BAGIAN 1 KONSEP DASAR TEORI BARIS DAN DERET SERTA PENGGUNAANNYA DALAM BISNIS DAN EKONOMI

Diskripsi Mata Kuliah Memberikan gambaran dan dasar-dasar pengertian serta pola pikir yang logis sehubungan dengan barisan dan deret bilangan yang tersusun secara teratur dengan perubahan-perubahannya yang tertentu. Selanjutnya memberikan tuntunan dalam menggunakan rumus-rumus yang telah diperoleh untuk menghitung nilai-nilai yang ingin diketahui dari baris dan deret yang ada, seperti menghitung kesamaan suatu nilai dari dua beris atau deret yang diketahui, mencari perubahan dari suatu baris atau suatu deret. Tutjuan Khusus Menerapkan pengetahuan tentang baris dan deret tersebut dalam menghitung perasalahan-perasalahan bisnis dan ekonomi di antaranya masalah perkembangan usaha sejauh mana pertumbuhannya yang konstan dari waktu ke waktu, masalah nilai uang dalam hal pinjam-meminjam, investasi jangkan panjang yang dihubungkan dengan tingkat suku bunga yang diasumsikan tetap dari waktu ke waktu, dan menghitung pertumbuhan penduduk di suatu daerah serta jumlah penduduknya pada suatu waktu tertentu.

A. TEORI BARIS DAN DERET 1. Pengertian Baris Baris yang dimaksud adalah bilangan yang tersusun secara teratur dengan suatu pola perubahan tertentu dari satu suku ke suku berikutnya. Penggolongan baris dapat didasarkan pada : Jumlah suku yang membentuknya, dibedakan menjadi : 1. Baris berhingga 2. Baris tak berhingga Pola perubahannya, sehingga dibedakan menjadi 1. Baris Hitung 2. Baris Ukur 3. Baris Harmoni 2. Baris Hitung Baris hitung yaitu baris bilangan di mana pola perubahan dari satu suku ke suku berikutnya besarnya tetap dan pola perubahan tersebut dapat diperoleh dari selisih antara sutu suku ke suku sebelumnya. Contoh : 2, 4, 6, 8, 10, 12 ......................Sn S1 (suku pertama) = 2 S1 = a = 2 S2 (suku kedua) = 4 S2 = a + b = 2 + 2 = 4 S3 (suku ketiga) = 6 S3 = a + 2b = 2 + (2)2 = 6 S4 (suku keempat) = 8 S4 = a + 3b = 2 + (3)2 = 8 Sn (suku ke n) Maka untuk suku ke n di peroleh rumus : Sn = a + ( n – 1 ) b. Dimana a = suku pertama, b = pembeda dan n = suku ke n

Contoh soal : Diberikan suku ke tiga dan suku ke tujuh masing-masing sebesar 150 dan 170. Carilah suku ke sepuluhnya dari baris hitung tersebut. 1

S3 = a + ( n – 1 ) b = 150 = a + 2b S7 = a + (n – 1 ) b = 170 = a + 6b - 20 = - 4b b = -20 / -4 = 5 150 = a + 2b  150 = a + 2.5  150 = a + 10 a = 150 – 10  a = 140 S10 = a + (n – 1) b = 140 + (10 -1) 5  140 + 45 = 185 3. Deret Hitung Deret hitung yaitu deretan bilangan yang tersusun dengan aturan dimana suku pertamannya sama dengan suku pertama baris hitungnya, suku keduanya merupakan penjumlahan dua suku pertama baris hitungnya, suku ketiganya merupakan penjumlahan tiga suku pertama baris hitungnya, dan seterusnya. Contoh : (dari contoh baris hitung di atas) Baris hitung : 2, 4, 6, 8, 10, 12 ..... Maka Deret hitung : 2, 6, 12, 20, 30, 42, ... D1 = 2, D2 = 2 + 4 = 6, D3 = 2 + 4 + 6 = 12 D4 = 2 + 4 + 6 + 8 = 20 Dst dimana Dn = n/2 ( a + Sn ) atau Dn = n/2 { 2a + ( n – 1 ) b} Contoh Soal : Sebuah baris hitung mempunyai suku pertama yang bernilai 140. Beda antar suku 5. Hitunglah suku ke-10nya ? Berapakah Jumlah lima suku pertamanya ?. a = 140, b = 5 S10 = 140 + ( 10 – 1 ) 5 = 140 + 45 = 185 D5 = 5/2 ( 2.140 + ( 5 – 1 ) 5 ) = 5/2 ( 280 + 20 ) = 5/2 ( 300 ) = 750 4. Baris Ukur Baris ukur yaitu baris bilangan di mana pola perubahan dari satu suku ke suku berikutnya besarnya tetap dan pola perubahan tersebut dapat diperoleh dari perbandingan antara satu suku sengan suku sebelumnya Contoh : 2, 6, 18, 54, 162, ...... Sn S1 (suku pertama) = 2 S2 (suku kedua) = 6 S3 (suku ketiga) = 18 S4 (suku keempat) = 54 S5 (suku kelima) = 162 Sn (suku ke n) = dst. Pola perubahan dari satu suku ke suku berikutnya dilambangkan dengan r (rasio) dan perbesarannya adalah perbandingan atara dua suku yang berurutan dengan suku berikutnya, sehingga r = 6/2 = 18/6 = 54/18 = 162/54. maka r = 3. S1 (suku pertama) = a = 2 S2 (suku kedua) = ar = 2.3 = 6 S3 (suku ketiga) = ar2 = 2.32 = 2.9 = 18 S4 (suku keempat) = ar3 = 2.33 = 2.27 = 54 S5 (suku kelima) = ar4 = 2.34 = 2.8 = 162 Sn (suku ke n) Untuk menentukan suku ke n diperoleh rumus Sn = ar n-1

2

5. Deret Ukur Deret Ukur yaitu deretan bilangan yang tersusun dengan aturan di mana suku pertamanya sama dengan suku pertama baris ukurnya, suku keduanya merupakan penjumlahan dua suku pertama baris ukurnya, suku ketiganya merupakan penjumlahan tiga suku pertama baris ukurnya, dan seterusnya. Contoh : (dari contoh baris ukur di atas) Baris Ukur : 2, 6, 18, 54, 162, ....... maka Deret Ukur : 2, 8, 26, 80, 242, ..... D1 = 2 D2 = 2 + 6 = 8 D3 = 2 + 6 + 18 = 26 Dst. Dn dapat dirumuskan :

Dn

a 1 rn ,r 1 1 r

atau

Dn

a rn 1 ,r 1 1 r

Contoh Soal : Sebuah baris ukur mempunyai suku pertama yang bernilai 20. Ratio antar sukunya 2. Hitunglah suku ke-6nya ! Berapa jumlah lima suku pertamanya. a = 20, r = 2 S6 = arn-1 = 20. 26-1 = 20. 25 = 20. 32 = 640 20 2 6 1 20.63 = = 1260 D6 2 1 1 B. PENERAPAN TEORI BARIS DAN DERET DALAM EKONOMI 1. Perkembangan Usaha Perkembangan usaha yang dimaksud adalah sejauh usaha-usaha yang pertubuhannya konstan dari waktu ke waktu mengikuti perubahan baris hitung. Contoh Soal 1. Perusahaan keramik menghasilkan 5.000 buah keramik pada bulan pertama produksinya. Dengan adanya penambahan tenaga kerja, maka jumlah produk yang dihasilkan juga ditingkatkan. Akibatnya, perusahaan tersebut mampu menambah produksinya sebanyak 300 buah setiap bulannya. Jika perkembangan produksinya konstan setiap bulan, berapa jumlah keramik yang dihasilkannya pada bulan ke 12 ?. Berapa buah jumlah keramik yang dihasilkannya selama tahun pertama produksinya ? Jawab : Jumlah keramik yang dihasilkannya pada bulan ke 12. S12 = a + (n – 1) b = 5.000 + (12 – 1) 300 = 5.000 + (11) 300 = 5.000 + 3.300 = 8.300 Jadi pada bulan ke 2 perusahaan tersebut dapat menghasilkan 8.300 buah keramik. Jumlah keraik yang dihasilkan dalam satu tahun pertama. D12 = n/2 (a + s12) = 12/2 (5.000 + 8.300) = 6 (13.300) = 79.800 2. Teori Nilai Uang (bunga Majemuk) Perluasan deret ukur digunakan dalam masalah bunga berbunga, masalah pinjam meminjam serta masalah investasi yang dihubungkan dengan tingkat suku bunga dalam jangka waktu tertentu yang besarnya diasumsikan tetap dari waktu ke waktu. Misalkan suatu modal sebesar P 0‟ akan dibungakan per-satu tahun selama jangka waktu n tahun. Tingkat suku bunga yang berlaku yang berlaku adalah r % per-tahun, diasumsikan tetap dari tahun ke tahun selama n tahun. Sehingga menghitung modal awal tahun ke-n yang diperoleh melalui pembungaan setiap satu tahun dapat dirumuskan Pn = po ( 1 + r )n , atau Pn = po ( 1 + r /m)n.m Pn = Modal pada tahun ke-n (di masa yang akan datang) Po = Modal saat sekarang, saat t = 0 r = Tingkat suku bungan per-tahun 3

5.000 (1 + 0. 5.48024) = 148.25 juta jiwa pada tahun 2008.000.11 )5 = 10. Pembungaan depositonya setahun sekali dengan tingkat bunga yang diasumsikan konstan sebesar 11% per-tahun. dan 1. Penduduk suatu kota metropolitan tercatat 3. 6.n = tahun ke m = periode per-tahun Contoh Soal : Seorang nasabah merencanakan mendepositokan uangnya di Bank sebanyak Rp.850. Pabrik kecap “Nambewan” memproduksi 24. sebagaimana pernah dinyatakan oleh Malthus.708144) 4 . Jika diketahui suku kedua besarnya 275 dan suku keenam besarnya 375.055)10 = 10.000.11/2)5.2 = 10.6 juta bungkus pada tahun ketujuh. Berapa suku pertama baris hitung tersebut ? Berapakah nilai suku kesepuluhnya ? Berapa jumlah sepuluh suku pertamanya.000 jiwa pada tahun 1995.000 ( 1. 10 juta dalam jangka waktu 5 tahun.000.581. Yang drumuskan : Pn = P0.000 (1 + 0.000 ( 1. tingkat pertumbuhannya 4 persen per tahun.5 juta bungkus rokok ? d) Berapa bungkus rokok yang telah ia hasilkan sampai dengan tahun ke – 16 ?. Sebuah baris hitung mempunyai suku pertama bernilai 210. 10 juta dalam jangka waktu 5 tahun.685058155) = 16.000 ( 1 + 0. a) Berapa botol penurunan produksinya per tahun ? b) Pada tahun ke berapa pabrik kecap tersebut tidak berproduksi (tutup) c) Berapa botol kecap yang ia hasilkan selama operasinya ?. Pabrik rokok “Kurang Garam” menghasilkan sejuta bungkus rokok pada tahun pertama berdirinya. Hitunglah suku ke 10 nya ! Berapakah jumlah lima suku pertammanya ? 2.000 (1. Hitunglah jumlah penduduk kota tersebut pada tahun 2005.04 )10 = 100.000 ( 1 + 0.( 1 + i )n = 100. Pembungaan depositonya dengan tingkat bunga yang diasumsikan konstan sebesar 11% per-tahun Berapa jumlah uang yang diterimanya pada akhir tahun kelima jika didepositokan dengan pembungaan tiap 6 bulan sekali ? dan Berapa jumlah uang yang diterimanya jika didepositokan dengan pembungaan tiap tiga bulan.000. berapa persen pertumbuhannya ? Berapa Jumlah penduduknya pada tahun 2015 ? Jawaban latihan soal. produksinya terus menurus secara konstan sehingga pada tahun ke-10 hanya memproduksi 18. Periode waktu : 2005 -1995 = 10 tahun Pn = P0. Seorang nasabah merencanakan mendepositokan uangnya di Bank sebanyak Rp.000 botol kecap pada tahun ke-6 operasinya. berapa tambahan produksinya per tahun ? b) Berapa produksinya pada tahun kesebelas ? c) Pada tahun ke berapa produksinya 2.000. Bantulah nasabah itu untuk menghitung berapa jumlah uang yang akan diterima pada akhir tahun ke-5 ? Pn = P0 ( 1 + r )n = 10. diperkirakan menjadi 4.5 jiwa pada tahun 2013. a) Andaikata perkembangan produksinya konstan.04 )10 = 100.n i = persentase pertumbuhan penduduk per tahun & n = jumlah tahun Contoh soal : Penduduk suatu kota berjumlah 100. 3. Jawab jumlah uang dengan pembungaan tiap 6 bulan sekali Pn = P0 (1 + r/m)n. Pertumbuhan Penduduk Penerapan deret ukur yang paling konvensional di bidang ekonomi adalah dalam hal perhitungan pertumbuhan penduduk.000 ( 1.( 1 + i )n Di mana Pn = populasi penduduk pada tahun basis (tahun ke-1) P0 = populasi penduduk pada tahun ke.000. penduduk dunia tumbuh mengikuti pola deret ukur.000 (1. Beda antar suku 15. 4. Karena persaingan keras dari kecap-kecap merek lain.55 3.11 ) 5 = 10.m = 10.000 botol.024 Latihan Soal 1. Jika tahun 2008 dianggap tahun dasar.

5/3.000.11/4)5.58 Jadi dalam waktu lima tahun uang nasabah tersebut yang dibungakan setiap enam bulan sekali menjadi Rp.= 17.25 (1 + i)5 4.73 % Jadi persentase pertumbuhan penduduknya 6.31 Jadi dalam waktu lima tahun uang nasabah tersebut yang dibungakan setiap enam bulan sekali menjadi Rp. 6.73%)7 = 3.204.25 (1 + i)2013-2008 4.5 = 3.081.0673 i = 6. Jawab persentase pertumbuhan penduduk : Pn = P0 (1 + i)n 4.000 (1 + 0.3846 = (1 + i)5 1.5 = 3.081.444.4 = 10.25 (1.720428431) = 17. P2015 = P2008 (1 + i)2015-2008 = 3.58.284. 17.000.000.25 (1 + 6.38461/5 . Jawab jumlah uang dengan pembungaan tiap 6 bulan sekali Pn = P0 (1 + r/m)n.13 juta. Daftar Pustaka : 5 .38461/5 = 1 + i i = 1. 17.73 % Jumlah penduduk pada tahun 2015.000 (1 + 0.0275)20 = 10.000 (1.577632) = 5.204.25 = (1 + i)5 1.284.1 i = 0.444.13 Jadi jumlah penduduk kota metropolitan pada tahun 205 sebanyak 5.3.m = 10.

BAGIAN 2 KONSEP DASAR TEORI FUNGSI. PENYAJIAN 2 .1. Unsur-unsur pembentukan fungsi yaitu variabel. Koevisien dan konstanta. 3. TEORI FUNGSI DAN TEORI FUNGSI LINIER 1.1. Menggambarkan bagaimana fungsi linier dapat membantu menghitung berapa pendapatan nasional yang harus diperoleh suatu negara agar tidak mengalami defisit akibat konsumsi yang lebih besar dari pada pendapatan. y = x ½ y adalah variabel terikat x adalah variabel bebas 6 . TEORI FUNGSI LINIER DAN PENERAPANNYA DALAM BISNIS DAN EKONOMI 2. sedangkan perilaku produsen dicerminkan dengan fungsi penawaran. terkait dengan variabel yang bersangkutan. 2. Menggambarkan bagaimana fungsi linier dapat dipergunakan untuk mmenghitung berapa produk yang sebaiknya diproduksi dan dijual oleh perusahaan agar perusahaan dapat menutup biaya-biaya tetapnya.1. Pengertian Fungsi Fungsi yaitu hubungan matematis antara suatu variabel dengan variabel lainnya. Menggabarkan bagaimana fungsi linier dapat dipergunakan untuk mencerminkan perilaku baik perilaku konsumen maupun perilaku produsen.2. secara umum jika dikatakan bahwa y adalah fungsi dari x maka ditulis y = f(x).Tujuan Khusus 1. Keseimbangan pasar ini dapat bergeser sejajar akibat adanya capur tangan pemerintah dalam bentuk pajak maupun subsidi 2. Diskripsi Mata Kuliah Memperkenalkan unsur-unsur fungsi ialah variabel bebas dan variabel terikat. Disebut Analisis Break-Even Analusis. 4. sedangkan variabel terikat yaitu variabel yang diterangkan oleh variabel lain.1 PENDAHUKUAN : 2. dimana x adalah variabel bebas dan y adalah variabel terikat. Untuk mencari perpotongan dua fungsi yang linier digunakan metode eliminasi. sejajar atau bahkan berpotongan. Perilaku konsumen dicerminkan melalui fungsi permintaan. Yang dimaksud dengan koefisien ialah bilangan atau angka yang diletakkan tepat di depan suatu variabel.2. Uraian Materi A. Pertemuan antara keduanya merupakan titik keseimbangan pasar. 3y = 4x – 8. koefisien. Lebih jauh lagi berapa pendapatan minimum agar dapat menabung. bahkan agar perusahaan dapat memperoleh keuntungan. menutup totol biaya.2. Konstanta sifatnya tetap dan tidak terkait dengan suatu variabel apa pun. Fungsi-fungsi yang bersifat linier tersebut dapat saling berhimpit. dan konstanta. yang saling berkaitan satu sama lain dala hubungan yang dapat dijelaskan secara ateatis yaitu hubungan yang linier. Yang dimaksud dengan variabel ialah unsur yang sifatnya berubah-ubah dari satu keadaan ke keadaan lainnya. Penggolongan variabel dibedakan menjadi variabel bebas dan variabel terikat dimana variabel bebas yaitu variabel yang menerangkan variabel lain. 2.1. Contoh : 1. y adalah variabel terikat x adalah variabel bebas 3 adalah koefisien ( terletak didepan variabel y) 4 adalah koefisien ( terletak didepan variabel x) -8 adalah konstanta 2. Dalam suatu fungsi. Menggambarkan pendapatan nasional dapat menghitung melalui pendekatan pengeluaran yang linier. substitusi atau dengan cara determinan.

... a1= +  a0 = + . a0 = . dimana y adalah variabel bebas dan x adalah variabel terikat. Contoh : 1. atau nol a1 Koefisien.. n = 11 Fungsi Linier : Fungsi polinom yang variabel bebasnya memiliki pangkat paling tinggi adalah satu. 3. n bilangan riil negatif 3.Jika x adalah fungsi dari y maka ditulis x = f(y).2x1 . maka alternatif yang mungkin untuk fungsi linier : Y= a0 + a1x1 yaitu : misal a0 = 4 dan a1 = 2 1. nilainya positif.... Bentuk umum :Y = a0 + a1x1 +a2x2 + a3x3 Contoh : Y = 1 + 2x1 – 3x2 + 4x3 Fungsi Bikuadrat:Fungsi polinom yang fariabel bebasnya memiliki pangkat paling tinngi adalah empat.. a0 = + . 7.. a1 = + a0 = 0 .. n bilangan riil positif Contoh :Y = x2 Fungsi Eksponen : Fungsi yang variabel bebasnya merupakan pangkat suatu konstanta. n bilangan riil negatif Contoh :Y = x-2 . Y = a0 + a1x  Y = a0 – a1x  Y = a0 + 0. a1 = . a0 = + . Bentuk umum :Y = a0 + a1x1 + a2x2 Contoh : Y = 1 .. a1= ... a1 = +  a0 = .. 8..3x2 Fungsi Kubik :Fungsi polinom yang variabel bebasnya memiliki pangkat paling tinggi adalah tiga.Y variabel terikat. Jenis-jenis Fungsi Fungsi Irrasional : Fungsi yang memiliki Bentuk umum Y = n√ a0 + a1x1 + a2x2 + a3x3 + .. negatif. 6. Bentuk umum Y = a0 + a1x1 Contoh: Y = 1 + 2x1 Fungsi Kuadrat :Fungsi polinom yang variabel bebasnya memiliki pangkat paling tinggi adalah dua.x = 4 Y = .+ anxn. nilainya positif.. Bentuk umum :Y = a0 + a1x1 + a2x2 + a3x3 + a3x4 Contoh :Y = 1 + 2x1 + 3x2 + 4x3 + 5x4 Fungsi Pangkat :Fungsi yang variabel bebasnya berpangkat suatu bilangan riil positif Bentuk umum : Y = xn .3x2 + 4x3 +.+ anxn. x = y-2 y adalah variabel bebas x adalah variabel terikat -2 adalah konstanta 2..3x2 + 4x3 +..4 Y = 0 + 2x Y=0–2x 7 . a1 = 0  a0 = 0 .+ 12x11)1/11 Fungsi Polinom : Fungsi yang memiliki banyak suku Bentuk umum : Y = a0 + a1x1 + a2x2 + a3x3 + .. negatif atau nol Untuk nilainya a0 dan a1 yang memungkinkan positif. negatif. Bentuk umum :Y = nx Contoh :Y = 2x Fungsi logaritma : Fungsi yang merupakan invers fungsi eksponen Bentuk umum Y = n log x Contoh :Y = 4 log x Fungsi Hiperbola :Fungsi yang variabel bebasnya berpangkat bilangan riil negatif Bentuk umum :Y = xn .4 + 0.4 + 2x Y=-4–2x Y = . 5........x Y = 0 +a1x  Y = 0 – a1x Y = 4 + 2x Y = 4 – 2x Y = 4 + 0.. a1= 0  a0 = . x = -2 x adalah variabel terikat -2 adalah konstanta 2. atau nol..x = . Pengertian Fungsi Linier Fungsi linier adalah fungsih polinom yang variabel bebasnya memiliki pangkat paling tinggi adalah satu : Y = a0 + a1x1 .bilangan bulat positif Contoh: Y = 1 + 2x1 .. x variabel bebas a0 konstanta. 4.... 2.-12x11. n bilangan bulat positif contoh :Y = (1+2x1 .. a1 = .x  Y = -a0 +a1x  Y = -a0 – a1x Y = -a0 + 0.

0) Y = 4 – 2x 3. Y = ..0) 0 2.0) 0 (0.0) 0 (0.4) dan (-2.4) 0 (0.4) 1.9. Penggambaran Fungsi Linier Penggambaran fungsi linier dari berbagai alternatif untuk a 0 = 4 dan a1 = 2 Y = 4 + 2x (0.-4) (2.-4) Y = -4 – 2x 6.4 + 2 x dua buah titik yang dibutuhkan untuk menggambarkannya (0..4) dan ( . Y = 4 – 2x dua buah titik yang dibutuhkan untuk mengambarkannya (0.0) (-2. Y = 4 titik yang dibutuhkan untuk mengambarkannya (0.4) dan (2.0) (-2. Y = .4 titik yang dibutuhkan untuk menggambarkannya (0.-4) Y = -4 8 .0) 5.4) (Y = 4) 4. a0 = 0 . Y = ..x  Y = 0 + 0.x = 0 4.4) 0 (2.4) 0 (0.2. Y = 4 + 2x dua buah titik yang dibutuhkan untuk mengambarkannya (0.4) dan (2. a1 = 0 Y = 0 + 0.4 – 2 x dua buah titik yang dibutuhkan untuk menggambarkannya (0.0) (0.

0) 8. gradien 4 3. intersep 4. gradien 2 Fungsi linier kedua : 2Y = 8 + 4x . maka a0 = a0‟ dan a1 = a1‟ contoh : Fungsi linier Pertama : Y = 4 + 2x . Y = 0 dua buah titik yang dibutuhkan untuk menggambarkannya (0.0) dan (2.0) dan (2. Y = 0 + 2 x dua buah titik yang dibutuhkan untuk menggambarkannya (0. Sejajar Y = a0 + a1x Y‟ = a‟0 +a‟1x Karena sejajar. Hubungan Dua Fungsi Linier Ada dua fungsi linier dimana fungsi linier pertama yaitu : Y = a 0 + a1 x dan fungsi linier yang kedua yaitu : Y‟ = a0‟ + a1‟ x.0) (2.0) 5. intersep 8/2 = 4 .0) dan (2.0) 2 (2. maka a0 = a0‟ dan a1 = a1‟ Contoh : Fungsi linier pertama : Y = 4 + 4x . intersep 4.7.0) (0. Kedua Fungsi Linier tersebut berada dalam berbagai keadaan: 1.4) Y = 0 + 2x (2. gradien 4/2 = 2 2.4) 2 (0.4) (0..-4) Y = 0 – 2x -4 9. Berhimpit Y = a0 + a1x Y‟ = a‟0 +a‟1x karena berhimpit. maka dan a1 = a1‟ untuk kondisi seperti pada gambar a0 = a0‟ 9 . gradien 4 Fungsi linier kedua : Y = 2 +4x . intersep 2. Berpotongan Y = a0 + a1x Y‟ = a‟0 +a‟1x 0 Karena Berpotongan. Y = 0 –2x dua buah titik yang dibutuhk untuk menggambarkannya (0.

. maka a1 = a1‟ dan a1.. gradien – ¼ dan perpotongan pada titik (0. a0) Contoh : fungsi linier pertama : Y = 2 + 4x. Berpotongan Y = a 0 + a 1x Y‟ = a‟0 +a‟1x 0 Karena berpotongan.. intersep 2 . intersep 2. Berpotongan tegak lurus Y = a0 + a1x Y‟ = a‟0 +a‟1x 0 Karena berpotongan tegak lurus. a1‟ = -1 Untuk kondisi seperti pada gambar a0 = a0‟ dan berpotongan pada titik (0.* x + 2 y = 1 . gradien – 4 4... Untuk kondisi seperti pada gambar a0 = a0‟. Determinan Contoh : Carilah titik potong dari garis yang berpotongan yaitu 2 x + 3 y = 4 dan x + 2 y = 1 Jawab : 1. a0) Contoh : fungsi linier pertama : Y = 2 + 4x . Substitusi 2. intersep 2 .. intersep 2.. intersep 4.** memasukkan ** pada* 2x+3y=4 2 (1 – 2 y) + 3 y = 4 maka x=1–2y 2 (1) – 2 (2 y) + 3 y = 4 x = 1 – 2 (-2) 2–4y+3y=4 x = 1 – ( ... maka a1 = a1‟ dan a1. Contoh : fungsi linier pertama : Y = 4 + 4x. gradien 4 fungsi linier kedua : Y = 2 – 1/ 4x. intersep 2.2) 5.x = 1 – 2 y . gradien 4 Fungsi linier kedua : Y = 2 – 4x . maka dan a1 = a1‟ Untuk kondisi seperti pada gambar a0 = a0‟ dan perpotongan pada titik (0.. maka untuk mencari titik potongnya dapat dilakukan dengan cara : 1.. gradien –1/4 6.a1‟.4) 10 . intersep 4.Contoh : Fungsi linier pertama Y = 4 + 4x . gradien 4 Fungsi linier kedua : Y = 2 – 4x . intersep 2. Cara Substitus 2x+3y=4 . Titik Potong Linier Untuk fungsi linier yang saling berpotongan. Eliminasi 3. gradien – 4 dan perpotongan pada titik (0... gradien 4 fungsi linier kedua : Y = 2 – 1/ 4x..1. Berpotongan tegak lurus Y = a0 + a1x Y‟ = a‟0 +a‟1x 0 Karena berpotongan tegak lurus. = .2) 6..

y2).y2) = (5. y1) dan B (x2. Jika diketahui dua buah titik yaitu A (x1. Penamaan Fungsi Linier 1. ataupun determinasi.= ---.4) x–4 x x 3.Y2) A(X1.2) x + (. 7.= ----------------.3) dan (x2.3) dan (5. substitusi. Gambar : B(X2. Cara Eliminasi 2 x + 3 y = 4 (x 1) --- x + 2 y = 1 (x 2) --- maka x + 2 y x=1+4 x=5 2x+3y=4 2x+4y=2 _ -y=2 =1 =1 =1 =1+4 =5 y=-2 =1 x + 2 (.= 5 | 2 3 | (2)(2) – (1)(3) 4–3 1 | 1 2 | | 2 4 | | 1 1 | (2)(1) – (1)(4) 2–4 -2 y = -----------.7) adalah Y = 2 x – 3 11 .3) dan (5.Y1) Untuk mengetahui garis yang tepat melalui kedua titik tesebut dapat diperoleh dengan menggunakan rumus di bawah ini : Y – Y1 = X – X1 Y2 – Y1 = X2 – X1 Contoh : Carilah garis yang melalui titik (3. Cara Determinan 2x +3y=4 x+2y=1 | 4 3 | | 1 2 | (4)(2) – (1)(3) 8–3 5 x = -----------.= ---.= ----------------.7).y1) = (3.= -2 | 2 3 | (2)(2) – (1)(3) 4–3 1 | 1 2 | Baik dengan cara eliminasi.= ------.2–y=4 -y = 4 – 2 -y = 2 y=-2 2.7) maka : Y–3 = x–3 7–3 = 5–3 Y–3 = x–3 4 2 Y – 3 = 4 / 2 ( x – 3) Y–3 = 2x–6 Y = 2x–6+3 Y = 2x–3 Jadi garis yang melalui titik (3.= ------. Jawab : misalkan (x1. pasti akan diperoleh nilai yang sama.

maka fungsi permintaan suatu barang dicerminkan sebagai berikut : Sifat monoton turun : P‟ > P maka Qd‟ < Qd P” < P maka Qd” > Qd Contoh : 1. maka jumlah permintaan terhadap barang tersebut meningkat menjadi 6.P1. maka jumlah barang yang diminta akan mengalami penurunan. yaitu : fungsi pendapatan yang terdistribusi menjadi fungsi konsumsi dan fungsi tabungan fungsi pendapatan nasional yang dihitung melalui pendekatan pengeluaran. Akan tetapi.5.P2.3) dan m = 5 Maka : Y – Y1 = m(x – x1) Y – 3 = 5 (x – 3) Y – 3 = 5x – 15 Y = 5x – 15 + 3 Y = 5x – 12 Jadi garis yang melalui titik (3. yaitu : Fungsi permintaan. price) suatu barang dengan variabel jumlah barang yang diminta (Qd .000 per-buah. PENERAPAN DALAM BISNIS DAN TEORI EKONOMI MIKRO 2. quantity demand).2 Qd 2.3) dengan kemiringannya 5 adalah Y = 5x .3) dengan kecondongan sebesar 5 Jawab : Misalkan (x1.000 buah. Qd = 15 – P Contoh Soal : 1. y1) dan gradiennya / kemiringannya m Gambar : A(x1. 4. jika dijual dengan harga lebih murah yaitu Rp 4. m = ∆Y/∆x Contoh : Carilah garis yang melalui titik (3. Demikian sebaliknya. dimana perubahan harga „sebanding‟ dengan perubahan jumlah barang yang diminta (fungsi linier). Ditulis: P= f(Qd). Sifat demikian jika digambarkan pada Grafik Kartesius dengan sumbu datarnya jumlah barang yang diminta (Qd) dan sumbu tegaknya harga barang yang bersangkutan (P).y1) = (3.000.laku sebanyak 3.000 buah.000 per-buah akan.000.P1 = Qd – Qd1 P2 – P1 Qd2 – Qd1 12 .)= (3.) = (6. Bagaimana fungsi permintaanya ? Gambarkan fungsi permintaan tersebut pada Grafik Kartesius. Fungsi Permintaan Fungsi permintaan merupakan fungsi yang mencermintan hubungan antara variabel harga (P . Fungsi penawaran. jika harga mengalami penurunan maka jumlah barang yang diminta akan mengalami peningkatan. Keseimbangan pasar. P = 30 .y1) n 0 Untuk mengetahui garis yang tepat melalui titik tersebut dengan kecondongantertentu dapat diperoleh dengan menggunakan rumus di bawah ini : Y – Y1 = m (x – x1). Fungsi ini mencerminkan perilaku konsumen di pasar di mana sifat yang berlaku yaitu bahwa jika harga barang mengalami peningkatan. dan ‘ break-even analsis ‘.2.12 B. Fungsi penerimaan. Penerapan fungsi linier dalam ekonomi mikro.000) dan (Qd2. Jika diketahui sebuah titik A (x1. jika dijual seharga Rp 5. Pendahuluan Penerapan fungsi linier dalam bisnis dan teori ekonomi mikro. Jawab : Diketahui (Qd1.000) Fungsi permintaannya dicari dengan rumus : P . Fungsi biaya. Pengaruh pajak dan subsidi terhadap keseimbangan pasar. PENERAPAN DALAM BISNIS DAN EKONOMI 1. Suatu barang.

000) -1/3 Qd + 1.000 ( Qd – 3.000 P P = = = = = = Qd .000 .5 Qd + 42.000 Qd .000 P = -5 Qd + 42. Jika dinyatakan adanya peningkatan harga akan menyebabkan peningkatan jumlah barang yang diminta Menjadikan : 13 .000 P – 5.000 . Jika dinyatakan adanya penurunan harga akan menyebabkan peningkatan jumlah barang yang diminta : Menjadikan : M = Δ P = negatif = negatif atau ΔQd positif 2.000 ) = -5 ( Qd – 500 ) P – 40.500 0 Catatan : Gradien fungsi permintaan yang dinyatakan dengan rumus m=Δ P / Δ Qd nilainya Senantiasa negatif.500 P = .000 3. sebab : 1.500 Gambar Fungsi Penawaran tersebut pada grafik Kartesius : 42.250 ) = -5 Maka ( P – 40. Qd = .000 .P .1.1/3 Qd + 6.000.250 Fungsi penawarannya diperoleh dengan rumus : ( P – P1 ) = m (Qd – Qd1 ) dengan m = P / Qd = 1.000 -1/3 (Qd – 3.5.000.250 .000 ) 3.000 = -5 Qd – ( 5 )( .250 akan menyebabkan jumlah permintaan mengalami penurunan sebanyak 250.500 P = -5 Qd + 2.000 – 5.500 Jadi fungsi prmintaanya : P = .000 = 4.000 6.1.3.000 = -5 Qd + 2.000 -1/3 Qd + 6.000 P .000 0 Qd= 18.000 Contoh Soal : 2. apabila setiap kenaikan harga sebanyak 1. sebagaimana fungsi permintaannya dan gambarkan fungsi permintaanya dan gambarkan fungsi permintaan tersebut pada grafik kartesius Jawab : Diketahui ( P1 .000 + 5.000 P – 5.5.3. Permintaan suatu barang sebanyak 500 Buah pada saat harganya 40. 500 ) dan p = 1.250 / (.3.000) -1/3 Qd – 1/3 (.000 P – 5.5 Qd + 42.500 + 40.000 Gambar Grafik Kartesiusnya ( P vs Qd ) : P 6000 P = .Qd1 ) = ( 40.3.500 ) P – 40.

Fungsi Penawaran Fungsi penawaran merupakan fungsi yang mencerminkan hubungan antara variabel harga ( P : price ) suatu barang dengan variabel jumlah barang yang ditawarkan ( Qd : Quantity Supply ).000 per-buah. Sifat demikian jika digambarkan pada Grafik Kartesius dengan sumbu datarnya jumlah barang yang ditawarkan (Qs) dan sumbu tegaknya harga barang bersangkutan (P).000) P = 1/3 Qs – 1. Fungsi ini mencerminkan perilaku produsen dipasar dimana sifat yang berlaku yaitu bahwa jika harga barang mengalami peningkatan.000 = Qs – 3.500 + 40.250 akan menyebabkan jumlah penawaran mengalami peningkatan sebanyak 250.000 + 5. Bagaimanakah fungsi penawarannya ? Gambarkan fungsi penawarannya tersebut pada Grafik Kartesius. Ditulis : P = f ( Qs ). ¼ P = 8Qs + 125 Contoh Soal : 1. jika harga barang mengalami penurunan maka jumlah barang yang ditawarkan akan mengalami penurunan. jika harga lebih tinggi yaitu menjadi Rp 6.000 per buah maka produsen akan menawarkan sebanyak 3. harga dipasarnya Rp 5.250. bagaimana fungsi penawarannya dan gambarkan fungsi penawaran tersebut pada Grafik Kartesius.000 = 5Qs – 2.500 P = 5Qs – 2.000 (Qs – 3. 3.000) = 5(Qs – 500) P – 40. maka jumlah barang yang ditawarkan akan mengalami peningkatan. ∆Qs = 250 Fungsi penawarannya diperoleh dengan rumus : ( P – Pı ) = m (Qs – Qsı) dengan m = ∆P / ∆Qs = 1250 / 250 =5 maka (P – 40.000 buah.M=Δ P = Δ Qd positif negatif = negatif 3. Qs = -40 + ¼ P 3.000.000 P – 5.000 P – 5. 6.000 Jadi fungsi penawarannya adalah : P = 1/3 Qs + 4.000) P – 5.000 = 5Qs + (5)(-500) P – 40.500 14 . maka fungsi penawaran suatu barang dicerminkan sebagai berikut : Contoh : 1.Qs2) = (6. Jawab : Diketahui (Pı.000 – 3. Apabila setiap kenaikan harga sebanyak 1. Penawaran suatu barang sebanyak 500 buah pada saat harganya 40.000 6.000 = 1/3 Qs + (1/3) (-3.Qsı) = (40.000 = 1. P = 120 + 4Qs 2.000 P = 5Qs + 37.000 = Qs – 3.000 buah.000. maka jumlah barang yang ditawarkan oleh produsen akan bertambah menjadi 6.000) dan (P2.000 = 1/3 (Qs – 3. dimana perubahan harga „sebanding‟ dengan perubahan jumlah barang yang ditawarkan (fungsi linier). Jawab : Diketahui (P1.000.000 P – 5. Suatu barang.000) 3.Qs1) = (5.000 3.000) Fungsi penawarannya dicari dengan rumus : P – P1 = Qs – Qs1 P2 – P1 Qs2 – Qs1 P – 5.000 Gambar Grafik Kartesiusnya (P vs Qs) : Contoh Soal : 2.000 6.000 – 5. 500) dan ∆P = 1. Akan tetapi.000 1. Demikian sebaliknya.000.000 P = 1/3 Qs + 4.

500 Gambar fungsi penawaran tersebut pada Grafik Kartesius : P P = 5Qs + 37.000 maka jumlah barang yang ditawarkan juga meningkat sebanyak 20. digambarkan sebagai berikut : P P = f (Qs) Pe P = f(Qd) 0 Qe Qd Contoh Soal : 1.000 jumlah permintaannya berkurang menjadi 10 buah. Pada harga Rp 5. sebab : ΔQs 1.000 jumlah pemintaan barang tersebut sebanyak 20 buah dan untuk kenaikan harga menjadi Rp 10.000. menjadikan : m = ∆ P = negatif = positif atau ∆Qs positif 1.30) dan ∆P = 2000.Jadi fungsi penawarannya : P = 5Qs + 37.500 37.Qs1) = (6. Jika dinyatakan adanya penurunan harga akan menyebabkan penurunan jumlah barang yang ditawarkan. menjadikan : m = ∆ P = positif = positif] ∆Qd positif 4.500 0 Qs Catatan : Gradien fungsi penawaran yang dinyatakan dengan rumus: m = ∆ P nilainya senatiasa positif. dan setiap kenaikan harga sebanyak Rp 2. Bagaimanakah fungsi permintaan dan fungsi penawaran barang tersebut ? Gambarkan kedua fungsi tersebut pada sebuah Grafik Kartesius. Keseimbangan Pasar Keseimbangan pasar atau ‘Eqiullibrium’ adalah suatu kondisi dimana keseimbangan harga (Pe) tercapai Jumlah barang yang diminta = Jummlah barang yang ditawarkan Qe ›› Qd = Qs Keseimbangan harga (Pe) tercapai : Jumlah barang yang diminta = Jumlah barang yang ditawarkan Qe ›› Qd = Qs Atau Keseimbangan kuantitas (Qe) tercapai : Harga barang yang diminta = Harga barang yang ditawarkan Pe ›› P = P Fungsi permintaan dan fungsi penawaran pada sebuah grafik Kartesius dengan keseimbangan harga (Pe) dan keseimbangan Kuantitasnya (Qe).000 pengusaha menawarkan barang tersebut sebanyak 30 buah. Jika dinyatakan adanya peningkatan harga akan menyebabkan peningkatan jumlah barang yang ditawarkan. ∆Qs = 20 Fungsi penawarannya diperoleh dengan rumus : (P – P1) = m (Qs – Qs1) 15 . pada harga Rp 6. Untuk suatu barang. Jawab : Mencari fungsi penawaran : Diketahui (P1.

000 Keseimbangan Kuantitas (Q) tercapai : Harga barang yang diminta = Harga barang yang ditawarkan -500Q + 15.000 P = -500Qd + 10.000 = -500Qd + (-500) (-20) P – 5.000 3000 0 P = -500 Qd + 15.000 Jadi keseimbangan harga tercapai pada harga Rp 5.dengan m = ∆P / ∆Qs = 2000 / 20 = 100 maka (P – 6. Fungsi permintaan dan fungsi penawaran suatu barang diberikan sebagai berikut : Qd = 11P dan Qs = -4 +2P Dimanakah keseimbangan harga (Pe) dan keseimbangan kuantitas (Qe) tercapai ? Gambarkan kedua fungsi tersebut pada sebuah grafik kartesius.000 – 5.000 = 100Q + 500Q 12.000 600 Qe = 20 Jadi keseimbangan kuantitas tercapai pada 20 unit barang.000 = Qd – 20 5000 -10 P – 5.10) Fungsi permintaannya dicari dengan rumus : P – P1 = Qd – Qd1 P2 – P1 Qd2 – Qd1 P – 5.Qd1) = (5.000 Jadi fungsi penawarannya : P = 100Qs + 3.000 10 – 20 P – 5.000 Pe = -500 (20) + 15.000 Pe = 2. 16 .000 Mencari fungsi permintaan : Diketahui (P1.000 = 600Q Qe = 12.000 – 3.000 Pe = -10.000 Pe = 5.000 = 5.20) dan (P2.000 15.000 Pe = 5.000 P = 100Qs – 3.000 P = 100Qs + 3.000.000 = Qd – 20 10.000 + 6.000.000 = -500Qd + 10.000 P = -500Qd + 15.000 Qe = 20 Qd.000 Pe =100(20) + 3.000 Grafiknya digambarkan sebagai berikut : P P = 100 Qs + 3.000 Pe = 5.000 + 5.000 (Qd – 20) -10 P – 5.000 = 100Qs + (100)(-30) P – 6.000 = 100Q + 3.Qd2) = (10.000 + 3.000 = 100Qs – 3.000 atau Pe = 100Qe + 3.000 + 15. Untuk Keseimbangan Harga (Pe) diperoleh dengan cara : Pe = -500 Qe + 15.000 = -500(Qd – 20) P – 5.000) = 100 (Qs – 30) P – 6.000 Jadi fungsi permintaannya adalah : P = -500 Qd + 15. Qs 2.

Berapa tarif pajak yang ditanggung konsumen. Berapa total pajak yang ditanggung konsumen. (viii). Kepada produsen tersebut. (ii). pemerintah mengenakan pajak dengan terif pajak sebesar t = 3 / unit barang. Arsirlah total pajak masing-masing pada gambar di atas. Sehingga keseimbangan kuantitasnya (Qe) dapat dicari : Qe = 11 – P atau Qe = . Qs Qs = -4 + 2P 11 Qe = 6 0 2 -4 Pe = 5 Qd = 11 .4 + 2P Qe = 11 – 5 Qe = -4 + 2(5) Qe = 6 Qe = -4 + 10 Qe = 6 Jadi keseimbangan kuantitas di pasar tercapai pada jumlah 6 Grafik digambarkan sebagai berikut : Qd. Pengaruh pajak terhadap keseimbangan harga dan kuantitas di pasar Sebelum ada pajak Fungsi Penerimaan Fungsi Penawaran P = f(Qd) P = f(Qs) Sesudah ada pajak (Tarif Pajak (t) P = f(Qd) P = f(Qs) + t Contoh Soal : Dari contoh soal yang sebelumnya. (iii). yaitu diberikan fungsi permintaan dan fungsi penawaran sebagai berikut : Qd = 11 – P dan Qs = -4 + 2P.P P 5. (iv). Pengaruh Pajak terhadap Keseimbangan Pasar Pemerintah mengenakan pajak penjualan kepada para produsen. 17 . (i). Gambarkan perubahan akibat pajak tersebut. (v). Berapa total pajak yang ditanggung produsen. Pajak penjualan tersebut dinyatakan dengan : tarif pajak (t) = satuan unit uang / satuan unit barang. Carilah keseimbangan harga dan kuantitas di pasar sesudah ada pajak. Berapa tarif pajak yang ditanggung produsen.Jawab : Keseimbangan harga (Pe) tercapai : Jumlah barang yang diminta = Jumlah barang yang ditawarkan Qe ›› Qd = Qs 11 – P = -4 + 2P 11 + 4 = 3P + P 15 = 3P Pe = 5 Jadi keseimbangan harga di pasar tercapai pada harga 5. (vi). (vii). Berapa total pajak yang diterima pemerintah.

Qd P = ½ Qs + 2 + t P = ½ Qs + 2 + 3 P = ½ Qs + 5 Dari tabel di atas terlihat bahwa fungsi permintaan tidak mengalami perubahan. Fungsi penawaran sebelum kena pajak adalah : P = ½ Qs + 2. Sedangkan intersepnya berbeda satu sama lainya. Akan tetapi.Qs Akibat dikenakan pajak. Menurut teori fungsi linier dikatakan bahwa dua buah garis yang memiliki 18 .Keseimbangan harga dan kuantitas di pasar sebelum dikenakan pajak.Qd 0 Qe = 6 Qd. Grafiknya digambarkan sebagai berikut : Jika hendak digambarkan dengan fungsi P sebagai fungsi tegak dan fungsi Qd. Dari perhitungan sebelumnya telah diketahui bahwa keseimbangan harga tercapai pada Pe = 5 dan keseimbangan kuantitasnya pada Qe = 6. Perubahan tersebut mengakibatkan terjadinya pergeseran keseimbangan harga maupun keseimbangan kuantitas di pasar.Qs pada sumbu datar maka kita harus melakukan perubahan sebagai berikut : Fungsi permintaan : Qd = 11 – P atau P = 11 – Qd Fungsi penawaran : Qs = -4 + 2P atau Qs + 4 = 2P Maka P = ½ Qs + 4/2 P = ½ Qs + 2 Gambarnya menjadi : P P = ½ Qs +2 Pe = 5 2P = 11 . Sedangkan fungsi penawaran sesudah kena pajak menjadi : P = ½ Qs + 5. tidak demikian dengan fungsi penawaran. Keseimbangan harga dan kuantitas di pasar sesudah dikenakan pajak Keseimbangan kuantitas (Qe‟) tercapai : Harga barang yang diminta = Harga barang yang ditawarkan 11 – Qe‟ = ½ Qe‟ + 5 11 – 5 = ½ Qe‟ + Qe‟ 6 = 3/2 Qe‟  12 = 3 Qe‟  Qe‟ = 4 Jadi keseimbangan kuantitas setelah kena pajak tercapai pada 4 unit barang. Fungsi penawaran sebelum kena pajak adalah : P = ½ Qs + 2. maka Sebelum ada pajak Fungsi Penerimaan Fungsi Penawaran P = 11 .Qd P = ½ Qs + 2 Sesudah ada pajak (Tarif Pajak (t)) P = 11 . Terlihat bahwa fungsi penawaran baik yang sebelum dikenakan pajak maupun yang sesudah kena pajak ternyata memiliki gradien (kemiringan) yang sama sebesar yaitu + ½. Untuk keseimbangan Harga (Pe) diperoleh dengan cara : Pe‟ = 11 – Qe‟ atau Pe‟ = 1/2Qe‟ + 5 Pe‟ = 11 – 4 Pe‟ = 1/2(4) + 5 Pe‟ = 7 Pe‟ = 2 + 5 Pe‟ = 7 Jadi keseimbangan harga setelah kena pajak tercapai pada harga 7 Perubahan fungsi penawaran (akibat adanya pajak) yang mengakibatkan perubahan keseimbangan di pasar pada grafiknya dicerminkan juga oleh pergeseran fungsi penawaran. Sedangkan fungsi penawaran sesudah kena pajak menjadi : P = ½ Qs + 5. Akibat adanya pajak maka fungsi penawaran mengalami perubahan.

dan fungsi penawaran setelah ada pajak. 19 . Keseimbangan kuantitas setelah ada pajak lebih rendah dari pada keseimbangan kuantitas sebelum ada pajak : Qe‟ = 4 sedangkan Qe = 6 Maka : Qe‟ < Qe Tarif pajak yang dikenakan oleh pemerintah kepda produsen t = 3/unit. Akan tetapi.4 + 2 P kepada produsen tersebut. Fungsi permintaan. sedangkan yang ditanggung produsen berarti tinggal sisanya. v) Berapa total subsidi yang diberikan pemerintah. iii) Berapa tarif subsidi yang diterima konsumen. viii) Arsirlah total subsidi masing-masing pada gambar di atas. vii) Berapa total subsidi yang dinikmati produsen. ii) Gambarkan perubahan akibat subsidi tersebut. pemerintah memberikan subsidi dengan tarif subsidi dengan tarif subsidi sebesar s = 1 / unit barang. yaitu diberikan fungsi permintaan dan fungsi penawaran sebagai berikut :Qd = 11 – P dan Qs = . serta keseimbangan harga dan kuantitas sebelum ada pajak digambarkan di bawah ini : P Pe = 7 Pe = 5 E“ E P = ½ Qs + 5 P = ½ Qs + 2 0 Qe‟ = 4 Qe = 6 Qd.Qs Keterangan gambar : E : keseimbangan sebelum ada pajak Qe : keseimbangan kuantitas sebelum ada pajak Pe : keseimbangan harga sebelum ada pajak E‟ : keseimbangan setelah ada pajak Qe‟ : keseimbangan kuantitas setelah ada pajak Pe‟ : keseimbangan harga setelah ada pajak Adanya pengenaan pajak dari pemerintah kepada produsen ternyata mengakibatkan : 1. Tarif pajak dan Total Pajak : 6. fungsi penawaran sebelum kena pajak dan fungsi penawaran setelah kena pajak digambarkan bersama-sama dalam sebuah Grafik Kartesius. Keseimbangan harga setelah ada pajak lebih tinggi dari pada keseimbangan harga sebelum ada pajak : Pe‟ = 7 sedangkan Pe = 5. maka jika digambarkan akan terlihat bahwa kedua garis tersebut dalam keadaan sejajar. Pengaruh subsidi terhadap keseimbangan harga dan kuantitas di pasar Contoh soal : Dari contoh soal yang sebelumnya. Sebagian dari pajak tersebut dibebankannya kepada konsumen. i) Carilah keseimbangan harga dan kuantitas dipasar sesudah ada subsidi. fungsi penawaran sebelum ada pajak. Agar perubahannya terlihat jelas. Subsidi tersebut dinyatakan dengan : tarif subsidi (s) = satuan unit uang / satuan unit barang. produsen tidak mau menaggungnya sendiri. maka fungsi permintaan. Maka : Pe‟ > Pe 2. vi) Berapa total subsidi yang dinikmati konsumen. Beban tarif pajak yang dibebankan oleh produsen kepada konsumen terasakan oleh adanya kenaikan keseimbangan harga dari Pe = 5 menjadi Pe‟ = 7. iv) Berapa tarif subsidi yang di terima produsen.gradien yang sama tetapi intersepnya masing-masing berbeda satu sama lainnya. Pengaruh Subsidi terhadap Keseimbangan Pasar Pemerintah memberikan subsidi kepada para produsen.

Sedangkan fungsi penawaran sesudah ada subsidi menjadi : P = ½ Qs + 1. Akibat adanya subsidi maka fungsi penawaran mengalami perubahan.Keseimbangan harga dan kuantitas dipasar sebelum dikenakan subsidi. Fungsi penawaran sebelum ada subsidi adalah : P = ½ Qs + 2. Sedangkan fungsi penawaran sesudah ada subsidi menjadi : P = ½ Qs + 1.67 Keterangan gambar E : Keseimbangan sebelum ada subsidi Qe : Keseimbangan kuantitas sebelum ada subsidi Pe : Keseimbangan harga sebelum ada subsidi E’ : Keseimbangan setelah ada subsidi Qe’: Keseimbangan kuantitas setelah ada subsidi Pe’ : Keseimbangan harga setelah ada subsidi Qd.masing berbeda satu sama lainya.33 Jadi keseimbangan harga setelah ada subsidi tercapai pada harga 4. 67 Pe’ = 1 / 2 (6. Menurut teori fungsi linier dikatakan bahwa dua buah garis yang memiliki gradien yang sama tetapi intersepnya masing. Terlihat bahwa fungsi penawaran baik yang sebelum ada subsidi maupun yang sudah ada subsidi ternyata memiliki gradien (kemiringan) yang sama sebesar yaitu + ½ . 67) + 1 Pe’ = 4.33 + 1 Pe’ = 4. tidak demikian dengan fungsi penawaran. P Pe = 5 Pe = 4. maka fungsi permintaan. 67 unit barang Untuk keseimbangan harga (Pe’) diperoleh dengan cara : Pe’ = 11 – Qe’ atau Pe’ = 1 / 2 Qe’ + 1 Pe’ = 11 – 6.Qs 20 . Fungsi penawaran sebelum ada subsidi adalah : P = ½ Qs + 2. maka dari perhitungan sebelumnya telah diketahui bahwa keseimbangan harga tercapai pada Pe = 5 dan keseimbangan kuantitasnya pada Qe = 6. Akibat dikenakan subsidi. perubaha tersebut mengakibatkan terjadinya pengeseran keseimbangan harga maupun keseimbangan kuantitas di pasar. Agar perubahannya terlihat dengan jelas. 33 Pe’ = 3. 67 Jadi keseimbangan kuantitas setelah ada subsidi tercapai pada 6. Sedangkan intersepnya berbeda satu sama lainnya. Akan tetapi. maka jika di gambarkan akan terlihat bahwa kedua garis tersebut dalam keadaan sejajar. Keseimbangan harga dan kuantitas di pasar sesudah ada subsidi Keseimbangan kuantitas (Qe’) tercapai : Harga barang yang diminta = Harga barang yang ditawarkan 11 – Qe’ = ½ Qe’ + 1 11 – 1 = ½ Qe’ + Qe’ 10 = 3/2 Qe’ 20 = 3 Qe’ Qe’ = 6. fungsi penawaran sebelum kena subsidi dan fungsi penawaran setelah kena subsidi digambarkan bersama sama dalam sebuah Grafik Kartesius. Dari tabel di atas terlihat bahwa fungsi permintaan tidak mengalami perubahan.33 E E′ P = ½ Qs + 2 P = ½ Qs + 1 0 Qe‟ = 6 Qe = 6.33 Perubahan fungsi penawaran (akibat adanya subsidi). yang mengakibatkan perubahan keseimbangan di pasar pada grafiknya dicerminkan juga oleh pergeseran fungsi penawaran.

Jawab : R=PxQ R = 5. Akan tetapi. Sk : Luas area yang menggambarkan ukuran total subsidi yang dinikmatikonsumen.33 sedangkan Pe = 5 . Tarif subsidi yang diberikan oleh produsen kepada konsumen tersakan oleh adanya penurunan keseimbangan harga dari Pe = 5 menjadi Pe’ = 4.Qs Gambar yang menunjukan total subsidi. produsen tidak menikmatinya sendiri. Sebagian dari subsidi tersebut diberikannya kepada konsumen. Jika P adalah harga jaul per unit. maka : R = P x Q dengan Contoh : Misalkan suatu produk dijual dengan harga Rp 5. Fungsi penerimaan merupakan fungsi dari Output : R = f (Q) dengan Q : jumlah produk yang laku terjual.000 Q 21 P : Harga jual per unit dan Q : jumlah produk yang dijual . Fungsi Penerimaan Fungsi penerimaan disebut juga fungsi pendapatan atau fungsi hasil penjualan.67 sedangkan Qe = 6 Maka : Qe’ > Qe Tarif subsidi yang dikenakan oleh pemerintah kepada produsen s = 1 / unit. S : Luas area yang menggambarkan ukuran total subsidi yang diberikan pemerintah. sedangkan yang diterima produsen berarti tinggal sisanya.Adanya pemberian subsidi dari pemerintah kepada produsen ternyata mengakibatkan : 1.33 E E′ P = ½ Qs + 2 P = ½ Qs + 1 0 Qe‟ = 6 Qe = 6. Keseimbangan harga setelah ada subsidi lebih rendah dari pada keseimbangan harga selum ada subsidi : Pe’ = 4. Dilambangkan dengan R (Revenue) atau TR (total revenue). Bagaimanakah fungsi permintaannya? Gambarkan fungsi permintaan tersebut dengan Grafik. Keterangan gambar : Sp : Luas area yang menggambarkan ukuran total subsisi yang dinikmati produsen.33. Fungsi penerimaan merupakan hasil kali antara harga jual per unit dengan jumlah barang yang diproduksi dan laku terjual. P Pe = 5 Pe = 4. Maka : Pe’ < Pe 2.67 Qd.000 per unit barang. Keseimbangan kuantitas setelah ada subsidi lebih tinggi dari pada keseimbangan kuantitas sebelum ada subsidi : Qe’ = 6. : merupakan penjumlahan antara luas area yang menggambarkan ukuran total subsidi yang dinikmati produsen dengan luas aera yang menggambarkan ukuran total subsidi yang dinikmati konsumen S = Sk + Sp 7.

000. Merupakan hasil kali antara harga jual per unit dengan jumlah barang yang diproduksi. Fixed Cost atau fungsi biaya tetap (FC) merupakan fungsi yang tidak tergantung pada jumlah produk yang diproduksi. maka VC = P x Q dengan P : biaya produksi per unit dan Q: Produk yang diproduksi Contoh: Suatu produk diproduksikan dengan biaya produksi Rp 3. Gambar Fungsi Biaya Tetap : FC = 100. Jadi : VC = f(Q).000. Terdiri atas dua jenis fungsi biaya: 1.000 0 2.0) 0 8. Jika P adalah biaya produksi per unit. Bagaimanakah fungsi biaya variabelnya dan gambarkan fungsi tersebut dengan grafik.000. Jadi fungsi biaya biaya tetap adalah fungsi konstanta : FC = k dengan k adalah konstanta positif Contoh : Suatu perusahaan mengeluarkan biaya tetap sebesar Rp 100.0) dengan grdiennya positif. Variabel Cost atau Fungsi Biaya yang berubah-ubah (VC). 22 .000. dimana biaya produksi per unit senantiasa lebih kecil dibandingkan harga jual per unit barang.000 Q digambarkan melalui titik (0.000 Q Karena intersepnya tidak ada (nol) maka fungsi biaya variabel digambarkan melalui titik (0.000. Jawab : VC = P x Q VC = 3.Gambar : Karena intersepnya tidak ada (nol) maka fungsi penerimaan dengan gradiennya positif : R = 5.000 per unit. Bagaimanakah fungsi biaya tetapnya dan gambarkan fungsi tersebut pada Grafik Kartesius? Jawab : FC = 100. Fungsi Biaya Dilambangkan dengan C (Cost) atau TC (Total Cost). Merupakan fungsi biaya yang besarnya tergantung dari jumlah produk yang diproduksi.

000 VC = 3.Gambar Fungsi Biaya Variabel : VC = 3. Keadaan tersebut digambarkan sebagai berikut: ‘ Break-Even’ TR = TC Jika penerimaan sudah dapat melebihi biaya-biaya yang dikeluarkan. Gambar Fungsi Biaya Tetap.000 + 3. Hal ini disebabkan karena seluruh penerimaan perusahaan dibayarkan untuk menutup biaya tetap maupun biaya variabelnya.000. dimana biaya tetap yang dikeluarkan sebuah perusahaan sebesar Rp 100.000 9. Biaya Variabel. Analisis ‘Break-Even’ Yang dimaksud dengan ‘Break-Even’ yaitu suatu kondisi dimana perusahaan tidak untung maupun tidak rugi.FC) dan sejajar dengan grafik VC. TC = FC + VC Contoh : Untuk contoh diatas.000 Q : TR < TC Untuk lebih menjelaskan hal tersebut dibawah ini diberikan contoh.000 Q.000.000 Q = 5.000. Rugi Contoh Soal: Dari contoh sebelumnya diperoleh bahwa Fungsi Fixed Cost : Fungsi Variabel Cost: Fungsi Total Cost : Fungsi Revenue : R FC = 100. total Biaya : TC=100.000. maka barulah perusahaan tersebut dapat menikmati keuntungan: Untung : TR > TC Jika penerimaan masih belum dapat menutup biaya-biaya yang dikeluarkan baik biaya tetap maupun biaya variabelnya. Hal ini mencerminkan bahwa penggambaran fungsi total biaya haruslah melalui titik (0.000.000 dan biaya variabelnya : 3.000 Q TC = 100.000. maka TC = 100.000 Q 0 3.000Q. maka perusahaan dinyatakan dalam keadaan merugi. Berapa produk yang harus diproduksi dan dijual agar perusahaan tersebut dapat menutup Biaya tetapnya? Berapakah penerimaan yang diperoleh? 23 . baik biaya tetap maupun biaya variabelnya.000 + 3000 Q VC= 3000 Q FC =100. Ternyata intersep dari fungsi total biaya adalah sama dengan biaya tetapnya dan gradienya sama dengan gradien fungsi biaya tetap.000 + 3. Fungsi Total Cost (TC) merupakan penjumlahan antara biaya tetap dengan biaya variabel.

000Q = 100.000Q 2000Q = TC = 100. Untuk itu perusahaan harus memproduksi produk sebanyak lebih dari 50.000 Agar perusahaan dapat menikmati keuntungan. maka Kontribusi margin= Harga jual per unit – Biaya produksi per unit Kontribusi margin= Rp 5.000Q-3.000 x 50.000.000. yaitu‟ R = TC = 5. maka perusahaan tersebut harus dapat memproduksi sebanyak 20.000Q = 100.000.VC.000 = 250.000 Kontribusi margin yaitu keuntungan per unit.000.000 Jadi agar perusahaan dapat menutup biaya tetap yang dikeluarkannya. seluruh penerimaan sebesar Rp 250.000.000 unit dengan penerimaannya akan lebih dari Rp 250. maka perusahaan tersebut harus dapat memproduksi sebanyak 50.000.000 dipergunakan untuk menutup total biaya yang juga sebesarRp 250.000. Q = 50.000.000 unit barang. Tingkat penerimaannya : R = FC = 100.000 dipergunakan untuk menutup 24 Q‟ Q* Q” Q TC .000.000.R TR” TC” VC TC‟ 250.000.000.000 Jadi agar perusahaan dapat menutup biaya produksinya.000 = Rp 2.000 – Rp 3.000 unit barang.000 : Pada titik ini.000 seluruh penerimaan sebesar Rp 100.000 Q* = 50.000 TR‟ FC 100.000 Q = 100.000 0 Keterangan gambar : Q* Q‟ : Pada titik ini. Tingkat penerimaanya sama dengan total biaya.000.000 Q’ = 20.000 5.000 dipergunakan untuk menutup biaya tetapnya sebesar Rp 100. Q = 20.000 Keadaan ‘Break-Even Analysis’ tersebut digambarkan dalam grafik sebagai berikut : TR FC.Berapakah produk yang harus diproduksi dan dijual agar perusahaan tersebut dapat menutup seluruh biaya yang dikeluarkannya? Berapakah penerimaan yang diperoleh?Berapa produk yang harus diproduksi dan dijual agar perusahaan tersebut mendapatkan keuntungan? Berapakah kontribusi marginnya? Jawab: Output yang diproduksi agar penerimaan dapat menutup biaya tetap : TR = FC 5.TC.000 Output yang diproduksi agar penerimaan dapat menutup seluruh biaya yang dikeluarkan : TR 5.000 + 3. maka total penerimaan harus melebihi total biaya.000.

000. 0 < b < 1 Keterangan : Co = Konsumsi yang tidak bergantung pada besarnya pendapatan. 0 < (1 – b) < 1 . = Konsumsi yang bergantung pada pendapatan. Co > 0 B = Marginal Propensity to Consume. maka perusahaan tidak memperoleh keuntungan maupun tidak mengalami kerugian karena terjadi TR = TC Jika perusahaan sudah mampu berproduksi pada tingkat yang melebihi Q*. PENERAPAN DALAM TEORI EKONOMI MAKRO 10. maka perusahaan akan memperoleh keuntungan karena sudah terccapai TR > TC.000. Jika perusahaan berproduksi tepat pada Q*.Co (1 – b) = Tabungan yang tidak tergantung pada besarnya pendapatan.biaya tetapnya sebesar Rp100. Pendapatan suatu negara terdistribusi karena digunakan untuk kebutuhan konsumsi dan sisanya. maka perusahaan akan mengalami kerugian karena masih terjadi TR < TC. perusahaan untung! Jika perusahaan berproduksi pada tingkat yang masih lebih rendah dari Q*. Fungsi tabungannya diperoleh dari : Y=C+S Y = (Co + By) + S Y – (Co + By) = S Y – Co – b S = S Y – Co – by = S Y(1 – b) – Co = S . ditabung. dinyatakan dengan fungsi : Y = C + S Y = Pendapatan Nasional (National Income) C = Konsumsi (Comsumption) S = Tabungan (Saving) Fungsi konsumsi dinyatakan dengan fungsi : C = Co + bY Co = Autonomous Consumption. Co > 0 (1 – b ) : Marginal Propensity to Save. b = Konsumsi yang bergantung pada pendapatan. Sekaligus dapat terlihat pada gambar bahwa pada titik Q‟ terjadi TR‟ < TC‟. perusahaan Rugi Q” : Untuk Q” terlihat bahwa TR” > TC”.Co + (1-b)Y – Co : Autonomous Saving. b : 1–b Kesimpulan yang diperoleh: Marginal propensity to consume : Marginal propensity to save Karena Maka : B + (1 – b) = 1 MPC + MPS = 1 25 . Fungsi Pendapat Nasional yang terdistribusi Menjadi fungsi Konsumsi dan Fungsi Tabungan.Co + (1 – b)Y = S atau S = . jika ada.

Contoh Soal : Suatu negara diketahui memiliki konsumsi otonominya sebesar Rp 300.000.000. Marginal propensity to save-nya sebesar 0,45. Bangunlah fungsi konsumsinya ! Bangunlah fungsi tabungannya ! Berapa yang dikonsumsi jika pendapatan nasional 1 miliar? Berapakah yang ditabung jika pendapatan nasional 1 miliar? Pada pendapatan nasional berapakah dimana tidak ada yang ditabung? Gambarkan fungsi konsumsi, fungsi tabungan, dan fungsi pendapatan nasional pada sebuah grafik! Jawab : Fungsi konsumsinya: C = Co + bY C = 300.000.000 + (1 – 0,45)1.000.000.000 C = 300.000.000 + 0,55 Y Fungsi tabungannya : S = - 300.000.000 + 0,45 Y Jika pendapatan nasionalnya 1 miliar: Fungsi konsumsi: C = 300.000.000 + 0,55 x 1.000.000.000 C = 300.000.000 + 550.000.000 C = 850.000.000 Fungsi tabungan: S = - 300.000.000 + 0,45 x 1.000.000.000 S = - 300.000.000 + 450.000.000 S = 150.000.000 Jadi pada tingkat pendapatan nasional sebesar 1 miliar, maka Rp 850.000.000 dipergunakan untuk kebutuhan konsumsi dan Rp 150.000.000 ditabung. Tidak ada pendapatan yang dapat ditabung, artinya S = 0 Y=C+S Y=C+0 Y=C Tidak ada pendapatan yang ditabung maka berarti seluruh pendapatan habis dikonsumsi. Tingkat pendapatan yang akan seluruhnya habis dikonsumsi yaitu : Y Y – bY = Co + bY = Co

Y ( 1 – b ) = Co

Y
Y

1 (1 b)

x Co

1 x Co (1 0,55)

26

Y

1 x 300.000.000 (0,45)

Y = 2,22 x 300.000.000 Y = 666.000.000 Jadi pada tingkat pendapatan sebesar Rp 666.000.000 seluruh pendapatan dikonsumsi. Gambar Fungsi Konsumsi, Fungsi Tabungan, dan Fungsi Pendapatan Nasional diberikan bawah ini : C,S,Y Y=C Y=C+5 C = 300.000.000 + 0,55Y 300.000.000 S = - 300.000.000 + 0,45Y 0 S=0 Disaving - 300.000.000 11. Fungsi Pendapatan Nasional yang Dihitung Melalui Pendekatan Pengeluaran Untuk menghitung besarnya pendapatan nasional suatu negara, salah satu pendekatannya adalah dengan menghitung pengeluaran dari masing-masing sektor. Sektor-sektor yang mungkin terlibat dalam perhitungan tersebut ialah : 1. Sektor rumah tangga, di mana pengeluarannya dikenal sebagai konsumsi (C) 2. Sektor pengusaha, di mana pengeluarannya dikenal dengan investasi (I) 3. Sektor pemerintah, di mana pengeluarannya yaitu pengeluaran pemerintah (G) 4. Sektor perdagangan luar negeri, terdiri atas ekspor dan impor (X – M) Jika yang terlibat sektor rumah tangga dan pengusaha, maka model pendapatan nasionalnya ditulis : Y=C+I Jika yang terlibat sektor rumah tangga, pengusaha dan pemerintah, maka model pendapatan nasionalnya ditulis : Y=C+I+G Jika yang terlibat sektor rumah tangga, pengusaha, pemerintah, dan perdagangan luar negeri maka model pendapatan nasionalnya ditulis : Y=C+I+G+(X–M) Pendapatan Disposibel ( Yd ) Yang dimaksud dengan pendapatan disposibel yaitu pendapatan yang dapat langsung dikonsumsi. Jika ada ‘transfer payment’ ( R ), maka pendapatan diposibel merupakan penjumlahan antara pendapatan dengan ‘trasfer payment’ : Yd = Y + R Jadi ‘trasfer payment’ menambah pendapatan disposibel. Jika ada pajak (T), maka pendapatan baru menjadi pendapatan disposibel setelah dikurangi dengan pajak : Yd = Y + T Jadi pajak mengurangi pendapatan disposibel. Jika ada pajak dan ‘transfer payment’, maka haru dipertimbangkan keduanya : Yd = Y + R – T Saving Y

27

Jika tidak ada pajak maupun ‘trasfer payment’ maka pendapatan disposibel adalah merupakan pendapatan : Yd = Y Trasfer Payment’ ( R ) Yang dimaksud dengan ‘trasfer payment’ yaitu pembayaran yang dialihkan, misalnya tunjangan kesehatan, tunjangan hari raya, dan lain-lain. Pajak (T) Pajak terdiri atas dua jenis : 1. Pajak yang tidak bergantung pada besarnya pendapatan : To ( Autonomous Tax ), To > 0 2. Pajak yang bergantung pada besarnya pendapatan : tY ; t ( income tax rate ), 0 < T < 1 maka alternatif fungsi pajaknya : Jika tidak ada pendapatan : T = To Jika ada pendapatan Fungsi Konsumsi ( C ) Konsumsi terdiri atas dua jenis : 1. Konsumsi yang tidak bergantung pada besarnya pendapatan : Co (Autonomous Consumtion), Co >0 2. Konsumsi yang bergantung pada besarnya pendapatan : bY ; b (marginnal propensity to consume), 0 < b < 1 maka alternatif fungsi konsumsinya : Jika tidak ada pendapatan : C = Co Jika ada pendapatan dan ada pajak : C = b Y d atau maka: C = b (Y – T) atau C = Co + bYd, di mana Yd = Y – T C = Co + b (Y – T) : T = tY atau T = To + tY

Jika ada pendapatan dan ‘trasfer payment’ : C = b Yd atau C = Co + bYd, di mana Yd = Y + R Maka : C = b (Y – R) atau C = Co + b (Y + R) Jika ada pendapatan, pajak dan ‘trasfer payment’ : C = b Yd atau C = Co + bYd, dimana Yd = Y + R – T Maka : C = b (Y + R – T) atau C = Co + bYd atau Maka : C = Co + b Y atau Fungsi Investasi 1. Fungsi investasi merupakan variabel eksogen yang tidak dipengaruhi oleh tingkat suku bunga, maka ditulis : I = Io 2. Jika dipengaruhi oleh tingkat suku bunga ditulis : I = Io – i r, r : tingkat suku bunga I : proporsi I terhadap i Fungsi Pengeluaran Pemerintah Pengeluaran pemerintah terdiri atas : 1. Pengeluaran pemerintah yang tidak bergantung pada pendapatan : G (Government Expenditure), Go > 0 C = Co + b (Y + R – T) C = b Y, C=bY dimana Yd = Y Jika ada pendapatan tetapi tidak ada pajak dan ‘trasfer payment’ :

28

Xo > 0 2. maka ditulis : X = Xo Fungsi Impor Impor terdiri atas : 1. Parameter Diberi lambang dengan huruf kecil. Impor yang bergantung pada pendapatan : mY. Mo Variabel Endogen Variabel endogen adalah variabel yang nilainya diperoleh dari perhitungan model. yaitu : sektor rumah tangga. variabel endogen dan parameternya ? Bagaimanakah model pendapatan nasionalnya serta angka penggandaannya ? Carilah semua nilai dari variabel endogenya ? Jawab : Diketahui Co = 135. Marginal Propensity to Consume (MPC) = 0. 0 < m < 1 maka alternatif impor : Jika tidak ada pendapatan : M = Mo Jika ada pendapatan : M = mY atau Variabel Eksogen Variabel eksogen adalah variabel yang nilainya tidak diperoleh dari perhitungan model.3 . Io. seperti : Co.m (marginal propensity to import). 0 < g < 1 maka alternatif fungsi pengeluaran pemerintah : Jika tidak ada pendapatan : G = Go Jika ada pendapatan : G = gY atau G = Go + gY Fungsi Ekspor Fungsi Investasi merupakan variabel eksogen. To.8 Investasinya = 75 Pengeluaran pemerintah = 30. sektor pengusaha dan Pemerintah : Model Pendapatan Nasionalnya : Y=C+I+G di mana C = Co + b Y I = Io G = Go maka Y Y = (Co + b Y) + Io + Go = Co + b Y + Io + Go M = Mo + mY Y – b Y = Co + Io + Go Y(1 – b) = Co + Io + Go Y 1 (1 b) x (Co Io Go) 1 (1 b) 1 (1 0. Impor yang tidak bergantung pada pendapatan : M (Autonomous Import). Ada berapa variabel eksogen. b = 0. Biasanya dilambangkan dengan simbol yang diberi tambahan „0‟. Io = 75. Go = 30 Yang terlibat tiga sektor.2 5 29 Angka penggandaan untuk . Xo.8) 1 0.2. Hitunglah pendapatan nasional suatu negara jika diketahui autonomous consumption : masyarakatnya sebesar 135. Pengeluaran pemerintah yang bergantung pada pendapatan : gY . g (proporsi pengeluaran pemerintah terhadap pendapatan. Contoh Soal : 1. Go.

8 Y C = 135 + 0.2) Y = 5 (240) = 1200 Menghitung variabel endogen konsumsi(C): C = Co + bY C = 135 + 0.4 = 0. Autonomous consumption suatu negara = 100. MPC = 1 – MPS .4 dari pendapatan disposibel.bY = Co – bTo + lo Y (1 – b) = Co – b To + lo 30 .8) 1 x (240) (0. yaitu : 1. maka akan menyebabkanpeningkatan pendapatan nasional (Y) sebanyak lima kali.6 Ada dua sektor yang terlibat yaitu : sektor rumah tangga dan sektor pengusaha.8 (1200) C = 135 + 960 C = 1095 2. Investasi nasionalnya = 40 dan autonomous tax = 50. dengan MPS-nya = 0. Variabel eksogennya ada tiga. lo = 40 .Model di atas Ini berarti bahwa jika terjadi peningkatan faktor – faktor ‘autonomous consumption’ (Co). Pendapatan nasional (Y) Consumtion (C) Menghitung variabel endogen pendapatan nasional (y): Y Y Y 1 (1 b) x (Co Io Go) 1 x (135 75 30) (1 0. 2. Carilah model pendapatan nasional ? Hitunglah angka penggandaannya ? Carilah semua nilai variabel endogennya ? Jawab : Diketahui : Co = 100 . ‘investment’ (lo). To = 50 = 1 – 0. yaitu: 1. Model pendapatan nasionalnya : Y =C+I dimana C = Co + b Yd Yd = Y – To I = lo Sehingga Y = Co + b (Y – To) + lo Y = Co + bY – b To + lo Y . Autonomous Consumption (Co) Investment (lo) Government Expenditure (Go) Parameternnya ada satu. ataupun ‘government expenditure’ (Go) sebanyak satu. 3. 2. yaitu : ‘Marginal Propensity to Consume’ (b) Variabel endogennya ada dua.

Transaksi impor terhitung = 40 dengan marginal propensity to import = 0.5 (1 – b) (1 – b) (1 – 0.4 = 2. Transaksi ekspor terhitung = 80. Go = 65.6) Menghitung variabel endogen pendapatan nasional (Y) : Y Y Y 1 (1 b) x (Co bTo Io) 1 x (100 (0. sedang pengeluaran di sektor pemerintah = 65.6)50 40) (1 0. Co = 70. b = 0.19. Y = C + I + G + (X – M) di mana C= Co + b Y C = 70 + 0.9 Dinyatakan : Carilah model pendapatan nasional ? Hitung angka penggandaannya ? Carilah nilai variabel endogennya ? Jawab : Diketahui lo = 90.6 (275 – 50) C = 100 + (0.19.Y Angka penggandaan : 1 = = 1 1 (Co – b To + lo) = 1 0. m = 0.9 Y I = lo = 90 G = Go = 65 X = Xo = 80 M = Mo + mY = 40 + 0.19 Y sehingga Y = C + l + G + (X – M) Y = (Co + bY) + lo + Go + (Xo – Mo + mY) Y = Co + bY + lo + Go + Xo + Mo + mY 31 .6) (225) C = 100 + 135 C = 235 3.6) 1 x (100 30 40) (0.9 Semua sektor terlibat sehingga model pendapatan nasionalnya . Konsumsi masyarakatnya terlihat dari fungsi sebagai berikut : C = Co + b Y di mana autonomous consumption = 70 dan MPC = 0.6 (Y – 50) C = 100 + 0.4) Y = 2.5 (110) Y = 275 Jadi pendapatan nasionalnya sebesar 275 Menghitung variabel endogen konsumsi ( C ) : C = Co + b Yd C = Co + b (Y – To) C = 100 + 0. Pengeluaran di sektor pengusaha = 90. Xo = 80. Mo = 40.

348 Jadi konsumsinya = 892.72 Menghitung variabel endogen konsumsi ( C ) : C = Co + bY C = 70 + 0.91) 1 0.Y – bY + mY = Co + lo + Go + Xo – Mo Y (1 – b + m) = Co + lo + Go + Xo – Mo Y 1 (Co Io Go (1 b m) Xo Mo) Angka Penggandaannya 1 (1 b m) 1 (1 0.29 3.9 (913.19) 1 (265) (0.72 Jadi pendapatan nasionalnya = 913.448 Menghitung variabel endogen pendapatan nasional (Y) : Y Y Y 1 (Co Io Go (1 b m) Xo Mo) 1 (70 90 65 80 40) (1 0.6068 32 .348 Menghitung variabel endogen impor ( M ) : M = Mo + mY M = 40 + 0.448 ( 265 ) Y = 913.29) Y = 3.9 0.6068 Jadi impornya = 213.72) C = 892.19 (913.72) M = 213.9 0.

serta terangkan artinya. Jika fungsi marginal hasilnya negatif. Fungsi permintan diberikan P = 3Q+27. Lebih jauh lagi : Jika fungsi marginal itu hasilnya positif. artinya jika x bertambah 1 unit maka y akan bertambah pula atau sebaliknya jika x berkurang 1 unit maka y akan berkurang pula. dan Diferensial berantai.BAGIAN 3 KONSEP DASAR TEORI DIFERENSIAL DAN PENERAPANNYA DALAM BISNIS DAN EKONOMI Tujuan Umum Mempelajari perubahan variabel terikat perubahan variabel bebasnya. maka dikatakan perubahannya tidak searah. seperti enghitung Price Elasticity of Deand. dikatakan perubahan searah. dan Income Elasticity of Demand. Laju Pertumbuhan (Fungsi Marginal) Fungsi Marginal merupakan turunan pertama dari fungsi-fungsi total yang merupakan fungsi ekonomi. di mana perubahan variabel bebasnya erupakan perubahan yang sangat kecil sekali. PENERAPAN TEORI DIFERENSIAL DALAM BISNIS DAN EKONOMI B. 1. PERAPAN DALAM BISNIS DAN EKONOMI Penerapan Teori Diferensial Biasa Teori Diferensial biasa diterapkan dalam berbagai masalah diantaranya untuk mencari : I.Q R = 3Q2+27Q Fungsi marginal pendapatan (Marginal Revenue) MR = dR/dQ = 6Q + 27 33 . 3. Mempelajari penerapan Diferensial Biasa seperti mencari laju pertumbuhan.Bagaimanakah fungsi marginal pendapatannya (Marginal Revenue) dan berapa nilai marginal pendapatannya jika perusahaan memproduksi 10 output. di mana P: Price (harga) dan Q: Output.Q R = (3Q+27). Fungsi Marginal menggambarkan laju pertumbuhan suatu variabel terikat akibat perubahan variabel bebasnya. Secara umum jika diberikan fungsi total sebagai berikut: y = f (x). seperti maksimasi pendapatan atau miniasi biaya. Juga dipelajari kaidah-kaidah Diferensial serta jenis-jenis diferensial yang terdiri atas Diferensial Biasa. Mepelajari Penerapan Diferensial Parsial. Mempelajari Penerapan Diferensial Berantai seperti dalam fungsi produksi menghitung Marginal Physical Product of Capital. arginal Revenue Product of Capital dan Marginal Revenue Product of Labor. Juga dipelajari perbandingan antara perubahan variabel terikat tersebut dengan perubahan variabel bebasnya yang disebut “kuosien Difference”. fungsi arjinal. Menghitung Optimasi untuk dua variabel serta mmencari Marginal Rate of Technical Substitusi. Laju Pertumbuhan II. Elastis titik: Analisis Fungsi dan Grafis. Cross Elasticity of Demand. menghitung elastisitas dan enghitung optiasi. maka y berkurang atau sebaliknya jika x berkurang 1 unit maka y akan bertambah. Marginal Physical Product of Labor. yang artinya jika x bertambah 1 unit. Diferensial Parsial. Optimasi (Nilai Maksimum dan Minimum) III. Jawab : fungsi total pendapatan (Total Revenue) R = P. Tutjuan Khusus 1. maka diperolehlah fungsi Marginalnya dy/dx : laju perubahan y akibat perubahan x sebanyak 1 unit. 2. Contoh soal : Marginal Pendapatan (Marginal Revenue) 1.

Bagaimanakah Fungsi marginal pendapatanya (Marginal Revenue) dan berapakah nilai marginal pendapatanya jika perusahaan memproduksi baru 1 penjualan . Sehingga U‟=30 Dan V = e Q/2 Sehingga V‟=1/2. sebaliknya untuk setiap penurunan 3.e Q/2 Maka MR= dR/dQ = U‟ V+U V‟ = 30. Jawab : Funsi total pendapatan (Total Revenue) : R=AR.2/5 = 4/5 artinya :untuk setiap peningkatan penjualan Q yang dijual sebanyak 1 unit akan menyebabkan adanya tambahan pendapatan sebesar 4/5. Jawab: Fungsi total pendapatan ( Total Revenue) : R = AR .5P.sebaliknya untuk setiap penurunan penjualan Q yang dijual sebanyak 1 unit akan menyebabkan adanya pengurangan pendapatan sebesar 4/5. maka MR = dR/dQ = 80 . dimana P: Price (harga) dan Q: Penjualan. Jawab: Karena fungsi permintaanya Q = 6 .Q R = (6/5 – 1/5Q) Q R = 6/5Q-1/5Q2 Fungsi marginal pendapatan (Marginal Revenue): MR = dR/dQ = 6/5 .Q R=(30.e Q/2 = 30.e Q/2+30 Q. maka MR = dR/dQ = 6Q + 27 = 6(10) + 27 = 60 +27 = 87 Artinya : untuk setiap peningkatan penjualan Q yang dijual sebanyak 1 unit akan menyebabkan adanya tambahan pendapatan sebesar 87.(1) = 6/5 . dimana harus diubah dahulu menjadi P = 6/5 –1/5Q Barulah mencari fungsi total pendapatan (Total Revenue): R = P. Fungsi Pendapatan Rata-rata (Average Revenue) diberikan AR = 80 – 4 Q Bagaimanakah fungsi marginal pendapatannya (Marginal Revenue) dan berapakah nilai marginal pendapatannya jika perusahaan memproduksi 7 output.e Q/2 Fungsi marginal pendapatan (Marginal Revenue) : Dengan mengambil U = 30 Q. serta terangkan artinya.e Q/2)Q R=30Q.serta terangkan artinya.2/5Q Jika perusahaan berproduksi pada tingkat output Q = 1. sebaliknya untuk setiap penurunan penjualan Q yang dijual sebanyak 1 unit akan banyak menyebabkan adanya pengurangan pendapatan sebesar 87 2. 4.Jika perusahan berproduksi pada tingkat output Q = 10 .2) = 60 e 34 .1/2.8 Q Jika perusahaan memproduksi pada tingkat output Q = 7. serta terangkan artinya. Q R = (80 – 4 Q) Q R = 80 Q – 4 Q2 Fungsi marginal pendapatan (Marginal Revenue) : MR = dR/dQ = 80 . sebaliknya untuk setiap penurunan penjualan Q yang di jual sebanyak 1 unit akan menyebabkan adanya pengurangan pendapatan sebesar 24.Fungsi pendapatan rata-rata (Average Revenue) di berikan AR = 30. e Q/2 Bagaimanakah fungsi marginal pendapatannya (Marginal Revenue) dan berapakah nilai marginal pendapatannya jika perusahaan memproduksi 2 penjualan.e Q/2+15 Q.5P.2/5.8(7) = 80 – 56 = 24 Artinya: untuk setiap peningkatan output Q yang di jual sebanyak 1 unit akan menyebabkan adanya tambahan pendapatan sebesar 24. e Q/2 = e Q/2(30+15 Q) Jika perusahaan berproduksi pada tingkat output Q = 2 Maka MR = dR/dQ = e Q/2 ( 30+15 Q) = e 2/2 ( 30+15. maka MR= dR/dQ = 6/5 . Fungsi Permintaan diberikan Q = 6 .

2(4)2 + 16(4) R = 32 35 . Berapakah x yang akan memberikan y optimum? Jika itu telah terjawab.2Q + 16 R = P. Optimasi Satu Variabel (Nilai Ekstrim Maksimum atau Minimum) Dalam masalah optimasi.Q = (.8Q + 10 Jika perusahaan berproduksi pada tingkat penjualan Q = 2.4Q2 + 10Q + 75 Bagaimanakah fungsi marginal biayanya (Marginal cost) dan berapakah nilai marginal biaya tersebut jika perusahaan memproduksi 2 penjualan. Berapakah y yang optimum tersebut? Untuk menjawab pertanyaan pertama. langkah-langkahnya dijelaskan dibawah ini: Untuk fungsi yang mengandung satu variabel y= f(x) Maksimum Langkah I Langkah II Y‟ = 0 Y” < 0 Minimum Y‟ = 0 Y” > 0 Diperoleh titik X Menjamin Nilainya Optimum (Maksimum atau Minimum) Contoh: memaksimasi total pendapatan (total revenue) 1.2Q + 16.2Q2 + 16Q R = . serta terangkan arti. maka lakukanlah langkah kedua yaitu mencari turunan kedua fungsi total pendapatan: R” = .2Q2 + 16Q Langkah pertama mencari turunan pertama fungsi total pendapatan kemudian dibuat = 0 R‟ = . Harga jual barang P = . sebaliknya untuk setiap penurunan penjualan Q yang dijual sebanyak 1 unit akan menyebabkan adanya pengurangan biaya sebesar 6. Total pendapatan maksimumnya: R = .4Q2 + 10Q + 75 Fungsi Marginal Biaya (marginal cost): C‟ = 3Q2 . Misalkan untuk fungsi dengan satu variabel y= f (x). permasalahannya: i. Contoh soal: Marginal Biaya (Marginal Cost) 5. sebaliknya untuk setiap penurunan penjualan Q yang di jual sebanyak 1 unit akan menyebabkan adanya pengurangan pendapatan sebesar 60 e. maka pertanyaan selanjutnya baru bisa dijawab yaitu: ii.4 < 0 sehingga diperoleh nilai maksimum Jadi output yang harus diproduksi dan dijual agar diperoleh total pendapatan maksimum yaitu sebanyak 4. ada dua pertanyaan yang senantiasa diajukan. Jawab: Fungsi total pendapatan: P = .2Q + 16) Q R = .8Q + 10 = 3(2)2 . Jawab: Fungsi total biaya (total biaya): C = Q3 . maka MC = C‟= 3Q2 .8(2) + 10 = 12 – 16 + 10 = 6 Artinya: Untuk setiap peningkatan penjualan Q yang dijual sebanyak 1 unit akan menyebabkan adanya tambahan biaya sebesar 6. Fungsi Total Biaya suatu perusahaan dinyatakan sebagai berikut: C = Q3 .4 Ternyata R” = . tentukan berapa output yang harus diproduksi dan dijual agar diperoleh total pendapatan maksimum.Artinya : untuk setiap peningkatan penjualan Q yang di jual 1 unit akan menyebabkan adanya tambahan pendapatan sebesar 60 e.4Q + 16 = 0 4Q = 16 Q=4 Agar dijamin bahwa jika menjual sebanyak Q = 4 maka akan diperoleh total pendapatan maksimum.

36 .4Q = 0 16 = 4Q Q=4 Turunan kedua: MR” = .1000(100) + 85000 C = 35000 Jadi total biaya minimumnya sebesar: 35000 Contoh soal: Meminimasi Marginal Biaya (Marginal Cost) 4.180Q + 2800 Turunan pertama: MC‟= 6Q – 180 = 0 6Q = 180 Q = 30 Turunan kedua: MR” = 6 > 0 Jadi output yang harus diproduksi agar diperoleh marginal biaya minimum sebanyak 30.1000Q + 85000 Pada tingkat produksi berapakah akan menyebabkan total biaya minimum? Berapakah total biaya minimum tersebut? Jawab: C = 5Q2 . Biaya total dinyatakan dengan C(Cost) = 5Q2 . maka akan diperoleh total pendapatan maksimum sebesar 32.90Q2 + 2800Q + 56500 Fungsi marginal biaya: MC = 3Q2 . Berapakah marginal pendapatan maksimum tersebut? Jawab: Fungsi permintaan: P = 16 .180(30) + 2800 = 100 Jadi marginal biaya minimum akan tercapai jika berproduksi sebanyak 30 unit:100 2. Contoh soal: Memaksimasi Marginal Pendapatan (marginal revenue) Harga jual barang P = 16 .Q = (16 .2Q) Q = 16Q – 2Q2 Fungsi marginal pendapatan: MR = 16Q .1000Q + 85000 C = 5(100)2 .2Q2 Turunan pertama: MR‟ = 16 . tentukan berapa output yang harus diproduksi dan dijual agar diperoleh marginal pendapatan maksimum.4 < 0 Jadi output yang harus diproduksi dan dijual agar diperoleh marginal pendapatan maksimum sebanyak 4. Biaya total dinyatakan dengan C (Cost) = Q3 -90Q2 + 2800Q + 56500 Pada tingkat produksi berapakah akan menyebabkan marginal biaya minimum? Berapakah marginal biaya minimum tersebut? Jawab: Fungsi total biaya: C = Q3 .2Q2 = 16(4) .1000Q + 85000 C‟= 10Q – 1000 = 0 10Q = 1000 Q = 100 C” = 10 > 0 Jadi total biaya minimum akan tercapai jika berproduksi sebanyak 100 unit.2Q. Total biaya minimumnya sebesar: C = 5Q2 .180Q + 2800 = 3(30)2 . Marginal pendapatan maksimumnya: MR = 16Q .2Q Fungsi total pendapatan: R = P.Jadi ketika menjual produk sebanyak 4.2(4)2 = 48 contoh soal: Meminimumkan Total Biaya (Total Cost) 3. Marginal biaya minimum: MC = 3Q2 .

2 Q2 Fungsi biaya: C = Q3 .2Q2 Dan C = 3Q Berapakah tarif pajak yang sebaiknya di kenakan pemerintah kepada pengusaha agar pemerintah memperoleh total pajak maksimum ? Berapakah total pajak maksimum yang di peroleh ? Jawab: Dari sudut pandang pengusaha: Laba = R – C – t Q = 15 Q – 2 Q2 – 3Q – t Q = -2 Q2 + 12Q – t Q Turunan pertama: Laba‟ = . maka labanya akan minimum. Contoh soal : Memaksimasi laba / keuntungan / provit Di berikan fungsi permintaan dan fungsi biaya masing-masing sebagai berikut: P = 1000 .(35)3 + 57(35)2 .3) (Q .4Q + 12 – t = 0 12 – t = 2Q 37 .6Q + 114 Untuk Q1 = 3. R: Pendapatan =R–C–T C: Biaya =R–C–tQ T: Pajak Q :Tingkat output yang di produksi dan di jual oleh pengusaha.Q3 + 57Q2 .5.315 = Q2 .6(3) + 114 = 96 > 0 Berarti jika di produksi output sebanyak 3. Pemerintah berupaya untuk memaksimumkan penerimaan pajak tersebut. Laba maksimum nya sebesar : Laba = .315(35) .38Q + 105 = (Q . maka turunan ke dua = . 6. Q* di mana t: tarif pajak yang di kenakan pemerintah dan Q*= Jumlah output yang di produksi dan di jual pengusaha sehingga di peroleh laba maksimum.2000 Turunan pertama: Laba = -3Q2 + 114Q . Total pendapatan dan total biaya di berikan sebagai berikut : R = 15Q .59Q2 +1315Q + 2000 Fungsi laba: Laba = Pendapatan – biaya Laba = (1000Q .2Q2) .2000 = 13925 Jadi dengan memproduksi dan menjual output sebanyak 35 akan di peroleh laba maksimum sebanyak : 13925 Contoh soal: Memaksimasi Penerimaan Pajak Salah satu sumber penerimaan pemerintah adalah dengan penarikan pajak.Q R = 1000 Q . Untuk itu pemerintah harus menentukan berapa tarif pajak yang akan di berlakukannya sehingga akan di peroleh pajak maksimum.59Q2 + 1315Q + 2000 Berapakah produk yang harus di produksi dan di jual sehingga dapat di peroleh laba yang maksimum ? Berapakah laba maksimum tersebut ? Jawab: Fungsi pendapatan: R = P.96 < 0 Berarti jika di produksi output sebanyak 35. maka turunan ke dua = .35) = 0 Q1 = 3 Dan Q2 = 35 Turunan kedua: Laba” = .(Q3 . yang telah mempertimbangkan biaya pajak.2Q). Total pajak yang akan di terima perintah : T = t.6(35) + 114 = .2Q Dan C = Q3 . maka labanya akan maksimum. Untuk Q2 = 35.2000 = . yang memberikan laba maksimum setelah mempertimbangkan adanya pajak penjualan dan pemerintah.Q R = (1000 .315Q .59Q2 + 1315Q + 2000) Laba = .Q3 + 57Q2 . Dari sudut pandang pengusaha setelah ada pengenaan pajak dari pemerintah: Laba = pendapatan – (biaya + pajak) = R – (C+T). misalnya pajak penjualan yang di kenakan pemerintah terhadap setiap unit yang di produksi dan di jual oleh pengusaha.315Q .

Dari sudut pandang pemerintah: Pajak: T = t Q* = t (20 – 1/13 t) = 20 t – 1/3 t 2 Turunan pertama : T‟ = 20 – 2/13 t = 0 20 = 2/13 t t = 130 Turunan ke dua : T‟‟ = .5 Q2 Dan C = 100 Q – 4 Q2 Berapakah produk harus di buat dan di jual perusahaan agar di peroleh laba maksimum? Berapakah laba maksimum tersebut? Jika pemerintah ingin memperoleh pajak penjualan yang maksimum.5 Q2 – t Q Turunan pertama: Laba‟ = 260 – 13 Q – t = 0 260 – t = 13 Q Q = 260 – t 13 Q*= 20 – 1 t 13 Turunan ke dua : Laba‟‟ = .t = 12 .2/13 Jadi taruf pajak yang memberikan total pajak maksimum sebesar : 130 Karena Q2 = 20 – 1 t 13 = 20 – 1 (130) 13 = 20 – 10 = 10 7.5 Maka total pajak maksimum: T = t .5 Q2 – (100 Q – 4 Q2) – t Q = 360 Q – 10. pengusaha akan memperoleh laba maksimum.5 = 1.t 4 Q* = b – ¼ t Turunan ke dua: Laba = . Q* = 1.5 = 9 Jadi total pajak yang yang di terima pemerintah sebesar: 9 Contoh soal: Fungsi penerimaan dan fungsi biaya suatu produk di nyatakan sebagai berikut: R = 360 Q – 10.2Q Q* = 12 .13 < 0 Jadi dengan memproduksi sebanyak Q* = 20 – 1/ 13 t. Dari sudut pandang pemerintah: Pajak: T =t (3 – ¼ t) =3t – 1/4 t2 Turunan pertama: T1 = 3 – ½ t = 0 T=6 Turunan ke dua : T” = -½ Jadi tarif pajak yang memberikan total pajak maksimum sebesar: 6 Karena Q* = 3 ¼ t = 3 – 6/4 (6) = 3 – 1.4 < 0 Jadi dengan memproduksi sebanyak Q* = 3 – ¼ t. berapakah tarif pajak yang harus di kenakan pemerintah kepada perusahaan tersebut? Berapakah total pajak maksimum yang di dapat pemerintah? Berapakah laba maksimum yang di terima perusahaan setelah di kenakan pajak ? Jawab: Dari sudut pandang pengusaha: Laba = R – C – t Q = 360 Q – 10.5 Q2 – 100 Q + 4 Q2 – t Q = 260 Q – 6. 38 . pengusaha akan memperoleh laba maksimum.

biaya yang di timbulkan akibat kekurangan persediaan sehingga menghambat proses produksi atau pemasaran.Maka Total pajak maksimum: T = t . Hal tersebut kemudian berdampak dapat mengakibatkan perusahaan yang bersangkutan kehilangan pelanggan. 3. Akan tetapi. biaya pemesanan tidak bergantung pada jumlah barang. 3. untuk kemudian akan sangat sulit jika berusaha untuk mencoba mengembalikan pangsa pasarnya kembali karena berhubungan dengan kepercayaan pelanggan serta di butuhkan investasi yang sangat besar misalkan untuk biaya pemasarannya (periklanannya) Biaya. maka akan ada resiko yaitu menimbulkan hambatan dalam proses produksi. biaya pemesanan. 2. 10 = 1300 Jadi total pajak yang di terima pemerintah sebesar 1300.5Q2 – t Q = 260 (10) – 6. Jumlah kebutuhan barang. Laba maksimum yang di terima oleh pemerintah besarnya: Laba = 260 Q – 6. sebaliknya jika persediaan bahan mentah di perhitungkan sedikit saja. dalam suatu periode waktu tertentu di ketahui jumlahnya tetap dari tiap-tiap periode waktu. 4. Q* = 130 . kehilangan pangsa pasarnya. di antaranya: 1.5(10)2 – (130)(10) = 2600 – 65 – 1300 = 1235 Jadi pemerintah menerima laba maksimum sebesar 1235 Contoh soal : Meminimasi Total Biaya Persediaan Dalam hal persediaan. Jika kelangkaan barang tersebut terjadi berlarut-larut. Pola kedatangan barang persediaan digambarkan seperti gambar berikut ini: Persediaan ( Q ) Q/2 Jumlah Rata-rata Persediaan Waktu D: kebutuhan jumlah barang per periode waktu yang kemudian dibagi sama besar menjadi beberapa kali pemesanan Q: jumlah pemesanan per sub-periode waktu C: biaya total persediaan C: biaya pemesanan setiap kali memesan 39 . maka pada akhirnya para konsumen akan mencoba untuk menutup kebutuhannya dengan cara melirik produk dari pesaing. biaya penyimpanan. Model yang akan di bahas dalam buku ini yaitu: model pengendalian persediaan dengan kedatangan berkala (batch arrival model). tidak terjadi kekurangan persediaan sehingga tidak ada biaya yang di timbulkan akibat kekurangan persediaan. manajemen perusahaan senantiasa di perhadapkan kepada permasalahan yaitu jika jumlah persediaan bahan mentah maupun persediaan barang jadi di perhitungkan banyak. Model pengendalian persediaan dengan kedatangan berkala dalam model ini di asumsikan bahwa : 1. Demikian pula jika persediaan barang jadi di perhitungkan sedikit maka akanmenimbulkan keluhan pada konsumen akibat kelangkaan barang (permasalahan dalam pemasaran). 2. Perusahaan tersebut. sub-periode kedatangan panjangnya tetap.biaya yang ada hubungan dengan masalah persediaan. yang berarti jumlah pemesanan barang. hal itu berarti menimbulkan biaya penyimpanan.

C1.Q-2 + ½ C2 =0 –D. 2500 C2: Biaya penyimpanan: Rp. 2 D. Biaya pemesanan setiap kali memesan sebesar Rp. Q3 Contoh soal: seorang penjaja kue kering memerlukan tepung terigu sebanyak 100 kg setiap bulan. Berapakah kg yang harus dipesan setiap kali memesan? Berapa kali pemesanan harus dilakukan dalam satu bulan? Berapakah total biaya persediaan minimumnya? Jawab: Jika diketahui bahwa: D : Jumlah total pemesanan per-bulan:100 kg C1: Biaya pemesanan: Rp.2500 200 . sedangkan biaya penyimpanannya Rp. C2 2 Turunan pertama: C′ = D. maka akan dihitung total biaya pemesanan dan total biaya penyimpanan sebagai berikut: Total biaya pemesanan: Misalakan dibutuhkan 100 kg yang akan dipesan sebanyak 25 kg. Untuk menjawab pertanyaan tersebut. maka D = 100 dan Q = 25 sehingga setiap periode waktu akan ada kedatangan akibat pemesanan sebanyak D/Q dengan biaya total pemesanan: (D/Q) C1. 50 per-minggu = Rp 200 per-bulan. Total biaya penyimpanan: Rata-rata sepanjang periode waktu terdapat Q/2 persediaan sehingga biaya total penyimpanan per periode waktu: (Q/2) C2 Jadi total biaya persediaan = total biaya pemesanan + total biaya penyimpanan C = Q C1 + Q C2 D 2 Yang menjadi permasalahan adalah berapakah jumlah unit atau barang yang harus dipesan agar dapat diperoleh total biaya persediaan yang minimum? Untuk menjawab permasalahan tersebut.C1 > 0 menjamin biaya persediaan minimum. Jumlah yang harus dipesan: Q Q = Q = 50 40 = 8.C1 ½ C2 = 2 D.C1 Q2 –D.C 1 C2 Turunan kedua: C” = 2D.C1 + ½ C2 =0 Q2 ½ C2 Q2 Q = = –D.C2: biaya penyimpanan per-periode waktu Masalahnya adalah berapa unit barang yang harus dipesan setiap kali pemesanan (Q) agar biaya total persediaan (C) minimum.100. perlu dicari: jumlah produk yang harus dipesan setiap kali pemesanan sehingga diperoleh total biaya persediaan yang minimum: Q Q Total biaya persediaan: C = C1 + C2 D 2 Q = D.C 1 C2 2. 50 per-minggu. 2500 per-pemesanan.(-1) .C1.Q1 .

5 = -0.5 P Hitunglah besar dan jenis elastisitas pada titik P1 = 4. P2 = 8. jika diketahui fungsinya. 4 = -1 Qd / P1 6/4 6 3 Besar elastisitas permintaan dititik P1 = 4 adalah -1/3 1 / 3 =1/3 <1 (INELASTIS) Jenis elastisitas permintaan dititik P1 = 4 adalah E Untuk titik P2 = 8 maka Qd = 8 .5 = -0. Elastisitas mengukur derajat kepekaan variabel terikat akibat adanya perubahan variabel bebasnya.5. Analisis fungsi Untuk menghitung besarnya elastisitas terhadap x.12 = -3 Qd/P3 2/12 2 Besar elastisitas permintaan dititik P3 = 12 adalah -3 3 E = -3 = 3 > 1 (ELASTIS) Jenis elastisitas permintaan dititik P3 = 12 adalah E Analisa Grafis: Elastisitas permintaan Contoh soal: 4.0.000 Jadi total biaya persediaan minimum : Rp 10. Untuk contoh soal di atas di mana fungsi permintaan: Qd = 8 – 0. maka seberapa jauh perubahan y akibat perubahab x di sebut „elastisitas y terhadap x‟.5 . Misal: y = f(x). Grafik fungsinya: 1 4 0 4 Qd EQDP1=4 = = = 3 16 4 12 8 8 0 EQDP2=8 = = =1 8 16 8 12 EQDP3=12 = 12 0 = =3 4 16 12 P 41 .5(8) = 8 – 4 = 4 Jadi EQDP2 = 8 = dQd/dP2 = -0.0.Jadi setiap kali memesan akan dipesan sebanyak 50 kg.0.000 Elastisitas Titik: Analisis Fungsi dan Grafis.5 P. Total biaya persediaan: C = Q C1 + Q C2 D 2 50 100 C= 2500 + 200 2 50 C = 10.5(12) = 8 – 6 = 2 Jadi EqdP3 =12 = dQd/dP3 = -0.5(4) = 8 – 2 = 6 Jadi EQDP1 = 4 = dQd/dP1= -0. dan P3 = 12 Jawab: Untuk titik P1 = 4 maka Qd = 8 . digunakan Rumus: Eyx = y/y atau Eyx = y/ x x/x y/x untuk perubahan yang kecil rumusnya menjadi : Eyx=dy/dx y/x contoh soal: Elastisitas Permintaan 1. Diberikan fungsi permintaan sebagai berikut: Qd = 8 .0.5.8 = -1 Qd/P1 4/8 4 Besar elastisitas permintaan dititik P2 = 8 adalah -1 1 = 1 (UNITARY ELASTIS) Jenis elastisitas permintaan dititik P2 = 8 adalah E Untuk titik P3 = 12 maka Qd = 8 . Di tulis Eyx.5 = -0. Dalam waktu satu bulan dilakukan pemesanan sebanyak: D/Q = 100/50 =2 kali pemesanan.

Contoh soal: Elastisitas penawaran 5. Di berikan fungsi penawaran sebagai berikut: Qs = 6 + 2P Hitunglah besar dan jenis elastisitas pada titik P1 = 4. Dan P3 = 12 Jawab: Untuk titik P1 = 4 Maka Qs = 6 + 2(4) = 6 + 8 = 14 Jadi E QdP1 = 4 = dQs/Dp1= + 2 = + 2 . 4 = 8 = 4 Qs/P1 14/4 14 14 7 Besar elastisitas permintaan di titik P1 = 4 adalah 7 Jenis elastisitas permintaan di titik P1 = 4 adalah E = +4/14 = 7 < 1 (INELASTIS) Untuk titik P2 = 8 maka Qs = + 2 (8) = 6 + 16 = 22 Jadi E QdP2 = 8 = dQs/Dp2 = + 2 = + 2 . sebaliknya # untuk setiap pengurangan tenaga kerja sebanyak 1 orang akan menyebabkan pengurangan jumlah barang yang diproduksi sebanyak 4 unit 42 . grafik fungsinya: QS Qd= 6 + 2P 14 6 8 4 EQDP1=4 = = = 30 14 0 14 7 22 16 22 6 8 EQDP2=8 = = = 22 22 0 11 14 24 4 6 EQDP3=12 = 30 6 = = 30 5 30 0 4 8 12 P Penerapan Teori Diferensial Berantai Teori diferensial berantai di terapkan dalam masalah produksi di antaranya untuk mencari: I. Marginal Revenue Product Of Labour (MRP L)* II. sedangkan fungsi produksinya Q = 4 L. 12 = 24 = 4 Qs/P3 30/12 30 30 5 Besar elastisitas permintaan di titik P3 = 12 adalah = 4/5 Jenis elastisitas permintaan di titik P3 = 12 adalah E = + 4/5 = 4/5 < 1 (INELASTIS) Analisis Grafis: Elastisitas Penawaran Contoh soal : 6. 8 = 16 = 8 Qs/P2 22/8 22 22 11 Besar elastisitas permintaan di titik P2 = 8 adalah 8/11 Jenis elastisitas permintaan di titik P2 = 8 adalah E = 8/11 < 1 (INELASTIS) Untuk titik P3 = 12 maka Qs = 6 + 2 (12) = 6 + 24 = 30 Jadi E QdP3 = 12 = dQs/dP3 = + 2 = + 2 . P2 = 8. Fungsi pendapatan dari suatu pabrik di berikan sebagai berikut: R = . Untuk contoh soal di atas di mana fungsi permintaan: Qd = 6 + 2P. # untuk setiap penambahan tenaga kerja sebanyak 1 orang akan menyebabkan penambahan jumlah barang yang diproduksi sebanyak 4 unit. Marginal Revenue Product Of Capital (MRP C)* Contoh Soal: Marginal Revanue Product Of Labour (MRPL) 1. Jika jumlah tenaga kerja yang ada 10 orang:  Berapakah „Marginal Physical Product Of Labour (MRP L)’ Dan jelaskan artinya!  Berapakah „Marginal Revenue Product Of Labour (MRP L)’ Dan jelaskan artinya! Jawab: Fungsi Produksi: Q = 4 L Sehingga dQ Marginal Physical product of labour (MRP L): =4 dL Artinya: Pada tingkat tenaga kerja berjumlah 10 orang.Q2 = 140 Q + 5 DI Mana Q adalah produksi.

Fungsi pendapatan dari suatu pabrik diberikan sebagai berikut: R = .Fungsi pendapatan: ´Marginal Revenue: R = . # untuk setiap penambahan kapital sebanyak 1 akan menyebabkan penambahan jumlah barang yang diproduksi sebanyak 3 unit.32 L + 560 Untuk tenaga kerja sebanyak 10 orang. sebaliknya # untuk setiap pengurangan tenaga kerja sebanyak 1 orang akan menyebabkan pengurangan pendapatan sebanyak 240 contoh soal: marginal revenue product of capital (MRPC) 2. maka MRPL = -32(10) + 560 = -320 + 560 = 240 Artinya: Pada tingkat tenaga kerja berjumlah 10 orang. # untuk setiap penambahan tenaga kerja sebanyak 1 orang akan menyebabkan penambahan pendapatan sebanyak 240. Fungsi pendapatan: R = -3000Q2 + 410000Q + 7 maka dR Marginal revenue: = -6000Q + 410000 dQ Mencari Marginal Revenue Product of Capital (MRPC): dR dR dQ = .3000Q2 + 410000Q + 7 di mana Q adalah produksi.Q2 + 140Q + 5 dR = . sebaliknya # untuk setiap pengurangan kapital sebanyak 1 akan menyebabkan pengurangan jumlah barang yang diproduksi sebanyak 3 unit. Jika kapital yang dimiliki 1000: Berapakah „Marginal Physical Product of Capital (MPPC)´ dan jelaskan artinya! Berapakah Marginal Revenue Product of Capital (MRPC)´ dan jelaskan artinya! Jawab: Fungsi produksi: Q = 3C sehingga Marginal Physical Product of capital (MRPC): Dq = 3dC Artinya: Pada tingkat kapital sebanyak 1000. dL dQ dL dR = (-2Q + 140) (4) dL dR = -8Q + 560 dL Jadi Marginal Revenue Product of Labour (MRP L) = .2Q + 140 dQ Mencari Marginal Revenue Product of Labour (MRP L): dR dR dQ = .8 (4L) + 560 = .8Q + 560 =. dC dQ dC dR = (-6000Q + 410000) (3) dC dR = -18000Q + 1230000000 dC Jadi marginal revenue product of capital (MRP L) = -18000Q+1230000000 = -18000(3C)+1230000000 = -54000C+1230000000 Untuk kapital sebanyak 1000 maka MRPL = -54000C+1230000000 = -54000(1000)+1230000000 43 . sedangkan fungsi produksinya Q = 3C.

Price elastisity of demand Mencari kepekaan fungsi permintaan terhadap perubahan harga barangnya sendiri. Mencari marginal rate technical substitution(MRTS) Elastisitas Persial Fungsi permintaan suatu barang tentu di tentukan oleh harga barang itu sendiri. juga ternyata di tentukan oleh harga barang lain tersebut merupakan barang substitusinya atau barang komplementernya. 44 . Misalnya ada dua barang yaitu barang 1 dan barang 2. Optimasi 2 variabel: Maksimasi pendapatan Minimasi biaya Maksimasi laba/keuntungan III. Akan tetapi. yaitu: kepekaan fungsi permintaan barang 1 (Qd1) akibat perubahan harga barang lain (P2) maupun kepekaan fungsi permintaan barang 2 (Qd2) akibat perubahan harga barang lain (P1): dQd 1 / dP 2 dQd 2 / dP1 Jadi E QdP1 = dan EQdp2 = Qd 1 / P 2 Qd 2 / P1 Income Elasticity of Demand Mencari kepekaan fungsi permintaan terhadap perubahan pendapatan: Yaitu: kepekaan fungsi permintaan barang 1 (Qd1) akibat perubahan pendapatan (Y) maupun kepekaan fungsi permintaan barang 2 (Qd2) akibat perubahan pendapatan (Y).Y) Fungsi permintaan barang 1 di pengaruhi oleh harga barangnya sendiri (P 1).P2.P2. Elastisitas Parsial II. dQd 1 / dY dQd 2 / dY Jadi E QdP1 = dan E QdP2 = Qd 1 / Y Qd 2 / Y Hubungan antar-komoditi: # jika hasil dari perhitungan cross elasticity of demand positif. akibat perubahan harga barangnya (P1) maupun kepekaan fungsi permintaan barang 2 (Qd2) akibat perubahan harga barangnya (P2): Jadi E QdP1 = dQd 1 / dP1 dQd 2 / dp 2 dan E QdP2 = Qd 1 / p1 Qd 2 / p 2 Cross Elasticity of demand Mencari kepekaan fungsi permintaan terhadap perubahan harga barang lain. fungsi permintaannya masing-masing dapat di tuliskan sebagai berikut: Qd1 = f (P1.Y) Dan Qd2 = f (P1. maka hubungan antar komoditi adalah komplementer. dan besarnya pendapatan (Y).= -54000000+1230000000 = 1176000000 Artinya: Pada tingkat kapital sebanyak 1000. maka # untuk setiap penambahan kapital sebanyak 1 akan menyebabkan penambahan pendapatan sebanyak 1176000000 sebaliknya # untuk setiap pengurangan kapital sebanyak 1 akan menyebabkan pengurangan pendapatan sebanyak 1176000000 Penerapan Teori Diferensial Parsial Teori Diferensial Parsial diterapkan dalam berbagai masalah di antaranya untuk mencari: I. Di samping itu juga di tentuka oleh pendapatan. maka hubungan antar komoditi adalah substitusi. sedangkan # jika hasil dari perhitungan cross elasticity of demand negatif. harga barang lain (P2). Demikian pula dengan fungsi permintaan barang 2 di pengaruhi oleh harga barangnya sendiri (P2). dan pendapatan (Y). harga barang lain (P1). yaitu: kepekaan fungsi permintaan barang 1 (Qd1).

Contoh soal: 1. Qdr = 2Pj - 30 Pr + 0,05 Y Untuk Pj = 3000, Pr = 100, dan Y = 30000 Carilah: - Price Elasticity of Demand - Cross Elasticity of Demand - Income Elasticity of Demand Bagaimanakah hubungan antara komoditi j dan r? Jawab: Price Elasticity of Demand: dQdr / d Pr 30 2 30 E QdPr = = = = Qdr / pr 4500 / 100 3 45 Cross Elasticity of Demand: dQdr / dPj 2 60 4 E QdPr = Qdr / pj 4500 / 3000 45 3 Income Elasticity of Demand: dQdr / dY 0,05 15 1 E QdPr = Qdr / Y 4500 / 30000 45 3 Hubungan antara komoditi r dan j: Karena Cross Elasticity of Demand hasilnya positif, maka hubungan antara komoditi r dan komoditi j adalah Subtitusi. Optimasi Dua Variabel. Fungsi yang mengandung 2 variabel misalnya dituliskan sebagai berikut: Y=f(x1,x2) Dalam setiap permasalahan optimasi, selalu memunculkan dua pertanyaan: 1. Berapakah x1 dan x2 yang akan memberikan Y optimum (maksimum atau minimum) 2. Berapakah Y optimumnya (maksimum atau minimum) Untuk dapat menjawab pertanyaan pertama tersebut, maka diberikan langkah-langkahnya sebagai berikut: Optialisasi dua variabel Y = f ( x1 ,x2 ) Maksium Langkah I Turunan pertama Y1 = 0 , Y2 = 0 Minimum Turunan pertama Y1 = 0 , Y2 = 0 Diperoleh X1 dan X2

Langkah II

Turunan kedua dan Matriks Hessian: H = Y11 Y12 Y21 Y22 D1 = Y11 < 0
Difinit negatif, Menjamin Y maksium

Langkah III

D1 = Y11 > 0
Difinit positif, Menjamin Y minimum

Diperoleh Titik ekstrim maksium atau titik ekstrim minimum

Langkah-langkah dalam tabel tersebut membantu untuk memperoleh X1 dan X2 yang pasti akan menjamin bahwa Y optimal, jadi ke tiga langkah tersebut di atas hanyalah untuk menjawab pertanyaan pertama saja. Belum di peroleh berapa besar Y yang optimal tersebut. Untuk mendapatkan nilai Y yang optimal maka nilai X1 dan X2 harus di masukan dalam persamaan Y tersebut.untuk memberikan penjelasan yang lebih jelas, maka di bawah ini di berikan tiga contoh yang merupakan permasalahan optimal dua variabel, yaitu: maksimasi pendapatan, minimasi biaya, maksimasi laba.

45

Contoh soal: Maksimasi pendapatan 1. Di berikan fungsi pendapatan : R = 160 Q1 – 3 Q12 – 2 Q1 Q2 – 2Q22 + 120 Q2 –180 Berapakah jumlah produk 1 dan produk 2 yang harus di produksi dan di jual sehingga dapat di peroleh pendapatan maksimum? Berapakah pendapatan maksimumnya? Jawab: jumlah produk 1 dan 2 yang harus di jual : Langkah pertama ialah mencari turunan pertama fungsi pendapatan: R1 = 160 – 6 Q1 – 2 Q2 = 0 R2 = 120 – 2 Q1 – 4 Q2 = 0 Untuk mencari Q1 dan Q2 menggunakan aturan determinan: Fungsinya menjadi: 6 Q1 – 2 Q2 = - 160 2 Q1 – 4 Q2 = - 120 Maka 160 2 120 4 (-160)(-4) - (-2)(-120) 640 - 240 400 Q1 = = = = = 20 6 2 (-6) (-4) - (2) (-2) 20 24 4 2 4

6 160 2 120 (-6)(-120) - (-2)(-160) 720 - 320 400 Q2 = = = = = 20 6 2 (-6) (-4) - (2) (-2) 20 24 4 2 4 Langkah ke dua adalah mencari turunan keduannya: R11 = -6, R12 = -2, R21 = -2, R22 = -4 R 11 R12 - 6 - 2 Matriks hessiannya: H = R21 R22 -2 -4
Matriks pertamanya : D1 = - 6 < 0
-6 -2 -2 -4 = (-6)(-4) – (-2)(-2) = 24 – 4 = 20 > 0 karena D1 < 0 dan D2 > 0, maka definit negatif, menjamin pendapatan maksimum. Pendapatan maksimumnya: R = 160Q1 - 3Q12 - 2Q1Q2 - 2Q22 + 120Q2 – 180 R = 160(20) - 3(20)2 - 2(20)(20) -2(20)2 +120(20) – 180 R = 2620

Matriks keduannya : D2 = H =

Contoh soal: Minimasi biaya 2. di berikan fungsi biaya sebagai berikut: C = 8Q12 + 6Q22 - 2Q1Q2 - 40Q1 - 42Q2 + 180 Berapakah jumlah produk 1 dan produk 2 yang harus di produksi sehingga di peroleh biaya minimum? Berapakah biaya minimumnya? Jawab: jumlah produk 1 dan 2 yang harus di produksi: Langkah pertama ialah mencari turunan pertama fungsi biaya: C1 = 16Q1 – 2Q2 – 40 = 0 C2 = -2Q1 + 12Q2 – 42 = 0 Untuk mencari Q1 dan Q2 menggunakan aturan determinan: Fungsinya menjadi: 16Q1 – 2Q2 = 40 -2Q1 + 12Q2 = 42 Maka 40 - 2 Q1 =

42 12 16 - 2 - 2 12

=

(40)(12) ( 2)( 42) 480 84 564 = = =3 (16)(12) ( 2)( 2) 192 188

46

Q2 =

- 6 - 160 - 2 - 120 16 - 2 - 2 12

=

( 6)( 120) ( 2)( 160) 400 720 320 = = = 2,12 = 2 (16)(12) ( 2)( 2) 188 192

Langkah kedua adalah mencari turunan keduanya: R11=16, R12 = -2, R21 = -2, R22 = 12 16 -2 R 11 R 12 16 -2 Matriks Hessiannya: H = 12 R 21 R 22 - 2 Matriks pertamanya : D1 = 16 > 0 Matriks keduanya : D2 = H = 16 -2 - 2 12 =(16) (12) – (-2) (-2) =192 – 4 =188 > 0 Karena D1 > 0 dan D2 > 0, maka definit positif, menjamin biaya minimum. Biaya minimumnya: C = 8Q12 + 6Q22 - 2Q1 Q2 - 40Q1 - 42Q2 + 180 C = 8(3)2 + 6(2)2 - 2(3) (2)- 40 (3)- 42 (2)+180 C = 60 Contoh soal: maksimasi laba / keuntungan 2. Diberikan fungsi pendapatan dan fungsi biaya sebagai berikut: R = 12 Q1 + 8 Q2 dan C = 3 Q12 + 2 Q22 Berapakah jumlah produk 1 dan produk 2 yang harus diproduksi dan dijual sehingga diperoleh laba maksimum? Berapakah laba maksimumnya?

Jawab: Fungsi labanya: Laba = R – C = 12Q1`+ 8Q2 - ( 3 Q12 + 2 Q22) = 12Q1 + 8Q2 - 3Q12 - 2Q22 Langkah pertama ialah mencari turunan pertama fungsi laba: Laba1 = 12 – 6 Q1 = 0, maka Q1 = 2 Laba2 = 8 – 4 Q2 = 0, maka Q2 = 2 Langkah kedua adalah mencari turunan keduanya: Laba11 = - 6, Laba12 = 0, Laba22 = - 4 Matriks Hessiannya: H = Laba 11 Laba 12 = -6 0 Laba 21 Laba 22 0 -4 Matriks pertamanya: D1 = - 6 < 0 Matriks keduanya : D2 = H = - 6 0 0 -4 = -(0)(0) (-6) (-4) = 24 – 0 = 24 > 0 Karena D1 < 0 dan D2 > 0, maka definit negatif, menjamin laba maksimum. Pendapatan maksimumnya: Laba = 12 Q1+8 Q2-3Q12-2Q22 Laba = 12(2) +8(2)-3(2)2-2(2)2 Laba = 24+16-12-8 Laba = 20 47

3 1 L0. Di mana K = 160 dan L = 40 Hitunglah MRTS-nya dan jelaskan artinya! Jawab: dQ / dL MRTS = dQ / dK 0 0.7 1 96(0.2(0.8(0.5 1 = 0.3 L 0. 7 L0.5 + 0. 7 7 K 0.4 L 0.8L 0.5.7 K = 210 dan L = 70 Hitunglah MRTS-nya dan jelaskan artinya! Jawab: dQ / dL MRTS = dQ / dK = = = 96 K 0.1K 0.2K 0. Diberikan fungsi produksi sebagai berikut: Q = 96 K 0. Di berikan fungsi produksi sebagai berikut: Q = 0. dQ / dK dL dK dL dQ dL Rumus: MRTS = Contoh soal: 1.3 L0. Q* R = 16 Q – Q2 Maka fungsi marginal pendapatannya: MR = 16 – 2Q 48 .L).5 1 0 = = MRTS = 0.7. maka mencari MRTS-nya dengan dQ / dL dQ dQ dQ dK dK MRTS = : .7) L0.3) K 0.1 Mencari Marginal Rate of Technical Substitution (MRTS) dK dL Jika diketahui Fungsi Produksi Q=f(K. 7 3L0.3) K 0. 2 MRTS = – 8 2.70 MRTS = – 7 PENYELESAIAN SOAL-SOAL Fungsi marginal pendapatan (marginal revenue) 1.7 K 0.3.5) K ) 0.210 MRTS = 3.3 K 0.5) L0.7 0.3 L 0.5 160 40 MRTS = 4 4 MRTS = – 4 .7 7K MRTS = 3L 7.5 0. carilah fungsi marginal pendapatannya untuk fungsi P = 16 – Q jawab: fungsi permintaan: P = 16 – Q fungsi pendapatan: R = P .5 K 4 L 4 0. Q R = (16 – Q) .3 (0.3 (0.

6Q MR =120 – 12Q 10 20 Q Minimasi total biaya (Total Cost) 3. yaitu Q = 2. Q2 = 2 Turunan kedua fungsi total biaya: TC″= 6Q – 8 Untuk Q1 = 2/3 maka TC″= 6 (2/3) – 8 = . Q = (120 – 6Q) . Q = 120 Q – 6 Q2 Turunan pertama fungsi pendapatan: TR′ = 120 – 12Q = 0 120 = 12Q Q = 10 Turunan kedua fungsi pendapatan: TR″ = -12 < 0 menjamin pendapatan maksimum. fungsi pendapatan rata-rata (Average Revenue) di berikan di bawah ini: AR = 120 – 6 Q # Pada tingkat output berapakah yang memberikan pendapatan maksimum? # Berapakah pendapatan maksimum yang diperoleh? # Gambarkan fungsi pendapatan rata-rata dan marginal pendapatan pada sebuah grafik! Jawab: Fungsi pendapatan rata-rata: AR = 120 – 6 Q Fungsi pendapatan: TR = AR .MR 120 AR = 120 .4 < 0 Untuk Q2 = 2 maka TC″= 6 (2) – 8 = 4 >0 Jadi output yang memberikan total biaya minimum adalah yang TC″>0. Q1 = 2/3 Q . Pendapatan maksimum: TR maksimum = 120 Q – 6 Q2 R maksimum = 120(10) – 6(10)2 = 1200 – 600 = 600 jadi pendapatan maksimumnya diperoleh sebesar 600 fungsi pendapatan rata-rata: AR = 120 – 6 Q fungsi marginal pendapatan: TR′= MR = 120 – 12 Q maka grafik dari kedua fungsi tersebut di gambarkan sebagai berikut: AR.2 = 0.2 = 0. Total biaya minimum: TC = Q3 – 4Q2 + 4Q + 4 TC = (2)3 – 4(2)2 + 4(2) + 4 = 4 49 .Maksimasi total pendapatan (Total Revenue) 2.2) = 0 3Q . Jadi pada tingkat output Q = 10 menjamin pendapatan maksimum.2)(Q . Total biaya suatu perusahaan dinyatakan dalam fungsi sebagai berikut: TC = Q3 – 4Q2 + 4Q +4 # Pada output berapakah yang akan memberikan total biaya minimum? # Berapakah total biaya minimumnya? Jawab: Fungsi total biaya: TC = Q3 – 4Q2 + 4Q + 4 Turunan pertama fungsi total biaya: TC‟= 3Q2 – 8Q + 4 = 0 (3Q .

pengusaha memperoleh laba maksimum.5 – 1.5 t – 1/10 t 2 turunan pertama: T′ = 2. Q – C – t Q = -5Q + 100 – (5Q2-30Q) – tQ = -5Q2 + 25Q – Tq + 100 Turunan pertama: Laba′ = -10Q + 25 – t = 0 25 – t = 10Q Q* = 25 – t 10 Q* = 2.5 turunan kedua: T″= -1/5 < 0 Jadi tarif pajak yang memberikan total pajak maksimum sebesar: t = 12. # berapakah kg yang harus dipesan setiap kali memesan? # berapa kali pemesanan harus dilakukan dalam satu bulan? # berapakah total biaya persediaan minimumnya? Jawab: Jika diketahui bahwa: D : jumlah total pemesanan per bulan : 1440 kg C1: biaya pemesanan : Rp 6000 C2: biaya penyimpanan : Rp 300 per minggu = Rp 1200 per bulan Jumlah yang harus di pesan : 2 D. sedangkan biaya penyimpanannya Rp 300 per minggu.625 Jadi total pajak yang diterima pemerintah sebesar: 15. 1.1440.25 = 1.5 – 1/5 t = 0 2.Maksimasi penerimaan total pajak 4.25 = 15.biaya pemesanan tiap kali memesan sebesar Rp 6000 per pemesanan. Seorang penjaja kue kering memerlukan tepung terigu sebanyak 1440 kg tiap bulan.25 Maka total pajak maksimum: T = t . Q* = 12. Jadi sudut pandang pemerintah: Pajak: T = t Q* = t (2.5 Karna Q* = 2. Total biaya persediaan: Q= 50 .5 – 1/10 t) = 2.5 – 1/10(12.5 .C1 Q= C2 2.6000 1200 Q = 120 jadi setiap kali memesan akan dipesan sebanyak 120 kg.5Q + 100 dan C = 5Q2 – 30Q Berapakah tarif pajak yang sebaiknya dikenakan pemerintah kepada pengusaha agar pemerintah memperoleh total pajak maksimum? Berapakah total pajak maksimum yang diperoleh pemerintah? Jawab: Dari sudut pandang pengusaha: Laba = P .5 – 1/10 t.5 – 1/10 t Turunan kedua: Laba″ = -10 < 0 Jadi dengan memproduksi Q* = 2. Dalam waktu satu bulan dilakukan pemesanan sebanyak: D/Q = 1440/120 = 12 kali pemesanan.625 Minimasi total biaya persediaan 5.5) = 2. Total pendapatan dan total biaya di berikan sebagai berikut: P = .5 – 1/10 t = 2.5= 1/5 t t = 12.

Marginal Physical and Revenue Product of Labour and Capital 7. dan Y = 40 # carilah Price Elasticity of Demand dan jenisnya! # carilah Cross Eelasticity of Demand dan jenisnya! # carilah Income Elasticity of Demand dan jenisnya! # bagaimana hubungan antara komoditi-komoditi tersebut? Jelaskan! Jawab: Qd1 = 16 – 0. maka hubungan antara komoditi 1 dan komoditi 3 adalah subtitusi. maka # hitunglah Marginal Physical Product of Labour! # hitunglah Marginal Physical Product of Capital! jawab: fungsi produksi: Q = ½ K ½ L ½ Q = ½ 4 ½ 16 ½ Q=½.4(20) – 0. fungsi produksi : Q = 1/2K ½L = ½.4 4 E Qd1P1 = Qd 1 Pr 1 80 / 20 400 Cross elasticity of demand dQd 1 / dP 2 0.4 P1 – 0.1 / 2 K dL 51 . P2 = 10.8 Q=4 Sehingga: Marginal Physical Product of Labour (MPRL): 1 1 1 dQ 1 2 L2 2 .8(10) + 40 + 40 Qd1 = 80 Price elasticity of demand: dQd 1 / dP1 0.fungsi permintaan suatu komoditi diberikan sebagai berikut: Qd = 16 – 0.8 P2 + P3 + Y Qd1 = 16 – 0.C= C= D C1 Q Q C2 2 1440 120 6000 1200 120 2 C = 144000 Jadi total biaya persediaan minimum: Rp 144000 Elastisitas persial 6. dengan K = 4.4 P1 – 0.8 P2 + P3 + Y Untuk P1 = 20. Hubungan antara komoditi 1 dan 3: Karena Cross Elasticity of Demand hasilnya positif . maka hubumgan antara komoditi 1 dan komoditi 2 adalah subtitusi.8 1 E Qd1P2 = Qd 1 / Pr 2 80 / 10 10 dQd 1 / dP3 1 1 E Qd1P3 = Qd 1 Pr 3 80 / 40 2 Income elasticity of demand dQd 1 / dY 1 1 E Qd1Y = Qd 1 / Y 80 / 40 2 Hubungan antara komoditi 1 dan 2: Karena Cross Elasticity of Demand hasilnya negatif. L = 16 # hitunglah Marginal Physical Product of Labour! # hitunglah Marginal Physical Product of Capital! Jika fungsi pendapatan R = 2Q. P3 = 40.

Mencari Marginal Revenue Product of Capital (MRPC): dR dR dQ . 1/2L ½dC dQ = ¼ K 1/2 L -1/2 dC 1 dQ 1 4 K 2 1 dC L2 1 dQ 1 4 4 2 1 dC 16 2 dQ 1 = dC 8 Artinya : Pada tingkat investasi sebesar 4.1 1 dQ 1 2 L2 4K dL 1 dQ 1 4 L 2 1 dL K 2 1 dQ 14 16 2 1 dL 42 dQ 1 dL 2 Artinya: Pada tingkat tenaga kerja berjumlah 16 orang # untuk setiap penambahan tenaga kerja sebanyak 2 orang akan menyebabkan penambahan jumlah barang yang diproduksi sebanyak 1 unit. dL dQ dL dR (2).(1/2) dL dR 1 dL Jadi Marginal Revenue Product of Labour (MRPL)=1 Artinya: Pada tingkat tenaga kerja berjumlah 16 orang. # untuk setiap penambahan tenaga kerja sebanyak 1 orang akan menyebabkan penambahan pendapatan sebanyak 1.(1/4) dC 52 . sebaliknya # untuk setiap pengurangan tenaga kerja sebanyak 2 orang akan menyebabkan pengurangan jumlah barang yang diproduksi sebanyak 1 unit Marginal Physical Product of Capital (MRPC): dQ = ½. dC dQ dC dR = (2). sebaliknya # untuk setiap pengurangan kapital sebanyak 1 orang akan menyebabkan pengurangan jumlah barang yang diproduksi sebanyak 1/8 unit jika fungsi pendapatan: R = 2Q sehingga dR ′ Marginal Revenue: 2 dQ Mencari Marginal Revenue Product of Labour (MRPL): dR dR dQ . sebaliknya # untuk setiap pengurangan tenaga kerja sebanyak 1 orang akan menyebabkan pengurangan pendapatan sebanyak 1. # untuk setiap penambahan kapital sebanyak 1 akan menyebabkan penambahan jumlah barang yang diproduksi sebanyak 1/8 unit. K½.

8(3) +16(2) Biaya = 12.2Q22 + 32Q1+12Q2 Berapakah jumlah produk 1 dan produk 2 yang harus diproduksi dan dijual sehingga dapat diperoleh laba maksimum? Berapakah laba maksimum yang diperoleh? Jawab: Fungsi Labanya : . Maksimasi Laba/Keuntungan dari dua produk 9.4Q2 +12 = 0 makaQ2 = 3 Langkah kedua adalah mencari turunan keduanya: Laba11= .4 . Fungsi Laba diberikan Laba = .24-32 Biaya = 68 Dengan memproduksi produk pertama sebanyak 3 dan produk kedua sebanyak 2 maka akan berproduksi pada biaya minimum sebesar 68. Biaya21= 0 .8 0 Matriks Hessiannya: H= Biaya21 Biaya22 0 -4 Matriks pertamanya: D1 = 8 0 53 .8 . maka Q1=3 Biaya2 = 8 Q2 – 16 = 0.4Q12 .4 Biaya11 Biaya12 . laba12= 0 . Biaya minimumnya: Biaya = 12 Q12 + 4Q22. laba22= . menjamin biaya minimum.8Q 1+ 16Q2 Biaya = 12 (3)2 + 4(2)2. maka Q2=2 Langkah kedua adalah mencari turunan keduanya: Biaya11= 24 .8Q1 + 32 = 0 makaQ1 = 4 Laba2 = . # untuk setiap penambahan investasi sebanyak 4 orang akan menyebabkan penambahan pendapatan sebanyak 1. sebaliknya # untuk setiap pengurangan tenaga kerja sebanyak 4 orang akan menyebabkan pengurangan pendapatan sebanyak 1. Biaya22= 8 Biaya11 Biaya12 24 0 Matriks Hessiannya : H= Biaya21 Biaya22 0 8 Matriks pertamanya : D1 = 24 Matriks keduanya : D2 = H= 0 24 0 0 8 = (24) (8) . Jadi perusahaan sebaiknya memproduksi produk pertama sebanyak 3 dan produk kedua sebanyak 2 agar berproduksi pada tingkat biaya minimum. Fungsi biaya dari perusahaan yang menghasilkan dua produk sebagai berikut: Biaya = 12 Q12 + 4Q2 2 – 8 Q1 – 16 Q2 # Berapakah jumlah produk 1 dan produk 2 yang harus diproduksi agar dapat diperoleh biaya minimum? # Berapakah biaya minimum yang diperoleh? Jawab: Fungsi Biayanya: 12 Q12 + 4Q2 2 – 8 Q1 – 16 Q2 Langkah pertama ialah mencari turunan pertama fungsi biaya: Biaya1 = 24 Q1 – 8 = 0. laba21= 0 .2Q22 + 32Q1+12Q2 Langkah pertama ialah mencari turunan pertama fungsi laba: Laba1 = . Minimasi Biaya dari Dua Produk 8.4Q12 . maka definit positif.(0) (0) = 192 .dR = 1/4 dC Jadi Marginal Revenue Product of Capital (MRPC)=1/4 Artinya: Pada tingkat investasi berjumlah 4 orang.0 = 192 > 0 Karena D1> 0 dan D2> 0.9 + 4. Biaya12= 0 .

komoditi tersebut? Jelaskan! 2.3) 0 48 P 54 .2Q22 + 32Q1 + 12Q2 Laba = .fungsi produksi: Q = 0.4(4)2-2(3)22+ 32(4) +12(3) Laba = . fungsi permintaan suatu komoditi diberikan sebagai berikut : Qd2 = 5200 + 4P1 – 3P2 – 8P3 + 0.Q1) = (12. dengan K = 20 L = 40 # hitunglah Marginal Physical Product of Labour! # hitunglah Marginal Physical Product of Capital! Jika fungsi pendapatan R = 3Q.4Q12 .9) (P2.-8 0 0 -4 = (-8) (-4) – (0) (0) = 32 > 0 Karena D1 < 0 dan D2 > 0.Q2) = (24. menjamin laba maksimum.diberikan fungsi total biaya suatu perusahaan sebagai berikut: TC = 6Q12.6) (P3.3 Laba = 82 Dengan memproduksikan produk pertama sebanyak 4 dan produk kedua sebanyak 3 maka akan diperoleh laba maksimum sebesar 82.Q3) = (36.16 .total pendapatan dan total biaya diberikan sebagai berikut: R = 221Q + 5100 – 2Q2 dan C = 125Q + 4100 # berapakah tarif pajak yang sebaiknya dikenakan pemerintah kepada pengusaha agar pemerintah memperoleh total pajak maksimum? # berapakah jumlah produk yang harus diproduksi dan dijual oleh perusahaan tersebut sehingga diperoleh laba maksimum setelah mempertimbangkan masalah pejak? # berapakah total pajak maksimum yang diperoleh pemerintah ? # berapakh laba maksimum yang diperoleh perusahaan tersebut? 3. maka # hitunglah Marginal Physical Product of Labour! # hitunglah Marginal Physical Product of Capital! 4. carilah nilai dan jenis elastisitas di masing-masing titik! Q (P1.5 K2 + 2KL + L2.4 + 12. Jadi sebaiknya di produksikan produk pertama sebanyak 4 dan produk kedua sebanyak 3 agar diperoleh laba maksimum.3Q1 Q2 + 12Q2 – 24 Q1 – 10 Q2 # Pada tingkat output (Q1 dan Q2) berapakah yang akan membuat perusahaan memperoleh total biaya minimum! # Berapakah total biaya minimum tersebut? 5.25 Y Untuk P1 = 200.4.9 + 32. P3 = 500 dan Y = 5000 # carilah Price Elasticity of Demand dan jenisnya! # carilah Cross Eelasticity of Demand dan jenisnya! # carilah Income Elasticity of Demand dan jenisnya! # bagaimana hubungan antara komoditi . P2 = 100. Matriks keduanya : D2 = H= Laba = . Laba maksimumnya: SELESAIKANLAH SOAL-SOAL LATIHAN DIBAWAH INI 1.2.fungsi permintaan suatu komoditi diberikan pada gambar dibawah ini . maka definit negatif.

INTEGRAL TAK TENTU Integral tak tentu merupakan konsep yang berhubungan dengan perincian fungsi asal atau fungsi totalnya dari fungsi turunannya yang diketahui secara umum penulisannya: F ( x) K f ( x)dx Dengan K : konstanta pengintegral yang tak tentu nilainya f (x ) : integral dx : diferensial F ( x) K : fungsi asal atau fungsi total Disebut sebagai integral tak tentu akibat hasil pengintegralannya berupa F(x)+ K dimana K adalah konstanta yang nilainnya tak tentu. TUJUAN KHUSUS # Integral digunakan dalam mencari suatu fungsi total atau fungsi asalnya jika di ketahui fungsi turunannya. 55 . Ini merupakan penerapan Integral tertentu. Integral juga digunakan dalam menghitung Surplus Konsumen dan Surplus Produsen dengan cara menghitung luas di bawah kurva. Ini merupakan peenerapan Integral Tidak Tentu. # Integral juga digunakan dalam menghitung surplus konsumen dan surplus produsen dengan cara menghitung luas dibawah kurva. Ini merupakan penerapan integral tentu. Ini merupakan penerapan integral tidak tentu. Tutjuan Khusus 1. PENDAHULUAN Pada dasarnya integral terdiri atas dua jenis yang dikenal dengan integral tak tentu dan integral tentu.TEORI INTEGRAL DAN PENERAPANNYA DALAM BISNIS DAN EKONOMI TUJUAN UMUM Mempelajari jenis integral baik integral tak tentu maupun integral tentu serta mempelajari kaidah-kaidah dari masing-masing jenis integral. Integral digunakan dalam encari suatu fungsi asalnya jika diketahui fungsi turunannya. TEORI INTEGRAL BAGIAN 3 TEORI INTEGRAL DAN PENERAPANNYA DALAM BISNIS DAN EKONOMI Tujuan Umum Mempelajari Jenis Integral baik integral Tak Tentu maupun Integral Tertentu serta mempelajari kaidahkaidah dari masing-masing jenis integral.

formula perkalian K . formula substitusi du f ( x)dx f (u ) dx F (u ) K dx contoh: misalkan u x 2 maka du dx dx du x 2 u Inu K In( x 2) K contoh : e 2 x 1dx misalkan : u e2x 2z 1 maka du 2. formulasi pengurangan f ( x) g ( x) dx f ( x)dx g ( x)dx contoh : x2 e x dx x 2 dx e x dx 1 / 3x 3 e x Kaidah 6.n 1 Kaidah 2.1 / 5 x 5 K x5 4 Kaidah 7. e2x K K formulasi penjumlahan f ( x) g ( x) dx f ( x)dx x2 e x dx x 2 dx g ( x)dx contoh : e x dx 1 / 3x 3 e x K Kaidah 5. f ( x).dx dx 1 / 2 1 u dx e 1 / 2du 1 / 2 e 4 du 1 / 2u K 1 / 2e 2 x 1 K 56 .d x K contoh : 5 x 4 dx 5 x 4 dx 5. formula eksponensial e x dx e x K contoh : e 2 x dx Kaidah 4.KAIDAH-KAIDAH INTEGRAL TAK TENTU Kaidah 1.InX x x Kaidah 3. 1 dx 4 contoh : X3 1 K 3 1 4 x = K 4 formula logaritma x 3 dx Inx 3 1 dx 3 dx 3. formula pangkat xndx contoh : Xn 1 n 1 K. f ( x)dx K .

2 4 x2 dx = 6.b a f(x) dx contoh: 2 4 x2 dx = . Integral tentu merupakan konsep yang berhubungan dengan pencarian luas suatu daerah yang dibatasi oleh kurva-kurva serta batasan-batasan nilai yang membatasi dengan tepat area yang dimaksud.dv u.du Contoh : xe x dx Misalkan u x maka du dx dv e x .dv u.v v.4 2+1 2+1 2+1 2+1 =23 .dx dengan: F ( x) b a F (b) F (a) f ( x)dx : integral f (x ) terhadap x wilayah untuk rentang a hingga b F (b) F (a) b a : hasil integral fungsi f (x) antara a dan b : batas atas integrasi : batas bawah integrasi Kaidah-Kaidah Integral Tentu Kaidah 1.43 3 3 = 56 3 kaidah 4. a a f(x) dx = F(x) a a = F(a) – F(a) = 0 contoh: 2 2 x2 dx = 2 2 x2 dx = 2 3 – 2 3 = 0 3 3 kaidah 3.dx dan maka v x x.Kaidah 8. 2 2 57 .dx u. x3 2 4 3 = 6.e .dx ex x. formula sebagian-sebagian u. a b f(x) dx = .e x e x K e x ( x 1) K Integral Tentu Integral tentu adalah integral dimana nilai dari variabel bebasnya memiliki batasan-batasan tertentu.2 2+1 2+1 2+1 2+1 =43–23 3 3 x2+1 4 2 = 2 2+1. a<c<b Contoh: 2 4 x2 dx = x2+1 2 4 = 4 2+1 – 2 2+1 2+1 2+1 2+1 = 43–23 3 3 = 56 3 Kaidah 2.4 2 x2 dx 2 4 x2 dx = x2+1 2 4 = 4 2+1. 4 2 – 6. a b k f(x) dx = k a b f(x) dx contoh: 2 4 6x2 dx = 6. Secara umum penulisannya: f ( x).v x. a b f(x) dx = F(x) a b =F(b)-F(a) .du e x .ex v.

x3 2 4 – 4x2 2 4 3 = [6.42–4.x2 dx+2 4 4x dx = 6.2 2] 3 3 = [2.4 2 – 4.3 2 2 2 2 2 = 4/2. 4 = 32 – 8 = 24 PENYELESAIAN SOAL-SOAL Kaidah 1.4.16 – 4.64 – 2. 2 2 3 3 = 2 .x2 dx – 2 4 4x dx = 6. formula pangkat Contoh: x8 dx = x 8 + 1 8+1 = x9 9 = 1/9 x9 4 contoh: 2 x8 dx = x 8+1 2 4 8+1 =49–29 9 9 Kaidah 2.4 + 4 .4] = 128 – 16 – 64 + 16 = 64 kaidah 7.4 2 .9 = 18 – 8 + 32 – 18 = 24 2 4 4x dx = 4 .22 2 2 = 4 . a b [f(x) + c d f(x) dx = a d f(x) dx contoh: 2 3 4x dx + 3 3 4x dx = 2 4 4x dx 2 3 4x dx + 3 4 4x dx = 4x2 2 3 + 4x2 3 4 2 2 = 4.9 – 4/2 . formula logaritma Contoh: = 33 1 dx x = 33 . x2 4 2 =4.48] – [4. 4 3 – 6.4 2 – 4. 16 – 4 . a b [f(x)+g(x)] dx = a b f(x) dx+a b g(x) dx contoh: 2 4 [6x2+4x] dx = 2 4 6. 16 – 4/2.2 2 + 4. 2 3 + 4. a b [f(x) – g(x)] dx = a b f(x) dx – a b g(x) dx contoh: 2 4 [6x2 – 4x] dx = 2 4 6. 16 – 4/2 .3 3 = 2.3 2 – 4. x3 2 [4 + 4x2 2]4 3 = 2. 4 + 4/2 . 4 = 125 – 16 + 64 – 16 = 160 kaidah 6. 64 – 2.2 3] – [4.64 – 2.4 3 – 6.8 =8 kaidah 5. In x + k 58 .

Contoh : 1.dQ Misalkan U = 14+2Q maka dU = 2dQ Dan dQ = ½ dU 14 2QdQ Sehingga: U . U 2 .dU 1 1 1 2 4 . 12U .Q. sedangkan Integral tertentu diantaranya digunakan untuk mencari Surplus Konsumen dan Surplus Produsen FUNGSI TOTAL Jika yang diketahui adalah persamaan fungsi total.dQ utilitynya : TU Contoh Soal : Carilah Fungsi Total Revenue sebesar MR Jika berproduksi pada Q = 25 Jawab : TR MR. In x 2 4 = 33(In4 – In2) x 33 dx x x Kaidah 3. Fungsi Total Utility (TU) dapat diperoleh dengan cara mengintergralkan fungsi marginal MU . 1 2 dU 1 2 . maka mencari persamaan fungsi totalnya dipergunakan hitungan Integral.4 Contoh: 2 33 dx = 33 2 4 1 dx = 33 . jika yang diketahui adalah persamaan fungsi marginal.U 1 2 1 2 1 59 . formula eksponensial Contoh: ex dx = ex + k Contoh: 2 4 ex dx = ex 2 4 = e4 – e2 = -e4 –e2 Kaidah 4.dQ 3. Sebaliknya. Fungsi Total Revenue (TR) dapat diperoleh dengan cara mengintegralkan fungsi marginal MR. maka untuk mengetahui persamaan fungsi marginal digunakan perhitungan diferensial. Fungsi Total Cost (TC) dapat diperoleh dengan cara mengintegralkan fungsi marginal Costnya : TC MC.dQ revenuenya : TR 2.dQ 14 2Q 14 2. Integral tak tentu dapat dipergunakan di antaranya untuk mencari persamaan fungsi total. formula penjumlahan Contoh: [x17 + e x+2] dx = x17 dx + e x+2 dx = 1/18 x18 2 4 + e x+2 + k contoh: 2 4[x17 + e x+2] dx = 2 4 x17 dx + 2 4 e x+2 2 4 = 1/18 x18 2 4 + ex+2 2 4 = 1/18 [4 18 – 2 18] + e4+2 – e2+2 = 1/18 [4 18 – 2 18 PENERAPAN INTEGRAL DALAM BISNIS DAN EKONOMI PENERAPAN DALAM BISNIS DAN EKONOMI Dalam bidang ekonomi.

penggunaan grafiknya : 60 .25 8 Jadi total revenue-nya pada Q = 25 diperoleh sebesar 1/32 TR 4 1 4 1 4 1 32 Surplus Konsumen Yaitu : Keuntungan lebih (surplus)yang dinikmati oleh konsumen karna konsumen tersebut dapat membeli barang dengan harga pasar yang lebih murah daripada harga yang sanggup dibayarnya. SK 0 f (Q)dQ Atau p Qe. Bpk Alfreed Marshall menyebutnya surplus konsumen.Qe) = (2.Pe 2. dihitung dengan rumus Qe 1.75).surplus konsumen tersebut dapat dihitung dengan menggambarkan fungsi permintaanya serta menghitung luas area di bawah kurva yang bersangkutantetapi diatas harga pasar Pe.2 2 Qe = 75 – 3. maka bagi setiap konsumen yang pada dasarnya memiliki keinginan untuk membeli barang tersebut dan memiliki kesanggupan untuk membeli barang tersebut walaupun harganya diatas Pe dinyatakan bahwa konsumen tersebut mengalami keuntungan.dP Contoh soal: Diberikan fungsi permintaan sebagai berikut : Qd = 75 – 3P 2 gambarkan fungsi tersebut pada sebuah grafik Qd vs P ! carilah surplus konsumenya jika harga pasar Pe = 2 Jawab : Qd = 75 – 3P 2 Qe = 75 – 3. SK pe f ( p).63) Fungsi Qd = 75 – 3P 2 merupakan kurva parabola yang terbuka di bawah dengan titik puncaknya (P.1 4 1 2 U 1 14 2Q 14 2.(Kesanggupan bayar > harga).4 Qe = 75 – 12 Qe = 63 Jadi (Pe.Qd) = (0.jika permintaan suatu barang dinyatakan dengan persamaan P= f (Qd)dan ternyata bahwa harga barang tersebutdipasar sebesar Pe. Penggambaran : P P' Surplus konsumen (SK) Pe 0 Qe Q' Q Surplus konsumen = Luas daerah yang diarsir .

dq f ( p) dP 2 5 (2.5 75. dihitung dengan rumus : 61 .(kesanggupan menjual < harga pasar) Jika fungsi penawaran suatu barang dinyatakan dengan persamaan P = f(Qs) dan ternyata bahwa harga barang tersebut dipasar sebesar Pe.75 150 = 125 – 125 + 8 =8 125 8 SURPLUS PRODUSEN Yaitu : keuntungan lebih (surplus)yang dinikmati oleh produsen karena produsen tersebut dapat menjual barang dengan harga lebih tinggi daripada harga yang sanggup dijualnya.Bapak Alfred Marshall menyebutnya surplus produsen.Qd 75 63 Surplus konsuemen 0 63 2 5 P SK 0 5 f (Q).surplus produsen tersebut dapat dihitung dengan menggambarkan fungsi penawaranya serta menghitung luas area diatas kurva yang bersangkutan tetapi di atas harga pasar Pe Penggambaran : P Pe E(Qe. maka bagi setiap produsen yang pada dasarnya ingin menawarkan barang tersebut serta memiliki kesanggupan untuk menjual barang tersebut di atas harga pasar Pe dinyatakan bahwa produsen tersebut mengalami keuntungan.Pe) Surplus Produsen P1 0 Qe Q surplus produsen = Luas daerah yang diarsir .dP 2 2 p 2 75.2 52 22 2.63) SK (75 3P 2 )dP 2 5 5 2 5 5 3 2 75 dP 3 p .

Surplus produsen : Qe SP Pe.4) Penggambaran grafiknya Pe = 20 – 5Qs Pe = 40 Surplus Produsen P11= 20 0 4 Qs Daerah yang diarsir menunjukkan surplus produsen yaitu keuntungan yang diperoleh akibat harga dipasar di atas (lebih tinggi)dari kesanggupan menjual.Qe 0 4 f (Q)dQ (20 5Q)dQ 0 40.4 4 4 160 160 20 dQ (5 Q. SP Pe.0) 5 2 .4) 20.dQ 0 0 (20.Qe 1.Qe 0 f (Q)dQ atau Pe SP P f ( p)dP Contoh soal: Diberikan fungsi penawaran sebagai berikut : P = 20 + 5Qs gambarkan fungsi tersebut pada sebuah grafik P vs Q ! carilah surplus produsenya untuk harga pasar sebesar 40.Qe) = (40. maka Untuk Pe = 40 Qe = 1/5P – 4 Qe = 1/5.4 2 5 2 0 2 40 atau 62 . Perhitungan mencari surplus produsen sebagai berikut. Jawab: Fungsi penawaranya P = 20 +5Qs P – 20 = 5Qs 5Qs = P – 20 Qs = 1/5 P – 20/5 Qs = 1/5 P – 4 Diketahui bahwa harga keseimbangan pasar adalah 40.40 – 4 Qe = 8 – 4 Qe = 4 Jadi (Pe.

e Q 2Q.2Q.dV U .2Q.dQ Misalkan U = Q Sehingga dU = dQ Q Dan dV = e .dQ 2.40 4.dengan Q adalah julah output yang diproduksi dan di jual.dU Maka dengan rumus : U .dQ q 2 e Q .dQ Misalkan U = Q2 Sehingga dU = 2Q.dQ 2 e Q .20 10 10 160 40 160 80 40 PENYELESAIAN SOAL – SOAL Fungsi total 4.e Q 2Q.Pe 40 SP Pu f ( P)dP 20 1 1 2 P 4 dP P 5 10 40 40 4P 20 20 1 1 .e Q 2e Q Jadi fungsi Total Revenue : TR Surplus konsumen 5. Jawab: TR MR. carilah fungsi total revenue dari fungsi marginal revenue : MR = Q 2eQ .dV U .dQ eQ 2e Q Q 2 .dQ Sehingga V = eQ V .40 2 .e Q Q 2 .dQ Sehingga V = eQ V .V Diperoleh : TR Q 2 .e Q TR TR Q 2 .e Q 2 Q.e Q Q 2 . Q.e Q TR TR Q 2 ..20 2 4.e Q .V Diperoleh : TR Q 2 .e Q e Q .e Q 2 Q.dU Maka dengan rumus : U . Fungsi permintaan dan penawaran suatu barang masing – masing ditunjukan dengan fungsi sebagai berikut : Qd = 30 – 2P dan Qs = – 6 + P Hitunglah surplus konsumenya! Jawab: Mencari harga dipasar dengan cara : Qd = Qs 30 – 2P = – 6 +P 30 + 6 = P + 2P 36 = 3P maka Pe=12 dan Qe = –6 + 12 Qe = 6 Fungsi perimintaan : Qd = 30 – 2P Fungsi penawaran : Qs = – 6 + P 2p = 30 – Qd Qs + 6 = P P = 15 – ½ Qd P = Qs + 6 63 .e Q e Q .dQ Dan dV = eQ.

Fungsi penawaran dan permintaan suatu barang dipasar masing – masing dinyatakan sebagai berikut : Qd = 30 – 2 P dan Qs = – 66 + 10 64 .15 30. Fungsi permintaan suatu barang dinyatakan sebagai berikut: Q = 120 – 6P berapakah surplus konsumenya bila ternyata tingkat harga adalah 60? Gambarkanlah fungsi tersebut pada grafik (p vs Qs)dan lakukanlah perhitungannya dengan dua cara! 4. Carilah fungsi total biaya dari fungsi marginal biaya sebesar : MC ( Q .6 0 15 15 1 2 . SELESAIKAN SOAL – SOAL LATIHAN DIBAWAH INI 1.6 72 90 9 72 9 4 atau 15 (30 2P)dP 30P 12 12 P 2 12 30.6 0 f (Q)dQ 72 0 (Q 6)dQ 72 1 2 Q 2 6 6 6Q 0 0 72 1 2 6 2 6. Fungsi penawaran dan permintaan suatu barang dipasar masing – masing dinyatakan sebagai berikut : Qd = 40 – 10P dan Qs = 12P – 4 Carilah keseimbangan harga dan kuantitasnya dipasar! Gambarkan kedua fungsi tersebut pada grafik (p vs Qs)! Carilah surplus konsumenya! Carilah surplus produsenya! 5. SP pe .Qe 0 f (Q)dQ 12. 2.Q ) 2 jika berproduksi dari range Q = 4 hingga Q = 8.6) 6 15Q 0 1 2 Q 4 6 72 15.Penggambaranya : P Surplus Konsumen P = Qs + 6 atau Qs = – 6 + P P´=15 Pe=12 Surplus Produsen P11= 6 P = 15 – ½ Qd atau Qd = 30 – 2P 0 6 Qe = 6 6 30 PSurplus Konsumen : SK 0 f (Q)dQ Pe .5 Qs +15.Qe 0 (15 1 / 2Q)dQ (12. Seorang produsen mempunyai fungsi penawaran terhadap suatu barang P 1.6 72 18 36 18 maka akan diperoleh surplus produsen sebesar 18. berapakah surplus produsenya bila ternyata bahwa tingkat harga di pasar adalah 25? Gambarkanlah fungsi tersebut pada grafik (p vs Qs)dan lakukanlah perhitungannya dengan dua cara! 3. dari soal no 2 hitunglah surplus produsenya! Jawab Surplus produsen 6 6 6 1. Surplus Produsen 6.12 152 12 2 9 baik menghitung dengan menggunakan rumus ke-1 maupun dengan rumus ke-2 diperoleh surpl.us konsumenya sebesar 9.

betapapun banyaknya.5x1 Dari B x2 = 10 – x1 Dari C x2 = 8 – 0. Situasi perekonomian seringkali mengharuskan pengoptimuman suatu fungsi di bawah beberapa kendala pertidaksamaan. Contoh 1 Sebuah pabrik memproduksi meja (x1) dan bangku (x2). dan 2 jam untuk pengepakan.5x1 + x2 ≤ 20 Kendala dari B : 3x1 + 3x2 ≤ 30 Kendala dari C : x1 + 2x2 ≤ 16 Kendala ketidaknegatifan : x1. 2. Pendekatan grafik digunakan dibawah ini untuk mencari bauran (output mix) yang akan memaksimumkan laba mingguan perusahaan tersebut. Perlakukan ketiga kendala pertidaksamaan tersebut sebagai persamaan. 1.fungsi yang akan dioptiumkan. 30 jam untuk pemolesan. pertidaksamaan yang keempat merupakan suatu kendala ketidaknegatifan (nonnegativity constrain) yang ditentukan pada setiap soal untuk menghindarkan nilai negatif(karena itu tak dapat diterima)dari penyelesaian.jadi Dari A x2 = 20 – 2. dan 1 jam untuk pengepakan (C).5x1 (a) (b) 65 . maka linier programming adalah lebih mudah. dan gambarkan grafiknya. Jika kendala-kendalanya tersebut.fungsi obyektifnya. menjadi Π = 3x1 + 4x2 Di bawah kendala. terbatas variabel. Nyatakan data tersebut dalam persamaan atau pertidaksamaan. 3 jam untuk pemolesan. Pendekatan grafik untuk maksimasi dan minimisasi diperagakan masing masing dalam contoh.5 jam untuk perakitan (A). Setiap bangku memerlukan 1 jam untuk perakitan. Setiap meja memerlukan 2. kendala penyelesaian yang termudah adalah dengan pendekatan grafik. 3 jam untuk pemolesan (B). dan 16 jam untuk pengepakan setiap minggu. betapapun banyaknya. 4 per bangku. Perusahaan tersebut tidak dapat menggunakan lebih dari 20 jam untuk perakitan. Margin laba adalah Rp.1 Penyelesaian dengan Grafik Tujuan linier programming adalah untuk menetapkan alokasi sumberdaya yang langka secara optimal di antara produk atau aktivitas yang saling bersaing. Kendala dari A : 2. 3 per meja dan Rp. selesaikan masing – masing untuk x2 dalam kaitanya dengan x1 .x2 ≥ 0 Tiga pertidaksamaan pertama merupakan kendala – kendala teknis (echnical constrain) yang ditentukan oleh keadaan teknologi dan tersedianya input.pendakatan ini diperagakan dalam empat langkah yang mudah.Carilah keseimbangan harga dan kuantitasnya dipasar! Gambarkan kedua fungsi tersebut pada grafik (p vs Qs)! Carilah surplus konsumenya! Carilah surplus produsenya! Linier Programming Suatu Pendekatan Grafik 13. Apabila kendala pertidaksamaan yang dilibatkan lebih dari satu.

fungsi obyektif yang akan diminimumkan adalah c = 2y1 + 4y2 di bawah kendala .x1 dan x2 disebut variabel keputusan atau struktural (decision or stuktural variables). Biasanya hanya salah satu dari penyelesaian dasar yang mungkin tersebut yang akan optimal.(7. Lihat gambar 13 – 2 (a). Daerah yang digelapkan merupakan daerah yang mungkin memuat semua titik – titik yang memenuhi semua ketiga kendala kebutuhan ditambah kendala ketidaknegatifan. Kebutuhan harianya adalah 14 untuk A. 3 x2 x1 4 4 Jadi.-.0) dan (0.0). = 3(4) + 4(6) = 36. Grafik dari pertidaksamaan “ lebih besar atau sama dengan ” akan mencakup semua titik – titik pada garis dan disebelah kanan garis. Dengan menggambarkan suatu seri garis isoprofit (garis putus – putus) yng menunjukan laba(profit)yang semakin besar. Dimana x1 4 dan x 2 6 lihat gambar 13 – 1 (b). Di (7.dan 18 untuk C.1 Grafik dari pertidaksamaan asal “ lebih kecil atau sama dengan ” akan mencakup semua titik – titik pada garis dan disebelah kiri garis.8).2 DALIL TITIK EKSTRIM Dalil titik ekstrim menyatakan bahwa jika suatu nilai optimal yang memungkinkan (optimal feasible value) dari fungsi obyektif ada.1).garis isoprofit tersebut mempunyai kemiringan .yang disebut titik . 1.3) upamanya. laba dimaksimumkan pada ekstrim(extreme point). nilai tersebut akan ditenukan pada salah satu titik ekstrim (atau sudut) dari batas tersebut.(0.kita menemukan garis isoprofit yang menunjukan laba terbesar yang memungkinkan menyentuh daerah yang mungkin di E. Metode grafik digunakaqn dibawah ini untuk menentukan kombinasi biaya yang paling murah dari y1 dan y2 yang akan memenuhi semua kebutuhan minimum.0).5).(6. Perhatikan bahwa terdapat sepuluh titik ekstrim : (0. 3. Dengan menggunakan prosedur yang digunakan dalam contoh 1. 13.B dan C.dan satu unit masing – masing B dan C.gambar 13 .harga y1 adalah Rp 2. Daerah yang digelapkan disebut daerah yang memungkinkan (feasible region).(16. Π = 3 (7) + 4(3) = 31 yang lebih rendah dari Π = 36 diatas.lihat gambar 13 – 1 (a). produk y2 mempunyai satu unit masing – masing A dan B dan tiga unit C. Dengan mensubstitusikan dalam (13. Perlakukan pertidaksamaan selesaikan masing – masing untuk y2 dalam satuan y1 dan gambarkan grafiknya. masing – masing digambarkan oleh sumbuh tegak (vertikal) dan sumbu datar (horisontal).3).(a) yang terakhir adallah perpotongan kendala – kendala ketidaknegatifan. Contoh 2.2). 66 perpotongan kedua kendala tersebut.(4. seorang petani ingin mengetahui bahwa ternak gembalanya memperoleh kebutuhan harian minimum dari tiga bahan pokok makanan pokok A.jika ada. 12 untuk B. Produk y1 mempunyai dua unit A.0) dalam gambar 13 – 1. gambarkan fungsi obyektif sebagai suatu seri garis isoprofit.6).kendala ketidaknegatifan x1. Semuanya disebut penyelesaian dasar (basic solution) tetapi hanya lima terakhir yang merupakan penyelasaian dasar yang mungkin (basic feasible solution) karena penyelesaian – penyelesaian tersebut tidak melanggar kendala yang manapun.¾. Daerah itu memuat semua titik – titik yang memenuhi ketiga kendala ditambah kendala ketidaknegatifan. untuk memperoleh pemecahan yang optimal dalam daerah yang memungkinkan.y2 ≥ 0 dimana kendala teknisnya dibaca ≥ karena kebutuhan minimum harus dipenuhi tetapi ungkin dilampaui 2..dan harga y2 adalah Rp 4. 4.10).(10.x2 ≥ 0. kendala dari A : 2y1 + y2 ≥ 14 kendala dari B : y1 + y2 ≥ 12 kendala dari C : y1 + 3y2 ≥ 18 kendala ketidaknegatifan y1.(8.(0.

s3 = 18 67 .jadi c = 2(9) + 3(3) = 30 yang menunjukan suatu biaya yang lebih rendah ketimbang di titik ekstrim yang mungkin lainya.(a) gambar 13 .variabel surplus s = 0 jika 4x1 + 7x2 = 60. Suatu pertidaksamaan “ lebih kecil atau sama dengan ” seperti 5x 1 + 3x2 ≤ 30 dapat dirubah menjadi suatu persamaan dengan menambahkan suatu variabel slack s ≥ 0.karena perlunya persamaan. Suatu pertidaksamaan “ lebih besar atau sama dengan ” seperti 4x 1 + 7x2 ≥ 0 sedemikian rupa sehingga 4x1 + 7x2 – s = 60.10). karena itu variabel surplus dikurangkan. sedemikian rupa sehingga 5x1 + 3x2 + s = 30.0) tidak dalam daerah yang memungkinkan] 13. Umpamanya di (2.2) y2 c 4 1 y1 2 Garis isocost terendah yang akan menyinggung dareah yang memungkinkan adalah garis singgung (tangen) di y1 9 dan y 2 3 dalam gambar 13 – 2 (b).jika 4x1 + 7x2 = 60.lihat contoh 3.5x1 + x2 + s1 = 20 3x1 + 3x2 + s2 = 30 x1 + 2x2 + s3 = 16 dinyatakan dalam bentuk matriks. s adalah suatu nilai positif yang sama dengn selisih antara 4x 1 + 7x2 dan 60 CONTOH 3 karena kendala – kendala teknis dala contoh 1 semua melibatkan pertidaksamaan “ lebih kecil atau sama dengan ” variabel slack ditambah sebagai berikut : 2.5 1 1 0 0 3 3 0 1 0 1 2 0 01 x2 s1 s2 20 30 16 s3 sebaliknya dalam contoh 2 semua kendala adalah “ lebih besar atau sama dengan ”. x1 2.s1 = 14 y1 + y2 .ini dilakukan dengan memasukan suatu variabel slack atau surplus yang terpisah (si) kedalam masing – masing pertidaksamaan (kendala ke i) dalam sistem tersebut. jika 5x1 + 3x2 < 30.2 (b) 3.c = 2(2) + 4(10)[untuk soal meminimasi.s2 = 12 y1 + 3y2 . sistem perttidaksamaan linear harus dirubah menjadi sistem persamaan linear. 2y1 + y2 . Untuk memperoleh penyelesaian optimal.jika 5x1 + 3x2 = 30. variabel slack s = 0. gambarkan grafik fungsi obyektif sebagai suatu seri garis isocost (garis putus-putus) Dari (13.3 VARIABEL SLACK DAN VARIABEL SURPLUS Soal yang melibatkan lebih dari dua variabel berada di luar lingkup pendekatan grafik dua dimensi yang disajikan dalam bab sebelumnya. (0. s adalah suatu nilai positif yang sama dengan selisih antara 5x 1 + 3x2 dan 30.

Jadi 5(4) (3) (2) (1) 10 3(2) (1) (2) (1) CONTOH 5. Akan tetapi.jadi s1 = 20.dan n.s2 = 30 dan s3 = 16 merupakan suatu penyelesaian dasar yang dapat dibaca secara langsung dari atriks tersebut. Dalam atriks pertama.atau penyelesaian dasar dapat diperoleh.s2 = -12 dan s3 = -18 merupakan penyelesaian dasar.dimana n > m suatu penyelesaian dimana sedikitnya n .m variabel saa dengan nol merupakan titik ekstrim. dimana n > m akan terdapat sejumlah penyelesaian yang tak terhingga. dengan menggunakan rumus untuk besarnya penyelesaian dasar. Sebuah pabrik khusus baja memproduksi dua tipe baja (g1 dan g2) tipe satu memerlukan 2 jam untuk peleburan.1 jam untuk percetakan dan 5 jam untuk pemotongan.s2.s3. Beberapa dasar dapat dibaca secara langsung dari matriks tanpa suatu manipulasi aljabar. Dalam matriks kedua.dengan menetapkan x1 = 0 dan x2 = 0 akan menghasilkan suatu matriks identitas untuk s1.empat puluh jam tersedia untuk peleburan.dengan menetapkan y1 = 0 dan y2 = 0 akan menghasilkan suatu matriks identitas yang negatif untuk s1.besarnya penyelesaian dasar dapat diberikan dengan rumus n! m!(n m)! dimana n! Dibaca n factorial lihat contoh 4 CONTOH 4 dengan mereduksi pertidaksamaan menjadi persamaan dalam contoh 3 menghasilkan tiga persamaan dan lima variabel. 2.Dalam bentuk matriks.perhitungan untuk menentukan (1) banyaknya variabel yang harus ditetapkan sama dengan nol untuk memperoleh suatu penyelesaian dasar dan (2) besarnya penyelesaian dasar yang ada. 14 12 18 SOAL DAN JAWABAN PERNYATAAN MATEMATIS ATAS MASALAH EKONOMI 1.s2.Dalil dasar menyatakan bahwa untuk suatu sistem m persamaan dan n variabel.nyatakan data tersebut dalam persamaan – persamaan dan pertidaksamaan yang perlu untuk menetapkan bauran output yang akan memaksimumkan laba.4 jam untuk percetakan dan 10 jam untuk pemotongan.4 DALIL DASAR Untuk suatu sistem persamaan m yang konsisten dan variabel n.perhatikan bahwa penyelesaian dasar tersngebut bukan suatu penyelesaian dasar yang memungkinkan karena melanggar kendala ketidaknegatifan. banyaknya titik ekstrim adalah terhingga. 1.untuk tipe 2 adalah 8.jadi s1 = -14. karena terdapat 3 persamaan dan 5 variabel . y1 2 1 -1 0 0 1 1 0 -1 0 1 3 0 0 1 y2 s1 s2 s3 13. tipe dua memerlukan 5 jam untuk peleburan.akan tetapi.suatu titik ekstrim.marjin laba untuk tipe 1 adalah 24.s3.lihat contoh 3.dua puluh jam untuk percetakan dan 60 jam untuk pemotongan.m variabel harus sama dengan nol untuk penyelesaian dasar 5 – 3 atau 2 variabel harus sama dengan nol untuk suatu penyelesaian dasar atau titik ekstrim.diperlihatkan dibawah ini. Jadi dengan menetapkan n – m variabel sama dengan nol menyelesaikan m persamaan untuk m variabel yang tersisa. 5! 3!(2)! dimana 5! = 5(4) (3) (2) (1). n!/[m!(n-m)] dan dengan mensubstitusikan parameter – parameter yang diketahui. Maksimumkan Π = 24 g1 +8 g2 Dibawah 2 g1 + 5 g2 ≤ 40 kendala peleburan 68 .

dan Rp 60. Marjin laba untuk batu kasar adlah 40. Sebuah perusahaan gilingan batu untuk pekarangan rumah memproduksi dua macam batu. Maksimumkan Dibawah Π = 40 x1 + 50 x2 2 x1 + 6 x2 ≤ 36 kendala penghancuran 5 x1 + 3 x2 ≤ 30 kendala pengayakan 8 x1 + 2 x2 ≤ 40 kendala pengeringan x1 + x2 ≥ 0 3. 3) Hitunglah kemiringan fungsi obyektif. dan evaluasilah fungsi obyektif pada nilai – nilai ini.dan memberikan 2 unit vitamin A.batu kerikil yang kasar memerlukan 2 jam untuk penghancuran. Seorang yang gandrung model hidup sehat ingin memperoleh minimum 36 unit vitamin A. Merk 1 harganya Rp 3. bagaimanakah kombinasi paling murah yang menjamin kebutuhan harian? Minimumkan Dibawah c = 3 y1 + 4 y2 2 y1 + 3 y2 ≥ 36 kendala vitamin A 2 y1 + 2 y2 ≥ 28 kendala vitamin C 8 y1 + 2 y2 ≥ 32 kendala vitamin D y1 + y2 ≥ 0 4. x2.bagaimana makanan – makanan tersebut harus dicampur untuk memberikan pemmenuhan yang paling murah atas kebutuhan harian jika harga makanan tersebut masing – masing Rp 40. Tentukan bauran output yang memaksimumkan laba dengan menyederhanakan data ini menjadi persamaan – persamaan dan pertidaksamaan.. x3 ≥ 0 GRAFIK UNTUK PENYELESAIAN 5.taruhlah penggaris diatas kemiringan ini gerakkan penggaris tersebut ke titik singgung dengan fungsi obyektif. dan 32 unit vitamin D setiap hari..dan tariklah suatu garis putus – putus.dan memberikan 3 unit vitamin A.padi – padian (x3) memberikan 2 unit zat besi dan 1 unit vitamin.. batu halus memerlukan 6 jam untuk penghancuran.Minimumkan c = 40 x1 + 20 x2 + 60 x3 Dibawah 2 x1 + 4 x2 + 2 x3 ≥ 24 kendala vitamin zat besi 5 x1 + x2 + x3 ≥ 24 kendala vitamin x1. Maksimumkan Dibawah Π = 24 g1 + 8 g2 2 g1 + 5 g2 ≤ 40 kendala 1 4 g1 + g2 ≤ 20 kendala 2 69 . kasar (x1) dan halus (x2). 4) Bacalah setiap nilai kritis untuk g1dan g2 pada titik singgung. Merk 2 harganya Rp 4.Dengan memakai persamaan persamaan dan pertidaksamaan.. 1) Gambarkan grafik kendala – kendala pertidaksamaan setelah menyelesaikan masing – masing untuk g2 dalam g1 2) Grafikan kembali dan hitamkan daerah yang memungkinkan(feasible region). Tepung tulang (x2) memberikan 4 unit zat besi dan 1 unit vitamin. Jagung (x1) memberikan 2 unit zat besi dan 5 unit vitamin. dengan menggunakan data dibawah. Di perusahaan tersebut tersedia waktu 36 jam untuk penghancuran. Dari soal 1. 3 jam untuk pengayakan dan 2 jam untuk pengeringan. 2 unit vitamin C dan 2 unit vitamin D.Rp 20.4 g1 + g2 ≤ 20 kendala percetakan 10 g1 + 5 g2 ≤ 60 kendala pemotongan g1 + g2 ≥ 0 2. 30 jam untuk pengayakan dan 40 jam untuk pengeringan. untuk batu halus adalah 50. 28 unit vitamin C. 2 unit vitamin Cdan 8 unit vitamin D. 5 jam untuk pengayakan dan 8 jam untuk pengeringan. Pak samin memastikan bahwa ayam – ayamnya mendapatkan paling sedikit 24 unit zat besi dan 8 unit vitamin setiap hari.

4 (b) untuk daerah yang memungkinkan. g1 = 4 dan g2 = 4. perhatikan bahwa kendala ketidaknegatifan hanya membatasi analisis pada kuadran pertama. x2 ≥ 0 70 .apabila g2 = 0. kemiringan = -3.3 (a). kerjakan kembali seperti soal 5. dalam gambar 13. Dari fungsi obyektif. yang diperoleh dalam soal 2 Maksimumkan Π = 40 x1 + 50 x2 Dibawah 2 x1 + 6 x2 ≤ 36 kendala 1 5 x1 + 3 x2 ≤ 30 kendala 2 8 x1 + 2 x2 ≤ 40 kendala 3 x1 + x2 ≥ 0 lihat gambar 13.gkin dignh 10 g1 + 5 g2 ≤ 60 kendala 3 g1 + g2 ≥ 0 kendala – kendala pertidaksamaan tersebut harus digrafikan seperti terlihat dalam gambar 13. Dari fungsi obyektif. kemiringan = .jadi Π= 24(4) + 8(4) = 128 (a) gambar 13. g2 = 8. jadi Π = 40(3) + 50 (5) = 370 (a) gambar 13. dengan menggunakan data berikut. Kerjakan kembali seperti soal diatas apabila diketahui data berikut : Minimumkan c = 4 x1 + 2 x2 Dibawah 4 x1 + x2 ≥ 20 kendala 1 2 x1 + x2 ≥ 14 kendala 2 x1 + 6 x2 ≥ 18 kendala 3 x1.g2=Π/8– 3 g1. gambar 13.4 (b). Daerah yang mungkin digrafikan dalam gambar 13. apabila g1 = 0.4 (a) untuk kendala yang digrafikan.g1 = 20.untuk kendala 1.3 (b) 6.3 (b). x1 =3 dan x2 = 5. dari g2 = 8 – 2/5 g1. di titik singgung.4 (b) PENYELESAIAN OPTIMAL BERGANDA 7. x2 = Π /50 – 4/5 x1.4/5.

penyelesaian optimal berganda (multiple optial solution) akan terjadi bilamana terdapat ketergantungan linear antara fungsi obyektif dan salah satu kendala. x2 ≥ 0 (a) untuk pertidaksamaan “lebih besar atau sama dengan”. 2 y1 + 5 y2 + s1 = 40 4 y1 + y2 + s2 = 20 10 y1 + 5 y2 + s3 = 60 y1 (b) 2 5 1 4 1 0 10 5 0 0 0 1 0 0 1 y2 s1 s2 s3 40 20 60 9. maka tidak terdapat penyelesaian tunggal optimal yang memungkinkan.karena titik – titik ekstrim (3.s2 = 28 8 x1 + 2 x2 .s1 = 36 2 x1 + 2 x2 . Kerjakan seperti soal di atas untuk yang berikut : Minimumkan c = 60 x1 + 80 x2 Dibawah 2 x1 + 3 x2 ≥ 36 2 x1 + 2 x2 ≥ 28 8 x1 + 2 x2 ≥ 32 x1.jadi. Setiap titik antara garis (3. fungsi obyektif dan kendala 2 adalah secara linear tergantung (tak bebas) karena yang satu dapat dinyatakansebagai penggandaan dari yang lain.2) akan meminimumkan fungsi obyektif dibawah kendala tersebut.5 dengan garis isocost menyinggung kendalan kedua. Dala kasus ini. Maksimumkan Π = 24 y1 + 8 y2 Dibawah 2 y1 + 5 y2 ≤ 40 4 y1 + y2 ≤ 20 10 y1 + 5 y2 ≤ 60 y1 . 2 x1 + 3 x2 .jadi.5 Dalamgambar 13.2) juga termasuk dalam penyelesaian optimal.(a) (b) gambar 13. Tambahkan variabel slack. (a) ubahlah kendala – kendala pertidaksamaan dalam data berikut menjadi persamaan dengan menambahkan variabel slack atau mengurangkan variabel surplus dan (b) nyatakan persamaan tersebut dalam bentuk matriks. kurangkan variabel surplus. y2 ≥ 0 (a) untuk pertidaksamaan “lebih kecil atau sama dengan”.8) dan (6.s3 = 32 71 . Perhatikan bahwa penyelesaian optimal berganda tidak menyangkal dalil titik ekstrim. yaitu c = 4(3) = 38 atau c = 4(6) + 2(2) = 28 VARIABEL SLACK DAN SURPLUS 8.8) dan (6.

dan penyelesaian diperoleh dengan menyelesaikan m persamaan untuk m variabel sisanya.karena keduanya negatif penyelesaian – penyelesaian ini tidak dapat menjadi suatu penyelesaian dasar yang memungkinkan LIN EAR PROGRAMMING ALGORITMA SIMPLEKS : 14.x1 (b) 2 3 -1 0 0 2 2 0 -1 0 8 2 0 0 -1 x2 s1 s2 s3 36 28 32 10.g2. maka sebanyak n – m = 5 – 2 = 3 variabel harus ditetapkan sama dengan nol untuk suatu penyelesaian dasar. apabila ditentukan Π = 5x1 + 3x2 Di bawah kendala. (d) tentukanlah penyelesaian dasar pertama dari matriks tersebut. sampai penyelesaian optimal dicapai. karna paling sedikit n – m variabel harus sama dengan noluntuk suatu penyelesaian dasar. Banyaknya penyelesaian adalah n! m!(n m) (d) 5! 2!(3!) 5(4)(3)(2)(1) 2(1)(3)(2)(1) 10 Dengan menetapkan g1 = g2 =g3 = 0. sembari selalu menyempurnakan penyelesaian sebelumnya. Tentukan (b) banyaknya variabel yang harus ditetapkan sama dengan nol untuk memperoleh penyelesaian dasar dan (c) banyaknya penyelesaian dasar yang ada. Algoritma simpleks adalah suatu metode(atau prosedur perhitungan) untuk menentukan penyelesaian dasar yang memungkan atas asuatu sistem persamaan dan pengujian keoptimalan penyelesaian tersebut. Atau lebih sederhana variabel – variabel dasar. variabel – variabel yang tidak ditetapkan saa dengan nol disebut dalam basis atau dalam penyelesaian.variabel – variabel yang disamakan dengan nol pada langkah tertentu disebut tidak dalam basis atau tidak dalam penyelesaian. Minimumkan c = 54 g1 + 48 g2 + 50g3 Di bawah 6 g1 + 4 g2 + 5g3 ≥ 30 3 g1 + 6 g2 + 5g3 ≥ 20 g1. penyelesaian dasar pertamanya adalah s1 30 dan s2 20 . 6x1 + 2x2 ≤ 36 2x1 + 4x2 ≤ 28 72 . Algoritma simpleks digunakan sebagai berikut untuk memeksimumkan laba.g3 ≥ 0 g1 (a) 6 4 5 -1 0 6 g1 + 4 g2 + 5g3 ≥ 30 3 6 5 0 -1 g2 g3 s1 s2 30 20 3 g1 + 6 g2 + 5g3 ≥ 20 (b) (c) karena terdapat dua persamaan dan 5 variabel. Metode simpleks diilustrasikan dalam contoh 1 untuk maksimisasi dan dalam contoh 3 untuk miniisasi. Contoh . ALGORITMA SIMPLEKS : MAKSIMASI Algoritma adalah suatu kaidah aatau suatu prosedur sistematis untuk mendapatkan penyelesaian suatu soal.1. n – m variabel ditetapkan saa dengan nol dala setiap langkah dari prosedur tersebut. (a) Reduksikan kendala – kendala pertidaksamaan dari data berikut ini menjadi persamaan dan nyatakan dalam bentuk matriks. Algoritma bergerak dari satu penyelesaian dasar yang mungkin ke penyelesaian dasar yang lain.

Elemen Pivot dan Perubahan Dasar (basis) Untuk menaikan nilai fungsi obyektif. Tabel Sipleks Awal x1.x2 ≥ 0 i) Ubahlah pertidaksamaan menjadi persamaan dengan menambahkan variabel – variabel slack 6x1 + 2x2 + s1 = 36 5x1 + 5x2 + s2 = 40 2x1 + 4x2 + s3 = 28 ii) Nyatakan persamaan – persamaan kendala dalam bentuk matriks. Dengan menetapkan x1 = 0 dan x2 = 0. s3 = 28 pada penyelesaian mendasar pertama yang mung kin tersebut. fungsi obyektif mempunyai nilai nol. Proses pemilihan variabel yang dimasukan dan variabel yang dikeluarkan tersebut dinamakan perubahan basis (change of basis) i) Indikator negatif dengan nilai absolut terbesar akan menentukan variabel yang asuk ke dala basis.5x1 + 5x2 ≤ 40 1. Karna -5 dalam kolom pertama (atau x1)merupakan indikator negatif dengan nilai absolut terbesar. suatu variabel diasukan kedalam basis dan salah satu variabel sebelumnya berada dalam basis harus dikeluarkan. s2 = 40. baris1 merupakan baris pivot. ii) Variabel yang dieliminasi ditentukan oleh rasio pemindahan (displacement ratio).akan menentukan variabel yang meninggalkan baris.sesuai deng n nilai fungsi obyektif di titik asal (kalau x 1 = x2 = 0) Tabel simpleks awal : x1 x2 s1 s2 s3  2 1 0 0 5 5 0 1 0 2 4 0 0 1 -5 -3 0 0 0 indikator konstanta 36 40 28 0 iv) Penyelesaian mendasar pertama yang mungkin dapat dibaca dari tabel s impleks awal. Elemen kolom konstanta dari baris terakhir adalah juga nol. seperti dalam contoh 5 bab 3. suatu penyelesaian mendasar yang baru diperiksa. maka s1 akan meninggalkan basis.s1 = 36. Elemen pivotnya adalah  elemen pada perpotongan kolom variabel 73 . Karena 36 memberikan rasio terkecil 36 40 28 . Baris dengan ratio pemindahan terkecil (yaitu baris pivot) dengan mengabaikan rasio – rasio lebih kecil atau sama dengan nol. x1 6 2 1 0 0 5 5 0 1 0 2 4 0 0 -1 x2 s1 s2 36 40 28 s3 iii) Susunlah suatu tabel simpleks awal yang terdiri dari matriks koefisien dari persamaan kendala dan vektor kolom dari konstanta letakan diatas satu baris dari indiktor yang merupakan negatif – negatif dari koefisien fungsi obyektif dan sebuah koefisien nol untuk masing – masing variabel slack. Karena vektor 6 6 5 2 satuan (unit vektor) dengan 1 dalm baris pertamanya berada dibawah kolo s 1. Untuk bergerak kesuatu penyelesaian mendasar baruyang mungkin. Rasio pemindahan diperoleh dengan membagi elemen kolom konstan dengan elemen kolom pivot. x1 di asukan ke dalam basis x1enjadi kolom pivot dan ditandai dengan anak panah. 2.

eleen terakhir dala baris terakhir (dalam hal ini. Jadi 10 3 menjadi elemen pivot yang baru. Dengan mengubah basis dan melakukan pivoting kontinu menurut kaidah di atas sampai hal ini di capai. 4.dan s3 = 16.12).2 kali baris1 dari baris3 dan tambahkan 5 kali baris1 ke baris4. seperti dala metode eliminasi Gauss ( lihat butir 10. Di sini. s2 = 0. 30) merupakan nilai fungsi obyektif pada penyelesaian mendasar kedua yang mungkin. ini memberikan tabel kedua x1 x2 s1 s2 s3 1 0 0 0 1 3 konstanta 6 10 16 0 30 1 6 5 6 1 3 5 6 0 1 0 0 10 3 10 3 4 3 0 1 0 Penyelesaian mendasar kedua yang mungkin dapat dilihat secara langsung dari tabel kedua. rampungkan kolom pivotnya. pivoting hanya meliputi pengubahan elemen pivot menjadi 1 dan semua eleen lainya dalam kolom pivot menjadi nol. Karena 4 dalam kolom kedua merupakan satu – satunya indikator negative. Kalikan baris2 dengan 10 x1 x2 s1 s2 s3 1 0 0 0 1 3 konstanta 6 3 16 30 74 1 6 1 4 1 3 5 6 0 3 10 0 0 1 10 3 4 3 0 1 0 0 . Dengan membagi kolom konstanta dengan kolom pivot memperlihatkan bahwa rasio terkecil adalah dalam baris kedua. maka s2 akan meninggalkan basis untuk mempivot.dan langkah sebelumnya selalu melibatkan suatu matriks identitas. 6 Tabel kedua: x1 x2 s1 s2 s3 1 1 3 konstanta 6 40 28 0 1 6 0 0 5 5 0 1 0 2 4 0 0 1 -5 -3 0 0 0 ii) Setelah mereduksi elemen pivot menjadi 1. sekarang tinggal suatu atriks identitas yang memberikan x1 = 6.swebagai berikut : i) Kalikan baris pivot dengan kebalikan (reciprocal) dari eleen pivot. 3 i. Optimisasi Fungsi obyektif di maksimumkan kalau tidak terdapat indikator negative dalam baris terakhir. kalikan baris1 dengan 1 .yang masuk ke basis dan baris yang berhubungan dengan variabel yang meninggalkan basis(yaitu elemen pada perpotongan baris pivot dan kolo pivot) 3. kurangkan 5 kali baris1 dari baris2. Maka x2 3 dimasukan kedalam basis. Dengan menetapkan x2 = 0 dan s1 = 0 . Dalam hal ini. Pivoting Pivoting adalh proses penyelesaian m persamaan dalam bentuk m varibel yang sekarang berada dala basis. Karena hanya satu variabel baru yang memasukibasis pada setiap langkah proses. Karena vector satuan dengan 1 dalam baris keduanya adalah dibawah s2 . kolom2 menjadi kolom pivotnya.

75 .3. alam contoh 1. NILAI MARGINAL ATAU HARGA BAYANGAN. karena kendala 3 mempunyai variabel slack positif.1) tidak terdapat variabel slack dalam dua kendala yang pertama dan dua input yang pertama semuanya habis. CONTOH 2. erarti tidak sepenuhnya dimanfaatkan penyelesaian optimal dan nilai marginalnya adalah nol (yaitu penambahan satu lagi unit lain. s 2 0 . dengan s 3 6 .ii. Umpamakan A. ALGORITMA SIMPLEKS : MINIMISASI Apabila algoritma simpleks digunakan untuk mencari suatu nilai minimal.dan tambahkan 4 3 s2 1 10 3 10 s3 0 0 1 0 konstanta 5 3 6 34 1 2 1 2 -1 2 5 Penyelesaian mendasar ketiga yang memungkinkan dapat dibaca secara langsung dari tabel tersebut. menghasilkan table ketiga Tabel ketiga x1 x2 1 0 0 0 0 1 0 0 s1 1 4 1 4 10 3 kali baris2 dari baris3.1) dan (2) mengevaluasi jimlah nilai marginal dari sumberdaya (resources). ini merupakan penyelesaian optimal. fungsi obyektif tersebut mencapai suatu maksimum pada 34 . dan sebesar 0 untuk kenaikan satu unit dalam nilai konstanta dari kendala 3. Jadi. Kemudian kurangkan 1 kali baris2 dari baris1. Π = 5x1 + 3x2 5x1 + 5x2 + s2 = 40 = 5(5) + 3(3) = 34 5(5) + 5(3) + 0 = 40 6x1 + 2x2 + s1 = 36 2x1 + 4x2 + s3 = 28 6(5) + 2(3) + 0= 36 2(5) + 4(3) + 6 = 28 2. jawaban pada contoh 1 dapat dicek dengan (1) substitusi nilai – nilai kritis baik dalam persamaan fungsi obyektif maupun persamaan kendala dalam (14.C melambangkan berbagai konstanta dalam kendala 1. Karena tidak terdapat indicator negative yang tertinggal dalam baris terakhir. yang di bahas dalam bab 15.2. nilai negative yang dihasilkan oleh variabel surplus menghadirkan suatu soal istimewa. 3 kali baris2 ke baris4. dari (14. para mahasiswa mungkin lebih baik membaca bab 15 terlebih dahulu.11. yaitu berapa banyak fungsi obyektif akan berubah sebagai akibat dari kenaikan satu unit dalam input tersebut. laba akan naik sebesar ½ unit atau 2 50 sen untuk perubahan satu unit dalam nilai konstanta dari kendala 1.B. 1. s1 0 . 6 unit dari input yang ketiga tetap tidak terpadu.lihat contoh 3. Semua sarat harus dienuhi untuk suatu optimum.3.2. Nilai indicator dibawah setiap variabel slack dalam tabel terakhir menyatakan nilai marginal (marginal value) atau harga bayangan (Shadow price) dari input yang berhubungan dengan variabel tersebut.tidak akan menambah sesuatupun pada fungsi laba). seringkali akan lebih mudah untuk menyelesaikan soal – soal minimasi dengan memakai dua. Elemen terakhir dalam baris terakhir menunjukan bahwa x1 5 . x 2 3 . 14. Π = MPA (A) + MPB (B) + MPC (C) = 1 2 (36) + 2 5 (40) + 0 (28) = 34 14. s 3 6 . Akan tetapi. Untuk gabar grafik lihat contoh 13. oleh karena itu. Dengan s1 0 dan s 2 0 . Nilai optimal dari fungsi dari fungsi obyektif akan selalu sama dengan penjumlahan dari nilai marginal setiap input dikalikan kuantitas yang tersedia dari masing – masing input. dan sebesar 5 atau 40 sen untuk kenaikan satu unit dalam nilai konstanta dari kendala 2.

x1 2 1 -1 0 0 1 1 0 -1 0 1 3 0 0 -1 x2 s1 s2 s3 Dari matriks tersebut jelas bahwa jika x1 = 0 dan x2 = 0. x1 x2 s1 s2 s3 A1 A2 A3 konstanta 2 1 -1 0 0 1 0 1 1 0 -1 0 0 1 1 3 0 0 -1 0 0 -2 -4 0 0 0 -M -M indikator 0 0 1 -M 14 12 18 76 . Untuk mengatasi masalah tersebut. ubahlah pertidaksamaan menjadi persamaan dengan mengurangkan variabel – variabel surplus 2 x1+ x2 – s1 = 14 x1+ x2 – s2 = 12 x1+ 3 x2 – s2 = 18 ii. Variabel buatan (Ai ≥ 0)adalah suatu variabel kosong (dummy variable) yang ditambahkan dengan maksud khusus untuk menghasilkan suatu penyelesaian dasar awal yang mungkin. s2 = -12. seperti dalam simpleks awal untuk maksimisasi. s3 = -18 dan nilai negatif adalah tidak mungkin (nonfeasible). dimana M adalah suatu bilangan besar yang tidak mungkin (impossibly large number) untuk meyakinkan bahwa A akan dikeluarkan dari penyelesaian optimal. Tambahkan variabel – variabel buatan. dimana c = 2 x1+ 2 x2 . Nyatakan persamaan kendala dalam bentuk matriks. tabel simpleks awal (sedikit dimodifikasi) i.CONTOH 3. Fungsi obyektif mempunyai koefisien – koefisiennol untuk variabel surplus dan koefisien – koefisien M variabel – variabel buatan. Jadi. Sutu variabel yang terpisah ditambahkan untuk masing – masing pertidaksamaan asal yang bersifat “lebih besar atau sama dengan”. algoritma simpleks digunakan di bawah ini untuk meminimumkan biaya. harus di msukan variabel – varaibel buatan (artificial variables). penyelesaian dasar tidak mungkin karena s 1 = -14. Data tersebut berasal dari contoh 2 dalam bab13. dengan y sekarang dig anti x. i. Variabel tersebut tidak mempunyai makna ekonomi. iii. x1 14 12 18 x2 2 1 -1 0 0 1 0 1 1 0 -1 0 0 1 1 3 0 0 -1 0 0 0 0 1 s1 s2 s3 A1 A2 A3 14 12 18 2.2) diatas baris indicator yang negatif dari koefisien – koefisien fungsi obyektif. 2 x1+ x2 ≥ 14 x1+ x2 ≥ 12 x1+ 3 x2 ≥ 18 x1 . x2 ≥ 0 1. dibawah kendala – kendala gizi. Buatlah tabel simpleks awal dengan meletakan matriks koefisien dan vector kolom dari konstanta dalam (14. Tabel Simpleks Awal yang Disesuaikan untuk Meminimisasi.

indicator positif terbesar akan menentukan kolom pivot dan variabel yang memasuki basis. A3 = 18. dan (5M-4) kali baris3 dari baris4 Tabel kedua : x1 x2 s1 s2 s3 A1 A2 A3 konstanta 5 3 2 3 1 3 0 0 1 3 -1 0 0 0 -1 0 1 3 1 3 1 0 0 0 0 1 0 -1 3 -1 3 1 3 8 6 6 14M + 24 -1 3 2M . 5M – 4 merupakan indicator positif terbesar. Kurangi elemen pivot menjadi 1 dengan mengalikan baris 3 oleh 2 1 1 3 1 3 1 1 1 -1 0 0 0 0 -1 0 0 -1 3 1 0 0 0 1 0 0 0 0 1 3 14 12 6 44M 4M-2 5M-4 -M -M -M 0 0 ii.ii. Rampungkan kolom pivot dengan engurangkan baris3 dari baris1 dan baris2. bukan indicator . Jadi x 2 menjadi kolom pivot. Untuk menurunkan biaya. Baris pivot dan variabel yang meninggalkan basis ditentukan oleh rasio terkecil yang dihasilkan dari pembagian elemen – elemen kolom pivot. penyelesaian mendasar pertama yang memungkinkan adalah A1 = 14. karena 18 6 merupakan rasio terkecil yang dihasilkan. Karena elemen terakhir dari baris paling bawah . ii. maka baris3 menjadi baris pivot. carilah perubahan basis. A3 3 akan meninggalkan basis karena vector satuan dengan 1 dalam baris ketiga adalah berhubungan dengan A3.ini akan menghasilkan tabel awal. 4. 44M . Tabel awal x1 x2 s1 s2 s3 A1 A2 A3 konstanta 2 1 -1 1 1 0 1  0 4M-2 5M-4 -M 0 -1 0 -M 0 0 -1 -M 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 0 14 12 18 44M Penyelesaian mendasar pertama yang unkindapat dilihat secara langsung dari tabel awal tersebut. Pivoting i. elemen pivot pada perpotongan kolom pivot dan baris pivot adalah 3. dan fungsi obyektifnya adalah 44M. Dengan mengandaikan x1 = x2 = s1 = s2 = s3 = 0. Kemudian pindahkan M dari kolom variabel buatan dengan menambahkan M kali ( baris1 + baris2 + baris3). suatu bilangan besar yang tidak mungkin. Pengulangan (Reiterasi) 77 . Elemen Fivot i. A2 = 12.4 3 7M . 3. persis untuk soal maksimisasi. sebagaimana ditandai dengan anak panah.2 0 -M -M 0 -5M 4 3 5. Untuk menimasi.

2 5 M-6 5 0 -6M 6 5 . x1 1 0 0 0 x2 0 0 1 0 s1 3 -5 2 5 1 5 1 3 baris1 dari baris3.2 -M -M 0 -5M 4 3 ii.6M 6 5 14M 136 5 3 ii.2 5 M-6 5 . menghasilkan tabel ketiga. dan kurangkan 1 baris2 dari baris3 dan [2M – 2)/5] baris2 dari 5 baris4.elemen pivotnya adalah 5 . 3 – 2)/3] baris1 dari baris4.7M 5 2 14 5 0 -M 0 0 22 5 2M .7M 5 22 5 14M 136 5 2M . 3 i.`12 2 5 24 5 1 1 5 -1 -1 5 . 3 -5 0 0 1 0 3 0 -1 0 1 5 1 3 3 5 0 1 0 -1 3 -1 3 1 3 24 5 0 0 0 0 0 6 6 14M + 24 -1 3 2M .`12 2 5 konstanta 9 7 3 30 78 0 -1 0 0 -1 -M+1 -M+1 .4 3 7M . Tabel keempat x1 1 0 0 0 x2 0 0 1 0 s1 0 1 1 5 s2 -3 2 5 2 s3 1 2 1 2 2 5 A1 0 -1 -1 5 -M A2 3 2 5 2 A3 . 6. proses tersebut berjalan terus.`12 . Rampungkan kolom1 dengan mengurangkan 2 baris1 dari baris2. Kalikan baris1 dengan 1 2 3 1 3 3 5 . Pivot Keempat i. jadi x1 masuk ke basis dan A1 meninggalkan basis. Tambahkan 5 baris2 ke baris1. Kalikan baris2 dengan 5 2 1 0 0 0 0 0 1 0 3 -5 0 5 2 1 5 1 2 2 5 3 5 0 5 2 -1 5 .Selama masih ada suatu indikator positif. Kolo pivot yang baru menjadi kolom1. dan (7M s2 0 -1 0 -M s3 1 5 1 5 2 5 A1 3 5 2 5 A2 0 1 0 2 A3 -1 5 -1 5 2 5 konstanta 24 5 14 5 -1 5 . baris pivot yang baru adalah baris1.

CONTOH 4. Nilai absolut dari indicator untuk variabel – variabel surplus memberikan nilai marginal atau harga bayangan dari kendala. dan memperhatikan bahwa vector satuan untuk x 2 dan s1 berbalikan. 3. Akan tetapi. x 2 3 .C melambangkan konstan . Jawaban pada contoh 1 dapat dicek dengan (1) substitusi nilai – nilai kritis baik dalam persamaan fungsi obyektif maupun persamaan kendala. Dengan indicator untuk s1 sama dengan nol. dimana c 30 Beberapa hal penting untuk diperhatikan : 1. A2. Ini harus cocok dalam setiap yang berurutan dapat membantu dalam menemukan kesalahnmatematis.-. c = 2x1 + 4x2 x1 + x2 – s2 = 12 = 2(9) + 4(3) = 30 9 + 3 – 0 =12 2x1 + x2 – s1 = 14 x1 + 3x2 – s3 = 18 2(9) + 3 – 7 = 14 9 + 3(3) – 0 = 18 2. suatu variabel buatan tidak akan pernah tampak dalam basis tabel terakhir jika suatu penyelesaian dasar optimal yang mungkin telah dicapai.misalkan A. s1 7 . Dengan s 2 s 3 0 . 1.s3) selalu sama dengan negatif dari elemen – elemen koefisien untuk variabel – variabel buatanya yang berkaitan (A1. c = MCA(A) + MCB(B) + MCC(C) = 0(14) + 1(12) + 1(18) = 30 79 . nilai fungsi obyektif ditunjkan oleh elemen terakhir dari baris terakhir. s 2 0 . sebagaimana halnya nilai marginal. 2. 4.konstan dalam kendala 1. pengurangan satu unit dalam kebutuhan gizi kedua dan ketiga akan mengurangi biaya sebesar Rp 1.Dengan semua indikator negatif. dan s 3 0 .dengan memishkan matriks identitas.2. lihat contoh 4 dan 5 dalam bab 15. dan (2) mengevaluasi jumlah biaya marginal sumberdaya. A3). indikator darivariabel – variabel buatan semuanya negatif dalam tabel terakhir. biaya total akan sama dengan jumlah dari berbagai kebutuhan dikalikan harga bayangan masing – masing.3. kebutuhan kedua dn ketiga dipenuhi secara tepat . Dengan s1 7 kebutuhan pertama dipenuhi secara berlebih sebesar 7 unit. Untuk penyelesaian dual soal pada soal yang sama. elemen – elemen koefisien dari dari variabel surplus(s1. pengurangan satu unit dalam kebutuhan gizi pertama tidak akan mengurangi biaya. 5. tidak terdapat surplus. suatu penyelesaian optimal yang mungkin telah dicapai. penyelesaian dasar optimal yang memungkinkan tersebut dapat dibaca secara langsung dari tabel keempat x1 9 . karena nilai absolut indikator untuk s2 dan s3 adalah 1.s2. Ini harus selalu cocok untuk suatu penyelesaian optimal.B.

3 kali baris3 dari baris2 . s2 = 30. 1 1 0 0 3 0 1 0 1 0 0 1 2 -4 0 0 0 20 30 8 0 Rampungkan kolom pivot dengan mengurangkan baris3 dari baris1 . Gunakan algoritma simpleks untuk menyelesaikan system persamaan dan pertidaksamaan berikut. Maksimumkan Π = 3y1 + 4y2 Yang terikat pada 2.5y1 + y2 ≤ 20 3y1 + 3y2 ≤ 30 y1 + 2y2 ≤ 16 y1. Buatkan tabel simpleks awal i. Jadi. 2.5 1 1 0 0 3 3 0 1 0 1 2 0 0 1 iii. 5 2 3 1 2 -3 ii. elemen pada perpotongan baris pivot dan kolom pivot.y2 ≥ 0 1. Π = 0. 2. Rasio pemindahan terkecil yang diperoleh dari pembagian elemen kolom konstanta dengan elemen kolom pivot menentukan baris pivot. i.  menjadi elemen pivot. 3.5y1 + y2 + s1= 20 3y1 + 3y2 + s2 = 30 y1 + 2y2 + s3= 16 ii. Pivot. Tambahkan variabel slack pada kendala untuk membuatnya jada persamaan . Indikator negatif dengan nilai absolute terbesar (anak panah) menentukan kolom pivot. Merubah basis. Ubahlah elemen pivot menjdin1 dengan mengalikan baris3 dengan ½ .SOAL DAN JAWABAN MAKSIMISASI 1. penyelesaian mendasar pertama yang mungkin adalah s1 = 20. Tentukan harga bayangan dari input (atau kebutuhan) untuk kendalanya. y2 s1 s2 20 30 16 s3 Bentuklah tabel simpleks awal yang terdiri dari matriks koefisien persamaan kendala dan vector kolom konstan yang diletakan diatas baris indikator yang negatif dari koefisien – koefisien fungsi obyektif dengan koefisien nol untuk variabel awal : Tabel awal : y1 5 2 y2 s1 s2 s3 1 3  -4  1 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 konstanta 20 30 16 0 3 1 -3 Dengan menetapkan y1 = y2 = 0. Nyatakan persamaan – persamaan tersebut dalam nentuk matriks y1 2. dan s3 = 16. pada penyelesaian mendasar pertama yang mungkin tersebut. dan tambahkan 4 kali baris3 ke baris4 80 .

y 1 4 . 3 MINIMISASI 2. Gunakan algoritma simpleks untuk menyelesaikan system persamaan dan pertidaksamaan yang diberikan di bawah ini. Miniumkan Yang terikat pada c = 60 x1 + 80 x2 2 x1 + 3 x2 ≥ 36 8 x1 + 2 x2 ≥ 32 2 x1 + 2 x2 ≥ 28 x1. tbel fina dapat diperoleh. Ubahlah basis pada pivotnya sekali lagi. Kalikan baris2 dengan 2 1 1 2 3 2 0 0 1 0 0 2 3 -1 2 -1 1 2 12 4 8 32 -1 1 0 0 0 0 0 2 ii.s1= 36 2 x1 + 2 x2 . Tentukan harga bayangan dari masing – masing persyaratan kendalanya. ½ kali baris2 dari baris3. dan tambahkan barsi2 ke baris4. dan 3 adalah elemen pivot. Dengan mengoreksi fakta bahwa vektor – vektor satuan dari matriks identitas tidak beraturan (out of order). s1 4 . dan Π = 36. Harga bayangan dari input berturut – turut adalah 0. baris2 baris pivot.x2 ≥ 0 1.s3= 32 81 . Rampungkan kolom pivot dengan mengurangkan 2 kali baris 2 dari baris1 . s 3 0 . 2 i. s 2 0 . lihat contoh 1 dalam bab 13 dimana x digunakan sebagai pengganti y. Kolom 1 adalah kolom pivot. y 2 6 . 2 x1 + 3 x2 .s2 = 28 8 x1 + 2 x2 . 2 dan 1. Ubahlah pertidaksamaan menjadi persamaan dengan mengurangkan variabel – variabel surplus. dan nyatakan dalam bentuk matriks.Tabel kedua : y1 2 3 2 1 2 y2 s1 s2 s3 0 0 1 0 0 1 -1 2 -3 2 1 2 konstanta 12 6 1 0 0 8 -1 0 0 0 2 32  4. Tabel final : y1 0 1 0 0 y2 s1 0 0 1 0 s2 s3 3 2 konstanta 4 4 6 36 1 -4 3 0 2 3 -1 1 2 0 -1 3 0 2 3 1 Karena tidak terdapat indikator negatif yang tertinggal.

dan koefisien yang secara semu (M) untuk variabel – variabel buatan. Kalikan baris3 dengan 2 2 1 3 2 1 4 1 8 -1 0 0 -M 0 -1 0 -M 0 0 -1 8 -M 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 8 36 28 4 96M 12M-60 7M-80 0 82 . Buatlah tabel awal dengan melengtakan matriks koefisien dan vektor kolom dari konstanta di atas negatif darikoefisien – koefisien fungsi obyektif yang mempunyai koefisien nol untuk variabel – variabel surplus. x1 2 2 8 -60 x2 3 2 2 -80 s1 -1 0 0 0 s2 0 -1 0 0 s3 0 0 -1 0 A1 1 0 0 -M A2 0 1 0 -M A3 0 0 1 -M konstanta 36 28 32 30 14 12 18 Rampungkan kolom – kolom variabel buatan M dengan menambahkan M dikalikan (baris1 + baris2 + baris3) ke baris4 untuk mendapatkan tabel awal. Karena 12M -60 merupakan indikator positif terbesar dan 32 adalah rasio pemindahan terkecil. Tabel awal x1 x2 s1 -1 0 0 0 s2 0 -1 0 0 s3 0 0 -1 0 A1 1 0 0 -M A2 0 1 0 -M A3 0 0 1 -M konstanta 36 28 32 30 2 3 2 2  2 12M-60 7M-80 3. Pilihlah elemen pivotnya dan pivotkan. 8 adalah elemen pivotnya.x1 2 2 8 3 2 2 -1 0 0 0 -1 0 0 0 -1 x2 s1 s2 20 30 16 s3 Karena penyelesaian dasar pertamanya tidak akan mungkin. 8 i. tambahkan variabel – variabel buatan x1 x2 2 1 -1 0 0 1 0 1 1 0 -1 0 0 1 1 3 0 0 -1 0 0 0 0 1 s1 s2 s3 A1 A2 A3 2.

2 5 kali baris2 dari baris3 dan 83 . Kalikan baris2 dengan 5 3 0 1 10 2 3 0 0 1 0 1 0 0 0 2 -5 0 5 3 1 . Pivotkan untuk ketiga kali. Kurangkan 2 kali baris3 dari baris1. Dengan engingat bahwa eleen negatif tidak dapat digunakan 3 dalam penyebut dari rasio pemindahan. dan (4M – 65) baris1 dari baris4 A1 2 3 A2 0 1 0 A3 1 .20 -1 1 .20 3 20 4 1 3M 5 26 -M  M 1 8M 26 0 5 10 11M 10 48M + 240 5. 2 kali baris3 dari baris2. Kalikan baris1 dengan 2 5 0 -1 0 1 10 1 4 1 8 M 15 2 2 3 0 0 1 0 1 3 2 1 4 -2 3 0 0 0 0 1 0 0 1 .10 56 5 -1 4 1 8 3M 15 2 20 4 48M+ 240 - 0 0 4M–65 -M -M =+ + + ii. s1 s2 0 -1 0 s3 1 10 1 10 1 4 baris1 dari baris3.ii. Pivotkan lagi i. 5 merupakan eleen pivot yang baru. Tambahkan 10 kali baris2 ke baris1 dan kurangkan + [(3M/5).10 56 5 konstanta 2 -5 3 5 1 10 3 -5 1 . i.26]kali baris2 dari baris4 iii.10 16 5 3 .10 -1 6 3 20 0 26 0 3M 5 1 8M 5 11M 10 1 16M 5 968 =+ + 1 ii.10 1 . dan (12M-60) kali baris3 dari baris4 Tabel kedua : x1 x2 s1 s2 s3 A1 A2 A3 konstanta 0 0 1 0 5 2 3 2 1 4 -1 0 0 0 -1 0 M 1 4 1 4 1 8 1 0 0 15 0 1 0 0 0 0 1 3M 2 15 28 20 4 48M + 240 4M-65 -M -M 0 2 4. Kurangkan x1 0 0 1 0 x2 1 0 0 0 3 2 baris1 dari baris2.10 56 5 16 3 6 3 1 1 10 -5 3 0 26 -M M 10 1 6 3 .

Kalikan baris2 dengan 6.x2 ≥ 0 1.Tabel keempat : x1 0 0 1 0 x2 1 0 0 0 s1 0 1 0 0 s2 -2 3 5 3 s3 1 6 1 6 A1 0 -1 0 -M A2 2 3 A3 -1 6 -1 6 1 6 konstanta 40 3 16 3 2 3 5 3 1 6 -1 6 -1 6 M 130 3 130 3 10 3  M 10 3 3320 3 6. Kurangkan 10 3 kali baris2 dari baris1. 1 6 0 0 1 0 1 0 0 0 0 6 0 0 1 6 -2 3 10 1 6 0 -6 0 -M 2 3 -1 6 -1 1 6 40 3 1 1 6 10 -1 6 32 2 3 130 3 10 3 M 130 3 M 1 6 10 3 3320 3 ii. Buatlah tabel awal Tabel awal . tambahkan kali baris2 ke baris3. dan kurangkan kali baris2 dsari baris4 Tabel final : x1 x2 s1 s2 s3 0 0 1 0 1 0 0 0 -1 1 6 -10 1 -3 2 -20 -10 A1 A2 A3 -0 -1 0 -M konstanta 8 32 6 1000 0 1 -1 1 -6 10 3 0 -1 2 0 -M+20 -M +10 Dengan memperhatikan urutan dari vektor – vektor unit. x1 x2 s1 -1 0 0 -M s2 0 -1 0 -M s3 0 0 -1 -M A1 1 0 0 0 A2 0 1 0 0 A3 0 0 1 0 konstanta 20 14 18 52M 4 1 2 1 1  7M-4 8M-2 84 . dan s 3 32 . PENYELESAIAN OPTIMAL BERGANDA 3. Gunakan algoritma simpleks untuk menyelesikan persamaan dan pertidaksamaan – pertidaksamaan berikut Minimukan c = 4x1 + 2x2 Yang terikat pada 4x1 + x2 ≥ 20 x1 + 6x2 ≥ 18 2x1 + x2 ≥ 14 x1. dan c 1000 . s1 s2 0. Pivotkan keempat kali i. Harga bayangan dari persyaratan yang erupakan kendala masing – masing adalah 20. x1 6 .10. x2 8 . dan 0.

Bilamana suatu variabel yang tidak berada dalam basis mempunyai indikator nol. maka pasti terdapat lebih dari satu penyelesaian optimal.11 23 . Dan c 28 . Dasar – Dasar Aljabar Matriks atau Linear 1.23 konstanta 102 23 66 23 52 23 . fungsi obyektif pasti mempunyai penyelesaian optimal berganda. Pivot ketiga kali.2. s 3 . Kemudian kurangkan +6 baris3. Pivotkan.11 1 11 1 23 23 11 . x1 x2 s1 s2 s3 A1 A2 A3 konstanta 23 6 11 6 0 0 1 11 -1 0 0 -M 0 -1 0 -M 1 6 1 6 1 0 0 0 0 1 0 0 1 6 1 6 1 6 4 1 3 17 11 3 28M + 6 1 6 -1 6 M 1 3 17M 3 0  6 3. mempunyai indikator nol.11 2 11 konstanta 6 6 2 28 - - -2 0 -M+2 -M Dari tabel final x1 6 . yang tidak terdapat basis terakhir. (2) memberikan cara yang cepat untuk menentukan apakah suatu pemakaian terdapat pemecahan sebelum di coba. Ini berarti bahwa variabel s3 dapat dimasukan ke basis tanpa mempengaruhi nilai fungsi obyektif. s1 6 . x 2 2 .23 1 23 0 22 4 23 25M 4 23 11M 23 -M 34M 23 0 66M 23 512 4. Kalikan baris1 dengan 23 .11 23 1 . x1 1 0 0 0 x2 s1 0 0 1 0 0 1 0 0 s2 6 . s 3 0 . 11 6 kali baris1 dari x1 x2 1 0 0 0 0 0 1 0 s1 6 .11 2 . kurangkan Tabel final . s 2 0 . 6 kurangkan baris3 dari baris1 dan dan dari baris2 dan (8M – 2) kali baris3 dari baris4 menghasilkan tabel kedua Tabel kedua .23 11 23 s2 0 -1 0 22 s3 1 23 2 23 4 . dan [(17 – 11)3] kali baris1 dari baris4 Tabel ketiga . Karena fungsi obyektif telah berada pada optimum. dan [(11M – 22/23)] kali baris2 dari baris4 s3 1 11 2 11 2 11 A1 0 -1 0 -M A2 6 11 23 11 1 11 A3 1 . Kalikan baris2 dengan baris1. dan (3) memberikan 85 .23 2M 4 23 A1 6 23 A2 A3 1 0 . Kemudian tambahkan 6 23 kali baris2 ke kali baris2 dari baris3.1 PERANAN ALJABAR MATRIKS Alajabar matriks (1) memungkinkan untuk menyatakan suatu system persamaan yang rumit dalam suatu cara yang ringkas dan sederhana. Pivot sekali lagi. Kalikan baris3 dengan 1 setelah menurunkan elemen pivot menjadi 1.23 2 1 . Akan tetapi.

Akan tetapi. Jadi matriks tersebut adlah matriks bujur sangkar. matriks memberikan cara yang ringkas untuk mengendalikan persediaan. Jika matriks terdiri dari stu baris. Karena banyak hubungan ekonomi dapat di dekati dengan persamaan linear dan yang lain dapat dikonversikan menjadi hubungan linear. Bilangan pada deretan vertkal disebut kolom. aljabar matriks hanya dapat diterapkan pada system persamaan linear. kolom kedua.2. kolom ketiga. maka matriks tersebut adlah vector baris. saluran 1 2 3 4 papan luncur tongkat tali . untuk sebuah perusahaan dengan beberapa saluran distribusi yang menjual beberapa produk yang berbeda. Matriks yang mengkonversikan baris A menjadi kolm dan kolom A menjadi baris disebut transpose A dan diberi tanda A' (atau AT). Dengan mambaca menurun suatu kolom matriks. Perhatikan bahwa tidak ada tanda baca yang memisahkan elemen – elemen suatu matrik.temali 120 180 175 140 110 180 190 170 90 210 160 180 pakaian ski 150 110 80 140 Dengan membaca menyusun baris matriks. 86 . Penempatanya adalah tepat dalam matriks. Jadi α23 adalah elemen yang berada pada baris kedua. α32 adalah elemen yan berada pada baris ketiga. yang di susun dalam 3 baris dan 3 kolom. Banyaknya baris (m) dan kolom (n) menentukan dimensi matriks ( m x n ). dengan dimensi 1 x n. Jika matriks terdiri dari satu kolom tunggal sedemikian rupa sehingga dimensinya m x 1. Dalam matriks bujur sangkar square matrix). yang pertama menunjukan baris dimana elemen tersebut berada dan yang kedua menunjukan kolomnya. Contoh 3. 1. Elemen – elemen tersebut semuanya mempunyai subscript ganda. Contoh 2. perusahaan dapat menentukan persediaan setiap jenis produksinya. jumlah baris sama dengan jumlah kolom ( yaitu m = n ). matiks tersebut adalah vekor kolom. pembatasan ini umumnya tidak memberikan persoalan yang serius. Karena baris selalu mendahului kolom dalam notasi matriks. diketahui a 11 a 12 a 13 a 23 a 33 (3x3) A a 21 a 22 a 31 a 32 B 3 9 8 4 2 7 C (2x3) 7 4 5 D (3x1) 3 0 1 (1x3) A adalah matriks umum terdiri dari 3 x 3 = 9 elemen. yang di baca m kali n. yang masing – masing mempunyai tempat yang ditata secara cermat dalam matriks.sarana penyelesain system persamaan. Contoh 1. bilangan baris selalu mendahului bilangan kolom. Bilangan – bilangan ( parameter atau variabel) disebut sebagai elemen matriks. fungsi eksponensial dan fungsi pangkat yang lain dapat dengan mudah dikonversikan menjadi fungsi linear.sebagai berikut : Log Q = log A + α log K +β log L Dengan cara serupa. perusahaan deapat menentukan tingkat persediaan dalam setiap saluran distribusinya. DEVINISI DAN ISTILAH Matriks adalah deretan bilangan. suatu fungsi non linear. parameter atau variabel yang disusun segi empat. mungkin untuk membantu mengingat subscript tersebut dengan istilah BK atau beberapa cara yang lain untuk nmembantu mengingat. dan kemudian di selesaikan dengan aljabar matriks. seperti fungsi produksi Cobb-Douglas yang umum Q=AKα Lβ Dapat dengan mudah dikonversikan menjadi fungsi linear dangan mencari logaritma masing – masing ruas.

S D 120 200 175 140 40 25 15 60 110 20 180 30 190 0 170 40 90 210 160 180 50 10 40 10 150 110 80 140 10 60 70 50 160 225 190 200 130 210 190 210 140 220 200 190 160 170 150 190 1.B adalah matriks 2 x 3.4. misalkan matriks mula – mula S dan selesaikan S + D. Transpose A adalah a 11 a 21 a 31 A' a 12 a 13 a 22 a 23 a 32 a 33 5 Dan transpose C adalah C' 7 4 1.berapa tingkat persediaan yang baru?. elemen b12 -nya adlah 9. hasil perkalian skalar k A. Prosesnya disebut perkalian skalar (scalar multiplication)karena menaikan atau menurunkan matriks tersebut menurut besarnya skalar.7 2-5 6-4 (2x2) 3 2 -3 2 (2x2) Contoh 5.α12 ke b12. D adalah vector baris dengan dimensi (1 x 3). bilangan sederhana seperti 12. C adalah vector kolom dengan dimensi (3 x 1).-2. Setiap elemen matriks yang satu kemudian ditambahkan ke (dikurangkan dari) b11 dalam B.3. D 40 20 50 10 25 30 10 60 15 0 40 70 60 40 10 50 Untuk mendapatkan tingkat persediaan yang baru. Contoh 4. dengan mengetahui matriks A dan matriks B. dengan menjumlahkan elemen – elemen yang bersesuaian dari masing – masing matriks tersebut. apabila diketahui k = 8 dan 87 . PERKALIAN SKALAR Dalam aljabar matriks. Contoh 6. misalkan pengiriman D dilakukan ke saluran – saluran distribusi perusahaan dalam contoh 1.07 disebut skalar. elemen b21 -nya adlah 4. Perkalian matriks dengan bilangan atau scalar meliputi perkalian setiap elemen dari matriks tersebut dengan bilangan itu. penjumlahan A + B di hitung dibawah ini.diperoleh sebagai berikut . apabila diketahui matiks – matriks C dan D. C 4 9 2 6 D (2x2) 1 7 5 4 C (2x2) D 4 -1 9 . 8 9 7 1 3 6 A 3 6 2 4 5 10 B (3x3) 5 2 4 7 9 2 (3x3) A B 8 1 9 3 7 6 3 5 6 2 2 4 4 7 5 9 10 2 (3x3) 9 12 13 8 8 6 11 14 12 ( 3 x 3) Selisih C – D. PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN MATRIKS Penjumlahan (dan pengurangan) dua matriks A + B (atau A – B) mengharuskan matriks – matriks tersebut berdimensi sama. dan seterusnya.0.

Contoh 8. Setiap vektor baris pada matriks awal kemudian dikalikan dengan setiap vektor kolom dari matriks akhir. sehinga setiap elemen cij dari atriks hasilkali C adlah suatu skalar yang berasal dari perkalian baris ke i dari matriks awal dan kolom ke j dari matriks akhir. hasilkali baris – kolom kemudian di pakai sebagai elemen dalam formasi dari matriks hasilkali sedemikian rupa. AB = 4(12) + 7(1) + 2(5) + 9(6) = 48 + 7 + 10 + 54 = 119 Hasilkali vektor – vektor berikut : A adalah 3 6 8 (1x3) A 2 4 5 (3x1) CD = (3 x 2) + (6 x 4) + (8 x 5) = 6 + 24 + 40 = 70 Perhatikan bahwa karena masing – masing pasangan vektor diatas mempunyai jumlah elemen yang sama. Diketahui 88 . PERKALIAN MATRIKS Perkalian dua matriks berdimensi (m x n)1 dan (m x n)2. matriks akhir (lag matriks). menurut kaidah untuk perkalian vektor baris dan vektor kolom yang di bahas dalam butir 1. Perkalian vektor baris kolom adlah penting sekali. Jadi hasil perkalian baris – kolom akan merupakan suatu bilangan tunggal atau scalar.A Diperlihatkan dibawah ini. PERKALIAN VEKTOR Perkalian vektor baris (A) dengan vektor kolom (B) mensyaratkan masing – masing vektor mempunyai jumlah elemen yang persis sama. hasilkali AB dari vektor baris A dan vektor kolom B.6. Kemudian. dan menjumlahkan hasilnya : AB = (a11 x b11) + (a12 x b21) + (a13 x b31) dan seterusnya. Contoh 7. apabila diketahui 12 1 A A 4 7 2 9 (1x4) 5 6 (4x1) di hitung sebagai berikut. Hasilkali baris – kolom tersebut disebut hasilkali dalam (inner product). 8(6) 8(9) 6 9 2 7 8 4 (3x2) kA 8(2) 8(7) 8(8) 8(4) (3x2) 48 72 16 56 64 32 (3x2) 1. mensyaratkan bahwa kedua matriks tersebut bersesuaian yaitu bahwa n1 = m2. 1. matriks awal (lead matriks) saa dengan jumlah di bahbaris pada 2. hasilkalinya didapatkan dengan mengalikan elemen – elemen individual dari vektor baris dengan elemen – elemen yang beresesuaian dengan vektor kolom.5. Pembalikan susunan perkalian dalam salah satu vektor di atas dan dengan diperolehnya perkalian vektor kolom – baris (BA atau DC) akan menghasilkan jawaban yang sama sekali berbeda. atau jumlah kolom pada 1. Ini dipakai sebagai dasar untuk semua perkalian matriks.5. perkalian adalah mungkin.

kemudian dalam hati lingkarilah bilangan terakhir dari pasang pertama dan dan bilangan pertama dari pasang kedua.. dimensi dari matriks hasil kali. Jadi untuk AB. jadi. Untuk mencari nilai persediaan (V) pada berbagai saluran distribusi. Contoh 9. Jika mereka sama.. (2 x 3) = (3 x 2) (2x 2) matriks – matriks tersebut memenuhi syarat persesuaian dan dimensi dari matriks hasil kali AB adalah (2 x 2). tali Rp 100. kalikan baris kedua matriks awal dengan kolom kedua matriks akhir untuk mendapatkan d22. hasil kali dari dua matriks itu dapat di cari. yang akan di terapkan sebelum melakukan setiap perkalian mmatriks. dan bilangan – bilangan di luar lingkaran akan menunjukan. nyatakan harga tersebut sebagai sebuah vector kolom (P). adlah dengan menata dua pasang dimensi tersebut dalam mana matriks – matriks tersebut akan dikalikan. setelah menentukan persesuaian AB dalam contoh 8. dalam susunan yang benar. 3(6) 6(5) 7 (13) 3(12) 6(10) 7 (2) 139 110 AB D 12(6) 9(5) 11(13) 12(12) 9(10) 11(2) (2x2) 260 256 (2x2) Hasil kali BC dihitung dibawah ini. Pertama. Apabila dua matriks seperti AB adalah bersesuaian. kalikan baris pertama matriks awal dengan kolom pertama matriks akhir untuk mecari elemen pertama d11 matriks hasil kali D. dua matriks tersebut akan sesuai untuk perkalian dalam susunan yang diberikan. misalkan bahwa harga papan luncur adlah Rp 200. AB dikatakan telah di tetapkan (defined) untuk BC. Dengan mengacu ke contoh 1.-. tongkat Rp 50. Kalikan baris kedua matriks awal dengan kolom pertama matriks akhir untuk mendapatkan d12. dan kalikan S dengan P : V SP 120 200 175 140 110 180 190 170 90 210 160 180 150 110 80 140 ( 4 x 4) 200 50 100 150 ( 4 x1) Matriks – matriks tersebut bersesuaian dan matriks hasil kalinya merupakan 4 x 1. karena tidak ada lagi kolom yang tersisa dalam matriks akhir. Untuk BC (2 x 3) ≠ (2 x 3) A dan C tidak bersesuaian untuk perkalian.karena (4 x 4) = (4 x 1) 89 . kemudian kalikan baris pertama matriks awal dengan kolom kedua matriks akhiruntuk mendapatkan d12. bergeraklah ke baris kedua matriks awal.A 3 6 12 9 7 11 B (2x3) 6 12 5 10 13 2 A (3x2) 1 7 2 4 8 3 (2x3) Suatu pengujian ringkas (cepat) untuk melihat adanya persesuaian (conformability).dan pakaian ski Rp 150. dengan menggunakan metode yang sama : 6(1) 12(2) 6(7) 12(4) 6(8) 12(3) 30 90 84 BC E 5(1) 10(2) 5(7) 10(4) 5(8) 10(3) 25 75 70 13(2) 2(2) 13(7) 2(4) 13(8) 2(3) (3x3) 17 99 110 (3x3) Contoh 10. (3 x 2) = (2 x 3) (3 x 3) matriks – matriks tersebut adalah bersesuaian dan dimensi dari matriks hasil kali BC merupakan (3 x 3).-. akhirnya.. Jadi AC tidak di tetapkan.

karena penjumlahan matriks hanya melibatkan penjumlahan elemen – elemen yang bersesuaian dari dua matriks. (A + B) + C = A + (B + C). AB 6(3) 12(12) 5(3) 10(12) 13(3) 2 (12) 6(6) 12(9) 5(6) 10(9) 13(6) 2(9) BA akan menjadi 3 x 2 6(7) 12(11) 162 5(7) 10(11) 135 13(7) 2(11) (3x3) 63 144 120 96 174 145 113 (3x3) karena itu AB ≠ BA. Jadi. A 3 6 7 12 9 11 B ( 2 x 3) 6 12 5 10 13 2 (3 x 2) Dapat di buktikan bahwa perkalian atriks tidak komutatif dengan membuktikan AB ≠ BA. sebagai berikut : AB adalah sesuai. dan susunan penjumlahan tidak dipentingkan. perkalian matriks juga distributive A(B + C) = AB + AC. hal yang sama berlaku untuk pengurangan matriks. buktikan bahwa (1) A + B = B + A dan (2) A – B = –B + A. Contoh 11. maka pengurangan matriks juga komutatif dan asosiatif.500 ( 4 x1) 1.Z(e x f) dimana b = c dan d = e. V 120(200) 200(200) 175(200) 140(200) 110(50) 90(100) 150(150) 180(50) 210(100) 110(150) 190(50) 160(100) 80(150) 170(50) 180(100) 140(150) ( 4 x1) 61.penjumlahan matriks juga asosiatif. perkalian scalar adalah komutatif (yaitu kA = Ak).seringkali matriks – matriks tidak bersesuaian dalam dua arah.7. AB akan menjadi 2 x 2 3(6) 6(5) 7 (13) 3(12) 6(10) 7 (2) 139 110 AB 12(6) 9(5) 11(13) 12(12) 9(10) 11(2) (2x2) 260 256 (2x2) BA adalah bersesuaian (3 x 2) = (2 x 3). ASOSIATIF DAN DISTRIBUTIF DALAM ALJABAR MATRIKS Penjumlahan matriks adalah komutatif (yaitu A + B = B + A). Perkalian matriksm. Karena pengurangan matriksA – B dapat dirubah mebjadi penjumlahan matriks A + (-B). (2 x 3) = (3 x 2).2 6 1 4 11 4 Contoh 12. Diketahui. HUKUM KOMUTATIF. Contoh 13. Tunduk pada sarat yang sama ini.000 86. Y(c x d). dengan beberapa perkecualian.6 17 . yaitu X(a x b). Perhitungan tersebut diperlihatkan di bawah ini 4 3 11 7 7 18 3 4 7 11 7 18 A B B A (1). Diketahui. (XY)Z = X(YZ).(4 x 1) Jadi.7 11 . hukum asosiatif akan berlaku selama matriks – matriks tersebut dikalikan dalam urutan persesuaian (conformability). A B 4 3 11 7 17 6 6 2 1 4 11 4 B A . adalah tidak komutatif (yaitu AB ≠ BA).500 72. Untuk alas an yang sama. 90 . 17 6 6 2 23 8 6 17 2 6 23 8 (2). Akan tetapi. Jika terdapat tiga atau lebih matriks yang bersesuaian. 4 11 3 7 A B 17 6 6 2 Untuk membuktikan bahwa penjumlahan dan pengurangan matriks adalah komutatif. Diketahui.3 4 .500 75.

matriks identitas serupa dengan bilangan 1 dalam aljabar karea perkalian suatu matriks dengan matriks identitas tidak membawa perubahan terhadap matriks asal (yaitu AI = IA = A). A 7 9 1 10 14 2 6 3 7 B 5 12 20 4 N 0 0 0 0 I 1 0 0 0 1 0 0 0 1 Dapat dibuktikan bahwa : (1) perkalian dengan suatu matriks identitas tidak menimbulkan tambahan terhadap matriks asalnya. yaitu AI = A.adalah matriks idempotent (idempotent matrix). tidak perlu bujur sangkar. yaitu BN = N dan (3) penjumlahan atau pengurangan matriks null tidak mengakibatkan matriks asalnya berubah. Matriks null terdiridari semuanya nol dan dapat berdimensi sembarang . Matriks simetris untuk mana A x A = A. Matriks identitas adalah simetri dan idempotent. apabila subscript digunakan. MATRIKS IDENTITAS DAN MATRIKS NULL Matriks identitas I adalah suatu matriks bujur sangkar yang mempunyai 1 untuk setiap elemen pada diagonal utama dari kiri ke kanan dan nol di setiap tempat yang lain. 1. seperti pada In.8. Penjumlahan atau pengurangan matriks null tidak membawa perubahan terhadap matriks asalnya. yaitu (AB)C = A(BC). yaitu B + N = B. perkalian dengan matriks null menghasilkan matriks null. Contoh 14. 5(0) 12(0) 5(0) 12(0) 20(0) 4(0) 20(0) 4(0) 5 0 12 0 20 0 4 0 5 12 20 4 terbukti terbukti PERNYATAAN MATRIKS DARI SERANGKAIAN PERSAMAAN LINEAR 91 .9. setiap matriks utuk mana A = A' adalah matriks simetris (symmetric matrix). perkalian suatu matriks identitas dengan dirinya sendiri meninggalkan matriks identitas tidak berubah : I x I = I2= I. perhitunganya adalah sebagai berikut : A 7(4) 5(2) 1(4) 3 (2) 8(4) 6(2) 38 10 44 93 27 108 7(9) 5(6) 1(9) 3 (6) 8(9) 6(6) 95 25 110 2 6 7 7(10) 5(5) 1(10) 3 (5) 8(10) 6(5) ( 3 x 3) 38 10 44 93 27 108 95 25 110 ( 3 x 3) ( AB)C ( 3 x 3) ( 3 x1) 38(2) 93(6) 95(7) 10(2) 27 (6) 25(7) 44(2) 108(6) 110(7) ( 3 x1) 1299 357 1506 ( 3 x1) BC 4(2) 9(6) 10(7) 2(2) 6(6) 5(7) ( 2 x1) 132 75 ( 2 x1) A( BC ) 7 1 8 5 3 6 132 75 (3 x 2) (2 x) 7(132) 5(75) 1(132) 3(75) 8(132) 6(75) ( 3 x1) 1299 357 1506 terbukti ( 3 x1) 1.A 7 1 8 5 3 6 B (3 x 2) 4 9 2 6 10 5 B ( 2 x 3) 2 6 7 ( 3 x1) Untuk membuktikan bahwa perkalian matriks adalah asosiatif. Lihat contoh 14. (3). perhitungan – perhitungan tersebut diperlihatkan di bawah ini 7 10 14 1 2 3 6 7 0 0 0 1 0 0 0 1 7(1) 9(1) 1(1) 10(0) 2(0) 3(0) 14(0) 6 (0) 7 (0) 7(0) 9(0) 1(0) 10(1) 2(1) 3(1) 14(0) 6 (0) 7 (0) 7(0) 9(0) 1(0) 10(0) 2(0) 3(0) 14(1) 6 (1) 7 (1) (1). (2) perkalian dengan suatu matriks null menghasilkan matriks null. AI 9 1 AI 7 9 1 BN B N 10 14 2 6 3 7 terbukti 0 0 0 0 (2).n menunjukan dimensi matriks (m x n). apabila diketahui.

perhatikan bahwa sistem persamaan linear 7x1 + 3x2 = 45 4x1 + 5x2 = 29 dapat dinyatakan dalam bentuk matriks AX = B x1 45 7 3 B A X Dimana dan 29 x2 4 5 A adalah matriks koefisien (coefisien matrix).dengan mengetahui 5x + 2y = 16 8x + 4y = 2n8 Tanpa suatu perubahan dalam hubungan linear. Contoh 15. Contoh 16. tiga operasi barisdasar memungkinkan (1) setiap dua baris suatu matriks saling tukar. OPERASI BARIS Operasi baris (row operation) berarti penerapan operasi aljabar yang sederhana pada baris.kita dapat 1.10. untuk membuktikan bahwa AX = B dengan tepat menggambarkan sistem persamaanyang diberikan dalam seksi 1.baris suatu matriks. W = vektor kolom variabel. Perkalian adalah mungkin karena AX adalah bersesuaian.9.dalam hati balikan susunan perkalian matriks: w 8 12 .X adalah vektor penyelesaian (solution vector). dan B = vektor kolom konstanta. Sebagai ilustrasai sederhana. dan B adalah vektor unsur konstanta (vector of constan terms). Saling menukar dua baris tersebut : 8x + 4y = 28 5x + 2y = 16 2. asalkan konstanta tersebut tidak sama dengan nol. dapatkan hasil kali AX. sistem persamaan yang diketahui tersebut dapat dinyatakan dalam bentuk matriks A(2x4)W(4x1) =B(2x1) 1. AX adalah vektor kolom (2 x 1) karena setiap baris terdiri dari suatu elemen tunggal yang tidak dapat disederhanakan lebih lanjut melalui penjumlahan. operasi baris. dan AX AX 7 3 x1 4 5 x2 B: 7x 1 3x 2 4x 1 5x 2 ( 2 x1) 45 terbukti 4x 1 5x 2 29 dari sini. yang tentunya sudah tidak asing lagi dari aljabar. di sini 8x + 4y = 28 dengan 1/4. diketahui 8w +12x – 7y +2z = 139 3w +13x + 4y +9z = 242 untuk menyatakan sistem persamaan ini dalam notasi matrik. dengan mengandaikan A = matriks koefisien.7 2 x 139 3 . meskipun penampilanya seperti itu. diilustrasikan di bawah ini. X dan B akan selalu berupa vektor kolom.13 4 9 ( 2 x 4) y 242 ( 2 x1) z ( 4 x1) kemudian. dan matriks hasil kali menjadi 2 x 1 (2 x 2) = (2 x 1) (2 x 1) 7x 1 3x 2 jadi.Aljabar matriks memungkinkan pengungkapan secara ringkas suatu sistem persamaan linear. dan (3) setiap kelipatan suatu baris ditambahkan ke atau dikurangkan dari baris yang lain. Contoh 17. Tanpa suatu perubahan dalam hubungan linear. (2) setiap baris atau baris – baris dakalikan dengan suatu konstanta. Mengalikan suatu baris dengan suatu konstanta. yang menghasilkan 92 .

11. Contoh 19. Kalikan baris kedua dengan 1 untuk mendapatkan1 pada a22 44 1 6 20 0 1 3 93 . Kurangkan 8 kali baris kedua untuk merampungkan kolom pertama 1 6 20 0 . MATRIKS PERBESARAN (AUGMENTED) Diketahui suatu system persamaan dalam bentuk matriks AX = B matriks perbesaran A/B adalah matriks koefisien A dengan vector kolom konstanta B.44 132 1a. metode eliminasi gauss di gunakan dibawah ini untuk mencari x 1 dan x2 dalam sistem persamaan 2x1 + 12x2 = 40 8x1 + 4x2 = 28 pertama nyatakan persamaan tersebut dalam suatu matriks perbesaran AB 2 12 40 8 4 28 kemudian.a dapatkan 1 pada posisi a11 dari matriks koefisien. Jadi. kemudian gunakan operasi baris untuk mendapatkan nol disetiap tempat yang lain pada kolom pertama. diletakan disampingnya. Untuk mengubsh matriks koefisien kedalam uatu matriks identitas. METODE GAUSS UNTUK MENYELESAIKAN PERSAMAAN LINEAR Penggunaan metode eliminasi gauss dalam menyelesaikan persamaan linear semata – mata dengan menyatakan system persamaan tersebut sebagai suatu matriks perbesaran dan menerapkan operasi baris berulang – ulang pada matriks perbesaran sampai matriks koefisien A di sederhanakan menjadi suatu matriks identitas.9. Kalikan baris pertaa dengan 2a.12. yang dipisahkan dengan suatu garis atau kisi. untuk sistem persamaan dalam butir1. Berikutnya dapatkan 1 pada 0posisi a22 dan gunakan operasi baris untuk mendapatkan nol disetiap tempat yang lain pada kolom mendapatkan nol disetiap tempat yang lain pada kolom tersebut. Penyelesaian atas system persamaan kemudian dapat di baca dari elemen – elemen yang tinggal dalam vektor kolom B (lihat contoh 19). matriks perbesaran A/B untuk 4x1 + 5x2 + 7x3 = 42 2x1 + 3x2 + 8x3 = 40 6x1 + 4x2 + x3 = 18 Adalah AB 4 5 2 3 6 4 7 42 8 40 1 18 1. Teruskan memperoleh 1 sepanjang diagonal utama dan kemudian rampungkan kolomnyasampai matriks identitas tersebut sempurna. Mengurangkan kelipatan satu baris dari yang lain. Contoh 18. AB 7 3 45 4 5 29 Matriks perbesaran digunakan sebagai sarana penyelesaian system persamaan linear. Pertam. di sini 2(2x + y = 7) dari 5x + 2y = 16.2x + y = 7 5x + 2y = 16 3. yang menghasilkan 5x + 2y = 16 -4x – 2y = -14 x =2 1. bergeraklah sepanjang sumbu utama. 1 untuk endapatkan 1 pada posisi a11 2 1 6 20 8 4 28 1b.

2b. Kurangkan 6 kali baris kedua dari baris pertama untuk merampungkan kolom kedua 1 0 2 0 1 3 hasilnya adalah x1 = 2. x2 = 3 karena x1 1 0 2 0 1 x2 3 x1 + 0 = 2 0 + x2 = 3 94 .

95 .

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.