Apakah Efek Rumah Kaca itu?

Efek Rumah Kaca ialah fenomena menghangatnya bumi karena radiasi sinar matahari dari permukaan bumi dipantulkan kembali ke angkasa yang terperangkap oleh "selimut" dari gas-gas CO2 (karbon dioksida), CH4 (metana), N2O (nitrogen dioksida), PFCS (perfluorokarbon), HFCS (hidrofluorokarbon), dan SF6 (sulfurheksafluorida), selanjutnya gas-gas tersebut disebut sebagai Gas Rumah Kaca (GRK). Rumah Kaca sendiri adalah istilah yang dipakai untuk merujuk kepada suatu bangunan yang dinding dan atapnya terbuat dari kaca tembus pandang. Bangunan tersebut biasa digunakan untuk pembibitan tanaman pada kegiatan perkebunan dan berfungsi untuk menghangatkan tanaman yang berada di dalamnya.

Apakah Pemanasan Global itu?
Pemanasan Global ialah meningkatnya temperatur rata-rata bumi sebagai akibat dari akumulasi panas di atmosfer yang disebabkan oleh Efek Rumah Kaca.

Apa hubungan Perubahan Iklim. dan kelembaban sebagai akibat dari Pemanasan Global. Dengan meningkatnya konsentrasi gas CO2 di atmosfer. tekanan udara. Hal ini akan mngakibatkan suhu permukaan bumi menjadi meningkat. Dampak pemanasan global Menurut perkiraan efek rumah kaca telah meningkatkan suhu bumi rata-rata 10. curah hujan. dan Pemanasan Global? Efek Rumah Kaca menyebabkan terjadinya Pemanasan Global yang dapat menyebabkan Perubahan Iklim. Efek Rumah Kaca. .5 . maka akan semakin banyak gelombang panas yang dipantulkan dari permukaan bumi diserap atmosfer.Apakah Perubahan Iklim itu? Perubahan Iklim atau tepatnya perubahan variabel iklim ialah perubahan suhu.4.5 o Celcius sekitar tahun 2030. Bila kecenderungan peningkatan gas rumah kaca tetap seperti sekarang akan menyebabkan peningkatan pemanasan global antara 1. angin. Hubungan di antara ketiganya adalah hubungan sebab-akibat.50 Celcius.

Efek rumah kaca juga akan mengakibatkan meningkatnya suhu air laut sehingga air laut mengembang dan terjadi kenaikan permukaan laut yang mengakibatkan negara kepulauan akan mendapatkan pengaruh yang sangat besar. Hal ini dapat mengakibatkan terganggunya hutan dan ekosistem lainnya. Pemanasan global mengakibatkan mencairnya gununggunung es di daerah kutub yang dapat menimbulkan naiknya permukaan air laut. . sehingga mengurangi kemampuannya untuk menyerap karbon dioksida di atmosfer.Akibat Meningkatnya suhu permukaan bumi akan mengakibatkan adanya perubahan iklim yang sangat ekstrim di bumi.

dalam studinya. ahli atmosfir dari Imperial College. (Journal Informasi Nuklir Indonesia. Sebuah laporan yang dikeluarkan di Cina pada tahun yang sama menyatakan ramalan. Bumi pun makin panas. . Pernyataan ini diperkuat pula oleh laporan lain dari NASA Goddard Institute for Space Studies yang mengatakan. yang telah mengamati spektrum gas-gas di atmosfir selama hampir 30 tahun terakhir. Volume I. Kecenderungan ini didukung oleh data hasil pemantauan satelit yang mengungkap perihal peningkatan gas rumah kaca di atmosfir Bumi yang akan menjadi ancaman serius kehidupan di planet ini. "Ini merupakan pertama kalinya kami mengamati bahwa perubahan ini benar-benar terjadi dimana efeknya akan menyerang iklim Bumi.8 derajat Celcius sedikitnya pada akhir abad ini. penumpukan gas yang terperangkap efek rumah kaca telah menekan jumlah radiasi infra merah yang seharusnya lolos ke ruang angkasa. ambang CO2 meningkat dari angka satuan 280 ppmv (parts per million by volume) pada tahun 1850 menjadi 360 ppmv pada tahun 2001. Informasi pertama disampaikan sekelompok peneliti dari Inggris. Michael Oppenheimer dan Brian O'Neill. Pun begitu halnya dengan kemarau berkepanjangan. permukaan Bumi telah mengalami peningkatan suhu secara signifikan dalam satu abad terakhir. suhu global Bumi bisa meningkat sampai 5. di AS dalam suatu kajian yang dimuat Journal Science. Berdasarkan pengamatan para ahli lingkungan dan ahli meteorologi. Dari hasil perbandingan data ini mereka menyatakan. para peneliti Inggris ini membandingkan data yang diperoleh satelit ADEOS milik Jepang selama sembilan bulan pada tahun 1997 dengan data dalam rentang waktu yang sama antar April 1970 hingga Januari 1971 yang dikumpulkan satelit Nimbus-4 milik badan antariksa AS (NASA)." ujar Dr Helen Brindley. Lebih lanjut. Efek global warming yang mencemaskan penduduk Bumi. 2001). Dunia masih mempunyai kesempatan realistis hingga 2010 guna menghindari sebagian dari bencana meluas akibat pemanasan global (global warming).Pemanasan Global Dunia terancam banjir besar di beberapa negara. Demikian disampaikan dua peneliti lingkungan dari Universitas Princeton dan Universitas Brown. pada 2001.

560 tahun silam. Kedua peneliti ini menyebut. Dua wilayah ini dipilih karena kawasan yang dilapisi es abadi yang sangat tebal ini. Dansgaard dan Oeschger meneliti perubahan iklim purba dengan melakukan pengeboran hingga kedalaman tiga kilometer di Greenland dan Kutub Utara. agaknya memberi peluang bagi mereka yang berpendapat bahwa perubahan iklim global terjadi secara alamiah. Swiss.47 milyar ton. ambang CO2 di atmosfer harus dicegah untuk tidak melebihi ambang 450 ppmv. Jika pada tahun 1990 emisi CO2 bumi sebesar 1. dalam kajian yang lain dikatakan. Berakhirnya zaman es baru. AS dan Australia dalam hal ini cenderung memandang sebelah mata maklumat Protokol Kyoto yang diprakarsai PBB. Sedangkan 80 persen lainnya yang merupakan penduduk negara berkembang menyumbang sepertiga emisi CO2. . Protokol Kyoto yang intinya mempersyaratkan pengurangan drastis gas efek rumah kaca hanya disetujui negara-negara industri Eropa dan Jepang.Padahal. maka hingga tahun 1997 saja angkanya sudah 1. Siklus Dansgaard-Oeschger Penelitian yang dilakukan oleh Prof Wili Dansgaard dari Universitas Kopenhagen. menunjukkan argumen yang mengarah pada teorema ini. Sementara AS dan Australia sepertinya berkepentingan dalam melindungi industri bisnis mereka (gas bumi di AS dan batubara di Australia) yang menyumbang gas emisi rumah kaca dalam kuantita over supply. Bumi telah berulangkali mengalami fenomena pemanasan global tanpa pengaruh aktivitas manusia. Yang menjadi catatan lanjutan soal keprihatinan dari berbagai penelitian ini adalah. yang berpenduduk sekitar 20 persen penduduk dunia menyumbang dua pertiga emisi gas rumah kaca ini.34 milyar ton. sekitar 11. penelitian siklus iklim purba yang dilakukannya menunjukkan. pemanasan global tidak terkait dengan aktivitas manusia. mengemukakan dalih. Hasilnya. Emisi gas rumah kaca terus meningkat. diyakini bisa menjawab teka-teki perubahan iklim secara utuh pada puluhan ribu tahun lampau. Denmark dan Prof Hans Oeschger dari Universitas Bern. Para petinggi AS. termasuk Kongres. tidak adanya (baca: kurangnya) kepedulian penduduk bumi (bangsa) terhadap fenomena pemanasan global dengan cenderung mengabaikan data-data yang telah disampaikan. Emisi buang gas pembakaran bahan bakar fosil 30 negara maju.

Lalu. karbon monoksida (CO). Nitrogen oksida (NOx). Dengan naiknya suhu di kutub. sebuah inti bor lain yang ditanamkan dengan kedalaman hampir empat ribu meter di stasiun penelitian kutub Vostok milik Rusia malah mencakup empat zaman es besar di Bumi. malah melihat adanya keuntungan tak diduga dari fenomena yang dicemaskan ini. setiap seribu limaratus tahun sekali. apa sebenarnya pengertian dari efek rumah kaca (green house effect)? Era revolusi industri telah menggiring manusia dalam penggunaan bahan bakar fosil yang menghasilkan emisi gas CO2 berlimpah-limpah.000 tahun silam. juga gas-gas oraganik non-metan yang volatil (mudah menguap). dan memantulkannya lagi ke Bumi. menyerap radiasi gelombang panjang (infra merah) panas Matahari yang dipantulkan Bumi. mencairkan es di kutub dan menaikkan muka air laut di Bumi. Di sinyalir. (Radio Deutchsche Well). sekelompok ilmuwan Belgia. maka tekanan udara di puncak-bawah bola Bumi ini pun akan menjadi rendah dan mengakibatkan berubahnya pola angin.mereka mendapatkan pola perubahan iklim Bumi yang menarik selama 250 ribu tahun atau mencakup dua zaman es besar. Mereka mendapatkan temuan. Namun kemudian. iklim bumi turun beberapa derajat. ditemukan telah terjadi 22 siklus semacam ini. Chlorofluocarbon (CFC). sebagaimana diberitakan beberapa media massa pada Agustus 2002. terjadinya penyimpangan cuaca seperti El Nino dan La Nina (penyebab kemarau panjang dan banjir) pun akibat berubahnya kondisi di antartika. dalam rentang waktu 70. Berbeda dengan apa yang dikhawatirkan para peneliti dunia akan dampak pemanasan global. . Selain itu juga dihasilkan gas lain seperti Metana (CH4). Bumi pun kemudian menjadi panas. Dinitrogen oksida (N2O). Hydrofluorocarbon (HFC). Lalu. Semua gas ini kemudian menggenang di dalam atmosfir. dalam lima hingga 15 tahun kemudian suhu Bumi naik lagi hingga enam derajat Celcius. Selain itu.

manusia hendaknya harus tetap waspada. Dijelaskan Dr Olivier de Viron. Belgia ini mengatakan. Lepas dari untung-rugi mana yang akan diambil.Sebagaimana dilaporkan dalam Geophysical Research Letters. Ini artinya. termasuk perubahan variasi tekanan permukaan di sepanjang daratan dan samudera. Bila bencana sudah datang. . dengan berubahnya angin pada atmosfir dan samudera akibat konsentrasi CO2 meningkat. ilmuwan dari Royal Observatory dan Catholic University of Louvain. akan membuat waktu setiap hari sedikit lebih panjang dari biasanya. akan berpengaruh pada daya gerak siku (angular) Bumi saat ia berputar pada porosnya. mungkin (tiba-tiba) akan "murka" menerima perlakuan semenamena dan tidak terkonsep dari penghuninya. Ini berarti 24 jam tidak akan 24 jam lagi. penambahan ambang CO2 di atmosfir akan melambatkan rotasi Bumi. Alam yang telah diciptakan dengan segala hal kesetimbangan alamiahnya. biasanya kita akan saling menuduh. Sikap serakah dengan tidak lebih peduli pada dampak yang ditimbulkan olehnya." tambahnya. "Hari akan semakin panjang. baiknya bisa dibatasi.

CARA KECIL MENGATASI PEMANASAN GLOBAL 1. atau barang lainnya yang mengandung CFC dan bahan kimia berbahaya lainnya secara berlebihan 2. Jangan gunakan parfum. insektisida. Buang sampah pada tempatnya. Gunakan barang daur ulang yg ramah lingkungan agar sumber daya alam tidak cepat habis. Agar tanaman hijau tumbuh banyak dan mengurangi polusi yang menyebabkan rusaknya atmosfir 3. hairspray. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful