BAGIAN 1 KONSEP DASAR TEORI BARIS DAN DERET SERTA PENGGUNAANNYA DALAM BISNIS DAN EKONOMI

Diskripsi Mata Kuliah Memberikan gambaran dan dasar-dasar pengertian serta pola pikir yang logis sehubungan dengan barisan dan deret bilangan yang tersusun secara teratur dengan perubahan-perubahannya yang tertentu. Selanjutnya memberikan tuntunan dalam menggunakan rumus-rumus yang telah diperoleh untuk menghitung nilai-nilai yang ingin diketahui dari baris dan deret yang ada, seperti menghitung kesamaan suatu nilai dari dua beris atau deret yang diketahui, mencari perubahan dari suatu baris atau suatu deret. Tutjuan Khusus Menerapkan pengetahuan tentang baris dan deret tersebut dalam menghitung perasalahan-perasalahan bisnis dan ekonomi di antaranya masalah perkembangan usaha sejauh mana pertumbuhannya yang konstan dari waktu ke waktu, masalah nilai uang dalam hal pinjam-meminjam, investasi jangkan panjang yang dihubungkan dengan tingkat suku bunga yang diasumsikan tetap dari waktu ke waktu, dan menghitung pertumbuhan penduduk di suatu daerah serta jumlah penduduknya pada suatu waktu tertentu.

A. TEORI BARIS DAN DERET 1. Pengertian Baris Baris yang dimaksud adalah bilangan yang tersusun secara teratur dengan suatu pola perubahan tertentu dari satu suku ke suku berikutnya. Penggolongan baris dapat didasarkan pada : Jumlah suku yang membentuknya, dibedakan menjadi : 1. Baris berhingga 2. Baris tak berhingga Pola perubahannya, sehingga dibedakan menjadi 1. Baris Hitung 2. Baris Ukur 3. Baris Harmoni 2. Baris Hitung Baris hitung yaitu baris bilangan di mana pola perubahan dari satu suku ke suku berikutnya besarnya tetap dan pola perubahan tersebut dapat diperoleh dari selisih antara sutu suku ke suku sebelumnya. Contoh : 2, 4, 6, 8, 10, 12 ......................Sn S1 (suku pertama) = 2 S1 = a = 2 S2 (suku kedua) = 4 S2 = a + b = 2 + 2 = 4 S3 (suku ketiga) = 6 S3 = a + 2b = 2 + (2)2 = 6 S4 (suku keempat) = 8 S4 = a + 3b = 2 + (3)2 = 8 Sn (suku ke n) Maka untuk suku ke n di peroleh rumus : Sn = a + ( n – 1 ) b. Dimana a = suku pertama, b = pembeda dan n = suku ke n

Contoh soal : Diberikan suku ke tiga dan suku ke tujuh masing-masing sebesar 150 dan 170. Carilah suku ke sepuluhnya dari baris hitung tersebut. 1

S3 = a + ( n – 1 ) b = 150 = a + 2b S7 = a + (n – 1 ) b = 170 = a + 6b - 20 = - 4b b = -20 / -4 = 5 150 = a + 2b  150 = a + 2.5  150 = a + 10 a = 150 – 10  a = 140 S10 = a + (n – 1) b = 140 + (10 -1) 5  140 + 45 = 185 3. Deret Hitung Deret hitung yaitu deretan bilangan yang tersusun dengan aturan dimana suku pertamannya sama dengan suku pertama baris hitungnya, suku keduanya merupakan penjumlahan dua suku pertama baris hitungnya, suku ketiganya merupakan penjumlahan tiga suku pertama baris hitungnya, dan seterusnya. Contoh : (dari contoh baris hitung di atas) Baris hitung : 2, 4, 6, 8, 10, 12 ..... Maka Deret hitung : 2, 6, 12, 20, 30, 42, ... D1 = 2, D2 = 2 + 4 = 6, D3 = 2 + 4 + 6 = 12 D4 = 2 + 4 + 6 + 8 = 20 Dst dimana Dn = n/2 ( a + Sn ) atau Dn = n/2 { 2a + ( n – 1 ) b} Contoh Soal : Sebuah baris hitung mempunyai suku pertama yang bernilai 140. Beda antar suku 5. Hitunglah suku ke-10nya ? Berapakah Jumlah lima suku pertamanya ?. a = 140, b = 5 S10 = 140 + ( 10 – 1 ) 5 = 140 + 45 = 185 D5 = 5/2 ( 2.140 + ( 5 – 1 ) 5 ) = 5/2 ( 280 + 20 ) = 5/2 ( 300 ) = 750 4. Baris Ukur Baris ukur yaitu baris bilangan di mana pola perubahan dari satu suku ke suku berikutnya besarnya tetap dan pola perubahan tersebut dapat diperoleh dari perbandingan antara satu suku sengan suku sebelumnya Contoh : 2, 6, 18, 54, 162, ...... Sn S1 (suku pertama) = 2 S2 (suku kedua) = 6 S3 (suku ketiga) = 18 S4 (suku keempat) = 54 S5 (suku kelima) = 162 Sn (suku ke n) = dst. Pola perubahan dari satu suku ke suku berikutnya dilambangkan dengan r (rasio) dan perbesarannya adalah perbandingan atara dua suku yang berurutan dengan suku berikutnya, sehingga r = 6/2 = 18/6 = 54/18 = 162/54. maka r = 3. S1 (suku pertama) = a = 2 S2 (suku kedua) = ar = 2.3 = 6 S3 (suku ketiga) = ar2 = 2.32 = 2.9 = 18 S4 (suku keempat) = ar3 = 2.33 = 2.27 = 54 S5 (suku kelima) = ar4 = 2.34 = 2.8 = 162 Sn (suku ke n) Untuk menentukan suku ke n diperoleh rumus Sn = ar n-1

2

5. Deret Ukur Deret Ukur yaitu deretan bilangan yang tersusun dengan aturan di mana suku pertamanya sama dengan suku pertama baris ukurnya, suku keduanya merupakan penjumlahan dua suku pertama baris ukurnya, suku ketiganya merupakan penjumlahan tiga suku pertama baris ukurnya, dan seterusnya. Contoh : (dari contoh baris ukur di atas) Baris Ukur : 2, 6, 18, 54, 162, ....... maka Deret Ukur : 2, 8, 26, 80, 242, ..... D1 = 2 D2 = 2 + 6 = 8 D3 = 2 + 6 + 18 = 26 Dst. Dn dapat dirumuskan :

Dn

a 1 rn ,r 1 1 r

atau

Dn

a rn 1 ,r 1 1 r

Contoh Soal : Sebuah baris ukur mempunyai suku pertama yang bernilai 20. Ratio antar sukunya 2. Hitunglah suku ke-6nya ! Berapa jumlah lima suku pertamanya. a = 20, r = 2 S6 = arn-1 = 20. 26-1 = 20. 25 = 20. 32 = 640 20 2 6 1 20.63 = = 1260 D6 2 1 1 B. PENERAPAN TEORI BARIS DAN DERET DALAM EKONOMI 1. Perkembangan Usaha Perkembangan usaha yang dimaksud adalah sejauh usaha-usaha yang pertubuhannya konstan dari waktu ke waktu mengikuti perubahan baris hitung. Contoh Soal 1. Perusahaan keramik menghasilkan 5.000 buah keramik pada bulan pertama produksinya. Dengan adanya penambahan tenaga kerja, maka jumlah produk yang dihasilkan juga ditingkatkan. Akibatnya, perusahaan tersebut mampu menambah produksinya sebanyak 300 buah setiap bulannya. Jika perkembangan produksinya konstan setiap bulan, berapa jumlah keramik yang dihasilkannya pada bulan ke 12 ?. Berapa buah jumlah keramik yang dihasilkannya selama tahun pertama produksinya ? Jawab : Jumlah keramik yang dihasilkannya pada bulan ke 12. S12 = a + (n – 1) b = 5.000 + (12 – 1) 300 = 5.000 + (11) 300 = 5.000 + 3.300 = 8.300 Jadi pada bulan ke 2 perusahaan tersebut dapat menghasilkan 8.300 buah keramik. Jumlah keraik yang dihasilkan dalam satu tahun pertama. D12 = n/2 (a + s12) = 12/2 (5.000 + 8.300) = 6 (13.300) = 79.800 2. Teori Nilai Uang (bunga Majemuk) Perluasan deret ukur digunakan dalam masalah bunga berbunga, masalah pinjam meminjam serta masalah investasi yang dihubungkan dengan tingkat suku bunga dalam jangka waktu tertentu yang besarnya diasumsikan tetap dari waktu ke waktu. Misalkan suatu modal sebesar P 0‟ akan dibungakan per-satu tahun selama jangka waktu n tahun. Tingkat suku bunga yang berlaku yang berlaku adalah r % per-tahun, diasumsikan tetap dari tahun ke tahun selama n tahun. Sehingga menghitung modal awal tahun ke-n yang diperoleh melalui pembungaan setiap satu tahun dapat dirumuskan Pn = po ( 1 + r )n , atau Pn = po ( 1 + r /m)n.m Pn = Modal pada tahun ke-n (di masa yang akan datang) Po = Modal saat sekarang, saat t = 0 r = Tingkat suku bungan per-tahun 3

48024) = 148.n i = persentase pertumbuhan penduduk per tahun & n = jumlah tahun Contoh soal : Penduduk suatu kota berjumlah 100.11/2)5. Penduduk suatu kota metropolitan tercatat 3.000 jiwa pada tahun 1995. Seorang nasabah merencanakan mendepositokan uangnya di Bank sebanyak Rp.000.000 ( 1. Jika diketahui suku kedua besarnya 275 dan suku keenam besarnya 375.000 ( 1.11 )5 = 10. Pabrik rokok “Kurang Garam” menghasilkan sejuta bungkus rokok pada tahun pertama berdirinya. Sebuah baris hitung mempunyai suku pertama bernilai 210.000 (1.000 botol.000 (1 + 0. Jawab jumlah uang dengan pembungaan tiap 6 bulan sekali Pn = P0 (1 + r/m)n. Berapa suku pertama baris hitung tersebut ? Berapakah nilai suku kesepuluhnya ? Berapa jumlah sepuluh suku pertamanya.000 botol kecap pada tahun ke-6 operasinya. diperkirakan menjadi 4.055)10 = 10. Pertumbuhan Penduduk Penerapan deret ukur yang paling konvensional di bidang ekonomi adalah dalam hal perhitungan pertumbuhan penduduk. produksinya terus menurus secara konstan sehingga pada tahun ke-10 hanya memproduksi 18.000.6 juta bungkus pada tahun ketujuh.000.000. dan 1. 10 juta dalam jangka waktu 5 tahun. Yang drumuskan : Pn = P0.000 ( 1 + 0. 3. 5.25 juta jiwa pada tahun 2008. Hitunglah suku ke 10 nya ! Berapakah jumlah lima suku pertammanya ? 2. tingkat pertumbuhannya 4 persen per tahun.000 (1. a) Andaikata perkembangan produksinya konstan.11 ) 5 = 10.2 = 10.685058155) = 16.m = 10.000 (1 + 0. berapa tambahan produksinya per tahun ? b) Berapa produksinya pada tahun kesebelas ? c) Pada tahun ke berapa produksinya 2.04 )10 = 100.000.024 Latihan Soal 1. sebagaimana pernah dinyatakan oleh Malthus. Pembungaan depositonya setahun sekali dengan tingkat bunga yang diasumsikan konstan sebesar 11% per-tahun.( 1 + i )n = 100.708144) 4 . Jika tahun 2008 dianggap tahun dasar. penduduk dunia tumbuh mengikuti pola deret ukur. Pembungaan depositonya dengan tingkat bunga yang diasumsikan konstan sebesar 11% per-tahun Berapa jumlah uang yang diterimanya pada akhir tahun kelima jika didepositokan dengan pembungaan tiap 6 bulan sekali ? dan Berapa jumlah uang yang diterimanya jika didepositokan dengan pembungaan tiap tiga bulan. Bantulah nasabah itu untuk menghitung berapa jumlah uang yang akan diterima pada akhir tahun ke-5 ? Pn = P0 ( 1 + r )n = 10. 6.( 1 + i )n Di mana Pn = populasi penduduk pada tahun basis (tahun ke-1) P0 = populasi penduduk pada tahun ke.000 ( 1.5 jiwa pada tahun 2013. berapa persen pertumbuhannya ? Berapa Jumlah penduduknya pada tahun 2015 ? Jawaban latihan soal. a) Berapa botol penurunan produksinya per tahun ? b) Pada tahun ke berapa pabrik kecap tersebut tidak berproduksi (tutup) c) Berapa botol kecap yang ia hasilkan selama operasinya ?. 10 juta dalam jangka waktu 5 tahun. 4. Beda antar suku 15. Periode waktu : 2005 -1995 = 10 tahun Pn = P0.850.581. Karena persaingan keras dari kecap-kecap merek lain. 5.000 ( 1 + 0.n = tahun ke m = periode per-tahun Contoh Soal : Seorang nasabah merencanakan mendepositokan uangnya di Bank sebanyak Rp.000.55 3. Pabrik kecap “Nambewan” memproduksi 24.04 )10 = 100.5 juta bungkus rokok ? d) Berapa bungkus rokok yang telah ia hasilkan sampai dengan tahun ke – 16 ?. Hitunglah jumlah penduduk kota tersebut pada tahun 2005.

000.3846 = (1 + i)5 1.000 (1 + 0.000 (1.m = 10.5 = 3.720428431) = 17.25 (1.000.000 (1 + 0.58 Jadi dalam waktu lima tahun uang nasabah tersebut yang dibungakan setiap enam bulan sekali menjadi Rp. 17. P2015 = P2008 (1 + i)2015-2008 = 3.25 (1 + i)2013-2008 4.577632) = 5. Jawab jumlah uang dengan pembungaan tiap 6 bulan sekali Pn = P0 (1 + r/m)n.204.25 (1 + i)5 4.13 juta.4 = 10.284. Jawab persentase pertumbuhan penduduk : Pn = P0 (1 + i)n 4.= 17.204.081.11/4)5.0673 i = 6. 17.13 Jadi jumlah penduduk kota metropolitan pada tahun 205 sebanyak 5. 6.444. Daftar Pustaka : 5 .284.25 (1 + 6.5 = 3.5/3.0275)20 = 10.73 % Jumlah penduduk pada tahun 2015.38461/5 = 1 + i i = 1.000.1 i = 0.73%)7 = 3.58.444.25 = (1 + i)5 1.73 % Jadi persentase pertumbuhan penduduknya 6.081.3.31 Jadi dalam waktu lima tahun uang nasabah tersebut yang dibungakan setiap enam bulan sekali menjadi Rp.38461/5 .

Yang dimaksud dengan variabel ialah unsur yang sifatnya berubah-ubah dari satu keadaan ke keadaan lainnya.1. substitusi atau dengan cara determinan. bahkan agar perusahaan dapat memperoleh keuntungan. Contoh : 1.2. koefisien. Unsur-unsur pembentukan fungsi yaitu variabel. Keseimbangan pasar ini dapat bergeser sejajar akibat adanya capur tangan pemerintah dalam bentuk pajak maupun subsidi 2. y = x ½ y adalah variabel terikat x adalah variabel bebas 6 . 2. Untuk mencari perpotongan dua fungsi yang linier digunakan metode eliminasi. yang saling berkaitan satu sama lain dala hubungan yang dapat dijelaskan secara ateatis yaitu hubungan yang linier. Menggambarkan pendapatan nasional dapat menghitung melalui pendekatan pengeluaran yang linier.1. sedangkan variabel terikat yaitu variabel yang diterangkan oleh variabel lain. sejajar atau bahkan berpotongan.BAGIAN 2 KONSEP DASAR TEORI FUNGSI. 2. 4. PENYAJIAN 2 . Koevisien dan konstanta.1. Penggolongan variabel dibedakan menjadi variabel bebas dan variabel terikat dimana variabel bebas yaitu variabel yang menerangkan variabel lain. sedangkan perilaku produsen dicerminkan dengan fungsi penawaran. Dalam suatu fungsi. Disebut Analisis Break-Even Analusis. 3. terkait dengan variabel yang bersangkutan. dan konstanta. TEORI FUNGSI LINIER DAN PENERAPANNYA DALAM BISNIS DAN EKONOMI 2. Menggabarkan bagaimana fungsi linier dapat dipergunakan untuk mencerminkan perilaku baik perilaku konsumen maupun perilaku produsen. Konstanta sifatnya tetap dan tidak terkait dengan suatu variabel apa pun. Yang dimaksud dengan koefisien ialah bilangan atau angka yang diletakkan tepat di depan suatu variabel.1.2. menutup totol biaya.2.1 PENDAHUKUAN : 2. Uraian Materi A. secara umum jika dikatakan bahwa y adalah fungsi dari x maka ditulis y = f(x).Tujuan Khusus 1. dimana x adalah variabel bebas dan y adalah variabel terikat. Perilaku konsumen dicerminkan melalui fungsi permintaan. 3y = 4x – 8. Fungsi-fungsi yang bersifat linier tersebut dapat saling berhimpit. TEORI FUNGSI DAN TEORI FUNGSI LINIER 1. Pengertian Fungsi Fungsi yaitu hubungan matematis antara suatu variabel dengan variabel lainnya. Menggambarkan bagaimana fungsi linier dapat dipergunakan untuk mmenghitung berapa produk yang sebaiknya diproduksi dan dijual oleh perusahaan agar perusahaan dapat menutup biaya-biaya tetapnya. Menggambarkan bagaimana fungsi linier dapat membantu menghitung berapa pendapatan nasional yang harus diperoleh suatu negara agar tidak mengalami defisit akibat konsumsi yang lebih besar dari pada pendapatan. Lebih jauh lagi berapa pendapatan minimum agar dapat menabung. Diskripsi Mata Kuliah Memperkenalkan unsur-unsur fungsi ialah variabel bebas dan variabel terikat. Pertemuan antara keduanya merupakan titik keseimbangan pasar. y adalah variabel terikat x adalah variabel bebas 3 adalah koefisien ( terletak didepan variabel y) 4 adalah koefisien ( terletak didepan variabel x) -8 adalah konstanta 2.

4 Y = 0 + 2x Y=0–2x 7 . 8..3x2 + 4x3 +. atau nol a1 Koefisien..x  Y = -a0 +a1x  Y = -a0 – a1x Y = -a0 + 0. 4. x = -2 x adalah variabel terikat -2 adalah konstanta 2.+ 12x11)1/11 Fungsi Polinom : Fungsi yang memiliki banyak suku Bentuk umum : Y = a0 + a1x1 + a2x2 + a3x3 + . nilainya positif... a1= . n bilangan bulat positif contoh :Y = (1+2x1 .+ anxn.. a0 = + .-12x11. Bentuk umum Y = a0 + a1x1 Contoh: Y = 1 + 2x1 Fungsi Kuadrat :Fungsi polinom yang variabel bebasnya memiliki pangkat paling tinggi adalah dua...x = 4 Y = .x = . n bilangan riil positif Contoh :Y = x2 Fungsi Eksponen : Fungsi yang variabel bebasnya merupakan pangkat suatu konstanta. Bentuk umum :Y = a0 + a1x1 + a2x2 Contoh : Y = 1 .. 6. n = 11 Fungsi Linier : Fungsi polinom yang variabel bebasnya memiliki pangkat paling tinggi adalah satu.+ anxn.4 + 2x Y=-4–2x Y = . a1 = + a0 = 0 .. a1= +  a0 = + ... Bentuk umum :Y = a0 + a1x1 + a2x2 + a3x3 + a3x4 Contoh :Y = 1 + 2x1 + 3x2 + 4x3 + 5x4 Fungsi Pangkat :Fungsi yang variabel bebasnya berpangkat suatu bilangan riil positif Bentuk umum : Y = xn .3x2 Fungsi Kubik :Fungsi polinom yang variabel bebasnya memiliki pangkat paling tinggi adalah tiga..x Y = 0 +a1x  Y = 0 – a1x Y = 4 + 2x Y = 4 – 2x Y = 4 + 0.... 7.. n bilangan riil negatif Contoh :Y = x-2 .. a1= 0  a0 = .. dimana y adalah variabel bebas dan x adalah variabel terikat.. 2. Jenis-jenis Fungsi Fungsi Irrasional : Fungsi yang memiliki Bentuk umum Y = n√ a0 + a1x1 + a2x2 + a3x3 + .4 + 0... Pengertian Fungsi Linier Fungsi linier adalah fungsih polinom yang variabel bebasnya memiliki pangkat paling tinggi adalah satu : Y = a0 + a1x1 . Bentuk umum :Y = nx Contoh :Y = 2x Fungsi logaritma : Fungsi yang merupakan invers fungsi eksponen Bentuk umum Y = n log x Contoh :Y = 4 log x Fungsi Hiperbola :Fungsi yang variabel bebasnya berpangkat bilangan riil negatif Bentuk umum :Y = xn .bilangan bulat positif Contoh: Y = 1 + 2x1 .. a1 = .. Bentuk umum :Y = a0 + a1x1 +a2x2 + a3x3 Contoh : Y = 1 + 2x1 – 3x2 + 4x3 Fungsi Bikuadrat:Fungsi polinom yang fariabel bebasnya memiliki pangkat paling tinngi adalah empat. negatif. a1 = 0  a0 = 0 .. n bilangan riil negatif 3.... atau nol.2x1 .. negatif atau nol Untuk nilainya a0 dan a1 yang memungkinkan positif. Contoh : 1. Y = a0 + a1x  Y = a0 – a1x  Y = a0 + 0.3x2 + 4x3 +.. x = y-2 y adalah variabel bebas x adalah variabel terikat -2 adalah konstanta 2.Jika x adalah fungsi dari y maka ditulis x = f(y).. 3. maka alternatif yang mungkin untuk fungsi linier : Y= a0 + a1x1 yaitu : misal a0 = 4 dan a1 = 2 1. a0 = + .. x variabel bebas a0 konstanta..Y variabel terikat. 5. nilainya positif.. a1 = +  a0 = . a1 = . a0 = .. negatif.

Penggambaran Fungsi Linier Penggambaran fungsi linier dari berbagai alternatif untuk a 0 = 4 dan a1 = 2 Y = 4 + 2x (0.4) 0 (0. Y = 4 titik yang dibutuhkan untuk mengambarkannya (0.4) 0 (2.-4) (2.-4) Y = -4 8 . Y = 4 – 2x dua buah titik yang dibutuhkan untuk mengambarkannya (0.4) (Y = 4) 4.4) 0 (0.4 titik yang dibutuhkan untuk menggambarkannya (0..0) 0 (0.0) 0 2.4) dan (2.4) dan ( .4) dan (-2.4) dan (2. a1 = 0 Y = 0 + 0.4) 1.4 – 2 x dua buah titik yang dibutuhkan untuk menggambarkannya (0.0) (-2.4 + 2 x dua buah titik yang dibutuhkan untuk menggambarkannya (0..-4) Y = -4 – 2x 6. a0 = 0 .x  Y = 0 + 0.0) 0 (0.9..0) (0. Y = 4 + 2x dua buah titik yang dibutuhkan untuk mengambarkannya (0.0) 5.2. Y = .x = 0 4. Y = .0) (-2. Y = .0) Y = 4 – 2x 3.

gradien 4 3.0) 8. Berhimpit Y = a0 + a1x Y‟ = a‟0 +a‟1x karena berhimpit. Sejajar Y = a0 + a1x Y‟ = a‟0 +a‟1x Karena sejajar. maka a0 = a0‟ dan a1 = a1‟ contoh : Fungsi linier Pertama : Y = 4 + 2x . Kedua Fungsi Linier tersebut berada dalam berbagai keadaan: 1.4) Y = 0 + 2x (2. maka a0 = a0‟ dan a1 = a1‟ Contoh : Fungsi linier pertama : Y = 4 + 4x . maka dan a1 = a1‟ untuk kondisi seperti pada gambar a0 = a0‟ 9 ..4) (0. Y = 0 + 2 x dua buah titik yang dibutuhkan untuk menggambarkannya (0.0) dan (2. gradien 2 Fungsi linier kedua : 2Y = 8 + 4x .0) 2 (2. gradien 4 Fungsi linier kedua : Y = 2 +4x .0) 5.0) (2. Berpotongan Y = a0 + a1x Y‟ = a‟0 +a‟1x 0 Karena Berpotongan.-4) Y = 0 – 2x -4 9.0) dan (2.4) 2 (0.7. Y = 0 –2x dua buah titik yang dibutuhk untuk menggambarkannya (0. gradien 4/2 = 2 2. intersep 4.0) dan (2. Hubungan Dua Fungsi Linier Ada dua fungsi linier dimana fungsi linier pertama yaitu : Y = a 0 + a1 x dan fungsi linier yang kedua yaitu : Y‟ = a0‟ + a1‟ x.0) (0. intersep 2. intersep 4. Y = 0 dua buah titik yang dibutuhkan untuk menggambarkannya (0. intersep 8/2 = 4 .

gradien – 4 4.a1‟.. maka untuk mencari titik potongnya dapat dilakukan dengan cara : 1.. a1‟ = -1 Untuk kondisi seperti pada gambar a0 = a0‟ dan berpotongan pada titik (0.1.. gradien – ¼ dan perpotongan pada titik (0.. intersep 2. Berpotongan tegak lurus Y = a0 + a1x Y‟ = a‟0 +a‟1x 0 Karena berpotongan tegak lurus. gradien 4 Fungsi linier kedua : Y = 2 – 4x .. gradien 4 fungsi linier kedua : Y = 2 – 1/ 4x. Eliminasi 3. Contoh : fungsi linier pertama : Y = 4 + 4x...* x + 2 y = 1 . Titik Potong Linier Untuk fungsi linier yang saling berpotongan. intersep 2.Contoh : Fungsi linier pertama Y = 4 + 4x .. intersep 2 . Determinan Contoh : Carilah titik potong dari garis yang berpotongan yaitu 2 x + 3 y = 4 dan x + 2 y = 1 Jawab : 1. Berpotongan tegak lurus Y = a0 + a1x Y‟ = a‟0 +a‟1x 0 Karena berpotongan tegak lurus..** memasukkan ** pada* 2x+3y=4 2 (1 – 2 y) + 3 y = 4 maka x=1–2y 2 (1) – 2 (2 y) + 3 y = 4 x = 1 – 2 (-2) 2–4y+3y=4 x = 1 – ( . maka dan a1 = a1‟ Untuk kondisi seperti pada gambar a0 = a0‟ dan perpotongan pada titik (0.. Untuk kondisi seperti pada gambar a0 = a0‟. a0) Contoh : fungsi linier pertama : Y = 2 + 4x.. maka a1 = a1‟ dan a1. gradien 4 Fungsi linier kedua : Y = 2 – 4x .2) 5. gradien 4 fungsi linier kedua : Y = 2 – 1/ 4x. intersep 2. intersep 4. gradien – 4 dan perpotongan pada titik (0..2) 6.4) 10 . intersep 4.. Berpotongan Y = a 0 + a 1x Y‟ = a‟0 +a‟1x 0 Karena berpotongan. gradien –1/4 6.x = 1 – 2 y . a0) Contoh : fungsi linier pertama : Y = 2 + 4x . maka a1 = a1‟ dan a1. intersep 2 . Cara Substitus 2x+3y=4 . = . Substitusi 2.. intersep 2..

Penamaan Fungsi Linier 1.= ----------------.y1) = (3. y1) dan B (x2.= ---.= ----------------.= 5 | 2 3 | (2)(2) – (1)(3) 4–3 1 | 1 2 | | 2 4 | | 1 1 | (2)(1) – (1)(4) 2–4 -2 y = -----------.= ---.= ------.4) x–4 x x 3.y2) = (5.2) x + (. y2). Gambar : B(X2. Jika diketahui dua buah titik yaitu A (x1.7) maka : Y–3 = x–3 7–3 = 5–3 Y–3 = x–3 4 2 Y – 3 = 4 / 2 ( x – 3) Y–3 = 2x–6 Y = 2x–6+3 Y = 2x–3 Jadi garis yang melalui titik (3.3) dan (x2. ataupun determinasi. pasti akan diperoleh nilai yang sama. substitusi.3) dan (5.7) adalah Y = 2 x – 3 11 .Y2) A(X1. Cara Determinan 2x +3y=4 x+2y=1 | 4 3 | | 1 2 | (4)(2) – (1)(3) 8–3 5 x = -----------. Jawab : misalkan (x1. 7.= -2 | 2 3 | (2)(2) – (1)(3) 4–3 1 | 1 2 | Baik dengan cara eliminasi.= ------.7).2–y=4 -y = 4 – 2 -y = 2 y=-2 2.3) dan (5.Y1) Untuk mengetahui garis yang tepat melalui kedua titik tesebut dapat diperoleh dengan menggunakan rumus di bawah ini : Y – Y1 = X – X1 Y2 – Y1 = X2 – X1 Contoh : Carilah garis yang melalui titik (3. Cara Eliminasi 2 x + 3 y = 4 (x 1) --- x + 2 y = 1 (x 2) --- maka x + 2 y x=1+4 x=5 2x+3y=4 2x+4y=2 _ -y=2 =1 =1 =1 =1+4 =5 y=-2 =1 x + 2 (.

yaitu : fungsi pendapatan yang terdistribusi menjadi fungsi konsumsi dan fungsi tabungan fungsi pendapatan nasional yang dihitung melalui pendekatan pengeluaran. Fungsi ini mencerminkan perilaku konsumen di pasar di mana sifat yang berlaku yaitu bahwa jika harga barang mengalami peningkatan.000 per-buah.000 buah.y1) n 0 Untuk mengetahui garis yang tepat melalui titik tersebut dengan kecondongantertentu dapat diperoleh dengan menggunakan rumus di bawah ini : Y – Y1 = m (x – x1).3) dan m = 5 Maka : Y – Y1 = m(x – x1) Y – 3 = 5 (x – 3) Y – 3 = 5x – 15 Y = 5x – 15 + 3 Y = 5x – 12 Jadi garis yang melalui titik (3. maka fungsi permintaan suatu barang dicerminkan sebagai berikut : Sifat monoton turun : P‟ > P maka Qd‟ < Qd P” < P maka Qd” > Qd Contoh : 1. yaitu : Fungsi permintaan.2. Demikian sebaliknya. quantity demand). dan ‘ break-even analsis ‘.3) dengan kecondongan sebesar 5 Jawab : Misalkan (x1. maka jumlah barang yang diminta akan mengalami penurunan.000) Fungsi permintaannya dicari dengan rumus : P . Jika diketahui sebuah titik A (x1.3) dengan kemiringannya 5 adalah Y = 5x . price) suatu barang dengan variabel jumlah barang yang diminta (Qd . Fungsi penerimaan. Keseimbangan pasar.2 Qd 2.y1) = (3.P2.P1 = Qd – Qd1 P2 – P1 Qd2 – Qd1 12 . Pendahuluan Penerapan fungsi linier dalam bisnis dan teori ekonomi mikro. PENERAPAN DALAM BISNIS DAN TEORI EKONOMI MIKRO 2.P1.)= (3. Penerapan fungsi linier dalam ekonomi mikro. Sifat demikian jika digambarkan pada Grafik Kartesius dengan sumbu datarnya jumlah barang yang diminta (Qd) dan sumbu tegaknya harga barang yang bersangkutan (P). Akan tetapi. jika dijual dengan harga lebih murah yaitu Rp 4. PENERAPAN DALAM BISNIS DAN EKONOMI 1.000) dan (Qd2.laku sebanyak 3.000. y1) dan gradiennya / kemiringannya m Gambar : A(x1. Pengaruh pajak dan subsidi terhadap keseimbangan pasar. jika harga mengalami penurunan maka jumlah barang yang diminta akan mengalami peningkatan. m = ∆Y/∆x Contoh : Carilah garis yang melalui titik (3.000 per-buah akan. dimana perubahan harga „sebanding‟ dengan perubahan jumlah barang yang diminta (fungsi linier). Qd = 15 – P Contoh Soal : 1. Fungsi Permintaan Fungsi permintaan merupakan fungsi yang mencermintan hubungan antara variabel harga (P . P = 30 . maka jumlah permintaan terhadap barang tersebut meningkat menjadi 6.) = (6.000 buah.12 B. Suatu barang. Fungsi biaya. Ditulis: P= f(Qd).5.000. jika dijual seharga Rp 5. Bagaimana fungsi permintaanya ? Gambarkan fungsi permintaan tersebut pada Grafik Kartesius. Jawab : Diketahui (Qd1. Fungsi penawaran. 4.

000 0 Qd= 18.000 – 5.000 .000 3.000 + 5.250 ) = -5 Maka ( P – 40. Permintaan suatu barang sebanyak 500 Buah pada saat harganya 40.250 Fungsi penawarannya diperoleh dengan rumus : ( P – P1 ) = m (Qd – Qd1 ) dengan m = P / Qd = 1.000) -1/3 Qd + 1.000 Gambar Grafik Kartesiusnya ( P vs Qd ) : P 6000 P = .000 -1/3 Qd + 6. apabila setiap kenaikan harga sebanyak 1.5 Qd + 42.000 -1/3 (Qd – 3.3. Jika dinyatakan adanya peningkatan harga akan menyebabkan peningkatan jumlah barang yang diminta Menjadikan : 13 .250 / (.000 P – 5.500 P = -5 Qd + 2.250 .000 P – 5.000 ) 3. sebab : 1.500 Jadi fungsi prmintaanya : P = .3.Qd1 ) = ( 40.500 + 40. Jika dinyatakan adanya penurunan harga akan menyebabkan peningkatan jumlah barang yang diminta : Menjadikan : M = Δ P = negatif = negatif atau ΔQd positif 2.000 = 4.5.500 Gambar Fungsi Penawaran tersebut pada grafik Kartesius : 42.000 ) = -5 ( Qd – 500 ) P – 40.1.250 akan menyebabkan jumlah permintaan mengalami penurunan sebanyak 250.000 = -5 Qd – ( 5 )( .500 ) P – 40.000 P – 5. 500 ) dan p = 1.000.P .000 6.000 .000) -1/3 Qd – 1/3 (.1.5.000 Qd .000.3.500 P = . Qd = .000 Contoh Soal : 2. sebagaimana fungsi permintaannya dan gambarkan fungsi permintaanya dan gambarkan fungsi permintaan tersebut pada grafik kartesius Jawab : Diketahui ( P1 .000 P P = = = = = = Qd .500 0 Catatan : Gradien fungsi permintaan yang dinyatakan dengan rumus m=Δ P / Δ Qd nilainya Senantiasa negatif.000 ( Qd – 3.3.000 P = -5 Qd + 42.5 Qd + 42.000 = -5 Qd + 2.1/3 Qd + 6.000 .000 P .

harga dipasarnya Rp 5.000 + 5. Apabila setiap kenaikan harga sebanyak 1.000 6. Jawab : Diketahui (Pı. Demikian sebaliknya. maka fungsi penawaran suatu barang dicerminkan sebagai berikut : Contoh : 1.000 3.Qsı) = (40. Suatu barang.500 P = 5Qs – 2.000 = 1.000 – 3.000 = 1/3 Qs + (1/3) (-3. Penawaran suatu barang sebanyak 500 buah pada saat harganya 40. ¼ P = 8Qs + 125 Contoh Soal : 1.000.M=Δ P = Δ Qd positif negatif = negatif 3. 6.000 = 5Qs + (5)(-500) P – 40.Qs2) = (6. Fungsi ini mencerminkan perilaku produsen dipasar dimana sifat yang berlaku yaitu bahwa jika harga barang mengalami peningkatan. bagaimana fungsi penawarannya dan gambarkan fungsi penawaran tersebut pada Grafik Kartesius.000 (Qs – 3.Qs1) = (5.000 = Qs – 3.000 1.000) 3. Sifat demikian jika digambarkan pada Grafik Kartesius dengan sumbu datarnya jumlah barang yang ditawarkan (Qs) dan sumbu tegaknya harga barang bersangkutan (P).000) P – 5.000 6. Qs = -40 + ¼ P 3.000 P – 5.000.000 = 5Qs – 2. dimana perubahan harga „sebanding‟ dengan perubahan jumlah barang yang ditawarkan (fungsi linier).500 + 40. Fungsi Penawaran Fungsi penawaran merupakan fungsi yang mencerminkan hubungan antara variabel harga ( P : price ) suatu barang dengan variabel jumlah barang yang ditawarkan ( Qd : Quantity Supply ). 3. Bagaimanakah fungsi penawarannya ? Gambarkan fungsi penawarannya tersebut pada Grafik Kartesius.000 per buah maka produsen akan menawarkan sebanyak 3.250 akan menyebabkan jumlah penawaran mengalami peningkatan sebanyak 250.000) dan (P2. Ditulis : P = f ( Qs ).000 P = 5Qs + 37.500 14 .000 = 1/3 (Qs – 3. Akan tetapi.000 = Qs – 3. 500) dan ∆P = 1.000 – 5.000.000) Fungsi penawarannya dicari dengan rumus : P – P1 = Qs – Qs1 P2 – P1 Qs2 – Qs1 P – 5.000 P – 5.000 buah. ∆Qs = 250 Fungsi penawarannya diperoleh dengan rumus : ( P – Pı ) = m (Qs – Qsı) dengan m = ∆P / ∆Qs = 1250 / 250 =5 maka (P – 40.000 P = 1/3 Qs + 4.250.000 per-buah. P = 120 + 4Qs 2.000 P – 5.000 buah. maka jumlah barang yang ditawarkan akan mengalami peningkatan.000) = 5(Qs – 500) P – 40. jika harga barang mengalami penurunan maka jumlah barang yang ditawarkan akan mengalami penurunan.000 Gambar Grafik Kartesiusnya (P vs Qs) : Contoh Soal : 2.000 Jadi fungsi penawarannya adalah : P = 1/3 Qs + 4.000. jika harga lebih tinggi yaitu menjadi Rp 6. maka jumlah barang yang ditawarkan oleh produsen akan bertambah menjadi 6.000) P = 1/3 Qs – 1. Jawab : Diketahui (P1.

Keseimbangan Pasar Keseimbangan pasar atau ‘Eqiullibrium’ adalah suatu kondisi dimana keseimbangan harga (Pe) tercapai Jumlah barang yang diminta = Jummlah barang yang ditawarkan Qe ›› Qd = Qs Keseimbangan harga (Pe) tercapai : Jumlah barang yang diminta = Jumlah barang yang ditawarkan Qe ›› Qd = Qs Atau Keseimbangan kuantitas (Qe) tercapai : Harga barang yang diminta = Harga barang yang ditawarkan Pe ›› P = P Fungsi permintaan dan fungsi penawaran pada sebuah grafik Kartesius dengan keseimbangan harga (Pe) dan keseimbangan Kuantitasnya (Qe). sebab : ΔQs 1.Jadi fungsi penawarannya : P = 5Qs + 37. ∆Qs = 20 Fungsi penawarannya diperoleh dengan rumus : (P – P1) = m (Qs – Qs1) 15 .000 pengusaha menawarkan barang tersebut sebanyak 30 buah. Bagaimanakah fungsi permintaan dan fungsi penawaran barang tersebut ? Gambarkan kedua fungsi tersebut pada sebuah Grafik Kartesius.30) dan ∆P = 2000. digambarkan sebagai berikut : P P = f (Qs) Pe P = f(Qd) 0 Qe Qd Contoh Soal : 1.000 jumlah permintaannya berkurang menjadi 10 buah. Jawab : Mencari fungsi penawaran : Diketahui (P1.000. pada harga Rp 6. Jika dinyatakan adanya peningkatan harga akan menyebabkan peningkatan jumlah barang yang ditawarkan. menjadikan : m = ∆ P = positif = positif] ∆Qd positif 4.000 maka jumlah barang yang ditawarkan juga meningkat sebanyak 20. Jika dinyatakan adanya penurunan harga akan menyebabkan penurunan jumlah barang yang ditawarkan. menjadikan : m = ∆ P = negatif = positif atau ∆Qs positif 1. Untuk suatu barang.Qs1) = (6. Pada harga Rp 5.500 0 Qs Catatan : Gradien fungsi penawaran yang dinyatakan dengan rumus: m = ∆ P nilainya senatiasa positif.500 Gambar fungsi penawaran tersebut pada Grafik Kartesius : P P = 5Qs + 37.000 jumlah pemintaan barang tersebut sebanyak 20 buah dan untuk kenaikan harga menjadi Rp 10. dan setiap kenaikan harga sebanyak Rp 2.500 37.

000 = 100Qs – 3.000 15.20) dan (P2.dengan m = ∆P / ∆Qs = 2000 / 20 = 100 maka (P – 6.000 = 600Q Qe = 12.000 600 Qe = 20 Jadi keseimbangan kuantitas tercapai pada 20 unit barang.000 P = -500Qd + 15.000 Mencari fungsi permintaan : Diketahui (P1.000 Jadi fungsi penawarannya : P = 100Qs + 3.000 10 – 20 P – 5.000.000 Pe = 5.000 atau Pe = 100Qe + 3.000 Jadi keseimbangan harga tercapai pada harga Rp 5.10) Fungsi permintaannya dicari dengan rumus : P – P1 = Qd – Qd1 P2 – P1 Qd2 – Qd1 P – 5.000 = Qd – 20 10.000 + 3.000 P = 100Qs – 3. Fungsi permintaan dan fungsi penawaran suatu barang diberikan sebagai berikut : Qd = 11P dan Qs = -4 +2P Dimanakah keseimbangan harga (Pe) dan keseimbangan kuantitas (Qe) tercapai ? Gambarkan kedua fungsi tersebut pada sebuah grafik kartesius.000 Pe = -500 (20) + 15.000 + 5.000 3000 0 P = -500 Qd + 15.000 + 15.000 Qe = 20 Qd.000 Pe = -10.000 Pe = 2.000 P = -500Qd + 10.000) = 100 (Qs – 30) P – 6.000 – 3.000 = 100Qs + (100)(-30) P – 6.000 = 100Q + 500Q 12.000 Grafiknya digambarkan sebagai berikut : P P = 100 Qs + 3. 16 .000 Pe = 5.000 + 6.000 = -500Qd + (-500) (-20) P – 5.Qd2) = (10.000 Pe = 5. Qs 2.000 = -500Qd + 10.000 = Qd – 20 5000 -10 P – 5.000 Keseimbangan Kuantitas (Q) tercapai : Harga barang yang diminta = Harga barang yang ditawarkan -500Q + 15.000 – 5.000.000 = -500(Qd – 20) P – 5.000 Pe =100(20) + 3.000 Jadi fungsi permintaannya adalah : P = -500 Qd + 15.000 = 5. Untuk Keseimbangan Harga (Pe) diperoleh dengan cara : Pe = -500 Qe + 15.000 = 100Q + 3.Qd1) = (5.000 (Qd – 20) -10 P – 5.000 P = 100Qs + 3.

(vi). Gambarkan perubahan akibat pajak tersebut.P P 5. yaitu diberikan fungsi permintaan dan fungsi penawaran sebagai berikut : Qd = 11 – P dan Qs = -4 + 2P. Kepada produsen tersebut. Pajak penjualan tersebut dinyatakan dengan : tarif pajak (t) = satuan unit uang / satuan unit barang. Qs Qs = -4 + 2P 11 Qe = 6 0 2 -4 Pe = 5 Qd = 11 . (viii). (iv). (vii). (v).Jawab : Keseimbangan harga (Pe) tercapai : Jumlah barang yang diminta = Jumlah barang yang ditawarkan Qe ›› Qd = Qs 11 – P = -4 + 2P 11 + 4 = 3P + P 15 = 3P Pe = 5 Jadi keseimbangan harga di pasar tercapai pada harga 5. Berapa total pajak yang ditanggung produsen. 17 . (ii). pemerintah mengenakan pajak dengan terif pajak sebesar t = 3 / unit barang. Berapa tarif pajak yang ditanggung konsumen. (i). (iii). Pengaruh Pajak terhadap Keseimbangan Pasar Pemerintah mengenakan pajak penjualan kepada para produsen. Carilah keseimbangan harga dan kuantitas di pasar sesudah ada pajak. Berapa tarif pajak yang ditanggung produsen. Arsirlah total pajak masing-masing pada gambar di atas. Berapa total pajak yang diterima pemerintah. Berapa total pajak yang ditanggung konsumen. Sehingga keseimbangan kuantitasnya (Qe) dapat dicari : Qe = 11 – P atau Qe = . Pengaruh pajak terhadap keseimbangan harga dan kuantitas di pasar Sebelum ada pajak Fungsi Penerimaan Fungsi Penawaran P = f(Qd) P = f(Qs) Sesudah ada pajak (Tarif Pajak (t) P = f(Qd) P = f(Qs) + t Contoh Soal : Dari contoh soal yang sebelumnya.4 + 2P Qe = 11 – 5 Qe = -4 + 2(5) Qe = 6 Qe = -4 + 10 Qe = 6 Jadi keseimbangan kuantitas di pasar tercapai pada jumlah 6 Grafik digambarkan sebagai berikut : Qd.

Sedangkan intersepnya berbeda satu sama lainya. Dari perhitungan sebelumnya telah diketahui bahwa keseimbangan harga tercapai pada Pe = 5 dan keseimbangan kuantitasnya pada Qe = 6. Fungsi penawaran sebelum kena pajak adalah : P = ½ Qs + 2.Qd P = ½ Qs + 2 Sesudah ada pajak (Tarif Pajak (t)) P = 11 . Sedangkan fungsi penawaran sesudah kena pajak menjadi : P = ½ Qs + 5. Fungsi penawaran sebelum kena pajak adalah : P = ½ Qs + 2. Sedangkan fungsi penawaran sesudah kena pajak menjadi : P = ½ Qs + 5. tidak demikian dengan fungsi penawaran. Terlihat bahwa fungsi penawaran baik yang sebelum dikenakan pajak maupun yang sesudah kena pajak ternyata memiliki gradien (kemiringan) yang sama sebesar yaitu + ½.Keseimbangan harga dan kuantitas di pasar sebelum dikenakan pajak. Akan tetapi. Perubahan tersebut mengakibatkan terjadinya pergeseran keseimbangan harga maupun keseimbangan kuantitas di pasar.Qs Akibat dikenakan pajak.Qd P = ½ Qs + 2 + t P = ½ Qs + 2 + 3 P = ½ Qs + 5 Dari tabel di atas terlihat bahwa fungsi permintaan tidak mengalami perubahan.Qd 0 Qe = 6 Qd. Menurut teori fungsi linier dikatakan bahwa dua buah garis yang memiliki 18 .Qs pada sumbu datar maka kita harus melakukan perubahan sebagai berikut : Fungsi permintaan : Qd = 11 – P atau P = 11 – Qd Fungsi penawaran : Qs = -4 + 2P atau Qs + 4 = 2P Maka P = ½ Qs + 4/2 P = ½ Qs + 2 Gambarnya menjadi : P P = ½ Qs +2 Pe = 5 2P = 11 . Untuk keseimbangan Harga (Pe) diperoleh dengan cara : Pe‟ = 11 – Qe‟ atau Pe‟ = 1/2Qe‟ + 5 Pe‟ = 11 – 4 Pe‟ = 1/2(4) + 5 Pe‟ = 7 Pe‟ = 2 + 5 Pe‟ = 7 Jadi keseimbangan harga setelah kena pajak tercapai pada harga 7 Perubahan fungsi penawaran (akibat adanya pajak) yang mengakibatkan perubahan keseimbangan di pasar pada grafiknya dicerminkan juga oleh pergeseran fungsi penawaran. Keseimbangan harga dan kuantitas di pasar sesudah dikenakan pajak Keseimbangan kuantitas (Qe‟) tercapai : Harga barang yang diminta = Harga barang yang ditawarkan 11 – Qe‟ = ½ Qe‟ + 5 11 – 5 = ½ Qe‟ + Qe‟ 6 = 3/2 Qe‟  12 = 3 Qe‟  Qe‟ = 4 Jadi keseimbangan kuantitas setelah kena pajak tercapai pada 4 unit barang. maka Sebelum ada pajak Fungsi Penerimaan Fungsi Penawaran P = 11 . Akibat adanya pajak maka fungsi penawaran mengalami perubahan. Grafiknya digambarkan sebagai berikut : Jika hendak digambarkan dengan fungsi P sebagai fungsi tegak dan fungsi Qd.

vii) Berapa total subsidi yang dinikmati produsen.Qs Keterangan gambar : E : keseimbangan sebelum ada pajak Qe : keseimbangan kuantitas sebelum ada pajak Pe : keseimbangan harga sebelum ada pajak E‟ : keseimbangan setelah ada pajak Qe‟ : keseimbangan kuantitas setelah ada pajak Pe‟ : keseimbangan harga setelah ada pajak Adanya pengenaan pajak dari pemerintah kepada produsen ternyata mengakibatkan : 1. 19 . Pengaruh Subsidi terhadap Keseimbangan Pasar Pemerintah memberikan subsidi kepada para produsen. Beban tarif pajak yang dibebankan oleh produsen kepada konsumen terasakan oleh adanya kenaikan keseimbangan harga dari Pe = 5 menjadi Pe‟ = 7. sedangkan yang ditanggung produsen berarti tinggal sisanya. pemerintah memberikan subsidi dengan tarif subsidi dengan tarif subsidi sebesar s = 1 / unit barang. Tarif pajak dan Total Pajak : 6. Sebagian dari pajak tersebut dibebankannya kepada konsumen. vi) Berapa total subsidi yang dinikmati konsumen. yaitu diberikan fungsi permintaan dan fungsi penawaran sebagai berikut :Qd = 11 – P dan Qs = . i) Carilah keseimbangan harga dan kuantitas dipasar sesudah ada subsidi. Fungsi permintaan. Akan tetapi. iii) Berapa tarif subsidi yang diterima konsumen. dan fungsi penawaran setelah ada pajak. fungsi penawaran sebelum ada pajak. iv) Berapa tarif subsidi yang di terima produsen. produsen tidak mau menaggungnya sendiri. Pengaruh subsidi terhadap keseimbangan harga dan kuantitas di pasar Contoh soal : Dari contoh soal yang sebelumnya. viii) Arsirlah total subsidi masing-masing pada gambar di atas. Keseimbangan kuantitas setelah ada pajak lebih rendah dari pada keseimbangan kuantitas sebelum ada pajak : Qe‟ = 4 sedangkan Qe = 6 Maka : Qe‟ < Qe Tarif pajak yang dikenakan oleh pemerintah kepda produsen t = 3/unit. serta keseimbangan harga dan kuantitas sebelum ada pajak digambarkan di bawah ini : P Pe = 7 Pe = 5 E“ E P = ½ Qs + 5 P = ½ Qs + 2 0 Qe‟ = 4 Qe = 6 Qd. Agar perubahannya terlihat jelas. Maka : Pe‟ > Pe 2. Subsidi tersebut dinyatakan dengan : tarif subsidi (s) = satuan unit uang / satuan unit barang. fungsi penawaran sebelum kena pajak dan fungsi penawaran setelah kena pajak digambarkan bersama-sama dalam sebuah Grafik Kartesius.gradien yang sama tetapi intersepnya masing-masing berbeda satu sama lainnya.4 + 2 P kepada produsen tersebut. Keseimbangan harga setelah ada pajak lebih tinggi dari pada keseimbangan harga sebelum ada pajak : Pe‟ = 7 sedangkan Pe = 5. ii) Gambarkan perubahan akibat subsidi tersebut. v) Berapa total subsidi yang diberikan pemerintah. maka fungsi permintaan. maka jika digambarkan akan terlihat bahwa kedua garis tersebut dalam keadaan sejajar.

Sedangkan fungsi penawaran sesudah ada subsidi menjadi : P = ½ Qs + 1. fungsi penawaran sebelum kena subsidi dan fungsi penawaran setelah kena subsidi digambarkan bersama sama dalam sebuah Grafik Kartesius. Fungsi penawaran sebelum ada subsidi adalah : P = ½ Qs + 2. Akibat dikenakan subsidi. 67 Jadi keseimbangan kuantitas setelah ada subsidi tercapai pada 6. Dari tabel di atas terlihat bahwa fungsi permintaan tidak mengalami perubahan. yang mengakibatkan perubahan keseimbangan di pasar pada grafiknya dicerminkan juga oleh pergeseran fungsi penawaran.Keseimbangan harga dan kuantitas dipasar sebelum dikenakan subsidi. 67) + 1 Pe’ = 4. Sedangkan fungsi penawaran sesudah ada subsidi menjadi : P = ½ Qs + 1. maka fungsi permintaan. tidak demikian dengan fungsi penawaran. 33 Pe’ = 3.33 + 1 Pe’ = 4.33 Jadi keseimbangan harga setelah ada subsidi tercapai pada harga 4.masing berbeda satu sama lainya. 67 Pe’ = 1 / 2 (6. maka jika di gambarkan akan terlihat bahwa kedua garis tersebut dalam keadaan sejajar. P Pe = 5 Pe = 4. Keseimbangan harga dan kuantitas di pasar sesudah ada subsidi Keseimbangan kuantitas (Qe’) tercapai : Harga barang yang diminta = Harga barang yang ditawarkan 11 – Qe’ = ½ Qe’ + 1 11 – 1 = ½ Qe’ + Qe’ 10 = 3/2 Qe’ 20 = 3 Qe’ Qe’ = 6. Menurut teori fungsi linier dikatakan bahwa dua buah garis yang memiliki gradien yang sama tetapi intersepnya masing. maka dari perhitungan sebelumnya telah diketahui bahwa keseimbangan harga tercapai pada Pe = 5 dan keseimbangan kuantitasnya pada Qe = 6. perubaha tersebut mengakibatkan terjadinya pengeseran keseimbangan harga maupun keseimbangan kuantitas di pasar.33 E E′ P = ½ Qs + 2 P = ½ Qs + 1 0 Qe‟ = 6 Qe = 6.33 Perubahan fungsi penawaran (akibat adanya subsidi). Akan tetapi. Fungsi penawaran sebelum ada subsidi adalah : P = ½ Qs + 2. Terlihat bahwa fungsi penawaran baik yang sebelum ada subsidi maupun yang sudah ada subsidi ternyata memiliki gradien (kemiringan) yang sama sebesar yaitu + ½ . Akibat adanya subsidi maka fungsi penawaran mengalami perubahan. Sedangkan intersepnya berbeda satu sama lainnya. Agar perubahannya terlihat dengan jelas. 67 unit barang Untuk keseimbangan harga (Pe’) diperoleh dengan cara : Pe’ = 11 – Qe’ atau Pe’ = 1 / 2 Qe’ + 1 Pe’ = 11 – 6.67 Keterangan gambar E : Keseimbangan sebelum ada subsidi Qe : Keseimbangan kuantitas sebelum ada subsidi Pe : Keseimbangan harga sebelum ada subsidi E’ : Keseimbangan setelah ada subsidi Qe’: Keseimbangan kuantitas setelah ada subsidi Pe’ : Keseimbangan harga setelah ada subsidi Qd.Qs 20 .

: merupakan penjumlahan antara luas area yang menggambarkan ukuran total subsidi yang dinikmati produsen dengan luas aera yang menggambarkan ukuran total subsidi yang dinikmati konsumen S = Sk + Sp 7. Maka : Pe’ < Pe 2. Tarif subsidi yang diberikan oleh produsen kepada konsumen tersakan oleh adanya penurunan keseimbangan harga dari Pe = 5 menjadi Pe’ = 4. Bagaimanakah fungsi permintaannya? Gambarkan fungsi permintaan tersebut dengan Grafik. Fungsi penerimaan merupakan fungsi dari Output : R = f (Q) dengan Q : jumlah produk yang laku terjual.Qs Gambar yang menunjukan total subsidi. Sk : Luas area yang menggambarkan ukuran total subsidi yang dinikmatikonsumen.000 per unit barang. sedangkan yang diterima produsen berarti tinggal sisanya.33 E E′ P = ½ Qs + 2 P = ½ Qs + 1 0 Qe‟ = 6 Qe = 6.67 Qd. Dilambangkan dengan R (Revenue) atau TR (total revenue). Jika P adalah harga jaul per unit.33.000 Q 21 P : Harga jual per unit dan Q : jumlah produk yang dijual .67 sedangkan Qe = 6 Maka : Qe’ > Qe Tarif subsidi yang dikenakan oleh pemerintah kepada produsen s = 1 / unit. Fungsi Penerimaan Fungsi penerimaan disebut juga fungsi pendapatan atau fungsi hasil penjualan. Akan tetapi. maka : R = P x Q dengan Contoh : Misalkan suatu produk dijual dengan harga Rp 5.33 sedangkan Pe = 5 . S : Luas area yang menggambarkan ukuran total subsidi yang diberikan pemerintah. Keseimbangan kuantitas setelah ada subsidi lebih tinggi dari pada keseimbangan kuantitas sebelum ada subsidi : Qe’ = 6. Sebagian dari subsidi tersebut diberikannya kepada konsumen. produsen tidak menikmatinya sendiri.Adanya pemberian subsidi dari pemerintah kepada produsen ternyata mengakibatkan : 1. Keseimbangan harga setelah ada subsidi lebih rendah dari pada keseimbangan harga selum ada subsidi : Pe’ = 4. P Pe = 5 Pe = 4. Jawab : R=PxQ R = 5. Fungsi penerimaan merupakan hasil kali antara harga jual per unit dengan jumlah barang yang diproduksi dan laku terjual. Keterangan gambar : Sp : Luas area yang menggambarkan ukuran total subsisi yang dinikmati produsen.

000. Bagaimanakah fungsi biaya variabelnya dan gambarkan fungsi tersebut dengan grafik.000 0 2. Jadi fungsi biaya biaya tetap adalah fungsi konstanta : FC = k dengan k adalah konstanta positif Contoh : Suatu perusahaan mengeluarkan biaya tetap sebesar Rp 100. Variabel Cost atau Fungsi Biaya yang berubah-ubah (VC). Terdiri atas dua jenis fungsi biaya: 1. Merupakan fungsi biaya yang besarnya tergantung dari jumlah produk yang diproduksi. Jawab : VC = P x Q VC = 3.000 Q Karena intersepnya tidak ada (nol) maka fungsi biaya variabel digambarkan melalui titik (0.000 Q digambarkan melalui titik (0. Fungsi Biaya Dilambangkan dengan C (Cost) atau TC (Total Cost).000. Bagaimanakah fungsi biaya tetapnya dan gambarkan fungsi tersebut pada Grafik Kartesius? Jawab : FC = 100. maka VC = P x Q dengan P : biaya produksi per unit dan Q: Produk yang diproduksi Contoh: Suatu produk diproduksikan dengan biaya produksi Rp 3.0) dengan grdiennya positif. Fixed Cost atau fungsi biaya tetap (FC) merupakan fungsi yang tidak tergantung pada jumlah produk yang diproduksi. Jadi : VC = f(Q).0) 0 8. 22 . Merupakan hasil kali antara harga jual per unit dengan jumlah barang yang diproduksi.Gambar : Karena intersepnya tidak ada (nol) maka fungsi penerimaan dengan gradiennya positif : R = 5.000.000 per unit. dimana biaya produksi per unit senantiasa lebih kecil dibandingkan harga jual per unit barang.000. Gambar Fungsi Biaya Tetap : FC = 100.000. Jika P adalah biaya produksi per unit.

000.000.000 Q : TR < TC Untuk lebih menjelaskan hal tersebut dibawah ini diberikan contoh.000. Hal ini disebabkan karena seluruh penerimaan perusahaan dibayarkan untuk menutup biaya tetap maupun biaya variabelnya.000 Q TC = 100. total Biaya : TC=100. Fungsi Total Cost (TC) merupakan penjumlahan antara biaya tetap dengan biaya variabel.000 Q 0 3. Hal ini mencerminkan bahwa penggambaran fungsi total biaya haruslah melalui titik (0. Keadaan tersebut digambarkan sebagai berikut: ‘ Break-Even’ TR = TC Jika penerimaan sudah dapat melebihi biaya-biaya yang dikeluarkan. Berapa produk yang harus diproduksi dan dijual agar perusahaan tersebut dapat menutup Biaya tetapnya? Berapakah penerimaan yang diperoleh? 23 . maka TC = 100. Analisis ‘Break-Even’ Yang dimaksud dengan ‘Break-Even’ yaitu suatu kondisi dimana perusahaan tidak untung maupun tidak rugi.000 + 3. Ternyata intersep dari fungsi total biaya adalah sama dengan biaya tetapnya dan gradienya sama dengan gradien fungsi biaya tetap.000. Biaya Variabel.000 9. TC = FC + VC Contoh : Untuk contoh diatas.000 Q. Gambar Fungsi Biaya Tetap. baik biaya tetap maupun biaya variabelnya. maka perusahaan dinyatakan dalam keadaan merugi.000Q. Rugi Contoh Soal: Dari contoh sebelumnya diperoleh bahwa Fungsi Fixed Cost : Fungsi Variabel Cost: Fungsi Total Cost : Fungsi Revenue : R FC = 100.000 Q = 5.Gambar Fungsi Biaya Variabel : VC = 3.000 VC = 3.000.000 + 3.000 + 3000 Q VC= 3000 Q FC =100.FC) dan sejajar dengan grafik VC.000 dan biaya variabelnya : 3. maka barulah perusahaan tersebut dapat menikmati keuntungan: Untung : TR > TC Jika penerimaan masih belum dapat menutup biaya-biaya yang dikeluarkan baik biaya tetap maupun biaya variabelnya. dimana biaya tetap yang dikeluarkan sebuah perusahaan sebesar Rp 100.000.

000 dipergunakan untuk menutup total biaya yang juga sebesarRp 250.000 seluruh penerimaan sebesar Rp 100. Q = 50.000 dipergunakan untuk menutup biaya tetapnya sebesar Rp 100. yaitu‟ R = TC = 5.000 = 250.000 Q* = 50.000 Kontribusi margin yaitu keuntungan per unit.000 Keadaan ‘Break-Even Analysis’ tersebut digambarkan dalam grafik sebagai berikut : TR FC.000.000 0 Keterangan gambar : Q* Q‟ : Pada titik ini.000.000.VC.000 dipergunakan untuk menutup 24 Q‟ Q* Q” Q TC . maka perusahaan tersebut harus dapat memproduksi sebanyak 20.TC.000 TR‟ FC 100.000 Jadi agar perusahaan dapat menutup biaya produksinya.000 Output yang diproduksi agar penerimaan dapat menutup seluruh biaya yang dikeluarkan : TR 5.000.000.000.000 = Rp 2.R TR” TC” VC TC‟ 250.000.000Q = 100. Tingkat penerimaannya : R = FC = 100.000 + 3.000.000 unit dengan penerimaannya akan lebih dari Rp 250.000.000 – Rp 3.000 Q = 100.000Q 2000Q = TC = 100.000Q = 100.000 Agar perusahaan dapat menikmati keuntungan. Tingkat penerimaanya sama dengan total biaya.000 unit barang. Q = 20.000.000 : Pada titik ini.000.000 unit barang.000Q-3. maka perusahaan tersebut harus dapat memproduksi sebanyak 50. maka total penerimaan harus melebihi total biaya.000.000 5.000 x 50.000. Untuk itu perusahaan harus memproduksi produk sebanyak lebih dari 50. seluruh penerimaan sebesar Rp 250.000 Jadi agar perusahaan dapat menutup biaya tetap yang dikeluarkannya. maka Kontribusi margin= Harga jual per unit – Biaya produksi per unit Kontribusi margin= Rp 5.000 Q’ = 20.000.Berapakah produk yang harus diproduksi dan dijual agar perusahaan tersebut dapat menutup seluruh biaya yang dikeluarkannya? Berapakah penerimaan yang diperoleh?Berapa produk yang harus diproduksi dan dijual agar perusahaan tersebut mendapatkan keuntungan? Berapakah kontribusi marginnya? Jawab: Output yang diproduksi agar penerimaan dapat menutup biaya tetap : TR = FC 5.

000. Co > 0 B = Marginal Propensity to Consume. jika ada.biaya tetapnya sebesar Rp100. dinyatakan dengan fungsi : Y = C + S Y = Pendapatan Nasional (National Income) C = Konsumsi (Comsumption) S = Tabungan (Saving) Fungsi konsumsi dinyatakan dengan fungsi : C = Co + bY Co = Autonomous Consumption. b : 1–b Kesimpulan yang diperoleh: Marginal propensity to consume : Marginal propensity to save Karena Maka : B + (1 – b) = 1 MPC + MPS = 1 25 . maka perusahaan akan mengalami kerugian karena masih terjadi TR < TC. PENERAPAN DALAM TEORI EKONOMI MAKRO 10. 0 < (1 – b) < 1 .Co (1 – b) = Tabungan yang tidak tergantung pada besarnya pendapatan. Pendapatan suatu negara terdistribusi karena digunakan untuk kebutuhan konsumsi dan sisanya. Sekaligus dapat terlihat pada gambar bahwa pada titik Q‟ terjadi TR‟ < TC‟. Fungsi Pendapat Nasional yang terdistribusi Menjadi fungsi Konsumsi dan Fungsi Tabungan. = Konsumsi yang bergantung pada pendapatan. Fungsi tabungannya diperoleh dari : Y=C+S Y = (Co + By) + S Y – (Co + By) = S Y – Co – b S = S Y – Co – by = S Y(1 – b) – Co = S .000. Jika perusahaan berproduksi tepat pada Q*. maka perusahaan tidak memperoleh keuntungan maupun tidak mengalami kerugian karena terjadi TR = TC Jika perusahaan sudah mampu berproduksi pada tingkat yang melebihi Q*. maka perusahaan akan memperoleh keuntungan karena sudah terccapai TR > TC. perusahaan untung! Jika perusahaan berproduksi pada tingkat yang masih lebih rendah dari Q*. 0 < b < 1 Keterangan : Co = Konsumsi yang tidak bergantung pada besarnya pendapatan.Co + (1-b)Y – Co : Autonomous Saving. Co > 0 (1 – b ) : Marginal Propensity to Save. ditabung.Co + (1 – b)Y = S atau S = . b = Konsumsi yang bergantung pada pendapatan. perusahaan Rugi Q” : Untuk Q” terlihat bahwa TR” > TC”.

Contoh Soal : Suatu negara diketahui memiliki konsumsi otonominya sebesar Rp 300.000.000. Marginal propensity to save-nya sebesar 0,45. Bangunlah fungsi konsumsinya ! Bangunlah fungsi tabungannya ! Berapa yang dikonsumsi jika pendapatan nasional 1 miliar? Berapakah yang ditabung jika pendapatan nasional 1 miliar? Pada pendapatan nasional berapakah dimana tidak ada yang ditabung? Gambarkan fungsi konsumsi, fungsi tabungan, dan fungsi pendapatan nasional pada sebuah grafik! Jawab : Fungsi konsumsinya: C = Co + bY C = 300.000.000 + (1 – 0,45)1.000.000.000 C = 300.000.000 + 0,55 Y Fungsi tabungannya : S = - 300.000.000 + 0,45 Y Jika pendapatan nasionalnya 1 miliar: Fungsi konsumsi: C = 300.000.000 + 0,55 x 1.000.000.000 C = 300.000.000 + 550.000.000 C = 850.000.000 Fungsi tabungan: S = - 300.000.000 + 0,45 x 1.000.000.000 S = - 300.000.000 + 450.000.000 S = 150.000.000 Jadi pada tingkat pendapatan nasional sebesar 1 miliar, maka Rp 850.000.000 dipergunakan untuk kebutuhan konsumsi dan Rp 150.000.000 ditabung. Tidak ada pendapatan yang dapat ditabung, artinya S = 0 Y=C+S Y=C+0 Y=C Tidak ada pendapatan yang ditabung maka berarti seluruh pendapatan habis dikonsumsi. Tingkat pendapatan yang akan seluruhnya habis dikonsumsi yaitu : Y Y – bY = Co + bY = Co

Y ( 1 – b ) = Co

Y
Y

1 (1 b)

x Co

1 x Co (1 0,55)

26

Y

1 x 300.000.000 (0,45)

Y = 2,22 x 300.000.000 Y = 666.000.000 Jadi pada tingkat pendapatan sebesar Rp 666.000.000 seluruh pendapatan dikonsumsi. Gambar Fungsi Konsumsi, Fungsi Tabungan, dan Fungsi Pendapatan Nasional diberikan bawah ini : C,S,Y Y=C Y=C+5 C = 300.000.000 + 0,55Y 300.000.000 S = - 300.000.000 + 0,45Y 0 S=0 Disaving - 300.000.000 11. Fungsi Pendapatan Nasional yang Dihitung Melalui Pendekatan Pengeluaran Untuk menghitung besarnya pendapatan nasional suatu negara, salah satu pendekatannya adalah dengan menghitung pengeluaran dari masing-masing sektor. Sektor-sektor yang mungkin terlibat dalam perhitungan tersebut ialah : 1. Sektor rumah tangga, di mana pengeluarannya dikenal sebagai konsumsi (C) 2. Sektor pengusaha, di mana pengeluarannya dikenal dengan investasi (I) 3. Sektor pemerintah, di mana pengeluarannya yaitu pengeluaran pemerintah (G) 4. Sektor perdagangan luar negeri, terdiri atas ekspor dan impor (X – M) Jika yang terlibat sektor rumah tangga dan pengusaha, maka model pendapatan nasionalnya ditulis : Y=C+I Jika yang terlibat sektor rumah tangga, pengusaha dan pemerintah, maka model pendapatan nasionalnya ditulis : Y=C+I+G Jika yang terlibat sektor rumah tangga, pengusaha, pemerintah, dan perdagangan luar negeri maka model pendapatan nasionalnya ditulis : Y=C+I+G+(X–M) Pendapatan Disposibel ( Yd ) Yang dimaksud dengan pendapatan disposibel yaitu pendapatan yang dapat langsung dikonsumsi. Jika ada ‘transfer payment’ ( R ), maka pendapatan diposibel merupakan penjumlahan antara pendapatan dengan ‘trasfer payment’ : Yd = Y + R Jadi ‘trasfer payment’ menambah pendapatan disposibel. Jika ada pajak (T), maka pendapatan baru menjadi pendapatan disposibel setelah dikurangi dengan pajak : Yd = Y + T Jadi pajak mengurangi pendapatan disposibel. Jika ada pajak dan ‘transfer payment’, maka haru dipertimbangkan keduanya : Yd = Y + R – T Saving Y

27

Jika tidak ada pajak maupun ‘trasfer payment’ maka pendapatan disposibel adalah merupakan pendapatan : Yd = Y Trasfer Payment’ ( R ) Yang dimaksud dengan ‘trasfer payment’ yaitu pembayaran yang dialihkan, misalnya tunjangan kesehatan, tunjangan hari raya, dan lain-lain. Pajak (T) Pajak terdiri atas dua jenis : 1. Pajak yang tidak bergantung pada besarnya pendapatan : To ( Autonomous Tax ), To > 0 2. Pajak yang bergantung pada besarnya pendapatan : tY ; t ( income tax rate ), 0 < T < 1 maka alternatif fungsi pajaknya : Jika tidak ada pendapatan : T = To Jika ada pendapatan Fungsi Konsumsi ( C ) Konsumsi terdiri atas dua jenis : 1. Konsumsi yang tidak bergantung pada besarnya pendapatan : Co (Autonomous Consumtion), Co >0 2. Konsumsi yang bergantung pada besarnya pendapatan : bY ; b (marginnal propensity to consume), 0 < b < 1 maka alternatif fungsi konsumsinya : Jika tidak ada pendapatan : C = Co Jika ada pendapatan dan ada pajak : C = b Y d atau maka: C = b (Y – T) atau C = Co + bYd, di mana Yd = Y – T C = Co + b (Y – T) : T = tY atau T = To + tY

Jika ada pendapatan dan ‘trasfer payment’ : C = b Yd atau C = Co + bYd, di mana Yd = Y + R Maka : C = b (Y – R) atau C = Co + b (Y + R) Jika ada pendapatan, pajak dan ‘trasfer payment’ : C = b Yd atau C = Co + bYd, dimana Yd = Y + R – T Maka : C = b (Y + R – T) atau C = Co + bYd atau Maka : C = Co + b Y atau Fungsi Investasi 1. Fungsi investasi merupakan variabel eksogen yang tidak dipengaruhi oleh tingkat suku bunga, maka ditulis : I = Io 2. Jika dipengaruhi oleh tingkat suku bunga ditulis : I = Io – i r, r : tingkat suku bunga I : proporsi I terhadap i Fungsi Pengeluaran Pemerintah Pengeluaran pemerintah terdiri atas : 1. Pengeluaran pemerintah yang tidak bergantung pada pendapatan : G (Government Expenditure), Go > 0 C = Co + b (Y + R – T) C = b Y, C=bY dimana Yd = Y Jika ada pendapatan tetapi tidak ada pajak dan ‘trasfer payment’ :

28

g (proporsi pengeluaran pemerintah terhadap pendapatan. Impor yang bergantung pada pendapatan : mY. Biasanya dilambangkan dengan simbol yang diberi tambahan „0‟. Io. Ada berapa variabel eksogen.8 Investasinya = 75 Pengeluaran pemerintah = 30. yaitu : sektor rumah tangga. Hitunglah pendapatan nasional suatu negara jika diketahui autonomous consumption : masyarakatnya sebesar 135. Xo.2. Contoh Soal : 1. Mo Variabel Endogen Variabel endogen adalah variabel yang nilainya diperoleh dari perhitungan model.2 5 29 Angka penggandaan untuk . Impor yang tidak bergantung pada pendapatan : M (Autonomous Import). variabel endogen dan parameternya ? Bagaimanakah model pendapatan nasionalnya serta angka penggandaannya ? Carilah semua nilai dari variabel endogenya ? Jawab : Diketahui Co = 135. Go = 30 Yang terlibat tiga sektor. 0 < g < 1 maka alternatif fungsi pengeluaran pemerintah : Jika tidak ada pendapatan : G = Go Jika ada pendapatan : G = gY atau G = Go + gY Fungsi Ekspor Fungsi Investasi merupakan variabel eksogen. maka ditulis : X = Xo Fungsi Impor Impor terdiri atas : 1. Io = 75. sektor pengusaha dan Pemerintah : Model Pendapatan Nasionalnya : Y=C+I+G di mana C = Co + b Y I = Io G = Go maka Y Y = (Co + b Y) + Io + Go = Co + b Y + Io + Go M = Mo + mY Y – b Y = Co + Io + Go Y(1 – b) = Co + Io + Go Y 1 (1 b) x (Co Io Go) 1 (1 b) 1 (1 0.m (marginal propensity to import). Xo > 0 2. 0 < m < 1 maka alternatif impor : Jika tidak ada pendapatan : M = Mo Jika ada pendapatan : M = mY atau Variabel Eksogen Variabel eksogen adalah variabel yang nilainya tidak diperoleh dari perhitungan model. b = 0. Marginal Propensity to Consume (MPC) = 0. Parameter Diberi lambang dengan huruf kecil.3 . Go. To.8) 1 0. seperti : Co. Pengeluaran pemerintah yang bergantung pada pendapatan : gY .

Model pendapatan nasionalnya : Y =C+I dimana C = Co + b Yd Yd = Y – To I = lo Sehingga Y = Co + b (Y – To) + lo Y = Co + bY – b To + lo Y . Investasi nasionalnya = 40 dan autonomous tax = 50. Autonomous consumption suatu negara = 100. yaitu : ‘Marginal Propensity to Consume’ (b) Variabel endogennya ada dua. 3. ‘investment’ (lo). Autonomous Consumption (Co) Investment (lo) Government Expenditure (Go) Parameternnya ada satu. Carilah model pendapatan nasional ? Hitunglah angka penggandaannya ? Carilah semua nilai variabel endogennya ? Jawab : Diketahui : Co = 100 .Model di atas Ini berarti bahwa jika terjadi peningkatan faktor – faktor ‘autonomous consumption’ (Co). yaitu: 1. 2. 2. yaitu : 1.8) 1 x (240) (0.8 (1200) C = 135 + 960 C = 1095 2.6 Ada dua sektor yang terlibat yaitu : sektor rumah tangga dan sektor pengusaha. ataupun ‘government expenditure’ (Go) sebanyak satu. Variabel eksogennya ada tiga. maka akan menyebabkanpeningkatan pendapatan nasional (Y) sebanyak lima kali. MPC = 1 – MPS . lo = 40 .2) Y = 5 (240) = 1200 Menghitung variabel endogen konsumsi(C): C = Co + bY C = 135 + 0.4 = 0. Pendapatan nasional (Y) Consumtion (C) Menghitung variabel endogen pendapatan nasional (y): Y Y Y 1 (1 b) x (Co Io Go) 1 x (135 75 30) (1 0.4 dari pendapatan disposibel.bY = Co – bTo + lo Y (1 – b) = Co – b To + lo 30 . To = 50 = 1 – 0. dengan MPS-nya = 0.8 Y C = 135 + 0.

Xo = 80.9 Dinyatakan : Carilah model pendapatan nasional ? Hitung angka penggandaannya ? Carilah nilai variabel endogennya ? Jawab : Diketahui lo = 90.9 Y I = lo = 90 G = Go = 65 X = Xo = 80 M = Mo + mY = 40 + 0. Y = C + I + G + (X – M) di mana C= Co + b Y C = 70 + 0. Mo = 40.6 (Y – 50) C = 100 + 0.9 Semua sektor terlibat sehingga model pendapatan nasionalnya . Transaksi ekspor terhitung = 80. Transaksi impor terhitung = 40 dengan marginal propensity to import = 0. m = 0.6 (275 – 50) C = 100 + (0. sedang pengeluaran di sektor pemerintah = 65.19.6) 1 x (100 30 40) (0.6)50 40) (1 0.6) Menghitung variabel endogen pendapatan nasional (Y) : Y Y Y 1 (1 b) x (Co bTo Io) 1 x (100 (0.5 (110) Y = 275 Jadi pendapatan nasionalnya sebesar 275 Menghitung variabel endogen konsumsi ( C ) : C = Co + b Yd C = Co + b (Y – To) C = 100 + 0. Go = 65.19 Y sehingga Y = C + l + G + (X – M) Y = (Co + bY) + lo + Go + (Xo – Mo + mY) Y = Co + bY + lo + Go + Xo + Mo + mY 31 .4 = 2.19. Konsumsi masyarakatnya terlihat dari fungsi sebagai berikut : C = Co + b Y di mana autonomous consumption = 70 dan MPC = 0.4) Y = 2. Co = 70. b = 0. Pengeluaran di sektor pengusaha = 90.5 (1 – b) (1 – b) (1 – 0.6) (225) C = 100 + 135 C = 235 3.Y Angka penggandaan : 1 = = 1 1 (Co – b To + lo) = 1 0.

72) C = 892.9 (913.448 Menghitung variabel endogen pendapatan nasional (Y) : Y Y Y 1 (Co Io Go (1 b m) Xo Mo) 1 (70 90 65 80 40) (1 0.9 0.9 0.19) 1 (265) (0.29) Y = 3.72 Menghitung variabel endogen konsumsi ( C ) : C = Co + bY C = 70 + 0.348 Jadi konsumsinya = 892.19 (913.6068 Jadi impornya = 213.72) M = 213.448 ( 265 ) Y = 913.91) 1 0.6068 32 .29 3.348 Menghitung variabel endogen impor ( M ) : M = Mo + mY M = 40 + 0.Y – bY + mY = Co + lo + Go + Xo – Mo Y (1 – b + m) = Co + lo + Go + Xo – Mo Y 1 (Co Io Go (1 b m) Xo Mo) Angka Penggandaannya 1 (1 b m) 1 (1 0.72 Jadi pendapatan nasionalnya = 913.

maka dikatakan perubahannya tidak searah. seperti maksimasi pendapatan atau miniasi biaya. maka y berkurang atau sebaliknya jika x berkurang 1 unit maka y akan bertambah. Laju Pertumbuhan II. 1. 3. Optimasi (Nilai Maksimum dan Minimum) III. serta terangkan artinya. PERAPAN DALAM BISNIS DAN EKONOMI Penerapan Teori Diferensial Biasa Teori Diferensial biasa diterapkan dalam berbagai masalah diantaranya untuk mencari : I. 2. fungsi arjinal. Juga dipelajari perbandingan antara perubahan variabel terikat tersebut dengan perubahan variabel bebasnya yang disebut “kuosien Difference”. Jawab : fungsi total pendapatan (Total Revenue) R = P. Elastis titik: Analisis Fungsi dan Grafis. Fungsi permintan diberikan P = 3Q+27. dan Diferensial berantai. Juga dipelajari kaidah-kaidah Diferensial serta jenis-jenis diferensial yang terdiri atas Diferensial Biasa.BAGIAN 3 KONSEP DASAR TEORI DIFERENSIAL DAN PENERAPANNYA DALAM BISNIS DAN EKONOMI Tujuan Umum Mempelajari perubahan variabel terikat perubahan variabel bebasnya. yang artinya jika x bertambah 1 unit. dan Income Elasticity of Demand. Mepelajari Penerapan Diferensial Parsial. seperti enghitung Price Elasticity of Deand. di mana perubahan variabel bebasnya erupakan perubahan yang sangat kecil sekali. Marginal Physical Product of Labor. Secara umum jika diberikan fungsi total sebagai berikut: y = f (x). Contoh soal : Marginal Pendapatan (Marginal Revenue) 1. Tutjuan Khusus 1. Fungsi Marginal menggambarkan laju pertumbuhan suatu variabel terikat akibat perubahan variabel bebasnya. Mempelajari Penerapan Diferensial Berantai seperti dalam fungsi produksi menghitung Marginal Physical Product of Capital. Mempelajari penerapan Diferensial Biasa seperti mencari laju pertumbuhan. menghitung elastisitas dan enghitung optiasi. Laju Pertumbuhan (Fungsi Marginal) Fungsi Marginal merupakan turunan pertama dari fungsi-fungsi total yang merupakan fungsi ekonomi.Bagaimanakah fungsi marginal pendapatannya (Marginal Revenue) dan berapa nilai marginal pendapatannya jika perusahaan memproduksi 10 output.Q R = 3Q2+27Q Fungsi marginal pendapatan (Marginal Revenue) MR = dR/dQ = 6Q + 27 33 . di mana P: Price (harga) dan Q: Output. artinya jika x bertambah 1 unit maka y akan bertambah pula atau sebaliknya jika x berkurang 1 unit maka y akan berkurang pula.Q R = (3Q+27). dikatakan perubahan searah. Jika fungsi marginal hasilnya negatif. Lebih jauh lagi : Jika fungsi marginal itu hasilnya positif. PENERAPAN TEORI DIFERENSIAL DALAM BISNIS DAN EKONOMI B. arginal Revenue Product of Capital dan Marginal Revenue Product of Labor. Cross Elasticity of Demand. maka diperolehlah fungsi Marginalnya dy/dx : laju perubahan y akibat perubahan x sebanyak 1 unit. Menghitung Optimasi untuk dua variabel serta mmencari Marginal Rate of Technical Substitusi. Diferensial Parsial.

e Q/2 = e Q/2(30+15 Q) Jika perusahaan berproduksi pada tingkat output Q = 2 Maka MR = dR/dQ = e Q/2 ( 30+15 Q) = e 2/2 ( 30+15. maka MR = dR/dQ = 6Q + 27 = 6(10) + 27 = 60 +27 = 87 Artinya : untuk setiap peningkatan penjualan Q yang dijual sebanyak 1 unit akan menyebabkan adanya tambahan pendapatan sebesar 87.8(7) = 80 – 56 = 24 Artinya: untuk setiap peningkatan output Q yang di jual sebanyak 1 unit akan menyebabkan adanya tambahan pendapatan sebesar 24.2) = 60 e 34 .e Q/2+15 Q. dimana P: Price (harga) dan Q: Penjualan. e Q/2 Bagaimanakah fungsi marginal pendapatannya (Marginal Revenue) dan berapakah nilai marginal pendapatannya jika perusahaan memproduksi 2 penjualan. sebaliknya untuk setiap penurunan 3.2/5 = 4/5 artinya :untuk setiap peningkatan penjualan Q yang dijual sebanyak 1 unit akan menyebabkan adanya tambahan pendapatan sebesar 4/5. Sehingga U‟=30 Dan V = e Q/2 Sehingga V‟=1/2. serta terangkan artinya. Fungsi Permintaan diberikan Q = 6 .1/2.sebaliknya untuk setiap penurunan penjualan Q yang dijual sebanyak 1 unit akan menyebabkan adanya pengurangan pendapatan sebesar 4/5.5P.Q R = (6/5 – 1/5Q) Q R = 6/5Q-1/5Q2 Fungsi marginal pendapatan (Marginal Revenue): MR = dR/dQ = 6/5 .e Q/2+30 Q. sebaliknya untuk setiap penurunan penjualan Q yang di jual sebanyak 1 unit akan menyebabkan adanya pengurangan pendapatan sebesar 24.e Q/2 Fungsi marginal pendapatan (Marginal Revenue) : Dengan mengambil U = 30 Q. 4. maka MR = dR/dQ = 80 . Fungsi Pendapatan Rata-rata (Average Revenue) diberikan AR = 80 – 4 Q Bagaimanakah fungsi marginal pendapatannya (Marginal Revenue) dan berapakah nilai marginal pendapatannya jika perusahaan memproduksi 7 output.e Q/2 Maka MR= dR/dQ = U‟ V+U V‟ = 30.Fungsi pendapatan rata-rata (Average Revenue) di berikan AR = 30.2/5Q Jika perusahaan berproduksi pada tingkat output Q = 1.5P. Jawab : Funsi total pendapatan (Total Revenue) : R=AR.e Q/2)Q R=30Q. maka MR= dR/dQ = 6/5 .Jika perusahan berproduksi pada tingkat output Q = 10 . Jawab: Fungsi total pendapatan ( Total Revenue) : R = AR . Jawab: Karena fungsi permintaanya Q = 6 . dimana harus diubah dahulu menjadi P = 6/5 –1/5Q Barulah mencari fungsi total pendapatan (Total Revenue): R = P.2/5.serta terangkan artinya.Q R=(30. serta terangkan artinya. Q R = (80 – 4 Q) Q R = 80 Q – 4 Q2 Fungsi marginal pendapatan (Marginal Revenue) : MR = dR/dQ = 80 .8 Q Jika perusahaan memproduksi pada tingkat output Q = 7. sebaliknya untuk setiap penurunan penjualan Q yang dijual sebanyak 1 unit akan banyak menyebabkan adanya pengurangan pendapatan sebesar 87 2.e Q/2 = 30. Bagaimanakah Fungsi marginal pendapatanya (Marginal Revenue) dan berapakah nilai marginal pendapatanya jika perusahaan memproduksi baru 1 penjualan .(1) = 6/5 .

maka lakukanlah langkah kedua yaitu mencari turunan kedua fungsi total pendapatan: R” = . Jawab: Fungsi total biaya (total biaya): C = Q3 . Jawab: Fungsi total pendapatan: P = . Berapakah x yang akan memberikan y optimum? Jika itu telah terjawab.Q = (.2Q2 + 16Q Langkah pertama mencari turunan pertama fungsi total pendapatan kemudian dibuat = 0 R‟ = . Contoh soal: Marginal Biaya (Marginal Cost) 5. serta terangkan arti.4Q2 + 10Q + 75 Bagaimanakah fungsi marginal biayanya (Marginal cost) dan berapakah nilai marginal biaya tersebut jika perusahaan memproduksi 2 penjualan.4Q + 16 = 0 4Q = 16 Q=4 Agar dijamin bahwa jika menjual sebanyak Q = 4 maka akan diperoleh total pendapatan maksimum. sebaliknya untuk setiap penurunan penjualan Q yang dijual sebanyak 1 unit akan menyebabkan adanya pengurangan biaya sebesar 6.8Q + 10 Jika perusahaan berproduksi pada tingkat penjualan Q = 2. Berapakah y yang optimum tersebut? Untuk menjawab pertanyaan pertama.4 Ternyata R” = . Misalkan untuk fungsi dengan satu variabel y= f (x). langkah-langkahnya dijelaskan dibawah ini: Untuk fungsi yang mengandung satu variabel y= f(x) Maksimum Langkah I Langkah II Y‟ = 0 Y” < 0 Minimum Y‟ = 0 Y” > 0 Diperoleh titik X Menjamin Nilainya Optimum (Maksimum atau Minimum) Contoh: memaksimasi total pendapatan (total revenue) 1. ada dua pertanyaan yang senantiasa diajukan. sebaliknya untuk setiap penurunan penjualan Q yang di jual sebanyak 1 unit akan menyebabkan adanya pengurangan pendapatan sebesar 60 e. Harga jual barang P = . permasalahannya: i.8(2) + 10 = 12 – 16 + 10 = 6 Artinya: Untuk setiap peningkatan penjualan Q yang dijual sebanyak 1 unit akan menyebabkan adanya tambahan biaya sebesar 6. Optimasi Satu Variabel (Nilai Ekstrim Maksimum atau Minimum) Dalam masalah optimasi.2Q + 16) Q R = . maka MC = C‟= 3Q2 .2(4)2 + 16(4) R = 32 35 .2Q2 + 16Q R = .4 < 0 sehingga diperoleh nilai maksimum Jadi output yang harus diproduksi dan dijual agar diperoleh total pendapatan maksimum yaitu sebanyak 4.Artinya : untuk setiap peningkatan penjualan Q yang di jual 1 unit akan menyebabkan adanya tambahan pendapatan sebesar 60 e.2Q + 16 R = P.4Q2 + 10Q + 75 Fungsi Marginal Biaya (marginal cost): C‟ = 3Q2 .8Q + 10 = 3(2)2 .2Q + 16. tentukan berapa output yang harus diproduksi dan dijual agar diperoleh total pendapatan maksimum. Fungsi Total Biaya suatu perusahaan dinyatakan sebagai berikut: C = Q3 . Total pendapatan maksimumnya: R = . maka pertanyaan selanjutnya baru bisa dijawab yaitu: ii.

1000(100) + 85000 C = 35000 Jadi total biaya minimumnya sebesar: 35000 Contoh soal: Meminimasi Marginal Biaya (Marginal Cost) 4.2Q) Q = 16Q – 2Q2 Fungsi marginal pendapatan: MR = 16Q .2Q2 Turunan pertama: MR‟ = 16 .2Q.1000Q + 85000 C‟= 10Q – 1000 = 0 10Q = 1000 Q = 100 C” = 10 > 0 Jadi total biaya minimum akan tercapai jika berproduksi sebanyak 100 unit.1000Q + 85000 Pada tingkat produksi berapakah akan menyebabkan total biaya minimum? Berapakah total biaya minimum tersebut? Jawab: C = 5Q2 .180Q + 2800 Turunan pertama: MC‟= 6Q – 180 = 0 6Q = 180 Q = 30 Turunan kedua: MR” = 6 > 0 Jadi output yang harus diproduksi agar diperoleh marginal biaya minimum sebanyak 30. Marginal biaya minimum: MC = 3Q2 .2(4)2 = 48 contoh soal: Meminimumkan Total Biaya (Total Cost) 3.4Q = 0 16 = 4Q Q=4 Turunan kedua: MR” = .4 < 0 Jadi output yang harus diproduksi dan dijual agar diperoleh marginal pendapatan maksimum sebanyak 4.180Q + 2800 = 3(30)2 . Biaya total dinyatakan dengan C (Cost) = Q3 -90Q2 + 2800Q + 56500 Pada tingkat produksi berapakah akan menyebabkan marginal biaya minimum? Berapakah marginal biaya minimum tersebut? Jawab: Fungsi total biaya: C = Q3 . Total biaya minimumnya sebesar: C = 5Q2 .1000Q + 85000 C = 5(100)2 .Q = (16 .2Q2 = 16(4) .90Q2 + 2800Q + 56500 Fungsi marginal biaya: MC = 3Q2 . maka akan diperoleh total pendapatan maksimum sebesar 32.2Q Fungsi total pendapatan: R = P. 36 . Biaya total dinyatakan dengan C(Cost) = 5Q2 . tentukan berapa output yang harus diproduksi dan dijual agar diperoleh marginal pendapatan maksimum. Marginal pendapatan maksimumnya: MR = 16Q .Jadi ketika menjual produk sebanyak 4.180(30) + 2800 = 100 Jadi marginal biaya minimum akan tercapai jika berproduksi sebanyak 30 unit:100 2. Berapakah marginal pendapatan maksimum tersebut? Jawab: Fungsi permintaan: P = 16 . Contoh soal: Memaksimasi Marginal Pendapatan (marginal revenue) Harga jual barang P = 16 .

4Q + 12 – t = 0 12 – t = 2Q 37 . maka labanya akan minimum.6(35) + 114 = . yang memberikan laba maksimum setelah mempertimbangkan adanya pajak penjualan dan pemerintah.(35)3 + 57(35)2 . misalnya pajak penjualan yang di kenakan pemerintah terhadap setiap unit yang di produksi dan di jual oleh pengusaha.315(35) .59Q2 + 1315Q + 2000) Laba = .315Q .Q3 + 57Q2 . Untuk itu pemerintah harus menentukan berapa tarif pajak yang akan di berlakukannya sehingga akan di peroleh pajak maksimum.59Q2 + 1315Q + 2000 Berapakah produk yang harus di produksi dan di jual sehingga dapat di peroleh laba yang maksimum ? Berapakah laba maksimum tersebut ? Jawab: Fungsi pendapatan: R = P.3) (Q .2000 = 13925 Jadi dengan memproduksi dan menjual output sebanyak 35 akan di peroleh laba maksimum sebanyak : 13925 Contoh soal: Memaksimasi Penerimaan Pajak Salah satu sumber penerimaan pemerintah adalah dengan penarikan pajak. Contoh soal : Memaksimasi laba / keuntungan / provit Di berikan fungsi permintaan dan fungsi biaya masing-masing sebagai berikut: P = 1000 .(Q3 .Q R = (1000 .5.38Q + 105 = (Q .2000 Turunan pertama: Laba = -3Q2 + 114Q . yang telah mempertimbangkan biaya pajak. maka turunan ke dua = . maka labanya akan maksimum.Q3 + 57Q2 .315 = Q2 .2000 = .35) = 0 Q1 = 3 Dan Q2 = 35 Turunan kedua: Laba” = .6(3) + 114 = 96 > 0 Berarti jika di produksi output sebanyak 3. Q* di mana t: tarif pajak yang di kenakan pemerintah dan Q*= Jumlah output yang di produksi dan di jual pengusaha sehingga di peroleh laba maksimum. Dari sudut pandang pengusaha setelah ada pengenaan pajak dari pemerintah: Laba = pendapatan – (biaya + pajak) = R – (C+T). 6.6Q + 114 Untuk Q1 = 3.Q R = 1000 Q . Total pajak yang akan di terima perintah : T = t.2Q2 Dan C = 3Q Berapakah tarif pajak yang sebaiknya di kenakan pemerintah kepada pengusaha agar pemerintah memperoleh total pajak maksimum ? Berapakah total pajak maksimum yang di peroleh ? Jawab: Dari sudut pandang pengusaha: Laba = R – C – t Q = 15 Q – 2 Q2 – 3Q – t Q = -2 Q2 + 12Q – t Q Turunan pertama: Laba‟ = .2Q2) . Pemerintah berupaya untuk memaksimumkan penerimaan pajak tersebut. Laba maksimum nya sebesar : Laba = . R: Pendapatan =R–C–T C: Biaya =R–C–tQ T: Pajak Q :Tingkat output yang di produksi dan di jual oleh pengusaha.2 Q2 Fungsi biaya: C = Q3 .315Q . Untuk Q2 = 35. Total pendapatan dan total biaya di berikan sebagai berikut : R = 15Q .59Q2 +1315Q + 2000 Fungsi laba: Laba = Pendapatan – biaya Laba = (1000Q .2Q Dan C = Q3 . maka turunan ke dua = .96 < 0 Berarti jika di produksi output sebanyak 35.2Q).

pengusaha akan memperoleh laba maksimum.5 Q2 – t Q Turunan pertama: Laba‟ = 260 – 13 Q – t = 0 260 – t = 13 Q Q = 260 – t 13 Q*= 20 – 1 t 13 Turunan ke dua : Laba‟‟ = .5 Q2 Dan C = 100 Q – 4 Q2 Berapakah produk harus di buat dan di jual perusahaan agar di peroleh laba maksimum? Berapakah laba maksimum tersebut? Jika pemerintah ingin memperoleh pajak penjualan yang maksimum.5 Q2 – 100 Q + 4 Q2 – t Q = 260 Q – 6. Dari sudut pandang pemerintah: Pajak: T = t Q* = t (20 – 1/13 t) = 20 t – 1/3 t 2 Turunan pertama : T‟ = 20 – 2/13 t = 0 20 = 2/13 t t = 130 Turunan ke dua : T‟‟ = .2Q Q* = 12 .5 = 9 Jadi total pajak yang yang di terima pemerintah sebesar: 9 Contoh soal: Fungsi penerimaan dan fungsi biaya suatu produk di nyatakan sebagai berikut: R = 360 Q – 10. pengusaha akan memperoleh laba maksimum. 38 . berapakah tarif pajak yang harus di kenakan pemerintah kepada perusahaan tersebut? Berapakah total pajak maksimum yang di dapat pemerintah? Berapakah laba maksimum yang di terima perusahaan setelah di kenakan pajak ? Jawab: Dari sudut pandang pengusaha: Laba = R – C – t Q = 360 Q – 10.13 < 0 Jadi dengan memproduksi sebanyak Q* = 20 – 1/ 13 t.t = 12 .5 = 1.5 Q2 – (100 Q – 4 Q2) – t Q = 360 Q – 10.2/13 Jadi taruf pajak yang memberikan total pajak maksimum sebesar : 130 Karena Q2 = 20 – 1 t 13 = 20 – 1 (130) 13 = 20 – 10 = 10 7.4 < 0 Jadi dengan memproduksi sebanyak Q* = 3 – ¼ t.5 Maka total pajak maksimum: T = t .t 4 Q* = b – ¼ t Turunan ke dua: Laba = . Q* = 1. Dari sudut pandang pemerintah: Pajak: T =t (3 – ¼ t) =3t – 1/4 t2 Turunan pertama: T1 = 3 – ½ t = 0 T=6 Turunan ke dua : T” = -½ Jadi tarif pajak yang memberikan total pajak maksimum sebesar: 6 Karena Q* = 3 ¼ t = 3 – 6/4 (6) = 3 – 1.

Akan tetapi.5(10)2 – (130)(10) = 2600 – 65 – 1300 = 1235 Jadi pemerintah menerima laba maksimum sebesar 1235 Contoh soal : Meminimasi Total Biaya Persediaan Dalam hal persediaan. Model yang akan di bahas dalam buku ini yaitu: model pengendalian persediaan dengan kedatangan berkala (batch arrival model). 4. kehilangan pangsa pasarnya. Hal tersebut kemudian berdampak dapat mengakibatkan perusahaan yang bersangkutan kehilangan pelanggan. 2.5Q2 – t Q = 260 (10) – 6. Pola kedatangan barang persediaan digambarkan seperti gambar berikut ini: Persediaan ( Q ) Q/2 Jumlah Rata-rata Persediaan Waktu D: kebutuhan jumlah barang per periode waktu yang kemudian dibagi sama besar menjadi beberapa kali pemesanan Q: jumlah pemesanan per sub-periode waktu C: biaya total persediaan C: biaya pemesanan setiap kali memesan 39 . biaya yang di timbulkan akibat kekurangan persediaan sehingga menghambat proses produksi atau pemasaran. Model pengendalian persediaan dengan kedatangan berkala dalam model ini di asumsikan bahwa : 1. biaya pemesanan. Demikian pula jika persediaan barang jadi di perhitungkan sedikit maka akanmenimbulkan keluhan pada konsumen akibat kelangkaan barang (permasalahan dalam pemasaran). sub-periode kedatangan panjangnya tetap. biaya penyimpanan.biaya yang ada hubungan dengan masalah persediaan. Perusahaan tersebut.Maka Total pajak maksimum: T = t . maka pada akhirnya para konsumen akan mencoba untuk menutup kebutuhannya dengan cara melirik produk dari pesaing. Jumlah kebutuhan barang. dalam suatu periode waktu tertentu di ketahui jumlahnya tetap dari tiap-tiap periode waktu. 10 = 1300 Jadi total pajak yang di terima pemerintah sebesar 1300. sebaliknya jika persediaan bahan mentah di perhitungkan sedikit saja. yang berarti jumlah pemesanan barang. Q* = 130 . manajemen perusahaan senantiasa di perhadapkan kepada permasalahan yaitu jika jumlah persediaan bahan mentah maupun persediaan barang jadi di perhitungkan banyak. biaya pemesanan tidak bergantung pada jumlah barang. 3. hal itu berarti menimbulkan biaya penyimpanan. 2. Laba maksimum yang di terima oleh pemerintah besarnya: Laba = 260 Q – 6. tidak terjadi kekurangan persediaan sehingga tidak ada biaya yang di timbulkan akibat kekurangan persediaan. di antaranya: 1. maka akan ada resiko yaitu menimbulkan hambatan dalam proses produksi. Jika kelangkaan barang tersebut terjadi berlarut-larut. untuk kemudian akan sangat sulit jika berusaha untuk mencoba mengembalikan pangsa pasarnya kembali karena berhubungan dengan kepercayaan pelanggan serta di butuhkan investasi yang sangat besar misalkan untuk biaya pemasarannya (periklanannya) Biaya. 3.

Q3 Contoh soal: seorang penjaja kue kering memerlukan tepung terigu sebanyak 100 kg setiap bulan.C1 > 0 menjamin biaya persediaan minimum. 2500 per-pemesanan.C1. C2 2 Turunan pertama: C′ = D.C 1 C2 2. Berapakah kg yang harus dipesan setiap kali memesan? Berapa kali pemesanan harus dilakukan dalam satu bulan? Berapakah total biaya persediaan minimumnya? Jawab: Jika diketahui bahwa: D : Jumlah total pemesanan per-bulan:100 kg C1: Biaya pemesanan: Rp. maka D = 100 dan Q = 25 sehingga setiap periode waktu akan ada kedatangan akibat pemesanan sebanyak D/Q dengan biaya total pemesanan: (D/Q) C1.2500 200 . Untuk menjawab pertanyaan tersebut. Jumlah yang harus dipesan: Q Q = Q = 50 40 = 8. 50 per-minggu. C1.100.(-1) . 2500 C2: Biaya penyimpanan: Rp.C 1 C2 Turunan kedua: C” = 2D. sedangkan biaya penyimpanannya Rp. Total biaya penyimpanan: Rata-rata sepanjang periode waktu terdapat Q/2 persediaan sehingga biaya total penyimpanan per periode waktu: (Q/2) C2 Jadi total biaya persediaan = total biaya pemesanan + total biaya penyimpanan C = Q C1 + Q C2 D 2 Yang menjadi permasalahan adalah berapakah jumlah unit atau barang yang harus dipesan agar dapat diperoleh total biaya persediaan yang minimum? Untuk menjawab permasalahan tersebut.C1 + ½ C2 =0 Q2 ½ C2 Q2 Q = = –D.C1 Q2 –D. maka akan dihitung total biaya pemesanan dan total biaya penyimpanan sebagai berikut: Total biaya pemesanan: Misalakan dibutuhkan 100 kg yang akan dipesan sebanyak 25 kg.Q1 . 50 per-minggu = Rp 200 per-bulan. 2 D. Biaya pemesanan setiap kali memesan sebesar Rp.C2: biaya penyimpanan per-periode waktu Masalahnya adalah berapa unit barang yang harus dipesan setiap kali pemesanan (Q) agar biaya total persediaan (C) minimum.Q-2 + ½ C2 =0 –D.C1 ½ C2 = 2 D. perlu dicari: jumlah produk yang harus dipesan setiap kali pemesanan sehingga diperoleh total biaya persediaan yang minimum: Q Q Total biaya persediaan: C = C1 + C2 D 2 Q = D.

5(4) = 8 – 2 = 6 Jadi EQDP1 = 4 = dQd/dP1= -0. jika diketahui fungsinya.5 = -0. dan P3 = 12 Jawab: Untuk titik P1 = 4 maka Qd = 8 . 4 = -1 Qd / P1 6/4 6 3 Besar elastisitas permintaan dititik P1 = 4 adalah -1/3 1 / 3 =1/3 <1 (INELASTIS) Jenis elastisitas permintaan dititik P1 = 4 adalah E Untuk titik P2 = 8 maka Qd = 8 . Elastisitas mengukur derajat kepekaan variabel terikat akibat adanya perubahan variabel bebasnya.5.5 P.5(8) = 8 – 4 = 4 Jadi EQDP2 = 8 = dQd/dP2 = -0. Total biaya persediaan: C = Q C1 + Q C2 D 2 50 100 C= 2500 + 200 2 50 C = 10.5(12) = 8 – 6 = 2 Jadi EqdP3 =12 = dQd/dP3 = -0.5.000 Jadi total biaya persediaan minimum : Rp 10.0.0. Diberikan fungsi permintaan sebagai berikut: Qd = 8 .Jadi setiap kali memesan akan dipesan sebanyak 50 kg.000 Elastisitas Titik: Analisis Fungsi dan Grafis. digunakan Rumus: Eyx = y/y atau Eyx = y/ x x/x y/x untuk perubahan yang kecil rumusnya menjadi : Eyx=dy/dx y/x contoh soal: Elastisitas Permintaan 1.5 = -0.5 P Hitunglah besar dan jenis elastisitas pada titik P1 = 4. P2 = 8. Analisis fungsi Untuk menghitung besarnya elastisitas terhadap x.12 = -3 Qd/P3 2/12 2 Besar elastisitas permintaan dititik P3 = 12 adalah -3 3 E = -3 = 3 > 1 (ELASTIS) Jenis elastisitas permintaan dititik P3 = 12 adalah E Analisa Grafis: Elastisitas permintaan Contoh soal: 4. Dalam waktu satu bulan dilakukan pemesanan sebanyak: D/Q = 100/50 =2 kali pemesanan.0.5 . maka seberapa jauh perubahan y akibat perubahab x di sebut „elastisitas y terhadap x‟. Untuk contoh soal di atas di mana fungsi permintaan: Qd = 8 – 0. Misal: y = f(x). Di tulis Eyx. Grafik fungsinya: 1 4 0 4 Qd EQDP1=4 = = = 3 16 4 12 8 8 0 EQDP2=8 = = =1 8 16 8 12 EQDP3=12 = 12 0 = =3 4 16 12 P 41 .8 = -1 Qd/P1 4/8 4 Besar elastisitas permintaan dititik P2 = 8 adalah -1 1 = 1 (UNITARY ELASTIS) Jenis elastisitas permintaan dititik P2 = 8 adalah E Untuk titik P3 = 12 maka Qd = 8 .5 = -0.0.

Di berikan fungsi penawaran sebagai berikut: Qs = 6 + 2P Hitunglah besar dan jenis elastisitas pada titik P1 = 4. P2 = 8.Contoh soal: Elastisitas penawaran 5. Dan P3 = 12 Jawab: Untuk titik P1 = 4 Maka Qs = 6 + 2(4) = 6 + 8 = 14 Jadi E QdP1 = 4 = dQs/Dp1= + 2 = + 2 .Q2 = 140 Q + 5 DI Mana Q adalah produksi. 8 = 16 = 8 Qs/P2 22/8 22 22 11 Besar elastisitas permintaan di titik P2 = 8 adalah 8/11 Jenis elastisitas permintaan di titik P2 = 8 adalah E = 8/11 < 1 (INELASTIS) Untuk titik P3 = 12 maka Qs = 6 + 2 (12) = 6 + 24 = 30 Jadi E QdP3 = 12 = dQs/dP3 = + 2 = + 2 . sedangkan fungsi produksinya Q = 4 L. # untuk setiap penambahan tenaga kerja sebanyak 1 orang akan menyebabkan penambahan jumlah barang yang diproduksi sebanyak 4 unit. 4 = 8 = 4 Qs/P1 14/4 14 14 7 Besar elastisitas permintaan di titik P1 = 4 adalah 7 Jenis elastisitas permintaan di titik P1 = 4 adalah E = +4/14 = 7 < 1 (INELASTIS) Untuk titik P2 = 8 maka Qs = + 2 (8) = 6 + 16 = 22 Jadi E QdP2 = 8 = dQs/Dp2 = + 2 = + 2 . Marginal Revenue Product Of Labour (MRP L)* II. Jika jumlah tenaga kerja yang ada 10 orang:  Berapakah „Marginal Physical Product Of Labour (MRP L)’ Dan jelaskan artinya!  Berapakah „Marginal Revenue Product Of Labour (MRP L)’ Dan jelaskan artinya! Jawab: Fungsi Produksi: Q = 4 L Sehingga dQ Marginal Physical product of labour (MRP L): =4 dL Artinya: Pada tingkat tenaga kerja berjumlah 10 orang. sebaliknya # untuk setiap pengurangan tenaga kerja sebanyak 1 orang akan menyebabkan pengurangan jumlah barang yang diproduksi sebanyak 4 unit 42 . Untuk contoh soal di atas di mana fungsi permintaan: Qd = 6 + 2P. Marginal Revenue Product Of Capital (MRP C)* Contoh Soal: Marginal Revanue Product Of Labour (MRPL) 1. Fungsi pendapatan dari suatu pabrik di berikan sebagai berikut: R = . grafik fungsinya: QS Qd= 6 + 2P 14 6 8 4 EQDP1=4 = = = 30 14 0 14 7 22 16 22 6 8 EQDP2=8 = = = 22 22 0 11 14 24 4 6 EQDP3=12 = 30 6 = = 30 5 30 0 4 8 12 P Penerapan Teori Diferensial Berantai Teori diferensial berantai di terapkan dalam masalah produksi di antaranya untuk mencari: I. 12 = 24 = 4 Qs/P3 30/12 30 30 5 Besar elastisitas permintaan di titik P3 = 12 adalah = 4/5 Jenis elastisitas permintaan di titik P3 = 12 adalah E = + 4/5 = 4/5 < 1 (INELASTIS) Analisis Grafis: Elastisitas Penawaran Contoh soal : 6.

32 L + 560 Untuk tenaga kerja sebanyak 10 orang. maka MRPL = -32(10) + 560 = -320 + 560 = 240 Artinya: Pada tingkat tenaga kerja berjumlah 10 orang. Fungsi pendapatan: R = -3000Q2 + 410000Q + 7 maka dR Marginal revenue: = -6000Q + 410000 dQ Mencari Marginal Revenue Product of Capital (MRPC): dR dR dQ = .8 (4L) + 560 = .3000Q2 + 410000Q + 7 di mana Q adalah produksi.Fungsi pendapatan: ´Marginal Revenue: R = . sedangkan fungsi produksinya Q = 3C. dC dQ dC dR = (-6000Q + 410000) (3) dC dR = -18000Q + 1230000000 dC Jadi marginal revenue product of capital (MRP L) = -18000Q+1230000000 = -18000(3C)+1230000000 = -54000C+1230000000 Untuk kapital sebanyak 1000 maka MRPL = -54000C+1230000000 = -54000(1000)+1230000000 43 .8Q + 560 =.Q2 + 140Q + 5 dR = . sebaliknya # untuk setiap pengurangan tenaga kerja sebanyak 1 orang akan menyebabkan pengurangan pendapatan sebanyak 240 contoh soal: marginal revenue product of capital (MRPC) 2. dL dQ dL dR = (-2Q + 140) (4) dL dR = -8Q + 560 dL Jadi Marginal Revenue Product of Labour (MRP L) = . # untuk setiap penambahan kapital sebanyak 1 akan menyebabkan penambahan jumlah barang yang diproduksi sebanyak 3 unit. sebaliknya # untuk setiap pengurangan kapital sebanyak 1 akan menyebabkan pengurangan jumlah barang yang diproduksi sebanyak 3 unit. Jika kapital yang dimiliki 1000: Berapakah „Marginal Physical Product of Capital (MPPC)´ dan jelaskan artinya! Berapakah Marginal Revenue Product of Capital (MRPC)´ dan jelaskan artinya! Jawab: Fungsi produksi: Q = 3C sehingga Marginal Physical Product of capital (MRPC): Dq = 3dC Artinya: Pada tingkat kapital sebanyak 1000. Fungsi pendapatan dari suatu pabrik diberikan sebagai berikut: R = .2Q + 140 dQ Mencari Marginal Revenue Product of Labour (MRP L): dR dR dQ = . # untuk setiap penambahan tenaga kerja sebanyak 1 orang akan menyebabkan penambahan pendapatan sebanyak 240.

P2. Optimasi 2 variabel: Maksimasi pendapatan Minimasi biaya Maksimasi laba/keuntungan III. Elastisitas Parsial II. juga ternyata di tentukan oleh harga barang lain tersebut merupakan barang substitusinya atau barang komplementernya. Di samping itu juga di tentuka oleh pendapatan. maka hubungan antar komoditi adalah komplementer.= -54000000+1230000000 = 1176000000 Artinya: Pada tingkat kapital sebanyak 1000.P2. harga barang lain (P1). dan pendapatan (Y). Akan tetapi. yaitu: kepekaan fungsi permintaan barang 1 (Qd1). fungsi permintaannya masing-masing dapat di tuliskan sebagai berikut: Qd1 = f (P1. dan besarnya pendapatan (Y). maka hubungan antar komoditi adalah substitusi. Mencari marginal rate technical substitution(MRTS) Elastisitas Persial Fungsi permintaan suatu barang tentu di tentukan oleh harga barang itu sendiri.Y) Fungsi permintaan barang 1 di pengaruhi oleh harga barangnya sendiri (P 1). dQd 1 / dY dQd 2 / dY Jadi E QdP1 = dan E QdP2 = Qd 1 / Y Qd 2 / Y Hubungan antar-komoditi: # jika hasil dari perhitungan cross elasticity of demand positif. yaitu: kepekaan fungsi permintaan barang 1 (Qd1) akibat perubahan harga barang lain (P2) maupun kepekaan fungsi permintaan barang 2 (Qd2) akibat perubahan harga barang lain (P1): dQd 1 / dP 2 dQd 2 / dP1 Jadi E QdP1 = dan EQdp2 = Qd 1 / P 2 Qd 2 / P1 Income Elasticity of Demand Mencari kepekaan fungsi permintaan terhadap perubahan pendapatan: Yaitu: kepekaan fungsi permintaan barang 1 (Qd1) akibat perubahan pendapatan (Y) maupun kepekaan fungsi permintaan barang 2 (Qd2) akibat perubahan pendapatan (Y). Misalnya ada dua barang yaitu barang 1 dan barang 2.Y) Dan Qd2 = f (P1. Demikian pula dengan fungsi permintaan barang 2 di pengaruhi oleh harga barangnya sendiri (P2). akibat perubahan harga barangnya (P1) maupun kepekaan fungsi permintaan barang 2 (Qd2) akibat perubahan harga barangnya (P2): Jadi E QdP1 = dQd 1 / dP1 dQd 2 / dp 2 dan E QdP2 = Qd 1 / p1 Qd 2 / p 2 Cross Elasticity of demand Mencari kepekaan fungsi permintaan terhadap perubahan harga barang lain. maka # untuk setiap penambahan kapital sebanyak 1 akan menyebabkan penambahan pendapatan sebanyak 1176000000 sebaliknya # untuk setiap pengurangan kapital sebanyak 1 akan menyebabkan pengurangan pendapatan sebanyak 1176000000 Penerapan Teori Diferensial Parsial Teori Diferensial Parsial diterapkan dalam berbagai masalah di antaranya untuk mencari: I. harga barang lain (P2). sedangkan # jika hasil dari perhitungan cross elasticity of demand negatif. 44 . Price elastisity of demand Mencari kepekaan fungsi permintaan terhadap perubahan harga barangnya sendiri.

Contoh soal: 1. Qdr = 2Pj - 30 Pr + 0,05 Y Untuk Pj = 3000, Pr = 100, dan Y = 30000 Carilah: - Price Elasticity of Demand - Cross Elasticity of Demand - Income Elasticity of Demand Bagaimanakah hubungan antara komoditi j dan r? Jawab: Price Elasticity of Demand: dQdr / d Pr 30 2 30 E QdPr = = = = Qdr / pr 4500 / 100 3 45 Cross Elasticity of Demand: dQdr / dPj 2 60 4 E QdPr = Qdr / pj 4500 / 3000 45 3 Income Elasticity of Demand: dQdr / dY 0,05 15 1 E QdPr = Qdr / Y 4500 / 30000 45 3 Hubungan antara komoditi r dan j: Karena Cross Elasticity of Demand hasilnya positif, maka hubungan antara komoditi r dan komoditi j adalah Subtitusi. Optimasi Dua Variabel. Fungsi yang mengandung 2 variabel misalnya dituliskan sebagai berikut: Y=f(x1,x2) Dalam setiap permasalahan optimasi, selalu memunculkan dua pertanyaan: 1. Berapakah x1 dan x2 yang akan memberikan Y optimum (maksimum atau minimum) 2. Berapakah Y optimumnya (maksimum atau minimum) Untuk dapat menjawab pertanyaan pertama tersebut, maka diberikan langkah-langkahnya sebagai berikut: Optialisasi dua variabel Y = f ( x1 ,x2 ) Maksium Langkah I Turunan pertama Y1 = 0 , Y2 = 0 Minimum Turunan pertama Y1 = 0 , Y2 = 0 Diperoleh X1 dan X2

Langkah II

Turunan kedua dan Matriks Hessian: H = Y11 Y12 Y21 Y22 D1 = Y11 < 0
Difinit negatif, Menjamin Y maksium

Langkah III

D1 = Y11 > 0
Difinit positif, Menjamin Y minimum

Diperoleh Titik ekstrim maksium atau titik ekstrim minimum

Langkah-langkah dalam tabel tersebut membantu untuk memperoleh X1 dan X2 yang pasti akan menjamin bahwa Y optimal, jadi ke tiga langkah tersebut di atas hanyalah untuk menjawab pertanyaan pertama saja. Belum di peroleh berapa besar Y yang optimal tersebut. Untuk mendapatkan nilai Y yang optimal maka nilai X1 dan X2 harus di masukan dalam persamaan Y tersebut.untuk memberikan penjelasan yang lebih jelas, maka di bawah ini di berikan tiga contoh yang merupakan permasalahan optimal dua variabel, yaitu: maksimasi pendapatan, minimasi biaya, maksimasi laba.

45

Contoh soal: Maksimasi pendapatan 1. Di berikan fungsi pendapatan : R = 160 Q1 – 3 Q12 – 2 Q1 Q2 – 2Q22 + 120 Q2 –180 Berapakah jumlah produk 1 dan produk 2 yang harus di produksi dan di jual sehingga dapat di peroleh pendapatan maksimum? Berapakah pendapatan maksimumnya? Jawab: jumlah produk 1 dan 2 yang harus di jual : Langkah pertama ialah mencari turunan pertama fungsi pendapatan: R1 = 160 – 6 Q1 – 2 Q2 = 0 R2 = 120 – 2 Q1 – 4 Q2 = 0 Untuk mencari Q1 dan Q2 menggunakan aturan determinan: Fungsinya menjadi: 6 Q1 – 2 Q2 = - 160 2 Q1 – 4 Q2 = - 120 Maka 160 2 120 4 (-160)(-4) - (-2)(-120) 640 - 240 400 Q1 = = = = = 20 6 2 (-6) (-4) - (2) (-2) 20 24 4 2 4

6 160 2 120 (-6)(-120) - (-2)(-160) 720 - 320 400 Q2 = = = = = 20 6 2 (-6) (-4) - (2) (-2) 20 24 4 2 4 Langkah ke dua adalah mencari turunan keduannya: R11 = -6, R12 = -2, R21 = -2, R22 = -4 R 11 R12 - 6 - 2 Matriks hessiannya: H = R21 R22 -2 -4
Matriks pertamanya : D1 = - 6 < 0
-6 -2 -2 -4 = (-6)(-4) – (-2)(-2) = 24 – 4 = 20 > 0 karena D1 < 0 dan D2 > 0, maka definit negatif, menjamin pendapatan maksimum. Pendapatan maksimumnya: R = 160Q1 - 3Q12 - 2Q1Q2 - 2Q22 + 120Q2 – 180 R = 160(20) - 3(20)2 - 2(20)(20) -2(20)2 +120(20) – 180 R = 2620

Matriks keduannya : D2 = H =

Contoh soal: Minimasi biaya 2. di berikan fungsi biaya sebagai berikut: C = 8Q12 + 6Q22 - 2Q1Q2 - 40Q1 - 42Q2 + 180 Berapakah jumlah produk 1 dan produk 2 yang harus di produksi sehingga di peroleh biaya minimum? Berapakah biaya minimumnya? Jawab: jumlah produk 1 dan 2 yang harus di produksi: Langkah pertama ialah mencari turunan pertama fungsi biaya: C1 = 16Q1 – 2Q2 – 40 = 0 C2 = -2Q1 + 12Q2 – 42 = 0 Untuk mencari Q1 dan Q2 menggunakan aturan determinan: Fungsinya menjadi: 16Q1 – 2Q2 = 40 -2Q1 + 12Q2 = 42 Maka 40 - 2 Q1 =

42 12 16 - 2 - 2 12

=

(40)(12) ( 2)( 42) 480 84 564 = = =3 (16)(12) ( 2)( 2) 192 188

46

Q2 =

- 6 - 160 - 2 - 120 16 - 2 - 2 12

=

( 6)( 120) ( 2)( 160) 400 720 320 = = = 2,12 = 2 (16)(12) ( 2)( 2) 188 192

Langkah kedua adalah mencari turunan keduanya: R11=16, R12 = -2, R21 = -2, R22 = 12 16 -2 R 11 R 12 16 -2 Matriks Hessiannya: H = 12 R 21 R 22 - 2 Matriks pertamanya : D1 = 16 > 0 Matriks keduanya : D2 = H = 16 -2 - 2 12 =(16) (12) – (-2) (-2) =192 – 4 =188 > 0 Karena D1 > 0 dan D2 > 0, maka definit positif, menjamin biaya minimum. Biaya minimumnya: C = 8Q12 + 6Q22 - 2Q1 Q2 - 40Q1 - 42Q2 + 180 C = 8(3)2 + 6(2)2 - 2(3) (2)- 40 (3)- 42 (2)+180 C = 60 Contoh soal: maksimasi laba / keuntungan 2. Diberikan fungsi pendapatan dan fungsi biaya sebagai berikut: R = 12 Q1 + 8 Q2 dan C = 3 Q12 + 2 Q22 Berapakah jumlah produk 1 dan produk 2 yang harus diproduksi dan dijual sehingga diperoleh laba maksimum? Berapakah laba maksimumnya?

Jawab: Fungsi labanya: Laba = R – C = 12Q1`+ 8Q2 - ( 3 Q12 + 2 Q22) = 12Q1 + 8Q2 - 3Q12 - 2Q22 Langkah pertama ialah mencari turunan pertama fungsi laba: Laba1 = 12 – 6 Q1 = 0, maka Q1 = 2 Laba2 = 8 – 4 Q2 = 0, maka Q2 = 2 Langkah kedua adalah mencari turunan keduanya: Laba11 = - 6, Laba12 = 0, Laba22 = - 4 Matriks Hessiannya: H = Laba 11 Laba 12 = -6 0 Laba 21 Laba 22 0 -4 Matriks pertamanya: D1 = - 6 < 0 Matriks keduanya : D2 = H = - 6 0 0 -4 = -(0)(0) (-6) (-4) = 24 – 0 = 24 > 0 Karena D1 < 0 dan D2 > 0, maka definit negatif, menjamin laba maksimum. Pendapatan maksimumnya: Laba = 12 Q1+8 Q2-3Q12-2Q22 Laba = 12(2) +8(2)-3(2)2-2(2)2 Laba = 24+16-12-8 Laba = 20 47

3) K 0. 7 3L0. dQ / dK dL dK dL dQ dL Rumus: MRTS = Contoh soal: 1.3 1 L0.1 Mencari Marginal Rate of Technical Substitution (MRTS) dK dL Jika diketahui Fungsi Produksi Q=f(K.5) K ) 0.3 K 0.7) L0. Q R = (16 – Q) .5 0.7 1 96(0.L).2K 0.3) K 0. maka mencari MRTS-nya dengan dQ / dL dQ dQ dQ dK dK MRTS = : .3.3 L 0.5 1 0 = = MRTS = 0.5 1 = 0.5 K 4 L 4 0.4 L 0.3 (0.7 K 0.7 7K MRTS = 3L 7.7 0.3 (0.3 L0. Diberikan fungsi produksi sebagai berikut: Q = 96 K 0.8(0. Di berikan fungsi produksi sebagai berikut: Q = 0.3 L 0. 7 L0. Q* R = 16 Q – Q2 Maka fungsi marginal pendapatannya: MR = 16 – 2Q 48 .7 K = 210 dan L = 70 Hitunglah MRTS-nya dan jelaskan artinya! Jawab: dQ / dL MRTS = dQ / dK = = = 96 K 0.5 160 40 MRTS = 4 4 MRTS = – 4 .2(0. 7 7 K 0.8L 0.210 MRTS = 3.5 + 0.1K 0.70 MRTS = – 7 PENYELESAIAN SOAL-SOAL Fungsi marginal pendapatan (marginal revenue) 1. 2 MRTS = – 8 2.5.7. Di mana K = 160 dan L = 40 Hitunglah MRTS-nya dan jelaskan artinya! Jawab: dQ / dL MRTS = dQ / dK 0 0.5) L0. carilah fungsi marginal pendapatannya untuk fungsi P = 16 – Q jawab: fungsi permintaan: P = 16 – Q fungsi pendapatan: R = P .

Total biaya minimum: TC = Q3 – 4Q2 + 4Q + 4 TC = (2)3 – 4(2)2 + 4(2) + 4 = 4 49 . Pendapatan maksimum: TR maksimum = 120 Q – 6 Q2 R maksimum = 120(10) – 6(10)2 = 1200 – 600 = 600 jadi pendapatan maksimumnya diperoleh sebesar 600 fungsi pendapatan rata-rata: AR = 120 – 6 Q fungsi marginal pendapatan: TR′= MR = 120 – 12 Q maka grafik dari kedua fungsi tersebut di gambarkan sebagai berikut: AR.2)(Q . Q1 = 2/3 Q .MR 120 AR = 120 . Total biaya suatu perusahaan dinyatakan dalam fungsi sebagai berikut: TC = Q3 – 4Q2 + 4Q +4 # Pada output berapakah yang akan memberikan total biaya minimum? # Berapakah total biaya minimumnya? Jawab: Fungsi total biaya: TC = Q3 – 4Q2 + 4Q + 4 Turunan pertama fungsi total biaya: TC‟= 3Q2 – 8Q + 4 = 0 (3Q . Q2 = 2 Turunan kedua fungsi total biaya: TC″= 6Q – 8 Untuk Q1 = 2/3 maka TC″= 6 (2/3) – 8 = . Q = 120 Q – 6 Q2 Turunan pertama fungsi pendapatan: TR′ = 120 – 12Q = 0 120 = 12Q Q = 10 Turunan kedua fungsi pendapatan: TR″ = -12 < 0 menjamin pendapatan maksimum. Q = (120 – 6Q) .6Q MR =120 – 12Q 10 20 Q Minimasi total biaya (Total Cost) 3.2 = 0. yaitu Q = 2.Maksimasi total pendapatan (Total Revenue) 2. fungsi pendapatan rata-rata (Average Revenue) di berikan di bawah ini: AR = 120 – 6 Q # Pada tingkat output berapakah yang memberikan pendapatan maksimum? # Berapakah pendapatan maksimum yang diperoleh? # Gambarkan fungsi pendapatan rata-rata dan marginal pendapatan pada sebuah grafik! Jawab: Fungsi pendapatan rata-rata: AR = 120 – 6 Q Fungsi pendapatan: TR = AR .2) = 0 3Q .4 < 0 Untuk Q2 = 2 maka TC″= 6 (2) – 8 = 4 >0 Jadi output yang memberikan total biaya minimum adalah yang TC″>0. Jadi pada tingkat output Q = 10 menjamin pendapatan maksimum.2 = 0.

25 = 1.5 Karna Q* = 2.5) = 2.5 – 1/10(12.25 Maka total pajak maksimum: T = t .5 – 1. pengusaha memperoleh laba maksimum.625 Minimasi total biaya persediaan 5.C1 Q= C2 2.5 – 1/10 t.1440. 1.6000 1200 Q = 120 jadi setiap kali memesan akan dipesan sebanyak 120 kg.5 – 1/10 t = 2.5 turunan kedua: T″= -1/5 < 0 Jadi tarif pajak yang memberikan total pajak maksimum sebesar: t = 12. Seorang penjaja kue kering memerlukan tepung terigu sebanyak 1440 kg tiap bulan.5 . Q – C – t Q = -5Q + 100 – (5Q2-30Q) – tQ = -5Q2 + 25Q – Tq + 100 Turunan pertama: Laba′ = -10Q + 25 – t = 0 25 – t = 10Q Q* = 25 – t 10 Q* = 2. Jadi sudut pandang pemerintah: Pajak: T = t Q* = t (2. Total biaya persediaan: Q= 50 .5 t – 1/10 t 2 turunan pertama: T′ = 2.5 – 1/10 t) = 2.5 – 1/5 t = 0 2. Total pendapatan dan total biaya di berikan sebagai berikut: P = . Dalam waktu satu bulan dilakukan pemesanan sebanyak: D/Q = 1440/120 = 12 kali pemesanan.Maksimasi penerimaan total pajak 4.5Q + 100 dan C = 5Q2 – 30Q Berapakah tarif pajak yang sebaiknya dikenakan pemerintah kepada pengusaha agar pemerintah memperoleh total pajak maksimum? Berapakah total pajak maksimum yang diperoleh pemerintah? Jawab: Dari sudut pandang pengusaha: Laba = P . Q* = 12. sedangkan biaya penyimpanannya Rp 300 per minggu.biaya pemesanan tiap kali memesan sebesar Rp 6000 per pemesanan.25 = 15. # berapakah kg yang harus dipesan setiap kali memesan? # berapa kali pemesanan harus dilakukan dalam satu bulan? # berapakah total biaya persediaan minimumnya? Jawab: Jika diketahui bahwa: D : jumlah total pemesanan per bulan : 1440 kg C1: biaya pemesanan : Rp 6000 C2: biaya penyimpanan : Rp 300 per minggu = Rp 1200 per bulan Jumlah yang harus di pesan : 2 D.5= 1/5 t t = 12.625 Jadi total pajak yang diterima pemerintah sebesar: 15.5 – 1/10 t Turunan kedua: Laba″ = -10 < 0 Jadi dengan memproduksi Q* = 2.

fungsi permintaan suatu komoditi diberikan sebagai berikut: Qd = 16 – 0. maka hubungan antara komoditi 1 dan komoditi 3 adalah subtitusi. fungsi produksi : Q = 1/2K ½L = ½. dan Y = 40 # carilah Price Elasticity of Demand dan jenisnya! # carilah Cross Eelasticity of Demand dan jenisnya! # carilah Income Elasticity of Demand dan jenisnya! # bagaimana hubungan antara komoditi-komoditi tersebut? Jelaskan! Jawab: Qd1 = 16 – 0. P2 = 10.8 1 E Qd1P2 = Qd 1 / Pr 2 80 / 10 10 dQd 1 / dP3 1 1 E Qd1P3 = Qd 1 Pr 3 80 / 40 2 Income elasticity of demand dQd 1 / dY 1 1 E Qd1Y = Qd 1 / Y 80 / 40 2 Hubungan antara komoditi 1 dan 2: Karena Cross Elasticity of Demand hasilnya negatif.8(10) + 40 + 40 Qd1 = 80 Price elasticity of demand: dQd 1 / dP1 0. Marginal Physical and Revenue Product of Labour and Capital 7. Hubungan antara komoditi 1 dan 3: Karena Cross Elasticity of Demand hasilnya positif .4 P1 – 0. dengan K = 4.8 P2 + P3 + Y Qd1 = 16 – 0.4 P1 – 0. maka hubumgan antara komoditi 1 dan komoditi 2 adalah subtitusi. L = 16 # hitunglah Marginal Physical Product of Labour! # hitunglah Marginal Physical Product of Capital! Jika fungsi pendapatan R = 2Q. P3 = 40.1 / 2 K dL 51 .4 4 E Qd1P1 = Qd 1 Pr 1 80 / 20 400 Cross elasticity of demand dQd 1 / dP 2 0.8 Q=4 Sehingga: Marginal Physical Product of Labour (MPRL): 1 1 1 dQ 1 2 L2 2 .C= C= D C1 Q Q C2 2 1440 120 6000 1200 120 2 C = 144000 Jadi total biaya persediaan minimum: Rp 144000 Elastisitas persial 6. maka # hitunglah Marginal Physical Product of Labour! # hitunglah Marginal Physical Product of Capital! jawab: fungsi produksi: Q = ½ K ½ L ½ Q = ½ 4 ½ 16 ½ Q=½.4(20) – 0.8 P2 + P3 + Y Untuk P1 = 20.

1/2L ½dC dQ = ¼ K 1/2 L -1/2 dC 1 dQ 1 4 K 2 1 dC L2 1 dQ 1 4 4 2 1 dC 16 2 dQ 1 = dC 8 Artinya : Pada tingkat investasi sebesar 4. Mencari Marginal Revenue Product of Capital (MRPC): dR dR dQ . dC dQ dC dR = (2). # untuk setiap penambahan tenaga kerja sebanyak 1 orang akan menyebabkan penambahan pendapatan sebanyak 1. # untuk setiap penambahan kapital sebanyak 1 akan menyebabkan penambahan jumlah barang yang diproduksi sebanyak 1/8 unit. K½.1 1 dQ 1 2 L2 4K dL 1 dQ 1 4 L 2 1 dL K 2 1 dQ 14 16 2 1 dL 42 dQ 1 dL 2 Artinya: Pada tingkat tenaga kerja berjumlah 16 orang # untuk setiap penambahan tenaga kerja sebanyak 2 orang akan menyebabkan penambahan jumlah barang yang diproduksi sebanyak 1 unit. sebaliknya # untuk setiap pengurangan kapital sebanyak 1 orang akan menyebabkan pengurangan jumlah barang yang diproduksi sebanyak 1/8 unit jika fungsi pendapatan: R = 2Q sehingga dR ′ Marginal Revenue: 2 dQ Mencari Marginal Revenue Product of Labour (MRPL): dR dR dQ .(1/4) dC 52 . dL dQ dL dR (2).(1/2) dL dR 1 dL Jadi Marginal Revenue Product of Labour (MRPL)=1 Artinya: Pada tingkat tenaga kerja berjumlah 16 orang. sebaliknya # untuk setiap pengurangan tenaga kerja sebanyak 1 orang akan menyebabkan pengurangan pendapatan sebanyak 1. sebaliknya # untuk setiap pengurangan tenaga kerja sebanyak 2 orang akan menyebabkan pengurangan jumlah barang yang diproduksi sebanyak 1 unit Marginal Physical Product of Capital (MRPC): dQ = ½.

laba21= 0 .4Q12 .8 . Biaya12= 0 . Biaya21= 0 .2Q22 + 32Q1+12Q2 Berapakah jumlah produk 1 dan produk 2 yang harus diproduksi dan dijual sehingga dapat diperoleh laba maksimum? Berapakah laba maksimum yang diperoleh? Jawab: Fungsi Labanya : .0 = 192 > 0 Karena D1> 0 dan D2> 0.24-32 Biaya = 68 Dengan memproduksi produk pertama sebanyak 3 dan produk kedua sebanyak 2 maka akan berproduksi pada biaya minimum sebesar 68. maka definit positif.4 .8Q 1+ 16Q2 Biaya = 12 (3)2 + 4(2)2. Fungsi biaya dari perusahaan yang menghasilkan dua produk sebagai berikut: Biaya = 12 Q12 + 4Q2 2 – 8 Q1 – 16 Q2 # Berapakah jumlah produk 1 dan produk 2 yang harus diproduksi agar dapat diperoleh biaya minimum? # Berapakah biaya minimum yang diperoleh? Jawab: Fungsi Biayanya: 12 Q12 + 4Q2 2 – 8 Q1 – 16 Q2 Langkah pertama ialah mencari turunan pertama fungsi biaya: Biaya1 = 24 Q1 – 8 = 0.(0) (0) = 192 . laba22= . laba12= 0 . Fungsi Laba diberikan Laba = .4 Biaya11 Biaya12 . # untuk setiap penambahan investasi sebanyak 4 orang akan menyebabkan penambahan pendapatan sebanyak 1. Biaya minimumnya: Biaya = 12 Q12 + 4Q22. Minimasi Biaya dari Dua Produk 8. Biaya22= 8 Biaya11 Biaya12 24 0 Matriks Hessiannya : H= Biaya21 Biaya22 0 8 Matriks pertamanya : D1 = 24 Matriks keduanya : D2 = H= 0 24 0 0 8 = (24) (8) .8 0 Matriks Hessiannya: H= Biaya21 Biaya22 0 -4 Matriks pertamanya: D1 = 8 0 53 .9 + 4.4Q2 +12 = 0 makaQ2 = 3 Langkah kedua adalah mencari turunan keduanya: Laba11= . Jadi perusahaan sebaiknya memproduksi produk pertama sebanyak 3 dan produk kedua sebanyak 2 agar berproduksi pada tingkat biaya minimum. menjamin biaya minimum.2Q22 + 32Q1+12Q2 Langkah pertama ialah mencari turunan pertama fungsi laba: Laba1 = .4Q12 . Maksimasi Laba/Keuntungan dari dua produk 9. sebaliknya # untuk setiap pengurangan tenaga kerja sebanyak 4 orang akan menyebabkan pengurangan pendapatan sebanyak 1.8(3) +16(2) Biaya = 12.dR = 1/4 dC Jadi Marginal Revenue Product of Capital (MRPC)=1/4 Artinya: Pada tingkat investasi berjumlah 4 orang. maka Q1=3 Biaya2 = 8 Q2 – 16 = 0. maka Q2=2 Langkah kedua adalah mencari turunan keduanya: Biaya11= 24 .8Q1 + 32 = 0 makaQ1 = 4 Laba2 = .

2Q22 + 32Q1 + 12Q2 Laba = .total pendapatan dan total biaya diberikan sebagai berikut: R = 221Q + 5100 – 2Q2 dan C = 125Q + 4100 # berapakah tarif pajak yang sebaiknya dikenakan pemerintah kepada pengusaha agar pemerintah memperoleh total pajak maksimum? # berapakah jumlah produk yang harus diproduksi dan dijual oleh perusahaan tersebut sehingga diperoleh laba maksimum setelah mempertimbangkan masalah pejak? # berapakah total pajak maksimum yang diperoleh pemerintah ? # berapakh laba maksimum yang diperoleh perusahaan tersebut? 3.9 + 32.4Q12 .6) (P3. P2 = 100.25 Y Untuk P1 = 200. Laba maksimumnya: SELESAIKANLAH SOAL-SOAL LATIHAN DIBAWAH INI 1.9) (P2. P3 = 500 dan Y = 5000 # carilah Price Elasticity of Demand dan jenisnya! # carilah Cross Eelasticity of Demand dan jenisnya! # carilah Income Elasticity of Demand dan jenisnya! # bagaimana hubungan antara komoditi .5 K2 + 2KL + L2.4 + 12.4.16 .Q3) = (36.fungsi permintaan suatu komoditi diberikan pada gambar dibawah ini . maka definit negatif.3 Laba = 82 Dengan memproduksikan produk pertama sebanyak 4 dan produk kedua sebanyak 3 maka akan diperoleh laba maksimum sebesar 82.diberikan fungsi total biaya suatu perusahaan sebagai berikut: TC = 6Q12. maka # hitunglah Marginal Physical Product of Labour! # hitunglah Marginal Physical Product of Capital! 4.Q1) = (12. Matriks keduanya : D2 = H= Laba = .fungsi produksi: Q = 0. menjamin laba maksimum.4(4)2-2(3)22+ 32(4) +12(3) Laba = . fungsi permintaan suatu komoditi diberikan sebagai berikut : Qd2 = 5200 + 4P1 – 3P2 – 8P3 + 0.3) 0 48 P 54 .Q2) = (24. carilah nilai dan jenis elastisitas di masing-masing titik! Q (P1. dengan K = 20 L = 40 # hitunglah Marginal Physical Product of Labour! # hitunglah Marginal Physical Product of Capital! Jika fungsi pendapatan R = 3Q.-8 0 0 -4 = (-8) (-4) – (0) (0) = 32 > 0 Karena D1 < 0 dan D2 > 0.komoditi tersebut? Jelaskan! 2.2.3Q1 Q2 + 12Q2 – 24 Q1 – 10 Q2 # Pada tingkat output (Q1 dan Q2) berapakah yang akan membuat perusahaan memperoleh total biaya minimum! # Berapakah total biaya minimum tersebut? 5. Jadi sebaiknya di produksikan produk pertama sebanyak 4 dan produk kedua sebanyak 3 agar diperoleh laba maksimum.

TEORI INTEGRAL DAN PENERAPANNYA DALAM BISNIS DAN EKONOMI TUJUAN UMUM Mempelajari jenis integral baik integral tak tentu maupun integral tentu serta mempelajari kaidah-kaidah dari masing-masing jenis integral. TUJUAN KHUSUS # Integral digunakan dalam mencari suatu fungsi total atau fungsi asalnya jika di ketahui fungsi turunannya. Ini merupakan penerapan integral tidak tentu. # Integral juga digunakan dalam menghitung surplus konsumen dan surplus produsen dengan cara menghitung luas dibawah kurva. TEORI INTEGRAL BAGIAN 3 TEORI INTEGRAL DAN PENERAPANNYA DALAM BISNIS DAN EKONOMI Tujuan Umum Mempelajari Jenis Integral baik integral Tak Tentu maupun Integral Tertentu serta mempelajari kaidahkaidah dari masing-masing jenis integral. Ini merupakan penerapan integral tentu. Integral digunakan dalam encari suatu fungsi asalnya jika diketahui fungsi turunannya. Ini merupakan peenerapan Integral Tidak Tentu. Ini merupakan penerapan Integral tertentu. Tutjuan Khusus 1. INTEGRAL TAK TENTU Integral tak tentu merupakan konsep yang berhubungan dengan perincian fungsi asal atau fungsi totalnya dari fungsi turunannya yang diketahui secara umum penulisannya: F ( x) K f ( x)dx Dengan K : konstanta pengintegral yang tak tentu nilainya f (x ) : integral dx : diferensial F ( x) K : fungsi asal atau fungsi total Disebut sebagai integral tak tentu akibat hasil pengintegralannya berupa F(x)+ K dimana K adalah konstanta yang nilainnya tak tentu. 55 . PENDAHULUAN Pada dasarnya integral terdiri atas dua jenis yang dikenal dengan integral tak tentu dan integral tentu. Integral juga digunakan dalam menghitung Surplus Konsumen dan Surplus Produsen dengan cara menghitung luas di bawah kurva.

1 / 5 x 5 K x5 4 Kaidah 7. formula perkalian K .n 1 Kaidah 2. e2x K K formulasi penjumlahan f ( x) g ( x) dx f ( x)dx x2 e x dx x 2 dx g ( x)dx contoh : e x dx 1 / 3x 3 e x K Kaidah 5. formulasi pengurangan f ( x) g ( x) dx f ( x)dx g ( x)dx contoh : x2 e x dx x 2 dx e x dx 1 / 3x 3 e x Kaidah 6.InX x x Kaidah 3. 1 dx 4 contoh : X3 1 K 3 1 4 x = K 4 formula logaritma x 3 dx Inx 3 1 dx 3 dx 3. formula substitusi du f ( x)dx f (u ) dx F (u ) K dx contoh: misalkan u x 2 maka du dx dx du x 2 u Inu K In( x 2) K contoh : e 2 x 1dx misalkan : u e2x 2z 1 maka du 2. f ( x).KAIDAH-KAIDAH INTEGRAL TAK TENTU Kaidah 1.d x K contoh : 5 x 4 dx 5 x 4 dx 5. formula eksponensial e x dx e x K contoh : e 2 x dx Kaidah 4. f ( x)dx K .dx dx 1 / 2 1 u dx e 1 / 2du 1 / 2 e 4 du 1 / 2u K 1 / 2e 2 x 1 K 56 . formula pangkat xndx contoh : Xn 1 n 1 K.

4 2 x2 dx 2 4 x2 dx = x2+1 2 4 = 4 2+1.43 3 3 = 56 3 kaidah 4.2 2+1 2+1 2+1 2+1 =43–23 3 3 x2+1 4 2 = 2 2+1. a b f(x) dx = . a a f(x) dx = F(x) a a = F(a) – F(a) = 0 contoh: 2 2 x2 dx = 2 2 x2 dx = 2 3 – 2 3 = 0 3 3 kaidah 3.v x. 4 2 – 6.e .4 2+1 2+1 2+1 2+1 =23 . Secara umum penulisannya: f ( x).dv u.b a f(x) dx contoh: 2 4 x2 dx = .du Contoh : xe x dx Misalkan u x maka du dx dv e x . a b k f(x) dx = k a b f(x) dx contoh: 2 4 6x2 dx = 6.du e x .e x e x K e x ( x 1) K Integral Tentu Integral tentu adalah integral dimana nilai dari variabel bebasnya memiliki batasan-batasan tertentu.ex v. Integral tentu merupakan konsep yang berhubungan dengan pencarian luas suatu daerah yang dibatasi oleh kurva-kurva serta batasan-batasan nilai yang membatasi dengan tepat area yang dimaksud. a b f(x) dx = F(x) a b =F(b)-F(a) . formula sebagian-sebagian u.v v.Kaidah 8.dx ex x. 2 2 57 .dx dan maka v x x. x3 2 4 3 = 6.2 4 x2 dx = 6.dv u.dx dengan: F ( x) b a F (b) F (a) f ( x)dx : integral f (x ) terhadap x wilayah untuk rentang a hingga b F (b) F (a) b a : hasil integral fungsi f (x) antara a dan b : batas atas integrasi : batas bawah integrasi Kaidah-Kaidah Integral Tentu Kaidah 1. a<c<b Contoh: 2 4 x2 dx = x2+1 2 4 = 4 2+1 – 2 2+1 2+1 2+1 2+1 = 43–23 3 3 = 56 3 Kaidah 2.dx u.

64 – 2.4 3 – 6. 4 = 32 – 8 = 24 PENYELESAIAN SOAL-SOAL Kaidah 1. x3 2 [4 + 4x2 2]4 3 = 2. a b [f(x)+g(x)] dx = a b f(x) dx+a b g(x) dx contoh: 2 4 [6x2+4x] dx = 2 4 6.2 2] 3 3 = [2.4] = 128 – 16 – 64 + 16 = 64 kaidah 7.22 2 2 = 4 .2 3] – [4.42–4. a b [f(x) + c d f(x) dx = a d f(x) dx contoh: 2 3 4x dx + 3 3 4x dx = 2 4 4x dx 2 3 4x dx + 3 4 4x dx = 4x2 2 3 + 4x2 3 4 2 2 = 4.8 =8 kaidah 5. 64 – 2.16 – 4. x2 4 2 =4.9 = 18 – 8 + 32 – 18 = 24 2 4 4x dx = 4 . In x + k 58 .x2 dx – 2 4 4x dx = 6. 16 – 4/2 .4. 2 2 3 3 = 2 .2 2 + 4. formula pangkat Contoh: x8 dx = x 8 + 1 8+1 = x9 9 = 1/9 x9 4 contoh: 2 x8 dx = x 8+1 2 4 8+1 =49–29 9 9 Kaidah 2.x2 dx+2 4 4x dx = 6.64 – 2.4 2 – 4. 4 3 – 6. formula logaritma Contoh: = 33 1 dx x = 33 .4 2 – 4.3 3 = 2.9 – 4/2 .3 2 2 2 2 2 = 4/2. 16 – 4 .4 + 4 . a b [f(x) – g(x)] dx = a b f(x) dx – a b g(x) dx contoh: 2 4 [6x2 – 4x] dx = 2 4 6. 4 + 4/2 .x3 2 4 – 4x2 2 4 3 = [6.3 2 – 4.48] – [4. 16 – 4/2. 4 = 125 – 16 + 64 – 16 = 160 kaidah 6. 2 3 + 4.4 2 .

Contoh : 1.4 Contoh: 2 33 dx = 33 2 4 1 dx = 33 .dU 1 1 1 2 4 .dQ utilitynya : TU Contoh Soal : Carilah Fungsi Total Revenue sebesar MR Jika berproduksi pada Q = 25 Jawab : TR MR.dQ 3. 12U . formula penjumlahan Contoh: [x17 + e x+2] dx = x17 dx + e x+2 dx = 1/18 x18 2 4 + e x+2 + k contoh: 2 4[x17 + e x+2] dx = 2 4 x17 dx + 2 4 e x+2 2 4 = 1/18 x18 2 4 + ex+2 2 4 = 1/18 [4 18 – 2 18] + e4+2 – e2+2 = 1/18 [4 18 – 2 18 PENERAPAN INTEGRAL DALAM BISNIS DAN EKONOMI PENERAPAN DALAM BISNIS DAN EKONOMI Dalam bidang ekonomi. 1 2 dU 1 2 .dQ 14 2Q 14 2. sedangkan Integral tertentu diantaranya digunakan untuk mencari Surplus Konsumen dan Surplus Produsen FUNGSI TOTAL Jika yang diketahui adalah persamaan fungsi total.dQ revenuenya : TR 2.U 1 2 1 2 1 59 .Q. Fungsi Total Cost (TC) dapat diperoleh dengan cara mengintegralkan fungsi marginal Costnya : TC MC.dQ Misalkan U = 14+2Q maka dU = 2dQ Dan dQ = ½ dU 14 2QdQ Sehingga: U . Integral tak tentu dapat dipergunakan di antaranya untuk mencari persamaan fungsi total. jika yang diketahui adalah persamaan fungsi marginal. maka mencari persamaan fungsi totalnya dipergunakan hitungan Integral. In x 2 4 = 33(In4 – In2) x 33 dx x x Kaidah 3. Fungsi Total Revenue (TR) dapat diperoleh dengan cara mengintegralkan fungsi marginal MR. U 2 . maka untuk mengetahui persamaan fungsi marginal digunakan perhitungan diferensial. Sebaliknya. Fungsi Total Utility (TU) dapat diperoleh dengan cara mengintergralkan fungsi marginal MU . formula eksponensial Contoh: ex dx = ex + k Contoh: 2 4 ex dx = ex 2 4 = e4 – e2 = -e4 –e2 Kaidah 4.

(Kesanggupan bayar > harga). SK pe f ( p).jika permintaan suatu barang dinyatakan dengan persamaan P= f (Qd)dan ternyata bahwa harga barang tersebutdipasar sebesar Pe. Bpk Alfreed Marshall menyebutnya surplus konsumen.1 4 1 2 U 1 14 2Q 14 2.Qe) = (2.4 Qe = 75 – 12 Qe = 63 Jadi (Pe.surplus konsumen tersebut dapat dihitung dengan menggambarkan fungsi permintaanya serta menghitung luas area di bawah kurva yang bersangkutantetapi diatas harga pasar Pe. Penggambaran : P P' Surplus konsumen (SK) Pe 0 Qe Q' Q Surplus konsumen = Luas daerah yang diarsir .Qd) = (0. maka bagi setiap konsumen yang pada dasarnya memiliki keinginan untuk membeli barang tersebut dan memiliki kesanggupan untuk membeli barang tersebut walaupun harganya diatas Pe dinyatakan bahwa konsumen tersebut mengalami keuntungan.75).penggunaan grafiknya : 60 .25 8 Jadi total revenue-nya pada Q = 25 diperoleh sebesar 1/32 TR 4 1 4 1 4 1 32 Surplus Konsumen Yaitu : Keuntungan lebih (surplus)yang dinikmati oleh konsumen karna konsumen tersebut dapat membeli barang dengan harga pasar yang lebih murah daripada harga yang sanggup dibayarnya.2 2 Qe = 75 – 3. dihitung dengan rumus Qe 1.Pe 2. SK 0 f (Q)dQ Atau p Qe.63) Fungsi Qd = 75 – 3P 2 merupakan kurva parabola yang terbuka di bawah dengan titik puncaknya (P.dP Contoh soal: Diberikan fungsi permintaan sebagai berikut : Qd = 75 – 3P 2 gambarkan fungsi tersebut pada sebuah grafik Qd vs P ! carilah surplus konsumenya jika harga pasar Pe = 2 Jawab : Qd = 75 – 3P 2 Qe = 75 – 3.

2 52 22 2.surplus produsen tersebut dapat dihitung dengan menggambarkan fungsi penawaranya serta menghitung luas area diatas kurva yang bersangkutan tetapi di atas harga pasar Pe Penggambaran : P Pe E(Qe.5 75.75 150 = 125 – 125 + 8 =8 125 8 SURPLUS PRODUSEN Yaitu : keuntungan lebih (surplus)yang dinikmati oleh produsen karena produsen tersebut dapat menjual barang dengan harga lebih tinggi daripada harga yang sanggup dijualnya.dP 2 2 p 2 75.dq f ( p) dP 2 5 (2. maka bagi setiap produsen yang pada dasarnya ingin menawarkan barang tersebut serta memiliki kesanggupan untuk menjual barang tersebut di atas harga pasar Pe dinyatakan bahwa produsen tersebut mengalami keuntungan.Pe) Surplus Produsen P1 0 Qe Q surplus produsen = Luas daerah yang diarsir .63) SK (75 3P 2 )dP 2 5 5 2 5 5 3 2 75 dP 3 p .(kesanggupan menjual < harga pasar) Jika fungsi penawaran suatu barang dinyatakan dengan persamaan P = f(Qs) dan ternyata bahwa harga barang tersebut dipasar sebesar Pe.Qd 75 63 Surplus konsuemen 0 63 2 5 P SK 0 5 f (Q). dihitung dengan rumus : 61 .Bapak Alfred Marshall menyebutnya surplus produsen.

Qe) = (40.4 2 5 2 0 2 40 atau 62 .Qe 0 4 f (Q)dQ (20 5Q)dQ 0 40.dQ 0 0 (20. Surplus produsen : Qe SP Pe.4 4 4 160 160 20 dQ (5 Q.Qe 1. SP Pe.0) 5 2 . Perhitungan mencari surplus produsen sebagai berikut.4) Penggambaran grafiknya Pe = 20 – 5Qs Pe = 40 Surplus Produsen P11= 20 0 4 Qs Daerah yang diarsir menunjukkan surplus produsen yaitu keuntungan yang diperoleh akibat harga dipasar di atas (lebih tinggi)dari kesanggupan menjual.4) 20.Qe 0 f (Q)dQ atau Pe SP P f ( p)dP Contoh soal: Diberikan fungsi penawaran sebagai berikut : P = 20 + 5Qs gambarkan fungsi tersebut pada sebuah grafik P vs Q ! carilah surplus produsenya untuk harga pasar sebesar 40. Jawab: Fungsi penawaranya P = 20 +5Qs P – 20 = 5Qs 5Qs = P – 20 Qs = 1/5 P – 20/5 Qs = 1/5 P – 4 Diketahui bahwa harga keseimbangan pasar adalah 40.40 – 4 Qe = 8 – 4 Qe = 4 Jadi (Pe. maka Untuk Pe = 40 Qe = 1/5P – 4 Qe = 1/5.

dV U .V Diperoleh : TR Q 2 . Fungsi permintaan dan penawaran suatu barang masing – masing ditunjukan dengan fungsi sebagai berikut : Qd = 30 – 2P dan Qs = – 6 + P Hitunglah surplus konsumenya! Jawab: Mencari harga dipasar dengan cara : Qd = Qs 30 – 2P = – 6 +P 30 + 6 = P + 2P 36 = 3P maka Pe=12 dan Qe = –6 + 12 Qe = 6 Fungsi perimintaan : Qd = 30 – 2P Fungsi penawaran : Qs = – 6 + P 2p = 30 – Qd Qs + 6 = P P = 15 – ½ Qd P = Qs + 6 63 .e Q Q 2 .40 2 .Pe 40 SP Pu f ( P)dP 20 1 1 2 P 4 dP P 5 10 40 40 4P 20 20 1 1 .dU Maka dengan rumus : U .dV U .dQ eQ 2e Q Q 2 .20 10 10 160 40 160 80 40 PENYELESAIAN SOAL – SOAL Fungsi total 4.dQ Dan dV = eQ.dQ 2 e Q .e Q Q 2 .V Diperoleh : TR Q 2 .e Q .dQ q 2 e Q . Q.dQ 2.20 2 4.e Q 2e Q Jadi fungsi Total Revenue : TR Surplus konsumen 5. Jawab: TR MR. carilah fungsi total revenue dari fungsi marginal revenue : MR = Q 2eQ ..dU Maka dengan rumus : U .e Q 2Q.e Q 2Q.e Q 2 Q.dQ Misalkan U = Q Sehingga dU = dQ Q Dan dV = e .e Q 2 Q.2Q.40 4.dengan Q adalah julah output yang diproduksi dan di jual.e Q TR TR Q 2 .e Q TR TR Q 2 .e Q e Q .dQ Sehingga V = eQ V .2Q.e Q e Q .dQ Misalkan U = Q2 Sehingga dU = 2Q.dQ Sehingga V = eQ V .

Q ) 2 jika berproduksi dari range Q = 4 hingga Q = 8.Penggambaranya : P Surplus Konsumen P = Qs + 6 atau Qs = – 6 + P P´=15 Pe=12 Surplus Produsen P11= 6 P = 15 – ½ Qd atau Qd = 30 – 2P 0 6 Qe = 6 6 30 PSurplus Konsumen : SK 0 f (Q)dQ Pe . Fungsi penawaran dan permintaan suatu barang dipasar masing – masing dinyatakan sebagai berikut : Qd = 40 – 10P dan Qs = 12P – 4 Carilah keseimbangan harga dan kuantitasnya dipasar! Gambarkan kedua fungsi tersebut pada grafik (p vs Qs)! Carilah surplus konsumenya! Carilah surplus produsenya! 5. Fungsi penawaran dan permintaan suatu barang dipasar masing – masing dinyatakan sebagai berikut : Qd = 30 – 2 P dan Qs = – 66 + 10 64 .6 72 18 36 18 maka akan diperoleh surplus produsen sebesar 18. Seorang produsen mempunyai fungsi penawaran terhadap suatu barang P 1. 2.15 30. Carilah fungsi total biaya dari fungsi marginal biaya sebesar : MC ( Q .6 0 15 15 1 2 . SP pe .5 Qs +15.Qe 0 f (Q)dQ 12.6 0 f (Q)dQ 72 0 (Q 6)dQ 72 1 2 Q 2 6 6 6Q 0 0 72 1 2 6 2 6. Fungsi permintaan suatu barang dinyatakan sebagai berikut: Q = 120 – 6P berapakah surplus konsumenya bila ternyata tingkat harga adalah 60? Gambarkanlah fungsi tersebut pada grafik (p vs Qs)dan lakukanlah perhitungannya dengan dua cara! 4.Qe 0 (15 1 / 2Q)dQ (12. SELESAIKAN SOAL – SOAL LATIHAN DIBAWAH INI 1. berapakah surplus produsenya bila ternyata bahwa tingkat harga di pasar adalah 25? Gambarkanlah fungsi tersebut pada grafik (p vs Qs)dan lakukanlah perhitungannya dengan dua cara! 3.12 152 12 2 9 baik menghitung dengan menggunakan rumus ke-1 maupun dengan rumus ke-2 diperoleh surpl.us konsumenya sebesar 9. dari soal no 2 hitunglah surplus produsenya! Jawab Surplus produsen 6 6 6 1.6 72 90 9 72 9 4 atau 15 (30 2P)dP 30P 12 12 P 2 12 30.6) 6 15Q 0 1 2 Q 4 6 72 15. Surplus Produsen 6.

maka linier programming adalah lebih mudah. selesaikan masing – masing untuk x2 dalam kaitanya dengan x1 . Nyatakan data tersebut dalam persamaan atau pertidaksamaan.fungsi yang akan dioptiumkan. 1. betapapun banyaknya. dan 2 jam untuk pengepakan.x2 ≥ 0 Tiga pertidaksamaan pertama merupakan kendala – kendala teknis (echnical constrain) yang ditentukan oleh keadaan teknologi dan tersedianya input. 3 per meja dan Rp.5x1 (a) (b) 65 . betapapun banyaknya. terbatas variabel. Setiap bangku memerlukan 1 jam untuk perakitan. Jika kendala-kendalanya tersebut.1 Penyelesaian dengan Grafik Tujuan linier programming adalah untuk menetapkan alokasi sumberdaya yang langka secara optimal di antara produk atau aktivitas yang saling bersaing.5x1 + x2 ≤ 20 Kendala dari B : 3x1 + 3x2 ≤ 30 Kendala dari C : x1 + 2x2 ≤ 16 Kendala ketidaknegatifan : x1. Setiap meja memerlukan 2.5x1 Dari B x2 = 10 – x1 Dari C x2 = 8 – 0. Contoh 1 Sebuah pabrik memproduksi meja (x1) dan bangku (x2).pendakatan ini diperagakan dalam empat langkah yang mudah. menjadi Π = 3x1 + 4x2 Di bawah kendala. dan 16 jam untuk pengepakan setiap minggu. Kendala dari A : 2. Situasi perekonomian seringkali mengharuskan pengoptimuman suatu fungsi di bawah beberapa kendala pertidaksamaan. 4 per bangku. Pendekatan grafik digunakan dibawah ini untuk mencari bauran (output mix) yang akan memaksimumkan laba mingguan perusahaan tersebut.fungsi obyektifnya.5 jam untuk perakitan (A).Carilah keseimbangan harga dan kuantitasnya dipasar! Gambarkan kedua fungsi tersebut pada grafik (p vs Qs)! Carilah surplus konsumenya! Carilah surplus produsenya! Linier Programming Suatu Pendekatan Grafik 13.jadi Dari A x2 = 20 – 2. 3 jam untuk pemolesan (B). dan gambarkan grafiknya. 30 jam untuk pemolesan. Perusahaan tersebut tidak dapat menggunakan lebih dari 20 jam untuk perakitan. kendala penyelesaian yang termudah adalah dengan pendekatan grafik. Apabila kendala pertidaksamaan yang dilibatkan lebih dari satu. pertidaksamaan yang keempat merupakan suatu kendala ketidaknegatifan (nonnegativity constrain) yang ditentukan pada setiap soal untuk menghindarkan nilai negatif(karena itu tak dapat diterima)dari penyelesaian. 2. Margin laba adalah Rp. dan 1 jam untuk pengepakan (C). Perlakukan ketiga kendala pertidaksamaan tersebut sebagai persamaan. Pendekatan grafik untuk maksimasi dan minimisasi diperagakan masing masing dalam contoh. 3 jam untuk pemolesan.

Dengan menggambarkan suatu seri garis isoprofit (garis putus – putus) yng menunjukan laba(profit)yang semakin besar.(0.dan 18 untuk C.harga y1 adalah Rp 2.(16. Daerah yang digelapkan merupakan daerah yang mungkin memuat semua titik – titik yang memenuhi semua ketiga kendala kebutuhan ditambah kendala ketidaknegatifan.10).(7.gambar 13 .0) dalam gambar 13 – 1. = 3(4) + 4(6) = 36. nilai tersebut akan ditenukan pada salah satu titik ekstrim (atau sudut) dari batas tersebut. Produk y1 mempunyai dua unit A. Daerah itu memuat semua titik – titik yang memenuhi ketiga kendala ditambah kendala ketidaknegatifan. Perlakukan pertidaksamaan selesaikan masing – masing untuk y2 dalam satuan y1 dan gambarkan grafiknya. untuk memperoleh pemecahan yang optimal dalam daerah yang memungkinkan. Daerah yang digelapkan disebut daerah yang memungkinkan (feasible region).(6. Π = 3 (7) + 4(3) = 31 yang lebih rendah dari Π = 36 diatas. seorang petani ingin mengetahui bahwa ternak gembalanya memperoleh kebutuhan harian minimum dari tiga bahan pokok makanan pokok A.2). Perhatikan bahwa terdapat sepuluh titik ekstrim : (0.2 DALIL TITIK EKSTRIM Dalil titik ekstrim menyatakan bahwa jika suatu nilai optimal yang memungkinkan (optimal feasible value) dari fungsi obyektif ada. kendala dari A : 2y1 + y2 ≥ 14 kendala dari B : y1 + y2 ≥ 12 kendala dari C : y1 + 3y2 ≥ 18 kendala ketidaknegatifan y1. 1. 4. Semuanya disebut penyelesaian dasar (basic solution) tetapi hanya lima terakhir yang merupakan penyelasaian dasar yang mungkin (basic feasible solution) karena penyelesaian – penyelesaian tersebut tidak melanggar kendala yang manapun. laba dimaksimumkan pada ekstrim(extreme point).x1 dan x2 disebut variabel keputusan atau struktural (decision or stuktural variables). Grafik dari pertidaksamaan “ lebih besar atau sama dengan ” akan mencakup semua titik – titik pada garis dan disebelah kanan garis. Dimana x1 4 dan x 2 6 lihat gambar 13 – 1 (b).(4.0).6).dan satu unit masing – masing B dan C. 13.(10. Dengan mensubstitusikan dalam (13. Contoh 2. Biasanya hanya salah satu dari penyelesaian dasar yang mungkin tersebut yang akan optimal. Metode grafik digunakaqn dibawah ini untuk menentukan kombinasi biaya yang paling murah dari y1 dan y2 yang akan memenuhi semua kebutuhan minimum.1 Grafik dari pertidaksamaan asal “ lebih kecil atau sama dengan ” akan mencakup semua titik – titik pada garis dan disebelah kiri garis.lihat gambar 13 – 1 (a).(8.0).kendala ketidaknegatifan x1.(a) yang terakhir adallah perpotongan kendala – kendala ketidaknegatifan. produk y2 mempunyai satu unit masing – masing A dan B dan tiga unit C. Lihat gambar 13 – 2 (a).jika ada. fungsi obyektif yang akan diminimumkan adalah c = 2y1 + 4y2 di bawah kendala . 66 perpotongan kedua kendala tersebut. Dengan menggunakan prosedur yang digunakan dalam contoh 1.0) dan (0.1). Di (7.-.dan harga y2 adalah Rp 4.x2 ≥ 0.garis isoprofit tersebut mempunyai kemiringan . 3 x2 x1 4 4 Jadi.8). 3.y2 ≥ 0 dimana kendala teknisnya dibaca ≥ karena kebutuhan minimum harus dipenuhi tetapi ungkin dilampaui 2.3) upamanya. masing – masing digambarkan oleh sumbuh tegak (vertikal) dan sumbu datar (horisontal).B dan C.3). 12 untuk B.5).(0.yang disebut titik . Kebutuhan harianya adalah 14 untuk A. gambarkan fungsi obyektif sebagai suatu seri garis isoprofit..kita menemukan garis isoprofit yang menunjukan laba terbesar yang memungkinkan menyentuh daerah yang mungkin di E.¾.

2y1 + y2 . karena itu variabel surplus dikurangkan. Suatu pertidaksamaan “ lebih kecil atau sama dengan ” seperti 5x 1 + 3x2 ≤ 30 dapat dirubah menjadi suatu persamaan dengan menambahkan suatu variabel slack s ≥ 0. gambarkan grafik fungsi obyektif sebagai suatu seri garis isocost (garis putus-putus) Dari (13. Umpamanya di (2.jika 4x1 + 7x2 = 60.s2 = 12 y1 + 3y2 .2 (b) 3.2) y2 c 4 1 y1 2 Garis isocost terendah yang akan menyinggung dareah yang memungkinkan adalah garis singgung (tangen) di y1 9 dan y 2 3 dalam gambar 13 – 2 (b).variabel surplus s = 0 jika 4x1 + 7x2 = 60.jika 5x1 + 3x2 = 30.lihat contoh 3. sedemikian rupa sehingga 5x1 + 3x2 + s = 30.s3 = 18 67 . x1 2. Untuk memperoleh penyelesaian optimal.5x1 + x2 + s1 = 20 3x1 + 3x2 + s2 = 30 x1 + 2x2 + s3 = 16 dinyatakan dalam bentuk matriks. Suatu pertidaksamaan “ lebih besar atau sama dengan ” seperti 4x 1 + 7x2 ≥ 0 sedemikian rupa sehingga 4x1 + 7x2 – s = 60.jadi c = 2(9) + 3(3) = 30 yang menunjukan suatu biaya yang lebih rendah ketimbang di titik ekstrim yang mungkin lainya. jika 5x1 + 3x2 < 30.karena perlunya persamaan.3 VARIABEL SLACK DAN VARIABEL SURPLUS Soal yang melibatkan lebih dari dua variabel berada di luar lingkup pendekatan grafik dua dimensi yang disajikan dalam bab sebelumnya. s adalah suatu nilai positif yang sama dengn selisih antara 4x 1 + 7x2 dan 60 CONTOH 3 karena kendala – kendala teknis dala contoh 1 semua melibatkan pertidaksamaan “ lebih kecil atau sama dengan ” variabel slack ditambah sebagai berikut : 2.(a) gambar 13 .10).0) tidak dalam daerah yang memungkinkan] 13.c = 2(2) + 4(10)[untuk soal meminimasi. (0. sistem perttidaksamaan linear harus dirubah menjadi sistem persamaan linear. s adalah suatu nilai positif yang sama dengan selisih antara 5x 1 + 3x2 dan 30. variabel slack s = 0.ini dilakukan dengan memasukan suatu variabel slack atau surplus yang terpisah (si) kedalam masing – masing pertidaksamaan (kendala ke i) dalam sistem tersebut.s1 = 14 y1 + y2 .5 1 1 0 0 3 3 0 1 0 1 2 0 01 x2 s1 s2 20 30 16 s3 sebaliknya dalam contoh 2 semua kendala adalah “ lebih besar atau sama dengan ”.

1. Maksimumkan Π = 24 g1 +8 g2 Dibawah 2 g1 + 5 g2 ≤ 40 kendala peleburan 68 .m variabel harus sama dengan nol untuk penyelesaian dasar 5 – 3 atau 2 variabel harus sama dengan nol untuk suatu penyelesaian dasar atau titik ekstrim.s3.s2.jadi s1 = 20.dimana n > m suatu penyelesaian dimana sedikitnya n .nyatakan data tersebut dalam persamaan – persamaan dan pertidaksamaan yang perlu untuk menetapkan bauran output yang akan memaksimumkan laba.perhitungan untuk menentukan (1) banyaknya variabel yang harus ditetapkan sama dengan nol untuk memperoleh suatu penyelesaian dasar dan (2) besarnya penyelesaian dasar yang ada. dimana n > m akan terdapat sejumlah penyelesaian yang tak terhingga. 14 12 18 SOAL DAN JAWABAN PERNYATAAN MATEMATIS ATAS MASALAH EKONOMI 1.s2 = 30 dan s3 = 16 merupakan suatu penyelesaian dasar yang dapat dibaca secara langsung dari atriks tersebut. y1 2 1 -1 0 0 1 1 0 -1 0 1 3 0 0 1 y2 s1 s2 s3 13.s2 = -12 dan s3 = -18 merupakan penyelesaian dasar. Beberapa dasar dapat dibaca secara langsung dari matriks tanpa suatu manipulasi aljabar.Dalil dasar menyatakan bahwa untuk suatu sistem m persamaan dan n variabel. Sebuah pabrik khusus baja memproduksi dua tipe baja (g1 dan g2) tipe satu memerlukan 2 jam untuk peleburan.perhatikan bahwa penyelesaian dasar tersngebut bukan suatu penyelesaian dasar yang memungkinkan karena melanggar kendala ketidaknegatifan. Jadi 5(4) (3) (2) (1) 10 3(2) (1) (2) (1) CONTOH 5.4 DALIL DASAR Untuk suatu sistem persamaan m yang konsisten dan variabel n.untuk tipe 2 adalah 8. banyaknya titik ekstrim adalah terhingga. Dalam atriks pertama.suatu titik ekstrim. Akan tetapi.lihat contoh 3.dan n.marjin laba untuk tipe 1 adalah 24. karena terdapat 3 persamaan dan 5 variabel .diperlihatkan dibawah ini.m variabel saa dengan nol merupakan titik ekstrim. 5! 3!(2)! dimana 5! = 5(4) (3) (2) (1).dengan menetapkan y1 = 0 dan y2 = 0 akan menghasilkan suatu matriks identitas yang negatif untuk s1. n!/[m!(n-m)] dan dengan mensubstitusikan parameter – parameter yang diketahui.akan tetapi. tipe dua memerlukan 5 jam untuk peleburan.4 jam untuk percetakan dan 10 jam untuk pemotongan.empat puluh jam tersedia untuk peleburan. dengan menggunakan rumus untuk besarnya penyelesaian dasar.dua puluh jam untuk percetakan dan 60 jam untuk pemotongan.s2.dengan menetapkan x1 = 0 dan x2 = 0 akan menghasilkan suatu matriks identitas untuk s1.atau penyelesaian dasar dapat diperoleh. 2. Jadi dengan menetapkan n – m variabel sama dengan nol menyelesaikan m persamaan untuk m variabel yang tersisa.jadi s1 = -14.s3. Dalam matriks kedua.besarnya penyelesaian dasar dapat diberikan dengan rumus n! m!(n m)! dimana n! Dibaca n factorial lihat contoh 4 CONTOH 4 dengan mereduksi pertidaksamaan menjadi persamaan dalam contoh 3 menghasilkan tiga persamaan dan lima variabel.1 jam untuk percetakan dan 5 jam untuk pemotongan.Dalam bentuk matriks.

Seorang yang gandrung model hidup sehat ingin memperoleh minimum 36 unit vitamin A. 28 unit vitamin C.batu kerikil yang kasar memerlukan 2 jam untuk penghancuran.Dengan memakai persamaan persamaan dan pertidaksamaan. kasar (x1) dan halus (x2). x2. dan 32 unit vitamin D setiap hari.. dengan menggunakan data dibawah. Merk 2 harganya Rp 4. 4) Bacalah setiap nilai kritis untuk g1dan g2 pada titik singgung. Tentukan bauran output yang memaksimumkan laba dengan menyederhanakan data ini menjadi persamaan – persamaan dan pertidaksamaan. 3 jam untuk pengayakan dan 2 jam untuk pengeringan. Sebuah perusahaan gilingan batu untuk pekarangan rumah memproduksi dua macam batu. 1) Gambarkan grafik kendala – kendala pertidaksamaan setelah menyelesaikan masing – masing untuk g2 dalam g1 2) Grafikan kembali dan hitamkan daerah yang memungkinkan(feasible region)..bagaimana makanan – makanan tersebut harus dicampur untuk memberikan pemmenuhan yang paling murah atas kebutuhan harian jika harga makanan tersebut masing – masing Rp 40.. Merk 1 harganya Rp 3. 3) Hitunglah kemiringan fungsi obyektif.Rp 20. 2 unit vitamin Cdan 8 unit vitamin D.dan Rp 60.dan tariklah suatu garis putus – putus.padi – padian (x3) memberikan 2 unit zat besi dan 1 unit vitamin. Pak samin memastikan bahwa ayam – ayamnya mendapatkan paling sedikit 24 unit zat besi dan 8 unit vitamin setiap hari.dan memberikan 3 unit vitamin A. Maksimumkan Dibawah Π = 24 g1 + 8 g2 2 g1 + 5 g2 ≤ 40 kendala 1 4 g1 + g2 ≤ 20 kendala 2 69 .Minimumkan c = 40 x1 + 20 x2 + 60 x3 Dibawah 2 x1 + 4 x2 + 2 x3 ≥ 24 kendala vitamin zat besi 5 x1 + x2 + x3 ≥ 24 kendala vitamin x1.dan memberikan 2 unit vitamin A.4 g1 + g2 ≤ 20 kendala percetakan 10 g1 + 5 g2 ≤ 60 kendala pemotongan g1 + g2 ≥ 0 2. 30 jam untuk pengayakan dan 40 jam untuk pengeringan. Jagung (x1) memberikan 2 unit zat besi dan 5 unit vitamin. Tepung tulang (x2) memberikan 4 unit zat besi dan 1 unit vitamin. Marjin laba untuk batu kasar adlah 40. batu halus memerlukan 6 jam untuk penghancuran. untuk batu halus adalah 50. 5 jam untuk pengayakan dan 8 jam untuk pengeringan.taruhlah penggaris diatas kemiringan ini gerakkan penggaris tersebut ke titik singgung dengan fungsi obyektif.. bagaimanakah kombinasi paling murah yang menjamin kebutuhan harian? Minimumkan Dibawah c = 3 y1 + 4 y2 2 y1 + 3 y2 ≥ 36 kendala vitamin A 2 y1 + 2 y2 ≥ 28 kendala vitamin C 8 y1 + 2 y2 ≥ 32 kendala vitamin D y1 + y2 ≥ 0 4. x3 ≥ 0 GRAFIK UNTUK PENYELESAIAN 5. Maksimumkan Dibawah Π = 40 x1 + 50 x2 2 x1 + 6 x2 ≤ 36 kendala penghancuran 5 x1 + 3 x2 ≤ 30 kendala pengayakan 8 x1 + 2 x2 ≤ 40 kendala pengeringan x1 + x2 ≥ 0 3. 2 unit vitamin C dan 2 unit vitamin D. dan evaluasilah fungsi obyektif pada nilai – nilai ini. Di perusahaan tersebut tersedia waktu 36 jam untuk penghancuran. Dari soal 1.

perhatikan bahwa kendala ketidaknegatifan hanya membatasi analisis pada kuadran pertama.4 (b) PENYELESAIAN OPTIMAL BERGANDA 7. dari g2 = 8 – 2/5 g1. Kerjakan kembali seperti soal diatas apabila diketahui data berikut : Minimumkan c = 4 x1 + 2 x2 Dibawah 4 x1 + x2 ≥ 20 kendala 1 2 x1 + x2 ≥ 14 kendala 2 x1 + 6 x2 ≥ 18 kendala 3 x1.jadi Π= 24(4) + 8(4) = 128 (a) gambar 13.apabila g2 = 0.gkin dignh 10 g1 + 5 g2 ≤ 60 kendala 3 g1 + g2 ≥ 0 kendala – kendala pertidaksamaan tersebut harus digrafikan seperti terlihat dalam gambar 13. gambar 13.untuk kendala 1.4 (b). g1 = 4 dan g2 = 4.g2=Π/8– 3 g1. Daerah yang mungkin digrafikan dalam gambar 13. x2 = Π /50 – 4/5 x1.3 (a). Dari fungsi obyektif.g1 = 20.4 (b) untuk daerah yang memungkinkan. g2 = 8. dengan menggunakan data berikut. kemiringan = .4 (a) untuk kendala yang digrafikan. kerjakan kembali seperti soal 5. di titik singgung. apabila g1 = 0.4/5. x1 =3 dan x2 = 5. dalam gambar 13. jadi Π = 40(3) + 50 (5) = 370 (a) gambar 13. kemiringan = -3.3 (b). Dari fungsi obyektif.3 (b) 6. yang diperoleh dalam soal 2 Maksimumkan Π = 40 x1 + 50 x2 Dibawah 2 x1 + 6 x2 ≤ 36 kendala 1 5 x1 + 3 x2 ≤ 30 kendala 2 8 x1 + 2 x2 ≤ 40 kendala 3 x1 + x2 ≥ 0 lihat gambar 13. x2 ≥ 0 70 .

5 Dalamgambar 13. 2 y1 + 5 y2 + s1 = 40 4 y1 + y2 + s2 = 20 10 y1 + 5 y2 + s3 = 60 y1 (b) 2 5 1 4 1 0 10 5 0 0 0 1 0 0 1 y2 s1 s2 s3 40 20 60 9.8) dan (6.2) akan meminimumkan fungsi obyektif dibawah kendala tersebut. y2 ≥ 0 (a) untuk pertidaksamaan “lebih kecil atau sama dengan”. maka tidak terdapat penyelesaian tunggal optimal yang memungkinkan. Tambahkan variabel slack.jadi. Kerjakan seperti soal di atas untuk yang berikut : Minimumkan c = 60 x1 + 80 x2 Dibawah 2 x1 + 3 x2 ≥ 36 2 x1 + 2 x2 ≥ 28 8 x1 + 2 x2 ≥ 32 x1.s3 = 32 71 . 2 x1 + 3 x2 . Maksimumkan Π = 24 y1 + 8 y2 Dibawah 2 y1 + 5 y2 ≤ 40 4 y1 + y2 ≤ 20 10 y1 + 5 y2 ≤ 60 y1 .8) dan (6.5 dengan garis isocost menyinggung kendalan kedua. kurangkan variabel surplus.2) juga termasuk dalam penyelesaian optimal. Dala kasus ini. x2 ≥ 0 (a) untuk pertidaksamaan “lebih besar atau sama dengan”. Perhatikan bahwa penyelesaian optimal berganda tidak menyangkal dalil titik ekstrim.s2 = 28 8 x1 + 2 x2 .jadi.karena titik – titik ekstrim (3. Setiap titik antara garis (3.penyelesaian optimal berganda (multiple optial solution) akan terjadi bilamana terdapat ketergantungan linear antara fungsi obyektif dan salah satu kendala. (a) ubahlah kendala – kendala pertidaksamaan dalam data berikut menjadi persamaan dengan menambahkan variabel slack atau mengurangkan variabel surplus dan (b) nyatakan persamaan tersebut dalam bentuk matriks. yaitu c = 4(3) = 38 atau c = 4(6) + 2(2) = 28 VARIABEL SLACK DAN SURPLUS 8.(a) (b) gambar 13.s1 = 36 2 x1 + 2 x2 . fungsi obyektif dan kendala 2 adalah secara linear tergantung (tak bebas) karena yang satu dapat dinyatakansebagai penggandaan dari yang lain.

apabila ditentukan Π = 5x1 + 3x2 Di bawah kendala. Metode simpleks diilustrasikan dalam contoh 1 untuk maksimisasi dan dalam contoh 3 untuk miniisasi. maka sebanyak n – m = 5 – 2 = 3 variabel harus ditetapkan sama dengan nol untuk suatu penyelesaian dasar. Minimumkan c = 54 g1 + 48 g2 + 50g3 Di bawah 6 g1 + 4 g2 + 5g3 ≥ 30 3 g1 + 6 g2 + 5g3 ≥ 20 g1. Algoritma simpleks digunakan sebagai berikut untuk memeksimumkan laba. Algoritma simpleks adalah suatu metode(atau prosedur perhitungan) untuk menentukan penyelesaian dasar yang memungkan atas asuatu sistem persamaan dan pengujian keoptimalan penyelesaian tersebut.x1 (b) 2 3 -1 0 0 2 2 0 -1 0 8 2 0 0 -1 x2 s1 s2 s3 36 28 32 10.g2. sembari selalu menyempurnakan penyelesaian sebelumnya. n – m variabel ditetapkan saa dengan nol dala setiap langkah dari prosedur tersebut.variabel – variabel yang disamakan dengan nol pada langkah tertentu disebut tidak dalam basis atau tidak dalam penyelesaian. karna paling sedikit n – m variabel harus sama dengan noluntuk suatu penyelesaian dasar. dan penyelesaian diperoleh dengan menyelesaikan m persamaan untuk m variabel sisanya. Banyaknya penyelesaian adalah n! m!(n m) (d) 5! 2!(3!) 5(4)(3)(2)(1) 2(1)(3)(2)(1) 10 Dengan menetapkan g1 = g2 =g3 = 0. variabel – variabel yang tidak ditetapkan saa dengan nol disebut dalam basis atau dalam penyelesaian. 6x1 + 2x2 ≤ 36 2x1 + 4x2 ≤ 28 72 .g3 ≥ 0 g1 (a) 6 4 5 -1 0 6 g1 + 4 g2 + 5g3 ≥ 30 3 6 5 0 -1 g2 g3 s1 s2 30 20 3 g1 + 6 g2 + 5g3 ≥ 20 (b) (c) karena terdapat dua persamaan dan 5 variabel.karena keduanya negatif penyelesaian – penyelesaian ini tidak dapat menjadi suatu penyelesaian dasar yang memungkinkan LIN EAR PROGRAMMING ALGORITMA SIMPLEKS : 14. sampai penyelesaian optimal dicapai. (a) Reduksikan kendala – kendala pertidaksamaan dari data berikut ini menjadi persamaan dan nyatakan dalam bentuk matriks. (d) tentukanlah penyelesaian dasar pertama dari matriks tersebut. Tentukan (b) banyaknya variabel yang harus ditetapkan sama dengan nol untuk memperoleh penyelesaian dasar dan (c) banyaknya penyelesaian dasar yang ada. ALGORITMA SIMPLEKS : MAKSIMASI Algoritma adalah suatu kaidah aatau suatu prosedur sistematis untuk mendapatkan penyelesaian suatu soal.1. Atau lebih sederhana variabel – variabel dasar. Contoh . penyelesaian dasar pertamanya adalah s1 30 dan s2 20 . Algoritma bergerak dari satu penyelesaian dasar yang mungkin ke penyelesaian dasar yang lain.

suatu variabel diasukan kedalam basis dan salah satu variabel sebelumnya berada dalam basis harus dikeluarkan. Dengan menetapkan x1 = 0 dan x2 = 0. baris1 merupakan baris pivot. Karna -5 dalam kolom pertama (atau x1)merupakan indikator negatif dengan nilai absolut terbesar. suatu penyelesaian mendasar yang baru diperiksa. Baris dengan ratio pemindahan terkecil (yaitu baris pivot) dengan mengabaikan rasio – rasio lebih kecil atau sama dengan nol. x1 di asukan ke dalam basis x1enjadi kolom pivot dan ditandai dengan anak panah.s1 = 36. s3 = 28 pada penyelesaian mendasar pertama yang mung kin tersebut. Elemen Pivot dan Perubahan Dasar (basis) Untuk menaikan nilai fungsi obyektif. 2. Elemen pivotnya adalah  elemen pada perpotongan kolom variabel 73 . Rasio pemindahan diperoleh dengan membagi elemen kolom konstan dengan elemen kolom pivot. maka s1 akan meninggalkan basis. Tabel Sipleks Awal x1. seperti dalam contoh 5 bab 3. Untuk bergerak kesuatu penyelesaian mendasar baruyang mungkin. fungsi obyektif mempunyai nilai nol. Elemen kolom konstanta dari baris terakhir adalah juga nol.akan menentukan variabel yang meninggalkan baris.x2 ≥ 0 i) Ubahlah pertidaksamaan menjadi persamaan dengan menambahkan variabel – variabel slack 6x1 + 2x2 + s1 = 36 5x1 + 5x2 + s2 = 40 2x1 + 4x2 + s3 = 28 ii) Nyatakan persamaan – persamaan kendala dalam bentuk matriks.sesuai deng n nilai fungsi obyektif di titik asal (kalau x 1 = x2 = 0) Tabel simpleks awal : x1 x2 s1 s2 s3  2 1 0 0 5 5 0 1 0 2 4 0 0 1 -5 -3 0 0 0 indikator konstanta 36 40 28 0 iv) Penyelesaian mendasar pertama yang mungkin dapat dibaca dari tabel s impleks awal. Karena vektor 6 6 5 2 satuan (unit vektor) dengan 1 dalm baris pertamanya berada dibawah kolo s 1. ii) Variabel yang dieliminasi ditentukan oleh rasio pemindahan (displacement ratio).5x1 + 5x2 ≤ 40 1. Proses pemilihan variabel yang dimasukan dan variabel yang dikeluarkan tersebut dinamakan perubahan basis (change of basis) i) Indikator negatif dengan nilai absolut terbesar akan menentukan variabel yang asuk ke dala basis. Karena 36 memberikan rasio terkecil 36 40 28 . x1 6 2 1 0 0 5 5 0 1 0 2 4 0 0 -1 x2 s1 s2 36 40 28 s3 iii) Susunlah suatu tabel simpleks awal yang terdiri dari matriks koefisien dari persamaan kendala dan vektor kolom dari konstanta letakan diatas satu baris dari indiktor yang merupakan negatif – negatif dari koefisien fungsi obyektif dan sebuah koefisien nol untuk masing – masing variabel slack. s2 = 40.

seperti dala metode eliminasi Gauss ( lihat butir 10. sekarang tinggal suatu atriks identitas yang memberikan x1 = 6. 30) merupakan nilai fungsi obyektif pada penyelesaian mendasar kedua yang mungkin. Optimisasi Fungsi obyektif di maksimumkan kalau tidak terdapat indikator negative dalam baris terakhir. Dalam hal ini. s2 = 0. kurangkan 5 kali baris1 dari baris2.12).dan langkah sebelumnya selalu melibatkan suatu matriks identitas. Karena hanya satu variabel baru yang memasukibasis pada setiap langkah proses. Maka x2 3 dimasukan kedalam basis. Jadi 10 3 menjadi elemen pivot yang baru. rampungkan kolom pivotnya. Karena 4 dalam kolom kedua merupakan satu – satunya indikator negative. eleen terakhir dala baris terakhir (dalam hal ini. ini memberikan tabel kedua x1 x2 s1 s2 s3 1 0 0 0 1 3 konstanta 6 10 16 0 30 1 6 5 6 1 3 5 6 0 1 0 0 10 3 10 3 4 3 0 1 0 Penyelesaian mendasar kedua yang mungkin dapat dilihat secara langsung dari tabel kedua. Pivoting Pivoting adalh proses penyelesaian m persamaan dalam bentuk m varibel yang sekarang berada dala basis. maka s2 akan meninggalkan basis untuk mempivot. 4.swebagai berikut : i) Kalikan baris pivot dengan kebalikan (reciprocal) dari eleen pivot. kolom2 menjadi kolom pivotnya. 3 i.dan s3 = 16.2 kali baris1 dari baris3 dan tambahkan 5 kali baris1 ke baris4. Karena vector satuan dengan 1 dalam baris keduanya adalah dibawah s2 . Kalikan baris2 dengan 10 x1 x2 s1 s2 s3 1 0 0 0 1 3 konstanta 6 3 16 30 74 1 6 1 4 1 3 5 6 0 3 10 0 0 1 10 3 4 3 0 1 0 0 . Di sini. Dengan mengubah basis dan melakukan pivoting kontinu menurut kaidah di atas sampai hal ini di capai.yang masuk ke basis dan baris yang berhubungan dengan variabel yang meninggalkan basis(yaitu elemen pada perpotongan baris pivot dan kolo pivot) 3. kalikan baris1 dengan 1 . Dengan membagi kolom konstanta dengan kolom pivot memperlihatkan bahwa rasio terkecil adalah dalam baris kedua. Dengan menetapkan x2 = 0 dan s1 = 0 . 6 Tabel kedua: x1 x2 s1 s2 s3 1 1 3 konstanta 6 40 28 0 1 6 0 0 5 5 0 1 0 2 4 0 0 1 -5 -3 0 0 0 ii) Setelah mereduksi elemen pivot menjadi 1. pivoting hanya meliputi pengubahan elemen pivot menjadi 1 dan semua eleen lainya dalam kolom pivot menjadi nol.

Karena tidak terdapat indicator negative yang tertinggal dalam baris terakhir. NILAI MARGINAL ATAU HARGA BAYANGAN. laba akan naik sebesar ½ unit atau 2 50 sen untuk perubahan satu unit dalam nilai konstanta dari kendala 1.lihat contoh 3. nilai negative yang dihasilkan oleh variabel surplus menghadirkan suatu soal istimewa. fungsi obyektif tersebut mencapai suatu maksimum pada 34 . Akan tetapi.ii. yaitu berapa banyak fungsi obyektif akan berubah sebagai akibat dari kenaikan satu unit dalam input tersebut. 75 .2.1) tidak terdapat variabel slack dalam dua kendala yang pertama dan dua input yang pertama semuanya habis. ALGORITMA SIMPLEKS : MINIMISASI Apabila algoritma simpleks digunakan untuk mencari suatu nilai minimal.dan tambahkan 4 3 s2 1 10 3 10 s3 0 0 1 0 konstanta 5 3 6 34 1 2 1 2 -1 2 5 Penyelesaian mendasar ketiga yang memungkinkan dapat dibaca secara langsung dari tabel tersebut. Π = 5x1 + 3x2 5x1 + 5x2 + s2 = 40 = 5(5) + 3(3) = 34 5(5) + 5(3) + 0 = 40 6x1 + 2x2 + s1 = 36 2x1 + 4x2 + s3 = 28 6(5) + 2(3) + 0= 36 2(5) + 4(3) + 6 = 28 2. Elemen terakhir dalam baris terakhir menunjukan bahwa x1 5 .11. Umpamakan A. 3 kali baris2 ke baris4.C melambangkan berbagai konstanta dalam kendala 1.3. dengan s 3 6 . 6 unit dari input yang ketiga tetap tidak terpadu. yang di bahas dalam bab 15. 14.B. oleh karena itu. CONTOH 2. erarti tidak sepenuhnya dimanfaatkan penyelesaian optimal dan nilai marginalnya adalah nol (yaitu penambahan satu lagi unit lain. menghasilkan table ketiga Tabel ketiga x1 x2 1 0 0 0 0 1 0 0 s1 1 4 1 4 10 3 kali baris2 dari baris3.3. dan sebesar 5 atau 40 sen untuk kenaikan satu unit dalam nilai konstanta dari kendala 2. s1 0 . seringkali akan lebih mudah untuk menyelesaikan soal – soal minimasi dengan memakai dua. para mahasiswa mungkin lebih baik membaca bab 15 terlebih dahulu. Semua sarat harus dienuhi untuk suatu optimum. Π = MPA (A) + MPB (B) + MPC (C) = 1 2 (36) + 2 5 (40) + 0 (28) = 34 14. Nilai indicator dibawah setiap variabel slack dalam tabel terakhir menyatakan nilai marginal (marginal value) atau harga bayangan (Shadow price) dari input yang berhubungan dengan variabel tersebut. dari (14. s 2 0 .tidak akan menambah sesuatupun pada fungsi laba). Dengan s1 0 dan s 2 0 . Jadi. s 3 6 . Untuk gabar grafik lihat contoh 13. ini merupakan penyelesaian optimal.1) dan (2) mengevaluasi jimlah nilai marginal dari sumberdaya (resources). Kemudian kurangkan 1 kali baris2 dari baris1. alam contoh 1. dan sebesar 0 untuk kenaikan satu unit dalam nilai konstanta dari kendala 3. x 2 3 . jawaban pada contoh 1 dapat dicek dengan (1) substitusi nilai – nilai kritis baik dalam persamaan fungsi obyektif maupun persamaan kendala dalam (14. Nilai optimal dari fungsi dari fungsi obyektif akan selalu sama dengan penjumlahan dari nilai marginal setiap input dikalikan kuantitas yang tersedia dari masing – masing input. 1.2. karena kendala 3 mempunyai variabel slack positif.

Jadi. dengan y sekarang dig anti x. ubahlah pertidaksamaan menjadi persamaan dengan mengurangkan variabel – variabel surplus 2 x1+ x2 – s1 = 14 x1+ x2 – s2 = 12 x1+ 3 x2 – s2 = 18 ii. Tabel Simpleks Awal yang Disesuaikan untuk Meminimisasi. Untuk mengatasi masalah tersebut. x2 ≥ 0 1. Fungsi obyektif mempunyai koefisien – koefisiennol untuk variabel surplus dan koefisien – koefisien M variabel – variabel buatan. algoritma simpleks digunakan di bawah ini untuk meminimumkan biaya. Data tersebut berasal dari contoh 2 dalam bab13. x1 14 12 18 x2 2 1 -1 0 0 1 0 1 1 0 -1 0 0 1 1 3 0 0 -1 0 0 0 0 1 s1 s2 s3 A1 A2 A3 14 12 18 2. penyelesaian dasar tidak mungkin karena s 1 = -14.2) diatas baris indicator yang negatif dari koefisien – koefisien fungsi obyektif. Buatlah tabel simpleks awal dengan meletakan matriks koefisien dan vector kolom dari konstanta dalam (14. dimana c = 2 x1+ 2 x2 . harus di msukan variabel – varaibel buatan (artificial variables). Sutu variabel yang terpisah ditambahkan untuk masing – masing pertidaksamaan asal yang bersifat “lebih besar atau sama dengan”. dimana M adalah suatu bilangan besar yang tidak mungkin (impossibly large number) untuk meyakinkan bahwa A akan dikeluarkan dari penyelesaian optimal. seperti dalam simpleks awal untuk maksimisasi. x1 2 1 -1 0 0 1 1 0 -1 0 1 3 0 0 -1 x2 s1 s2 s3 Dari matriks tersebut jelas bahwa jika x1 = 0 dan x2 = 0. Tambahkan variabel – variabel buatan.CONTOH 3. tabel simpleks awal (sedikit dimodifikasi) i. i. iii. Variabel buatan (Ai ≥ 0)adalah suatu variabel kosong (dummy variable) yang ditambahkan dengan maksud khusus untuk menghasilkan suatu penyelesaian dasar awal yang mungkin. s2 = -12. dibawah kendala – kendala gizi. Nyatakan persamaan kendala dalam bentuk matriks. s3 = -18 dan nilai negatif adalah tidak mungkin (nonfeasible). Variabel tersebut tidak mempunyai makna ekonomi. 2 x1+ x2 ≥ 14 x1+ x2 ≥ 12 x1+ 3 x2 ≥ 18 x1 . x1 x2 s1 s2 s3 A1 A2 A3 konstanta 2 1 -1 0 0 1 0 1 1 0 -1 0 0 1 1 3 0 0 -1 0 0 -2 -4 0 0 0 -M -M indikator 0 0 1 -M 14 12 18 76 .

5M – 4 merupakan indicator positif terbesar. A2 = 12. penyelesaian mendasar pertama yang memungkinkan adalah A1 = 14. dan (5M-4) kali baris3 dari baris4 Tabel kedua : x1 x2 s1 s2 s3 A1 A2 A3 konstanta 5 3 2 3 1 3 0 0 1 3 -1 0 0 0 -1 0 1 3 1 3 1 0 0 0 0 1 0 -1 3 -1 3 1 3 8 6 6 14M + 24 -1 3 2M . A3 3 akan meninggalkan basis karena vector satuan dengan 1 dalam baris ketiga adalah berhubungan dengan A3. elemen pivot pada perpotongan kolom pivot dan baris pivot adalah 3. Pivoting i. karena 18 6 merupakan rasio terkecil yang dihasilkan. Elemen Fivot i. dan fungsi obyektifnya adalah 44M.ini akan menghasilkan tabel awal. sebagaimana ditandai dengan anak panah. A3 = 18. Rampungkan kolom pivot dengan engurangkan baris3 dari baris1 dan baris2. Baris pivot dan variabel yang meninggalkan basis ditentukan oleh rasio terkecil yang dihasilkan dari pembagian elemen – elemen kolom pivot. Untuk menimasi.4 3 7M .2 0 -M -M 0 -5M 4 3 5. Untuk menurunkan biaya.ii. Kemudian pindahkan M dari kolom variabel buatan dengan menambahkan M kali ( baris1 + baris2 + baris3). persis untuk soal maksimisasi. Pengulangan (Reiterasi) 77 . carilah perubahan basis. Karena elemen terakhir dari baris paling bawah . 4. bukan indicator . maka baris3 menjadi baris pivot. Dengan mengandaikan x1 = x2 = s1 = s2 = s3 = 0. 3. 44M . Kurangi elemen pivot menjadi 1 dengan mengalikan baris 3 oleh 2 1 1 3 1 3 1 1 1 -1 0 0 0 0 -1 0 0 -1 3 1 0 0 0 1 0 0 0 0 1 3 14 12 6 44M 4M-2 5M-4 -M -M -M 0 0 ii. Tabel awal x1 x2 s1 s2 s3 A1 A2 A3 konstanta 2 1 -1 1 1 0 1  0 4M-2 5M-4 -M 0 -1 0 -M 0 0 -1 -M 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 0 14 12 18 44M Penyelesaian mendasar pertama yang unkindapat dilihat secara langsung dari tabel awal tersebut. suatu bilangan besar yang tidak mungkin. Jadi x 2 menjadi kolom pivot. indicator positif terbesar akan menentukan kolom pivot dan variabel yang memasuki basis. ii.

`12 2 5 24 5 1 1 5 -1 -1 5 .`12 2 5 konstanta 9 7 3 30 78 0 -1 0 0 -1 -M+1 -M+1 . dan kurangkan 1 baris2 dari baris3 dan [2M – 2)/5] baris2 dari 5 baris4. 6. Kolo pivot yang baru menjadi kolom1.`12 .7M 5 2 14 5 0 -M 0 0 22 5 2M .elemen pivotnya adalah 5 . jadi x1 masuk ke basis dan A1 meninggalkan basis.2 5 M-6 5 . 3 -5 0 0 1 0 3 0 -1 0 1 5 1 3 3 5 0 1 0 -1 3 -1 3 1 3 24 5 0 0 0 0 0 6 6 14M + 24 -1 3 2M . menghasilkan tabel ketiga.2 -M -M 0 -5M 4 3 ii.2 5 M-6 5 0 -6M 6 5 . Kalikan baris2 dengan 5 2 1 0 0 0 0 0 1 0 3 -5 0 5 2 1 5 1 2 2 5 3 5 0 5 2 -1 5 . proses tersebut berjalan terus.7M 5 22 5 14M 136 5 2M .Selama masih ada suatu indikator positif. Kalikan baris1 dengan 1 2 3 1 3 3 5 . 3 i.6M 6 5 14M 136 5 3 ii.4 3 7M . dan (7M s2 0 -1 0 -M s3 1 5 1 5 2 5 A1 3 5 2 5 A2 0 1 0 2 A3 -1 5 -1 5 2 5 konstanta 24 5 14 5 -1 5 . Tabel keempat x1 1 0 0 0 x2 0 0 1 0 s1 0 1 1 5 s2 -3 2 5 2 s3 1 2 1 2 2 5 A1 0 -1 -1 5 -M A2 3 2 5 2 A3 . 3 – 2)/3] baris1 dari baris4. x1 1 0 0 0 x2 0 0 1 0 s1 3 -5 2 5 1 5 1 3 baris1 dari baris3. Tambahkan 5 baris2 ke baris1. Rampungkan kolom1 dengan mengurangkan 2 baris1 dari baris2. Pivot Keempat i. baris pivot yang baru adalah baris1.

c = MCA(A) + MCB(B) + MCC(C) = 0(14) + 1(12) + 1(18) = 30 79 .misalkan A.Dengan semua indikator negatif. x 2 3 .C melambangkan konstan . Dengan s 2 s 3 0 .3. 1. penyelesaian dasar optimal yang memungkinkan tersebut dapat dibaca secara langsung dari tabel keempat x1 9 . Nilai absolut dari indicator untuk variabel – variabel surplus memberikan nilai marginal atau harga bayangan dari kendala. Dengan s1 7 kebutuhan pertama dipenuhi secara berlebih sebesar 7 unit. indikator darivariabel – variabel buatan semuanya negatif dalam tabel terakhir.s2. 5. 4. sebagaimana halnya nilai marginal. Untuk penyelesaian dual soal pada soal yang sama. c = 2x1 + 4x2 x1 + x2 – s2 = 12 = 2(9) + 4(3) = 30 9 + 3 – 0 =12 2x1 + x2 – s1 = 14 x1 + 3x2 – s3 = 18 2(9) + 3 – 7 = 14 9 + 3(3) – 0 = 18 2.konstan dalam kendala 1. s 2 0 . elemen – elemen koefisien dari dari variabel surplus(s1. nilai fungsi obyektif ditunjkan oleh elemen terakhir dari baris terakhir. dimana c 30 Beberapa hal penting untuk diperhatikan : 1. Ini harus selalu cocok untuk suatu penyelesaian optimal.s3) selalu sama dengan negatif dari elemen – elemen koefisien untuk variabel – variabel buatanya yang berkaitan (A1. kebutuhan kedua dn ketiga dipenuhi secara tepat . dan s 3 0 .B. biaya total akan sama dengan jumlah dari berbagai kebutuhan dikalikan harga bayangan masing – masing. s1 7 . CONTOH 4. karena nilai absolut indikator untuk s2 dan s3 adalah 1.2. Akan tetapi. suatu variabel buatan tidak akan pernah tampak dalam basis tabel terakhir jika suatu penyelesaian dasar optimal yang mungkin telah dicapai.dengan memishkan matriks identitas. 2. dan memperhatikan bahwa vector satuan untuk x 2 dan s1 berbalikan. pengurangan satu unit dalam kebutuhan gizi pertama tidak akan mengurangi biaya. Dengan indicator untuk s1 sama dengan nol. dan (2) mengevaluasi jumlah biaya marginal sumberdaya. Jawaban pada contoh 1 dapat dicek dengan (1) substitusi nilai – nilai kritis baik dalam persamaan fungsi obyektif maupun persamaan kendala. 3. A3).-. lihat contoh 4 dan 5 dalam bab 15. Ini harus cocok dalam setiap yang berurutan dapat membantu dalam menemukan kesalahnmatematis. A2. tidak terdapat surplus. pengurangan satu unit dalam kebutuhan gizi kedua dan ketiga akan mengurangi biaya sebesar Rp 1. suatu penyelesaian optimal yang mungkin telah dicapai.

SOAL DAN JAWABAN MAKSIMISASI 1.  menjadi elemen pivot. Buatkan tabel simpleks awal i. i.5 1 1 0 0 3 3 0 1 0 1 2 0 0 1 iii. pada penyelesaian mendasar pertama yang mungkin tersebut. Merubah basis. 3 kali baris3 dari baris2 . penyelesaian mendasar pertama yang mungkin adalah s1 = 20. Nyatakan persamaan – persamaan tersebut dalam nentuk matriks y1 2. Maksimumkan Π = 3y1 + 4y2 Yang terikat pada 2. Gunakan algoritma simpleks untuk menyelesaikan system persamaan dan pertidaksamaan berikut. 5 2 3 1 2 -3 ii.5y1 + y2 + s1= 20 3y1 + 3y2 + s2 = 30 y1 + 2y2 + s3= 16 ii. 1 1 0 0 3 0 1 0 1 0 0 1 2 -4 0 0 0 20 30 8 0 Rampungkan kolom pivot dengan mengurangkan baris3 dari baris1 . Indikator negatif dengan nilai absolute terbesar (anak panah) menentukan kolom pivot. 2. 3. dan s3 = 16. y2 s1 s2 20 30 16 s3 Bentuklah tabel simpleks awal yang terdiri dari matriks koefisien persamaan kendala dan vector kolom konstan yang diletakan diatas baris indikator yang negatif dari koefisien – koefisien fungsi obyektif dengan koefisien nol untuk variabel awal : Tabel awal : y1 5 2 y2 s1 s2 s3 1 3  -4  1 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 konstanta 20 30 16 0 3 1 -3 Dengan menetapkan y1 = y2 = 0. Π = 0.y2 ≥ 0 1. Ubahlah elemen pivot menjdin1 dengan mengalikan baris3 dengan ½ . Rasio pemindahan terkecil yang diperoleh dari pembagian elemen kolom konstanta dengan elemen kolom pivot menentukan baris pivot. Tentukan harga bayangan dari input (atau kebutuhan) untuk kendalanya. 2. Tambahkan variabel slack pada kendala untuk membuatnya jada persamaan . Jadi. elemen pada perpotongan baris pivot dan kolom pivot. s2 = 30. dan tambahkan 4 kali baris3 ke baris4 80 .5y1 + y2 ≤ 20 3y1 + 3y2 ≤ 30 y1 + 2y2 ≤ 16 y1. Pivot.

Miniumkan Yang terikat pada c = 60 x1 + 80 x2 2 x1 + 3 x2 ≥ 36 8 x1 + 2 x2 ≥ 32 2 x1 + 2 x2 ≥ 28 x1. s 3 0 . Kolom 1 adalah kolom pivot. dan 3 adalah elemen pivot. y 2 6 . Dengan mengoreksi fakta bahwa vektor – vektor satuan dari matriks identitas tidak beraturan (out of order). s1 4 . y 1 4 .s1= 36 2 x1 + 2 x2 . ½ kali baris2 dari baris3.s2 = 28 8 x1 + 2 x2 . 2 i.s3= 32 81 . Tentukan harga bayangan dari masing – masing persyaratan kendalanya. dan tambahkan barsi2 ke baris4. Kalikan baris2 dengan 2 1 1 2 3 2 0 0 1 0 0 2 3 -1 2 -1 1 2 12 4 8 32 -1 1 0 0 0 0 0 2 ii. lihat contoh 1 dalam bab 13 dimana x digunakan sebagai pengganti y. 2 dan 1. 3 MINIMISASI 2. s 2 0 . Rampungkan kolom pivot dengan mengurangkan 2 kali baris 2 dari baris1 . dan Π = 36. Harga bayangan dari input berturut – turut adalah 0.Tabel kedua : y1 2 3 2 1 2 y2 s1 s2 s3 0 0 1 0 0 1 -1 2 -3 2 1 2 konstanta 12 6 1 0 0 8 -1 0 0 0 2 32  4. dan nyatakan dalam bentuk matriks. baris2 baris pivot. 2 x1 + 3 x2 . tbel fina dapat diperoleh. Ubahlah pertidaksamaan menjadi persamaan dengan mengurangkan variabel – variabel surplus.x2 ≥ 0 1. Tabel final : y1 0 1 0 0 y2 s1 0 0 1 0 s2 s3 3 2 konstanta 4 4 6 36 1 -4 3 0 2 3 -1 1 2 0 -1 3 0 2 3 1 Karena tidak terdapat indikator negatif yang tertinggal. Ubahlah basis pada pivotnya sekali lagi. Gunakan algoritma simpleks untuk menyelesaikan system persamaan dan pertidaksamaan yang diberikan di bawah ini.

Pilihlah elemen pivotnya dan pivotkan. x1 2 2 8 -60 x2 3 2 2 -80 s1 -1 0 0 0 s2 0 -1 0 0 s3 0 0 -1 0 A1 1 0 0 -M A2 0 1 0 -M A3 0 0 1 -M konstanta 36 28 32 30 14 12 18 Rampungkan kolom – kolom variabel buatan M dengan menambahkan M dikalikan (baris1 + baris2 + baris3) ke baris4 untuk mendapatkan tabel awal. Buatlah tabel awal dengan melengtakan matriks koefisien dan vektor kolom dari konstanta di atas negatif darikoefisien – koefisien fungsi obyektif yang mempunyai koefisien nol untuk variabel – variabel surplus. tambahkan variabel – variabel buatan x1 x2 2 1 -1 0 0 1 0 1 1 0 -1 0 0 1 1 3 0 0 -1 0 0 0 0 1 s1 s2 s3 A1 A2 A3 2. Karena 12M -60 merupakan indikator positif terbesar dan 32 adalah rasio pemindahan terkecil. Tabel awal x1 x2 s1 -1 0 0 0 s2 0 -1 0 0 s3 0 0 -1 0 A1 1 0 0 -M A2 0 1 0 -M A3 0 0 1 -M konstanta 36 28 32 30 2 3 2 2  2 12M-60 7M-80 3.x1 2 2 8 3 2 2 -1 0 0 0 -1 0 0 0 -1 x2 s1 s2 20 30 16 s3 Karena penyelesaian dasar pertamanya tidak akan mungkin. 8 i. Kalikan baris3 dengan 2 2 1 3 2 1 4 1 8 -1 0 0 -M 0 -1 0 -M 0 0 -1 8 -M 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 8 36 28 4 96M 12M-60 7M-80 0 82 . dan koefisien yang secara semu (M) untuk variabel – variabel buatan. 8 adalah elemen pivotnya.

10 56 5 konstanta 2 -5 3 5 1 10 3 -5 1 .10 -1 6 3 20 0 26 0 3M 5 1 8M 5 11M 10 1 16M 5 968 =+ + 1 ii. s1 s2 0 -1 0 s3 1 10 1 10 1 4 baris1 dari baris3. 2 kali baris3 dari baris2.10 56 5 16 3 6 3 1 1 10 -5 3 0 26 -M M 10 1 6 3 . Kalikan baris1 dengan 2 5 0 -1 0 1 10 1 4 1 8 M 15 2 2 3 0 0 1 0 1 3 2 1 4 -2 3 0 0 0 0 1 0 0 1 .20 -1 1 . i.10 16 5 3 . 2 5 kali baris2 dari baris3 dan 83 .26]kali baris2 dari baris4 iii.10 1 .ii.20 3 20 4 1 3M 5 26 -M  M 1 8M 26 0 5 10 11M 10 48M + 240 5. Tambahkan 10 kali baris2 ke baris1 dan kurangkan + [(3M/5). Kurangkan x1 0 0 1 0 x2 1 0 0 0 3 2 baris1 dari baris2. dan (12M-60) kali baris3 dari baris4 Tabel kedua : x1 x2 s1 s2 s3 A1 A2 A3 konstanta 0 0 1 0 5 2 3 2 1 4 -1 0 0 0 -1 0 M 1 4 1 4 1 8 1 0 0 15 0 1 0 0 0 0 1 3M 2 15 28 20 4 48M + 240 4M-65 -M -M 0 2 4. Pivotkan untuk ketiga kali. 5 merupakan eleen pivot yang baru. Kurangkan 2 kali baris3 dari baris1. Dengan engingat bahwa eleen negatif tidak dapat digunakan 3 dalam penyebut dari rasio pemindahan.10 56 5 -1 4 1 8 3M 15 2 20 4 48M+ 240 - 0 0 4M–65 -M -M =+ + + ii. dan (4M – 65) baris1 dari baris4 A1 2 3 A2 0 1 0 A3 1 . Kalikan baris2 dengan 5 3 0 1 10 2 3 0 0 1 0 1 0 0 0 2 -5 0 5 3 1 . Pivotkan lagi i.

s1 s2 0. 1 6 0 0 1 0 1 0 0 0 0 6 0 0 1 6 -2 3 10 1 6 0 -6 0 -M 2 3 -1 6 -1 1 6 40 3 1 1 6 10 -1 6 32 2 3 130 3 10 3 M 130 3 M 1 6 10 3 3320 3 ii. Harga bayangan dari persyaratan yang erupakan kendala masing – masing adalah 20. x1 6 . Pivotkan keempat kali i. Kurangkan 10 3 kali baris2 dari baris1. Buatlah tabel awal Tabel awal . PENYELESAIAN OPTIMAL BERGANDA 3. Gunakan algoritma simpleks untuk menyelesikan persamaan dan pertidaksamaan – pertidaksamaan berikut Minimukan c = 4x1 + 2x2 Yang terikat pada 4x1 + x2 ≥ 20 x1 + 6x2 ≥ 18 2x1 + x2 ≥ 14 x1. dan kurangkan kali baris2 dsari baris4 Tabel final : x1 x2 s1 s2 s3 0 0 1 0 1 0 0 0 -1 1 6 -10 1 -3 2 -20 -10 A1 A2 A3 -0 -1 0 -M konstanta 8 32 6 1000 0 1 -1 1 -6 10 3 0 -1 2 0 -M+20 -M +10 Dengan memperhatikan urutan dari vektor – vektor unit.10. tambahkan kali baris2 ke baris3. Kalikan baris2 dengan 6.Tabel keempat : x1 0 0 1 0 x2 1 0 0 0 s1 0 1 0 0 s2 -2 3 5 3 s3 1 6 1 6 A1 0 -1 0 -M A2 2 3 A3 -1 6 -1 6 1 6 konstanta 40 3 16 3 2 3 5 3 1 6 -1 6 -1 6 M 130 3 130 3 10 3  M 10 3 3320 3 6. dan s 3 32 . dan 0. x1 x2 s1 -1 0 0 -M s2 0 -1 0 -M s3 0 0 -1 -M A1 1 0 0 0 A2 0 1 0 0 A3 0 0 1 0 konstanta 20 14 18 52M 4 1 2 1 1  7M-4 8M-2 84 .x2 ≥ 0 1. x2 8 . dan c 1000 .

11 6 kali baris1 dari x1 x2 1 0 0 0 0 0 1 0 s1 6 . maka pasti terdapat lebih dari satu penyelesaian optimal. fungsi obyektif pasti mempunyai penyelesaian optimal berganda.1 PERANAN ALJABAR MATRIKS Alajabar matriks (1) memungkinkan untuk menyatakan suatu system persamaan yang rumit dalam suatu cara yang ringkas dan sederhana. Dasar – Dasar Aljabar Matriks atau Linear 1. Kemudian kurangkan +6 baris3.11 1 11 1 23 23 11 . kurangkan Tabel final .23 konstanta 102 23 66 23 52 23 . mempunyai indikator nol. 6 kurangkan baris3 dari baris1 dan dan dari baris2 dan (8M – 2) kali baris3 dari baris4 menghasilkan tabel kedua Tabel kedua .11 23 1 . (2) memberikan cara yang cepat untuk menentukan apakah suatu pemakaian terdapat pemecahan sebelum di coba.11 2 11 konstanta 6 6 2 28 - - -2 0 -M+2 -M Dari tabel final x1 6 . dan (3) memberikan 85 . yang tidak terdapat basis terakhir. Ini berarti bahwa variabel s3 dapat dimasukan ke basis tanpa mempengaruhi nilai fungsi obyektif. x1 x2 s1 s2 s3 A1 A2 A3 konstanta 23 6 11 6 0 0 1 11 -1 0 0 -M 0 -1 0 -M 1 6 1 6 1 0 0 0 0 1 0 0 1 6 1 6 1 6 4 1 3 17 11 3 28M + 6 1 6 -1 6 M 1 3 17M 3 0  6 3. x1 1 0 0 0 x2 s1 0 0 1 0 0 1 0 0 s2 6 . Kalikan baris2 dengan baris1. Karena fungsi obyektif telah berada pada optimum. Dan c 28 . s 2 0 . Bilamana suatu variabel yang tidak berada dalam basis mempunyai indikator nol.11 23 . Pivotkan. s 3 0 . Kalikan baris3 dengan 1 setelah menurunkan elemen pivot menjadi 1. Kalikan baris1 dengan 23 . s1 6 . Kemudian tambahkan 6 23 kali baris2 ke kali baris2 dari baris3.23 1 23 0 22 4 23 25M 4 23 11M 23 -M 34M 23 0 66M 23 512 4. Pivot sekali lagi.11 2 . dan [(17 – 11)3] kali baris1 dari baris4 Tabel ketiga .23 2M 4 23 A1 6 23 A2 A3 1 0 .2. x 2 2 . s 3 .23 11 23 s2 0 -1 0 22 s3 1 23 2 23 4 . Akan tetapi. dan [(11M – 22/23)] kali baris2 dari baris4 s3 1 11 2 11 2 11 A1 0 -1 0 -M A2 6 11 23 11 1 11 A3 1 . Pivot ketiga kali.23 2 1 .

bilangan baris selalu mendahului bilangan kolom. yang masing – masing mempunyai tempat yang ditata secara cermat dalam matriks. DEVINISI DAN ISTILAH Matriks adalah deretan bilangan. yang pertama menunjukan baris dimana elemen tersebut berada dan yang kedua menunjukan kolomnya. fungsi eksponensial dan fungsi pangkat yang lain dapat dengan mudah dikonversikan menjadi fungsi linear. yang di susun dalam 3 baris dan 3 kolom. Akan tetapi. Bilangan pada deretan vertkal disebut kolom. 1.temali 120 180 175 140 110 180 190 170 90 210 160 180 pakaian ski 150 110 80 140 Dengan membaca menyusun baris matriks. Perhatikan bahwa tidak ada tanda baca yang memisahkan elemen – elemen suatu matrik. Contoh 2. Jadi matriks tersebut adlah matriks bujur sangkar. Dalam matriks bujur sangkar square matrix). Karena banyak hubungan ekonomi dapat di dekati dengan persamaan linear dan yang lain dapat dikonversikan menjadi hubungan linear. Contoh 3. diketahui a 11 a 12 a 13 a 23 a 33 (3x3) A a 21 a 22 a 31 a 32 B 3 9 8 4 2 7 C (2x3) 7 4 5 D (3x1) 3 0 1 (1x3) A adalah matriks umum terdiri dari 3 x 3 = 9 elemen. Jika matriks terdiri dari stu baris. matiks tersebut adalah vekor kolom. mungkin untuk membantu mengingat subscript tersebut dengan istilah BK atau beberapa cara yang lain untuk nmembantu mengingat. Elemen – elemen tersebut semuanya mempunyai subscript ganda. Bilangan – bilangan ( parameter atau variabel) disebut sebagai elemen matriks. Karena baris selalu mendahului kolom dalam notasi matriks. saluran 1 2 3 4 papan luncur tongkat tali . aljabar matriks hanya dapat diterapkan pada system persamaan linear. maka matriks tersebut adlah vector baris. Contoh 1. Jika matriks terdiri dari satu kolom tunggal sedemikian rupa sehingga dimensinya m x 1. suatu fungsi non linear. yang di baca m kali n. kolom kedua. untuk sebuah perusahaan dengan beberapa saluran distribusi yang menjual beberapa produk yang berbeda. perusahaan deapat menentukan tingkat persediaan dalam setiap saluran distribusinya. Matriks yang mengkonversikan baris A menjadi kolm dan kolom A menjadi baris disebut transpose A dan diberi tanda A' (atau AT). dan kemudian di selesaikan dengan aljabar matriks. kolom ketiga.sarana penyelesain system persamaan. perusahaan dapat menentukan persediaan setiap jenis produksinya. Penempatanya adalah tepat dalam matriks. seperti fungsi produksi Cobb-Douglas yang umum Q=AKα Lβ Dapat dengan mudah dikonversikan menjadi fungsi linear dangan mencari logaritma masing – masing ruas. Dengan mambaca menurun suatu kolom matriks. Jadi α23 adalah elemen yang berada pada baris kedua. Banyaknya baris (m) dan kolom (n) menentukan dimensi matriks ( m x n ). 86 . dengan dimensi 1 x n. α32 adalah elemen yan berada pada baris ketiga. pembatasan ini umumnya tidak memberikan persoalan yang serius. parameter atau variabel yang disusun segi empat. matriks memberikan cara yang ringkas untuk mengendalikan persediaan.sebagai berikut : Log Q = log A + α log K +β log L Dengan cara serupa.2. jumlah baris sama dengan jumlah kolom ( yaitu m = n ).

D adalah vector baris dengan dimensi (1 x 3). elemen b12 -nya adlah 9. PERKALIAN SKALAR Dalam aljabar matriks. misalkan pengiriman D dilakukan ke saluran – saluran distribusi perusahaan dalam contoh 1. dan seterusnya.4. C adalah vector kolom dengan dimensi (3 x 1). Setiap elemen matriks yang satu kemudian ditambahkan ke (dikurangkan dari) b11 dalam B. dengan menjumlahkan elemen – elemen yang bersesuaian dari masing – masing matriks tersebut.-2. Perkalian matriks dengan bilangan atau scalar meliputi perkalian setiap elemen dari matriks tersebut dengan bilangan itu. elemen b21 -nya adlah 4.diperoleh sebagai berikut .7 2-5 6-4 (2x2) 3 2 -3 2 (2x2) Contoh 5. C 4 9 2 6 D (2x2) 1 7 5 4 C (2x2) D 4 -1 9 . Prosesnya disebut perkalian skalar (scalar multiplication)karena menaikan atau menurunkan matriks tersebut menurut besarnya skalar. apabila diketahui k = 8 dan 87 . 8 9 7 1 3 6 A 3 6 2 4 5 10 B (3x3) 5 2 4 7 9 2 (3x3) A B 8 1 9 3 7 6 3 5 6 2 2 4 4 7 5 9 10 2 (3x3) 9 12 13 8 8 6 11 14 12 ( 3 x 3) Selisih C – D. bilangan sederhana seperti 12. Transpose A adalah a 11 a 21 a 31 A' a 12 a 13 a 22 a 23 a 32 a 33 5 Dan transpose C adalah C' 7 4 1.0. Contoh 6. PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN MATRIKS Penjumlahan (dan pengurangan) dua matriks A + B (atau A – B) mengharuskan matriks – matriks tersebut berdimensi sama.berapa tingkat persediaan yang baru?.3.α12 ke b12. dengan mengetahui matriks A dan matriks B. hasil perkalian skalar k A. apabila diketahui matiks – matriks C dan D.07 disebut skalar. misalkan matriks mula – mula S dan selesaikan S + D. D 40 20 50 10 25 30 10 60 15 0 40 70 60 40 10 50 Untuk mendapatkan tingkat persediaan yang baru. S D 120 200 175 140 40 25 15 60 110 20 180 30 190 0 170 40 90 210 160 180 50 10 40 10 150 110 80 140 10 60 70 50 160 225 190 200 130 210 190 210 140 220 200 190 160 170 150 190 1. Contoh 4. penjumlahan A + B di hitung dibawah ini.B adalah matriks 2 x 3.

sehinga setiap elemen cij dari atriks hasilkali C adlah suatu skalar yang berasal dari perkalian baris ke i dari matriks awal dan kolom ke j dari matriks akhir.6. PERKALIAN VEKTOR Perkalian vektor baris (A) dengan vektor kolom (B) mensyaratkan masing – masing vektor mempunyai jumlah elemen yang persis sama. PERKALIAN MATRIKS Perkalian dua matriks berdimensi (m x n)1 dan (m x n)2. perkalian adalah mungkin.5. Perkalian vektor baris kolom adlah penting sekali. hasilkali baris – kolom kemudian di pakai sebagai elemen dalam formasi dari matriks hasilkali sedemikian rupa. Contoh 7. hasilkalinya didapatkan dengan mengalikan elemen – elemen individual dari vektor baris dengan elemen – elemen yang beresesuaian dengan vektor kolom.A Diperlihatkan dibawah ini. 1. dan menjumlahkan hasilnya : AB = (a11 x b11) + (a12 x b21) + (a13 x b31) dan seterusnya. Jadi hasil perkalian baris – kolom akan merupakan suatu bilangan tunggal atau scalar. menurut kaidah untuk perkalian vektor baris dan vektor kolom yang di bahas dalam butir 1.5. atau jumlah kolom pada 1. Pembalikan susunan perkalian dalam salah satu vektor di atas dan dengan diperolehnya perkalian vektor kolom – baris (BA atau DC) akan menghasilkan jawaban yang sama sekali berbeda. Diketahui 88 . Setiap vektor baris pada matriks awal kemudian dikalikan dengan setiap vektor kolom dari matriks akhir. mensyaratkan bahwa kedua matriks tersebut bersesuaian yaitu bahwa n1 = m2. AB = 4(12) + 7(1) + 2(5) + 9(6) = 48 + 7 + 10 + 54 = 119 Hasilkali vektor – vektor berikut : A adalah 3 6 8 (1x3) A 2 4 5 (3x1) CD = (3 x 2) + (6 x 4) + (8 x 5) = 6 + 24 + 40 = 70 Perhatikan bahwa karena masing – masing pasangan vektor diatas mempunyai jumlah elemen yang sama. hasilkali AB dari vektor baris A dan vektor kolom B. matriks awal (lead matriks) saa dengan jumlah di bahbaris pada 2. Hasilkali baris – kolom tersebut disebut hasilkali dalam (inner product). Ini dipakai sebagai dasar untuk semua perkalian matriks. 8(6) 8(9) 6 9 2 7 8 4 (3x2) kA 8(2) 8(7) 8(8) 8(4) (3x2) 48 72 16 56 64 32 (3x2) 1. Contoh 8. matriks akhir (lag matriks). Kemudian. apabila diketahui 12 1 A A 4 7 2 9 (1x4) 5 6 (4x1) di hitung sebagai berikut.

. 3(6) 6(5) 7 (13) 3(12) 6(10) 7 (2) 139 110 AB D 12(6) 9(5) 11(13) 12(12) 9(10) 11(2) (2x2) 260 256 (2x2) Hasil kali BC dihitung dibawah ini. dalam susunan yang benar.karena (4 x 4) = (4 x 1) 89 . dan bilangan – bilangan di luar lingkaran akan menunjukan. Apabila dua matriks seperti AB adalah bersesuaian. Kalikan baris kedua matriks awal dengan kolom pertama matriks akhir untuk mendapatkan d12. (2 x 3) = (3 x 2) (2x 2) matriks – matriks tersebut memenuhi syarat persesuaian dan dimensi dari matriks hasil kali AB adalah (2 x 2). dimensi dari matriks hasil kali. setelah menentukan persesuaian AB dalam contoh 8. adlah dengan menata dua pasang dimensi tersebut dalam mana matriks – matriks tersebut akan dikalikan. Untuk mencari nilai persediaan (V) pada berbagai saluran distribusi. Jika mereka sama. misalkan bahwa harga papan luncur adlah Rp 200. kalikan baris pertama matriks awal dengan kolom pertama matriks akhir untuk mecari elemen pertama d11 matriks hasil kali D. dan kalikan S dengan P : V SP 120 200 175 140 110 180 190 170 90 210 160 180 150 110 80 140 ( 4 x 4) 200 50 100 150 ( 4 x1) Matriks – matriks tersebut bersesuaian dan matriks hasil kalinya merupakan 4 x 1. AB dikatakan telah di tetapkan (defined) untuk BC.dan pakaian ski Rp 150. bergeraklah ke baris kedua matriks awal. Jadi AC tidak di tetapkan. yang akan di terapkan sebelum melakukan setiap perkalian mmatriks.A 3 6 12 9 7 11 B (2x3) 6 12 5 10 13 2 A (3x2) 1 7 2 4 8 3 (2x3) Suatu pengujian ringkas (cepat) untuk melihat adanya persesuaian (conformability). nyatakan harga tersebut sebagai sebuah vector kolom (P). hasil kali dari dua matriks itu dapat di cari. tongkat Rp 50. dua matriks tersebut akan sesuai untuk perkalian dalam susunan yang diberikan. jadi. kemudian dalam hati lingkarilah bilangan terakhir dari pasang pertama dan dan bilangan pertama dari pasang kedua. Pertama. Dengan mengacu ke contoh 1. karena tidak ada lagi kolom yang tersisa dalam matriks akhir.-. (3 x 2) = (2 x 3) (3 x 3) matriks – matriks tersebut adalah bersesuaian dan dimensi dari matriks hasil kali BC merupakan (3 x 3). kemudian kalikan baris pertama matriks awal dengan kolom kedua matriks akhiruntuk mendapatkan d12.. tali Rp 100..-. dengan menggunakan metode yang sama : 6(1) 12(2) 6(7) 12(4) 6(8) 12(3) 30 90 84 BC E 5(1) 10(2) 5(7) 10(4) 5(8) 10(3) 25 75 70 13(2) 2(2) 13(7) 2(4) 13(8) 2(3) (3x3) 17 99 110 (3x3) Contoh 10. Jadi untuk AB. kalikan baris kedua matriks awal dengan kolom kedua matriks akhir untuk mendapatkan d22. Contoh 9. akhirnya. Untuk BC (2 x 3) ≠ (2 x 3) A dan C tidak bersesuaian untuk perkalian.

dan susunan penjumlahan tidak dipentingkan. (2 x 3) = (3 x 2). 17 6 6 2 23 8 6 17 2 6 23 8 (2).seringkali matriks – matriks tidak bersesuaian dalam dua arah. perkalian matriks juga distributive A(B + C) = AB + AC. Diketahui. Akan tetapi.2 6 1 4 11 4 Contoh 12. Contoh 11.500 75. perkalian scalar adalah komutatif (yaitu kA = Ak). AB akan menjadi 2 x 2 3(6) 6(5) 7 (13) 3(12) 6(10) 7 (2) 139 110 AB 12(6) 9(5) 11(13) 12(12) 9(10) 11(2) (2x2) 260 256 (2x2) BA adalah bersesuaian (3 x 2) = (2 x 3). (XY)Z = X(YZ).(4 x 1) Jadi.penjumlahan matriks juga asosiatif. buktikan bahwa (1) A + B = B + A dan (2) A – B = –B + A. 90 . 4 11 3 7 A B 17 6 6 2 Untuk membuktikan bahwa penjumlahan dan pengurangan matriks adalah komutatif. Untuk alas an yang sama. Jadi.7 11 . Y(c x d). Perkalian matriksm.500 ( 4 x1) 1.3 4 . V 120(200) 200(200) 175(200) 140(200) 110(50) 90(100) 150(150) 180(50) 210(100) 110(150) 190(50) 160(100) 80(150) 170(50) 180(100) 140(150) ( 4 x1) 61. karena penjumlahan matriks hanya melibatkan penjumlahan elemen – elemen yang bersesuaian dari dua matriks. Contoh 13.500 72. A 3 6 7 12 9 11 B ( 2 x 3) 6 12 5 10 13 2 (3 x 2) Dapat di buktikan bahwa perkalian atriks tidak komutatif dengan membuktikan AB ≠ BA. AB 6(3) 12(12) 5(3) 10(12) 13(3) 2 (12) 6(6) 12(9) 5(6) 10(9) 13(6) 2(9) BA akan menjadi 3 x 2 6(7) 12(11) 162 5(7) 10(11) 135 13(7) 2(11) (3x3) 63 144 120 96 174 145 113 (3x3) karena itu AB ≠ BA. A B 4 3 11 7 17 6 6 2 1 4 11 4 B A . HUKUM KOMUTATIF. hal yang sama berlaku untuk pengurangan matriks. ASOSIATIF DAN DISTRIBUTIF DALAM ALJABAR MATRIKS Penjumlahan matriks adalah komutatif (yaitu A + B = B + A). yaitu X(a x b). sebagai berikut : AB adalah sesuai.7. (A + B) + C = A + (B + C). dengan beberapa perkecualian. Jika terdapat tiga atau lebih matriks yang bersesuaian.000 86.Z(e x f) dimana b = c dan d = e. adalah tidak komutatif (yaitu AB ≠ BA).6 17 . Tunduk pada sarat yang sama ini. Perhitungan tersebut diperlihatkan di bawah ini 4 3 11 7 7 18 3 4 7 11 7 18 A B B A (1). hukum asosiatif akan berlaku selama matriks – matriks tersebut dikalikan dalam urutan persesuaian (conformability). Diketahui. maka pengurangan matriks juga komutatif dan asosiatif. Karena pengurangan matriksA – B dapat dirubah mebjadi penjumlahan matriks A + (-B). Diketahui.

Matriks identitas adalah simetri dan idempotent. (2) perkalian dengan suatu matriks null menghasilkan matriks null. matriks identitas serupa dengan bilangan 1 dalam aljabar karea perkalian suatu matriks dengan matriks identitas tidak membawa perubahan terhadap matriks asal (yaitu AI = IA = A). 1. perhitungan – perhitungan tersebut diperlihatkan di bawah ini 7 10 14 1 2 3 6 7 0 0 0 1 0 0 0 1 7(1) 9(1) 1(1) 10(0) 2(0) 3(0) 14(0) 6 (0) 7 (0) 7(0) 9(0) 1(0) 10(1) 2(1) 3(1) 14(0) 6 (0) 7 (0) 7(0) 9(0) 1(0) 10(0) 2(0) 3(0) 14(1) 6 (1) 7 (1) (1). apabila diketahui. Contoh 14. perkalian suatu matriks identitas dengan dirinya sendiri meninggalkan matriks identitas tidak berubah : I x I = I2= I.A 7 1 8 5 3 6 B (3 x 2) 4 9 2 6 10 5 B ( 2 x 3) 2 6 7 ( 3 x1) Untuk membuktikan bahwa perkalian matriks adalah asosiatif. perhitunganya adalah sebagai berikut : A 7(4) 5(2) 1(4) 3 (2) 8(4) 6(2) 38 10 44 93 27 108 7(9) 5(6) 1(9) 3 (6) 8(9) 6(6) 95 25 110 2 6 7 7(10) 5(5) 1(10) 3 (5) 8(10) 6(5) ( 3 x 3) 38 10 44 93 27 108 95 25 110 ( 3 x 3) ( AB)C ( 3 x 3) ( 3 x1) 38(2) 93(6) 95(7) 10(2) 27 (6) 25(7) 44(2) 108(6) 110(7) ( 3 x1) 1299 357 1506 ( 3 x1) BC 4(2) 9(6) 10(7) 2(2) 6(6) 5(7) ( 2 x1) 132 75 ( 2 x1) A( BC ) 7 1 8 5 3 6 132 75 (3 x 2) (2 x) 7(132) 5(75) 1(132) 3(75) 8(132) 6(75) ( 3 x1) 1299 357 1506 terbukti ( 3 x1) 1.n menunjukan dimensi matriks (m x n). Matriks null terdiridari semuanya nol dan dapat berdimensi sembarang . AI 9 1 AI 7 9 1 BN B N 10 14 2 6 3 7 terbukti 0 0 0 0 (2).adalah matriks idempotent (idempotent matrix). setiap matriks utuk mana A = A' adalah matriks simetris (symmetric matrix). (3). yaitu (AB)C = A(BC). 5(0) 12(0) 5(0) 12(0) 20(0) 4(0) 20(0) 4(0) 5 0 12 0 20 0 4 0 5 12 20 4 terbukti terbukti PERNYATAAN MATRIKS DARI SERANGKAIAN PERSAMAAN LINEAR 91 . Matriks simetris untuk mana A x A = A. seperti pada In. Penjumlahan atau pengurangan matriks null tidak membawa perubahan terhadap matriks asalnya. yaitu BN = N dan (3) penjumlahan atau pengurangan matriks null tidak mengakibatkan matriks asalnya berubah.8. MATRIKS IDENTITAS DAN MATRIKS NULL Matriks identitas I adalah suatu matriks bujur sangkar yang mempunyai 1 untuk setiap elemen pada diagonal utama dari kiri ke kanan dan nol di setiap tempat yang lain. yaitu B + N = B. yaitu AI = A. tidak perlu bujur sangkar. perkalian dengan matriks null menghasilkan matriks null. A 7 9 1 10 14 2 6 3 7 B 5 12 20 4 N 0 0 0 0 I 1 0 0 0 1 0 0 0 1 Dapat dibuktikan bahwa : (1) perkalian dengan suatu matriks identitas tidak menimbulkan tambahan terhadap matriks asalnya. Lihat contoh 14.9. apabila subscript digunakan.

di sini 8x + 4y = 28 dengan 1/4. Sebagai ilustrasai sederhana.7 2 x 139 3 .10. Tanpa suatu perubahan dalam hubungan linear. dan matriks hasil kali menjadi 2 x 1 (2 x 2) = (2 x 1) (2 x 1) 7x 1 3x 2 jadi. diketahui 8w +12x – 7y +2z = 139 3w +13x + 4y +9z = 242 untuk menyatakan sistem persamaan ini dalam notasi matrik. yang menghasilkan 92 . AX adalah vektor kolom (2 x 1) karena setiap baris terdiri dari suatu elemen tunggal yang tidak dapat disederhanakan lebih lanjut melalui penjumlahan. yang tentunya sudah tidak asing lagi dari aljabar.dalam hati balikan susunan perkalian matriks: w 8 12 . Contoh 16. Saling menukar dua baris tersebut : 8x + 4y = 28 5x + 2y = 16 2. Mengalikan suatu baris dengan suatu konstanta. untuk membuktikan bahwa AX = B dengan tepat menggambarkan sistem persamaanyang diberikan dalam seksi 1.13 4 9 ( 2 x 4) y 242 ( 2 x1) z ( 4 x1) kemudian. X dan B akan selalu berupa vektor kolom. dan B = vektor kolom konstanta. sistem persamaan yang diketahui tersebut dapat dinyatakan dalam bentuk matriks A(2x4)W(4x1) =B(2x1) 1. W = vektor kolom variabel.baris suatu matriks.dengan mengetahui 5x + 2y = 16 8x + 4y = 2n8 Tanpa suatu perubahan dalam hubungan linear.9. dan AX AX 7 3 x1 4 5 x2 B: 7x 1 3x 2 4x 1 5x 2 ( 2 x1) 45 terbukti 4x 1 5x 2 29 dari sini.X adalah vektor penyelesaian (solution vector). (2) setiap baris atau baris – baris dakalikan dengan suatu konstanta. perhatikan bahwa sistem persamaan linear 7x1 + 3x2 = 45 4x1 + 5x2 = 29 dapat dinyatakan dalam bentuk matriks AX = B x1 45 7 3 B A X Dimana dan 29 x2 4 5 A adalah matriks koefisien (coefisien matrix). Contoh 17. diilustrasikan di bawah ini. dapatkan hasil kali AX.Aljabar matriks memungkinkan pengungkapan secara ringkas suatu sistem persamaan linear. dengan mengandaikan A = matriks koefisien. Contoh 15.kita dapat 1. Perkalian adalah mungkin karena AX adalah bersesuaian. operasi baris. meskipun penampilanya seperti itu. OPERASI BARIS Operasi baris (row operation) berarti penerapan operasi aljabar yang sederhana pada baris. dan (3) setiap kelipatan suatu baris ditambahkan ke atau dikurangkan dari baris yang lain. dan B adalah vektor unsur konstanta (vector of constan terms). asalkan konstanta tersebut tidak sama dengan nol. tiga operasi barisdasar memungkinkan (1) setiap dua baris suatu matriks saling tukar.

MATRIKS PERBESARAN (AUGMENTED) Diketahui suatu system persamaan dalam bentuk matriks AX = B matriks perbesaran A/B adalah matriks koefisien A dengan vector kolom konstanta B.12. Mengurangkan kelipatan satu baris dari yang lain.44 132 1a. Contoh 19. kemudian gunakan operasi baris untuk mendapatkan nol disetiap tempat yang lain pada kolom pertama. metode eliminasi gauss di gunakan dibawah ini untuk mencari x 1 dan x2 dalam sistem persamaan 2x1 + 12x2 = 40 8x1 + 4x2 = 28 pertama nyatakan persamaan tersebut dalam suatu matriks perbesaran AB 2 12 40 8 4 28 kemudian. AB 7 3 45 4 5 29 Matriks perbesaran digunakan sebagai sarana penyelesaian system persamaan linear. yang dipisahkan dengan suatu garis atau kisi.2x + y = 7 5x + 2y = 16 3. METODE GAUSS UNTUK MENYELESAIKAN PERSAMAAN LINEAR Penggunaan metode eliminasi gauss dalam menyelesaikan persamaan linear semata – mata dengan menyatakan system persamaan tersebut sebagai suatu matriks perbesaran dan menerapkan operasi baris berulang – ulang pada matriks perbesaran sampai matriks koefisien A di sederhanakan menjadi suatu matriks identitas. Kurangkan 8 kali baris kedua untuk merampungkan kolom pertama 1 6 20 0 .9.11. Contoh 18. Penyelesaian atas system persamaan kemudian dapat di baca dari elemen – elemen yang tinggal dalam vektor kolom B (lihat contoh 19). yang menghasilkan 5x + 2y = 16 -4x – 2y = -14 x =2 1. Untuk mengubsh matriks koefisien kedalam uatu matriks identitas. Jadi. 1 untuk endapatkan 1 pada posisi a11 2 1 6 20 8 4 28 1b. bergeraklah sepanjang sumbu utama. Kalikan baris pertaa dengan 2a. Teruskan memperoleh 1 sepanjang diagonal utama dan kemudian rampungkan kolomnyasampai matriks identitas tersebut sempurna. Kalikan baris kedua dengan 1 untuk mendapatkan1 pada a22 44 1 6 20 0 1 3 93 . diletakan disampingnya. Berikutnya dapatkan 1 pada 0posisi a22 dan gunakan operasi baris untuk mendapatkan nol disetiap tempat yang lain pada kolom mendapatkan nol disetiap tempat yang lain pada kolom tersebut. matriks perbesaran A/B untuk 4x1 + 5x2 + 7x3 = 42 2x1 + 3x2 + 8x3 = 40 6x1 + 4x2 + x3 = 18 Adalah AB 4 5 2 3 6 4 7 42 8 40 1 18 1. untuk sistem persamaan dalam butir1. di sini 2(2x + y = 7) dari 5x + 2y = 16.a dapatkan 1 pada posisi a11 dari matriks koefisien. Pertam.

x2 = 3 karena x1 1 0 2 0 1 x2 3 x1 + 0 = 2 0 + x2 = 3 94 . Kurangkan 6 kali baris kedua dari baris pertama untuk merampungkan kolom kedua 1 0 2 0 1 3 hasilnya adalah x1 = 2.2b.

95 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful