MILIK NEGARA TIDAK DIPERDAGANGKAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL KEMENTERIAN AGAMA RI Peningkatan Manajemen Melalui Penguatan Tata Kelola

dan Akuntabilitas di Sekolah/Madrasah Materi Pelatihan Sekolah/Madrasah Bantuan Operasional Sekolah

Disiapkan bersama oleh: Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar, Kemendiknas dan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kemenag RI dengan bantuan dana hibah dari Pemerintah Australia melalui Program Kemitraan Au stralia-Indonesia dan didukung oleh: Bank Dunia, Uni-Eropa, Pemerintah Kerajaan Belanda, Bank Pembangunan Asia dan US AID

Peningkatan Manajemen Melalui Penguatan Tata Kelola dan Akuntabilitas di Sekolah/Madrasah Materi Pelatihan Sekolah/Madrasah

Kata Pengantar Bantuan Operasional Sekolah (BOS), yang dimulai sejak bulan Juli 2005, merupakan program untuk membantu percepatan penuntasan program wajib belajar 9 tahun yang bermutu. Bagi kebanyakan sekolah dan madrasah di Indonesia, dana BOS merupakan komponen terbesar pemasuka n dana yang diterima oleh sekolah dan madrasah. Untuk memaksimalkan efisiensi dan efektivitas pemanfaatan dana BOS dan sumberdan a sekolah/ madrasah lainnya, penting dilakukan peningkatan keterampilan dalam menyusun pere ncanaan dan penganggaran ditingkat sekolah/madrasah. Untuk keperluan inilah pemerintah telah mengambil inisiatif untuk mengembangkan program pelatihan yang mendukung peningkatan keter ampilan manajerial bagi sekolah/madrasah. Program pelatihan ini dikembangkan dengan meru juk pada sistem penjaminan mutu, khususnya Standar Pelayanan Minimal untuk pendidikan das ar dan Standar Nasional Pendidikan. Pelatihan intensif tentang Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) ini akan diberikan kepada 3 unsur anggota Tim Pengelola BOS di Sekolah/Madrasah di seluruh Indonesi a, yaitu kepala sekolah/madrasah, bendahara sekolah/madrasah dan unsur masyarakat anggota Tim Ma najemen BOS Sekolah/Madrasah atau Komite Sekolah/Madrasah. Materi pelatihan untuk sekolah dan madrasah ini disiapkan melalui kerjasama deng an dan atas dukungan dari Australian Agency for International Development (AusAID), Asian De velopment Bank (ADB) melalui proyek Basic Education Capacity Support Program, USAID melalui Pro yek Decentralized Basic Education (DBE1), Pemerintah Kerajaan Belanda, European Union (Uni Eropa) dan the World Bank (Bank Dunia) melalui the Basic Education Capacity Trust Fund. Pelatihan ini akan disampaikan secara nasional kepada sekitar 650.000 peserta dari sekolah/madrasah (SD/MI/SMP/ MTs) dengan dukungan dana dari Pemerintah Australia melalui AusAID. Buku panduan pelatihan ini memusatkan perhatian pada empat materi utama: (1) Sta ndar Pelayanan Minimal untuk Pendidikan Dasar dan Standar Nasional Pendidikan, termas uk di dalamnya pengenalan terhadap Evaluasi Diri Sekolah/Madrasah (EDS/M); (2) Perencanaan dan Penganggaran; (3) Manajemen Keuangan; dan (4) Pengenalan Pendidikan Karakter. Selain ke empat jenis materi utama tersebut, masih ada beberapa materi tambahan/suplemen yang diharapkan dapa t disinggung pada saat pelatihan. Semoga materi pelatihan ini dapat sepenuhnya dimanfaatkan oleh para pelatih dan peserta pelatihan untuk panduan pelatihan bagi tingkat sekolah/madrasah.

Jakarta, Maret 2011 Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementrerian Agama RI Prof. Dr. Mohammad Ali, MA NIP. 19530603 197903 1 002 Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Kementrerian Pendidikan Nasional Prof. Suyanto, Ph.D. NIP. 19530302 197703 1 001 i

Pendahuluan Buku Materi Pelatihan ini berisi informasi penting yang digunakan sebagai bahan pembelajaran bagi pengelola SD/MI dan SMP/MTs, yang terdiri dari kepala sekolah/madrasah, ben dahara sekolah/madrasah, dan ketua komite sekolah/madrasah di seluruh Indonesia. Buku ini disusun sebagai bahan pelatihan dalam rangka membantu sekolah/madrasah melakukan perencanaan, pengelolaan, dan penyusunan laporan, baik kegiatan maupun keuangan sekolah/ madrasah. Pelatihan ini juga dimaksudkan untuk mendukung pelaksanaan program BOS dan penerapan manajemen berbasis sekolah/madrasah yang lebih baik, partisipatif dan akuntabel. Buku ini terdiri dari tiga bagian utama yakni: (1) Evaluasi Diri Sekolah/Madrasa h, (2) Perencanaan dan Penganggaran Sekolah/Madrasah, dan (3) Manajemen Keuangan Sekolah/Madrasah. Sebagai bagian yang tak terpisahkan dari upaya peningkatan mutu pada sektor pendidikan, serangkaian program nasional yang menyemangati upaya perbaikan yang mendasar ini juga disert akan pada bagian akhir buku ini: pendidikan karakter bangsa, penanggulangan bencana, penga rusutamaan gender, rencana aksi nasional pemberantasan narkoba, dan pencegahan HIV/AIDS. Bagian 1 - Evaluasi Diri Sekolah/Madrasah (EDS/M) menekankan pentingnya kemampua n sekolah/madrasah melakukan pemetaan pencapaian kinerja sekolah/madrasah pada saa t ini serta pengembangan program dan anggaran sekolah/madrasah. Penguasaan implementas i EDS/M dicerminkan dalam kemampuan sekolah/madrasah dalam mengidentifikasi dan mengumpulkan data kinerja, menganalisis dan mengolah data mutu, menyimpulkan has il kinerja serta menerapkan standar mutu. Bagian ini terdiri dari empat bab. Bab I memperkenalkan kebijakan nasional yang berkaitan dengan Standar Nasional Pendidikan, Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar, Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan serta Penerapan SPMP, SNP, dan SPM dalam proses peren canaan sekolah/madrasah. Bab II menguraikan gambaran umum tentang EDS/M, menjelaskan so sok dan cara-kerja instrumen serta cara melaksanakan EDS/M. Bab III menjelaskan tekn ik identifikasi kesenjangan kinerja dan rekomendasi pemenuhan SPM. Bab IV memperkenalkan TRIMS a tau Aplikasi Pelaporan dan Manajemen Informasi Sekolah (APMIS), memahami manfaat kel uarannya bagi sekolah/madrasah serta langkah-langkah aplikasi TRIMS. Bagian 2 - Perencanaan dan Penganggaran Sekolah/Madrasah membantu sekolah/madras ah agar mampu menyusun program prioritas dengan mempertimbangkan ketersediaan sumbe

r daya yang dimiliki guna mencapai visi, misi, tujuan dan sasaran sekolah/madrasah yang telah ditetapkan. Melalui rencana kerja yang baik, sekolah/madrasah diharapkan dapat m enggalang partisipasi warga dan masyarakat, memastikan keterkaitan antara perencanaan, pel aksanaan dan pelaporan sekolah/madrasah, efisiensi dan efektifitas penggunaan dana, menja min integrasi perencanaan sekolah/madrasah sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat , provinsi, kota/kabupaten dan aspirasi stakeholder lokal, mempertimbangkan pentingnya pendi dikan karakter bangsa, sensitivitas terhadap isu gender, sikap responsif terhadap kead aan bencana, dan memperhatikan berbagai perkembangan yang terjadi. Bagian ini terdiri dari enam bab. Bab I merupakan pengantar bagi penyusunan RKS/ M dan RKT. Bab II menjelaskan tentang identifikasi kondisi kinerja aktual sekolah/madrasah sebelum rencana kerja disusun. Bab III menjelaskan tentang kondisi yang diharapkan oleh sekolah/ madrasah. Bab IV menguraikan tentang pentingnya penyusunan program, indikator dan target kiner ja yang tepat, penanggung jawab program dan kegiatan. Bab V memandu penyusunan rencana a nggaran sekolah/madrasah untuk jangka menengah. Bab VI menjelaskan tentang penyusunan Re ncana ii

Kerja Tahunan Sekolah/Madrasah dan penyusunan Rencana Anggaran Pendapatan dan Be lanja Sekolah/Madrasah atau Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah/Madrasah. Perlu juga disampaikan disini bahwa bersamaan dengan penerbitan materi pelatihan ini telah dikembangkan EDS/M multimedia dalam bentuk DVD. Dilengkapi dengan pegantar lisan oleh Bapak Menteri Pendidikan Nasional, DVD yang berjudul Meningkatkan Mutu Lingkungan Pembelajaran melalui Evaluasi Diri Sekolah/Madrasah ini dikemas secara komunikati f dan ramah pemirsa. Di dalamnya disajikan banyak contoh dan testimoni dari kepala sek olah, guru dan peserta didik yang membuat konsep EDS/M terasa mudah dipahami. DVD ini akan dibagikan kepada seluruh sekolah/madrasah. Bagian 3 - Manajemen Keuangan Sekolah/Madrasah membantu sekolah/madrasah memaham i dan mengasah keterampilan dalam mengelola siklus penganggaran melalui penyiapan anggaran, penata-usahaan, perpajakan, pengeloaan barang milik sekolah/madrasah, pelaporan keuangan yang baik, serta pengkomunikasiannya kepada stakeholder terkait. Bagian ini terdiri dari tujuh bab. Bab I memberikan pengantar tentang siklus man ajemen keuangan sekolah/madrasah serta prinsip pengelolaan keuangan yang baik. Bab II m emberikan gambaran umum penatausahaan keuangan sekolah/madrasah, khususnya dalam penerimaa n dan pengeluaran serta pelaporannya. Bab III menguraikan berbagai jenis pajak yang be rkaitan dengan pengelolaan keuangan dan transaksi di tingkat sekolah/madrasah. Bab IV memperken alkan masalah pembukuan sekolah/madrasah termasuk jenis buku dan transaksi, format buk u serta alurnya. Bab V berisi ketentuan pencatatatan barang milik sekolah/madrasah. Bab VI mendalami pelaporan keuangan sekolah/madrasah. Bab VII membahas berbagai hal yang berkaita n dengan masalah audit, pengendalian dan pengawasan keuangan di tingkat sekolah/madrasah. Dengan memahami manajemen keuangan diharapkan pihak sekolah/madrasah dapat mener apkan prinsip pengelolaan keuangan yang baik dengan tidak mengabaikan prinsip ekonomis , efisiensi dan efektivitas dalam mendukung tercapainya tujuan pendidikan dasar. Bagian ini sangat penting dipahami oleh berbagai pihak yang berkepentingan dengan pengelolaan keuangan sek olah/ madrasah termasuk kepala dan wakil kepala sekolah/madrasah, bendahara sekolah/ma drasah, guru, pengawas, dan komite sekolah/madrasah. Untuk mempelajari lebih jauh materi yang dijelaskan dalam buku ini disediakan fi le dalam

bentuk CD yang berisikan seluruh materi pelatihan, referensi terkait terutama Un dang-undang, Peraturan Pemerintah, Peraturan Menteri, dan seluruh bahan yang disampaikan dala m pelatihan. Dalam CD juga terdapat materi tambahan, antara lain Pendidikan Karakter Bangsa, Program Penanggulangan Bencana, Kepekaan terhadap Isu Gender, dan Pencegahan HIV/AIDS. Penyusunan buku ini didukung oleh Australian Agency for International Developmen t (AusAID), Asian Development Bank (ADB), Bank Dunia (World Bank) dan Decentralized Basic Ed ucation (DBE-I) Project - USAID.

iii

Daftar Singkatan APBD Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah APBN Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara APK Angka Partisipasi Kasar ATK Alat Tulis Kantor BAN-S/M Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah BMS Barang Milik Sekolah BOS Bantuan Operasional Sekolah BOSDA Bantuan Operasional Sekolah Daerah BOSP Biaya Operasional Satuan Pendidikan BSNP Badan Standar Nasional Pendidikan CTL Contextual Teaching and Learning DAK Dana Alokasi Khusus DAU Dana Alokasi Umum DBR Daftar Barang Ruang EDK Evaluasi Diri Kabupaten/Kota EDS/M Evaluasi Diri Sekolah/Madrasah EQAS External Quality Assurance System ICT Information and Communication Technology IMB Izin Mendirikan Bangunan IPA Ilmu Pengetahuan Alam IPTEK Ilmu Pengetahuan dan Teknologi IQAS Internal Quality Assurance System Juknis Petunjuk Teknis Kemenag Kementerian Agama Kemendiknas Kementerian Pendidikan Nasional KIB Kartu Inventaris Barang KIR Kartu Inventaris Ruang KIR Karya Ilmiah Remaja KKG Kelompok Kerja Guru

KS Kepala Sekolah KTSP Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan LPMP Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan MA Madrasah Aliyah MBS Manajemen Berbasis Sekolah MI Madrasah Ibtidaiah Monev Monitoring dan Evaluasi MSPD Monitoring Sekolah oleh Pemerintah Daerah PAKEM Pembelajaran Aktif. Efektif dan Menyenangkan PAS Pendapatan Asli Sekolah PDCA Plan Do Check Action Permendagri Peraturan Menteri Dalam Negeri Permendiknas Peraturan Menteri Pendidikan Nasional PMK Peraturan Menteri Keuangan PNS Pegawai Negeri Sipil PPh Pajak Penghasilan iv . Kreatif.

PPN Pajak Pertambahan Nilai PTKP Pendapatan Tidak Kena Pajak RAPBS Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah Renstra Rencana Strategis RKAS Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah RKJM Rencana Kerja Jangka Menengah RKS Rencana Kerja Sekolah RKS/M Rencana Kerja Sekolah/Madrasah RKT Rencana Kerja Tahunan RPJMD Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah RPP Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPPK Rencana Pengembangan Pendidikan Kota/Kabupaten RPS Rencana Pengembangan Sekolah RSBI Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional SBI Sekolah Bertaraf Internasional SD Sekolah Dasar SDM Sumber Daya Manusia SIM Sistem Informasi Manajemen SKM Sekolah Kategori Mandiri SKPD Satuan Kerja Pemerintah Daerah SKS Satuan Kredit Semester SNP Standar Nasional Pendidikan SPJ Surat Pertanggungjawaban SPM Standar Pelayanan Minimal SPMP Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan TU Tata Usaha Tupoksi Tugas Pokok dan Fungsi UAN Ujian Akhir Nasional UAS Ujian Akhir Sekolah UASBN Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional .

UKK Ujian Kompetensi Kejuruan UN Ujian Nasional v .

Standar isi ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam kr iteria tentang kompetensi tamatan. termasuk penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. Pemerin-tahan Daerah Provinsi. dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/ Kota. Standar proses standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pem belajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulusan. bengk el kerja. dan keterampila n. kompetensi mata pelajaran. perpustakaan. tempat berkreasi dan berekreasi. tempat bermain. tempat beribadah. tempat berolahraga. kompetensi bahan kajian. dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada jenjang dan jen is pendidikan tertentu. Standar sarana dan prasarana standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan kriteria minimal tentang ruan g belajar.Daftar Istilah BOS program pemerintah yang bertujuan menyediakan pendanaan biaya operasi nonper sonalia bagi satuan pendidikan dasar sebagai bagian dari pelaksanaan program wajib belajar 9 tahun. Standar pendidik dan tenaga kependidikan kriteria pendidikan prajabatan dan kelayakan fisik maupun mental. Sistem penjaminan mutu pendidikan (SPMP) subsistem dari sistem pendidikan nasional (SNP) dengan fungsi utama peningkatan mutu pendidikan. serta pendidi kan dalam jabatan. yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran. laboratorium. SPM jenis dan tingkat pelayanan pendidikan minimal yang harus disediakan oleh sa tuan atau program pendidikan. Standar kompetensi lulusan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap. penyelenggara satuan atau program pendidikan. SNP kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara K esatuan Republik Indonesia. serta sumber belajar lai n. dan pemerintah kabupaten atau kota sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah. . pengetahuan. pemerinta h provinsi.

Standar pembiayaan standar yang mengatur komponen dan besarnya biaya operasi satuan pendidikan yan g berlaku selama satu tahun. dan pengawasan kegiatan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan. atau nasional agar tercapai efisiensi dan efektivitas penyelengg araan pendidikan. vi . pelaksanaan. provinsi.Standar pengelolaan standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan perencanaan. kabupaten/ kota.

Buku Kas Umum buku utama yang digunakan untuk mencatat semua transaksi yang memp engaruhi saldo kas. Akuntabel bentuk pertanggungjawaban pengelolaan sumber daya dan pelaksanaan kebi jakan yang dipercayakan kepada orang/ organisasi dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditetapkan melalui media pertanggungjawaban berupa laporan akuntabilitas kinerja secara periodik.Standar penilaian pendidikan standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme. Misi rumusan umum mengenai upaya-upaya yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan visi (UU Nomor 25 Tahun 2004). Perencanaan suatu proses untuk menentukan tindakan masa depan yang tepat. baik secara langsung maupun tidak langsung. RKT dokumen tentang gambaran program dan kegiatan tahunan sekolah untuk mencapai tujuan dan sasaran tahunan sekolah yang telah ditetapkan. Transparan memiliki sifat bahwa sebuah teori atau praktek terbuka kepada publik. RKS/M dokumen tentang gambaran kegiatan sekolah di masa depan untuk mencapai tuj uan dan sasaran sekolah yang telah ditetapkan. serta alokasi sumber-sumber kepada setiap bagian kegiatan. RAPBS/M rencana yang diformulasikan dalam bentuk rupiah dalam jangka waktu atau periode tertentu. Value for Money istilah yang digunakan untuk menilai apakah sebuah organisasi te lah memperoleh manfaat yang maksimum dari barang dan jasa yang diperoleh atau disediakan dengan sumber daya yang ada. dengan memperhitungkan sumber daya yang tersedia (UU Nomor 25 Tahun 2004). Visi rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan pada akhir periode perencanaa n (UU Nomor 25 Tahun 2004). melalu i urutan pilihan. Program instrumen kebijakan yang berisi satu atau lebih kegiatan yang dilaksanak an oleh instansi pemerintah/lembaga untuk mencapai sasaran dan tujuan serta memperoleh alokasi anggaran. atau kegiatan masyarakat yang dikoordinasikan oleh instansi pemerintah (UU Nomor 25 Tahun 2004). karenanya mengurangi peluang untuk korupsi. Buku Pembantu Kas buku yang digunakan untuk mencatat transaksi penerimaan dan pengeluaran yang . dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik. prosedur.

vii . Buku Pembantu Bank buku yang digunakan untuk mencatat semua transaksi penerimaan dan pengeluaran yang dilakukan melalui bank dengan cara antara lain penerbitan cek. dan lain-lain.dilaksanakan secara tunai. penerimaan pembayaran dengan cek. penarikan ce k.

atau tingkat pencapaian hasil progra m dengan target yang ditetapkan.Buku Pembantu Pajak buku yang digunakan untuk mencatat semua transaksi yang harus dipungut pajak se rta memonitor atas pungutan dan penyetoran pajak yang dipungut selaku wajib pungut pajak. Efisien pencapaian output yang maksimum dengan input tertentu. Partisipasi Masyarakat keikutsertaan atau keterlibatan masyarakat dalam suatu kegiatan atau organisasi sosial baik secara moril (fisik) maupun spiritual (nonfisik) untuk mewujudkan keinginan dan kepentingan bersama. Efektif perbandingan outcome dengan output. viii . Ekonomis pemerolehan masukan dengan kualitas dan kuantitas tertentu pada tingkat harga yang terendah. atau input minimu m untuk output tertentu.

Bab ke empat memperkenalkan TRIMS atau Aplikasi Pelaporan dan Manajemen Informasi Sekolah (APMIS). SNP. Bab pertama memperkenalkan kebijakan nasional yang berkaitan dengan Standar Nasional Pendidikan (SNP). Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan Dasar. Bab kedua menggambarkan secara umum konsep EDS/M. memperkenalkan instrumen dan cara melaksanakan EDS/M. . Bab ketiga memaparkan teknik mengidentifikasi kesenjangan kinerja dan rekomendasi pemenuhan SPM.Pengenalan Terhadap Evaluasi Diri Sekolah/ Madrasah (EDS/M) Dan Instrumen EDS/M Bagian 1 Bagian ini mencakup empat bab. dan SM dalam proses perencanaan sekolah/madrasah. Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan (SPMP) serta penerapan SPMP. dan memaparkan langkah-langkah aplikasi TRIMS. menjelaskan manfaat keluaran TRIMS bagi sekolah/madrasah.

Bagian 1 2 .

dan pengawasan pendidikan pada setiap satuan pendidikan dalam rangk a 3 . SPM. Untuk mewujudkan visi tersebut diperlukan upaya peningkatan mutu pendidikan seca ra berkelanjutan oleh semua pihak.Bagian 1 Bagian 1 Bab I Pengenalan SNP. PENGANTAR Peningkatan mutu pendidikan merupakan salah satu pilar pokok pembangunan pendidi kan di Indonesia. dan SPMP Dalam Rangka Perencanaan Sekolah/ Madrasah A. Standar nasi onal pendidikan adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berfungsi sebagai dasar bagi perencanaan . pelaksanaan. Mutu pendidikan mengacu pada standar yang telah ditetapkan dalam Peraturan Pemer intah (PP) Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP). Pendidikan yang bermutu akan menghasilkan sumber daya manusia (SDM ) yang cerdas dan kompetitif sesuai dengan visi Kementerian Pendidikan Nasional ta hun 2025.

pemerintah pusat. dan apa bila SNP telah tercapai maka satuan pendidikan tersebut akan terus meningkatkan mutu untuk melampaui atau berada di atas SNP. Sistem penjaminan mutu pendidikan (SPMP) didefinisikan sebagai kegiatan sistemik dan terpadu oleh satuan atau program pendidikan. dan masyarakat untuk melaksanakan upaya peningkatkan m utu pendidikan secara berkesinambungan. sarana-prasarana dan aspek sekolah yang penting lainnya. setiap satuan pendi dikan perlu menyusun Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) atau Rencana Kerja Sekolah/ Madrasah (RKS/M) yang memuat upaya peningkatan mutu secara berkelanjutan. Untuk dapat mencapai acuan mutu pendidikan tersebut di atas. manajemen sekolah/madras ah. Oleh karena itu. STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN (SNP) Standar Nasional Pendidikan (SNP) adalah kriteria minimal tentang sistem pendidi kan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. Upaya ini dilakukan dengan menetapkan Standar Pela yanan Minimal (SPM) yang merupakan tingkat layanan minimal yang harus dipenuhi oleh se tiap satuan pendidikan. komite sekolah/madrasah. dan (b) Standar mu tu yang mengadopsi dan/atau mengadaptasi standar internasional tertentu. guru. (Pasal 1 Nomor 17 UU 2 . penyelenggara pendidikan. (a) Standar mutu yang berbasis keunggulan lokal. RKS/M disusun secara partisipatif dengan melibatkan semua stakeholder termasuk kepala sekolah/ madrasah. B.mewujudkan pendidikan nasional yang bermutu. RKS/M akan menjadi acuan untuk melaksanakan perbaikan dalam proses pembelajaran. SNP berisi ketentuan tentang delapa n standar yang dicita-citakan dapat terwujud di semua satuan pendidikan pada kurun waktu tertentu. Standar mutu pendidikan di atas SNP dapat ber upa. maka perlu dicari strategi untuk mencapai SNP secara bertahap. Apabila SPM Pendidikan telah tercapai maka indikator tingkat (mutu) layanan akan dinaikkan dari waktu ke waktu hingga pada akhirnya mencapai tingkat an yang ditetapkan dalam SNP. da n sebagian besar kualitasnya masih berada di bawah SNP. antara lain. pemerinta h daerah. dan orang tua siswa. Mengingat bahwa kondisi satuan pendidikan pada saat ini masih sangat beragam. SPM Pendidikan dapat diartikan sebagai st rategi untuk mencapai SNP secara bertahap dan merupakan sasaran antara untuk menuju pemenuhan SNP. Penjaminan mutu pendidikan dimaksudkan untuk memastikan bahwa setiap satuan pendidikan berusaha memenuhi SPM dan SNP.

Standar Nasional Pendidikan merupakan penjabaran dari UU Nomor 20 Tahun 2003 ten tang Sisdiknas. dan (8) standar peni laian pendidikan. 19/2005 tentang SNP). (3) standar pendidik dan tenaga kependidikan. Standar Nasional Pendidikan bertujuan menjamin mutu pendidikan nasional dalam ra ngka mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat (Pasal 4 PP. Standar Nasional Pendidikan berfungsi sebagai dasar dalam perencanaan. pelaksana an. (2) standa r isi. (6) standar pembiayaan.0/2003 tentang Sisdiknas dan Pasal 3 PP. yang dituangkan dalam PP Nomor 19 Tahun 2005. 19/2005 tentang SNP). (5) standar sarana dan prasarana. 4 . 19/2005 tentang SNP). (7) standar pengelolaan. Standar Nasional Pendidikan meliputi: (1) standar kompetensi lulusan. (4) standar proses. dan pengawasan pendidikan dalam rangka mewujudkan pendidikan nasional yang bermu tu (Pasal 3 PP.

pengetahuan. e. Standar kompetensi lulusan pada jenjang pendidikan dasar bertujuan untuk meletak kan dasar kecerdasan. pengetahuan. beban belajar. . Standar isi mencakup lingkup materi dan tingka t kompetensi untuk mencapai kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. d an keterampilan. c. b. Untuk mencapai standar kompetensi yang ditetapkan. yang meliputi kompetensi untuk seluruh mata pelajaran. Kompetensi lulusan mencakup sikap. d. kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi.Berikut ini adalah penjelasan umum tentang masing-masing standar sesuai Peratura n Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. olah raga. 2. memuat kerangka dasar dan struktur kurikulum. kejuruan. dan mata pelajaran. dan khusus pada jenjang pendidi kan dasar dan menengah terdiri atas: a. Beban belajar untuk SD/MI/SDLB dan SMP/MTs/SMPLB atau bentuk lain yang sederajat menggunakan jam pembelajaran setiap minggu setiap semester dengan sistem tatap muka. kelompok mata pelajaran. yang kemudian dituangk an dalam materi pokok kegiatan pembelajaran serta indikator pencapaian. dan kalender pendidikan/akademik. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. kepribadian. kelompok mata pelajaran jasmani. Standar kompetensi lulusan digunakan sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. sesuai kebu tuhan dan ciri khas masing-masing. dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. akhlak mulia. penugasan terstruktur. kelompok mata pelajaran estetika. kurikulum tingkat satuan pendidikan. dan kesehatan. serta keterampilan unt uk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Standar kompetensi lulusan untuk satuan pendidikan dasar dan menengah ditetapkan melalui Permendiknas nomor 23 tahun 2006. 1. kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. perlu dirumuskan kompetensi d asar untuk setiap mata pelajaran atau kelompok mata pelajaran. Kurikulum untuk jenis pendidikan umum. Standar Isi Standar isi untuk satuan pendidikan dasar dan menengah ditetapkan melalui Permendiknas nomor 22 tahun 2006.

waktu pembelajaran efektif. sosial budaya masyarakat setempat. minggu efektif belajar. Kalender pendidikan/kalender akademik mencakup permulaan tahun ajaran.Kurikulum tingkat satuan pendidikan SD/MI/SDLB dan SMP/MTs/SMPLB atau bentuk lain yang sederajat dikembangkan sesuai dengan satuan pendidikan. potensi daerah / karakteristik daerah. Penyusunan kurikulum pada tingkat satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah berpedoman pada panduan yang disusun oleh BSNP. dan hari libur. dan peserta didik. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan Standar pendidik dan tenaga kependidikan adalah kriteria pendidikan prajabatan d an 5 . 3.

kompetensi profesional. Pendidik harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembela jaran. Sedangkan standar untuk setiap jenis tenaga kependidikan ditetapkan dengan Permendiknas berikut. ten aga administrasi. tenaga perpustakaan. manajerial. Standar proses untuk satuan pendidikan dasar dan menengah ditetapkan melalui . 4. Selain memiliki kompetensi sebagai guru. Tenaga kependidikan pada SMP/MTs atau bentuk lain yang sederajat sekurang-kurangnya terdiri atas kepala sekolah/madrasah. d. b. sehat jasmani dan rohani. dan tenaga kebersihan sekolah/madrasah. tenaga administrasi. Tenaga kependidikan pada SD/MI atau bentuk lain yang sederajat sekurang-kurangny a terdiri atas kepala sekolah/madrasah. Standar kualifikasi akademik dan kompetensi guru ditetapkan melalui Permendiknas nomor 16 tahun 2007. kewirausahaan. Permendiknas Nomor 24 Tahun 2008 Tentang Standar Tenaga Administrasi Sekolah/ Madrasah. Permendiknas Nomor 26 Tahun 2008 Tentang Standar Tenaga Laboratorium Sekolah/ Madrasah. a. Standar Proses Standar proses adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksan aan pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulus an. kompetensi kepribadian. dan sosia l. serta pendidikan dalam jabatan. tenaga perpustakaan. dan tenaga kebersihan se kolah/ madrasah. seorang kepala sekolah/madrasah juga ha rus memiliki kompetensi kepribadian. c. Permendiknas Nomor 25 Tahun 2008 Tentang Standar Tenaga Perpustakaan Sekolah/ Madrasah. Permendiknas Nomor 13 Tahun 2007 Tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah. serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.kelayakan fisik maupun mental. Kualifikasi akademik yang dimaksud adalah tingkat pendidika n minimal yang harus dipenuhi oleh seorang pendidik yang dibuktikan dengan ijazah dan/ atau sertifikat keahlian yang relevan sesuai ketentuan perundang-undangan yang b erlaku. Kompetensi sebagai agen pembelajaran pada jenjang pendidikan dasar dan menengah meliputi: kompetensi pedagogik. tenaga laboratorium. dan kompetensi sosial. supervisi.

minat. Proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif. kreativitas. dan pengawasan pr oses pembelajaran. penilaian hasil pembelajaran. dan penilaian hasil belajar. Untuk terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien. pelaksanaan proses pembelajaran.Permendiknas nomor 41 tahun 2007. dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. sumber belajar. setiap satuan pendidikan perlu melakukan empat hal. dan kemandirian sesuai d engan bakat. memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif. yakni perencanaan proses pembelajaran. se rta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. metode pengajaran. a. menantang. menyenangkan. 6 . materi ajar. in spiratif. Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran.

tempat berolahraga. biaya operasi. evaluasi. dan ruang/tempat lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang terat ur dan berkelanjutan. ruang laboratorium. perpustakaan. Penilaian hasil pembelajaran pada jenjang pendidikan dasar dan menengah menggunakan berbagai teknik penilaian sesuai dengan kompetensi dasar yang harus dikuasai. dan biaya per sonal. supervisi. 6. bahan habis pakai . tempat bermain. tempat berkreasi . Pelaksanaan proses pembelajaran harus memperhatikan jumlah maksimal peserta didik per kelas dan beban mengajar maksimal per pendidik. tempat beribadah. tempat berolahraga. tempat berkreasi dan berekreasi. ruang pendidik. ruang pimpinan satuan pendidikan. ruang kantin.b. buku dan sumber belajar lainnya. ruang tata usaha. d. ruang perpustakaan . Standar Sarana dan Prasarana Standar sarana dan prasarana adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan kriteria minimal tentang ruang belajar. bengkel kerja. inst alasi daya dan jasa. peralatan pendidikan. termasuk penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. Setiap satuan pendidikan wajib memiliki sarana yang meliputi perabot. Pengawasan proses pembelajaran meliputi pemantauan. tempat beriba dah. 5. serta perlengkapan lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang terat ur dan berkelanjutan. dan rasio maksimal jumlah peserta didik set iap pendidik. Setiap satuan pendidikan wajib memiliki prasarana yang meliputi lahan. dan SMA/MA ditetapkan melalui Permendiknas nomor 24 tahun 2007. pelaporan. Standar Pembiayaan Standar pembiayaan adalah standar yang mengatur komponen dan besarnya biaya oper asi satuan pendidikan yang berlaku selama satu tahun. laboratorium. Biaya investasi satuan pendidikan meliputi biaya penyediaan sarana dan prasarana . c. Standar sa rana dan prasarana untuk SD/MI. ruang kel as. Biaya operasi satuan pendidika n adalah bagian dari dana pendidikan yang diperlukan untuk membiayai kegiatan oper asi satuan pendidikan agar kegiatan pendidikan yang sesuai standar nasional pendidik an dapat berlangsung secara teratur dan berkelanjutan. tempat bermain. yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran. Pembiayaan pendidikan terdiri atas biaya investasi. ruang bengkel kerja. ruang unit produksi. serta sumber belajar lain. SMP/MTs. dan pengambilan langkah tindak lanjut yang diperlukan. rasio maksimal buku teks pelajaran setiap peserta didik. media pendidikan.

konsumsi. bahan atau peralatan pendidikan habis pakai. dan SMALB ditetapkan melalui Permendiknas nomor 69 tahun 2009. 7 . pengembangan sumberdaya manusia. uang lembur. pemeliharaan sarana dan prasaran a. pajak. Biaya personal meliputi biaya pendidikan yang harus dikeluarkan oleh peserta didik untuk bisa mengikuti proses pembelajaran secara teratur dan berkelanjutan. SMA/MA. SDLB. transportasi. dan biaya operasi pendid ikan tak langsung berupa daya. jasa telekomunikasi. Standar biaya operasi nonpersonalia tahun 2009 untuk SD/MI. asuransi. SMK .. dan modal kerja tetap. dan lain sebagainya. Biaya operasi satuan pendi dikan mencakup gaji pendidik dan tenaga kependidikan serta segala tunjangan yang melek at pada gaji. SMP/MTs. SMPLB. air.

kemitraan. atau nasional agar tercapai efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pendidikan. Penilaian yang dimaksud digunakan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik. dan untu k memperbaiki proses pembelajaran. c. ulangan tengah semester. 8. Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan untuk memantau proses. keterbukaan. dan akuntabilitas. Pengelolaan satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah menerap kan manajemen berbasis sekolah/madrasah yang ditunjukkan dengan kemandirian. dan perbaikan hasil dalam bentuk ulangan harian. dan ulangan kenaikan kelas. b. pelaksanaan. Penilaian hasil belajar untuk sem ua mata pelajaran merupakan penilaian akhir untuk menentukan kelulusan peserta didi k dari satuan pendidikan.7. Standar Pengelolaan Standar pengelolaan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan perencanaan. efisien. Penilaian hasil belajar oleh Pemerintah Pusat bertujuan untuk mengukur pencap . dan akuntabel. ulangan akhir semester. sebagai bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar. penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan. dan pengawasan kegiatan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan. Penilaian hasil belajar sebagaimana dimaksud pada ayat (1) untuk semua mata pelajaran pada kelompok ilmu pengetahuan dan teknologi dilakukan melalui ujian sekolah/madrasah untuk menentukan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. partisipasi. Pengelolaan satuan pendi dikan dilaksanakan secara mandiri. Setiap satuan pendidikan dikelola atas dasar rencana kerja tahunan yang merupaka n penjabaran rinci dari rencana kerja jangka menengah satuan pendidikan yang melin gkupi masa 4 (empat) tahun. Standa r penilaian pendidikan ditetapkan melalui Permendiknas nomor 20 tahun 2007. efektif. dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik. Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan bertujuan menilai pencapaian s tandar kompetensi lulusan untuk semua mata pelajaran. Standar Penilaian Pendidikan Standar penilaian pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan d engan mekanisme. prosedur. provinsi. kabupaten/kota. kemajuan. a. Standar pengelolaan pendidikan oleh satuan pendidika n dasar dan menengah ditetapkan melalui Permendiknas nomor 19 tahun 2007. dan penilaian hasil belajar oleh Pemerintah. Penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas: pe nilaian hasil belajar oleh pendidik.

Ujian nasional dilakukan secara obyektif. pendidik dan tenaga kependidikan.aian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan teknologi dan dilakukan dalam bentuk ujian nasional. 8 . dan keperluan penting lainnya. berkeadilan. dan akuntabel. proses. C. STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) 1. SNP dan SPM Untuk dapat memenuhi Standar Nasional Pendidikan diperlukan sumber daya yang besar untuk memenuhi berbagai kebutuhan termasuk pemenuhan standar sarana dan prasarana. pembiayaan.

Pemerintahan Daerah Provinsi. SPM difokuskan pada upaya untuk memastikan bahwa setiap sekolah/madrasah dapat menyelenggarakan proses pembelajaran dengan baik. Matematika. sarana-prasarana. Indikator Pemenuhan SPM Dalam Permendiknas Nomor 15 Tahun 2010 Tentang Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar di Kabupaten/Kota. dan 14 indikator pemenuhan SPM yang merupakan tanggung jawab kabupaten/kota. IPA. b. pemenuhan jam belajar. Sementara SMP y ang telah terakreditasi kini baru mencapai 61. misalnya guru harus menyiapkan RP P. penyelenggara satuan atau program pendidikan. dan IPS . SPM mengatur jenis dan mutu layanan pendidikan yang disediakan oleh pemerintah kabupaten/kota dan sekolah/madrasah. Apa yang harus tersedia di sekolah/madrasah seperti guru. terdapat 13 indikator pemenuhan SPM yang merupakan tanggung jawab sekolah/madrasah. SPM juga merupakan pelaksanaan disentralisasi penyelenggaraan kewenangan di bidang pendidikan dasar.4 %) dan ju mlah ini diperkirakan akan naik mencapai 70.Sebagian sekolah/madrasah belum mampu memenuhi SNP. buku. dan sebagainya. maka Standar Pelayanan Minimal (SPM) dirancang sebagai tahapan awal untuk mencapai SNP dan standar lainnya. 1) Setiap SD/MI menyediakan buku teks yang sudah ditetapkan kelayakannya oleh Pemerintah mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia. Hal ini tercermin pada rendanya jumlah SD yang telah terakreditasi (yakni. media. d an pemerintah kabupaten/kota sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah Pusat.0 % dan diperkirakan akan meningkat me njadi 66. Indikator Pencapaian Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar oleh Sekolah/ Madrasah terdiri dari yang dipaparkan berikut. Mengingat pemenuhan standar nasional pendidikan masih dirasakan sulit bagi banya k sekolah/madrasah. dan sebagainya. Standar Pelayanan Minimal bidang pendidikan yang selanjutnya disebut SPM adalah jenis dan tingkat pelayanan pendidikan minimal yang harus disediakan oleh satuan atau program pendidikan. pemerintah provinsi. Apa yang harus terjadi di sekolah/madrasah. dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota. 2. kepala sekolah/madr asah. kepala sekolah/madrasah melakukan supervisi akademik.6 % pada akhir tahun nanti.0 % pada akhir tahun ini. SPM Pendidikan Dasar mengatur mengenai: a. baru mencapai 65. tenaga kependidikan. Standar pelayanan minimal pendidikan dasar adalah tolok ukur kinerja pelayanan pendidikan dasar melalui jalur pendidikan formal yang diselenggarakan pemerintah kabupaten/ kota.

dengan perbandingan satu set untuk setiap peserta didik. 3) Setiap SD/MI menyediakan satu set peraga IPA dan bahan yang terdiri dari mode l kerangka manusia. dan poster/carta IPA. kit IPA untuk eksperimen dasar. model tubuh manusia. bola dunia (globe). 9 . 2) Setiap SMP/MTs menyediakan buku teks yang sudah ditetapkan kelayakannya oleh Pemerintah mencakup semua mata pelajaran dengan perbandingan satu set untuk setiap perserta didik. contoh peralatan opti k.

atau d) Kelas VII . dan melaksanakan tugas tambahan.VI : 27 jam per minggu.4) Setiap SD/MI memiliki 100 judul buku pengayaan dan 10 buku referensi. dan 13) Setiap satuan pendidikan menerapkan prinsip-prinsip manajemen berbasis sekol ah/ madrasah (MBS/M). 8) Setiap guru menerapkan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang disusun berdasarkan silabus untuk setiap mata pelajaran yang diampunya.IX : 27 jam per minggu. melaksanakan pembelajaran. 11) Setiap guru menyampaikan laporan hasil evaluasi mata pelajaran serta hasil p enilaian setiap peserta didik kepada kepala sekolah/madrasah pada akhir semester dalam bentuk laporan hasil prestasi belajar peserta didik. 5) Setiap guru tetap bekerja 37. 1) Tersedia satuan pendidikan dalam jarak yang terjangkau dengan berjalan kaki y aitu maksimal 3 km untuk SD/MI dan 6 km untuk SMP/MTs dari kelompok permukiman permanen di daerah terpencil. Indikator Pencapaian Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar oleh Pemerintah Kabupaten/Kota dan Kemenag Kabupaten/Kota dapat mengambil bentuk sebagai berikut . membimbing atau melatih peserta didik. 10) Kepala sekolah/madrasah melakukan supervisi kelas dan memberikan umpan balik kepada guru dua kali dalam setiap semester. termasuk merencanakan pembelajaran. dan set iap SMP/MTs memiliki 200 judul buku pengayaan dan 20 buku referensi. . c) Kelas IV . b) Kelas III : 24 jam per minggu. 9) Setiap guru mengembangkan dan menerapkan program penilaian untuk membantu meningkatkan kemampuan belajar peserta didik. 12) Kepala sekolah/madrasah menyampaikan laporan hasil ulangan akhir semester (U AS) dan ulangan kenaikan kelas (UKK) serta ujian akhir (US/UN) kepada orang tua pese rta didik dan menyampaikan rekapitulasinya kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota atau Kantor Kementerian Agama di kabupaten/kota pada setiap akhir semester. 7) Satuan pendidikan menerapkan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) sesua i ketentuan yang berlaku. menilai hasil pembelajaran. 6) Satuan pendidikan menyelenggarakan proses pembelajaran selama 34 minggu per tahun dengan kegiatan tatap muka sebagai berikut : a) Kelas I II : 18 jam per minggu.5 jam per minggu di satuan pendidikan.

4) Di setiap SD/MI dan SMP/MTs tersedia satu ruang guru yang dilengkapi dengan m eja 10 .2) Jumlah peserta didik dalam setiap rombongan belajar untuk SD/MI tidak melebih i 32 orang. dan untuk SMP/MTs tidak melebihi 36 orang. 3) Di setiap SMP/MTs tersedia ruang laboratorium IPA yang dilengkapi dengan meja dan kursi yang cukup untuk 36 peserta didik dan minimal satu set peralatan praktik I PA untuk demonstrasi dan eksperimen peserta didik. serta papan tulis. Untuk setiap rombongan belajar tersedia 1 (satu) ruang kelas yang dilengkapi dengan meja dan kursi yang cukup u ntuk peserta didik dan guru.

5) Di setiap SD/MI tersedia 1 (satu) orang guru untuk setiap 32 peserta didik da n 6 (enam) orang guru untuk setiap satuan pendidikan. 10) Di setiap kabupaten/kota semua kepala SD/MI berkualifikasi akademik S-1 atau D-IV dan telah memiliki sertifikat pendidik. dan 14) Kunjungan pengawas ke satuan pendidikan dilakukan satu kali setiap bulan dan setiap kunjungan dilakukan selama 3 jam untuk melakukan supervisi dan pembinaan. Investasi dan pemeliharaan prasarana dan sarana. b. d an untuk daerah khusus tersedia satu orang guru untuk setiap rumpun mata pelajaran. 12) Di setiap kabupaten/kota semua pengawas sekolah/madrasah memiliki kualifikas i akademik S-1 atau D-IV dan telah memiliki sertifikat pendidik. dan Bahasa Inggris. 8) Di setiap SMP/MTs tersedia guru dengan kualifikasi akademik S-1 atau D-IV seb anyak 70% dan separuh di antaranya (35% dari keseluruhan guru) telah memiliki sertifik at pendidik. dan di setiap SMP/MTs tersedia ruang kepala sekolah/madrasah yang terpisah dari ruang guru. a. 3. Investasi untuk meningkatkan kualifikasi dan kompetensi sumber daya manusia. Tanggung Jawab Pendanaan SPM Tanggung jawab Pemerintah Kabupaten/Kota dan Kementerian Agama sekaitan dengan pendanaan SPM mencakup yang berikut. untuk daerah khusus masing-masing sebanyak 40% dan 20%. 6) Di setiap SMP/MTs tersedia 1 (satu) orang guru untuk setiap mata pelajaran. 13) Pemerintah kabupaten/kota memiliki rencana dan melaksanakan kegiatan untuk membantu satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum dan proses pembelajaran yang efektif. dan untuk daerah khusus 4 (empat) orang guru setiap satuan pendidikan. 7) Di setiap SD/MI tersedia 2 (dua) orang guru yang memenuhi kualifikasi akademi k S1 atau D-IV dan 2 (dua) orang guru yang telah memiliki sertifikat pendidik. Bahasa Indonesia. kepala sekolah/madrasah dan staf kependidikan lainnya. 9) Di setiap SMP/MTs tersedia guru dengan kualifikasi akademik S-1 atau D-IV dan telah memiliki sertifikat pendidik masing-masing satu orang untuk mata pelajaran Matematika. . 11) Di setiap kabupaten/kota semua kepala SMP/MTs berkualifikasi akademik S-1 at au D-IV dan telah memiliki sertifikat pendidik.dan kursi untuk setiap orang guru. IPA.

pengadaan buku. Operasional personil: gaji dan tunjangan guru dan tenaga kependidikan. b. Operasional: biaya untuk bahan habis lab. c. DAK. dan pelatihan guru. Sumber dana: DAU. hibah. Operasional non-personel. Tanggung jawab Sekolah/Madrasah: a. 11 . Sumber dana: BOS. d. dan sebagainya. e. bahan dan media pembelajaran.c. Investasi dan pemeliharaan (minor) prasarana dan peralatan sekolah/madrasah. APBN (untuk madrasah).

menghitung gap dan mengh itung kebutuhan biaya investasi dan operasional untuk pemenuhan SPM. kualifikasi. ruang guru. tenaga kependidikan). a. dan cek juga ketentuan-ketentuan lainnya. pengukuran jam tatap muka. Untuk menerapkan SPM di tingkat sekolah/madrasah maka kepala sekolah/madrasah harus melakukan pengumpulan data dan menganalisisnya apakah indikator-indikator SPM telah terpenuhi. Pemerintah Kabupaten/Kota dan Kantor Kemenag Kabupaten/Kota harus memiliki kapasitas sebagai berikut. Guru membuat RPP berdasarkan silabus mata pelajaran yang disusun oleh sekolah/ madrasah. pemenuhan RPP. Kemampuan mengumpulkan data dan informasi terkait pemenuhan indikator SPM (14 indikator). ruang kepala sekolah. Agar dapat melaksanakan pemenuhan SMP. Kumpulkan data dan lakukan analisis apakah hal-hal berikut tersedia/terlaksan a sesuai SPM: Sekolah/madrasah menyusun dan menerapkan KTSP. Kepala sekolah/madrasah melakukan supervisi akademik. Kumpulkan data dan lakukan analisis apakah di setiap sekolah/madrasah tersedi a hal-hal berikut sesuai SPM: Sarana dan prasana: ruang kelas. infrastruktur. a. Setelah ditemukan adanya gap (kesenjangannya) maka sekolah/madrasah harus memprogramkan langkah perbaikan untuk memenuhi indikator tersebut. Sumber daya manusia (guru. dan sebagainya. utamanya terkait dengan sumber daya manusia. d. dan . Selanjutnya pemerintah kabupaten/kota melaku kan agregasi dan analisis data dari semua sekolah/madrasah. Lihat sumberdaya ini dari segi jumlah. misalnya terkait dengan penerapan KTSP. dan kompetensi (sertifikat pendidik) Kunjungan pengawas sekali dalam sebulan sesuai ketentuan. b. c. Tindakan untuk memenuhi kekurangan tersebut merupakan tanggung jawab sekolah/ madrasah. Implementasi SPM Berikut adalah langkah-langkah yang perlu diambil dalam upaya memenuhi SPM. Siswa menempuh pembelajaran dengan jam tatap muka yang memadai. dan sebagainya. Tersedia buku pegangan dan buku pengayaan dalam jumlah yang memadai. laboratorium IPA (untuk SMP/MTs).4. Tindakan untuk memenuhi kekurangan menjadi tanggung jawab pemerintah/ Kemenag kabupaten/kota Pendataan dilakukan di setiap sekolah/madrasah guna memperoleh informasi mengena i pencapaian indikator-indikator SPM.

Kemampuan untuk menuangkan rencana dan kebutuhan anggaran dalam dokumen 12 . b. c. Kemampuan menyusun perencanaan dan penganggaran berdasarkan bukti kebutuhan investasi.peralatan. Keterampilan melakukan analisis dan agregasi data dari seluruh sekolah/madras ah. d.

penyelenggara satuan atau program pendidikan. Keterampilan mengumpulkan data dan informasi terkait seluruh (27) indikator S PM. . dan/atau informal. d. c. Pemerintah kabupaten/kota perlu untuk meningkatkan kapasitasnya dalam implementa si SPM. Demikian juga untuk mampu melaksanakan pemenuhan SMP. pihak sekolah/madrasah harus memiliki kapasitas sebagai berikut. SISTEM PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN (SPMP) 1. Kemampuan melakukan evaluasi diri dalam hubungannya dengan semua ketentuan SPM di sekolah/madrasah. Penjaminan mutu pendidikan adalah kegiatan sistemik dan terpadu oleh satuan atau program pendidikan. b. terbangunnya budaya mutu pendidikan formal. dan masyarakat untuk menaikkan tingkat kecerdasan kehidupan bangsa melalui pendidikan. melakukan analisis kesenjangan.perencanaan daerah. dan menuangkannya ke dalam rencana kerja dan anggaran sekolah/madrasah. Yang dimaksud dengan kegiatan sistemik dan terpadu adalah terdapatnya mekanisme yang jelas dalam memperbaiki mutu pendidikan dengan melibatkan berbagai pihak yang berkepentingan. a. Keterampilan menyusun rencana dan anggaran investasi dan operasional sekolah/ madrasah untuk memenuhi 13 indikator SPM. D. nonformal. menghitung kebutuhan biaya. menyusun penganggaran dan memasukkannya ke dalam dokumen perencanaan daerah termasuk Renstra. Tujuan akhir penjaminan mutu pendidikan adalah tingginya kecerdasan kehidupan manusia dan bangsa sebagaimana dicita-citakan oleh Pembukaan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang dicapai melalui penerapan SPMP. menganalisis data. Pengertian dan Tujuan SPMP Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan (SPMP) adalah subsistem dari Sistem Pendidikan Nasional dengan fungsi utama meningkatkan mutu pendidikan. Tujuan-antara penjaminan mutu pendidikan adalah terbangunnya SPMP termasuk: a. pembagian tugas dan tanggung jawab yang jelas dan proporsional dalam penjamin an mutu pendidikan formal dan/atau nonformal pada satuan atau program pendidikan. Kemampuan menyampaikan data dan informasi tentang tingkat pemenuhan 14 indikator SPM di sekolah/madrasah kepada pemerintah kabupaten/kota dan Kemenag kabupaten/kota. dan sebagainya. sekolah/madrasah perlu memiliki keterampila n dalam mengumpulkan data. RPJMD. Renja SKPD. Untuk dapat mengimplementasikan SPM. terutama terkait dengan kemampuan untuk mengumpulkan data. Pemerintah. pemerintah daerah. b.

terpetakannya secara nasional mutu pendidikan formal dan nonformal yang dirin ci 13 . c. dan Pemerintah. d. pemerintah kabupaten/kota.penyelenggara satuan atau program pendidikan. pemerintah provinsi. ditetapkannya secara nasional acuan mutu dalam penjaminan mutu pendidikan formal dan/atau nonformal.

menurut provinsi. pemerintah kabupaten/kota. Hubungan keempat komponen tersebut dapat digambarkan sebagai berikut. Setiap siswa berhak memperoleh layanan pendidikan bermutu. dan Mutu pendidikan yang rendah menyebabkan daya saing SDM rendah. Pentingnya SPMP Setidaknya terdapat empat alasan mengapa SPMP penting untuk dilaksanakan. pemetaan mutu standar pendidikan analisis data perbaikan mutu 3. Acuan Penjaminan Mutu Pendidikan Penjaminan mutu pendidikan oleh satuan atau program pendidikan ditujukan untuk memenuhi tiga tingkatan acuan mutu. b. Standar mutu pendidikan di atas SNP. pemerintah provinsi. Komponen utama SPMP antara lain mencakup penggunaan standar sebagai acuan mutu. dan perbaikan mutu secara berkelanjutan. e. 2. SNP. dan satuan atau program pendidikan. pelaksanaan pemetaan mutu. dan c. penyelenggara satuan atau program pendidikan. Mutu pendidikan bervariasi antar-sekolah/madrasah dan antar-daerah. analisis data mutu. kabupaten/kota. Perbaikan mutu sekolah/madrasah berkelanjutan sebagai kebutuhan. yaitu: a. terpadu. terbangunnya sistem informasi mutu pendidikan formal dan nonformal berbasis teknologi informasi dan komunikasi yang andal. 14 . SPM. dan Pemerintah Pusat. dan tersambung yang menghubungkan satuan atau program pendidikan.

Standar Pendi dik dan Tenaga Kependidikan. dan d. Renca na Strategis Pendidikan Kabupaten/Kota yang bersangkutan. Standar mutu di atas SNP yang berbasis keunggulan lokal. Menteri: menetapkan SPM dan SNP menyelenggarakan UN dan akreditasi b.menjadi tanggung jawab satuan pendidikan formal. Standar Sarana dan Prasarana. bantuan. b. a. evaluasi.Standar mutu pendidikan di atas SNP dapat berupa: a. satuan atau program pendidikan formal atau nonformal. 4. c. Standar Pengelolaan. penyelenggara satuan atau program pendidikan formal atau nonformal.masing-masing dalam SNP dan stand ar mutu di atas SNP-. Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota: melakukan supervisi. Penyediaan sumber daya untuk pemenuhan standar menjadi tanggung jawab penyelenggara satuan atau program pendidikan. Standar Proses. Stan dar Pembiayaan. bimbingan membantu UN. Standar Kompetensi Lulusan. pemerintah kabupaten/kota. dan Rencana Strategis Pendidikan Nasional. Program penjaminan mutu pendidikan oleh satuan atau program pendidikan dituangka n dalam rencana strategis satuan atau program pendidikan yang menetapkan target-ta rget terukur capaian mutu pendidikan secara tahunan dan sejalan dengan Rencana Strate gis Pendidikan Penyelenggara satuan atau program pendidikan yang bersangkutan. dan Standar Penilaian Pendidikan-. Standar mutu di atas SNP yang mengadopsi dan/atau mengadaptasi standar internasional tertentu. dan akreditasi . pemerintah provinsi. b. Pembagian tanggung jawab dalam pelaksanaan SPMP adalah sebagai berikut. Rencana Strategis Pendidi kan Provinsi yang bersangkutan. Pemenuhan Standar Isi. pengawasan. Tanggung Jawab dalam SPMP Pemenuhan SPM menjadi tanggung jawab bersama berbagai pihak: a.

Satuan Pendidikan: pemenuhan standar mutu acuan penyusunan Kurikulum sesuai acuan mutu menetapkan prosedur operasional standar (POS) didukung pemangku kepentingan komite sekolah/madrasah memberi bantuan melayani audit penjaminan mutu 15 .c.

mengikuti akreditasi mengikuti sertifikasi mutu terhadap lembaga. (2) secara bertahap memenuhi SNP. dan siswa mengembangkan sistem informasi mutu melalui TIK. antara lain seperti yang dirinci berikut. C. SPM. SPMP dimaksudkan sebagai upaya untuk meningkatkan mutu sekolah/ madrasah secara berkesinambungan sehingga dapat mencapai mutu yang lebih tinggi. SPM lebih difokuskan p ada sekolah/ madrasah yang belum terakreditasi. agar mereka setidaknya bisa mencapai peringka t akreditasi C. dari C ke B. Langkah Penjaminan Mutu Pendidikan Sedikitnya terdapat 12 langkah penjaminan mutu pendidikan yang perlu dilakukan. dan (3) secara bertahap memenuhi standar mutu di atas SNP. atau TT (tidak terakreditasi). akan didapatkan peringk at akreditasi berupa A. SNP. B. 5. dan standar di atas SNP merupakan acuan mutu bagi satuan pendidikan. Jika mutu sekolah/madrasah dipetakan melalui akreditasi. . dan dari B ke A. 1) menyusun program penjaminan mutu 2) memilih instrumen (EDS) pengumpulan data 3) mengumpulan/verifikasi data (internal/eksternal) 4) mengolah dan analisis data 5) melaporkan temuan berbasis data 6) menggunakan temuan untuk verifikasi pencapaian standar 7) memilih prioritas kebutuhan untuk perbaikan mutu 8) menyusun program dan anggaran perbaikan mutu 9) melaksanakan program perbaikan mutu 10) memonitor kegiatan perbaikan mutu 11) melaporkan hasil perbaikan mutu 12) menggunakan saran untuk perbaikan tahap berikutnya Penjaminan mutu pendidikan oleh satuan pendidikan ditujukan untuk (1) memenuhi SPM. misalnya dari TT ke C. dan mendukung pemetaan mutu Satuan pendidikan adalah pelaku utama dalam pelaksanaan penjaminan mutu pendidik an karena sekolah/madrasah berada di garis terdepan dalam pelayanan pendidikan kepa da masyarakat. pendidik.

16 .

SPM. Rencana Kerja Tahunan (RKT). Program peningkatan mutu secara berkelanjutan harus dimulai dengan evaluasi diri sekolah/ madrasah. kemudian secara bertahap mengarah kepada SNP bahkan kalau bisa menuju standar di atas SNP. Adanya sistem informasi sekolah/madras ah (misalnya TRIMS) akan sangat membantu sekolah/madrasah dalam melakukan perencana an yang berbasis data. 17 .AKREDITASI Standar di Atas SNP A Standar Pendidikan Nasional B Peningkatan Mutu Berkelanjutan C Standar Pelayanan Minimal Tidak Terakreditasi E. menyusun program dan kegiatan serta menuangkannya ke dalam RKS/M. evaluasi dan perbaikan. Setiap sekolah/madrasah harus terus melakukan upaya peningkatan mutu pendidikan. kemudian menganalisis kesenjangan. pelaksanaan. Upaya tersebut perlu dirumuskan dan dituangkan dalam RKS/M. serta pelaporan. Untuk itu perlu dibangu n budaya mutu yaitu adanya kesadaran dan komitmen bersama dari stakeholder sekolah/madrasa h untuk senantiasa berusaha meningkatkan mutu. Kepemimpinan sekolah/madrasah menjadi k unci utama dalam pengelolaan sekolah/madrasah. RKT. Sekolah/madrasah harus berupaya memenuhi SPM. PENERAPAN SNP. dan Rencana Kegiatan dan An ggaran Sekolah/Madrasah (RKAS/M). dan RKAS/M. DAN SPMP DALAM PERENCANAAN SEKOLAH/ MADRASAH Siklus manajemen sekolah/madrasah dimulai dari proses perencanaan.

.

Untuk apa SNP dibuat? B. LATIHAN Berikut disajikan beberapa pertanyaan yang terkait dengan topik yang dibahas dal am Bab ini.Evaluasi Diri Sekolah/Madrasah Analisis Kesenjangan SNP .SPM RKS/M. dan RKAS/M Penyusunan Program dan Kegiatan F. No. Jawablah setiap pertanyaan sesuai dengan pengetahuan dan pengalaman Saudara . Apa yang Anda ketahui tentang SNP? A. Apa yang dilakukan oleh sekolah/madrasah untuk mengatasi hambatan penerapan SNP? 2 Standar . Topik/Bahasan Daftar Pertanyaan 1 Standar Nasional Pendidikan (SNP) a. Apa masalah dan hambatan dalam penerapan SNP? C. RKT.

Pelayanan Minimal (SPM) 1) Apa yang Anda ketahui tentang standar pelayanan minimal (SPM) pendidikan? 2) Mengapa perlu dibuat SPM? 3) Apa yang perlu dilakukan oleh sekolah/madrasah untuk meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan? 3 Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan (SPMP) 1. Untuk apa SPMP . Apa yang Anda ketahui tentang penjaminan mutu pendidikan (quality assurance)? 2. Apa perbedaan antara penjaminan mutu (quality assurance) dan pengendalian mutu (quality control)? 3.

Apa yang Anda ketahui tentang SNP? A. Apa .dibuat? 4 Perencanaan Sekolah/ Madrasah a. Sebutkan tantangan dalam proses penyusunan perencanaan sekolah/madrasah? No. Apa masalah dan hambatan dalam penerapan SNP? C. Apakah yang Anda ketahui tentang perencanaan sekolah/ madrasah? b. Untuk apa SNP dibuat? B. Topik/Bahasan Daftar Pertanyaan 1 Standar Nasional Pendidikan (SNP) a. Apakah Anda memahami dasar hukum perencanaan sekolah/ madrasah? c. Mengapa perencanaan sekolah/madrasah dianggap penting? d.

Apa yang Anda ketahui tentang penjaminan mutu pendidikan (quality assurance)? 2.yang dilakukan oleh sekolah/madrasah untuk mengatasi hambatan penerapan SNP? 2 Standar Pelayanan Minimal (SPM) 1) Apa yang Anda ketahui tentang standar pelayanan minimal (SPM) pendidikan? 2) Mengapa perlu dibuat SPM? 3) Apa yang perlu dilakukan oleh sekolah/madrasah untuk meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan? 3 Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan (SPMP) 1. Apa perbedaan antara penjaminan .

Apakah yang Anda ketahui tentang perencanaan sekolah/ madrasah? b.mutu (quality assurance) dan pengendalian mutu (quality control)? 3. Apakah Anda memahami dasar hukum perencanaan sekolah/ madrasah? c. Untuk apa SPMP dibuat? 4 Perencanaan Sekolah/ Madrasah a. Sebutkan tantangan dalam proses penyusunan perencanaan sekolah/madrasah? 18 . Mengapa perencanaan sekolah/madrasah dianggap penting? d.

Mengapa perencanaan . Apa yang Anda ketahui tentang penjaminan mutu pendidikan (quality assurance)? 2. Apakah Anda memahami dasar hukum perencanaan sekolah/ madrasah? c. Apa perbedaan antara penjaminan mutu (quality assurance) dan pengendalian mutu (quality control)? 3.meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan? 3 Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan (SPMP) 1. Apakah yang Anda ketahui tentang perencanaan sekolah/ madrasah? b. Untuk apa SPMP dibuat? 4 Perencanaan Sekolah/ Madrasah a.

Untuk apa SNP dibuat? B. Sebutkan tantangan dalam proses penyusunan perencanaan sekolah/madrasah? No.sekolah/madrasah dianggap penting? d. Apa yang dilakukan oleh sekolah/madrasah untuk mengatasi hambatan penerapan SNP? 2 Standar Pelayanan Minimal (SPM) 1) Apa yang Anda ketahui tentang standar pelayanan minimal (SPM) . Topik/Bahasan Daftar Pertanyaan 1 Standar Nasional Pendidikan (SNP) a. Apa masalah dan hambatan dalam penerapan SNP? C. Apa yang Anda ketahui tentang SNP? A.

Apakah yang Anda ketahui tentang perencanaan sekolah/ .pendidikan? 2) Mengapa perlu dibuat SPM? 3) Apa yang perlu dilakukan oleh sekolah/madrasah untuk meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan? 3 Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan (SPMP) 1. Apa yang Anda ketahui tentang penjaminan mutu pendidikan (quality assurance)? 2. Apa perbedaan antara penjaminan mutu (quality assurance) dan pengendalian mutu (quality control)? 3. Untuk apa SPMP dibuat? 4 Perencanaan Sekolah/ Madrasah a.

Apakah Anda memahami dasar hukum perencanaan sekolah/ madrasah? c. Sebutkan tantangan dalam proses penyusunan perencanaan sekolah/madrasah? 19 . Mengapa perencanaan sekolah/madrasah dianggap penting? d.madrasah? b.

20 .

SPMP mendefinisikan penjaminan mutu seb agai kegiatan sistemik dan terpadu oleh satuan/program pendidikan. menganalisis. Pada tataran operasional. LATAR BELAKANG Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) dan Kementerian Agama (Kemenag) telah menunjukkan komitmen dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia melal ui pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan (SPMP) sesuai dengan Peraturan Men teri Pendidikan Nasional Nomor 63 Tahun 2009. penyelenggara satu an/ program pendidikan.Bagian 1 Bab II Pengenalan Terhadap Evaluasi Diri Sekolah/Madrasah (EDS/M) dan Instrumen EDS/M A. Pemerintah. pemerintah daerah. program dan lembaga. dan melaporkan data mengen ai kinerja dan mutu dari tenaga kependidikan. penjaminan mutu dilakukan melalui serangkaian proses d an sistem yang saling terkait untuk mengumpulkan. Proses penjamina n mutu 21 . dan masyarakat untuk menaikka n tingkat kecerdasan kehidupan bangsa melalui pendidikan.

B. 3. Sekolah/madrasah adalah pelaku utama dalam proses penjaminan dan peningkatan mutu pendidikan di tingkat satuan pendidikan. 2. 4. Peraturan lain yang relevan dengan implementasi standar nasional pendidikan. Sekolah/madrasah menilai kinerjanya berdasarkan SPM dan SNP.mengidentifikasi bidang-bidang pencapaian dan prioritas untuk perbaikan. C. 2. 3. D. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggar aan Pendidikan. Pencapaian mutu pendidikan dikaji berdasarkan Stan dar Pelayanan Minimal (SPM) dan Standar Nasional Pendidikan (SNP). 6. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 63 Tahun 2009 tentang Sistem Penj aminan Mutu Pendidikan. Salah satu alat untuk mengkaji kem ajuan peningkatan mutu sekolah/madrasah secara komprehensif yang berbasis Standar Pela yanan Minimal (SPM) dan Standar Nasional Pendidikan (SNP) adalah Evaluasi Diri Sekolah /Madrasah (EDS/M). 5. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. . Sekolah/madrasah mengetahui tahapan pengembangan dalam pencapaian SPM dan SNP sebagai dasar peningkatan mutu pendidikan yang bermuara pada peningkatan mut u peserta didik. EDS/M sebagai salah satu komponen SPMP diharapkan dapat membangun semangat dan kultur penjaminan dan peningkatan mutu secara berkelanjutan. Sekolah/madrasah dapat menyusun Rencana Pengembangan Sekolah/Madrasah (RPS/M) atau Rencana Kegiatan Sekolah/Madrasah (RKS/M) sesuai kebutuhan nyata menuju ketercapaian implementasi SPM dan SNP. MANFAAT EDS/M diharapkan dapat memberikan sumbangan penting bagi sekolah/madrasah sendir i dan bagi pemerintahan Kabupaten/Kota yang memiliki kewenangan mengelola pendidik an. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 50 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan oleh Pemerintah Daerah. TUJUAN Tujuan utama Evaluasi Diri Sekolah/Madrasah (EDS/M) adalah: 1. menyedi akan data untuk pembuatan keputusan berbasis bukti dan membantu membangun budaya perbaikan yang berkelanjutan. DASAR HUKUM 1.

b. Sekolah/madrasah dapat memiliki data dasar yang akurat sebagai basis bagi 22 . Bagi sekolah/madrasah a. 1. Sekolah/madrasah dapat menemukan kelebihan dan kekurangannya sendiri dan merencanakan pengembangan ke depan.Berikut adalah manfaat yang dapat diperoleh dari pelaksanaan EDS/M.

pembuatan keputusan.pengembangan dan peningkatan di masa mendatang. dan nasional. Mengidentifikasi keberhasilan sekolah/madrasah berdasarkan berbagai indikator pencapaian sesuai dengan SPM dan SNP. Sekolah/madrasah dapat memberikan laporan formal kepada pemangku kepentingan (stakeholders) demi meningkatkan akuntabilitas sekolah/madrasah. TPS/M mengumpulkan bukti dan informasi dari berbagai sumber untuk menilai kinerj a sekolah/madrasah berdasarkan indikator-indikator yang dirumuskan dalam instrumen . c. EDS/M dilaksanakan oleh Tim Pengembang Sekolah/Madrasah (TPS/M) yang terdiri ata s: kepala sekolah/madrasah. Pemerintahan Kabupaten/Ko ta dan Provinsi) a. Sekolah/madrasah melakukan proses EDS/M satu kali setiap tahun . d. Mengidentifikasi pelatihan serta kebutuhan program pengembangan lainnya. Sekolah/madrasah dapat mengidentifikasi peluang yang tersedia untuk meningkat kan mutu pendidikan. d. wakil komite sekolah/madrasah. KONSEP DASAR EVALUASI DIRI SEKOLAH/MADRASAH (EDS/M) Evaluasi diri sekolah/madrasah atau EDS/M adalah proses evaluasi diri sekolah/ma drasah yang bersifat internal yang melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk melihat kinerja sekolah/madrasah berdasarkan SPM dan SNP yang hasilnya dipakai sebagai d asar penyusunan RKS/M dan sebagai masukan bagi perencanaan investasi pendidikan tingk at kabupaten/kota. e. 2. wakil orang tua siswa. Proses EDS/M merupakan siklus yang dimulai dengan pembentukan Tim Pengembang Sekolah/Madrasah (TPS/M). Mengidentifikasi bidang prioritas untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasara na pendidikan. Menyediakan data dan informasi yang penting untuk perencanaan. provinsi. pelatihan penggunaan instrumen. c. . pelaksanaan EDS/M di sekolah/madrasah dan penggunaan hasilnya sebagai dasar penyusunan RPS/M atau RKS /M dan RAPBS/RKAS/M. Mengidentifikasi jenis dukungan yang dibutuhkan oleh sekolah/madrasah. E. Bagi tingkatan lain dalam sistem (Pemerintah Pusat. b. dan perencanaan anggaran pendidikan pada tingkat kabupaten/kota. wakil unsur guru. dan pengawas. mengkaji apakah inisiatif peningkatan tersebut berjalan dengan baik dan menyesuaikan program sesuai dengan hasilnya.

Khusus untuk pengawas. Kegiatan ini meli batkan semua pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah/madrasah untuk memperoleh info rmasi dan pendapat dari seluruh pemangku kepentingan sekolah/madrasah. terutama untuk memastika n bahwa proses EDS/M dilakukan secara benar dan bukti-bukti fisik sekolah/madrasah tersedia. sekolah/madrasah dapat mengukur dampak kinerjanya terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik. 23 . keterlibatannya dalam TPS/M berfungsi sebagai fasilitator atau pembimbing bagi sekolah/madrasah dalam melakukan EDS/M. Sekolah/madrasah ju ga dapat memeriksa hasil dan tindak lanjutnya terhadap perbaikan layanan pembelajaran yan g diberikan dalam memenuhi kebutuhan pembelajaran peserta didik.Dengan menggunakan Instrumen EDS/M.

EDS/M perlu dikaitkan dengan proses perencanaan sekolah/madrasah dan dipandang sebagai bagian yang penting dalam kinerja siklus pengembangan sekolah/madrasah. bahkan pad a tingkat nasional. hasil ujian. Semua informasi ini kemudian dipergunakan sebagai dasar untuk mempersiapkan suatu rencana pengembangan sekolah/madrasah yang terpadu. melainkan suatu proses di namis yang melibatkan semua pemangku kepentingan (stakeholders) dalam sekolah/madrasah . khususnya y . Informasi hasil EDS/M dan Rencana Pengembangan Sekolah/Madrasah ditindaklanjuti Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota atau Kantor Kemenag sebagai informasi kinerja se kolah/ madrasah terkait pencapaian SPM dan SNP dan sebagai dasar penyusunan perencanaan peningkatan mutu pendidikan pada tingkat kabupaten/kota dan provinsi. Sebagai kerangka kerja untuk perubahan dan perbaikan. F. tingkat pengulan gan dan lain-lain. Informasi tambahan seperti tingkat ketercapaian kinerja sekolah/madrasah dalam m emenuhi kebutuhan semua peserta didiknya dan kapasitas sekolah/madrasah untuk perbaikan serta dukungan yang dibutuhkan juga dimasukkan di sini. beserta informasi kualitatif seperti pendapat dan penilaian profesion al dari para pemangku kepentingan di sekolah/madrasah dikumpulkan guna mendapatkan gambaran secara menyeluruh. dan mengumpulkan bukti mengenai kinerja peningka tan mutu pendidikan yang dilakukan. 2. Bagaimana kita dapat mengetahui kinerja sekolah/madrasah? Hal ini terkait den gan bukti apa yang dimiliki sekolah/madrasah untuk menunjukkan pencapaiannya. Bagaimana kita dapat meningkatkan kinerja? Dalam hal ini sekolah/madrasah mel aporkan dan menindaklanjuti apa yang telah ditemukan melalui dua pertanyaan sebelumnya.EDS/M bukanlah proses yang birokratis atau mekanistis. Sekolah/madrasah menjawab ketiga masalah ini setiap tahunnya dengan menggunakan seperangkat indikator kinerja untuk melakukan pengkajian yang obyektif terhadap kinerja mereka berdasarkan SPM dan SNP. KETERKAITAN EDS/M DENGAN PENJAMINAN DAN PENINGKATAN MUTU EDS/M dikembangkan sejalan dengan sistem penjaminan mutu pendidikan. Data dapat juga dikaitkan deng an kebutuhan lokal dan informasi khusus terkait dengan kondisi sekolah/madrasah. 3. Seberapa baikkah kinerja sekolah/madrasah kita? Hal ini terkait dengan posisi pencapaian kinerja untuk masing-masing indikator SPM dan SNP. In formasi kuantitatif seperti tingkat penerimaan siswa baru. proses ini secara mendasar menjawa b 3 (tiga) pertanyaan kunci di bawah ini: 1.

Diagram berikut menggambarkan EDS/M sebagai salah satu komponen sumber data dala m sistem penjaminan mutu pendidikan yang mengacu pada Permendiknas Nomor 63 Tahun 2009 te ntang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan. 24 . peran LPMP/BDK. seperti manajemen berbasis sekolah/madrasah.ang terkait dengan perencanaan pengembangan sekolah/madrasah dan manajemen berbasis sekolah/ madrasah. peran pengawas. d an Renstra Kemenag. serta manajemen pendidikan yang dilakukan oleh pemerintahan provinsi d an kabupaten/ kota. perencanaan pengembangan sekolah/ madrasah. Pelaksanaan EDS/M terkait dengan praktik dan peran kelembagaan yang me mang sudah berjalan. Renstra Kemendiknas. implementasi SPM dan SNP. akreditasi sekolah/madrasah. dan Rencana Pembangunan Nasional Bidang Pendidikan.

tetapi proses ini juga mempersyaratkan adanya keterlibatan dan dukungan dari orang-orang yang bekerja dalam berbagai tingkatan yang . EDS/M juga menjadi sumber informasi kebijakan untuk penyusunan program pengembangan pendidikan kabupaten/kota.MONITORING SEKOLAH/ MADRASAH OLEH PEMERINTAH DAERAH (MSPD) (sesuai kebutuhan) EVALUASI DIRI SEKOLAH/ MADRASAH (EDS/M) (tahunan) SERTIFIKASI GURU DAN PENINGKATAN KOMPETENSI PROFESIONAL (tahunan/berjalan) EVALUASI DIRI KAB/ KOTA (EDK) (tahunan) SISTEM PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN (SPMP) MEMENUHI SPM DAN SNP PENGUMPULAN DATA PADATI (tahunan) AKREDITASI SEKOLAH/ MADRASAH (lima tahun) UJIAN NASIONAL (tahunan) EDS/M sebagai komponen penting dalam SPMP. Karena itulah EDS/M menjadi bagian yang integral dalam penjamina n dan peningkatan mutu pendidikan. merupakan dasar peningkatan mutu dan penyusunan Rencana Pengembangan Sekolah/Madrasah (RPS/M). EDS/M adalah suatu proses yang memberikan tanggung jawab kepada sekolah/madrasah untuk mengevaluasi kemajuannya sendiri dan mendoro ng sekolah/madrasah untuk menetapkan prioritas peningkatan mutu sekolah/madrasah. Kegiatan EDS/M berbasis sekolah/madrasah.

berbeda dalam sistem ini. dan hal ini tentu saja membantu terjaminnya transparan si dan validitas proses. terlihat alur informasi dan urutan kegiatan yang dilakukan. 25 . dan nasional. provinsi. EDS/M merupakan komponen penentu yang sangat penting dalam membangun sistem informasi pendidikan nasional terutama dalam memotret kinerja sekolah/madrasah d alam penerapan SPM dan SNP. Pada diagram EDS/M dalam kaitannya denga n Penjaminan dan Peningkatan Mutu berikut ini. Informasi yang terbangun menjadi dasar untuk perencanaan peningkatan mutu berkelanjutan dan pengembangan kebijakan pendidikan pada tingka t kabupaten/kota.

guru. pengawas dan orang tua. mengkaji ulang program Kab/Kota mengimplementasikan program Informasi strategis hasil EDS/M ditindaklanjuti oleh Pengawas Informasi dipergunakan untuk mengidentifikasi pencapaian. dan merumuskan program untuk pengembangan sekolah/madrasah Validasi internal laporan yang dilaksanakan oleh pengawas dan validasi eksternal oleh koordinator pengawas sekolah/madrasah Kab/Kota memonitor.EDS/M dalam Kaitannya dengan Penjaminan dan Peningkatan Mutu Kepala sekolah/madrasah dengan dukungan dari pengawas membentuk Tim Pengembang Sekolah/Madrasah (TPS/M) yang terdiri dari perwakilan: komite sekolah/madrasah. menggunakan berbagai metode untuk dapat menyediakan informasi kualitatif dan kuantitatif Sekolah/madrasah memonitor dan mengkaji ulang program Sekolah/madrasah mengimplementasikan program yang didukung pengawas sekolah/madrasah dan berdasarkan masukan dari kab/kota dan pihak lain sesuai kebutuhan TPS/M menyusun deskripsi dan rekomendasi sesuai dengan bukti fisik yang relevan TPS/M (Tim EDS) mengidentifikasi pencapaian. TPS/M mengumpulkan data yang relevan menurut Instrumen EDS/M berdasarkan SPM dan SNP didukung bukti-bukti fisik.. memprioritaskan bidang yang membutuhkan perbaikan. untuk memprioritaskan bidang perbaikan dan persiapan program peningkatan mutu di kabupaten/kota dan dukungan bagi sekolah/madrasah/madrasah Data terstandar diprogram dan dimasukkan dalam MIS Kemendiknas/Kemenag dan Dinas Pendidikan Provinsi/Kantor Kemenag memonitor dan mengkaji ulang program Disdik provinsi/Kanwil Kemenag dan Kemendiknas/ Kemenag mengakses informasi Informasi dipergunakan untuk mengidentifikasi .

pencapaian. memprioritaskan bidang perbaikan dan memberikan informasi bagi perencanaan penganggaran provinsi dan nasional LPMP/BDK memonitor dan mengkaji ulang proses penjaminan mutu LPMP/BDK mengakses informasi LPMP/BDK menganalisa informasi dan memonitor tingkatkinerja mutu dan memberikan informasi mengenai tingkat kinerja peninhkatan mutu dalam kegiatan belajar dan mengajar 26 .

Untuk dapat membangun visi bersama mengenai mutu ini yang harus dilakuka n adalah melibatkan semua pemangku kepentingan dalam proses untuk menyepakati nila inilai dan prinsip-prinsip yang akan ditetapkan. Sekolah/madrasah mengukur dampak dari berbagai kegiatan penting terkait dengan p eserta didik dan kegiatan pembelajaran. anggota masya rakat. Penting diin gat bahwa informasi yang didapatkan harus dianggap penting dan tidak lagi dianggap s ebagai beban atau hanya sekedar sebagai daftar data yang perlu dikumpulkan karena dimin ta oleh pihak luar. guru. Proses EDS/M harus menjadi bahan refleksi untuk mengubah dan memperb aiki tata kerja.G. komite sekolah/madrasah. Proses ini kemudian menjadi bagian dari siklus pengembangan dan peningkatan yang berkelanjutan. peserta didik. Mengumpulkan informasi berdasarkan SNP. diharapkan dapat dibangun adanya visi yang jela s mengenai apa yang diinginkan oleh para pemangku kepentingan terhadap sekolah/mad rasah mereka. setiap tahun sekolah/madrasah juga memeriksa ha sil dan dampak dari kegiatan pembelajaran serta bagaimana sekolah/madrasah dapat memenuh i kebutuhan peserta didik. Visi bersama ini akan membawa arah pengembangan sekolah/madrasah ke depan dengan lebih jelas. STRATEGI IMPLEMENTASI Selama berjalannya proses EDS/M. Rencanakan program berdasarkan identifikasi Monitor dan mengkaji kemajuan Pengimplementasian program peningkatan Dengan melibatkan semua pemangku kepentingan di sekolah/madrasah (kepala sekolah / madrasah. dan proses ini akan dianggap berhasil jika dapat membawa sekolah/mad . dan pengawas sekolah/madrasah) diharapkan bahwa tujuan dan nilai yang diinginkan dalam proses EDS/M menjadi bagian dari etos kerja sekolah/madrasah. Hal yang sangat penting dalam proses ini adalah sekolah /madrasah harus mempergunakan evaluasi ini untuk memprioritaskan bidang yang memerlukan peningkatan dan mempersiapkan rencana pengembangan/ peningkatan sekolah/madrasah . SPM dan kebutuhan setempat Mengidentifikasi pencapaian dan memprioritaskan bidang untuk prioritas peningkatan. orang tua.

27 . Kemu dian sekolah/madrasah akan menjadi pelaku utama dalam peningkatan mutu dan memberikan penjaminan terhadap pelayanan pendidikan yang bermutu.rasah pada peningkatan pelayanan pendidikan dan hasilnya bagi para peserta didik.

Tahapan-tahapan berikut adalah upaya yang dilakukan untuk menunjang keberhasilan pelaksanaan EDS/M. Informasi yang didapa tkan kemudian dianalisis dan dipergunakan oleh TPS/M untuk mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan yang perlu diperbaiki. yakni: 1. Pelatihan ini dilaksanakan dengan mempergunakan sistem berikut ini: a. Koordinator Pengawas. c. beberapa Pengawas dilatih oleh LPMP/BDK. Koordinator Pengawas dan pengawas sekolah/madrasah terpilih melatih Tim TPS/M EDS/ M dalam gugus sekolah/madrasah. dan bukan hanya sekedar mengisi data yang menunjukkan pencapaian standar. dibutuhkan pelatihan EDS/M secara berkelanjuta n. Pengawas sekolah/madrasah dan kepala sekolah/madrasah akan menjadi pemain inti dalam pelibatan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk mendapatkan gambaran yang realistis mengenai sekolah/madrasah dalam melakukan perbaikan. 2. orang tua. Melaksanakan Proses EDS/M Kepala sekolah/madrasah dengan dukungan pengawas sekolah/madrasah melaksanakan EDS/M bersama Tim TPS/M yang terdiri dari perwakilan guru. untuk menjamin validitas dan mempergunakan informasi yang dikumpulkan untuk memberikan masukan terhadap perencanaan pengembangan sekolah/madrasah. LPMP/BDK dilatih sebagai pelatih bagi pelatih (Trainers of Trainers/ToT). pengawas dan perwakilan lain dari kelompok masyarakat yang memang dipandang layak untuk diikutsertakan. Tim ini akan mempergunakan instrumen yang disediakan untuk menetapkan profil kinerja sekolah/madrasah berdasarkan indikator pencapaian. serta merencanakan program tahunan sekolah / madrasah. Instrumen EDS/M didasarkan pada Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang memberikan dua tujuan untuk menyediakan informasi bagi rencana pengembangan sekolah/madrasah. Kepala Seksi Kurikulum. komite sekolah/madras ah. serta dalam mengimplementasikan rencana perbaikan yang dikembangkan berdasarkan hasil dari proses ini. Persiapan Sebelum proses ini dapat dimulai. Pengawas sekolah/madrasah harus dilibatkan secara penuh untuk mendukun g sekolah/madrasah dalam proses tersebut. Bidang dan pertanyaan inti yang disedia . Pelatihan ditujukan untuk mempersiapkan sekolah/madrasah melaksanakan evaluasi secara transparan. Keterlibatan pengawas sekolah/madrasah juga akan mendorong terciptanya transpara nsi dan keabsahan data yang dikumpulkan. seiring dengan pemutakhiran sistem manajemen informasi pendidikan nasional. b. serta membantu sekolah/madrasah untuk melangkah maju dalam program perbaikan berkelanjutan.

Karena itulah maka perlu diantisipasi agar sekolah/ madrasah dapat melakukan proses ini dengan benar dan tidak memandangnya sekadar sebagai kegiatan pengisian formulir. 28 .kan dalam instrumen tersebut merefleksikan aspek-aspek yang penting bagi perencanaan perbaikan sekolah/madrasah.saat proses ini diulang-. Penting untuk ditekankan di sini bahwa seko lah/ madrasah harus mendeskripsikan situasi nyata yang ada di sekolah/madrasah mereka dan kemudian-.mereka harus mampu menunjukkan adanya perbaikan seiring dengan perjalanan waktu.

Standar Sarana dan Prasarana a. 4. b. Standar Proses a. Kurikulum sudah sesuai dan relevan. kreatif. Sumber belajar dapat diperoleh dengan mudah dan digunakan secara tepat. RPP dirancang untuk mencapai pembelajaran efektif dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan a. b. Sekolah/madrasah menyediakan kebutuhan pengembangan pribadi peserta didik. menyenangkan. Kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan sudah memadai. b. b. 2. Komponen yang dievaluasi melalui instrumen EDS/M mencakup hal berikut. menantang dan memotivasi peserta didik. Jumlah pendidik dan tenaga kependidikan sudah memadai. c.H. Pembelajaran dilaksanakan dengan menggunakan metode yang interaktif. Silabus sudah sesuai/relevan dengan standar. Sekolah/madrasah dalam kondisi terpelihara dan baik. Standar Pengelolaan . b. Setiap standar terdiri atas sejumlah kompone n yang mengacu pada masing-masing standar nasional pendidikan sebagai dasar bagi sekola h/ madrasah dalam memperoleh informasi kinerjanya yang bersifat kualitatif. Peserta didik dapat mengembangkan potensi penuh mereka sebagai anggota masyarakat. inspirat if. e. BENTUK INSTRUMEN EDS/M Instrumen EDS/M dalam Delapan Standar Instrumen EDS/M terdiri dari 8 (delapan) standar nasional pendidikan yang dijaba rkan ke dalam 26 komponen dan 62 indikator. Peserta didik dapat mencapai target akademis yang diharapkan. Standar Isi a. c. d. Supervisi dan evaluasi proses pembelajaran dilaksanakan secara berkala dan berkelanjutan. Kualifikasi pendidik dan tenaga kependidikan sudah memadai. 6. Standar Kompetensi Lulusan a. Sarana sekolah/madrasah sudah memadai. 5. 3. 1.

a. Rencana kerja sekolah/madrasah mencantumkan tujuan yang jelas untuk program peningkatan dan perbaikan berkelanjutan yang tersosialisasikan dengan baik. b. Kinerja pengelolaan sekolah/madrasah berdasarkan kerja tim dan kemitraan yang kuat dengan visi dan misi yang jelas dan diketahui oleh semua pihak. 29 .

Sekolah/madrasah menjamin kesetaraan akses. d. Standar Penilaian Pendidikan a. c. b. Penilaian berdampak pada proses belajar. Orangtua peserta didik terlibat dalam proses belajar anak mereka. b. c. Setiap komponen terdiri dari beberapa indikator yang memberikan gambaran lebih menyeluruh dari komponen yang dimaksudkan. Rencana Pengembangan Sekolah/Madrasah atau Rencana Kerja Sekolah/Madrasah berdampak terhadap peningkatan hasil belajar. Pengumpulan dan penggunaan data dapat dipercaya dan sah. Sekolah/madrasah berupaya untuk mendapatkan tambahan dukungan pembiayaan lainnya. e. 8. Berikut ini adalah contoh instrumen EDS/M. Contoh Instrumen EDS/M 30 . Masyarakat berperan serta dalam kehidupan sekolah/madrasah. 7. Standar Pembiayaan a.c. Pemberian dukungan dan kesempatan pengembangan profesi bagi para pendidik dan tenaga kependidikan dilakukan dengan baik dan konsisten f. Sistem penilaian disusun untuk menilai peserta didik baik dalam bidang akadem ik maupun nonakademik. Instrumen selengkapnya dapat dilihat dalam CD. Sekolah/madrasah merencanakan keuangan sesuai standar.

1. Rencana Pelaksanaan Pengajaran (RPP) tidak sekedar merupakan catatan mengenai bagaimana pengajaran dilaksanakan. Bukti Fisik Bukti fisik yang tersedia digunakan sebagai bahan dasar untuk menggambarkan kond isi sekolah/madrasah terkait dengan indikator yang dinilai. dan unsur lain yang terkait. yakni : Bukti Fisik. dan hasil wawancara/konsultasi dengan pemangku kepentin gan (stakeholders) seperti komite sekolah/madrasah. Selain itu. Keberadaan dokumen kurikulum bukanlah merupakan satu-satunya bukti bahwa kurikulum telah dilaksanak an. siswa. hasil observasi. orangtua. guru-guru. Informasi kualitatif yang menggambarkan kenyataan dapat berasal dari informasi kuantitatif.Dalam instrumen EDS/M terdapat empat bagian yang harus diisi atau ditulis. Informasi yang dikumpulkan berdasarkan bukti fi sik tersebut dipastikan akurasinya melalui proses triangulasi yang dalam hal ini berar ti melihat suatu fenomena (yakni evaluasi mutu) dari berbagai sumber data dan denga n menggunakan berbagai teknik pengumpulan data. Untuk itu perlu dimanfaa tkan berbagai sumber informasi yang dapat dijadikan sebagai bukti fisik misalnya cata tan kajian. Ringkasan Deskripsi Indikator Berdasarkan Bukti Fisik. Tahapan Pengembang an. dan Rekomendasi. Hal ini penting ditekankan menginga t . Sebagai contoh. Berbagai jenis bukti fisik dapat digunakan sekolah/madrasah sebagai bukti tahapa n pengembangan tertentu. Pendapatan dan Penilaian Pemangku Kepentingan Data Kuantitatif dan Kualitatif Evaluasi Mutu Observasi Situasi Aktual Triangulasi bukti ini menjamin bahwa konsistensi akan terus diperiksa ulang dan bahwa indikator-indikator yang ada dipandang dari berbagai sudut untuk memberikan info rmasi mengenai apa yang sebenarnya sedang terjadi. sekolah/madrasah perlu juga menunjukkan sumbe r bukti fisik lainnya yang sesuai.

31 . dokumen kurikulum tidak selalu menjadi jaminan bahwa kuriku lum disampaikan dengan utuh. sebuah rencana pengajaran tidak selalu dapat merekam bagaimana suatu pelajaran diajarkan. dan bahan pelajaran dapat dihitung tetapi bukan berarti bahan tersebut dipergunakan sesuai kepentingannya secara efektif. Misalnya.apa yang dituliskan dalam dokumen tidak selalu merupakan hal yang sebenarnya ter jadi.

catatan berbagai bentuk partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sekolah/madrasah. Contoh Bukti Data Kuantitatif Dokumen Kurikulum. RPP. Kepala sekoleh/madrasah dan tenaga kependidikan yang berprestasi Kondisi ruangan dan kantor (kartu pemeliharaan) Profil sekolah/madrasah. Dokumen Silabus. dll. buku catatan kepribadian Daftar guru yang sudah bersertifikat. guru berprestasi. dll. Contoh Bukti Data Kualititatif Proses Pengembangan Kurikulum Proses Pengembangan Silabus. wiyata mandala. Dokumen data lulusan (data melanjutkan dan bekerja). Pencapaian KKM (leger nilai) .Berikut adalah contoh bukti fisik yang dapat disediakan atau digunakan sekolah/m adrasah. sekolah/ madrasah sehat Laporan akuntabilitas keuangan sekolah/madrasah. dan catatan pelaksanaan program remedi dan pengayaan. notulensi rapat penentuan penggunaan anggaran Rekomendasi hasil belajar kepada peserta didik dan orang tua. RPP Data alumni.

dokumen laporan akuntabilitas. (3) merekam dengan video cara mengajar sendiri. Pedidik dan Tenaga Kependidikan 5. Standar Nasional 1. (2) mengamati berlangsun gnya pelajaran. daftar penerimaan sumbangan orang tua dan masyarakat Kisi-kisi penilaian. Sarana dan Prasarana 6. laporan pertanggungjawaban keuangan sekolah/madrasah dll. dll. (4) pertukaran kelas . jumlah ruangan. Dokumen RAPBS.Jumlah pendidik dan tenaga kependidikan. Pembiayaan 8. kesepakatan kerjasama (MoU). Isi 2. Proses 3. daftar kualifikasi guru dan tenaga kependidikan Luas lahan (sertifikat). Dokumen RKS/M atau RPS/M. informasi kualitatif dan kuantitatif sebaga i hasil dari observasi langsung dilakukan dengan berbagai cara termasuk dengan (1) mengikuti proses belajar-mengajar di dalam kelas selama satu hari penuh. Pengelolaan 7. Lembar soal. Rapor. Dokumen Hasil Belajar dan UN. Daftar Nilai dll. Penilaian Khusus terhadap proses pembelajaran. Kompetensi Lulusan 4.

dan (5) observasi antar-sesama guru.antarguru. 32 .

Tahapan pengembangan bisa berbeda dalam indikator yang berbeda pula. Tahapan Pengembangan Anggota TPS/M secara bersama mencermati instrumen EDS/M pada setiap indikator da ri setiap komponen dan setiap standar. Deskripsi indikator berdasarkan bukti fisik menjadi rujukan bagi anggota TPS/M untuk menentukan posisi tahapan pengembangan sekolah/madrasah. 3. melampaui standar yang telah ditetapkan. Dalam pengisian intrumen EDS/M. 3) Tahap ke-3 berarti memenuhi SNP. 4) Tahap ke-4 berarti melampaui SNP. sekolah/madrasah mempunyai dasar nyata indikator atau komponen atau standar mana yang memerlukan perbaikan secara . Hal ini penting diperhatikan karena sekolah/madrasah harus menilai kinerja apa adanya. D alam pelaksanaan EDS/M yang dilakukan setiap tahun. Deskripsi indikator yang menggambarkan kondisi nyata dan spesifik untuk setiap i ndikator akan memudahkan sekolah/madrasah dalam menyusun rekomendasi untuk perbaikan maupun peningkatan sekaligus menentukan rencana pengembangan sekolah/madrasah berdasarkan rekomendasi dan prioritas sekolah/madrasah. 2) Tahap ke-2 berarti memenuhi SPM. Pada tahap ini terdapat beberapa kekuatan da n kelemahan tetapi masih memerlukan banyak perbaikan. anggota TPS/ M harus merujuk kepada Peraturan Menteri atau Peraturan Pemerintah yang berkaitan dengan SPM dan SNP. Deskripsi Indikator Kolom ringkasan deskripsi indikator berdasarkan bukti fisik pada instrumen EDS/M diisi uraian singkat yang menjelaskan situasi nyata yang terjadi di sekolah/madrasah s esuai dengan indikator pada setiap komponen yang mengacu kepada SPM dan SNP. Pada tahap ini kinerja sekolah/madrasah san gat baik. namun masih perlu peningkatan. Sekolah/madrasah kemudian membandingkan deskripsi setiap indikator dengan rubrik yang ada di bawahnya untuk melihat posisi tahapan pencapaian. Sekolah/madrasah kemudian memilih rubrik yang lebih mendekati atau sama dengan deskripsi sekolah/ madrasah untuk kemudian memberi tanda centang (v) pada tahapan pengembangan yang bersesuaian. Pada tahap ini kinerja sekolah/madrasah baik .2. Pada tahap ini kinerja sekolah/madrasa h mempunyai banyak kelemahan dan membutuhkan banyak perbaikan. Tahapan pengembangan ini memiliki makna sebag ai berikut: 1) Tahap ke-1 berarti belum memenuhi SPM. Tahapan pengembangan pada setiap indikator menggambarkan keadaan seperti apa kondisi kinerja sekolah/madrasah pada saat dilakukan penilai an terkait dengan indikator tertentu.

Sehingga rekomendasi ini dapat digolongkan dengan rekomendasi perbai kan/ peningkatan dan rekomendasi pengembangan. 33 . Rekomendasi Setelah menentukan tahapan pengembangan. 4. deskripsi.terus-menerus. dan tahapan pengembangan untuk setiap indikator. sekolah/madrasah kemudian menyusun rekomendasi berdasarkan bukti fisik. Rekomendasi tidak hanya difokuskan pada indikator yang diangga p lemah namun juga disusun untuk setiap indikator yang telah mencapai standar nasi onal pendidikan.

Rekomendasi ini kemudian direkap sebagai dasar masukan dalam penyusunan Rencana Pengembangan Sekolah/Madrasah (RPS/M). Sekolah/madrasah perlu memastikan bahwa rekomendasi ini sungguh-sungguh berbasis pada hasil evaluasi diri. 34 .

Instrumen Evaluasi Diri Sekolah/Madrasah 35 .

36 .

37 .

38 .

39 .

40 .

41

42

43

44

45

46

47

48

49

50

51 .

52 .

53 .

54 .

55 .

56 .

57 .

58 .

59 .

60 .

61 .

62 .

63 .

64 .

65 .

66 .

67 .

68 .

69 .

70 .

Pemenuhan SPM harus menjadi 71 . Setelah data yang diperlu kan tersebut terkumpul. PENGANTAR Langkah awal-. dan diolah sebagaimana disarankan. Pemenuhan SPM ini tidak boleh melewati tahun 2013. satuan pendidikan bisa de ngan mudah melakukan evaluasi diri dan melihat tingkat keterpenuhan SPM di satuan pen didikan tersebut.Bagian 1 Bab III Identifikasi Kesenjangan dan Rekomendasi Pemenuhan SPM A.setelah diberlakukannya Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nom or 15 Tahun 2010 tentang Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan Dasar adalah bahwa setiap satuan pendidikan dasar (SD/MI dan SMP/MTs) harus mengumpulkan data yang dinyatakan di dalam indikator-indikator pemenuhan SPM. Dengan cara itu. setiap satuan pendidikan bisa dengan pasti menetapkan apakah dirinya sudah memenuhi SPM atau masih ada beberapa hal yang perlu disediakan atau perlu dilakukan agar SPM tersebut terpenuhi .

pada bagian akhir akan dilakukan rekapitulasi pemenuhan S PM sesuai dengan hasil identifikasi kesenjangan masing-masing indikator yang telah dilakukan. sed angkan beberapa sel belum memenuhi (B). dan IPS dengan perbandingan satu set untuk setiap peserta didik. Matematik a. Beberapa sel (kotak) di dalam tabel sudah memenuhi (M). IPA. Lihat kolom Penilaian . IDENTIFIKASI KESENJANGAN PEMENUHAN SPM Indikator SPM nomor 1: Setiap SD/MI menyediakan buku teks yang sudah ditetapkan kelayakannya oleh Pemerintah mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia. Untuk mengetahui apakah indikator SPM nomor 1 ini sudah terpenuhi atau masih ada kesenjangan padanya. Program dan anggaran harus dirancang s edemikian rupa sehingga sebelum akhir tahun 2013. Setiap satuan pendidikan perlu melakukan perbandingan antara tuntutan SPM dan kondi si riil yang dimilikinya. mulai dari indikator SPM nomor 1 sampai dengan nomor 13. Misalkan. Selanjutnya. Berikut disajikan setiap indikator SPM beserta contoh identifikasi kesenjangan d alam rangka pemenuhan SPM. Karena itu. Kalau harga satuan sudah bis a diperoleh. 72 . setiap SD/MI perlu membaca secara cermat data yang disediak an dan diisikan pada format yang sudah diisikan. Panduan ini memberikan penjelasan secara rinci tentang apa yang h arus dilakukan oleh setiap satuan pendidikan. B. setiap satuan pendidikan dasar perlu dengan segera melakukan analisi s kesenjangan untuk setiap indikatornya.prioritas setiap satuan pendidikan dasar. satuan pendidikan bisa menghitung anggaran yang diperlukan. Kegiatan ini tentunya akan memunculkan rekomendasi yang be risikan kuantitas atau volume dari hal-hal yang diperlukan. diperoleh hasil pengumpu lan data sebagai berikut. semua indikator SPM tersebut sudah dipen uhi.

indikator SPM nomor 3 ini masih belum terpenuh. kelas 5 (1 buk u). dan kelas 6 (2 buku) 4. kelas 2 (2 buku). Peraga IPA yang masih perlu diad akan adalah model tubuh manusia. model tubuh manusia. Buku IPA kelas 1 (8 buku). dan kel as 6 (6 buku) 3. Misalkan kita memperoleh data sebagai berikut. Buku Bahasa Indonesia kelas 1 (1 buku).Ini menunjukkan indikator SPM nomor 1 ini masih ada yang belum terpenuhi. Indikator SPM nomor 3: Setiap SD/MI menyediakan satu set peraga IPA dan bahan ya ng terdiri dari model kerangka manusia. setiap SD/MI perlu membaca secara cermat data yang telah diisinya pada format berikut. Mengingat pada kolom Penilaian masih ada huruf B. Buku IPS kelas 1 (3 buku). kelas 4 (1 buku). Itu berarti. bola dunia (globe). dan poster/carta IPA. Buku Matematika kelas 1 (2 buku). kelas 2 (2 buku). kelas 4 (5 buku). kelas 2 (5 buku). dapat ditentukan sebagai berikut: 1. kelas 3 (4 buku). Indikator SPM nomor 2: Setiap SMP/MTs menyediakan buku teks yang sudah ditetapka n kelayakannya oleh Pemerintah mencakup semua mata pelajaran dengan perbandingan s atu set untuk setiap perserta didik. kelas 5 (2 buk u). co ntoh peralatan optik. kit IPA untuk eksperimen dasar. 73 . Indikator SPM nomor 4: Setiap SD/MI memiliki 100 judul buku pengayaan dan 10 buk u referensi. maka kita bisa mengatakan bahwa indikator SPM nomor 3 ini masih belum dipenuhi. masing-masing satu set. contoh peralatan optik. Satu saja kolom Penilaian diisi dengan huruf B. kelas 5 (6 buku). masih ada kesenjangan di sekolah itu dalam kaitanny a dengan pemenuhan SPM. dan kelas 6 (2 buku). dan kit IPA untuk eksperimen dasar. Tentang jenis dan jumlah buku yang diperlukan. dan setiap SMP/MTs memiliki 200 judul buku pengayaan dan 20 buku refe rensi. dan kelas 5 (5 buku ) 2. Cara menentukan kesenjangan untuk indikator nomor 2 sama dengan indikator nomor 1. Untuk menentukan apakah indikator nomor 3 ini sudah terpenuhi atau masih ada kes enjangan padanya. Yang berbeda hanya jenis mata pelajarannya yang menjadi 10 macam.

.

sebagai beriku Dari data di atas. Itu berarti. 74 Suka Maju tadi ada 6 orang guru dengan rincian peke . indikator SPM nomor 4 ini masih belum terpenuh. Untuk menentukan apakah indikator nomor 5 ini sudah terpenuhi atau masih ada kesenjangan padanya.Untuk menentukan apakah indikator nomor 4 ini sudah terpenuhi atau masih ada kesenjangan padanya. menil ai hasil pembelajaran. Sebagai contoh. dan melaksanakan tuga s tambahan. masih ada kesenjangan di seko lah itu dalam kaitannya dengan pemenuhan SPM. indikator SPM nomor 5 ini masih belum terpenuh. melaksanakan pembelajaran. terlihat masih ada huruf B pada kolom Penilaian . termasuk merencanakan pembelajaran. Indikator SPM nomor 5: Setiap guru tetap bekerja 37. membimbing atau melatih peserta didik. setiap SD/MI dan SMP/MTs perlu membaca secara cermat data y ang telah diisinya pada format berikut. masih ada kesenjangan di seko lah itu dalam kaitannya dengan pemenuhan SPM. misalkan di SD rjaan sebagai berikut. Satu saja kolom Penilaian diisi dengan huruf B . misalkan diperoleh data jumlah buku di SD Suka Maju t. setiap SD/MI dan SMP/MTs perlu membaca secara cermat data y ang telah diisinya pada format berikut. Satu saja kolom Penilaian diisi dengan huruf B . Sebagai contoh. Berarti. indik ator nomor 4 ini masih belum dipenuhi oleh SD Suka Maju .5 jam per minggu di satuan pendidikan. Yang masih diperlukan adalah buku pengayaan fiksi minimal sebanyak 10 buku. Itu berarti.

Itu berarti. Kelas III : 24 jam per minggu.IX : 27 jam per minggu. masih ada kesenjangan di seko lah itu dalam kaitannya dengan pemenuhan SPM. Untuk menentukan apakah indikator SPM nomor 6 ini sudah terpenuhi atau masih ada kesenjangan padanya.VI : 27 jam per minggu. atau Kelas VII . Sebagai contoh. indikator SPM nomor 6 ini masih belum terpenuh. 75 . Indikator SPM nomor 6: Suka Maju ini masih Satuan pendidikan menyelenggarakan proses pembelajaran selama 34 minggu per tahu n dengan kegiatan tatap muka sebagai berikut : Kelas I .II : 18 jam per minggu. misalnya di MI Ar Ro du diperoleh data sebagai berikut. Satu saja kolom Penilaian diisi dengan huruf B . yaitu 37.5 jam per minggu. Kelas IV .Dapat disimpulkan bahwa beban kerja per minggu guru-guru di SD kurang dari kriteria SPM yang ditetapkan. setiap SD/MI dan SMP/MTs perlu membaca secara cermat data y ang telah diisinya pada format berikut.

Misalkan ada 4 guru SD Trio yang s etelah dikaji RPP-nya memberikan data dalam format berikut. indikator SPM nomor 6 sudah terpenuhi. Indikator SPM nomor 7: Satuan pendidikan menerapkan kurikulum tingkat satuan pen didikan (KTSP) sesuai ketentuan yang berlaku. Manakalah ada salah satu da ri aspek kesesuaian RPP dengan Silabus yang tidak mendapatkan tanda V. Untuk menentukan apakah indikator SPM nomor 8 ini sudah terpenuhi atau masih ada kesenjangan padanya. Berarti indikator SPM nomor 7 masih belum terpenuhi di satuan pendidikan ini. Tampak bahwa masih terdapat kesenjangan pada indikator SPM nomor 7. Untuk menilai kesenjangan yang ada pada indikator SPM nomor 7 ini. Salah satu dari hasil kajian in i yang menunjukkan masih dinilai BELUM maka indikator SPM nomor 7 ini masih belum terpe nuhi atau masih ada kesenjangan. 76 . sehingga tidak ada kesenjangan pada indik ator SPM nomor 6 ini. atau ada kesenjangan.Tampak bahwa tidak ada satu pun huruf B yang muncul pada tabel-tabel di atas. Monitoring pelaksanaan KTSP masih belum dijalankan dengan baik. pihak sekolah perlu memperhatikan dengan cermat tabel berikut. maka indikator nom or 8 ini masih belum dipenuhi. Indikator SPM nomor 8: Satuan pendidikan menerapkan kurikulum tingkat satuan pen didikan (KTSP) sesuai ketentuan yang berlaku. setiap SD/MI dan SMP/MTs perlu membaca secara cermat hasil kajian RPP setiap guru yang dituangkan dalam tabel berikut. Be rarti.

Manakala ada guru yang menerapkan RPP-nya hanya kadang-kadang atau sering membelajarkan tanpa RPP. Untuk menentukan apakah indikator SPM nomor 9 ini sudah terpenuhi atau masih ada kesenjangan padanya. Selanjutnya. tidak ada kesenjangan dalam hal kesesuaian RPP dengan silabus di sekolah ini. setelah dilakukan pengamatan terhadap penerapan RPP di depan kelas. Selanjutnya. setiap satuan pendidikan bisa melihat data hasil monitoring tentang penerapan RPP di kelas. Berarti. Ada salah satu dari program penilaian ini yang belum dikembangka n oleh 77 . setiap SD/MI dan SMP/MTs perlu membaca secara cermat hasil kajian terhadap program penilaian yang dikembangkan oleh para guru seperti tertu ang pada format berikut. maka indikator nomor 8 ini masih belum terpenuhi atau ada kesenjangan di dalamnya. Berarti indikator SPM nomor 8 masih belum sepenuhnya terpenuhi.Tampak bahwa RPP dari semua guru telah sesuai dengan silabus. ternyata diperoleh data penerapan RPP di SD Trio sebagai berikut. Tampak bahwa ada dua orang guru yaitu Taufik dan Ainul belum secara konsisten me nerapkan RPP yang sudah dibuatnya. Indikator SPM nomor 9: Setiap guru mengembangkan dan menerapkan program penilaia n untuk membantu meningkatkan kemampuan belajar peserta didik.

Hasil penilaian belum selalu digunakan untuk membantu meningkatkan kemampuan belajar siswa. setiap SD/MI dan SMP/MTs setiap satuan pendidikan bisa menggunakan data yang terkait dengan pelaksanaan supervisi. Masih belum ada kesenjangan dalam hal ini. Seharusnya. kalau hanya data di atas yang bisa diperoleh dari kegiatan supervisi kepala sekolah. Dari data di atas.guru. Akan tetapi. indikator SPM nomor 9 ini masih belum dipenuhi. Karena itu. atau ada kesenjangan dalam hal ini. Untuk menentukan apakah indikator nomor 10 ini sudah terpenuhi atau masih ada ke senjangan padanya. Indikator SPM nomor 10: Kepala sekolah/madrasah melakukan supervisi kelas dan memberikan umpan balik kepada guru dua kali dalam setiap semester. Misalkan dalam 1 semester kegiatan supervisi yang dilakukan oleh seorang kepala sekolah tersaji dalam tabel sebagai berikut. setiap mata pelajaran disupervisi minimal 2 kali dalam satu semester . Frekuensi nya sudah lebih dari 2 kali dalam satu semester. dari 3 mata pelajaran yang d isupervisi. Masih ada guru yang hanya kadang-kadang saja melaksanakan penilaian sesuai renca na. kepala sekolah tampak telah melaksanakan supervisi. Misalkan di MI Ar Rohmah diperoleh informasi sebagai berikut: Kalau memperoleh data seperti ini. maka 78 . masing-masing baru disupervisi satu kali. Belum semua guru secara berkelanjutan mengembangkan instrumen penilaian yang sesuai KD. maka indikator SPM nomor 9 masih belum terpen uhi.

Misalkan diperoleh data di SMP Bakti sebagai berikut Tampak bahwa Ismail dan Doni masih belum lengkap laporan hasil evaluasi belajarn ya. Berarti. Masih ada kesenjangan da lam pemenuhan indikator SPM nomor 11 ini. s etiap satuan pendidikan perlu membaca secara cermat data yang telah digambarkan pada f ormat berikut. Untuk menentukan apakah indikator SPM nomor 11 ini sudah terpenuhi atau belum. indikator SPM nomor 11 masih berlum terpenuhi. 79 . Untuk menentukan apakah indikator nomor 12 ini sudah terpenuhi atau belum. setia p satuan pendidikan perlu membaca secara cermat data yang telah digambarkan pada f ormat berikut.indikator SPM nomor 10 ini masih belum terpenuhi. Indikator SPM nomor 11: Setiap guru menyampaikan laporan hasil evaluasi mata pel ajaran serta hasil penilaian setiap peserta didik kepada kepala sekolah/madrasah pada a khir semester dalam bentuk laporan hasil prestasi belajar peserta didik. Indikator SPM nomor 12: Kepala sekolah/madrasah menyampaikan laporan hasil ulang an akhir semester (UAS) dan ulangan kenaikan kelas (UKK) serta ujian akhir (US/UN) kepada orang tua peserta didik dan menyampaikan rekapitulasinya kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota atau Kantor Kementerian Agama di kabupaten/kota pada setiap akhir semester.

rencana kerja tahunan yang dikembangkan. UKK. 80 . indikator SPM nomor 12 masih belum dipenuhi. dan ketersediaan laporan proses pembela jaran dan pembelanjaan untuk biaya operasional dan investasinya di tempat umum. REKAPITULASI KESENJANGAN PEMENUHAN SPM Setelah masing-masing indikator SPM dikaji keterpenuhannya. setiap sekolah/madra sah dapat melakukan rekapitulasi tentang kesenjangan SPM yang ada. Indikator SPM nomor 13: Setiap satuan pendidikan menerapkan prinsip-prinsip mana jemen berbasis sekolah (MBS) Untuk menentukan apakah indikator SPM nomor 13 ini sudah terpenuhi atau belum. Keterlibatan Komite Sekolah/Madrasah jelas masih perlu ditingkatkan. Misalkan diperoleh data tentang kajian penerapan MBS di suatu satuan pendidikan memberikan informasi sebagai berikut.Dalam tabel di atas tampak bahwa rekapitulasi UAS. s etiap satuan pendidikan perlu mengkaji dan menganalisis secara jujur dan cermat dokume ndokumen yang memperlihatkan keterlibatan komite sekolah dalam pengambilan keputusan. Berarti. US masih belum disampaik an. C. dengan mengisikan hasil analisis kesenjangan di atas ke dalam tabel berikut. Kita bisa menyimpulkan bahwa indikator SPM nomor 13 ini masih belum sepenuhnya terpenuhi.

81 .

82 .

PENGANTAR APLIKASI TRIMS 1. TRIMS memperkuat Education Management Information System (EMIS) dalam rangka 83 . Pengertian TRIMS Aplikasi Pelaporan dan Manajemen Informasi Sekolah/Tools for Reporting Informati on Management by School (TRIMS) merupakan sistem informasi pendidikan yang diharapk an dapat mensinkronkan data-data penting yang telah dikumpulkan oleh sekolah/madras ah.Bagian 1 Bab IV Aplikasi Pelaporan dan Manajemen Informasi Sekolah/ Tool For Reporting And Information Management By Schools (TRIMS) A. Aplikasi ini dapat dijalankan dengan praktis dan mudah dengan menggunakan progra m Microsoft Excel versi 2003 atau 2007.

tetapi secara otomatis menyediakan bahan dan informasi bagi sekolah/madrasah ber upa grafik dan tabel indikator utama dalam pendidikan. ketersediaan. d. Kesenjangan kapasitas antar-sekolah/madrasah dan antar-daerah. c. Rencana Kerja Sekolah (RKS/M). Perlunya perubahan paradigma bagi sekolah/madrasah dari menjadi pengguna data pengumpul data Selama ini sekolah/madrasah mengumpulkan banyak data yang diminta oleh berbagai pihak. TRIMS diharapkan dapat memperbaiki pengumpulan data di sekolah/madrasah dari yang selama ini kurang terkoordinasi dengan baik menjadi lebih mudah disediakan dan disistematisasikan sehingga lebih bermutu dan siap dimanfaatkan oleh sekolah / madrasah. Dengan demikian. . melalui penggunaan TRIMS ini dapat mendorong sekolah untuk memanfaatkan data dan informasi dengan baik dan konsisten. TRIMS dibuat mudah dan sederhana serta membutuhkan keterampilan yang minimal karena TRIMS memahami bahwa tidak semua sekolah/madrasah mempunyai kapasitas yang sama dari sisi ketrampilan personel maupun infrastruktur ICT. Hal ini terjadi karena TRIMS tidak hanya sebagai pengumpul dat a.sekolah/madrasah dapat berperan sekaligus sebagai subyek yang akan memanfaatkan data dan informasi yang dihasilkannya. Mampu meningkatkan cakupan dan kualitas data terkait akurasi. Menyediakan data dan informasi yang akurat bagi sekolah/madrasah dalam penyusunan Rencana Kerja Tahunan (RKT). relevansi. baik dari segi infrastruktur maupun kapasitas Sumber Daya Manusia. keuangan serta monitoring dan evaluasi pencapaian SPM. dan ketepatan waktu. pelaporan. Mengapa TRIMS? Beberapa hal mendasari mengapa sekolah/madrasah perlu menggunakan TRIMS sebagai berikut : a. kelak dengan menggunakan TRIMS-. Sekolah/madrasah hanya menjadi obyek pengumpulan data saja. e. RKS/M. termasuk capaian Standar Pela yanan Minimum (SPM). Relevan dengan desentralisasi pendidikan. f. Berbagai data dan Informasi yang dihasilkan dalam TRIMS dapat dipergunakan sebagai bahan dalam penyusunan berbagai dokumen perencanaan seperti RKT. 2. serta perenca naan dan penganggaran. kebijakan strategis. Laporan Keuangan serta untuk monitoring dan evaluasi pencapaian SPM.mendukung monitoring dan evaluasi. Akan tetapi. b. Mendorong pemanfaatan data dan informasi Aplikasi TRIMS membantu sekolah/madrasah dalam mengolah dan menganalisis data sehingga rangkaian data (data set) tadi menjadi informasi yang bermanfaat b agi perencanaan dan penganggaran serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas.

Sejak pemberlakukan sistem desentralisasi. TRIMS menyediakan kemudahan dalam EMIS (sistem informasi manajemen pendidikan) sehingga pengelolaan informasi secaranasional dapat dilakukan dengan lebih efisien oleh karena ketersediaan data dan informasi 84 . peran kabupaten/kota semakin besar sehingga secara nasional diperlukan kapasitas pembuatan kebijakan dan perencanaan yang akurat.

Input data ke dalam TRIMS dapat dilakukan dengan menggunakan fasilitas yang terdapat dalam aplikasi melalui klik pada sel dengan harapan sekolah/madrasah tidak harus banyak melakukan pengetikan dan. 4. b. Tidak perlu meng-install program baru karena TRIMS berbasis Excel 2003 atau 2 007 Aplikasi TRIMS dapat dijalankan langsung di laptop atau PC sepanjang sudah terd apat program Microsoft Excel di dalamnya. Aplikasi TRIMS memiliki tombol Validasi yang merah pada sel yang datanya belum lengkap atau langsung terdeteksi dan perbaikan dapat segera secara manual atau dilihat satu p akan memberikan tanda lingkaran salah input sehingga kesalahan dilakukan. c. Semua data dan informasi TRIMS dapat langsung dimanfaatkan dan dipergunakan sekolah/madrasah. Klik dan Klik mengurasngi tugas pengetikan dan konsekuensi kesalahan input. dengan demikian. data TRIMS terdiri dari 2 jenis yaitu: . Mengoperasikan TRIMS tidak memerlukan staf dengan keterampilan komputer yang baik. Anda tidak perlu meng-install program atau aplikasi baru. TRIMS dibuat sederhana dengan mempertimbangkan adanya variasi keterampilan dalam menggunakan komputer di sekolah/madrasah. Keluaran data TRIMS disajikan secara ringkas dalam bentuk tabel dan grafik indi kator kunci pendidikan (misalnya SPM). Karakteristik TRIMS Beberapa karakteristik dari TRIMS adalah: a. grafik. d. Mudah dikirim dan di-copy karena ukuran file yang kecil (< 2MB). e. Hasil ringkas (tabel. Setelah sekolah/madrasah menginput data TRIMS secara lengkap. indikator) langsung dapat dimanfaatkan oleh sek olah/ madrasah.yang akurat dan secara otomatis dihasilkan oleh TRIMS. jenis data yang diperlukan telah dimiliki sekolah/madrasah. TRIMS yang diinput oleh sekolah/madrasah dapat diagregasi oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dengan cepat dan mudah untuk kemudian dapat dijadikan acuan penyusunan kebijakan. maka TRIMS tersebut dapat segera dikirimkan kepada Dinas Pendidikan. Proses sederhana dengan keterampilan komputer yang minimal. kemungkinan kesalahan input menjadi berkurang. Kelompok Data TRIMS Data yang dibutuhkan TRIMS bukanlah data baru. Tidak diperlukan lagi validasi yang dilakukan er satu. 3. Validasi data secara otomatis. f. Ukuran file yang kecil (<2MB) memudahkan pengiriman file TRIMS baik melalui email maupun penggandaan file melalui flash disk atau CD. Secara rinci.

Tabel 1: Jenis Data dalam TRIMS 85 .

Pendidik dan tenaga kependidikan a. namun justru untuk memperkuat perangkat aplikasi yang sudah ada sebelum nya terutama pada aspek kemudahan baik input maupun output terkait dengan pendataan di sekolah/madrasah dan juga dalam pemanfaatan data dan informasi serta pelapora n. Kualitas pengawasan dan pelaporan D. Penerimaan BOS: aktual dan yang diharapkan 5. TRIMS dan Paket Aplikasi yang sudah ada TRIMS merupakan alat bantu yang dikembangkan melalui Program Basic Education Capacity Trust Fund (BEC-TF) dalam rangka memperkuat EMIS di Indonesia. Dalam proses pengembangan aplikasi TRIMS ini seluruh kegiatan pengembangan telah dikoordinasikan dengan Pusat Statistik Pendidikan (PSP) ng Balitbang Kemendiknas ya . Kehadira n TRIMS tidak dimaksudkan untuk menggantikan atau meniadakan jenis perangkat aplik asi lainnya. Sumber daya KBM E. Pengeluaran (mengacu pada format BOS K--2) c. Kurikulum F. Manajemen G. Data siswa B. Jenis dan sumber penerimaan b. Teknologi informasi dan komunikasi H. Sarana dan prasarana C.Data Pendidikan Data Keuangan A.

Saat ini se dang dikembangkan integrasi TRIMS dengan PAS SD. Rinciannya sebagai berikut: 1. 86 . Selain itu. data yang di-input d alam TRIMS sudah mencakup sebagian besar data dalam LI.mengembangkan Paket Aplikasi Sekolah (PAS) dan Lembar Individu (LI).apabila sekolah/mad rasah mengisi data PAS--maka data yang diperlukan dalam TRIMS secara otomatis sudah te rinput sehingga sekolah tidak menginput data dua kali. sehingga data tadi dapat lang sung dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. B. PEMANFAATAN KELUARAN TRIMS Data yang di-input ke dalam TRIMS secara otomatis menghasilkan keluaran terkait dengan berbagai indikator pendidikan di sekolah/madrasah. Manfaat TRIMS bagi Operasional Sekolah/Madrasah Beberapa pemanfaatan keluaran TRIMS bagi operasional sekolah/madrasah dapat digambarkan sebagai berikut: a. Data Profil Sekolah/Madrasah Keluaran TRIMS terkait data profil sekolah/madrasah bermanfaat untuk: Mengidentifikasi apa yang dimiliki dan tidak dimiliki sekolah/madrasah Dengan menginput data-data sekolah/madrasah di aplikasi TRIMS dapat diketahui berbagai sarana dan prasarana yang dimiliki oleh sekolah/madrasah sehingga pada saat agregatisasi data tersebut di tingkat Kab/kota dapat juga dilakukan sekalig us inventarisasi kondisi kepemilikan sarana dan prasarana yang ada di sekolah/ madrasah baik secara individu maupun secara keseluruhan sekolah di tingkat Kab/ Kota. sehingga kelak-.

Pihak komite sekolah/madrasah tentunya berkepentingan untuk mengetahui perkembangan dan kondisi sekolah/madrasah. Keluaran TRIMS ini pula dapat dijadikan bahan untuk memenuhi permintaan data untuk kepentingan pejabat teknis terkait pertanggungjawaban. Proyeksi Kebutuhan Sekolah/Madrasah Beberapa pemanfaatan keluaran TRIMS dari aspek proyeksi kebutuhan sekolah/ madrasah yaitu: Memberikan informasi awal untuk RKS/M dan RKT Setiap sekolah/madrasah yang akan menyusun perencanaan dan penganggaran sangat membutuhkan data dan informasi yang akurat. Misalnya. Aplikasi TRIMS dapat dijadikan alat untuk melakukan dengan mudah dan cepat simulasi terkait proyeksi pengembangan sekolah/madrasah. c. Komunikasi dan Interaksi Antar Pemangku Kepentingan (Stakeholders) Sekolah/ Madrasah Pemanfaatan TRIMS sebagai bahan untuk alat komunikasi dan interaksi antarberbaga i pemangku kepentingan. b. dan juga sebagai bahan untuk menjelaskan kepada para pihak lainnya yang berkepentingan mengenai kondisi sekolah/madrasah. Keluaran TRIMS dalam hal ini dapat memberikan data dan informasi awal untuk keperluan tersebut. Keluaran TRIMS ini dapat menjadi bahan awal diskusi berbagai pihak di kalangan internal sekolah/madrasah dalam rangka memacu kemajuan sekolah/madrasah.Mengetahui kondisi sekolah/madrasah terkait dengan berbagai aspek misalnya kualitas KBM. komite sekolah/madrasah dapat mengetahui dan mencermati secara mudah dan jelas perkembangan kondisi sekolah/madrasah. untuk menjawab pertanyaan apa . Merespon dan mengkomunikasikan informasi yang relevan ke Dinas Pendidikan atau Kementerian Agama dan pihak-pihak terkait lainnya. dll. media dan LSM. Mengkomunikasikan keadaan sekolah/madrasah ke komite sekolah/madrasah. prasarana dan sarana. TRIMS membantu sekolah/madrasah dalam memutakhirkan (updating) profil sekolah karena melalui aplikasi TRIMS ini-. Melalui keluaran TRIMS. antara lain dapat berbentuk sebagai berikut: Mengkatalisasi diskusi antarstaf. sehingga sangat membantu sekolah/madrasah dalam mengujicoba berbagai skenario pengembangan sekolah/madrasah. program BOS.hasil data yang sudah diperbaharui dengan mudah dapat dikenali. Mengujicoba berbagai skenario pengembangan sekolah/madrasah ke depan. Mengembangkan profil sekolah/madrasah yang dapat terus diperbaharui. Profil sekolah/madrasah merupakan media informasi sekaligus promosi. tenaga kependidikan. Keluaran TRIMS dapat menyajikan berbagai informasi mengenai perkembangan sekolah/madrasah di mana informasi tersebut dapat dijadikan bahan awal atau rujukan untuk penyusunan kebijakan pengembangan sekolah/madrasah. seperti Dewan Pendidikan.

yang akan terjadi dengan jumlah guru dan besar rombel jika kita menaikkan 87 .

Aspek-aspek strategis terse but mencakup antara lain: a. Dengan demikian. Berdasarkan hasil simulasi itu. 2. d. Dengan demikain. Pengelolaan Sekolah/Madrasah Dari aspek pengelolaan sekolah/madrasah. keluaran TRIMS bermanfaat untuk: Mendorong pengelolaan sekolah/madrasah lebih efektif dan efisien Keluaran TRIMS berguna bagi sekolah/madrasah untuk mengevaluasi diri sehingga sekolah/madrasah dapat mengetahui apa yang menjadi kelebihan dan kekurangannya. Monitoring dan evaluasi capaian SPM Di dalam aplikasi TRIMS terdapat berbagai indikator pendidikan. Kajian Perencanaan Pengembangan Sekolah/Madrasah b. Keluaran TRIMS bisa menjadi bahan monitoring dan evaluasi. publik dapat melihat dan membaca informasi mengenai sekolah/madrasah yang disajikan keluaran TRIMS. Hasil pembahasan/kajian itu dapat dijadikan umpan balik (feedb ack) bagi penyusunan kebijakan di level sekolah/madrasah. Kajian SPM Sekolah/Madrasah c. sekolah/ madrasah dapat mengukur tingkat kemampuan dan kapasitas sekolah/madrasah untuk mencapai tujuan.jumlah siswa sebesar 5%? . Simulasi proyeksi ini dapat dilakukan sesuai keinginan sekolah/madrasah yang bersangkutan. Contoh Pemanfaatan Keluaran TRIMS . Kajian Keuangan Sekolah/Madrasah d. Meningkatkan akuntabilitas dan transparansi Keluaran TRIMS yang berisi berbagai data dan informasi itu dapat dijadikan baha n informasi kepada publik. Manfaat TRIMS bagi Kajian Pengembangan Sekolah/Madrasah Berbagai data dan informasi dari keluaran TRIMS dapat menjadi referensi atau acu an dalam rangka pembahasan secara mendalam berbagai aspek strategis yang muncul di sekolah/madrasah. Kajian Evaluasi Kinerja Sekolah/Madrasah 3. termasuk indikator yang terkait SPM. keluaran TRIMS dapat dijadikan bahan untuk penataan manajemen di level sekolah/madrasah agar pengelolaan selanjutnya bisa lebih efektif dan efisien. Penyampaian hasil informasi ini secara teknis bisa saja dilakukan dengan menempelkan pada papan pengumuman atau tempat terbuka lainnya. Mengambil keputusan berdasarkan informasi yang tepat Dari hasil data yang diinput ke dalam TRIMS akan dihasilkan berbagai informasi yang dapat menjadi dasar pengambilan keputusan di sekolah/madrasah. misalnya terkait dengan pencapaian SPM.

88 .Berdasarkan uraian pemanfaatan keluaran TRIMS di atas. berikut ini diberikan seb uah contoh konkret pemanfaatannya dengan menggunakan capaian indikator SPM di sekola h.

1. lengkap 89 sekolah/madrasah dalam suatu kabupaten/kota diharapkan untuk memasukkan aplikasi TRIMS pada setiap semester sehingga bisa dilakukan agregasi pad kabupaten/kota yang akan menghasilkan data-data dan informasi yang akura dan cepat. Petunjuk Ringkas TRIMS v25i . LANGKAH PENTING MENGOPERASIKAN APLIKASI TRIMS Di dalam sub bab ini akan diuraikan penjelasan rinci dan detail dari langkah-lan gkah menjalankan aplikasi TRIMS yang disampaikan melalui video tutorial TRIMS oleh pe latih.Versi Elektronik Seluruh data ke a tingkat t. Visualisasi konkret aplikasi TRIMS tampak pada Gambar 1 .Tabel 2: Contoh Pemanfaatan Keluaran TRIMS untuk SD C. maka disediakan petunjuk ringkas TRIMS versi elektronik dan versi cetak berikut ini. Untuk membantu peserta mampu memahami dengan baik.

Tampilan Aplikasi TRIMS Petunjuk Ringkas ini akan memberikan tips tentang langkah-langkah untuk menjalan kan aplikasi TRIMS yang terdiri dari 5 (lima) tahap (Gambar 2).Gambar 1. silahkan lihat Panduan TRIMS v25i versi elektronik yang tersed ia di dalam CD materi. Jika Anda memerlukan petunjuk yang lebih rinci. Langkah 1 Menyiapkan Data dan Aplikasi TRIMS Langkah 2 Entry Data Pendidikan dan Keuangan Langkah 3 Analisis Output TRIMS Langkah 4 Validasi dan Menyimpan Data Langkah 5 Mencetak dan Mengirim TRIMS 90 .

Pastikan komputer/laptop Anda memiliki MS Office 2003 atau 2007 Pastikan security level pada MS Excel berada pada level medium dengan cara berikut ini: Excel 2007 Excel 2003 Klik tab Tools --> Option --> pilih Tab Security klik tombol Macro Security --> Pada tab Security Level pilih Medium atau Low Klik Office Button --> Excel Option --> Trust Center--> Trust Center Setting--> Message Bar--> pilih Show the message bar in all application when content has been blocked --> klik Ok Kemudian klik Trust Center Setting --> Macro Setting --> pilih Disable all macros with notification Petunjuk lebih rinci untuk mengecek dan mengubah security level dapat dilihat pa da Manual TRIMS Elektronik bagian Lampiran 1: Pengaturan pengamanan aplikasi TRIMS . Langkah 1: Menyiapkan Data dan Aplikasi TRIMS Berkaitan dengan rincian data yang mesti disiapkan oleh sekolah. buatlah folder baru dengan nama TRIMS dengan cara: Klik kanan pada mouse --> New--> Folder --> beri nama folder tersebut dengan nama TRIMS Masukkan CD ke dalam komputer/laptop --> explore/ open --> klik ub folder aplikasi TRIMS 25i --> pilih file TRIMS 25i --> kemudian copy ke folder TRIMS di My Document 91 My Document dengan .a. Pastikan pengaturan waktu/time setting pada komputer/laptop Anda menunjukkan tempat dan waktu yang benar (lihat sudut kanan bawah pada layar komputer/ laptop Anda). silahkan lihat Petunjuk Ringkas Versi Cetak. Melakukan copy aplikasi TRIMS dari CD atau flash disk ke cara berikut ini: Dari My Document.

.

Buka MS Excel. Pada input bar akan muncul Security Warning. dan klik open pada file TRIMS 25i untuk membuka aplikasi TRIMS DILARANG MEMBUKA TRIMS DENGAN DUA KALI KLIK (DOUBLE CLICK) PADA FILE TRIMS Program Excel akan terbuka. Pilih Enable this content untuk MS Excel 2007 atau Enable Macro untuk MS Excel 2003 kemudian klik OK Kemudian akan muncul tampilan berikut ini: Klik OK ketika muncul tampilan ini: Klik tombol ini Akan muncul tampilan berikut ini. silahkan klik OK 92 .

b. contohnya 20510769-II-20102011. Langkah 2: Entry Data Pendidikan dan Keuangan Sebelum Anda menginput data. 93 . Semester 2 diisi pada Bulan Januari tahun berikutnya. Isilah NPSN dan pilihlah semester dengan benar (lihat sel dengan kotak merah pada Gambar di bawah ini) sebab kedua hal tersebut akan menjadi nama file TRIMS sekolah Anda. Data siswa yang dimasukkan adalah data siswa pada akhir semester 2. pastikan Anda telah melakukan langkah-langkah berikut ini: Klik salah satu tombol dibawa ini sesuai dengan level sekolah Anda Isilah NPSN terlebih dahulu kemudian pilih semester. sedangkan data keuangan yang dimasukkan adalah data semester 1 tahun fiskal (Januari Juni). Semester 1 diisi pada Bulan Juli-Agustus di mana data siswa yang dimasukkan adalah data siswa tahun ajaran baru. sedangkan data keuangan adalah data semester 2 tahun fiskal (Juli-Desember).

Jika sel isian TRIMS Anda berwarna merah. Sedangkan yang berwarna abu-abu terang otomatis akan terisi oleh aplikasi TRIMS.Sel berwarna abu-abu gelap harus diisi. Perhatikan gambar berikut ini. misalnya Standar Pelayanan Minimum (SPM). 94 . bukan berarti bahwa data Anda salah. Warna merah mengindikasikan bahwa pada indikator tersebut untuk sekolah Anda masih di bawah standar tertentu.

Khusus pertanyaan MBS. akan otomatis terisi jika tiga data (Transparansi dan Akuntabilitas. Mengisi NPSN dan memilih semester merupakan prasyarat mengisi data keuangan. Rinciannya. perhatikan tabel berikut i ni: Data yang Mensyaratkan Pengisian Data yang Lain Terlebih Dahulu Kurikulum Sertifikasi Manajemen Data Guru merupakan prasayarat pengisian data Kurikulum dan Sertifikasi. maka Anda bis a melanjutkan untuk mengisi data-data TRIMS Data Siswa dan Nilai .Secara garis besar data TRIMS ada yang bersifat independen dan dependen. Data Pendidikan independen adalah data yang dapat Anda isi kapanpun tanpa prasyarat pengisian data yang lain. dan Sekolah memiliki Komite Sekolah yang beranggotakan orang tua) sudah terisi. data pendidikan yang dependen memerlukan pengisian data yang lain terlebih dahulu. Sekolah memiliki RPS. Sebaliknya. Data yang Dapat Anda Isi Kapanpun Identitas Sekolah Sarana dan Prasarana Kualitas Sumber Daya TIK Data Siswa Data Guru Data Non Guru Transparansi dan Akuntabilitas Jumlah Siswa Berdasarkan Usia dan Gender Data Keuangan Setelah Anda melakukan dan memahami beberapa hal tersebut di atas.

Pengisian Data secara lebih detail silahkan lihat CD materi.Penggunaan tanda titik atau koma dimungkinkan tergantung setting komputer/ laptop 95 . sub folder Aplikasi TRIMS 25i .Angka maksimal nilai Ujian Nasional ialah 10. . . file Pengisian Jumlah Siswa pada TRIMS dan Alat Bantu Data Siswa Untuk pengisian Data Nilai. perhatikan bahwa: .Angka maksimal nilai pada Data Siswa ialah 100.

Klik Yes jika memulai mengisi data keuangan baru. pastikan bahwa Anda telah mengisi NPSN dan Klik semester I atau II. Klik No jika ingin mengedit data sebelumnya (perhatikan gambar berikut). Klik tombol merah Isi dan Lihat Data Keuangan sehingga muncul dialog box Apakah Anda ingin Menghapus Data Keuangan? . DILARANG MEMBUKA FORMAT ISIAN KEUANGAN MELALUI SHEET FINANCE 96 .Data Tenaga Kependidikan Pengisian Data Guru dan Data Non Guru dilakukan dengan klik tombol ini: Data Keuangan Sebelum Anda memulai memasukkan Data Keuangan.

Grafik dalam lembar Data Keuangan akan terbentuk secara otomatis setelah Anda mengisi datanya dengan lengkap. ANDA HARUS KLIK TOMBOL VALIDASI SEBELUM KLIK TOMBOL SIMPAN Untuk menyimpan data. Anda dapat memperbaiki atau melengkapi data tersebut atau melanjutkan melakukan input di lain waktu. Data keuangan merupakan format BOS-K2 dengan harapan sekolah akan dengan mudah melakukan input data. Selanjutnya. Jika data Anda belum lengkap atau salah input. klik tombol di kanan atas. Langkah 5: Mencetak dan Mengirim TRIMS Data yang diinput dalam TRIMS langsung berfungsi sebagai output. Sekolah dapat mendiskusikan fakta tersebut bersama Ko mite Sekolah dan orang tua siswa terkait dengan alternatif sumber dana tambahan. klik tombol k emudian akan muncul dialog box seperti ini: Tabel output TRIMS di atas menunjukkan bahwa pemasukan dari BOS tidak cukup untuk membiayai seluruh pengeluaran sekolah karena kontribusinya hanya 75% dari total operasional sekolah. Untuk print ata u mencetak TRIMS. Sedangkan yang berwarna abu-abu muda akan terisi secara otomatis. koma atau Rp. isilah sel yang berwarna abu-abu tua. juga mendukung transparansi dan akuntabilitas e.Dalam mengisi data keuangan. klik tombol kemudian akan muncul dialog box seperti ini: 97 . misa lnya kontribusi orang tua. maka data akan terlingkar dengan lingkaran merah. c. Isilah tiap sel dengan angka tanpa titik. Langkah 3: Validasi dan Menyimpan Data Untuk melihat kelengkapan data yang telah Anda input. TRIMS membantu sekolah dalam menghasilkan kebijakan berdasarkan data.

pilihlah Simpan & lanjut Jika ingin melanjutkan input data lain waktu. 98 . Perhatikan tabel berikut ini: Jika Anda ingin melanjutkan input data. BUKAN DENGAN MENGGUNAKAN TOMBOL SAVE PADA DEFAULT MS EXCEL. Mengirim TRIMS dapat dilakukan dengan empat cara sesuai dengan kapasitas ICT di sekolah Anda.Anda bisa memilih secara fleksibel bagian mana yang mau dicetak. pilihlah Simpan & Tutup maka file TRIMS akan ditutup MENYIMPAN DATA WAJIB MENGGUNAKAN TOMBOL SIMPAN PADA APLIKASI.

sekolah diharapkan tetap melakukan input aplikasi TRIMS melalui komput er (PC) atau laptop setelah mengisi TRIMS versi cetak. yang artinya bahwa indikator bersangkutan di sekolah Anda masih di bawah standard. dalam bentuk kuesioner. khususnya MS Excel. TRIMS versi cetak juga bermanfaat bagi sekolah/madrasah yang memiliki keterbatas an dalam keterampilan komputer. Jika Anda kesulitan melakukan i nput 99 .d.Versi Cetak Perangkat komputer yang diperlukan untuk melakukan input aplikasi TRIMS tidak se lalu dimiliki oleh sekolah/madrasah. Petunjuk Ringkas TRIMS v25i . Meskipun demikian. Atas dasar tersebut. Hal yang harus dilakukan ialah membuat perencanaan untuk memperbaiki hal tersebut. kemudian menyampaikannya ke rapat komite sekolah atau membuat usulan ke Dinas Pendidikan setempat atau Kemendiknas. kemudian buatlah analisis berdasarkan data tersebut. Langkah 4: Menganalisis Output TRIMS Anda dapat melakukan analisis dengan dua cara: Klik tombol maka otomatis indikator-indikator yang dibawah standart misalnya SPM akan berwarna merah. keterbatasan pasokan listrik dan sambungan inter net di sekolah/madrasah juga merupakan tantangan bagi implementasi TRIMS. Sebagai contoh. misalnya Standar Pelayanan Minimum (SPM). perhatikan tabel berikut ini: 2. Menganalisis output TRIMS berdasarkan tabel dan grafik yang dihasilkan. Apabila ada sel berwarna merah. sebagai alat bantu bagi sekolah sebelum melakukan input TRIMS ke dalam komputer. Keterbatasan sumber daya manusia di sekolah/madr asah dalam mengaplikasikan komputer. disusun TRIMS versi cetak.

MA NPSN: Nama Sekolah:* Fax: Telepon: Provinsi: Email: Desa: ... Kuesioner Versi Cetak Bagi sekolah/madrasah yang tidak memiliki komputer.. Dengan mengisi kues ioner versi cetak. Penjelasan lebih rinci te ntang TRIMS Versi Cetak. Identitas dan Kondisi Sekolah Berikan tanda contreng ( v ) sesuai level sekolah Anda: Level Sekolah . Anda tidak perlu membawa tumpukan dokumen yang dibutuhkan untuk mengisi TRIMS.. MI . kantor Dinas atau tempat lainnya. Silahkan dibaca di Manual Versi Cetak yang ada dalam Compact Disk/ CD). SMK .dengan komputer. a. Anda dapat melengkapi terlebih dahulu versi cetak untuk kemudia n meminta bantuan staf atau teman untuk melakukan input. kantor UPTD... Data Pendidikan Isian 1. SMA . SMP . SD . Kuesioner versi cetak terdiri atas dua bagian yaitu Data Pendidik an dan Data Keuangan.. MTs . Anda dapat mengisi kuesioner versi cetak terlebih dahulu sebelum Anda input ke dalam komputer yang Anda pinjam dari sekolah lain.

Kabupaten/Kota: GPS (koordinat)**: Bujur: Kecamatan: Lintang: Semester____ Tahun Ajaran________/_________*** *) Nama sekolah ditulis tanpa mencantumkan SDN . SMPN atau Sekolah Putri. dll di depannya. ***)Semester berdasarkan Tahun Ajaran. sedangkan . contoh: Untuk semester 2 TA 2010/2011 maka data siswa yang diisi ialah keadaan siswa per Januari 2011. **) Untuk mengisi GPS (Bujur/Lintang) dapat melalui bantuan handphone dan GPS dari depan pagar sekolah.

data keuangan diisi untuk periode Juni--Desember 2010 Berikan tanda contreng (v ) pada pertanyaan berikut ini: Identifikasi Sekolah negeri atau swasta? .__________________(isi dengan angka) 100 . swasta Nomor Statistik Sekolah/ Madrasah (NSS/NSM): ... negeri .

ya ... .... ruangan (isi dengan angka) Ada ruang guru lengkap dengan furniturnya? ... tidak ..... tidak memadai Ada akses listrik? . tidak memadai Jumlah toilet (yang berfungsi) untuk siswa perempuan? . ya ..... tidak .... ya ...... tidak . tidak Ada akses air bersih? ..Sarana & Prasarana Jumlah laboratorium/tempat praktikum? . ya . kadang--kadang Ada sarana olahraga? .

..ruangan (isi dengan angka) Jumlah toilet (yang berfungsi) untuk siswa laki--laki? .............. ruangan (isi dengan angka) Jumlah Ruang Kelas dalam keadaan baik? . ruangan Jumlah Ruang Kelas dalam keadaan rusak berat? . ruangan (isi dengan angka) Jumlah Ruang Kelas dalam keadaan rusak ringan? ....... ruangan Apakah furnitur sekolah .. ruangan (isi dengan angka) Jumlah toilet (yang berfungsi) untuk staf sekolah? .........

kolom. Ruang kelas dalam keadaan rusak ringan: jika mengalami kerusakan terutama pada komponen non struktural seperti penutup atap.. struktur atap. langit--langit (plafond). Ruang kelas dalam keadaan rusak berat: jika sebagian atau pada seluruh komponen struktural (seperti pondasi. penutup lantai dan dinding pengisi.. sebagian .. . tidak .butuh perbaikan? . sebagian besar Ruang kelas dalam keadaan baik: jika tidak memerlukan renovasi.

tidak . tidak ... Kualitas Sekolah ini dikunjungi pengawas tiap bulan? . ya ... tidak ..struktur lantai... tidak .... kadang--kadang Guru menyerahkan laporan hasil belajar siswa? .. kadang--kadang Sekolah . ya . ya . dan lain sebagainya) mengalami kerusakan. kadang--kadang Kepsek menyerahkan laporan akhir siswa ke orang tua? .. ya . kadang--kadang Kepsek melakukan pengawasan langsung ke ruang kelas? .

Bila datang kurang dari 3 jam tetapi datang lebih dari 1 kali dalam satu bulan. Bila .Ini Dikunjungi Pengawas Tiap Bulan: Dalam hal ini yang dinilai adalah kunjungan dan alokasi waktu. maka akan dihitung berdasar total alokasi waktu kunjungan dalam 1 bulan. Standar Pelayanan Minimal (SPM) menyebutkan bahwa kunjungan dilakukan minimal satu kali dalam 1 bulan dengan waktu 3 jam.

Jika jarang atau tidak pernah dikunjungi pengawas tiap bulan maka dijawab tidak .. ya . tidak Sekolah memiliki perpustakaan atau bahan bacaan? ...... set (isi dengan angka) Sekolah memiliki alat bantu belajar sains? ...memenuhi kriteria tersebut berarti dijawab ya . Jika kunjungan tidak rutin tiap bulan maka dijawab kadang--kadang Sumber daya Jumlah total buku teks yang tersedia untuk siswa? .. ya .

tidak Setiap SD dan MI menyediakan buku teks yang sudah disertifikasi oleh Pemerintah mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia. Matematika. IPS dengan perbandingan satu set untuk setiap peserta didik... IPA. Setiap SMP dan MTS menyediakan buku teks yang sudah disertifikasi oleh Pemerintah 101 .

102 .

IPA. Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Pilih tidak bila . Guru tetap sudah bekerja 37.5 jam per minggu: SPM No. Pilih ya bila semua guru memenuhi kedua kriteria tersebut.19 menyatakan bahwa setiap guru tetap bekerja minimal 37.Untuk SMP dan MTs: minimal tersedia 1 orang guru yang sudah bersertifikat untuk masing--masing mata pelajaran Matematika.5 jam per minggu di satuan pendidikan.

. Apakah sekolah mempunyai rencana pengadaan barang dan jasa? . tidak 4. ya . tidak 2..ada salah satu guru belum memenuhi kriteria tersebut Isian 2. Apakah Komite Sekolah melakukan review laporan keuangan sekolah? . Transparansi dan Akuntabilitas Berikan tanda contreng (v) pada pertanyaan berikut ini: 1.. Apakah Komite Sekolah menyetujui rencana anggaran sekolah? ... ya . ya . Apakah Komite Sekolah .. tidak 3.

ya . Data Siswa (Untuk membantu pengisian Data Siswa. Jika di sekolah And a menggunakan angka maksimal 10. tuli slah 75.. Apakah sekolah mengumumkan penggunaan dana di papan pengumuman sekolah? . Misalnya nilai 7.menyetujui laporan keuangan sekolah tersebut? .5. ya . tidak Isian 3. Jika Anda mengisi TRIMS pada semest er 1 (Juli Desember) maka kolom transfer diisi berdasarkan keadaan pada periode 1 103 da . maka konversikan ke 100. tidak 5.. silahkan lihat file Alat Bantu Data Siswa n Pengisian Data Siswa pada TRIMS yang ada pada CD materi) *Nilai merupakan nilai rata-rata ujian akhir (maksimal 100).. **Transfer merupakan selisih antara jumlah siswa mutasi masuk ke sekolah Anda dikurangi dengan jumlah siswa mutasi keluar..

Kelas 12 bagi SMA/SMK/MA) Isian 6. Jumlah Siswa Berdasarkan Usia 104 . Jika Anda mengisi TRIMS pad a semester 2 (Januari Juni) maka diisi berdasarkan transfer pada periode Juli Dese mber. Nilai Rata-rata Mata pelajaran di Ujian Nasional tahun 2010 (maksimum 1 0) (Kelas 6 bagi SD/MI. *** Otomatis terisi oleh aplikasi Isian 4.Juli sampai tanggal Anda melakukan input pada TRIMS. Jumlah Lulusan & Ranking Sekolah Jumlah Lulusan: _____ orang Jumlah sekolah di Kab/Kota (sesuai level): Ranking sekolah se--Kab/kota: Isian 5. Kelas 9 bagi SMP/MTs.

silahkan menggandakan tabel tersebut kemudian isilah sesuai petunjuk di bawah ini (1) Nama: nama lengkap tanpa gelar (2) Jenis Kelamin: pilih salah satu . Non PNS. D-2. Seni Budaya. Bahasa Inggris. Kimia.Petunjuk Isian 7. IIId /Kepala Sekolah. IIIc/Kepala Sekolah. (5) Mapel Minor: pilih salah satu di antara pilihan berikut . Kimia. (6) Pendidikan Terakhir: pilih salah satu di antara pilihan berikut: S-1. Seni Budaya. IIc . Fisika. Penjas. S-2. ditulis dengan format tanggal/bulan/tahun (11) Tanggal Mulai Mengajar di Sekolah ini: tanggal mulai mengajar di sekolah (t empat terakhir saat ini). Sosiolosi. IVb. Matematika. D -1. (7) Status sertifikasi: pilih salah satu di antara pilihan berikut: ya atau tida k (8) Status Kepegawaian: pilih salah satu dari pilihan berikut: STY (Staf Tetap Y ayasan). IIb. Ekonomi. Sementara. IVc. Laki-laki/ perempuan (3) Golongan/ Posisi: pilih salah satu di antara pilihan berikut . Bahas a Indonesia. ditulis dengan format tanggal/bulan/tahun (12) NUPTK: Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan 105 . Keahlian/T IK. Matematika. IIIb. IVa. IPS. IPA. Geografi. IIIc. Agama. Lainnya. IVa/Kepala Sekolah. Sejarah. IVe. IVd. Keahlian/T IK. IPA. D-4. PPKn. IIIb/Kepala Sekolah. Ekonomi. Sejarah. Biologi. PNS (Pegawai Negeri Sipil). Biologi. Geografi. Agama. GTY (Guru Tetap Yayasan) (9) Tanggal lahir: ditulis dengan format tanggal/bulan/tahun (10) Tanggal Mulai jadi Guru: tanggal mulai mengajar untuk pertama kali. Non PNS/Kepala Sekola h (4) Mapel Utama: pilih salah satu di antara pilihan berikut . IId. IIa. D-3. IIIa/ Kepala Sekolah. Bahasa Inggris. IIId. IVe/Kepala Sekolah. Fisika. IPS. IVc/Kepala Sekol ah. Sosiolosi. PPKn. IVd/Kepala Sekolah. Data Guru dan Non Guru: Jika jumlah guru melebihi baris pada tabel. IVb/Kepala Sekolah. Guru Kel as. Lainnya. IIIa. Penjas. Guru Kel as. Bahas a Indonesia.

.

Nama Jenis Kelamin Golongan Mapel Utama Mapel Minor Pendidikan Terakhir Status Sertifikasi Status Kepegawaian Tgl Lahir Tgl Mulai Jadi Guru Tgl Mulai Tugas di Sekolah ini NUPTK (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) Isian 7. Data Guru/Non Guru 106 .

b. Jumlah Siswa Berdasarkan Usia Nama Pemegang Rekening : Nama Bank/Kantor Cabang : Nomor Rekening : Penandatangan 1 : Penandatangan 2 : 107 . maka data keu angan yang diisi ialah data untuk periode Juni-Desember 2010 Isian 6. Data Keuangan Isian 1. Laporan Keuangan Sekolah* Semester____ Tahun Ajaran________/_________ * Jika data siswa yang diisi ialah keadaan siswa per Januari 2011.

FORMAT BOS--K2 Diisi oleh Sekolah Dikirim ke Tim Manajemen BOS Kab/Kota 108 .

Hal ini perlu dilakukan agar sekolah bisa mendapatkan manfaat dari keluaran TRIMS untuk Evaluasi Diri Sekolah (EDS) 109 .Meskipun telah mengisi TRIMS versi cetak. sekolah diharuskan tetap melakukan input aplikasi TRIMS-25i melalui komputer (PC) atau laptop.

Bagian 2 110 .

dan penentuan penanggungjawab program dan kegiatan. tujuan dan sasaran sekolah/ madrasah yang telah ditetapkan. Bab II menjelaskan selukbeluk identifikasi kondisi aktual sekolah/madrasah sebelum rencana disusun. Bab I memberi pengantar terhadap penyusunan RKS/M dan RKT.Perencanaan dan Penganggaran Sekolah/ Madrasah Bagian 2 Bagian ini memusatkan pembahasan pada perencanaan dan penganggaran sekolah/madrasah dalam rangka membantu sekolah/madrasah agar mampu menyusun program prioritas dengan mempertimbangkan ketersediaan sumberdaya yang dimiliki guna mencapai visi. Bab VI menjelaskan tentang penyusunan Rencana Kerja Tahunan Sekolah/Madrasah. bagian ini ditopang oleh enam bab yang masing-masingnya membahas isu-isu penting. Bab III menjelaskan tentang kondisi yang diharapkan oleh sekolah/madrasah. (RKAS/M) . Bab IV menguraikan tentang pentingnya penyusunan program. penyusunan Rencana Kegiatan san Anggaran Sekolah/Madrasah. misi. Untuk mencapai tujuan ini. indikator dan target kinerja yang tepat. Bab V memandu penyusunan rencana anggaran sekolah/madrasah untuk jangka menengah.

112 .

Kementerian Pendidikan Nasional telah menetapkan visi: Terselenggaranya Layanan P rima Pendidikan Nasional untuk Membentuk Insan Indonesia Cerdas Komprehensif. Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional dan peraturan-perundangan yang ad a saat ini telah menjadi bukti keseriusan pemerintah untuk menyediakan pendidikan dasar bagi semua anak berumur 7 sampai dengan 15 tahun. Kementerian Pendidikan Nasional telah memilih Manajemen Berbasis Sekolah/Madrasa h (MBS/M) sebagai salah satu strategi.Bagian 2 Bagian 2 Bab I Pengantar Penyusunan RKS/M dan RKT A. Layanan 113 . Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJM) Tahun 2010-2014. LATAR BELAKANG Salah satu tujuan utama pemerintah Indonesia di bidang pendidikan adalah menunta skan Pendidikan Dasar 9 Tahun. Mulai dari Undang-Undang Dasar. Undang-Undang Perlindu ngan Anak. Untuk mencapai tujuan tersebut .

mengirim anak-anak ke sekolah/madrasah (peningkatan akses). Bagi orang tua peserta didik. tersedia secara merata di seluruh pelosok nusantara. gende r. dun ia usaha. dan 5. dan sebagainya. memberikan subsidi kebutuhan belanja sekolah/madrasah kepada semua SD/MI serta SMP/MTs (negeri dan swasta). diantaranya: Angka Partisipasi Sekolah (APS) kelompok usia 7-12 tahun mencapai 9 9. atau pengurangan jumlah anak putus sekola h/ madrasah (drop¬out). 2. Untuk mencapai visi tersebut di atas. yaitu besarnya b iaya yang harus ditanggung oleh orang tua peserta didik. Program BOS bukan lagi hanya berorientasi pada pengurangan bia . ekonomi. Sejak diluncurkan pada tahun 2005. mengembangkan otonomi sekolah/madrasah. mengirim anak-anak ke tingkat pendidikan yang lebih tinggi (peningkatan trans isi dari SD/ MI ke SMP/MTs). Artinya. Kemdiknas telah menetapkan sasaran strateg is. 4. program BOS ini akan membantu dalam: 1. Sedangkan bagi sekolah/madrasah.9% dan kelompok usia 13-15 tahun mencapai 96% pada tahun 2014. dunia usaha dan dunia industri. dan dunia industri. Program BOS ini. dalam hal ini melalui Kementerian Pendidikan Nasional akan berusaha keras untuk membuat semua anak Indonesia yang berusia 7-15 tahun mendapat pelayanan sekolah/madrasah yang bermutu dan relevan.prima pendidikan nasional adalah layanan pendidikan yang: 1. terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tel ah memperkecil hambatan terbesar penyelenggaraan pendidikan dasar. program ini akan dapat: 1. setara bagi warga negara Indonesia dalam memperoleh pendidikan berkualitas de ngan memperhatikan keberagaman latar belakang sosial-budaya. 2. dan 3. menjamin kepastian bagi warga negara Indonesia mengenyam pendidikan dan menyesuaikan diri dengan tuntutan masyarakat. Pemerintah Indo nesia. sehingga biaya pendidikan secara keseluruhan berkurang. 3. Mulai tahun 2010. dan 2. geografi. membuat anak-anak tetap bersekolah. meningkatkan mutu pendidikan. berkualitas/bermutu dan relevan dengan kebutuhan kehidupan bermasyarakat.

kurikulum dan rencana pembelajaran.ya pendidikan. Standar Pelayanan Minimal (SPM) a dalah sasaran antara untuk mencapai Standar Nasional Pendidikan (SNP) seperti yang dia manatkan 114 . terkait dengan buku dan media pembelajaran. namun tidak ad a indikator tentang mutu lulusan dan pembiayaan. Dengan menghubungkan penggunaan dana BOS dengan program sekolah/madrasah. evaluasi pendidikan dan manajemen sekolah/madrasah. sejak 2010 penggunaan dana BOS dikaitkan dengan jenis program yang didanainya. proses pembelajaran. tetapi juga berupaya meningkatkan kinerja sekolah/madrasah. Jika seb elum tahun 2010 penggunaan dana BOS hanya didasarkan kepada peruntukannya. maka bisa diketahui sejauhmana dana BOS digunakan untuk membiayai program-program yang memang dibutuhkan oleh sekolah/madrasah untuk meningkatkan kinerjanya. Permendiknas Nomor 15 Tahun 2010 tentang Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Da sar di Kabupaten/Kota menetapkan 13 indikator yang harus dipenuhi di tingkat sekolah/ma drasah.

Untuk itu. termasuk meningkatkan manajemen di ruang kelas. B. Peraturan Pemerintah Nomor 66 . Sekolah/madrasah harus memp erbaiki proses pembelajaran. Sekolah/madrasah harus mampu menghasilkan lulusan yang memenuhi kompetensi untuk melanjutkan ke tingkat pendidikan yang lebih tinggi. DASAR HUKUM RKS/M dirumuskan berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku. melakukan perencanaan dengan baik dan teliti yang dituangkan dalam seb uah dokumen kunci yang bernama Rencana Kerja Sekolah/Madrasah (RKS/M). program Wajib Bel ajar. namun sekolah/madrasah juga harus memperhatikan hal-hal yang berhubungan dengan rencan a pengembangan sekolah/madrasah ke depan dan mutu lulusan. penerapan MBS. Sekolah/mad rasah harus menyediakan. keterbukaan dan akuntabilitas1 . Untuk mencapai hal tersebut. Pemenuhan SPM haruslah dijadikan acuan untuk penyusunan program. RKS/M yang akurat juga akan membantu sekolah/madrasah memenuhi tuntutan publik tentang perlunya partisipasi.oleh UU Sisdiknas. semua tindakan sekolah/madrasah harus bisa dipertang-gungjawabkan dan transparan agar sekolah/madrasah memperoleh kepercayaan (trust) dari semua pemangku kepentingan. pemenuhan SPM dan BOS harus ditanggapi secara positif sehingga penyelenggaraan program pendidikan dasar dapat benar-benar direalisasikan. Sekolah/madrasah juga harus bekerja sama d engan semua pemangku kepentingan untuk mewujudkan hal-hal tersebut di atas. sehingga dapat memenuhi tuntutan publik. Peraturan Pemerintah Nom or 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Undang-Unda ng Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Sebagai sebuah standar minimal. Proses penyusunan yang melibatkan semua pemangku kepentingan. Sebagai ujung tombak pelaksanaan program pendidikan dasar ini. analisis terhadap ketercapa ian SPM saja tidak cukup untuk membantu sekolah/madrasah dalam membuat perencanaan sekolah/ madrasah. akan membuat RKS/M dapat diakses oleh sem ua pihak dan dilaporkan kepada publik. yaitu: Undang¬Und ang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. Melalui RKS/M diharapkan dana yang tersedia dapat dibelanjakan secara bijaksana. Oleh sebab itu. maka yang dicakup dalam SPM h anyalah hal-hal minimal yang harus dipenuhi. dan mengelola sarana dan prasarana pendidikan dan sumberdaya lainnya secara lebih baik. baik dari jumlah maupun mutu. sekolah/madrasah tidak ada pilihan selain berpikir s ebelum bertindak . mengembangkan.

Lebih jauh. 37 Tahun 2010 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Biaya Operasio nal Sekolah (BOS) Tahun Anggaran 2011 serta Rencana Strategis Kementerian Pendidikan Nasional 2010 .Tahun 2010 tentang Pedoman Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan. 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan oleh Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. dan akuntabilitas publik. Permendiknas No. Pasal 48 (1): Pengelolaan dana pend idikan berdasarkan pada prinsip keadilan. Permendik nas No. Permendiknas Nomor 15 Tahun 2010 tentang Standar Pelayanan Minimal . 115 .2014. transparansi. Pasal 53 ayat (1) dinyatakan bahwa setiap satuan pendidikan dikelola atas dasar rencana kerja tahunan yang merupakan penjabaran rinci dari rencana kerja jangka menengah satuan pendidikan yang meliputi masa 4 (empat) tahun. efisiensi. 20/2003. pada Lampiran Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) N omor 1 UU Sistem Pendidikan Nasional No. Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidik an.

Perlu diingat bahwa Pedoman ini bukanlah buku resep masakan yang ha rus diikuti langkah per langkah. RKS/M juga menjamin bahwa semua program dan kegiatan yang dilakukan untuk mengembangkan sekolah/madrasah sudah memperhitungkan harapan-harapan pemangku kepentingan dan kondisi nyata sekolah/ madrasah. C. dan dapat dipertanggung jawabkan. serta 3. mencakup perencanaan keseluruhan program yang akan dilaksanakan oleh sekolah/madrasah. objektif. dasar untuk memonitor dan mengevaluasi pelaksanaan pengembangan sekolah/ madrasah. mengindikasikan jumlah dan sumber dana masing-masing program. namun demi kian Pedoman ini juga dapat digunakan tanpa pendampingan dari fasilitator. Rencana Kerja Tahunan (RKT) yang dinyatakan dalam Rencana Kegiatan dan Anggar an Sekolah/Madrasah (RKAS/M) dilaksanakan berdasarkan Rencana Kerja Jangka Menengah . Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) yang menggambarkan tujuan yang akan dica pai dalam kurun waktu empat tahun yang berkaitan dengan mutu lulusan yang ingin dica pai dan perbaikan komponen yang mendukung peningkatan mutu lulusan. 2. Sekolah/madrasah akan mendapat pendampingan dari fasilitator yang sekaligus bisa menjadi narasumber. 2. maka Kemdiknas menerbitkan Pedoman ini. namun sebagai acuan agar proses penyusunan RKS/M te rsebut menjadi lebih rasional. terpadu. Untuk membantu sekolah/madrasah menyusun RKS/M. adalah: 1. pedoman kerja (kerangka acuan) dalam mengembangkan sekolah/madrasah. Karena itu proses penyusunan RKS/M harus melibatkan semua pemangku kepentingan. bahan acuan untuk mengidentifikasi dan mengajukan sumberdaya pendidikan yang diperlukan dalam pengembangan sekolah/madrasah.19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan oleh Satuan Pendidikan Dasa r dan Menengah dinyatakan bahwa sekolah/madrasah wajib membuat: 1. mencakup periode empat tahun. karena RKS/M dapat digunakan sebagai: 1. dan sas aran pengembangan sekolah/madrasah dapat dicapai. 2. Tujuan utama penyusunan RKS/M adalah agar sekolah/madrasah mengetahui secara rinci tindakan-tindakan yang harus dilakukan sehingga tujuan. kewajiban. multi-sumber. . Pedoman penyusunan RKS/M ini dirancang sebagai bagian dari kegiatan pelatihan Perencanaan dan Penganggaran Sekolah/Madrasah. Penyusunan RKS/M merupakan suatu hal yang sangat penting. 3. multi-tahun. PRINSIP-PRINSIP Prinsip-prinsip Rencana Kerja Sekolah/Madrasah (RKS/M) yang baik.

berbasis kinerja. DAK. adalah semua program/kegiatan memiliki indikator-indikator yang harus dicapai dengan jelas. 116 . komite sekolah/madr asah dan dewan pendidik dengan melibatkan pemangku kepentingan lainnya.Misalnya dari BOS. 4. disusun secara partisipatif oleh kepala sekolah/madrasah. APBD Provinsi/Kabupaten/Kota. 5. sumbangan dari masyarakat atau sumber dana lainnya.

dan 9. mengintegrasikan pendidikan karakter bangsa ke dalam program dan kegiatan sek olah/ madrasah. Menyusun RKT dan RKAS/M PENGESAHAN: 1. dan (3) pengesahan. adalah adanya kesetaraan antara laki-laki dan p erempuan dalam penyusunan program. 8. Penyetujuan oleh rapat dewan pendidik setelah . 7. D. Menetapkan kondisi sekolah/madrasah yang diharapkan 3. (2) penyusunan RKS/M. menunjukan daya tanggap sekolah/ madrasah terhadap kemungkinan terjadinya bencana. responsif terhadap keadaan bencana. pelaksanaannya dimonitor dan dievaluasi oleh komite sekolah/madrasah dan pema ngku kepentingan lainnya. ALUR DAN PROSES PENYUSUNAN RKS/M Proses penyusunan RKS/M dilakukan melalui tiga alur proses kegiatan. sensitif terhadap isu jender. Alur proses penyusunan RKS/M tersebut dapat digambarkan sebagai berikut: PENYUSUNAN RKS/M: 1. Menyusun program. Menyusun rencana anggaran sekolah/ madrasah 5. Menetapkan kondisi sekolah/madrasah saat ini 2. dan sosialisasi RKS/M. kegiatan dan indikator kinerja 4.6. yakni: (1) persiapan.

PERSIAPAN: 1. 3.memperhatikan pertimbangan komite sekolah/madrasah. pendekatan. Setelah terbentuk. Pembekalan/ orientasi TPS/M Gambar 1. TPS/M disarankan melakukan pendalaman/orientasi mengenai kebijakan-kebijakan pengembangan pendidikan dan penyusunan RKS/M. Sosialisasi kepada pemangku kepentingan pendidikan. 2. pembelajaran aktif-kreatif-efe ktif 117 . 1. manajemen berbasis sekolah/ madrasah (MBS/M). kebijakan peningkatan mutu da n perluasan kesempatan memperoleh pendidikan. Alur Proses Penyusunan RKS/M Berikut ini adalah uraian singkat tentang Alur Penyusunan RKS/M. Materi yang perlu didalami antara lain: peraturan dan perundang-undangan mengenai pendidikan (Standar Pelayanan Minimal Bidang Pendidkan dan/atau Standar Nasional Pendidikan ). strategi dan met ode pembelajaran inovatif seperti pembelajaran aktif. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada suplemen tentang Pedoman Pembent ukan TPS/M. Pembentukan tim pengembang sekolah/madrasah (TPS/M) 2. perlindungan anak. Pengesahan oleh pihak yang berwenang. Persiapan Sebelum penyusunan RKS/M dilakukan. prioritas pendidikan tingkat kabupat en/ kota. Dewan Pendidik (kepala sekolah/madrasah dan guru) bersama Komite Sekolah/Madrasah membentuk tim pengembang sekolah/ madrasah (TPS/M) yang tugas utamanya adalah menyusun RKS/M. Pembentukan TPS/M hendaknya dilakukan melalui proses demokratis dengan mengedepankan musyawarah mufakat. kebijakan pendanaan pendidikan.

peran dan fungsi masing-masing pemangku ¬kepentingan dalam proses perencanaan. yaitu: Tahap I: Menetapkan Kondisi Sekolah/Madrasah Saat Ini 1) Melakukan Evaluasi Diri Sekolah/Madrasah (EDS/M). Tahap V: Merumuskan Rencana Kerja Tahunan Sekolah/Madrasah (RKTS/M) dan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah/Madrasah (RKAS/M). Kegiatan ini dapat dilakukan bersama-sama dalam kelompok kerja kepala sekolah (KKKS). 1) Merumuskan Rencana Kerja Tahunan (RKT) a. c. b. kelompo k kerja guru (KKG). Menetapkan Jadwal RKTS/M. perencanaan pendidikan di sekolah/madrasah. 3) Merumuskan Tantangan (Utama/Prioritas) Sekolah/Madrasah. Menetapkan Kegiatan Rutin/Reguler.dan menyenangkan (PAKEM). . peranserta masyarakat dalam pendidikan. Menetapkan Program/Kegiatan Strategis. indikator kegiatan. Tahap IV: Merumuskan Rencana Anggaran Sekolah/Madrasah 1) Membuat Rencana Biaya Program 2) Membuat Rencana Pendanaan Program 3) Menyesuaikan Rencana Biaya dengan Sumber Pendanaan. 2) Membandingkan Hasil Evaluasi Diri Sekolah/Madrasah dengan Acuan Standar Sekolah/Madrasah. musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) serta pertemuan/rapat sekolah/madrasah yang dihadiri baik oleh Dewan Pendidik. Tahap II: Menetapkan Kondisi Sekolah/Madrasah yang Diharapkan 1) Merumuskan Visi Sekolah/Madrasah 2) Merumuskan Misi Sekolah/Madrasah 3) Merumuskan Tujuan Sekolah/Madrasah 4) Merumuskan Sasaran dan Indikator Kinerja Tahap III: Menyusun Program dan Kegiatan 1) Merumuskan Program dan Menetapkan Penanggungjawab Program. dan Jadwal Kegiatan. 2. Komite Sekolah/Madrasah maupun secara mandiri oleh anggota TPS/M. Proses Penyusunan RKS/M Penyusunan RKS/M terdiri dari 5 (lima) tahap. Selain itu juga dibahas penyusunan RKS/M. 2) Merumuskan Kegiatan.

Pengesahan.2) Membuat Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS). dan Sosialisasi RKS/M Terdiri dari 3 (tiga) langkah. 3. yakni: 1) Penyetujuan RKS/M oleh rapat Dewan Pendidik setelah memperhatikan pertimbanga n dari Komite Sekolah/Madrasah. 118 .

2) Pengesahan berlakunya RKS/M oleh Dinas Pendidikan/Kantor kemenag (untuk sekol ah/ madrasah negeri). atau oleh penyelenggara sekolah/madrasah (bagi sekolah/madrasa h swasta). 119 . 3) Sosialisasi kepada pemangku kepentingan sekolah/madrasah.

120 .

A. sekolah/madrasah perlu melak ukan kegiatan yang disebut evaluasi diri sekolah/madrasah. misalnya dengan menggunakan instrumen 121 . 2. ada dari 3 (tiga) hal yang harus dila kukan. 3. Melakukan Evaluasi Diri Sekolah/Madrasah. MELAKUKAN EVALUASI DIRI SEKOLAH/MADRASAH Untuk menetapkan kondisi sekolah/madrasah saat ini. yakni: 1. Merumuskan Tantangan (Utama/Prioritas) Sekolah/Madrasah. Melakukan evaluasi diri bi sa menggunakan berbagai alat evaluasi diri.Bagian 2 Bab II Menentukan Kondisi Sekolah/ Madrasah Saat Ini Dalam menentukan kondisi sekolah saat ini. Membandingkan Hasil Evaluasi Diri (Kondisi Nyata) Sekolah/Madrasah dengan Acu an Standar Sekolah/Madrasah.

evaluasi diri (EDS/M) yang dijelaskan dalam Bagian I buku ini. bagian yang mengalami perbaikan atau peningkatan. Karena itu. Informasi yang dihasilkan dari evaluasi diri sek olah/ madrasah juga berguna untuk membantu para pemangku kepentingan sekolah/madrasah dalam menyusun RKS/M dan RKT yang didasarkan pada kondisi nyata sekolah/madrasah . sehingga memiliki tolok ukur yang jelas dan bisa dija dikan dasar untuk mengembangkan sekolah/madrasah empat tahun mendatang dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. Pengembangan pembelajaran 4. hasil evaluasi diri sekolah/madrasah yang mencakup 8 standar itu dikelompokkan sesuai dengan nama program sekolah/madrasah yang terdapat pada Permendiknas Nomor 37 Tahun 2010 Tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun Anggaran 2011. Dalam panduan ini. Pengembangan manajemen sekolah/madrasah 8. bagian yang tetap. Pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan 6. Tujuan melakukan evaluasi diri adalah untuk melihat gambaran yang jelas tentang situasi sekolah/madrasah saat ini. Pengembangan kurikulum/KTSP 3. dan bagian yang mengalami penurunan. dan kebijakan pemerintah mengharuskan BOS menjadi sarana penti ng untuk meningkatkan akses dan mutu pendidikan dasar yang bermutu. Dengan melakukan evaluasi diri akan menunjukkan kinerja sekolah/madrasah misalny a. Sesuai dengan Petunjuk Teknis Penggunaan Dana BOS 2011. Pengembangan kompetensi lulusan (bidang akademik dan non akademik) 2. Alat evaluasi dir i hendaknya dirancang dengan mengacu kepada standar pelayanan minimal (SPM) dan atau standar nasional pendidikan (SNP). Pembinaan kesiswaan/ekstrakurikuler 9. program sekolah terdiri dari: 1. Pengembangan sistem penilaian 5. Pengembangan sarana dan prasarana sekolah/madrasah 7. evaluasi diri sekolah/madrasah harus diis i dengan seksama dan seobjektif mungkin. Budaya dan lingkungan sekolah/madrasah . Hal ini penting dilakukan karena dana BOS merupakan sumber utama bagi sekolah/madrasah untuk memenuhi biaya penyelenggaraa n sekolah/madrasah.

Pertanyaan kunci yang perlu dijawab adalah: 1. Apakah peserta didik dapat mencapai target akademik yang diharapkan? 2.10. Dalam pedoman ini akan dipaparkan kesepuluh program sekolah tersebut. Program 1: Pengembangan kompetensi lulusan (bidang akademik dan non akademik) Apakah sekolah/madrasah telah menghasilkan lulusan yang kompeten? Program ini dihadirkan untuk memberikan informasi apakah sekolah/madrasah telah memenuhi kewajibannya dalam memberikan layanan pendidikan dasar sehingga menghasilkan lulusan yang kompeten. Apakah peserta didik dapat mengembangkan potensi penuh mereka sebagai anggota masyarakat? 122 . Penanaman karakter (budi pekerti).

Apakah silabus sudah sesuai/relevan dengan standar? 2. sekolah/madrasah perlu menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah i ni: 1. Apakah supervisi dan evaluasi proses pembelajaran dilaksanakan secara berkala dan berkelanjutan? Program 4: Pengembangan Sistim Penilaian Bagaimana sekolah/madrasah merencanakan dan melaksanakan sistim penilaian yang komprehensif? Dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini. Untuk mengetahui status penerapan KTSP. kreatif. kreatif. sekolah/madrasah akan bisa menyimpulkan sejauh mana capaian sekolah/madrasah dalam upayanya untuk menghasilkan lulusan y ang berkompeten. sekolah/madrasah akan tahu bagaimana sekolah/madrasah merancang dan melaksanakan sistim penilaian. 1. Apakah RPP yang dirancang untuk mencapai pembelajaran sudah efektif dan sesua i dengan kebutuhan peserta didik? 3. bagaimana pelaksanaannya. Dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah i ni. Program 2: Pengembangan kurikulum/KTSP Bagaimana kurikulum/KTSP diterapkan di sekolah/madrasah? Program ini dihadirkan untuk memberikan informasi tentang sejauh mana sekolah/ madrasah telah menerapkan KTSP. termasuk bagaimana sekolah/madrasah mengkomunikasikan sistim penilaian tersebut kepada pe serta . Apakah kurikulum sudah sesuai dan relevan? 2.Dengan menjawab dua pertanyaan tersebut. menyenangkan. Apakah sumber belajar dapat diperoleh dengan mudah dan digunakan secara tepat ? 4. inspiratif. termasuk penerapan proses pembelajaran yang aktif. sekolah/madrasah akan tahu hal apa saja yang sudah diterapkan. efek tif dan menyenangkan (PAKEM). Apakah sekolah/madrasah menyediakan kebutuhan pengembangan pribadi peserta didik? Program 3: Pengembangan Pembelajaran Bagaimana sekolah/madrasah merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran? Dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini. menantang dan memotivasi peserta didik? 5. Apakah pembelajaran dilaksanakan dengan menggunakan metode yang interaktif. sekolah/madrasah akan tahu bagaimana para guru menyiapkan perencanaan proses pembelajaran.

Apakah penilaian berdampak pada proses belajar? 3. Bagaimana sistem penilaian untuk menilai peserta didik disusun. baik dalam bi dang akademik maupun nonakademik? 2.didik dan orang tua? 1. Apakah orang tua peserta didik terlibat dalam proses belajar anak mereka? Program 5: Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Apakah pendidik dan tenaga kependidikan telah memenuhi keperluan proses belajar 123 .

Apakah dukungan dan kesempatan pengembangan profesi diberikan bagi para pendi dik dan tenaga kependidikan? 6. Apakah Rencana Pengembangan Sekolah/Madrasah atau Rencana Kerja Sekolah/ Madrasah berdampak terhadap peningkatan hasil belajar? 4. maka sekolah/madrasah perlu menjawab pertanyaan di bawah ini: 1. Apakah pengumpulan dan penggunaan data handal dan valid? 5. Apakah sarana dan prasarana sekolah/madrasah sudah memadai? 2.mengajar di sekolah/madrasah? Untuk mengetahui apakah sumberdaya manusia sekolah/madrasah sudah memadai. sekolah/madrasah perlu menjawab pertanyaan di bawah ini: 1. Apakah bangunan sekolah/madrasah dalam kondisi terpelihara dan baik? Program 7: Pengembangan Manajemen Sekolah/Madrasah Sejauhmana efektivitas manajemen sekolah/madrasah? Untuk mengetahui hal tersebut. Apakah kualifikasi pendidik dan tenaga kependidikan sudah memadai? 3. Apakah kinerja pengelolaan sekolah/madrasah berdasarkan kerja tim dan kemitra an yang kuat dengan visi dan misi yang jelas dan diketahui oleh semua pihak? 2. sekolah/madrasah perlu menjawab pertanyaan-pertan yaan di bawah ini: 1. Apakah rencana kerja sekolah/madrasah mencantumkan tujuan yang jelas untuk program peningkatan dan perbaikan berkelanjutan yang tersosialisasikan dengan ba ik? 3. Apakah masyarakat mengambil bagian dalam kehidupan sekolah/madrasah? Program 8: Pembinaan Kesiswaan/Ekstrakurikuler Apakah sekolah/madrasah telah memberikan layanan secara mencukupi kepada peserta didik sebagai penerima jasa (service user)? Program ini dihadirkan untuk memberikan informasi apakah sekolah/madrasah telah . Apakah kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan sudah memadai? Program 6: Pengembangan Sarana Prasarana Sekolah/Madrasah Apakah sekolah/madrasah mempunyai sarana dan prasarana yang mencukupi untuk mendukung pembelajaran? Apakah fasilitas sekolah/madrasah memenuhi kebutuhan standar pelayanan minimal atau standar nasional pendidikan untuk pembelajaran? Untuk menjawab pertanyaan di atas. Apakah jumlah pendidik dan tenaga kependidikan sudah memenuhi standar? 2.

Bagaimana penanganan anak yang tinggal kelas dan drop-out? 3.memenuhi kewajibannya dalam memberikan layanan kepada peserta didik? Pertanyaan kunci yang perlu dijawab adalah: 1. Bantuan apa yang diberikan kepada peserta didik yang kurang siap belajar? 124 . Bagaimana pedoman penerimaan peserta didik? 2. Bantuan apa yang diberikan kepada peserta didik yang kurang mampu? 4.

iklim. maka pengelolaan sekolah/madrasah pada dasarnya bertujuan untuk men capai SNP. sudah memenuhi SPM. Program budaya lingkungan apa saja yang ada di sekolah/madrasah? 2. sudah memenuhi SNP. dan evaluasi program tersebut? Program 10: Penanaman Karakter (Budi Pekerti) Apakah sekolah/madrasah sudah memfasilitasi peserta didik dalam membangun karakt er. 1. Pembandingan kondisi nyata sekolah/madrasah dengan SPM dan/atau SNP dimaksudkan untuk memudahkan sekolah/madrasah mengetahui apakah sekolah/madrasah masih belum memenuhi standar pelayanan minimal (SPM). Bagaimana keterlibatan pemangku kepentingan sekolah/madrasah dalam perencanaa n. MEMBANDINGKAN HASIL EVALUASI DIRI SEKOLAH/MADRASAH DENGAN ACUAN STANDAR SEKOLAH/MADRASAH Apabila kita mencermati aturan dan perundangan yang terkait dengan pengelolan sa tuan pendidikan2. membangun budaya bangsa dan mengembangkan semangat kewirausahaan peserta didiknya? Dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini. Bagaimana peran sekolah/madrasah dalam pembinaan kewirausahaan peserta didik? B. maka sekolah/madrasah harus mencapai SPM terlebih dahul u. atau bahkan sudah mencapai Standar Bertaraf Internasional (SBI). Bagaimana layanan konseling dilaksanakan di sekolah/madrasah? Program 9: Budaya dan Lingkungan Sekolah/Madrasah Bagaimana sekolah/madrasah menciptakan suasana. maka sekolah/madrasah bisa mengetahui sejauhmana sekolah/madrasah telah mengupayakan pembangunan karakter. Untuk mencapai SNP. termasuk bakat dan mi nat? 6. pelaksanaan. Bagaimana peran sekolah/madrasah dalam pembinaan karakter dan budaya bangsa peserta didik? 2. . Oleh karena itu. dalam penyusunan RKS/M. Bagaimana dukungan kepada anak dengan kebutuhan khusus. Bagaimana nilai-nilai keagamaan dan pluralisme dilaksanakan? 3. Penyimpulan dilakukan dengan dua cara: 1. Bagaimana peran sekolah/madrasah dalam membina kejujuran peserta didik? 4. Membandingkan kondisi nyata/terkini sekolah/madrasah dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan/atau Standar Nasional Pendidikan (SNP). dan lingkungan pendidikan yang kondusif bagi warga sekolah/madrasah untuk melaksanakan pembelajaran? 1. data dan informasi yang dikumpulkan mel alui instrumen EDS/M perlu disimpulkan. budaya bangsa dan sifat kewirausahaan para peserta didik dan hasilnya.5.

fokus (menunjukkan indikator). Permendikn as No. Dalam hal ini. PP No. 65 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal. 66 Tahun 2010 tentang Revisi PP No.63 Tahun 2009 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidi kan. 2 UU No. kesimpulan dinyatakan dalam kali mat pernyataan yang spesifik (mencantumkan data). ditingkatkan atau dipertahankan. PP No. Permendiknas No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan. den gan tidak mencantumkan alasan/harapan. 17 Tahun 2010. Dengan melihat data hasil EDS/M yang masih perlu mendapat perhatian untuk dip erbaiki.19 Tahun 2005 te ntang Standar Pengelolaan Pendidikan. 15 Tahun 2010 tentang Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar 125 . PP No. PP No.2. 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan. Permendiknas No.

Tantangan sekolah/madrasah sebaiknya dirumuskan secara spesifik. tantangan utama sekolah/madrasah diklarifikasi dengan melakukan pembandingan nilai/skor sekolah/madrasah hasil EDS/M dengan SPM dan/atau SNP. C.Dengan demikian pemangku kepentingan sekolah/madrasah mendapatkan gambaran bagaimana kondisi nyata sekolah/madrasah saat ini bila dibandingkan dengan SPM d an/ atau SNP. Secara teknis. sekolah/madrasah bisa memikirkan cap aian yang lebih tinggi. artinya rumusan tantangan harus menunjukkan: 1. 3. Oleh sebab itu. yaitu indikator-indikator yang membantu sekolah/madrasah u ntuk mengetahui bagian-bagian yang capaiannya/kondisinya masih sangat rendah. dan seterusnya. maka perlu dirumuskan mata pelajara n mana . dalam pedoman ini digunakan indikator lain yang dianggap setingkat dengan SPM. Berkaitan dengan perumusan tantangan. dan di kelas mana saja. Sekolah/madr asah dianjurkan untuk menangani bagian-bagian yang belum mencapai SPM. SPM di tingkat sekolah/ madrasah hanya mencakup 13 indikator. Apabila berkaitan dengan guru. maka perlu dirumuskan guru di kelas mana saja. apakah semua guru mata pelajaran atau satu mata pelajaran saja. dan hal-hal yang masih perlu dikembangkan sehingga sekolah/madrasah da pat memberikan layanan yang semakin baik kepada peserta didik. Apabila berkaitan dengan buku/bahan ajar. Kesimpulan-kesimpulan ini digunakan oleh sekolah/madrasah un tuk menentukan prioritas apa saja yang mendesak untuk segera ditangani. 2. dibagian mana sekolah/madrasah sudah berada di atas SPM. Apabila berkaitan dengan nilai mata pelajaran. maka perlu dirumuskan besaran tantangan. Sehubungan dengan penyusunan RKS/M maka kondisi yang diharapkan bisa menggunakan acuan standar pelayanan mini mal (SPM) dan/atau standar nasional pendidikan (SNP). MERUMUSKAN TANTANGAN (UTAMA/PRIORITAS) SEKOLAH/MADRASAH Tantangan sekolah/madrasah merupakan kesenjangan kondisi nyata sekolah/madrasah sebagai hasil EDS/M dengan kondisi yang diharapkan. baru kemudian sekolah/madrasah menangani bagian-bagian yang belum mencapai SNP supaya bisa mencapai SNP. dibagian mana sekolah/madrasah sudah mencapai SNP dan dibagian mana sekolah/madrasah sudah berada di atas SNP. Ha sil pembandingan tersebut akan menunjukkan dibagian mana sekolah/madrasah masih bera da di bawah SPM. Seperti tercantum pada Permendiknas Nomor 15 Tahun 2010. yang perlu diperhatikan adalah bagaimana tantangan tersebut dapat diwujudkan berdasarkan indikator SPM dan/atau SNP yang perlu dicapai. untuk membantu sekolah/mad rasah menentukan tantangan. Setelah SPM dan SNP tercapai. yaitu tingkatan di atas SNP.

standar acuan sekolah/madrasah. Tabel berikut ini menunjukkan contoh bagaimana menetapkan kondisi sekolah/madras ah saat ini. buku pegangan peserta didik atau guru.saja atau semua mata pelajaran. 126 . buku teks. dan tantangan sekolah/madrasah. untuk kelas mana saja dan seterusnya. buku referensi.

Contoh Dalam Menetapkan Kondisi Sekolah/Madrasah Saat Ini. Standar Acua n Sekolah/Madrasah dan Tantangan Sekolah/Madrasah 127 .Tabel 2.

128 .

Merumuskan sasaran dan indikator kinerja.Bagian 2 Bab III Menentukan Kondisi Sekolah/ Madrasah yang Diharapkan Dalam menentukan kondisi sekolah yang diharapkan. Merumuskan misi sekolah/madrasah 3. yakni: 1. MERUMUSKAN VISI SEKOLAH/MADRASAH Visi adalah imajinasi moral yang menggambarkan keadaan sekolah/madrasah yang dii nginkan 129 . ada dari 4 (empat) langkah yan g harus dilakukan oleh sekolah/madrasah. Merumuskan visi sekolah/madrasah 2. Merumuskan tujuan sekolah/madrasah 4. A.

4. Dijadikan sebagai cita-cita bersama warga sekolah/madrasah dan segenap pihak yang berkepentingan pada masa yang akan datang. motivasi. Perkembangan IPTEK. 1. Perkembangan era global. Dirumuskan berdasar masukan dari berbagai warga sekolah/madrasah dan pihak-pi hak yang berkepentingan selaras dengan visi institusi di atasnya serta visi pendidik an nasional. . Di samping itu. budaya nasional Indonesia. Artinya jenis dan mutu layanan pendidikan seperti apa yang dih arapkan oleh orang tua dan masyarakat sekolah/madrasah untuk mewujudkan harapan tersebut . dll. Berkepribadian. 3. Dalam lampiran Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 dijelaskan bahwa visi: 1. dan kekuatan pada warga sekolah/madrasa h dan segenap pihak yang berkepentingan. 6. Mengacu kepada landasan filosofis bangsa. Hal ini untuk menghindari terjadinya kekeliru an bahwa sekolah/madrasah bebas menentukan visinya dan tidak terkait dengan kebijakan pihak lain. Mampu memberikan inspirasi. 2.di masa datang. 5. Diputuskan oleh rapat dewan pendidik yang dipimpin oleh kepala sekolah/madras ah dengan memperhatikan masukan komite sekolah/madrasah. 4. visi sekolah/madrasah juga harus mempertimbangkan kondisi nyata sekolah/madrasah serta potensi yang dimiliki sekolah/madrasah dan harapan masyar akat sekolah/madrasah. na mun juga harus bermuatan nasionalisme. 3. nasionalisme. UUD. 5. Artinya visi suatu sekol ah/ madrasah harus mengacu kepada kondisi lingkungan sekolah/madrasah dan daerah. Dalam perumusan visi sekolah/madrasah perlu memperhatikan rambu-rambu berikut. 2. Ditinjau dan dirumuskan kembali secara berkala sesuai dengan perkembangan dan tantangan di masyarakat. yang bersifat baku dan te lah menjadi pegangan hidup bangsa Indonesia. Visi sekolah/madrasah dikembangkan sesuai dengan keinginan atau citacita sekolah/madrasah dengan tetap berkepribadian Indonesia. Disosialisasikan kepada warga sekolah/madrasah dan segenap pihak yang berkepe ntingan. Memiliki indikator pengembangan prestasi akademik dan non akademik.

Contoh rumusan visi sekolah/madrasah: Terwujudnya lulusan yang berkualitas. kewajiban. Sesuai konteks daerah.6. Dengan kata lain. dan rancangan tindakan yang dijadika n arahan untuk mewujudkan visi sekolah/madrasah. misi adalah bentuk lay anan untuk memenuhi tuntutan sekolah/madrasah yang dituangkan dalam visi dengan berba gai indikatornya. 8. kompetitif dan berakhlaq mulia B. MERUMUSKAN MISI SEKOLAH/MADRASAH Misi adalah tindakan atau upaya untuk mewujudkan visi. sekolah/madrasah. visi yayasan. Jadi misi merupakan penja baran visi dalam bentuk rumusan tugas. Dilandasi oleh keimanan dan ketakwaan. Rumusan misi selalu dalam bentuk kalimat yang menunjukkan tindakan d an 130 . Belum operasional. 7. Menggambarkan harapan masa datang. 9.

8. bakat dan minat C. 5. misi. Memberikan arah dalam mewujudkan visi sekolah/madrasah sesuai dengan tujuan Pendidikan nasional. Dirumuskan berdasarkan masukan dari segenap pihak yang berkepentingan termasu k komite sekolah/madrasah dan diputuskan oleh rapat dewan pendidik yang dipimpin o leh kepala sekolah/madrasah. 3. Dengan demikian. tujuan sekolah/ madrasa h pada dasarnya adalah langkah untuk mewujudkan visi sekolah/madrasah yang telah dicana ngkan. Disosialisasikan kepada warga sekolah/madrasah dan segenap pihak yang berkepe ntingan. Menggambarkan tingkat kualitas yang perlu dicapai dalam jangka menengah (empa t tahunan). MENENTUKAN TUJUAN SEKOLAH/MADRASAH Langkah berikutnya setelah visi dan misi dirumuskan adalah merumuskan tujuan sek olah/ madrasah selama empat tahun ke depan menuju standar pelayanan minimal (SPM) dan atau standar nasional pendidikan (SNP). 2. 4. Memberikan keluwesan dan ruang gerak pengembangan kegiatan satuan-satuan unit sekolah/madrasah yang terlibat. Merupakan tujuan yang akan dicapai dalam kurun waktu tertentu. Contoh rumusan misi sekolah/madrasah: Penyelenggaraan pendidikan yang memberi kesempatan luas pada peserta didik untuk mengembangkan kemampuan.bukan kalimat yang menunjukkan keadaan sebagaimana pada rumusan visi. Dalam lampiran Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 dijelaskan bahwa tujuan sekolah/ madrasah: 1. Memuat pernyataan umum dan khusus yang berkaitan dengan program sekolah/ madrasah. Ditinjau dan dirumuskan kembali secara berkala sesuai dengan perkembangan dan tantangan di masyarakat. Mengacu pada visi. 9. 2. Menjadi dasar program pokok sekolah/madrasah. Menekankan pada kualitas layanan peserta didik dan mutu lulusan yang diharapk an oleh sekolah/madrasah. 7. dan tujuan pendidikan nasional serta relevan dengan . Dalam lampiran Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 dijelaskan bahwa misi sekolah/ madrasah: 1. 6.

3. 4. Mengakomodasi masukan dari berbagai pihak yang berkepentingan termasuk komite sekolah/madrasah dan diputuskan oleh rapat dewan pendidik yang dipimpin oleh kep ala sekolah/madrasah. Disosialisasikan kepada warga sekolah/madrasah dan segenap pihak yang berkepe ntingan.kebutuhan masyarakat. Mengacu pada standar kompetensi lulusan yang sudah ditetapkan oleh sekolah/ m adrasah dan Pemerintah. 131 . 5.

dan / atau standar nasional pendidikan (SNP) (PP No. serta memperkuat kapasitas sekolah/madrasah dalam kolaborasi yang dibangun atas dasar kepercayaan. 3. Contoh rumusan tujuan sekolah/madrasah: Meningkatkan prestasi akademik peserta didik D. Jika pemangku kepentingan terlibat dalam proses penyusunan renc ana kerja sekolah/madrasah sejak awal. Pertanyaan kunci yang harus dijawab dalam menetapkan tujuan adalah: Seperti apa seharusnya sekolah/madrasah ini empat tahun mendatang? Atau hal-hal apa saja yan g dianggap penting oleh pemangku kepentingan dan yang menjadi perhatian mereka dal am kinerja sekolah/madrasah? Dalam menetapkan tujuan sekolah/madrasah hendaknya: 1. Keterlibatan pemangku kepentingan dalam penyusunan RKS/M harus diupaya kan dari sejak awal. sekolah/madrasah sebaiknya merumuskan secara bersama dengan para pemangku kepentingan. tetapi juga pengguna layanan (service user). diperbaiki atau dicapai dalam empa t tahun ke depan. Mengacu kepada standar pelayanan minimal (SPM) (Permendiknas No. Penetapan sasaran sekolah/madrasah ini bertujuan untuk dijadikan pedoman dalam penyusunan program dan kegiatan yang akan dilakukan dalam waktu tertentu guna merealisasikan alternatif pemecahan tantangan yang telah dirumuska n. Berorientasi pada peningkatan/perbaikan sekolah/madrasah (school improvement) . 4. MENENTUKAN SASARAN DAN INDIKATOR KINERJA Sasaran adalah tantangan utama yang akan dicapai sekolah/madrasah dalam waktu em pat tahun ke depan. Mengacu pada visi dan misi serta tujuan yang sudah dimiliki oleh sekolah/madr asah. termasuk memperkuat kapasitas sekolah/madrasah dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan menyampaikan pengetahuan tersebut kepada peserta didik. . 5. maka keterlibatan mereka dalam pelaksanaan pr ogramprogram kerja sekolah/madrasah juga akan meningkat.Dalam menentukan tujuan.15/2010). 19/2005). Mencakup bukan hanya harapan penyedia layanan (service provider). Hal ini penting karena keterlibatan secara akt if dari semua pemangku kepentingan adalah salah satu kunci keberhasilan sebuah sekolah/ madrasah. bagian mana yang akan ditingkatkan. 2. Dirumuskan berdasarkan hasil evaluasi diri terhadap kondisi nyata sekolah/mad rasah saat ini.

yakni: 1. Measurable (terukur): secara jelas menggambarkan ukuran sasaran 3. Achievable (dapat dicapai): realistis.Penentuan sasaran yang baik. 4. Time bound (berjangka waktu): tercapai dalam jangka waktu tertentu 132 . dalam arti memungkinkan untuk dicapai. 2. Relevant (relevan): berkaitan dengan kepentingan peserta didik dan pemangku kepentingan sekolah/madrasah 5. Specific: secara jelas mengidentifikasikan apa yang harus dicapai. harus memperhatikan 5 hal. yang dapat disingkat SMA RT.

Sasaran. maka sasaran tersebut dapat dikatakan berhasil. sebaliknya apabila indi kator kinerja belum dapat dicapai.00) Indikator kinerja adalah ukuran yang digunakan untuk menilai berhasil atau tidak nya suatu kegiatan yang telah dilakukan untuk mencapai sasaran. Apabila indikator kinerja telah dapat dicapai. Contoh rumusan indikator kinerja: Tahun 2014 rata-rata nilai UASBN/UN sebesar 7.00 berpredikat memuaskan Tabel 3. Tujuan. dan dalam bentuk kalimat pernyataan. Indikator harus ditentukan agar kegiatan yang ditetapkan dapat diukur keberhasilannya dalam menc apai sasaran. maka sasaran dapat dikatakan belum dapat dicapai. operasional. dan Indikator Kinerja Kondisi Nyata Sekolah/Madrasah Prestasi UASBN/UN berpredikat cukup (6. Indikator kinerja dapat bersifat kuantitatif atau kualitatif. yang penting dapat diukur dan dirumuskan secara spesifik.10) 133 .Contoh rumusan sasaran: Pada tahun 2014 prestasi UASBN/UN berpredikat memuaskan (7. Contoh Rumusan Visi. Misi.

134 .

program sekolah terdiri dari: 135 . Untuk mencapai satu sasaran. Oleh sebab itu. yakni : 1. Sesuai dengan yang terdapat pada Buku Petunjuk Teknis Penggunaan Da na BOS Tahun Anggaran 2011. program yang dicanangkan ole h sekolah/madrasah tergantung pada sasaran yang telah ditetapkan oleh sekolah/ mad rasah itu sendiri. MERUMUSKAN PROGRAM DAN MENETAPKAN PENANGGUNG JAWAB PROGRAM Program adalah upaya untuk mencapai sasaran. dan Jadwal Kegiatan A. bisa d engan melalui satu atau beberapa program. indikator kegiatan.Bagian 2 Bab IV Menyusun Program dan Kegiatan Dalam menyusun program dan kegiatan. Menentukan Kegiatan. Merumuskan Program dan Menetapkan Penanggungjawab Program 2. ada dua langkah yang harus dilakukan.

misalnya guru kelas 3 atau kepala sekolah/m adrasah. maka perlu ditentukan penanggung jaw ab program. Penanaman karakter (budi pekerti). kegiatan. Tabel berikut adalah contoh program. penanggung jawab program. Agar pel aksanaan program lebih terkoordinasikan dengan baik. misalnya komite sekolah/ madrasah. dan dapat diperki rakan biaya atau anggarannya. Budaya dan lingkungan sekolah/madrasah 10. MERUMUSKAN KEGIATAN DAN JADWAL KEGIATAN Kegiatan adalah tindakan-tindakan yang akan dilakukan di dalam program. Pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan 6. Pembinaan kesiswaan/ekstrakurikuler 9. B. misalnya komite sekolah/madrasah atau warga masyarakat yang lebih luas. Program bisa dilaksanakan oleh pihak sekolah/madrasah maupun melibatkan pihak la in. Penanggung jawab program bisa berupa suatu unit kerja. Pengembangan kompetensi lulusan 2. 136 . Kegiatan yang bai k adalah yang mengarah pada pencapaian tantangan yang telah dirumuskan. sebagai hasil dari evaluasi diri sekolah/madrasah. Kegiatan dirumuskan sebagai tindakan dalam memenuhi atau menjawab tantangan yang telah ditetapkan. Tujuan penyusunan jadwal kegiatan ini adalah untuk mempermudah pelaksana dalam menentukan urutan kegiatan dan mengatur penggunaan sumberdaya dan dana yang dimi liki sekolah/madrasah sehingga alur kegiatan dan keuangan sekolah/ madrasah dapat dik ontrol lebih efektif. indicat or kegiatan dan penjadwalannya. Pengembangan sarana dan prasarana sekolah/madrasah 7.1. atau bisa juga perorangan. Pengembangan sistem penilaian 5. Pengembangan pembelajaran 4. Pengembangan kurikulum/KTSP 3. Pengembangan manajemen sekolah/madrasah 8. Jadwal adalah alokasi waktu suatu program dan kegiatan tertentu yang akan dilaks anakan.

Contoh Program. Penanggungjawab dan Jadwal Kegiatan Sasaran: Pada 2014 prestasi UASBN/UN berpredikat memuaskan (7. Kegiatan.0) 137 .Tabel 4.

138 .

Membuat rencana biaya sekolah/madrasah 2. MEMBUAT RENCANA BIAYA SEKOLAH/MADRASAH SSetelah program dan rincian kegiatan dirumuskan. kegiatan dan jadwal kegiatan dirumuska n. Membuat rencana pendanaan sekolah/madrasah 3. maka sekolah/madrasah harus me mbuat 139 . penanggungjawab program. tahap selanjutnya adalah menyusun Rencana Anggaran Jangka Menengah Sekolah/ Madrasah u ntuk melaksanakan program dan kegiatan tersebut.Bagian 2 Bab V Perumusan Rencana Anggaran Sekolah/Madrasah Setelah program. Pada tahap ini ada 3 (tiga) langkah yang harus dilakukan: 1. A. Menyelaraskan rencana biaya dengan sumber pendanaan sekolah/madrasah.

Menghitung Rencana Biaya Rencana Biaya adalah Rencana Kebutuhan Dana yang diperlukan untuk pelaksanaan program dan kegiatan yang telah dirumuskan serta biaya operasionalnya. Misalnya untuk kegiatan mengirimkan pendidik mengikuti suatu pelatihan. . Menghitung rencana biaya.rencana biaya program dan kegiatan tersebut. Kebutuhan dana ini dihitung tahunan untuk empat tahun ke depan. Mendapatkan dan Menghitung Biaya Satuan Sebelum menghitung Rencana Biaya. b. dan dari mana dana tersebut diperoleh? Berikut ini adalah cara menyusun rencana biaya: 1. TPS/M perlu memiliki Daftar Biaya Satuan yang diterbitkan oleh Pemerintah Daerah setempat (Peraturan Bupati/Walikota tentang I ndeks Harga Kabupaten/Kota). Menghitung biaya program. maka yan g perlu diperhatikan adalah: Satuan apa yang dipakai untuk menentukan biaya satuan ? Apabila jumlah orang. Hal ini dilakukan untuk mengetahui berapa biaya yang diperlukan untuk melaksanakan program/kegiatan tersebut. 1. kita menggunakan harga sekarang. Menghitung biaya atau harga satuan. yaitu mengalikan jumlah satuan dengan harga satuan. 2. Setelah keduanya dihitung. Mendapatkan dan menghitung biaya satuan3 dari semua kegiatan yang telah ditet apkan. Menentukan jenis satuan dan jumlah satuan standar. Contoh Daftar Biaya Satuan Keterangan: kegiatan dilakukan di gugus diikuti 6 orang guru. setiap biaya kegiatan dapat dihitung l angsung dengan mengalikan jumlah satuan program dan kegiatan tersebut dengan biaya satua n dalam Daftar Biaya Satuan . maka kita harus membuat analisis harga satuan per orang se hingga harga satuan tersebut perlu ditentukan/dihitung berdasarkan biaya pelatihan deng an menggunakan jumlah orang sebagai dasar. Biaya Satuan dapat dihitung dengan cara: a. 2. dan apakah s ekolah/ madrasah cukup memiliki dana. Berikut adalah contoh menghitung biaya sat uan kegiatan pelatihan PAKEM bagi 6 orang guru Bahasa Indonesia Tabel 5. Dengan daftar ini. Dalam menghitung biaya atau harga satuan ini. 3 Dalam buku MBS daftar ini disebut Analisis Biaya.

140 .

Tabel 6. dan dari mana sumber dana tersebut diperoleh? Tabel berikut merupakan contoh menghitung rencana biaya Program/Kegiatan. Contoh Rencana Biaya Program Strategis 141 . Hal ini dilakukan untuk mengetahui berapa biaya yang diperlukan untuk melaksanak an program tersebut.tambahkan untuk mendapatkan total rencana biaya yang dibutuhkan selama empat tahun mendatang. Apakah sekolah/madrasah memiliki cukup dana untuk membiayai seluruh program/kegiatan tersebut.

Dengan cara ini. 3. Banyak sekolah/madrasah yang mendirikan asosiasi alumni sebagai salah satu upaya penggalangan dana.). yang sudah dianggarkan dan diteta pkan. Berikut adalah con toh tingkat kepastian perolehan dana sekolah/madrasah: 1. tentu saja aliran dana ke sekolah/ madrasah akan lebih besar kemungkinannya daripada sekolah/madrasah yang tidak mempunyai asosiasi alu mni. yang berbeda-beda untuk setiap daerah.Keterangan : Untuk tahun kedua dan seterusnya harga satuan ditambahkan dengan ni lai inflasi 10%. APBD Provinsi/Kabupaten/Kota. Tidak ada aturan mengenai berapa dan bagaimana mendapatkan alokasi dana dari don atur. alumni. bagi sekolah/madrasah yang terpilih. Semuanya tergantung pada prakarsa sekolah/madrasah dan komite sekolah/ madrasah. Bantuan Operasional Sekolah/Madrasah (BOS). 4. B. Donatur (perusahaan/industri. MEMBUAT RENCANA PENDANAAN SEKOLAH/MADRASAH Rencana pendanaan adalah rencana sumber pendapatan sekolah/madrasah yang sesuai dengan kebutuhan dan urutan tingkat kepastian perolehan dana. belum dapat dipastikan. 5. dsb. Dana Alokasi Khusus (DAK). Sumbangan masyarakat. 2. Tabel berikut adalah contoh rencana pendapatan sekolah/madrasah 142 . belum dapat dipastikan.

143 . Aturan dari sumberdana lain diatur dan dipertanggungjawabkan sesuai dengan aturan pemberi dana. Program. Atur an tertuju pada pengeluaran-pengeluaran yang tidak boleh dan boleh dibiayai dengan dana BOS. maka RKS/M telah selesai karena sekolah/madrasah sudah mempunyai rencana yang lengkap. dan Pendanaan. Contoh Rencana Pendapatan Sekolah/Madrasah Tahun 2010 C. yaitu: Sasaran. Langkah berikutnya adalah menyesuaikan Rencana Biaya dengan Sumber Pendanaan. karena biasanya masing-masing pemberi dana mempunyai aturan mainnya sendiri. Dengan selesainya langkah ini. MENYESUAIKAN RENCANA BIAYA DENGAN SUMBER PENDANAAN 2014 Sebelum menyesuaikan rencana biaya dan sumber pendanaan. Aturan penggunaan tertulis yang sudah tersedia adalah program BOS. Rencana Biaya . Kegiatan. maka Tim Pengembang Sekolah/madrasah perlu mempelajari terlebih dahulu aturan penggunaan sumber pendanaan.Tabel 7.

Contoh Rencana Biaya dan Sumber Pendanaan Tahun 2010 144 2014 .Tabel 8.

Dengan kata lain.Bagian 2 Bab VI Perumusan RKT dan RKAS/M Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 19 Tahun 2007 tentang St andar Pengelolaan Pendidikan oleh Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. sekolah/madras ah harus membuat Rencana Kerja Sekolah/Madrasah yang terdiri dari Rencana Kerja Jangka Me nengah (RKJM) dan Rencana Kerja Tahunan (RKT). dan 2. Tahap V ini terdiri dari 2 (dua) langkah. Menetapkan Rencana Kerja Tahunan. sekolah/madrasah tidak dapat disebut memiliki RKS/M jika hanya memiliki RKJM dan belum menyusun RKT karena RKT merupa kan bagian (tidak terpisahkan) dan bentuk pelaksanaan dari RKJM. Menyusun Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah/Madrasah (Format BOS K-1A dan BOS K-1) 145 . yakni: 1. Penyusunan RKT haru s dilakukan oleh sekolah/madrasah di setiap tahun.

Jadi. Misalnya. Menetapkan Program/Kegiatan Strategis Seperti telah dijelaskan di atas bahwa RKS/M adalah dokumen satuan pendidikan ya ng memuat Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) dan Rencana Kerja Tahunan. ada tiga hal yang harus dilakukan. sasaran dalam RKS/M (RKJM) Pada 2014 prestasi UASBN berpredikat memuaskan (7.00) . sedangkan dokumen RKT memuat bukan hanya program/kegiatan strategis tetapi juga kegiatan rutin sekolah/madrasah. kegiatan dan penanggungja wab program/kegiatan harus merujuk pada program yang ada dalam RKJM. Sedangkan Rencana Kerja Tahunan (RKT) disusun setiap tahun oleh sekolah/madrasah berdasarkan RKJM. 3. Contoh Program dan Indikator Program/Kegiatan Strategis Tahun 2010/2011 Indikator Program 6 orang guru bahasa Indonesia telah dilatih PAKEM Dst Rasio buku berbanding murid untuk mata pelajaran Matematika 1 : 1 dst Penanggung- .50 b. Berikut adalah langkah-langkah dalam menyusun program/kegiatan strategis: a. Menetapkan sasaran yang akan dicapai dalam satu tahun berdasarkan sasaran yan g telah ditetapkan dalam RKS/M (RKJM). indikator keberhasilan program. dengan masa implementasi setahun. Untuk menetapkan indikator keberhasilan program harus disesuaikan dengan sasaran yang akan dicapai dalam satu tahun. Menetapkan Kegiatan Kegiatan Rutin/Reguler. Menetapkan Jadwal Rencana Kerja Tahunan. 2. MENETAPKAN RENCANA KERJA TAHUNAN (RKT) Dalam menetapkan Rencana Kerja Tahunan. Seperti contoh tabel di bawah ini: Tabel 9.A. Menetapkan Program/Kegiatan Strategis. RKJM disusun empat tahun sekali karena itu program ini memiliki periode pelaksanaan 4 tahun. 1. yaitu : 1. Menetapkan program. Sasaran dalam program/ kegiatan tahunan bisa Pada 2011 rata-rata nilai UASBN/UN 6. dokumen RKJM memuat perencanaan strategis yang akan dicapai dalam jangka empat tahun oleh sekolah/ madrasah.

5 2. Pengadaan buku mapel matematika dst Program Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pengembangan Sarana Prasarana Sekolah/Madrasah dst Sasaran 1. Dst 1. Pada 2011 rata-rata nilai UASBN/ UN 6. Pelatihan PAKEM bagi 6 guru Bahasa Indonesia II. Pada 2011 rasio buku: murid untuk mapel Matematika sebesar 1:1 dst .jawab Kepala sekolah/ madrasah Dst Guru Kelas III dan Komite Sekolah/ Madrasah dst Kegiatan 1.

146 .

2. dan sebagainya. Dalam hal ini termasuk kegiatan untuk mempertahan kan kelulusan 100 persen atau prestasi tertentu yang telah diperoleh sekolah/madrasa h selama beberapa tahun terakhir (setidaknya tiga tahun terakhir). kegiatan untuk memenuh i kebutuhan daya dan jasa. Menetapkan Kegiatan Rutin/Reguler Kegiatan rutin adalah kegiatan yang secara regular selalu dilakukan sekolah/madr asah berdasarkan kebutuhan tahunan. Tabel 10. Contoh Kegiatan Rutin/Reguler 147 .

3. yakni dimulai bulan ke-7 (Juli). serta kegiatan monitoring pelaksanaan program/keg iatan dalam jangka waktu satu tahun. Dalam RKT. sumberdaya yang ada. Menetapkan Jadwal Rencana Kerja Tahunan Sekolah/Madrasah Sekolah/madrasah perlu menyusun jadwal RKT untuk mengetahui beban kegiatan sekol ah/ madrasah. jadwal disusun berdasarkan kalender ak ademik yang berlaku. 148 .

Format BOS K-1 ini adalah format mu ltisumber. 3. Format RKAS/M adalah format yang dipergunakan dalam Pandua n BOS 2011. Penyusunan RKAS/M terdiri dari 3 (tiga) langkah: 1. BOS Kabupaten/Kota. Menghitung Biaya Rutin/Reguler.37/2010 disebut Program Sekolah) dan ada yang bersifat rutin/regular (yang da lam Permendiknas No. Pendanaan yang dicantumkan di RKAS/M hanya mencakup pengeluaran dalam bentuk uang yang akan diterima dan dikel ola oleh sekolah/madrasah. tidak hanya mencakup BOS Pusat tetapi juga sumber dana lain seperti BOS Provinsi . yaitu format BOS K-1 dan BOS K-1A. 2. Menghitung Rencana Biaya dan Sumber Pendanaan Program dan Kegiatan Rutin/ Reg uler. dan lain-lain. Contoh Jadwal Rencana Kerja Tahun 2010/2011 B. DAK. MENYUSUN RENCANA KEGIATAN DAN ANGGARAN SEKOLAH/MADRASAH Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah/Madrasah (RKAS/M) adalah rencana biaya dan pendanaan program/kegiatan secara rinci untuk satu tahun anggaran baik bersifat strategis maupun rutin/reguler. RKAS/M merupakan dokumen anggaran sekolah/madrasah resmi yang disetujui oleh kepala sekolah/ madrasah ser ta disahkan oleh Dinas Pendidikan untuk sekolah negeri dan penyelenggara pendidikan (yayasan) untuk sekolah/madrasah swasta. khususnya untuk satu tahun anggaran yang akan datang.Tabel 11. Menyusun Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah/Madrasah (BOS K-1A dan BOS K-1 ). RKAS/M dibuat untuk satu tahun pelajaran yang terdiri atas pendapatan dan belanj a (pengeluaran).37/2010 disebut Non-program Sekolah). RKAS/M mencakup semua biaya pendanaan dan anggaran tahunan. Program dan kegiatan juga ada yang bersifat strategis (yang di dalam Permendikna s No. Berikut adalah penjelasan masing-masing langkah: 149 .

dan di dalam Permendiknas No. Bahan atau peralatan habis pakai. Gaji pendidik dan tenaga kependidikan serta segala tunjangan yang melekat pad a gaji.1. jasa telekomunikasi. air. Berikut ini adalah contoh tabel perhitungan biaya rutin: Tabel 12. c. asuransi dll. Biaya ini dikeluarkan bukan untuk suatu program/kegiatan tertentu. Untuk menghitung biaya rutin/reguler perlu ditentukan terlebi h dahulu biaya satuan. transportasi. pajak. b. Biaya rutin/reguler meliputi: a. Contoh Biaya Rutin/Reguler 150 . uang lembur. pemeliharaan sarana dan prasarana.37/2010 dise but Biaya Non-program. Biaya rutin pendidikan tidak langsung berupa daya. konsumsi. Menghitung Biaya Rutin/Reguler Biaya Rutin/Reguler adalah bagian dari dana pendidikan yang diperlukan untuk mem biayai kegiatan rutin satuan pendidikan agar dapat berlangsung kegiatan pendidikan yang sesuai dengan standar nasional secara teratur dan berkelanjutan.

2. maka langkah berikutnya adal ah membuat Rencana Pendanaan. langkah selanjutnya adala h menghitung biaya pelaksanaan program dan kegiatan rutin/reguler tersebut sehingg a dapat diketahui dengan pasti berapa besar biaya program dan kegiatan rutin/regul er yang diperlukan. Menghitung Rencana Biaya dan Sumber Pendanaan Program dan Kegiatan Rutin/ Reguler Setelah program dan kegiatan rutin/reguler dirumuskan.Keterangan: Biaya rutin/regular di masing-masing sekolah/madrasah bisa jadi berbeda sesuai d engan kebijakan sekolah/madrasah dan kabupaten/kota. Setelah mengetahui berapa kebutuhan sekolah/madrasah untuk membiayai program dan kegiatan rutin/reguler. 151 . dan dari mana sumbernya serta kecukupannya untuk melaksanakan progra m dan kegiatan rutin/reguler.

Contoh Rencana Biaya dan Sumber Pendanaan Program dan Kegiatan Rutin/ Reguler Tahun 2010/2011 152 . Di bawah ini adalah contoh tabel Rencana Biaya dan Sumber Pendanaan Program dan Kegiatan Rutin/Reguler Sekolah/Madrasah.Rencana Pendanaan dibuat untuk memperkirakan sumber dan jumlah dana yang diperkirakan didapatkan oleh sekolah/madrasah. Beberapa sumber dana yang dapat diharapkan oleh sekolah/madrasah. Sumbangan Masyarakat melalui Komite Sekolah/madrasah atau Paguyuban Kelas. Tabel 13. donatur. antara lain: BOS. dan sebagainya. APBD Kabupaten/Kota.

Jenis belanja harus dipilih dari Daftar Jenis Belanja yang su dah diatur di dalam Permendagri No 57 Tahun 2007. Menghitung jumlah surplus atau defisit. Berikut adalah contoh format BOS K-1A.x 3. Menyusun Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah/Madrasah (RKAS/M) Langkah-langkah pembuatan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah/Madrasah: a. Menghitung biaya per jenis belanja dari setiap program atau kegiatan. Menghitung biaya Program Reguler/Rutin per Jenis Belanja (lihat butir 2. Menentukan jenis belanja yang diperlukan untuk merealisasikan program atau kegiatan tersebut. Menghitung biaya per Kategori Program Sekolah/madrasah yang dirinci per Jenis Belanja. Menghitung biaya per program atau kegiatan.a Tabel 12). Menentukan apakah penghitungan dilakukan untuk setiap program atau kegiatan. b. Tabel 14. 153 . Mengalokasikan biaya/rencana penggunaan uang tersebut kepada sumber-sumber dana sesuai dengan aturan peruntukan dana dari masing-masing sumber dana. c.

Contoh Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah/Madrasah (Format BOS K-1) SEKOLAH / MADRASAH : Kecamatan : Kabupaten/Kota : Provinsi : 154 .Tabel 15.

Tabel 16.Mengetahui. Berikut adalah contoh tabel hasil konversi RKAS/M dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007. Menyetujui. Dibuat Oleh. merupakan suatu keharusan untuk mengkonversi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah/ Madarsah (RKAS/M) dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. Ketua Komite Sekolah/Madrasah Kepala Sekolah/Madrasah TPS/M __________________ _________________ _______________ Catatan: Mengkonversi RKAS/M dengan Permendagri No. 59 Tahun 2007 Bagi sekolah/madrasah yang akan mengusulkan dana melalui APBD. Contoh Hasil Konversi RKAS/M dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 155 .

156 .

selanjutnya disosialisasikan kepada pihakpihak terkait. sedangkan sekolah/ madrasah swas ta disahkan berlakunya oleh penyelenggara sekolah/madrasah. B. SOSIALISASI RKS/M dan RKAS/M yang telah disahkan. dengan cara menempelkan di pa pan pengumuman sekolah dan melalui pertemuan dengan orang tua peserta didik. Selanjutnya RKS/M dan RKAS/M disahkan berlakunya oleh dinas pendidikan/ kankemen ag kabupaten/kota (untuk sekolah/madrasah negeri).Bagian 2 Bab VII Pengesahan dan Sosialisasi RKS/M dan RKAS/M A. khususnya kepada orang tua peserta didik. 157 . PENGESAHAN Rencana kerja sekolah/madrasah (RKS/M) dan rencana kerja tahunan sekolah/madrasa h (RKAS/M) harus disetujui melalui rapat dewan pendidik setelah memperhatikan pertimbangan dari komite sekolah/madrasah.

158 .

Kemudian. . perpajakan. dan Bab VI menguraikan hal-ihwal pelaporan keuangan sekolah/madrasah. diuraikan berbagai jenis pajak yang terkait dengan pengelolaan keuangan dan transaksi di tingkat sekolah/madrasah. serta mengkomunikasikannya kepada pemangku kepentingan (stakeholders) terkait. pelaporan keuangan yang baik. pada Bab II. Bab IV memperkenalkan masalah pembukuan sekolah/madrasah. pada Bab III. penatausahaan. pengendalian dan pengawasan keuangan di tingkat sekolah/madrasah. termasuk jenis buku dan transaksi. pengelolaan barang milik sekolah/ madrasah. diberikan gambaran umum tentang penatausahaan keuangan sekolah/madrasah.Bagian 3 Manajemen Keuangan Bagian ini membahas seluk-beluk manajemen keuangan sekolah/ madrasah dengan tujuan membantu pihak pengelola sekolah/madrasah agar memperoleh pemahaman dan keterampilan yang berkaitan dengan pengelolaan siklus penganggaran melalui penyiapan anggaran. Bab V menyajikan ketentuan-ketentuan pencatatan barang milik sekolah/madrasah. Bab VII menutup Bagian ini dengan membahas berbagai hal yang bertalian dengan masalah audit. format buku serta alurnya. pertama terlebih dahulu disajikan-. khususnya dalam penerimaan dan pengeluaran serta pelaporannya.dalam Bab I-pengantar tentang siklus manajemen keuangan sekolah/madrasah serta prinsip pengelolaan keuangan yang baik. Setelah itu. Untuk mencapai tujuan yang dimaksud.

Bagian 3 160 .

LATAR BELAKANG Manajemen keuangan sekolah/madrasah merupakan lanjutan dari materi perencanaan dan penganggaran sekolah/madrasah. pemisahan yang dilakukan untuk setiap tingkat bukanlah untuk membed akan pengelolaan keuangan di tingkat sekolah/madrasah. Dalam pengertian umum manajemen keuangan. Masingmasing tahapan mempengaruhi tahapan selanjutnya dan semuanya membentuk satu siklus yang tidak terputus.Bagian 3 Bagian 3 Bab I Pengantar Manajemen Keuangan Sekolah/Madrasah A. Sebagaimana diamanatkan dalam Undang Undang Dasar 1945 khususnya Pasal 31 ayat 2 bahwa Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan suatu sistem pengajaran 161 . perencanaan dan penganggaran merupakan bagian dari manajemen keuangan secara keseluruhan. melainkan sekedar memperlihatk an fokus pada kegiatan-kegiatan yang seharusnya dilakukan di masing-masing tahapan.

penganggaran. B. pengendalian. maka dengan adanya program BOS pengelolaan/manajemen keuangan sekolah/madrasah keseluruhannya berada di tangan sekolah/madrasah (kepala sekola h/ madrasah) dengan melibatkan wakil dari orangtua murid (komite sekolah/madrasah) dalam hal pengawasan penggunaan dana. Masyarakat juga berhak dan wajib berperan dalam mengawasi penggunaan dana pendidikan ini sehingga tanggung jawab pengelolaan ber ubah menjadi ke dua arah . Rincian dari masing-masing kegiatan tersebut adalah sebagai berikut: a.nasional. Jika sebelumnya tanggung jawab pengelolaan keuangan ini lebih cende rung satu arah karena dana penyelenggaraan sekolah/madrasah tidak langsung dipegang ole h sekolah/madrasah. c. Pengelolaan keuangan merupakan kegiatan penggunaan dana organisasi untuk memaksimalkan dana yang ada dengan berbagai cara. pemeriksaan. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan peserta mengenai manajemen keua ngan di tingkat sekolah/madrasah dengan cara memahami prinsip-prinsip manajemen keuan gan yang baik. yang diatur dengan Undang-undang. Kewajiban pengelolaan keuangan pada tingkat sekolah/madrasa h kemudian menjadi tanggung jawab kepala sekolah/madrasah sebagai wakil dari pemer intah daerah di tingkat sekolah/madrasah. Perencanaan keuangan meliputi kegiatan merencanakan pemasukan dan pengeluaran serta kegiatan-kegiatan lainnya untuk periode tertentu. Secara umum manajemen keuangan merupakan pengendalian atas fungsi-fungsi keuangan di mana kemudian fungsi-fungsi ini diterjemahkan dalam kegiatan perenca naan. Sejak diluncurkannya Program BOS pada tahun 2005. baik kepada dinas pendidikan maupun kepada masyarakat. termasuk dalam pengelo laan keuangan pendidikan. b. . pencarian dan penyimpanan dana yang dimiliki oleh organisasi. Penganggaran keuangan merupakan tindak lanjut dari perencanaan keuangan denga n membuat rincian pengeluaran dan pemasukan yang akan dilakukan/diperoleh. tugas kepala sekolah/madrasah tidak hanya mencakup pelayanan pendidikan kepada masyarakat tapi juga termasuk pengelo laan keuangannya. pengelolaan. Definisi Beragam referensi yang ada memberikan definisi beragam untuk manajemen keuangan. pemerintah pusat dan daerah berkewaji ban menyelenggarakan suatu sistem pendidikan yang menyeluruh. PENGERTIAN MANAJEMEN KEUANGAN SEKOLAH/MADRASAH 1.

Depdiknas (2000) mendefinisikan manajemen 162 . manajemen keuangan di tingkat sekolah/madrasah tidak berbeda deng an pengertian yang berlaku secara umum. Penyimpanan keuangan merupakan kegiatan pengumpulan dana perusahaan serta penyimpanan dana tersebut dengan aman. e. Pemeriksaan keuangan merupakan pelaksanaan audit internal atas keuangan organisasi agar tidak terjadi penyimpangan. Pada dasarnya. g. Pencarian keuangan merupakan kegiatan mencari dan mengeksploitasi sumber dana yang ada untuk keperluan operasional kegiatan organisasi. Pengendalian keuangan merupakan pelaksanaan evaluasi serta perbaikan atas keuangan dan sistem keuangan pada perusahaan. f.d.

e. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional 3. meminimalkan penyalahgunaan anggaran sekolah/madrasah. pembukuan. perencanaan. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik 6. pertanggungjawaban dan pelaporan. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara 4. Kegiatan perencanaan telah dibahas khusus dalam bagian perencanaan dan pengangga ran sekolah/madrasah. mengelola penggunaan dana sekolah/madrasah secara transparan dan akuntabel. pembukuan. dan f. yaitu: 1. pelaksanaan. LANDASAN HUKUM Pengelolaan maupun manajemen keuangan daerah diselenggarakan berdasarkan peratur an perundangan yang berlaku. pelaporan dan pengawasan keuangan sekolah/madrasah. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggar aan Pendidikan. mendorong kompetensi penanggungjawab keuangan sekolah/madrasah. Tujuan manajemen keuangan di tingkat sekolah/madrasah adalah: a. sedangkan bagian ini akan membahas tentang penatausahaan. pengawasan dan pertanggungjawaban keuangan sekolah/madrasah. c. pembelanjaan. sejalan dengan tugas dan tanggung jawab sekolah/madrasah dal am mengelola secara langsung dana penyelenggaraan pendidikan melalui program BOS. . Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan 9. C. Tujuan Manajemen keuangan merupakan hal penting dalam pengelolaan sekolah/madrasah secara keseluruhan. meningkatkan efektivitas dan efisiensi penggunaan dana sekolah/madrasah. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah 7. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggun g Jawab Keuangan Negara 5. Dengan kata lain manajemen keuangan sekolah/madrasah merupakan rangkaian aktivitas yang mengatur keuangan sekolah/madrasah mulai dari perencanaan. Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah (direvisi melalui Permendagri 59/2007) 8.keuangan sebagai tindakan pengurusan/ketatausahaan keuangan yang meliputi pencatatan. d. memupuk kreativitas pencarian sumber pendanaan sekolah/madrasah. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara 2. b. mendorong pemanfaatan dana sekolah/madrasah secara lebih ekonomis. 2.

Undang-Undang 17 Tahun 2003 meletakkan dasar hukum bagi pengelolaan keuangan bai k untuk tingkat pusat maupun daerah. Pasal 10 ayat (1) butir b secara khusus menya takan bahwa Kekuasaan pengelolaan keuangan daerah dilaksanakan oleh kepala satuan kerja 163 .

Kegiatan dapat dikatakan efisien kalau dengan penggunaan waktu. dan akunt abilitas publik. Undang-undang in i secara jelas meletakkan tanggung jawab pengelolaan keuangan di tingkat pejabat p engguna anggaran. pikiran.merupakan konsep yang digunakan untuk memperoleh input/masukan pada tingkat kualitas dan kuantitas tertentu pada tingkat harga yang terendah. pikiran. efisien. taat pada peraturan perundang-undangan. Seringkali efisiensi digambarkan sebagai perbandingan yang terbaik antara masukan (input) dan keluaran (out put) atau antara daya dan hasil. dan biaya. waktu. c. efisiensi. Dilihat dari segi hasil (output). tenaga dan biaya tertentu memberikan hasil sebanyakbanyaknya baik kuantitas maupun kualitasnya. Prinsip-prinsip tersebut sejalan dengan prinsip manajemen keuangan secar a umum yaitu: 1. efektif. Value for money merupakan sebuah konsep generik yang pad a intinya mengedepankan 3 (tiga) hal: a. waktu dan biaya. transparan. Sedangkan Undang-Undang Nomor 2 0 Tahun 2003 meletakkan prinsip pengelolaan dana pendidikan yang berdasarkan prins ip keadilan. D. transparansi dan akuntabilitas publik (Pasal 48). Kegiatan dapat dikatakan efisien kalau penggunaan waktu. PRINSIP MANAJEMEN KEUANGAN YANG BAIK Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 48 menyatakan bahwa pengelolaan dana pendidikan berdasarkan pada prinsip keadilan. Ekonomis-. Value for Money Prinsip value for money menyemangati UU 17 tahun 2003 Pasal 3 Ayat 1: Keuangan negara dikelola secara tertib.merupakan perbandingan antara outcome dengan output. b. Manajeme n keuangan dikatakan memenuhi prinsip efektivitas kalau kegiatan yang dilakukan dapat mengatur keuangan untuk membiayai aktivitas dalam rangka mencapai tujuan lembaga yang bersangkutan dan kualitatif outcomes-nya sesuai dengan rencana yang . tenaga dan biaya yang sekecilkec ilnya dapat mencapai hasil yang ditetapkan. Efektif-.terkait dengan kuantitas dari suatu kegiatan. transparansi. dalam hal ini kepala sekolah/madrasah. Efisien-. ekonomis. Peraturan perundangan lain di atas baik secara eksplisit maupun implisit mengedepankan pentingnya mana jemen keuangan yang baik di tingkat sekolah/madrasah.perangkat daerah selaku pejabat pengguna anggaran/barang daerah . atau perbandin gan tingkat pencapaian hasil program dengan target yang ditetapkan di awal. efisiensi. dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan. Daya yang dimaksud meliputi tenaga. Perbandingan dapat dilihat dari dua sisi: Dari segi penggunaan input (masukan) tenaga.

Untuk lingkup manajemen keuangan sekolah/madrasah. akuntabilitas berarti pertanggungjawaban dana sekolah/madrasah sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan.telah ditetapkan. 2. Akuntabilitas Akuntabilitas merupakan kewajiban untuk mempertanggungjawabkan hasil kerja sesua i dengan mandat yang diterima kepada orang lain (masyarakat. atasan. maupun pemerintah. Pertanggungjawaban dapat dilakukan kepada ora ng tua siswa. 164 . masyarakat. ataupun pihak pihak lain yang telah ditetapkan).

adanya peraturan. kebijakan. keterbukaan sumber keuangan dan jumlahnya. 2. orang tua. Prinsip ini menjadi penting pada organisasi yang menyediakan pelayanan publik karena fokus pelayanan adalah agar masyarakat memperoleh kesempatan yang sama dalam mengakses pelayanan pendidikan. b. Manajemen keuangan diselenggarakan untuk mendukung pencapaian pemerataan kesempatan tersebut. masyarakat dan pemerintah. Keadilan Keadilan dalam manajemen keuangan adalah adanya kesempatan yang sama untuk mendapatkan pelayanan publik yang berkualitas. transparansi berarti keterbukaan akan kebijakan-kebijakan keuangan. mudah dijangkau dan bebas diperoleh) b. dan pedoman proses partisipasi yang telah disusu n. akuntabilitas dan partisipasi merupakan bagian dari pilar good gove rnance dan berkaitan erat dengan tata kelola pendidikan (good education governance). Transparansi Transparansi adalah adanya keterbukaan informasi. adanya forum konsultasi dan temu publik baik pada tahapan perencanaan maupun pelaksanaan rencana. adanya mekanisme keterbukaan dan standarisasi pelayanan publik 3. 5. Dalam lingkup manajemen keuangan sekolah/ madrasah. E. TRANSPARANSI. Transparansi a. Akuntabilitas .3. Partisipasi a. 4. AKUNTABILITAS DAN PARTISIPASI DI SEKOLAH/MADRASAH Transparansi. pelibatan stakeholder (para pemangku kepentingan) dalam penyusunan rencana maupun pengawasan. c. UU 14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik mengatur tentang akses terhadap informasi yang dikuasai oleh ba dan publik (termasuk sekolah/madrasah). adanya peraturan yang menjamin akses terhadap informasi (tepat waktu. Integritas Pengelolaan keuangan dipercayakan kepada sumber daya yang memiliki kemampuan sesuai dengan bidang kerjanya (integritas) dan kejujuran yang tinggi sehingga pe luang terjadinya korupsi dapat diminimalkan. Dengan adanya transparansi maka akan tercipta kepercayaan timbalb alik antara sekolah/madrasah. keterbukaan penggunaan serta pertanggungjawabannya sehingga memudahkan pihak yang berkepentingan untuk mengetahuinya. Be ntuk dari setiap pilar tersebut dalam bidang pendidikan antara lain berupa: 1.

b. adanya indikator kinerja. maka fungsi manajemen/ 165 . pengukuran dan penilaian kinerja. adanya mekanisme pertanggungjawaban/pelaporan.a. c. adanya mekanisme penyampaian keluhan dan tanggapan (complaint and response). adanya mekanisme reward dan punishment. d. Berdasarkan bentuk nyata setiap pilar dalam tata-kelola pendidikan.

2. tata kelola dan fungsi kepemimpinan dan manajemen SDM Contoh nyata yang berkaitan erat dengan ketiga pilar (transparansi. tata kelola dan fungsi pelaporan dan pertanggungjawaban. Pengumuman penerimaan dana sekolah/madrasah yang ditujukan kepada masyarakat melalui papan pengumuman. tata-kelola dan fungsi implementasi program dan kegiatan di sekolah/madrasah. 4. dan 5. akuntabilita s dan partisipasi) adalah: 1. Seperti telah dijelaskan sebelumnya. masalah perencanaan dan penganggaran dijela skan dalam bagian terpisah. tata-kelola dan fungsi perencanaan dan penganggaran di sekolah/madrasah. 166 . pembukuan. 3.pengelolaan sekolah/madrasah yang bersinggungan adalah dalam: 1. pencatatan barang. serta pengawasan dan a udit. Bagian ini hanya akan mengulas topik-topik: penatausahaan keuangan. tata kelola dan fungsi monitoring dan evaluasi. pelaporan. pajak. Rencana dan realisasi penggunaan dana yang ditempel di papan pengumuman sekol ah/ madrasah 2.

Pem isahan tanggung jawab merupakan hal penting dalam penatausahaan sekolah/madrasah. LATAR BELAKANG Penatausahaan keuangan sekolah/madrasah memfokuskan diri pada tata cara penerima an. kepala sekolah/ madrasah dibantu oleh bendahara sekolah/madrasah serta juru buku (jika ada). Tugas penatausahaan keuangan sekolah/madrasah berada di tangan kepala sekolah/ madrasah sebagai penanggungjawab utama. Dalam pelaksanaannya. serta pelaporan penggunaan dana di tingkat sekolah/madrasah. pengeluaran maupun pelaporan dana maka akan semakin kecil kemungkina n 167 . dan ini merupakan prinsip yang berlaku umum. Masing masing fungsi menggunakan serangkaian format yang mengacu pada format yang telah digunakan dalam Buku Panduan BOS untuk memudahkan pengintegrasian laporan. Semakin banyak staf yang terlibat dalam penerimaan. pengeluaran.Bagian 3 Bab II Penatausahaan Keuangan Sekolah/Madrasah A.

pemerintah daerah. Meskipun sampai saat ini sebagian besar sekolah/madrasah (khususnya yang berstat us sekolah/madrasah negeri) masih sangat tergantung pada dana pemerintah (BOS) namu n dengan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan yang berkualitas. f. Dalam bab-bab berikutnya. b. dan masyarakat. e. Bab ini bertujuan untuk menjelaskan hal-ihwal penting tentang tiga hal berikut: 1. berdasarkan sumbernya penerimaan sekolah/ madrasah dapat dikelompokkan sebagai berikut: a. DAK). 2. Usaha mandiri sekolah/madrasah. partisi pasi dari sumber-sumber lain akan lebih tergali. sampai pelaporan. c. Secara umum. pentingnya penatausahaan keuangan di tingkat sekolah/madrasah. format BOS digunakan sebagai acuan guna memudahkan pengintegrasian laporan. B. Tata cara penerimaan. dikaitkan dengan peran dan tanggung jawab di setiap tahapan kegiatan. dan 3. . Alur dalam prosedur penerimaan. pengeluaran dan pelaporan merupakan inti dari penatausahaan keuangan sekolah/madrasah. Penerimaan Pasal 46 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 menyatakan bahwa pendanaan pendidikan menjadi tanggung jawab bersama antara Pemerintah Pusat. Pemerintah (BOS Pusat. Dunia usaha dan industry. Yayasan penyelenggara pendidikan bagi lembaga pendidikan swasta. 1. d.terjadinya penyalahgunaan. PENGERTIAN PENATAUSAHAAN KEUANGAN SEKOLAH/MADRASAH Penatausahaan keuangan secara umum adalah pengaturan fungsi dan alur pelaksanaan aktivitas keuangan sekolah/madrasah berkaitan dengan penerimaan. pengeluaran. Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota (BOSDA). Tata-cara penatausahaan keuangan di tingkat sekolah/madrasah. pengeluaran/penggunaan dan pelaporan dana menjad i topik bahasan dalam bab ini. Sumber lain seperti hibah yang tidak bertentangan dengan peraturan perundanga n yang berlaku. pentingnya pembagian peran dan tanggung jawab pengelolaan keuangan di tingkat sekolah/madarasah. Orang tua siswa. dan g.

Perlu diperhatikan bahwa setiap sumb er dana umumnya menetapkan syarat bagi penggunaan dana tersebut (kecuali tidak dinyatakan demikian). BOS sebagai penyumbang terbesar penerimaan sekolah/madrasa h 168 .2. Pengeluaran Pada prinsipnya pengeluaran/belanja sekolah/madrasah mencakup semua bentuk alira n dana keluar sekolah/madrasah yang digunakan untuk penyediaan layanan pendidikan baik secara langsung maupun tidak langsung.

Sangat penting untuk memisahkan fun gsi penerimaan. Kepala Sekolah bertanggungjawab dalam: a. Ketentuan ini dituangkan dalam bentuk tata cara atau pros edur pengeluaran/penggunaan dana. namun dengan semakin berkembangnya tuntutan untuk mengelola keuangan sekolah/ madrasah secara bertanggungjawab maka posisi ini sebaiknya diadakan guna pemisah an fungsi untuk pengendalian dan akuntabilitas. b. memverifikasi jumlah dana BOS yang diterima dengan data siswa. pengeluaran dan pencatatan. Pelaporan Pelaporan dalam lingkup penatausahaan keuangan merupakan bentuk pertanggungjawab an secara vertikal maupun horizontal atas penggunaan dana-dana yang dikuasakan kepada sekolah/madrasah (kepala sekolah/madrasah) dalam kurun waktu tertentu. mengelola dana yang diterima secara bertanggungjawab dan transparan. Untuk saat ini banyak sekolah/ madrasah yang belum menempatkan Juru Buku dalam struktur pengelolaan keuangannya . C. 3.menetapkan aturan yang ketat dalam penggunaannya seperti tercantum dalam Buku Panduan (Petunjuk Teknis) BOS. dan (3) Juru Buku sebagai penang gungjawab pencatatan aktivitas keuangan di tingkat sekolah/madrasah. melaporkan perubahan data jumlah siswa setiap triwulan kepada Dinas Pendidika n Kabupaten/Kota. Peran dan tanggung jawab dari pelaksana penatausahaan keuangan di tingkat sekola h/ madrasah secara rinci adalah sebagai berikut (sebagian berdasarkan Buku Panduan BOS). laporan yang digunakan dalam BOS menjadi acuan bagi sumber dana lain yang dimiliki sekolah/madrasah. mengumumkan daftar komponen yang boleh dan tidak boleh dibiayai oleh dana BOS di papan pengumuman sekolah/madrasah (Format BOS-02). 1. . d. Ta ta cara pelaporan maupun bentuk laporan seringkali beragam untuk sumber dana yang berbeda. (2) Bendahara sebagai penanggungjawab aktivitas keuangan di tingkat sekolah/madrasah. c. TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB PENATAUSAHAAN KEUANGAN SEKOLAH/ MADRASAH Idealnya terdapat 3 posisi yang berperan penting dalam penatausahaan keuangan se kolah/ madrasah: (1) Kepala sekolah/madrasah sebagai penanggungjawab utama dalam pelaks anaan penatausahaan keuangan sekolah/madrasah. Hibah dari lembaga-lembaga donor maupun dunia usa ha dan industri juga seringkali menetapkan ketentuan penggunaan dana yang harus dit aati oleh sekolah/madrasah. Dalam bagian ini.

f. 169 . bendahara dan ketua komite sekolah/madrasah. (Gunakan format BOS K-1 dan K-1A sebagai acuan).e. mengumumkan volume dana yang diterima dan dikelola sekolah/madrasah dan rencana penggunaan (RAPBS) di papan pengumuman yang ditandatangani oleh kepala sekolah/madrasah. bendahara dan ketua komite sekolah (Format BOS-03). membuat laporan triwulanan penggunaan dana BOS dan barang/jasa yang dibeli oleh sekolah yang ditandatangani oleh kepala sekolah.

bertanggungjawab dalam: a. 2. dan K-6 serta Laporan BOS K-2 d an BOS-03). d. memeriksa dan menyetujui pembukuan untuk format-format pembukuan: Buku Kas Umum. Buku Pembantu Bank. K-5. dan e. e. menyusun laporan internal penerimaan dan pengeluaran dana (BOS K-2). Buku Pembantu Bank. f. menyimpan bukti transaksi di tempat yang aman dan mudah dicari. K-4. Bendahara. g. d. membukukan format-format pembukuan: Buku Kas Umum. b. 3. h. menyetujui bukti-bukti transaksi dan kodenya. membantu kepala sekolah/madrasah dalam menyusun RAPBS (untuk yang menerima dana BOS: BOS K-1 dan BOS K-1A). dan l.dan 23) dan PPN. j. dan Buku Pembantu. k. i. sebelum diperiksa kepala sekolah/ madrasah. bertanggungjawab terhadap penyimpangan penggunaan dana di sekolah/madrasah. memeriksa pemungutan dan penyetoran pajak. dan menyusun SPJ. memeriksa dan menyetujui laporan internal penerimaan dan pengeluaran dana (BO S K-2). dan Buku Pembantu. Pelaksanaan penatausahaan keuangan beserta peran dan tanggung jawab para pelakun ya . b. dan laporan eksternal penerimaan dan pengeluaran dana (Format BOS-03). Buku Pembantu Kas. melakukan pengecekan rekonsiliasi (antara BOS K-3 dengan K-4. Juru Buku bertanggungjawab dalam: a. menghitung. Buku Pembantu Kas. menyiapkan daftar penggunaan uang sehari-hari untuk mendapatkan persetujuan dari kepala sekolah/madrasah. c. melakukan pengecekan rekonsiliasi antara berbagai format pembukuan dan penutupan buku/format tersebut pada waktunya.g. c. menyetujui tiap pengeluaran yang akan dilakukan. memberi kode pada bukti transaksi. melakukan pengecekan pembukuan (BOS K-3. menyiapkan bukti transaksi. menyampaikan penggunaan dana BOS kepada Tim Manajemen BOS Kabupaten/ Kota. dan lapo ran eksternal penerimaan dan pengeluaran dana (Format BOS-03). memungut dan menyetor PPh (pasal 21. dan K-6) s ecara periodik.

Adanya pemisahan tugas di antara pihak pemberi otorisasi. yang menerima dan 170 . 1. 2. Azas yang dimaksud termasuk yang befrikut. Penatausahaan keuangan yang diterapkan haruslah sesuai dengan peraturan dan perundangan yang berlaku.seperti yang diuraikan di atas pada dasarnya mengacu pada azas umum penatausahaa n keuangan.

Rincian kebutuhan disusun berdasarkan jenis dan kebutuhan dengan mengacu pada RAPBS (perubahan dari RAPBS dimungkinkan selama tidak melebihi penerimaan). PENGELUARAN DAN PELAPORAN PENGGUNAAN DANA 1. Prosedur Penerimaan Dana a. Mengirimkan/memutakhirkan daftar jumlah siswa untuk periode tahun pelajaran (untuk dana BOS). 4. Dokumen bukti yang menjadi dasar penerimaan dan/atau pengeluaran dalam pelaks anaan APBS harus ditandatangani oleh bendahara sekolah/madrasah dan disahkan oleh kepa la sekolah/madrasah. c. d. Kepala sekolah/madrasah wajib melakukan pemeriksaan terhadap penatausahaan keuangan sekolah/madrasah secara berkala (minimal setiap tiga bulan). b. Kepala sekolah/madrasah yang menandatangani dan/atau mengesahkan dokumen bukt i pada poin 4 di atas bertanggungjawab terhadap kebenaran material dan akibat yang mungkin timbul dari penggunaan surat bukti yang dimaksud. Melakukan pembukuan dengan mencatat pengambilan dana dalam format BOS K-3 atau K-4. 171 . e. menggunakan form at BOS-02 sebagai acuan. Memeriksa apakah dana sudah berada di rekening sekolah/madrasah (bank). dan yang mencatat transaksi. dan 5. Menyusun rincian kebutuhan untuk setiap periode (3 bulanan). Menyimpan bukti penerimaan dana sebagai dokumen sesuai nomor dan tanggal di tempat yang aman dan mudah ditemukan. D. PROSEDUR PENERIMAAN. 3.mengeluarkan uang. Jika dana sudah masuk ke rekening maka dana yang masuk itu dicatat pada BOS K-3 dan K-5.

d. penggandaan formulir. Periode Jumlah Siswa: . 4..) . 3.. dst.. konsumsi panitia. disimpan dalam jangka waktu lama dengan maksud dibungakan. 2. yaitu biaya pendaftaran. dan uang lembur dalam rangka penerimaan siswa baru.Contoh format Pengumuman Rencana Penggunaan Dana (BOS-02): Pengumuman Rencana Penggunaan Dana . dan lain sebagainya yang relevan). . 2. serta kegiatan lain yang berkaitan lang sung dengan kegiatan tersebut (misalnya untuk photocopy. C) Rencana Penggunaan Dana BOS di Sekolah Komponen No. dipinjamkan kepada pihak lain.. administrasi pendaftaran.) ( . . Pembelian/penggandaan buku teks pelajaran. B) Dana BOS tidak boleh digunakan untuk (sesuaikan dengan panduan BOS): 1. dan pendaftaran ulang.... . study tour (karya wisata) dan sejenisnya.) ( . Jumlah Dana BOS : Rp A) Dana BOS boleh digunakan untuk (sesuaikan dengan panduan BOS) : 1... .. membiayai kegiatan yang tidak menjadi prioritas sekolah/madrasah dan memerluk an biaya besar. Jumlah Dana (Rp) Total Ketua Komite Sekolah Kepala Sekolah Bendahara ( 172 .. Pembiayaan seluruh kegiatan dalam rangka penerimaan siswa baru. dst. misalnya studi banding. pembuatan spanduk sekolah gratis. 3... s.

c. K-5 dan K-6 (Bab IV). Tahap verifikasi merupakan tugas dari bendahara dengan melihat kesesua ian antara surat pemesanan dengan kartu penerimaan barang untuk beberapa hal berikut : jenis. Buku Pembantu Kas (BOS K-4). d. f. Laporan yang perlu dibuat untuk diserahkan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/ Kota adalah format BOS K-2. Hal ini penting dilakukan untuk memastikan bahwa barang yang dipesan sudah sesuai dengan kebutuhan. Prosedur Pengeluaran/Penggunaan Dana telah diatur sebagai berikut: a. BOS K-5 dan BOS K-6. pembelian barang/jasa untuk setiap kali belanja tidak melebihi Rp 10 juta. semester dan tahunan b. Semua bukti terkait disimpan sebagai dokumen sesuai nomor dan tanggal pelaksa naan kegiatan di tempat yang aman dan mudah ditemukan. BOS K-3. Buku Pembantu Bank (BOS K-5). . kualitas. kwitansi asli ataupun bukti transfer disimpan se melakukan pencocokan antara bukti penerimaan barang g. 3.2. dan a lokasi/ ketersediaan dana. BOS K-4. Laporan yang perlu dibuat untuk diumumkan kepada masyarakat adalah Laporan Penggunaan Dana BOS (Format BOS-03). bukti transaksi. penerimaan barang/jasa mencatat dalam Kartu Penerimaan Barang (Bab V) dan menyerahkan bukti penerimaan ke bendahara. penghitungan PPN dan PPh. pembayaran per kas atau bank bagai bukti. mencocokkan pengajuan permintaan dengan rencana penggunaan dana. b. harga. Laporan disusun dengan mengacu pada Buku Kas Umum (BOS K-3). melakukan pembukuan yaitu dengan mencatat pada buku yang sesuai. Laporan pertanggungjawaban keuangan disampaikan setiap triwulan. jumlah. mengintegrasikan pengajuan kebutuhan permintaan akan jenis barang/jasa yang diperlukan oleh guru/lainnya. e. Permintaan yang tidak sesuai Format BOS-02 memerlukan persetujuan kepala sekolah/madrasah. BOS K-3. d. Penggunaan dana untuk pembelian barang/jasa memerlukan tahap verifikasi yang per lu mendapatkan perhatian khusus. barang/jasa yang diperoleh sesuai dengan yang dipesan dan terdapat bukti yang cukup untuk mendukung transak si tersebut. Prosedur Pelaporan a. dan Buku Pembantu Pajak (BOS K-6) beserta dokumen pendukungnya sebagai bukti. c. K-4 . verifikasi oleh bendahara dengan surat pemesana. dan h.

beberapa dokumen yang penting terkait dengan penatausa haan keuangan sekolah/madrasah selain dari yang telah dijelaskan di atas adalah: 1. JENIS DOKUMEN DAN BUKTI TRANSAKSI DALAM PENATAUSAHAAN KEUANGAN SEKOLAH/MADRASAH Dengan menggunakan format BOS sebagai acuan untuk juga digunakan pada sumber dan a sekolah/madrasah lainnya.E. Format BOS K-1 adalah format untuk menyusun rencana keuangan yang dituangkan 173 .

Bukti Penyetoran-.00 b.000.000. sehingga harus memuat rencana penerimaan dan rencana penggunaan uang dari semua sumber dana yang diterima sekolah/madrasah.yaitu bukti yang digunakan sebagai dokumen dalam transaks i pengeluaran di sekolah/madrasah. 2. 1. sehing ga harus memuat laporan penerimaan dan penggunaan uang dari semua sumber dana di sekolah.00 untuk nilai > Rp 1. komite sekolah/madrasah.yaitu bukti yang digunakan sebagai dokumen dalam transaksi penyetoran uang ke bank. Format ini adalah format multi sumber dana.00 c. 2. dan khusus untuk sekolah/madrasah swasta juga ditandatangani oleh ketua yayasan. dengan materai Rp 6.yaitu bukti yang digunakan sebagai dokumen dalam transaksi penerimaan di sekolah/madrasah.00 untuk nilai Rp 250. Contoh: kartu penerimaan barang.000.000. Dokumen ini disimpan di sekolah/madrasah dan diperlihatkan kepada pengawas. Bukti transaksi yang penting bagi penatausahaan keuangan dapat digolongkan dalam 3 (tiga) kelompok seperti yang dipaprkan berikut. Format ini dibuat untuk setiap sumber dana yang diterima sekolah. Bukti Penerimaan-.000. Bukti Pengeluaran-. 174 .00 s/d Rp 1. tanda terima sumbangan.00 3. Format ini adalah format multi sumber dana. Format BOS-K1 perlu dilengkapi dengan renc ana penggunaan dana secara rinci. Format BOS K-2 adalah format laporan keuangan terintegrasi dan singkat/padat (condensed) dan merupakan satu-satunya laporan yang disampaikan kepada tim manajemen BOS Kabupaten/Kota.000. Sumber informasi untuk penyusunan Format BOS K-2 adalah pembukuan pada Format BOS K-3 (yang tidak multi sumber dana) dan dari semua sumber dana yang di kelola oleh sekolah pada periode yang sama.dalam RAPBS. Format ini harus ditandatangani oleh kepala sekolah/ madrasah. Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota. tanpa meterai untuk nilai < Rp 250. dengan meterai Rp 3. dan para pemeriksa lainnya apabila diperlukan. Contoh: kwitansi pembayaran ataupun bukti trans fer bank dengan ketentuan sebagai berikut: a.000.000. yang dibuat tahunan dan tiga bulanan yaitu Fomat B OSK1A.

LATAR BELAKANG Pajak merupakan sumber utama pendapatan negara guna membiayai penyediaan pelayan an publik termasuk pelayanan pendidikan. Sekolah/madrasah sebagai institusi pengguna dana baik dari APBN. menyetorkan dan melaporkan pajak P Ph 21. APBD maupun sumbangan masyarakat.Bagian 3 Bab III Perpajakan A. Pada bab ini kita akan menelaah ihwal kewajiban perpajakan atas penggunaan dana yang ada di sekola h/ madrasah yaitu mulai dari kewajiban memungut. dan PPN termasuk regulasi perpajakan terkini yang terkait de ngan kewajiban perpajakan tersebut. dalam pelaksanaan kegiatan kiranya perlu memahami aturan perpajakan yang berlaku umum dan penerapannya. mengharuskan kita sering memutakhirkan pengetahuan agar tidak t imbul permasalahan di belakang hari. PPh 22. Banyaknya regulasi perpajakan yang dikelua rkan oleh pemerintah. PPh 23. 175 .

Berikut contoh penghitungan PPh Ps. Pajak Penghasilan Pasal 21 a. 21 atas gaji yang diberikan bulanan kepada guru/pegawai non-PNS: Gaji pokok sebulan Rp 2.000.00 PPh Ps.000. fokus pembahasan pada Bab 3 ini adalah: 1. Pajak dikenakan kepada karyawa n/ pegawai tidak tetap/tenaga ahli. penyetoran dan pelaporan pajak dengan benar. Implementasi PPh Ps.00 . 2) Apabila penghasilan guru/pegawai non-PNS tersebut dalam setahun dari Rp 50 juta sampai dengan Rp 250 juta maka berlaku tarif 15%. jasa dan kegiatan. upah.00 Gaji pokok setahun (A) Rp 22. Tarif dan Perhitungan Pajak Penghasilan Pasal 21. sanksi-sanksi terkait dengan kelalaian pelaksanaan kewajiban pajak. dan 3. Penjelasan tentang masing-masing pajak yang ada di tingkat sekolah/madrasah akan dibahas berikut ini.800.000.000. 2.00 Penghasilan Kena Pajak (C= A-B) Rp 3. 4) Apabila penghasilan guru/pegawai non-PNS tersebut dalam setahun lebih dari Rp 500 juta maka berlaku tarif 30%.000. tunjangan dan pembayaran lain dengan nama dan dalam bentuk apapun sehubungan dengan pekerjaan atau jabatan. B. maka berlaku ketentuan tarif sebagai berikut: 1) Apabila penghasilan guru/pegawai non-PNS tersebut dalam setahun sampai dengan Rp 50 juta maka berlaku tarif 5%. PAJAK DI TINGKAT SEKOLAH/MADRADAH 1. hono rarium.00 Dikurangi: Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP)/Kawin dengan 2 anak (B) Rp 19. honorer dan lain-lain.000. 3) Apabila penghasilan guru/pegawai non-PNS tersebut dalam setahun dari Rp 250 juta sampai dengan Rp 500 juta maka berlaku tarif 25%.Oleh karena itu. 21 terutang setahun 5% x C Rp 150. 21 ini di tingkat sekolah/madrasah pada penggunaan dana BOS adalah ketika sekolah/madrasah memberikan honorarium bulanan kepada guru/ pegawai non-PNS. tata cara pemungutan.800. tentang pentingnya menunaikan kewajiban perpajakan dengan benar sesuai ketent uan yang berlaku. yaitu pajak atas penghasilan berupa gaji.000.

000. maksimal 3 orang @ Rp 1.000.500.320.320.00/tahun Tambahan tanggungan keluarga.00 Besarnya Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) adalah: Status sendiri Rp 15.00/tahun 176 .00/tahun Tambahan status kawin Rp 1.000. 21 sebulan (C : 12 bulan) Rp 12.PPh s.840.

maka semua bendaharawan baik pada sekolah/madrasah negeri maupun sekolah/madrasah bukan negeri wajib memungut: 1) Bagi guru/pegawai non-PNS sebagai peserta kegiatan.Apabila penghasilan guru/pegawai non-PNS tersebut dalam setahun tidak mencapai Rp 15.00 per bulan takwim maka penghitungan PPh 21 harus disetahunkan dan berlaku norma perhitungan PPh 21 dengan tarif. dan dilaksanakan paling lambat 10 hari setelah bulan yang bersangkutan.320. 21: 1) Bendahara sekolah wajib menyetorkan PPh 21 yang dipungutnya ke kas negara melalui Bank Pemerintah/PT. PNS.000. c.00 dalam 1 bulan takwim tidak dikenakan PPh 21 b) Honor bulanan > Rp 1.000. 2) Bagi guru/pegawai PNS diatur sebagai berikut : a) Golongan I dan II dengan tarif 0 % (nol persen). (sesuai Peraturan Menteri Keuangan nomor 262/PMK. Pos Indonesia dengan media Surat Setoran Pajak (SSP) . .00 atau dalam sebulan tidak mencapai Rp 1. Tata cara penyetoran dan pelaporan PPh Ps. Yang dimaksudkan bulan takwim adalah masa atau waktu yang diperbolehkan untuk membayar/melapor pajak tanpa dikenakan denda/sanksi.000.320.00 maka bendaharawan sekolah/madrasah negeri maupun sekolah/madrasah bukan negeri tidak perlu memotong PPh Ps. PPh 21 juga dikenakan terhadap penghasilan: 1) Pegawai honorer dengan ketentuan sebagai berikut: a) Honor bulanan < Rp 1. c) Golongan IV dengan tarif 15% (lima belas persen) dari penghasilan bruto.03/2010 tentang Tata Cara pemotongan Pajak Penghasilan pasal 21 bagi Pejabat Negara. b) Golongan III dengan tarif 5% (lima persen) dari penghasilan bruto. harus dipotong PPh Pasal 21 dengan menerapkan tarif Pasal 17 UU PPh sebesar 5 % dari jumlah bruto honor. Anggota Polri. dan pensiunannya atas penghasilan yang menjadi beban APBN atau APBD) b.320. 2) Bendahara sekolah wajib melaporkan PPh 21 yang telah disetorkan tersebut ke K antor Pelayanan Pajak (KPP) setempat dengan menggunakan formulir Surat Pemberitahuan Masa (SPT) PPh 21 dengan dilampiri Surat Setoran Pajak (SSP) lembar 3. d) PTKP yang berlaku sama dengan PTKP pegawi tetap. c) Penghasilan kena pajak dihitung dari penghasilan bruto dikurangi PTPK.840. Anggota TNI.000. 3) Pelaporan dilaksanakan paling lambat 10 hari setelah bulan yang bersangkutan. 21 atas penghasilan yang diterima guru/pegawai nonPNS tersebut. Di samping pemberian honor rutin bulanan ada juga pemberian honor kepada guru PNS/Guru Non-PNS/Pegawai Non-PNS (bukan honor bulanan) dalam rangka melakukan kegiatan.

000. dengan ketentuan sebagai berikut: a) Upah harian < Rp 150.000.320. 177 .00 dan dalam 1 bulan takwim < Rp 1.00 tidak dikenakan PPh 21.2) Tenaga lepas dalam rangka pemeliharaan sekolah/madrasah.

maka: 1) Bendahara sekolah wajib menghitung.00 namun dalam 1 bulan takwim > Rp 1. penyetoran. notaris. 3) Tenaga ahli seperti dokter.320. arsitek.5% dari nilai pembelian barang tidak termasuk PPN.00).b) Upah harian < Rp 150. 22 dengan tarif 1. d) Upah harian (atau rata-rata) > Rp 150.000. dan pelaporan Paja k Penghasilan Pasal 21 yang diatur melalui Keputusan Dirjen Pajak No.00 dikenakan PPh 21 dengan tarif 5% atas jumlah bruto setelah dikurangi PTKP . pengacara./ 2000 tgl. selambat-lambatnya 10 hari setelah bulan yang bersangkutan. atau bank-bank lain yang ditunjuk oleh Dirjen Anggaran. dan menyetorkan PPh Pasal 21 yang terutang untuk setiap bulan takwim. memotong. 2) Penyetoran pajak dilakukan dengan menggunakan Surat Setoran Pajak (SSP) ke Ka ntor Pos atau Bank Badan Usaha Milik Negara atau Bank Badan Usaha Milik Daerah. 5% x (bruto 150.00 dikenakan PPh 21 sebesar 5% dari upah harian rata-rata di atas Rp 150. selambat-lambatnya 10 hari setelah bulan yang bersangkutan.000.000.00 dan dalam 1 bulan takwim > Rp 1.000. antara lain adalah sebagai berikut. 29 Desember 2000.000. 4) Kelalaian yang menyebabkan keterlambatan penyetoran maupun pelaporan akan dikenakan sanksi (akan dibahas kemudian). 3) Bendahara sekolah wajib melaporkan penyetoran tersebut sekalipun nihil dengan melakukan pengisian Surat Pemberitahuan (SPT) Masa disertai dengan lampiran Sura t Setoran Pajak (SSP) sebagai bukti penyetoran ke Kantor Pelayanan Pajak setempat.000. 2. konsultan.000.00 maka pada saat total upah melebihi Rp 1.320.000. 5% x (bruto PTKP). 22 Kewajiban perpajakan yang terkait dengan penggunaan dana untuk pembelian barang seperti ATK/bahan/penggandaan dan lain-lain maka bendahara sekolah negeri wajib memungut PPh Ps.00 dan dalam 1 bulan takwim < Rp 1. Tata Cara Penyetoran dan Pelaporan PPh Pasal 21 dengan norma perhitungan di atas adalah mengikuti Petunjuk pelaksanaan pemotongan.320.00 dikenakan PPh 21 dengan tariff 5% atas jumlah bruto setelah dikurangi PTKP. Apabila rekanan/toko tidak memiliki NPWP maka dikenakan tarif 100% lebih tinggi yaitu menjadi 3%. Sesuai KEP tersebut Pasal 21.00 .320.00 maka pada saat total melebihi Rp 1. . KEP-545/PJ. c) Upah harian > Rp 150. Pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 154/PMK.320.03/2010 Pasal 3 yang dikecualikan dari pemungutan PPh Ps. 22. Pajak Penghasilan Ps. akuntan.000.000. penilai/ aktuaria penghitunga PPh 21 adalah 50% x Penghasilan Bruto x 15% Pegawai tidak tetap tidak mendapat Pengurangan Biaya Jabatan.

Listrik.000. (2) Pembayaran untuk pembelian BBM.i. Gas. Butir b (14) buku-buku pelajaran umum. dan 178 . ii. Butir e. pelumas. PDAM da n Benda-benda Pos. (1) pembayaran yang jumlah paling banyak Rp 2. iii. kitab suci dan buku-buku pelajaran aga ma. Butir e.00 (dua juta rupiah) dan tidak merupakan pembayaran yang terpecah-pecah.000.

Tata cara pemungutan dan penyetoran PPh Ps. penghargaan. Pembayaran untuk pembelian barang sehubungan dengan penggunaan dana BOS. Perubahan peraturan ini mulai berlaku tanggal 31 Agustus 2010. royalti. v. bonus dan sejenisnya selain yang telah dipotong PPh Ps.iv. Jasa pengeboran di bidang pertambangan migas f. Jasa aktuaris c. Jasa akuntansi. Jasa penunjang di bidang penambangan migas . iii. bunga. jasa manajemen. Berikut jenis jasa yang dipotong PPh Ps. ii. 3. Penerimaan sewa dan penghasilan lain penggunaan harta. 22 yang dipungut wajib disetor pada hari yang sama ke Bank/ Kantor P os dengan menggunakan SSP. 21 ayat (1) huruf e UU No. Pelaporan dilaksanakan selambat-lambatnya 14 hari setelah bulan takwim berakh ir. jika jatuh pada hari libur maka dilaporkan pada hari kerja berikutnya. 22 adalah sebagai berikut: i. jasa konstruksi. hadiah. Bendahara sekolah wajib melaporkan PPh 22 yang telah disetorkan tersebut ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) setempat dengan menggunakan formulir Surat Pemberitahuan Masa (SPT) PPh 22.03/2008: a. jasa konsultan dan jasa lain selain yang telah dipot ong PPh Ps. 23 dengan tarif sebesar 2% dari jumlah bruto sesuai PMK-244/PMK. Pajak Penghasilan Ps. 23 adalah: i. 23 terkait dengan pajak pemotongan/pemungutan atas pembayaran jasa oleh Bendaharawan. PPh Ps. 21 dikenakan tarif 2% dari jumlah bruto. ii. Yang menjadi objek PPh Ps. 22 pada setiap pelaksanaan pembayaran barang kepada rekanan. Butir h. Jasa perancang/design e. Bendahara sekolah negeri wajib memungut PPh Ps. Jasa penilai b. Penerimaan deviden. iv. pembukuan dan atestasi LK d. jasa teknik. 23 PPh Ps. Apabila rekanan tidak mempunyai NPWP maka dikenakan tarif 100% lebih tinggi. 36/2008 dikenakan tarif 15% dari jumlah bruto. SSP diisi oleh dan atas nama rekanan dan ditandatangani oleh bendaharawan.

Jasa penebangan hutan j. Jasa penunjang di bidang penerbangan dan bandar udara i. Jasa di bidang perdagangan surat berharga 179 . Jasa perantara dan atau keagenan m.g. Jasa pengolahan limbah k. Jasa penambangan dan penunjang di bidang non migas h. Jasa penyedia tenaga kerja/outsourcing sevice l.

Jasa pengisian suara dan atau sulih suara p. Jasa pembasmian hama z. 23: . AC. 23 dan bukti potong lembar ke-2 diserahkan ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) setempat paling lambat tanggal 20 bulan berikutnya. b. Jasa perawatan/perbaikan/pemeliharaan mesin. media luar ruangan at au media lainnya untuk penyampaian informasi y. Jasa penyelidikan dan keamanan v. Jasa kustodian/penyimpanan/penitipan o. AC. gas. T V kabel. alat transportasi/kendaraan dan/atau bangunan. listrik. daftar bukti pemotongan PPh Ps. listrik. bila jatuh tempo hari libur maka penyetoran dilakukan pada hari kerja berikutnya. TV kabel. gas. Jumlahkan PPh Ps. Jasa penyediaan tempat dan atau waktu dalam media masa. Jasa maklon u.n. 23 dalam bukti pemotongan selama 1 bulan takwim disetor dengan Surat Setoran Pajak (SSP) ke Bank Persepsi/Kantor Pos paling lambat tangg al 10 bulan berikutnya. bila jatuh tempo hari libur pelaporan pada hari kerja berikutnya. peralatan. Jasa mixing film q. Jasa sehubungan software komputer. telepon. air . pemeliharaan dan perbaikan r. 23 dengan cara mengisi SPT Masa PPh Ps. Jasa instalasi/pemasangan mesin. 23 rangkap 2 dengan dilampiri SSP lembar ke-3. Jasa penyelenggara kegiatan atau event organizer w. selain yang dilaku kan oleh WP yang ruang lingkupnya di bidang konstruksi dan mempuyai izin dan atau sertifikasi sebagai pengusaha konstruksi t. selain yang dilakukan oleh WP yan g ruang lingkupnya di bidang konstruksi dan mempuyai izin dan atau sertifikasi seb agai pengusaha konstruksi s. air. telepon. Tata cara penyetoran dan pelaporan PPh Ps. Bendahara sekolah membuat laporan PPh Ps. termasuk perawatan. Berikut contoh penghitungan PPh Ps. Jasa katering atau tata boga. peralatan. Jasa pengepakan x. Jasa kebersihan atau cleaning service aa. alat transportasi/kendaraan dan /atau bangunan. 23: a.

00 maka Bendahara waji b memungut PPh Ps.Apabila rekanan memiliki NPWP: PPh Ps.Apabila rekanan tidak memiliki NPWP.800.800. 23.000. dengan perhitungan: . 23 = Rp 1.000.727. 23 = Rp 1.00 x 100/110 x 2% = Rp 32.000.455.00 x 100/110 x 2% x 200% = Rp 65.00 .800.00 180 .Sekolah negeri mengadakan kegiatan pelatihan di mana untuk konsumsi dikontrakkan kepada perusahaan jasa catering dengan nilai Rp 1. maka perhitungan menjadi: PPh Ps.

b.4. Pemanfaatan BKP tidak berwujud dari luar daerah Pabean di dalam daerah Pabean . Pengusaha kecil dapat memilih untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak ( PKP). dan melaporkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah yang terutang. . b. Pengusaha yang melakukan penyerahan barang kena pajak (BKP) dan Jasa Kena Paj ak (JKP). Menurut Keputusan Direktur Jenderal Pajak nomor KEP-382/PJ/2002 tentang pedoman pelaksanaan pemungutan. kecuali pengusaha kecil yang batasannya ditetapkan oleh Menteri Keuangan. Pengertian Pengusaha Kena Pajak (PKP) seperti tertuang dalam UU No. Penyerahan BKP dan atau JKP oleh Pengusaha Kena Pajak (PKP) Rekanan. Pembayaran = Rp 1 Juta termasuk PPN dan tidak dipecah. dan melaporkan PPN yang terut ang yang penghitugan dan tata caranya diatur dengan Peraturan Menteri Keuangan. menyetor. Orang pribadi atau badan yang memanfaatkan Barang Kena Pajak Tidak Berwujud d ari luar Daerah Pabean sebagaimana dimaksud dalam pasal 4 ayat (1) huruf d dan/atau yang memanfaatkan Jasa Kena Pajak dari luar Daerah Pabean sebagaimana dimaksud dalam pasal 4 ayat (1) huruf e wajib memungut. dan melaporkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah yang terutang. 42 tahun 200 9. menyetor. Pemanfaatan JKP dari luar Daerah Pabean di dalam Daerah Pabean. d. c. Pembayaran untuk pembebasan Tanah. Pasal 3A: a. Pengusaha kecil yang memilih untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak wa jib memungut. c. Yang menjadi objek PPN adalah: a. b. menyetor. wajib melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP) da n wajib memungut. Yang dikecualikan dari pemungutan PPN adalah: a. penyetoran dan pelaporan PPN dan PPNBm dan Pengusaha Ken a Pajak (PKP) rekanan lampiran I butir 6 bahwa pemungut PPN (Bendaharawan) tidak p erlu memungut PPN dan PPNBm atas penyerahan Barang Kena Pajak (BKP) dan atau Jasa Ken a Pajak (JKP) yang dilakukan oleh bukan Pengusaha Kena Pajak (PKP). Pajak Pertambahan Nilai (PPN) PPN merupakan pajak yang dikenakan atas konsumsi Barang Kena Pajak (BKP) dan Jas a Kena Pajak (JKP) di dalam daerah Pabean.

Pembayaran lain yang tidak dikenakan PPN. b. Barang kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan oleh rakyat banyak. e. Makanan dan minuman yang disajikan di hotel. g. f. d. warung da n 181 . Kelompok Barang yang tidak dikenakan PPN: a. Jasa Angkutan Udara oleh Perusahaan Penerbangan. c. Pembayaran atas Penyerahan BKP dan atau JKP yang menurut perundangan undangan PPN men-dapat fasilitas PPN tidak dipungut atau dibebaskan dari pengenaan PPN. rumah makan. Barang hasil pertambangan atau hasil pengeboran yang diambil langsung dari su mbernya.c. Penyerahan BBM / Non-BBM oleh Pertamina. restoran. Pembayaran Rekening Telepon.

emas. g. Uang. batangan. Jasa angkutan umum di darat dan di air serta jasa angkutan udara dalam negeri yang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari jasa angkutan udara luar negeri. Jasa keuangan. dan q. Kelompok Jasa yang tidak dikenakan PPN: a. d. k. SSP lembar 1 untuk Pengusaha Kena Pajak (PKP) Rekanan. j. Jasa keagamaan. ii. dan d. l. didistribusikan: a. b. Jasa asuransi. o. i. Jasa tenaga kerja. Jasa pendidikan. Jasa penyiaran yang tidak bersifat iklan. Jasa penyediaan tempat parkir. h. PPN yang dipungut bendaharawan disetor ke kas negara melalui Bank Persepsi/ K antor Pos selambat-lambatnya tanggal 7 bulan takwim berikutnya setelah masa pajak bera khir. . Jasa pengiriman surat dengan perangko. dan surat berharga. Jasa pelayanan sosial. Surat Setoran Pajak (SSP) rangkap 5. m. f. Jasa kesenian dan hiburan. Jasa pelayanan kesehatan medis. c. apabila tanggal 7 bertepatan dengan hari libur maka penyetoran dilakukan pada ha ri kerja berikutnya. Jasa telepon umum dengan menggunakan uang logam.sejenisnya. meliputi makanan dan minuman baik yang dikonsumsi di tempat maupun tidak termasuk makanan dan minuman yang diserahkan oleh usaha jasa boga atau katering. Jasa boga atau katering. e. Jasa yang disediakan oleh pemerintah dalam rangka menjalankan pemerintahan se cara umum. Jasa perhotelan. p. Jasa pengiriman uang dengan wesel pos. Tata Cara penyetoran PPN: i. n.

b. SSP lembar 2 untuk Kantor Pelayanan Pajak (KPP) melalui Bank/Kantor Pos, c. SSP lembar 3 untuk Lampiran SPT Masa PPN, d. SSP lembar 4 untuk Bank Persepsi/Kantor Pos, e. SSP lembar 5 untuk Arsip Bendaharawan Tata Cara pelaporan PPN: 182

i. PPN yang dipungut bendaharawan dilaporkan ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) den gan menggunakan SPT Masa PPN dengan dilampiri Faktur Pajak selambat-lambatnya 14 hari setelah masa pajak berakhir, dalam hal tanggal 14 jatuh pada hari libur pel aporan dilakukan pada hari kerja sesudahnya ii. Surat Pemberitahuan Masa (SPT) PPN terdiri dari 3 lembar: a. Lembar 1 adalah formulir 1107 Put induk b. Lembar 2 adalah formulir 1107 Put 1 lampiran 1 c. Lembar 3 adalah formulir 1107 Put 2 lampiran 2 Berikut contoh penghitungan PPN: Sekolah negeri membeli ATK kepada Pengusaha Kena Pajak Rekanan (Toko TOP) senila i Rp 2.200.000,00 maka Bendahara wajib memungut PPN sebesar 10 %, dengan perhitungan: Harga termasuk PPN Rp 2.200.000,00 PPN yang harus dipungut 10/110 x Rp 2.200.000,00 Rp 200.000,00 Jumlah yang dibayar sekolah pada Toko TOP Rp 2.000.000,00 Sekolah wajib menerbitkan faktur pajak setiap melakukan pemotongan PPN. Kemudian sekolah akan menyetorkan PPN yang dipungutnya dari Toko TOP sebesar Rp 200.000,0 0 ke bank persepsi atau kantor pos, C. SANKSI ATAS KETERLAMBATAN LAPORAN Penyetoran pajak bukanlah akhir dari tugas bendahara dalam kewajiban perpajakann ya, yang tidak kalah pentingnya adalah melaporkan bahwa penyetoran telah dilakukan. Sesuai Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajaka n, kelalaian dalam menyampaikan laporan akan berakibat pemberian sanksi berupa:: 1. Denda (Pasal 7): a. Rp 100.000,00 jika terlambat/tidak menyampaikan SPT Masa PPh 21/22/23/26 b. Rp 1.000.000,00 jika terlambat/tidak menyampaikan SPT Tahunan Pajak Penghasil an c. Rp 500.000,00 jika terlambat/tidak menyampaikan SPT Masa PPN 2. Bunga atas pajak yang tidak/kurang dibayar (Pasal 8, 13, 14, 19) 2% per bulan , maksimal 24 bulan untuk kelalaian berupa: a. Pembetulan sendiri SPT.

b. Hasil penelitan SPT akibat salah tulis dan/atau salah hitung. c. Hasil pemeriksaan (Surat Keputusan Pengembalian Kelebihan Pembayaran d. Izin penundaan pembayaran SPT. e. Izin mengangsur atau menunda pembayaran. 3. Kenaikan dari pajak yang tidak/kurang dibayar (Pasal 13 dan 15): 183 SKPKB).

a. 50% jika SPT tidak disampaikan setelah mendapat teguran tertulis. b. 100% jika tidak memenuhi ketentuan Pasal 28 dan 29 UU 28/2007. c. 100% jika dikeluarkan Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan. Informasi lengkap mengenai penghitungan maupun tata cara penyetoran serta pelapo ran PPh 21, 23 dan PPN dapat diperoleh di bagian pelayanan kantor pelayanan pajak te rdekat. LATIHAN Penghitungan Pajak di Sekolah/Madrasah Kasus: 1. Pada tanggal 1, sekolah memberikan honor bulanan kepada seorang guru honorer/ Non PNS dengan status kawin dan mempunyai 1 anak, besarnya honor Rp 1.800.000,00/bul an. a. Sebutkan jenis pajak apa yang dikenakan atas pengeluaran honor tersebut? b. Berapa besarnya pajak yang dipungut? c. Kapan pajak tersebut harus disetor ke kas negara? d. Kapan pajak tersebut harus dilaporkan ke Kantor Pelayanan Pajak setempat? 2. Pada tanggal 11, sekolah memberikan honor kepada guru PNS Golongan IIIb atas kegiatan pembuatan laporan hasil belajar siswa dengan besaran Rp 200.000,00 a. Sebutkan jenis pajak apa yang dikenakan atas pengeluaran honor tersebut? b. Berapa besarnya pajak yang dipungut? c. Kapan pajak tersebut harus disetor ke kas negara? d. Kapan pajak tersebut harus dilaporkan ke Kantor Pelayanan Pajak setempat? 3. Pada tanggal 15, sekolah negeri membeli ATK kepada toko/pengusaha kena pajak dengan nilai pembelian Rp 2.500.000,00 (harga sudah termasuk PPN). a. Sebutkan jenis pajak apa saja yang dikenakan atas pembelian ATK tersebut? b. Berapa besarnya pajak yang dipungut? c. Kapan pajak tersebut harus disetor ke kas negara? d. Kapan pajak tersebut harus dilaporkan ke Kantor Pelayanan Pajak setempat? 4. Pada tanggal 18, sekolah negeri melakukan renovasi kamar mandi dengan rincian biaya sebagai berikut: membeli material Rp 4.000.000,00 ditoko bahan bangunan yang buk an sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP), ongkos tukang Rp 160.000,00 per hari selama

8 hari dan total ongkos tukang yang dikeluarkan selama 8 hari menjadi Rp 1.200.000,00. a. Sebutkan jenis pajak apa saja yang dikenakan atas renovasi kamar mandi terseb ut? b. Berapa besarnya pajak yang dipungut? c. Kapan pajak tersebut harus disetor ke kas negara? d. Kapan pajak tersebut harus dilaporkan ke Kantor Pelayanan Pajak setempat? 5. Tanggal 22-24, sekolah negeri menyelenggarakan inhouse training selama 2 hari , dimana 184

untuk pengeluaran yang terkait dengan konsumsi diserahkan jasanya kepada pengusa ha katering/jasa boga. Total biaya konsumsi sebesar Rp 2.000.000,00. a. Sebutkan jenis pajak apa saja yang dikenakan atas pembelian ATK tersebut? b. Berapa besarnya pajak yang dipungut? c. Kapan pajak tersebut harus disetor ke kas negara? d. Kapan pajak tersebut harus dilaporkan ke Kantor Pelayanan Pajak setempat? 6. Tanggal 26, sekolah negeri membeli buku teks pelajaran sebesar Rp 6.000.000,. a. Sebutkan jenis pajak apa saja yang dikenakan atas pembelian tersebut? b. Berapa besarnya pajak yang dipungut? c. Kapan pajak tersebut harus disetor ke kas negara? d. Kapan pajak tersebut harus dilaporkan ke Kantor Pelayanan Pajak setempat? 185

186

Bagian 3 Bab IV Pembukuan A. LATAR BELAKANG Bagian yang sangat penting dalam tata kelola keuangan dalam suatu organisasi ter masuk sekolah/madrasah adalah pembukuan. Pembukuan merupakan sumber informasi dari pertanggungjawaban keuangan yang akan disusun dalam bentuk laporan. Dalam tahap pembukuan ini semua penerimaan dan pengeluaran uang harus diper-tanggungjawabkan . Oleh karena itu perlu dibukukan sesuai dengan norma/aturan baku. Secara umum, pembukuan didefinisikan sebagai pencatatan semua transaksi penerima an dan pengeluaran dana yang dilakukan sekolah/madrasah, baik secara manual ataupun menggunakan komputer, ke dalam buku-buku sesuai dengan peraturan yang berlaku. U ndangUndang Nomor 28 Tahun 2007 mendefinisikan pembukuan sebagai proses pencatatan data dan informasi keuangan . Karena pengertian ini masih merupakan pengertian umu m, 187

maka perlu dicari pengertian yang lebih spesifik. Untuk tingkat sekolah, Buku Pa nduan BOS 2010 memberikan definisi pembukuan sebagai pencatatan penerimaan dan pengeluaran dana oleh sekolah, di dalam buku kas umum dan buku pembantu . Dari definisi terseb ut ada beberapa hal penting yang harus dipahami untuk dapat menyelenggarakan pembuk uan dengan baik: 1. Jenis transaksi 2. Jenis buku 3. Proses atau alur pembukuan. Pembukuan suatu transaksi tergantung pada jenis transaksi. Pembukuan juga berart i membukukan pada buku/buku-buku yang tepat karena ada saling keterkaitan antara b ukubuku tersebut. Pembukuan juga harus dilakukan dengan cara dan pada waktu yang tepat. Sesi ini secara khusus akan menjelaskan tentang jenis transaksi, jenis buku dan alur pembukuan dalam menyelenggarakan manajemen keuangan di tingkat sekolah. Pembukuan yang dilakukan secara baik dan benar akan memberikan manfaat bagi seko lah/ madrasah, karena melalui pembukuan sekolah/madrasah memiliki data dan rincian ya ng terkait dengan: 1. Setiap penerimaan dan pengeluaran sekolah/madrasah sesuai dengan waktu terjad inya. Informasi mengenai jenis, jumlah dan waktu penerimaan atau pengeluaran dengan mudah dapat diketahui. 2. Dana yang masih tersedia dan telah terpakai pada periode tertentu. Informasi ini penting untuk mengetahui ketersediaan dana dalam jangka pendek guna memperlancar kegiata n belaja mengajar di sekolah/madrasah. 3. Dasar penyusunan laporan keuangan sebagai salah satu bentuk pertanggung-jawab an sekolah/madrasah. B. TRANSAKSI KEUANGAN Transaksi adalah situasi atau kejadian yang melibatkan unsur lingkungan dan memp engaruhi posisi keuangan. Transaksi umumnya diukur dengan nilai uang, sehingga bisa dicat at. Untuk mencatat transaksi tersebut dibutuhkan dokumen atau bukti transaksi sebagai pend ukungnya. Ada dua kelompok besar transaksi menurut arus masuk/keluarnya uang, yaitu: 1. Transaksi penerimaan, yang dibedakan lagi menjadi: a. Transaksi penerimaan internal

Yaitu penerimaan yang hanya mempengaruhi posisi kas dan bank, atau posisi kas saja. Contoh: Penyetoran uang kas ke bank, pemindahan dana milik sekolah dari sa tu rekening bank ke rekening sekolah/madrasah di bank lain. b. Transaksi penerimaan eksternal Penerimaan yang mempengaruhi posisi kas dan/atau posisi bank yang diterima dari sumber-sumber bukan milik sekolah/madrasah. Contoh: pencairan dana BOS ke rekening sekolah, pajak yang dipungut sekolah, bunga tabungan/ deposito. 2. Transaksi pengeluaran, yaitu bila dana yang dimiliki sekolah/madrasah berkura ng (baik dana tercatat di bank maupun di kas). Transaksi ini dibedakan menjadi: 188

atau posi si kas saja. C. Untuk tingkat sekolah/madrasah. b.ini merupakan buku utama untuk mencatat semua transaksi keuan gan. Contoh: sama dengan penerimaan internal yaitu pemindahan dana antar rekening milik sekolah/madrasah. c. Transaksi pengeluaran internal Yaitu pengeluaran yang hanya mempengaruhi posisi kas dan posisi bank. karen a untuk sekolah/madrasah yang masih menggunakan sistem manual akan terdapat lebih dari satu buku kas umum dan buku pembantu. dilihat dari sisi rekening bank yang mengeluark an dana. Bisa saja digunakan untuk menc atat transaksi internal. Buku Kas Umum-. Contoh: penerimaan uang kas dari bank. Untuk sekolah/madrasah sudah menggunakan komputer akan jauh lebih mudah untuk memelihara berbagai jenis buku yang ada. Buku ini menampung transaksi eksternal maupun internal yang dilakukan melalui bank. Buku Pembantu-. dan disaat yang sama dilakukan pembukuan disisi sebaliknya. b.a. Contoh: pembelian ATK yang dibayar tunai. JENIS BUKU Pencatatan setiap transaksi dilakukan dalam sebuah buku menurut kelompok/jenis a kunnya. atau belanja modal. Masing-masing sumber dana setidaknya memiliki ke-empat jenis buku di atas. dibukukan di kolom penerimaan dan di saat yang sa ma dibukukan di kolom pengeluaran uang bank karena pada saat yang sama uang kita di bank berkurang. Buku Pembantu Kas untuk mencatat transaksi keuangan terkait dengan uang kas d i bendahara. Buku ini menampung transaksi internal maupun eksternal yang dilakukan per kas. Buku Pembantu Bank untuk mencatat transaksi keuangan terkait dengan uang di bank. Transaksi yang dicatat di buku yang sesuai harus disertai dengan bukti-bukti tra .dibedakan menjadi: a. buku-buku yang dibutuhkan adalah: 1. Buku Pembantu Pajak untuk mencatat transaksi keuangan terkait dengan pemungut an dan penyetoran pajak oleh bendahara sekolah/madrasah (transaksi eksternal yang dilakukan per kas atau bank terkait pajak). 2. Umumnya hanya menampung transaksi eksternal saja. Pengelompokkan berdasarkan akun ini untuk memudahkan penyusunan laporan. Transaksi pengeluaran eksternal Yaitu pengeluaran yang mempengaruhi posisi/jumlah uang kas dan/atau posisi jumlah uang di bank karena pembelian barang/jasa.

nsaksi yang mencantumkan tanggal transaksi. PROSES/ALUR PEMBUKUAN Setelah/madrasah mengenal jenis transaksi dan jenis buku yang ada di tingkat sek olah/ madrasah. Terakhir adala h memilih kode akun untuk jenis transaksi. nomor bukti transaski. nomor kode akun serta ura ian penerimaan dan pengeluaran. Berikut adalah proses atau alur pembukuan secara sederhana: 189 . Kode akun yang digunakan adalah kode akun yang dikel uarkan oleh Kemendagri (untuk sekolah negeri) dan Kemenag (untuk madrasah) bagi program BOS. D. Kemudian pilih program nasional atau program sekolah yang sesuai.

Apabila bendahara meninggalkan tempat kedudukannya atau berhenti dari jabatan nya. 00 dikenai bea meterai dengan tarif sebesar Rp 6. Pembukuan terhadap seluruh penerimaan dan pengeluaran dapat dilakukan dengan tulis tangan atau menggunakan komputer. Setiap transaksi pengeluaran harus didukung dengan bukti kwitansi yang sah. e. dan jum lah uang yang diterima atau dikeluarkan.000. 2. Uraian pembayaran dalam kuitansi harus jelas dan terinci sesuai dengan peruntukkannya. dan para pemeriksa lain apabila diperlukan. Buku Kas Umum dan buku pembantunya serta bukti-bukti pengeluaran tidak boleh dibawa dan harus disimpan di kantornya.00 c.000. yakni: BOS K-4 (Buku Pembantu Kas). uraian. BOS K-6 (Buku Pembantu Pajak). Semua transaksi penerimaan dan pengeluaran dicatat dalam Buku Kas Umum dan Bu ku Pembantu yang relevan sesuai dengan urutan tanggal kejadiannya. b. Nomor bukti harus diberi tanggal nomor urut. Bukti pengeluaran: a. Uang tunai yang ada di Kas Tunai tidak lebih dari Rp 10 juta. yaitu BOS K-3 (Buku Kas Umum). nomor kode akun.000. 5. Tim Manajeman BOS Kabupaten/Kota. sedang transaksi dengan nilai nominal anta ra Rp 250. 6. d. dan buku-buku pembantunya. f.1 3. Dokumen ini disimpan di sekolah/madrasah dan diperlihatkan kepada penga was.000.00 sampai dengan Rp 1. BOS K-5 (Buku Pembantu Bank). Dalam hal pembukuan dilakukan dengan komputer. 7. Pembukuan dilakukan dengan mengisikan bukti transaksi-transaksi penerimaan da n bukti transaksi keuangan dalam buku/format-format yang ada. bendahara wajib mencetak BKU d an buku-buku pembantu sekurang-kurangnya sekali dalam satu bulan dan menatausahakan hasil cetakan BKU dan buku-buku pembantu bulanan. 8. 4. Bukti pengeluaran uang dalam jumlah tertentu harus dibubuhi meterai yang cuku p sesuai dengan ketentuan bea meterai.00 dan transaksi dengan nilai nominal lebih besar Rp 1. Setiap bukti pembayaran harus disetujui Kepala Sekolah dan lunas dibayar oleh .00 tidak dikenai bea meterai.000. Untuk transaksi dengan nilai sampai Rp 250.1.000. Nomor kode akun dipilih dari lampiran.00 dikenai bea meterai dengan tarif sebesar Rp 3. setelah ditandatangani Kepala Sekolah dan Bendahara Sekolah. Format ini harus dibukukan per transaksi dan ditandatangani oleh Bendahara da n Kepala Sekolah.000.000.

Format ini dapat digunakan untuk sumber dana lain guna memudahkan dalam penyusunan laporan yang terintegrasi. FORMAT BUKU Format Buku Kas Umum dan Buku Pembantu yang digunakan di tingkat sekolah terdapa t dalam Buku Panduan BOS.05/2008 dan Peraturan Direktur Jendera l Perbendaharaan nomor PER-47/PB/2009. g. E. Segala jenis bukti pengeluaran harus disimpan oleh sekolah/madrasah sebagai b ahan bukti dan bahan laporan.Bendahara. 190 . Uraian tentang jenis barang/jasa yang dibayar dapat dipisah dalam bentuk fakt ur sebagai lampiran kwitansi. 1 Peraturan Menteri Keuangan nomor 73/PMK. h.

Buku Kas Umum (BOS K-3) 191 .1.

yaitu yang berhubungan dengan pihak ketiga. besar). dan penerimaan jasa giro dari bank. (3) atau luar kota. Dokumen ini disimpan di sekolah bersama-sama dengan bukti-bukti transaksi ser ta dokumen-dokumen pendukungnya dan tersedia/diperlihatkan kepada pengawas. b. . kode program sekolah. d. Tim Manajeman BOS Kabupaten. kuantitas barang. (2) jasa: jenis jasa. dibayar untuk belanja transportasi/perjalanan dinas: dalam kota yang dituju. Untuk setiap bukti transaksi kenalilah: 1) Jenis transaksi (internal/eksternal) 2) Apakah merupakan transaksi penerimaan atau pengeluaran 3) Apakah sumber dananya 4) Dalam rangka program nasional yang mana 5) Dalam rangka program sekolah yang mana ii. Proses pengisiannya dalah sebagai berikut: i. penerimaan dari pemungutan pajak . dan para pemeriksa lainnya apabila diperlukan. e. Semua transaksi pengeluaran eksternal dibukukan pada sisi kanan/kredit (kolom pengeluaran): adalah pembelian barang dan jasa. jurusan penerimaan/pengeluaran uang: (1) untuk barang: jenis. satu arah atau pp. c. Format ini harus diisi segera setelah sesuatu transaksi tersebut terjadi dan tidak menunggu terkumpul satu minggu/bulan.Pembukuan dalam Buku Kas Umum meliputi semua transaksi eksternal. pajak a tas hasil dari jasa giro dan setoran pajak. f. Semua transaksi internal baik penerimaan maupun pengeluaran tidak dibukukan d i buku ini. Apabila sudah jelas semua maka mulailah mengisi (melakukan entri pada) forma t BOS K-3 dengan urutan berikut sesuai kolom: 1) Diisi tanggal pembukuan (bulan-tanggal) 2) Diisi kode program nasional. Cara pengisian Buku Kas Umum adalah sebagai ber ikut: a. dan kode jenis belanja 3) Diisi dengan nomor bukti penerimaan/pengeluaran uang 4) Diisi uraian singkat spesifikasi (umum/garis untuk periode/bulan mana. Semua transaksi penerimaan eksternal dibukukan pada sisi kiri/debet (kolom pe nerimaan): dari Penyalur Dana (BOS atau sumber dana lain). biaya administrasi bank.

g. Pada akhir bulan buku ini harus ditutup dan dibuatkan Berita Acara yang ditan da-tangani oleh kepala sekolah/madrasah.5) Diisi jumlah penerimaan yang tercantum dalam dokumen sumber (bukti) 6) Diisi jumlah pengeluaran yang tercantum dalam dokumen sumber (bukti) 7) Diisi jumlah saldo setelah ditambah/dikurangi jumlah penerimaan/ pengeluaran yang tercantum dalam dokumen sumber. bendahara dan komite sekoleh/madrasah. 192 .

maka Buku Kas Umum. Bukti transaksi kas eksternal sama dengan bukti transa ksi yang dipergunakan oleh Buku Kas Umum. dan para pemeriksa lainnya apabila diperlukan. Semua transaksi Kas. Buku Pembantu Kas dan Buku Pembantu Bank harus ditutup paling lambat setiap akhir bulan dan ha rus 193 . Dokumen ini disimpan di sekolah dan diperlihatkan kepada pengawa s. Pada akhir bulan buku ini harus ditutup dan dibuatkan Berita Acara yang ditandatangani oleh kepala sekolah/madrasah.2. baik transaksi eksternal maupun internal dibukukan dalam buku ini. bendahara dan komite sekolah/madrasah. Format di atas harus dibukukan per transaksi dan ditandatangani oleh Bendahara d an Kepala Sekolah. Apabila proses pembukuan dilakukan dengan komputer. maka rekonsiliasi dilakukan antara saldo Buku Kas Umum dengan saldo Buku Pembantu Kas dan saldo Buku Pembantu Bank. Sedang bukti transaksi internal dibuat tersendi ri. Buku Pembantu Kas (BOS K-4) Buku Pembantu Kas berfungsi untuk mencatat transaksi penerimaan/pengeluaran yang dilaksanakan secara tunai. Tim Manajeman BOS Kabupaten/Kota. Apabila digunakan pemrosesan dengan komputer.

satu arah atau pp. kuantitas barang. Diisi tanggal pembukuan (bulan dan tanggal) b. dibayar untuk period e/bulan mana. (2) jasa: jenis jasa.dicetak. Diisi uraian singkat penerimaan/pengeluaran uang: (1) untuk barang: jenis. kode program sekolah. Urutan pencatatannya sesuai kolom adalah sebagai berikut: a. dan kode jenis belanja c. sp esifikasi (umum/garis besar). Diisi jumlah saldo setelah ditambah/dikurangi jumlah penerimaan/pengeluaran y ang tercantum dalam dokumen sumber 3. (3) untuk belanja transportasi/perjalanan dinas: dalam kota atau luar kota . Diisi dengan nomor bukti penerimaan/pengeluaran uang d. e. Diisi kode program nasional. Diisi jumlah penerimaan yang tercantum dalam dokumen sumber (bukti) f. Buku Pembantu Bank (BOS K-5) 194 . jurusan yang dituju. Diisi jumlah pengeluaran yang tercantum dalam dokumen sumber (bukti) g.

dan kode jenis bel anja c. Urutan pengisian Buku Pembantu Bank adalah sama dengan Buku Pembantu Bank. Semua transaksi internal per kas juga harus dibukukan dalam format ini. yang dibuatkan Berita Acara yang ditandatangani oleh Kepala sekolah dan bendahara. kode program sekolah. Sum ber informasi untuk penyusunan Buku Pembantu Bank adalah semua transaksi eksternal b aik penerimaan maupun pengeluaran yang dilakukan melalui bank dan transaksi internal yang berupa pengambilan uang kas di bank dan penyetoran uang kas untuk disimpan di Ba nk. Buku Pembantu Pajak (BOS K-6) Buku ini hanya perlu dipergunakan apabila sekolah yang bersangkutan adalah (yang ditunjuk sebagai) pemungut pajak. Kolom 2 diisi kode program nasional. serta PPN. Berfungsi untuk mencatat transaksi penerimaan/pengeluaran yang dilaksanakan khusus melalui bank dengan ca ra antara lain penerbitan cek. Kolom 1 diisi sesuai tanggal terjadinya transaksi pungutan pajak b. Kolom 3 diisi dengan nomor bukti pungutan pajak . Pembukuan untuk Buku Pembantu Pajak dilakukan sebagai berikut (sesuai urutan kol om): a.Ini merupakan Buku Pembantu melengkapi format BOS K-3. sedangkan pengeluaran eksternal kolom 1-4 & 6. terutama PPh Pasal 21. Pajak yang harus dibukukan adalah semua pajak. 23. Saldo akhir buku ini harus sama dengan jumlah uang kas yang benar-benar ada di tangan dan saldo kas yang dilaporkan dalam Buku Kas Umum . 4. Paling lambat setiap akhir bulan harus ditutup dan dihitung sisa pemungutan paja k yang belum disetor ke kas Negara. penarikan cek. yaitu terutama sekolah-sekolah negeri. Format ini (baik yang diproses secar a manual maupun dengan komputer) harus ditutup pada setiap akhir bulan dan ditanda tangani oleh Kepala Sekolah dan Bendahara. Semua transaksi eksternal per kas yang dibukukan di format BOS K-3 harus dibukuk an juga pada format ini. Saldo (kolom 7) dihitung se tiap kali membukukan penerimaan dan/atau pengeluaran. Untuk yang diproses dengan komputer harus dit utup dicetak pada setiap akhir bulan. penerimaan pembayaran dengan cek. Penerimaan eksternal dibukukan pa da kolom 1-5 . Buku pe mbantu pajak mempunyai fungsi untuk mencatat semua transaksi yang harus dipungut pajak serta memonitor atas pungutan dan penyetoran pajak yang dipungut selaku wajib pungut p ajak. pada sisi penerimaan dan pengeluaran yang sama.

6. 195 . 21. PPh 22. Kolom 10 diisi sesuai saldo pajak yang masih harus disetor sekolah. uraian singkat mengenai jenis pungutan/penyetoran pajak yang dilakuk an oleh sekolah e. Kolom 4. 23) f. atau PPh Ps. 7 dan 8 diisi jumlah rupiah jenis pajak yang dipungut (PPN. Kolom 5.d. PPh P s. Kolom 9 diisi jumlah total rupiah pajak yang disetor ke kas Negara g.

196 .

3. 5. 5. 2. Pengeluaran eksternal dibukukan pada Buku Kas Umum dan juga Buku Pembantu Kas dan Buku Pembantu Bank a. Pembukuan di Buku Kas Umum adalah pada kolom-kolom 1. 2. Pembukuan di Buku Pembantu Kas dan Buku Pembantu Bank dalah pada kolomkolom 1. Pembukuan di Buku Kas Umum adalah pada kolom-kolom 1. serta: a. Penerimaan eksternal perpajakan dibukukan pada Buku Kas Umum dan juga Buku Pembantu Kas atau Buku Pembantu Bank (tergantung dari apakah penyetoran tersebut dilakukan melalui kas atau bank) dan Buku Pembantu Pajak. 3. 3. Saldo juga harus dihitung dan dibukukan pada kolom 7 . 2. ALUR PEMBUKUAN INTERNAL DAN EKSTERNAL Alur Pembukuan Eksternal 1. 4. 6. Pembukuan di Buku Kas Umum dan Buku Pembantu Kas atau Buku Pembantu Bank adalah pada kolom-kolom 1. setiap kali transaksi dibukukan. setiap hari 3. 3. 7. 4. Jumlah juga harus dihitung dan dibukukan pada kolom 10. 6 c. 4. 4. 4. 3. 2. dan 6 b. b. setiap kali transaksi dibukukan. Jumlah juga harus dihitung dan dibukukan pada kolom 8. 2. 6 b. Pembukuan di Buku Pembantu Kas dan Buku Pembantu Bank dalah pada kolomkolom 1. dan kolom 5/6/7 (tergantung dari jenis pajak yang dipungut) c. 4. 4. Pengeluaran eksternal perpajakan dibukukan pada Buku Kas Umum dan juga Buku Pembantu Kas atau Buku Pembantu Bank (tergantung dari apakah penyetoran tersebut dilakukan melalui kas atau bank) dan Buku Pembantu Pajak.F. 3. Penerimaan eksternal dibukukan pada Buku Kas Umum dan Juga Buku Pembantu Kas dan Buku Pembantu Bank a. Pembukuan di Buku Pembantu Pajak adalah pada Lajur Pungutan Pajak pada kolomk olom 1. 2. 3. serta: a. 197 . 8 atau 9 (tergantung dari jenis pajak yang disetor) c. 4. setiap hari 2. c. 5 b. Saldo juga harus dihitung dan dibukukan pada kolom 7 . Pembukuan di Buku Pembantu Pajak adalah pada Lajur Penyetoran Pajak pada kolo m 5. 2. Pembukuan di Buku Kas Umum dan Buku Pembantu Kas atau Buku Pembantu Bank adalah pada kolom-kolom 1.

.

00 dan Saldo Bank Awal adalah Rp 25.LATIHAN Di bawah ini adalah transaksi-transaksi internal dan eksternal dari suatu SMP di Kabupaten Sukabumi. dan Pajak untuk dana BOS dan Dana BOS Ka b dengan catatan saldo Kas Awal adalah Rp 5.00 untuk BOS Pusat 198 .000.000.500.000. Buku-buku Pembantu Kas. Bukukanlah transaksi-transaksi tersebut ke dalam Buku Kas Umum. Bank.

199 .

200 .

Kode Akun: Program Nasional 2.LAMPIRAN KODE AKUN A. Kode Akun: Program Sekolah 201 . KODE AKUN PENERIMAAN 1.

PROYEKSI PENERIMAAN DAN PENGELUARAN 202 .B.

C. KODE AKUN PENGELUARAN 203 .

204 .

205 .

206 .

207 .

208 .

209 .

210 .

sementara kedudukan madrasah adalah setara 211 . menyesuaikan dengan kemampuan sumber daya yang ada di tingkat sekolah/madrasah maka pada bagian ini hanya akan diberikan hal-hal minimal yang harus dilakukan oleh sekolah/madrasah dalam menginventarisasi barang-barang yang dikuasakan penggunaannya pada sekolah/madra sah sebagai bagian dari manajemen asset daerah. selain juga sebagai salah satu cara memelihara kondisi barang guna mendukung proses belajar mengajar secara optimal. pencatatan barang merupakan bagian dari manajem en asset. Namun demikian. Manajemen asset mencakup proses yang menyeluruh dan terpadu mulai dari perencanaan barang hingga ke pelaporannya. LATAR BELAKANG Dalam siklus manajemen keuangan.Bagian 3 Bab V Pencatatan Barang Milik Sekolah/Madrasah A. Sekolah merupakan salah satu unsur pemerintahan daerah yang berada dalam pembina an DInas Pendidikan Kota/Kabupaten.

Dimasa mendatang. Memberikan pengetahuan tentang langkah-langkah yang harus dilakukan ketika menerima pengiriman barang habis pakai yang dipesan dan bagaimana perlakuannya ketika barang tersebut disimpan kemudian disalurkan ataupun diminta untuk diguna kan. Memberikan pemahaman tentang pentingnya pencatatan milik sekolah yang merupak an bagian dari barang milik daerah yang ditempatkan di sekolah. Memberikan pengetahuan tentang cara melakukan pencatatan barang tidak habis p akai dengan menggunakan kode standar yang digunakan sesuai dengan peraturan perundang an yang berlaku. Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pendidik an Nasional secara lengkap telah memberikan panduan cara penggunaan dana ini untuk menghindari adanya penyalahgunaan penggunaan dana.dengan SKPD yang berada dalam pembinaan Kanwil Kemenag di daerah. Karena itulah bab ini secara khusus bertujuan untuk: 1. Sejalan dengan perkembangan zaman. pengelompokkan jenis barang maupun sistem pengkodeannya. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah ser ta perubahannya yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2008 secara rinci menjela skan tentang segala hal yang terkait dengan pencatatan barang milik daerah. sejak tahun 2010 dana BOS dapat digunakan untuk membeli perangkat kompute r sebagai pendukung kegiatan di sekolah. B. Sebagai bagian dari perangkat daerah. 3. tidak tertutup kemungki nan dana ini bisa juga digunakan untuk pembelian barang jenis lain terkait dengan ke giatan sekolah. Sejak diluncurkannya Program BOS pada tahun 2005. inventarisasi dan pelaporan ba rang milik Negara/daerah sesuai ketentuan yang berlaku. Sedangkan madra sah yang merupakan bagian dari Kementerian Agama juga memiliki kewajiban yang sama d alam pengelolaan asset/barang yang dikuasakan kepada madrasah. 2. yaitu rangkaian kegiatan yang meliputi pembukuan. sebagian besar sekolah di Indo nesia sangat bergantung dengan dana BOS. maka sudah seharusnya sekolah mengikuti aturan yang berla ku di pemerintahan daerah termasuk dalam hal pengelolaan asset/barang. serta apa yang harus dilakukan ketika menempatkan/ menyalurkan bar ang tersebut untuk digunakan di lingkungan sekolah. Pasal 1 (20) peraturan tersebut menjelaskan tentang definisi dari penatausahaan barang. Sementara inventarisasi sendiri men . DASAR HUKUM Peraturan perundangan yang terkait dengan pencatatan barang merupakan acuan pent ing bagi daerah terutama dalam penegasan tentang tugas dan tanggung jawab pencatatan barang.

Rangkaian kegiatan tersebut untuk tingkat sekolah menjadi t anggung jawab Kepala Sekolah yang merupakan Kuasa Pengguna Barang. dinyatakan secara jelas bahwa Kepala Unit Pelaksana T eknis Daerah selaku kuasa pengguna barang milik daerah. Pada Pasal 6 Ayat 5 peraturan yang menjabarkan secara detail pelaksanaan dari pengelolaan barang daerah. kepa la sekolah dapat mendelegasikan tugas ini. Untuk melengkapi peraturan pemerintah tersebut. berwenang dan bertanggung jawa b: 1. mengajukan rencana kebutuhan barang milik daerah bagi unit kerja yang dipimpi nnya kepada Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah yang bersangkutan. melakukan pencatatan dan inventarisasi barang milik daerah yang berada dalam 212 . Pada prakteknya.cakup kegiatan untuk melakukan pendataan. pelaksanaannya diatur dalam Permendagri Nomor 17 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah. pencatatan dan pelaporan hasil pendataan bar ang milik Negara/daerah. 2.

DEFINISI PENCATATAN BARANG .06/2010 tentang Penggolongan dan Kodefikasi Barang Milik Negara. kodefikasi barang mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan 29/PMK. 4. melakukan pengawasan dan pengendalian atas penggunaan barang milik daerah yan g ada dalam penguasaannya. Dalam rangka menjaga kondisi barang milik sekolah guna memastikan pelayanan pendidikan dapat berjalan secara normal. mengamankan dan memelihara barang milik daerah yang berada dalam penguasaanny a. C. menyusun dan menyampaikan Laporan Barang Kuasa Pengguna Semesteran (LBKPS) da n Laporan Barang Kuasa Pengguna Tahunan (LBKPT) yang berada dalam penguasaannya kepada kepala satuan kerja perangkat daerah yang bersangkutan. Dengan pencatatan barang secara teratur maka dapat diketahui dengan cepat dan pasti kondisi barang yang ada di sekolah. pencatatan barang di tingkat sekolah/madrasah juga dimaksudkan untuk: 1. menggunakan barang milik daerah yang berada dalam penguasaannya untuk kepenti ngan penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi unit kerja yang dipimpinnya.penguasaannya. dan 6. Sebagai proses inventarisasi kekayaan daerah dimana barang milik sekolah meru pakan bagian dari kekayaan daerah. Sebagai bentuk pengamanan barang daerah yang dikuasakan penggunaannya kepada sekolah. D. 3. 4. Sebagai dasar penyusunan Neraca daerah karena barang milik sekolah adalah bag ian dari barang daerah. Sedangkan untuk madrasah. Peraturan di tingkat menteri ini juga dilengkapi dengan lampiran mengenai sistem pengkodean barang di tingkat daerah. 2. Hal ini guna menghindari adanya pemindahtanganan atau penggunaan barang milik sekolah untuk kegiatan yang tidak terkait dengan proses belajar mengajar a taupun tanpa sepengetahuan kuasa pengguna barang (kepala sekolah). TUJUAN PENCATATAN BARANG Seperti sudah dijelaskan pada bagian sebelumnya bahwa pencatatan barang sebagai bagian dari menajemen asset adalah merupakan bagian dari pengelolaan keuangan se cara keseluruhan maka selain dari menjalankan peraturan dan perundangan yang berlaku. Ke-empat tujuan di atas sekaligus mendukung pengelolaan keuangan sekolah secara terpadu guna memberikan layanan pendidikan yang optimal. 5. 3.

Barang yang perlu dicatat di tingkat sekolah/madrasah dibedakan menjadi: 1. Untuk tingkat sekolah. Pengadaan barang sejatinya merupakan satu kesatuan dari penc atatan barang namun proses ini tidak akan dibahas dalam sesi ini karena untuk pengadaan barang sekolah/barang mengacu pada panduan BOS terkait pengadaan barang. pencatatan barang dilakukan sejak barang tersebut diterima.Pencatatan barang merupakan bagian dari penatausahaan barang yang dalam hal ini dilakukan di tingkat sekolah/madrasah. Barang habis pakai 213 . disimpan dan kemudian disalurkan atau digunakan sampai pada tahap pemeliharaan.

dan merupakan bagian dari aset daerah yang tercata t dalam neraca keuangan daerah. Pembelian yang dilakukan oleh sekolah. Sumbangan. 2. Pembelian ini umumnya sudah direncanakan sebelumnya dalam rencana anggaran sekolah. Barang-barang jenis ini dicatat sebagai barang milik daerah yang dikua sakan penggunaannya kepada sekolah.Merupakan barang-barang yang digunakan dalam pelaksanaan belajar mengajar di sekolah/madrasah dengan masa pakai kurang dari satu tahun. me sin tik. Namun demikian. barang yang dibeli perlu dilaporka n kepada dinas pendidikan untuk kemudian dicatat sebagai bagian dari barang daerah. kursi. dll. Provinsi c. 2. pengguna barang wajib membuat laporan kepada pengelola barang minimal setiap semester dan tahunan. Kabupaten/Kota . yaitu: 1. ATK. k ecuali ada peraturan lain di tingkat daerah yang mewajibkan pencatatan tersebut. E. bahkan untuk saat ini di tingkat sekolah/madrasah tidak diwajibkan untuk melakuk an pencatatan barang-barang yang tergolong habis pakai. Dengan demikian dapat diketahui tingkat pemakaian rata-rata barang habis pakai yang umum dipakai sehari-hari di sekolah untuk tujuan ketersediaan b arang tersebut. komputer. pencatatan ini ideal dilakukan jika sekolah/madarasah berkeinginan melakukan pengelolaan keuang an sesuai standar umum yang berlaku serta untuk tujuan akuntabilitas penggunaan dan a pencatatan. Istilah yang umum digunakan dalam bidang keuangan adalah asset tet ap. SUMBER BARANG SEKOLAH/MADRASAH Barang milik sekolah/madrasah dapat berasal dari dua sumber utama. Yang tergolong dalam barang tidak habis pakai misalnya meja. dll. Sedangkan untuk bangunan tambahan yang berasal sumbangan ataupun lainnya harus tetap dicatat ole h sekolah. Sesuai peraturan. Barang tidak habis pakai Yaitu barang-barang yang memiliki masa pakai lebih dari satu tahun dan dapat dig unakan berulangkali. Tidak ada peraturan khusus yang mengatur mengenai pencatatan barang habis p akai. Untuk barang yang tidak habis pakai. yang berasal dari: a. Umumnya bangunan dan tanah dimana gedung sekolah berdiri tidak masuk dalam pencatatan barang di tingkat sekolah karena sudah dicatat sebagai asset di tingkat dinas. Contoh: kapur tulis. Pemerintah b.

Lainnya F. Dalam 214 .d. Hibah donor f. Perusahaan e. PENGELOLA BARANG SEKOLAH/MADRASAH Seperti yang telah dijelaskan di atas. Kepala Sekolah sebagai kuasa pengguna bar ang milik daerah di tingkat sekolah merupakan penanggung jawab barang milik sekolah. Masyarakat g.

Tanggung jawab yang harus dilakukan dalam rangka pengelolaan bara ng milik sekolah/madarasah ini adalah:. 1. kepala sekolah dapat mendelegasikan tugas ini kepada kepala tata usah a atau yang ditunjuk. Mengawasi segala jenis perbaikan/pemeliharaan barang inventaris. b. Pencatatan administrasi barang inventaris dengan pemberian kode. 3. G. juml ah. c.baik penerimaan barang dari pembelian maupun penerimaan b arang dari sumbangan atau hibah. Barang yang diterima ini dicatat dalam kartu penerima an barang sebagai bukti penerimaan. 2. Dasar penerimaan barang ialah surat perintah kerja/surat perjanjian kontrak/k ontrak pengadaan barang yang ditandatangani oleh kepala sekolah. Inventarisasi dengan cara menerbitkan dan memasang daftar inventaris ruangan. Membuat laporan mutasi barang. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam tahap penerimaan barang adalah: a. Barang diterima jika sesuai dengan isi dokumen pada poin c di atas. 4. yaitu: 1. Pencatatan adalah mendokumentasikan barang yang ada di lingkungan sekolah terma suk memberikan kode-kode barang yang sesuai dengan peraturan perundangan. Ini tidak berlaku bagi barang . d. Penerimaan Barang . Jika ada kekurangan maka barang ditolak atau dibuat tanda terima sementara ya ng memuat sebab-sebab penerimaan sementara barang. Dilakukan oleh kepala tata usaha atau penanggung jawab barang yang ditunjuk. dan kondisi yang ada dalam penguasa an sekolah kepada Dinas Pendidikan sebagai kuasa pengguna barang untuk kemudian dilaporkan kepada kepala daerah secara periodik. e. Barang yang diterima harus disertai dokumen yang menyatakan macam/jenis. Inventarisasi adalah memastikan bahwa barang yang dicatat memang benar ada dan memastikan lokasi/keberadaan barang yang dicatat tersebut. status. harga. Melaporkan setiap perubahan jumlah.prateknya. dan spesifikasi barang. Membuat laporan pengadaan barang inventaris secara berkala (per triwulan). ALUR PENCATATAN PENERIMAAN DAN PENGGUNAAN/PENEMPATAN BARANG SEKOLAH Pengelolaan barang yang baik mencakup tiga tahapan yang utama. 5.

sumbangan atau hibah. 3. Peyimpanan/Penempatan/Penggunaan Barang pada tahap ini barang ditempatkan/ disalurkan ke lokasi/ruangan yang membutuhkan ataupun kepada orang yang mengajuk an 215 . Contoh kartu penerimaan barang dapat dilihat dalam bagian lampiran. Format kartu-kartu barang sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku dapat dilihat dalam bagian lampiran. Pencatatan Barang tahap dimana barang yang diterima dicatatkan ke dalam kartu kartu barang sesuai jenis barang. 2. f. Pernyataan penerimaan barang sah apabila berita acara penerimaan barang telah ditandatangani oleh kepala tata usaha. g.

Menyimpan. Kartu inventaris gedung dan bangunan d. Alat Rumah Tangga. pengeluaran barang. Untuk barang tidak habis pakai. Untuk barang habis pakai. dan diurutkan secara alfa betis sesuai dengan nama barang. penyimpanan berkaitan erat dengan: 1. Alat-alat laboratorium: Unit Alat Laboratorium. mengatur. Alat Peraga/Praktek Sekolah dan lain-lain. 2. Mencatat secara tertib dan teratur penerimaan barang. Alat Bengkel Tak Bermotor. maka penyimpanan dan penggunaan barang sebaiknya memperhatikan hal-hal berikut: 1. Alat Angkutan Darat Tak Bermotor. kartu inventaris tanah b. c. Bukti-bukti pemasukan barang disimpan dalam satu tempat atau map khusus yang berisi bukti-bukti penerimaan logistik secara berurutan sesuai tanggal penerimaa n. Kartu Inventaris aset tetap lainnya Buku dan perpustakaan digunakan juga untuk mencatat: . Menggunakan sistem kartu barang guna pemantauan persediaan dan penggunaan barang 2. dan lainlain. Setiap kartu barang harus dapat menunjukkan persediaan barang pada saat itu. 4. 6. dan lain-lain Alat-alat kantor dan rumah tangga: Alat Kantor. Alat-alat bengkel dan alat ukur: Alat Bengkel Bermotor. baik karena adanya pemasukan barang mau pun pengeluaran barang harus secepatnya dicatat 5.permohonan pembelian untuk kemudian dapat digunakan dengan baik. dan keadaan persediaan barang ke dalam buku barang menurut jenisnya (format masingma sing kartu dapat dilihat dalam lampiran): a. dan merawat perawatan merupakan perbedaan utama dengan barang habis pakai dalam hal masa manfaat yang melebihi 1 tahun sehingga berdampak pada biaya perawatan yang perlu diaanggarakan agar barang dapat digunakan secara optimal. Kartu barang disimpan dalam kotak atau file khusus. Setiap satu jenis barang dibuatkan satu kartu barang 3. Setiap ada perubahan jumlah logistik. kartu inventaris mesin dan peralatan digunakan untuk mencatat Alat-alat angkutan: Alat Angkutan Darat Bermotor. dan lain-lain.

Agama. sejarah dan lain-lain Barang bercorak kesenian/kebudayaan Barang Bercorak Kesenian. Matematika dan Pengetahuan Alam. Ilmu Bahasa. Lukisan. Arsitektur. Ilmu Sosial.Buku seperti Buku Umum Filsafat. Alat Olahraga. Kesenian. Alat-alat Kesenian. Tanda Penghargaan. Biografi. Kebudayan seperti: Pahatan. Ilmu Pengetahuan Praktis. Olahraga Geografi. dan lain-lain 216 .

Pada dasarnya keduanya sama-sama terdiri dari 14 digit. Membuat laporan berkala.01. Pohon Mahoni. PENULISAN KODE BARANG Kode yang digunakan mengacu pada Lampiran Permendagri 17/2007 untuk sekolah negeri. untuk barang tidak habis pakai pemakain atau penempatan barang harus dicatat dengan baik dan jelas. Untuk memudahkan proses tersebut. maka kartu ini diperbaharui minimal enam bulan sekali dan disaat bersamaan penanggung jawab melakukan pemeriksaan atas kondisi barang dan memastikan keberadaannya. Pohon Kenari. kelompok.Komputer 01: Kode sub-kelompok .Peralatan dan Mesin 06: Kode bidang .PC unit 0003: Kode Register .02.03. Pohon Asem dan lain-lain sejenisnya termasuk pohon ayoman/pelindung. maka digunakanlah kartu inventaris ruang yang ditempatkan di setiap ruangan dan berisikan barang apa saja yang ada di ruangan tersebut dan bagaimana kondisinya.Hewan/ternak dan tumbuhan Hewan seperti Binatang Ternak. Binatang Unggas. Contoh penulisan arti dari kode yang digunakan adalah sebagai berikut: 02. pengurangan maupun pergerakan barangbarang yang berada di lingkungan sekolah. Tumbuhan-tumbuhan seperti Pohon Jati. bi dang. H.Alat Kantor 03: Kode kelompok . sedangkan untuk madrasah negeri mengacu pada Permenkeu 29/PMK. 3. Binatang Melata. Ini berkaitan erat dengan masalah pengamanan dan pemeliharaan yang dinyatakan dalam PP 6/2006 Pasal 8 Ayat 2 butir e bahwa: Pengguna barang wajib mengamankan dan memelihara barang milik daerah yang berada dalam penguasaanya .003 Kode barang mengandung arti: 02: Kode golongan barang . Kartu inventaris ruang mutlak harus diperbaha rui untuk dapat mengetahui penambahan. dengan kode golongan. Berbeda dengan barang habis pakai yang setelah diminta untuk digunakan tidak per lu dipantau keberadaannya. sub-kelompok dan sub sub-kelompok yang dapat dilihat dalam peraturan t erkait.06. dan lain-lain sejenisnya. Berkaitan erat dengan masalah pemeliharaan dan keamanan.Personal Komputer 01: Kode sub sub-kelompok . Ikan.06/2010. Format kartu inventaris ruang dapat dilihat dalam bagian lampiran.

maka pencatatannya dapat dilakukan dalam suatu format pencatatan dalam lajur reg ister. tahun pengadaan sama. besaran harganya sama seperti meja dan kursi jumlahnya 150 . pencatatan terhadap barang yang sej enis. ditulis: 0001 s/d 0150. Nomor urut pencatatan dari setiap barang. 217 . melainkan kode unik yang ditetapkan oleh masing-masing sekolah: 1.Kode register merupakan kode unik yang tidak diatur secara khusus dalam peratura n perundangan.

Misalnya: untuk komputer.2. bisa dilihat nomor unik yang terca ntum di unit komputer tersebut dan dijadikan nomor register (cukup diambil 3-4 angka ter akhir) 3. Nomor register ini dicetak dan ditempel pada barang tidak habis pakai yang re levan LAMPIRAN 1 Contoh Kartu Barang Habis Pakai Nama Sekolah : Alamat : Nama Barang : 218 . Nomer register juga bisa diambil dari nomor rangka/nomor produksi yang meleka t pada barang yang dibeli.

.....Ket..................) Kepala Tatausaha Harga Asal Usul Penggunaan Sertifikat Nomor Status Tanah Tanggal Hak Alamat Tahun Pengadaan/ Penerimaan (........................) Mengetahui Kepala Sekolah LAMPIRAN 2 Luas (m2) Nomor Kode Barang Jenis Barang/ Nama Barang No 219 Kartu Inventaris Tanah ... (........

LAMPIRAN 3 220 Kartu Mesin/Peralatan .

LAMPIRAN 4 221 Kartu Inventaris Gedung .

LAMPIRAN 5 222 Kartu Inventaris Aset Tetap Lainnya .

LAMPIRAN 6 223 Kartu Inventaris Ruang .

224 .

disimpan dan ditata dengan rapi dalam urutan nomor dan 225 . Untuk itu laporan pertanggungjawaban harus memenuhi unsur-unsur sebagai berikut: 1. Seluruh arsip data keuangan. Laporan merupakan pertanggungjawaba n atas pelaksanaan kegiatan yang dibiayai sumber dana tertentu (umpama saja dana B OS). Pelapor an disini diartikan laporan yang wajib diserahkan oleh sekolah kepada Tim Manajemen BOS Kabupaten dan pengumuman yang harus dipajang di papan pengumuman sekolah sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat.Bagian 3 Bab VI Pelaporan A. LATAR BELAKANG Laporan adalah salah bentuk dari pertanggungjawaban keuangan yang utama. Setiap kegiatan wajib dibuatkan laporan hasil pelaksanaan kegiatannya. baik yang berupa laporan-laporan keuangan maupun dokumen pendukungnya. 2.

Dalam hal ini. format laporan B OS akan digunakan sebagai acuan. Penerimaan dirinci per sumber dana. LAPORAN REALISASI PENGGUNAAN DANA Berbeda dengan format-format pembukuan yang semuanya disusun untuk setiap sumber dana. yaitu: Laporan Realisasi Penggunaan Dana per Program (ditujukan kepada Tim Sumber Dana/BOS Kota/Kabupaten) dan Pengumuman Realisasi Penggunaan Dana (ditujukan kepada masyarakat). untuk sumber dana tertentu (umpama saja dana BOS) disesuaikan dengan persyaratan sumber dana yang bersangkutan 4. sedangkan penge luaran akan dirinci per program sekolah yang selanjutnya dirinci per jenis belanja. Format Laporan Realisasi Penerimaan dan Penggunaan Dana (BOS K-2) adalah format laporan keuangan terintegrasi dan singkat/padat (condensed) dan merupakan satu-satunya l aporan yang disampaikan kepada Tim Manajemen Sumber Dana (umpama saja BOS) Kabupaten/ Kota. Waktu Pelaporan: laporan pertanggungjawaban keuangan tersebut disampaikan set iap triwulan. Terdapat dua laporan utama yang harus disusun sekolah terkait dengan penggunaan dana BOS. B. sehingga harus memuat laporan pener imaan dan penggunaan uang dari semua sumber dana yang diterima oleh sekolah. 3.tanggal kejadiannya. Masing-masing akan dibahas secara terpisah di bawah ini. maka laporan realisasi penerimaan dan penggunaan dana adalah format multi sumber yang berarti bahwa laporan ini merupakan laporan semua sumber dana yang diterima sekolah secara terintegrasi. serta disimpan di suatu tempat yang aman dan mudah untuk ditemukan setiap saat. seperti juga bab-bab terdahulu. Bentuknya berupa: Laporan Realisasi Penerimaan dan Penggunaan dana dari penanggungjawab/pengelola dana di tingkat sekolah harus disampaikan kepada Dinas Pendidikan (umpama saja kepada Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota . Format ini adalah format multi sumber. semester dan tahunan. dan masingmasing akan ditunjukkan dari sumber dana mana pengeluaran-pengeluaran tersebut dibiayai. Kemendikn as menginginkan agar sekolah tidak terlalu dibebani dengan bermacam-macam laporan y . Keakuratan dan ketepatan waktu laporan merupakan hal ya ng mutlak dalam penyusunan laporan.laporan internal). Bab ini akan membahas tentang laporan yang wajib disusun dan dilaporkan ke berba gai pihak sesuai aturan/syarat yang berlaku berkaitan dengan dana yang diterima seko lah dari berbagai sumber. laporan yang bersifat multi sumber dan juga kepada masyarakat (lapora n eksternal).

Form at laporan BOS K-2 adalah sebagai berikut: 226 .ang belum tentu sempat dibaca oleh para instansi peminta laporan. Mereka dipersilahk an untuk membaca dan mempelajari laporan terpadu BOS K-2 tersebut. dan apabila membutuhka n informasi yang lebih rinci maka semua data tersedia di sekolah bagi mereka.

227 .

Diisi dengan jumlah pengeluaran dari program sekolah dan non-program sekolah dan jenis belanjanya seperti disebutkan dalam BOS K-3 yang dibiayai sumber dana Pendapatan Asli Sekolah Cara yang harus dilakukan untuk mengambil data transaksi yang sudah dibukuan dal am Buku Kas Umum (BOS K-3) adalah: Buatlah ringkasan setap Buku Kas Umum dari setiap sumber dana per program dan se tiap program dirinci per jenis belanja.Diisi dengan jumlah pengeluaran dari program sekolah dan non-program sekolah d an jenis belanjanya seperti disebutkan dalam BOS K-3 yang dibiayai sumber dana BOS Provinsi. nomor Kode Program Sekolah. Kolom 4. Kolom 5. Cara mengisi Format adalah: Kolom 2.Sumber informasi untuk penyusunan format ini adalah Buku Kas Umum/BOS K-3 (yang tidak multi sumber) dari semua sumber dana yang dikelola oleh sekolah pada periode yan g sama. diisi dengan nomor kode sesuai dengan kode Program Nasional.Diisi dengan jumlah pengeluaran dari program sekolah dan non-program sekolah dan jenis belanjanya seperti disebutkan dalam BOS K-3 yang dibiayai sumber dana Bantuan Lain . Penerimaan .Diisi dengan jumlah pengeluaran dari non-program sekolah yang berupa jenis bel anja seperti disebutkan dalam BOS K-3 yang dibiayai sumber dana rutin. Sumber dana: sebutkan jenis/nama sumber dana yang bersangkutan b.Diisi dengan jumlah pengeluaran dari program sekolah dan non-program sekolah d an jenis belanjanya seperti disebutkan dalam BOS K-3 yang dibiayai sumber dana BOS Kabupaten/Kota . dan nomor kode Jenis Belanja Kolom 3.Diisi dengan jumlah pengeluaran dari program sekolah dan non-program sekolah d an jenis belanjanya seperti disebutkan dalam BOS K-3 yang dibiayai sumber dana BOS Pusat. . dengan format sebagai berikut: a. . . diisi dengan jumlah pengeluaran dari program sekolah dan non-program se kolah dari kolom 4 sampai dengan 9. dirinci per ( 2) Jenis Belanja tersebut dalam uraian Buku Kas Umum (BOS K-3) dari semua sumber dana. diisi dengan urutan sebagai berikut: (1) Program Sekolah. .

1) Nomor kode sesuai dengan yang ada di BOS K-3 2) Jumlah c. yang dirinci per jenis belanja 228 . Pengeluaran: 1) nomor kode sesuai dengan yang ada di BOS K-3 2) uraian: a) program X.

3) isikan ringkasan tersebut ke dalam format laporan BOS K-2 d. Laporan Penggunaan Dana (BOS-03) . yang dirinci per jenis belanja c) dsb. Nomor sesuai dengan sumber dana yang ditunjukkan pada kolom 5 C. yaitu: 1.Jenis Belanja A. Pengeluaran B. yang dirinci per program sekolah .dsb. LAPORAN PENGGUNAAN DANA (FORMAT BOS-03) Laporan ini merupakan laporan yang harus diumumkan kepada masyarakat melalui pap an pengumuman sekolah dengan cara sebagai berikut: Buatlah ringkasan setiap Buku Kas Umum dari setiap sumber dana per program dan setiap program dirinci per jenis belanja. yang dirinci per program sekolah . 2. Pembelian barang dan jasa: Merupakan laporan rinci barang dan jasa yang telah dibeli/dibayar dan datanya diambil dari Buku Kas Umum dari sumber dana yang bersangkutan Format yang digunakan untuk Laporan Penggunaan Dana adalah: Laporan Penggunaan Dana (BOS--11B) No Jenis Pengeluaran Tanggal/Bulan Jumlah (Rp) 1 2 3 No Barang/Jasa Tanggal/ Bulan Nama Toko/ Penyedia Jasa Jumlah (Rp) 1 2 3 A. Pembelian Barang/Jasa Ketua Komite Sekolah. Nomor kode sesuai dengan yang ada di BOS K-3 b. Masing-masing sumber dana penggunaannya akan dilaporkan dalam dua (2 kelompok) pengeluaran.b) program Y. Uraian: . Kepala Sekolah.Jenis Belanja B. Pengeluaran Umum: a. Bendahara. dengan mencatumkan jenis/nama sumber d ana yang bersangkutan (dibuat untuk setiap sumber dana).

229 .

Laporan umumnya mencakup periode tiga bulanan dan dicantumkan pad a judul atas laporan. LATIHAN Dengan menggunakan hasil pembukuan transaksi pada Bab 4.Laporan ini merupakan laporan yang harus disusun untuk setiap sumber dana dalam periode tertentu. 230 . Data yang digunakan untuk menyusun laporan ini adalah data yang berasa l dari Buku Kas Umum. Laporan ini ditempelkan di papan pengumuman sekolah agar mud ah dibaca oleh masyrakat. susunlah Laporan Realis asi Penggunaan Dana Tiap Jenis Anggaran dan Laporan Penggunaan Dana berdasarkan sumb er.

pengawasan secara umum diartikan sebagai usaha yang di lakukan dengan mengamati dan membandingkan pelaksanaan dengan rencana dan mengoreksinya 231 . LATAR BELAKANG Tahap yang tidak kalah pentingnya dalam siklus manajemen keuangan adalah pengend alian. audit maupun pengendalian. melainkan sebagai pengetahuan dan pengenalan dari masingmasing sub-topik sehingga dapat lebih baik mempersiapkan diri dalam menjalani pengawasa . Sesi ini secara khusus akan menjelaskan perbedaan dari pen gawasan.Bagian 3 Bab VII Pengawasan. Audit Dan Pengendalian A. audit dan pengendalian untuk memberikan gambaran lengkap tentang apa yang dilaku kan pada masing-masing tahap. siapa yang melakukan dan apa saja yang harus dipersiap kan sekolah dalam masing-masing bagian. Bab ini tidak akan secara dalam membahas mas ingmasing sub-topik diatas. pengawasan dan audit. Dalam berbagai literatur.

Yang merupakan fokus dari pengawasan adalah penyelenggaraan tugas dan fungsi sekolah sehingga didapat keyakinan yang memadai bahwa kegiatan di sekolah telah dilaksan akan sesuai dengan norma yang berlaku dan tolok ukur yang telah ditetapkan secara efe ktif dan efisien. Pengawasan dilakukan oleh pihak yang berada di luar organisasi. evaluasi. LSM. Untu k tingkat sekolah ini berarti dilakukan oleh pihak-pihak diluar dinas pendidikan d an sekolah itu sendiri (masyarakat. Pengendalian dalam sector publik diartikan sebagai sebuah proses untuk memberika n jaminan dilaksanakannya strategi organisasi secara efektif dan efisien sehingga tujuan organisasi dapat dicapai. DPRD melakukan pengawasan ke sekolah dalam bentuk monitoring. Dalam buku Panduan BOS 2011. komite sekolah dan masy arakat melakukan pengawasan dengan melakukan monitoring terhadap sekolah. pemantauan (monitoring) dan bentuk kegiatan pengawasan lainnya. Karena itulah system pengendalian dalam suatuorganisas i sering disebut juga sebagai pengendalian manajemen. Dala m tata pemerintahan di Indonesia sendiri. monitoring dan evaluasi 3. antara lain: 1. audit diartikan sebagai pemeriksaan. Sedangkan Audit secara umum berarti proses sistematis yang dilakukan oleh orang yang kompeten dan independen dengan mengumpulkan dan mengevaluasi bahan bukti dan bertujuan memberikan pendapat mengenai kewajaran laporan keuangan tersebut. PENGAWASAN DI TINGKAT SEKOLAH Mardiasmo dalam buku Otonomi dan Manajemen Keuangan Daerah menyatakan bahwa pengawasan mengacu pada tindakan atau kegiatan yang dilakukan oleh pihak di luar eksekutif (yaitu masyarakat dan DPRD) untuk mengawasi kinerja pemerintahan. Tim manajemen BOS Provinsi/Kabupaten/Kota melakukan pengawasan dalam bentuk melakukan reviu. dengar pendapat dan kunjungan kerja.apabila terjadi penyimpangan atau melakukan penyesuaian jika diperlukan. dengan bentuk yang beragam. B. kegiatan pengawasan disebut dengan monitoring yang dibedakan menjadi: 1. dll). Sekretaris provinsi/kabupaten/kota. 2. dalam ini di lua r sekolah. Cakupan pengawasan di tingkat sekolah melipu ti kegiatan reviu. dewan pendidikan. Monitoring internal adalah monitoring yang dilakukan oleh Tim Manajemen BOS T ingkat . Terdapa t hubungan yang erat antara rencana dengan pengawasan.

232 . dan pelaporan. 2. Monitoring eksternal lebih bersifat evaluasi terhadap pelaksanaan program dan melakukan analisis terhadap dampak program. yaitu melakukan monitoring dan ikut menyelesaikan masalah jika ditemukan permasalahan dalam pelaksanaan program BOS. pelayanan dan penanganan pengaduan . Monitoring internal ini bers ifat supervisi klinis. kelemahan dan rekomendasi untuk perbaikan program.Pusat. Komponen utama yang dimonitor antara lain: alokasi dana sekolah penerima bantuan . Tingkat Provinsi dan Tingkat Kabupaten/Kota. Monitoring eksternal ini dapat dilakukan oleh Balitbang atau lembaga independen lainnya yang kompeten. administras i keuangan . penyaluran dan penggunaan dana.

2. Hasil pemeriksaan kinerja adalah berupa temuan. C. simpulan dan temuan. Hasil dari pemeriksaan ini adalah berupa opini. obyektifn dan professional berdasarkan standar pemeriksaan. maka buk tibukti . Audit eksternal u ntuk lembaga pemerintah di Indonesia dilakukan oleh BPK (Badan Pemeriksa Keuangan). dan keandalan informasi mengenai pengelolaan dan tangg ung jawab keuangan negara . Inspek torat Jenderal di tingkat Pusat. penting bagi sekolah untuk menyiapkan bukti-bukti yang terkai t dengan pemeriksaan yang dilakukan. kesimpulan dan rekomendasi. Dalam pemeriksaan. 2.Secara teknis. audit dibedakan menjadi: 1. Hasil dari audit eksterna l berbentuk opini atau pendapat atas kewajaran laporan keuangan. kecermatan. Pemeriksaan keuangan yaitu pemeriksaan terhadap laporan keuangan. kredibilitas. dan evaluasi yang dilakukan secara independen.adalah pemeriksaan atas pengelolaan keuangan Negara yang terdiri atas pemeriksaan aspek ekonomi dan efisiensi serta pemeriksaan aktivitas . Pemeriksaan dengan tujuan tertentu adalah pemeriksaan yang tidak termasuk but ir 1 dan 2 di atas. Misalnya untuk pemeriksaan keuangan. Audit eksternal yaitu audit yang dilakukan dengan tujuan untuk memberikan per nyataan pendapat professional mengenai tingkat kelayakan dan keandalan informasi dan lap oran pertanggungjawaban yang disampaikan kepada masyarakat. sementara pada monitoring fokusnya adalah pada komponenko mponen program/kegiatan. Undang-undang ini membedakan pemeriksaan keuangan menjadi: 1. Hasil pemeriksaan berupa kesimpulan. Audit internal adalah audit dengan tujuan membantu pihak manajemen dalam mengidentifikasi kelemahan. Pemeriksaan kinerja. Audit internal dilakukan oleh BPKP (Badan Pemeriksa Keuangan Pemerintah). 3. inefisiensi dan kegagalan dari berbagai program yang dilaksanakan. perbedaan mendasar dari pengawasan dan monitoring terletak adalah pada fokusnya. Provinsi maupun Kota/Kabupaten. analisis. AUDIT Audit dalam tata keuangan Negara di Indonesia identik dengan pemeriksaan dan sesuai Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Negara Pasal 1 nomor 1 pemeriksaan sendiri di defini sikan sebagai proses identifikasi masalah. Pengawasan memfokuskan pada orang-orang yang mengelola program atau melaksanakan kegiatan. Sedangkan berdasarkan fungsinya. Hasil dari audit internal adalah berupa rekomendasi. untuk menilai kebena ran.

General Accounting Office (GAO) dalam Comprehensive Audit Manual (seperti dikutip Sawyer. Pengendalian manajemen melipu ti beberapa aktivitas.keuangan dan kepatuhan terhadap aturan maupun standar yang telah ditetapkan akan menjadi tolok ukur pemeriksaan dan pada akhirnya menjadi dasar pemberian opini. PENGENDALIAN DI TINGKAT SEKOLAH Pengendalian manajemen menurut Mardiasmo (2004:45) yang dimaksud pengendalian adalah usaha untuk memberikan jaminan dilaksanakannya strategi organisasi secara efektif dan efisien sehingga tujuan organisasi dapat dicapai. D. 1988:100) pengendalian manajem en adalah beberapa cara atau alat yang digunakan oleh manajemen dalam melaksanakan fungsi pengendalian dalam mencapai tujuan entitas. yaitu: (1) perencanaan. (2) koordinasi antar berbagai bagian dalam 233 .

5. 10. pengendalian atas pengelolaan sistem informasi. pembatasan akses atas sumber daya dan pencatatannya. 2. 8.organisasi. Pembinaan: dilakukan di tingkat pemerintah pusat. dan 11. 6. pengamanan aset negara. Dinas Pendidikan Provinsi. 4. dokumentasi yang baik atas Sistem Pengendalian Intern serta transaksi dan ke jadian penting. pembinaan sumber daya manusia. (5) memotivasi orangorang dalam organisasi agar berprilaku sesuai dengan tujuan organisasi. provinsi. (6) pengendali an. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah mendefinisikannya sebagai: proses yang integral pada tindakan dan keg iatan yang dilakukan secara terus menerus oleh pimpinan dan seluruh pegawai untuk memb erikan keyakinan memadai atas tercapainya tujuan organisasi melalui kegiatan yang efekt if dan efisien. Tindakan atau kegiatan yang dilakukan sebagai bent uk dari pengendalian internal dapat berupa: 1. . pengendalian fisik atas aset. pemisahan fungsi. kota/kabupaten da n kecamatan oleh Kemendiknas. dan ketaatan terh adap peraturan perundang-undangan. akuntabilitas terhadap sumber daya dan pencatatannya. (3) komunikasi informasi. Dinas Pendidikan Kabupate n/ Kota dan Koordinator tingkat kecamatan. Dari penjelasan di atas. 7. dan (7) penilaian kinerja. penetapan dan reviu atas indikator dan ukuran kinerja. reviu atas kinerja Instansi Pemerintah yang bersangkutan. dalam dan bagi suatu organisasi. (4) pengambilan keputusan. Bentuk pengendalian dan pelaku pengendalian yang umumnya dilakukan di tingkat se kolah adalah sebagai berikut: 1. otorisasi atas transaksi dan kejadian yang penting. Dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan pengendalian di atas. terlihat bahwa pengendalian berpusat dari. 9. 3. baik atasan maupun sta f memiliki tugas dan kewajiban masing-masing agar system pengendalian dapat berjalan dengan baik. keandalan pelaporan keuangan. pencatatan yang akurat dan tepat waktu atas transaksi dan kejadian.

efektif dan bertanggungjawan sesuai peraturan yang berlaku. keamanan barang yang berada dalam pengelolaan sekolah. Dokumentasi yang baik dan pencatatan akurat serta tepat waktu dilakukan di ti ngkat sekolah/madrasah. Pengawasan. perolehan dan pemeliharaan data/informasi yang handal dan 234 . 2. Karenanya sekolah perlu membiasakan diri untu k menganggap kegiatan-kegiatan tersebut sebagai bagian dari kegiatan rutin dengan mempersiapkan diri dengan cara: 1. audit maupun pengendalian adalah merupakan bagian dari siklus manaje men keuangan yang akan terus berulang. Memastikan dilakukanya pengendalian internal yang efektif guna menjamin penca paian tujuan. efisien. kepatuhan terhada p peraturan perundangan. Memastikan bahwa pengelolaan keuangan sekolah telah dilakukan secara ekonomis .2.

4. Menyusun dan menyampaikan laporan secara tepat waktu. dan relevan perlu terus dilakukan oleh manajemen sekolah. 235 . kompete n. 3. dokumentasi dan bukti-bukti pendukung yang cukup.pengungkapan yang wajar. Memelihara catatan.

236 .

Referensi 237 .

238 .

Permendagri Nomor 59 Tahun 2007 Tentang Sistem Pengelolaan Keuangan Daerah.03/2008 Tentang Penunjukan Pemungut Pajak Penghasilan Pasal 22 Sifat dan Besarnya Pungutan serta Tata Cara Penyetoran dan Pelaporannya. Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Peraturan Pemerintah Nomor 80 Tahun 2008 Tentang Sistem Pengendalian Internal Pe merintah (SPIP).03/2008 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Pemotongan Pajak Atas Penghasilan Sehubungan dengan Pekerjaan.Keputusan Menteri Keuangan Nomor 254/KMK.03/2001 dan perubahannya Keputusan Menteri Keuangan Nomor 154/KMK.03/2007. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 29/PMK.03/2007. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 Tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan.06/2010 Tentang Penggolongan dan Kodefik asi Barang Milik Negara. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan.03/2008. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 Tentang Pedoman Penyusunan dan Penerapa n SPM. dan Nomor 210/PMK. Permendiknas Nomor 16 Tahun 2007 Tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompet . Nomor 08/PMK. Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 Tentang Panduan Pengelolaan Keuangan Daerah. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2007 Tentang Pedoman Teknis Pengel olaan Barang Milik Daerah beserta Lampiran 41 mengenai Tabel Kode Barang. Permendiknas Nomor 13 Tahun 2007 Tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah. Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010 Tentang Perubahan Atas Peraturan Pemeri ntah Nomor 17 Tahun 2010 Tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan. serta Peraturan Menteri Keuangan Nomor 184/PMK. dan Kegiata n Orang Pribadi. Jasa. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 252/PMK. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 Tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 Tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/ Daerah dan perubahannya melalui Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2008. Permendiknas Nomor 15 Tahun 2010 Tentang Standar Pelayanan Mimimal Pendidikan Da sar. Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2008 Tentang Pendanaan Pendidikan.

Permendiknas Nomor 24 Tahun 2006 Tentang Pelaksanaan Pemendiknas Nomor 22 Tahun 2006 239 . Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Permendiknas Nomor 20 Tahun 2007 Tentang Standar Penilaian Pendidikan. Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 Tentang Standar Pengelolaan Pendidikan oleh Sat uan Pendidikan Dasar dan Menengah.ensi Guru. Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 Tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Das ar dan Menengah.

Undang-undang Nomor 18 Tahun 2000 Tentang Perubahan Kedua PPN barang dan Jasa da n PPNBm.Tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Permendiknas Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Standar Sarana dan Prasarana untuk Seko lah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI). Permendiknas Nomor 24 Tahun 2008 Tentang Standar Tenaga Administrasi Sekolah/Mad rasah. Permendiknas Nomor 26 Tahun 2008 Tentang Standar Tenaga Laboratorium Sekolah/Mad rasah. Undang-undang Nomor 36 Tahun 2008 Tentang Perubahan Keempat atas UU Nomor 7 Tahu n 1983 Tentang Pajak Penghasilan. Permendiknas Nomor 25 Tahun 2008 Tentang Standar Tenaga Perpustakaan Sekolah/Mad rasah. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1983 Tentang Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Barang da n Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPNBm). Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 Tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik. 240 . Undang-undang Nomor 15 Tahun 2004 Tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung J awab Keuangan Negara. Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 Tentang Perbendaharaan Negara. Permendiknas Nomor 37 Tahun 2010 Tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun Anggaran 2011. Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara. Undang-undang Nomor 42 Tahun 2009 Tentang Perubahan Ketiga PPN Barang dan Jasa d an PPNBm. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. dan Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA). Permendiknas Nomor 63 Tahun 2009 Tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan. Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs).

.

Pendidikan Karakter Bangsa .

Pendidikan Karakter Bangsa 242 .

Menggunakan informasi tentang lingkungan sekitar secara logis. Pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar men jadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Permendiknas nomor 22/2006 tentang Standar Isi. SKL SD . Menunjukkan rasa keingintahuan yang tinggi dan meyadari potensinya.SKL SMP Lulusan SD memiliki kompetensi-kompetensi berikut: Menjalankan ajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap perkembangan anak. Menunjukkan kemampuan memecahkan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari. cakap. Inpres nomor 1/2010 tentang Percepatan Pelaksanaan Prioritas Pembangunan Nasional Tahun 2010 menyatakan/menghendaki/ memerintahkan pengembangan karakter peserta didik melalui pendidikan di sekolah. Mengenal kekurangan dan kelebihan diri-sendiri. suku. dan kreatif. Menghargai keberagaman agama. Menunjukkan kemampuan berpikir logis. kritis. dan menjadi warga negara yang demokrati s serta bertanggung jawab. berilmu. sehat. mandiri. kreatif. UUSPN UUSPN Pasal 3 menyebutkan: Pendidikan Nasional mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. kritis.Pendidikan Karakter Bangsa Materi Pendidikan Karakter Bangsa Pendidikan Karakter di Pendidikan Dasar KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR 2011 Latar Belakang (Dasar Hukum) UU nomor 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Permendiknas nomor 23/2006 tentang SKL. berakhlak mulia. ras. dengan bimbingan guru / pendidik. dan golongan sosial ekonomi di lingkungan sekitarnya. budaya. dan kreat if. Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungannya. .

Menunjukkan kecintaan dan kebanggaan terhadap bangsa. negara. Menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan. 243 .Menunjukkan kemampuan mengenali gejala alam dan sosial di lingkungan sekitar. dan tanah air Indo nesia.

Menunjukkan kemampuan berpikir logis. dan kreatif. menulis dan berhitung . Memanfaatkan lingkungan secara bertanggung jawab. Mencari dan menerapkan informasi dari lingkungan sekitar dan sumber-sumber lain secara logis. Menunjukkan sikap percaya diri. Bekerja sama dalam kelompok. Menunjukkan kegemaran membaca dan menulis Menunjukkan keterampilan menyimak. tolong menolong. bugar. Lulusan SMP memiliki kompetensi-kompetensi berikut: Mengamalkan ajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap perkembangan remaja. suku. Menunjukkan kemampuan menganalisis dan memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. dan golongan sosial ekonomi dal am lingkup nasional. bugar. Berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan santun. berbangsa. . Menghargai keberagaman agama. Menghargai tugas pekerjaan dan memiliki kemampuan untuk berkarya. Menerapkan nilai-nilai kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat. dan memanfaatkan waktu l uang. kritis. sehat. berbicara. ras. Mendeskripsikan gejala alam dan sosial. Menunjukkan kebiasaan hidup bersih.Menunjukkan kemampuan untuk melakukan kegiatan seni dan budaya lokal. kreatif. Berkomunikasi secara jelas dan santun. aman. Menunjukkan kemampuan belajar secara mandiri sesuai dengan potensi yang dimiliki nya. budaya. dan memanfaatkan waktu luang dengan baik. Menerapkan hidup bersih. aman. dan bernegara demi terwujudnya persatuan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. membaca. Memahami kekurangan dan kelebihan diri-sendiri. Menghargai karya seni dan budaya nasional. Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungan yang lebih luas. kritis. sehat. dan menjaga diri sendiri dalam lin gkungan keluarga dan teman sebaya. dan inovatif.

membaca. Me nghargai adanya perbedaan pendapat. Memiliki jiwa kewirausahaan 244 . berbicara.Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di masyarakat. dan menulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris sederhana. Menguasai pengetahuan yang diperlukan untuk mengikuti pendidikan menengah. Menunjukkan keterampilan menyimak. Menunjukkan kegemaran membaca dan menulis naskah pendek sederhana.

nilai budaya bangsa untuk membentuk daya saing dan karakter bangsa. Pendidikan karakter adalah upaya yang terencana untuk menjadikan peserta didik m . hukum/konstitusi. kebudayaan. adat istiadat. dan estetika. Terselenggaranya uji coba kurikulum dan metode pembelajaran aktif berdasarkan ni lai.SK/KD SELURUH MAPEL SD & SMP SK/KD memuat nilai-nilai: religiusitas kejujuran toleransi disiplin kerja keras kreativitas kemandirian demokratis rasa ingin tahu semangat kebangsaan cinta tanah air menghargai prestasi bersahabat/komunikatif cinta damai senang membaca peduli sosial peduli lingkungan tanggung jawab INPRES NOMOR 1 TAHUN 2010 Bidang Pendidikan: Penguatan metodologi dan kurikulum Penyempurnaan kurikulum dan metode pembelajaran aktif berdasarkan nilai-nilai bu daya bangsa untuk membentuk daya saing dan karakter bangsa. Pengertian Karakter dan Pendidikan Karakter Karakter adalah perilaku yang dilandasi oleh nilai-nilai berdasarkan norma agama .

peduli dan menginternalisasi nilai-nilai sehingga peserta didik berperilaku seba gai insan kamil. 245 .engenal.

dan seimbang. inovatif ketangguhan 246 . setiap mata pelajaran TIDAK harus menanamkan semua nilai karakter.Tujuan Pendidikan Karakter Meningkatkan mutu penyelenggaraan dan hasil pendidikan di sekolah melalui pemben tukan karakter peserta didik secara utuh. kreatif. ing madya mangun kar sa. terutama para peserta didik sebagai prioritas utama Pendidik berperan sebagai teladan (ing ngarso sung tuladha. dan kewirausahaan: 25 butir nilai terba gi dalam 5 kelompok Catatan: Dengan alasan fisibilitas penanaman. Semua warga sekolah. tut wuri handayani) Contoh: Nilai-nilai yang Perlu Diinternalisasikan di SD & SMP Berdasarkan nilai-nilai pada SKL. Sasaran Seluruh Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Indonesia. kritis. sesuai standar kompet ensi lulusan. terpadu. Setiap mapel DAPAT memfokuskan pada penanaman nilai-nilai tertentu yang paling relevan/dekat dengan sifat isi dan kegiatan pembelajaran pada mapel ybs. SK/KD. Nilai Karakter dalam Hubungan Manusia dengan Tuhan Religiusitas Nilai Karakter dalam Hubunganya dengan diri sendiri kejujuran kecerdasan rasa tanggung jawab kebersihan dan kesehatan kedisiplinan berpikir logis.

.

tanggung jawab 5. tolong-menolong 8. kritis. kreatif dan inovatif .keingintahuan cinta Ilmu rasa percaya-diri kemandirian keberanian mengambil resiko berorientasi pada tindakan jiwa kepemimpinan kerja keras Nilai Karakter dalam Hubungan Antarmanusia tolong-menolong kesantunan kesadaran akan hak dan kewajiban diri dan orang lain kepatuhan pada aturan-aturan sosial menghargai karya dan prestasi orang lain demokrasi Nilai Karakter dalam Hubungan Manusia dengan Lingkungan: kepedulian terhadap lingkungan Nilai Kebangsaan: nasionalisme menghargai keberagaman Nilai-nilai Basis Pengembangan Karakter 1. religiusitas 2. kejujuran 3. kebersihan dan kesehatan 6. berpikir logis. kecerdasan 4. kedisiplinan 7.

Catatan : Nilai-nilai tersebut merupakan karakter yang pada tahap awal pendidikan karakter ini diprioritaskan internalisasinya. melalui semua mata pelajaran. 247 .

GRAND DESIGN PENDIDIKAN KARAKTER Contoh: Skema Pendidikan Karakter di SD & SMP 248 .

dan bahan ajar (lihat lampiran). Pelaksanaan Pembelajaran 249 .Pendidikan Karakter Terintegrasi dalam Pembelajaran Semua Mata Pelajaran Contoh : MODEL SILABUS. RPP. Direktorat P SMP telah mengembangkan model-model silabus. RPP. Selain itu juga telah dikembangkan Buku Panduan bagi Guru Mata Pelajaran Menggunakan BSE untuk Pendidi kan Karakter. dan BAHAN AJAR Untuk memfasilitasi sekolah dalam melaksanakan pendidikan karakter.

Direktorat P SMP telah mengembangkan rubrik penilaian sebagai berikut MK/A: Membudaya (apabila peserta didik terus.Evaluasi: Authentic Assessment PENILAIAN KARAKTER Untuk memfasilitasi sekolah dalam melaksanakan pendidikan karakter. 250 .menerus memperlihatkan secara kons isten perilaku yang dinyatakan dalam indikator ) MB/B: Mulai Berkembang (apabila peserta didik sudah mulai secara konsisten memperlihatkan berbagai tanda perilaku yang dinyatakan dalam indikator ) MT/C : Mulai Terlihat (apabila peserta didik sudah mulai memperlihatkan adanya t anda-tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator tetapi kemunculannya belum konsist en) BT/D: Belum Terlihat (apabila peserta didik belum memperlihatkan tanda-tanda awa l perilaku yang dinyatakan dalam indikator).

Contoh: Pembinaan Karakter melalui Manajemen Sekolah 251 .

Contoh: Pembinaan Karakter melalui Kegiatan Kesiswaan 252 .

253 .

254 .

255 .

256 .

257 .

258 .

259 .

260 .

261 .

262

Suplemen Suplemen

Suplemen 264

Pengintegrasian Pengurangan Resiko Bencana ke dalam Evaluasi Diri Sekolah/Madrasah (EDS/M) Bahan suplemen ini ditujukan untuk membantu sekolah/madrasah dalam menemukenali/ mengidentifikasi ancaman bencana dan mengkaji resiko dampak bencana yang dihadap i sekolah/ madrasah, sebagai bagian dari proses Evaluasi Diri Sekolah/Madrasah (EDS/M). Atas dasar penilaian resiko dampak bencana ini, sekolah/madrasah diharapkan dapa t menentukan pilihan tindakan Pengurangan Resiko Bencana menurut jenis dan tingkatan ancaman bencana yang dihadapi sekolah/madrasah, untuk bisa dimasukkan ke dalam Rencana Pengemban gan Sekolah (RPS) dan Rencana Kerja Sekolah (RKS) A. Tentang Ancaman Bencana di Indonesia Jenis-jenis bencana di Indonesia yang dapat mempengaruhi keamanan dan keselamata n sekolah/madrasah Gempa Bumi adalah kejadian alam akibat pergeseran lempeng bumi atau meletusnya g unung berapi, yang berakibat pada pergerakan permukaan bumi. Gerakan permukaan bumi in i dapat meruntuhkan bangunan rumah, gedung, sekolah/madrasah, jembatan dan jalan. Gempa bumi dapat diikuti oleh bahaya tambahan seperti kebakaran, benda-benda jatuh, atau ba hkan banjir akibat bendungan rusak. Gempa bumi dapat mengakibatkan jatuhnya benda-benda yang terletak di atas, meruntuhkan bangunan sekolah/madrasah, dan menjebak murid dan guru di d alam reruntuhan bangunan. Tsunami adalah gelombang besar yang diakibatkan oleh adanya perubahan dasar laut atau badan air yang terjadi akibat gempa bumi, letusan gunung berapi atau longsoran b awah laut. Gelombang yang terjadi menjalar dengan kecepatan dan elevasi yang tinggi di laut an dan ketika mencapai daratan dapat menjadi banjir bandang yang sangat dahsyat berakibat meru sak bendabenda yang dilewatinya. Gelombang tsunami dapat menghancurkan dan menghanyutkan bangunan rumah, sekolah/madrasah, perkantoran dan bangunan publik lainnya yang t erletak di pinggir pantai atau pada jalur air yang dekat dengan laut. Banjir adalah kejadian di mana air menggenang dalam waktu tertentu pada daerah y ang biasanya tidak digenangi air. Banjir terjadi saat kapasitas air melebihi daya tampung sun gai, danau, rawa atau penampung air lainnya. Kejadian ini dipengaruhi oleh intensitas curah hujan , lamanya hujan, kondisi topografi, kondisi tanah, dan kondisi tutupan lahan. Banjir dapat mengge nangi bangunan sekolah/madrasah atau menghanyutkan peralatan di dalamnya.

Tanah Longsor adalah pergerakan batuan atau tanah secara menurun menuju kaki sua tu lereng. Longsor dapat terjadi akibat gempa bumi, banjir dan letusan gunung berapi. Tanah longsor juga terjadi ketika kekuatan dari batuan atau tanah yang membentuk lereng dilampaui o leh tekanan massa lereng dan benda-benda di atasnya. Pengurangan kekuatan tanah ini dapat di sebabkan oleh meningkatnya kandungan air, meningkatnya sudut kemiringan lereng, berkurang nya pohon penyangga kemiringan tanah serta bertambahnya beban di permukaan lereng. Tanah l ongsor dapat menimpa, menggeser atau menimbun bangunan sekolah/madrasah. Kebakaran adalah kejadian di mana api menghanguskan bangunan rumah, sekolah/madr asah dan bangunan publik lainnya. Kebakaran gedung dan pemukiman pada dasarnya diakib atkan 265

oleh kelalaian manusia terutama dalam hal pemilihan bahan yang mudah terbakar, p emakaian alat-alat pembakaran yang menyalahi aturan, atau pemasangan instalasi listrik ya ng salah dan pemakaian alat-alat elektronik yang mengakibatkan arus pendek dan percikan api. Kebakaran dapat juga disebabkan oleh api dari kompor atau alat pemanas lainnya. Kebakaran dapat merusak bangunan sekolah/madrasah dan menjebak murid dan guru di dalam kungkungan api. . 266

Untuk masing-masing ancaman di atas: Jika semua jawaban Y, sekolah/madrasah memiliki risiko yang SANGAT TINGGI Jika lebih banyak jawaban Y, sekolah/madrasah memiliki resiko yang TINGGI Jika lebih banyak jawaban T, sekolah/madrasah memiliki resiko yang SEDANG Jika semua jawaban T, sekolah/madrasah memiliki resiko yang RENDAH C. Tindak lanjut hasil EDS/M tentang resiko bencana yang dihadapi sekolah/ madrasah Menyikapi hasil EDS/M tentang resiko bencana Secara umum idealnya aspek Keselamatan Sekolah (School Safety) merupakan bagian dari Standar Pelayanan Minimal (SPM). Kalaupun belum menjadi standar wajib, aspek kes elamatan merupakan kebutuhan mendasar bagi berlangsungnya proses belajar mengajar yang am an, nyaman dan melindungi. Bagi sekolah/madrasah yang memiliki resiko SANGAT TINGGI, TINGGI dan SEDANG dari hasil analisis sederhana di atas, maka disarankan agar sekolah/madrasah merujuk ke Sup lemen tentang Pengintegrasian Tindakan Pengurangan Resiko Bencana kedalam Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) dan Rencana Kerja Sekolah (RKS) yang tersedia pada Modul Perencana an dan Penganggaran Sekolah/Madrasah. 267

268

Pengintegrasian Tindakan Pengurangan Resiko Bencana ke dalam Rencana Kegiatan Sekolah (RKS) dan Rencana Kerja Tahunan (RKT) Petunjuk: Lembar suplemen ini dimaksudkan untuk membantu sekolah/madrasah dalam menindak lanjuti hasil Evaluasi Diri Sekolah/Madrasah (EDS) tentang Pengurangan Resiko Bencana ke dalam Rencana Kegiatan Sekolah (RKS) dan Rencana Kerja Tahunan (RKT), melalui penentuan pilihan-pilihan tindakan yang kongkrit untuk meningkatkan keamanan dan keselamat an sekolah (school safety) dari resiko bencana. A. Menentukan Pilihan Tindakan Pengurangan Resiko Bencana Memberikan pilihan tindakan yang dapat dilaksanakan untuk mengurangi resiko bencana untuk sekolah/madrasah yang memiliki resiko SANGAT TINGGI, TINGGI dan SEDANG. Ada dua kelompok pilihan tindakan yang termasuk dalam kategori Tindakan Struktural dan Tindakan Non-Struktural B. Menentukan Kebutuhan Pengurangan Resiko Bencana Mengidentifikasi kebutuhan kegiatan sekolah/madrasah dan program perbaikan yang dapat dilakukan untuk mengurangi resiko bencana, untuk dimasukkan ke dalam rencana sekolah/madrasah 269

Jangka Pendek Evaluasi diri kerentanan bangunan, fasilitas dan lingkungan sekolah/madrasah terhadap berbagai jenis bencana Perbaikan sistem pengelolaan sekolah/madrasah agar memiliki prosedur keselamatan Penyadaran akan pemahaman pentingnya mitigasi bencana dan prosedur keselamatan Pelaksanaan kegiatan simulasi dan latihan keselamatan menghadapi bencana Jangka Menengah/Panjang Perbaikan fasilitas sekolah/madrasah agar memenuhi standar keamanan dan keselamatan menghadapi bencana Penataan ulang penggunaan ruang kelas, jalur gang,

Di dalam mekanisme BOS. TINGGI dan SEDANG.gudang dan lapangan untuk meningkatkan kemudahan mobilitas Pemindahan sebagian atau keseluruhan bangunan sekolah/madrasah ke kawasan yang lebih aman dari bencana C. Selanjutnya rencanarencana tersebut dituangkan lebih lanjut ke dalam Rencana Kerja Anggaran Sekolah (RKAS). maka tujuan tersebut bisa diturunkan ke dalam sas aran. Jangka waktu perencanaan: Pada umumnya pilihan tindakan STRUKTURAL dapat dikerja kan dalam JANGKA MENENGAH/PANJANG. Jika Keselamatan Sekolah/Madrasah merupakan bagian dari tujuan pengembangan sekolah/madrasah. Contoh--contoh kegiatan Jangka Pendek Membentuk tim siaga bencana sekolah/madrasah Melakukan evaluasi diri . Memasukkan Pengurangan Resiko Bencana ke dalam rencana sekolah/madrasah Merencanakan pemenuhan kebutuhan Pengurangan Resiko Bencana dengan menuangkan ke dalam RKS dan RKT Langkah awal: idealnya. sedangkan ren cana jangka pendek dituangkan dalam Rencana Kerja Tahunan (RKT). maka unsur Keselamatan Sekolah (School Safety) harus menjadi bagian dari kondisi sekolah/madrasah yang diharapkan (bagian dari visi dan misi). untuk sekolah/madrasah yang hasil analisis resiko bencan a dalam EDS menunjukkan resiko yang SANGAT TINGGI. sedangkan pilihan tindakan NON-STRUKTURAL dapat dikerjakan dalam JANGKA PENDEK. rencana jangka menengah/ panjang dituangkan dalam Rencana Kegiatan Sekolah/RKS (4 tahunan). kegiatan dan rencana kerja tahunan.

kerentanan bangunan dan lingkungan sekolah/madrasah dari resiko bencana Menyusun prioritas rencana perbaikan untuk mengurangi kerentanan bangunan dan lingkungan sekolah/madrasah Menyusun dan melembagakan prosedur tetap penyelamatan saat terjadi bencana Melakukan simulasi dan pelatihan penyelamatan saat terjadi bencana Mendapatkan atau membuat poster dan melakukan kampanye penyadaran prosedur keselamatan saat bencana Mengevaluasi secara berkala peningkatan budaya keselamatan di sekolah/madrasah Contoh--contoh kegiatan Jangka Menengah/Panjang .

Pelebaran pintu--pintu kelas dan pintu gerbang sekolah/madrasah untuk mempermudah penyelamatan saat terjadi bencana Pembuatan rambu--rambu petunjuk arah. jalur evakuasi dan penyediaan tempat berkumpul (assembly area) Merenovasi untuk penguatan struktur bangunan inti sekolah/madrasah agar tahan gempa Pengaturan kembali tata letak ruangan dan peralatan untuk mempermudah proses penyelamatan 270 .

Sutopo Purwo Nugroho Jl. Senayan Gedung E. Referensi dan Nomor Kontak Penting Jika sekolah/madrasah memiliki resiko tinggi dan perlu informasi lebih lanjut. 3443079 Fax: 021-3505075 Email: sutopopn2011@yahoo. 36 Jakarta Tel: 021-3442734. H. Juanda No.com 271 . 5725613 Fax: 021-5725613 BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA NASIONAL Pusat Data dan Informasi Dr. Ir. Jenderal Sudirman. 5725613 Fax: 021-5725613 KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL Direktorat Jendral Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Koordinator DAK Rehabilitasi Sekolah Jl. KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL Direktorat Jendral Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Koordinator Program BOS Binsar Marpaung Jl. Senayan Gedung E. Lantai 5 Jakarta Selatan. dapat menghubungi organisasi dan institusi berikut untuk mendapatkan informasi. Jenderal Sudirman. 10270 Tel: 021-5725061.D. 10270 Tel: 021-5725061. 3442985. Lantai 15 Jakarta Selatan.

Tahun 20 08 Capaian pendidikan perempuan lebih rendah dibandingkan laki-laki. Rata-rata Lama Sekolah (dalam tahun) Penduduk Berusia 15 Tahun Keatas Menurut Tipe Daerah dan Jenis Kelamin.Isu Gender dalam Penyusunan Rencana Kerja Sekolah DIREKTORAT PENDIDIKAN MASYARAKAT DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN NON FORMAL DAN INFORMAL KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL 2010 LATAR BELAKANG Perhatikan hal yang berkaitan dengan millennium development goals (MDGs) dan dat a lamasekolah sebagian penduduk Indonesia seperti yang dipaparkan dio bawah ini. partisipasi. baik di perkot aan maupun di perdesaan Dua hal ini merupakan bagian penting dari tumbuhkembang inisiatif pemerintah Ind onesia untuk mengagendakan secara nasional upaya Pengarusutamaan Gender (PUG) APA KESETARAAN DAN KEADILAN GENDER DALAM KELUARGA? Suatu kondisi yang setara dan seimbang antara laki-laki dan perempuan dalam memp eroleh peluang/ kesempatan. MENGAPA PERLU MENYELENGGARAKAN PUG ? Memperoleh akses yang sama kepada sumber daya pembangunan. termasuk proses pengambilan keputusan. 272 . baik di dalam maupun di luar rumah tangga. Goal 2: mencapai pendidikan dasar bagi semua dengan tujuan bahwa pada tahun 2015 semua anak baik laki-laki maupun perempuan dapat mengenyam pendidikan dasar Goal 3: mempromosikan kesetaraan dan pemberdayaan perempuan dengan tujuan untuk menghapuskan segala bentuk disparitas gender dalam pendidikan dasar dan menengah paling lambat pada tahun 2015. Berpartisipasi yang sama dalam proses pembangunan. kontrol dan manfaat pembangunan.

84 Tahun 2008 Tentang Pedoman Pelaksanaan PUG Bidang Pendidikan yang memberi acuan pelaksanaan PUG bidang pendidikan mulai tingkat pusat.9 Tahun 2000) Suatu strategi untuk mencapai kesetaraan dan keadilan gender (KKG) melalui kebij akan dan program yang memperhatikan pengalaman. 84. dan evaluasi atas seluruh kebijakan dan program di berbagai bidang kehidupan dan sektor pembangunan PUG DALAM PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN (PERMEN DIKNAS NO. serta pemantauan dan evaluasi atas kebijakan dan program yang berperspektif gender diseluruh aspek pembangunan Undang-undang No. penganggaran. dan penyelesaian permasalahan laki-Iaki dan peremp . pelaksanaan. dan kegiatan pembangunan bidan g pendidikan. pemantauan. provin si. kabupaten/kota sampai dengan satuan pendidikan. KOMITMEN NASIONAL TENTANG PUG Untuk melaksanakan PUG ini. dan Memperoleh manfaat yang sama dari hasil pembangunan. dan evaluasi atas kebijakan. dan permasalahan per empuan dan laki-laki ke dalam proses perencanaan. aspirasi. THN 2008 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN PENGARUSUTAMAAN GENDER BIDANG PENDIDIKAN ) Tujuan Pengarusutamaan Gender memberikan acuan bagi para pemegang kebijakan dan pelaksana pendidikan dalam menyusun strategi pengintegrasian gender yang dilakukan melalui perencanaan. potensi.9 Tentang Pengarusutamaan Gender (PUG) dalam pembangunan Nasional. Melalui instruk si ini Presiden Republik Indonesia telah mengintruksikan kepada seluruh Kementerian / Lembaga serta pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk melaksanakan PUG ke dalam perencanaan. 17 tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) Tahun 2005-2025. aspirasi. Dalam UU tersebut peningkatan kesetaraan gende r merupakan salah satu tujuan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Ke-2 (201 02014) Permendagri No 15 Tahun 2008 Tentang Pedoman Umum Pelaksanaan Pengarusutamaan Gender di daerah Permendiknas No. kebutuhan. PUG DALAM INSTRUKSI PRESIDEN ( Inpres No. mewujudkan perencanaan berperspektif gender melalui pengintegrasian pengalaman. pada tahun 2000 telah dikeluarkan Instruksi Presiden No. pemantauan.Memiliki kontrol yang sama atas sumber daya pembangunan. pelaksanaan. program. kebutuhan. pelaksanaan.

mewujudkan pengelolaan anggaran pendidikan yang responsif gender. 273 . dan tanggung jawa b laki-laki dan perempuan sebagai insan dan sumber daya pembangunan. mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender pada satuan pendidikan dan masyarakat.uan. meningkatkan kesetaraan dan keadilan dalam kedudukan. peranan.

tujuan dan sasaran sekolah dengan memasukkan kesetaraan gender sebagai bagian integral dan eksplisit Mengidentifikasi fungsi-fungsi sekolah yang menggunakan prinsip MBS dengan mengintegrasikan masalah gender yang diperlukan untuk mencapai sasaran Melakukan analisis SWOT untuk mengetahui potensi pengembangan kesetaraan gender dalam perencanaan programdan pengembangan strategis untuk mencapai sasaran Mengidentifikasi langkah-langkah pemecahan masalah terkait dengan hambatan kesetaraan gender di sekolah akibat konstruksi sosial budaya Menyusun rencana dan program peningkatan mutu yang responsif terhadap perbedaan gender sebagai konstruksi sosial dengan memperhatikan kebutuhan gender praktis d an gender strategis Melakukan monitoring dan evaluasi dengan menggunakan indikator kesetaraan gender dan indikator kebijakan responsif gender Merumuskan sasaran mutu baru melaui reformulasi manajemen sekolah yang bias atau netral gender menuju manajemen responsif gender Karakteristik Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) yang responsif Gender : Memiliki visi dan misi yang berperspektif gender Kepala sekolah memiliki karakteristik yang profesional dan sensitif gender .INTEGRASI KEADILAN DAN KESETARAAN GENDER DALAM MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH (SBM) Kesetaraan dan keadilan gender dapat diintegrasikan melalui tugas dan fungsi (tu poksi) sekolah dalam menerapkan MBS yang meliputi komponen-komponen sebagai berikut : pengelolaan proses belajar mengajar perencanaan . evaluasi dan supervisi pengelolaan kurikulum pengelolaan ketenagaan pengelolaan fasilitas pengelolaan keuangan pelayanan siswa peran serta masyarakat pengelolaan budaya sekolah Langkah Integrasi Keadilan dan Kesetaraan Gender dalam Manajemen Berbasis Sekola h (MBS) : Merumuskan visi. misi.

Karakteristik guru yang profesional dan sensitif gender Kurikulum yang seimbang dan responsif gender Lingkungan sekolah yang sensitif gender Lingkungan fisik dan pembelajaran yang ramah terhadap perbedaan gender Manajemen sekolah yang responsif gender Ada upaya mewujudkan komite sekolah responsif gender 274 .

Kebijakan dan Pengelolaan Sekolah 2. Masih terdapat bahan ajar yang mengandung stereotipe gender yang menguatkan pril aku bias gender di masyarakat. prilaku guru. Perilaku guru yang belum sensitif gender. jen jang.Identifikasi Isu-isu Gender di Sekolah / Perguruan Tinggi : 1. Penataan sarana dan prasarana di sekolah / Perguruan Tinggi yang belum memperhat ikan kebutuhan spesifik perempuan dan laki-laki. Sarana dan P rasarana. Administrasi Sekolah. metode/pendekatan dalam pembelajaran. Manajemen Sekolah. penyusunan bahan ajar. perencanaan pembelajaran. APA RUANG LINGKUP PENDIDIKAN SEKOLAH RESPONSIF GENDER (PSBG)? Melakukan pengarusutamaan gender pada aspek: 1. Keterwakilan anggota masyarakat dalam komite sekolah dan dewan pendidikan masih didominasi oleh laki-laki. Peranserta masyarakat dalam pendidikan . dan evaluasi pembelajaran 3. Akses à terhadap semua program/kegiatan 2. Partisipasi à dalam pengambilan kebijakan 3. Proses Pembelajaran. dan memperkecil ketimpangan gender terut ama pada jurusan/program studi dan bidang kejuruan Mengapa Pendidikan Sekolah /Perguruan Tinggi Responsif Gender (PSBG)? Kebijakan sekolah cenderung netral (beberapa bias) gender. yang meliputi. Manfaat à dari program/kegiatan yang dilaksanakan TUJUAN PENDIDIKAN SEKOLAH/PT YANG RESPONSIF GENDER (PSBG) Apa Tujuan Sekolah /Perguruan Tinggi Responsif Gender (PSBG)? Mewujudkan kesempatan pendidikan yang adil dan setara adil pada semua jalur. Kontrol à terhadap sumber-sumber daya 4. yang berdampak pada bentuk-bentuk pril aku yang bias gender. dan jenis pendidikan. yang berdampak terhad ap tingkat pemerolehan manfaat yang berbeda antara laki-laki dan perempuan (laki-la ki biasanya mendapatkan manfaat lebih tinggi dibandingkan perempuan). Organisasi dan budaya sekolah. mendorong peningkatan mutu dan efisiensi melalui pemberdayaan potensi perempuan dan laki-laki secara optimal.

Peserta didik 275 . Manajer Sekolah 2. Orang tua) 4.SIAPA SASARAN PENDIDIKAN SEKOLAH /PT RESPONSIF GENDER ? 1. Tenaga Pendidik dan Kependidikan 3. Penerbit. Penulis Bahan Ajar. Stakeholders pendidikan (Komite Sekolah.

pakaian olah raga. Laki-laki dan perempuan memiliki kesempatan dan peran yang yang sama atau set ara dalam mengendalikan sistem pendidikan di sekolah. Laki-laki dan perempuan memiliki kesempatan dan peran yang sama atau setara d alam membina. Kesenjangan gender dalam kaitan dengan partisipasi murid yang dapat ditunjukk an dengan proporsi jumlah murid di sekolah yang menyebabkan jenis kelamin laki-laki menjad i kelompok yang mendominasi dibandingkan dengan murid perempuan 2. dan digunakan untuk analisis pendidikan yang berpihak pada laki-l aki dan perempuan secara seimbang. dsb. MENCIPTAKAN BUDAYA SEKOLAH RESPONSIF GENDER Isu gender pada Budaya Sekolah 1. Data dan informasi yang digunakan oleh guru dan kepala sekolah terpilah antar a laki-laki dan perempuan. melakukan pengendalian terhadap program serta memperoleh manfaat yang sama. Stereotipi atau pembakuan citra dari peran-peran laki-laki maupun perempuan y ang merugikan salah satu jenis kelamin. 2. kamar ganti.RUANG LINGKUP PENDIDIKAN SEKOLAH/ PT RESPONSIF GENDER ? 1. bangsa. Diskriminasi terhadap jenis kelamin tertentu sehingga menghalangi untuk menda . Pembelajaran 3. lapangan olahraga. 3. mengarahkan dan melaksanakan pelayanan pendidikan di sekolah dan dapat memperoleh manfaat yang sama dari kesempatan dan peran tersebut. Sekolah menghargai adanya karakter kerja. 5. 3. alat-al at olahraga. 6. Peran Serta Masyarakat Indikator Sekolah /Perguruan Tinggi Responsif Gender Aspek Manajemen: 1. seperti: kamar mandi. Perempuan dan laki-laki memiliki hak yang sama untuk menempati jabatan strukt ural dan/atau jabatan fungsional di sekolah. kesempatan dan tugas kultur yang be rbeda antara laki-laki dan perempuan dalam kehidupan pribadi maupun dalam menjalankan tugas kedinasan. Sekolah memiliki sarana-parasarana yang dapat diakses oleh serta memenuhi keb utuhan khusus laki-laki dan perempuan. Manajemen Sekolah 2. 4.

psikis maupun seksual. dan yang sejenisnya. Kekerasan berbasis gender. Memberikan penghargaan dan penghormatan sesuai dengan posisi dan perannya mas ingmasing 276 .patkan hak-haknya serta melaksanakan peran-perannya di lingkungan sekolah 4. Upaya Menciptakan Budaya Sekolah Responsif Gender 1. psikis. pelecehan seksual. baik fisik. seperti memanda ng lebih rendah dan meminggirkan. Menciptakan rasa aman dan nyaman tanpa ada kekerasan fisik. seksual b erbasis perbedaan jenis kelamin 2.

Menghindari terjadinya diskriminasi gender baik terhadap laki-laki maupun ter hadap perempuan Standar Minimal PUG Pusat Dan Daerah NO INDIKATOR STANDAR MINIMAL PENCAPAIAN 1 Dukungan Kebijakan/ Komitmen Adanya surat keputusan Dirjen/Gubernur/ Bupati mengenai pelaksanaan PUG bidang pendidikan 2 Kelembagaan Adanya Pokja PUG Bidang Pendidikan di pusat dan daerah 3 Focal Point Adanya 1 orang di pusat dan daerah yang mempunyai pemahaman PUG dengan baik 4 Program Adanya minimal 1 program pendidikan .3.

responsive gender 5 Pendataan Tersedianya data pendidikan terpilah menurut jenis kelamin 6 Anggaran Adanya dukungan APBD untuk program PUG 7 Alat analisis Adanya salah satu alat analisis gender yang dipahami dan dipergunakan dalam perencanaan program pendidikan 277 .

278 .

EFEK Menimbulkan rasa lesu. PSIKOTROPIKA Adalah zat atau obat baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika. PSIKOTROPIKA dan BAHAN ADIKT IF LAINNYA. dihirup dan dimakan.Rencana Aksi Nasional Pemberantasan Penggunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) Tahun 2011-2015 PENGERTIAN Istilah NARKOBA merupakan singkatan dari NARKOTIKA. mata berair . Cara penggunaan dapat disuntikkan. Rincian pengertian lebih lanjut dipaparkan di bawah ini. rasa senang yang berlebihan. jalan mengambang. Konsumsi dihentikan menimbulkan rasa sakit dan kejang-kejang. penampilan dungu. hilang nafsu makan dan kehilangan cairan tubuh. hidung berlendir. yang berkhasi at psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan syarat pusat yang menyebabkan perubahan k has pada aktivitas mental dan perilaku. . berupa serbuk putih dengan rasa pahit Dalam pasaran warnanya putih coklat atau dadu. keram. NARKOTIKA Adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran. mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergant ungan. BAHAN ADIKTIF LAINNYA Adalah bahan lain bukan narkotika atau psikotropika yang penggunaannya dapat menimbulkan ketergantungan. hilangn ya rasa. NARKOTIKA Jenisnya: HEROIN dikenal dengan nama Putau atau PTW KARAKTERISTIK Merupakan narkoba yang sangat cepat menimbulkan ketergantungan.

279 .Menimbulkan kematian bila over dosis.

perubahan persepsi tentang ruang dan waktu. rasa senang yang berlebihan. Bentuk daun kering. butterfly . hilangny a rasa percaya diri. cemas dan depresi ya ng dapat belangsung beberapa hari. hashish. sistem peredaran darah dan kanker. cimeng. cairan yang lengket minyak damar EFEK Menurunkan ketergantungan monorik. depresi. Gerakan tak terkontrol. stick. heart. KARAKTERISTIK Menimbulkan ketergantungan psikis yang diikuti oleh kecanduan fisik dalam waktu lama. peningkatan denyut jantung. rasa ket akutan dan agresi. KARAKTERISTIK Bentuknya berupa tablet dan kapsul warna-warni Cara penggunaannya ditelan secara langsung Mendorong tubuh melakukan aktivitas melampui batas maksimum EFEK Peningkatan detak jantung & tekanan darah. rasa senang yang berlebihan. sakit kepala. black.GANJA dikenal dengan nama mariyuana. Yupie drug. terutama bagi mereka yang telah rutin menggunakannya. XTC. maupun yang diproses d engan cara pengeceran minuman yang mengandung etanol PSIKOTROPIKA Jenisnya: ECSTASY Dikenal dengan nama Inex. huge drig. Setelah efek di atas. biasanya akan terjadi perasaan lelah. gelek. baik karena dehidrasi at ganja . halusinasi. MINUMAN BERALKOHON adalah minuman yang mengandung etanol yang diproses dari bahan asli pertanian ataupun secara sintetis yang mengandung karbonhidrat dengan cara fermentasi dan destilasi atau fermentasi tanpa destilasi. rasa gelisah dan panik. Komplikasi kesehatan pada daerah pernafasan. grass. mual dan muntah. Kematian terjadi karena tidak seimbangnya cairan tubuh. ice. hilang selera makan dan r asa haus yang berlebihan. darity. essence.

aupun terlalu banyak cariran. MEMTHAMPHETAMINE dikenal dengan nama shabu-shabu atau ubas KARAKTERISTIK Bentuknya berupa kristal dan cairan Mudah larut dalam alkohol dan air 280 .

Kematian timbul akibat berhentinya pernafasan dan gangguan pada jantung. FAKTOR SOSIAL BUDAYA Kondisi keluarga/orang tua . gangguan penglihatan dan pelo. denyut jantung dan menggangu penalaran dan penilaian Menimbulkan prilaku kekerasan. Memperlambat kerja sistem saraf pusat. sapi kecubung Bekerja pada sistem saraf pusat untuk mengacaukan kesadaran dan emosi pengguna Perubahan dan proses berfikir. Menimbulkan perasaan senang. hilangnya kontrol. FAKTOR PENYEBAB PENYALAHGUNAAN NARKOBA FAKTOR INDIVIDU Aspek kepribadian Kecemasan dan depresi Aspek pengetahuan. hilang orientasi dan depresi. Spirtus Memperlambat kerja otak dan sistem syaraf pusat. kejang otot. sikap dan kepercayaan Keterampilan berkomunikasi Faktor emosional dan mental. meningkatkan resiko kecelakaan lalu lintas Gejala putus zat mulai dari hilangnya nafsu makan. Karena halusinasi bisa menimbulkan kecelakaan ZAT YANG MUDAH MENGUAP Lem Aica Aibon. puyeng. tidak dapat tidur. sensitif.Cara penggunaannya dihisap dengan bantuan alat (bong) BAHAN ADIKTIF LAINNYA Jenisnya: ALKOHOL refleksi motorik. halusinasi dan bahkan kematian. Thinner. memperlambat ZAT YANG MENIMBULKAN HALUSINASI Jamur kotoran kerbau. penurunan kesadaran. menekan pernafasan. Bensin.

Pengaruh teman sebaya FAKTOR LINGKUNGAN DI SEKOLAH Tempat berkumpulnya anak-anak sekolah Tidak ada kebijakan di sekolah tentang narkoba Tidak ada tata tertib sekolah tentang narkoba FAKTOR LAIN LINGKUNGAN Pengaruh iklan atau promosi 281 .

menurunnya daya ingat Bermusuhan Tanggapan lambat BAGAIMANA MENOLAK NARKOBA Pelajari dahulu apakah rencana temanmu itu baik atau buruk Apabila tidak benar.Pengaruh dari orang di lingkungan rumah yang sering berbuat negatif AKIBAT PENYALAHGUNAAN NARKOBA Penyakit AIDS Paru-paru Jantung Hepatitis Over dosis Kriminalitas Kekerasan/kejahatan Putus sekolah Gangguan Jiwa TANDA-TANDA PENCANDU NARKOBA Tanda-tanda Fisik Mata memerah Kulit pucat-kepucatan Kelopak mata seperti berat/mengantuk Tanda-tanda dan Sikap Murung. depresi Emosional. gampang tersinggung Mudah tersinggung oleh kritikan ringan Mudah marah tanpa sebab Tidak perduli dengan perasaan orang lain Pelupa. cepat katakan tidak! Mengusulkan kegiatan lain Bila usulanmu tidak diterima. cemas. Pergi!!! . perasa.

APA YANG DAPAT DILAKUKAN PIHAK SEKOLAH/MADRASAH Menilai besar dan luasnya masalah Menetapkan dan melaksanakan kebijakan penanggulangan Melaksanakan kurikulum pendidikan pencegahan Program bantuan/pendukung untuk anak-anak dari TK sampai siswa 282

Pendidikan dan pelatihan para guru tentang pencegahan narkoba Partisipasi orang tua Pendidikan terpadu antara sekolah dan masyarakat. PENCEGAHAN PREVENTIF: ceramah, sosialisasi penanggulangan, pameran, seminar dll. PRIMER: konseling, sosialisasi peraturan perundangan dan bahaya penyalahgunaan n arkoba, memberikan pelatihan, penyebaran infomasi anti narkoba, meningkatkan kewaspadaan dan kontrol terhadap lingkungan sekolah SEKUNDER: Bekerjasama dengan pihak keluarga, tenaga pendidik, peserta didik, keg iatan pendidikan sebaya (peer education), keterampilan sosial (social skill), komite s ekolah. STRATEGI PENCEGAHAN NARKOBA DI SEKOLAH Secara terpadu dalam pelajaran Secara terpadu dalam menejemen sekolah Secara terpadu melalui kegiatan kesiswaan BAGAIMANA AGAR TIDAK TERJERUMUS KE NARKOBA Dapatkan dahulu informasi/keterangan yang benar tentang bahaya narkoba dari ahli nya/yang mengetahui, seperti koran, majalah, seminar seminar, dll Persiapan diri/mental menolak untuk ditawari Belajar berkata menolak/tidak untuk narkoba Memiliki cita-cita dalam hidup dan masa depan Lakukan kegiatan positif, buat pekerjaan yang berguna untuk orang tua dan lingku ngan. APA YANG DAPAT DILAKUKAN ORANGTUA AGAR ANAK TERBEBAS DARI NARKOBA Ikut terlibat dalam kegiatan anak-anaknya Belajar untuk berkomunikasi Memberi contoh dalam kehidupan sehari-hari yang baik Buat aturan keluarga yang jelas dan tegas Kembangkan tradisi keluarga dan nilai-nilai agama Orang tua berperan sebagai pembimbing dan pendidik 10 KUNCI MENJADIKAN ANAK SUKSES

1. Menanamkan nilai-nilai agama/spiritual sedini mungkin, untuk menguatkan hati nurani 2. Mengembangkan potensi anak seoptimal mungkin 3. Mengembangkan harga diri 4. Mengajarkan kemampuan untuk bersosialisasi yang efektif 283

5. Mengajarkan anak untuk menunjukkan rasa kasih sayang dan kembangkan sikap seh at terhadap seksualitas 6. Hidup dalam lingkungan tetangga yang baik 7. Menerapkan standar pekerjaan dan perilaku realitas didukung oleh disiplin yan g tepat 8. Ajarkan anak agar mampu dan terampil termasuk keterampilan mengatasi masalah 9. Tegakkan kemandirian 10. Mengontrol anak waktu menonton TV. MENGATASI MASALAH TANPA NARKOBA CURHAT kepada teman baikmu, siapa tahu dapat membantu memecahkan masalahmu. Ceritakan juga kepada ibu dan bapak, agar beliau membimbingmu untuk memecahkan masalahmu Tak salah juga mengadu kepada guru BK di sekolahmu, karena beliau tahu tentang p sikologi. Jadi masalahmu bisa diselesaikan secara psikologis Jika bermasalah, jangan termenung, bertopang dagu. Isi waktumu dengan kegiatan y ang bermanfaat. Mengadu dan memohon petunjuk pada Tuhan yang Maha Kuasa, agar diberikan jalan ke luar menyelesaikan masalah yang kamu hadapi. REALISASI DAN RENCANA AKSI NASIONAL P4GN Tahun 2008 bekerjasama dengan BNN sosialisasi di Jawa Barat, DKI Jakarta (2000 s iswa dan 200 guru BK SMP). Mengirimkan buku, poster, stiker, leaflet tentang pencegahan penya lahgunaan narkoba ke provinsi, kabupaten/kota dan sekolah. Tahun 2009 bekerja dengan Metro TV dan Media Indonesia ke beberapa sekolah di Ja bodetabek penyuluhan tentang narkoba. Tahun 2010 sosialisasi bekerjasama dengan BNP, Kepolisian, Tokoh Agama di 3 prov insi: Banten: 1000 siswa dan 100 guru BK SMP Jawa Timur: 1000 siswa dan 100 guru BK SMP Medan : 500 siswa dan 100 guru BK SMP Tahun 2011 sosialisasi bekerjasama dengan BNP, Kepolisian, Tokoh Agama, kepada s iswa dan guru BK di 5 provinsi.

Tahun 2012-2015 Aksi Nasional P4GN ke seluruh sekolah. 284

Pengintegrasian Pendidikan Pencegahan HIV / AIDS ke dalam Kurikulum Sekolah Petunjuk: Lembar suplemen ini ditujukan untuk membantu Sekolah/Madrasah dalam melaksanakan pendidikan pencegahan HIV dan AIDS dalam lingkungan sekolah, sebagai bagian dari proses evaluasi diri sekolah (EDS). Atas dasar evaluasi tentang ancaman HIV dan dampaknya pada masyarakat, khususnya Sekolah/ Madrasah dapat menentukan pilihan tindakan pencegahan HIV dan AIDS dalam lingkun gan sekolah, untuk dapat dimasukkan dalam Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) dan Ren cana Kerja Sekolah (RKS). A. Epidemi HIV dan AIDS di Indonesia Peta Epidemi HIV di Indonesia Estimasi jumlah ODHA tahun 2009: 186.257 orang (Kemkes, 2009) HIV dan AIDS merupakan fenomena gunung es dimana kasus yang dilaporkan merupakan bagian kecil dari perkiraan jumlah total orang terinfeksi HIV. Hingga Desember 2010 sejumlah total kumulatif 24.131 kasus AIDS dan 55.848 kasus HIV dilaporkan oleh 32 provinsi (Sulbar belum melapor) dan 300 Kabupaten/kota1 . Sem entara itu perkiraan (estimasi) jumlah Orang dengan HIV dan AIDS (ODHA) di Indonesia adalah 186.2572 orang pada tahun 2009. Dari total kumulatif laporan kasus AIDS, berikut ini adal ah 10 provinsi dengan kasus tertinggi, yaituDKI Jakarta (3.995), Jawa Timur (3.771), Jawa Barat (3.728), Papua (3.665), Bali (1.747), Kalimantan Barat(1.152), Jawa Tengah (944), Sulawes i Selatan (591), Sumatera Utara (507) dan DI. Yogyakarta (505)3. Berdasarkan cara penularan, secara kumulatif kasus AIDS adalah: 1. Heteroseksual : 52,7% 2. Pengguna napza suntik (IDU) : 38,3% 1. Laporan Situasi Perkembangan HIV & AIDS di Indonesia sampai dengan Desember 2 010, Ditjen P2PL, Kemkes RI 2. Laporan Estimasi Orang Dewasa yang Hidup dengan HIV dan AIDS, Kemkes RI, 2010 3. Laporan Situasi Perkembangan HIV & AIDS di Indonesia sampai dengan Desember 2 010, Ditjen P2PL, Kemkes RI

285

3. Homoseksual : 3% 4. Perinatal (orang tua ke bayi) : 2,6% Berdasarkan kelompok umur, proporsi penyebarannya adalah sebagai berikut: 1. 15 2. 20 3. 30 4. 40 19 Tahun : 3,1% 29 Tahun : 47,4% 39 Tahun : 31,3% 49 Tahun : 9,4%

*Data di atas merupakan data per Desember 2010, dan dimutakhirkan setiap 3 bulan oleh Kementerian Kesehatan RI. Laporan lengkap dapat diakses di www.aidsindonesia.or. id. B. Analisis Resiko Memahami kondisi lingkungan sekolah dengan melihat pada ancaman IMS, Napza, HIV dan AIDS B.1. Beberapa Pengertian Dasar Infeksi Menular Seksual (IMS) adalah infeksi atau penyakit yang penularannya terutama melalui hubungan seksual. IMS termasuk dalam kelompok Infeksi Saluran Reproduksi (ISR). IMS adalah salah satu jalan masuk HIV melalui penularan seksual.

NAPZA adalah singkatan dari narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya. Napza sesuatu yang dimasukkan ke dalam tubuh baik berupa zat padat, cair, maupun gas yang merubah fungsi atau struktur tubuh secara fisik dan/atau psikis, tidak termasuk makanan, air yang dibutuhkan untuk mempertahankan fungsi tubuh yang normal. Ketergantungan penggunaan napza mempengaruhi fungsi otak dan susunan syaraf sehingga berpengaruh pada mood serta

perilaku orang tersebut. HIV adalah singkatan dari Human Immuno--deficiency Virus, yaitu virus yang menyerang dan merusak sistem kekebalan tubuh manusia. Orang yang dikatakan positif HIV, yaitu yang dinyatakan positif setelah mengikuti tes darah. AIDS adalah singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome, yaitu kondisi menurunnya kekebalan tubuh manusia karena HIV. Orang yang terinfeksi HIV tetapi belum masuk tahap AIDS dapat tetap

Penyakit yang muncul disebut infeksi oportunistik. Dengan masuknya virus HIV secara perlahan pertahanan tubuh menurun. seperti tuberculosis. kanker kulit. menjadi sangat berbahaya. Penularan dan Pencegahan IMS dan HIV: HIV menular melalui . Pada stadium inilah AIDS baru terjadi.terlihat sehat. dan diare. Terkadang stadium AIDS baru terjadi bertahun--tahun setelah terinfeksi HIV. maka berbagai penyakit yang pada orang pada umumnya tidak berbahaya.

transfusidari darah yang tercemar HIV.4 cara. bersikap saling setia. dilahirkan atau disusuinya. dan dari Ibu yang terinfeksi HIV pada bayi yang dikandungnya. HIV dapat dicegah dengan: tidak melakukan hubungan seks selain dengan suami/istri. yaitu: berhubungan seks dengan orang yang terinfeksi HIV tanpa menggunakan kondom. menggunakan alat suntik bergantian dengan orang yang terinfeksi HIV. menggunakan kondom pada setiap hubungan seks .

Bagi Ibu hamil dengan HIV dapat mengikuti program pencegahan dengan profilaksis. Seseorang yang terinfeksi HIV hanya dapat diketahui dengan tes darah yang sebelumnya melalui konseling dan tes HIV secara sukarela. 286 .beresiko dan tidak menggunakan napza.

HIV tidak menular dengan: . bersikap saling setia. Seseorang yang terinfeksi HIV hanya dapat diketahui dengan tes darah yang sebelumnya melalui konseling dan tes HIV secara sukarela.HIV dapat dicegah dengan: tidak melakukan hubungan seks selain dengan suami/istri. Bagi Ibu hamil dengan HIV dapat mengikuti program pencegahan dengan profilaksis. menggunakan kondom pada setiap hubungan seks beresiko dan tidak menggunakan napza.

bersalaman. bermain bersama.berhubungan sosial. berenang. B2. Karena itu seorang anak yang terinfeksi HIV tidak dengan mudah menularkan HIV kepada teman maupun orang lain. misalnya klinik atau Puskesmas. menggunakan toilet bersama. 287 . Analisis Sederhana Resiko HIV/AIDS Di Lingkungan Sekolah Jawablah Pertanyaan di bawah ini dengan mamberi tanda cek (v) pada kolom YA atau TIDAK . Kemana harus merujuk: Jika seseorang beresiko terinfeksi IMS. HIV dan AIDS dapat dirujuk ke layanan kesehatan terdekat. dan gigitan nyamuk.

sekolah memiliki resiko yang TINGGI : >15 YA Bila lebih banyak jawaban TIDAK . maka disarankan agar Sekolah/Madrasah merujuk ke Supl emen tentang Pengintegrasian pendidikan pencegahan HIV dan AIDS ke dalam Rencana Peng embangan Sekolah (RPS) dan Rencana Kerja Sekolah (RKS) yang tersedia pada Modul Perencana an dan Penganggaran Sekolah/Madrasah. sekolah memiliki resiko yang SANGAT TINGGI : 25 YA Bila lebih banyak jawaban YA. sekolah memiliki resiko yang SEDANG : < 10 YA Bila semua jawaban TIDAK sekolah memiliki resiko yang RENDAH : 0 YA C. Bagi Sekolah/Madrasah yang memiliki resiko SANGAT TINGGI.Keterangan: Bila semua jawaban YA. Tindak Lanjut Hasil Evaluasi Tentang Ancaman HIV dan AIDS yang dihadapi Sekol ah Aspek keterbukaan informasi tentang pencegahan HIV dan AIDS sangat penting bagi terciptanya perilaku siswa untuk menuju gaya hidup sehat dan bertanggungjawab yang didasari etika dan moral. 288 . TINGGI dan SEDANG dari hasil analisa sederhana di atas.

dan dihakimi. dan punya hubungan (berupa rujukan) dengan tim kesehatan terdekat. Menentukan Pilihan Tindakan Pencegahan HIV/AIDS Memberikan pilihan tindakan yang dapat dilaksanakan untuk mengurangi resiko infeksi HIV untuk Sekolah yang memiliki resiko SANGAT TINGGI. Tempat ini menyediakan informasi. Tindakan Non Struktural:Upaya yang memerlukan perubahan--perubahan .Pengintegrasian Pendidikan Pencegahan HIV Dan AIDS ke dalam Rencana Kegiatan Sekolah (RKS) dan Rencana Tahunan (RKT) A. TINGGI dan SEDANG. layanan konseling yang nyaman. Tindakan Struktural:Upaya yang memerlukan perubahan--perubahan fisik Menyediakan ruangan yang ramah remaja untuk remaja dapat berkumpul dan berdiskusi mengenai kesehatan reproduksi remaja tanpa merasa jengah. Ada dua kelompok tindakan yang termasuk dalam katagori Tindakan Struktural dan Tindakan Non Struktural.

Penyadaran pentingnya pengetahuan HIV . guru dan siswa tentang informasi HIV dan AIDS dasar Pelatihan bagi guru tentang konseling HIV dan AIDS Pembuatan materi KIE (Komunikasi. Menentukan Kebutuhan Menghadapi Ancaman HIV dan AIDS Mengidentifikasi kebutuhan kegiatan sekolah dan program perbaikan yang dapat dilakukan untuk mengurangi ancaman HIV dan AIDS untuk masuk dalam rencana sekolah Jangka Pendek 1. Informasi dan Edukasi) terkait HIV dan AIDS Pembuatan poster Pelatihan untuk pendidik sebaya B.Non Fisik Penyusunan skema dan prosedur penanggulangan HIV di Sekolah Pelatihan tim manajemen sekolah.

2. orang tua dan siswa 2 Tersedianya SDM yang mampu memberikan informasi HIV dan AIDS yang benat 3. Menyediakan referensi/ buku sumber tentang HIV dan AIDS Jangka Menengah/ Panjang 1. 4. Adanya kebijakan sekolah yang mendukung upaya pencegahan HIV.dan AIDS bagi guru. Membentuk dan melatih siswa untuk menjadi pendidik sebaya dalam rangka pendidikan pencegahan HIV dan AIDS. Adanya kurikulum .

napza dan HIV dan AIDS 3.sekolah tentang pendidikan kesehatan reproduksi remaja. 289 . Membina kerjasama dengan pihak--pihak luar termasuk sistem rujukan dalam upaya pencegahan HIV.

napza dan sanksinya 2. Memasukkan Pendidikan Pencegahan HIV dan AIDS ke dalam Rencana Sekolah Merencanakan pemenuhan kebutuhan pendidikan pencegahan HIV dan AIDS dengan menuangkannya ke dalam Rencana Kerja Tahunan (RKT) dan Rencana Kerja Anggaran Sekolah (RKAS). Jika Kenyamanan sekolah merupakan bagian dari tujuan Penge mbangan sekolah. rencana jangka menengah/pan jang dituangkan dalam Rencana Kegiatan Sekolah/ RKS (4 tahunan). untuk sekolah-sekolah yang hasil dari analisa resiko ter hadap ancaman HIV dan AIDS di sekolah menunjukkan resiko yang SANGAT TINGGI.C. Selanjutnya rencana-rencana tersebut dituangkan lebih lanjut ke dalam Rencana Kerja Anggaran Sekolah (RKAS). Langkah Awal: Idealnya. Menyamakan pemahaman tentang faktor--faktor yang menyebabkan semua warga sekolah sangat rawan tertular HIV 3. maka unsur Kenyamanan sekolah harus menjadi bagian dari kondisi sekolah yang diharapk an (tercermin dalam Visi dan Misi). Membuat Kebijakan Sekolah tentang larangan merokok. kegiatan dan rencan a kerja tahunan. TINGGI dan SEDANG . maka tujuan tersebut bisa dijabarkan dalam sasaran. sedangkan pilihan tindakan NON-STRUKTURAL dapat dikerjakan dalam JANGKA PENDEK. Menyiapkan para guru . sedangkan rencana ja ngka pendek dituangkan dalam Rencana Kerja Tahunan (RKT). Contoh Kegiatan Jangka Pendek 1. Jangka waktu Perencanaan: Pada umumnya pilihan tindakan STRUKTURAL dapat dikerja kan dalam Jangka MENENGAH/PANJANG. Dalam mekanisme BOS.

Menyediakan guru dan ruang untuk Bimbingan Konseling bagi siswa yang bermasalah 6. Melakukan sosialisasi tentang . HIV dan AIDS. Sosialisasi tentang Kesehatan reproduksi.tentang pencegahan HIV dan AIDS berdasarkan pendekatan kecakapan hidup 4. Mengembangkan kurikulum yang memuat tentang kesehatan reproduksi dan perilaku orang yang mengidap HIV dan AIDS 5. dan napza kepada seluruh warga sekolah termasuk komite sekolah 7. bahaya IMS.

Kesehatan Reproduksi 9.bahaya IMS. sertanapza kepada siswa baru pada waktu MOS (masa orientasi studi) 8. Mengirimkan guru untuk mengikuti pelatihan mengenai berbagai permasalahan HIV dan AIDS dan pelaksanaan kurikulumnya 10. HIV dan AIDS. HIV dan AIDS. perlunya menerapkan gaya . Napza. Menyediakan buku--buku referensi/ film tentang IMS. Membuat poster dan melakukan kampanye penyadaran tentang bahaya napza dan HIV dan AIDS.

layanan kesehatan dan lembaga peduli AIDS. Menyusun Renstra yang memuat nafza dan bahayanya serta pendidikan pencegahan HIV dan AIDS 2. Pengalokasian dana 3. 290 . Contoh Jangka Panjang 1. Menjalin kemitraan dengan pihak luar yang terlibat dengan program--program pencegahan HIV dan AIDS.hidup sehat. misalnya Dinas pemerintah terkait.

D. Kementerian Sosial Kepala Bidang Pelayanan Sosial PLHIV. Kementerian Kesehatan Kepala Sub Direktorat Usia Sekolah 2. Nara Sumber Tingkat Pusat No Lembaga Jabatan 1. Komisi Penanggulangan AIDS Nasional Kepala Bidang Evaluasi dan Monitoring 4. BKKBN Direktur Perlindungan Hak Reproduksi Remaja 5. dapat menghubungi lembaga dan organisasi berikut untuk mendapatkan informasi lebih lanjut. Kepala Bidang Pencegahan dan penyalahgunaan obat 3. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Direktur Kesehatan dan Gizi Masyarakat Narasumber dari Pemerintah di Tingkat Provinsi . Referensi dan Nomor Kontak Penting Jika Sekolah/Madrasah ingin informasi lebih lanjut.

Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Wakil Kepala Sekretariat 3. Dinas Pendidikan Provinsi Kabid Pendidikan dasar. Provinsi Kalimantan Barat 1. Dinas Pendidikan Provinsi Kabid Pendidikan dasar. Pendidikan Tinggi dan Pendidikan Nonformal 2.No Lembaga Jabatan A. Kepala Seksi Pendidikan Menengah 2. Pendidikan Menengah. Kepulauan Riau 1. Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Kepala . Pendidikan Menengah. Komisi Penanggulangan AIDS Tingkat Kota Koordinator Program B.

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kepala Bidang 2. Komisi Penaggulangan AIDS Kota Pontianak Kepala Sekretariat 5. Dinas Kesehatan Kota C. Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Koordinator Program 3. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota .Sekretariat 3. Dinas Pendidikan Kota Pontianak Sekretaris Dinas Pendidikan 4. Pusat Kesehatan Masyarakat Pontianak Kepala Puskesmas 6. Provinsi Bali 1. Badan Narkotika Kota Pontianak Sekretaris 7.

Staf 4. Pendidikan Menengah. Pendidikan Pemuda dan Olah raga 2. Provinsi Maluku 1. Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Sekretaris 291 . Komisi Penaggulangan AIDS Kota Denpasar Pembantu Sekreataris D. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kabid Pendidikan dasar.

Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Koordinator Program 3. Pendidikan Menengah. Dinas . Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kabid Pendidikan dasar.1. Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Sekretaris 3. Pendidikan Pemuda dan Olah raga 2. Komisi Penaggulangan AIDS Kota Denpasar Pembantu Sekreataris D. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kepala Bidang 2. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Staf 4. Provinsi Maluku 1.

Kesehatan Provinsi Kepala Bidang Pencegahan Penyakit dan Bencana 4. Dinas Pendidikan Kota Ambon Kepala Bidang Pendidikan dasar dan Menengah 5. Komisi Penanggulangan AIDS Kota Ambon Sekreataris 6. Dinas Kesehatan Kota Ambon Staf 7. DKI Jakarta 1 Dinas Pendidikan Provinsi Kepala Bidang sumber Kegiatan Belajar siswa 2. Komisi Penaggulangan AIDS Asisten Teknis . Biro Sumber daya manusia Kepala Pendidikan dan Kesehatan E.

LP2B (Lembaga Pengabdian Pemuda Bangsa) Kepala 2. Kepulauan Riau 1. Kepala Seksi Sekolah Menengah C. Yayasan Pengembangan Pariwisata Batam Direktur 2. DKI Jakarta . Provinsi Maluku 1. PKBI Kepala Unit Pendidikan. Provinsi Bali 1. PKBI Direktur dan koordinator Program Remaja D. LPPM Direktur E. Yayasan Pembinaan Asuhan Bunda Manajer Pencegahan B. Provinsi Kalimantan Barat 1.Narasumber dari Lembaga non Pemerintah di Tingkat Provinsi No Lembaga Jabatan A.

Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Koordinator analisis 292 . Yayasan Pelita Ilmu Program Manajer 2.1. YAKITA Direktur 3.

Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) .

Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) 294 .

Sebag ai bahan pertimbangan utama dari program BOS adalah Undang-Undang No 20 Tahun 2003 tentan g Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah No 48 Tahun 2008 tentang Pen danaan Pendidikan.Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) A. Pada beberapa slide berikut disampaikan beberapa pasal dalam UU Sisd iknas dan pengertian pembiayaan dari PP tentang Pendanaan Pendidikan. Dasar Pertimbangan Program BOS Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) telah berjalan sejak tahun 2005. 295 .

296 .

2. dan selanjutn ya . SMP/SMPLB/SMPT di kota : Rp 575.000. SD/SDLB di kabupaten : Rp 397. membebaskan pungutan bagi seluruh siswa SD/MI negeri dan SMP/MTs negeri terha dap biaya operasi sekolah. Secara khusus program BOS bertujuan untuk: 1. dana BOS disalurkan langsung dari Dinas Pendidikan Propins i ke rekening sekolah (sistem dekonsentrasi).000. C.000. sedangkan pada tahun 2011. baik negeri maupun swasta di seluruh provinsi di Indonesia.-/siswa/tahun 3. SD/SDLB di kota : Rp 400. Pada tahun 2005-2010. termasuk Sekolah Menengah Te rbuka (SMPT) dan Tempat Kegiatan Belajar Mandiri (TKBM) yang diselenggarakan oleh masy arakat.-/siswa/tahun 4. yang semula dari skema APBN menjadi dana perimbangan yang dilakukan melalui mekanisme transfer ke daerah dalam bentuk Dan a Penyesuaian untuk Bantuan Operasional Sekolah sebagaimana dimaksud dalam UndangUndang Nomor 10 Tahun 2010 tentang APBN 2011. Apa Tujuan Program BOS? Secara umum program BOS bertujuan untuk meringankan beban masyarakat terhadap pembiayaan pendidikan dalam rangka wajib belajar 9 tahun yang bermutu. tergantung pa da kebijakan pemerintah. SMP/SMPLB/SMPT di kabupaten : Rp 570. D.B.-/siswa/tahun 2. membebaskan pungutan seluruh siswa miskin dari seluruh pungutan dalam bentuk apapun. Bagaimana Mekanisme Penyaluran Dana BOS 2011? Pada tahun anggaran 2011 Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) mengalami perubahan mekanisme penyaluran dana. dihitung berdasarkan jumlah siswa dengan ketentuan: 1. dana BOS disalurkan oleh Kementerian Keuangan ke Kas Daerah Kabupaten/Kota.000. Besar biaya satuan BOS yang diterima oleh sekolah/madrasah pada tahun 2011 adala h termasuk untuk BOS Buku.-/siswa/tahun Besar dana BOS per siswa dapat berubah pada setiap tahun anggaran. meringankan beban biaya operasi sekolah bagi siswa di sekolah swasta. Program Kejar Paket A dan Paket B tidak termasuk sasaran dari program BOS ini. 3. Siapa Sasaran Program dan Berapa Besar Dana BOS? Sasaran program BOS adalah semua SD/MI dan SMP/MTs. baik di sekolah negeri maupun swasta. kecuali pada rintisan sekolah bertaraf internasional (RSB I) dan sekolah bertaraf internasional (SBI).

297 .dari Kasda ke rekening sekolah. Dua slide berikut adalah perbandingan mekanisme penyaluran BOS periode tahun 2005-2010 dibandingkan tahun 2011.

298 .

299 .

BOS adalah program pemerintah yang pada dasarnya adalah untuk penyediaan pendana an biaya operasi nonpersonalia bagi satuan pendidikan dasar sebagai pelaksana progr am wajib belajar. April-Juni (triwulan II). Penyaluran dana dilakukan setiap periode 3 bulanan. ada beberapa jenis pembiayaan investasi dan perso nalia yang diperbolehkan dibiayai dengan dana BOS. Juli-September (triwulan III) dan Oktober-Desember (triwulan IV). Apa Esensi Dana BOS dengan Biaya Satuan Pendidikan? Biaya Satuan Pendidikan adalah biaya penyelenggaraan pendidikan pada tingkat sat uan pendidikan. Melalui BOS tidak boleh ada siswa miskin putus sekolah karena tidak mampu membay ar . sedangkan untuk triwulan II dan tri wulan III paling lambat 7 hari kerja. Apa Peran Program BOS Terhadap Program Wajar 9 Tahun yang Bermutu? BOS harus menjadi sarana penting untuk meningkatkan akses dan mutu pendidikan da sar 9 tahun yang bermutu. F. standar biaya operasi nonperson alia adalah standar biaya yang diperlukan untuk membiayai kegiatan operasi nonpersona lia selama 1 (satu) tahun sebagai bagian dari keseluruhan dana pendidikan agar satua n pendidikan dapat melakukan kegiatan pendidikan secara teratur dan berkelanjutan sesuai Standar Nasional Pendidikan. Bagaimana Jadual Penyaluran Dana BOS? Mulai tahun 2006. Penyaluran dana BOS dilakukan dengan tahapan sebagai berikut: Dari Kementerian Keuangan ke Kas Daerah Kabupaten/Kota: dilakukan paling lambat 14 hari kerja untuk triwulan I dan triwulan IV. Namun demikian. yaitu: (a) biaya investasi. (c) bantuan biaya pendidikan untuk siswa miskin. (b) bi aya operasi. yaitu: biaya operasi personalia dan bia ya operasi nonpersonalia. dana BOS diberikan selama 12 bulan untuk periode Januari sampa i Desember. Biaya operasi dibedakan menjadi 2 jenis. Menurut Peraturan Mendiknas nomor 69 Tahun 2009. Dari Kas Daerah ke rekening sekolah: paling lambat dilakukan 7 hari kerja sejak dana diterima di Kas Daerah.E. dan (d) beasiswa untuk anak berpres tasi. Biaya Satuan Pendidikan terdiri dari 3 jenis. yaitu periode Januari-Maret (triwulan I). G.

atau walinya memberik an sumbangan sukarela yang tidak mengikat kepada sekolah. Demikian juga bila teridentif ikasi anak putus sekolah yang masih berminat melanjutkan agar diajak kembali ke bangku sekolah. Kepala sekolah harus mengelola dana BOS secara transparan dan akuntabel. BOS tidak menghalangi peserta didik. orang tua yang mampu. Kepala sekolah mencari dan mengajak siswa SD/setara yang akan lulus dan berpoten si tidak melanjutkan sekolah untuk ditampung di SMP/setara.iuran/pungutan yang dilakukan oleh sekolah. Tidak boleh ada tamatan SD/setara tidak dapat melanjutkan ke SMP/setara. Anak lulusan sekolah setingkat SD. Sumbangan sukarela dari 300 . harus diupayakan kelangsungan pendidikannya k e sekolah setingkat SMP.

Dana BOS harus diterima oleh sekolah secara utuh. dan/atau Wali Peserta Didik? Meskipun ada dana BOS. tidak terikat waktu dan tidak ditetapkan jumlahnya. uang transport dan lain sebagainya. pemberian fleksibilitas yang lebih besar untuk mengelola sumber daya sekolah. antara lain: Biaya pribadi peserta didik. transparan dan dapat dipertanggungjaw abkan. Siapa Pengelola Program BOS di Tingkat Sekolah/Madrasah? Tim Manajemen BOS di sekolah terdiri dari 3 orang: Kepala Sekolah sebagai penangung-jawab Bendahara BOS sekolah . Sekolah harus menyusun Rencana Kerja Tahunan (RKT) dalam bentuk Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS). serta tidak ada intimidasi bagi yang tidak menyumbang. Sekolah harus memiliki Rencana Jangka Menengah yang disusun 4 tahunan. Sekolah mengelola dana secara profesional. dimana dana BOS merupakan bagian integral didalam RKAS tersebut.orang tua siswa harus bersifat ikhlas. Bagaimana Peran Program BOS Dalam Manajemen Berbasis Sekolah? MBS secara umum bertujuan untuk memberdayakan sekolah melalui pemberian kewenangan (otonomi). orang tua/wali siswa masih memiliki tanggung-jawab terhad ap biaya pendidikan. H. sepatu. Orang tua/wali siswa tidak dilarang berpartisipasi secara sukarela membantu pemb iayaan untuk sekolah. Pendanaan sebagian biaya investasi pendidikan dan/atau sebagian biaya operasi pendidikan tambahan yang diperlukan untuk pengembangan sekolah menjadi bertaraf internasional. baik jumlah maupun w aktu pembayarannya. dan mendorong partisipasi warga sekolah dan masyarakat untu k meningkatkan mutu pendidikan di sekolah. seragam. J. buk u tulis dan alat-alat tulis. dan dikelola secara mandiri ol eh sekolah dengan melibatkan dewan guru dan Komite Sekolah. selama tidak ada paksaan dari pihak manapun. I. misalnya uang saku/uang jajan. Apa Tanggung Jawab Orang Tua. Rencana Jangka Menengah dan RKAS harus disetujui dalam rapat dewan pendidik sete lah memperhatikan pertimbangan Komite Sekolah dan disahkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/kota (untuk sekolah negeri) atau yayasan (untuk sekolah swasta).

Satu orang dari unsur orang tua siswa di luar Komite Sekolah. K. serta menghindari terjadinya konflik kepentingan. Melaporkan perubahan data jumlah jumlah siswa setiap triwulan kepada Dinas Pendi dikan 301 . Pemilihan unsur or ang tua dipilih oleh Kepala Sekolah dan Komite Sekolah dengan mempertimbangkan kredibilitasnya. Apa Tugas dan Tanggung Jawab Sekolah? Mengisi dan menyerahkan data jumlah siswa ke Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.

setelah Kementerian Keuangan men erima data rekonsiliasi mengenai jumlah sekolah dan jumlah siswa tahun ajaran baru dar i .Kabupaten/Kota (jika ada perubahan). Bendahara dan Ketua Komite Sekolah. Mengumumkan daftar komponen yang boleh dan yang tidak boleh dibiayai oleh dana BOS di papan pengumuman sekolah. sehingga sekolah harus melaporkan data jum lah siswa secara akurat dan tepat waktu. Bagaimana Mekanisme Penetapan Alokasi Dana per Sekolah? Kunci utama keakuratan alokasi dana BOS per kabupaten/kota (otomatis secara nasi onal) adalah data jumlah siswa per sekolah. Bendahara dan Ketua Komite Sekolah(Format BOS-03). sekolah harus segera melakukan pendataan dan melaporka n jumlah siswa ke Tim BOS Kab/Kota secepat mungkin. Membuat laporan triwulanan penggunaan dana BOS dan barang/jasa yang dibeli oleh sekolah yang ditandatangani oleh Kepala Sekolah. Memberikan pelayanan dan penanganan pengaduan masyarakat. Mengelola dana BOS secara bertanggung jawab dan transparan. Memasang spanduk di sekolah terkait kebijakan pendidikan bebas pungutan. Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota berkoordinasi dengan Tim Manajemen BOS Provinsi menyerahkan data jumlah siswa tiap sekolah kepada Kementerian Pendidika n Nasional. Memverifikasi jumlah dana yang diterima dengan data siswa yang ada. Mengumumkan besar dana yang diterima dan dikelola oleh sekolah dan rencana penggunaan dana BOS (RAPBS) di papan pengumuman sekolah yang ditandatangani oleh Kepala Sekolah. Kementerian Keuangan menetapkan alokasi anggaran sementara per kabupaten/kota melalui Peraturan Menteri Keuangan. L. Catatan: Tim Manajemen BOS Tingkat Sekolah ditetapkan dengan SK dari Kepala Seko lah. Alokasi prognosa definitif BOS akan ditetapkan. Setiap tahun ajaran baru. Kementerian Pendidikan Nasional membu at alokasi dana BOS tiap kabupaten/kota. Atas dasar data jumlah siswa tiap sekolah. Menyampaikan penggunaan dana BOS kepada Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota. untuk selanjutnya dikirim ke Kementerian Keuangan. Sebelum tahun anggaran. Bertanggung jawab terhadap penyimpangan penggunaan dana di sekolah.

Alokasi dana BOS per sekolah negeri ditetapkan (di SK kan) oleh Kementerian Pend idikan Nasional.Kementerian Pendidikan Nasional. Bagaimana Dana BOS Diatur Dalam Mekanisme APBD Pengelolaan dana BOS dalam mekanisme APBD diatur dalam Peraturan Menteri Dalam N egeri Nomor 21 Tahun 2011 Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 302 . sedangkan alokasi per sekolah swasta ditetapkan oleh pemerintah daerah (melalui Pejabat Pengelola Keuangan Daerah) atas usulan Dinas Pendidikan Kabupat en/ Kota berdasarkan data jumlah siswa. M.

(2) Penyaluran dana BOS bagi sekolah swasta dilakukan setiap triwulan oleh BUD m elalui rekening masing-masing sekolah. Pasal 329C (1) Dana BOS untuk sekolah negeri dianggarkan dalam bentuk program dan kegiatan.1 Peraturan Menteri ini. mengelola dana BOS ya ng ditransfer oleh bendahara pengeluaran pembantu pada SKPD Pendidikan. Berikut adalah bunyi beberapa pasal dalam Permendagri tersebut yang mengatur program BOS: BAB XVA PENGELOLAAN DANA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH Pasal 329B (1) Pejabat yang ditunjuk untuk mengelola dana BOS sekolah negeri sebagai beriku t: a. (2) Pencairan dana BOS untuk sekolah swasta dilakukan dengan mekanisme LS. untuk uraian obyek belanja dan rincian obyek belanja sebagaimana tercantum pada lampiran A. kepala daerah menetapkan kuasa pengguna anggaran atas usul kepala SKPD Pendid ikan selaku Pengguna Anggaran. (3) RKA-SKPD untuk program/kegiatan dana BOS sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disusun oleh SKPD Pendidikan. dan b. . (2) Dana BOS untuk sekolah swasta dianggarkan pada jenis belanja hibah. (4) RKA-PPKD untuk belanja hibah dana BOS sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dis usun oleh PPKD.13 Tahun 2006 Tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. (2) Tugas PPTK sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b.a. (5) Kode rekening belanja tidak langsung dan belanja langsung yang bersumber dar i dana BOS. kepala sekolah ditunjuk sebagai PPTK. Pasal 329D (1) Pencairan dana BOS untuk sekolah negeri dilakukan dengan mekanisme TU.VIII. Pasal 329E (1) Penyaluran dana BOS bagi sekolah negeri dilakukan setiap triwulan oleh benda hara pengeluaran pembantu SKPD Pendidikan melalui rekening masing-masing sekolah.

Pasal 329F (1) Penyaluran dana BOS sebagaimana dimaksud dalam Pasal 329E ayat (2) didasarka n atas Naskah perjanjian hibah daerah. kepala SKPD Pendidikan atas n ama kepala daerah dapat menandatangani Naskah perjanjian hibah. (3) Dalam rangka percepatan penyaluran dana hibah.(3) Penyaluran dana BOS sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) triwulan berikutnya dapat dilakukan tanpa menunggu penyampaian laporan penggunaan dana BOS triwulan sebelumnya. (4) Naskah perjanjian hibah sebagaimana dimaksud ayat (1) dilakukan 1 (satu) kal i untuk 303 . (2) Naskah perjanjian hibah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditandatangani be rsama antara kepala daerah dengan kepala sekolah swasta.

yaitu: . Berikut adalah beberapa penjelasan yang terkait dengan jenis belanja: Dana BOS bagi Sekolah sekolah negeri dianggarkan melalui Belanja Langsung dalam bentuk program/kegiatan. yaitu belanja pegawai. Bagaimana Mekanisme Penyaluran Dana BOS? Mekanisme penyaluran dana BOS diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK). Jenis Belanja Hibah. yan g dalam hal tahun anggaran 2011. diatur dalam PMK No 247/PMK:07/2010 Tentang Pedoman Umu m dan Alokasi Sementara Bantuan Operasional Sekolah Bagi Pemerintah Daerah Kabupaten d an Kota Tahun Anggaran 2011. Pada prinsipnya ada 2 tahapan penyaluran dana BOS.keperluan 1 (satu) tahun anggaran. (5) Format Naskah perjanjian hibah sebagaimana tercantum dalam lampiran F. yang uraiannya dialokasikan dalam 3 (tiga) jenis belanj a. Dana BOS bagi Sekolah Swasta dianggarkan dalam Belanja Daerah. Pasal 329H Tata cara pertanggungjawaban dana BOS yang diterima oleh sekolah swasta diatur d alam naskah perjanjian hibah daerah. (4) Kepala sekolah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bertanggungjawab atas peng gunaan dana BOS yang diterima setiap triwulan. disahkan ole h Kuasa Pengguna Anggaran setelah diverifikasi oleh pejabat penatausahaan keuangan SKPD Pendidikan. dan belanja modal pada SKPD Pendidikan yang dituangkan dalam Dokumen Rencana Kegiatan Anggaran SKPD. N. Pasal 329G (1) Kepala sekolah negeri menyampaikan laporan penggunaan dana BOS triwulan I da n triwulan II paling lambat tanggal 10 Juli sedangkan untuk triwulan III dan triwulan IV pa ling lambat tanggal 20 Desember tahun berkenaan kepada bendahara pengeluaran pembantu. (3) Laporan penggunaan dana BOS sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Laporan penggunaan dana BOS sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilampiri buk ti-bukti pengeluaran yang sah dan lengkap.I Pera turan Menteri ini. belanja barang dan jasa. Obyek Belanja Hibah kepada Badan/Lembaga/ Organisasi Swasta serta Rincian Obyek Dana BOS kepada sekolah swasta yang dituan gkan dalam Dokumen Rencana Kerja Anggaran Pejabat Pengelola Keuangan Daerah (PPKD). Kelompok Belanja Tidak Langsung.

b. dan 304 .1. yaitu: a. Triwulan Kedua (bulan April sampai dengan bulan Juni) dilakukan paling lambat 7 (tujuh) hari kerja pada awal pada bulan April 2011. c. Triwulan Pertama (bulan Januari sampai dengan bulan Maret) dilakukan paling lambat 14 (empat belas) hari kerja pada awal bulan Januari 2011. Tahap I: Penyaluran Dana dari Kas Umum Negara ke Kas Umum Daerah (1) Penyaluran BOS dilaksanakan dengan cara pemindahbukuan dari Rekening Kas Umu m Negara ke Rekening Kas Umum Daerah. (2) BOS disalurkan secara triwulanan (tiga bulanan). Triwulan Ketiga (bulan Juli sampai dengan bulan September) dilakukan paling lambat 7 (tujuh) hari kerja pada awal pada bulan Juli 2011.

Dana BOS harus didaftar sebagai salah satu sumber penerimaan dalam RKAS/RAPBS. Pembelian/penggandaan buku teks pelajaran. O. Dewan Guru dan Komite Sekolah/Madrasah. Olahraga dan Kesehatan dan (b) Sen i Budaya dan Ketrampilan. yaitu Pendidikan Jasmani. Jika buku dimaksud belum ada di sekolah/belum mencukupi sebanyak jumlah siswa.d. (4) Penyaluran Triwulan Keempat sebesar selisih antara penetapan alokasi prognos a definitif BOS dengan jumlah dana yang telah disalurkan dari Triwulan Pertama sam pai dengan Triwulan Ketiga. Penggunaan dana BOS Tahun 2011 diatur didalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasio nal Nomor 37 Tahun 2010 Tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekola h (BOS) Tahun Aanggaran 2011. Selain daripada itu. (3) Penyaluran Triwulan Pertama. Olahraga dan Kesehatan. Kedua. maka sekolah tidak harus menggunakan dana BOS untuk pembelian/ penggandaan buku tersebut. maka sekolah wajib membeli/menggandakan sebanyak jumlah siswa. Penyaluran Dana BOS untuk Sekolah Swasta:dilakukan oleh Bendahara Umum Daerah paling lambat 7 hari kerja dana tersebut harus sampai di sekolah. Apa Saja Yang Boleh Didanai dari Dana BOS? Hal penting yang harus diperhatikan oleh sekolah/madrasah sebelum menetapkan pen ggunaan dana BOS di sekolah adalah: Penggunaan dana harus didasarkan pada kesepakatan dan keputusan bersama antara Tim Manajemen BOS Sekolah/Madrasah. d i samping dana yang diperoleh dari Pemda atau sumber lain yang sah. 2. sedangkan SMP sebanyak 2 buku yaitu (a) Pendidikan Jasmani. Jika jumlah buku telah terpenuhi satu siswa satu buku. dana B OS juga boleh untuk membeli buku teks pelajaran lainnya yang belum mencukupi sejuml ah . Jenis buku yang dibeli/digandakan untuk SD adalah satu buku. yang antara lain dapat untuk: 1. dan Ketiga adalah masing-masing sebesar ¼ (satu perempat) dari alokasi sementara yang tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan. baik yang telah di beli dari dana BOS maupun dari Pemerintah Daerah. Triwulan Keempat (bulan Oktober sampai dengan bulan Desember) dilakukan palin g lambat 14 (empat belas) hari kerja pada bulan Oktober 2011 setelah PMK Alokasi prognosa definitif BOS 2011 ditetapkan. Tahap II: Penyaluran Dana dari Kas Umum Daerah ke Sekolah Penyaluran dana BOS untuk Sekolah Negeri: dilakukan oleh Dinas Pendidikan paling lambat 7 hari kerja dana tersebut harus sampai di sekolah.

pembuatan spanduk sekolah bebas pungutan. Pembiayaan seluruh kegiatan dalam rangka penerimaan siswa baru. karya ilmiah remaja. administrasi pendaftaran. Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan sejenisnya (misalnya untuk honor jam mengajar tambahan di luar jam pelajaran. serta kegiatan lain yang berkaitan lan gsung dengan kegiatan tersebut (misalnya untuk fotocopy. olahraga. kesenian. 2. Pembiayaan kegiatan pembelajaran remedial. konsumsi panitia. dan uang le mbur dalam rangka penerimaan siswa baru. biaya transportasi dan akomodasi siswa/guru dala m 305 . 3. pramuka. yaitu biaya pendaftaran. dan lainnya yang relevan). pemantapan persiapan ujian. pembelajaran pengayaan. dan pendaftaran ula ng. palang merah remaja.siswa. penggandaan formulir.

Pemberian bantuan biaya transportasi bagi siswa miskin yang menghadapi masal ah biaya transport dari dan ke sekolah. ujian sekolah dan laporan hasil bela jar siswa (misalnya untuk fotocopi/ penggandaan soal. yaitu pengecatan. 5. membeli alat olah raga. sp idol. U ntuk sekolah SD diperbolehkan untuk membayar honor tenaga yang membantu administrasi BOS. ulangan umum. minuman dan makanan ringan untuk kebutuhan sehari-hari di sekolah. perbaikan atap bocor. internet. Pembayaran honorarium bulanan guru honorer dan tenaga kependidikan honorer. dan jika sekolah tersebut memerlukan listrik untuk proses belajar mengajar di sekolah.rangka mengikuti lomba. CD dan flash disk). Pembiayaan perawatan sekolah. perbaikan lant ai ubin/ keramik dan perawatan fasilitas sekolah lainnya. buku inventaris. maka diperkenankan untuk membeli genset. 10. bahan praktikum. 9. kertas. fotocopy. alat kesenian dan biay a pendaftaran mengikuti lomba). telepon. 7. dll). langganan koran/majalah pend idikan. penggandaan. insentif bagi bendahara dalam rang ka penyusunan laporan BOS dan biaya transportasi dalam rangka mengambil dana BOS di Bank/PT Pos. buku induk siswa. Jika dinilai lebih ekonomis. 11. Pembiayaan pengelolaan BOS seperti alat tulis kantor (ATK termasuk tinta pri nter. 6. serta pengada an suku cadang alat kantor. perbaik an pintu dan jendela. kapur tulis. perbaikan mebeler. honor koreksi ujian dan honor guru d alam rangka penyusunan rapor siswa). yaitu listrik. pensil. Pengembangan profesi guru seperti pelatihan. te rmasuk untuk pemasangan baru jika sudah ada jaringan di sekitar sekolah. Pembelian bahan-bahan habis pakai seperti buku tulis. 4. . perahu penyeberangan. Khusus di sekolah ya ng tidak ada jaringan listrik. Pembiayaan langganan daya dan jasa. air. dapat juga untuk mem beli alat transportasi sederhana yang akan menjadi barang inventaris sekolah (misalnya sep eda. KKG/MGMP dan KKKS/MKKS. perbaikan sanitasi sekolah. surat-menyurat. 8. Pembiayaan ulangan harian. Khusus untuk sekolah yang memperoleh hibah/block grant pengembangan KKG/MGMP atau sejenisnya pada tahun anggaran yang sama tidak diperkenankan menggunakan dana BO S untuk peruntukan yang sama.

Bila seluruh komponen 1 s. Khusus untuk SMP Terbuka.00 0. c.-/bulan tetapi secara proporsional disesuaikan dengan beban mengajarnya. Kegiatan pembelajaran. yaitu kegiatan-kegiatan yang terkait dengan proses bel ajar mengajar. maka sisa dana BOS tersebut dapat digunakan untuk membeli al at peraga.d 12 di atas telah terpenuhi pendanaannya dari BOS dan masih terdapat sisa dana.-/bulan. Kegiatan tatap muka di Sekolah Induk oleh Guru Bina. mesin ketik. Pembelian komputer (desktop/work station) dan printer untuk kegiatan belajar siswa.000.-/ bulan. masing-masing maksimum 1 unit dalam satu tahun anggaran. diberikan maksimal sebesar Rp 150. peralatan UKS dan mebeler sekolah.000. 13. dana BOS digunakan juga untuk: 1. meliputi kegiatan: a.12. diberikan rata-rata maks imal sebesar Rp 150. media pembelajaran. 306 . b. Supervisi oleh Kepala Sekolah. Supervisi oleh Wakil Kepala SMP Terbuka. diberikan maksimal sebesar Rp 150.

-/bulan. tidak diperkenankan menggunakan dana BO S untuk peruntukan yang sama. Bagi sekolah yang telah menerima DAK. Transportasi Guru Bina ke TKB. Kegiatan administrasi ketatausahaan oleh petugas Tata Usaha (1 orang). Maksimum penggunaan dana untuk belanja pegawai bagi sekolah negeri sebesar 20 %. tergantung dari kebijak an kementerian. Kegiatan pembimbingan di TKB oleh Guru Pamong. Pembelian barang/jasa per belanja tidak melebihi Rp.000.000. 15 Tahun 2010 tentang SPM Pendidikan Dasar di Kabupaten/Kota. 5. 3. Besaran/satuan biaya untuk transportasi dan uang lelah guru PNS yang b ertugas di luar jam mengajar tersebut harus mengikuti batas kewajaran. Pemerintah daerah . Penggunaan dana BOS untuk transportasi dan uang lelah bagi guru PNS diperbole hkan hanya dalam rangka penyelenggaraan suatu kegiatan sekolah selain kewajiban jam mengajar. dan pelaporan.000. 2. Prioritas utama penggunaan dana BOS adalah untuk kegiatan operasional sekolah . f. diberi kan maksimal sebesar Rp 100. konsultasi. Kebijakan penggunaan dana BOS bisa berubah setiap tahun.d. Pengelolaan kegiatan pembelajaran oleh Pengelola TKB Mandiri diberikan maksim al sebesar Rp 150. Transportasi Guru Pamong ke Sekolah Induk. harus diperhatikan hal-hal sebagai ber ikut: 1. Biaya transportasi Guru Bina dan Guru Pamong dari SMP Induk ke TKB dan sebali knya disesuaikan dengan kondisi geografis dan sarana transportasi. Penggunaan dana untuk honorarium guru honorer di sekolah agar mempertimbangkan rasio jumlah siswa dan guru sesuai dengan ketentuan pemerintah yang ada dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. masing-masing diberikan maksimal sebesar Rp 150. 2. Sebagai penanggung jawab pengelolaan dan penggunaan dana BOS untuk SMPT/TKB Mand iri tetap kepala sekolah SMP induk.-/bulan. Dalam hal penggunaan dana BOS di sekolah. 10 juta. b. yaitu: a. c. d. Transportasi Pengelola TKB Mandiri ke Sekolah Induk dalam rangka koordinasi. 4.-/bulan. Transportasi Kepala Sekolah dan Wakil Kepala SMP Terbuka dalam rangka supervi si ke TKB. e.

wajib mengeluarkan peraturan tentang penetapan batas kewajaran tersebut di daerah masi ngmasing dengan mempertimbangkan faktor sosial ekonomi. Revisi jumlah siswa pada sekolah yang ditinggalkan/menerima siswa pindahan 307 . misalnya akibat kesalahan data jumlah siswa. Jika terdapat siswa pindah/mutasi ke sekolah lain setelah pencairan dana di t riwulan berjalan. maka dana BOS siswa tersebut pada triwulan berjalan menjadi hak sekola h lama. maka s ekolah harus segera melapor kepada Dinas Pendidikan. Selanjutnya Dinas Pendidikan mengi rim surat secara resmi kepada Dirjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah yang berisikan daftar sekolah yang lebih/kurang untuk diperhitungkan pada penyesuaian alokasi pada triwulan berikutnya. 2. Jika dana BOS yang diterima oleh sekolah dalam triwulan tertentu lebih besar/ kurang dari jumlah yang seharusnya. faktor geografis dan faktor lainnya. 3.

10. Dipinjamkan kepada pihak lain. Digunakan untuk rehabilitasi sedang dan berat. 5. misalnya guru kontrak/guru bantu. studi tour (karya wisata) dan sejenisnya. Apa Saja Larangan Penggunaan Dana BOS? 1. Sekolah hanya diperbolehkan menanggung biaya untuk siswa/guru yang iku t serta dalam kegiatan tersebut. Membeli pakaian/seragam bagi guru/siswa untuk kepentingan pribadi (bukan inve ntaris sekolah). Tim harus memperhatikan kualitas barang/jasa. 3. Disimpan dalam jangka waktu lama dengan maksud dibungakan. 2. 2.tersebut baru diberlakukan untuk pencairan triwulan berikutnya. 6. misalnya studi banding. 11. serta ketersediaan. walaupun pihak sekolah tidak ikut serta dala m kegiatan tersebut. Membiayai kegiatan yang tidak menjadi prioritas sekolah dan memerlukan biaya besar. Membiayai kegiatan yang diselenggarakan oleh UPTD Kecamatan/ Kabupaten/kota/ Provinsi/Pusat. Membangun gedung/ruangan baru. . 9. 8. 4. Kegiatan penunjang yang tidak ada kaitannya dengan operasi sekolah. Bunga Bank/Jasa Giro akibat adanya dana di rekening sekolah menjadi milik sek olah untuk digunakan bagi sekolah. dan kewajar an harga. 13. Tim Sekolah harus menggunakan prinsip keterbukaan dan ekonomis dalam menentuk an barang/jasa dan tempat pembeliannya. 7. Membiayai kegiatan yang telah dibiayai dari sumber dana pemerintah pusat ata u pemerintah daerah secara penuh/wajar. Menanamkan saham. Membeli bahan/peralatan yang tidak mendukung proses pembelajaran. 4. atau pihak lainnya. P. 12. misalnya iuran dalam rangka perayaan hari besar nasional dan upacara keagamaan/acara keagamaan. Membiayai kegiatan dalam rangka mengikuti pelatihan/sosialisasi/ pendampinga n terkait program BOS/perpajakan program BOS yang diselenggarakan lembaga di luar Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/ Kota dan Kementerian Pendidikan Nasional. Membayar bonus dan transportasi rutin untuk guru. Q. Bagaimana Mekanisme Pembelian Barang/Jasa di Sekolah? 1.

Tim Sekolah harus selalu membandingkan harga penawaran dari penyedia barang/j asa dengan harga pasar dan melakukan negosiasi harga kepada penyedia barang/jasa apa bila harga penawaran lebih tinggi dari harga pasar. 308 . 4. Memilih satu atau lebih pekerja untuk melaksanakan pekerjaan tersebut dengan standar upah yang berlaku di masyarakat. Membuat rencana kerja ii. Ti m Sekolah harus menerapkan prinsip-prinsip berikut: i.3. Terkait dengan biaya untuk perawatan ringan/pemeliharaan bangunan sekolah. iii. Membuat laporan penggunaan dana (pembelian barang dan pembayaran upah) untuk kegiatan perawatan ringan/pemeliharaan sekolah.

Pengawasan Eksternal Instansi pengawas eksternal yang melakukan pengawasan program BOS adalah Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP). 3. kabupaten/kota maupu n sekolah. Bagaimana Tata Tertib Pengelolaan Dana BOS Untuk Sekolah? 1. 1. 4. 2. Mengumumkan hasil pembelian barang dan harga yang dilakukan oleh sekolah di p apan pengumuman sekolah yang harus ditandatangani oleh Komite Sekolah. provinsi. Instansi tersebut bertanggung jawab untuk melakukan audit sesuai dengan kebutuhan lembaga tersebut atau permintaan instansi yang akan diaudit. Dilarang bertindak menjadi distributor atau pengecer buku kepada peserta didi k di sekolah yang bersangkutan (Peraturan Mendiknas No.R. 6. Siapa Yang Melakukan Pengawasan dan Pemeriksaan Program BOS? Pengawasan prgram BOS meliputi pengawasan melekat (Waskat). Prioritas utama dalam program BOS adalah pengawasan yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota kepada sekolah. S. . Pengawasan Melekat Pengawasan melekat adalah pengawasan yang dilakukan oleh pimpinan masing-masing instansi kepada bawahannya baik di tingkat pusat. Bersedia diaudit oleh lembaga yang berwenang terhadap seluruh dana yang dikel ola oleh sekolah. Mengelola dana BOS secara transparan dan bertanggung jawab. Instansi ini juga bertanggung jawab untuk melakukan audit sesuai dengan kebutuhan lembaga tersebut atau permintaan instansi yang akan diaudit. 5. Pengawasan Fungsional Internal Instansi pengawas fungsional yang melakukan pengawasan program BOS secara intern al adalah Inspektorat Jenderal Depdiknas serta Inpektorat Daerah Provinsi dan Kabup aten/ Kota. baik yang berasal dari dana BOS maupun dari sumber lain. pengawasan fungsiona l dan pengawasan masyarakat. 4. 2 Tahun 2008 Pasal 11). Menginformasikan secara tertulis rekapitulasi penerimaan dan penggunaan dana BOS kepada orang tua siswa setiap semester bersamaan dengan pertemuan orang tua sisw a dan sekolah pada saat penerimaan raport. Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sesuai dengan kewenangannya dapat melakukan pemeriksaan terhadap program BOS. Tidak diperkenankan melakukan manipulasi data jumlah siswa. 3. 2.

Apabila terdapa t indikasi penyimpangan dalam pengelolaan BOS.T. Pengawasan Masyarakat Dalam rangka transparansi pelaksanaan program BOS. 309 . program ini juga dapat diawas i oleh unsur masyarakat dan unit-unit pengaduan masyarakat yang terdapat di sekolah. agar segera dilaporkan kepada instansi penga was fungsional atau lembaga berwenang lainnya. Provinsi dan Pusat. namun tidak melakukan audit. Lembaga tersebut melakukan pengawasan dalam rangka mem otret pelaksanaan program BOS di sekolah. Ka bupaten/ Kota.

U. b. penurunan pangkat. misalnya: a. Pemblokiran dana dan penghentian sementara seluruh bantuan pendidikan yang bersumber dari APBN pada tahun berikutnya kepada Kabupaten/kota. Penerapan sanksi kepegawaian sesuai dengan peraturan dan undang-undang yang berlaku (pemberhentian. atau golongan. d. Sanksi kepada oknum yang melakukan pelanggaran dapat diberikan dalam berbagai bentuk. mutasi kerja). kelompok. Penerapan tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi. Penerapan proses hukum. Apa Sanksi Terhadap Penyalahgunaan Dana BOS? Sanksi terhadap penyalahgunaan wewenang yang dapat merugikan negara dan/atau sek olah dan/atau siswa akan dijatuhkan oleh aparat/pejabat yang berwenang. penyidikan dan prose s peradilan bagi pihak yang diduga atau terbukti melakukan penyimpangan dana BOS. 310 . yaitu mulai proses penyelidikan. yaitu pengembalian dana BOS yang terbukti disalahgunakan kepada satuan pendidikan atau ke kas negara. bilamana terbuk ti pelanggaran tersebut dilakukan secara sengaja dan tersistem untuk memperoleh keuntungan pribadi. c.

Publikasi BOS .

312 .

313 .

314 .

315 .

316 .

317 .

318 .

319 .

320 .

321 .

322 .

Lembar Evaluasi Pelatihan untuk Sekolah/Madrasah Tahun 2011 .

Lembar Evaluasi Pelatihan untuk Sekolah/Madrasah Tahun 2011 324 .

Biaya pembelian alat tulis. d. Manakah pernyataan di bawah ini yang bukan merupakan Standar Nasional Pendidi kan? a. pengawasan dan evaluasi. b. b. Standar-standar yang ditentukan oleh masing-masing satuan tingkat pendidikan. c atau d (Format A): 1. sistem informasi mana jemen. Hubungan masyarakat dengan Pemerintah Daerah.Lembar Evaluasi Pelatihan untuk Sekolah/Madrasah Tahun 2011 Pilih salah satu jawaban yang Anda anggap benar dengan memberi tanda silang pada hurup a. b. d. Strategi untuk mencapai SNP (Standar Nasional Pendidikan) secara bertahap dan merupakan sasaran antara menuju pemenuhan SNP. Manakah dari pernyataan di bawah ini yang merupakan bagian dari Standar Penge lolaan? a. Penentuan standar kompetensi kepala sekolah. 2. Pernyataan manakah di bawah ini yang masuk dalam kategori Biaya Investasi men urut Standar Pembiayaan? a. 4. d. Standar Kompetensi Lulusan. Kepemimpinan sekolah/madrasah. Standar-standar yang harus dipenuhi oleh masing-masing satuan pendidikan sete lah semua SNP terpenuhi. Standar Proses. c. 5. b. d. Mekanisme standardisasi pendidikan yang merupakan kelanjutan dari SNP. c. Standar Kompetensi Pengawas. Manakah dari pernyataan di bawah ini yang secara tepat mendefinisikan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan? a. Pemilihan tenaga pendidik. Gaji dan tunjangan pendidik dan tenaga kependidikan. Standar Penilaian. c. b. 3. Biaya listrik bulanan. Biaya pengembangan sumber daya manusia. Di bawah ini adalah beberapa alasan mengapa SNP perlu dilakukan secara bertah . c.

d.ap. b. Semua standar SNP dapat dipenuhi oleh sekolah/madrasah dengan kondisi saat in i. Implementasi SNP secara utuh membutuhkan sumber daya yang besar. SPMP adalah kegiatan sistemik dan terpadu oleh satuan atau program pendidikan . SPMP merupakan program pemerintah pusat yang mengupayakan terjadinya suatu pe ningkatan mutu pendidikan di suatu daerah tertentu. d. pemerintah daerah. dan masyarakat untuk memperba iki mutu pendidikan. SPMP merupakan sebuah mekanisme peningkatan mutu pendidikan yang diprakarsai oleh para pemimpin satuan pendidikan dan diselenggarakan secara mandiri tanpa adanya keter libatan pemerintah. penyelenggara satuan atau program pendidikan. 6. c. 325 . Implementasi SNP yang sepenuhnya memerlukan kapasitas SDM yang tinggi dan kel embagaan yang produktif. kecuali: a. SPMP adalah program pemerintah pusat yang harus dijabarkan oleh masing-masing satuan pendidikan sesuai dengan keunggulan lokal mereka. c. Beberapa standar SNP terlalu tinggi dan sulit dicapai oleh semua sekolah/madr asah dengan kondisi saat ini. Pengertian SPMP (Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan) dapat dengan tepat ditemu kan pada salah satu pernyataan berikut ini: a. b.

Sekolah/madrasah dapat menentukan kelebihan hasil usahanya secara lebih akura t. pelapo ran dan pengawasan. Sekolah/madrasah dapat dikelola secara lebih partisipatif. Sekolah/madrasah dapat mengetahui kelebihan dan kekurangannya berdasarkan SNP . Rumusan hasil akhir kondisi sekolah yang ditentukan oleh pemerintah kabupaten /kota. d. c. akuntabel dan tran sparan oleh para pemangku kepentingan. Manakah dari uraian di bawah ini yang secara tepat mendefinisikan visi sekol ah/madrasah: a. c. Persetujuan Pengesahan Penyusunan RKS/M Sosialisasi. Membantu komite sekolah mengevaluasi kelemahan dan kelebihan sekolah/madrasah nya. Menjamin keterkaitan antara perencanaan dan penganggaran. kecuali: a. c. Manfaat EDS/M (Evaluasi Diri Sekolah/Madrasah) terutama adalah sebagai beriku t. d. Mengoptimalkan partisipasi pihak swasta. 11. c. pelaksanaan. Penyusunan RKS/M Penyetujuan & Pengesahan Sosialisasi Persiapan. b. 10.7. Misi Tujuan Sasaran Visi . Urut-urutan manakah yang benar? a. b. Memastikan agar aturan pemerintah ditaati sekolah/madrasah. d. Cita-cita bersama warga sekolah/madrasah dan segenap pihak yang berkepentinga n pada masa yang akan datang. Sosialisasi Persiapan Penyusunan RKS/M Persetujuan & Pengesahan. Merupakan gambaran kondisi sekolah/madrasah saat ini yang digunakan untuk men yusun RKS/M. b. d. Manakah alur penyusunan RKS/M yang benar? a. 9. Persiapan Penyusunan RKS/M Persetujuan & Pengesahan Sosialisasi. Sekolah/madrasah dapat menyusun RKS dan RKT berdasarkan prioritas kebutuhan d an sumber daya sekolah/madrasah untuk memenuhi SPM/SNP. 8. b. Mendorong upaya guru dan pengawas dalam meningkatkan kinerja mereka. Salah satu tujuan penyusunan RKS/M (Rencana Kerja Sekolah/Madrasah) adalah: a.

Sistematis.b. Sasaran Tujuan Misi Visi 12. d. mencakup perencanaan kelesuruhan program yang akan dilaksanakan oleh sekolah/ madrasah dalam jangka waktu satu tahun. c. Partisipatif melibatkan berbagai unsur. Yang bukan merupakan tujuan Penyusunan RKT (Rencana Kerja Tahunan) adalah: a. efektif. Terpadu. Menjamin tercapainya penggunaan sumber daya secara efisien. Menjamin terciptanya integrasi. b. 13. dan berkelanjutan. Visi Misi Tujuan Sasaran d. dan sinergi. Visi Misi Sasaran Tujuan c. Satu sumber. 326 . sinkronisasi. berkeadi lan. seluruh program/kegiatan disusun secara runtut berdasarkan skala prioritas. Menjamin agar tujuan dan sasaran sekolah/madrasah yang telah ditetapkan dapat dicapai dengan tingkat kepastian yang tinggi dan risiko yang kecil. Berikut ini adalah prinsip-prinsip penyusunan Rencana Kerja Tahunan yang bai k. mengindikasikan kejelasan sumber pendanaan dan pembiayaan operas ional sekolah. b. Memastikan pengawasan kinerja kepala sekolah oleh komite sekolah. c. d. kecuali: a.

pemeliharaan sarana dan prasarana c. Tidak mempunyai kewajiban memungut PPh Pasal 22 karena tidak termasuk sebagai pihak yang ditunjuk sebagai pemungut PPh Pasal 22. Sekolah harus membayar PPN untuk pembelian buku. uang lembur. Yang tidak termasuk ke dalam kelompok Biaya Operasional adalah: a. jasa telekom unikasi. b. transparansi. Penentuan buku yang dibeli ditentukan oleh rapat komite sekolah. 17. Gaji pendidik dan tenaga kependidikan serta segala tunjangan yang melekat pad a gaji. Manajemen Keuangan Sekolah yang baik senantiasa menjunjung tinggi prinsip-pr insip berikut: a. d. Biaya operasional pendidikan tidak langsung berupa listrik. kitab suci dan buku pelajaran agama. Buku yang dibeli/digandakan harus mencakup satu siswa satu buku. kemakmuran bersama. Bagi hasil. Manakah pernyataan yang benar terkait dengan kewajiban perpajakan yang sehar usnya dilakukan oleh pengelola BOS di sekolah negeri. b. Pajak.14. c. profit oriented. b. transparansi. tidak termasuk PPN d an menyetorkannya ke kas negara. Akuntabilitas. dan transportasi d. Tidak memotong PPh Pasal 23 sebesar 15% x 40% atau 6% dari jumlah imbalan bru to tidak termasuk PPN 18. 15. Pengadaan tanah dan mengirimkan para guru ke pelatihan-pelatihan pengembangan diri. membayar PPN. 16. Pengadaan buku tidak boleh dilakukan secara bertahap. dan pesantren: . efisien (value for money). swasta. Manakah pernyataan yang tepat terkait dengan penggunaan dana BOS untuk buku: a. kejujuran. Akuntabilitas. kejujuran. Efisiensi. d. efisiensi. transparansi. b. Memungut PPh Pasal 22 sebesar 1. Manakah pernyataan yang benar terkait dengan kewajiban perpajakan yang sehar usnya dilakukan oleh pengelola BOS di sekolah negeri: a. d. c. c. keadilan. air. asuransi. bagi hasil. kemakmuran bersama.5% dari nilai pembelian. Atas pembelian buku-buku pelajaran umum.

Jumlah dana yang diterima dan pengelolaannya. Pengawasan melekat b. b. Notulen rapat komite sekolah 327 . d. Pembayaran honor kepada guru PNS Golongan IID ke bawah tidak dilakukan pemoto ngan PPh Pasal 21. Pembayaran honor kepada guru PNS Golongan IIIA ke atas harus dipotong PPh Pas al 21 yang bersifat final sebesar 15% dari jumlah honor. Lembar pencatatan pengaduan. Hal berikut ini adalah berkas yang harus dilaporkan ke tim BOS Kabupaten/Kot a. d. Nama siswa miskin yang digratiskan.a. Audit oleh komite sekolah 20. Memotong PPh Pasal 21 atas honorarium semua jenis dan golongan guru. Berikut ini adalah mekanisme pengawasan dana BOS: a. b. c. d. c. Pengawasan eksternal. kecuali: a. Pengawasan fungsional internal. Penggunaan dana BOS untuk memberikan bantuan transportasi bagi siswa miskin d ikenakan pajak 19. c.

328 .

Pentingkah data di LKIS? Keakuratan data LKIS sangat menentukan keakuratan perhitungan alokasi dana BOS. Alokasi dana BOS per sekolah akan didasarkan L KIS. Lembar LKIS juga akan diserahkan oleh Tim BOS Kabupaten/Kota kepada Tim BOS Tingkat Nasional untuk keperluan pendataan dan verifikasi. baik tingkat nasional. Oleh karena itu dimohon setiap sekolah mengisi da ta LKIS secara akurat. . Jadi sekolah yang tidak mengumpulkan LKIS. dan selanjutnya akan dijadikan dasar untuk p enetapan alokasi dana BOS per sekolah dan kabupaten/kota. per kabupaten/kota dan p er sekolah. sekolah segera mengisi LKIS. LKIS sangat diperlukan untuk menghitung perencanaan kebutuhan anggaran dana BOS tingkat nasional. Din as Pendidikan Kabupaten/Kota membuat rekapitulasi jumlah siswa per sekolah dan diserahkan kepa da Tim BOS Pusat untuk dijadikan dasar alokasi dana BOS secara nasional. Selanjutnya sekolah menyerahkan LKIS kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. Data jumlah siswa per sekolah akan dapat diakses oleh masyarakat sebagai bentuk transparansi dan alat control. Akan tetapi dalam LKIS juga dijaring bebera pa informasi lain yang dianggap penting. kabupaten/kota maupun sekolah. dan tidak melakukan mark-up data. tidak akan dialokasikan dana BOS dalam SK Dirjen Pendid ikan Dasar.Lembar Kerja Individu Sekolah (LKIS) Apa LKIS Tersebut? LKIS merupakan instrumen sederhana yang khususnya digunakan untuk menjaring data jumlah siswa per sekolah di setiap tahun ajaran baru. Bagaimana mekanisme penyerahan LKIS? Setelah masa pendaftaran siswa di tahun ajaran baru di sekolah berakhir. Untuk Apa LKIS? Khususnya untuk program BOS.

Lembar Kerja Individu Sekolah (LKIS) Tahun Pelajaran 2010/11 330 .

Lembar Kerja Individu Sekolah (LKIS) Tahun Pelajaran 2010/11 331 .

332 .

ditptksd.id Telp : 0-800-140-1276 (bebas pulsa).id Mengisi: Format BOS 07 untuk Kritik dan Saran dan Format BOS 8 untuk Pengaduan .dit-plp. 021-5725632 & 021-5725641 Faksimil : 021-5725635 Email : bos@ditptksd.INFORMASI DAN PENGADUAN MASYARAKAT Program BOS HOTLINE: 177 Menghubungi: Tingkat SMP Alamat Web : www.go.go.go.id Telp : 0-800-140-1299 (bebas pulsa) 021-5725980 Faksimil : 021-5731070 & 021-5725645 Email : bos@dit-plp.id Tingkat SD Alamat Web : www.go.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful