P. 1
Evapro IMUNISASI

Evapro IMUNISASI

|Views: 402|Likes:

More info:

Published by: Rita Tri Cahyaningsih on Feb 14, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/16/2013

pdf

text

original

Sections

  • 3. Peserta aktif MKET:
  • 5.2 Identifikasi Masalah Tabel Tabel 13. Evaluasi Keluaran
  • 5.3 Penetapan Prioritas Masalah
  • 5.4 Kerangka Konsep Masalah
  • 5.5 Identifikasi Penyebab Masalah
  • 5.6 Alternatif Pemecahan Masalah
  • 5.7 Penentuan Prioritas Pemecahan Masalah
  • 5.8 Program Prioritas
  • 6.1. Kesimpulan
  • 6.2. Saran
  • 10. Azwar A. Sistem Kesehatan. Dalam: Pengantar Administrasi Kesehatan. Edisi

BAB III
METODE EVALUASI

III. 1 METODE EVALUASI

Evaluasi Program Imunisasi rutin di Puskesmas Pancoran mas tahun 2009
dilakukan dengan cara pendekatan sistem, yaitu sebagai berikut :

1.

Menetapkan tolak ukur penilaian dari unsur masukan, proses, keluaran, dampak,

dan umpan balik.

2.

Membandingkan keluaran pada pencapaian program dengan tolak ukur untuk
mencari adanya kesenjangan yang kemudian ditetapkan sebagai masalah.

3.

Menetapkan prioritas masalah.

4.

Membuat kerangka konsep dari prioritas masalah.

5.

Membandingkan masukan, proses, dampak, lingkungan, dan umpan balik pada
perencanaan program dengan tolok ukur untuk mencari penyebab masalah.

6.

Memberikan alternatif pemecahan masalah.

7.

Menarik kesimpulan dan memberikan saran untuk perbaikan program.

III.1.1 Menetapkan Tolak Ukur

Tolak ukur merupakan standar atau target unsur sistem dari suatu program sebagai
syarat suatu program dapat terlaksana dengan baik. Sumber rujukan tolak ukur evaluasi
yang digunakan adalah buku Stratifikasi Puskesmas Tahun 2009, laporan tahunan
Puskesmas Pancoran Mas, Depok tahun 2009, laporan tahunan Imunisasi Puskesmas
Pancoran Mas, Depok tahun 2009 dan wawancara langsung dengan penenggung jawab
program Imunisasi Rutin di Puskesmas Pancoran Mas, Depok.

III.1.2. Menetapkan Prioritas Masalah

Masalah didefinisikan sebagai kesenjangan antara apa yang ditemukan (das sein)
dan apa yang diharapkan atau yang semestinya (das sollen) yang berasal dari unsur

1

keluaran. Apabila dalam pelaksanaan program kesehatan ditemukan beberapa masalah,
maka langkah pertama dalam evaluasi program ialah menetapkan prioritas masalah.

Untuk menetukan prioritas masalah dilakukan langkah-langkah berikut :
a.Menetapkan Daftar Masalah
Masalah ditetapkan dengan membandingkan keluaran pada pencapaian program
dengan tolak ukur untuk mencari adanya kesenjangan yang kemudian ditetapkan sebagai
masalah. Tujuan pembadingan keluaran pada program dengan tolak ukur adalah agar suatu
masalah dapat diidentifikasikan apabila terdapat kesenjangan antara keluaran dengan
program dengan keluaran pada tolak ukur. Pada evaluasi program akan ditemukan beberapa
masalah yang dapat berkaitan atau tidak berkaitan sama sekali dengan program. Untuk itu
langkah pertama yang dilakukan adalah menetapkan terlebih dahulu daftar masalah.

b.Menetapkan prioritas Masalah
Penetapan prioritas masalah dilakukan apabila terdapat lebih dari satu masalah pada
suatu evaluasi program. Hal ini bertujuan agar masalah yang paling besar dan mudah
diintervensi merupakan masalah yang pertama kali dan terutama dicari alternatif
pemecahannnya. Dalam menentuka prioritas masalah dibuat sistem skor menggunakan
tekhnik kriteria matriks sebagai berikut :

Priority = Importancy x Technical Feasibility x Resources Avaibility

Keterangan :

a.Pentingnya Masalah (Importancy)
Makin penting suatu masalah, maka makin diprioritaskan masalah tersebut
untuk diselesaikan. Untuk dapat menentukan seberapa penting suatu
masalah, dapat digunakan patokan-patokan sebagai berikut :

2

P = I x T x R

- besarnya masalah (prevalence)

: P
- akibat yang ditimbulkan oleh masalah (severity) : S
- kenaikan besarnya masalah (rate of increase)

: RI

- Derajat keingintahuan masyarakat yang tidak
Terpenuhi (degree of unmeet need)

: DU

-Keuntungan sosial karena terselesainya
Masalah (social benefit)

: SB

-Rasa Prihatin masyarakat terhadap masalah
(public concern)

: PB

- Suasana Politik (Political climate)

: PC

b.Kelayakan Teknologi (Technical feability)
Pemilihan prioritas masalah harus mempertimbangkan penguasaan
ilmu dan ketersediaan teknologi yang sekiranya dapat membantu
menyelesaikan masalah. Masalah yang memiliki teknologi layak dan
mampu membantu menyelesaikan masalah tersebut akan menjadi prioritas
utama. Makin layak teknologi yang tersedia dan dapat dipakai untuk
mengatasi masalah, makin diprioritaskan masalah tersebut.

c.Sumber daya yang tersedia (Resources avaibility)
Pemilihan prioritas masalah juga harus mempertimbangkan
ketersediaan dan kemampuan sumber daya yang dimiliki untuk dapat
membantu menyelesaikan masalah. Sumber daya tersebut mencakup tenaga
(man), dana (money), dan sarana (material). Makin tersedia sumber daya
yang dapat menyelesaikan masalah, makin diprioritaskan masalah tersebut.
Semua masalah tersebut kemudian dimasukkan kedalam tabel pemilihan prioritas
masalah dengan teknik kriteria matriks, sebagaimana dicontohkan pada tabel 1.
Untuk setiap kriteria diberikan nilai dalam rentang 1 (tidak penting) hingga 5
(sangat penting). Masalah yang menjadi prioritas utama ialah masalah dengan nilai
tertinggi.

3

Tabel 1. Contoh Pemilihan prioritas masalah melalui teknik kriteria matriks

Sumber :

III.1.3 Menetapkan Prioritas Penyebab Masalah

Identifikasi penyebab masalah harus ditinjau dari berbagai unsur sistem. Berbagai
penyebab masalah yang terdapat pada kerangka konsep selanjutnya diidentifikasi dengan
membandingkan tolok ukur komponen masukan, proses, lingkungan, dan umpan balik
dengan pencapaian. Masalah ditetapkan bila terdapat kesenjangan antara tolok ukur dengan
pencapaian.

Langkah-langkahnya meliputi :
a.Kerangka Teori Penyebab Masalah
Penyebab masalah dapat diidentifikasi melalui kegiatan curah pendapat (brain
storming)
. Di dalam kegiatan tersebut data-data yang telah dikumpulkan dibahas secara
mendalam dengan alat bantu diagram hubungan sebab-akibat (cause-effect diagram).
Diagram tersebut dikenal juga dengan diagram tulang ikan (fish bone diagram). Pembuatan
diagram tulang ikan bertujuan untuk menentukan faktor-faktor penyebab masalah yang
berasal dari komponen sistem yang lainnya seperti input, proses, lingkungan, dan umpan
balik. Dengan kerangka konsep diharapkan semua faktor penyebab masalah dapat diketahui
dan diidentifikasi sehingga tidak ada yang tertinggal.

b.Estimasi Penyebab Masalah
Menetapkan dugaan (estimasi) penyebab masalah dilakukan melalui kesepakatan.

c.Konfirmasi Penyebab Masalah

4

NoDaftar
Masalah

I

T

R

Nilai
(IxTxR)

P

S

RI

DU

SB

PB

PC

1.

A

1

4

2

3

4

3

1

3

2

108

2.

B

4

2

5

2

3

1

3

1

4

80

Melakukan konfirmasi atau penilaian ulang secara langsung apakah dugaan
penyebab masalah yang telah ditetapkan benar-benar memiliki kontribusi yang benar dalam
menimbulkan masalah.

d.Menyusun Daftar Penyebab Masalah
Hasil konfirmasi penyebab masalah yang teridentifikasi disusun menjadi daftar

penyebab masalah.

e.Menentapkan Prioritas Penyebab Masalah
Setelah penyusunan daftar penyebab masalah, langkah berikutnya ialah memilih
prioritas penyebab masalah. Hal ini berkaitan dengan rencana berikutnya, yaitu menetapkan
alternatif rencana penyelesaian masalah. Rencana tersebut dibuat untuk menyelesaiakan
penyebab masalah sehingga otomatis masalah tersebutpun akan dapat diatasi atau
dikurangi.

Komponen yang dinilai dalam penetapan prioritas meliputi kontribusi dalam
terjadinya masalah (contribution, C), kelayakan teknologi (Technical Feasibility, T), dan
Ketersediaan Sumber Daya (Resources Avaibility, R). Komponen C terdiri dari C diperoleh
melalui rumus C = P + S + RI + DU + SB+ PC + PC.

Masing-masing komponen diberi nilai antara 1 (paling tidak penting) hingga 5
(paling penting). Penetapan prioritas masalah dilakukan dengan cara mengalikan C, T, R
sebagaimana rumus berikut :

f.Menetapkan Prioritas Penyelesaian Masalah
Langkah prioritas penyelesaian masalah merupakan langkah menetapkan yang
menjadi prioritas penyelesaian masalah utama dalam program ini.

5

P = C x T x R

g.Menetapkan Alternatif penyelesaian Masalah
Alternatif penyelesaian masalah ditetapkan untuk mengatasi masalah yang menjadi
prioritas utama dalam program ini.

h.Pemilihan prioritas Penyelesaian Masalah
Adakalanya terdapat beberapa alternatif untuk mnyelesaikan masalah yang berhasil
diidentifikasi. Apabila Sumber Daya (tenaga, dana, sarana) yang tersedia terbatas, maka
mutlak diperlukan sutau pemilihan prioritas alternatif penyelesaian masalah. Terdapat
bebagai cara untuk menentukan prioritas tersebut. Cara yang dianjurkan ialah dengan
teknik kriteria matriks.

Kriteria yang digunakan pada teknik ini adalah :
1.

Keefektifan Jalan Keluar
Hal pertama yang dipertimbangkan dalam teknik kriteria matriks untuk memilih
prioritas penyelesaian masalah / jalan keluar ialah keefektifan. Dalam kriteria ini
diberikan nilai 1 (paling tidak efektif) hingga 5 (paling efektif) Dalam hal
keefektifan, terdapat beberapa hal yang dijadikan patokan, yaitu :
a.

Besarnya masalah yang dapat diselesaikan (Magnitude, M)
Makin Besar Masalah yang dapat diatasi oelh suatu jalan keluar, makin penting
prioritas jalan keluar tersebut.

b.

Pentingnya Jalan Keluar (Importancy, I)
Makin langgeng suatu masalah dapat diselesaikan oleh suatu jalan keluar, makin
penting prioritas jalan keluar terbut.
c. Sensivitas jalan keluar (Vulnerability, V)
Makin cepat suatu jalan keluar dapat mengatasi suatu masalah, makin sensitif
dan makan penting prioritas jalan keluar terbut.

2.Efisiensi Jalan Keluar

6

Hal kedua yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan prioritas penyelaisaian
masalah ialah efisiensi jalan keluar yang diajukan. Pada kriteria ini diberikan nilai 1
(paling efisien) hingga 5 (paling tidak efisien). Nilai efisiensi dikaitkan dengan biaya
(Cost, C) yang diperlukan untuk melaksanakan satu jalan keluar . Makin besar biaya
yang harus dikeluarkan untuk melaksanakan suatu jalan keluar, makin tidak efisien
jalan keluar tersebut.

Parameter-parameter tersebut di atas kemudian ditempatkan dalam tabel seperti contoh :

Tabel 2. Contoh Pemilihan Alternatif jalan keluar melalui TKM “

Sumber :

Dari Contoh di atas dapat disimpulakan bahwa penyelesaian masalah yang
seharusnya diprioritaskan ialah alternative C. Prioritas penyelesaian masalah dapat
diperhitungkan melalui rumus :

Keterangan P : Priority
M : Magnitude
I : Importancy
V : Vulnerability
C : Cos

i. Penyusunan Proposal Pelaksanaan Penyelesaian Masalah
Alternatif Penyelesaian masalah / jalan keluar yang telah dipilih kemudian dapat

7

No

Alterntif
Iklim Cuasa

Keefektifan

Efisiensi

Nilai
Prioritas

M

I

V

C

1

A

4

3

2

3

2

B

3

2

4

2

3

C

5

4

5

4

P = M x I x V
C

diajukan untuk dilaksanakan. Rencana pelaksanaan penyelesaian masalah tersebut
dituangkan dalam bentuk proposal rencana penyelesaian masalah.

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

8

IV. 1 SUMBER DATA

Sumber data evaluasi program imunisassi rutin ini berasal dari :

1.

Sumber Data Primer, berupa hasil wawancara dengan penanggung jawab program
imunisasi rutin di Puskesmas Pancoran Mas.

2.

Sumber Data Sekunder, berupa buku Stratifikasi Puskesmas Tahun 2009, laporan
tahunan Puskesmas Pancoran Mas tahun 2009, laporan tahunan imunisasi
Puskesmas Pancoran Mas tahun 2009, data Demografi Wilayah Puskesmas
Pancoran Mas, stratifikasi Puskesmas tahun 2009, standard manajemen mutu
pelayanan imunisasi, buku pedoman kerja Puskesmas Jilid II tahun 1999, dan
laporan hasil kegiatan pembinaan kesehatan lingkungan 2004.

IV.2 CARA PENGUMPULAN DATA

Data untuk evaluasi program imunisasi rutin ini dikumpulkan dengan metode
wawancara dan pemeriksaan laporan.

IV. 3 PENGOLAHAN DATA

Pengolahan data untuk evaluasi program imunisasi rutin ini dilakukan secara
manual dan uji statistik univarian.

IV.4 PENYAJIAN DATA

Data Evaluasi program imunisasi rutin ini disajikan dalam bentuk tekstular dan
tabular. Interprestasi data evaluasi program dilakukan dengan bantuan sumber rujukan
indikator dan tolak ukur, dimana sumber yang digunakan adalah :
a.Data Demografi Wilayah Puskesmas Pancoran Mas.

b.Stratifikasi Puskesmas tahun 2009.

c.Standard manajemen mutu pelayanan imunisasi.
d.

Buku pedoman kerja Puskesmas Jilid II tahun 1999.

9

e.

Laporan hasil kegiatan pembinaan kesehatan lingkungan

2004.

f.

Hasil wawancara dengan staf pelaksana Program Imunisasi
di Wilayah Puskesmas Pancoran Mas.

g.

Laporan tahunan Puskesmas Pancoran Mas tahun 2009

h.

Laporan tahunan Imunisasi Puskesmas Pancoran Mas tahun

2009.

IV.4.1 DATA UMUM
a.Keadaan Geografis

Kelurahan Pancoran Mas adalah salah satu wilayah kelurahan yang terdapat
di Kecamatan Pancoran Mas kota Depok. Luas wilayahnya 473,55 Ha dengan
Jumlah Penduduk (Januari 2010) sebanyak 46.123 jiwa terbagi atas 20 RW dan 121
RT dengan batas-batas sebagai berikut :
Utara

: Berbatasan dengan Kecamatan Beji

Timur

: Berbatasan dengan kecamatan Sukmajaya

Selatan

: Berbatasan dengan kecamatan Bojong Gede

Barat

: Berbatasan dengan kecamatan Sawangan

b.Keadaan Demografi

Puskesmas Kelurahan Pancoran Mas terletak di jalan pemuda no II kota
depok Puskesmas ini membawahi 20 RW .

Tabel 3. Distribusi penduduk menurut jumlah penduduk, jumlah KK, jumlah RT
dan jumlah RW.
Uraian

Jumlah
Penduduk

Jumlah
KK

Jumlah
RT

Jumlah
RW

Kel. Pancoran Mas
Kel. Depok

45.797
36.664

12.323
8.095

121
104

20
22

JUMLAH

82.461

20.418

225

42

Sumber : Data Kelurahan Tahun 2009

10

Tabel 4. Distribusi penduduk menurut tingkatan pendidikan
Uraian

Pancoran Mas

Depok

JUMLAH

Tidak tamat SD
Tamat SD
Tamat SLTP
Tamat SMU
Tamat Diploma
Tamat AK/PT

-
2637
907
1904
298
189

-
1184
1343
1215
278
242

3821
2250
3119
576
431

Sumber : Data Kelurahan Tahun 2009

Tabel 5. Distribusi penduduk menurut pekerjaan
Uraian

Pancoran Mas

Depok

JUMLAH

Petani
Pedagang
Buruh
Wiraswasta
PNS/TNI/POLRI
Pengrajin

282
2.395
1.621
2.517
1.167
478

-
1.359
3.108
5.432
1.123
447

282
3.754
4.729
7.949
2.290
925

Sumber : Data Kelurahan Tahun 2009

Tabel 6. Derajat Kesehatan penduduk
Mortalitas

Uraian

JUMLAH

Jumlah bayi lahir mati
Jumlah kematian ibu hamil
Jumlah kematian neonatus menurut penyebab :
a.Kematian neonatal
b.Asfiksia berat
c.BBLR
d.Infeksi lain

11 orang
-

13 orang
2 orang
6 orang
3 orang

11

Sumber : Laporan tahunan Puskesmas Pancoran Mas tahun 2009.

Morbiditas

a.Penyakit Infeksi

1.

ISPA

= 15.727 kasus

2.

Peny. Pulpa

= 6.436 kasus

3.

Diare

= 1.341 kasus

4.

Pneumonia

= 565 kasus

5.

DBD

= 361 kasus

6.

TBC

= 69 kasus

7.

Chikungunya

= 22 kasus

b.Penyakit Non Infeksi

1.

Gastritis

= 1.725 kasus

2.

Hipertensi

= 1.569 kasus

3.

Myalgia

= 1.230 kasus

4.

DM

= 506 kasus

5.

Gizi buruk

= 23 kasus

c.Sarana Pelayanan Kesehatan

Tabel 7. Keadaan tenaga di Puskesmas Pancoran Mas

12

Jenis Tenaga

Yang Ada

Dokter Umum
Dokter Gigi
Sarjana Kes.Masyarakat
Sarjana Non Kesehatan
Bidan
Perawat
Perawat Gigi
Entomologi
Epidemiologi
Asst. Apoteker
Analis
Tenaga Gizi
Sanitarian
TU/Bendahara/Urum
Pekarya
Administrasi
Juru Obat
Petuga Kebersihan
Penjaga Puskesmas

5
2
0
0
4
5
1
0
0
1
1
1
1
3
1
3
1
1
2

Sumber :

Tabel 8. Sarana pelayanan kesehatan swasta wilayah kerja Puskesmas Pancoran Mas
Jenis Sarana

Kel. Pancoran Mas

Kel. Depok

Jumlah

13

Rumah Sakit
BP/Klinik
Rumah Bersalin
Dokter Praktek Umum
Dr. Spesialis THT
Dr. Gigi
Klinik Fisioterapi
Dr. Spesialis Syaraf
Bidan
Apotik
Optik
Laboratorium
Radiologi
Pengobatan Tradisional
Akupuntur
Toko Obat

1
3
0
1
0
0
0
0
7
1
2
0
0
0
1
0

3
5
1
4
1
7
1
1
3
7
6
1
1
4
0
2

4
8
1
5
1
7
1
1
10
8
8
1
1
4
1
2

Sumber :

IV.4.2 DATA KHUSUS

4.2.1Sasaran Penduduk Tahun 2009 Wilayah Kerja Puskesmas Pancoran Mas

14

Penduduk

Depok

Pancoran Mas

Ratu Jaya

Puskesmas

0 – 1 th ‘08

1004

1088

494

2582

0 – 1 th ‘09

1026

1109

505

2639

0 – 4 th ‘08

3961

4282

1950

10.193

0 – 4 th ‘09

3881

4195

1911

9987

Neonatus ‘08

752

813

370

1934

Neonatus ‘09

768

830

378

1976

Bumil ‘08

1104

1193

543

2840

Bumil ‘09

1128

1219

555

2903

Bulin ‘08

1054

1139

519

2712

Bulin ‘09

1077

1164

531

2772

Pralansia

6847

7403

3370

17.620

Lansia

3358

3632

1653

8643

Jumlah
penduduk 200841.761

45.154

20.557

107.472

Jumlah
penduduk 200942.656

46.123

20.998

109.777

Sumber : Laporan Puskesmas Pancoran Mas

a.Struktur Organisasi Puskesmas Pancoran Mas tahun 2009

Gambar 1. Struktur Organisasi Puskesmas Pancoran Mas tahun 2009

15

KEPALA
PUSKESMAS

drg. Trisakti BS

Dalam
Gedung

Luar
Gedung

b.Data Pelayanan Puskesmas Pancoran Mas

Tabel 7. Jumlah Tenaga Kesehatan Puskesmas Pancoran Mas
Jenis Tenaga

Jumlah Tenaga

Dokter Umum

5 orang

Dokter Gigi

2 Orang

Perawat

7 Orang

Bidan

4 Orang

Pekarya

3 Orang

Tenaga Administrasi

2 Orang

Sumber :

Dari Tabel ..... diketahui bahwa :

16

BPU

KB

KIA, Imunisasi

BPG

Lab, Loket

P2M

CHN, PSN, Posyandu

UKS

dr. Intan D
dr. Dece

Drg Ema

Bidan Eka

Bidan
Melly

Ibu Aan
Bpk. Edy

Ibu Aini

Bidan Nolisa
Bidan Melly
Perawat Desi

-

•Jumlah PUS yang bukan peserta KB tidak hamil dan tidak ingin mempunyai anak

sebanyak 109/327X 100% = 33,33 %.

IV.5 ANALISA DAN PRIORITAS MASALAH

IV.5.1 Tolak Ukur Keberhasilan
Tabel . .....Variabel dan Tolok Ukur Keberhasilan

No.

Variabel

Tolak Ukur Keberhasilan

1.Masukan
a.Tenaga

-Dokter = 1 orang
-Vaksinator = 1 orang
-Petugas Cold Chain = 1 orang
-Administrator = 1 orang

b.Dana

Adanya APBD dan APBN untuk pelaksanaan program Imunisasi

c.Sarana
-Medis

Jumlah vaksin dan alat suntik yang memadai

-Non medis

Ruang imunisasi, meja, kursi, buku register imunisasi, salinan
laporan bulanan, lemari vaksin, lemari es, vaccine carrier, cold

17

pack, buku stok vaksin, dan buku pencatatan suhu.

d.Metode
-Medis

-Pemberian vaksin

-Non medis

-Pencatatan terhadap imunisasi rutin yang diadakan di
puskesmas maupun di luar puskesmas
-Penyuluhan dan edukasi terhadap masyarakat secara perorangan
atau berkelompok 4 kali dalam setahun.

2.

Proses

a.Perencanaan

Rencana kerja yang tertulis dan diketahui petugas.
b.Pengorganisasian- Koordinator program imunisasi : Kepala puskesmas
- Staff pelaksana :
*Dokter
*Vaksinator
*Petugas Cold Chain
*Administrator

c.Pelaksanaan

-Kegiatan dilakukan sesuai petunjuk pelaksanaan kegiatan.
-Pemberian vaksin sesuai prosedur.
-Penyuluhan dan edukasi terhadap masyarakat secara perorangan
atau berkelompok yang dilakukan oleh petugas harian.

d.Pencatatan

Membuat laporan bulanan dan tahunan secara tertulis.

e.Pengawasan dan
penilaian

Pertemuaan koordinasi yang kemudian hasilnya dilaporkan ke
Suku Dinas Kesehatan Depok setiap tiga bulan.

3.

Keluaran

-Cakupan pelayanan imunisasi rutin tahun 2009 : 80%
-Kualitas pelayanan tahun 2009 : 80%
-Peran serta masyarakat tahun 2009 : 80%
-Penyuluhan : dilakukan oleh petugas puskesmas atau kader
empat kali dalam setahun.

4.

Lingkungan

-Lokasi pelaksanaan program imunisasi rutin yang mudah
dicapai.
-Transportasi mudah.
-Taraf sosial ekonomi biaya pelaksanaan terjangkau.

5. Umpan Balik

-Adanya rapat koordinasi di tingkat kelurahan setiap tiga bulan.
-Adanya pencatatan dan pelaporan untuk diteruskan ke tingkat

18

Kotamadya serta tingkat Propinsi sampai Pusat setiap tiga bulan.

6.

Dampak

Angka morbiditas dan mortalitas setelah mendapat imunisasi
rutin 0

Sumber: Stratifikasi Puskesmas Tahun 2009 dan Laporan Imunisasi tahun 2009.

Keterangan:
1. Akseptor baru:

a.Peserta KB baik pria maupun wanita yang baru pertama kali memakai
kontrasepsi yang sesuai dengan program nasional dalam satu tahun (calender
yang dilayani di Puskesmas, Puskesmas Pembantu dan Posyandu.
b.Peserta KB yang memakai kembali alat kontrasepsi, sesudah melahirkan atau
setelah mengalami keguguran yang dilayani di Puskesmas, Puskesmas Pembantu
dan Posyandu. Target akseptor baru untuk daerah target akseptor baru untuk
Kelurahan Pancoran Mas, sehingga target akseptor baru untuk Kelurahan
Pancoran Mas diperoleh dengan membandingkan jumlah PUS Kelurahan
Pancoran Mas (2012 pasangan) dengan jumlah PUS kota Depok (106744
pasangan). Diperoleh target untuk Kelurahan Pancoran Mas sebanyak 577
akseptor baru. Angka standar jumlah akseptor baru untuk wilayah kerja
Puskesmas Pancoran Mas adalah 70% dari target daerah yang ditentukan
BKKBN Dati II, yaitu 70%x577= 404 akseptor baru. Untuk periode setengah
tahun, target diperkirakan sebesar 202 akseptor baru.
2. Peserta KB aktif:

Peserta KB baik pria maupun wanita yang sampai saat ini masih memakai alat
kontrasepsi sesuai dengan program nasional, baik yang dibina di Puskesmas
maupun yang dibina unit pelaksana lain di wilayah kerja Puskesmas. Cakupan
adalah jumlah peserta KB aktif dibagi PUS dikali 100%. Angka standard untuk
jumlah peserta aktif adalah 50%. Target jumlah peserta aktif yang dibina untuk

19

wilayah Puskesmas Pancoran Mas adalah 58% dari jumlah PUS Kelurahan
Pancoran Mas (2012 pasangan) yaitu 1167 peserta aktif. Untuk periode setengah
tahun, target diperkirakan sebesar 584 peserta aktif.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->