P. 1
Materi Kuliah Matematika Ekonomi

Materi Kuliah Matematika Ekonomi

1.0

|Views: 6,508|Likes:
Published by ElChicoLue

More info:

Published by: ElChicoLue on Feb 14, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/13/2014

pdf

text

original

BAGIAN 1 KONSEP DASAR TEORI BARIS DAN DERET SERTA PENGGUNAANNYA DALAM BISNIS DAN EKONOMI

Diskripsi Mata Kuliah Memberikan gambaran dan dasar-dasar pengertian serta pola pikir yang logis sehubungan dengan barisan dan deret bilangan yang tersusun secara teratur dengan perubahan-perubahannya yang tertentu. Selanjutnya memberikan tuntunan dalam menggunakan rumus-rumus yang telah diperoleh untuk menghitung nilai-nilai yang ingin diketahui dari baris dan deret yang ada, seperti menghitung kesamaan suatu nilai dari dua beris atau deret yang diketahui, mencari perubahan dari suatu baris atau suatu deret. Tutjuan Khusus Menerapkan pengetahuan tentang baris dan deret tersebut dalam menghitung perasalahan-perasalahan bisnis dan ekonomi di antaranya masalah perkembangan usaha sejauh mana pertumbuhannya yang konstan dari waktu ke waktu, masalah nilai uang dalam hal pinjam-meminjam, investasi jangkan panjang yang dihubungkan dengan tingkat suku bunga yang diasumsikan tetap dari waktu ke waktu, dan menghitung pertumbuhan penduduk di suatu daerah serta jumlah penduduknya pada suatu waktu tertentu.

A. TEORI BARIS DAN DERET 1. Pengertian Baris Baris yang dimaksud adalah bilangan yang tersusun secara teratur dengan suatu pola perubahan tertentu dari satu suku ke suku berikutnya. Penggolongan baris dapat didasarkan pada : Jumlah suku yang membentuknya, dibedakan menjadi : 1. Baris berhingga 2. Baris tak berhingga Pola perubahannya, sehingga dibedakan menjadi 1. Baris Hitung 2. Baris Ukur 3. Baris Harmoni 2. Baris Hitung Baris hitung yaitu baris bilangan di mana pola perubahan dari satu suku ke suku berikutnya besarnya tetap dan pola perubahan tersebut dapat diperoleh dari selisih antara sutu suku ke suku sebelumnya. Contoh : 2, 4, 6, 8, 10, 12 ......................Sn S1 (suku pertama) = 2 S1 = a = 2 S2 (suku kedua) = 4 S2 = a + b = 2 + 2 = 4 S3 (suku ketiga) = 6 S3 = a + 2b = 2 + (2)2 = 6 S4 (suku keempat) = 8 S4 = a + 3b = 2 + (3)2 = 8 Sn (suku ke n) Maka untuk suku ke n di peroleh rumus : Sn = a + ( n – 1 ) b. Dimana a = suku pertama, b = pembeda dan n = suku ke n

Contoh soal : Diberikan suku ke tiga dan suku ke tujuh masing-masing sebesar 150 dan 170. Carilah suku ke sepuluhnya dari baris hitung tersebut. 1

S3 = a + ( n – 1 ) b = 150 = a + 2b S7 = a + (n – 1 ) b = 170 = a + 6b - 20 = - 4b b = -20 / -4 = 5 150 = a + 2b  150 = a + 2.5  150 = a + 10 a = 150 – 10  a = 140 S10 = a + (n – 1) b = 140 + (10 -1) 5  140 + 45 = 185 3. Deret Hitung Deret hitung yaitu deretan bilangan yang tersusun dengan aturan dimana suku pertamannya sama dengan suku pertama baris hitungnya, suku keduanya merupakan penjumlahan dua suku pertama baris hitungnya, suku ketiganya merupakan penjumlahan tiga suku pertama baris hitungnya, dan seterusnya. Contoh : (dari contoh baris hitung di atas) Baris hitung : 2, 4, 6, 8, 10, 12 ..... Maka Deret hitung : 2, 6, 12, 20, 30, 42, ... D1 = 2, D2 = 2 + 4 = 6, D3 = 2 + 4 + 6 = 12 D4 = 2 + 4 + 6 + 8 = 20 Dst dimana Dn = n/2 ( a + Sn ) atau Dn = n/2 { 2a + ( n – 1 ) b} Contoh Soal : Sebuah baris hitung mempunyai suku pertama yang bernilai 140. Beda antar suku 5. Hitunglah suku ke-10nya ? Berapakah Jumlah lima suku pertamanya ?. a = 140, b = 5 S10 = 140 + ( 10 – 1 ) 5 = 140 + 45 = 185 D5 = 5/2 ( 2.140 + ( 5 – 1 ) 5 ) = 5/2 ( 280 + 20 ) = 5/2 ( 300 ) = 750 4. Baris Ukur Baris ukur yaitu baris bilangan di mana pola perubahan dari satu suku ke suku berikutnya besarnya tetap dan pola perubahan tersebut dapat diperoleh dari perbandingan antara satu suku sengan suku sebelumnya Contoh : 2, 6, 18, 54, 162, ...... Sn S1 (suku pertama) = 2 S2 (suku kedua) = 6 S3 (suku ketiga) = 18 S4 (suku keempat) = 54 S5 (suku kelima) = 162 Sn (suku ke n) = dst. Pola perubahan dari satu suku ke suku berikutnya dilambangkan dengan r (rasio) dan perbesarannya adalah perbandingan atara dua suku yang berurutan dengan suku berikutnya, sehingga r = 6/2 = 18/6 = 54/18 = 162/54. maka r = 3. S1 (suku pertama) = a = 2 S2 (suku kedua) = ar = 2.3 = 6 S3 (suku ketiga) = ar2 = 2.32 = 2.9 = 18 S4 (suku keempat) = ar3 = 2.33 = 2.27 = 54 S5 (suku kelima) = ar4 = 2.34 = 2.8 = 162 Sn (suku ke n) Untuk menentukan suku ke n diperoleh rumus Sn = ar n-1

2

5. Deret Ukur Deret Ukur yaitu deretan bilangan yang tersusun dengan aturan di mana suku pertamanya sama dengan suku pertama baris ukurnya, suku keduanya merupakan penjumlahan dua suku pertama baris ukurnya, suku ketiganya merupakan penjumlahan tiga suku pertama baris ukurnya, dan seterusnya. Contoh : (dari contoh baris ukur di atas) Baris Ukur : 2, 6, 18, 54, 162, ....... maka Deret Ukur : 2, 8, 26, 80, 242, ..... D1 = 2 D2 = 2 + 6 = 8 D3 = 2 + 6 + 18 = 26 Dst. Dn dapat dirumuskan :

Dn

a 1 rn ,r 1 1 r

atau

Dn

a rn 1 ,r 1 1 r

Contoh Soal : Sebuah baris ukur mempunyai suku pertama yang bernilai 20. Ratio antar sukunya 2. Hitunglah suku ke-6nya ! Berapa jumlah lima suku pertamanya. a = 20, r = 2 S6 = arn-1 = 20. 26-1 = 20. 25 = 20. 32 = 640 20 2 6 1 20.63 = = 1260 D6 2 1 1 B. PENERAPAN TEORI BARIS DAN DERET DALAM EKONOMI 1. Perkembangan Usaha Perkembangan usaha yang dimaksud adalah sejauh usaha-usaha yang pertubuhannya konstan dari waktu ke waktu mengikuti perubahan baris hitung. Contoh Soal 1. Perusahaan keramik menghasilkan 5.000 buah keramik pada bulan pertama produksinya. Dengan adanya penambahan tenaga kerja, maka jumlah produk yang dihasilkan juga ditingkatkan. Akibatnya, perusahaan tersebut mampu menambah produksinya sebanyak 300 buah setiap bulannya. Jika perkembangan produksinya konstan setiap bulan, berapa jumlah keramik yang dihasilkannya pada bulan ke 12 ?. Berapa buah jumlah keramik yang dihasilkannya selama tahun pertama produksinya ? Jawab : Jumlah keramik yang dihasilkannya pada bulan ke 12. S12 = a + (n – 1) b = 5.000 + (12 – 1) 300 = 5.000 + (11) 300 = 5.000 + 3.300 = 8.300 Jadi pada bulan ke 2 perusahaan tersebut dapat menghasilkan 8.300 buah keramik. Jumlah keraik yang dihasilkan dalam satu tahun pertama. D12 = n/2 (a + s12) = 12/2 (5.000 + 8.300) = 6 (13.300) = 79.800 2. Teori Nilai Uang (bunga Majemuk) Perluasan deret ukur digunakan dalam masalah bunga berbunga, masalah pinjam meminjam serta masalah investasi yang dihubungkan dengan tingkat suku bunga dalam jangka waktu tertentu yang besarnya diasumsikan tetap dari waktu ke waktu. Misalkan suatu modal sebesar P 0‟ akan dibungakan per-satu tahun selama jangka waktu n tahun. Tingkat suku bunga yang berlaku yang berlaku adalah r % per-tahun, diasumsikan tetap dari tahun ke tahun selama n tahun. Sehingga menghitung modal awal tahun ke-n yang diperoleh melalui pembungaan setiap satu tahun dapat dirumuskan Pn = po ( 1 + r )n , atau Pn = po ( 1 + r /m)n.m Pn = Modal pada tahun ke-n (di masa yang akan datang) Po = Modal saat sekarang, saat t = 0 r = Tingkat suku bungan per-tahun 3

3. 10 juta dalam jangka waktu 5 tahun. Jika diketahui suku kedua besarnya 275 dan suku keenam besarnya 375.850.04 )10 = 100.( 1 + i )n Di mana Pn = populasi penduduk pada tahun basis (tahun ke-1) P0 = populasi penduduk pada tahun ke.11 )5 = 10.n i = persentase pertumbuhan penduduk per tahun & n = jumlah tahun Contoh soal : Penduduk suatu kota berjumlah 100. 4.n = tahun ke m = periode per-tahun Contoh Soal : Seorang nasabah merencanakan mendepositokan uangnya di Bank sebanyak Rp.5 jiwa pada tahun 2013. 5.11 ) 5 = 10. berapa persen pertumbuhannya ? Berapa Jumlah penduduknya pada tahun 2015 ? Jawaban latihan soal. Periode waktu : 2005 -1995 = 10 tahun Pn = P0.25 juta jiwa pada tahun 2008.( 1 + i )n = 100. berapa tambahan produksinya per tahun ? b) Berapa produksinya pada tahun kesebelas ? c) Pada tahun ke berapa produksinya 2.000.2 = 10.024 Latihan Soal 1.000 (1 + 0.55 3. Hitunglah jumlah penduduk kota tersebut pada tahun 2005. Yang drumuskan : Pn = P0. Pertumbuhan Penduduk Penerapan deret ukur yang paling konvensional di bidang ekonomi adalah dalam hal perhitungan pertumbuhan penduduk. 6. 5.5 juta bungkus rokok ? d) Berapa bungkus rokok yang telah ia hasilkan sampai dengan tahun ke – 16 ?. a) Berapa botol penurunan produksinya per tahun ? b) Pada tahun ke berapa pabrik kecap tersebut tidak berproduksi (tutup) c) Berapa botol kecap yang ia hasilkan selama operasinya ?. produksinya terus menurus secara konstan sehingga pada tahun ke-10 hanya memproduksi 18.6 juta bungkus pada tahun ketujuh.000 ( 1.000. Pembungaan depositonya setahun sekali dengan tingkat bunga yang diasumsikan konstan sebesar 11% per-tahun. dan 1.000 ( 1 + 0. Karena persaingan keras dari kecap-kecap merek lain. Pabrik rokok “Kurang Garam” menghasilkan sejuta bungkus rokok pada tahun pertama berdirinya. Jawab jumlah uang dengan pembungaan tiap 6 bulan sekali Pn = P0 (1 + r/m)n. tingkat pertumbuhannya 4 persen per tahun.000. 10 juta dalam jangka waktu 5 tahun.000 ( 1 + 0.000 (1 + 0. Penduduk suatu kota metropolitan tercatat 3. penduduk dunia tumbuh mengikuti pola deret ukur.000 jiwa pada tahun 1995. Sebuah baris hitung mempunyai suku pertama bernilai 210. Seorang nasabah merencanakan mendepositokan uangnya di Bank sebanyak Rp.581. Jika tahun 2008 dianggap tahun dasar.000. Beda antar suku 15.000 botol. Berapa suku pertama baris hitung tersebut ? Berapakah nilai suku kesepuluhnya ? Berapa jumlah sepuluh suku pertamanya. Pembungaan depositonya dengan tingkat bunga yang diasumsikan konstan sebesar 11% per-tahun Berapa jumlah uang yang diterimanya pada akhir tahun kelima jika didepositokan dengan pembungaan tiap 6 bulan sekali ? dan Berapa jumlah uang yang diterimanya jika didepositokan dengan pembungaan tiap tiga bulan.11/2)5.m = 10.708144) 4 .000 (1.685058155) = 16. Bantulah nasabah itu untuk menghitung berapa jumlah uang yang akan diterima pada akhir tahun ke-5 ? Pn = P0 ( 1 + r )n = 10. Pabrik kecap “Nambewan” memproduksi 24.000 ( 1. a) Andaikata perkembangan produksinya konstan.000.000 botol kecap pada tahun ke-6 operasinya. sebagaimana pernah dinyatakan oleh Malthus. Hitunglah suku ke 10 nya ! Berapakah jumlah lima suku pertammanya ? 2.055)10 = 10.04 )10 = 100.48024) = 148. diperkirakan menjadi 4.000 (1.000 ( 1.000.

000 (1 + 0.5 = 3.204.25 (1 + 6.58. Jawab jumlah uang dengan pembungaan tiap 6 bulan sekali Pn = P0 (1 + r/m)n.73%)7 = 3.081.3.11/4)5.5/3. 17.000 (1. 6.284.1 i = 0.081. P2015 = P2008 (1 + i)2015-2008 = 3.25 (1 + i)5 4.000.3846 = (1 + i)5 1.0275)20 = 10.38461/5 = 1 + i i = 1.m = 10.204. Jawab persentase pertumbuhan penduduk : Pn = P0 (1 + i)n 4.25 = (1 + i)5 1.13 juta.13 Jadi jumlah penduduk kota metropolitan pada tahun 205 sebanyak 5.31 Jadi dalam waktu lima tahun uang nasabah tersebut yang dibungakan setiap enam bulan sekali menjadi Rp.58 Jadi dalam waktu lima tahun uang nasabah tersebut yang dibungakan setiap enam bulan sekali menjadi Rp.73 % Jumlah penduduk pada tahun 2015.000.577632) = 5.444.000 (1 + 0.25 (1.38461/5 .284.720428431) = 17.25 (1 + i)2013-2008 4.0673 i = 6.5 = 3.= 17. Daftar Pustaka : 5 .444.4 = 10.000. 17.73 % Jadi persentase pertumbuhan penduduknya 6.

2. Untuk mencari perpotongan dua fungsi yang linier digunakan metode eliminasi. sedangkan variabel terikat yaitu variabel yang diterangkan oleh variabel lain. Menggambarkan bagaimana fungsi linier dapat membantu menghitung berapa pendapatan nasional yang harus diperoleh suatu negara agar tidak mengalami defisit akibat konsumsi yang lebih besar dari pada pendapatan. dimana x adalah variabel bebas dan y adalah variabel terikat. Perilaku konsumen dicerminkan melalui fungsi permintaan. TEORI FUNGSI DAN TEORI FUNGSI LINIER 1. menutup totol biaya. TEORI FUNGSI LINIER DAN PENERAPANNYA DALAM BISNIS DAN EKONOMI 2. koefisien. yang saling berkaitan satu sama lain dala hubungan yang dapat dijelaskan secara ateatis yaitu hubungan yang linier. terkait dengan variabel yang bersangkutan. 2. sedangkan perilaku produsen dicerminkan dengan fungsi penawaran. Menggambarkan bagaimana fungsi linier dapat dipergunakan untuk mmenghitung berapa produk yang sebaiknya diproduksi dan dijual oleh perusahaan agar perusahaan dapat menutup biaya-biaya tetapnya. Dalam suatu fungsi.1. Uraian Materi A. Disebut Analisis Break-Even Analusis. Keseimbangan pasar ini dapat bergeser sejajar akibat adanya capur tangan pemerintah dalam bentuk pajak maupun subsidi 2. 3. PENYAJIAN 2 . Menggabarkan bagaimana fungsi linier dapat dipergunakan untuk mencerminkan perilaku baik perilaku konsumen maupun perilaku produsen. y adalah variabel terikat x adalah variabel bebas 3 adalah koefisien ( terletak didepan variabel y) 4 adalah koefisien ( terletak didepan variabel x) -8 adalah konstanta 2. Lebih jauh lagi berapa pendapatan minimum agar dapat menabung. Unsur-unsur pembentukan fungsi yaitu variabel.1. sejajar atau bahkan berpotongan. Contoh : 1. 3y = 4x – 8. y = x ½ y adalah variabel terikat x adalah variabel bebas 6 .BAGIAN 2 KONSEP DASAR TEORI FUNGSI.2. substitusi atau dengan cara determinan. secara umum jika dikatakan bahwa y adalah fungsi dari x maka ditulis y = f(x). Konstanta sifatnya tetap dan tidak terkait dengan suatu variabel apa pun. Pengertian Fungsi Fungsi yaitu hubungan matematis antara suatu variabel dengan variabel lainnya. Pertemuan antara keduanya merupakan titik keseimbangan pasar. Diskripsi Mata Kuliah Memperkenalkan unsur-unsur fungsi ialah variabel bebas dan variabel terikat. Koevisien dan konstanta. bahkan agar perusahaan dapat memperoleh keuntungan. Penggolongan variabel dibedakan menjadi variabel bebas dan variabel terikat dimana variabel bebas yaitu variabel yang menerangkan variabel lain. Fungsi-fungsi yang bersifat linier tersebut dapat saling berhimpit. Menggambarkan pendapatan nasional dapat menghitung melalui pendekatan pengeluaran yang linier. 2.1. Yang dimaksud dengan variabel ialah unsur yang sifatnya berubah-ubah dari satu keadaan ke keadaan lainnya.2. dan konstanta.1. Yang dimaksud dengan koefisien ialah bilangan atau angka yang diletakkan tepat di depan suatu variabel.1 PENDAHUKUAN : 2.Tujuan Khusus 1. 4.

a1= +  a0 = + . 3..x = . atau nol a1 Koefisien...3x2 Fungsi Kubik :Fungsi polinom yang variabel bebasnya memiliki pangkat paling tinggi adalah tiga. 4. Bentuk umum :Y = nx Contoh :Y = 2x Fungsi logaritma : Fungsi yang merupakan invers fungsi eksponen Bentuk umum Y = n log x Contoh :Y = 4 log x Fungsi Hiperbola :Fungsi yang variabel bebasnya berpangkat bilangan riil negatif Bentuk umum :Y = xn .. nilainya positif.. atau nol. a1 = + a0 = 0 .. n = 11 Fungsi Linier : Fungsi polinom yang variabel bebasnya memiliki pangkat paling tinggi adalah satu.2x1 . a1= .-12x11.3x2 + 4x3 +. a0 = + .Y variabel terikat..3x2 + 4x3 +.. Bentuk umum :Y = a0 + a1x1 + a2x2 Contoh : Y = 1 . a1= 0  a0 = . negatif.. 8..x Y = 0 +a1x  Y = 0 – a1x Y = 4 + 2x Y = 4 – 2x Y = 4 + 0. n bilangan riil positif Contoh :Y = x2 Fungsi Eksponen : Fungsi yang variabel bebasnya merupakan pangkat suatu konstanta. Bentuk umum Y = a0 + a1x1 Contoh: Y = 1 + 2x1 Fungsi Kuadrat :Fungsi polinom yang variabel bebasnya memiliki pangkat paling tinggi adalah dua.. Y = a0 + a1x  Y = a0 – a1x  Y = a0 + 0. a0 = ...4 + 0. Bentuk umum :Y = a0 + a1x1 +a2x2 + a3x3 Contoh : Y = 1 + 2x1 – 3x2 + 4x3 Fungsi Bikuadrat:Fungsi polinom yang fariabel bebasnya memiliki pangkat paling tinngi adalah empat. Jenis-jenis Fungsi Fungsi Irrasional : Fungsi yang memiliki Bentuk umum Y = n√ a0 + a1x1 + a2x2 + a3x3 + .x  Y = -a0 +a1x  Y = -a0 – a1x Y = -a0 + 0.... x = -2 x adalah variabel terikat -2 adalah konstanta 2.. n bilangan riil negatif Contoh :Y = x-2 .4 Y = 0 + 2x Y=0–2x 7 .x = 4 Y = .. a1 = .+ anxn.Jika x adalah fungsi dari y maka ditulis x = f(y). n bilangan bulat positif contoh :Y = (1+2x1 .+ 12x11)1/11 Fungsi Polinom : Fungsi yang memiliki banyak suku Bentuk umum : Y = a0 + a1x1 + a2x2 + a3x3 + . negatif atau nol Untuk nilainya a0 dan a1 yang memungkinkan positif.. a1 = 0  a0 = 0 . a1 = . Bentuk umum :Y = a0 + a1x1 + a2x2 + a3x3 + a3x4 Contoh :Y = 1 + 2x1 + 3x2 + 4x3 + 5x4 Fungsi Pangkat :Fungsi yang variabel bebasnya berpangkat suatu bilangan riil positif Bentuk umum : Y = xn .. 2. x = y-2 y adalah variabel bebas x adalah variabel terikat -2 adalah konstanta 2. a1 = +  a0 = . dimana y adalah variabel bebas dan x adalah variabel terikat.. n bilangan riil negatif 3....+ anxn. 6. nilainya positif... a0 = + ... Contoh : 1. Pengertian Fungsi Linier Fungsi linier adalah fungsih polinom yang variabel bebasnya memiliki pangkat paling tinggi adalah satu : Y = a0 + a1x1 .. negatif. x variabel bebas a0 konstanta.. 7.... maka alternatif yang mungkin untuk fungsi linier : Y= a0 + a1x1 yaitu : misal a0 = 4 dan a1 = 2 1.bilangan bulat positif Contoh: Y = 1 + 2x1 . 5.4 + 2x Y=-4–2x Y = ..

4 – 2 x dua buah titik yang dibutuhkan untuk menggambarkannya (0.4) dan (-2...x  Y = 0 + 0.4) 0 (2.0) (-2.x = 0 4.4) (Y = 4) 4.0) (0.4) dan ( .4) 0 (0. Y = 4 titik yang dibutuhkan untuk mengambarkannya (0.4 titik yang dibutuhkan untuk menggambarkannya (0.0) 5..9.4 + 2 x dua buah titik yang dibutuhkan untuk menggambarkannya (0. a0 = 0 .2. Y = 4 – 2x dua buah titik yang dibutuhkan untuk mengambarkannya (0.4) dan (2.-4) Y = -4 8 . Penggambaran Fungsi Linier Penggambaran fungsi linier dari berbagai alternatif untuk a 0 = 4 dan a1 = 2 Y = 4 + 2x (0. Y = . a1 = 0 Y = 0 + 0. Y = 4 + 2x dua buah titik yang dibutuhkan untuk mengambarkannya (0.0) 0 (0.4) 0 (0.-4) (2.0) Y = 4 – 2x 3.4) 1.0) 0 2. Y = .0) 0 (0. Y = .4) dan (2.-4) Y = -4 – 2x 6.0) (-2.

gradien 4 3.0) (0. intersep 8/2 = 4 .0) (2. Sejajar Y = a0 + a1x Y‟ = a‟0 +a‟1x Karena sejajar. Hubungan Dua Fungsi Linier Ada dua fungsi linier dimana fungsi linier pertama yaitu : Y = a 0 + a1 x dan fungsi linier yang kedua yaitu : Y‟ = a0‟ + a1‟ x. intersep 4. Y = 0 –2x dua buah titik yang dibutuhk untuk menggambarkannya (0. intersep 4.7.0) dan (2. gradien 2 Fungsi linier kedua : 2Y = 8 + 4x . maka dan a1 = a1‟ untuk kondisi seperti pada gambar a0 = a0‟ 9 .4) Y = 0 + 2x (2.0) dan (2. gradien 4/2 = 2 2. Kedua Fungsi Linier tersebut berada dalam berbagai keadaan: 1.4) 2 (0. maka a0 = a0‟ dan a1 = a1‟ contoh : Fungsi linier Pertama : Y = 4 + 2x .-4) Y = 0 – 2x -4 9. Berhimpit Y = a0 + a1x Y‟ = a‟0 +a‟1x karena berhimpit. Y = 0 + 2 x dua buah titik yang dibutuhkan untuk menggambarkannya (0. gradien 4 Fungsi linier kedua : Y = 2 +4x ..4) (0.0) 5. intersep 2.0) 8. Berpotongan Y = a0 + a1x Y‟ = a‟0 +a‟1x 0 Karena Berpotongan. Y = 0 dua buah titik yang dibutuhkan untuk menggambarkannya (0.0) dan (2.0) 2 (2. maka a0 = a0‟ dan a1 = a1‟ Contoh : Fungsi linier pertama : Y = 4 + 4x .

... Untuk kondisi seperti pada gambar a0 = a0‟.. intersep 4.** memasukkan ** pada* 2x+3y=4 2 (1 – 2 y) + 3 y = 4 maka x=1–2y 2 (1) – 2 (2 y) + 3 y = 4 x = 1 – 2 (-2) 2–4y+3y=4 x = 1 – ( . Titik Potong Linier Untuk fungsi linier yang saling berpotongan. Determinan Contoh : Carilah titik potong dari garis yang berpotongan yaitu 2 x + 3 y = 4 dan x + 2 y = 1 Jawab : 1.. a0) Contoh : fungsi linier pertama : Y = 2 + 4x .. gradien – 4 dan perpotongan pada titik (0. maka a1 = a1‟ dan a1.a1‟. Berpotongan Y = a 0 + a 1x Y‟ = a‟0 +a‟1x 0 Karena berpotongan.4) 10 .. intersep 2 . maka a1 = a1‟ dan a1. intersep 4. a0) Contoh : fungsi linier pertama : Y = 2 + 4x. gradien 4 fungsi linier kedua : Y = 2 – 1/ 4x..1.Contoh : Fungsi linier pertama Y = 4 + 4x .. Contoh : fungsi linier pertama : Y = 4 + 4x.2) 6. maka untuk mencari titik potongnya dapat dilakukan dengan cara : 1. maka dan a1 = a1‟ Untuk kondisi seperti pada gambar a0 = a0‟ dan perpotongan pada titik (0... gradien 4 fungsi linier kedua : Y = 2 – 1/ 4x. = .* x + 2 y = 1 . intersep 2.x = 1 – 2 y . Berpotongan tegak lurus Y = a0 + a1x Y‟ = a‟0 +a‟1x 0 Karena berpotongan tegak lurus. gradien 4 Fungsi linier kedua : Y = 2 – 4x . a1‟ = -1 Untuk kondisi seperti pada gambar a0 = a0‟ dan berpotongan pada titik (0. intersep 2... Berpotongan tegak lurus Y = a0 + a1x Y‟ = a‟0 +a‟1x 0 Karena berpotongan tegak lurus. intersep 2. gradien 4 Fungsi linier kedua : Y = 2 – 4x . gradien – ¼ dan perpotongan pada titik (0. intersep 2 . gradien – 4 4. gradien –1/4 6...2) 5. Eliminasi 3. intersep 2. Cara Substitus 2x+3y=4 . Substitusi 2.

= ------. y2).3) dan (x2. Jika diketahui dua buah titik yaitu A (x1. Cara Eliminasi 2 x + 3 y = 4 (x 1) --- x + 2 y = 1 (x 2) --- maka x + 2 y x=1+4 x=5 2x+3y=4 2x+4y=2 _ -y=2 =1 =1 =1 =1+4 =5 y=-2 =1 x + 2 (. Cara Determinan 2x +3y=4 x+2y=1 | 4 3 | | 1 2 | (4)(2) – (1)(3) 8–3 5 x = -----------. pasti akan diperoleh nilai yang sama.3) dan (5.4) x–4 x x 3.3) dan (5.7) adalah Y = 2 x – 3 11 .2) x + (. Jawab : misalkan (x1. Penamaan Fungsi Linier 1.Y1) Untuk mengetahui garis yang tepat melalui kedua titik tesebut dapat diperoleh dengan menggunakan rumus di bawah ini : Y – Y1 = X – X1 Y2 – Y1 = X2 – X1 Contoh : Carilah garis yang melalui titik (3.= ------.= 5 | 2 3 | (2)(2) – (1)(3) 4–3 1 | 1 2 | | 2 4 | | 1 1 | (2)(1) – (1)(4) 2–4 -2 y = -----------.y2) = (5.= -2 | 2 3 | (2)(2) – (1)(3) 4–3 1 | 1 2 | Baik dengan cara eliminasi.7) maka : Y–3 = x–3 7–3 = 5–3 Y–3 = x–3 4 2 Y – 3 = 4 / 2 ( x – 3) Y–3 = 2x–6 Y = 2x–6+3 Y = 2x–3 Jadi garis yang melalui titik (3. Gambar : B(X2. y1) dan B (x2.= ----------------.y1) = (3.= ----------------.2–y=4 -y = 4 – 2 -y = 2 y=-2 2.= ---.= ---. substitusi. 7.7).Y2) A(X1. ataupun determinasi.

2. PENERAPAN DALAM BISNIS DAN TEORI EKONOMI MIKRO 2. Suatu barang.P2. Keseimbangan pasar.000 buah. Fungsi penawaran. dan ‘ break-even analsis ‘.000) Fungsi permintaannya dicari dengan rumus : P . Jika diketahui sebuah titik A (x1.000) dan (Qd2. Jawab : Diketahui (Qd1.3) dengan kecondongan sebesar 5 Jawab : Misalkan (x1. dimana perubahan harga „sebanding‟ dengan perubahan jumlah barang yang diminta (fungsi linier). P = 30 . price) suatu barang dengan variabel jumlah barang yang diminta (Qd .000 buah. jika dijual seharga Rp 5. yaitu : fungsi pendapatan yang terdistribusi menjadi fungsi konsumsi dan fungsi tabungan fungsi pendapatan nasional yang dihitung melalui pendekatan pengeluaran. Ditulis: P= f(Qd).y1) n 0 Untuk mengetahui garis yang tepat melalui titik tersebut dengan kecondongantertentu dapat diperoleh dengan menggunakan rumus di bawah ini : Y – Y1 = m (x – x1). maka fungsi permintaan suatu barang dicerminkan sebagai berikut : Sifat monoton turun : P‟ > P maka Qd‟ < Qd P” < P maka Qd” > Qd Contoh : 1. Fungsi Permintaan Fungsi permintaan merupakan fungsi yang mencermintan hubungan antara variabel harga (P .000 per-buah akan. jika harga mengalami penurunan maka jumlah barang yang diminta akan mengalami peningkatan.P1. Fungsi ini mencerminkan perilaku konsumen di pasar di mana sifat yang berlaku yaitu bahwa jika harga barang mengalami peningkatan.2 Qd 2.3) dan m = 5 Maka : Y – Y1 = m(x – x1) Y – 3 = 5 (x – 3) Y – 3 = 5x – 15 Y = 5x – 15 + 3 Y = 5x – 12 Jadi garis yang melalui titik (3.000 per-buah.3) dengan kemiringannya 5 adalah Y = 5x .P1 = Qd – Qd1 P2 – P1 Qd2 – Qd1 12 . Akan tetapi. jika dijual dengan harga lebih murah yaitu Rp 4. 4. quantity demand). maka jumlah barang yang diminta akan mengalami penurunan. Penerapan fungsi linier dalam ekonomi mikro. Qd = 15 – P Contoh Soal : 1. Fungsi biaya. Bagaimana fungsi permintaanya ? Gambarkan fungsi permintaan tersebut pada Grafik Kartesius.) = (6.000. PENERAPAN DALAM BISNIS DAN EKONOMI 1. Pengaruh pajak dan subsidi terhadap keseimbangan pasar.12 B.000. Fungsi penerimaan. yaitu : Fungsi permintaan. m = ∆Y/∆x Contoh : Carilah garis yang melalui titik (3. Demikian sebaliknya. Sifat demikian jika digambarkan pada Grafik Kartesius dengan sumbu datarnya jumlah barang yang diminta (Qd) dan sumbu tegaknya harga barang yang bersangkutan (P). y1) dan gradiennya / kemiringannya m Gambar : A(x1.y1) = (3.)= (3. maka jumlah permintaan terhadap barang tersebut meningkat menjadi 6. Pendahuluan Penerapan fungsi linier dalam bisnis dan teori ekonomi mikro.5.laku sebanyak 3.

000 P – 5.000 + 5.500 0 Catatan : Gradien fungsi permintaan yang dinyatakan dengan rumus m=Δ P / Δ Qd nilainya Senantiasa negatif. Permintaan suatu barang sebanyak 500 Buah pada saat harganya 40.500 + 40.000) -1/3 Qd – 1/3 (.000 P – 5.500 P = .500 ) P – 40.000 6.000 -1/3 (Qd – 3.250 ) = -5 Maka ( P – 40.000.250 akan menyebabkan jumlah permintaan mengalami penurunan sebanyak 250.000 = -5 Qd – ( 5 )( .250 / (.000 P = -5 Qd + 42. Jika dinyatakan adanya peningkatan harga akan menyebabkan peningkatan jumlah barang yang diminta Menjadikan : 13 . apabila setiap kenaikan harga sebanyak 1.5.000 ) = -5 ( Qd – 500 ) P – 40.Qd1 ) = ( 40.000 ( Qd – 3.3.000 P .250 .000 = 4.5.000 ) 3.500 Gambar Fungsi Penawaran tersebut pada grafik Kartesius : 42. Jika dinyatakan adanya penurunan harga akan menyebabkan peningkatan jumlah barang yang diminta : Menjadikan : M = Δ P = negatif = negatif atau ΔQd positif 2.000 -1/3 Qd + 6.000 . 500 ) dan p = 1.1. Qd = .000 – 5.000.5 Qd + 42.1.500 P = -5 Qd + 2.250 Fungsi penawarannya diperoleh dengan rumus : ( P – P1 ) = m (Qd – Qd1 ) dengan m = P / Qd = 1.P . sebagaimana fungsi permintaannya dan gambarkan fungsi permintaanya dan gambarkan fungsi permintaan tersebut pada grafik kartesius Jawab : Diketahui ( P1 .3.000 = -5 Qd + 2.000 Contoh Soal : 2.000 Gambar Grafik Kartesiusnya ( P vs Qd ) : P 6000 P = .000 0 Qd= 18.500 Jadi fungsi prmintaanya : P = .000 Qd .000 3.3.5 Qd + 42.000 .000) -1/3 Qd + 1.1/3 Qd + 6.000 . sebab : 1.000 P – 5.3.000 P P = = = = = = Qd .

000 6. dimana perubahan harga „sebanding‟ dengan perubahan jumlah barang yang ditawarkan (fungsi linier).000) 3.000 (Qs – 3. jika harga barang mengalami penurunan maka jumlah barang yang ditawarkan akan mengalami penurunan.000.000 + 5.000 Gambar Grafik Kartesiusnya (P vs Qs) : Contoh Soal : 2.Qsı) = (40. P = 120 + 4Qs 2. ∆Qs = 250 Fungsi penawarannya diperoleh dengan rumus : ( P – Pı ) = m (Qs – Qsı) dengan m = ∆P / ∆Qs = 1250 / 250 =5 maka (P – 40. Jawab : Diketahui (Pı. Suatu barang. Penawaran suatu barang sebanyak 500 buah pada saat harganya 40. ¼ P = 8Qs + 125 Contoh Soal : 1.Qs1) = (5. 3.250.000 = 1.000 Jadi fungsi penawarannya adalah : P = 1/3 Qs + 4.000 P – 5.000 6.000 per-buah.000 buah. Jawab : Diketahui (P1.500 P = 5Qs – 2.000) = 5(Qs – 500) P – 40.000. harga dipasarnya Rp 5.000 P = 5Qs + 37.000 – 5.000) P – 5. Bagaimanakah fungsi penawarannya ? Gambarkan fungsi penawarannya tersebut pada Grafik Kartesius. Akan tetapi. jika harga lebih tinggi yaitu menjadi Rp 6.250 akan menyebabkan jumlah penawaran mengalami peningkatan sebanyak 250. Sifat demikian jika digambarkan pada Grafik Kartesius dengan sumbu datarnya jumlah barang yang ditawarkan (Qs) dan sumbu tegaknya harga barang bersangkutan (P).000 = 5Qs + (5)(-500) P – 40.000 3.000 1. Apabila setiap kenaikan harga sebanyak 1.500 + 40. Demikian sebaliknya.000 = 5Qs – 2.000 = 1/3 Qs + (1/3) (-3.000 = Qs – 3.M=Δ P = Δ Qd positif negatif = negatif 3.000 P = 1/3 Qs + 4. Qs = -40 + ¼ P 3.500 14 .000 P – 5.Qs2) = (6. bagaimana fungsi penawarannya dan gambarkan fungsi penawaran tersebut pada Grafik Kartesius.000 P – 5.000) Fungsi penawarannya dicari dengan rumus : P – P1 = Qs – Qs1 P2 – P1 Qs2 – Qs1 P – 5.000 per buah maka produsen akan menawarkan sebanyak 3.000 = Qs – 3.000 – 3.000) P = 1/3 Qs – 1.000. Fungsi ini mencerminkan perilaku produsen dipasar dimana sifat yang berlaku yaitu bahwa jika harga barang mengalami peningkatan. 500) dan ∆P = 1. maka jumlah barang yang ditawarkan akan mengalami peningkatan. Fungsi Penawaran Fungsi penawaran merupakan fungsi yang mencerminkan hubungan antara variabel harga ( P : price ) suatu barang dengan variabel jumlah barang yang ditawarkan ( Qd : Quantity Supply ).000.000 = 1/3 (Qs – 3. maka fungsi penawaran suatu barang dicerminkan sebagai berikut : Contoh : 1. Ditulis : P = f ( Qs ). maka jumlah barang yang ditawarkan oleh produsen akan bertambah menjadi 6. 6.000) dan (P2.000 buah.

30) dan ∆P = 2000.Qs1) = (6. digambarkan sebagai berikut : P P = f (Qs) Pe P = f(Qd) 0 Qe Qd Contoh Soal : 1.000.Jadi fungsi penawarannya : P = 5Qs + 37.000 jumlah pemintaan barang tersebut sebanyak 20 buah dan untuk kenaikan harga menjadi Rp 10. ∆Qs = 20 Fungsi penawarannya diperoleh dengan rumus : (P – P1) = m (Qs – Qs1) 15 . dan setiap kenaikan harga sebanyak Rp 2. Bagaimanakah fungsi permintaan dan fungsi penawaran barang tersebut ? Gambarkan kedua fungsi tersebut pada sebuah Grafik Kartesius.500 Gambar fungsi penawaran tersebut pada Grafik Kartesius : P P = 5Qs + 37.000 maka jumlah barang yang ditawarkan juga meningkat sebanyak 20. menjadikan : m = ∆ P = positif = positif] ∆Qd positif 4. menjadikan : m = ∆ P = negatif = positif atau ∆Qs positif 1. Jika dinyatakan adanya penurunan harga akan menyebabkan penurunan jumlah barang yang ditawarkan. Keseimbangan Pasar Keseimbangan pasar atau ‘Eqiullibrium’ adalah suatu kondisi dimana keseimbangan harga (Pe) tercapai Jumlah barang yang diminta = Jummlah barang yang ditawarkan Qe ›› Qd = Qs Keseimbangan harga (Pe) tercapai : Jumlah barang yang diminta = Jumlah barang yang ditawarkan Qe ›› Qd = Qs Atau Keseimbangan kuantitas (Qe) tercapai : Harga barang yang diminta = Harga barang yang ditawarkan Pe ›› P = P Fungsi permintaan dan fungsi penawaran pada sebuah grafik Kartesius dengan keseimbangan harga (Pe) dan keseimbangan Kuantitasnya (Qe). pada harga Rp 6.500 0 Qs Catatan : Gradien fungsi penawaran yang dinyatakan dengan rumus: m = ∆ P nilainya senatiasa positif.000 pengusaha menawarkan barang tersebut sebanyak 30 buah. sebab : ΔQs 1. Pada harga Rp 5.000 jumlah permintaannya berkurang menjadi 10 buah. Untuk suatu barang.500 37. Jawab : Mencari fungsi penawaran : Diketahui (P1. Jika dinyatakan adanya peningkatan harga akan menyebabkan peningkatan jumlah barang yang ditawarkan.

000 = 600Q Qe = 12.10) Fungsi permintaannya dicari dengan rumus : P – P1 = Qd – Qd1 P2 – P1 Qd2 – Qd1 P – 5.000 = -500Qd + 10.000 Pe = 5.000 Pe =100(20) + 3.000 (Qd – 20) -10 P – 5.000 Jadi fungsi penawarannya : P = 100Qs + 3.000 Pe = -500 (20) + 15.000 P = -500Qd + 10. Fungsi permintaan dan fungsi penawaran suatu barang diberikan sebagai berikut : Qd = 11P dan Qs = -4 +2P Dimanakah keseimbangan harga (Pe) dan keseimbangan kuantitas (Qe) tercapai ? Gambarkan kedua fungsi tersebut pada sebuah grafik kartesius.000 = 100Qs – 3.000 = 100Q + 3.000 Jadi fungsi permintaannya adalah : P = -500 Qd + 15.000 = 100Qs + (100)(-30) P – 6.000 + 5.000 Keseimbangan Kuantitas (Q) tercapai : Harga barang yang diminta = Harga barang yang ditawarkan -500Q + 15.000 = -500(Qd – 20) P – 5.000 = 100Q + 500Q 12.000 Qe = 20 Qd.000 600 Qe = 20 Jadi keseimbangan kuantitas tercapai pada 20 unit barang.000 P = 100Qs – 3.000 Pe = 2.000 Mencari fungsi permintaan : Diketahui (P1.000 + 3.000 Pe = 5.Qd2) = (10.000 – 5.000 P = -500Qd + 15.000 = Qd – 20 5000 -10 P – 5.000 Jadi keseimbangan harga tercapai pada harga Rp 5.20) dan (P2.000 Grafiknya digambarkan sebagai berikut : P P = 100 Qs + 3.000 15.000 = -500Qd + (-500) (-20) P – 5.000 3000 0 P = -500 Qd + 15.000 – 3.000 + 15.000. 16 .000 P = 100Qs + 3. Untuk Keseimbangan Harga (Pe) diperoleh dengan cara : Pe = -500 Qe + 15.000 10 – 20 P – 5. Qs 2.000.000) = 100 (Qs – 30) P – 6.000 = 5.000 + 6.000 Pe = 5.000 = Qd – 20 10.Qd1) = (5.dengan m = ∆P / ∆Qs = 2000 / 20 = 100 maka (P – 6.000 Pe = -10.000 atau Pe = 100Qe + 3.

Pengaruh pajak terhadap keseimbangan harga dan kuantitas di pasar Sebelum ada pajak Fungsi Penerimaan Fungsi Penawaran P = f(Qd) P = f(Qs) Sesudah ada pajak (Tarif Pajak (t) P = f(Qd) P = f(Qs) + t Contoh Soal : Dari contoh soal yang sebelumnya. yaitu diberikan fungsi permintaan dan fungsi penawaran sebagai berikut : Qd = 11 – P dan Qs = -4 + 2P. Berapa total pajak yang ditanggung produsen. Qs Qs = -4 + 2P 11 Qe = 6 0 2 -4 Pe = 5 Qd = 11 . 17 . Berapa total pajak yang diterima pemerintah. Sehingga keseimbangan kuantitasnya (Qe) dapat dicari : Qe = 11 – P atau Qe = . Pajak penjualan tersebut dinyatakan dengan : tarif pajak (t) = satuan unit uang / satuan unit barang.P P 5. Berapa tarif pajak yang ditanggung produsen.Jawab : Keseimbangan harga (Pe) tercapai : Jumlah barang yang diminta = Jumlah barang yang ditawarkan Qe ›› Qd = Qs 11 – P = -4 + 2P 11 + 4 = 3P + P 15 = 3P Pe = 5 Jadi keseimbangan harga di pasar tercapai pada harga 5. (i). Berapa total pajak yang ditanggung konsumen. Gambarkan perubahan akibat pajak tersebut. (ii). (viii). (vii). (vi). Berapa tarif pajak yang ditanggung konsumen. pemerintah mengenakan pajak dengan terif pajak sebesar t = 3 / unit barang. (iv). Arsirlah total pajak masing-masing pada gambar di atas. Carilah keseimbangan harga dan kuantitas di pasar sesudah ada pajak. (iii). Kepada produsen tersebut.4 + 2P Qe = 11 – 5 Qe = -4 + 2(5) Qe = 6 Qe = -4 + 10 Qe = 6 Jadi keseimbangan kuantitas di pasar tercapai pada jumlah 6 Grafik digambarkan sebagai berikut : Qd. (v). Pengaruh Pajak terhadap Keseimbangan Pasar Pemerintah mengenakan pajak penjualan kepada para produsen.

Qd P = ½ Qs + 2 Sesudah ada pajak (Tarif Pajak (t)) P = 11 . Grafiknya digambarkan sebagai berikut : Jika hendak digambarkan dengan fungsi P sebagai fungsi tegak dan fungsi Qd.Keseimbangan harga dan kuantitas di pasar sebelum dikenakan pajak.Qd P = ½ Qs + 2 + t P = ½ Qs + 2 + 3 P = ½ Qs + 5 Dari tabel di atas terlihat bahwa fungsi permintaan tidak mengalami perubahan. maka Sebelum ada pajak Fungsi Penerimaan Fungsi Penawaran P = 11 . Akibat adanya pajak maka fungsi penawaran mengalami perubahan.Qs Akibat dikenakan pajak.Qd 0 Qe = 6 Qd. Sedangkan fungsi penawaran sesudah kena pajak menjadi : P = ½ Qs + 5. Perubahan tersebut mengakibatkan terjadinya pergeseran keseimbangan harga maupun keseimbangan kuantitas di pasar. Fungsi penawaran sebelum kena pajak adalah : P = ½ Qs + 2.Qs pada sumbu datar maka kita harus melakukan perubahan sebagai berikut : Fungsi permintaan : Qd = 11 – P atau P = 11 – Qd Fungsi penawaran : Qs = -4 + 2P atau Qs + 4 = 2P Maka P = ½ Qs + 4/2 P = ½ Qs + 2 Gambarnya menjadi : P P = ½ Qs +2 Pe = 5 2P = 11 . Sedangkan fungsi penawaran sesudah kena pajak menjadi : P = ½ Qs + 5. tidak demikian dengan fungsi penawaran. Akan tetapi. Keseimbangan harga dan kuantitas di pasar sesudah dikenakan pajak Keseimbangan kuantitas (Qe‟) tercapai : Harga barang yang diminta = Harga barang yang ditawarkan 11 – Qe‟ = ½ Qe‟ + 5 11 – 5 = ½ Qe‟ + Qe‟ 6 = 3/2 Qe‟  12 = 3 Qe‟  Qe‟ = 4 Jadi keseimbangan kuantitas setelah kena pajak tercapai pada 4 unit barang. Terlihat bahwa fungsi penawaran baik yang sebelum dikenakan pajak maupun yang sesudah kena pajak ternyata memiliki gradien (kemiringan) yang sama sebesar yaitu + ½. Untuk keseimbangan Harga (Pe) diperoleh dengan cara : Pe‟ = 11 – Qe‟ atau Pe‟ = 1/2Qe‟ + 5 Pe‟ = 11 – 4 Pe‟ = 1/2(4) + 5 Pe‟ = 7 Pe‟ = 2 + 5 Pe‟ = 7 Jadi keseimbangan harga setelah kena pajak tercapai pada harga 7 Perubahan fungsi penawaran (akibat adanya pajak) yang mengakibatkan perubahan keseimbangan di pasar pada grafiknya dicerminkan juga oleh pergeseran fungsi penawaran. Fungsi penawaran sebelum kena pajak adalah : P = ½ Qs + 2. Menurut teori fungsi linier dikatakan bahwa dua buah garis yang memiliki 18 . Sedangkan intersepnya berbeda satu sama lainya. Dari perhitungan sebelumnya telah diketahui bahwa keseimbangan harga tercapai pada Pe = 5 dan keseimbangan kuantitasnya pada Qe = 6.

Qs Keterangan gambar : E : keseimbangan sebelum ada pajak Qe : keseimbangan kuantitas sebelum ada pajak Pe : keseimbangan harga sebelum ada pajak E‟ : keseimbangan setelah ada pajak Qe‟ : keseimbangan kuantitas setelah ada pajak Pe‟ : keseimbangan harga setelah ada pajak Adanya pengenaan pajak dari pemerintah kepada produsen ternyata mengakibatkan : 1. vi) Berapa total subsidi yang dinikmati konsumen. Subsidi tersebut dinyatakan dengan : tarif subsidi (s) = satuan unit uang / satuan unit barang. fungsi penawaran sebelum kena pajak dan fungsi penawaran setelah kena pajak digambarkan bersama-sama dalam sebuah Grafik Kartesius. sedangkan yang ditanggung produsen berarti tinggal sisanya. ii) Gambarkan perubahan akibat subsidi tersebut. serta keseimbangan harga dan kuantitas sebelum ada pajak digambarkan di bawah ini : P Pe = 7 Pe = 5 E“ E P = ½ Qs + 5 P = ½ Qs + 2 0 Qe‟ = 4 Qe = 6 Qd. Keseimbangan harga setelah ada pajak lebih tinggi dari pada keseimbangan harga sebelum ada pajak : Pe‟ = 7 sedangkan Pe = 5. Agar perubahannya terlihat jelas. viii) Arsirlah total subsidi masing-masing pada gambar di atas. pemerintah memberikan subsidi dengan tarif subsidi dengan tarif subsidi sebesar s = 1 / unit barang. Pengaruh subsidi terhadap keseimbangan harga dan kuantitas di pasar Contoh soal : Dari contoh soal yang sebelumnya. produsen tidak mau menaggungnya sendiri. i) Carilah keseimbangan harga dan kuantitas dipasar sesudah ada subsidi. iii) Berapa tarif subsidi yang diterima konsumen.4 + 2 P kepada produsen tersebut. Pengaruh Subsidi terhadap Keseimbangan Pasar Pemerintah memberikan subsidi kepada para produsen. fungsi penawaran sebelum ada pajak. maka fungsi permintaan. Fungsi permintaan. Sebagian dari pajak tersebut dibebankannya kepada konsumen. dan fungsi penawaran setelah ada pajak. Keseimbangan kuantitas setelah ada pajak lebih rendah dari pada keseimbangan kuantitas sebelum ada pajak : Qe‟ = 4 sedangkan Qe = 6 Maka : Qe‟ < Qe Tarif pajak yang dikenakan oleh pemerintah kepda produsen t = 3/unit. iv) Berapa tarif subsidi yang di terima produsen.gradien yang sama tetapi intersepnya masing-masing berbeda satu sama lainnya. maka jika digambarkan akan terlihat bahwa kedua garis tersebut dalam keadaan sejajar. Maka : Pe‟ > Pe 2. yaitu diberikan fungsi permintaan dan fungsi penawaran sebagai berikut :Qd = 11 – P dan Qs = . Beban tarif pajak yang dibebankan oleh produsen kepada konsumen terasakan oleh adanya kenaikan keseimbangan harga dari Pe = 5 menjadi Pe‟ = 7. v) Berapa total subsidi yang diberikan pemerintah. Akan tetapi. 19 . Tarif pajak dan Total Pajak : 6. vii) Berapa total subsidi yang dinikmati produsen.

Akibat adanya subsidi maka fungsi penawaran mengalami perubahan. Keseimbangan harga dan kuantitas di pasar sesudah ada subsidi Keseimbangan kuantitas (Qe’) tercapai : Harga barang yang diminta = Harga barang yang ditawarkan 11 – Qe’ = ½ Qe’ + 1 11 – 1 = ½ Qe’ + Qe’ 10 = 3/2 Qe’ 20 = 3 Qe’ Qe’ = 6. perubaha tersebut mengakibatkan terjadinya pengeseran keseimbangan harga maupun keseimbangan kuantitas di pasar. maka dari perhitungan sebelumnya telah diketahui bahwa keseimbangan harga tercapai pada Pe = 5 dan keseimbangan kuantitasnya pada Qe = 6. 33 Pe’ = 3. fungsi penawaran sebelum kena subsidi dan fungsi penawaran setelah kena subsidi digambarkan bersama sama dalam sebuah Grafik Kartesius. Agar perubahannya terlihat dengan jelas. 67 Jadi keseimbangan kuantitas setelah ada subsidi tercapai pada 6.33 Jadi keseimbangan harga setelah ada subsidi tercapai pada harga 4. 67 Pe’ = 1 / 2 (6. Dari tabel di atas terlihat bahwa fungsi permintaan tidak mengalami perubahan. Sedangkan intersepnya berbeda satu sama lainnya.33 Perubahan fungsi penawaran (akibat adanya subsidi). P Pe = 5 Pe = 4.67 Keterangan gambar E : Keseimbangan sebelum ada subsidi Qe : Keseimbangan kuantitas sebelum ada subsidi Pe : Keseimbangan harga sebelum ada subsidi E’ : Keseimbangan setelah ada subsidi Qe’: Keseimbangan kuantitas setelah ada subsidi Pe’ : Keseimbangan harga setelah ada subsidi Qd.masing berbeda satu sama lainya.33 E E′ P = ½ Qs + 2 P = ½ Qs + 1 0 Qe‟ = 6 Qe = 6. 67 unit barang Untuk keseimbangan harga (Pe’) diperoleh dengan cara : Pe’ = 11 – Qe’ atau Pe’ = 1 / 2 Qe’ + 1 Pe’ = 11 – 6. Sedangkan fungsi penawaran sesudah ada subsidi menjadi : P = ½ Qs + 1.33 + 1 Pe’ = 4.Qs 20 . Sedangkan fungsi penawaran sesudah ada subsidi menjadi : P = ½ Qs + 1. Menurut teori fungsi linier dikatakan bahwa dua buah garis yang memiliki gradien yang sama tetapi intersepnya masing. Akibat dikenakan subsidi. Fungsi penawaran sebelum ada subsidi adalah : P = ½ Qs + 2. tidak demikian dengan fungsi penawaran. 67) + 1 Pe’ = 4. Fungsi penawaran sebelum ada subsidi adalah : P = ½ Qs + 2. maka fungsi permintaan. maka jika di gambarkan akan terlihat bahwa kedua garis tersebut dalam keadaan sejajar. yang mengakibatkan perubahan keseimbangan di pasar pada grafiknya dicerminkan juga oleh pergeseran fungsi penawaran.Keseimbangan harga dan kuantitas dipasar sebelum dikenakan subsidi. Akan tetapi. Terlihat bahwa fungsi penawaran baik yang sebelum ada subsidi maupun yang sudah ada subsidi ternyata memiliki gradien (kemiringan) yang sama sebesar yaitu + ½ .

sedangkan yang diterima produsen berarti tinggal sisanya. maka : R = P x Q dengan Contoh : Misalkan suatu produk dijual dengan harga Rp 5. Tarif subsidi yang diberikan oleh produsen kepada konsumen tersakan oleh adanya penurunan keseimbangan harga dari Pe = 5 menjadi Pe’ = 4.Qs Gambar yang menunjukan total subsidi.33 sedangkan Pe = 5 .67 Qd. Bagaimanakah fungsi permintaannya? Gambarkan fungsi permintaan tersebut dengan Grafik. Dilambangkan dengan R (Revenue) atau TR (total revenue). Fungsi penerimaan merupakan hasil kali antara harga jual per unit dengan jumlah barang yang diproduksi dan laku terjual.33. Keseimbangan harga setelah ada subsidi lebih rendah dari pada keseimbangan harga selum ada subsidi : Pe’ = 4. Jawab : R=PxQ R = 5. Sk : Luas area yang menggambarkan ukuran total subsidi yang dinikmatikonsumen. Fungsi penerimaan merupakan fungsi dari Output : R = f (Q) dengan Q : jumlah produk yang laku terjual. Jika P adalah harga jaul per unit.Adanya pemberian subsidi dari pemerintah kepada produsen ternyata mengakibatkan : 1. Akan tetapi. Sebagian dari subsidi tersebut diberikannya kepada konsumen.33 E E′ P = ½ Qs + 2 P = ½ Qs + 1 0 Qe‟ = 6 Qe = 6. S : Luas area yang menggambarkan ukuran total subsidi yang diberikan pemerintah.000 Q 21 P : Harga jual per unit dan Q : jumlah produk yang dijual . Maka : Pe’ < Pe 2. produsen tidak menikmatinya sendiri.000 per unit barang. Keterangan gambar : Sp : Luas area yang menggambarkan ukuran total subsisi yang dinikmati produsen.67 sedangkan Qe = 6 Maka : Qe’ > Qe Tarif subsidi yang dikenakan oleh pemerintah kepada produsen s = 1 / unit. : merupakan penjumlahan antara luas area yang menggambarkan ukuran total subsidi yang dinikmati produsen dengan luas aera yang menggambarkan ukuran total subsidi yang dinikmati konsumen S = Sk + Sp 7. Fungsi Penerimaan Fungsi penerimaan disebut juga fungsi pendapatan atau fungsi hasil penjualan. P Pe = 5 Pe = 4. Keseimbangan kuantitas setelah ada subsidi lebih tinggi dari pada keseimbangan kuantitas sebelum ada subsidi : Qe’ = 6.

Gambar : Karena intersepnya tidak ada (nol) maka fungsi penerimaan dengan gradiennya positif : R = 5.000 Q Karena intersepnya tidak ada (nol) maka fungsi biaya variabel digambarkan melalui titik (0. Jika P adalah biaya produksi per unit. Terdiri atas dua jenis fungsi biaya: 1. Jadi fungsi biaya biaya tetap adalah fungsi konstanta : FC = k dengan k adalah konstanta positif Contoh : Suatu perusahaan mengeluarkan biaya tetap sebesar Rp 100. Bagaimanakah fungsi biaya variabelnya dan gambarkan fungsi tersebut dengan grafik. Jadi : VC = f(Q).000 0 2.000. Bagaimanakah fungsi biaya tetapnya dan gambarkan fungsi tersebut pada Grafik Kartesius? Jawab : FC = 100. maka VC = P x Q dengan P : biaya produksi per unit dan Q: Produk yang diproduksi Contoh: Suatu produk diproduksikan dengan biaya produksi Rp 3. Fixed Cost atau fungsi biaya tetap (FC) merupakan fungsi yang tidak tergantung pada jumlah produk yang diproduksi. 22 . Merupakan hasil kali antara harga jual per unit dengan jumlah barang yang diproduksi. Jawab : VC = P x Q VC = 3.000. dimana biaya produksi per unit senantiasa lebih kecil dibandingkan harga jual per unit barang. Gambar Fungsi Biaya Tetap : FC = 100.000.0) dengan grdiennya positif.0) 0 8.000.000. Variabel Cost atau Fungsi Biaya yang berubah-ubah (VC). Fungsi Biaya Dilambangkan dengan C (Cost) atau TC (Total Cost).000 Q digambarkan melalui titik (0.000 per unit. Merupakan fungsi biaya yang besarnya tergantung dari jumlah produk yang diproduksi.

000 dan biaya variabelnya : 3. Hal ini mencerminkan bahwa penggambaran fungsi total biaya haruslah melalui titik (0.000. dimana biaya tetap yang dikeluarkan sebuah perusahaan sebesar Rp 100.Gambar Fungsi Biaya Variabel : VC = 3.000Q. TC = FC + VC Contoh : Untuk contoh diatas. Gambar Fungsi Biaya Tetap.FC) dan sejajar dengan grafik VC.000. total Biaya : TC=100. maka TC = 100. Keadaan tersebut digambarkan sebagai berikut: ‘ Break-Even’ TR = TC Jika penerimaan sudah dapat melebihi biaya-biaya yang dikeluarkan. Fungsi Total Cost (TC) merupakan penjumlahan antara biaya tetap dengan biaya variabel.000 Q = 5. Berapa produk yang harus diproduksi dan dijual agar perusahaan tersebut dapat menutup Biaya tetapnya? Berapakah penerimaan yang diperoleh? 23 .000 Q : TR < TC Untuk lebih menjelaskan hal tersebut dibawah ini diberikan contoh. Ternyata intersep dari fungsi total biaya adalah sama dengan biaya tetapnya dan gradienya sama dengan gradien fungsi biaya tetap.000 Q 0 3. Biaya Variabel. Rugi Contoh Soal: Dari contoh sebelumnya diperoleh bahwa Fungsi Fixed Cost : Fungsi Variabel Cost: Fungsi Total Cost : Fungsi Revenue : R FC = 100.000 Q TC = 100.000 + 3. baik biaya tetap maupun biaya variabelnya.000 9. maka perusahaan dinyatakan dalam keadaan merugi.000 VC = 3.000 + 3000 Q VC= 3000 Q FC =100.000.000.000. maka barulah perusahaan tersebut dapat menikmati keuntungan: Untung : TR > TC Jika penerimaan masih belum dapat menutup biaya-biaya yang dikeluarkan baik biaya tetap maupun biaya variabelnya. Hal ini disebabkan karena seluruh penerimaan perusahaan dibayarkan untuk menutup biaya tetap maupun biaya variabelnya.000.000 Q. Analisis ‘Break-Even’ Yang dimaksud dengan ‘Break-Even’ yaitu suatu kondisi dimana perusahaan tidak untung maupun tidak rugi.000 + 3.

000 0 Keterangan gambar : Q* Q‟ : Pada titik ini.000 dipergunakan untuk menutup total biaya yang juga sebesarRp 250.000. Tingkat penerimaannya : R = FC = 100.Berapakah produk yang harus diproduksi dan dijual agar perusahaan tersebut dapat menutup seluruh biaya yang dikeluarkannya? Berapakah penerimaan yang diperoleh?Berapa produk yang harus diproduksi dan dijual agar perusahaan tersebut mendapatkan keuntungan? Berapakah kontribusi marginnya? Jawab: Output yang diproduksi agar penerimaan dapat menutup biaya tetap : TR = FC 5.000 Keadaan ‘Break-Even Analysis’ tersebut digambarkan dalam grafik sebagai berikut : TR FC.000.000 TR‟ FC 100. Untuk itu perusahaan harus memproduksi produk sebanyak lebih dari 50.000.000Q 2000Q = TC = 100.000.000 unit barang.000.000 = Rp 2.000 dipergunakan untuk menutup 24 Q‟ Q* Q” Q TC .000 Q = 100.000 Q* = 50.000.000 Kontribusi margin yaitu keuntungan per unit.000 Agar perusahaan dapat menikmati keuntungan.000 Output yang diproduksi agar penerimaan dapat menutup seluruh biaya yang dikeluarkan : TR 5. Q = 20.000 unit barang.000.000 = 250.000Q = 100.000Q-3. Tingkat penerimaanya sama dengan total biaya.000 5.000.000. maka perusahaan tersebut harus dapat memproduksi sebanyak 50.000 seluruh penerimaan sebesar Rp 100.000 Q’ = 20.000 unit dengan penerimaannya akan lebih dari Rp 250.VC. maka perusahaan tersebut harus dapat memproduksi sebanyak 20.000Q = 100.000. maka Kontribusi margin= Harga jual per unit – Biaya produksi per unit Kontribusi margin= Rp 5.000 Jadi agar perusahaan dapat menutup biaya tetap yang dikeluarkannya. seluruh penerimaan sebesar Rp 250.000 – Rp 3.000 x 50.R TR” TC” VC TC‟ 250.000 dipergunakan untuk menutup biaya tetapnya sebesar Rp 100.000.000.000. yaitu‟ R = TC = 5.000 + 3.000 Jadi agar perusahaan dapat menutup biaya produksinya. Q = 50.000.000 : Pada titik ini.TC. maka total penerimaan harus melebihi total biaya.

0 < b < 1 Keterangan : Co = Konsumsi yang tidak bergantung pada besarnya pendapatan. = Konsumsi yang bergantung pada pendapatan. b = Konsumsi yang bergantung pada pendapatan. maka perusahaan akan mengalami kerugian karena masih terjadi TR < TC. Co > 0 B = Marginal Propensity to Consume.Co (1 – b) = Tabungan yang tidak tergantung pada besarnya pendapatan.000. Sekaligus dapat terlihat pada gambar bahwa pada titik Q‟ terjadi TR‟ < TC‟. Pendapatan suatu negara terdistribusi karena digunakan untuk kebutuhan konsumsi dan sisanya. ditabung. perusahaan Rugi Q” : Untuk Q” terlihat bahwa TR” > TC”. maka perusahaan akan memperoleh keuntungan karena sudah terccapai TR > TC.Co + (1 – b)Y = S atau S = . PENERAPAN DALAM TEORI EKONOMI MAKRO 10. Co > 0 (1 – b ) : Marginal Propensity to Save. Fungsi tabungannya diperoleh dari : Y=C+S Y = (Co + By) + S Y – (Co + By) = S Y – Co – b S = S Y – Co – by = S Y(1 – b) – Co = S . dinyatakan dengan fungsi : Y = C + S Y = Pendapatan Nasional (National Income) C = Konsumsi (Comsumption) S = Tabungan (Saving) Fungsi konsumsi dinyatakan dengan fungsi : C = Co + bY Co = Autonomous Consumption. jika ada. Jika perusahaan berproduksi tepat pada Q*.Co + (1-b)Y – Co : Autonomous Saving. Fungsi Pendapat Nasional yang terdistribusi Menjadi fungsi Konsumsi dan Fungsi Tabungan.biaya tetapnya sebesar Rp100. b : 1–b Kesimpulan yang diperoleh: Marginal propensity to consume : Marginal propensity to save Karena Maka : B + (1 – b) = 1 MPC + MPS = 1 25 . 0 < (1 – b) < 1 . maka perusahaan tidak memperoleh keuntungan maupun tidak mengalami kerugian karena terjadi TR = TC Jika perusahaan sudah mampu berproduksi pada tingkat yang melebihi Q*. perusahaan untung! Jika perusahaan berproduksi pada tingkat yang masih lebih rendah dari Q*.000.

Contoh Soal : Suatu negara diketahui memiliki konsumsi otonominya sebesar Rp 300.000.000. Marginal propensity to save-nya sebesar 0,45. Bangunlah fungsi konsumsinya ! Bangunlah fungsi tabungannya ! Berapa yang dikonsumsi jika pendapatan nasional 1 miliar? Berapakah yang ditabung jika pendapatan nasional 1 miliar? Pada pendapatan nasional berapakah dimana tidak ada yang ditabung? Gambarkan fungsi konsumsi, fungsi tabungan, dan fungsi pendapatan nasional pada sebuah grafik! Jawab : Fungsi konsumsinya: C = Co + bY C = 300.000.000 + (1 – 0,45)1.000.000.000 C = 300.000.000 + 0,55 Y Fungsi tabungannya : S = - 300.000.000 + 0,45 Y Jika pendapatan nasionalnya 1 miliar: Fungsi konsumsi: C = 300.000.000 + 0,55 x 1.000.000.000 C = 300.000.000 + 550.000.000 C = 850.000.000 Fungsi tabungan: S = - 300.000.000 + 0,45 x 1.000.000.000 S = - 300.000.000 + 450.000.000 S = 150.000.000 Jadi pada tingkat pendapatan nasional sebesar 1 miliar, maka Rp 850.000.000 dipergunakan untuk kebutuhan konsumsi dan Rp 150.000.000 ditabung. Tidak ada pendapatan yang dapat ditabung, artinya S = 0 Y=C+S Y=C+0 Y=C Tidak ada pendapatan yang ditabung maka berarti seluruh pendapatan habis dikonsumsi. Tingkat pendapatan yang akan seluruhnya habis dikonsumsi yaitu : Y Y – bY = Co + bY = Co

Y ( 1 – b ) = Co

Y
Y

1 (1 b)

x Co

1 x Co (1 0,55)

26

Y

1 x 300.000.000 (0,45)

Y = 2,22 x 300.000.000 Y = 666.000.000 Jadi pada tingkat pendapatan sebesar Rp 666.000.000 seluruh pendapatan dikonsumsi. Gambar Fungsi Konsumsi, Fungsi Tabungan, dan Fungsi Pendapatan Nasional diberikan bawah ini : C,S,Y Y=C Y=C+5 C = 300.000.000 + 0,55Y 300.000.000 S = - 300.000.000 + 0,45Y 0 S=0 Disaving - 300.000.000 11. Fungsi Pendapatan Nasional yang Dihitung Melalui Pendekatan Pengeluaran Untuk menghitung besarnya pendapatan nasional suatu negara, salah satu pendekatannya adalah dengan menghitung pengeluaran dari masing-masing sektor. Sektor-sektor yang mungkin terlibat dalam perhitungan tersebut ialah : 1. Sektor rumah tangga, di mana pengeluarannya dikenal sebagai konsumsi (C) 2. Sektor pengusaha, di mana pengeluarannya dikenal dengan investasi (I) 3. Sektor pemerintah, di mana pengeluarannya yaitu pengeluaran pemerintah (G) 4. Sektor perdagangan luar negeri, terdiri atas ekspor dan impor (X – M) Jika yang terlibat sektor rumah tangga dan pengusaha, maka model pendapatan nasionalnya ditulis : Y=C+I Jika yang terlibat sektor rumah tangga, pengusaha dan pemerintah, maka model pendapatan nasionalnya ditulis : Y=C+I+G Jika yang terlibat sektor rumah tangga, pengusaha, pemerintah, dan perdagangan luar negeri maka model pendapatan nasionalnya ditulis : Y=C+I+G+(X–M) Pendapatan Disposibel ( Yd ) Yang dimaksud dengan pendapatan disposibel yaitu pendapatan yang dapat langsung dikonsumsi. Jika ada ‘transfer payment’ ( R ), maka pendapatan diposibel merupakan penjumlahan antara pendapatan dengan ‘trasfer payment’ : Yd = Y + R Jadi ‘trasfer payment’ menambah pendapatan disposibel. Jika ada pajak (T), maka pendapatan baru menjadi pendapatan disposibel setelah dikurangi dengan pajak : Yd = Y + T Jadi pajak mengurangi pendapatan disposibel. Jika ada pajak dan ‘transfer payment’, maka haru dipertimbangkan keduanya : Yd = Y + R – T Saving Y

27

Jika tidak ada pajak maupun ‘trasfer payment’ maka pendapatan disposibel adalah merupakan pendapatan : Yd = Y Trasfer Payment’ ( R ) Yang dimaksud dengan ‘trasfer payment’ yaitu pembayaran yang dialihkan, misalnya tunjangan kesehatan, tunjangan hari raya, dan lain-lain. Pajak (T) Pajak terdiri atas dua jenis : 1. Pajak yang tidak bergantung pada besarnya pendapatan : To ( Autonomous Tax ), To > 0 2. Pajak yang bergantung pada besarnya pendapatan : tY ; t ( income tax rate ), 0 < T < 1 maka alternatif fungsi pajaknya : Jika tidak ada pendapatan : T = To Jika ada pendapatan Fungsi Konsumsi ( C ) Konsumsi terdiri atas dua jenis : 1. Konsumsi yang tidak bergantung pada besarnya pendapatan : Co (Autonomous Consumtion), Co >0 2. Konsumsi yang bergantung pada besarnya pendapatan : bY ; b (marginnal propensity to consume), 0 < b < 1 maka alternatif fungsi konsumsinya : Jika tidak ada pendapatan : C = Co Jika ada pendapatan dan ada pajak : C = b Y d atau maka: C = b (Y – T) atau C = Co + bYd, di mana Yd = Y – T C = Co + b (Y – T) : T = tY atau T = To + tY

Jika ada pendapatan dan ‘trasfer payment’ : C = b Yd atau C = Co + bYd, di mana Yd = Y + R Maka : C = b (Y – R) atau C = Co + b (Y + R) Jika ada pendapatan, pajak dan ‘trasfer payment’ : C = b Yd atau C = Co + bYd, dimana Yd = Y + R – T Maka : C = b (Y + R – T) atau C = Co + bYd atau Maka : C = Co + b Y atau Fungsi Investasi 1. Fungsi investasi merupakan variabel eksogen yang tidak dipengaruhi oleh tingkat suku bunga, maka ditulis : I = Io 2. Jika dipengaruhi oleh tingkat suku bunga ditulis : I = Io – i r, r : tingkat suku bunga I : proporsi I terhadap i Fungsi Pengeluaran Pemerintah Pengeluaran pemerintah terdiri atas : 1. Pengeluaran pemerintah yang tidak bergantung pada pendapatan : G (Government Expenditure), Go > 0 C = Co + b (Y + R – T) C = b Y, C=bY dimana Yd = Y Jika ada pendapatan tetapi tidak ada pajak dan ‘trasfer payment’ :

28

sektor pengusaha dan Pemerintah : Model Pendapatan Nasionalnya : Y=C+I+G di mana C = Co + b Y I = Io G = Go maka Y Y = (Co + b Y) + Io + Go = Co + b Y + Io + Go M = Mo + mY Y – b Y = Co + Io + Go Y(1 – b) = Co + Io + Go Y 1 (1 b) x (Co Io Go) 1 (1 b) 1 (1 0.3 .8 Investasinya = 75 Pengeluaran pemerintah = 30.2 5 29 Angka penggandaan untuk . Impor yang bergantung pada pendapatan : mY. Xo > 0 2. variabel endogen dan parameternya ? Bagaimanakah model pendapatan nasionalnya serta angka penggandaannya ? Carilah semua nilai dari variabel endogenya ? Jawab : Diketahui Co = 135. Io = 75. Contoh Soal : 1. Pengeluaran pemerintah yang bergantung pada pendapatan : gY . seperti : Co. maka ditulis : X = Xo Fungsi Impor Impor terdiri atas : 1. Marginal Propensity to Consume (MPC) = 0. yaitu : sektor rumah tangga. To.2. 0 < g < 1 maka alternatif fungsi pengeluaran pemerintah : Jika tidak ada pendapatan : G = Go Jika ada pendapatan : G = gY atau G = Go + gY Fungsi Ekspor Fungsi Investasi merupakan variabel eksogen. Mo Variabel Endogen Variabel endogen adalah variabel yang nilainya diperoleh dari perhitungan model.8) 1 0. Biasanya dilambangkan dengan simbol yang diberi tambahan „0‟. 0 < m < 1 maka alternatif impor : Jika tidak ada pendapatan : M = Mo Jika ada pendapatan : M = mY atau Variabel Eksogen Variabel eksogen adalah variabel yang nilainya tidak diperoleh dari perhitungan model. Hitunglah pendapatan nasional suatu negara jika diketahui autonomous consumption : masyarakatnya sebesar 135. g (proporsi pengeluaran pemerintah terhadap pendapatan. Ada berapa variabel eksogen. Go = 30 Yang terlibat tiga sektor. Go. Xo. Impor yang tidak bergantung pada pendapatan : M (Autonomous Import). Parameter Diberi lambang dengan huruf kecil. Io.m (marginal propensity to import). b = 0.

ataupun ‘government expenditure’ (Go) sebanyak satu. Autonomous consumption suatu negara = 100. Pendapatan nasional (Y) Consumtion (C) Menghitung variabel endogen pendapatan nasional (y): Y Y Y 1 (1 b) x (Co Io Go) 1 x (135 75 30) (1 0. lo = 40 .6 Ada dua sektor yang terlibat yaitu : sektor rumah tangga dan sektor pengusaha. yaitu : ‘Marginal Propensity to Consume’ (b) Variabel endogennya ada dua. MPC = 1 – MPS .4 dari pendapatan disposibel. Variabel eksogennya ada tiga.4 = 0. dengan MPS-nya = 0.8 Y C = 135 + 0. Investasi nasionalnya = 40 dan autonomous tax = 50. yaitu: 1.8 (1200) C = 135 + 960 C = 1095 2.bY = Co – bTo + lo Y (1 – b) = Co – b To + lo 30 . 2. yaitu : 1. Model pendapatan nasionalnya : Y =C+I dimana C = Co + b Yd Yd = Y – To I = lo Sehingga Y = Co + b (Y – To) + lo Y = Co + bY – b To + lo Y .2) Y = 5 (240) = 1200 Menghitung variabel endogen konsumsi(C): C = Co + bY C = 135 + 0. To = 50 = 1 – 0. 2.Model di atas Ini berarti bahwa jika terjadi peningkatan faktor – faktor ‘autonomous consumption’ (Co). Autonomous Consumption (Co) Investment (lo) Government Expenditure (Go) Parameternnya ada satu. 3.8) 1 x (240) (0. ‘investment’ (lo). Carilah model pendapatan nasional ? Hitunglah angka penggandaannya ? Carilah semua nilai variabel endogennya ? Jawab : Diketahui : Co = 100 . maka akan menyebabkanpeningkatan pendapatan nasional (Y) sebanyak lima kali.

6) 1 x (100 30 40) (0. sedang pengeluaran di sektor pemerintah = 65. Xo = 80.6) (225) C = 100 + 135 C = 235 3. b = 0.5 (110) Y = 275 Jadi pendapatan nasionalnya sebesar 275 Menghitung variabel endogen konsumsi ( C ) : C = Co + b Yd C = Co + b (Y – To) C = 100 + 0.19. Mo = 40.6)50 40) (1 0.9 Dinyatakan : Carilah model pendapatan nasional ? Hitung angka penggandaannya ? Carilah nilai variabel endogennya ? Jawab : Diketahui lo = 90.5 (1 – b) (1 – b) (1 – 0. m = 0.4) Y = 2.9 Y I = lo = 90 G = Go = 65 X = Xo = 80 M = Mo + mY = 40 + 0.9 Semua sektor terlibat sehingga model pendapatan nasionalnya . Y = C + I + G + (X – M) di mana C= Co + b Y C = 70 + 0. Transaksi ekspor terhitung = 80.6 (275 – 50) C = 100 + (0. Co = 70. Pengeluaran di sektor pengusaha = 90. Transaksi impor terhitung = 40 dengan marginal propensity to import = 0.Y Angka penggandaan : 1 = = 1 1 (Co – b To + lo) = 1 0. Go = 65.6) Menghitung variabel endogen pendapatan nasional (Y) : Y Y Y 1 (1 b) x (Co bTo Io) 1 x (100 (0.19.6 (Y – 50) C = 100 + 0.4 = 2. Konsumsi masyarakatnya terlihat dari fungsi sebagai berikut : C = Co + b Y di mana autonomous consumption = 70 dan MPC = 0.19 Y sehingga Y = C + l + G + (X – M) Y = (Co + bY) + lo + Go + (Xo – Mo + mY) Y = Co + bY + lo + Go + Xo + Mo + mY 31 .

29) Y = 3.348 Jadi konsumsinya = 892.19) 1 (265) (0.6068 32 .9 0.91) 1 0.19 (913.448 Menghitung variabel endogen pendapatan nasional (Y) : Y Y Y 1 (Co Io Go (1 b m) Xo Mo) 1 (70 90 65 80 40) (1 0.6068 Jadi impornya = 213.72) M = 213.72) C = 892.72 Menghitung variabel endogen konsumsi ( C ) : C = Co + bY C = 70 + 0.72 Jadi pendapatan nasionalnya = 913.9 0.Y – bY + mY = Co + lo + Go + Xo – Mo Y (1 – b + m) = Co + lo + Go + Xo – Mo Y 1 (Co Io Go (1 b m) Xo Mo) Angka Penggandaannya 1 (1 b m) 1 (1 0.9 (913.448 ( 265 ) Y = 913.348 Menghitung variabel endogen impor ( M ) : M = Mo + mY M = 40 + 0.29 3.

maka y berkurang atau sebaliknya jika x berkurang 1 unit maka y akan bertambah. seperti maksimasi pendapatan atau miniasi biaya. Menghitung Optimasi untuk dua variabel serta mmencari Marginal Rate of Technical Substitusi. yang artinya jika x bertambah 1 unit. artinya jika x bertambah 1 unit maka y akan bertambah pula atau sebaliknya jika x berkurang 1 unit maka y akan berkurang pula. Fungsi permintan diberikan P = 3Q+27. 1. arginal Revenue Product of Capital dan Marginal Revenue Product of Labor. Lebih jauh lagi : Jika fungsi marginal itu hasilnya positif. 2. menghitung elastisitas dan enghitung optiasi. serta terangkan artinya. fungsi arjinal. Optimasi (Nilai Maksimum dan Minimum) III. dikatakan perubahan searah. seperti enghitung Price Elasticity of Deand.Q R = 3Q2+27Q Fungsi marginal pendapatan (Marginal Revenue) MR = dR/dQ = 6Q + 27 33 . Mempelajari Penerapan Diferensial Berantai seperti dalam fungsi produksi menghitung Marginal Physical Product of Capital. Mempelajari penerapan Diferensial Biasa seperti mencari laju pertumbuhan.Bagaimanakah fungsi marginal pendapatannya (Marginal Revenue) dan berapa nilai marginal pendapatannya jika perusahaan memproduksi 10 output. Cross Elasticity of Demand.BAGIAN 3 KONSEP DASAR TEORI DIFERENSIAL DAN PENERAPANNYA DALAM BISNIS DAN EKONOMI Tujuan Umum Mempelajari perubahan variabel terikat perubahan variabel bebasnya. maka diperolehlah fungsi Marginalnya dy/dx : laju perubahan y akibat perubahan x sebanyak 1 unit. di mana perubahan variabel bebasnya erupakan perubahan yang sangat kecil sekali. maka dikatakan perubahannya tidak searah. Juga dipelajari perbandingan antara perubahan variabel terikat tersebut dengan perubahan variabel bebasnya yang disebut “kuosien Difference”. Mepelajari Penerapan Diferensial Parsial. Diferensial Parsial. dan Income Elasticity of Demand. Marginal Physical Product of Labor.Q R = (3Q+27). Jika fungsi marginal hasilnya negatif. Tutjuan Khusus 1. Contoh soal : Marginal Pendapatan (Marginal Revenue) 1. PERAPAN DALAM BISNIS DAN EKONOMI Penerapan Teori Diferensial Biasa Teori Diferensial biasa diterapkan dalam berbagai masalah diantaranya untuk mencari : I. Fungsi Marginal menggambarkan laju pertumbuhan suatu variabel terikat akibat perubahan variabel bebasnya. PENERAPAN TEORI DIFERENSIAL DALAM BISNIS DAN EKONOMI B. Jawab : fungsi total pendapatan (Total Revenue) R = P. Laju Pertumbuhan (Fungsi Marginal) Fungsi Marginal merupakan turunan pertama dari fungsi-fungsi total yang merupakan fungsi ekonomi. Secara umum jika diberikan fungsi total sebagai berikut: y = f (x). Elastis titik: Analisis Fungsi dan Grafis. Juga dipelajari kaidah-kaidah Diferensial serta jenis-jenis diferensial yang terdiri atas Diferensial Biasa. dan Diferensial berantai. 3. Laju Pertumbuhan II. di mana P: Price (harga) dan Q: Output.

serta terangkan artinya.Jika perusahan berproduksi pada tingkat output Q = 10 .Q R=(30. Jawab: Fungsi total pendapatan ( Total Revenue) : R = AR . dimana P: Price (harga) dan Q: Penjualan.8(7) = 80 – 56 = 24 Artinya: untuk setiap peningkatan output Q yang di jual sebanyak 1 unit akan menyebabkan adanya tambahan pendapatan sebesar 24. dimana harus diubah dahulu menjadi P = 6/5 –1/5Q Barulah mencari fungsi total pendapatan (Total Revenue): R = P.5P.1/2.(1) = 6/5 . maka MR= dR/dQ = 6/5 . Jawab: Karena fungsi permintaanya Q = 6 .e Q/2+15 Q.e Q/2 = 30.5P.serta terangkan artinya. sebaliknya untuk setiap penurunan 3. Jawab : Funsi total pendapatan (Total Revenue) : R=AR. e Q/2 = e Q/2(30+15 Q) Jika perusahaan berproduksi pada tingkat output Q = 2 Maka MR = dR/dQ = e Q/2 ( 30+15 Q) = e 2/2 ( 30+15. 4. Q R = (80 – 4 Q) Q R = 80 Q – 4 Q2 Fungsi marginal pendapatan (Marginal Revenue) : MR = dR/dQ = 80 . maka MR = dR/dQ = 80 .e Q/2 Maka MR= dR/dQ = U‟ V+U V‟ = 30. maka MR = dR/dQ = 6Q + 27 = 6(10) + 27 = 60 +27 = 87 Artinya : untuk setiap peningkatan penjualan Q yang dijual sebanyak 1 unit akan menyebabkan adanya tambahan pendapatan sebesar 87.2) = 60 e 34 .e Q/2 Fungsi marginal pendapatan (Marginal Revenue) : Dengan mengambil U = 30 Q.e Q/2)Q R=30Q.2/5 = 4/5 artinya :untuk setiap peningkatan penjualan Q yang dijual sebanyak 1 unit akan menyebabkan adanya tambahan pendapatan sebesar 4/5. e Q/2 Bagaimanakah fungsi marginal pendapatannya (Marginal Revenue) dan berapakah nilai marginal pendapatannya jika perusahaan memproduksi 2 penjualan. sebaliknya untuk setiap penurunan penjualan Q yang dijual sebanyak 1 unit akan banyak menyebabkan adanya pengurangan pendapatan sebesar 87 2. sebaliknya untuk setiap penurunan penjualan Q yang di jual sebanyak 1 unit akan menyebabkan adanya pengurangan pendapatan sebesar 24.sebaliknya untuk setiap penurunan penjualan Q yang dijual sebanyak 1 unit akan menyebabkan adanya pengurangan pendapatan sebesar 4/5.Fungsi pendapatan rata-rata (Average Revenue) di berikan AR = 30. Fungsi Pendapatan Rata-rata (Average Revenue) diberikan AR = 80 – 4 Q Bagaimanakah fungsi marginal pendapatannya (Marginal Revenue) dan berapakah nilai marginal pendapatannya jika perusahaan memproduksi 7 output.2/5. Bagaimanakah Fungsi marginal pendapatanya (Marginal Revenue) dan berapakah nilai marginal pendapatanya jika perusahaan memproduksi baru 1 penjualan .2/5Q Jika perusahaan berproduksi pada tingkat output Q = 1. Sehingga U‟=30 Dan V = e Q/2 Sehingga V‟=1/2.Q R = (6/5 – 1/5Q) Q R = 6/5Q-1/5Q2 Fungsi marginal pendapatan (Marginal Revenue): MR = dR/dQ = 6/5 .e Q/2+30 Q. serta terangkan artinya. Fungsi Permintaan diberikan Q = 6 .8 Q Jika perusahaan memproduksi pada tingkat output Q = 7.

2Q + 16.4 < 0 sehingga diperoleh nilai maksimum Jadi output yang harus diproduksi dan dijual agar diperoleh total pendapatan maksimum yaitu sebanyak 4. sebaliknya untuk setiap penurunan penjualan Q yang dijual sebanyak 1 unit akan menyebabkan adanya pengurangan biaya sebesar 6.2Q + 16) Q R = .4Q2 + 10Q + 75 Fungsi Marginal Biaya (marginal cost): C‟ = 3Q2 . langkah-langkahnya dijelaskan dibawah ini: Untuk fungsi yang mengandung satu variabel y= f(x) Maksimum Langkah I Langkah II Y‟ = 0 Y” < 0 Minimum Y‟ = 0 Y” > 0 Diperoleh titik X Menjamin Nilainya Optimum (Maksimum atau Minimum) Contoh: memaksimasi total pendapatan (total revenue) 1.4Q + 16 = 0 4Q = 16 Q=4 Agar dijamin bahwa jika menjual sebanyak Q = 4 maka akan diperoleh total pendapatan maksimum. maka pertanyaan selanjutnya baru bisa dijawab yaitu: ii. ada dua pertanyaan yang senantiasa diajukan. maka MC = C‟= 3Q2 . permasalahannya: i. Berapakah x yang akan memberikan y optimum? Jika itu telah terjawab. Berapakah y yang optimum tersebut? Untuk menjawab pertanyaan pertama.Artinya : untuk setiap peningkatan penjualan Q yang di jual 1 unit akan menyebabkan adanya tambahan pendapatan sebesar 60 e. Jawab: Fungsi total pendapatan: P = .8Q + 10 = 3(2)2 . maka lakukanlah langkah kedua yaitu mencari turunan kedua fungsi total pendapatan: R” = .Q = (. sebaliknya untuk setiap penurunan penjualan Q yang di jual sebanyak 1 unit akan menyebabkan adanya pengurangan pendapatan sebesar 60 e.8Q + 10 Jika perusahaan berproduksi pada tingkat penjualan Q = 2. serta terangkan arti.2Q2 + 16Q Langkah pertama mencari turunan pertama fungsi total pendapatan kemudian dibuat = 0 R‟ = . Fungsi Total Biaya suatu perusahaan dinyatakan sebagai berikut: C = Q3 . Harga jual barang P = . Total pendapatan maksimumnya: R = . Contoh soal: Marginal Biaya (Marginal Cost) 5. Misalkan untuk fungsi dengan satu variabel y= f (x).8(2) + 10 = 12 – 16 + 10 = 6 Artinya: Untuk setiap peningkatan penjualan Q yang dijual sebanyak 1 unit akan menyebabkan adanya tambahan biaya sebesar 6.4 Ternyata R” = . Jawab: Fungsi total biaya (total biaya): C = Q3 . tentukan berapa output yang harus diproduksi dan dijual agar diperoleh total pendapatan maksimum.2(4)2 + 16(4) R = 32 35 . Optimasi Satu Variabel (Nilai Ekstrim Maksimum atau Minimum) Dalam masalah optimasi.2Q2 + 16Q R = .4Q2 + 10Q + 75 Bagaimanakah fungsi marginal biayanya (Marginal cost) dan berapakah nilai marginal biaya tersebut jika perusahaan memproduksi 2 penjualan.2Q + 16 R = P.

4 < 0 Jadi output yang harus diproduksi dan dijual agar diperoleh marginal pendapatan maksimum sebanyak 4.2(4)2 = 48 contoh soal: Meminimumkan Total Biaya (Total Cost) 3.180Q + 2800 = 3(30)2 . Biaya total dinyatakan dengan C (Cost) = Q3 -90Q2 + 2800Q + 56500 Pada tingkat produksi berapakah akan menyebabkan marginal biaya minimum? Berapakah marginal biaya minimum tersebut? Jawab: Fungsi total biaya: C = Q3 .2Q2 = 16(4) . Contoh soal: Memaksimasi Marginal Pendapatan (marginal revenue) Harga jual barang P = 16 . maka akan diperoleh total pendapatan maksimum sebesar 32.1000Q + 85000 C‟= 10Q – 1000 = 0 10Q = 1000 Q = 100 C” = 10 > 0 Jadi total biaya minimum akan tercapai jika berproduksi sebanyak 100 unit. Marginal pendapatan maksimumnya: MR = 16Q .1000(100) + 85000 C = 35000 Jadi total biaya minimumnya sebesar: 35000 Contoh soal: Meminimasi Marginal Biaya (Marginal Cost) 4.Jadi ketika menjual produk sebanyak 4.2Q Fungsi total pendapatan: R = P.4Q = 0 16 = 4Q Q=4 Turunan kedua: MR” = .180Q + 2800 Turunan pertama: MC‟= 6Q – 180 = 0 6Q = 180 Q = 30 Turunan kedua: MR” = 6 > 0 Jadi output yang harus diproduksi agar diperoleh marginal biaya minimum sebanyak 30. tentukan berapa output yang harus diproduksi dan dijual agar diperoleh marginal pendapatan maksimum. Total biaya minimumnya sebesar: C = 5Q2 . Berapakah marginal pendapatan maksimum tersebut? Jawab: Fungsi permintaan: P = 16 .180(30) + 2800 = 100 Jadi marginal biaya minimum akan tercapai jika berproduksi sebanyak 30 unit:100 2. Biaya total dinyatakan dengan C(Cost) = 5Q2 .2Q) Q = 16Q – 2Q2 Fungsi marginal pendapatan: MR = 16Q .90Q2 + 2800Q + 56500 Fungsi marginal biaya: MC = 3Q2 .1000Q + 85000 C = 5(100)2 . Marginal biaya minimum: MC = 3Q2 .2Q.Q = (16 .2Q2 Turunan pertama: MR‟ = 16 . 36 .1000Q + 85000 Pada tingkat produksi berapakah akan menyebabkan total biaya minimum? Berapakah total biaya minimum tersebut? Jawab: C = 5Q2 .

6(35) + 114 = . maka labanya akan minimum.35) = 0 Q1 = 3 Dan Q2 = 35 Turunan kedua: Laba” = .2000 = .38Q + 105 = (Q .2Q).5.59Q2 + 1315Q + 2000) Laba = .2000 = 13925 Jadi dengan memproduksi dan menjual output sebanyak 35 akan di peroleh laba maksimum sebanyak : 13925 Contoh soal: Memaksimasi Penerimaan Pajak Salah satu sumber penerimaan pemerintah adalah dengan penarikan pajak.(35)3 + 57(35)2 . R: Pendapatan =R–C–T C: Biaya =R–C–tQ T: Pajak Q :Tingkat output yang di produksi dan di jual oleh pengusaha.315Q . 6. maka turunan ke dua = . Untuk itu pemerintah harus menentukan berapa tarif pajak yang akan di berlakukannya sehingga akan di peroleh pajak maksimum. Laba maksimum nya sebesar : Laba = . Total pendapatan dan total biaya di berikan sebagai berikut : R = 15Q . maka turunan ke dua = .3) (Q .4Q + 12 – t = 0 12 – t = 2Q 37 .Q3 + 57Q2 .315(35) . Untuk Q2 = 35.2Q2) .(Q3 . yang telah mempertimbangkan biaya pajak.2Q2 Dan C = 3Q Berapakah tarif pajak yang sebaiknya di kenakan pemerintah kepada pengusaha agar pemerintah memperoleh total pajak maksimum ? Berapakah total pajak maksimum yang di peroleh ? Jawab: Dari sudut pandang pengusaha: Laba = R – C – t Q = 15 Q – 2 Q2 – 3Q – t Q = -2 Q2 + 12Q – t Q Turunan pertama: Laba‟ = . Contoh soal : Memaksimasi laba / keuntungan / provit Di berikan fungsi permintaan dan fungsi biaya masing-masing sebagai berikut: P = 1000 . Pemerintah berupaya untuk memaksimumkan penerimaan pajak tersebut. yang memberikan laba maksimum setelah mempertimbangkan adanya pajak penjualan dan pemerintah.6Q + 114 Untuk Q1 = 3.6(3) + 114 = 96 > 0 Berarti jika di produksi output sebanyak 3.Q R = (1000 .315Q . maka labanya akan maksimum.2000 Turunan pertama: Laba = -3Q2 + 114Q . misalnya pajak penjualan yang di kenakan pemerintah terhadap setiap unit yang di produksi dan di jual oleh pengusaha. Dari sudut pandang pengusaha setelah ada pengenaan pajak dari pemerintah: Laba = pendapatan – (biaya + pajak) = R – (C+T).96 < 0 Berarti jika di produksi output sebanyak 35.Q3 + 57Q2 . Total pajak yang akan di terima perintah : T = t.315 = Q2 .59Q2 +1315Q + 2000 Fungsi laba: Laba = Pendapatan – biaya Laba = (1000Q .2 Q2 Fungsi biaya: C = Q3 .59Q2 + 1315Q + 2000 Berapakah produk yang harus di produksi dan di jual sehingga dapat di peroleh laba yang maksimum ? Berapakah laba maksimum tersebut ? Jawab: Fungsi pendapatan: R = P. Q* di mana t: tarif pajak yang di kenakan pemerintah dan Q*= Jumlah output yang di produksi dan di jual pengusaha sehingga di peroleh laba maksimum.2Q Dan C = Q3 .Q R = 1000 Q .

pengusaha akan memperoleh laba maksimum.t 4 Q* = b – ¼ t Turunan ke dua: Laba = .4 < 0 Jadi dengan memproduksi sebanyak Q* = 3 – ¼ t. Dari sudut pandang pemerintah: Pajak: T = t Q* = t (20 – 1/13 t) = 20 t – 1/3 t 2 Turunan pertama : T‟ = 20 – 2/13 t = 0 20 = 2/13 t t = 130 Turunan ke dua : T‟‟ = . berapakah tarif pajak yang harus di kenakan pemerintah kepada perusahaan tersebut? Berapakah total pajak maksimum yang di dapat pemerintah? Berapakah laba maksimum yang di terima perusahaan setelah di kenakan pajak ? Jawab: Dari sudut pandang pengusaha: Laba = R – C – t Q = 360 Q – 10. pengusaha akan memperoleh laba maksimum.5 Maka total pajak maksimum: T = t .5 Q2 – 100 Q + 4 Q2 – t Q = 260 Q – 6.5 Q2 – (100 Q – 4 Q2) – t Q = 360 Q – 10.2/13 Jadi taruf pajak yang memberikan total pajak maksimum sebesar : 130 Karena Q2 = 20 – 1 t 13 = 20 – 1 (130) 13 = 20 – 10 = 10 7. Q* = 1. 38 .2Q Q* = 12 .5 Q2 Dan C = 100 Q – 4 Q2 Berapakah produk harus di buat dan di jual perusahaan agar di peroleh laba maksimum? Berapakah laba maksimum tersebut? Jika pemerintah ingin memperoleh pajak penjualan yang maksimum.t = 12 . Dari sudut pandang pemerintah: Pajak: T =t (3 – ¼ t) =3t – 1/4 t2 Turunan pertama: T1 = 3 – ½ t = 0 T=6 Turunan ke dua : T” = -½ Jadi tarif pajak yang memberikan total pajak maksimum sebesar: 6 Karena Q* = 3 ¼ t = 3 – 6/4 (6) = 3 – 1.13 < 0 Jadi dengan memproduksi sebanyak Q* = 20 – 1/ 13 t.5 = 1.5 = 9 Jadi total pajak yang yang di terima pemerintah sebesar: 9 Contoh soal: Fungsi penerimaan dan fungsi biaya suatu produk di nyatakan sebagai berikut: R = 360 Q – 10.5 Q2 – t Q Turunan pertama: Laba‟ = 260 – 13 Q – t = 0 260 – t = 13 Q Q = 260 – t 13 Q*= 20 – 1 t 13 Turunan ke dua : Laba‟‟ = .

dalam suatu periode waktu tertentu di ketahui jumlahnya tetap dari tiap-tiap periode waktu. 2. maka pada akhirnya para konsumen akan mencoba untuk menutup kebutuhannya dengan cara melirik produk dari pesaing. sub-periode kedatangan panjangnya tetap. Jika kelangkaan barang tersebut terjadi berlarut-larut. Akan tetapi. untuk kemudian akan sangat sulit jika berusaha untuk mencoba mengembalikan pangsa pasarnya kembali karena berhubungan dengan kepercayaan pelanggan serta di butuhkan investasi yang sangat besar misalkan untuk biaya pemasarannya (periklanannya) Biaya. Laba maksimum yang di terima oleh pemerintah besarnya: Laba = 260 Q – 6. biaya pemesanan tidak bergantung pada jumlah barang. 4. Jumlah kebutuhan barang. hal itu berarti menimbulkan biaya penyimpanan. Pola kedatangan barang persediaan digambarkan seperti gambar berikut ini: Persediaan ( Q ) Q/2 Jumlah Rata-rata Persediaan Waktu D: kebutuhan jumlah barang per periode waktu yang kemudian dibagi sama besar menjadi beberapa kali pemesanan Q: jumlah pemesanan per sub-periode waktu C: biaya total persediaan C: biaya pemesanan setiap kali memesan 39 . tidak terjadi kekurangan persediaan sehingga tidak ada biaya yang di timbulkan akibat kekurangan persediaan. 10 = 1300 Jadi total pajak yang di terima pemerintah sebesar 1300. biaya yang di timbulkan akibat kekurangan persediaan sehingga menghambat proses produksi atau pemasaran.5(10)2 – (130)(10) = 2600 – 65 – 1300 = 1235 Jadi pemerintah menerima laba maksimum sebesar 1235 Contoh soal : Meminimasi Total Biaya Persediaan Dalam hal persediaan.5Q2 – t Q = 260 (10) – 6. di antaranya: 1.Maka Total pajak maksimum: T = t . Model yang akan di bahas dalam buku ini yaitu: model pengendalian persediaan dengan kedatangan berkala (batch arrival model). 2. Hal tersebut kemudian berdampak dapat mengakibatkan perusahaan yang bersangkutan kehilangan pelanggan. yang berarti jumlah pemesanan barang. 3. Demikian pula jika persediaan barang jadi di perhitungkan sedikit maka akanmenimbulkan keluhan pada konsumen akibat kelangkaan barang (permasalahan dalam pemasaran). maka akan ada resiko yaitu menimbulkan hambatan dalam proses produksi. Q* = 130 . biaya penyimpanan. manajemen perusahaan senantiasa di perhadapkan kepada permasalahan yaitu jika jumlah persediaan bahan mentah maupun persediaan barang jadi di perhitungkan banyak. kehilangan pangsa pasarnya. biaya pemesanan. Model pengendalian persediaan dengan kedatangan berkala dalam model ini di asumsikan bahwa : 1. sebaliknya jika persediaan bahan mentah di perhitungkan sedikit saja. 3. Perusahaan tersebut.biaya yang ada hubungan dengan masalah persediaan.

(-1) .Q1 . maka akan dihitung total biaya pemesanan dan total biaya penyimpanan sebagai berikut: Total biaya pemesanan: Misalakan dibutuhkan 100 kg yang akan dipesan sebanyak 25 kg.C 1 C2 2. 2500 per-pemesanan.100. sedangkan biaya penyimpanannya Rp.2500 200 . 50 per-minggu = Rp 200 per-bulan. maka D = 100 dan Q = 25 sehingga setiap periode waktu akan ada kedatangan akibat pemesanan sebanyak D/Q dengan biaya total pemesanan: (D/Q) C1. Berapakah kg yang harus dipesan setiap kali memesan? Berapa kali pemesanan harus dilakukan dalam satu bulan? Berapakah total biaya persediaan minimumnya? Jawab: Jika diketahui bahwa: D : Jumlah total pemesanan per-bulan:100 kg C1: Biaya pemesanan: Rp. C1. 2500 C2: Biaya penyimpanan: Rp. Untuk menjawab pertanyaan tersebut.C1. Total biaya penyimpanan: Rata-rata sepanjang periode waktu terdapat Q/2 persediaan sehingga biaya total penyimpanan per periode waktu: (Q/2) C2 Jadi total biaya persediaan = total biaya pemesanan + total biaya penyimpanan C = Q C1 + Q C2 D 2 Yang menjadi permasalahan adalah berapakah jumlah unit atau barang yang harus dipesan agar dapat diperoleh total biaya persediaan yang minimum? Untuk menjawab permasalahan tersebut. C2 2 Turunan pertama: C′ = D.Q-2 + ½ C2 =0 –D.C1 > 0 menjamin biaya persediaan minimum. Q3 Contoh soal: seorang penjaja kue kering memerlukan tepung terigu sebanyak 100 kg setiap bulan.C1 + ½ C2 =0 Q2 ½ C2 Q2 Q = = –D. perlu dicari: jumlah produk yang harus dipesan setiap kali pemesanan sehingga diperoleh total biaya persediaan yang minimum: Q Q Total biaya persediaan: C = C1 + C2 D 2 Q = D.C1 Q2 –D. Jumlah yang harus dipesan: Q Q = Q = 50 40 = 8. 50 per-minggu.C1 ½ C2 = 2 D. Biaya pemesanan setiap kali memesan sebesar Rp. 2 D.C2: biaya penyimpanan per-periode waktu Masalahnya adalah berapa unit barang yang harus dipesan setiap kali pemesanan (Q) agar biaya total persediaan (C) minimum.C 1 C2 Turunan kedua: C” = 2D.

4 = -1 Qd / P1 6/4 6 3 Besar elastisitas permintaan dititik P1 = 4 adalah -1/3 1 / 3 =1/3 <1 (INELASTIS) Jenis elastisitas permintaan dititik P1 = 4 adalah E Untuk titik P2 = 8 maka Qd = 8 . Analisis fungsi Untuk menghitung besarnya elastisitas terhadap x.0. Diberikan fungsi permintaan sebagai berikut: Qd = 8 .8 = -1 Qd/P1 4/8 4 Besar elastisitas permintaan dititik P2 = 8 adalah -1 1 = 1 (UNITARY ELASTIS) Jenis elastisitas permintaan dititik P2 = 8 adalah E Untuk titik P3 = 12 maka Qd = 8 . Misal: y = f(x).5 = -0. Dalam waktu satu bulan dilakukan pemesanan sebanyak: D/Q = 100/50 =2 kali pemesanan.5 .5 = -0.5 P. Total biaya persediaan: C = Q C1 + Q C2 D 2 50 100 C= 2500 + 200 2 50 C = 10. P2 = 8. Di tulis Eyx.5 = -0.Jadi setiap kali memesan akan dipesan sebanyak 50 kg. maka seberapa jauh perubahan y akibat perubahab x di sebut „elastisitas y terhadap x‟.5(8) = 8 – 4 = 4 Jadi EQDP2 = 8 = dQd/dP2 = -0. Grafik fungsinya: 1 4 0 4 Qd EQDP1=4 = = = 3 16 4 12 8 8 0 EQDP2=8 = = =1 8 16 8 12 EQDP3=12 = 12 0 = =3 4 16 12 P 41 .5(4) = 8 – 2 = 6 Jadi EQDP1 = 4 = dQd/dP1= -0. jika diketahui fungsinya.000 Jadi total biaya persediaan minimum : Rp 10.5.5.0.000 Elastisitas Titik: Analisis Fungsi dan Grafis.0. digunakan Rumus: Eyx = y/y atau Eyx = y/ x x/x y/x untuk perubahan yang kecil rumusnya menjadi : Eyx=dy/dx y/x contoh soal: Elastisitas Permintaan 1.5 P Hitunglah besar dan jenis elastisitas pada titik P1 = 4. Elastisitas mengukur derajat kepekaan variabel terikat akibat adanya perubahan variabel bebasnya. dan P3 = 12 Jawab: Untuk titik P1 = 4 maka Qd = 8 . Untuk contoh soal di atas di mana fungsi permintaan: Qd = 8 – 0.5(12) = 8 – 6 = 2 Jadi EqdP3 =12 = dQd/dP3 = -0.12 = -3 Qd/P3 2/12 2 Besar elastisitas permintaan dititik P3 = 12 adalah -3 3 E = -3 = 3 > 1 (ELASTIS) Jenis elastisitas permintaan dititik P3 = 12 adalah E Analisa Grafis: Elastisitas permintaan Contoh soal: 4.0.

4 = 8 = 4 Qs/P1 14/4 14 14 7 Besar elastisitas permintaan di titik P1 = 4 adalah 7 Jenis elastisitas permintaan di titik P1 = 4 adalah E = +4/14 = 7 < 1 (INELASTIS) Untuk titik P2 = 8 maka Qs = + 2 (8) = 6 + 16 = 22 Jadi E QdP2 = 8 = dQs/Dp2 = + 2 = + 2 . Marginal Revenue Product Of Capital (MRP C)* Contoh Soal: Marginal Revanue Product Of Labour (MRPL) 1. Fungsi pendapatan dari suatu pabrik di berikan sebagai berikut: R = . Dan P3 = 12 Jawab: Untuk titik P1 = 4 Maka Qs = 6 + 2(4) = 6 + 8 = 14 Jadi E QdP1 = 4 = dQs/Dp1= + 2 = + 2 . P2 = 8. 12 = 24 = 4 Qs/P3 30/12 30 30 5 Besar elastisitas permintaan di titik P3 = 12 adalah = 4/5 Jenis elastisitas permintaan di titik P3 = 12 adalah E = + 4/5 = 4/5 < 1 (INELASTIS) Analisis Grafis: Elastisitas Penawaran Contoh soal : 6. sebaliknya # untuk setiap pengurangan tenaga kerja sebanyak 1 orang akan menyebabkan pengurangan jumlah barang yang diproduksi sebanyak 4 unit 42 . Marginal Revenue Product Of Labour (MRP L)* II.Q2 = 140 Q + 5 DI Mana Q adalah produksi. # untuk setiap penambahan tenaga kerja sebanyak 1 orang akan menyebabkan penambahan jumlah barang yang diproduksi sebanyak 4 unit. Jika jumlah tenaga kerja yang ada 10 orang:  Berapakah „Marginal Physical Product Of Labour (MRP L)’ Dan jelaskan artinya!  Berapakah „Marginal Revenue Product Of Labour (MRP L)’ Dan jelaskan artinya! Jawab: Fungsi Produksi: Q = 4 L Sehingga dQ Marginal Physical product of labour (MRP L): =4 dL Artinya: Pada tingkat tenaga kerja berjumlah 10 orang. Di berikan fungsi penawaran sebagai berikut: Qs = 6 + 2P Hitunglah besar dan jenis elastisitas pada titik P1 = 4. Untuk contoh soal di atas di mana fungsi permintaan: Qd = 6 + 2P. 8 = 16 = 8 Qs/P2 22/8 22 22 11 Besar elastisitas permintaan di titik P2 = 8 adalah 8/11 Jenis elastisitas permintaan di titik P2 = 8 adalah E = 8/11 < 1 (INELASTIS) Untuk titik P3 = 12 maka Qs = 6 + 2 (12) = 6 + 24 = 30 Jadi E QdP3 = 12 = dQs/dP3 = + 2 = + 2 . grafik fungsinya: QS Qd= 6 + 2P 14 6 8 4 EQDP1=4 = = = 30 14 0 14 7 22 16 22 6 8 EQDP2=8 = = = 22 22 0 11 14 24 4 6 EQDP3=12 = 30 6 = = 30 5 30 0 4 8 12 P Penerapan Teori Diferensial Berantai Teori diferensial berantai di terapkan dalam masalah produksi di antaranya untuk mencari: I.Contoh soal: Elastisitas penawaran 5. sedangkan fungsi produksinya Q = 4 L.

8Q + 560 =. Jika kapital yang dimiliki 1000: Berapakah „Marginal Physical Product of Capital (MPPC)´ dan jelaskan artinya! Berapakah Marginal Revenue Product of Capital (MRPC)´ dan jelaskan artinya! Jawab: Fungsi produksi: Q = 3C sehingga Marginal Physical Product of capital (MRPC): Dq = 3dC Artinya: Pada tingkat kapital sebanyak 1000. sebaliknya # untuk setiap pengurangan kapital sebanyak 1 akan menyebabkan pengurangan jumlah barang yang diproduksi sebanyak 3 unit. # untuk setiap penambahan tenaga kerja sebanyak 1 orang akan menyebabkan penambahan pendapatan sebanyak 240. Fungsi pendapatan dari suatu pabrik diberikan sebagai berikut: R = . Fungsi pendapatan: R = -3000Q2 + 410000Q + 7 maka dR Marginal revenue: = -6000Q + 410000 dQ Mencari Marginal Revenue Product of Capital (MRPC): dR dR dQ = . dL dQ dL dR = (-2Q + 140) (4) dL dR = -8Q + 560 dL Jadi Marginal Revenue Product of Labour (MRP L) = .32 L + 560 Untuk tenaga kerja sebanyak 10 orang. maka MRPL = -32(10) + 560 = -320 + 560 = 240 Artinya: Pada tingkat tenaga kerja berjumlah 10 orang.Q2 + 140Q + 5 dR = . sedangkan fungsi produksinya Q = 3C. sebaliknya # untuk setiap pengurangan tenaga kerja sebanyak 1 orang akan menyebabkan pengurangan pendapatan sebanyak 240 contoh soal: marginal revenue product of capital (MRPC) 2.8 (4L) + 560 = .2Q + 140 dQ Mencari Marginal Revenue Product of Labour (MRP L): dR dR dQ = .3000Q2 + 410000Q + 7 di mana Q adalah produksi. dC dQ dC dR = (-6000Q + 410000) (3) dC dR = -18000Q + 1230000000 dC Jadi marginal revenue product of capital (MRP L) = -18000Q+1230000000 = -18000(3C)+1230000000 = -54000C+1230000000 Untuk kapital sebanyak 1000 maka MRPL = -54000C+1230000000 = -54000(1000)+1230000000 43 . # untuk setiap penambahan kapital sebanyak 1 akan menyebabkan penambahan jumlah barang yang diproduksi sebanyak 3 unit.Fungsi pendapatan: ´Marginal Revenue: R = .

Y) Fungsi permintaan barang 1 di pengaruhi oleh harga barangnya sendiri (P 1). maka hubungan antar komoditi adalah komplementer.P2.P2. Elastisitas Parsial II. Mencari marginal rate technical substitution(MRTS) Elastisitas Persial Fungsi permintaan suatu barang tentu di tentukan oleh harga barang itu sendiri. Price elastisity of demand Mencari kepekaan fungsi permintaan terhadap perubahan harga barangnya sendiri. yaitu: kepekaan fungsi permintaan barang 1 (Qd1). 44 . Demikian pula dengan fungsi permintaan barang 2 di pengaruhi oleh harga barangnya sendiri (P2). maka # untuk setiap penambahan kapital sebanyak 1 akan menyebabkan penambahan pendapatan sebanyak 1176000000 sebaliknya # untuk setiap pengurangan kapital sebanyak 1 akan menyebabkan pengurangan pendapatan sebanyak 1176000000 Penerapan Teori Diferensial Parsial Teori Diferensial Parsial diterapkan dalam berbagai masalah di antaranya untuk mencari: I. dQd 1 / dY dQd 2 / dY Jadi E QdP1 = dan E QdP2 = Qd 1 / Y Qd 2 / Y Hubungan antar-komoditi: # jika hasil dari perhitungan cross elasticity of demand positif. fungsi permintaannya masing-masing dapat di tuliskan sebagai berikut: Qd1 = f (P1. Optimasi 2 variabel: Maksimasi pendapatan Minimasi biaya Maksimasi laba/keuntungan III. maka hubungan antar komoditi adalah substitusi. dan besarnya pendapatan (Y). yaitu: kepekaan fungsi permintaan barang 1 (Qd1) akibat perubahan harga barang lain (P2) maupun kepekaan fungsi permintaan barang 2 (Qd2) akibat perubahan harga barang lain (P1): dQd 1 / dP 2 dQd 2 / dP1 Jadi E QdP1 = dan EQdp2 = Qd 1 / P 2 Qd 2 / P1 Income Elasticity of Demand Mencari kepekaan fungsi permintaan terhadap perubahan pendapatan: Yaitu: kepekaan fungsi permintaan barang 1 (Qd1) akibat perubahan pendapatan (Y) maupun kepekaan fungsi permintaan barang 2 (Qd2) akibat perubahan pendapatan (Y). Di samping itu juga di tentuka oleh pendapatan. harga barang lain (P1). harga barang lain (P2).Y) Dan Qd2 = f (P1. dan pendapatan (Y).= -54000000+1230000000 = 1176000000 Artinya: Pada tingkat kapital sebanyak 1000. Misalnya ada dua barang yaitu barang 1 dan barang 2. sedangkan # jika hasil dari perhitungan cross elasticity of demand negatif. juga ternyata di tentukan oleh harga barang lain tersebut merupakan barang substitusinya atau barang komplementernya. Akan tetapi. akibat perubahan harga barangnya (P1) maupun kepekaan fungsi permintaan barang 2 (Qd2) akibat perubahan harga barangnya (P2): Jadi E QdP1 = dQd 1 / dP1 dQd 2 / dp 2 dan E QdP2 = Qd 1 / p1 Qd 2 / p 2 Cross Elasticity of demand Mencari kepekaan fungsi permintaan terhadap perubahan harga barang lain.

Contoh soal: 1. Qdr = 2Pj - 30 Pr + 0,05 Y Untuk Pj = 3000, Pr = 100, dan Y = 30000 Carilah: - Price Elasticity of Demand - Cross Elasticity of Demand - Income Elasticity of Demand Bagaimanakah hubungan antara komoditi j dan r? Jawab: Price Elasticity of Demand: dQdr / d Pr 30 2 30 E QdPr = = = = Qdr / pr 4500 / 100 3 45 Cross Elasticity of Demand: dQdr / dPj 2 60 4 E QdPr = Qdr / pj 4500 / 3000 45 3 Income Elasticity of Demand: dQdr / dY 0,05 15 1 E QdPr = Qdr / Y 4500 / 30000 45 3 Hubungan antara komoditi r dan j: Karena Cross Elasticity of Demand hasilnya positif, maka hubungan antara komoditi r dan komoditi j adalah Subtitusi. Optimasi Dua Variabel. Fungsi yang mengandung 2 variabel misalnya dituliskan sebagai berikut: Y=f(x1,x2) Dalam setiap permasalahan optimasi, selalu memunculkan dua pertanyaan: 1. Berapakah x1 dan x2 yang akan memberikan Y optimum (maksimum atau minimum) 2. Berapakah Y optimumnya (maksimum atau minimum) Untuk dapat menjawab pertanyaan pertama tersebut, maka diberikan langkah-langkahnya sebagai berikut: Optialisasi dua variabel Y = f ( x1 ,x2 ) Maksium Langkah I Turunan pertama Y1 = 0 , Y2 = 0 Minimum Turunan pertama Y1 = 0 , Y2 = 0 Diperoleh X1 dan X2

Langkah II

Turunan kedua dan Matriks Hessian: H = Y11 Y12 Y21 Y22 D1 = Y11 < 0
Difinit negatif, Menjamin Y maksium

Langkah III

D1 = Y11 > 0
Difinit positif, Menjamin Y minimum

Diperoleh Titik ekstrim maksium atau titik ekstrim minimum

Langkah-langkah dalam tabel tersebut membantu untuk memperoleh X1 dan X2 yang pasti akan menjamin bahwa Y optimal, jadi ke tiga langkah tersebut di atas hanyalah untuk menjawab pertanyaan pertama saja. Belum di peroleh berapa besar Y yang optimal tersebut. Untuk mendapatkan nilai Y yang optimal maka nilai X1 dan X2 harus di masukan dalam persamaan Y tersebut.untuk memberikan penjelasan yang lebih jelas, maka di bawah ini di berikan tiga contoh yang merupakan permasalahan optimal dua variabel, yaitu: maksimasi pendapatan, minimasi biaya, maksimasi laba.

45

Contoh soal: Maksimasi pendapatan 1. Di berikan fungsi pendapatan : R = 160 Q1 – 3 Q12 – 2 Q1 Q2 – 2Q22 + 120 Q2 –180 Berapakah jumlah produk 1 dan produk 2 yang harus di produksi dan di jual sehingga dapat di peroleh pendapatan maksimum? Berapakah pendapatan maksimumnya? Jawab: jumlah produk 1 dan 2 yang harus di jual : Langkah pertama ialah mencari turunan pertama fungsi pendapatan: R1 = 160 – 6 Q1 – 2 Q2 = 0 R2 = 120 – 2 Q1 – 4 Q2 = 0 Untuk mencari Q1 dan Q2 menggunakan aturan determinan: Fungsinya menjadi: 6 Q1 – 2 Q2 = - 160 2 Q1 – 4 Q2 = - 120 Maka 160 2 120 4 (-160)(-4) - (-2)(-120) 640 - 240 400 Q1 = = = = = 20 6 2 (-6) (-4) - (2) (-2) 20 24 4 2 4

6 160 2 120 (-6)(-120) - (-2)(-160) 720 - 320 400 Q2 = = = = = 20 6 2 (-6) (-4) - (2) (-2) 20 24 4 2 4 Langkah ke dua adalah mencari turunan keduannya: R11 = -6, R12 = -2, R21 = -2, R22 = -4 R 11 R12 - 6 - 2 Matriks hessiannya: H = R21 R22 -2 -4
Matriks pertamanya : D1 = - 6 < 0
-6 -2 -2 -4 = (-6)(-4) – (-2)(-2) = 24 – 4 = 20 > 0 karena D1 < 0 dan D2 > 0, maka definit negatif, menjamin pendapatan maksimum. Pendapatan maksimumnya: R = 160Q1 - 3Q12 - 2Q1Q2 - 2Q22 + 120Q2 – 180 R = 160(20) - 3(20)2 - 2(20)(20) -2(20)2 +120(20) – 180 R = 2620

Matriks keduannya : D2 = H =

Contoh soal: Minimasi biaya 2. di berikan fungsi biaya sebagai berikut: C = 8Q12 + 6Q22 - 2Q1Q2 - 40Q1 - 42Q2 + 180 Berapakah jumlah produk 1 dan produk 2 yang harus di produksi sehingga di peroleh biaya minimum? Berapakah biaya minimumnya? Jawab: jumlah produk 1 dan 2 yang harus di produksi: Langkah pertama ialah mencari turunan pertama fungsi biaya: C1 = 16Q1 – 2Q2 – 40 = 0 C2 = -2Q1 + 12Q2 – 42 = 0 Untuk mencari Q1 dan Q2 menggunakan aturan determinan: Fungsinya menjadi: 16Q1 – 2Q2 = 40 -2Q1 + 12Q2 = 42 Maka 40 - 2 Q1 =

42 12 16 - 2 - 2 12

=

(40)(12) ( 2)( 42) 480 84 564 = = =3 (16)(12) ( 2)( 2) 192 188

46

Q2 =

- 6 - 160 - 2 - 120 16 - 2 - 2 12

=

( 6)( 120) ( 2)( 160) 400 720 320 = = = 2,12 = 2 (16)(12) ( 2)( 2) 188 192

Langkah kedua adalah mencari turunan keduanya: R11=16, R12 = -2, R21 = -2, R22 = 12 16 -2 R 11 R 12 16 -2 Matriks Hessiannya: H = 12 R 21 R 22 - 2 Matriks pertamanya : D1 = 16 > 0 Matriks keduanya : D2 = H = 16 -2 - 2 12 =(16) (12) – (-2) (-2) =192 – 4 =188 > 0 Karena D1 > 0 dan D2 > 0, maka definit positif, menjamin biaya minimum. Biaya minimumnya: C = 8Q12 + 6Q22 - 2Q1 Q2 - 40Q1 - 42Q2 + 180 C = 8(3)2 + 6(2)2 - 2(3) (2)- 40 (3)- 42 (2)+180 C = 60 Contoh soal: maksimasi laba / keuntungan 2. Diberikan fungsi pendapatan dan fungsi biaya sebagai berikut: R = 12 Q1 + 8 Q2 dan C = 3 Q12 + 2 Q22 Berapakah jumlah produk 1 dan produk 2 yang harus diproduksi dan dijual sehingga diperoleh laba maksimum? Berapakah laba maksimumnya?

Jawab: Fungsi labanya: Laba = R – C = 12Q1`+ 8Q2 - ( 3 Q12 + 2 Q22) = 12Q1 + 8Q2 - 3Q12 - 2Q22 Langkah pertama ialah mencari turunan pertama fungsi laba: Laba1 = 12 – 6 Q1 = 0, maka Q1 = 2 Laba2 = 8 – 4 Q2 = 0, maka Q2 = 2 Langkah kedua adalah mencari turunan keduanya: Laba11 = - 6, Laba12 = 0, Laba22 = - 4 Matriks Hessiannya: H = Laba 11 Laba 12 = -6 0 Laba 21 Laba 22 0 -4 Matriks pertamanya: D1 = - 6 < 0 Matriks keduanya : D2 = H = - 6 0 0 -4 = -(0)(0) (-6) (-4) = 24 – 0 = 24 > 0 Karena D1 < 0 dan D2 > 0, maka definit negatif, menjamin laba maksimum. Pendapatan maksimumnya: Laba = 12 Q1+8 Q2-3Q12-2Q22 Laba = 12(2) +8(2)-3(2)2-2(2)2 Laba = 24+16-12-8 Laba = 20 47

7 K 0.7 7K MRTS = 3L 7.7.3 L 0.1K 0.3 K 0.3 (0.5 1 = 0.4 L 0. carilah fungsi marginal pendapatannya untuk fungsi P = 16 – Q jawab: fungsi permintaan: P = 16 – Q fungsi pendapatan: R = P .7 K = 210 dan L = 70 Hitunglah MRTS-nya dan jelaskan artinya! Jawab: dQ / dL MRTS = dQ / dK = = = 96 K 0.5 + 0.3 (0.5.3 L0. 7 L0.7 1 96(0.8L 0.5 160 40 MRTS = 4 4 MRTS = – 4 .7) L0. 2 MRTS = – 8 2. maka mencari MRTS-nya dengan dQ / dL dQ dQ dQ dK dK MRTS = : .3 L 0.70 MRTS = – 7 PENYELESAIAN SOAL-SOAL Fungsi marginal pendapatan (marginal revenue) 1.2(0.5) L0.210 MRTS = 3. Di berikan fungsi produksi sebagai berikut: Q = 0.5) K ) 0. dQ / dK dL dK dL dQ dL Rumus: MRTS = Contoh soal: 1. 7 3L0.5 K 4 L 4 0.3.8(0.5 1 0 = = MRTS = 0.3) K 0. 7 7 K 0.3) K 0.L). Di mana K = 160 dan L = 40 Hitunglah MRTS-nya dan jelaskan artinya! Jawab: dQ / dL MRTS = dQ / dK 0 0. Q* R = 16 Q – Q2 Maka fungsi marginal pendapatannya: MR = 16 – 2Q 48 .3 1 L0.5 0. Diberikan fungsi produksi sebagai berikut: Q = 96 K 0.7 0. Q R = (16 – Q) .2K 0.1 Mencari Marginal Rate of Technical Substitution (MRTS) dK dL Jika diketahui Fungsi Produksi Q=f(K.

Q1 = 2/3 Q . Total biaya suatu perusahaan dinyatakan dalam fungsi sebagai berikut: TC = Q3 – 4Q2 + 4Q +4 # Pada output berapakah yang akan memberikan total biaya minimum? # Berapakah total biaya minimumnya? Jawab: Fungsi total biaya: TC = Q3 – 4Q2 + 4Q + 4 Turunan pertama fungsi total biaya: TC‟= 3Q2 – 8Q + 4 = 0 (3Q .Maksimasi total pendapatan (Total Revenue) 2.2) = 0 3Q . Q = (120 – 6Q) .MR 120 AR = 120 .4 < 0 Untuk Q2 = 2 maka TC″= 6 (2) – 8 = 4 >0 Jadi output yang memberikan total biaya minimum adalah yang TC″>0.2)(Q . Jadi pada tingkat output Q = 10 menjamin pendapatan maksimum.2 = 0. Q2 = 2 Turunan kedua fungsi total biaya: TC″= 6Q – 8 Untuk Q1 = 2/3 maka TC″= 6 (2/3) – 8 = .6Q MR =120 – 12Q 10 20 Q Minimasi total biaya (Total Cost) 3. yaitu Q = 2.2 = 0. Q = 120 Q – 6 Q2 Turunan pertama fungsi pendapatan: TR′ = 120 – 12Q = 0 120 = 12Q Q = 10 Turunan kedua fungsi pendapatan: TR″ = -12 < 0 menjamin pendapatan maksimum. fungsi pendapatan rata-rata (Average Revenue) di berikan di bawah ini: AR = 120 – 6 Q # Pada tingkat output berapakah yang memberikan pendapatan maksimum? # Berapakah pendapatan maksimum yang diperoleh? # Gambarkan fungsi pendapatan rata-rata dan marginal pendapatan pada sebuah grafik! Jawab: Fungsi pendapatan rata-rata: AR = 120 – 6 Q Fungsi pendapatan: TR = AR . Pendapatan maksimum: TR maksimum = 120 Q – 6 Q2 R maksimum = 120(10) – 6(10)2 = 1200 – 600 = 600 jadi pendapatan maksimumnya diperoleh sebesar 600 fungsi pendapatan rata-rata: AR = 120 – 6 Q fungsi marginal pendapatan: TR′= MR = 120 – 12 Q maka grafik dari kedua fungsi tersebut di gambarkan sebagai berikut: AR. Total biaya minimum: TC = Q3 – 4Q2 + 4Q + 4 TC = (2)3 – 4(2)2 + 4(2) + 4 = 4 49 .

Q* = 12.5 – 1/10 t = 2.6000 1200 Q = 120 jadi setiap kali memesan akan dipesan sebanyak 120 kg. Q – C – t Q = -5Q + 100 – (5Q2-30Q) – tQ = -5Q2 + 25Q – Tq + 100 Turunan pertama: Laba′ = -10Q + 25 – t = 0 25 – t = 10Q Q* = 25 – t 10 Q* = 2.25 Maka total pajak maksimum: T = t . Seorang penjaja kue kering memerlukan tepung terigu sebanyak 1440 kg tiap bulan.5 – 1/10 t) = 2. Total pendapatan dan total biaya di berikan sebagai berikut: P = .5 – 1/10 t Turunan kedua: Laba″ = -10 < 0 Jadi dengan memproduksi Q* = 2.5 .5 – 1/10(12. Jadi sudut pandang pemerintah: Pajak: T = t Q* = t (2.C1 Q= C2 2.1440.5Q + 100 dan C = 5Q2 – 30Q Berapakah tarif pajak yang sebaiknya dikenakan pemerintah kepada pengusaha agar pemerintah memperoleh total pajak maksimum? Berapakah total pajak maksimum yang diperoleh pemerintah? Jawab: Dari sudut pandang pengusaha: Laba = P .5 t – 1/10 t 2 turunan pertama: T′ = 2. sedangkan biaya penyimpanannya Rp 300 per minggu.25 = 1. # berapakah kg yang harus dipesan setiap kali memesan? # berapa kali pemesanan harus dilakukan dalam satu bulan? # berapakah total biaya persediaan minimumnya? Jawab: Jika diketahui bahwa: D : jumlah total pemesanan per bulan : 1440 kg C1: biaya pemesanan : Rp 6000 C2: biaya penyimpanan : Rp 300 per minggu = Rp 1200 per bulan Jumlah yang harus di pesan : 2 D.biaya pemesanan tiap kali memesan sebesar Rp 6000 per pemesanan.Maksimasi penerimaan total pajak 4. pengusaha memperoleh laba maksimum.625 Minimasi total biaya persediaan 5.5= 1/5 t t = 12.5 Karna Q* = 2. Dalam waktu satu bulan dilakukan pemesanan sebanyak: D/Q = 1440/120 = 12 kali pemesanan.5 turunan kedua: T″= -1/5 < 0 Jadi tarif pajak yang memberikan total pajak maksimum sebesar: t = 12. Total biaya persediaan: Q= 50 .625 Jadi total pajak yang diterima pemerintah sebesar: 15.5 – 1/10 t.5 – 1.25 = 15.5) = 2. 1.5 – 1/5 t = 0 2.

4 P1 – 0.C= C= D C1 Q Q C2 2 1440 120 6000 1200 120 2 C = 144000 Jadi total biaya persediaan minimum: Rp 144000 Elastisitas persial 6. dan Y = 40 # carilah Price Elasticity of Demand dan jenisnya! # carilah Cross Eelasticity of Demand dan jenisnya! # carilah Income Elasticity of Demand dan jenisnya! # bagaimana hubungan antara komoditi-komoditi tersebut? Jelaskan! Jawab: Qd1 = 16 – 0. Marginal Physical and Revenue Product of Labour and Capital 7.8 P2 + P3 + Y Untuk P1 = 20. L = 16 # hitunglah Marginal Physical Product of Labour! # hitunglah Marginal Physical Product of Capital! Jika fungsi pendapatan R = 2Q.8 Q=4 Sehingga: Marginal Physical Product of Labour (MPRL): 1 1 1 dQ 1 2 L2 2 .4(20) – 0.8 P2 + P3 + Y Qd1 = 16 – 0.1 / 2 K dL 51 . dengan K = 4.8 1 E Qd1P2 = Qd 1 / Pr 2 80 / 10 10 dQd 1 / dP3 1 1 E Qd1P3 = Qd 1 Pr 3 80 / 40 2 Income elasticity of demand dQd 1 / dY 1 1 E Qd1Y = Qd 1 / Y 80 / 40 2 Hubungan antara komoditi 1 dan 2: Karena Cross Elasticity of Demand hasilnya negatif.4 4 E Qd1P1 = Qd 1 Pr 1 80 / 20 400 Cross elasticity of demand dQd 1 / dP 2 0. fungsi produksi : Q = 1/2K ½L = ½. P2 = 10.4 P1 – 0. maka hubumgan antara komoditi 1 dan komoditi 2 adalah subtitusi. P3 = 40.8(10) + 40 + 40 Qd1 = 80 Price elasticity of demand: dQd 1 / dP1 0. maka hubungan antara komoditi 1 dan komoditi 3 adalah subtitusi. maka # hitunglah Marginal Physical Product of Labour! # hitunglah Marginal Physical Product of Capital! jawab: fungsi produksi: Q = ½ K ½ L ½ Q = ½ 4 ½ 16 ½ Q=½. Hubungan antara komoditi 1 dan 3: Karena Cross Elasticity of Demand hasilnya positif .fungsi permintaan suatu komoditi diberikan sebagai berikut: Qd = 16 – 0.

sebaliknya # untuk setiap pengurangan kapital sebanyak 1 orang akan menyebabkan pengurangan jumlah barang yang diproduksi sebanyak 1/8 unit jika fungsi pendapatan: R = 2Q sehingga dR ′ Marginal Revenue: 2 dQ Mencari Marginal Revenue Product of Labour (MRPL): dR dR dQ . sebaliknya # untuk setiap pengurangan tenaga kerja sebanyak 2 orang akan menyebabkan pengurangan jumlah barang yang diproduksi sebanyak 1 unit Marginal Physical Product of Capital (MRPC): dQ = ½.(1/2) dL dR 1 dL Jadi Marginal Revenue Product of Labour (MRPL)=1 Artinya: Pada tingkat tenaga kerja berjumlah 16 orang. K½. # untuk setiap penambahan kapital sebanyak 1 akan menyebabkan penambahan jumlah barang yang diproduksi sebanyak 1/8 unit. sebaliknya # untuk setiap pengurangan tenaga kerja sebanyak 1 orang akan menyebabkan pengurangan pendapatan sebanyak 1. Mencari Marginal Revenue Product of Capital (MRPC): dR dR dQ . dL dQ dL dR (2). 1/2L ½dC dQ = ¼ K 1/2 L -1/2 dC 1 dQ 1 4 K 2 1 dC L2 1 dQ 1 4 4 2 1 dC 16 2 dQ 1 = dC 8 Artinya : Pada tingkat investasi sebesar 4. dC dQ dC dR = (2).1 1 dQ 1 2 L2 4K dL 1 dQ 1 4 L 2 1 dL K 2 1 dQ 14 16 2 1 dL 42 dQ 1 dL 2 Artinya: Pada tingkat tenaga kerja berjumlah 16 orang # untuk setiap penambahan tenaga kerja sebanyak 2 orang akan menyebabkan penambahan jumlah barang yang diproduksi sebanyak 1 unit.(1/4) dC 52 . # untuk setiap penambahan tenaga kerja sebanyak 1 orang akan menyebabkan penambahan pendapatan sebanyak 1.

4 .4Q12 .(0) (0) = 192 . laba12= 0 .4Q2 +12 = 0 makaQ2 = 3 Langkah kedua adalah mencari turunan keduanya: Laba11= .9 + 4. Minimasi Biaya dari Dua Produk 8. maka Q2=2 Langkah kedua adalah mencari turunan keduanya: Biaya11= 24 . laba21= 0 . Biaya21= 0 . Fungsi Laba diberikan Laba = .8Q1 + 32 = 0 makaQ1 = 4 Laba2 = . sebaliknya # untuk setiap pengurangan tenaga kerja sebanyak 4 orang akan menyebabkan pengurangan pendapatan sebanyak 1. Biaya12= 0 . maka definit positif.8 .2Q22 + 32Q1+12Q2 Berapakah jumlah produk 1 dan produk 2 yang harus diproduksi dan dijual sehingga dapat diperoleh laba maksimum? Berapakah laba maksimum yang diperoleh? Jawab: Fungsi Labanya : .8(3) +16(2) Biaya = 12.0 = 192 > 0 Karena D1> 0 dan D2> 0. Jadi perusahaan sebaiknya memproduksi produk pertama sebanyak 3 dan produk kedua sebanyak 2 agar berproduksi pada tingkat biaya minimum. # untuk setiap penambahan investasi sebanyak 4 orang akan menyebabkan penambahan pendapatan sebanyak 1.2Q22 + 32Q1+12Q2 Langkah pertama ialah mencari turunan pertama fungsi laba: Laba1 = . Biaya minimumnya: Biaya = 12 Q12 + 4Q22. laba22= .8 0 Matriks Hessiannya: H= Biaya21 Biaya22 0 -4 Matriks pertamanya: D1 = 8 0 53 . Maksimasi Laba/Keuntungan dari dua produk 9.dR = 1/4 dC Jadi Marginal Revenue Product of Capital (MRPC)=1/4 Artinya: Pada tingkat investasi berjumlah 4 orang. Fungsi biaya dari perusahaan yang menghasilkan dua produk sebagai berikut: Biaya = 12 Q12 + 4Q2 2 – 8 Q1 – 16 Q2 # Berapakah jumlah produk 1 dan produk 2 yang harus diproduksi agar dapat diperoleh biaya minimum? # Berapakah biaya minimum yang diperoleh? Jawab: Fungsi Biayanya: 12 Q12 + 4Q2 2 – 8 Q1 – 16 Q2 Langkah pertama ialah mencari turunan pertama fungsi biaya: Biaya1 = 24 Q1 – 8 = 0.4 Biaya11 Biaya12 . maka Q1=3 Biaya2 = 8 Q2 – 16 = 0.8Q 1+ 16Q2 Biaya = 12 (3)2 + 4(2)2.4Q12 . Biaya22= 8 Biaya11 Biaya12 24 0 Matriks Hessiannya : H= Biaya21 Biaya22 0 8 Matriks pertamanya : D1 = 24 Matriks keduanya : D2 = H= 0 24 0 0 8 = (24) (8) . menjamin biaya minimum.24-32 Biaya = 68 Dengan memproduksi produk pertama sebanyak 3 dan produk kedua sebanyak 2 maka akan berproduksi pada biaya minimum sebesar 68.

4 + 12.-8 0 0 -4 = (-8) (-4) – (0) (0) = 32 > 0 Karena D1 < 0 dan D2 > 0. maka # hitunglah Marginal Physical Product of Labour! # hitunglah Marginal Physical Product of Capital! 4.diberikan fungsi total biaya suatu perusahaan sebagai berikut: TC = 6Q12.16 .3 Laba = 82 Dengan memproduksikan produk pertama sebanyak 4 dan produk kedua sebanyak 3 maka akan diperoleh laba maksimum sebesar 82. dengan K = 20 L = 40 # hitunglah Marginal Physical Product of Labour! # hitunglah Marginal Physical Product of Capital! Jika fungsi pendapatan R = 3Q.9 + 32.4(4)2-2(3)22+ 32(4) +12(3) Laba = .fungsi produksi: Q = 0. fungsi permintaan suatu komoditi diberikan sebagai berikut : Qd2 = 5200 + 4P1 – 3P2 – 8P3 + 0.2.komoditi tersebut? Jelaskan! 2. maka definit negatif. Laba maksimumnya: SELESAIKANLAH SOAL-SOAL LATIHAN DIBAWAH INI 1.total pendapatan dan total biaya diberikan sebagai berikut: R = 221Q + 5100 – 2Q2 dan C = 125Q + 4100 # berapakah tarif pajak yang sebaiknya dikenakan pemerintah kepada pengusaha agar pemerintah memperoleh total pajak maksimum? # berapakah jumlah produk yang harus diproduksi dan dijual oleh perusahaan tersebut sehingga diperoleh laba maksimum setelah mempertimbangkan masalah pejak? # berapakah total pajak maksimum yang diperoleh pemerintah ? # berapakh laba maksimum yang diperoleh perusahaan tersebut? 3.4Q12 .3Q1 Q2 + 12Q2 – 24 Q1 – 10 Q2 # Pada tingkat output (Q1 dan Q2) berapakah yang akan membuat perusahaan memperoleh total biaya minimum! # Berapakah total biaya minimum tersebut? 5. P2 = 100.fungsi permintaan suatu komoditi diberikan pada gambar dibawah ini . menjamin laba maksimum.4.Q3) = (36.9) (P2. carilah nilai dan jenis elastisitas di masing-masing titik! Q (P1.6) (P3.5 K2 + 2KL + L2. P3 = 500 dan Y = 5000 # carilah Price Elasticity of Demand dan jenisnya! # carilah Cross Eelasticity of Demand dan jenisnya! # carilah Income Elasticity of Demand dan jenisnya! # bagaimana hubungan antara komoditi . Jadi sebaiknya di produksikan produk pertama sebanyak 4 dan produk kedua sebanyak 3 agar diperoleh laba maksimum.25 Y Untuk P1 = 200.2Q22 + 32Q1 + 12Q2 Laba = .Q2) = (24. Matriks keduanya : D2 = H= Laba = .Q1) = (12.3) 0 48 P 54 .

TUJUAN KHUSUS # Integral digunakan dalam mencari suatu fungsi total atau fungsi asalnya jika di ketahui fungsi turunannya. PENDAHULUAN Pada dasarnya integral terdiri atas dua jenis yang dikenal dengan integral tak tentu dan integral tentu. # Integral juga digunakan dalam menghitung surplus konsumen dan surplus produsen dengan cara menghitung luas dibawah kurva. Ini merupakan penerapan Integral tertentu. Ini merupakan penerapan integral tentu. Ini merupakan penerapan integral tidak tentu. INTEGRAL TAK TENTU Integral tak tentu merupakan konsep yang berhubungan dengan perincian fungsi asal atau fungsi totalnya dari fungsi turunannya yang diketahui secara umum penulisannya: F ( x) K f ( x)dx Dengan K : konstanta pengintegral yang tak tentu nilainya f (x ) : integral dx : diferensial F ( x) K : fungsi asal atau fungsi total Disebut sebagai integral tak tentu akibat hasil pengintegralannya berupa F(x)+ K dimana K adalah konstanta yang nilainnya tak tentu. Ini merupakan peenerapan Integral Tidak Tentu. TEORI INTEGRAL BAGIAN 3 TEORI INTEGRAL DAN PENERAPANNYA DALAM BISNIS DAN EKONOMI Tujuan Umum Mempelajari Jenis Integral baik integral Tak Tentu maupun Integral Tertentu serta mempelajari kaidahkaidah dari masing-masing jenis integral.TEORI INTEGRAL DAN PENERAPANNYA DALAM BISNIS DAN EKONOMI TUJUAN UMUM Mempelajari jenis integral baik integral tak tentu maupun integral tentu serta mempelajari kaidah-kaidah dari masing-masing jenis integral. 55 . Tutjuan Khusus 1. Integral digunakan dalam encari suatu fungsi asalnya jika diketahui fungsi turunannya. Integral juga digunakan dalam menghitung Surplus Konsumen dan Surplus Produsen dengan cara menghitung luas di bawah kurva.

f ( x). 1 dx 4 contoh : X3 1 K 3 1 4 x = K 4 formula logaritma x 3 dx Inx 3 1 dx 3 dx 3. f ( x)dx K .1 / 5 x 5 K x5 4 Kaidah 7.KAIDAH-KAIDAH INTEGRAL TAK TENTU Kaidah 1. formula substitusi du f ( x)dx f (u ) dx F (u ) K dx contoh: misalkan u x 2 maka du dx dx du x 2 u Inu K In( x 2) K contoh : e 2 x 1dx misalkan : u e2x 2z 1 maka du 2. formula pangkat xndx contoh : Xn 1 n 1 K. e2x K K formulasi penjumlahan f ( x) g ( x) dx f ( x)dx x2 e x dx x 2 dx g ( x)dx contoh : e x dx 1 / 3x 3 e x K Kaidah 5.n 1 Kaidah 2.dx dx 1 / 2 1 u dx e 1 / 2du 1 / 2 e 4 du 1 / 2u K 1 / 2e 2 x 1 K 56 .d x K contoh : 5 x 4 dx 5 x 4 dx 5. formula eksponensial e x dx e x K contoh : e 2 x dx Kaidah 4.InX x x Kaidah 3. formulasi pengurangan f ( x) g ( x) dx f ( x)dx g ( x)dx contoh : x2 e x dx x 2 dx e x dx 1 / 3x 3 e x Kaidah 6. formula perkalian K .

Integral tentu merupakan konsep yang berhubungan dengan pencarian luas suatu daerah yang dibatasi oleh kurva-kurva serta batasan-batasan nilai yang membatasi dengan tepat area yang dimaksud.2 2+1 2+1 2+1 2+1 =43–23 3 3 x2+1 4 2 = 2 2+1. a b f(x) dx = F(x) a b =F(b)-F(a) .dv u.dx dengan: F ( x) b a F (b) F (a) f ( x)dx : integral f (x ) terhadap x wilayah untuk rentang a hingga b F (b) F (a) b a : hasil integral fungsi f (x) antara a dan b : batas atas integrasi : batas bawah integrasi Kaidah-Kaidah Integral Tentu Kaidah 1.dx u.4 2 x2 dx 2 4 x2 dx = x2+1 2 4 = 4 2+1. a<c<b Contoh: 2 4 x2 dx = x2+1 2 4 = 4 2+1 – 2 2+1 2+1 2+1 2+1 = 43–23 3 3 = 56 3 Kaidah 2.dv u. 4 2 – 6.b a f(x) dx contoh: 2 4 x2 dx = .v v. a b f(x) dx = .dx dan maka v x x.43 3 3 = 56 3 kaidah 4.Kaidah 8. formula sebagian-sebagian u. 2 2 57 .4 2+1 2+1 2+1 2+1 =23 .du Contoh : xe x dx Misalkan u x maka du dx dv e x .e x e x K e x ( x 1) K Integral Tentu Integral tentu adalah integral dimana nilai dari variabel bebasnya memiliki batasan-batasan tertentu. Secara umum penulisannya: f ( x). x3 2 4 3 = 6. a a f(x) dx = F(x) a a = F(a) – F(a) = 0 contoh: 2 2 x2 dx = 2 2 x2 dx = 2 3 – 2 3 = 0 3 3 kaidah 3.dx ex x.2 4 x2 dx = 6.e .v x.du e x . a b k f(x) dx = k a b f(x) dx contoh: 2 4 6x2 dx = 6.ex v.

8 =8 kaidah 5. x3 2 [4 + 4x2 2]4 3 = 2.4 2 – 4.x2 dx+2 4 4x dx = 6.4. 16 – 4 . a b [f(x) + c d f(x) dx = a d f(x) dx contoh: 2 3 4x dx + 3 3 4x dx = 2 4 4x dx 2 3 4x dx + 3 4 4x dx = 4x2 2 3 + 4x2 3 4 2 2 = 4.2 2] 3 3 = [2.22 2 2 = 4 .x2 dx – 2 4 4x dx = 6. 4 = 32 – 8 = 24 PENYELESAIAN SOAL-SOAL Kaidah 1. 4 = 125 – 16 + 64 – 16 = 160 kaidah 6. 16 – 4/2. a b [f(x) – g(x)] dx = a b f(x) dx – a b g(x) dx contoh: 2 4 [6x2 – 4x] dx = 2 4 6. a b [f(x)+g(x)] dx = a b f(x) dx+a b g(x) dx contoh: 2 4 [6x2+4x] dx = 2 4 6.x3 2 4 – 4x2 2 4 3 = [6.2 3] – [4.42–4.4] = 128 – 16 – 64 + 16 = 64 kaidah 7.9 = 18 – 8 + 32 – 18 = 24 2 4 4x dx = 4 .3 2 – 4.9 – 4/2 .64 – 2.4 + 4 . 16 – 4/2 .4 2 . formula logaritma Contoh: = 33 1 dx x = 33 . In x + k 58 . 64 – 2. 2 3 + 4. 4 3 – 6. formula pangkat Contoh: x8 dx = x 8 + 1 8+1 = x9 9 = 1/9 x9 4 contoh: 2 x8 dx = x 8+1 2 4 8+1 =49–29 9 9 Kaidah 2.4 2 – 4. x2 4 2 =4.4 3 – 6. 4 + 4/2 .3 2 2 2 2 2 = 4/2. 2 2 3 3 = 2 .3 3 = 2.48] – [4.2 2 + 4.16 – 4.64 – 2.

dU 1 1 1 2 4 . Sebaliknya. jika yang diketahui adalah persamaan fungsi marginal. maka untuk mengetahui persamaan fungsi marginal digunakan perhitungan diferensial. formula eksponensial Contoh: ex dx = ex + k Contoh: 2 4 ex dx = ex 2 4 = e4 – e2 = -e4 –e2 Kaidah 4. sedangkan Integral tertentu diantaranya digunakan untuk mencari Surplus Konsumen dan Surplus Produsen FUNGSI TOTAL Jika yang diketahui adalah persamaan fungsi total. maka mencari persamaan fungsi totalnya dipergunakan hitungan Integral. Fungsi Total Utility (TU) dapat diperoleh dengan cara mengintergralkan fungsi marginal MU . Contoh : 1.dQ revenuenya : TR 2.dQ 14 2Q 14 2. Fungsi Total Cost (TC) dapat diperoleh dengan cara mengintegralkan fungsi marginal Costnya : TC MC.dQ utilitynya : TU Contoh Soal : Carilah Fungsi Total Revenue sebesar MR Jika berproduksi pada Q = 25 Jawab : TR MR. 1 2 dU 1 2 . U 2 .Q. Integral tak tentu dapat dipergunakan di antaranya untuk mencari persamaan fungsi total. In x 2 4 = 33(In4 – In2) x 33 dx x x Kaidah 3.dQ Misalkan U = 14+2Q maka dU = 2dQ Dan dQ = ½ dU 14 2QdQ Sehingga: U .4 Contoh: 2 33 dx = 33 2 4 1 dx = 33 . 12U . Fungsi Total Revenue (TR) dapat diperoleh dengan cara mengintegralkan fungsi marginal MR. formula penjumlahan Contoh: [x17 + e x+2] dx = x17 dx + e x+2 dx = 1/18 x18 2 4 + e x+2 + k contoh: 2 4[x17 + e x+2] dx = 2 4 x17 dx + 2 4 e x+2 2 4 = 1/18 x18 2 4 + ex+2 2 4 = 1/18 [4 18 – 2 18] + e4+2 – e2+2 = 1/18 [4 18 – 2 18 PENERAPAN INTEGRAL DALAM BISNIS DAN EKONOMI PENERAPAN DALAM BISNIS DAN EKONOMI Dalam bidang ekonomi.U 1 2 1 2 1 59 .dQ 3.

4 Qe = 75 – 12 Qe = 63 Jadi (Pe. SK 0 f (Q)dQ Atau p Qe.63) Fungsi Qd = 75 – 3P 2 merupakan kurva parabola yang terbuka di bawah dengan titik puncaknya (P. SK pe f ( p).Pe 2.1 4 1 2 U 1 14 2Q 14 2. dihitung dengan rumus Qe 1. Bpk Alfreed Marshall menyebutnya surplus konsumen. maka bagi setiap konsumen yang pada dasarnya memiliki keinginan untuk membeli barang tersebut dan memiliki kesanggupan untuk membeli barang tersebut walaupun harganya diatas Pe dinyatakan bahwa konsumen tersebut mengalami keuntungan.jika permintaan suatu barang dinyatakan dengan persamaan P= f (Qd)dan ternyata bahwa harga barang tersebutdipasar sebesar Pe.2 2 Qe = 75 – 3.Qe) = (2. Penggambaran : P P' Surplus konsumen (SK) Pe 0 Qe Q' Q Surplus konsumen = Luas daerah yang diarsir .surplus konsumen tersebut dapat dihitung dengan menggambarkan fungsi permintaanya serta menghitung luas area di bawah kurva yang bersangkutantetapi diatas harga pasar Pe.Qd) = (0.(Kesanggupan bayar > harga).25 8 Jadi total revenue-nya pada Q = 25 diperoleh sebesar 1/32 TR 4 1 4 1 4 1 32 Surplus Konsumen Yaitu : Keuntungan lebih (surplus)yang dinikmati oleh konsumen karna konsumen tersebut dapat membeli barang dengan harga pasar yang lebih murah daripada harga yang sanggup dibayarnya.75).penggunaan grafiknya : 60 .dP Contoh soal: Diberikan fungsi permintaan sebagai berikut : Qd = 75 – 3P 2 gambarkan fungsi tersebut pada sebuah grafik Qd vs P ! carilah surplus konsumenya jika harga pasar Pe = 2 Jawab : Qd = 75 – 3P 2 Qe = 75 – 3.

Bapak Alfred Marshall menyebutnya surplus produsen.dP 2 2 p 2 75.2 52 22 2.63) SK (75 3P 2 )dP 2 5 5 2 5 5 3 2 75 dP 3 p . dihitung dengan rumus : 61 .surplus produsen tersebut dapat dihitung dengan menggambarkan fungsi penawaranya serta menghitung luas area diatas kurva yang bersangkutan tetapi di atas harga pasar Pe Penggambaran : P Pe E(Qe.dq f ( p) dP 2 5 (2.Pe) Surplus Produsen P1 0 Qe Q surplus produsen = Luas daerah yang diarsir .Qd 75 63 Surplus konsuemen 0 63 2 5 P SK 0 5 f (Q). maka bagi setiap produsen yang pada dasarnya ingin menawarkan barang tersebut serta memiliki kesanggupan untuk menjual barang tersebut di atas harga pasar Pe dinyatakan bahwa produsen tersebut mengalami keuntungan.5 75.(kesanggupan menjual < harga pasar) Jika fungsi penawaran suatu barang dinyatakan dengan persamaan P = f(Qs) dan ternyata bahwa harga barang tersebut dipasar sebesar Pe.75 150 = 125 – 125 + 8 =8 125 8 SURPLUS PRODUSEN Yaitu : keuntungan lebih (surplus)yang dinikmati oleh produsen karena produsen tersebut dapat menjual barang dengan harga lebih tinggi daripada harga yang sanggup dijualnya.

Surplus produsen : Qe SP Pe.dQ 0 0 (20.Qe 0 f (Q)dQ atau Pe SP P f ( p)dP Contoh soal: Diberikan fungsi penawaran sebagai berikut : P = 20 + 5Qs gambarkan fungsi tersebut pada sebuah grafik P vs Q ! carilah surplus produsenya untuk harga pasar sebesar 40.Qe 1.4) Penggambaran grafiknya Pe = 20 – 5Qs Pe = 40 Surplus Produsen P11= 20 0 4 Qs Daerah yang diarsir menunjukkan surplus produsen yaitu keuntungan yang diperoleh akibat harga dipasar di atas (lebih tinggi)dari kesanggupan menjual.4) 20.0) 5 2 .4 2 5 2 0 2 40 atau 62 .4 4 4 160 160 20 dQ (5 Q. SP Pe. Jawab: Fungsi penawaranya P = 20 +5Qs P – 20 = 5Qs 5Qs = P – 20 Qs = 1/5 P – 20/5 Qs = 1/5 P – 4 Diketahui bahwa harga keseimbangan pasar adalah 40.Qe 0 4 f (Q)dQ (20 5Q)dQ 0 40.Qe) = (40. maka Untuk Pe = 40 Qe = 1/5P – 4 Qe = 1/5. Perhitungan mencari surplus produsen sebagai berikut.40 – 4 Qe = 8 – 4 Qe = 4 Jadi (Pe.

20 2 4.dV U .dQ Sehingga V = eQ V .dQ 2.dQ q 2 e Q .dengan Q adalah julah output yang diproduksi dan di jual.V Diperoleh : TR Q 2 .dQ Misalkan U = Q Sehingga dU = dQ Q Dan dV = e ..dV U .dQ 2 e Q . Q.e Q TR TR Q 2 .e Q .40 4.dQ Misalkan U = Q2 Sehingga dU = 2Q. carilah fungsi total revenue dari fungsi marginal revenue : MR = Q 2eQ .e Q Q 2 .e Q Q 2 .2Q.dQ eQ 2e Q Q 2 .2Q. Fungsi permintaan dan penawaran suatu barang masing – masing ditunjukan dengan fungsi sebagai berikut : Qd = 30 – 2P dan Qs = – 6 + P Hitunglah surplus konsumenya! Jawab: Mencari harga dipasar dengan cara : Qd = Qs 30 – 2P = – 6 +P 30 + 6 = P + 2P 36 = 3P maka Pe=12 dan Qe = –6 + 12 Qe = 6 Fungsi perimintaan : Qd = 30 – 2P Fungsi penawaran : Qs = – 6 + P 2p = 30 – Qd Qs + 6 = P P = 15 – ½ Qd P = Qs + 6 63 .40 2 . Jawab: TR MR.dQ Sehingga V = eQ V .e Q 2 Q.dQ Dan dV = eQ.e Q 2 Q.V Diperoleh : TR Q 2 .e Q 2Q.dU Maka dengan rumus : U .e Q e Q .Pe 40 SP Pu f ( P)dP 20 1 1 2 P 4 dP P 5 10 40 40 4P 20 20 1 1 .20 10 10 160 40 160 80 40 PENYELESAIAN SOAL – SOAL Fungsi total 4.e Q 2Q.e Q e Q .dU Maka dengan rumus : U .e Q 2e Q Jadi fungsi Total Revenue : TR Surplus konsumen 5.e Q TR TR Q 2 .

6 72 90 9 72 9 4 atau 15 (30 2P)dP 30P 12 12 P 2 12 30.us konsumenya sebesar 9.15 30.5 Qs +15. SP pe . berapakah surplus produsenya bila ternyata bahwa tingkat harga di pasar adalah 25? Gambarkanlah fungsi tersebut pada grafik (p vs Qs)dan lakukanlah perhitungannya dengan dua cara! 3. Surplus Produsen 6. Seorang produsen mempunyai fungsi penawaran terhadap suatu barang P 1.12 152 12 2 9 baik menghitung dengan menggunakan rumus ke-1 maupun dengan rumus ke-2 diperoleh surpl. Fungsi penawaran dan permintaan suatu barang dipasar masing – masing dinyatakan sebagai berikut : Qd = 30 – 2 P dan Qs = – 66 + 10 64 .6 0 15 15 1 2 .6 0 f (Q)dQ 72 0 (Q 6)dQ 72 1 2 Q 2 6 6 6Q 0 0 72 1 2 6 2 6. Carilah fungsi total biaya dari fungsi marginal biaya sebesar : MC ( Q .6) 6 15Q 0 1 2 Q 4 6 72 15.Qe 0 f (Q)dQ 12. 2.6 72 18 36 18 maka akan diperoleh surplus produsen sebesar 18. dari soal no 2 hitunglah surplus produsenya! Jawab Surplus produsen 6 6 6 1. Fungsi penawaran dan permintaan suatu barang dipasar masing – masing dinyatakan sebagai berikut : Qd = 40 – 10P dan Qs = 12P – 4 Carilah keseimbangan harga dan kuantitasnya dipasar! Gambarkan kedua fungsi tersebut pada grafik (p vs Qs)! Carilah surplus konsumenya! Carilah surplus produsenya! 5.Penggambaranya : P Surplus Konsumen P = Qs + 6 atau Qs = – 6 + P P´=15 Pe=12 Surplus Produsen P11= 6 P = 15 – ½ Qd atau Qd = 30 – 2P 0 6 Qe = 6 6 30 PSurplus Konsumen : SK 0 f (Q)dQ Pe .Q ) 2 jika berproduksi dari range Q = 4 hingga Q = 8.Qe 0 (15 1 / 2Q)dQ (12. Fungsi permintaan suatu barang dinyatakan sebagai berikut: Q = 120 – 6P berapakah surplus konsumenya bila ternyata tingkat harga adalah 60? Gambarkanlah fungsi tersebut pada grafik (p vs Qs)dan lakukanlah perhitungannya dengan dua cara! 4. SELESAIKAN SOAL – SOAL LATIHAN DIBAWAH INI 1.

Situasi perekonomian seringkali mengharuskan pengoptimuman suatu fungsi di bawah beberapa kendala pertidaksamaan.pendakatan ini diperagakan dalam empat langkah yang mudah.5x1 (a) (b) 65 . menjadi Π = 3x1 + 4x2 Di bawah kendala.x2 ≥ 0 Tiga pertidaksamaan pertama merupakan kendala – kendala teknis (echnical constrain) yang ditentukan oleh keadaan teknologi dan tersedianya input. Setiap bangku memerlukan 1 jam untuk perakitan. 4 per bangku. 30 jam untuk pemolesan. Margin laba adalah Rp. selesaikan masing – masing untuk x2 dalam kaitanya dengan x1 .Carilah keseimbangan harga dan kuantitasnya dipasar! Gambarkan kedua fungsi tersebut pada grafik (p vs Qs)! Carilah surplus konsumenya! Carilah surplus produsenya! Linier Programming Suatu Pendekatan Grafik 13.fungsi obyektifnya.jadi Dari A x2 = 20 – 2. betapapun banyaknya. maka linier programming adalah lebih mudah. Nyatakan data tersebut dalam persamaan atau pertidaksamaan. Pendekatan grafik untuk maksimasi dan minimisasi diperagakan masing masing dalam contoh. Contoh 1 Sebuah pabrik memproduksi meja (x1) dan bangku (x2).1 Penyelesaian dengan Grafik Tujuan linier programming adalah untuk menetapkan alokasi sumberdaya yang langka secara optimal di antara produk atau aktivitas yang saling bersaing.5x1 Dari B x2 = 10 – x1 Dari C x2 = 8 – 0. Perlakukan ketiga kendala pertidaksamaan tersebut sebagai persamaan. 1.5 jam untuk perakitan (A). pertidaksamaan yang keempat merupakan suatu kendala ketidaknegatifan (nonnegativity constrain) yang ditentukan pada setiap soal untuk menghindarkan nilai negatif(karena itu tak dapat diterima)dari penyelesaian. Kendala dari A : 2. dan gambarkan grafiknya. 3 jam untuk pemolesan. Pendekatan grafik digunakan dibawah ini untuk mencari bauran (output mix) yang akan memaksimumkan laba mingguan perusahaan tersebut. Setiap meja memerlukan 2. dan 1 jam untuk pengepakan (C). dan 16 jam untuk pengepakan setiap minggu. Jika kendala-kendalanya tersebut. Perusahaan tersebut tidak dapat menggunakan lebih dari 20 jam untuk perakitan. 2. terbatas variabel. betapapun banyaknya. 3 per meja dan Rp.5x1 + x2 ≤ 20 Kendala dari B : 3x1 + 3x2 ≤ 30 Kendala dari C : x1 + 2x2 ≤ 16 Kendala ketidaknegatifan : x1. dan 2 jam untuk pengepakan.fungsi yang akan dioptiumkan. kendala penyelesaian yang termudah adalah dengan pendekatan grafik. Apabila kendala pertidaksamaan yang dilibatkan lebih dari satu. 3 jam untuk pemolesan (B).

(6.(0.(4. Lihat gambar 13 – 2 (a).kita menemukan garis isoprofit yang menunjukan laba terbesar yang memungkinkan menyentuh daerah yang mungkin di E. Kebutuhan harianya adalah 14 untuk A. Metode grafik digunakaqn dibawah ini untuk menentukan kombinasi biaya yang paling murah dari y1 dan y2 yang akan memenuhi semua kebutuhan minimum. nilai tersebut akan ditenukan pada salah satu titik ekstrim (atau sudut) dari batas tersebut.y2 ≥ 0 dimana kendala teknisnya dibaca ≥ karena kebutuhan minimum harus dipenuhi tetapi ungkin dilampaui 2.x2 ≥ 0.3) upamanya. Grafik dari pertidaksamaan “ lebih besar atau sama dengan ” akan mencakup semua titik – titik pada garis dan disebelah kanan garis.garis isoprofit tersebut mempunyai kemiringan .dan satu unit masing – masing B dan C.yang disebut titik . untuk memperoleh pemecahan yang optimal dalam daerah yang memungkinkan.-. Dengan menggambarkan suatu seri garis isoprofit (garis putus – putus) yng menunjukan laba(profit)yang semakin besar.10).0).x1 dan x2 disebut variabel keputusan atau struktural (decision or stuktural variables). produk y2 mempunyai satu unit masing – masing A dan B dan tiga unit C. Daerah yang digelapkan merupakan daerah yang mungkin memuat semua titik – titik yang memenuhi semua ketiga kendala kebutuhan ditambah kendala ketidaknegatifan.(16.5).kendala ketidaknegatifan x1.¾.dan 18 untuk C.(10. 13.0).(7.3). Dengan mensubstitusikan dalam (13. masing – masing digambarkan oleh sumbuh tegak (vertikal) dan sumbu datar (horisontal). Perlakukan pertidaksamaan selesaikan masing – masing untuk y2 dalam satuan y1 dan gambarkan grafiknya.6). gambarkan fungsi obyektif sebagai suatu seri garis isoprofit.1 Grafik dari pertidaksamaan asal “ lebih kecil atau sama dengan ” akan mencakup semua titik – titik pada garis dan disebelah kiri garis. fungsi obyektif yang akan diminimumkan adalah c = 2y1 + 4y2 di bawah kendala . Di (7. Perhatikan bahwa terdapat sepuluh titik ekstrim : (0. seorang petani ingin mengetahui bahwa ternak gembalanya memperoleh kebutuhan harian minimum dari tiga bahan pokok makanan pokok A. 4. 3 x2 x1 4 4 Jadi.0) dan (0.gambar 13 . Π = 3 (7) + 4(3) = 31 yang lebih rendah dari Π = 36 diatas. 3.B dan C.(a) yang terakhir adallah perpotongan kendala – kendala ketidaknegatifan.(8. Daerah yang digelapkan disebut daerah yang memungkinkan (feasible region). = 3(4) + 4(6) = 36.2 DALIL TITIK EKSTRIM Dalil titik ekstrim menyatakan bahwa jika suatu nilai optimal yang memungkinkan (optimal feasible value) dari fungsi obyektif ada.8). 1. Daerah itu memuat semua titik – titik yang memenuhi ketiga kendala ditambah kendala ketidaknegatifan. 66 perpotongan kedua kendala tersebut.2). kendala dari A : 2y1 + y2 ≥ 14 kendala dari B : y1 + y2 ≥ 12 kendala dari C : y1 + 3y2 ≥ 18 kendala ketidaknegatifan y1. Dimana x1 4 dan x 2 6 lihat gambar 13 – 1 (b). Contoh 2.jika ada. Dengan menggunakan prosedur yang digunakan dalam contoh 1. 12 untuk B. laba dimaksimumkan pada ekstrim(extreme point).1). Semuanya disebut penyelesaian dasar (basic solution) tetapi hanya lima terakhir yang merupakan penyelasaian dasar yang mungkin (basic feasible solution) karena penyelesaian – penyelesaian tersebut tidak melanggar kendala yang manapun.lihat gambar 13 – 1 (a).dan harga y2 adalah Rp 4. Produk y1 mempunyai dua unit A.0) dalam gambar 13 – 1.harga y1 adalah Rp 2.(0.. Biasanya hanya salah satu dari penyelesaian dasar yang mungkin tersebut yang akan optimal.

sistem perttidaksamaan linear harus dirubah menjadi sistem persamaan linear.jika 4x1 + 7x2 = 60. Suatu pertidaksamaan “ lebih besar atau sama dengan ” seperti 4x 1 + 7x2 ≥ 0 sedemikian rupa sehingga 4x1 + 7x2 – s = 60.ini dilakukan dengan memasukan suatu variabel slack atau surplus yang terpisah (si) kedalam masing – masing pertidaksamaan (kendala ke i) dalam sistem tersebut. 2y1 + y2 .jika 5x1 + 3x2 = 30.(a) gambar 13 .c = 2(2) + 4(10)[untuk soal meminimasi. karena itu variabel surplus dikurangkan. sedemikian rupa sehingga 5x1 + 3x2 + s = 30. Untuk memperoleh penyelesaian optimal. s adalah suatu nilai positif yang sama dengan selisih antara 5x 1 + 3x2 dan 30.jadi c = 2(9) + 3(3) = 30 yang menunjukan suatu biaya yang lebih rendah ketimbang di titik ekstrim yang mungkin lainya.s1 = 14 y1 + y2 .5x1 + x2 + s1 = 20 3x1 + 3x2 + s2 = 30 x1 + 2x2 + s3 = 16 dinyatakan dalam bentuk matriks.5 1 1 0 0 3 3 0 1 0 1 2 0 01 x2 s1 s2 20 30 16 s3 sebaliknya dalam contoh 2 semua kendala adalah “ lebih besar atau sama dengan ”. jika 5x1 + 3x2 < 30.variabel surplus s = 0 jika 4x1 + 7x2 = 60. variabel slack s = 0. Umpamanya di (2.2 (b) 3.s2 = 12 y1 + 3y2 .2) y2 c 4 1 y1 2 Garis isocost terendah yang akan menyinggung dareah yang memungkinkan adalah garis singgung (tangen) di y1 9 dan y 2 3 dalam gambar 13 – 2 (b).s3 = 18 67 .10).3 VARIABEL SLACK DAN VARIABEL SURPLUS Soal yang melibatkan lebih dari dua variabel berada di luar lingkup pendekatan grafik dua dimensi yang disajikan dalam bab sebelumnya. gambarkan grafik fungsi obyektif sebagai suatu seri garis isocost (garis putus-putus) Dari (13.karena perlunya persamaan. Suatu pertidaksamaan “ lebih kecil atau sama dengan ” seperti 5x 1 + 3x2 ≤ 30 dapat dirubah menjadi suatu persamaan dengan menambahkan suatu variabel slack s ≥ 0.0) tidak dalam daerah yang memungkinkan] 13.lihat contoh 3. x1 2. (0. s adalah suatu nilai positif yang sama dengn selisih antara 4x 1 + 7x2 dan 60 CONTOH 3 karena kendala – kendala teknis dala contoh 1 semua melibatkan pertidaksamaan “ lebih kecil atau sama dengan ” variabel slack ditambah sebagai berikut : 2.

4 DALIL DASAR Untuk suatu sistem persamaan m yang konsisten dan variabel n. karena terdapat 3 persamaan dan 5 variabel . Akan tetapi. Beberapa dasar dapat dibaca secara langsung dari matriks tanpa suatu manipulasi aljabar. Jadi dengan menetapkan n – m variabel sama dengan nol menyelesaikan m persamaan untuk m variabel yang tersisa.m variabel saa dengan nol merupakan titik ekstrim.Dalam bentuk matriks.dengan menetapkan x1 = 0 dan x2 = 0 akan menghasilkan suatu matriks identitas untuk s1.perhatikan bahwa penyelesaian dasar tersngebut bukan suatu penyelesaian dasar yang memungkinkan karena melanggar kendala ketidaknegatifan.jadi s1 = -14.jadi s1 = 20.empat puluh jam tersedia untuk peleburan. Sebuah pabrik khusus baja memproduksi dua tipe baja (g1 dan g2) tipe satu memerlukan 2 jam untuk peleburan.suatu titik ekstrim. 5! 3!(2)! dimana 5! = 5(4) (3) (2) (1).1 jam untuk percetakan dan 5 jam untuk pemotongan. 2.4 jam untuk percetakan dan 10 jam untuk pemotongan. 14 12 18 SOAL DAN JAWABAN PERNYATAAN MATEMATIS ATAS MASALAH EKONOMI 1. n!/[m!(n-m)] dan dengan mensubstitusikan parameter – parameter yang diketahui.perhitungan untuk menentukan (1) banyaknya variabel yang harus ditetapkan sama dengan nol untuk memperoleh suatu penyelesaian dasar dan (2) besarnya penyelesaian dasar yang ada. dimana n > m akan terdapat sejumlah penyelesaian yang tak terhingga. Dalam matriks kedua.untuk tipe 2 adalah 8. dengan menggunakan rumus untuk besarnya penyelesaian dasar.dengan menetapkan y1 = 0 dan y2 = 0 akan menghasilkan suatu matriks identitas yang negatif untuk s1.akan tetapi.m variabel harus sama dengan nol untuk penyelesaian dasar 5 – 3 atau 2 variabel harus sama dengan nol untuk suatu penyelesaian dasar atau titik ekstrim.s2 = 30 dan s3 = 16 merupakan suatu penyelesaian dasar yang dapat dibaca secara langsung dari atriks tersebut. Dalam atriks pertama.s3.besarnya penyelesaian dasar dapat diberikan dengan rumus n! m!(n m)! dimana n! Dibaca n factorial lihat contoh 4 CONTOH 4 dengan mereduksi pertidaksamaan menjadi persamaan dalam contoh 3 menghasilkan tiga persamaan dan lima variabel.s2.dua puluh jam untuk percetakan dan 60 jam untuk pemotongan.diperlihatkan dibawah ini. tipe dua memerlukan 5 jam untuk peleburan.dimana n > m suatu penyelesaian dimana sedikitnya n . banyaknya titik ekstrim adalah terhingga.dan n.Dalil dasar menyatakan bahwa untuk suatu sistem m persamaan dan n variabel. Jadi 5(4) (3) (2) (1) 10 3(2) (1) (2) (1) CONTOH 5.nyatakan data tersebut dalam persamaan – persamaan dan pertidaksamaan yang perlu untuk menetapkan bauran output yang akan memaksimumkan laba.marjin laba untuk tipe 1 adalah 24.lihat contoh 3.s2 = -12 dan s3 = -18 merupakan penyelesaian dasar.atau penyelesaian dasar dapat diperoleh. y1 2 1 -1 0 0 1 1 0 -1 0 1 3 0 0 1 y2 s1 s2 s3 13.s2. 1. Maksimumkan Π = 24 g1 +8 g2 Dibawah 2 g1 + 5 g2 ≤ 40 kendala peleburan 68 .s3.

Seorang yang gandrung model hidup sehat ingin memperoleh minimum 36 unit vitamin A.dan Rp 60. 2 unit vitamin C dan 2 unit vitamin D. 4) Bacalah setiap nilai kritis untuk g1dan g2 pada titik singgung.dan tariklah suatu garis putus – putus.taruhlah penggaris diatas kemiringan ini gerakkan penggaris tersebut ke titik singgung dengan fungsi obyektif. Di perusahaan tersebut tersedia waktu 36 jam untuk penghancuran. Dari soal 1. Sebuah perusahaan gilingan batu untuk pekarangan rumah memproduksi dua macam batu.Minimumkan c = 40 x1 + 20 x2 + 60 x3 Dibawah 2 x1 + 4 x2 + 2 x3 ≥ 24 kendala vitamin zat besi 5 x1 + x2 + x3 ≥ 24 kendala vitamin x1.. bagaimanakah kombinasi paling murah yang menjamin kebutuhan harian? Minimumkan Dibawah c = 3 y1 + 4 y2 2 y1 + 3 y2 ≥ 36 kendala vitamin A 2 y1 + 2 y2 ≥ 28 kendala vitamin C 8 y1 + 2 y2 ≥ 32 kendala vitamin D y1 + y2 ≥ 0 4. 3 jam untuk pengayakan dan 2 jam untuk pengeringan. Merk 1 harganya Rp 3. Marjin laba untuk batu kasar adlah 40. Tentukan bauran output yang memaksimumkan laba dengan menyederhanakan data ini menjadi persamaan – persamaan dan pertidaksamaan.. dengan menggunakan data dibawah. Pak samin memastikan bahwa ayam – ayamnya mendapatkan paling sedikit 24 unit zat besi dan 8 unit vitamin setiap hari. batu halus memerlukan 6 jam untuk penghancuran. 3) Hitunglah kemiringan fungsi obyektif. 2 unit vitamin Cdan 8 unit vitamin D.padi – padian (x3) memberikan 2 unit zat besi dan 1 unit vitamin.bagaimana makanan – makanan tersebut harus dicampur untuk memberikan pemmenuhan yang paling murah atas kebutuhan harian jika harga makanan tersebut masing – masing Rp 40. 5 jam untuk pengayakan dan 8 jam untuk pengeringan.Dengan memakai persamaan persamaan dan pertidaksamaan. x2..batu kerikil yang kasar memerlukan 2 jam untuk penghancuran. untuk batu halus adalah 50. Merk 2 harganya Rp 4. 28 unit vitamin C. 30 jam untuk pengayakan dan 40 jam untuk pengeringan. x3 ≥ 0 GRAFIK UNTUK PENYELESAIAN 5.. 1) Gambarkan grafik kendala – kendala pertidaksamaan setelah menyelesaikan masing – masing untuk g2 dalam g1 2) Grafikan kembali dan hitamkan daerah yang memungkinkan(feasible region). dan 32 unit vitamin D setiap hari.dan memberikan 3 unit vitamin A. kasar (x1) dan halus (x2).4 g1 + g2 ≤ 20 kendala percetakan 10 g1 + 5 g2 ≤ 60 kendala pemotongan g1 + g2 ≥ 0 2. Maksimumkan Dibawah Π = 40 x1 + 50 x2 2 x1 + 6 x2 ≤ 36 kendala penghancuran 5 x1 + 3 x2 ≤ 30 kendala pengayakan 8 x1 + 2 x2 ≤ 40 kendala pengeringan x1 + x2 ≥ 0 3.dan memberikan 2 unit vitamin A.Rp 20. Jagung (x1) memberikan 2 unit zat besi dan 5 unit vitamin. Tepung tulang (x2) memberikan 4 unit zat besi dan 1 unit vitamin. Maksimumkan Dibawah Π = 24 g1 + 8 g2 2 g1 + 5 g2 ≤ 40 kendala 1 4 g1 + g2 ≤ 20 kendala 2 69 . dan evaluasilah fungsi obyektif pada nilai – nilai ini.

dari g2 = 8 – 2/5 g1.4/5. dengan menggunakan data berikut.4 (b) untuk daerah yang memungkinkan. apabila g1 = 0. Dari fungsi obyektif. x1 =3 dan x2 = 5. kemiringan = .3 (b) 6. di titik singgung. Daerah yang mungkin digrafikan dalam gambar 13. kerjakan kembali seperti soal 5.untuk kendala 1. gambar 13. g1 = 4 dan g2 = 4.3 (b).4 (b) PENYELESAIAN OPTIMAL BERGANDA 7. g2 = 8.g2=Π/8– 3 g1. perhatikan bahwa kendala ketidaknegatifan hanya membatasi analisis pada kuadran pertama. x2 ≥ 0 70 . x2 = Π /50 – 4/5 x1. Dari fungsi obyektif.g1 = 20.3 (a). Kerjakan kembali seperti soal diatas apabila diketahui data berikut : Minimumkan c = 4 x1 + 2 x2 Dibawah 4 x1 + x2 ≥ 20 kendala 1 2 x1 + x2 ≥ 14 kendala 2 x1 + 6 x2 ≥ 18 kendala 3 x1.jadi Π= 24(4) + 8(4) = 128 (a) gambar 13. jadi Π = 40(3) + 50 (5) = 370 (a) gambar 13.4 (b). dalam gambar 13.gkin dignh 10 g1 + 5 g2 ≤ 60 kendala 3 g1 + g2 ≥ 0 kendala – kendala pertidaksamaan tersebut harus digrafikan seperti terlihat dalam gambar 13.apabila g2 = 0. yang diperoleh dalam soal 2 Maksimumkan Π = 40 x1 + 50 x2 Dibawah 2 x1 + 6 x2 ≤ 36 kendala 1 5 x1 + 3 x2 ≤ 30 kendala 2 8 x1 + 2 x2 ≤ 40 kendala 3 x1 + x2 ≥ 0 lihat gambar 13. kemiringan = -3.4 (a) untuk kendala yang digrafikan.

(a) (b) gambar 13. maka tidak terdapat penyelesaian tunggal optimal yang memungkinkan. yaitu c = 4(3) = 38 atau c = 4(6) + 2(2) = 28 VARIABEL SLACK DAN SURPLUS 8. 2 y1 + 5 y2 + s1 = 40 4 y1 + y2 + s2 = 20 10 y1 + 5 y2 + s3 = 60 y1 (b) 2 5 1 4 1 0 10 5 0 0 0 1 0 0 1 y2 s1 s2 s3 40 20 60 9. Perhatikan bahwa penyelesaian optimal berganda tidak menyangkal dalil titik ekstrim.s3 = 32 71 .8) dan (6. (a) ubahlah kendala – kendala pertidaksamaan dalam data berikut menjadi persamaan dengan menambahkan variabel slack atau mengurangkan variabel surplus dan (b) nyatakan persamaan tersebut dalam bentuk matriks.karena titik – titik ekstrim (3.jadi. y2 ≥ 0 (a) untuk pertidaksamaan “lebih kecil atau sama dengan”. x2 ≥ 0 (a) untuk pertidaksamaan “lebih besar atau sama dengan”.penyelesaian optimal berganda (multiple optial solution) akan terjadi bilamana terdapat ketergantungan linear antara fungsi obyektif dan salah satu kendala. Setiap titik antara garis (3.5 dengan garis isocost menyinggung kendalan kedua.2) juga termasuk dalam penyelesaian optimal. fungsi obyektif dan kendala 2 adalah secara linear tergantung (tak bebas) karena yang satu dapat dinyatakansebagai penggandaan dari yang lain.s2 = 28 8 x1 + 2 x2 . kurangkan variabel surplus. Tambahkan variabel slack.s1 = 36 2 x1 + 2 x2 . Maksimumkan Π = 24 y1 + 8 y2 Dibawah 2 y1 + 5 y2 ≤ 40 4 y1 + y2 ≤ 20 10 y1 + 5 y2 ≤ 60 y1 .8) dan (6.2) akan meminimumkan fungsi obyektif dibawah kendala tersebut. 2 x1 + 3 x2 .5 Dalamgambar 13. Kerjakan seperti soal di atas untuk yang berikut : Minimumkan c = 60 x1 + 80 x2 Dibawah 2 x1 + 3 x2 ≥ 36 2 x1 + 2 x2 ≥ 28 8 x1 + 2 x2 ≥ 32 x1.jadi. Dala kasus ini.

karna paling sedikit n – m variabel harus sama dengan noluntuk suatu penyelesaian dasar. 6x1 + 2x2 ≤ 36 2x1 + 4x2 ≤ 28 72 . Banyaknya penyelesaian adalah n! m!(n m) (d) 5! 2!(3!) 5(4)(3)(2)(1) 2(1)(3)(2)(1) 10 Dengan menetapkan g1 = g2 =g3 = 0. Contoh .variabel – variabel yang disamakan dengan nol pada langkah tertentu disebut tidak dalam basis atau tidak dalam penyelesaian.karena keduanya negatif penyelesaian – penyelesaian ini tidak dapat menjadi suatu penyelesaian dasar yang memungkinkan LIN EAR PROGRAMMING ALGORITMA SIMPLEKS : 14. dan penyelesaian diperoleh dengan menyelesaikan m persamaan untuk m variabel sisanya. (a) Reduksikan kendala – kendala pertidaksamaan dari data berikut ini menjadi persamaan dan nyatakan dalam bentuk matriks. sampai penyelesaian optimal dicapai. Algoritma simpleks digunakan sebagai berikut untuk memeksimumkan laba. Metode simpleks diilustrasikan dalam contoh 1 untuk maksimisasi dan dalam contoh 3 untuk miniisasi. Algoritma bergerak dari satu penyelesaian dasar yang mungkin ke penyelesaian dasar yang lain. variabel – variabel yang tidak ditetapkan saa dengan nol disebut dalam basis atau dalam penyelesaian. Atau lebih sederhana variabel – variabel dasar. apabila ditentukan Π = 5x1 + 3x2 Di bawah kendala. Tentukan (b) banyaknya variabel yang harus ditetapkan sama dengan nol untuk memperoleh penyelesaian dasar dan (c) banyaknya penyelesaian dasar yang ada.x1 (b) 2 3 -1 0 0 2 2 0 -1 0 8 2 0 0 -1 x2 s1 s2 s3 36 28 32 10.g3 ≥ 0 g1 (a) 6 4 5 -1 0 6 g1 + 4 g2 + 5g3 ≥ 30 3 6 5 0 -1 g2 g3 s1 s2 30 20 3 g1 + 6 g2 + 5g3 ≥ 20 (b) (c) karena terdapat dua persamaan dan 5 variabel.1. maka sebanyak n – m = 5 – 2 = 3 variabel harus ditetapkan sama dengan nol untuk suatu penyelesaian dasar.g2. ALGORITMA SIMPLEKS : MAKSIMASI Algoritma adalah suatu kaidah aatau suatu prosedur sistematis untuk mendapatkan penyelesaian suatu soal. Algoritma simpleks adalah suatu metode(atau prosedur perhitungan) untuk menentukan penyelesaian dasar yang memungkan atas asuatu sistem persamaan dan pengujian keoptimalan penyelesaian tersebut. sembari selalu menyempurnakan penyelesaian sebelumnya. (d) tentukanlah penyelesaian dasar pertama dari matriks tersebut. n – m variabel ditetapkan saa dengan nol dala setiap langkah dari prosedur tersebut. Minimumkan c = 54 g1 + 48 g2 + 50g3 Di bawah 6 g1 + 4 g2 + 5g3 ≥ 30 3 g1 + 6 g2 + 5g3 ≥ 20 g1. penyelesaian dasar pertamanya adalah s1 30 dan s2 20 .

suatu penyelesaian mendasar yang baru diperiksa. s2 = 40. s3 = 28 pada penyelesaian mendasar pertama yang mung kin tersebut. suatu variabel diasukan kedalam basis dan salah satu variabel sebelumnya berada dalam basis harus dikeluarkan. maka s1 akan meninggalkan basis. Dengan menetapkan x1 = 0 dan x2 = 0. Rasio pemindahan diperoleh dengan membagi elemen kolom konstan dengan elemen kolom pivot. Tabel Sipleks Awal x1. x1 di asukan ke dalam basis x1enjadi kolom pivot dan ditandai dengan anak panah. Karena vektor 6 6 5 2 satuan (unit vektor) dengan 1 dalm baris pertamanya berada dibawah kolo s 1.akan menentukan variabel yang meninggalkan baris. Elemen kolom konstanta dari baris terakhir adalah juga nol. Elemen pivotnya adalah  elemen pada perpotongan kolom variabel 73 . 2. Proses pemilihan variabel yang dimasukan dan variabel yang dikeluarkan tersebut dinamakan perubahan basis (change of basis) i) Indikator negatif dengan nilai absolut terbesar akan menentukan variabel yang asuk ke dala basis. Karna -5 dalam kolom pertama (atau x1)merupakan indikator negatif dengan nilai absolut terbesar.s1 = 36. Elemen Pivot dan Perubahan Dasar (basis) Untuk menaikan nilai fungsi obyektif. seperti dalam contoh 5 bab 3.5x1 + 5x2 ≤ 40 1. Karena 36 memberikan rasio terkecil 36 40 28 . fungsi obyektif mempunyai nilai nol. Untuk bergerak kesuatu penyelesaian mendasar baruyang mungkin. ii) Variabel yang dieliminasi ditentukan oleh rasio pemindahan (displacement ratio). Baris dengan ratio pemindahan terkecil (yaitu baris pivot) dengan mengabaikan rasio – rasio lebih kecil atau sama dengan nol. x1 6 2 1 0 0 5 5 0 1 0 2 4 0 0 -1 x2 s1 s2 36 40 28 s3 iii) Susunlah suatu tabel simpleks awal yang terdiri dari matriks koefisien dari persamaan kendala dan vektor kolom dari konstanta letakan diatas satu baris dari indiktor yang merupakan negatif – negatif dari koefisien fungsi obyektif dan sebuah koefisien nol untuk masing – masing variabel slack. baris1 merupakan baris pivot.x2 ≥ 0 i) Ubahlah pertidaksamaan menjadi persamaan dengan menambahkan variabel – variabel slack 6x1 + 2x2 + s1 = 36 5x1 + 5x2 + s2 = 40 2x1 + 4x2 + s3 = 28 ii) Nyatakan persamaan – persamaan kendala dalam bentuk matriks.sesuai deng n nilai fungsi obyektif di titik asal (kalau x 1 = x2 = 0) Tabel simpleks awal : x1 x2 s1 s2 s3  2 1 0 0 5 5 0 1 0 2 4 0 0 1 -5 -3 0 0 0 indikator konstanta 36 40 28 0 iv) Penyelesaian mendasar pertama yang mungkin dapat dibaca dari tabel s impleks awal.

3 i. 6 Tabel kedua: x1 x2 s1 s2 s3 1 1 3 konstanta 6 40 28 0 1 6 0 0 5 5 0 1 0 2 4 0 0 1 -5 -3 0 0 0 ii) Setelah mereduksi elemen pivot menjadi 1.dan langkah sebelumnya selalu melibatkan suatu matriks identitas. kalikan baris1 dengan 1 .2 kali baris1 dari baris3 dan tambahkan 5 kali baris1 ke baris4. eleen terakhir dala baris terakhir (dalam hal ini.swebagai berikut : i) Kalikan baris pivot dengan kebalikan (reciprocal) dari eleen pivot. 4. Karena hanya satu variabel baru yang memasukibasis pada setiap langkah proses. Dengan mengubah basis dan melakukan pivoting kontinu menurut kaidah di atas sampai hal ini di capai.yang masuk ke basis dan baris yang berhubungan dengan variabel yang meninggalkan basis(yaitu elemen pada perpotongan baris pivot dan kolo pivot) 3. Pivoting Pivoting adalh proses penyelesaian m persamaan dalam bentuk m varibel yang sekarang berada dala basis. Optimisasi Fungsi obyektif di maksimumkan kalau tidak terdapat indikator negative dalam baris terakhir.12). kurangkan 5 kali baris1 dari baris2.dan s3 = 16. Maka x2 3 dimasukan kedalam basis. s2 = 0. Karena 4 dalam kolom kedua merupakan satu – satunya indikator negative. kolom2 menjadi kolom pivotnya. Jadi 10 3 menjadi elemen pivot yang baru. seperti dala metode eliminasi Gauss ( lihat butir 10. Dengan menetapkan x2 = 0 dan s1 = 0 . Kalikan baris2 dengan 10 x1 x2 s1 s2 s3 1 0 0 0 1 3 konstanta 6 3 16 30 74 1 6 1 4 1 3 5 6 0 3 10 0 0 1 10 3 4 3 0 1 0 0 . 30) merupakan nilai fungsi obyektif pada penyelesaian mendasar kedua yang mungkin. maka s2 akan meninggalkan basis untuk mempivot. Di sini. Dengan membagi kolom konstanta dengan kolom pivot memperlihatkan bahwa rasio terkecil adalah dalam baris kedua. Karena vector satuan dengan 1 dalam baris keduanya adalah dibawah s2 . Dalam hal ini. pivoting hanya meliputi pengubahan elemen pivot menjadi 1 dan semua eleen lainya dalam kolom pivot menjadi nol. rampungkan kolom pivotnya. sekarang tinggal suatu atriks identitas yang memberikan x1 = 6. ini memberikan tabel kedua x1 x2 s1 s2 s3 1 0 0 0 1 3 konstanta 6 10 16 0 30 1 6 5 6 1 3 5 6 0 1 0 0 10 3 10 3 4 3 0 1 0 Penyelesaian mendasar kedua yang mungkin dapat dilihat secara langsung dari tabel kedua.

C melambangkan berbagai konstanta dalam kendala 1.2. ALGORITMA SIMPLEKS : MINIMISASI Apabila algoritma simpleks digunakan untuk mencari suatu nilai minimal. s 2 0 . NILAI MARGINAL ATAU HARGA BAYANGAN. seringkali akan lebih mudah untuk menyelesaikan soal – soal minimasi dengan memakai dua. menghasilkan table ketiga Tabel ketiga x1 x2 1 0 0 0 0 1 0 0 s1 1 4 1 4 10 3 kali baris2 dari baris3. yang di bahas dalam bab 15. 3 kali baris2 ke baris4.3. nilai negative yang dihasilkan oleh variabel surplus menghadirkan suatu soal istimewa. Elemen terakhir dalam baris terakhir menunjukan bahwa x1 5 . Dengan s1 0 dan s 2 0 . Jadi. dan sebesar 5 atau 40 sen untuk kenaikan satu unit dalam nilai konstanta dari kendala 2. Nilai optimal dari fungsi dari fungsi obyektif akan selalu sama dengan penjumlahan dari nilai marginal setiap input dikalikan kuantitas yang tersedia dari masing – masing input. Untuk gabar grafik lihat contoh 13.tidak akan menambah sesuatupun pada fungsi laba). 75 . Umpamakan A. x 2 3 . erarti tidak sepenuhnya dimanfaatkan penyelesaian optimal dan nilai marginalnya adalah nol (yaitu penambahan satu lagi unit lain. para mahasiswa mungkin lebih baik membaca bab 15 terlebih dahulu. CONTOH 2. 14. Akan tetapi.ii. dari (14.dan tambahkan 4 3 s2 1 10 3 10 s3 0 0 1 0 konstanta 5 3 6 34 1 2 1 2 -1 2 5 Penyelesaian mendasar ketiga yang memungkinkan dapat dibaca secara langsung dari tabel tersebut. dan sebesar 0 untuk kenaikan satu unit dalam nilai konstanta dari kendala 3.1) tidak terdapat variabel slack dalam dua kendala yang pertama dan dua input yang pertama semuanya habis. oleh karena itu.1) dan (2) mengevaluasi jimlah nilai marginal dari sumberdaya (resources). s1 0 . Π = 5x1 + 3x2 5x1 + 5x2 + s2 = 40 = 5(5) + 3(3) = 34 5(5) + 5(3) + 0 = 40 6x1 + 2x2 + s1 = 36 2x1 + 4x2 + s3 = 28 6(5) + 2(3) + 0= 36 2(5) + 4(3) + 6 = 28 2. s 3 6 . laba akan naik sebesar ½ unit atau 2 50 sen untuk perubahan satu unit dalam nilai konstanta dari kendala 1.2. fungsi obyektif tersebut mencapai suatu maksimum pada 34 . 6 unit dari input yang ketiga tetap tidak terpadu. jawaban pada contoh 1 dapat dicek dengan (1) substitusi nilai – nilai kritis baik dalam persamaan fungsi obyektif maupun persamaan kendala dalam (14. Karena tidak terdapat indicator negative yang tertinggal dalam baris terakhir. Kemudian kurangkan 1 kali baris2 dari baris1. Π = MPA (A) + MPB (B) + MPC (C) = 1 2 (36) + 2 5 (40) + 0 (28) = 34 14.3. yaitu berapa banyak fungsi obyektif akan berubah sebagai akibat dari kenaikan satu unit dalam input tersebut. karena kendala 3 mempunyai variabel slack positif.B. Nilai indicator dibawah setiap variabel slack dalam tabel terakhir menyatakan nilai marginal (marginal value) atau harga bayangan (Shadow price) dari input yang berhubungan dengan variabel tersebut. Semua sarat harus dienuhi untuk suatu optimum.11. dengan s 3 6 . alam contoh 1. ini merupakan penyelesaian optimal. 1.lihat contoh 3.

Nyatakan persamaan kendala dalam bentuk matriks. Jadi. penyelesaian dasar tidak mungkin karena s 1 = -14. harus di msukan variabel – varaibel buatan (artificial variables). ubahlah pertidaksamaan menjadi persamaan dengan mengurangkan variabel – variabel surplus 2 x1+ x2 – s1 = 14 x1+ x2 – s2 = 12 x1+ 3 x2 – s2 = 18 ii. Buatlah tabel simpleks awal dengan meletakan matriks koefisien dan vector kolom dari konstanta dalam (14.2) diatas baris indicator yang negatif dari koefisien – koefisien fungsi obyektif. s2 = -12. x1 2 1 -1 0 0 1 1 0 -1 0 1 3 0 0 -1 x2 s1 s2 s3 Dari matriks tersebut jelas bahwa jika x1 = 0 dan x2 = 0. iii. Variabel tersebut tidak mempunyai makna ekonomi. dengan y sekarang dig anti x. s3 = -18 dan nilai negatif adalah tidak mungkin (nonfeasible). Data tersebut berasal dari contoh 2 dalam bab13. Untuk mengatasi masalah tersebut. x1 x2 s1 s2 s3 A1 A2 A3 konstanta 2 1 -1 0 0 1 0 1 1 0 -1 0 0 1 1 3 0 0 -1 0 0 -2 -4 0 0 0 -M -M indikator 0 0 1 -M 14 12 18 76 . Tabel Simpleks Awal yang Disesuaikan untuk Meminimisasi. Fungsi obyektif mempunyai koefisien – koefisiennol untuk variabel surplus dan koefisien – koefisien M variabel – variabel buatan. dimana c = 2 x1+ 2 x2 . dimana M adalah suatu bilangan besar yang tidak mungkin (impossibly large number) untuk meyakinkan bahwa A akan dikeluarkan dari penyelesaian optimal. x2 ≥ 0 1. i. seperti dalam simpleks awal untuk maksimisasi. tabel simpleks awal (sedikit dimodifikasi) i.CONTOH 3. x1 14 12 18 x2 2 1 -1 0 0 1 0 1 1 0 -1 0 0 1 1 3 0 0 -1 0 0 0 0 1 s1 s2 s3 A1 A2 A3 14 12 18 2. 2 x1+ x2 ≥ 14 x1+ x2 ≥ 12 x1+ 3 x2 ≥ 18 x1 . Tambahkan variabel – variabel buatan. dibawah kendala – kendala gizi. algoritma simpleks digunakan di bawah ini untuk meminimumkan biaya. Sutu variabel yang terpisah ditambahkan untuk masing – masing pertidaksamaan asal yang bersifat “lebih besar atau sama dengan”. Variabel buatan (Ai ≥ 0)adalah suatu variabel kosong (dummy variable) yang ditambahkan dengan maksud khusus untuk menghasilkan suatu penyelesaian dasar awal yang mungkin.

2 0 -M -M 0 -5M 4 3 5.4 3 7M . bukan indicator . Karena elemen terakhir dari baris paling bawah . 3. 4. Kurangi elemen pivot menjadi 1 dengan mengalikan baris 3 oleh 2 1 1 3 1 3 1 1 1 -1 0 0 0 0 -1 0 0 -1 3 1 0 0 0 1 0 0 0 0 1 3 14 12 6 44M 4M-2 5M-4 -M -M -M 0 0 ii. penyelesaian mendasar pertama yang memungkinkan adalah A1 = 14. Rampungkan kolom pivot dengan engurangkan baris3 dari baris1 dan baris2. Pivoting i. ii.ii. Tabel awal x1 x2 s1 s2 s3 A1 A2 A3 konstanta 2 1 -1 1 1 0 1  0 4M-2 5M-4 -M 0 -1 0 -M 0 0 -1 -M 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 0 14 12 18 44M Penyelesaian mendasar pertama yang unkindapat dilihat secara langsung dari tabel awal tersebut. elemen pivot pada perpotongan kolom pivot dan baris pivot adalah 3. Untuk menurunkan biaya. dan fungsi obyektifnya adalah 44M. karena 18 6 merupakan rasio terkecil yang dihasilkan. Jadi x 2 menjadi kolom pivot. Kemudian pindahkan M dari kolom variabel buatan dengan menambahkan M kali ( baris1 + baris2 + baris3). Baris pivot dan variabel yang meninggalkan basis ditentukan oleh rasio terkecil yang dihasilkan dari pembagian elemen – elemen kolom pivot. maka baris3 menjadi baris pivot. suatu bilangan besar yang tidak mungkin. dan (5M-4) kali baris3 dari baris4 Tabel kedua : x1 x2 s1 s2 s3 A1 A2 A3 konstanta 5 3 2 3 1 3 0 0 1 3 -1 0 0 0 -1 0 1 3 1 3 1 0 0 0 0 1 0 -1 3 -1 3 1 3 8 6 6 14M + 24 -1 3 2M .ini akan menghasilkan tabel awal. Dengan mengandaikan x1 = x2 = s1 = s2 = s3 = 0. indicator positif terbesar akan menentukan kolom pivot dan variabel yang memasuki basis. A3 = 18. Elemen Fivot i. A3 3 akan meninggalkan basis karena vector satuan dengan 1 dalam baris ketiga adalah berhubungan dengan A3. persis untuk soal maksimisasi. Pengulangan (Reiterasi) 77 . Untuk menimasi. 44M . A2 = 12. 5M – 4 merupakan indicator positif terbesar. sebagaimana ditandai dengan anak panah. carilah perubahan basis.

2 5 M-6 5 .`12 . 3 i.7M 5 22 5 14M 136 5 2M . x1 1 0 0 0 x2 0 0 1 0 s1 3 -5 2 5 1 5 1 3 baris1 dari baris3.2 -M -M 0 -5M 4 3 ii.2 5 M-6 5 0 -6M 6 5 . Kalikan baris1 dengan 1 2 3 1 3 3 5 . Tambahkan 5 baris2 ke baris1. Kalikan baris2 dengan 5 2 1 0 0 0 0 0 1 0 3 -5 0 5 2 1 5 1 2 2 5 3 5 0 5 2 -1 5 . 3 -5 0 0 1 0 3 0 -1 0 1 5 1 3 3 5 0 1 0 -1 3 -1 3 1 3 24 5 0 0 0 0 0 6 6 14M + 24 -1 3 2M . dan (7M s2 0 -1 0 -M s3 1 5 1 5 2 5 A1 3 5 2 5 A2 0 1 0 2 A3 -1 5 -1 5 2 5 konstanta 24 5 14 5 -1 5 .elemen pivotnya adalah 5 .4 3 7M .`12 2 5 24 5 1 1 5 -1 -1 5 .Selama masih ada suatu indikator positif. 3 – 2)/3] baris1 dari baris4. Kolo pivot yang baru menjadi kolom1. proses tersebut berjalan terus. menghasilkan tabel ketiga.`12 2 5 konstanta 9 7 3 30 78 0 -1 0 0 -1 -M+1 -M+1 . Rampungkan kolom1 dengan mengurangkan 2 baris1 dari baris2. jadi x1 masuk ke basis dan A1 meninggalkan basis. Tabel keempat x1 1 0 0 0 x2 0 0 1 0 s1 0 1 1 5 s2 -3 2 5 2 s3 1 2 1 2 2 5 A1 0 -1 -1 5 -M A2 3 2 5 2 A3 . baris pivot yang baru adalah baris1. 6.7M 5 2 14 5 0 -M 0 0 22 5 2M . dan kurangkan 1 baris2 dari baris3 dan [2M – 2)/5] baris2 dari 5 baris4. Pivot Keempat i.6M 6 5 14M 136 5 3 ii.

kebutuhan kedua dn ketiga dipenuhi secara tepat . Nilai absolut dari indicator untuk variabel – variabel surplus memberikan nilai marginal atau harga bayangan dari kendala. 2. A2. penyelesaian dasar optimal yang memungkinkan tersebut dapat dibaca secara langsung dari tabel keempat x1 9 .C melambangkan konstan . suatu penyelesaian optimal yang mungkin telah dicapai.misalkan A.s2. Jawaban pada contoh 1 dapat dicek dengan (1) substitusi nilai – nilai kritis baik dalam persamaan fungsi obyektif maupun persamaan kendala. dan (2) mengevaluasi jumlah biaya marginal sumberdaya.3. Dengan indicator untuk s1 sama dengan nol. s 2 0 . lihat contoh 4 dan 5 dalam bab 15. tidak terdapat surplus. karena nilai absolut indikator untuk s2 dan s3 adalah 1. CONTOH 4. dimana c 30 Beberapa hal penting untuk diperhatikan : 1. pengurangan satu unit dalam kebutuhan gizi pertama tidak akan mengurangi biaya. suatu variabel buatan tidak akan pernah tampak dalam basis tabel terakhir jika suatu penyelesaian dasar optimal yang mungkin telah dicapai. sebagaimana halnya nilai marginal. c = 2x1 + 4x2 x1 + x2 – s2 = 12 = 2(9) + 4(3) = 30 9 + 3 – 0 =12 2x1 + x2 – s1 = 14 x1 + 3x2 – s3 = 18 2(9) + 3 – 7 = 14 9 + 3(3) – 0 = 18 2. nilai fungsi obyektif ditunjkan oleh elemen terakhir dari baris terakhir. c = MCA(A) + MCB(B) + MCC(C) = 0(14) + 1(12) + 1(18) = 30 79 .B. indikator darivariabel – variabel buatan semuanya negatif dalam tabel terakhir. pengurangan satu unit dalam kebutuhan gizi kedua dan ketiga akan mengurangi biaya sebesar Rp 1. Untuk penyelesaian dual soal pada soal yang sama. 4. Ini harus cocok dalam setiap yang berurutan dapat membantu dalam menemukan kesalahnmatematis. 5.Dengan semua indikator negatif. 3. Akan tetapi.s3) selalu sama dengan negatif dari elemen – elemen koefisien untuk variabel – variabel buatanya yang berkaitan (A1.2. Dengan s1 7 kebutuhan pertama dipenuhi secara berlebih sebesar 7 unit. A3).dengan memishkan matriks identitas. dan memperhatikan bahwa vector satuan untuk x 2 dan s1 berbalikan. biaya total akan sama dengan jumlah dari berbagai kebutuhan dikalikan harga bayangan masing – masing. Dengan s 2 s 3 0 . x 2 3 . elemen – elemen koefisien dari dari variabel surplus(s1. dan s 3 0 .konstan dalam kendala 1. 1.-. s1 7 . Ini harus selalu cocok untuk suatu penyelesaian optimal.

Gunakan algoritma simpleks untuk menyelesaikan system persamaan dan pertidaksamaan berikut. Pivot. 5 2 3 1 2 -3 ii. Merubah basis. Maksimumkan Π = 3y1 + 4y2 Yang terikat pada 2.5y1 + y2 ≤ 20 3y1 + 3y2 ≤ 30 y1 + 2y2 ≤ 16 y1.y2 ≥ 0 1. 1 1 0 0 3 0 1 0 1 0 0 1 2 -4 0 0 0 20 30 8 0 Rampungkan kolom pivot dengan mengurangkan baris3 dari baris1 . Rasio pemindahan terkecil yang diperoleh dari pembagian elemen kolom konstanta dengan elemen kolom pivot menentukan baris pivot. Π = 0. penyelesaian mendasar pertama yang mungkin adalah s1 = 20. Ubahlah elemen pivot menjdin1 dengan mengalikan baris3 dengan ½ .5y1 + y2 + s1= 20 3y1 + 3y2 + s2 = 30 y1 + 2y2 + s3= 16 ii. s2 = 30. Indikator negatif dengan nilai absolute terbesar (anak panah) menentukan kolom pivot. 2.SOAL DAN JAWABAN MAKSIMISASI 1. i. Tambahkan variabel slack pada kendala untuk membuatnya jada persamaan .5 1 1 0 0 3 3 0 1 0 1 2 0 0 1 iii. Buatkan tabel simpleks awal i. 3. 3 kali baris3 dari baris2 . dan tambahkan 4 kali baris3 ke baris4 80 . y2 s1 s2 20 30 16 s3 Bentuklah tabel simpleks awal yang terdiri dari matriks koefisien persamaan kendala dan vector kolom konstan yang diletakan diatas baris indikator yang negatif dari koefisien – koefisien fungsi obyektif dengan koefisien nol untuk variabel awal : Tabel awal : y1 5 2 y2 s1 s2 s3 1 3  -4  1 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 konstanta 20 30 16 0 3 1 -3 Dengan menetapkan y1 = y2 = 0.  menjadi elemen pivot. 2. elemen pada perpotongan baris pivot dan kolom pivot. Tentukan harga bayangan dari input (atau kebutuhan) untuk kendalanya. Jadi. Nyatakan persamaan – persamaan tersebut dalam nentuk matriks y1 2. pada penyelesaian mendasar pertama yang mungkin tersebut. dan s3 = 16.

lihat contoh 1 dalam bab 13 dimana x digunakan sebagai pengganti y. Kalikan baris2 dengan 2 1 1 2 3 2 0 0 1 0 0 2 3 -1 2 -1 1 2 12 4 8 32 -1 1 0 0 0 0 0 2 ii. 2 x1 + 3 x2 .x2 ≥ 0 1. y 1 4 .s3= 32 81 . Tabel final : y1 0 1 0 0 y2 s1 0 0 1 0 s2 s3 3 2 konstanta 4 4 6 36 1 -4 3 0 2 3 -1 1 2 0 -1 3 0 2 3 1 Karena tidak terdapat indikator negatif yang tertinggal.s2 = 28 8 x1 + 2 x2 . Tentukan harga bayangan dari masing – masing persyaratan kendalanya. dan Π = 36. y 2 6 . Rampungkan kolom pivot dengan mengurangkan 2 kali baris 2 dari baris1 . 3 MINIMISASI 2. Dengan mengoreksi fakta bahwa vektor – vektor satuan dari matriks identitas tidak beraturan (out of order). Harga bayangan dari input berturut – turut adalah 0. s1 4 .Tabel kedua : y1 2 3 2 1 2 y2 s1 s2 s3 0 0 1 0 0 1 -1 2 -3 2 1 2 konstanta 12 6 1 0 0 8 -1 0 0 0 2 32  4. 2 dan 1. s 2 0 . 2 i. Ubahlah pertidaksamaan menjadi persamaan dengan mengurangkan variabel – variabel surplus. baris2 baris pivot.s1= 36 2 x1 + 2 x2 . Kolom 1 adalah kolom pivot. dan nyatakan dalam bentuk matriks. dan 3 adalah elemen pivot. Gunakan algoritma simpleks untuk menyelesaikan system persamaan dan pertidaksamaan yang diberikan di bawah ini. dan tambahkan barsi2 ke baris4. ½ kali baris2 dari baris3. s 3 0 . Miniumkan Yang terikat pada c = 60 x1 + 80 x2 2 x1 + 3 x2 ≥ 36 8 x1 + 2 x2 ≥ 32 2 x1 + 2 x2 ≥ 28 x1. tbel fina dapat diperoleh. Ubahlah basis pada pivotnya sekali lagi.

Kalikan baris3 dengan 2 2 1 3 2 1 4 1 8 -1 0 0 -M 0 -1 0 -M 0 0 -1 8 -M 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 8 36 28 4 96M 12M-60 7M-80 0 82 . dan koefisien yang secara semu (M) untuk variabel – variabel buatan. Buatlah tabel awal dengan melengtakan matriks koefisien dan vektor kolom dari konstanta di atas negatif darikoefisien – koefisien fungsi obyektif yang mempunyai koefisien nol untuk variabel – variabel surplus. Tabel awal x1 x2 s1 -1 0 0 0 s2 0 -1 0 0 s3 0 0 -1 0 A1 1 0 0 -M A2 0 1 0 -M A3 0 0 1 -M konstanta 36 28 32 30 2 3 2 2  2 12M-60 7M-80 3. Pilihlah elemen pivotnya dan pivotkan.x1 2 2 8 3 2 2 -1 0 0 0 -1 0 0 0 -1 x2 s1 s2 20 30 16 s3 Karena penyelesaian dasar pertamanya tidak akan mungkin. 8 adalah elemen pivotnya. tambahkan variabel – variabel buatan x1 x2 2 1 -1 0 0 1 0 1 1 0 -1 0 0 1 1 3 0 0 -1 0 0 0 0 1 s1 s2 s3 A1 A2 A3 2. Karena 12M -60 merupakan indikator positif terbesar dan 32 adalah rasio pemindahan terkecil. 8 i. x1 2 2 8 -60 x2 3 2 2 -80 s1 -1 0 0 0 s2 0 -1 0 0 s3 0 0 -1 0 A1 1 0 0 -M A2 0 1 0 -M A3 0 0 1 -M konstanta 36 28 32 30 14 12 18 Rampungkan kolom – kolom variabel buatan M dengan menambahkan M dikalikan (baris1 + baris2 + baris3) ke baris4 untuk mendapatkan tabel awal.

Tambahkan 10 kali baris2 ke baris1 dan kurangkan + [(3M/5). Pivotkan lagi i. 2 kali baris3 dari baris2.26]kali baris2 dari baris4 iii.10 56 5 16 3 6 3 1 1 10 -5 3 0 26 -M M 10 1 6 3 . dan (12M-60) kali baris3 dari baris4 Tabel kedua : x1 x2 s1 s2 s3 A1 A2 A3 konstanta 0 0 1 0 5 2 3 2 1 4 -1 0 0 0 -1 0 M 1 4 1 4 1 8 1 0 0 15 0 1 0 0 0 0 1 3M 2 15 28 20 4 48M + 240 4M-65 -M -M 0 2 4.10 56 5 konstanta 2 -5 3 5 1 10 3 -5 1 . Kurangkan 2 kali baris3 dari baris1.10 56 5 -1 4 1 8 3M 15 2 20 4 48M+ 240 - 0 0 4M–65 -M -M =+ + + ii. Kurangkan x1 0 0 1 0 x2 1 0 0 0 3 2 baris1 dari baris2. Dengan engingat bahwa eleen negatif tidak dapat digunakan 3 dalam penyebut dari rasio pemindahan. s1 s2 0 -1 0 s3 1 10 1 10 1 4 baris1 dari baris3. 2 5 kali baris2 dari baris3 dan 83 .10 16 5 3 . Kalikan baris2 dengan 5 3 0 1 10 2 3 0 0 1 0 1 0 0 0 2 -5 0 5 3 1 .10 1 .ii. 5 merupakan eleen pivot yang baru.20 3 20 4 1 3M 5 26 -M  M 1 8M 26 0 5 10 11M 10 48M + 240 5.10 -1 6 3 20 0 26 0 3M 5 1 8M 5 11M 10 1 16M 5 968 =+ + 1 ii. i. Pivotkan untuk ketiga kali.20 -1 1 . Kalikan baris1 dengan 2 5 0 -1 0 1 10 1 4 1 8 M 15 2 2 3 0 0 1 0 1 3 2 1 4 -2 3 0 0 0 0 1 0 0 1 . dan (4M – 65) baris1 dari baris4 A1 2 3 A2 0 1 0 A3 1 .

dan 0. Gunakan algoritma simpleks untuk menyelesikan persamaan dan pertidaksamaan – pertidaksamaan berikut Minimukan c = 4x1 + 2x2 Yang terikat pada 4x1 + x2 ≥ 20 x1 + 6x2 ≥ 18 2x1 + x2 ≥ 14 x1. Harga bayangan dari persyaratan yang erupakan kendala masing – masing adalah 20. x2 8 . s1 s2 0. Kurangkan 10 3 kali baris2 dari baris1. dan kurangkan kali baris2 dsari baris4 Tabel final : x1 x2 s1 s2 s3 0 0 1 0 1 0 0 0 -1 1 6 -10 1 -3 2 -20 -10 A1 A2 A3 -0 -1 0 -M konstanta 8 32 6 1000 0 1 -1 1 -6 10 3 0 -1 2 0 -M+20 -M +10 Dengan memperhatikan urutan dari vektor – vektor unit. dan c 1000 .Tabel keempat : x1 0 0 1 0 x2 1 0 0 0 s1 0 1 0 0 s2 -2 3 5 3 s3 1 6 1 6 A1 0 -1 0 -M A2 2 3 A3 -1 6 -1 6 1 6 konstanta 40 3 16 3 2 3 5 3 1 6 -1 6 -1 6 M 130 3 130 3 10 3  M 10 3 3320 3 6. dan s 3 32 . x1 6 . x1 x2 s1 -1 0 0 -M s2 0 -1 0 -M s3 0 0 -1 -M A1 1 0 0 0 A2 0 1 0 0 A3 0 0 1 0 konstanta 20 14 18 52M 4 1 2 1 1  7M-4 8M-2 84 . PENYELESAIAN OPTIMAL BERGANDA 3. tambahkan kali baris2 ke baris3. Pivotkan keempat kali i. Buatlah tabel awal Tabel awal . Kalikan baris2 dengan 6.x2 ≥ 0 1.10. 1 6 0 0 1 0 1 0 0 0 0 6 0 0 1 6 -2 3 10 1 6 0 -6 0 -M 2 3 -1 6 -1 1 6 40 3 1 1 6 10 -1 6 32 2 3 130 3 10 3 M 130 3 M 1 6 10 3 3320 3 ii.

dan [(17 – 11)3] kali baris1 dari baris4 Tabel ketiga . Dan c 28 . yang tidak terdapat basis terakhir.11 23 1 . Kalikan baris3 dengan 1 setelah menurunkan elemen pivot menjadi 1. x1 x2 s1 s2 s3 A1 A2 A3 konstanta 23 6 11 6 0 0 1 11 -1 0 0 -M 0 -1 0 -M 1 6 1 6 1 0 0 0 0 1 0 0 1 6 1 6 1 6 4 1 3 17 11 3 28M + 6 1 6 -1 6 M 1 3 17M 3 0  6 3. mempunyai indikator nol. Kalikan baris1 dengan 23 . x 2 2 . Karena fungsi obyektif telah berada pada optimum. kurangkan Tabel final . s 3 0 .1 PERANAN ALJABAR MATRIKS Alajabar matriks (1) memungkinkan untuk menyatakan suatu system persamaan yang rumit dalam suatu cara yang ringkas dan sederhana.11 1 11 1 23 23 11 .23 11 23 s2 0 -1 0 22 s3 1 23 2 23 4 . x1 1 0 0 0 x2 s1 0 0 1 0 0 1 0 0 s2 6 . fungsi obyektif pasti mempunyai penyelesaian optimal berganda.11 2 11 konstanta 6 6 2 28 - - -2 0 -M+2 -M Dari tabel final x1 6 . Akan tetapi. Kemudian tambahkan 6 23 kali baris2 ke kali baris2 dari baris3.11 2 . dan [(11M – 22/23)] kali baris2 dari baris4 s3 1 11 2 11 2 11 A1 0 -1 0 -M A2 6 11 23 11 1 11 A3 1 . 6 kurangkan baris3 dari baris1 dan dan dari baris2 dan (8M – 2) kali baris3 dari baris4 menghasilkan tabel kedua Tabel kedua . dan (3) memberikan 85 .11 23 . Ini berarti bahwa variabel s3 dapat dimasukan ke basis tanpa mempengaruhi nilai fungsi obyektif. s 2 0 . Bilamana suatu variabel yang tidak berada dalam basis mempunyai indikator nol. Kalikan baris2 dengan baris1. maka pasti terdapat lebih dari satu penyelesaian optimal. (2) memberikan cara yang cepat untuk menentukan apakah suatu pemakaian terdapat pemecahan sebelum di coba.23 2 1 .2. s1 6 . Kemudian kurangkan +6 baris3. Pivot sekali lagi.23 konstanta 102 23 66 23 52 23 . s 3 .23 2M 4 23 A1 6 23 A2 A3 1 0 . Pivot ketiga kali. 11 6 kali baris1 dari x1 x2 1 0 0 0 0 0 1 0 s1 6 .23 1 23 0 22 4 23 25M 4 23 11M 23 -M 34M 23 0 66M 23 512 4. Dasar – Dasar Aljabar Matriks atau Linear 1. Pivotkan.

α32 adalah elemen yan berada pada baris ketiga. Matriks yang mengkonversikan baris A menjadi kolm dan kolom A menjadi baris disebut transpose A dan diberi tanda A' (atau AT). DEVINISI DAN ISTILAH Matriks adalah deretan bilangan. Jika matriks terdiri dari stu baris. yang pertama menunjukan baris dimana elemen tersebut berada dan yang kedua menunjukan kolomnya. untuk sebuah perusahaan dengan beberapa saluran distribusi yang menjual beberapa produk yang berbeda. Akan tetapi. Dengan mambaca menurun suatu kolom matriks. Bilangan – bilangan ( parameter atau variabel) disebut sebagai elemen matriks. matriks memberikan cara yang ringkas untuk mengendalikan persediaan. yang masing – masing mempunyai tempat yang ditata secara cermat dalam matriks. Karena baris selalu mendahului kolom dalam notasi matriks. aljabar matriks hanya dapat diterapkan pada system persamaan linear. parameter atau variabel yang disusun segi empat. maka matriks tersebut adlah vector baris. dengan dimensi 1 x n. yang di susun dalam 3 baris dan 3 kolom. matiks tersebut adalah vekor kolom.2. perusahaan dapat menentukan persediaan setiap jenis produksinya. Karena banyak hubungan ekonomi dapat di dekati dengan persamaan linear dan yang lain dapat dikonversikan menjadi hubungan linear. Jadi α23 adalah elemen yang berada pada baris kedua. Penempatanya adalah tepat dalam matriks. Contoh 1.temali 120 180 175 140 110 180 190 170 90 210 160 180 pakaian ski 150 110 80 140 Dengan membaca menyusun baris matriks. Perhatikan bahwa tidak ada tanda baca yang memisahkan elemen – elemen suatu matrik. Jadi matriks tersebut adlah matriks bujur sangkar. Jika matriks terdiri dari satu kolom tunggal sedemikian rupa sehingga dimensinya m x 1. Bilangan pada deretan vertkal disebut kolom. dan kemudian di selesaikan dengan aljabar matriks. Banyaknya baris (m) dan kolom (n) menentukan dimensi matriks ( m x n ).sebagai berikut : Log Q = log A + α log K +β log L Dengan cara serupa. suatu fungsi non linear. diketahui a 11 a 12 a 13 a 23 a 33 (3x3) A a 21 a 22 a 31 a 32 B 3 9 8 4 2 7 C (2x3) 7 4 5 D (3x1) 3 0 1 (1x3) A adalah matriks umum terdiri dari 3 x 3 = 9 elemen. Dalam matriks bujur sangkar square matrix). pembatasan ini umumnya tidak memberikan persoalan yang serius. perusahaan deapat menentukan tingkat persediaan dalam setiap saluran distribusinya. Contoh 3. 1. 86 . mungkin untuk membantu mengingat subscript tersebut dengan istilah BK atau beberapa cara yang lain untuk nmembantu mengingat. yang di baca m kali n. Elemen – elemen tersebut semuanya mempunyai subscript ganda. saluran 1 2 3 4 papan luncur tongkat tali . seperti fungsi produksi Cobb-Douglas yang umum Q=AKα Lβ Dapat dengan mudah dikonversikan menjadi fungsi linear dangan mencari logaritma masing – masing ruas. kolom ketiga. fungsi eksponensial dan fungsi pangkat yang lain dapat dengan mudah dikonversikan menjadi fungsi linear. jumlah baris sama dengan jumlah kolom ( yaitu m = n ). kolom kedua. bilangan baris selalu mendahului bilangan kolom.sarana penyelesain system persamaan. Contoh 2.

berapa tingkat persediaan yang baru?. D adalah vector baris dengan dimensi (1 x 3).diperoleh sebagai berikut . D 40 20 50 10 25 30 10 60 15 0 40 70 60 40 10 50 Untuk mendapatkan tingkat persediaan yang baru.0.3. dengan menjumlahkan elemen – elemen yang bersesuaian dari masing – masing matriks tersebut. C 4 9 2 6 D (2x2) 1 7 5 4 C (2x2) D 4 -1 9 . Perkalian matriks dengan bilangan atau scalar meliputi perkalian setiap elemen dari matriks tersebut dengan bilangan itu. Contoh 4.B adalah matriks 2 x 3. 8 9 7 1 3 6 A 3 6 2 4 5 10 B (3x3) 5 2 4 7 9 2 (3x3) A B 8 1 9 3 7 6 3 5 6 2 2 4 4 7 5 9 10 2 (3x3) 9 12 13 8 8 6 11 14 12 ( 3 x 3) Selisih C – D.4. hasil perkalian skalar k A. apabila diketahui k = 8 dan 87 . misalkan pengiriman D dilakukan ke saluran – saluran distribusi perusahaan dalam contoh 1. Contoh 6. C adalah vector kolom dengan dimensi (3 x 1). PERKALIAN SKALAR Dalam aljabar matriks.7 2-5 6-4 (2x2) 3 2 -3 2 (2x2) Contoh 5.07 disebut skalar. Prosesnya disebut perkalian skalar (scalar multiplication)karena menaikan atau menurunkan matriks tersebut menurut besarnya skalar.-2. elemen b21 -nya adlah 4. dengan mengetahui matriks A dan matriks B. dan seterusnya. bilangan sederhana seperti 12. misalkan matriks mula – mula S dan selesaikan S + D. penjumlahan A + B di hitung dibawah ini.α12 ke b12. Transpose A adalah a 11 a 21 a 31 A' a 12 a 13 a 22 a 23 a 32 a 33 5 Dan transpose C adalah C' 7 4 1. apabila diketahui matiks – matriks C dan D. PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN MATRIKS Penjumlahan (dan pengurangan) dua matriks A + B (atau A – B) mengharuskan matriks – matriks tersebut berdimensi sama. elemen b12 -nya adlah 9. Setiap elemen matriks yang satu kemudian ditambahkan ke (dikurangkan dari) b11 dalam B. S D 120 200 175 140 40 25 15 60 110 20 180 30 190 0 170 40 90 210 160 180 50 10 40 10 150 110 80 140 10 60 70 50 160 225 190 200 130 210 190 210 140 220 200 190 160 170 150 190 1.

Contoh 7. Setiap vektor baris pada matriks awal kemudian dikalikan dengan setiap vektor kolom dari matriks akhir. PERKALIAN VEKTOR Perkalian vektor baris (A) dengan vektor kolom (B) mensyaratkan masing – masing vektor mempunyai jumlah elemen yang persis sama. PERKALIAN MATRIKS Perkalian dua matriks berdimensi (m x n)1 dan (m x n)2. matriks akhir (lag matriks). hasilkali baris – kolom kemudian di pakai sebagai elemen dalam formasi dari matriks hasilkali sedemikian rupa. Ini dipakai sebagai dasar untuk semua perkalian matriks. sehinga setiap elemen cij dari atriks hasilkali C adlah suatu skalar yang berasal dari perkalian baris ke i dari matriks awal dan kolom ke j dari matriks akhir. matriks awal (lead matriks) saa dengan jumlah di bahbaris pada 2. dan menjumlahkan hasilnya : AB = (a11 x b11) + (a12 x b21) + (a13 x b31) dan seterusnya. Kemudian.6. Jadi hasil perkalian baris – kolom akan merupakan suatu bilangan tunggal atau scalar. Perkalian vektor baris kolom adlah penting sekali. AB = 4(12) + 7(1) + 2(5) + 9(6) = 48 + 7 + 10 + 54 = 119 Hasilkali vektor – vektor berikut : A adalah 3 6 8 (1x3) A 2 4 5 (3x1) CD = (3 x 2) + (6 x 4) + (8 x 5) = 6 + 24 + 40 = 70 Perhatikan bahwa karena masing – masing pasangan vektor diatas mempunyai jumlah elemen yang sama. Hasilkali baris – kolom tersebut disebut hasilkali dalam (inner product).5.A Diperlihatkan dibawah ini. menurut kaidah untuk perkalian vektor baris dan vektor kolom yang di bahas dalam butir 1. hasilkalinya didapatkan dengan mengalikan elemen – elemen individual dari vektor baris dengan elemen – elemen yang beresesuaian dengan vektor kolom. hasilkali AB dari vektor baris A dan vektor kolom B. apabila diketahui 12 1 A A 4 7 2 9 (1x4) 5 6 (4x1) di hitung sebagai berikut. Pembalikan susunan perkalian dalam salah satu vektor di atas dan dengan diperolehnya perkalian vektor kolom – baris (BA atau DC) akan menghasilkan jawaban yang sama sekali berbeda. 1. perkalian adalah mungkin. Contoh 8. Diketahui 88 . mensyaratkan bahwa kedua matriks tersebut bersesuaian yaitu bahwa n1 = m2. atau jumlah kolom pada 1.5. 8(6) 8(9) 6 9 2 7 8 4 (3x2) kA 8(2) 8(7) 8(8) 8(4) (3x2) 48 72 16 56 64 32 (3x2) 1.

Apabila dua matriks seperti AB adalah bersesuaian. bergeraklah ke baris kedua matriks awal. Untuk mencari nilai persediaan (V) pada berbagai saluran distribusi.. 3(6) 6(5) 7 (13) 3(12) 6(10) 7 (2) 139 110 AB D 12(6) 9(5) 11(13) 12(12) 9(10) 11(2) (2x2) 260 256 (2x2) Hasil kali BC dihitung dibawah ini. tali Rp 100. dimensi dari matriks hasil kali. Jadi untuk AB. kemudian kalikan baris pertama matriks awal dengan kolom kedua matriks akhiruntuk mendapatkan d12.. (3 x 2) = (2 x 3) (3 x 3) matriks – matriks tersebut adalah bersesuaian dan dimensi dari matriks hasil kali BC merupakan (3 x 3)..-. kalikan baris pertama matriks awal dengan kolom pertama matriks akhir untuk mecari elemen pertama d11 matriks hasil kali D. dengan menggunakan metode yang sama : 6(1) 12(2) 6(7) 12(4) 6(8) 12(3) 30 90 84 BC E 5(1) 10(2) 5(7) 10(4) 5(8) 10(3) 25 75 70 13(2) 2(2) 13(7) 2(4) 13(8) 2(3) (3x3) 17 99 110 (3x3) Contoh 10. Dengan mengacu ke contoh 1. (2 x 3) = (3 x 2) (2x 2) matriks – matriks tersebut memenuhi syarat persesuaian dan dimensi dari matriks hasil kali AB adalah (2 x 2). dua matriks tersebut akan sesuai untuk perkalian dalam susunan yang diberikan. AB dikatakan telah di tetapkan (defined) untuk BC. misalkan bahwa harga papan luncur adlah Rp 200.karena (4 x 4) = (4 x 1) 89 . jadi.-. Pertama. akhirnya. Jika mereka sama. setelah menentukan persesuaian AB dalam contoh 8. karena tidak ada lagi kolom yang tersisa dalam matriks akhir. tongkat Rp 50. Jadi AC tidak di tetapkan. kalikan baris kedua matriks awal dengan kolom kedua matriks akhir untuk mendapatkan d22. Kalikan baris kedua matriks awal dengan kolom pertama matriks akhir untuk mendapatkan d12. dan kalikan S dengan P : V SP 120 200 175 140 110 180 190 170 90 210 160 180 150 110 80 140 ( 4 x 4) 200 50 100 150 ( 4 x1) Matriks – matriks tersebut bersesuaian dan matriks hasil kalinya merupakan 4 x 1.dan pakaian ski Rp 150. nyatakan harga tersebut sebagai sebuah vector kolom (P). kemudian dalam hati lingkarilah bilangan terakhir dari pasang pertama dan dan bilangan pertama dari pasang kedua. adlah dengan menata dua pasang dimensi tersebut dalam mana matriks – matriks tersebut akan dikalikan.A 3 6 12 9 7 11 B (2x3) 6 12 5 10 13 2 A (3x2) 1 7 2 4 8 3 (2x3) Suatu pengujian ringkas (cepat) untuk melihat adanya persesuaian (conformability). dalam susunan yang benar. yang akan di terapkan sebelum melakukan setiap perkalian mmatriks. dan bilangan – bilangan di luar lingkaran akan menunjukan. Contoh 9. Untuk BC (2 x 3) ≠ (2 x 3) A dan C tidak bersesuaian untuk perkalian. hasil kali dari dua matriks itu dapat di cari.

perkalian matriks juga distributive A(B + C) = AB + AC.Z(e x f) dimana b = c dan d = e.(4 x 1) Jadi. Contoh 11. adalah tidak komutatif (yaitu AB ≠ BA). Y(c x d). 17 6 6 2 23 8 6 17 2 6 23 8 (2). maka pengurangan matriks juga komutatif dan asosiatif.7. Akan tetapi.2 6 1 4 11 4 Contoh 12. A B 4 3 11 7 17 6 6 2 1 4 11 4 B A . Contoh 13. yaitu X(a x b). dan susunan penjumlahan tidak dipentingkan. AB 6(3) 12(12) 5(3) 10(12) 13(3) 2 (12) 6(6) 12(9) 5(6) 10(9) 13(6) 2(9) BA akan menjadi 3 x 2 6(7) 12(11) 162 5(7) 10(11) 135 13(7) 2(11) (3x3) 63 144 120 96 174 145 113 (3x3) karena itu AB ≠ BA. Perhitungan tersebut diperlihatkan di bawah ini 4 3 11 7 7 18 3 4 7 11 7 18 A B B A (1). Perkalian matriksm. karena penjumlahan matriks hanya melibatkan penjumlahan elemen – elemen yang bersesuaian dari dua matriks. (A + B) + C = A + (B + C).penjumlahan matriks juga asosiatif. Diketahui.7 11 . Tunduk pada sarat yang sama ini.000 86.3 4 . Diketahui. 4 11 3 7 A B 17 6 6 2 Untuk membuktikan bahwa penjumlahan dan pengurangan matriks adalah komutatif. Jadi. HUKUM KOMUTATIF.500 72. V 120(200) 200(200) 175(200) 140(200) 110(50) 90(100) 150(150) 180(50) 210(100) 110(150) 190(50) 160(100) 80(150) 170(50) 180(100) 140(150) ( 4 x1) 61. (2 x 3) = (3 x 2). Karena pengurangan matriksA – B dapat dirubah mebjadi penjumlahan matriks A + (-B). AB akan menjadi 2 x 2 3(6) 6(5) 7 (13) 3(12) 6(10) 7 (2) 139 110 AB 12(6) 9(5) 11(13) 12(12) 9(10) 11(2) (2x2) 260 256 (2x2) BA adalah bersesuaian (3 x 2) = (2 x 3). hal yang sama berlaku untuk pengurangan matriks. (XY)Z = X(YZ).seringkali matriks – matriks tidak bersesuaian dalam dua arah. Jika terdapat tiga atau lebih matriks yang bersesuaian. Untuk alas an yang sama.500 ( 4 x1) 1. buktikan bahwa (1) A + B = B + A dan (2) A – B = –B + A. hukum asosiatif akan berlaku selama matriks – matriks tersebut dikalikan dalam urutan persesuaian (conformability). dengan beberapa perkecualian.500 75. 90 . A 3 6 7 12 9 11 B ( 2 x 3) 6 12 5 10 13 2 (3 x 2) Dapat di buktikan bahwa perkalian atriks tidak komutatif dengan membuktikan AB ≠ BA. Diketahui. perkalian scalar adalah komutatif (yaitu kA = Ak). ASOSIATIF DAN DISTRIBUTIF DALAM ALJABAR MATRIKS Penjumlahan matriks adalah komutatif (yaitu A + B = B + A). sebagai berikut : AB adalah sesuai.6 17 .

Matriks identitas adalah simetri dan idempotent. perkalian dengan matriks null menghasilkan matriks null. matriks identitas serupa dengan bilangan 1 dalam aljabar karea perkalian suatu matriks dengan matriks identitas tidak membawa perubahan terhadap matriks asal (yaitu AI = IA = A). (3). AI 9 1 AI 7 9 1 BN B N 10 14 2 6 3 7 terbukti 0 0 0 0 (2). Matriks null terdiridari semuanya nol dan dapat berdimensi sembarang . seperti pada In. Matriks simetris untuk mana A x A = A.9. yaitu AI = A. MATRIKS IDENTITAS DAN MATRIKS NULL Matriks identitas I adalah suatu matriks bujur sangkar yang mempunyai 1 untuk setiap elemen pada diagonal utama dari kiri ke kanan dan nol di setiap tempat yang lain.8. yaitu (AB)C = A(BC). (2) perkalian dengan suatu matriks null menghasilkan matriks null. apabila diketahui. 1.adalah matriks idempotent (idempotent matrix). A 7 9 1 10 14 2 6 3 7 B 5 12 20 4 N 0 0 0 0 I 1 0 0 0 1 0 0 0 1 Dapat dibuktikan bahwa : (1) perkalian dengan suatu matriks identitas tidak menimbulkan tambahan terhadap matriks asalnya.A 7 1 8 5 3 6 B (3 x 2) 4 9 2 6 10 5 B ( 2 x 3) 2 6 7 ( 3 x1) Untuk membuktikan bahwa perkalian matriks adalah asosiatif.n menunjukan dimensi matriks (m x n). setiap matriks utuk mana A = A' adalah matriks simetris (symmetric matrix). Lihat contoh 14. 5(0) 12(0) 5(0) 12(0) 20(0) 4(0) 20(0) 4(0) 5 0 12 0 20 0 4 0 5 12 20 4 terbukti terbukti PERNYATAAN MATRIKS DARI SERANGKAIAN PERSAMAAN LINEAR 91 . apabila subscript digunakan. perhitunganya adalah sebagai berikut : A 7(4) 5(2) 1(4) 3 (2) 8(4) 6(2) 38 10 44 93 27 108 7(9) 5(6) 1(9) 3 (6) 8(9) 6(6) 95 25 110 2 6 7 7(10) 5(5) 1(10) 3 (5) 8(10) 6(5) ( 3 x 3) 38 10 44 93 27 108 95 25 110 ( 3 x 3) ( AB)C ( 3 x 3) ( 3 x1) 38(2) 93(6) 95(7) 10(2) 27 (6) 25(7) 44(2) 108(6) 110(7) ( 3 x1) 1299 357 1506 ( 3 x1) BC 4(2) 9(6) 10(7) 2(2) 6(6) 5(7) ( 2 x1) 132 75 ( 2 x1) A( BC ) 7 1 8 5 3 6 132 75 (3 x 2) (2 x) 7(132) 5(75) 1(132) 3(75) 8(132) 6(75) ( 3 x1) 1299 357 1506 terbukti ( 3 x1) 1. yaitu BN = N dan (3) penjumlahan atau pengurangan matriks null tidak mengakibatkan matriks asalnya berubah. Contoh 14. tidak perlu bujur sangkar. perhitungan – perhitungan tersebut diperlihatkan di bawah ini 7 10 14 1 2 3 6 7 0 0 0 1 0 0 0 1 7(1) 9(1) 1(1) 10(0) 2(0) 3(0) 14(0) 6 (0) 7 (0) 7(0) 9(0) 1(0) 10(1) 2(1) 3(1) 14(0) 6 (0) 7 (0) 7(0) 9(0) 1(0) 10(0) 2(0) 3(0) 14(1) 6 (1) 7 (1) (1). yaitu B + N = B. perkalian suatu matriks identitas dengan dirinya sendiri meninggalkan matriks identitas tidak berubah : I x I = I2= I. Penjumlahan atau pengurangan matriks null tidak membawa perubahan terhadap matriks asalnya.

operasi baris. sistem persamaan yang diketahui tersebut dapat dinyatakan dalam bentuk matriks A(2x4)W(4x1) =B(2x1) 1. dan B = vektor kolom konstanta. dan (3) setiap kelipatan suatu baris ditambahkan ke atau dikurangkan dari baris yang lain. dapatkan hasil kali AX. Tanpa suatu perubahan dalam hubungan linear. W = vektor kolom variabel. (2) setiap baris atau baris – baris dakalikan dengan suatu konstanta. yang tentunya sudah tidak asing lagi dari aljabar.7 2 x 139 3 . diilustrasikan di bawah ini. untuk membuktikan bahwa AX = B dengan tepat menggambarkan sistem persamaanyang diberikan dalam seksi 1. X dan B akan selalu berupa vektor kolom. diketahui 8w +12x – 7y +2z = 139 3w +13x + 4y +9z = 242 untuk menyatakan sistem persamaan ini dalam notasi matrik.baris suatu matriks. Sebagai ilustrasai sederhana.kita dapat 1.13 4 9 ( 2 x 4) y 242 ( 2 x1) z ( 4 x1) kemudian. Perkalian adalah mungkin karena AX adalah bersesuaian.dalam hati balikan susunan perkalian matriks: w 8 12 . dan B adalah vektor unsur konstanta (vector of constan terms). Mengalikan suatu baris dengan suatu konstanta. asalkan konstanta tersebut tidak sama dengan nol. OPERASI BARIS Operasi baris (row operation) berarti penerapan operasi aljabar yang sederhana pada baris.10. Contoh 17. Contoh 16. yang menghasilkan 92 . dengan mengandaikan A = matriks koefisien. meskipun penampilanya seperti itu. AX adalah vektor kolom (2 x 1) karena setiap baris terdiri dari suatu elemen tunggal yang tidak dapat disederhanakan lebih lanjut melalui penjumlahan. perhatikan bahwa sistem persamaan linear 7x1 + 3x2 = 45 4x1 + 5x2 = 29 dapat dinyatakan dalam bentuk matriks AX = B x1 45 7 3 B A X Dimana dan 29 x2 4 5 A adalah matriks koefisien (coefisien matrix). dan matriks hasil kali menjadi 2 x 1 (2 x 2) = (2 x 1) (2 x 1) 7x 1 3x 2 jadi. dan AX AX 7 3 x1 4 5 x2 B: 7x 1 3x 2 4x 1 5x 2 ( 2 x1) 45 terbukti 4x 1 5x 2 29 dari sini.dengan mengetahui 5x + 2y = 16 8x + 4y = 2n8 Tanpa suatu perubahan dalam hubungan linear. Contoh 15. Saling menukar dua baris tersebut : 8x + 4y = 28 5x + 2y = 16 2. tiga operasi barisdasar memungkinkan (1) setiap dua baris suatu matriks saling tukar.X adalah vektor penyelesaian (solution vector).Aljabar matriks memungkinkan pengungkapan secara ringkas suatu sistem persamaan linear. di sini 8x + 4y = 28 dengan 1/4.9.

44 132 1a.11.a dapatkan 1 pada posisi a11 dari matriks koefisien. Kalikan baris pertaa dengan 2a. Penyelesaian atas system persamaan kemudian dapat di baca dari elemen – elemen yang tinggal dalam vektor kolom B (lihat contoh 19). Contoh 19. AB 7 3 45 4 5 29 Matriks perbesaran digunakan sebagai sarana penyelesaian system persamaan linear. Mengurangkan kelipatan satu baris dari yang lain. Kalikan baris kedua dengan 1 untuk mendapatkan1 pada a22 44 1 6 20 0 1 3 93 . matriks perbesaran A/B untuk 4x1 + 5x2 + 7x3 = 42 2x1 + 3x2 + 8x3 = 40 6x1 + 4x2 + x3 = 18 Adalah AB 4 5 2 3 6 4 7 42 8 40 1 18 1. Pertam. Jadi. metode eliminasi gauss di gunakan dibawah ini untuk mencari x 1 dan x2 dalam sistem persamaan 2x1 + 12x2 = 40 8x1 + 4x2 = 28 pertama nyatakan persamaan tersebut dalam suatu matriks perbesaran AB 2 12 40 8 4 28 kemudian. untuk sistem persamaan dalam butir1. bergeraklah sepanjang sumbu utama. Teruskan memperoleh 1 sepanjang diagonal utama dan kemudian rampungkan kolomnyasampai matriks identitas tersebut sempurna. MATRIKS PERBESARAN (AUGMENTED) Diketahui suatu system persamaan dalam bentuk matriks AX = B matriks perbesaran A/B adalah matriks koefisien A dengan vector kolom konstanta B. kemudian gunakan operasi baris untuk mendapatkan nol disetiap tempat yang lain pada kolom pertama. Berikutnya dapatkan 1 pada 0posisi a22 dan gunakan operasi baris untuk mendapatkan nol disetiap tempat yang lain pada kolom mendapatkan nol disetiap tempat yang lain pada kolom tersebut. di sini 2(2x + y = 7) dari 5x + 2y = 16. 1 untuk endapatkan 1 pada posisi a11 2 1 6 20 8 4 28 1b. Contoh 18. METODE GAUSS UNTUK MENYELESAIKAN PERSAMAAN LINEAR Penggunaan metode eliminasi gauss dalam menyelesaikan persamaan linear semata – mata dengan menyatakan system persamaan tersebut sebagai suatu matriks perbesaran dan menerapkan operasi baris berulang – ulang pada matriks perbesaran sampai matriks koefisien A di sederhanakan menjadi suatu matriks identitas. Kurangkan 8 kali baris kedua untuk merampungkan kolom pertama 1 6 20 0 . Untuk mengubsh matriks koefisien kedalam uatu matriks identitas.12.9. yang dipisahkan dengan suatu garis atau kisi. diletakan disampingnya. yang menghasilkan 5x + 2y = 16 -4x – 2y = -14 x =2 1.2x + y = 7 5x + 2y = 16 3.

Kurangkan 6 kali baris kedua dari baris pertama untuk merampungkan kolom kedua 1 0 2 0 1 3 hasilnya adalah x1 = 2.2b. x2 = 3 karena x1 1 0 2 0 1 x2 3 x1 + 0 = 2 0 + x2 = 3 94 .

95 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->