Syarat Haji

Islam Baligh (dewasa) Aqil ( berakal ) Merdeka (bukan budak) Istitha¶ah (mampu)

Rukun Haji
Ihram (niat) Wukuf di Arafah Thawaf Ifadhah Sa¶i Cukur Tertib

Wajib Haji
Ihram yakni niat berhaji dari Miqot Mabit di Muzdalifah Mabit di Mina

Melontar Jumroh Ula, Wustho dan Aqobah Thawaf Wada¶

[sunting] Perintah dalam Alquran
Perintah berpuasa dari Allah terdapat dalam Al-Quran di surat: [Al-Baqarah] ayat 183.

"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas umat-umat sebelum kamu, agar kamu bertakwa." [Al-Baqarah] ayat 185. "(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). Karena itu, barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur."

[sunting] Hikmah puasa
Ibadah saum Ramadhan yang diwajibkan Allah kepada setiap mukmin adalah ibadah yang ditujukan untuk menghamba kepada Allah seperti yang tertera dalam QS. Al- Baqarah/2: 183. Hikmah dari ibadah shaum itu sendiri adalah melatih manusia untuk sabar dalam menjalani hidup. Maksud dari sabar yang tertera dalam al-Quran adalah µgigih dan ulet¶ seperti yang dimaksud dalam QS. Ali µImran/3: 146. Di antara hikmah dan faedah puasa selain untuk menjadi orang yang bertakwa adalah sebagai berikut;
y

Untuk pendidikan/latihan rohani o Mendidik jiwa agar dapat menguasai diri o Mendidik nafsu agar tidak senantiasa dimanjakan dan dituruti o Mendidik jiwa untuk dapat memegang amanat dengan sebaik-baiknya o Mendidik kesabaran dan ketabahan Untuk perbaikan pergaulan

y

Orang yang berpuasa akan merasakan segala kesusahan fakir miskin yang banyak menderita kelaparan dan kekurangan. Dengan demikian akan timbul rasa suka menolong kepada orangorang yang menderita.
y

Untuk kesehatan Perlu diingat ibadah puasa Ramadhan akan membawa faaedah bagi kesehatan rohani dan jasmani kita bila ditunaikan mengikut panduan yang telah ditetapkan, jika tidak maka hasilnya tidaklah seberapa malah mungkin ibadah puasa kita sia-sia saja. Allah berfirman dalam surat [Al-A'Raaf] ayat 31: "Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan"

Nabi S.A.W.juga bersabda: "Kita ini adalah kaum yang makan bila lapar, dan makan tidak kenyang."

Tubuh kita memerlukan makanan yang bergizi mengikut keperluan tubuh kita. Jika kita makan berlebih-lebihan sudah tentu ia akan membawa muzarat kepada kesehatan kita. Boleh menyebabkan badan menjadi gemuk, dengan mengakibatkan kepada sakit jantung, darah tinggi, penyakit kencing manis, dan berbagai penyakit lainnya. Oleh itu makanlah secara sederhana, terutama sekali ketika berbuka, mudah-mudahan Puasa dibulan Ramadhan akan membawa kesehatan bagi rohani dan jasmani kita. Insy Allah kita akan bertemu kembali.
y

Sebagai rasa syukur atas segala nikmat Allah

[sunting] Jenis-jenis puasa
Puasa yang hukumnya wajib
y y y

Puasa Ramadan Puasa karena nazar Puasa kifarat atau denda

Puasa yang hukumnya sunah
y y y

Puasa 6 hari di bulan Syawal selain hari raya Idul Fitri. Puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijah bagi orang-orang yang tidak menunaikan ibadah haji. Puasa Tarwiyah pada tanggal 8 Dzulhijah bagi orang-orang yang tidak menunaikan ibadah haji.

y y y y y y

Puasa Senin dan Kamis Puasa Daud (sehari puasa, sehari tidak), bertujuan untuk meneladani puasanya Nabi Daud As. Puasa 'Asyura (pada bulan muharram), dilakukan pada tanggal 10 Puasa 3 hari pada pertengahan bulan (menurut kalender islam)(Yaumul Bidh), tanggal 13, 14, dan 15 Puasa Sya'ban (Nisfu Sya'ban) pada awal pertengahan bulan Sya'ban. Puasa bulan Haram (Asyhurul Hurum) yaitu bulan Dzulkaidah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab.

[sunting] Syarat-syarat puasa
Syarat wajib puasa yaitu 1. 2. 3. 4. Beragama Islam Berakal sehat Baligh (sudah cukup umur) Mampu melaksanakannya

Syarat sah puasa yaitu 1. 2. 3. 4. Islam (tidak murtad) Mummayiz (dapat membedakan yang baik dan yang buruk) Suci dari haid dan nifas (khusus bagi wanita) Mengetahui waktu diterimanya puasa

[sunting] Rukun puasa
1. Niat 2. Meninggalkan segala hal yang membatalkan puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari
Bagian dari serial dalam keyakinan Islam:

Aqidah

Rukun Islam (Sunni)
Syah dah - Pernyataan keyakinan al t - Sembahyang Zak h - Membayar sedekah wajib aum - Berpuasa selama bulan Ramadan Haji - Melakukan serangkaian ibadah di Mekkah Rukun Iman (Sunni)

All h - Tawh d Malaikat - Keberadaan dan tugasnya Kitab All h - Shuhuf dan kitab Nabi dan Rasul - Syariat agama Hari Akhir - Hari Pembalasan Qada dan Qadar - Ketentuan dan takdir Lainnya Eskatologi Islam.
Kotak ini: lihat bicara sunting

[sunting] Waktu haram puasa
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Waktu haram puasa

Umat Islam diharamkan berpuasa pada waktu-waktu berikut ini:
y

Hari raya Idul Fitri, yaitu pada (1 Syawal) Tanggal 1 Syawwal telah ditetapkan sebagai hari raya sakral umat Islam. Hari itu adalah hari kemenangan yang harus dirayakan dengan bergembira. Karena itu syariat telah mengatur bahwa di hari itu tidak diperkenankan seseorang untuk berpuasa sampai pada tingkat haram. Meski tidak ada yang bisa dimakan, paling tidak harus membatalkan puasanya atau tidak berniat untuk puasa.

y

Hari raya Idul Adha, yaitu pada (10 Zulhijjah) Hal yang sama juga pada tanggal 10 Zulhijjah sebagai Hari Raya kedua bagi umat Islam. Hari itu diharamkan untuk berpuasa dan umat Islam disunnahkan untuk menyembelih hewan Qurban dan membagikannya kepada fakir msikin dan kerabat serta keluarga. Agar semuanya bisa ikut merasakan kegembiraan dengan menyantap hewan qurban itu dan merayakan hari besar.

:

±

:

"Rasulullah SAW melarang berpuasa pada dua hari: hari Fithr dan hari Adha" (HR Muttafaq 'alaihi)

y y

Hari-hari Tasyrik, yaitu pada (11, 12, dan 13 Zulhijjah) Hari syak, yaitu pada (30 Syaban)

yaitu: Yang wajib qadha' saja Orang-orang yang tersebut di bawah ini. [sunting] Orang yang boleh tidak berpuasa Berikut ini adalah orang yang boleh untuk meninggalkan puasa wajib (puasa Ramadhan). boleh tidak berpuasa. 3. melahirkan anak dan nifas. Orang yang sedang menyusui anak. 1. yang ada harapan untuk sembuh. Orang yang batal puasanya dengan suatu hal yang membatalkannya selain bersetubuh. Muntah dengan disengaja. berupa bahan makanan pokok sebanyak 1 mud (576 gram). air. tetapi wajib qadha'. Orang yang sakit yang tidak ada harapan akan sembuhnya. sebanyak hari yang ditinggalkan. Kifarat ialah memerdekakan hamba sahaya yang mukmin. 2. 4. 2. Orang yang sedang haid (datang bulan). Orang yang bepergian jauh (musafir) sedikitnya 81 km. Murtad (keluar dari agama Islam). tetapi wajib membayar fidyah. Keluar mani (Istimna' ) dengan disengaja. Masuknya benda (seperti nasi. Orang yang sakit. Orang tua yang sangat lemah dan tidak kuat lagi berpuasa. Haid (datang bulan) dan Nifas (melahirkan anak) 6. 2. wajib melakukan kifarat dan qadha'. 7. yang khawatir akan keadaannya atau anaknya. Hilang akal (gila atau pingsan). Yang wajib qadha' dan kifarat Orang yang membatalkan puasa wajibnya dengan bersetubuh. yang khawatir akan keadaannya atau bayi yang dikandungnya. 5. Yang tidak wajib qadha'. tetapi wajib fidyah Orang-orang di bawah ini tidak wajib qadha' (menggantikan puasa di hari lain). Yaitu sebagai berikut : 1. Orang yang hamil. 3. yaitu memberi makan orang miskin setiap hari yang ia tidak berpuasa. 6. artinya wajib mengganti puasanya di hari lain. 1. Bersetubuh. 4. 5.y y y Puasa selamanya Wanita saat sedang haid atau nifas Puasa sunnah bagi wanita tanpa izin suaminya [sunting] Hal-hal yang membatalkan puasa Puasa akan batal jika. Jika tidak ada hamba sahaya . asap rokok dan sebagainya) ke dalam rongga badan dengan disengaja.

Tetap berpuasa jika mampu 2. Biasanya dibaca pada saat usai melakukan shalat. super khusus (shaum khusus al-khusus): Selain menahan diri dari perkara yang membatalkan puasa dan juga berpuasa dari panca indera dan seluruh badan dari segala bentuk dosa juga turut berpuasa 'hati nurani'. masing-masing sebanyak 1 mud (576 kg) berupa bahan makanan pokok. Puasanya orang istimewa. Puasanya orang khusus (shaum al-khusus): Selain menahan diri dari perkara yang membatalkan puasa juga turut berpuasa dari panca indera dan seluruh badan dari segala bentuk dosa. Berbuka puasa jika tidak mampu 3. Doa Untuk Kedua Orang Tua Share Doa berikut ini dapat dibaca kapan saja ketika kita ingin mendoakan orang tua kita. Bacaan Doa Untuk Kedua Orang Tua ³Rabbighfir lii waliwaa lidayya warhamhumaa kamaa rabbayaanii shaghiiraa´ Arti Doa Untuk Kedua Orang Tua ³Ya Tuhanku. Pembagian di atas memberikan umat Islam ruang untuk berpikir dan menelaah di tingkat manakah mereka berada. dan sayangilah kedua orang tuaku sebagaimana mereka telah memelihara / mendidikku sewaktu aku kecil. ampunilah aku dan kedua orang tuaku. Sikap Seorang Muslim jika ada Muslim Lain yang Baru Saja Meninggal Sikap Seorang Muslim jika ada Muslim Lain yang Baru Saja Meninggal adalah: . wajib memberi makan 60 orang miskin. jika tidak bisa.yang mukmin maka wajib berpuasa dua bulan berturut-turut (selain qadha' menggantikan hari yang ditinggalkan). [sunting] Yang lebih utama saat dalam perjalanan 1. yaitu tidak memikirkan soal keduniaan. Memilih antara tetap berpuasa atau berbuka puasa [sunting] Tingkatan puasa Imam Abu Hamid al-Ghazali dalam bukunya Ihya al-'Ulumuddin telah membagi puasa ke dalam 3 tingkatan: y y y Puasanya orang awam (shaum al-'umum): menahan diri dari perkara-perkara yang membatalkan puasa seperti makan dan minum.´ A.

dan teman-temannya agar mereka segera mengurus. diperbolehkan menciumnya sebagai tanda berduka cita.hingga utang itu dibayar.a. .´(H. Pemandian Jenazah Semua jenazah muslim yang wajib dimandikan kecuali muslim yang mati syahid. memberi tahu keluarga. at. ³Dari Abu Hurairah. menutup(memejamkan) matanya. menutup badannya dengan kain agar auratnya tidak terlihat. tidak melukainya. Doa menutup mata muslim yang baru saja meninggal : b. membayar utangnya.Tirmidzi) f. d. tidak mencelanya. c. menutup mulutnya.sebagaimana tidak melukai badan orang yang masih hidup. g. bersabda: ³Diri orang mukmin itu tergantung (tidak sampai ke hadirat Allah) karena utangnya.Rasulullah saw.R. h.kerabat.yaitu dengan mengikat dagu dan kepalanya. e. B.mendoakan dan menyhalatkannya. yakni yang terbunuh dalam peperangan melawan kaum kafir.

maka kewajiban itu sudah terbayar dan gugur bagi muslimin selebihnya. Memandikan mayat hukumnya adalah fardhu kifayah atas musilmin lain yang masih hidup. Syarat Wajib Memandikan Jenazah. Karena perintah memandikan mayat itu adalah kepada umumnya kaum muslimin Sedangkan muslim yang mati syahid tidaklah dimandikan walau ia dalam keadaan junub sekalipun. sabda Beliau: ³Mandikanlah dia dengan air serta daun bidara´ (atau dengan sesuatu yang menghilangkan daki seperti sabun). ditambah jika kurang atau dikurangi jika berlebih dari tuntunan sunnah. Ada tubuhnya walaupun sedikit. Mayat orang Islam. b.Dalil wajibnya memandikan jenazah ialah hadits Nabi SAW yang berkenaan dengan sahabat yang meninggal karena jatuh dari ontanya: ´Dari Ibnu Abbas Ia berkata: Tatkala seorang laki-laki jatuh dari kendaraannya lalu ia meninggal. a. Mayat itu bukan mati syahid. Dan beliau menyuruh agar para syuhada dari perang Uhud dikubukan dengan darah mereka tanpa dimandikan dan disembahyangkan. apabila diantara mereka ada yang mengerjakannya.R Bukhari dan Muslim).Syarat wajib mandi ialah: 1. lalu dimakamkan dengan darahnya tanpa dibasuh sedikitpun juga. karena setiap luka atau setiap tetes darah akan semerbak dengan bau yang wangi pada hari kiamat´. melainkan ia hanya dikafani dengan pakaian yang baik untuk kain kafan.´ (H. dan 3. Diriwayatkan oleh Ahmad bahwa Raslullah SAW bersabda ³Janganlah kamu mandikan mereka. Tahap-tahap memandikan jenazah . 2. Artinya.

7. Siramlah seluruh badan lalu bilas dengan sabun. 2. 6. 5. c. Sisirlah rambutnya agar rapi.daun bidara. 4. Ganti pakaian jenazah dengan pakaian basahan. 8.dan lain-lain. seperi sarung agar lebih mudah memandikannya.gigi. Basuhlah mulut. Siram dengan air yang dicampur kapur barus. 3.kepala dan janggutnya.seperti bangku panjang.batabg pisang yang dijejerkan.jari.tetapi auratnya tetap ditutup. Yang Berhak Memandikan Mayat . Sandarkan punggung jenazah dan urutlah perutnya agar kotoran di dalamnya keluar.1. Letakkan mayat pada tempat yang tinggi. Laki-laki: Wanita : 9. Wudhukanlah jenazah.atau daun lain yang berbau harum. Gunakan tabir untuk melindungi tempat memandikan dari pandangan umum.

Jika suami dan mahram sama-sama ada. maka mayat itu hendaklah ³ditayammumkan´ saja. dengan syarat ia mengetahui kewajiban mandi serta dapat dipercaya. seperti ranjang atau balai-balai. kecuali istri dan mahramnya. Bila seorang perempuan meninggal dan di tempat itu tidak ada perempuan. suami atau mahramnya. seperti keadaannya sewaktu dilahirkan oleh ibunya´.Jikalau mayat itu laki-laki. Kata Beliau lagi: ³Yang memimpinnya hendaklah keluarga yang terdekat kepada mayat jika ia pandai memandikan mayat. Jika ia tidak pandai. tidak dibukakannya kepada orang lain apa-apa yang dilihat pada mayat itu. berarti tidak ada orang yang masuk ke tempat itu selain orang yang memandikan dan orang yang menolong mengurus keperluan yang bersangkutan. maka laki-laki boleh memandikanya Begitu juga kalau yang meninggal adalah seorang laki-laki. Sebaliknya juga jika mayat itu adalah perempuan. maka siapa saja yang dipandang berhak karena wara¶nya atau karena amanahnya. Jika ada beberapa orang ayng berhak memandikan. Perempuan tidak boleh memandikan mayat laki-laki. Pakaian mayat diganti dengan kain mandi atau basahan. sebaiknya kain sarung supaya auratnya tidak mudah terlihat.´ (H. maka istri lebih berhak memandikan suaminya. yang memandikannya laki-laki pula.R Ahmad) d. . maka yang lebih berhak ialah keluarga yang terdekat dengan si mayyit. Rasulullah SAW bersabda : ´Dari µAisyah Rasul bersabda: ³Barang siapa memandikan mayat dan dijaganya kepercayaan. di tempat yang sunyi. Kalau tidak. maka bersihlah ia dari segala dosanya. berpindahlah hak itu kepadakeluarga jauh yang berpengetahuan serta amanah (dipecaya). tidak boleh dimandikan oleh laki-laki yang lain. Cara Memandikan Jenazah Dalam memandikan jenazah sebaiknya mayat diletakkan di tempat yang tinggi. Kecuali kalau mayat itu adalah anak-anak.

lima kali atau lebih jika kamu pandang hal itu perlu. dan dirapikan dengan sisir. dengan air dan sidr. (H. Nabi Muhammad bersabda kepada para wanita yang memandikan putrinya Ummi Kulsum: ³Kamu mandikanlah ia tiga kali. Setelah itu kepalanya. Setelah perca pembalut tangan diganti. Setelah itu dibasuh bagian kanan kemudian bagian kirinya badannya. kemudian jenggotnya dibasuh dengan menggunakan sidr. Kemudian dibaringkan ke sebelah kanan dan dibasuh pula bagian belakang badannya yang sebelah kiri. maka najis itu wajib dibersihkan. Kemudian sekali lagi disiram dengan air bercampur sedikit kapur. lalu tubuhnya dibaringkan ke kiri dan dibasuh bagian belakang sebelah kanan. dan taruhlah kapur atau sedikit kapur pada yang terakhir. Dewasa Laki-laki . mulut. dengan memperhatikan agar rambut yang gugur dikembalikan. namun masih disunnahkan melakukannya sampai tiga kali. Mulailah dengan bagian sebelah kanan dan tempat-tempat wudhu¶nya´. Berikutnya. Lalu perut jenazah diurut dengan tangan kiri untuk mengeluarkan kotoran yang mungkin keluar. setelah itu air bercampur sidr tadi dihilangkan dengan menyiraminya secara merata dengan air bersih.Mula-mula jenazah didudukkan secara lemah lembut dengan posisi miring ke belakang. berarti telah selesai satu kali mandi. Untuk semua ini digunakan air bercampur sidr. Niat dalam pemandian jenazah : a. gigi dan lubang hidungnya juga dibersihkan. Dengan melakukan rangkaian ini. Kemudian jenazah ditelentangkan dan kedua kemaluannya dibersihkan dengan tangan kiri yang dibalut dengan perca. jenazah diwudhukan seperti wudhu orang hidup. orang yang memandikan meletakkan tangan kanan di bahu jenazah dengan ibu jarinya pada lekukan tengkuk dan lututnya menahan punggung jenazah.R Bukhari) Apabila ternyata setelah selesai dimandikan masih ada najis yang keluar.

Dewasa Perempuan c. Anak Laki-laki d.b. Anak Perempuan .

tidak boleh diberi wangi-wangian dan tutup kepala.al-Bukhari) Hadits lain yang mengatakan lima lapis bagi perempuan yaitu : ³Dari Laila binti Qanif.R.ketika wafatnya.tetapi tidak boleh berlebihan. Orang yang meninggal dalam ihram. ³Janganlah kamu berlebig-lebihan (memilih kain yang mahal) untuk kafan karena sesungguhnya kafan itu akan hancur dengan segera.katanya.kemudian baju. Kain kafan harus dalam keadaan baik. Laki-laki dikafani dengan tiga lapis kain kafan.Abu Dawud) 2.baik ihram haji maupun umrah.R. Tidak dari jenis yang mewah dan mahal harganya. sedangkan perempuan dengan lima lapis. . Mengafani Jenazah Setelah dimandikan. dikafani dengan tiga lapis kain putih bersih yang terbuat dari kapas. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam mengafani jenazah yaitu sebagai berikut. kepada kami adalah kain basahan.C.tanpa baju dan tanpa serban di dalamnya. ³Dari Aisyah.Rasulullah saw.´(H. berdiri di tengah pintu membawa kafannya dan memberikannya kepada kami sehelai-sehelai.kewajiban yang harus kita lakukan adalah mengafani. Hamparkan kain sehelai demi sehelai.lalu kerudung.(H.Abu Dawud) 4. Cara mengafani jenazah : a. Yang mula-mula diberikan Rasulullah saw. 1.´(H. Sedangkan Rasulullah saw. 3.R.´Saya adalah salah seorang yang turut memandikan Ummu Kulsum binti Rasulullah saw. dan sesudah itu dimasukka ke dalam kain yang lain(yang menutup sekalian badan). Kain kafan hendaknya bersih dan kering serta diberi minyak wangi.kemudian tutup kepala.

Shalat jenazah sama halnya dengan shalat yang lain.menutup auratnya. lalu mengerjakan : 1. Niat. Letakkan tangan kanan di atas tangan kiri di atas dada.yaitu harus : suci dari hadas dan najis. Caranya sebagai berikut.kecuali bila shalat dilakukan di atas kuburan atau shalat gaib. 3. b. menghadap kiblat. Syarat-syarat shalat jenazah 1. e.5 atau 7 ikatan. .suci badan tempat dan pakaian. Letakkan jenazah di atas kafan dengan pelan-pelan. c. Rukun dan cara mengerjakan shalat jenazah Shalat jenazah tidak dengan ruku¶ dan sujud. Jenazah sudah dimandikan dan dikafani 2. sengaja mengerjakan shalat atas jenazah dengan 4 takbir. Ikatlah dengan kuat yaitu dengan 3. Taburkan wangi-wangian tiap helai. Menyhalati Jenazah a.tidak dengan adzan dan iqamat. Letak jenazah sebelah kiblat dari orang yang menyembahyangi.karena Allah. -Doa menyobek Kain Kafan D. d.b. Sesudah berdiri seperti biasanya akan mengerjakan shalat.dan menghadap kiblat.

-Laki-laki Dewasa -Wanita Dewasa -Anak Laki-laki -Anak Perempuan -Mayit Gaib .

2.setelah membaca Fatihah lalu takbir kedua yaitu mengucapkan ³Allaahu Akbar´. 4. ( ) ( ) Supaya lebih sempurna bacalah doa sebagai berikut. Selesai takbir yang kedua. lalu membaca do¶a setidak-tidaknya sebagai berikut. 3. Setelah takbir yang ketiga.kemudian membaca surat Fatihah (tidak membaca surat yang lain).lalu meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri pada perut (sedekap). talu takbiratul ikhram (mengucapkan ³Allaahu Akbar). lalu membaca salawat atas Nabi Muhammad saw. Setelah membaca niat. .

) ( ) ) ) Keterangan : .

Bila mayat perempuan lafads ³Lahaa´ menjadi ³Lahu´ dan selanjutnya.Posisi imam untuk menshalati laki-laki jenazah adalah di samping kepala mayat. .Posisi imam untuk menshalati perempuan jenazah adalah . .

do¶anya berikut. 5. Setelah selesai takbir keempat. lalu membaca doa sebagai berikut.disamping mayat. Bila mayat perut anaksebagai anak. .

Akan lebih sempurna dan lebih lengkap dengan membaca do¶a: 6. bersabda.dan jika ia bukan orang yang shaleh. Liang lahat tidak dibongkar dengan binatang buas. Jenazah segera dikuburkan. .´Hendaklah kamu segerakan mengubur jenazah.maka kamu mendekatkannya pada kebaikan.Muslim) b.´ (H. E. d.supaya kejahatan itu lekas terbuang dari tanggunganmu. Maksud menguburkan jenazah adalah untuk menjaga kehormatan mayat dan menjaga keehatan orang-orang disekitar makam dari bau busuk.Rasulullah saw.karena jika orang shaleh. Mayat dipikul dari empat penjuru. Liang lahat dibuat seukuran jenazah dengan dengan kedalaman kira-kira setinggi orang ditambah setengah lengan. Kemudian memberi salam.R. ³Dari Abu Hurairah. Menguburkan Jenazah Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penguburan jenazah adalah : a.lebar kira-kira 1 meter. c.

kayu.atau bambu. kita tidak boleh sembarangan.kita membaca do¶a: Artinya : Dengan nama Allah dan atas agama Rasulullah. a.Ibnu Majah) e.³Barang siapa yang mengikuti jenazah maka hendaklah memikul pada keempat penjuru ranjang(keranda) karena sesungguhnya seperti itu adalah dari sunah Nabi.jenazah dimasukkan ke liang lahat dengan posisi miring ke kanan dan dihadapkan ke kiblat.lalu tutup dengan papan.(H.dan timbun sampai galian liang kubur menjadi rata. Doa Orek Kubur : g.R. Setelah sampai di tempat pemakaman.R. Lepaskan tali-tali pengikat. Tata Cara Menguburkan Jenazah : Dalam penguburan jenazah.(H. Mendoakan dan memohonkan ampun atas jenazah. Ketika meletakkan jenazah di dalam kubur. Kita harus mengetahui tata cara penguburannya. Waktu Untuk Mengubur Mayat .at-Tirmidzi) f. Tata cara tersebut adalah sebagai berikut.

b. kemudian di atasnya ditaruh semacam bata dengan posisi agak condong. Cara ini dalam bahasa Arab disebut syaqqu atau dlarhu. Ada juga dengan menggali di tengah-tengah dasar lubang kubur. e. lalu di atasnya diletakkan semacam bata dengan posisi mendatar untuk penahan tanah timbunan. Oleh sebab itu. kemudian mayat diletakkan di dalamnya. Memperdalam Galian Lubang Kubur Maksud mengubur mayat ialah supaya tertutup. Cara Memasukkan Mayat ke Dalam Lubang Kubur Cara terbaik ialah dengan mendahulukan memasukkan kepala mayat dari arah kaki kubur. c. supaya nantinya setelah ditimbun mayat tidak langsung tertimpa tanah.Mengubur mayat boleh pada siang atau malam hari beberapa sahabat Rasulullah Saw dan keluarga beliau dikubur pada malam hari. Tentang Liang Lahad Cara menaruh mayat dalam kubur ada yang ditaruh di tepi lubang sebelah kiblat. kemudian setelah mayat dimasukkan ke dalam peti lalu peti itu ditutup lalu ditimbun dengan tanah. d. tidak nampak jasadnya dan tidak tercium baunya dan juga agar tidak mudah dimakan burung atau binatang lainnya. lubang kubur harus cukup dalam sehingga jasad mayat itu aman dari hal-hal di atas. Cara ini dalam bahasa Arab disebut lahad. karena demikian menurut sunnah Rasulullah SAW. Cara lain ialah menaruh mayat dalam peti dan menanam bersama peti tersebut ke dalam kubur. Atau peti tersebut terlebih dahulu diletakkan dalam keadaan kosong dan terbuka. Menghadapkan Mayat ke Arah Kiblat .

Mencurah Kubur Dengan Tanah Tiga Kali Sesudah mayat diletakkan dengan baik. . dilanjutkan ditimbun dengan tanah galian kubur itu sampai cukup. mayat diletakkan miring ke kanan menghadap kea rah kiblat dengan menyandarkan bagian tubuh sebelah kiri ke dinding kubur atau dinding peti supaya tidak terlentang kembali. g. h.Baik di dalam lahad. i. Menutupi Kubur Mayat Perempuan Pada Waktu Ia Dimasukkan Kedalamnya Bagi mayat perempuan hendaknya dibentangkan kain dan sebagainya di atas kuburnya pada waktu ia dimasukkan kedalamnya. syaqqu maupun dikubur di dalam peti. f. Sesudah itu. maka masing-masing orang yang menyaksikan penguburan itu dianjurkan mencurahi lubang kubur itu dengan tanah tiga kali dengan tangannya dari arah kepalanya. Berdo¶a Waktu Menaruh Mayat Dalam Kubur Pada waktu mayat dimasukkan ke dalam kubur maka dianjurkan supaya membaca do¶a: Artinya: ³Dengan nama Allah dan atas agama Rasulullah´. Tentang Mengalas Dasar Kubur Para ulama mazhab empat berpendapat makruh menaruh hamparan atau bantal di bawah mayat di dalam kubur. Bahkan para ulama menganjurkan supaya ditaruh tanah di bawah pipi mayat sebelah kanan setelah dibukakan kain kafannya dari pipi itu ditempelkan langsung ke tanah.

j. Mengkafani mayat Kain kafan sekurang-kurangnya selapis kain yang menutupi seluruh badan mayat. menyapu kubur dari arah kepala mayat sebanyak tiga kali. maka fardhu kifayah atas orang yang hidup menyelenggarakan empat perkara. Sunat Menyapu Kubur Dengan Telapak Tangan Disunnatkan bagi orang yang menyaksikan pemakaman mayat. k. 2. dan mayat itu bukan mati syahid. Sunat Berdo¶a Untuk Mayat Seusai Pemakaman Disunatkan memohon ampun bagi mayat dalam kubur. Tetapi sebaiknya tiga lembar untuk laki-laki dan lima lembar untuk perempuan. karena pada saat itu ia sedang ditanya di BAB III PENUTUP A. ada tubuhnya walaupun sedikit. yaitu: 1. Menshalatkan mayat Syarat-syaratnya yaitu: . dan minta dikuatkan pendiriannya seusai ia dimakamkan. Kesimpulan Apabila seorang muslim meninggal. 3. Memandikan mayat Syarat wajib mandi ialah mayat orang Islam.

Jenazah diletakkan disebelah mereka yang menyalati. c. dll. b. seperti menutup aurat. Membaca al-fatihah setelah takbiratul ihram e. Rukun-rukunnya yaitu: a. Niat. suci dari hadas. Mendo¶akan mayat sesudah takbir ketiga g.a. b. Dilakukan sesudah mayat dimandikan dan dikafani. Memberi salam 4. suci badan. Takbir empat kali d. Membaca shlawat atas Nabi sesudah takbir kedua f. Berdiri jika mampu c. Syarat penyelenggaraan Adapun syarat yang harus dipenuhi dalam penyelenggaraan salat ini adalah: y y y Yang melakukan salat harus memenuhi syarat sah salat secara umum (menutup aurat. Sebagaimana syarat-syarat shalat lainnya. kecuali dilakukan di atas kubur atau salat ghaib . Dalamnya kubur sekurang-kurangnya sampai kira-kira bau busuk mayat tidak tercium dari atasnya dan tidak dapat dibongkar oleh binatang buas. Letak mayat di sebelah kiblat orang yang menyalatkan. Menguburkan jenazah Merupakan kewajiban yang terakhir. menghadap kiblat dst) Jenazah/Mayit harus sudah dimandikan dan dikafani.

Allaahu akbar " 1. Mengucapkan salam [sunting] Salat Ghaib Bila terdapat keluarga atau muslim lain yang meninggal di tempat yang jauh sehingga jenazahnya tidak bisa dihadirkan maka dapat dilakukan salat ghaib atas jenazah tersebut. berilah rahmat. [1][2]Niat salat jenazah > Untuk jenazah laki-laki : " Ushalli 'alaa haadzal mayyiti arba 'a takbiiraatin fardhal kifaayati ma'muumam/imaaman lillahi ta'aalaa. Ringkasan Cara Penyelenggaraan Jenazah 2 . niat salat ini. bacaannya menjadi: "Allahumma laa tahrimnaa ajraha walaa taftinna ba'daha waghfirlanaa walaha. sebagaimana juga salat-salat yang lain cukup diucapkan di dalam hati dan tidak perlu dilafalkan.Apabila jenazah yang disalati itu perempuan." Jika jenazahnya adalah wanita. Niat salat ghaib :"Ushalli 'alaa mayyiti (Fulanin) al ghaaibi arba'a takbiraatin fardlal kifaayati lillahi ta'alaa" Artinya : "aku niat salat gaib atas mayat (fulanin) empat takbir fardu kifayah sebagai (makmum/imam) karena Allah"" kata fulanin diganti dengan nama mayat yang disalati. serta ampunilah kami dan dia. melainkan dalam posisi berdiri sejak takbiratul ihram hingga salam. Takbiratul Ihram kedua kemudian membaca shalawat atas Rasulullah SAW minimal :"Allahumma Shalli 'alaa Muhammadin" artinya : "Yaa Allah berilah salawat atas nabi Muhammad" 3. maka bacaan Lahuu diganti dengan Lahaa.[sunting] Rukun Salat Jenazah Salat jenazah tidak dilakukan dengan ruku'. sujud maupun iqamah. Takbiratul Ihram pertama kemudian membaca surat Al Fatihah 2. Takbiratul Ihram ketiga kemudian membaca do'a untuk jenazah minimal:"Allahhummaghfir lahu warhamhu wa'aafihi wa'fu anhu" yang artinya : "Yaa Allah ampunilah dia. Allahu akbar " > Untuk jenazah perempuan : " Ushalli 'alaa haadzihil mayyiti arba 'a takbiiraatiin fardhal kifaayati ma'muuman/imaaman lillahi ta 'aalaa. Takbir keempat kemudian membaca do'a minimal:"Allahumma laa tahrimnaa ajrahu walaa taftinna ba'dahu waghfirlanaa walahu. Jadi untuk jenazah wanita bacaannya menjadi: "Allahhummaghfir laha warhamha wa'aafiha wa'fu anha". janganlah kiranya pahalanya tidak sampai kepadanya atau janganlah Engkau meluputkan kami akan pahalanya." 5. tidak terdapat riwayat yang menyatakan keharusan untuk melafalkan niat. Berniat. dan janganlah Engkau memberi kami fitnah sepeninggalnya."yang artinya : "Yaa Allah. Pelaksanaannya serupa dengan salat jenazah. Jadi untuk jenazah banyak bacaannya menjadi: "Allahhummaghfir lahum warhamhum wa'aafihim wa'fu anhum" 4. perbedaan hanya pada niat salatnya. Jika mayatnya banyak maka bacaan Lahuu diganti dengan Lahum. kesejahteraan dan ma'afkanlah dia". Berikut adalah urutannya: 1.

Jika tidak mampu.PADA SAAT SAKIT 1. Jika ia mempunyai kewajiban yang menyangkut hak orang lain. semua ini baik baginya. serta harapan akan rahmat Allah. maka hendaknya ia berdoa : -Allahumma ahyanii maa kanati al-hayatu khairan lii wa tawaffaniy idzaa kanati al-wafaatu khairan lii. 5. kalaupun terpaksa. maka orang-orang yang ada di sekitarnya harus melakukan hal-hal berikut : . yaitu takut akan siksaan Allah karena adanya dosa-dosa yang telah ia lakukan. hendaknya menyelesaikan secepat mungkin."Artinya : Ya Allah hidupkanlah akau jika kehidupan lebih baik bagiku. Menjelang mati. 3. 2. bersabar menghadapi serta berbaik sangka kepada Allah. hendaknya berwasiat untuk penyelesaiannya. Orang yang sakit wajib menerima qadha (ketentuan) Allah. matiknalah aku jika kematian lebih baik bagiku" 4. Bagaimana parahnya penyakitnya. Ia harus bersegera berwasiat Ringkasan Cara Penyelenggaraan Jenazah 3 MENJELANG MATI 1. Ia harus mempunyai perasaan takut serta harapan. ia tidak boleh mengangan-angan kematian.

3. . Tapi jika yang meninggal sedang melakukan ihram. Mengucapkan perkataan yang baik.a. Memejamkan mata mayyit 2."Artinya : Tiada yang berhak disembah selain Allah" b. maka kepala dan wajahnya tidak ditutupi 4. Menutupnya dengan kain yang meliputi semua anggota tubuhnya. Mendo'akan 3. 2. Seorang muslim boleh menghadiri kematian orang nonmuslim untuk menganjurkan kepadanya supaya masuk Islam (sebelum meninggal dunia). Menguburkan di kampung tempat ia meninggal. Bersegera menyelenggarakan jenazahnya setelah yakin bahwa ia sudah betul-betul meninggal 5. Ringkasan Cara Penyelenggaraan Jenazah 4 KETIKA MENINGGAL DUNIA Jika sudah meninggal dunia maka orang-orang yang ada disekitarnya harus melakukan hal-hal berikut : 1. Adapun membacakan surat Yaa sin di sisi orang yang meninggal atau menghadapkan ke kiblat maka amalan tersebut tidak ada dalilnya. tidak memindahkan ke daerah lain kecuali dalam kondisi darurat. Mendo'akan c. Mentalqin (menuntun) mengucapkan -Laa Ilaha Illal-llah.

Bersabar serta redha akan ketentuan Allah b. mekipun sampai habis hartanya. Bersegera menyelesaikan utang-utangnya semuanya dari harta si mayyit sendiri.Inna Lillahi wa Innaa Ilaihi Raaji'uun. Jika negara tidak melakukan hal itu dan ada yang berbaik budi melunasinya. 6. dan kepada-Nya-lah kita akan kembal" 3. Ringkasan Cara Penyelenggaraan Jenazah 5 YANG BOLEH DILAKUKAN PARA KERABATNYA DAN ORANG LAIN 1. maka negaralah yang menutupi utang-utangnya setelah ia sendiri sudah berusaha membayarnya. menangisi tanpa ratapan. maka hal itu dibolehkan. Beristirjaa' yaitu membaca : . Tatkala berita kematian sampai kepada kerabat mayyit."Artinya : Sesungguhnya kami adalah milik Allah. Tidaklah menyalahi kesabaran jika ada wanita yang tidak berhias sama sekali asal tidak melebihi tiga hari setelah meninggalnya ayahnya atau selain ayahnya.dalam kurung tiga hari 2. mereka harus : a.Karena memindahkan mayat ke daerah lain berarti menyalahi perintah mempercepat pelaksanaan jenazah. Kecuali jika . Boleh membuka wajah mayyit dan menciumnya.

Laki-laki memperpanjang jenggot selama beberapa hari sebagai selama beberapa hari sebagai tanda duka atas kematian seseorang. 2. 4. berteriak. yaitu menangis berlebih-lebihan. di antaranya : 1. maka ia tidak berhias selama empat bulan sepuluh hari. Ringkasan Cara Penyelenggaraan Jenazah 6 HAL-HAL YANG TERLARANG Rasulullah telah melarang/mengharamkan hal yang selalu dilakukan oleh banyak orang disaat ada yang meninggal. memukul wajah. Jika yang meninggal selain suaminya. Jika duka sudah berlalu maka mereka kembali mencukur jenggot lagi. karena cara mengumumkan yang seperti itu terlarang dan syariat . Meratap. merobek-robek kantong pakaian dan lain-lain. maka lebih afdhal jika tidak meninggalkan perhiasannya untuk meredlakan/menyenangkan suaminya serta memuaskannya. hal-hal yang dilarang tersebut wajib diketahui untuk dihindari. Mengacak-acak rambut 3. karena hal ini ada dalilnya. 4. Dan diharapkan adanya kebaikan di balik itu.yang meninggal adalah suaminya. Mengumumkan kematian lewat menara-menara atau tempat lain.

Jika seseorang meninggal dunia dengan mengalami salah satu di antara tandatanda itu maka itu merupakan kabar gembira. Bahkan terkadang menyampaikan berita kematian hukumnya menjadi wajib jika tidak ada yang memandikannya. Mati dengan berkeringat pada dahi 3. 2. Mati Syahid di medan jihad 5.Ringkasan Cara Penyelenggaraan Jenazah 7 CARA MENGUMUMKAN KEMATIAN YANG DIBOLEHKAN 1. Mati pada hari Jum'at atau pada malam Jum'at 4. Mati terkena penyait thaa'uun . Boleh menyampaikan berita kematian tanpa menempuh cara-cara yang diamalkan pada zaman jahiliyah dahulu. 1. mengkafani. Bagi yang menyampaikan berita kematian dibolehkan meminta kepada orang lain supaya mendo'akan mayyit. menshalati dan lain-lain. Mengucapkan syahadat di saat meninggal 2. karena hal ini ada landasannya di dalam sunnah Ringkasan Cara Penyelenggaraan Jenazah 8 TANDA-TANDA HUSNUL KHATIMAH Telah sah pejelasan dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam beliau menyebutkan beberapa tanda husnul khatimah.

Mati terkena penyakit perut 7. Mati seorang wanita hamil karena janinnya 10. Sedangkan anggapan bahwa hal itu merupakan tanda-tanda kemuliaan si mayyit adalah khurafat jahiliyah yang bathil Ringkasan Cara Penyelenggaraan Jenazah 10 . Mati mempertahankan harta yang akan dirampok 13. Mati terkena penyakit paru 11. Mati dalam keterikatan dengan jalan Allah 14. Mati tenggelam 8. Pujian baik terjadap mayyit dari sekelompok orang-orang muslim yang benar-benar. 2. paling kurang dua orang di antara tetangga-tetangganya yang arif. Mati dalam suatu amalan shalih 15. Mati terkena reruntuhan 9. Mati membela agama atau diri 12.6. Mati terbakar Ringkasan Cara Penyelenggaraan Jenazah 9 PUJIAN ORANG TERHADAP MAYYIT 1. maka hal itu tidak menunjukkan sesuatu. Jika kematian seseorang bertetapan dengan gerhana matahari atau bulan. shalih dan berilmu dapat menjadi penyebab masuknya mayyit ke dalam surga.

(terkecuali jika yang meninggal sedang melakukan ihram maka tidak boleh diberi wangi-wangian) e. sesuai dengan yang dibutuhkan b. Mencampur sebagian dengan sidr. harus diperhatikan hal-hal sebagai berikut : a. Ikatan rambut harus dibuka. f. maka orang-orang yang ada di sekitarnya harus segera memandikannya 2. Laki-laki dimandikan oleh laki-laki juga. Memandikan tiga kali atau lebih. Mencampur mandi terakhir dengan wangi-wangian seperti kapur barus/kamper dan ini lebih afdhal. lalu membentangkan ke belakangnya h. lalu rambut dicuci dengan baik. Memulai memandikan dari bagian kanannya dan anggota wudhunya dan anggota wudhunya i. (Terkecuali bagi suamiRingkasan Cara Penyelenggaraan Jenazah 11 . Dalam memandikan mayyit. Jika sudah meninggal. dan wanita dimandikan oleh wanita juga. atau yang bisa menggantikan fungsinya seperti sabun d.MEMANDIKAN MAYYIT 1. Menyisir rambut g. Memandikan dengan jumlah ganjil c. Mengikat menjadi tiga bagian untuk rambut wanita.

meskipun ia gugur dalam keadaan junub Ringkasan Cara Penyelenggaraan Jenazah 12 . 4. boleh saling memandikan.istri. Memandikan dengan potongan-potongan kain dalam keadaan terbuka dengan kain di atas tubuhnya setelah membuka semua pakaiannya k. Karena Allah tidak menerima amalan akhirat tanpa keikhlasan semata-mata kepada-Nya. Ikhlas karena Allah semata dalam menjalankan urusan jenazah tanpa mengharapkan pamrih dan terima kasih serta tanpa tujuan-tujuan duniawi. Menutupi kekurangan yang ia dapati dari mayyit dan tidak menceritakan kepada orang lain b. (Tidak diwajibkan) 5. Tidak disyariatkan memandikan orang yang mati syahid di medan perang. Yang memandikan mayyit akan mendapatkan pahala yang besar jika memenuhi dua syarat berikut a. lebih-lebih jika termasuk kerabat keluarga mayyit 3. Dianjurkan bagi yang memandikan jenazah supaya mandi. Yang memandikan mayyit adalah orang yang lebih mengetahui cara penyelenggaraan mayat/jenazah sesuai dengan sunnah Nabi Shalallahu 'alaihi wa sallam. karena ada dalil sunnah yang memperkuat amalan ini) j.

ia dikuburkan dengan pakaian yang dipakai syahid Ringkasan Cara Penyelenggaraan Jenazah 13 7. Setelah selesai memandikan mayat. yaitu dengan cara membagi-bagi jumlah tertentu di kalangan mereka dengan mendahulukan orang-orang yang lebih banyak mengetahui dan menghafal Al-Qur'an ke arah kiblat 6. Dianjurkan mengkafani orang yang mati syahid dengan selembar kain kafan atau lebih di atas pakaian yang sedang . Kain kafan serta biayanya diambil dari harta si mayyit sendiri. meskipun hartanya sampai habis. Tidak boleh membuka pakaian orang yang mati syahid yang dipakainya sewaktu mati. sementara jumlah mayat banyak. Jika seandainya kain kafan tidak mencukupi semua tubuhnya. Seharusnya kain kafan menutupi semua anggota tubuhnya 4. tidak ada yang tertinggal lagi 3.MENGAFANI MAYAT 1. maka diutamakan menutupi kepalanya sampai ke sebagian tubuhnya. maka wajib dikafani 2. maka boleh mengkafani mereka secara massal dalam satu kafan. tetapi ini adalah hukum syar'i) 5. (Hal yang seperti ini jarang terjadi pada zaman kita sekarang ini. Jika kain kafan kurang. adapun yang masih terbuka maka ditutupi dengan daun-daunan yang wangi.

Hal-hal yang dianjurkan dalam pemakaian kain kafan : a. Memberikan wangi-wangian tiga kali. Satu diantaranya bergaris-garis (Ini tidak bertentangan dengan bagian (a) ) karena dua hal: . Dalam cara mengkafani tadi. . dan tidak boleh lebih dari tiga lembar. Menyiapkan tiga lembar c. Ringkasan Cara Penyelenggaraan Jenazah 14 MEMBAWA JENAZAH SERTA MENGANTARNYA 1. 10. .Pada umumnya kain putih bergaris-garis putih. Warna putih b. satu yang bergaris-garis sedangkan yang lainnya putih d.Di antara ketiga lembar kafan tadi. karena hal itu menyalahi cara kafan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. mengkafani wanita sama caranya dengan mengkafani pria karena tidak adanya dalil yang menjelaskan perbedaan itu.di pakai 8. karena hal itu adalah hak seorang muslim yang mati terhadap kaum muslimin yang lain. Tidak boleh berfoya-foya dalam pemakain kain kafan. Orang yang mati dalam keadaan ber-ihram dikafani dengan kedua pakaian ihram yang sedang dipakainya 9. dan terlebih lagi perbuatan itu dianggap menyia-nyiakan harta 11. Wajib membawa jenazah dan mengantarnya.

kecuali yang berkendaraan maka mengikuti dari belakang. karena Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam melarang wanita mengikuti jenazah 4. Mengikuti jenazah ada dua tahap : a. begitu pula membawa wangi-wangian dan sebagainya. Adapun membawa jenazah di atas kereta khusus atau mobil . Harus cepat-cepat dalam membawa jenazah dalam arti tidak berlari-lari 6. Mengikuti jenazah hanya dibolehkan bagi laki-laki. Boleh pulang berkendaraan setelah menguburkan mayat. Boleh berjalan di depan jenazah. (Perlu Ringkasan Cara Penyelenggaraan Jenazah 15 diketahui bahwa berjalan lebih afdhal dari pada berkendaraan) 7. di belakangnya (ini yang lebih afdhal). tidak makruh 8. tidak dibolehkan bagi wanita. Mengikuti dari keluarganya sampai dishalati b. Tidak dibolehkan mengikuti jenazah dengan cara-cara sambil menangis. Mengikuti dari keluarganya sampai selesai penguburannya. dan inilah yang lebih utama 3. boleh juga di samping kanannya atau kirinya dengan posisi dekat dengan jenazah.2. (Termasuk dalam kategori ini amalan orang awam sambil membaca : "Wahhiduul -Ilaaha" atau jenis dzikir-dzikir lainnya yang dibuat-buat) 5.

tapi ini tidak wajib Ringkasan Cara Penyelenggaraan Jenazah 16 SHALAT JENAZAH 1.ambulance. 10. yaitu yang gugur dari kandungan ibunya sebelum sempurna umur kandungan. Ini jika umurnya dalam kandungan ibunya sampai empat bulan. oleh karena itu tidak boleh lagi diamalkan. kemudian orang-orang yang mengantarnya juga memakai mobil. Orang yang mati syahid . Dianjurkan bagi yang membawa jenazah supaya berwudhu. Yang tidak wajib hukumnya dishalati (tapi boleh) : a. serta menghilangkan nilai-nilai yang terkandung dalam pengantaran jenazah yaitu mengingat-ingat akhirat. maka hal ini termasuk tidak disyari'atkan. Jika gugur sebelum empat bulan maka ia tidak dishalati). Berdiri untuk menghormati jenazah hukumnya mansukh (dihapuskan). lebihlebih lagi karena hal itu menjadi penyebab terkuat berkurangnya pengantar jenazah dan hilang kesempatan orang-orang yang ingin mendapatkan pahala. (Kecuali dalam keadaan darurat maka boleh memakai mobil) 9. Menshalati mayat muslim hukumnya fardhu kifayah 2. Anak yang belum baligh (Boleh dishalati meskipun lahir karena keguguran. karena ini adalah kebiasaan orang-orang kafir. b.

(Karena tidak semua yang meninggal dishalati dengan shalat gaib) 4. memohonkan ampunan dan rahmat untuk orang-orang kaf ir dan orang-orang munaf ik (mereka bisa diketahui dari sikap mereka memperolok-olokkan serta memusuhi hukum dan syari'at Islam. Diharamkan menshalati. e. Orang yang dikuburkan sebelum dishalati (atau sebagian orang sudah menshalati sementara yang lainnya belum menshalati) maka mereka boleh menshalati di kuburnya. Disyariatkan menshalati : a. maka orang yang seperti ini dishalati Ringkasan Cara Penyelenggaraan Jenazah 17 d. Orang yang mati di suatu tempat dimana tidak ada seorangpun yang menshalati di sana. Orang yang meninggal karena dibunuh dalam pelaksaanaan huhud hukum Allah b. . Orang yang berbuat dosa dan melakukan hal-hal yang haram.3. Orang ahlul ilmi dan ahlul diin tidak menshalati supaya menjadi pelajaran bagi orang-orang yang seperti itu c. Orang yang berutang yang tidak meninggalkan harta yang bisa menutupi utang-utangnya. maka sekelompok kaum muslimin menshalatinya dengan shalat gaib. dengan ciri-ciri yang lain).

5. tapi ia berdiri di belakang imam. kemudian yang selanjutnya tersebutkan dalam sunnah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam 11. Disukai membuat shaf/baris di belakang imam tiga shaf ke atas Ringkasan Cara Penyelenggaraan Jenazah 18 9. Jika kebetulkan banyak sekali jenazah terdiri dari jenazah . jika keduanya tidak ada maka yang lebih pantas mengimami adalah yang lebih baik bacaan/hafalan Qur'an-nya. Jika yang shalat dengan imam hanya satu orang. (Dari sini anda mengetahui kesalahan banyak orang bahkan orang-orang terpelajar yaitu dalam shalat-shalat biasa lainnya jika hanya berdua maka yang ma'mum mundur sedikit dari posisi yang sejajar imam) 10. Jika mereka shalat jenazah satu persatu/sendiri-sendiri maka kewajiban shalat jenazah sudah terpenuhi. Berjamaah dalam shalat jenazah hukumnya wajib. wallahu 'alam 6. Lebih banyak jumlah jemaah lebih afdhal bagi mayyit 8. seperti halnya dengan shalat-shalat wajib yang lainnya. tetapi mereka berdosa karena meninggalkan jama'ah. Pemimpin umat atau wakilnya lebih berhak menjadi imam dalam shalat. Jumlah minimal jemaah yang tersebutkan dalam pelaksanaan shalat jenazah adalah tiga orang 7. maka orang itu tidak berdiri pas di samping imam sejajar seperti halnya dalam shalat-shalat lain.

Imam berdiri di posisi kepala mayat laki-laki dan di posisi pertengahan mayat wanita 16. Ringkasan Cara Penyelenggaraan Jenazah 19 14. Boleh juga dishalati satu persatu. Bertakbir 4 kali inilah yang paling kuat atau 5 sampai 9 kali. Lebih utama jika diragamkan. Lalu meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri lalu menempelkan di dada. hal ini tidak bertentangan dengan yang disebutkan di Bagian XII No.laki-laki dan jenazah wanita. maka mereka dishalati sekali shalat. yaitu di suatu tempat yang disiapkan untuk shalat jenazah. 12. Disyariatkan mengangkat kedua tangan pada takbir yang pertama saja. 17. semua ini sah dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. 18. karena ini adalah hukum asalnya 13. kadang-kadang mengamalkan yang satu dan kadang-kadang mengamalkan yang lain. Lebih afdhal jika shalat jenazah di luar masjid.3 bagian [d]) 15. sedangkan jenazah wanita di arah kiblat. Tidak boleh shalat jenazah di antara pekuburan (Bagi yang mencermati baik-baik. dan boleh juga di masjid karena semuanya ini pernah diamalkan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. . Jenazah laki-laki (meskipun masih anak-anak) diletakkan lebih dekat dengan imam.

anak hamba-Mu. ini adalah hamba-Mu. karena kedua cara ini tersebutkan dalam sunnah. Engkau berkuasa untuk tidak menyiksanya. Lalu bertakbir untuk takbir selanjutnya. (Disini tidak ada penjelasan yang menyebutkan adanya do'a istiftaah) 20. ia memerlukan rahmat-Mu. Kemudian salam dua kali seperti halnya pada shalat wajib yang lain. Berdoa antara takbir yang terakhir dengan salam disyariatkan 25.19. seperti : "Alahumma 'abduka wabna amatika Ringkasan Cara Penyelenggaraan Jenazah 20 ahyaaja ilaa rahmatika wa anta ghaniyyi an 'adzabihi in kana muhsinan farid fii hasanaatihi. dan mengikhlaskan doa untuk mayyit 23. Berdoa dengan doa yang sah dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. Bacaan dalam shalat jenazah sifatnya sir (pelan) 21. jika ia baik maka tambahlah kebaikannya. jika ia jahat maka maafkanlah kejahatannya" 24. boleh juga salam hanya satu kali. Lalu takbir yang kedua kemudian membaca shalawat kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam 22. yang pertama ke kanan dan yang kedua ke kiri. Setelah takbir yang pertama membaca surah Al-Fatihah dan satu surah. saayyian fatajawaja 'an sayyiatihi" Artinya : "Ya Allah. .

(Hal ini memuat bantahan terhadap sebagian orang yang mewasiatkan supaya dikuburkan di masjid atau di makam khusus atau di tempat lainnya yang sebenarnya tidak boleh di dalam syariat Allah Subhanahu wa Ta'ala) 4. meskipun kafir 2. bagi imam dan orang-orang yang ikut di belalakangnya 27. kecuali karena darurat. meskipun dengan cara memakai lampu dan turun di lubang kubur untuk memudahkan pelaksanaan penguburan. Tidak boleh menguburkan seorang muslim dengan seorang kafir. kecuali orang-orang yang mati syahid mereka dikuburkan di lokasi mereka gugur tidak dipindahkan ke penguburan. Menurut sunnah salam pada shalat jenazah dengan cara sir (pelan). harus di pekuburan masingmasing 3. menguburkan di tempat penguburan. Tidak boleh shalat pada waktu-waktu terlarang. (waktu-waktu terlarang. Wajib menguburkan mayyit. saat terbitnya matahari. Menurut sunnah Rasul. Tidak boleh menguburkan pada waktu-waktu terlarang (Lihat Bagian XII No 27) atau pada waktu malam. tatkala matahari pas dipertengahan dan tatkala terbenam) Ringkasan Cara Penyelenggaraan Jenazah 21 MENGUBURKAN MAYIT 1. begitu pula sebaliknya. kecuali karena dalam keadaan darurat. .26.

Para wali-wali si mayyit lebih berhak menurunkannya 10. kepala dan kedua kakinya melentang ke kanan dan kekiri kiblat 14. 8. Orang yang meletakkan mayat di kubur membaca : . Dipersyaratkan bagi yang menguburkan wanita. Lahad : yaitu melubangi liang kubur ke arah kiblat (ini yang afdhal) b. Meletakkan mayat di atas sebelah kanannya. memperluas serta memperbaiki 6. Penataan kubur tempat mayat ada dua cara yang dibolehkan : Ringkasan Cara Penyelenggaraan Jenazah 22 a. Menurut sunnah: memasukkan mayat dari arah belakang liang kubur 13. wajahnya menghadap kiblat. Yang menurunkan mayat adalah kaum laki-laki (meskipun mayatnya perempuan) 9. dan yang lebih didahulukan adalah yang lebih afdhal di antara mereka. Syaq : Melubangi ke bawah di pertengahan liang kubur 7. Wajib memperdalam lubang kubur. yang semalam itu tidak menyetubuhi isterinya. Boleh seorang suami mengerjakan sendiri penguburan istrinya 11. 12. Dalam kondisi darurat boleh menguburkan dalam satu lubang dua mayat atau lebih.5.

adapun talqin yang banyak dilakukan oleh orang-orang awam pada zaman ini maka hal itu tidak ada dalil landasannya di dalam sunnah) 16. 15. Boleh duduk saat pemakaman dengan maksud memberi peringatan orang-orang yang hadir akan kematian serta . supaya dapat dikenal dan dipelihara serta tidak dihinakan b.Artinya: "(Aku meletakkan) dengan nama Allah dan menurut millah (agama) Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam". tidak diratakan. Memberi tanda dengan batu atau selain batu supaya dikenali d. Berdiri di kubur sambil mendoakan dan memerintahkan kepada yang hadir supaya mendoakan dan memohonkan ampunan juga."bismillahi wa'alaa sunnati rasuulillahi shallallahu 'alaihi wa sallama" -Artinya: '(Aku meletakkannya) dengan nama Allah dan menurut sunnah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam" atau : "bismillahi wa 'alaa millati rasulillahi Ringkasan Cara Penyelenggaraan Jenazah 23 shallallahu 'alaihi wa sallama" . Meninggikan kubur sekitar sejengkal dari permukaan tanah. Setelah menimbun kubur disunnahkan hal-hal berikut : a. Meninggikan hanya dengan batas yang tersebut tadi c. (Inilah yang tersebutkan di dalam sunnah Rasul Shallallahu 'alaihi wa sallam.

segalanya . membuat mereka ridha dan sabar sesuai dengan yang teriwayatkan dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. Jika ia melakukan hal itu dengan dalih supaya bersiap-siap mati atau untuk mengingat kematian maka itu dapat dilakukan dengan cara memperbanyak amalan shaleh. Disyariatkan bertakziyah pada keluarga mayyit. Bertakziyah dengan menyenangkan mereka serta meringankan kesedihan mereka. berziarah ke kubur. yaitu menganjurkan supaya mereka bersabar. bukan dengan cara melakukan hal-hal yang hanya dibikin-bikin oleh orang Ringkasan Cara Penyelenggaraan Jenazah 25 TAKZIYAH 1. Seorang hamba tidak mengetahui di mana ia akan mati. 17. (Seperti : "Sesungguhnya milik Allah apa yang Dia ambil. milik Allah apa yang Dia berikan. mengharapkan pahala serta mendo'akan mayyit 2. Menggali kuburan sebagai persiapan sebelum mati. (Hadits Al-Barra bin 'Aazib).alam setelah kematian. para sahabat Ringkasan Cara Penyelenggaraan Jenazah 24 beliaupun tidak melakukannya. karena Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam tidak pernah melakukan hal itu. yang dilakukan oleh sebagian orang adalah perbuatan yang tidak dianjurkan dalam syari'at.

Disukai mengusap kepala anak yatim. Keluarga mayyit sengaja menyiapkan makanan untuk orang-orang yang datang bertakziyah. 6. memuliakan serta berlemah lembut kepadanya Ringkasan Cara Penyelenggaraan Jenazah . jika lupa maka cukup dengan kata-kata yang baik dan bisa membawa kepada tujuan takziyah dengan cara yang tidak menyalahi syari'at). Ini dibaca jika ia masih ingat yang sah dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. 5.sudah ditentukan di sisi Allah bersifat sementara. Harus menghindari dua hal berikut ini. kuburan atau masjid. 3. maka hendaklah bersabar dan mengharapkan sepenuhnya kepada Allah"). seperti rumah. meskipun sudah dilakukan secara turun-temurun oleh banyak orang : a. (Seperti pada hari ketiga. Ringkasan Cara Penyelenggaraan Jenazah 26 b. keempat puluh atau waktu yang lain yang sama sekali tidak ada landasannya di dalam syari'at). kapan sempat saat itupun dapat dilakukan 4. ketujuh. Berkumpul untuk bertakziyah pada suatu tempat khusus. Yang ada di dalam sunnah: Para kerabat mayyit dan tetangganya membuatkan makanan untuk keluarga mayyit supaya mereka kenyang. Takziyah tidak dibatasi tiga hari.

Amalan shaleh dari anak shaleh dari sang mayyit. serta memastikan bahwa dia masuk surga. [Seperti : " Syahid fulan . Utang mayyit dibayar oleh seseorang. Seperti yang di babkan oleh Imam Al-Bukhari dalam kitab " Shahih" nya.. seperti berdo'a (meminta) kepada mayyit. meminta pertolongan dengan perantaraan mayyit (bukan langsung kepada Allah).. 5. F) 4. walinya atau selain walinya. dengan syarat tidak melakukan halhal yang mengundang murka Allah Subhanahu wa Ta'ala. lihat . Bab Tidak boleh berkata: Si Fulan Syahid). Semua peninggalan baik sang mayyit.27 YANG DAPAT BERMANFAAT BAGI MAYYIT 1. berlebih-lebihan di dalam memuji mayyit (takziyah). Wali mayyit mengqadla/menutupi puasa nadzar mayyit 3." ini merupakan yang dilarang. Disyariatkan berziarah ke kubur untuk mengambil pelajaran serta mengingat akhirat. Do'a orang muslim untuknya 2. begitu pula amal jariyah Ringkasan Cara Penyelenggaraan Jenazah 28 ZIARAH KUBUR 1.. (Lihat bagian III. karena Ayahnya mendapat pahala seperti pahala anaknya tanpa mengurangi pahala si anak sedikitpun.

3. Memberi manfaat bagi mayyit dan berbuat baik kepada mereka dengan cara memberi salam kepada mereka. Tujuan berziarah ke kubur ada dua : Ringkasan Cara Penyelenggaraan Jenazah 29 a. hal ini berlaku bagi semua orang. bahkan yang sah sunnah adalah membaca doa-doa yang sah dari . bahwa tempat kembali mereka hanya ada dua kemungkinan. ini berlaku hanya bagi orang muslim. karena hal ini bisa menjadi penyebab terjadinya pelanggaranpelanggaran yang disebutkan tadi. yaitu untuk mengingat mati dan mengenang orang-orang yang sudah mati. dan semua jenis kemungkaran yang memenuhi kuburan pada zaman ini. Wanita dalam hal berziarah kubur sama dengan pria dianjurkan ziarah. dengan syarat menghindari ikhtilaath (bercampur baur dengan laki-laki). yaitu surga atau neraka. Manfaat bagi yang berziarah. b. 4. mendo'akan serta memohonkan ampunan. Tapi tidak boleh bagi wanita benyak berziarah kubur.Fathul Baariy 6/89] 2. (Tidak disyariatkan membaca surat Al-Fatihah atau surah lainnya di kuburan. meratap. tabarruj (memperlihatkan aurat/perhiasan). Boleh berziarah ke kubur orang yang mati di luar Islam untuk sekedar mengambil pelajaran 5.

Tidak berjalan di antara kuburan muslim dengan alas kaki. andaikan hal ini baik niscaya mereka .nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam seperti bacaan : "Assalaamu 'ala ahli ad-diaari minalmu'miniina wal muslimiina. tapi dibuka. Tidak disyariatkan menaruh wangi-wangian dan kembang di atas kubur. wayarhamu al-llahu al-muqaddiminna minnaa walmuta'akhirinna wa-innaa insyaa al-llahu bikum la-ahiquna" Artinya " Keselamatan atas kalian para enghuni di tempat ini di antara orang-orang mukmin dan orang-orang muslim. karena hal ini tida ada dasar amalannya dari ulama salaf terdahulu. bahkan memberinya berita siksa akan neraka. 9. Boleh mengangkat kedua tangan saat berdoa untuk mayyit pada saat berziarah kubur karena hal ini sah dalam sunnah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. semoga Allah merahmati orang-orang yang mendahului si antara kita dan orangorang datang kemudian. 8. dan sesungguhnya kami pasti akan menyusul kalian insya Allah" 6. Jika berziarah ke kubur orang kaf ir tidak boleh salam kepadanya tidak juga mendo'akan. hal ini dilakukan tidak menghadap ke kubur tapi menghadap ke kiblat saat berdoa Ringkasan Cara Penyelenggaraan Jenazah 30 7.

Saat di kubur. Menyalakan lampu diatasnya j.lebih dahulu melaksanakannya dari pada kita. haram melakukan hal-hal berikut ini : a. (Begitu juga menancapkan pelepah kurma di atas kubur. pengamalan yang ada dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam tentang hal itu merupakan kekhususan bagi Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam sebagaimana yang dijelaskan oleh banyak ulama) 10. Menyembelih b. Boleh menggali kubur orang-orang kaf ir. karena tidak ada nilai kehormatan baginya . Duduk diatasnya f. Membangun masjid di atas kubur Ringkasan Cara Penyelenggaraan Jenazah 31 i. Menggali kuburan orang Islam. (Adapun mayat orang kafir maka boleh. Menghancurkan tulang mayat orang muslim. Mencat kuburan d. kecuali jika ada sebab yang dibolehkan oleh syari'at 11. Shalat menghadap kubur g. Meninggikan kuburan melebihi kadar tanah yang ada seperti yang telah dijelaskan c. karena tidak ada nilai kehormatan untuknya) k. Shalat si kubur meskipun tidak menghadap kubur h. Membangung di atasnya e.

hukum pelaksanaannya (sebagian sudah disebutkan). yang mana semua sebab tadi tidak samar bagi orang yang menuntut ilmu dan konsekwen.Ringkasan Cara Penyelenggaraan Jenazah 32 BEBERAPA KESALAHAN YANG BERTENTANGAN DENGAN SYARI'AT Banyak orang awam. diantaranya 1. Membaca surah (Yaa Siin) untuk orang yang sakaratul maut 2. padahal tidak. kemudian dicukur lagi . karena bertentangan dengan sunnah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam atau karena memang tidak ada dalilnya atau karena berasal dari adat kebiasaan orang-orang kafir. Memasukkan kapas di pantat mayyit. atau tidak sah dalilnya. melakukan banyak kesalahan yang bertentangan dengan syari'at. Keluarga mayyit tidak makan sampai mereka selesai menguburkan 5. Mereka menyangka hal itu bersumber dari agama Islam. terlebih lagi yang membesar-besarkan para Syaikh. Mereka memanjangkan jenggot sebagai tanda sedih terhadap mayyit. tenggorokan serta hidungnya 4. Menghadapkan orang yang sakaratul maut ke kiblat 3. khususnya yang menyangkut jenazah dan hukum.

Meletakkan selendang di atas keranda 12. Pelan-pelan dalam membawa jenazah 14. Menghias jenazah 11. Mengeraskan dzikir saat memandikan mayat atau saat mengantar jenazah 10.Ringkasan Cara Penyelenggaraan Jenazah 33 6. begitu pula sebelum dan menjelang pemakaman 16.. Mereka membaca saat seorang memberitakan kematian : Al-Fatihah 'ala ruuh. Yang memandikan mayat membaca bacaan tertentu saat membasuh setiap anggota tubuh mayat 9. Shalat ghaib. 8. Kebiasaan membawa jenazah dengan memakai mobil.. padahal sudah diketahui bahwa sudah dishalati di tempat meninggalnya Ringkasan Cara Penyelenggaraan Jenazah .. atau sibuk bercanda dengan orang lain 15. Keyakinan bahwa jika mayat baik maka jenazahnya ringan dibawa. Mengangkat suara saat menghadiri jenazah. sebaliknya jika jahat maka jenazahnya berat 13. serta mengantar dengan memakai mobil 17. Mengumumkan berita kematian lewat menara-menara 7. Memuji-muji jenazah saat menghadirinya di masjid sebelum di shalati atau sesudahnya.

atau posisi lurus dengan dada mayat wanita 19. Setelah shalat jenazah. Bertakziyah dengan kata-kata : "Semoga Allah memperbanyak pahalamu" sebagai prasangka bahwa cara itu yang ada sunnahnya. Berkumpul pada suatu tempat untuk bertakziyah 27. Takziyah di kuburan. dst 25. Imam berdiri lurus pada posisi tengah mayat laki-laki. Talqin dengan kata-kata : "Wahai fulan . Penyiapan hidangan makanan dari keluarga mayyit di beberapa hari tertentu Ringkasan Cara Penyelenggaraan Jenazah 35 . Memakaikan air kembang ke mayat di dalam kuburnya 24. Sengaja memasukkan mayyit dari arah liang kubur 21. Menyebar pasir di bawah mayat tanpa ada alasan darurat 22. Membatasi takziyah dengan tiga hari 28... Memercikkan bantal untuk mayyit atau jenis lain di bawah kepalanya di dalam liang kubur 23. ada yang bertanya dengan suara yang keras: "Bagaimana kesaksian kalian terhadap si mayyit ini ?" Lalu para hadirin menjawab : "Dia adalah orang shaleh". padahal itu tidak ada dalam sunnah Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam 29.34 18." jika datang kepadamu dua malaikat .. 20. dengan cara berdiri berbaris-baris 26.....

156 berkata : "Sesungguhnya peringatan ke empat puluh ini berasal dari adat raja-raja Fir'aun. (Abdur Razzaq Naufal dalam kitabnya Al-Hayaat Al-Ukhraa hal. Membaca Al-Fatihah atau Yaa Siin di kuburan 37. Mengkhususkan ziarah kubur pada hari Idul Fitri 35. Membuat makanan tertentu atau membelinya pada hari ke tujuh 31. Mengkhususkan ziarah kubur pada hari Senin dan Kamis 36. atau setahun setelah meninggal. Menggali kubur sebelum wafat sebagai tanda kesiapan mati 34. Menghadiahkan pahala amalan-amalan kepada Nabi .30. Menghadiahkan pahala ibadah seperti shalat dan bacaan Al-Qur'an kepada orang-orang muslim yang sudah mati Ringkasan Cara Penyelenggaraan Jenazah 36 39. lalu setelah itu mereka menjadikan perayaan pemakaman) 33. bersama kerabat keluarga dan teman-teman 32. Merayakan pujian untuk mayyit pada malam ke empat puluh. sebab mereka sibuk dengan pengawetan mayat. Mengirim salam kepada para nabi melalui mayat yang di ziarahi di kuburan 38. Keluar pagi-pagi menuju ke mayyit yang telah mereka kuburkan kemarin. persiapan serta perjalanan ke kuburan selama empat puluh hari.

Mempertinggi dan membangun kubur 47. Menguburkan mayyit di masjid. Sengaja bepergian jauh untuk berziarah ke kubur para nabi Ringkasan Cara Penyelenggaraan Jenazah 37 50. Meminta pertolongan dari mayyit. Menghiasi kubur 43. Bergantung di kubur nabi dan menciumnya 44. Bertawaf (berkeliling) di kubur para nabi dan orangorang shalih. Memberikan gaji kepada orang yang membaca Al-Qur'an dan menghadiahkannya untuk mayyit 41. atau membangun masjid di atas kubur 49. Mengirim tulisan yang berisi permohonan hajat kepada nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam saat berziarah . yaitu dari kesesatan para syaikh-syaikh bid'ah) 45. Pendapat mereka: Bahwa do'a di sekitar kubur para nabi dan orang-orang shalih mustajab (dikabulkan) 42. Menulis nama mayyit serta tanggal wafatnya di atas kubur 48. sayang sekali mereka menemukan orang yang memfatwakan kepada mereka bolehnya hal itu. (Sebagaimana yang dilakukan orang-orang jahil di sebagian negara Islam seperti: Mesir. atau meminta doanya 46.Shallallahu 'alaihi wa sallam 40.

serta mengetahui keadaan dan urusan mereka. Demikianlah yang dapat saya ikhtisarkan tentang hukum jenazah di dalam f iqh Islami. Anggapan mereka: "Bahwa tidak ada perbedaan antara semasa hidup dan sesudah mati nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dalam menyaksikan ummatnya.OLEH IMAM GHAZALI & LAIN-LAIN ULAMA' Siguiente: Sehari di Kediaman Rasulullah ± Syaikh µAbdul Malik al-Qosim . Alhamdulillah atas petunjuk-Nya Previo PETUA MENCARI MALAM LAILATUL QADAR .51.