Dyspnea

Dyspnea oleh Davrina Rianda, 0906507936

Definisi 1 Dyspnea didefinisikan sebagai pernapasan yang abnormal atau kurang nyaman dibandingkan dengan keadaan normal seseorang sesuai dengan tingkat kebugarannya. Dyspnea merupakan gejala yang umum ditemui dan dapat disebabkan oleh berbagai kondisi dan etiologi. Organ yang paling sering berkontribusi dalam dyspnea adalah jantung dan paru.

Patofisiologi 1,2,3 Dyspnea berkaitan dengan ventilasi. Ventilasi dipengaruhi oleh kebutuhan metabolic dari konsumsi oksigen dan eliminasi karbondioksida. Frekuensi ventilasi bergantung pada rangsangan pada kemoreseptor yang ada di badan karotid dan aorta. Selain itu, frekuensi ini juga dipengaruhi oleh sinyal dari reseptor neural yang ada di parenkim paru, saluran udara besar dan kecil, otot pernapasan, dan dinding toraks. Pada dyspnea, terjadi peningkatan usaha otot dalam proses inspirasi dan ekspirasi. Karena dypsnea bersifat subjektif, maka dypsnea tidak selalu berkorelasi dengan derajat perubahan secara fisiologis. Beberapa pasien dapat mengeluhkan ketidakmampuan bernapas yang berat dengan perubahan fisiologis yang minor, sementara pasien lainnya dapat menyangkal terjadinya ketidakmampuan bernapas walaupun telah diketahui terdapat deteriorasi kardiopulmonal. Tidak terdapat teori yang dipakai secara universal dalam menjelaskan mekanisme dypsnea pada seluruh situasi klinik. Campbell dan Howell (1963) telah memformulasikan teori length-tension inappropriateness yang menyatakan defek dasar dari dypsnea adalah ketidakcocokan antara tekanan yang dihasilkan otot pernafasan dengan volume tidal (perubahan panjang). Kapanpun perbedaan tersebut muncul, muscle spindle dari otot interkostal mentransmisikan sinyal yang membawa kondisi bernapas menjadi sesuatu yang disadari. Reseptor jukstakapiler yang terlokasi di interstitium alveolar dan disuplai oleh serat saraf vagal tidak termielinisasi akan distimulasi oleh terhambatnya aktivitas paru. Segala kondisi tersebut akan mengaktivasi refleks Hering-Breuer dimana usaha inspirasi akan dihentikan sebelum inspirasi maksimal dicapai dan menyebabkan pernapasan yang cepat dan dangkal. Reseptor jukstakapiler juga bertanggung jawab terhadap munculnya dyspnea pada situasi dimana terdapat hambatan pada aktivitas paru, seperti pada edema pulmonal. Pada pasien dengan edema pulmonal, cairan yang terakumulasi akan mengaktifkan serat saraf di interstitium alveolar dan secara langsung menyebabkan dyspnea. Substansi yang terhirup yang dapat mengiritasi akan mengaktifkan reseptor di epitel saluran pernafasan dan memproduksi nafas yang cepat, dangkal, batuk, dan bronkospasm. Dalam merespon kegelisahan, sistem saraf pusat juga dapat meningkatkan frekuensi pernapasan. Pada pasien dengan hiperventilasi, koreksi penurunan PCO 2 sendiri tidak mengurangi sensasi dari nafas yang tidak tuntas. Ini merefleksikan interaksi antara pengaruh kimia dan saraf pada pernafasan. Teori lain mengaitkan dyspnea dengan ketidakseimbangan asam basa, mekanisme sistem saraf pusat, berkurangnya kapasitas bernafas, meningkatnya usaha untuk bernafas, peningkatan tekanan transpulmonal, kelemahan otot respiratorik, meningkatnya kebutuhan oksigen untuk bernafas, ketidaksinergisan otot interkostal dan diafragma, serta aliran respirasi yang abnormal.

1

Modul Respirasi

2 Diagnosis dari dyspnea memiliki keberagaman yang sangat luas dan dapat dikategorikan menjadi empat. yaitu kardiak. Etiologi 1. gabungan kardiak atau pulmonal. Gabungan kardiak atau pulmonal y y y y PPOK dengan hipertensi pulmonal atau cor pulmonale Dekondiri Emboli paru kronik Trauma 4. hiperventilasi Riwayat1 Mengetahui riwayat dyspnea sangat penting untuk pencarian petunjuk dalam mendiagnosis. 1. bronkospasme diasosiasikan dengan terhambatnya aktivitas paru dan kemungkinan disebabkan karena cairan edema pada dinding bronkus. dan nonkardiak atau nonpulmonal. Pulmonal y y y y y Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) Asma Penyakit paru restriktif Penyakit paru herediter Pneumotoraks 3. pulmonal. Kardiak y y y y Gagal jantung Penyakit arteri koroner Kardiomiopati Disfungsi katup y y y y Hiipertrofi ventrikel kiri Hipertrofi katup asimetrik Perikarditis Aritmia 2. Jika dyspnea terjadi saat berolahraga atau beraktivitas fisik. panic. Pada asma kardiak.Dyspnea pada saat aktivitas fisik dapat disebabkan oleh output ventrikel kiri yang gagal untuk meningkat selama berolahraga dan mengakibatkan meningkatnya tekanan vena pulmonal. misal asidosis Nyeri Penyakit neurmuskular Penyakit otorinolaringeal Fungsional: Gelisah. yaitu: y y y y Meningkatnya kebutuhan ventilasi Menurunnya kapasitas ventilasi Meningkatnya resistensi saluran nafas Menurunnya compliance paru. dapat dipikirkan kemungkinan penyakit 2 Modul Respirasi . Dyspnea pada akhirnya akan dapat diinduksi oleh empat hal utama. Nonkardiak atau nonpulmonal y y y y y Kondisi metabolik.

walaupun saraf glosofaringeal dan trigeminal juga dapat terkait. jumlah bantal yang dipakai saat tidur. perasaan geli di jari. karina. Reseptor batuk merupakan ujung saraf yang dapat beradaptasi dengan cepat. Walaupun batuk merupakan gejala umum dari penyakit respirasi. yang dikenal dengan reseptor iritan. Oleh karena itu. biasanya batuk menjadi suatu refleks fisiologis. dyspnea sepadan dengan munculnya angina. Dyspnea yang dialami perokok dapat dipikirkan kemungkinan emfisema. Ortopnea. Kepala yang ringan. dengan beberapa bagian dari saluran nafas. Daerah-daerah tersebut merupakan bagian dari saluran nafas yang menjadikan batuk sebagai pembersih sekresi paling efektif. seberapa nyenyak pasien tidur. dan riwayat asma pada keluarga. batuk yang menyertai. yang cukup kuat untuk mengikis dan mengeluarkan sekresi yang terakumulasi di permukaan mukosa. trakea. dan serat saraf spinal motorik dari otot ekspiratorius. refleks ini dimediasi melalui lengkung refleks. Pada penyakit arteri koroner. dan toleransi aktivitas. dan perioral merujuk pada hiperventilasi. kemungkinan terbesarnya adalah asma. atau dekondisi. dapat dipikirkan kemungkinan hipertrofi ventrikel kiri dan gagal jantung. bronkus yang besar. bahkan lambung. Serat saraf vagus merupakan serat saraf yang paling utama. Ujung serat sarag ini banyak ditemui di mukosa laring. seperti faring. kanal telinga. Produksi sputum atau expectoration merupakan tindakan batuk dan mengeluarkan bahan yang diproduksi di saluan pernafasan. adanya nyeri dada. Pasien yang diberi penghambat reseptor beta adrenergik juga dapat mengalami dyspnea akibat eksaserbasi bronkospasme dan membatas aktivitas fisik. Batuk dan Produksi Sputum4 Batuk adalah pengeluaran udara secara paksa yang tiba-tiba dan biasanya tidak disadari dengan suara yang mudah dikenali. bronkitis kronik. yang dapat menginisiasi dan memodifikasi batuk. mengi. Jika terdapat alergi. dan asma. Dypsnea saat beristirahat merujuk pada penyakit kardiopulmonal yang berat atau penyakit nonkardiopulmonal. asbes. Reseptor batuk juga terdapat di daerah lainnya. dypsnea nocturnal paroksismal. Efek dinamis batuk merupakan hasil kecepatan aliran udara. membran tifani. pulmonal. Walaupun batuk dapat bersifat disadari. yang dengan cepat distimulasi oleh iritan kimia dan mekanik. Pasien yang mengalami kegelisahan identik dengan hiperventilasi dan serangan panic. Dalam mendiagnosis dypsnea perlu ditanyakan durasi dari dypnea. dan bahan kimia yang mudah menguap berkaitan dengan penyakit paru interstitial. Trauma yang dialami pasien biasanya berkaitan dengan pneumotoraks dan nyeri dinding toraks. Pusat ini dipengaruhi oleh higher voluntary nerve centers. Pada pasien dengan tekanan darah tinggi. Pajanan terhadap debu. kemunculan di pagi atau malam hari. Pemberian beberapa obat tertentu juga dapat menyebabkan fibrosis paru. phrenikus. gejala ini menunjukkan fungsi pertahanan dari traktus respiratorius untuk melawan substansi yang berbahaya dan mempertahankan patensi jalan nafas dengan mengeluarkan sekresi berlebihan dari salurannya. Pusat batuk di medulla merupakan pusat yang mengontrol batuk walaupun posisi anatomisnya belum diketahui secara pasti. dan daerah intra ataupun ekstratorakal seperti pleura. Serat eferen yang terlibat adalah vagal. saluran nafas perifer. faktor lingkungan yang dapat mencetuskan.kardiak. Kejadian mekanik yang terkait dengan batuk merupakan rangkaian cepat dari: 3 Modul Respirasi . Gejala 1. dan edema merujuk pada gagal jantung dan PPOK.

Partikel karbon akan membuat sputum berwarna abu-abu (pada perokok) atau hitam (pada pekerja tambang). terdapat berbagai alasan lain untuk dada berat. Inspirasi yang dalam dapat membantu memperbesar volume paru. Dada berat diartikan sebagai perasaan yang berat di bagian dada. Sputum mukosa berwarna jernih dan kental. 4. Sputum purulen berwarna off-white. perbedaan tekanan antara sisi luar dan dalam dari saluan nafas intratorakal selama fase 4 akan menyebabkan kompresi dinamik dan penyempitan. seperti cairan transudat dan eksudat.1. substansi seperti elektrolit dan glukosa. Getaran saat batuk juga membantu untuk mengeluarkan sekresi dari dinding saluran pernafasan. Oleh karena itu. Sputum dapat mengandung material endogen dan eksogen lain. Tekanan intrapulmonal yang sangat tinggi dibentuk selama dua fase terakhir yang akan menyebabkan aliran udara yang sangat cepat dari paru ketika glottis terbuka. Jumlah sekresi trakeobronkial yang umum diproduksi dalam jumlah sedikit dengan efektif ditangani oleh mekanisme pembersihan mukosilia. Warna yang merah umumnya disebabkan karena tercampur dengan darah. mengandung hanya sedikit elemen mikroskopik. terutama granulosit neutrofil. kuning atau hijau. saluran nafas yang lebih distal akan ikut menyempit. muntah yang teraspirasi. Inspirasi inisial yang cukup dalam Penutupan ketat dari glottis. dada berat diasosiasikan dengan serangan jantung. protein asal dan transudat. Ini mengindikasikan adanya jumlah yang besar dari leukosit. dan partikel asing lainnya. dan akumulasi sekresi. sputum mungkin tampak purulen dari sel eosinofilik yang terlibat. dan kekuatan batuk itu sendiri. lipatan mukosa di atas dan bawah glottis. Kombinasi dari penyempitan aliran udara dan saluran nafas menghasilkan pengeluaran secara paksa dari aliran udara dengan kecepatan linear yang kadang mendekati kecepatan suara. perbedaan anatomi dan perubahan patologis dari laring dan saluran udara lainnya. Akan tetapi. glikoprotein mucus. serta lipid (surfaktan). Hembusan udara yang diproduksi dapat mengeluarkan sekresi dengan tekanan tinggi. sel lokal maupun termigrasi. Variasi bunyi batuk disebabkan oleh beberapa faktor. 3. mikroorganisme. Keseimbangan pembentukan dan pembersihan mukus menjaga lapisan protektif yang tipis dari mukus untuk menangkap dan membuang berbagai iritan pada udara inspirasi diiringi dengan pencegahan akumulasi yang berlebihan dari sekresinya. Getaran ritmis dari silia mendorong mukus ke faring yang kemudian akan ditelan tanpa disadari. Sekresi ini mengandung air. dan Pembukaan tiba-tiba dari glottis bersamaan dengan kontraksi dari otot ekspiratorik. Kelenjar mukosa dan sel goblet merupakan sumber utama dari mucus trakeobronkial. seperti sifat sekresi dan kuantitasnya. Dengan membentuk lapisan tipis. Asma merupakan penyebab yang umum dari dada berat. Sebagai tambahan. Dada Berat5 Dada berat umumnya disamakan dengan nyeri pada dada. mukus saluran udara menutupi epitel bersilia. Pada asma. 2. jaringan nekrotik. 2. Penderita Gastro Esophageal Reflux Disease (GERD) juga mengeluhkan dada berat yang sering disebut heart burn. Beberapa alasan lainnya yang dapat diasosiasikan dengan nyeri dada adalah 4 Modul Respirasi . dengan dibantu oleh struktur supraglottis Kontraksi otot ekspiratorik yang cepat dan kuat. hanya trakea dan bronkus besar yang terkompresi. jantung terasa diperas dan dada nyeri. Karakteristik bunyi batuk dihasilkan dari getaran pita suara. Dengan volume paru yang besar. Rata-rata orang juga mendeskripsikannya seperti ada seseorang yang memegang jantungnya. Biasanya. dan opak. penderita asma sering mengeluhkan dada berat pada serangan asma. Penampakan sputum merupakan hasil dari konten yang terkandung di sputum. Luasnya kompresi ditentukan oleh volume paru. sedangkan pada volume paru yang lebih kecil.

Diunduh dari: http://www.gov/medlineplus/ency/article/003070. Diakses pada Rabu. 29 Juni 2011.nlm. Chest heaviness.gov/books/NBK213/ 4 3 Farzan S.gov/books/NBK359/ 5 Pederson K.nlm. 3. 29 Juni 2011.chemocare. Diakses pada Rabu. penggunaan obat berlebih.ncbi. Hodge HL.homeremedies-for-you. kolesterol tinggi. Dypsnea. Diakses pada Rabu. tekanan darah tinggi.html Zieve D. Nafas yang pendek dengan gejala nyeri dada yang tajam mengindikasikan adanya inflamasi pada paru. Ini juga diartikan sebagai kerusakan alveolus pada jaringan paru atau pneumotoraks. Diagnostic evaluation of dyspnea. Diunduh dari: http://www. Bunyi ini muncul ketika udara mengalir melewati saluran yang sempit. 29 Juni 2011. Eltz DR. Diunduh dari: http://www. Diunduh dari: http://www.nih. Penyebab mengi antara lain: y y y y y y Asma Bronkiektasis Bronkiolitis Bronchitis Emfisema GERD y y y y y y Gagal jantung Reaksi alergi Medikasi (aspirin) Pneumonia Merokok Infeksi viral Daftar Pustaka: Morgan WC. 29 Juni 2011.nlm. Mengi umumnya muncul ketika saluran nafas menyempit atau adanya hambatan pada saluran udara yang besar atau pada seseorang yang mengalami gangguan pita suara. and paroxysmal nocturnal dyspnea. Pneumonia.com/MANAGING/dyspnea. Iritasi pleura yang disebabkan oleh emboli pulmonal merupakan penyebab lain dari nyeri dada. Diunduh dari: 5 Modul Respirasi . Gejala nyeri pada dada juga mengindikasikan perikarditis. batuk. orthopnea.com/articles/328/general-health-and-fitness/chest-heaviness. Diakses pada Rabu. Mengi 6 Mengi merupakan bunyi siul dengan pitch yang tinggi saat bernapas. ulkus gaster. http://www. namun bisa juga terdengar saat inspirasi. Diunduh dari: http://www. Mengi adalah tanda seseorang mengalami kesulitan bernapas.aafp. Cough and sputum production. kondisi yang dinamakan pleurisy. Wheezing. dan emboli pulmonal juga dapat menyebabkan nyeri pada dada. Bunyi mengi jelas terdengar saat ekspirasi. Diakses pada Rabu.diabetes. Pneumonia juga menyebabkan dada berat disertai demam.ncbi.org/afp/980215ap/morgan.asp Mukerji V. 29 Juni 2011.nih. Diakses pada Rabu. dan lain-lain.html 2 1 Chemo Care. merokok.nih. Dyspnea (shortness of breath).htm 6 29 Juni 2011.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful