BAGIAN 1 KONSEP DASAR TEORI BARIS DAN DERET SERTA PENGGUNAANNYA DALAM BISNIS DAN EKONOMI

Diskripsi Mata Kuliah Memberikan gambaran dan dasar-dasar pengertian serta pola pikir yang logis sehubungan dengan barisan dan deret bilangan yang tersusun secara teratur dengan perubahan-perubahannya yang tertentu. Selanjutnya memberikan tuntunan dalam menggunakan rumus-rumus yang telah diperoleh untuk menghitung nilai-nilai yang ingin diketahui dari baris dan deret yang ada, seperti menghitung kesamaan suatu nilai dari dua beris atau deret yang diketahui, mencari perubahan dari suatu baris atau suatu deret. Tutjuan Khusus Menerapkan pengetahuan tentang baris dan deret tersebut dalam menghitung perasalahan-perasalahan bisnis dan ekonomi di antaranya masalah perkembangan usaha sejauh mana pertumbuhannya yang konstan dari waktu ke waktu, masalah nilai uang dalam hal pinjam-meminjam, investasi jangkan panjang yang dihubungkan dengan tingkat suku bunga yang diasumsikan tetap dari waktu ke waktu, dan menghitung pertumbuhan penduduk di suatu daerah serta jumlah penduduknya pada suatu waktu tertentu.

A. TEORI BARIS DAN DERET 1. Pengertian Baris Baris yang dimaksud adalah bilangan yang tersusun secara teratur dengan suatu pola perubahan tertentu dari satu suku ke suku berikutnya. Penggolongan baris dapat didasarkan pada : Jumlah suku yang membentuknya, dibedakan menjadi : 1. Baris berhingga 2. Baris tak berhingga Pola perubahannya, sehingga dibedakan menjadi 1. Baris Hitung 2. Baris Ukur 3. Baris Harmoni 2. Baris Hitung Baris hitung yaitu baris bilangan di mana pola perubahan dari satu suku ke suku berikutnya besarnya tetap dan pola perubahan tersebut dapat diperoleh dari selisih antara sutu suku ke suku sebelumnya. Contoh : 2, 4, 6, 8, 10, 12 ......................Sn S1 (suku pertama) = 2 S1 = a = 2 S2 (suku kedua) = 4 S2 = a + b = 2 + 2 = 4 S3 (suku ketiga) = 6 S3 = a + 2b = 2 + (2)2 = 6 S4 (suku keempat) = 8 S4 = a + 3b = 2 + (3)2 = 8 Sn (suku ke n) Maka untuk suku ke n di peroleh rumus : Sn = a + ( n – 1 ) b. Dimana a = suku pertama, b = pembeda dan n = suku ke n

Contoh soal : Diberikan suku ke tiga dan suku ke tujuh masing-masing sebesar 150 dan 170. Carilah suku ke sepuluhnya dari baris hitung tersebut. 1

S3 = a + ( n – 1 ) b = 150 = a + 2b S7 = a + (n – 1 ) b = 170 = a + 6b - 20 = - 4b b = -20 / -4 = 5 150 = a + 2b  150 = a + 2.5  150 = a + 10 a = 150 – 10  a = 140 S10 = a + (n – 1) b = 140 + (10 -1) 5  140 + 45 = 185 3. Deret Hitung Deret hitung yaitu deretan bilangan yang tersusun dengan aturan dimana suku pertamannya sama dengan suku pertama baris hitungnya, suku keduanya merupakan penjumlahan dua suku pertama baris hitungnya, suku ketiganya merupakan penjumlahan tiga suku pertama baris hitungnya, dan seterusnya. Contoh : (dari contoh baris hitung di atas) Baris hitung : 2, 4, 6, 8, 10, 12 ..... Maka Deret hitung : 2, 6, 12, 20, 30, 42, ... D1 = 2, D2 = 2 + 4 = 6, D3 = 2 + 4 + 6 = 12 D4 = 2 + 4 + 6 + 8 = 20 Dst dimana Dn = n/2 ( a + Sn ) atau Dn = n/2 { 2a + ( n – 1 ) b} Contoh Soal : Sebuah baris hitung mempunyai suku pertama yang bernilai 140. Beda antar suku 5. Hitunglah suku ke-10nya ? Berapakah Jumlah lima suku pertamanya ?. a = 140, b = 5 S10 = 140 + ( 10 – 1 ) 5 = 140 + 45 = 185 D5 = 5/2 ( 2.140 + ( 5 – 1 ) 5 ) = 5/2 ( 280 + 20 ) = 5/2 ( 300 ) = 750 4. Baris Ukur Baris ukur yaitu baris bilangan di mana pola perubahan dari satu suku ke suku berikutnya besarnya tetap dan pola perubahan tersebut dapat diperoleh dari perbandingan antara satu suku sengan suku sebelumnya Contoh : 2, 6, 18, 54, 162, ...... Sn S1 (suku pertama) = 2 S2 (suku kedua) = 6 S3 (suku ketiga) = 18 S4 (suku keempat) = 54 S5 (suku kelima) = 162 Sn (suku ke n) = dst. Pola perubahan dari satu suku ke suku berikutnya dilambangkan dengan r (rasio) dan perbesarannya adalah perbandingan atara dua suku yang berurutan dengan suku berikutnya, sehingga r = 6/2 = 18/6 = 54/18 = 162/54. maka r = 3. S1 (suku pertama) = a = 2 S2 (suku kedua) = ar = 2.3 = 6 S3 (suku ketiga) = ar2 = 2.32 = 2.9 = 18 S4 (suku keempat) = ar3 = 2.33 = 2.27 = 54 S5 (suku kelima) = ar4 = 2.34 = 2.8 = 162 Sn (suku ke n) Untuk menentukan suku ke n diperoleh rumus Sn = ar n-1

2

5. Deret Ukur Deret Ukur yaitu deretan bilangan yang tersusun dengan aturan di mana suku pertamanya sama dengan suku pertama baris ukurnya, suku keduanya merupakan penjumlahan dua suku pertama baris ukurnya, suku ketiganya merupakan penjumlahan tiga suku pertama baris ukurnya, dan seterusnya. Contoh : (dari contoh baris ukur di atas) Baris Ukur : 2, 6, 18, 54, 162, ....... maka Deret Ukur : 2, 8, 26, 80, 242, ..... D1 = 2 D2 = 2 + 6 = 8 D3 = 2 + 6 + 18 = 26 Dst. Dn dapat dirumuskan :

Dn

a 1 rn ,r 1 1 r

atau

Dn

a rn 1 ,r 1 1 r

Contoh Soal : Sebuah baris ukur mempunyai suku pertama yang bernilai 20. Ratio antar sukunya 2. Hitunglah suku ke-6nya ! Berapa jumlah lima suku pertamanya. a = 20, r = 2 S6 = arn-1 = 20. 26-1 = 20. 25 = 20. 32 = 640 20 2 6 1 20.63 = = 1260 D6 2 1 1 B. PENERAPAN TEORI BARIS DAN DERET DALAM EKONOMI 1. Perkembangan Usaha Perkembangan usaha yang dimaksud adalah sejauh usaha-usaha yang pertubuhannya konstan dari waktu ke waktu mengikuti perubahan baris hitung. Contoh Soal 1. Perusahaan keramik menghasilkan 5.000 buah keramik pada bulan pertama produksinya. Dengan adanya penambahan tenaga kerja, maka jumlah produk yang dihasilkan juga ditingkatkan. Akibatnya, perusahaan tersebut mampu menambah produksinya sebanyak 300 buah setiap bulannya. Jika perkembangan produksinya konstan setiap bulan, berapa jumlah keramik yang dihasilkannya pada bulan ke 12 ?. Berapa buah jumlah keramik yang dihasilkannya selama tahun pertama produksinya ? Jawab : Jumlah keramik yang dihasilkannya pada bulan ke 12. S12 = a + (n – 1) b = 5.000 + (12 – 1) 300 = 5.000 + (11) 300 = 5.000 + 3.300 = 8.300 Jadi pada bulan ke 2 perusahaan tersebut dapat menghasilkan 8.300 buah keramik. Jumlah keraik yang dihasilkan dalam satu tahun pertama. D12 = n/2 (a + s12) = 12/2 (5.000 + 8.300) = 6 (13.300) = 79.800 2. Teori Nilai Uang (bunga Majemuk) Perluasan deret ukur digunakan dalam masalah bunga berbunga, masalah pinjam meminjam serta masalah investasi yang dihubungkan dengan tingkat suku bunga dalam jangka waktu tertentu yang besarnya diasumsikan tetap dari waktu ke waktu. Misalkan suatu modal sebesar P 0‟ akan dibungakan per-satu tahun selama jangka waktu n tahun. Tingkat suku bunga yang berlaku yang berlaku adalah r % per-tahun, diasumsikan tetap dari tahun ke tahun selama n tahun. Sehingga menghitung modal awal tahun ke-n yang diperoleh melalui pembungaan setiap satu tahun dapat dirumuskan Pn = po ( 1 + r )n , atau Pn = po ( 1 + r /m)n.m Pn = Modal pada tahun ke-n (di masa yang akan datang) Po = Modal saat sekarang, saat t = 0 r = Tingkat suku bungan per-tahun 3

000 (1 + 0. berapa tambahan produksinya per tahun ? b) Berapa produksinya pada tahun kesebelas ? c) Pada tahun ke berapa produksinya 2.024 Latihan Soal 1. Pembungaan depositonya dengan tingkat bunga yang diasumsikan konstan sebesar 11% per-tahun Berapa jumlah uang yang diterimanya pada akhir tahun kelima jika didepositokan dengan pembungaan tiap 6 bulan sekali ? dan Berapa jumlah uang yang diterimanya jika didepositokan dengan pembungaan tiap tiga bulan.685058155) = 16.000 (1 + 0.000. Karena persaingan keras dari kecap-kecap merek lain.2 = 10. diperkirakan menjadi 4. Penduduk suatu kota metropolitan tercatat 3. a) Andaikata perkembangan produksinya konstan. Sebuah baris hitung mempunyai suku pertama bernilai 210.11 ) 5 = 10.000 ( 1 + 0. dan 1. produksinya terus menurus secara konstan sehingga pada tahun ke-10 hanya memproduksi 18.04 )10 = 100. Pertumbuhan Penduduk Penerapan deret ukur yang paling konvensional di bidang ekonomi adalah dalam hal perhitungan pertumbuhan penduduk. 5.11 )5 = 10. 6. 4.6 juta bungkus pada tahun ketujuh. Jika diketahui suku kedua besarnya 275 dan suku keenam besarnya 375.000 ( 1. Pabrik rokok “Kurang Garam” menghasilkan sejuta bungkus rokok pada tahun pertama berdirinya.11/2)5.( 1 + i )n Di mana Pn = populasi penduduk pada tahun basis (tahun ke-1) P0 = populasi penduduk pada tahun ke. Periode waktu : 2005 -1995 = 10 tahun Pn = P0.n i = persentase pertumbuhan penduduk per tahun & n = jumlah tahun Contoh soal : Penduduk suatu kota berjumlah 100. Jika tahun 2008 dianggap tahun dasar.708144) 4 . Bantulah nasabah itu untuk menghitung berapa jumlah uang yang akan diterima pada akhir tahun ke-5 ? Pn = P0 ( 1 + r )n = 10. Seorang nasabah merencanakan mendepositokan uangnya di Bank sebanyak Rp. Jawab jumlah uang dengan pembungaan tiap 6 bulan sekali Pn = P0 (1 + r/m)n. tingkat pertumbuhannya 4 persen per tahun. sebagaimana pernah dinyatakan oleh Malthus.000. Pembungaan depositonya setahun sekali dengan tingkat bunga yang diasumsikan konstan sebesar 11% per-tahun.( 1 + i )n = 100. Pabrik kecap “Nambewan” memproduksi 24.48024) = 148.25 juta jiwa pada tahun 2008.000. 5. penduduk dunia tumbuh mengikuti pola deret ukur.000 ( 1 + 0.000 (1. Berapa suku pertama baris hitung tersebut ? Berapakah nilai suku kesepuluhnya ? Berapa jumlah sepuluh suku pertamanya.000.m = 10. Hitunglah suku ke 10 nya ! Berapakah jumlah lima suku pertammanya ? 2.04 )10 = 100. a) Berapa botol penurunan produksinya per tahun ? b) Pada tahun ke berapa pabrik kecap tersebut tidak berproduksi (tutup) c) Berapa botol kecap yang ia hasilkan selama operasinya ?. 3.n = tahun ke m = periode per-tahun Contoh Soal : Seorang nasabah merencanakan mendepositokan uangnya di Bank sebanyak Rp. berapa persen pertumbuhannya ? Berapa Jumlah penduduknya pada tahun 2015 ? Jawaban latihan soal. Hitunglah jumlah penduduk kota tersebut pada tahun 2005. 10 juta dalam jangka waktu 5 tahun.000 ( 1. 10 juta dalam jangka waktu 5 tahun. Beda antar suku 15.581.000 (1.000 botol.000.000.5 juta bungkus rokok ? d) Berapa bungkus rokok yang telah ia hasilkan sampai dengan tahun ke – 16 ?.000 ( 1.55 3.850.5 jiwa pada tahun 2013.055)10 = 10.000 jiwa pada tahun 1995.000 botol kecap pada tahun ke-6 operasinya. Yang drumuskan : Pn = P0.

25 (1 + i)2013-2008 4.1 i = 0.4 = 10.11/4)5.204. P2015 = P2008 (1 + i)2015-2008 = 3.73 % Jumlah penduduk pada tahun 2015.5 = 3.5/3.0673 i = 6.m = 10.25 = (1 + i)5 1.000. 6.0275)20 = 10.000 (1.13 Jadi jumlah penduduk kota metropolitan pada tahun 205 sebanyak 5.204.5 = 3. Jawab persentase pertumbuhan penduduk : Pn = P0 (1 + i)n 4. 17.284.13 juta.284.31 Jadi dalam waktu lima tahun uang nasabah tersebut yang dibungakan setiap enam bulan sekali menjadi Rp.000.000.58 Jadi dalam waktu lima tahun uang nasabah tersebut yang dibungakan setiap enam bulan sekali menjadi Rp.081.000 (1 + 0.444.= 17.720428431) = 17.000 (1 + 0. Daftar Pustaka : 5 . 17.577632) = 5.38461/5 = 1 + i i = 1.25 (1 + 6.58. Jawab jumlah uang dengan pembungaan tiap 6 bulan sekali Pn = P0 (1 + r/m)n.25 (1.73%)7 = 3.3846 = (1 + i)5 1.38461/5 .081.25 (1 + i)5 4.3.73 % Jadi persentase pertumbuhan penduduknya 6.444.

y adalah variabel terikat x adalah variabel bebas 3 adalah koefisien ( terletak didepan variabel y) 4 adalah koefisien ( terletak didepan variabel x) -8 adalah konstanta 2. secara umum jika dikatakan bahwa y adalah fungsi dari x maka ditulis y = f(x).1. Unsur-unsur pembentukan fungsi yaitu variabel. bahkan agar perusahaan dapat memperoleh keuntungan. TEORI FUNGSI DAN TEORI FUNGSI LINIER 1. PENYAJIAN 2 . Pengertian Fungsi Fungsi yaitu hubungan matematis antara suatu variabel dengan variabel lainnya.1 PENDAHUKUAN : 2. Untuk mencari perpotongan dua fungsi yang linier digunakan metode eliminasi. Uraian Materi A. Contoh : 1. koefisien. Lebih jauh lagi berapa pendapatan minimum agar dapat menabung. Dalam suatu fungsi. Keseimbangan pasar ini dapat bergeser sejajar akibat adanya capur tangan pemerintah dalam bentuk pajak maupun subsidi 2. menutup totol biaya. sedangkan perilaku produsen dicerminkan dengan fungsi penawaran. 3y = 4x – 8. Penggolongan variabel dibedakan menjadi variabel bebas dan variabel terikat dimana variabel bebas yaitu variabel yang menerangkan variabel lain. Menggambarkan bagaimana fungsi linier dapat dipergunakan untuk mmenghitung berapa produk yang sebaiknya diproduksi dan dijual oleh perusahaan agar perusahaan dapat menutup biaya-biaya tetapnya. sedangkan variabel terikat yaitu variabel yang diterangkan oleh variabel lain.1. y = x ½ y adalah variabel terikat x adalah variabel bebas 6 .BAGIAN 2 KONSEP DASAR TEORI FUNGSI.2. Yang dimaksud dengan variabel ialah unsur yang sifatnya berubah-ubah dari satu keadaan ke keadaan lainnya.1. dimana x adalah variabel bebas dan y adalah variabel terikat. Diskripsi Mata Kuliah Memperkenalkan unsur-unsur fungsi ialah variabel bebas dan variabel terikat. Konstanta sifatnya tetap dan tidak terkait dengan suatu variabel apa pun. dan konstanta. Koevisien dan konstanta.2. 2.1. Menggabarkan bagaimana fungsi linier dapat dipergunakan untuk mencerminkan perilaku baik perilaku konsumen maupun perilaku produsen. Disebut Analisis Break-Even Analusis. Perilaku konsumen dicerminkan melalui fungsi permintaan. 4. Fungsi-fungsi yang bersifat linier tersebut dapat saling berhimpit. Yang dimaksud dengan koefisien ialah bilangan atau angka yang diletakkan tepat di depan suatu variabel. terkait dengan variabel yang bersangkutan.Tujuan Khusus 1.2. Pertemuan antara keduanya merupakan titik keseimbangan pasar. yang saling berkaitan satu sama lain dala hubungan yang dapat dijelaskan secara ateatis yaitu hubungan yang linier. 2. substitusi atau dengan cara determinan. 3. Menggambarkan pendapatan nasional dapat menghitung melalui pendekatan pengeluaran yang linier. Menggambarkan bagaimana fungsi linier dapat membantu menghitung berapa pendapatan nasional yang harus diperoleh suatu negara agar tidak mengalami defisit akibat konsumsi yang lebih besar dari pada pendapatan. sejajar atau bahkan berpotongan. TEORI FUNGSI LINIER DAN PENERAPANNYA DALAM BISNIS DAN EKONOMI 2.

7.. Y = a0 + a1x  Y = a0 – a1x  Y = a0 + 0..x Y = 0 +a1x  Y = 0 – a1x Y = 4 + 2x Y = 4 – 2x Y = 4 + 0. atau nol a1 Koefisien.x = 4 Y = ..4 + 2x Y=-4–2x Y = .3x2 + 4x3 +.. n bilangan riil positif Contoh :Y = x2 Fungsi Eksponen : Fungsi yang variabel bebasnya merupakan pangkat suatu konstanta...4 Y = 0 + 2x Y=0–2x 7 .+ 12x11)1/11 Fungsi Polinom : Fungsi yang memiliki banyak suku Bentuk umum : Y = a0 + a1x1 + a2x2 + a3x3 + . a0 = + ..x = . 8..Jika x adalah fungsi dari y maka ditulis x = f(y). a1 = + a0 = 0 .. nilainya positif.. a0 = + . n bilangan riil negatif 3. n = 11 Fungsi Linier : Fungsi polinom yang variabel bebasnya memiliki pangkat paling tinggi adalah satu. a1 = ...bilangan bulat positif Contoh: Y = 1 + 2x1 . Bentuk umum :Y = a0 + a1x1 + a2x2 Contoh : Y = 1 .. maka alternatif yang mungkin untuk fungsi linier : Y= a0 + a1x1 yaitu : misal a0 = 4 dan a1 = 2 1.. Bentuk umum Y = a0 + a1x1 Contoh: Y = 1 + 2x1 Fungsi Kuadrat :Fungsi polinom yang variabel bebasnya memiliki pangkat paling tinggi adalah dua.+ anxn.3x2 Fungsi Kubik :Fungsi polinom yang variabel bebasnya memiliki pangkat paling tinggi adalah tiga... n bilangan riil negatif Contoh :Y = x-2 . 6. a1 = 0  a0 = 0 . atau nol.. Bentuk umum :Y = a0 + a1x1 +a2x2 + a3x3 Contoh : Y = 1 + 2x1 – 3x2 + 4x3 Fungsi Bikuadrat:Fungsi polinom yang fariabel bebasnya memiliki pangkat paling tinngi adalah empat.. a1= +  a0 = + . a1 = . n bilangan bulat positif contoh :Y = (1+2x1 .. x variabel bebas a0 konstanta... a1= 0  a0 = ..Y variabel terikat... dimana y adalah variabel bebas dan x adalah variabel terikat.. negatif atau nol Untuk nilainya a0 dan a1 yang memungkinkan positif. Contoh : 1.. 3. Jenis-jenis Fungsi Fungsi Irrasional : Fungsi yang memiliki Bentuk umum Y = n√ a0 + a1x1 + a2x2 + a3x3 + . x = -2 x adalah variabel terikat -2 adalah konstanta 2. a0 = . Bentuk umum :Y = nx Contoh :Y = 2x Fungsi logaritma : Fungsi yang merupakan invers fungsi eksponen Bentuk umum Y = n log x Contoh :Y = 4 log x Fungsi Hiperbola :Fungsi yang variabel bebasnya berpangkat bilangan riil negatif Bentuk umum :Y = xn . x = y-2 y adalah variabel bebas x adalah variabel terikat -2 adalah konstanta 2. nilainya positif.. a1 = +  a0 = ..-12x11. 4.... negatif. 2.x  Y = -a0 +a1x  Y = -a0 – a1x Y = -a0 + 0. negatif.+ anxn. 5..3x2 + 4x3 +.. Bentuk umum :Y = a0 + a1x1 + a2x2 + a3x3 + a3x4 Contoh :Y = 1 + 2x1 + 3x2 + 4x3 + 5x4 Fungsi Pangkat :Fungsi yang variabel bebasnya berpangkat suatu bilangan riil positif Bentuk umum : Y = xn . a1= .2x1 . Pengertian Fungsi Linier Fungsi linier adalah fungsih polinom yang variabel bebasnya memiliki pangkat paling tinggi adalah satu : Y = a0 + a1x1 .4 + 0..

4) dan (2.-4) Y = -4 – 2x 6.4) dan (2.4 – 2 x dua buah titik yang dibutuhkan untuk menggambarkannya (0.0) Y = 4 – 2x 3.4 + 2 x dua buah titik yang dibutuhkan untuk menggambarkannya (0.4) (Y = 4) 4. a0 = 0 .0) (-2.0) 0 (0.x = 0 4.0) (0..0) 5.0) 0 2. Y = . Y = 4 – 2x dua buah titik yang dibutuhkan untuk mengambarkannya (0.4) dan ( . Y = 4 + 2x dua buah titik yang dibutuhkan untuk mengambarkannya (0.2. Y = .4) 0 (0.4) 0 (0.-4) Y = -4 8 .4) dan (-2.9.0) 0 (0. Y = 4 titik yang dibutuhkan untuk mengambarkannya (0. Penggambaran Fungsi Linier Penggambaran fungsi linier dari berbagai alternatif untuk a 0 = 4 dan a1 = 2 Y = 4 + 2x (0.4) 0 (2.x  Y = 0 + 0.0) (-2.-4) (2.4) 1.. Y = . a1 = 0 Y = 0 + 0..4 titik yang dibutuhkan untuk menggambarkannya (0.

0) dan (2. gradien 4 Fungsi linier kedua : Y = 2 +4x . Y = 0 + 2 x dua buah titik yang dibutuhkan untuk menggambarkannya (0.0) dan (2. Hubungan Dua Fungsi Linier Ada dua fungsi linier dimana fungsi linier pertama yaitu : Y = a 0 + a1 x dan fungsi linier yang kedua yaitu : Y‟ = a0‟ + a1‟ x. gradien 4 3.. intersep 2.7. intersep 8/2 = 4 . Sejajar Y = a0 + a1x Y‟ = a‟0 +a‟1x Karena sejajar.0) dan (2.0) 8.0) 2 (2. intersep 4. Kedua Fungsi Linier tersebut berada dalam berbagai keadaan: 1.4) Y = 0 + 2x (2. Berpotongan Y = a0 + a1x Y‟ = a‟0 +a‟1x 0 Karena Berpotongan.4) (0.0) 5.4) 2 (0.0) (2. maka a0 = a0‟ dan a1 = a1‟ Contoh : Fungsi linier pertama : Y = 4 + 4x . gradien 2 Fungsi linier kedua : 2Y = 8 + 4x . Y = 0 dua buah titik yang dibutuhkan untuk menggambarkannya (0. maka dan a1 = a1‟ untuk kondisi seperti pada gambar a0 = a0‟ 9 .-4) Y = 0 – 2x -4 9. intersep 4.0) (0. Y = 0 –2x dua buah titik yang dibutuhk untuk menggambarkannya (0. Berhimpit Y = a0 + a1x Y‟ = a‟0 +a‟1x karena berhimpit. maka a0 = a0‟ dan a1 = a1‟ contoh : Fungsi linier Pertama : Y = 4 + 2x . gradien 4/2 = 2 2.

x = 1 – 2 y . Cara Substitus 2x+3y=4 . gradien 4 fungsi linier kedua : Y = 2 – 1/ 4x... Substitusi 2. a1‟ = -1 Untuk kondisi seperti pada gambar a0 = a0‟ dan berpotongan pada titik (0. Titik Potong Linier Untuk fungsi linier yang saling berpotongan. Berpotongan Y = a 0 + a 1x Y‟ = a‟0 +a‟1x 0 Karena berpotongan... intersep 2 . maka untuk mencari titik potongnya dapat dilakukan dengan cara : 1...2) 6. gradien –1/4 6. intersep 2..** memasukkan ** pada* 2x+3y=4 2 (1 – 2 y) + 3 y = 4 maka x=1–2y 2 (1) – 2 (2 y) + 3 y = 4 x = 1 – 2 (-2) 2–4y+3y=4 x = 1 – ( ... intersep 2. Untuk kondisi seperti pada gambar a0 = a0‟. gradien – ¼ dan perpotongan pada titik (0.1.a1‟. gradien – 4 4. a0) Contoh : fungsi linier pertama : Y = 2 + 4x. gradien 4 fungsi linier kedua : Y = 2 – 1/ 4x. Berpotongan tegak lurus Y = a0 + a1x Y‟ = a‟0 +a‟1x 0 Karena berpotongan tegak lurus. intersep 2 . gradien 4 Fungsi linier kedua : Y = 2 – 4x .2) 5. intersep 2..Contoh : Fungsi linier pertama Y = 4 + 4x . gradien 4 Fungsi linier kedua : Y = 2 – 4x . Contoh : fungsi linier pertama : Y = 4 + 4x.. maka dan a1 = a1‟ Untuk kondisi seperti pada gambar a0 = a0‟ dan perpotongan pada titik (0.. = . intersep 4. maka a1 = a1‟ dan a1. gradien – 4 dan perpotongan pada titik (0. Determinan Contoh : Carilah titik potong dari garis yang berpotongan yaitu 2 x + 3 y = 4 dan x + 2 y = 1 Jawab : 1.* x + 2 y = 1 . Eliminasi 3...4) 10 . a0) Contoh : fungsi linier pertama : Y = 2 + 4x . Berpotongan tegak lurus Y = a0 + a1x Y‟ = a‟0 +a‟1x 0 Karena berpotongan tegak lurus. intersep 2. maka a1 = a1‟ dan a1. intersep 4..

= ----------------.= ------.= ----------------.= ---. 7.y2) = (5. Jika diketahui dua buah titik yaitu A (x1.2–y=4 -y = 4 – 2 -y = 2 y=-2 2. y1) dan B (x2. Gambar : B(X2. ataupun determinasi.3) dan (5.7) adalah Y = 2 x – 3 11 . y2).= 5 | 2 3 | (2)(2) – (1)(3) 4–3 1 | 1 2 | | 2 4 | | 1 1 | (2)(1) – (1)(4) 2–4 -2 y = -----------.4) x–4 x x 3.= -2 | 2 3 | (2)(2) – (1)(3) 4–3 1 | 1 2 | Baik dengan cara eliminasi.7) maka : Y–3 = x–3 7–3 = 5–3 Y–3 = x–3 4 2 Y – 3 = 4 / 2 ( x – 3) Y–3 = 2x–6 Y = 2x–6+3 Y = 2x–3 Jadi garis yang melalui titik (3.Y2) A(X1.= ------.3) dan (x2. substitusi. Cara Determinan 2x +3y=4 x+2y=1 | 4 3 | | 1 2 | (4)(2) – (1)(3) 8–3 5 x = -----------.3) dan (5.7).Y1) Untuk mengetahui garis yang tepat melalui kedua titik tesebut dapat diperoleh dengan menggunakan rumus di bawah ini : Y – Y1 = X – X1 Y2 – Y1 = X2 – X1 Contoh : Carilah garis yang melalui titik (3.= ---. pasti akan diperoleh nilai yang sama.y1) = (3. Jawab : misalkan (x1.2) x + (. Penamaan Fungsi Linier 1. Cara Eliminasi 2 x + 3 y = 4 (x 1) --- x + 2 y = 1 (x 2) --- maka x + 2 y x=1+4 x=5 2x+3y=4 2x+4y=2 _ -y=2 =1 =1 =1 =1+4 =5 y=-2 =1 x + 2 (.

P2.000 buah. Fungsi biaya.2. PENERAPAN DALAM BISNIS DAN EKONOMI 1. Keseimbangan pasar. dimana perubahan harga „sebanding‟ dengan perubahan jumlah barang yang diminta (fungsi linier).3) dengan kecondongan sebesar 5 Jawab : Misalkan (x1. Demikian sebaliknya. maka fungsi permintaan suatu barang dicerminkan sebagai berikut : Sifat monoton turun : P‟ > P maka Qd‟ < Qd P” < P maka Qd” > Qd Contoh : 1. Fungsi ini mencerminkan perilaku konsumen di pasar di mana sifat yang berlaku yaitu bahwa jika harga barang mengalami peningkatan. Fungsi penerimaan.)= (3. y1) dan gradiennya / kemiringannya m Gambar : A(x1. price) suatu barang dengan variabel jumlah barang yang diminta (Qd .000) Fungsi permintaannya dicari dengan rumus : P . Qd = 15 – P Contoh Soal : 1. jika dijual seharga Rp 5. Penerapan fungsi linier dalam ekonomi mikro. jika harga mengalami penurunan maka jumlah barang yang diminta akan mengalami peningkatan. Ditulis: P= f(Qd).5.P1.000 per-buah akan. Akan tetapi.laku sebanyak 3. Suatu barang. PENERAPAN DALAM BISNIS DAN TEORI EKONOMI MIKRO 2.P1 = Qd – Qd1 P2 – P1 Qd2 – Qd1 12 .000 buah.) = (6. Sifat demikian jika digambarkan pada Grafik Kartesius dengan sumbu datarnya jumlah barang yang diminta (Qd) dan sumbu tegaknya harga barang yang bersangkutan (P). Jawab : Diketahui (Qd1. Pendahuluan Penerapan fungsi linier dalam bisnis dan teori ekonomi mikro. yaitu : fungsi pendapatan yang terdistribusi menjadi fungsi konsumsi dan fungsi tabungan fungsi pendapatan nasional yang dihitung melalui pendekatan pengeluaran.000 per-buah. P = 30 . maka jumlah barang yang diminta akan mengalami penurunan. jika dijual dengan harga lebih murah yaitu Rp 4.3) dan m = 5 Maka : Y – Y1 = m(x – x1) Y – 3 = 5 (x – 3) Y – 3 = 5x – 15 Y = 5x – 15 + 3 Y = 5x – 12 Jadi garis yang melalui titik (3. m = ∆Y/∆x Contoh : Carilah garis yang melalui titik (3.3) dengan kemiringannya 5 adalah Y = 5x . quantity demand). Pengaruh pajak dan subsidi terhadap keseimbangan pasar.y1) = (3. dan ‘ break-even analsis ‘.000. Jika diketahui sebuah titik A (x1.000. yaitu : Fungsi permintaan.y1) n 0 Untuk mengetahui garis yang tepat melalui titik tersebut dengan kecondongantertentu dapat diperoleh dengan menggunakan rumus di bawah ini : Y – Y1 = m (x – x1). 4. maka jumlah permintaan terhadap barang tersebut meningkat menjadi 6. Fungsi Permintaan Fungsi permintaan merupakan fungsi yang mencermintan hubungan antara variabel harga (P .000) dan (Qd2.12 B. Bagaimana fungsi permintaanya ? Gambarkan fungsi permintaan tersebut pada Grafik Kartesius. Fungsi penawaran.2 Qd 2.

500 Gambar Fungsi Penawaran tersebut pada grafik Kartesius : 42. Jika dinyatakan adanya penurunan harga akan menyebabkan peningkatan jumlah barang yang diminta : Menjadikan : M = Δ P = negatif = negatif atau ΔQd positif 2.000 ) 3. sebagaimana fungsi permintaannya dan gambarkan fungsi permintaanya dan gambarkan fungsi permintaan tersebut pada grafik kartesius Jawab : Diketahui ( P1 .500 P = -5 Qd + 2.1.000.3.5 Qd + 42.250 / (.000 .000 -1/3 Qd + 6. Qd = .250 akan menyebabkan jumlah permintaan mengalami penurunan sebanyak 250.000 = -5 Qd + 2.500 + 40.500 ) P – 40.000 P – 5.000 Gambar Grafik Kartesiusnya ( P vs Qd ) : P 6000 P = .000) -1/3 Qd – 1/3 (.5 Qd + 42.000 P – 5.3.250 .000 P – 5.000 .500 P = .000 P = -5 Qd + 42.000 .500 0 Catatan : Gradien fungsi permintaan yang dinyatakan dengan rumus m=Δ P / Δ Qd nilainya Senantiasa negatif.3.250 Fungsi penawarannya diperoleh dengan rumus : ( P – P1 ) = m (Qd – Qd1 ) dengan m = P / Qd = 1.P .000 0 Qd= 18.000 -1/3 (Qd – 3.000 Qd .000 3. sebab : 1.000 P P = = = = = = Qd .1/3 Qd + 6. 500 ) dan p = 1.3.500 Jadi fungsi prmintaanya : P = .1. Permintaan suatu barang sebanyak 500 Buah pada saat harganya 40.000.000 = -5 Qd – ( 5 )( .000 ) = -5 ( Qd – 500 ) P – 40.000 ( Qd – 3.5.000 – 5.250 ) = -5 Maka ( P – 40.000 6.000 = 4.000 P . apabila setiap kenaikan harga sebanyak 1.000 Contoh Soal : 2.Qd1 ) = ( 40. Jika dinyatakan adanya peningkatan harga akan menyebabkan peningkatan jumlah barang yang diminta Menjadikan : 13 .5.000) -1/3 Qd + 1.000 + 5.

Qs2) = (6. jika harga barang mengalami penurunan maka jumlah barang yang ditawarkan akan mengalami penurunan.000 = Qs – 3.000 = 1.000 buah.M=Δ P = Δ Qd positif negatif = negatif 3.250 akan menyebabkan jumlah penawaran mengalami peningkatan sebanyak 250.000 6. Bagaimanakah fungsi penawarannya ? Gambarkan fungsi penawarannya tersebut pada Grafik Kartesius.Qsı) = (40.Qs1) = (5.000 P = 1/3 Qs + 4. Akan tetapi. Qs = -40 + ¼ P 3. 6. Suatu barang. ¼ P = 8Qs + 125 Contoh Soal : 1.000 P – 5. Jawab : Diketahui (Pı. ∆Qs = 250 Fungsi penawarannya diperoleh dengan rumus : ( P – Pı ) = m (Qs – Qsı) dengan m = ∆P / ∆Qs = 1250 / 250 =5 maka (P – 40. 3.000. Fungsi Penawaran Fungsi penawaran merupakan fungsi yang mencerminkan hubungan antara variabel harga ( P : price ) suatu barang dengan variabel jumlah barang yang ditawarkan ( Qd : Quantity Supply ).000 per-buah. dimana perubahan harga „sebanding‟ dengan perubahan jumlah barang yang ditawarkan (fungsi linier).000 1. bagaimana fungsi penawarannya dan gambarkan fungsi penawaran tersebut pada Grafik Kartesius.000 P – 5.000 – 5.000) P – 5.000) 3. maka jumlah barang yang ditawarkan oleh produsen akan bertambah menjadi 6.000 6.000 – 3. jika harga lebih tinggi yaitu menjadi Rp 6.000 3.000 (Qs – 3.000. maka fungsi penawaran suatu barang dicerminkan sebagai berikut : Contoh : 1.000) dan (P2. Ditulis : P = f ( Qs ).000) P = 1/3 Qs – 1.000 = 5Qs – 2. 500) dan ∆P = 1.000 Gambar Grafik Kartesiusnya (P vs Qs) : Contoh Soal : 2.000 = 5Qs + (5)(-500) P – 40. P = 120 + 4Qs 2.000 = 1/3 (Qs – 3.500 + 40.000 = 1/3 Qs + (1/3) (-3.000) Fungsi penawarannya dicari dengan rumus : P – P1 = Qs – Qs1 P2 – P1 Qs2 – Qs1 P – 5. Apabila setiap kenaikan harga sebanyak 1.000 per buah maka produsen akan menawarkan sebanyak 3.000 + 5.000 = Qs – 3.500 P = 5Qs – 2.250.000 buah. Penawaran suatu barang sebanyak 500 buah pada saat harganya 40. Jawab : Diketahui (P1.000 P = 5Qs + 37.000. Demikian sebaliknya. harga dipasarnya Rp 5.000 Jadi fungsi penawarannya adalah : P = 1/3 Qs + 4.000 P – 5. Sifat demikian jika digambarkan pada Grafik Kartesius dengan sumbu datarnya jumlah barang yang ditawarkan (Qs) dan sumbu tegaknya harga barang bersangkutan (P).500 14 .000) = 5(Qs – 500) P – 40. Fungsi ini mencerminkan perilaku produsen dipasar dimana sifat yang berlaku yaitu bahwa jika harga barang mengalami peningkatan. maka jumlah barang yang ditawarkan akan mengalami peningkatan.000.

30) dan ∆P = 2000.Jadi fungsi penawarannya : P = 5Qs + 37. Jawab : Mencari fungsi penawaran : Diketahui (P1. Bagaimanakah fungsi permintaan dan fungsi penawaran barang tersebut ? Gambarkan kedua fungsi tersebut pada sebuah Grafik Kartesius.Qs1) = (6.500 37. sebab : ΔQs 1. dan setiap kenaikan harga sebanyak Rp 2.000 jumlah permintaannya berkurang menjadi 10 buah.000 pengusaha menawarkan barang tersebut sebanyak 30 buah.000 maka jumlah barang yang ditawarkan juga meningkat sebanyak 20.000.500 0 Qs Catatan : Gradien fungsi penawaran yang dinyatakan dengan rumus: m = ∆ P nilainya senatiasa positif.500 Gambar fungsi penawaran tersebut pada Grafik Kartesius : P P = 5Qs + 37. Jika dinyatakan adanya peningkatan harga akan menyebabkan peningkatan jumlah barang yang ditawarkan. pada harga Rp 6. ∆Qs = 20 Fungsi penawarannya diperoleh dengan rumus : (P – P1) = m (Qs – Qs1) 15 .000 jumlah pemintaan barang tersebut sebanyak 20 buah dan untuk kenaikan harga menjadi Rp 10. Jika dinyatakan adanya penurunan harga akan menyebabkan penurunan jumlah barang yang ditawarkan. menjadikan : m = ∆ P = negatif = positif atau ∆Qs positif 1. Pada harga Rp 5. Untuk suatu barang. digambarkan sebagai berikut : P P = f (Qs) Pe P = f(Qd) 0 Qe Qd Contoh Soal : 1. menjadikan : m = ∆ P = positif = positif] ∆Qd positif 4. Keseimbangan Pasar Keseimbangan pasar atau ‘Eqiullibrium’ adalah suatu kondisi dimana keseimbangan harga (Pe) tercapai Jumlah barang yang diminta = Jummlah barang yang ditawarkan Qe ›› Qd = Qs Keseimbangan harga (Pe) tercapai : Jumlah barang yang diminta = Jumlah barang yang ditawarkan Qe ›› Qd = Qs Atau Keseimbangan kuantitas (Qe) tercapai : Harga barang yang diminta = Harga barang yang ditawarkan Pe ›› P = P Fungsi permintaan dan fungsi penawaran pada sebuah grafik Kartesius dengan keseimbangan harga (Pe) dan keseimbangan Kuantitasnya (Qe).

000 = -500Qd + 10.000. Untuk Keseimbangan Harga (Pe) diperoleh dengan cara : Pe = -500 Qe + 15.000 P = 100Qs + 3.000 3000 0 P = -500 Qd + 15.000 = 100Qs + (100)(-30) P – 6.000 10 – 20 P – 5.000 P = -500Qd + 15.Qd2) = (10.000 = Qd – 20 10.000 600 Qe = 20 Jadi keseimbangan kuantitas tercapai pada 20 unit barang.000 atau Pe = 100Qe + 3.000 + 15.000 P = 100Qs – 3. 16 .10) Fungsi permintaannya dicari dengan rumus : P – P1 = Qd – Qd1 P2 – P1 Qd2 – Qd1 P – 5.000 – 5.000 = Qd – 20 5000 -10 P – 5.000 Qe = 20 Qd.000 Pe =100(20) + 3.000 = 5.000 P = -500Qd + 10.000 = -500Qd + (-500) (-20) P – 5.000 + 5. Qs 2.000 Mencari fungsi permintaan : Diketahui (P1.dengan m = ∆P / ∆Qs = 2000 / 20 = 100 maka (P – 6.000 Jadi keseimbangan harga tercapai pada harga Rp 5.000 + 3.000 = 100Qs – 3.000 Pe = 5.000 = 100Q + 500Q 12.000 Pe = 5.000 Jadi fungsi permintaannya adalah : P = -500 Qd + 15.000 Pe = 5.000 Grafiknya digambarkan sebagai berikut : P P = 100 Qs + 3.000 – 3.000 (Qd – 20) -10 P – 5. Fungsi permintaan dan fungsi penawaran suatu barang diberikan sebagai berikut : Qd = 11P dan Qs = -4 +2P Dimanakah keseimbangan harga (Pe) dan keseimbangan kuantitas (Qe) tercapai ? Gambarkan kedua fungsi tersebut pada sebuah grafik kartesius.000) = 100 (Qs – 30) P – 6.000 Pe = -10.000 15.000.Qd1) = (5.000 Jadi fungsi penawarannya : P = 100Qs + 3.000 + 6.000 Keseimbangan Kuantitas (Q) tercapai : Harga barang yang diminta = Harga barang yang ditawarkan -500Q + 15.000 Pe = 2.000 = -500(Qd – 20) P – 5.20) dan (P2.000 Pe = -500 (20) + 15.000 = 600Q Qe = 12.000 = 100Q + 3.

(iv). Pajak penjualan tersebut dinyatakan dengan : tarif pajak (t) = satuan unit uang / satuan unit barang. Berapa total pajak yang ditanggung produsen. Qs Qs = -4 + 2P 11 Qe = 6 0 2 -4 Pe = 5 Qd = 11 . Berapa tarif pajak yang ditanggung konsumen. Berapa total pajak yang diterima pemerintah. yaitu diberikan fungsi permintaan dan fungsi penawaran sebagai berikut : Qd = 11 – P dan Qs = -4 + 2P. Gambarkan perubahan akibat pajak tersebut.Jawab : Keseimbangan harga (Pe) tercapai : Jumlah barang yang diminta = Jumlah barang yang ditawarkan Qe ›› Qd = Qs 11 – P = -4 + 2P 11 + 4 = 3P + P 15 = 3P Pe = 5 Jadi keseimbangan harga di pasar tercapai pada harga 5. (v). (vii).4 + 2P Qe = 11 – 5 Qe = -4 + 2(5) Qe = 6 Qe = -4 + 10 Qe = 6 Jadi keseimbangan kuantitas di pasar tercapai pada jumlah 6 Grafik digambarkan sebagai berikut : Qd. Sehingga keseimbangan kuantitasnya (Qe) dapat dicari : Qe = 11 – P atau Qe = . Carilah keseimbangan harga dan kuantitas di pasar sesudah ada pajak. pemerintah mengenakan pajak dengan terif pajak sebesar t = 3 / unit barang.P P 5. (vi). (viii). Pengaruh pajak terhadap keseimbangan harga dan kuantitas di pasar Sebelum ada pajak Fungsi Penerimaan Fungsi Penawaran P = f(Qd) P = f(Qs) Sesudah ada pajak (Tarif Pajak (t) P = f(Qd) P = f(Qs) + t Contoh Soal : Dari contoh soal yang sebelumnya. (i). Berapa total pajak yang ditanggung konsumen. Berapa tarif pajak yang ditanggung produsen. Pengaruh Pajak terhadap Keseimbangan Pasar Pemerintah mengenakan pajak penjualan kepada para produsen. Kepada produsen tersebut. Arsirlah total pajak masing-masing pada gambar di atas. (ii). 17 . (iii).

Perubahan tersebut mengakibatkan terjadinya pergeseran keseimbangan harga maupun keseimbangan kuantitas di pasar. Akibat adanya pajak maka fungsi penawaran mengalami perubahan. Grafiknya digambarkan sebagai berikut : Jika hendak digambarkan dengan fungsi P sebagai fungsi tegak dan fungsi Qd. Keseimbangan harga dan kuantitas di pasar sesudah dikenakan pajak Keseimbangan kuantitas (Qe‟) tercapai : Harga barang yang diminta = Harga barang yang ditawarkan 11 – Qe‟ = ½ Qe‟ + 5 11 – 5 = ½ Qe‟ + Qe‟ 6 = 3/2 Qe‟  12 = 3 Qe‟  Qe‟ = 4 Jadi keseimbangan kuantitas setelah kena pajak tercapai pada 4 unit barang. Sedangkan fungsi penawaran sesudah kena pajak menjadi : P = ½ Qs + 5. Fungsi penawaran sebelum kena pajak adalah : P = ½ Qs + 2. Dari perhitungan sebelumnya telah diketahui bahwa keseimbangan harga tercapai pada Pe = 5 dan keseimbangan kuantitasnya pada Qe = 6. Menurut teori fungsi linier dikatakan bahwa dua buah garis yang memiliki 18 .Qd P = ½ Qs + 2 + t P = ½ Qs + 2 + 3 P = ½ Qs + 5 Dari tabel di atas terlihat bahwa fungsi permintaan tidak mengalami perubahan. tidak demikian dengan fungsi penawaran. Sedangkan fungsi penawaran sesudah kena pajak menjadi : P = ½ Qs + 5. Terlihat bahwa fungsi penawaran baik yang sebelum dikenakan pajak maupun yang sesudah kena pajak ternyata memiliki gradien (kemiringan) yang sama sebesar yaitu + ½.Qs Akibat dikenakan pajak. Untuk keseimbangan Harga (Pe) diperoleh dengan cara : Pe‟ = 11 – Qe‟ atau Pe‟ = 1/2Qe‟ + 5 Pe‟ = 11 – 4 Pe‟ = 1/2(4) + 5 Pe‟ = 7 Pe‟ = 2 + 5 Pe‟ = 7 Jadi keseimbangan harga setelah kena pajak tercapai pada harga 7 Perubahan fungsi penawaran (akibat adanya pajak) yang mengakibatkan perubahan keseimbangan di pasar pada grafiknya dicerminkan juga oleh pergeseran fungsi penawaran.Qd 0 Qe = 6 Qd. Fungsi penawaran sebelum kena pajak adalah : P = ½ Qs + 2. maka Sebelum ada pajak Fungsi Penerimaan Fungsi Penawaran P = 11 . Sedangkan intersepnya berbeda satu sama lainya.Keseimbangan harga dan kuantitas di pasar sebelum dikenakan pajak.Qd P = ½ Qs + 2 Sesudah ada pajak (Tarif Pajak (t)) P = 11 . Akan tetapi.Qs pada sumbu datar maka kita harus melakukan perubahan sebagai berikut : Fungsi permintaan : Qd = 11 – P atau P = 11 – Qd Fungsi penawaran : Qs = -4 + 2P atau Qs + 4 = 2P Maka P = ½ Qs + 4/2 P = ½ Qs + 2 Gambarnya menjadi : P P = ½ Qs +2 Pe = 5 2P = 11 .

iii) Berapa tarif subsidi yang diterima konsumen. Fungsi permintaan. Agar perubahannya terlihat jelas. produsen tidak mau menaggungnya sendiri.4 + 2 P kepada produsen tersebut. vi) Berapa total subsidi yang dinikmati konsumen. Maka : Pe‟ > Pe 2. pemerintah memberikan subsidi dengan tarif subsidi dengan tarif subsidi sebesar s = 1 / unit barang. Akan tetapi.Qs Keterangan gambar : E : keseimbangan sebelum ada pajak Qe : keseimbangan kuantitas sebelum ada pajak Pe : keseimbangan harga sebelum ada pajak E‟ : keseimbangan setelah ada pajak Qe‟ : keseimbangan kuantitas setelah ada pajak Pe‟ : keseimbangan harga setelah ada pajak Adanya pengenaan pajak dari pemerintah kepada produsen ternyata mengakibatkan : 1. yaitu diberikan fungsi permintaan dan fungsi penawaran sebagai berikut :Qd = 11 – P dan Qs = . Tarif pajak dan Total Pajak : 6. viii) Arsirlah total subsidi masing-masing pada gambar di atas. Pengaruh subsidi terhadap keseimbangan harga dan kuantitas di pasar Contoh soal : Dari contoh soal yang sebelumnya. maka jika digambarkan akan terlihat bahwa kedua garis tersebut dalam keadaan sejajar. Keseimbangan harga setelah ada pajak lebih tinggi dari pada keseimbangan harga sebelum ada pajak : Pe‟ = 7 sedangkan Pe = 5. Pengaruh Subsidi terhadap Keseimbangan Pasar Pemerintah memberikan subsidi kepada para produsen. maka fungsi permintaan. Subsidi tersebut dinyatakan dengan : tarif subsidi (s) = satuan unit uang / satuan unit barang. fungsi penawaran sebelum kena pajak dan fungsi penawaran setelah kena pajak digambarkan bersama-sama dalam sebuah Grafik Kartesius. Keseimbangan kuantitas setelah ada pajak lebih rendah dari pada keseimbangan kuantitas sebelum ada pajak : Qe‟ = 4 sedangkan Qe = 6 Maka : Qe‟ < Qe Tarif pajak yang dikenakan oleh pemerintah kepda produsen t = 3/unit. dan fungsi penawaran setelah ada pajak. i) Carilah keseimbangan harga dan kuantitas dipasar sesudah ada subsidi. ii) Gambarkan perubahan akibat subsidi tersebut. iv) Berapa tarif subsidi yang di terima produsen. sedangkan yang ditanggung produsen berarti tinggal sisanya. Beban tarif pajak yang dibebankan oleh produsen kepada konsumen terasakan oleh adanya kenaikan keseimbangan harga dari Pe = 5 menjadi Pe‟ = 7. fungsi penawaran sebelum ada pajak. Sebagian dari pajak tersebut dibebankannya kepada konsumen. serta keseimbangan harga dan kuantitas sebelum ada pajak digambarkan di bawah ini : P Pe = 7 Pe = 5 E“ E P = ½ Qs + 5 P = ½ Qs + 2 0 Qe‟ = 4 Qe = 6 Qd. v) Berapa total subsidi yang diberikan pemerintah. vii) Berapa total subsidi yang dinikmati produsen. 19 .gradien yang sama tetapi intersepnya masing-masing berbeda satu sama lainnya.

yang mengakibatkan perubahan keseimbangan di pasar pada grafiknya dicerminkan juga oleh pergeseran fungsi penawaran. Terlihat bahwa fungsi penawaran baik yang sebelum ada subsidi maupun yang sudah ada subsidi ternyata memiliki gradien (kemiringan) yang sama sebesar yaitu + ½ .Keseimbangan harga dan kuantitas dipasar sebelum dikenakan subsidi.masing berbeda satu sama lainya. maka fungsi permintaan.33 Jadi keseimbangan harga setelah ada subsidi tercapai pada harga 4. Fungsi penawaran sebelum ada subsidi adalah : P = ½ Qs + 2. Akibat adanya subsidi maka fungsi penawaran mengalami perubahan. Menurut teori fungsi linier dikatakan bahwa dua buah garis yang memiliki gradien yang sama tetapi intersepnya masing. Keseimbangan harga dan kuantitas di pasar sesudah ada subsidi Keseimbangan kuantitas (Qe’) tercapai : Harga barang yang diminta = Harga barang yang ditawarkan 11 – Qe’ = ½ Qe’ + 1 11 – 1 = ½ Qe’ + Qe’ 10 = 3/2 Qe’ 20 = 3 Qe’ Qe’ = 6. Sedangkan fungsi penawaran sesudah ada subsidi menjadi : P = ½ Qs + 1. 67 Pe’ = 1 / 2 (6. Sedangkan intersepnya berbeda satu sama lainnya.33 E E′ P = ½ Qs + 2 P = ½ Qs + 1 0 Qe‟ = 6 Qe = 6. maka dari perhitungan sebelumnya telah diketahui bahwa keseimbangan harga tercapai pada Pe = 5 dan keseimbangan kuantitasnya pada Qe = 6. Sedangkan fungsi penawaran sesudah ada subsidi menjadi : P = ½ Qs + 1. 67) + 1 Pe’ = 4. 67 unit barang Untuk keseimbangan harga (Pe’) diperoleh dengan cara : Pe’ = 11 – Qe’ atau Pe’ = 1 / 2 Qe’ + 1 Pe’ = 11 – 6. Agar perubahannya terlihat dengan jelas. Akan tetapi. P Pe = 5 Pe = 4. tidak demikian dengan fungsi penawaran.33 + 1 Pe’ = 4.Qs 20 . perubaha tersebut mengakibatkan terjadinya pengeseran keseimbangan harga maupun keseimbangan kuantitas di pasar.67 Keterangan gambar E : Keseimbangan sebelum ada subsidi Qe : Keseimbangan kuantitas sebelum ada subsidi Pe : Keseimbangan harga sebelum ada subsidi E’ : Keseimbangan setelah ada subsidi Qe’: Keseimbangan kuantitas setelah ada subsidi Pe’ : Keseimbangan harga setelah ada subsidi Qd. Akibat dikenakan subsidi. fungsi penawaran sebelum kena subsidi dan fungsi penawaran setelah kena subsidi digambarkan bersama sama dalam sebuah Grafik Kartesius. Dari tabel di atas terlihat bahwa fungsi permintaan tidak mengalami perubahan. 33 Pe’ = 3. Fungsi penawaran sebelum ada subsidi adalah : P = ½ Qs + 2. 67 Jadi keseimbangan kuantitas setelah ada subsidi tercapai pada 6. maka jika di gambarkan akan terlihat bahwa kedua garis tersebut dalam keadaan sejajar.33 Perubahan fungsi penawaran (akibat adanya subsidi).

33. Keseimbangan harga setelah ada subsidi lebih rendah dari pada keseimbangan harga selum ada subsidi : Pe’ = 4.000 per unit barang.33 sedangkan Pe = 5 .33 E E′ P = ½ Qs + 2 P = ½ Qs + 1 0 Qe‟ = 6 Qe = 6. Akan tetapi.Qs Gambar yang menunjukan total subsidi. P Pe = 5 Pe = 4. Sebagian dari subsidi tersebut diberikannya kepada konsumen. Dilambangkan dengan R (Revenue) atau TR (total revenue). maka : R = P x Q dengan Contoh : Misalkan suatu produk dijual dengan harga Rp 5. Tarif subsidi yang diberikan oleh produsen kepada konsumen tersakan oleh adanya penurunan keseimbangan harga dari Pe = 5 menjadi Pe’ = 4.67 sedangkan Qe = 6 Maka : Qe’ > Qe Tarif subsidi yang dikenakan oleh pemerintah kepada produsen s = 1 / unit.000 Q 21 P : Harga jual per unit dan Q : jumlah produk yang dijual . Jika P adalah harga jaul per unit. Fungsi Penerimaan Fungsi penerimaan disebut juga fungsi pendapatan atau fungsi hasil penjualan. Bagaimanakah fungsi permintaannya? Gambarkan fungsi permintaan tersebut dengan Grafik. sedangkan yang diterima produsen berarti tinggal sisanya. Fungsi penerimaan merupakan hasil kali antara harga jual per unit dengan jumlah barang yang diproduksi dan laku terjual. Sk : Luas area yang menggambarkan ukuran total subsidi yang dinikmatikonsumen. Jawab : R=PxQ R = 5. Fungsi penerimaan merupakan fungsi dari Output : R = f (Q) dengan Q : jumlah produk yang laku terjual. Keseimbangan kuantitas setelah ada subsidi lebih tinggi dari pada keseimbangan kuantitas sebelum ada subsidi : Qe’ = 6.67 Qd. produsen tidak menikmatinya sendiri. Maka : Pe’ < Pe 2. : merupakan penjumlahan antara luas area yang menggambarkan ukuran total subsidi yang dinikmati produsen dengan luas aera yang menggambarkan ukuran total subsidi yang dinikmati konsumen S = Sk + Sp 7. Keterangan gambar : Sp : Luas area yang menggambarkan ukuran total subsisi yang dinikmati produsen.Adanya pemberian subsidi dari pemerintah kepada produsen ternyata mengakibatkan : 1. S : Luas area yang menggambarkan ukuran total subsidi yang diberikan pemerintah.

Bagaimanakah fungsi biaya variabelnya dan gambarkan fungsi tersebut dengan grafik.000 Q digambarkan melalui titik (0. Fixed Cost atau fungsi biaya tetap (FC) merupakan fungsi yang tidak tergantung pada jumlah produk yang diproduksi.0) 0 8.000 per unit. Jadi fungsi biaya biaya tetap adalah fungsi konstanta : FC = k dengan k adalah konstanta positif Contoh : Suatu perusahaan mengeluarkan biaya tetap sebesar Rp 100. Variabel Cost atau Fungsi Biaya yang berubah-ubah (VC).0) dengan grdiennya positif. Fungsi Biaya Dilambangkan dengan C (Cost) atau TC (Total Cost). dimana biaya produksi per unit senantiasa lebih kecil dibandingkan harga jual per unit barang. Jawab : VC = P x Q VC = 3.000. maka VC = P x Q dengan P : biaya produksi per unit dan Q: Produk yang diproduksi Contoh: Suatu produk diproduksikan dengan biaya produksi Rp 3.000.000 0 2. Merupakan fungsi biaya yang besarnya tergantung dari jumlah produk yang diproduksi.000. Bagaimanakah fungsi biaya tetapnya dan gambarkan fungsi tersebut pada Grafik Kartesius? Jawab : FC = 100.000. Terdiri atas dua jenis fungsi biaya: 1.000. 22 . Merupakan hasil kali antara harga jual per unit dengan jumlah barang yang diproduksi. Jadi : VC = f(Q). Jika P adalah biaya produksi per unit.Gambar : Karena intersepnya tidak ada (nol) maka fungsi penerimaan dengan gradiennya positif : R = 5.000 Q Karena intersepnya tidak ada (nol) maka fungsi biaya variabel digambarkan melalui titik (0. Gambar Fungsi Biaya Tetap : FC = 100.

000 + 3000 Q VC= 3000 Q FC =100. Berapa produk yang harus diproduksi dan dijual agar perusahaan tersebut dapat menutup Biaya tetapnya? Berapakah penerimaan yang diperoleh? 23 .Gambar Fungsi Biaya Variabel : VC = 3.000.000 Q 0 3.000 dan biaya variabelnya : 3.FC) dan sejajar dengan grafik VC.000.000 + 3. Gambar Fungsi Biaya Tetap. Hal ini disebabkan karena seluruh penerimaan perusahaan dibayarkan untuk menutup biaya tetap maupun biaya variabelnya. Biaya Variabel.000 VC = 3. Keadaan tersebut digambarkan sebagai berikut: ‘ Break-Even’ TR = TC Jika penerimaan sudah dapat melebihi biaya-biaya yang dikeluarkan.000 Q : TR < TC Untuk lebih menjelaskan hal tersebut dibawah ini diberikan contoh.000.000Q. Ternyata intersep dari fungsi total biaya adalah sama dengan biaya tetapnya dan gradienya sama dengan gradien fungsi biaya tetap.000 + 3. total Biaya : TC=100. maka perusahaan dinyatakan dalam keadaan merugi.000. Rugi Contoh Soal: Dari contoh sebelumnya diperoleh bahwa Fungsi Fixed Cost : Fungsi Variabel Cost: Fungsi Total Cost : Fungsi Revenue : R FC = 100.000 Q TC = 100. TC = FC + VC Contoh : Untuk contoh diatas. Fungsi Total Cost (TC) merupakan penjumlahan antara biaya tetap dengan biaya variabel. dimana biaya tetap yang dikeluarkan sebuah perusahaan sebesar Rp 100.000 Q = 5.000. Analisis ‘Break-Even’ Yang dimaksud dengan ‘Break-Even’ yaitu suatu kondisi dimana perusahaan tidak untung maupun tidak rugi.000 9. maka TC = 100. baik biaya tetap maupun biaya variabelnya. Hal ini mencerminkan bahwa penggambaran fungsi total biaya haruslah melalui titik (0. maka barulah perusahaan tersebut dapat menikmati keuntungan: Untung : TR > TC Jika penerimaan masih belum dapat menutup biaya-biaya yang dikeluarkan baik biaya tetap maupun biaya variabelnya.000.000 Q.

000 Jadi agar perusahaan dapat menutup biaya tetap yang dikeluarkannya.VC.000.TC.000 – Rp 3.000 unit barang.000 : Pada titik ini.Berapakah produk yang harus diproduksi dan dijual agar perusahaan tersebut dapat menutup seluruh biaya yang dikeluarkannya? Berapakah penerimaan yang diperoleh?Berapa produk yang harus diproduksi dan dijual agar perusahaan tersebut mendapatkan keuntungan? Berapakah kontribusi marginnya? Jawab: Output yang diproduksi agar penerimaan dapat menutup biaya tetap : TR = FC 5.000 5.000.R TR” TC” VC TC‟ 250. yaitu‟ R = TC = 5. maka perusahaan tersebut harus dapat memproduksi sebanyak 50.000 unit barang.000 Jadi agar perusahaan dapat menutup biaya produksinya. Q = 50.000 Q* = 50.000.000 seluruh penerimaan sebesar Rp 100. Tingkat penerimaanya sama dengan total biaya.000 dipergunakan untuk menutup biaya tetapnya sebesar Rp 100.000 TR‟ FC 100.000.000Q = 100.000.000 unit dengan penerimaannya akan lebih dari Rp 250.000 0 Keterangan gambar : Q* Q‟ : Pada titik ini.000 + 3. maka perusahaan tersebut harus dapat memproduksi sebanyak 20.000. maka total penerimaan harus melebihi total biaya. maka Kontribusi margin= Harga jual per unit – Biaya produksi per unit Kontribusi margin= Rp 5.000.000Q = 100.000.000.000 Agar perusahaan dapat menikmati keuntungan.000Q 2000Q = TC = 100.000 dipergunakan untuk menutup total biaya yang juga sebesarRp 250.000 Keadaan ‘Break-Even Analysis’ tersebut digambarkan dalam grafik sebagai berikut : TR FC.000 = Rp 2.000 Output yang diproduksi agar penerimaan dapat menutup seluruh biaya yang dikeluarkan : TR 5.000. Tingkat penerimaannya : R = FC = 100.000.000 Q’ = 20.000.000 Q = 100.000 x 50.000.000. Q = 20.000 dipergunakan untuk menutup 24 Q‟ Q* Q” Q TC .000Q-3. Untuk itu perusahaan harus memproduksi produk sebanyak lebih dari 50.000 = 250. seluruh penerimaan sebesar Rp 250.000 Kontribusi margin yaitu keuntungan per unit.

b = Konsumsi yang bergantung pada pendapatan. perusahaan untung! Jika perusahaan berproduksi pada tingkat yang masih lebih rendah dari Q*. Sekaligus dapat terlihat pada gambar bahwa pada titik Q‟ terjadi TR‟ < TC‟. jika ada. PENERAPAN DALAM TEORI EKONOMI MAKRO 10. 0 < b < 1 Keterangan : Co = Konsumsi yang tidak bergantung pada besarnya pendapatan. Co > 0 (1 – b ) : Marginal Propensity to Save.Co + (1 – b)Y = S atau S = .biaya tetapnya sebesar Rp100. Pendapatan suatu negara terdistribusi karena digunakan untuk kebutuhan konsumsi dan sisanya. 0 < (1 – b) < 1 . perusahaan Rugi Q” : Untuk Q” terlihat bahwa TR” > TC”. Fungsi tabungannya diperoleh dari : Y=C+S Y = (Co + By) + S Y – (Co + By) = S Y – Co – b S = S Y – Co – by = S Y(1 – b) – Co = S .Co + (1-b)Y – Co : Autonomous Saving. Fungsi Pendapat Nasional yang terdistribusi Menjadi fungsi Konsumsi dan Fungsi Tabungan. = Konsumsi yang bergantung pada pendapatan.000. ditabung.000. b : 1–b Kesimpulan yang diperoleh: Marginal propensity to consume : Marginal propensity to save Karena Maka : B + (1 – b) = 1 MPC + MPS = 1 25 . Jika perusahaan berproduksi tepat pada Q*. maka perusahaan akan mengalami kerugian karena masih terjadi TR < TC.Co (1 – b) = Tabungan yang tidak tergantung pada besarnya pendapatan. maka perusahaan tidak memperoleh keuntungan maupun tidak mengalami kerugian karena terjadi TR = TC Jika perusahaan sudah mampu berproduksi pada tingkat yang melebihi Q*. Co > 0 B = Marginal Propensity to Consume. dinyatakan dengan fungsi : Y = C + S Y = Pendapatan Nasional (National Income) C = Konsumsi (Comsumption) S = Tabungan (Saving) Fungsi konsumsi dinyatakan dengan fungsi : C = Co + bY Co = Autonomous Consumption. maka perusahaan akan memperoleh keuntungan karena sudah terccapai TR > TC.

Contoh Soal : Suatu negara diketahui memiliki konsumsi otonominya sebesar Rp 300.000.000. Marginal propensity to save-nya sebesar 0,45. Bangunlah fungsi konsumsinya ! Bangunlah fungsi tabungannya ! Berapa yang dikonsumsi jika pendapatan nasional 1 miliar? Berapakah yang ditabung jika pendapatan nasional 1 miliar? Pada pendapatan nasional berapakah dimana tidak ada yang ditabung? Gambarkan fungsi konsumsi, fungsi tabungan, dan fungsi pendapatan nasional pada sebuah grafik! Jawab : Fungsi konsumsinya: C = Co + bY C = 300.000.000 + (1 – 0,45)1.000.000.000 C = 300.000.000 + 0,55 Y Fungsi tabungannya : S = - 300.000.000 + 0,45 Y Jika pendapatan nasionalnya 1 miliar: Fungsi konsumsi: C = 300.000.000 + 0,55 x 1.000.000.000 C = 300.000.000 + 550.000.000 C = 850.000.000 Fungsi tabungan: S = - 300.000.000 + 0,45 x 1.000.000.000 S = - 300.000.000 + 450.000.000 S = 150.000.000 Jadi pada tingkat pendapatan nasional sebesar 1 miliar, maka Rp 850.000.000 dipergunakan untuk kebutuhan konsumsi dan Rp 150.000.000 ditabung. Tidak ada pendapatan yang dapat ditabung, artinya S = 0 Y=C+S Y=C+0 Y=C Tidak ada pendapatan yang ditabung maka berarti seluruh pendapatan habis dikonsumsi. Tingkat pendapatan yang akan seluruhnya habis dikonsumsi yaitu : Y Y – bY = Co + bY = Co

Y ( 1 – b ) = Co

Y
Y

1 (1 b)

x Co

1 x Co (1 0,55)

26

Y

1 x 300.000.000 (0,45)

Y = 2,22 x 300.000.000 Y = 666.000.000 Jadi pada tingkat pendapatan sebesar Rp 666.000.000 seluruh pendapatan dikonsumsi. Gambar Fungsi Konsumsi, Fungsi Tabungan, dan Fungsi Pendapatan Nasional diberikan bawah ini : C,S,Y Y=C Y=C+5 C = 300.000.000 + 0,55Y 300.000.000 S = - 300.000.000 + 0,45Y 0 S=0 Disaving - 300.000.000 11. Fungsi Pendapatan Nasional yang Dihitung Melalui Pendekatan Pengeluaran Untuk menghitung besarnya pendapatan nasional suatu negara, salah satu pendekatannya adalah dengan menghitung pengeluaran dari masing-masing sektor. Sektor-sektor yang mungkin terlibat dalam perhitungan tersebut ialah : 1. Sektor rumah tangga, di mana pengeluarannya dikenal sebagai konsumsi (C) 2. Sektor pengusaha, di mana pengeluarannya dikenal dengan investasi (I) 3. Sektor pemerintah, di mana pengeluarannya yaitu pengeluaran pemerintah (G) 4. Sektor perdagangan luar negeri, terdiri atas ekspor dan impor (X – M) Jika yang terlibat sektor rumah tangga dan pengusaha, maka model pendapatan nasionalnya ditulis : Y=C+I Jika yang terlibat sektor rumah tangga, pengusaha dan pemerintah, maka model pendapatan nasionalnya ditulis : Y=C+I+G Jika yang terlibat sektor rumah tangga, pengusaha, pemerintah, dan perdagangan luar negeri maka model pendapatan nasionalnya ditulis : Y=C+I+G+(X–M) Pendapatan Disposibel ( Yd ) Yang dimaksud dengan pendapatan disposibel yaitu pendapatan yang dapat langsung dikonsumsi. Jika ada ‘transfer payment’ ( R ), maka pendapatan diposibel merupakan penjumlahan antara pendapatan dengan ‘trasfer payment’ : Yd = Y + R Jadi ‘trasfer payment’ menambah pendapatan disposibel. Jika ada pajak (T), maka pendapatan baru menjadi pendapatan disposibel setelah dikurangi dengan pajak : Yd = Y + T Jadi pajak mengurangi pendapatan disposibel. Jika ada pajak dan ‘transfer payment’, maka haru dipertimbangkan keduanya : Yd = Y + R – T Saving Y

27

Jika tidak ada pajak maupun ‘trasfer payment’ maka pendapatan disposibel adalah merupakan pendapatan : Yd = Y Trasfer Payment’ ( R ) Yang dimaksud dengan ‘trasfer payment’ yaitu pembayaran yang dialihkan, misalnya tunjangan kesehatan, tunjangan hari raya, dan lain-lain. Pajak (T) Pajak terdiri atas dua jenis : 1. Pajak yang tidak bergantung pada besarnya pendapatan : To ( Autonomous Tax ), To > 0 2. Pajak yang bergantung pada besarnya pendapatan : tY ; t ( income tax rate ), 0 < T < 1 maka alternatif fungsi pajaknya : Jika tidak ada pendapatan : T = To Jika ada pendapatan Fungsi Konsumsi ( C ) Konsumsi terdiri atas dua jenis : 1. Konsumsi yang tidak bergantung pada besarnya pendapatan : Co (Autonomous Consumtion), Co >0 2. Konsumsi yang bergantung pada besarnya pendapatan : bY ; b (marginnal propensity to consume), 0 < b < 1 maka alternatif fungsi konsumsinya : Jika tidak ada pendapatan : C = Co Jika ada pendapatan dan ada pajak : C = b Y d atau maka: C = b (Y – T) atau C = Co + bYd, di mana Yd = Y – T C = Co + b (Y – T) : T = tY atau T = To + tY

Jika ada pendapatan dan ‘trasfer payment’ : C = b Yd atau C = Co + bYd, di mana Yd = Y + R Maka : C = b (Y – R) atau C = Co + b (Y + R) Jika ada pendapatan, pajak dan ‘trasfer payment’ : C = b Yd atau C = Co + bYd, dimana Yd = Y + R – T Maka : C = b (Y + R – T) atau C = Co + bYd atau Maka : C = Co + b Y atau Fungsi Investasi 1. Fungsi investasi merupakan variabel eksogen yang tidak dipengaruhi oleh tingkat suku bunga, maka ditulis : I = Io 2. Jika dipengaruhi oleh tingkat suku bunga ditulis : I = Io – i r, r : tingkat suku bunga I : proporsi I terhadap i Fungsi Pengeluaran Pemerintah Pengeluaran pemerintah terdiri atas : 1. Pengeluaran pemerintah yang tidak bergantung pada pendapatan : G (Government Expenditure), Go > 0 C = Co + b (Y + R – T) C = b Y, C=bY dimana Yd = Y Jika ada pendapatan tetapi tidak ada pajak dan ‘trasfer payment’ :

28

Parameter Diberi lambang dengan huruf kecil. Hitunglah pendapatan nasional suatu negara jika diketahui autonomous consumption : masyarakatnya sebesar 135.2. b = 0. Marginal Propensity to Consume (MPC) = 0.2 5 29 Angka penggandaan untuk . variabel endogen dan parameternya ? Bagaimanakah model pendapatan nasionalnya serta angka penggandaannya ? Carilah semua nilai dari variabel endogenya ? Jawab : Diketahui Co = 135. Xo. Contoh Soal : 1. 0 < m < 1 maka alternatif impor : Jika tidak ada pendapatan : M = Mo Jika ada pendapatan : M = mY atau Variabel Eksogen Variabel eksogen adalah variabel yang nilainya tidak diperoleh dari perhitungan model. maka ditulis : X = Xo Fungsi Impor Impor terdiri atas : 1. Impor yang bergantung pada pendapatan : mY.3 . Pengeluaran pemerintah yang bergantung pada pendapatan : gY . Mo Variabel Endogen Variabel endogen adalah variabel yang nilainya diperoleh dari perhitungan model. Biasanya dilambangkan dengan simbol yang diberi tambahan „0‟. Impor yang tidak bergantung pada pendapatan : M (Autonomous Import). g (proporsi pengeluaran pemerintah terhadap pendapatan. Go. Io. Go = 30 Yang terlibat tiga sektor. 0 < g < 1 maka alternatif fungsi pengeluaran pemerintah : Jika tidak ada pendapatan : G = Go Jika ada pendapatan : G = gY atau G = Go + gY Fungsi Ekspor Fungsi Investasi merupakan variabel eksogen. Xo > 0 2. To. yaitu : sektor rumah tangga.8) 1 0. sektor pengusaha dan Pemerintah : Model Pendapatan Nasionalnya : Y=C+I+G di mana C = Co + b Y I = Io G = Go maka Y Y = (Co + b Y) + Io + Go = Co + b Y + Io + Go M = Mo + mY Y – b Y = Co + Io + Go Y(1 – b) = Co + Io + Go Y 1 (1 b) x (Co Io Go) 1 (1 b) 1 (1 0.8 Investasinya = 75 Pengeluaran pemerintah = 30. seperti : Co. Ada berapa variabel eksogen.m (marginal propensity to import). Io = 75.

8) 1 x (240) (0. yaitu : ‘Marginal Propensity to Consume’ (b) Variabel endogennya ada dua. 3.2) Y = 5 (240) = 1200 Menghitung variabel endogen konsumsi(C): C = Co + bY C = 135 + 0. lo = 40 . Autonomous Consumption (Co) Investment (lo) Government Expenditure (Go) Parameternnya ada satu.6 Ada dua sektor yang terlibat yaitu : sektor rumah tangga dan sektor pengusaha. MPC = 1 – MPS . Variabel eksogennya ada tiga.8 (1200) C = 135 + 960 C = 1095 2. 2. 2.8 Y C = 135 + 0. Autonomous consumption suatu negara = 100. maka akan menyebabkanpeningkatan pendapatan nasional (Y) sebanyak lima kali. ataupun ‘government expenditure’ (Go) sebanyak satu. Pendapatan nasional (Y) Consumtion (C) Menghitung variabel endogen pendapatan nasional (y): Y Y Y 1 (1 b) x (Co Io Go) 1 x (135 75 30) (1 0. yaitu : 1.Model di atas Ini berarti bahwa jika terjadi peningkatan faktor – faktor ‘autonomous consumption’ (Co).bY = Co – bTo + lo Y (1 – b) = Co – b To + lo 30 .4 dari pendapatan disposibel. ‘investment’ (lo). To = 50 = 1 – 0. Model pendapatan nasionalnya : Y =C+I dimana C = Co + b Yd Yd = Y – To I = lo Sehingga Y = Co + b (Y – To) + lo Y = Co + bY – b To + lo Y . Carilah model pendapatan nasional ? Hitunglah angka penggandaannya ? Carilah semua nilai variabel endogennya ? Jawab : Diketahui : Co = 100 . dengan MPS-nya = 0. Investasi nasionalnya = 40 dan autonomous tax = 50.4 = 0. yaitu: 1.

Transaksi ekspor terhitung = 80. Mo = 40. Y = C + I + G + (X – M) di mana C= Co + b Y C = 70 + 0.4) Y = 2. Pengeluaran di sektor pengusaha = 90.6) (225) C = 100 + 135 C = 235 3. Go = 65.6)50 40) (1 0.4 = 2.6) Menghitung variabel endogen pendapatan nasional (Y) : Y Y Y 1 (1 b) x (Co bTo Io) 1 x (100 (0. m = 0.9 Semua sektor terlibat sehingga model pendapatan nasionalnya .19.19.19 Y sehingga Y = C + l + G + (X – M) Y = (Co + bY) + lo + Go + (Xo – Mo + mY) Y = Co + bY + lo + Go + Xo + Mo + mY 31 . Co = 70. Transaksi impor terhitung = 40 dengan marginal propensity to import = 0. b = 0. Konsumsi masyarakatnya terlihat dari fungsi sebagai berikut : C = Co + b Y di mana autonomous consumption = 70 dan MPC = 0. Xo = 80.6 (275 – 50) C = 100 + (0.6 (Y – 50) C = 100 + 0.5 (110) Y = 275 Jadi pendapatan nasionalnya sebesar 275 Menghitung variabel endogen konsumsi ( C ) : C = Co + b Yd C = Co + b (Y – To) C = 100 + 0. sedang pengeluaran di sektor pemerintah = 65.Y Angka penggandaan : 1 = = 1 1 (Co – b To + lo) = 1 0.9 Dinyatakan : Carilah model pendapatan nasional ? Hitung angka penggandaannya ? Carilah nilai variabel endogennya ? Jawab : Diketahui lo = 90.9 Y I = lo = 90 G = Go = 65 X = Xo = 80 M = Mo + mY = 40 + 0.5 (1 – b) (1 – b) (1 – 0.6) 1 x (100 30 40) (0.

348 Jadi konsumsinya = 892.72) C = 892.19 (913.72 Jadi pendapatan nasionalnya = 913.6068 32 .6068 Jadi impornya = 213.72) M = 213.448 ( 265 ) Y = 913.29 3.72 Menghitung variabel endogen konsumsi ( C ) : C = Co + bY C = 70 + 0.Y – bY + mY = Co + lo + Go + Xo – Mo Y (1 – b + m) = Co + lo + Go + Xo – Mo Y 1 (Co Io Go (1 b m) Xo Mo) Angka Penggandaannya 1 (1 b m) 1 (1 0.19) 1 (265) (0.29) Y = 3.9 0.9 (913.91) 1 0.448 Menghitung variabel endogen pendapatan nasional (Y) : Y Y Y 1 (Co Io Go (1 b m) Xo Mo) 1 (70 90 65 80 40) (1 0.348 Menghitung variabel endogen impor ( M ) : M = Mo + mY M = 40 + 0.9 0.

menghitung elastisitas dan enghitung optiasi.Bagaimanakah fungsi marginal pendapatannya (Marginal Revenue) dan berapa nilai marginal pendapatannya jika perusahaan memproduksi 10 output. maka dikatakan perubahannya tidak searah.BAGIAN 3 KONSEP DASAR TEORI DIFERENSIAL DAN PENERAPANNYA DALAM BISNIS DAN EKONOMI Tujuan Umum Mempelajari perubahan variabel terikat perubahan variabel bebasnya. Laju Pertumbuhan (Fungsi Marginal) Fungsi Marginal merupakan turunan pertama dari fungsi-fungsi total yang merupakan fungsi ekonomi. di mana P: Price (harga) dan Q: Output. maka y berkurang atau sebaliknya jika x berkurang 1 unit maka y akan bertambah. Cross Elasticity of Demand. dikatakan perubahan searah. Laju Pertumbuhan II. Mempelajari penerapan Diferensial Biasa seperti mencari laju pertumbuhan. Fungsi permintan diberikan P = 3Q+27.Q R = 3Q2+27Q Fungsi marginal pendapatan (Marginal Revenue) MR = dR/dQ = 6Q + 27 33 . Jawab : fungsi total pendapatan (Total Revenue) R = P. Secara umum jika diberikan fungsi total sebagai berikut: y = f (x). dan Diferensial berantai. seperti maksimasi pendapatan atau miniasi biaya. seperti enghitung Price Elasticity of Deand. fungsi arjinal. Diferensial Parsial. arginal Revenue Product of Capital dan Marginal Revenue Product of Labor. Menghitung Optimasi untuk dua variabel serta mmencari Marginal Rate of Technical Substitusi. Lebih jauh lagi : Jika fungsi marginal itu hasilnya positif. serta terangkan artinya. di mana perubahan variabel bebasnya erupakan perubahan yang sangat kecil sekali. 3. PERAPAN DALAM BISNIS DAN EKONOMI Penerapan Teori Diferensial Biasa Teori Diferensial biasa diterapkan dalam berbagai masalah diantaranya untuk mencari : I. Marginal Physical Product of Labor. maka diperolehlah fungsi Marginalnya dy/dx : laju perubahan y akibat perubahan x sebanyak 1 unit. Juga dipelajari perbandingan antara perubahan variabel terikat tersebut dengan perubahan variabel bebasnya yang disebut “kuosien Difference”. dan Income Elasticity of Demand. Optimasi (Nilai Maksimum dan Minimum) III. 2.Q R = (3Q+27). Mepelajari Penerapan Diferensial Parsial. Fungsi Marginal menggambarkan laju pertumbuhan suatu variabel terikat akibat perubahan variabel bebasnya. Elastis titik: Analisis Fungsi dan Grafis. PENERAPAN TEORI DIFERENSIAL DALAM BISNIS DAN EKONOMI B. Juga dipelajari kaidah-kaidah Diferensial serta jenis-jenis diferensial yang terdiri atas Diferensial Biasa. artinya jika x bertambah 1 unit maka y akan bertambah pula atau sebaliknya jika x berkurang 1 unit maka y akan berkurang pula. 1. Mempelajari Penerapan Diferensial Berantai seperti dalam fungsi produksi menghitung Marginal Physical Product of Capital. Contoh soal : Marginal Pendapatan (Marginal Revenue) 1. yang artinya jika x bertambah 1 unit. Jika fungsi marginal hasilnya negatif. Tutjuan Khusus 1.

e Q/2 = 30.Q R=(30.Fungsi pendapatan rata-rata (Average Revenue) di berikan AR = 30. dimana P: Price (harga) dan Q: Penjualan.1/2. Q R = (80 – 4 Q) Q R = 80 Q – 4 Q2 Fungsi marginal pendapatan (Marginal Revenue) : MR = dR/dQ = 80 . sebaliknya untuk setiap penurunan penjualan Q yang dijual sebanyak 1 unit akan banyak menyebabkan adanya pengurangan pendapatan sebesar 87 2. Bagaimanakah Fungsi marginal pendapatanya (Marginal Revenue) dan berapakah nilai marginal pendapatanya jika perusahaan memproduksi baru 1 penjualan .8(7) = 80 – 56 = 24 Artinya: untuk setiap peningkatan output Q yang di jual sebanyak 1 unit akan menyebabkan adanya tambahan pendapatan sebesar 24. Sehingga U‟=30 Dan V = e Q/2 Sehingga V‟=1/2. Jawab: Karena fungsi permintaanya Q = 6 . maka MR = dR/dQ = 80 .serta terangkan artinya.5P. sebaliknya untuk setiap penurunan penjualan Q yang di jual sebanyak 1 unit akan menyebabkan adanya pengurangan pendapatan sebesar 24.2/5Q Jika perusahaan berproduksi pada tingkat output Q = 1. maka MR= dR/dQ = 6/5 .5P.e Q/2 Fungsi marginal pendapatan (Marginal Revenue) : Dengan mengambil U = 30 Q. maka MR = dR/dQ = 6Q + 27 = 6(10) + 27 = 60 +27 = 87 Artinya : untuk setiap peningkatan penjualan Q yang dijual sebanyak 1 unit akan menyebabkan adanya tambahan pendapatan sebesar 87. serta terangkan artinya. 4.e Q/2+15 Q.e Q/2 Maka MR= dR/dQ = U‟ V+U V‟ = 30. Fungsi Pendapatan Rata-rata (Average Revenue) diberikan AR = 80 – 4 Q Bagaimanakah fungsi marginal pendapatannya (Marginal Revenue) dan berapakah nilai marginal pendapatannya jika perusahaan memproduksi 7 output. Jawab : Funsi total pendapatan (Total Revenue) : R=AR.sebaliknya untuk setiap penurunan penjualan Q yang dijual sebanyak 1 unit akan menyebabkan adanya pengurangan pendapatan sebesar 4/5.Jika perusahan berproduksi pada tingkat output Q = 10 . Jawab: Fungsi total pendapatan ( Total Revenue) : R = AR . Fungsi Permintaan diberikan Q = 6 . serta terangkan artinya. e Q/2 = e Q/2(30+15 Q) Jika perusahaan berproduksi pada tingkat output Q = 2 Maka MR = dR/dQ = e Q/2 ( 30+15 Q) = e 2/2 ( 30+15.2/5.e Q/2)Q R=30Q. sebaliknya untuk setiap penurunan 3.(1) = 6/5 .2/5 = 4/5 artinya :untuk setiap peningkatan penjualan Q yang dijual sebanyak 1 unit akan menyebabkan adanya tambahan pendapatan sebesar 4/5.8 Q Jika perusahaan memproduksi pada tingkat output Q = 7. e Q/2 Bagaimanakah fungsi marginal pendapatannya (Marginal Revenue) dan berapakah nilai marginal pendapatannya jika perusahaan memproduksi 2 penjualan.e Q/2+30 Q.Q R = (6/5 – 1/5Q) Q R = 6/5Q-1/5Q2 Fungsi marginal pendapatan (Marginal Revenue): MR = dR/dQ = 6/5 .2) = 60 e 34 . dimana harus diubah dahulu menjadi P = 6/5 –1/5Q Barulah mencari fungsi total pendapatan (Total Revenue): R = P.

2Q + 16 R = P. Contoh soal: Marginal Biaya (Marginal Cost) 5. tentukan berapa output yang harus diproduksi dan dijual agar diperoleh total pendapatan maksimum. ada dua pertanyaan yang senantiasa diajukan. maka lakukanlah langkah kedua yaitu mencari turunan kedua fungsi total pendapatan: R” = .Q = (.Artinya : untuk setiap peningkatan penjualan Q yang di jual 1 unit akan menyebabkan adanya tambahan pendapatan sebesar 60 e. langkah-langkahnya dijelaskan dibawah ini: Untuk fungsi yang mengandung satu variabel y= f(x) Maksimum Langkah I Langkah II Y‟ = 0 Y” < 0 Minimum Y‟ = 0 Y” > 0 Diperoleh titik X Menjamin Nilainya Optimum (Maksimum atau Minimum) Contoh: memaksimasi total pendapatan (total revenue) 1. Jawab: Fungsi total pendapatan: P = . Total pendapatan maksimumnya: R = .4Q2 + 10Q + 75 Bagaimanakah fungsi marginal biayanya (Marginal cost) dan berapakah nilai marginal biaya tersebut jika perusahaan memproduksi 2 penjualan.2Q2 + 16Q Langkah pertama mencari turunan pertama fungsi total pendapatan kemudian dibuat = 0 R‟ = .8Q + 10 = 3(2)2 . Jawab: Fungsi total biaya (total biaya): C = Q3 . Harga jual barang P = . Misalkan untuk fungsi dengan satu variabel y= f (x). Optimasi Satu Variabel (Nilai Ekstrim Maksimum atau Minimum) Dalam masalah optimasi.2(4)2 + 16(4) R = 32 35 . permasalahannya: i. serta terangkan arti.8(2) + 10 = 12 – 16 + 10 = 6 Artinya: Untuk setiap peningkatan penjualan Q yang dijual sebanyak 1 unit akan menyebabkan adanya tambahan biaya sebesar 6. sebaliknya untuk setiap penurunan penjualan Q yang dijual sebanyak 1 unit akan menyebabkan adanya pengurangan biaya sebesar 6.2Q + 16) Q R = .4Q + 16 = 0 4Q = 16 Q=4 Agar dijamin bahwa jika menjual sebanyak Q = 4 maka akan diperoleh total pendapatan maksimum. Berapakah y yang optimum tersebut? Untuk menjawab pertanyaan pertama. sebaliknya untuk setiap penurunan penjualan Q yang di jual sebanyak 1 unit akan menyebabkan adanya pengurangan pendapatan sebesar 60 e.2Q2 + 16Q R = .4 Ternyata R” = .2Q + 16.4 < 0 sehingga diperoleh nilai maksimum Jadi output yang harus diproduksi dan dijual agar diperoleh total pendapatan maksimum yaitu sebanyak 4.4Q2 + 10Q + 75 Fungsi Marginal Biaya (marginal cost): C‟ = 3Q2 . maka pertanyaan selanjutnya baru bisa dijawab yaitu: ii. maka MC = C‟= 3Q2 . Fungsi Total Biaya suatu perusahaan dinyatakan sebagai berikut: C = Q3 .8Q + 10 Jika perusahaan berproduksi pada tingkat penjualan Q = 2. Berapakah x yang akan memberikan y optimum? Jika itu telah terjawab.

2Q) Q = 16Q – 2Q2 Fungsi marginal pendapatan: MR = 16Q .2Q2 Turunan pertama: MR‟ = 16 .1000(100) + 85000 C = 35000 Jadi total biaya minimumnya sebesar: 35000 Contoh soal: Meminimasi Marginal Biaya (Marginal Cost) 4.1000Q + 85000 C‟= 10Q – 1000 = 0 10Q = 1000 Q = 100 C” = 10 > 0 Jadi total biaya minimum akan tercapai jika berproduksi sebanyak 100 unit. tentukan berapa output yang harus diproduksi dan dijual agar diperoleh marginal pendapatan maksimum. 36 .Q = (16 .1000Q + 85000 C = 5(100)2 . Contoh soal: Memaksimasi Marginal Pendapatan (marginal revenue) Harga jual barang P = 16 .4 < 0 Jadi output yang harus diproduksi dan dijual agar diperoleh marginal pendapatan maksimum sebanyak 4.180Q + 2800 Turunan pertama: MC‟= 6Q – 180 = 0 6Q = 180 Q = 30 Turunan kedua: MR” = 6 > 0 Jadi output yang harus diproduksi agar diperoleh marginal biaya minimum sebanyak 30.2Q.2Q2 = 16(4) .180Q + 2800 = 3(30)2 .90Q2 + 2800Q + 56500 Fungsi marginal biaya: MC = 3Q2 . Marginal pendapatan maksimumnya: MR = 16Q .Jadi ketika menjual produk sebanyak 4.2(4)2 = 48 contoh soal: Meminimumkan Total Biaya (Total Cost) 3. maka akan diperoleh total pendapatan maksimum sebesar 32. Biaya total dinyatakan dengan C(Cost) = 5Q2 .180(30) + 2800 = 100 Jadi marginal biaya minimum akan tercapai jika berproduksi sebanyak 30 unit:100 2. Marginal biaya minimum: MC = 3Q2 .1000Q + 85000 Pada tingkat produksi berapakah akan menyebabkan total biaya minimum? Berapakah total biaya minimum tersebut? Jawab: C = 5Q2 . Berapakah marginal pendapatan maksimum tersebut? Jawab: Fungsi permintaan: P = 16 .4Q = 0 16 = 4Q Q=4 Turunan kedua: MR” = . Biaya total dinyatakan dengan C (Cost) = Q3 -90Q2 + 2800Q + 56500 Pada tingkat produksi berapakah akan menyebabkan marginal biaya minimum? Berapakah marginal biaya minimum tersebut? Jawab: Fungsi total biaya: C = Q3 . Total biaya minimumnya sebesar: C = 5Q2 .2Q Fungsi total pendapatan: R = P.

maka turunan ke dua = .6Q + 114 Untuk Q1 = 3.2Q2) .4Q + 12 – t = 0 12 – t = 2Q 37 . Q* di mana t: tarif pajak yang di kenakan pemerintah dan Q*= Jumlah output yang di produksi dan di jual pengusaha sehingga di peroleh laba maksimum. yang telah mempertimbangkan biaya pajak. maka labanya akan maksimum. Laba maksimum nya sebesar : Laba = . R: Pendapatan =R–C–T C: Biaya =R–C–tQ T: Pajak Q :Tingkat output yang di produksi dan di jual oleh pengusaha.Q R = 1000 Q . yang memberikan laba maksimum setelah mempertimbangkan adanya pajak penjualan dan pemerintah. maka turunan ke dua = .2Q Dan C = Q3 .6(3) + 114 = 96 > 0 Berarti jika di produksi output sebanyak 3.315Q .Q3 + 57Q2 .35) = 0 Q1 = 3 Dan Q2 = 35 Turunan kedua: Laba” = .59Q2 + 1315Q + 2000 Berapakah produk yang harus di produksi dan di jual sehingga dapat di peroleh laba yang maksimum ? Berapakah laba maksimum tersebut ? Jawab: Fungsi pendapatan: R = P.315(35) . Untuk Q2 = 35. Untuk itu pemerintah harus menentukan berapa tarif pajak yang akan di berlakukannya sehingga akan di peroleh pajak maksimum. 6.3) (Q .(35)3 + 57(35)2 .Q3 + 57Q2 .Q R = (1000 .2 Q2 Fungsi biaya: C = Q3 .38Q + 105 = (Q .59Q2 + 1315Q + 2000) Laba = . maka labanya akan minimum.2000 = .2000 = 13925 Jadi dengan memproduksi dan menjual output sebanyak 35 akan di peroleh laba maksimum sebanyak : 13925 Contoh soal: Memaksimasi Penerimaan Pajak Salah satu sumber penerimaan pemerintah adalah dengan penarikan pajak.5.2000 Turunan pertama: Laba = -3Q2 + 114Q . misalnya pajak penjualan yang di kenakan pemerintah terhadap setiap unit yang di produksi dan di jual oleh pengusaha.96 < 0 Berarti jika di produksi output sebanyak 35.(Q3 . Dari sudut pandang pengusaha setelah ada pengenaan pajak dari pemerintah: Laba = pendapatan – (biaya + pajak) = R – (C+T). Total pajak yang akan di terima perintah : T = t.59Q2 +1315Q + 2000 Fungsi laba: Laba = Pendapatan – biaya Laba = (1000Q .315Q .2Q). Total pendapatan dan total biaya di berikan sebagai berikut : R = 15Q . Contoh soal : Memaksimasi laba / keuntungan / provit Di berikan fungsi permintaan dan fungsi biaya masing-masing sebagai berikut: P = 1000 .6(35) + 114 = .2Q2 Dan C = 3Q Berapakah tarif pajak yang sebaiknya di kenakan pemerintah kepada pengusaha agar pemerintah memperoleh total pajak maksimum ? Berapakah total pajak maksimum yang di peroleh ? Jawab: Dari sudut pandang pengusaha: Laba = R – C – t Q = 15 Q – 2 Q2 – 3Q – t Q = -2 Q2 + 12Q – t Q Turunan pertama: Laba‟ = .315 = Q2 . Pemerintah berupaya untuk memaksimumkan penerimaan pajak tersebut.

5 = 1.5 Q2 – 100 Q + 4 Q2 – t Q = 260 Q – 6.t 4 Q* = b – ¼ t Turunan ke dua: Laba = . Q* = 1.5 = 9 Jadi total pajak yang yang di terima pemerintah sebesar: 9 Contoh soal: Fungsi penerimaan dan fungsi biaya suatu produk di nyatakan sebagai berikut: R = 360 Q – 10. berapakah tarif pajak yang harus di kenakan pemerintah kepada perusahaan tersebut? Berapakah total pajak maksimum yang di dapat pemerintah? Berapakah laba maksimum yang di terima perusahaan setelah di kenakan pajak ? Jawab: Dari sudut pandang pengusaha: Laba = R – C – t Q = 360 Q – 10.5 Q2 – (100 Q – 4 Q2) – t Q = 360 Q – 10.5 Q2 – t Q Turunan pertama: Laba‟ = 260 – 13 Q – t = 0 260 – t = 13 Q Q = 260 – t 13 Q*= 20 – 1 t 13 Turunan ke dua : Laba‟‟ = .4 < 0 Jadi dengan memproduksi sebanyak Q* = 3 – ¼ t.2Q Q* = 12 .13 < 0 Jadi dengan memproduksi sebanyak Q* = 20 – 1/ 13 t.2/13 Jadi taruf pajak yang memberikan total pajak maksimum sebesar : 130 Karena Q2 = 20 – 1 t 13 = 20 – 1 (130) 13 = 20 – 10 = 10 7.t = 12 .5 Q2 Dan C = 100 Q – 4 Q2 Berapakah produk harus di buat dan di jual perusahaan agar di peroleh laba maksimum? Berapakah laba maksimum tersebut? Jika pemerintah ingin memperoleh pajak penjualan yang maksimum. Dari sudut pandang pemerintah: Pajak: T =t (3 – ¼ t) =3t – 1/4 t2 Turunan pertama: T1 = 3 – ½ t = 0 T=6 Turunan ke dua : T” = -½ Jadi tarif pajak yang memberikan total pajak maksimum sebesar: 6 Karena Q* = 3 ¼ t = 3 – 6/4 (6) = 3 – 1. pengusaha akan memperoleh laba maksimum. Dari sudut pandang pemerintah: Pajak: T = t Q* = t (20 – 1/13 t) = 20 t – 1/3 t 2 Turunan pertama : T‟ = 20 – 2/13 t = 0 20 = 2/13 t t = 130 Turunan ke dua : T‟‟ = . pengusaha akan memperoleh laba maksimum. 38 .5 Maka total pajak maksimum: T = t .

10 = 1300 Jadi total pajak yang di terima pemerintah sebesar 1300. untuk kemudian akan sangat sulit jika berusaha untuk mencoba mengembalikan pangsa pasarnya kembali karena berhubungan dengan kepercayaan pelanggan serta di butuhkan investasi yang sangat besar misalkan untuk biaya pemasarannya (periklanannya) Biaya. hal itu berarti menimbulkan biaya penyimpanan. biaya penyimpanan. Akan tetapi. Perusahaan tersebut. Q* = 130 . di antaranya: 1. biaya yang di timbulkan akibat kekurangan persediaan sehingga menghambat proses produksi atau pemasaran. sub-periode kedatangan panjangnya tetap. maka akan ada resiko yaitu menimbulkan hambatan dalam proses produksi. 3. 2. Model yang akan di bahas dalam buku ini yaitu: model pengendalian persediaan dengan kedatangan berkala (batch arrival model).biaya yang ada hubungan dengan masalah persediaan. sebaliknya jika persediaan bahan mentah di perhitungkan sedikit saja. tidak terjadi kekurangan persediaan sehingga tidak ada biaya yang di timbulkan akibat kekurangan persediaan. Jika kelangkaan barang tersebut terjadi berlarut-larut. Hal tersebut kemudian berdampak dapat mengakibatkan perusahaan yang bersangkutan kehilangan pelanggan. Pola kedatangan barang persediaan digambarkan seperti gambar berikut ini: Persediaan ( Q ) Q/2 Jumlah Rata-rata Persediaan Waktu D: kebutuhan jumlah barang per periode waktu yang kemudian dibagi sama besar menjadi beberapa kali pemesanan Q: jumlah pemesanan per sub-periode waktu C: biaya total persediaan C: biaya pemesanan setiap kali memesan 39 . 3. Demikian pula jika persediaan barang jadi di perhitungkan sedikit maka akanmenimbulkan keluhan pada konsumen akibat kelangkaan barang (permasalahan dalam pemasaran). Jumlah kebutuhan barang. 4. kehilangan pangsa pasarnya. biaya pemesanan tidak bergantung pada jumlah barang.5Q2 – t Q = 260 (10) – 6. Laba maksimum yang di terima oleh pemerintah besarnya: Laba = 260 Q – 6. biaya pemesanan. yang berarti jumlah pemesanan barang.Maka Total pajak maksimum: T = t . 2. manajemen perusahaan senantiasa di perhadapkan kepada permasalahan yaitu jika jumlah persediaan bahan mentah maupun persediaan barang jadi di perhitungkan banyak. dalam suatu periode waktu tertentu di ketahui jumlahnya tetap dari tiap-tiap periode waktu. Model pengendalian persediaan dengan kedatangan berkala dalam model ini di asumsikan bahwa : 1. maka pada akhirnya para konsumen akan mencoba untuk menutup kebutuhannya dengan cara melirik produk dari pesaing.5(10)2 – (130)(10) = 2600 – 65 – 1300 = 1235 Jadi pemerintah menerima laba maksimum sebesar 1235 Contoh soal : Meminimasi Total Biaya Persediaan Dalam hal persediaan.

C1 ½ C2 = 2 D.C 1 C2 Turunan kedua: C” = 2D.2500 200 . 2 D. Jumlah yang harus dipesan: Q Q = Q = 50 40 = 8. Biaya pemesanan setiap kali memesan sebesar Rp. Untuk menjawab pertanyaan tersebut. 50 per-minggu = Rp 200 per-bulan. Total biaya penyimpanan: Rata-rata sepanjang periode waktu terdapat Q/2 persediaan sehingga biaya total penyimpanan per periode waktu: (Q/2) C2 Jadi total biaya persediaan = total biaya pemesanan + total biaya penyimpanan C = Q C1 + Q C2 D 2 Yang menjadi permasalahan adalah berapakah jumlah unit atau barang yang harus dipesan agar dapat diperoleh total biaya persediaan yang minimum? Untuk menjawab permasalahan tersebut. C2 2 Turunan pertama: C′ = D. 2500 C2: Biaya penyimpanan: Rp.C 1 C2 2.C1 Q2 –D. maka akan dihitung total biaya pemesanan dan total biaya penyimpanan sebagai berikut: Total biaya pemesanan: Misalakan dibutuhkan 100 kg yang akan dipesan sebanyak 25 kg. maka D = 100 dan Q = 25 sehingga setiap periode waktu akan ada kedatangan akibat pemesanan sebanyak D/Q dengan biaya total pemesanan: (D/Q) C1. sedangkan biaya penyimpanannya Rp.(-1) . 50 per-minggu.100. C1.C1 > 0 menjamin biaya persediaan minimum. perlu dicari: jumlah produk yang harus dipesan setiap kali pemesanan sehingga diperoleh total biaya persediaan yang minimum: Q Q Total biaya persediaan: C = C1 + C2 D 2 Q = D.C2: biaya penyimpanan per-periode waktu Masalahnya adalah berapa unit barang yang harus dipesan setiap kali pemesanan (Q) agar biaya total persediaan (C) minimum. 2500 per-pemesanan. Berapakah kg yang harus dipesan setiap kali memesan? Berapa kali pemesanan harus dilakukan dalam satu bulan? Berapakah total biaya persediaan minimumnya? Jawab: Jika diketahui bahwa: D : Jumlah total pemesanan per-bulan:100 kg C1: Biaya pemesanan: Rp.Q-2 + ½ C2 =0 –D.Q1 .C1. Q3 Contoh soal: seorang penjaja kue kering memerlukan tepung terigu sebanyak 100 kg setiap bulan.C1 + ½ C2 =0 Q2 ½ C2 Q2 Q = = –D.

Total biaya persediaan: C = Q C1 + Q C2 D 2 50 100 C= 2500 + 200 2 50 C = 10.8 = -1 Qd/P1 4/8 4 Besar elastisitas permintaan dititik P2 = 8 adalah -1 1 = 1 (UNITARY ELASTIS) Jenis elastisitas permintaan dititik P2 = 8 adalah E Untuk titik P3 = 12 maka Qd = 8 .5 P Hitunglah besar dan jenis elastisitas pada titik P1 = 4.0. jika diketahui fungsinya.0.0. Diberikan fungsi permintaan sebagai berikut: Qd = 8 . P2 = 8.5 = -0. digunakan Rumus: Eyx = y/y atau Eyx = y/ x x/x y/x untuk perubahan yang kecil rumusnya menjadi : Eyx=dy/dx y/x contoh soal: Elastisitas Permintaan 1.5 P. Grafik fungsinya: 1 4 0 4 Qd EQDP1=4 = = = 3 16 4 12 8 8 0 EQDP2=8 = = =1 8 16 8 12 EQDP3=12 = 12 0 = =3 4 16 12 P 41 .5(12) = 8 – 6 = 2 Jadi EqdP3 =12 = dQd/dP3 = -0. Di tulis Eyx. Dalam waktu satu bulan dilakukan pemesanan sebanyak: D/Q = 100/50 =2 kali pemesanan.000 Elastisitas Titik: Analisis Fungsi dan Grafis.12 = -3 Qd/P3 2/12 2 Besar elastisitas permintaan dititik P3 = 12 adalah -3 3 E = -3 = 3 > 1 (ELASTIS) Jenis elastisitas permintaan dititik P3 = 12 adalah E Analisa Grafis: Elastisitas permintaan Contoh soal: 4.5 = -0.Jadi setiap kali memesan akan dipesan sebanyak 50 kg.0.000 Jadi total biaya persediaan minimum : Rp 10. maka seberapa jauh perubahan y akibat perubahab x di sebut „elastisitas y terhadap x‟.5. Misal: y = f(x). Untuk contoh soal di atas di mana fungsi permintaan: Qd = 8 – 0.5 = -0.5(4) = 8 – 2 = 6 Jadi EQDP1 = 4 = dQd/dP1= -0. 4 = -1 Qd / P1 6/4 6 3 Besar elastisitas permintaan dititik P1 = 4 adalah -1/3 1 / 3 =1/3 <1 (INELASTIS) Jenis elastisitas permintaan dititik P1 = 4 adalah E Untuk titik P2 = 8 maka Qd = 8 . Analisis fungsi Untuk menghitung besarnya elastisitas terhadap x.5(8) = 8 – 4 = 4 Jadi EQDP2 = 8 = dQd/dP2 = -0. Elastisitas mengukur derajat kepekaan variabel terikat akibat adanya perubahan variabel bebasnya.5.5 . dan P3 = 12 Jawab: Untuk titik P1 = 4 maka Qd = 8 .

4 = 8 = 4 Qs/P1 14/4 14 14 7 Besar elastisitas permintaan di titik P1 = 4 adalah 7 Jenis elastisitas permintaan di titik P1 = 4 adalah E = +4/14 = 7 < 1 (INELASTIS) Untuk titik P2 = 8 maka Qs = + 2 (8) = 6 + 16 = 22 Jadi E QdP2 = 8 = dQs/Dp2 = + 2 = + 2 . P2 = 8.Contoh soal: Elastisitas penawaran 5. Marginal Revenue Product Of Capital (MRP C)* Contoh Soal: Marginal Revanue Product Of Labour (MRPL) 1. sedangkan fungsi produksinya Q = 4 L. Fungsi pendapatan dari suatu pabrik di berikan sebagai berikut: R = . Dan P3 = 12 Jawab: Untuk titik P1 = 4 Maka Qs = 6 + 2(4) = 6 + 8 = 14 Jadi E QdP1 = 4 = dQs/Dp1= + 2 = + 2 . Untuk contoh soal di atas di mana fungsi permintaan: Qd = 6 + 2P. grafik fungsinya: QS Qd= 6 + 2P 14 6 8 4 EQDP1=4 = = = 30 14 0 14 7 22 16 22 6 8 EQDP2=8 = = = 22 22 0 11 14 24 4 6 EQDP3=12 = 30 6 = = 30 5 30 0 4 8 12 P Penerapan Teori Diferensial Berantai Teori diferensial berantai di terapkan dalam masalah produksi di antaranya untuk mencari: I. sebaliknya # untuk setiap pengurangan tenaga kerja sebanyak 1 orang akan menyebabkan pengurangan jumlah barang yang diproduksi sebanyak 4 unit 42 . Jika jumlah tenaga kerja yang ada 10 orang:  Berapakah „Marginal Physical Product Of Labour (MRP L)’ Dan jelaskan artinya!  Berapakah „Marginal Revenue Product Of Labour (MRP L)’ Dan jelaskan artinya! Jawab: Fungsi Produksi: Q = 4 L Sehingga dQ Marginal Physical product of labour (MRP L): =4 dL Artinya: Pada tingkat tenaga kerja berjumlah 10 orang. 8 = 16 = 8 Qs/P2 22/8 22 22 11 Besar elastisitas permintaan di titik P2 = 8 adalah 8/11 Jenis elastisitas permintaan di titik P2 = 8 adalah E = 8/11 < 1 (INELASTIS) Untuk titik P3 = 12 maka Qs = 6 + 2 (12) = 6 + 24 = 30 Jadi E QdP3 = 12 = dQs/dP3 = + 2 = + 2 .Q2 = 140 Q + 5 DI Mana Q adalah produksi. Marginal Revenue Product Of Labour (MRP L)* II. 12 = 24 = 4 Qs/P3 30/12 30 30 5 Besar elastisitas permintaan di titik P3 = 12 adalah = 4/5 Jenis elastisitas permintaan di titik P3 = 12 adalah E = + 4/5 = 4/5 < 1 (INELASTIS) Analisis Grafis: Elastisitas Penawaran Contoh soal : 6. Di berikan fungsi penawaran sebagai berikut: Qs = 6 + 2P Hitunglah besar dan jenis elastisitas pada titik P1 = 4. # untuk setiap penambahan tenaga kerja sebanyak 1 orang akan menyebabkan penambahan jumlah barang yang diproduksi sebanyak 4 unit.

sebaliknya # untuk setiap pengurangan kapital sebanyak 1 akan menyebabkan pengurangan jumlah barang yang diproduksi sebanyak 3 unit. Jika kapital yang dimiliki 1000: Berapakah „Marginal Physical Product of Capital (MPPC)´ dan jelaskan artinya! Berapakah Marginal Revenue Product of Capital (MRPC)´ dan jelaskan artinya! Jawab: Fungsi produksi: Q = 3C sehingga Marginal Physical Product of capital (MRPC): Dq = 3dC Artinya: Pada tingkat kapital sebanyak 1000. Fungsi pendapatan: R = -3000Q2 + 410000Q + 7 maka dR Marginal revenue: = -6000Q + 410000 dQ Mencari Marginal Revenue Product of Capital (MRPC): dR dR dQ = . Fungsi pendapatan dari suatu pabrik diberikan sebagai berikut: R = .2Q + 140 dQ Mencari Marginal Revenue Product of Labour (MRP L): dR dR dQ = .Fungsi pendapatan: ´Marginal Revenue: R = . # untuk setiap penambahan tenaga kerja sebanyak 1 orang akan menyebabkan penambahan pendapatan sebanyak 240. dC dQ dC dR = (-6000Q + 410000) (3) dC dR = -18000Q + 1230000000 dC Jadi marginal revenue product of capital (MRP L) = -18000Q+1230000000 = -18000(3C)+1230000000 = -54000C+1230000000 Untuk kapital sebanyak 1000 maka MRPL = -54000C+1230000000 = -54000(1000)+1230000000 43 .32 L + 560 Untuk tenaga kerja sebanyak 10 orang. dL dQ dL dR = (-2Q + 140) (4) dL dR = -8Q + 560 dL Jadi Marginal Revenue Product of Labour (MRP L) = .8 (4L) + 560 = . sebaliknya # untuk setiap pengurangan tenaga kerja sebanyak 1 orang akan menyebabkan pengurangan pendapatan sebanyak 240 contoh soal: marginal revenue product of capital (MRPC) 2.Q2 + 140Q + 5 dR = .3000Q2 + 410000Q + 7 di mana Q adalah produksi. # untuk setiap penambahan kapital sebanyak 1 akan menyebabkan penambahan jumlah barang yang diproduksi sebanyak 3 unit. sedangkan fungsi produksinya Q = 3C.8Q + 560 =. maka MRPL = -32(10) + 560 = -320 + 560 = 240 Artinya: Pada tingkat tenaga kerja berjumlah 10 orang.

dQd 1 / dY dQd 2 / dY Jadi E QdP1 = dan E QdP2 = Qd 1 / Y Qd 2 / Y Hubungan antar-komoditi: # jika hasil dari perhitungan cross elasticity of demand positif. 44 . akibat perubahan harga barangnya (P1) maupun kepekaan fungsi permintaan barang 2 (Qd2) akibat perubahan harga barangnya (P2): Jadi E QdP1 = dQd 1 / dP1 dQd 2 / dp 2 dan E QdP2 = Qd 1 / p1 Qd 2 / p 2 Cross Elasticity of demand Mencari kepekaan fungsi permintaan terhadap perubahan harga barang lain. Di samping itu juga di tentuka oleh pendapatan. dan besarnya pendapatan (Y). maka hubungan antar komoditi adalah substitusi.Y) Dan Qd2 = f (P1.P2. Optimasi 2 variabel: Maksimasi pendapatan Minimasi biaya Maksimasi laba/keuntungan III. Elastisitas Parsial II. Mencari marginal rate technical substitution(MRTS) Elastisitas Persial Fungsi permintaan suatu barang tentu di tentukan oleh harga barang itu sendiri. juga ternyata di tentukan oleh harga barang lain tersebut merupakan barang substitusinya atau barang komplementernya. Misalnya ada dua barang yaitu barang 1 dan barang 2. harga barang lain (P2). dan pendapatan (Y). Price elastisity of demand Mencari kepekaan fungsi permintaan terhadap perubahan harga barangnya sendiri. Demikian pula dengan fungsi permintaan barang 2 di pengaruhi oleh harga barangnya sendiri (P2). maka # untuk setiap penambahan kapital sebanyak 1 akan menyebabkan penambahan pendapatan sebanyak 1176000000 sebaliknya # untuk setiap pengurangan kapital sebanyak 1 akan menyebabkan pengurangan pendapatan sebanyak 1176000000 Penerapan Teori Diferensial Parsial Teori Diferensial Parsial diterapkan dalam berbagai masalah di antaranya untuk mencari: I.P2.= -54000000+1230000000 = 1176000000 Artinya: Pada tingkat kapital sebanyak 1000. harga barang lain (P1). Akan tetapi. fungsi permintaannya masing-masing dapat di tuliskan sebagai berikut: Qd1 = f (P1. sedangkan # jika hasil dari perhitungan cross elasticity of demand negatif. yaitu: kepekaan fungsi permintaan barang 1 (Qd1) akibat perubahan harga barang lain (P2) maupun kepekaan fungsi permintaan barang 2 (Qd2) akibat perubahan harga barang lain (P1): dQd 1 / dP 2 dQd 2 / dP1 Jadi E QdP1 = dan EQdp2 = Qd 1 / P 2 Qd 2 / P1 Income Elasticity of Demand Mencari kepekaan fungsi permintaan terhadap perubahan pendapatan: Yaitu: kepekaan fungsi permintaan barang 1 (Qd1) akibat perubahan pendapatan (Y) maupun kepekaan fungsi permintaan barang 2 (Qd2) akibat perubahan pendapatan (Y). yaitu: kepekaan fungsi permintaan barang 1 (Qd1).Y) Fungsi permintaan barang 1 di pengaruhi oleh harga barangnya sendiri (P 1). maka hubungan antar komoditi adalah komplementer.

Contoh soal: 1. Qdr = 2Pj - 30 Pr + 0,05 Y Untuk Pj = 3000, Pr = 100, dan Y = 30000 Carilah: - Price Elasticity of Demand - Cross Elasticity of Demand - Income Elasticity of Demand Bagaimanakah hubungan antara komoditi j dan r? Jawab: Price Elasticity of Demand: dQdr / d Pr 30 2 30 E QdPr = = = = Qdr / pr 4500 / 100 3 45 Cross Elasticity of Demand: dQdr / dPj 2 60 4 E QdPr = Qdr / pj 4500 / 3000 45 3 Income Elasticity of Demand: dQdr / dY 0,05 15 1 E QdPr = Qdr / Y 4500 / 30000 45 3 Hubungan antara komoditi r dan j: Karena Cross Elasticity of Demand hasilnya positif, maka hubungan antara komoditi r dan komoditi j adalah Subtitusi. Optimasi Dua Variabel. Fungsi yang mengandung 2 variabel misalnya dituliskan sebagai berikut: Y=f(x1,x2) Dalam setiap permasalahan optimasi, selalu memunculkan dua pertanyaan: 1. Berapakah x1 dan x2 yang akan memberikan Y optimum (maksimum atau minimum) 2. Berapakah Y optimumnya (maksimum atau minimum) Untuk dapat menjawab pertanyaan pertama tersebut, maka diberikan langkah-langkahnya sebagai berikut: Optialisasi dua variabel Y = f ( x1 ,x2 ) Maksium Langkah I Turunan pertama Y1 = 0 , Y2 = 0 Minimum Turunan pertama Y1 = 0 , Y2 = 0 Diperoleh X1 dan X2

Langkah II

Turunan kedua dan Matriks Hessian: H = Y11 Y12 Y21 Y22 D1 = Y11 < 0
Difinit negatif, Menjamin Y maksium

Langkah III

D1 = Y11 > 0
Difinit positif, Menjamin Y minimum

Diperoleh Titik ekstrim maksium atau titik ekstrim minimum

Langkah-langkah dalam tabel tersebut membantu untuk memperoleh X1 dan X2 yang pasti akan menjamin bahwa Y optimal, jadi ke tiga langkah tersebut di atas hanyalah untuk menjawab pertanyaan pertama saja. Belum di peroleh berapa besar Y yang optimal tersebut. Untuk mendapatkan nilai Y yang optimal maka nilai X1 dan X2 harus di masukan dalam persamaan Y tersebut.untuk memberikan penjelasan yang lebih jelas, maka di bawah ini di berikan tiga contoh yang merupakan permasalahan optimal dua variabel, yaitu: maksimasi pendapatan, minimasi biaya, maksimasi laba.

45

Contoh soal: Maksimasi pendapatan 1. Di berikan fungsi pendapatan : R = 160 Q1 – 3 Q12 – 2 Q1 Q2 – 2Q22 + 120 Q2 –180 Berapakah jumlah produk 1 dan produk 2 yang harus di produksi dan di jual sehingga dapat di peroleh pendapatan maksimum? Berapakah pendapatan maksimumnya? Jawab: jumlah produk 1 dan 2 yang harus di jual : Langkah pertama ialah mencari turunan pertama fungsi pendapatan: R1 = 160 – 6 Q1 – 2 Q2 = 0 R2 = 120 – 2 Q1 – 4 Q2 = 0 Untuk mencari Q1 dan Q2 menggunakan aturan determinan: Fungsinya menjadi: 6 Q1 – 2 Q2 = - 160 2 Q1 – 4 Q2 = - 120 Maka 160 2 120 4 (-160)(-4) - (-2)(-120) 640 - 240 400 Q1 = = = = = 20 6 2 (-6) (-4) - (2) (-2) 20 24 4 2 4

6 160 2 120 (-6)(-120) - (-2)(-160) 720 - 320 400 Q2 = = = = = 20 6 2 (-6) (-4) - (2) (-2) 20 24 4 2 4 Langkah ke dua adalah mencari turunan keduannya: R11 = -6, R12 = -2, R21 = -2, R22 = -4 R 11 R12 - 6 - 2 Matriks hessiannya: H = R21 R22 -2 -4
Matriks pertamanya : D1 = - 6 < 0
-6 -2 -2 -4 = (-6)(-4) – (-2)(-2) = 24 – 4 = 20 > 0 karena D1 < 0 dan D2 > 0, maka definit negatif, menjamin pendapatan maksimum. Pendapatan maksimumnya: R = 160Q1 - 3Q12 - 2Q1Q2 - 2Q22 + 120Q2 – 180 R = 160(20) - 3(20)2 - 2(20)(20) -2(20)2 +120(20) – 180 R = 2620

Matriks keduannya : D2 = H =

Contoh soal: Minimasi biaya 2. di berikan fungsi biaya sebagai berikut: C = 8Q12 + 6Q22 - 2Q1Q2 - 40Q1 - 42Q2 + 180 Berapakah jumlah produk 1 dan produk 2 yang harus di produksi sehingga di peroleh biaya minimum? Berapakah biaya minimumnya? Jawab: jumlah produk 1 dan 2 yang harus di produksi: Langkah pertama ialah mencari turunan pertama fungsi biaya: C1 = 16Q1 – 2Q2 – 40 = 0 C2 = -2Q1 + 12Q2 – 42 = 0 Untuk mencari Q1 dan Q2 menggunakan aturan determinan: Fungsinya menjadi: 16Q1 – 2Q2 = 40 -2Q1 + 12Q2 = 42 Maka 40 - 2 Q1 =

42 12 16 - 2 - 2 12

=

(40)(12) ( 2)( 42) 480 84 564 = = =3 (16)(12) ( 2)( 2) 192 188

46

Q2 =

- 6 - 160 - 2 - 120 16 - 2 - 2 12

=

( 6)( 120) ( 2)( 160) 400 720 320 = = = 2,12 = 2 (16)(12) ( 2)( 2) 188 192

Langkah kedua adalah mencari turunan keduanya: R11=16, R12 = -2, R21 = -2, R22 = 12 16 -2 R 11 R 12 16 -2 Matriks Hessiannya: H = 12 R 21 R 22 - 2 Matriks pertamanya : D1 = 16 > 0 Matriks keduanya : D2 = H = 16 -2 - 2 12 =(16) (12) – (-2) (-2) =192 – 4 =188 > 0 Karena D1 > 0 dan D2 > 0, maka definit positif, menjamin biaya minimum. Biaya minimumnya: C = 8Q12 + 6Q22 - 2Q1 Q2 - 40Q1 - 42Q2 + 180 C = 8(3)2 + 6(2)2 - 2(3) (2)- 40 (3)- 42 (2)+180 C = 60 Contoh soal: maksimasi laba / keuntungan 2. Diberikan fungsi pendapatan dan fungsi biaya sebagai berikut: R = 12 Q1 + 8 Q2 dan C = 3 Q12 + 2 Q22 Berapakah jumlah produk 1 dan produk 2 yang harus diproduksi dan dijual sehingga diperoleh laba maksimum? Berapakah laba maksimumnya?

Jawab: Fungsi labanya: Laba = R – C = 12Q1`+ 8Q2 - ( 3 Q12 + 2 Q22) = 12Q1 + 8Q2 - 3Q12 - 2Q22 Langkah pertama ialah mencari turunan pertama fungsi laba: Laba1 = 12 – 6 Q1 = 0, maka Q1 = 2 Laba2 = 8 – 4 Q2 = 0, maka Q2 = 2 Langkah kedua adalah mencari turunan keduanya: Laba11 = - 6, Laba12 = 0, Laba22 = - 4 Matriks Hessiannya: H = Laba 11 Laba 12 = -6 0 Laba 21 Laba 22 0 -4 Matriks pertamanya: D1 = - 6 < 0 Matriks keduanya : D2 = H = - 6 0 0 -4 = -(0)(0) (-6) (-4) = 24 – 0 = 24 > 0 Karena D1 < 0 dan D2 > 0, maka definit negatif, menjamin laba maksimum. Pendapatan maksimumnya: Laba = 12 Q1+8 Q2-3Q12-2Q22 Laba = 12(2) +8(2)-3(2)2-2(2)2 Laba = 24+16-12-8 Laba = 20 47

1 Mencari Marginal Rate of Technical Substitution (MRTS) dK dL Jika diketahui Fungsi Produksi Q=f(K.3) K 0.3 L0.L).7. Q* R = 16 Q – Q2 Maka fungsi marginal pendapatannya: MR = 16 – 2Q 48 .2(0.8L 0. Di berikan fungsi produksi sebagai berikut: Q = 0. Di mana K = 160 dan L = 40 Hitunglah MRTS-nya dan jelaskan artinya! Jawab: dQ / dL MRTS = dQ / dK 0 0.5. 2 MRTS = – 8 2.4 L 0.3) K 0. 7 L0.5 1 = 0.8(0.70 MRTS = – 7 PENYELESAIAN SOAL-SOAL Fungsi marginal pendapatan (marginal revenue) 1.3 1 L0.7 0.3 K 0.2K 0.3. maka mencari MRTS-nya dengan dQ / dL dQ dQ dQ dK dK MRTS = : .5 1 0 = = MRTS = 0. carilah fungsi marginal pendapatannya untuk fungsi P = 16 – Q jawab: fungsi permintaan: P = 16 – Q fungsi pendapatan: R = P . 7 3L0.5) K ) 0. 7 7 K 0.7 K 0.5) L0.3 (0.7) L0.5 + 0.3 (0. Q R = (16 – Q) .7 K = 210 dan L = 70 Hitunglah MRTS-nya dan jelaskan artinya! Jawab: dQ / dL MRTS = dQ / dK = = = 96 K 0. Diberikan fungsi produksi sebagai berikut: Q = 96 K 0.3 L 0.5 K 4 L 4 0.1K 0.5 0.5 160 40 MRTS = 4 4 MRTS = – 4 .210 MRTS = 3. dQ / dK dL dK dL dQ dL Rumus: MRTS = Contoh soal: 1.7 1 96(0.7 7K MRTS = 3L 7.3 L 0.

Q = (120 – 6Q) .4 < 0 Untuk Q2 = 2 maka TC″= 6 (2) – 8 = 4 >0 Jadi output yang memberikan total biaya minimum adalah yang TC″>0. Jadi pada tingkat output Q = 10 menjamin pendapatan maksimum. Q2 = 2 Turunan kedua fungsi total biaya: TC″= 6Q – 8 Untuk Q1 = 2/3 maka TC″= 6 (2/3) – 8 = . yaitu Q = 2. Q1 = 2/3 Q .Maksimasi total pendapatan (Total Revenue) 2. Pendapatan maksimum: TR maksimum = 120 Q – 6 Q2 R maksimum = 120(10) – 6(10)2 = 1200 – 600 = 600 jadi pendapatan maksimumnya diperoleh sebesar 600 fungsi pendapatan rata-rata: AR = 120 – 6 Q fungsi marginal pendapatan: TR′= MR = 120 – 12 Q maka grafik dari kedua fungsi tersebut di gambarkan sebagai berikut: AR.2) = 0 3Q .2 = 0.2 = 0. Total biaya suatu perusahaan dinyatakan dalam fungsi sebagai berikut: TC = Q3 – 4Q2 + 4Q +4 # Pada output berapakah yang akan memberikan total biaya minimum? # Berapakah total biaya minimumnya? Jawab: Fungsi total biaya: TC = Q3 – 4Q2 + 4Q + 4 Turunan pertama fungsi total biaya: TC‟= 3Q2 – 8Q + 4 = 0 (3Q . fungsi pendapatan rata-rata (Average Revenue) di berikan di bawah ini: AR = 120 – 6 Q # Pada tingkat output berapakah yang memberikan pendapatan maksimum? # Berapakah pendapatan maksimum yang diperoleh? # Gambarkan fungsi pendapatan rata-rata dan marginal pendapatan pada sebuah grafik! Jawab: Fungsi pendapatan rata-rata: AR = 120 – 6 Q Fungsi pendapatan: TR = AR .6Q MR =120 – 12Q 10 20 Q Minimasi total biaya (Total Cost) 3.2)(Q . Total biaya minimum: TC = Q3 – 4Q2 + 4Q + 4 TC = (2)3 – 4(2)2 + 4(2) + 4 = 4 49 . Q = 120 Q – 6 Q2 Turunan pertama fungsi pendapatan: TR′ = 120 – 12Q = 0 120 = 12Q Q = 10 Turunan kedua fungsi pendapatan: TR″ = -12 < 0 menjamin pendapatan maksimum.MR 120 AR = 120 .

# berapakah kg yang harus dipesan setiap kali memesan? # berapa kali pemesanan harus dilakukan dalam satu bulan? # berapakah total biaya persediaan minimumnya? Jawab: Jika diketahui bahwa: D : jumlah total pemesanan per bulan : 1440 kg C1: biaya pemesanan : Rp 6000 C2: biaya penyimpanan : Rp 300 per minggu = Rp 1200 per bulan Jumlah yang harus di pesan : 2 D. Total biaya persediaan: Q= 50 .5 – 1/10 t) = 2. Q* = 12.5 Karna Q* = 2.5 – 1. pengusaha memperoleh laba maksimum.625 Minimasi total biaya persediaan 5.5 .5 – 1/10 t Turunan kedua: Laba″ = -10 < 0 Jadi dengan memproduksi Q* = 2. 1. Q – C – t Q = -5Q + 100 – (5Q2-30Q) – tQ = -5Q2 + 25Q – Tq + 100 Turunan pertama: Laba′ = -10Q + 25 – t = 0 25 – t = 10Q Q* = 25 – t 10 Q* = 2.C1 Q= C2 2.25 Maka total pajak maksimum: T = t . Seorang penjaja kue kering memerlukan tepung terigu sebanyak 1440 kg tiap bulan.5Q + 100 dan C = 5Q2 – 30Q Berapakah tarif pajak yang sebaiknya dikenakan pemerintah kepada pengusaha agar pemerintah memperoleh total pajak maksimum? Berapakah total pajak maksimum yang diperoleh pemerintah? Jawab: Dari sudut pandang pengusaha: Laba = P .5 – 1/10(12.biaya pemesanan tiap kali memesan sebesar Rp 6000 per pemesanan.25 = 1.25 = 15.5) = 2.5 turunan kedua: T″= -1/5 < 0 Jadi tarif pajak yang memberikan total pajak maksimum sebesar: t = 12.5 – 1/10 t = 2. sedangkan biaya penyimpanannya Rp 300 per minggu.Maksimasi penerimaan total pajak 4.5 t – 1/10 t 2 turunan pertama: T′ = 2. Total pendapatan dan total biaya di berikan sebagai berikut: P = .5 – 1/10 t. Jadi sudut pandang pemerintah: Pajak: T = t Q* = t (2.625 Jadi total pajak yang diterima pemerintah sebesar: 15. Dalam waktu satu bulan dilakukan pemesanan sebanyak: D/Q = 1440/120 = 12 kali pemesanan.5 – 1/5 t = 0 2.1440.5= 1/5 t t = 12.6000 1200 Q = 120 jadi setiap kali memesan akan dipesan sebanyak 120 kg.

8 P2 + P3 + Y Qd1 = 16 – 0. fungsi produksi : Q = 1/2K ½L = ½. maka hubungan antara komoditi 1 dan komoditi 3 adalah subtitusi.fungsi permintaan suatu komoditi diberikan sebagai berikut: Qd = 16 – 0.8(10) + 40 + 40 Qd1 = 80 Price elasticity of demand: dQd 1 / dP1 0. dan Y = 40 # carilah Price Elasticity of Demand dan jenisnya! # carilah Cross Eelasticity of Demand dan jenisnya! # carilah Income Elasticity of Demand dan jenisnya! # bagaimana hubungan antara komoditi-komoditi tersebut? Jelaskan! Jawab: Qd1 = 16 – 0.4 P1 – 0. maka hubumgan antara komoditi 1 dan komoditi 2 adalah subtitusi. L = 16 # hitunglah Marginal Physical Product of Labour! # hitunglah Marginal Physical Product of Capital! Jika fungsi pendapatan R = 2Q. Hubungan antara komoditi 1 dan 3: Karena Cross Elasticity of Demand hasilnya positif .1 / 2 K dL 51 .8 P2 + P3 + Y Untuk P1 = 20.4 4 E Qd1P1 = Qd 1 Pr 1 80 / 20 400 Cross elasticity of demand dQd 1 / dP 2 0. P3 = 40.8 Q=4 Sehingga: Marginal Physical Product of Labour (MPRL): 1 1 1 dQ 1 2 L2 2 .C= C= D C1 Q Q C2 2 1440 120 6000 1200 120 2 C = 144000 Jadi total biaya persediaan minimum: Rp 144000 Elastisitas persial 6.8 1 E Qd1P2 = Qd 1 / Pr 2 80 / 10 10 dQd 1 / dP3 1 1 E Qd1P3 = Qd 1 Pr 3 80 / 40 2 Income elasticity of demand dQd 1 / dY 1 1 E Qd1Y = Qd 1 / Y 80 / 40 2 Hubungan antara komoditi 1 dan 2: Karena Cross Elasticity of Demand hasilnya negatif.4(20) – 0. maka # hitunglah Marginal Physical Product of Labour! # hitunglah Marginal Physical Product of Capital! jawab: fungsi produksi: Q = ½ K ½ L ½ Q = ½ 4 ½ 16 ½ Q=½. dengan K = 4. P2 = 10.4 P1 – 0. Marginal Physical and Revenue Product of Labour and Capital 7.

sebaliknya # untuk setiap pengurangan tenaga kerja sebanyak 1 orang akan menyebabkan pengurangan pendapatan sebanyak 1. dL dQ dL dR (2). # untuk setiap penambahan tenaga kerja sebanyak 1 orang akan menyebabkan penambahan pendapatan sebanyak 1.(1/4) dC 52 . sebaliknya # untuk setiap pengurangan tenaga kerja sebanyak 2 orang akan menyebabkan pengurangan jumlah barang yang diproduksi sebanyak 1 unit Marginal Physical Product of Capital (MRPC): dQ = ½. sebaliknya # untuk setiap pengurangan kapital sebanyak 1 orang akan menyebabkan pengurangan jumlah barang yang diproduksi sebanyak 1/8 unit jika fungsi pendapatan: R = 2Q sehingga dR ′ Marginal Revenue: 2 dQ Mencari Marginal Revenue Product of Labour (MRPL): dR dR dQ . dC dQ dC dR = (2).1 1 dQ 1 2 L2 4K dL 1 dQ 1 4 L 2 1 dL K 2 1 dQ 14 16 2 1 dL 42 dQ 1 dL 2 Artinya: Pada tingkat tenaga kerja berjumlah 16 orang # untuk setiap penambahan tenaga kerja sebanyak 2 orang akan menyebabkan penambahan jumlah barang yang diproduksi sebanyak 1 unit.(1/2) dL dR 1 dL Jadi Marginal Revenue Product of Labour (MRPL)=1 Artinya: Pada tingkat tenaga kerja berjumlah 16 orang. K½. 1/2L ½dC dQ = ¼ K 1/2 L -1/2 dC 1 dQ 1 4 K 2 1 dC L2 1 dQ 1 4 4 2 1 dC 16 2 dQ 1 = dC 8 Artinya : Pada tingkat investasi sebesar 4. Mencari Marginal Revenue Product of Capital (MRPC): dR dR dQ . # untuk setiap penambahan kapital sebanyak 1 akan menyebabkan penambahan jumlah barang yang diproduksi sebanyak 1/8 unit.

24-32 Biaya = 68 Dengan memproduksi produk pertama sebanyak 3 dan produk kedua sebanyak 2 maka akan berproduksi pada biaya minimum sebesar 68.8Q 1+ 16Q2 Biaya = 12 (3)2 + 4(2)2.9 + 4. Biaya21= 0 . laba12= 0 .0 = 192 > 0 Karena D1> 0 dan D2> 0. Maksimasi Laba/Keuntungan dari dua produk 9. Biaya minimumnya: Biaya = 12 Q12 + 4Q22. laba22= .4 .4Q2 +12 = 0 makaQ2 = 3 Langkah kedua adalah mencari turunan keduanya: Laba11= .2Q22 + 32Q1+12Q2 Berapakah jumlah produk 1 dan produk 2 yang harus diproduksi dan dijual sehingga dapat diperoleh laba maksimum? Berapakah laba maksimum yang diperoleh? Jawab: Fungsi Labanya : . Minimasi Biaya dari Dua Produk 8. laba21= 0 .4 Biaya11 Biaya12 .dR = 1/4 dC Jadi Marginal Revenue Product of Capital (MRPC)=1/4 Artinya: Pada tingkat investasi berjumlah 4 orang.8(3) +16(2) Biaya = 12.2Q22 + 32Q1+12Q2 Langkah pertama ialah mencari turunan pertama fungsi laba: Laba1 = .8 . Biaya22= 8 Biaya11 Biaya12 24 0 Matriks Hessiannya : H= Biaya21 Biaya22 0 8 Matriks pertamanya : D1 = 24 Matriks keduanya : D2 = H= 0 24 0 0 8 = (24) (8) . maka definit positif. Fungsi Laba diberikan Laba = .4Q12 . sebaliknya # untuk setiap pengurangan tenaga kerja sebanyak 4 orang akan menyebabkan pengurangan pendapatan sebanyak 1.8 0 Matriks Hessiannya: H= Biaya21 Biaya22 0 -4 Matriks pertamanya: D1 = 8 0 53 .4Q12 .8Q1 + 32 = 0 makaQ1 = 4 Laba2 = . Jadi perusahaan sebaiknya memproduksi produk pertama sebanyak 3 dan produk kedua sebanyak 2 agar berproduksi pada tingkat biaya minimum. # untuk setiap penambahan investasi sebanyak 4 orang akan menyebabkan penambahan pendapatan sebanyak 1. Fungsi biaya dari perusahaan yang menghasilkan dua produk sebagai berikut: Biaya = 12 Q12 + 4Q2 2 – 8 Q1 – 16 Q2 # Berapakah jumlah produk 1 dan produk 2 yang harus diproduksi agar dapat diperoleh biaya minimum? # Berapakah biaya minimum yang diperoleh? Jawab: Fungsi Biayanya: 12 Q12 + 4Q2 2 – 8 Q1 – 16 Q2 Langkah pertama ialah mencari turunan pertama fungsi biaya: Biaya1 = 24 Q1 – 8 = 0. Biaya12= 0 . menjamin biaya minimum. maka Q1=3 Biaya2 = 8 Q2 – 16 = 0. maka Q2=2 Langkah kedua adalah mencari turunan keduanya: Biaya11= 24 .(0) (0) = 192 .

P3 = 500 dan Y = 5000 # carilah Price Elasticity of Demand dan jenisnya! # carilah Cross Eelasticity of Demand dan jenisnya! # carilah Income Elasticity of Demand dan jenisnya! # bagaimana hubungan antara komoditi .fungsi produksi: Q = 0.Q3) = (36.Q2) = (24.Q1) = (12. menjamin laba maksimum.4(4)2-2(3)22+ 32(4) +12(3) Laba = . carilah nilai dan jenis elastisitas di masing-masing titik! Q (P1.2. P2 = 100. fungsi permintaan suatu komoditi diberikan sebagai berikut : Qd2 = 5200 + 4P1 – 3P2 – 8P3 + 0. Laba maksimumnya: SELESAIKANLAH SOAL-SOAL LATIHAN DIBAWAH INI 1.fungsi permintaan suatu komoditi diberikan pada gambar dibawah ini .3Q1 Q2 + 12Q2 – 24 Q1 – 10 Q2 # Pada tingkat output (Q1 dan Q2) berapakah yang akan membuat perusahaan memperoleh total biaya minimum! # Berapakah total biaya minimum tersebut? 5.3 Laba = 82 Dengan memproduksikan produk pertama sebanyak 4 dan produk kedua sebanyak 3 maka akan diperoleh laba maksimum sebesar 82.6) (P3. dengan K = 20 L = 40 # hitunglah Marginal Physical Product of Labour! # hitunglah Marginal Physical Product of Capital! Jika fungsi pendapatan R = 3Q.komoditi tersebut? Jelaskan! 2. Matriks keduanya : D2 = H= Laba = .4.4Q12 .9) (P2. maka # hitunglah Marginal Physical Product of Labour! # hitunglah Marginal Physical Product of Capital! 4.9 + 32.4 + 12.diberikan fungsi total biaya suatu perusahaan sebagai berikut: TC = 6Q12.3) 0 48 P 54 . maka definit negatif.-8 0 0 -4 = (-8) (-4) – (0) (0) = 32 > 0 Karena D1 < 0 dan D2 > 0.2Q22 + 32Q1 + 12Q2 Laba = .total pendapatan dan total biaya diberikan sebagai berikut: R = 221Q + 5100 – 2Q2 dan C = 125Q + 4100 # berapakah tarif pajak yang sebaiknya dikenakan pemerintah kepada pengusaha agar pemerintah memperoleh total pajak maksimum? # berapakah jumlah produk yang harus diproduksi dan dijual oleh perusahaan tersebut sehingga diperoleh laba maksimum setelah mempertimbangkan masalah pejak? # berapakah total pajak maksimum yang diperoleh pemerintah ? # berapakh laba maksimum yang diperoleh perusahaan tersebut? 3.16 .5 K2 + 2KL + L2.25 Y Untuk P1 = 200. Jadi sebaiknya di produksikan produk pertama sebanyak 4 dan produk kedua sebanyak 3 agar diperoleh laba maksimum.

Integral digunakan dalam encari suatu fungsi asalnya jika diketahui fungsi turunannya.TEORI INTEGRAL DAN PENERAPANNYA DALAM BISNIS DAN EKONOMI TUJUAN UMUM Mempelajari jenis integral baik integral tak tentu maupun integral tentu serta mempelajari kaidah-kaidah dari masing-masing jenis integral. Ini merupakan peenerapan Integral Tidak Tentu. PENDAHULUAN Pada dasarnya integral terdiri atas dua jenis yang dikenal dengan integral tak tentu dan integral tentu. INTEGRAL TAK TENTU Integral tak tentu merupakan konsep yang berhubungan dengan perincian fungsi asal atau fungsi totalnya dari fungsi turunannya yang diketahui secara umum penulisannya: F ( x) K f ( x)dx Dengan K : konstanta pengintegral yang tak tentu nilainya f (x ) : integral dx : diferensial F ( x) K : fungsi asal atau fungsi total Disebut sebagai integral tak tentu akibat hasil pengintegralannya berupa F(x)+ K dimana K adalah konstanta yang nilainnya tak tentu. 55 . Ini merupakan penerapan integral tentu. TEORI INTEGRAL BAGIAN 3 TEORI INTEGRAL DAN PENERAPANNYA DALAM BISNIS DAN EKONOMI Tujuan Umum Mempelajari Jenis Integral baik integral Tak Tentu maupun Integral Tertentu serta mempelajari kaidahkaidah dari masing-masing jenis integral. # Integral juga digunakan dalam menghitung surplus konsumen dan surplus produsen dengan cara menghitung luas dibawah kurva. Ini merupakan penerapan Integral tertentu. TUJUAN KHUSUS # Integral digunakan dalam mencari suatu fungsi total atau fungsi asalnya jika di ketahui fungsi turunannya. Tutjuan Khusus 1. Integral juga digunakan dalam menghitung Surplus Konsumen dan Surplus Produsen dengan cara menghitung luas di bawah kurva. Ini merupakan penerapan integral tidak tentu.

formula pangkat xndx contoh : Xn 1 n 1 K. 1 dx 4 contoh : X3 1 K 3 1 4 x = K 4 formula logaritma x 3 dx Inx 3 1 dx 3 dx 3. formula eksponensial e x dx e x K contoh : e 2 x dx Kaidah 4.d x K contoh : 5 x 4 dx 5 x 4 dx 5.n 1 Kaidah 2. formula perkalian K .KAIDAH-KAIDAH INTEGRAL TAK TENTU Kaidah 1.1 / 5 x 5 K x5 4 Kaidah 7.InX x x Kaidah 3. formula substitusi du f ( x)dx f (u ) dx F (u ) K dx contoh: misalkan u x 2 maka du dx dx du x 2 u Inu K In( x 2) K contoh : e 2 x 1dx misalkan : u e2x 2z 1 maka du 2. e2x K K formulasi penjumlahan f ( x) g ( x) dx f ( x)dx x2 e x dx x 2 dx g ( x)dx contoh : e x dx 1 / 3x 3 e x K Kaidah 5. formulasi pengurangan f ( x) g ( x) dx f ( x)dx g ( x)dx contoh : x2 e x dx x 2 dx e x dx 1 / 3x 3 e x Kaidah 6.dx dx 1 / 2 1 u dx e 1 / 2du 1 / 2 e 4 du 1 / 2u K 1 / 2e 2 x 1 K 56 . f ( x). f ( x)dx K .

a b k f(x) dx = k a b f(x) dx contoh: 2 4 6x2 dx = 6.e x e x K e x ( x 1) K Integral Tentu Integral tentu adalah integral dimana nilai dari variabel bebasnya memiliki batasan-batasan tertentu. a a f(x) dx = F(x) a a = F(a) – F(a) = 0 contoh: 2 2 x2 dx = 2 2 x2 dx = 2 3 – 2 3 = 0 3 3 kaidah 3.e . 2 2 57 .43 3 3 = 56 3 kaidah 4.2 4 x2 dx = 6. formula sebagian-sebagian u.dv u.du e x . 4 2 – 6.v x.b a f(x) dx contoh: 2 4 x2 dx = .v v.4 2+1 2+1 2+1 2+1 =23 .dx dengan: F ( x) b a F (b) F (a) f ( x)dx : integral f (x ) terhadap x wilayah untuk rentang a hingga b F (b) F (a) b a : hasil integral fungsi f (x) antara a dan b : batas atas integrasi : batas bawah integrasi Kaidah-Kaidah Integral Tentu Kaidah 1. x3 2 4 3 = 6.dx ex x.du Contoh : xe x dx Misalkan u x maka du dx dv e x .dx dan maka v x x.ex v. a<c<b Contoh: 2 4 x2 dx = x2+1 2 4 = 4 2+1 – 2 2+1 2+1 2+1 2+1 = 43–23 3 3 = 56 3 Kaidah 2.Kaidah 8. Secara umum penulisannya: f ( x). a b f(x) dx = . a b f(x) dx = F(x) a b =F(b)-F(a) .dx u.dv u.4 2 x2 dx 2 4 x2 dx = x2+1 2 4 = 4 2+1.2 2+1 2+1 2+1 2+1 =43–23 3 3 x2+1 4 2 = 2 2+1. Integral tentu merupakan konsep yang berhubungan dengan pencarian luas suatu daerah yang dibatasi oleh kurva-kurva serta batasan-batasan nilai yang membatasi dengan tepat area yang dimaksud.

a b [f(x) – g(x)] dx = a b f(x) dx – a b g(x) dx contoh: 2 4 [6x2 – 4x] dx = 2 4 6. formula logaritma Contoh: = 33 1 dx x = 33 . a b [f(x) + c d f(x) dx = a d f(x) dx contoh: 2 3 4x dx + 3 3 4x dx = 2 4 4x dx 2 3 4x dx + 3 4 4x dx = 4x2 2 3 + 4x2 3 4 2 2 = 4. 64 – 2.2 2] 3 3 = [2. 16 – 4/2 .4 2 – 4. x3 2 [4 + 4x2 2]4 3 = 2.x2 dx – 2 4 4x dx = 6. 4 + 4/2 . formula pangkat Contoh: x8 dx = x 8 + 1 8+1 = x9 9 = 1/9 x9 4 contoh: 2 x8 dx = x 8+1 2 4 8+1 =49–29 9 9 Kaidah 2.3 2 – 4.42–4.2 2 + 4.16 – 4.4 2 . 16 – 4 .9 = 18 – 8 + 32 – 18 = 24 2 4 4x dx = 4 . 16 – 4/2. In x + k 58 .4 + 4 .x2 dx+2 4 4x dx = 6. x2 4 2 =4.4 3 – 6. 2 2 3 3 = 2 .x3 2 4 – 4x2 2 4 3 = [6. 2 3 + 4.4] = 128 – 16 – 64 + 16 = 64 kaidah 7.4 2 – 4. 4 = 32 – 8 = 24 PENYELESAIAN SOAL-SOAL Kaidah 1.22 2 2 = 4 . 4 = 125 – 16 + 64 – 16 = 160 kaidah 6. 4 3 – 6.8 =8 kaidah 5.3 2 2 2 2 2 = 4/2.9 – 4/2 .64 – 2.64 – 2. a b [f(x)+g(x)] dx = a b f(x) dx+a b g(x) dx contoh: 2 4 [6x2+4x] dx = 2 4 6.4.2 3] – [4.3 3 = 2.48] – [4.

maka mencari persamaan fungsi totalnya dipergunakan hitungan Integral.Q. maka untuk mengetahui persamaan fungsi marginal digunakan perhitungan diferensial. 12U . sedangkan Integral tertentu diantaranya digunakan untuk mencari Surplus Konsumen dan Surplus Produsen FUNGSI TOTAL Jika yang diketahui adalah persamaan fungsi total. Fungsi Total Cost (TC) dapat diperoleh dengan cara mengintegralkan fungsi marginal Costnya : TC MC. Fungsi Total Revenue (TR) dapat diperoleh dengan cara mengintegralkan fungsi marginal MR.4 Contoh: 2 33 dx = 33 2 4 1 dx = 33 . Integral tak tentu dapat dipergunakan di antaranya untuk mencari persamaan fungsi total.dQ revenuenya : TR 2. Sebaliknya. U 2 . Contoh : 1.dQ utilitynya : TU Contoh Soal : Carilah Fungsi Total Revenue sebesar MR Jika berproduksi pada Q = 25 Jawab : TR MR. In x 2 4 = 33(In4 – In2) x 33 dx x x Kaidah 3.dQ Misalkan U = 14+2Q maka dU = 2dQ Dan dQ = ½ dU 14 2QdQ Sehingga: U . 1 2 dU 1 2 . formula eksponensial Contoh: ex dx = ex + k Contoh: 2 4 ex dx = ex 2 4 = e4 – e2 = -e4 –e2 Kaidah 4. formula penjumlahan Contoh: [x17 + e x+2] dx = x17 dx + e x+2 dx = 1/18 x18 2 4 + e x+2 + k contoh: 2 4[x17 + e x+2] dx = 2 4 x17 dx + 2 4 e x+2 2 4 = 1/18 x18 2 4 + ex+2 2 4 = 1/18 [4 18 – 2 18] + e4+2 – e2+2 = 1/18 [4 18 – 2 18 PENERAPAN INTEGRAL DALAM BISNIS DAN EKONOMI PENERAPAN DALAM BISNIS DAN EKONOMI Dalam bidang ekonomi.U 1 2 1 2 1 59 .dU 1 1 1 2 4 . Fungsi Total Utility (TU) dapat diperoleh dengan cara mengintergralkan fungsi marginal MU .dQ 14 2Q 14 2. jika yang diketahui adalah persamaan fungsi marginal.dQ 3.

63) Fungsi Qd = 75 – 3P 2 merupakan kurva parabola yang terbuka di bawah dengan titik puncaknya (P. maka bagi setiap konsumen yang pada dasarnya memiliki keinginan untuk membeli barang tersebut dan memiliki kesanggupan untuk membeli barang tersebut walaupun harganya diatas Pe dinyatakan bahwa konsumen tersebut mengalami keuntungan.dP Contoh soal: Diberikan fungsi permintaan sebagai berikut : Qd = 75 – 3P 2 gambarkan fungsi tersebut pada sebuah grafik Qd vs P ! carilah surplus konsumenya jika harga pasar Pe = 2 Jawab : Qd = 75 – 3P 2 Qe = 75 – 3.1 4 1 2 U 1 14 2Q 14 2.75).2 2 Qe = 75 – 3. dihitung dengan rumus Qe 1. Penggambaran : P P' Surplus konsumen (SK) Pe 0 Qe Q' Q Surplus konsumen = Luas daerah yang diarsir . SK 0 f (Q)dQ Atau p Qe.Qd) = (0.(Kesanggupan bayar > harga).25 8 Jadi total revenue-nya pada Q = 25 diperoleh sebesar 1/32 TR 4 1 4 1 4 1 32 Surplus Konsumen Yaitu : Keuntungan lebih (surplus)yang dinikmati oleh konsumen karna konsumen tersebut dapat membeli barang dengan harga pasar yang lebih murah daripada harga yang sanggup dibayarnya.Qe) = (2.4 Qe = 75 – 12 Qe = 63 Jadi (Pe. Bpk Alfreed Marshall menyebutnya surplus konsumen. SK pe f ( p).jika permintaan suatu barang dinyatakan dengan persamaan P= f (Qd)dan ternyata bahwa harga barang tersebutdipasar sebesar Pe.Pe 2.penggunaan grafiknya : 60 .surplus konsumen tersebut dapat dihitung dengan menggambarkan fungsi permintaanya serta menghitung luas area di bawah kurva yang bersangkutantetapi diatas harga pasar Pe.

maka bagi setiap produsen yang pada dasarnya ingin menawarkan barang tersebut serta memiliki kesanggupan untuk menjual barang tersebut di atas harga pasar Pe dinyatakan bahwa produsen tersebut mengalami keuntungan.75 150 = 125 – 125 + 8 =8 125 8 SURPLUS PRODUSEN Yaitu : keuntungan lebih (surplus)yang dinikmati oleh produsen karena produsen tersebut dapat menjual barang dengan harga lebih tinggi daripada harga yang sanggup dijualnya.5 75.dq f ( p) dP 2 5 (2.63) SK (75 3P 2 )dP 2 5 5 2 5 5 3 2 75 dP 3 p . dihitung dengan rumus : 61 .(kesanggupan menjual < harga pasar) Jika fungsi penawaran suatu barang dinyatakan dengan persamaan P = f(Qs) dan ternyata bahwa harga barang tersebut dipasar sebesar Pe.surplus produsen tersebut dapat dihitung dengan menggambarkan fungsi penawaranya serta menghitung luas area diatas kurva yang bersangkutan tetapi di atas harga pasar Pe Penggambaran : P Pe E(Qe.dP 2 2 p 2 75.Qd 75 63 Surplus konsuemen 0 63 2 5 P SK 0 5 f (Q).Pe) Surplus Produsen P1 0 Qe Q surplus produsen = Luas daerah yang diarsir .2 52 22 2.Bapak Alfred Marshall menyebutnya surplus produsen.

4) Penggambaran grafiknya Pe = 20 – 5Qs Pe = 40 Surplus Produsen P11= 20 0 4 Qs Daerah yang diarsir menunjukkan surplus produsen yaitu keuntungan yang diperoleh akibat harga dipasar di atas (lebih tinggi)dari kesanggupan menjual.40 – 4 Qe = 8 – 4 Qe = 4 Jadi (Pe.4 2 5 2 0 2 40 atau 62 . SP Pe.4 4 4 160 160 20 dQ (5 Q.dQ 0 0 (20.0) 5 2 . Surplus produsen : Qe SP Pe.Qe) = (40. Jawab: Fungsi penawaranya P = 20 +5Qs P – 20 = 5Qs 5Qs = P – 20 Qs = 1/5 P – 20/5 Qs = 1/5 P – 4 Diketahui bahwa harga keseimbangan pasar adalah 40. Perhitungan mencari surplus produsen sebagai berikut. maka Untuk Pe = 40 Qe = 1/5P – 4 Qe = 1/5.Qe 1.Qe 0 4 f (Q)dQ (20 5Q)dQ 0 40.Qe 0 f (Q)dQ atau Pe SP P f ( p)dP Contoh soal: Diberikan fungsi penawaran sebagai berikut : P = 20 + 5Qs gambarkan fungsi tersebut pada sebuah grafik P vs Q ! carilah surplus produsenya untuk harga pasar sebesar 40.4) 20.

e Q 2Q.e Q 2e Q Jadi fungsi Total Revenue : TR Surplus konsumen 5.dQ Misalkan U = Q Sehingga dU = dQ Q Dan dV = e .e Q TR TR Q 2 .dU Maka dengan rumus : U .dV U ..40 4.dQ q 2 e Q .V Diperoleh : TR Q 2 .e Q 2 Q.dQ Dan dV = eQ.e Q Q 2 .Pe 40 SP Pu f ( P)dP 20 1 1 2 P 4 dP P 5 10 40 40 4P 20 20 1 1 .e Q e Q .dQ Sehingga V = eQ V . carilah fungsi total revenue dari fungsi marginal revenue : MR = Q 2eQ . Fungsi permintaan dan penawaran suatu barang masing – masing ditunjukan dengan fungsi sebagai berikut : Qd = 30 – 2P dan Qs = – 6 + P Hitunglah surplus konsumenya! Jawab: Mencari harga dipasar dengan cara : Qd = Qs 30 – 2P = – 6 +P 30 + 6 = P + 2P 36 = 3P maka Pe=12 dan Qe = –6 + 12 Qe = 6 Fungsi perimintaan : Qd = 30 – 2P Fungsi penawaran : Qs = – 6 + P 2p = 30 – Qd Qs + 6 = P P = 15 – ½ Qd P = Qs + 6 63 .dQ Sehingga V = eQ V .20 10 10 160 40 160 80 40 PENYELESAIAN SOAL – SOAL Fungsi total 4.dU Maka dengan rumus : U .dQ 2.2Q.dQ eQ 2e Q Q 2 .40 2 .e Q TR TR Q 2 .e Q 2Q.2Q. Jawab: TR MR.V Diperoleh : TR Q 2 .e Q 2 Q.dQ 2 e Q .dengan Q adalah julah output yang diproduksi dan di jual.e Q Q 2 .dQ Misalkan U = Q2 Sehingga dU = 2Q. Q.20 2 4.e Q e Q .e Q .dV U .

Fungsi penawaran dan permintaan suatu barang dipasar masing – masing dinyatakan sebagai berikut : Qd = 40 – 10P dan Qs = 12P – 4 Carilah keseimbangan harga dan kuantitasnya dipasar! Gambarkan kedua fungsi tersebut pada grafik (p vs Qs)! Carilah surplus konsumenya! Carilah surplus produsenya! 5. Surplus Produsen 6. dari soal no 2 hitunglah surplus produsenya! Jawab Surplus produsen 6 6 6 1.6 72 90 9 72 9 4 atau 15 (30 2P)dP 30P 12 12 P 2 12 30. SP pe .6 0 f (Q)dQ 72 0 (Q 6)dQ 72 1 2 Q 2 6 6 6Q 0 0 72 1 2 6 2 6. 2. SELESAIKAN SOAL – SOAL LATIHAN DIBAWAH INI 1.15 30.6) 6 15Q 0 1 2 Q 4 6 72 15. Fungsi permintaan suatu barang dinyatakan sebagai berikut: Q = 120 – 6P berapakah surplus konsumenya bila ternyata tingkat harga adalah 60? Gambarkanlah fungsi tersebut pada grafik (p vs Qs)dan lakukanlah perhitungannya dengan dua cara! 4.us konsumenya sebesar 9. Fungsi penawaran dan permintaan suatu barang dipasar masing – masing dinyatakan sebagai berikut : Qd = 30 – 2 P dan Qs = – 66 + 10 64 . Carilah fungsi total biaya dari fungsi marginal biaya sebesar : MC ( Q .6 0 15 15 1 2 .Qe 0 (15 1 / 2Q)dQ (12.6 72 18 36 18 maka akan diperoleh surplus produsen sebesar 18.Penggambaranya : P Surplus Konsumen P = Qs + 6 atau Qs = – 6 + P P´=15 Pe=12 Surplus Produsen P11= 6 P = 15 – ½ Qd atau Qd = 30 – 2P 0 6 Qe = 6 6 30 PSurplus Konsumen : SK 0 f (Q)dQ Pe . berapakah surplus produsenya bila ternyata bahwa tingkat harga di pasar adalah 25? Gambarkanlah fungsi tersebut pada grafik (p vs Qs)dan lakukanlah perhitungannya dengan dua cara! 3.Q ) 2 jika berproduksi dari range Q = 4 hingga Q = 8.Qe 0 f (Q)dQ 12.5 Qs +15. Seorang produsen mempunyai fungsi penawaran terhadap suatu barang P 1.12 152 12 2 9 baik menghitung dengan menggunakan rumus ke-1 maupun dengan rumus ke-2 diperoleh surpl.

pertidaksamaan yang keempat merupakan suatu kendala ketidaknegatifan (nonnegativity constrain) yang ditentukan pada setiap soal untuk menghindarkan nilai negatif(karena itu tak dapat diterima)dari penyelesaian.1 Penyelesaian dengan Grafik Tujuan linier programming adalah untuk menetapkan alokasi sumberdaya yang langka secara optimal di antara produk atau aktivitas yang saling bersaing. Nyatakan data tersebut dalam persamaan atau pertidaksamaan. 30 jam untuk pemolesan. 2. Jika kendala-kendalanya tersebut. 4 per bangku. selesaikan masing – masing untuk x2 dalam kaitanya dengan x1 . Perusahaan tersebut tidak dapat menggunakan lebih dari 20 jam untuk perakitan. Situasi perekonomian seringkali mengharuskan pengoptimuman suatu fungsi di bawah beberapa kendala pertidaksamaan. dan 1 jam untuk pengepakan (C). 1.5x1 (a) (b) 65 . Setiap meja memerlukan 2. Pendekatan grafik untuk maksimasi dan minimisasi diperagakan masing masing dalam contoh. Margin laba adalah Rp. menjadi Π = 3x1 + 4x2 Di bawah kendala. 3 jam untuk pemolesan. betapapun banyaknya. Setiap bangku memerlukan 1 jam untuk perakitan.jadi Dari A x2 = 20 – 2.5x1 Dari B x2 = 10 – x1 Dari C x2 = 8 – 0. Contoh 1 Sebuah pabrik memproduksi meja (x1) dan bangku (x2).pendakatan ini diperagakan dalam empat langkah yang mudah. Perlakukan ketiga kendala pertidaksamaan tersebut sebagai persamaan. 3 per meja dan Rp. dan gambarkan grafiknya. Kendala dari A : 2. Pendekatan grafik digunakan dibawah ini untuk mencari bauran (output mix) yang akan memaksimumkan laba mingguan perusahaan tersebut. 3 jam untuk pemolesan (B). kendala penyelesaian yang termudah adalah dengan pendekatan grafik. maka linier programming adalah lebih mudah.x2 ≥ 0 Tiga pertidaksamaan pertama merupakan kendala – kendala teknis (echnical constrain) yang ditentukan oleh keadaan teknologi dan tersedianya input.5 jam untuk perakitan (A). Apabila kendala pertidaksamaan yang dilibatkan lebih dari satu. dan 2 jam untuk pengepakan. terbatas variabel. betapapun banyaknya. dan 16 jam untuk pengepakan setiap minggu.Carilah keseimbangan harga dan kuantitasnya dipasar! Gambarkan kedua fungsi tersebut pada grafik (p vs Qs)! Carilah surplus konsumenya! Carilah surplus produsenya! Linier Programming Suatu Pendekatan Grafik 13.fungsi obyektifnya.fungsi yang akan dioptiumkan.5x1 + x2 ≤ 20 Kendala dari B : 3x1 + 3x2 ≤ 30 Kendala dari C : x1 + 2x2 ≤ 16 Kendala ketidaknegatifan : x1.

1. Dimana x1 4 dan x 2 6 lihat gambar 13 – 1 (b).gambar 13 . Π = 3 (7) + 4(3) = 31 yang lebih rendah dari Π = 36 diatas. Daerah itu memuat semua titik – titik yang memenuhi ketiga kendala ditambah kendala ketidaknegatifan..(16. untuk memperoleh pemecahan yang optimal dalam daerah yang memungkinkan.dan 18 untuk C. fungsi obyektif yang akan diminimumkan adalah c = 2y1 + 4y2 di bawah kendala . Grafik dari pertidaksamaan “ lebih besar atau sama dengan ” akan mencakup semua titik – titik pada garis dan disebelah kanan garis. nilai tersebut akan ditenukan pada salah satu titik ekstrim (atau sudut) dari batas tersebut. Dengan menggambarkan suatu seri garis isoprofit (garis putus – putus) yng menunjukan laba(profit)yang semakin besar.0) dan (0. seorang petani ingin mengetahui bahwa ternak gembalanya memperoleh kebutuhan harian minimum dari tiga bahan pokok makanan pokok A. Perhatikan bahwa terdapat sepuluh titik ekstrim : (0. gambarkan fungsi obyektif sebagai suatu seri garis isoprofit. kendala dari A : 2y1 + y2 ≥ 14 kendala dari B : y1 + y2 ≥ 12 kendala dari C : y1 + 3y2 ≥ 18 kendala ketidaknegatifan y1.0) dalam gambar 13 – 1.(7.garis isoprofit tersebut mempunyai kemiringan . Di (7.¾.jika ada.0).(0. Produk y1 mempunyai dua unit A. Contoh 2.(a) yang terakhir adallah perpotongan kendala – kendala ketidaknegatifan. Kebutuhan harianya adalah 14 untuk A.3) upamanya.(4.2).(8.(6.kita menemukan garis isoprofit yang menunjukan laba terbesar yang memungkinkan menyentuh daerah yang mungkin di E.2 DALIL TITIK EKSTRIM Dalil titik ekstrim menyatakan bahwa jika suatu nilai optimal yang memungkinkan (optimal feasible value) dari fungsi obyektif ada.(0. 3 x2 x1 4 4 Jadi. Daerah yang digelapkan disebut daerah yang memungkinkan (feasible region).B dan C. 12 untuk B. Metode grafik digunakaqn dibawah ini untuk menentukan kombinasi biaya yang paling murah dari y1 dan y2 yang akan memenuhi semua kebutuhan minimum. Dengan menggunakan prosedur yang digunakan dalam contoh 1.10).dan harga y2 adalah Rp 4. laba dimaksimumkan pada ekstrim(extreme point).(10.kendala ketidaknegatifan x1. Perlakukan pertidaksamaan selesaikan masing – masing untuk y2 dalam satuan y1 dan gambarkan grafiknya.0). Biasanya hanya salah satu dari penyelesaian dasar yang mungkin tersebut yang akan optimal.-.x2 ≥ 0. 4. Dengan mensubstitusikan dalam (13.y2 ≥ 0 dimana kendala teknisnya dibaca ≥ karena kebutuhan minimum harus dipenuhi tetapi ungkin dilampaui 2. masing – masing digambarkan oleh sumbuh tegak (vertikal) dan sumbu datar (horisontal).3).1).5). Semuanya disebut penyelesaian dasar (basic solution) tetapi hanya lima terakhir yang merupakan penyelasaian dasar yang mungkin (basic feasible solution) karena penyelesaian – penyelesaian tersebut tidak melanggar kendala yang manapun. Lihat gambar 13 – 2 (a). Daerah yang digelapkan merupakan daerah yang mungkin memuat semua titik – titik yang memenuhi semua ketiga kendala kebutuhan ditambah kendala ketidaknegatifan. 13.6).dan satu unit masing – masing B dan C. 3. produk y2 mempunyai satu unit masing – masing A dan B dan tiga unit C.yang disebut titik .lihat gambar 13 – 1 (a). = 3(4) + 4(6) = 36.1 Grafik dari pertidaksamaan asal “ lebih kecil atau sama dengan ” akan mencakup semua titik – titik pada garis dan disebelah kiri garis.harga y1 adalah Rp 2.x1 dan x2 disebut variabel keputusan atau struktural (decision or stuktural variables). 66 perpotongan kedua kendala tersebut.8).

gambarkan grafik fungsi obyektif sebagai suatu seri garis isocost (garis putus-putus) Dari (13. s adalah suatu nilai positif yang sama dengan selisih antara 5x 1 + 3x2 dan 30.variabel surplus s = 0 jika 4x1 + 7x2 = 60.s2 = 12 y1 + 3y2 .3 VARIABEL SLACK DAN VARIABEL SURPLUS Soal yang melibatkan lebih dari dua variabel berada di luar lingkup pendekatan grafik dua dimensi yang disajikan dalam bab sebelumnya. Umpamanya di (2.ini dilakukan dengan memasukan suatu variabel slack atau surplus yang terpisah (si) kedalam masing – masing pertidaksamaan (kendala ke i) dalam sistem tersebut.2) y2 c 4 1 y1 2 Garis isocost terendah yang akan menyinggung dareah yang memungkinkan adalah garis singgung (tangen) di y1 9 dan y 2 3 dalam gambar 13 – 2 (b).s1 = 14 y1 + y2 .(a) gambar 13 . x1 2.karena perlunya persamaan.5 1 1 0 0 3 3 0 1 0 1 2 0 01 x2 s1 s2 20 30 16 s3 sebaliknya dalam contoh 2 semua kendala adalah “ lebih besar atau sama dengan ”.lihat contoh 3. Suatu pertidaksamaan “ lebih kecil atau sama dengan ” seperti 5x 1 + 3x2 ≤ 30 dapat dirubah menjadi suatu persamaan dengan menambahkan suatu variabel slack s ≥ 0.jika 4x1 + 7x2 = 60. karena itu variabel surplus dikurangkan. Untuk memperoleh penyelesaian optimal.10).c = 2(2) + 4(10)[untuk soal meminimasi. (0.jadi c = 2(9) + 3(3) = 30 yang menunjukan suatu biaya yang lebih rendah ketimbang di titik ekstrim yang mungkin lainya. sistem perttidaksamaan linear harus dirubah menjadi sistem persamaan linear. 2y1 + y2 . s adalah suatu nilai positif yang sama dengn selisih antara 4x 1 + 7x2 dan 60 CONTOH 3 karena kendala – kendala teknis dala contoh 1 semua melibatkan pertidaksamaan “ lebih kecil atau sama dengan ” variabel slack ditambah sebagai berikut : 2. Suatu pertidaksamaan “ lebih besar atau sama dengan ” seperti 4x 1 + 7x2 ≥ 0 sedemikian rupa sehingga 4x1 + 7x2 – s = 60. sedemikian rupa sehingga 5x1 + 3x2 + s = 30.2 (b) 3.5x1 + x2 + s1 = 20 3x1 + 3x2 + s2 = 30 x1 + 2x2 + s3 = 16 dinyatakan dalam bentuk matriks. variabel slack s = 0.0) tidak dalam daerah yang memungkinkan] 13.jika 5x1 + 3x2 = 30.s3 = 18 67 . jika 5x1 + 3x2 < 30.

dengan menetapkan y1 = 0 dan y2 = 0 akan menghasilkan suatu matriks identitas yang negatif untuk s1.diperlihatkan dibawah ini.atau penyelesaian dasar dapat diperoleh.s3.s2.untuk tipe 2 adalah 8.1 jam untuk percetakan dan 5 jam untuk pemotongan.akan tetapi.s2 = -12 dan s3 = -18 merupakan penyelesaian dasar. tipe dua memerlukan 5 jam untuk peleburan. Akan tetapi.4 jam untuk percetakan dan 10 jam untuk pemotongan. Dalam atriks pertama.lihat contoh 3.dimana n > m suatu penyelesaian dimana sedikitnya n .suatu titik ekstrim. karena terdapat 3 persamaan dan 5 variabel . banyaknya titik ekstrim adalah terhingga. 5! 3!(2)! dimana 5! = 5(4) (3) (2) (1).4 DALIL DASAR Untuk suatu sistem persamaan m yang konsisten dan variabel n. dengan menggunakan rumus untuk besarnya penyelesaian dasar.dengan menetapkan x1 = 0 dan x2 = 0 akan menghasilkan suatu matriks identitas untuk s1.besarnya penyelesaian dasar dapat diberikan dengan rumus n! m!(n m)! dimana n! Dibaca n factorial lihat contoh 4 CONTOH 4 dengan mereduksi pertidaksamaan menjadi persamaan dalam contoh 3 menghasilkan tiga persamaan dan lima variabel. Sebuah pabrik khusus baja memproduksi dua tipe baja (g1 dan g2) tipe satu memerlukan 2 jam untuk peleburan.s2.s2 = 30 dan s3 = 16 merupakan suatu penyelesaian dasar yang dapat dibaca secara langsung dari atriks tersebut. dimana n > m akan terdapat sejumlah penyelesaian yang tak terhingga. Maksimumkan Π = 24 g1 +8 g2 Dibawah 2 g1 + 5 g2 ≤ 40 kendala peleburan 68 . n!/[m!(n-m)] dan dengan mensubstitusikan parameter – parameter yang diketahui.empat puluh jam tersedia untuk peleburan.Dalam bentuk matriks.dua puluh jam untuk percetakan dan 60 jam untuk pemotongan. 2.Dalil dasar menyatakan bahwa untuk suatu sistem m persamaan dan n variabel. 1.jadi s1 = 20.jadi s1 = -14. Jadi 5(4) (3) (2) (1) 10 3(2) (1) (2) (1) CONTOH 5. 14 12 18 SOAL DAN JAWABAN PERNYATAAN MATEMATIS ATAS MASALAH EKONOMI 1. Dalam matriks kedua.perhitungan untuk menentukan (1) banyaknya variabel yang harus ditetapkan sama dengan nol untuk memperoleh suatu penyelesaian dasar dan (2) besarnya penyelesaian dasar yang ada.m variabel harus sama dengan nol untuk penyelesaian dasar 5 – 3 atau 2 variabel harus sama dengan nol untuk suatu penyelesaian dasar atau titik ekstrim.s3.marjin laba untuk tipe 1 adalah 24.perhatikan bahwa penyelesaian dasar tersngebut bukan suatu penyelesaian dasar yang memungkinkan karena melanggar kendala ketidaknegatifan.m variabel saa dengan nol merupakan titik ekstrim. Jadi dengan menetapkan n – m variabel sama dengan nol menyelesaikan m persamaan untuk m variabel yang tersisa. y1 2 1 -1 0 0 1 1 0 -1 0 1 3 0 0 1 y2 s1 s2 s3 13.dan n.nyatakan data tersebut dalam persamaan – persamaan dan pertidaksamaan yang perlu untuk menetapkan bauran output yang akan memaksimumkan laba. Beberapa dasar dapat dibaca secara langsung dari matriks tanpa suatu manipulasi aljabar.

3) Hitunglah kemiringan fungsi obyektif. Di perusahaan tersebut tersedia waktu 36 jam untuk penghancuran.padi – padian (x3) memberikan 2 unit zat besi dan 1 unit vitamin.dan memberikan 2 unit vitamin A. Seorang yang gandrung model hidup sehat ingin memperoleh minimum 36 unit vitamin A.batu kerikil yang kasar memerlukan 2 jam untuk penghancuran. bagaimanakah kombinasi paling murah yang menjamin kebutuhan harian? Minimumkan Dibawah c = 3 y1 + 4 y2 2 y1 + 3 y2 ≥ 36 kendala vitamin A 2 y1 + 2 y2 ≥ 28 kendala vitamin C 8 y1 + 2 y2 ≥ 32 kendala vitamin D y1 + y2 ≥ 0 4.. 28 unit vitamin C. dan evaluasilah fungsi obyektif pada nilai – nilai ini. kasar (x1) dan halus (x2)..dan Rp 60. 2 unit vitamin C dan 2 unit vitamin D. Marjin laba untuk batu kasar adlah 40. dan 32 unit vitamin D setiap hari.. x3 ≥ 0 GRAFIK UNTUK PENYELESAIAN 5.dan tariklah suatu garis putus – putus.Dengan memakai persamaan persamaan dan pertidaksamaan. Jagung (x1) memberikan 2 unit zat besi dan 5 unit vitamin. Tentukan bauran output yang memaksimumkan laba dengan menyederhanakan data ini menjadi persamaan – persamaan dan pertidaksamaan.dan memberikan 3 unit vitamin A. batu halus memerlukan 6 jam untuk penghancuran. Maksimumkan Dibawah Π = 24 g1 + 8 g2 2 g1 + 5 g2 ≤ 40 kendala 1 4 g1 + g2 ≤ 20 kendala 2 69 .bagaimana makanan – makanan tersebut harus dicampur untuk memberikan pemmenuhan yang paling murah atas kebutuhan harian jika harga makanan tersebut masing – masing Rp 40. Sebuah perusahaan gilingan batu untuk pekarangan rumah memproduksi dua macam batu. 4) Bacalah setiap nilai kritis untuk g1dan g2 pada titik singgung. Pak samin memastikan bahwa ayam – ayamnya mendapatkan paling sedikit 24 unit zat besi dan 8 unit vitamin setiap hari. dengan menggunakan data dibawah. Dari soal 1. 3 jam untuk pengayakan dan 2 jam untuk pengeringan. Maksimumkan Dibawah Π = 40 x1 + 50 x2 2 x1 + 6 x2 ≤ 36 kendala penghancuran 5 x1 + 3 x2 ≤ 30 kendala pengayakan 8 x1 + 2 x2 ≤ 40 kendala pengeringan x1 + x2 ≥ 0 3. 5 jam untuk pengayakan dan 8 jam untuk pengeringan.. x2. Merk 2 harganya Rp 4.Minimumkan c = 40 x1 + 20 x2 + 60 x3 Dibawah 2 x1 + 4 x2 + 2 x3 ≥ 24 kendala vitamin zat besi 5 x1 + x2 + x3 ≥ 24 kendala vitamin x1. 1) Gambarkan grafik kendala – kendala pertidaksamaan setelah menyelesaikan masing – masing untuk g2 dalam g1 2) Grafikan kembali dan hitamkan daerah yang memungkinkan(feasible region).Rp 20. Merk 1 harganya Rp 3. Tepung tulang (x2) memberikan 4 unit zat besi dan 1 unit vitamin. 30 jam untuk pengayakan dan 40 jam untuk pengeringan.4 g1 + g2 ≤ 20 kendala percetakan 10 g1 + 5 g2 ≤ 60 kendala pemotongan g1 + g2 ≥ 0 2. 2 unit vitamin Cdan 8 unit vitamin D.taruhlah penggaris diatas kemiringan ini gerakkan penggaris tersebut ke titik singgung dengan fungsi obyektif. untuk batu halus adalah 50.

4 (b). yang diperoleh dalam soal 2 Maksimumkan Π = 40 x1 + 50 x2 Dibawah 2 x1 + 6 x2 ≤ 36 kendala 1 5 x1 + 3 x2 ≤ 30 kendala 2 8 x1 + 2 x2 ≤ 40 kendala 3 x1 + x2 ≥ 0 lihat gambar 13.4 (a) untuk kendala yang digrafikan.4 (b) PENYELESAIAN OPTIMAL BERGANDA 7. x1 =3 dan x2 = 5.apabila g2 = 0. x2 = Π /50 – 4/5 x1. x2 ≥ 0 70 . di titik singgung.g2=Π/8– 3 g1. dalam gambar 13.3 (b) 6. kerjakan kembali seperti soal 5. Dari fungsi obyektif.4/5. dari g2 = 8 – 2/5 g1. kemiringan = -3.gkin dignh 10 g1 + 5 g2 ≤ 60 kendala 3 g1 + g2 ≥ 0 kendala – kendala pertidaksamaan tersebut harus digrafikan seperti terlihat dalam gambar 13. gambar 13. Kerjakan kembali seperti soal diatas apabila diketahui data berikut : Minimumkan c = 4 x1 + 2 x2 Dibawah 4 x1 + x2 ≥ 20 kendala 1 2 x1 + x2 ≥ 14 kendala 2 x1 + 6 x2 ≥ 18 kendala 3 x1.jadi Π= 24(4) + 8(4) = 128 (a) gambar 13. Daerah yang mungkin digrafikan dalam gambar 13. apabila g1 = 0. kemiringan = . perhatikan bahwa kendala ketidaknegatifan hanya membatasi analisis pada kuadran pertama. jadi Π = 40(3) + 50 (5) = 370 (a) gambar 13.g1 = 20.untuk kendala 1.4 (b) untuk daerah yang memungkinkan.3 (b). dengan menggunakan data berikut.3 (a). g1 = 4 dan g2 = 4. g2 = 8. Dari fungsi obyektif.

y2 ≥ 0 (a) untuk pertidaksamaan “lebih kecil atau sama dengan”.jadi.2) juga termasuk dalam penyelesaian optimal. Kerjakan seperti soal di atas untuk yang berikut : Minimumkan c = 60 x1 + 80 x2 Dibawah 2 x1 + 3 x2 ≥ 36 2 x1 + 2 x2 ≥ 28 8 x1 + 2 x2 ≥ 32 x1. Dala kasus ini. yaitu c = 4(3) = 38 atau c = 4(6) + 2(2) = 28 VARIABEL SLACK DAN SURPLUS 8.8) dan (6. kurangkan variabel surplus. x2 ≥ 0 (a) untuk pertidaksamaan “lebih besar atau sama dengan”. Perhatikan bahwa penyelesaian optimal berganda tidak menyangkal dalil titik ekstrim.2) akan meminimumkan fungsi obyektif dibawah kendala tersebut. 2 y1 + 5 y2 + s1 = 40 4 y1 + y2 + s2 = 20 10 y1 + 5 y2 + s3 = 60 y1 (b) 2 5 1 4 1 0 10 5 0 0 0 1 0 0 1 y2 s1 s2 s3 40 20 60 9.5 dengan garis isocost menyinggung kendalan kedua.penyelesaian optimal berganda (multiple optial solution) akan terjadi bilamana terdapat ketergantungan linear antara fungsi obyektif dan salah satu kendala.(a) (b) gambar 13.s3 = 32 71 . Maksimumkan Π = 24 y1 + 8 y2 Dibawah 2 y1 + 5 y2 ≤ 40 4 y1 + y2 ≤ 20 10 y1 + 5 y2 ≤ 60 y1 .s1 = 36 2 x1 + 2 x2 . 2 x1 + 3 x2 .s2 = 28 8 x1 + 2 x2 .jadi. Setiap titik antara garis (3.karena titik – titik ekstrim (3. fungsi obyektif dan kendala 2 adalah secara linear tergantung (tak bebas) karena yang satu dapat dinyatakansebagai penggandaan dari yang lain. maka tidak terdapat penyelesaian tunggal optimal yang memungkinkan.8) dan (6. Tambahkan variabel slack. (a) ubahlah kendala – kendala pertidaksamaan dalam data berikut menjadi persamaan dengan menambahkan variabel slack atau mengurangkan variabel surplus dan (b) nyatakan persamaan tersebut dalam bentuk matriks.5 Dalamgambar 13.

g3 ≥ 0 g1 (a) 6 4 5 -1 0 6 g1 + 4 g2 + 5g3 ≥ 30 3 6 5 0 -1 g2 g3 s1 s2 30 20 3 g1 + 6 g2 + 5g3 ≥ 20 (b) (c) karena terdapat dua persamaan dan 5 variabel. Contoh . 6x1 + 2x2 ≤ 36 2x1 + 4x2 ≤ 28 72 . Metode simpleks diilustrasikan dalam contoh 1 untuk maksimisasi dan dalam contoh 3 untuk miniisasi. Algoritma simpleks digunakan sebagai berikut untuk memeksimumkan laba. Banyaknya penyelesaian adalah n! m!(n m) (d) 5! 2!(3!) 5(4)(3)(2)(1) 2(1)(3)(2)(1) 10 Dengan menetapkan g1 = g2 =g3 = 0. n – m variabel ditetapkan saa dengan nol dala setiap langkah dari prosedur tersebut. Minimumkan c = 54 g1 + 48 g2 + 50g3 Di bawah 6 g1 + 4 g2 + 5g3 ≥ 30 3 g1 + 6 g2 + 5g3 ≥ 20 g1. Algoritma bergerak dari satu penyelesaian dasar yang mungkin ke penyelesaian dasar yang lain. Atau lebih sederhana variabel – variabel dasar. Algoritma simpleks adalah suatu metode(atau prosedur perhitungan) untuk menentukan penyelesaian dasar yang memungkan atas asuatu sistem persamaan dan pengujian keoptimalan penyelesaian tersebut. (d) tentukanlah penyelesaian dasar pertama dari matriks tersebut. sembari selalu menyempurnakan penyelesaian sebelumnya.karena keduanya negatif penyelesaian – penyelesaian ini tidak dapat menjadi suatu penyelesaian dasar yang memungkinkan LIN EAR PROGRAMMING ALGORITMA SIMPLEKS : 14. Tentukan (b) banyaknya variabel yang harus ditetapkan sama dengan nol untuk memperoleh penyelesaian dasar dan (c) banyaknya penyelesaian dasar yang ada. apabila ditentukan Π = 5x1 + 3x2 Di bawah kendala. variabel – variabel yang tidak ditetapkan saa dengan nol disebut dalam basis atau dalam penyelesaian. maka sebanyak n – m = 5 – 2 = 3 variabel harus ditetapkan sama dengan nol untuk suatu penyelesaian dasar. (a) Reduksikan kendala – kendala pertidaksamaan dari data berikut ini menjadi persamaan dan nyatakan dalam bentuk matriks.x1 (b) 2 3 -1 0 0 2 2 0 -1 0 8 2 0 0 -1 x2 s1 s2 s3 36 28 32 10.g2. karna paling sedikit n – m variabel harus sama dengan noluntuk suatu penyelesaian dasar. penyelesaian dasar pertamanya adalah s1 30 dan s2 20 . dan penyelesaian diperoleh dengan menyelesaikan m persamaan untuk m variabel sisanya. ALGORITMA SIMPLEKS : MAKSIMASI Algoritma adalah suatu kaidah aatau suatu prosedur sistematis untuk mendapatkan penyelesaian suatu soal. sampai penyelesaian optimal dicapai.1.variabel – variabel yang disamakan dengan nol pada langkah tertentu disebut tidak dalam basis atau tidak dalam penyelesaian.

Elemen pivotnya adalah  elemen pada perpotongan kolom variabel 73 . s2 = 40. suatu variabel diasukan kedalam basis dan salah satu variabel sebelumnya berada dalam basis harus dikeluarkan.5x1 + 5x2 ≤ 40 1. Elemen kolom konstanta dari baris terakhir adalah juga nol.akan menentukan variabel yang meninggalkan baris. x1 6 2 1 0 0 5 5 0 1 0 2 4 0 0 -1 x2 s1 s2 36 40 28 s3 iii) Susunlah suatu tabel simpleks awal yang terdiri dari matriks koefisien dari persamaan kendala dan vektor kolom dari konstanta letakan diatas satu baris dari indiktor yang merupakan negatif – negatif dari koefisien fungsi obyektif dan sebuah koefisien nol untuk masing – masing variabel slack. ii) Variabel yang dieliminasi ditentukan oleh rasio pemindahan (displacement ratio). Karena vektor 6 6 5 2 satuan (unit vektor) dengan 1 dalm baris pertamanya berada dibawah kolo s 1. 2. Untuk bergerak kesuatu penyelesaian mendasar baruyang mungkin. Baris dengan ratio pemindahan terkecil (yaitu baris pivot) dengan mengabaikan rasio – rasio lebih kecil atau sama dengan nol.x2 ≥ 0 i) Ubahlah pertidaksamaan menjadi persamaan dengan menambahkan variabel – variabel slack 6x1 + 2x2 + s1 = 36 5x1 + 5x2 + s2 = 40 2x1 + 4x2 + s3 = 28 ii) Nyatakan persamaan – persamaan kendala dalam bentuk matriks. maka s1 akan meninggalkan basis. Karna -5 dalam kolom pertama (atau x1)merupakan indikator negatif dengan nilai absolut terbesar.sesuai deng n nilai fungsi obyektif di titik asal (kalau x 1 = x2 = 0) Tabel simpleks awal : x1 x2 s1 s2 s3  2 1 0 0 5 5 0 1 0 2 4 0 0 1 -5 -3 0 0 0 indikator konstanta 36 40 28 0 iv) Penyelesaian mendasar pertama yang mungkin dapat dibaca dari tabel s impleks awal. baris1 merupakan baris pivot. Elemen Pivot dan Perubahan Dasar (basis) Untuk menaikan nilai fungsi obyektif. fungsi obyektif mempunyai nilai nol. seperti dalam contoh 5 bab 3. Tabel Sipleks Awal x1. Karena 36 memberikan rasio terkecil 36 40 28 . Dengan menetapkan x1 = 0 dan x2 = 0.s1 = 36. s3 = 28 pada penyelesaian mendasar pertama yang mung kin tersebut. Proses pemilihan variabel yang dimasukan dan variabel yang dikeluarkan tersebut dinamakan perubahan basis (change of basis) i) Indikator negatif dengan nilai absolut terbesar akan menentukan variabel yang asuk ke dala basis. Rasio pemindahan diperoleh dengan membagi elemen kolom konstan dengan elemen kolom pivot. x1 di asukan ke dalam basis x1enjadi kolom pivot dan ditandai dengan anak panah. suatu penyelesaian mendasar yang baru diperiksa.

Dengan mengubah basis dan melakukan pivoting kontinu menurut kaidah di atas sampai hal ini di capai. sekarang tinggal suatu atriks identitas yang memberikan x1 = 6. eleen terakhir dala baris terakhir (dalam hal ini. Karena vector satuan dengan 1 dalam baris keduanya adalah dibawah s2 .yang masuk ke basis dan baris yang berhubungan dengan variabel yang meninggalkan basis(yaitu elemen pada perpotongan baris pivot dan kolo pivot) 3.dan s3 = 16. ini memberikan tabel kedua x1 x2 s1 s2 s3 1 0 0 0 1 3 konstanta 6 10 16 0 30 1 6 5 6 1 3 5 6 0 1 0 0 10 3 10 3 4 3 0 1 0 Penyelesaian mendasar kedua yang mungkin dapat dilihat secara langsung dari tabel kedua. Di sini. Karena 4 dalam kolom kedua merupakan satu – satunya indikator negative.12). 6 Tabel kedua: x1 x2 s1 s2 s3 1 1 3 konstanta 6 40 28 0 1 6 0 0 5 5 0 1 0 2 4 0 0 1 -5 -3 0 0 0 ii) Setelah mereduksi elemen pivot menjadi 1. Kalikan baris2 dengan 10 x1 x2 s1 s2 s3 1 0 0 0 1 3 konstanta 6 3 16 30 74 1 6 1 4 1 3 5 6 0 3 10 0 0 1 10 3 4 3 0 1 0 0 . Dengan membagi kolom konstanta dengan kolom pivot memperlihatkan bahwa rasio terkecil adalah dalam baris kedua. 3 i. Jadi 10 3 menjadi elemen pivot yang baru. s2 = 0. Dalam hal ini. Pivoting Pivoting adalh proses penyelesaian m persamaan dalam bentuk m varibel yang sekarang berada dala basis. Maka x2 3 dimasukan kedalam basis. maka s2 akan meninggalkan basis untuk mempivot.2 kali baris1 dari baris3 dan tambahkan 5 kali baris1 ke baris4. Dengan menetapkan x2 = 0 dan s1 = 0 .dan langkah sebelumnya selalu melibatkan suatu matriks identitas. kalikan baris1 dengan 1 . Karena hanya satu variabel baru yang memasukibasis pada setiap langkah proses. Optimisasi Fungsi obyektif di maksimumkan kalau tidak terdapat indikator negative dalam baris terakhir. rampungkan kolom pivotnya. kurangkan 5 kali baris1 dari baris2. 4. kolom2 menjadi kolom pivotnya. seperti dala metode eliminasi Gauss ( lihat butir 10. 30) merupakan nilai fungsi obyektif pada penyelesaian mendasar kedua yang mungkin.swebagai berikut : i) Kalikan baris pivot dengan kebalikan (reciprocal) dari eleen pivot. pivoting hanya meliputi pengubahan elemen pivot menjadi 1 dan semua eleen lainya dalam kolom pivot menjadi nol.

Semua sarat harus dienuhi untuk suatu optimum. dari (14.11. 1.2.dan tambahkan 4 3 s2 1 10 3 10 s3 0 0 1 0 konstanta 5 3 6 34 1 2 1 2 -1 2 5 Penyelesaian mendasar ketiga yang memungkinkan dapat dibaca secara langsung dari tabel tersebut. Untuk gabar grafik lihat contoh 13.1) dan (2) mengevaluasi jimlah nilai marginal dari sumberdaya (resources). Akan tetapi.C melambangkan berbagai konstanta dalam kendala 1.B. s 3 6 . 75 . dan sebesar 5 atau 40 sen untuk kenaikan satu unit dalam nilai konstanta dari kendala 2. menghasilkan table ketiga Tabel ketiga x1 x2 1 0 0 0 0 1 0 0 s1 1 4 1 4 10 3 kali baris2 dari baris3. fungsi obyektif tersebut mencapai suatu maksimum pada 34 .lihat contoh 3.3.3. erarti tidak sepenuhnya dimanfaatkan penyelesaian optimal dan nilai marginalnya adalah nol (yaitu penambahan satu lagi unit lain. Π = 5x1 + 3x2 5x1 + 5x2 + s2 = 40 = 5(5) + 3(3) = 34 5(5) + 5(3) + 0 = 40 6x1 + 2x2 + s1 = 36 2x1 + 4x2 + s3 = 28 6(5) + 2(3) + 0= 36 2(5) + 4(3) + 6 = 28 2. seringkali akan lebih mudah untuk menyelesaikan soal – soal minimasi dengan memakai dua. Umpamakan A. Nilai optimal dari fungsi dari fungsi obyektif akan selalu sama dengan penjumlahan dari nilai marginal setiap input dikalikan kuantitas yang tersedia dari masing – masing input. 3 kali baris2 ke baris4. laba akan naik sebesar ½ unit atau 2 50 sen untuk perubahan satu unit dalam nilai konstanta dari kendala 1.1) tidak terdapat variabel slack dalam dua kendala yang pertama dan dua input yang pertama semuanya habis. karena kendala 3 mempunyai variabel slack positif.tidak akan menambah sesuatupun pada fungsi laba). para mahasiswa mungkin lebih baik membaca bab 15 terlebih dahulu. CONTOH 2. Π = MPA (A) + MPB (B) + MPC (C) = 1 2 (36) + 2 5 (40) + 0 (28) = 34 14. 6 unit dari input yang ketiga tetap tidak terpadu. x 2 3 . yang di bahas dalam bab 15. yaitu berapa banyak fungsi obyektif akan berubah sebagai akibat dari kenaikan satu unit dalam input tersebut. 14. ALGORITMA SIMPLEKS : MINIMISASI Apabila algoritma simpleks digunakan untuk mencari suatu nilai minimal. Dengan s1 0 dan s 2 0 . Jadi. s 2 0 . ini merupakan penyelesaian optimal. dengan s 3 6 . Karena tidak terdapat indicator negative yang tertinggal dalam baris terakhir. jawaban pada contoh 1 dapat dicek dengan (1) substitusi nilai – nilai kritis baik dalam persamaan fungsi obyektif maupun persamaan kendala dalam (14. s1 0 . oleh karena itu. nilai negative yang dihasilkan oleh variabel surplus menghadirkan suatu soal istimewa. Elemen terakhir dalam baris terakhir menunjukan bahwa x1 5 . alam contoh 1.2.ii. NILAI MARGINAL ATAU HARGA BAYANGAN. Kemudian kurangkan 1 kali baris2 dari baris1. Nilai indicator dibawah setiap variabel slack dalam tabel terakhir menyatakan nilai marginal (marginal value) atau harga bayangan (Shadow price) dari input yang berhubungan dengan variabel tersebut. dan sebesar 0 untuk kenaikan satu unit dalam nilai konstanta dari kendala 3.

x1 14 12 18 x2 2 1 -1 0 0 1 0 1 1 0 -1 0 0 1 1 3 0 0 -1 0 0 0 0 1 s1 s2 s3 A1 A2 A3 14 12 18 2. Nyatakan persamaan kendala dalam bentuk matriks. s3 = -18 dan nilai negatif adalah tidak mungkin (nonfeasible). Tabel Simpleks Awal yang Disesuaikan untuk Meminimisasi. dimana M adalah suatu bilangan besar yang tidak mungkin (impossibly large number) untuk meyakinkan bahwa A akan dikeluarkan dari penyelesaian optimal. Fungsi obyektif mempunyai koefisien – koefisiennol untuk variabel surplus dan koefisien – koefisien M variabel – variabel buatan. algoritma simpleks digunakan di bawah ini untuk meminimumkan biaya. harus di msukan variabel – varaibel buatan (artificial variables). seperti dalam simpleks awal untuk maksimisasi. dibawah kendala – kendala gizi. penyelesaian dasar tidak mungkin karena s 1 = -14. ubahlah pertidaksamaan menjadi persamaan dengan mengurangkan variabel – variabel surplus 2 x1+ x2 – s1 = 14 x1+ x2 – s2 = 12 x1+ 3 x2 – s2 = 18 ii. 2 x1+ x2 ≥ 14 x1+ x2 ≥ 12 x1+ 3 x2 ≥ 18 x1 . Variabel tersebut tidak mempunyai makna ekonomi. s2 = -12. Sutu variabel yang terpisah ditambahkan untuk masing – masing pertidaksamaan asal yang bersifat “lebih besar atau sama dengan”. Buatlah tabel simpleks awal dengan meletakan matriks koefisien dan vector kolom dari konstanta dalam (14. x1 x2 s1 s2 s3 A1 A2 A3 konstanta 2 1 -1 0 0 1 0 1 1 0 -1 0 0 1 1 3 0 0 -1 0 0 -2 -4 0 0 0 -M -M indikator 0 0 1 -M 14 12 18 76 . tabel simpleks awal (sedikit dimodifikasi) i. x1 2 1 -1 0 0 1 1 0 -1 0 1 3 0 0 -1 x2 s1 s2 s3 Dari matriks tersebut jelas bahwa jika x1 = 0 dan x2 = 0. Untuk mengatasi masalah tersebut. Data tersebut berasal dari contoh 2 dalam bab13. dengan y sekarang dig anti x. Jadi. Variabel buatan (Ai ≥ 0)adalah suatu variabel kosong (dummy variable) yang ditambahkan dengan maksud khusus untuk menghasilkan suatu penyelesaian dasar awal yang mungkin.2) diatas baris indicator yang negatif dari koefisien – koefisien fungsi obyektif. Tambahkan variabel – variabel buatan. i.CONTOH 3. dimana c = 2 x1+ 2 x2 . iii. x2 ≥ 0 1.

ii. Dengan mengandaikan x1 = x2 = s1 = s2 = s3 = 0. Pivoting i. indicator positif terbesar akan menentukan kolom pivot dan variabel yang memasuki basis.ii. Baris pivot dan variabel yang meninggalkan basis ditentukan oleh rasio terkecil yang dihasilkan dari pembagian elemen – elemen kolom pivot. 4. Kurangi elemen pivot menjadi 1 dengan mengalikan baris 3 oleh 2 1 1 3 1 3 1 1 1 -1 0 0 0 0 -1 0 0 -1 3 1 0 0 0 1 0 0 0 0 1 3 14 12 6 44M 4M-2 5M-4 -M -M -M 0 0 ii. Elemen Fivot i. Jadi x 2 menjadi kolom pivot.4 3 7M .ini akan menghasilkan tabel awal. A3 3 akan meninggalkan basis karena vector satuan dengan 1 dalam baris ketiga adalah berhubungan dengan A3. 3. Untuk menimasi. persis untuk soal maksimisasi. bukan indicator .2 0 -M -M 0 -5M 4 3 5. dan fungsi obyektifnya adalah 44M. sebagaimana ditandai dengan anak panah. elemen pivot pada perpotongan kolom pivot dan baris pivot adalah 3. Kemudian pindahkan M dari kolom variabel buatan dengan menambahkan M kali ( baris1 + baris2 + baris3). suatu bilangan besar yang tidak mungkin. penyelesaian mendasar pertama yang memungkinkan adalah A1 = 14. Rampungkan kolom pivot dengan engurangkan baris3 dari baris1 dan baris2. A3 = 18. 44M . maka baris3 menjadi baris pivot. Karena elemen terakhir dari baris paling bawah . karena 18 6 merupakan rasio terkecil yang dihasilkan. dan (5M-4) kali baris3 dari baris4 Tabel kedua : x1 x2 s1 s2 s3 A1 A2 A3 konstanta 5 3 2 3 1 3 0 0 1 3 -1 0 0 0 -1 0 1 3 1 3 1 0 0 0 0 1 0 -1 3 -1 3 1 3 8 6 6 14M + 24 -1 3 2M . A2 = 12. 5M – 4 merupakan indicator positif terbesar. Untuk menurunkan biaya. carilah perubahan basis. Pengulangan (Reiterasi) 77 . Tabel awal x1 x2 s1 s2 s3 A1 A2 A3 konstanta 2 1 -1 1 1 0 1  0 4M-2 5M-4 -M 0 -1 0 -M 0 0 -1 -M 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 0 14 12 18 44M Penyelesaian mendasar pertama yang unkindapat dilihat secara langsung dari tabel awal tersebut.

3 – 2)/3] baris1 dari baris4. jadi x1 masuk ke basis dan A1 meninggalkan basis. menghasilkan tabel ketiga.2 5 M-6 5 0 -6M 6 5 . 6. dan kurangkan 1 baris2 dari baris3 dan [2M – 2)/5] baris2 dari 5 baris4. baris pivot yang baru adalah baris1. Kalikan baris2 dengan 5 2 1 0 0 0 0 0 1 0 3 -5 0 5 2 1 5 1 2 2 5 3 5 0 5 2 -1 5 . Tabel keempat x1 1 0 0 0 x2 0 0 1 0 s1 0 1 1 5 s2 -3 2 5 2 s3 1 2 1 2 2 5 A1 0 -1 -1 5 -M A2 3 2 5 2 A3 . Pivot Keempat i.2 -M -M 0 -5M 4 3 ii.elemen pivotnya adalah 5 . 3 -5 0 0 1 0 3 0 -1 0 1 5 1 3 3 5 0 1 0 -1 3 -1 3 1 3 24 5 0 0 0 0 0 6 6 14M + 24 -1 3 2M .Selama masih ada suatu indikator positif. x1 1 0 0 0 x2 0 0 1 0 s1 3 -5 2 5 1 5 1 3 baris1 dari baris3.`12 2 5 24 5 1 1 5 -1 -1 5 .2 5 M-6 5 . Kolo pivot yang baru menjadi kolom1.`12 2 5 konstanta 9 7 3 30 78 0 -1 0 0 -1 -M+1 -M+1 . dan (7M s2 0 -1 0 -M s3 1 5 1 5 2 5 A1 3 5 2 5 A2 0 1 0 2 A3 -1 5 -1 5 2 5 konstanta 24 5 14 5 -1 5 .4 3 7M . proses tersebut berjalan terus. Tambahkan 5 baris2 ke baris1.7M 5 2 14 5 0 -M 0 0 22 5 2M . Rampungkan kolom1 dengan mengurangkan 2 baris1 dari baris2.6M 6 5 14M 136 5 3 ii. Kalikan baris1 dengan 1 2 3 1 3 3 5 .`12 . 3 i.7M 5 22 5 14M 136 5 2M .

s2.C melambangkan konstan . CONTOH 4. c = 2x1 + 4x2 x1 + x2 – s2 = 12 = 2(9) + 4(3) = 30 9 + 3 – 0 =12 2x1 + x2 – s1 = 14 x1 + 3x2 – s3 = 18 2(9) + 3 – 7 = 14 9 + 3(3) – 0 = 18 2.B. Dengan s 2 s 3 0 . Dengan s1 7 kebutuhan pertama dipenuhi secara berlebih sebesar 7 unit. suatu variabel buatan tidak akan pernah tampak dalam basis tabel terakhir jika suatu penyelesaian dasar optimal yang mungkin telah dicapai. Dengan indicator untuk s1 sama dengan nol.dengan memishkan matriks identitas. x 2 3 .3. karena nilai absolut indikator untuk s2 dan s3 adalah 1. pengurangan satu unit dalam kebutuhan gizi kedua dan ketiga akan mengurangi biaya sebesar Rp 1. Nilai absolut dari indicator untuk variabel – variabel surplus memberikan nilai marginal atau harga bayangan dari kendala. suatu penyelesaian optimal yang mungkin telah dicapai.konstan dalam kendala 1. c = MCA(A) + MCB(B) + MCC(C) = 0(14) + 1(12) + 1(18) = 30 79 .Dengan semua indikator negatif. kebutuhan kedua dn ketiga dipenuhi secara tepat . tidak terdapat surplus. Ini harus cocok dalam setiap yang berurutan dapat membantu dalam menemukan kesalahnmatematis. Untuk penyelesaian dual soal pada soal yang sama. sebagaimana halnya nilai marginal. A2. 3. elemen – elemen koefisien dari dari variabel surplus(s1. lihat contoh 4 dan 5 dalam bab 15.2.-. pengurangan satu unit dalam kebutuhan gizi pertama tidak akan mengurangi biaya.s3) selalu sama dengan negatif dari elemen – elemen koefisien untuk variabel – variabel buatanya yang berkaitan (A1. 4. dan (2) mengevaluasi jumlah biaya marginal sumberdaya. nilai fungsi obyektif ditunjkan oleh elemen terakhir dari baris terakhir. A3). Jawaban pada contoh 1 dapat dicek dengan (1) substitusi nilai – nilai kritis baik dalam persamaan fungsi obyektif maupun persamaan kendala. dan s 3 0 . Akan tetapi. Ini harus selalu cocok untuk suatu penyelesaian optimal. s 2 0 . dimana c 30 Beberapa hal penting untuk diperhatikan : 1.misalkan A. 1. indikator darivariabel – variabel buatan semuanya negatif dalam tabel terakhir. 2. dan memperhatikan bahwa vector satuan untuk x 2 dan s1 berbalikan. penyelesaian dasar optimal yang memungkinkan tersebut dapat dibaca secara langsung dari tabel keempat x1 9 . s1 7 . biaya total akan sama dengan jumlah dari berbagai kebutuhan dikalikan harga bayangan masing – masing. 5.

Rasio pemindahan terkecil yang diperoleh dari pembagian elemen kolom konstanta dengan elemen kolom pivot menentukan baris pivot. Π = 0. s2 = 30. Buatkan tabel simpleks awal i. Pivot. 2.SOAL DAN JAWABAN MAKSIMISASI 1.y2 ≥ 0 1. 2. Jadi.5 1 1 0 0 3 3 0 1 0 1 2 0 0 1 iii. Merubah basis. Gunakan algoritma simpleks untuk menyelesaikan system persamaan dan pertidaksamaan berikut. 5 2 3 1 2 -3 ii. i. Indikator negatif dengan nilai absolute terbesar (anak panah) menentukan kolom pivot. 3 kali baris3 dari baris2 . dan tambahkan 4 kali baris3 ke baris4 80 . Tentukan harga bayangan dari input (atau kebutuhan) untuk kendalanya. y2 s1 s2 20 30 16 s3 Bentuklah tabel simpleks awal yang terdiri dari matriks koefisien persamaan kendala dan vector kolom konstan yang diletakan diatas baris indikator yang negatif dari koefisien – koefisien fungsi obyektif dengan koefisien nol untuk variabel awal : Tabel awal : y1 5 2 y2 s1 s2 s3 1 3  -4  1 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 konstanta 20 30 16 0 3 1 -3 Dengan menetapkan y1 = y2 = 0.5y1 + y2 ≤ 20 3y1 + 3y2 ≤ 30 y1 + 2y2 ≤ 16 y1. Nyatakan persamaan – persamaan tersebut dalam nentuk matriks y1 2. 3.5y1 + y2 + s1= 20 3y1 + 3y2 + s2 = 30 y1 + 2y2 + s3= 16 ii.  menjadi elemen pivot. dan s3 = 16. elemen pada perpotongan baris pivot dan kolom pivot. 1 1 0 0 3 0 1 0 1 0 0 1 2 -4 0 0 0 20 30 8 0 Rampungkan kolom pivot dengan mengurangkan baris3 dari baris1 . pada penyelesaian mendasar pertama yang mungkin tersebut. Maksimumkan Π = 3y1 + 4y2 Yang terikat pada 2. penyelesaian mendasar pertama yang mungkin adalah s1 = 20. Ubahlah elemen pivot menjdin1 dengan mengalikan baris3 dengan ½ . Tambahkan variabel slack pada kendala untuk membuatnya jada persamaan .

½ kali baris2 dari baris3. 2 x1 + 3 x2 . Miniumkan Yang terikat pada c = 60 x1 + 80 x2 2 x1 + 3 x2 ≥ 36 8 x1 + 2 x2 ≥ 32 2 x1 + 2 x2 ≥ 28 x1. 3 MINIMISASI 2. tbel fina dapat diperoleh. s 2 0 . s1 4 . Rampungkan kolom pivot dengan mengurangkan 2 kali baris 2 dari baris1 .x2 ≥ 0 1.Tabel kedua : y1 2 3 2 1 2 y2 s1 s2 s3 0 0 1 0 0 1 -1 2 -3 2 1 2 konstanta 12 6 1 0 0 8 -1 0 0 0 2 32  4. Kolom 1 adalah kolom pivot. y 1 4 .s2 = 28 8 x1 + 2 x2 . 2 dan 1. Harga bayangan dari input berturut – turut adalah 0. dan Π = 36. Gunakan algoritma simpleks untuk menyelesaikan system persamaan dan pertidaksamaan yang diberikan di bawah ini. baris2 baris pivot. y 2 6 . Tabel final : y1 0 1 0 0 y2 s1 0 0 1 0 s2 s3 3 2 konstanta 4 4 6 36 1 -4 3 0 2 3 -1 1 2 0 -1 3 0 2 3 1 Karena tidak terdapat indikator negatif yang tertinggal. Ubahlah pertidaksamaan menjadi persamaan dengan mengurangkan variabel – variabel surplus. Dengan mengoreksi fakta bahwa vektor – vektor satuan dari matriks identitas tidak beraturan (out of order). dan nyatakan dalam bentuk matriks. dan tambahkan barsi2 ke baris4. dan 3 adalah elemen pivot.s1= 36 2 x1 + 2 x2 . s 3 0 .s3= 32 81 . Kalikan baris2 dengan 2 1 1 2 3 2 0 0 1 0 0 2 3 -1 2 -1 1 2 12 4 8 32 -1 1 0 0 0 0 0 2 ii. 2 i. lihat contoh 1 dalam bab 13 dimana x digunakan sebagai pengganti y. Ubahlah basis pada pivotnya sekali lagi. Tentukan harga bayangan dari masing – masing persyaratan kendalanya.

8 i. tambahkan variabel – variabel buatan x1 x2 2 1 -1 0 0 1 0 1 1 0 -1 0 0 1 1 3 0 0 -1 0 0 0 0 1 s1 s2 s3 A1 A2 A3 2. Karena 12M -60 merupakan indikator positif terbesar dan 32 adalah rasio pemindahan terkecil. Tabel awal x1 x2 s1 -1 0 0 0 s2 0 -1 0 0 s3 0 0 -1 0 A1 1 0 0 -M A2 0 1 0 -M A3 0 0 1 -M konstanta 36 28 32 30 2 3 2 2  2 12M-60 7M-80 3.x1 2 2 8 3 2 2 -1 0 0 0 -1 0 0 0 -1 x2 s1 s2 20 30 16 s3 Karena penyelesaian dasar pertamanya tidak akan mungkin. Kalikan baris3 dengan 2 2 1 3 2 1 4 1 8 -1 0 0 -M 0 -1 0 -M 0 0 -1 8 -M 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 8 36 28 4 96M 12M-60 7M-80 0 82 . Pilihlah elemen pivotnya dan pivotkan. dan koefisien yang secara semu (M) untuk variabel – variabel buatan. Buatlah tabel awal dengan melengtakan matriks koefisien dan vektor kolom dari konstanta di atas negatif darikoefisien – koefisien fungsi obyektif yang mempunyai koefisien nol untuk variabel – variabel surplus. 8 adalah elemen pivotnya. x1 2 2 8 -60 x2 3 2 2 -80 s1 -1 0 0 0 s2 0 -1 0 0 s3 0 0 -1 0 A1 1 0 0 -M A2 0 1 0 -M A3 0 0 1 -M konstanta 36 28 32 30 14 12 18 Rampungkan kolom – kolom variabel buatan M dengan menambahkan M dikalikan (baris1 + baris2 + baris3) ke baris4 untuk mendapatkan tabel awal.

s1 s2 0 -1 0 s3 1 10 1 10 1 4 baris1 dari baris3. Pivotkan untuk ketiga kali.10 56 5 -1 4 1 8 3M 15 2 20 4 48M+ 240 - 0 0 4M–65 -M -M =+ + + ii. Dengan engingat bahwa eleen negatif tidak dapat digunakan 3 dalam penyebut dari rasio pemindahan. Pivotkan lagi i. 5 merupakan eleen pivot yang baru.ii. 2 5 kali baris2 dari baris3 dan 83 .10 -1 6 3 20 0 26 0 3M 5 1 8M 5 11M 10 1 16M 5 968 =+ + 1 ii. 2 kali baris3 dari baris2. Kalikan baris2 dengan 5 3 0 1 10 2 3 0 0 1 0 1 0 0 0 2 -5 0 5 3 1 .10 1 . dan (12M-60) kali baris3 dari baris4 Tabel kedua : x1 x2 s1 s2 s3 A1 A2 A3 konstanta 0 0 1 0 5 2 3 2 1 4 -1 0 0 0 -1 0 M 1 4 1 4 1 8 1 0 0 15 0 1 0 0 0 0 1 3M 2 15 28 20 4 48M + 240 4M-65 -M -M 0 2 4.10 16 5 3 . i.20 3 20 4 1 3M 5 26 -M  M 1 8M 26 0 5 10 11M 10 48M + 240 5. Kurangkan x1 0 0 1 0 x2 1 0 0 0 3 2 baris1 dari baris2.20 -1 1 . dan (4M – 65) baris1 dari baris4 A1 2 3 A2 0 1 0 A3 1 . Kurangkan 2 kali baris3 dari baris1.10 56 5 konstanta 2 -5 3 5 1 10 3 -5 1 . Tambahkan 10 kali baris2 ke baris1 dan kurangkan + [(3M/5).10 56 5 16 3 6 3 1 1 10 -5 3 0 26 -M M 10 1 6 3 . Kalikan baris1 dengan 2 5 0 -1 0 1 10 1 4 1 8 M 15 2 2 3 0 0 1 0 1 3 2 1 4 -2 3 0 0 0 0 1 0 0 1 .26]kali baris2 dari baris4 iii.

Tabel keempat : x1 0 0 1 0 x2 1 0 0 0 s1 0 1 0 0 s2 -2 3 5 3 s3 1 6 1 6 A1 0 -1 0 -M A2 2 3 A3 -1 6 -1 6 1 6 konstanta 40 3 16 3 2 3 5 3 1 6 -1 6 -1 6 M 130 3 130 3 10 3  M 10 3 3320 3 6. Buatlah tabel awal Tabel awal . x2 8 . Gunakan algoritma simpleks untuk menyelesikan persamaan dan pertidaksamaan – pertidaksamaan berikut Minimukan c = 4x1 + 2x2 Yang terikat pada 4x1 + x2 ≥ 20 x1 + 6x2 ≥ 18 2x1 + x2 ≥ 14 x1. s1 s2 0. Kurangkan 10 3 kali baris2 dari baris1. PENYELESAIAN OPTIMAL BERGANDA 3. dan kurangkan kali baris2 dsari baris4 Tabel final : x1 x2 s1 s2 s3 0 0 1 0 1 0 0 0 -1 1 6 -10 1 -3 2 -20 -10 A1 A2 A3 -0 -1 0 -M konstanta 8 32 6 1000 0 1 -1 1 -6 10 3 0 -1 2 0 -M+20 -M +10 Dengan memperhatikan urutan dari vektor – vektor unit. dan c 1000 . x1 x2 s1 -1 0 0 -M s2 0 -1 0 -M s3 0 0 -1 -M A1 1 0 0 0 A2 0 1 0 0 A3 0 0 1 0 konstanta 20 14 18 52M 4 1 2 1 1  7M-4 8M-2 84 . x1 6 .10. Pivotkan keempat kali i. Harga bayangan dari persyaratan yang erupakan kendala masing – masing adalah 20. 1 6 0 0 1 0 1 0 0 0 0 6 0 0 1 6 -2 3 10 1 6 0 -6 0 -M 2 3 -1 6 -1 1 6 40 3 1 1 6 10 -1 6 32 2 3 130 3 10 3 M 130 3 M 1 6 10 3 3320 3 ii. dan s 3 32 . dan 0. tambahkan kali baris2 ke baris3. Kalikan baris2 dengan 6.x2 ≥ 0 1.

11 23 1 . Kalikan baris3 dengan 1 setelah menurunkan elemen pivot menjadi 1. Dasar – Dasar Aljabar Matriks atau Linear 1.11 1 11 1 23 23 11 . Ini berarti bahwa variabel s3 dapat dimasukan ke basis tanpa mempengaruhi nilai fungsi obyektif. dan [(11M – 22/23)] kali baris2 dari baris4 s3 1 11 2 11 2 11 A1 0 -1 0 -M A2 6 11 23 11 1 11 A3 1 . yang tidak terdapat basis terakhir. 6 kurangkan baris3 dari baris1 dan dan dari baris2 dan (8M – 2) kali baris3 dari baris4 menghasilkan tabel kedua Tabel kedua .23 konstanta 102 23 66 23 52 23 . Kemudian kurangkan +6 baris3.23 2M 4 23 A1 6 23 A2 A3 1 0 . 11 6 kali baris1 dari x1 x2 1 0 0 0 0 0 1 0 s1 6 . Pivotkan. x1 1 0 0 0 x2 s1 0 0 1 0 0 1 0 0 s2 6 . x1 x2 s1 s2 s3 A1 A2 A3 konstanta 23 6 11 6 0 0 1 11 -1 0 0 -M 0 -1 0 -M 1 6 1 6 1 0 0 0 0 1 0 0 1 6 1 6 1 6 4 1 3 17 11 3 28M + 6 1 6 -1 6 M 1 3 17M 3 0  6 3. s 2 0 . Karena fungsi obyektif telah berada pada optimum. (2) memberikan cara yang cepat untuk menentukan apakah suatu pemakaian terdapat pemecahan sebelum di coba.23 1 23 0 22 4 23 25M 4 23 11M 23 -M 34M 23 0 66M 23 512 4. Dan c 28 . Kalikan baris1 dengan 23 . mempunyai indikator nol. Bilamana suatu variabel yang tidak berada dalam basis mempunyai indikator nol.1 PERANAN ALJABAR MATRIKS Alajabar matriks (1) memungkinkan untuk menyatakan suatu system persamaan yang rumit dalam suatu cara yang ringkas dan sederhana. fungsi obyektif pasti mempunyai penyelesaian optimal berganda. Pivot ketiga kali. dan (3) memberikan 85 .23 11 23 s2 0 -1 0 22 s3 1 23 2 23 4 . s 3 0 . Akan tetapi. Pivot sekali lagi. kurangkan Tabel final .2. Kalikan baris2 dengan baris1. Kemudian tambahkan 6 23 kali baris2 ke kali baris2 dari baris3.11 2 . s1 6 . x 2 2 . maka pasti terdapat lebih dari satu penyelesaian optimal.11 23 . dan [(17 – 11)3] kali baris1 dari baris4 Tabel ketiga .23 2 1 .11 2 11 konstanta 6 6 2 28 - - -2 0 -M+2 -M Dari tabel final x1 6 . s 3 .

Jadi matriks tersebut adlah matriks bujur sangkar. dengan dimensi 1 x n.2. Banyaknya baris (m) dan kolom (n) menentukan dimensi matriks ( m x n ). Matriks yang mengkonversikan baris A menjadi kolm dan kolom A menjadi baris disebut transpose A dan diberi tanda A' (atau AT). DEVINISI DAN ISTILAH Matriks adalah deretan bilangan. yang pertama menunjukan baris dimana elemen tersebut berada dan yang kedua menunjukan kolomnya. diketahui a 11 a 12 a 13 a 23 a 33 (3x3) A a 21 a 22 a 31 a 32 B 3 9 8 4 2 7 C (2x3) 7 4 5 D (3x1) 3 0 1 (1x3) A adalah matriks umum terdiri dari 3 x 3 = 9 elemen. parameter atau variabel yang disusun segi empat. untuk sebuah perusahaan dengan beberapa saluran distribusi yang menjual beberapa produk yang berbeda. Karena baris selalu mendahului kolom dalam notasi matriks. matiks tersebut adalah vekor kolom. pembatasan ini umumnya tidak memberikan persoalan yang serius. maka matriks tersebut adlah vector baris. Perhatikan bahwa tidak ada tanda baca yang memisahkan elemen – elemen suatu matrik. Bilangan pada deretan vertkal disebut kolom. α32 adalah elemen yan berada pada baris ketiga.temali 120 180 175 140 110 180 190 170 90 210 160 180 pakaian ski 150 110 80 140 Dengan membaca menyusun baris matriks. saluran 1 2 3 4 papan luncur tongkat tali . 1. perusahaan deapat menentukan tingkat persediaan dalam setiap saluran distribusinya. kolom ketiga. Contoh 2. Contoh 3. Bilangan – bilangan ( parameter atau variabel) disebut sebagai elemen matriks. Contoh 1. matriks memberikan cara yang ringkas untuk mengendalikan persediaan. yang di susun dalam 3 baris dan 3 kolom. Akan tetapi.sebagai berikut : Log Q = log A + α log K +β log L Dengan cara serupa. dan kemudian di selesaikan dengan aljabar matriks. seperti fungsi produksi Cobb-Douglas yang umum Q=AKα Lβ Dapat dengan mudah dikonversikan menjadi fungsi linear dangan mencari logaritma masing – masing ruas. Jika matriks terdiri dari stu baris. Dengan mambaca menurun suatu kolom matriks. perusahaan dapat menentukan persediaan setiap jenis produksinya. Jadi α23 adalah elemen yang berada pada baris kedua. mungkin untuk membantu mengingat subscript tersebut dengan istilah BK atau beberapa cara yang lain untuk nmembantu mengingat. Elemen – elemen tersebut semuanya mempunyai subscript ganda. jumlah baris sama dengan jumlah kolom ( yaitu m = n ). Karena banyak hubungan ekonomi dapat di dekati dengan persamaan linear dan yang lain dapat dikonversikan menjadi hubungan linear. 86 . bilangan baris selalu mendahului bilangan kolom.sarana penyelesain system persamaan. yang masing – masing mempunyai tempat yang ditata secara cermat dalam matriks. Penempatanya adalah tepat dalam matriks. yang di baca m kali n. Jika matriks terdiri dari satu kolom tunggal sedemikian rupa sehingga dimensinya m x 1. suatu fungsi non linear. kolom kedua. fungsi eksponensial dan fungsi pangkat yang lain dapat dengan mudah dikonversikan menjadi fungsi linear. aljabar matriks hanya dapat diterapkan pada system persamaan linear. Dalam matriks bujur sangkar square matrix).

berapa tingkat persediaan yang baru?.α12 ke b12. Transpose A adalah a 11 a 21 a 31 A' a 12 a 13 a 22 a 23 a 32 a 33 5 Dan transpose C adalah C' 7 4 1. penjumlahan A + B di hitung dibawah ini. hasil perkalian skalar k A. misalkan pengiriman D dilakukan ke saluran – saluran distribusi perusahaan dalam contoh 1. dengan menjumlahkan elemen – elemen yang bersesuaian dari masing – masing matriks tersebut. elemen b12 -nya adlah 9. misalkan matriks mula – mula S dan selesaikan S + D. C adalah vector kolom dengan dimensi (3 x 1).0. Setiap elemen matriks yang satu kemudian ditambahkan ke (dikurangkan dari) b11 dalam B. S D 120 200 175 140 40 25 15 60 110 20 180 30 190 0 170 40 90 210 160 180 50 10 40 10 150 110 80 140 10 60 70 50 160 225 190 200 130 210 190 210 140 220 200 190 160 170 150 190 1.4. dengan mengetahui matriks A dan matriks B. bilangan sederhana seperti 12. PERKALIAN SKALAR Dalam aljabar matriks. apabila diketahui matiks – matriks C dan D. D 40 20 50 10 25 30 10 60 15 0 40 70 60 40 10 50 Untuk mendapatkan tingkat persediaan yang baru.diperoleh sebagai berikut .3. 8 9 7 1 3 6 A 3 6 2 4 5 10 B (3x3) 5 2 4 7 9 2 (3x3) A B 8 1 9 3 7 6 3 5 6 2 2 4 4 7 5 9 10 2 (3x3) 9 12 13 8 8 6 11 14 12 ( 3 x 3) Selisih C – D. PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN MATRIKS Penjumlahan (dan pengurangan) dua matriks A + B (atau A – B) mengharuskan matriks – matriks tersebut berdimensi sama. Prosesnya disebut perkalian skalar (scalar multiplication)karena menaikan atau menurunkan matriks tersebut menurut besarnya skalar. Contoh 6. Contoh 4. C 4 9 2 6 D (2x2) 1 7 5 4 C (2x2) D 4 -1 9 .07 disebut skalar. dan seterusnya.7 2-5 6-4 (2x2) 3 2 -3 2 (2x2) Contoh 5.B adalah matriks 2 x 3. elemen b21 -nya adlah 4. Perkalian matriks dengan bilangan atau scalar meliputi perkalian setiap elemen dari matriks tersebut dengan bilangan itu. D adalah vector baris dengan dimensi (1 x 3). apabila diketahui k = 8 dan 87 .-2.

5. matriks awal (lead matriks) saa dengan jumlah di bahbaris pada 2. PERKALIAN MATRIKS Perkalian dua matriks berdimensi (m x n)1 dan (m x n)2. Pembalikan susunan perkalian dalam salah satu vektor di atas dan dengan diperolehnya perkalian vektor kolom – baris (BA atau DC) akan menghasilkan jawaban yang sama sekali berbeda. Kemudian. hasilkalinya didapatkan dengan mengalikan elemen – elemen individual dari vektor baris dengan elemen – elemen yang beresesuaian dengan vektor kolom.6. hasilkali AB dari vektor baris A dan vektor kolom B. AB = 4(12) + 7(1) + 2(5) + 9(6) = 48 + 7 + 10 + 54 = 119 Hasilkali vektor – vektor berikut : A adalah 3 6 8 (1x3) A 2 4 5 (3x1) CD = (3 x 2) + (6 x 4) + (8 x 5) = 6 + 24 + 40 = 70 Perhatikan bahwa karena masing – masing pasangan vektor diatas mempunyai jumlah elemen yang sama. Perkalian vektor baris kolom adlah penting sekali. menurut kaidah untuk perkalian vektor baris dan vektor kolom yang di bahas dalam butir 1. PERKALIAN VEKTOR Perkalian vektor baris (A) dengan vektor kolom (B) mensyaratkan masing – masing vektor mempunyai jumlah elemen yang persis sama. 8(6) 8(9) 6 9 2 7 8 4 (3x2) kA 8(2) 8(7) 8(8) 8(4) (3x2) 48 72 16 56 64 32 (3x2) 1. Jadi hasil perkalian baris – kolom akan merupakan suatu bilangan tunggal atau scalar. hasilkali baris – kolom kemudian di pakai sebagai elemen dalam formasi dari matriks hasilkali sedemikian rupa. Contoh 8. mensyaratkan bahwa kedua matriks tersebut bersesuaian yaitu bahwa n1 = m2. 1. matriks akhir (lag matriks).A Diperlihatkan dibawah ini.5. Diketahui 88 . Hasilkali baris – kolom tersebut disebut hasilkali dalam (inner product). atau jumlah kolom pada 1. Contoh 7. Ini dipakai sebagai dasar untuk semua perkalian matriks. sehinga setiap elemen cij dari atriks hasilkali C adlah suatu skalar yang berasal dari perkalian baris ke i dari matriks awal dan kolom ke j dari matriks akhir. dan menjumlahkan hasilnya : AB = (a11 x b11) + (a12 x b21) + (a13 x b31) dan seterusnya. apabila diketahui 12 1 A A 4 7 2 9 (1x4) 5 6 (4x1) di hitung sebagai berikut. Setiap vektor baris pada matriks awal kemudian dikalikan dengan setiap vektor kolom dari matriks akhir. perkalian adalah mungkin.

karena tidak ada lagi kolom yang tersisa dalam matriks akhir.-. dimensi dari matriks hasil kali. dua matriks tersebut akan sesuai untuk perkalian dalam susunan yang diberikan. kalikan baris kedua matriks awal dengan kolom kedua matriks akhir untuk mendapatkan d22. Pertama. setelah menentukan persesuaian AB dalam contoh 8. kemudian dalam hati lingkarilah bilangan terakhir dari pasang pertama dan dan bilangan pertama dari pasang kedua. tongkat Rp 50.A 3 6 12 9 7 11 B (2x3) 6 12 5 10 13 2 A (3x2) 1 7 2 4 8 3 (2x3) Suatu pengujian ringkas (cepat) untuk melihat adanya persesuaian (conformability). Apabila dua matriks seperti AB adalah bersesuaian. AB dikatakan telah di tetapkan (defined) untuk BC. nyatakan harga tersebut sebagai sebuah vector kolom (P). kemudian kalikan baris pertama matriks awal dengan kolom kedua matriks akhiruntuk mendapatkan d12.-. 3(6) 6(5) 7 (13) 3(12) 6(10) 7 (2) 139 110 AB D 12(6) 9(5) 11(13) 12(12) 9(10) 11(2) (2x2) 260 256 (2x2) Hasil kali BC dihitung dibawah ini. Jadi AC tidak di tetapkan. Contoh 9. misalkan bahwa harga papan luncur adlah Rp 200. dan bilangan – bilangan di luar lingkaran akan menunjukan. jadi. dan kalikan S dengan P : V SP 120 200 175 140 110 180 190 170 90 210 160 180 150 110 80 140 ( 4 x 4) 200 50 100 150 ( 4 x1) Matriks – matriks tersebut bersesuaian dan matriks hasil kalinya merupakan 4 x 1.. Kalikan baris kedua matriks awal dengan kolom pertama matriks akhir untuk mendapatkan d12. dalam susunan yang benar. yang akan di terapkan sebelum melakukan setiap perkalian mmatriks. dengan menggunakan metode yang sama : 6(1) 12(2) 6(7) 12(4) 6(8) 12(3) 30 90 84 BC E 5(1) 10(2) 5(7) 10(4) 5(8) 10(3) 25 75 70 13(2) 2(2) 13(7) 2(4) 13(8) 2(3) (3x3) 17 99 110 (3x3) Contoh 10.dan pakaian ski Rp 150. bergeraklah ke baris kedua matriks awal.karena (4 x 4) = (4 x 1) 89 .. Dengan mengacu ke contoh 1. kalikan baris pertama matriks awal dengan kolom pertama matriks akhir untuk mecari elemen pertama d11 matriks hasil kali D. hasil kali dari dua matriks itu dapat di cari. Untuk BC (2 x 3) ≠ (2 x 3) A dan C tidak bersesuaian untuk perkalian. tali Rp 100. (3 x 2) = (2 x 3) (3 x 3) matriks – matriks tersebut adalah bersesuaian dan dimensi dari matriks hasil kali BC merupakan (3 x 3). Untuk mencari nilai persediaan (V) pada berbagai saluran distribusi. Jika mereka sama. adlah dengan menata dua pasang dimensi tersebut dalam mana matriks – matriks tersebut akan dikalikan. akhirnya. (2 x 3) = (3 x 2) (2x 2) matriks – matriks tersebut memenuhi syarat persesuaian dan dimensi dari matriks hasil kali AB adalah (2 x 2). Jadi untuk AB..

17 6 6 2 23 8 6 17 2 6 23 8 (2). Tunduk pada sarat yang sama ini. Untuk alas an yang sama. perkalian scalar adalah komutatif (yaitu kA = Ak).3 4 .000 86.7 11 . Jika terdapat tiga atau lebih matriks yang bersesuaian. Y(c x d). hal yang sama berlaku untuk pengurangan matriks. Contoh 11. (XY)Z = X(YZ). Karena pengurangan matriksA – B dapat dirubah mebjadi penjumlahan matriks A + (-B). V 120(200) 200(200) 175(200) 140(200) 110(50) 90(100) 150(150) 180(50) 210(100) 110(150) 190(50) 160(100) 80(150) 170(50) 180(100) 140(150) ( 4 x1) 61. yaitu X(a x b). ASOSIATIF DAN DISTRIBUTIF DALAM ALJABAR MATRIKS Penjumlahan matriks adalah komutatif (yaitu A + B = B + A). Perhitungan tersebut diperlihatkan di bawah ini 4 3 11 7 7 18 3 4 7 11 7 18 A B B A (1). 90 .seringkali matriks – matriks tidak bersesuaian dalam dua arah.500 72. (A + B) + C = A + (B + C). perkalian matriks juga distributive A(B + C) = AB + AC. buktikan bahwa (1) A + B = B + A dan (2) A – B = –B + A. HUKUM KOMUTATIF. hukum asosiatif akan berlaku selama matriks – matriks tersebut dikalikan dalam urutan persesuaian (conformability). Akan tetapi.(4 x 1) Jadi. adalah tidak komutatif (yaitu AB ≠ BA). Perkalian matriksm.penjumlahan matriks juga asosiatif.500 ( 4 x1) 1. dan susunan penjumlahan tidak dipentingkan. Diketahui. 4 11 3 7 A B 17 6 6 2 Untuk membuktikan bahwa penjumlahan dan pengurangan matriks adalah komutatif. A B 4 3 11 7 17 6 6 2 1 4 11 4 B A .7. Diketahui. AB 6(3) 12(12) 5(3) 10(12) 13(3) 2 (12) 6(6) 12(9) 5(6) 10(9) 13(6) 2(9) BA akan menjadi 3 x 2 6(7) 12(11) 162 5(7) 10(11) 135 13(7) 2(11) (3x3) 63 144 120 96 174 145 113 (3x3) karena itu AB ≠ BA.6 17 . AB akan menjadi 2 x 2 3(6) 6(5) 7 (13) 3(12) 6(10) 7 (2) 139 110 AB 12(6) 9(5) 11(13) 12(12) 9(10) 11(2) (2x2) 260 256 (2x2) BA adalah bersesuaian (3 x 2) = (2 x 3). sebagai berikut : AB adalah sesuai.2 6 1 4 11 4 Contoh 12. (2 x 3) = (3 x 2). maka pengurangan matriks juga komutatif dan asosiatif. A 3 6 7 12 9 11 B ( 2 x 3) 6 12 5 10 13 2 (3 x 2) Dapat di buktikan bahwa perkalian atriks tidak komutatif dengan membuktikan AB ≠ BA. karena penjumlahan matriks hanya melibatkan penjumlahan elemen – elemen yang bersesuaian dari dua matriks. Contoh 13.Z(e x f) dimana b = c dan d = e. Diketahui. Jadi.500 75. dengan beberapa perkecualian.

Contoh 14. tidak perlu bujur sangkar. A 7 9 1 10 14 2 6 3 7 B 5 12 20 4 N 0 0 0 0 I 1 0 0 0 1 0 0 0 1 Dapat dibuktikan bahwa : (1) perkalian dengan suatu matriks identitas tidak menimbulkan tambahan terhadap matriks asalnya. apabila subscript digunakan.n menunjukan dimensi matriks (m x n). Matriks null terdiridari semuanya nol dan dapat berdimensi sembarang . Matriks identitas adalah simetri dan idempotent. MATRIKS IDENTITAS DAN MATRIKS NULL Matriks identitas I adalah suatu matriks bujur sangkar yang mempunyai 1 untuk setiap elemen pada diagonal utama dari kiri ke kanan dan nol di setiap tempat yang lain. Lihat contoh 14. perhitungan – perhitungan tersebut diperlihatkan di bawah ini 7 10 14 1 2 3 6 7 0 0 0 1 0 0 0 1 7(1) 9(1) 1(1) 10(0) 2(0) 3(0) 14(0) 6 (0) 7 (0) 7(0) 9(0) 1(0) 10(1) 2(1) 3(1) 14(0) 6 (0) 7 (0) 7(0) 9(0) 1(0) 10(0) 2(0) 3(0) 14(1) 6 (1) 7 (1) (1). yaitu B + N = B. 1. yaitu BN = N dan (3) penjumlahan atau pengurangan matriks null tidak mengakibatkan matriks asalnya berubah. AI 9 1 AI 7 9 1 BN B N 10 14 2 6 3 7 terbukti 0 0 0 0 (2).adalah matriks idempotent (idempotent matrix).9. Penjumlahan atau pengurangan matriks null tidak membawa perubahan terhadap matriks asalnya. Matriks simetris untuk mana A x A = A. matriks identitas serupa dengan bilangan 1 dalam aljabar karea perkalian suatu matriks dengan matriks identitas tidak membawa perubahan terhadap matriks asal (yaitu AI = IA = A). perkalian dengan matriks null menghasilkan matriks null. (2) perkalian dengan suatu matriks null menghasilkan matriks null. perhitunganya adalah sebagai berikut : A 7(4) 5(2) 1(4) 3 (2) 8(4) 6(2) 38 10 44 93 27 108 7(9) 5(6) 1(9) 3 (6) 8(9) 6(6) 95 25 110 2 6 7 7(10) 5(5) 1(10) 3 (5) 8(10) 6(5) ( 3 x 3) 38 10 44 93 27 108 95 25 110 ( 3 x 3) ( AB)C ( 3 x 3) ( 3 x1) 38(2) 93(6) 95(7) 10(2) 27 (6) 25(7) 44(2) 108(6) 110(7) ( 3 x1) 1299 357 1506 ( 3 x1) BC 4(2) 9(6) 10(7) 2(2) 6(6) 5(7) ( 2 x1) 132 75 ( 2 x1) A( BC ) 7 1 8 5 3 6 132 75 (3 x 2) (2 x) 7(132) 5(75) 1(132) 3(75) 8(132) 6(75) ( 3 x1) 1299 357 1506 terbukti ( 3 x1) 1. 5(0) 12(0) 5(0) 12(0) 20(0) 4(0) 20(0) 4(0) 5 0 12 0 20 0 4 0 5 12 20 4 terbukti terbukti PERNYATAAN MATRIKS DARI SERANGKAIAN PERSAMAAN LINEAR 91 . seperti pada In.A 7 1 8 5 3 6 B (3 x 2) 4 9 2 6 10 5 B ( 2 x 3) 2 6 7 ( 3 x1) Untuk membuktikan bahwa perkalian matriks adalah asosiatif. (3). setiap matriks utuk mana A = A' adalah matriks simetris (symmetric matrix). perkalian suatu matriks identitas dengan dirinya sendiri meninggalkan matriks identitas tidak berubah : I x I = I2= I. yaitu (AB)C = A(BC). apabila diketahui. yaitu AI = A.8.

AX adalah vektor kolom (2 x 1) karena setiap baris terdiri dari suatu elemen tunggal yang tidak dapat disederhanakan lebih lanjut melalui penjumlahan.13 4 9 ( 2 x 4) y 242 ( 2 x1) z ( 4 x1) kemudian. untuk membuktikan bahwa AX = B dengan tepat menggambarkan sistem persamaanyang diberikan dalam seksi 1. diketahui 8w +12x – 7y +2z = 139 3w +13x + 4y +9z = 242 untuk menyatakan sistem persamaan ini dalam notasi matrik.X adalah vektor penyelesaian (solution vector).10. (2) setiap baris atau baris – baris dakalikan dengan suatu konstanta. meskipun penampilanya seperti itu.9. dapatkan hasil kali AX. Tanpa suatu perubahan dalam hubungan linear. Perkalian adalah mungkin karena AX adalah bersesuaian.baris suatu matriks. dan B = vektor kolom konstanta. yang tentunya sudah tidak asing lagi dari aljabar. Contoh 17. perhatikan bahwa sistem persamaan linear 7x1 + 3x2 = 45 4x1 + 5x2 = 29 dapat dinyatakan dalam bentuk matriks AX = B x1 45 7 3 B A X Dimana dan 29 x2 4 5 A adalah matriks koefisien (coefisien matrix). tiga operasi barisdasar memungkinkan (1) setiap dua baris suatu matriks saling tukar. Mengalikan suatu baris dengan suatu konstanta.Aljabar matriks memungkinkan pengungkapan secara ringkas suatu sistem persamaan linear.dalam hati balikan susunan perkalian matriks: w 8 12 .kita dapat 1. dan B adalah vektor unsur konstanta (vector of constan terms). Saling menukar dua baris tersebut : 8x + 4y = 28 5x + 2y = 16 2. dan (3) setiap kelipatan suatu baris ditambahkan ke atau dikurangkan dari baris yang lain. X dan B akan selalu berupa vektor kolom. sistem persamaan yang diketahui tersebut dapat dinyatakan dalam bentuk matriks A(2x4)W(4x1) =B(2x1) 1. OPERASI BARIS Operasi baris (row operation) berarti penerapan operasi aljabar yang sederhana pada baris. dan matriks hasil kali menjadi 2 x 1 (2 x 2) = (2 x 1) (2 x 1) 7x 1 3x 2 jadi. dan AX AX 7 3 x1 4 5 x2 B: 7x 1 3x 2 4x 1 5x 2 ( 2 x1) 45 terbukti 4x 1 5x 2 29 dari sini. Contoh 15.7 2 x 139 3 . Sebagai ilustrasai sederhana. W = vektor kolom variabel. Contoh 16. di sini 8x + 4y = 28 dengan 1/4. asalkan konstanta tersebut tidak sama dengan nol.dengan mengetahui 5x + 2y = 16 8x + 4y = 2n8 Tanpa suatu perubahan dalam hubungan linear. diilustrasikan di bawah ini. dengan mengandaikan A = matriks koefisien. operasi baris. yang menghasilkan 92 .

Pertam.12. di sini 2(2x + y = 7) dari 5x + 2y = 16. Teruskan memperoleh 1 sepanjang diagonal utama dan kemudian rampungkan kolomnyasampai matriks identitas tersebut sempurna. Kalikan baris kedua dengan 1 untuk mendapatkan1 pada a22 44 1 6 20 0 1 3 93 . Jadi. Contoh 18. kemudian gunakan operasi baris untuk mendapatkan nol disetiap tempat yang lain pada kolom pertama.11. 1 untuk endapatkan 1 pada posisi a11 2 1 6 20 8 4 28 1b. yang menghasilkan 5x + 2y = 16 -4x – 2y = -14 x =2 1. Contoh 19. Penyelesaian atas system persamaan kemudian dapat di baca dari elemen – elemen yang tinggal dalam vektor kolom B (lihat contoh 19). Untuk mengubsh matriks koefisien kedalam uatu matriks identitas. AB 7 3 45 4 5 29 Matriks perbesaran digunakan sebagai sarana penyelesaian system persamaan linear. MATRIKS PERBESARAN (AUGMENTED) Diketahui suatu system persamaan dalam bentuk matriks AX = B matriks perbesaran A/B adalah matriks koefisien A dengan vector kolom konstanta B. Kalikan baris pertaa dengan 2a. untuk sistem persamaan dalam butir1.2x + y = 7 5x + 2y = 16 3. matriks perbesaran A/B untuk 4x1 + 5x2 + 7x3 = 42 2x1 + 3x2 + 8x3 = 40 6x1 + 4x2 + x3 = 18 Adalah AB 4 5 2 3 6 4 7 42 8 40 1 18 1. diletakan disampingnya. yang dipisahkan dengan suatu garis atau kisi.a dapatkan 1 pada posisi a11 dari matriks koefisien. metode eliminasi gauss di gunakan dibawah ini untuk mencari x 1 dan x2 dalam sistem persamaan 2x1 + 12x2 = 40 8x1 + 4x2 = 28 pertama nyatakan persamaan tersebut dalam suatu matriks perbesaran AB 2 12 40 8 4 28 kemudian. METODE GAUSS UNTUK MENYELESAIKAN PERSAMAAN LINEAR Penggunaan metode eliminasi gauss dalam menyelesaikan persamaan linear semata – mata dengan menyatakan system persamaan tersebut sebagai suatu matriks perbesaran dan menerapkan operasi baris berulang – ulang pada matriks perbesaran sampai matriks koefisien A di sederhanakan menjadi suatu matriks identitas.9. Berikutnya dapatkan 1 pada 0posisi a22 dan gunakan operasi baris untuk mendapatkan nol disetiap tempat yang lain pada kolom mendapatkan nol disetiap tempat yang lain pada kolom tersebut. Mengurangkan kelipatan satu baris dari yang lain. Kurangkan 8 kali baris kedua untuk merampungkan kolom pertama 1 6 20 0 . bergeraklah sepanjang sumbu utama.44 132 1a.

Kurangkan 6 kali baris kedua dari baris pertama untuk merampungkan kolom kedua 1 0 2 0 1 3 hasilnya adalah x1 = 2. x2 = 3 karena x1 1 0 2 0 1 x2 3 x1 + 0 = 2 0 + x2 = 3 94 .2b.

95 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful