BAGIAN 1 KONSEP DASAR TEORI BARIS DAN DERET SERTA PENGGUNAANNYA DALAM BISNIS DAN EKONOMI

Diskripsi Mata Kuliah Memberikan gambaran dan dasar-dasar pengertian serta pola pikir yang logis sehubungan dengan barisan dan deret bilangan yang tersusun secara teratur dengan perubahan-perubahannya yang tertentu. Selanjutnya memberikan tuntunan dalam menggunakan rumus-rumus yang telah diperoleh untuk menghitung nilai-nilai yang ingin diketahui dari baris dan deret yang ada, seperti menghitung kesamaan suatu nilai dari dua beris atau deret yang diketahui, mencari perubahan dari suatu baris atau suatu deret. Tutjuan Khusus Menerapkan pengetahuan tentang baris dan deret tersebut dalam menghitung perasalahan-perasalahan bisnis dan ekonomi di antaranya masalah perkembangan usaha sejauh mana pertumbuhannya yang konstan dari waktu ke waktu, masalah nilai uang dalam hal pinjam-meminjam, investasi jangkan panjang yang dihubungkan dengan tingkat suku bunga yang diasumsikan tetap dari waktu ke waktu, dan menghitung pertumbuhan penduduk di suatu daerah serta jumlah penduduknya pada suatu waktu tertentu.

A. TEORI BARIS DAN DERET 1. Pengertian Baris Baris yang dimaksud adalah bilangan yang tersusun secara teratur dengan suatu pola perubahan tertentu dari satu suku ke suku berikutnya. Penggolongan baris dapat didasarkan pada : Jumlah suku yang membentuknya, dibedakan menjadi : 1. Baris berhingga 2. Baris tak berhingga Pola perubahannya, sehingga dibedakan menjadi 1. Baris Hitung 2. Baris Ukur 3. Baris Harmoni 2. Baris Hitung Baris hitung yaitu baris bilangan di mana pola perubahan dari satu suku ke suku berikutnya besarnya tetap dan pola perubahan tersebut dapat diperoleh dari selisih antara sutu suku ke suku sebelumnya. Contoh : 2, 4, 6, 8, 10, 12 ......................Sn S1 (suku pertama) = 2 S1 = a = 2 S2 (suku kedua) = 4 S2 = a + b = 2 + 2 = 4 S3 (suku ketiga) = 6 S3 = a + 2b = 2 + (2)2 = 6 S4 (suku keempat) = 8 S4 = a + 3b = 2 + (3)2 = 8 Sn (suku ke n) Maka untuk suku ke n di peroleh rumus : Sn = a + ( n – 1 ) b. Dimana a = suku pertama, b = pembeda dan n = suku ke n

Contoh soal : Diberikan suku ke tiga dan suku ke tujuh masing-masing sebesar 150 dan 170. Carilah suku ke sepuluhnya dari baris hitung tersebut. 1

S3 = a + ( n – 1 ) b = 150 = a + 2b S7 = a + (n – 1 ) b = 170 = a + 6b - 20 = - 4b b = -20 / -4 = 5 150 = a + 2b  150 = a + 2.5  150 = a + 10 a = 150 – 10  a = 140 S10 = a + (n – 1) b = 140 + (10 -1) 5  140 + 45 = 185 3. Deret Hitung Deret hitung yaitu deretan bilangan yang tersusun dengan aturan dimana suku pertamannya sama dengan suku pertama baris hitungnya, suku keduanya merupakan penjumlahan dua suku pertama baris hitungnya, suku ketiganya merupakan penjumlahan tiga suku pertama baris hitungnya, dan seterusnya. Contoh : (dari contoh baris hitung di atas) Baris hitung : 2, 4, 6, 8, 10, 12 ..... Maka Deret hitung : 2, 6, 12, 20, 30, 42, ... D1 = 2, D2 = 2 + 4 = 6, D3 = 2 + 4 + 6 = 12 D4 = 2 + 4 + 6 + 8 = 20 Dst dimana Dn = n/2 ( a + Sn ) atau Dn = n/2 { 2a + ( n – 1 ) b} Contoh Soal : Sebuah baris hitung mempunyai suku pertama yang bernilai 140. Beda antar suku 5. Hitunglah suku ke-10nya ? Berapakah Jumlah lima suku pertamanya ?. a = 140, b = 5 S10 = 140 + ( 10 – 1 ) 5 = 140 + 45 = 185 D5 = 5/2 ( 2.140 + ( 5 – 1 ) 5 ) = 5/2 ( 280 + 20 ) = 5/2 ( 300 ) = 750 4. Baris Ukur Baris ukur yaitu baris bilangan di mana pola perubahan dari satu suku ke suku berikutnya besarnya tetap dan pola perubahan tersebut dapat diperoleh dari perbandingan antara satu suku sengan suku sebelumnya Contoh : 2, 6, 18, 54, 162, ...... Sn S1 (suku pertama) = 2 S2 (suku kedua) = 6 S3 (suku ketiga) = 18 S4 (suku keempat) = 54 S5 (suku kelima) = 162 Sn (suku ke n) = dst. Pola perubahan dari satu suku ke suku berikutnya dilambangkan dengan r (rasio) dan perbesarannya adalah perbandingan atara dua suku yang berurutan dengan suku berikutnya, sehingga r = 6/2 = 18/6 = 54/18 = 162/54. maka r = 3. S1 (suku pertama) = a = 2 S2 (suku kedua) = ar = 2.3 = 6 S3 (suku ketiga) = ar2 = 2.32 = 2.9 = 18 S4 (suku keempat) = ar3 = 2.33 = 2.27 = 54 S5 (suku kelima) = ar4 = 2.34 = 2.8 = 162 Sn (suku ke n) Untuk menentukan suku ke n diperoleh rumus Sn = ar n-1

2

5. Deret Ukur Deret Ukur yaitu deretan bilangan yang tersusun dengan aturan di mana suku pertamanya sama dengan suku pertama baris ukurnya, suku keduanya merupakan penjumlahan dua suku pertama baris ukurnya, suku ketiganya merupakan penjumlahan tiga suku pertama baris ukurnya, dan seterusnya. Contoh : (dari contoh baris ukur di atas) Baris Ukur : 2, 6, 18, 54, 162, ....... maka Deret Ukur : 2, 8, 26, 80, 242, ..... D1 = 2 D2 = 2 + 6 = 8 D3 = 2 + 6 + 18 = 26 Dst. Dn dapat dirumuskan :

Dn

a 1 rn ,r 1 1 r

atau

Dn

a rn 1 ,r 1 1 r

Contoh Soal : Sebuah baris ukur mempunyai suku pertama yang bernilai 20. Ratio antar sukunya 2. Hitunglah suku ke-6nya ! Berapa jumlah lima suku pertamanya. a = 20, r = 2 S6 = arn-1 = 20. 26-1 = 20. 25 = 20. 32 = 640 20 2 6 1 20.63 = = 1260 D6 2 1 1 B. PENERAPAN TEORI BARIS DAN DERET DALAM EKONOMI 1. Perkembangan Usaha Perkembangan usaha yang dimaksud adalah sejauh usaha-usaha yang pertubuhannya konstan dari waktu ke waktu mengikuti perubahan baris hitung. Contoh Soal 1. Perusahaan keramik menghasilkan 5.000 buah keramik pada bulan pertama produksinya. Dengan adanya penambahan tenaga kerja, maka jumlah produk yang dihasilkan juga ditingkatkan. Akibatnya, perusahaan tersebut mampu menambah produksinya sebanyak 300 buah setiap bulannya. Jika perkembangan produksinya konstan setiap bulan, berapa jumlah keramik yang dihasilkannya pada bulan ke 12 ?. Berapa buah jumlah keramik yang dihasilkannya selama tahun pertama produksinya ? Jawab : Jumlah keramik yang dihasilkannya pada bulan ke 12. S12 = a + (n – 1) b = 5.000 + (12 – 1) 300 = 5.000 + (11) 300 = 5.000 + 3.300 = 8.300 Jadi pada bulan ke 2 perusahaan tersebut dapat menghasilkan 8.300 buah keramik. Jumlah keraik yang dihasilkan dalam satu tahun pertama. D12 = n/2 (a + s12) = 12/2 (5.000 + 8.300) = 6 (13.300) = 79.800 2. Teori Nilai Uang (bunga Majemuk) Perluasan deret ukur digunakan dalam masalah bunga berbunga, masalah pinjam meminjam serta masalah investasi yang dihubungkan dengan tingkat suku bunga dalam jangka waktu tertentu yang besarnya diasumsikan tetap dari waktu ke waktu. Misalkan suatu modal sebesar P 0‟ akan dibungakan per-satu tahun selama jangka waktu n tahun. Tingkat suku bunga yang berlaku yang berlaku adalah r % per-tahun, diasumsikan tetap dari tahun ke tahun selama n tahun. Sehingga menghitung modal awal tahun ke-n yang diperoleh melalui pembungaan setiap satu tahun dapat dirumuskan Pn = po ( 1 + r )n , atau Pn = po ( 1 + r /m)n.m Pn = Modal pada tahun ke-n (di masa yang akan datang) Po = Modal saat sekarang, saat t = 0 r = Tingkat suku bungan per-tahun 3

10 juta dalam jangka waktu 5 tahun. Penduduk suatu kota metropolitan tercatat 3. berapa tambahan produksinya per tahun ? b) Berapa produksinya pada tahun kesebelas ? c) Pada tahun ke berapa produksinya 2. 5.055)10 = 10.25 juta jiwa pada tahun 2008.n = tahun ke m = periode per-tahun Contoh Soal : Seorang nasabah merencanakan mendepositokan uangnya di Bank sebanyak Rp.m = 10.000.000 jiwa pada tahun 1995.5 jiwa pada tahun 2013. Hitunglah jumlah penduduk kota tersebut pada tahun 2005. 3.5 juta bungkus rokok ? d) Berapa bungkus rokok yang telah ia hasilkan sampai dengan tahun ke – 16 ?.2 = 10.6 juta bungkus pada tahun ketujuh.850. Beda antar suku 15. Periode waktu : 2005 -1995 = 10 tahun Pn = P0.11 ) 5 = 10.581.000 (1 + 0. 6.48024) = 148. berapa persen pertumbuhannya ? Berapa Jumlah penduduknya pada tahun 2015 ? Jawaban latihan soal.000 (1.708144) 4 . Jika tahun 2008 dianggap tahun dasar.000.( 1 + i )n Di mana Pn = populasi penduduk pada tahun basis (tahun ke-1) P0 = populasi penduduk pada tahun ke. Berapa suku pertama baris hitung tersebut ? Berapakah nilai suku kesepuluhnya ? Berapa jumlah sepuluh suku pertamanya. Sebuah baris hitung mempunyai suku pertama bernilai 210.685058155) = 16. Jawab jumlah uang dengan pembungaan tiap 6 bulan sekali Pn = P0 (1 + r/m)n.( 1 + i )n = 100. sebagaimana pernah dinyatakan oleh Malthus. Hitunglah suku ke 10 nya ! Berapakah jumlah lima suku pertammanya ? 2.000 ( 1. tingkat pertumbuhannya 4 persen per tahun. diperkirakan menjadi 4.000. Jika diketahui suku kedua besarnya 275 dan suku keenam besarnya 375.000 botol. 10 juta dalam jangka waktu 5 tahun.000 botol kecap pada tahun ke-6 operasinya.000 (1 + 0.000. Pembungaan depositonya dengan tingkat bunga yang diasumsikan konstan sebesar 11% per-tahun Berapa jumlah uang yang diterimanya pada akhir tahun kelima jika didepositokan dengan pembungaan tiap 6 bulan sekali ? dan Berapa jumlah uang yang diterimanya jika didepositokan dengan pembungaan tiap tiga bulan.04 )10 = 100. 4.000 ( 1 + 0. penduduk dunia tumbuh mengikuti pola deret ukur. Pabrik rokok “Kurang Garam” menghasilkan sejuta bungkus rokok pada tahun pertama berdirinya. 5.55 3. a) Berapa botol penurunan produksinya per tahun ? b) Pada tahun ke berapa pabrik kecap tersebut tidak berproduksi (tutup) c) Berapa botol kecap yang ia hasilkan selama operasinya ?.024 Latihan Soal 1. Karena persaingan keras dari kecap-kecap merek lain.000 ( 1. Yang drumuskan : Pn = P0.11/2)5. Pembungaan depositonya setahun sekali dengan tingkat bunga yang diasumsikan konstan sebesar 11% per-tahun. Seorang nasabah merencanakan mendepositokan uangnya di Bank sebanyak Rp. Pertumbuhan Penduduk Penerapan deret ukur yang paling konvensional di bidang ekonomi adalah dalam hal perhitungan pertumbuhan penduduk.000. produksinya terus menurus secara konstan sehingga pada tahun ke-10 hanya memproduksi 18.11 )5 = 10. Pabrik kecap “Nambewan” memproduksi 24.000 ( 1 + 0.000 (1.n i = persentase pertumbuhan penduduk per tahun & n = jumlah tahun Contoh soal : Penduduk suatu kota berjumlah 100.04 )10 = 100. Bantulah nasabah itu untuk menghitung berapa jumlah uang yang akan diterima pada akhir tahun ke-5 ? Pn = P0 ( 1 + r )n = 10. a) Andaikata perkembangan produksinya konstan.000 ( 1.000. dan 1.

5 = 3. Daftar Pustaka : 5 .13 juta.m = 10. P2015 = P2008 (1 + i)2015-2008 = 3.081.58.25 (1 + i)5 4.000. 17.000 (1. Jawab jumlah uang dengan pembungaan tiap 6 bulan sekali Pn = P0 (1 + r/m)n.204.11/4)5.58 Jadi dalam waktu lima tahun uang nasabah tersebut yang dibungakan setiap enam bulan sekali menjadi Rp.73 % Jadi persentase pertumbuhan penduduknya 6.0673 i = 6.720428431) = 17.25 = (1 + i)5 1.25 (1.1 i = 0.73 % Jumlah penduduk pada tahun 2015.38461/5 .204.000. Jawab persentase pertumbuhan penduduk : Pn = P0 (1 + i)n 4.= 17.000 (1 + 0.5/3.3.3846 = (1 + i)5 1.25 (1 + i)2013-2008 4.081.25 (1 + 6. 17.444.577632) = 5.13 Jadi jumlah penduduk kota metropolitan pada tahun 205 sebanyak 5.0275)20 = 10.31 Jadi dalam waktu lima tahun uang nasabah tersebut yang dibungakan setiap enam bulan sekali menjadi Rp.73%)7 = 3.000. 6.444.000 (1 + 0.284.38461/5 = 1 + i i = 1.5 = 3.284.4 = 10.

2. terkait dengan variabel yang bersangkutan. 2.1. 4. Pengertian Fungsi Fungsi yaitu hubungan matematis antara suatu variabel dengan variabel lainnya. sejajar atau bahkan berpotongan. Penggolongan variabel dibedakan menjadi variabel bebas dan variabel terikat dimana variabel bebas yaitu variabel yang menerangkan variabel lain.BAGIAN 2 KONSEP DASAR TEORI FUNGSI. Menggabarkan bagaimana fungsi linier dapat dipergunakan untuk mencerminkan perilaku baik perilaku konsumen maupun perilaku produsen. y = x ½ y adalah variabel terikat x adalah variabel bebas 6 . sedangkan variabel terikat yaitu variabel yang diterangkan oleh variabel lain. yang saling berkaitan satu sama lain dala hubungan yang dapat dijelaskan secara ateatis yaitu hubungan yang linier. Disebut Analisis Break-Even Analusis. Yang dimaksud dengan koefisien ialah bilangan atau angka yang diletakkan tepat di depan suatu variabel.Tujuan Khusus 1. koefisien.2. dimana x adalah variabel bebas dan y adalah variabel terikat. Keseimbangan pasar ini dapat bergeser sejajar akibat adanya capur tangan pemerintah dalam bentuk pajak maupun subsidi 2. 3. Koevisien dan konstanta.1. sedangkan perilaku produsen dicerminkan dengan fungsi penawaran. Menggambarkan bagaimana fungsi linier dapat membantu menghitung berapa pendapatan nasional yang harus diperoleh suatu negara agar tidak mengalami defisit akibat konsumsi yang lebih besar dari pada pendapatan.1 PENDAHUKUAN : 2. Menggambarkan bagaimana fungsi linier dapat dipergunakan untuk mmenghitung berapa produk yang sebaiknya diproduksi dan dijual oleh perusahaan agar perusahaan dapat menutup biaya-biaya tetapnya. y adalah variabel terikat x adalah variabel bebas 3 adalah koefisien ( terletak didepan variabel y) 4 adalah koefisien ( terletak didepan variabel x) -8 adalah konstanta 2.1. Perilaku konsumen dicerminkan melalui fungsi permintaan. Uraian Materi A. 2. Untuk mencari perpotongan dua fungsi yang linier digunakan metode eliminasi. Menggambarkan pendapatan nasional dapat menghitung melalui pendekatan pengeluaran yang linier. 3y = 4x – 8. Pertemuan antara keduanya merupakan titik keseimbangan pasar. Yang dimaksud dengan variabel ialah unsur yang sifatnya berubah-ubah dari satu keadaan ke keadaan lainnya. PENYAJIAN 2 . secara umum jika dikatakan bahwa y adalah fungsi dari x maka ditulis y = f(x). Dalam suatu fungsi. TEORI FUNGSI DAN TEORI FUNGSI LINIER 1. Contoh : 1. TEORI FUNGSI LINIER DAN PENERAPANNYA DALAM BISNIS DAN EKONOMI 2. bahkan agar perusahaan dapat memperoleh keuntungan. Lebih jauh lagi berapa pendapatan minimum agar dapat menabung. Konstanta sifatnya tetap dan tidak terkait dengan suatu variabel apa pun. substitusi atau dengan cara determinan. Unsur-unsur pembentukan fungsi yaitu variabel.1.2. Diskripsi Mata Kuliah Memperkenalkan unsur-unsur fungsi ialah variabel bebas dan variabel terikat. dan konstanta. menutup totol biaya. Fungsi-fungsi yang bersifat linier tersebut dapat saling berhimpit.

. a0 = + . n bilangan riil negatif Contoh :Y = x-2 .x = . n bilangan riil negatif 3... a1 = +  a0 = .x = 4 Y = .. n bilangan bulat positif contoh :Y = (1+2x1 .Jika x adalah fungsi dari y maka ditulis x = f(y).. 8.4 + 2x Y=-4–2x Y = . x variabel bebas a0 konstanta. x = y-2 y adalah variabel bebas x adalah variabel terikat -2 adalah konstanta 2..+ 12x11)1/11 Fungsi Polinom : Fungsi yang memiliki banyak suku Bentuk umum : Y = a0 + a1x1 + a2x2 + a3x3 + .. negatif.. a1= 0  a0 = ...+ anxn. maka alternatif yang mungkin untuk fungsi linier : Y= a0 + a1x1 yaitu : misal a0 = 4 dan a1 = 2 1.. atau nol. 7. a1 = .3x2 Fungsi Kubik :Fungsi polinom yang variabel bebasnya memiliki pangkat paling tinggi adalah tiga.4 + 0.x  Y = -a0 +a1x  Y = -a0 – a1x Y = -a0 + 0... n = 11 Fungsi Linier : Fungsi polinom yang variabel bebasnya memiliki pangkat paling tinggi adalah satu.bilangan bulat positif Contoh: Y = 1 + 2x1 ..... a1 = + a0 = 0 ...Y variabel terikat.-12x11. dimana y adalah variabel bebas dan x adalah variabel terikat. 6. Bentuk umum Y = a0 + a1x1 Contoh: Y = 1 + 2x1 Fungsi Kuadrat :Fungsi polinom yang variabel bebasnya memiliki pangkat paling tinggi adalah dua..3x2 + 4x3 +. negatif atau nol Untuk nilainya a0 dan a1 yang memungkinkan positif..2x1 . Y = a0 + a1x  Y = a0 – a1x  Y = a0 + 0... Pengertian Fungsi Linier Fungsi linier adalah fungsih polinom yang variabel bebasnya memiliki pangkat paling tinggi adalah satu : Y = a0 + a1x1 . Bentuk umum :Y = a0 + a1x1 + a2x2 + a3x3 + a3x4 Contoh :Y = 1 + 2x1 + 3x2 + 4x3 + 5x4 Fungsi Pangkat :Fungsi yang variabel bebasnya berpangkat suatu bilangan riil positif Bentuk umum : Y = xn . a1= +  a0 = + ..4 Y = 0 + 2x Y=0–2x 7 . 2. atau nol a1 Koefisien.. Bentuk umum :Y = nx Contoh :Y = 2x Fungsi logaritma : Fungsi yang merupakan invers fungsi eksponen Bentuk umum Y = n log x Contoh :Y = 4 log x Fungsi Hiperbola :Fungsi yang variabel bebasnya berpangkat bilangan riil negatif Bentuk umum :Y = xn ..+ anxn. x = -2 x adalah variabel terikat -2 adalah konstanta 2... Bentuk umum :Y = a0 + a1x1 +a2x2 + a3x3 Contoh : Y = 1 + 2x1 – 3x2 + 4x3 Fungsi Bikuadrat:Fungsi polinom yang fariabel bebasnya memiliki pangkat paling tinngi adalah empat. a1 = ... 4. 3. nilainya positif.. 5.x Y = 0 +a1x  Y = 0 – a1x Y = 4 + 2x Y = 4 – 2x Y = 4 + 0. Jenis-jenis Fungsi Fungsi Irrasional : Fungsi yang memiliki Bentuk umum Y = n√ a0 + a1x1 + a2x2 + a3x3 + . nilainya positif.. Contoh : 1. a0 = . a1= . Bentuk umum :Y = a0 + a1x1 + a2x2 Contoh : Y = 1 . a0 = + . a1 = 0  a0 = 0 . negatif. n bilangan riil positif Contoh :Y = x2 Fungsi Eksponen : Fungsi yang variabel bebasnya merupakan pangkat suatu konstanta.3x2 + 4x3 +...

4 – 2 x dua buah titik yang dibutuhkan untuk menggambarkannya (0. a0 = 0 . Y = .x = 0 4.9. Y = .0) (0.-4) Y = -4 – 2x 6. Y = 4 – 2x dua buah titik yang dibutuhkan untuk mengambarkannya (0.2.4) 0 (0.4) dan (-2.4) dan (2.4) dan ( .. Y = 4 titik yang dibutuhkan untuk mengambarkannya (0. Y = 4 + 2x dua buah titik yang dibutuhkan untuk mengambarkannya (0.0) Y = 4 – 2x 3.4 titik yang dibutuhkan untuk menggambarkannya (0..4) 0 (2.4) (Y = 4) 4.x  Y = 0 + 0. Penggambaran Fungsi Linier Penggambaran fungsi linier dari berbagai alternatif untuk a 0 = 4 dan a1 = 2 Y = 4 + 2x (0..0) 0 2.-4) (2.0) (-2.4 + 2 x dua buah titik yang dibutuhkan untuk menggambarkannya (0.-4) Y = -4 8 . Y = .4) 1.4) 0 (0.4) dan (2.0) 0 (0. a1 = 0 Y = 0 + 0.0) 5.0) 0 (0.0) (-2.

gradien 4 Fungsi linier kedua : Y = 2 +4x . gradien 2 Fungsi linier kedua : 2Y = 8 + 4x . Y = 0 + 2 x dua buah titik yang dibutuhkan untuk menggambarkannya (0.7.-4) Y = 0 – 2x -4 9..0) dan (2. intersep 8/2 = 4 . maka dan a1 = a1‟ untuk kondisi seperti pada gambar a0 = a0‟ 9 . Berpotongan Y = a0 + a1x Y‟ = a‟0 +a‟1x 0 Karena Berpotongan.0) dan (2.0) (0. Berhimpit Y = a0 + a1x Y‟ = a‟0 +a‟1x karena berhimpit.0) 8. Y = 0 –2x dua buah titik yang dibutuhk untuk menggambarkannya (0. Y = 0 dua buah titik yang dibutuhkan untuk menggambarkannya (0. Sejajar Y = a0 + a1x Y‟ = a‟0 +a‟1x Karena sejajar. maka a0 = a0‟ dan a1 = a1‟ contoh : Fungsi linier Pertama : Y = 4 + 2x .0) (2.0) 5. maka a0 = a0‟ dan a1 = a1‟ Contoh : Fungsi linier pertama : Y = 4 + 4x .4) 2 (0. Hubungan Dua Fungsi Linier Ada dua fungsi linier dimana fungsi linier pertama yaitu : Y = a 0 + a1 x dan fungsi linier yang kedua yaitu : Y‟ = a0‟ + a1‟ x.0) 2 (2. intersep 4. intersep 2.4) (0.4) Y = 0 + 2x (2. gradien 4/2 = 2 2.0) dan (2. intersep 4. gradien 4 3. Kedua Fungsi Linier tersebut berada dalam berbagai keadaan: 1.

intersep 2.** memasukkan ** pada* 2x+3y=4 2 (1 – 2 y) + 3 y = 4 maka x=1–2y 2 (1) – 2 (2 y) + 3 y = 4 x = 1 – 2 (-2) 2–4y+3y=4 x = 1 – ( . a0) Contoh : fungsi linier pertama : Y = 2 + 4x. = . Cara Substitus 2x+3y=4 .. maka a1 = a1‟ dan a1. Contoh : fungsi linier pertama : Y = 4 + 4x.. maka dan a1 = a1‟ Untuk kondisi seperti pada gambar a0 = a0‟ dan perpotongan pada titik (0. gradien – 4 dan perpotongan pada titik (0. gradien 4 Fungsi linier kedua : Y = 2 – 4x ......a1‟. Untuk kondisi seperti pada gambar a0 = a0‟. intersep 2..4) 10 ... Berpotongan tegak lurus Y = a0 + a1x Y‟ = a‟0 +a‟1x 0 Karena berpotongan tegak lurus..x = 1 – 2 y .2) 5.. maka untuk mencari titik potongnya dapat dilakukan dengan cara : 1... intersep 2 . intersep 2. intersep 4. a0) Contoh : fungsi linier pertama : Y = 2 + 4x . gradien 4 fungsi linier kedua : Y = 2 – 1/ 4x. gradien – ¼ dan perpotongan pada titik (0. intersep 4.. Eliminasi 3. gradien –1/4 6. gradien – 4 4. Berpotongan tegak lurus Y = a0 + a1x Y‟ = a‟0 +a‟1x 0 Karena berpotongan tegak lurus.Contoh : Fungsi linier pertama Y = 4 + 4x . intersep 2 . Substitusi 2. a1‟ = -1 Untuk kondisi seperti pada gambar a0 = a0‟ dan berpotongan pada titik (0.* x + 2 y = 1 . intersep 2. Titik Potong Linier Untuk fungsi linier yang saling berpotongan.1. Berpotongan Y = a 0 + a 1x Y‟ = a‟0 +a‟1x 0 Karena berpotongan. maka a1 = a1‟ dan a1. Determinan Contoh : Carilah titik potong dari garis yang berpotongan yaitu 2 x + 3 y = 4 dan x + 2 y = 1 Jawab : 1.2) 6. gradien 4 fungsi linier kedua : Y = 2 – 1/ 4x. gradien 4 Fungsi linier kedua : Y = 2 – 4x .

Penamaan Fungsi Linier 1.7) adalah Y = 2 x – 3 11 .7).= -2 | 2 3 | (2)(2) – (1)(3) 4–3 1 | 1 2 | Baik dengan cara eliminasi.= ---. Cara Determinan 2x +3y=4 x+2y=1 | 4 3 | | 1 2 | (4)(2) – (1)(3) 8–3 5 x = -----------.2) x + (. y1) dan B (x2.2–y=4 -y = 4 – 2 -y = 2 y=-2 2.3) dan (5.4) x–4 x x 3. 7.Y1) Untuk mengetahui garis yang tepat melalui kedua titik tesebut dapat diperoleh dengan menggunakan rumus di bawah ini : Y – Y1 = X – X1 Y2 – Y1 = X2 – X1 Contoh : Carilah garis yang melalui titik (3. ataupun determinasi.= ----------------.y1) = (3. substitusi.= ------. Jika diketahui dua buah titik yaitu A (x1.= 5 | 2 3 | (2)(2) – (1)(3) 4–3 1 | 1 2 | | 2 4 | | 1 1 | (2)(1) – (1)(4) 2–4 -2 y = -----------.= ---.= ----------------. Gambar : B(X2. Cara Eliminasi 2 x + 3 y = 4 (x 1) --- x + 2 y = 1 (x 2) --- maka x + 2 y x=1+4 x=5 2x+3y=4 2x+4y=2 _ -y=2 =1 =1 =1 =1+4 =5 y=-2 =1 x + 2 (.3) dan (5. y2).y2) = (5. pasti akan diperoleh nilai yang sama.7) maka : Y–3 = x–3 7–3 = 5–3 Y–3 = x–3 4 2 Y – 3 = 4 / 2 ( x – 3) Y–3 = 2x–6 Y = 2x–6+3 Y = 2x–3 Jadi garis yang melalui titik (3.Y2) A(X1. Jawab : misalkan (x1.= ------.3) dan (x2.

12 B. m = ∆Y/∆x Contoh : Carilah garis yang melalui titik (3.000.3) dan m = 5 Maka : Y – Y1 = m(x – x1) Y – 3 = 5 (x – 3) Y – 3 = 5x – 15 Y = 5x – 15 + 3 Y = 5x – 12 Jadi garis yang melalui titik (3. 4. dimana perubahan harga „sebanding‟ dengan perubahan jumlah barang yang diminta (fungsi linier).y1) = (3. quantity demand). Fungsi Permintaan Fungsi permintaan merupakan fungsi yang mencermintan hubungan antara variabel harga (P . Jika diketahui sebuah titik A (x1. maka jumlah permintaan terhadap barang tersebut meningkat menjadi 6.P1 = Qd – Qd1 P2 – P1 Qd2 – Qd1 12 . PENERAPAN DALAM BISNIS DAN EKONOMI 1.000 buah. yaitu : Fungsi permintaan. Akan tetapi. yaitu : fungsi pendapatan yang terdistribusi menjadi fungsi konsumsi dan fungsi tabungan fungsi pendapatan nasional yang dihitung melalui pendekatan pengeluaran. jika dijual dengan harga lebih murah yaitu Rp 4. price) suatu barang dengan variabel jumlah barang yang diminta (Qd .000.P2.000 per-buah akan. Demikian sebaliknya. Keseimbangan pasar. Suatu barang.3) dengan kecondongan sebesar 5 Jawab : Misalkan (x1.000 per-buah. Fungsi penawaran.)= (3.2 Qd 2. jika dijual seharga Rp 5. y1) dan gradiennya / kemiringannya m Gambar : A(x1. Pendahuluan Penerapan fungsi linier dalam bisnis dan teori ekonomi mikro. maka fungsi permintaan suatu barang dicerminkan sebagai berikut : Sifat monoton turun : P‟ > P maka Qd‟ < Qd P” < P maka Qd” > Qd Contoh : 1.y1) n 0 Untuk mengetahui garis yang tepat melalui titik tersebut dengan kecondongantertentu dapat diperoleh dengan menggunakan rumus di bawah ini : Y – Y1 = m (x – x1). maka jumlah barang yang diminta akan mengalami penurunan. jika harga mengalami penurunan maka jumlah barang yang diminta akan mengalami peningkatan.) = (6. Fungsi biaya.000 buah. Jawab : Diketahui (Qd1. Penerapan fungsi linier dalam ekonomi mikro.P1. Sifat demikian jika digambarkan pada Grafik Kartesius dengan sumbu datarnya jumlah barang yang diminta (Qd) dan sumbu tegaknya harga barang yang bersangkutan (P). PENERAPAN DALAM BISNIS DAN TEORI EKONOMI MIKRO 2.laku sebanyak 3. Qd = 15 – P Contoh Soal : 1.2.000) Fungsi permintaannya dicari dengan rumus : P . P = 30 .000) dan (Qd2. Ditulis: P= f(Qd). Bagaimana fungsi permintaanya ? Gambarkan fungsi permintaan tersebut pada Grafik Kartesius. Fungsi penerimaan. Pengaruh pajak dan subsidi terhadap keseimbangan pasar.3) dengan kemiringannya 5 adalah Y = 5x .5. Fungsi ini mencerminkan perilaku konsumen di pasar di mana sifat yang berlaku yaitu bahwa jika harga barang mengalami peningkatan. dan ‘ break-even analsis ‘.

500 P = -5 Qd + 2.000 ( Qd – 3.3.000) -1/3 Qd – 1/3 (. Permintaan suatu barang sebanyak 500 Buah pada saat harganya 40.250 ) = -5 Maka ( P – 40.000 -1/3 (Qd – 3.000 0 Qd= 18.1. apabila setiap kenaikan harga sebanyak 1.000 ) = -5 ( Qd – 500 ) P – 40.000 P – 5.500 P = .000. sebagaimana fungsi permintaannya dan gambarkan fungsi permintaanya dan gambarkan fungsi permintaan tersebut pada grafik kartesius Jawab : Diketahui ( P1 .000 = -5 Qd + 2.500 Jadi fungsi prmintaanya : P = .000 P = -5 Qd + 42.500 ) P – 40. sebab : 1.000 P – 5.000 P – 5.000 -1/3 Qd + 6.250 / (.000 6.500 Gambar Fungsi Penawaran tersebut pada grafik Kartesius : 42.Qd1 ) = ( 40.1/3 Qd + 6.000 Gambar Grafik Kartesiusnya ( P vs Qd ) : P 6000 P = .3.000 = 4.000 Contoh Soal : 2.250 akan menyebabkan jumlah permintaan mengalami penurunan sebanyak 250.250 .P .000 3.5.000 . 500 ) dan p = 1.500 + 40.000 P P = = = = = = Qd .250 Fungsi penawarannya diperoleh dengan rumus : ( P – P1 ) = m (Qd – Qd1 ) dengan m = P / Qd = 1.000 ) 3.000 Qd .000) -1/3 Qd + 1.5 Qd + 42.000 .1. Jika dinyatakan adanya penurunan harga akan menyebabkan peningkatan jumlah barang yang diminta : Menjadikan : M = Δ P = negatif = negatif atau ΔQd positif 2.000 . Jika dinyatakan adanya peningkatan harga akan menyebabkan peningkatan jumlah barang yang diminta Menjadikan : 13 .000 = -5 Qd – ( 5 )( .000 P .5. Qd = .000 + 5.3.5 Qd + 42.000 – 5.500 0 Catatan : Gradien fungsi permintaan yang dinyatakan dengan rumus m=Δ P / Δ Qd nilainya Senantiasa negatif.000.3.

250. Akan tetapi. jika harga lebih tinggi yaitu menjadi Rp 6. 3.500 P = 5Qs – 2. Fungsi ini mencerminkan perilaku produsen dipasar dimana sifat yang berlaku yaitu bahwa jika harga barang mengalami peningkatan.000 + 5.500 14 . Jawab : Diketahui (P1.000 = Qs – 3.000) = 5(Qs – 500) P – 40.000 (Qs – 3.000) P = 1/3 Qs – 1. ¼ P = 8Qs + 125 Contoh Soal : 1. P = 120 + 4Qs 2.000) P – 5. Jawab : Diketahui (Pı. Demikian sebaliknya.000 P – 5.000 – 5. dimana perubahan harga „sebanding‟ dengan perubahan jumlah barang yang ditawarkan (fungsi linier).000 P – 5. maka jumlah barang yang ditawarkan akan mengalami peningkatan. maka jumlah barang yang ditawarkan oleh produsen akan bertambah menjadi 6. 6. Bagaimanakah fungsi penawarannya ? Gambarkan fungsi penawarannya tersebut pada Grafik Kartesius.000) 3. bagaimana fungsi penawarannya dan gambarkan fungsi penawaran tersebut pada Grafik Kartesius.000 6. Suatu barang.000) dan (P2.000 buah. jika harga barang mengalami penurunan maka jumlah barang yang ditawarkan akan mengalami penurunan.000 1.000 = 1.Qs1) = (5.000 P = 5Qs + 37.000 = Qs – 3. Penawaran suatu barang sebanyak 500 buah pada saat harganya 40. Sifat demikian jika digambarkan pada Grafik Kartesius dengan sumbu datarnya jumlah barang yang ditawarkan (Qs) dan sumbu tegaknya harga barang bersangkutan (P).000 3.000 = 1/3 (Qs – 3.000 6.Qs2) = (6. harga dipasarnya Rp 5.250 akan menyebabkan jumlah penawaran mengalami peningkatan sebanyak 250.000) Fungsi penawarannya dicari dengan rumus : P – P1 = Qs – Qs1 P2 – P1 Qs2 – Qs1 P – 5.000 buah.000 Jadi fungsi penawarannya adalah : P = 1/3 Qs + 4.000.000.500 + 40.000 = 5Qs – 2.000 – 3.000 = 1/3 Qs + (1/3) (-3. maka fungsi penawaran suatu barang dicerminkan sebagai berikut : Contoh : 1. Fungsi Penawaran Fungsi penawaran merupakan fungsi yang mencerminkan hubungan antara variabel harga ( P : price ) suatu barang dengan variabel jumlah barang yang ditawarkan ( Qd : Quantity Supply ). 500) dan ∆P = 1.000 P = 1/3 Qs + 4. Qs = -40 + ¼ P 3.M=Δ P = Δ Qd positif negatif = negatif 3. ∆Qs = 250 Fungsi penawarannya diperoleh dengan rumus : ( P – Pı ) = m (Qs – Qsı) dengan m = ∆P / ∆Qs = 1250 / 250 =5 maka (P – 40.000 = 5Qs + (5)(-500) P – 40.000 Gambar Grafik Kartesiusnya (P vs Qs) : Contoh Soal : 2.000 P – 5.000 per buah maka produsen akan menawarkan sebanyak 3.000 per-buah. Apabila setiap kenaikan harga sebanyak 1.000.Qsı) = (40.000. Ditulis : P = f ( Qs ).

Jawab : Mencari fungsi penawaran : Diketahui (P1. Jika dinyatakan adanya penurunan harga akan menyebabkan penurunan jumlah barang yang ditawarkan.500 Gambar fungsi penawaran tersebut pada Grafik Kartesius : P P = 5Qs + 37. dan setiap kenaikan harga sebanyak Rp 2. ∆Qs = 20 Fungsi penawarannya diperoleh dengan rumus : (P – P1) = m (Qs – Qs1) 15 .000 jumlah pemintaan barang tersebut sebanyak 20 buah dan untuk kenaikan harga menjadi Rp 10.500 37. Pada harga Rp 5.Qs1) = (6.000 maka jumlah barang yang ditawarkan juga meningkat sebanyak 20.30) dan ∆P = 2000.000 pengusaha menawarkan barang tersebut sebanyak 30 buah. Bagaimanakah fungsi permintaan dan fungsi penawaran barang tersebut ? Gambarkan kedua fungsi tersebut pada sebuah Grafik Kartesius. menjadikan : m = ∆ P = negatif = positif atau ∆Qs positif 1. Jika dinyatakan adanya peningkatan harga akan menyebabkan peningkatan jumlah barang yang ditawarkan.Jadi fungsi penawarannya : P = 5Qs + 37.000 jumlah permintaannya berkurang menjadi 10 buah. menjadikan : m = ∆ P = positif = positif] ∆Qd positif 4. sebab : ΔQs 1. pada harga Rp 6. Untuk suatu barang.000. digambarkan sebagai berikut : P P = f (Qs) Pe P = f(Qd) 0 Qe Qd Contoh Soal : 1. Keseimbangan Pasar Keseimbangan pasar atau ‘Eqiullibrium’ adalah suatu kondisi dimana keseimbangan harga (Pe) tercapai Jumlah barang yang diminta = Jummlah barang yang ditawarkan Qe ›› Qd = Qs Keseimbangan harga (Pe) tercapai : Jumlah barang yang diminta = Jumlah barang yang ditawarkan Qe ›› Qd = Qs Atau Keseimbangan kuantitas (Qe) tercapai : Harga barang yang diminta = Harga barang yang ditawarkan Pe ›› P = P Fungsi permintaan dan fungsi penawaran pada sebuah grafik Kartesius dengan keseimbangan harga (Pe) dan keseimbangan Kuantitasnya (Qe).500 0 Qs Catatan : Gradien fungsi penawaran yang dinyatakan dengan rumus: m = ∆ P nilainya senatiasa positif.

16 .000 10 – 20 P – 5.000 + 6.000 Grafiknya digambarkan sebagai berikut : P P = 100 Qs + 3.10) Fungsi permintaannya dicari dengan rumus : P – P1 = Qd – Qd1 P2 – P1 Qd2 – Qd1 P – 5.000 = Qd – 20 10.000 + 15. Untuk Keseimbangan Harga (Pe) diperoleh dengan cara : Pe = -500 Qe + 15.000 = -500Qd + 10.000.000 + 5.000 = 600Q Qe = 12.000 = Qd – 20 5000 -10 P – 5.000 (Qd – 20) -10 P – 5.000 = 100Qs – 3.000 = -500(Qd – 20) P – 5.000 = 100Qs + (100)(-30) P – 6.000.Qd2) = (10.000 Pe = -10.000 Pe =100(20) + 3.000 3000 0 P = -500 Qd + 15.000 Pe = 5.000 Jadi fungsi penawarannya : P = 100Qs + 3.000 Keseimbangan Kuantitas (Q) tercapai : Harga barang yang diminta = Harga barang yang ditawarkan -500Q + 15.000 + 3.000 Pe = 2.000 Mencari fungsi permintaan : Diketahui (P1.000) = 100 (Qs – 30) P – 6.000 – 5.000 P = -500Qd + 15.000 P = 100Qs + 3.000 – 3.000 Qe = 20 Qd.Qd1) = (5.000 15.20) dan (P2.000 Pe = 5.000 Jadi keseimbangan harga tercapai pada harga Rp 5.000 Pe = -500 (20) + 15. Fungsi permintaan dan fungsi penawaran suatu barang diberikan sebagai berikut : Qd = 11P dan Qs = -4 +2P Dimanakah keseimbangan harga (Pe) dan keseimbangan kuantitas (Qe) tercapai ? Gambarkan kedua fungsi tersebut pada sebuah grafik kartesius.000 P = 100Qs – 3. Qs 2.000 = 100Q + 3.000 = 5.000 P = -500Qd + 10.000 Pe = 5.000 atau Pe = 100Qe + 3.000 = -500Qd + (-500) (-20) P – 5.000 Jadi fungsi permintaannya adalah : P = -500 Qd + 15.dengan m = ∆P / ∆Qs = 2000 / 20 = 100 maka (P – 6.000 600 Qe = 20 Jadi keseimbangan kuantitas tercapai pada 20 unit barang.000 = 100Q + 500Q 12.

Sehingga keseimbangan kuantitasnya (Qe) dapat dicari : Qe = 11 – P atau Qe = . (ii). (vii). pemerintah mengenakan pajak dengan terif pajak sebesar t = 3 / unit barang. Berapa total pajak yang ditanggung produsen. (viii). (iv). yaitu diberikan fungsi permintaan dan fungsi penawaran sebagai berikut : Qd = 11 – P dan Qs = -4 + 2P. Carilah keseimbangan harga dan kuantitas di pasar sesudah ada pajak.4 + 2P Qe = 11 – 5 Qe = -4 + 2(5) Qe = 6 Qe = -4 + 10 Qe = 6 Jadi keseimbangan kuantitas di pasar tercapai pada jumlah 6 Grafik digambarkan sebagai berikut : Qd. (iii). Pengaruh pajak terhadap keseimbangan harga dan kuantitas di pasar Sebelum ada pajak Fungsi Penerimaan Fungsi Penawaran P = f(Qd) P = f(Qs) Sesudah ada pajak (Tarif Pajak (t) P = f(Qd) P = f(Qs) + t Contoh Soal : Dari contoh soal yang sebelumnya. Berapa total pajak yang diterima pemerintah. Pengaruh Pajak terhadap Keseimbangan Pasar Pemerintah mengenakan pajak penjualan kepada para produsen. Gambarkan perubahan akibat pajak tersebut. Qs Qs = -4 + 2P 11 Qe = 6 0 2 -4 Pe = 5 Qd = 11 .P P 5. (v). Berapa total pajak yang ditanggung konsumen. (vi). 17 . Berapa tarif pajak yang ditanggung konsumen.Jawab : Keseimbangan harga (Pe) tercapai : Jumlah barang yang diminta = Jumlah barang yang ditawarkan Qe ›› Qd = Qs 11 – P = -4 + 2P 11 + 4 = 3P + P 15 = 3P Pe = 5 Jadi keseimbangan harga di pasar tercapai pada harga 5. Arsirlah total pajak masing-masing pada gambar di atas. Berapa tarif pajak yang ditanggung produsen. Kepada produsen tersebut. Pajak penjualan tersebut dinyatakan dengan : tarif pajak (t) = satuan unit uang / satuan unit barang. (i).

Qs pada sumbu datar maka kita harus melakukan perubahan sebagai berikut : Fungsi permintaan : Qd = 11 – P atau P = 11 – Qd Fungsi penawaran : Qs = -4 + 2P atau Qs + 4 = 2P Maka P = ½ Qs + 4/2 P = ½ Qs + 2 Gambarnya menjadi : P P = ½ Qs +2 Pe = 5 2P = 11 .Keseimbangan harga dan kuantitas di pasar sebelum dikenakan pajak. Menurut teori fungsi linier dikatakan bahwa dua buah garis yang memiliki 18 . Sedangkan fungsi penawaran sesudah kena pajak menjadi : P = ½ Qs + 5. Sedangkan intersepnya berbeda satu sama lainya. Fungsi penawaran sebelum kena pajak adalah : P = ½ Qs + 2.Qd P = ½ Qs + 2 Sesudah ada pajak (Tarif Pajak (t)) P = 11 . Untuk keseimbangan Harga (Pe) diperoleh dengan cara : Pe‟ = 11 – Qe‟ atau Pe‟ = 1/2Qe‟ + 5 Pe‟ = 11 – 4 Pe‟ = 1/2(4) + 5 Pe‟ = 7 Pe‟ = 2 + 5 Pe‟ = 7 Jadi keseimbangan harga setelah kena pajak tercapai pada harga 7 Perubahan fungsi penawaran (akibat adanya pajak) yang mengakibatkan perubahan keseimbangan di pasar pada grafiknya dicerminkan juga oleh pergeseran fungsi penawaran. Akibat adanya pajak maka fungsi penawaran mengalami perubahan. Dari perhitungan sebelumnya telah diketahui bahwa keseimbangan harga tercapai pada Pe = 5 dan keseimbangan kuantitasnya pada Qe = 6.Qd 0 Qe = 6 Qd. Akan tetapi. Perubahan tersebut mengakibatkan terjadinya pergeseran keseimbangan harga maupun keseimbangan kuantitas di pasar.Qd P = ½ Qs + 2 + t P = ½ Qs + 2 + 3 P = ½ Qs + 5 Dari tabel di atas terlihat bahwa fungsi permintaan tidak mengalami perubahan. Terlihat bahwa fungsi penawaran baik yang sebelum dikenakan pajak maupun yang sesudah kena pajak ternyata memiliki gradien (kemiringan) yang sama sebesar yaitu + ½. Fungsi penawaran sebelum kena pajak adalah : P = ½ Qs + 2. tidak demikian dengan fungsi penawaran. Sedangkan fungsi penawaran sesudah kena pajak menjadi : P = ½ Qs + 5. Keseimbangan harga dan kuantitas di pasar sesudah dikenakan pajak Keseimbangan kuantitas (Qe‟) tercapai : Harga barang yang diminta = Harga barang yang ditawarkan 11 – Qe‟ = ½ Qe‟ + 5 11 – 5 = ½ Qe‟ + Qe‟ 6 = 3/2 Qe‟  12 = 3 Qe‟  Qe‟ = 4 Jadi keseimbangan kuantitas setelah kena pajak tercapai pada 4 unit barang.Qs Akibat dikenakan pajak. Grafiknya digambarkan sebagai berikut : Jika hendak digambarkan dengan fungsi P sebagai fungsi tegak dan fungsi Qd. maka Sebelum ada pajak Fungsi Penerimaan Fungsi Penawaran P = 11 .

Sebagian dari pajak tersebut dibebankannya kepada konsumen.Qs Keterangan gambar : E : keseimbangan sebelum ada pajak Qe : keseimbangan kuantitas sebelum ada pajak Pe : keseimbangan harga sebelum ada pajak E‟ : keseimbangan setelah ada pajak Qe‟ : keseimbangan kuantitas setelah ada pajak Pe‟ : keseimbangan harga setelah ada pajak Adanya pengenaan pajak dari pemerintah kepada produsen ternyata mengakibatkan : 1. Akan tetapi.4 + 2 P kepada produsen tersebut. i) Carilah keseimbangan harga dan kuantitas dipasar sesudah ada subsidi. Keseimbangan kuantitas setelah ada pajak lebih rendah dari pada keseimbangan kuantitas sebelum ada pajak : Qe‟ = 4 sedangkan Qe = 6 Maka : Qe‟ < Qe Tarif pajak yang dikenakan oleh pemerintah kepda produsen t = 3/unit. fungsi penawaran sebelum kena pajak dan fungsi penawaran setelah kena pajak digambarkan bersama-sama dalam sebuah Grafik Kartesius. serta keseimbangan harga dan kuantitas sebelum ada pajak digambarkan di bawah ini : P Pe = 7 Pe = 5 E“ E P = ½ Qs + 5 P = ½ Qs + 2 0 Qe‟ = 4 Qe = 6 Qd. v) Berapa total subsidi yang diberikan pemerintah. fungsi penawaran sebelum ada pajak. sedangkan yang ditanggung produsen berarti tinggal sisanya. Keseimbangan harga setelah ada pajak lebih tinggi dari pada keseimbangan harga sebelum ada pajak : Pe‟ = 7 sedangkan Pe = 5. Maka : Pe‟ > Pe 2. vii) Berapa total subsidi yang dinikmati produsen. maka jika digambarkan akan terlihat bahwa kedua garis tersebut dalam keadaan sejajar. Agar perubahannya terlihat jelas. iii) Berapa tarif subsidi yang diterima konsumen. Beban tarif pajak yang dibebankan oleh produsen kepada konsumen terasakan oleh adanya kenaikan keseimbangan harga dari Pe = 5 menjadi Pe‟ = 7. ii) Gambarkan perubahan akibat subsidi tersebut. pemerintah memberikan subsidi dengan tarif subsidi dengan tarif subsidi sebesar s = 1 / unit barang. Pengaruh subsidi terhadap keseimbangan harga dan kuantitas di pasar Contoh soal : Dari contoh soal yang sebelumnya. yaitu diberikan fungsi permintaan dan fungsi penawaran sebagai berikut :Qd = 11 – P dan Qs = . Tarif pajak dan Total Pajak : 6. 19 . Pengaruh Subsidi terhadap Keseimbangan Pasar Pemerintah memberikan subsidi kepada para produsen. vi) Berapa total subsidi yang dinikmati konsumen. Fungsi permintaan. iv) Berapa tarif subsidi yang di terima produsen. viii) Arsirlah total subsidi masing-masing pada gambar di atas.gradien yang sama tetapi intersepnya masing-masing berbeda satu sama lainnya. maka fungsi permintaan. produsen tidak mau menaggungnya sendiri. Subsidi tersebut dinyatakan dengan : tarif subsidi (s) = satuan unit uang / satuan unit barang. dan fungsi penawaran setelah ada pajak.

Keseimbangan harga dan kuantitas dipasar sebelum dikenakan subsidi. maka jika di gambarkan akan terlihat bahwa kedua garis tersebut dalam keadaan sejajar. fungsi penawaran sebelum kena subsidi dan fungsi penawaran setelah kena subsidi digambarkan bersama sama dalam sebuah Grafik Kartesius. Akan tetapi. Agar perubahannya terlihat dengan jelas. Sedangkan fungsi penawaran sesudah ada subsidi menjadi : P = ½ Qs + 1.33 Jadi keseimbangan harga setelah ada subsidi tercapai pada harga 4. 67 unit barang Untuk keseimbangan harga (Pe’) diperoleh dengan cara : Pe’ = 11 – Qe’ atau Pe’ = 1 / 2 Qe’ + 1 Pe’ = 11 – 6. maka fungsi permintaan. Terlihat bahwa fungsi penawaran baik yang sebelum ada subsidi maupun yang sudah ada subsidi ternyata memiliki gradien (kemiringan) yang sama sebesar yaitu + ½ . Akibat adanya subsidi maka fungsi penawaran mengalami perubahan. maka dari perhitungan sebelumnya telah diketahui bahwa keseimbangan harga tercapai pada Pe = 5 dan keseimbangan kuantitasnya pada Qe = 6. Sedangkan fungsi penawaran sesudah ada subsidi menjadi : P = ½ Qs + 1. Menurut teori fungsi linier dikatakan bahwa dua buah garis yang memiliki gradien yang sama tetapi intersepnya masing. Sedangkan intersepnya berbeda satu sama lainnya. 67 Jadi keseimbangan kuantitas setelah ada subsidi tercapai pada 6. Fungsi penawaran sebelum ada subsidi adalah : P = ½ Qs + 2. 33 Pe’ = 3. perubaha tersebut mengakibatkan terjadinya pengeseran keseimbangan harga maupun keseimbangan kuantitas di pasar.33 Perubahan fungsi penawaran (akibat adanya subsidi). 67 Pe’ = 1 / 2 (6.33 E E′ P = ½ Qs + 2 P = ½ Qs + 1 0 Qe‟ = 6 Qe = 6. Akibat dikenakan subsidi. Dari tabel di atas terlihat bahwa fungsi permintaan tidak mengalami perubahan.67 Keterangan gambar E : Keseimbangan sebelum ada subsidi Qe : Keseimbangan kuantitas sebelum ada subsidi Pe : Keseimbangan harga sebelum ada subsidi E’ : Keseimbangan setelah ada subsidi Qe’: Keseimbangan kuantitas setelah ada subsidi Pe’ : Keseimbangan harga setelah ada subsidi Qd. Keseimbangan harga dan kuantitas di pasar sesudah ada subsidi Keseimbangan kuantitas (Qe’) tercapai : Harga barang yang diminta = Harga barang yang ditawarkan 11 – Qe’ = ½ Qe’ + 1 11 – 1 = ½ Qe’ + Qe’ 10 = 3/2 Qe’ 20 = 3 Qe’ Qe’ = 6. tidak demikian dengan fungsi penawaran.Qs 20 . yang mengakibatkan perubahan keseimbangan di pasar pada grafiknya dicerminkan juga oleh pergeseran fungsi penawaran.33 + 1 Pe’ = 4. 67) + 1 Pe’ = 4. Fungsi penawaran sebelum ada subsidi adalah : P = ½ Qs + 2.masing berbeda satu sama lainya. P Pe = 5 Pe = 4.

000 Q 21 P : Harga jual per unit dan Q : jumlah produk yang dijual . Dilambangkan dengan R (Revenue) atau TR (total revenue). Bagaimanakah fungsi permintaannya? Gambarkan fungsi permintaan tersebut dengan Grafik.33. Fungsi penerimaan merupakan hasil kali antara harga jual per unit dengan jumlah barang yang diproduksi dan laku terjual. Jika P adalah harga jaul per unit. Jawab : R=PxQ R = 5. P Pe = 5 Pe = 4. Sebagian dari subsidi tersebut diberikannya kepada konsumen. sedangkan yang diterima produsen berarti tinggal sisanya.Qs Gambar yang menunjukan total subsidi. S : Luas area yang menggambarkan ukuran total subsidi yang diberikan pemerintah. Maka : Pe’ < Pe 2. Tarif subsidi yang diberikan oleh produsen kepada konsumen tersakan oleh adanya penurunan keseimbangan harga dari Pe = 5 menjadi Pe’ = 4. Sk : Luas area yang menggambarkan ukuran total subsidi yang dinikmatikonsumen. produsen tidak menikmatinya sendiri.67 sedangkan Qe = 6 Maka : Qe’ > Qe Tarif subsidi yang dikenakan oleh pemerintah kepada produsen s = 1 / unit.67 Qd.33 sedangkan Pe = 5 . : merupakan penjumlahan antara luas area yang menggambarkan ukuran total subsidi yang dinikmati produsen dengan luas aera yang menggambarkan ukuran total subsidi yang dinikmati konsumen S = Sk + Sp 7. Keterangan gambar : Sp : Luas area yang menggambarkan ukuran total subsisi yang dinikmati produsen. Fungsi penerimaan merupakan fungsi dari Output : R = f (Q) dengan Q : jumlah produk yang laku terjual. Fungsi Penerimaan Fungsi penerimaan disebut juga fungsi pendapatan atau fungsi hasil penjualan.000 per unit barang. Akan tetapi.Adanya pemberian subsidi dari pemerintah kepada produsen ternyata mengakibatkan : 1. maka : R = P x Q dengan Contoh : Misalkan suatu produk dijual dengan harga Rp 5. Keseimbangan harga setelah ada subsidi lebih rendah dari pada keseimbangan harga selum ada subsidi : Pe’ = 4. Keseimbangan kuantitas setelah ada subsidi lebih tinggi dari pada keseimbangan kuantitas sebelum ada subsidi : Qe’ = 6.33 E E′ P = ½ Qs + 2 P = ½ Qs + 1 0 Qe‟ = 6 Qe = 6.

000. Jawab : VC = P x Q VC = 3.000 Q Karena intersepnya tidak ada (nol) maka fungsi biaya variabel digambarkan melalui titik (0. Merupakan fungsi biaya yang besarnya tergantung dari jumlah produk yang diproduksi. Variabel Cost atau Fungsi Biaya yang berubah-ubah (VC). dimana biaya produksi per unit senantiasa lebih kecil dibandingkan harga jual per unit barang.000 per unit. Gambar Fungsi Biaya Tetap : FC = 100.Gambar : Karena intersepnya tidak ada (nol) maka fungsi penerimaan dengan gradiennya positif : R = 5. Merupakan hasil kali antara harga jual per unit dengan jumlah barang yang diproduksi. Jika P adalah biaya produksi per unit. Terdiri atas dua jenis fungsi biaya: 1.000.000 Q digambarkan melalui titik (0.0) dengan grdiennya positif.000. Fungsi Biaya Dilambangkan dengan C (Cost) atau TC (Total Cost). Jadi : VC = f(Q). Jadi fungsi biaya biaya tetap adalah fungsi konstanta : FC = k dengan k adalah konstanta positif Contoh : Suatu perusahaan mengeluarkan biaya tetap sebesar Rp 100. 22 .000.000. Bagaimanakah fungsi biaya variabelnya dan gambarkan fungsi tersebut dengan grafik.000 0 2. Bagaimanakah fungsi biaya tetapnya dan gambarkan fungsi tersebut pada Grafik Kartesius? Jawab : FC = 100.0) 0 8. maka VC = P x Q dengan P : biaya produksi per unit dan Q: Produk yang diproduksi Contoh: Suatu produk diproduksikan dengan biaya produksi Rp 3. Fixed Cost atau fungsi biaya tetap (FC) merupakan fungsi yang tidak tergantung pada jumlah produk yang diproduksi.

total Biaya : TC=100. Gambar Fungsi Biaya Tetap. maka TC = 100.000Q.000 + 3.000 + 3000 Q VC= 3000 Q FC =100. Hal ini disebabkan karena seluruh penerimaan perusahaan dibayarkan untuk menutup biaya tetap maupun biaya variabelnya. Rugi Contoh Soal: Dari contoh sebelumnya diperoleh bahwa Fungsi Fixed Cost : Fungsi Variabel Cost: Fungsi Total Cost : Fungsi Revenue : R FC = 100.000 9. Berapa produk yang harus diproduksi dan dijual agar perusahaan tersebut dapat menutup Biaya tetapnya? Berapakah penerimaan yang diperoleh? 23 .000 + 3. Ternyata intersep dari fungsi total biaya adalah sama dengan biaya tetapnya dan gradienya sama dengan gradien fungsi biaya tetap. Hal ini mencerminkan bahwa penggambaran fungsi total biaya haruslah melalui titik (0.000. TC = FC + VC Contoh : Untuk contoh diatas.000 VC = 3.000 Q : TR < TC Untuk lebih menjelaskan hal tersebut dibawah ini diberikan contoh.000.000 Q 0 3.FC) dan sejajar dengan grafik VC.000. maka barulah perusahaan tersebut dapat menikmati keuntungan: Untung : TR > TC Jika penerimaan masih belum dapat menutup biaya-biaya yang dikeluarkan baik biaya tetap maupun biaya variabelnya.000.000. dimana biaya tetap yang dikeluarkan sebuah perusahaan sebesar Rp 100.000 Q = 5. Fungsi Total Cost (TC) merupakan penjumlahan antara biaya tetap dengan biaya variabel.000. Biaya Variabel. Keadaan tersebut digambarkan sebagai berikut: ‘ Break-Even’ TR = TC Jika penerimaan sudah dapat melebihi biaya-biaya yang dikeluarkan.Gambar Fungsi Biaya Variabel : VC = 3.000 dan biaya variabelnya : 3.000 Q TC = 100. Analisis ‘Break-Even’ Yang dimaksud dengan ‘Break-Even’ yaitu suatu kondisi dimana perusahaan tidak untung maupun tidak rugi.000 Q. baik biaya tetap maupun biaya variabelnya. maka perusahaan dinyatakan dalam keadaan merugi.

000 – Rp 3.000 Q* = 50. Untuk itu perusahaan harus memproduksi produk sebanyak lebih dari 50.000 : Pada titik ini.000.000 dipergunakan untuk menutup total biaya yang juga sebesarRp 250.000 dipergunakan untuk menutup biaya tetapnya sebesar Rp 100.000.000.000 dipergunakan untuk menutup 24 Q‟ Q* Q” Q TC .VC.000 Kontribusi margin yaitu keuntungan per unit.000 = 250.000.000 Q = 100.000. maka total penerimaan harus melebihi total biaya.000 Jadi agar perusahaan dapat menutup biaya tetap yang dikeluarkannya.000 Jadi agar perusahaan dapat menutup biaya produksinya.000 seluruh penerimaan sebesar Rp 100. seluruh penerimaan sebesar Rp 250.000 + 3.000.TC. Tingkat penerimaanya sama dengan total biaya.000 0 Keterangan gambar : Q* Q‟ : Pada titik ini.000.000Q = 100.000 Output yang diproduksi agar penerimaan dapat menutup seluruh biaya yang dikeluarkan : TR 5.000.R TR” TC” VC TC‟ 250. maka Kontribusi margin= Harga jual per unit – Biaya produksi per unit Kontribusi margin= Rp 5.000 unit barang.000 Q’ = 20.000 Agar perusahaan dapat menikmati keuntungan.000 Keadaan ‘Break-Even Analysis’ tersebut digambarkan dalam grafik sebagai berikut : TR FC.000 x 50.000.Berapakah produk yang harus diproduksi dan dijual agar perusahaan tersebut dapat menutup seluruh biaya yang dikeluarkannya? Berapakah penerimaan yang diperoleh?Berapa produk yang harus diproduksi dan dijual agar perusahaan tersebut mendapatkan keuntungan? Berapakah kontribusi marginnya? Jawab: Output yang diproduksi agar penerimaan dapat menutup biaya tetap : TR = FC 5.000Q 2000Q = TC = 100.000 = Rp 2. yaitu‟ R = TC = 5.000.000. maka perusahaan tersebut harus dapat memproduksi sebanyak 50.000.000 5.000Q = 100. Q = 20.000 unit dengan penerimaannya akan lebih dari Rp 250. maka perusahaan tersebut harus dapat memproduksi sebanyak 20. Tingkat penerimaannya : R = FC = 100.000 TR‟ FC 100. Q = 50.000 unit barang.000.000Q-3.000.

jika ada. Jika perusahaan berproduksi tepat pada Q*. Co > 0 B = Marginal Propensity to Consume.000. Sekaligus dapat terlihat pada gambar bahwa pada titik Q‟ terjadi TR‟ < TC‟. maka perusahaan akan memperoleh keuntungan karena sudah terccapai TR > TC. Fungsi tabungannya diperoleh dari : Y=C+S Y = (Co + By) + S Y – (Co + By) = S Y – Co – b S = S Y – Co – by = S Y(1 – b) – Co = S . Co > 0 (1 – b ) : Marginal Propensity to Save. maka perusahaan tidak memperoleh keuntungan maupun tidak mengalami kerugian karena terjadi TR = TC Jika perusahaan sudah mampu berproduksi pada tingkat yang melebihi Q*. b : 1–b Kesimpulan yang diperoleh: Marginal propensity to consume : Marginal propensity to save Karena Maka : B + (1 – b) = 1 MPC + MPS = 1 25 . 0 < b < 1 Keterangan : Co = Konsumsi yang tidak bergantung pada besarnya pendapatan. b = Konsumsi yang bergantung pada pendapatan. dinyatakan dengan fungsi : Y = C + S Y = Pendapatan Nasional (National Income) C = Konsumsi (Comsumption) S = Tabungan (Saving) Fungsi konsumsi dinyatakan dengan fungsi : C = Co + bY Co = Autonomous Consumption.Co (1 – b) = Tabungan yang tidak tergantung pada besarnya pendapatan. Fungsi Pendapat Nasional yang terdistribusi Menjadi fungsi Konsumsi dan Fungsi Tabungan.Co + (1-b)Y – Co : Autonomous Saving.biaya tetapnya sebesar Rp100.Co + (1 – b)Y = S atau S = . = Konsumsi yang bergantung pada pendapatan. 0 < (1 – b) < 1 . perusahaan Rugi Q” : Untuk Q” terlihat bahwa TR” > TC”. ditabung. perusahaan untung! Jika perusahaan berproduksi pada tingkat yang masih lebih rendah dari Q*. maka perusahaan akan mengalami kerugian karena masih terjadi TR < TC. Pendapatan suatu negara terdistribusi karena digunakan untuk kebutuhan konsumsi dan sisanya.000. PENERAPAN DALAM TEORI EKONOMI MAKRO 10.

Contoh Soal : Suatu negara diketahui memiliki konsumsi otonominya sebesar Rp 300.000.000. Marginal propensity to save-nya sebesar 0,45. Bangunlah fungsi konsumsinya ! Bangunlah fungsi tabungannya ! Berapa yang dikonsumsi jika pendapatan nasional 1 miliar? Berapakah yang ditabung jika pendapatan nasional 1 miliar? Pada pendapatan nasional berapakah dimana tidak ada yang ditabung? Gambarkan fungsi konsumsi, fungsi tabungan, dan fungsi pendapatan nasional pada sebuah grafik! Jawab : Fungsi konsumsinya: C = Co + bY C = 300.000.000 + (1 – 0,45)1.000.000.000 C = 300.000.000 + 0,55 Y Fungsi tabungannya : S = - 300.000.000 + 0,45 Y Jika pendapatan nasionalnya 1 miliar: Fungsi konsumsi: C = 300.000.000 + 0,55 x 1.000.000.000 C = 300.000.000 + 550.000.000 C = 850.000.000 Fungsi tabungan: S = - 300.000.000 + 0,45 x 1.000.000.000 S = - 300.000.000 + 450.000.000 S = 150.000.000 Jadi pada tingkat pendapatan nasional sebesar 1 miliar, maka Rp 850.000.000 dipergunakan untuk kebutuhan konsumsi dan Rp 150.000.000 ditabung. Tidak ada pendapatan yang dapat ditabung, artinya S = 0 Y=C+S Y=C+0 Y=C Tidak ada pendapatan yang ditabung maka berarti seluruh pendapatan habis dikonsumsi. Tingkat pendapatan yang akan seluruhnya habis dikonsumsi yaitu : Y Y – bY = Co + bY = Co

Y ( 1 – b ) = Co

Y
Y

1 (1 b)

x Co

1 x Co (1 0,55)

26

Y

1 x 300.000.000 (0,45)

Y = 2,22 x 300.000.000 Y = 666.000.000 Jadi pada tingkat pendapatan sebesar Rp 666.000.000 seluruh pendapatan dikonsumsi. Gambar Fungsi Konsumsi, Fungsi Tabungan, dan Fungsi Pendapatan Nasional diberikan bawah ini : C,S,Y Y=C Y=C+5 C = 300.000.000 + 0,55Y 300.000.000 S = - 300.000.000 + 0,45Y 0 S=0 Disaving - 300.000.000 11. Fungsi Pendapatan Nasional yang Dihitung Melalui Pendekatan Pengeluaran Untuk menghitung besarnya pendapatan nasional suatu negara, salah satu pendekatannya adalah dengan menghitung pengeluaran dari masing-masing sektor. Sektor-sektor yang mungkin terlibat dalam perhitungan tersebut ialah : 1. Sektor rumah tangga, di mana pengeluarannya dikenal sebagai konsumsi (C) 2. Sektor pengusaha, di mana pengeluarannya dikenal dengan investasi (I) 3. Sektor pemerintah, di mana pengeluarannya yaitu pengeluaran pemerintah (G) 4. Sektor perdagangan luar negeri, terdiri atas ekspor dan impor (X – M) Jika yang terlibat sektor rumah tangga dan pengusaha, maka model pendapatan nasionalnya ditulis : Y=C+I Jika yang terlibat sektor rumah tangga, pengusaha dan pemerintah, maka model pendapatan nasionalnya ditulis : Y=C+I+G Jika yang terlibat sektor rumah tangga, pengusaha, pemerintah, dan perdagangan luar negeri maka model pendapatan nasionalnya ditulis : Y=C+I+G+(X–M) Pendapatan Disposibel ( Yd ) Yang dimaksud dengan pendapatan disposibel yaitu pendapatan yang dapat langsung dikonsumsi. Jika ada ‘transfer payment’ ( R ), maka pendapatan diposibel merupakan penjumlahan antara pendapatan dengan ‘trasfer payment’ : Yd = Y + R Jadi ‘trasfer payment’ menambah pendapatan disposibel. Jika ada pajak (T), maka pendapatan baru menjadi pendapatan disposibel setelah dikurangi dengan pajak : Yd = Y + T Jadi pajak mengurangi pendapatan disposibel. Jika ada pajak dan ‘transfer payment’, maka haru dipertimbangkan keduanya : Yd = Y + R – T Saving Y

27

Jika tidak ada pajak maupun ‘trasfer payment’ maka pendapatan disposibel adalah merupakan pendapatan : Yd = Y Trasfer Payment’ ( R ) Yang dimaksud dengan ‘trasfer payment’ yaitu pembayaran yang dialihkan, misalnya tunjangan kesehatan, tunjangan hari raya, dan lain-lain. Pajak (T) Pajak terdiri atas dua jenis : 1. Pajak yang tidak bergantung pada besarnya pendapatan : To ( Autonomous Tax ), To > 0 2. Pajak yang bergantung pada besarnya pendapatan : tY ; t ( income tax rate ), 0 < T < 1 maka alternatif fungsi pajaknya : Jika tidak ada pendapatan : T = To Jika ada pendapatan Fungsi Konsumsi ( C ) Konsumsi terdiri atas dua jenis : 1. Konsumsi yang tidak bergantung pada besarnya pendapatan : Co (Autonomous Consumtion), Co >0 2. Konsumsi yang bergantung pada besarnya pendapatan : bY ; b (marginnal propensity to consume), 0 < b < 1 maka alternatif fungsi konsumsinya : Jika tidak ada pendapatan : C = Co Jika ada pendapatan dan ada pajak : C = b Y d atau maka: C = b (Y – T) atau C = Co + bYd, di mana Yd = Y – T C = Co + b (Y – T) : T = tY atau T = To + tY

Jika ada pendapatan dan ‘trasfer payment’ : C = b Yd atau C = Co + bYd, di mana Yd = Y + R Maka : C = b (Y – R) atau C = Co + b (Y + R) Jika ada pendapatan, pajak dan ‘trasfer payment’ : C = b Yd atau C = Co + bYd, dimana Yd = Y + R – T Maka : C = b (Y + R – T) atau C = Co + bYd atau Maka : C = Co + b Y atau Fungsi Investasi 1. Fungsi investasi merupakan variabel eksogen yang tidak dipengaruhi oleh tingkat suku bunga, maka ditulis : I = Io 2. Jika dipengaruhi oleh tingkat suku bunga ditulis : I = Io – i r, r : tingkat suku bunga I : proporsi I terhadap i Fungsi Pengeluaran Pemerintah Pengeluaran pemerintah terdiri atas : 1. Pengeluaran pemerintah yang tidak bergantung pada pendapatan : G (Government Expenditure), Go > 0 C = Co + b (Y + R – T) C = b Y, C=bY dimana Yd = Y Jika ada pendapatan tetapi tidak ada pajak dan ‘trasfer payment’ :

28

Biasanya dilambangkan dengan simbol yang diberi tambahan „0‟. 0 < m < 1 maka alternatif impor : Jika tidak ada pendapatan : M = Mo Jika ada pendapatan : M = mY atau Variabel Eksogen Variabel eksogen adalah variabel yang nilainya tidak diperoleh dari perhitungan model.3 . To. Impor yang bergantung pada pendapatan : mY. yaitu : sektor rumah tangga. Ada berapa variabel eksogen.m (marginal propensity to import). maka ditulis : X = Xo Fungsi Impor Impor terdiri atas : 1. variabel endogen dan parameternya ? Bagaimanakah model pendapatan nasionalnya serta angka penggandaannya ? Carilah semua nilai dari variabel endogenya ? Jawab : Diketahui Co = 135.2. 0 < g < 1 maka alternatif fungsi pengeluaran pemerintah : Jika tidak ada pendapatan : G = Go Jika ada pendapatan : G = gY atau G = Go + gY Fungsi Ekspor Fungsi Investasi merupakan variabel eksogen. Marginal Propensity to Consume (MPC) = 0. Parameter Diberi lambang dengan huruf kecil. seperti : Co. Io = 75. Go = 30 Yang terlibat tiga sektor. g (proporsi pengeluaran pemerintah terhadap pendapatan. Mo Variabel Endogen Variabel endogen adalah variabel yang nilainya diperoleh dari perhitungan model. Io.8) 1 0. Xo. Hitunglah pendapatan nasional suatu negara jika diketahui autonomous consumption : masyarakatnya sebesar 135. b = 0. Impor yang tidak bergantung pada pendapatan : M (Autonomous Import). Contoh Soal : 1. Go. sektor pengusaha dan Pemerintah : Model Pendapatan Nasionalnya : Y=C+I+G di mana C = Co + b Y I = Io G = Go maka Y Y = (Co + b Y) + Io + Go = Co + b Y + Io + Go M = Mo + mY Y – b Y = Co + Io + Go Y(1 – b) = Co + Io + Go Y 1 (1 b) x (Co Io Go) 1 (1 b) 1 (1 0. Xo > 0 2. Pengeluaran pemerintah yang bergantung pada pendapatan : gY .2 5 29 Angka penggandaan untuk .8 Investasinya = 75 Pengeluaran pemerintah = 30.

8 (1200) C = 135 + 960 C = 1095 2. Autonomous Consumption (Co) Investment (lo) Government Expenditure (Go) Parameternnya ada satu.4 = 0. yaitu : ‘Marginal Propensity to Consume’ (b) Variabel endogennya ada dua.Model di atas Ini berarti bahwa jika terjadi peningkatan faktor – faktor ‘autonomous consumption’ (Co). 3. Pendapatan nasional (Y) Consumtion (C) Menghitung variabel endogen pendapatan nasional (y): Y Y Y 1 (1 b) x (Co Io Go) 1 x (135 75 30) (1 0. maka akan menyebabkanpeningkatan pendapatan nasional (Y) sebanyak lima kali.4 dari pendapatan disposibel. MPC = 1 – MPS . Autonomous consumption suatu negara = 100. Investasi nasionalnya = 40 dan autonomous tax = 50.8 Y C = 135 + 0.2) Y = 5 (240) = 1200 Menghitung variabel endogen konsumsi(C): C = Co + bY C = 135 + 0. ataupun ‘government expenditure’ (Go) sebanyak satu. lo = 40 . Model pendapatan nasionalnya : Y =C+I dimana C = Co + b Yd Yd = Y – To I = lo Sehingga Y = Co + b (Y – To) + lo Y = Co + bY – b To + lo Y . Carilah model pendapatan nasional ? Hitunglah angka penggandaannya ? Carilah semua nilai variabel endogennya ? Jawab : Diketahui : Co = 100 . Variabel eksogennya ada tiga.bY = Co – bTo + lo Y (1 – b) = Co – b To + lo 30 . yaitu: 1.6 Ada dua sektor yang terlibat yaitu : sektor rumah tangga dan sektor pengusaha. 2.8) 1 x (240) (0. dengan MPS-nya = 0. 2. yaitu : 1. To = 50 = 1 – 0. ‘investment’ (lo).

Xo = 80. Transaksi ekspor terhitung = 80.6 (Y – 50) C = 100 + 0.6) Menghitung variabel endogen pendapatan nasional (Y) : Y Y Y 1 (1 b) x (Co bTo Io) 1 x (100 (0. Co = 70.5 (110) Y = 275 Jadi pendapatan nasionalnya sebesar 275 Menghitung variabel endogen konsumsi ( C ) : C = Co + b Yd C = Co + b (Y – To) C = 100 + 0.6 (275 – 50) C = 100 + (0.9 Semua sektor terlibat sehingga model pendapatan nasionalnya .Y Angka penggandaan : 1 = = 1 1 (Co – b To + lo) = 1 0. b = 0.19 Y sehingga Y = C + l + G + (X – M) Y = (Co + bY) + lo + Go + (Xo – Mo + mY) Y = Co + bY + lo + Go + Xo + Mo + mY 31 . Y = C + I + G + (X – M) di mana C= Co + b Y C = 70 + 0. Go = 65.6) 1 x (100 30 40) (0.6)50 40) (1 0. sedang pengeluaran di sektor pemerintah = 65. Konsumsi masyarakatnya terlihat dari fungsi sebagai berikut : C = Co + b Y di mana autonomous consumption = 70 dan MPC = 0.5 (1 – b) (1 – b) (1 – 0. Pengeluaran di sektor pengusaha = 90.4) Y = 2.9 Dinyatakan : Carilah model pendapatan nasional ? Hitung angka penggandaannya ? Carilah nilai variabel endogennya ? Jawab : Diketahui lo = 90.6) (225) C = 100 + 135 C = 235 3. Transaksi impor terhitung = 40 dengan marginal propensity to import = 0.9 Y I = lo = 90 G = Go = 65 X = Xo = 80 M = Mo + mY = 40 + 0.19. m = 0.19.4 = 2. Mo = 40.

6068 Jadi impornya = 213.348 Menghitung variabel endogen impor ( M ) : M = Mo + mY M = 40 + 0.72 Menghitung variabel endogen konsumsi ( C ) : C = Co + bY C = 70 + 0.29) Y = 3.448 Menghitung variabel endogen pendapatan nasional (Y) : Y Y Y 1 (Co Io Go (1 b m) Xo Mo) 1 (70 90 65 80 40) (1 0.19) 1 (265) (0.19 (913.72 Jadi pendapatan nasionalnya = 913.72) C = 892.9 0.Y – bY + mY = Co + lo + Go + Xo – Mo Y (1 – b + m) = Co + lo + Go + Xo – Mo Y 1 (Co Io Go (1 b m) Xo Mo) Angka Penggandaannya 1 (1 b m) 1 (1 0.6068 32 .29 3.348 Jadi konsumsinya = 892.72) M = 213.448 ( 265 ) Y = 913.9 (913.9 0.91) 1 0.

Elastis titik: Analisis Fungsi dan Grafis. Juga dipelajari kaidah-kaidah Diferensial serta jenis-jenis diferensial yang terdiri atas Diferensial Biasa. maka diperolehlah fungsi Marginalnya dy/dx : laju perubahan y akibat perubahan x sebanyak 1 unit. Jawab : fungsi total pendapatan (Total Revenue) R = P. artinya jika x bertambah 1 unit maka y akan bertambah pula atau sebaliknya jika x berkurang 1 unit maka y akan berkurang pula. Lebih jauh lagi : Jika fungsi marginal itu hasilnya positif.BAGIAN 3 KONSEP DASAR TEORI DIFERENSIAL DAN PENERAPANNYA DALAM BISNIS DAN EKONOMI Tujuan Umum Mempelajari perubahan variabel terikat perubahan variabel bebasnya. PENERAPAN TEORI DIFERENSIAL DALAM BISNIS DAN EKONOMI B. yang artinya jika x bertambah 1 unit. seperti enghitung Price Elasticity of Deand. Mempelajari penerapan Diferensial Biasa seperti mencari laju pertumbuhan. di mana P: Price (harga) dan Q: Output. Tutjuan Khusus 1. Cross Elasticity of Demand. 3. 2. menghitung elastisitas dan enghitung optiasi. Laju Pertumbuhan II. Mepelajari Penerapan Diferensial Parsial. Fungsi permintan diberikan P = 3Q+27. di mana perubahan variabel bebasnya erupakan perubahan yang sangat kecil sekali. seperti maksimasi pendapatan atau miniasi biaya. fungsi arjinal. dan Income Elasticity of Demand. dan Diferensial berantai. Juga dipelajari perbandingan antara perubahan variabel terikat tersebut dengan perubahan variabel bebasnya yang disebut “kuosien Difference”.Q R = (3Q+27). Mempelajari Penerapan Diferensial Berantai seperti dalam fungsi produksi menghitung Marginal Physical Product of Capital. Menghitung Optimasi untuk dua variabel serta mmencari Marginal Rate of Technical Substitusi. dikatakan perubahan searah. 1. Laju Pertumbuhan (Fungsi Marginal) Fungsi Marginal merupakan turunan pertama dari fungsi-fungsi total yang merupakan fungsi ekonomi.Bagaimanakah fungsi marginal pendapatannya (Marginal Revenue) dan berapa nilai marginal pendapatannya jika perusahaan memproduksi 10 output. Secara umum jika diberikan fungsi total sebagai berikut: y = f (x). arginal Revenue Product of Capital dan Marginal Revenue Product of Labor. maka y berkurang atau sebaliknya jika x berkurang 1 unit maka y akan bertambah. Contoh soal : Marginal Pendapatan (Marginal Revenue) 1. Fungsi Marginal menggambarkan laju pertumbuhan suatu variabel terikat akibat perubahan variabel bebasnya. Jika fungsi marginal hasilnya negatif. Diferensial Parsial. Optimasi (Nilai Maksimum dan Minimum) III. Marginal Physical Product of Labor. serta terangkan artinya. maka dikatakan perubahannya tidak searah.Q R = 3Q2+27Q Fungsi marginal pendapatan (Marginal Revenue) MR = dR/dQ = 6Q + 27 33 . PERAPAN DALAM BISNIS DAN EKONOMI Penerapan Teori Diferensial Biasa Teori Diferensial biasa diterapkan dalam berbagai masalah diantaranya untuk mencari : I.

sebaliknya untuk setiap penurunan penjualan Q yang dijual sebanyak 1 unit akan menyebabkan adanya pengurangan pendapatan sebesar 4/5. Jawab : Funsi total pendapatan (Total Revenue) : R=AR. dimana harus diubah dahulu menjadi P = 6/5 –1/5Q Barulah mencari fungsi total pendapatan (Total Revenue): R = P.8 Q Jika perusahaan memproduksi pada tingkat output Q = 7. dimana P: Price (harga) dan Q: Penjualan.Fungsi pendapatan rata-rata (Average Revenue) di berikan AR = 30.5P. 4. sebaliknya untuk setiap penurunan penjualan Q yang dijual sebanyak 1 unit akan banyak menyebabkan adanya pengurangan pendapatan sebesar 87 2.e Q/2 Fungsi marginal pendapatan (Marginal Revenue) : Dengan mengambil U = 30 Q.2/5 = 4/5 artinya :untuk setiap peningkatan penjualan Q yang dijual sebanyak 1 unit akan menyebabkan adanya tambahan pendapatan sebesar 4/5. e Q/2 = e Q/2(30+15 Q) Jika perusahaan berproduksi pada tingkat output Q = 2 Maka MR = dR/dQ = e Q/2 ( 30+15 Q) = e 2/2 ( 30+15.1/2. Jawab: Karena fungsi permintaanya Q = 6 .e Q/2+30 Q.(1) = 6/5 .5P. sebaliknya untuk setiap penurunan penjualan Q yang di jual sebanyak 1 unit akan menyebabkan adanya pengurangan pendapatan sebesar 24. maka MR = dR/dQ = 6Q + 27 = 6(10) + 27 = 60 +27 = 87 Artinya : untuk setiap peningkatan penjualan Q yang dijual sebanyak 1 unit akan menyebabkan adanya tambahan pendapatan sebesar 87.2/5. Fungsi Pendapatan Rata-rata (Average Revenue) diberikan AR = 80 – 4 Q Bagaimanakah fungsi marginal pendapatannya (Marginal Revenue) dan berapakah nilai marginal pendapatannya jika perusahaan memproduksi 7 output.e Q/2+15 Q. Jawab: Fungsi total pendapatan ( Total Revenue) : R = AR .8(7) = 80 – 56 = 24 Artinya: untuk setiap peningkatan output Q yang di jual sebanyak 1 unit akan menyebabkan adanya tambahan pendapatan sebesar 24. serta terangkan artinya.Jika perusahan berproduksi pada tingkat output Q = 10 .Q R = (6/5 – 1/5Q) Q R = 6/5Q-1/5Q2 Fungsi marginal pendapatan (Marginal Revenue): MR = dR/dQ = 6/5 .2) = 60 e 34 .Q R=(30. Bagaimanakah Fungsi marginal pendapatanya (Marginal Revenue) dan berapakah nilai marginal pendapatanya jika perusahaan memproduksi baru 1 penjualan . Sehingga U‟=30 Dan V = e Q/2 Sehingga V‟=1/2. maka MR= dR/dQ = 6/5 .e Q/2 = 30. e Q/2 Bagaimanakah fungsi marginal pendapatannya (Marginal Revenue) dan berapakah nilai marginal pendapatannya jika perusahaan memproduksi 2 penjualan. Q R = (80 – 4 Q) Q R = 80 Q – 4 Q2 Fungsi marginal pendapatan (Marginal Revenue) : MR = dR/dQ = 80 . sebaliknya untuk setiap penurunan 3.e Q/2)Q R=30Q.serta terangkan artinya.2/5Q Jika perusahaan berproduksi pada tingkat output Q = 1. maka MR = dR/dQ = 80 .e Q/2 Maka MR= dR/dQ = U‟ V+U V‟ = 30. serta terangkan artinya. Fungsi Permintaan diberikan Q = 6 .

Berapakah x yang akan memberikan y optimum? Jika itu telah terjawab. tentukan berapa output yang harus diproduksi dan dijual agar diperoleh total pendapatan maksimum. Berapakah y yang optimum tersebut? Untuk menjawab pertanyaan pertama.8Q + 10 = 3(2)2 . maka lakukanlah langkah kedua yaitu mencari turunan kedua fungsi total pendapatan: R” = .4 Ternyata R” = .2Q + 16. maka pertanyaan selanjutnya baru bisa dijawab yaitu: ii.8(2) + 10 = 12 – 16 + 10 = 6 Artinya: Untuk setiap peningkatan penjualan Q yang dijual sebanyak 1 unit akan menyebabkan adanya tambahan biaya sebesar 6. maka MC = C‟= 3Q2 .4 < 0 sehingga diperoleh nilai maksimum Jadi output yang harus diproduksi dan dijual agar diperoleh total pendapatan maksimum yaitu sebanyak 4. Total pendapatan maksimumnya: R = .2Q + 16) Q R = . Misalkan untuk fungsi dengan satu variabel y= f (x). serta terangkan arti.4Q + 16 = 0 4Q = 16 Q=4 Agar dijamin bahwa jika menjual sebanyak Q = 4 maka akan diperoleh total pendapatan maksimum. Fungsi Total Biaya suatu perusahaan dinyatakan sebagai berikut: C = Q3 . Harga jual barang P = . Jawab: Fungsi total biaya (total biaya): C = Q3 . sebaliknya untuk setiap penurunan penjualan Q yang di jual sebanyak 1 unit akan menyebabkan adanya pengurangan pendapatan sebesar 60 e.4Q2 + 10Q + 75 Bagaimanakah fungsi marginal biayanya (Marginal cost) dan berapakah nilai marginal biaya tersebut jika perusahaan memproduksi 2 penjualan.8Q + 10 Jika perusahaan berproduksi pada tingkat penjualan Q = 2. Contoh soal: Marginal Biaya (Marginal Cost) 5.2Q + 16 R = P.Q = (. permasalahannya: i. ada dua pertanyaan yang senantiasa diajukan.4Q2 + 10Q + 75 Fungsi Marginal Biaya (marginal cost): C‟ = 3Q2 .2Q2 + 16Q Langkah pertama mencari turunan pertama fungsi total pendapatan kemudian dibuat = 0 R‟ = . Jawab: Fungsi total pendapatan: P = . sebaliknya untuk setiap penurunan penjualan Q yang dijual sebanyak 1 unit akan menyebabkan adanya pengurangan biaya sebesar 6.Artinya : untuk setiap peningkatan penjualan Q yang di jual 1 unit akan menyebabkan adanya tambahan pendapatan sebesar 60 e.2Q2 + 16Q R = . langkah-langkahnya dijelaskan dibawah ini: Untuk fungsi yang mengandung satu variabel y= f(x) Maksimum Langkah I Langkah II Y‟ = 0 Y” < 0 Minimum Y‟ = 0 Y” > 0 Diperoleh titik X Menjamin Nilainya Optimum (Maksimum atau Minimum) Contoh: memaksimasi total pendapatan (total revenue) 1. Optimasi Satu Variabel (Nilai Ekstrim Maksimum atau Minimum) Dalam masalah optimasi.2(4)2 + 16(4) R = 32 35 .

Marginal biaya minimum: MC = 3Q2 .2Q2 = 16(4) . maka akan diperoleh total pendapatan maksimum sebesar 32.1000Q + 85000 Pada tingkat produksi berapakah akan menyebabkan total biaya minimum? Berapakah total biaya minimum tersebut? Jawab: C = 5Q2 .2Q Fungsi total pendapatan: R = P.Q = (16 .4 < 0 Jadi output yang harus diproduksi dan dijual agar diperoleh marginal pendapatan maksimum sebanyak 4.2Q) Q = 16Q – 2Q2 Fungsi marginal pendapatan: MR = 16Q . Contoh soal: Memaksimasi Marginal Pendapatan (marginal revenue) Harga jual barang P = 16 .180Q + 2800 = 3(30)2 .1000Q + 85000 C‟= 10Q – 1000 = 0 10Q = 1000 Q = 100 C” = 10 > 0 Jadi total biaya minimum akan tercapai jika berproduksi sebanyak 100 unit.Jadi ketika menjual produk sebanyak 4.4Q = 0 16 = 4Q Q=4 Turunan kedua: MR” = . Berapakah marginal pendapatan maksimum tersebut? Jawab: Fungsi permintaan: P = 16 .2Q.1000Q + 85000 C = 5(100)2 .2(4)2 = 48 contoh soal: Meminimumkan Total Biaya (Total Cost) 3.2Q2 Turunan pertama: MR‟ = 16 . tentukan berapa output yang harus diproduksi dan dijual agar diperoleh marginal pendapatan maksimum. 36 . Biaya total dinyatakan dengan C(Cost) = 5Q2 .90Q2 + 2800Q + 56500 Fungsi marginal biaya: MC = 3Q2 .180(30) + 2800 = 100 Jadi marginal biaya minimum akan tercapai jika berproduksi sebanyak 30 unit:100 2. Biaya total dinyatakan dengan C (Cost) = Q3 -90Q2 + 2800Q + 56500 Pada tingkat produksi berapakah akan menyebabkan marginal biaya minimum? Berapakah marginal biaya minimum tersebut? Jawab: Fungsi total biaya: C = Q3 .180Q + 2800 Turunan pertama: MC‟= 6Q – 180 = 0 6Q = 180 Q = 30 Turunan kedua: MR” = 6 > 0 Jadi output yang harus diproduksi agar diperoleh marginal biaya minimum sebanyak 30. Total biaya minimumnya sebesar: C = 5Q2 .1000(100) + 85000 C = 35000 Jadi total biaya minimumnya sebesar: 35000 Contoh soal: Meminimasi Marginal Biaya (Marginal Cost) 4. Marginal pendapatan maksimumnya: MR = 16Q .

Contoh soal : Memaksimasi laba / keuntungan / provit Di berikan fungsi permintaan dan fungsi biaya masing-masing sebagai berikut: P = 1000 .(35)3 + 57(35)2 . maka turunan ke dua = .6(3) + 114 = 96 > 0 Berarti jika di produksi output sebanyak 3.3) (Q .4Q + 12 – t = 0 12 – t = 2Q 37 .315(35) .59Q2 +1315Q + 2000 Fungsi laba: Laba = Pendapatan – biaya Laba = (1000Q .38Q + 105 = (Q .2Q). Total pendapatan dan total biaya di berikan sebagai berikut : R = 15Q . Total pajak yang akan di terima perintah : T = t.6Q + 114 Untuk Q1 = 3.35) = 0 Q1 = 3 Dan Q2 = 35 Turunan kedua: Laba” = . maka turunan ke dua = .2000 = 13925 Jadi dengan memproduksi dan menjual output sebanyak 35 akan di peroleh laba maksimum sebanyak : 13925 Contoh soal: Memaksimasi Penerimaan Pajak Salah satu sumber penerimaan pemerintah adalah dengan penarikan pajak.(Q3 .5. misalnya pajak penjualan yang di kenakan pemerintah terhadap setiap unit yang di produksi dan di jual oleh pengusaha.2Q Dan C = Q3 . maka labanya akan minimum.2000 = .315Q . R: Pendapatan =R–C–T C: Biaya =R–C–tQ T: Pajak Q :Tingkat output yang di produksi dan di jual oleh pengusaha.315 = Q2 . Laba maksimum nya sebesar : Laba = .96 < 0 Berarti jika di produksi output sebanyak 35.Q3 + 57Q2 . Untuk Q2 = 35. 6. Pemerintah berupaya untuk memaksimumkan penerimaan pajak tersebut.2000 Turunan pertama: Laba = -3Q2 + 114Q .315Q . maka labanya akan maksimum.2 Q2 Fungsi biaya: C = Q3 .Q3 + 57Q2 . Untuk itu pemerintah harus menentukan berapa tarif pajak yang akan di berlakukannya sehingga akan di peroleh pajak maksimum.59Q2 + 1315Q + 2000) Laba = . Dari sudut pandang pengusaha setelah ada pengenaan pajak dari pemerintah: Laba = pendapatan – (biaya + pajak) = R – (C+T).59Q2 + 1315Q + 2000 Berapakah produk yang harus di produksi dan di jual sehingga dapat di peroleh laba yang maksimum ? Berapakah laba maksimum tersebut ? Jawab: Fungsi pendapatan: R = P.Q R = 1000 Q . Q* di mana t: tarif pajak yang di kenakan pemerintah dan Q*= Jumlah output yang di produksi dan di jual pengusaha sehingga di peroleh laba maksimum. yang telah mempertimbangkan biaya pajak. yang memberikan laba maksimum setelah mempertimbangkan adanya pajak penjualan dan pemerintah.Q R = (1000 .6(35) + 114 = .2Q2) .2Q2 Dan C = 3Q Berapakah tarif pajak yang sebaiknya di kenakan pemerintah kepada pengusaha agar pemerintah memperoleh total pajak maksimum ? Berapakah total pajak maksimum yang di peroleh ? Jawab: Dari sudut pandang pengusaha: Laba = R – C – t Q = 15 Q – 2 Q2 – 3Q – t Q = -2 Q2 + 12Q – t Q Turunan pertama: Laba‟ = .

5 Q2 Dan C = 100 Q – 4 Q2 Berapakah produk harus di buat dan di jual perusahaan agar di peroleh laba maksimum? Berapakah laba maksimum tersebut? Jika pemerintah ingin memperoleh pajak penjualan yang maksimum.2Q Q* = 12 .t = 12 .5 = 9 Jadi total pajak yang yang di terima pemerintah sebesar: 9 Contoh soal: Fungsi penerimaan dan fungsi biaya suatu produk di nyatakan sebagai berikut: R = 360 Q – 10. pengusaha akan memperoleh laba maksimum.2/13 Jadi taruf pajak yang memberikan total pajak maksimum sebesar : 130 Karena Q2 = 20 – 1 t 13 = 20 – 1 (130) 13 = 20 – 10 = 10 7. Dari sudut pandang pemerintah: Pajak: T = t Q* = t (20 – 1/13 t) = 20 t – 1/3 t 2 Turunan pertama : T‟ = 20 – 2/13 t = 0 20 = 2/13 t t = 130 Turunan ke dua : T‟‟ = .5 Q2 – (100 Q – 4 Q2) – t Q = 360 Q – 10.5 Q2 – t Q Turunan pertama: Laba‟ = 260 – 13 Q – t = 0 260 – t = 13 Q Q = 260 – t 13 Q*= 20 – 1 t 13 Turunan ke dua : Laba‟‟ = . Dari sudut pandang pemerintah: Pajak: T =t (3 – ¼ t) =3t – 1/4 t2 Turunan pertama: T1 = 3 – ½ t = 0 T=6 Turunan ke dua : T” = -½ Jadi tarif pajak yang memberikan total pajak maksimum sebesar: 6 Karena Q* = 3 ¼ t = 3 – 6/4 (6) = 3 – 1. pengusaha akan memperoleh laba maksimum.5 Maka total pajak maksimum: T = t . berapakah tarif pajak yang harus di kenakan pemerintah kepada perusahaan tersebut? Berapakah total pajak maksimum yang di dapat pemerintah? Berapakah laba maksimum yang di terima perusahaan setelah di kenakan pajak ? Jawab: Dari sudut pandang pengusaha: Laba = R – C – t Q = 360 Q – 10. Q* = 1.5 = 1.t 4 Q* = b – ¼ t Turunan ke dua: Laba = .5 Q2 – 100 Q + 4 Q2 – t Q = 260 Q – 6.13 < 0 Jadi dengan memproduksi sebanyak Q* = 20 – 1/ 13 t.4 < 0 Jadi dengan memproduksi sebanyak Q* = 3 – ¼ t. 38 .

hal itu berarti menimbulkan biaya penyimpanan. 2. untuk kemudian akan sangat sulit jika berusaha untuk mencoba mengembalikan pangsa pasarnya kembali karena berhubungan dengan kepercayaan pelanggan serta di butuhkan investasi yang sangat besar misalkan untuk biaya pemasarannya (periklanannya) Biaya. maka akan ada resiko yaitu menimbulkan hambatan dalam proses produksi. 10 = 1300 Jadi total pajak yang di terima pemerintah sebesar 1300. yang berarti jumlah pemesanan barang. Demikian pula jika persediaan barang jadi di perhitungkan sedikit maka akanmenimbulkan keluhan pada konsumen akibat kelangkaan barang (permasalahan dalam pemasaran). kehilangan pangsa pasarnya. manajemen perusahaan senantiasa di perhadapkan kepada permasalahan yaitu jika jumlah persediaan bahan mentah maupun persediaan barang jadi di perhitungkan banyak. Model pengendalian persediaan dengan kedatangan berkala dalam model ini di asumsikan bahwa : 1. Jika kelangkaan barang tersebut terjadi berlarut-larut. 3. dalam suatu periode waktu tertentu di ketahui jumlahnya tetap dari tiap-tiap periode waktu. 3. Jumlah kebutuhan barang. sub-periode kedatangan panjangnya tetap. Q* = 130 . tidak terjadi kekurangan persediaan sehingga tidak ada biaya yang di timbulkan akibat kekurangan persediaan.5(10)2 – (130)(10) = 2600 – 65 – 1300 = 1235 Jadi pemerintah menerima laba maksimum sebesar 1235 Contoh soal : Meminimasi Total Biaya Persediaan Dalam hal persediaan. sebaliknya jika persediaan bahan mentah di perhitungkan sedikit saja. biaya yang di timbulkan akibat kekurangan persediaan sehingga menghambat proses produksi atau pemasaran. 2. Model yang akan di bahas dalam buku ini yaitu: model pengendalian persediaan dengan kedatangan berkala (batch arrival model). 4. Akan tetapi.biaya yang ada hubungan dengan masalah persediaan. di antaranya: 1. Hal tersebut kemudian berdampak dapat mengakibatkan perusahaan yang bersangkutan kehilangan pelanggan. maka pada akhirnya para konsumen akan mencoba untuk menutup kebutuhannya dengan cara melirik produk dari pesaing. Laba maksimum yang di terima oleh pemerintah besarnya: Laba = 260 Q – 6. Perusahaan tersebut.5Q2 – t Q = 260 (10) – 6. biaya penyimpanan. Pola kedatangan barang persediaan digambarkan seperti gambar berikut ini: Persediaan ( Q ) Q/2 Jumlah Rata-rata Persediaan Waktu D: kebutuhan jumlah barang per periode waktu yang kemudian dibagi sama besar menjadi beberapa kali pemesanan Q: jumlah pemesanan per sub-periode waktu C: biaya total persediaan C: biaya pemesanan setiap kali memesan 39 . biaya pemesanan tidak bergantung pada jumlah barang. biaya pemesanan.Maka Total pajak maksimum: T = t .

2500 C2: Biaya penyimpanan: Rp.C 1 C2 Turunan kedua: C” = 2D.C 1 C2 2. 50 per-minggu = Rp 200 per-bulan.Q-2 + ½ C2 =0 –D. C2 2 Turunan pertama: C′ = D. 2 D.C1 Q2 –D.Q1 .C2: biaya penyimpanan per-periode waktu Masalahnya adalah berapa unit barang yang harus dipesan setiap kali pemesanan (Q) agar biaya total persediaan (C) minimum. C1.(-1) .C1 + ½ C2 =0 Q2 ½ C2 Q2 Q = = –D. sedangkan biaya penyimpanannya Rp. Untuk menjawab pertanyaan tersebut. 50 per-minggu. maka D = 100 dan Q = 25 sehingga setiap periode waktu akan ada kedatangan akibat pemesanan sebanyak D/Q dengan biaya total pemesanan: (D/Q) C1. Q3 Contoh soal: seorang penjaja kue kering memerlukan tepung terigu sebanyak 100 kg setiap bulan.2500 200 .100. Jumlah yang harus dipesan: Q Q = Q = 50 40 = 8. maka akan dihitung total biaya pemesanan dan total biaya penyimpanan sebagai berikut: Total biaya pemesanan: Misalakan dibutuhkan 100 kg yang akan dipesan sebanyak 25 kg.C1.C1 > 0 menjamin biaya persediaan minimum. perlu dicari: jumlah produk yang harus dipesan setiap kali pemesanan sehingga diperoleh total biaya persediaan yang minimum: Q Q Total biaya persediaan: C = C1 + C2 D 2 Q = D. Total biaya penyimpanan: Rata-rata sepanjang periode waktu terdapat Q/2 persediaan sehingga biaya total penyimpanan per periode waktu: (Q/2) C2 Jadi total biaya persediaan = total biaya pemesanan + total biaya penyimpanan C = Q C1 + Q C2 D 2 Yang menjadi permasalahan adalah berapakah jumlah unit atau barang yang harus dipesan agar dapat diperoleh total biaya persediaan yang minimum? Untuk menjawab permasalahan tersebut. Berapakah kg yang harus dipesan setiap kali memesan? Berapa kali pemesanan harus dilakukan dalam satu bulan? Berapakah total biaya persediaan minimumnya? Jawab: Jika diketahui bahwa: D : Jumlah total pemesanan per-bulan:100 kg C1: Biaya pemesanan: Rp. Biaya pemesanan setiap kali memesan sebesar Rp. 2500 per-pemesanan.C1 ½ C2 = 2 D.

dan P3 = 12 Jawab: Untuk titik P1 = 4 maka Qd = 8 . P2 = 8. Analisis fungsi Untuk menghitung besarnya elastisitas terhadap x.5(8) = 8 – 4 = 4 Jadi EQDP2 = 8 = dQd/dP2 = -0.5 P Hitunglah besar dan jenis elastisitas pada titik P1 = 4. 4 = -1 Qd / P1 6/4 6 3 Besar elastisitas permintaan dititik P1 = 4 adalah -1/3 1 / 3 =1/3 <1 (INELASTIS) Jenis elastisitas permintaan dititik P1 = 4 adalah E Untuk titik P2 = 8 maka Qd = 8 . Elastisitas mengukur derajat kepekaan variabel terikat akibat adanya perubahan variabel bebasnya.000 Jadi total biaya persediaan minimum : Rp 10. Grafik fungsinya: 1 4 0 4 Qd EQDP1=4 = = = 3 16 4 12 8 8 0 EQDP2=8 = = =1 8 16 8 12 EQDP3=12 = 12 0 = =3 4 16 12 P 41 . Dalam waktu satu bulan dilakukan pemesanan sebanyak: D/Q = 100/50 =2 kali pemesanan.Jadi setiap kali memesan akan dipesan sebanyak 50 kg.5 = -0.5 .0. Diberikan fungsi permintaan sebagai berikut: Qd = 8 .12 = -3 Qd/P3 2/12 2 Besar elastisitas permintaan dititik P3 = 12 adalah -3 3 E = -3 = 3 > 1 (ELASTIS) Jenis elastisitas permintaan dititik P3 = 12 adalah E Analisa Grafis: Elastisitas permintaan Contoh soal: 4. maka seberapa jauh perubahan y akibat perubahab x di sebut „elastisitas y terhadap x‟. jika diketahui fungsinya.5(4) = 8 – 2 = 6 Jadi EQDP1 = 4 = dQd/dP1= -0.0.5 = -0. digunakan Rumus: Eyx = y/y atau Eyx = y/ x x/x y/x untuk perubahan yang kecil rumusnya menjadi : Eyx=dy/dx y/x contoh soal: Elastisitas Permintaan 1. Misal: y = f(x). Total biaya persediaan: C = Q C1 + Q C2 D 2 50 100 C= 2500 + 200 2 50 C = 10. Di tulis Eyx.000 Elastisitas Titik: Analisis Fungsi dan Grafis.5 = -0.5.0. Untuk contoh soal di atas di mana fungsi permintaan: Qd = 8 – 0.5.5(12) = 8 – 6 = 2 Jadi EqdP3 =12 = dQd/dP3 = -0.5 P.0.8 = -1 Qd/P1 4/8 4 Besar elastisitas permintaan dititik P2 = 8 adalah -1 1 = 1 (UNITARY ELASTIS) Jenis elastisitas permintaan dititik P2 = 8 adalah E Untuk titik P3 = 12 maka Qd = 8 .

Untuk contoh soal di atas di mana fungsi permintaan: Qd = 6 + 2P. Di berikan fungsi penawaran sebagai berikut: Qs = 6 + 2P Hitunglah besar dan jenis elastisitas pada titik P1 = 4.Contoh soal: Elastisitas penawaran 5. Marginal Revenue Product Of Labour (MRP L)* II. 4 = 8 = 4 Qs/P1 14/4 14 14 7 Besar elastisitas permintaan di titik P1 = 4 adalah 7 Jenis elastisitas permintaan di titik P1 = 4 adalah E = +4/14 = 7 < 1 (INELASTIS) Untuk titik P2 = 8 maka Qs = + 2 (8) = 6 + 16 = 22 Jadi E QdP2 = 8 = dQs/Dp2 = + 2 = + 2 . Marginal Revenue Product Of Capital (MRP C)* Contoh Soal: Marginal Revanue Product Of Labour (MRPL) 1. 12 = 24 = 4 Qs/P3 30/12 30 30 5 Besar elastisitas permintaan di titik P3 = 12 adalah = 4/5 Jenis elastisitas permintaan di titik P3 = 12 adalah E = + 4/5 = 4/5 < 1 (INELASTIS) Analisis Grafis: Elastisitas Penawaran Contoh soal : 6. Jika jumlah tenaga kerja yang ada 10 orang:  Berapakah „Marginal Physical Product Of Labour (MRP L)’ Dan jelaskan artinya!  Berapakah „Marginal Revenue Product Of Labour (MRP L)’ Dan jelaskan artinya! Jawab: Fungsi Produksi: Q = 4 L Sehingga dQ Marginal Physical product of labour (MRP L): =4 dL Artinya: Pada tingkat tenaga kerja berjumlah 10 orang. 8 = 16 = 8 Qs/P2 22/8 22 22 11 Besar elastisitas permintaan di titik P2 = 8 adalah 8/11 Jenis elastisitas permintaan di titik P2 = 8 adalah E = 8/11 < 1 (INELASTIS) Untuk titik P3 = 12 maka Qs = 6 + 2 (12) = 6 + 24 = 30 Jadi E QdP3 = 12 = dQs/dP3 = + 2 = + 2 . Fungsi pendapatan dari suatu pabrik di berikan sebagai berikut: R = . # untuk setiap penambahan tenaga kerja sebanyak 1 orang akan menyebabkan penambahan jumlah barang yang diproduksi sebanyak 4 unit. sebaliknya # untuk setiap pengurangan tenaga kerja sebanyak 1 orang akan menyebabkan pengurangan jumlah barang yang diproduksi sebanyak 4 unit 42 . sedangkan fungsi produksinya Q = 4 L. grafik fungsinya: QS Qd= 6 + 2P 14 6 8 4 EQDP1=4 = = = 30 14 0 14 7 22 16 22 6 8 EQDP2=8 = = = 22 22 0 11 14 24 4 6 EQDP3=12 = 30 6 = = 30 5 30 0 4 8 12 P Penerapan Teori Diferensial Berantai Teori diferensial berantai di terapkan dalam masalah produksi di antaranya untuk mencari: I. P2 = 8. Dan P3 = 12 Jawab: Untuk titik P1 = 4 Maka Qs = 6 + 2(4) = 6 + 8 = 14 Jadi E QdP1 = 4 = dQs/Dp1= + 2 = + 2 .Q2 = 140 Q + 5 DI Mana Q adalah produksi.

maka MRPL = -32(10) + 560 = -320 + 560 = 240 Artinya: Pada tingkat tenaga kerja berjumlah 10 orang. sebaliknya # untuk setiap pengurangan tenaga kerja sebanyak 1 orang akan menyebabkan pengurangan pendapatan sebanyak 240 contoh soal: marginal revenue product of capital (MRPC) 2.Fungsi pendapatan: ´Marginal Revenue: R = .8 (4L) + 560 = .32 L + 560 Untuk tenaga kerja sebanyak 10 orang. # untuk setiap penambahan kapital sebanyak 1 akan menyebabkan penambahan jumlah barang yang diproduksi sebanyak 3 unit.2Q + 140 dQ Mencari Marginal Revenue Product of Labour (MRP L): dR dR dQ = . Fungsi pendapatan dari suatu pabrik diberikan sebagai berikut: R = . # untuk setiap penambahan tenaga kerja sebanyak 1 orang akan menyebabkan penambahan pendapatan sebanyak 240. dC dQ dC dR = (-6000Q + 410000) (3) dC dR = -18000Q + 1230000000 dC Jadi marginal revenue product of capital (MRP L) = -18000Q+1230000000 = -18000(3C)+1230000000 = -54000C+1230000000 Untuk kapital sebanyak 1000 maka MRPL = -54000C+1230000000 = -54000(1000)+1230000000 43 . Fungsi pendapatan: R = -3000Q2 + 410000Q + 7 maka dR Marginal revenue: = -6000Q + 410000 dQ Mencari Marginal Revenue Product of Capital (MRPC): dR dR dQ = .Q2 + 140Q + 5 dR = . Jika kapital yang dimiliki 1000: Berapakah „Marginal Physical Product of Capital (MPPC)´ dan jelaskan artinya! Berapakah Marginal Revenue Product of Capital (MRPC)´ dan jelaskan artinya! Jawab: Fungsi produksi: Q = 3C sehingga Marginal Physical Product of capital (MRPC): Dq = 3dC Artinya: Pada tingkat kapital sebanyak 1000. sebaliknya # untuk setiap pengurangan kapital sebanyak 1 akan menyebabkan pengurangan jumlah barang yang diproduksi sebanyak 3 unit.3000Q2 + 410000Q + 7 di mana Q adalah produksi. dL dQ dL dR = (-2Q + 140) (4) dL dR = -8Q + 560 dL Jadi Marginal Revenue Product of Labour (MRP L) = .8Q + 560 =. sedangkan fungsi produksinya Q = 3C.

yaitu: kepekaan fungsi permintaan barang 1 (Qd1). maka hubungan antar komoditi adalah substitusi. Mencari marginal rate technical substitution(MRTS) Elastisitas Persial Fungsi permintaan suatu barang tentu di tentukan oleh harga barang itu sendiri.= -54000000+1230000000 = 1176000000 Artinya: Pada tingkat kapital sebanyak 1000. sedangkan # jika hasil dari perhitungan cross elasticity of demand negatif.P2. Misalnya ada dua barang yaitu barang 1 dan barang 2. dan pendapatan (Y). juga ternyata di tentukan oleh harga barang lain tersebut merupakan barang substitusinya atau barang komplementernya. yaitu: kepekaan fungsi permintaan barang 1 (Qd1) akibat perubahan harga barang lain (P2) maupun kepekaan fungsi permintaan barang 2 (Qd2) akibat perubahan harga barang lain (P1): dQd 1 / dP 2 dQd 2 / dP1 Jadi E QdP1 = dan EQdp2 = Qd 1 / P 2 Qd 2 / P1 Income Elasticity of Demand Mencari kepekaan fungsi permintaan terhadap perubahan pendapatan: Yaitu: kepekaan fungsi permintaan barang 1 (Qd1) akibat perubahan pendapatan (Y) maupun kepekaan fungsi permintaan barang 2 (Qd2) akibat perubahan pendapatan (Y).P2. 44 . dQd 1 / dY dQd 2 / dY Jadi E QdP1 = dan E QdP2 = Qd 1 / Y Qd 2 / Y Hubungan antar-komoditi: # jika hasil dari perhitungan cross elasticity of demand positif. akibat perubahan harga barangnya (P1) maupun kepekaan fungsi permintaan barang 2 (Qd2) akibat perubahan harga barangnya (P2): Jadi E QdP1 = dQd 1 / dP1 dQd 2 / dp 2 dan E QdP2 = Qd 1 / p1 Qd 2 / p 2 Cross Elasticity of demand Mencari kepekaan fungsi permintaan terhadap perubahan harga barang lain. dan besarnya pendapatan (Y). Optimasi 2 variabel: Maksimasi pendapatan Minimasi biaya Maksimasi laba/keuntungan III.Y) Fungsi permintaan barang 1 di pengaruhi oleh harga barangnya sendiri (P 1). maka # untuk setiap penambahan kapital sebanyak 1 akan menyebabkan penambahan pendapatan sebanyak 1176000000 sebaliknya # untuk setiap pengurangan kapital sebanyak 1 akan menyebabkan pengurangan pendapatan sebanyak 1176000000 Penerapan Teori Diferensial Parsial Teori Diferensial Parsial diterapkan dalam berbagai masalah di antaranya untuk mencari: I. harga barang lain (P2). Akan tetapi. Di samping itu juga di tentuka oleh pendapatan. harga barang lain (P1).Y) Dan Qd2 = f (P1. Elastisitas Parsial II. fungsi permintaannya masing-masing dapat di tuliskan sebagai berikut: Qd1 = f (P1. maka hubungan antar komoditi adalah komplementer. Price elastisity of demand Mencari kepekaan fungsi permintaan terhadap perubahan harga barangnya sendiri. Demikian pula dengan fungsi permintaan barang 2 di pengaruhi oleh harga barangnya sendiri (P2).

Contoh soal: 1. Qdr = 2Pj - 30 Pr + 0,05 Y Untuk Pj = 3000, Pr = 100, dan Y = 30000 Carilah: - Price Elasticity of Demand - Cross Elasticity of Demand - Income Elasticity of Demand Bagaimanakah hubungan antara komoditi j dan r? Jawab: Price Elasticity of Demand: dQdr / d Pr 30 2 30 E QdPr = = = = Qdr / pr 4500 / 100 3 45 Cross Elasticity of Demand: dQdr / dPj 2 60 4 E QdPr = Qdr / pj 4500 / 3000 45 3 Income Elasticity of Demand: dQdr / dY 0,05 15 1 E QdPr = Qdr / Y 4500 / 30000 45 3 Hubungan antara komoditi r dan j: Karena Cross Elasticity of Demand hasilnya positif, maka hubungan antara komoditi r dan komoditi j adalah Subtitusi. Optimasi Dua Variabel. Fungsi yang mengandung 2 variabel misalnya dituliskan sebagai berikut: Y=f(x1,x2) Dalam setiap permasalahan optimasi, selalu memunculkan dua pertanyaan: 1. Berapakah x1 dan x2 yang akan memberikan Y optimum (maksimum atau minimum) 2. Berapakah Y optimumnya (maksimum atau minimum) Untuk dapat menjawab pertanyaan pertama tersebut, maka diberikan langkah-langkahnya sebagai berikut: Optialisasi dua variabel Y = f ( x1 ,x2 ) Maksium Langkah I Turunan pertama Y1 = 0 , Y2 = 0 Minimum Turunan pertama Y1 = 0 , Y2 = 0 Diperoleh X1 dan X2

Langkah II

Turunan kedua dan Matriks Hessian: H = Y11 Y12 Y21 Y22 D1 = Y11 < 0
Difinit negatif, Menjamin Y maksium

Langkah III

D1 = Y11 > 0
Difinit positif, Menjamin Y minimum

Diperoleh Titik ekstrim maksium atau titik ekstrim minimum

Langkah-langkah dalam tabel tersebut membantu untuk memperoleh X1 dan X2 yang pasti akan menjamin bahwa Y optimal, jadi ke tiga langkah tersebut di atas hanyalah untuk menjawab pertanyaan pertama saja. Belum di peroleh berapa besar Y yang optimal tersebut. Untuk mendapatkan nilai Y yang optimal maka nilai X1 dan X2 harus di masukan dalam persamaan Y tersebut.untuk memberikan penjelasan yang lebih jelas, maka di bawah ini di berikan tiga contoh yang merupakan permasalahan optimal dua variabel, yaitu: maksimasi pendapatan, minimasi biaya, maksimasi laba.

45

Contoh soal: Maksimasi pendapatan 1. Di berikan fungsi pendapatan : R = 160 Q1 – 3 Q12 – 2 Q1 Q2 – 2Q22 + 120 Q2 –180 Berapakah jumlah produk 1 dan produk 2 yang harus di produksi dan di jual sehingga dapat di peroleh pendapatan maksimum? Berapakah pendapatan maksimumnya? Jawab: jumlah produk 1 dan 2 yang harus di jual : Langkah pertama ialah mencari turunan pertama fungsi pendapatan: R1 = 160 – 6 Q1 – 2 Q2 = 0 R2 = 120 – 2 Q1 – 4 Q2 = 0 Untuk mencari Q1 dan Q2 menggunakan aturan determinan: Fungsinya menjadi: 6 Q1 – 2 Q2 = - 160 2 Q1 – 4 Q2 = - 120 Maka 160 2 120 4 (-160)(-4) - (-2)(-120) 640 - 240 400 Q1 = = = = = 20 6 2 (-6) (-4) - (2) (-2) 20 24 4 2 4

6 160 2 120 (-6)(-120) - (-2)(-160) 720 - 320 400 Q2 = = = = = 20 6 2 (-6) (-4) - (2) (-2) 20 24 4 2 4 Langkah ke dua adalah mencari turunan keduannya: R11 = -6, R12 = -2, R21 = -2, R22 = -4 R 11 R12 - 6 - 2 Matriks hessiannya: H = R21 R22 -2 -4
Matriks pertamanya : D1 = - 6 < 0
-6 -2 -2 -4 = (-6)(-4) – (-2)(-2) = 24 – 4 = 20 > 0 karena D1 < 0 dan D2 > 0, maka definit negatif, menjamin pendapatan maksimum. Pendapatan maksimumnya: R = 160Q1 - 3Q12 - 2Q1Q2 - 2Q22 + 120Q2 – 180 R = 160(20) - 3(20)2 - 2(20)(20) -2(20)2 +120(20) – 180 R = 2620

Matriks keduannya : D2 = H =

Contoh soal: Minimasi biaya 2. di berikan fungsi biaya sebagai berikut: C = 8Q12 + 6Q22 - 2Q1Q2 - 40Q1 - 42Q2 + 180 Berapakah jumlah produk 1 dan produk 2 yang harus di produksi sehingga di peroleh biaya minimum? Berapakah biaya minimumnya? Jawab: jumlah produk 1 dan 2 yang harus di produksi: Langkah pertama ialah mencari turunan pertama fungsi biaya: C1 = 16Q1 – 2Q2 – 40 = 0 C2 = -2Q1 + 12Q2 – 42 = 0 Untuk mencari Q1 dan Q2 menggunakan aturan determinan: Fungsinya menjadi: 16Q1 – 2Q2 = 40 -2Q1 + 12Q2 = 42 Maka 40 - 2 Q1 =

42 12 16 - 2 - 2 12

=

(40)(12) ( 2)( 42) 480 84 564 = = =3 (16)(12) ( 2)( 2) 192 188

46

Q2 =

- 6 - 160 - 2 - 120 16 - 2 - 2 12

=

( 6)( 120) ( 2)( 160) 400 720 320 = = = 2,12 = 2 (16)(12) ( 2)( 2) 188 192

Langkah kedua adalah mencari turunan keduanya: R11=16, R12 = -2, R21 = -2, R22 = 12 16 -2 R 11 R 12 16 -2 Matriks Hessiannya: H = 12 R 21 R 22 - 2 Matriks pertamanya : D1 = 16 > 0 Matriks keduanya : D2 = H = 16 -2 - 2 12 =(16) (12) – (-2) (-2) =192 – 4 =188 > 0 Karena D1 > 0 dan D2 > 0, maka definit positif, menjamin biaya minimum. Biaya minimumnya: C = 8Q12 + 6Q22 - 2Q1 Q2 - 40Q1 - 42Q2 + 180 C = 8(3)2 + 6(2)2 - 2(3) (2)- 40 (3)- 42 (2)+180 C = 60 Contoh soal: maksimasi laba / keuntungan 2. Diberikan fungsi pendapatan dan fungsi biaya sebagai berikut: R = 12 Q1 + 8 Q2 dan C = 3 Q12 + 2 Q22 Berapakah jumlah produk 1 dan produk 2 yang harus diproduksi dan dijual sehingga diperoleh laba maksimum? Berapakah laba maksimumnya?

Jawab: Fungsi labanya: Laba = R – C = 12Q1`+ 8Q2 - ( 3 Q12 + 2 Q22) = 12Q1 + 8Q2 - 3Q12 - 2Q22 Langkah pertama ialah mencari turunan pertama fungsi laba: Laba1 = 12 – 6 Q1 = 0, maka Q1 = 2 Laba2 = 8 – 4 Q2 = 0, maka Q2 = 2 Langkah kedua adalah mencari turunan keduanya: Laba11 = - 6, Laba12 = 0, Laba22 = - 4 Matriks Hessiannya: H = Laba 11 Laba 12 = -6 0 Laba 21 Laba 22 0 -4 Matriks pertamanya: D1 = - 6 < 0 Matriks keduanya : D2 = H = - 6 0 0 -4 = -(0)(0) (-6) (-4) = 24 – 0 = 24 > 0 Karena D1 < 0 dan D2 > 0, maka definit negatif, menjamin laba maksimum. Pendapatan maksimumnya: Laba = 12 Q1+8 Q2-3Q12-2Q22 Laba = 12(2) +8(2)-3(2)2-2(2)2 Laba = 24+16-12-8 Laba = 20 47

Di berikan fungsi produksi sebagai berikut: Q = 0.3 L0.8L 0.5) K ) 0. Q* R = 16 Q – Q2 Maka fungsi marginal pendapatannya: MR = 16 – 2Q 48 .7 0.7 1 96(0.7 7K MRTS = 3L 7.3 (0.5. Q R = (16 – Q) .3. Diberikan fungsi produksi sebagai berikut: Q = 96 K 0.L). maka mencari MRTS-nya dengan dQ / dL dQ dQ dQ dK dK MRTS = : .4 L 0.5 160 40 MRTS = 4 4 MRTS = – 4 .3) K 0.3 K 0. 2 MRTS = – 8 2.2(0.1 Mencari Marginal Rate of Technical Substitution (MRTS) dK dL Jika diketahui Fungsi Produksi Q=f(K.5 1 0 = = MRTS = 0.5 1 = 0.7. Di mana K = 160 dan L = 40 Hitunglah MRTS-nya dan jelaskan artinya! Jawab: dQ / dL MRTS = dQ / dK 0 0.3) K 0. 7 7 K 0.3 (0.5 K 4 L 4 0.7) L0.210 MRTS = 3. carilah fungsi marginal pendapatannya untuk fungsi P = 16 – Q jawab: fungsi permintaan: P = 16 – Q fungsi pendapatan: R = P .5 0. 7 L0.2K 0. dQ / dK dL dK dL dQ dL Rumus: MRTS = Contoh soal: 1.8(0.7 K = 210 dan L = 70 Hitunglah MRTS-nya dan jelaskan artinya! Jawab: dQ / dL MRTS = dQ / dK = = = 96 K 0.1K 0.5 + 0.3 L 0.3 L 0.70 MRTS = – 7 PENYELESAIAN SOAL-SOAL Fungsi marginal pendapatan (marginal revenue) 1.5) L0.3 1 L0.7 K 0. 7 3L0.

MR 120 AR = 120 .2 = 0. Q1 = 2/3 Q . Q = (120 – 6Q) . yaitu Q = 2. fungsi pendapatan rata-rata (Average Revenue) di berikan di bawah ini: AR = 120 – 6 Q # Pada tingkat output berapakah yang memberikan pendapatan maksimum? # Berapakah pendapatan maksimum yang diperoleh? # Gambarkan fungsi pendapatan rata-rata dan marginal pendapatan pada sebuah grafik! Jawab: Fungsi pendapatan rata-rata: AR = 120 – 6 Q Fungsi pendapatan: TR = AR .6Q MR =120 – 12Q 10 20 Q Minimasi total biaya (Total Cost) 3. Q2 = 2 Turunan kedua fungsi total biaya: TC″= 6Q – 8 Untuk Q1 = 2/3 maka TC″= 6 (2/3) – 8 = . Total biaya suatu perusahaan dinyatakan dalam fungsi sebagai berikut: TC = Q3 – 4Q2 + 4Q +4 # Pada output berapakah yang akan memberikan total biaya minimum? # Berapakah total biaya minimumnya? Jawab: Fungsi total biaya: TC = Q3 – 4Q2 + 4Q + 4 Turunan pertama fungsi total biaya: TC‟= 3Q2 – 8Q + 4 = 0 (3Q .2)(Q .2 = 0.Maksimasi total pendapatan (Total Revenue) 2. Pendapatan maksimum: TR maksimum = 120 Q – 6 Q2 R maksimum = 120(10) – 6(10)2 = 1200 – 600 = 600 jadi pendapatan maksimumnya diperoleh sebesar 600 fungsi pendapatan rata-rata: AR = 120 – 6 Q fungsi marginal pendapatan: TR′= MR = 120 – 12 Q maka grafik dari kedua fungsi tersebut di gambarkan sebagai berikut: AR. Total biaya minimum: TC = Q3 – 4Q2 + 4Q + 4 TC = (2)3 – 4(2)2 + 4(2) + 4 = 4 49 . Q = 120 Q – 6 Q2 Turunan pertama fungsi pendapatan: TR′ = 120 – 12Q = 0 120 = 12Q Q = 10 Turunan kedua fungsi pendapatan: TR″ = -12 < 0 menjamin pendapatan maksimum. Jadi pada tingkat output Q = 10 menjamin pendapatan maksimum.2) = 0 3Q .4 < 0 Untuk Q2 = 2 maka TC″= 6 (2) – 8 = 4 >0 Jadi output yang memberikan total biaya minimum adalah yang TC″>0.

Q* = 12.5Q + 100 dan C = 5Q2 – 30Q Berapakah tarif pajak yang sebaiknya dikenakan pemerintah kepada pengusaha agar pemerintah memperoleh total pajak maksimum? Berapakah total pajak maksimum yang diperoleh pemerintah? Jawab: Dari sudut pandang pengusaha: Laba = P . sedangkan biaya penyimpanannya Rp 300 per minggu. Total pendapatan dan total biaya di berikan sebagai berikut: P = .5 – 1/10 t = 2.25 = 1.5 – 1/10 t Turunan kedua: Laba″ = -10 < 0 Jadi dengan memproduksi Q* = 2. pengusaha memperoleh laba maksimum.5 Karna Q* = 2.1440.5) = 2.5 – 1/10 t) = 2.5 .625 Minimasi total biaya persediaan 5. Jadi sudut pandang pemerintah: Pajak: T = t Q* = t (2.625 Jadi total pajak yang diterima pemerintah sebesar: 15.5 turunan kedua: T″= -1/5 < 0 Jadi tarif pajak yang memberikan total pajak maksimum sebesar: t = 12.5 – 1/5 t = 0 2.5 – 1/10(12.biaya pemesanan tiap kali memesan sebesar Rp 6000 per pemesanan.5 – 1.6000 1200 Q = 120 jadi setiap kali memesan akan dipesan sebanyak 120 kg. Dalam waktu satu bulan dilakukan pemesanan sebanyak: D/Q = 1440/120 = 12 kali pemesanan.25 Maka total pajak maksimum: T = t . Q – C – t Q = -5Q + 100 – (5Q2-30Q) – tQ = -5Q2 + 25Q – Tq + 100 Turunan pertama: Laba′ = -10Q + 25 – t = 0 25 – t = 10Q Q* = 25 – t 10 Q* = 2.5 – 1/10 t. Total biaya persediaan: Q= 50 .25 = 15.5= 1/5 t t = 12.C1 Q= C2 2.5 t – 1/10 t 2 turunan pertama: T′ = 2. Seorang penjaja kue kering memerlukan tepung terigu sebanyak 1440 kg tiap bulan. 1.Maksimasi penerimaan total pajak 4. # berapakah kg yang harus dipesan setiap kali memesan? # berapa kali pemesanan harus dilakukan dalam satu bulan? # berapakah total biaya persediaan minimumnya? Jawab: Jika diketahui bahwa: D : jumlah total pemesanan per bulan : 1440 kg C1: biaya pemesanan : Rp 6000 C2: biaya penyimpanan : Rp 300 per minggu = Rp 1200 per bulan Jumlah yang harus di pesan : 2 D.

P3 = 40.1 / 2 K dL 51 . P2 = 10.8 1 E Qd1P2 = Qd 1 / Pr 2 80 / 10 10 dQd 1 / dP3 1 1 E Qd1P3 = Qd 1 Pr 3 80 / 40 2 Income elasticity of demand dQd 1 / dY 1 1 E Qd1Y = Qd 1 / Y 80 / 40 2 Hubungan antara komoditi 1 dan 2: Karena Cross Elasticity of Demand hasilnya negatif.8 Q=4 Sehingga: Marginal Physical Product of Labour (MPRL): 1 1 1 dQ 1 2 L2 2 . maka # hitunglah Marginal Physical Product of Labour! # hitunglah Marginal Physical Product of Capital! jawab: fungsi produksi: Q = ½ K ½ L ½ Q = ½ 4 ½ 16 ½ Q=½.8 P2 + P3 + Y Untuk P1 = 20. Hubungan antara komoditi 1 dan 3: Karena Cross Elasticity of Demand hasilnya positif . maka hubumgan antara komoditi 1 dan komoditi 2 adalah subtitusi. dan Y = 40 # carilah Price Elasticity of Demand dan jenisnya! # carilah Cross Eelasticity of Demand dan jenisnya! # carilah Income Elasticity of Demand dan jenisnya! # bagaimana hubungan antara komoditi-komoditi tersebut? Jelaskan! Jawab: Qd1 = 16 – 0. Marginal Physical and Revenue Product of Labour and Capital 7. maka hubungan antara komoditi 1 dan komoditi 3 adalah subtitusi. L = 16 # hitunglah Marginal Physical Product of Labour! # hitunglah Marginal Physical Product of Capital! Jika fungsi pendapatan R = 2Q.4(20) – 0.C= C= D C1 Q Q C2 2 1440 120 6000 1200 120 2 C = 144000 Jadi total biaya persediaan minimum: Rp 144000 Elastisitas persial 6.fungsi permintaan suatu komoditi diberikan sebagai berikut: Qd = 16 – 0. fungsi produksi : Q = 1/2K ½L = ½.8(10) + 40 + 40 Qd1 = 80 Price elasticity of demand: dQd 1 / dP1 0.4 P1 – 0.8 P2 + P3 + Y Qd1 = 16 – 0. dengan K = 4.4 P1 – 0.4 4 E Qd1P1 = Qd 1 Pr 1 80 / 20 400 Cross elasticity of demand dQd 1 / dP 2 0.

(1/4) dC 52 . 1/2L ½dC dQ = ¼ K 1/2 L -1/2 dC 1 dQ 1 4 K 2 1 dC L2 1 dQ 1 4 4 2 1 dC 16 2 dQ 1 = dC 8 Artinya : Pada tingkat investasi sebesar 4.1 1 dQ 1 2 L2 4K dL 1 dQ 1 4 L 2 1 dL K 2 1 dQ 14 16 2 1 dL 42 dQ 1 dL 2 Artinya: Pada tingkat tenaga kerja berjumlah 16 orang # untuk setiap penambahan tenaga kerja sebanyak 2 orang akan menyebabkan penambahan jumlah barang yang diproduksi sebanyak 1 unit.(1/2) dL dR 1 dL Jadi Marginal Revenue Product of Labour (MRPL)=1 Artinya: Pada tingkat tenaga kerja berjumlah 16 orang. # untuk setiap penambahan tenaga kerja sebanyak 1 orang akan menyebabkan penambahan pendapatan sebanyak 1. sebaliknya # untuk setiap pengurangan kapital sebanyak 1 orang akan menyebabkan pengurangan jumlah barang yang diproduksi sebanyak 1/8 unit jika fungsi pendapatan: R = 2Q sehingga dR ′ Marginal Revenue: 2 dQ Mencari Marginal Revenue Product of Labour (MRPL): dR dR dQ . sebaliknya # untuk setiap pengurangan tenaga kerja sebanyak 1 orang akan menyebabkan pengurangan pendapatan sebanyak 1. sebaliknya # untuk setiap pengurangan tenaga kerja sebanyak 2 orang akan menyebabkan pengurangan jumlah barang yang diproduksi sebanyak 1 unit Marginal Physical Product of Capital (MRPC): dQ = ½. dC dQ dC dR = (2). Mencari Marginal Revenue Product of Capital (MRPC): dR dR dQ . K½. # untuk setiap penambahan kapital sebanyak 1 akan menyebabkan penambahan jumlah barang yang diproduksi sebanyak 1/8 unit. dL dQ dL dR (2).

maka Q2=2 Langkah kedua adalah mencari turunan keduanya: Biaya11= 24 .(0) (0) = 192 .4 . laba12= 0 .4Q2 +12 = 0 makaQ2 = 3 Langkah kedua adalah mencari turunan keduanya: Laba11= . sebaliknya # untuk setiap pengurangan tenaga kerja sebanyak 4 orang akan menyebabkan pengurangan pendapatan sebanyak 1.24-32 Biaya = 68 Dengan memproduksi produk pertama sebanyak 3 dan produk kedua sebanyak 2 maka akan berproduksi pada biaya minimum sebesar 68. Fungsi biaya dari perusahaan yang menghasilkan dua produk sebagai berikut: Biaya = 12 Q12 + 4Q2 2 – 8 Q1 – 16 Q2 # Berapakah jumlah produk 1 dan produk 2 yang harus diproduksi agar dapat diperoleh biaya minimum? # Berapakah biaya minimum yang diperoleh? Jawab: Fungsi Biayanya: 12 Q12 + 4Q2 2 – 8 Q1 – 16 Q2 Langkah pertama ialah mencari turunan pertama fungsi biaya: Biaya1 = 24 Q1 – 8 = 0.4 Biaya11 Biaya12 . laba22= .dR = 1/4 dC Jadi Marginal Revenue Product of Capital (MRPC)=1/4 Artinya: Pada tingkat investasi berjumlah 4 orang. Fungsi Laba diberikan Laba = . Jadi perusahaan sebaiknya memproduksi produk pertama sebanyak 3 dan produk kedua sebanyak 2 agar berproduksi pada tingkat biaya minimum.2Q22 + 32Q1+12Q2 Langkah pertama ialah mencari turunan pertama fungsi laba: Laba1 = . menjamin biaya minimum. Minimasi Biaya dari Dua Produk 8.8 0 Matriks Hessiannya: H= Biaya21 Biaya22 0 -4 Matriks pertamanya: D1 = 8 0 53 . laba21= 0 .8Q1 + 32 = 0 makaQ1 = 4 Laba2 = . maka Q1=3 Biaya2 = 8 Q2 – 16 = 0.8 . Maksimasi Laba/Keuntungan dari dua produk 9. Biaya21= 0 .4Q12 .2Q22 + 32Q1+12Q2 Berapakah jumlah produk 1 dan produk 2 yang harus diproduksi dan dijual sehingga dapat diperoleh laba maksimum? Berapakah laba maksimum yang diperoleh? Jawab: Fungsi Labanya : .0 = 192 > 0 Karena D1> 0 dan D2> 0. Biaya22= 8 Biaya11 Biaya12 24 0 Matriks Hessiannya : H= Biaya21 Biaya22 0 8 Matriks pertamanya : D1 = 24 Matriks keduanya : D2 = H= 0 24 0 0 8 = (24) (8) .8(3) +16(2) Biaya = 12.9 + 4. Biaya minimumnya: Biaya = 12 Q12 + 4Q22.4Q12 . # untuk setiap penambahan investasi sebanyak 4 orang akan menyebabkan penambahan pendapatan sebanyak 1.8Q 1+ 16Q2 Biaya = 12 (3)2 + 4(2)2. Biaya12= 0 . maka definit positif.

9 + 32.4Q12 .total pendapatan dan total biaya diberikan sebagai berikut: R = 221Q + 5100 – 2Q2 dan C = 125Q + 4100 # berapakah tarif pajak yang sebaiknya dikenakan pemerintah kepada pengusaha agar pemerintah memperoleh total pajak maksimum? # berapakah jumlah produk yang harus diproduksi dan dijual oleh perusahaan tersebut sehingga diperoleh laba maksimum setelah mempertimbangkan masalah pejak? # berapakah total pajak maksimum yang diperoleh pemerintah ? # berapakh laba maksimum yang diperoleh perusahaan tersebut? 3. carilah nilai dan jenis elastisitas di masing-masing titik! Q (P1.4(4)2-2(3)22+ 32(4) +12(3) Laba = .Q2) = (24.komoditi tersebut? Jelaskan! 2.16 .25 Y Untuk P1 = 200. Jadi sebaiknya di produksikan produk pertama sebanyak 4 dan produk kedua sebanyak 3 agar diperoleh laba maksimum.-8 0 0 -4 = (-8) (-4) – (0) (0) = 32 > 0 Karena D1 < 0 dan D2 > 0. P2 = 100.fungsi permintaan suatu komoditi diberikan pada gambar dibawah ini . Matriks keduanya : D2 = H= Laba = . maka definit negatif.6) (P3.4.Q1) = (12.3Q1 Q2 + 12Q2 – 24 Q1 – 10 Q2 # Pada tingkat output (Q1 dan Q2) berapakah yang akan membuat perusahaan memperoleh total biaya minimum! # Berapakah total biaya minimum tersebut? 5.4 + 12.fungsi produksi: Q = 0.diberikan fungsi total biaya suatu perusahaan sebagai berikut: TC = 6Q12.Q3) = (36. Laba maksimumnya: SELESAIKANLAH SOAL-SOAL LATIHAN DIBAWAH INI 1. menjamin laba maksimum. dengan K = 20 L = 40 # hitunglah Marginal Physical Product of Labour! # hitunglah Marginal Physical Product of Capital! Jika fungsi pendapatan R = 3Q.2. maka # hitunglah Marginal Physical Product of Labour! # hitunglah Marginal Physical Product of Capital! 4. P3 = 500 dan Y = 5000 # carilah Price Elasticity of Demand dan jenisnya! # carilah Cross Eelasticity of Demand dan jenisnya! # carilah Income Elasticity of Demand dan jenisnya! # bagaimana hubungan antara komoditi .3) 0 48 P 54 .9) (P2.5 K2 + 2KL + L2. fungsi permintaan suatu komoditi diberikan sebagai berikut : Qd2 = 5200 + 4P1 – 3P2 – 8P3 + 0.3 Laba = 82 Dengan memproduksikan produk pertama sebanyak 4 dan produk kedua sebanyak 3 maka akan diperoleh laba maksimum sebesar 82.2Q22 + 32Q1 + 12Q2 Laba = .

# Integral juga digunakan dalam menghitung surplus konsumen dan surplus produsen dengan cara menghitung luas dibawah kurva. Ini merupakan penerapan integral tidak tentu. Ini merupakan penerapan Integral tertentu. INTEGRAL TAK TENTU Integral tak tentu merupakan konsep yang berhubungan dengan perincian fungsi asal atau fungsi totalnya dari fungsi turunannya yang diketahui secara umum penulisannya: F ( x) K f ( x)dx Dengan K : konstanta pengintegral yang tak tentu nilainya f (x ) : integral dx : diferensial F ( x) K : fungsi asal atau fungsi total Disebut sebagai integral tak tentu akibat hasil pengintegralannya berupa F(x)+ K dimana K adalah konstanta yang nilainnya tak tentu. Integral digunakan dalam encari suatu fungsi asalnya jika diketahui fungsi turunannya.TEORI INTEGRAL DAN PENERAPANNYA DALAM BISNIS DAN EKONOMI TUJUAN UMUM Mempelajari jenis integral baik integral tak tentu maupun integral tentu serta mempelajari kaidah-kaidah dari masing-masing jenis integral. 55 . Ini merupakan peenerapan Integral Tidak Tentu. TUJUAN KHUSUS # Integral digunakan dalam mencari suatu fungsi total atau fungsi asalnya jika di ketahui fungsi turunannya. Integral juga digunakan dalam menghitung Surplus Konsumen dan Surplus Produsen dengan cara menghitung luas di bawah kurva. PENDAHULUAN Pada dasarnya integral terdiri atas dua jenis yang dikenal dengan integral tak tentu dan integral tentu. Tutjuan Khusus 1. Ini merupakan penerapan integral tentu. TEORI INTEGRAL BAGIAN 3 TEORI INTEGRAL DAN PENERAPANNYA DALAM BISNIS DAN EKONOMI Tujuan Umum Mempelajari Jenis Integral baik integral Tak Tentu maupun Integral Tertentu serta mempelajari kaidahkaidah dari masing-masing jenis integral.

1 / 5 x 5 K x5 4 Kaidah 7. 1 dx 4 contoh : X3 1 K 3 1 4 x = K 4 formula logaritma x 3 dx Inx 3 1 dx 3 dx 3.KAIDAH-KAIDAH INTEGRAL TAK TENTU Kaidah 1. f ( x). f ( x)dx K . formula perkalian K . formula pangkat xndx contoh : Xn 1 n 1 K.dx dx 1 / 2 1 u dx e 1 / 2du 1 / 2 e 4 du 1 / 2u K 1 / 2e 2 x 1 K 56 . formula eksponensial e x dx e x K contoh : e 2 x dx Kaidah 4. e2x K K formulasi penjumlahan f ( x) g ( x) dx f ( x)dx x2 e x dx x 2 dx g ( x)dx contoh : e x dx 1 / 3x 3 e x K Kaidah 5.InX x x Kaidah 3. formula substitusi du f ( x)dx f (u ) dx F (u ) K dx contoh: misalkan u x 2 maka du dx dx du x 2 u Inu K In( x 2) K contoh : e 2 x 1dx misalkan : u e2x 2z 1 maka du 2.n 1 Kaidah 2.d x K contoh : 5 x 4 dx 5 x 4 dx 5. formulasi pengurangan f ( x) g ( x) dx f ( x)dx g ( x)dx contoh : x2 e x dx x 2 dx e x dx 1 / 3x 3 e x Kaidah 6.

du e x .2 2+1 2+1 2+1 2+1 =43–23 3 3 x2+1 4 2 = 2 2+1.dv u.b a f(x) dx contoh: 2 4 x2 dx = .dx u.v v. 4 2 – 6.e .v x. a b f(x) dx = F(x) a b =F(b)-F(a) . a b k f(x) dx = k a b f(x) dx contoh: 2 4 6x2 dx = 6.dx dengan: F ( x) b a F (b) F (a) f ( x)dx : integral f (x ) terhadap x wilayah untuk rentang a hingga b F (b) F (a) b a : hasil integral fungsi f (x) antara a dan b : batas atas integrasi : batas bawah integrasi Kaidah-Kaidah Integral Tentu Kaidah 1. formula sebagian-sebagian u. a b f(x) dx = .du Contoh : xe x dx Misalkan u x maka du dx dv e x .Kaidah 8.4 2 x2 dx 2 4 x2 dx = x2+1 2 4 = 4 2+1.dx ex x. Integral tentu merupakan konsep yang berhubungan dengan pencarian luas suatu daerah yang dibatasi oleh kurva-kurva serta batasan-batasan nilai yang membatasi dengan tepat area yang dimaksud.e x e x K e x ( x 1) K Integral Tentu Integral tentu adalah integral dimana nilai dari variabel bebasnya memiliki batasan-batasan tertentu. Secara umum penulisannya: f ( x).43 3 3 = 56 3 kaidah 4.4 2+1 2+1 2+1 2+1 =23 .2 4 x2 dx = 6. 2 2 57 .ex v.dv u. a a f(x) dx = F(x) a a = F(a) – F(a) = 0 contoh: 2 2 x2 dx = 2 2 x2 dx = 2 3 – 2 3 = 0 3 3 kaidah 3.dx dan maka v x x. a<c<b Contoh: 2 4 x2 dx = x2+1 2 4 = 4 2+1 – 2 2+1 2+1 2+1 2+1 = 43–23 3 3 = 56 3 Kaidah 2. x3 2 4 3 = 6.

2 2] 3 3 = [2. x3 2 [4 + 4x2 2]4 3 = 2.16 – 4.3 2 – 4.3 3 = 2. 2 2 3 3 = 2 . a b [f(x) – g(x)] dx = a b f(x) dx – a b g(x) dx contoh: 2 4 [6x2 – 4x] dx = 2 4 6. formula logaritma Contoh: = 33 1 dx x = 33 . In x + k 58 .2 3] – [4.x2 dx – 2 4 4x dx = 6. a b [f(x) + c d f(x) dx = a d f(x) dx contoh: 2 3 4x dx + 3 3 4x dx = 2 4 4x dx 2 3 4x dx + 3 4 4x dx = 4x2 2 3 + 4x2 3 4 2 2 = 4. formula pangkat Contoh: x8 dx = x 8 + 1 8+1 = x9 9 = 1/9 x9 4 contoh: 2 x8 dx = x 8+1 2 4 8+1 =49–29 9 9 Kaidah 2. 4 3 – 6.4 2 .48] – [4. a b [f(x)+g(x)] dx = a b f(x) dx+a b g(x) dx contoh: 2 4 [6x2+4x] dx = 2 4 6.2 2 + 4.x3 2 4 – 4x2 2 4 3 = [6. x2 4 2 =4.3 2 2 2 2 2 = 4/2. 16 – 4/2. 64 – 2. 4 = 125 – 16 + 64 – 16 = 160 kaidah 6.4 2 – 4.8 =8 kaidah 5.4.9 – 4/2 . 2 3 + 4.4 3 – 6.22 2 2 = 4 .64 – 2.64 – 2.9 = 18 – 8 + 32 – 18 = 24 2 4 4x dx = 4 .4] = 128 – 16 – 64 + 16 = 64 kaidah 7.4 2 – 4.42–4. 16 – 4 . 16 – 4/2 .x2 dx+2 4 4x dx = 6.4 + 4 . 4 = 32 – 8 = 24 PENYELESAIAN SOAL-SOAL Kaidah 1. 4 + 4/2 .

dQ 14 2Q 14 2. Fungsi Total Utility (TU) dapat diperoleh dengan cara mengintergralkan fungsi marginal MU .U 1 2 1 2 1 59 . Fungsi Total Revenue (TR) dapat diperoleh dengan cara mengintegralkan fungsi marginal MR.Q.dQ revenuenya : TR 2. In x 2 4 = 33(In4 – In2) x 33 dx x x Kaidah 3. Fungsi Total Cost (TC) dapat diperoleh dengan cara mengintegralkan fungsi marginal Costnya : TC MC. Contoh : 1.4 Contoh: 2 33 dx = 33 2 4 1 dx = 33 . jika yang diketahui adalah persamaan fungsi marginal. formula penjumlahan Contoh: [x17 + e x+2] dx = x17 dx + e x+2 dx = 1/18 x18 2 4 + e x+2 + k contoh: 2 4[x17 + e x+2] dx = 2 4 x17 dx + 2 4 e x+2 2 4 = 1/18 x18 2 4 + ex+2 2 4 = 1/18 [4 18 – 2 18] + e4+2 – e2+2 = 1/18 [4 18 – 2 18 PENERAPAN INTEGRAL DALAM BISNIS DAN EKONOMI PENERAPAN DALAM BISNIS DAN EKONOMI Dalam bidang ekonomi. 1 2 dU 1 2 . U 2 .dU 1 1 1 2 4 . sedangkan Integral tertentu diantaranya digunakan untuk mencari Surplus Konsumen dan Surplus Produsen FUNGSI TOTAL Jika yang diketahui adalah persamaan fungsi total. formula eksponensial Contoh: ex dx = ex + k Contoh: 2 4 ex dx = ex 2 4 = e4 – e2 = -e4 –e2 Kaidah 4. maka untuk mengetahui persamaan fungsi marginal digunakan perhitungan diferensial. Integral tak tentu dapat dipergunakan di antaranya untuk mencari persamaan fungsi total.dQ 3. Sebaliknya.dQ Misalkan U = 14+2Q maka dU = 2dQ Dan dQ = ½ dU 14 2QdQ Sehingga: U . 12U .dQ utilitynya : TU Contoh Soal : Carilah Fungsi Total Revenue sebesar MR Jika berproduksi pada Q = 25 Jawab : TR MR. maka mencari persamaan fungsi totalnya dipergunakan hitungan Integral.

Qe) = (2.75). Bpk Alfreed Marshall menyebutnya surplus konsumen. dihitung dengan rumus Qe 1.63) Fungsi Qd = 75 – 3P 2 merupakan kurva parabola yang terbuka di bawah dengan titik puncaknya (P. SK 0 f (Q)dQ Atau p Qe. maka bagi setiap konsumen yang pada dasarnya memiliki keinginan untuk membeli barang tersebut dan memiliki kesanggupan untuk membeli barang tersebut walaupun harganya diatas Pe dinyatakan bahwa konsumen tersebut mengalami keuntungan.dP Contoh soal: Diberikan fungsi permintaan sebagai berikut : Qd = 75 – 3P 2 gambarkan fungsi tersebut pada sebuah grafik Qd vs P ! carilah surplus konsumenya jika harga pasar Pe = 2 Jawab : Qd = 75 – 3P 2 Qe = 75 – 3. Penggambaran : P P' Surplus konsumen (SK) Pe 0 Qe Q' Q Surplus konsumen = Luas daerah yang diarsir .25 8 Jadi total revenue-nya pada Q = 25 diperoleh sebesar 1/32 TR 4 1 4 1 4 1 32 Surplus Konsumen Yaitu : Keuntungan lebih (surplus)yang dinikmati oleh konsumen karna konsumen tersebut dapat membeli barang dengan harga pasar yang lebih murah daripada harga yang sanggup dibayarnya.4 Qe = 75 – 12 Qe = 63 Jadi (Pe.2 2 Qe = 75 – 3. SK pe f ( p).Pe 2.Qd) = (0.jika permintaan suatu barang dinyatakan dengan persamaan P= f (Qd)dan ternyata bahwa harga barang tersebutdipasar sebesar Pe.surplus konsumen tersebut dapat dihitung dengan menggambarkan fungsi permintaanya serta menghitung luas area di bawah kurva yang bersangkutantetapi diatas harga pasar Pe.1 4 1 2 U 1 14 2Q 14 2.penggunaan grafiknya : 60 .(Kesanggupan bayar > harga).

maka bagi setiap produsen yang pada dasarnya ingin menawarkan barang tersebut serta memiliki kesanggupan untuk menjual barang tersebut di atas harga pasar Pe dinyatakan bahwa produsen tersebut mengalami keuntungan.2 52 22 2.63) SK (75 3P 2 )dP 2 5 5 2 5 5 3 2 75 dP 3 p .Bapak Alfred Marshall menyebutnya surplus produsen.dq f ( p) dP 2 5 (2.(kesanggupan menjual < harga pasar) Jika fungsi penawaran suatu barang dinyatakan dengan persamaan P = f(Qs) dan ternyata bahwa harga barang tersebut dipasar sebesar Pe.Pe) Surplus Produsen P1 0 Qe Q surplus produsen = Luas daerah yang diarsir . dihitung dengan rumus : 61 .dP 2 2 p 2 75.Qd 75 63 Surplus konsuemen 0 63 2 5 P SK 0 5 f (Q).surplus produsen tersebut dapat dihitung dengan menggambarkan fungsi penawaranya serta menghitung luas area diatas kurva yang bersangkutan tetapi di atas harga pasar Pe Penggambaran : P Pe E(Qe.75 150 = 125 – 125 + 8 =8 125 8 SURPLUS PRODUSEN Yaitu : keuntungan lebih (surplus)yang dinikmati oleh produsen karena produsen tersebut dapat menjual barang dengan harga lebih tinggi daripada harga yang sanggup dijualnya.5 75.

dQ 0 0 (20.Qe) = (40. Surplus produsen : Qe SP Pe.4 2 5 2 0 2 40 atau 62 . Jawab: Fungsi penawaranya P = 20 +5Qs P – 20 = 5Qs 5Qs = P – 20 Qs = 1/5 P – 20/5 Qs = 1/5 P – 4 Diketahui bahwa harga keseimbangan pasar adalah 40.Qe 0 4 f (Q)dQ (20 5Q)dQ 0 40.4 4 4 160 160 20 dQ (5 Q.4) Penggambaran grafiknya Pe = 20 – 5Qs Pe = 40 Surplus Produsen P11= 20 0 4 Qs Daerah yang diarsir menunjukkan surplus produsen yaitu keuntungan yang diperoleh akibat harga dipasar di atas (lebih tinggi)dari kesanggupan menjual.Qe 0 f (Q)dQ atau Pe SP P f ( p)dP Contoh soal: Diberikan fungsi penawaran sebagai berikut : P = 20 + 5Qs gambarkan fungsi tersebut pada sebuah grafik P vs Q ! carilah surplus produsenya untuk harga pasar sebesar 40. Perhitungan mencari surplus produsen sebagai berikut. SP Pe. maka Untuk Pe = 40 Qe = 1/5P – 4 Qe = 1/5.Qe 1.40 – 4 Qe = 8 – 4 Qe = 4 Jadi (Pe.4) 20.0) 5 2 .

dQ Misalkan U = Q Sehingga dU = dQ Q Dan dV = e .40 4.dQ 2 e Q .Pe 40 SP Pu f ( P)dP 20 1 1 2 P 4 dP P 5 10 40 40 4P 20 20 1 1 .e Q e Q .dengan Q adalah julah output yang diproduksi dan di jual.40 2 .e Q 2 Q.V Diperoleh : TR Q 2 . Fungsi permintaan dan penawaran suatu barang masing – masing ditunjukan dengan fungsi sebagai berikut : Qd = 30 – 2P dan Qs = – 6 + P Hitunglah surplus konsumenya! Jawab: Mencari harga dipasar dengan cara : Qd = Qs 30 – 2P = – 6 +P 30 + 6 = P + 2P 36 = 3P maka Pe=12 dan Qe = –6 + 12 Qe = 6 Fungsi perimintaan : Qd = 30 – 2P Fungsi penawaran : Qs = – 6 + P 2p = 30 – Qd Qs + 6 = P P = 15 – ½ Qd P = Qs + 6 63 .e Q 2Q.e Q .e Q TR TR Q 2 ..2Q.dQ Dan dV = eQ. Jawab: TR MR.V Diperoleh : TR Q 2 .e Q 2Q.e Q Q 2 .20 10 10 160 40 160 80 40 PENYELESAIAN SOAL – SOAL Fungsi total 4.e Q TR TR Q 2 .dV U .e Q e Q .dU Maka dengan rumus : U .2Q.20 2 4. carilah fungsi total revenue dari fungsi marginal revenue : MR = Q 2eQ .dQ Sehingga V = eQ V .dQ Misalkan U = Q2 Sehingga dU = 2Q.dQ Sehingga V = eQ V .dU Maka dengan rumus : U .dQ eQ 2e Q Q 2 .e Q Q 2 . Q.e Q 2e Q Jadi fungsi Total Revenue : TR Surplus konsumen 5.dV U .dQ q 2 e Q .e Q 2 Q.dQ 2.

Fungsi permintaan suatu barang dinyatakan sebagai berikut: Q = 120 – 6P berapakah surplus konsumenya bila ternyata tingkat harga adalah 60? Gambarkanlah fungsi tersebut pada grafik (p vs Qs)dan lakukanlah perhitungannya dengan dua cara! 4.15 30.Qe 0 (15 1 / 2Q)dQ (12.us konsumenya sebesar 9.5 Qs +15. dari soal no 2 hitunglah surplus produsenya! Jawab Surplus produsen 6 6 6 1.Penggambaranya : P Surplus Konsumen P = Qs + 6 atau Qs = – 6 + P P´=15 Pe=12 Surplus Produsen P11= 6 P = 15 – ½ Qd atau Qd = 30 – 2P 0 6 Qe = 6 6 30 PSurplus Konsumen : SK 0 f (Q)dQ Pe . Fungsi penawaran dan permintaan suatu barang dipasar masing – masing dinyatakan sebagai berikut : Qd = 30 – 2 P dan Qs = – 66 + 10 64 .12 152 12 2 9 baik menghitung dengan menggunakan rumus ke-1 maupun dengan rumus ke-2 diperoleh surpl. SP pe .6 0 f (Q)dQ 72 0 (Q 6)dQ 72 1 2 Q 2 6 6 6Q 0 0 72 1 2 6 2 6. Fungsi penawaran dan permintaan suatu barang dipasar masing – masing dinyatakan sebagai berikut : Qd = 40 – 10P dan Qs = 12P – 4 Carilah keseimbangan harga dan kuantitasnya dipasar! Gambarkan kedua fungsi tersebut pada grafik (p vs Qs)! Carilah surplus konsumenya! Carilah surplus produsenya! 5. Carilah fungsi total biaya dari fungsi marginal biaya sebesar : MC ( Q .6 72 18 36 18 maka akan diperoleh surplus produsen sebesar 18.6 0 15 15 1 2 .6 72 90 9 72 9 4 atau 15 (30 2P)dP 30P 12 12 P 2 12 30. SELESAIKAN SOAL – SOAL LATIHAN DIBAWAH INI 1.Qe 0 f (Q)dQ 12.6) 6 15Q 0 1 2 Q 4 6 72 15. Surplus Produsen 6.Q ) 2 jika berproduksi dari range Q = 4 hingga Q = 8. Seorang produsen mempunyai fungsi penawaran terhadap suatu barang P 1. 2. berapakah surplus produsenya bila ternyata bahwa tingkat harga di pasar adalah 25? Gambarkanlah fungsi tersebut pada grafik (p vs Qs)dan lakukanlah perhitungannya dengan dua cara! 3.

betapapun banyaknya. Kendala dari A : 2. betapapun banyaknya. Margin laba adalah Rp. Nyatakan data tersebut dalam persamaan atau pertidaksamaan. 2. selesaikan masing – masing untuk x2 dalam kaitanya dengan x1 .5x1 + x2 ≤ 20 Kendala dari B : 3x1 + 3x2 ≤ 30 Kendala dari C : x1 + 2x2 ≤ 16 Kendala ketidaknegatifan : x1.Carilah keseimbangan harga dan kuantitasnya dipasar! Gambarkan kedua fungsi tersebut pada grafik (p vs Qs)! Carilah surplus konsumenya! Carilah surplus produsenya! Linier Programming Suatu Pendekatan Grafik 13. 3 jam untuk pemolesan. Pendekatan grafik digunakan dibawah ini untuk mencari bauran (output mix) yang akan memaksimumkan laba mingguan perusahaan tersebut.jadi Dari A x2 = 20 – 2. Apabila kendala pertidaksamaan yang dilibatkan lebih dari satu. Jika kendala-kendalanya tersebut. 4 per bangku. pertidaksamaan yang keempat merupakan suatu kendala ketidaknegatifan (nonnegativity constrain) yang ditentukan pada setiap soal untuk menghindarkan nilai negatif(karena itu tak dapat diterima)dari penyelesaian. dan 1 jam untuk pengepakan (C). Pendekatan grafik untuk maksimasi dan minimisasi diperagakan masing masing dalam contoh. dan 16 jam untuk pengepakan setiap minggu.5x1 (a) (b) 65 . dan 2 jam untuk pengepakan.5 jam untuk perakitan (A). Setiap bangku memerlukan 1 jam untuk perakitan. terbatas variabel. Situasi perekonomian seringkali mengharuskan pengoptimuman suatu fungsi di bawah beberapa kendala pertidaksamaan. menjadi Π = 3x1 + 4x2 Di bawah kendala. 3 per meja dan Rp. maka linier programming adalah lebih mudah. 1. Contoh 1 Sebuah pabrik memproduksi meja (x1) dan bangku (x2). 3 jam untuk pemolesan (B).5x1 Dari B x2 = 10 – x1 Dari C x2 = 8 – 0. Setiap meja memerlukan 2.pendakatan ini diperagakan dalam empat langkah yang mudah.1 Penyelesaian dengan Grafik Tujuan linier programming adalah untuk menetapkan alokasi sumberdaya yang langka secara optimal di antara produk atau aktivitas yang saling bersaing. Perusahaan tersebut tidak dapat menggunakan lebih dari 20 jam untuk perakitan.fungsi obyektifnya.fungsi yang akan dioptiumkan.x2 ≥ 0 Tiga pertidaksamaan pertama merupakan kendala – kendala teknis (echnical constrain) yang ditentukan oleh keadaan teknologi dan tersedianya input. Perlakukan ketiga kendala pertidaksamaan tersebut sebagai persamaan. dan gambarkan grafiknya. kendala penyelesaian yang termudah adalah dengan pendekatan grafik. 30 jam untuk pemolesan.

-. gambarkan fungsi obyektif sebagai suatu seri garis isoprofit. Dengan mensubstitusikan dalam (13.3) upamanya. Lihat gambar 13 – 2 (a).lihat gambar 13 – 1 (a).x2 ≥ 0.(a) yang terakhir adallah perpotongan kendala – kendala ketidaknegatifan.1).garis isoprofit tersebut mempunyai kemiringan . 66 perpotongan kedua kendala tersebut.3). Daerah yang digelapkan merupakan daerah yang mungkin memuat semua titik – titik yang memenuhi semua ketiga kendala kebutuhan ditambah kendala ketidaknegatifan.0).(16.(8. nilai tersebut akan ditenukan pada salah satu titik ekstrim (atau sudut) dari batas tersebut. untuk memperoleh pemecahan yang optimal dalam daerah yang memungkinkan. = 3(4) + 4(6) = 36. Daerah yang digelapkan disebut daerah yang memungkinkan (feasible region).jika ada.(6. Dengan menggunakan prosedur yang digunakan dalam contoh 1.8).2). 13.5).dan 18 untuk C. Di (7. Dimana x1 4 dan x 2 6 lihat gambar 13 – 1 (b).B dan C. masing – masing digambarkan oleh sumbuh tegak (vertikal) dan sumbu datar (horisontal).x1 dan x2 disebut variabel keputusan atau struktural (decision or stuktural variables).kendala ketidaknegatifan x1. Perlakukan pertidaksamaan selesaikan masing – masing untuk y2 dalam satuan y1 dan gambarkan grafiknya. Grafik dari pertidaksamaan “ lebih besar atau sama dengan ” akan mencakup semua titik – titik pada garis dan disebelah kanan garis. laba dimaksimumkan pada ekstrim(extreme point).harga y1 adalah Rp 2. Metode grafik digunakaqn dibawah ini untuk menentukan kombinasi biaya yang paling murah dari y1 dan y2 yang akan memenuhi semua kebutuhan minimum.(0.10).0) dalam gambar 13 – 1. Perhatikan bahwa terdapat sepuluh titik ekstrim : (0.(7. 3 x2 x1 4 4 Jadi. kendala dari A : 2y1 + y2 ≥ 14 kendala dari B : y1 + y2 ≥ 12 kendala dari C : y1 + 3y2 ≥ 18 kendala ketidaknegatifan y1.(4. fungsi obyektif yang akan diminimumkan adalah c = 2y1 + 4y2 di bawah kendala .y2 ≥ 0 dimana kendala teknisnya dibaca ≥ karena kebutuhan minimum harus dipenuhi tetapi ungkin dilampaui 2.2 DALIL TITIK EKSTRIM Dalil titik ekstrim menyatakan bahwa jika suatu nilai optimal yang memungkinkan (optimal feasible value) dari fungsi obyektif ada.gambar 13 .. 4. Produk y1 mempunyai dua unit A.(0. Kebutuhan harianya adalah 14 untuk A. Dengan menggambarkan suatu seri garis isoprofit (garis putus – putus) yng menunjukan laba(profit)yang semakin besar. Π = 3 (7) + 4(3) = 31 yang lebih rendah dari Π = 36 diatas. 1. Semuanya disebut penyelesaian dasar (basic solution) tetapi hanya lima terakhir yang merupakan penyelasaian dasar yang mungkin (basic feasible solution) karena penyelesaian – penyelesaian tersebut tidak melanggar kendala yang manapun.dan harga y2 adalah Rp 4.kita menemukan garis isoprofit yang menunjukan laba terbesar yang memungkinkan menyentuh daerah yang mungkin di E. produk y2 mempunyai satu unit masing – masing A dan B dan tiga unit C. Daerah itu memuat semua titik – titik yang memenuhi ketiga kendala ditambah kendala ketidaknegatifan.¾. Contoh 2.(10.0).dan satu unit masing – masing B dan C.0) dan (0. Biasanya hanya salah satu dari penyelesaian dasar yang mungkin tersebut yang akan optimal. 3.6).yang disebut titik . 12 untuk B. seorang petani ingin mengetahui bahwa ternak gembalanya memperoleh kebutuhan harian minimum dari tiga bahan pokok makanan pokok A.1 Grafik dari pertidaksamaan asal “ lebih kecil atau sama dengan ” akan mencakup semua titik – titik pada garis dan disebelah kiri garis.

s adalah suatu nilai positif yang sama dengan selisih antara 5x 1 + 3x2 dan 30.lihat contoh 3. (0.ini dilakukan dengan memasukan suatu variabel slack atau surplus yang terpisah (si) kedalam masing – masing pertidaksamaan (kendala ke i) dalam sistem tersebut.variabel surplus s = 0 jika 4x1 + 7x2 = 60.s2 = 12 y1 + 3y2 .karena perlunya persamaan. sistem perttidaksamaan linear harus dirubah menjadi sistem persamaan linear. variabel slack s = 0.10).jika 5x1 + 3x2 = 30.jadi c = 2(9) + 3(3) = 30 yang menunjukan suatu biaya yang lebih rendah ketimbang di titik ekstrim yang mungkin lainya. karena itu variabel surplus dikurangkan.(a) gambar 13 . sedemikian rupa sehingga 5x1 + 3x2 + s = 30. Suatu pertidaksamaan “ lebih besar atau sama dengan ” seperti 4x 1 + 7x2 ≥ 0 sedemikian rupa sehingga 4x1 + 7x2 – s = 60.2) y2 c 4 1 y1 2 Garis isocost terendah yang akan menyinggung dareah yang memungkinkan adalah garis singgung (tangen) di y1 9 dan y 2 3 dalam gambar 13 – 2 (b). Suatu pertidaksamaan “ lebih kecil atau sama dengan ” seperti 5x 1 + 3x2 ≤ 30 dapat dirubah menjadi suatu persamaan dengan menambahkan suatu variabel slack s ≥ 0.jika 4x1 + 7x2 = 60.3 VARIABEL SLACK DAN VARIABEL SURPLUS Soal yang melibatkan lebih dari dua variabel berada di luar lingkup pendekatan grafik dua dimensi yang disajikan dalam bab sebelumnya. Umpamanya di (2.s3 = 18 67 . gambarkan grafik fungsi obyektif sebagai suatu seri garis isocost (garis putus-putus) Dari (13. jika 5x1 + 3x2 < 30. s adalah suatu nilai positif yang sama dengn selisih antara 4x 1 + 7x2 dan 60 CONTOH 3 karena kendala – kendala teknis dala contoh 1 semua melibatkan pertidaksamaan “ lebih kecil atau sama dengan ” variabel slack ditambah sebagai berikut : 2.5x1 + x2 + s1 = 20 3x1 + 3x2 + s2 = 30 x1 + 2x2 + s3 = 16 dinyatakan dalam bentuk matriks. Untuk memperoleh penyelesaian optimal.s1 = 14 y1 + y2 .c = 2(2) + 4(10)[untuk soal meminimasi. 2y1 + y2 .0) tidak dalam daerah yang memungkinkan] 13.2 (b) 3.5 1 1 0 0 3 3 0 1 0 1 2 0 01 x2 s1 s2 20 30 16 s3 sebaliknya dalam contoh 2 semua kendala adalah “ lebih besar atau sama dengan ”. x1 2.

akan tetapi.dengan menetapkan x1 = 0 dan x2 = 0 akan menghasilkan suatu matriks identitas untuk s1.besarnya penyelesaian dasar dapat diberikan dengan rumus n! m!(n m)! dimana n! Dibaca n factorial lihat contoh 4 CONTOH 4 dengan mereduksi pertidaksamaan menjadi persamaan dalam contoh 3 menghasilkan tiga persamaan dan lima variabel.atau penyelesaian dasar dapat diperoleh.dengan menetapkan y1 = 0 dan y2 = 0 akan menghasilkan suatu matriks identitas yang negatif untuk s1.diperlihatkan dibawah ini. Jadi dengan menetapkan n – m variabel sama dengan nol menyelesaikan m persamaan untuk m variabel yang tersisa.lihat contoh 3.4 jam untuk percetakan dan 10 jam untuk pemotongan.Dalil dasar menyatakan bahwa untuk suatu sistem m persamaan dan n variabel.4 DALIL DASAR Untuk suatu sistem persamaan m yang konsisten dan variabel n.dimana n > m suatu penyelesaian dimana sedikitnya n .Dalam bentuk matriks.m variabel harus sama dengan nol untuk penyelesaian dasar 5 – 3 atau 2 variabel harus sama dengan nol untuk suatu penyelesaian dasar atau titik ekstrim. Jadi 5(4) (3) (2) (1) 10 3(2) (1) (2) (1) CONTOH 5. Sebuah pabrik khusus baja memproduksi dua tipe baja (g1 dan g2) tipe satu memerlukan 2 jam untuk peleburan.s2 = 30 dan s3 = 16 merupakan suatu penyelesaian dasar yang dapat dibaca secara langsung dari atriks tersebut. 5! 3!(2)! dimana 5! = 5(4) (3) (2) (1).perhitungan untuk menentukan (1) banyaknya variabel yang harus ditetapkan sama dengan nol untuk memperoleh suatu penyelesaian dasar dan (2) besarnya penyelesaian dasar yang ada. dengan menggunakan rumus untuk besarnya penyelesaian dasar.dua puluh jam untuk percetakan dan 60 jam untuk pemotongan.nyatakan data tersebut dalam persamaan – persamaan dan pertidaksamaan yang perlu untuk menetapkan bauran output yang akan memaksimumkan laba. dimana n > m akan terdapat sejumlah penyelesaian yang tak terhingga. y1 2 1 -1 0 0 1 1 0 -1 0 1 3 0 0 1 y2 s1 s2 s3 13. karena terdapat 3 persamaan dan 5 variabel .jadi s1 = 20. 1. Akan tetapi. Maksimumkan Π = 24 g1 +8 g2 Dibawah 2 g1 + 5 g2 ≤ 40 kendala peleburan 68 .s2.jadi s1 = -14.s2.marjin laba untuk tipe 1 adalah 24.1 jam untuk percetakan dan 5 jam untuk pemotongan. n!/[m!(n-m)] dan dengan mensubstitusikan parameter – parameter yang diketahui. banyaknya titik ekstrim adalah terhingga. 2.dan n.s2 = -12 dan s3 = -18 merupakan penyelesaian dasar. 14 12 18 SOAL DAN JAWABAN PERNYATAAN MATEMATIS ATAS MASALAH EKONOMI 1. Dalam matriks kedua.perhatikan bahwa penyelesaian dasar tersngebut bukan suatu penyelesaian dasar yang memungkinkan karena melanggar kendala ketidaknegatifan.suatu titik ekstrim. Beberapa dasar dapat dibaca secara langsung dari matriks tanpa suatu manipulasi aljabar.m variabel saa dengan nol merupakan titik ekstrim.s3. Dalam atriks pertama. tipe dua memerlukan 5 jam untuk peleburan.empat puluh jam tersedia untuk peleburan.s3.untuk tipe 2 adalah 8.

1) Gambarkan grafik kendala – kendala pertidaksamaan setelah menyelesaikan masing – masing untuk g2 dalam g1 2) Grafikan kembali dan hitamkan daerah yang memungkinkan(feasible region).. dan evaluasilah fungsi obyektif pada nilai – nilai ini. Sebuah perusahaan gilingan batu untuk pekarangan rumah memproduksi dua macam batu.Dengan memakai persamaan persamaan dan pertidaksamaan. kasar (x1) dan halus (x2). Merk 2 harganya Rp 4.. 4) Bacalah setiap nilai kritis untuk g1dan g2 pada titik singgung. x2.. Tepung tulang (x2) memberikan 4 unit zat besi dan 1 unit vitamin. Dari soal 1. Tentukan bauran output yang memaksimumkan laba dengan menyederhanakan data ini menjadi persamaan – persamaan dan pertidaksamaan. batu halus memerlukan 6 jam untuk penghancuran. Seorang yang gandrung model hidup sehat ingin memperoleh minimum 36 unit vitamin A.dan tariklah suatu garis putus – putus. 3 jam untuk pengayakan dan 2 jam untuk pengeringan. dengan menggunakan data dibawah. x3 ≥ 0 GRAFIK UNTUK PENYELESAIAN 5. 5 jam untuk pengayakan dan 8 jam untuk pengeringan. Marjin laba untuk batu kasar adlah 40. dan 32 unit vitamin D setiap hari. Di perusahaan tersebut tersedia waktu 36 jam untuk penghancuran. Pak samin memastikan bahwa ayam – ayamnya mendapatkan paling sedikit 24 unit zat besi dan 8 unit vitamin setiap hari. Merk 1 harganya Rp 3.bagaimana makanan – makanan tersebut harus dicampur untuk memberikan pemmenuhan yang paling murah atas kebutuhan harian jika harga makanan tersebut masing – masing Rp 40.batu kerikil yang kasar memerlukan 2 jam untuk penghancuran.. 3) Hitunglah kemiringan fungsi obyektif. Maksimumkan Dibawah Π = 24 g1 + 8 g2 2 g1 + 5 g2 ≤ 40 kendala 1 4 g1 + g2 ≤ 20 kendala 2 69 .4 g1 + g2 ≤ 20 kendala percetakan 10 g1 + 5 g2 ≤ 60 kendala pemotongan g1 + g2 ≥ 0 2.dan memberikan 3 unit vitamin A. 30 jam untuk pengayakan dan 40 jam untuk pengeringan. 28 unit vitamin C.dan Rp 60.padi – padian (x3) memberikan 2 unit zat besi dan 1 unit vitamin. Jagung (x1) memberikan 2 unit zat besi dan 5 unit vitamin. 2 unit vitamin C dan 2 unit vitamin D.taruhlah penggaris diatas kemiringan ini gerakkan penggaris tersebut ke titik singgung dengan fungsi obyektif. Maksimumkan Dibawah Π = 40 x1 + 50 x2 2 x1 + 6 x2 ≤ 36 kendala penghancuran 5 x1 + 3 x2 ≤ 30 kendala pengayakan 8 x1 + 2 x2 ≤ 40 kendala pengeringan x1 + x2 ≥ 0 3. bagaimanakah kombinasi paling murah yang menjamin kebutuhan harian? Minimumkan Dibawah c = 3 y1 + 4 y2 2 y1 + 3 y2 ≥ 36 kendala vitamin A 2 y1 + 2 y2 ≥ 28 kendala vitamin C 8 y1 + 2 y2 ≥ 32 kendala vitamin D y1 + y2 ≥ 0 4.Minimumkan c = 40 x1 + 20 x2 + 60 x3 Dibawah 2 x1 + 4 x2 + 2 x3 ≥ 24 kendala vitamin zat besi 5 x1 + x2 + x3 ≥ 24 kendala vitamin x1.Rp 20. 2 unit vitamin Cdan 8 unit vitamin D.dan memberikan 2 unit vitamin A. untuk batu halus adalah 50.

3 (b). Kerjakan kembali seperti soal diatas apabila diketahui data berikut : Minimumkan c = 4 x1 + 2 x2 Dibawah 4 x1 + x2 ≥ 20 kendala 1 2 x1 + x2 ≥ 14 kendala 2 x1 + 6 x2 ≥ 18 kendala 3 x1.g2=Π/8– 3 g1. gambar 13. kerjakan kembali seperti soal 5.jadi Π= 24(4) + 8(4) = 128 (a) gambar 13. Dari fungsi obyektif.3 (a). g2 = 8. perhatikan bahwa kendala ketidaknegatifan hanya membatasi analisis pada kuadran pertama.gkin dignh 10 g1 + 5 g2 ≤ 60 kendala 3 g1 + g2 ≥ 0 kendala – kendala pertidaksamaan tersebut harus digrafikan seperti terlihat dalam gambar 13.apabila g2 = 0. kemiringan = .3 (b) 6. kemiringan = -3.g1 = 20. x2 = Π /50 – 4/5 x1. x2 ≥ 0 70 . Daerah yang mungkin digrafikan dalam gambar 13. dari g2 = 8 – 2/5 g1.4/5. x1 =3 dan x2 = 5. g1 = 4 dan g2 = 4. yang diperoleh dalam soal 2 Maksimumkan Π = 40 x1 + 50 x2 Dibawah 2 x1 + 6 x2 ≤ 36 kendala 1 5 x1 + 3 x2 ≤ 30 kendala 2 8 x1 + 2 x2 ≤ 40 kendala 3 x1 + x2 ≥ 0 lihat gambar 13.untuk kendala 1. dengan menggunakan data berikut. jadi Π = 40(3) + 50 (5) = 370 (a) gambar 13. apabila g1 = 0.4 (b) untuk daerah yang memungkinkan.4 (b) PENYELESAIAN OPTIMAL BERGANDA 7. dalam gambar 13. Dari fungsi obyektif.4 (a) untuk kendala yang digrafikan.4 (b). di titik singgung.

maka tidak terdapat penyelesaian tunggal optimal yang memungkinkan. x2 ≥ 0 (a) untuk pertidaksamaan “lebih besar atau sama dengan”. yaitu c = 4(3) = 38 atau c = 4(6) + 2(2) = 28 VARIABEL SLACK DAN SURPLUS 8. 2 y1 + 5 y2 + s1 = 40 4 y1 + y2 + s2 = 20 10 y1 + 5 y2 + s3 = 60 y1 (b) 2 5 1 4 1 0 10 5 0 0 0 1 0 0 1 y2 s1 s2 s3 40 20 60 9.5 Dalamgambar 13. 2 x1 + 3 x2 .(a) (b) gambar 13. fungsi obyektif dan kendala 2 adalah secara linear tergantung (tak bebas) karena yang satu dapat dinyatakansebagai penggandaan dari yang lain. Perhatikan bahwa penyelesaian optimal berganda tidak menyangkal dalil titik ekstrim.8) dan (6.2) juga termasuk dalam penyelesaian optimal.jadi. y2 ≥ 0 (a) untuk pertidaksamaan “lebih kecil atau sama dengan”.penyelesaian optimal berganda (multiple optial solution) akan terjadi bilamana terdapat ketergantungan linear antara fungsi obyektif dan salah satu kendala.5 dengan garis isocost menyinggung kendalan kedua.s3 = 32 71 . Tambahkan variabel slack. Dala kasus ini. (a) ubahlah kendala – kendala pertidaksamaan dalam data berikut menjadi persamaan dengan menambahkan variabel slack atau mengurangkan variabel surplus dan (b) nyatakan persamaan tersebut dalam bentuk matriks.jadi.8) dan (6.s2 = 28 8 x1 + 2 x2 . kurangkan variabel surplus. Maksimumkan Π = 24 y1 + 8 y2 Dibawah 2 y1 + 5 y2 ≤ 40 4 y1 + y2 ≤ 20 10 y1 + 5 y2 ≤ 60 y1 . Setiap titik antara garis (3.2) akan meminimumkan fungsi obyektif dibawah kendala tersebut.karena titik – titik ekstrim (3. Kerjakan seperti soal di atas untuk yang berikut : Minimumkan c = 60 x1 + 80 x2 Dibawah 2 x1 + 3 x2 ≥ 36 2 x1 + 2 x2 ≥ 28 8 x1 + 2 x2 ≥ 32 x1.s1 = 36 2 x1 + 2 x2 .

karna paling sedikit n – m variabel harus sama dengan noluntuk suatu penyelesaian dasar.g3 ≥ 0 g1 (a) 6 4 5 -1 0 6 g1 + 4 g2 + 5g3 ≥ 30 3 6 5 0 -1 g2 g3 s1 s2 30 20 3 g1 + 6 g2 + 5g3 ≥ 20 (b) (c) karena terdapat dua persamaan dan 5 variabel.karena keduanya negatif penyelesaian – penyelesaian ini tidak dapat menjadi suatu penyelesaian dasar yang memungkinkan LIN EAR PROGRAMMING ALGORITMA SIMPLEKS : 14.variabel – variabel yang disamakan dengan nol pada langkah tertentu disebut tidak dalam basis atau tidak dalam penyelesaian. penyelesaian dasar pertamanya adalah s1 30 dan s2 20 . 6x1 + 2x2 ≤ 36 2x1 + 4x2 ≤ 28 72 .1. Algoritma simpleks digunakan sebagai berikut untuk memeksimumkan laba. (d) tentukanlah penyelesaian dasar pertama dari matriks tersebut.g2. Contoh . Tentukan (b) banyaknya variabel yang harus ditetapkan sama dengan nol untuk memperoleh penyelesaian dasar dan (c) banyaknya penyelesaian dasar yang ada. variabel – variabel yang tidak ditetapkan saa dengan nol disebut dalam basis atau dalam penyelesaian. ALGORITMA SIMPLEKS : MAKSIMASI Algoritma adalah suatu kaidah aatau suatu prosedur sistematis untuk mendapatkan penyelesaian suatu soal. n – m variabel ditetapkan saa dengan nol dala setiap langkah dari prosedur tersebut. Metode simpleks diilustrasikan dalam contoh 1 untuk maksimisasi dan dalam contoh 3 untuk miniisasi. dan penyelesaian diperoleh dengan menyelesaikan m persamaan untuk m variabel sisanya. Algoritma bergerak dari satu penyelesaian dasar yang mungkin ke penyelesaian dasar yang lain. Atau lebih sederhana variabel – variabel dasar. sampai penyelesaian optimal dicapai. (a) Reduksikan kendala – kendala pertidaksamaan dari data berikut ini menjadi persamaan dan nyatakan dalam bentuk matriks. Algoritma simpleks adalah suatu metode(atau prosedur perhitungan) untuk menentukan penyelesaian dasar yang memungkan atas asuatu sistem persamaan dan pengujian keoptimalan penyelesaian tersebut. Minimumkan c = 54 g1 + 48 g2 + 50g3 Di bawah 6 g1 + 4 g2 + 5g3 ≥ 30 3 g1 + 6 g2 + 5g3 ≥ 20 g1. apabila ditentukan Π = 5x1 + 3x2 Di bawah kendala. sembari selalu menyempurnakan penyelesaian sebelumnya. maka sebanyak n – m = 5 – 2 = 3 variabel harus ditetapkan sama dengan nol untuk suatu penyelesaian dasar.x1 (b) 2 3 -1 0 0 2 2 0 -1 0 8 2 0 0 -1 x2 s1 s2 s3 36 28 32 10. Banyaknya penyelesaian adalah n! m!(n m) (d) 5! 2!(3!) 5(4)(3)(2)(1) 2(1)(3)(2)(1) 10 Dengan menetapkan g1 = g2 =g3 = 0.

s2 = 40. Tabel Sipleks Awal x1. Karena 36 memberikan rasio terkecil 36 40 28 . suatu variabel diasukan kedalam basis dan salah satu variabel sebelumnya berada dalam basis harus dikeluarkan. suatu penyelesaian mendasar yang baru diperiksa. x1 6 2 1 0 0 5 5 0 1 0 2 4 0 0 -1 x2 s1 s2 36 40 28 s3 iii) Susunlah suatu tabel simpleks awal yang terdiri dari matriks koefisien dari persamaan kendala dan vektor kolom dari konstanta letakan diatas satu baris dari indiktor yang merupakan negatif – negatif dari koefisien fungsi obyektif dan sebuah koefisien nol untuk masing – masing variabel slack. Baris dengan ratio pemindahan terkecil (yaitu baris pivot) dengan mengabaikan rasio – rasio lebih kecil atau sama dengan nol. Dengan menetapkan x1 = 0 dan x2 = 0. Karena vektor 6 6 5 2 satuan (unit vektor) dengan 1 dalm baris pertamanya berada dibawah kolo s 1. Untuk bergerak kesuatu penyelesaian mendasar baruyang mungkin. seperti dalam contoh 5 bab 3. Elemen kolom konstanta dari baris terakhir adalah juga nol.5x1 + 5x2 ≤ 40 1. Karna -5 dalam kolom pertama (atau x1)merupakan indikator negatif dengan nilai absolut terbesar. maka s1 akan meninggalkan basis. Proses pemilihan variabel yang dimasukan dan variabel yang dikeluarkan tersebut dinamakan perubahan basis (change of basis) i) Indikator negatif dengan nilai absolut terbesar akan menentukan variabel yang asuk ke dala basis.akan menentukan variabel yang meninggalkan baris.s1 = 36. Rasio pemindahan diperoleh dengan membagi elemen kolom konstan dengan elemen kolom pivot. ii) Variabel yang dieliminasi ditentukan oleh rasio pemindahan (displacement ratio). 2. fungsi obyektif mempunyai nilai nol.sesuai deng n nilai fungsi obyektif di titik asal (kalau x 1 = x2 = 0) Tabel simpleks awal : x1 x2 s1 s2 s3  2 1 0 0 5 5 0 1 0 2 4 0 0 1 -5 -3 0 0 0 indikator konstanta 36 40 28 0 iv) Penyelesaian mendasar pertama yang mungkin dapat dibaca dari tabel s impleks awal. Elemen Pivot dan Perubahan Dasar (basis) Untuk menaikan nilai fungsi obyektif. x1 di asukan ke dalam basis x1enjadi kolom pivot dan ditandai dengan anak panah. Elemen pivotnya adalah  elemen pada perpotongan kolom variabel 73 .x2 ≥ 0 i) Ubahlah pertidaksamaan menjadi persamaan dengan menambahkan variabel – variabel slack 6x1 + 2x2 + s1 = 36 5x1 + 5x2 + s2 = 40 2x1 + 4x2 + s3 = 28 ii) Nyatakan persamaan – persamaan kendala dalam bentuk matriks. s3 = 28 pada penyelesaian mendasar pertama yang mung kin tersebut. baris1 merupakan baris pivot.

Jadi 10 3 menjadi elemen pivot yang baru. seperti dala metode eliminasi Gauss ( lihat butir 10. 3 i. Kalikan baris2 dengan 10 x1 x2 s1 s2 s3 1 0 0 0 1 3 konstanta 6 3 16 30 74 1 6 1 4 1 3 5 6 0 3 10 0 0 1 10 3 4 3 0 1 0 0 .yang masuk ke basis dan baris yang berhubungan dengan variabel yang meninggalkan basis(yaitu elemen pada perpotongan baris pivot dan kolo pivot) 3. 30) merupakan nilai fungsi obyektif pada penyelesaian mendasar kedua yang mungkin. kalikan baris1 dengan 1 . Karena vector satuan dengan 1 dalam baris keduanya adalah dibawah s2 . eleen terakhir dala baris terakhir (dalam hal ini. Dengan mengubah basis dan melakukan pivoting kontinu menurut kaidah di atas sampai hal ini di capai. Dengan menetapkan x2 = 0 dan s1 = 0 . ini memberikan tabel kedua x1 x2 s1 s2 s3 1 0 0 0 1 3 konstanta 6 10 16 0 30 1 6 5 6 1 3 5 6 0 1 0 0 10 3 10 3 4 3 0 1 0 Penyelesaian mendasar kedua yang mungkin dapat dilihat secara langsung dari tabel kedua.dan s3 = 16. sekarang tinggal suatu atriks identitas yang memberikan x1 = 6. kolom2 menjadi kolom pivotnya. Pivoting Pivoting adalh proses penyelesaian m persamaan dalam bentuk m varibel yang sekarang berada dala basis.swebagai berikut : i) Kalikan baris pivot dengan kebalikan (reciprocal) dari eleen pivot. pivoting hanya meliputi pengubahan elemen pivot menjadi 1 dan semua eleen lainya dalam kolom pivot menjadi nol. Karena hanya satu variabel baru yang memasukibasis pada setiap langkah proses.dan langkah sebelumnya selalu melibatkan suatu matriks identitas. s2 = 0. 6 Tabel kedua: x1 x2 s1 s2 s3 1 1 3 konstanta 6 40 28 0 1 6 0 0 5 5 0 1 0 2 4 0 0 1 -5 -3 0 0 0 ii) Setelah mereduksi elemen pivot menjadi 1. 4. maka s2 akan meninggalkan basis untuk mempivot.12). Dalam hal ini. Dengan membagi kolom konstanta dengan kolom pivot memperlihatkan bahwa rasio terkecil adalah dalam baris kedua. Maka x2 3 dimasukan kedalam basis. Di sini. rampungkan kolom pivotnya. Optimisasi Fungsi obyektif di maksimumkan kalau tidak terdapat indikator negative dalam baris terakhir. kurangkan 5 kali baris1 dari baris2. Karena 4 dalam kolom kedua merupakan satu – satunya indikator negative.2 kali baris1 dari baris3 dan tambahkan 5 kali baris1 ke baris4.

Untuk gabar grafik lihat contoh 13. ALGORITMA SIMPLEKS : MINIMISASI Apabila algoritma simpleks digunakan untuk mencari suatu nilai minimal. Nilai optimal dari fungsi dari fungsi obyektif akan selalu sama dengan penjumlahan dari nilai marginal setiap input dikalikan kuantitas yang tersedia dari masing – masing input.lihat contoh 3.C melambangkan berbagai konstanta dalam kendala 1.2. menghasilkan table ketiga Tabel ketiga x1 x2 1 0 0 0 0 1 0 0 s1 1 4 1 4 10 3 kali baris2 dari baris3. fungsi obyektif tersebut mencapai suatu maksimum pada 34 .1) dan (2) mengevaluasi jimlah nilai marginal dari sumberdaya (resources). Elemen terakhir dalam baris terakhir menunjukan bahwa x1 5 .11. Dengan s1 0 dan s 2 0 . 1. para mahasiswa mungkin lebih baik membaca bab 15 terlebih dahulu. Π = 5x1 + 3x2 5x1 + 5x2 + s2 = 40 = 5(5) + 3(3) = 34 5(5) + 5(3) + 0 = 40 6x1 + 2x2 + s1 = 36 2x1 + 4x2 + s3 = 28 6(5) + 2(3) + 0= 36 2(5) + 4(3) + 6 = 28 2. jawaban pada contoh 1 dapat dicek dengan (1) substitusi nilai – nilai kritis baik dalam persamaan fungsi obyektif maupun persamaan kendala dalam (14. 14. Kemudian kurangkan 1 kali baris2 dari baris1. Nilai indicator dibawah setiap variabel slack dalam tabel terakhir menyatakan nilai marginal (marginal value) atau harga bayangan (Shadow price) dari input yang berhubungan dengan variabel tersebut. dari (14. erarti tidak sepenuhnya dimanfaatkan penyelesaian optimal dan nilai marginalnya adalah nol (yaitu penambahan satu lagi unit lain. dan sebesar 5 atau 40 sen untuk kenaikan satu unit dalam nilai konstanta dari kendala 2.2. Jadi.tidak akan menambah sesuatupun pada fungsi laba). 75 . oleh karena itu. karena kendala 3 mempunyai variabel slack positif.1) tidak terdapat variabel slack dalam dua kendala yang pertama dan dua input yang pertama semuanya habis. dengan s 3 6 .3. laba akan naik sebesar ½ unit atau 2 50 sen untuk perubahan satu unit dalam nilai konstanta dari kendala 1. 6 unit dari input yang ketiga tetap tidak terpadu. Umpamakan A. 3 kali baris2 ke baris4. Karena tidak terdapat indicator negative yang tertinggal dalam baris terakhir. NILAI MARGINAL ATAU HARGA BAYANGAN. s1 0 . Akan tetapi.ii. yaitu berapa banyak fungsi obyektif akan berubah sebagai akibat dari kenaikan satu unit dalam input tersebut. Π = MPA (A) + MPB (B) + MPC (C) = 1 2 (36) + 2 5 (40) + 0 (28) = 34 14. yang di bahas dalam bab 15. dan sebesar 0 untuk kenaikan satu unit dalam nilai konstanta dari kendala 3. seringkali akan lebih mudah untuk menyelesaikan soal – soal minimasi dengan memakai dua. s 3 6 . nilai negative yang dihasilkan oleh variabel surplus menghadirkan suatu soal istimewa. ini merupakan penyelesaian optimal. x 2 3 . s 2 0 . alam contoh 1. Semua sarat harus dienuhi untuk suatu optimum.dan tambahkan 4 3 s2 1 10 3 10 s3 0 0 1 0 konstanta 5 3 6 34 1 2 1 2 -1 2 5 Penyelesaian mendasar ketiga yang memungkinkan dapat dibaca secara langsung dari tabel tersebut.3.B. CONTOH 2.

seperti dalam simpleks awal untuk maksimisasi. 2 x1+ x2 ≥ 14 x1+ x2 ≥ 12 x1+ 3 x2 ≥ 18 x1 . x1 2 1 -1 0 0 1 1 0 -1 0 1 3 0 0 -1 x2 s1 s2 s3 Dari matriks tersebut jelas bahwa jika x1 = 0 dan x2 = 0. ubahlah pertidaksamaan menjadi persamaan dengan mengurangkan variabel – variabel surplus 2 x1+ x2 – s1 = 14 x1+ x2 – s2 = 12 x1+ 3 x2 – s2 = 18 ii. Tabel Simpleks Awal yang Disesuaikan untuk Meminimisasi. harus di msukan variabel – varaibel buatan (artificial variables). penyelesaian dasar tidak mungkin karena s 1 = -14. s3 = -18 dan nilai negatif adalah tidak mungkin (nonfeasible).2) diatas baris indicator yang negatif dari koefisien – koefisien fungsi obyektif. tabel simpleks awal (sedikit dimodifikasi) i. dimana c = 2 x1+ 2 x2 . dibawah kendala – kendala gizi. x1 x2 s1 s2 s3 A1 A2 A3 konstanta 2 1 -1 0 0 1 0 1 1 0 -1 0 0 1 1 3 0 0 -1 0 0 -2 -4 0 0 0 -M -M indikator 0 0 1 -M 14 12 18 76 . s2 = -12. Nyatakan persamaan kendala dalam bentuk matriks.CONTOH 3. Buatlah tabel simpleks awal dengan meletakan matriks koefisien dan vector kolom dari konstanta dalam (14. Untuk mengatasi masalah tersebut. Tambahkan variabel – variabel buatan. dimana M adalah suatu bilangan besar yang tidak mungkin (impossibly large number) untuk meyakinkan bahwa A akan dikeluarkan dari penyelesaian optimal. Jadi. Fungsi obyektif mempunyai koefisien – koefisiennol untuk variabel surplus dan koefisien – koefisien M variabel – variabel buatan. i. Variabel tersebut tidak mempunyai makna ekonomi. Sutu variabel yang terpisah ditambahkan untuk masing – masing pertidaksamaan asal yang bersifat “lebih besar atau sama dengan”. iii. dengan y sekarang dig anti x. x2 ≥ 0 1. Data tersebut berasal dari contoh 2 dalam bab13. Variabel buatan (Ai ≥ 0)adalah suatu variabel kosong (dummy variable) yang ditambahkan dengan maksud khusus untuk menghasilkan suatu penyelesaian dasar awal yang mungkin. x1 14 12 18 x2 2 1 -1 0 0 1 0 1 1 0 -1 0 0 1 1 3 0 0 -1 0 0 0 0 1 s1 s2 s3 A1 A2 A3 14 12 18 2. algoritma simpleks digunakan di bawah ini untuk meminimumkan biaya.

sebagaimana ditandai dengan anak panah. Jadi x 2 menjadi kolom pivot. 44M . Pengulangan (Reiterasi) 77 . 3. persis untuk soal maksimisasi. Kurangi elemen pivot menjadi 1 dengan mengalikan baris 3 oleh 2 1 1 3 1 3 1 1 1 -1 0 0 0 0 -1 0 0 -1 3 1 0 0 0 1 0 0 0 0 1 3 14 12 6 44M 4M-2 5M-4 -M -M -M 0 0 ii. bukan indicator . A2 = 12. dan (5M-4) kali baris3 dari baris4 Tabel kedua : x1 x2 s1 s2 s3 A1 A2 A3 konstanta 5 3 2 3 1 3 0 0 1 3 -1 0 0 0 -1 0 1 3 1 3 1 0 0 0 0 1 0 -1 3 -1 3 1 3 8 6 6 14M + 24 -1 3 2M . Baris pivot dan variabel yang meninggalkan basis ditentukan oleh rasio terkecil yang dihasilkan dari pembagian elemen – elemen kolom pivot. Pivoting i. Dengan mengandaikan x1 = x2 = s1 = s2 = s3 = 0. Untuk menimasi. maka baris3 menjadi baris pivot. 4. Elemen Fivot i. suatu bilangan besar yang tidak mungkin. carilah perubahan basis. karena 18 6 merupakan rasio terkecil yang dihasilkan. A3 = 18. A3 3 akan meninggalkan basis karena vector satuan dengan 1 dalam baris ketiga adalah berhubungan dengan A3. Kemudian pindahkan M dari kolom variabel buatan dengan menambahkan M kali ( baris1 + baris2 + baris3). 5M – 4 merupakan indicator positif terbesar.ii.2 0 -M -M 0 -5M 4 3 5. ii. Untuk menurunkan biaya. elemen pivot pada perpotongan kolom pivot dan baris pivot adalah 3.ini akan menghasilkan tabel awal.4 3 7M . Rampungkan kolom pivot dengan engurangkan baris3 dari baris1 dan baris2. dan fungsi obyektifnya adalah 44M. penyelesaian mendasar pertama yang memungkinkan adalah A1 = 14. indicator positif terbesar akan menentukan kolom pivot dan variabel yang memasuki basis. Karena elemen terakhir dari baris paling bawah . Tabel awal x1 x2 s1 s2 s3 A1 A2 A3 konstanta 2 1 -1 1 1 0 1  0 4M-2 5M-4 -M 0 -1 0 -M 0 0 -1 -M 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 0 14 12 18 44M Penyelesaian mendasar pertama yang unkindapat dilihat secara langsung dari tabel awal tersebut.

proses tersebut berjalan terus.2 5 M-6 5 0 -6M 6 5 . jadi x1 masuk ke basis dan A1 meninggalkan basis. Pivot Keempat i.6M 6 5 14M 136 5 3 ii.7M 5 22 5 14M 136 5 2M . dan kurangkan 1 baris2 dari baris3 dan [2M – 2)/5] baris2 dari 5 baris4.7M 5 2 14 5 0 -M 0 0 22 5 2M . x1 1 0 0 0 x2 0 0 1 0 s1 3 -5 2 5 1 5 1 3 baris1 dari baris3. baris pivot yang baru adalah baris1.Selama masih ada suatu indikator positif.4 3 7M .`12 . Kalikan baris2 dengan 5 2 1 0 0 0 0 0 1 0 3 -5 0 5 2 1 5 1 2 2 5 3 5 0 5 2 -1 5 . 3 i.`12 2 5 24 5 1 1 5 -1 -1 5 . 3 -5 0 0 1 0 3 0 -1 0 1 5 1 3 3 5 0 1 0 -1 3 -1 3 1 3 24 5 0 0 0 0 0 6 6 14M + 24 -1 3 2M . dan (7M s2 0 -1 0 -M s3 1 5 1 5 2 5 A1 3 5 2 5 A2 0 1 0 2 A3 -1 5 -1 5 2 5 konstanta 24 5 14 5 -1 5 . Rampungkan kolom1 dengan mengurangkan 2 baris1 dari baris2.2 -M -M 0 -5M 4 3 ii.`12 2 5 konstanta 9 7 3 30 78 0 -1 0 0 -1 -M+1 -M+1 . 6. menghasilkan tabel ketiga. Tabel keempat x1 1 0 0 0 x2 0 0 1 0 s1 0 1 1 5 s2 -3 2 5 2 s3 1 2 1 2 2 5 A1 0 -1 -1 5 -M A2 3 2 5 2 A3 . 3 – 2)/3] baris1 dari baris4. Tambahkan 5 baris2 ke baris1. Kalikan baris1 dengan 1 2 3 1 3 3 5 . Kolo pivot yang baru menjadi kolom1.elemen pivotnya adalah 5 .2 5 M-6 5 .

indikator darivariabel – variabel buatan semuanya negatif dalam tabel terakhir. Dengan indicator untuk s1 sama dengan nol. c = MCA(A) + MCB(B) + MCC(C) = 0(14) + 1(12) + 1(18) = 30 79 . 3.konstan dalam kendala 1. dan s 3 0 . biaya total akan sama dengan jumlah dari berbagai kebutuhan dikalikan harga bayangan masing – masing. elemen – elemen koefisien dari dari variabel surplus(s1. Dengan s 2 s 3 0 . Akan tetapi.3. Dengan s1 7 kebutuhan pertama dipenuhi secara berlebih sebesar 7 unit. Jawaban pada contoh 1 dapat dicek dengan (1) substitusi nilai – nilai kritis baik dalam persamaan fungsi obyektif maupun persamaan kendala.-. suatu penyelesaian optimal yang mungkin telah dicapai. Ini harus selalu cocok untuk suatu penyelesaian optimal.misalkan A. tidak terdapat surplus. 4. A3). karena nilai absolut indikator untuk s2 dan s3 adalah 1. pengurangan satu unit dalam kebutuhan gizi pertama tidak akan mengurangi biaya. nilai fungsi obyektif ditunjkan oleh elemen terakhir dari baris terakhir. penyelesaian dasar optimal yang memungkinkan tersebut dapat dibaca secara langsung dari tabel keempat x1 9 . pengurangan satu unit dalam kebutuhan gizi kedua dan ketiga akan mengurangi biaya sebesar Rp 1. Untuk penyelesaian dual soal pada soal yang sama. lihat contoh 4 dan 5 dalam bab 15.2.s3) selalu sama dengan negatif dari elemen – elemen koefisien untuk variabel – variabel buatanya yang berkaitan (A1. s1 7 . 2. A2.B. 5.dengan memishkan matriks identitas. dimana c 30 Beberapa hal penting untuk diperhatikan : 1. dan (2) mengevaluasi jumlah biaya marginal sumberdaya. suatu variabel buatan tidak akan pernah tampak dalam basis tabel terakhir jika suatu penyelesaian dasar optimal yang mungkin telah dicapai.Dengan semua indikator negatif.s2. CONTOH 4. dan memperhatikan bahwa vector satuan untuk x 2 dan s1 berbalikan. Nilai absolut dari indicator untuk variabel – variabel surplus memberikan nilai marginal atau harga bayangan dari kendala. s 2 0 . sebagaimana halnya nilai marginal. x 2 3 . Ini harus cocok dalam setiap yang berurutan dapat membantu dalam menemukan kesalahnmatematis. 1. c = 2x1 + 4x2 x1 + x2 – s2 = 12 = 2(9) + 4(3) = 30 9 + 3 – 0 =12 2x1 + x2 – s1 = 14 x1 + 3x2 – s3 = 18 2(9) + 3 – 7 = 14 9 + 3(3) – 0 = 18 2. kebutuhan kedua dn ketiga dipenuhi secara tepat .C melambangkan konstan .

y2 ≥ 0 1. Tentukan harga bayangan dari input (atau kebutuhan) untuk kendalanya. 5 2 3 1 2 -3 ii.5 1 1 0 0 3 3 0 1 0 1 2 0 0 1 iii. 2. Tambahkan variabel slack pada kendala untuk membuatnya jada persamaan . s2 = 30. Rasio pemindahan terkecil yang diperoleh dari pembagian elemen kolom konstanta dengan elemen kolom pivot menentukan baris pivot. Ubahlah elemen pivot menjdin1 dengan mengalikan baris3 dengan ½ . 3 kali baris3 dari baris2 . Jadi. Maksimumkan Π = 3y1 + 4y2 Yang terikat pada 2. dan s3 = 16. 2. dan tambahkan 4 kali baris3 ke baris4 80 . Buatkan tabel simpleks awal i. 1 1 0 0 3 0 1 0 1 0 0 1 2 -4 0 0 0 20 30 8 0 Rampungkan kolom pivot dengan mengurangkan baris3 dari baris1 . Indikator negatif dengan nilai absolute terbesar (anak panah) menentukan kolom pivot. Merubah basis. Gunakan algoritma simpleks untuk menyelesaikan system persamaan dan pertidaksamaan berikut. y2 s1 s2 20 30 16 s3 Bentuklah tabel simpleks awal yang terdiri dari matriks koefisien persamaan kendala dan vector kolom konstan yang diletakan diatas baris indikator yang negatif dari koefisien – koefisien fungsi obyektif dengan koefisien nol untuk variabel awal : Tabel awal : y1 5 2 y2 s1 s2 s3 1 3  -4  1 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 konstanta 20 30 16 0 3 1 -3 Dengan menetapkan y1 = y2 = 0. 3. penyelesaian mendasar pertama yang mungkin adalah s1 = 20.5y1 + y2 ≤ 20 3y1 + 3y2 ≤ 30 y1 + 2y2 ≤ 16 y1.  menjadi elemen pivot.5y1 + y2 + s1= 20 3y1 + 3y2 + s2 = 30 y1 + 2y2 + s3= 16 ii. Nyatakan persamaan – persamaan tersebut dalam nentuk matriks y1 2. elemen pada perpotongan baris pivot dan kolom pivot. Pivot.SOAL DAN JAWABAN MAKSIMISASI 1. Π = 0. pada penyelesaian mendasar pertama yang mungkin tersebut. i.

Dengan mengoreksi fakta bahwa vektor – vektor satuan dari matriks identitas tidak beraturan (out of order).x2 ≥ 0 1. dan tambahkan barsi2 ke baris4. 2 i. 2 dan 1. Tentukan harga bayangan dari masing – masing persyaratan kendalanya. Gunakan algoritma simpleks untuk menyelesaikan system persamaan dan pertidaksamaan yang diberikan di bawah ini. dan 3 adalah elemen pivot. Ubahlah basis pada pivotnya sekali lagi. dan nyatakan dalam bentuk matriks. 3 MINIMISASI 2. y 1 4 . Harga bayangan dari input berturut – turut adalah 0.s1= 36 2 x1 + 2 x2 .Tabel kedua : y1 2 3 2 1 2 y2 s1 s2 s3 0 0 1 0 0 1 -1 2 -3 2 1 2 konstanta 12 6 1 0 0 8 -1 0 0 0 2 32  4. s 2 0 . ½ kali baris2 dari baris3. Kalikan baris2 dengan 2 1 1 2 3 2 0 0 1 0 0 2 3 -1 2 -1 1 2 12 4 8 32 -1 1 0 0 0 0 0 2 ii. s1 4 . Tabel final : y1 0 1 0 0 y2 s1 0 0 1 0 s2 s3 3 2 konstanta 4 4 6 36 1 -4 3 0 2 3 -1 1 2 0 -1 3 0 2 3 1 Karena tidak terdapat indikator negatif yang tertinggal. Miniumkan Yang terikat pada c = 60 x1 + 80 x2 2 x1 + 3 x2 ≥ 36 8 x1 + 2 x2 ≥ 32 2 x1 + 2 x2 ≥ 28 x1.s2 = 28 8 x1 + 2 x2 . baris2 baris pivot. Ubahlah pertidaksamaan menjadi persamaan dengan mengurangkan variabel – variabel surplus. lihat contoh 1 dalam bab 13 dimana x digunakan sebagai pengganti y. s 3 0 . tbel fina dapat diperoleh. dan Π = 36. Rampungkan kolom pivot dengan mengurangkan 2 kali baris 2 dari baris1 .s3= 32 81 . y 2 6 . 2 x1 + 3 x2 . Kolom 1 adalah kolom pivot.

Kalikan baris3 dengan 2 2 1 3 2 1 4 1 8 -1 0 0 -M 0 -1 0 -M 0 0 -1 8 -M 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 8 36 28 4 96M 12M-60 7M-80 0 82 . Tabel awal x1 x2 s1 -1 0 0 0 s2 0 -1 0 0 s3 0 0 -1 0 A1 1 0 0 -M A2 0 1 0 -M A3 0 0 1 -M konstanta 36 28 32 30 2 3 2 2  2 12M-60 7M-80 3. x1 2 2 8 -60 x2 3 2 2 -80 s1 -1 0 0 0 s2 0 -1 0 0 s3 0 0 -1 0 A1 1 0 0 -M A2 0 1 0 -M A3 0 0 1 -M konstanta 36 28 32 30 14 12 18 Rampungkan kolom – kolom variabel buatan M dengan menambahkan M dikalikan (baris1 + baris2 + baris3) ke baris4 untuk mendapatkan tabel awal. Karena 12M -60 merupakan indikator positif terbesar dan 32 adalah rasio pemindahan terkecil.x1 2 2 8 3 2 2 -1 0 0 0 -1 0 0 0 -1 x2 s1 s2 20 30 16 s3 Karena penyelesaian dasar pertamanya tidak akan mungkin. dan koefisien yang secara semu (M) untuk variabel – variabel buatan. Buatlah tabel awal dengan melengtakan matriks koefisien dan vektor kolom dari konstanta di atas negatif darikoefisien – koefisien fungsi obyektif yang mempunyai koefisien nol untuk variabel – variabel surplus. 8 adalah elemen pivotnya. tambahkan variabel – variabel buatan x1 x2 2 1 -1 0 0 1 0 1 1 0 -1 0 0 1 1 3 0 0 -1 0 0 0 0 1 s1 s2 s3 A1 A2 A3 2. Pilihlah elemen pivotnya dan pivotkan. 8 i.

Dengan engingat bahwa eleen negatif tidak dapat digunakan 3 dalam penyebut dari rasio pemindahan.20 -1 1 . dan (12M-60) kali baris3 dari baris4 Tabel kedua : x1 x2 s1 s2 s3 A1 A2 A3 konstanta 0 0 1 0 5 2 3 2 1 4 -1 0 0 0 -1 0 M 1 4 1 4 1 8 1 0 0 15 0 1 0 0 0 0 1 3M 2 15 28 20 4 48M + 240 4M-65 -M -M 0 2 4. Pivotkan lagi i.10 16 5 3 . 2 5 kali baris2 dari baris3 dan 83 .ii. s1 s2 0 -1 0 s3 1 10 1 10 1 4 baris1 dari baris3. Kurangkan 2 kali baris3 dari baris1.10 56 5 konstanta 2 -5 3 5 1 10 3 -5 1 . Pivotkan untuk ketiga kali.10 1 . Kalikan baris2 dengan 5 3 0 1 10 2 3 0 0 1 0 1 0 0 0 2 -5 0 5 3 1 . 5 merupakan eleen pivot yang baru. Tambahkan 10 kali baris2 ke baris1 dan kurangkan + [(3M/5).10 56 5 16 3 6 3 1 1 10 -5 3 0 26 -M M 10 1 6 3 .10 -1 6 3 20 0 26 0 3M 5 1 8M 5 11M 10 1 16M 5 968 =+ + 1 ii.26]kali baris2 dari baris4 iii. Kurangkan x1 0 0 1 0 x2 1 0 0 0 3 2 baris1 dari baris2.10 56 5 -1 4 1 8 3M 15 2 20 4 48M+ 240 - 0 0 4M–65 -M -M =+ + + ii.20 3 20 4 1 3M 5 26 -M  M 1 8M 26 0 5 10 11M 10 48M + 240 5. 2 kali baris3 dari baris2. i. Kalikan baris1 dengan 2 5 0 -1 0 1 10 1 4 1 8 M 15 2 2 3 0 0 1 0 1 3 2 1 4 -2 3 0 0 0 0 1 0 0 1 . dan (4M – 65) baris1 dari baris4 A1 2 3 A2 0 1 0 A3 1 .

dan c 1000 . Pivotkan keempat kali i. 1 6 0 0 1 0 1 0 0 0 0 6 0 0 1 6 -2 3 10 1 6 0 -6 0 -M 2 3 -1 6 -1 1 6 40 3 1 1 6 10 -1 6 32 2 3 130 3 10 3 M 130 3 M 1 6 10 3 3320 3 ii. Kurangkan 10 3 kali baris2 dari baris1. dan s 3 32 . x1 6 . Buatlah tabel awal Tabel awal . Gunakan algoritma simpleks untuk menyelesikan persamaan dan pertidaksamaan – pertidaksamaan berikut Minimukan c = 4x1 + 2x2 Yang terikat pada 4x1 + x2 ≥ 20 x1 + 6x2 ≥ 18 2x1 + x2 ≥ 14 x1. s1 s2 0. PENYELESAIAN OPTIMAL BERGANDA 3. x1 x2 s1 -1 0 0 -M s2 0 -1 0 -M s3 0 0 -1 -M A1 1 0 0 0 A2 0 1 0 0 A3 0 0 1 0 konstanta 20 14 18 52M 4 1 2 1 1  7M-4 8M-2 84 . dan kurangkan kali baris2 dsari baris4 Tabel final : x1 x2 s1 s2 s3 0 0 1 0 1 0 0 0 -1 1 6 -10 1 -3 2 -20 -10 A1 A2 A3 -0 -1 0 -M konstanta 8 32 6 1000 0 1 -1 1 -6 10 3 0 -1 2 0 -M+20 -M +10 Dengan memperhatikan urutan dari vektor – vektor unit. tambahkan kali baris2 ke baris3.x2 ≥ 0 1. Harga bayangan dari persyaratan yang erupakan kendala masing – masing adalah 20.Tabel keempat : x1 0 0 1 0 x2 1 0 0 0 s1 0 1 0 0 s2 -2 3 5 3 s3 1 6 1 6 A1 0 -1 0 -M A2 2 3 A3 -1 6 -1 6 1 6 konstanta 40 3 16 3 2 3 5 3 1 6 -1 6 -1 6 M 130 3 130 3 10 3  M 10 3 3320 3 6. dan 0. Kalikan baris2 dengan 6.10. x2 8 .

s 2 0 . Kalikan baris3 dengan 1 setelah menurunkan elemen pivot menjadi 1. (2) memberikan cara yang cepat untuk menentukan apakah suatu pemakaian terdapat pemecahan sebelum di coba. Kalikan baris1 dengan 23 . s1 6 .23 11 23 s2 0 -1 0 22 s3 1 23 2 23 4 . Pivot sekali lagi. kurangkan Tabel final . x1 x2 s1 s2 s3 A1 A2 A3 konstanta 23 6 11 6 0 0 1 11 -1 0 0 -M 0 -1 0 -M 1 6 1 6 1 0 0 0 0 1 0 0 1 6 1 6 1 6 4 1 3 17 11 3 28M + 6 1 6 -1 6 M 1 3 17M 3 0  6 3.11 2 11 konstanta 6 6 2 28 - - -2 0 -M+2 -M Dari tabel final x1 6 .11 23 1 . Bilamana suatu variabel yang tidak berada dalam basis mempunyai indikator nol. maka pasti terdapat lebih dari satu penyelesaian optimal. Ini berarti bahwa variabel s3 dapat dimasukan ke basis tanpa mempengaruhi nilai fungsi obyektif. x1 1 0 0 0 x2 s1 0 0 1 0 0 1 0 0 s2 6 . Akan tetapi. Pivotkan. x 2 2 .23 1 23 0 22 4 23 25M 4 23 11M 23 -M 34M 23 0 66M 23 512 4.23 2M 4 23 A1 6 23 A2 A3 1 0 . s 3 0 . Kemudian kurangkan +6 baris3. Kalikan baris2 dengan baris1. fungsi obyektif pasti mempunyai penyelesaian optimal berganda. yang tidak terdapat basis terakhir. Karena fungsi obyektif telah berada pada optimum. dan [(11M – 22/23)] kali baris2 dari baris4 s3 1 11 2 11 2 11 A1 0 -1 0 -M A2 6 11 23 11 1 11 A3 1 . Dasar – Dasar Aljabar Matriks atau Linear 1. Kemudian tambahkan 6 23 kali baris2 ke kali baris2 dari baris3.11 23 . s 3 .2.11 1 11 1 23 23 11 . dan [(17 – 11)3] kali baris1 dari baris4 Tabel ketiga . dan (3) memberikan 85 . 6 kurangkan baris3 dari baris1 dan dan dari baris2 dan (8M – 2) kali baris3 dari baris4 menghasilkan tabel kedua Tabel kedua . 11 6 kali baris1 dari x1 x2 1 0 0 0 0 0 1 0 s1 6 .1 PERANAN ALJABAR MATRIKS Alajabar matriks (1) memungkinkan untuk menyatakan suatu system persamaan yang rumit dalam suatu cara yang ringkas dan sederhana. Dan c 28 .23 konstanta 102 23 66 23 52 23 . mempunyai indikator nol.11 2 .23 2 1 . Pivot ketiga kali.

yang di baca m kali n. Jika matriks terdiri dari stu baris. Karena banyak hubungan ekonomi dapat di dekati dengan persamaan linear dan yang lain dapat dikonversikan menjadi hubungan linear. saluran 1 2 3 4 papan luncur tongkat tali . pembatasan ini umumnya tidak memberikan persoalan yang serius. Penempatanya adalah tepat dalam matriks. Bilangan pada deretan vertkal disebut kolom. suatu fungsi non linear. Karena baris selalu mendahului kolom dalam notasi matriks. matiks tersebut adalah vekor kolom. DEVINISI DAN ISTILAH Matriks adalah deretan bilangan.2. yang masing – masing mempunyai tempat yang ditata secara cermat dalam matriks. Matriks yang mengkonversikan baris A menjadi kolm dan kolom A menjadi baris disebut transpose A dan diberi tanda A' (atau AT). α32 adalah elemen yan berada pada baris ketiga. matriks memberikan cara yang ringkas untuk mengendalikan persediaan. Contoh 2. jumlah baris sama dengan jumlah kolom ( yaitu m = n ).temali 120 180 175 140 110 180 190 170 90 210 160 180 pakaian ski 150 110 80 140 Dengan membaca menyusun baris matriks. fungsi eksponensial dan fungsi pangkat yang lain dapat dengan mudah dikonversikan menjadi fungsi linear. dan kemudian di selesaikan dengan aljabar matriks. seperti fungsi produksi Cobb-Douglas yang umum Q=AKα Lβ Dapat dengan mudah dikonversikan menjadi fungsi linear dangan mencari logaritma masing – masing ruas. Bilangan – bilangan ( parameter atau variabel) disebut sebagai elemen matriks. maka matriks tersebut adlah vector baris. yang di susun dalam 3 baris dan 3 kolom. bilangan baris selalu mendahului bilangan kolom. Contoh 1.sarana penyelesain system persamaan. kolom kedua. Jika matriks terdiri dari satu kolom tunggal sedemikian rupa sehingga dimensinya m x 1. kolom ketiga. Banyaknya baris (m) dan kolom (n) menentukan dimensi matriks ( m x n ). aljabar matriks hanya dapat diterapkan pada system persamaan linear. Elemen – elemen tersebut semuanya mempunyai subscript ganda. Jadi matriks tersebut adlah matriks bujur sangkar. 86 . diketahui a 11 a 12 a 13 a 23 a 33 (3x3) A a 21 a 22 a 31 a 32 B 3 9 8 4 2 7 C (2x3) 7 4 5 D (3x1) 3 0 1 (1x3) A adalah matriks umum terdiri dari 3 x 3 = 9 elemen. Dalam matriks bujur sangkar square matrix). Perhatikan bahwa tidak ada tanda baca yang memisahkan elemen – elemen suatu matrik. Dengan mambaca menurun suatu kolom matriks. parameter atau variabel yang disusun segi empat. mungkin untuk membantu mengingat subscript tersebut dengan istilah BK atau beberapa cara yang lain untuk nmembantu mengingat.sebagai berikut : Log Q = log A + α log K +β log L Dengan cara serupa. perusahaan dapat menentukan persediaan setiap jenis produksinya. Contoh 3. Jadi α23 adalah elemen yang berada pada baris kedua. Akan tetapi. yang pertama menunjukan baris dimana elemen tersebut berada dan yang kedua menunjukan kolomnya. untuk sebuah perusahaan dengan beberapa saluran distribusi yang menjual beberapa produk yang berbeda. perusahaan deapat menentukan tingkat persediaan dalam setiap saluran distribusinya. dengan dimensi 1 x n. 1.

hasil perkalian skalar k A.B adalah matriks 2 x 3. Perkalian matriks dengan bilangan atau scalar meliputi perkalian setiap elemen dari matriks tersebut dengan bilangan itu. Transpose A adalah a 11 a 21 a 31 A' a 12 a 13 a 22 a 23 a 32 a 33 5 Dan transpose C adalah C' 7 4 1. dengan mengetahui matriks A dan matriks B. Contoh 4.07 disebut skalar.α12 ke b12.7 2-5 6-4 (2x2) 3 2 -3 2 (2x2) Contoh 5. Prosesnya disebut perkalian skalar (scalar multiplication)karena menaikan atau menurunkan matriks tersebut menurut besarnya skalar. C adalah vector kolom dengan dimensi (3 x 1). penjumlahan A + B di hitung dibawah ini. bilangan sederhana seperti 12. Contoh 6. D adalah vector baris dengan dimensi (1 x 3). PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN MATRIKS Penjumlahan (dan pengurangan) dua matriks A + B (atau A – B) mengharuskan matriks – matriks tersebut berdimensi sama. apabila diketahui matiks – matriks C dan D. misalkan matriks mula – mula S dan selesaikan S + D.diperoleh sebagai berikut . PERKALIAN SKALAR Dalam aljabar matriks. dan seterusnya.3. dengan menjumlahkan elemen – elemen yang bersesuaian dari masing – masing matriks tersebut. misalkan pengiriman D dilakukan ke saluran – saluran distribusi perusahaan dalam contoh 1. elemen b21 -nya adlah 4. Setiap elemen matriks yang satu kemudian ditambahkan ke (dikurangkan dari) b11 dalam B.berapa tingkat persediaan yang baru?. D 40 20 50 10 25 30 10 60 15 0 40 70 60 40 10 50 Untuk mendapatkan tingkat persediaan yang baru. 8 9 7 1 3 6 A 3 6 2 4 5 10 B (3x3) 5 2 4 7 9 2 (3x3) A B 8 1 9 3 7 6 3 5 6 2 2 4 4 7 5 9 10 2 (3x3) 9 12 13 8 8 6 11 14 12 ( 3 x 3) Selisih C – D. S D 120 200 175 140 40 25 15 60 110 20 180 30 190 0 170 40 90 210 160 180 50 10 40 10 150 110 80 140 10 60 70 50 160 225 190 200 130 210 190 210 140 220 200 190 160 170 150 190 1.0.-2.4. C 4 9 2 6 D (2x2) 1 7 5 4 C (2x2) D 4 -1 9 . elemen b12 -nya adlah 9. apabila diketahui k = 8 dan 87 .

Pembalikan susunan perkalian dalam salah satu vektor di atas dan dengan diperolehnya perkalian vektor kolom – baris (BA atau DC) akan menghasilkan jawaban yang sama sekali berbeda. apabila diketahui 12 1 A A 4 7 2 9 (1x4) 5 6 (4x1) di hitung sebagai berikut. dan menjumlahkan hasilnya : AB = (a11 x b11) + (a12 x b21) + (a13 x b31) dan seterusnya. Jadi hasil perkalian baris – kolom akan merupakan suatu bilangan tunggal atau scalar. PERKALIAN VEKTOR Perkalian vektor baris (A) dengan vektor kolom (B) mensyaratkan masing – masing vektor mempunyai jumlah elemen yang persis sama. AB = 4(12) + 7(1) + 2(5) + 9(6) = 48 + 7 + 10 + 54 = 119 Hasilkali vektor – vektor berikut : A adalah 3 6 8 (1x3) A 2 4 5 (3x1) CD = (3 x 2) + (6 x 4) + (8 x 5) = 6 + 24 + 40 = 70 Perhatikan bahwa karena masing – masing pasangan vektor diatas mempunyai jumlah elemen yang sama.A Diperlihatkan dibawah ini. Ini dipakai sebagai dasar untuk semua perkalian matriks.6. Hasilkali baris – kolom tersebut disebut hasilkali dalam (inner product). mensyaratkan bahwa kedua matriks tersebut bersesuaian yaitu bahwa n1 = m2. Contoh 8. matriks awal (lead matriks) saa dengan jumlah di bahbaris pada 2.5. sehinga setiap elemen cij dari atriks hasilkali C adlah suatu skalar yang berasal dari perkalian baris ke i dari matriks awal dan kolom ke j dari matriks akhir. 1. menurut kaidah untuk perkalian vektor baris dan vektor kolom yang di bahas dalam butir 1.5. hasilkali baris – kolom kemudian di pakai sebagai elemen dalam formasi dari matriks hasilkali sedemikian rupa. hasilkali AB dari vektor baris A dan vektor kolom B. Setiap vektor baris pada matriks awal kemudian dikalikan dengan setiap vektor kolom dari matriks akhir. Diketahui 88 . atau jumlah kolom pada 1. perkalian adalah mungkin. PERKALIAN MATRIKS Perkalian dua matriks berdimensi (m x n)1 dan (m x n)2. matriks akhir (lag matriks). Perkalian vektor baris kolom adlah penting sekali. hasilkalinya didapatkan dengan mengalikan elemen – elemen individual dari vektor baris dengan elemen – elemen yang beresesuaian dengan vektor kolom. Kemudian. Contoh 7. 8(6) 8(9) 6 9 2 7 8 4 (3x2) kA 8(2) 8(7) 8(8) 8(4) (3x2) 48 72 16 56 64 32 (3x2) 1.

(3 x 2) = (2 x 3) (3 x 3) matriks – matriks tersebut adalah bersesuaian dan dimensi dari matriks hasil kali BC merupakan (3 x 3). Pertama. dengan menggunakan metode yang sama : 6(1) 12(2) 6(7) 12(4) 6(8) 12(3) 30 90 84 BC E 5(1) 10(2) 5(7) 10(4) 5(8) 10(3) 25 75 70 13(2) 2(2) 13(7) 2(4) 13(8) 2(3) (3x3) 17 99 110 (3x3) Contoh 10. jadi. dua matriks tersebut akan sesuai untuk perkalian dalam susunan yang diberikan. dalam susunan yang benar..-. AB dikatakan telah di tetapkan (defined) untuk BC.karena (4 x 4) = (4 x 1) 89 . Jadi AC tidak di tetapkan. tali Rp 100.. kalikan baris pertama matriks awal dengan kolom pertama matriks akhir untuk mecari elemen pertama d11 matriks hasil kali D. tongkat Rp 50. dan kalikan S dengan P : V SP 120 200 175 140 110 180 190 170 90 210 160 180 150 110 80 140 ( 4 x 4) 200 50 100 150 ( 4 x1) Matriks – matriks tersebut bersesuaian dan matriks hasil kalinya merupakan 4 x 1. misalkan bahwa harga papan luncur adlah Rp 200. Dengan mengacu ke contoh 1. karena tidak ada lagi kolom yang tersisa dalam matriks akhir. adlah dengan menata dua pasang dimensi tersebut dalam mana matriks – matriks tersebut akan dikalikan.dan pakaian ski Rp 150. 3(6) 6(5) 7 (13) 3(12) 6(10) 7 (2) 139 110 AB D 12(6) 9(5) 11(13) 12(12) 9(10) 11(2) (2x2) 260 256 (2x2) Hasil kali BC dihitung dibawah ini. bergeraklah ke baris kedua matriks awal. dan bilangan – bilangan di luar lingkaran akan menunjukan. akhirnya. (2 x 3) = (3 x 2) (2x 2) matriks – matriks tersebut memenuhi syarat persesuaian dan dimensi dari matriks hasil kali AB adalah (2 x 2). hasil kali dari dua matriks itu dapat di cari. Untuk BC (2 x 3) ≠ (2 x 3) A dan C tidak bersesuaian untuk perkalian.. setelah menentukan persesuaian AB dalam contoh 8. nyatakan harga tersebut sebagai sebuah vector kolom (P). kemudian kalikan baris pertama matriks awal dengan kolom kedua matriks akhiruntuk mendapatkan d12. yang akan di terapkan sebelum melakukan setiap perkalian mmatriks. Contoh 9. dimensi dari matriks hasil kali.-. Kalikan baris kedua matriks awal dengan kolom pertama matriks akhir untuk mendapatkan d12. Jika mereka sama. Untuk mencari nilai persediaan (V) pada berbagai saluran distribusi.A 3 6 12 9 7 11 B (2x3) 6 12 5 10 13 2 A (3x2) 1 7 2 4 8 3 (2x3) Suatu pengujian ringkas (cepat) untuk melihat adanya persesuaian (conformability). kemudian dalam hati lingkarilah bilangan terakhir dari pasang pertama dan dan bilangan pertama dari pasang kedua. kalikan baris kedua matriks awal dengan kolom kedua matriks akhir untuk mendapatkan d22. Jadi untuk AB. Apabila dua matriks seperti AB adalah bersesuaian.

perkalian scalar adalah komutatif (yaitu kA = Ak). Untuk alas an yang sama. AB akan menjadi 2 x 2 3(6) 6(5) 7 (13) 3(12) 6(10) 7 (2) 139 110 AB 12(6) 9(5) 11(13) 12(12) 9(10) 11(2) (2x2) 260 256 (2x2) BA adalah bersesuaian (3 x 2) = (2 x 3). Karena pengurangan matriksA – B dapat dirubah mebjadi penjumlahan matriks A + (-B). hal yang sama berlaku untuk pengurangan matriks. Jika terdapat tiga atau lebih matriks yang bersesuaian. Jadi.500 75.2 6 1 4 11 4 Contoh 12.(4 x 1) Jadi. buktikan bahwa (1) A + B = B + A dan (2) A – B = –B + A. (XY)Z = X(YZ).penjumlahan matriks juga asosiatif. 90 . Diketahui. Tunduk pada sarat yang sama ini. (2 x 3) = (3 x 2). 17 6 6 2 23 8 6 17 2 6 23 8 (2). Akan tetapi. 4 11 3 7 A B 17 6 6 2 Untuk membuktikan bahwa penjumlahan dan pengurangan matriks adalah komutatif.7. AB 6(3) 12(12) 5(3) 10(12) 13(3) 2 (12) 6(6) 12(9) 5(6) 10(9) 13(6) 2(9) BA akan menjadi 3 x 2 6(7) 12(11) 162 5(7) 10(11) 135 13(7) 2(11) (3x3) 63 144 120 96 174 145 113 (3x3) karena itu AB ≠ BA. sebagai berikut : AB adalah sesuai. maka pengurangan matriks juga komutatif dan asosiatif.000 86.7 11 . Contoh 13. V 120(200) 200(200) 175(200) 140(200) 110(50) 90(100) 150(150) 180(50) 210(100) 110(150) 190(50) 160(100) 80(150) 170(50) 180(100) 140(150) ( 4 x1) 61.6 17 .Z(e x f) dimana b = c dan d = e. A 3 6 7 12 9 11 B ( 2 x 3) 6 12 5 10 13 2 (3 x 2) Dapat di buktikan bahwa perkalian atriks tidak komutatif dengan membuktikan AB ≠ BA. yaitu X(a x b).500 72. ASOSIATIF DAN DISTRIBUTIF DALAM ALJABAR MATRIKS Penjumlahan matriks adalah komutatif (yaitu A + B = B + A).seringkali matriks – matriks tidak bersesuaian dalam dua arah. adalah tidak komutatif (yaitu AB ≠ BA). dengan beberapa perkecualian. HUKUM KOMUTATIF. dan susunan penjumlahan tidak dipentingkan. Perhitungan tersebut diperlihatkan di bawah ini 4 3 11 7 7 18 3 4 7 11 7 18 A B B A (1). Diketahui.500 ( 4 x1) 1. Perkalian matriksm. Diketahui.3 4 . perkalian matriks juga distributive A(B + C) = AB + AC. (A + B) + C = A + (B + C). Contoh 11. Y(c x d). karena penjumlahan matriks hanya melibatkan penjumlahan elemen – elemen yang bersesuaian dari dua matriks. A B 4 3 11 7 17 6 6 2 1 4 11 4 B A . hukum asosiatif akan berlaku selama matriks – matriks tersebut dikalikan dalam urutan persesuaian (conformability).

MATRIKS IDENTITAS DAN MATRIKS NULL Matriks identitas I adalah suatu matriks bujur sangkar yang mempunyai 1 untuk setiap elemen pada diagonal utama dari kiri ke kanan dan nol di setiap tempat yang lain. perhitungan – perhitungan tersebut diperlihatkan di bawah ini 7 10 14 1 2 3 6 7 0 0 0 1 0 0 0 1 7(1) 9(1) 1(1) 10(0) 2(0) 3(0) 14(0) 6 (0) 7 (0) 7(0) 9(0) 1(0) 10(1) 2(1) 3(1) 14(0) 6 (0) 7 (0) 7(0) 9(0) 1(0) 10(0) 2(0) 3(0) 14(1) 6 (1) 7 (1) (1). Penjumlahan atau pengurangan matriks null tidak membawa perubahan terhadap matriks asalnya. yaitu (AB)C = A(BC).adalah matriks idempotent (idempotent matrix). matriks identitas serupa dengan bilangan 1 dalam aljabar karea perkalian suatu matriks dengan matriks identitas tidak membawa perubahan terhadap matriks asal (yaitu AI = IA = A). 1.A 7 1 8 5 3 6 B (3 x 2) 4 9 2 6 10 5 B ( 2 x 3) 2 6 7 ( 3 x1) Untuk membuktikan bahwa perkalian matriks adalah asosiatif. setiap matriks utuk mana A = A' adalah matriks simetris (symmetric matrix). Matriks identitas adalah simetri dan idempotent. (3). apabila subscript digunakan. 5(0) 12(0) 5(0) 12(0) 20(0) 4(0) 20(0) 4(0) 5 0 12 0 20 0 4 0 5 12 20 4 terbukti terbukti PERNYATAAN MATRIKS DARI SERANGKAIAN PERSAMAAN LINEAR 91 . apabila diketahui. yaitu B + N = B. AI 9 1 AI 7 9 1 BN B N 10 14 2 6 3 7 terbukti 0 0 0 0 (2). A 7 9 1 10 14 2 6 3 7 B 5 12 20 4 N 0 0 0 0 I 1 0 0 0 1 0 0 0 1 Dapat dibuktikan bahwa : (1) perkalian dengan suatu matriks identitas tidak menimbulkan tambahan terhadap matriks asalnya.8. Lihat contoh 14.n menunjukan dimensi matriks (m x n). Matriks simetris untuk mana A x A = A. seperti pada In. perkalian suatu matriks identitas dengan dirinya sendiri meninggalkan matriks identitas tidak berubah : I x I = I2= I. perkalian dengan matriks null menghasilkan matriks null. Matriks null terdiridari semuanya nol dan dapat berdimensi sembarang .9. perhitunganya adalah sebagai berikut : A 7(4) 5(2) 1(4) 3 (2) 8(4) 6(2) 38 10 44 93 27 108 7(9) 5(6) 1(9) 3 (6) 8(9) 6(6) 95 25 110 2 6 7 7(10) 5(5) 1(10) 3 (5) 8(10) 6(5) ( 3 x 3) 38 10 44 93 27 108 95 25 110 ( 3 x 3) ( AB)C ( 3 x 3) ( 3 x1) 38(2) 93(6) 95(7) 10(2) 27 (6) 25(7) 44(2) 108(6) 110(7) ( 3 x1) 1299 357 1506 ( 3 x1) BC 4(2) 9(6) 10(7) 2(2) 6(6) 5(7) ( 2 x1) 132 75 ( 2 x1) A( BC ) 7 1 8 5 3 6 132 75 (3 x 2) (2 x) 7(132) 5(75) 1(132) 3(75) 8(132) 6(75) ( 3 x1) 1299 357 1506 terbukti ( 3 x1) 1. yaitu BN = N dan (3) penjumlahan atau pengurangan matriks null tidak mengakibatkan matriks asalnya berubah. tidak perlu bujur sangkar. Contoh 14. (2) perkalian dengan suatu matriks null menghasilkan matriks null. yaitu AI = A.

asalkan konstanta tersebut tidak sama dengan nol. dan B = vektor kolom konstanta.dalam hati balikan susunan perkalian matriks: w 8 12 . tiga operasi barisdasar memungkinkan (1) setiap dua baris suatu matriks saling tukar. (2) setiap baris atau baris – baris dakalikan dengan suatu konstanta. X dan B akan selalu berupa vektor kolom. dan (3) setiap kelipatan suatu baris ditambahkan ke atau dikurangkan dari baris yang lain. Sebagai ilustrasai sederhana. sistem persamaan yang diketahui tersebut dapat dinyatakan dalam bentuk matriks A(2x4)W(4x1) =B(2x1) 1. Saling menukar dua baris tersebut : 8x + 4y = 28 5x + 2y = 16 2.7 2 x 139 3 . operasi baris. Mengalikan suatu baris dengan suatu konstanta.Aljabar matriks memungkinkan pengungkapan secara ringkas suatu sistem persamaan linear.baris suatu matriks. dapatkan hasil kali AX. OPERASI BARIS Operasi baris (row operation) berarti penerapan operasi aljabar yang sederhana pada baris. diilustrasikan di bawah ini.9. meskipun penampilanya seperti itu. Tanpa suatu perubahan dalam hubungan linear.X adalah vektor penyelesaian (solution vector).10. dan matriks hasil kali menjadi 2 x 1 (2 x 2) = (2 x 1) (2 x 1) 7x 1 3x 2 jadi. yang menghasilkan 92 . untuk membuktikan bahwa AX = B dengan tepat menggambarkan sistem persamaanyang diberikan dalam seksi 1. Perkalian adalah mungkin karena AX adalah bersesuaian. dengan mengandaikan A = matriks koefisien. Contoh 15.13 4 9 ( 2 x 4) y 242 ( 2 x1) z ( 4 x1) kemudian. dan B adalah vektor unsur konstanta (vector of constan terms). Contoh 17. diketahui 8w +12x – 7y +2z = 139 3w +13x + 4y +9z = 242 untuk menyatakan sistem persamaan ini dalam notasi matrik. di sini 8x + 4y = 28 dengan 1/4. AX adalah vektor kolom (2 x 1) karena setiap baris terdiri dari suatu elemen tunggal yang tidak dapat disederhanakan lebih lanjut melalui penjumlahan. perhatikan bahwa sistem persamaan linear 7x1 + 3x2 = 45 4x1 + 5x2 = 29 dapat dinyatakan dalam bentuk matriks AX = B x1 45 7 3 B A X Dimana dan 29 x2 4 5 A adalah matriks koefisien (coefisien matrix). W = vektor kolom variabel. Contoh 16. yang tentunya sudah tidak asing lagi dari aljabar. dan AX AX 7 3 x1 4 5 x2 B: 7x 1 3x 2 4x 1 5x 2 ( 2 x1) 45 terbukti 4x 1 5x 2 29 dari sini.kita dapat 1.dengan mengetahui 5x + 2y = 16 8x + 4y = 2n8 Tanpa suatu perubahan dalam hubungan linear.

MATRIKS PERBESARAN (AUGMENTED) Diketahui suatu system persamaan dalam bentuk matriks AX = B matriks perbesaran A/B adalah matriks koefisien A dengan vector kolom konstanta B. yang menghasilkan 5x + 2y = 16 -4x – 2y = -14 x =2 1.12. kemudian gunakan operasi baris untuk mendapatkan nol disetiap tempat yang lain pada kolom pertama. Contoh 19. metode eliminasi gauss di gunakan dibawah ini untuk mencari x 1 dan x2 dalam sistem persamaan 2x1 + 12x2 = 40 8x1 + 4x2 = 28 pertama nyatakan persamaan tersebut dalam suatu matriks perbesaran AB 2 12 40 8 4 28 kemudian. Kalikan baris kedua dengan 1 untuk mendapatkan1 pada a22 44 1 6 20 0 1 3 93 . AB 7 3 45 4 5 29 Matriks perbesaran digunakan sebagai sarana penyelesaian system persamaan linear.11. Jadi. Kalikan baris pertaa dengan 2a. Penyelesaian atas system persamaan kemudian dapat di baca dari elemen – elemen yang tinggal dalam vektor kolom B (lihat contoh 19). Teruskan memperoleh 1 sepanjang diagonal utama dan kemudian rampungkan kolomnyasampai matriks identitas tersebut sempurna. 1 untuk endapatkan 1 pada posisi a11 2 1 6 20 8 4 28 1b.9.a dapatkan 1 pada posisi a11 dari matriks koefisien. yang dipisahkan dengan suatu garis atau kisi. Kurangkan 8 kali baris kedua untuk merampungkan kolom pertama 1 6 20 0 . diletakan disampingnya.2x + y = 7 5x + 2y = 16 3. di sini 2(2x + y = 7) dari 5x + 2y = 16. Pertam. Mengurangkan kelipatan satu baris dari yang lain.44 132 1a. bergeraklah sepanjang sumbu utama. untuk sistem persamaan dalam butir1. METODE GAUSS UNTUK MENYELESAIKAN PERSAMAAN LINEAR Penggunaan metode eliminasi gauss dalam menyelesaikan persamaan linear semata – mata dengan menyatakan system persamaan tersebut sebagai suatu matriks perbesaran dan menerapkan operasi baris berulang – ulang pada matriks perbesaran sampai matriks koefisien A di sederhanakan menjadi suatu matriks identitas. matriks perbesaran A/B untuk 4x1 + 5x2 + 7x3 = 42 2x1 + 3x2 + 8x3 = 40 6x1 + 4x2 + x3 = 18 Adalah AB 4 5 2 3 6 4 7 42 8 40 1 18 1. Contoh 18. Berikutnya dapatkan 1 pada 0posisi a22 dan gunakan operasi baris untuk mendapatkan nol disetiap tempat yang lain pada kolom mendapatkan nol disetiap tempat yang lain pada kolom tersebut. Untuk mengubsh matriks koefisien kedalam uatu matriks identitas.

2b. Kurangkan 6 kali baris kedua dari baris pertama untuk merampungkan kolom kedua 1 0 2 0 1 3 hasilnya adalah x1 = 2. x2 = 3 karena x1 1 0 2 0 1 x2 3 x1 + 0 = 2 0 + x2 = 3 94 .

95 .

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.