Makalah Hukum Konstitusi

AMANDEMEN UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945

FARAH CAROLINE B111 06 284

FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS HASANUDDIN 2012

DAFTAR ISI Halaman Judul ....................................................................................... i Daftar Isi.................................................................................................... ii BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang.................................................................................... 3 1.2 Rumusan Masalah.............................................................................. 6 BAB II PEMBAHASAN

2.1 Sejarah Dan Dinamika Undang-Undang Dasar

Negara Republik Indonesia Tahun 1945............................................ 7

2.2 Perkembangan Ketatanegaraan Pasca Amandemen........................ 13

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan........................................................................................ 20

3.2 Saran................................................................................................. 20

DAFTAR PUSTAKA................................................................................ 21

2

serta hal-hal lain sesuai dengan perkembangan aspirasi dan kebutuhan bangsa. Tujuan dari perubahan Undang-Undang Dasar tersebut adalah untuk menyempurnakan rakyat. pembagian kekuasaan. kesejahteraan sosial. eksistensi Negara demokrasi dan Negara hukum.1 Latar Belakang Amandemen adalah perubahan resmi dokumen resmi atau catatan tertentu.BAB I PENDAHULUAN 1. 3 . Perubahan ini dapat berupa penambahan atau juga penghapusan catatan yang salah. prosedur. prosedur. tidak sesuai lagi. Karena itu. kedaulatan Manusia. Perubahan UUD 1945 sebagai agenda utama era reformasi mulai dilakukan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) pada tahun 1999. Kata ini umumnya digunakan untuk merujuk kepada perubahan pada konstitusi sebuah negara (amandemen konstitusional). konstitusional sangat berhubungan erat dengan amandemen karena bertujuan untuk memperbaiki suatu catatan/dokumen penting suatu negara yang mencangkup bentuk. agar lebih baik dari sebelumnya (wikipedia.org). Konstitusional merupakan prinsip-prinsip dasar politik serta hukum yang mencangkup struktur . serta kewenangan/hak serta kewajiban. Hak aturan dasar Asasi mengenai tatanan Negara. struktur. terutama untuk memperbagusnya.

yaitu: 1. dan 5. 3. Perubahan Kedua dilakukan dalam sidang Tahunan 4 . Perubahan UUD 1945 kemudian dilakukan secara bertahap dan menjadi salah satu agenda Sidang Tahunan MPR dari tahun 1999 hingga perubahan keempat pada Sidang Tahunan MPR tahun 2002 bersamaan dengan kesepakatan dibentuknya Komisi Konstitusi yang bertugas melakukan pengkajian secara komprehensif tentang perubahan UUD 1945 berdasarkan Ketetapan MPR No. sepakat untuk mempertahankan bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. sepakat untuk menempuh cara adendum dalam melakukan amandemen terhadap UUD 1945. I/MPR/2002 tentang Pembentukan Komisi Konstitusi. sepakat untuk memindahkan hal-hal normatif yang ada dalam Penjelasan UUD 1945 ke dalam pasal-pasal UUD 1945. 4. 2. seluruh fraksi di MPR membuat kesepakatan tentang arah perubahan UUD 1945. Perubahan Pertama dilakukan dalam Sidang Tahunan MPR Tahun 1999 yang arahnya adalah membatasi kekuasaan Presiden dan memperkuat kedudukan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sebagai lembaga legislatif. sepakat untuk tidak mengubah Pembukaan UUD 1945. sepakat untuk mempertahankan sistem presidensiil (dalam pengertian sekaligus menyempurnakan agar betul-betul memenuhi ciri-ciri umum sistem presidensiil).Pada Sidang Tahunan MPR 1999.

Pembukaan UUD 1945 juga memuat tujuan-tujuan atau cita-cita 5 . ketentuan tentang perekonomian dan kesejahteraan sosial. Materi perubahan pada Perubahan Keempat adalah ketentuan tentang kelembagaan negara dan hubungan antar lembaga negara. Jika naskah asli UUD 1945 berisi 71 butir ketentuan. Perubahan-perubahan tersebut diatas meliputi hampir keseluruhan materi UUD 1945. kelembagaan negara dan hubungan antar lembaga negara. dan ketentuan-ketentuan yang terperinci tentang HAM. dan ketentuan-ketentuan tentang Pemilihan Umum. Namun sesuai dengan kesepakatan MPR yang kemudian menjadi lampiran dari Ketetapan MPR No. IX/MPR/1999.MPR Tahun 2000 meliputi masalah wilayah negara dan pembagian pemerintahan daerah. Perubahan keempat dilakukan dalam Sidang Tahunan MPR Tahun 2002. ketentuan tentang pendidikan dan kebudayaan. dan aturan peralihan serta aturan tambahan. menyempurnakan perubahan pertama dalam hal memperkuat kedudukan DPR. maka setelah empat kali mengalami perubahan. Pembukaan UUD 1945 memuat cita-cita bersama sebagai puncak abstraksi yang mencerminkan kesamaan-kesamaan kepentingan di antara sesama warga masyarakat yang dalam kenyataannya harus hidup di tengah pluralisme atau kemajemukan. penghapusan Dewan Pertimbangan Agung (DPA). materi muatan UUD 1945 mencakup 199 butir ketentuan. Pembukaan UUD 1945 tidak akan diubah. Perubahan Ketiga yang ditetapkan pada Sidang Tahunan MPR Tahun 2001 meliputi ketentuan tentang Asas-asas landasan bernegara.

Inilah yang oleh William G. maka tidak berubah pula kedudukan Pancasila sebagai dasar-dasar filosofis bangunan Negara Republik Indonesia. Hal ini sesuai dengan makna Pancasila sebagai ideologi terbuka yang hanya dapat dijalankan dalam sistem yang demokratis dan bersentuhan dengan nilai-nilai dan perkembangan masyarakat. Andrews disebut sebagai Kesepakatan (consensus) pertama.bersama yang biasa juga disebut sebagai falsafah kenegaraan atau staatsidee (cita negara) yang berfungsi sebagai filosofische grondslag dan common platforms atau kalimatun sawa di antara sesama warga masyarakat dalam konteks kehidupan bernegara.2 Rumusan Masalah Berdasar pada uraian diatas. Dengan tidak diubahnya Pembukaan UUD 1945. Pancasila sebagai dasar-dasar filosofis terdapat dalam Pembukaan UUD 1945 yang merupakan kesepakatan pertama penyangga konstitusionalisme. Yang berubah adalah sistem dan institusi untuk mewujudkan cita-cita berdasarkan nilai-nilai Pancasila. Bagaimanakah sejarah dan dinamika Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945? 2. 1. penulis merumuskan beberapa permasalahan yaitu: 1. Bagaimana perkembangan ketatanegaraan pasca amandemen tersebut? 6 .

37 pasal. UUD 1945 mengalami 4 kali perubahan (amandemen). atau disingkat UUD 1945 atau UUD '45. Dekrit Presiden 5 Juli 1959 kembali memberlakukan UUD 1945. Batang Tubuh (16 bab. Sebelum dilakukan Perubahan. Sejak tanggal 27 Desember 1949. konstitusi pemerintahan negara Republik Indonesia saat ini. UUD 1945 terdiri atas Pembukaan. yang mengubah susunan lembaga-lembaga dalam sistem ketatanegaraan Republik Indonesia.1 Sejarah Dan Dinamika Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. di Indonesia berlaku Konstitusi RIS. dengan dikukuhkan secara aklamasi oleh DPR pada tanggal 22 Juli 1959. Pada kurun waktu tahun 1999-2002. UUD 1945 disahkan sebagai undang-undang dasar negara oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945. 65 ayat (16 ayat berasal dari 16 pasal yang hanya terdiri dari 1 ayat dan 49 ayat berasal dari 21 pasal yang 7 . dan sejak tanggal 17 Agustus 1950 di Indonesia berlaku UUDS 1950. adalah hukum dasar tertulis (basic law).BAB II PEMBAHASAN 2.

dan 2 pasal Aturan Tambahan. Pengesahan UUD 1945 dikukuhkan oleh Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) yang bersidang pada tanggal 29 8 . Sebagai Naskah Perbantuan dan Kompilasi Tanpa Ada Opini. diterbitkan UndangUndang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Dalam Satu Naskah. dan 2 ayat Aturan Tambahan). 37 pasal. Dalam Risalah Sidang Tahunan MPR Tahun 2002. serta Penjelasan. Soekarno menyampaikan gagasan tentang "Dasar Negara" yang diberi nama Pancasila. 3 pasal Aturan Peralihan.terdiri dari 2 ayat atau lebih). Setelah dihilangkannya anak kalimat "dengan kewajiban menjalankan syariah Islam bagi pemeluk-pemeluknya" maka naskah Piagam Jakarta menjadi naskah Pembukaan UUD 1945 yang disahkan pada tanggal 18 Agustus 1945 oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Pada masa sidang pertama yang berlangsung dari tanggal 28 Mei hingga 1 Juni 1945. Ir. Setelah dilakukan 4 kali perubahan. 38 anggota BPUPKI membentuk Panitia Sembilan yang terdiri dari 9 orang untuk merancang Piagam Jakarta yang akan menjadi naskah Pembukaan UUD 1945. Pada tanggal 22 Juni 1945.  Sejarah Awal Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang dibentuk pada tanggal 29 April 1945 adalah badan yang menyusun rancangan UUD 1945. UUD 1945 memiliki 20 bab. 4 pasal Aturan Peralihan. 194 ayat.

Naskah rancangan UUD 1945 Indonesia disusun pada masa Sidang Kedua Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPKI).  Periode berlakunya Konstitusi RIS 1949 27 Desember 1949 . PPKI mengesahkan UUD 1945 sebagai Undang-Undang Dasar Republik Indonesia. karena MPR dan DPR belum terbentuk. Tanggal 14 November 1945 dibentuk Kabinet Semi-Presidensiel ("Semi-Parlementer") yang pertama. Nama Badan ini tanpa kata "Indonesia" karena hanya diperuntukkan untuk tanah Jawa saja.  Periode berlakunya UUD 1945 18 Agustus 1945. sehingga peristiwa ini merupakan perubahan sistem pemerintahan agar dianggap lebih demokratis. Di Sumatera ada BPUPKI untuk Sumatera. Maklumat Wakil Presiden Nomor X pada tanggal 16 Oktober 1945 memutuskan bahwa KNIP diserahi kekuasaan legislatif. Tanggal 18 Agustus 1945. Masa Sidang Kedua tanggal 10-17 Juli 1945. bentuk pemerintahan dan bentuk negaranya federasi yaitu negara yang 9 .Agustus 1945. UUD 1945 tidak dapat dilaksanakan sepenuhnya karena Indonesia sedang disibukkan dengan perjuangan mempertahankan kemerdekaan.27 Desember 1949 Dalam kurun waktu 1945-1950.17 Agustus 1950 Pada masa ini sistem pemerintahan indonesia adalah parlementer.

Akhirnya Presiden menganggap bahwa keadaan ketatanegaraan Indonesia membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa dan negara serta merintangi pembangunan semesta berencana untuk mencapai masyarakat adil dan makmur.  Periode UUDS 1950 17 Agustus 1950 . Setelah negara RI dengan UUDS 1950 dan sistem Demokrasi Liberal yang dialami rakyat Indonesia selama hampir 9 tahun. Pada periode ini pula kabinet selalu silih berganti.didalamnya terdiri dari negara-negara bagian yang masing masing negara bagian memiliki kedaulatan sendiri untuk mengurus urusan dalam negerinya. masing-masing partai lebih memperhatikan kepentingan partai atau golongannya. maka rakyat Indonesia sadar bahwa UUDS 1950 dengan sistem Demokrasi Liberal tidak cocok. sehingga pada tanggal 5 Juli 1959 mengumumkan dekrit mengenai pembubaran Konstituante dan berlakunya kembali UUD 1945 serta tidak berlakunya UUDS 1950  Periode kembalinya ke UUD 1945 5 Juli 1959-1966 Karena situasi politik pada Sidang Konstituante 1959 dimana banyak saling tarik ulur kepentingan partai politik sehingga gagal menghasilkan 10 . karena tidak sesuai dengan jiwa Pancasila dan UUD 1945. akibatnya pembangunan tidak berjalan lancar.5 Juli 1959 Pada periode UUDS 50 ini diberlakukan sistem Demokrasi Parlementer yang sering disebut Demokrasi Liberal.

Pada masa Orde Baru. UUD 1945 juga menjadi konstitusi yang sangat "sakral". Presiden Sukarno mengeluarkan Dekrit Presiden yang salah satu isinya memberlakukan kembali UUD 1945 sebagai undang-undang dasar. tidak y berkehendak akan melakukan perubahan terhadapnya y Ketetapan MPR Nomor IV/MPR/1983 tentang Referendum yang antara lain menyatakan bahwa bila MPR berkehendak mengubah 11 . Pemerintah menyatakan akan menjalankan UUD 1945 dan Pancasila secara murni dan konsekuen. di antara melalui sejumlah peraturan: Ketetapan MPR Nomor I/MPR/1983 yang menyatakan bahwa MPR berketetapan untuk mempertahankan UUD 1945. menggantikan Undang-Undang Dasar Sementara 1950 yang berlaku pada waktu itu. Pada masa ini.UUD baru. di antaranya: y Presiden mengangkat Ketua dan Wakil Ketua MPR/DPR dan MA serta Wakil Ketua DPA menjadi Menteri Negara y y MPRS menetapkan Soekarno sebagai presiden seumur hidup Pemberontakan Partai Komunis Indonesia melalui Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia  Periode UUD 1945 masa orde baru 11 Maret 1966.21 Mei 1998 Pada masa Orde Baru (1966-1998). maka pada tanggal 5 Juli 1959. terdapat berbagai penyimpangan UUD 1945.

 Periode 21 Mei 1998. Latar belakang tuntutan perubahan UUD 1945 antara lain karena pada masa Orde Baru. adanya pasal-pasal yang terlalu "luwes" (sehingga dapat menimbulkan multitafsir).Habibie sampai dengan lepasnya Provinsi Timor Timur dari NKRI. kekuasaan yang sangat besar pada Presiden. Yaitu masa sejak Presiden Soeharto digantikan oleh B. yang merupakan pelaksanaan TAP MPR Nomor IV/MPR/1983.  Periode UUD 1945 Amandemen Salah satu tuntutan Reformasi 1998 adalah dilakukannya perubahan (amandemen) terhadap UUD 1945. kedaulatan rakyat. serta kenyataan rumusan UUD 1945 tentang semangat penyelenggara negara yang belum cukup didukung ketentuan konstitusi. pembagian kekuasaan.J. serta hal-hal lain yang sesuai dengan perkembangan aspirasi dan kebutuhan bangsa.UUD 1945. kekuasaan tertinggi di tangan MPR (dan pada kenyataannya bukan di tangan rakyat). eksistensi negara demokrasi dan negara hukum. 12 .19 Oktober 1999 Pada masa ini dikenal masa transisi. y Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1985 tentang Referendum. HAM. Tujuan perubahan UUD 1945 waktu itu adalah menyempurnakan aturan dasar seperti tatanan negara. terlebih dahulu harus minta pendapat rakyat melalui referendum.

tanggal 1-11 Agustus 2002 Perubahan Keempat UUD 1945 2. UUD 1945 mengalami 4 kali perubahan (amandemen) yang ditetapkan dalam Sidang Umum dan Sidang Tahunan MPR: Sidang Umum MPR 1999. tanggal 1-9 November 2001 Perubahan Ketiga UUD 1945 y Sidang Tahunan MPR 2002.Perubahan UUD 1945 dengan kesepakatan di antaranya tidak mengubah Pembukaan UUD 1945. Dalam kurun waktu 1999-2002. tanggal 14-21 Oktober 1999 Perubahan Pertama UUD 1945 y y Sidang Tahunan MPR 2000. penulis mendeskripsikan secara singkat perubahan ketatanegaraan pasca amandemen sebagai berikut: 13 . serta mempertegas sistem pemerintahan presidensiil. tanggal 7-18 Agustus 2000 Perubahan Kedua UUD 1945 y Sidang Tahunan MPR 2001.2 Perkembangan Ketatanegaraan Pasca Amandemen Untuk lebih memahami perkembangan tersebut. tetap mempertahankan susunan kenegaraan (staat structuur) kesatuan atau selanjutnya lebih dikenal sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). dan Mahkamah Konstitusi (MK). Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).  Perubahan (Amandemen) UUD 1945: Mempertegas prinsip negara berdasarkan atas hukum [Pasal 1 ayat (3)] dengan menempatkan kekuasaan kehakiman sebagai kekuasaan yang merdeka. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). 14 . Mahkamah Agung (MA). y Sistem konstitusional berdasarkan perimbangan kekuasaan (check and balances) yaitu setiap kekuasaan dibatasi oleh Undangundang berdasarkan fungsi masing-masing. Dewan Perwakilan Daerah (DPD). seperti Hakim.Undang-Undang Dasar merupakan hukum tertinggi dimana kedaulatan berada di tangan rakyat dan dijalankan sepenuhnya menurut UUD. y Setiap lembaga negara sejajar kedudukannya di bawah UUD 1945. penghormatan kepada hak asasi manusia serta kekuasaan yang dijalankan atas prinsip due process of law. UUD memberikan pembagian kekuasaan (separation of power) kepada 6 Lembaga Negara dengan kedudukan yang sama dan sejajar. y y Mengatur mekanisme pengangkatan dan pemberhentian para pejabat negara. yaitu Presiden.

 DPR Posisi dan kewenangannya diperkuat. yaitu terdiri dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan angota Dewan Perwakilan Daerah yang dipilih secara langsung melalui pemilu. y Penyempurnaan pada sisi kedudukan dan kewenangan maingmasing lembaga negara disesuaikan dengan perkembangan negara demokrasi modern. Menghilangkan kewenangannya menetapkan GBHN. MA. y y y y Menghilangkan supremasi kewenangannya. DPR. y 15 . BPK. MK. y y Tetap berwenang menetapkan dan mengubah UUD. DPD.  MPR Lembaga tinggi negara sejajar kedudukannya dengan lembaga tinggi negara lainnya seperti Presiden. Menghilangkan kewenangannya mengangkat Presiden (karena presiden dipilih secara langsung melalui pemilu).y Menata kembali lembaga-lembaga negara yang ada serta membentuk beberapa lembaga negara baru agar sesuai dengan sistem konstitusional dan prinsip negara berdasarkan hukum. Susunan keanggotaanya berubah.

y Keberadaanya dimaksudkan untuk memperkuat kesatuan Negara Republik Indonesia. y y Dipilih secara langsung oleh masyarakat di daerah melalui pemilu. mekanisme membentuk UU antara DPR dan y Mempertegas fungsi DPR. RUU lain yang berkait dengan kepentingan daerah. fungsi anggaran. sedangkan DPR hanya memberikan persetujuan saja) sementara pemerintah berhak mengajukan RUU.y Mempunyai kekuasan membentuk UU (sebelumnya ada di tangan presiden. y Proses dan Pemerintah.  DPD Lembaga negara baru sebagai langkah akomodasi bagi y keterwakilan kepentingan daerah dalam badan perwakilan tingkat nasional setelah ditiadakannya utusan daerah dan utusan golongan yang diangkat sebagai anggota MPR. hubungan pusat dan daerah. Mempunyai kewenangan mengajukan dan ikut membahas RUU yang berkaitan dengan otonomi daerah. dan fungsi pengawasan sebagai mekanisme kontrol antar lembaga negara.  BPK 16 . yaitu: fungsi legislasi.

y Anggota BPK dipilih DPR dengan memperhatikan pertimbangan DPD. y y y Kekuasaan legislatif sepenuhnya diserahkan kepada DPR. y Mengintegrasi peran BPKP sebagai instansi pengawas internal departemen yang bersangkutan ke dalam BPK. y Berwenang mengawasi dan memeriksa pengelolaan keuangan negara (APBN) dan daerah (APBD) serta menyampaikan hasil pemeriksaan kepada DPR dan DPD dan ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum. amnesti dan abolisi harus memperhatikan pertimbangan DPR. y Kewenangan pemberian grasi. y Berkedudukan di ibukota negara dan memiliki perwakilan di setiap provinsi. 17 .  PRESIDEN Membatasi beberapa kekuasaan presiden dengan memperbaiki tata cara pemilihan dan pemberhentian presiden dalam masa jabatannya serta memperkuat sistem pemerintahan presidensial. Membatasi masa jabatan presiden maksimum menjadi dua periode saja. y Kewenangan pengangkatan duta dan menerima duta harus memperhatikan pertimbangan DPR.

juga mengenai pemberhentian jabatan presiden dalam masa jabatannya. lingkungan Peradilan militer dan lingkungan Peradilan Tata Usaha Negara (PTUN). Kepolisian. y 18 . yaitu kekuasaan yang menyelenggarakan peradilan untuk menegakkan hukum dan keadilan [Pasal 24 ayat (1)].  MAHKAMAH KONSTITUSI Keberadaanya dimaksudkan sebagai penjaga kemurnian konstitusi (the guardian of the constitution). y Badan-badan lain yang yang fungsinya berkaitan dengan kekuasaan kehakiman diatur dalam Undang-undang seperti : Kejaksaan.y Memperbaiki syarat dan mekanisme pengangkatan calon presiden dan wakil presiden menjadi dipilih secara langsung oleh rakyat melui pemilu. menguji peaturan perundang-undangan di bawah Undang-undang dan wewenang lain yang diberikan Undang-undang.  MAHKAMAH AGUNG Lembaga negara yang melakukan kekuasaan kehakiman. y y Berwenang mengadili pada tingkat kasasi. y Di bawahnya terdapat badan-badan peradilan dalam lingkungan Peradilan Umum. Advokat/Pengacara dan lain-lain. lingkungan Peradilan Agama.

legislatif. dan eksekutif. y Hakim Konstitusi terdiri dari 9 orang yang diajukan masing-masing oleh Mahkamah Agung. 19 . memutus sengketa hasil pemilu dan memberikan putusan atas pendapat DPR mengenai dugaan pelanggaran oleh presiden dan atau wakil presiden menurut UUD.y Mempunyai kewenangan: Menguji UU terhadap UUD. DPR dan pemerintah dan ditetapkan oleh Presiden. Memutus sengketa kewenangan antar lembaga negara. memutus pembubaran partai politik. sehingga mencerminkan perwakilan dari 3 cabang kekuasaan negara yaitu yudikatif.

IV telah lebih baik daripada UUD 1945 sebelum diamandemen. UUD hasil amandemen telah mengatur prinsipprinsip yang mengarah kepada negara demokrasi konstitusional atau negara hukum yang demokratis. 3. paling tidak mengenai pembatasan kekuasaan Peresiden. kesejahteraan sosial. Hasil amandemen I . penguatan sistem check and balances dan perlindungan terhadap hak asasi manusia. Hak Asasi Manusia. eksistensi Negara demokrasi dan Negara hukum.1 Kesimpulan Tujuan dari perubahan Undang-Undang Dasar adalah untuk menyempurnakan aturan dasar mengenai tatanan Negara.BAB III PENUTUP 3. kedaulatan rakyat. 20 . pembagian kekuasaan. serta hal-hal lain sesuai dengan perkembangan aspirasi dan kebutuhan bangsa.2 Saran Sangatlah penting untuk melaksanakan amandemen ke V (lima) Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 untuk menyikapi perkembangan dan kebutuhan bangsa.

B.DAFTAR PUSTAKA Asshiddiqie. Konstitusi & Konstitusionalisme Indonesia. A. Jakarta: Setjen Mahkamah Konstitusi. 2005. Marzuki. Undang-Undang Dasar 1945 id.org (diakses tanggal 10 Februari 2012) 21 . 2009. Kusuma.wikipedia. Jimly . Gagasan Kedaulatan Rakyat dalam Konstitusi dan Pelaksanaanya di Indonesia. 1994. Jakarta: Pusat Studi Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Indonesia. RM. Jakarta: PT. Lahirnya Undang-Undang Dasar 1945. _______________. Ichtiar Baru Van Hoeve. 6 September 2009. Jakarta: Konstitusi Press. Edisi Revisi. Jurnal Konstitusi Vol. Laica. . 2004.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful