observasi

black-blink-blog

• • • •

Entries (RSS) Comments (RSS) Home About

Etika FORMAT TEKS PADA HTML

Teknik Pengumpulan Data
Posted by: sevli on: January 25, 2009
• •

In: serba-serbi Comment!

Dalam penelitian sering sekali peneliti berhubungan dengan data, baik itu penelitian yang berhubungan dengan lapangan ataupun penelitian lainnya. Berikut adalah beberapa teknik dalam pengumpulan data untuk penelitian kelebihan dan kekurangan dalam pemakaiannya juga. Teknik Pengumpulan Data 1. Teknik Wawancara 2. Teknik Observasi (Observation) 3. Teknik Daftar Pertanyaan (Questioner) 4. Teknik Pengumpulan Sampel (Sampling) A. Teknik Wawancara a. Pengertian wawancara Wawancara merupakan suatu teknik pengumpulan data dengan jalan mengadakan komunikasi dengan sumber data. Komunikasi tersebut dilakukan dengan dialog (Tanya jawab) secara lisan, baik langsung maupun tidak langsung (I.Djumhur dan Muh.Surya, 1985). Wawancara adalah salah satu metode untuk dapat mendapatkan data anak atau orangtua dengan mengadakan hubungan secara langsung dengan informan/face to face relation(Bima Walgito, 1987). Wawancara adalah alat untuk memperoleh data atau fakta atau informasi dari seorang murid secara lisan (Dewa Ktut Sukardi, 1983). Wawancara informatif adalah suatu alat untuk memperoleh fakta/data informasi dari murid secara lisan. Dengan tujuan mendapatkan data yang diperlukan untuk bimbingan (W.S.Winkel, 1995) b. Kelebihan dan kekurangan teknik wawancara Kelebihan • Flexibility. Pewawancara dapat secara luwes mengajukan pertanyaan sesuai dengan situasi yang dihadapi pada saat itu. Jika dia menginginkan informasi yang mendalam maka dapat melakukan “probing”. Demikian pula jika ingin memperoleh informasi tambahan, maka dia dapat mengajukan pertanyaan tambahan, bahkan jika suatu

Dalam proses wawancara si pewawancara harus meredam egonya dan melakukan pengendalian tersembunyi. berbagai pikiran muncul dibenak si pewawancara ketika wawancara sedang berlangsung. jabatan. • Wawancara tidak selalu tepat pada kondisi-kondisi tempat tertentu. mengamati. menanggapi. dsb) responden dan juga pewawancara mempengaruhi jawaban. Sering atribut (jenis kelamin. menyelidiki. Kelemahan : • Mengadakan wawancara dengan individu satu persatu memerlukan banyak waktu dan tenaga dan juga mungkin biaya. misalnya rasa suka. • Keberhasilan wawancara sangat tergantung dari kepandaian pewawancara dalam melakukan hubungan antar manusia (human relation). kadang-kadang ia mengklarifikasi. • Question Order. kadang-kadang pula ia seperti pasif atau menjadi pendengar yang baik. dapat ditanyakan hal-hal yang rumit dan mendetail. pakaian. maka dia dapat menundanya. • Jangkauan responden relatif kecil dan memakan waktu lebih lama dari pada angket dan biaya yang relatif yang lebih mahal. kemampuan dan keadaan sementara dari subyek wawancara. Pewawancara memantau semua yang diucapkan oleh dan bahasa tubuh orang yang diwawancarai. Pertanyaan dapat diajukan secara berurutan sehingga responden dapat memahami maksud penelitian secara baik. masih bisa terjadi. Kuesioner umumnya berisi pertanyaan yang mudah dijawab oleh responden. Dalam prakteknya. Melalui wawancara. sehingga responden dapat menjawab pertanyaan dengan baik. Jawaban tidak dibuat oleh orang lain tetapi benar oleh responden yang telah ditetapkan. penampilan fisik. Seperti : Apa yang harus saya tanyakan lagi? Bagaimana nada bicara orang yang diwawancarai ini? Dari gerak tubuh dan nada suaranya. • Greater complexity of questionnaire. etnik. Pewawancara dapat memperoleh jawaban atas seluruh pertanyaan yang diajukan. yang mungkin menghambat ketelitian hasil wawancara. Pewawancara dapat mengobservasi perilaku nonverbal. Kadang-kadang ia seperti seorang penginterogasi.pertanyaan dianggap kurang tepat ditanyakan pada saat itu. misalnya di lokasi-lokasi ribut dan ramai. dan mencatat. tidak suka atau perilaku lainnya pada saat pertanyaan diajukan dan dijawab oleh responden. status sosial. kadang-kadang secara tajam ia menyerang dengan menunjukkan kesalahan-kesalahan orang yang diwawancarai. • Sangat tergantung pada kesediaan. Kesimpulan . usia. c. • Completeness. Walau dilakukan secara tatap muka. • Respondent alone can answer. • Interview Bias. apakah ia terlihat bicara jujur atau mencoba menyembunyikan sesuatu? d. Hal-hal yang tidak boleh dan boleh dilakukan dalam wawancara Hal-hal yang harus dilakukan seorang pewawancara adalah mendengar. • Nonverbal Behavior. Suksesnya suatu wawancara tergantung pada kemampuan melakukan kombinasi berbagai keterampilan sesuai dengan tuntutan situasi dan orang yang diwawancarai. namun kesalahan bertanya dan kesalahan dalam menafsirkan jawaban. sambil berusaha menciptakan suasana santai yakni suasana yang konduksif bagi berlangsungnya wawancara.

Observasi ke lokasi yang bersangkutan akan dapat diputuskan alat ukur mana yang tepat untuk digunakan . Penggunanan metode ini sangat dipengaruhi oleh interesnya sang peneliti. Rencanakan terlebih dahulu observasi yang akan dilakukan. gangguan suara dan lain-lain. d. Data yang dikumpulkan melalui observasi cenderung mempunyai keandalan yang tinggi. Dapat mengukur tingkat suatu pekerjaan. kapan observasi akan dilakukan. siapa yang akan diobservasi. misalnya tata letak fisik peralatan. Terlalu menekankan pada pekerjaan-pekerjaan yang tidak penting. Lengkapilah dengan catatan selama observasi e. Hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan Hal-hal yang perlu dilakukan dalam teknik observasi a. Mintalah ijin terlebih dahulu dari manajer dan atau pegawai yang terlibat c. c. Orang yang diamati cenderung melakukan pekerjaannya dengan lebih baik dari biasanya dan sering menutup-nutupi kejelekan-kejelekannya. Kesimpulan Observasi adalah metode yang cukup mudah dilakukan untuk pengumpulan data. meliputi : Apa yang akan diobservasi . Kadang observasi dilakukan untuk mengecek validitas dari data yang telah diperoleh sebelumnya dari individu-individu. dimana letak lokasi observasi. Dapat mengganggu proses yang sedang diamati. Teknik Observasi a. c. bagaimana melaksanakan observasi tersebut. c. Yang tidak boleh dilakukan dalam observasi a. C. Pengertian Observasi Observasi adalah pengamatan langsung para pembuat keputusan berikut lingkungan fisiknya dan atau pengamatan langsung suatu kegiatan yang sedang berjalan.Wawancara adalah teknik pengambilan data melalui pertanyaan yang diajukan secara lisan kepada responden. Bertindaklah dengan rendah hati (low profile) d. Jangan membuat asumsi-asumsi. b. penerangan. sehingga akan melakukan pekerjaannya dengan tidak semestinya. Wawancara biasanya dilakukan jika peneliti bermaksud melakukan analisis kualitatif atas penelitiannya. dalam hal waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan satu unit pekerjaaan tertentu. d. Pekerjaan yang sedang diamati mungkin tidak mewakili suatu tingkat kesulitan pekerjaan tertentu atau kegiatan-kegiatan khusus yang tidak selalu dilakukan atau volume-volume kegiatan tertentu. Daftar Pertanyaan (Quisioner) . b. Observasi ini lebih banyak digunakan pada statistika survei. c. pekerjaan-pekerjaan yang rumit kadang-kadang sulit untuk diterangkan. Dapat menggambarkan lingkungan fisik dari kegiatan-kegiatan. B. Kebaikan dan kejelekan observasi Kebaikan dari observasi adalah sebagai berikut : a. b. siapa yang akan melaksanakan observasi tersebut. d. b. b. misalnya akan meneliti kelakuan orangorang suku tertentu. Sedangkan kekurangannya adalah sebagai berikut : a. kaji ulang hasil observasi dengan individu-individu yang terlibat. Dapat melihat langsung apa yang sedang dikerjakan. Umumnya orang yang diamati merasa terganggu atau tidak nyaman. Menggangu kerja individu yang diobservasi maupun individu lainnya.

Ada kemungkinan terjadi respons yang salah dari responden. Contoh : beberapa orang terbunuh dalam peperangan itu?(fakta) Bagaimana pendapat anda pada pembunuhan itu.Ketidakjelasan atau kesamaran : Pertanyaan seyogyanya tidak mengandung ketidak jelasan atau samar-samar keraguan. Sangat mungkin jawaban yang sudah diberikan di atas secara spontan dapat berubah setelah melihat pertanyaan dilain nomor. . 2. Hal ini terjadi karena kurang kejelasan pertanyaan atau karena keragu-raguan responden menjawab. (opini) . 3. Contoh : Anda suka naik gunung dengan sepeda dan naik kuda? Disini dua pertanyaan ditanyakan bersama. . .Pertanyaan mudah dipahami oleh responden. . 3. Dengan angket responden dapat lebih leluasa menjawabnya dimana saja. metode pengumpulan data yang paling mudah adalah dengan angket. Harapan karakteristik pertanyaan pada angket . Bila lokasi responden jaraknya cukup jauh. tanpa terkesan terpaksa. Metode ini kurang fleksibel. b. Pengertian quisioner Daftar pertanyaan (kuisioner) adalah suatu daftar yang berisi prtanyaan-pertanyaan untuk tujuan khusus yang memungkinkan seorang analis system untuk mengumpulkan data dan pendapat dari para responden yang telah dipilih. 2. Pertanyaan-pertanyan yang sudah disiapkan adalah merupakan waktu yang efisien untuk menjangkau responden dalam jumlah banyak. Kelemahan angket : 1. Sulit bagi peneliti untuk mengetahui maksud dari apakag sudah responden sudah terjawab atau belum. kejadiannya hanya terpancang pada pertanyaan yang ada. 4. .a.Ambigiositas : Bila pertanyaan bersifat mendua arti akan menyulitkan bagi responden untuk menjawabnya. Apabila penelitian membutuhkan reaksi yang sifatnya spontan dengan metode ini adalah kurang tepat. anda suka bila ada taruhannya? .Halhal yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam teknik quisioner c. Kebaikan dan kejelekan teknik daftar pertanyaan Keuntungan angket : 1. Dengan angket akan memberi kesempatan mudah pada responden untuk mendiskusikan dengan temannya apabila menemui pertanyaan yang sukar dijawab. 4.Faktual : Pertanyaan seyogyanya bersifat meminta fakta bukan opini.Anonim : Nama dari responden seyogyanya bukan menjadi masalah yang penting dalam penelitian. .Spesifik : Pertanyaan harus dirumuskan secara spesifik dan jelas. kapan saja.Konfidensial : Data yang diberikan responden merupakan rahasia informasi yang dapat dipercaya. Contoh : Pada suatu pertandingan sepak bola. 5. Jawaban yang diberikan oleh responden akan terpengaruh oleh keadaan global dari pertanyaan.Tujuan yang akan diteliti harus jelas disusun dalam pertanyaan. Daftar pertanyaan ini kemudianakan dikirim kepada para responden yang akan mengisinya sesuai dengan pendapat mereka.

hindari pertanyaan yang bersifat pribadi.Pertanyaan hendaknya tidak terlalu panjang. untuk setiap pertanyaan atau pernyataan terbuka dan berstruktur disediakan kolom untuk menuliskan jawaban atau respon dari responden secukupnya. Kedua. Sebuah sampel yang kecil dapat diselidiki secara lebih teliti dan lebih mendalam. . in which every member of the defined population is included…” (Cristina P. Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti. Karena angket dijawab atau diisi oleh responden dan peneliti tidak selalu bertemu langsung dengan responden. d.Pertanyaan hendaknya jangan bersifat pribadi. Selanjutnya karena sample hanya merupakan bagian saja dari populasi maka biaya pengumpulan informasi menjadi lebih rendah. Penelitian sampel dapat menghasilkan informasi yang lebih komprehensif. Kebaikan dan kejelekan sampel Ada beberapa keuntungan jika kita menggunakan sampel yaitu: a.Pertanyaan seyogyanya tidak memberi petunjuk responden terarah pada suatu masalah tertentu. seyogyanya singkat dan jelas. Dinamakan penelitian sampel apabila kita bermaksud untuk menggeneralisasikan hasil penelitian sampel. Pengertian pengumpulan sampel Sampling adalah “…the process of choosing a representative portion of a population. Suatu kelompok kecil peneliti dengan keterampilan tinggi akan melakukan lebih sedikit kesalahan dalam pengumpulan dan pengolahan data daripada kesalahan yang akan dilakukan oleh suatu kelompok yang besar. butir-butir pertanyaan dirumuskan secara jelas menggunakan kata-kata yang lazim digunakan (popular). Teknik Pengumpulan sampel (sampling) a. kalimat tidak terlalu panjang. Tanpa bertanya “apakah anda mempunyai TV?” Sudah ditanya “Program TV apa yang anda suka?” d. sebelum butir-butir pertanyaan atau pernyataan ada pengantar atau petunjuk pengisian. Penelitian sampel dapat dilakukan lebih cepat dan lebih murah. Kesimpulan Kuesioner (angket) merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. b. D. If contrasts especially with the process of complete enumeration.al.Pertanyanan hendaknya tidak mempersukar responden untuk menjawabnya. Contoh : Apakah anda suka kawin lagi ? .. c. Parel et.Petanyaan hendaknya besifat logis. Karena sampel itu lebih kecil dari seluruh populasi maka pengumpulan dan pengolahan data dilakukan lebih cepat. Oleh karena penghematan yang diperoleh dalam waktu dan biaya maka dengan penelitian sampel dimungkinkan untuk menyedikan populasi yang lebih besar dan lebih bervariasi daripada yang dapat dilakukan dalam waktu dan dengan biaya yang . bukan? . b. Contoh : Berapa kali anda setiap hari mandi atau sikat gigi? . Pertama. Contoh : Bukankah anda berfikir bahwa menambah dosis obat yang diminum membahayakan. : 1973). Penelitian sampel lebih akurat. Dan Ketiga. Kecuali kalau perlu sekali. biaya penyelidikannya akan tidak terbayar. maka dalam penyusuna angket perlu diperhatikan beberapa hal. sedangkan untuk suatu populasi yang besar. dimana peneliti tidak langsung bertanya jawab dengan responden.

maka pengambilan sample tidak boleh dilakukan secara random. maka peneliti terlepas dari perasaan ingin mengistimewakan satu atau beberapa subyek untuk dijadikan sampel. Sampel berstrata atau stratified sample Apabila peneliti berpendapat bahwa populasi terbagi atas tingkatan-tingkatan atau strata. 2. sifat-sifat atau karakteristik tertentu. d. f. sehingga . random atau daerah tetapi didasarkan atas adanya tujuan tertentu. Sampel proporsi atau proportional sample. Kekurangan dari pengumpulan data berdasarkan teknik sampel adalah kurang hasil yang kurang akurat karena kemungkinan terpilihnya item-item yang tidak mewakili dari populasi yang diteliti karena pengumpulan sampel sacara random. subyek yang diambil sebagai sample benar-benar merupakan subyek yang paling banyak mengandung ciri-ciri yang terdapat pada populasi (key subyectis). peneliti menghubungi subyek yang memenuhi persyaratan ciri-ciri populasi. tanpa menghiraukan dari mana asal subyek tersebut (asal masih dalam populasi). untuk memperoleh sampel yang representative. Dengan demikian maka peneliti memberi hak yang sama kepada setiap subyek untuk memperoleh kesempatan (chance) dipilih menjadi sampel. dan setiap strata harus diwakili sebagai sampel. sampel campur Teknik sampling ini diberi nama demikian karena di dalam pengambilan sampelnya. c. pengambilan subyek dari setiap strata atau setiap wilayah ditentukan seimbang atau sebanding dengan banyaknya subyek dalam masing-masing strata atau wilayah. Sampel kuota atau quota sample Teknik sampling ini juga dilakukan tidak mendasarkan diri pada strata atau daerah. Oleh karena hak setiap subyek sama. tetapi ada syarat-syarat yang harus dipenuhi: 1. tenaga. 1985: 42). e. Walaupun cara seperti ini diperbolehkan. Teknik ini biasanya dilakukan karena beberapa pertimbangan. pengambilan sampel harus didasarkan atas ciri-ciri. Oleh karena itu. Adanya strata. Sampel random atau sample acak. Dalam mengumpulkan data. Teknik-teknik pengumpulan sampel a. tetapi mendasarkan diri pada jumlah yang sudah ditentukan. Sampel wilayah atau area probability sample Seperti halnya pada sampel berstrata dilakukan apabila ada perbedaan antara strata yang satu dengan strata lain. apabila yang dikerjakan itu adalah enumerasi lengkap (Ronny Haditijo Soemantro. peneliti “mencampur” subyek-subyek di dalam populasi sehingga semua subyek dianggap sama. misalnya karena alasan keterbatasan waktu. atau sample imbangan Teknik pengambilan sample proporsi atau sampel imbangan ini dilakukan untuk menyempurnakan penggunakan teknik sampel berstrata atau sampel wilayah. Biasanya yang dihubungi adalah subyek yang mudah ditemui. yaitu peneliti bisa menentukan sampel berdasarkan tujuan tertentu. Ada kalanya banyaknya subyek yang terdapat pada setiap strata atau setiap wilayah tidak sama. b. maka kita lakukan sampel wilayah apabila ada perbedaan ciri antara wilayah yang satu dengan wilayah yang lain. yang merupakan ciri-ciri pokok populasi.sama. tidak boleh diabaikan. c. Sampel bertujuan atau purposive sample Sampel bertujuan dilakukan dengan cara mengambil subyek bukan didasarkan atas strata. 3. dan dana sehingga tidak dapat mengambil sampel yang besar dan jauh. penentuan karakteristik populasi dilakukan dengan cermat di dalam studi pendahuluan.

Suharsini Arikunto. pedagang. Di dalam menentukan jenis cluster atau kelompok harus dipertimbangkan dengan masak-masak apa ciri-ciri yang ada. Dr. Dalam membicarakan masalah persekolahan. Kesimpulan Apabila peneliti ingin mendapatkan semua liku-liku dan semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian atau dalam suatu populasi sangat mudah untuk mengumpulkan data hanya dengan teknik sampling ini. Sampel kelompok atau cluster sample Di masyarakat kita jumpai kelompok-kelompok yang bukan merupakan kelas atau strata.pengumpulan datanya mudah. SLTA. SLTP. jumlahnya tidak begitu besar (Prof.. Please log in using one of these methods to post your comment: • • • . Share this: • • • StumbleUpon Digg Reddit • Like this: Like Be the first to like this post. anggota ABRI. d. Demikian pula kelompok pegawai negeri. Biasanya sampel pertama jumlahnya sangat besar sedangkan sampel kedua yang untuk mengecek. Yang penting diperhatikan di sini adalah terpenuhinya jumlah (quotum) yang telah ditetapkan. kita tidak dapat memandanginya sebagai strata. h. kita jumpai adanya kelompok sekolah SD. tetapi kelompok. 2006: 133-142). petani. atau untuk mengadakan pengecekan terhadap kebenaran data dari sampel pertama. g. Kelompok-kelompok tersebut dapat dipandang sebagai tingkatan atau strata.. dan sebagainya. Inilah yang disebut cluster. Sampel kembar atau double sample Sampel kembar adalah dua buah sampel yang sekaligus diambil oleh peneliti dengan tujuan untuk melengkapi jumlah apabila ada data yang tidak masuk dari sampel pertama. nelayan. Leave a Reply Top of Form Enter your comment here.

Enter email ad Bottom of Form Powered by WordPress. Observasi . Theme: Albeo by Design Disease. dan mempertimbangkan hubungan antar aspek dalam fenomena tersebut. PENGERTIAN Istilah observasi berasal dan bahasa Latin yang berarti ”melihat” dan “memperhatikan”.wordpress.com.Notify me of follow-up comments via email. Bottom of Form Top of Form Search for: Bottom of Form Categories • • • • • • • • • • • internet (1) serba-serbi (4) TKJ area (1) tugas (4) Uncategorized (2) windows (4) Mengaktifkan AHCI di windows 7 mendelete folder yang membandel di windows pengaturan konfigurasi proxy windows 7 perbaiki booting windows 7 download youtube di ubuntu Recent Posts Blog at WordPress. mencatat fenomena yang muncul.com http://sevli074. Follow Follow black-blink-blog Top of Form Get every new post delivered to your Inbox. Istilah observasi diarahkan pada kegiatan memperhatikan secara akurat.com/2009/01/25/teknik-pengumpulan-data/ A.

Pada anak-anak observasi menghasilkan informasi yang lebih akurat daripada orang dewasa. Observer perlu memusatkan perhatiannya pada apa yang sudah diterangkan dalam pedoman observasi (observation guide) dan tidak terlalu . dokter. Prosedur Testing Formal seringkali tidak ditanggapi serius oleh anak-anak sebagaimana orang dewasa. ruang bermain. faktual. C. sehingga diperoleh pemahaman atau sebagai alat re-checkingin atau pembuktian terhadap informasi / keterangan yang diperoleh sebelumnya. Digunakan dalam memberi laporan pada orangtua. Bagi anak-anak. Hal ini banyak terjadi pada anak-anak. Observasi dirasakan lebih mudah daripada cara peugumpulan data yang lain. Memungkinan untuk mengukur banyak perilaku yang tidak dapat diukur dengan menggunakan alat ukur psikologis yang lain (alat tes). baik secara langsung maupun tidak langsung. Untuk keperluan asesmen awal dilakukan di luar ruang konseling. Tujuan observasi bagi seorang psikolog pada dasarnya adalah sebagai berikut : 1. kelas. orang dewasa akan memperlihatkan perilaku yang dibuat-buat bila merasa sedang diobservasi. Observasi perlu dilakukan karena beberapa alasan. Untuk menyelidiki satuan-satuan sosial yang besar seperti masyarakat suku bangsa karena pengamatan partisipatif memungkinkankan peneliti dapat berkomunikasi secara akrab dan leluasa dengan observer. Observasi yang berarti pengamatan bertujuan untuk mendapatkan data tentang suatu masalah. Dari beberapa kali pertemuan psikolog akan mengetahui kemajuan yang dicapai klien. sekaligus teliti tanpa harus dipenuhi berbagai hal yang tidak relevan. Pengamatan tidak langsung misalnya melalui questionnaire dan tes. baik ilmu eksakta maupun ilmu-ilmu sosial. yaitu: 1. halaman. Observasi dapat berlangsung dalam konteks laboratoriurn (experimental) maupun konteks alamiah. 5. Deskripsi harus kuat. yaitu: 1. TEKNIK OBSERVASI Ada tiga jenis teknik pokok dalam observasi yang masing-masing umumnya cocok untuk keadaan-keadaan tertentu. Sebagai dasar/titik awal dari kemajuan klien. untuk mengetahui perkembangan anak-anak pada tahap tertentu. Dalam arti yang luas observasi sebenarnya tidak hanya terbatas kepada pengamatan yang dilakukan. dan lain-lain. TUJUAN OBSERVASI Pada dasarnya observasi bertujuan untuk mendeskripsikan setting yang dipelajari. 3. 4. 3. guru. misalnya: ruang tunggu. Sebagai informasi status anak/remaja di sekolah untuk keperluan bimbingan dan konseling. Sebab. orang-orang yang terlibat dalam aktivitas.menjadi bagian dalam penelitian berbagai disiplin ilmu. Jenis teknik observasi partisipan umumnya digunakan orang untuk penelitian yang bersifat eksploratif.Sebagai metode ilmiah observasi biasa diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan fenomena-fenomena yang diselidiki secara sistematik. Observasi Partisipan Suatu observasi disebut observasi partisipan jika orang yang rnengadakan observasi (observer) turut ambil bagian dalam perikehidupan observer. aktivitasaktivitas yang berlangsung. sehingga memungkinkan untuk bertanya secara lebih rinci dan detail terhadap hal-hal yang akan diteliti. sehingga sering observasi menjadi metode pengukur utama. 2. 2. Beberapa persoalan pokok yang perlu mendapat perhatian yang cukup dan seorang participant observer adalah sebagai berikut: a. Metode Observasi Persoalan tentang metode observasi sama sekali tidak dapat dilepaskan dari scope dan tujuan penelitian yang hendak diselenggarakan. B. dan makna kejadian dilihat dan perspektif mereka terlibat dalam kejadian yang diamati tersebut.

Observasi nonpartisipan dapat bersifat tertutup. Cara-Cara Pencatatan Persoalan-persoalan yang telah dirumuskan secara teliti memungkinkan jawaban-jawaban. Perhatian peneliti terfokus pada bagaimana mengamati. merekam. dan mencatat tingkah laku atau fenomena yang diteliti. Sebagai alat untuk penelitian desicriptif. bukan situasi kehidupan masyarakat seperti pada observasi partisipan yang umumnya digunakan dalam penelitian eksploratif. Akan tetapi pencatatan semacam ini pun harus dilakukan dengan cara-cara yang tidak menarik perhatian dan tidak menimbulkan kecurigaan. Jika pencatatan on the spot tidak dapat dilakukan. Materi Observasi Isi dan luas situasi yang akan diobservasi dalarn observasi sistematik umumnya lebih terbatas. Intensi dan Ekstensi Partisipasi Seacara garis besar. atau perilaku murni .insidental dalam observasi-observasinya. Dan. Ini dijadikan ciri yang membedakan observasi sistematik dan observasi partisipan. 3. d. peristiwa-peristiwa dan perilaku-perilaku observe dalam lingkup natural. b. dalam tiap kegiatan itu penyelidik dapat turut serta sedalam-dalamnya (intensive participation) atau secara minimal (surface participation). Sudah dapat dipastikan bahwa pencatatan dengan segera terhadap kejadiankejadian dalam situasi interaksi merupakan hal yang terbaik. dan sebagainya. a. Observasi Sistematik Observasi sistematik biasa disebut juga observasi berkerangka atau structured observation. Pencatatan dapat dilakukan. Pencatatan on the spot akan mencegah pemalsuan ingatan karena terbatasnya ingatan. dalam arti tidak diketahui oleh subjek yang diteliti. Sedangkan dalam observasi nonpartisipan. peneliti berlandaskan pada perumusan-perumusan yang lebih khusus. b. Hal ini tergantung kepada situasi. mempelajari. peristiwa. Peneliti dapat mengambil partisipasi hanya pada beberapa kegiatan sosial (partial participation). atau reaksi yang dapat dicatat secara teliti pula. Waktu dan Bentuk Pencatatan Masalah kapan dan bagaimana mengadakan pencatatan adalah masalah yang penting dalam observasi partisipan. observer berperan ganda yaitu sebagai pengamat sekaligus menjadi bagian dan yang diamati. ataupun terbuka yakni diketahui oleb subjek yang diteliti. dan dapat juga pada semua kegiatan(full particiration). misalnya hubungan antara pengikut. Dengan begitu kebebasan untuk memilih apa yang diselidiki sangat terbatas. observer hanya memerankan diri sebagai pengamat. Wilayah atau scope observasinya sendiri dibatasi dengan tegas sesuai dengan tujuan dan penelitian. Ciri pokok dari observasi ini adalah kerangka yang memuat faktor-faktor yang telah di atur kategorisasinya lebih dulu dan ciri-ciri khusus dari tiap-tiap faktor dalam kategori-kategori itu. misalnya pada kertas-kertas kecil atau pada kertas apa pun yang kelihatannya tidak berarti. memotret. Observasi Eksperimental Observasi dapat dilakukan dalam lingkup alamiah/natural ataupun dalam lingkup experimental. Ini nanti akan sangat memudahkan pekerjaan analisis hasil. Dalam observasi alamiah observer rnengamati kejadian-kejadian. respons. Ketelitian yang tinggi pada prosedur observasi inilah yang memberikan kemungkinan pada penyelidik untuk mengadakan “kuantifikasi” terhadap hasil-hasil penyelidikannya. Dalam observasi partisipan. maka perlu dijalankan pencatatan dengan kata-kata kunci. yaitu kejadian. prestasi be1aar. partisipasi tidaklah sama untuk semua penelitian dengan observasi partisipan ini. 2. Perumusan-perurnusan masalah yang hendak diselidikipun sudah dikhususkan. kerjasama dan persaingan. sedangkan kelangsungan situasi cukup lama. Jenis-jenis gejala atau tingkah laku tertentu yang timbul dapat dihitung dan ditabulasikan.

M.Psi dan Ardani. bukan hanya jumlah aksi reaksi semata. • Observer. untuk menyeidiki pengaruh kondisi-kondisi tertentu terhadap tingkah laku manusia. membuat catatan-catatan dengan teliti mengenai cara-cara observee mengadakan aksi reaksi. sehingga tinggal satu-dua faktor untuk diamati bagaimana pengaruhnya terhadap dimensidimensi tertentu terhadap tingkah laku. Observasi eksperimental dipandang sebagai cara penyelidikan yang relatif murni.Si. untuk memungkinkan variasi timbulnya tingkah laku yang akan diamati oleh observee. Tristiadi Ardi.html . http://mastarmudi. Iin Tri. Sumber: Rahayu. 2004. S. • Situasi dibuat sedemikian rupa.blogspot.com/2010/07/pengertian-observasi.Psi. atau alat pencatat.tanpa adanya usaha untuk menguntrol. • Situasi dibuat sedemikian rupa. Malang: Bayumedia. Ciri-ciri penting dan observasi eksperimental adalah sebagai berikut : • Observer dihadapkan pada situasi perangsang yang dibuat seseragam mungkin untuk semua observee. Observasi dan Wawancara. Sebab faktorfaktor lain yang mempengaruhi tingkah laku observee telah dikontrol secermat-cermatnya. sehingga observee tidak tahu maksud yang sebenannya dan observasi. S.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful