MAKALAH DESAIN PENGOLAHAN FISIKA-KIMIA I

DESINFEKSI

DISUSUN OLEH :

Nama : 1. Elga Malvianie 2. Rahmi Juwita Putri 25-2009-004 25-2009-018

JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN INSTITUT TEKNOLOGI NASIONAL BANDUNG 2012

pada makalah ini proses desinfeksi yang akan digunakan adalah proses klorinasi. Latar Belakang Air minum adalah kebutuhan utama dalam kehidupan manusia yang memerlukan kualitas yang sehat dan kuantitas yang cukup serta kontinu. desinfektan yang digunakan dapat berbentuk serbuk. Proses desinfeksi dilakukan dengan cara menambahkan suatu senyawa kimia yang biasa disebut sebagai desinfektan. gas ozon.BAB I PENDAHULUAN 1. proses pemisahan tersuspensi. larutan. air baku diolah dengan proses pemisahan partikel kasar. Untuk mengatasi permasalahan kualitas dan kuantitas air minum yang timbul saat ini diperlukan suatu proses pengolahan terlebih dahulu dalam unit produksi sistem penyediaan air minum. adapun jenis-jenis desinfektan yang biasa digunakan adalah larutan kaporit. dalam hal ini adalah penginjeksian gas klor ke dalam saluran pipa air bersih. dimana proses ini dilakukan dengan pembubuhan senyawa klor. Untuk mencapai kualitas air yang sesuai dengan standar kualitas air minum tersebut. Sampai saat ini masih ditemui berbagai masalah di beberapa perkotaan dan pedesaan terutama belum terpenuhinya persyaratan kualitas air minum yang didistribusikan kepada masyarakat sehingga menyebabkan penyelenggaraan pengembangan sistem penyediaan air minum (SPAM) terkendala dalam jangkauan dan kualitas pelayanan air minum kepada masyarakat. Unit produksi sistem penyediaan air minum berfungsi untuk mengolah air baku menjadi air minum. proses pemisahan terlarut. maupun gas. maupun ultraviolet. . gelombang mikro. proses netralisasi. Proses desinfeksi ini bertujuan untuk menyisihkan bakteri-bakteri patogen penyebab penyakit yang kebanyakan terdapat di dalam badan air. dan proses desinfeksi. Dalam makalah ini akan dijelaskan mengenai unit pengolahan dengan proses desinfeksi. gas khlor.

Desinfektan yang sering digunakan adalah kaporit.BAB II GAMBARAN UMUM DESINFEKSI 2. gas klor. Senyawanya ada yang . bromine klorida.2 Proses Desinfeksi dan Desinfektan yang digunakan Chlorinasi adalah suatu cara mendesinfeksi air atau membunuh kuman didalam air dengan mempergunakan senyawa khlor. Senyawa khlor adalah satudesinfektan yang paling banyak di gunakan dalam pengolahan air minum dan air buangan. terutama ditujukan kepada yang patogen. Bahan desinfeksi tersebut disebut sebagai desinfektan dan biasanya desinfektan kimia berupa kaporit.gas iod. gas klor dan sinar ultra violet. coli. ozon dan kalium permanganat. Syarat-syarat Desinfektan : ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ Dapat mematikan semua organisme patogen dlm air Dapat membunuh kuman yg dimaksud dlm waktu singkat Ekonomis dan dapat dilaksanakan dengan mudah dalam operasinya Air tidak boleh menjadi toksik setelah didesinfeksi Dosis diperhitungkan agar mempunyai residu atau cadangan untuk mengatasi adanya kontaminasi dalam air Fungsi desinfeksi dalam proses pengolahan air minum adalah untuk : ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ Menghilangkan bau Mematikan alga Mengoksidasi Fe (II) menjadi Fe (III) shg konsentrasinya di air turun Mengoksidasi Mn Mengoksidasi H2S menjadi H2SO4 Mengoksidasi nitrit menjadi nitrat Mengoksidasi amonia menjadi senyawa amin Dosis klor adalah jumlah klor yang ditambahkan pada air untuk menghasilkan residu spesifik pada akhir waktu kontak. misalnya mikroba E. 2.1 Desinfeksi Desinfeksi adalah usaha untuk mematikan mikroorganisme yang masih tersisa dalam proses. Hasil sisa (residu) adalah dosis dikurangi kebutuhan klor yang digunakan oleh komponen dan materi organik yang ada dalam air.

Sedangkan untuk keperluan desinfeksi pembubuhan dilakukan di lokasi reservoir sebagai post chlorinasi. Senyawa khlor lebih banyak dipergunakan dibandingkan denganunsur-unsur kimia lain karena mudah didapat dan murah harganya. Teori lain menyatakan bahwa proses pembunuhan bakteri oleh senyawa klor. . selain oleh oksigen bebas juga disebabkan oleh pengaruh langsung senyawa klor yang bereaksi dengan protoplasma. klor dioksida. serta dayadesinfeksi tahan sampai beberapa jam setelah pembubuhan. khlor juga sering digunakan untuk oksidator. Dengan demikian untuk keperluan pengolahan dapt dilakukan preklorinasi.berbentuk gas. ada juga cair dan adapula yang berbentuk padat. namun cara tersebut jarang digunakan. walaupun ada cara lain seperti ozon atau dengan UV. Tetapi untuk keperluan penyimpanan dan untuk menghindari kontaminasi air dari mikroorganisme perlu dilakukan desinfeksi. maka untuk kondisi tertentu klorinasi dapat dibubuhkan sebelum proses pengolahan. kloro amin. klorin dapat digunakan untuk :  Mengoksidai Fe dan Mn  Menghilangkan rasa yang tidak enak di air  Menghilangkan warna di air  Dan menghilangkan ammonia nitrogen Karena adanya fungsi ini. Disamping sebagai desinfektan. mengurangi bau dan rasa dan lain-lain. Desinfektan yang umum digunakan adalah dengan klorinasi. Senyawa klor dapat mematikan mikroorganisme dalam air karena oksigen yang terbebaskan bersenyawa asam hipoklorus mengoksidasi beberapa bagian yang penting dari sel-sel bakteri sehingga rusak. Klorin. dan senyawa kompleks dari klor. dapat memecahkanmolekul organik. di air minum selain dipakai untuk desinfektan juga dapat dipakai untuk : y y Mengendalikan keberadaan mikroorganisme dan sebagai oksidan Sebagai oksidan. Setelah filtrasi air pada prinsipnya sudah memenuhi standar kualitas. Beberapa percobaan menyebutkan bahwa kematian mikoorganisme disebabkan reaksi kimia antara asam hipoklorus dengan enzim pada sel bakteri sehingga metabolismenya terganggu. Senyawa klor yang sering digunakan sebagai desinfektan adalah hipoklorit dari kalsium dan natrium.

dibanding kaporit karena bersifat gas. Pada mulanya sisa klor merupakan klor terikat. dan pada suatu ketika tercapai kondisi ³break point chlorination´. Pembentukan klor terikat ini bergantun pada pH. Penambahan klor pada air yang mengandung senyawa nitrogen akan membentuk senyawa klor amin yang disebut klor terikat.klor terikat (NCl3) tidak akan terbentuk kecuali jika break point telah terlampaui NH3 + HOCl NH2Cl + HOCl NHCl2 + HOCl NH2Cl + H2O NHCl2 + H2O NCl3 + H2O .7293 gr/100 gr H2O pada 20oC 9) CC dan 1 atm 10) Gas Chlor menyebabkan rasa µ¶pedas¶¶ pada kulit selaput lendir 11) Memerlukan ketelitian dalam penangannya. Sifat-sifat gas klor: 1) Dalam keadaan gas berwarna kuning kehijau-hijauan 2) Dalam keadaan cair berwarna batu ambar 3) Perbandingan berat: 4) Gas chlor 2. Proses Klorinasi Proses klorinasi dapat terjadi sebagai berikut : 1. Pada pH normal. selanjutnya jika dosis klor ditambah maka sisa klor terikat akan semakin besar.44x lebih berat dari air 6) Chlor cair : terlihat jernih 7) Mudah menguap 8) Daya larut gas chlor: 0. Penambahan dosis klor setelah titik ini akan menjadi sisa klor yang sebanding dengan penambahan klor.48x lebih berat dari udara 5) Chlor cair 1. Keuntungan dicapainya Break Poin Chlorination yaitu :  Senyawa ammonium teroksidasi sempurna  Mematikan bakteri pathogen secara sempurna  Mencegah pertumbuhan lumut Break Poin Chlorination bertujuan untuk membunuh mikroba pathogen dan menyediakan sisa klor untuk keamanan sampai ke konsumen. Beberapa bagian klor yg akan tersisa disebut dengan sisa klor.Senyawa klor dalam air akan bereaksi dengan senyawa organik maupun anorganik tertentu membentuk senyawa baru.

Klorin dibubuhkan dengan pembubuhan gas dari bagian atas tabung. perpipaan dan katup c. Pembersihan bejana penyimpanan dan pembubuhan. dan mengurangi tekanan di atas cairan menyebabkan penguapan dari zat cair dan memberikan tambahan gas. Adanya OCl akan kurang menguntungkan. Cl2 +H2O HOCl - HOCl + H + + Cl- H+ +OCl- Kondisi optimum untuk proses desinfeksi adalah jika hanya terdapat HOCl. yang berfungsi dalam proses desinfeksi. Kondisi optimum ini dapat tercapai pada pH < 5. silinder 1 ton. Sistem Pemeliharaan Klorinasi Sistem pemeliharaan klorinasi dibagi dua. yaitu: 1. Laju pembubuhan maksimum dengan metode ini adalah 40 lb/hari untuk tabung ukuran 150lb dan 400lb/hari untuk tabung ukuran 1 ton.2. karat . tidak terdapat kebocoran. Klorin hidrous di pasaran tersedia dlm container: silinder 150lb. dalam bentuk natrium hipoklorit dan kalsium hipoklorit. pada bejana. Terhadap hub-hub antara peralatan yg satu dgn lainnya g. Pemeriksaan sistem pembubuhan bahan kimia terhadap keutuhannya.penyimpanan dan pembubuhan bahan kimia b. Sistem Penyimpanan dan Pembubuhan Gas Klorin Umumnya dipasaran klorin tersedia dalam bentuk tabung bertekanan yang mengandung fraksi gas maupun cair. Pemeriksaan dan pembersihan bagian dalam secara rutin sbg langkah operasi d.). truk tangki 15-17 ton dan tangki railroad 16-90 ton. Pemeriksaan dan pembersihan bagian luar dan pengeringan e. Pemeriksaan kondisi dan kebersihan peralatan penyiapan. Pada air yang bebas senyawa organik akan terbentuk klor bebas yaitu asam hipoklorus (HOCl) dan ion hipoklorit (OCl. Terhadap peralatan pembubuhan f. Gas klorin berbiaya rendah tetapi dalam transportasi gas klorin membebankan beberapa perlengkapan dari kecelakaan serius sampai membutuhkan beberapa utilitas untuk mengubah menjadi natrium hipoklorit agar dapat mencegah kecelakaan pada daerah dengan kepadatan berpenduduk tinggi. Pemeliharaan Rutin Ruang lingkupnya : a.

mengendalikan pemakaian bhn agr tidak t¶buang sia-sia & mengatur cara penyimpanan bhn agr aman.wordpress. begitu pula cara pemeriksaannya.3 Skema Operasional Sumber : http://aryansah. . Pemeliharaan berkala: Menjaga agar dosis pembubuhan kaporit dapat terlaksana secara tepat. Ruang lingkup: ‡ Perbaikan sistem pembubuhan bhn kimia kaporit sehingga tidak terjadi pd bejana.files.  CARA PENDOSISAN GAS CHLOR Cara pendosisan gas chlor sama dengan kaporit.2.com  CARA PEMBUBUHAN GAS CHLOR Langsung diinjeksikan ke pipa-pipa air yang mau didesinfeksikan dengan bantuan pompa. memelihara peralatan/perlengkapan yg digunakan senantiasa bersih & siap pakai. 2. perpipaan & katup dengan mengganti suku cadang yang dibutuhkan ‡ Perbaikan pd bagian luar sistem perpipaan pembubuhan yg mengalami karat.

2. yang direncanakan 0.5 mg/L Bak yang direncanakan 3 buah dengan cara bergantian setiap 12 jam.88 kg/L Sisa chlor setelah 30 menit : 0.5 Komponen Unit Desinfeksi Sumber : http://cancoute-perpus.4 Kriteria Desain ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ Klorinasi dengan cara di injeksikan Larutan chlor : 5% Dosis pembubuhan : 3. Bentuk bak lingkaran pompa boster : 75% tekanan pompa pembubuh : 15m direncanakan h : 1.5 m ‡ ‡ ‡ ‡ 2. setiap operasi bak yang digunakan 2 buah.8 mg/L .7 mg/L Ca(Ocl)2 Berat jenis kaporit : 0.blogspot.com . PENGAMANAN PERTAMA BILA ADA KEBOCORAN UNTUK TABUNGTABUNG GAS: Tambahkan/ditutupi dengan kapur pd tempat bocor atau semprot dengan air tabung tersebut.

6 Reaksi Rekasi yang terjadi saat awal pembubuhan klor: ‡NH3+ HOCl NH2Cl (monokloramin) + H2O ‡NH2Cl + HOCl NHCl2(dikloramin) + H2O ‡NHCl2+ HOCl NCl3(nitrogen triklorida) + H2O 2.7 Rumus yang digunakan Ž Di mana : N = jumlah patogen pada waktu t N0= jumlah patogen pada t = 0 C = konsentrasi disinfektan. mg/l t = waktu. (mg/l)-1menit±1 n = koefisien pengenceran .2. menit k = koefisien kematian spesifik.

.

88 kW. efisiensi unit flokulasi sebesar 14. Kedua sumur dalam ini tenaga penggeraknya adalah PLN.79% (0. efisiensi penurunan besi sebesar 94.21 mg/L).36 mg/L menjadi 0. yaitu efisiensi penurunan kekeruhan sebesar 95.88 kW dan daya sumur dalam II adalah 10.9 NTU menjadi 1.BAB III STUDI KASUS DESAIN INSTALASI PENGOLAHAN AIR PDAM IBU KOTA KECAMATAN PRAMBANAN KABUPATEN KLATEN 3. efisiensi penurunan mangan sebesar 63. yang merupakan salah satu gunung vulkanik di Pulau Jawa. Dari hasil perhitungan.58 mg/L menjadi 0. besi (Fe). dapat dilihat bahwa sebagian besar Fe+3 tersisih pada unit filtrasi.02 NTU). Adanya bau amis dan tingginya parameter warna disebabkan oleh kandungan besi dan mangan pada air sumur dalam. yaitu efisiensi unit aerasi sebesar 40%. Untuk sementara.11% (159 TCU menjadi 3 TCU). dapat dihitung besarnya efisiensi tiap unit. 3.1 Analisa Kualitas Air Baku Kualitas air baku dari sumur dalam I. Dengan melihat besarnya efisiensi penurunan parameter tersebut.73% (23. Air pada daerah ini mengandung besi yang cukup tinggi karena kondisi geologi dan geohidrologi lokasi IPA terletak di lereng Gunung Merapi.2 Sumber Air Baku Air baku diambil menggunakan pompa submersible dari sumur dalam I dan II yang masing-masing kapasitasnya adalah 10 L/detik. . sumur dalam III tidak digunakan karena adanya kerusakan genset. Sehingga. Dapat diketahui efisiensi penurunan masing-masing parameter.78%. warna. maka IPA PDAM Kabupaten Klaten IKK Prambanan sangat efektif dalam pengolahan air bersih.18 mg/L). dan III bervariasi. efisiensi unit koagulasi sebesar 6. dan efisiensi unit filtrasi sebesar 77. sebagian besar parameter kualitas air baku masih di bawah batas syarat kualitas air bersih.64% (3. kekeruhan. Daya yang tersedia sebesar 13 kW sehingga air dari sumur dalam dapat naik ke aerator. Daya pompa sumur dalam I adalah 9. II. kecuali untuk parameter bau. dan mangan (Mn). efisiensi penurunan warna sebesar 98.29%.67%. efisiensi unit sedimentasi sebesar 25%.

62%. Berdasarkan data PDAM Klaten IKK Prambanan bulan Agustus 2004. . dan belum pernah mengalami pergantian. debit air ratarata yang masuk ke IPA hanya sebesar 15. Dari perhitungan.81 L larutan kaporit per minggu. Kaporit berfungsi untuk membunuh bakteri dan protozoa yang berbahaya di air serta menghambat pertumbuhan lumut. berat jenis kaporit = 0.26 mg/L dan kebutuhan larutan kaporit adalah 7.2 L/detik. Pembubuhan PAC dan kaporit dilakukan dengan kran manual.4 Proses Desinfeksi dalam IPAM Desinfektan yang digunakan adalah kaporit. Sehingga terjadi pemborosan sebesar 17. dengan perincian pompa sumur dalam I sebesar 8. 3. didapatkan konsentrasi kaporit yang dibubuhkan adalah 1.3 Debit Air Kapasitas pompa pengambilan air baku adalah 20 L/detik (masing-masing adalah 10 L/detik).97 L atau 69. Adanya penurunan kapasitas pompa ini disebabkan oleh efisiensi pompa yang berkurang akibat usia pompa. Standar kaporit yang digunakan di lapangan adalah 20 mL/15 menit. Di lapangan menggunakan 25. Ketidakstabilan ini cenderung menyebabkan pemborosan larutan kaporit.7 L/detik.84 L/minggu.5 L/detik dan pompa sumur dalam II sebesar 6. Sehingga dosis pembubuhan kaporit dan PAC tidak stabil akibat tekanan pada kran.86 kg/L.3. Kedua pompa di sumur dalam I dan II digunakan mulai tahun 1984 sampai sekarang.

Namun. namun kadang yang terjadi di lapangan.Kontrol terhadap pembubuhan dilakukan secara manual tiap selang waktu tertentu. disarankan untuk menggunakan pompa dosing (dosing pump) dalam pembubuhan desinfektan dan koagulan atau pelaksanaan monitoring pembubuhan secara rutin untuk menjaga aliran kran pembubuh konstan. kontrol jarang dilakukan oleh operator. kualitas efluen air bersih telah memenuhi standar. . Melihat kondisi tersebut. Sehingga setiap harinya dosis pembubuhan kaporit dan koagulan menunjukkan besar yang berbeda dan hasil pengolahan yang tidak stabil.

yaitu dengan penambahan klor. khususnya bakteri pathogen. sedangkan proses desinfeksi fisika dilakukan dengan menggunakan sinar ultra violet dan gelombang makro. diantaranya adalah kaporit. Apabila kadar klor telah menurun. maka perlu dilakukan klorinasi kembali di pipa distribusi. Proses desinfeksi dapat dilakukan secara kimia dan fisika. Ada beberapa jenis desinfektan kimiawi. seanjutnya dilakukan proses pengecekan. Setelah dilakukan klorinasi. Proses desinfeksi kimia dilakukan dengan pembubuhan senyawa kimia yang biasa disebut dengan desinfektan. dimana gas klor disuntikkan ke pipa saluran air bersih sebelum didistribusikan ke masyarakat.BAB IV KESIMPULAN Proses desinfeksi merupakan suatu proses pengolahan air minum yang digunakan untuk menyisihkan mikroorganisme dalam air. Senyawa klor yang digunakan adalah gas klor. Hal ini dimaksudkan untuk memeriksa kadar sisa klor yang terdapat di dalam air bersih apakah kadar sisa klor tersebut masih sama dengan sisa klor di saluran pipa sebelum distribusi. gas klor dan gas ozon. Proses desinfeksi yang dibahas dalam makalah ini ada proses dengan klorinasi. Proses pembubuhan gas klor dilakukan dengan cara injeksi. .

waterandhealth.undip.DAFTAR PUSTAKA 1.com .wordpress. ³Unit Produksi dalam Sistem Penyediaan Air Minum´.org/drinkingwater/wp. 2010. Joko.com 5. http://aryansah.html 3.Yogyakarta:Graha Ilmu 4.files.pdf 2.ac.T.blogspot. http://www.id/524/1/hal_78-85__Nur_Fajri_Arifiani_dkk_. http://cancoute-perpus. http://eprints.