P. 1
Majlis Taklim

Majlis Taklim

|Views: 2,059|Likes:
Published by Mariam_Emer_9216

More info:

Published by: Mariam_Emer_9216 on Feb 14, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/16/2013

pdf

text

original

Menurut akar katanya, istilah majelis taklim terssusun dari gabungan dua kata : majlis yang berarti (tempat

) dan taklim yang berarti (pengajaran) yang berarti tempat pengajaran atau pengajian bagi orang-orang yang ingin mendalami ajaran-ajaran islam sebagai sarana dakwah dan pengajaran agama. Majelis taklim adalah salah satu lembaga pendidikan diniyah non formal yang bertujuan meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT dan akhlak mulia bagi jamaahnya, serta mewujudkan rahmat bagi alam semesta. Dalam prakteknya, majelis taklim merupakan tempat pangajaran atau pendidikan agama islam yang paling fleksibal dan tidak terikat oleh waktu. Majelis taklim bersifat terbuka terhadap segla usia, lapisan atau strata social, dan jenis kelamin. Waktu penyelenggaraannya pun tidak terikat, bisa pagi, siang, sore, atau malam . tempat pengajarannya pun bisa dilakukan dirumah, masjid, mushalla, gedung. Aula, halaman, dan sebagainya. Selain tiu majelis taklim memiliki dua fungsi sekaligus, yaitu sebagai lembaga dakwah dan lembaga pendidikan non-formal. Fleksibelitas majelis taklim inilah yang menjadi kekuatan sehingga mampu bertahan dan merupakan lembaga pendidikan islam yang paling dekat dengan umat (masyarakat). Majelis taklim juga merupakan wahana interaksi dan komunikasi yang kuat antara masyarakat awam dengan para mualim, dan antara sesama anggot jamaah majelis taklim tanpa dibatasi oleh tempat dan waktu. Dengan demikian majelis taklim menjadi lembaga pendidikan keagamaan alternative bagi mereka yang tidak memiliki icukup tenaga, waktu, dan kesempatan menimba ilmu agama dijulur pandidikan formal. Inilah yang menjadikan majlis taklim memiliki nilai karkteristik tersendiri dibanding lembagalembaga keagamaan lainnya. Dasar Hukum Majelis Taklim Majelis taklim merupakan lembaga pendidikan diniyah non-formal yang keberadaannya di akui dan diatur dalam : 1. Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang system pendidikan nasional. 2. Peraturan pemerintah nomor 19 tahun 2005 tantang standar nasional pendidikan. 3. Peraturan pemerintah nomor 55 tahun 2007 tentang pendidikan agama dan pendidikan keagamaan. 4. Keputusan MA nomor 3 tahun 2006 tentang strutur departement agama tahun 2006.

PENGORGANISASIAN MAJELIS TAKLIM 1. Pengertian Pengorganisasian Majelis Taklim Pengorganisasian adalah seluruh proses pengelompokan orang-orang, alat-alat, tugas-tugas, tanggung jawab, dan wewenang sedemikian rupa sehingga tercipta suatu organisasi yang dapat digerakan sebagai suatu kasatuan dalam rangka mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan.

seperti subjek. Pengertian Majelis Taklim menurut Majelis taklim se-DKI Jakarta adalah ³Suatu lembaga pendidikan non formal islam yang memiliki kurikulum tersendiri. Bekerja ngawur (t ida k mengarah atau acak-acakan) dan menyimpang dari peraturan merupakan factor utama yang menyebabkan kegagalan perjuangan. maka mereka terlibat dalam suatu kegiatan dalam desain organisasi. apalagi untuk melaksanakan perintah agama islam. Jadi. Oleh karena itu. Adapun membagi pekerjaan yang telah ditetapkan tersebut kepada para anggota organisasi sehingga pekerjaan terbagi habis kedalam unit-unit kerja. objek dan lain-lain. Islam sendiri sangat perhatian dalam memandang tanggung jawab dan wewenang sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW.Pengorganisasian atau al-thanzhim dalam pandangan islam bukan semata-mata merupakan wadah. bukan tanggung jawab yang mengikuti wewenang. jelas motivasi dan sasaran yang akan dicapai. pengorganisasi-an itu pada hakekatnya adalah sebagai tindakan pengelompokan. Organizational Structure [struktur organisasi] Struktur organisasi [organizational structure] adalah kerangka kerja formal organisasi yang dengan karangka itu tugas-tugas jabatan dibagi-bagi. manusia dengan manusia dan manusia dengan lingkungannya dalam menbina masyarakatyang bertaqwa´. dikelompokan. Ketika para manajer menyusun atau mengubah struktur sebuah organisasi. sentral dan desentralisasi. dan dikoordinasikan. teratur. yang mengajak para sahabat untuk berpartisipasi melalui pendekatan empati yang sangat persuasive dan musyawarah. rentang kendali. akan tetapi lebih menekankan bagaimana pekerjaan dapat dilakukan secara rapi. Organizational design [desain organisasi] 2. departemantalisasi. bekerja dengan tertib merupakan hal yang mutlak. bekerja dengan tertib dan tekun. diselengarakan secara berkala dan teratur yang diikuti oeh jamaah yang relatif banyak bertujuan untuk membina dan membangun hubungan yang santun antar manusia dengan ALLAH. [The way in which an organization¶s activities are divided organized. dan sistematis. Jadi. Kata ³Majelis Taklim ´ merupankan berasal dari bahasa Arab yakni yang artinya ³Tempat Duduk´. yaitu : 1. . yang ditonjolkan adalah wewenang yang mengikuti tanggung jawab. Untuk mengatur urutan jalannya arus pekerjaan perlu dibuat ketentuan mengenai prosedur dan hubungan kerja antar unit. serta formalisasi. adalah unsur-unsur yang dijamin akan menunjang keberhasilan apabila dilakukan melalui organisasi yang baik. Untuk keberhasilan suatu gerakan yang melembaga sebagai organisasi. Majelis Taklim juga dapat diartikan sebagai tempat untuk melaksanakan pengajaran dan siar dakwah islam. Ada dua poin yang harus diperhatikan dalam pengorganisasian. andcoordinated]. Pembagian pekerjaan ini disertai pendelegasian kewenangan agar masing-masing melaksanakan tugasnya secara bertanggung jawab. Kegiatan ini disebut dengan pengorganisasian (organizing) sebagai fungsi kedua dari manajemen. dapat juga sebagai tempat berkumpulnya orang untuk melakukan berbagai aktivitas dan kegiatan. yaitu suatu proses yang melibatkan keputusan-keputusan mengenai spesialisasi kerja. Pada proses pengorganisasian ini akan mengasilkan sebuah struktur organisasi dan pendelegasian wewenang dan tanggung jawab. rantai komando.

Merumuskan dan menentukan tugas serta tanggung jawab kepengurusan Majelis Taklim 3. Pengorganisasian Majelis Taklim sangat penting karena : § Pengorganisasian merupakan syarat utama dalam manajemen § Tanpa pengorganisasian majelis taklim t ida k akan berkembang § Pengorganisasian merupakan proses dari organisator § Hasil dari pengorganisasian adalah organisasi Langkah-langkah dalam Pengorganisasian Majelis Taklim 1. kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar. Membagi dan mengelompokan aktifitas kegiatan Majelis Taklim 2. Urgensi dan Langkah-langkah Pengorganisasian Majelis Taklim Urgensi adalah penyatuan. pengelompokan. Kurikulum disusun untuk mewujudkan tujuan pendidikan dengan memperhatikan tahap perkembangan siswa yang disesuaikan dengan lingkungan.2. perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta keseni-an. . Bila kedua hal ini sudah dapat dikontrol. Membantu efektifitas organisasi 5. maka ada kemungkinan perkembangan sebuah organisasi dapat dideteksi perkembangan-nya. Ia akan menjadi sebuah cermin pada setiap aktifitas yang dilakukan oleh aktifisaktifis organisasi tersebut. kebutuhan pembangunan. Dengan adanya kurikulum. Kurikulum Majelis Taklim Pengertian kurikulum Pengertian kurikulum adalah landasan yang digunakan pendidik yang membimbing peserta didiknya kearah tujuan pendidikan yang diinginkan melalui akumulasi sejumlah pengetahuan. dan pengaturan pengurus Majelis Taklim untuk digerakan dalam salah satu kerja sebagaimana yang telah direncanakan. Dari referensi lain. Dengan demikian sebuah kurikulum menjadi sangat penting keberadaannya dalam sebuah organisasi/majelis dan sebagainya. Jadi hal-hal yang t ida k diinginkanpun juga akan terdeteksi. keterampilan dan sikap mental. Memberi wewenang dan tanggung jawab penuh 4. maka bisa dipastikan kemajuan sebuah majelis taklim akan dapat diraih sesuai dengan cita-cita dari para pengurus majelis taklim tersebut. Menciptakan jalinan kerja Pengertian Kurikulum Majelis Taklim I.

Persyaratan tersebut diantaranya : 1. Realistik. Materi adalah bahanbahan yang akan diajarkan para dai/daiah kepada mad¶unya pada majelis ta¶lim. Generatif. Obyektif. 5. hal yang juga mendukung tercapainya tujuan yang direncanakan adalah menyiapkan materi-materi yang disusun dalam kurikulum tersebut. 6. . Oleh karena itu dalam menyusun kurikulum yang baik. 4. artinya kurikulum tersebut dapat diterapkan di lapangan (majelis taklim) dan dilaksanakan dalam kegiatan-kegiatan majelis taklim. Hal ini agar setiap pertemuan memiliki sasaran yang akan dicapai. 7. Tujuan yang hendak dicapai 2. kurikulum senantiasa mengikuti dan sejalan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. artinya kurikulum diperuntukan bagi semua orang (jamaah) dan dapat diterima oleh semua pihak yang terlibat dalam proses kegiatan di dalam majelis taklim. Koherensi. Beberapa hal tersebut adalah: 1. Fasilitas yang dimiliki 5. Aplikatif. kondisi dan situasi majelis taklim yang pastinya mengalami perubahan dengan cepat serta nilai-nilai yang berlaku. 2. baik oleh da¶i maupun oleh mad¶u. Keberhasilan. artinya semua unsur kurikulum satu dengan lainnya memiliki keterkaitan secara harmonis. artinya kurikulum disusun berdasarkan tujuan yang jelas dan operasional yang bertalian dengan tujuan tingkah laku yang dapat diamati dan dapat diatur. Materi ini sebaiknya juga disusun selama satu periode agar dalam proses pertemuan t ida k lagi bingung dengan bahan/materi yang akan disampaikan kepada para mad¶u. artinya berdasarkan kenyataan-kenyataan yang ada di lingkungan organisasi (majelis taklim) dan masyarakat. Keserasian. ada beberapa hal hal yang perlu diperhatikan agar kurikulum tersebut dapat menjadi pedoman yang sangat membantu nantinya. kurikulum dapat memberikan hasil-hasil yang diharapkan sesuai dengan tujuan yang telah dirumuskan. Pribadi pengajar (Da¶i) serta kemampuan profesionalnya II. artinya memiliki kesesuaian dengan kebutuhan masyarakat (mad¶u). pengajar (da¶i). Inovatif. Kriteria Perencanaan Kurikulum Kurikulum sebaiknya memenuhi persyaratan-persyaratan yang dapat menunjang kurikulum tersebut. 3. Situasi dan lingkungan 4. 8.Selain itu. Peserta majelis Taklim (Mad¶u) 3.

Sasaran Kurikulum Sebuah kurikulum haruslah direncanakan sesuai dengan sasaran-sasaran yang akan dicapai. yakni jamaah yang berdisiplin dalam melaksanakan tugasnya bersama orang lain. B ida ng-b ida ng keilmuan. 3. Personal. dan penilaian). Materi disusun dalam kelompok mata pelajaran yang terdiri dari beberapa kelompok. pelaksanaan.9. 2. yakni jamaah yang memiliki kemampuan mental yang serasi dengan pekerjaannya. III. Jenis-jenis materi yang disusun/dikembangkan bersumber dari b ida ng-b ida ng tersebut sesuai dengan tuntutan kurikulum. dedikasi. yakni jamaah yang memiliki sikap yang baik c. pengorganisasian. 2. yakni jamaah yang memiliki kemampuan profesionalisme sesuai dengan jenis pekerjaan tertentu. Profesional. IV. Sosial. materi dan objek yang perlu dikerjakan. mental psikologis. pengawasan. Jamaah yang memiliki kemampuan-kemampuan dalam aspek: a. meliputi fungsi-fungsi manajemen (perencanaan. d. b. ilmu kealaman dan lainnya. kemampuan profesional dan kemampuan sosial untuk melaksanakan tugasnya. Cara penyusunan isi kurikulum adalah: 1. Sasaran tersebut biasanya terdiri dari: 1. Tiap materi dikembangkan menjadi satuan-satuan bahasan dan pokok-pokok bahasan. Da¶i dan Da¶iah yang memiliki loyalitas. kurikulum berorientasi pada penyiapan tenaga kerja yang terampil. yang terdiri dari klasifikasi ilmu-ilmu sosial. Program kegiatan. 4. 3. Isi Kurikulum Isi kurikulum adalah keseluruhan bahan dan kegiatan yang tersusun dalam urutan dan ruang lingkup yang mencakup b ida ng pengajaran dalam majelis taklim. Konstruktif. KURIKULUM MAJELIS TA¶LIM BAB I PENDAHULUAN .

Pengertian tradisioanal atau pengertian lama . tanggal 13 Mei 1982.3. SDM yang lemah serta pola pengajaran dan pembelajaran yang tidak sistemetik yaitu terjadinya ketidakteraturn dan tumpang tindi antara ustadz/ustadzah yang satu dengan lainyaa. terutama Pasal 30 tentang Pendidikan Keagaman. kurikulum adalah sebagai berikut : 1. LADASAN YURIDIS PENYUSUNAN KURIKULUM MAJELIS TA¶LIM 1. Melihat peran yang begitu besar dari Majelis Ta¶limini. penghayatan. 18 Tahun 1989 tentang pelaksanaan Undang-Undang No. Potensi yang besar dari Majelis Ta¶lim ini hendaknya didukung dengan manajemen yang baik.B. Majelis Ta¶lim sebagai sebuah institusi pendidikan non formal bidang keagamaan memiliki arti penting bagi pengamalan nilai-nilai Islam di masyarakat. tentang ³Usaha peningkatan kemampuan baca tulis huruf AL-Qur¶an bagi umat Islam dalam rangka peningkatan. adapun kata ³ta¶lim´ (isim masdar) berarti ³pengajaran´ . 8 Tahun 1985 tentang organisasi kemasyarakatan.2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. maka pemerintah menjadikanMajelis Ta¶lim sebagai sub sistem pendidikan nasiaonal sebagaimana tertung dalam Undang-Undang Republik Indonesi Nomor 20 Tahun 2003 tentang sisten Pendidikan Nasional.Hal ini di karenakan keberadaan majelis ta¶lim menjadi ujung tombak yang berhadapan langsung pada masyaakat. LATAR BELAKANG Secara Etimologi kata majelis ta¶lim berasal dari Bahasa Arab yaitu´majlis´ (isian makan) yang berarti tempat duduk.A. SDM yang profesional (ahli dalam bidangnya) dan kurikulum yang sistematik dan berkesinambungan. Peraturan Pemerintah No.1962)2. Jadi kata Majelis Ta¶lim adalah suatu tempat (wadah) yang didalamnya terdapat proses belajar mengajar para jamaah / angotanya. Surat Keputusa Bersama Mendangri dan Menag No. 44A. Kata kerjanya adalah ³currere´ (Latin) = ³Courier´ (Prancis) = ³to run´ Sedangkan menurut istilah ada 2 pengertiana. Dengan memperhatikan latar belakang diatas. dan pengamalan AL-Qu¶an dalam kehidupan BAB II PENGERTIAN DAN AZAS PENYUSUNANKURIKULUM MAJELIS TA¶LIM A. Sedangkan menurut Terminologi Majelis Ta¶lim adalah suatu tempat yang digunakan untuk proses belajar mengajar tentang keislaman guna mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan. ³Rencana Pelajaran´ (Hilda Taba. Karena secara realitas banyak sekali ditemukan majelis ta¶lim yang dikelola apa adanya. Pengertian kurikulum Menurut bahasa perkataan kurikulum (³curriculum´) adalah kata yang berasal dari kata ³curiculae´ (Bahasa latin) artinya ³jarak yang harus ditempuh oleh seorang pelari´ (Oemar Hamalik ± 1995). ³sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh oleh murid untuk memperoleh ijazah¶(oemar . 128 dan No. maka Bidang Penamas sebagai Pembina Majelis Ta¶lim bekerjasama dengan kordinator Penyuluh (koeluh) Kanwil Departemen Agama Provinsi DKI Jakarta ikut serta membantu mengurangi permasalahan tersebut dengan menyusun ³Kurukulum Majelis Ta¶lim´ .

Dengan demikian menjadimuslim yang taat berarti menjadi Pancasilais yang baik.Nasution:1991)b.1992)3. dari sejak lahir hingga ajal datang. Jamaah memiliki akhlakul karimah. dsb .Hamalik. 3:19. Pusat fabrikasi (pengkaderan) ulama/cendikiawan5. nilai-nilai dan norma-norma agama islam ini wajib diwariskan kepada setiap umat islam.66:6. Oemar Hamalik).3.3.2. Asas Penyusunan Kurikulum Majelis Ta´lim Majelis Ta¶lim adalah lembaga pendidikan non formal jenis keagamaan. ³Sejumlah courses atau mata pelajaran yang harus ditempuh untuk mencapai suatu gelar atau ijazah´(S. yaitu ALQur¶an dan As-Sunnah Serta sumber hukum Islam lainnya yang mu¶tamad. Tujuan Pendidikan Majelis Ta¶lim Majelis Ta¶lim sebagai lembaga pendidikan non formal di masyarakat mempunyai tujuan kelembagaan yaitu menjadi majelis ta¶lim. 83-83. Pusat pengembangan budaya dan kultur Islam4. Dalam hubungan ini. Sedangakan penyusunan kurikulum ini. Meningkatnya pengamalan nilai-nilai agama Islam di semua kalangan masyarakat . Berkembangnya Majelis Ta¶lim di masyarakatc. bapak-bapak dan para pemuda/remaja. dll). Asas AgamisIslam adalah agama dan tatanan hidup bersifat universa. materinya disesuaikan dengan kondisi jamaah majelis ta¶lim yang terdiri dari ibu-ibu. Jamaah dapat memahami serta mengamalkan Dinul Islam dengan segala aspeknya dengan benar dan proposional. Pusat pembelajaran 2. penyusun Kurikulum Majelis Ta¶lim adalah mengacu pada asas-asas sebagai berikut :1. Jamaah bisa melaksanakan ibadah harian yang sesuai dengan kaedah-kaedah keagamaan secara baik dan benar. masjid dan rumah-rumahb. Tujuan Pengajaran Majelis Ta¶lim :1. Jamaah bisa meningkatkan taraf hidupnya ke arah yang lebih baik7. Pusat konseling Islam (agama dan kelurg)3. muatan pengajarannya lebih menekankan aspek agama Islam dengan mengacu pada sumber utamanya.4:9. Jamaah mampu menciptakan hubungan silatuhrahmi dengan baik6. Jamaah dapat mengagumi. mencintai dan mengamalkan Al-Quran serta menjadikannya sebagai bacaan istimewa dan pedoman utama.5. (QS.BAB III TUJUAN PENDIDIKAN & PENGAJARAN MEJELIS TA¶LIM A.2. Oleh karenaya. Oleh karenanya. Asas FilosofisPancasila sebagai Ideol ogi Negara tidak bertenggan dengan Agama dan sila pertama dari Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa. Tradisi mengaji di surau. Lembaga control & motivator di tengah-tengah masyarakatB. yang berlaku sepanjang hayat. dllB. Jamaah menjadi muslim yang kaffah4. sebagai:1. Pengertian modern atau yaitu pengertian baru dari kurikulum ³Program pendidikan yang direncanakan dan dilaksankan untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan tertentu´ (Hendyat Soetopo & Wasty Soemanto. Pusat pemberdayaan ekonomi jamaah6.42:13. Asas sosio culturralBangsa Indonesia mayoritas beragama Islam sehinga akar budaya Islam yang ada pada masyarakat cukup kuat seperti :a.

Akhlak dan ruang linkupnya3. Corak pemikiran Tauhid dalam Islam6. Thaharah dan aspeknya3. Hakekat manajemen2. Faktor yang mempengaruhi kesehatan3. Khitbah dan aspeknya2. Manejemen sumber daya manusia (SDM) majelis ta¶lim8.. Thalaq/cerai dan aspeknyaIV. Fiqh IbadahMateri fiqh ibadah mencakup hal-hal sebagai berikut :1. Shalat dan aspeknya4. Tauhid Sebagai soko guru peradaban3. Corak pemikiran dalam IslamII. Wanita dan permasalahannya6. Makna Iman dan pengaruhnya dalam kehidupan 2. Kesehatan mental8. Zakat dan aspeknya6. Pengaturan (organnizing) majelis ta¶lim4. Nafakah dan aspeknya7. gejala dan pengobatannya4. Pelaksanaan (actuating) majelis ta¶lim5. Konsep sehat menurut Islam2. Haji da aspeknyaIII. Wakaf dan aspeknya6. Perencanaan (planing) kegiatan majelis ta¶lim3. Perbangkan10. kuratif dan edukatifVII. Perkawinan beda agama5. Kesehatan spiritual9. Karakteristik Aqidah Islam4. Beberapa hal yang berkaitan dengan penyakit dalm5. Hadhonah dan urgensinya4. Islam sebagai konsep hidup2. Manajemen keuangan majelis ta¶lim7. Pengelolaan kekayaan dan aset majelis ta¶lim9. Nikah siri dan aspeknya6. Puasa dan apeknya5. Islam dan KesehatanMateri Islam dan Kesehatan mencakup hal-hal sebagai berikut :1. Pengertian fiqh ibadah dan aspeknya2. Makanan dan kesehatan7. Sikap prefentif. Hibah dan hadiah8. Ekonomi Islam / Fiqh MuamalahEkonomi Islam / Fiqh Muamalah mencakup hal-hal sebagai berikut :1. Evaluasi Pelaksanaan kegiatan (controlling) majelis ta¶lim6. Islam dan tindak pencegahan10. Beberapa penyakit. Manejemen Majelis Ta¶limMateri manajemen Majelis Ta¶lim mencakup hal-hal sebagai berikut :1. Pengelolaan administrasi majelis ta¶lim10. Kualitas manusia2. AkhlakMateri akhlak mencakup hal-hal sebagai berikut :1. Jual Beli dan aspeknya5. Karakteristik ekonomi Islam3. AqidahMateri Aqidah mencakup hal-hal sebagai berikut :1. Nikah dan aspeknya3. Kiat membangun insan berakhlak muliaVI. Pengembangan kerjasama (networking) BAB V METODE PENGAJARAN . Jenis-jenis perekonomian Islam9. Riba dan implikasinya pada perekonomianV. Kemusyrikan5. Fiqh MunakahatMateri fiqh ibadah mencakup hal-hal sebagai berikut :1.BAB IV BAHAN PENGAJARAN I. Prilaku ekonomi Islam4. Cabang-cabang akhlak4.

alat peraga dan alat bantu lainya. Metode Karya WisataMetode karya wisata atau study tour adlah suatu cara pembelajaran dalam rangka mengembangkan wawasan. dengan jalan mengunjungi obyek wisata tertentu. Sejumlah metode yang dapat diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) di Majelis Ta¶lim adalah sebagai berikut :A. Penerapannya adlah sebagai berikut :1. metode pengajaran adalh suatu cara yang dipilih dan dilakukan guru ketika berikteraksi dengan jamaah dalm upaya menyampkaikan bahan pengajaran tertentu agar bahan pengajaran tersebut mudah dicerna. tanya jawab. seperti.Metode Pengajaran ialah cara penyampaian bahan pengajaran dalam kegiatan belajar mengajar. Metode ini dapat diterapakn pada saat klasikal awal atau awal membuka pengajian dengan terlebih dahulu bertanya kepada jamaah. Metode Tanya JawabMetode Tanya jawab adalah suatu cara penyampaian bahan pengajaran melalui proses tanya jawab. Dapt dilakukan dimana guru memberikan tugas kepada salah seorang jamaahnya untuk membaca AL-Qur¶an atau yang lainya2. Dilakukan pada saat KBM klasikal di awal mulai pengajian MT2. Bahan pengajarannya yang dapat disajikan dengan metode ceramah umumnya adalah bahan pengajaran yang menuntut pemahaman dan pembentukan sikap.B.3. Dilaksanakan dalam waktu khusus di luar jam KBM majelis ta¶lim atau pada hari libur tertentu. Metode Pemberian TugasMetode pemberian tugas adalah suatu cara penyampaian bahan pengajaran dalm bentuk pemberian tugas tertentu dalm rangka mempercepat target pencapaian tujuan pengajaran yang telah ditetapkan. metode karya wisata ini ditopang metode lainnya seperti.2.Penerapan metode karyawisata/study tour adalah sebagai berikut :1. Akhlak. Siapa yang bertanya dan siap yang menjawab. Pola interaksi Tanya Jawab dapat dilakukan dengan cara bervariasi :‡ Ustadzah bertanya dan jamaah menjawabnya secara perorangan lalu guru memberi pengarahan atau pengembangan seperlunya‡ Jamaah dirangsang untuk bertanya atau membuat pertanyaan. tujuan dan progam karya wiasat ini berbeda dengan kunjungan wisata biasa yang pada umumnya sekedar hiburan dan rekreasi. Aqidah. Sebaiknya didukung oleh alat bantu berupa gambar. Metode tanya jawab bisa digunakan untuk semua bahan pengajianC. Bahan pengajaran yang sesuai untuk metode ini dapat meliputi semua bahan pengajaranE. Metode DemontrasiMetode demontrasi adlah suatu cara penyampaian bahan pengajaran dalam bentuk mempertunjukan gerakan-gerakan untuk disaksikan dan ditiru oleh para jamaahnya. pemberian tugas. Akhlak. Oleh karenanya dapat dipadukan atau diselaraskan. bagan atau sketsa. dsb.2. Metode CeramahMetode Ceramah adalah suatu cara penyampaian bahan pengajaran dalam bentuk penuturan atau penerangan lisan oleh guru terhadap para jamaahnya. Metode pemberian tugas berkaitan erat dengan metode tanya jawab. Ilmu Tajwid. Dengan demikian. Praktik penerapanya adalah sebaigai berikut :1. Dengan demikian . Lalu ustadzahnya memberi jawaban dengan jelas dan gamblang.3. pengalaman dan penghayatan para jamaah terhadap bahan pengajaran yang pernah mereka terima. Bahan pengajaran yang sesuai dengan penggunaan metode ini ialah . Fiqh Ibadah. sesuai kebutuhan atau targer yang mau dicapai4. Penerapan metode ini adlah sebagi berikut :1. Dapat dilakukan dalam KBM Klasikal dipadukan dengan metode ceramah2.Penerapan metode ini adalh sebai berikut1.dsb BAB VI . Dalam pelaksanaanya. Fiqh Ibadah. sesuai dengan tujuan pengajaran yang ditargetkan. hal ini perlu diatur dengan baik agar KBM berjalan efektif dan efisien. Pemberian tugas dapat berupa petunjuk lisan atau petunjuk tertulis3. dsb D. Dapat divariasi dengan metode Tanya jawab dan pemberi tugas4.

Tujuan dan manfaat Evaluasi Tujuan dan manfaat evaluasi menyangkut semua pihak yaitu sebagai berikut :1. perangkat elektronik seperti sound system. Di lingkungan majelis ta.dirumah(tempat tinggal jamaah)sumbernya adlah orang tua. ustadz/ah (nara sumber majlis ta¶lim)masjid dan alam sekitarnya. Bagi JamaahMemberikan motivasi ke arah peningkatan aktifitas belajarnya serta mendorong jamaah dalam memperbaiki amal ibadah keseharian.video.anak2. para pemandu yang bertugas ditempat tersebut BAB VII EVALUASI A.saudara yang dirumah)TV. buku tulis. akhlakul karimah serta meningkatnya kemampuan (potensi) jamaah di segala bidang terutama bidang keagamaan. Sumber belajar adlah berbagai sumber rujukan dalm proses pengajaran dalam rangka interaksi dalm peoses pembelajaran yang daripadanya dapat ditimba ilmu-ilmu dan pengalaman-pengalaman yang perlu di milikioleh jamaah majelis ta¶lim. afektif (sikap) maupun psikomotorik (keterampilan). Ditempat-tempat rekreasi adalah berupa museum.lim dan sekitarnya sumbernya adalah perpustakaan.3.c) Tea Perbuatand) Para jamaah .kaset. Evaluasi dengan tesa) Tes TulisPara jamaah diberikan soal-soal tertulis dari materi yang telah diajarkanb) Tes lisanPara jamaah di berikan kesempatan untuk membaca melafadzkan bacaan Al-Quran. DVD. teratur. Wujudnya adalah berupa buku-buku (buku pegangan jamaah. yaitu meliputi semua apek pendidikan baik kognitif (pengetahuan). Bagi lingkungan masyarakat sekitarMenciptakan rasa aman pada masyarakat serta meningkatnya nilai-nilai spiritual mereka dan teresponnya dengan baik beberapa kebutuhan masyarakat. Pengertian dan ruang lingkup evaluasi 1. tape recorder. Sarana belajar adalah segala benda atau alat pendukung dalam KBM agar KBMtersebut berjalan lancar. CD. Bagi Ustadz/ahMemperoleh bahan masukan untuk mengetahui perkembangan jamaah dalam pengalaman belajarnya serta peningkatan kualitas dalam proses belajar mengajarnya2. termasuk kaset (kaset bacaan Al-Qu¶an shalawat dll) dalam rangka pembuatan meteri MT.B. Adanya kelengkapan sarana belajar akan memberi kemudahan bagi ustadz/ah untuk menerapakan metode pengajaran dan program-programnyaA. Sumber Belajar1.radio. dsb.C. buku pegangan ustadz/ah dsb) alat peraga. do¶a atau yang lainya baik secara mandiri maupun bersama-sama.SARANA DAN SUMBER BELAJAR Proses belajar mengajar di majelis ta¶lim akan berjalan dengan baik dan benar serta efektif jika didukung oleh sarana dan sumber belajar yang baik. Ruang lingkup evaluai bersifat menyeluruh.B. tempat-tempat bersejarah.2. Evaluasi (penilaian) ialah usaha yang dilakukan dalam rangka memperoleh data tentang ³perkembangan´ para jamaah majelis ta¶lim melalui proses pembelajaran yang mereka alami¶2. Alat Ukur Evaluasi Alat ukur evaluasi pada garis besarnya mengunakan 2 cara yaitu Evaluasi dengan Tes dan Non Tes :1. Sarana Belajar1. efktif dan efisien2.

Kegiatan IntiKegiatan Inti di majelis ta¶lim diisi dengan ceramahatau pemberian materi sesuai dengan bahan ajar den dilanjutkan dengan tanya jawab4. Yasin.dsbB. Persiapan tertulisPersiapan tertulis ialah persiapan pokok-pokok bahasan yang ditulis terlebih dahulu oleh ustadz/ah sebelum menyampaikannya2. salh satunya menyusun buku panduan kurikulum Majelis Ta¶lim. Kegiatan PenutupKegiatan penutup dilakukan dengan pembacaan do¶a penutup oleh para jamaah dan dilanjutkam dengan musahafah. manasik haji dan materi lain yang menuntut adanya gerakan bersama-sama. Evaluasi Non Tesa) PenjajaganPenjajagan atau Evaluasi reflektif ialah suatu bentuk penilaian dalm rangka menjajagi kemampuan jamaah sebelum mengikuti proses pembelajaran berlangsungb) PengamatanPengaman adalah suatu bentuk evaluasi non tes berupa pengamatan langsung terhadap para jamaahc) PenyimakanPenyimakan dilakukan oleh ustadz/ah dengan cara tatap muka langsung dengan jamaahd) WawancaUstadz/ah mengadakan kontak langsung dengan jamaah atau tokoh-tokoh masyarakat di lingkungan majelis ta¶lim BAB VIII LANGKAH-LANGKAH PERSIAPANDAN PELAKSANAAN KBM MAJELIS TA¶LIM A. Pendahuluan Majelis taklim merupan intitusi pendidikan paling tua yang ada dalam khazanah kehidupan . Pengelolaan kelasAdalah pengaturan jamaah secara keseluruhan serta sarana dan peralatan yang diperlukan dalam kegiatan belajar mengajar. kebersihan badan. yang meliputi kesiapn mental. kerapian pakaian. Pengelolaan kelas ini dapat bervariasi sesuai perkembangan yang ada di dalam kelas. Kegiatan PembukaanMajelis Ta¶lim diawali dengan kegiatan pembukaan yang terdiri dari pembacaan Tadarus Al-Qur¶an bersama-sama. Langkah-langkah Persiapan KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) Langkah-langkah persiapan yang harus dipenuhi oleh seorang ustadz/ah pada garis besarnya 1.diberikan kesempatan untuk mempraktekan tata cara sholat yang benar.3. Persiapan tidak tertulis Persiapan lahir batin seorang ustadz/ahdalm suksesnya kegiatan belajar mengajar. Rawi dan salawat Nabi. yaitu :1. BAB IXPENUTUP Setelah diundangkanya Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No.2. Dari pengelolaan kelas ini pada akhirnya para jamaah dapat dapat di kelompokan sesuai perkembangan pengetahuannya2. Pelaksanaan KBMPelaksanaan KBM di Majelis Ta¶lim pada dasarnya meliputi 4 kegiatan.Oleh karenanya diupayakan langkah-langkah kongkrit dan sistematik. hal ini menuntut kita untuk merespon kondisi tersebut.20 Tahun 2003 di mana majelis ta¶lim telah ditetapkan sebagai salah satu sub sistem pendidikan nasional bidnag keagamaan.

Muncul berbagai jenis kelompok pengajian sukarela tanpa bayaran. terutama di saat Bani Abasiyyah berkuasa. tabiut-tabi¶in dan seterusnya sampai generasi kita sekarang. Di masa awal dakwah (di Mekah) Rasulullah dan para sahabat melakukan pertemuanpertemuan secara diam-diam (sirriyyah) dari rumah ke rumah. maupun lembaga (organisasi). majelis taklim di samping dipergunakan sebagai tempat menuntut ilmu. serta mengambil tempat yang beragam. yaitu kelompok pengajian di masjid Nabawi atau Masjidil Haram yang biasanya ditandai dengan salah satu pilar masjid untuk tempat berkumpulnya peserta/jamaah kelompok masing-masing dengan seorang sahabat. majelis taklim memiliki basis tradisi dan akar sejarah yang sangat kuat. Apa yang dilakukan Rasulullah saw dengan menghimpun para sahabat untuk kemudian disampaikan pengajaran Islam sejatinya adalah bentuk majelis taklim kala itu. di samping majelis taklim yang bersifat non formal. ajengan. Sebagai salah satu sarana dakwah dan pengajaran (pendidikan) agama. ustadz). Pengertian Majelis Taklim Secara bahasa (lughah) ia berasal dari bahasa Arab ³majlis´ yang berarti ³tempat duduk. . maka perkembangan kemudian Majelis Taklim menjelma menjadi lembaga atau institusi yang menyelenggarakan pengajaran atau pengajian Islam dan dikelola dengan manajemen modern baik oleh individu. mereka melakukan pertemuan-pertemuan secara terbuka di masjid nabawi dan tempat-tempat umum lainnya. juga mempergunakan majelis taklim untuk menyampaikan dakwahnya. Dalam perjalanannya. tumbuh (dibentuk) lembaga pendidikan yang ³lebih´ formal sifatnya yang disebut sekolah (madrasah). di antaranya di rumah Arqam. sehingga dapat kita katakan bahwa majelis taklim juga merupakan lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia. Sementara di Indonesia. kegiatan taklim semacam ini mengalami perkembangan dan berlangsung secara terbuka. Di masa puncak kejayaan Islam. Barulah kemudian seiring dengan perkembangan ilmu dan pemikiran dalam pengelolaan dan pengaturan pendidikan. Majelis Taklim mengalami perubahan dan pengembangan. Tradisi tersebut diteruskan oleh para tabi¶in. yang disebut halaqoh. kelompok perorangan. Pada masa berikutnya. Sedangkan di Madinah. B. merupakan produk dari majelis taklim. juga menjadi tempat para ulama dan pemikir menyebar luaskan hasil penemuan atau ijtihadnya. Bahkan di masjidil Haram sendiri sampai saat ini terdapat pengajian dan majelis taklim yang diasuh ulama-ulama terkenal dan terkemuka.umat Islam. Barangkali tidak akan salah bila dikatakan bahwa para ilmuwan Islam dalam berbagai disiplin ilmu ketika itu. Kalau masa lalu Majelis Taklim hanya sebatas pertemuan dan pengajaran yang dikelola secara individual yang merangkap sebagai pengajar sekaligus (misal: seorang kyai. Sifat ketertutupan atau keterbukaan ini sematamata terkait dengan situasi sosial politik masyarakat yang melingkupinya. terutama di saat-saat penyiaran Islam oleh para wali dahulu. terutama ketika musim haji tiba. serta dikunjungi jamaah dari berbagai bangsa.

3 Tahun 2006 tentang Struktur Departemen Agama Tahun 2006 D. ketarampilan hidup dan kewirausahaan Fungsi sosial. 2. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.tempat sidang. yakni membina dan mengembangkan ajaran Islam dalam rangka membentuk masyarakat yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT Fungsi pendidikan. umara dan umat. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Secara istilah majelis taklim dapat didefinisikan sebagai lembaga pendidikan diniyyah nonformal yang menyelenggarakan proses kegiatan pendidikan islam (tarbiyah islamiyyah) bagi jamaahnya. Keputusan Menteri Agama No. PP No. yakni menjadi wahana pencerahan umat dalam kehidupan beragama. Kedudukan dan Fungsi y y y y y y Fungsi keagamaan. Keputusan Menteri Negara Koordinator Bidang Pengawasan dan Pendayaan Aparatur Negara No. Syarat Umum . Landasan Hukum Majelis taklim merupakan lembaga pendidikan diniyyah non formal yang keberadaan-nya diakui dan diatur dalam sejumlah landasan hukum di Indonesia. 3. 07/2005 Bab 31 tentang Peningakatan Kualitas Kehidupan Beragama. Fungsi ekonomi. bermasyarakat dan berbangsa. Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan. dewan´ dan ³ta¶lim´ yang berarti ³pengajaran´. yakni menjadi wahana silaturrahim. 4. Prosedur Pendirian dan Persyaratan Berdasar petunjuk teknis pendirian dan perpanjangan ijin majelis taklim di lingkungan Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat disebutkan bahwa pendirian majelis taklim harus memenuhi syarat umum dan syarat administratif. 54/KBP/MK WASPAN/9/1999 6. antara lain: 1. yakni sebagai tempat pengembangan seni budaya Islam Fungsi ketahanan bangsa. 5. yakni sebagai sarana tempat pembinaan dan pemberdayaan ekonomi jamaah Fungsi seni dan budaya. I. menyampaikan gagasan dan sekaligus sarana dialog antara ulama. C. yakni menjadi pusat kegiatan belajar masyarakat (learning society). E. Dengan demikian secara bahasa majelis taklim adalah tempat untuk melaksanakan pengajaran atau pengajian agama Islam.

4. 3. Mempunyai ustadz (mualim) yang memberikan pembelajaran secara rutin dan berkesinambungan. Lembaga Pengelola Lembaga pendiri dan pengelola majelis taklim dapat berupa: . Prosedur Pengajuan Ijin Operasional Pendirian Prosedur pengajuan ijin pendirian dan perpanjangan ijin operasional penyelenggaraan majelis taklim meliputi: y y y y y y y y Pengusul mengirimkan/menyerahkan berkas proposal ke Kementerian Agama Kabupaten/Kota. Kementerian Agama Kabupaten/Kota akan memberikan Surat Keputusan perpanjangan ijin penyelenggaraan Majelis Ta¶lim yang bersangkutan. 2. Jamaah yang terus menerus mengikuti pembelajaran minimal 30 orang. III. Syarat Administratif 1. 2. Kementerian Agama Kabupaten/Kota melalui Seksi Penamas akan melakukan konfirmasi dan/atau visitasi jika diperlukan. sedangkan berkas yang kurang/tidak memenuhi persyaratan akan dikembalikan ke pengusul untuk disempurnakan dan dapat diajukan kembali. Kegiatan pendidikan yang teratur dan berkala. Kurikulum atau bahan ajar berupa kitab. 4. 6. Rekomendasi dari KUA Kecamatan. F. II. Apabila Kementerian Agama Kabupaten/Kota telah memberikan Surat Keputusan tentang pendirian dan atau perpanjangan ijin penyelenggaraan Majelis Ta¶lim mengirimkan atau melaporkan kepada Kementerian Agama Kantor Wilayah Provinsi Jawa Barat. Berkas yang memenuhi syarat akan dilanjutkan untuk dinilai oleh Seksi Penamas dan atau tim. Pengusul akan menerima bukti penerimaan berkas dari Tata Usaha Kementerian Agama Kabupaten/Kota. Proposal pendirian majelis taklim. 5. Surat permohonan pendirian majelis taklim dari yayasan pendiri atau pendiri. buku. Seksi Penamas pada Kementerian Agama Kabupaten/Kota memeriksa kelengkapan berkas.1. Memiliki pengelola/penanggungjawab yang tetap dan berkesinambungan. Mempunyai tempat untuk menyelenggarakan kegiatan taklim. pedoman atau rencana pelajaran yang terarah. 3. Surat Keputusan yayasan atau Surat Keputusan Pendiri tentang Pendirian Penyelenggaraan Majelis Taklim. Kementerian Agama Kabupaten/Kota akan memberikan Surat Keputusan ijin pendirian dan menerbitkan Piagam Terdaftar pada Kementerian Agama Kabupaten/Kota beikut dengan Nomor Statistik.

laptop dan infocus dan lain-lain. suara perlu juga . baik di dalam ruangan (in door) maupun luar ruangan (out door).baik yang terkait dengan tempat. Keberadaan peserta bukan hanya dalam artian secara fisik semata melainkan juga kesiapan penuh untuk mengikuti kegiatan taklim. Ole karena itu para pendidik dalam majelis taklim seyogyanya memenuhi kriteria: y y y y y y y Menguasai materi taklim dan kurikulumnya Mempunyai kemampuan membaca dan menulis Arab Lancar membaca Al Qur-an Memiliki kemampuan organisasi (manajemen kelas) Mempunyai kemampuan merespon dan menyelesaikan masalah Mempunyai kemampuan menyampaikan ide dan pengetahuannya kepada orang lain Menghiasi diri dengan adab-adab seorang pendidik H. Jamaah Terselenggaranya kegiatan taklim sangat tergantung dengan keberadaan peserta (jamaah). aula instansi. pengeras suara. Ia dapat juga dilaksanakan di halaman. musholla.juga perlu diperhatikan. kitab/buku pedoman. alat tulis. pendidik dan jamaah . tempat rekreasi dan lain-lain. Selain itu suasana lingkungan baik terkait dengan udara.y y y y y y Yayasan Organisasi sosial Kelompok profesi Kantor dan instansi baik pemerintah maupun swasta Dewan Kemamkmuran Masjid dan kelompok masyarakat lainnya G. Tempat kegiatan taklim sangatlah fleksibel. Sarana dan Prasarana Keberlangsungan kegiatan taklim ditopang oleh keberadaan tempat. sarana perlengkapan dan suasana lingkungan. Adapun sarana prasarana . balai pertemuan. cahaya. rumah-rumah keluarga dan lain-lain. I. buku catatan. Keberhasilan dan kualitas hasil kegiatan taklim banyak dipengaruhi oleh kondis pendidik ini. taman. Pendidik (muallim) Proses kegiatan dalam majelis taklim tidak lepas dari peran pendidik (muallim/ ustadz). seperti: papan tulis. Taklim dapat dilaksanakan di masjid.

Pemanfaatan tekhnologi dan penerapan sistem manajemen modern menjadi salah satu contoh terkait hal ini. bisa sekali dalam sepekan. L.diperhatikan dalam rangka menciptakan kenyamanan. Seksi Penamas. siang. Kurikulum adalah rencana atau rancangan pengajaran (taklim) yang dibuat dan dilaksanakan untuk mencapai tujuan taklim yang telah ditetapkan. . Waktu Penyelenggaraan Waktu penyelenggaraan taklim dapat pagi. M. Pengembangan Majelis Taklim Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kondisi sosial masyarakat manusia yang tentunya memunculkan tantangan-tantangan baru maka majelis taklim perlu selalu membenahi diri dan melakukan perbaikan. Namun demikian Kementerian Agama juga sangat membuka ruang munculnya lembagalembaga pembina majelis taklim yang dikelola sendiri oleh masyarakat. Bebagai gagasan. Frekuensinyapun fleksibel sesuai kondisi. Pada akhir proses taklim kurikulum digunakan sebagai alat untuk melihat tingkat keberhasilan proses taklim. sore ataupun malam. Kurikulum Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan bidang studi (materi taklim) serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan taklim yang berkaitan dengan waktu dan tingkatan taklim. dua kali dalam sepekan bahkan mungkin saja sekali atau dua kali dalam sebulan. J. inovasi dan kreatifitas dibutuhkan dalam rangka peningkatan dan pengembangan majelis taklim ke arah yang lebih baik. K. Pembinaan Majelis Taklim Secara umum setiap majelis taklim yang ada di tengah masyarakat secara otomatis berada dibawah pembinaan Kementerian Agama cq.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->