HIKMAH SAKIT BAGI SEORANG MUKMIN

Sakit merupakan sesuatu hal yang seringkali menimpa setiap makhluk
hidup di muka bumi ini, tak terkecuali kita sebagai manusia. Sehat, sakit, gembira,
sedih adalah saat-saat yang tiap kali berganti.Seringkali kita baru merasakan
betapa nikmatnya sehat adalah di kala kita mengalami apa yang dinamakan
dengan sakit. Hidup kita ini tidak terlepas dari cobaan serta ujian, bahkan cobaan
dan ujian dalam hal ini sakit merupakan sunatullah dalam kehidupan. Dia menguji
dengan berbagai musibah dan bencana. Hal ini bisa saja menimpa badan, harta,
ataupun anak-anak kita. Manusia akan diuji dalam kehidupannya baik dengan
perkara yang tidak disukainya atau bisa pula pada perkara yang
menyenangkannya.
"Katakanlah: "Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah
ditetapkan oleh Allah bagi kami. Dialah Pelindung kami dan hanya kepada Allah
orang-orang yang beriman harus bertawakal". (QS. At-Taubah: 51)
Allah Subhanahu wa Ta¶ala menciptakan manusia untuk diberikan ujian dan
cobaan, sehingga dapat diketahui siapa saja hamba-Nya yang pandai bersyukur
di saat lapang dan siapa yang sabar di saat berada dalam kesempitan. Apabila
seorang manusia benar-benar beriman, maka seluruh keadaan yang
dirasakannya akan diartikan sebagai sebuah kebaikan dan berdampak positif bagi
dirinya. Apabila ia berada dalam kondisi lapang, kemudian ia bersyukur, maka
sikapnya itu sangat baik bagi dirinya. Dan jika ia dalam kondisi yang sempit,
kemudian ia bersabar, maka sikapnya itu akan mendatangkan kebaikan bagi
dirinya.
Rasulullah pernah mengatakan,³Aku mengagumi seorang mukmin karena
selalu ada kebaikan dalam setiap urusannya. Jika ia mendapatkan kesenangan, ia
bersyukur (kepada Allah) sehingga di dalamnya ada kebaikan. Jika ditimpa
musibah, ia berserah diri (dan menjalankannya dengan sabar) bahwa di dalamnya
ada kebaikan pula.´ (HR Muslim)
Saudaraku yang tengah menderita sakit!
Rasulullah shalallahi µalaihi wasallam, makhluk terpilih pun juga ditimpa
musibah. Demikian pula para Nabi sebelumnya. Namun demikian, hal itu tidak
menambahkan pada dirinya kecuali kecintaan dan keridhoan kepada Allah µajja
wajalla.
Dari Mush¶ab bin Sa¶d, dari ayahnya berkata: Aku berkata,´ya Rasulullah!
Siapakah yang paling dahsyat cobaanya?´ Nabi menjawab,´Para nabi, kemudian
orang yang paling mulia (para ulama), lalu orang yang lebih mulia (orang-orang
shalih). Seseorang diuji sesuai dengan kadar kualitas agamanya. Ujian senatiasa
mengiringi hamba hingga sampai meninggalkanya berjalan diatas bumi ini, tak
memikul satu pun dosa.´ (HR, Tirmidzi)
Ternyata sakit tidak selalu meninggalkan kesan kesedihan dan penderitaan
bagi seseorang, tapi justru ia menjadikan momentum lonjakan kebaikan dalam
menyemai dan mengumpulkan butir-butir kebaikan. Banyak orang-orang yang
melakukan karya-karya besar dalam keadaan sakit. Bahkan Nabi Ayyub Alaihi
Sallam dipuji Allah karena keteguhannya dalam menghadapi penyakitnya. Dan
ingatlah akan hamba Kami Ayyub ketika ia menyeru Tuhan-nya.
³Sesungguhnya aku diganngu syaitan dengan kepayahan dan siksaan´. ( Allah
berfirman ): ³Hantamkanlah kakimu; inilah air yang sejuk untuk mandi dan untuk
minum´. Dan Kami anugerahi dia (dengan mengumpulkan kembali) keluarganya
dan (Kami tambahkan) kepada mereka sebanyak mereka pula sebagai rahmat
dari Kami dan pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai fikiran. Dan ambilah
dengan tanganmu seikat (rumput), maka pukulah dengan itu dan janganlah kamu
melanggar sumpah. Sesungguhnya Kami dapat dia (Ayyub) seorang yang sabar.
Dialah sebaik-baiknya hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhan-nya)
(Shaad;41-44).
Nabi Ayyub Alaihi Sallam menjadi istimewa karena meskipun dalam
keadaan sakit , beliau tetap sabar dan berbaik sangka kepada Allah. Beliau tidak
menyebut penyakitnya secara langsung kepada Allah, hanya mengatakan
diganggu oleh syaitan dengan kepayahan dan siksaan. Perhatikan bagaimana
husnuddzan (berbaik sangka) Nabiyullah Ayyub Alaihi Sallam kepada Allah Azza
wa Jalla. Beliau juga tidak langsung minta disembuhkan tetapi tersirat didalam
ungkapannya bahwa beliau minta diringankan dari penderitaan. Rasa sakit yang
diderita oleh Nabi Ayyub alaihi Sallam diabadikan Alqur-an agar menjadi contoh
untuk ummat manusia bagaimana bersabar dalam penderitaan.
Saudaraku yang tengah menderita sakit!
inilah kesempatan berharga, peluang emas, jangan sampai disia-siakan «
Mungkin anda bertanya-tanya, bagaimana mungkin sakit yang identik
dengan penderitaan disebut sebagai peluang emas. Memang betul, episode sakit
adalah episode yang tidak mengenakkan. Meski hanya kaki yang bengkak,
seluruh badan ikut merasakannya. Meski hanya satu jari yang luka, seluruh
perasaan menjadi labil, akibatnya pekerjaan pun tidak lagi produktif. Namun, di
sisi lain, sakit bisa menjadi kesempatan berharga bagai seseorang yang pandai
memetik hikmah.
Secara umum, kondisi sakit mempunyai dua sisi rasa. Namun, yang kerap
kita rasakan hanya salah satu sisinya, yakni penderitaan. Sisi lain berapa hikmah
dan kenikmatan di balik sakit sering kali kita lupakan. Padahal, jika kita mau
merenungkannya, banyak hikmah yang dapat dipetik dari sakit yang diderita.
Maka, sungguh rugilah kita, jika sudah sakit, lalu tidak mendapatkan hikmah
apapun. Nah, berikut adalah beberapa hikmah sakit.
Beberapa hikmah itu adalah sebagai berikut,
y Pertama, secara medis sakit merupakan suatu peringatan (warning)
mengenai tingkat kekuatan tubuh kita. Jika tubuh kita mengalami satu kondisi,
kemudian berakibat sakit, hal itu merupakan peringatan agar kita menghindari
kondisi yang sama yang dapat menyebabkan sakit tersebut. Sakit juga
memberi kesempatan kepada kita untuk beristirahat dan berkonsultasi dengan
dokter sehingga penyakit yang ada tidak menjadi lebih parah dan sulit diobati.
Tak jarang, sakit yang dialami mencegah seseorang agar tidak terkena
penyakit yang lebih berat lagi.
y Kedua, sakit dapat menjadi penggugur dosa. Penyakit yang diderita seorang
hamba menjadi sebab diampuninya dosa yang telah dilakukan, termasuk
dosa-dosa setiap anggota tubuh. Rasulullah SAW. bersabda,
"Tidaklah seorang Muslim tertimpa suatu penyakit dan sejenisnya,
melainkan Allah akan menggugurkan bersama dosa-dosanya, seperti
pohon yang menggugurkan daun-daunnya." (HR. Bukhari dan Muslim)
y Ketiga, orang yang sakit dan mau bersabar akan mendapatkan pahala dan
ditulis untuknya bermacam-macam kebaikan dan ditinggikan derajatnya.
Rasulullah SAW. bersabda,
"Tiadalah tertusuk duri atau benda yang lebih kecil dari itu pada seorang
Muslim, kecuali akan ditetapkan untuknya satu derajat dan dihapuskan
untuknya satu kesalahan." (HR. Muslim)
y Keempat, ia akan selamat dari siksa neraka.
³Aisyah Ummul Mukminin menerangkan sabda Rasulullah Saw
bahwasannya sakit karena demam itu akan menghindarkan orang
Mukmin dari siksa api neraka.´ (HR. Al-Bazzar)

y Kelima, Selalu mengingat nikmat Allah. Sakit membuat orang tahu manfaat
sehat. Tidak jarang orang merasakan nikmat justru ketika sakit. Begitu banyak
nikmat Allah yang selama ini lalai untuk ia syukuri. Bagi orang yang banyak
bersyukur dalam sakit, ia akan memperoleh nikmat.
y Keenam, sakit dapat menjadi jalan agar kita selalu ingat pada Allah. Dalam
kondisi sakit biasanya orang merasa benar-benar lemah, tidak berdaya,
sehingga ia akan bersungguh-sungguh memohon perlindungan kepada Allah
SWT. Zat yang mungkin telah ia lalaikan selama ini. Kepasrahan ini pula yang
menuntunnya untuk bertaubat atas segala dosa dan kesalahan-kesalahan
yang telah benyak kita lakukan..
y Ketujuh, sakit bisa menjadi jalan kita untuk membersihkan penyakit batin.
Pendapat Ibnu Qayyim, "Kalau manusia itu tidak pernah mendapat
cobaan dengan sakit dan pedih, ia akan menjadi manusia ujub dan
takabur. Hatinya menjadi kasar dan jiwanya beku. Oleh karena itu,
musibah dalam bentuk apa pun adalah rahmat Allah yang disiramkan
kepadanya, akan membersihkan karatan jiwanya dan menyucikan
ibadahnya. Itulah obat dan penawar kehidupan yang diberikan Allah
untuk setiap orang beriman. Ketika ia menjadi bersih dan suci karena
penyakitnya, martabatnya diangkat dan jiwanya dimuliakan, pahalanya
pun berlimpah-limpah apabila penyakit yang menimpa dirinya
diterimanya dengan sabar dan ridha."
y Kedelapan, satu penyakit atau musibah, bisa menjadi satu tangga untuk
tercapainya kedudukan tinggi seorang hamba di akhirat kelak. Rasulullah
shalallohi µalaihi wasallam juga bersabda:
³Barang siapa yang Allah kehendaki kebaikan kepadanya, Allah akan
menimpakan musibah kepadanya.´ (HR. Bukhari)
y Kesembilan, merupakan kesempatan untuk memperbaiki hubungan keluarga
dan sosial. Ketika seseorang sakit, saudara dekat akan semakin dekat,
saudara jauh akan menjadi dekat dan yang kenal akan semakin akrab. secara
sosial sakit mengajarkan kepada kita bagaimana merasakan penderitaan
orang lain, seperti halnya puasa yang mendidik kita agar mengetahui
bagaimana pedihnya rasa lapar dan dahaga yang dialami kaum papa. Rasa
sakit harusnya melahirkan kepekaan sosial yang lebih tinggi.


Kapan rasa sakit bisa berubah menjadi nikmat dan karunia? Ada
beberapa hal yang dapat dilakukan oleh seorang Muslim agar sakit yang diderita
menjadi karunia dan memiliki hikmah yang sangat tinggi.
y Pertama, terimalah segala musibah dengan ikhlas. Hal ini merapakan
manifestasi dari keimanan kita kepada Allah bahwa segala sesuatunya sudah
digariskan oleh Yang Mahakuasa.
ãB´ÿ ¸LB@´´0 ·´ÿ L´P@´´´ÿ ´N´f ´´´[´T´´
´ãBb N ·´ÿ,´ H·´ÿ´´· ´ãBB´´ ´)´÷,)
´´=´P´1C P ´ãBb,´ ´¸V´N´´ L´´´A´
´ó@´1´´
³Tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa seseorang
kecualidengan seizin Allah. Dan barang siapa yang beriman kepada
Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah
Maha Mengetahui segala sesuatu.´ (QS. At-Taghabun: 11)
y Kedua, sabar saat ditimpa penyakit. Boleh jadi penyakit yang menimpa kita
merupakan ujian yang diberikan oleh Allah SWT. sebagai salah satu cara
untuk mengetahui kadar keimanan kita. Artinya, seseorang tidaklah terbukti
beriman jika ia tidak tahan terhadap ujian yang menimpanya. Selain itu, ujian
merupakan salah satu wujud kecintaan Allah terhadap suatu kaum. Hal ini
dikabarkan oleh Rasulullah SAW. dalam hadits,
"Sesungguhnya Allah Azza wa jalla jika mencintai suatu kaum, Allah
akan memberikan cobaan kepada mereka. Barang siapa yang sabar,
maka dia berhak mendapatkan (pahala) kesabarannya. Dan barang siapa
marah, maka dia pun berhak mendapatkan (dosa) kemarahannya." (HR.
Ahmad)
Dalam Al-Qur'an, Allah berfirman,
0´N´ò,_´1´Ó×qÒ,´ 0´´´´´´´ ¸·´.ÿ
´B´_·´6Bb ´´_´´ÒBb,´ L´´f´ò,´ ¸·´.ÿ
´X´,_´ÿJ.Bb ´´´´òJ.Bb,´ ´0´´¶´ù´dÒBb,´
N ´¶´¸´×I,´ ´´´´@´Ò´´´ÒBb ´´´´´
´´´´C´ãBb ãb[´f 0´·´J,1´@´´0
´´Ó@´´´ÿ Fb´_´ÒBC B´ò´f ´ã ãB´ò´f,´
´=´@Ò´f ´´_´´´¬´,; ´´´´´
´Ó´´´´Ò0´´0 ´0´÷´@¸1´´ ´0´,_¸1@´
·´.ÿ ´0´·´¸´´; ´´ù´=,;,´ F
´´´´´´Ò0´´0,´ ´0´´ ´´´´)´J´·´ù´ÒBb
´´´´´
³Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit
ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan
berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar
(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan
inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun. Mereka itulah yang mendapat
keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka
itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.´ (QS. Al-Baqarah: 155-157)
y Ketiga, berobat. Hal ini merapakan salah satu bentuk ikhtiar jika kita ditimpa
penyakit sebab kita tak dianjurkan membiarkan sakit kita bertambah parah
tanpa diobati. Rasulullah SAW. bersabda,
"Berobatlah kalian. Karena setiap Allah menciptakan penyakit, pasti
Allah juga menciptakan obatnya, kecuali satu penyakit saja." Para
sahabat bertanya, "penyakit apakah itu wahai Rasulullah?" Beliau
menjawab, "Penyakit tua." (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
y Keempat, meningkatkan ibadah. Seorang yang sakit tidak perlu khawatir
dengan amal-amal yang biasa dilakukan, karena Allah memberinya rukhsokh
(keringanan). Ketika seorang sakit parah dia boleh sholat sambil duduk atau
berbaring karena sholat adalah kewajiban bagi ummat muslim yang tidak bleh
ditinggalkan dalam keadaan apapun« Inilah penjelasan Rasulullah
Shollallahu Alaihi wa Sallam.
³Apabila seorang hamba sakit sedangkan dia biasa melakukan sesuatu
kebaikan maka Allah berfirman kepada malaikat; ³Catatlah bagi
hambaKu pahala seperti yang biasa ia lakukan ketika sakit´ (HR.
Hanifah).
Semoga Allah memberi kesehatan dan keselamatan dari segala
kemalangan. Semoga pula Allah mengembalikan anda kembali ketengah keluarga
dalam keadaan sehat wal¶afiat.
Wallahua'lam bish-shawwab.***


Seseorang diuji sesuai dengan kadar kualitas agamanya. Ujian senatiasa mengiringi hamba hingga sampai meninggalkanya berjalan diatas bumi ini. Dialah sebaik-baiknya hamba. Memang betul. peluang emas. Banyak orang-orang yang melakukan karya-karya besar dalam keadaan sakit. ³Sesungguhnya aku diganngu syaitan dengan kepayahan dan siksaan´. ( Allah berfirman ): ³Hantamkanlah kakimu. episode sakit adalah episode yang tidak mengenakkan. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhan-nya) (Shaad. Bahkan Nabi Ayyub Alaihi Sallam dipuji Allah karena keteguhannya dalam menghadapi penyakitnya. seluruh badan ikut merasakannya. Rasa sakit yang diderita oleh Nabi Ayyub alaihi Sallam diabadikan Alqur-an agar menjadi contoh untuk ummat manusia bagaimana bersabar dalam penderitaan. akibatnya pekerjaan pun tidak lagi produktif. Meski hanya kaki yang bengkak. Namun. Perhatikan bagaimana husnuddzan (berbaik sangka) Nabiyullah Ayyub Alaihi Sallam kepada Allah Azza wa Jalla.41-44). Beliau tidak menyebut penyakitnya secara langsung kepada Allah.´Para nabi. Meski hanya satu jari yang luka.´ya Rasulullah! Siapakah yang paling dahsyat cobaanya?´ Nabi menjawab. seluruh perasaan menjadi labil. Dan ambilah dengan tanganmu seikat (rumput). inilah air yang sejuk untuk mandi dan untuk minum´. Nabi Ayyub Alaihi Sallam menjadi istimewa karena meskipun dalam keadaan sakit . maka pukulah dengan itu dan janganlah kamu melanggar sumpah. hanya mengatakan diganggu oleh syaitan dengan kepayahan dan siksaan. beliau tetap sabar dan berbaik sangka kepada Allah.´ (HR. Sesungguhnya Kami dapat dia (Ayyub) seorang yang sabar.Dari Mush¶ab bin Sa¶d. lalu orang yang lebih mulia (orang-orang shalih). Saudaraku yang tengah menderita sakit! inilah kesempatan berharga. bagaimana mungkin sakit yang identik dengan penderitaan disebut sebagai peluang emas. kemudian orang yang paling mulia (para ulama). di . Dan Kami anugerahi dia (dengan mengumpulkan kembali) keluarganya dan (Kami tambahkan) kepada mereka sebanyak mereka pula sebagai rahmat dari Kami dan pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai fikiran. dari ayahnya berkata: Aku berkata. jangan sampai disia-siakan « Mungkin anda bertanya-tanya. Tirmidzi) Ternyata sakit tidak selalu meninggalkan kesan kesedihan dan penderitaan bagi seseorang. tapi justru ia menjadikan momentum lonjakan kebaikan dalam menyemai dan mengumpulkan butir-butir kebaikan. Dan ingatlah akan hamba Kami Ayyub ketika ia menyeru Tuhan-nya. tak memikul satu pun dosa. Beliau juga tidak langsung minta disembuhkan tetapi tersirat didalam ungkapannya bahwa beliau minta diringankan dari penderitaan.

Al-Bazzar) . kondisi sakit mempunyai dua sisi rasa. Rasulullah SAW. berikut adalah beberapa hikmah sakit. kemudian berakibat sakit. "Tidaklah seorang Muslim tertimpa suatu penyakit dan sejenisnya. hal itu merupakan peringatan agar kita menghindari kondisi yang sama yang dapat menyebabkan sakit tersebut. lalu tidak mendapatkan hikmah apapun. Muslim) y Keempat. Maka. y Pertama. Bukhari dan Muslim) y Ketiga. sakit dapat menjadi penggugur dosa. kecuali akan ditetapkan untuknya satu derajat dan dihapuskan untuknya satu kesalahan. Secara umum. "Tiadalah tertusuk duri atau benda yang lebih kecil dari itu pada seorang Muslim. Nah. ia akan selamat dari siksa neraka. bersabda. sakit yang dialami mencegah seseorang agar tidak terkena penyakit yang lebih berat lagi. seperti pohon yang menggugurkan daun-daunnya. Sisi lain berapa hikmah dan kenikmatan di balik sakit sering kali kita lupakan. secara medis sakit merupakan suatu peringatan (warning) mengenai tingkat kekuatan tubuh kita. Rasulullah SAW. sakit bisa menjadi kesempatan berharga bagai seseorang yang pandai memetik hikmah. Sakit juga memberi kesempatan kepada kita untuk beristirahat dan berkonsultasi dengan dokter sehingga penyakit yang ada tidak menjadi lebih parah dan sulit diobati. ³Aisyah Ummul Mukminin menerangkan sabda Rasulullah Saw bahwasannya sakit karena demam itu akan menghindarkan orang Mukmin dari siksa api neraka. Namun. jika sudah sakit. y Kedua. yang kerap kita rasakan hanya salah satu sisinya. yakni penderitaan. Penyakit yang diderita seorang hamba menjadi sebab diampuninya dosa yang telah dilakukan. Jika tubuh kita mengalami satu kondisi. Beberapa hikmah itu adalah sebagai berikut. Tak jarang." (HR. banyak hikmah yang dapat dipetik dari sakit yang diderita. jika kita mau merenungkannya." (HR. melainkan Allah akan menggugurkan bersama dosa-dosanya. bersabda.´ (HR. orang yang sakit dan mau bersabar akan mendapatkan pahala dan ditulis untuknya bermacam-macam kebaikan dan ditinggikan derajatnya. termasuk dosa-dosa setiap anggota tubuh. sungguh rugilah kita.sisi lain. Padahal.

Dalam kondisi sakit biasanya orang merasa benar-benar lemah. akan membersihkan karatan jiwanya dan menyucikan ibadahnya. Ketika ia menjadi bersih dan suci karena penyakitnya. y Keenam. martabatnya diangkat dan jiwanya dimuliakan. Bukhari) Kesembilan. Bagi orang yang banyak bersyukur dalam sakit." yang menimpa dirinya y Kedelapan. Tidak jarang orang merasakan nikmat justru ketika sakit. Selalu mengingat nikmat Allah.´ (HR. Zat yang mungkin telah ia lalaikan selama ini. sakit bisa menjadi jalan kita untuk membersihkan penyakit batin. saudara jauh akan menjadi dekat dan yang kenal akan semakin akrab.. ia akan menjadi manusia ujub dan takabur. Kepasrahan ini pula yang menuntunnya untuk bertaubat atas segala dosa dan kesalahan-kesalahan yang telah benyak kita lakukan. Itulah obat dan penawar kehidupan yang diberikan Allah untuk setiap orang beriman. Ketika seseorang sakit. musibah dalam bentuk apa pun adalah rahmat Allah yang disiramkan kepadanya. ia akan memperoleh nikmat. sehingga ia akan bersungguh-sungguh memohon perlindungan kepada Allah SWT. Rasa sakit harusnya melahirkan kepekaan sosial yang lebih tinggi. Pendapat Ibnu Qayyim. Begitu banyak nikmat Allah yang selama ini lalai untuk ia syukuri. satu penyakit atau musibah. secara sosial sakit mengajarkan kepada kita bagaimana merasakan penderitaan orang lain. y . bisa menjadi satu tangga untuk tercapainya kedudukan tinggi seorang hamba di akhirat kelak. Oleh karena itu. Allah akan menimpakan musibah kepadanya. Rasulullah shalallohi µalaihi wasallam juga bersabda: ³Barang siapa yang Allah kehendaki kebaikan kepadanya. merupakan kesempatan untuk memperbaiki hubungan keluarga dan sosial. pahalanya pun berlimpah-limpah apabila penyakit diterimanya dengan sabar dan ridha. seperti halnya puasa yang mendidik kita agar mengetahui bagaimana pedihnya rasa lapar dan dahaga yang dialami kaum papa.y Kelima. Sakit membuat orang tahu manfaat sehat. sakit dapat menjadi jalan agar kita selalu ingat pada Allah. Hatinya menjadi kasar dan jiwanya beku. y Ketujuh. "Kalau manusia itu tidak pernah mendapat cobaan dengan sakit dan pedih. tidak berdaya. saudara dekat akan semakin dekat.

D m . terimalah segala musibah dengan ikhlas. y Pertama.Kapan rasa sakit bisa berubah menjadi nikmat dan karunia? Ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh seorang Muslim agar sakit yang diderita menjadi karunia dan memiliki hikmah yang sangat tinggi. Hal ini merapakan manifestasi dari keimanan kita kepada Allah bahwa segala sesuatunya sudah digariskan oleh Yang Mahakuasa.

Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan . Ahmad) Dalam Al-Qur'an. "Sesungguhnya Allah Azza wa jalla jika mencintai suatu kaum. seseorang tidaklah terbukti beriman jika ia tidak tahan terhadap ujian yang menimpanya. Allah berfirman." (HR. Selain itu. kekurangan harta. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. Boleh jadi penyakit yang menimpa kita merupakan ujian yang diberikan oleh Allah SWT. maka dia pun berhak mendapatkan (dosa) kemarahannya.  0 F b   # G Q. sabar saat ditimpa penyakit. maka dia berhak mendapatkan (pahala) kesabarannya.  Y R k $ B $ \ ^ T  $ j MWj   B $ U d B $WT   Z G"   WT  O  U 1k  ³Tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa seseorang kecualidengan seizin Allah. 9WT 4(]WT o   n 0 I (W ^ T Um  4 WT   4  S U DS A Wr 0 WSP^ 0 M oP [ R[. dan buah-buahan. niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. \B K$  [  0  4WS \B K$  4WT S H WT 0 n[. Hal ini dikabarkan oleh Rasulullah SAW. jiwa. Dan barang siapa marah.´ (QS. kelaparan. Allah akan memberikan cobaan kepada mereka. ujian merupakan salah satu wujud kecintaan Allah terhadap suatu kaum. sebagai salah satu cara untuk mengetahui kadar keimanan kita. Artinya. At-Taghabun: 11) y Kedua.UWT SUd  WS $(] QWT    R k $ O lU U T  r B K$ U T WT ³Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu. Barang siapa yang sabar. OWrWT 0 I P DT j ) I . dalam hadits. dengan sedikit ketakutan. Dan barang siapa yang beriman kepada Allah.

meningkatkan ibadah. "Penyakit tua. Semoga Allah memberi kesehatan dan keselamatan dari segala kemalangan. apapun« Inilah penjelasan Rasulullah ³Apabila seorang hamba sakit sedangkan dia biasa melakukan sesuatu kebaikan maka Allah berfirman kepada malaikat. Wallahua'lam bish-shawwab. berobat.´ (QS." Para sahabat bertanya. bersabda. Seorang yang sakit tidak perlu khawatir dengan amal-amal yang biasa dilakukan. Rasulullah SAW. pasti Allah juga menciptakan obatnya. Hal ini merapakan salah satu bentuk ikhtiar jika kita ditimpa penyakit sebab kita tak dianjurkan membiarkan sakit kita bertambah parah tanpa diobati." (HR. kecuali satu penyakit saja. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. karena Allah memberinya rukhsokh (keringanan).*** . Semoga pula Allah mengembalikan anda kembali ketengah keluarga dalam keadaan sehat wal¶afiat. Karena setiap Allah menciptakan penyakit. Ketika seorang sakit parah dia boleh sholat sambil duduk atau berbaring karena sholat adalah kewajiban bagi ummat muslim yang tidak bleh ditinggalkan dalam keadaan Shollallahu Alaihi wa Sallam. "Berobatlah kalian. Abu Dawud dan Tirmidzi) y Keempat. Hanifah). ³Catatlah bagi hambaKu pahala seperti yang biasa ia lakukan ketika sakit´ (HR.inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun. "penyakit apakah itu wahai Rasulullah?" Beliau menjawab. Al-Baqarah: 155-157) y Ketiga.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful