Hubungan penerapan Total Quality Management terhadap peningkatan Mutu pendidikan

A. PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Masalah Sejak awal peradaban, produktivitas yang merupakan kenyataan hidup telah ada. Hal itu muncul sebagai proses pemikiran ekonomi pada akhir abad ke-15 yang pada waktu itu sering terjadi kelaparan. Pada keadaan tersebut, kebutuhan pertama adalah meningkatkan produktivitas tanah. Menurut pendapat ahli pertanian, tanahlah yang menghasilkan nilai surplus yang kemudian didukung oleh pihak lain. Walaupun teori para ahli pertanian ternyata tidak benar, namun intuisinya adalah benar. Produktivitas pertanian yang sebenarnya menyediakan dan menopang tenaga kerja yang diperlukan oleh industrialisasi (Hardjosoedarmo 2002:216). Dalam perubahan scenario, produktivitas memperoleh dimensi yang lebih besar sebagai proses yang menghasilkan kualitas yang lebih baik. Hal ini merupakan hasil keyakinan bahwa terdapat perbedaan antara sarana kenikmatan hidup dan tingkat kenikmatan hidup yang diperoleh. Dalam konteks manajemen produktivitas sangat berkaitan dengan peningkatan mutu pendidikan. Shrode dan Voich (1974) seperti yang dikutip Fatah (2000), mengatakan bahwa tujuan utama manajemen adalah produktivitas dan kepuasan. Mungkin saja tujuan ini tidak tunggal bahkan jamak atau rangkap, seperti peningkatan mutu pendidikan/lulusannya, keuntungan/profit yang tinggi, pemenuhan kesempatan kerja, pembangunan daerah/nasional, tanggung jawab sosial. Tujuantujuan ini ditentukan berdasarkan penataan dan pengkajian terhadap situasi dan kondisi organisasi, seperti kekuatan dan kelemahan, peluang dan ancaman. Apabila produktivitas merupakan tujuan, maka perlu dipahami makna produktivitas itu sendiri. Fatah (2000) membatasi produktivitas sebagai ukuran kuantitas dan kualitas kinerja dengan mempertimbangkan kemanfaatan sumber daya. Produktivitas itu sendiri dipengaruhi perkembangan bahan, teknologi, dan kinerja manusia. Pengertian konsep produktivitas berkembang dari pengertian teknis sampai dengan perilaku. 2. Rumusan Masalah 1. Bagaimana penerapan TQM sebagai wujud peningkatan mutu pendidikan? B. PEMBAHASAN MASALAH 1. Paradigma TQM merupakan suatu pendekatan dalam menjalankan usaha yang mencoba untuk memaksimumkan daya saing organisasi melalui perbaikan terus menerus atas produk, jasa, manusia, proses, dan lingkungannya (Tjiptono & Diana 2001:4).

Bagi penulis untuk menambah wawasan mengenai penerapan TQM dan manfaat TQM dalam sebuah organisasi perusahaan. b. D. khususnya masyarakat bisnis. Taylor (1856-1915) . perkembangan di Amerika Serikat. Adapun konsep-konsep mereka tentang mutu terpadu secara garis besar dapat dikemukakan berikut ini. TUJUAN PENELITIAN Tujuan utama TQM adalah untuk mereorientasi sistem manajemen.C. dan produsen mengetahuinya bahwa produk itu bermutu bagus yang memang dapat dijual. pelayanan yang lebih efektif yang memenuhi kebutuhan. E. mutu produk ditentukan oleh pembeli. F. 1. Pada perkembangan selanjutnya. perilaku staf. MANFAAT PENELITIAN a. Sejak 1980 keterlibatan mereka dalam manajemen terpadu telah dihargai di seluruh dunia. Perkembangan mutu terpadu pada mulanya sebagai suatu system. c. Namun beberapa dari mereka merupakan pemegang kunci dalam pengenalan dan pengembangan konsep mutu. Landasan Teori. Untuk menambah wawasan serta dapat dijadikan bahan referensi bagi mahasiswa dan juga masyarakat umum yg tertarik untuk mengetahui lebih jauh tentang penerapan TQM. Bagi mahasiswa Program Pasca Sarjana MM UWP dan juga masyarakat umum. Sebagai bahan masukan dan pertimbangan agar perusahaan dapat menerapkan TQM yg sesuai dengan karakteristik perusahaan sehingga mutu dari perusahaan dapat meningkat.W. karena produk tersebut dibutuhkan oleh pembeli dan bukan menjual produk yang dapat diproduksi. Buah pikiran mereka pada mulanya kurang diperhatikan oleh masyarakat. keinginan dan keperluan pelanggan yg dalam penelitian ini dapat dikategorikan sebagai siswa ataupun mahasiswa. fokus organisasi dan proses-proses pengadaan pelayananpendidikan sehingga lembaga penyedia pelayanan pendidikan bisa berproduksi lebih baik.METODE PENELITIAN -penulis menggunakan metode kepustakaan diamana penulis mengambil data dan referensi dari buku-buku tentang TQM yg ada di perpustakaan yg mendukung penelitian ini. Sejarah Tentang Mutu Pada mulanya mutu produk ditentukan oleh produsen. F.Bagi perusahaan.

Dalam bukunya The Economic Control of Quality Manufactured Products . provide training to workers. merupakan suatu kontribusi yang menonjol dalam usaha untuk memperbaiki mutu barang hasil pengolahan. Pada 1950. Dalam bukunya tersebut Taylor menjelaskan beberapa elemen tentang teori manajemen.Seorang insiyur mengembangkan satu seri konsep yang merupakan dasar dari pembagian kerja (devision of work). Ia membantu Jepang untuk mempraktekkan konsep mutu dan alat-alat yang dirancang untuk pabrik ke dalam suatu seri konsep yang menjadi dasar bagi suatu management process yang terpadu. Edward Deming Lahir tahun 1900 dan mendapat Ph. Di Jepang Juran membantu pimpinan Jepang di dalam menstrukturisasi industri sehingga mampu mengekspor produk ke pasar dunia. Analisis dengan pendekatan gerak dan waktu (time and motion study) untuk pekerjaan manual. 3. The Union to Japanese Scientists and Engineers (JUSE) untuk memberikan ceramah tentang mutu. Hal ini berarti bahwa tanpa keterlibatan pimpinan secara aktif tidak mungkin tercapai manajemen mutu terpadu. Penalti yang merupakan kerugian bagi pekerjaan yang tidak mencapai sasaran yang telah ditentukan (personal loss). 2. 4. Taylor memisahkan perencanaan dari perbaikan kerja dan dengan demikian memisahkan pekerjaan dari tanggung jawab untuk memperbaiki kerja. Adapun . yaitu : Setiap orang harus mempunyai tugas yang jelas dan harus diselesaikan dalam satu hari. Only senior managers determine the market in which the firm will participate and what product or service will be solved. select the equipment and tools that worekers use. Prof Juran Mengunjungi Jepang pada tahun 1945. untuk memilih produk mana yang memenuhi mutu dan tidak. Pendekatan Deming dapat disimpulkan sebagai berikut : Quality is primarily the result of senior management actions and not the results of actions taken by workers. beliau diundang oleh. Bonus dan intensif wajar diberikan kepada yang berprestasi maksimal. Sampling dan probabilitas digunakan untuk membuat control chart untuk memudahkan para pemeriksa mutu. Katanya : Quality is not determined on the shop floor but in the executive suite . D pada 1972 sangat menyadari bahwa ia telah memberikan pelajaran tentang pengendalian mutu secara statistik kepada para insinyur bukan kepada para manajer yang mempunyai wewenang untuk memutuskan. Juran mendemonstrasikan tiga proses manajerial untuk mengelola keuangan suatu organisasi yang dikenal dengan trilogy Juran yaitu. The system of work that determines how work is performed and only managers can create system. financial improvement. Finance Planning. Financial control. dimana kedua sarjana ini ahli dalam bidang statistik. memperoleh gelar Bapak Manajemen Ilmiah (The Farther of Scientific Management). and provide the plant and environment necessary to achieve quality. Penemuan Shewhart sangat menarik bagi Deming dan Juran. Pekerjaan harus memiliki peralatan yang standar untuk menyelesaikan tugas yang menjadi bagiannya. Only manager can allocate resources. Dia mengatakan bahwa variasi terjadi pada setiap segi pengolahan dan variasi dapat dimengerti melalui penggunaan alat statistik yang sederhana. Shewhart (1891-1967) Adalah seorang ahli statistik yang bekerja pada Bell Labs selama periode 1920-1930.

Hal ini meliputi alokasi sumber-sumber. baik pelanggan internal maupun eksternal. misalnya mesin-mesin rusak segera diperbaiki. Fokus yang memanfaatkan bakat para karyawan. pendidikan dan pelatihan. Masih banyak para sarjana di bidang mutu yang tidak sempat ditulis pada kesempatan ini. Persoalan yang telah diketahui kemudian dipecahkan. Tiga prinsip mutu Tiga prinsip mutu yang di atas yaitu : 1. Definisi di atas berkonotasi kepada pelanggan. menugaskan orang-orang untuk menyelesaikan proyek mutu. Model tersebut terdiri dari komponen-komponen berikut : Tujuan : Perbaikan terus menerus. karyawan.rincian trilogy itu sebagai berikut : Quality planning. perbaikan proses dan keterlibatan total. Produk bermutu kalau dapat memuaskan para pelanggan yang mengkonsumsi produk tersebut. suatu proses yang mengidentifikasi pelanggan dan proses yang akan menyampaikan produk dan jasa dengan karakteristik yang tepat dan kemudian mentransfer pengetahuan ini ke seluruh kaki tangan perusahaan guna memuaskan pelanggan. Uraian tokoh-tokoh mutu di atas sekedar menggambarkan secara singkat saja. Quality improvement. ganjaran dan pengakuan serta pengukuran. Manajemen mutu terpadu Kita sependapat bahwa mutu tidak ditentukan oleh pekerjaan di bengkel atau oleh tehnis pemberi jasa yang bekerja melayani pelanggan akan tetapi ditentukan oleh para manajer senior suatu organisasi yang berkat posisi yang dimilikinya bertanggung jawab kepada pelanggan. artinya mutu selalu diperbaiki dan disesuaikan dengan perubahan yang menyangkut kebutuhan dan keinginan para pelanggan. struktur pendukung. suatu proses dimana mekanisme yang sudah mapan dipertahankan sehingga mutu dapat dicapai berkelanjutan. Quality control. Yang jelas para sarjana tersebut sependapat bahwa konsep : pentingnya perbaikan mutu secara terus menerus bagi setiap produk walaupun tehnik yang diajarkan berbeda-beda . Fokus pada perbaikan proses kerja untuk memproduksi secara konsisten produk yang dapat diterima. pemasok dan pemegang saham untuk keberhasilan suatu usaha. komunikasi. Dengan mengkombinasikan prinsip-prinsip tentang mutu oleh para ahli dengan pengalaman praktek telah dicapai pengembangan suatu model sederhana akan tetapi sangat efektif untuk mengimplementasikan manajemen mutu terpadu. Model di atas dibentuk berdasarkan tiga prinsip mutu terpadu yaitu : Fokus kepada pelanggan. Elemen : Kepemimpinan. suatu proses dimana produk benar-benar diperiksa dan dievaluasi. Prinsip : Fokus pada pelanggan. dibandingkan dengan kebutuhan-kebutuhan yang diinginkan para pelanggan. Fokus pada pelanggan Mutu berdasarkan pada konsep bahwa setiap orang mempunyai pelanggan dan bahwa kebutuhan . Manajer senior ini mengalokasikan implementasi proses manajemen yang memungkinkan perusahaan memenuhi visi dan misi mereka. Kini sampailah pada pengertian mutu yang diambil dari America Society for Quality Control yang mengatakan : Quality is the totality of features and characteristics of a product or service that bear on its ability to satisty stated of implied needs (Kotler : 1994). melatih para karyawan yang terlibat dalam proyek mutu dan pada umumnya menetapkan suatu struktur permanen untuk mengejar mutu dan mempertahankan apa yang telah dicapai sebelumnya.

Perbaikan proses Konsep perbaikan terus menerus dibentuk berdasarkan pada premisi suatu seri (urutan) langkahlangkah kegiatan yang berkaitan dengan menghasilkan output seperti produk berupa barang dan jasa. Pelatihan inti ini memastikan bahwa suatu bahasa dan suatu set alat yang sama akan diperbaiki di seluruh perusahaan. baik misi dan visi mereka maupun proses manajemen. Perhatian secara terus menerus bagi setiap langkah dalam proses kerja sangat penting untuk mengurangi keragaman dari output dan memperbaiki keandalan. Karyawan pada semua tingkatan diberi wewenang/kuasa untuk memperbaiki output melalui kerjasama dalam struktur kerja baru yang luwes (fleksibel) untuk memecahkan persoalan. Kenyataan hidup yang berat ini akan menyadarkan manajer senior mengakui bahwa mereka harus mengembangkan secara partisipatif. peranan manajer senior sebagai penasihat. 2. paling mampu dan paling hebat pendidikannya di dunia. Tujuan pertama perbaikan secara terus menerus ialah proses yang handal. Elemen pendukung dalam TQM Elemen-elemen pendukung dimaksud adalah : 1. menggunakan alat dan bahan yang komunikatif. harus diperebutkan melalui persaingan yang ketat. memperbaiki proses dan memuaskan pelanggan.dan harapan pelanggan harus dipenuhi setiap saat kalau organisasi/perusahaan secara keseluruhan bermaksud memenuhi kebutuhan pelanggan eksternal (pembeli). Pimpinan bisnis harus mengerti bahwa MMT adalah suatu proses yang terdiri dari tiga prinsip dan elemen-elemen pendukung yang harus mereka kelola agar mencapai perbaikan mutu yang berkesinambungan sebagai kunci keunggulan bersaing. agar pelanggan puas. Kepemimpinan Manajer senior harus mengarahkan upaya pencapaian tujuan dengan memberikan. Ketika memutuskan untuk menggunakan MMT/TQM sebagai kunci proses manajemen. Pemasok juga dilibatkan dan dari waktu ke waktu menjadi mitra melalui kerjasama dengan para karyawan yang telah diberi wewenang/kuasa yang dapat menguntungkan organisasi/perusahaan. 3. Pada waktu yang sama keterlibatan pimpinan bekerjasama dengan karyawan yang telah diberi kuasa tersebut. Pimpinan Senior suatu organisasi harus sepenuhnya menghayati implikasi manajemen di dalam suatu ekonomi internasional di mana manajer yang paling berhasil. statistik dan teknik lainnya juga . Pendidikan dan Pelatihan Mutu didasarkan pada ketrampilan setiap karyawan yang pengertiannya tentang apa yang dibutuhkan oleh pelanggan ini mencakup mendidik dan melatih semua karyawan. Pelatihan tambahan pada bench marking. guru dan pimpinan tidak bisa diremehkan. memberikan baik informasi yang mereka butuhkan untuk menjamin perbaikan mutu dan memecahkan persoalan. dalam arti bahwa dapat diproduksi yang diinginkan setiap saat tanpa variasi yang diminimumkan. Keterlibatan total Pendekatan ini dimulai dengan kepemimpinan manajemen senior yang aktif dan mencakup usaha yang memanfaatkan bakat semua karyawan dalam suatu organisasi untuk mencapai suatu keunggulan kompetitif (competitive advantage) di pasar yang dimasuki. 2. menggunakan data dan menggali siapa-siapa yang berhasil menerapkan konsep manajemen mutu terpadu. yang dapat mereka pergunakan untuk mencapai keduanya. Apabila keragaman telah dibuat minimum dan hasilnya belum dapat diterima maka tujuan kedua dari perbaikan proses ialah merancang kembali proses tersebut untuk memproduksi output yang lebih dapat memenuhi kebutuhan pelanggan.

6. Pengumpulan data pelanggan memberikan suatu tujuan dan penilaian kinerja yang realistis serta sangat berguna di dalam memotivasi setiap orang/karyawan untuk mengetahui persoalan yang sebenarnya. Ganjaran dan Pengakuan Tim individu yang berhasil menerapkan proses mutu harus diakui dan mungkin diberi ganjaran. Struktur Pendukung Manajer senior mungkin memerlukan dukungan untuk melakukan perubahan yang dianggap perlu melaksanakan strategi pencapaian mutu. akan tetapi lebih baik kalau diperoleh dari dalam organisasi itu sendiri. visi. Dukungan semacam ini mungkin diperoleh dari luar melalui konsultan. Suatu cara/gaya bagaimana seorang manajer sebagai seorang pimpinan melakukan sesuatu sangat berpengaruh pada pelaksanaan tugas yang dilakukan oleh bawahan/karyawan. Pimpinan harus bisa membangun komitmen. pendapat harus diganti dengan data dan setiap orang harus diberitahu bahwa yang penting bukan yang dipikirkan akan tetapi yang diketahuinya berdasarkan data. Pimpinan dapat membangun dan memelihara kepercayaan Pimpinan harus paham betul untuk mengucapkan terima kasih kepada bawahan yang . membantu melalui network dengan manajer mutu di bagian lain dalam organisasi dan membantu sebagai narasumber mengenai topik-topik yang berhubungan dengan mutu bagi tim manajer senior. kepuasan pelanggan eksternal harus diukur untuk menentukan seberapa jauh pengetahuan pelanggan bahwa kebutuhan mereka benar-benar dipenuhi. dan fasilitator bagi setiap individu/bawahan. nilai dan target perusahaan yang jelas. dan menungkinkan promosi atau sukses individu secara menyeluruh. dan menjawab pertanyaan dari setiap karyawan. Jadi pada dasarnya karyawan yang berhasil mencapai mutu tertentu harus diakui dan diberi ganjaran agar dapat menjadi panutan/contoh bagi karyawan lainnya. Pimpinan harus secara aktif terlibat dalam pemecahan masalah yang dihadapi oleh bawahan. Komunikasi Komunikasi dalam suatu lingkungan mutu mungkin perlu ditempuh dengan cara berbeda-beda agar dapat berkomunimasi kepada seluruh karyawan mengenai suatu komitmen yang sungguh-sungguh untuk melakukan perubahan dalam usaha peningkatan mutu. memberikan pengarahan.dipergunakan dalam rangka mencapai kepuasan pelanggan yang paripurna. 5. Suatu staf pendukung yang kecil dapat membantu tim manajemen senior untuk mengartikan konsep mengenai mutu. Pimpinan merupakan pelatih. Secara ideal manajer harus bertemu pribadi dengan para karyawan untuk menyampaikan informasi. Gagal mengenali seseorang mencapai sukses dengan menggunakan proses menejemen mutu terpadu akan memberikan kesan bahwa ini bukan arah menuju pekerjaan yang sukses. maka ada unsure yang tidak bisa diabaikan yaitu gaya kepemimpinan dalam organisasi/perusahaan bersangkutan. Terdapat 13 hal yang perlu dimiliki oleh seorang pimpinan dalam manajemen mutu terpadu yaitu : Pimpinan mendasarkan keputusan pada data. Di samping keenam elemen pendukung di atas. sehingga karyawan lainnya sebagai anggota organisasi akan mengetahui apa yang diharapkan. Pengukuran Penggunaan data hasil pengukuran menjadi sangat penting di dalam menetapkan proses manajemen mutu. Jelaskan. Di dalam menentukan penggunaan data. 4. bukan hanya pendapat saja. yang menjamin bahwa setiap orang memahami misi. 3.

Setiap keputusan harus berdasarkan pada data. sehingga di peroleh suasan kondusif bagi lahirnya ide-ide baru. Karenanya diperlukan upaya yang berkesinambungan agar dapat mewujudkan produktivitas yang tinggi. Rela memberikan ganjaran. proses. Hal ini kemudian diikuti oleh negara-negara di Eropa dan Timur Tengah dalam tingkat perintisan. baru menyusul hasil. Ciptakan kepemimpinan yang berorientasi pada bawahan dan aktif memotivasi karyawan bukan dengan cara otoriter. Mungkinkah TQM dapat diterapkan di Indonesia? Jawabnya mungkin saja kalau dipenuhi syaratsyarat berikut : Setiap perusahaan/organisasi harus secara terus meneurus melakukan perbaikan mutu produk dan pelayanan. Penerapan TQM sebagai upaya peningkatan mutu pendidikan tidak bisa berhasil secara instant. Menciptakan kondisi di mana para karyawan aktif berpartisipasi dalam menciptakan keunggulan mutu. Memberikan kepuasan kepada pemilik. termasuk bidang pendidikan. Hal tersebut dapat terwujud apabila menerapkan Total Quality Management (TQM). Simpulan Input.berhasil/berjasa Aktif mengadakan kaderisasi melalui pendidikan dan pelatihan yang terprogram Berorientasi selalu pada pelanggan internal/eksternal Pendai menilai situasi dan kemampuan orang lain secara tepat Dapat menciptakan suasana kerja yang sangat menyenangkan Mau mendengar dan menyadari kesalahan Selalu berusaha memperbaiki system dan banyak berimprovisasi Bersedia belajar kapan saja dan di mana saja Bagaimana Penerapannya di Indonesia? Berdasarkan data yang ada telah dibuktikan penerapan manajemen mutu terpadu telah berhasil dengan baik di Jepang kalau dilaksanakan secara konsekuen. baru berdasarkan pengalaman/ pendapat. sehingga membuktikan produk Jepang telah menbanjiri pasar. C. PENUTUP 1. artinya perubahan inovatif yang diharapkan tidak dapat terwujud secara langsung. sehingga pengawasan lebih mudah. walaupun cikal bakal manajemen mutu berasal dari negara Paman Sam tersebut. terutama di Amerika Serikat untuk produk mobil dan elektronik. karyawan dan para pemegang saham. Fokus utama ditujukan pada proses. Memiliki wawasan jauh kedepan dalam mencari laba dan memberikan kepuasan. sehingga dapat memuaskan para pelanggan. pengakuan bagi yang sukses dan mudah memberikan maaf bagi yang belum berhasil/berbuat salah. . pemasok. output dan outcomes merupakan kristalisasi dari pentingnya pencapaian produktivitas dalam sebuah organisasi. Setiap langkah kegiatan harus selalu terukur jelas. Sukses ekonomi luar biasa ini rupakan menyadarkan Amerika Serikat untuk menerapkan manajemen mutu terpadu. Program pendidikan dan pelatihan hendaknya menjadi urutan utama dalam upaya peningkatan mutu.

deliveri. Yogyakarta: Andi. --------. http://www. Saran Mewujudkan kondisi ideal di mana TQM dapat efektif.org/guidelines/policy/pg-6/pg-6summaryi.2.htm Tjiptono. Dengan demikian produktivitas yang diharapkan sangat tergantung bagaimana setiap komponen pendidikan memaknai dan mengaplikasikan TQM. DAFTAR PUSTAKA Fattah. Hardjosoedarmo. Yogyakarta : Andi. Fakry. 2000. 1989. .2000. diperlukan kebersamaan dan kerjasama seluruh komponen penyelenggara suatu organisasi/ pendidikan. Landasan Manajemen Pendidikan. Soewarso. Bandung: Remaja Rosdakarya. Nanang. Menghargai Pengabdian Guru. Ekonomi dan Pembiayaan Pendidikan. dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia . Total Quality Management. Gaffar. Bandung: University Press Universitas Pendidikan Indonesia. 2002. Bandung: Remaja Rosdakarya. Total Quality Management. Fandy & Anastasia Diana.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful