P. 1
Amandemen UUD 1945

Amandemen UUD 1945

|Views: 1,488|Likes:
Published by Cristiano Rinaldy

More info:

Published by: Cristiano Rinaldy on Feb 14, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/01/2013

pdf

text

original

Makalah Hukum Konstitusi

AMANDEMEN UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945

FARAH CAROLINE B111 06 284

FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS HASANUDDIN 2012

DAFTAR ISI Halaman Judul ....................................................................................... i Daftar Isi.................................................................................................... ii BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang.................................................................................... 3 1.2 Rumusan Masalah.............................................................................. 6 BAB II PEMBAHASAN

2.1 Sejarah Dan Dinamika Undang-Undang Dasar

Negara Republik Indonesia Tahun 1945............................................ 7

2.2 Perkembangan Ketatanegaraan Pasca Amandemen........................ 13

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan........................................................................................ 20

3.2 Saran................................................................................................. 20

DAFTAR PUSTAKA................................................................................ 21

2

prosedur. prosedur. konstitusional sangat berhubungan erat dengan amandemen karena bertujuan untuk memperbaiki suatu catatan/dokumen penting suatu negara yang mencangkup bentuk.org). Hak aturan dasar Asasi mengenai tatanan Negara. kedaulatan Manusia. Konstitusional merupakan prinsip-prinsip dasar politik serta hukum yang mencangkup struktur . serta kewenangan/hak serta kewajiban. kesejahteraan sosial. 3 . Perubahan UUD 1945 sebagai agenda utama era reformasi mulai dilakukan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) pada tahun 1999. Tujuan dari perubahan Undang-Undang Dasar tersebut adalah untuk menyempurnakan rakyat. Karena itu. terutama untuk memperbagusnya. Kata ini umumnya digunakan untuk merujuk kepada perubahan pada konstitusi sebuah negara (amandemen konstitusional). struktur.BAB I PENDAHULUAN 1. Perubahan ini dapat berupa penambahan atau juga penghapusan catatan yang salah. serta hal-hal lain sesuai dengan perkembangan aspirasi dan kebutuhan bangsa.1 Latar Belakang Amandemen adalah perubahan resmi dokumen resmi atau catatan tertentu. pembagian kekuasaan. eksistensi Negara demokrasi dan Negara hukum. agar lebih baik dari sebelumnya (wikipedia. tidak sesuai lagi.

Perubahan Pertama dilakukan dalam Sidang Tahunan MPR Tahun 1999 yang arahnya adalah membatasi kekuasaan Presiden dan memperkuat kedudukan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sebagai lembaga legislatif. 4. dan 5. sepakat untuk mempertahankan bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. Perubahan UUD 1945 kemudian dilakukan secara bertahap dan menjadi salah satu agenda Sidang Tahunan MPR dari tahun 1999 hingga perubahan keempat pada Sidang Tahunan MPR tahun 2002 bersamaan dengan kesepakatan dibentuknya Komisi Konstitusi yang bertugas melakukan pengkajian secara komprehensif tentang perubahan UUD 1945 berdasarkan Ketetapan MPR No. sepakat untuk memindahkan hal-hal normatif yang ada dalam Penjelasan UUD 1945 ke dalam pasal-pasal UUD 1945. sepakat untuk tidak mengubah Pembukaan UUD 1945. Perubahan Kedua dilakukan dalam sidang Tahunan 4 . yaitu: 1. sepakat untuk menempuh cara adendum dalam melakukan amandemen terhadap UUD 1945. seluruh fraksi di MPR membuat kesepakatan tentang arah perubahan UUD 1945. I/MPR/2002 tentang Pembentukan Komisi Konstitusi.Pada Sidang Tahunan MPR 1999. sepakat untuk mempertahankan sistem presidensiil (dalam pengertian sekaligus menyempurnakan agar betul-betul memenuhi ciri-ciri umum sistem presidensiil). 3. 2.

ketentuan tentang perekonomian dan kesejahteraan sosial. Perubahan-perubahan tersebut diatas meliputi hampir keseluruhan materi UUD 1945. materi muatan UUD 1945 mencakup 199 butir ketentuan. menyempurnakan perubahan pertama dalam hal memperkuat kedudukan DPR. Pembukaan UUD 1945 tidak akan diubah. Pembukaan UUD 1945 memuat cita-cita bersama sebagai puncak abstraksi yang mencerminkan kesamaan-kesamaan kepentingan di antara sesama warga masyarakat yang dalam kenyataannya harus hidup di tengah pluralisme atau kemajemukan. ketentuan tentang pendidikan dan kebudayaan. IX/MPR/1999. Namun sesuai dengan kesepakatan MPR yang kemudian menjadi lampiran dari Ketetapan MPR No. Jika naskah asli UUD 1945 berisi 71 butir ketentuan. Materi perubahan pada Perubahan Keempat adalah ketentuan tentang kelembagaan negara dan hubungan antar lembaga negara. penghapusan Dewan Pertimbangan Agung (DPA). dan ketentuan-ketentuan tentang Pemilihan Umum. dan aturan peralihan serta aturan tambahan.MPR Tahun 2000 meliputi masalah wilayah negara dan pembagian pemerintahan daerah. kelembagaan negara dan hubungan antar lembaga negara. dan ketentuan-ketentuan yang terperinci tentang HAM. Perubahan keempat dilakukan dalam Sidang Tahunan MPR Tahun 2002. Pembukaan UUD 1945 juga memuat tujuan-tujuan atau cita-cita 5 . Perubahan Ketiga yang ditetapkan pada Sidang Tahunan MPR Tahun 2001 meliputi ketentuan tentang Asas-asas landasan bernegara. maka setelah empat kali mengalami perubahan.

Dengan tidak diubahnya Pembukaan UUD 1945. Inilah yang oleh William G. Yang berubah adalah sistem dan institusi untuk mewujudkan cita-cita berdasarkan nilai-nilai Pancasila. penulis merumuskan beberapa permasalahan yaitu: 1. maka tidak berubah pula kedudukan Pancasila sebagai dasar-dasar filosofis bangunan Negara Republik Indonesia. Hal ini sesuai dengan makna Pancasila sebagai ideologi terbuka yang hanya dapat dijalankan dalam sistem yang demokratis dan bersentuhan dengan nilai-nilai dan perkembangan masyarakat.2 Rumusan Masalah Berdasar pada uraian diatas.bersama yang biasa juga disebut sebagai falsafah kenegaraan atau staatsidee (cita negara) yang berfungsi sebagai filosofische grondslag dan common platforms atau kalimatun sawa di antara sesama warga masyarakat dalam konteks kehidupan bernegara. Pancasila sebagai dasar-dasar filosofis terdapat dalam Pembukaan UUD 1945 yang merupakan kesepakatan pertama penyangga konstitusionalisme. Andrews disebut sebagai Kesepakatan (consensus) pertama. Bagaimanakah sejarah dan dinamika Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945? 2. Bagaimana perkembangan ketatanegaraan pasca amandemen tersebut? 6 . 1.

37 pasal. atau disingkat UUD 1945 atau UUD '45. di Indonesia berlaku Konstitusi RIS. Sejak tanggal 27 Desember 1949. dan sejak tanggal 17 Agustus 1950 di Indonesia berlaku UUDS 1950. konstitusi pemerintahan negara Republik Indonesia saat ini. Pada kurun waktu tahun 1999-2002. Sebelum dilakukan Perubahan.BAB II PEMBAHASAN 2. adalah hukum dasar tertulis (basic law). 65 ayat (16 ayat berasal dari 16 pasal yang hanya terdiri dari 1 ayat dan 49 ayat berasal dari 21 pasal yang 7 . UUD 1945 terdiri atas Pembukaan. Dekrit Presiden 5 Juli 1959 kembali memberlakukan UUD 1945. dengan dikukuhkan secara aklamasi oleh DPR pada tanggal 22 Juli 1959. Batang Tubuh (16 bab.1 Sejarah Dan Dinamika Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. UUD 1945 disahkan sebagai undang-undang dasar negara oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945. yang mengubah susunan lembaga-lembaga dalam sistem ketatanegaraan Republik Indonesia. UUD 1945 mengalami 4 kali perubahan (amandemen).

37 pasal. 4 pasal Aturan Peralihan. Ir. 3 pasal Aturan Peralihan. Pada masa sidang pertama yang berlangsung dari tanggal 28 Mei hingga 1 Juni 1945. Pengesahan UUD 1945 dikukuhkan oleh Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) yang bersidang pada tanggal 29 8 . UUD 1945 memiliki 20 bab. diterbitkan UndangUndang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Dalam Satu Naskah. Setelah dilakukan 4 kali perubahan. dan 2 pasal Aturan Tambahan. 38 anggota BPUPKI membentuk Panitia Sembilan yang terdiri dari 9 orang untuk merancang Piagam Jakarta yang akan menjadi naskah Pembukaan UUD 1945.terdiri dari 2 ayat atau lebih). Setelah dihilangkannya anak kalimat "dengan kewajiban menjalankan syariah Islam bagi pemeluk-pemeluknya" maka naskah Piagam Jakarta menjadi naskah Pembukaan UUD 1945 yang disahkan pada tanggal 18 Agustus 1945 oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).  Sejarah Awal Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang dibentuk pada tanggal 29 April 1945 adalah badan yang menyusun rancangan UUD 1945. Sebagai Naskah Perbantuan dan Kompilasi Tanpa Ada Opini. Dalam Risalah Sidang Tahunan MPR Tahun 2002. dan 2 ayat Aturan Tambahan). 194 ayat. serta Penjelasan. Soekarno menyampaikan gagasan tentang "Dasar Negara" yang diberi nama Pancasila. Pada tanggal 22 Juni 1945.

Naskah rancangan UUD 1945 Indonesia disusun pada masa Sidang Kedua Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPKI).  Periode berlakunya UUD 1945 18 Agustus 1945. Tanggal 14 November 1945 dibentuk Kabinet Semi-Presidensiel ("Semi-Parlementer") yang pertama. sehingga peristiwa ini merupakan perubahan sistem pemerintahan agar dianggap lebih demokratis. karena MPR dan DPR belum terbentuk.17 Agustus 1950 Pada masa ini sistem pemerintahan indonesia adalah parlementer.Agustus 1945. bentuk pemerintahan dan bentuk negaranya federasi yaitu negara yang 9 . UUD 1945 tidak dapat dilaksanakan sepenuhnya karena Indonesia sedang disibukkan dengan perjuangan mempertahankan kemerdekaan.  Periode berlakunya Konstitusi RIS 1949 27 Desember 1949 . Di Sumatera ada BPUPKI untuk Sumatera. Masa Sidang Kedua tanggal 10-17 Juli 1945. Nama Badan ini tanpa kata "Indonesia" karena hanya diperuntukkan untuk tanah Jawa saja. Tanggal 18 Agustus 1945. PPKI mengesahkan UUD 1945 sebagai Undang-Undang Dasar Republik Indonesia.27 Desember 1949 Dalam kurun waktu 1945-1950. Maklumat Wakil Presiden Nomor X pada tanggal 16 Oktober 1945 memutuskan bahwa KNIP diserahi kekuasaan legislatif.

karena tidak sesuai dengan jiwa Pancasila dan UUD 1945. Akhirnya Presiden menganggap bahwa keadaan ketatanegaraan Indonesia membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa dan negara serta merintangi pembangunan semesta berencana untuk mencapai masyarakat adil dan makmur. akibatnya pembangunan tidak berjalan lancar.5 Juli 1959 Pada periode UUDS 50 ini diberlakukan sistem Demokrasi Parlementer yang sering disebut Demokrasi Liberal. sehingga pada tanggal 5 Juli 1959 mengumumkan dekrit mengenai pembubaran Konstituante dan berlakunya kembali UUD 1945 serta tidak berlakunya UUDS 1950  Periode kembalinya ke UUD 1945 5 Juli 1959-1966 Karena situasi politik pada Sidang Konstituante 1959 dimana banyak saling tarik ulur kepentingan partai politik sehingga gagal menghasilkan 10 .didalamnya terdiri dari negara-negara bagian yang masing masing negara bagian memiliki kedaulatan sendiri untuk mengurus urusan dalam negerinya. Setelah negara RI dengan UUDS 1950 dan sistem Demokrasi Liberal yang dialami rakyat Indonesia selama hampir 9 tahun. Pada periode ini pula kabinet selalu silih berganti.  Periode UUDS 1950 17 Agustus 1950 . masing-masing partai lebih memperhatikan kepentingan partai atau golongannya. maka rakyat Indonesia sadar bahwa UUDS 1950 dengan sistem Demokrasi Liberal tidak cocok.

Pada masa ini. di antaranya: y Presiden mengangkat Ketua dan Wakil Ketua MPR/DPR dan MA serta Wakil Ketua DPA menjadi Menteri Negara y y MPRS menetapkan Soekarno sebagai presiden seumur hidup Pemberontakan Partai Komunis Indonesia melalui Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia  Periode UUD 1945 masa orde baru 11 Maret 1966.21 Mei 1998 Pada masa Orde Baru (1966-1998). Presiden Sukarno mengeluarkan Dekrit Presiden yang salah satu isinya memberlakukan kembali UUD 1945 sebagai undang-undang dasar. maka pada tanggal 5 Juli 1959. tidak y berkehendak akan melakukan perubahan terhadapnya y Ketetapan MPR Nomor IV/MPR/1983 tentang Referendum yang antara lain menyatakan bahwa bila MPR berkehendak mengubah 11 .UUD baru. Pada masa Orde Baru. di antara melalui sejumlah peraturan: Ketetapan MPR Nomor I/MPR/1983 yang menyatakan bahwa MPR berketetapan untuk mempertahankan UUD 1945. menggantikan Undang-Undang Dasar Sementara 1950 yang berlaku pada waktu itu. UUD 1945 juga menjadi konstitusi yang sangat "sakral". terdapat berbagai penyimpangan UUD 1945. Pemerintah menyatakan akan menjalankan UUD 1945 dan Pancasila secara murni dan konsekuen.

pembagian kekuasaan. Yaitu masa sejak Presiden Soeharto digantikan oleh B. 12 .J.  Periode UUD 1945 Amandemen Salah satu tuntutan Reformasi 1998 adalah dilakukannya perubahan (amandemen) terhadap UUD 1945.  Periode 21 Mei 1998. kekuasaan tertinggi di tangan MPR (dan pada kenyataannya bukan di tangan rakyat). HAM. Tujuan perubahan UUD 1945 waktu itu adalah menyempurnakan aturan dasar seperti tatanan negara.UUD 1945. serta hal-hal lain yang sesuai dengan perkembangan aspirasi dan kebutuhan bangsa. kekuasaan yang sangat besar pada Presiden. adanya pasal-pasal yang terlalu "luwes" (sehingga dapat menimbulkan multitafsir). eksistensi negara demokrasi dan negara hukum.Habibie sampai dengan lepasnya Provinsi Timor Timur dari NKRI. y Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1985 tentang Referendum.19 Oktober 1999 Pada masa ini dikenal masa transisi. yang merupakan pelaksanaan TAP MPR Nomor IV/MPR/1983. serta kenyataan rumusan UUD 1945 tentang semangat penyelenggara negara yang belum cukup didukung ketentuan konstitusi. terlebih dahulu harus minta pendapat rakyat melalui referendum. Latar belakang tuntutan perubahan UUD 1945 antara lain karena pada masa Orde Baru. kedaulatan rakyat.

Dalam kurun waktu 1999-2002. tetap mempertahankan susunan kenegaraan (staat structuur) kesatuan atau selanjutnya lebih dikenal sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). tanggal 1-9 November 2001 Perubahan Ketiga UUD 1945 y Sidang Tahunan MPR 2002. tanggal 1-11 Agustus 2002 Perubahan Keempat UUD 1945 2. serta mempertegas sistem pemerintahan presidensiil.Perubahan UUD 1945 dengan kesepakatan di antaranya tidak mengubah Pembukaan UUD 1945. penulis mendeskripsikan secara singkat perubahan ketatanegaraan pasca amandemen sebagai berikut: 13 . tanggal 7-18 Agustus 2000 Perubahan Kedua UUD 1945 y Sidang Tahunan MPR 2001. UUD 1945 mengalami 4 kali perubahan (amandemen) yang ditetapkan dalam Sidang Umum dan Sidang Tahunan MPR: Sidang Umum MPR 1999.2 Perkembangan Ketatanegaraan Pasca Amandemen Untuk lebih memahami perkembangan tersebut. tanggal 14-21 Oktober 1999 Perubahan Pertama UUD 1945 y y Sidang Tahunan MPR 2000.

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). yaitu Presiden.Undang-Undang Dasar merupakan hukum tertinggi dimana kedaulatan berada di tangan rakyat dan dijalankan sepenuhnya menurut UUD. Dewan Perwakilan Daerah (DPD). UUD memberikan pembagian kekuasaan (separation of power) kepada 6 Lembaga Negara dengan kedudukan yang sama dan sejajar. Mahkamah Agung (MA). seperti Hakim. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). y Setiap lembaga negara sejajar kedudukannya di bawah UUD 1945. 14 . y Sistem konstitusional berdasarkan perimbangan kekuasaan (check and balances) yaitu setiap kekuasaan dibatasi oleh Undangundang berdasarkan fungsi masing-masing.  Perubahan (Amandemen) UUD 1945: Mempertegas prinsip negara berdasarkan atas hukum [Pasal 1 ayat (3)] dengan menempatkan kekuasaan kehakiman sebagai kekuasaan yang merdeka. penghormatan kepada hak asasi manusia serta kekuasaan yang dijalankan atas prinsip due process of law. dan Mahkamah Konstitusi (MK). Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). y y Mengatur mekanisme pengangkatan dan pemberhentian para pejabat negara.

 DPR Posisi dan kewenangannya diperkuat. MA. y Penyempurnaan pada sisi kedudukan dan kewenangan maingmasing lembaga negara disesuaikan dengan perkembangan negara demokrasi modern. DPD.  MPR Lembaga tinggi negara sejajar kedudukannya dengan lembaga tinggi negara lainnya seperti Presiden. y y y y Menghilangkan supremasi kewenangannya. Menghilangkan kewenangannya mengangkat Presiden (karena presiden dipilih secara langsung melalui pemilu). BPK. yaitu terdiri dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan angota Dewan Perwakilan Daerah yang dipilih secara langsung melalui pemilu. y y Tetap berwenang menetapkan dan mengubah UUD. Menghilangkan kewenangannya menetapkan GBHN. y 15 . DPR.y Menata kembali lembaga-lembaga negara yang ada serta membentuk beberapa lembaga negara baru agar sesuai dengan sistem konstitusional dan prinsip negara berdasarkan hukum. Susunan keanggotaanya berubah. MK.

 DPD Lembaga negara baru sebagai langkah akomodasi bagi y keterwakilan kepentingan daerah dalam badan perwakilan tingkat nasional setelah ditiadakannya utusan daerah dan utusan golongan yang diangkat sebagai anggota MPR. hubungan pusat dan daerah. y Keberadaanya dimaksudkan untuk memperkuat kesatuan Negara Republik Indonesia. fungsi anggaran. sedangkan DPR hanya memberikan persetujuan saja) sementara pemerintah berhak mengajukan RUU. Mempunyai kewenangan mengajukan dan ikut membahas RUU yang berkaitan dengan otonomi daerah. y Proses dan Pemerintah.y Mempunyai kekuasan membentuk UU (sebelumnya ada di tangan presiden. RUU lain yang berkait dengan kepentingan daerah.  BPK 16 . y y Dipilih secara langsung oleh masyarakat di daerah melalui pemilu. mekanisme membentuk UU antara DPR dan y Mempertegas fungsi DPR. dan fungsi pengawasan sebagai mekanisme kontrol antar lembaga negara. yaitu: fungsi legislasi.

y Anggota BPK dipilih DPR dengan memperhatikan pertimbangan DPD.  PRESIDEN Membatasi beberapa kekuasaan presiden dengan memperbaiki tata cara pemilihan dan pemberhentian presiden dalam masa jabatannya serta memperkuat sistem pemerintahan presidensial. y Kewenangan pengangkatan duta dan menerima duta harus memperhatikan pertimbangan DPR. Membatasi masa jabatan presiden maksimum menjadi dua periode saja. amnesti dan abolisi harus memperhatikan pertimbangan DPR. y Mengintegrasi peran BPKP sebagai instansi pengawas internal departemen yang bersangkutan ke dalam BPK. y Berwenang mengawasi dan memeriksa pengelolaan keuangan negara (APBN) dan daerah (APBD) serta menyampaikan hasil pemeriksaan kepada DPR dan DPD dan ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum. y Berkedudukan di ibukota negara dan memiliki perwakilan di setiap provinsi. y y y Kekuasaan legislatif sepenuhnya diserahkan kepada DPR. 17 . y Kewenangan pemberian grasi.

lingkungan Peradilan Agama.  MAHKAMAH AGUNG Lembaga negara yang melakukan kekuasaan kehakiman. lingkungan Peradilan militer dan lingkungan Peradilan Tata Usaha Negara (PTUN). juga mengenai pemberhentian jabatan presiden dalam masa jabatannya.  MAHKAMAH KONSTITUSI Keberadaanya dimaksudkan sebagai penjaga kemurnian konstitusi (the guardian of the constitution). yaitu kekuasaan yang menyelenggarakan peradilan untuk menegakkan hukum dan keadilan [Pasal 24 ayat (1)]. y 18 . y Badan-badan lain yang yang fungsinya berkaitan dengan kekuasaan kehakiman diatur dalam Undang-undang seperti : Kejaksaan. menguji peaturan perundang-undangan di bawah Undang-undang dan wewenang lain yang diberikan Undang-undang. Kepolisian. y Di bawahnya terdapat badan-badan peradilan dalam lingkungan Peradilan Umum.y Memperbaiki syarat dan mekanisme pengangkatan calon presiden dan wakil presiden menjadi dipilih secara langsung oleh rakyat melui pemilu. y y Berwenang mengadili pada tingkat kasasi. Advokat/Pengacara dan lain-lain.

y Mempunyai kewenangan: Menguji UU terhadap UUD. 19 . legislatif. sehingga mencerminkan perwakilan dari 3 cabang kekuasaan negara yaitu yudikatif. dan eksekutif. y Hakim Konstitusi terdiri dari 9 orang yang diajukan masing-masing oleh Mahkamah Agung. Memutus sengketa kewenangan antar lembaga negara. DPR dan pemerintah dan ditetapkan oleh Presiden. memutus pembubaran partai politik. memutus sengketa hasil pemilu dan memberikan putusan atas pendapat DPR mengenai dugaan pelanggaran oleh presiden dan atau wakil presiden menurut UUD.

penguatan sistem check and balances dan perlindungan terhadap hak asasi manusia.1 Kesimpulan Tujuan dari perubahan Undang-Undang Dasar adalah untuk menyempurnakan aturan dasar mengenai tatanan Negara. Hak Asasi Manusia.2 Saran Sangatlah penting untuk melaksanakan amandemen ke V (lima) Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 untuk menyikapi perkembangan dan kebutuhan bangsa.IV telah lebih baik daripada UUD 1945 sebelum diamandemen. 3. eksistensi Negara demokrasi dan Negara hukum. UUD hasil amandemen telah mengatur prinsipprinsip yang mengarah kepada negara demokrasi konstitusional atau negara hukum yang demokratis. Hasil amandemen I . kedaulatan rakyat.BAB III PENUTUP 3. 20 . pembagian kekuasaan. kesejahteraan sosial. serta hal-hal lain sesuai dengan perkembangan aspirasi dan kebutuhan bangsa. paling tidak mengenai pembatasan kekuasaan Peresiden.

2004. Jakarta: Setjen Mahkamah Konstitusi. . _______________. Marzuki. RM. Konstitusi & Konstitusionalisme Indonesia. 2005. Undang-Undang Dasar 1945 id. Edisi Revisi.DAFTAR PUSTAKA Asshiddiqie. Jurnal Konstitusi Vol. A. 1994. Jakarta: PT. Gagasan Kedaulatan Rakyat dalam Konstitusi dan Pelaksanaanya di Indonesia. Jakarta: Konstitusi Press.org (diakses tanggal 10 Februari 2012) 21 . Laica. Jakarta: Pusat Studi Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Indonesia. 6 September 2009. Jimly .B. 2009.wikipedia. Lahirnya Undang-Undang Dasar 1945. Ichtiar Baru Van Hoeve. Kusuma.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->