Mengapa perlu dibuat SPM? 3) Apa yang perlu dilakukan oleh sekolah/madrasah untuk meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan? 3 Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan (SPMP) 1. Apa yang Anda ketahui tentang penjaminan mutu pendidikan (quality assurance)? 2. Apa perbedaan antara penjaminan mutu (quality assurance) dan pengendalian mutu (quality control)? 3. Untuk apa SPMP dibuat? 4 Perencanaan Sekolah/ Madrasah a.

Mengapa perencanaan sekolah/madrasah dianggap penting? d.madrasah? b. Sebutkan tantangan dalam proses penyusunan perencanaan sekolah/madrasah? 19 . Apakah Anda memahami dasar hukum perencanaan sekolah/ madrasah? c.

20 .

Pemerintah. penyelenggara satu an/ program pendidikan. pemerintah daerah. penjaminan mutu dilakukan melalui serangkaian proses d an sistem yang saling terkait untuk mengumpulkan. dan melaporkan data mengen ai kinerja dan mutu dari tenaga kependidikan. program dan lembaga.Bagian 1 Bab II Pengenalan Terhadap Evaluasi Diri Sekolah/Madrasah (EDS/M) dan Instrumen EDS/M A. Pada tataran operasional. dan masyarakat untuk menaikka n tingkat kecerdasan kehidupan bangsa melalui pendidikan. SPMP mendefinisikan penjaminan mutu seb agai kegiatan sistemik dan terpadu oleh satuan/program pendidikan. Proses penjamina n mutu 21 . menganalisis. LATAR BELAKANG Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) dan Kementerian Agama (Kemenag) telah menunjukkan komitmen dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia melal ui pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan (SPMP) sesuai dengan Peraturan Men teri Pendidikan Nasional Nomor 63 Tahun 2009.

Pencapaian mutu pendidikan dikaji berdasarkan Stan dar Pelayanan Minimal (SPM) dan Standar Nasional Pendidikan (SNP). . menyedi akan data untuk pembuatan keputusan berbasis bukti dan membantu membangun budaya perbaikan yang berkelanjutan. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. TUJUAN Tujuan utama Evaluasi Diri Sekolah/Madrasah (EDS/M) adalah: 1. 2.mengidentifikasi bidang-bidang pencapaian dan prioritas untuk perbaikan. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. EDS/M sebagai salah satu komponen SPMP diharapkan dapat membangun semangat dan kultur penjaminan dan peningkatan mutu secara berkelanjutan. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggar aan Pendidikan. Sekolah/madrasah adalah pelaku utama dalam proses penjaminan dan peningkatan mutu pendidikan di tingkat satuan pendidikan. 5. D. MANFAAT EDS/M diharapkan dapat memberikan sumbangan penting bagi sekolah/madrasah sendir i dan bagi pemerintahan Kabupaten/Kota yang memiliki kewenangan mengelola pendidik an. 4. C. Peraturan lain yang relevan dengan implementasi standar nasional pendidikan. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 50 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan oleh Pemerintah Daerah. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 63 Tahun 2009 tentang Sistem Penj aminan Mutu Pendidikan. 3. B. Salah satu alat untuk mengkaji kem ajuan peningkatan mutu sekolah/madrasah secara komprehensif yang berbasis Standar Pela yanan Minimal (SPM) dan Standar Nasional Pendidikan (SNP) adalah Evaluasi Diri Sekolah /Madrasah (EDS/M). 6. Sekolah/madrasah mengetahui tahapan pengembangan dalam pencapaian SPM dan SNP sebagai dasar peningkatan mutu pendidikan yang bermuara pada peningkatan mut u peserta didik. 3. Sekolah/madrasah menilai kinerjanya berdasarkan SPM dan SNP. Sekolah/madrasah dapat menyusun Rencana Pengembangan Sekolah/Madrasah (RPS/M) atau Rencana Kegiatan Sekolah/Madrasah (RKS/M) sesuai kebutuhan nyata menuju ketercapaian implementasi SPM dan SNP. DASAR HUKUM 1. 2.

Sekolah/madrasah dapat memiliki data dasar yang akurat sebagai basis bagi 22 .Berikut adalah manfaat yang dapat diperoleh dari pelaksanaan EDS/M. Sekolah/madrasah dapat menemukan kelebihan dan kekurangannya sendiri dan merencanakan pengembangan ke depan. b. Bagi sekolah/madrasah a. 1.

Pemerintahan Kabupaten/Ko ta dan Provinsi) a. Proses EDS/M merupakan siklus yang dimulai dengan pembentukan Tim Pengembang Sekolah/Madrasah (TPS/M). Mengidentifikasi pelatihan serta kebutuhan program pengembangan lainnya. Mengidentifikasi jenis dukungan yang dibutuhkan oleh sekolah/madrasah. 2. wakil komite sekolah/madrasah. Sekolah/madrasah dapat memberikan laporan formal kepada pemangku kepentingan (stakeholders) demi meningkatkan akuntabilitas sekolah/madrasah. c. dan perencanaan anggaran pendidikan pada tingkat kabupaten/kota. EDS/M dilaksanakan oleh Tim Pengembang Sekolah/Madrasah (TPS/M) yang terdiri ata s: kepala sekolah/madrasah. TPS/M mengumpulkan bukti dan informasi dari berbagai sumber untuk menilai kinerj a sekolah/madrasah berdasarkan indikator-indikator yang dirumuskan dalam instrumen . Bagi tingkatan lain dalam sistem (Pemerintah Pusat. c.pengembangan dan peningkatan di masa mendatang. Sekolah/madrasah dapat mengidentifikasi peluang yang tersedia untuk meningkat kan mutu pendidikan. Mengidentifikasi keberhasilan sekolah/madrasah berdasarkan berbagai indikator pencapaian sesuai dengan SPM dan SNP. wakil orang tua siswa. dan pengawas. Menyediakan data dan informasi yang penting untuk perencanaan. . KONSEP DASAR EVALUASI DIRI SEKOLAH/MADRASAH (EDS/M) Evaluasi diri sekolah/madrasah atau EDS/M adalah proses evaluasi diri sekolah/ma drasah yang bersifat internal yang melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk melihat kinerja sekolah/madrasah berdasarkan SPM dan SNP yang hasilnya dipakai sebagai d asar penyusunan RKS/M dan sebagai masukan bagi perencanaan investasi pendidikan tingk at kabupaten/kota. d. E. provinsi. pelatihan penggunaan instrumen. pelaksanaan EDS/M di sekolah/madrasah dan penggunaan hasilnya sebagai dasar penyusunan RPS/M atau RKS /M dan RAPBS/RKAS/M. e. Sekolah/madrasah melakukan proses EDS/M satu kali setiap tahun . b. dan nasional. wakil unsur guru. d. pembuatan keputusan. mengkaji apakah inisiatif peningkatan tersebut berjalan dengan baik dan menyesuaikan program sesuai dengan hasilnya. Mengidentifikasi bidang prioritas untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasara na pendidikan.

sekolah/madrasah dapat mengukur dampak kinerjanya terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik. keterlibatannya dalam TPS/M berfungsi sebagai fasilitator atau pembimbing bagi sekolah/madrasah dalam melakukan EDS/M. 23 . Kegiatan ini meli batkan semua pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah/madrasah untuk memperoleh info rmasi dan pendapat dari seluruh pemangku kepentingan sekolah/madrasah. terutama untuk memastika n bahwa proses EDS/M dilakukan secara benar dan bukti-bukti fisik sekolah/madrasah tersedia. Khusus untuk pengawas.Dengan menggunakan Instrumen EDS/M. Sekolah/madrasah ju ga dapat memeriksa hasil dan tindak lanjutnya terhadap perbaikan layanan pembelajaran yan g diberikan dalam memenuhi kebutuhan pembelajaran peserta didik.

Informasi hasil EDS/M dan Rencana Pengembangan Sekolah/Madrasah ditindaklanjuti Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota atau Kantor Kemenag sebagai informasi kinerja se kolah/ madrasah terkait pencapaian SPM dan SNP dan sebagai dasar penyusunan perencanaan peningkatan mutu pendidikan pada tingkat kabupaten/kota dan provinsi. 2. dan mengumpulkan bukti mengenai kinerja peningka tan mutu pendidikan yang dilakukan. Bagaimana kita dapat mengetahui kinerja sekolah/madrasah? Hal ini terkait den gan bukti apa yang dimiliki sekolah/madrasah untuk menunjukkan pencapaiannya. In formasi kuantitatif seperti tingkat penerimaan siswa baru. proses ini secara mendasar menjawa b 3 (tiga) pertanyaan kunci di bawah ini: 1. EDS/M perlu dikaitkan dengan proses perencanaan sekolah/madrasah dan dipandang sebagai bagian yang penting dalam kinerja siklus pengembangan sekolah/madrasah. tingkat pengulan gan dan lain-lain. Sekolah/madrasah menjawab ketiga masalah ini setiap tahunnya dengan menggunakan seperangkat indikator kinerja untuk melakukan pengkajian yang obyektif terhadap kinerja mereka berdasarkan SPM dan SNP. hasil ujian. Data dapat juga dikaitkan deng an kebutuhan lokal dan informasi khusus terkait dengan kondisi sekolah/madrasah. KETERKAITAN EDS/M DENGAN PENJAMINAN DAN PENINGKATAN MUTU EDS/M dikembangkan sejalan dengan sistem penjaminan mutu pendidikan. khususnya y . beserta informasi kualitatif seperti pendapat dan penilaian profesion al dari para pemangku kepentingan di sekolah/madrasah dikumpulkan guna mendapatkan gambaran secara menyeluruh.EDS/M bukanlah proses yang birokratis atau mekanistis. Bagaimana kita dapat meningkatkan kinerja? Dalam hal ini sekolah/madrasah mel aporkan dan menindaklanjuti apa yang telah ditemukan melalui dua pertanyaan sebelumnya. 3. Semua informasi ini kemudian dipergunakan sebagai dasar untuk mempersiapkan suatu rencana pengembangan sekolah/madrasah yang terpadu. bahkan pad a tingkat nasional. Seberapa baikkah kinerja sekolah/madrasah kita? Hal ini terkait dengan posisi pencapaian kinerja untuk masing-masing indikator SPM dan SNP. Sebagai kerangka kerja untuk perubahan dan perbaikan. Informasi tambahan seperti tingkat ketercapaian kinerja sekolah/madrasah dalam m emenuhi kebutuhan semua peserta didiknya dan kapasitas sekolah/madrasah untuk perbaikan serta dukungan yang dibutuhkan juga dimasukkan di sini. F. melainkan suatu proses di namis yang melibatkan semua pemangku kepentingan (stakeholders) dalam sekolah/madrasah .

peran LPMP/BDK. serta manajemen pendidikan yang dilakukan oleh pemerintahan provinsi d an kabupaten/ kota. d an Renstra Kemenag. Pelaksanaan EDS/M terkait dengan praktik dan peran kelembagaan yang me mang sudah berjalan. peran pengawas. implementasi SPM dan SNP. Diagram berikut menggambarkan EDS/M sebagai salah satu komponen sumber data dala m sistem penjaminan mutu pendidikan yang mengacu pada Permendiknas Nomor 63 Tahun 2009 te ntang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan. akreditasi sekolah/madrasah.ang terkait dengan perencanaan pengembangan sekolah/madrasah dan manajemen berbasis sekolah/ madrasah. perencanaan pengembangan sekolah/ madrasah. dan Rencana Pembangunan Nasional Bidang Pendidikan. Renstra Kemendiknas. 24 . seperti manajemen berbasis sekolah/madrasah.

EDS/M juga menjadi sumber informasi kebijakan untuk penyusunan program pengembangan pendidikan kabupaten/kota. tetapi proses ini juga mempersyaratkan adanya keterlibatan dan dukungan dari orang-orang yang bekerja dalam berbagai tingkatan yang .MONITORING SEKOLAH/ MADRASAH OLEH PEMERINTAH DAERAH (MSPD) (sesuai kebutuhan) EVALUASI DIRI SEKOLAH/ MADRASAH (EDS/M) (tahunan) SERTIFIKASI GURU DAN PENINGKATAN KOMPETENSI PROFESIONAL (tahunan/berjalan) EVALUASI DIRI KAB/ KOTA (EDK) (tahunan) SISTEM PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN (SPMP) MEMENUHI SPM DAN SNP PENGUMPULAN DATA PADATI (tahunan) AKREDITASI SEKOLAH/ MADRASAH (lima tahun) UJIAN NASIONAL (tahunan) EDS/M sebagai komponen penting dalam SPMP. Kegiatan EDS/M berbasis sekolah/madrasah. Karena itulah EDS/M menjadi bagian yang integral dalam penjamina n dan peningkatan mutu pendidikan. merupakan dasar peningkatan mutu dan penyusunan Rencana Pengembangan Sekolah/Madrasah (RPS/M). EDS/M adalah suatu proses yang memberikan tanggung jawab kepada sekolah/madrasah untuk mengevaluasi kemajuannya sendiri dan mendoro ng sekolah/madrasah untuk menetapkan prioritas peningkatan mutu sekolah/madrasah.

provinsi. Informasi yang terbangun menjadi dasar untuk perencanaan peningkatan mutu berkelanjutan dan pengembangan kebijakan pendidikan pada tingka t kabupaten/kota. dan hal ini tentu saja membantu terjaminnya transparan si dan validitas proses.berbeda dalam sistem ini. 25 . EDS/M merupakan komponen penentu yang sangat penting dalam membangun sistem informasi pendidikan nasional terutama dalam memotret kinerja sekolah/madrasah d alam penerapan SPM dan SNP. terlihat alur informasi dan urutan kegiatan yang dilakukan. dan nasional. Pada diagram EDS/M dalam kaitannya denga n Penjaminan dan Peningkatan Mutu berikut ini.

EDS/M dalam Kaitannya dengan Penjaminan dan Peningkatan Mutu Kepala sekolah/madrasah dengan dukungan dari pengawas membentuk Tim Pengembang Sekolah/Madrasah (TPS/M) yang terdiri dari perwakilan: komite sekolah/madrasah. memprioritaskan bidang yang membutuhkan perbaikan. mengkaji ulang program Kab/Kota mengimplementasikan program Informasi strategis hasil EDS/M ditindaklanjuti oleh Pengawas Informasi dipergunakan untuk mengidentifikasi pencapaian. TPS/M mengumpulkan data yang relevan menurut Instrumen EDS/M berdasarkan SPM dan SNP didukung bukti-bukti fisik. pengawas dan orang tua. untuk memprioritaskan bidang perbaikan dan persiapan program peningkatan mutu di kabupaten/kota dan dukungan bagi sekolah/madrasah/madrasah Data terstandar diprogram dan dimasukkan dalam MIS Kemendiknas/Kemenag dan Dinas Pendidikan Provinsi/Kantor Kemenag memonitor dan mengkaji ulang program Disdik provinsi/Kanwil Kemenag dan Kemendiknas/ Kemenag mengakses informasi Informasi dipergunakan untuk mengidentifikasi .. menggunakan berbagai metode untuk dapat menyediakan informasi kualitatif dan kuantitatif Sekolah/madrasah memonitor dan mengkaji ulang program Sekolah/madrasah mengimplementasikan program yang didukung pengawas sekolah/madrasah dan berdasarkan masukan dari kab/kota dan pihak lain sesuai kebutuhan TPS/M menyusun deskripsi dan rekomendasi sesuai dengan bukti fisik yang relevan TPS/M (Tim EDS) mengidentifikasi pencapaian. guru. dan merumuskan program untuk pengembangan sekolah/madrasah Validasi internal laporan yang dilaksanakan oleh pengawas dan validasi eksternal oleh koordinator pengawas sekolah/madrasah Kab/Kota memonitor.

memprioritaskan bidang perbaikan dan memberikan informasi bagi perencanaan penganggaran provinsi dan nasional LPMP/BDK memonitor dan mengkaji ulang proses penjaminan mutu LPMP/BDK mengakses informasi LPMP/BDK menganalisa informasi dan memonitor tingkatkinerja mutu dan memberikan informasi mengenai tingkat kinerja peninhkatan mutu dalam kegiatan belajar dan mengajar 26 .pencapaian.

Proses ini kemudian menjadi bagian dari siklus pengembangan dan peningkatan yang berkelanjutan. setiap tahun sekolah/madrasah juga memeriksa ha sil dan dampak dari kegiatan pembelajaran serta bagaimana sekolah/madrasah dapat memenuh i kebutuhan peserta didik. STRATEGI IMPLEMENTASI Selama berjalannya proses EDS/M. Penting diin gat bahwa informasi yang didapatkan harus dianggap penting dan tidak lagi dianggap s ebagai beban atau hanya sekedar sebagai daftar data yang perlu dikumpulkan karena dimin ta oleh pihak luar. Proses EDS/M harus menjadi bahan refleksi untuk mengubah dan memperb aiki tata kerja. Visi bersama ini akan membawa arah pengembangan sekolah/madrasah ke depan dengan lebih jelas. Sekolah/madrasah mengukur dampak dari berbagai kegiatan penting terkait dengan p eserta didik dan kegiatan pembelajaran. Mengumpulkan informasi berdasarkan SNP. diharapkan dapat dibangun adanya visi yang jela s mengenai apa yang diinginkan oleh para pemangku kepentingan terhadap sekolah/mad rasah mereka. peserta didik. komite sekolah/madrasah. Rencanakan program berdasarkan identifikasi Monitor dan mengkaji kemajuan Pengimplementasian program peningkatan Dengan melibatkan semua pemangku kepentingan di sekolah/madrasah (kepala sekolah / madrasah. Untuk dapat membangun visi bersama mengenai mutu ini yang harus dilakuka n adalah melibatkan semua pemangku kepentingan dalam proses untuk menyepakati nila inilai dan prinsip-prinsip yang akan ditetapkan. dan proses ini akan dianggap berhasil jika dapat membawa sekolah/mad . SPM dan kebutuhan setempat Mengidentifikasi pencapaian dan memprioritaskan bidang untuk prioritas peningkatan.G. guru. orang tua. dan pengawas sekolah/madrasah) diharapkan bahwa tujuan dan nilai yang diinginkan dalam proses EDS/M menjadi bagian dari etos kerja sekolah/madrasah. anggota masya rakat. Hal yang sangat penting dalam proses ini adalah sekolah /madrasah harus mempergunakan evaluasi ini untuk memprioritaskan bidang yang memerlukan peningkatan dan mempersiapkan rencana pengembangan/ peningkatan sekolah/madrasah .

Kemu dian sekolah/madrasah akan menjadi pelaku utama dalam peningkatan mutu dan memberikan penjaminan terhadap pelayanan pendidikan yang bermutu.rasah pada peningkatan pelayanan pendidikan dan hasilnya bagi para peserta didik. 27 .

komite sekolah/madras ah. c. Melaksanakan Proses EDS/M Kepala sekolah/madrasah dengan dukungan pengawas sekolah/madrasah melaksanakan EDS/M bersama Tim TPS/M yang terdiri dari perwakilan guru. orang tua. serta merencanakan program tahunan sekolah / madrasah. serta dalam mengimplementasikan rencana perbaikan yang dikembangkan berdasarkan hasil dari proses ini. Informasi yang didapa tkan kemudian dianalisis dan dipergunakan oleh TPS/M untuk mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan yang perlu diperbaiki. Kepala Seksi Kurikulum. Pelatihan ini dilaksanakan dengan mempergunakan sistem berikut ini: a. dibutuhkan pelatihan EDS/M secara berkelanjuta n. yakni: 1. Pelatihan ditujukan untuk mempersiapkan sekolah/madrasah melaksanakan evaluasi secara transparan. beberapa Pengawas dilatih oleh LPMP/BDK. seiring dengan pemutakhiran sistem manajemen informasi pendidikan nasional. LPMP/BDK dilatih sebagai pelatih bagi pelatih (Trainers of Trainers/ToT). Bidang dan pertanyaan inti yang disedia . Tim ini akan mempergunakan instrumen yang disediakan untuk menetapkan profil kinerja sekolah/madrasah berdasarkan indikator pencapaian. Instrumen EDS/M didasarkan pada Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang memberikan dua tujuan untuk menyediakan informasi bagi rencana pengembangan sekolah/madrasah. Persiapan Sebelum proses ini dapat dimulai. dan bukan hanya sekedar mengisi data yang menunjukkan pencapaian standar. serta membantu sekolah/madrasah untuk melangkah maju dalam program perbaikan berkelanjutan. b. pengawas dan perwakilan lain dari kelompok masyarakat yang memang dipandang layak untuk diikutsertakan.Tahapan-tahapan berikut adalah upaya yang dilakukan untuk menunjang keberhasilan pelaksanaan EDS/M. Koordinator Pengawas. Pengawas sekolah/madrasah harus dilibatkan secara penuh untuk mendukun g sekolah/madrasah dalam proses tersebut. untuk menjamin validitas dan mempergunakan informasi yang dikumpulkan untuk memberikan masukan terhadap perencanaan pengembangan sekolah/madrasah. 2. Keterlibatan pengawas sekolah/madrasah juga akan mendorong terciptanya transpara nsi dan keabsahan data yang dikumpulkan. Pengawas sekolah/madrasah dan kepala sekolah/madrasah akan menjadi pemain inti dalam pelibatan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk mendapatkan gambaran yang realistis mengenai sekolah/madrasah dalam melakukan perbaikan. Koordinator Pengawas dan pengawas sekolah/madrasah terpilih melatih Tim TPS/M EDS/ M dalam gugus sekolah/madrasah.

mereka harus mampu menunjukkan adanya perbaikan seiring dengan perjalanan waktu.kan dalam instrumen tersebut merefleksikan aspek-aspek yang penting bagi perencanaan perbaikan sekolah/madrasah. Karena itulah maka perlu diantisipasi agar sekolah/ madrasah dapat melakukan proses ini dengan benar dan tidak memandangnya sekadar sebagai kegiatan pengisian formulir.saat proses ini diulang-. 28 . Penting untuk ditekankan di sini bahwa seko lah/ madrasah harus mendeskripsikan situasi nyata yang ada di sekolah/madrasah mereka dan kemudian-.

Kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan sudah memadai. Standar Kompetensi Lulusan a. Kualifikasi pendidik dan tenaga kependidikan sudah memadai. Peserta didik dapat mencapai target akademis yang diharapkan. RPP dirancang untuk mencapai pembelajaran efektif dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. b. Sumber belajar dapat diperoleh dengan mudah dan digunakan secara tepat. Standar Pengelolaan . kreatif. Silabus sudah sesuai/relevan dengan standar. menyenangkan. Standar Sarana dan Prasarana a. 3. Supervisi dan evaluasi proses pembelajaran dilaksanakan secara berkala dan berkelanjutan. Standar Proses a. b. b. Komponen yang dievaluasi melalui instrumen EDS/M mencakup hal berikut. d. Sarana sekolah/madrasah sudah memadai. inspirat if. c. 5. menantang dan memotivasi peserta didik. b. Standar Isi a. c. 6.H. Jumlah pendidik dan tenaga kependidikan sudah memadai. b. Sekolah/madrasah menyediakan kebutuhan pengembangan pribadi peserta didik. Setiap standar terdiri atas sejumlah kompone n yang mengacu pada masing-masing standar nasional pendidikan sebagai dasar bagi sekola h/ madrasah dalam memperoleh informasi kinerjanya yang bersifat kualitatif. Pembelajaran dilaksanakan dengan menggunakan metode yang interaktif. BENTUK INSTRUMEN EDS/M Instrumen EDS/M dalam Delapan Standar Instrumen EDS/M terdiri dari 8 (delapan) standar nasional pendidikan yang dijaba rkan ke dalam 26 komponen dan 62 indikator. Kurikulum sudah sesuai dan relevan. 4. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan a. e. 2. Sekolah/madrasah dalam kondisi terpelihara dan baik. 1. Peserta didik dapat mengembangkan potensi penuh mereka sebagai anggota masyarakat.

Rencana kerja sekolah/madrasah mencantumkan tujuan yang jelas untuk program peningkatan dan perbaikan berkelanjutan yang tersosialisasikan dengan baik.a. b. Kinerja pengelolaan sekolah/madrasah berdasarkan kerja tim dan kemitraan yang kuat dengan visi dan misi yang jelas dan diketahui oleh semua pihak. 29 .

Standar Penilaian Pendidikan a. e. Standar Pembiayaan a. Contoh Instrumen EDS/M 30 . b. Masyarakat berperan serta dalam kehidupan sekolah/madrasah. c. d. Berikut ini adalah contoh instrumen EDS/M.c. b. Sekolah/madrasah menjamin kesetaraan akses. 8. 7. Setiap komponen terdiri dari beberapa indikator yang memberikan gambaran lebih menyeluruh dari komponen yang dimaksudkan. Sekolah/madrasah berupaya untuk mendapatkan tambahan dukungan pembiayaan lainnya. Sistem penilaian disusun untuk menilai peserta didik baik dalam bidang akadem ik maupun nonakademik. Sekolah/madrasah merencanakan keuangan sesuai standar. Penilaian berdampak pada proses belajar. Pemberian dukungan dan kesempatan pengembangan profesi bagi para pendidik dan tenaga kependidikan dilakukan dengan baik dan konsisten f. Rencana Pengembangan Sekolah/Madrasah atau Rencana Kerja Sekolah/Madrasah berdampak terhadap peningkatan hasil belajar. Orangtua peserta didik terlibat dalam proses belajar anak mereka. c. Instrumen selengkapnya dapat dilihat dalam CD. Pengumpulan dan penggunaan data dapat dipercaya dan sah.

Tahapan Pengembang an. Untuk itu perlu dimanfaa tkan berbagai sumber informasi yang dapat dijadikan sebagai bukti fisik misalnya cata tan kajian.Dalam instrumen EDS/M terdapat empat bagian yang harus diisi atau ditulis. Selain itu. hasil observasi. Hal ini penting ditekankan menginga t . yakni : Bukti Fisik. orangtua. siswa. Informasi yang dikumpulkan berdasarkan bukti fi sik tersebut dipastikan akurasinya melalui proses triangulasi yang dalam hal ini berar ti melihat suatu fenomena (yakni evaluasi mutu) dari berbagai sumber data dan denga n menggunakan berbagai teknik pengumpulan data. dan hasil wawancara/konsultasi dengan pemangku kepentin gan (stakeholders) seperti komite sekolah/madrasah. Keberadaan dokumen kurikulum bukanlah merupakan satu-satunya bukti bahwa kurikulum telah dilaksanak an. sekolah/madrasah perlu juga menunjukkan sumbe r bukti fisik lainnya yang sesuai. Sebagai contoh. Informasi kualitatif yang menggambarkan kenyataan dapat berasal dari informasi kuantitatif. 1. Bukti Fisik Bukti fisik yang tersedia digunakan sebagai bahan dasar untuk menggambarkan kond isi sekolah/madrasah terkait dengan indikator yang dinilai. Rencana Pelaksanaan Pengajaran (RPP) tidak sekedar merupakan catatan mengenai bagaimana pengajaran dilaksanakan. dan Rekomendasi. guru-guru. dan unsur lain yang terkait. Pendapatan dan Penilaian Pemangku Kepentingan Data Kuantitatif dan Kualitatif Evaluasi Mutu Observasi Situasi Aktual Triangulasi bukti ini menjamin bahwa konsistensi akan terus diperiksa ulang dan bahwa indikator-indikator yang ada dipandang dari berbagai sudut untuk memberikan info rmasi mengenai apa yang sebenarnya sedang terjadi. Ringkasan Deskripsi Indikator Berdasarkan Bukti Fisik. Berbagai jenis bukti fisik dapat digunakan sekolah/madrasah sebagai bukti tahapa n pengembangan tertentu.

31 .apa yang dituliskan dalam dokumen tidak selalu merupakan hal yang sebenarnya ter jadi. dokumen kurikulum tidak selalu menjadi jaminan bahwa kuriku lum disampaikan dengan utuh. sebuah rencana pengajaran tidak selalu dapat merekam bagaimana suatu pelajaran diajarkan. dan bahan pelajaran dapat dihitung tetapi bukan berarti bahan tersebut dipergunakan sesuai kepentingannya secara efektif. Misalnya.

Berikut adalah contoh bukti fisik yang dapat disediakan atau digunakan sekolah/m adrasah. notulensi rapat penentuan penggunaan anggaran Rekomendasi hasil belajar kepada peserta didik dan orang tua. Contoh Bukti Data Kualititatif Proses Pengembangan Kurikulum Proses Pengembangan Silabus. Kepala sekoleh/madrasah dan tenaga kependidikan yang berprestasi Kondisi ruangan dan kantor (kartu pemeliharaan) Profil sekolah/madrasah. Dokumen Silabus. RPP. Pencapaian KKM (leger nilai) . catatan berbagai bentuk partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sekolah/madrasah. dan catatan pelaksanaan program remedi dan pengayaan. Dokumen data lulusan (data melanjutkan dan bekerja). wiyata mandala. Contoh Bukti Data Kuantitatif Dokumen Kurikulum. dll. guru berprestasi. RPP Data alumni. sekolah/ madrasah sehat Laporan akuntabilitas keuangan sekolah/madrasah. buku catatan kepribadian Daftar guru yang sudah bersertifikat. dll.

Standar Nasional 1. Sarana dan Prasarana 6. Kompetensi Lulusan 4. Rapor. kesepakatan kerjasama (MoU). (3) merekam dengan video cara mengajar sendiri. dll. daftar penerimaan sumbangan orang tua dan masyarakat Kisi-kisi penilaian. informasi kualitatif dan kuantitatif sebaga i hasil dari observasi langsung dilakukan dengan berbagai cara termasuk dengan (1) mengikuti proses belajar-mengajar di dalam kelas selama satu hari penuh. jumlah ruangan. (2) mengamati berlangsun gnya pelajaran. Dokumen RAPBS. laporan pertanggungjawaban keuangan sekolah/madrasah dll. Pembiayaan 8. (4) pertukaran kelas . Lembar soal. daftar kualifikasi guru dan tenaga kependidikan Luas lahan (sertifikat). Pedidik dan Tenaga Kependidikan 5. dokumen laporan akuntabilitas. Penilaian Khusus terhadap proses pembelajaran. Dokumen Hasil Belajar dan UN. Proses 3. Dokumen RKS/M atau RPS/M. Pengelolaan 7.Jumlah pendidik dan tenaga kependidikan. Daftar Nilai dll. Isi 2.

antarguru. 32 . dan (5) observasi antar-sesama guru.

Deskripsi indikator berdasarkan bukti fisik menjadi rujukan bagi anggota TPS/M untuk menentukan posisi tahapan pengembangan sekolah/madrasah. Deskripsi indikator yang menggambarkan kondisi nyata dan spesifik untuk setiap i ndikator akan memudahkan sekolah/madrasah dalam menyusun rekomendasi untuk perbaikan maupun peningkatan sekaligus menentukan rencana pengembangan sekolah/madrasah berdasarkan rekomendasi dan prioritas sekolah/madrasah. 3. Pada tahap ini kinerja sekolah/madrasah baik . 3) Tahap ke-3 berarti memenuhi SNP. D alam pelaksanaan EDS/M yang dilakukan setiap tahun. sekolah/madrasah mempunyai dasar nyata indikator atau komponen atau standar mana yang memerlukan perbaikan secara . Pada tahap ini kinerja sekolah/madrasa h mempunyai banyak kelemahan dan membutuhkan banyak perbaikan. Tahapan pengembangan pada setiap indikator menggambarkan keadaan seperti apa kondisi kinerja sekolah/madrasah pada saat dilakukan penilai an terkait dengan indikator tertentu. 2) Tahap ke-2 berarti memenuhi SPM. Sekolah/madrasah kemudian memilih rubrik yang lebih mendekati atau sama dengan deskripsi sekolah/ madrasah untuk kemudian memberi tanda centang (v) pada tahapan pengembangan yang bersesuaian.2. Deskripsi Indikator Kolom ringkasan deskripsi indikator berdasarkan bukti fisik pada instrumen EDS/M diisi uraian singkat yang menjelaskan situasi nyata yang terjadi di sekolah/madrasah s esuai dengan indikator pada setiap komponen yang mengacu kepada SPM dan SNP. Pada tahap ini terdapat beberapa kekuatan da n kelemahan tetapi masih memerlukan banyak perbaikan. melampaui standar yang telah ditetapkan. namun masih perlu peningkatan. Pada tahap ini kinerja sekolah/madrasah san gat baik. Dalam pengisian intrumen EDS/M. Hal ini penting diperhatikan karena sekolah/madrasah harus menilai kinerja apa adanya. 4) Tahap ke-4 berarti melampaui SNP. anggota TPS/ M harus merujuk kepada Peraturan Menteri atau Peraturan Pemerintah yang berkaitan dengan SPM dan SNP. Tahapan pengembangan bisa berbeda dalam indikator yang berbeda pula. Sekolah/madrasah kemudian membandingkan deskripsi setiap indikator dengan rubrik yang ada di bawahnya untuk melihat posisi tahapan pencapaian. Tahapan pengembangan ini memiliki makna sebag ai berikut: 1) Tahap ke-1 berarti belum memenuhi SPM. Tahapan Pengembangan Anggota TPS/M secara bersama mencermati instrumen EDS/M pada setiap indikator da ri setiap komponen dan setiap standar.

Sehingga rekomendasi ini dapat digolongkan dengan rekomendasi perbai kan/ peningkatan dan rekomendasi pengembangan. 33 . 4. Rekomendasi tidak hanya difokuskan pada indikator yang diangga p lemah namun juga disusun untuk setiap indikator yang telah mencapai standar nasi onal pendidikan. Rekomendasi Setelah menentukan tahapan pengembangan. dan tahapan pengembangan untuk setiap indikator. deskripsi.terus-menerus. sekolah/madrasah kemudian menyusun rekomendasi berdasarkan bukti fisik.

34 . Sekolah/madrasah perlu memastikan bahwa rekomendasi ini sungguh-sungguh berbasis pada hasil evaluasi diri.Rekomendasi ini kemudian direkap sebagai dasar masukan dalam penyusunan Rencana Pengembangan Sekolah/Madrasah (RPS/M).

Instrumen Evaluasi Diri Sekolah/Madrasah 35 .

36 .

37 .

38 .

39 .

40 .

41

42

43

44

45

46

47

48

49

50

51 .

52 .

53 .

54 .

55 .

56 .

57 .

58 .

59 .

60 .

61 .

62 .

63 .

64 .

65 .

66 .

67 .

68 .

69 .

70 .

Setelah data yang diperlu kan tersebut terkumpul. dan diolah sebagaimana disarankan. PENGANTAR Langkah awal-. satuan pendidikan bisa de ngan mudah melakukan evaluasi diri dan melihat tingkat keterpenuhan SPM di satuan pen didikan tersebut.setelah diberlakukannya Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nom or 15 Tahun 2010 tentang Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan Dasar adalah bahwa setiap satuan pendidikan dasar (SD/MI dan SMP/MTs) harus mengumpulkan data yang dinyatakan di dalam indikator-indikator pemenuhan SPM.Bagian 1 Bab III Identifikasi Kesenjangan dan Rekomendasi Pemenuhan SPM A. Pemenuhan SPM harus menjadi 71 . setiap satuan pendidikan bisa dengan pasti menetapkan apakah dirinya sudah memenuhi SPM atau masih ada beberapa hal yang perlu disediakan atau perlu dilakukan agar SPM tersebut terpenuhi . Pemenuhan SPM ini tidak boleh melewati tahun 2013. Dengan cara itu.

Misalkan. setiap satuan pendidikan dasar perlu dengan segera melakukan analisi s kesenjangan untuk setiap indikatornya. Selanjutnya. Untuk mengetahui apakah indikator SPM nomor 1 ini sudah terpenuhi atau masih ada kesenjangan padanya. Setiap satuan pendidikan perlu melakukan perbandingan antara tuntutan SPM dan kondi si riil yang dimilikinya. Kalau harga satuan sudah bis a diperoleh. Matematik a. semua indikator SPM tersebut sudah dipen uhi. setiap SD/MI perlu membaca secara cermat data yang disediak an dan diisikan pada format yang sudah diisikan. Karena itu. mulai dari indikator SPM nomor 1 sampai dengan nomor 13. Lihat kolom Penilaian . B. 72 .prioritas setiap satuan pendidikan dasar. dan IPS dengan perbandingan satu set untuk setiap peserta didik. sed angkan beberapa sel belum memenuhi (B). pada bagian akhir akan dilakukan rekapitulasi pemenuhan S PM sesuai dengan hasil identifikasi kesenjangan masing-masing indikator yang telah dilakukan. satuan pendidikan bisa menghitung anggaran yang diperlukan. Panduan ini memberikan penjelasan secara rinci tentang apa yang h arus dilakukan oleh setiap satuan pendidikan. Berikut disajikan setiap indikator SPM beserta contoh identifikasi kesenjangan d alam rangka pemenuhan SPM. IPA. IDENTIFIKASI KESENJANGAN PEMENUHAN SPM Indikator SPM nomor 1: Setiap SD/MI menyediakan buku teks yang sudah ditetapkan kelayakannya oleh Pemerintah mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia. Kegiatan ini tentunya akan memunculkan rekomendasi yang be risikan kuantitas atau volume dari hal-hal yang diperlukan. Program dan anggaran harus dirancang s edemikian rupa sehingga sebelum akhir tahun 2013. diperoleh hasil pengumpu lan data sebagai berikut. Beberapa sel (kotak) di dalam tabel sudah memenuhi (M).

kelas 4 (5 buku). Buku Matematika kelas 1 (2 buku). masih ada kesenjangan di sekolah itu dalam kaitanny a dengan pemenuhan SPM. dan kelas 5 (5 buku ) 2. Buku Bahasa Indonesia kelas 1 (1 buku). dapat ditentukan sebagai berikut: 1. Yang berbeda hanya jenis mata pelajarannya yang menjadi 10 macam. kelas 2 (5 buku). maka kita bisa mengatakan bahwa indikator SPM nomor 3 ini masih belum dipenuhi. 73 . kelas 5 (2 buk u). dan setiap SMP/MTs memiliki 200 judul buku pengayaan dan 20 buku refe rensi. contoh peralatan optik. kelas 4 (1 buku). kit IPA untuk eksperimen dasar. model tubuh manusia. kelas 3 (4 buku). Cara menentukan kesenjangan untuk indikator nomor 2 sama dengan indikator nomor 1. bola dunia (globe). Tentang jenis dan jumlah buku yang diperlukan. dan kelas 6 (2 buku). Satu saja kolom Penilaian diisi dengan huruf B. Misalkan kita memperoleh data sebagai berikut. dan kel as 6 (6 buku) 3. Untuk menentukan apakah indikator nomor 3 ini sudah terpenuhi atau masih ada kes enjangan padanya. co ntoh peralatan optik. Mengingat pada kolom Penilaian masih ada huruf B. indikator SPM nomor 3 ini masih belum terpenuh. Itu berarti. kelas 2 (2 buku). Buku IPA kelas 1 (8 buku). Buku IPS kelas 1 (3 buku). masing-masing satu set. kelas 5 (6 buku). Indikator SPM nomor 2: Setiap SMP/MTs menyediakan buku teks yang sudah ditetapka n kelayakannya oleh Pemerintah mencakup semua mata pelajaran dengan perbandingan s atu set untuk setiap perserta didik. Peraga IPA yang masih perlu diad akan adalah model tubuh manusia. setiap SD/MI perlu membaca secara cermat data yang telah diisinya pada format berikut. dan kelas 6 (2 buku) 4. Indikator SPM nomor 4: Setiap SD/MI memiliki 100 judul buku pengayaan dan 10 buk u referensi. kelas 5 (1 buk u). kelas 2 (2 buku). Indikator SPM nomor 3: Setiap SD/MI menyediakan satu set peraga IPA dan bahan ya ng terdiri dari model kerangka manusia. dan kit IPA untuk eksperimen dasar. dan poster/carta IPA.Ini menunjukkan indikator SPM nomor 1 ini masih ada yang belum terpenuhi.

.

misalkan diperoleh data jumlah buku di SD Suka Maju t. masih ada kesenjangan di seko lah itu dalam kaitannya dengan pemenuhan SPM. dan melaksanakan tuga s tambahan. setiap SD/MI dan SMP/MTs perlu membaca secara cermat data y ang telah diisinya pada format berikut. indikator SPM nomor 5 ini masih belum terpenuh. setiap SD/MI dan SMP/MTs perlu membaca secara cermat data y ang telah diisinya pada format berikut. Itu berarti. masih ada kesenjangan di seko lah itu dalam kaitannya dengan pemenuhan SPM. Satu saja kolom Penilaian diisi dengan huruf B .Untuk menentukan apakah indikator nomor 4 ini sudah terpenuhi atau masih ada kesenjangan padanya. indik ator nomor 4 ini masih belum dipenuhi oleh SD Suka Maju . Untuk menentukan apakah indikator nomor 5 ini sudah terpenuhi atau masih ada kesenjangan padanya. Itu berarti. Sebagai contoh. Satu saja kolom Penilaian diisi dengan huruf B . misalkan di SD rjaan sebagai berikut. Indikator SPM nomor 5: Setiap guru tetap bekerja 37. Berarti. termasuk merencanakan pembelajaran. membimbing atau melatih peserta didik. Sebagai contoh. indikator SPM nomor 4 ini masih belum terpenuh. terlihat masih ada huruf B pada kolom Penilaian . sebagai beriku Dari data di atas. 74 Suka Maju tadi ada 6 orang guru dengan rincian peke . Yang masih diperlukan adalah buku pengayaan fiksi minimal sebanyak 10 buku. menil ai hasil pembelajaran. melaksanakan pembelajaran.5 jam per minggu di satuan pendidikan.

masih ada kesenjangan di seko lah itu dalam kaitannya dengan pemenuhan SPM. yaitu 37.VI : 27 jam per minggu. Satu saja kolom Penilaian diisi dengan huruf B . Indikator SPM nomor 6: Suka Maju ini masih Satuan pendidikan menyelenggarakan proses pembelajaran selama 34 minggu per tahu n dengan kegiatan tatap muka sebagai berikut : Kelas I . misalnya di MI Ar Ro du diperoleh data sebagai berikut. Untuk menentukan apakah indikator SPM nomor 6 ini sudah terpenuhi atau masih ada kesenjangan padanya. atau Kelas VII . 75 . setiap SD/MI dan SMP/MTs perlu membaca secara cermat data y ang telah diisinya pada format berikut.Dapat disimpulkan bahwa beban kerja per minggu guru-guru di SD kurang dari kriteria SPM yang ditetapkan.IX : 27 jam per minggu. indikator SPM nomor 6 ini masih belum terpenuh.II : 18 jam per minggu.5 jam per minggu. Kelas III : 24 jam per minggu. Sebagai contoh. Kelas IV . Itu berarti.

setiap SD/MI dan SMP/MTs perlu membaca secara cermat hasil kajian RPP setiap guru yang dituangkan dalam tabel berikut. sehingga tidak ada kesenjangan pada indik ator SPM nomor 6 ini. Salah satu dari hasil kajian in i yang menunjukkan masih dinilai BELUM maka indikator SPM nomor 7 ini masih belum terpe nuhi atau masih ada kesenjangan. indikator SPM nomor 6 sudah terpenuhi. atau ada kesenjangan. Berarti indikator SPM nomor 7 masih belum terpenuhi di satuan pendidikan ini. Be rarti. Manakalah ada salah satu da ri aspek kesesuaian RPP dengan Silabus yang tidak mendapatkan tanda V. pihak sekolah perlu memperhatikan dengan cermat tabel berikut. Untuk menentukan apakah indikator SPM nomor 8 ini sudah terpenuhi atau masih ada kesenjangan padanya.Tampak bahwa tidak ada satu pun huruf B yang muncul pada tabel-tabel di atas. Tampak bahwa masih terdapat kesenjangan pada indikator SPM nomor 7. Indikator SPM nomor 8: Satuan pendidikan menerapkan kurikulum tingkat satuan pen didikan (KTSP) sesuai ketentuan yang berlaku. Monitoring pelaksanaan KTSP masih belum dijalankan dengan baik. Indikator SPM nomor 7: Satuan pendidikan menerapkan kurikulum tingkat satuan pen didikan (KTSP) sesuai ketentuan yang berlaku. Misalkan ada 4 guru SD Trio yang s etelah dikaji RPP-nya memberikan data dalam format berikut. Untuk menilai kesenjangan yang ada pada indikator SPM nomor 7 ini. maka indikator nom or 8 ini masih belum dipenuhi. 76 .

maka indikator nomor 8 ini masih belum terpenuhi atau ada kesenjangan di dalamnya. Ada salah satu dari program penilaian ini yang belum dikembangka n oleh 77 . Selanjutnya. Manakala ada guru yang menerapkan RPP-nya hanya kadang-kadang atau sering membelajarkan tanpa RPP. Indikator SPM nomor 9: Setiap guru mengembangkan dan menerapkan program penilaia n untuk membantu meningkatkan kemampuan belajar peserta didik. Berarti. Selanjutnya. ternyata diperoleh data penerapan RPP di SD Trio sebagai berikut. setiap SD/MI dan SMP/MTs perlu membaca secara cermat hasil kajian terhadap program penilaian yang dikembangkan oleh para guru seperti tertu ang pada format berikut. setelah dilakukan pengamatan terhadap penerapan RPP di depan kelas.Tampak bahwa RPP dari semua guru telah sesuai dengan silabus. tidak ada kesenjangan dalam hal kesesuaian RPP dengan silabus di sekolah ini. Tampak bahwa ada dua orang guru yaitu Taufik dan Ainul belum secara konsisten me nerapkan RPP yang sudah dibuatnya. Untuk menentukan apakah indikator SPM nomor 9 ini sudah terpenuhi atau masih ada kesenjangan padanya. setiap satuan pendidikan bisa melihat data hasil monitoring tentang penerapan RPP di kelas. Berarti indikator SPM nomor 8 masih belum sepenuhnya terpenuhi.

kalau hanya data di atas yang bisa diperoleh dari kegiatan supervisi kepala sekolah. Masih ada guru yang hanya kadang-kadang saja melaksanakan penilaian sesuai renca na. Karena itu. Belum semua guru secara berkelanjutan mengembangkan instrumen penilaian yang sesuai KD. maka indikator SPM nomor 9 masih belum terpen uhi. Misalkan dalam 1 semester kegiatan supervisi yang dilakukan oleh seorang kepala sekolah tersaji dalam tabel sebagai berikut. Masih belum ada kesenjangan dalam hal ini. Untuk menentukan apakah indikator nomor 10 ini sudah terpenuhi atau masih ada ke senjangan padanya. setiap mata pelajaran disupervisi minimal 2 kali dalam satu semester . masing-masing baru disupervisi satu kali. atau ada kesenjangan dalam hal ini.guru. Seharusnya. setiap SD/MI dan SMP/MTs setiap satuan pendidikan bisa menggunakan data yang terkait dengan pelaksanaan supervisi. dari 3 mata pelajaran yang d isupervisi. maka 78 . Dari data di atas. Misalkan di MI Ar Rohmah diperoleh informasi sebagai berikut: Kalau memperoleh data seperti ini. Indikator SPM nomor 10: Kepala sekolah/madrasah melakukan supervisi kelas dan memberikan umpan balik kepada guru dua kali dalam setiap semester. indikator SPM nomor 9 ini masih belum dipenuhi. Hasil penilaian belum selalu digunakan untuk membantu meningkatkan kemampuan belajar siswa. Akan tetapi. kepala sekolah tampak telah melaksanakan supervisi. Frekuensi nya sudah lebih dari 2 kali dalam satu semester.

Untuk menentukan apakah indikator nomor 12 ini sudah terpenuhi atau belum. Indikator SPM nomor 11: Setiap guru menyampaikan laporan hasil evaluasi mata pel ajaran serta hasil penilaian setiap peserta didik kepada kepala sekolah/madrasah pada a khir semester dalam bentuk laporan hasil prestasi belajar peserta didik. Indikator SPM nomor 12: Kepala sekolah/madrasah menyampaikan laporan hasil ulang an akhir semester (UAS) dan ulangan kenaikan kelas (UKK) serta ujian akhir (US/UN) kepada orang tua peserta didik dan menyampaikan rekapitulasinya kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota atau Kantor Kementerian Agama di kabupaten/kota pada setiap akhir semester. s etiap satuan pendidikan perlu membaca secara cermat data yang telah digambarkan pada f ormat berikut.indikator SPM nomor 10 ini masih belum terpenuhi. Berarti. 79 . Misalkan diperoleh data di SMP Bakti sebagai berikut Tampak bahwa Ismail dan Doni masih belum lengkap laporan hasil evaluasi belajarn ya. Untuk menentukan apakah indikator SPM nomor 11 ini sudah terpenuhi atau belum. Masih ada kesenjangan da lam pemenuhan indikator SPM nomor 11 ini. setia p satuan pendidikan perlu membaca secara cermat data yang telah digambarkan pada f ormat berikut. indikator SPM nomor 11 masih berlum terpenuhi.

dan ketersediaan laporan proses pembela jaran dan pembelanjaan untuk biaya operasional dan investasinya di tempat umum. indikator SPM nomor 12 masih belum dipenuhi. Berarti. rencana kerja tahunan yang dikembangkan. s etiap satuan pendidikan perlu mengkaji dan menganalisis secara jujur dan cermat dokume ndokumen yang memperlihatkan keterlibatan komite sekolah dalam pengambilan keputusan.Dalam tabel di atas tampak bahwa rekapitulasi UAS. Kita bisa menyimpulkan bahwa indikator SPM nomor 13 ini masih belum sepenuhnya terpenuhi. US masih belum disampaik an. 80 . dengan mengisikan hasil analisis kesenjangan di atas ke dalam tabel berikut. Keterlibatan Komite Sekolah/Madrasah jelas masih perlu ditingkatkan. C. setiap sekolah/madra sah dapat melakukan rekapitulasi tentang kesenjangan SPM yang ada. Misalkan diperoleh data tentang kajian penerapan MBS di suatu satuan pendidikan memberikan informasi sebagai berikut. Indikator SPM nomor 13: Setiap satuan pendidikan menerapkan prinsip-prinsip mana jemen berbasis sekolah (MBS) Untuk menentukan apakah indikator SPM nomor 13 ini sudah terpenuhi atau belum. REKAPITULASI KESENJANGAN PEMENUHAN SPM Setelah masing-masing indikator SPM dikaji keterpenuhannya. UKK.

81 .

82 .

PENGANTAR APLIKASI TRIMS 1.Bagian 1 Bab IV Aplikasi Pelaporan dan Manajemen Informasi Sekolah/ Tool For Reporting And Information Management By Schools (TRIMS) A. Pengertian TRIMS Aplikasi Pelaporan dan Manajemen Informasi Sekolah/Tools for Reporting Informati on Management by School (TRIMS) merupakan sistem informasi pendidikan yang diharapk an dapat mensinkronkan data-data penting yang telah dikumpulkan oleh sekolah/madras ah. TRIMS memperkuat Education Management Information System (EMIS) dalam rangka 83 . Aplikasi ini dapat dijalankan dengan praktis dan mudah dengan menggunakan progra m Microsoft Excel versi 2003 atau 2007.

termasuk capaian Standar Pela yanan Minimum (SPM). kebijakan strategis. Perlunya perubahan paradigma bagi sekolah/madrasah dari menjadi pengguna data pengumpul data Selama ini sekolah/madrasah mengumpulkan banyak data yang diminta oleh berbagai pihak. Rencana Kerja Sekolah (RKS/M). Berbagai data dan Informasi yang dihasilkan dalam TRIMS dapat dipergunakan sebagai bahan dalam penyusunan berbagai dokumen perencanaan seperti RKT. Menyediakan data dan informasi yang akurat bagi sekolah/madrasah dalam penyusunan Rencana Kerja Tahunan (RKT). kelak dengan menggunakan TRIMS-.mendukung monitoring dan evaluasi. melalui penggunaan TRIMS ini dapat mendorong sekolah untuk memanfaatkan data dan informasi dengan baik dan konsisten. TRIMS dibuat mudah dan sederhana serta membutuhkan keterampilan yang minimal karena TRIMS memahami bahwa tidak semua sekolah/madrasah mempunyai kapasitas yang sama dari sisi ketrampilan personel maupun infrastruktur ICT. Laporan Keuangan serta untuk monitoring dan evaluasi pencapaian SPM. b. e. Akan tetapi. c. pelaporan. serta perenca naan dan penganggaran. Mendorong pemanfaatan data dan informasi Aplikasi TRIMS membantu sekolah/madrasah dalam mengolah dan menganalisis data sehingga rangkaian data (data set) tadi menjadi informasi yang bermanfaat b agi perencanaan dan penganggaran serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas. d. Hal ini terjadi karena TRIMS tidak hanya sebagai pengumpul dat a. . Sekolah/madrasah hanya menjadi obyek pengumpulan data saja. f. RKS/M. relevansi. 2. ketersediaan. Kesenjangan kapasitas antar-sekolah/madrasah dan antar-daerah. baik dari segi infrastruktur maupun kapasitas Sumber Daya Manusia. Mampu meningkatkan cakupan dan kualitas data terkait akurasi. keuangan serta monitoring dan evaluasi pencapaian SPM. dan ketepatan waktu. Dengan demikian. Relevan dengan desentralisasi pendidikan. TRIMS diharapkan dapat memperbaiki pengumpulan data di sekolah/madrasah dari yang selama ini kurang terkoordinasi dengan baik menjadi lebih mudah disediakan dan disistematisasikan sehingga lebih bermutu dan siap dimanfaatkan oleh sekolah / madrasah.sekolah/madrasah dapat berperan sekaligus sebagai subyek yang akan memanfaatkan data dan informasi yang dihasilkannya. Mengapa TRIMS? Beberapa hal mendasari mengapa sekolah/madrasah perlu menggunakan TRIMS sebagai berikut : a. tetapi secara otomatis menyediakan bahan dan informasi bagi sekolah/madrasah ber upa grafik dan tabel indikator utama dalam pendidikan.

Sejak pemberlakukan sistem desentralisasi. TRIMS menyediakan kemudahan dalam EMIS (sistem informasi manajemen pendidikan) sehingga pengelolaan informasi secaranasional dapat dilakukan dengan lebih efisien oleh karena ketersediaan data dan informasi 84 . peran kabupaten/kota semakin besar sehingga secara nasional diperlukan kapasitas pembuatan kebijakan dan perencanaan yang akurat.

jenis data yang diperlukan telah dimiliki sekolah/madrasah. Semua data dan informasi TRIMS dapat langsung dimanfaatkan dan dipergunakan sekolah/madrasah. TRIMS yang diinput oleh sekolah/madrasah dapat diagregasi oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dengan cepat dan mudah untuk kemudian dapat dijadikan acuan penyusunan kebijakan. 4. TRIMS dibuat sederhana dengan mempertimbangkan adanya variasi keterampilan dalam menggunakan komputer di sekolah/madrasah. grafik. Validasi data secara otomatis. Anda tidak perlu meng-install program atau aplikasi baru. Hasil ringkas (tabel. Setelah sekolah/madrasah menginput data TRIMS secara lengkap. Mudah dikirim dan di-copy karena ukuran file yang kecil (< 2MB).yang akurat dan secara otomatis dihasilkan oleh TRIMS. c. f. Mengoperasikan TRIMS tidak memerlukan staf dengan keterampilan komputer yang baik. b. Aplikasi TRIMS memiliki tombol Validasi yang merah pada sel yang datanya belum lengkap atau langsung terdeteksi dan perbaikan dapat segera secara manual atau dilihat satu p akan memberikan tanda lingkaran salah input sehingga kesalahan dilakukan. Keluaran data TRIMS disajikan secara ringkas dalam bentuk tabel dan grafik indi kator kunci pendidikan (misalnya SPM). kemungkinan kesalahan input menjadi berkurang. Secara rinci. d. Proses sederhana dengan keterampilan komputer yang minimal. Kelompok Data TRIMS Data yang dibutuhkan TRIMS bukanlah data baru. Tidak perlu meng-install program baru karena TRIMS berbasis Excel 2003 atau 2 007 Aplikasi TRIMS dapat dijalankan langsung di laptop atau PC sepanjang sudah terd apat program Microsoft Excel di dalamnya. indikator) langsung dapat dimanfaatkan oleh sek olah/ madrasah. Karakteristik TRIMS Beberapa karakteristik dari TRIMS adalah: a. dengan demikian. maka TRIMS tersebut dapat segera dikirimkan kepada Dinas Pendidikan. e. Input data ke dalam TRIMS dapat dilakukan dengan menggunakan fasilitas yang terdapat dalam aplikasi melalui klik pada sel dengan harapan sekolah/madrasah tidak harus banyak melakukan pengetikan dan. 3. Ukuran file yang kecil (<2MB) memudahkan pengiriman file TRIMS baik melalui email maupun penggandaan file melalui flash disk atau CD. Tidak diperlukan lagi validasi yang dilakukan er satu. data TRIMS terdiri dari 2 jenis yaitu: . Klik dan Klik mengurasngi tugas pengetikan dan konsekuensi kesalahan input.

Tabel 1: Jenis Data dalam TRIMS 85 .

namun justru untuk memperkuat perangkat aplikasi yang sudah ada sebelum nya terutama pada aspek kemudahan baik input maupun output terkait dengan pendataan di sekolah/madrasah dan juga dalam pemanfaatan data dan informasi serta pelapora n. Jenis dan sumber penerimaan b. Kehadira n TRIMS tidak dimaksudkan untuk menggantikan atau meniadakan jenis perangkat aplik asi lainnya. Data siswa B. Manajemen G. Pengeluaran (mengacu pada format BOS K--2) c. Teknologi informasi dan komunikasi H. Dalam proses pengembangan aplikasi TRIMS ini seluruh kegiatan pengembangan telah dikoordinasikan dengan Pusat Statistik Pendidikan (PSP) ng Balitbang Kemendiknas ya . Sarana dan prasarana C. Kurikulum F. Penerimaan BOS: aktual dan yang diharapkan 5. TRIMS dan Paket Aplikasi yang sudah ada TRIMS merupakan alat bantu yang dikembangkan melalui Program Basic Education Capacity Trust Fund (BEC-TF) dalam rangka memperkuat EMIS di Indonesia. Sumber daya KBM E. Pendidik dan tenaga kependidikan a. Kualitas pengawasan dan pelaporan D.Data Pendidikan Data Keuangan A.

Selain itu.apabila sekolah/mad rasah mengisi data PAS--maka data yang diperlukan dalam TRIMS secara otomatis sudah te rinput sehingga sekolah tidak menginput data dua kali. B. Data Profil Sekolah/Madrasah Keluaran TRIMS terkait data profil sekolah/madrasah bermanfaat untuk: Mengidentifikasi apa yang dimiliki dan tidak dimiliki sekolah/madrasah Dengan menginput data-data sekolah/madrasah di aplikasi TRIMS dapat diketahui berbagai sarana dan prasarana yang dimiliki oleh sekolah/madrasah sehingga pada saat agregatisasi data tersebut di tingkat Kab/kota dapat juga dilakukan sekalig us inventarisasi kondisi kepemilikan sarana dan prasarana yang ada di sekolah/ madrasah baik secara individu maupun secara keseluruhan sekolah di tingkat Kab/ Kota. Manfaat TRIMS bagi Operasional Sekolah/Madrasah Beberapa pemanfaatan keluaran TRIMS bagi operasional sekolah/madrasah dapat digambarkan sebagai berikut: a. Rinciannya sebagai berikut: 1. 86 . sehingga kelak-.mengembangkan Paket Aplikasi Sekolah (PAS) dan Lembar Individu (LI). PEMANFAATAN KELUARAN TRIMS Data yang di-input ke dalam TRIMS secara otomatis menghasilkan keluaran terkait dengan berbagai indikator pendidikan di sekolah/madrasah. Saat ini se dang dikembangkan integrasi TRIMS dengan PAS SD. sehingga data tadi dapat lang sung dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. data yang di-input d alam TRIMS sudah mencakup sebagian besar data dalam LI.

Keluaran TRIMS dalam hal ini dapat memberikan data dan informasi awal untuk keperluan tersebut. Keluaran TRIMS ini pula dapat dijadikan bahan untuk memenuhi permintaan data untuk kepentingan pejabat teknis terkait pertanggungjawaban.hasil data yang sudah diperbaharui dengan mudah dapat dikenali. Merespon dan mengkomunikasikan informasi yang relevan ke Dinas Pendidikan atau Kementerian Agama dan pihak-pihak terkait lainnya.Mengetahui kondisi sekolah/madrasah terkait dengan berbagai aspek misalnya kualitas KBM. Mengembangkan profil sekolah/madrasah yang dapat terus diperbaharui. Aplikasi TRIMS dapat dijadikan alat untuk melakukan dengan mudah dan cepat simulasi terkait proyeksi pengembangan sekolah/madrasah. prasarana dan sarana. Mengkomunikasikan keadaan sekolah/madrasah ke komite sekolah/madrasah. c. dll. program BOS. TRIMS membantu sekolah/madrasah dalam memutakhirkan (updating) profil sekolah karena melalui aplikasi TRIMS ini-. Misalnya. Keluaran TRIMS dapat menyajikan berbagai informasi mengenai perkembangan sekolah/madrasah di mana informasi tersebut dapat dijadikan bahan awal atau rujukan untuk penyusunan kebijakan pengembangan sekolah/madrasah. antara lain dapat berbentuk sebagai berikut: Mengkatalisasi diskusi antarstaf. seperti Dewan Pendidikan. sehingga sangat membantu sekolah/madrasah dalam mengujicoba berbagai skenario pengembangan sekolah/madrasah. Komunikasi dan Interaksi Antar Pemangku Kepentingan (Stakeholders) Sekolah/ Madrasah Pemanfaatan TRIMS sebagai bahan untuk alat komunikasi dan interaksi antarberbaga i pemangku kepentingan. Profil sekolah/madrasah merupakan media informasi sekaligus promosi. media dan LSM. Keluaran TRIMS ini dapat menjadi bahan awal diskusi berbagai pihak di kalangan internal sekolah/madrasah dalam rangka memacu kemajuan sekolah/madrasah. Mengujicoba berbagai skenario pengembangan sekolah/madrasah ke depan. komite sekolah/madrasah dapat mengetahui dan mencermati secara mudah dan jelas perkembangan kondisi sekolah/madrasah. b. Melalui keluaran TRIMS. Proyeksi Kebutuhan Sekolah/Madrasah Beberapa pemanfaatan keluaran TRIMS dari aspek proyeksi kebutuhan sekolah/ madrasah yaitu: Memberikan informasi awal untuk RKS/M dan RKT Setiap sekolah/madrasah yang akan menyusun perencanaan dan penganggaran sangat membutuhkan data dan informasi yang akurat. tenaga kependidikan. dan juga sebagai bahan untuk menjelaskan kepada para pihak lainnya yang berkepentingan mengenai kondisi sekolah/madrasah. untuk menjawab pertanyaan apa . Pihak komite sekolah/madrasah tentunya berkepentingan untuk mengetahui perkembangan dan kondisi sekolah/madrasah.

yang akan terjadi dengan jumlah guru dan besar rombel jika kita menaikkan 87 .

Kajian Evaluasi Kinerja Sekolah/Madrasah 3. Aspek-aspek strategis terse but mencakup antara lain: a. Meningkatkan akuntabilitas dan transparansi Keluaran TRIMS yang berisi berbagai data dan informasi itu dapat dijadikan baha n informasi kepada publik. Kajian Keuangan Sekolah/Madrasah d. publik dapat melihat dan membaca informasi mengenai sekolah/madrasah yang disajikan keluaran TRIMS. keluaran TRIMS bermanfaat untuk: Mendorong pengelolaan sekolah/madrasah lebih efektif dan efisien Keluaran TRIMS berguna bagi sekolah/madrasah untuk mengevaluasi diri sehingga sekolah/madrasah dapat mengetahui apa yang menjadi kelebihan dan kekurangannya. termasuk indikator yang terkait SPM. sekolah/ madrasah dapat mengukur tingkat kemampuan dan kapasitas sekolah/madrasah untuk mencapai tujuan. Berdasarkan hasil simulasi itu. misalnya terkait dengan pencapaian SPM. Kajian Perencanaan Pengembangan Sekolah/Madrasah b. d. Kajian SPM Sekolah/Madrasah c. Hasil pembahasan/kajian itu dapat dijadikan umpan balik (feedb ack) bagi penyusunan kebijakan di level sekolah/madrasah.jumlah siswa sebesar 5%? . Dengan demikian. Keluaran TRIMS bisa menjadi bahan monitoring dan evaluasi. Simulasi proyeksi ini dapat dilakukan sesuai keinginan sekolah/madrasah yang bersangkutan. keluaran TRIMS dapat dijadikan bahan untuk penataan manajemen di level sekolah/madrasah agar pengelolaan selanjutnya bisa lebih efektif dan efisien. Contoh Pemanfaatan Keluaran TRIMS . Penyampaian hasil informasi ini secara teknis bisa saja dilakukan dengan menempelkan pada papan pengumuman atau tempat terbuka lainnya. Manfaat TRIMS bagi Kajian Pengembangan Sekolah/Madrasah Berbagai data dan informasi dari keluaran TRIMS dapat menjadi referensi atau acu an dalam rangka pembahasan secara mendalam berbagai aspek strategis yang muncul di sekolah/madrasah. Pengelolaan Sekolah/Madrasah Dari aspek pengelolaan sekolah/madrasah. Dengan demikain. 2. Monitoring dan evaluasi capaian SPM Di dalam aplikasi TRIMS terdapat berbagai indikator pendidikan. Mengambil keputusan berdasarkan informasi yang tepat Dari hasil data yang diinput ke dalam TRIMS akan dihasilkan berbagai informasi yang dapat menjadi dasar pengambilan keputusan di sekolah/madrasah.

88 .Berdasarkan uraian pemanfaatan keluaran TRIMS di atas. berikut ini diberikan seb uah contoh konkret pemanfaatannya dengan menggunakan capaian indikator SPM di sekola h.

LANGKAH PENTING MENGOPERASIKAN APLIKASI TRIMS Di dalam sub bab ini akan diuraikan penjelasan rinci dan detail dari langkah-lan gkah menjalankan aplikasi TRIMS yang disampaikan melalui video tutorial TRIMS oleh pe latih. Visualisasi konkret aplikasi TRIMS tampak pada Gambar 1 . 1.Tabel 2: Contoh Pemanfaatan Keluaran TRIMS untuk SD C. Petunjuk Ringkas TRIMS v25i . Untuk membantu peserta mampu memahami dengan baik. maka disediakan petunjuk ringkas TRIMS versi elektronik dan versi cetak berikut ini.Versi Elektronik Seluruh data ke a tingkat t. lengkap 89 sekolah/madrasah dalam suatu kabupaten/kota diharapkan untuk memasukkan aplikasi TRIMS pada setiap semester sehingga bisa dilakukan agregasi pad kabupaten/kota yang akan menghasilkan data-data dan informasi yang akura dan cepat.

Jika Anda memerlukan petunjuk yang lebih rinci. silahkan lihat Panduan TRIMS v25i versi elektronik yang tersed ia di dalam CD materi.Gambar 1. Tampilan Aplikasi TRIMS Petunjuk Ringkas ini akan memberikan tips tentang langkah-langkah untuk menjalan kan aplikasi TRIMS yang terdiri dari 5 (lima) tahap (Gambar 2). Langkah 1 Menyiapkan Data dan Aplikasi TRIMS Langkah 2 Entry Data Pendidikan dan Keuangan Langkah 3 Analisis Output TRIMS Langkah 4 Validasi dan Menyimpan Data Langkah 5 Mencetak dan Mengirim TRIMS 90 .

Pastikan komputer/laptop Anda memiliki MS Office 2003 atau 2007 Pastikan security level pada MS Excel berada pada level medium dengan cara berikut ini: Excel 2007 Excel 2003 Klik tab Tools --> Option --> pilih Tab Security klik tombol Macro Security --> Pada tab Security Level pilih Medium atau Low Klik Office Button --> Excel Option --> Trust Center--> Trust Center Setting--> Message Bar--> pilih Show the message bar in all application when content has been blocked --> klik Ok Kemudian klik Trust Center Setting --> Macro Setting --> pilih Disable all macros with notification Petunjuk lebih rinci untuk mengecek dan mengubah security level dapat dilihat pa da Manual TRIMS Elektronik bagian Lampiran 1: Pengaturan pengamanan aplikasi TRIMS .a. Melakukan copy aplikasi TRIMS dari CD atau flash disk ke cara berikut ini: Dari My Document. Langkah 1: Menyiapkan Data dan Aplikasi TRIMS Berkaitan dengan rincian data yang mesti disiapkan oleh sekolah. buatlah folder baru dengan nama TRIMS dengan cara: Klik kanan pada mouse --> New--> Folder --> beri nama folder tersebut dengan nama TRIMS Masukkan CD ke dalam komputer/laptop --> explore/ open --> klik ub folder aplikasi TRIMS 25i --> pilih file TRIMS 25i --> kemudian copy ke folder TRIMS di My Document 91 My Document dengan . silahkan lihat Petunjuk Ringkas Versi Cetak. Pastikan pengaturan waktu/time setting pada komputer/laptop Anda menunjukkan tempat dan waktu yang benar (lihat sudut kanan bawah pada layar komputer/ laptop Anda).

.

silahkan klik OK 92 .Buka MS Excel. dan klik open pada file TRIMS 25i untuk membuka aplikasi TRIMS DILARANG MEMBUKA TRIMS DENGAN DUA KALI KLIK (DOUBLE CLICK) PADA FILE TRIMS Program Excel akan terbuka. Pilih Enable this content untuk MS Excel 2007 atau Enable Macro untuk MS Excel 2003 kemudian klik OK Kemudian akan muncul tampilan berikut ini: Klik OK ketika muncul tampilan ini: Klik tombol ini Akan muncul tampilan berikut ini. Pada input bar akan muncul Security Warning.

Isilah NPSN dan pilihlah semester dengan benar (lihat sel dengan kotak merah pada Gambar di bawah ini) sebab kedua hal tersebut akan menjadi nama file TRIMS sekolah Anda. pastikan Anda telah melakukan langkah-langkah berikut ini: Klik salah satu tombol dibawa ini sesuai dengan level sekolah Anda Isilah NPSN terlebih dahulu kemudian pilih semester.b. Semester 1 diisi pada Bulan Juli-Agustus di mana data siswa yang dimasukkan adalah data siswa tahun ajaran baru. Data siswa yang dimasukkan adalah data siswa pada akhir semester 2. 93 . sedangkan data keuangan adalah data semester 2 tahun fiskal (Juli-Desember). Langkah 2: Entry Data Pendidikan dan Keuangan Sebelum Anda menginput data. Semester 2 diisi pada Bulan Januari tahun berikutnya. sedangkan data keuangan yang dimasukkan adalah data semester 1 tahun fiskal (Januari Juni). contohnya 20510769-II-20102011.

Jika sel isian TRIMS Anda berwarna merah. 94 . misalnya Standar Pelayanan Minimum (SPM). Sedangkan yang berwarna abu-abu terang otomatis akan terisi oleh aplikasi TRIMS. Perhatikan gambar berikut ini. bukan berarti bahwa data Anda salah.Sel berwarna abu-abu gelap harus diisi. Warna merah mengindikasikan bahwa pada indikator tersebut untuk sekolah Anda masih di bawah standar tertentu.

maka Anda bis a melanjutkan untuk mengisi data-data TRIMS Data Siswa dan Nilai . dan Sekolah memiliki Komite Sekolah yang beranggotakan orang tua) sudah terisi. perhatikan tabel berikut i ni: Data yang Mensyaratkan Pengisian Data yang Lain Terlebih Dahulu Kurikulum Sertifikasi Manajemen Data Guru merupakan prasayarat pengisian data Kurikulum dan Sertifikasi. Mengisi NPSN dan memilih semester merupakan prasyarat mengisi data keuangan. Khusus pertanyaan MBS. data pendidikan yang dependen memerlukan pengisian data yang lain terlebih dahulu. Rinciannya. Sekolah memiliki RPS. Data Pendidikan independen adalah data yang dapat Anda isi kapanpun tanpa prasyarat pengisian data yang lain. Data yang Dapat Anda Isi Kapanpun Identitas Sekolah Sarana dan Prasarana Kualitas Sumber Daya TIK Data Siswa Data Guru Data Non Guru Transparansi dan Akuntabilitas Jumlah Siswa Berdasarkan Usia dan Gender Data Keuangan Setelah Anda melakukan dan memahami beberapa hal tersebut di atas. Sebaliknya. akan otomatis terisi jika tiga data (Transparansi dan Akuntabilitas.Secara garis besar data TRIMS ada yang bersifat independen dan dependen.

perhatikan bahwa: .Penggunaan tanda titik atau koma dimungkinkan tergantung setting komputer/ laptop 95 .Angka maksimal nilai Ujian Nasional ialah 10. sub folder Aplikasi TRIMS 25i .Angka maksimal nilai pada Data Siswa ialah 100. . file Pengisian Jumlah Siswa pada TRIMS dan Alat Bantu Data Siswa Untuk pengisian Data Nilai.Pengisian Data secara lebih detail silahkan lihat CD materi. .

Klik No jika ingin mengedit data sebelumnya (perhatikan gambar berikut). pastikan bahwa Anda telah mengisi NPSN dan Klik semester I atau II.Data Tenaga Kependidikan Pengisian Data Guru dan Data Non Guru dilakukan dengan klik tombol ini: Data Keuangan Sebelum Anda memulai memasukkan Data Keuangan. DILARANG MEMBUKA FORMAT ISIAN KEUANGAN MELALUI SHEET FINANCE 96 . Klik Yes jika memulai mengisi data keuangan baru. Klik tombol merah Isi dan Lihat Data Keuangan sehingga muncul dialog box Apakah Anda ingin Menghapus Data Keuangan? .

Anda dapat memperbaiki atau melengkapi data tersebut atau melanjutkan melakukan input di lain waktu. klik tombol di kanan atas. c. juga mendukung transparansi dan akuntabilitas e. Langkah 3: Validasi dan Menyimpan Data Untuk melihat kelengkapan data yang telah Anda input. Isilah tiap sel dengan angka tanpa titik. misa lnya kontribusi orang tua. isilah sel yang berwarna abu-abu tua. Data keuangan merupakan format BOS-K2 dengan harapan sekolah akan dengan mudah melakukan input data. maka data akan terlingkar dengan lingkaran merah. TRIMS membantu sekolah dalam menghasilkan kebijakan berdasarkan data. Grafik dalam lembar Data Keuangan akan terbentuk secara otomatis setelah Anda mengisi datanya dengan lengkap. klik tombol k emudian akan muncul dialog box seperti ini: Tabel output TRIMS di atas menunjukkan bahwa pemasukan dari BOS tidak cukup untuk membiayai seluruh pengeluaran sekolah karena kontribusinya hanya 75% dari total operasional sekolah. Langkah 5: Mencetak dan Mengirim TRIMS Data yang diinput dalam TRIMS langsung berfungsi sebagai output. Selanjutnya. klik tombol kemudian akan muncul dialog box seperti ini: 97 .Dalam mengisi data keuangan. koma atau Rp. Sekolah dapat mendiskusikan fakta tersebut bersama Ko mite Sekolah dan orang tua siswa terkait dengan alternatif sumber dana tambahan. Jika data Anda belum lengkap atau salah input. Untuk print ata u mencetak TRIMS. Sedangkan yang berwarna abu-abu muda akan terisi secara otomatis. ANDA HARUS KLIK TOMBOL VALIDASI SEBELUM KLIK TOMBOL SIMPAN Untuk menyimpan data.

98 . Perhatikan tabel berikut ini: Jika Anda ingin melanjutkan input data.Anda bisa memilih secara fleksibel bagian mana yang mau dicetak. BUKAN DENGAN MENGGUNAKAN TOMBOL SAVE PADA DEFAULT MS EXCEL. pilihlah Simpan & lanjut Jika ingin melanjutkan input data lain waktu. pilihlah Simpan & Tutup maka file TRIMS akan ditutup MENYIMPAN DATA WAJIB MENGGUNAKAN TOMBOL SIMPAN PADA APLIKASI. Mengirim TRIMS dapat dilakukan dengan empat cara sesuai dengan kapasitas ICT di sekolah Anda.

disusun TRIMS versi cetak. Jika Anda kesulitan melakukan i nput 99 . Hal yang harus dilakukan ialah membuat perencanaan untuk memperbaiki hal tersebut. Keterbatasan sumber daya manusia di sekolah/madr asah dalam mengaplikasikan komputer. perhatikan tabel berikut ini: 2.d. sebagai alat bantu bagi sekolah sebelum melakukan input TRIMS ke dalam komputer. keterbatasan pasokan listrik dan sambungan inter net di sekolah/madrasah juga merupakan tantangan bagi implementasi TRIMS. dalam bentuk kuesioner. kemudian buatlah analisis berdasarkan data tersebut.Versi Cetak Perangkat komputer yang diperlukan untuk melakukan input aplikasi TRIMS tidak se lalu dimiliki oleh sekolah/madrasah. Petunjuk Ringkas TRIMS v25i . Langkah 4: Menganalisis Output TRIMS Anda dapat melakukan analisis dengan dua cara: Klik tombol maka otomatis indikator-indikator yang dibawah standart misalnya SPM akan berwarna merah. Sebagai contoh. TRIMS versi cetak juga bermanfaat bagi sekolah/madrasah yang memiliki keterbatas an dalam keterampilan komputer. yang artinya bahwa indikator bersangkutan di sekolah Anda masih di bawah standard. khususnya MS Excel. kemudian menyampaikannya ke rapat komite sekolah atau membuat usulan ke Dinas Pendidikan setempat atau Kemendiknas. Menganalisis output TRIMS berdasarkan tabel dan grafik yang dihasilkan. sekolah diharapkan tetap melakukan input aplikasi TRIMS melalui komput er (PC) atau laptop setelah mengisi TRIMS versi cetak. misalnya Standar Pelayanan Minimum (SPM). Atas dasar tersebut. Meskipun demikian. Apabila ada sel berwarna merah.

Anda dapat melengkapi terlebih dahulu versi cetak untuk kemudia n meminta bantuan staf atau teman untuk melakukan input.... Kuesioner versi cetak terdiri atas dua bagian yaitu Data Pendidik an dan Data Keuangan. MA NPSN: Nama Sekolah:* Fax: Telepon: Provinsi: Email: Desa: ..dengan komputer. kantor Dinas atau tempat lainnya. Anda dapat mengisi kuesioner versi cetak terlebih dahulu sebelum Anda input ke dalam komputer yang Anda pinjam dari sekolah lain. Kuesioner Versi Cetak Bagi sekolah/madrasah yang tidak memiliki komputer. SMA . MTs . MI . Silahkan dibaca di Manual Versi Cetak yang ada dalam Compact Disk/ CD)... Dengan mengisi kues ioner versi cetak. SMP . Penjelasan lebih rinci te ntang TRIMS Versi Cetak. kantor UPTD. SD . Identitas dan Kondisi Sekolah Berikan tanda contreng ( v ) sesuai level sekolah Anda: Level Sekolah . SMK . a.. Anda tidak perlu membawa tumpukan dokumen yang dibutuhkan untuk mengisi TRIMS. Data Pendidikan Isian 1.

**) Untuk mengisi GPS (Bujur/Lintang) dapat melalui bantuan handphone dan GPS dari depan pagar sekolah.Kabupaten/Kota: GPS (koordinat)**: Bujur: Kecamatan: Lintang: Semester____ Tahun Ajaran________/_________*** *) Nama sekolah ditulis tanpa mencantumkan SDN . contoh: Untuk semester 2 TA 2010/2011 maka data siswa yang diisi ialah keadaan siswa per Januari 2011. sedangkan . SMPN atau Sekolah Putri. ***)Semester berdasarkan Tahun Ajaran. dll di depannya.

.data keuangan diisi untuk periode Juni--Desember 2010 Berikan tanda contreng (v ) pada pertanyaan berikut ini: Identifikasi Sekolah negeri atau swasta? . swasta Nomor Statistik Sekolah/ Madrasah (NSS/NSM): .__________________(isi dengan angka) 100 .. negeri .

.Sarana & Prasarana Jumlah laboratorium/tempat praktikum? . ... ya .... tidak ... ruangan (isi dengan angka) Ada ruang guru lengkap dengan furniturnya? .. tidak memadai Jumlah toilet (yang berfungsi) untuk siswa perempuan? . ya .. tidak memadai Ada akses listrik? .. ya . ya . tidak Ada akses air bersih? ...... tidak ... tidak .. kadang--kadang Ada sarana olahraga? ......

...... ruangan (isi dengan angka) Jumlah Ruang Kelas dalam keadaan baik? .. ruangan (isi dengan angka) Jumlah Ruang Kelas dalam keadaan rusak ringan? ....... ruangan (isi dengan angka) Jumlah toilet (yang berfungsi) untuk staf sekolah? ........ ruangan Apakah furnitur sekolah .... ruangan Jumlah Ruang Kelas dalam keadaan rusak berat? ..ruangan (isi dengan angka) Jumlah toilet (yang berfungsi) untuk siswa laki--laki? .......

struktur atap. langit--langit (plafond). sebagian . kolom.. penutup lantai dan dinding pengisi.butuh perbaikan? ... tidak . Ruang kelas dalam keadaan rusak ringan: jika mengalami kerusakan terutama pada komponen non struktural seperti penutup atap. . Ruang kelas dalam keadaan rusak berat: jika sebagian atau pada seluruh komponen struktural (seperti pondasi. sebagian besar Ruang kelas dalam keadaan baik: jika tidak memerlukan renovasi.

.. kadang--kadang Kepsek menyerahkan laporan akhir siswa ke orang tua? .struktur lantai.. tidak . kadang--kadang Kepsek melakukan pengawasan langsung ke ruang kelas? .. ya .. ya .. ya . ya . tidak ... kadang--kadang Guru menyerahkan laporan hasil belajar siswa? .. Kualitas Sekolah ini dikunjungi pengawas tiap bulan? . dan lain sebagainya) mengalami kerusakan... tidak . kadang--kadang Sekolah . tidak ..

maka akan dihitung berdasar total alokasi waktu kunjungan dalam 1 bulan. Bila . Standar Pelayanan Minimal (SPM) menyebutkan bahwa kunjungan dilakukan minimal satu kali dalam 1 bulan dengan waktu 3 jam. Bila datang kurang dari 3 jam tetapi datang lebih dari 1 kali dalam satu bulan.Ini Dikunjungi Pengawas Tiap Bulan: Dalam hal ini yang dinilai adalah kunjungan dan alokasi waktu.

. ya ...memenuhi kriteria tersebut berarti dijawab ya .... Jika kunjungan tidak rutin tiap bulan maka dijawab kadang--kadang Sumber daya Jumlah total buku teks yang tersedia untuk siswa? . tidak Sekolah memiliki perpustakaan atau bahan bacaan? . ya . set (isi dengan angka) Sekolah memiliki alat bantu belajar sains? . Jika jarang atau tidak pernah dikunjungi pengawas tiap bulan maka dijawab tidak ....

tidak Setiap SD dan MI menyediakan buku teks yang sudah disertifikasi oleh Pemerintah mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia.. Matematika. IPS dengan perbandingan satu set untuk setiap peserta didik. IPA.. Setiap SMP dan MTS menyediakan buku teks yang sudah disertifikasi oleh Pemerintah 101 .

102 .

5 jam per minggu di satuan pendidikan.5 jam per minggu: SPM No. IPA. Pilih tidak bila . Guru tetap sudah bekerja 37. Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Pilih ya bila semua guru memenuhi kedua kriteria tersebut.19 menyatakan bahwa setiap guru tetap bekerja minimal 37.Untuk SMP dan MTs: minimal tersedia 1 orang guru yang sudah bersertifikat untuk masing--masing mata pelajaran Matematika.

tidak 3. ya .. Apakah Komite Sekolah melakukan review laporan keuangan sekolah? . Apakah Komite Sekolah menyetujui rencana anggaran sekolah? .. Transparansi dan Akuntabilitas Berikan tanda contreng (v) pada pertanyaan berikut ini: 1. Apakah sekolah mempunyai rencana pengadaan barang dan jasa? .. ya . tidak 4. ya ...ada salah satu guru belum memenuhi kriteria tersebut Isian 2. Apakah Komite Sekolah . tidak 2..

. Jika di sekolah And a menggunakan angka maksimal 10. Data Siswa (Untuk membantu pengisian Data Siswa. Misalnya nilai 7.menyetujui laporan keuangan sekolah tersebut? . maka konversikan ke 100.. ya . Apakah sekolah mengumumkan penggunaan dana di papan pengumuman sekolah? . tidak Isian 3.5. Jika Anda mengisi TRIMS pada semest er 1 (Juli Desember) maka kolom transfer diisi berdasarkan keadaan pada periode 1 103 da .. ya . **Transfer merupakan selisih antara jumlah siswa mutasi masuk ke sekolah Anda dikurangi dengan jumlah siswa mutasi keluar. tidak 5. silahkan lihat file Alat Bantu Data Siswa n Pengisian Data Siswa pada TRIMS yang ada pada CD materi) *Nilai merupakan nilai rata-rata ujian akhir (maksimal 100).. tuli slah 75.

*** Otomatis terisi oleh aplikasi Isian 4.Juli sampai tanggal Anda melakukan input pada TRIMS. Jumlah Siswa Berdasarkan Usia 104 . Jika Anda mengisi TRIMS pad a semester 2 (Januari Juni) maka diisi berdasarkan transfer pada periode Juli Dese mber. Kelas 9 bagi SMP/MTs. Kelas 12 bagi SMA/SMK/MA) Isian 6. Jumlah Lulusan & Ranking Sekolah Jumlah Lulusan: _____ orang Jumlah sekolah di Kab/Kota (sesuai level): Ranking sekolah se--Kab/kota: Isian 5. Nilai Rata-rata Mata pelajaran di Ujian Nasional tahun 2010 (maksimum 1 0) (Kelas 6 bagi SD/MI.

IIIb. IPA. Agama. IVe. IPS. Kimia. PPKn. Lainnya. Penjas. Sementara. IIIa. Ekonomi. Sosiolosi. D -1. Keahlian/T IK. Seni Budaya. (6) Pendidikan Terakhir: pilih salah satu di antara pilihan berikut: S-1. IIIa/ Kepala Sekolah. Lainnya. Bahasa Inggris. Seni Budaya. D-4. IVc/Kepala Sekol ah.Petunjuk Isian 7. Fisika. silahkan menggandakan tabel tersebut kemudian isilah sesuai petunjuk di bawah ini (1) Nama: nama lengkap tanpa gelar (2) Jenis Kelamin: pilih salah satu . IIId /Kepala Sekolah. IVe/Kepala Sekolah. ditulis dengan format tanggal/bulan/tahun (12) NUPTK: Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan 105 . IVa/Kepala Sekolah. Bahas a Indonesia. S-2. IId. Ekonomi. PNS (Pegawai Negeri Sipil). Geografi. Geografi. IVd. IVb. Matematika. Fisika. Sejarah. Laki-laki/ perempuan (3) Golongan/ Posisi: pilih salah satu di antara pilihan berikut . Keahlian/T IK. IIIc/Kepala Sekolah. IIId. ditulis dengan format tanggal/bulan/tahun (11) Tanggal Mulai Mengajar di Sekolah ini: tanggal mulai mengajar di sekolah (t empat terakhir saat ini). Kimia. Sejarah. IIa. Agama. Matematika. IVa. IIIc. IVd/Kepala Sekolah. Non PNS. (5) Mapel Minor: pilih salah satu di antara pilihan berikut . Penjas. Guru Kel as. (7) Status sertifikasi: pilih salah satu di antara pilihan berikut: ya atau tida k (8) Status Kepegawaian: pilih salah satu dari pilihan berikut: STY (Staf Tetap Y ayasan). Non PNS/Kepala Sekola h (4) Mapel Utama: pilih salah satu di antara pilihan berikut . Bahasa Inggris. D-3. IIIb/Kepala Sekolah. IVc. D-2. GTY (Guru Tetap Yayasan) (9) Tanggal lahir: ditulis dengan format tanggal/bulan/tahun (10) Tanggal Mulai jadi Guru: tanggal mulai mengajar untuk pertama kali. Sosiolosi. Bahas a Indonesia. IPS. Biologi. Guru Kel as. IIc . PPKn. IPA. Data Guru dan Non Guru: Jika jumlah guru melebihi baris pada tabel. IVb/Kepala Sekolah. IIb. Biologi.

.

Data Guru/Non Guru 106 .Nama Jenis Kelamin Golongan Mapel Utama Mapel Minor Pendidikan Terakhir Status Sertifikasi Status Kepegawaian Tgl Lahir Tgl Mulai Jadi Guru Tgl Mulai Tugas di Sekolah ini NUPTK (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) Isian 7.

Jumlah Siswa Berdasarkan Usia Nama Pemegang Rekening : Nama Bank/Kantor Cabang : Nomor Rekening : Penandatangan 1 : Penandatangan 2 : 107 . Laporan Keuangan Sekolah* Semester____ Tahun Ajaran________/_________ * Jika data siswa yang diisi ialah keadaan siswa per Januari 2011. maka data keu angan yang diisi ialah data untuk periode Juni-Desember 2010 Isian 6.b. Data Keuangan Isian 1.

FORMAT BOS--K2 Diisi oleh Sekolah Dikirim ke Tim Manajemen BOS Kab/Kota 108 .

sekolah diharuskan tetap melakukan input aplikasi TRIMS-25i melalui komputer (PC) atau laptop.Meskipun telah mengisi TRIMS versi cetak. Hal ini perlu dilakukan agar sekolah bisa mendapatkan manfaat dari keluaran TRIMS untuk Evaluasi Diri Sekolah (EDS) 109 .

Bagian 2 110 .

bagian ini ditopang oleh enam bab yang masing-masingnya membahas isu-isu penting. Bab III menjelaskan tentang kondisi yang diharapkan oleh sekolah/madrasah. misi.Perencanaan dan Penganggaran Sekolah/ Madrasah Bagian 2 Bagian ini memusatkan pembahasan pada perencanaan dan penganggaran sekolah/madrasah dalam rangka membantu sekolah/madrasah agar mampu menyusun program prioritas dengan mempertimbangkan ketersediaan sumberdaya yang dimiliki guna mencapai visi. dan penentuan penanggungjawab program dan kegiatan. Untuk mencapai tujuan ini. Bab V memandu penyusunan rencana anggaran sekolah/madrasah untuk jangka menengah. Bab I memberi pengantar terhadap penyusunan RKS/M dan RKT. Bab IV menguraikan tentang pentingnya penyusunan program. tujuan dan sasaran sekolah/ madrasah yang telah ditetapkan. penyusunan Rencana Kegiatan san Anggaran Sekolah/Madrasah. Bab VI menjelaskan tentang penyusunan Rencana Kerja Tahunan Sekolah/Madrasah. indikator dan target kinerja yang tepat. (RKAS/M) . Bab II menjelaskan selukbeluk identifikasi kondisi aktual sekolah/madrasah sebelum rencana disusun.

112 .

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJM) Tahun 2010-2014. Untuk mencapai tujuan tersebut . Kementerian Pendidikan Nasional telah menetapkan visi: Terselenggaranya Layanan P rima Pendidikan Nasional untuk Membentuk Insan Indonesia Cerdas Komprehensif. Mulai dari Undang-Undang Dasar. Undang-Undang Perlindu ngan Anak. LATAR BELAKANG Salah satu tujuan utama pemerintah Indonesia di bidang pendidikan adalah menunta skan Pendidikan Dasar 9 Tahun. Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional dan peraturan-perundangan yang ad a saat ini telah menjadi bukti keseriusan pemerintah untuk menyediakan pendidikan dasar bagi semua anak berumur 7 sampai dengan 15 tahun. Layanan 113 . Kementerian Pendidikan Nasional telah memilih Manajemen Berbasis Sekolah/Madrasa h (MBS/M) sebagai salah satu strategi.Bagian 2 Bagian 2 Bab I Pengantar Penyusunan RKS/M dan RKT A.

Artinya. dan sebagainya. yaitu besarnya b iaya yang harus ditanggung oleh orang tua peserta didik. dan 2. dan dunia industri. terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Program BOS ini. menjamin kepastian bagi warga negara Indonesia mengenyam pendidikan dan menyesuaikan diri dengan tuntutan masyarakat. 4. membuat anak-anak tetap bersekolah. 2. geografi. Mulai tahun 2010. sehingga biaya pendidikan secara keseluruhan berkurang. dalam hal ini melalui Kementerian Pendidikan Nasional akan berusaha keras untuk membuat semua anak Indonesia yang berusia 7-15 tahun mendapat pelayanan sekolah/madrasah yang bermutu dan relevan. Pemerintah Indo nesia.prima pendidikan nasional adalah layanan pendidikan yang: 1. dunia usaha dan dunia industri. berkualitas/bermutu dan relevan dengan kebutuhan kehidupan bermasyarakat.9% dan kelompok usia 13-15 tahun mencapai 96% pada tahun 2014. mengembangkan otonomi sekolah/madrasah. Bagi orang tua peserta didik. mengirim anak-anak ke sekolah/madrasah (peningkatan akses). Program BOS bukan lagi hanya berorientasi pada pengurangan bia . 3. atau pengurangan jumlah anak putus sekola h/ madrasah (drop¬out). gende r. dan 3. mengirim anak-anak ke tingkat pendidikan yang lebih tinggi (peningkatan trans isi dari SD/ MI ke SMP/MTs). tersedia secara merata di seluruh pelosok nusantara. program ini akan dapat: 1. Sejak diluncurkan pada tahun 2005. dan 5. memberikan subsidi kebutuhan belanja sekolah/madrasah kepada semua SD/MI serta SMP/MTs (negeri dan swasta). ekonomi. setara bagi warga negara Indonesia dalam memperoleh pendidikan berkualitas de ngan memperhatikan keberagaman latar belakang sosial-budaya. dun ia usaha. Sedangkan bagi sekolah/madrasah. meningkatkan mutu pendidikan. Untuk mencapai visi tersebut di atas. Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tel ah memperkecil hambatan terbesar penyelenggaraan pendidikan dasar. Kemdiknas telah menetapkan sasaran strateg is. 2. diantaranya: Angka Partisipasi Sekolah (APS) kelompok usia 7-12 tahun mencapai 9 9. program BOS ini akan membantu dalam: 1.

proses pembelajaran. evaluasi pendidikan dan manajemen sekolah/madrasah. terkait dengan buku dan media pembelajaran. tetapi juga berupaya meningkatkan kinerja sekolah/madrasah.ya pendidikan. Standar Pelayanan Minimal (SPM) a dalah sasaran antara untuk mencapai Standar Nasional Pendidikan (SNP) seperti yang dia manatkan 114 . Jika seb elum tahun 2010 penggunaan dana BOS hanya didasarkan kepada peruntukannya. maka bisa diketahui sejauhmana dana BOS digunakan untuk membiayai program-program yang memang dibutuhkan oleh sekolah/madrasah untuk meningkatkan kinerjanya. namun tidak ad a indikator tentang mutu lulusan dan pembiayaan. Dengan menghubungkan penggunaan dana BOS dengan program sekolah/madrasah. sejak 2010 penggunaan dana BOS dikaitkan dengan jenis program yang didanainya. kurikulum dan rencana pembelajaran. Permendiknas Nomor 15 Tahun 2010 tentang Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Da sar di Kabupaten/Kota menetapkan 13 indikator yang harus dipenuhi di tingkat sekolah/ma drasah.

Sebagai sebuah standar minimal. Undang-Unda ng Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. dan mengelola sarana dan prasarana pendidikan dan sumberdaya lainnya secara lebih baik.oleh UU Sisdiknas. semua tindakan sekolah/madrasah harus bisa dipertang-gungjawabkan dan transparan agar sekolah/madrasah memperoleh kepercayaan (trust) dari semua pemangku kepentingan. analisis terhadap ketercapa ian SPM saja tidak cukup untuk membantu sekolah/madrasah dalam membuat perencanaan sekolah/ madrasah. baik dari jumlah maupun mutu. Untuk mencapai hal tersebut. akan membuat RKS/M dapat diakses oleh sem ua pihak dan dilaporkan kepada publik. Sekolah/mad rasah harus menyediakan. penerapan MBS. melakukan perencanaan dengan baik dan teliti yang dituangkan dalam seb uah dokumen kunci yang bernama Rencana Kerja Sekolah/Madrasah (RKS/M). Sebagai ujung tombak pelaksanaan program pendidikan dasar ini. Peraturan Pemerintah Nomor 66 . namun sekolah/madrasah juga harus memperhatikan hal-hal yang berhubungan dengan rencan a pengembangan sekolah/madrasah ke depan dan mutu lulusan. yaitu: Undang¬Und ang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. pemenuhan SPM dan BOS harus ditanggapi secara positif sehingga penyelenggaraan program pendidikan dasar dapat benar-benar direalisasikan. DASAR HUKUM RKS/M dirumuskan berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku. Sekolah/madrasah harus mampu menghasilkan lulusan yang memenuhi kompetensi untuk melanjutkan ke tingkat pendidikan yang lebih tinggi. Proses penyusunan yang melibatkan semua pemangku kepentingan. mengembangkan. Untuk itu. program Wajib Bel ajar. Peraturan Pemerintah Nom or 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. termasuk meningkatkan manajemen di ruang kelas. keterbukaan dan akuntabilitas1 . Melalui RKS/M diharapkan dana yang tersedia dapat dibelanjakan secara bijaksana. sekolah/madrasah tidak ada pilihan selain berpikir s ebelum bertindak . maka yang dicakup dalam SPM h anyalah hal-hal minimal yang harus dipenuhi. sehingga dapat memenuhi tuntutan publik. Sekolah/madrasah juga harus bekerja sama d engan semua pemangku kepentingan untuk mewujudkan hal-hal tersebut di atas. Oleh sebab itu. Pemenuhan SPM haruslah dijadikan acuan untuk penyusunan program. RKS/M yang akurat juga akan membantu sekolah/madrasah memenuhi tuntutan publik tentang perlunya partisipasi. Sekolah/madrasah harus memp erbaiki proses pembelajaran. B.

transparansi. 37 Tahun 2010 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Biaya Operasio nal Sekolah (BOS) Tahun Anggaran 2011 serta Rencana Strategis Kementerian Pendidikan Nasional 2010 . Permendik nas No. Permendiknas Nomor 15 Tahun 2010 tentang Standar Pelayanan Minimal . 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan oleh Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.Tahun 2010 tentang Pedoman Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan. Permendiknas No. Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidik an. Pasal 53 ayat (1) dinyatakan bahwa setiap satuan pendidikan dikelola atas dasar rencana kerja tahunan yang merupakan penjabaran rinci dari rencana kerja jangka menengah satuan pendidikan yang meliputi masa 4 (empat) tahun. 115 . pada Lampiran Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) N omor 1 UU Sistem Pendidikan Nasional No. efisiensi. Pasal 48 (1): Pengelolaan dana pend idikan berdasarkan pada prinsip keadilan. Lebih jauh. dan akuntabilitas publik.2014. 20/2003.

dan dapat dipertanggung jawabkan. mengindikasikan jumlah dan sumber dana masing-masing program. 3. 2. namun sebagai acuan agar proses penyusunan RKS/M te rsebut menjadi lebih rasional. objektif. Sekolah/madrasah akan mendapat pendampingan dari fasilitator yang sekaligus bisa menjadi narasumber. Rencana Kerja Tahunan (RKT) yang dinyatakan dalam Rencana Kegiatan dan Anggar an Sekolah/Madrasah (RKAS/M) dilaksanakan berdasarkan Rencana Kerja Jangka Menengah . bahan acuan untuk mengidentifikasi dan mengajukan sumberdaya pendidikan yang diperlukan dalam pengembangan sekolah/madrasah. adalah: 1. kewajiban. Tujuan utama penyusunan RKS/M adalah agar sekolah/madrasah mengetahui secara rinci tindakan-tindakan yang harus dilakukan sehingga tujuan. C. serta 3. Karena itu proses penyusunan RKS/M harus melibatkan semua pemangku kepentingan. terpadu. RKS/M juga menjamin bahwa semua program dan kegiatan yang dilakukan untuk mengembangkan sekolah/madrasah sudah memperhitungkan harapan-harapan pemangku kepentingan dan kondisi nyata sekolah/ madrasah. PRINSIP-PRINSIP Prinsip-prinsip Rencana Kerja Sekolah/Madrasah (RKS/M) yang baik. maka Kemdiknas menerbitkan Pedoman ini. 2. 2. pedoman kerja (kerangka acuan) dalam mengembangkan sekolah/madrasah. Untuk membantu sekolah/madrasah menyusun RKS/M. Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) yang menggambarkan tujuan yang akan dica pai dalam kurun waktu empat tahun yang berkaitan dengan mutu lulusan yang ingin dica pai dan perbaikan komponen yang mendukung peningkatan mutu lulusan. dasar untuk memonitor dan mengevaluasi pelaksanaan pengembangan sekolah/ madrasah. .19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan oleh Satuan Pendidikan Dasa r dan Menengah dinyatakan bahwa sekolah/madrasah wajib membuat: 1. mencakup perencanaan keseluruhan program yang akan dilaksanakan oleh sekolah/madrasah. multi-tahun. multi-sumber. Perlu diingat bahwa Pedoman ini bukanlah buku resep masakan yang ha rus diikuti langkah per langkah. karena RKS/M dapat digunakan sebagai: 1. dan sas aran pengembangan sekolah/madrasah dapat dicapai. Pedoman penyusunan RKS/M ini dirancang sebagai bagian dari kegiatan pelatihan Perencanaan dan Penganggaran Sekolah/Madrasah. Penyusunan RKS/M merupakan suatu hal yang sangat penting. namun demi kian Pedoman ini juga dapat digunakan tanpa pendampingan dari fasilitator. mencakup periode empat tahun.

DAK. sumbangan dari masyarakat atau sumber dana lainnya.Misalnya dari BOS. APBD Provinsi/Kabupaten/Kota. berbasis kinerja. 4. komite sekolah/madr asah dan dewan pendidik dengan melibatkan pemangku kepentingan lainnya. 5. adalah semua program/kegiatan memiliki indikator-indikator yang harus dicapai dengan jelas. disusun secara partisipatif oleh kepala sekolah/madrasah. 116 .

Menetapkan kondisi sekolah/madrasah yang diharapkan 3. Menyusun RKT dan RKAS/M PENGESAHAN: 1. Alur proses penyusunan RKS/M tersebut dapat digambarkan sebagai berikut: PENYUSUNAN RKS/M: 1. dan (3) pengesahan. yakni: (1) persiapan.6. ALUR DAN PROSES PENYUSUNAN RKS/M Proses penyusunan RKS/M dilakukan melalui tiga alur proses kegiatan. pelaksanaannya dimonitor dan dievaluasi oleh komite sekolah/madrasah dan pema ngku kepentingan lainnya. mengintegrasikan pendidikan karakter bangsa ke dalam program dan kegiatan sek olah/ madrasah. Menyusun program. responsif terhadap keadaan bencana. kegiatan dan indikator kinerja 4. adalah adanya kesetaraan antara laki-laki dan p erempuan dalam penyusunan program. dan 9. 8. dan sosialisasi RKS/M. D. sensitif terhadap isu jender. (2) penyusunan RKS/M. Menyusun rencana anggaran sekolah/ madrasah 5. Menetapkan kondisi sekolah/madrasah saat ini 2. Penyetujuan oleh rapat dewan pendidik setelah . 7. menunjukan daya tanggap sekolah/ madrasah terhadap kemungkinan terjadinya bencana.

Sosialisasi kepada pemangku kepentingan pendidikan. Pembekalan/ orientasi TPS/M Gambar 1. TPS/M disarankan melakukan pendalaman/orientasi mengenai kebijakan-kebijakan pengembangan pendidikan dan penyusunan RKS/M. 3. pembelajaran aktif-kreatif-efe ktif 117 . perlindungan anak. Persiapan Sebelum penyusunan RKS/M dilakukan. kebijakan peningkatan mutu da n perluasan kesempatan memperoleh pendidikan.memperhatikan pertimbangan komite sekolah/madrasah. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada suplemen tentang Pedoman Pembent ukan TPS/M. 2. prioritas pendidikan tingkat kabupat en/ kota. Dewan Pendidik (kepala sekolah/madrasah dan guru) bersama Komite Sekolah/Madrasah membentuk tim pengembang sekolah/ madrasah (TPS/M) yang tugas utamanya adalah menyusun RKS/M. kebijakan pendanaan pendidikan. PERSIAPAN: 1. Pembentukan TPS/M hendaknya dilakukan melalui proses demokratis dengan mengedepankan musyawarah mufakat. Pembentukan tim pengembang sekolah/madrasah (TPS/M) 2. 1. pendekatan. Setelah terbentuk. strategi dan met ode pembelajaran inovatif seperti pembelajaran aktif. manajemen berbasis sekolah/ madrasah (MBS/M). Alur Proses Penyusunan RKS/M Berikut ini adalah uraian singkat tentang Alur Penyusunan RKS/M. Materi yang perlu didalami antara lain: peraturan dan perundang-undangan mengenai pendidikan (Standar Pelayanan Minimal Bidang Pendidkan dan/atau Standar Nasional Pendidikan ). Pengesahan oleh pihak yang berwenang.

Selain itu juga dibahas penyusunan RKS/M.dan menyenangkan (PAKEM). b. peranserta masyarakat dalam pendidikan. perencanaan pendidikan di sekolah/madrasah. 3) Merumuskan Tantangan (Utama/Prioritas) Sekolah/Madrasah. dan Jadwal Kegiatan. 2) Membandingkan Hasil Evaluasi Diri Sekolah/Madrasah dengan Acuan Standar Sekolah/Madrasah. indikator kegiatan. Proses Penyusunan RKS/M Penyusunan RKS/M terdiri dari 5 (lima) tahap. Tahap V: Merumuskan Rencana Kerja Tahunan Sekolah/Madrasah (RKTS/M) dan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah/Madrasah (RKAS/M). kelompo k kerja guru (KKG). . peran dan fungsi masing-masing pemangku ¬kepentingan dalam proses perencanaan. Komite Sekolah/Madrasah maupun secara mandiri oleh anggota TPS/M. yaitu: Tahap I: Menetapkan Kondisi Sekolah/Madrasah Saat Ini 1) Melakukan Evaluasi Diri Sekolah/Madrasah (EDS/M). Menetapkan Jadwal RKTS/M. Menetapkan Kegiatan Rutin/Reguler. Kegiatan ini dapat dilakukan bersama-sama dalam kelompok kerja kepala sekolah (KKKS). c. Menetapkan Program/Kegiatan Strategis. 2) Merumuskan Kegiatan. musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) serta pertemuan/rapat sekolah/madrasah yang dihadiri baik oleh Dewan Pendidik. 1) Merumuskan Rencana Kerja Tahunan (RKT) a. 2. Tahap II: Menetapkan Kondisi Sekolah/Madrasah yang Diharapkan 1) Merumuskan Visi Sekolah/Madrasah 2) Merumuskan Misi Sekolah/Madrasah 3) Merumuskan Tujuan Sekolah/Madrasah 4) Merumuskan Sasaran dan Indikator Kinerja Tahap III: Menyusun Program dan Kegiatan 1) Merumuskan Program dan Menetapkan Penanggungjawab Program. Tahap IV: Merumuskan Rencana Anggaran Sekolah/Madrasah 1) Membuat Rencana Biaya Program 2) Membuat Rencana Pendanaan Program 3) Menyesuaikan Rencana Biaya dengan Sumber Pendanaan.

yakni: 1) Penyetujuan RKS/M oleh rapat Dewan Pendidik setelah memperhatikan pertimbanga n dari Komite Sekolah/Madrasah. 3. Pengesahan.2) Membuat Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS). 118 . dan Sosialisasi RKS/M Terdiri dari 3 (tiga) langkah.

119 . atau oleh penyelenggara sekolah/madrasah (bagi sekolah/madrasa h swasta).2) Pengesahan berlakunya RKS/M oleh Dinas Pendidikan/Kantor kemenag (untuk sekol ah/ madrasah negeri). 3) Sosialisasi kepada pemangku kepentingan sekolah/madrasah.

120 .

2. ada dari 3 (tiga) hal yang harus dila kukan. Merumuskan Tantangan (Utama/Prioritas) Sekolah/Madrasah.Bagian 2 Bab II Menentukan Kondisi Sekolah/ Madrasah Saat Ini Dalam menentukan kondisi sekolah saat ini. yakni: 1. 3. Membandingkan Hasil Evaluasi Diri (Kondisi Nyata) Sekolah/Madrasah dengan Acu an Standar Sekolah/Madrasah. A. Melakukan evaluasi diri bi sa menggunakan berbagai alat evaluasi diri. sekolah/madrasah perlu melak ukan kegiatan yang disebut evaluasi diri sekolah/madrasah. MELAKUKAN EVALUASI DIRI SEKOLAH/MADRASAH Untuk menetapkan kondisi sekolah/madrasah saat ini. misalnya dengan menggunakan instrumen 121 . Melakukan Evaluasi Diri Sekolah/Madrasah.

Pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan 6. Informasi yang dihasilkan dari evaluasi diri sek olah/ madrasah juga berguna untuk membantu para pemangku kepentingan sekolah/madrasah dalam menyusun RKS/M dan RKT yang didasarkan pada kondisi nyata sekolah/madrasah . Pembinaan kesiswaan/ekstrakurikuler 9. bagian yang mengalami perbaikan atau peningkatan. Tujuan melakukan evaluasi diri adalah untuk melihat gambaran yang jelas tentang situasi sekolah/madrasah saat ini. Pengembangan kompetensi lulusan (bidang akademik dan non akademik) 2. Alat evaluasi dir i hendaknya dirancang dengan mengacu kepada standar pelayanan minimal (SPM) dan atau standar nasional pendidikan (SNP). Hal ini penting dilakukan karena dana BOS merupakan sumber utama bagi sekolah/madrasah untuk memenuhi biaya penyelenggaraa n sekolah/madrasah. Pengembangan pembelajaran 4. Pengembangan kurikulum/KTSP 3. Sesuai dengan Petunjuk Teknis Penggunaan Dana BOS 2011.evaluasi diri (EDS/M) yang dijelaskan dalam Bagian I buku ini. Budaya dan lingkungan sekolah/madrasah . Dengan melakukan evaluasi diri akan menunjukkan kinerja sekolah/madrasah misalny a. Dalam panduan ini. Pengembangan sarana dan prasarana sekolah/madrasah 7. Pengembangan manajemen sekolah/madrasah 8. sehingga memiliki tolok ukur yang jelas dan bisa dija dikan dasar untuk mengembangkan sekolah/madrasah empat tahun mendatang dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. dan kebijakan pemerintah mengharuskan BOS menjadi sarana penti ng untuk meningkatkan akses dan mutu pendidikan dasar yang bermutu. program sekolah terdiri dari: 1. bagian yang tetap. evaluasi diri sekolah/madrasah harus diis i dengan seksama dan seobjektif mungkin. Pengembangan sistem penilaian 5. hasil evaluasi diri sekolah/madrasah yang mencakup 8 standar itu dikelompokkan sesuai dengan nama program sekolah/madrasah yang terdapat pada Permendiknas Nomor 37 Tahun 2010 Tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun Anggaran 2011. dan bagian yang mengalami penurunan. Karena itu.

Apakah peserta didik dapat mengembangkan potensi penuh mereka sebagai anggota masyarakat? 122 .10. Penanaman karakter (budi pekerti). Apakah peserta didik dapat mencapai target akademik yang diharapkan? 2. Program 1: Pengembangan kompetensi lulusan (bidang akademik dan non akademik) Apakah sekolah/madrasah telah menghasilkan lulusan yang kompeten? Program ini dihadirkan untuk memberikan informasi apakah sekolah/madrasah telah memenuhi kewajibannya dalam memberikan layanan pendidikan dasar sehingga menghasilkan lulusan yang kompeten. Dalam pedoman ini akan dipaparkan kesepuluh program sekolah tersebut. Pertanyaan kunci yang perlu dijawab adalah: 1.

Apakah silabus sudah sesuai/relevan dengan standar? 2. sekolah/madrasah akan tahu bagaimana sekolah/madrasah merancang dan melaksanakan sistim penilaian. inspiratif. efek tif dan menyenangkan (PAKEM). menantang dan memotivasi peserta didik? 5. Apakah supervisi dan evaluasi proses pembelajaran dilaksanakan secara berkala dan berkelanjutan? Program 4: Pengembangan Sistim Penilaian Bagaimana sekolah/madrasah merencanakan dan melaksanakan sistim penilaian yang komprehensif? Dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini. kreatif. Untuk mengetahui status penerapan KTSP. sekolah/madrasah akan bisa menyimpulkan sejauh mana capaian sekolah/madrasah dalam upayanya untuk menghasilkan lulusan y ang berkompeten. sekolah/madrasah perlu menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah i ni: 1. sekolah/madrasah akan tahu hal apa saja yang sudah diterapkan. menyenangkan. bagaimana pelaksanaannya. termasuk bagaimana sekolah/madrasah mengkomunikasikan sistim penilaian tersebut kepada pe serta . 1. Apakah pembelajaran dilaksanakan dengan menggunakan metode yang interaktif. termasuk penerapan proses pembelajaran yang aktif. Apakah sekolah/madrasah menyediakan kebutuhan pengembangan pribadi peserta didik? Program 3: Pengembangan Pembelajaran Bagaimana sekolah/madrasah merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran? Dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini. Apakah kurikulum sudah sesuai dan relevan? 2. Dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah i ni. sekolah/madrasah akan tahu bagaimana para guru menyiapkan perencanaan proses pembelajaran. Apakah RPP yang dirancang untuk mencapai pembelajaran sudah efektif dan sesua i dengan kebutuhan peserta didik? 3. kreatif. Apakah sumber belajar dapat diperoleh dengan mudah dan digunakan secara tepat ? 4. Program 2: Pengembangan kurikulum/KTSP Bagaimana kurikulum/KTSP diterapkan di sekolah/madrasah? Program ini dihadirkan untuk memberikan informasi tentang sejauh mana sekolah/ madrasah telah menerapkan KTSP.Dengan menjawab dua pertanyaan tersebut.

Apakah penilaian berdampak pada proses belajar? 3. Apakah orang tua peserta didik terlibat dalam proses belajar anak mereka? Program 5: Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Apakah pendidik dan tenaga kependidikan telah memenuhi keperluan proses belajar 123 .didik dan orang tua? 1. baik dalam bi dang akademik maupun nonakademik? 2. Bagaimana sistem penilaian untuk menilai peserta didik disusun.

mengajar di sekolah/madrasah? Untuk mengetahui apakah sumberdaya manusia sekolah/madrasah sudah memadai. Apakah dukungan dan kesempatan pengembangan profesi diberikan bagi para pendi dik dan tenaga kependidikan? 6. Apakah jumlah pendidik dan tenaga kependidikan sudah memenuhi standar? 2. Apakah kinerja pengelolaan sekolah/madrasah berdasarkan kerja tim dan kemitra an yang kuat dengan visi dan misi yang jelas dan diketahui oleh semua pihak? 2. Apakah kualifikasi pendidik dan tenaga kependidikan sudah memadai? 3. sekolah/madrasah perlu menjawab pertanyaan di bawah ini: 1. maka sekolah/madrasah perlu menjawab pertanyaan di bawah ini: 1. Apakah sarana dan prasarana sekolah/madrasah sudah memadai? 2. Apakah rencana kerja sekolah/madrasah mencantumkan tujuan yang jelas untuk program peningkatan dan perbaikan berkelanjutan yang tersosialisasikan dengan ba ik? 3. Apakah Rencana Pengembangan Sekolah/Madrasah atau Rencana Kerja Sekolah/ Madrasah berdampak terhadap peningkatan hasil belajar? 4. Apakah masyarakat mengambil bagian dalam kehidupan sekolah/madrasah? Program 8: Pembinaan Kesiswaan/Ekstrakurikuler Apakah sekolah/madrasah telah memberikan layanan secara mencukupi kepada peserta didik sebagai penerima jasa (service user)? Program ini dihadirkan untuk memberikan informasi apakah sekolah/madrasah telah . Apakah pengumpulan dan penggunaan data handal dan valid? 5. Apakah kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan sudah memadai? Program 6: Pengembangan Sarana Prasarana Sekolah/Madrasah Apakah sekolah/madrasah mempunyai sarana dan prasarana yang mencukupi untuk mendukung pembelajaran? Apakah fasilitas sekolah/madrasah memenuhi kebutuhan standar pelayanan minimal atau standar nasional pendidikan untuk pembelajaran? Untuk menjawab pertanyaan di atas. Apakah bangunan sekolah/madrasah dalam kondisi terpelihara dan baik? Program 7: Pengembangan Manajemen Sekolah/Madrasah Sejauhmana efektivitas manajemen sekolah/madrasah? Untuk mengetahui hal tersebut. sekolah/madrasah perlu menjawab pertanyaan-pertan yaan di bawah ini: 1.

Bantuan apa yang diberikan kepada peserta didik yang kurang mampu? 4. Bagaimana penanganan anak yang tinggal kelas dan drop-out? 3. Bantuan apa yang diberikan kepada peserta didik yang kurang siap belajar? 124 . Bagaimana pedoman penerimaan peserta didik? 2.memenuhi kewajibannya dalam memberikan layanan kepada peserta didik? Pertanyaan kunci yang perlu dijawab adalah: 1.

Untuk mencapai SNP. Bagaimana nilai-nilai keagamaan dan pluralisme dilaksanakan? 3. atau bahkan sudah mencapai Standar Bertaraf Internasional (SBI). Pembandingan kondisi nyata sekolah/madrasah dengan SPM dan/atau SNP dimaksudkan untuk memudahkan sekolah/madrasah mengetahui apakah sekolah/madrasah masih belum memenuhi standar pelayanan minimal (SPM). dan evaluasi program tersebut? Program 10: Penanaman Karakter (Budi Pekerti) Apakah sekolah/madrasah sudah memfasilitasi peserta didik dalam membangun karakt er. Bagaimana dukungan kepada anak dengan kebutuhan khusus. maka pengelolaan sekolah/madrasah pada dasarnya bertujuan untuk men capai SNP. iklim. maka sekolah/madrasah harus mencapai SPM terlebih dahul u. Bagaimana peran sekolah/madrasah dalam pembinaan karakter dan budaya bangsa peserta didik? 2. sudah memenuhi SNP. Bagaimana keterlibatan pemangku kepentingan sekolah/madrasah dalam perencanaa n. . dalam penyusunan RKS/M. termasuk bakat dan mi nat? 6. Program budaya lingkungan apa saja yang ada di sekolah/madrasah? 2. Oleh karena itu. Penyimpulan dilakukan dengan dua cara: 1. MEMBANDINGKAN HASIL EVALUASI DIRI SEKOLAH/MADRASAH DENGAN ACUAN STANDAR SEKOLAH/MADRASAH Apabila kita mencermati aturan dan perundangan yang terkait dengan pengelolan sa tuan pendidikan2. budaya bangsa dan sifat kewirausahaan para peserta didik dan hasilnya. dan lingkungan pendidikan yang kondusif bagi warga sekolah/madrasah untuk melaksanakan pembelajaran? 1. Bagaimana peran sekolah/madrasah dalam membina kejujuran peserta didik? 4. 1.5. pelaksanaan. maka sekolah/madrasah bisa mengetahui sejauhmana sekolah/madrasah telah mengupayakan pembangunan karakter. sudah memenuhi SPM. Bagaimana peran sekolah/madrasah dalam pembinaan kewirausahaan peserta didik? B. membangun budaya bangsa dan mengembangkan semangat kewirausahaan peserta didiknya? Dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini. data dan informasi yang dikumpulkan mel alui instrumen EDS/M perlu disimpulkan. Membandingkan kondisi nyata/terkini sekolah/madrasah dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan/atau Standar Nasional Pendidikan (SNP). Bagaimana layanan konseling dilaksanakan di sekolah/madrasah? Program 9: Budaya dan Lingkungan Sekolah/Madrasah Bagaimana sekolah/madrasah menciptakan suasana.

17 Tahun 2010. 2 UU No. 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan. 66 Tahun 2010 tentang Revisi PP No. den gan tidak mencantumkan alasan/harapan. Permendiknas No.63 Tahun 2009 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidi kan.2. kesimpulan dinyatakan dalam kali mat pernyataan yang spesifik (mencantumkan data). ditingkatkan atau dipertahankan.19 Tahun 2005 te ntang Standar Pengelolaan Pendidikan. 15 Tahun 2010 tentang Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar 125 . PP No. fokus (menunjukkan indikator). Permendiknas No. 65 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal. PP No. PP No. PP No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Permendikn as No. Dalam hal ini. Dengan melihat data hasil EDS/M yang masih perlu mendapat perhatian untuk dip erbaiki. 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan.

Apabila berkaitan dengan buku/bahan ajar. artinya rumusan tantangan harus menunjukkan: 1. C. Apabila berkaitan dengan nilai mata pelajaran. Berkaitan dengan perumusan tantangan. dibagian mana sekolah/madrasah sudah mencapai SNP dan dibagian mana sekolah/madrasah sudah berada di atas SNP. Secara teknis. Apabila berkaitan dengan guru. yaitu tingkatan di atas SNP. Sehubungan dengan penyusunan RKS/M maka kondisi yang diharapkan bisa menggunakan acuan standar pelayanan mini mal (SPM) dan/atau standar nasional pendidikan (SNP). 2. SPM di tingkat sekolah/ madrasah hanya mencakup 13 indikator. maka perlu dirumuskan mata pelajara n mana . tantangan utama sekolah/madrasah diklarifikasi dengan melakukan pembandingan nilai/skor sekolah/madrasah hasil EDS/M dengan SPM dan/atau SNP. Seperti tercantum pada Permendiknas Nomor 15 Tahun 2010. untuk membantu sekolah/mad rasah menentukan tantangan. dan di kelas mana saja. maka perlu dirumuskan besaran tantangan. dibagian mana sekolah/madrasah sudah berada di atas SPM. maka perlu dirumuskan guru di kelas mana saja. dan seterusnya.Dengan demikian pemangku kepentingan sekolah/madrasah mendapatkan gambaran bagaimana kondisi nyata sekolah/madrasah saat ini bila dibandingkan dengan SPM d an/ atau SNP. Setelah SPM dan SNP tercapai. apakah semua guru mata pelajaran atau satu mata pelajaran saja. Sekolah/madr asah dianjurkan untuk menangani bagian-bagian yang belum mencapai SPM. dalam pedoman ini digunakan indikator lain yang dianggap setingkat dengan SPM. MERUMUSKAN TANTANGAN (UTAMA/PRIORITAS) SEKOLAH/MADRASAH Tantangan sekolah/madrasah merupakan kesenjangan kondisi nyata sekolah/madrasah sebagai hasil EDS/M dengan kondisi yang diharapkan. dan hal-hal yang masih perlu dikembangkan sehingga sekolah/madrasah da pat memberikan layanan yang semakin baik kepada peserta didik. Ha sil pembandingan tersebut akan menunjukkan dibagian mana sekolah/madrasah masih bera da di bawah SPM. Tantangan sekolah/madrasah sebaiknya dirumuskan secara spesifik. sekolah/madrasah bisa memikirkan cap aian yang lebih tinggi. baru kemudian sekolah/madrasah menangani bagian-bagian yang belum mencapai SNP supaya bisa mencapai SNP. Kesimpulan-kesimpulan ini digunakan oleh sekolah/madrasah un tuk menentukan prioritas apa saja yang mendesak untuk segera ditangani. yang perlu diperhatikan adalah bagaimana tantangan tersebut dapat diwujudkan berdasarkan indikator SPM dan/atau SNP yang perlu dicapai. Oleh sebab itu. yaitu indikator-indikator yang membantu sekolah/madrasah u ntuk mengetahui bagian-bagian yang capaiannya/kondisinya masih sangat rendah. 3.

standar acuan sekolah/madrasah. buku teks. untuk kelas mana saja dan seterusnya. 126 . buku referensi. buku pegangan peserta didik atau guru.saja atau semua mata pelajaran. Tabel berikut ini menunjukkan contoh bagaimana menetapkan kondisi sekolah/madras ah saat ini. dan tantangan sekolah/madrasah.

Contoh Dalam Menetapkan Kondisi Sekolah/Madrasah Saat Ini. Standar Acua n Sekolah/Madrasah dan Tantangan Sekolah/Madrasah 127 .Tabel 2.

128 .

Bagian 2 Bab III Menentukan Kondisi Sekolah/ Madrasah yang Diharapkan Dalam menentukan kondisi sekolah yang diharapkan. yakni: 1. ada dari 4 (empat) langkah yan g harus dilakukan oleh sekolah/madrasah. Merumuskan sasaran dan indikator kinerja. MERUMUSKAN VISI SEKOLAH/MADRASAH Visi adalah imajinasi moral yang menggambarkan keadaan sekolah/madrasah yang dii nginkan 129 . A. Merumuskan visi sekolah/madrasah 2. Merumuskan misi sekolah/madrasah 3. Merumuskan tujuan sekolah/madrasah 4.

3. Visi sekolah/madrasah dikembangkan sesuai dengan keinginan atau citacita sekolah/madrasah dengan tetap berkepribadian Indonesia. 2.di masa datang. dll. Dijadikan sebagai cita-cita bersama warga sekolah/madrasah dan segenap pihak yang berkepentingan pada masa yang akan datang. Perkembangan IPTEK. 5. Di samping itu. 4. Artinya visi suatu sekol ah/ madrasah harus mengacu kepada kondisi lingkungan sekolah/madrasah dan daerah. Mampu memberikan inspirasi. Hal ini untuk menghindari terjadinya kekeliru an bahwa sekolah/madrasah bebas menentukan visinya dan tidak terkait dengan kebijakan pihak lain. dan kekuatan pada warga sekolah/madrasa h dan segenap pihak yang berkepentingan. 4. budaya nasional Indonesia. Dalam lampiran Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 dijelaskan bahwa visi: 1. Disosialisasikan kepada warga sekolah/madrasah dan segenap pihak yang berkepe ntingan. Berkepribadian. 6. Dalam perumusan visi sekolah/madrasah perlu memperhatikan rambu-rambu berikut. Memiliki indikator pengembangan prestasi akademik dan non akademik. na mun juga harus bermuatan nasionalisme. yang bersifat baku dan te lah menjadi pegangan hidup bangsa Indonesia. 1. motivasi. Ditinjau dan dirumuskan kembali secara berkala sesuai dengan perkembangan dan tantangan di masyarakat. Diputuskan oleh rapat dewan pendidik yang dipimpin oleh kepala sekolah/madras ah dengan memperhatikan masukan komite sekolah/madrasah. Perkembangan era global. nasionalisme. 2. Mengacu kepada landasan filosofis bangsa. 5. visi sekolah/madrasah juga harus mempertimbangkan kondisi nyata sekolah/madrasah serta potensi yang dimiliki sekolah/madrasah dan harapan masyar akat sekolah/madrasah. Dirumuskan berdasar masukan dari berbagai warga sekolah/madrasah dan pihak-pi hak yang berkepentingan selaras dengan visi institusi di atasnya serta visi pendidik an nasional. UUD. . 3. Artinya jenis dan mutu layanan pendidikan seperti apa yang dih arapkan oleh orang tua dan masyarakat sekolah/madrasah untuk mewujudkan harapan tersebut .

6. dan rancangan tindakan yang dijadika n arahan untuk mewujudkan visi sekolah/madrasah. Sesuai konteks daerah. Belum operasional. Dilandasi oleh keimanan dan ketakwaan. Menggambarkan harapan masa datang. Rumusan misi selalu dalam bentuk kalimat yang menunjukkan tindakan d an 130 . kewajiban. 8. 9. Dengan kata lain. misi adalah bentuk lay anan untuk memenuhi tuntutan sekolah/madrasah yang dituangkan dalam visi dengan berba gai indikatornya. visi yayasan. Contoh rumusan visi sekolah/madrasah: Terwujudnya lulusan yang berkualitas. MERUMUSKAN MISI SEKOLAH/MADRASAH Misi adalah tindakan atau upaya untuk mewujudkan visi. kompetitif dan berakhlaq mulia B. 7. Jadi misi merupakan penja baran visi dalam bentuk rumusan tugas. sekolah/madrasah.

Dalam lampiran Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 dijelaskan bahwa misi sekolah/ madrasah: 1. 7. 8. Dengan demikian. 2. Menggambarkan tingkat kualitas yang perlu dicapai dalam jangka menengah (empa t tahunan). Ditinjau dan dirumuskan kembali secara berkala sesuai dengan perkembangan dan tantangan di masyarakat. Memberikan keluwesan dan ruang gerak pengembangan kegiatan satuan-satuan unit sekolah/madrasah yang terlibat. Merupakan tujuan yang akan dicapai dalam kurun waktu tertentu. Dalam lampiran Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 dijelaskan bahwa tujuan sekolah/ madrasah: 1.bukan kalimat yang menunjukkan keadaan sebagaimana pada rumusan visi. MENENTUKAN TUJUAN SEKOLAH/MADRASAH Langkah berikutnya setelah visi dan misi dirumuskan adalah merumuskan tujuan sek olah/ madrasah selama empat tahun ke depan menuju standar pelayanan minimal (SPM) dan atau standar nasional pendidikan (SNP). misi. Contoh rumusan misi sekolah/madrasah: Penyelenggaraan pendidikan yang memberi kesempatan luas pada peserta didik untuk mengembangkan kemampuan. dan tujuan pendidikan nasional serta relevan dengan . Disosialisasikan kepada warga sekolah/madrasah dan segenap pihak yang berkepe ntingan. 4. 6. 2. bakat dan minat C. Mengacu pada visi. Memuat pernyataan umum dan khusus yang berkaitan dengan program sekolah/ madrasah. 5. Menekankan pada kualitas layanan peserta didik dan mutu lulusan yang diharapk an oleh sekolah/madrasah. 3. Dirumuskan berdasarkan masukan dari segenap pihak yang berkepentingan termasu k komite sekolah/madrasah dan diputuskan oleh rapat dewan pendidik yang dipimpin o leh kepala sekolah/madrasah. Menjadi dasar program pokok sekolah/madrasah. tujuan sekolah/ madrasa h pada dasarnya adalah langkah untuk mewujudkan visi sekolah/madrasah yang telah dicana ngkan. Memberikan arah dalam mewujudkan visi sekolah/madrasah sesuai dengan tujuan Pendidikan nasional. 9.

Mengacu pada standar kompetensi lulusan yang sudah ditetapkan oleh sekolah/ m adrasah dan Pemerintah. Mengakomodasi masukan dari berbagai pihak yang berkepentingan termasuk komite sekolah/madrasah dan diputuskan oleh rapat dewan pendidik yang dipimpin oleh kep ala sekolah/madrasah. 131 . 5. 3. Disosialisasikan kepada warga sekolah/madrasah dan segenap pihak yang berkepe ntingan.kebutuhan masyarakat. 4.

Mencakup bukan hanya harapan penyedia layanan (service provider). 2. 5. serta memperkuat kapasitas sekolah/madrasah dalam kolaborasi yang dibangun atas dasar kepercayaan. . Pertanyaan kunci yang harus dijawab dalam menetapkan tujuan adalah: Seperti apa seharusnya sekolah/madrasah ini empat tahun mendatang? Atau hal-hal apa saja yan g dianggap penting oleh pemangku kepentingan dan yang menjadi perhatian mereka dal am kinerja sekolah/madrasah? Dalam menetapkan tujuan sekolah/madrasah hendaknya: 1. diperbaiki atau dicapai dalam empa t tahun ke depan. maka keterlibatan mereka dalam pelaksanaan pr ogramprogram kerja sekolah/madrasah juga akan meningkat. termasuk memperkuat kapasitas sekolah/madrasah dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan menyampaikan pengetahuan tersebut kepada peserta didik. Jika pemangku kepentingan terlibat dalam proses penyusunan renc ana kerja sekolah/madrasah sejak awal. Berorientasi pada peningkatan/perbaikan sekolah/madrasah (school improvement) . 19/2005). sekolah/madrasah sebaiknya merumuskan secara bersama dengan para pemangku kepentingan. Hal ini penting karena keterlibatan secara akt if dari semua pemangku kepentingan adalah salah satu kunci keberhasilan sebuah sekolah/ madrasah. 3. tetapi juga pengguna layanan (service user). Contoh rumusan tujuan sekolah/madrasah: Meningkatkan prestasi akademik peserta didik D.15/2010). dan / atau standar nasional pendidikan (SNP) (PP No. Dirumuskan berdasarkan hasil evaluasi diri terhadap kondisi nyata sekolah/mad rasah saat ini. MENENTUKAN SASARAN DAN INDIKATOR KINERJA Sasaran adalah tantangan utama yang akan dicapai sekolah/madrasah dalam waktu em pat tahun ke depan. Mengacu kepada standar pelayanan minimal (SPM) (Permendiknas No. bagian mana yang akan ditingkatkan. Penetapan sasaran sekolah/madrasah ini bertujuan untuk dijadikan pedoman dalam penyusunan program dan kegiatan yang akan dilakukan dalam waktu tertentu guna merealisasikan alternatif pemecahan tantangan yang telah dirumuska n. Mengacu pada visi dan misi serta tujuan yang sudah dimiliki oleh sekolah/madr asah. 4.Dalam menentukan tujuan. Keterlibatan pemangku kepentingan dalam penyusunan RKS/M harus diupaya kan dari sejak awal.

yang dapat disingkat SMA RT.Penentuan sasaran yang baik. Achievable (dapat dicapai): realistis. 4. harus memperhatikan 5 hal. 2. Measurable (terukur): secara jelas menggambarkan ukuran sasaran 3. dalam arti memungkinkan untuk dicapai. Time bound (berjangka waktu): tercapai dalam jangka waktu tertentu 132 . yakni: 1. Relevant (relevan): berkaitan dengan kepentingan peserta didik dan pemangku kepentingan sekolah/madrasah 5. Specific: secara jelas mengidentifikasikan apa yang harus dicapai.

Misi.10) 133 .00 berpredikat memuaskan Tabel 3. Sasaran. Indikator harus ditentukan agar kegiatan yang ditetapkan dapat diukur keberhasilannya dalam menc apai sasaran. yang penting dapat diukur dan dirumuskan secara spesifik.Contoh rumusan sasaran: Pada tahun 2014 prestasi UASBN/UN berpredikat memuaskan (7. Apabila indikator kinerja telah dapat dicapai. operasional.00) Indikator kinerja adalah ukuran yang digunakan untuk menilai berhasil atau tidak nya suatu kegiatan yang telah dilakukan untuk mencapai sasaran. Indikator kinerja dapat bersifat kuantitatif atau kualitatif. dan dalam bentuk kalimat pernyataan. sebaliknya apabila indi kator kinerja belum dapat dicapai. maka sasaran tersebut dapat dikatakan berhasil. Contoh Rumusan Visi. maka sasaran dapat dikatakan belum dapat dicapai. Tujuan. dan Indikator Kinerja Kondisi Nyata Sekolah/Madrasah Prestasi UASBN/UN berpredikat cukup (6. Contoh rumusan indikator kinerja: Tahun 2014 rata-rata nilai UASBN/UN sebesar 7.

134 .

Oleh sebab itu. Menentukan Kegiatan. bisa d engan melalui satu atau beberapa program. ada dua langkah yang harus dilakukan. program yang dicanangkan ole h sekolah/madrasah tergantung pada sasaran yang telah ditetapkan oleh sekolah/ mad rasah itu sendiri. Merumuskan Program dan Menetapkan Penanggungjawab Program 2. indikator kegiatan.Bagian 2 Bab IV Menyusun Program dan Kegiatan Dalam menyusun program dan kegiatan. MERUMUSKAN PROGRAM DAN MENETAPKAN PENANGGUNG JAWAB PROGRAM Program adalah upaya untuk mencapai sasaran. Sesuai dengan yang terdapat pada Buku Petunjuk Teknis Penggunaan Da na BOS Tahun Anggaran 2011. yakni : 1. Untuk mencapai satu sasaran. dan Jadwal Kegiatan A. program sekolah terdiri dari: 135 .

Pengembangan sistem penilaian 5. Agar pel aksanaan program lebih terkoordinasikan dengan baik. Pengembangan manajemen sekolah/madrasah 8. MERUMUSKAN KEGIATAN DAN JADWAL KEGIATAN Kegiatan adalah tindakan-tindakan yang akan dilakukan di dalam program. sebagai hasil dari evaluasi diri sekolah/madrasah. Kegiatan dirumuskan sebagai tindakan dalam memenuhi atau menjawab tantangan yang telah ditetapkan. Pengembangan pembelajaran 4. Kegiatan yang bai k adalah yang mengarah pada pencapaian tantangan yang telah dirumuskan. Jadwal adalah alokasi waktu suatu program dan kegiatan tertentu yang akan dilaks anakan. Tujuan penyusunan jadwal kegiatan ini adalah untuk mempermudah pelaksana dalam menentukan urutan kegiatan dan mengatur penggunaan sumberdaya dan dana yang dimi liki sekolah/madrasah sehingga alur kegiatan dan keuangan sekolah/ madrasah dapat dik ontrol lebih efektif. Penanggung jawab program bisa berupa suatu unit kerja. Program bisa dilaksanakan oleh pihak sekolah/madrasah maupun melibatkan pihak la in. misalnya komite sekolah/ madrasah. indicat or kegiatan dan penjadwalannya. misalnya guru kelas 3 atau kepala sekolah/m adrasah. dan dapat diperki rakan biaya atau anggarannya. kegiatan. misalnya komite sekolah/madrasah atau warga masyarakat yang lebih luas. 136 . Tabel berikut adalah contoh program. Budaya dan lingkungan sekolah/madrasah 10.1. Pengembangan kompetensi lulusan 2. maka perlu ditentukan penanggung jaw ab program. Pengembangan sarana dan prasarana sekolah/madrasah 7. Pengembangan kurikulum/KTSP 3. atau bisa juga perorangan. B. Pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan 6. penanggung jawab program. Penanaman karakter (budi pekerti). Pembinaan kesiswaan/ekstrakurikuler 9.

Kegiatan.Tabel 4. Penanggungjawab dan Jadwal Kegiatan Sasaran: Pada 2014 prestasi UASBN/UN berpredikat memuaskan (7. Contoh Program.0) 137 .

138 .

Pada tahap ini ada 3 (tiga) langkah yang harus dilakukan: 1. Menyelaraskan rencana biaya dengan sumber pendanaan sekolah/madrasah. MEMBUAT RENCANA BIAYA SEKOLAH/MADRASAH SSetelah program dan rincian kegiatan dirumuskan. maka sekolah/madrasah harus me mbuat 139 . A. Membuat rencana biaya sekolah/madrasah 2. kegiatan dan jadwal kegiatan dirumuska n. Membuat rencana pendanaan sekolah/madrasah 3. tahap selanjutnya adalah menyusun Rencana Anggaran Jangka Menengah Sekolah/ Madrasah u ntuk melaksanakan program dan kegiatan tersebut.Bagian 2 Bab V Perumusan Rencana Anggaran Sekolah/Madrasah Setelah program. penanggungjawab program.

b. Berikut adalah contoh menghitung biaya sat uan kegiatan pelatihan PAKEM bagi 6 orang guru Bahasa Indonesia Tabel 5. maka kita harus membuat analisis harga satuan per orang se hingga harga satuan tersebut perlu ditentukan/dihitung berdasarkan biaya pelatihan deng an menggunakan jumlah orang sebagai dasar. 2. Mendapatkan dan menghitung biaya satuan3 dari semua kegiatan yang telah ditet apkan. Contoh Daftar Biaya Satuan Keterangan: kegiatan dilakukan di gugus diikuti 6 orang guru. 1. Mendapatkan dan Menghitung Biaya Satuan Sebelum menghitung Rencana Biaya. yaitu mengalikan jumlah satuan dengan harga satuan. dan apakah s ekolah/ madrasah cukup memiliki dana. Biaya Satuan dapat dihitung dengan cara: a. Setelah keduanya dihitung. Dengan daftar ini. 3 Dalam buku MBS daftar ini disebut Analisis Biaya. maka yan g perlu diperhatikan adalah: Satuan apa yang dipakai untuk menentukan biaya satuan ? Apabila jumlah orang. Menghitung biaya program. Kebutuhan dana ini dihitung tahunan untuk empat tahun ke depan. Dalam menghitung biaya atau harga satuan ini. . Hal ini dilakukan untuk mengetahui berapa biaya yang diperlukan untuk melaksanakan program/kegiatan tersebut. dan dari mana dana tersebut diperoleh? Berikut ini adalah cara menyusun rencana biaya: 1. kita menggunakan harga sekarang. Menentukan jenis satuan dan jumlah satuan standar. Menghitung biaya atau harga satuan.rencana biaya program dan kegiatan tersebut. Misalnya untuk kegiatan mengirimkan pendidik mengikuti suatu pelatihan. 2. setiap biaya kegiatan dapat dihitung l angsung dengan mengalikan jumlah satuan program dan kegiatan tersebut dengan biaya satua n dalam Daftar Biaya Satuan . TPS/M perlu memiliki Daftar Biaya Satuan yang diterbitkan oleh Pemerintah Daerah setempat (Peraturan Bupati/Walikota tentang I ndeks Harga Kabupaten/Kota). Menghitung Rencana Biaya Rencana Biaya adalah Rencana Kebutuhan Dana yang diperlukan untuk pelaksanaan program dan kegiatan yang telah dirumuskan serta biaya operasionalnya. Menghitung rencana biaya.

140 .

Apakah sekolah/madrasah memiliki cukup dana untuk membiayai seluruh program/kegiatan tersebut. Tabel 6. Contoh Rencana Biaya Program Strategis 141 . Hal ini dilakukan untuk mengetahui berapa biaya yang diperlukan untuk melaksanak an program tersebut.tambahkan untuk mendapatkan total rencana biaya yang dibutuhkan selama empat tahun mendatang. dan dari mana sumber dana tersebut diperoleh? Tabel berikut merupakan contoh menghitung rencana biaya Program/Kegiatan.

). Tabel berikut adalah contoh rencana pendapatan sekolah/madrasah 142 . Dana Alokasi Khusus (DAK). Banyak sekolah/madrasah yang mendirikan asosiasi alumni sebagai salah satu upaya penggalangan dana. Dengan cara ini. Semuanya tergantung pada prakarsa sekolah/madrasah dan komite sekolah/ madrasah. APBD Provinsi/Kabupaten/Kota. tentu saja aliran dana ke sekolah/ madrasah akan lebih besar kemungkinannya daripada sekolah/madrasah yang tidak mempunyai asosiasi alu mni. belum dapat dipastikan. yang berbeda-beda untuk setiap daerah. Sumbangan masyarakat. Donatur (perusahaan/industri. bagi sekolah/madrasah yang terpilih. dsb. 5. Tidak ada aturan mengenai berapa dan bagaimana mendapatkan alokasi dana dari don atur. belum dapat dipastikan. MEMBUAT RENCANA PENDANAAN SEKOLAH/MADRASAH Rencana pendanaan adalah rencana sumber pendapatan sekolah/madrasah yang sesuai dengan kebutuhan dan urutan tingkat kepastian perolehan dana. Bantuan Operasional Sekolah/Madrasah (BOS). 3. Berikut adalah con toh tingkat kepastian perolehan dana sekolah/madrasah: 1. yang sudah dianggarkan dan diteta pkan. 2.Keterangan : Untuk tahun kedua dan seterusnya harga satuan ditambahkan dengan ni lai inflasi 10%. alumni. B. 4.

dan Pendanaan.Tabel 7. Kegiatan. MENYESUAIKAN RENCANA BIAYA DENGAN SUMBER PENDANAAN 2014 Sebelum menyesuaikan rencana biaya dan sumber pendanaan. 143 . karena biasanya masing-masing pemberi dana mempunyai aturan mainnya sendiri. Dengan selesainya langkah ini. Rencana Biaya . Atur an tertuju pada pengeluaran-pengeluaran yang tidak boleh dan boleh dibiayai dengan dana BOS. yaitu: Sasaran. Contoh Rencana Pendapatan Sekolah/Madrasah Tahun 2010 C. Aturan penggunaan tertulis yang sudah tersedia adalah program BOS. Program. Langkah berikutnya adalah menyesuaikan Rencana Biaya dengan Sumber Pendanaan. Aturan dari sumberdana lain diatur dan dipertanggungjawabkan sesuai dengan aturan pemberi dana. maka RKS/M telah selesai karena sekolah/madrasah sudah mempunyai rencana yang lengkap. maka Tim Pengembang Sekolah/madrasah perlu mempelajari terlebih dahulu aturan penggunaan sumber pendanaan.

Tabel 8. Contoh Rencana Biaya dan Sumber Pendanaan Tahun 2010 144 2014 .

Tahap V ini terdiri dari 2 (dua) langkah. Menetapkan Rencana Kerja Tahunan. Dengan kata lain.Bagian 2 Bab VI Perumusan RKT dan RKAS/M Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 19 Tahun 2007 tentang St andar Pengelolaan Pendidikan oleh Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Menyusun Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah/Madrasah (Format BOS K-1A dan BOS K-1) 145 . sekolah/madras ah harus membuat Rencana Kerja Sekolah/Madrasah yang terdiri dari Rencana Kerja Jangka Me nengah (RKJM) dan Rencana Kerja Tahunan (RKT). dan 2. yakni: 1. Penyusunan RKT haru s dilakukan oleh sekolah/madrasah di setiap tahun. sekolah/madrasah tidak dapat disebut memiliki RKS/M jika hanya memiliki RKJM dan belum menyusun RKT karena RKT merupa kan bagian (tidak terpisahkan) dan bentuk pelaksanaan dari RKJM.

indikator keberhasilan program. RKJM disusun empat tahun sekali karena itu program ini memiliki periode pelaksanaan 4 tahun. Sedangkan Rencana Kerja Tahunan (RKT) disusun setiap tahun oleh sekolah/madrasah berdasarkan RKJM. Contoh Program dan Indikator Program/Kegiatan Strategis Tahun 2010/2011 Indikator Program 6 orang guru bahasa Indonesia telah dilatih PAKEM Dst Rasio buku berbanding murid untuk mata pelajaran Matematika 1 : 1 dst Penanggung- . sedangkan dokumen RKT memuat bukan hanya program/kegiatan strategis tetapi juga kegiatan rutin sekolah/madrasah. dokumen RKJM memuat perencanaan strategis yang akan dicapai dalam jangka empat tahun oleh sekolah/ madrasah. Menetapkan Program/Kegiatan Strategis. yaitu : 1. kegiatan dan penanggungja wab program/kegiatan harus merujuk pada program yang ada dalam RKJM. Berikut adalah langkah-langkah dalam menyusun program/kegiatan strategis: a. Seperti contoh tabel di bawah ini: Tabel 9. Untuk menetapkan indikator keberhasilan program harus disesuaikan dengan sasaran yang akan dicapai dalam satu tahun. Menetapkan Kegiatan Kegiatan Rutin/Reguler. Jadi. Menetapkan sasaran yang akan dicapai dalam satu tahun berdasarkan sasaran yan g telah ditetapkan dalam RKS/M (RKJM). 1.50 b. dengan masa implementasi setahun. 3. Menetapkan program.00) .A. Misalnya. 2. sasaran dalam RKS/M (RKJM) Pada 2014 prestasi UASBN berpredikat memuaskan (7. ada tiga hal yang harus dilakukan. Menetapkan Jadwal Rencana Kerja Tahunan. Sasaran dalam program/ kegiatan tahunan bisa Pada 2011 rata-rata nilai UASBN/UN 6. Menetapkan Program/Kegiatan Strategis Seperti telah dijelaskan di atas bahwa RKS/M adalah dokumen satuan pendidikan ya ng memuat Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) dan Rencana Kerja Tahunan. MENETAPKAN RENCANA KERJA TAHUNAN (RKT) Dalam menetapkan Rencana Kerja Tahunan.

Pada 2011 rasio buku: murid untuk mapel Matematika sebesar 1:1 dst . Pada 2011 rata-rata nilai UASBN/ UN 6. Dst 1.5 2. Pengadaan buku mapel matematika dst Program Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pengembangan Sarana Prasarana Sekolah/Madrasah dst Sasaran 1.jawab Kepala sekolah/ madrasah Dst Guru Kelas III dan Komite Sekolah/ Madrasah dst Kegiatan 1. Pelatihan PAKEM bagi 6 guru Bahasa Indonesia II.

146 .

2. Dalam hal ini termasuk kegiatan untuk mempertahan kan kelulusan 100 persen atau prestasi tertentu yang telah diperoleh sekolah/madrasa h selama beberapa tahun terakhir (setidaknya tiga tahun terakhir). Tabel 10. dan sebagainya. Menetapkan Kegiatan Rutin/Reguler Kegiatan rutin adalah kegiatan yang secara regular selalu dilakukan sekolah/madr asah berdasarkan kebutuhan tahunan. kegiatan untuk memenuh i kebutuhan daya dan jasa. Contoh Kegiatan Rutin/Reguler 147 .

3. Menetapkan Jadwal Rencana Kerja Tahunan Sekolah/Madrasah Sekolah/madrasah perlu menyusun jadwal RKT untuk mengetahui beban kegiatan sekol ah/ madrasah. 148 . yakni dimulai bulan ke-7 (Juli). jadwal disusun berdasarkan kalender ak ademik yang berlaku. serta kegiatan monitoring pelaksanaan program/keg iatan dalam jangka waktu satu tahun. sumberdaya yang ada. Dalam RKT.

DAK. Format RKAS/M adalah format yang dipergunakan dalam Pandua n BOS 2011.Tabel 11. Pendanaan yang dicantumkan di RKAS/M hanya mencakup pengeluaran dalam bentuk uang yang akan diterima dan dikel ola oleh sekolah/madrasah. yaitu format BOS K-1 dan BOS K-1A. Menghitung Biaya Rutin/Reguler.37/2010 disebut Non-program Sekolah). Contoh Jadwal Rencana Kerja Tahun 2010/2011 B. Menghitung Rencana Biaya dan Sumber Pendanaan Program dan Kegiatan Rutin/ Reg uler. MENYUSUN RENCANA KEGIATAN DAN ANGGARAN SEKOLAH/MADRASAH Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah/Madrasah (RKAS/M) adalah rencana biaya dan pendanaan program/kegiatan secara rinci untuk satu tahun anggaran baik bersifat strategis maupun rutin/reguler. Format BOS K-1 ini adalah format mu ltisumber. tidak hanya mencakup BOS Pusat tetapi juga sumber dana lain seperti BOS Provinsi . Menyusun Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah/Madrasah (BOS K-1A dan BOS K-1 ). khususnya untuk satu tahun anggaran yang akan datang. 3. RKAS/M merupakan dokumen anggaran sekolah/madrasah resmi yang disetujui oleh kepala sekolah/ madrasah ser ta disahkan oleh Dinas Pendidikan untuk sekolah negeri dan penyelenggara pendidikan (yayasan) untuk sekolah/madrasah swasta. RKAS/M dibuat untuk satu tahun pelajaran yang terdiri atas pendapatan dan belanj a (pengeluaran). 2.37/2010 disebut Program Sekolah) dan ada yang bersifat rutin/regular (yang da lam Permendiknas No. RKAS/M mencakup semua biaya pendanaan dan anggaran tahunan. Penyusunan RKAS/M terdiri dari 3 (tiga) langkah: 1. BOS Kabupaten/Kota. Program dan kegiatan juga ada yang bersifat strategis (yang di dalam Permendikna s No. Berikut adalah penjelasan masing-masing langkah: 149 . dan lain-lain.

Gaji pendidik dan tenaga kependidikan serta segala tunjangan yang melekat pad a gaji. Menghitung Biaya Rutin/Reguler Biaya Rutin/Reguler adalah bagian dari dana pendidikan yang diperlukan untuk mem biayai kegiatan rutin satuan pendidikan agar dapat berlangsung kegiatan pendidikan yang sesuai dengan standar nasional secara teratur dan berkelanjutan.37/2010 dise but Biaya Non-program. dan di dalam Permendiknas No. pemeliharaan sarana dan prasarana. uang lembur. Berikut ini adalah contoh tabel perhitungan biaya rutin: Tabel 12. konsumsi. Biaya rutin/reguler meliputi: a. transportasi. pajak. Contoh Biaya Rutin/Reguler 150 . c. Untuk menghitung biaya rutin/reguler perlu ditentukan terlebi h dahulu biaya satuan. air. jasa telekomunikasi. Biaya ini dikeluarkan bukan untuk suatu program/kegiatan tertentu.1. asuransi dll. b. Bahan atau peralatan habis pakai. Biaya rutin pendidikan tidak langsung berupa daya.

Setelah mengetahui berapa kebutuhan sekolah/madrasah untuk membiayai program dan kegiatan rutin/reguler. 151 . Menghitung Rencana Biaya dan Sumber Pendanaan Program dan Kegiatan Rutin/ Reguler Setelah program dan kegiatan rutin/reguler dirumuskan. 2.Keterangan: Biaya rutin/regular di masing-masing sekolah/madrasah bisa jadi berbeda sesuai d engan kebijakan sekolah/madrasah dan kabupaten/kota. dan dari mana sumbernya serta kecukupannya untuk melaksanakan progra m dan kegiatan rutin/reguler. langkah selanjutnya adala h menghitung biaya pelaksanaan program dan kegiatan rutin/reguler tersebut sehingg a dapat diketahui dengan pasti berapa besar biaya program dan kegiatan rutin/regul er yang diperlukan. maka langkah berikutnya adal ah membuat Rencana Pendanaan.

Rencana Pendanaan dibuat untuk memperkirakan sumber dan jumlah dana yang diperkirakan didapatkan oleh sekolah/madrasah. antara lain: BOS. Tabel 13. donatur. Contoh Rencana Biaya dan Sumber Pendanaan Program dan Kegiatan Rutin/ Reguler Tahun 2010/2011 152 . Sumbangan Masyarakat melalui Komite Sekolah/madrasah atau Paguyuban Kelas. Di bawah ini adalah contoh tabel Rencana Biaya dan Sumber Pendanaan Program dan Kegiatan Rutin/Reguler Sekolah/Madrasah. Beberapa sumber dana yang dapat diharapkan oleh sekolah/madrasah. dan sebagainya. APBD Kabupaten/Kota.

Menghitung jumlah surplus atau defisit. Menghitung biaya Program Reguler/Rutin per Jenis Belanja (lihat butir 2. Menentukan apakah penghitungan dilakukan untuk setiap program atau kegiatan. Mengalokasikan biaya/rencana penggunaan uang tersebut kepada sumber-sumber dana sesuai dengan aturan peruntukan dana dari masing-masing sumber dana. 153 .a Tabel 12). Menghitung biaya per jenis belanja dari setiap program atau kegiatan.x 3. c. Menyusun Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah/Madrasah (RKAS/M) Langkah-langkah pembuatan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah/Madrasah: a. b. Menentukan jenis belanja yang diperlukan untuk merealisasikan program atau kegiatan tersebut. Jenis belanja harus dipilih dari Daftar Jenis Belanja yang su dah diatur di dalam Permendagri No 57 Tahun 2007. Berikut adalah contoh format BOS K-1A. Menghitung biaya per Kategori Program Sekolah/madrasah yang dirinci per Jenis Belanja. Menghitung biaya per program atau kegiatan. Tabel 14.

Tabel 15. Contoh Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah/Madrasah (Format BOS K-1) SEKOLAH / MADRASAH : Kecamatan : Kabupaten/Kota : Provinsi : 154 .

Berikut adalah contoh tabel hasil konversi RKAS/M dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007. Tabel 16. Dibuat Oleh. merupakan suatu keharusan untuk mengkonversi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah/ Madarsah (RKAS/M) dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. Ketua Komite Sekolah/Madrasah Kepala Sekolah/Madrasah TPS/M __________________ _________________ _______________ Catatan: Mengkonversi RKAS/M dengan Permendagri No. Menyetujui. Contoh Hasil Konversi RKAS/M dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 155 . 59 Tahun 2007 Bagi sekolah/madrasah yang akan mengusulkan dana melalui APBD.Mengetahui.

156 .

dengan cara menempelkan di pa pan pengumuman sekolah dan melalui pertemuan dengan orang tua peserta didik. 157 . khususnya kepada orang tua peserta didik. PENGESAHAN Rencana kerja sekolah/madrasah (RKS/M) dan rencana kerja tahunan sekolah/madrasa h (RKAS/M) harus disetujui melalui rapat dewan pendidik setelah memperhatikan pertimbangan dari komite sekolah/madrasah.Bagian 2 Bab VII Pengesahan dan Sosialisasi RKS/M dan RKAS/M A. selanjutnya disosialisasikan kepada pihakpihak terkait. Selanjutnya RKS/M dan RKAS/M disahkan berlakunya oleh dinas pendidikan/ kankemen ag kabupaten/kota (untuk sekolah/madrasah negeri). B. sedangkan sekolah/ madrasah swas ta disahkan berlakunya oleh penyelenggara sekolah/madrasah. SOSIALISASI RKS/M dan RKAS/M yang telah disahkan.

158 .

dalam Bab I-pengantar tentang siklus manajemen keuangan sekolah/madrasah serta prinsip pengelolaan keuangan yang baik. diuraikan berbagai jenis pajak yang terkait dengan pengelolaan keuangan dan transaksi di tingkat sekolah/madrasah. format buku serta alurnya. termasuk jenis buku dan transaksi. pada Bab III. Bab V menyajikan ketentuan-ketentuan pencatatan barang milik sekolah/madrasah. Kemudian. Setelah itu. pengelolaan barang milik sekolah/ madrasah. Untuk mencapai tujuan yang dimaksud. Bab VII menutup Bagian ini dengan membahas berbagai hal yang bertalian dengan masalah audit.Bagian 3 Manajemen Keuangan Bagian ini membahas seluk-beluk manajemen keuangan sekolah/ madrasah dengan tujuan membantu pihak pengelola sekolah/madrasah agar memperoleh pemahaman dan keterampilan yang berkaitan dengan pengelolaan siklus penganggaran melalui penyiapan anggaran. pertama terlebih dahulu disajikan-. penatausahaan. perpajakan. pada Bab II. pengendalian dan pengawasan keuangan di tingkat sekolah/madrasah. diberikan gambaran umum tentang penatausahaan keuangan sekolah/madrasah. Bab IV memperkenalkan masalah pembukuan sekolah/madrasah. serta mengkomunikasikannya kepada pemangku kepentingan (stakeholders) terkait. . khususnya dalam penerimaan dan pengeluaran serta pelaporannya. dan Bab VI menguraikan hal-ihwal pelaporan keuangan sekolah/madrasah. pelaporan keuangan yang baik.

Bagian 3 160 .

LATAR BELAKANG Manajemen keuangan sekolah/madrasah merupakan lanjutan dari materi perencanaan dan penganggaran sekolah/madrasah. Dalam pengertian umum manajemen keuangan.Bagian 3 Bagian 3 Bab I Pengantar Manajemen Keuangan Sekolah/Madrasah A. Sebagaimana diamanatkan dalam Undang Undang Dasar 1945 khususnya Pasal 31 ayat 2 bahwa Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan suatu sistem pengajaran 161 . perencanaan dan penganggaran merupakan bagian dari manajemen keuangan secara keseluruhan. Masingmasing tahapan mempengaruhi tahapan selanjutnya dan semuanya membentuk satu siklus yang tidak terputus. pemisahan yang dilakukan untuk setiap tingkat bukanlah untuk membed akan pengelolaan keuangan di tingkat sekolah/madrasah. melainkan sekedar memperlihatk an fokus pada kegiatan-kegiatan yang seharusnya dilakukan di masing-masing tahapan.

. Rincian dari masing-masing kegiatan tersebut adalah sebagai berikut: a. Sejak diluncurkannya Program BOS pada tahun 2005.nasional. maka dengan adanya program BOS pengelolaan/manajemen keuangan sekolah/madrasah keseluruhannya berada di tangan sekolah/madrasah (kepala sekola h/ madrasah) dengan melibatkan wakil dari orangtua murid (komite sekolah/madrasah) dalam hal pengawasan penggunaan dana. c. b. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan peserta mengenai manajemen keua ngan di tingkat sekolah/madrasah dengan cara memahami prinsip-prinsip manajemen keuan gan yang baik. PENGERTIAN MANAJEMEN KEUANGAN SEKOLAH/MADRASAH 1. pemerintah pusat dan daerah berkewaji ban menyelenggarakan suatu sistem pendidikan yang menyeluruh. tugas kepala sekolah/madrasah tidak hanya mencakup pelayanan pendidikan kepada masyarakat tapi juga termasuk pengelo laan keuangannya. Masyarakat juga berhak dan wajib berperan dalam mengawasi penggunaan dana pendidikan ini sehingga tanggung jawab pengelolaan ber ubah menjadi ke dua arah . Pengelolaan keuangan merupakan kegiatan penggunaan dana organisasi untuk memaksimalkan dana yang ada dengan berbagai cara. B. baik kepada dinas pendidikan maupun kepada masyarakat. Definisi Beragam referensi yang ada memberikan definisi beragam untuk manajemen keuangan. pencarian dan penyimpanan dana yang dimiliki oleh organisasi. Secara umum manajemen keuangan merupakan pengendalian atas fungsi-fungsi keuangan di mana kemudian fungsi-fungsi ini diterjemahkan dalam kegiatan perenca naan. yang diatur dengan Undang-undang. Kewajiban pengelolaan keuangan pada tingkat sekolah/madrasa h kemudian menjadi tanggung jawab kepala sekolah/madrasah sebagai wakil dari pemer intah daerah di tingkat sekolah/madrasah. pemeriksaan. pengelolaan. Perencanaan keuangan meliputi kegiatan merencanakan pemasukan dan pengeluaran serta kegiatan-kegiatan lainnya untuk periode tertentu. Penganggaran keuangan merupakan tindak lanjut dari perencanaan keuangan denga n membuat rincian pengeluaran dan pemasukan yang akan dilakukan/diperoleh. penganggaran. Jika sebelumnya tanggung jawab pengelolaan keuangan ini lebih cende rung satu arah karena dana penyelenggaraan sekolah/madrasah tidak langsung dipegang ole h sekolah/madrasah. pengendalian. termasuk dalam pengelo laan keuangan pendidikan.

manajemen keuangan di tingkat sekolah/madrasah tidak berbeda deng an pengertian yang berlaku secara umum. Pada dasarnya. g. f. Depdiknas (2000) mendefinisikan manajemen 162 . e. Penyimpanan keuangan merupakan kegiatan pengumpulan dana perusahaan serta penyimpanan dana tersebut dengan aman. Pengendalian keuangan merupakan pelaksanaan evaluasi serta perbaikan atas keuangan dan sistem keuangan pada perusahaan. Pemeriksaan keuangan merupakan pelaksanaan audit internal atas keuangan organisasi agar tidak terjadi penyimpangan.d. Pencarian keuangan merupakan kegiatan mencari dan mengeksploitasi sumber dana yang ada untuk keperluan operasional kegiatan organisasi.

Tujuan Manajemen keuangan merupakan hal penting dalam pengelolaan sekolah/madrasah secara keseluruhan. Dengan kata lain manajemen keuangan sekolah/madrasah merupakan rangkaian aktivitas yang mengatur keuangan sekolah/madrasah mulai dari perencanaan. mendorong pemanfaatan dana sekolah/madrasah secara lebih ekonomis. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah 7. pembukuan. pelaporan dan pengawasan keuangan sekolah/madrasah. mendorong kompetensi penanggungjawab keuangan sekolah/madrasah. pembelanjaan. d. pembukuan. LANDASAN HUKUM Pengelolaan maupun manajemen keuangan daerah diselenggarakan berdasarkan peratur an perundangan yang berlaku. Tujuan manajemen keuangan di tingkat sekolah/madrasah adalah: a. sejalan dengan tugas dan tanggung jawab sekolah/madrasah dal am mengelola secara langsung dana penyelenggaraan pendidikan melalui program BOS. c. meminimalkan penyalahgunaan anggaran sekolah/madrasah. sedangkan bagian ini akan membahas tentang penatausahaan. pertanggungjawaban dan pelaporan. 2. yaitu: 1.keuangan sebagai tindakan pengurusan/ketatausahaan keuangan yang meliputi pencatatan. C. Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah (direvisi melalui Permendagri 59/2007) 8. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara 4. memupuk kreativitas pencarian sumber pendanaan sekolah/madrasah. e. . pengawasan dan pertanggungjawaban keuangan sekolah/madrasah. mengelola penggunaan dana sekolah/madrasah secara transparan dan akuntabel. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik 6. perencanaan. meningkatkan efektivitas dan efisiensi penggunaan dana sekolah/madrasah. Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan 9. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional 3. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara 2. dan f. pelaksanaan. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggar aan Pendidikan. b. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggun g Jawab Keuangan Negara 5. Kegiatan perencanaan telah dibahas khusus dalam bagian perencanaan dan pengangga ran sekolah/madrasah.

Undang-Undang 17 Tahun 2003 meletakkan dasar hukum bagi pengelolaan keuangan bai k untuk tingkat pusat maupun daerah. Pasal 10 ayat (1) butir b secara khusus menya takan bahwa Kekuasaan pengelolaan keuangan daerah dilaksanakan oleh kepala satuan kerja 163 .

D. Value for money merupakan sebuah konsep generik yang pad a intinya mengedepankan 3 (tiga) hal: a. Sedangkan Undang-Undang Nomor 2 0 Tahun 2003 meletakkan prinsip pengelolaan dana pendidikan yang berdasarkan prins ip keadilan. transparan. Seringkali efisiensi digambarkan sebagai perbandingan yang terbaik antara masukan (input) dan keluaran (out put) atau antara daya dan hasil. atau perbandin gan tingkat pencapaian hasil program dengan target yang ditetapkan di awal. Daya yang dimaksud meliputi tenaga. waktu dan biaya. b. transparansi dan akuntabilitas publik (Pasal 48).terkait dengan kuantitas dari suatu kegiatan. efisiensi. Manajeme n keuangan dikatakan memenuhi prinsip efektivitas kalau kegiatan yang dilakukan dapat mengatur keuangan untuk membiayai aktivitas dalam rangka mencapai tujuan lembaga yang bersangkutan dan kualitatif outcomes-nya sesuai dengan rencana yang . Ekonomis-. dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan. tenaga dan biaya yang sekecilkec ilnya dapat mencapai hasil yang ditetapkan.merupakan perbandingan antara outcome dengan output. Prinsip-prinsip tersebut sejalan dengan prinsip manajemen keuangan secar a umum yaitu: 1. taat pada peraturan perundang-undangan. efektif. efisien. PRINSIP MANAJEMEN KEUANGAN YANG BAIK Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 48 menyatakan bahwa pengelolaan dana pendidikan berdasarkan pada prinsip keadilan. Efektif-. efisiensi.merupakan konsep yang digunakan untuk memperoleh input/masukan pada tingkat kualitas dan kuantitas tertentu pada tingkat harga yang terendah. Kegiatan dapat dikatakan efisien kalau dengan penggunaan waktu. pikiran. ekonomis. Perbandingan dapat dilihat dari dua sisi: Dari segi penggunaan input (masukan) tenaga. Peraturan perundangan lain di atas baik secara eksplisit maupun implisit mengedepankan pentingnya mana jemen keuangan yang baik di tingkat sekolah/madrasah. tenaga dan biaya tertentu memberikan hasil sebanyakbanyaknya baik kuantitas maupun kualitasnya. dan akunt abilitas publik. dalam hal ini kepala sekolah/madrasah. Efisien-. Value for Money Prinsip value for money menyemangati UU 17 tahun 2003 Pasal 3 Ayat 1: Keuangan negara dikelola secara tertib. pikiran. Kegiatan dapat dikatakan efisien kalau penggunaan waktu. Dilihat dari segi hasil (output).perangkat daerah selaku pejabat pengguna anggaran/barang daerah . Undang-undang in i secara jelas meletakkan tanggung jawab pengelolaan keuangan di tingkat pejabat p engguna anggaran. dan biaya. c. waktu. transparansi.

Akuntabilitas Akuntabilitas merupakan kewajiban untuk mempertanggungjawabkan hasil kerja sesua i dengan mandat yang diterima kepada orang lain (masyarakat. maupun pemerintah. Pertanggungjawaban dapat dilakukan kepada ora ng tua siswa. masyarakat. akuntabilitas berarti pertanggungjawaban dana sekolah/madrasah sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan. Untuk lingkup manajemen keuangan sekolah/madrasah. atasan. 2.telah ditetapkan. 164 . ataupun pihak pihak lain yang telah ditetapkan).

adanya mekanisme keterbukaan dan standarisasi pelayanan publik 3. Partisipasi a. keterbukaan sumber keuangan dan jumlahnya. TRANSPARANSI. orang tua. akuntabilitas dan partisipasi merupakan bagian dari pilar good gove rnance dan berkaitan erat dengan tata kelola pendidikan (good education governance). adanya forum konsultasi dan temu publik baik pada tahapan perencanaan maupun pelaksanaan rencana. adanya peraturan yang menjamin akses terhadap informasi (tepat waktu. c. Dalam lingkup manajemen keuangan sekolah/ madrasah. Transparansi Transparansi adalah adanya keterbukaan informasi. Integritas Pengelolaan keuangan dipercayakan kepada sumber daya yang memiliki kemampuan sesuai dengan bidang kerjanya (integritas) dan kejujuran yang tinggi sehingga pe luang terjadinya korupsi dapat diminimalkan. dan pedoman proses partisipasi yang telah disusu n. Dengan adanya transparansi maka akan tercipta kepercayaan timbalb alik antara sekolah/madrasah. Keadilan Keadilan dalam manajemen keuangan adalah adanya kesempatan yang sama untuk mendapatkan pelayanan publik yang berkualitas. 2. masyarakat dan pemerintah.3. transparansi berarti keterbukaan akan kebijakan-kebijakan keuangan. AKUNTABILITAS DAN PARTISIPASI DI SEKOLAH/MADRASAH Transparansi. UU 14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik mengatur tentang akses terhadap informasi yang dikuasai oleh ba dan publik (termasuk sekolah/madrasah). mudah dijangkau dan bebas diperoleh) b. keterbukaan penggunaan serta pertanggungjawabannya sehingga memudahkan pihak yang berkepentingan untuk mengetahuinya. adanya peraturan. Manajemen keuangan diselenggarakan untuk mendukung pencapaian pemerataan kesempatan tersebut. E. Prinsip ini menjadi penting pada organisasi yang menyediakan pelayanan publik karena fokus pelayanan adalah agar masyarakat memperoleh kesempatan yang sama dalam mengakses pelayanan pendidikan. pelibatan stakeholder (para pemangku kepentingan) dalam penyusunan rencana maupun pengawasan. 5. kebijakan. 4. Transparansi a. Be ntuk dari setiap pilar tersebut dalam bidang pendidikan antara lain berupa: 1. Akuntabilitas . b.

adanya mekanisme reward dan punishment. pengukuran dan penilaian kinerja. c. b. d. maka fungsi manajemen/ 165 . Berdasarkan bentuk nyata setiap pilar dalam tata-kelola pendidikan. adanya indikator kinerja. adanya mekanisme pertanggungjawaban/pelaporan.a. adanya mekanisme penyampaian keluhan dan tanggapan (complaint and response).

pengelolaan sekolah/madrasah yang bersinggungan adalah dalam: 1. tata kelola dan fungsi monitoring dan evaluasi. pembukuan. serta pengawasan dan a udit. Seperti telah dijelaskan sebelumnya. masalah perencanaan dan penganggaran dijela skan dalam bagian terpisah. 3. tata kelola dan fungsi kepemimpinan dan manajemen SDM Contoh nyata yang berkaitan erat dengan ketiga pilar (transparansi. pencatatan barang. dan 5. Bagian ini hanya akan mengulas topik-topik: penatausahaan keuangan. pajak. akuntabilita s dan partisipasi) adalah: 1. 166 . tata kelola dan fungsi pelaporan dan pertanggungjawaban. tata-kelola dan fungsi implementasi program dan kegiatan di sekolah/madrasah. 2. Rencana dan realisasi penggunaan dana yang ditempel di papan pengumuman sekol ah/ madrasah 2. pelaporan. 4. tata-kelola dan fungsi perencanaan dan penganggaran di sekolah/madrasah. Pengumuman penerimaan dana sekolah/madrasah yang ditujukan kepada masyarakat melalui papan pengumuman.

Pem isahan tanggung jawab merupakan hal penting dalam penatausahaan sekolah/madrasah. pengeluaran maupun pelaporan dana maka akan semakin kecil kemungkina n 167 . Tugas penatausahaan keuangan sekolah/madrasah berada di tangan kepala sekolah/ madrasah sebagai penanggungjawab utama. serta pelaporan penggunaan dana di tingkat sekolah/madrasah. pengeluaran. Masing masing fungsi menggunakan serangkaian format yang mengacu pada format yang telah digunakan dalam Buku Panduan BOS untuk memudahkan pengintegrasian laporan. dan ini merupakan prinsip yang berlaku umum.Bagian 3 Bab II Penatausahaan Keuangan Sekolah/Madrasah A. Semakin banyak staf yang terlibat dalam penerimaan. Dalam pelaksanaannya. LATAR BELAKANG Penatausahaan keuangan sekolah/madrasah memfokuskan diri pada tata cara penerima an. kepala sekolah/ madrasah dibantu oleh bendahara sekolah/madrasah serta juru buku (jika ada).

Secara umum. dikaitkan dengan peran dan tanggung jawab di setiap tahapan kegiatan. berdasarkan sumbernya penerimaan sekolah/ madrasah dapat dikelompokkan sebagai berikut: a. DAK). f. pengeluaran dan pelaporan merupakan inti dari penatausahaan keuangan sekolah/madrasah. Meskipun sampai saat ini sebagian besar sekolah/madrasah (khususnya yang berstat us sekolah/madrasah negeri) masih sangat tergantung pada dana pemerintah (BOS) namu n dengan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan yang berkualitas. c. partisi pasi dari sumber-sumber lain akan lebih tergali. d. Tata-cara penatausahaan keuangan di tingkat sekolah/madrasah. Yayasan penyelenggara pendidikan bagi lembaga pendidikan swasta. format BOS digunakan sebagai acuan guna memudahkan pengintegrasian laporan. . Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota (BOSDA). dan g. e. sampai pelaporan. pentingnya penatausahaan keuangan di tingkat sekolah/madrasah. Tata cara penerimaan. 2. dan 3. pengeluaran/penggunaan dan pelaporan dana menjad i topik bahasan dalam bab ini. Orang tua siswa. B. Usaha mandiri sekolah/madrasah. Penerimaan Pasal 46 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 menyatakan bahwa pendanaan pendidikan menjadi tanggung jawab bersama antara Pemerintah Pusat. pengeluaran. Dalam bab-bab berikutnya. Alur dalam prosedur penerimaan.terjadinya penyalahgunaan. pemerintah daerah. Dunia usaha dan industry. Pemerintah (BOS Pusat. Bab ini bertujuan untuk menjelaskan hal-ihwal penting tentang tiga hal berikut: 1. 1. pentingnya pembagian peran dan tanggung jawab pengelolaan keuangan di tingkat sekolah/madarasah. PENGERTIAN PENATAUSAHAAN KEUANGAN SEKOLAH/MADRASAH Penatausahaan keuangan secara umum adalah pengaturan fungsi dan alur pelaksanaan aktivitas keuangan sekolah/madrasah berkaitan dengan penerimaan. dan masyarakat. Sumber lain seperti hibah yang tidak bertentangan dengan peraturan perundanga n yang berlaku. b.

2. Perlu diperhatikan bahwa setiap sumb er dana umumnya menetapkan syarat bagi penggunaan dana tersebut (kecuali tidak dinyatakan demikian). BOS sebagai penyumbang terbesar penerimaan sekolah/madrasa h 168 . Pengeluaran Pada prinsipnya pengeluaran/belanja sekolah/madrasah mencakup semua bentuk alira n dana keluar sekolah/madrasah yang digunakan untuk penyediaan layanan pendidikan baik secara langsung maupun tidak langsung.

3. memverifikasi jumlah dana BOS yang diterima dengan data siswa. . Untuk saat ini banyak sekolah/ madrasah yang belum menempatkan Juru Buku dalam struktur pengelolaan keuangannya . Sangat penting untuk memisahkan fun gsi penerimaan. c. Pelaporan Pelaporan dalam lingkup penatausahaan keuangan merupakan bentuk pertanggungjawab an secara vertikal maupun horizontal atas penggunaan dana-dana yang dikuasakan kepada sekolah/madrasah (kepala sekolah/madrasah) dalam kurun waktu tertentu. pengeluaran dan pencatatan. mengelola dana yang diterima secara bertanggungjawab dan transparan. (2) Bendahara sebagai penanggungjawab aktivitas keuangan di tingkat sekolah/madrasah. Peran dan tanggung jawab dari pelaksana penatausahaan keuangan di tingkat sekola h/ madrasah secara rinci adalah sebagai berikut (sebagian berdasarkan Buku Panduan BOS). b. C. 1. melaporkan perubahan data jumlah siswa setiap triwulan kepada Dinas Pendidika n Kabupaten/Kota. TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB PENATAUSAHAAN KEUANGAN SEKOLAH/ MADRASAH Idealnya terdapat 3 posisi yang berperan penting dalam penatausahaan keuangan se kolah/ madrasah: (1) Kepala sekolah/madrasah sebagai penanggungjawab utama dalam pelaks anaan penatausahaan keuangan sekolah/madrasah. Ta ta cara pelaporan maupun bentuk laporan seringkali beragam untuk sumber dana yang berbeda. laporan yang digunakan dalam BOS menjadi acuan bagi sumber dana lain yang dimiliki sekolah/madrasah. dan (3) Juru Buku sebagai penang gungjawab pencatatan aktivitas keuangan di tingkat sekolah/madrasah. Kepala Sekolah bertanggungjawab dalam: a.menetapkan aturan yang ketat dalam penggunaannya seperti tercantum dalam Buku Panduan (Petunjuk Teknis) BOS. mengumumkan daftar komponen yang boleh dan tidak boleh dibiayai oleh dana BOS di papan pengumuman sekolah/madrasah (Format BOS-02). Ketentuan ini dituangkan dalam bentuk tata cara atau pros edur pengeluaran/penggunaan dana. namun dengan semakin berkembangnya tuntutan untuk mengelola keuangan sekolah/ madrasah secara bertanggungjawab maka posisi ini sebaiknya diadakan guna pemisah an fungsi untuk pengendalian dan akuntabilitas. Hibah dari lembaga-lembaga donor maupun dunia usa ha dan industri juga seringkali menetapkan ketentuan penggunaan dana yang harus dit aati oleh sekolah/madrasah. Dalam bagian ini. d.

e. mengumumkan volume dana yang diterima dan dikelola sekolah/madrasah dan rencana penggunaan (RAPBS) di papan pengumuman yang ditandatangani oleh kepala sekolah/madrasah. f. membuat laporan triwulanan penggunaan dana BOS dan barang/jasa yang dibeli oleh sekolah yang ditandatangani oleh kepala sekolah. (Gunakan format BOS K-1 dan K-1A sebagai acuan). 169 . bendahara dan ketua komite sekolah/madrasah. bendahara dan ketua komite sekolah (Format BOS-03).

melakukan pengecekan rekonsiliasi antara berbagai format pembukuan dan penutupan buku/format tersebut pada waktunya. b. melakukan pengecekan pembukuan (BOS K-3. d. Buku Pembantu Kas. Pelaksanaan penatausahaan keuangan beserta peran dan tanggung jawab para pelakun ya . Buku Pembantu Bank.dan 23) dan PPN. dan Buku Pembantu. Juru Buku bertanggungjawab dalam: a. melakukan pengecekan rekonsiliasi (antara BOS K-3 dengan K-4. bertanggungjawab terhadap penyimpangan penggunaan dana di sekolah/madrasah. memeriksa dan menyetujui pembukuan untuk format-format pembukuan: Buku Kas Umum. b. memeriksa pemungutan dan penyetoran pajak. Bendahara. dan Buku Pembantu. 2. dan menyusun SPJ. c. memberi kode pada bukti transaksi. memungut dan menyetor PPh (pasal 21. f. h. membantu kepala sekolah/madrasah dalam menyusun RAPBS (untuk yang menerima dana BOS: BOS K-1 dan BOS K-1A).g. menghitung. menyetujui bukti-bukti transaksi dan kodenya. dan lapo ran eksternal penerimaan dan pengeluaran dana (Format BOS-03). dan e. k. bertanggungjawab dalam: a. i. e. menyusun laporan internal penerimaan dan pengeluaran dana (BOS K-2). dan l. dan K-6) s ecara periodik. memeriksa dan menyetujui laporan internal penerimaan dan pengeluaran dana (BO S K-2). 3. Buku Pembantu Bank. menyiapkan daftar penggunaan uang sehari-hari untuk mendapatkan persetujuan dari kepala sekolah/madrasah. menyiapkan bukti transaksi. sebelum diperiksa kepala sekolah/ madrasah. K-5. g. dan laporan eksternal penerimaan dan pengeluaran dana (Format BOS-03). dan K-6 serta Laporan BOS K-2 d an BOS-03). menyampaikan penggunaan dana BOS kepada Tim Manajemen BOS Kabupaten/ Kota. K-4. c. d. j. membukukan format-format pembukuan: Buku Kas Umum. Buku Pembantu Kas. menyetujui tiap pengeluaran yang akan dilakukan. menyimpan bukti transaksi di tempat yang aman dan mudah dicari.

yang menerima dan 170 . Adanya pemisahan tugas di antara pihak pemberi otorisasi. Penatausahaan keuangan yang diterapkan haruslah sesuai dengan peraturan dan perundangan yang berlaku. Azas yang dimaksud termasuk yang befrikut. 2.seperti yang diuraikan di atas pada dasarnya mengacu pada azas umum penatausahaa n keuangan. 1.

b. Kepala sekolah/madrasah yang menandatangani dan/atau mengesahkan dokumen bukt i pada poin 4 di atas bertanggungjawab terhadap kebenaran material dan akibat yang mungkin timbul dari penggunaan surat bukti yang dimaksud. PROSEDUR PENERIMAAN. Dokumen bukti yang menjadi dasar penerimaan dan/atau pengeluaran dalam pelaks anaan APBS harus ditandatangani oleh bendahara sekolah/madrasah dan disahkan oleh kepa la sekolah/madrasah. Melakukan pembukuan dengan mencatat pengambilan dana dalam format BOS K-3 atau K-4. d. Kepala sekolah/madrasah wajib melakukan pemeriksaan terhadap penatausahaan keuangan sekolah/madrasah secara berkala (minimal setiap tiga bulan). 4.mengeluarkan uang. Jika dana sudah masuk ke rekening maka dana yang masuk itu dicatat pada BOS K-3 dan K-5. dan yang mencatat transaksi. D. Prosedur Penerimaan Dana a. Menyimpan bukti penerimaan dana sebagai dokumen sesuai nomor dan tanggal di tempat yang aman dan mudah ditemukan. Menyusun rincian kebutuhan untuk setiap periode (3 bulanan). Mengirimkan/memutakhirkan daftar jumlah siswa untuk periode tahun pelajaran (untuk dana BOS). dan 5. c. e. 171 . 3. Memeriksa apakah dana sudah berada di rekening sekolah/madrasah (bank). menggunakan form at BOS-02 sebagai acuan. PENGELUARAN DAN PELAPORAN PENGGUNAAN DANA 1. Rincian kebutuhan disusun berdasarkan jenis dan kebutuhan dengan mengacu pada RAPBS (perubahan dari RAPBS dimungkinkan selama tidak melebihi penerimaan).

study tour (karya wisata) dan sejenisnya. dipinjamkan kepada pihak lain. . Jumlah Dana BOS : Rp A) Dana BOS boleh digunakan untuk (sesuaikan dengan panduan BOS) : 1.. dst. yaitu biaya pendaftaran. 4.Contoh format Pengumuman Rencana Penggunaan Dana (BOS-02): Pengumuman Rencana Penggunaan Dana . konsumsi panitia. 3. s.. Pembiayaan seluruh kegiatan dalam rangka penerimaan siswa baru. . dst... penggandaan formulir. . misalnya studi banding. membiayai kegiatan yang tidak menjadi prioritas sekolah/madrasah dan memerluk an biaya besar... dan uang lembur dalam rangka penerimaan siswa baru.) . dan pendaftaran ulang. Pembelian/penggandaan buku teks pelajaran. pembuatan spanduk sekolah gratis. 2. C) Rencana Penggunaan Dana BOS di Sekolah Komponen No. administrasi pendaftaran. 2. ..) ( . B) Dana BOS tidak boleh digunakan untuk (sesuaikan dengan panduan BOS): 1. disimpan dalam jangka waktu lama dengan maksud dibungakan. 3. dan lain sebagainya yang relevan)... Periode Jumlah Siswa: .. serta kegiatan lain yang berkaitan lang sung dengan kegiatan tersebut (misalnya untuk photocopy.) ( ....d. Jumlah Dana (Rp) Total Ketua Komite Sekolah Kepala Sekolah Bendahara ( 172 .

K-4 . harga. d. Permintaan yang tidak sesuai Format BOS-02 memerlukan persetujuan kepala sekolah/madrasah. jumlah. dan Buku Pembantu Pajak (BOS K-6) beserta dokumen pendukungnya sebagai bukti. bukti transaksi. d. Laporan yang perlu dibuat untuk diumumkan kepada masyarakat adalah Laporan Penggunaan Dana BOS (Format BOS-03). barang/jasa yang diperoleh sesuai dengan yang dipesan dan terdapat bukti yang cukup untuk mendukung transak si tersebut. K-5 dan K-6 (Bab IV). Semua bukti terkait disimpan sebagai dokumen sesuai nomor dan tanggal pelaksa naan kegiatan di tempat yang aman dan mudah ditemukan. BOS K-5 dan BOS K-6. Buku Pembantu Kas (BOS K-4). dan a lokasi/ ketersediaan dana. f. Prosedur Pelaporan a. Buku Pembantu Bank (BOS K-5). mengintegrasikan pengajuan kebutuhan permintaan akan jenis barang/jasa yang diperlukan oleh guru/lainnya. Tahap verifikasi merupakan tugas dari bendahara dengan melihat kesesua ian antara surat pemesanan dengan kartu penerimaan barang untuk beberapa hal berikut : jenis. kwitansi asli ataupun bukti transfer disimpan se melakukan pencocokan antara bukti penerimaan barang g. BOS K-3. penerimaan barang/jasa mencatat dalam Kartu Penerimaan Barang (Bab V) dan menyerahkan bukti penerimaan ke bendahara. semester dan tahunan b. . Prosedur Pengeluaran/Penggunaan Dana telah diatur sebagai berikut: a. pembayaran per kas atau bank bagai bukti. Laporan yang perlu dibuat untuk diserahkan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/ Kota adalah format BOS K-2. verifikasi oleh bendahara dengan surat pemesana. c. pembelian barang/jasa untuk setiap kali belanja tidak melebihi Rp 10 juta. BOS K-4.2. Laporan pertanggungjawaban keuangan disampaikan setiap triwulan. b. c. Laporan disusun dengan mengacu pada Buku Kas Umum (BOS K-3). melakukan pembukuan yaitu dengan mencatat pada buku yang sesuai. e. 3. Hal ini penting dilakukan untuk memastikan bahwa barang yang dipesan sudah sesuai dengan kebutuhan. penghitungan PPN dan PPh. dan h. Penggunaan dana untuk pembelian barang/jasa memerlukan tahap verifikasi yang per lu mendapatkan perhatian khusus. kualitas. mencocokkan pengajuan permintaan dengan rencana penggunaan dana. BOS K-3.

Format BOS K-1 adalah format untuk menyusun rencana keuangan yang dituangkan 173 . JENIS DOKUMEN DAN BUKTI TRANSAKSI DALAM PENATAUSAHAAN KEUANGAN SEKOLAH/MADRASAH Dengan menggunakan format BOS sebagai acuan untuk juga digunakan pada sumber dan a sekolah/madrasah lainnya. beberapa dokumen yang penting terkait dengan penatausa haan keuangan sekolah/madrasah selain dari yang telah dijelaskan di atas adalah: 1.E.

00 s/d Rp 1. komite sekolah/madrasah.00 b. sehingga harus memuat rencana penerimaan dan rencana penggunaan uang dari semua sumber dana yang diterima sekolah/madrasah.yaitu bukti yang digunakan sebagai dokumen dalam transaks i pengeluaran di sekolah/madrasah. tanda terima sumbangan. yang dibuat tahunan dan tiga bulanan yaitu Fomat B OSK1A.000. Bukti Penerimaan-.yaitu bukti yang digunakan sebagai dokumen dalam transaksi penyetoran uang ke bank.00 untuk nilai > Rp 1. 2. 2. Format ini dibuat untuk setiap sumber dana yang diterima sekolah. dan khusus untuk sekolah/madrasah swasta juga ditandatangani oleh ketua yayasan. dan para pemeriksa lainnya apabila diperlukan. Bukti Pengeluaran-.00 c. dengan meterai Rp 3.00 3.000. Format BOS-K1 perlu dilengkapi dengan renc ana penggunaan dana secara rinci.000. Format BOS K-2 adalah format laporan keuangan terintegrasi dan singkat/padat (condensed) dan merupakan satu-satunya laporan yang disampaikan kepada tim manajemen BOS Kabupaten/Kota.000.000.000. Sumber informasi untuk penyusunan Format BOS K-2 adalah pembukuan pada Format BOS K-3 (yang tidak multi sumber dana) dan dari semua sumber dana yang di kelola oleh sekolah pada periode yang sama.dalam RAPBS. Format ini adalah format multi sumber dana.000. tanpa meterai untuk nilai < Rp 250. Bukti transaksi yang penting bagi penatausahaan keuangan dapat digolongkan dalam 3 (tiga) kelompok seperti yang dipaprkan berikut. Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota.000. Dokumen ini disimpan di sekolah/madrasah dan diperlihatkan kepada pengawas. Format ini harus ditandatangani oleh kepala sekolah/ madrasah. Contoh: kartu penerimaan barang. 174 . Format ini adalah format multi sumber dana. Contoh: kwitansi pembayaran ataupun bukti trans fer bank dengan ketentuan sebagai berikut: a. dengan materai Rp 6.yaitu bukti yang digunakan sebagai dokumen dalam transaksi penerimaan di sekolah/madrasah. Bukti Penyetoran-. sehing ga harus memuat laporan penerimaan dan penggunaan uang dari semua sumber dana di sekolah.00 untuk nilai Rp 250. 1.

Banyaknya regulasi perpajakan yang dikelua rkan oleh pemerintah.Bagian 3 Bab III Perpajakan A. dalam pelaksanaan kegiatan kiranya perlu memahami aturan perpajakan yang berlaku umum dan penerapannya. 175 . Sekolah/madrasah sebagai institusi pengguna dana baik dari APBN. menyetorkan dan melaporkan pajak P Ph 21. LATAR BELAKANG Pajak merupakan sumber utama pendapatan negara guna membiayai penyediaan pelayan an publik termasuk pelayanan pendidikan. APBD maupun sumbangan masyarakat. dan PPN termasuk regulasi perpajakan terkini yang terkait de ngan kewajiban perpajakan tersebut. mengharuskan kita sering memutakhirkan pengetahuan agar tidak t imbul permasalahan di belakang hari. Pada bab ini kita akan menelaah ihwal kewajiban perpajakan atas penggunaan dana yang ada di sekola h/ madrasah yaitu mulai dari kewajiban memungut. PPh 22. PPh 23.

dan 3. jasa dan kegiatan. 3) Apabila penghasilan guru/pegawai non-PNS tersebut dalam setahun dari Rp 250 juta sampai dengan Rp 500 juta maka berlaku tarif 25%. upah. yaitu pajak atas penghasilan berupa gaji. tata cara pemungutan. tentang pentingnya menunaikan kewajiban perpajakan dengan benar sesuai ketent uan yang berlaku.00 .800. Penjelasan tentang masing-masing pajak yang ada di tingkat sekolah/madrasah akan dibahas berikut ini. Pajak Penghasilan Pasal 21 a. hono rarium.000.000.00 Penghasilan Kena Pajak (C= A-B) Rp 3.000. PAJAK DI TINGKAT SEKOLAH/MADRADAH 1.000. 21 atas gaji yang diberikan bulanan kepada guru/pegawai non-PNS: Gaji pokok sebulan Rp 2. maka berlaku ketentuan tarif sebagai berikut: 1) Apabila penghasilan guru/pegawai non-PNS tersebut dalam setahun sampai dengan Rp 50 juta maka berlaku tarif 5%. 21 ini di tingkat sekolah/madrasah pada penggunaan dana BOS adalah ketika sekolah/madrasah memberikan honorarium bulanan kepada guru/ pegawai non-PNS. Tarif dan Perhitungan Pajak Penghasilan Pasal 21.000.000.00 Dikurangi: Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP)/Kawin dengan 2 anak (B) Rp 19. honorer dan lain-lain.00 Gaji pokok setahun (A) Rp 22. Implementasi PPh Ps. sanksi-sanksi terkait dengan kelalaian pelaksanaan kewajiban pajak.Oleh karena itu. fokus pembahasan pada Bab 3 ini adalah: 1. penyetoran dan pelaporan pajak dengan benar.00 PPh Ps. B. 21 terutang setahun 5% x C Rp 150. 2) Apabila penghasilan guru/pegawai non-PNS tersebut dalam setahun dari Rp 50 juta sampai dengan Rp 250 juta maka berlaku tarif 15%. Pajak dikenakan kepada karyawa n/ pegawai tidak tetap/tenaga ahli.800. Berikut contoh penghitungan PPh Ps. 4) Apabila penghasilan guru/pegawai non-PNS tersebut dalam setahun lebih dari Rp 500 juta maka berlaku tarif 30%. 2.000. tunjangan dan pembayaran lain dengan nama dan dalam bentuk apapun sehubungan dengan pekerjaan atau jabatan.

21 sebulan (C : 12 bulan) Rp 12.00/tahun 176 .000.00/tahun Tambahan status kawin Rp 1.000.840. maksimal 3 orang @ Rp 1.PPh s.000.00 Besarnya Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) adalah: Status sendiri Rp 15.320.00/tahun Tambahan tanggungan keluarga.500.320.

PPh 21 juga dikenakan terhadap penghasilan: 1) Pegawai honorer dengan ketentuan sebagai berikut: a) Honor bulanan < Rp 1. . PNS.00 maka bendaharawan sekolah/madrasah negeri maupun sekolah/madrasah bukan negeri tidak perlu memotong PPh Ps. Anggota TNI. Di samping pemberian honor rutin bulanan ada juga pemberian honor kepada guru PNS/Guru Non-PNS/Pegawai Non-PNS (bukan honor bulanan) dalam rangka melakukan kegiatan. d) PTKP yang berlaku sama dengan PTKP pegawi tetap.320.000.000.00 per bulan takwim maka penghitungan PPh 21 harus disetahunkan dan berlaku norma perhitungan PPh 21 dengan tarif. dan pensiunannya atas penghasilan yang menjadi beban APBN atau APBD) b.Apabila penghasilan guru/pegawai non-PNS tersebut dalam setahun tidak mencapai Rp 15.000. dan dilaksanakan paling lambat 10 hari setelah bulan yang bersangkutan. b) Golongan III dengan tarif 5% (lima persen) dari penghasilan bruto. c) Golongan IV dengan tarif 15% (lima belas persen) dari penghasilan bruto. 2) Bagi guru/pegawai PNS diatur sebagai berikut : a) Golongan I dan II dengan tarif 0 % (nol persen). 3) Pelaporan dilaksanakan paling lambat 10 hari setelah bulan yang bersangkutan.000. Pos Indonesia dengan media Surat Setoran Pajak (SSP) . maka semua bendaharawan baik pada sekolah/madrasah negeri maupun sekolah/madrasah bukan negeri wajib memungut: 1) Bagi guru/pegawai non-PNS sebagai peserta kegiatan. 21 atas penghasilan yang diterima guru/pegawai nonPNS tersebut. c. 21: 1) Bendahara sekolah wajib menyetorkan PPh 21 yang dipungutnya ke kas negara melalui Bank Pemerintah/PT.320. Anggota Polri. Yang dimaksudkan bulan takwim adalah masa atau waktu yang diperbolehkan untuk membayar/melapor pajak tanpa dikenakan denda/sanksi.00 atau dalam sebulan tidak mencapai Rp 1. Tata cara penyetoran dan pelaporan PPh Ps.03/2010 tentang Tata Cara pemotongan Pajak Penghasilan pasal 21 bagi Pejabat Negara.00 dalam 1 bulan takwim tidak dikenakan PPh 21 b) Honor bulanan > Rp 1. 2) Bendahara sekolah wajib melaporkan PPh 21 yang telah disetorkan tersebut ke K antor Pelayanan Pajak (KPP) setempat dengan menggunakan formulir Surat Pemberitahuan Masa (SPT) PPh 21 dengan dilampiri Surat Setoran Pajak (SSP) lembar 3.320.840. (sesuai Peraturan Menteri Keuangan nomor 262/PMK. c) Penghasilan kena pajak dihitung dari penghasilan bruto dikurangi PTPK. harus dipotong PPh Pasal 21 dengan menerapkan tarif Pasal 17 UU PPh sebesar 5 % dari jumlah bruto honor.

000.2) Tenaga lepas dalam rangka pemeliharaan sekolah/madrasah. 177 .320. dengan ketentuan sebagai berikut: a) Upah harian < Rp 150.000.00 dan dalam 1 bulan takwim < Rp 1.00 tidak dikenakan PPh 21.

.00 .320.00 namun dalam 1 bulan takwim > Rp 1. penyetoran. Apabila rekanan/toko tidak memiliki NPWP maka dikenakan tarif 100% lebih tinggi yaitu menjadi 3%. 4) Kelalaian yang menyebabkan keterlambatan penyetoran maupun pelaporan akan dikenakan sanksi (akan dibahas kemudian).000. 3) Bendahara sekolah wajib melaporkan penyetoran tersebut sekalipun nihil dengan melakukan pengisian Surat Pemberitahuan (SPT) Masa disertai dengan lampiran Sura t Setoran Pajak (SSP) sebagai bukti penyetoran ke Kantor Pelayanan Pajak setempat.00 dikenakan PPh 21 dengan tarif 5% atas jumlah bruto setelah dikurangi PTKP . dan pelaporan Paja k Penghasilan Pasal 21 yang diatur melalui Keputusan Dirjen Pajak No./ 2000 tgl. selambat-lambatnya 10 hari setelah bulan yang bersangkutan. konsultan. Pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 154/PMK.00 dan dalam 1 bulan takwim > Rp 1. 5% x (bruto PTKP). notaris.000.000.320. 22 dengan tarif 1. 29 Desember 2000.000.000. KEP-545/PJ. maka: 1) Bendahara sekolah wajib menghitung. 3) Tenaga ahli seperti dokter.5% dari nilai pembelian barang tidak termasuk PPN. arsitek. d) Upah harian (atau rata-rata) > Rp 150. 5% x (bruto 150. Tata Cara Penyetoran dan Pelaporan PPh Pasal 21 dengan norma perhitungan di atas adalah mengikuti Petunjuk pelaksanaan pemotongan.00 maka pada saat total upah melebihi Rp 1.000. antara lain adalah sebagai berikut.00 dan dalam 1 bulan takwim < Rp 1.00 dikenakan PPh 21 sebesar 5% dari upah harian rata-rata di atas Rp 150. dan menyetorkan PPh Pasal 21 yang terutang untuk setiap bulan takwim.000. selambat-lambatnya 10 hari setelah bulan yang bersangkutan. pengacara. atau bank-bank lain yang ditunjuk oleh Dirjen Anggaran. Sesuai KEP tersebut Pasal 21.320.000.00 maka pada saat total melebihi Rp 1. 22.320. 22 Kewajiban perpajakan yang terkait dengan penggunaan dana untuk pembelian barang seperti ATK/bahan/penggandaan dan lain-lain maka bendahara sekolah negeri wajib memungut PPh Ps. 2.00). memotong. c) Upah harian > Rp 150.03/2010 Pasal 3 yang dikecualikan dari pemungutan PPh Ps.000.320.000.b) Upah harian < Rp 150. akuntan. Pajak Penghasilan Ps. penilai/ aktuaria penghitunga PPh 21 adalah 50% x Penghasilan Bruto x 15% Pegawai tidak tetap tidak mendapat Pengurangan Biaya Jabatan.00 dikenakan PPh 21 dengan tariff 5% atas jumlah bruto setelah dikurangi PTKP. 2) Penyetoran pajak dilakukan dengan menggunakan Surat Setoran Pajak (SSP) ke Ka ntor Pos atau Bank Badan Usaha Milik Negara atau Bank Badan Usaha Milik Daerah.

i. (2) Pembayaran untuk pembelian BBM. Gas.00 (dua juta rupiah) dan tidak merupakan pembayaran yang terpecah-pecah. iii. Butir b (14) buku-buku pelajaran umum. Listrik.000. dan 178 . Butir e. pelumas.000. kitab suci dan buku-buku pelajaran aga ma. PDAM da n Benda-benda Pos. ii. Butir e. (1) pembayaran yang jumlah paling banyak Rp 2.

ii. 21 dikenakan tarif 2% dari jumlah bruto. 22 adalah sebagai berikut: i. Yang menjadi objek PPh Ps. Perubahan peraturan ini mulai berlaku tanggal 31 Agustus 2010. ii. 22 pada setiap pelaksanaan pembayaran barang kepada rekanan. Apabila rekanan tidak mempunyai NPWP maka dikenakan tarif 100% lebih tinggi. 36/2008 dikenakan tarif 15% dari jumlah bruto. Pelaporan dilaksanakan selambat-lambatnya 14 hari setelah bulan takwim berakh ir. jasa konsultan dan jasa lain selain yang telah dipot ong PPh Ps. 3. Berikut jenis jasa yang dipotong PPh Ps. Pembayaran untuk pembelian barang sehubungan dengan penggunaan dana BOS. Jasa aktuaris c. bonus dan sejenisnya selain yang telah dipotong PPh Ps. jasa konstruksi. bunga. 22 yang dipungut wajib disetor pada hari yang sama ke Bank/ Kantor P os dengan menggunakan SSP.03/2008: a. SSP diisi oleh dan atas nama rekanan dan ditandatangani oleh bendaharawan. hadiah. Pajak Penghasilan Ps. iii. Bendahara sekolah negeri wajib memungut PPh Ps. 23 adalah: i. v. jasa teknik. pembukuan dan atestasi LK d. iv. Bendahara sekolah wajib melaporkan PPh 22 yang telah disetorkan tersebut ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) setempat dengan menggunakan formulir Surat Pemberitahuan Masa (SPT) PPh 22. 23 PPh Ps. 21 ayat (1) huruf e UU No. Jasa penilai b. 23 dengan tarif sebesar 2% dari jumlah bruto sesuai PMK-244/PMK. Jasa penunjang di bidang penambangan migas . royalti. Penerimaan sewa dan penghasilan lain penggunaan harta. jika jatuh pada hari libur maka dilaporkan pada hari kerja berikutnya. PPh Ps. Jasa perancang/design e. Tata cara pemungutan dan penyetoran PPh Ps. Butir h. Penerimaan deviden. penghargaan. Jasa akuntansi.iv. Jasa pengeboran di bidang pertambangan migas f. jasa manajemen. 23 terkait dengan pajak pemotongan/pemungutan atas pembayaran jasa oleh Bendaharawan.

Jasa pengolahan limbah k. Jasa penunjang di bidang penerbangan dan bandar udara i. Jasa penyedia tenaga kerja/outsourcing sevice l. Jasa penebangan hutan j. Jasa perantara dan atau keagenan m.g. Jasa penambangan dan penunjang di bidang non migas h. Jasa di bidang perdagangan surat berharga 179 .

23 dengan cara mengisi SPT Masa PPh Ps. alat transportasi/kendaraan dan/atau bangunan. bila jatuh tempo hari libur maka penyetoran dilakukan pada hari kerja berikutnya. termasuk perawatan. peralatan. selain yang dilaku kan oleh WP yang ruang lingkupnya di bidang konstruksi dan mempuyai izin dan atau sertifikasi sebagai pengusaha konstruksi t. Jasa pengisian suara dan atau sulih suara p. Jasa pembasmian hama z. Jasa maklon u. selain yang dilakukan oleh WP yan g ruang lingkupnya di bidang konstruksi dan mempuyai izin dan atau sertifikasi seb agai pengusaha konstruksi s. peralatan. air . listrik. 23 rangkap 2 dengan dilampiri SSP lembar ke-3. telepon. Jasa perawatan/perbaikan/pemeliharaan mesin. Jumlahkan PPh Ps. Jasa pengepakan x. media luar ruangan at au media lainnya untuk penyampaian informasi y. TV kabel. Tata cara penyetoran dan pelaporan PPh Ps. daftar bukti pemotongan PPh Ps. T V kabel. Jasa mixing film q. AC. Jasa penyediaan tempat dan atau waktu dalam media masa. Berikut contoh penghitungan PPh Ps. Jasa kebersihan atau cleaning service aa. telepon. Jasa katering atau tata boga. 23 dalam bukti pemotongan selama 1 bulan takwim disetor dengan Surat Setoran Pajak (SSP) ke Bank Persepsi/Kantor Pos paling lambat tangg al 10 bulan berikutnya. Jasa instalasi/pemasangan mesin. pemeliharaan dan perbaikan r. b.n. alat transportasi/kendaraan dan /atau bangunan. 23 dan bukti potong lembar ke-2 diserahkan ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) setempat paling lambat tanggal 20 bulan berikutnya. Bendahara sekolah membuat laporan PPh Ps. gas. gas. AC. air. Jasa sehubungan software komputer. Jasa penyelidikan dan keamanan v. listrik. bila jatuh tempo hari libur pelaporan pada hari kerja berikutnya. Jasa penyelenggara kegiatan atau event organizer w. 23: . 23: a. Jasa kustodian/penyimpanan/penitipan o.

00 maka Bendahara waji b memungut PPh Ps. 23 = Rp 1.00 x 100/110 x 2% = Rp 32.000.727.800. 23 = Rp 1.Apabila rekanan tidak memiliki NPWP.00 x 100/110 x 2% x 200% = Rp 65. dengan perhitungan: . maka perhitungan menjadi: PPh Ps.455.00 .000.Apabila rekanan memiliki NPWP: PPh Ps.800. 23.000.Sekolah negeri mengadakan kegiatan pelatihan di mana untuk konsumsi dikontrakkan kepada perusahaan jasa catering dengan nilai Rp 1.00 180 .800.

b. Pajak Pertambahan Nilai (PPN) PPN merupakan pajak yang dikenakan atas konsumsi Barang Kena Pajak (BKP) dan Jas a Kena Pajak (JKP) di dalam daerah Pabean. Yang menjadi objek PPN adalah: a. b. c. menyetor. d. Penyerahan BKP dan atau JKP oleh Pengusaha Kena Pajak (PKP) Rekanan. penyetoran dan pelaporan PPN dan PPNBm dan Pengusaha Ken a Pajak (PKP) rekanan lampiran I butir 6 bahwa pemungut PPN (Bendaharawan) tidak p erlu memungut PPN dan PPNBm atas penyerahan Barang Kena Pajak (BKP) dan atau Jasa Ken a Pajak (JKP) yang dilakukan oleh bukan Pengusaha Kena Pajak (PKP). menyetor. Pengusaha kecil dapat memilih untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak ( PKP). Pembayaran untuk pembebasan Tanah. dan melaporkan PPN yang terut ang yang penghitugan dan tata caranya diatur dengan Peraturan Menteri Keuangan. dan melaporkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah yang terutang. wajib melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP) da n wajib memungut. kecuali pengusaha kecil yang batasannya ditetapkan oleh Menteri Keuangan. Orang pribadi atau badan yang memanfaatkan Barang Kena Pajak Tidak Berwujud d ari luar Daerah Pabean sebagaimana dimaksud dalam pasal 4 ayat (1) huruf d dan/atau yang memanfaatkan Jasa Kena Pajak dari luar Daerah Pabean sebagaimana dimaksud dalam pasal 4 ayat (1) huruf e wajib memungut. Pengertian Pengusaha Kena Pajak (PKP) seperti tertuang dalam UU No. c. Menurut Keputusan Direktur Jenderal Pajak nomor KEP-382/PJ/2002 tentang pedoman pelaksanaan pemungutan. menyetor. . Pembayaran = Rp 1 Juta termasuk PPN dan tidak dipecah. 42 tahun 200 9. Pengusaha yang melakukan penyerahan barang kena pajak (BKP) dan Jasa Kena Paj ak (JKP). Pemanfaatan BKP tidak berwujud dari luar daerah Pabean di dalam daerah Pabean . Pasal 3A: a.4. b. Yang dikecualikan dari pemungutan PPN adalah: a. dan melaporkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah yang terutang. Pemanfaatan JKP dari luar Daerah Pabean di dalam Daerah Pabean. Pengusaha kecil yang memilih untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak wa jib memungut.

Barang kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan oleh rakyat banyak. Makanan dan minuman yang disajikan di hotel. rumah makan. Kelompok Barang yang tidak dikenakan PPN: a. f. Pembayaran lain yang tidak dikenakan PPN. Jasa Angkutan Udara oleh Perusahaan Penerbangan. g. Pembayaran atas Penyerahan BKP dan atau JKP yang menurut perundangan undangan PPN men-dapat fasilitas PPN tidak dipungut atau dibebaskan dari pengenaan PPN. Barang hasil pertambangan atau hasil pengeboran yang diambil langsung dari su mbernya. c. Pembayaran Rekening Telepon. b. d. Penyerahan BBM / Non-BBM oleh Pertamina. warung da n 181 . e.c. restoran.

e. apabila tanggal 7 bertepatan dengan hari libur maka penyetoran dilakukan pada ha ri kerja berikutnya. p. Uang. Jasa penyediaan tempat parkir. Jasa tenaga kerja. . o. Jasa pengiriman surat dengan perangko. dan d. d. Jasa pelayanan kesehatan medis. Jasa pendidikan. Jasa pengiriman uang dengan wesel pos. Jasa kesenian dan hiburan. j. n. PPN yang dipungut bendaharawan disetor ke kas negara melalui Bank Persepsi/ K antor Pos selambat-lambatnya tanggal 7 bulan takwim berikutnya setelah masa pajak bera khir.sejenisnya. meliputi makanan dan minuman baik yang dikonsumsi di tempat maupun tidak termasuk makanan dan minuman yang diserahkan oleh usaha jasa boga atau katering. Jasa telepon umum dengan menggunakan uang logam. Jasa asuransi. emas. f. SSP lembar 1 untuk Pengusaha Kena Pajak (PKP) Rekanan. Jasa penyiaran yang tidak bersifat iklan. l. dan q. batangan. h. b. dan surat berharga. Jasa pelayanan sosial. i. didistribusikan: a. Tata Cara penyetoran PPN: i. Jasa boga atau katering. Jasa keagamaan. g. Jasa keuangan. ii. Jasa perhotelan. m. Jasa yang disediakan oleh pemerintah dalam rangka menjalankan pemerintahan se cara umum. Jasa angkutan umum di darat dan di air serta jasa angkutan udara dalam negeri yang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari jasa angkutan udara luar negeri. Kelompok Jasa yang tidak dikenakan PPN: a. k. c. Surat Setoran Pajak (SSP) rangkap 5.

b. SSP lembar 2 untuk Kantor Pelayanan Pajak (KPP) melalui Bank/Kantor Pos, c. SSP lembar 3 untuk Lampiran SPT Masa PPN, d. SSP lembar 4 untuk Bank Persepsi/Kantor Pos, e. SSP lembar 5 untuk Arsip Bendaharawan Tata Cara pelaporan PPN: 182

i. PPN yang dipungut bendaharawan dilaporkan ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) den gan menggunakan SPT Masa PPN dengan dilampiri Faktur Pajak selambat-lambatnya 14 hari setelah masa pajak berakhir, dalam hal tanggal 14 jatuh pada hari libur pel aporan dilakukan pada hari kerja sesudahnya ii. Surat Pemberitahuan Masa (SPT) PPN terdiri dari 3 lembar: a. Lembar 1 adalah formulir 1107 Put induk b. Lembar 2 adalah formulir 1107 Put 1 lampiran 1 c. Lembar 3 adalah formulir 1107 Put 2 lampiran 2 Berikut contoh penghitungan PPN: Sekolah negeri membeli ATK kepada Pengusaha Kena Pajak Rekanan (Toko TOP) senila i Rp 2.200.000,00 maka Bendahara wajib memungut PPN sebesar 10 %, dengan perhitungan: Harga termasuk PPN Rp 2.200.000,00 PPN yang harus dipungut 10/110 x Rp 2.200.000,00 Rp 200.000,00 Jumlah yang dibayar sekolah pada Toko TOP Rp 2.000.000,00 Sekolah wajib menerbitkan faktur pajak setiap melakukan pemotongan PPN. Kemudian sekolah akan menyetorkan PPN yang dipungutnya dari Toko TOP sebesar Rp 200.000,0 0 ke bank persepsi atau kantor pos, C. SANKSI ATAS KETERLAMBATAN LAPORAN Penyetoran pajak bukanlah akhir dari tugas bendahara dalam kewajiban perpajakann ya, yang tidak kalah pentingnya adalah melaporkan bahwa penyetoran telah dilakukan. Sesuai Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajaka n, kelalaian dalam menyampaikan laporan akan berakibat pemberian sanksi berupa:: 1. Denda (Pasal 7): a. Rp 100.000,00 jika terlambat/tidak menyampaikan SPT Masa PPh 21/22/23/26 b. Rp 1.000.000,00 jika terlambat/tidak menyampaikan SPT Tahunan Pajak Penghasil an c. Rp 500.000,00 jika terlambat/tidak menyampaikan SPT Masa PPN 2. Bunga atas pajak yang tidak/kurang dibayar (Pasal 8, 13, 14, 19) 2% per bulan , maksimal 24 bulan untuk kelalaian berupa: a. Pembetulan sendiri SPT.

b. Hasil penelitan SPT akibat salah tulis dan/atau salah hitung. c. Hasil pemeriksaan (Surat Keputusan Pengembalian Kelebihan Pembayaran d. Izin penundaan pembayaran SPT. e. Izin mengangsur atau menunda pembayaran. 3. Kenaikan dari pajak yang tidak/kurang dibayar (Pasal 13 dan 15): 183 SKPKB).

a. 50% jika SPT tidak disampaikan setelah mendapat teguran tertulis. b. 100% jika tidak memenuhi ketentuan Pasal 28 dan 29 UU 28/2007. c. 100% jika dikeluarkan Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan. Informasi lengkap mengenai penghitungan maupun tata cara penyetoran serta pelapo ran PPh 21, 23 dan PPN dapat diperoleh di bagian pelayanan kantor pelayanan pajak te rdekat. LATIHAN Penghitungan Pajak di Sekolah/Madrasah Kasus: 1. Pada tanggal 1, sekolah memberikan honor bulanan kepada seorang guru honorer/ Non PNS dengan status kawin dan mempunyai 1 anak, besarnya honor Rp 1.800.000,00/bul an. a. Sebutkan jenis pajak apa yang dikenakan atas pengeluaran honor tersebut? b. Berapa besarnya pajak yang dipungut? c. Kapan pajak tersebut harus disetor ke kas negara? d. Kapan pajak tersebut harus dilaporkan ke Kantor Pelayanan Pajak setempat? 2. Pada tanggal 11, sekolah memberikan honor kepada guru PNS Golongan IIIb atas kegiatan pembuatan laporan hasil belajar siswa dengan besaran Rp 200.000,00 a. Sebutkan jenis pajak apa yang dikenakan atas pengeluaran honor tersebut? b. Berapa besarnya pajak yang dipungut? c. Kapan pajak tersebut harus disetor ke kas negara? d. Kapan pajak tersebut harus dilaporkan ke Kantor Pelayanan Pajak setempat? 3. Pada tanggal 15, sekolah negeri membeli ATK kepada toko/pengusaha kena pajak dengan nilai pembelian Rp 2.500.000,00 (harga sudah termasuk PPN). a. Sebutkan jenis pajak apa saja yang dikenakan atas pembelian ATK tersebut? b. Berapa besarnya pajak yang dipungut? c. Kapan pajak tersebut harus disetor ke kas negara? d. Kapan pajak tersebut harus dilaporkan ke Kantor Pelayanan Pajak setempat? 4. Pada tanggal 18, sekolah negeri melakukan renovasi kamar mandi dengan rincian biaya sebagai berikut: membeli material Rp 4.000.000,00 ditoko bahan bangunan yang buk an sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP), ongkos tukang Rp 160.000,00 per hari selama

8 hari dan total ongkos tukang yang dikeluarkan selama 8 hari menjadi Rp 1.200.000,00. a. Sebutkan jenis pajak apa saja yang dikenakan atas renovasi kamar mandi terseb ut? b. Berapa besarnya pajak yang dipungut? c. Kapan pajak tersebut harus disetor ke kas negara? d. Kapan pajak tersebut harus dilaporkan ke Kantor Pelayanan Pajak setempat? 5. Tanggal 22-24, sekolah negeri menyelenggarakan inhouse training selama 2 hari , dimana 184

untuk pengeluaran yang terkait dengan konsumsi diserahkan jasanya kepada pengusa ha katering/jasa boga. Total biaya konsumsi sebesar Rp 2.000.000,00. a. Sebutkan jenis pajak apa saja yang dikenakan atas pembelian ATK tersebut? b. Berapa besarnya pajak yang dipungut? c. Kapan pajak tersebut harus disetor ke kas negara? d. Kapan pajak tersebut harus dilaporkan ke Kantor Pelayanan Pajak setempat? 6. Tanggal 26, sekolah negeri membeli buku teks pelajaran sebesar Rp 6.000.000,. a. Sebutkan jenis pajak apa saja yang dikenakan atas pembelian tersebut? b. Berapa besarnya pajak yang dipungut? c. Kapan pajak tersebut harus disetor ke kas negara? d. Kapan pajak tersebut harus dilaporkan ke Kantor Pelayanan Pajak setempat? 185

186

Bagian 3 Bab IV Pembukuan A. LATAR BELAKANG Bagian yang sangat penting dalam tata kelola keuangan dalam suatu organisasi ter masuk sekolah/madrasah adalah pembukuan. Pembukuan merupakan sumber informasi dari pertanggungjawaban keuangan yang akan disusun dalam bentuk laporan. Dalam tahap pembukuan ini semua penerimaan dan pengeluaran uang harus diper-tanggungjawabkan . Oleh karena itu perlu dibukukan sesuai dengan norma/aturan baku. Secara umum, pembukuan didefinisikan sebagai pencatatan semua transaksi penerima an dan pengeluaran dana yang dilakukan sekolah/madrasah, baik secara manual ataupun menggunakan komputer, ke dalam buku-buku sesuai dengan peraturan yang berlaku. U ndangUndang Nomor 28 Tahun 2007 mendefinisikan pembukuan sebagai proses pencatatan data dan informasi keuangan . Karena pengertian ini masih merupakan pengertian umu m, 187

maka perlu dicari pengertian yang lebih spesifik. Untuk tingkat sekolah, Buku Pa nduan BOS 2010 memberikan definisi pembukuan sebagai pencatatan penerimaan dan pengeluaran dana oleh sekolah, di dalam buku kas umum dan buku pembantu . Dari definisi terseb ut ada beberapa hal penting yang harus dipahami untuk dapat menyelenggarakan pembuk uan dengan baik: 1. Jenis transaksi 2. Jenis buku 3. Proses atau alur pembukuan. Pembukuan suatu transaksi tergantung pada jenis transaksi. Pembukuan juga berart i membukukan pada buku/buku-buku yang tepat karena ada saling keterkaitan antara b ukubuku tersebut. Pembukuan juga harus dilakukan dengan cara dan pada waktu yang tepat. Sesi ini secara khusus akan menjelaskan tentang jenis transaksi, jenis buku dan alur pembukuan dalam menyelenggarakan manajemen keuangan di tingkat sekolah. Pembukuan yang dilakukan secara baik dan benar akan memberikan manfaat bagi seko lah/ madrasah, karena melalui pembukuan sekolah/madrasah memiliki data dan rincian ya ng terkait dengan: 1. Setiap penerimaan dan pengeluaran sekolah/madrasah sesuai dengan waktu terjad inya. Informasi mengenai jenis, jumlah dan waktu penerimaan atau pengeluaran dengan mudah dapat diketahui. 2. Dana yang masih tersedia dan telah terpakai pada periode tertentu. Informasi ini penting untuk mengetahui ketersediaan dana dalam jangka pendek guna memperlancar kegiata n belaja mengajar di sekolah/madrasah. 3. Dasar penyusunan laporan keuangan sebagai salah satu bentuk pertanggung-jawab an sekolah/madrasah. B. TRANSAKSI KEUANGAN Transaksi adalah situasi atau kejadian yang melibatkan unsur lingkungan dan memp engaruhi posisi keuangan. Transaksi umumnya diukur dengan nilai uang, sehingga bisa dicat at. Untuk mencatat transaksi tersebut dibutuhkan dokumen atau bukti transaksi sebagai pend ukungnya. Ada dua kelompok besar transaksi menurut arus masuk/keluarnya uang, yaitu: 1. Transaksi penerimaan, yang dibedakan lagi menjadi: a. Transaksi penerimaan internal

Yaitu penerimaan yang hanya mempengaruhi posisi kas dan bank, atau posisi kas saja. Contoh: Penyetoran uang kas ke bank, pemindahan dana milik sekolah dari sa tu rekening bank ke rekening sekolah/madrasah di bank lain. b. Transaksi penerimaan eksternal Penerimaan yang mempengaruhi posisi kas dan/atau posisi bank yang diterima dari sumber-sumber bukan milik sekolah/madrasah. Contoh: pencairan dana BOS ke rekening sekolah, pajak yang dipungut sekolah, bunga tabungan/ deposito. 2. Transaksi pengeluaran, yaitu bila dana yang dimiliki sekolah/madrasah berkura ng (baik dana tercatat di bank maupun di kas). Transaksi ini dibedakan menjadi: 188

Contoh: sama dengan penerimaan internal yaitu pemindahan dana antar rekening milik sekolah/madrasah. Buku Pembantu Pajak untuk mencatat transaksi keuangan terkait dengan pemungut an dan penyetoran pajak oleh bendahara sekolah/madrasah (transaksi eksternal yang dilakukan per kas atau bank terkait pajak). Contoh: pembelian ATK yang dibayar tunai. Transaksi yang dicatat di buku yang sesuai harus disertai dengan bukti-bukti tra . dan disaat yang sama dilakukan pembukuan disisi sebaliknya. atau posi si kas saja. Buku ini menampung transaksi internal maupun eksternal yang dilakukan per kas. Transaksi pengeluaran internal Yaitu pengeluaran yang hanya mempengaruhi posisi kas dan posisi bank. 2. karen a untuk sekolah/madrasah yang masih menggunakan sistem manual akan terdapat lebih dari satu buku kas umum dan buku pembantu. Buku Pembantu-. b. dilihat dari sisi rekening bank yang mengeluark an dana. atau belanja modal. buku-buku yang dibutuhkan adalah: 1. Masing-masing sumber dana setidaknya memiliki ke-empat jenis buku di atas.ini merupakan buku utama untuk mencatat semua transaksi keuan gan. Pengelompokkan berdasarkan akun ini untuk memudahkan penyusunan laporan. b. Buku Pembantu Kas untuk mencatat transaksi keuangan terkait dengan uang kas d i bendahara. Untuk tingkat sekolah/madrasah. Untuk sekolah/madrasah sudah menggunakan komputer akan jauh lebih mudah untuk memelihara berbagai jenis buku yang ada. JENIS BUKU Pencatatan setiap transaksi dilakukan dalam sebuah buku menurut kelompok/jenis a kunnya. Bisa saja digunakan untuk menc atat transaksi internal. dibukukan di kolom penerimaan dan di saat yang sa ma dibukukan di kolom pengeluaran uang bank karena pada saat yang sama uang kita di bank berkurang. c. Buku Kas Umum-. Buku ini menampung transaksi eksternal maupun internal yang dilakukan melalui bank. Buku Pembantu Bank untuk mencatat transaksi keuangan terkait dengan uang di bank.dibedakan menjadi: a.a. Contoh: penerimaan uang kas dari bank. C. Transaksi pengeluaran eksternal Yaitu pengeluaran yang mempengaruhi posisi/jumlah uang kas dan/atau posisi jumlah uang di bank karena pembelian barang/jasa. Umumnya hanya menampung transaksi eksternal saja.

PROSES/ALUR PEMBUKUAN Setelah/madrasah mengenal jenis transaksi dan jenis buku yang ada di tingkat sek olah/ madrasah. nomor bukti transaski. Kode akun yang digunakan adalah kode akun yang dikel uarkan oleh Kemendagri (untuk sekolah negeri) dan Kemenag (untuk madrasah) bagi program BOS.nsaksi yang mencantumkan tanggal transaksi. D. Berikut adalah proses atau alur pembukuan secara sederhana: 189 . nomor kode akun serta ura ian penerimaan dan pengeluaran. Kemudian pilih program nasional atau program sekolah yang sesuai. Terakhir adala h memilih kode akun untuk jenis transaksi.

Dalam hal pembukuan dilakukan dengan komputer.00 dan transaksi dengan nilai nominal lebih besar Rp 1. Format ini harus dibukukan per transaksi dan ditandatangani oleh Bendahara da n Kepala Sekolah.000. dan para pemeriksa lain apabila diperlukan. Pembukuan dilakukan dengan mengisikan bukti transaksi-transaksi penerimaan da n bukti transaksi keuangan dalam buku/format-format yang ada.00 tidak dikenai bea meterai. Uang tunai yang ada di Kas Tunai tidak lebih dari Rp 10 juta. yaitu BOS K-3 (Buku Kas Umum). Setiap transaksi pengeluaran harus didukung dengan bukti kwitansi yang sah. 2.00 c. 4. dan jum lah uang yang diterima atau dikeluarkan. dan buku-buku pembantunya. 8.000. bendahara wajib mencetak BKU d an buku-buku pembantu sekurang-kurangnya sekali dalam satu bulan dan menatausahakan hasil cetakan BKU dan buku-buku pembantu bulanan.1. Bukti pengeluaran uang dalam jumlah tertentu harus dibubuhi meterai yang cuku p sesuai dengan ketentuan bea meterai. Bukti pengeluaran: a. Buku Kas Umum dan buku pembantunya serta bukti-bukti pengeluaran tidak boleh dibawa dan harus disimpan di kantornya. 6. Nomor bukti harus diberi tanggal nomor urut. Pembukuan terhadap seluruh penerimaan dan pengeluaran dapat dilakukan dengan tulis tangan atau menggunakan komputer. nomor kode akun. yakni: BOS K-4 (Buku Pembantu Kas). d. Setiap bukti pembayaran harus disetujui Kepala Sekolah dan lunas dibayar oleh .00 sampai dengan Rp 1.000.000. Uraian pembayaran dalam kuitansi harus jelas dan terinci sesuai dengan peruntukkannya.000. setelah ditandatangani Kepala Sekolah dan Bendahara Sekolah. 7. sedang transaksi dengan nilai nominal anta ra Rp 250.000. Semua transaksi penerimaan dan pengeluaran dicatat dalam Buku Kas Umum dan Bu ku Pembantu yang relevan sesuai dengan urutan tanggal kejadiannya. BOS K-6 (Buku Pembantu Pajak). Apabila bendahara meninggalkan tempat kedudukannya atau berhenti dari jabatan nya.000. 00 dikenai bea meterai dengan tarif sebesar Rp 6. f. Tim Manajeman BOS Kabupaten/Kota. Untuk transaksi dengan nilai sampai Rp 250. Dokumen ini disimpan di sekolah/madrasah dan diperlihatkan kepada penga was.00 dikenai bea meterai dengan tarif sebesar Rp 3. BOS K-5 (Buku Pembantu Bank). e.1 3. uraian. Nomor kode akun dipilih dari lampiran.000. b. 5.

Format ini dapat digunakan untuk sumber dana lain guna memudahkan dalam penyusunan laporan yang terintegrasi.Bendahara. Segala jenis bukti pengeluaran harus disimpan oleh sekolah/madrasah sebagai b ahan bukti dan bahan laporan.05/2008 dan Peraturan Direktur Jendera l Perbendaharaan nomor PER-47/PB/2009. E. h. FORMAT BUKU Format Buku Kas Umum dan Buku Pembantu yang digunakan di tingkat sekolah terdapa t dalam Buku Panduan BOS. Uraian tentang jenis barang/jasa yang dibayar dapat dipisah dalam bentuk fakt ur sebagai lampiran kwitansi. 190 . g. 1 Peraturan Menteri Keuangan nomor 73/PMK.

1. Buku Kas Umum (BOS K-3) 191 .

Untuk setiap bukti transaksi kenalilah: 1) Jenis transaksi (internal/eksternal) 2) Apakah merupakan transaksi penerimaan atau pengeluaran 3) Apakah sumber dananya 4) Dalam rangka program nasional yang mana 5) Dalam rangka program sekolah yang mana ii. (2) jasa: jenis jasa. dan penerimaan jasa giro dari bank. . dan para pemeriksa lainnya apabila diperlukan. penerimaan dari pemungutan pajak . pajak a tas hasil dari jasa giro dan setoran pajak. kode program sekolah. Cara pengisian Buku Kas Umum adalah sebagai ber ikut: a. c. satu arah atau pp. Semua transaksi pengeluaran eksternal dibukukan pada sisi kanan/kredit (kolom pengeluaran): adalah pembelian barang dan jasa. Format ini harus diisi segera setelah sesuatu transaksi tersebut terjadi dan tidak menunggu terkumpul satu minggu/bulan. Tim Manajeman BOS Kabupaten. (3) atau luar kota. yaitu yang berhubungan dengan pihak ketiga. jurusan penerimaan/pengeluaran uang: (1) untuk barang: jenis. dan kode jenis belanja 3) Diisi dengan nomor bukti penerimaan/pengeluaran uang 4) Diisi uraian singkat spesifikasi (umum/garis untuk periode/bulan mana. e. Dokumen ini disimpan di sekolah bersama-sama dengan bukti-bukti transaksi ser ta dokumen-dokumen pendukungnya dan tersedia/diperlihatkan kepada pengawas. Semua transaksi internal baik penerimaan maupun pengeluaran tidak dibukukan d i buku ini. dibayar untuk belanja transportasi/perjalanan dinas: dalam kota yang dituju. besar). b. Proses pengisiannya dalah sebagai berikut: i. f.Pembukuan dalam Buku Kas Umum meliputi semua transaksi eksternal. biaya administrasi bank. Semua transaksi penerimaan eksternal dibukukan pada sisi kiri/debet (kolom pe nerimaan): dari Penyalur Dana (BOS atau sumber dana lain). d. Apabila sudah jelas semua maka mulailah mengisi (melakukan entri pada) forma t BOS K-3 dengan urutan berikut sesuai kolom: 1) Diisi tanggal pembukuan (bulan-tanggal) 2) Diisi kode program nasional. kuantitas barang.

bendahara dan komite sekoleh/madrasah. g. Pada akhir bulan buku ini harus ditutup dan dibuatkan Berita Acara yang ditan da-tangani oleh kepala sekolah/madrasah.5) Diisi jumlah penerimaan yang tercantum dalam dokumen sumber (bukti) 6) Diisi jumlah pengeluaran yang tercantum dalam dokumen sumber (bukti) 7) Diisi jumlah saldo setelah ditambah/dikurangi jumlah penerimaan/ pengeluaran yang tercantum dalam dokumen sumber. 192 .

Apabila proses pembukuan dilakukan dengan komputer. Apabila digunakan pemrosesan dengan komputer. Sedang bukti transaksi internal dibuat tersendi ri. bendahara dan komite sekolah/madrasah. maka Buku Kas Umum. Buku Pembantu Kas dan Buku Pembantu Bank harus ditutup paling lambat setiap akhir bulan dan ha rus 193 . Dokumen ini disimpan di sekolah dan diperlihatkan kepada pengawa s. Pada akhir bulan buku ini harus ditutup dan dibuatkan Berita Acara yang ditandatangani oleh kepala sekolah/madrasah.2. maka rekonsiliasi dilakukan antara saldo Buku Kas Umum dengan saldo Buku Pembantu Kas dan saldo Buku Pembantu Bank. Bukti transaksi kas eksternal sama dengan bukti transa ksi yang dipergunakan oleh Buku Kas Umum. baik transaksi eksternal maupun internal dibukukan dalam buku ini. Tim Manajeman BOS Kabupaten/Kota. dan para pemeriksa lainnya apabila diperlukan. Format di atas harus dibukukan per transaksi dan ditandatangani oleh Bendahara d an Kepala Sekolah. Buku Pembantu Kas (BOS K-4) Buku Pembantu Kas berfungsi untuk mencatat transaksi penerimaan/pengeluaran yang dilaksanakan secara tunai. Semua transaksi Kas.

dicetak. dibayar untuk period e/bulan mana. Urutan pencatatannya sesuai kolom adalah sebagai berikut: a. sp esifikasi (umum/garis besar). e. (2) jasa: jenis jasa. kuantitas barang. Diisi kode program nasional. Diisi tanggal pembukuan (bulan dan tanggal) b. Diisi jumlah saldo setelah ditambah/dikurangi jumlah penerimaan/pengeluaran y ang tercantum dalam dokumen sumber 3. (3) untuk belanja transportasi/perjalanan dinas: dalam kota atau luar kota . Diisi jumlah penerimaan yang tercantum dalam dokumen sumber (bukti) f. dan kode jenis belanja c. Buku Pembantu Bank (BOS K-5) 194 . Diisi dengan nomor bukti penerimaan/pengeluaran uang d. Diisi jumlah pengeluaran yang tercantum dalam dokumen sumber (bukti) g. Diisi uraian singkat penerimaan/pengeluaran uang: (1) untuk barang: jenis. satu arah atau pp. kode program sekolah. jurusan yang dituju.

Saldo akhir buku ini harus sama dengan jumlah uang kas yang benar-benar ada di tangan dan saldo kas yang dilaporkan dalam Buku Kas Umum . 4. Buku Pembantu Pajak (BOS K-6) Buku ini hanya perlu dipergunakan apabila sekolah yang bersangkutan adalah (yang ditunjuk sebagai) pemungut pajak. penerimaan pembayaran dengan cek. Penerimaan eksternal dibukukan pa da kolom 1-5 . Kolom 3 diisi dengan nomor bukti pungutan pajak . Berfungsi untuk mencatat transaksi penerimaan/pengeluaran yang dilaksanakan khusus melalui bank dengan ca ra antara lain penerbitan cek. dan kode jenis bel anja c. Pajak yang harus dibukukan adalah semua pajak. Semua transaksi internal per kas juga harus dibukukan dalam format ini. Pembukuan untuk Buku Pembantu Pajak dilakukan sebagai berikut (sesuai urutan kol om): a. penarikan cek. Sum ber informasi untuk penyusunan Buku Pembantu Bank adalah semua transaksi eksternal b aik penerimaan maupun pengeluaran yang dilakukan melalui bank dan transaksi internal yang berupa pengambilan uang kas di bank dan penyetoran uang kas untuk disimpan di Ba nk. Paling lambat setiap akhir bulan harus ditutup dan dihitung sisa pemungutan paja k yang belum disetor ke kas Negara. Kolom 2 diisi kode program nasional. Format ini (baik yang diproses secar a manual maupun dengan komputer) harus ditutup pada setiap akhir bulan dan ditanda tangani oleh Kepala Sekolah dan Bendahara. terutama PPh Pasal 21. Urutan pengisian Buku Pembantu Bank adalah sama dengan Buku Pembantu Bank. serta PPN. sedangkan pengeluaran eksternal kolom 1-4 & 6. yaitu terutama sekolah-sekolah negeri. Kolom 1 diisi sesuai tanggal terjadinya transaksi pungutan pajak b. kode program sekolah.Ini merupakan Buku Pembantu melengkapi format BOS K-3. 23. Semua transaksi eksternal per kas yang dibukukan di format BOS K-3 harus dibukuk an juga pada format ini. Untuk yang diproses dengan komputer harus dit utup dicetak pada setiap akhir bulan. pada sisi penerimaan dan pengeluaran yang sama. Saldo (kolom 7) dihitung se tiap kali membukukan penerimaan dan/atau pengeluaran. Buku pe mbantu pajak mempunyai fungsi untuk mencatat semua transaksi yang harus dipungut pajak serta memonitor atas pungutan dan penyetoran pajak yang dipungut selaku wajib pungut p ajak. yang dibuatkan Berita Acara yang ditandatangani oleh Kepala sekolah dan bendahara.

uraian singkat mengenai jenis pungutan/penyetoran pajak yang dilakuk an oleh sekolah e. atau PPh Ps. PPh 22. 21. Kolom 5.d. PPh P s. Kolom 9 diisi jumlah total rupiah pajak yang disetor ke kas Negara g. 7 dan 8 diisi jumlah rupiah jenis pajak yang dipungut (PPN. 6. 23) f. 195 . Kolom 10 diisi sesuai saldo pajak yang masih harus disetor sekolah. Kolom 4.

196 .

3. 2. setiap hari 2. 2. Pembukuan di Buku Pembantu Kas dan Buku Pembantu Bank dalah pada kolomkolom 1. Saldo juga harus dihitung dan dibukukan pada kolom 7 . Jumlah juga harus dihitung dan dibukukan pada kolom 10. Pembukuan di Buku Kas Umum dan Buku Pembantu Kas atau Buku Pembantu Bank adalah pada kolom-kolom 1. Pembukuan di Buku Pembantu Pajak adalah pada Lajur Penyetoran Pajak pada kolo m 5. Pembukuan di Buku Kas Umum adalah pada kolom-kolom 1. Pembukuan di Buku Kas Umum adalah pada kolom-kolom 1. Pembukuan di Buku Kas Umum dan Buku Pembantu Kas atau Buku Pembantu Bank adalah pada kolom-kolom 1.F. 2. 2. Pembukuan di Buku Pembantu Kas dan Buku Pembantu Bank dalah pada kolomkolom 1. 2. 4. 7. 4. 3. setiap hari 3. Pembukuan di Buku Pembantu Pajak adalah pada Lajur Pungutan Pajak pada kolomk olom 1. Penerimaan eksternal dibukukan pada Buku Kas Umum dan Juga Buku Pembantu Kas dan Buku Pembantu Bank a. Pengeluaran eksternal perpajakan dibukukan pada Buku Kas Umum dan juga Buku Pembantu Kas atau Buku Pembantu Bank (tergantung dari apakah penyetoran tersebut dilakukan melalui kas atau bank) dan Buku Pembantu Pajak. 3. 4. 3. setiap kali transaksi dibukukan. b. dan 6 b. 3. 4. 4. 197 . 2. 4. ALUR PEMBUKUAN INTERNAL DAN EKSTERNAL Alur Pembukuan Eksternal 1. serta: a. Penerimaan eksternal perpajakan dibukukan pada Buku Kas Umum dan juga Buku Pembantu Kas atau Buku Pembantu Bank (tergantung dari apakah penyetoran tersebut dilakukan melalui kas atau bank) dan Buku Pembantu Pajak. 5. Pengeluaran eksternal dibukukan pada Buku Kas Umum dan juga Buku Pembantu Kas dan Buku Pembantu Bank a. 3. 5. serta: a. 8 atau 9 (tergantung dari jenis pajak yang disetor) c. 6 c. Saldo juga harus dihitung dan dibukukan pada kolom 7 . 6 b. 4. 6. 3. 5 b. Jumlah juga harus dihitung dan dibukukan pada kolom 8. 2. c. 4. dan kolom 5/6/7 (tergantung dari jenis pajak yang dipungut) c. setiap kali transaksi dibukukan.

.

Bank.LATIHAN Di bawah ini adalah transaksi-transaksi internal dan eksternal dari suatu SMP di Kabupaten Sukabumi.00 dan Saldo Bank Awal adalah Rp 25.000.00 untuk BOS Pusat 198 . Bukukanlah transaksi-transaksi tersebut ke dalam Buku Kas Umum.000. Buku-buku Pembantu Kas.500.000. dan Pajak untuk dana BOS dan Dana BOS Ka b dengan catatan saldo Kas Awal adalah Rp 5.

199 .

200 .

Kode Akun: Program Sekolah 201 . Kode Akun: Program Nasional 2. KODE AKUN PENERIMAAN 1.LAMPIRAN KODE AKUN A.

B. PROYEKSI PENERIMAAN DAN PENGELUARAN 202 .

C. KODE AKUN PENGELUARAN 203 .

204 .

205 .

206 .

207 .

208 .

209 .

210 .

Sekolah merupakan salah satu unsur pemerintahan daerah yang berada dalam pembina an DInas Pendidikan Kota/Kabupaten.Bagian 3 Bab V Pencatatan Barang Milik Sekolah/Madrasah A. menyesuaikan dengan kemampuan sumber daya yang ada di tingkat sekolah/madrasah maka pada bagian ini hanya akan diberikan hal-hal minimal yang harus dilakukan oleh sekolah/madrasah dalam menginventarisasi barang-barang yang dikuasakan penggunaannya pada sekolah/madra sah sebagai bagian dari manajemen asset daerah. selain juga sebagai salah satu cara memelihara kondisi barang guna mendukung proses belajar mengajar secara optimal. sementara kedudukan madrasah adalah setara 211 . pencatatan barang merupakan bagian dari manajem en asset. LATAR BELAKANG Dalam siklus manajemen keuangan. Manajemen asset mencakup proses yang menyeluruh dan terpadu mulai dari perencanaan barang hingga ke pelaporannya. Namun demikian.

maka sudah seharusnya sekolah mengikuti aturan yang berla ku di pemerintahan daerah termasuk dalam hal pengelolaan asset/barang. Dimasa mendatang. sebagian besar sekolah di Indo nesia sangat bergantung dengan dana BOS.dengan SKPD yang berada dalam pembinaan Kanwil Kemenag di daerah. Memberikan pengetahuan tentang langkah-langkah yang harus dilakukan ketika menerima pengiriman barang habis pakai yang dipesan dan bagaimana perlakuannya ketika barang tersebut disimpan kemudian disalurkan ataupun diminta untuk diguna kan. Sedangkan madra sah yang merupakan bagian dari Kementerian Agama juga memiliki kewajiban yang sama d alam pengelolaan asset/barang yang dikuasakan kepada madrasah. Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pendidik an Nasional secara lengkap telah memberikan panduan cara penggunaan dana ini untuk menghindari adanya penyalahgunaan penggunaan dana. Sejak diluncurkannya Program BOS pada tahun 2005. Sebagai bagian dari perangkat daerah. serta apa yang harus dilakukan ketika menempatkan/ menyalurkan bar ang tersebut untuk digunakan di lingkungan sekolah. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah ser ta perubahannya yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2008 secara rinci menjela skan tentang segala hal yang terkait dengan pencatatan barang milik daerah. Sementara inventarisasi sendiri men . Pasal 1 (20) peraturan tersebut menjelaskan tentang definisi dari penatausahaan barang. Karena itulah bab ini secara khusus bertujuan untuk: 1. tidak tertutup kemungki nan dana ini bisa juga digunakan untuk pembelian barang jenis lain terkait dengan ke giatan sekolah. sejak tahun 2010 dana BOS dapat digunakan untuk membeli perangkat kompute r sebagai pendukung kegiatan di sekolah. inventarisasi dan pelaporan ba rang milik Negara/daerah sesuai ketentuan yang berlaku. DASAR HUKUM Peraturan perundangan yang terkait dengan pencatatan barang merupakan acuan pent ing bagi daerah terutama dalam penegasan tentang tugas dan tanggung jawab pencatatan barang. pengelompokkan jenis barang maupun sistem pengkodeannya. B. 2. Sejalan dengan perkembangan zaman. Memberikan pengetahuan tentang cara melakukan pencatatan barang tidak habis p akai dengan menggunakan kode standar yang digunakan sesuai dengan peraturan perundang an yang berlaku. 3. Memberikan pemahaman tentang pentingnya pencatatan milik sekolah yang merupak an bagian dari barang milik daerah yang ditempatkan di sekolah. yaitu rangkaian kegiatan yang meliputi pembukuan.

pelaksanaannya diatur dalam Permendagri Nomor 17 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah.cakup kegiatan untuk melakukan pendataan. Rangkaian kegiatan tersebut untuk tingkat sekolah menjadi t anggung jawab Kepala Sekolah yang merupakan Kuasa Pengguna Barang. Untuk melengkapi peraturan pemerintah tersebut. pencatatan dan pelaporan hasil pendataan bar ang milik Negara/daerah. 2. dinyatakan secara jelas bahwa Kepala Unit Pelaksana T eknis Daerah selaku kuasa pengguna barang milik daerah. melakukan pencatatan dan inventarisasi barang milik daerah yang berada dalam 212 . kepa la sekolah dapat mendelegasikan tugas ini. mengajukan rencana kebutuhan barang milik daerah bagi unit kerja yang dipimpi nnya kepada Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah yang bersangkutan. Pada prakteknya. Pada Pasal 6 Ayat 5 peraturan yang menjabarkan secara detail pelaksanaan dari pengelolaan barang daerah. berwenang dan bertanggung jawa b: 1.

pencatatan barang di tingkat sekolah/madrasah juga dimaksudkan untuk: 1. melakukan pengawasan dan pengendalian atas penggunaan barang milik daerah yan g ada dalam penguasaannya. 5. 4. Dengan pencatatan barang secara teratur maka dapat diketahui dengan cepat dan pasti kondisi barang yang ada di sekolah. 3. menyusun dan menyampaikan Laporan Barang Kuasa Pengguna Semesteran (LBKPS) da n Laporan Barang Kuasa Pengguna Tahunan (LBKPT) yang berada dalam penguasaannya kepada kepala satuan kerja perangkat daerah yang bersangkutan. DEFINISI PENCATATAN BARANG . 2. Sedangkan untuk madrasah. 4.penguasaannya. D. Peraturan di tingkat menteri ini juga dilengkapi dengan lampiran mengenai sistem pengkodean barang di tingkat daerah.06/2010 tentang Penggolongan dan Kodefikasi Barang Milik Negara. kodefikasi barang mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan 29/PMK. Sebagai bentuk pengamanan barang daerah yang dikuasakan penggunaannya kepada sekolah. TUJUAN PENCATATAN BARANG Seperti sudah dijelaskan pada bagian sebelumnya bahwa pencatatan barang sebagai bagian dari menajemen asset adalah merupakan bagian dari pengelolaan keuangan se cara keseluruhan maka selain dari menjalankan peraturan dan perundangan yang berlaku. menggunakan barang milik daerah yang berada dalam penguasaannya untuk kepenti ngan penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi unit kerja yang dipimpinnya. 3. Dalam rangka menjaga kondisi barang milik sekolah guna memastikan pelayanan pendidikan dapat berjalan secara normal. Ke-empat tujuan di atas sekaligus mendukung pengelolaan keuangan sekolah secara terpadu guna memberikan layanan pendidikan yang optimal. Sebagai proses inventarisasi kekayaan daerah dimana barang milik sekolah meru pakan bagian dari kekayaan daerah. Hal ini guna menghindari adanya pemindahtanganan atau penggunaan barang milik sekolah untuk kegiatan yang tidak terkait dengan proses belajar mengajar a taupun tanpa sepengetahuan kuasa pengguna barang (kepala sekolah). Sebagai dasar penyusunan Neraca daerah karena barang milik sekolah adalah bag ian dari barang daerah. mengamankan dan memelihara barang milik daerah yang berada dalam penguasaanny a. C. dan 6.

pencatatan barang dilakukan sejak barang tersebut diterima. Barang yang perlu dicatat di tingkat sekolah/madrasah dibedakan menjadi: 1. disimpan dan kemudian disalurkan atau digunakan sampai pada tahap pemeliharaan. Barang habis pakai 213 . Pengadaan barang sejatinya merupakan satu kesatuan dari penc atatan barang namun proses ini tidak akan dibahas dalam sesi ini karena untuk pengadaan barang sekolah/barang mengacu pada panduan BOS terkait pengadaan barang.Pencatatan barang merupakan bagian dari penatausahaan barang yang dalam hal ini dilakukan di tingkat sekolah/madrasah. Untuk tingkat sekolah.

Untuk barang yang tidak habis pakai. Pembelian yang dilakukan oleh sekolah. 2. yang berasal dari: a. Provinsi c. Yang tergolong dalam barang tidak habis pakai misalnya meja. Barang-barang jenis ini dicatat sebagai barang milik daerah yang dikua sakan penggunaannya kepada sekolah. pencatatan ini ideal dilakukan jika sekolah/madarasah berkeinginan melakukan pengelolaan keuang an sesuai standar umum yang berlaku serta untuk tujuan akuntabilitas penggunaan dan a pencatatan. ATK. 2. dan merupakan bagian dari aset daerah yang tercata t dalam neraca keuangan daerah. k ecuali ada peraturan lain di tingkat daerah yang mewajibkan pencatatan tersebut. Sumbangan. Contoh: kapur tulis. kursi. komputer. Pembelian ini umumnya sudah direncanakan sebelumnya dalam rencana anggaran sekolah. Barang tidak habis pakai Yaitu barang-barang yang memiliki masa pakai lebih dari satu tahun dan dapat dig unakan berulangkali. pengguna barang wajib membuat laporan kepada pengelola barang minimal setiap semester dan tahunan. Kabupaten/Kota . dll. Tidak ada peraturan khusus yang mengatur mengenai pencatatan barang habis p akai. Istilah yang umum digunakan dalam bidang keuangan adalah asset tet ap. dll. Sedangkan untuk bangunan tambahan yang berasal sumbangan ataupun lainnya harus tetap dicatat ole h sekolah. bahkan untuk saat ini di tingkat sekolah/madrasah tidak diwajibkan untuk melakuk an pencatatan barang-barang yang tergolong habis pakai. E. barang yang dibeli perlu dilaporka n kepada dinas pendidikan untuk kemudian dicatat sebagai bagian dari barang daerah. Umumnya bangunan dan tanah dimana gedung sekolah berdiri tidak masuk dalam pencatatan barang di tingkat sekolah karena sudah dicatat sebagai asset di tingkat dinas. SUMBER BARANG SEKOLAH/MADRASAH Barang milik sekolah/madrasah dapat berasal dari dua sumber utama. Dengan demikian dapat diketahui tingkat pemakaian rata-rata barang habis pakai yang umum dipakai sehari-hari di sekolah untuk tujuan ketersediaan b arang tersebut. Pemerintah b. yaitu: 1.Merupakan barang-barang yang digunakan dalam pelaksanaan belajar mengajar di sekolah/madrasah dengan masa pakai kurang dari satu tahun. Sesuai peraturan. Namun demikian. me sin tik.

PENGELOLA BARANG SEKOLAH/MADRASAH Seperti yang telah dijelaskan di atas. Masyarakat g. Lainnya F.d. Kepala Sekolah sebagai kuasa pengguna bar ang milik daerah di tingkat sekolah merupakan penanggung jawab barang milik sekolah. Dalam 214 . Hibah donor f. Perusahaan e.

Inventarisasi adalah memastikan bahwa barang yang dicatat memang benar ada dan memastikan lokasi/keberadaan barang yang dicatat tersebut. status. harga. dan kondisi yang ada dalam penguasa an sekolah kepada Dinas Pendidikan sebagai kuasa pengguna barang untuk kemudian dilaporkan kepada kepala daerah secara periodik.baik penerimaan barang dari pembelian maupun penerimaan b arang dari sumbangan atau hibah. d. Jika ada kekurangan maka barang ditolak atau dibuat tanda terima sementara ya ng memuat sebab-sebab penerimaan sementara barang. Membuat laporan pengadaan barang inventaris secara berkala (per triwulan). dan spesifikasi barang. ALUR PENCATATAN PENERIMAAN DAN PENGGUNAAN/PENEMPATAN BARANG SEKOLAH Pengelolaan barang yang baik mencakup tiga tahapan yang utama. Barang yang diterima ini dicatat dalam kartu penerima an barang sebagai bukti penerimaan. Inventarisasi dengan cara menerbitkan dan memasang daftar inventaris ruangan. c. Barang diterima jika sesuai dengan isi dokumen pada poin c di atas. yaitu: 1. Pencatatan adalah mendokumentasikan barang yang ada di lingkungan sekolah terma suk memberikan kode-kode barang yang sesuai dengan peraturan perundangan.prateknya. Dasar penerimaan barang ialah surat perintah kerja/surat perjanjian kontrak/k ontrak pengadaan barang yang ditandatangani oleh kepala sekolah. kepala sekolah dapat mendelegasikan tugas ini kepada kepala tata usah a atau yang ditunjuk. b. Penerimaan Barang . Melaporkan setiap perubahan jumlah. Ini tidak berlaku bagi barang . juml ah. 1. e. 4. G. 2. Tanggung jawab yang harus dilakukan dalam rangka pengelolaan bara ng milik sekolah/madarasah ini adalah:. Pencatatan administrasi barang inventaris dengan pemberian kode. Dilakukan oleh kepala tata usaha atau penanggung jawab barang yang ditunjuk. Mengawasi segala jenis perbaikan/pemeliharaan barang inventaris. 3. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam tahap penerimaan barang adalah: a. 5. Barang yang diterima harus disertai dokumen yang menyatakan macam/jenis. Membuat laporan mutasi barang.

3. 2. Format kartu-kartu barang sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku dapat dilihat dalam bagian lampiran.sumbangan atau hibah. Peyimpanan/Penempatan/Penggunaan Barang pada tahap ini barang ditempatkan/ disalurkan ke lokasi/ruangan yang membutuhkan ataupun kepada orang yang mengajuk an 215 . f. Pernyataan penerimaan barang sah apabila berita acara penerimaan barang telah ditandatangani oleh kepala tata usaha. g. Contoh kartu penerimaan barang dapat dilihat dalam bagian lampiran. Pencatatan Barang tahap dimana barang yang diterima dicatatkan ke dalam kartu kartu barang sesuai jenis barang.

Mencatat secara tertib dan teratur penerimaan barang. Alat Peraga/Praktek Sekolah dan lain-lain. kartu inventaris tanah b. dan merawat perawatan merupakan perbedaan utama dengan barang habis pakai dalam hal masa manfaat yang melebihi 1 tahun sehingga berdampak pada biaya perawatan yang perlu diaanggarakan agar barang dapat digunakan secara optimal. Untuk barang habis pakai. Setiap satu jenis barang dibuatkan satu kartu barang 3. Kartu Inventaris aset tetap lainnya Buku dan perpustakaan digunakan juga untuk mencatat: . Alat Angkutan Darat Tak Bermotor. Bukti-bukti pemasukan barang disimpan dalam satu tempat atau map khusus yang berisi bukti-bukti penerimaan logistik secara berurutan sesuai tanggal penerimaa n. dan keadaan persediaan barang ke dalam buku barang menurut jenisnya (format masingma sing kartu dapat dilihat dalam lampiran): a. c. Alat Rumah Tangga. 2. Alat-alat bengkel dan alat ukur: Alat Bengkel Bermotor. maka penyimpanan dan penggunaan barang sebaiknya memperhatikan hal-hal berikut: 1.permohonan pembelian untuk kemudian dapat digunakan dengan baik. 4. Alat Bengkel Tak Bermotor. dan lain-lain Alat-alat kantor dan rumah tangga: Alat Kantor. Setiap ada perubahan jumlah logistik. dan lainlain. Menggunakan sistem kartu barang guna pemantauan persediaan dan penggunaan barang 2. Kartu inventaris gedung dan bangunan d. 6. penyimpanan berkaitan erat dengan: 1. mengatur. pengeluaran barang. Alat-alat laboratorium: Unit Alat Laboratorium. Untuk barang tidak habis pakai. dan lain-lain. Menyimpan. kartu inventaris mesin dan peralatan digunakan untuk mencatat Alat-alat angkutan: Alat Angkutan Darat Bermotor. Kartu barang disimpan dalam kotak atau file khusus. dan diurutkan secara alfa betis sesuai dengan nama barang. baik karena adanya pemasukan barang mau pun pengeluaran barang harus secepatnya dicatat 5. Setiap kartu barang harus dapat menunjukkan persediaan barang pada saat itu.

Alat-alat Kesenian. dan lain-lain 216 . Lukisan. sejarah dan lain-lain Barang bercorak kesenian/kebudayaan Barang Bercorak Kesenian. Ilmu Sosial. Tanda Penghargaan. Olahraga Geografi. Kebudayan seperti: Pahatan. Ilmu Pengetahuan Praktis. Arsitektur. Alat Olahraga. Agama. Kesenian. Matematika dan Pengetahuan Alam. Ilmu Bahasa.Buku seperti Buku Umum Filsafat. Biografi.

Pohon Mahoni. Format kartu inventaris ruang dapat dilihat dalam bagian lampiran. Binatang Unggas.06. 3.Hewan/ternak dan tumbuhan Hewan seperti Binatang Ternak. Pohon Asem dan lain-lain sejenisnya termasuk pohon ayoman/pelindung. Untuk memudahkan proses tersebut. dengan kode golongan.03.Alat Kantor 03: Kode kelompok . Berkaitan erat dengan masalah pemeliharaan dan keamanan.01.PC unit 0003: Kode Register . untuk barang tidak habis pakai pemakain atau penempatan barang harus dicatat dengan baik dan jelas. Ikan. pengurangan maupun pergerakan barangbarang yang berada di lingkungan sekolah.Peralatan dan Mesin 06: Kode bidang . sub-kelompok dan sub sub-kelompok yang dapat dilihat dalam peraturan t erkait. maka kartu ini diperbaharui minimal enam bulan sekali dan disaat bersamaan penanggung jawab melakukan pemeriksaan atas kondisi barang dan memastikan keberadaannya. Berbeda dengan barang habis pakai yang setelah diminta untuk digunakan tidak per lu dipantau keberadaannya. Pohon Kenari. Pada dasarnya keduanya sama-sama terdiri dari 14 digit. H. PENULISAN KODE BARANG Kode yang digunakan mengacu pada Lampiran Permendagri 17/2007 untuk sekolah negeri. Membuat laporan berkala. sedangkan untuk madrasah negeri mengacu pada Permenkeu 29/PMK.Personal Komputer 01: Kode sub sub-kelompok .02. Binatang Melata. dan lain-lain sejenisnya. Kartu inventaris ruang mutlak harus diperbaha rui untuk dapat mengetahui penambahan. maka digunakanlah kartu inventaris ruang yang ditempatkan di setiap ruangan dan berisikan barang apa saja yang ada di ruangan tersebut dan bagaimana kondisinya.003 Kode barang mengandung arti: 02: Kode golongan barang .Komputer 01: Kode sub-kelompok . bi dang.06/2010. kelompok. Contoh penulisan arti dari kode yang digunakan adalah sebagai berikut: 02. Ini berkaitan erat dengan masalah pengamanan dan pemeliharaan yang dinyatakan dalam PP 6/2006 Pasal 8 Ayat 2 butir e bahwa: Pengguna barang wajib mengamankan dan memelihara barang milik daerah yang berada dalam penguasaanya . Tumbuhan-tumbuhan seperti Pohon Jati.

pencatatan terhadap barang yang sej enis. 217 . Nomor urut pencatatan dari setiap barang. tahun pengadaan sama. melainkan kode unik yang ditetapkan oleh masing-masing sekolah: 1. ditulis: 0001 s/d 0150.Kode register merupakan kode unik yang tidak diatur secara khusus dalam peratura n perundangan. maka pencatatannya dapat dilakukan dalam suatu format pencatatan dalam lajur reg ister. besaran harganya sama seperti meja dan kursi jumlahnya 150 .

Nomer register juga bisa diambil dari nomor rangka/nomor produksi yang meleka t pada barang yang dibeli. bisa dilihat nomor unik yang terca ntum di unit komputer tersebut dan dijadikan nomor register (cukup diambil 3-4 angka ter akhir) 3.2. Nomor register ini dicetak dan ditempel pada barang tidak habis pakai yang re levan LAMPIRAN 1 Contoh Kartu Barang Habis Pakai Nama Sekolah : Alamat : Nama Barang : 218 . Misalnya: untuk komputer.

................) Mengetahui Kepala Sekolah LAMPIRAN 2 Luas (m2) Nomor Kode Barang Jenis Barang/ Nama Barang No 219 Kartu Inventaris Tanah ..............................Ket.... (.) Kepala Tatausaha Harga Asal Usul Penggunaan Sertifikat Nomor Status Tanah Tanggal Hak Alamat Tahun Pengadaan/ Penerimaan (.......

LAMPIRAN 3 220 Kartu Mesin/Peralatan .

LAMPIRAN 4 221 Kartu Inventaris Gedung .

LAMPIRAN 5 222 Kartu Inventaris Aset Tetap Lainnya .

LAMPIRAN 6 223 Kartu Inventaris Ruang .

224 .

disimpan dan ditata dengan rapi dalam urutan nomor dan 225 . Setiap kegiatan wajib dibuatkan laporan hasil pelaksanaan kegiatannya. 2. Pelapor an disini diartikan laporan yang wajib diserahkan oleh sekolah kepada Tim Manajemen BOS Kabupaten dan pengumuman yang harus dipajang di papan pengumuman sekolah sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat. LATAR BELAKANG Laporan adalah salah bentuk dari pertanggungjawaban keuangan yang utama.Bagian 3 Bab VI Pelaporan A. Seluruh arsip data keuangan. baik yang berupa laporan-laporan keuangan maupun dokumen pendukungnya. Laporan merupakan pertanggungjawaba n atas pelaksanaan kegiatan yang dibiayai sumber dana tertentu (umpama saja dana B OS). Untuk itu laporan pertanggungjawaban harus memenuhi unsur-unsur sebagai berikut: 1.

Kemendikn as menginginkan agar sekolah tidak terlalu dibebani dengan bermacam-macam laporan y . LAPORAN REALISASI PENGGUNAAN DANA Berbeda dengan format-format pembukuan yang semuanya disusun untuk setiap sumber dana. untuk sumber dana tertentu (umpama saja dana BOS) disesuaikan dengan persyaratan sumber dana yang bersangkutan 4. dan masingmasing akan ditunjukkan dari sumber dana mana pengeluaran-pengeluaran tersebut dibiayai. sehingga harus memuat laporan pener imaan dan penggunaan uang dari semua sumber dana yang diterima oleh sekolah.laporan internal). B. Bab ini akan membahas tentang laporan yang wajib disusun dan dilaporkan ke berba gai pihak sesuai aturan/syarat yang berlaku berkaitan dengan dana yang diterima seko lah dari berbagai sumber. Penerimaan dirinci per sumber dana. maka laporan realisasi penerimaan dan penggunaan dana adalah format multi sumber yang berarti bahwa laporan ini merupakan laporan semua sumber dana yang diterima sekolah secara terintegrasi. 3. laporan yang bersifat multi sumber dan juga kepada masyarakat (lapora n eksternal). Terdapat dua laporan utama yang harus disusun sekolah terkait dengan penggunaan dana BOS. Format Laporan Realisasi Penerimaan dan Penggunaan Dana (BOS K-2) adalah format laporan keuangan terintegrasi dan singkat/padat (condensed) dan merupakan satu-satunya l aporan yang disampaikan kepada Tim Manajemen Sumber Dana (umpama saja BOS) Kabupaten/ Kota. format laporan B OS akan digunakan sebagai acuan. Keakuratan dan ketepatan waktu laporan merupakan hal ya ng mutlak dalam penyusunan laporan. Waktu Pelaporan: laporan pertanggungjawaban keuangan tersebut disampaikan set iap triwulan. sedangkan penge luaran akan dirinci per program sekolah yang selanjutnya dirinci per jenis belanja. seperti juga bab-bab terdahulu. Format ini adalah format multi sumber. semester dan tahunan. Bentuknya berupa: Laporan Realisasi Penerimaan dan Penggunaan dana dari penanggungjawab/pengelola dana di tingkat sekolah harus disampaikan kepada Dinas Pendidikan (umpama saja kepada Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota . yaitu: Laporan Realisasi Penggunaan Dana per Program (ditujukan kepada Tim Sumber Dana/BOS Kota/Kabupaten) dan Pengumuman Realisasi Penggunaan Dana (ditujukan kepada masyarakat). Dalam hal ini.tanggal kejadiannya. serta disimpan di suatu tempat yang aman dan mudah untuk ditemukan setiap saat. Masing-masing akan dibahas secara terpisah di bawah ini.

Form at laporan BOS K-2 adalah sebagai berikut: 226 . dan apabila membutuhka n informasi yang lebih rinci maka semua data tersedia di sekolah bagi mereka.ang belum tentu sempat dibaca oleh para instansi peminta laporan. Mereka dipersilahk an untuk membaca dan mempelajari laporan terpadu BOS K-2 tersebut.

227 .

Penerimaan . diisi dengan nomor kode sesuai dengan kode Program Nasional. Sumber dana: sebutkan jenis/nama sumber dana yang bersangkutan b.Diisi dengan jumlah pengeluaran dari program sekolah dan non-program sekolah dan jenis belanjanya seperti disebutkan dalam BOS K-3 yang dibiayai sumber dana Bantuan Lain . dengan format sebagai berikut: a.Diisi dengan jumlah pengeluaran dari program sekolah dan non-program sekolah dan jenis belanjanya seperti disebutkan dalam BOS K-3 yang dibiayai sumber dana Pendapatan Asli Sekolah Cara yang harus dilakukan untuk mengambil data transaksi yang sudah dibukuan dal am Buku Kas Umum (BOS K-3) adalah: Buatlah ringkasan setap Buku Kas Umum dari setiap sumber dana per program dan se tiap program dirinci per jenis belanja. .Diisi dengan jumlah pengeluaran dari program sekolah dan non-program sekolah d an jenis belanjanya seperti disebutkan dalam BOS K-3 yang dibiayai sumber dana BOS Pusat. Cara mengisi Format adalah: Kolom 2. dan nomor kode Jenis Belanja Kolom 3. Kolom 4. . .Diisi dengan jumlah pengeluaran dari program sekolah dan non-program sekolah d an jenis belanjanya seperti disebutkan dalam BOS K-3 yang dibiayai sumber dana BOS Kabupaten/Kota . nomor Kode Program Sekolah. Kolom 5. diisi dengan urutan sebagai berikut: (1) Program Sekolah.Diisi dengan jumlah pengeluaran dari program sekolah dan non-program sekolah d an jenis belanjanya seperti disebutkan dalam BOS K-3 yang dibiayai sumber dana BOS Provinsi.Diisi dengan jumlah pengeluaran dari non-program sekolah yang berupa jenis bel anja seperti disebutkan dalam BOS K-3 yang dibiayai sumber dana rutin. dirinci per ( 2) Jenis Belanja tersebut dalam uraian Buku Kas Umum (BOS K-3) dari semua sumber dana. . diisi dengan jumlah pengeluaran dari program sekolah dan non-program se kolah dari kolom 4 sampai dengan 9.Sumber informasi untuk penyusunan format ini adalah Buku Kas Umum/BOS K-3 (yang tidak multi sumber) dari semua sumber dana yang dikelola oleh sekolah pada periode yan g sama.

Pengeluaran: 1) nomor kode sesuai dengan yang ada di BOS K-3 2) uraian: a) program X.1) Nomor kode sesuai dengan yang ada di BOS K-3 2) Jumlah c. yang dirinci per jenis belanja 228 .

Nomor kode sesuai dengan yang ada di BOS K-3 b. LAPORAN PENGGUNAAN DANA (FORMAT BOS-03) Laporan ini merupakan laporan yang harus diumumkan kepada masyarakat melalui pap an pengumuman sekolah dengan cara sebagai berikut: Buatlah ringkasan setiap Buku Kas Umum dari setiap sumber dana per program dan setiap program dirinci per jenis belanja. Pembelian Barang/Jasa Ketua Komite Sekolah. Kepala Sekolah. Uraian: . 3) isikan ringkasan tersebut ke dalam format laporan BOS K-2 d. dengan mencatumkan jenis/nama sumber d ana yang bersangkutan (dibuat untuk setiap sumber dana).Jenis Belanja A. Pembelian barang dan jasa: Merupakan laporan rinci barang dan jasa yang telah dibeli/dibayar dan datanya diambil dari Buku Kas Umum dari sumber dana yang bersangkutan Format yang digunakan untuk Laporan Penggunaan Dana adalah: Laporan Penggunaan Dana (BOS--11B) No Jenis Pengeluaran Tanggal/Bulan Jumlah (Rp) 1 2 3 No Barang/Jasa Tanggal/ Bulan Nama Toko/ Penyedia Jasa Jumlah (Rp) 1 2 3 A. yang dirinci per program sekolah .b) program Y. yaitu: 1.dsb. yang dirinci per program sekolah . 2. Pengeluaran B. yang dirinci per jenis belanja c) dsb. Laporan Penggunaan Dana (BOS-03) . Nomor sesuai dengan sumber dana yang ditunjukkan pada kolom 5 C. Bendahara.Jenis Belanja B. Masing-masing sumber dana penggunaannya akan dilaporkan dalam dua (2 kelompok) pengeluaran. Pengeluaran Umum: a.

229 .

Laporan ini merupakan laporan yang harus disusun untuk setiap sumber dana dalam periode tertentu. Laporan ini ditempelkan di papan pengumuman sekolah agar mud ah dibaca oleh masyrakat. susunlah Laporan Realis asi Penggunaan Dana Tiap Jenis Anggaran dan Laporan Penggunaan Dana berdasarkan sumb er. LATIHAN Dengan menggunakan hasil pembukuan transaksi pada Bab 4. 230 . Laporan umumnya mencakup periode tiga bulanan dan dicantumkan pad a judul atas laporan. Data yang digunakan untuk menyusun laporan ini adalah data yang berasa l dari Buku Kas Umum.

LATAR BELAKANG Tahap yang tidak kalah pentingnya dalam siklus manajemen keuangan adalah pengend alian. Dalam berbagai literatur. pengawasan dan audit. audit maupun pengendalian. Sesi ini secara khusus akan menjelaskan perbedaan dari pen gawasan. pengawasan secara umum diartikan sebagai usaha yang di lakukan dengan mengamati dan membandingkan pelaksanaan dengan rencana dan mengoreksinya 231 . melainkan sebagai pengetahuan dan pengenalan dari masingmasing sub-topik sehingga dapat lebih baik mempersiapkan diri dalam menjalani pengawasa . Audit Dan Pengendalian A.Bagian 3 Bab VII Pengawasan. Bab ini tidak akan secara dalam membahas mas ingmasing sub-topik diatas. siapa yang melakukan dan apa saja yang harus dipersiap kan sekolah dalam masing-masing bagian. audit dan pengendalian untuk memberikan gambaran lengkap tentang apa yang dilaku kan pada masing-masing tahap.

Dala m tata pemerintahan di Indonesia sendiri.apabila terjadi penyimpangan atau melakukan penyesuaian jika diperlukan. dalam ini di lua r sekolah. Tim manajemen BOS Provinsi/Kabupaten/Kota melakukan pengawasan dalam bentuk melakukan reviu. antara lain: 1. Untu k tingkat sekolah ini berarti dilakukan oleh pihak-pihak diluar dinas pendidikan d an sekolah itu sendiri (masyarakat. Pengawasan dilakukan oleh pihak yang berada di luar organisasi. Pengendalian dalam sector publik diartikan sebagai sebuah proses untuk memberika n jaminan dilaksanakannya strategi organisasi secara efektif dan efisien sehingga tujuan organisasi dapat dicapai. Monitoring internal adalah monitoring yang dilakukan oleh Tim Manajemen BOS T ingkat . komite sekolah dan masy arakat melakukan pengawasan dengan melakukan monitoring terhadap sekolah. dll). monitoring dan evaluasi 3. dewan pendidikan. Terdapa t hubungan yang erat antara rencana dengan pengawasan. Cakupan pengawasan di tingkat sekolah melipu ti kegiatan reviu. LSM. B. PENGAWASAN DI TINGKAT SEKOLAH Mardiasmo dalam buku Otonomi dan Manajemen Keuangan Daerah menyatakan bahwa pengawasan mengacu pada tindakan atau kegiatan yang dilakukan oleh pihak di luar eksekutif (yaitu masyarakat dan DPRD) untuk mengawasi kinerja pemerintahan. pemantauan (monitoring) dan bentuk kegiatan pengawasan lainnya. dengan bentuk yang beragam. Karena itulah system pengendalian dalam suatuorganisas i sering disebut juga sebagai pengendalian manajemen. 2. Dalam buku Panduan BOS 2011. audit diartikan sebagai pemeriksaan. Sedangkan Audit secara umum berarti proses sistematis yang dilakukan oleh orang yang kompeten dan independen dengan mengumpulkan dan mengevaluasi bahan bukti dan bertujuan memberikan pendapat mengenai kewajaran laporan keuangan tersebut. kegiatan pengawasan disebut dengan monitoring yang dibedakan menjadi: 1. DPRD melakukan pengawasan ke sekolah dalam bentuk monitoring. dengar pendapat dan kunjungan kerja. evaluasi. Yang merupakan fokus dari pengawasan adalah penyelenggaraan tugas dan fungsi sekolah sehingga didapat keyakinan yang memadai bahwa kegiatan di sekolah telah dilaksan akan sesuai dengan norma yang berlaku dan tolok ukur yang telah ditetapkan secara efe ktif dan efisien. Sekretaris provinsi/kabupaten/kota.

pelayanan dan penanganan pengaduan . yaitu melakukan monitoring dan ikut menyelesaikan masalah jika ditemukan permasalahan dalam pelaksanaan program BOS. Komponen utama yang dimonitor antara lain: alokasi dana sekolah penerima bantuan . Monitoring internal ini bers ifat supervisi klinis. kelemahan dan rekomendasi untuk perbaikan program. 2. Monitoring eksternal ini dapat dilakukan oleh Balitbang atau lembaga independen lainnya yang kompeten. Tingkat Provinsi dan Tingkat Kabupaten/Kota. Monitoring eksternal lebih bersifat evaluasi terhadap pelaksanaan program dan melakukan analisis terhadap dampak program. dan pelaporan. 232 . administras i keuangan . penyaluran dan penggunaan dana.Pusat.

sementara pada monitoring fokusnya adalah pada komponenko mponen program/kegiatan. Sedangkan berdasarkan fungsinya. Hasil dari audit eksterna l berbentuk opini atau pendapat atas kewajaran laporan keuangan. simpulan dan temuan. 2. audit dibedakan menjadi: 1. Audit internal adalah audit dengan tujuan membantu pihak manajemen dalam mengidentifikasi kelemahan. kecermatan. C. AUDIT Audit dalam tata keuangan Negara di Indonesia identik dengan pemeriksaan dan sesuai Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Negara Pasal 1 nomor 1 pemeriksaan sendiri di defini sikan sebagai proses identifikasi masalah. Hasil pemeriksaan kinerja adalah berupa temuan. 2. inefisiensi dan kegagalan dari berbagai program yang dilaksanakan. Pemeriksaan dengan tujuan tertentu adalah pemeriksaan yang tidak termasuk but ir 1 dan 2 di atas.adalah pemeriksaan atas pengelolaan keuangan Negara yang terdiri atas pemeriksaan aspek ekonomi dan efisiensi serta pemeriksaan aktivitas . Inspek torat Jenderal di tingkat Pusat. analisis. kredibilitas. penting bagi sekolah untuk menyiapkan bukti-bukti yang terkai t dengan pemeriksaan yang dilakukan. obyektifn dan professional berdasarkan standar pemeriksaan. Pengawasan memfokuskan pada orang-orang yang mengelola program atau melaksanakan kegiatan. Misalnya untuk pemeriksaan keuangan. Audit internal dilakukan oleh BPKP (Badan Pemeriksa Keuangan Pemerintah).Secara teknis. dan keandalan informasi mengenai pengelolaan dan tangg ung jawab keuangan negara . perbedaan mendasar dari pengawasan dan monitoring terletak adalah pada fokusnya. Hasil dari pemeriksaan ini adalah berupa opini. Pemeriksaan keuangan yaitu pemeriksaan terhadap laporan keuangan. Provinsi maupun Kota/Kabupaten. Undang-undang ini membedakan pemeriksaan keuangan menjadi: 1. 3. Dalam pemeriksaan. Hasil dari audit internal adalah berupa rekomendasi. kesimpulan dan rekomendasi. Audit eksternal u ntuk lembaga pemerintah di Indonesia dilakukan oleh BPK (Badan Pemeriksa Keuangan). untuk menilai kebena ran. maka buk tibukti . Hasil pemeriksaan berupa kesimpulan. dan evaluasi yang dilakukan secara independen. Audit eksternal yaitu audit yang dilakukan dengan tujuan untuk memberikan per nyataan pendapat professional mengenai tingkat kelayakan dan keandalan informasi dan lap oran pertanggungjawaban yang disampaikan kepada masyarakat. Pemeriksaan kinerja.

General Accounting Office (GAO) dalam Comprehensive Audit Manual (seperti dikutip Sawyer. 1988:100) pengendalian manajem en adalah beberapa cara atau alat yang digunakan oleh manajemen dalam melaksanakan fungsi pengendalian dalam mencapai tujuan entitas.keuangan dan kepatuhan terhadap aturan maupun standar yang telah ditetapkan akan menjadi tolok ukur pemeriksaan dan pada akhirnya menjadi dasar pemberian opini. (2) koordinasi antar berbagai bagian dalam 233 . PENGENDALIAN DI TINGKAT SEKOLAH Pengendalian manajemen menurut Mardiasmo (2004:45) yang dimaksud pengendalian adalah usaha untuk memberikan jaminan dilaksanakannya strategi organisasi secara efektif dan efisien sehingga tujuan organisasi dapat dicapai. yaitu: (1) perencanaan. D. Pengendalian manajemen melipu ti beberapa aktivitas.

penetapan dan reviu atas indikator dan ukuran kinerja.organisasi. pemisahan fungsi. 10. dan (7) penilaian kinerja. 6. otorisasi atas transaksi dan kejadian yang penting. Dinas Pendidikan Kabupate n/ Kota dan Koordinator tingkat kecamatan. 5. terlihat bahwa pengendalian berpusat dari. Tindakan atau kegiatan yang dilakukan sebagai bent uk dari pengendalian internal dapat berupa: 1. 9. kota/kabupaten da n kecamatan oleh Kemendiknas. provinsi. pengendalian atas pengelolaan sistem informasi. pengamanan aset negara. pencatatan yang akurat dan tepat waktu atas transaksi dan kejadian. pembinaan sumber daya manusia. pengendalian fisik atas aset. 8. akuntabilitas terhadap sumber daya dan pencatatannya. 2. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah mendefinisikannya sebagai: proses yang integral pada tindakan dan keg iatan yang dilakukan secara terus menerus oleh pimpinan dan seluruh pegawai untuk memb erikan keyakinan memadai atas tercapainya tujuan organisasi melalui kegiatan yang efekt if dan efisien. baik atasan maupun sta f memiliki tugas dan kewajiban masing-masing agar system pengendalian dapat berjalan dengan baik. Dinas Pendidikan Provinsi. (4) pengambilan keputusan. Dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan pengendalian di atas. reviu atas kinerja Instansi Pemerintah yang bersangkutan. (5) memotivasi orangorang dalam organisasi agar berprilaku sesuai dengan tujuan organisasi. (6) pengendali an. (3) komunikasi informasi. dan 11. Bentuk pengendalian dan pelaku pengendalian yang umumnya dilakukan di tingkat se kolah adalah sebagai berikut: 1. Pembinaan: dilakukan di tingkat pemerintah pusat. dokumentasi yang baik atas Sistem Pengendalian Intern serta transaksi dan ke jadian penting. 4. pembatasan akses atas sumber daya dan pencatatannya. 7. . keandalan pelaporan keuangan. dan ketaatan terh adap peraturan perundang-undangan. dalam dan bagi suatu organisasi. Dari penjelasan di atas. 3.

efektif dan bertanggungjawan sesuai peraturan yang berlaku. Memastikan bahwa pengelolaan keuangan sekolah telah dilakukan secara ekonomis . Karenanya sekolah perlu membiasakan diri untu k menganggap kegiatan-kegiatan tersebut sebagai bagian dari kegiatan rutin dengan mempersiapkan diri dengan cara: 1. audit maupun pengendalian adalah merupakan bagian dari siklus manaje men keuangan yang akan terus berulang. perolehan dan pemeliharaan data/informasi yang handal dan 234 .2. Pengawasan. keamanan barang yang berada dalam pengelolaan sekolah. 2. Dokumentasi yang baik dan pencatatan akurat serta tepat waktu dilakukan di ti ngkat sekolah/madrasah. efisien. kepatuhan terhada p peraturan perundangan. Memastikan dilakukanya pengendalian internal yang efektif guna menjamin penca paian tujuan.

dan relevan perlu terus dilakukan oleh manajemen sekolah. 235 . Menyusun dan menyampaikan laporan secara tepat waktu. Memelihara catatan.pengungkapan yang wajar. kompete n. dokumentasi dan bukti-bukti pendukung yang cukup. 4. 3.

236 .

Referensi 237 .

238 .

dan Kegiata n Orang Pribadi. Jasa. Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010 Tentang Perubahan Atas Peraturan Pemeri ntah Nomor 17 Tahun 2010 Tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 Tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan. Permendiknas Nomor 16 Tahun 2007 Tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompet . Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 Tentang Pedoman Penyusunan dan Penerapa n SPM.03/2008 Tentang Penunjukan Pemungut Pajak Penghasilan Pasal 22 Sifat dan Besarnya Pungutan serta Tata Cara Penyetoran dan Pelaporannya.03/2007. Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Permendiknas Nomor 13 Tahun 2007 Tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan.Keputusan Menteri Keuangan Nomor 254/KMK. Permendagri Nomor 59 Tahun 2007 Tentang Sistem Pengelolaan Keuangan Daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 Tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. serta Peraturan Menteri Keuangan Nomor 184/PMK. Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2008 Tentang Pendanaan Pendidikan. dan Nomor 210/PMK.03/2007. Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 Tentang Panduan Pengelolaan Keuangan Daerah. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 29/PMK.03/2008 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Pemotongan Pajak Atas Penghasilan Sehubungan dengan Pekerjaan. Nomor 08/PMK. Peraturan Pemerintah Nomor 80 Tahun 2008 Tentang Sistem Pengendalian Internal Pe merintah (SPIP).06/2010 Tentang Penggolongan dan Kodefik asi Barang Milik Negara. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 252/PMK.03/2008. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2007 Tentang Pedoman Teknis Pengel olaan Barang Milik Daerah beserta Lampiran 41 mengenai Tabel Kode Barang.03/2001 dan perubahannya Keputusan Menteri Keuangan Nomor 154/KMK. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 Tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/ Daerah dan perubahannya melalui Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2008. Permendiknas Nomor 15 Tahun 2010 Tentang Standar Pelayanan Mimimal Pendidikan Da sar.

Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Permendiknas Nomor 24 Tahun 2006 Tentang Pelaksanaan Pemendiknas Nomor 22 Tahun 2006 239 . Permendiknas Nomor 20 Tahun 2007 Tentang Standar Penilaian Pendidikan. Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 Tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Das ar dan Menengah. Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 Tentang Standar Pengelolaan Pendidikan oleh Sat uan Pendidikan Dasar dan Menengah.ensi Guru.

Tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Permendiknas Nomor 26 Tahun 2008 Tentang Standar Tenaga Laboratorium Sekolah/Mad rasah. Undang-undang Nomor 15 Tahun 2004 Tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung J awab Keuangan Negara. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara. Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik. dan Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA). Undang-undang Nomor 18 Tahun 2000 Tentang Perubahan Kedua PPN barang dan Jasa da n PPNBm. Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs). Permendiknas Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Standar Sarana dan Prasarana untuk Seko lah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI). 240 . Permendiknas Nomor 37 Tahun 2010 Tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun Anggaran 2011. Undang-undang Nomor 36 Tahun 2008 Tentang Perubahan Keempat atas UU Nomor 7 Tahu n 1983 Tentang Pajak Penghasilan. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Permendiknas Nomor 63 Tahun 2009 Tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1983 Tentang Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Barang da n Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPNBm). Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen. Permendiknas Nomor 25 Tahun 2008 Tentang Standar Tenaga Perpustakaan Sekolah/Mad rasah. Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 Tentang Perbendaharaan Negara. Permendiknas Nomor 24 Tahun 2008 Tentang Standar Tenaga Administrasi Sekolah/Mad rasah. Undang-undang Nomor 42 Tahun 2009 Tentang Perubahan Ketiga PPN Barang dan Jasa d an PPNBm. Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 Tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.

.

Pendidikan Karakter Bangsa .

Pendidikan Karakter Bangsa 242 .

sehat. . budaya. Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungannya. suku. Menggunakan informasi tentang lingkungan sekitar secara logis.Pendidikan Karakter Bangsa Materi Pendidikan Karakter Bangsa Pendidikan Karakter di Pendidikan Dasar KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR 2011 Latar Belakang (Dasar Hukum) UU nomor 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Mengenal kekurangan dan kelebihan diri-sendiri. kreatif. cakap. Menghargai keberagaman agama. Permendiknas nomor 22/2006 tentang Standar Isi. SKL SD . Permendiknas nomor 23/2006 tentang SKL. Inpres nomor 1/2010 tentang Percepatan Pelaksanaan Prioritas Pembangunan Nasional Tahun 2010 menyatakan/menghendaki/ memerintahkan pengembangan karakter peserta didik melalui pendidikan di sekolah. dan kreatif. kritis. Menunjukkan rasa keingintahuan yang tinggi dan meyadari potensinya. Menunjukkan kemampuan berpikir logis. dengan bimbingan guru / pendidik. dan kreat if. berakhlak mulia. mandiri. Pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar men jadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. berilmu. Menunjukkan kemampuan memecahkan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari. UUSPN UUSPN Pasal 3 menyebutkan: Pendidikan Nasional mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. ras. dan golongan sosial ekonomi di lingkungan sekitarnya. kritis. dan menjadi warga negara yang demokrati s serta bertanggung jawab.SKL SMP Lulusan SD memiliki kompetensi-kompetensi berikut: Menjalankan ajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap perkembangan anak.

negara. Menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan. 243 . Menunjukkan kecintaan dan kebanggaan terhadap bangsa. dan tanah air Indo nesia.Menunjukkan kemampuan mengenali gejala alam dan sosial di lingkungan sekitar.

bugar. Menerapkan nilai-nilai kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat. kreatif. dan bernegara demi terwujudnya persatuan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bekerja sama dalam kelompok.Menunjukkan kemampuan untuk melakukan kegiatan seni dan budaya lokal. berbicara. kritis. budaya. Lulusan SMP memiliki kompetensi-kompetensi berikut: Mengamalkan ajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap perkembangan remaja. tolong menolong. Menunjukkan sikap percaya diri. Menunjukkan kebiasaan hidup bersih. dan golongan sosial ekonomi dal am lingkup nasional. menulis dan berhitung . dan inovatif. Menunjukkan kegemaran membaca dan menulis Menunjukkan keterampilan menyimak. Menghargai keberagaman agama. sehat. ras. Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungan yang lebih luas. Mencari dan menerapkan informasi dari lingkungan sekitar dan sumber-sumber lain secara logis. Memanfaatkan lingkungan secara bertanggung jawab. kritis. Menunjukkan kemampuan belajar secara mandiri sesuai dengan potensi yang dimiliki nya. Menghargai karya seni dan budaya nasional. Berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan santun. Mendeskripsikan gejala alam dan sosial. dan memanfaatkan waktu luang dengan baik. suku. Menunjukkan kemampuan menganalisis dan memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. dan kreatif. berbangsa. dan menjaga diri sendiri dalam lin gkungan keluarga dan teman sebaya. . aman. sehat. aman. Memahami kekurangan dan kelebihan diri-sendiri. Menghargai tugas pekerjaan dan memiliki kemampuan untuk berkarya. bugar. Menunjukkan kemampuan berpikir logis. Menerapkan hidup bersih. Berkomunikasi secara jelas dan santun. dan memanfaatkan waktu l uang. membaca.

berbicara. membaca. Menunjukkan kegemaran membaca dan menulis naskah pendek sederhana.Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di masyarakat. Menunjukkan keterampilan menyimak. dan menulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris sederhana. Menguasai pengetahuan yang diperlukan untuk mengikuti pendidikan menengah. Me nghargai adanya perbedaan pendapat. Memiliki jiwa kewirausahaan 244 .

kebudayaan.SK/KD SELURUH MAPEL SD & SMP SK/KD memuat nilai-nilai: religiusitas kejujuran toleransi disiplin kerja keras kreativitas kemandirian demokratis rasa ingin tahu semangat kebangsaan cinta tanah air menghargai prestasi bersahabat/komunikatif cinta damai senang membaca peduli sosial peduli lingkungan tanggung jawab INPRES NOMOR 1 TAHUN 2010 Bidang Pendidikan: Penguatan metodologi dan kurikulum Penyempurnaan kurikulum dan metode pembelajaran aktif berdasarkan nilai-nilai bu daya bangsa untuk membentuk daya saing dan karakter bangsa. Pengertian Karakter dan Pendidikan Karakter Karakter adalah perilaku yang dilandasi oleh nilai-nilai berdasarkan norma agama . Terselenggaranya uji coba kurikulum dan metode pembelajaran aktif berdasarkan ni lai. adat istiadat.nilai budaya bangsa untuk membentuk daya saing dan karakter bangsa. dan estetika. Pendidikan karakter adalah upaya yang terencana untuk menjadikan peserta didik m . hukum/konstitusi.

engenal. peduli dan menginternalisasi nilai-nilai sehingga peserta didik berperilaku seba gai insan kamil. 245 .

terpadu. ing madya mangun kar sa. sesuai standar kompet ensi lulusan. dan kewirausahaan: 25 butir nilai terba gi dalam 5 kelompok Catatan: Dengan alasan fisibilitas penanaman. kritis. tut wuri handayani) Contoh: Nilai-nilai yang Perlu Diinternalisasikan di SD & SMP Berdasarkan nilai-nilai pada SKL. dan seimbang. Semua warga sekolah. terutama para peserta didik sebagai prioritas utama Pendidik berperan sebagai teladan (ing ngarso sung tuladha. kreatif. SK/KD. setiap mata pelajaran TIDAK harus menanamkan semua nilai karakter. Nilai Karakter dalam Hubungan Manusia dengan Tuhan Religiusitas Nilai Karakter dalam Hubunganya dengan diri sendiri kejujuran kecerdasan rasa tanggung jawab kebersihan dan kesehatan kedisiplinan berpikir logis. inovatif ketangguhan 246 . Sasaran Seluruh Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Indonesia.Tujuan Pendidikan Karakter Meningkatkan mutu penyelenggaraan dan hasil pendidikan di sekolah melalui pemben tukan karakter peserta didik secara utuh. Setiap mapel DAPAT memfokuskan pada penanaman nilai-nilai tertentu yang paling relevan/dekat dengan sifat isi dan kegiatan pembelajaran pada mapel ybs.

.

kecerdasan 4. tanggung jawab 5. kebersihan dan kesehatan 6. kritis. kedisiplinan 7. kreatif dan inovatif . tolong-menolong 8. kejujuran 3.keingintahuan cinta Ilmu rasa percaya-diri kemandirian keberanian mengambil resiko berorientasi pada tindakan jiwa kepemimpinan kerja keras Nilai Karakter dalam Hubungan Antarmanusia tolong-menolong kesantunan kesadaran akan hak dan kewajiban diri dan orang lain kepatuhan pada aturan-aturan sosial menghargai karya dan prestasi orang lain demokrasi Nilai Karakter dalam Hubungan Manusia dengan Lingkungan: kepedulian terhadap lingkungan Nilai Kebangsaan: nasionalisme menghargai keberagaman Nilai-nilai Basis Pengembangan Karakter 1. religiusitas 2. berpikir logis.

Catatan : Nilai-nilai tersebut merupakan karakter yang pada tahap awal pendidikan karakter ini diprioritaskan internalisasinya. melalui semua mata pelajaran. 247 .

GRAND DESIGN PENDIDIKAN KARAKTER Contoh: Skema Pendidikan Karakter di SD & SMP 248 .

dan bahan ajar (lihat lampiran). RPP. Selain itu juga telah dikembangkan Buku Panduan bagi Guru Mata Pelajaran Menggunakan BSE untuk Pendidi kan Karakter. Pelaksanaan Pembelajaran 249 . dan BAHAN AJAR Untuk memfasilitasi sekolah dalam melaksanakan pendidikan karakter. RPP. Direktorat P SMP telah mengembangkan model-model silabus.Pendidikan Karakter Terintegrasi dalam Pembelajaran Semua Mata Pelajaran Contoh : MODEL SILABUS.

Evaluasi: Authentic Assessment PENILAIAN KARAKTER Untuk memfasilitasi sekolah dalam melaksanakan pendidikan karakter. 250 . Direktorat P SMP telah mengembangkan rubrik penilaian sebagai berikut MK/A: Membudaya (apabila peserta didik terus.menerus memperlihatkan secara kons isten perilaku yang dinyatakan dalam indikator ) MB/B: Mulai Berkembang (apabila peserta didik sudah mulai secara konsisten memperlihatkan berbagai tanda perilaku yang dinyatakan dalam indikator ) MT/C : Mulai Terlihat (apabila peserta didik sudah mulai memperlihatkan adanya t anda-tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator tetapi kemunculannya belum konsist en) BT/D: Belum Terlihat (apabila peserta didik belum memperlihatkan tanda-tanda awa l perilaku yang dinyatakan dalam indikator).

Contoh: Pembinaan Karakter melalui Manajemen Sekolah 251 .

Contoh: Pembinaan Karakter melalui Kegiatan Kesiswaan 252 .

253 .

254 .

255 .

256 .

257 .

258 .

259 .

260 .

261 .

262

Suplemen Suplemen

Suplemen 264

Pengintegrasian Pengurangan Resiko Bencana ke dalam Evaluasi Diri Sekolah/Madrasah (EDS/M) Bahan suplemen ini ditujukan untuk membantu sekolah/madrasah dalam menemukenali/ mengidentifikasi ancaman bencana dan mengkaji resiko dampak bencana yang dihadap i sekolah/ madrasah, sebagai bagian dari proses Evaluasi Diri Sekolah/Madrasah (EDS/M). Atas dasar penilaian resiko dampak bencana ini, sekolah/madrasah diharapkan dapa t menentukan pilihan tindakan Pengurangan Resiko Bencana menurut jenis dan tingkatan ancaman bencana yang dihadapi sekolah/madrasah, untuk bisa dimasukkan ke dalam Rencana Pengemban gan Sekolah (RPS) dan Rencana Kerja Sekolah (RKS) A. Tentang Ancaman Bencana di Indonesia Jenis-jenis bencana di Indonesia yang dapat mempengaruhi keamanan dan keselamata n sekolah/madrasah Gempa Bumi adalah kejadian alam akibat pergeseran lempeng bumi atau meletusnya g unung berapi, yang berakibat pada pergerakan permukaan bumi. Gerakan permukaan bumi in i dapat meruntuhkan bangunan rumah, gedung, sekolah/madrasah, jembatan dan jalan. Gempa bumi dapat diikuti oleh bahaya tambahan seperti kebakaran, benda-benda jatuh, atau ba hkan banjir akibat bendungan rusak. Gempa bumi dapat mengakibatkan jatuhnya benda-benda yang terletak di atas, meruntuhkan bangunan sekolah/madrasah, dan menjebak murid dan guru di d alam reruntuhan bangunan. Tsunami adalah gelombang besar yang diakibatkan oleh adanya perubahan dasar laut atau badan air yang terjadi akibat gempa bumi, letusan gunung berapi atau longsoran b awah laut. Gelombang yang terjadi menjalar dengan kecepatan dan elevasi yang tinggi di laut an dan ketika mencapai daratan dapat menjadi banjir bandang yang sangat dahsyat berakibat meru sak bendabenda yang dilewatinya. Gelombang tsunami dapat menghancurkan dan menghanyutkan bangunan rumah, sekolah/madrasah, perkantoran dan bangunan publik lainnya yang t erletak di pinggir pantai atau pada jalur air yang dekat dengan laut. Banjir adalah kejadian di mana air menggenang dalam waktu tertentu pada daerah y ang biasanya tidak digenangi air. Banjir terjadi saat kapasitas air melebihi daya tampung sun gai, danau, rawa atau penampung air lainnya. Kejadian ini dipengaruhi oleh intensitas curah hujan , lamanya hujan, kondisi topografi, kondisi tanah, dan kondisi tutupan lahan. Banjir dapat mengge nangi bangunan sekolah/madrasah atau menghanyutkan peralatan di dalamnya.

Tanah Longsor adalah pergerakan batuan atau tanah secara menurun menuju kaki sua tu lereng. Longsor dapat terjadi akibat gempa bumi, banjir dan letusan gunung berapi. Tanah longsor juga terjadi ketika kekuatan dari batuan atau tanah yang membentuk lereng dilampaui o leh tekanan massa lereng dan benda-benda di atasnya. Pengurangan kekuatan tanah ini dapat di sebabkan oleh meningkatnya kandungan air, meningkatnya sudut kemiringan lereng, berkurang nya pohon penyangga kemiringan tanah serta bertambahnya beban di permukaan lereng. Tanah l ongsor dapat menimpa, menggeser atau menimbun bangunan sekolah/madrasah. Kebakaran adalah kejadian di mana api menghanguskan bangunan rumah, sekolah/madr asah dan bangunan publik lainnya. Kebakaran gedung dan pemukiman pada dasarnya diakib atkan 265

oleh kelalaian manusia terutama dalam hal pemilihan bahan yang mudah terbakar, p emakaian alat-alat pembakaran yang menyalahi aturan, atau pemasangan instalasi listrik ya ng salah dan pemakaian alat-alat elektronik yang mengakibatkan arus pendek dan percikan api. Kebakaran dapat juga disebabkan oleh api dari kompor atau alat pemanas lainnya. Kebakaran dapat merusak bangunan sekolah/madrasah dan menjebak murid dan guru di dalam kungkungan api. . 266

Untuk masing-masing ancaman di atas: Jika semua jawaban Y, sekolah/madrasah memiliki risiko yang SANGAT TINGGI Jika lebih banyak jawaban Y, sekolah/madrasah memiliki resiko yang TINGGI Jika lebih banyak jawaban T, sekolah/madrasah memiliki resiko yang SEDANG Jika semua jawaban T, sekolah/madrasah memiliki resiko yang RENDAH C. Tindak lanjut hasil EDS/M tentang resiko bencana yang dihadapi sekolah/ madrasah Menyikapi hasil EDS/M tentang resiko bencana Secara umum idealnya aspek Keselamatan Sekolah (School Safety) merupakan bagian dari Standar Pelayanan Minimal (SPM). Kalaupun belum menjadi standar wajib, aspek kes elamatan merupakan kebutuhan mendasar bagi berlangsungnya proses belajar mengajar yang am an, nyaman dan melindungi. Bagi sekolah/madrasah yang memiliki resiko SANGAT TINGGI, TINGGI dan SEDANG dari hasil analisis sederhana di atas, maka disarankan agar sekolah/madrasah merujuk ke Sup lemen tentang Pengintegrasian Tindakan Pengurangan Resiko Bencana kedalam Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) dan Rencana Kerja Sekolah (RKS) yang tersedia pada Modul Perencana an dan Penganggaran Sekolah/Madrasah. 267

268

Pengintegrasian Tindakan Pengurangan Resiko Bencana ke dalam Rencana Kegiatan Sekolah (RKS) dan Rencana Kerja Tahunan (RKT) Petunjuk: Lembar suplemen ini dimaksudkan untuk membantu sekolah/madrasah dalam menindak lanjuti hasil Evaluasi Diri Sekolah/Madrasah (EDS) tentang Pengurangan Resiko Bencana ke dalam Rencana Kegiatan Sekolah (RKS) dan Rencana Kerja Tahunan (RKT), melalui penentuan pilihan-pilihan tindakan yang kongkrit untuk meningkatkan keamanan dan keselamat an sekolah (school safety) dari resiko bencana. A. Menentukan Pilihan Tindakan Pengurangan Resiko Bencana Memberikan pilihan tindakan yang dapat dilaksanakan untuk mengurangi resiko bencana untuk sekolah/madrasah yang memiliki resiko SANGAT TINGGI, TINGGI dan SEDANG. Ada dua kelompok pilihan tindakan yang termasuk dalam kategori Tindakan Struktural dan Tindakan Non-Struktural B. Menentukan Kebutuhan Pengurangan Resiko Bencana Mengidentifikasi kebutuhan kegiatan sekolah/madrasah dan program perbaikan yang dapat dilakukan untuk mengurangi resiko bencana, untuk dimasukkan ke dalam rencana sekolah/madrasah 269

Jangka Pendek Evaluasi diri kerentanan bangunan, fasilitas dan lingkungan sekolah/madrasah terhadap berbagai jenis bencana Perbaikan sistem pengelolaan sekolah/madrasah agar memiliki prosedur keselamatan Penyadaran akan pemahaman pentingnya mitigasi bencana dan prosedur keselamatan Pelaksanaan kegiatan simulasi dan latihan keselamatan menghadapi bencana Jangka Menengah/Panjang Perbaikan fasilitas sekolah/madrasah agar memenuhi standar keamanan dan keselamatan menghadapi bencana Penataan ulang penggunaan ruang kelas, jalur gang,

Contoh--contoh kegiatan Jangka Pendek Membentuk tim siaga bencana sekolah/madrasah Melakukan evaluasi diri . maka unsur Keselamatan Sekolah (School Safety) harus menjadi bagian dari kondisi sekolah/madrasah yang diharapkan (bagian dari visi dan misi). untuk sekolah/madrasah yang hasil analisis resiko bencan a dalam EDS menunjukkan resiko yang SANGAT TINGGI. kegiatan dan rencana kerja tahunan. Memasukkan Pengurangan Resiko Bencana ke dalam rencana sekolah/madrasah Merencanakan pemenuhan kebutuhan Pengurangan Resiko Bencana dengan menuangkan ke dalam RKS dan RKT Langkah awal: idealnya. TINGGI dan SEDANG. rencana jangka menengah/ panjang dituangkan dalam Rencana Kegiatan Sekolah/RKS (4 tahunan). Di dalam mekanisme BOS. maka tujuan tersebut bisa diturunkan ke dalam sas aran.gudang dan lapangan untuk meningkatkan kemudahan mobilitas Pemindahan sebagian atau keseluruhan bangunan sekolah/madrasah ke kawasan yang lebih aman dari bencana C. Jangka waktu perencanaan: Pada umumnya pilihan tindakan STRUKTURAL dapat dikerja kan dalam JANGKA MENENGAH/PANJANG. Selanjutnya rencanarencana tersebut dituangkan lebih lanjut ke dalam Rencana Kerja Anggaran Sekolah (RKAS). sedangkan pilihan tindakan NON-STRUKTURAL dapat dikerjakan dalam JANGKA PENDEK. Jika Keselamatan Sekolah/Madrasah merupakan bagian dari tujuan pengembangan sekolah/madrasah. sedangkan ren cana jangka pendek dituangkan dalam Rencana Kerja Tahunan (RKT).

kerentanan bangunan dan lingkungan sekolah/madrasah dari resiko bencana Menyusun prioritas rencana perbaikan untuk mengurangi kerentanan bangunan dan lingkungan sekolah/madrasah Menyusun dan melembagakan prosedur tetap penyelamatan saat terjadi bencana Melakukan simulasi dan pelatihan penyelamatan saat terjadi bencana Mendapatkan atau membuat poster dan melakukan kampanye penyadaran prosedur keselamatan saat bencana Mengevaluasi secara berkala peningkatan budaya keselamatan di sekolah/madrasah Contoh--contoh kegiatan Jangka Menengah/Panjang .

Pelebaran pintu--pintu kelas dan pintu gerbang sekolah/madrasah untuk mempermudah penyelamatan saat terjadi bencana Pembuatan rambu--rambu petunjuk arah. jalur evakuasi dan penyediaan tempat berkumpul (assembly area) Merenovasi untuk penguatan struktur bangunan inti sekolah/madrasah agar tahan gempa Pengaturan kembali tata letak ruangan dan peralatan untuk mempermudah proses penyelamatan 270 .

Ir. 10270 Tel: 021-5725061. Senayan Gedung E. Senayan Gedung E. Jenderal Sudirman. Juanda No. Referensi dan Nomor Kontak Penting Jika sekolah/madrasah memiliki resiko tinggi dan perlu informasi lebih lanjut. Lantai 5 Jakarta Selatan. Jenderal Sudirman. Sutopo Purwo Nugroho Jl. Lantai 15 Jakarta Selatan. 36 Jakarta Tel: 021-3442734. 10270 Tel: 021-5725061. 3442985. 5725613 Fax: 021-5725613 BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA NASIONAL Pusat Data dan Informasi Dr. KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL Direktorat Jendral Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Koordinator Program BOS Binsar Marpaung Jl. 3443079 Fax: 021-3505075 Email: sutopopn2011@yahoo. H.com 271 . 5725613 Fax: 021-5725613 KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL Direktorat Jendral Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Koordinator DAK Rehabilitasi Sekolah Jl.D. dapat menghubungi organisasi dan institusi berikut untuk mendapatkan informasi.

baik di dalam maupun di luar rumah tangga. baik di perkot aan maupun di perdesaan Dua hal ini merupakan bagian penting dari tumbuhkembang inisiatif pemerintah Ind onesia untuk mengagendakan secara nasional upaya Pengarusutamaan Gender (PUG) APA KESETARAAN DAN KEADILAN GENDER DALAM KELUARGA? Suatu kondisi yang setara dan seimbang antara laki-laki dan perempuan dalam memp eroleh peluang/ kesempatan. termasuk proses pengambilan keputusan. Goal 2: mencapai pendidikan dasar bagi semua dengan tujuan bahwa pada tahun 2015 semua anak baik laki-laki maupun perempuan dapat mengenyam pendidikan dasar Goal 3: mempromosikan kesetaraan dan pemberdayaan perempuan dengan tujuan untuk menghapuskan segala bentuk disparitas gender dalam pendidikan dasar dan menengah paling lambat pada tahun 2015. 272 .Isu Gender dalam Penyusunan Rencana Kerja Sekolah DIREKTORAT PENDIDIKAN MASYARAKAT DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN NON FORMAL DAN INFORMAL KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL 2010 LATAR BELAKANG Perhatikan hal yang berkaitan dengan millennium development goals (MDGs) dan dat a lamasekolah sebagian penduduk Indonesia seperti yang dipaparkan dio bawah ini. Rata-rata Lama Sekolah (dalam tahun) Penduduk Berusia 15 Tahun Keatas Menurut Tipe Daerah dan Jenis Kelamin. partisipasi. MENGAPA PERLU MENYELENGGARAKAN PUG ? Memperoleh akses yang sama kepada sumber daya pembangunan. Berpartisipasi yang sama dalam proses pembangunan. Tahun 20 08 Capaian pendidikan perempuan lebih rendah dibandingkan laki-laki. kontrol dan manfaat pembangunan.

pada tahun 2000 telah dikeluarkan Instruksi Presiden No. dan permasalahan per empuan dan laki-laki ke dalam proses perencanaan. dan evaluasi atas kebijakan. dan kegiatan pembangunan bidan g pendidikan. pelaksanaan. aspirasi. dan Memperoleh manfaat yang sama dari hasil pembangunan.9 Tahun 2000) Suatu strategi untuk mencapai kesetaraan dan keadilan gender (KKG) melalui kebij akan dan program yang memperhatikan pengalaman. pemantauan. kebutuhan. aspirasi. kebutuhan. Melalui instruk si ini Presiden Republik Indonesia telah mengintruksikan kepada seluruh Kementerian / Lembaga serta pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk melaksanakan PUG ke dalam perencanaan. THN 2008 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN PENGARUSUTAMAAN GENDER BIDANG PENDIDIKAN ) Tujuan Pengarusutamaan Gender memberikan acuan bagi para pemegang kebijakan dan pelaksana pendidikan dalam menyusun strategi pengintegrasian gender yang dilakukan melalui perencanaan. dan penyelesaian permasalahan laki-Iaki dan peremp .84 Tahun 2008 Tentang Pedoman Pelaksanaan PUG Bidang Pendidikan yang memberi acuan pelaksanaan PUG bidang pendidikan mulai tingkat pusat. pelaksanaan. 17 tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) Tahun 2005-2025. mewujudkan perencanaan berperspektif gender melalui pengintegrasian pengalaman. Dalam UU tersebut peningkatan kesetaraan gende r merupakan salah satu tujuan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Ke-2 (201 02014) Permendagri No 15 Tahun 2008 Tentang Pedoman Umum Pelaksanaan Pengarusutamaan Gender di daerah Permendiknas No. penganggaran. serta pemantauan dan evaluasi atas kebijakan dan program yang berperspektif gender diseluruh aspek pembangunan Undang-undang No.Memiliki kontrol yang sama atas sumber daya pembangunan. 84. pemantauan. PUG DALAM INSTRUKSI PRESIDEN ( Inpres No. KOMITMEN NASIONAL TENTANG PUG Untuk melaksanakan PUG ini. provin si. program. potensi. dan evaluasi atas seluruh kebijakan dan program di berbagai bidang kehidupan dan sektor pembangunan PUG DALAM PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN (PERMEN DIKNAS NO. pelaksanaan. kabupaten/kota sampai dengan satuan pendidikan.9 Tentang Pengarusutamaan Gender (PUG) dalam pembangunan Nasional.

peranan. mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender pada satuan pendidikan dan masyarakat. 273 . dan tanggung jawa b laki-laki dan perempuan sebagai insan dan sumber daya pembangunan.uan. meningkatkan kesetaraan dan keadilan dalam kedudukan. mewujudkan pengelolaan anggaran pendidikan yang responsif gender.

INTEGRASI KEADILAN DAN KESETARAAN GENDER DALAM MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH (SBM) Kesetaraan dan keadilan gender dapat diintegrasikan melalui tugas dan fungsi (tu poksi) sekolah dalam menerapkan MBS yang meliputi komponen-komponen sebagai berikut : pengelolaan proses belajar mengajar perencanaan . misi. tujuan dan sasaran sekolah dengan memasukkan kesetaraan gender sebagai bagian integral dan eksplisit Mengidentifikasi fungsi-fungsi sekolah yang menggunakan prinsip MBS dengan mengintegrasikan masalah gender yang diperlukan untuk mencapai sasaran Melakukan analisis SWOT untuk mengetahui potensi pengembangan kesetaraan gender dalam perencanaan programdan pengembangan strategis untuk mencapai sasaran Mengidentifikasi langkah-langkah pemecahan masalah terkait dengan hambatan kesetaraan gender di sekolah akibat konstruksi sosial budaya Menyusun rencana dan program peningkatan mutu yang responsif terhadap perbedaan gender sebagai konstruksi sosial dengan memperhatikan kebutuhan gender praktis d an gender strategis Melakukan monitoring dan evaluasi dengan menggunakan indikator kesetaraan gender dan indikator kebijakan responsif gender Merumuskan sasaran mutu baru melaui reformulasi manajemen sekolah yang bias atau netral gender menuju manajemen responsif gender Karakteristik Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) yang responsif Gender : Memiliki visi dan misi yang berperspektif gender Kepala sekolah memiliki karakteristik yang profesional dan sensitif gender . evaluasi dan supervisi pengelolaan kurikulum pengelolaan ketenagaan pengelolaan fasilitas pengelolaan keuangan pelayanan siswa peran serta masyarakat pengelolaan budaya sekolah Langkah Integrasi Keadilan dan Kesetaraan Gender dalam Manajemen Berbasis Sekola h (MBS) : Merumuskan visi.

Karakteristik guru yang profesional dan sensitif gender Kurikulum yang seimbang dan responsif gender Lingkungan sekolah yang sensitif gender Lingkungan fisik dan pembelajaran yang ramah terhadap perbedaan gender Manajemen sekolah yang responsif gender Ada upaya mewujudkan komite sekolah responsif gender 274 .

Sarana dan P rasarana. Keterwakilan anggota masyarakat dalam komite sekolah dan dewan pendidikan masih didominasi oleh laki-laki. dan evaluasi pembelajaran 3. jen jang. Administrasi Sekolah. Organisasi dan budaya sekolah. Proses Pembelajaran. perencanaan pembelajaran.Identifikasi Isu-isu Gender di Sekolah / Perguruan Tinggi : 1. Partisipasi à dalam pengambilan kebijakan 3. Manfaat à dari program/kegiatan yang dilaksanakan TUJUAN PENDIDIKAN SEKOLAH/PT YANG RESPONSIF GENDER (PSBG) Apa Tujuan Sekolah /Perguruan Tinggi Responsif Gender (PSBG)? Mewujudkan kesempatan pendidikan yang adil dan setara adil pada semua jalur. APA RUANG LINGKUP PENDIDIKAN SEKOLAH RESPONSIF GENDER (PSBG)? Melakukan pengarusutamaan gender pada aspek: 1. penyusunan bahan ajar. Masih terdapat bahan ajar yang mengandung stereotipe gender yang menguatkan pril aku bias gender di masyarakat. Manajemen Sekolah. metode/pendekatan dalam pembelajaran. Penataan sarana dan prasarana di sekolah / Perguruan Tinggi yang belum memperhat ikan kebutuhan spesifik perempuan dan laki-laki. dan memperkecil ketimpangan gender terut ama pada jurusan/program studi dan bidang kejuruan Mengapa Pendidikan Sekolah /Perguruan Tinggi Responsif Gender (PSBG)? Kebijakan sekolah cenderung netral (beberapa bias) gender. Perilaku guru yang belum sensitif gender. prilaku guru. yang berdampak pada bentuk-bentuk pril aku yang bias gender. dan jenis pendidikan. yang berdampak terhad ap tingkat pemerolehan manfaat yang berbeda antara laki-laki dan perempuan (laki-la ki biasanya mendapatkan manfaat lebih tinggi dibandingkan perempuan). Peranserta masyarakat dalam pendidikan . Akses à terhadap semua program/kegiatan 2. Kebijakan dan Pengelolaan Sekolah 2. yang meliputi. Kontrol à terhadap sumber-sumber daya 4. mendorong peningkatan mutu dan efisiensi melalui pemberdayaan potensi perempuan dan laki-laki secara optimal.

Tenaga Pendidik dan Kependidikan 3. Stakeholders pendidikan (Komite Sekolah.SIAPA SASARAN PENDIDIKAN SEKOLAH /PT RESPONSIF GENDER ? 1. Orang tua) 4. Peserta didik 275 . Manajer Sekolah 2. Penerbit. Penulis Bahan Ajar.

dan digunakan untuk analisis pendidikan yang berpihak pada laki-l aki dan perempuan secara seimbang. Sekolah memiliki sarana-parasarana yang dapat diakses oleh serta memenuhi keb utuhan khusus laki-laki dan perempuan. seperti: kamar mandi. Pembelajaran 3. kamar ganti. bangsa. melakukan pengendalian terhadap program serta memperoleh manfaat yang sama. Perempuan dan laki-laki memiliki hak yang sama untuk menempati jabatan strukt ural dan/atau jabatan fungsional di sekolah. dsb. lapangan olahraga. Peran Serta Masyarakat Indikator Sekolah /Perguruan Tinggi Responsif Gender Aspek Manajemen: 1. 3. Diskriminasi terhadap jenis kelamin tertentu sehingga menghalangi untuk menda . Stereotipi atau pembakuan citra dari peran-peran laki-laki maupun perempuan y ang merugikan salah satu jenis kelamin. 2. MENCIPTAKAN BUDAYA SEKOLAH RESPONSIF GENDER Isu gender pada Budaya Sekolah 1. Data dan informasi yang digunakan oleh guru dan kepala sekolah terpilah antar a laki-laki dan perempuan. mengarahkan dan melaksanakan pelayanan pendidikan di sekolah dan dapat memperoleh manfaat yang sama dari kesempatan dan peran tersebut. pakaian olah raga. kesempatan dan tugas kultur yang be rbeda antara laki-laki dan perempuan dalam kehidupan pribadi maupun dalam menjalankan tugas kedinasan. Kesenjangan gender dalam kaitan dengan partisipasi murid yang dapat ditunjukk an dengan proporsi jumlah murid di sekolah yang menyebabkan jenis kelamin laki-laki menjad i kelompok yang mendominasi dibandingkan dengan murid perempuan 2. 4. 6. alat-al at olahraga. 3.RUANG LINGKUP PENDIDIKAN SEKOLAH/ PT RESPONSIF GENDER ? 1. Laki-laki dan perempuan memiliki kesempatan dan peran yang yang sama atau set ara dalam mengendalikan sistem pendidikan di sekolah. Laki-laki dan perempuan memiliki kesempatan dan peran yang sama atau setara d alam membina. Sekolah menghargai adanya karakter kerja. 5. Manajemen Sekolah 2.

baik fisik. pelecehan seksual. seperti memanda ng lebih rendah dan meminggirkan. Menciptakan rasa aman dan nyaman tanpa ada kekerasan fisik. seksual b erbasis perbedaan jenis kelamin 2.patkan hak-haknya serta melaksanakan peran-perannya di lingkungan sekolah 4. psikis. dan yang sejenisnya. Upaya Menciptakan Budaya Sekolah Responsif Gender 1. Kekerasan berbasis gender. psikis maupun seksual. Memberikan penghargaan dan penghormatan sesuai dengan posisi dan perannya mas ingmasing 276 .

3. Menghindari terjadinya diskriminasi gender baik terhadap laki-laki maupun ter hadap perempuan Standar Minimal PUG Pusat Dan Daerah NO INDIKATOR STANDAR MINIMAL PENCAPAIAN 1 Dukungan Kebijakan/ Komitmen Adanya surat keputusan Dirjen/Gubernur/ Bupati mengenai pelaksanaan PUG bidang pendidikan 2 Kelembagaan Adanya Pokja PUG Bidang Pendidikan di pusat dan daerah 3 Focal Point Adanya 1 orang di pusat dan daerah yang mempunyai pemahaman PUG dengan baik 4 Program Adanya minimal 1 program pendidikan .

responsive gender 5 Pendataan Tersedianya data pendidikan terpilah menurut jenis kelamin 6 Anggaran Adanya dukungan APBD untuk program PUG 7 Alat analisis Adanya salah satu alat analisis gender yang dipahami dan dipergunakan dalam perencanaan program pendidikan 277 .

278 .

yang berkhasi at psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan syarat pusat yang menyebabkan perubahan k has pada aktivitas mental dan perilaku. mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergant ungan. BAHAN ADIKTIF LAINNYA Adalah bahan lain bukan narkotika atau psikotropika yang penggunaannya dapat menimbulkan ketergantungan. keram. EFEK Menimbulkan rasa lesu. rasa senang yang berlebihan. mata berair . NARKOTIKA Jenisnya: HEROIN dikenal dengan nama Putau atau PTW KARAKTERISTIK Merupakan narkoba yang sangat cepat menimbulkan ketergantungan. jalan mengambang. PSIKOTROPIKA Adalah zat atau obat baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika. Rincian pengertian lebih lanjut dipaparkan di bawah ini. hilang nafsu makan dan kehilangan cairan tubuh. dihirup dan dimakan. berupa serbuk putih dengan rasa pahit Dalam pasaran warnanya putih coklat atau dadu. hidung berlendir. penampilan dungu. NARKOTIKA Adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran. Cara penggunaan dapat disuntikkan. PSIKOTROPIKA dan BAHAN ADIKT IF LAINNYA.Rencana Aksi Nasional Pemberantasan Penggunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) Tahun 2011-2015 PENGERTIAN Istilah NARKOBA merupakan singkatan dari NARKOTIKA. Konsumsi dihentikan menimbulkan rasa sakit dan kejang-kejang. . hilangn ya rasa.

Menimbulkan kematian bila over dosis. 279 .

cairan yang lengket minyak damar EFEK Menurunkan ketergantungan monorik. gelek. rasa senang yang berlebihan. sistem peredaran darah dan kanker. maupun yang diproses d engan cara pengeceran minuman yang mengandung etanol PSIKOTROPIKA Jenisnya: ECSTASY Dikenal dengan nama Inex. peningkatan denyut jantung. cimeng. rasa gelisah dan panik. Yupie drug. hilangny a rasa percaya diri. terutama bagi mereka yang telah rutin menggunakannya. MINUMAN BERALKOHON adalah minuman yang mengandung etanol yang diproses dari bahan asli pertanian ataupun secara sintetis yang mengandung karbonhidrat dengan cara fermentasi dan destilasi atau fermentasi tanpa destilasi. halusinasi. mual dan muntah. Kematian terjadi karena tidak seimbangnya cairan tubuh. cemas dan depresi ya ng dapat belangsung beberapa hari. butterfly . heart. stick. biasanya akan terjadi perasaan lelah. black. hilang selera makan dan r asa haus yang berlebihan. Gerakan tak terkontrol. KARAKTERISTIK Menimbulkan ketergantungan psikis yang diikuti oleh kecanduan fisik dalam waktu lama. ice. XTC. hashish. perubahan persepsi tentang ruang dan waktu. Komplikasi kesehatan pada daerah pernafasan. Bentuk daun kering. Setelah efek di atas. KARAKTERISTIK Bentuknya berupa tablet dan kapsul warna-warni Cara penggunaannya ditelan secara langsung Mendorong tubuh melakukan aktivitas melampui batas maksimum EFEK Peningkatan detak jantung & tekanan darah. rasa ket akutan dan agresi. sakit kepala. grass. darity. essence. baik karena dehidrasi at ganja . depresi.GANJA dikenal dengan nama mariyuana. huge drig. rasa senang yang berlebihan.

aupun terlalu banyak cariran. MEMTHAMPHETAMINE dikenal dengan nama shabu-shabu atau ubas KARAKTERISTIK Bentuknya berupa kristal dan cairan Mudah larut dalam alkohol dan air 280 .

hilangnya kontrol. Kematian timbul akibat berhentinya pernafasan dan gangguan pada jantung. meningkatkan resiko kecelakaan lalu lintas Gejala putus zat mulai dari hilangnya nafsu makan. penurunan kesadaran. Karena halusinasi bisa menimbulkan kecelakaan ZAT YANG MUDAH MENGUAP Lem Aica Aibon. Spirtus Memperlambat kerja otak dan sistem syaraf pusat. Memperlambat kerja sistem saraf pusat. FAKTOR PENYEBAB PENYALAHGUNAAN NARKOBA FAKTOR INDIVIDU Aspek kepribadian Kecemasan dan depresi Aspek pengetahuan. denyut jantung dan menggangu penalaran dan penilaian Menimbulkan prilaku kekerasan. puyeng. tidak dapat tidur. menekan pernafasan. sensitif.Cara penggunaannya dihisap dengan bantuan alat (bong) BAHAN ADIKTIF LAINNYA Jenisnya: ALKOHOL refleksi motorik. sapi kecubung Bekerja pada sistem saraf pusat untuk mengacaukan kesadaran dan emosi pengguna Perubahan dan proses berfikir. halusinasi dan bahkan kematian. hilang orientasi dan depresi. gangguan penglihatan dan pelo. Thinner. memperlambat ZAT YANG MENIMBULKAN HALUSINASI Jamur kotoran kerbau. Menimbulkan perasaan senang. sikap dan kepercayaan Keterampilan berkomunikasi Faktor emosional dan mental. FAKTOR SOSIAL BUDAYA Kondisi keluarga/orang tua . kejang otot. Bensin.

Pengaruh teman sebaya FAKTOR LINGKUNGAN DI SEKOLAH Tempat berkumpulnya anak-anak sekolah Tidak ada kebijakan di sekolah tentang narkoba Tidak ada tata tertib sekolah tentang narkoba FAKTOR LAIN LINGKUNGAN Pengaruh iklan atau promosi 281 .

Pergi!!! . cepat katakan tidak! Mengusulkan kegiatan lain Bila usulanmu tidak diterima. gampang tersinggung Mudah tersinggung oleh kritikan ringan Mudah marah tanpa sebab Tidak perduli dengan perasaan orang lain Pelupa. perasa.Pengaruh dari orang di lingkungan rumah yang sering berbuat negatif AKIBAT PENYALAHGUNAAN NARKOBA Penyakit AIDS Paru-paru Jantung Hepatitis Over dosis Kriminalitas Kekerasan/kejahatan Putus sekolah Gangguan Jiwa TANDA-TANDA PENCANDU NARKOBA Tanda-tanda Fisik Mata memerah Kulit pucat-kepucatan Kelopak mata seperti berat/mengantuk Tanda-tanda dan Sikap Murung. menurunnya daya ingat Bermusuhan Tanggapan lambat BAGAIMANA MENOLAK NARKOBA Pelajari dahulu apakah rencana temanmu itu baik atau buruk Apabila tidak benar. cemas. depresi Emosional.

APA YANG DAPAT DILAKUKAN PIHAK SEKOLAH/MADRASAH Menilai besar dan luasnya masalah Menetapkan dan melaksanakan kebijakan penanggulangan Melaksanakan kurikulum pendidikan pencegahan Program bantuan/pendukung untuk anak-anak dari TK sampai siswa 282

Pendidikan dan pelatihan para guru tentang pencegahan narkoba Partisipasi orang tua Pendidikan terpadu antara sekolah dan masyarakat. PENCEGAHAN PREVENTIF: ceramah, sosialisasi penanggulangan, pameran, seminar dll. PRIMER: konseling, sosialisasi peraturan perundangan dan bahaya penyalahgunaan n arkoba, memberikan pelatihan, penyebaran infomasi anti narkoba, meningkatkan kewaspadaan dan kontrol terhadap lingkungan sekolah SEKUNDER: Bekerjasama dengan pihak keluarga, tenaga pendidik, peserta didik, keg iatan pendidikan sebaya (peer education), keterampilan sosial (social skill), komite s ekolah. STRATEGI PENCEGAHAN NARKOBA DI SEKOLAH Secara terpadu dalam pelajaran Secara terpadu dalam menejemen sekolah Secara terpadu melalui kegiatan kesiswaan BAGAIMANA AGAR TIDAK TERJERUMUS KE NARKOBA Dapatkan dahulu informasi/keterangan yang benar tentang bahaya narkoba dari ahli nya/yang mengetahui, seperti koran, majalah, seminar seminar, dll Persiapan diri/mental menolak untuk ditawari Belajar berkata menolak/tidak untuk narkoba Memiliki cita-cita dalam hidup dan masa depan Lakukan kegiatan positif, buat pekerjaan yang berguna untuk orang tua dan lingku ngan. APA YANG DAPAT DILAKUKAN ORANGTUA AGAR ANAK TERBEBAS DARI NARKOBA Ikut terlibat dalam kegiatan anak-anaknya Belajar untuk berkomunikasi Memberi contoh dalam kehidupan sehari-hari yang baik Buat aturan keluarga yang jelas dan tegas Kembangkan tradisi keluarga dan nilai-nilai agama Orang tua berperan sebagai pembimbing dan pendidik 10 KUNCI MENJADIKAN ANAK SUKSES

1. Menanamkan nilai-nilai agama/spiritual sedini mungkin, untuk menguatkan hati nurani 2. Mengembangkan potensi anak seoptimal mungkin 3. Mengembangkan harga diri 4. Mengajarkan kemampuan untuk bersosialisasi yang efektif 283

5. Mengajarkan anak untuk menunjukkan rasa kasih sayang dan kembangkan sikap seh at terhadap seksualitas 6. Hidup dalam lingkungan tetangga yang baik 7. Menerapkan standar pekerjaan dan perilaku realitas didukung oleh disiplin yan g tepat 8. Ajarkan anak agar mampu dan terampil termasuk keterampilan mengatasi masalah 9. Tegakkan kemandirian 10. Mengontrol anak waktu menonton TV. MENGATASI MASALAH TANPA NARKOBA CURHAT kepada teman baikmu, siapa tahu dapat membantu memecahkan masalahmu. Ceritakan juga kepada ibu dan bapak, agar beliau membimbingmu untuk memecahkan masalahmu Tak salah juga mengadu kepada guru BK di sekolahmu, karena beliau tahu tentang p sikologi. Jadi masalahmu bisa diselesaikan secara psikologis Jika bermasalah, jangan termenung, bertopang dagu. Isi waktumu dengan kegiatan y ang bermanfaat. Mengadu dan memohon petunjuk pada Tuhan yang Maha Kuasa, agar diberikan jalan ke luar menyelesaikan masalah yang kamu hadapi. REALISASI DAN RENCANA AKSI NASIONAL P4GN Tahun 2008 bekerjasama dengan BNN sosialisasi di Jawa Barat, DKI Jakarta (2000 s iswa dan 200 guru BK SMP). Mengirimkan buku, poster, stiker, leaflet tentang pencegahan penya lahgunaan narkoba ke provinsi, kabupaten/kota dan sekolah. Tahun 2009 bekerja dengan Metro TV dan Media Indonesia ke beberapa sekolah di Ja bodetabek penyuluhan tentang narkoba. Tahun 2010 sosialisasi bekerjasama dengan BNP, Kepolisian, Tokoh Agama di 3 prov insi: Banten: 1000 siswa dan 100 guru BK SMP Jawa Timur: 1000 siswa dan 100 guru BK SMP Medan : 500 siswa dan 100 guru BK SMP Tahun 2011 sosialisasi bekerjasama dengan BNP, Kepolisian, Tokoh Agama, kepada s iswa dan guru BK di 5 provinsi.

Tahun 2012-2015 Aksi Nasional P4GN ke seluruh sekolah. 284

Pengintegrasian Pendidikan Pencegahan HIV / AIDS ke dalam Kurikulum Sekolah Petunjuk: Lembar suplemen ini ditujukan untuk membantu Sekolah/Madrasah dalam melaksanakan pendidikan pencegahan HIV dan AIDS dalam lingkungan sekolah, sebagai bagian dari proses evaluasi diri sekolah (EDS). Atas dasar evaluasi tentang ancaman HIV dan dampaknya pada masyarakat, khususnya Sekolah/ Madrasah dapat menentukan pilihan tindakan pencegahan HIV dan AIDS dalam lingkun gan sekolah, untuk dapat dimasukkan dalam Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) dan Ren cana Kerja Sekolah (RKS). A. Epidemi HIV dan AIDS di Indonesia Peta Epidemi HIV di Indonesia Estimasi jumlah ODHA tahun 2009: 186.257 orang (Kemkes, 2009) HIV dan AIDS merupakan fenomena gunung es dimana kasus yang dilaporkan merupakan bagian kecil dari perkiraan jumlah total orang terinfeksi HIV. Hingga Desember 2010 sejumlah total kumulatif 24.131 kasus AIDS dan 55.848 kasus HIV dilaporkan oleh 32 provinsi (Sulbar belum melapor) dan 300 Kabupaten/kota1 . Sem entara itu perkiraan (estimasi) jumlah Orang dengan HIV dan AIDS (ODHA) di Indonesia adalah 186.2572 orang pada tahun 2009. Dari total kumulatif laporan kasus AIDS, berikut ini adal ah 10 provinsi dengan kasus tertinggi, yaituDKI Jakarta (3.995), Jawa Timur (3.771), Jawa Barat (3.728), Papua (3.665), Bali (1.747), Kalimantan Barat(1.152), Jawa Tengah (944), Sulawes i Selatan (591), Sumatera Utara (507) dan DI. Yogyakarta (505)3. Berdasarkan cara penularan, secara kumulatif kasus AIDS adalah: 1. Heteroseksual : 52,7% 2. Pengguna napza suntik (IDU) : 38,3% 1. Laporan Situasi Perkembangan HIV & AIDS di Indonesia sampai dengan Desember 2 010, Ditjen P2PL, Kemkes RI 2. Laporan Estimasi Orang Dewasa yang Hidup dengan HIV dan AIDS, Kemkes RI, 2010 3. Laporan Situasi Perkembangan HIV & AIDS di Indonesia sampai dengan Desember 2 010, Ditjen P2PL, Kemkes RI

285

3. Homoseksual : 3% 4. Perinatal (orang tua ke bayi) : 2,6% Berdasarkan kelompok umur, proporsi penyebarannya adalah sebagai berikut: 1. 15 2. 20 3. 30 4. 40 19 Tahun : 3,1% 29 Tahun : 47,4% 39 Tahun : 31,3% 49 Tahun : 9,4%

*Data di atas merupakan data per Desember 2010, dan dimutakhirkan setiap 3 bulan oleh Kementerian Kesehatan RI. Laporan lengkap dapat diakses di www.aidsindonesia.or. id. B. Analisis Resiko Memahami kondisi lingkungan sekolah dengan melihat pada ancaman IMS, Napza, HIV dan AIDS B.1. Beberapa Pengertian Dasar Infeksi Menular Seksual (IMS) adalah infeksi atau penyakit yang penularannya terutama melalui hubungan seksual. IMS termasuk dalam kelompok Infeksi Saluran Reproduksi (ISR). IMS adalah salah satu jalan masuk HIV melalui penularan seksual.

NAPZA adalah singkatan dari narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya. Napza sesuatu yang dimasukkan ke dalam tubuh baik berupa zat padat, cair, maupun gas yang merubah fungsi atau struktur tubuh secara fisik dan/atau psikis, tidak termasuk makanan, air yang dibutuhkan untuk mempertahankan fungsi tubuh yang normal. Ketergantungan penggunaan napza mempengaruhi fungsi otak dan susunan syaraf sehingga berpengaruh pada mood serta

perilaku orang tersebut. HIV adalah singkatan dari Human Immuno--deficiency Virus, yaitu virus yang menyerang dan merusak sistem kekebalan tubuh manusia. Orang yang dikatakan positif HIV, yaitu yang dinyatakan positif setelah mengikuti tes darah. AIDS adalah singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome, yaitu kondisi menurunnya kekebalan tubuh manusia karena HIV. Orang yang terinfeksi HIV tetapi belum masuk tahap AIDS dapat tetap

terlihat sehat. kanker kulit. dan diare. Penularan dan Pencegahan IMS dan HIV: HIV menular melalui . maka berbagai penyakit yang pada orang pada umumnya tidak berbahaya. Dengan masuknya virus HIV secara perlahan pertahanan tubuh menurun. Penyakit yang muncul disebut infeksi oportunistik. Terkadang stadium AIDS baru terjadi bertahun--tahun setelah terinfeksi HIV. seperti tuberculosis. menjadi sangat berbahaya. Pada stadium inilah AIDS baru terjadi.

dan dari Ibu yang terinfeksi HIV pada bayi yang dikandungnya.4 cara. menggunakan alat suntik bergantian dengan orang yang terinfeksi HIV. menggunakan kondom pada setiap hubungan seks . HIV dapat dicegah dengan: tidak melakukan hubungan seks selain dengan suami/istri. yaitu: berhubungan seks dengan orang yang terinfeksi HIV tanpa menggunakan kondom. bersikap saling setia. dilahirkan atau disusuinya. transfusidari darah yang tercemar HIV.

Seseorang yang terinfeksi HIV hanya dapat diketahui dengan tes darah yang sebelumnya melalui konseling dan tes HIV secara sukarela. Bagi Ibu hamil dengan HIV dapat mengikuti program pencegahan dengan profilaksis. 286 .beresiko dan tidak menggunakan napza.

HIV dapat dicegah dengan: tidak melakukan hubungan seks selain dengan suami/istri. Bagi Ibu hamil dengan HIV dapat mengikuti program pencegahan dengan profilaksis. HIV tidak menular dengan: . Seseorang yang terinfeksi HIV hanya dapat diketahui dengan tes darah yang sebelumnya melalui konseling dan tes HIV secara sukarela. menggunakan kondom pada setiap hubungan seks beresiko dan tidak menggunakan napza. bersikap saling setia.

HIV dan AIDS dapat dirujuk ke layanan kesehatan terdekat. misalnya klinik atau Puskesmas. Analisis Sederhana Resiko HIV/AIDS Di Lingkungan Sekolah Jawablah Pertanyaan di bawah ini dengan mamberi tanda cek (v) pada kolom YA atau TIDAK . Kemana harus merujuk: Jika seseorang beresiko terinfeksi IMS. B2. bersalaman. 287 .berhubungan sosial. dan gigitan nyamuk. menggunakan toilet bersama. bermain bersama. berenang. Karena itu seorang anak yang terinfeksi HIV tidak dengan mudah menularkan HIV kepada teman maupun orang lain.

sekolah memiliki resiko yang SEDANG : < 10 YA Bila semua jawaban TIDAK sekolah memiliki resiko yang RENDAH : 0 YA C. maka disarankan agar Sekolah/Madrasah merujuk ke Supl emen tentang Pengintegrasian pendidikan pencegahan HIV dan AIDS ke dalam Rencana Peng embangan Sekolah (RPS) dan Rencana Kerja Sekolah (RKS) yang tersedia pada Modul Perencana an dan Penganggaran Sekolah/Madrasah. Bagi Sekolah/Madrasah yang memiliki resiko SANGAT TINGGI.Keterangan: Bila semua jawaban YA. sekolah memiliki resiko yang SANGAT TINGGI : 25 YA Bila lebih banyak jawaban YA. sekolah memiliki resiko yang TINGGI : >15 YA Bila lebih banyak jawaban TIDAK . TINGGI dan SEDANG dari hasil analisa sederhana di atas. Tindak Lanjut Hasil Evaluasi Tentang Ancaman HIV dan AIDS yang dihadapi Sekol ah Aspek keterbukaan informasi tentang pencegahan HIV dan AIDS sangat penting bagi terciptanya perilaku siswa untuk menuju gaya hidup sehat dan bertanggungjawab yang didasari etika dan moral. 288 .

Pengintegrasian Pendidikan Pencegahan HIV Dan AIDS ke dalam Rencana Kegiatan Sekolah (RKS) dan Rencana Tahunan (RKT) A. dan dihakimi. TINGGI dan SEDANG. Tempat ini menyediakan informasi. Tindakan Non Struktural:Upaya yang memerlukan perubahan--perubahan . dan punya hubungan (berupa rujukan) dengan tim kesehatan terdekat. Tindakan Struktural:Upaya yang memerlukan perubahan--perubahan fisik Menyediakan ruangan yang ramah remaja untuk remaja dapat berkumpul dan berdiskusi mengenai kesehatan reproduksi remaja tanpa merasa jengah. Menentukan Pilihan Tindakan Pencegahan HIV/AIDS Memberikan pilihan tindakan yang dapat dilaksanakan untuk mengurangi resiko infeksi HIV untuk Sekolah yang memiliki resiko SANGAT TINGGI. layanan konseling yang nyaman. Ada dua kelompok tindakan yang termasuk dalam katagori Tindakan Struktural dan Tindakan Non Struktural.

Non Fisik Penyusunan skema dan prosedur penanggulangan HIV di Sekolah Pelatihan tim manajemen sekolah. Menentukan Kebutuhan Menghadapi Ancaman HIV dan AIDS Mengidentifikasi kebutuhan kegiatan sekolah dan program perbaikan yang dapat dilakukan untuk mengurangi ancaman HIV dan AIDS untuk masuk dalam rencana sekolah Jangka Pendek 1. Informasi dan Edukasi) terkait HIV dan AIDS Pembuatan poster Pelatihan untuk pendidik sebaya B. guru dan siswa tentang informasi HIV dan AIDS dasar Pelatihan bagi guru tentang konseling HIV dan AIDS Pembuatan materi KIE (Komunikasi. Penyadaran pentingnya pengetahuan HIV .

dan AIDS bagi guru. Adanya kurikulum . 4. Adanya kebijakan sekolah yang mendukung upaya pencegahan HIV. Menyediakan referensi/ buku sumber tentang HIV dan AIDS Jangka Menengah/ Panjang 1. 2. Membentuk dan melatih siswa untuk menjadi pendidik sebaya dalam rangka pendidikan pencegahan HIV dan AIDS. orang tua dan siswa 2 Tersedianya SDM yang mampu memberikan informasi HIV dan AIDS yang benat 3.

289 . Membina kerjasama dengan pihak--pihak luar termasuk sistem rujukan dalam upaya pencegahan HIV. napza dan HIV dan AIDS 3.sekolah tentang pendidikan kesehatan reproduksi remaja.

Memasukkan Pendidikan Pencegahan HIV dan AIDS ke dalam Rencana Sekolah Merencanakan pemenuhan kebutuhan pendidikan pencegahan HIV dan AIDS dengan menuangkannya ke dalam Rencana Kerja Tahunan (RKT) dan Rencana Kerja Anggaran Sekolah (RKAS). maka tujuan tersebut bisa dijabarkan dalam sasaran. Jangka waktu Perencanaan: Pada umumnya pilihan tindakan STRUKTURAL dapat dikerja kan dalam Jangka MENENGAH/PANJANG. Selanjutnya rencana-rencana tersebut dituangkan lebih lanjut ke dalam Rencana Kerja Anggaran Sekolah (RKAS). napza dan sanksinya 2. Contoh Kegiatan Jangka Pendek 1. Jika Kenyamanan sekolah merupakan bagian dari tujuan Penge mbangan sekolah. Menyiapkan para guru .C. sedangkan pilihan tindakan NON-STRUKTURAL dapat dikerjakan dalam JANGKA PENDEK. untuk sekolah-sekolah yang hasil dari analisa resiko ter hadap ancaman HIV dan AIDS di sekolah menunjukkan resiko yang SANGAT TINGGI. maka unsur Kenyamanan sekolah harus menjadi bagian dari kondisi sekolah yang diharapk an (tercermin dalam Visi dan Misi). Membuat Kebijakan Sekolah tentang larangan merokok. sedangkan rencana ja ngka pendek dituangkan dalam Rencana Kerja Tahunan (RKT). Langkah Awal: Idealnya. Dalam mekanisme BOS. TINGGI dan SEDANG . rencana jangka menengah/pan jang dituangkan dalam Rencana Kegiatan Sekolah/ RKS (4 tahunan). kegiatan dan rencan a kerja tahunan. Menyamakan pemahaman tentang faktor--faktor yang menyebabkan semua warga sekolah sangat rawan tertular HIV 3.

Menyediakan guru dan ruang untuk Bimbingan Konseling bagi siswa yang bermasalah 6. Sosialisasi tentang Kesehatan reproduksi. HIV dan AIDS. Mengembangkan kurikulum yang memuat tentang kesehatan reproduksi dan perilaku orang yang mengidap HIV dan AIDS 5. Melakukan sosialisasi tentang . bahaya IMS.tentang pencegahan HIV dan AIDS berdasarkan pendekatan kecakapan hidup 4. dan napza kepada seluruh warga sekolah termasuk komite sekolah 7.

Kesehatan Reproduksi 9.bahaya IMS. Napza. sertanapza kepada siswa baru pada waktu MOS (masa orientasi studi) 8. Menyediakan buku--buku referensi/ film tentang IMS. Membuat poster dan melakukan kampanye penyadaran tentang bahaya napza dan HIV dan AIDS. perlunya menerapkan gaya . HIV dan AIDS. Mengirimkan guru untuk mengikuti pelatihan mengenai berbagai permasalahan HIV dan AIDS dan pelaksanaan kurikulumnya 10. HIV dan AIDS.

Contoh Jangka Panjang 1. 290 . misalnya Dinas pemerintah terkait. Pengalokasian dana 3. Menyusun Renstra yang memuat nafza dan bahayanya serta pendidikan pencegahan HIV dan AIDS 2. Menjalin kemitraan dengan pihak luar yang terlibat dengan program--program pencegahan HIV dan AIDS.hidup sehat. layanan kesehatan dan lembaga peduli AIDS.

Komisi Penanggulangan AIDS Nasional Kepala Bidang Evaluasi dan Monitoring 4. BKKBN Direktur Perlindungan Hak Reproduksi Remaja 5. dapat menghubungi lembaga dan organisasi berikut untuk mendapatkan informasi lebih lanjut. Referensi dan Nomor Kontak Penting Jika Sekolah/Madrasah ingin informasi lebih lanjut. Kementerian Kesehatan Kepala Sub Direktorat Usia Sekolah 2.D. Kepala Bidang Pencegahan dan penyalahgunaan obat 3. Kementerian Sosial Kepala Bidang Pelayanan Sosial PLHIV. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Direktur Kesehatan dan Gizi Masyarakat Narasumber dari Pemerintah di Tingkat Provinsi . Nara Sumber Tingkat Pusat No Lembaga Jabatan 1.

No Lembaga Jabatan A. Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Kepala . Kepala Seksi Pendidikan Menengah 2. Pendidikan Tinggi dan Pendidikan Nonformal 2. Kepulauan Riau 1. Pendidikan Menengah. Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Wakil Kepala Sekretariat 3. Pendidikan Menengah. Komisi Penanggulangan AIDS Tingkat Kota Koordinator Program B. Dinas Pendidikan Provinsi Kabid Pendidikan dasar. Dinas Pendidikan Provinsi Kabid Pendidikan dasar. Provinsi Kalimantan Barat 1.

Komisi Penaggulangan AIDS Kota Pontianak Kepala Sekretariat 5. Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Koordinator Program 3. Provinsi Bali 1. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota . Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kepala Bidang 2. Dinas Pendidikan Kota Pontianak Sekretaris Dinas Pendidikan 4. Dinas Kesehatan Kota C.Sekretariat 3. Pusat Kesehatan Masyarakat Pontianak Kepala Puskesmas 6. Badan Narkotika Kota Pontianak Sekretaris 7.

Pendidikan Pemuda dan Olah raga 2.Staf 4. Provinsi Maluku 1. Komisi Penaggulangan AIDS Kota Denpasar Pembantu Sekreataris D. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kabid Pendidikan dasar. Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Sekretaris 291 . Pendidikan Menengah.

Komisi Penaggulangan AIDS Kota Denpasar Pembantu Sekreataris D. Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Koordinator Program 3. Pendidikan Pemuda dan Olah raga 2. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kepala Bidang 2.1. Provinsi Maluku 1. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kabid Pendidikan dasar. Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Sekretaris 3. Dinas . Pendidikan Menengah. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Staf 4.

Dinas Pendidikan Kota Ambon Kepala Bidang Pendidikan dasar dan Menengah 5. Komisi Penaggulangan AIDS Asisten Teknis . DKI Jakarta 1 Dinas Pendidikan Provinsi Kepala Bidang sumber Kegiatan Belajar siswa 2. Biro Sumber daya manusia Kepala Pendidikan dan Kesehatan E. Dinas Kesehatan Kota Ambon Staf 7. Komisi Penanggulangan AIDS Kota Ambon Sekreataris 6.Kesehatan Provinsi Kepala Bidang Pencegahan Penyakit dan Bencana 4.

Kepulauan Riau 1. Yayasan Pengembangan Pariwisata Batam Direktur 2. PKBI Direktur dan koordinator Program Remaja D. Yayasan Pembinaan Asuhan Bunda Manajer Pencegahan B. DKI Jakarta . PKBI Kepala Unit Pendidikan. Provinsi Maluku 1. Kepala Seksi Sekolah Menengah C.Narasumber dari Lembaga non Pemerintah di Tingkat Provinsi No Lembaga Jabatan A. Provinsi Bali 1. Provinsi Kalimantan Barat 1. LP2B (Lembaga Pengabdian Pemuda Bangsa) Kepala 2. LPPM Direktur E.

1. Yayasan Pelita Ilmu Program Manajer 2. Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Koordinator analisis 292 . YAKITA Direktur 3.

Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) .

Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) 294 .

295 . Sebag ai bahan pertimbangan utama dari program BOS adalah Undang-Undang No 20 Tahun 2003 tentan g Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah No 48 Tahun 2008 tentang Pen danaan Pendidikan. Dasar Pertimbangan Program BOS Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) telah berjalan sejak tahun 2005.Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) A. Pada beberapa slide berikut disampaikan beberapa pasal dalam UU Sisd iknas dan pengertian pembiayaan dari PP tentang Pendanaan Pendidikan.

296 .

tergantung pa da kebijakan pemerintah. sedangkan pada tahun 2011. Bagaimana Mekanisme Penyaluran Dana BOS 2011? Pada tahun anggaran 2011 Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) mengalami perubahan mekanisme penyaluran dana. dan selanjutn ya . Apa Tujuan Program BOS? Secara umum program BOS bertujuan untuk meringankan beban masyarakat terhadap pembiayaan pendidikan dalam rangka wajib belajar 9 tahun yang bermutu. dihitung berdasarkan jumlah siswa dengan ketentuan: 1. SMP/SMPLB/SMPT di kabupaten : Rp 570. Secara khusus program BOS bertujuan untuk: 1. yang semula dari skema APBN menjadi dana perimbangan yang dilakukan melalui mekanisme transfer ke daerah dalam bentuk Dan a Penyesuaian untuk Bantuan Operasional Sekolah sebagaimana dimaksud dalam UndangUndang Nomor 10 Tahun 2010 tentang APBN 2011. Program Kejar Paket A dan Paket B tidak termasuk sasaran dari program BOS ini. SD/SDLB di kabupaten : Rp 397.000. meringankan beban biaya operasi sekolah bagi siswa di sekolah swasta. D. Pada tahun 2005-2010.-/siswa/tahun Besar dana BOS per siswa dapat berubah pada setiap tahun anggaran. dana BOS disalurkan langsung dari Dinas Pendidikan Propins i ke rekening sekolah (sistem dekonsentrasi). membebaskan pungutan seluruh siswa miskin dari seluruh pungutan dalam bentuk apapun. SD/SDLB di kota : Rp 400. termasuk Sekolah Menengah Te rbuka (SMPT) dan Tempat Kegiatan Belajar Mandiri (TKBM) yang diselenggarakan oleh masy arakat. 2. dana BOS disalurkan oleh Kementerian Keuangan ke Kas Daerah Kabupaten/Kota.B.000. Siapa Sasaran Program dan Berapa Besar Dana BOS? Sasaran program BOS adalah semua SD/MI dan SMP/MTs. baik negeri maupun swasta di seluruh provinsi di Indonesia.-/siswa/tahun 4. 3. C.-/siswa/tahun 3. membebaskan pungutan bagi seluruh siswa SD/MI negeri dan SMP/MTs negeri terha dap biaya operasi sekolah. baik di sekolah negeri maupun swasta. SMP/SMPLB/SMPT di kota : Rp 575. Besar biaya satuan BOS yang diterima oleh sekolah/madrasah pada tahun 2011 adala h termasuk untuk BOS Buku.-/siswa/tahun 2. kecuali pada rintisan sekolah bertaraf internasional (RSB I) dan sekolah bertaraf internasional (SBI).000.000.

Dua slide berikut adalah perbandingan mekanisme penyaluran BOS periode tahun 2005-2010 dibandingkan tahun 2011.dari Kasda ke rekening sekolah. 297 .

298 .

299 .

(c) bantuan biaya pendidikan untuk siswa miskin. Penyaluran dana BOS dilakukan dengan tahapan sebagai berikut: Dari Kementerian Keuangan ke Kas Daerah Kabupaten/Kota: dilakukan paling lambat 14 hari kerja untuk triwulan I dan triwulan IV. Apa Esensi Dana BOS dengan Biaya Satuan Pendidikan? Biaya Satuan Pendidikan adalah biaya penyelenggaraan pendidikan pada tingkat sat uan pendidikan. Menurut Peraturan Mendiknas nomor 69 Tahun 2009. Biaya Satuan Pendidikan terdiri dari 3 jenis. sedangkan untuk triwulan II dan tri wulan III paling lambat 7 hari kerja. Biaya operasi dibedakan menjadi 2 jenis. G. standar biaya operasi nonperson alia adalah standar biaya yang diperlukan untuk membiayai kegiatan operasi nonpersona lia selama 1 (satu) tahun sebagai bagian dari keseluruhan dana pendidikan agar satua n pendidikan dapat melakukan kegiatan pendidikan secara teratur dan berkelanjutan sesuai Standar Nasional Pendidikan. dan (d) beasiswa untuk anak berpres tasi. April-Juni (triwulan II). yaitu: (a) biaya investasi. Melalui BOS tidak boleh ada siswa miskin putus sekolah karena tidak mampu membay ar . dana BOS diberikan selama 12 bulan untuk periode Januari sampa i Desember. ada beberapa jenis pembiayaan investasi dan perso nalia yang diperbolehkan dibiayai dengan dana BOS. Namun demikian. Penyaluran dana dilakukan setiap periode 3 bulanan. Apa Peran Program BOS Terhadap Program Wajar 9 Tahun yang Bermutu? BOS harus menjadi sarana penting untuk meningkatkan akses dan mutu pendidikan da sar 9 tahun yang bermutu. Juli-September (triwulan III) dan Oktober-Desember (triwulan IV). F. yaitu periode Januari-Maret (triwulan I). yaitu: biaya operasi personalia dan bia ya operasi nonpersonalia. Dari Kas Daerah ke rekening sekolah: paling lambat dilakukan 7 hari kerja sejak dana diterima di Kas Daerah. Bagaimana Jadual Penyaluran Dana BOS? Mulai tahun 2006.E. (b) bi aya operasi. BOS adalah program pemerintah yang pada dasarnya adalah untuk penyediaan pendana an biaya operasi nonpersonalia bagi satuan pendidikan dasar sebagai pelaksana progr am wajib belajar.

atau walinya memberik an sumbangan sukarela yang tidak mengikat kepada sekolah. Tidak boleh ada tamatan SD/setara tidak dapat melanjutkan ke SMP/setara. Sumbangan sukarela dari 300 . BOS tidak menghalangi peserta didik. Anak lulusan sekolah setingkat SD. Demikian juga bila teridentif ikasi anak putus sekolah yang masih berminat melanjutkan agar diajak kembali ke bangku sekolah. harus diupayakan kelangsungan pendidikannya k e sekolah setingkat SMP.iuran/pungutan yang dilakukan oleh sekolah. Kepala sekolah harus mengelola dana BOS secara transparan dan akuntabel. Kepala sekolah mencari dan mengajak siswa SD/setara yang akan lulus dan berpoten si tidak melanjutkan sekolah untuk ditampung di SMP/setara. orang tua yang mampu.

pemberian fleksibilitas yang lebih besar untuk mengelola sumber daya sekolah. seragam. transparan dan dapat dipertanggungjaw abkan. Bagaimana Peran Program BOS Dalam Manajemen Berbasis Sekolah? MBS secara umum bertujuan untuk memberdayakan sekolah melalui pemberian kewenangan (otonomi). Dana BOS harus diterima oleh sekolah secara utuh. Sekolah mengelola dana secara profesional. uang transport dan lain sebagainya. Apa Tanggung Jawab Orang Tua. serta tidak ada intimidasi bagi yang tidak menyumbang. Orang tua/wali siswa tidak dilarang berpartisipasi secara sukarela membantu pemb iayaan untuk sekolah. Siapa Pengelola Program BOS di Tingkat Sekolah/Madrasah? Tim Manajemen BOS di sekolah terdiri dari 3 orang: Kepala Sekolah sebagai penangung-jawab Bendahara BOS sekolah .orang tua siswa harus bersifat ikhlas. buk u tulis dan alat-alat tulis. tidak terikat waktu dan tidak ditetapkan jumlahnya. misalnya uang saku/uang jajan. orang tua/wali siswa masih memiliki tanggung-jawab terhad ap biaya pendidikan. selama tidak ada paksaan dari pihak manapun. I. dan mendorong partisipasi warga sekolah dan masyarakat untu k meningkatkan mutu pendidikan di sekolah. Pendanaan sebagian biaya investasi pendidikan dan/atau sebagian biaya operasi pendidikan tambahan yang diperlukan untuk pengembangan sekolah menjadi bertaraf internasional. sepatu. H. J. Rencana Jangka Menengah dan RKAS harus disetujui dalam rapat dewan pendidik sete lah memperhatikan pertimbangan Komite Sekolah dan disahkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/kota (untuk sekolah negeri) atau yayasan (untuk sekolah swasta). dimana dana BOS merupakan bagian integral didalam RKAS tersebut. Sekolah harus menyusun Rencana Kerja Tahunan (RKT) dalam bentuk Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS). Sekolah harus memiliki Rencana Jangka Menengah yang disusun 4 tahunan. dan dikelola secara mandiri ol eh sekolah dengan melibatkan dewan guru dan Komite Sekolah. baik jumlah maupun w aktu pembayarannya. dan/atau Wali Peserta Didik? Meskipun ada dana BOS. antara lain: Biaya pribadi peserta didik.

K. Pemilihan unsur or ang tua dipilih oleh Kepala Sekolah dan Komite Sekolah dengan mempertimbangkan kredibilitasnya. Melaporkan perubahan data jumlah jumlah siswa setiap triwulan kepada Dinas Pendi dikan 301 . serta menghindari terjadinya konflik kepentingan. Apa Tugas dan Tanggung Jawab Sekolah? Mengisi dan menyerahkan data jumlah siswa ke Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.Satu orang dari unsur orang tua siswa di luar Komite Sekolah.

Bagaimana Mekanisme Penetapan Alokasi Dana per Sekolah? Kunci utama keakuratan alokasi dana BOS per kabupaten/kota (otomatis secara nasi onal) adalah data jumlah siswa per sekolah. Alokasi prognosa definitif BOS akan ditetapkan. Memverifikasi jumlah dana yang diterima dengan data siswa yang ada. untuk selanjutnya dikirim ke Kementerian Keuangan. Bertanggung jawab terhadap penyimpangan penggunaan dana di sekolah. L. Catatan: Tim Manajemen BOS Tingkat Sekolah ditetapkan dengan SK dari Kepala Seko lah. Membuat laporan triwulanan penggunaan dana BOS dan barang/jasa yang dibeli oleh sekolah yang ditandatangani oleh Kepala Sekolah. Mengelola dana BOS secara bertanggung jawab dan transparan. setelah Kementerian Keuangan men erima data rekonsiliasi mengenai jumlah sekolah dan jumlah siswa tahun ajaran baru dar i . Bendahara dan Ketua Komite Sekolah(Format BOS-03). Mengumumkan besar dana yang diterima dan dikelola oleh sekolah dan rencana penggunaan dana BOS (RAPBS) di papan pengumuman sekolah yang ditandatangani oleh Kepala Sekolah. Kementerian Pendidikan Nasional membu at alokasi dana BOS tiap kabupaten/kota. Setiap tahun ajaran baru.Kabupaten/Kota (jika ada perubahan). Memberikan pelayanan dan penanganan pengaduan masyarakat. Menyampaikan penggunaan dana BOS kepada Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota. Sebelum tahun anggaran. sehingga sekolah harus melaporkan data jum lah siswa secara akurat dan tepat waktu. Atas dasar data jumlah siswa tiap sekolah. Kementerian Keuangan menetapkan alokasi anggaran sementara per kabupaten/kota melalui Peraturan Menteri Keuangan. Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota berkoordinasi dengan Tim Manajemen BOS Provinsi menyerahkan data jumlah siswa tiap sekolah kepada Kementerian Pendidika n Nasional. Bendahara dan Ketua Komite Sekolah. Mengumumkan daftar komponen yang boleh dan yang tidak boleh dibiayai oleh dana BOS di papan pengumuman sekolah. sekolah harus segera melakukan pendataan dan melaporka n jumlah siswa ke Tim BOS Kab/Kota secepat mungkin. Memasang spanduk di sekolah terkait kebijakan pendidikan bebas pungutan.

sedangkan alokasi per sekolah swasta ditetapkan oleh pemerintah daerah (melalui Pejabat Pengelola Keuangan Daerah) atas usulan Dinas Pendidikan Kabupat en/ Kota berdasarkan data jumlah siswa. M.Kementerian Pendidikan Nasional. Bagaimana Dana BOS Diatur Dalam Mekanisme APBD Pengelolaan dana BOS dalam mekanisme APBD diatur dalam Peraturan Menteri Dalam N egeri Nomor 21 Tahun 2011 Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 302 . Alokasi dana BOS per sekolah negeri ditetapkan (di SK kan) oleh Kementerian Pend idikan Nasional.

1 Peraturan Menteri ini. kepala daerah menetapkan kuasa pengguna anggaran atas usul kepala SKPD Pendid ikan selaku Pengguna Anggaran. (2) Tugas PPTK sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b. mengelola dana BOS ya ng ditransfer oleh bendahara pengeluaran pembantu pada SKPD Pendidikan.a. kepala sekolah ditunjuk sebagai PPTK. Pasal 329E (1) Penyaluran dana BOS bagi sekolah negeri dilakukan setiap triwulan oleh benda hara pengeluaran pembantu SKPD Pendidikan melalui rekening masing-masing sekolah. (5) Kode rekening belanja tidak langsung dan belanja langsung yang bersumber dar i dana BOS. Pasal 329C (1) Dana BOS untuk sekolah negeri dianggarkan dalam bentuk program dan kegiatan. (2) Penyaluran dana BOS bagi sekolah swasta dilakukan setiap triwulan oleh BUD m elalui rekening masing-masing sekolah. . untuk uraian obyek belanja dan rincian obyek belanja sebagaimana tercantum pada lampiran A. dan b.13 Tahun 2006 Tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. Pasal 329D (1) Pencairan dana BOS untuk sekolah negeri dilakukan dengan mekanisme TU. (2) Pencairan dana BOS untuk sekolah swasta dilakukan dengan mekanisme LS. (4) RKA-PPKD untuk belanja hibah dana BOS sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dis usun oleh PPKD.VIII. (3) RKA-SKPD untuk program/kegiatan dana BOS sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disusun oleh SKPD Pendidikan. (2) Dana BOS untuk sekolah swasta dianggarkan pada jenis belanja hibah. Berikut adalah bunyi beberapa pasal dalam Permendagri tersebut yang mengatur program BOS: BAB XVA PENGELOLAAN DANA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH Pasal 329B (1) Pejabat yang ditunjuk untuk mengelola dana BOS sekolah negeri sebagai beriku t: a.

(2) Naskah perjanjian hibah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditandatangani be rsama antara kepala daerah dengan kepala sekolah swasta. Pasal 329F (1) Penyaluran dana BOS sebagaimana dimaksud dalam Pasal 329E ayat (2) didasarka n atas Naskah perjanjian hibah daerah.(3) Penyaluran dana BOS sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) triwulan berikutnya dapat dilakukan tanpa menunggu penyampaian laporan penggunaan dana BOS triwulan sebelumnya. kepala SKPD Pendidikan atas n ama kepala daerah dapat menandatangani Naskah perjanjian hibah. (4) Naskah perjanjian hibah sebagaimana dimaksud ayat (1) dilakukan 1 (satu) kal i untuk 303 . (3) Dalam rangka percepatan penyaluran dana hibah.

belanja barang dan jasa. dan belanja modal pada SKPD Pendidikan yang dituangkan dalam Dokumen Rencana Kegiatan Anggaran SKPD. Dana BOS bagi Sekolah Swasta dianggarkan dalam Belanja Daerah.I Pera turan Menteri ini. N. yaitu belanja pegawai. (4) Kepala sekolah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bertanggungjawab atas peng gunaan dana BOS yang diterima setiap triwulan. Pasal 329H Tata cara pertanggungjawaban dana BOS yang diterima oleh sekolah swasta diatur d alam naskah perjanjian hibah daerah. disahkan ole h Kuasa Pengguna Anggaran setelah diverifikasi oleh pejabat penatausahaan keuangan SKPD Pendidikan. Kelompok Belanja Tidak Langsung. yaitu: . yan g dalam hal tahun anggaran 2011. Obyek Belanja Hibah kepada Badan/Lembaga/ Organisasi Swasta serta Rincian Obyek Dana BOS kepada sekolah swasta yang dituan gkan dalam Dokumen Rencana Kerja Anggaran Pejabat Pengelola Keuangan Daerah (PPKD). yang uraiannya dialokasikan dalam 3 (tiga) jenis belanj a. (5) Format Naskah perjanjian hibah sebagaimana tercantum dalam lampiran F. (3) Laporan penggunaan dana BOS sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pada prinsipnya ada 2 tahapan penyaluran dana BOS. Pasal 329G (1) Kepala sekolah negeri menyampaikan laporan penggunaan dana BOS triwulan I da n triwulan II paling lambat tanggal 10 Juli sedangkan untuk triwulan III dan triwulan IV pa ling lambat tanggal 20 Desember tahun berkenaan kepada bendahara pengeluaran pembantu. (2) Laporan penggunaan dana BOS sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilampiri buk ti-bukti pengeluaran yang sah dan lengkap. diatur dalam PMK No 247/PMK:07/2010 Tentang Pedoman Umu m dan Alokasi Sementara Bantuan Operasional Sekolah Bagi Pemerintah Daerah Kabupaten d an Kota Tahun Anggaran 2011. Jenis Belanja Hibah.keperluan 1 (satu) tahun anggaran. Bagaimana Mekanisme Penyaluran Dana BOS? Mekanisme penyaluran dana BOS diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK). Berikut adalah beberapa penjelasan yang terkait dengan jenis belanja: Dana BOS bagi Sekolah sekolah negeri dianggarkan melalui Belanja Langsung dalam bentuk program/kegiatan.

b. Triwulan Pertama (bulan Januari sampai dengan bulan Maret) dilakukan paling lambat 14 (empat belas) hari kerja pada awal bulan Januari 2011. yaitu: a. c. dan 304 . Tahap I: Penyaluran Dana dari Kas Umum Negara ke Kas Umum Daerah (1) Penyaluran BOS dilaksanakan dengan cara pemindahbukuan dari Rekening Kas Umu m Negara ke Rekening Kas Umum Daerah. (2) BOS disalurkan secara triwulanan (tiga bulanan). Triwulan Ketiga (bulan Juli sampai dengan bulan September) dilakukan paling lambat 7 (tujuh) hari kerja pada awal pada bulan Juli 2011.1. Triwulan Kedua (bulan April sampai dengan bulan Juni) dilakukan paling lambat 7 (tujuh) hari kerja pada awal pada bulan April 2011.

Tahap II: Penyaluran Dana dari Kas Umum Daerah ke Sekolah Penyaluran dana BOS untuk Sekolah Negeri: dilakukan oleh Dinas Pendidikan paling lambat 7 hari kerja dana tersebut harus sampai di sekolah. Olahraga dan Kesehatan dan (b) Sen i Budaya dan Ketrampilan. O. (3) Penyaluran Triwulan Pertama. (4) Penyaluran Triwulan Keempat sebesar selisih antara penetapan alokasi prognos a definitif BOS dengan jumlah dana yang telah disalurkan dari Triwulan Pertama sam pai dengan Triwulan Ketiga. Triwulan Keempat (bulan Oktober sampai dengan bulan Desember) dilakukan palin g lambat 14 (empat belas) hari kerja pada bulan Oktober 2011 setelah PMK Alokasi prognosa definitif BOS 2011 ditetapkan. Penyaluran Dana BOS untuk Sekolah Swasta:dilakukan oleh Bendahara Umum Daerah paling lambat 7 hari kerja dana tersebut harus sampai di sekolah. dana B OS juga boleh untuk membeli buku teks pelajaran lainnya yang belum mencukupi sejuml ah . d i samping dana yang diperoleh dari Pemda atau sumber lain yang sah. Dana BOS harus didaftar sebagai salah satu sumber penerimaan dalam RKAS/RAPBS. sedangkan SMP sebanyak 2 buku yaitu (a) Pendidikan Jasmani. Pembelian/penggandaan buku teks pelajaran. Olahraga dan Kesehatan. baik yang telah di beli dari dana BOS maupun dari Pemerintah Daerah. maka sekolah wajib membeli/menggandakan sebanyak jumlah siswa. Jika jumlah buku telah terpenuhi satu siswa satu buku. Selain daripada itu. Penggunaan dana BOS Tahun 2011 diatur didalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasio nal Nomor 37 Tahun 2010 Tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekola h (BOS) Tahun Aanggaran 2011. maka sekolah tidak harus menggunakan dana BOS untuk pembelian/ penggandaan buku tersebut. Jika buku dimaksud belum ada di sekolah/belum mencukupi sebanyak jumlah siswa. Dewan Guru dan Komite Sekolah/Madrasah. Kedua. Jenis buku yang dibeli/digandakan untuk SD adalah satu buku. Apa Saja Yang Boleh Didanai dari Dana BOS? Hal penting yang harus diperhatikan oleh sekolah/madrasah sebelum menetapkan pen ggunaan dana BOS di sekolah adalah: Penggunaan dana harus didasarkan pada kesepakatan dan keputusan bersama antara Tim Manajemen BOS Sekolah/Madrasah. yang antara lain dapat untuk: 1.d. yaitu Pendidikan Jasmani. 2. dan Ketiga adalah masing-masing sebesar ¼ (satu perempat) dari alokasi sementara yang tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan.

dan uang le mbur dalam rangka penerimaan siswa baru. Pembiayaan seluruh kegiatan dalam rangka penerimaan siswa baru.siswa. penggandaan formulir. pembelajaran pengayaan. olahraga. yaitu biaya pendaftaran. administrasi pendaftaran. biaya transportasi dan akomodasi siswa/guru dala m 305 . Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan sejenisnya (misalnya untuk honor jam mengajar tambahan di luar jam pelajaran. serta kegiatan lain yang berkaitan lan gsung dengan kegiatan tersebut (misalnya untuk fotocopy. konsumsi panitia. dan lainnya yang relevan). pramuka. palang merah remaja. pembuatan spanduk sekolah bebas pungutan. 3. Pembiayaan kegiatan pembelajaran remedial. pemantapan persiapan ujian. dan pendaftaran ula ng. 2. karya ilmiah remaja. kesenian.

fotocopy. air. dan jika sekolah tersebut memerlukan listrik untuk proses belajar mengajar di sekolah. 4. perbaik an pintu dan jendela. telepon. dapat juga untuk mem beli alat transportasi sederhana yang akan menjadi barang inventaris sekolah (misalnya sep eda. perbaikan atap bocor. ulangan umum. buku inventaris. kapur tulis. surat-menyurat. sp idol. Pembayaran honorarium bulanan guru honorer dan tenaga kependidikan honorer. 10. 6. Jika dinilai lebih ekonomis. perbaikan mebeler. CD dan flash disk). maka diperkenankan untuk membeli genset. penggandaan. buku induk siswa. bahan praktikum. minuman dan makanan ringan untuk kebutuhan sehari-hari di sekolah. insentif bagi bendahara dalam rang ka penyusunan laporan BOS dan biaya transportasi dalam rangka mengambil dana BOS di Bank/PT Pos. 7. langganan koran/majalah pend idikan. Pembiayaan langganan daya dan jasa. Pemberian bantuan biaya transportasi bagi siswa miskin yang menghadapi masal ah biaya transport dari dan ke sekolah. honor koreksi ujian dan honor guru d alam rangka penyusunan rapor siswa). Pembiayaan pengelolaan BOS seperti alat tulis kantor (ATK termasuk tinta pri nter. 8. yaitu pengecatan. perahu penyeberangan. kertas. dll). internet. yaitu listrik. 5.rangka mengikuti lomba. membeli alat olah raga. U ntuk sekolah SD diperbolehkan untuk membayar honor tenaga yang membantu administrasi BOS. te rmasuk untuk pemasangan baru jika sudah ada jaringan di sekitar sekolah. Khusus di sekolah ya ng tidak ada jaringan listrik. Pembiayaan perawatan sekolah. perbaikan lant ai ubin/ keramik dan perawatan fasilitas sekolah lainnya. alat kesenian dan biay a pendaftaran mengikuti lomba). Pengembangan profesi guru seperti pelatihan. serta pengada an suku cadang alat kantor. perbaikan sanitasi sekolah. KKG/MGMP dan KKKS/MKKS. Khusus untuk sekolah yang memperoleh hibah/block grant pengembangan KKG/MGMP atau sejenisnya pada tahun anggaran yang sama tidak diperkenankan menggunakan dana BO S untuk peruntukan yang sama. pensil. 11. . Pembelian bahan-bahan habis pakai seperti buku tulis. ujian sekolah dan laporan hasil bela jar siswa (misalnya untuk fotocopi/ penggandaan soal. 9. Pembiayaan ulangan harian.

00 0. Supervisi oleh Wakil Kepala SMP Terbuka. maka sisa dana BOS tersebut dapat digunakan untuk membeli al at peraga. dana BOS digunakan juga untuk: 1. diberikan rata-rata maks imal sebesar Rp 150. yaitu kegiatan-kegiatan yang terkait dengan proses bel ajar mengajar. diberikan maksimal sebesar Rp 150. 306 . media pembelajaran.-/bulan tetapi secara proporsional disesuaikan dengan beban mengajarnya. Kegiatan tatap muka di Sekolah Induk oleh Guru Bina. masing-masing maksimum 1 unit dalam satu tahun anggaran. mesin ketik.-/ bulan. 13.d 12 di atas telah terpenuhi pendanaannya dari BOS dan masih terdapat sisa dana. Khusus untuk SMP Terbuka. diberikan maksimal sebesar Rp 150.12. Pembelian komputer (desktop/work station) dan printer untuk kegiatan belajar siswa. peralatan UKS dan mebeler sekolah. b.000. Bila seluruh komponen 1 s. meliputi kegiatan: a. Kegiatan pembelajaran.-/bulan. c.000. Supervisi oleh Kepala Sekolah.

Sebagai penanggung jawab pengelolaan dan penggunaan dana BOS untuk SMPT/TKB Mand iri tetap kepala sekolah SMP induk. Transportasi Guru Pamong ke Sekolah Induk. 2. e. masing-masing diberikan maksimal sebesar Rp 150.000. yaitu: a. konsultasi. f. dan pelaporan. Dalam hal penggunaan dana BOS di sekolah. tergantung dari kebijak an kementerian. Transportasi Kepala Sekolah dan Wakil Kepala SMP Terbuka dalam rangka supervi si ke TKB. d. Maksimum penggunaan dana untuk belanja pegawai bagi sekolah negeri sebesar 20 %. Kegiatan pembimbingan di TKB oleh Guru Pamong.000.000. b.d. 10 juta. 3.-/bulan. Prioritas utama penggunaan dana BOS adalah untuk kegiatan operasional sekolah . tidak diperkenankan menggunakan dana BO S untuk peruntukan yang sama. Pemerintah daerah . c.-/bulan. 15 Tahun 2010 tentang SPM Pendidikan Dasar di Kabupaten/Kota. 5. harus diperhatikan hal-hal sebagai ber ikut: 1. Pembelian barang/jasa per belanja tidak melebihi Rp. Kegiatan administrasi ketatausahaan oleh petugas Tata Usaha (1 orang). Pengelolaan kegiatan pembelajaran oleh Pengelola TKB Mandiri diberikan maksim al sebesar Rp 150. 4. 2. Transportasi Guru Bina ke TKB.-/bulan. Bagi sekolah yang telah menerima DAK. Penggunaan dana BOS untuk transportasi dan uang lelah bagi guru PNS diperbole hkan hanya dalam rangka penyelenggaraan suatu kegiatan sekolah selain kewajiban jam mengajar. Besaran/satuan biaya untuk transportasi dan uang lelah guru PNS yang b ertugas di luar jam mengajar tersebut harus mengikuti batas kewajaran. Transportasi Pengelola TKB Mandiri ke Sekolah Induk dalam rangka koordinasi. diberi kan maksimal sebesar Rp 100. Penggunaan dana untuk honorarium guru honorer di sekolah agar mempertimbangkan rasio jumlah siswa dan guru sesuai dengan ketentuan pemerintah yang ada dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. Biaya transportasi Guru Bina dan Guru Pamong dari SMP Induk ke TKB dan sebali knya disesuaikan dengan kondisi geografis dan sarana transportasi. Kebijakan penggunaan dana BOS bisa berubah setiap tahun.

2. faktor geografis dan faktor lainnya. Selanjutnya Dinas Pendidikan mengi rim surat secara resmi kepada Dirjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah yang berisikan daftar sekolah yang lebih/kurang untuk diperhitungkan pada penyesuaian alokasi pada triwulan berikutnya. Jika dana BOS yang diterima oleh sekolah dalam triwulan tertentu lebih besar/ kurang dari jumlah yang seharusnya. Jika terdapat siswa pindah/mutasi ke sekolah lain setelah pencairan dana di t riwulan berjalan. 3.wajib mengeluarkan peraturan tentang penetapan batas kewajaran tersebut di daerah masi ngmasing dengan mempertimbangkan faktor sosial ekonomi. misalnya akibat kesalahan data jumlah siswa. Revisi jumlah siswa pada sekolah yang ditinggalkan/menerima siswa pindahan 307 . maka s ekolah harus segera melapor kepada Dinas Pendidikan. maka dana BOS siswa tersebut pada triwulan berjalan menjadi hak sekola h lama.

Menanamkan saham. Bunga Bank/Jasa Giro akibat adanya dana di rekening sekolah menjadi milik sek olah untuk digunakan bagi sekolah. 10. 9. Kegiatan penunjang yang tidak ada kaitannya dengan operasi sekolah. serta ketersediaan. P.tersebut baru diberlakukan untuk pencairan triwulan berikutnya. . 3. Membangun gedung/ruangan baru. Membiayai kegiatan yang tidak menjadi prioritas sekolah dan memerlukan biaya besar. Bagaimana Mekanisme Pembelian Barang/Jasa di Sekolah? 1. dan kewajar an harga. studi tour (karya wisata) dan sejenisnya. Disimpan dalam jangka waktu lama dengan maksud dibungakan. 4. Sekolah hanya diperbolehkan menanggung biaya untuk siswa/guru yang iku t serta dalam kegiatan tersebut. Tim harus memperhatikan kualitas barang/jasa. misalnya iuran dalam rangka perayaan hari besar nasional dan upacara keagamaan/acara keagamaan. 11. Apa Saja Larangan Penggunaan Dana BOS? 1. atau pihak lainnya. Membeli pakaian/seragam bagi guru/siswa untuk kepentingan pribadi (bukan inve ntaris sekolah). 4. 7. misalnya guru kontrak/guru bantu. 12. Dipinjamkan kepada pihak lain. 8. 2. Membeli bahan/peralatan yang tidak mendukung proses pembelajaran. Membiayai kegiatan yang telah dibiayai dari sumber dana pemerintah pusat ata u pemerintah daerah secara penuh/wajar. Membiayai kegiatan dalam rangka mengikuti pelatihan/sosialisasi/ pendampinga n terkait program BOS/perpajakan program BOS yang diselenggarakan lembaga di luar Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/ Kota dan Kementerian Pendidikan Nasional. 2. Membayar bonus dan transportasi rutin untuk guru. Tim Sekolah harus menggunakan prinsip keterbukaan dan ekonomis dalam menentuk an barang/jasa dan tempat pembeliannya. Q. 5. Membiayai kegiatan yang diselenggarakan oleh UPTD Kecamatan/ Kabupaten/kota/ Provinsi/Pusat. misalnya studi banding. 6. walaupun pihak sekolah tidak ikut serta dala m kegiatan tersebut. Digunakan untuk rehabilitasi sedang dan berat. 13.

Membuat rencana kerja ii. iii. 308 . Terkait dengan biaya untuk perawatan ringan/pemeliharaan bangunan sekolah. Tim Sekolah harus selalu membandingkan harga penawaran dari penyedia barang/j asa dengan harga pasar dan melakukan negosiasi harga kepada penyedia barang/jasa apa bila harga penawaran lebih tinggi dari harga pasar. Membuat laporan penggunaan dana (pembelian barang dan pembayaran upah) untuk kegiatan perawatan ringan/pemeliharaan sekolah. Memilih satu atau lebih pekerja untuk melaksanakan pekerjaan tersebut dengan standar upah yang berlaku di masyarakat.3. Ti m Sekolah harus menerapkan prinsip-prinsip berikut: i. 4.

. Mengumumkan hasil pembelian barang dan harga yang dilakukan oleh sekolah di p apan pengumuman sekolah yang harus ditandatangani oleh Komite Sekolah. 2. Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sesuai dengan kewenangannya dapat melakukan pemeriksaan terhadap program BOS. 2 Tahun 2008 Pasal 11). Dilarang bertindak menjadi distributor atau pengecer buku kepada peserta didi k di sekolah yang bersangkutan (Peraturan Mendiknas No. 3. Menginformasikan secara tertulis rekapitulasi penerimaan dan penggunaan dana BOS kepada orang tua siswa setiap semester bersamaan dengan pertemuan orang tua sisw a dan sekolah pada saat penerimaan raport. kabupaten/kota maupu n sekolah. 3. Siapa Yang Melakukan Pengawasan dan Pemeriksaan Program BOS? Pengawasan prgram BOS meliputi pengawasan melekat (Waskat). Instansi ini juga bertanggung jawab untuk melakukan audit sesuai dengan kebutuhan lembaga tersebut atau permintaan instansi yang akan diaudit. Tidak diperkenankan melakukan manipulasi data jumlah siswa. pengawasan fungsiona l dan pengawasan masyarakat. Pengawasan Melekat Pengawasan melekat adalah pengawasan yang dilakukan oleh pimpinan masing-masing instansi kepada bawahannya baik di tingkat pusat. Mengelola dana BOS secara transparan dan bertanggung jawab. Pengawasan Eksternal Instansi pengawas eksternal yang melakukan pengawasan program BOS adalah Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP). 2. 6. Pengawasan Fungsional Internal Instansi pengawas fungsional yang melakukan pengawasan program BOS secara intern al adalah Inspektorat Jenderal Depdiknas serta Inpektorat Daerah Provinsi dan Kabup aten/ Kota.R. provinsi. baik yang berasal dari dana BOS maupun dari sumber lain. Bagaimana Tata Tertib Pengelolaan Dana BOS Untuk Sekolah? 1. Prioritas utama dalam program BOS adalah pengawasan yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota kepada sekolah. 1. Instansi tersebut bertanggung jawab untuk melakukan audit sesuai dengan kebutuhan lembaga tersebut atau permintaan instansi yang akan diaudit. 5. S. Bersedia diaudit oleh lembaga yang berwenang terhadap seluruh dana yang dikel ola oleh sekolah. 4. 4.

agar segera dilaporkan kepada instansi penga was fungsional atau lembaga berwenang lainnya. Provinsi dan Pusat. namun tidak melakukan audit. Ka bupaten/ Kota. 309 . Pengawasan Masyarakat Dalam rangka transparansi pelaksanaan program BOS. Lembaga tersebut melakukan pengawasan dalam rangka mem otret pelaksanaan program BOS di sekolah.T. program ini juga dapat diawas i oleh unsur masyarakat dan unit-unit pengaduan masyarakat yang terdapat di sekolah. Apabila terdapa t indikasi penyimpangan dalam pengelolaan BOS.

atau golongan. yaitu pengembalian dana BOS yang terbukti disalahgunakan kepada satuan pendidikan atau ke kas negara. b. Penerapan tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi. bilamana terbuk ti pelanggaran tersebut dilakukan secara sengaja dan tersistem untuk memperoleh keuntungan pribadi. penyidikan dan prose s peradilan bagi pihak yang diduga atau terbukti melakukan penyimpangan dana BOS. Penerapan proses hukum. mutasi kerja). 310 . d. misalnya: a. Apa Sanksi Terhadap Penyalahgunaan Dana BOS? Sanksi terhadap penyalahgunaan wewenang yang dapat merugikan negara dan/atau sek olah dan/atau siswa akan dijatuhkan oleh aparat/pejabat yang berwenang. Pemblokiran dana dan penghentian sementara seluruh bantuan pendidikan yang bersumber dari APBN pada tahun berikutnya kepada Kabupaten/kota. Penerapan sanksi kepegawaian sesuai dengan peraturan dan undang-undang yang berlaku (pemberhentian. c. yaitu mulai proses penyelidikan. penurunan pangkat. kelompok. Sanksi kepada oknum yang melakukan pelanggaran dapat diberikan dalam berbagai bentuk.U.

Publikasi BOS .

312 .

313 .

314 .

315 .

316 .

317 .

318 .

319 .

320 .

321 .

322 .

Lembar Evaluasi Pelatihan untuk Sekolah/Madrasah Tahun 2011 .

Lembar Evaluasi Pelatihan untuk Sekolah/Madrasah Tahun 2011 324 .

d. Pernyataan manakah di bawah ini yang masuk dalam kategori Biaya Investasi men urut Standar Pembiayaan? a. b. pengawasan dan evaluasi. c. d. Manakah dari pernyataan di bawah ini yang merupakan bagian dari Standar Penge lolaan? a. Kepemimpinan sekolah/madrasah. c. Gaji dan tunjangan pendidik dan tenaga kependidikan. 2. d. Standar Kompetensi Pengawas. c atau d (Format A): 1. Biaya pengembangan sumber daya manusia. Standar Proses. Standar Kompetensi Lulusan. Biaya pembelian alat tulis. Manakah pernyataan di bawah ini yang bukan merupakan Standar Nasional Pendidi kan? a. Mekanisme standardisasi pendidikan yang merupakan kelanjutan dari SNP. Penentuan standar kompetensi kepala sekolah. b. 5. d. b. Hubungan masyarakat dengan Pemerintah Daerah. b. b. c. c. Standar-standar yang ditentukan oleh masing-masing satuan tingkat pendidikan. Strategi untuk mencapai SNP (Standar Nasional Pendidikan) secara bertahap dan merupakan sasaran antara menuju pemenuhan SNP. Pemilihan tenaga pendidik. Standar-standar yang harus dipenuhi oleh masing-masing satuan pendidikan sete lah semua SNP terpenuhi.Lembar Evaluasi Pelatihan untuk Sekolah/Madrasah Tahun 2011 Pilih salah satu jawaban yang Anda anggap benar dengan memberi tanda silang pada hurup a. Manakah dari pernyataan di bawah ini yang secara tepat mendefinisikan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan? a. sistem informasi mana jemen. Standar Penilaian. Di bawah ini adalah beberapa alasan mengapa SNP perlu dilakukan secara bertah . 3. Biaya listrik bulanan. 4.

SPMP adalah kegiatan sistemik dan terpadu oleh satuan atau program pendidikan .ap. d. b. d. Pengertian SPMP (Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan) dapat dengan tepat ditemu kan pada salah satu pernyataan berikut ini: a. c. dan masyarakat untuk memperba iki mutu pendidikan. Semua standar SNP dapat dipenuhi oleh sekolah/madrasah dengan kondisi saat in i. SPMP merupakan sebuah mekanisme peningkatan mutu pendidikan yang diprakarsai oleh para pemimpin satuan pendidikan dan diselenggarakan secara mandiri tanpa adanya keter libatan pemerintah. Implementasi SNP yang sepenuhnya memerlukan kapasitas SDM yang tinggi dan kel embagaan yang produktif. pemerintah daerah. SPMP adalah program pemerintah pusat yang harus dijabarkan oleh masing-masing satuan pendidikan sesuai dengan keunggulan lokal mereka. penyelenggara satuan atau program pendidikan. 6. Beberapa standar SNP terlalu tinggi dan sulit dicapai oleh semua sekolah/madr asah dengan kondisi saat ini. Implementasi SNP secara utuh membutuhkan sumber daya yang besar. c. kecuali: a. b. SPMP merupakan program pemerintah pusat yang mengupayakan terjadinya suatu pe ningkatan mutu pendidikan di suatu daerah tertentu. 325 .

c. Menjamin keterkaitan antara perencanaan dan penganggaran. Misi Tujuan Sasaran Visi . Membantu komite sekolah mengevaluasi kelemahan dan kelebihan sekolah/madrasah nya. Penyusunan RKS/M Penyetujuan & Pengesahan Sosialisasi Persiapan. Persetujuan Pengesahan Penyusunan RKS/M Sosialisasi. pelaksanaan. 9.7. b. d. Mengoptimalkan partisipasi pihak swasta. Salah satu tujuan penyusunan RKS/M (Rencana Kerja Sekolah/Madrasah) adalah: a. pelapo ran dan pengawasan. d. Mendorong upaya guru dan pengawas dalam meningkatkan kinerja mereka. Manakah alur penyusunan RKS/M yang benar? a. Rumusan hasil akhir kondisi sekolah yang ditentukan oleh pemerintah kabupaten /kota. Sekolah/madrasah dapat menentukan kelebihan hasil usahanya secara lebih akura t. Sekolah/madrasah dapat mengetahui kelebihan dan kekurangannya berdasarkan SNP . c. kecuali: a. Cita-cita bersama warga sekolah/madrasah dan segenap pihak yang berkepentinga n pada masa yang akan datang. Persiapan Penyusunan RKS/M Persetujuan & Pengesahan Sosialisasi. 11. Sosialisasi Persiapan Penyusunan RKS/M Persetujuan & Pengesahan. b. b. Manfaat EDS/M (Evaluasi Diri Sekolah/Madrasah) terutama adalah sebagai beriku t. b. Memastikan agar aturan pemerintah ditaati sekolah/madrasah. Sekolah/madrasah dapat dikelola secara lebih partisipatif. Manakah dari uraian di bawah ini yang secara tepat mendefinisikan visi sekol ah/madrasah: a. d. 10. d. akuntabel dan tran sparan oleh para pemangku kepentingan. Urut-urutan manakah yang benar? a. c. 8. Merupakan gambaran kondisi sekolah/madrasah saat ini yang digunakan untuk men yusun RKS/M. c. Sekolah/madrasah dapat menyusun RKS dan RKT berdasarkan prioritas kebutuhan d an sumber daya sekolah/madrasah untuk memenuhi SPM/SNP.

mengindikasikan kejelasan sumber pendanaan dan pembiayaan operas ional sekolah. Menjamin terciptanya integrasi. 13. sinkronisasi. kecuali: a. dan sinergi. Menjamin tercapainya penggunaan sumber daya secara efisien. mencakup perencanaan kelesuruhan program yang akan dilaksanakan oleh sekolah/ madrasah dalam jangka waktu satu tahun. d. b. Menjamin agar tujuan dan sasaran sekolah/madrasah yang telah ditetapkan dapat dicapai dengan tingkat kepastian yang tinggi dan risiko yang kecil. b. Visi Misi Sasaran Tujuan c. 326 . Terpadu. Sistematis. c. dan berkelanjutan. Visi Misi Tujuan Sasaran d. Memastikan pengawasan kinerja kepala sekolah oleh komite sekolah. d. seluruh program/kegiatan disusun secara runtut berdasarkan skala prioritas.b. Berikut ini adalah prinsip-prinsip penyusunan Rencana Kerja Tahunan yang bai k. Satu sumber. berkeadi lan. Yang bukan merupakan tujuan Penyusunan RKT (Rencana Kerja Tahunan) adalah: a. efektif. Sasaran Tujuan Misi Visi 12. Partisipatif melibatkan berbagai unsur. c.

15. profit oriented. transparansi.5% dari nilai pembelian. Gaji pendidik dan tenaga kependidikan serta segala tunjangan yang melekat pad a gaji. efisiensi. d. jasa telekom unikasi. keadilan.14. Tidak memotong PPh Pasal 23 sebesar 15% x 40% atau 6% dari jumlah imbalan bru to tidak termasuk PPN 18. Penentuan buku yang dibeli ditentukan oleh rapat komite sekolah. kejujuran. Bagi hasil. pemeliharaan sarana dan prasarana c. c. transparansi. dan transportasi d. transparansi. kemakmuran bersama. Akuntabilitas. kemakmuran bersama. Manakah pernyataan yang benar terkait dengan kewajiban perpajakan yang sehar usnya dilakukan oleh pengelola BOS di sekolah negeri. efisien (value for money). Manakah pernyataan yang tepat terkait dengan penggunaan dana BOS untuk buku: a. 17. b. c. Buku yang dibeli/digandakan harus mencakup satu siswa satu buku. Pengadaan buku tidak boleh dilakukan secara bertahap. Tidak mempunyai kewajiban memungut PPh Pasal 22 karena tidak termasuk sebagai pihak yang ditunjuk sebagai pemungut PPh Pasal 22. kejujuran. b. Pengadaan tanah dan mengirimkan para guru ke pelatihan-pelatihan pengembangan diri. Efisiensi. Yang tidak termasuk ke dalam kelompok Biaya Operasional adalah: a. Atas pembelian buku-buku pelajaran umum. b. Biaya operasional pendidikan tidak langsung berupa listrik. bagi hasil. dan pesantren: . swasta. d. 16. Manajemen Keuangan Sekolah yang baik senantiasa menjunjung tinggi prinsip-pr insip berikut: a. Pajak. air. Memungut PPh Pasal 22 sebesar 1. uang lembur. asuransi. c. Sekolah harus membayar PPN untuk pembelian buku. membayar PPN. Manakah pernyataan yang benar terkait dengan kewajiban perpajakan yang sehar usnya dilakukan oleh pengelola BOS di sekolah negeri: a. b. Akuntabilitas. tidak termasuk PPN d an menyetorkannya ke kas negara. kitab suci dan buku pelajaran agama. d.

Notulen rapat komite sekolah 327 . b. c. Jumlah dana yang diterima dan pengelolaannya. Nama siswa miskin yang digratiskan. d. Audit oleh komite sekolah 20. Penggunaan dana BOS untuk memberikan bantuan transportasi bagi siswa miskin d ikenakan pajak 19. d. Berikut ini adalah mekanisme pengawasan dana BOS: a. Hal berikut ini adalah berkas yang harus dilaporkan ke tim BOS Kabupaten/Kot a. Pembayaran honor kepada guru PNS Golongan IID ke bawah tidak dilakukan pemoto ngan PPh Pasal 21. c. Pengawasan melekat b. c.a. d. Pembayaran honor kepada guru PNS Golongan IIIA ke atas harus dipotong PPh Pas al 21 yang bersifat final sebesar 15% dari jumlah honor. b. kecuali: a. Memotong PPh Pasal 21 atas honorarium semua jenis dan golongan guru. Pengawasan eksternal. Lembar pencatatan pengaduan. Pengawasan fungsional internal.

328 .

Selanjutnya sekolah menyerahkan LKIS kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. sekolah segera mengisi LKIS. Akan tetapi dalam LKIS juga dijaring bebera pa informasi lain yang dianggap penting. Data jumlah siswa per sekolah akan dapat diakses oleh masyarakat sebagai bentuk transparansi dan alat control. Pentingkah data di LKIS? Keakuratan data LKIS sangat menentukan keakuratan perhitungan alokasi dana BOS. Din as Pendidikan Kabupaten/Kota membuat rekapitulasi jumlah siswa per sekolah dan diserahkan kepa da Tim BOS Pusat untuk dijadikan dasar alokasi dana BOS secara nasional.Lembar Kerja Individu Sekolah (LKIS) Apa LKIS Tersebut? LKIS merupakan instrumen sederhana yang khususnya digunakan untuk menjaring data jumlah siswa per sekolah di setiap tahun ajaran baru. Untuk Apa LKIS? Khususnya untuk program BOS. . Bagaimana mekanisme penyerahan LKIS? Setelah masa pendaftaran siswa di tahun ajaran baru di sekolah berakhir. Alokasi dana BOS per sekolah akan didasarkan L KIS. LKIS sangat diperlukan untuk menghitung perencanaan kebutuhan anggaran dana BOS tingkat nasional. Oleh karena itu dimohon setiap sekolah mengisi da ta LKIS secara akurat. dan tidak melakukan mark-up data. kabupaten/kota maupun sekolah. per kabupaten/kota dan p er sekolah. baik tingkat nasional. Jadi sekolah yang tidak mengumpulkan LKIS. tidak akan dialokasikan dana BOS dalam SK Dirjen Pendid ikan Dasar. dan selanjutnya akan dijadikan dasar untuk p enetapan alokasi dana BOS per sekolah dan kabupaten/kota. Lembar LKIS juga akan diserahkan oleh Tim BOS Kabupaten/Kota kepada Tim BOS Tingkat Nasional untuk keperluan pendataan dan verifikasi.

Lembar Kerja Individu Sekolah (LKIS) Tahun Pelajaran 2010/11 330 .

Lembar Kerja Individu Sekolah (LKIS) Tahun Pelajaran 2010/11 331 .

332 .

INFORMASI DAN PENGADUAN MASYARAKAT Program BOS HOTLINE: 177 Menghubungi: Tingkat SMP Alamat Web : www.id Telp : 0-800-140-1276 (bebas pulsa).dit-plp.ditptksd.go.id Telp : 0-800-140-1299 (bebas pulsa) 021-5725980 Faksimil : 021-5731070 & 021-5725645 Email : bos@dit-plp.id Mengisi: Format BOS 07 untuk Kritik dan Saran dan Format BOS 8 untuk Pengaduan .go. 021-5725632 & 021-5725641 Faksimil : 021-5725635 Email : bos@ditptksd.go.id Tingkat SD Alamat Web : www.go.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful