P. 1
absorbsi

absorbsi

|Views: 304|Likes:

More info:

Published by: Fitratun 'vietra' Nisak on Feb 14, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/15/2015

pdf

text

original

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Bahan Baku dan Produk 2.1.1 Bahan Baku a.

Gas Alam Penyediaan dan konversi gas alam PT. PIM dilaksanakan oleh EXXON MOBIL INDONESIA. Gas alam ini mengandung kotoran-kotoran yang dapat mengakibatkan gangguan selama operasi berlangsung. Kotoran-kotoran tersebut diantaranya zat-zat padat, air, Heavy Hidro Carbon (HHC), senyawa-senyawa phosfor dan karbondioksida. Tabel 2.1 Komposisi Gas Alam Komponen N2 CO2 CH4 C2H6 C3H8 i-C4H10 n-C4H10 i-C5H12 n-C5H12 C6H14+ Sumber : Laboratorium Utility PT. PIM Komposisi (% volume) 0,324 19,29 72,345 4,69 1,73 0,518 0,413 0.243 0.152 0.289

Universitas Sumatera Utara

Disamping komponen-komponen di atas gas alam juga mengandung senyawasenyawa sulfur. Kadar senyawa sulfur yang terdapat dalam gas alam dapat dilihat pada Tabel 2.2 berikut ini : Tabel 2.2 Kandungan Sulfur pada Gas Alam Senyawa H2S RSH Sulfur lain Hg Sumber: Laboratorium Utility PT. PIM. Maksimum (ppm) 80 ppm 0.25 ppm 1.35 ppm 160 ppm

b.

Udara Udara pada unit ammonia selain sebagai bahan baku juga dibutuhkan untuk

oksidasi di secondary reformer. Udara proses disuplai dari kompressor udara yang mengambil udara dari atmosfer dan disaring dengan saringan udara untuk menghilangkan debu-debu. c. Air Air yang diperlukan adalah air dalam bentuk steam (uap air). Steam di unit ammonia berasal dari pemanfaatan panas pembakaran yang dihasilkan di reformer. Adapun sifat fisika dan kimia dari bahan baku pembuatan ammonia yang meliputi gas alam, udara dan air dapat dilihat pada Tabel 1.3 dan Tabel 1.4 berikut ini :

Universitas Sumatera Utara

Air 28.2 oC -259. Udara a.02 32.4 Sifat Kimia Bahan Baku No Komponen 1. Air Gas Gas Cair Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak -195.4 oC Bentuk Warna Bau Titik didih Titik beku Sumber: Perry.5oC -182. CH4 b.48 oC -78.3 Sifat Fisika Bahan Baku No Komponen 1. N2 b. CO2 2. 1996. CO2 2.1 oC 0 oC Gas Gas Tidak Tidak Tidak Tidak -161 oC -57 . Gas Alam a.00 18 Zat Pengoksidsasi dan Pereduksi Reaktif Sebagai Pelarut 16 44 Mudah Terbakar Tidak Beracun BM (gr/mol) Sifat Sumber : Perry. N2 b.Tabel 2.8 oC -252. 1996. Udara a. Gas Alam a. Tabel 2. O2 3. CH4 b. Universitas Sumatera Utara .7 oC 100 oC -259. O2 3.

CO2 tidak bersifat racun.4 oC 38 oC 0.6 berikut ini : Harga -57. b. Sifat fisika dari CO2 dapat dilihat pada Tabel 1. alkohol dan eter. NH3 juga bersifat mudah meledak.1.2.G 1900 Kal/mol 6030 Kal/mol Universitas Sumatera Utara . beracun dan menyebabkan iritasi. Karbondioksida (CO2) Karbondioksida mempunyai berat molekul 44 gr/mol. berbau dan berbasa lemah serta larut dalam air pada temperatur 15 oC dengan perbandingan volume CO2 : H2O = 1 : 1. 1996. NH3 berbentuk gas tidak berwarna. Sifat fisika dari ammonia dapat dilihat pada Tabel 1.1 Bahan Baku Pembuatan Urea a. Pada tekanan atmosfer.5 berikut ini : Tabel 2.03 gr/mol.1.6 Kg/cm2. Pada tekanan atmosfer CO2 berbentuk gas yang tidak berwarna. akan tetapi dapat menimbulkan efek sesak dan mengganggu keseimbangan tubuh. Ammonia Ammonia mempunyai berat molekul 17. berbau menyengat serta sangat larut dalam air.5 Sifat Fisika CO2 Sifat Titik didih Titik beku normal Temperatur kritis Tekanan kritis Panas peleburan Panas penguapan Sumber : Perry’s.5 oC -78.

10 Sumber : Perry’s.5 atm 22.Tabel 2.0% : < 0. dengan kualitas sebagai berikut : • • • • Kadar Nitrogen Kadar Air Kadar Biuret Kadar Besi : > 46. PIM adalah pupuk urea prill dengan kapasitas produksi 1725 ton/tahun.7 ft3/lb Kelarutan dalam air pada 1 atm (% berat) • • Pada 0 oC Pada 25 oC 42.5% : < 1. 1996.35 oC 1657 psi 8.0 ppm : 1.04 kkal/mol Harga -33 oC -77.70 oC 133.1.37 kkal/mol -11.80 33. 2.6 Sifat Fisika Ammonia Sifat Titik didih Titik beku normal Temperatur kritis Tekanan kritis Tekanan uap cairan Spesifik volume pada 70 oC Panas pembentukan • • Pada 0 oC Pada 25 oC -9.0 ppm (maksimal) Universitas Sumatera Utara .2 Produk Produk utama yang dihasilkan oleh PT.

Fungsi Absorbsi dalam industri adalah untuk meningkatkan nilai guna dari suatu zat dengan cara merubah fasenya.1. (Anonymous. Komponen gas yang dapat mengadakan ikatan kimia akan dilarutkan lebih dahulu dan juga dengan kecepatan yang lebih tinggi. Kelarutan gas yang akan diserap dapat disebabkan hanya oleh gaya-gaya fisik (pada absorpsi fisik) atau selain gaya tersebut juga oleh ikatan kimia (pada absorbsi kimia). Selektif 3. Memiliki tekanan uap yang rendah Universitas Sumatera Utara . Karena itu absorbsi kimia mengungguli absorpsi fisik.Absorben sering juga disebut sebagai cairan pencuci. unit ammonia dan urea. Pupuk Iskandar Muda dibagi menjadi tiga unit.contohnya pada proses pembuatan formalin yang berfase cair yang berasal dari formaldehid yang berfase gas dapat dihasilkan melalui proses absorbsi. volume alat lebih kecil). Memiliki daya melarutkan bahan yang akan diabsorpsi yang sebesar mungkin (kebutuhan akan cairan lebih sedikit. 1958 ) 2. baik secara fisik maupun secara reaksi kimia. yaitu : unit utility.• Ammonia bebas : 150 ppm (maksimal) Proses produksi pengolahan bahan baku menjadi pupuk urea di PT.1 Absorbsi Absorbsi adalah proses pemisahan bahan dari suatu campuran gas dengan cara pengikatan bahan tersebut pada permukaan absorben cair yang diikuti dengan pelarutan. Adapun persyaratan absorben antara lain : 1. Di dalam proses absorbsi terdapat istilah absorben yang merupakan cairan yang dapat melarutkan bahan yang akan diabsorpsi pada permukaannya. 2.

atau untuk pemisahan partikel debu dan tetesan cairan. Solut adalah komponen yang dipisahkan dari campurannya sedangkan pelarut (solvent . Air ( H2O ) yang dapat digunakan untuk gas-gas yang dapat larut.3 Absorber dan Striper Absorber dan stripper adalah alat yang digunakan untuk memisahkan satu komponen atau lebih dari campurannya menggunakan prinsip perbedaan kelarutan. Karena Universitas Sumatera Utara . Mempunyai viskositas yang rendah 6.4. Stabil secara termis. Asam sulfat ( H2SO4 ) yang dapat digunakan untuk gas-gas yang dapat bereaksi seperti basa. 7. Tidak korosif. sebagai separating agent) adalah cairan atau gas yang melarutkan solut. 2.2 Kolom Absorbsi Kolom absorbsi adalah suatu kolom atau tabung tempat terjadinya proses pengabsorbsi (penyerapan/penggumpalan) dari zat yang dilewatkan di kolom/tabung tersebut. Proses ini dilakukan dengan melewatkan zat yang terkontaminasi oleh komponen lain dan zat tersebut dilewatkan ke kolom ini dimana terdapat fase cair dari komponen tersebut. 2.1.1. 3. Murah Jenis-jenis bahan yang dapat digunakan sebagai absorben adalah : 1. 2. 5. Natrium hidroksida ( NaOH ) yang dapat digunakan untuk gas-gas yang dapat bereaksi seperti asam.

Proses absorbsi tersebut terjadi secara fisik ( karena adanya driving force antara konsentrasi CO2 dalam fasa gas dan CO2 dalam amine) dan kimia (adanya Universitas Sumatera Utara . 2. Proses dan reaksi yang terjadi di Absorber adalah sebagai berikut : Proses penyerapan CO2 dalam syn gas oleh amine dilakukan dalam kolom Absorber. Hubungan absorber dan stripper ditunjukkan dalam gambar 1. transfer massa Absorber digunakan untuk memisahkan suatu solut dari arus gas. Bagian bawah : Input gas sebagai tempat masuknya gas ke dalam absorber.perbedaan kelarutan inilah. Diagram alir proses absorbsi-stripping Struktur dalam absorber adalah : 1. Bagian tengah : Packed tower untuk memperluas permukaan sentuh sehingga mudah untuk diabsorbsi. Stripper digunakan untuk memisahkan solut dari cairan sehingga diperoleh gas dengan kandungan solute lebih pekat. 3. Gambar 1. Bagian atas : Spray untuk mengubah gas input menjadi fase cair.

org) Universitas Sumatera Utara . kemampuan menyerap CO2 menurun. ( http://www. Sedangkan amine yang sudah tidak mengandung CO2 dipompa kembali ke Absorber. syn gas yang kaya akan CO2 dikontakkan dengan lean amine. Begitu juga sebaliknya. Karena itulah dipasang reboiler pada bagian bawah stripper untuk menaikkan temperature. jika kadar amine berkurang. Amine yang telah menyerap CO2 disebut rich amine dan akan menjalani proses flashing (penurunan tekanan) untuk melepas hidrokarbon yang terabsorbi dan proses regenerasi di kolom stripper untuk melepaskan CO2 dari amine.reaksi asam-basa) dimana CO2 dalam air bersifat asam lemah dan MDEA bersifat basa lemah. semakin tinggi kemampuan menyerap CO2. artinya kita bisa membalik reaksinya menjadi pelepasan CO2 dari amine dengan merubah kondisi operasi. namun larutan tidak terlalu korosif. CO2 yang terlepas biasanya dibuang ke lingkungan atau menjalani proses pembakaran sebelum dibuang. Amine yang digunakan dicampur dengan air pada konsentrasi tertentu.chem-is-try. tentunya ditambah make-up karena adanya loss amine dalam sistem tersebut. Agar penyerapan berjalan efektif maka dipasanglah bed packing atau tray pada bagian tengah absorber untuk memperluas permukaan kontak gas dan liquid. Proses absorbsi disukai terjadi pada pressure tinggi dan temperature rendah. Semakin tinggi konsentrasi amine. Kondisi operasi Stripper adalah kebalikan dari Absorber. namun larutan menjadi korosif. dimana proses pelepasan CO2 dari rich amine disukai terjadi pada pressure rendah dan temperature tinggi. hal ini bisa terjadi karena proses absorbsi tadi adalah reversible. Adapun reaksi yang terjadi di Absorber adalah sebagai berikut : CO2 + H2O + MDEA MDEAH+ + HCO3- Proses ini berjalan reversible. Karena itulah lean amine dipompa dengan tekanan tinggi lewat bagian atas absorber untuk dikontakkan dengan raw gas yang masih bertekanan tinggi dari bagian bawah. Dalam absorber.

tenaga listrik dibangkitkan oleh gas turbin generator yang berkapasitas deisgn 15 MW. Gas sintesa kemudian dikonversikan menjadi ammonia.1 Unit Utility Unit ini berfungsi memproses penyediaan bahan baku kebutuhan seperti : • Air bersih untuk bahan baku. setelah beberapa reaksi dan pemurnian. uap air dan udara.2. yaitu : 2.000 ton/tahun. ammonia ini siap dikirim untuk proses pabrik urea atau sebagai produk langsung ammonia. air bebas mineral untuk ketel uap. udara instrumen tenaga listrik dan oksigen serta nitrogen. CO2 dan N2. air untuk pendinginan. PUPUK ISKANDAR MUDA terdiri dari beberapa unit. Universitas Sumatera Utara .2. menggunakan proses Kellog dari Amerika dengan bahan baku gas alam. • Bahan baku udara yang diperoleh dari udara bebas di dalam fractination columm didinginkan dengan berdasarkan perbedaan titik embun. uap air. 2. Gas alam dibebaskan dari senyawa impurities (senyawa-senyawa pengotor) kemudian diubah menjadi gas sintesa H2. sehingga unsur oksigen dan nitrogen dapat dipisahkan.2 Unit Ammonia Unit ini berkemampuan memproduksi ammonia 1170 ton/hari atau 386.2. • Bahan baku berupa air diperoleh dari Krueng Peusangan.2 Sarana Produksi Sarana produksi pabrik PT.

Proses pembuatan ammonia terdiri dari beberapa unit dan sistem.2.7 °C. Desulfurizer beroperasi pada tekanan 27 Kg/cm2G dan suhu 26. Mercury yang ada di dalam gas dirubah menjadi senyawa mercury sulfida dan kemudian diserap pada permukaan karbon aktif.1 Sistem Persiapan Gas Umpan Baku Gas alam dari PT.2. Masing-masing desulfurizer mempunyai volume 49. Reaksi yang terjadi adalah : Fe2O3 2 + 3H2S Fe2S3 + 3H2O Mercury Guard Chamber (51 – 109 – D) Gas yang dikeluarkan dari desulfurizer mengalir ke mercury guard chamber (51 – 109 – D) yang berfungsi untuk memisahkan Hg yang terdapat dalam gas alam. Sponge iron berfungsi menyerap sulfur yang ada dalam gas alam. yaitu:. Sistem persiapan gas umpan baku terdiri dari beberapa tahapan proses. Arun NGL. Co dengan tekanan 32 kg/cm2G dan suhu 26 0C dialirkan ke dalam fuel and feed gas knock out drum (51-116-F) untuk memisahkan senyawa hidrokarbon berat. Dari ko drum sebagian gas alam digunakan sebagai bahan bakar dan sebagian lagi sebagai bahan baku proses. yaitu : 2. Desulfurizer Gas alam sebagai bahan baku proses dialirkan ke dalam desulfurizer (51-102DA/DB) yang berisikan sponge iron. yaitu potongan-potongan kayu yang telah di impregnasi dengan Fe2O3. Umur operasinya diperkirakan 90 hari untuk kandungan H2S di dalam gas alam maksimum 80 ppm dan keluar dari desulfurizer dengan kandungan H2S < 5 ppm. 1.1 m3. Universitas Sumatera Utara .

Hydrotreater (51 – 101 – D) Fungsi alat ini adalah untuk mengubah sulfur organik menjadi anorganik (H2S). sedangkan keluarannya bergabung dengan keluaran mercury guard chamber yang di by-pass menuju hydrotreater.4 Kg/cm2G dan suhu 371 °C. 3 CO2 Pretreatment Unit (CPU) CO2 Pretreatment Unit (CPU) merupakan unit tambahan di pabrik ammonia yang berfungsi untuk menurunkan kandungan CO2 pada aliran gas umpan. Universitas Sumatera Utara . Diharapkan gas yang keluar dari mercury guard chamber ini memiliki kandungan < 160 ppb. menggunakan sebuah absorber satu tingkat dan sebuah regenerator satu tingkat (stripper) dengan satu lean solution flash tank. 4. CPU yang ada di PT.Reaksi yang terjadi adalah : Hg + S → HgS Mercury guard chamber beroperasi pada tekanan 26.3 m2. Katalis yang digunakan adalah Cobalt Molybdenum (CoMo) sebanyak 28. diharapkan sulfur organik dapat terurai menjadi sulfur anorganik (H2S). Hidrotreater beroperasi pada tekanan 42.4 Kg/cm2G dan suhu 27°C. Gas CO2 dihilangkan dengan cara penyerapan dengan menggunakan absorber dan melepaskan dengan menggunakan stripper. Masukan CPU adalah sebagian dari aliran gas umpan dari mercury guard chamber. Pupuk Iskandar Muda adalah benfield lo-heat design. Dengan adanya katalis CoMo dan penambahan H2 yang berasal dari keluaran synthesis gas compressor (51 – 103 – J).

5 : 1 untuk mengubah hidrokarbon menjadi CO. ZnO Guard Chamber (51.2 Sistem Pembuatan Gas Sintesa Sistem ini bertujuan untuk mengubah gas yang berasal dari sistem persiapan gas umpan baku menjadi gas CO. yaitu seksi radiasi dan seksi konveksi.Reaksi yang terjadi adalah : RSH + H2 → RH + H2S 5. 2. Primary Reformer (51 – 101 – B) Primary Reformer terdiri dari dua seksi. CO2 dan H2. Ada dua jenis katalis yang digunakan untuk kelangsungan reaksi reforming pada Primary Reformer.2 ppm pada aliran keluar. Reaksi yang terjadi adalah : H2S + ZnO → ZnS + H2O Umur ZnO lebih kurang 5 tahun dengan batas kandungan H2S < 5 ppm pada aliran masuk dan 0. Gas proses masuk ke Primary Reformer bersama dengan superheater steam dengan perbandingan steam dengan karbon 3.0. Disini H2S di ubah menjadi ZnS. yaitu katalis nikel (ICI – 25 – 4) pada bagian sebelah atas dan pada bagian sebelah bawah diisi dengan katalis potash (ICI – 57 – 4) yang gunanya Universitas Sumatera Utara .3 Kg/cm2G.1.2. pada suhu 343 °C dan tekanan 42. CO2 dan H2 melalui tahapan proses sebagai berikut: 1.2.108 – D) H2S yang terbentuk pada Hydrotreater (51-101-D) diserap di ZnO Guard Chamber (51-108-D) yang berisi oksidasi seng.

57 m3.untuk melindungi katalis nikel dari deposit karbon. CO dan CO2. Masing-masing katalis diisi sebanyak 10. Diharapkan gas yang keluar dari primary reformer memiliki methane leakage (CH4 leakage) berkisar antara 9-11 %. Aliran gas ini dicampurkan dengan aliran gas udara yang mengandung O2 dan N2. Reaksi pembakaran adalah sebagai berikut : CH4 2H2 + + 2O2 O2 → → CO2 2H2O + 2H2O Universitas Sumatera Utara . Reaksi yang terjadi pada secondary reformer yaitu reaksi pembakaran dan reaksi methane reforming. Primary Reformer beroperasi pada tekanan 34-36 Kg/cm2G dan temperatur 480-826 °C. gas dialirkan ke Secondary Reformer (51-103-D) yang juga berfungsi untuk membentuk gas H2. Gas. steam dan udara mengalir ke bawah melalui suatu unggun yang berisi katalis nikel. Secondary Reformer (51 – 103 – D) Untuk menyempurnakan reaksi reforming yang terjadi di Primary Reformer (51-101-B). Reaksi utama yang terjadi di primary reformer adalah sebagai berikut : CH4 CO + + H2O H2O → → CO CO2 + + 3H2 H2 2. sehingga mengakibatkan temperatur gas sebelum masuk katalis bertambah tinggi.

Reaksi yang terjadi adalah : CO + H2O → CO2 + H2 Q=+ Universitas Sumatera Utara . yaitu : a. Panas yang dihasilkan dari reaksi diatas dimanfaatkan oleh primary reformer waste heat boiler (51-101-CA/CB) dan selanjutnya dimasukkan lagi ke secondary reformer waste heat boiler (51-102-C) untuk dimanfaatkan sebagai pembangkit kukus (boiler feed water). HTS beroperasi pada suhu 342-371 °C dan tekanan 25-28 Kg/cm2G sehingga kecepatan reaksi berjalan cepat sedangkan laju perubahannya rendah. 3. Gas yang keluar dari secondary reformer setelah didinginkan oleh dua buah waste heat exchanger tersebut temperaturnya menjadi 371 oC. High Temperature Shift Converter / HTS (51-104-DA).Reaksi methan reforming adalah sebagai berikut : CH4 CO + + CO H2O → → CO + 3H2 H2 CO2 + Secondary Reformer beroperasi pada suhu ± 1003 oC dan tekanan 31 kg/cm2G. Low Temperature Shift Converter / LTS (51-104-DB). dibagian ini CO yang ada dalam gas proses diubah menjadi CO2 yang sebanding dengan jumlah H2 yang dihasilkan dengan menggunakan katalis Fe2O3 yang memiliki volume isian 55. Gas proses yang keluar dari secondary reformer (51-103-D) dimasukkan ke bagian atas high temperature shift converter (51-104-DA). b. Shift Converter Gas CO dalam gas proses yang keluar dari secondary reformer diubah menjadi CO2 pada shift converter yang terdiri atas dua bagian.9 m3.

3 Sistem Pemurnian Gas Sintesa Pada sistem ini CO dan CO2 dipisahkan dari gas sintesa. Kondisi operasi pada LTS yaitu pada tekanan 33 kg/cm2 G dan temperatur 246 oC. Methanator (51-106-D) a.2.Pupuk Iskandar Muda. yaitu: a. Unit ini merupakan unit kedua dari proses activated MDEA pada PT.Gas proses yang keluar dari HTS.9% vol. sebelum masuk ke LTS diturunkan temperaturnya di dalam alat penukar panas. Pada LTS berisi katalis oksida Cu dengan volume unggun 66 m3. Proses yang terjadi pada LTS sama dengan proses yang ada di HTS. Universitas Sumatera Utara . Proses pemurnian gas sintesa ini terdiri dari dua tahapan proses. Main CO2 Removal Tujuan dari CO2 Removal adalah untuk menyerap CO2 yang terbentuk dari Primary dan Secondary Reformer serta hasil konversi di Shift Converter. CO2 merupakan produk samping (side product) dari pabrik Ammonia dan digunakan sebagai bahan baku Pabrik Urea. sehingga kecepatan reaksi berjalan lambat sedangkan tingkat koversinya tinggi. Kemurnian produk CO2 pada seksi ini adalah 99.2. 2. sehingga CO dan CO2 diubah menjadi metan pada metanator. Main CO2 Removal b. Pemisahan ini perlu dilakukan karena CO dan CO2 dapat meracuni katalis pada ammonia konverter (51105-D).

CO2 Stripper (61-102-E) Gas umpan dialirkan ke absorber dan dikontakkan langsung dengan larutan activated MDEA dengan konsentrasi 40%Wt. c. Kemudian larutan aMDEA diregenerasi pada tekanan rendah dan temperatur tinggi di striper. fungsi tray direct contact cooler adalah untuk memperluas area kontak antara dua fluida sehingga didapatkan hasil yang optimum.Peralatan utama main CO2 Removal terdiri dari : a. Gas sinthesa yang bebas dari CO2 keluar dari bagian atas tower dengan temperatur 48 0C masuk ke bagian unit synthesa loop dengan komposisi CO2 yang terikut adalah 0. Gas dengan temperatur 70oC masuk ke absorber melalui inlet sparger dan mengalir keatas melalui packed bed. karena gas CO dan CO2 merupakan racun bagi katalis di ammonia converter. CO2 Absorber (61-101-E) b. Larutan lean dari atas tower mengalir kebawah melalui packed bed dan terjadi kontak antara gas dengan lean solution sehingga CO2 dapat terserap ke larutan. Methanator pada dasarnya Universitas Sumatera Utara . sehingga temperatur CO2 di bagian atas stripper menjadi 40 0C. Methanator (51 – 106 – D) Fungsi dari Methanator adalah untuk merubah gas CO dan CO2 yang masih lolos dari CO2 absorber menjadi CH4 yang bersifat tidak bereaksi. CO2 yang telah terlucuti mengalir ke atas melalui bagian direct contact cooler yang dilengkapi tray untuk didinginkan menggunakan air yang disirkulasikan dari pompa. CO2 dalam aliran gas diserap secara proses fisis dan kimia.1 % Vol.

Gas sintesa yang keluar dari methanator mempunyai batasan kandungan CO dan CO2 maksimum 10 ppm. Ammonia converter terdiri dari sebuah shell tekanan dan keranjang diisolasi bagian luarnya. maka temperatur gas sintesa naik menjadi 366 o C.merupakan suatu bejana yang diisi dengan katalis. Penukar panas ini berfungsi sebagai pemanas awal dari umpan masuk. 2. arah aliran umpan berlawanan dengan gas panas hasil reaksi yang berasal dari unggun katalis terakhir.7 kg/cm2G dan temperatur 330 oC.2.88 m3. Keranjang tersebut dibagi menjadi sebuah penukar panas umpan keluar dan sebuah katalis section yang terdiri dari dua buah unggun katalis adiabatic dengan aliran radial dan sebuah penukar panas antara unggun yang ditempatkan ditengahtengah unggun katalis bagian atas. sebelum dialirkan ke Ammonia Converter (51-105-D) terlebih dahulu tekanannya dinaikkan dengan Syn Gas Compressor (51-103-J) sampai tekanan 150 kg/cm2G. Katalis yang digunakan berupa katalis nikel terkalsinasi dengan volume unggun 23. Universitas Sumatera Utara . Reaksi yang terjadi adalah : CO CO2 + + 3H2 4H2 CH CH4 + + H2O 2H2O Methanator beroperasi pada tekanan 26.4 Sistem Sintesa Ammonia Gas sintesa murni dengan perbandingan volume H2 dan N2 sebesar 3 : 1. Karena panas yang dihasilkan dari reaksi ini.2.

Sistem ammonia recovery berfungsi untuk menyerap NH3 yang terkandung didalam gas buang yang masuk ke ammonia recovery yaitu gas bertekanan rendah yang berasal dari ammonia let down tank (51-107-F) kemudian didinginkan dan dikondensasikan terlebih dahulu pada Ammonia Unitized Chiller sebelum masuk ke Refrigerant Reservoir. Uap yang tidak terkondensasi dikembalikan ke sistem dan zat yang tidak bereaksi dari chiller dikirim ke unit daur ulang ammonia. yaitu : 1. Memberi pendinginan untuk mengkondensasikan ammonia yang ada dalam gas buang.Reaksi yang terjadi pada ammonia konverter adalah sebagai berikut : N2 + 3H2 2NH3 Ammonia converter dioperasikan pada temperatur 480 oC dan tekanan 150 kg/cm2G. 2. Mendinginkan gas pada interstage kompresor gas sintesa. serta gas pada interstage kompresor gas sintesa.2. 3. gas buang. Uap ammonia yang terbentuk pada berbagai chiller. Universitas Sumatera Utara . Kompressor ini bekerja berdasarkan sistem pemampatan bertingkat untuk memanfaatkan ammonia sebagai media pendingin. flush drum. Memberi pendinginan untuk mengkondensasikan ammonia yang ada dalam sintesa loop. dan storage tank dimasukkan dalam Centrifugal Refrigerant Compressor.2.5 Sistem Pendinginan Ammonia Untuk memberikan pendinginan pada ammonia diperlukan suatu sistem pendinginan untuk mengkondensasikan ammonia yang ada dalam gas sintesa. 2. Sistem pendinginan dilakukan dalam tiga tahap.

Sedangkan produk panas dengan temperatur 30 oC dikirim ke pabrik urea. Produk ammonia yang dihasilkan terdiri dari dua jenis yaitu produk dingin dan produk panas. Produk bawah dari refrigerant condenser ini dikirimkan ke unit urea. Kondensasi ammonia terjadi dalam refrigerant reservoir pada temperatur 42. 2.Kompressor ini dioperasikan untuk memenuhi kebutuhan tekanan pada stage flush drum.6 Sistem Daur Ulang Ammonia (Ammonia Recovery Unit/ARU) Unit ini berfungsi untuk menyerap NH3 yang terkandung didalam gas buang sehingga diperoleh effisiensi produk ammonia yang lebih tinggi. Produk dingin yang mempunyai temperatur -33 oC dikirim ke tangki penyimpanan ammonia. Disamping itu juga dapat menaikkan tekanan dari aliran ammonia yang mengalami flushing. sehingga memungkinkan ammonia terkondensasi setelah terlebih dahulu didinginkan dalam refrigerant condenser. Universitas Sumatera Utara . Penyerapan kandungan ammonia yang ada dalam campuran gas buang dilakukan dalam packed absorber dengan dua tingkat penyerapan dan sirkulasi yang berlawanan arah antara gas-gas dengan air. sedangkan produk atasnya mengalami daur ulang pendinginan flush gas chiller dengan media pendinginan ammonia cair dari dari stage flush drum.2 °C. Sebagai bahan yang masuk ke ammonia recovery adalah gas buang bertekanan rendah yang berasal dari ammonia let down tank (51 – 107 – F) dan flush drum gas chiller (51 – 126 – C) yang dicampurkan dan dipisahkan kandungan ammonianya pada tekanan 15 Kg/cm2G dan suhu -26 °C. Gas-gas yang keluar dari menara absorber dikirim ke primary reformer sebagai bahan bakar.2.2.

Aqua ammonia dengan kandungan 30 % dikirim ke stripper (51 – 162 –E) untuk dipisahkan dari campurannya dan dikirim ke flush drum (51 – 110 – F). Gas buang masuk ke unit prism separator pada suhu -23 °C dengan laju alir 11. Universitas Sumatera Utara . Gas buang bebas ammonia yang keluar dari scrubber dimasukkan ke feed heater (51 – 203). Prinsip kerja HRU adalah pemisahan gas proses (H2) dari campuran gas buang didalam membran Fibre Prism Separator.Ammonia yang keluar sebagai hasil penyerapan selanjutnya dengan ammonia cair dari first stage refrigerant flush drum (51 – 110 – F) untuk diproses kembali. 2.2.459 Nm3/hr dan tekanan 140 Kg/cm2G.1 % ammonia diserap di scrubber untuk mengurangi kandungan ammonia. disini gas buang yang telah jenuh air dipanakan sampai suhu 5 °C diatas titik embun untuk mencegah terkondensasinya cairan di dalam fiber prism sparator (51 – 204) yang di dalamnya terdapat saringan yang dapat memisahkan H2 dari gas yang masuk ke sparator.2. Gas buang yang telah dipanaskan mengandung 2. Masukan HRU adalah gas buang yang bertekanan tinggi yang berasal dari purge gas separator (51 – 108 – F).7 Sistem Daur Ulang Hidrogen (Hidrogen Recovery Unit/HRU) Unit daur ulang hidrogen merupakan unit tambahan di pabrik ammonia sehingga dengan adanya unit ini diharapkan akan dapat menaikkan nilai tambah dari gas buang di pabrik ammonia yang selama ini hanya dimanfaatkan untuk gas bakar. Menghindari pembekuan di dalam scrubber (51 – 201) suhu dinaikkan menjadi -5 °C di preheater (51 – 215). untuk selanjutnya digunakan kembali pada proses pembuatan ammonia.

H2 yang telah terpisah dikirim ke HPC (103 – J) syn gas compressor. Kemurnian H2 yang keluar diharapkan bisa mencapai lebih besar dari 99.3 Unit Urea Dengan menggunakan proses Mitsui Toatsu Total Recycle C. Urea dibuat dengan mereaksikan ammonia (NH3) dan karbondioksida (CO2). unit ini mampu memproduksi pupuk urea butiran dengan kapasitas terpasang 1. karena tekanan yang keluar dari stage ini terlalu rendah sehingga produknya belum dapat dimanfaatkan.7 %. Kemudian gas miskin H2 dialirkan ke reformer sebagai bahan bakar. H2 yang terpisah lalu dikirim ke LPC (103 – J). dari atas Prilling Tower lelehan urea diteteskan yang kemudian akan memadat setelah didinginkan dengan udara. Larutan urea murni dikristalkan secara vakum. ( Anonymous. kemudian dilelehkan kembali dalam melter dengan menggunakan steam sebagai pemanas.Improved. 1994 ) Universitas Sumatera Utara . 2.000 ton/tahun. dimasukkan dalam bulk storage ataupun ke unit pengantongan. Prism separator ini terdiri dari lima prism separator.725 ton/hari. atau 570.2. Gas proses yang masih memiliki sedikit kandungan H2 dikirim ke second stage prism separator. Sedangkan third stage separator belum dioperasikan. Urea butiran yang dihasilkan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->