BAGIAN 1 KONSEP DASAR TEORI BARIS DAN DERET SERTA PENGGUNAANNYA DALAM BISNIS DAN EKONOMI

Diskripsi Mata Kuliah Memberikan gambaran dan dasar-dasar pengertian serta pola pikir yang logis sehubungan dengan barisan dan deret bilangan yang tersusun secara teratur dengan perubahan-perubahannya yang tertentu. Selanjutnya memberikan tuntunan dalam menggunakan rumus-rumus yang telah diperoleh untuk menghitung nilai-nilai yang ingin diketahui dari baris dan deret yang ada, seperti menghitung kesamaan suatu nilai dari dua beris atau deret yang diketahui, mencari perubahan dari suatu baris atau suatu deret. Tutjuan Khusus Menerapkan pengetahuan tentang baris dan deret tersebut dalam menghitung perasalahan-perasalahan bisnis dan ekonomi di antaranya masalah perkembangan usaha sejauh mana pertumbuhannya yang konstan dari waktu ke waktu, masalah nilai uang dalam hal pinjam-meminjam, investasi jangkan panjang yang dihubungkan dengan tingkat suku bunga yang diasumsikan tetap dari waktu ke waktu, dan menghitung pertumbuhan penduduk di suatu daerah serta jumlah penduduknya pada suatu waktu tertentu.

A. TEORI BARIS DAN DERET 1. Pengertian Baris Baris yang dimaksud adalah bilangan yang tersusun secara teratur dengan suatu pola perubahan tertentu dari satu suku ke suku berikutnya. Penggolongan baris dapat didasarkan pada : Jumlah suku yang membentuknya, dibedakan menjadi : 1. Baris berhingga 2. Baris tak berhingga Pola perubahannya, sehingga dibedakan menjadi 1. Baris Hitung 2. Baris Ukur 3. Baris Harmoni 2. Baris Hitung Baris hitung yaitu baris bilangan di mana pola perubahan dari satu suku ke suku berikutnya besarnya tetap dan pola perubahan tersebut dapat diperoleh dari selisih antara sutu suku ke suku sebelumnya. Contoh : 2, 4, 6, 8, 10, 12 ......................Sn S1 (suku pertama) = 2 S1 = a = 2 S2 (suku kedua) = 4 S2 = a + b = 2 + 2 = 4 S3 (suku ketiga) = 6 S3 = a + 2b = 2 + (2)2 = 6 S4 (suku keempat) = 8 S4 = a + 3b = 2 + (3)2 = 8 Sn (suku ke n) Maka untuk suku ke n di peroleh rumus : Sn = a + ( n – 1 ) b. Dimana a = suku pertama, b = pembeda dan n = suku ke n

Contoh soal : Diberikan suku ke tiga dan suku ke tujuh masing-masing sebesar 150 dan 170. Carilah suku ke sepuluhnya dari baris hitung tersebut. 1

S3 = a + ( n – 1 ) b = 150 = a + 2b S7 = a + (n – 1 ) b = 170 = a + 6b - 20 = - 4b b = -20 / -4 = 5 150 = a + 2b  150 = a + 2.5  150 = a + 10 a = 150 – 10  a = 140 S10 = a + (n – 1) b = 140 + (10 -1) 5  140 + 45 = 185 3. Deret Hitung Deret hitung yaitu deretan bilangan yang tersusun dengan aturan dimana suku pertamannya sama dengan suku pertama baris hitungnya, suku keduanya merupakan penjumlahan dua suku pertama baris hitungnya, suku ketiganya merupakan penjumlahan tiga suku pertama baris hitungnya, dan seterusnya. Contoh : (dari contoh baris hitung di atas) Baris hitung : 2, 4, 6, 8, 10, 12 ..... Maka Deret hitung : 2, 6, 12, 20, 30, 42, ... D1 = 2, D2 = 2 + 4 = 6, D3 = 2 + 4 + 6 = 12 D4 = 2 + 4 + 6 + 8 = 20 Dst dimana Dn = n/2 ( a + Sn ) atau Dn = n/2 { 2a + ( n – 1 ) b} Contoh Soal : Sebuah baris hitung mempunyai suku pertama yang bernilai 140. Beda antar suku 5. Hitunglah suku ke-10nya ? Berapakah Jumlah lima suku pertamanya ?. a = 140, b = 5 S10 = 140 + ( 10 – 1 ) 5 = 140 + 45 = 185 D5 = 5/2 ( 2.140 + ( 5 – 1 ) 5 ) = 5/2 ( 280 + 20 ) = 5/2 ( 300 ) = 750 4. Baris Ukur Baris ukur yaitu baris bilangan di mana pola perubahan dari satu suku ke suku berikutnya besarnya tetap dan pola perubahan tersebut dapat diperoleh dari perbandingan antara satu suku sengan suku sebelumnya Contoh : 2, 6, 18, 54, 162, ...... Sn S1 (suku pertama) = 2 S2 (suku kedua) = 6 S3 (suku ketiga) = 18 S4 (suku keempat) = 54 S5 (suku kelima) = 162 Sn (suku ke n) = dst. Pola perubahan dari satu suku ke suku berikutnya dilambangkan dengan r (rasio) dan perbesarannya adalah perbandingan atara dua suku yang berurutan dengan suku berikutnya, sehingga r = 6/2 = 18/6 = 54/18 = 162/54. maka r = 3. S1 (suku pertama) = a = 2 S2 (suku kedua) = ar = 2.3 = 6 S3 (suku ketiga) = ar2 = 2.32 = 2.9 = 18 S4 (suku keempat) = ar3 = 2.33 = 2.27 = 54 S5 (suku kelima) = ar4 = 2.34 = 2.8 = 162 Sn (suku ke n) Untuk menentukan suku ke n diperoleh rumus Sn = ar n-1

2

5. Deret Ukur Deret Ukur yaitu deretan bilangan yang tersusun dengan aturan di mana suku pertamanya sama dengan suku pertama baris ukurnya, suku keduanya merupakan penjumlahan dua suku pertama baris ukurnya, suku ketiganya merupakan penjumlahan tiga suku pertama baris ukurnya, dan seterusnya. Contoh : (dari contoh baris ukur di atas) Baris Ukur : 2, 6, 18, 54, 162, ....... maka Deret Ukur : 2, 8, 26, 80, 242, ..... D1 = 2 D2 = 2 + 6 = 8 D3 = 2 + 6 + 18 = 26 Dst. Dn dapat dirumuskan :

Dn

a 1 rn ,r 1 1 r

atau

Dn

a rn 1 ,r 1 1 r

Contoh Soal : Sebuah baris ukur mempunyai suku pertama yang bernilai 20. Ratio antar sukunya 2. Hitunglah suku ke-6nya ! Berapa jumlah lima suku pertamanya. a = 20, r = 2 S6 = arn-1 = 20. 26-1 = 20. 25 = 20. 32 = 640 20 2 6 1 20.63 = = 1260 D6 2 1 1 B. PENERAPAN TEORI BARIS DAN DERET DALAM EKONOMI 1. Perkembangan Usaha Perkembangan usaha yang dimaksud adalah sejauh usaha-usaha yang pertubuhannya konstan dari waktu ke waktu mengikuti perubahan baris hitung. Contoh Soal 1. Perusahaan keramik menghasilkan 5.000 buah keramik pada bulan pertama produksinya. Dengan adanya penambahan tenaga kerja, maka jumlah produk yang dihasilkan juga ditingkatkan. Akibatnya, perusahaan tersebut mampu menambah produksinya sebanyak 300 buah setiap bulannya. Jika perkembangan produksinya konstan setiap bulan, berapa jumlah keramik yang dihasilkannya pada bulan ke 12 ?. Berapa buah jumlah keramik yang dihasilkannya selama tahun pertama produksinya ? Jawab : Jumlah keramik yang dihasilkannya pada bulan ke 12. S12 = a + (n – 1) b = 5.000 + (12 – 1) 300 = 5.000 + (11) 300 = 5.000 + 3.300 = 8.300 Jadi pada bulan ke 2 perusahaan tersebut dapat menghasilkan 8.300 buah keramik. Jumlah keraik yang dihasilkan dalam satu tahun pertama. D12 = n/2 (a + s12) = 12/2 (5.000 + 8.300) = 6 (13.300) = 79.800 2. Teori Nilai Uang (bunga Majemuk) Perluasan deret ukur digunakan dalam masalah bunga berbunga, masalah pinjam meminjam serta masalah investasi yang dihubungkan dengan tingkat suku bunga dalam jangka waktu tertentu yang besarnya diasumsikan tetap dari waktu ke waktu. Misalkan suatu modal sebesar P 0‟ akan dibungakan per-satu tahun selama jangka waktu n tahun. Tingkat suku bunga yang berlaku yang berlaku adalah r % per-tahun, diasumsikan tetap dari tahun ke tahun selama n tahun. Sehingga menghitung modal awal tahun ke-n yang diperoleh melalui pembungaan setiap satu tahun dapat dirumuskan Pn = po ( 1 + r )n , atau Pn = po ( 1 + r /m)n.m Pn = Modal pada tahun ke-n (di masa yang akan datang) Po = Modal saat sekarang, saat t = 0 r = Tingkat suku bungan per-tahun 3

000 ( 1. Periode waktu : 2005 -1995 = 10 tahun Pn = P0.25 juta jiwa pada tahun 2008. Jika tahun 2008 dianggap tahun dasar. Hitunglah suku ke 10 nya ! Berapakah jumlah lima suku pertammanya ? 2. Jika diketahui suku kedua besarnya 275 dan suku keenam besarnya 375.024 Latihan Soal 1.000 botol.5 juta bungkus rokok ? d) Berapa bungkus rokok yang telah ia hasilkan sampai dengan tahun ke – 16 ?.11 )5 = 10. tingkat pertumbuhannya 4 persen per tahun.2 = 10. Beda antar suku 15. 10 juta dalam jangka waktu 5 tahun.000 (1 + 0.55 3. Karena persaingan keras dari kecap-kecap merek lain. Pabrik kecap “Nambewan” memproduksi 24.685058155) = 16.000.000 (1. 5. diperkirakan menjadi 4.000. berapa tambahan produksinya per tahun ? b) Berapa produksinya pada tahun kesebelas ? c) Pada tahun ke berapa produksinya 2.5 jiwa pada tahun 2013. 4.04 )10 = 100. sebagaimana pernah dinyatakan oleh Malthus.000 jiwa pada tahun 1995.11/2)5. Yang drumuskan : Pn = P0. Pembungaan depositonya setahun sekali dengan tingkat bunga yang diasumsikan konstan sebesar 11% per-tahun.000.000 (1 + 0. 10 juta dalam jangka waktu 5 tahun.055)10 = 10.000.000 ( 1. 6. Jawab jumlah uang dengan pembungaan tiap 6 bulan sekali Pn = P0 (1 + r/m)n. 5.11 ) 5 = 10. Pabrik rokok “Kurang Garam” menghasilkan sejuta bungkus rokok pada tahun pertama berdirinya. Hitunglah jumlah penduduk kota tersebut pada tahun 2005.n i = persentase pertumbuhan penduduk per tahun & n = jumlah tahun Contoh soal : Penduduk suatu kota berjumlah 100.000 ( 1 + 0. a) Berapa botol penurunan produksinya per tahun ? b) Pada tahun ke berapa pabrik kecap tersebut tidak berproduksi (tutup) c) Berapa botol kecap yang ia hasilkan selama operasinya ?.000.04 )10 = 100. Pembungaan depositonya dengan tingkat bunga yang diasumsikan konstan sebesar 11% per-tahun Berapa jumlah uang yang diterimanya pada akhir tahun kelima jika didepositokan dengan pembungaan tiap 6 bulan sekali ? dan Berapa jumlah uang yang diterimanya jika didepositokan dengan pembungaan tiap tiga bulan. Sebuah baris hitung mempunyai suku pertama bernilai 210. produksinya terus menurus secara konstan sehingga pada tahun ke-10 hanya memproduksi 18.708144) 4 . a) Andaikata perkembangan produksinya konstan. Seorang nasabah merencanakan mendepositokan uangnya di Bank sebanyak Rp.000 ( 1.000 ( 1 + 0. penduduk dunia tumbuh mengikuti pola deret ukur.m = 10. Penduduk suatu kota metropolitan tercatat 3. Pertumbuhan Penduduk Penerapan deret ukur yang paling konvensional di bidang ekonomi adalah dalam hal perhitungan pertumbuhan penduduk. dan 1.000.581. Berapa suku pertama baris hitung tersebut ? Berapakah nilai suku kesepuluhnya ? Berapa jumlah sepuluh suku pertamanya.( 1 + i )n Di mana Pn = populasi penduduk pada tahun basis (tahun ke-1) P0 = populasi penduduk pada tahun ke.000 (1.48024) = 148.000 botol kecap pada tahun ke-6 operasinya.850. Bantulah nasabah itu untuk menghitung berapa jumlah uang yang akan diterima pada akhir tahun ke-5 ? Pn = P0 ( 1 + r )n = 10. 3.6 juta bungkus pada tahun ketujuh.( 1 + i )n = 100.n = tahun ke m = periode per-tahun Contoh Soal : Seorang nasabah merencanakan mendepositokan uangnya di Bank sebanyak Rp. berapa persen pertumbuhannya ? Berapa Jumlah penduduknya pada tahun 2015 ? Jawaban latihan soal.

m = 10.000 (1 + 0.11/4)5.000 (1.25 (1 + 6.000.13 Jadi jumlah penduduk kota metropolitan pada tahun 205 sebanyak 5.577632) = 5.73 % Jumlah penduduk pada tahun 2015.13 juta.31 Jadi dalam waktu lima tahun uang nasabah tersebut yang dibungakan setiap enam bulan sekali menjadi Rp.1 i = 0.204.444.000.5 = 3.73%)7 = 3.5 = 3.000 (1 + 0. Jawab persentase pertumbuhan penduduk : Pn = P0 (1 + i)n 4.38461/5 .284.720428431) = 17. 17.= 17.284.0673 i = 6.25 (1 + i)5 4. Daftar Pustaka : 5 .25 (1 + i)2013-2008 4.000. P2015 = P2008 (1 + i)2015-2008 = 3.25 = (1 + i)5 1.444.081.0275)20 = 10.58.3.4 = 10.58 Jadi dalam waktu lima tahun uang nasabah tersebut yang dibungakan setiap enam bulan sekali menjadi Rp.081. Jawab jumlah uang dengan pembungaan tiap 6 bulan sekali Pn = P0 (1 + r/m)n.3846 = (1 + i)5 1. 17.5/3.25 (1.73 % Jadi persentase pertumbuhan penduduknya 6.38461/5 = 1 + i i = 1.204. 6.

Koevisien dan konstanta. 3y = 4x – 8. Perilaku konsumen dicerminkan melalui fungsi permintaan. 2. Menggabarkan bagaimana fungsi linier dapat dipergunakan untuk mencerminkan perilaku baik perilaku konsumen maupun perilaku produsen.1.1. sedangkan perilaku produsen dicerminkan dengan fungsi penawaran. 4. Yang dimaksud dengan variabel ialah unsur yang sifatnya berubah-ubah dari satu keadaan ke keadaan lainnya. Dalam suatu fungsi. Penggolongan variabel dibedakan menjadi variabel bebas dan variabel terikat dimana variabel bebas yaitu variabel yang menerangkan variabel lain. dimana x adalah variabel bebas dan y adalah variabel terikat. secara umum jika dikatakan bahwa y adalah fungsi dari x maka ditulis y = f(x). PENYAJIAN 2 .2.1. Diskripsi Mata Kuliah Memperkenalkan unsur-unsur fungsi ialah variabel bebas dan variabel terikat. Fungsi-fungsi yang bersifat linier tersebut dapat saling berhimpit. Menggambarkan pendapatan nasional dapat menghitung melalui pendekatan pengeluaran yang linier.BAGIAN 2 KONSEP DASAR TEORI FUNGSI. 3. Konstanta sifatnya tetap dan tidak terkait dengan suatu variabel apa pun. Yang dimaksud dengan koefisien ialah bilangan atau angka yang diletakkan tepat di depan suatu variabel. menutup totol biaya. substitusi atau dengan cara determinan.2. Lebih jauh lagi berapa pendapatan minimum agar dapat menabung. Uraian Materi A. TEORI FUNGSI DAN TEORI FUNGSI LINIER 1. yang saling berkaitan satu sama lain dala hubungan yang dapat dijelaskan secara ateatis yaitu hubungan yang linier.2. sedangkan variabel terikat yaitu variabel yang diterangkan oleh variabel lain.1. bahkan agar perusahaan dapat memperoleh keuntungan. sejajar atau bahkan berpotongan. TEORI FUNGSI LINIER DAN PENERAPANNYA DALAM BISNIS DAN EKONOMI 2. koefisien. y adalah variabel terikat x adalah variabel bebas 3 adalah koefisien ( terletak didepan variabel y) 4 adalah koefisien ( terletak didepan variabel x) -8 adalah konstanta 2.1 PENDAHUKUAN : 2. Untuk mencari perpotongan dua fungsi yang linier digunakan metode eliminasi. terkait dengan variabel yang bersangkutan. y = x ½ y adalah variabel terikat x adalah variabel bebas 6 . Pengertian Fungsi Fungsi yaitu hubungan matematis antara suatu variabel dengan variabel lainnya. Keseimbangan pasar ini dapat bergeser sejajar akibat adanya capur tangan pemerintah dalam bentuk pajak maupun subsidi 2. Unsur-unsur pembentukan fungsi yaitu variabel.Tujuan Khusus 1. Contoh : 1. Pertemuan antara keduanya merupakan titik keseimbangan pasar. Disebut Analisis Break-Even Analusis. Menggambarkan bagaimana fungsi linier dapat dipergunakan untuk mmenghitung berapa produk yang sebaiknya diproduksi dan dijual oleh perusahaan agar perusahaan dapat menutup biaya-biaya tetapnya. dan konstanta. Menggambarkan bagaimana fungsi linier dapat membantu menghitung berapa pendapatan nasional yang harus diperoleh suatu negara agar tidak mengalami defisit akibat konsumsi yang lebih besar dari pada pendapatan. 2.

.4 + 2x Y=-4–2x Y = .. Bentuk umum :Y = nx Contoh :Y = 2x Fungsi logaritma : Fungsi yang merupakan invers fungsi eksponen Bentuk umum Y = n log x Contoh :Y = 4 log x Fungsi Hiperbola :Fungsi yang variabel bebasnya berpangkat bilangan riil negatif Bentuk umum :Y = xn . dimana y adalah variabel bebas dan x adalah variabel terikat.-12x11... Contoh : 1.... a1 = . n bilangan riil positif Contoh :Y = x2 Fungsi Eksponen : Fungsi yang variabel bebasnya merupakan pangkat suatu konstanta. nilainya positif.. x = -2 x adalah variabel terikat -2 adalah konstanta 2.bilangan bulat positif Contoh: Y = 1 + 2x1 ... n bilangan riil negatif Contoh :Y = x-2 .x  Y = -a0 +a1x  Y = -a0 – a1x Y = -a0 + 0...x Y = 0 +a1x  Y = 0 – a1x Y = 4 + 2x Y = 4 – 2x Y = 4 + 0..x = 4 Y = .3x2 + 4x3 +. Bentuk umum :Y = a0 + a1x1 + a2x2 + a3x3 + a3x4 Contoh :Y = 1 + 2x1 + 3x2 + 4x3 + 5x4 Fungsi Pangkat :Fungsi yang variabel bebasnya berpangkat suatu bilangan riil positif Bentuk umum : Y = xn . 6. a0 = + .. Pengertian Fungsi Linier Fungsi linier adalah fungsih polinom yang variabel bebasnya memiliki pangkat paling tinggi adalah satu : Y = a0 + a1x1 .x = .. a1 = + a0 = 0 .. a1 = .4 Y = 0 + 2x Y=0–2x 7 . maka alternatif yang mungkin untuk fungsi linier : Y= a0 + a1x1 yaitu : misal a0 = 4 dan a1 = 2 1.+ anxn. a1= ..2x1 . Bentuk umum :Y = a0 + a1x1 + a2x2 Contoh : Y = 1 . a1 = 0  a0 = 0 . Jenis-jenis Fungsi Fungsi Irrasional : Fungsi yang memiliki Bentuk umum Y = n√ a0 + a1x1 + a2x2 + a3x3 + . n bilangan riil negatif 3. n bilangan bulat positif contoh :Y = (1+2x1 .. x = y-2 y adalah variabel bebas x adalah variabel terikat -2 adalah konstanta 2..Y variabel terikat. x variabel bebas a0 konstanta. 8. Y = a0 + a1x  Y = a0 – a1x  Y = a0 + 0. a1= 0  a0 = ..+ anxn. atau nol a1 Koefisien. 5. negatif.+ 12x11)1/11 Fungsi Polinom : Fungsi yang memiliki banyak suku Bentuk umum : Y = a0 + a1x1 + a2x2 + a3x3 + . negatif atau nol Untuk nilainya a0 dan a1 yang memungkinkan positif.. a0 = .. 4.. nilainya positif. 2.3x2 Fungsi Kubik :Fungsi polinom yang variabel bebasnya memiliki pangkat paling tinggi adalah tiga. a0 = + ... negatif. Bentuk umum Y = a0 + a1x1 Contoh: Y = 1 + 2x1 Fungsi Kuadrat :Fungsi polinom yang variabel bebasnya memiliki pangkat paling tinggi adalah dua.. Bentuk umum :Y = a0 + a1x1 +a2x2 + a3x3 Contoh : Y = 1 + 2x1 – 3x2 + 4x3 Fungsi Bikuadrat:Fungsi polinom yang fariabel bebasnya memiliki pangkat paling tinngi adalah empat... 3. a1= +  a0 = + ..4 + 0. n = 11 Fungsi Linier : Fungsi polinom yang variabel bebasnya memiliki pangkat paling tinggi adalah satu... 7....Jika x adalah fungsi dari y maka ditulis x = f(y).3x2 + 4x3 +. atau nol. a1 = +  a0 = .

.4) 0 (0.0) (-2. Y = .4) 0 (2.0) 0 2.4) dan (-2.x = 0 4.4) dan ( . Y = 4 titik yang dibutuhkan untuk mengambarkannya (0.0) (0.-4) Y = -4 8 .4 + 2 x dua buah titik yang dibutuhkan untuk menggambarkannya (0.4) (Y = 4) 4.4) dan (2. Penggambaran Fungsi Linier Penggambaran fungsi linier dari berbagai alternatif untuk a 0 = 4 dan a1 = 2 Y = 4 + 2x (0.4) 1.4) 0 (0.0) 0 (0.4 titik yang dibutuhkan untuk menggambarkannya (0.. Y = .x  Y = 0 + 0.0) Y = 4 – 2x 3.-4) Y = -4 – 2x 6.4 – 2 x dua buah titik yang dibutuhkan untuk menggambarkannya (0.4) dan (2.0) (-2. a0 = 0 . Y = 4 – 2x dua buah titik yang dibutuhkan untuk mengambarkannya (0.-4) (2.0) 0 (0.0) 5.9. Y = . a1 = 0 Y = 0 + 0.. Y = 4 + 2x dua buah titik yang dibutuhkan untuk mengambarkannya (0.2.

4) (0. intersep 8/2 = 4 .0) 2 (2. gradien 4 Fungsi linier kedua : Y = 2 +4x . Sejajar Y = a0 + a1x Y‟ = a‟0 +a‟1x Karena sejajar. gradien 4 3. maka a0 = a0‟ dan a1 = a1‟ Contoh : Fungsi linier pertama : Y = 4 + 4x .4) 2 (0. maka a0 = a0‟ dan a1 = a1‟ contoh : Fungsi linier Pertama : Y = 4 + 2x .0) (0. Kedua Fungsi Linier tersebut berada dalam berbagai keadaan: 1. intersep 4. Y = 0 –2x dua buah titik yang dibutuhk untuk menggambarkannya (0.0) dan (2. Berpotongan Y = a0 + a1x Y‟ = a‟0 +a‟1x 0 Karena Berpotongan.0) 5.0) dan (2.4) Y = 0 + 2x (2. maka dan a1 = a1‟ untuk kondisi seperti pada gambar a0 = a0‟ 9 . Y = 0 + 2 x dua buah titik yang dibutuhkan untuk menggambarkannya (0.0) (2. intersep 4.. Berhimpit Y = a0 + a1x Y‟ = a‟0 +a‟1x karena berhimpit. Y = 0 dua buah titik yang dibutuhkan untuk menggambarkannya (0. gradien 2 Fungsi linier kedua : 2Y = 8 + 4x .-4) Y = 0 – 2x -4 9.0) 8.7. gradien 4/2 = 2 2. intersep 2.0) dan (2. Hubungan Dua Fungsi Linier Ada dua fungsi linier dimana fungsi linier pertama yaitu : Y = a 0 + a1 x dan fungsi linier yang kedua yaitu : Y‟ = a0‟ + a1‟ x.

Eliminasi 3. maka a1 = a1‟ dan a1. Berpotongan tegak lurus Y = a0 + a1x Y‟ = a‟0 +a‟1x 0 Karena berpotongan tegak lurus..1. a0) Contoh : fungsi linier pertama : Y = 2 + 4x . Berpotongan tegak lurus Y = a0 + a1x Y‟ = a‟0 +a‟1x 0 Karena berpotongan tegak lurus. a0) Contoh : fungsi linier pertama : Y = 2 + 4x... gradien – ¼ dan perpotongan pada titik (0...2) 5. intersep 4.... gradien 4 Fungsi linier kedua : Y = 2 – 4x . gradien 4 Fungsi linier kedua : Y = 2 – 4x .* x + 2 y = 1 .x = 1 – 2 y .. intersep 2 . intersep 2 .. gradien 4 fungsi linier kedua : Y = 2 – 1/ 4x. Determinan Contoh : Carilah titik potong dari garis yang berpotongan yaitu 2 x + 3 y = 4 dan x + 2 y = 1 Jawab : 1. a1‟ = -1 Untuk kondisi seperti pada gambar a0 = a0‟ dan berpotongan pada titik (0.. intersep 2.. gradien – 4 4. intersep 2.. maka dan a1 = a1‟ Untuk kondisi seperti pada gambar a0 = a0‟ dan perpotongan pada titik (0. intersep 2. Titik Potong Linier Untuk fungsi linier yang saling berpotongan.. gradien –1/4 6. = .2) 6. Contoh : fungsi linier pertama : Y = 4 + 4x. gradien – 4 dan perpotongan pada titik (0. maka a1 = a1‟ dan a1. Cara Substitus 2x+3y=4 . maka untuk mencari titik potongnya dapat dilakukan dengan cara : 1. Untuk kondisi seperti pada gambar a0 = a0‟. intersep 4. Berpotongan Y = a 0 + a 1x Y‟ = a‟0 +a‟1x 0 Karena berpotongan. Substitusi 2.** memasukkan ** pada* 2x+3y=4 2 (1 – 2 y) + 3 y = 4 maka x=1–2y 2 (1) – 2 (2 y) + 3 y = 4 x = 1 – 2 (-2) 2–4y+3y=4 x = 1 – ( .. intersep 2.4) 10 .Contoh : Fungsi linier pertama Y = 4 + 4x .a1‟. gradien 4 fungsi linier kedua : Y = 2 – 1/ 4x.

= ------.3) dan (5.= 5 | 2 3 | (2)(2) – (1)(3) 4–3 1 | 1 2 | | 2 4 | | 1 1 | (2)(1) – (1)(4) 2–4 -2 y = -----------. ataupun determinasi. substitusi.Y1) Untuk mengetahui garis yang tepat melalui kedua titik tesebut dapat diperoleh dengan menggunakan rumus di bawah ini : Y – Y1 = X – X1 Y2 – Y1 = X2 – X1 Contoh : Carilah garis yang melalui titik (3.7) maka : Y–3 = x–3 7–3 = 5–3 Y–3 = x–3 4 2 Y – 3 = 4 / 2 ( x – 3) Y–3 = 2x–6 Y = 2x–6+3 Y = 2x–3 Jadi garis yang melalui titik (3.3) dan (5. y2). Penamaan Fungsi Linier 1.= ----------------.3) dan (x2.7).= ---.4) x–4 x x 3.= -2 | 2 3 | (2)(2) – (1)(3) 4–3 1 | 1 2 | Baik dengan cara eliminasi.2) x + (.y1) = (3.= ---. Jika diketahui dua buah titik yaitu A (x1.Y2) A(X1. Cara Determinan 2x +3y=4 x+2y=1 | 4 3 | | 1 2 | (4)(2) – (1)(3) 8–3 5 x = -----------. Gambar : B(X2. Jawab : misalkan (x1. y1) dan B (x2.= ------.y2) = (5. pasti akan diperoleh nilai yang sama.= ----------------.7) adalah Y = 2 x – 3 11 . 7.2–y=4 -y = 4 – 2 -y = 2 y=-2 2. Cara Eliminasi 2 x + 3 y = 4 (x 1) --- x + 2 y = 1 (x 2) --- maka x + 2 y x=1+4 x=5 2x+3y=4 2x+4y=2 _ -y=2 =1 =1 =1 =1+4 =5 y=-2 =1 x + 2 (.

Qd = 15 – P Contoh Soal : 1.P2. quantity demand). maka jumlah permintaan terhadap barang tersebut meningkat menjadi 6. Fungsi Permintaan Fungsi permintaan merupakan fungsi yang mencermintan hubungan antara variabel harga (P . yaitu : Fungsi permintaan. Pendahuluan Penerapan fungsi linier dalam bisnis dan teori ekonomi mikro.P1.000 per-buah akan. Keseimbangan pasar.000) dan (Qd2. dimana perubahan harga „sebanding‟ dengan perubahan jumlah barang yang diminta (fungsi linier).y1) n 0 Untuk mengetahui garis yang tepat melalui titik tersebut dengan kecondongantertentu dapat diperoleh dengan menggunakan rumus di bawah ini : Y – Y1 = m (x – x1).12 B. Pengaruh pajak dan subsidi terhadap keseimbangan pasar. Sifat demikian jika digambarkan pada Grafik Kartesius dengan sumbu datarnya jumlah barang yang diminta (Qd) dan sumbu tegaknya harga barang yang bersangkutan (P).)= (3. maka fungsi permintaan suatu barang dicerminkan sebagai berikut : Sifat monoton turun : P‟ > P maka Qd‟ < Qd P” < P maka Qd” > Qd Contoh : 1. m = ∆Y/∆x Contoh : Carilah garis yang melalui titik (3. Suatu barang.000 buah. P = 30 . dan ‘ break-even analsis ‘. Fungsi penawaran.2. Fungsi biaya.3) dan m = 5 Maka : Y – Y1 = m(x – x1) Y – 3 = 5 (x – 3) Y – 3 = 5x – 15 Y = 5x – 15 + 3 Y = 5x – 12 Jadi garis yang melalui titik (3. Bagaimana fungsi permintaanya ? Gambarkan fungsi permintaan tersebut pada Grafik Kartesius. PENERAPAN DALAM BISNIS DAN EKONOMI 1. yaitu : fungsi pendapatan yang terdistribusi menjadi fungsi konsumsi dan fungsi tabungan fungsi pendapatan nasional yang dihitung melalui pendekatan pengeluaran. jika harga mengalami penurunan maka jumlah barang yang diminta akan mengalami peningkatan. Akan tetapi.laku sebanyak 3.000) Fungsi permintaannya dicari dengan rumus : P . jika dijual seharga Rp 5.3) dengan kecondongan sebesar 5 Jawab : Misalkan (x1. 4. Demikian sebaliknya.000 buah. jika dijual dengan harga lebih murah yaitu Rp 4. Penerapan fungsi linier dalam ekonomi mikro. y1) dan gradiennya / kemiringannya m Gambar : A(x1.5. Fungsi ini mencerminkan perilaku konsumen di pasar di mana sifat yang berlaku yaitu bahwa jika harga barang mengalami peningkatan.) = (6. Ditulis: P= f(Qd). PENERAPAN DALAM BISNIS DAN TEORI EKONOMI MIKRO 2. price) suatu barang dengan variabel jumlah barang yang diminta (Qd .000 per-buah. Fungsi penerimaan.2 Qd 2.3) dengan kemiringannya 5 adalah Y = 5x . Jawab : Diketahui (Qd1. maka jumlah barang yang diminta akan mengalami penurunan. Jika diketahui sebuah titik A (x1.P1 = Qd – Qd1 P2 – P1 Qd2 – Qd1 12 .000.y1) = (3.000.

5.000 0 Qd= 18.250 / (.000 .250 Fungsi penawarannya diperoleh dengan rumus : ( P – P1 ) = m (Qd – Qd1 ) dengan m = P / Qd = 1.1.000.000 -1/3 (Qd – 3. Permintaan suatu barang sebanyak 500 Buah pada saat harganya 40.000 = -5 Qd – ( 5 )( .1.000 P P = = = = = = Qd .000 Gambar Grafik Kartesiusnya ( P vs Qd ) : P 6000 P = .000) -1/3 Qd + 1. Jika dinyatakan adanya penurunan harga akan menyebabkan peningkatan jumlah barang yang diminta : Menjadikan : M = Δ P = negatif = negatif atau ΔQd positif 2. Qd = .000 – 5.Qd1 ) = ( 40.250 akan menyebabkan jumlah permintaan mengalami penurunan sebanyak 250.5 Qd + 42.500 ) P – 40.000 ) 3.500 P = .500 Jadi fungsi prmintaanya : P = .3.000 6.500 P = -5 Qd + 2.1/3 Qd + 6.000 Contoh Soal : 2.3.5.000 P – 5.000 = 4.000) -1/3 Qd – 1/3 (.5 Qd + 42.500 0 Catatan : Gradien fungsi permintaan yang dinyatakan dengan rumus m=Δ P / Δ Qd nilainya Senantiasa negatif. 500 ) dan p = 1.000 ( Qd – 3.000 Qd .000 -1/3 Qd + 6.000 P – 5.000 P = -5 Qd + 42.000 + 5.250 ) = -5 Maka ( P – 40.3.000 P .000 P – 5.500 Gambar Fungsi Penawaran tersebut pada grafik Kartesius : 42.000 ) = -5 ( Qd – 500 ) P – 40.250 .000.500 + 40. apabila setiap kenaikan harga sebanyak 1.000 .000 = -5 Qd + 2. sebagaimana fungsi permintaannya dan gambarkan fungsi permintaanya dan gambarkan fungsi permintaan tersebut pada grafik kartesius Jawab : Diketahui ( P1 . Jika dinyatakan adanya peningkatan harga akan menyebabkan peningkatan jumlah barang yang diminta Menjadikan : 13 .000 . sebab : 1.P .000 3.3.

000 buah.500 P = 5Qs – 2. bagaimana fungsi penawarannya dan gambarkan fungsi penawaran tersebut pada Grafik Kartesius.500 14 .000) 3. maka jumlah barang yang ditawarkan oleh produsen akan bertambah menjadi 6.000 per buah maka produsen akan menawarkan sebanyak 3.000 1. Qs = -40 + ¼ P 3.000 = 5Qs – 2. Jawab : Diketahui (P1.Qsı) = (40.000 = 1/3 (Qs – 3. Fungsi ini mencerminkan perilaku produsen dipasar dimana sifat yang berlaku yaitu bahwa jika harga barang mengalami peningkatan.000 = 1/3 Qs + (1/3) (-3.000) = 5(Qs – 500) P – 40.000 + 5.Qs1) = (5.250. jika harga lebih tinggi yaitu menjadi Rp 6.Qs2) = (6.000 = 1.250 akan menyebabkan jumlah penawaran mengalami peningkatan sebanyak 250. 3.500 + 40.000 P = 1/3 Qs + 4. Demikian sebaliknya.000 Gambar Grafik Kartesiusnya (P vs Qs) : Contoh Soal : 2. Akan tetapi.000 – 3. dimana perubahan harga „sebanding‟ dengan perubahan jumlah barang yang ditawarkan (fungsi linier). Jawab : Diketahui (Pı.000 buah.000 3.000.000 per-buah.000) dan (P2.000 P – 5.000 (Qs – 3.000.000 = 5Qs + (5)(-500) P – 40.000 P – 5. Suatu barang.000 P = 5Qs + 37.000 – 5. maka jumlah barang yang ditawarkan akan mengalami peningkatan.000 P – 5. 500) dan ∆P = 1.000) P = 1/3 Qs – 1. ¼ P = 8Qs + 125 Contoh Soal : 1. maka fungsi penawaran suatu barang dicerminkan sebagai berikut : Contoh : 1.000 = Qs – 3.000) Fungsi penawarannya dicari dengan rumus : P – P1 = Qs – Qs1 P2 – P1 Qs2 – Qs1 P – 5.000 = Qs – 3. Sifat demikian jika digambarkan pada Grafik Kartesius dengan sumbu datarnya jumlah barang yang ditawarkan (Qs) dan sumbu tegaknya harga barang bersangkutan (P).000.000. Fungsi Penawaran Fungsi penawaran merupakan fungsi yang mencerminkan hubungan antara variabel harga ( P : price ) suatu barang dengan variabel jumlah barang yang ditawarkan ( Qd : Quantity Supply ). Ditulis : P = f ( Qs ).M=Δ P = Δ Qd positif negatif = negatif 3.000) P – 5. 6. Penawaran suatu barang sebanyak 500 buah pada saat harganya 40. jika harga barang mengalami penurunan maka jumlah barang yang ditawarkan akan mengalami penurunan. ∆Qs = 250 Fungsi penawarannya diperoleh dengan rumus : ( P – Pı ) = m (Qs – Qsı) dengan m = ∆P / ∆Qs = 1250 / 250 =5 maka (P – 40. harga dipasarnya Rp 5. Bagaimanakah fungsi penawarannya ? Gambarkan fungsi penawarannya tersebut pada Grafik Kartesius.000 6. Apabila setiap kenaikan harga sebanyak 1.000 6. P = 120 + 4Qs 2.000 Jadi fungsi penawarannya adalah : P = 1/3 Qs + 4.

000. Pada harga Rp 5.500 Gambar fungsi penawaran tersebut pada Grafik Kartesius : P P = 5Qs + 37.500 37. Jawab : Mencari fungsi penawaran : Diketahui (P1. Jika dinyatakan adanya penurunan harga akan menyebabkan penurunan jumlah barang yang ditawarkan.000 maka jumlah barang yang ditawarkan juga meningkat sebanyak 20. sebab : ΔQs 1. menjadikan : m = ∆ P = negatif = positif atau ∆Qs positif 1. Jika dinyatakan adanya peningkatan harga akan menyebabkan peningkatan jumlah barang yang ditawarkan. pada harga Rp 6. digambarkan sebagai berikut : P P = f (Qs) Pe P = f(Qd) 0 Qe Qd Contoh Soal : 1.000 pengusaha menawarkan barang tersebut sebanyak 30 buah. ∆Qs = 20 Fungsi penawarannya diperoleh dengan rumus : (P – P1) = m (Qs – Qs1) 15 . Untuk suatu barang. Keseimbangan Pasar Keseimbangan pasar atau ‘Eqiullibrium’ adalah suatu kondisi dimana keseimbangan harga (Pe) tercapai Jumlah barang yang diminta = Jummlah barang yang ditawarkan Qe ›› Qd = Qs Keseimbangan harga (Pe) tercapai : Jumlah barang yang diminta = Jumlah barang yang ditawarkan Qe ›› Qd = Qs Atau Keseimbangan kuantitas (Qe) tercapai : Harga barang yang diminta = Harga barang yang ditawarkan Pe ›› P = P Fungsi permintaan dan fungsi penawaran pada sebuah grafik Kartesius dengan keseimbangan harga (Pe) dan keseimbangan Kuantitasnya (Qe). menjadikan : m = ∆ P = positif = positif] ∆Qd positif 4. Bagaimanakah fungsi permintaan dan fungsi penawaran barang tersebut ? Gambarkan kedua fungsi tersebut pada sebuah Grafik Kartesius.Jadi fungsi penawarannya : P = 5Qs + 37.30) dan ∆P = 2000.500 0 Qs Catatan : Gradien fungsi penawaran yang dinyatakan dengan rumus: m = ∆ P nilainya senatiasa positif. dan setiap kenaikan harga sebanyak Rp 2.000 jumlah permintaannya berkurang menjadi 10 buah.000 jumlah pemintaan barang tersebut sebanyak 20 buah dan untuk kenaikan harga menjadi Rp 10.Qs1) = (6.

Qd2) = (10.000 3000 0 P = -500 Qd + 15.000 = 100Q + 500Q 12.000 Jadi keseimbangan harga tercapai pada harga Rp 5.000) = 100 (Qs – 30) P – 6.000 = 100Q + 3.000 Mencari fungsi permintaan : Diketahui (P1.000 P = -500Qd + 15.000 Jadi fungsi penawarannya : P = 100Qs + 3.000 = 100Qs – 3.000 + 3.000 + 15.000 = -500(Qd – 20) P – 5.000 + 5.000 = 600Q Qe = 12.dengan m = ∆P / ∆Qs = 2000 / 20 = 100 maka (P – 6.000 Jadi fungsi permintaannya adalah : P = -500 Qd + 15.000 Pe = 5. Fungsi permintaan dan fungsi penawaran suatu barang diberikan sebagai berikut : Qd = 11P dan Qs = -4 +2P Dimanakah keseimbangan harga (Pe) dan keseimbangan kuantitas (Qe) tercapai ? Gambarkan kedua fungsi tersebut pada sebuah grafik kartesius.000 atau Pe = 100Qe + 3.000 Pe = -500 (20) + 15.000 = 100Qs + (100)(-30) P – 6.000 = -500Qd + 10.000 = Qd – 20 5000 -10 P – 5.000 – 5.000 = Qd – 20 10.000 Keseimbangan Kuantitas (Q) tercapai : Harga barang yang diminta = Harga barang yang ditawarkan -500Q + 15.000 15.000 Pe = 5.Qd1) = (5.000 Grafiknya digambarkan sebagai berikut : P P = 100 Qs + 3.000 P = -500Qd + 10.000 – 3.000 Pe = -10.000 = 5. 16 .000 Qe = 20 Qd.000 10 – 20 P – 5.000 + 6.000. Untuk Keseimbangan Harga (Pe) diperoleh dengan cara : Pe = -500 Qe + 15.000 Pe = 5.000 600 Qe = 20 Jadi keseimbangan kuantitas tercapai pada 20 unit barang.000.000 P = 100Qs + 3.000 Pe = 2.000 Pe =100(20) + 3.20) dan (P2.000 = -500Qd + (-500) (-20) P – 5. Qs 2.000 P = 100Qs – 3.10) Fungsi permintaannya dicari dengan rumus : P – P1 = Qd – Qd1 P2 – P1 Qd2 – Qd1 P – 5.000 (Qd – 20) -10 P – 5.

Gambarkan perubahan akibat pajak tersebut. Berapa total pajak yang ditanggung produsen. pemerintah mengenakan pajak dengan terif pajak sebesar t = 3 / unit barang.P P 5. (vii). 17 . Pengaruh pajak terhadap keseimbangan harga dan kuantitas di pasar Sebelum ada pajak Fungsi Penerimaan Fungsi Penawaran P = f(Qd) P = f(Qs) Sesudah ada pajak (Tarif Pajak (t) P = f(Qd) P = f(Qs) + t Contoh Soal : Dari contoh soal yang sebelumnya. Pengaruh Pajak terhadap Keseimbangan Pasar Pemerintah mengenakan pajak penjualan kepada para produsen. Qs Qs = -4 + 2P 11 Qe = 6 0 2 -4 Pe = 5 Qd = 11 .Jawab : Keseimbangan harga (Pe) tercapai : Jumlah barang yang diminta = Jumlah barang yang ditawarkan Qe ›› Qd = Qs 11 – P = -4 + 2P 11 + 4 = 3P + P 15 = 3P Pe = 5 Jadi keseimbangan harga di pasar tercapai pada harga 5. yaitu diberikan fungsi permintaan dan fungsi penawaran sebagai berikut : Qd = 11 – P dan Qs = -4 + 2P. (vi). Berapa tarif pajak yang ditanggung produsen. Carilah keseimbangan harga dan kuantitas di pasar sesudah ada pajak. (viii). (iii). Berapa total pajak yang diterima pemerintah. (i).4 + 2P Qe = 11 – 5 Qe = -4 + 2(5) Qe = 6 Qe = -4 + 10 Qe = 6 Jadi keseimbangan kuantitas di pasar tercapai pada jumlah 6 Grafik digambarkan sebagai berikut : Qd. Berapa total pajak yang ditanggung konsumen. Berapa tarif pajak yang ditanggung konsumen. Pajak penjualan tersebut dinyatakan dengan : tarif pajak (t) = satuan unit uang / satuan unit barang. Arsirlah total pajak masing-masing pada gambar di atas. Kepada produsen tersebut. (v). Sehingga keseimbangan kuantitasnya (Qe) dapat dicari : Qe = 11 – P atau Qe = . (iv). (ii).

Qs Akibat dikenakan pajak. Perubahan tersebut mengakibatkan terjadinya pergeseran keseimbangan harga maupun keseimbangan kuantitas di pasar. Terlihat bahwa fungsi penawaran baik yang sebelum dikenakan pajak maupun yang sesudah kena pajak ternyata memiliki gradien (kemiringan) yang sama sebesar yaitu + ½. Keseimbangan harga dan kuantitas di pasar sesudah dikenakan pajak Keseimbangan kuantitas (Qe‟) tercapai : Harga barang yang diminta = Harga barang yang ditawarkan 11 – Qe‟ = ½ Qe‟ + 5 11 – 5 = ½ Qe‟ + Qe‟ 6 = 3/2 Qe‟  12 = 3 Qe‟  Qe‟ = 4 Jadi keseimbangan kuantitas setelah kena pajak tercapai pada 4 unit barang. Sedangkan intersepnya berbeda satu sama lainya. Sedangkan fungsi penawaran sesudah kena pajak menjadi : P = ½ Qs + 5. Akibat adanya pajak maka fungsi penawaran mengalami perubahan.Qd 0 Qe = 6 Qd. Akan tetapi. Dari perhitungan sebelumnya telah diketahui bahwa keseimbangan harga tercapai pada Pe = 5 dan keseimbangan kuantitasnya pada Qe = 6. Fungsi penawaran sebelum kena pajak adalah : P = ½ Qs + 2.Qs pada sumbu datar maka kita harus melakukan perubahan sebagai berikut : Fungsi permintaan : Qd = 11 – P atau P = 11 – Qd Fungsi penawaran : Qs = -4 + 2P atau Qs + 4 = 2P Maka P = ½ Qs + 4/2 P = ½ Qs + 2 Gambarnya menjadi : P P = ½ Qs +2 Pe = 5 2P = 11 .Qd P = ½ Qs + 2 + t P = ½ Qs + 2 + 3 P = ½ Qs + 5 Dari tabel di atas terlihat bahwa fungsi permintaan tidak mengalami perubahan. Menurut teori fungsi linier dikatakan bahwa dua buah garis yang memiliki 18 .Qd P = ½ Qs + 2 Sesudah ada pajak (Tarif Pajak (t)) P = 11 .Keseimbangan harga dan kuantitas di pasar sebelum dikenakan pajak. Fungsi penawaran sebelum kena pajak adalah : P = ½ Qs + 2. tidak demikian dengan fungsi penawaran. Untuk keseimbangan Harga (Pe) diperoleh dengan cara : Pe‟ = 11 – Qe‟ atau Pe‟ = 1/2Qe‟ + 5 Pe‟ = 11 – 4 Pe‟ = 1/2(4) + 5 Pe‟ = 7 Pe‟ = 2 + 5 Pe‟ = 7 Jadi keseimbangan harga setelah kena pajak tercapai pada harga 7 Perubahan fungsi penawaran (akibat adanya pajak) yang mengakibatkan perubahan keseimbangan di pasar pada grafiknya dicerminkan juga oleh pergeseran fungsi penawaran. Grafiknya digambarkan sebagai berikut : Jika hendak digambarkan dengan fungsi P sebagai fungsi tegak dan fungsi Qd. Sedangkan fungsi penawaran sesudah kena pajak menjadi : P = ½ Qs + 5. maka Sebelum ada pajak Fungsi Penerimaan Fungsi Penawaran P = 11 .

sedangkan yang ditanggung produsen berarti tinggal sisanya. vi) Berapa total subsidi yang dinikmati konsumen. Maka : Pe‟ > Pe 2. v) Berapa total subsidi yang diberikan pemerintah. Keseimbangan kuantitas setelah ada pajak lebih rendah dari pada keseimbangan kuantitas sebelum ada pajak : Qe‟ = 4 sedangkan Qe = 6 Maka : Qe‟ < Qe Tarif pajak yang dikenakan oleh pemerintah kepda produsen t = 3/unit. Pengaruh subsidi terhadap keseimbangan harga dan kuantitas di pasar Contoh soal : Dari contoh soal yang sebelumnya.Qs Keterangan gambar : E : keseimbangan sebelum ada pajak Qe : keseimbangan kuantitas sebelum ada pajak Pe : keseimbangan harga sebelum ada pajak E‟ : keseimbangan setelah ada pajak Qe‟ : keseimbangan kuantitas setelah ada pajak Pe‟ : keseimbangan harga setelah ada pajak Adanya pengenaan pajak dari pemerintah kepada produsen ternyata mengakibatkan : 1. i) Carilah keseimbangan harga dan kuantitas dipasar sesudah ada subsidi. vii) Berapa total subsidi yang dinikmati produsen. ii) Gambarkan perubahan akibat subsidi tersebut. dan fungsi penawaran setelah ada pajak. Akan tetapi.4 + 2 P kepada produsen tersebut. serta keseimbangan harga dan kuantitas sebelum ada pajak digambarkan di bawah ini : P Pe = 7 Pe = 5 E“ E P = ½ Qs + 5 P = ½ Qs + 2 0 Qe‟ = 4 Qe = 6 Qd. Keseimbangan harga setelah ada pajak lebih tinggi dari pada keseimbangan harga sebelum ada pajak : Pe‟ = 7 sedangkan Pe = 5. viii) Arsirlah total subsidi masing-masing pada gambar di atas. iii) Berapa tarif subsidi yang diterima konsumen. yaitu diberikan fungsi permintaan dan fungsi penawaran sebagai berikut :Qd = 11 – P dan Qs = . produsen tidak mau menaggungnya sendiri. Sebagian dari pajak tersebut dibebankannya kepada konsumen. pemerintah memberikan subsidi dengan tarif subsidi dengan tarif subsidi sebesar s = 1 / unit barang. Tarif pajak dan Total Pajak : 6. Pengaruh Subsidi terhadap Keseimbangan Pasar Pemerintah memberikan subsidi kepada para produsen. Beban tarif pajak yang dibebankan oleh produsen kepada konsumen terasakan oleh adanya kenaikan keseimbangan harga dari Pe = 5 menjadi Pe‟ = 7. iv) Berapa tarif subsidi yang di terima produsen. Subsidi tersebut dinyatakan dengan : tarif subsidi (s) = satuan unit uang / satuan unit barang. maka fungsi permintaan. 19 . Fungsi permintaan.gradien yang sama tetapi intersepnya masing-masing berbeda satu sama lainnya. fungsi penawaran sebelum kena pajak dan fungsi penawaran setelah kena pajak digambarkan bersama-sama dalam sebuah Grafik Kartesius. maka jika digambarkan akan terlihat bahwa kedua garis tersebut dalam keadaan sejajar. fungsi penawaran sebelum ada pajak. Agar perubahannya terlihat jelas.

yang mengakibatkan perubahan keseimbangan di pasar pada grafiknya dicerminkan juga oleh pergeseran fungsi penawaran. Fungsi penawaran sebelum ada subsidi adalah : P = ½ Qs + 2.33 Jadi keseimbangan harga setelah ada subsidi tercapai pada harga 4. Sedangkan intersepnya berbeda satu sama lainnya. maka fungsi permintaan. Agar perubahannya terlihat dengan jelas. fungsi penawaran sebelum kena subsidi dan fungsi penawaran setelah kena subsidi digambarkan bersama sama dalam sebuah Grafik Kartesius. maka jika di gambarkan akan terlihat bahwa kedua garis tersebut dalam keadaan sejajar.Qs 20 . maka dari perhitungan sebelumnya telah diketahui bahwa keseimbangan harga tercapai pada Pe = 5 dan keseimbangan kuantitasnya pada Qe = 6. perubaha tersebut mengakibatkan terjadinya pengeseran keseimbangan harga maupun keseimbangan kuantitas di pasar. Dari tabel di atas terlihat bahwa fungsi permintaan tidak mengalami perubahan. Akan tetapi. 67 unit barang Untuk keseimbangan harga (Pe’) diperoleh dengan cara : Pe’ = 11 – Qe’ atau Pe’ = 1 / 2 Qe’ + 1 Pe’ = 11 – 6.33 E E′ P = ½ Qs + 2 P = ½ Qs + 1 0 Qe‟ = 6 Qe = 6. Keseimbangan harga dan kuantitas di pasar sesudah ada subsidi Keseimbangan kuantitas (Qe’) tercapai : Harga barang yang diminta = Harga barang yang ditawarkan 11 – Qe’ = ½ Qe’ + 1 11 – 1 = ½ Qe’ + Qe’ 10 = 3/2 Qe’ 20 = 3 Qe’ Qe’ = 6.33 Perubahan fungsi penawaran (akibat adanya subsidi). tidak demikian dengan fungsi penawaran.67 Keterangan gambar E : Keseimbangan sebelum ada subsidi Qe : Keseimbangan kuantitas sebelum ada subsidi Pe : Keseimbangan harga sebelum ada subsidi E’ : Keseimbangan setelah ada subsidi Qe’: Keseimbangan kuantitas setelah ada subsidi Pe’ : Keseimbangan harga setelah ada subsidi Qd. Akibat adanya subsidi maka fungsi penawaran mengalami perubahan. 33 Pe’ = 3. Fungsi penawaran sebelum ada subsidi adalah : P = ½ Qs + 2. Sedangkan fungsi penawaran sesudah ada subsidi menjadi : P = ½ Qs + 1. P Pe = 5 Pe = 4. 67 Jadi keseimbangan kuantitas setelah ada subsidi tercapai pada 6.33 + 1 Pe’ = 4. 67 Pe’ = 1 / 2 (6. Sedangkan fungsi penawaran sesudah ada subsidi menjadi : P = ½ Qs + 1.Keseimbangan harga dan kuantitas dipasar sebelum dikenakan subsidi. Akibat dikenakan subsidi. Menurut teori fungsi linier dikatakan bahwa dua buah garis yang memiliki gradien yang sama tetapi intersepnya masing. Terlihat bahwa fungsi penawaran baik yang sebelum ada subsidi maupun yang sudah ada subsidi ternyata memiliki gradien (kemiringan) yang sama sebesar yaitu + ½ . 67) + 1 Pe’ = 4.masing berbeda satu sama lainya.

Keseimbangan harga setelah ada subsidi lebih rendah dari pada keseimbangan harga selum ada subsidi : Pe’ = 4. Jawab : R=PxQ R = 5. Dilambangkan dengan R (Revenue) atau TR (total revenue). Keseimbangan kuantitas setelah ada subsidi lebih tinggi dari pada keseimbangan kuantitas sebelum ada subsidi : Qe’ = 6.33 sedangkan Pe = 5 . Tarif subsidi yang diberikan oleh produsen kepada konsumen tersakan oleh adanya penurunan keseimbangan harga dari Pe = 5 menjadi Pe’ = 4. Sk : Luas area yang menggambarkan ukuran total subsidi yang dinikmatikonsumen.67 sedangkan Qe = 6 Maka : Qe’ > Qe Tarif subsidi yang dikenakan oleh pemerintah kepada produsen s = 1 / unit.000 Q 21 P : Harga jual per unit dan Q : jumlah produk yang dijual . Jika P adalah harga jaul per unit. Fungsi penerimaan merupakan hasil kali antara harga jual per unit dengan jumlah barang yang diproduksi dan laku terjual. Akan tetapi.000 per unit barang.33 E E′ P = ½ Qs + 2 P = ½ Qs + 1 0 Qe‟ = 6 Qe = 6. : merupakan penjumlahan antara luas area yang menggambarkan ukuran total subsidi yang dinikmati produsen dengan luas aera yang menggambarkan ukuran total subsidi yang dinikmati konsumen S = Sk + Sp 7. Maka : Pe’ < Pe 2. Keterangan gambar : Sp : Luas area yang menggambarkan ukuran total subsisi yang dinikmati produsen. Bagaimanakah fungsi permintaannya? Gambarkan fungsi permintaan tersebut dengan Grafik.67 Qd. S : Luas area yang menggambarkan ukuran total subsidi yang diberikan pemerintah.33. Fungsi Penerimaan Fungsi penerimaan disebut juga fungsi pendapatan atau fungsi hasil penjualan. Fungsi penerimaan merupakan fungsi dari Output : R = f (Q) dengan Q : jumlah produk yang laku terjual. maka : R = P x Q dengan Contoh : Misalkan suatu produk dijual dengan harga Rp 5. produsen tidak menikmatinya sendiri.Adanya pemberian subsidi dari pemerintah kepada produsen ternyata mengakibatkan : 1. P Pe = 5 Pe = 4.Qs Gambar yang menunjukan total subsidi. Sebagian dari subsidi tersebut diberikannya kepada konsumen. sedangkan yang diterima produsen berarti tinggal sisanya.

Gambar Fungsi Biaya Tetap : FC = 100. Merupakan hasil kali antara harga jual per unit dengan jumlah barang yang diproduksi. Merupakan fungsi biaya yang besarnya tergantung dari jumlah produk yang diproduksi.000 per unit.Gambar : Karena intersepnya tidak ada (nol) maka fungsi penerimaan dengan gradiennya positif : R = 5. Fixed Cost atau fungsi biaya tetap (FC) merupakan fungsi yang tidak tergantung pada jumlah produk yang diproduksi.000 0 2. Terdiri atas dua jenis fungsi biaya: 1.000. 22 .000.000. Jadi : VC = f(Q).000 Q Karena intersepnya tidak ada (nol) maka fungsi biaya variabel digambarkan melalui titik (0. Fungsi Biaya Dilambangkan dengan C (Cost) atau TC (Total Cost). Bagaimanakah fungsi biaya tetapnya dan gambarkan fungsi tersebut pada Grafik Kartesius? Jawab : FC = 100. Variabel Cost atau Fungsi Biaya yang berubah-ubah (VC). Jawab : VC = P x Q VC = 3. dimana biaya produksi per unit senantiasa lebih kecil dibandingkan harga jual per unit barang.000. maka VC = P x Q dengan P : biaya produksi per unit dan Q: Produk yang diproduksi Contoh: Suatu produk diproduksikan dengan biaya produksi Rp 3.000 Q digambarkan melalui titik (0.000.0) dengan grdiennya positif. Bagaimanakah fungsi biaya variabelnya dan gambarkan fungsi tersebut dengan grafik. Jadi fungsi biaya biaya tetap adalah fungsi konstanta : FC = k dengan k adalah konstanta positif Contoh : Suatu perusahaan mengeluarkan biaya tetap sebesar Rp 100. Jika P adalah biaya produksi per unit.0) 0 8.

000 + 3.000Q. Berapa produk yang harus diproduksi dan dijual agar perusahaan tersebut dapat menutup Biaya tetapnya? Berapakah penerimaan yang diperoleh? 23 . Rugi Contoh Soal: Dari contoh sebelumnya diperoleh bahwa Fungsi Fixed Cost : Fungsi Variabel Cost: Fungsi Total Cost : Fungsi Revenue : R FC = 100. maka TC = 100. dimana biaya tetap yang dikeluarkan sebuah perusahaan sebesar Rp 100.000 dan biaya variabelnya : 3.000 Q TC = 100.000. Ternyata intersep dari fungsi total biaya adalah sama dengan biaya tetapnya dan gradienya sama dengan gradien fungsi biaya tetap.000 9.000 Q = 5.000. Hal ini disebabkan karena seluruh penerimaan perusahaan dibayarkan untuk menutup biaya tetap maupun biaya variabelnya. maka perusahaan dinyatakan dalam keadaan merugi.Gambar Fungsi Biaya Variabel : VC = 3.000.FC) dan sejajar dengan grafik VC. Biaya Variabel. TC = FC + VC Contoh : Untuk contoh diatas. maka barulah perusahaan tersebut dapat menikmati keuntungan: Untung : TR > TC Jika penerimaan masih belum dapat menutup biaya-biaya yang dikeluarkan baik biaya tetap maupun biaya variabelnya. Keadaan tersebut digambarkan sebagai berikut: ‘ Break-Even’ TR = TC Jika penerimaan sudah dapat melebihi biaya-biaya yang dikeluarkan. Fungsi Total Cost (TC) merupakan penjumlahan antara biaya tetap dengan biaya variabel.000 VC = 3.000.000 + 3.000 Q : TR < TC Untuk lebih menjelaskan hal tersebut dibawah ini diberikan contoh.000 Q.000.000 + 3000 Q VC= 3000 Q FC =100. total Biaya : TC=100. Hal ini mencerminkan bahwa penggambaran fungsi total biaya haruslah melalui titik (0. Gambar Fungsi Biaya Tetap. baik biaya tetap maupun biaya variabelnya. Analisis ‘Break-Even’ Yang dimaksud dengan ‘Break-Even’ yaitu suatu kondisi dimana perusahaan tidak untung maupun tidak rugi.000.000 Q 0 3.

000Q = 100. Tingkat penerimaanya sama dengan total biaya.000Q-3.000.000 + 3. Q = 20.000 = Rp 2.000 Q’ = 20.000 Q* = 50. Tingkat penerimaannya : R = FC = 100. maka perusahaan tersebut harus dapat memproduksi sebanyak 50.000 Kontribusi margin yaitu keuntungan per unit.000.000 unit barang.000 dipergunakan untuk menutup total biaya yang juga sebesarRp 250.000 Agar perusahaan dapat menikmati keuntungan.000. yaitu‟ R = TC = 5.000 dipergunakan untuk menutup biaya tetapnya sebesar Rp 100. Q = 50.000 – Rp 3.TC.R TR” TC” VC TC‟ 250.000 Q = 100. maka Kontribusi margin= Harga jual per unit – Biaya produksi per unit Kontribusi margin= Rp 5.000 Jadi agar perusahaan dapat menutup biaya tetap yang dikeluarkannya.000 0 Keterangan gambar : Q* Q‟ : Pada titik ini.000.000 x 50.000.000.000 TR‟ FC 100.000 dipergunakan untuk menutup 24 Q‟ Q* Q” Q TC .000 unit dengan penerimaannya akan lebih dari Rp 250. maka total penerimaan harus melebihi total biaya. Untuk itu perusahaan harus memproduksi produk sebanyak lebih dari 50.Berapakah produk yang harus diproduksi dan dijual agar perusahaan tersebut dapat menutup seluruh biaya yang dikeluarkannya? Berapakah penerimaan yang diperoleh?Berapa produk yang harus diproduksi dan dijual agar perusahaan tersebut mendapatkan keuntungan? Berapakah kontribusi marginnya? Jawab: Output yang diproduksi agar penerimaan dapat menutup biaya tetap : TR = FC 5. seluruh penerimaan sebesar Rp 250.000.000Q = 100.000 unit barang.000.000 Jadi agar perusahaan dapat menutup biaya produksinya.000.000 Keadaan ‘Break-Even Analysis’ tersebut digambarkan dalam grafik sebagai berikut : TR FC.000.VC.000 seluruh penerimaan sebesar Rp 100.000 = 250.000. maka perusahaan tersebut harus dapat memproduksi sebanyak 20.000.000Q 2000Q = TC = 100.000.000 : Pada titik ini.000 Output yang diproduksi agar penerimaan dapat menutup seluruh biaya yang dikeluarkan : TR 5.000.000 5.

000. Sekaligus dapat terlihat pada gambar bahwa pada titik Q‟ terjadi TR‟ < TC‟. Co > 0 B = Marginal Propensity to Consume. maka perusahaan akan mengalami kerugian karena masih terjadi TR < TC. Pendapatan suatu negara terdistribusi karena digunakan untuk kebutuhan konsumsi dan sisanya. = Konsumsi yang bergantung pada pendapatan. dinyatakan dengan fungsi : Y = C + S Y = Pendapatan Nasional (National Income) C = Konsumsi (Comsumption) S = Tabungan (Saving) Fungsi konsumsi dinyatakan dengan fungsi : C = Co + bY Co = Autonomous Consumption. perusahaan untung! Jika perusahaan berproduksi pada tingkat yang masih lebih rendah dari Q*. maka perusahaan akan memperoleh keuntungan karena sudah terccapai TR > TC.biaya tetapnya sebesar Rp100. maka perusahaan tidak memperoleh keuntungan maupun tidak mengalami kerugian karena terjadi TR = TC Jika perusahaan sudah mampu berproduksi pada tingkat yang melebihi Q*. Co > 0 (1 – b ) : Marginal Propensity to Save. Jika perusahaan berproduksi tepat pada Q*.Co + (1 – b)Y = S atau S = . PENERAPAN DALAM TEORI EKONOMI MAKRO 10. Fungsi Pendapat Nasional yang terdistribusi Menjadi fungsi Konsumsi dan Fungsi Tabungan.000. ditabung. 0 < b < 1 Keterangan : Co = Konsumsi yang tidak bergantung pada besarnya pendapatan. Fungsi tabungannya diperoleh dari : Y=C+S Y = (Co + By) + S Y – (Co + By) = S Y – Co – b S = S Y – Co – by = S Y(1 – b) – Co = S .Co (1 – b) = Tabungan yang tidak tergantung pada besarnya pendapatan. perusahaan Rugi Q” : Untuk Q” terlihat bahwa TR” > TC”. b : 1–b Kesimpulan yang diperoleh: Marginal propensity to consume : Marginal propensity to save Karena Maka : B + (1 – b) = 1 MPC + MPS = 1 25 . 0 < (1 – b) < 1 . jika ada. b = Konsumsi yang bergantung pada pendapatan.Co + (1-b)Y – Co : Autonomous Saving.

Contoh Soal : Suatu negara diketahui memiliki konsumsi otonominya sebesar Rp 300.000.000. Marginal propensity to save-nya sebesar 0,45. Bangunlah fungsi konsumsinya ! Bangunlah fungsi tabungannya ! Berapa yang dikonsumsi jika pendapatan nasional 1 miliar? Berapakah yang ditabung jika pendapatan nasional 1 miliar? Pada pendapatan nasional berapakah dimana tidak ada yang ditabung? Gambarkan fungsi konsumsi, fungsi tabungan, dan fungsi pendapatan nasional pada sebuah grafik! Jawab : Fungsi konsumsinya: C = Co + bY C = 300.000.000 + (1 – 0,45)1.000.000.000 C = 300.000.000 + 0,55 Y Fungsi tabungannya : S = - 300.000.000 + 0,45 Y Jika pendapatan nasionalnya 1 miliar: Fungsi konsumsi: C = 300.000.000 + 0,55 x 1.000.000.000 C = 300.000.000 + 550.000.000 C = 850.000.000 Fungsi tabungan: S = - 300.000.000 + 0,45 x 1.000.000.000 S = - 300.000.000 + 450.000.000 S = 150.000.000 Jadi pada tingkat pendapatan nasional sebesar 1 miliar, maka Rp 850.000.000 dipergunakan untuk kebutuhan konsumsi dan Rp 150.000.000 ditabung. Tidak ada pendapatan yang dapat ditabung, artinya S = 0 Y=C+S Y=C+0 Y=C Tidak ada pendapatan yang ditabung maka berarti seluruh pendapatan habis dikonsumsi. Tingkat pendapatan yang akan seluruhnya habis dikonsumsi yaitu : Y Y – bY = Co + bY = Co

Y ( 1 – b ) = Co

Y
Y

1 (1 b)

x Co

1 x Co (1 0,55)

26

Y

1 x 300.000.000 (0,45)

Y = 2,22 x 300.000.000 Y = 666.000.000 Jadi pada tingkat pendapatan sebesar Rp 666.000.000 seluruh pendapatan dikonsumsi. Gambar Fungsi Konsumsi, Fungsi Tabungan, dan Fungsi Pendapatan Nasional diberikan bawah ini : C,S,Y Y=C Y=C+5 C = 300.000.000 + 0,55Y 300.000.000 S = - 300.000.000 + 0,45Y 0 S=0 Disaving - 300.000.000 11. Fungsi Pendapatan Nasional yang Dihitung Melalui Pendekatan Pengeluaran Untuk menghitung besarnya pendapatan nasional suatu negara, salah satu pendekatannya adalah dengan menghitung pengeluaran dari masing-masing sektor. Sektor-sektor yang mungkin terlibat dalam perhitungan tersebut ialah : 1. Sektor rumah tangga, di mana pengeluarannya dikenal sebagai konsumsi (C) 2. Sektor pengusaha, di mana pengeluarannya dikenal dengan investasi (I) 3. Sektor pemerintah, di mana pengeluarannya yaitu pengeluaran pemerintah (G) 4. Sektor perdagangan luar negeri, terdiri atas ekspor dan impor (X – M) Jika yang terlibat sektor rumah tangga dan pengusaha, maka model pendapatan nasionalnya ditulis : Y=C+I Jika yang terlibat sektor rumah tangga, pengusaha dan pemerintah, maka model pendapatan nasionalnya ditulis : Y=C+I+G Jika yang terlibat sektor rumah tangga, pengusaha, pemerintah, dan perdagangan luar negeri maka model pendapatan nasionalnya ditulis : Y=C+I+G+(X–M) Pendapatan Disposibel ( Yd ) Yang dimaksud dengan pendapatan disposibel yaitu pendapatan yang dapat langsung dikonsumsi. Jika ada ‘transfer payment’ ( R ), maka pendapatan diposibel merupakan penjumlahan antara pendapatan dengan ‘trasfer payment’ : Yd = Y + R Jadi ‘trasfer payment’ menambah pendapatan disposibel. Jika ada pajak (T), maka pendapatan baru menjadi pendapatan disposibel setelah dikurangi dengan pajak : Yd = Y + T Jadi pajak mengurangi pendapatan disposibel. Jika ada pajak dan ‘transfer payment’, maka haru dipertimbangkan keduanya : Yd = Y + R – T Saving Y

27

Jika tidak ada pajak maupun ‘trasfer payment’ maka pendapatan disposibel adalah merupakan pendapatan : Yd = Y Trasfer Payment’ ( R ) Yang dimaksud dengan ‘trasfer payment’ yaitu pembayaran yang dialihkan, misalnya tunjangan kesehatan, tunjangan hari raya, dan lain-lain. Pajak (T) Pajak terdiri atas dua jenis : 1. Pajak yang tidak bergantung pada besarnya pendapatan : To ( Autonomous Tax ), To > 0 2. Pajak yang bergantung pada besarnya pendapatan : tY ; t ( income tax rate ), 0 < T < 1 maka alternatif fungsi pajaknya : Jika tidak ada pendapatan : T = To Jika ada pendapatan Fungsi Konsumsi ( C ) Konsumsi terdiri atas dua jenis : 1. Konsumsi yang tidak bergantung pada besarnya pendapatan : Co (Autonomous Consumtion), Co >0 2. Konsumsi yang bergantung pada besarnya pendapatan : bY ; b (marginnal propensity to consume), 0 < b < 1 maka alternatif fungsi konsumsinya : Jika tidak ada pendapatan : C = Co Jika ada pendapatan dan ada pajak : C = b Y d atau maka: C = b (Y – T) atau C = Co + bYd, di mana Yd = Y – T C = Co + b (Y – T) : T = tY atau T = To + tY

Jika ada pendapatan dan ‘trasfer payment’ : C = b Yd atau C = Co + bYd, di mana Yd = Y + R Maka : C = b (Y – R) atau C = Co + b (Y + R) Jika ada pendapatan, pajak dan ‘trasfer payment’ : C = b Yd atau C = Co + bYd, dimana Yd = Y + R – T Maka : C = b (Y + R – T) atau C = Co + bYd atau Maka : C = Co + b Y atau Fungsi Investasi 1. Fungsi investasi merupakan variabel eksogen yang tidak dipengaruhi oleh tingkat suku bunga, maka ditulis : I = Io 2. Jika dipengaruhi oleh tingkat suku bunga ditulis : I = Io – i r, r : tingkat suku bunga I : proporsi I terhadap i Fungsi Pengeluaran Pemerintah Pengeluaran pemerintah terdiri atas : 1. Pengeluaran pemerintah yang tidak bergantung pada pendapatan : G (Government Expenditure), Go > 0 C = Co + b (Y + R – T) C = b Y, C=bY dimana Yd = Y Jika ada pendapatan tetapi tidak ada pajak dan ‘trasfer payment’ :

28

To. 0 < g < 1 maka alternatif fungsi pengeluaran pemerintah : Jika tidak ada pendapatan : G = Go Jika ada pendapatan : G = gY atau G = Go + gY Fungsi Ekspor Fungsi Investasi merupakan variabel eksogen. Impor yang bergantung pada pendapatan : mY. Ada berapa variabel eksogen. yaitu : sektor rumah tangga. Mo Variabel Endogen Variabel endogen adalah variabel yang nilainya diperoleh dari perhitungan model.8) 1 0. Io = 75. Go = 30 Yang terlibat tiga sektor. 0 < m < 1 maka alternatif impor : Jika tidak ada pendapatan : M = Mo Jika ada pendapatan : M = mY atau Variabel Eksogen Variabel eksogen adalah variabel yang nilainya tidak diperoleh dari perhitungan model. Io. Go. Pengeluaran pemerintah yang bergantung pada pendapatan : gY . variabel endogen dan parameternya ? Bagaimanakah model pendapatan nasionalnya serta angka penggandaannya ? Carilah semua nilai dari variabel endogenya ? Jawab : Diketahui Co = 135.2. b = 0. sektor pengusaha dan Pemerintah : Model Pendapatan Nasionalnya : Y=C+I+G di mana C = Co + b Y I = Io G = Go maka Y Y = (Co + b Y) + Io + Go = Co + b Y + Io + Go M = Mo + mY Y – b Y = Co + Io + Go Y(1 – b) = Co + Io + Go Y 1 (1 b) x (Co Io Go) 1 (1 b) 1 (1 0.8 Investasinya = 75 Pengeluaran pemerintah = 30. seperti : Co. Marginal Propensity to Consume (MPC) = 0.m (marginal propensity to import). Xo > 0 2. Contoh Soal : 1. Xo. g (proporsi pengeluaran pemerintah terhadap pendapatan. Impor yang tidak bergantung pada pendapatan : M (Autonomous Import). Biasanya dilambangkan dengan simbol yang diberi tambahan „0‟. maka ditulis : X = Xo Fungsi Impor Impor terdiri atas : 1.2 5 29 Angka penggandaan untuk . Hitunglah pendapatan nasional suatu negara jika diketahui autonomous consumption : masyarakatnya sebesar 135. Parameter Diberi lambang dengan huruf kecil.3 .

2) Y = 5 (240) = 1200 Menghitung variabel endogen konsumsi(C): C = Co + bY C = 135 + 0. Variabel eksogennya ada tiga. MPC = 1 – MPS .bY = Co – bTo + lo Y (1 – b) = Co – b To + lo 30 . Carilah model pendapatan nasional ? Hitunglah angka penggandaannya ? Carilah semua nilai variabel endogennya ? Jawab : Diketahui : Co = 100 . 2. maka akan menyebabkanpeningkatan pendapatan nasional (Y) sebanyak lima kali. 2. 3.8) 1 x (240) (0. ataupun ‘government expenditure’ (Go) sebanyak satu.8 (1200) C = 135 + 960 C = 1095 2.6 Ada dua sektor yang terlibat yaitu : sektor rumah tangga dan sektor pengusaha.4 dari pendapatan disposibel. To = 50 = 1 – 0.8 Y C = 135 + 0. yaitu: 1. Model pendapatan nasionalnya : Y =C+I dimana C = Co + b Yd Yd = Y – To I = lo Sehingga Y = Co + b (Y – To) + lo Y = Co + bY – b To + lo Y . lo = 40 . ‘investment’ (lo).4 = 0. Autonomous Consumption (Co) Investment (lo) Government Expenditure (Go) Parameternnya ada satu. yaitu : 1.Model di atas Ini berarti bahwa jika terjadi peningkatan faktor – faktor ‘autonomous consumption’ (Co). Investasi nasionalnya = 40 dan autonomous tax = 50. dengan MPS-nya = 0. yaitu : ‘Marginal Propensity to Consume’ (b) Variabel endogennya ada dua. Pendapatan nasional (Y) Consumtion (C) Menghitung variabel endogen pendapatan nasional (y): Y Y Y 1 (1 b) x (Co Io Go) 1 x (135 75 30) (1 0. Autonomous consumption suatu negara = 100.

Mo = 40. Pengeluaran di sektor pengusaha = 90.9 Dinyatakan : Carilah model pendapatan nasional ? Hitung angka penggandaannya ? Carilah nilai variabel endogennya ? Jawab : Diketahui lo = 90.Y Angka penggandaan : 1 = = 1 1 (Co – b To + lo) = 1 0.4) Y = 2.19.9 Y I = lo = 90 G = Go = 65 X = Xo = 80 M = Mo + mY = 40 + 0. Go = 65.5 (1 – b) (1 – b) (1 – 0.5 (110) Y = 275 Jadi pendapatan nasionalnya sebesar 275 Menghitung variabel endogen konsumsi ( C ) : C = Co + b Yd C = Co + b (Y – To) C = 100 + 0.6 (275 – 50) C = 100 + (0. Transaksi ekspor terhitung = 80.19 Y sehingga Y = C + l + G + (X – M) Y = (Co + bY) + lo + Go + (Xo – Mo + mY) Y = Co + bY + lo + Go + Xo + Mo + mY 31 . Konsumsi masyarakatnya terlihat dari fungsi sebagai berikut : C = Co + b Y di mana autonomous consumption = 70 dan MPC = 0.19.6) 1 x (100 30 40) (0. Xo = 80.6) (225) C = 100 + 135 C = 235 3. Co = 70.4 = 2. m = 0. Y = C + I + G + (X – M) di mana C= Co + b Y C = 70 + 0.6)50 40) (1 0. b = 0.6 (Y – 50) C = 100 + 0. sedang pengeluaran di sektor pemerintah = 65.6) Menghitung variabel endogen pendapatan nasional (Y) : Y Y Y 1 (1 b) x (Co bTo Io) 1 x (100 (0.9 Semua sektor terlibat sehingga model pendapatan nasionalnya . Transaksi impor terhitung = 40 dengan marginal propensity to import = 0.

72 Menghitung variabel endogen konsumsi ( C ) : C = Co + bY C = 70 + 0.91) 1 0.72) M = 213.29) Y = 3.9 0.29 3.348 Jadi konsumsinya = 892.19) 1 (265) (0.19 (913.6068 Jadi impornya = 213.72 Jadi pendapatan nasionalnya = 913.9 (913.9 0.448 Menghitung variabel endogen pendapatan nasional (Y) : Y Y Y 1 (Co Io Go (1 b m) Xo Mo) 1 (70 90 65 80 40) (1 0.348 Menghitung variabel endogen impor ( M ) : M = Mo + mY M = 40 + 0.Y – bY + mY = Co + lo + Go + Xo – Mo Y (1 – b + m) = Co + lo + Go + Xo – Mo Y 1 (Co Io Go (1 b m) Xo Mo) Angka Penggandaannya 1 (1 b m) 1 (1 0.72) C = 892.448 ( 265 ) Y = 913.6068 32 .

PENERAPAN TEORI DIFERENSIAL DALAM BISNIS DAN EKONOMI B. Mempelajari penerapan Diferensial Biasa seperti mencari laju pertumbuhan. Menghitung Optimasi untuk dua variabel serta mmencari Marginal Rate of Technical Substitusi.BAGIAN 3 KONSEP DASAR TEORI DIFERENSIAL DAN PENERAPANNYA DALAM BISNIS DAN EKONOMI Tujuan Umum Mempelajari perubahan variabel terikat perubahan variabel bebasnya. Mempelajari Penerapan Diferensial Berantai seperti dalam fungsi produksi menghitung Marginal Physical Product of Capital. dikatakan perubahan searah. di mana perubahan variabel bebasnya erupakan perubahan yang sangat kecil sekali.Q R = 3Q2+27Q Fungsi marginal pendapatan (Marginal Revenue) MR = dR/dQ = 6Q + 27 33 . Juga dipelajari perbandingan antara perubahan variabel terikat tersebut dengan perubahan variabel bebasnya yang disebut “kuosien Difference”. Tutjuan Khusus 1. maka y berkurang atau sebaliknya jika x berkurang 1 unit maka y akan bertambah. seperti enghitung Price Elasticity of Deand. Fungsi Marginal menggambarkan laju pertumbuhan suatu variabel terikat akibat perubahan variabel bebasnya. Elastis titik: Analisis Fungsi dan Grafis. 2. Jika fungsi marginal hasilnya negatif. Secara umum jika diberikan fungsi total sebagai berikut: y = f (x). Laju Pertumbuhan (Fungsi Marginal) Fungsi Marginal merupakan turunan pertama dari fungsi-fungsi total yang merupakan fungsi ekonomi. 1. di mana P: Price (harga) dan Q: Output. seperti maksimasi pendapatan atau miniasi biaya. fungsi arjinal. dan Diferensial berantai. PERAPAN DALAM BISNIS DAN EKONOMI Penerapan Teori Diferensial Biasa Teori Diferensial biasa diterapkan dalam berbagai masalah diantaranya untuk mencari : I. Jawab : fungsi total pendapatan (Total Revenue) R = P. Optimasi (Nilai Maksimum dan Minimum) III. arginal Revenue Product of Capital dan Marginal Revenue Product of Labor.Bagaimanakah fungsi marginal pendapatannya (Marginal Revenue) dan berapa nilai marginal pendapatannya jika perusahaan memproduksi 10 output. yang artinya jika x bertambah 1 unit. artinya jika x bertambah 1 unit maka y akan bertambah pula atau sebaliknya jika x berkurang 1 unit maka y akan berkurang pula. Laju Pertumbuhan II.Q R = (3Q+27). Diferensial Parsial. Mepelajari Penerapan Diferensial Parsial. Contoh soal : Marginal Pendapatan (Marginal Revenue) 1. Lebih jauh lagi : Jika fungsi marginal itu hasilnya positif. menghitung elastisitas dan enghitung optiasi. 3. Juga dipelajari kaidah-kaidah Diferensial serta jenis-jenis diferensial yang terdiri atas Diferensial Biasa. dan Income Elasticity of Demand. serta terangkan artinya. Cross Elasticity of Demand. Fungsi permintan diberikan P = 3Q+27. Marginal Physical Product of Labor. maka diperolehlah fungsi Marginalnya dy/dx : laju perubahan y akibat perubahan x sebanyak 1 unit. maka dikatakan perubahannya tidak searah.

8 Q Jika perusahaan memproduksi pada tingkat output Q = 7.2/5Q Jika perusahaan berproduksi pada tingkat output Q = 1. maka MR = dR/dQ = 80 . Jawab : Funsi total pendapatan (Total Revenue) : R=AR.2) = 60 e 34 .e Q/2+15 Q. maka MR= dR/dQ = 6/5 . Jawab: Karena fungsi permintaanya Q = 6 . e Q/2 = e Q/2(30+15 Q) Jika perusahaan berproduksi pada tingkat output Q = 2 Maka MR = dR/dQ = e Q/2 ( 30+15 Q) = e 2/2 ( 30+15.Jika perusahan berproduksi pada tingkat output Q = 10 . serta terangkan artinya.5P. Fungsi Permintaan diberikan Q = 6 .serta terangkan artinya. Bagaimanakah Fungsi marginal pendapatanya (Marginal Revenue) dan berapakah nilai marginal pendapatanya jika perusahaan memproduksi baru 1 penjualan . maka MR = dR/dQ = 6Q + 27 = 6(10) + 27 = 60 +27 = 87 Artinya : untuk setiap peningkatan penjualan Q yang dijual sebanyak 1 unit akan menyebabkan adanya tambahan pendapatan sebesar 87.8(7) = 80 – 56 = 24 Artinya: untuk setiap peningkatan output Q yang di jual sebanyak 1 unit akan menyebabkan adanya tambahan pendapatan sebesar 24. dimana P: Price (harga) dan Q: Penjualan.Fungsi pendapatan rata-rata (Average Revenue) di berikan AR = 30.1/2.e Q/2 = 30.2/5. Fungsi Pendapatan Rata-rata (Average Revenue) diberikan AR = 80 – 4 Q Bagaimanakah fungsi marginal pendapatannya (Marginal Revenue) dan berapakah nilai marginal pendapatannya jika perusahaan memproduksi 7 output. 4.5P. serta terangkan artinya.Q R=(30.e Q/2 Fungsi marginal pendapatan (Marginal Revenue) : Dengan mengambil U = 30 Q.Q R = (6/5 – 1/5Q) Q R = 6/5Q-1/5Q2 Fungsi marginal pendapatan (Marginal Revenue): MR = dR/dQ = 6/5 .2/5 = 4/5 artinya :untuk setiap peningkatan penjualan Q yang dijual sebanyak 1 unit akan menyebabkan adanya tambahan pendapatan sebesar 4/5.e Q/2 Maka MR= dR/dQ = U‟ V+U V‟ = 30. sebaliknya untuk setiap penurunan penjualan Q yang di jual sebanyak 1 unit akan menyebabkan adanya pengurangan pendapatan sebesar 24. Q R = (80 – 4 Q) Q R = 80 Q – 4 Q2 Fungsi marginal pendapatan (Marginal Revenue) : MR = dR/dQ = 80 . dimana harus diubah dahulu menjadi P = 6/5 –1/5Q Barulah mencari fungsi total pendapatan (Total Revenue): R = P.(1) = 6/5 . sebaliknya untuk setiap penurunan 3. Sehingga U‟=30 Dan V = e Q/2 Sehingga V‟=1/2.e Q/2)Q R=30Q.e Q/2+30 Q.sebaliknya untuk setiap penurunan penjualan Q yang dijual sebanyak 1 unit akan menyebabkan adanya pengurangan pendapatan sebesar 4/5. sebaliknya untuk setiap penurunan penjualan Q yang dijual sebanyak 1 unit akan banyak menyebabkan adanya pengurangan pendapatan sebesar 87 2. e Q/2 Bagaimanakah fungsi marginal pendapatannya (Marginal Revenue) dan berapakah nilai marginal pendapatannya jika perusahaan memproduksi 2 penjualan. Jawab: Fungsi total pendapatan ( Total Revenue) : R = AR .

Total pendapatan maksimumnya: R = . Fungsi Total Biaya suatu perusahaan dinyatakan sebagai berikut: C = Q3 .4 < 0 sehingga diperoleh nilai maksimum Jadi output yang harus diproduksi dan dijual agar diperoleh total pendapatan maksimum yaitu sebanyak 4. sebaliknya untuk setiap penurunan penjualan Q yang di jual sebanyak 1 unit akan menyebabkan adanya pengurangan pendapatan sebesar 60 e. tentukan berapa output yang harus diproduksi dan dijual agar diperoleh total pendapatan maksimum.2Q + 16 R = P. maka pertanyaan selanjutnya baru bisa dijawab yaitu: ii. permasalahannya: i. ada dua pertanyaan yang senantiasa diajukan. Misalkan untuk fungsi dengan satu variabel y= f (x).4Q2 + 10Q + 75 Fungsi Marginal Biaya (marginal cost): C‟ = 3Q2 . Jawab: Fungsi total biaya (total biaya): C = Q3 .2Q2 + 16Q R = .2Q + 16. langkah-langkahnya dijelaskan dibawah ini: Untuk fungsi yang mengandung satu variabel y= f(x) Maksimum Langkah I Langkah II Y‟ = 0 Y” < 0 Minimum Y‟ = 0 Y” > 0 Diperoleh titik X Menjamin Nilainya Optimum (Maksimum atau Minimum) Contoh: memaksimasi total pendapatan (total revenue) 1.Artinya : untuk setiap peningkatan penjualan Q yang di jual 1 unit akan menyebabkan adanya tambahan pendapatan sebesar 60 e.4Q + 16 = 0 4Q = 16 Q=4 Agar dijamin bahwa jika menjual sebanyak Q = 4 maka akan diperoleh total pendapatan maksimum.2(4)2 + 16(4) R = 32 35 . sebaliknya untuk setiap penurunan penjualan Q yang dijual sebanyak 1 unit akan menyebabkan adanya pengurangan biaya sebesar 6. Contoh soal: Marginal Biaya (Marginal Cost) 5.4 Ternyata R” = . serta terangkan arti.8(2) + 10 = 12 – 16 + 10 = 6 Artinya: Untuk setiap peningkatan penjualan Q yang dijual sebanyak 1 unit akan menyebabkan adanya tambahan biaya sebesar 6.4Q2 + 10Q + 75 Bagaimanakah fungsi marginal biayanya (Marginal cost) dan berapakah nilai marginal biaya tersebut jika perusahaan memproduksi 2 penjualan. maka MC = C‟= 3Q2 .2Q2 + 16Q Langkah pertama mencari turunan pertama fungsi total pendapatan kemudian dibuat = 0 R‟ = .Q = (. Harga jual barang P = . Berapakah x yang akan memberikan y optimum? Jika itu telah terjawab. maka lakukanlah langkah kedua yaitu mencari turunan kedua fungsi total pendapatan: R” = .8Q + 10 Jika perusahaan berproduksi pada tingkat penjualan Q = 2. Optimasi Satu Variabel (Nilai Ekstrim Maksimum atau Minimum) Dalam masalah optimasi.2Q + 16) Q R = .8Q + 10 = 3(2)2 . Jawab: Fungsi total pendapatan: P = . Berapakah y yang optimum tersebut? Untuk menjawab pertanyaan pertama.

1000Q + 85000 C‟= 10Q – 1000 = 0 10Q = 1000 Q = 100 C” = 10 > 0 Jadi total biaya minimum akan tercapai jika berproduksi sebanyak 100 unit. Marginal biaya minimum: MC = 3Q2 .Q = (16 .4 < 0 Jadi output yang harus diproduksi dan dijual agar diperoleh marginal pendapatan maksimum sebanyak 4.2Q Fungsi total pendapatan: R = P. Biaya total dinyatakan dengan C (Cost) = Q3 -90Q2 + 2800Q + 56500 Pada tingkat produksi berapakah akan menyebabkan marginal biaya minimum? Berapakah marginal biaya minimum tersebut? Jawab: Fungsi total biaya: C = Q3 .1000Q + 85000 Pada tingkat produksi berapakah akan menyebabkan total biaya minimum? Berapakah total biaya minimum tersebut? Jawab: C = 5Q2 . Biaya total dinyatakan dengan C(Cost) = 5Q2 .180Q + 2800 Turunan pertama: MC‟= 6Q – 180 = 0 6Q = 180 Q = 30 Turunan kedua: MR” = 6 > 0 Jadi output yang harus diproduksi agar diperoleh marginal biaya minimum sebanyak 30.180Q + 2800 = 3(30)2 . 36 . Marginal pendapatan maksimumnya: MR = 16Q .2Q2 Turunan pertama: MR‟ = 16 .1000Q + 85000 C = 5(100)2 .90Q2 + 2800Q + 56500 Fungsi marginal biaya: MC = 3Q2 . Contoh soal: Memaksimasi Marginal Pendapatan (marginal revenue) Harga jual barang P = 16 . Total biaya minimumnya sebesar: C = 5Q2 .2Q2 = 16(4) .2Q) Q = 16Q – 2Q2 Fungsi marginal pendapatan: MR = 16Q .2Q. maka akan diperoleh total pendapatan maksimum sebesar 32. tentukan berapa output yang harus diproduksi dan dijual agar diperoleh marginal pendapatan maksimum. Berapakah marginal pendapatan maksimum tersebut? Jawab: Fungsi permintaan: P = 16 .2(4)2 = 48 contoh soal: Meminimumkan Total Biaya (Total Cost) 3.1000(100) + 85000 C = 35000 Jadi total biaya minimumnya sebesar: 35000 Contoh soal: Meminimasi Marginal Biaya (Marginal Cost) 4.180(30) + 2800 = 100 Jadi marginal biaya minimum akan tercapai jika berproduksi sebanyak 30 unit:100 2.Jadi ketika menjual produk sebanyak 4.4Q = 0 16 = 4Q Q=4 Turunan kedua: MR” = .

2000 = 13925 Jadi dengan memproduksi dan menjual output sebanyak 35 akan di peroleh laba maksimum sebanyak : 13925 Contoh soal: Memaksimasi Penerimaan Pajak Salah satu sumber penerimaan pemerintah adalah dengan penarikan pajak.59Q2 + 1315Q + 2000) Laba = .Q R = (1000 .2Q2) .(Q3 .2Q2 Dan C = 3Q Berapakah tarif pajak yang sebaiknya di kenakan pemerintah kepada pengusaha agar pemerintah memperoleh total pajak maksimum ? Berapakah total pajak maksimum yang di peroleh ? Jawab: Dari sudut pandang pengusaha: Laba = R – C – t Q = 15 Q – 2 Q2 – 3Q – t Q = -2 Q2 + 12Q – t Q Turunan pertama: Laba‟ = . Laba maksimum nya sebesar : Laba = . maka labanya akan maksimum.(35)3 + 57(35)2 .Q3 + 57Q2 . maka turunan ke dua = .315 = Q2 .315Q .Q R = 1000 Q .6(3) + 114 = 96 > 0 Berarti jika di produksi output sebanyak 3.4Q + 12 – t = 0 12 – t = 2Q 37 . Total pajak yang akan di terima perintah : T = t.6(35) + 114 = . yang memberikan laba maksimum setelah mempertimbangkan adanya pajak penjualan dan pemerintah.2000 Turunan pertama: Laba = -3Q2 + 114Q . Total pendapatan dan total biaya di berikan sebagai berikut : R = 15Q . Pemerintah berupaya untuk memaksimumkan penerimaan pajak tersebut.315(35) .6Q + 114 Untuk Q1 = 3. Contoh soal : Memaksimasi laba / keuntungan / provit Di berikan fungsi permintaan dan fungsi biaya masing-masing sebagai berikut: P = 1000 .2 Q2 Fungsi biaya: C = Q3 .96 < 0 Berarti jika di produksi output sebanyak 35. Untuk itu pemerintah harus menentukan berapa tarif pajak yang akan di berlakukannya sehingga akan di peroleh pajak maksimum.2Q). maka turunan ke dua = . R: Pendapatan =R–C–T C: Biaya =R–C–tQ T: Pajak Q :Tingkat output yang di produksi dan di jual oleh pengusaha. yang telah mempertimbangkan biaya pajak.Q3 + 57Q2 . misalnya pajak penjualan yang di kenakan pemerintah terhadap setiap unit yang di produksi dan di jual oleh pengusaha.3) (Q . Dari sudut pandang pengusaha setelah ada pengenaan pajak dari pemerintah: Laba = pendapatan – (biaya + pajak) = R – (C+T). Untuk Q2 = 35. maka labanya akan minimum. 6.315Q .5.2000 = .2Q Dan C = Q3 . Q* di mana t: tarif pajak yang di kenakan pemerintah dan Q*= Jumlah output yang di produksi dan di jual pengusaha sehingga di peroleh laba maksimum.59Q2 + 1315Q + 2000 Berapakah produk yang harus di produksi dan di jual sehingga dapat di peroleh laba yang maksimum ? Berapakah laba maksimum tersebut ? Jawab: Fungsi pendapatan: R = P.38Q + 105 = (Q .59Q2 +1315Q + 2000 Fungsi laba: Laba = Pendapatan – biaya Laba = (1000Q .35) = 0 Q1 = 3 Dan Q2 = 35 Turunan kedua: Laba” = .

Q* = 1.5 = 9 Jadi total pajak yang yang di terima pemerintah sebesar: 9 Contoh soal: Fungsi penerimaan dan fungsi biaya suatu produk di nyatakan sebagai berikut: R = 360 Q – 10. Dari sudut pandang pemerintah: Pajak: T = t Q* = t (20 – 1/13 t) = 20 t – 1/3 t 2 Turunan pertama : T‟ = 20 – 2/13 t = 0 20 = 2/13 t t = 130 Turunan ke dua : T‟‟ = .5 Q2 – 100 Q + 4 Q2 – t Q = 260 Q – 6.2/13 Jadi taruf pajak yang memberikan total pajak maksimum sebesar : 130 Karena Q2 = 20 – 1 t 13 = 20 – 1 (130) 13 = 20 – 10 = 10 7. Dari sudut pandang pemerintah: Pajak: T =t (3 – ¼ t) =3t – 1/4 t2 Turunan pertama: T1 = 3 – ½ t = 0 T=6 Turunan ke dua : T” = -½ Jadi tarif pajak yang memberikan total pajak maksimum sebesar: 6 Karena Q* = 3 ¼ t = 3 – 6/4 (6) = 3 – 1.4 < 0 Jadi dengan memproduksi sebanyak Q* = 3 – ¼ t.13 < 0 Jadi dengan memproduksi sebanyak Q* = 20 – 1/ 13 t.t = 12 .2Q Q* = 12 .5 = 1.t 4 Q* = b – ¼ t Turunan ke dua: Laba = .5 Maka total pajak maksimum: T = t . pengusaha akan memperoleh laba maksimum. 38 . berapakah tarif pajak yang harus di kenakan pemerintah kepada perusahaan tersebut? Berapakah total pajak maksimum yang di dapat pemerintah? Berapakah laba maksimum yang di terima perusahaan setelah di kenakan pajak ? Jawab: Dari sudut pandang pengusaha: Laba = R – C – t Q = 360 Q – 10.5 Q2 Dan C = 100 Q – 4 Q2 Berapakah produk harus di buat dan di jual perusahaan agar di peroleh laba maksimum? Berapakah laba maksimum tersebut? Jika pemerintah ingin memperoleh pajak penjualan yang maksimum.5 Q2 – t Q Turunan pertama: Laba‟ = 260 – 13 Q – t = 0 260 – t = 13 Q Q = 260 – t 13 Q*= 20 – 1 t 13 Turunan ke dua : Laba‟‟ = .5 Q2 – (100 Q – 4 Q2) – t Q = 360 Q – 10. pengusaha akan memperoleh laba maksimum.

3. Jika kelangkaan barang tersebut terjadi berlarut-larut. tidak terjadi kekurangan persediaan sehingga tidak ada biaya yang di timbulkan akibat kekurangan persediaan.5Q2 – t Q = 260 (10) – 6. dalam suatu periode waktu tertentu di ketahui jumlahnya tetap dari tiap-tiap periode waktu. maka pada akhirnya para konsumen akan mencoba untuk menutup kebutuhannya dengan cara melirik produk dari pesaing. Hal tersebut kemudian berdampak dapat mengakibatkan perusahaan yang bersangkutan kehilangan pelanggan. untuk kemudian akan sangat sulit jika berusaha untuk mencoba mengembalikan pangsa pasarnya kembali karena berhubungan dengan kepercayaan pelanggan serta di butuhkan investasi yang sangat besar misalkan untuk biaya pemasarannya (periklanannya) Biaya. biaya penyimpanan. biaya pemesanan tidak bergantung pada jumlah barang. Perusahaan tersebut. 10 = 1300 Jadi total pajak yang di terima pemerintah sebesar 1300.biaya yang ada hubungan dengan masalah persediaan. Model yang akan di bahas dalam buku ini yaitu: model pengendalian persediaan dengan kedatangan berkala (batch arrival model). Pola kedatangan barang persediaan digambarkan seperti gambar berikut ini: Persediaan ( Q ) Q/2 Jumlah Rata-rata Persediaan Waktu D: kebutuhan jumlah barang per periode waktu yang kemudian dibagi sama besar menjadi beberapa kali pemesanan Q: jumlah pemesanan per sub-periode waktu C: biaya total persediaan C: biaya pemesanan setiap kali memesan 39 . Laba maksimum yang di terima oleh pemerintah besarnya: Laba = 260 Q – 6.5(10)2 – (130)(10) = 2600 – 65 – 1300 = 1235 Jadi pemerintah menerima laba maksimum sebesar 1235 Contoh soal : Meminimasi Total Biaya Persediaan Dalam hal persediaan. Model pengendalian persediaan dengan kedatangan berkala dalam model ini di asumsikan bahwa : 1. biaya pemesanan. 2. di antaranya: 1. 2. maka akan ada resiko yaitu menimbulkan hambatan dalam proses produksi.Maka Total pajak maksimum: T = t . sub-periode kedatangan panjangnya tetap. Q* = 130 . sebaliknya jika persediaan bahan mentah di perhitungkan sedikit saja. biaya yang di timbulkan akibat kekurangan persediaan sehingga menghambat proses produksi atau pemasaran. Jumlah kebutuhan barang. kehilangan pangsa pasarnya. 4. Akan tetapi. yang berarti jumlah pemesanan barang. 3. Demikian pula jika persediaan barang jadi di perhitungkan sedikit maka akanmenimbulkan keluhan pada konsumen akibat kelangkaan barang (permasalahan dalam pemasaran). hal itu berarti menimbulkan biaya penyimpanan. manajemen perusahaan senantiasa di perhadapkan kepada permasalahan yaitu jika jumlah persediaan bahan mentah maupun persediaan barang jadi di perhitungkan banyak.

Total biaya penyimpanan: Rata-rata sepanjang periode waktu terdapat Q/2 persediaan sehingga biaya total penyimpanan per periode waktu: (Q/2) C2 Jadi total biaya persediaan = total biaya pemesanan + total biaya penyimpanan C = Q C1 + Q C2 D 2 Yang menjadi permasalahan adalah berapakah jumlah unit atau barang yang harus dipesan agar dapat diperoleh total biaya persediaan yang minimum? Untuk menjawab permasalahan tersebut.(-1) . Jumlah yang harus dipesan: Q Q = Q = 50 40 = 8.2500 200 .C1 ½ C2 = 2 D.C1 Q2 –D. 50 per-minggu. perlu dicari: jumlah produk yang harus dipesan setiap kali pemesanan sehingga diperoleh total biaya persediaan yang minimum: Q Q Total biaya persediaan: C = C1 + C2 D 2 Q = D.C 1 C2 2. sedangkan biaya penyimpanannya Rp.Q1 . 50 per-minggu = Rp 200 per-bulan. 2 D. Berapakah kg yang harus dipesan setiap kali memesan? Berapa kali pemesanan harus dilakukan dalam satu bulan? Berapakah total biaya persediaan minimumnya? Jawab: Jika diketahui bahwa: D : Jumlah total pemesanan per-bulan:100 kg C1: Biaya pemesanan: Rp.C1. 2500 C2: Biaya penyimpanan: Rp. maka D = 100 dan Q = 25 sehingga setiap periode waktu akan ada kedatangan akibat pemesanan sebanyak D/Q dengan biaya total pemesanan: (D/Q) C1.Q-2 + ½ C2 =0 –D.C1 + ½ C2 =0 Q2 ½ C2 Q2 Q = = –D. maka akan dihitung total biaya pemesanan dan total biaya penyimpanan sebagai berikut: Total biaya pemesanan: Misalakan dibutuhkan 100 kg yang akan dipesan sebanyak 25 kg. Untuk menjawab pertanyaan tersebut. Biaya pemesanan setiap kali memesan sebesar Rp. C2 2 Turunan pertama: C′ = D.C2: biaya penyimpanan per-periode waktu Masalahnya adalah berapa unit barang yang harus dipesan setiap kali pemesanan (Q) agar biaya total persediaan (C) minimum.C1 > 0 menjamin biaya persediaan minimum. Q3 Contoh soal: seorang penjaja kue kering memerlukan tepung terigu sebanyak 100 kg setiap bulan.100. C1.C 1 C2 Turunan kedua: C” = 2D. 2500 per-pemesanan.

Untuk contoh soal di atas di mana fungsi permintaan: Qd = 8 – 0. Grafik fungsinya: 1 4 0 4 Qd EQDP1=4 = = = 3 16 4 12 8 8 0 EQDP2=8 = = =1 8 16 8 12 EQDP3=12 = 12 0 = =3 4 16 12 P 41 .Jadi setiap kali memesan akan dipesan sebanyak 50 kg. jika diketahui fungsinya.5 .5 P.5 = -0. Total biaya persediaan: C = Q C1 + Q C2 D 2 50 100 C= 2500 + 200 2 50 C = 10. 4 = -1 Qd / P1 6/4 6 3 Besar elastisitas permintaan dititik P1 = 4 adalah -1/3 1 / 3 =1/3 <1 (INELASTIS) Jenis elastisitas permintaan dititik P1 = 4 adalah E Untuk titik P2 = 8 maka Qd = 8 .5 = -0.5.5 = -0.0.5(8) = 8 – 4 = 4 Jadi EQDP2 = 8 = dQd/dP2 = -0.5. Analisis fungsi Untuk menghitung besarnya elastisitas terhadap x.000 Elastisitas Titik: Analisis Fungsi dan Grafis.000 Jadi total biaya persediaan minimum : Rp 10. Misal: y = f(x). Dalam waktu satu bulan dilakukan pemesanan sebanyak: D/Q = 100/50 =2 kali pemesanan. P2 = 8. dan P3 = 12 Jawab: Untuk titik P1 = 4 maka Qd = 8 . maka seberapa jauh perubahan y akibat perubahab x di sebut „elastisitas y terhadap x‟. Di tulis Eyx.5(12) = 8 – 6 = 2 Jadi EqdP3 =12 = dQd/dP3 = -0. Diberikan fungsi permintaan sebagai berikut: Qd = 8 .0.0.5 P Hitunglah besar dan jenis elastisitas pada titik P1 = 4. digunakan Rumus: Eyx = y/y atau Eyx = y/ x x/x y/x untuk perubahan yang kecil rumusnya menjadi : Eyx=dy/dx y/x contoh soal: Elastisitas Permintaan 1.5(4) = 8 – 2 = 6 Jadi EQDP1 = 4 = dQd/dP1= -0. Elastisitas mengukur derajat kepekaan variabel terikat akibat adanya perubahan variabel bebasnya.12 = -3 Qd/P3 2/12 2 Besar elastisitas permintaan dititik P3 = 12 adalah -3 3 E = -3 = 3 > 1 (ELASTIS) Jenis elastisitas permintaan dititik P3 = 12 adalah E Analisa Grafis: Elastisitas permintaan Contoh soal: 4.0.8 = -1 Qd/P1 4/8 4 Besar elastisitas permintaan dititik P2 = 8 adalah -1 1 = 1 (UNITARY ELASTIS) Jenis elastisitas permintaan dititik P2 = 8 adalah E Untuk titik P3 = 12 maka Qd = 8 .

P2 = 8. 12 = 24 = 4 Qs/P3 30/12 30 30 5 Besar elastisitas permintaan di titik P3 = 12 adalah = 4/5 Jenis elastisitas permintaan di titik P3 = 12 adalah E = + 4/5 = 4/5 < 1 (INELASTIS) Analisis Grafis: Elastisitas Penawaran Contoh soal : 6. Jika jumlah tenaga kerja yang ada 10 orang:  Berapakah „Marginal Physical Product Of Labour (MRP L)’ Dan jelaskan artinya!  Berapakah „Marginal Revenue Product Of Labour (MRP L)’ Dan jelaskan artinya! Jawab: Fungsi Produksi: Q = 4 L Sehingga dQ Marginal Physical product of labour (MRP L): =4 dL Artinya: Pada tingkat tenaga kerja berjumlah 10 orang. sedangkan fungsi produksinya Q = 4 L. Dan P3 = 12 Jawab: Untuk titik P1 = 4 Maka Qs = 6 + 2(4) = 6 + 8 = 14 Jadi E QdP1 = 4 = dQs/Dp1= + 2 = + 2 . 4 = 8 = 4 Qs/P1 14/4 14 14 7 Besar elastisitas permintaan di titik P1 = 4 adalah 7 Jenis elastisitas permintaan di titik P1 = 4 adalah E = +4/14 = 7 < 1 (INELASTIS) Untuk titik P2 = 8 maka Qs = + 2 (8) = 6 + 16 = 22 Jadi E QdP2 = 8 = dQs/Dp2 = + 2 = + 2 .Q2 = 140 Q + 5 DI Mana Q adalah produksi. grafik fungsinya: QS Qd= 6 + 2P 14 6 8 4 EQDP1=4 = = = 30 14 0 14 7 22 16 22 6 8 EQDP2=8 = = = 22 22 0 11 14 24 4 6 EQDP3=12 = 30 6 = = 30 5 30 0 4 8 12 P Penerapan Teori Diferensial Berantai Teori diferensial berantai di terapkan dalam masalah produksi di antaranya untuk mencari: I. # untuk setiap penambahan tenaga kerja sebanyak 1 orang akan menyebabkan penambahan jumlah barang yang diproduksi sebanyak 4 unit. Untuk contoh soal di atas di mana fungsi permintaan: Qd = 6 + 2P. Fungsi pendapatan dari suatu pabrik di berikan sebagai berikut: R = . sebaliknya # untuk setiap pengurangan tenaga kerja sebanyak 1 orang akan menyebabkan pengurangan jumlah barang yang diproduksi sebanyak 4 unit 42 . Di berikan fungsi penawaran sebagai berikut: Qs = 6 + 2P Hitunglah besar dan jenis elastisitas pada titik P1 = 4. Marginal Revenue Product Of Capital (MRP C)* Contoh Soal: Marginal Revanue Product Of Labour (MRPL) 1. Marginal Revenue Product Of Labour (MRP L)* II. 8 = 16 = 8 Qs/P2 22/8 22 22 11 Besar elastisitas permintaan di titik P2 = 8 adalah 8/11 Jenis elastisitas permintaan di titik P2 = 8 adalah E = 8/11 < 1 (INELASTIS) Untuk titik P3 = 12 maka Qs = 6 + 2 (12) = 6 + 24 = 30 Jadi E QdP3 = 12 = dQs/dP3 = + 2 = + 2 .Contoh soal: Elastisitas penawaran 5.

dC dQ dC dR = (-6000Q + 410000) (3) dC dR = -18000Q + 1230000000 dC Jadi marginal revenue product of capital (MRP L) = -18000Q+1230000000 = -18000(3C)+1230000000 = -54000C+1230000000 Untuk kapital sebanyak 1000 maka MRPL = -54000C+1230000000 = -54000(1000)+1230000000 43 . Fungsi pendapatan dari suatu pabrik diberikan sebagai berikut: R = . maka MRPL = -32(10) + 560 = -320 + 560 = 240 Artinya: Pada tingkat tenaga kerja berjumlah 10 orang.3000Q2 + 410000Q + 7 di mana Q adalah produksi. Fungsi pendapatan: R = -3000Q2 + 410000Q + 7 maka dR Marginal revenue: = -6000Q + 410000 dQ Mencari Marginal Revenue Product of Capital (MRPC): dR dR dQ = .8 (4L) + 560 = . sebaliknya # untuk setiap pengurangan tenaga kerja sebanyak 1 orang akan menyebabkan pengurangan pendapatan sebanyak 240 contoh soal: marginal revenue product of capital (MRPC) 2. sedangkan fungsi produksinya Q = 3C.Fungsi pendapatan: ´Marginal Revenue: R = . # untuk setiap penambahan tenaga kerja sebanyak 1 orang akan menyebabkan penambahan pendapatan sebanyak 240. sebaliknya # untuk setiap pengurangan kapital sebanyak 1 akan menyebabkan pengurangan jumlah barang yang diproduksi sebanyak 3 unit. # untuk setiap penambahan kapital sebanyak 1 akan menyebabkan penambahan jumlah barang yang diproduksi sebanyak 3 unit. Jika kapital yang dimiliki 1000: Berapakah „Marginal Physical Product of Capital (MPPC)´ dan jelaskan artinya! Berapakah Marginal Revenue Product of Capital (MRPC)´ dan jelaskan artinya! Jawab: Fungsi produksi: Q = 3C sehingga Marginal Physical Product of capital (MRPC): Dq = 3dC Artinya: Pada tingkat kapital sebanyak 1000.8Q + 560 =. dL dQ dL dR = (-2Q + 140) (4) dL dR = -8Q + 560 dL Jadi Marginal Revenue Product of Labour (MRP L) = .2Q + 140 dQ Mencari Marginal Revenue Product of Labour (MRP L): dR dR dQ = .32 L + 560 Untuk tenaga kerja sebanyak 10 orang.Q2 + 140Q + 5 dR = .

sedangkan # jika hasil dari perhitungan cross elasticity of demand negatif. Mencari marginal rate technical substitution(MRTS) Elastisitas Persial Fungsi permintaan suatu barang tentu di tentukan oleh harga barang itu sendiri. maka hubungan antar komoditi adalah substitusi. harga barang lain (P2). Misalnya ada dua barang yaitu barang 1 dan barang 2. dan pendapatan (Y). fungsi permintaannya masing-masing dapat di tuliskan sebagai berikut: Qd1 = f (P1. juga ternyata di tentukan oleh harga barang lain tersebut merupakan barang substitusinya atau barang komplementernya. akibat perubahan harga barangnya (P1) maupun kepekaan fungsi permintaan barang 2 (Qd2) akibat perubahan harga barangnya (P2): Jadi E QdP1 = dQd 1 / dP1 dQd 2 / dp 2 dan E QdP2 = Qd 1 / p1 Qd 2 / p 2 Cross Elasticity of demand Mencari kepekaan fungsi permintaan terhadap perubahan harga barang lain.P2. dQd 1 / dY dQd 2 / dY Jadi E QdP1 = dan E QdP2 = Qd 1 / Y Qd 2 / Y Hubungan antar-komoditi: # jika hasil dari perhitungan cross elasticity of demand positif. Elastisitas Parsial II. maka # untuk setiap penambahan kapital sebanyak 1 akan menyebabkan penambahan pendapatan sebanyak 1176000000 sebaliknya # untuk setiap pengurangan kapital sebanyak 1 akan menyebabkan pengurangan pendapatan sebanyak 1176000000 Penerapan Teori Diferensial Parsial Teori Diferensial Parsial diterapkan dalam berbagai masalah di antaranya untuk mencari: I. harga barang lain (P1). Demikian pula dengan fungsi permintaan barang 2 di pengaruhi oleh harga barangnya sendiri (P2). yaitu: kepekaan fungsi permintaan barang 1 (Qd1) akibat perubahan harga barang lain (P2) maupun kepekaan fungsi permintaan barang 2 (Qd2) akibat perubahan harga barang lain (P1): dQd 1 / dP 2 dQd 2 / dP1 Jadi E QdP1 = dan EQdp2 = Qd 1 / P 2 Qd 2 / P1 Income Elasticity of Demand Mencari kepekaan fungsi permintaan terhadap perubahan pendapatan: Yaitu: kepekaan fungsi permintaan barang 1 (Qd1) akibat perubahan pendapatan (Y) maupun kepekaan fungsi permintaan barang 2 (Qd2) akibat perubahan pendapatan (Y). dan besarnya pendapatan (Y). maka hubungan antar komoditi adalah komplementer.Y) Dan Qd2 = f (P1. Optimasi 2 variabel: Maksimasi pendapatan Minimasi biaya Maksimasi laba/keuntungan III.Y) Fungsi permintaan barang 1 di pengaruhi oleh harga barangnya sendiri (P 1). Di samping itu juga di tentuka oleh pendapatan.P2. Akan tetapi. 44 . yaitu: kepekaan fungsi permintaan barang 1 (Qd1).= -54000000+1230000000 = 1176000000 Artinya: Pada tingkat kapital sebanyak 1000. Price elastisity of demand Mencari kepekaan fungsi permintaan terhadap perubahan harga barangnya sendiri.

Contoh soal: 1. Qdr = 2Pj - 30 Pr + 0,05 Y Untuk Pj = 3000, Pr = 100, dan Y = 30000 Carilah: - Price Elasticity of Demand - Cross Elasticity of Demand - Income Elasticity of Demand Bagaimanakah hubungan antara komoditi j dan r? Jawab: Price Elasticity of Demand: dQdr / d Pr 30 2 30 E QdPr = = = = Qdr / pr 4500 / 100 3 45 Cross Elasticity of Demand: dQdr / dPj 2 60 4 E QdPr = Qdr / pj 4500 / 3000 45 3 Income Elasticity of Demand: dQdr / dY 0,05 15 1 E QdPr = Qdr / Y 4500 / 30000 45 3 Hubungan antara komoditi r dan j: Karena Cross Elasticity of Demand hasilnya positif, maka hubungan antara komoditi r dan komoditi j adalah Subtitusi. Optimasi Dua Variabel. Fungsi yang mengandung 2 variabel misalnya dituliskan sebagai berikut: Y=f(x1,x2) Dalam setiap permasalahan optimasi, selalu memunculkan dua pertanyaan: 1. Berapakah x1 dan x2 yang akan memberikan Y optimum (maksimum atau minimum) 2. Berapakah Y optimumnya (maksimum atau minimum) Untuk dapat menjawab pertanyaan pertama tersebut, maka diberikan langkah-langkahnya sebagai berikut: Optialisasi dua variabel Y = f ( x1 ,x2 ) Maksium Langkah I Turunan pertama Y1 = 0 , Y2 = 0 Minimum Turunan pertama Y1 = 0 , Y2 = 0 Diperoleh X1 dan X2

Langkah II

Turunan kedua dan Matriks Hessian: H = Y11 Y12 Y21 Y22 D1 = Y11 < 0
Difinit negatif, Menjamin Y maksium

Langkah III

D1 = Y11 > 0
Difinit positif, Menjamin Y minimum

Diperoleh Titik ekstrim maksium atau titik ekstrim minimum

Langkah-langkah dalam tabel tersebut membantu untuk memperoleh X1 dan X2 yang pasti akan menjamin bahwa Y optimal, jadi ke tiga langkah tersebut di atas hanyalah untuk menjawab pertanyaan pertama saja. Belum di peroleh berapa besar Y yang optimal tersebut. Untuk mendapatkan nilai Y yang optimal maka nilai X1 dan X2 harus di masukan dalam persamaan Y tersebut.untuk memberikan penjelasan yang lebih jelas, maka di bawah ini di berikan tiga contoh yang merupakan permasalahan optimal dua variabel, yaitu: maksimasi pendapatan, minimasi biaya, maksimasi laba.

45

Contoh soal: Maksimasi pendapatan 1. Di berikan fungsi pendapatan : R = 160 Q1 – 3 Q12 – 2 Q1 Q2 – 2Q22 + 120 Q2 –180 Berapakah jumlah produk 1 dan produk 2 yang harus di produksi dan di jual sehingga dapat di peroleh pendapatan maksimum? Berapakah pendapatan maksimumnya? Jawab: jumlah produk 1 dan 2 yang harus di jual : Langkah pertama ialah mencari turunan pertama fungsi pendapatan: R1 = 160 – 6 Q1 – 2 Q2 = 0 R2 = 120 – 2 Q1 – 4 Q2 = 0 Untuk mencari Q1 dan Q2 menggunakan aturan determinan: Fungsinya menjadi: 6 Q1 – 2 Q2 = - 160 2 Q1 – 4 Q2 = - 120 Maka 160 2 120 4 (-160)(-4) - (-2)(-120) 640 - 240 400 Q1 = = = = = 20 6 2 (-6) (-4) - (2) (-2) 20 24 4 2 4

6 160 2 120 (-6)(-120) - (-2)(-160) 720 - 320 400 Q2 = = = = = 20 6 2 (-6) (-4) - (2) (-2) 20 24 4 2 4 Langkah ke dua adalah mencari turunan keduannya: R11 = -6, R12 = -2, R21 = -2, R22 = -4 R 11 R12 - 6 - 2 Matriks hessiannya: H = R21 R22 -2 -4
Matriks pertamanya : D1 = - 6 < 0
-6 -2 -2 -4 = (-6)(-4) – (-2)(-2) = 24 – 4 = 20 > 0 karena D1 < 0 dan D2 > 0, maka definit negatif, menjamin pendapatan maksimum. Pendapatan maksimumnya: R = 160Q1 - 3Q12 - 2Q1Q2 - 2Q22 + 120Q2 – 180 R = 160(20) - 3(20)2 - 2(20)(20) -2(20)2 +120(20) – 180 R = 2620

Matriks keduannya : D2 = H =

Contoh soal: Minimasi biaya 2. di berikan fungsi biaya sebagai berikut: C = 8Q12 + 6Q22 - 2Q1Q2 - 40Q1 - 42Q2 + 180 Berapakah jumlah produk 1 dan produk 2 yang harus di produksi sehingga di peroleh biaya minimum? Berapakah biaya minimumnya? Jawab: jumlah produk 1 dan 2 yang harus di produksi: Langkah pertama ialah mencari turunan pertama fungsi biaya: C1 = 16Q1 – 2Q2 – 40 = 0 C2 = -2Q1 + 12Q2 – 42 = 0 Untuk mencari Q1 dan Q2 menggunakan aturan determinan: Fungsinya menjadi: 16Q1 – 2Q2 = 40 -2Q1 + 12Q2 = 42 Maka 40 - 2 Q1 =

42 12 16 - 2 - 2 12

=

(40)(12) ( 2)( 42) 480 84 564 = = =3 (16)(12) ( 2)( 2) 192 188

46

Q2 =

- 6 - 160 - 2 - 120 16 - 2 - 2 12

=

( 6)( 120) ( 2)( 160) 400 720 320 = = = 2,12 = 2 (16)(12) ( 2)( 2) 188 192

Langkah kedua adalah mencari turunan keduanya: R11=16, R12 = -2, R21 = -2, R22 = 12 16 -2 R 11 R 12 16 -2 Matriks Hessiannya: H = 12 R 21 R 22 - 2 Matriks pertamanya : D1 = 16 > 0 Matriks keduanya : D2 = H = 16 -2 - 2 12 =(16) (12) – (-2) (-2) =192 – 4 =188 > 0 Karena D1 > 0 dan D2 > 0, maka definit positif, menjamin biaya minimum. Biaya minimumnya: C = 8Q12 + 6Q22 - 2Q1 Q2 - 40Q1 - 42Q2 + 180 C = 8(3)2 + 6(2)2 - 2(3) (2)- 40 (3)- 42 (2)+180 C = 60 Contoh soal: maksimasi laba / keuntungan 2. Diberikan fungsi pendapatan dan fungsi biaya sebagai berikut: R = 12 Q1 + 8 Q2 dan C = 3 Q12 + 2 Q22 Berapakah jumlah produk 1 dan produk 2 yang harus diproduksi dan dijual sehingga diperoleh laba maksimum? Berapakah laba maksimumnya?

Jawab: Fungsi labanya: Laba = R – C = 12Q1`+ 8Q2 - ( 3 Q12 + 2 Q22) = 12Q1 + 8Q2 - 3Q12 - 2Q22 Langkah pertama ialah mencari turunan pertama fungsi laba: Laba1 = 12 – 6 Q1 = 0, maka Q1 = 2 Laba2 = 8 – 4 Q2 = 0, maka Q2 = 2 Langkah kedua adalah mencari turunan keduanya: Laba11 = - 6, Laba12 = 0, Laba22 = - 4 Matriks Hessiannya: H = Laba 11 Laba 12 = -6 0 Laba 21 Laba 22 0 -4 Matriks pertamanya: D1 = - 6 < 0 Matriks keduanya : D2 = H = - 6 0 0 -4 = -(0)(0) (-6) (-4) = 24 – 0 = 24 > 0 Karena D1 < 0 dan D2 > 0, maka definit negatif, menjamin laba maksimum. Pendapatan maksimumnya: Laba = 12 Q1+8 Q2-3Q12-2Q22 Laba = 12(2) +8(2)-3(2)2-2(2)2 Laba = 24+16-12-8 Laba = 20 47

7) L0.1 Mencari Marginal Rate of Technical Substitution (MRTS) dK dL Jika diketahui Fungsi Produksi Q=f(K.210 MRTS = 3.L). 2 MRTS = – 8 2.3 (0.7 0. Di mana K = 160 dan L = 40 Hitunglah MRTS-nya dan jelaskan artinya! Jawab: dQ / dL MRTS = dQ / dK 0 0.3.3) K 0. maka mencari MRTS-nya dengan dQ / dL dQ dQ dQ dK dK MRTS = : .5 K 4 L 4 0.3) K 0. dQ / dK dL dK dL dQ dL Rumus: MRTS = Contoh soal: 1. carilah fungsi marginal pendapatannya untuk fungsi P = 16 – Q jawab: fungsi permintaan: P = 16 – Q fungsi pendapatan: R = P .7 K = 210 dan L = 70 Hitunglah MRTS-nya dan jelaskan artinya! Jawab: dQ / dL MRTS = dQ / dK = = = 96 K 0.70 MRTS = – 7 PENYELESAIAN SOAL-SOAL Fungsi marginal pendapatan (marginal revenue) 1.3 L 0.5) L0.3 K 0.7.3 L0.1K 0.5.4 L 0. 7 7 K 0.3 (0.5 + 0.8L 0. Diberikan fungsi produksi sebagai berikut: Q = 96 K 0.3 L 0.2K 0. Q* R = 16 Q – Q2 Maka fungsi marginal pendapatannya: MR = 16 – 2Q 48 .5 1 = 0.7 7K MRTS = 3L 7.7 1 96(0.7 K 0.2(0. Q R = (16 – Q) .3 1 L0. Di berikan fungsi produksi sebagai berikut: Q = 0.5 1 0 = = MRTS = 0. 7 3L0.5 0.5 160 40 MRTS = 4 4 MRTS = – 4 . 7 L0.8(0.5) K ) 0.

Total biaya suatu perusahaan dinyatakan dalam fungsi sebagai berikut: TC = Q3 – 4Q2 + 4Q +4 # Pada output berapakah yang akan memberikan total biaya minimum? # Berapakah total biaya minimumnya? Jawab: Fungsi total biaya: TC = Q3 – 4Q2 + 4Q + 4 Turunan pertama fungsi total biaya: TC‟= 3Q2 – 8Q + 4 = 0 (3Q .Maksimasi total pendapatan (Total Revenue) 2. Q = 120 Q – 6 Q2 Turunan pertama fungsi pendapatan: TR′ = 120 – 12Q = 0 120 = 12Q Q = 10 Turunan kedua fungsi pendapatan: TR″ = -12 < 0 menjamin pendapatan maksimum. yaitu Q = 2. Pendapatan maksimum: TR maksimum = 120 Q – 6 Q2 R maksimum = 120(10) – 6(10)2 = 1200 – 600 = 600 jadi pendapatan maksimumnya diperoleh sebesar 600 fungsi pendapatan rata-rata: AR = 120 – 6 Q fungsi marginal pendapatan: TR′= MR = 120 – 12 Q maka grafik dari kedua fungsi tersebut di gambarkan sebagai berikut: AR.2 = 0. Jadi pada tingkat output Q = 10 menjamin pendapatan maksimum.2 = 0. Q = (120 – 6Q) .MR 120 AR = 120 .2) = 0 3Q . Q2 = 2 Turunan kedua fungsi total biaya: TC″= 6Q – 8 Untuk Q1 = 2/3 maka TC″= 6 (2/3) – 8 = . fungsi pendapatan rata-rata (Average Revenue) di berikan di bawah ini: AR = 120 – 6 Q # Pada tingkat output berapakah yang memberikan pendapatan maksimum? # Berapakah pendapatan maksimum yang diperoleh? # Gambarkan fungsi pendapatan rata-rata dan marginal pendapatan pada sebuah grafik! Jawab: Fungsi pendapatan rata-rata: AR = 120 – 6 Q Fungsi pendapatan: TR = AR .6Q MR =120 – 12Q 10 20 Q Minimasi total biaya (Total Cost) 3. Total biaya minimum: TC = Q3 – 4Q2 + 4Q + 4 TC = (2)3 – 4(2)2 + 4(2) + 4 = 4 49 .4 < 0 Untuk Q2 = 2 maka TC″= 6 (2) – 8 = 4 >0 Jadi output yang memberikan total biaya minimum adalah yang TC″>0.2)(Q . Q1 = 2/3 Q .

5 turunan kedua: T″= -1/5 < 0 Jadi tarif pajak yang memberikan total pajak maksimum sebesar: t = 12.5 .6000 1200 Q = 120 jadi setiap kali memesan akan dipesan sebanyak 120 kg.5= 1/5 t t = 12.5 t – 1/10 t 2 turunan pertama: T′ = 2. Q – C – t Q = -5Q + 100 – (5Q2-30Q) – tQ = -5Q2 + 25Q – Tq + 100 Turunan pertama: Laba′ = -10Q + 25 – t = 0 25 – t = 10Q Q* = 25 – t 10 Q* = 2.5Q + 100 dan C = 5Q2 – 30Q Berapakah tarif pajak yang sebaiknya dikenakan pemerintah kepada pengusaha agar pemerintah memperoleh total pajak maksimum? Berapakah total pajak maksimum yang diperoleh pemerintah? Jawab: Dari sudut pandang pengusaha: Laba = P . 1. Seorang penjaja kue kering memerlukan tepung terigu sebanyak 1440 kg tiap bulan.25 = 1.C1 Q= C2 2.625 Minimasi total biaya persediaan 5. Jadi sudut pandang pemerintah: Pajak: T = t Q* = t (2. Total pendapatan dan total biaya di berikan sebagai berikut: P = .5) = 2. Total biaya persediaan: Q= 50 .5 – 1.625 Jadi total pajak yang diterima pemerintah sebesar: 15. Dalam waktu satu bulan dilakukan pemesanan sebanyak: D/Q = 1440/120 = 12 kali pemesanan.biaya pemesanan tiap kali memesan sebesar Rp 6000 per pemesanan. Q* = 12. # berapakah kg yang harus dipesan setiap kali memesan? # berapa kali pemesanan harus dilakukan dalam satu bulan? # berapakah total biaya persediaan minimumnya? Jawab: Jika diketahui bahwa: D : jumlah total pemesanan per bulan : 1440 kg C1: biaya pemesanan : Rp 6000 C2: biaya penyimpanan : Rp 300 per minggu = Rp 1200 per bulan Jumlah yang harus di pesan : 2 D.5 – 1/10 t.25 = 15. sedangkan biaya penyimpanannya Rp 300 per minggu.5 – 1/10(12.5 – 1/10 t = 2.1440. pengusaha memperoleh laba maksimum.5 – 1/10 t) = 2.Maksimasi penerimaan total pajak 4.5 – 1/5 t = 0 2.5 – 1/10 t Turunan kedua: Laba″ = -10 < 0 Jadi dengan memproduksi Q* = 2.5 Karna Q* = 2.25 Maka total pajak maksimum: T = t .

Hubungan antara komoditi 1 dan 3: Karena Cross Elasticity of Demand hasilnya positif .C= C= D C1 Q Q C2 2 1440 120 6000 1200 120 2 C = 144000 Jadi total biaya persediaan minimum: Rp 144000 Elastisitas persial 6. maka # hitunglah Marginal Physical Product of Labour! # hitunglah Marginal Physical Product of Capital! jawab: fungsi produksi: Q = ½ K ½ L ½ Q = ½ 4 ½ 16 ½ Q=½. maka hubungan antara komoditi 1 dan komoditi 3 adalah subtitusi.4 4 E Qd1P1 = Qd 1 Pr 1 80 / 20 400 Cross elasticity of demand dQd 1 / dP 2 0.1 / 2 K dL 51 . fungsi produksi : Q = 1/2K ½L = ½. maka hubumgan antara komoditi 1 dan komoditi 2 adalah subtitusi. dan Y = 40 # carilah Price Elasticity of Demand dan jenisnya! # carilah Cross Eelasticity of Demand dan jenisnya! # carilah Income Elasticity of Demand dan jenisnya! # bagaimana hubungan antara komoditi-komoditi tersebut? Jelaskan! Jawab: Qd1 = 16 – 0.8(10) + 40 + 40 Qd1 = 80 Price elasticity of demand: dQd 1 / dP1 0.4 P1 – 0. L = 16 # hitunglah Marginal Physical Product of Labour! # hitunglah Marginal Physical Product of Capital! Jika fungsi pendapatan R = 2Q.8 Q=4 Sehingga: Marginal Physical Product of Labour (MPRL): 1 1 1 dQ 1 2 L2 2 .4 P1 – 0.8 P2 + P3 + Y Untuk P1 = 20.4(20) – 0. dengan K = 4.fungsi permintaan suatu komoditi diberikan sebagai berikut: Qd = 16 – 0.8 1 E Qd1P2 = Qd 1 / Pr 2 80 / 10 10 dQd 1 / dP3 1 1 E Qd1P3 = Qd 1 Pr 3 80 / 40 2 Income elasticity of demand dQd 1 / dY 1 1 E Qd1Y = Qd 1 / Y 80 / 40 2 Hubungan antara komoditi 1 dan 2: Karena Cross Elasticity of Demand hasilnya negatif. Marginal Physical and Revenue Product of Labour and Capital 7. P2 = 10.8 P2 + P3 + Y Qd1 = 16 – 0. P3 = 40.

# untuk setiap penambahan kapital sebanyak 1 akan menyebabkan penambahan jumlah barang yang diproduksi sebanyak 1/8 unit. sebaliknya # untuk setiap pengurangan kapital sebanyak 1 orang akan menyebabkan pengurangan jumlah barang yang diproduksi sebanyak 1/8 unit jika fungsi pendapatan: R = 2Q sehingga dR ′ Marginal Revenue: 2 dQ Mencari Marginal Revenue Product of Labour (MRPL): dR dR dQ . sebaliknya # untuk setiap pengurangan tenaga kerja sebanyak 2 orang akan menyebabkan pengurangan jumlah barang yang diproduksi sebanyak 1 unit Marginal Physical Product of Capital (MRPC): dQ = ½. sebaliknya # untuk setiap pengurangan tenaga kerja sebanyak 1 orang akan menyebabkan pengurangan pendapatan sebanyak 1. # untuk setiap penambahan tenaga kerja sebanyak 1 orang akan menyebabkan penambahan pendapatan sebanyak 1.1 1 dQ 1 2 L2 4K dL 1 dQ 1 4 L 2 1 dL K 2 1 dQ 14 16 2 1 dL 42 dQ 1 dL 2 Artinya: Pada tingkat tenaga kerja berjumlah 16 orang # untuk setiap penambahan tenaga kerja sebanyak 2 orang akan menyebabkan penambahan jumlah barang yang diproduksi sebanyak 1 unit. dL dQ dL dR (2). Mencari Marginal Revenue Product of Capital (MRPC): dR dR dQ .(1/2) dL dR 1 dL Jadi Marginal Revenue Product of Labour (MRPL)=1 Artinya: Pada tingkat tenaga kerja berjumlah 16 orang. K½.(1/4) dC 52 . dC dQ dC dR = (2). 1/2L ½dC dQ = ¼ K 1/2 L -1/2 dC 1 dQ 1 4 K 2 1 dC L2 1 dQ 1 4 4 2 1 dC 16 2 dQ 1 = dC 8 Artinya : Pada tingkat investasi sebesar 4.

4Q12 . Biaya minimumnya: Biaya = 12 Q12 + 4Q22.4 Biaya11 Biaya12 . # untuk setiap penambahan investasi sebanyak 4 orang akan menyebabkan penambahan pendapatan sebanyak 1. Jadi perusahaan sebaiknya memproduksi produk pertama sebanyak 3 dan produk kedua sebanyak 2 agar berproduksi pada tingkat biaya minimum. Fungsi Laba diberikan Laba = . menjamin biaya minimum.2Q22 + 32Q1+12Q2 Berapakah jumlah produk 1 dan produk 2 yang harus diproduksi dan dijual sehingga dapat diperoleh laba maksimum? Berapakah laba maksimum yang diperoleh? Jawab: Fungsi Labanya : .(0) (0) = 192 .9 + 4. Fungsi biaya dari perusahaan yang menghasilkan dua produk sebagai berikut: Biaya = 12 Q12 + 4Q2 2 – 8 Q1 – 16 Q2 # Berapakah jumlah produk 1 dan produk 2 yang harus diproduksi agar dapat diperoleh biaya minimum? # Berapakah biaya minimum yang diperoleh? Jawab: Fungsi Biayanya: 12 Q12 + 4Q2 2 – 8 Q1 – 16 Q2 Langkah pertama ialah mencari turunan pertama fungsi biaya: Biaya1 = 24 Q1 – 8 = 0. Minimasi Biaya dari Dua Produk 8. maka Q1=3 Biaya2 = 8 Q2 – 16 = 0.8 0 Matriks Hessiannya: H= Biaya21 Biaya22 0 -4 Matriks pertamanya: D1 = 8 0 53 . Biaya22= 8 Biaya11 Biaya12 24 0 Matriks Hessiannya : H= Biaya21 Biaya22 0 8 Matriks pertamanya : D1 = 24 Matriks keduanya : D2 = H= 0 24 0 0 8 = (24) (8) .8Q1 + 32 = 0 makaQ1 = 4 Laba2 = .2Q22 + 32Q1+12Q2 Langkah pertama ialah mencari turunan pertama fungsi laba: Laba1 = . maka Q2=2 Langkah kedua adalah mencari turunan keduanya: Biaya11= 24 .24-32 Biaya = 68 Dengan memproduksi produk pertama sebanyak 3 dan produk kedua sebanyak 2 maka akan berproduksi pada biaya minimum sebesar 68. Biaya21= 0 .4 .dR = 1/4 dC Jadi Marginal Revenue Product of Capital (MRPC)=1/4 Artinya: Pada tingkat investasi berjumlah 4 orang. maka definit positif. laba12= 0 .4Q2 +12 = 0 makaQ2 = 3 Langkah kedua adalah mencari turunan keduanya: Laba11= . Maksimasi Laba/Keuntungan dari dua produk 9.4Q12 .8(3) +16(2) Biaya = 12.8 . laba22= .0 = 192 > 0 Karena D1> 0 dan D2> 0. sebaliknya # untuk setiap pengurangan tenaga kerja sebanyak 4 orang akan menyebabkan pengurangan pendapatan sebanyak 1. laba21= 0 .8Q 1+ 16Q2 Biaya = 12 (3)2 + 4(2)2. Biaya12= 0 .

fungsi produksi: Q = 0.6) (P3. Matriks keduanya : D2 = H= Laba = .3) 0 48 P 54 . P3 = 500 dan Y = 5000 # carilah Price Elasticity of Demand dan jenisnya! # carilah Cross Eelasticity of Demand dan jenisnya! # carilah Income Elasticity of Demand dan jenisnya! # bagaimana hubungan antara komoditi . P2 = 100.2.total pendapatan dan total biaya diberikan sebagai berikut: R = 221Q + 5100 – 2Q2 dan C = 125Q + 4100 # berapakah tarif pajak yang sebaiknya dikenakan pemerintah kepada pengusaha agar pemerintah memperoleh total pajak maksimum? # berapakah jumlah produk yang harus diproduksi dan dijual oleh perusahaan tersebut sehingga diperoleh laba maksimum setelah mempertimbangkan masalah pejak? # berapakah total pajak maksimum yang diperoleh pemerintah ? # berapakh laba maksimum yang diperoleh perusahaan tersebut? 3. carilah nilai dan jenis elastisitas di masing-masing titik! Q (P1.16 .-8 0 0 -4 = (-8) (-4) – (0) (0) = 32 > 0 Karena D1 < 0 dan D2 > 0.diberikan fungsi total biaya suatu perusahaan sebagai berikut: TC = 6Q12. maka definit negatif. menjamin laba maksimum.Q2) = (24. dengan K = 20 L = 40 # hitunglah Marginal Physical Product of Labour! # hitunglah Marginal Physical Product of Capital! Jika fungsi pendapatan R = 3Q.3 Laba = 82 Dengan memproduksikan produk pertama sebanyak 4 dan produk kedua sebanyak 3 maka akan diperoleh laba maksimum sebesar 82.4 + 12.komoditi tersebut? Jelaskan! 2.25 Y Untuk P1 = 200.4(4)2-2(3)22+ 32(4) +12(3) Laba = .9) (P2.fungsi permintaan suatu komoditi diberikan pada gambar dibawah ini .5 K2 + 2KL + L2. Laba maksimumnya: SELESAIKANLAH SOAL-SOAL LATIHAN DIBAWAH INI 1.Q1) = (12.2Q22 + 32Q1 + 12Q2 Laba = . Jadi sebaiknya di produksikan produk pertama sebanyak 4 dan produk kedua sebanyak 3 agar diperoleh laba maksimum.4Q12 .4.3Q1 Q2 + 12Q2 – 24 Q1 – 10 Q2 # Pada tingkat output (Q1 dan Q2) berapakah yang akan membuat perusahaan memperoleh total biaya minimum! # Berapakah total biaya minimum tersebut? 5.Q3) = (36. fungsi permintaan suatu komoditi diberikan sebagai berikut : Qd2 = 5200 + 4P1 – 3P2 – 8P3 + 0.9 + 32. maka # hitunglah Marginal Physical Product of Labour! # hitunglah Marginal Physical Product of Capital! 4.

Ini merupakan penerapan Integral tertentu. Integral juga digunakan dalam menghitung Surplus Konsumen dan Surplus Produsen dengan cara menghitung luas di bawah kurva. INTEGRAL TAK TENTU Integral tak tentu merupakan konsep yang berhubungan dengan perincian fungsi asal atau fungsi totalnya dari fungsi turunannya yang diketahui secara umum penulisannya: F ( x) K f ( x)dx Dengan K : konstanta pengintegral yang tak tentu nilainya f (x ) : integral dx : diferensial F ( x) K : fungsi asal atau fungsi total Disebut sebagai integral tak tentu akibat hasil pengintegralannya berupa F(x)+ K dimana K adalah konstanta yang nilainnya tak tentu. # Integral juga digunakan dalam menghitung surplus konsumen dan surplus produsen dengan cara menghitung luas dibawah kurva. Ini merupakan penerapan integral tentu. Tutjuan Khusus 1.TEORI INTEGRAL DAN PENERAPANNYA DALAM BISNIS DAN EKONOMI TUJUAN UMUM Mempelajari jenis integral baik integral tak tentu maupun integral tentu serta mempelajari kaidah-kaidah dari masing-masing jenis integral. Ini merupakan penerapan integral tidak tentu. TEORI INTEGRAL BAGIAN 3 TEORI INTEGRAL DAN PENERAPANNYA DALAM BISNIS DAN EKONOMI Tujuan Umum Mempelajari Jenis Integral baik integral Tak Tentu maupun Integral Tertentu serta mempelajari kaidahkaidah dari masing-masing jenis integral. PENDAHULUAN Pada dasarnya integral terdiri atas dua jenis yang dikenal dengan integral tak tentu dan integral tentu. TUJUAN KHUSUS # Integral digunakan dalam mencari suatu fungsi total atau fungsi asalnya jika di ketahui fungsi turunannya. Ini merupakan peenerapan Integral Tidak Tentu. 55 . Integral digunakan dalam encari suatu fungsi asalnya jika diketahui fungsi turunannya.

formula perkalian K . formula substitusi du f ( x)dx f (u ) dx F (u ) K dx contoh: misalkan u x 2 maka du dx dx du x 2 u Inu K In( x 2) K contoh : e 2 x 1dx misalkan : u e2x 2z 1 maka du 2.dx dx 1 / 2 1 u dx e 1 / 2du 1 / 2 e 4 du 1 / 2u K 1 / 2e 2 x 1 K 56 .InX x x Kaidah 3.n 1 Kaidah 2.d x K contoh : 5 x 4 dx 5 x 4 dx 5. f ( x). e2x K K formulasi penjumlahan f ( x) g ( x) dx f ( x)dx x2 e x dx x 2 dx g ( x)dx contoh : e x dx 1 / 3x 3 e x K Kaidah 5.KAIDAH-KAIDAH INTEGRAL TAK TENTU Kaidah 1. formula pangkat xndx contoh : Xn 1 n 1 K. f ( x)dx K . formulasi pengurangan f ( x) g ( x) dx f ( x)dx g ( x)dx contoh : x2 e x dx x 2 dx e x dx 1 / 3x 3 e x Kaidah 6.1 / 5 x 5 K x5 4 Kaidah 7. 1 dx 4 contoh : X3 1 K 3 1 4 x = K 4 formula logaritma x 3 dx Inx 3 1 dx 3 dx 3. formula eksponensial e x dx e x K contoh : e 2 x dx Kaidah 4.

dx ex x.2 2+1 2+1 2+1 2+1 =43–23 3 3 x2+1 4 2 = 2 2+1. Integral tentu merupakan konsep yang berhubungan dengan pencarian luas suatu daerah yang dibatasi oleh kurva-kurva serta batasan-batasan nilai yang membatasi dengan tepat area yang dimaksud. a a f(x) dx = F(x) a a = F(a) – F(a) = 0 contoh: 2 2 x2 dx = 2 2 x2 dx = 2 3 – 2 3 = 0 3 3 kaidah 3.du Contoh : xe x dx Misalkan u x maka du dx dv e x . a b k f(x) dx = k a b f(x) dx contoh: 2 4 6x2 dx = 6.e .dx dan maka v x x. a<c<b Contoh: 2 4 x2 dx = x2+1 2 4 = 4 2+1 – 2 2+1 2+1 2+1 2+1 = 43–23 3 3 = 56 3 Kaidah 2.e x e x K e x ( x 1) K Integral Tentu Integral tentu adalah integral dimana nilai dari variabel bebasnya memiliki batasan-batasan tertentu.4 2 x2 dx 2 4 x2 dx = x2+1 2 4 = 4 2+1.2 4 x2 dx = 6. 2 2 57 . x3 2 4 3 = 6. a b f(x) dx = F(x) a b =F(b)-F(a) .dv u.dx u.v v.dv u. a b f(x) dx = .Kaidah 8.4 2+1 2+1 2+1 2+1 =23 . formula sebagian-sebagian u.du e x .43 3 3 = 56 3 kaidah 4.b a f(x) dx contoh: 2 4 x2 dx = .dx dengan: F ( x) b a F (b) F (a) f ( x)dx : integral f (x ) terhadap x wilayah untuk rentang a hingga b F (b) F (a) b a : hasil integral fungsi f (x) antara a dan b : batas atas integrasi : batas bawah integrasi Kaidah-Kaidah Integral Tentu Kaidah 1.ex v.v x. 4 2 – 6. Secara umum penulisannya: f ( x).

4 2 – 4.x2 dx+2 4 4x dx = 6.2 2] 3 3 = [2. x2 4 2 =4. 4 = 32 – 8 = 24 PENYELESAIAN SOAL-SOAL Kaidah 1.64 – 2. 4 = 125 – 16 + 64 – 16 = 160 kaidah 6.16 – 4.x2 dx – 2 4 4x dx = 6. formula logaritma Contoh: = 33 1 dx x = 33 .2 3] – [4.4 + 4 . 2 3 + 4. a b [f(x) + c d f(x) dx = a d f(x) dx contoh: 2 3 4x dx + 3 3 4x dx = 2 4 4x dx 2 3 4x dx + 3 4 4x dx = 4x2 2 3 + 4x2 3 4 2 2 = 4.64 – 2.4.x3 2 4 – 4x2 2 4 3 = [6.3 2 2 2 2 2 = 4/2.3 3 = 2. 64 – 2.8 =8 kaidah 5.4 3 – 6.4 2 .48] – [4. formula pangkat Contoh: x8 dx = x 8 + 1 8+1 = x9 9 = 1/9 x9 4 contoh: 2 x8 dx = x 8+1 2 4 8+1 =49–29 9 9 Kaidah 2.2 2 + 4.9 – 4/2 . 16 – 4/2.3 2 – 4.9 = 18 – 8 + 32 – 18 = 24 2 4 4x dx = 4 . 16 – 4/2 . a b [f(x) – g(x)] dx = a b f(x) dx – a b g(x) dx contoh: 2 4 [6x2 – 4x] dx = 2 4 6. 4 + 4/2 . x3 2 [4 + 4x2 2]4 3 = 2.42–4.22 2 2 = 4 . In x + k 58 . 2 2 3 3 = 2 . 4 3 – 6.4 2 – 4.4] = 128 – 16 – 64 + 16 = 64 kaidah 7. 16 – 4 . a b [f(x)+g(x)] dx = a b f(x) dx+a b g(x) dx contoh: 2 4 [6x2+4x] dx = 2 4 6.

Q. formula penjumlahan Contoh: [x17 + e x+2] dx = x17 dx + e x+2 dx = 1/18 x18 2 4 + e x+2 + k contoh: 2 4[x17 + e x+2] dx = 2 4 x17 dx + 2 4 e x+2 2 4 = 1/18 x18 2 4 + ex+2 2 4 = 1/18 [4 18 – 2 18] + e4+2 – e2+2 = 1/18 [4 18 – 2 18 PENERAPAN INTEGRAL DALAM BISNIS DAN EKONOMI PENERAPAN DALAM BISNIS DAN EKONOMI Dalam bidang ekonomi. sedangkan Integral tertentu diantaranya digunakan untuk mencari Surplus Konsumen dan Surplus Produsen FUNGSI TOTAL Jika yang diketahui adalah persamaan fungsi total. maka untuk mengetahui persamaan fungsi marginal digunakan perhitungan diferensial. jika yang diketahui adalah persamaan fungsi marginal. Fungsi Total Utility (TU) dapat diperoleh dengan cara mengintergralkan fungsi marginal MU .dQ utilitynya : TU Contoh Soal : Carilah Fungsi Total Revenue sebesar MR Jika berproduksi pada Q = 25 Jawab : TR MR. 12U .dU 1 1 1 2 4 .dQ 14 2Q 14 2. In x 2 4 = 33(In4 – In2) x 33 dx x x Kaidah 3.dQ 3. Sebaliknya. formula eksponensial Contoh: ex dx = ex + k Contoh: 2 4 ex dx = ex 2 4 = e4 – e2 = -e4 –e2 Kaidah 4. Contoh : 1.4 Contoh: 2 33 dx = 33 2 4 1 dx = 33 .dQ revenuenya : TR 2. Integral tak tentu dapat dipergunakan di antaranya untuk mencari persamaan fungsi total. Fungsi Total Cost (TC) dapat diperoleh dengan cara mengintegralkan fungsi marginal Costnya : TC MC. U 2 .U 1 2 1 2 1 59 . 1 2 dU 1 2 . maka mencari persamaan fungsi totalnya dipergunakan hitungan Integral. Fungsi Total Revenue (TR) dapat diperoleh dengan cara mengintegralkan fungsi marginal MR.dQ Misalkan U = 14+2Q maka dU = 2dQ Dan dQ = ½ dU 14 2QdQ Sehingga: U .

Pe 2.dP Contoh soal: Diberikan fungsi permintaan sebagai berikut : Qd = 75 – 3P 2 gambarkan fungsi tersebut pada sebuah grafik Qd vs P ! carilah surplus konsumenya jika harga pasar Pe = 2 Jawab : Qd = 75 – 3P 2 Qe = 75 – 3.Qd) = (0.Qe) = (2. SK 0 f (Q)dQ Atau p Qe.surplus konsumen tersebut dapat dihitung dengan menggambarkan fungsi permintaanya serta menghitung luas area di bawah kurva yang bersangkutantetapi diatas harga pasar Pe.4 Qe = 75 – 12 Qe = 63 Jadi (Pe.63) Fungsi Qd = 75 – 3P 2 merupakan kurva parabola yang terbuka di bawah dengan titik puncaknya (P.1 4 1 2 U 1 14 2Q 14 2.75). maka bagi setiap konsumen yang pada dasarnya memiliki keinginan untuk membeli barang tersebut dan memiliki kesanggupan untuk membeli barang tersebut walaupun harganya diatas Pe dinyatakan bahwa konsumen tersebut mengalami keuntungan. Bpk Alfreed Marshall menyebutnya surplus konsumen. dihitung dengan rumus Qe 1. Penggambaran : P P' Surplus konsumen (SK) Pe 0 Qe Q' Q Surplus konsumen = Luas daerah yang diarsir .jika permintaan suatu barang dinyatakan dengan persamaan P= f (Qd)dan ternyata bahwa harga barang tersebutdipasar sebesar Pe.25 8 Jadi total revenue-nya pada Q = 25 diperoleh sebesar 1/32 TR 4 1 4 1 4 1 32 Surplus Konsumen Yaitu : Keuntungan lebih (surplus)yang dinikmati oleh konsumen karna konsumen tersebut dapat membeli barang dengan harga pasar yang lebih murah daripada harga yang sanggup dibayarnya. SK pe f ( p).2 2 Qe = 75 – 3.penggunaan grafiknya : 60 .(Kesanggupan bayar > harga).

surplus produsen tersebut dapat dihitung dengan menggambarkan fungsi penawaranya serta menghitung luas area diatas kurva yang bersangkutan tetapi di atas harga pasar Pe Penggambaran : P Pe E(Qe.Qd 75 63 Surplus konsuemen 0 63 2 5 P SK 0 5 f (Q).dP 2 2 p 2 75.63) SK (75 3P 2 )dP 2 5 5 2 5 5 3 2 75 dP 3 p .dq f ( p) dP 2 5 (2.Pe) Surplus Produsen P1 0 Qe Q surplus produsen = Luas daerah yang diarsir .5 75. dihitung dengan rumus : 61 .2 52 22 2.75 150 = 125 – 125 + 8 =8 125 8 SURPLUS PRODUSEN Yaitu : keuntungan lebih (surplus)yang dinikmati oleh produsen karena produsen tersebut dapat menjual barang dengan harga lebih tinggi daripada harga yang sanggup dijualnya.(kesanggupan menjual < harga pasar) Jika fungsi penawaran suatu barang dinyatakan dengan persamaan P = f(Qs) dan ternyata bahwa harga barang tersebut dipasar sebesar Pe.Bapak Alfred Marshall menyebutnya surplus produsen. maka bagi setiap produsen yang pada dasarnya ingin menawarkan barang tersebut serta memiliki kesanggupan untuk menjual barang tersebut di atas harga pasar Pe dinyatakan bahwa produsen tersebut mengalami keuntungan.

Qe 1.Qe) = (40.0) 5 2 .4 2 5 2 0 2 40 atau 62 .4) 20. SP Pe.40 – 4 Qe = 8 – 4 Qe = 4 Jadi (Pe. Surplus produsen : Qe SP Pe.4 4 4 160 160 20 dQ (5 Q.Qe 0 4 f (Q)dQ (20 5Q)dQ 0 40.4) Penggambaran grafiknya Pe = 20 – 5Qs Pe = 40 Surplus Produsen P11= 20 0 4 Qs Daerah yang diarsir menunjukkan surplus produsen yaitu keuntungan yang diperoleh akibat harga dipasar di atas (lebih tinggi)dari kesanggupan menjual.dQ 0 0 (20.Qe 0 f (Q)dQ atau Pe SP P f ( p)dP Contoh soal: Diberikan fungsi penawaran sebagai berikut : P = 20 + 5Qs gambarkan fungsi tersebut pada sebuah grafik P vs Q ! carilah surplus produsenya untuk harga pasar sebesar 40. Perhitungan mencari surplus produsen sebagai berikut. maka Untuk Pe = 40 Qe = 1/5P – 4 Qe = 1/5. Jawab: Fungsi penawaranya P = 20 +5Qs P – 20 = 5Qs 5Qs = P – 20 Qs = 1/5 P – 20/5 Qs = 1/5 P – 4 Diketahui bahwa harga keseimbangan pasar adalah 40.

e Q Q 2 .e Q 2e Q Jadi fungsi Total Revenue : TR Surplus konsumen 5.e Q e Q .e Q 2 Q. Fungsi permintaan dan penawaran suatu barang masing – masing ditunjukan dengan fungsi sebagai berikut : Qd = 30 – 2P dan Qs = – 6 + P Hitunglah surplus konsumenya! Jawab: Mencari harga dipasar dengan cara : Qd = Qs 30 – 2P = – 6 +P 30 + 6 = P + 2P 36 = 3P maka Pe=12 dan Qe = –6 + 12 Qe = 6 Fungsi perimintaan : Qd = 30 – 2P Fungsi penawaran : Qs = – 6 + P 2p = 30 – Qd Qs + 6 = P P = 15 – ½ Qd P = Qs + 6 63 .dQ 2.dQ Sehingga V = eQ V .dQ 2 e Q .40 4.dU Maka dengan rumus : U .V Diperoleh : TR Q 2 .e Q TR TR Q 2 .e Q 2 Q.dQ Misalkan U = Q2 Sehingga dU = 2Q. Jawab: TR MR.2Q.dV U .20 2 4.e Q 2Q.e Q e Q .20 10 10 160 40 160 80 40 PENYELESAIAN SOAL – SOAL Fungsi total 4.dQ Dan dV = eQ.dV U .dU Maka dengan rumus : U .40 2 .dQ Misalkan U = Q Sehingga dU = dQ Q Dan dV = e .dQ Sehingga V = eQ V .dQ q 2 e Q .dQ eQ 2e Q Q 2 .e Q TR TR Q 2 .V Diperoleh : TR Q 2 .e Q Q 2 ..Pe 40 SP Pu f ( P)dP 20 1 1 2 P 4 dP P 5 10 40 40 4P 20 20 1 1 . carilah fungsi total revenue dari fungsi marginal revenue : MR = Q 2eQ .dengan Q adalah julah output yang diproduksi dan di jual.e Q 2Q. Q.e Q .2Q.

Qe 0 (15 1 / 2Q)dQ (12.us konsumenya sebesar 9. SP pe .6 72 90 9 72 9 4 atau 15 (30 2P)dP 30P 12 12 P 2 12 30.12 152 12 2 9 baik menghitung dengan menggunakan rumus ke-1 maupun dengan rumus ke-2 diperoleh surpl.6) 6 15Q 0 1 2 Q 4 6 72 15. 2. Surplus Produsen 6.15 30.6 0 15 15 1 2 .6 72 18 36 18 maka akan diperoleh surplus produsen sebesar 18.Penggambaranya : P Surplus Konsumen P = Qs + 6 atau Qs = – 6 + P P´=15 Pe=12 Surplus Produsen P11= 6 P = 15 – ½ Qd atau Qd = 30 – 2P 0 6 Qe = 6 6 30 PSurplus Konsumen : SK 0 f (Q)dQ Pe .5 Qs +15. Fungsi penawaran dan permintaan suatu barang dipasar masing – masing dinyatakan sebagai berikut : Qd = 40 – 10P dan Qs = 12P – 4 Carilah keseimbangan harga dan kuantitasnya dipasar! Gambarkan kedua fungsi tersebut pada grafik (p vs Qs)! Carilah surplus konsumenya! Carilah surplus produsenya! 5. dari soal no 2 hitunglah surplus produsenya! Jawab Surplus produsen 6 6 6 1. SELESAIKAN SOAL – SOAL LATIHAN DIBAWAH INI 1.Qe 0 f (Q)dQ 12.6 0 f (Q)dQ 72 0 (Q 6)dQ 72 1 2 Q 2 6 6 6Q 0 0 72 1 2 6 2 6. berapakah surplus produsenya bila ternyata bahwa tingkat harga di pasar adalah 25? Gambarkanlah fungsi tersebut pada grafik (p vs Qs)dan lakukanlah perhitungannya dengan dua cara! 3. Fungsi permintaan suatu barang dinyatakan sebagai berikut: Q = 120 – 6P berapakah surplus konsumenya bila ternyata tingkat harga adalah 60? Gambarkanlah fungsi tersebut pada grafik (p vs Qs)dan lakukanlah perhitungannya dengan dua cara! 4. Seorang produsen mempunyai fungsi penawaran terhadap suatu barang P 1. Fungsi penawaran dan permintaan suatu barang dipasar masing – masing dinyatakan sebagai berikut : Qd = 30 – 2 P dan Qs = – 66 + 10 64 .Q ) 2 jika berproduksi dari range Q = 4 hingga Q = 8. Carilah fungsi total biaya dari fungsi marginal biaya sebesar : MC ( Q .

betapapun banyaknya. dan gambarkan grafiknya. Kendala dari A : 2. 3 jam untuk pemolesan.x2 ≥ 0 Tiga pertidaksamaan pertama merupakan kendala – kendala teknis (echnical constrain) yang ditentukan oleh keadaan teknologi dan tersedianya input. maka linier programming adalah lebih mudah. pertidaksamaan yang keempat merupakan suatu kendala ketidaknegatifan (nonnegativity constrain) yang ditentukan pada setiap soal untuk menghindarkan nilai negatif(karena itu tak dapat diterima)dari penyelesaian.jadi Dari A x2 = 20 – 2. Nyatakan data tersebut dalam persamaan atau pertidaksamaan. Pendekatan grafik digunakan dibawah ini untuk mencari bauran (output mix) yang akan memaksimumkan laba mingguan perusahaan tersebut.Carilah keseimbangan harga dan kuantitasnya dipasar! Gambarkan kedua fungsi tersebut pada grafik (p vs Qs)! Carilah surplus konsumenya! Carilah surplus produsenya! Linier Programming Suatu Pendekatan Grafik 13.5x1 (a) (b) 65 . Margin laba adalah Rp. Setiap meja memerlukan 2. Jika kendala-kendalanya tersebut.1 Penyelesaian dengan Grafik Tujuan linier programming adalah untuk menetapkan alokasi sumberdaya yang langka secara optimal di antara produk atau aktivitas yang saling bersaing. 1.fungsi yang akan dioptiumkan. dan 1 jam untuk pengepakan (C).5x1 Dari B x2 = 10 – x1 Dari C x2 = 8 – 0. Perusahaan tersebut tidak dapat menggunakan lebih dari 20 jam untuk perakitan. 3 per meja dan Rp. Apabila kendala pertidaksamaan yang dilibatkan lebih dari satu.pendakatan ini diperagakan dalam empat langkah yang mudah.5x1 + x2 ≤ 20 Kendala dari B : 3x1 + 3x2 ≤ 30 Kendala dari C : x1 + 2x2 ≤ 16 Kendala ketidaknegatifan : x1. Pendekatan grafik untuk maksimasi dan minimisasi diperagakan masing masing dalam contoh.5 jam untuk perakitan (A). selesaikan masing – masing untuk x2 dalam kaitanya dengan x1 . 3 jam untuk pemolesan (B). 2. dan 16 jam untuk pengepakan setiap minggu.fungsi obyektifnya. kendala penyelesaian yang termudah adalah dengan pendekatan grafik. 30 jam untuk pemolesan. 4 per bangku. terbatas variabel. Setiap bangku memerlukan 1 jam untuk perakitan. dan 2 jam untuk pengepakan. Contoh 1 Sebuah pabrik memproduksi meja (x1) dan bangku (x2). betapapun banyaknya. Situasi perekonomian seringkali mengharuskan pengoptimuman suatu fungsi di bawah beberapa kendala pertidaksamaan. menjadi Π = 3x1 + 4x2 Di bawah kendala. Perlakukan ketiga kendala pertidaksamaan tersebut sebagai persamaan.

Dengan menggunakan prosedur yang digunakan dalam contoh 1.2 DALIL TITIK EKSTRIM Dalil titik ekstrim menyatakan bahwa jika suatu nilai optimal yang memungkinkan (optimal feasible value) dari fungsi obyektif ada.(8.(0.dan harga y2 adalah Rp 4. produk y2 mempunyai satu unit masing – masing A dan B dan tiga unit C.dan satu unit masing – masing B dan C.6).dan 18 untuk C.5). Daerah itu memuat semua titik – titik yang memenuhi ketiga kendala ditambah kendala ketidaknegatifan.x2 ≥ 0.garis isoprofit tersebut mempunyai kemiringan . Produk y1 mempunyai dua unit A. Contoh 2.3). Semuanya disebut penyelesaian dasar (basic solution) tetapi hanya lima terakhir yang merupakan penyelasaian dasar yang mungkin (basic feasible solution) karena penyelesaian – penyelesaian tersebut tidak melanggar kendala yang manapun.yang disebut titik . 4. untuk memperoleh pemecahan yang optimal dalam daerah yang memungkinkan.(0.0).y2 ≥ 0 dimana kendala teknisnya dibaca ≥ karena kebutuhan minimum harus dipenuhi tetapi ungkin dilampaui 2. Di (7. Dengan mensubstitusikan dalam (13. Perlakukan pertidaksamaan selesaikan masing – masing untuk y2 dalam satuan y1 dan gambarkan grafiknya.jika ada.8). Lihat gambar 13 – 2 (a).0). Grafik dari pertidaksamaan “ lebih besar atau sama dengan ” akan mencakup semua titik – titik pada garis dan disebelah kanan garis.(6. Perhatikan bahwa terdapat sepuluh titik ekstrim : (0. Daerah yang digelapkan disebut daerah yang memungkinkan (feasible region). 66 perpotongan kedua kendala tersebut. laba dimaksimumkan pada ekstrim(extreme point). masing – masing digambarkan oleh sumbuh tegak (vertikal) dan sumbu datar (horisontal).kita menemukan garis isoprofit yang menunjukan laba terbesar yang memungkinkan menyentuh daerah yang mungkin di E. Π = 3 (7) + 4(3) = 31 yang lebih rendah dari Π = 36 diatas. kendala dari A : 2y1 + y2 ≥ 14 kendala dari B : y1 + y2 ≥ 12 kendala dari C : y1 + 3y2 ≥ 18 kendala ketidaknegatifan y1. Kebutuhan harianya adalah 14 untuk A. seorang petani ingin mengetahui bahwa ternak gembalanya memperoleh kebutuhan harian minimum dari tiga bahan pokok makanan pokok A. fungsi obyektif yang akan diminimumkan adalah c = 2y1 + 4y2 di bawah kendala .x1 dan x2 disebut variabel keputusan atau struktural (decision or stuktural variables).lihat gambar 13 – 1 (a).harga y1 adalah Rp 2.(10. Biasanya hanya salah satu dari penyelesaian dasar yang mungkin tersebut yang akan optimal. Dengan menggambarkan suatu seri garis isoprofit (garis putus – putus) yng menunjukan laba(profit)yang semakin besar.0) dan (0.(7. 3 x2 x1 4 4 Jadi.1 Grafik dari pertidaksamaan asal “ lebih kecil atau sama dengan ” akan mencakup semua titik – titik pada garis dan disebelah kiri garis.¾.. 1.10). Metode grafik digunakaqn dibawah ini untuk menentukan kombinasi biaya yang paling murah dari y1 dan y2 yang akan memenuhi semua kebutuhan minimum. gambarkan fungsi obyektif sebagai suatu seri garis isoprofit.-.B dan C.1). 3.(4.2). 12 untuk B.gambar 13 .(a) yang terakhir adallah perpotongan kendala – kendala ketidaknegatifan.kendala ketidaknegatifan x1. = 3(4) + 4(6) = 36. Daerah yang digelapkan merupakan daerah yang mungkin memuat semua titik – titik yang memenuhi semua ketiga kendala kebutuhan ditambah kendala ketidaknegatifan. Dimana x1 4 dan x 2 6 lihat gambar 13 – 1 (b).3) upamanya. 13. nilai tersebut akan ditenukan pada salah satu titik ekstrim (atau sudut) dari batas tersebut.(16.0) dalam gambar 13 – 1.

2y1 + y2 .ini dilakukan dengan memasukan suatu variabel slack atau surplus yang terpisah (si) kedalam masing – masing pertidaksamaan (kendala ke i) dalam sistem tersebut. Suatu pertidaksamaan “ lebih besar atau sama dengan ” seperti 4x 1 + 7x2 ≥ 0 sedemikian rupa sehingga 4x1 + 7x2 – s = 60. Untuk memperoleh penyelesaian optimal. sedemikian rupa sehingga 5x1 + 3x2 + s = 30.jadi c = 2(9) + 3(3) = 30 yang menunjukan suatu biaya yang lebih rendah ketimbang di titik ekstrim yang mungkin lainya. karena itu variabel surplus dikurangkan. variabel slack s = 0.variabel surplus s = 0 jika 4x1 + 7x2 = 60. jika 5x1 + 3x2 < 30.jika 4x1 + 7x2 = 60.2) y2 c 4 1 y1 2 Garis isocost terendah yang akan menyinggung dareah yang memungkinkan adalah garis singgung (tangen) di y1 9 dan y 2 3 dalam gambar 13 – 2 (b). Umpamanya di (2.karena perlunya persamaan.jika 5x1 + 3x2 = 30.5 1 1 0 0 3 3 0 1 0 1 2 0 01 x2 s1 s2 20 30 16 s3 sebaliknya dalam contoh 2 semua kendala adalah “ lebih besar atau sama dengan ”. Suatu pertidaksamaan “ lebih kecil atau sama dengan ” seperti 5x 1 + 3x2 ≤ 30 dapat dirubah menjadi suatu persamaan dengan menambahkan suatu variabel slack s ≥ 0. x1 2.5x1 + x2 + s1 = 20 3x1 + 3x2 + s2 = 30 x1 + 2x2 + s3 = 16 dinyatakan dalam bentuk matriks.3 VARIABEL SLACK DAN VARIABEL SURPLUS Soal yang melibatkan lebih dari dua variabel berada di luar lingkup pendekatan grafik dua dimensi yang disajikan dalam bab sebelumnya.lihat contoh 3.0) tidak dalam daerah yang memungkinkan] 13.2 (b) 3.(a) gambar 13 . gambarkan grafik fungsi obyektif sebagai suatu seri garis isocost (garis putus-putus) Dari (13.s1 = 14 y1 + y2 . sistem perttidaksamaan linear harus dirubah menjadi sistem persamaan linear. s adalah suatu nilai positif yang sama dengn selisih antara 4x 1 + 7x2 dan 60 CONTOH 3 karena kendala – kendala teknis dala contoh 1 semua melibatkan pertidaksamaan “ lebih kecil atau sama dengan ” variabel slack ditambah sebagai berikut : 2.s2 = 12 y1 + 3y2 .c = 2(2) + 4(10)[untuk soal meminimasi. (0.10). s adalah suatu nilai positif yang sama dengan selisih antara 5x 1 + 3x2 dan 30.s3 = 18 67 .

Beberapa dasar dapat dibaca secara langsung dari matriks tanpa suatu manipulasi aljabar.dimana n > m suatu penyelesaian dimana sedikitnya n . n!/[m!(n-m)] dan dengan mensubstitusikan parameter – parameter yang diketahui.lihat contoh 3. 14 12 18 SOAL DAN JAWABAN PERNYATAAN MATEMATIS ATAS MASALAH EKONOMI 1.1 jam untuk percetakan dan 5 jam untuk pemotongan. Jadi 5(4) (3) (2) (1) 10 3(2) (1) (2) (1) CONTOH 5.perhatikan bahwa penyelesaian dasar tersngebut bukan suatu penyelesaian dasar yang memungkinkan karena melanggar kendala ketidaknegatifan. Akan tetapi. Dalam matriks kedua. dengan menggunakan rumus untuk besarnya penyelesaian dasar.perhitungan untuk menentukan (1) banyaknya variabel yang harus ditetapkan sama dengan nol untuk memperoleh suatu penyelesaian dasar dan (2) besarnya penyelesaian dasar yang ada. y1 2 1 -1 0 0 1 1 0 -1 0 1 3 0 0 1 y2 s1 s2 s3 13.besarnya penyelesaian dasar dapat diberikan dengan rumus n! m!(n m)! dimana n! Dibaca n factorial lihat contoh 4 CONTOH 4 dengan mereduksi pertidaksamaan menjadi persamaan dalam contoh 3 menghasilkan tiga persamaan dan lima variabel.atau penyelesaian dasar dapat diperoleh.dengan menetapkan x1 = 0 dan x2 = 0 akan menghasilkan suatu matriks identitas untuk s1.diperlihatkan dibawah ini.s2.s2.Dalil dasar menyatakan bahwa untuk suatu sistem m persamaan dan n variabel.jadi s1 = -14.s2 = -12 dan s3 = -18 merupakan penyelesaian dasar. 5! 3!(2)! dimana 5! = 5(4) (3) (2) (1).dan n.s3.empat puluh jam tersedia untuk peleburan.4 jam untuk percetakan dan 10 jam untuk pemotongan.dengan menetapkan y1 = 0 dan y2 = 0 akan menghasilkan suatu matriks identitas yang negatif untuk s1. karena terdapat 3 persamaan dan 5 variabel .dua puluh jam untuk percetakan dan 60 jam untuk pemotongan.4 DALIL DASAR Untuk suatu sistem persamaan m yang konsisten dan variabel n. Dalam atriks pertama.akan tetapi. Sebuah pabrik khusus baja memproduksi dua tipe baja (g1 dan g2) tipe satu memerlukan 2 jam untuk peleburan.nyatakan data tersebut dalam persamaan – persamaan dan pertidaksamaan yang perlu untuk menetapkan bauran output yang akan memaksimumkan laba.Dalam bentuk matriks. Jadi dengan menetapkan n – m variabel sama dengan nol menyelesaikan m persamaan untuk m variabel yang tersisa.marjin laba untuk tipe 1 adalah 24. 1.s3.s2 = 30 dan s3 = 16 merupakan suatu penyelesaian dasar yang dapat dibaca secara langsung dari atriks tersebut.m variabel harus sama dengan nol untuk penyelesaian dasar 5 – 3 atau 2 variabel harus sama dengan nol untuk suatu penyelesaian dasar atau titik ekstrim.m variabel saa dengan nol merupakan titik ekstrim.untuk tipe 2 adalah 8. dimana n > m akan terdapat sejumlah penyelesaian yang tak terhingga.jadi s1 = 20.suatu titik ekstrim. tipe dua memerlukan 5 jam untuk peleburan. 2. banyaknya titik ekstrim adalah terhingga. Maksimumkan Π = 24 g1 +8 g2 Dibawah 2 g1 + 5 g2 ≤ 40 kendala peleburan 68 .

3) Hitunglah kemiringan fungsi obyektif. 30 jam untuk pengayakan dan 40 jam untuk pengeringan.bagaimana makanan – makanan tersebut harus dicampur untuk memberikan pemmenuhan yang paling murah atas kebutuhan harian jika harga makanan tersebut masing – masing Rp 40. kasar (x1) dan halus (x2). Pak samin memastikan bahwa ayam – ayamnya mendapatkan paling sedikit 24 unit zat besi dan 8 unit vitamin setiap hari. 5 jam untuk pengayakan dan 8 jam untuk pengeringan.dan Rp 60.Minimumkan c = 40 x1 + 20 x2 + 60 x3 Dibawah 2 x1 + 4 x2 + 2 x3 ≥ 24 kendala vitamin zat besi 5 x1 + x2 + x3 ≥ 24 kendala vitamin x1. untuk batu halus adalah 50.Rp 20.4 g1 + g2 ≤ 20 kendala percetakan 10 g1 + 5 g2 ≤ 60 kendala pemotongan g1 + g2 ≥ 0 2.batu kerikil yang kasar memerlukan 2 jam untuk penghancuran. 1) Gambarkan grafik kendala – kendala pertidaksamaan setelah menyelesaikan masing – masing untuk g2 dalam g1 2) Grafikan kembali dan hitamkan daerah yang memungkinkan(feasible region).. Marjin laba untuk batu kasar adlah 40. dan 32 unit vitamin D setiap hari. dengan menggunakan data dibawah. x3 ≥ 0 GRAFIK UNTUK PENYELESAIAN 5.dan memberikan 2 unit vitamin A. Tepung tulang (x2) memberikan 4 unit zat besi dan 1 unit vitamin. Jagung (x1) memberikan 2 unit zat besi dan 5 unit vitamin.. Sebuah perusahaan gilingan batu untuk pekarangan rumah memproduksi dua macam batu. Maksimumkan Dibawah Π = 24 g1 + 8 g2 2 g1 + 5 g2 ≤ 40 kendala 1 4 g1 + g2 ≤ 20 kendala 2 69 . dan evaluasilah fungsi obyektif pada nilai – nilai ini. batu halus memerlukan 6 jam untuk penghancuran. Merk 2 harganya Rp 4. Seorang yang gandrung model hidup sehat ingin memperoleh minimum 36 unit vitamin A.Dengan memakai persamaan persamaan dan pertidaksamaan.. x2. Di perusahaan tersebut tersedia waktu 36 jam untuk penghancuran. Tentukan bauran output yang memaksimumkan laba dengan menyederhanakan data ini menjadi persamaan – persamaan dan pertidaksamaan.padi – padian (x3) memberikan 2 unit zat besi dan 1 unit vitamin. 4) Bacalah setiap nilai kritis untuk g1dan g2 pada titik singgung. Dari soal 1. Maksimumkan Dibawah Π = 40 x1 + 50 x2 2 x1 + 6 x2 ≤ 36 kendala penghancuran 5 x1 + 3 x2 ≤ 30 kendala pengayakan 8 x1 + 2 x2 ≤ 40 kendala pengeringan x1 + x2 ≥ 0 3.dan tariklah suatu garis putus – putus.dan memberikan 3 unit vitamin A. 2 unit vitamin C dan 2 unit vitamin D. 2 unit vitamin Cdan 8 unit vitamin D.taruhlah penggaris diatas kemiringan ini gerakkan penggaris tersebut ke titik singgung dengan fungsi obyektif. Merk 1 harganya Rp 3.. bagaimanakah kombinasi paling murah yang menjamin kebutuhan harian? Minimumkan Dibawah c = 3 y1 + 4 y2 2 y1 + 3 y2 ≥ 36 kendala vitamin A 2 y1 + 2 y2 ≥ 28 kendala vitamin C 8 y1 + 2 y2 ≥ 32 kendala vitamin D y1 + y2 ≥ 0 4. 28 unit vitamin C. 3 jam untuk pengayakan dan 2 jam untuk pengeringan.

gambar 13.g1 = 20. perhatikan bahwa kendala ketidaknegatifan hanya membatasi analisis pada kuadran pertama.3 (b).4 (b) PENYELESAIAN OPTIMAL BERGANDA 7.apabila g2 = 0. g2 = 8.jadi Π= 24(4) + 8(4) = 128 (a) gambar 13. Kerjakan kembali seperti soal diatas apabila diketahui data berikut : Minimumkan c = 4 x1 + 2 x2 Dibawah 4 x1 + x2 ≥ 20 kendala 1 2 x1 + x2 ≥ 14 kendala 2 x1 + 6 x2 ≥ 18 kendala 3 x1. x2 = Π /50 – 4/5 x1. g1 = 4 dan g2 = 4.gkin dignh 10 g1 + 5 g2 ≤ 60 kendala 3 g1 + g2 ≥ 0 kendala – kendala pertidaksamaan tersebut harus digrafikan seperti terlihat dalam gambar 13. dengan menggunakan data berikut.4 (b). kemiringan = .4 (a) untuk kendala yang digrafikan.3 (b) 6.untuk kendala 1. di titik singgung. kemiringan = -3. apabila g1 = 0. Dari fungsi obyektif.4 (b) untuk daerah yang memungkinkan. Dari fungsi obyektif. dalam gambar 13. jadi Π = 40(3) + 50 (5) = 370 (a) gambar 13.4/5. x1 =3 dan x2 = 5. x2 ≥ 0 70 . kerjakan kembali seperti soal 5. Daerah yang mungkin digrafikan dalam gambar 13. dari g2 = 8 – 2/5 g1.3 (a). yang diperoleh dalam soal 2 Maksimumkan Π = 40 x1 + 50 x2 Dibawah 2 x1 + 6 x2 ≤ 36 kendala 1 5 x1 + 3 x2 ≤ 30 kendala 2 8 x1 + 2 x2 ≤ 40 kendala 3 x1 + x2 ≥ 0 lihat gambar 13.g2=Π/8– 3 g1.

2 y1 + 5 y2 + s1 = 40 4 y1 + y2 + s2 = 20 10 y1 + 5 y2 + s3 = 60 y1 (b) 2 5 1 4 1 0 10 5 0 0 0 1 0 0 1 y2 s1 s2 s3 40 20 60 9. maka tidak terdapat penyelesaian tunggal optimal yang memungkinkan.(a) (b) gambar 13. Setiap titik antara garis (3. 2 x1 + 3 x2 .2) akan meminimumkan fungsi obyektif dibawah kendala tersebut.2) juga termasuk dalam penyelesaian optimal.penyelesaian optimal berganda (multiple optial solution) akan terjadi bilamana terdapat ketergantungan linear antara fungsi obyektif dan salah satu kendala. fungsi obyektif dan kendala 2 adalah secara linear tergantung (tak bebas) karena yang satu dapat dinyatakansebagai penggandaan dari yang lain.s2 = 28 8 x1 + 2 x2 . yaitu c = 4(3) = 38 atau c = 4(6) + 2(2) = 28 VARIABEL SLACK DAN SURPLUS 8.jadi.5 Dalamgambar 13.jadi. x2 ≥ 0 (a) untuk pertidaksamaan “lebih besar atau sama dengan”.karena titik – titik ekstrim (3. kurangkan variabel surplus. Kerjakan seperti soal di atas untuk yang berikut : Minimumkan c = 60 x1 + 80 x2 Dibawah 2 x1 + 3 x2 ≥ 36 2 x1 + 2 x2 ≥ 28 8 x1 + 2 x2 ≥ 32 x1. Dala kasus ini.8) dan (6. Maksimumkan Π = 24 y1 + 8 y2 Dibawah 2 y1 + 5 y2 ≤ 40 4 y1 + y2 ≤ 20 10 y1 + 5 y2 ≤ 60 y1 .s1 = 36 2 x1 + 2 x2 .8) dan (6.5 dengan garis isocost menyinggung kendalan kedua. y2 ≥ 0 (a) untuk pertidaksamaan “lebih kecil atau sama dengan”. Tambahkan variabel slack. (a) ubahlah kendala – kendala pertidaksamaan dalam data berikut menjadi persamaan dengan menambahkan variabel slack atau mengurangkan variabel surplus dan (b) nyatakan persamaan tersebut dalam bentuk matriks.s3 = 32 71 . Perhatikan bahwa penyelesaian optimal berganda tidak menyangkal dalil titik ekstrim.

1. Minimumkan c = 54 g1 + 48 g2 + 50g3 Di bawah 6 g1 + 4 g2 + 5g3 ≥ 30 3 g1 + 6 g2 + 5g3 ≥ 20 g1. 6x1 + 2x2 ≤ 36 2x1 + 4x2 ≤ 28 72 . Banyaknya penyelesaian adalah n! m!(n m) (d) 5! 2!(3!) 5(4)(3)(2)(1) 2(1)(3)(2)(1) 10 Dengan menetapkan g1 = g2 =g3 = 0.karena keduanya negatif penyelesaian – penyelesaian ini tidak dapat menjadi suatu penyelesaian dasar yang memungkinkan LIN EAR PROGRAMMING ALGORITMA SIMPLEKS : 14. variabel – variabel yang tidak ditetapkan saa dengan nol disebut dalam basis atau dalam penyelesaian. Tentukan (b) banyaknya variabel yang harus ditetapkan sama dengan nol untuk memperoleh penyelesaian dasar dan (c) banyaknya penyelesaian dasar yang ada.variabel – variabel yang disamakan dengan nol pada langkah tertentu disebut tidak dalam basis atau tidak dalam penyelesaian. Metode simpleks diilustrasikan dalam contoh 1 untuk maksimisasi dan dalam contoh 3 untuk miniisasi. (d) tentukanlah penyelesaian dasar pertama dari matriks tersebut. karna paling sedikit n – m variabel harus sama dengan noluntuk suatu penyelesaian dasar. apabila ditentukan Π = 5x1 + 3x2 Di bawah kendala.g2. ALGORITMA SIMPLEKS : MAKSIMASI Algoritma adalah suatu kaidah aatau suatu prosedur sistematis untuk mendapatkan penyelesaian suatu soal.x1 (b) 2 3 -1 0 0 2 2 0 -1 0 8 2 0 0 -1 x2 s1 s2 s3 36 28 32 10. maka sebanyak n – m = 5 – 2 = 3 variabel harus ditetapkan sama dengan nol untuk suatu penyelesaian dasar. dan penyelesaian diperoleh dengan menyelesaikan m persamaan untuk m variabel sisanya. Algoritma simpleks digunakan sebagai berikut untuk memeksimumkan laba. penyelesaian dasar pertamanya adalah s1 30 dan s2 20 . Algoritma bergerak dari satu penyelesaian dasar yang mungkin ke penyelesaian dasar yang lain. Atau lebih sederhana variabel – variabel dasar. sembari selalu menyempurnakan penyelesaian sebelumnya. n – m variabel ditetapkan saa dengan nol dala setiap langkah dari prosedur tersebut. (a) Reduksikan kendala – kendala pertidaksamaan dari data berikut ini menjadi persamaan dan nyatakan dalam bentuk matriks.g3 ≥ 0 g1 (a) 6 4 5 -1 0 6 g1 + 4 g2 + 5g3 ≥ 30 3 6 5 0 -1 g2 g3 s1 s2 30 20 3 g1 + 6 g2 + 5g3 ≥ 20 (b) (c) karena terdapat dua persamaan dan 5 variabel. Algoritma simpleks adalah suatu metode(atau prosedur perhitungan) untuk menentukan penyelesaian dasar yang memungkan atas asuatu sistem persamaan dan pengujian keoptimalan penyelesaian tersebut. Contoh . sampai penyelesaian optimal dicapai.

suatu variabel diasukan kedalam basis dan salah satu variabel sebelumnya berada dalam basis harus dikeluarkan. Karena vektor 6 6 5 2 satuan (unit vektor) dengan 1 dalm baris pertamanya berada dibawah kolo s 1. seperti dalam contoh 5 bab 3. Rasio pemindahan diperoleh dengan membagi elemen kolom konstan dengan elemen kolom pivot. suatu penyelesaian mendasar yang baru diperiksa. Proses pemilihan variabel yang dimasukan dan variabel yang dikeluarkan tersebut dinamakan perubahan basis (change of basis) i) Indikator negatif dengan nilai absolut terbesar akan menentukan variabel yang asuk ke dala basis. Elemen pivotnya adalah  elemen pada perpotongan kolom variabel 73 . Dengan menetapkan x1 = 0 dan x2 = 0. baris1 merupakan baris pivot. ii) Variabel yang dieliminasi ditentukan oleh rasio pemindahan (displacement ratio).sesuai deng n nilai fungsi obyektif di titik asal (kalau x 1 = x2 = 0) Tabel simpleks awal : x1 x2 s1 s2 s3  2 1 0 0 5 5 0 1 0 2 4 0 0 1 -5 -3 0 0 0 indikator konstanta 36 40 28 0 iv) Penyelesaian mendasar pertama yang mungkin dapat dibaca dari tabel s impleks awal.akan menentukan variabel yang meninggalkan baris. Untuk bergerak kesuatu penyelesaian mendasar baruyang mungkin. Baris dengan ratio pemindahan terkecil (yaitu baris pivot) dengan mengabaikan rasio – rasio lebih kecil atau sama dengan nol. s3 = 28 pada penyelesaian mendasar pertama yang mung kin tersebut. s2 = 40.5x1 + 5x2 ≤ 40 1. Karna -5 dalam kolom pertama (atau x1)merupakan indikator negatif dengan nilai absolut terbesar. Karena 36 memberikan rasio terkecil 36 40 28 . maka s1 akan meninggalkan basis. Elemen kolom konstanta dari baris terakhir adalah juga nol. fungsi obyektif mempunyai nilai nol. Elemen Pivot dan Perubahan Dasar (basis) Untuk menaikan nilai fungsi obyektif. x1 6 2 1 0 0 5 5 0 1 0 2 4 0 0 -1 x2 s1 s2 36 40 28 s3 iii) Susunlah suatu tabel simpleks awal yang terdiri dari matriks koefisien dari persamaan kendala dan vektor kolom dari konstanta letakan diatas satu baris dari indiktor yang merupakan negatif – negatif dari koefisien fungsi obyektif dan sebuah koefisien nol untuk masing – masing variabel slack.s1 = 36. Tabel Sipleks Awal x1. 2.x2 ≥ 0 i) Ubahlah pertidaksamaan menjadi persamaan dengan menambahkan variabel – variabel slack 6x1 + 2x2 + s1 = 36 5x1 + 5x2 + s2 = 40 2x1 + 4x2 + s3 = 28 ii) Nyatakan persamaan – persamaan kendala dalam bentuk matriks. x1 di asukan ke dalam basis x1enjadi kolom pivot dan ditandai dengan anak panah.

eleen terakhir dala baris terakhir (dalam hal ini. Optimisasi Fungsi obyektif di maksimumkan kalau tidak terdapat indikator negative dalam baris terakhir. Karena hanya satu variabel baru yang memasukibasis pada setiap langkah proses. 30) merupakan nilai fungsi obyektif pada penyelesaian mendasar kedua yang mungkin. Dalam hal ini. seperti dala metode eliminasi Gauss ( lihat butir 10.12). Di sini. 3 i.2 kali baris1 dari baris3 dan tambahkan 5 kali baris1 ke baris4.dan langkah sebelumnya selalu melibatkan suatu matriks identitas. s2 = 0. 6 Tabel kedua: x1 x2 s1 s2 s3 1 1 3 konstanta 6 40 28 0 1 6 0 0 5 5 0 1 0 2 4 0 0 1 -5 -3 0 0 0 ii) Setelah mereduksi elemen pivot menjadi 1. pivoting hanya meliputi pengubahan elemen pivot menjadi 1 dan semua eleen lainya dalam kolom pivot menjadi nol. kolom2 menjadi kolom pivotnya. Kalikan baris2 dengan 10 x1 x2 s1 s2 s3 1 0 0 0 1 3 konstanta 6 3 16 30 74 1 6 1 4 1 3 5 6 0 3 10 0 0 1 10 3 4 3 0 1 0 0 . Dengan menetapkan x2 = 0 dan s1 = 0 . Karena 4 dalam kolom kedua merupakan satu – satunya indikator negative. Maka x2 3 dimasukan kedalam basis. kalikan baris1 dengan 1 .dan s3 = 16.swebagai berikut : i) Kalikan baris pivot dengan kebalikan (reciprocal) dari eleen pivot. rampungkan kolom pivotnya. maka s2 akan meninggalkan basis untuk mempivot.yang masuk ke basis dan baris yang berhubungan dengan variabel yang meninggalkan basis(yaitu elemen pada perpotongan baris pivot dan kolo pivot) 3. Karena vector satuan dengan 1 dalam baris keduanya adalah dibawah s2 . Dengan mengubah basis dan melakukan pivoting kontinu menurut kaidah di atas sampai hal ini di capai. kurangkan 5 kali baris1 dari baris2. 4. Jadi 10 3 menjadi elemen pivot yang baru. ini memberikan tabel kedua x1 x2 s1 s2 s3 1 0 0 0 1 3 konstanta 6 10 16 0 30 1 6 5 6 1 3 5 6 0 1 0 0 10 3 10 3 4 3 0 1 0 Penyelesaian mendasar kedua yang mungkin dapat dilihat secara langsung dari tabel kedua. sekarang tinggal suatu atriks identitas yang memberikan x1 = 6. Pivoting Pivoting adalh proses penyelesaian m persamaan dalam bentuk m varibel yang sekarang berada dala basis. Dengan membagi kolom konstanta dengan kolom pivot memperlihatkan bahwa rasio terkecil adalah dalam baris kedua.

alam contoh 1.tidak akan menambah sesuatupun pada fungsi laba). Karena tidak terdapat indicator negative yang tertinggal dalam baris terakhir. erarti tidak sepenuhnya dimanfaatkan penyelesaian optimal dan nilai marginalnya adalah nol (yaitu penambahan satu lagi unit lain.2. laba akan naik sebesar ½ unit atau 2 50 sen untuk perubahan satu unit dalam nilai konstanta dari kendala 1. Jadi. Kemudian kurangkan 1 kali baris2 dari baris1. jawaban pada contoh 1 dapat dicek dengan (1) substitusi nilai – nilai kritis baik dalam persamaan fungsi obyektif maupun persamaan kendala dalam (14. Untuk gabar grafik lihat contoh 13. ALGORITMA SIMPLEKS : MINIMISASI Apabila algoritma simpleks digunakan untuk mencari suatu nilai minimal.C melambangkan berbagai konstanta dalam kendala 1. 3 kali baris2 ke baris4. Nilai optimal dari fungsi dari fungsi obyektif akan selalu sama dengan penjumlahan dari nilai marginal setiap input dikalikan kuantitas yang tersedia dari masing – masing input. Semua sarat harus dienuhi untuk suatu optimum. CONTOH 2. dengan s 3 6 . 14. 6 unit dari input yang ketiga tetap tidak terpadu.B. 1.3.1) dan (2) mengevaluasi jimlah nilai marginal dari sumberdaya (resources). karena kendala 3 mempunyai variabel slack positif.ii.dan tambahkan 4 3 s2 1 10 3 10 s3 0 0 1 0 konstanta 5 3 6 34 1 2 1 2 -1 2 5 Penyelesaian mendasar ketiga yang memungkinkan dapat dibaca secara langsung dari tabel tersebut. seringkali akan lebih mudah untuk menyelesaikan soal – soal minimasi dengan memakai dua. para mahasiswa mungkin lebih baik membaca bab 15 terlebih dahulu. nilai negative yang dihasilkan oleh variabel surplus menghadirkan suatu soal istimewa. Umpamakan A. Elemen terakhir dalam baris terakhir menunjukan bahwa x1 5 . s1 0 . oleh karena itu. s 3 6 . yaitu berapa banyak fungsi obyektif akan berubah sebagai akibat dari kenaikan satu unit dalam input tersebut. NILAI MARGINAL ATAU HARGA BAYANGAN. Dengan s1 0 dan s 2 0 . dan sebesar 0 untuk kenaikan satu unit dalam nilai konstanta dari kendala 3. s 2 0 . dan sebesar 5 atau 40 sen untuk kenaikan satu unit dalam nilai konstanta dari kendala 2. dari (14.3. menghasilkan table ketiga Tabel ketiga x1 x2 1 0 0 0 0 1 0 0 s1 1 4 1 4 10 3 kali baris2 dari baris3.lihat contoh 3. Π = 5x1 + 3x2 5x1 + 5x2 + s2 = 40 = 5(5) + 3(3) = 34 5(5) + 5(3) + 0 = 40 6x1 + 2x2 + s1 = 36 2x1 + 4x2 + s3 = 28 6(5) + 2(3) + 0= 36 2(5) + 4(3) + 6 = 28 2.1) tidak terdapat variabel slack dalam dua kendala yang pertama dan dua input yang pertama semuanya habis. Nilai indicator dibawah setiap variabel slack dalam tabel terakhir menyatakan nilai marginal (marginal value) atau harga bayangan (Shadow price) dari input yang berhubungan dengan variabel tersebut. fungsi obyektif tersebut mencapai suatu maksimum pada 34 . Π = MPA (A) + MPB (B) + MPC (C) = 1 2 (36) + 2 5 (40) + 0 (28) = 34 14. ini merupakan penyelesaian optimal. 75 . yang di bahas dalam bab 15.2.11. Akan tetapi. x 2 3 .

Variabel buatan (Ai ≥ 0)adalah suatu variabel kosong (dummy variable) yang ditambahkan dengan maksud khusus untuk menghasilkan suatu penyelesaian dasar awal yang mungkin. iii. Variabel tersebut tidak mempunyai makna ekonomi. x1 2 1 -1 0 0 1 1 0 -1 0 1 3 0 0 -1 x2 s1 s2 s3 Dari matriks tersebut jelas bahwa jika x1 = 0 dan x2 = 0. penyelesaian dasar tidak mungkin karena s 1 = -14. algoritma simpleks digunakan di bawah ini untuk meminimumkan biaya. dimana M adalah suatu bilangan besar yang tidak mungkin (impossibly large number) untuk meyakinkan bahwa A akan dikeluarkan dari penyelesaian optimal. s2 = -12. Nyatakan persamaan kendala dalam bentuk matriks. dibawah kendala – kendala gizi. s3 = -18 dan nilai negatif adalah tidak mungkin (nonfeasible). Sutu variabel yang terpisah ditambahkan untuk masing – masing pertidaksamaan asal yang bersifat “lebih besar atau sama dengan”. dimana c = 2 x1+ 2 x2 . i. x1 14 12 18 x2 2 1 -1 0 0 1 0 1 1 0 -1 0 0 1 1 3 0 0 -1 0 0 0 0 1 s1 s2 s3 A1 A2 A3 14 12 18 2. Untuk mengatasi masalah tersebut. ubahlah pertidaksamaan menjadi persamaan dengan mengurangkan variabel – variabel surplus 2 x1+ x2 – s1 = 14 x1+ x2 – s2 = 12 x1+ 3 x2 – s2 = 18 ii. Buatlah tabel simpleks awal dengan meletakan matriks koefisien dan vector kolom dari konstanta dalam (14. x2 ≥ 0 1. Tambahkan variabel – variabel buatan. tabel simpleks awal (sedikit dimodifikasi) i. Tabel Simpleks Awal yang Disesuaikan untuk Meminimisasi. dengan y sekarang dig anti x. Jadi. 2 x1+ x2 ≥ 14 x1+ x2 ≥ 12 x1+ 3 x2 ≥ 18 x1 . Fungsi obyektif mempunyai koefisien – koefisiennol untuk variabel surplus dan koefisien – koefisien M variabel – variabel buatan. harus di msukan variabel – varaibel buatan (artificial variables). Data tersebut berasal dari contoh 2 dalam bab13.CONTOH 3. x1 x2 s1 s2 s3 A1 A2 A3 konstanta 2 1 -1 0 0 1 0 1 1 0 -1 0 0 1 1 3 0 0 -1 0 0 -2 -4 0 0 0 -M -M indikator 0 0 1 -M 14 12 18 76 . seperti dalam simpleks awal untuk maksimisasi.2) diatas baris indicator yang negatif dari koefisien – koefisien fungsi obyektif.

4 3 7M . 44M . Kemudian pindahkan M dari kolom variabel buatan dengan menambahkan M kali ( baris1 + baris2 + baris3).ii. Jadi x 2 menjadi kolom pivot. Pivoting i. karena 18 6 merupakan rasio terkecil yang dihasilkan. A2 = 12. Untuk menurunkan biaya. 3. ii. persis untuk soal maksimisasi. Elemen Fivot i. penyelesaian mendasar pertama yang memungkinkan adalah A1 = 14. Tabel awal x1 x2 s1 s2 s3 A1 A2 A3 konstanta 2 1 -1 1 1 0 1  0 4M-2 5M-4 -M 0 -1 0 -M 0 0 -1 -M 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 0 14 12 18 44M Penyelesaian mendasar pertama yang unkindapat dilihat secara langsung dari tabel awal tersebut. Rampungkan kolom pivot dengan engurangkan baris3 dari baris1 dan baris2. indicator positif terbesar akan menentukan kolom pivot dan variabel yang memasuki basis. maka baris3 menjadi baris pivot.2 0 -M -M 0 -5M 4 3 5. A3 = 18. Dengan mengandaikan x1 = x2 = s1 = s2 = s3 = 0. Baris pivot dan variabel yang meninggalkan basis ditentukan oleh rasio terkecil yang dihasilkan dari pembagian elemen – elemen kolom pivot. Untuk menimasi. 4. A3 3 akan meninggalkan basis karena vector satuan dengan 1 dalam baris ketiga adalah berhubungan dengan A3. bukan indicator . sebagaimana ditandai dengan anak panah. elemen pivot pada perpotongan kolom pivot dan baris pivot adalah 3. Karena elemen terakhir dari baris paling bawah . Kurangi elemen pivot menjadi 1 dengan mengalikan baris 3 oleh 2 1 1 3 1 3 1 1 1 -1 0 0 0 0 -1 0 0 -1 3 1 0 0 0 1 0 0 0 0 1 3 14 12 6 44M 4M-2 5M-4 -M -M -M 0 0 ii. carilah perubahan basis. dan (5M-4) kali baris3 dari baris4 Tabel kedua : x1 x2 s1 s2 s3 A1 A2 A3 konstanta 5 3 2 3 1 3 0 0 1 3 -1 0 0 0 -1 0 1 3 1 3 1 0 0 0 0 1 0 -1 3 -1 3 1 3 8 6 6 14M + 24 -1 3 2M . 5M – 4 merupakan indicator positif terbesar.ini akan menghasilkan tabel awal. suatu bilangan besar yang tidak mungkin. dan fungsi obyektifnya adalah 44M. Pengulangan (Reiterasi) 77 .

menghasilkan tabel ketiga. dan (7M s2 0 -1 0 -M s3 1 5 1 5 2 5 A1 3 5 2 5 A2 0 1 0 2 A3 -1 5 -1 5 2 5 konstanta 24 5 14 5 -1 5 . 3 -5 0 0 1 0 3 0 -1 0 1 5 1 3 3 5 0 1 0 -1 3 -1 3 1 3 24 5 0 0 0 0 0 6 6 14M + 24 -1 3 2M .4 3 7M . dan kurangkan 1 baris2 dari baris3 dan [2M – 2)/5] baris2 dari 5 baris4. 3 i. Tabel keempat x1 1 0 0 0 x2 0 0 1 0 s1 0 1 1 5 s2 -3 2 5 2 s3 1 2 1 2 2 5 A1 0 -1 -1 5 -M A2 3 2 5 2 A3 . x1 1 0 0 0 x2 0 0 1 0 s1 3 -5 2 5 1 5 1 3 baris1 dari baris3. Rampungkan kolom1 dengan mengurangkan 2 baris1 dari baris2. Kolo pivot yang baru menjadi kolom1. 6. 3 – 2)/3] baris1 dari baris4. proses tersebut berjalan terus.7M 5 22 5 14M 136 5 2M . baris pivot yang baru adalah baris1. jadi x1 masuk ke basis dan A1 meninggalkan basis.2 -M -M 0 -5M 4 3 ii.Selama masih ada suatu indikator positif.`12 .7M 5 2 14 5 0 -M 0 0 22 5 2M .elemen pivotnya adalah 5 .6M 6 5 14M 136 5 3 ii.2 5 M-6 5 0 -6M 6 5 . Pivot Keempat i.`12 2 5 24 5 1 1 5 -1 -1 5 . Kalikan baris2 dengan 5 2 1 0 0 0 0 0 1 0 3 -5 0 5 2 1 5 1 2 2 5 3 5 0 5 2 -1 5 .`12 2 5 konstanta 9 7 3 30 78 0 -1 0 0 -1 -M+1 -M+1 .2 5 M-6 5 . Kalikan baris1 dengan 1 2 3 1 3 3 5 . Tambahkan 5 baris2 ke baris1.

penyelesaian dasar optimal yang memungkinkan tersebut dapat dibaca secara langsung dari tabel keempat x1 9 . Ini harus selalu cocok untuk suatu penyelesaian optimal. 4. biaya total akan sama dengan jumlah dari berbagai kebutuhan dikalikan harga bayangan masing – masing.misalkan A. 5. x 2 3 . A2. Untuk penyelesaian dual soal pada soal yang sama. elemen – elemen koefisien dari dari variabel surplus(s1. kebutuhan kedua dn ketiga dipenuhi secara tepat .C melambangkan konstan . c = 2x1 + 4x2 x1 + x2 – s2 = 12 = 2(9) + 4(3) = 30 9 + 3 – 0 =12 2x1 + x2 – s1 = 14 x1 + 3x2 – s3 = 18 2(9) + 3 – 7 = 14 9 + 3(3) – 0 = 18 2.2. karena nilai absolut indikator untuk s2 dan s3 adalah 1.-. suatu variabel buatan tidak akan pernah tampak dalam basis tabel terakhir jika suatu penyelesaian dasar optimal yang mungkin telah dicapai. s1 7 . Ini harus cocok dalam setiap yang berurutan dapat membantu dalam menemukan kesalahnmatematis. 2. suatu penyelesaian optimal yang mungkin telah dicapai.dengan memishkan matriks identitas. nilai fungsi obyektif ditunjkan oleh elemen terakhir dari baris terakhir. pengurangan satu unit dalam kebutuhan gizi kedua dan ketiga akan mengurangi biaya sebesar Rp 1. s 2 0 . tidak terdapat surplus. pengurangan satu unit dalam kebutuhan gizi pertama tidak akan mengurangi biaya. dan s 3 0 . Dengan s 2 s 3 0 . Akan tetapi. 1. indikator darivariabel – variabel buatan semuanya negatif dalam tabel terakhir. Jawaban pada contoh 1 dapat dicek dengan (1) substitusi nilai – nilai kritis baik dalam persamaan fungsi obyektif maupun persamaan kendala.s3) selalu sama dengan negatif dari elemen – elemen koefisien untuk variabel – variabel buatanya yang berkaitan (A1.3. Nilai absolut dari indicator untuk variabel – variabel surplus memberikan nilai marginal atau harga bayangan dari kendala. sebagaimana halnya nilai marginal. dimana c 30 Beberapa hal penting untuk diperhatikan : 1. dan (2) mengevaluasi jumlah biaya marginal sumberdaya.Dengan semua indikator negatif.B.konstan dalam kendala 1. A3). dan memperhatikan bahwa vector satuan untuk x 2 dan s1 berbalikan.s2. 3. lihat contoh 4 dan 5 dalam bab 15. Dengan indicator untuk s1 sama dengan nol. c = MCA(A) + MCB(B) + MCC(C) = 0(14) + 1(12) + 1(18) = 30 79 . CONTOH 4. Dengan s1 7 kebutuhan pertama dipenuhi secara berlebih sebesar 7 unit.

 menjadi elemen pivot.5y1 + y2 + s1= 20 3y1 + 3y2 + s2 = 30 y1 + 2y2 + s3= 16 ii. dan tambahkan 4 kali baris3 ke baris4 80 . Merubah basis. Maksimumkan Π = 3y1 + 4y2 Yang terikat pada 2. s2 = 30. Tambahkan variabel slack pada kendala untuk membuatnya jada persamaan . Nyatakan persamaan – persamaan tersebut dalam nentuk matriks y1 2. Ubahlah elemen pivot menjdin1 dengan mengalikan baris3 dengan ½ .SOAL DAN JAWABAN MAKSIMISASI 1.5y1 + y2 ≤ 20 3y1 + 3y2 ≤ 30 y1 + 2y2 ≤ 16 y1. Indikator negatif dengan nilai absolute terbesar (anak panah) menentukan kolom pivot. y2 s1 s2 20 30 16 s3 Bentuklah tabel simpleks awal yang terdiri dari matriks koefisien persamaan kendala dan vector kolom konstan yang diletakan diatas baris indikator yang negatif dari koefisien – koefisien fungsi obyektif dengan koefisien nol untuk variabel awal : Tabel awal : y1 5 2 y2 s1 s2 s3 1 3  -4  1 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 konstanta 20 30 16 0 3 1 -3 Dengan menetapkan y1 = y2 = 0. 2. Tentukan harga bayangan dari input (atau kebutuhan) untuk kendalanya. Gunakan algoritma simpleks untuk menyelesaikan system persamaan dan pertidaksamaan berikut. Pivot.y2 ≥ 0 1. Rasio pemindahan terkecil yang diperoleh dari pembagian elemen kolom konstanta dengan elemen kolom pivot menentukan baris pivot. elemen pada perpotongan baris pivot dan kolom pivot. Π = 0. 1 1 0 0 3 0 1 0 1 0 0 1 2 -4 0 0 0 20 30 8 0 Rampungkan kolom pivot dengan mengurangkan baris3 dari baris1 . dan s3 = 16. penyelesaian mendasar pertama yang mungkin adalah s1 = 20. Buatkan tabel simpleks awal i. 3 kali baris3 dari baris2 . 3. pada penyelesaian mendasar pertama yang mungkin tersebut. Jadi. 5 2 3 1 2 -3 ii.5 1 1 0 0 3 3 0 1 0 1 2 0 0 1 iii. 2. i.

s 3 0 .x2 ≥ 0 1. 2 x1 + 3 x2 .s1= 36 2 x1 + 2 x2 . Gunakan algoritma simpleks untuk menyelesaikan system persamaan dan pertidaksamaan yang diberikan di bawah ini. s 2 0 . s1 4 . Kolom 1 adalah kolom pivot. 3 MINIMISASI 2. dan nyatakan dalam bentuk matriks. 2 dan 1.s3= 32 81 . 2 i.Tabel kedua : y1 2 3 2 1 2 y2 s1 s2 s3 0 0 1 0 0 1 -1 2 -3 2 1 2 konstanta 12 6 1 0 0 8 -1 0 0 0 2 32  4. Tentukan harga bayangan dari masing – masing persyaratan kendalanya. dan 3 adalah elemen pivot. dan Π = 36. Harga bayangan dari input berturut – turut adalah 0. Rampungkan kolom pivot dengan mengurangkan 2 kali baris 2 dari baris1 . Tabel final : y1 0 1 0 0 y2 s1 0 0 1 0 s2 s3 3 2 konstanta 4 4 6 36 1 -4 3 0 2 3 -1 1 2 0 -1 3 0 2 3 1 Karena tidak terdapat indikator negatif yang tertinggal. tbel fina dapat diperoleh. y 1 4 . y 2 6 . Kalikan baris2 dengan 2 1 1 2 3 2 0 0 1 0 0 2 3 -1 2 -1 1 2 12 4 8 32 -1 1 0 0 0 0 0 2 ii. Ubahlah pertidaksamaan menjadi persamaan dengan mengurangkan variabel – variabel surplus. dan tambahkan barsi2 ke baris4. lihat contoh 1 dalam bab 13 dimana x digunakan sebagai pengganti y. baris2 baris pivot. Ubahlah basis pada pivotnya sekali lagi. ½ kali baris2 dari baris3. Dengan mengoreksi fakta bahwa vektor – vektor satuan dari matriks identitas tidak beraturan (out of order).s2 = 28 8 x1 + 2 x2 . Miniumkan Yang terikat pada c = 60 x1 + 80 x2 2 x1 + 3 x2 ≥ 36 8 x1 + 2 x2 ≥ 32 2 x1 + 2 x2 ≥ 28 x1.

tambahkan variabel – variabel buatan x1 x2 2 1 -1 0 0 1 0 1 1 0 -1 0 0 1 1 3 0 0 -1 0 0 0 0 1 s1 s2 s3 A1 A2 A3 2. 8 i. Tabel awal x1 x2 s1 -1 0 0 0 s2 0 -1 0 0 s3 0 0 -1 0 A1 1 0 0 -M A2 0 1 0 -M A3 0 0 1 -M konstanta 36 28 32 30 2 3 2 2  2 12M-60 7M-80 3. Pilihlah elemen pivotnya dan pivotkan. dan koefisien yang secara semu (M) untuk variabel – variabel buatan. 8 adalah elemen pivotnya.x1 2 2 8 3 2 2 -1 0 0 0 -1 0 0 0 -1 x2 s1 s2 20 30 16 s3 Karena penyelesaian dasar pertamanya tidak akan mungkin. Buatlah tabel awal dengan melengtakan matriks koefisien dan vektor kolom dari konstanta di atas negatif darikoefisien – koefisien fungsi obyektif yang mempunyai koefisien nol untuk variabel – variabel surplus. Kalikan baris3 dengan 2 2 1 3 2 1 4 1 8 -1 0 0 -M 0 -1 0 -M 0 0 -1 8 -M 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 8 36 28 4 96M 12M-60 7M-80 0 82 . Karena 12M -60 merupakan indikator positif terbesar dan 32 adalah rasio pemindahan terkecil. x1 2 2 8 -60 x2 3 2 2 -80 s1 -1 0 0 0 s2 0 -1 0 0 s3 0 0 -1 0 A1 1 0 0 -M A2 0 1 0 -M A3 0 0 1 -M konstanta 36 28 32 30 14 12 18 Rampungkan kolom – kolom variabel buatan M dengan menambahkan M dikalikan (baris1 + baris2 + baris3) ke baris4 untuk mendapatkan tabel awal.

ii. Tambahkan 10 kali baris2 ke baris1 dan kurangkan + [(3M/5). Dengan engingat bahwa eleen negatif tidak dapat digunakan 3 dalam penyebut dari rasio pemindahan. 5 merupakan eleen pivot yang baru. dan (12M-60) kali baris3 dari baris4 Tabel kedua : x1 x2 s1 s2 s3 A1 A2 A3 konstanta 0 0 1 0 5 2 3 2 1 4 -1 0 0 0 -1 0 M 1 4 1 4 1 8 1 0 0 15 0 1 0 0 0 0 1 3M 2 15 28 20 4 48M + 240 4M-65 -M -M 0 2 4. Pivotkan untuk ketiga kali.26]kali baris2 dari baris4 iii.10 56 5 -1 4 1 8 3M 15 2 20 4 48M+ 240 - 0 0 4M–65 -M -M =+ + + ii.20 3 20 4 1 3M 5 26 -M  M 1 8M 26 0 5 10 11M 10 48M + 240 5.10 56 5 konstanta 2 -5 3 5 1 10 3 -5 1 . Kalikan baris1 dengan 2 5 0 -1 0 1 10 1 4 1 8 M 15 2 2 3 0 0 1 0 1 3 2 1 4 -2 3 0 0 0 0 1 0 0 1 . Kurangkan x1 0 0 1 0 x2 1 0 0 0 3 2 baris1 dari baris2. Kurangkan 2 kali baris3 dari baris1. i.20 -1 1 . dan (4M – 65) baris1 dari baris4 A1 2 3 A2 0 1 0 A3 1 .10 -1 6 3 20 0 26 0 3M 5 1 8M 5 11M 10 1 16M 5 968 =+ + 1 ii.10 1 . 2 5 kali baris2 dari baris3 dan 83 . s1 s2 0 -1 0 s3 1 10 1 10 1 4 baris1 dari baris3. 2 kali baris3 dari baris2.10 16 5 3 . Kalikan baris2 dengan 5 3 0 1 10 2 3 0 0 1 0 1 0 0 0 2 -5 0 5 3 1 .10 56 5 16 3 6 3 1 1 10 -5 3 0 26 -M M 10 1 6 3 . Pivotkan lagi i.

Kalikan baris2 dengan 6. Gunakan algoritma simpleks untuk menyelesikan persamaan dan pertidaksamaan – pertidaksamaan berikut Minimukan c = 4x1 + 2x2 Yang terikat pada 4x1 + x2 ≥ 20 x1 + 6x2 ≥ 18 2x1 + x2 ≥ 14 x1. Kurangkan 10 3 kali baris2 dari baris1. tambahkan kali baris2 ke baris3. Buatlah tabel awal Tabel awal . dan c 1000 . x1 6 . x1 x2 s1 -1 0 0 -M s2 0 -1 0 -M s3 0 0 -1 -M A1 1 0 0 0 A2 0 1 0 0 A3 0 0 1 0 konstanta 20 14 18 52M 4 1 2 1 1  7M-4 8M-2 84 . dan 0.10.x2 ≥ 0 1. s1 s2 0. Harga bayangan dari persyaratan yang erupakan kendala masing – masing adalah 20. Pivotkan keempat kali i. PENYELESAIAN OPTIMAL BERGANDA 3. dan s 3 32 . 1 6 0 0 1 0 1 0 0 0 0 6 0 0 1 6 -2 3 10 1 6 0 -6 0 -M 2 3 -1 6 -1 1 6 40 3 1 1 6 10 -1 6 32 2 3 130 3 10 3 M 130 3 M 1 6 10 3 3320 3 ii. dan kurangkan kali baris2 dsari baris4 Tabel final : x1 x2 s1 s2 s3 0 0 1 0 1 0 0 0 -1 1 6 -10 1 -3 2 -20 -10 A1 A2 A3 -0 -1 0 -M konstanta 8 32 6 1000 0 1 -1 1 -6 10 3 0 -1 2 0 -M+20 -M +10 Dengan memperhatikan urutan dari vektor – vektor unit. x2 8 .Tabel keempat : x1 0 0 1 0 x2 1 0 0 0 s1 0 1 0 0 s2 -2 3 5 3 s3 1 6 1 6 A1 0 -1 0 -M A2 2 3 A3 -1 6 -1 6 1 6 konstanta 40 3 16 3 2 3 5 3 1 6 -1 6 -1 6 M 130 3 130 3 10 3  M 10 3 3320 3 6.

Dan c 28 . Bilamana suatu variabel yang tidak berada dalam basis mempunyai indikator nol. Ini berarti bahwa variabel s3 dapat dimasukan ke basis tanpa mempengaruhi nilai fungsi obyektif. dan (3) memberikan 85 . s 3 0 . (2) memberikan cara yang cepat untuk menentukan apakah suatu pemakaian terdapat pemecahan sebelum di coba.23 1 23 0 22 4 23 25M 4 23 11M 23 -M 34M 23 0 66M 23 512 4. fungsi obyektif pasti mempunyai penyelesaian optimal berganda.11 1 11 1 23 23 11 . dan [(11M – 22/23)] kali baris2 dari baris4 s3 1 11 2 11 2 11 A1 0 -1 0 -M A2 6 11 23 11 1 11 A3 1 . maka pasti terdapat lebih dari satu penyelesaian optimal. Kemudian kurangkan +6 baris3. s1 6 . 6 kurangkan baris3 dari baris1 dan dan dari baris2 dan (8M – 2) kali baris3 dari baris4 menghasilkan tabel kedua Tabel kedua . 11 6 kali baris1 dari x1 x2 1 0 0 0 0 0 1 0 s1 6 .23 11 23 s2 0 -1 0 22 s3 1 23 2 23 4 . Pivot ketiga kali.23 2M 4 23 A1 6 23 A2 A3 1 0 . Karena fungsi obyektif telah berada pada optimum. dan [(17 – 11)3] kali baris1 dari baris4 Tabel ketiga . yang tidak terdapat basis terakhir. Akan tetapi.2. x1 x2 s1 s2 s3 A1 A2 A3 konstanta 23 6 11 6 0 0 1 11 -1 0 0 -M 0 -1 0 -M 1 6 1 6 1 0 0 0 0 1 0 0 1 6 1 6 1 6 4 1 3 17 11 3 28M + 6 1 6 -1 6 M 1 3 17M 3 0  6 3. x1 1 0 0 0 x2 s1 0 0 1 0 0 1 0 0 s2 6 . kurangkan Tabel final . Pivot sekali lagi.11 2 11 konstanta 6 6 2 28 - - -2 0 -M+2 -M Dari tabel final x1 6 . Kalikan baris3 dengan 1 setelah menurunkan elemen pivot menjadi 1.1 PERANAN ALJABAR MATRIKS Alajabar matriks (1) memungkinkan untuk menyatakan suatu system persamaan yang rumit dalam suatu cara yang ringkas dan sederhana. Dasar – Dasar Aljabar Matriks atau Linear 1.11 2 .23 2 1 . Kalikan baris2 dengan baris1. Kemudian tambahkan 6 23 kali baris2 ke kali baris2 dari baris3. s 2 0 .23 konstanta 102 23 66 23 52 23 . s 3 . mempunyai indikator nol. x 2 2 . Pivotkan. Kalikan baris1 dengan 23 .11 23 1 .11 23 .

fungsi eksponensial dan fungsi pangkat yang lain dapat dengan mudah dikonversikan menjadi fungsi linear. pembatasan ini umumnya tidak memberikan persoalan yang serius. Elemen – elemen tersebut semuanya mempunyai subscript ganda. Bilangan – bilangan ( parameter atau variabel) disebut sebagai elemen matriks. yang di susun dalam 3 baris dan 3 kolom.2. yang pertama menunjukan baris dimana elemen tersebut berada dan yang kedua menunjukan kolomnya. 86 . untuk sebuah perusahaan dengan beberapa saluran distribusi yang menjual beberapa produk yang berbeda. saluran 1 2 3 4 papan luncur tongkat tali . DEVINISI DAN ISTILAH Matriks adalah deretan bilangan. Matriks yang mengkonversikan baris A menjadi kolm dan kolom A menjadi baris disebut transpose A dan diberi tanda A' (atau AT). Akan tetapi. Banyaknya baris (m) dan kolom (n) menentukan dimensi matriks ( m x n ). Dalam matriks bujur sangkar square matrix). 1. Jadi α23 adalah elemen yang berada pada baris kedua. matiks tersebut adalah vekor kolom. α32 adalah elemen yan berada pada baris ketiga. Jika matriks terdiri dari satu kolom tunggal sedemikian rupa sehingga dimensinya m x 1. bilangan baris selalu mendahului bilangan kolom. perusahaan deapat menentukan tingkat persediaan dalam setiap saluran distribusinya. Jika matriks terdiri dari stu baris. mungkin untuk membantu mengingat subscript tersebut dengan istilah BK atau beberapa cara yang lain untuk nmembantu mengingat. dan kemudian di selesaikan dengan aljabar matriks. aljabar matriks hanya dapat diterapkan pada system persamaan linear. Bilangan pada deretan vertkal disebut kolom. Jadi matriks tersebut adlah matriks bujur sangkar. maka matriks tersebut adlah vector baris.sebagai berikut : Log Q = log A + α log K +β log L Dengan cara serupa. parameter atau variabel yang disusun segi empat. dengan dimensi 1 x n. suatu fungsi non linear. kolom kedua. yang di baca m kali n. perusahaan dapat menentukan persediaan setiap jenis produksinya. Perhatikan bahwa tidak ada tanda baca yang memisahkan elemen – elemen suatu matrik.temali 120 180 175 140 110 180 190 170 90 210 160 180 pakaian ski 150 110 80 140 Dengan membaca menyusun baris matriks. kolom ketiga. Dengan mambaca menurun suatu kolom matriks. Penempatanya adalah tepat dalam matriks. Karena baris selalu mendahului kolom dalam notasi matriks. Contoh 3. Karena banyak hubungan ekonomi dapat di dekati dengan persamaan linear dan yang lain dapat dikonversikan menjadi hubungan linear. Contoh 2. yang masing – masing mempunyai tempat yang ditata secara cermat dalam matriks. Contoh 1. diketahui a 11 a 12 a 13 a 23 a 33 (3x3) A a 21 a 22 a 31 a 32 B 3 9 8 4 2 7 C (2x3) 7 4 5 D (3x1) 3 0 1 (1x3) A adalah matriks umum terdiri dari 3 x 3 = 9 elemen.sarana penyelesain system persamaan. matriks memberikan cara yang ringkas untuk mengendalikan persediaan. jumlah baris sama dengan jumlah kolom ( yaitu m = n ). seperti fungsi produksi Cobb-Douglas yang umum Q=AKα Lβ Dapat dengan mudah dikonversikan menjadi fungsi linear dangan mencari logaritma masing – masing ruas.

C adalah vector kolom dengan dimensi (3 x 1). elemen b21 -nya adlah 4. misalkan matriks mula – mula S dan selesaikan S + D.-2. D adalah vector baris dengan dimensi (1 x 3). Contoh 6.B adalah matriks 2 x 3. PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN MATRIKS Penjumlahan (dan pengurangan) dua matriks A + B (atau A – B) mengharuskan matriks – matriks tersebut berdimensi sama. elemen b12 -nya adlah 9. hasil perkalian skalar k A.berapa tingkat persediaan yang baru?.diperoleh sebagai berikut . dan seterusnya. dengan mengetahui matriks A dan matriks B. apabila diketahui matiks – matriks C dan D. apabila diketahui k = 8 dan 87 .0. penjumlahan A + B di hitung dibawah ini. D 40 20 50 10 25 30 10 60 15 0 40 70 60 40 10 50 Untuk mendapatkan tingkat persediaan yang baru. misalkan pengiriman D dilakukan ke saluran – saluran distribusi perusahaan dalam contoh 1. C 4 9 2 6 D (2x2) 1 7 5 4 C (2x2) D 4 -1 9 .4. 8 9 7 1 3 6 A 3 6 2 4 5 10 B (3x3) 5 2 4 7 9 2 (3x3) A B 8 1 9 3 7 6 3 5 6 2 2 4 4 7 5 9 10 2 (3x3) 9 12 13 8 8 6 11 14 12 ( 3 x 3) Selisih C – D.α12 ke b12. S D 120 200 175 140 40 25 15 60 110 20 180 30 190 0 170 40 90 210 160 180 50 10 40 10 150 110 80 140 10 60 70 50 160 225 190 200 130 210 190 210 140 220 200 190 160 170 150 190 1. bilangan sederhana seperti 12. Setiap elemen matriks yang satu kemudian ditambahkan ke (dikurangkan dari) b11 dalam B.3. Transpose A adalah a 11 a 21 a 31 A' a 12 a 13 a 22 a 23 a 32 a 33 5 Dan transpose C adalah C' 7 4 1. Perkalian matriks dengan bilangan atau scalar meliputi perkalian setiap elemen dari matriks tersebut dengan bilangan itu. PERKALIAN SKALAR Dalam aljabar matriks. dengan menjumlahkan elemen – elemen yang bersesuaian dari masing – masing matriks tersebut. Contoh 4.07 disebut skalar. Prosesnya disebut perkalian skalar (scalar multiplication)karena menaikan atau menurunkan matriks tersebut menurut besarnya skalar.7 2-5 6-4 (2x2) 3 2 -3 2 (2x2) Contoh 5.

5. hasilkali baris – kolom kemudian di pakai sebagai elemen dalam formasi dari matriks hasilkali sedemikian rupa. AB = 4(12) + 7(1) + 2(5) + 9(6) = 48 + 7 + 10 + 54 = 119 Hasilkali vektor – vektor berikut : A adalah 3 6 8 (1x3) A 2 4 5 (3x1) CD = (3 x 2) + (6 x 4) + (8 x 5) = 6 + 24 + 40 = 70 Perhatikan bahwa karena masing – masing pasangan vektor diatas mempunyai jumlah elemen yang sama. matriks awal (lead matriks) saa dengan jumlah di bahbaris pada 2. hasilkali AB dari vektor baris A dan vektor kolom B. Pembalikan susunan perkalian dalam salah satu vektor di atas dan dengan diperolehnya perkalian vektor kolom – baris (BA atau DC) akan menghasilkan jawaban yang sama sekali berbeda. sehinga setiap elemen cij dari atriks hasilkali C adlah suatu skalar yang berasal dari perkalian baris ke i dari matriks awal dan kolom ke j dari matriks akhir. Ini dipakai sebagai dasar untuk semua perkalian matriks. Hasilkali baris – kolom tersebut disebut hasilkali dalam (inner product). Perkalian vektor baris kolom adlah penting sekali. Diketahui 88 .6. Kemudian. menurut kaidah untuk perkalian vektor baris dan vektor kolom yang di bahas dalam butir 1. mensyaratkan bahwa kedua matriks tersebut bersesuaian yaitu bahwa n1 = m2.A Diperlihatkan dibawah ini. dan menjumlahkan hasilnya : AB = (a11 x b11) + (a12 x b21) + (a13 x b31) dan seterusnya. matriks akhir (lag matriks). Contoh 8. Jadi hasil perkalian baris – kolom akan merupakan suatu bilangan tunggal atau scalar. hasilkalinya didapatkan dengan mengalikan elemen – elemen individual dari vektor baris dengan elemen – elemen yang beresesuaian dengan vektor kolom. apabila diketahui 12 1 A A 4 7 2 9 (1x4) 5 6 (4x1) di hitung sebagai berikut. PERKALIAN VEKTOR Perkalian vektor baris (A) dengan vektor kolom (B) mensyaratkan masing – masing vektor mempunyai jumlah elemen yang persis sama.5. atau jumlah kolom pada 1. perkalian adalah mungkin. 8(6) 8(9) 6 9 2 7 8 4 (3x2) kA 8(2) 8(7) 8(8) 8(4) (3x2) 48 72 16 56 64 32 (3x2) 1. PERKALIAN MATRIKS Perkalian dua matriks berdimensi (m x n)1 dan (m x n)2. Contoh 7. Setiap vektor baris pada matriks awal kemudian dikalikan dengan setiap vektor kolom dari matriks akhir. 1.

setelah menentukan persesuaian AB dalam contoh 8. (3 x 2) = (2 x 3) (3 x 3) matriks – matriks tersebut adalah bersesuaian dan dimensi dari matriks hasil kali BC merupakan (3 x 3). kemudian kalikan baris pertama matriks awal dengan kolom kedua matriks akhiruntuk mendapatkan d12.dan pakaian ski Rp 150.. tongkat Rp 50.-. 3(6) 6(5) 7 (13) 3(12) 6(10) 7 (2) 139 110 AB D 12(6) 9(5) 11(13) 12(12) 9(10) 11(2) (2x2) 260 256 (2x2) Hasil kali BC dihitung dibawah ini. bergeraklah ke baris kedua matriks awal. AB dikatakan telah di tetapkan (defined) untuk BC. Untuk mencari nilai persediaan (V) pada berbagai saluran distribusi. dan bilangan – bilangan di luar lingkaran akan menunjukan. misalkan bahwa harga papan luncur adlah Rp 200. akhirnya. Pertama. dimensi dari matriks hasil kali. dalam susunan yang benar. hasil kali dari dua matriks itu dapat di cari.. Contoh 9. Apabila dua matriks seperti AB adalah bersesuaian. adlah dengan menata dua pasang dimensi tersebut dalam mana matriks – matriks tersebut akan dikalikan. Jadi AC tidak di tetapkan.karena (4 x 4) = (4 x 1) 89 . dan kalikan S dengan P : V SP 120 200 175 140 110 180 190 170 90 210 160 180 150 110 80 140 ( 4 x 4) 200 50 100 150 ( 4 x1) Matriks – matriks tersebut bersesuaian dan matriks hasil kalinya merupakan 4 x 1. kalikan baris pertama matriks awal dengan kolom pertama matriks akhir untuk mecari elemen pertama d11 matriks hasil kali D. (2 x 3) = (3 x 2) (2x 2) matriks – matriks tersebut memenuhi syarat persesuaian dan dimensi dari matriks hasil kali AB adalah (2 x 2).. Untuk BC (2 x 3) ≠ (2 x 3) A dan C tidak bersesuaian untuk perkalian. nyatakan harga tersebut sebagai sebuah vector kolom (P). karena tidak ada lagi kolom yang tersisa dalam matriks akhir.A 3 6 12 9 7 11 B (2x3) 6 12 5 10 13 2 A (3x2) 1 7 2 4 8 3 (2x3) Suatu pengujian ringkas (cepat) untuk melihat adanya persesuaian (conformability). jadi. dua matriks tersebut akan sesuai untuk perkalian dalam susunan yang diberikan. yang akan di terapkan sebelum melakukan setiap perkalian mmatriks. dengan menggunakan metode yang sama : 6(1) 12(2) 6(7) 12(4) 6(8) 12(3) 30 90 84 BC E 5(1) 10(2) 5(7) 10(4) 5(8) 10(3) 25 75 70 13(2) 2(2) 13(7) 2(4) 13(8) 2(3) (3x3) 17 99 110 (3x3) Contoh 10. Dengan mengacu ke contoh 1. kalikan baris kedua matriks awal dengan kolom kedua matriks akhir untuk mendapatkan d22. kemudian dalam hati lingkarilah bilangan terakhir dari pasang pertama dan dan bilangan pertama dari pasang kedua. Kalikan baris kedua matriks awal dengan kolom pertama matriks akhir untuk mendapatkan d12. tali Rp 100. Jadi untuk AB. Jika mereka sama.-.

dengan beberapa perkecualian. Untuk alas an yang sama. Tunduk pada sarat yang sama ini. 17 6 6 2 23 8 6 17 2 6 23 8 (2).000 86. A 3 6 7 12 9 11 B ( 2 x 3) 6 12 5 10 13 2 (3 x 2) Dapat di buktikan bahwa perkalian atriks tidak komutatif dengan membuktikan AB ≠ BA. karena penjumlahan matriks hanya melibatkan penjumlahan elemen – elemen yang bersesuaian dari dua matriks.500 72. Akan tetapi. Perhitungan tersebut diperlihatkan di bawah ini 4 3 11 7 7 18 3 4 7 11 7 18 A B B A (1). (A + B) + C = A + (B + C). yaitu X(a x b). 90 .2 6 1 4 11 4 Contoh 12.500 ( 4 x1) 1. Jika terdapat tiga atau lebih matriks yang bersesuaian. Diketahui.7. 4 11 3 7 A B 17 6 6 2 Untuk membuktikan bahwa penjumlahan dan pengurangan matriks adalah komutatif. Contoh 11. Perkalian matriksm. Diketahui. hal yang sama berlaku untuk pengurangan matriks. Jadi. ASOSIATIF DAN DISTRIBUTIF DALAM ALJABAR MATRIKS Penjumlahan matriks adalah komutatif (yaitu A + B = B + A). Contoh 13. Karena pengurangan matriksA – B dapat dirubah mebjadi penjumlahan matriks A + (-B).seringkali matriks – matriks tidak bersesuaian dalam dua arah. (2 x 3) = (3 x 2). maka pengurangan matriks juga komutatif dan asosiatif. hukum asosiatif akan berlaku selama matriks – matriks tersebut dikalikan dalam urutan persesuaian (conformability).6 17 .Z(e x f) dimana b = c dan d = e. perkalian matriks juga distributive A(B + C) = AB + AC. Diketahui. AB akan menjadi 2 x 2 3(6) 6(5) 7 (13) 3(12) 6(10) 7 (2) 139 110 AB 12(6) 9(5) 11(13) 12(12) 9(10) 11(2) (2x2) 260 256 (2x2) BA adalah bersesuaian (3 x 2) = (2 x 3). buktikan bahwa (1) A + B = B + A dan (2) A – B = –B + A.7 11 .penjumlahan matriks juga asosiatif. adalah tidak komutatif (yaitu AB ≠ BA).(4 x 1) Jadi.3 4 .500 75. dan susunan penjumlahan tidak dipentingkan. sebagai berikut : AB adalah sesuai. (XY)Z = X(YZ). AB 6(3) 12(12) 5(3) 10(12) 13(3) 2 (12) 6(6) 12(9) 5(6) 10(9) 13(6) 2(9) BA akan menjadi 3 x 2 6(7) 12(11) 162 5(7) 10(11) 135 13(7) 2(11) (3x3) 63 144 120 96 174 145 113 (3x3) karena itu AB ≠ BA. V 120(200) 200(200) 175(200) 140(200) 110(50) 90(100) 150(150) 180(50) 210(100) 110(150) 190(50) 160(100) 80(150) 170(50) 180(100) 140(150) ( 4 x1) 61. Y(c x d). perkalian scalar adalah komutatif (yaitu kA = Ak). A B 4 3 11 7 17 6 6 2 1 4 11 4 B A . HUKUM KOMUTATIF.

1. tidak perlu bujur sangkar. apabila subscript digunakan. apabila diketahui. seperti pada In. Matriks null terdiridari semuanya nol dan dapat berdimensi sembarang .8. AI 9 1 AI 7 9 1 BN B N 10 14 2 6 3 7 terbukti 0 0 0 0 (2). perhitungan – perhitungan tersebut diperlihatkan di bawah ini 7 10 14 1 2 3 6 7 0 0 0 1 0 0 0 1 7(1) 9(1) 1(1) 10(0) 2(0) 3(0) 14(0) 6 (0) 7 (0) 7(0) 9(0) 1(0) 10(1) 2(1) 3(1) 14(0) 6 (0) 7 (0) 7(0) 9(0) 1(0) 10(0) 2(0) 3(0) 14(1) 6 (1) 7 (1) (1).n menunjukan dimensi matriks (m x n). yaitu AI = A. (2) perkalian dengan suatu matriks null menghasilkan matriks null. matriks identitas serupa dengan bilangan 1 dalam aljabar karea perkalian suatu matriks dengan matriks identitas tidak membawa perubahan terhadap matriks asal (yaitu AI = IA = A). yaitu BN = N dan (3) penjumlahan atau pengurangan matriks null tidak mengakibatkan matriks asalnya berubah.adalah matriks idempotent (idempotent matrix). Matriks simetris untuk mana A x A = A. setiap matriks utuk mana A = A' adalah matriks simetris (symmetric matrix). (3). yaitu (AB)C = A(BC).9. perhitunganya adalah sebagai berikut : A 7(4) 5(2) 1(4) 3 (2) 8(4) 6(2) 38 10 44 93 27 108 7(9) 5(6) 1(9) 3 (6) 8(9) 6(6) 95 25 110 2 6 7 7(10) 5(5) 1(10) 3 (5) 8(10) 6(5) ( 3 x 3) 38 10 44 93 27 108 95 25 110 ( 3 x 3) ( AB)C ( 3 x 3) ( 3 x1) 38(2) 93(6) 95(7) 10(2) 27 (6) 25(7) 44(2) 108(6) 110(7) ( 3 x1) 1299 357 1506 ( 3 x1) BC 4(2) 9(6) 10(7) 2(2) 6(6) 5(7) ( 2 x1) 132 75 ( 2 x1) A( BC ) 7 1 8 5 3 6 132 75 (3 x 2) (2 x) 7(132) 5(75) 1(132) 3(75) 8(132) 6(75) ( 3 x1) 1299 357 1506 terbukti ( 3 x1) 1. Penjumlahan atau pengurangan matriks null tidak membawa perubahan terhadap matriks asalnya. 5(0) 12(0) 5(0) 12(0) 20(0) 4(0) 20(0) 4(0) 5 0 12 0 20 0 4 0 5 12 20 4 terbukti terbukti PERNYATAAN MATRIKS DARI SERANGKAIAN PERSAMAAN LINEAR 91 . Contoh 14. Matriks identitas adalah simetri dan idempotent. yaitu B + N = B.A 7 1 8 5 3 6 B (3 x 2) 4 9 2 6 10 5 B ( 2 x 3) 2 6 7 ( 3 x1) Untuk membuktikan bahwa perkalian matriks adalah asosiatif. A 7 9 1 10 14 2 6 3 7 B 5 12 20 4 N 0 0 0 0 I 1 0 0 0 1 0 0 0 1 Dapat dibuktikan bahwa : (1) perkalian dengan suatu matriks identitas tidak menimbulkan tambahan terhadap matriks asalnya. Lihat contoh 14. perkalian suatu matriks identitas dengan dirinya sendiri meninggalkan matriks identitas tidak berubah : I x I = I2= I. MATRIKS IDENTITAS DAN MATRIKS NULL Matriks identitas I adalah suatu matriks bujur sangkar yang mempunyai 1 untuk setiap elemen pada diagonal utama dari kiri ke kanan dan nol di setiap tempat yang lain. perkalian dengan matriks null menghasilkan matriks null.

tiga operasi barisdasar memungkinkan (1) setiap dua baris suatu matriks saling tukar. Tanpa suatu perubahan dalam hubungan linear.13 4 9 ( 2 x 4) y 242 ( 2 x1) z ( 4 x1) kemudian.dengan mengetahui 5x + 2y = 16 8x + 4y = 2n8 Tanpa suatu perubahan dalam hubungan linear. Sebagai ilustrasai sederhana. Contoh 16. Mengalikan suatu baris dengan suatu konstanta.baris suatu matriks. dan matriks hasil kali menjadi 2 x 1 (2 x 2) = (2 x 1) (2 x 1) 7x 1 3x 2 jadi. perhatikan bahwa sistem persamaan linear 7x1 + 3x2 = 45 4x1 + 5x2 = 29 dapat dinyatakan dalam bentuk matriks AX = B x1 45 7 3 B A X Dimana dan 29 x2 4 5 A adalah matriks koefisien (coefisien matrix). Saling menukar dua baris tersebut : 8x + 4y = 28 5x + 2y = 16 2. di sini 8x + 4y = 28 dengan 1/4. W = vektor kolom variabel. Contoh 17. operasi baris. yang tentunya sudah tidak asing lagi dari aljabar.X adalah vektor penyelesaian (solution vector). Perkalian adalah mungkin karena AX adalah bersesuaian. X dan B akan selalu berupa vektor kolom. dan AX AX 7 3 x1 4 5 x2 B: 7x 1 3x 2 4x 1 5x 2 ( 2 x1) 45 terbukti 4x 1 5x 2 29 dari sini. dapatkan hasil kali AX. AX adalah vektor kolom (2 x 1) karena setiap baris terdiri dari suatu elemen tunggal yang tidak dapat disederhanakan lebih lanjut melalui penjumlahan. diketahui 8w +12x – 7y +2z = 139 3w +13x + 4y +9z = 242 untuk menyatakan sistem persamaan ini dalam notasi matrik.9. dan B adalah vektor unsur konstanta (vector of constan terms). dengan mengandaikan A = matriks koefisien. dan B = vektor kolom konstanta. diilustrasikan di bawah ini.kita dapat 1. sistem persamaan yang diketahui tersebut dapat dinyatakan dalam bentuk matriks A(2x4)W(4x1) =B(2x1) 1.dalam hati balikan susunan perkalian matriks: w 8 12 .Aljabar matriks memungkinkan pengungkapan secara ringkas suatu sistem persamaan linear. dan (3) setiap kelipatan suatu baris ditambahkan ke atau dikurangkan dari baris yang lain.10. OPERASI BARIS Operasi baris (row operation) berarti penerapan operasi aljabar yang sederhana pada baris. Contoh 15. meskipun penampilanya seperti itu. yang menghasilkan 92 .7 2 x 139 3 . untuk membuktikan bahwa AX = B dengan tepat menggambarkan sistem persamaanyang diberikan dalam seksi 1. (2) setiap baris atau baris – baris dakalikan dengan suatu konstanta. asalkan konstanta tersebut tidak sama dengan nol.

Jadi. Mengurangkan kelipatan satu baris dari yang lain. Untuk mengubsh matriks koefisien kedalam uatu matriks identitas. Kurangkan 8 kali baris kedua untuk merampungkan kolom pertama 1 6 20 0 . Kalikan baris pertaa dengan 2a. yang dipisahkan dengan suatu garis atau kisi.a dapatkan 1 pada posisi a11 dari matriks koefisien. AB 7 3 45 4 5 29 Matriks perbesaran digunakan sebagai sarana penyelesaian system persamaan linear. Contoh 19. yang menghasilkan 5x + 2y = 16 -4x – 2y = -14 x =2 1. bergeraklah sepanjang sumbu utama. Kalikan baris kedua dengan 1 untuk mendapatkan1 pada a22 44 1 6 20 0 1 3 93 .11. Contoh 18.9. Penyelesaian atas system persamaan kemudian dapat di baca dari elemen – elemen yang tinggal dalam vektor kolom B (lihat contoh 19). di sini 2(2x + y = 7) dari 5x + 2y = 16. matriks perbesaran A/B untuk 4x1 + 5x2 + 7x3 = 42 2x1 + 3x2 + 8x3 = 40 6x1 + 4x2 + x3 = 18 Adalah AB 4 5 2 3 6 4 7 42 8 40 1 18 1. kemudian gunakan operasi baris untuk mendapatkan nol disetiap tempat yang lain pada kolom pertama. Pertam. diletakan disampingnya. MATRIKS PERBESARAN (AUGMENTED) Diketahui suatu system persamaan dalam bentuk matriks AX = B matriks perbesaran A/B adalah matriks koefisien A dengan vector kolom konstanta B.44 132 1a. METODE GAUSS UNTUK MENYELESAIKAN PERSAMAAN LINEAR Penggunaan metode eliminasi gauss dalam menyelesaikan persamaan linear semata – mata dengan menyatakan system persamaan tersebut sebagai suatu matriks perbesaran dan menerapkan operasi baris berulang – ulang pada matriks perbesaran sampai matriks koefisien A di sederhanakan menjadi suatu matriks identitas. 1 untuk endapatkan 1 pada posisi a11 2 1 6 20 8 4 28 1b. metode eliminasi gauss di gunakan dibawah ini untuk mencari x 1 dan x2 dalam sistem persamaan 2x1 + 12x2 = 40 8x1 + 4x2 = 28 pertama nyatakan persamaan tersebut dalam suatu matriks perbesaran AB 2 12 40 8 4 28 kemudian. Teruskan memperoleh 1 sepanjang diagonal utama dan kemudian rampungkan kolomnyasampai matriks identitas tersebut sempurna. untuk sistem persamaan dalam butir1.2x + y = 7 5x + 2y = 16 3. Berikutnya dapatkan 1 pada 0posisi a22 dan gunakan operasi baris untuk mendapatkan nol disetiap tempat yang lain pada kolom mendapatkan nol disetiap tempat yang lain pada kolom tersebut.12.

x2 = 3 karena x1 1 0 2 0 1 x2 3 x1 + 0 = 2 0 + x2 = 3 94 . Kurangkan 6 kali baris kedua dari baris pertama untuk merampungkan kolom kedua 1 0 2 0 1 3 hasilnya adalah x1 = 2.2b.

95 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful