Pendahuluan Langkah pertama untuk bisa menanggulangi syok adalah harus bisa mengenal gejala syok.

Tidak ada tes laboratorium yang bisa mendiagnosa syok dengan segera. Diagnosa dibuat berdasarkan pemahaman klinik tidak adekuatnya perfusi organ dan oksigenasi jaringan. Langkah kedua dalam menanggulangi syok adalah berusaha mengetahui kemungkinan penyebab syok. Pada pasien trauma, pengenalan syok berhubungan langsung dengan mekanisme terjadinya trauma. Semua jenis syok dapat terjadi pada pasien trauma dan yang tersering adalah syok hipovolemik karena perdarahan. Syok kardiogenik juga bisa terjadi pada pasien-pasien yang mengalami trauma di atas diafragma dan syok neurogenik dapat disebabkan oleh trauma pada sistem saraf pusat serta medula spinalis. Syok septik juga harus dipertimbangkan pada pasien-pasien trauma yang datang terlambat untuk mendapatkan pertolongan. Definisi Syok dapat didefinisikan sebagai gangguan sistem sirkulasi yang menyebabkan tidak adekuatnya perfusi dan oksigenasi jaringan. Bahaya syok adalah tidak adekuatnya perfusi ke jaringan atau tidak adekuatnya aliran darah ke jaringan. Jaringan akan kekurangan oksigen dan bisa cedera. Penyebab Syok Tiga faktor yang dapat mempertahankan tekanan darah normal: a. Pompa jantung. Jantung harus berkontraksi secara efisien. b. Volume sirkulasi darah. Darah akan dipompa oleh jantung ke dalam arteri dan kapiler-kapiler jaringan. Setelah oksigen dan zat nutrisi diambil oleh jaringan, sistem vena akan mengumpulkan darah dari jaringan dan mengalirkan kembali ke jantung. Apabila volume sirkulasi berkurang maka dapat terjadi syok. c. Tahanan pembuluh darah perifer. Yang dimaksud adalah pembuluh darah kecil, yaitu arteriole-arteriole dan kapiler-kapiler. Bila tahanan pembuluh darah perifer meningkat, artinya terjadi vasokonstriksi pembuluh darah kecil. Bila tahanan pembuluh darah perifer rendah, berarti terjadi vasodilatasi. Rendahnya tahanan pembuluh darah perifer dapat mengakibatkan penurunan tekanan darah. Darah akan berkumpul pada pembuluh darah yang mengalami dilatasi sehingga aliran darah balik ke jantung menjadi berkurang dan tekanan darah akan turun. Penyebab syok dapat diklasifikasikan sebagai berikut: a. Syok kardiogenik (kegagalan kerja jantungnya sendiri): (a) Penyakit jantung iskemik, seperti infark; (b) Obat-obat yang mendepresi jantung; dan (c) Gangguan irama jantung.

Normal rata-rata produksi urin pasien dewasa adalah 60 ml/jam (1/5--1 ml/kg/jam). Penanggulangan Syok Penanggulangan syok dimulai dengan tindakan umum yang bertujuan untuk memperbaiki perfusi jaringan. Kurangnya pengisian vena perifer lebih bermakna dibandingkan penurunan tekanan darah.Perubahan mental pasien syok sangat bervariasi.Nadi cepat dan halus. Syok hipovolemik (berkurangnya volume sirkulasi darah): (a) Kehilangan darah. Sistem saraf pusat . dan rendahnya tahanan pembuluh darah perifer. Sistem Saluran Cerna . Tanda dan Gejala Syok Sistem Kardiovaskuler . Diagnosis harus segera ditegakkan sehingga dapat diberikan pengobatan kausal. (d) Obat-obatan. Sistem Respirasi . memperbaiki oksigenasi tubuh. ekstremitas dingin. Sistem Saluran Kencing . Bila tekanan darah rendah sampai menyebabkan hipoksia otak. obstruksi usus dengan penumpukan cairan di lumen usus). Syok distributif (berkurangnya tahanan pembuluh darah perifer): (a) Syok neurogenik. .Gangguan sirkulasi perifer . cairan keluar yang banyak (misalnya diare. Obat sedatif dan analgetika jangan diberikan sampai yakin bahwa gelisahnya pasien memang karena kesakitan. hipovolemia.Vena perifer kolaps. . fistula.Produksi urin berkurang. (b) Cedera medula spinalis atau batang otak. (b) Kehilangan plasma. muntah-muntah. d.CVP rendah.pucat. karena adanya mekanisme kompensasi sampai terjadi kehilangan 1/3 dari volume sirkulasi darah. dan (c) Emboli paru. misalnya perdarahan. (e) Syok septik.b.Pernapasan cepat dan dangkal. misalnya luka bakar. pasien menjadi gelisah sampai tidak sadar. serta (f) Kombinasi.Tekanan darah rendah. Tindakan ini tidak bergantung pada penyebab syok. . . (c) Syok anafilaksis. misalnya pada sepsis bisa gagal jantung. Hal ini kurang bisa menjadi pegangan. c. (b) Pneumotorak. dan mempertahankan suhu tubuh. dan (c) Dehidrasi: cairan yang masuk kurang (misalnya puasa lama). Vena leher merupakan penilaian yang paling baik. Syok obstruktif (gangguan kontraksi jantung akibat di luar jantung): (a) Tamponade jantung.Bisa terjadi mual dan muntah. .

. baringkan penderita telentang dengan kaki ditinggikan 30 cm sehingga aliran darah balik ke jantung lebih besar dan tekanan darah menjadi meningkat. harus dibaringkan pada salah satu sisi tubuh (berbaring miring) untuk memudahkan cairan keluar dari rongga mulut dan untuk menghindari sumbatan jalan nafas oleh muntah atau darah. 3. 2. Posisi tubuh penderita diletakkan berdasarkan letak luka. Pada penderita-penderita syok hipovolemik. Kalau masih ragu tentang posisi luka penderita. bila ada sekresi atau muntah. Pertahankan Respirasi 1. yang juga bisa merupakan penyebab syok. Tengadah kepala-topang dagu. Segera menghentikan perdarahan yang terlihat dan mengatasi nyeri yang hebat. dan syok anafilaktik) harus diatasi dengan pemberian cairan intravena dan bila perlu pemberian obat-obatan inotropik untuk mempertahankan fungsi jantung atau obat vasokonstriktor untuk mengatasi vasodilatasi perifer. Tidak dibenarkan posisi kepala lebih rendah dari bagian tubuh lainnya. syok neurogenik. Penderita yang mengalami luka parah pada bagian bawah muka. Jalan nafas (A = air way) harus bebas kalau perlu dengan pemasangan pipa endotrakeal. 2. 6. sumber sepsis harus dicari dan ditanggulangi. atau penderita tidak sadar. Apabila terdapat trauma pada leher dan tulang belakang. kecuali untuk menghindari terjadinya luka yang lebih parah atau untuk memberikan pertolongan pertama seperti pertolongan untuk membebaskan jalan napas.Segera berikan pertolongan pertama sesuai dengan prinsip resusitasi ABC. Secara umum posisi penderita dibaringkan telentang dengan tujuan meningkatkan aliran darah ke organ-organ vital. 5. Langkah-langkah yang perlu dilakukan sebagai pertolongan pertama dalam menghadapi syok: Posisi Tubuh 1. Lakukan penghisapan. Pernafasan (B = breathing) harus terjamin. penderita jangan digerakkan sampai persiapan transportasi selesai. 4. sebaiknya penderita dibaringkan dengan posisi telentang datar. Defisit volume peredaran darah (C = circulation) pada syok hipovolemik sejati atau hipovolemia relatif (syok septik. kalau perlu dengan memberikan ventilasi buatan dan pemberian oksigen 100%. Penderita dengan luka pada kepala dapat dibaringkan telentang datar atau kepala agak ditinggikan. Tetapi bila penderita menjadi lebih sukar bernafas atau penderita menjadi kesakitan segera turunkan kakinya kembali. kalau perlu pasang alat bantu jalan nafas (Gudel/oropharingeal airway). Pada syok septik. Penanganan yang sangat penting adalah meyakinkan bahwa saluran nafas tetap terbuka untuk menghindari terjadinya asfiksia. Bebaskan jalan napas.

dsb) dan cairan garam seimbang. Pada obstruksi. dapat terjadi kehilangan cairan karena diuresis yang berlebihan. dengan akibat terjadi hemodilusi (dilusi plasma protein dan hematokrit) dan dehidrasi interstitial. Muntah hebat atau diare juga dapat mengakibatkan kehilangan banyak cairan intravaskuler. atau hematemesis dari tukak lambung. dan (CVP). pankreatitis akut. hati. Pertahankan Sirkulasi Segera pasang infus intravena. Perdarahan yang terlihat. Pada syok hipovolemik. cedera limpa. dan lama perdarahan. Akan terjadi perubahan-perubahan hormonal melalui sistem reninangiotensin-aldosteron. Cari dan Atasi Penyebab Syok Hipovolemik Perdarahan merupakan penyebab tersering dari syok pada pasien-pasien trauma. tujuan utama dalam mengatasi syok perdarahan adalah menormalkan kembali volume intravaskular dan interstitial. terjadi kehilangan cairan melalui permukaan kulit yang hangus atau di dalam lepuh. Berikan oksigen 6 liter/menit 4. atau peritonitis purulenta difus. kehamilan di luar uterus. Bila defisit volume intravaskular hanya dikoreksi dengan memberikan darah maka masih tetap terjadi defisit interstitial. Penanggulangan . warna kulit. sistem ADH. dan kulit. produksi urin. Dengan demikain. dextran. seperti tukak duodenum. isi vena. patah tulang pelvis. Syok hipovolemik juga dapat terjadi karena kehilangan cairan tubuh yang lain. kecepatan. Bila pernapasan/ventilasi tidak adekuat. Kehilangan cairan juga dapat ditemukan pada sepsis berat. perdarahan dari luka. jantung akan tetap sehat dan kuat. Pada dibetes atau penggunaan diuretik kuat. berikan oksigen dengan pompa sungkup (Ambu bag) atau ETT. Pada luka bakar yang luas. ileus dapat terkumpul beberapa liter cairan di dalam usus. Pantau nadi. Perdarahan yang tidak terlihat. misalnya perdarahan dari saluran cerna. Cairan interstitial akan masuk ke dalam pembuluh darah untuk mengembalikan volume intravaskular. kecuali jika miokard sudah mengalami hipoksia karena perfusi yang sangat berkurang. dan patah tulang besar atau majemuk. Bisa lebih dari satu infus. tekanan darah. plasma.3. Bila volume intravaskular berkurang. dengan akibat tanda-tanda vital yang masih belum stabil dan produksi urin yang kurang. tubuh akan selalu berusaha untuk mempertahankan perfusi organ-organ vital (jantung dan otak) dengan mengorbankan perfusi organ lain seperti ginjal. baik oleh karena perdarahan yang terlihat maupun perdarahan yang tidak terlihat. Pengembalian volume plasma dan interstitial ini hanya mungkin bila diberikan kombinasi cairan koloid (darah. Respons tubuh terhadap perdarahan bergantung pada volume. dan sistem saraf simpatis.

pucat. Perhatian harus ditujukan agar jangan sampai terjadi kelebihan cairan. Syok Kardiogenik Syok kardiogenik disebabkan oleh kegagalan fungsi pompa jantung yang mengakibatkan curah jantung menjadi berkurang atau berhenti sama sekali. Produksi urin harus dipertahankan minimal 1/2 ml/kg/jam. Tujuan utama pengobatan adalah meningkatkan curah jantung. Pemantauan yang perlu dilakukan dalam menentukan kecepatan infus: Nadi: nadi yang cepat menunjukkan adanya hipovolemia. Bila kurang. takut. terkejut. Dopamin 2--5 µg/kg/menit bisa juga digunakan pengukuran tekanan vena sentral (normal 8--12 cmH2O). ambil contoh darah dan mintakan darah. sesak. Syok neurogenik terjadi karena reaksi vasovagal berlebihan yang mengakibatkan terjadinya vasodilatasi menyeluruh di daerah splangnikus sehingga aliran darah ke otak berkurang. tamponade jantung. Penanggulangan Bila mungkin pasang CVP. kelainan katub atau sekat jantung. Syok Neurogenik Syok neurogenik juga disebut sinkop. bisa diberikan Lasix 20-40 mg untuk mempertahankan produksi urine. Produksi urin. 18/16. meningkatkan kekuatan. Tekanan darah: bila tekanan darah < 90 mmHg pada pasien normotensi atau tekanan darah turun > 40 mmHg pada pasien hipertensi. atau nyeri hebat. menunjukkan masih perlu transfusi cairan. rasa haus. infus harus dilambatkan. Cairan diberikan sampai vena jelas terisi dan nadi jelas teraba. terutama pasien tua. gangguan irama jantung. bila diduga syok karena perdarahan.Pasang satu atau lebih jalur infus intravena no. produksi urin < 1/2 ml/kg/jam. jugularis) yang kolaps terisi. Sementara. menunjukkan adanya hipovolemia. Reaksi vasovagal umumnya disebabkan oleh suhu lingkungan yang panas. Syok kardiogenik dapat didiagnosa dengan mengetahui adanya tanda-tanda syok dan dijumpainya adanya penyakit jantung. Bila telah jelas ada peningkatan isi nadi dan tekanan darah. seperti infark miokard yang luas. Dopamin 10--20 µg/kg/menit. menunjukkan masih perlunya transfusi cairan. tekanan darah baik. dan bila masih terdapat gejala umum pasien seperti gelisah. Bahaya infus yang cepat adalah udem paru. Infus dengan cepat larutan kristaloid atau kombinasi larutan kristaloid dan koloid sampai vena (v. Pemasangan kateter urin diperlukan untuk mengukur produksi urin. Masalah yang ada adalah kurangnya kemampuan jantung untuk berkontraksi. dan ekstremitas dingin. rasa nyeri daerah torak. Bila volume intra vaskuler cukup. dan kecepatan kontraksi jantung serta meningkatkan aliran darah ginjal. . atau adanya emboli paru.

Endotoksin basil Gram negatif ini menyebabkan vasodilatasi kapiler dan terbukanya hubungan pintas arteriovena perifer. terjadi peningkatan permeabilitas kapiler. kulit hangat. sel yang terjadi tidak disebabkan oleh penurunan perfusi jaringan melainkan karena ketidakmampuan sel untuk menggunakan oksigen karena toksin kuman. Keadaan ini menyebabkan peningkatan . Pada syok septik hipoksia. Selain itu.Penderita merasa pusing dan biasanya jatuh pingsan. Gambaran klasik dari syok neurogenik adalah hipotensi tanpa takikardi atau vasokonstriksi perifer. Antigen yang bersangkutan terikat pada antibodi dipermukaan sel mast sehingga terjadi degranulasi. Syok septik terutama terjadi pada pasien-pasien dengan luka tembus abdomen dan kontaminasi rongga peritonium dengan isi usus.5 cc/kg/jam. dan zat vasoaktif lain. Adanya syok pada trauma kepala harus dicari penyebab yang lain. Pemasangan kateter untuk mengukur tekanan vena sentral akan sangat membantu pada kasus-kasus syok yang meragukan. Pasien-pasien sepsis dengan volume intravaskuler normal atau hampir normal. tekanan sistolik hampir normal. Trauma kepala yang terisolasi tidak akan menyebabkan syok. dan Vasopresor Syok Anafilaktik Jika seseorang sensitif terhadap suatu antigen dan kemudian terjadi kontak lagi terhadap antigen tersebut. dan tekanan nadi yang melebar. Syok Septik Merupakan syok yang disertai adanya infeksi (sumber infeksi). tekanan darah sistolik turun dan menyempitnya tekanan nadi). sedangkan peningkatan peningkatan permeabilitas kapiler menyebabkan kehilangan cairan intravaskuler ke intertisial yang terlihat sebagai udem.Pemberian antibiotik. vasokonstriksi perifer. syok septik bisa terjadi bila pasien datang terlambat beberapa jam ke rumah sakit. Penanggulangan . produksi urin < 0. Trauma pada medula spinalis akan menyebabkan hipotensi akibat hilangnya tonus simpatis.Optimalisasi volume intravaskuler . Gejala syok septik yang mengalami hipovolemia sukar dibedakan dengan syok hipovolemia (takikardia. akan timbul reaksi hipersensitivitas. Pada pasien trauma. Infeksi sistemik yang terjadi biasanya karena kuman Gram negatif yang menyebabkan kolaps kardiovaskuler. umumnya keadaan berubah menjadi baik kembali secara spontan. Dopamin. Penanggulangan Pasien-pasien yang diketahui/diduga mengalami syok neurogenik harus diterapi sebagai hipovolemia. Setelah penderita dibaringkan. mempunyai gejala takikaridia. Peningkatan kapasitas vaskuler karena vasodilatasi perifer menyebabkan terjadinya hipovolemia relatif. pengeluaran histamin.

Pada syok anafilaktik. femoralis). juga harus diberikan bantuan napas dan oksigen. Pemberian ini dapat . Airway 'penilaian jalan napas'. Penilaian A. adalah: 1. terutama yang diberikan intravena seperti antibiotik atau media kontras.3--0. dan buka mulut. Jalan napas harus dijaga tetap bebas. sedangkan peningkatan permeabilitas kapiler menyebabkan udem. intramuskular. Penderita dengan sumbatan jalan napas total. Penanggulangan Penanggulangan syok anafilaktik memerlukan tindakan cepat sebab penderita berada pada keadaan gawat. atau a. B. Pada syok anafilaktik yang disertai udem laring. krikotirotomi. C. bisa terjadi bronkospasme yang menurunkan ventilasi.5 mg larutan 1 : 1000 untuk penderita dewasa atau 0. baik peroral maupun parenteral. asal tersedia obat-obat emerjensi dan alat bantu resusitasi gawat darurat serta dilakukan secepat mungkin. C dari tahapan resusitasi jantung paru. Segera baringkan penderita pada alas yang keras. Penderita yang mengalami sumbatan jalan napas parsial. 3. Circulation support. yaitu: A. B. pengobatan syok anafilaktik tidaklah sulit. atau trakeotomi. tidak ada sumbatan sama sekali. Penilaian A. Breathing support.01 mk/kg untuk penderita anak-anak. tarik mandibula ke depan. yaitu bila tidak teraba nadi pada arteri besar (a. posisi kepala dan leher diatur agar lidah tidak jatuh ke belakang menutupi jalan napas. baik melalui mulut ke mulut atau mulut ke hidung.permeabilitas dan dilatasi kapiler menyeluruh. karotis. Segera berikan adrenalin 0. Kalau terjadi komplikasi syok anafilaktik setelah kemasukan obat atau zat kimia. Untuk penderita yang tidak sadar. yaitu dengan melakukan ekstensi kepala. B. harus segera ditolong dengan lebih aktif. dalam usaha memperbaiki curah jantung dan menaikkan tekanan darah. Terjadi hipovolemia relatif karena vasodilatasi yang mengakibatkan syok. maka tindakan yang perlu dilakukan. Kaki diangkat lebih tinggi dari kepala untuk meningkatkan aliran darah balik vena. segera lakukan kompresi jantung luar. Hal ini diperlukan karena kita berpacu dengan waktu yang singkat agar tidak terjadi kematian atau cacat organ tubuh menetap. Syok anafilaktik sering disebabkan oleh obat. selain ditolong dengan obat-obatan. melalui intubasi endotrakea. C ini merupakan penilaian terhadap kebutuhan bantuan hidup dasar yang penatalaksanaannya sesuai dengan protokol resusitasi jantung paru. 2. Sebenarnya. Sengatan serangga seperti lebah juga dapat menyebabkan syok pada orang yang rentan. segera memberikan bantuan napas buatan bila tidak ada tanda-tanda bernapas. dapat mengakibatkan terjadinya obstruksi jalan napas total atau parsial.

pada umumnya penderita dapat mentoleransi pemberian obat-obat tersebut. Kalau syok sudah teratasi. 8. Pemberian cairan akan meningkatkan tekanan darah dan curah jantung serta mengatasi asidosis laktat. 5. tetapi tidak berarti pasti penderita tidak akan mengalami reaksi anafilaktik. misalnya hidrokortison 100 mg atau deksametason 5--10 mg intravena sebagai terapi penunjang untuk mengatasi efek lanjut dari syok anafilaktik atau syok yang membandel. sangat tidak bijaksana bila penderita syok anafilaktik dikirim ke rumah sakit. 3. tetapi ternyata tidaklah mudah untuk dilaksanakan. antara lain: 1. Biasanya. maka penanganan penderita di tempat kejadian sudah harus semaksimal mungkin sesuai dengan fasilitas yang tersedia dan transportasi penderita harus dikawal oleh dokter. Beberapa penulis menganjurkan pemberian infus kontinyu adrenalin 2--4 ug/menit. dapat ditambahkan aminofilin 5--6 mg/kgBB intravena dosis awal yang diteruskan 0. dapat diberikan dengan jumlah yang sama dengan perkiraan kehilangan volume plasma. diulang tiap 15 menit sampai keadaan membaik. maka diperlukan jumlah 3--4 kali dari perkiraan kekurangan volume plasma. Dalam hal terjadi spasme bronkus di mana pemberian adrenalin kurang memberi respons. Dalam keadaan gawat. karena dapat meninggal dalam perjalanan. penderita jangan cepat-cepat dipulangkan. mempunyai risiko lebih tinggi terhadap kemungkinan terjadinya syok anafilaktik. pada syok anafilaktik berat diperkirakan terdapat kehilangan cairan 20--40% dari volume plasma. tetapi harus diawasi/diobservasi dulu selama kurang lebih 4 jam. Penting menyadari bahwa tes kulit negatif. Pada dasarnya. Orang dengan tes kulit negatif dan . diperlukan pemasangan jalur intravena untuk koreksi hipovolemia akibat kehilangan cairan ke ruang ekstravaskular sebagai tujuan utama dalam mengatasi syok anafilaktik. Posisi waktu dibawa harus tetap dalam posisi telentang dengan kaki lebih tinggi dari jantung. harus dirawat di rumah sakit semalam untuk observasi. Pencegahan Syok Anafilaktik Pencegahan syok anafilaktik merupakan langkah terpenting dalam setiap pemberian obat. 6. perlu dipikirkan juga bahwa larutan koloid plasma protein atau dextran juga bisa melepaskan histamin. Sedangkan penderita yang telah mendapat terapi adrenalin lebih dari 2--3 kali suntikan. 2. Tetapi. bila memberikan larutan kristaloid. Ada beberapa hal yang dapat kita lakukan. 7.4--0. Individu yang mempunyai riwayat penyakit asma dan orang yang mempunyai riwayat alergi terhadap banyak obat. Bila tekanan darah tetap rendah. Sedangkan bila diberikan larutan koloid. Pemilihan jenis cairan antara larutan kristaloid dan koloid tetap merupakan perdebatan didasarkan atas keuntungan dan kerugian mengingat terjadinya peningkatan permeabilitas atau kebocoran kapiler. Pemberian obat harus benar-benar atas indikasi yang kuat dan tepat.9 mg/kgBB/menit dalam cairan infus.4. Dapat diberikan kortikosteroid. Kalau terpaksa dilakukan.

Cairan plasma atau pengganti plasma berguna untuk meningkatkan tekanan onkotik intravaskuler. 5. dan intra sel.mempunyai riwayat alergi positif mempunyai kemungkinan reaksi sebesar 1--3% dibandingkan dengan kemungkinan terjadinya reaksi 60%. Pemberian cairan pada syok septik harus dalam pemantauan ketat. Kesimpulan . Jangan sekali-kali memanaskan tubuh penderita karena akan sangat berbahaya. Penggantian volume intra vaskuler dengan cairan kristaloid memerlukan volume 3--4 kali volume perdarahan yang hilang. Penderita hanya boleh minum bila penderita sadar betul dan tidak ada indikasi kontra. jumlah cairan yang diberikan harus seimbang dengan jumlah cairan yang hilang. mual-mual. Telah diketahui bahwa transfusi eritrosit konsentrat yang dikombinasi dengan larutan ringer laktat sama efektifnya dengan darah lengkap. Pemberian minum harus dihentikan bila penderita menjadi mual atau muntah. "Swan Ganz" kateter. Pemantauan tekanan vena sentral penting untuk mencegah pemberian cairan yang berlebihan. Sedapat mungkin diberikan jenis cairan yang sama dengan cairan yang hilang. Kehilangan air harus diganti dengan larutan hipotonik. Jangan memberi minum kepada penderita yang akan dioperasi atau dibius dan yang mendapat trauma pada perut serta kepala (otak). Pemberian Cairan 1. volume interstitial. plasma pada luka bakar. sedang bila menggunakan larutan koloid memerlukan jumlah yang sama dengan jumlah perdarahan yang hilang. 4. mengingat pada syok septik biasanya terdapat gangguan organ majemuk (Multiple Organ Disfunction). bila tes kulit positif. Pada penanggulangan syok kardiogenik harus dicegah pemberian cairan berlebihan yang akan membebani jantung. atau kejang karena bahaya terjadinya aspirasi cairan ke dalam paru. Harus diperhatikan oksigenasi darah dan tindakan untuk menghilangkan nyeri. muntah. 3. dan pemeriksaan analisa gas darah. Pada syok hipovolemik. 8. 7. Mempertahankan Suhu Tubuh Suhu tubuh dipertahankan dengan memakaikan selimut pada penderita untuk mencegah kedinginan dan mencegah kehilangan panas. Yang paling utama adalah harus selalu tersedia obat penawar untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya reaksi anafilaktik atau anafilaktoid serta adanya alat-alat bantu resusitasi kegawatan. Diperlukan pemantauan alat canggih berupa pemasangan CVP. 4. Cairan intravena seperti larutan isotonik kristaloid merupakan pilihan pertama dalam melakukan resusitasi cairan untuk mengembalikan volume intravaskuler. darah pada perdarahan. Kehilangan cairan berupa air dan elektrolit harus diganti dengan larutan isotonik. Jangan memberikan minum kepada penderita yang tidak sadar. 2. 6.

1993 .September 1. 1997. JakartaIndonesia. dalam buku: Safe Anaesthesia. The Heart in Shock (With Emphasis on Septic Shock). buku: Darovic G O. Hamblin J J. Franklin C M. Dalam kumpulan makalah: Indonesian Symposium On Shock & Critical Care. USA. 1981. 1981. Zimmerman J L. August 30 . Shock. dalam buku: Fundamental Critical Support. 993 .4. Carlson R W. Shock. Taylor R W.499. 4. 8. Darovic G O. Dalam buku: Critical Care Manual. Farmer J C. Dalam buku: Advanced Trauma Life Support Course for Physicians. Wilson R F. Monitoring the Patient in Shock. Shock. 18-29. Anaphylactic and Anaphylactoid Reactions.1002.94 Haupt M T. 7. 1989 . Thijs L G. Dellinger R P. 1996. Alexander R H. Dalam buku: Hand book of Intensive Care.Berhasil tidaknya penanggulangan syok tergantung dari kemampuan mengenal gejalagejala syok. Dan B B. Grenvik A eds. 75 . Society of Critical Care Medicine. 1 . Saunders Co. 1996 . 441 . Philadelphia. Hemodynamic Monitoring: Invasive and Noninvasive Clinical Application. Diagnosis and Management of Shock. Ayres S. Bartholomeusz L. Dalam 2. Atkinson R S. c:1-42. ed. Proctor H J. ed. 408-413 . USA : EB. 1995 . 5. Wright J E C. 6. 3. Daftar Pustaka 1. dan mengantisipasi penyebab syok serta efektivitas dan efisiensi kerja kita pada saat-saat/menit-menit pertama penderita mengalami syok. mengetahui. Shock. London: Chapman and Hall. Dalam buku: Shoemaker W C. Texbook of Critical Care.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful