REVITALISASI BIROKRASI DALAM MENDUKUNG PELAKSANAAN GOOD GOVERNANCE

OLEH : PROF.DR. SADU WASISTIONO, MS

A. Gambaran Umum Birokrasi di Indonesia
‡ Iklan rokok A Mild, barangkali mewakili sosok birokrasi di Indonesia. Seorang petugas pemegang cap kantor yang dalam jajaran birokrasi merupakan posisi yg paling bawah masih dapat memainkan kekuasaannya utk menunda sahnya sebuah surat karena tidak diberi uang suap. Bgmn dengan pejabat yang memiliki kewenangan lebih besar dan luas? ‡ Jumlah PNS di Indonesia sekitar 4 juta melayani 215 juta penduduk ( sekitar 2%) sebenarnya masih sedikit. Tetapi yang terjadi adalah ketimpangan distribusi lokasi dan distribusi keahlian. PNS bertumpuk di kota dan pusat pemerintahan, sedangkan di pedalaman tidak terlayani krn sistem imbalannya tidak mendorong PNS mau berkarya di pedalaman.Begitu juga dengan bidang keahlian tertentu berlebihan dan di sisi lain kekurangan bidang keahlian yg lainnya.

‡ Berdasarkan praktek pemerintahan di berbagai negara ditengarai adanya ´bad governmentµ, yang ditandai dengan banyaknya korupsi, kolusi, nepotisme, yang membuat negara mengarah ke kebangkrutan. Oleh karena itu, diperlukan konsep baru mengenai cara berpemerintahan yang baik (good government).

Good governance

Bad Government

Good Government

3. 3. 4. 8.Perbandingan Ciri-ciri Bad Government dengan Good Government Ciri-ciri Bad Government 1. 7. 6. 2. 5. 6. Proaktif Ramah dan Persuasif Transparan Mengutamakan proses dan produk Proporsional dan profesional Bekerja secara sistemik Pembelajaran sepanjang hayat Menempatkan stake holder & shareholder ditempat utama . 4. 5. 7. 8. Lamban dan bersifat reaktif Arogan Korup Birokratisme Boros Bekerja secara naluriah Enggan berubah Kurang berorientasi pada kepentingan publik Ciri-ciri Good Government 1. 2.

‡ Pola organisasi yang digunakan di kalangan pemerintahan baru masuk ke generasi kedua (model organisasi struktural bercorak piramidal) atau generasi ketiga (model organisasi struktural bercorak trapesium). ‡ PNS di Indonesia baru berkembang pada tipe ketiga sebagai pelayan masyarakat atau masuk tipe yang keempat yakni sebagai profesi yang dilindungi. manajemen telah berkembang sampai generasi kelima.‡ Manajemen yg digunakan utk menjalankan pemerintahan baru masuk generasi kedua atau ketiga. Padahal model organisasi secara umum sudah masuk ke generasi kelima (model organisasi kuantum). (Lihat UU Nomor 8 Tahun 1974 jo UU Nomor 43 Tahun 1999 mengenai penggunaan sistem terbuka dalam arti negara) . padahal sebagai ilmu dan kemahiran.

khususnya di Kabupaten/Kota menjadi sangat cair. Padahal pada organisasi bisnis sudah menggunakan 4 dimensi (model Balance Scorecard dari Kaplan dan Norton. ‡ Sistem pemberian imbalan PNS masih menggunakan paradigma birokrasi gaya Weberian. padahal sudah diperintahkan oleh UU Nomor 43 Tahun 1999. yakni digaji mnrt golongan pangkat bukan karena prestasi kerja. atau Government Scorecard sbg model BSC yg diterapkan pada sektor publik). . Apabila pembidangan keahlian di tingkat nasional relatif tegas dan ketat. Pola yang digunakan adalah : ¶SIAPAPUN BISA JADI APAPUN. ASALKAN BUPATI/WALIKOTA MENGHENDAKIµ. ‡ Pengukuran kinerja birokrasi masih menggunakan model pengukuran satu dimensi saja.‡ Belum ada standar kompetensi jabatan. maka di Daerah.

yang seharusnya tertuang secara jelas di dalam RPJP Nasional. Reformasi birokrasi harus disesuaikan dengan upaya pencapaian VISI NEGARA. kepemimpinan.organisasi.‡ Kalau ingin menjadi bangsa yang maju maka reformasi birokrasi di Indonesia tidak dapat dilakukan secara parsial melainkan secara komprehensif dan berkelanjutan diawali dengan penyusunan grand design. manajemen. d. . orang yang bekerja di dalam organisasi. c. b. ‡ Reformasi birokrasi di Indonesia mencakup empat aspek yakni : a.

R. 1990) . MG I : Jungle Management : 2.1994). MG IV : Total Quality Management (Brian L Joiner.PERKEMBANGAN ILMU DAN KIAT MANAJEMEN Generasi Manajemen 1. MG II : Management by Direction (G. MG V : Human Networking Management (Charles M. MG III : Management by Objective ( 4. 5. 3. Terry. Savage.

Tetapi antara UU dgn implementasinya masih ada jarak yang sangat lebar. ‡ Untuk masuk ke generasi keempat. . Para ahli mengemukakan bahwa untuk mengejar ketertinggalan dari segi manajemen. sektor pemerintah disarankan belajar dari sektor swasta yang sukses (lihat pandangan Peter F.‡ Manajemen di sektor pemerintah umumnya masih menggunakan manajemen generasi kedua atau ketiga. Keinginan untuk berorientasi pada kepentingan publik sudah tersurat di dalam UU Nomor 32 Tahun 2004. sektor pemerintah harus lebih banyak memperhatikan kepentingan masyarakat sebagai konsumen. Drucker. David McLeod. Ingraham & Romzek dlsb). yang ditindaklanjuti dengan PP Nomor 65 Tahun 2005 tentang SPM.

Dimensi Perubahan UU 5/1974 22/1999 32/2004 ‡ ‡ Struktural Fungsional Kultural . maka perubahan kultural adalah yang paling sulit dilaksanakan.‡ Dari tiga dimensi perubahan yakni struktural. Diperlukan kepemimpinan Kepala Daerah yang visioner (visionary leader). fungsional dan kultural.

Bukan lagi jamannya membuat kebijakan publik sembunyi sembunyi dibelakang meja. logistik. pelayanan masyarakat sampai manajemen konflik dan kolaborasi. keuangan. ‡ Perubahan manajemen pemerintahan hrs dilakukan utk semua aspek mulai dari manajemen perencanaan. ‡ Perubahannya harus didasarkan pada sebuah cetak biru yang disusun oleh para akademisi.‡ Pemilihan Kepala Daerah secara langsung merupakan momentum masyarakat utk dapat memilih figur pemimpin yang mempunyai visi ke depan. Hal semacam itu justru akan menimbulkan ketidakpastian hukum. dikonsultasikan dengan para pemangku kepentingan dan kemudian diputuskan secara politik oleh politisi. . yang akhirnya akan terbuka dan kemudian akan diuji materi oleh publik.

1998 dll). OG II : Structural Organization (Henry Mintzberg.Kilmaan.PENATAAN ORGANISASI Generasi Organisasi OG I : Nonformal Organization : digunakan pada kerjasama yang bersifat sederhana. . 2001). OG V : Quantum Organization (Ralph H.1999 dll) OG IV : Functional Organization (Susan Albers Mohrman et all. sejalan dgn manajemen generasi pertama. 1979 dll) OG III : Wide Structural Organization (Frank Ostroff.

kotak jabatan dan eselonering. Penataan organisasi hanya menyangkut kotak. penataan organisasi pemerintah sudah seharusnya memasuki generasi yang keempat yakni organisasi fungsional. ‡ Sejalan dengan perkembangan manajemennya. . belum dilihat sebagai sistem kerjassama yang dinamis.‡ Pengembangan manajemen pemerintahan harus diimbangi dengan perubahan filosofi dan pengaturan penataan organisasi. tetapi tidak sampai menyentuh roh perubahan. Selama ini organisasi pemerintah lebih banyak dilihat sebagai wadah. Bennis & Townsend menyarankan pergeseran : ¶ FROM MACHO to MAESTROµ.

LIPI. Arsip Nasional. Perguruan Tinggi Negeri. . sdh ada beberapa organisasi pemerintah yang disusun sebagai organisasi fungsional misalnya BPKP.‡ Di tingkat nasional. Karier PNS yang sifatnya zig zag. Di tingkat Daerah. baru dilakukan uji coba pada Satpol PP (lihat PP Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pedomanh Organisasi Satpol PP). hanya memperpanjang daftar pengalaman kerja tetapi tdk membangun PNS yang profesional dalam bidangnya. ‡ Pengembangan organisasi fungsional akan berkaitan dengan pengembangan sumberdaya manusianya yang diarahkan menjadi SDM profesional dalam bidangnya.

e. c. * Untuk masuk ke tahap kelima perlu dibangun organisasi fungsional yang didukung oleh orang-orang yg memiliki kompetensi dan profesional dalam bidang tugasnya masing-masing. b.‡ Menurut Bekke. Tahap Kedua : PNS sbg Pelayan Negara /Pemerintah. Tahap Pertama : PNS sbg Pelayan Perseorangan. . ada lima tahap pengembangan peran PNS yaitu sbb : a. Tahap Ketiga : PNS sbg Pelayan Masyarakat. Perry and Toonen dalam bukunya : ´ Civil Service Systems in Comparative Perspective (Indiana University Press) (1996 : 71 ² 88). Tahap Kelima : PNS sbg Pelayanan Profesional. Tahap Keempat : PNS sbg Pelayanan yg Dilindungi. d. Arah pengembangan kariernya bukan melebar menjadi generalis. melainkan menukik ke dalam menjadi spesialis.

Model Pengembangan Karier PNS Pada Organisasi Fungsional JABATAN POLITIS I II JABATAN FUNGSIONAL ( ) JABATAN STRUKTURAL ( ) IV III PEGAWAI BARU .Gambar 1.

Model Pengembangan Karier PNS Pada Organisasi Struktural JABATAN POLITIS I II JABATAN FUNGSIONAL ( ) JABATAN STRUKTURAL ( ) III IV PEGAWAI BARU .Gambar 2.

2. ramping struktur kaya fungsi.Beberapa pendapat ahli tentang kegagalan Pemerintah : 1. Peter F. 3. perlu dipangkas agar ramping. Drucker (1968) dalam µThe Age of Discontinuity¶ Kemungkinan bangkrutnya birokrasi. pemilahan dan pemilihan fungsi publik. S. bukan pada apa yang dikerjakan pemerintah. Barzelay (1982) dalam µBreaking Through Bureaucracy¶ Masyarakat bosan dan muak pada birokrasi yang rakus dan bekerja lamban. melainkan bagaimana caranya pemerintah mengerjakannya. Osborne & Gaebler (1992) dalam µReinventing Government¶ => Kegagalan utama pemerintah saat ini adalah karena kelemahan manajemennya. the least government is the best government 5. Savas (1987) => Perlunya privatisasi. .4. Osborne & Plastrik (1996) dalam Banishing Bureucracy => agar birokrasi lebih efektif. E. .

‡ Diantara komponen bangsa. baik swasta dan terutama pemerintah. mulai dari tahapan perencanaan. ternyata birokrasi merupakan sektor yang paling kamban berubahnya. tahapan implementasi sampai tahapan evaluasi. ‡ Diperlukan pembaruan manajemen pemerintahan pada semua tahapan. ‡ Paradigma good governance pada dasarnya adalah upaya membangun filosofi.‡ Mc Leod (1998) mengemukakan pendapatnya bahwa krisis multidimensional di Indonesia sebagian besar disebabkan oleh adanya salah urus (mismanagement) pada semua sektor. setelah terjadinya reformasi. strategi serta teknik mengelola urusanurusan publik secara lebih transparan dengan melibatkan para pihak-pihak yang terlibat (stakeholder and shareholder). .

diartikan sbg penggunaan/ pelaksanaan. . and administrative authority to manage a nation¶s affair at all levels¶. *UNDP. ekonomi dan administratif untuk mengelola masalah2 nasional pada semua tingkatan. governance adalah cara. Kata governance. mengartikan governance sebagai µthe exercise of political. Governance diartikan sebagai µthe way state power is used in managing economic and social resources for development society¶. Dengan demikian. Konsep Good Governance *Menurut World Bank.economic. yaitu cara bagaimana kekuasaan negara digunakan untuk mengelola sumberdaya2 ekonomi dan sosial guna pembangunan masyarakat. yakni penggunaan kewenangan politik.B.

pengendali & pengawas 2. .Governance memiliki tiga domain : 1. Negara/pemerintahan : Sebagai pembuat kebijakan. Masyarakat : Sebagai subyek dan obyek dari sektor pemerintah dan swasta. Swasta/Dunia usaha : Sebagai penggerak aktivitas bidang ekonomi 3.

Posisi Tiga Domain (pemerintah. . swasta. Sektor Swasta Sektor Masy. masyarakat) dalam konsep good governance yang bersifat heterarkhis Sektor Pem.

Ekonomi Proses pembuatan keputusan utk memfasilitasi aktivitas ekonomi di dalam negeri & interaksi diantara penyelenggara ekonomi. 3. . Politik Proses pembuatan keputusan utk formulasi kebijakan publik. 2.Governance didukung oleh TIGA elemen : 1. yang dilakukan oleh birokrasi & bersama dengan politisi. Administrasi Implementasi proses kebijakan yang telah diputuskan oleh institusi politik.

ADMINISTRASI EKONOMI POLITIK Gambar : Tiga Elemen dalam Good Governance .

Pencapaian tujuan negara melalui kepatuhan warga negara Pencapaian tujuan negara dan tujuan masyarakat mll partisipasi sbg warga negara maupun sebagai warga masyarakat . dlm arti ada kesetaraan kedudukan dan hanya berbeda dlm fungsi 3. Sektor swasta 3. Sektor publik 2. Sifat Hubungan Heterarkhis. UNSUR PERBANDINGAN Pengertian GOVERNMENT Dapat berarti badan/lembaga/ fungsi yg dijalankan oleh suatu organ tertinggi dlm suatu negara Hirarkhis. dlm arti yg memerintah berada di atas. Pemegang Peran Dominan Efek Yang Diharapkan Hasil Akhir Yang Diharapkan Sektor pemerintah 5 Kepatuhan warga negara Partisipasi warga negara 6.Perbandingan Istilah Government dengan Governance NO 1. Komponen Yang Terlibat Ada tiga komponen yg terlibat : 1. Sektor masyarakat Semua memegang peran sesuai dgn fungsinya masing-masing 4.sedangkan warga negara yg diperintah ada di bawah Sebagai subjek hanya ada satu yaitu institut pemerintah GOVERNANCE Dapat berarti cara penggunaan atau pelaksanaan 2.

jawab. sosial dan ekonomi didasarkan pada konsensus masyarakat.Ciri ciri Tata Pemerintahan yang Baik : 1. 2. Menjamin bahwa prioritas2 politik. 5. Efektif dan adil. 3. 4. . pembangunan. masyarakat. Transparan dan bertanggung jawab. hukum. Menjamin adanya supremasi hukum. Efektif adil. 6. Memperhatikan kepentingan mereka yang paling miskin & lemah dlm proses pengambilan keputusan menyangkut alokasi sumber daya pembangunan. semua. Mengikutsertakan semua.

perangkat keras (hardware) maupun sumber daya manusianya (humanware) 3. secara langsung dan tidak langsung dari keterlibatannya. penggunaan dana publik sampai pada tahapan evaluasi. c. mulai dari proses pengambilan keputusan. b. ada keterlibatan secara emosional. ada rasa kesukarelaan dan tanpa paksaaan. Penegakan Hukum (Rule of Law). Transparansi (Transparancy).Karakteristik Good Governance menurut UNDP : 1. Partisipasi (Participation) Syarat utama warga negara dalam berpartisipasi : a. 2. baik perangkat lunaknya (software). memperoleh manfaat. . Membangun sistem hukum yang sehat. Keterbukaan mencakup semua aspek aktivitas yang menyangkut kepentingan publik.

Keadilan/kesetaraan (Equity) Setiap warga negara memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh kesejahteraan. 25. .4. Daya Tanggap (Responsiveness). Aktivitas politik berisi dua hal pokok yaitu konflik dan konsensus. Musyawarah merupakan proses. Berorientasi pada konsensus (Consensus Orientation). sedangkan mufakat merupakan hasil.Pan /2004 tentang Indeks Kepuasan Konsumen (IKM) 5. perlu dilakukan survey secara periodik. Lihat Kep. Dalam pengambilan keputusan lebih menitikberatkan konsensus. walaupun kemampuan individu berlainan namun sektor publik harus berperan agar kesejahteraan dan keadilan seiring sejalan. Menpan No. M. Orientation). 6.Untuk mengetahui kepuasan masyarakat sebagai konsumen.arogan dan berorientasi pada kekuasaan. Sektor publik selama ini dianggap tertutup.

Akuntabilitas (Accountability) (Accountability) Pertanggungjawaban setiap aktivitas menyeluruh kepada publik/masyarakat luas. .7. Keefektifan dan Efisiensi (Effectiveness & (Effectiveness Efficiency) Efficiency). Akuntabilitas legal c. Perlunya kompetisi untuk menciptakan keefektifan dan efisiensi pada sektor publik. disamping kepada atasan. Visi Strategis (Strategic Vision) (Strategic Vision) Perlunya visi jangka pendek (short-term vision) dan (shortvision) visi jangka panjang (long-term vision). Akuntabilitas politik d. 8. Akuntabilitas moral 9. Akuntabilitas profesional e. (longvision). Akuntabilitas meliputi : a. Akuntabilitas organisasional/administratif b.

Hal ini tidak terlepas dari tekanan negara dan lembaga donor yang memberikan hutang maupun hibah ke Indonesia. meskipun seringkali terjadi penolakan dari tubuh birokrasi. telah dicoba dibuka pintu yang lebih lebar untuk melibatkan masyarakat dalam proses perumusan.C. namun secara implisit paradigma tsb nampak dlm berbagai peraturan perUUan baru yang terbit pada era reformasi. yakni paradigma good governance. Termasuk berbagai peraturan tentang desentralisasi dan otonomi Daerah. IMPLEMENTASI PARADIGMA GOOD GOVERNANCE DALAM OTONOMI DAERAH ‡ Meskipun tidak secara resmi diumumkan penggunaan paradigma baru berpemerintahan. implementasi serta evaluasi kebijakan publik melalui berbagai peraturan perUUan. ‡ Dalam hal partisipasi. .

dibuka pintu partisipasi publik dalam penyusunan peraturan perUU-an pada dua tahap yakni sebelum dan sesudah menjadi peraturan perUU-an.ditujukan kepada Mahkamah Konstitusi. Contoh spt RUU APP.‡ Di dalam UU Nomor 10 Tahun 2004 tentang pedoman penyusunan peraturan perundangundangan. .Di bawah UU (termasuk Perda) ditujukan kepada Mahkamah Agung. ‡ Sesudah ditetapkan jadi peraturan perUU-an dibuka kesempatan untuk uji materi. Contoh kasus PP No 72/2005. .UUD dan UU . . ‡ Sebelum ditetapkan menjadi peraturan perUU-an harus dilakukan konsultasi publik.

antara lain melalui keharusan diaudit oleh BPK dan menyampaikan laporan penyelenggaraan pemerintahan daerah kepada publik. Best practice mengenai hal ini misalnya dapat dilihat di Kabupaten Sleman. ‡ Telah dikembangkan transparansi di bidang keuangan daerah. ‡ Sudah mulai banyak pejabat publik. yang pada tahun 2004 telah membuat neraca yang diaudit oleh Akuntan Publik Independen dan memuatnya di Surat Kabar Harian Kompas. bupati/ walikota maupun anggota DPRD yang diperiksa maupun telah dijatuhi hukuman karena didakwa korupsi. baik gubernur.‡ Penegakan hukum juga mulai lebih digiatkan antara lain dengan memperkuat posisi Mahkamah Agung serta meletakkan jajaran pengadilan di bawahnya. . bukan lagi di bawah presiden. Di dalam UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah juga dimuat ketentuan kemungkinan pemberhentian Kepala Daerah dan atau Wakil Kepala Daerah yang lebih tegas dan keras.

tetapi kesetaraan dibidang ekonomi masih tersendat.‡ Telah mulai dikembangkan mekanisme untuk mengetahui pandangan masyarakat terhadap kinerja pemberian pelayanan publik oleh pemerintah daerah. ‡ Pengembangan kesetaraan dalam bidang politik sudah mulai dijalankan. Hal tersebut nampak dari pembuatan kebijakan publik maupun dalam alokasi anggaran publik. karena sudah tercermin pada sila keempat Pancasila. Tetapi budaya konsensus tersebut justru mulai ditinggalkan dan digantikan dengan model pemungutan suara untuk setiap pengambilan keputusan yang mengakibatkan munculnya kubu pro dan kontra. . Contoh : Survei IKM di Kota Palangkaraya.sendat karena birokrasi nampaknya masih lebih banyak berpihak pada kelompok ekonomi kuat dibandingkan pada kelompok ekonomi lemah. ‡ Pengembangan konsensus sebenarnya bukan hal yang baru.

Tanpa akuntabilitas. Birokrasi tidak siap untuk menjalankan prinsip ini.‡ UU Nomor 32 Tahun 2004 telah menempatkan efektivitas dan efisiensi sebagai nilai yang diutamakan. . Killgaard mengingatkan bahwa Corruption = Discretion + Monopoly ² Accountability.. meskipun tingkat kemajuannya relatif terbatas. niscaya akan timbul korupsi. tetapi dalam prakteknya masih sulit untuk dilaksanakan. Sragen. Kota Tarakan dlsb. ‡ Prinsip akuntabilitas secara bertahap sudah mulai diterapkan dalam implementasi otonomi daerah di berbagai tempat di Indonesia. Tanah Datar. terutama dalam penggunaan dana publik. sehingga diperlukan kepemimpinan visioner untuk melakukan perubahan seperti yang terjadi di Kabupaten Jembrana.

Meskipun demikian masih banyak visi Daerah. setidak-tidaknya memberi acuan mengenai perlunya menyusun pembangunan nasional secara hierarkhis dan berkelanjutan untuk mencapai tujuan nasional serta tujuan daerah secara bersama-sama. misi dan programnya dihadapan sidang paripurna DPRD telah diatur di dalam pasal 66 ayat (3) huruf (f) UU Nomor 32 Tahun 2004. ‡ Keluarnya UU Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. .‡ Keharusan membuat visi stratejik bagi setiap instansi pemerintah sudah diatur di dalam Inpres Nomor 7 Tahun 1999 tentang AKIP. visi Pemerintah Daerah serta visi Perangkat Daerah yang disusun secara tidak benar serta tidak dilaksanakan secara konsisten dan bersinambungan. Begitu pula dengan kewajiban calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah memaparkan visi.

peran pemimpin dengan kepemimpinannya sangat dominan. apabila tdk ada kemauan dari semua pihak untuk berubah. ‡ Pada masyarakat yang masih berorientasi vertikal ke atas. Semakin besar perubahan mengganggu kepentingannya. .D. maka semakin besar daya tolaknya terhadap perubahan. ‡ Setiap orang memiliki daya tolak (daya retensi) terhadap perubahan. maka tidak akan terjadi perubahan. PENUTUP ‡ Sebaik apapun sebuah konsep perubahan yang ditawarkan.

SEKIAN DAN TERIMA KASIH ATAS PERHATIANNYA .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful